Ceritasilat Novel Online

Bangau Sakti 28

Eps 28 Bangau Sakti - Chin Tung

Baca online Bangau Sakti - Chin Tung

Cersil Bangau Sakti - Chin Tung.

Segeralah ia menuju gunung tersebut setibanya di kaki gunung, tampak pula sebuah gua di situ.

Bee Kun Bu mulai tegang, namun tetap menerobos ke dalam agak gelap di dalam gua itu.

Di saat ia ingin melangkah, tiba-tiba terdengar suara tawa dari dalam, ia cepat-cepat berhenti dan terkejut bukan main, sebab ia mengenali suara tawa itu, yang tidak lain adalah suara tawa Co Hiong.

"Kauw Cu boleh berlega hati."

Suara Co Hiong.

"Di pintu besi ke enam dan ke tujuh telah dipasang hawa beracun,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Maka meskipun mereka bisa memboboI pintu itu dengan Teng Thian Sin Cin, tapi tidak akan terluput dari hawa beracun tersebut"

Suara itu berasal dari sebelah kiri Bee Kun Bu segera bersembunyi di tempat yang gelap.

"Co Hiong!"

Suara Kai Thian Kauw Cu.

"Engkau belum tahu, bahwa di dalam gua terdapat sebuah sungai di bawah tanah yang bisa menembus ke Iuar. Kalau mereka menghancurkan batu itu, pasti dapat meloloskan diri."

"Ha ha!"

Co Hiong tertawa.

"Kalau mereka menghancurkan batu itu, otomatis air sungai akan mengalir masuk, dan mereka semua akan mati terendam, Lagi pula masih ada belasan orang yang terluka di sana, tidak mungkin mereka tega meninggalkan orang-orang yang terluka itu."

"Ngmmm!"

Kai Thian Kauw Cu manggut-manggut "Hanya saja... apakah ke dua penjaga pintu itu dapat dipereaya?"

Tanya Co Hiong mendadak "Sudah lama ke dua orang itu ikut aku, dan mereka berdua setia sekali padaku."

Sahut Kai Thian Kauw Cu yakin.

"Hati manusia sulit diduga, kita harus mengawasi mereka!"

Ujar Co Hiong.

"Cukup engkau saja yang mengawasi mereka!"

Sahut Kai Thian Kauw Cu.

"Engkau berjalan dari sini ke depan, ada sebuah batu bulat di sana, putar batu bulat itu, engkau akan sampai di ruang pengontrol."

Bee Kun Bu yang mencuri pembicaraan itu, girang bukan main ketika mendengar pembicaraan Kai Thian Kauw Cu.

Ketika ia ingin memutarkan badannya menuju tempat itu, tiba-tiba terdengar suara "Krek\ Tampak Co Hiong berjalan ke luar dari salah sebuah pintu batu, Cepat-cepat Bee Kun Bu bersembunyi lagi, sedangkan Co Hiong terus berjalan ke depan.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

sesungguhnya Bee Kun Bu sudah ingin menyerang Co Hiong, Namun karena ia tahu, Kai Thian Kauw Cu berada tak jauh dari situ, maka ia tidak berani bertindak sembarangan Co Hiong sudah, berjalan agak jauh, tapi Bee Kun Bu sama sekali tidak merasa menyesal, sebab ia memang harus berhati-hati.

Setelah Co Hiong berada sejauh beberapa depa, barulah Bee Kun Bu mengikutinya dari belakang Co Hiong melangkah tidak tergesa-gesa.

Maka gampang sekali Bee Kun Bu mengikutinya, namun ia sama sekali tidak berani mengeluarkan suara sedikit pun.

Tak lama kemudian, Co Hiong berhenti di sebuah pintu batu, Segeralah Bee Kun Bu bersembunyi Co Hiong berdiri mematung di situ, Kelihatannya ia sedang memikirkan sesuatu, Sepasang alisnya terangkat, kemudian memandang ke depan, Kebetulan Bee Kun Bu sudah bersembunyi maka Co Hiong tidak melihatnya.

Tiba-tiba Co Hiong mengetuk pintu batu itu, dan terdengarlah suara sahutan dari dalam.

"lni adalah tempat terlarang, siapa berani ke mari mengetuk pintu?"

"Sialan kalian!"

Sahut Co Hiong.

"Aku Co Hiong!"

Ternyata adalah.,,."

Suara di dalam berubah ketakutan "... wakil Kauw Cu, maaf! Kami tidak tahu kedatangan wakil Kauw Cu."

Tak lama pintu batu itu terbuka, dan Bee Kun Bu memandang ke dalam, Tampak banyak terdapat batu bulat di situ, sedangkan ke dua orang yang di dalam itu berusia enam puluhan, tetapi masih tampak gagah.

Co Hiong melangkah ke dalam, lalu pintu batu itu tertutup kembali Secepat kilat Bee Kun Bu melesat ke pintu batu itu, lalu pasang kuping.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Apakah ada yang mencurigakan ke mari?"

Tanya Co Hiong.

"Lapor pada wakil Kauw Cu, ini adalah tempat terlarang."

Jawab salah seorangtua itu.

"Kalau tiada perintah dari Kauw Cu, siapa pun tidak berani ke mari."

"Kini aku sudah ke mari, kalian mau apa?"

Tanya Co Hiong mendadak "Wakit Kauw Cu omong bereanda."

Salah seorangtua itu tertawa.

Setelah mendengar pereakapan itu, Bee Kun Bu yakin, bahwa Co Hiong akan turun tangan jahat terhadap ke dua orangtua itu, ia lalu mengeluarkan Teng Thian Sin Cin, dan tangan kirinya mengetuk pintu batu itu.

"Siapa?"

Terdengar suara sahutan bertiga dari dalam.

"Ada perintah dari Kauw Cu!"

Bee Kun Bu menyerakkan suaranya.

"Wakil Kauw Cu dipanggil!"

"Aku baru saja berpisah dengan Kauw Cu, kenapa mendadak dipanggil?"

Tanya Co Hiong.

"Maaf, aku cuma diperintah begitu, tidak tahu apa sebabnya,"

Sahut Bee Kun Bu dengan hati berdebar-debar.

"Hm!"

Dengus Co Hiong.

"Bukakan pintu!"

Bee Kun Bu semakin tegang, ia meluruskan Teng Thian Sin Cin ke depan, Begitu pintu itu terbuka, Bee Kun Bu langsung maju selangkah sambil menuding dada Co Hiong dengan senjata itu.

Kejadian itu sungguh di luar dugaan Co Hiong, Sehingga ia tak dapat berkutik, tetapi masih sempat menyurut mundur dua langkah Akan tetapi, Bee Kun Bu segera melangkah ke depan, maka Co Hiong tetap tidak bisa bergerak sama sekali, Lebih celaka lagi punggungnya telah membentur dinding di situ.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Co Hiong!"

Bee Kun Bu tertawa dingin.

"Engkau tidak sangka aku akan muncul mendadak di sini kan?"

Saat ini, dada Co Hiong masih di todong dengan Teng Thian Sin Cin.

Bahkan senjata itu telah menembus bajunya, sehingga dadanya mengucurkan sedikit darah.

Oleh karena itu, bagaimana mungkin ia berani sembarangan bergerak?

ia hanya berlaku setenangnya, kemudian ujarnya sambil tersenyum.

"Kukira siapa, tidak tahunya Saudara Bee!"

"Co Hiong!"

Bee Kun Bu menatapnya dingin.

"Pereuma engkau banyak omong!"

Usai berkata begitu, Bee Kun Bu mengibaskan tangannya agar pintu ruang batu itu tertutup kembali, lalu membentak ke dua orangtua penjaga tersebut "Cepat bukakan ke tujuh pintu besi itu!"

Wajah ke dua orangtua itu tampak menghijau.

Me-reka melangkah ke belakang sambil memandang Bee Kun Bu, namun tidak membuka ke tujuh pintu besi tersebut Bee Kun Bu tahu jelas, walau kini ia telah menguasai Co Hiong, namun akan diketahui oleh orang kalau ia terlalu lama di situ, dan tentunya akan dilaporkan pada Kai Thian Kauw Cu.

sedangkan Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun masih terkurung di dalam, apabila ia tidak bertindak cepat, kemungkinan besar Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun akan mati tergenang air.

"Hai! Kalian dengar tidak?"

Bee Kun Bu mulai gugup.

"Cepat buka ke tujuh pintu besi itut"

Akan tetapi, ke dua orangtua itu masih tetap tak bergerak "Hm!"

Dengus Bee Kun Bu.

"Apakah kalian bosan hidup?"

"Silakan bunuh kami berdua!"

Sahut ke dua orangtua itu serentak

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu tertegun ia sama sekali tidak menyangka kalau ke dua orangtua itu begitu setia terhadap Kai Thian Kauw Cu.

"Ha ha!"

Co Hiong tertawa gelak "Kalau pun engkau membunuh kami bertiga, belum tentu akan dapat menolong Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun yang terkurung itu!

Lagipula para anggota Kai Thian Kauw sangat setia pada Kauw Cu!"

Bee Kun Bu betul-betul tidak tahu harus berbuat apa. Namun kemudian ia mendadak teringat sesuatu.

"Kalian berdua! Apakah kalian punya seorang famili di dalam Kai Thian Kauw?"

Tanya Bee Kun Bu pada ke dua orangtua itu.

"Muka orang itu penuh bewok."

"Kalau benar kenapa?"

Sahut ke dua orangtua itu.

"Kalian begitu setia terhadap Kauw Cu, tapi dalam pandangan Kai Thian Kauw Cu dan Co Hiong, kalian tak ubahnya seperti semut,"

Ujar Bee Kun Bu sambil menggelenggelengkan kepala.

"Hm!"

Dengus salah seorang dari ke dua orang itu.

Tahukah kalian, ada belasan anggota Kai Thian Kauw yang ikut terkurung di dalam?

Bahkan mereka masih dalam keadaan terluka, dan famili kalian itu justru terkurung di situ juga!"

Wajah ke dua orang itu tampak mulai berubah setelah mendengar ucapan Bee Kun Bu, dan itu membuat Co Hiong terkejut sekali "Saudara Bee!"

Ujarnya agar ke dua orangtua itu tidak terpengaruh oleh kata-kata Bee Kun Bu.

"Engkau me-nasihati orang supaya tidak setia, bukankah engkau akan menjadi lelaki tidak sejati?"

"Co Hiong! Engkau berhati jahat, licik dan kejam! Kalau engkau masih banyak omong, aku tidak akan mengampunimu, dan segera membunuhmu!"

Sahut Bee Kun Bu dingin.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Kali ini Bee Kun Bu kelihatan tidak main-main, maka Co Hiong tidak berani banyak omong lagi sedangkan ke dua orangtua itu masih tampak tertegun.

"Apakah omonganmu itu ada buktinya?"

Tanya salah seorangtua itu.

"Aku adalah Bee Kun Bu. Selama ini aku tidak "

Pernah berbicara bohong."

Sahut Bee Kun Bu sambil tersenyum "Buka saja pintu besi itu, agar kalian tahu aku berbicara sesungguhnya atau berbohong!"

Ke dua orangtua itu saling memandang dan tampak serba salah dengan wajah muram, Namun mereka berdua tetap tidak bergerak sama sekali sementara Bee Kun Bu mendorong Teng Thian Sin Cin ke depan sedikit, dada Co Hiong terasa sakit sekali, dan ia pun segera berseru.

"Sabar, saudara Bee!"

"Kalau begitu, engkau harus memberitahukan ke dua orang itu, bahwa apa yang kukatakan tadi memang benar adanya!"

Ti... tidak salah,"

Ujar Co Hiong sambil menahan sakit "Memang benar apa yang dikatakan Saudara Bee."

Ke dua penjaga itu terbelalak dan tertegun, Kemu-dian mereka berdua berteriak-teriak dengan penuh kegusaran "Kauw Cu! Engkau begitu kejam, jangan memper-salahkan kami lagi!"

Mereka berdua segera mendekati salah satu batu bulat yang terdapat di situ, lalu memutarnya dan Bee Kun Bu pun menarik nafas lega.

"Co Hiong, kini engkau masih mau bilang apa?"

Bee Kun Bu menatapnya tajam dan dingin.

"Saudara Bee, biar bagaimana pun engkau harus mengingat budi...."

Co Hiong menarik nafas panjang.

"Budi apa?"

Bentak Bee Kun Bu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Lie Ceng Loan kena racun ular kilat hijau, aku yang telah menyelamatkannya dengan empedu ular kilat hijau, Maka secara tidak langsung aku telah menaruh budi padamu, Kini racun itu telah punah dari dalam tubuhnya, dia... terto!ong."

Betapa girangnya Bee Kun Bu mendengar ucapan itu, namun kemudian wajahnya mulai tampak gusar lagi "Co Hiong, engkau pernah memberitahukan padaku, bahwa Lie Ceng Loan sudah mati, kenapa sekarang malah bilang dia tertolong, dan engkau yang menolongnya?"

Co Hiong mulai berkeringat dingin Sejak ia berkenalan dengan Bee Kun Bu, entah sudah berapa kali ia menipunya, maka kalau kini Bee Kun Bu tidak mempereayainya, itu memang wajar Akan tetapi, kali ini memang benar Co Hiong yang menolong Lie Ceng Loan, meskipun tidak setulus hati karena ia berniat jahat terhadap gadis tersebut "Saudara Bee...."

Co Hiong menarik nafas panjang.

"Memang benar aku yang menolongnya. saudara Bee akan mengetahui setelah kembali ke Kwat Cong San."

"Engkau sudah kerap kali menipuku, maka kali ini aku tidak akan mempereayaimu lagil sahut Bee Kun Bu sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Saudara Bee....H Wajah Co Hiong sudah berubah kelabu.

"Kalau engkau belum tahu jelas urusan itu, namun sudah membunuh aku, engkau akan menyesal kelak,"

Bee Kun Bu tertegun ia menatap Co Hiong dengan tajam sekali dan berpikir tama dengan kening berkerut-kerut Apabila benar Co Hiong yang menyelamatkan Lie Ceng Loan, seharusnya Bee Kun Bu berterimakasih padanya, seandainya saat ini membunuhnya, bukankah akan menyesal kelak?

"Bagaimana kalau engkau masih menipuku?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Bukankah kita akan bertemu kembali?"

Sahut Co Hiong.

"Saat itu engkau boleh membunuhku."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu menatapnya lama sekali, kemudian manggutmanggut Ketika melihat Bee Kun Bu manggut-manggut, legalah hati Co Hiong.

"Saudara Bee!"

Co Hiong tersenyum "Apabila benar aku yang menolong Nona Lie, harus bagaimana engkau berterimakasih padaku?"

Pertanyaan Co Hiong itu membuat Bee Kun Bu tertegun, ia tidak tahu harus bagaimana menjawabnya.

"Cobalah engkau katakan saja!"

Jawabnya kemudian "Saudara Bee, terus terang!"

Co Hiong tersenyum lagi.

"Sebetulnya aku tidak menghendaki engkau berterimakasih padaku, cukup engkau mengembalikan Teng Thian Sin Cin padaku saja."

"Baik,"

Bee Kun Bu mengangguk "Kalau benar engkau yang menolong Ceng Loan, aku pasti mengembalikan senjata ini padamu."

"Saudara tidak akan suka ingkar janji?"

Tanya Co Hiong.

"Aku bukan orang yang ingkar janji,"

Sahut Bee Kun Bu.

Setelah menyahut begitu, Bee Kun Bu menjulurkan tangan kirinya untuk menotok jalan darah Co Hiong.

seketika Co Hiong berdiri tak bergerak, sedangkan ke dua orangtua itu telah membuka semua pintu besi.

"Bee siauhiap! Semua pintu besi telah kami buka, Kalau Kauw Cu tahu, kita pasti mati di sini, Engkau harus segera pergi bersama kami,"

Ujar salah seorang penjaga sungguhsungguh.

"Tentu."

Bee Kun Bu mengangguk.

"Mari kita pergi!"

Mereka bertiga segera meninggalkan ruang batu itu. Terdengarlah suara air di dalam, rupanya air itu sudah mengalir ke luar begitu pintu-pintu besi itu di buka. Terdengar

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

pula suara Kai Thian Kauw Cu menggeram, yang disusul oleh suara bentakan nyaring Pek Yun Hui.

Mendengar suara itu, Bee Kun Bu langsung melesat kesana, Setelah melewati beberapa tikungan, ia melihat Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun sedang bertarung melawan Kai Thian Kauw Cu.

Bee Kun Bu bersiul panjang sambil melesat, dan seketika tampak sinar putih berkelebatan Begitu melihat kemunculan Bee Kun Bu, semangat Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun terbangkit Kai Thian Kauw Cu bertarung seimbang dengan Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun, kini ditambah Bee Kun Bu, tentunya Kai Thian Kauw Cu kewalahan menghadapi mereka bertiga, Mendadak ia mengibaskan lengan jubahnya lalu melesat pergi.

Bee Kun Bu ingin mengejarnya, tapi Sie Bun Yun langsung mencegahnya seraya berkata.

"Jangan mengejarnya! Lebih baik kita tinggalkan tempat ini dulu!"

"Apakah mereka yang terkurung di dalam sudah ke luar semua?"

Tanya Bee Kun Bu.-ia masih memikirkan para anggota Kai Thian Kauw yang terkurung itu.

"Mereka sudah ke luar semua,"

Sahut Pek Yun Hui.

Bee Kun Bu manggut-manggut, Mereka bertiga lalu pergi, dan tak lama kemudian sudah berada di depan gua.

Mereka bertiga sama sekali tidak berhenti, malah menggunakan ginkang melesat pergi secepat kilat.

Setelah menempuh perjalanan tujuh delapan mil, barulah mereka bertiga berhenti, Sie Bun Yun menarik nafas lega dan berkata.

"Saudara Bee, begitu lama engkau pergi, kami kira engkau sudah celaka di dalam air itu."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Begini.,.-"

Bee Kun Bu menutur mengenai apa yang dialaminya setelah tenggelam di dalam air dan lain sebagai nya.

"Kenapa engkau tidak membunuh saja Co Hiong?"

Tanya Sie Bun Yun sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Kalau benar Co Hiong yang menyelamatkan nyawa adik Loan, bukankah secara tidak langsung aku telah berhutang budi padanya? Karena itu, aku pun merasa tidak tega membunuhnya,"

Ujar Bee Kun Bu. Tapi mengenai Teng Thian Sin Cin...."

Sie Bun Yun mengerutkan kening.

"Biar bagaimana pun, engkau tidak boleh mengembalikannya."

"Kakak Yun!"

Pek Yun Hui menatapnya.

"Engkau masih belum tahu bagaimana sifat Bee Kun Bu, kalau dia sudah berjanji begitu, tidak mungkin akan mengingkarinya."

"Dia sering menipumu, Saudara Bee,"

Ujar Sie Bun Yun.

"Maka mengingkari janji terhadapnya juga tidak apa-apa."

"Saudara Sie Bun!"

Bee Kun Bu menggelengkan kepala.

"Aku tidak bisa berbuat begitu, karena aku tidak mau merendahkan diri sendiri."

"Sudahlah!"

Tandas Pek Yun Hui.

"Kupikir, Co Hiong tidak mungkin berani datang di Kwat Cong San untuk meminta senjatanya itu, Kita tidak perlu memperdebatkan itu, lebih baik kita sekarang kembali ke Kwat Con San saja,"

Pek Yun Hui melirik Sie Bun Yun sambil memberi isyarat padanya, Sie Bun Yun tahu Pek Yun Hui melarangnya berdebat dengan Bee Kun Bu.

Tapi kalau pun benar Co Hiong yang menolong Lie Ceng Loan, ia tetap akan mencegah Bee Kun Bu mengembalikan senjata itu pada Co Hiong dengan suatu akal.

Mereka bertiga langsung berangkat ke Kwat Cong San.

sepanjang jalan Sie Bun Yun sama sekali tidak menyinggung soal pengembalian senjata tersebut, tapi ia mengasah-asah

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

otak untuk mencegah Bee Kun Bu mengembalikan senjata itu pada Co Hiong.

***** Bab ke 30 -Berangkat ke Daerah Suku Miauw Dalam perjalanan menuju Kwat Cong San, mereka sama sekali tidak menemui halangan apa pun.

Pada hari ke dua, di saat hari mulai malam, mereka bertiga sudah memasuki gunung Kwat Cong San, dan langsung menuju gua Thian Kie.

Di dalam gua tersebut tampak agak terang, Hati Bee Kun Bu berdebar tegang, karena ia khawatir Co Hiong mendustainya.

Padahal Lie Ceng Loan masih terbaring di tempat tidur seandainya begitu, entah harus bagaimana baiknya, Sebab waktu Lie Ceng Loan cuma tinggal beberapa hari, berarti sudah tiada waktu bagi Bee Kun Bu mencari ular kilat hijau lagi.

Ketika hatinya berdebar-debar tegang, muncullah Na Hai Peng tetapi tidak tampak Lie Ceng Loan, Oleh karena itu seketika hatinya tenggelam entah ke mana.

"Guru!"

Tanya Pek Yun Hui.

"Apakah adik Loan sudah sadar?"

Na Hai Peng tidak menyahut, melainkan menarik nafas panjang. Tentunya membuat Bee Kun Bu, Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun seakan tersiram air dingin, dan Bee Kun Bu langsung mengucurkan air mata.

"Dia... dia sudah mati?"

Tanya Bee Kun Bu terisak dengan wajah pucat pias.

"Apa?"

Na Hai Peng tertegun "Siapa bilang dia mati? Dia di tolong oleh Co Hiong."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Betapa girangnya Bee Kun Bu, Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun, namun juga merasa terkejut karena Co Hiong yang menolong Lie,Ceng Loan.

"Adik Loan! Adik Loan..."

Seru Bee Kun Bu. Akan tetapi, tiada sahutan dari dalam gua Thian Kie, itu membuat Bee Kun Bu terheran-heran.

"Di mana adik Loan?"

Tanyanya.

Na Hai Peng menarik nafas lagi, itu sungguh mencengangkan Bee Kun Bu, Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun, kenapa Na Hai Peng menarik nafas panjang ketika Bee Kun Bu menanyakan tentang Lie Ceng Loan?

"Ayah angkat?

Apa gerangan yang telah terjadi?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Tadi siang Pek Ih Sin Kun, ketua partai Swat San datang ke mari. Dia memberitahukan bahwa melihat Kun Lun Sam Cu berada di Yun Lam daerah suku Miauw."

Hati Bee Kun Bu cemas mendengar itu, sebab Kun Lun Sam Cu masih dalam keadaan gila, dan kini berada di daerah Miauw yang masih primitif itu, Apa pula yang akan terjadi atas diri Kun Lun Sam Cu?

Lalu Lie Ceng Loan....

"Guru! Apakah adik Loan sudah pergi?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Setelah ketua partai Swat San memberitahukan, Ceng Loan langsung menangis dan bahkan... melesat pergi, Aku segera menghadangnya tapi dia bilang harus pergi mencari Kun Lun Sam Cu. Kalau lidak, hatinya tidak bisa tenang."

Jawab Na Hai Peng sambil menggeleng-gelengkan kepala dan menambahkan "Aku tidak bisa mencegahnya."

"Daerah Miauw begitu luas, tepatnya Kun Lun Sam Cu berada di mana?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Apakah ketua partai Swat San memberitahukan?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Ketua partai Swat San memang memberitahukan."

Na Hai Peng manggut-manggut.

"Kun Lun Sam Cu berada di Tok Coa Tham (Telaga Ular Berbisa)."

"Kalau begitu, apakah guru-guruku telah mati?"

Tanya Bee Kun Bu dengan wajah muram.

"Mereka tidak mati, rramun keadaan mereka sungguh mengenaskan."

Na Hai Peng menarik nafas panjang.

"Karena itu, Lie Ceng Loan berduka sekali, sehingga langsung berangkat...."

Ketika Na Hai Peng berkata sampai di sini, Bee Kun Bu bangkit berdiri dengan wajah cemas.

"Saudara Bee!"

Sie Bun Yun tahu akan kecemasan-nya. Tidak perlu cemas, tenang saja!"

Tapi guru...."

Sepasang mata Bee Kun Bu sudah basah.

"Saudara Bee!"

Sie Bun Yun menggenggam tangan-nya.

"Legakanlah hatimu, kami pun tidak akan tinggal diam Lebih baik tunggu Na Locianpwee menyelesaikan penuturannya,"

"Saudara Sie Bun!"

Bee Kun Bu memang tampak gelisah sekali "Lagipula menyangkut adik Loan, maka kita harus segera berangkat ke daerah Miauw!"

"Guru! Apa yang diceritakan ketua partai Swat San?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Dia bilang, Telaga Ular Berbisa terletak di Tok Sui Tong (Gua Air Beracun), yaitu salah satu gua yang sangat berbahaya dari tujuh gua yang amat terkenal di daerah Miauw,"

Jawab Na Hai Peng memberitahukan.

"Tok Sui Tong Cu (Majikan Gua Air Beracun) dipanggil Swat Lo Kongcu (Putri Swat Lo)."

Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun tertegun, kemudian mereka bertanya serentak dengan wajah penuh keheranan Ternyata masih ada orang lain!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Benar."

Na Hai Peng mengangguk "Oh ya! Kalian belum pernah mendengar tentang tujuh gua itu?"

Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu saling memandang.

Mereka bertiga memang tidak pernah mendengar tentang ke tujuh gua itu, sebab mereka sama sekali tidak pernah ke sana, lagi pula daerah Miauw masih primitif, maka jarang ada orang ke sana.

Sie Bun Yun memang pernah mendengar tentang tujuh gua tersebut, tetapi waktu itu ia masih kecil, masih berada di Cui Cuk San Cung, dan kini sudah lupa sama seka!i.

"Guru, kami harus berangkat ke daerah Miauw, harap Guru menceritakan tentang keadaan daerah itu, agar kami bisa menjaga diri."

Ujar Pek Yun Hui.

"Terus terang, kaum Bu Lim Tionggoan boleh dikatakan hanya beberapa orang yang mengetahui tentang tujuh gua di daerah Miauw itu,"

Na Hai Peng memberitahukan "Aku mendengarnya ketika masih berada di istana."

"Oh!"

Sie Bun Yun mengerutkan kening.

"Kalau begitu sudah lama sekali?"

"Ya."

Na Hai Peng mengangguk, kemudian menarik nafas panjang dan tampak termenung.

Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu tahu Na Hai Peng sedang mengenang masa lalunya di istana bersama Cui Tiap, isterinya, sehingga wajah Na Hai Peng kelihatan muram Lama sekali barulah membuka mulut dengan mata bersimbah air.

"Dua puluh tahun silam, putri Lan Tay baru lahir..."

Tutur Na Hai Peng.

"Kepala pengawal istana mengundang seorang pesilat tinggi dari daerah Miauw, Kami baru tahu tentang daerah Miauw dari pesilat tinggi itu. Ternyata ilmu silat aliran Miauw sangat aneh, lihay dan lain dari pada yang lain. Setiap gua dari tujuh gua itu terdapat pesilat tangguh."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Bagaimana ilmu pesilat yang datang dari daerah Miauw itu?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Pada waktu itu, kepandaian pesilat Miauw tersebut berada di atas kepandaianku,"

Jawab Na Hai Peng memberitahukan "Kami berdua sudah jadi teman akrab, namun akhirnya kami berpisah di tengah malam."

"Na Locianpwee!"

Tanya Sie Bun Yun girang.

"Apa-kah orang itu berkedudukan tinggi di daerah Miauw?"

"Kedudukannya di daerah itu memang tinggi,"

Sahut Na Hai Peng sambil manggut-manggut.

"Dia salah satu Tongcu (Pemimpin Gua) dari Tujuh Gua Keramat di daerah Miauw, dia dipanggil Ang Ngai Tongcu."

"Bagus kalau begitu,"

Ujar Sie Bun Yun.

"Bukankah akan beres kalau kami ke sana mencarinya?"

"Aku pun berpikir demikian, bahkan telah kuberitahukan pula pada Ceng Loan, tapi sudah sekian tahun, entah dia masih hidup atau sudah mati."

Na Hai Peng menarik nafas.

"Seandainya dia mati, tentunya dia punya anak,"

Ujar Pek Yun Hui dan menambahkan "Ayahnya adalah teman baik guru, sudah pasti anak itu bersedia membantu kami."

"Mudah-mudahan begitu!"

Ujar Sie Bun Yun "Mengenai seluk beluk rimba persilatan daerah Miauw, harap Locianpwee sudi menjelaskannya!"

Ujar Sie Bun Yun.

"Ngmm!"

Na Hai Peng manggut-manggut.

"Pada waktu itu, Ang Ngai Tongcu punya tujuh saudara seperguruan, guru mereka bernama Liat Pah To. Orang tersebut berkepandaian sangat tinggi, dan dianggap sebagai raja di daerah itu, namun berhati kejam."

Na Hai Peng berhenti menutur sambil memandang Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu, setelah itu barulah melanjutkan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Temanku itu bilang, Liat Pah To bermukim di tebing curam, dan jarang ke mana-mana, Kalau kalian sudah tiba di daerah Miauw itu, berupayalah agar tidak bertemu Liat Pah To."

"Guru!"

Pek Yun Hui mengerutkan kening. Tadi guru bilang Kun Lun Sam Cu di kurung oleh Tok Sui Tongcu yang dipanggil Swat Lo Kongcu, itu apa gerangannya?"

"Aku pun tidak habis berpikir."

Na Hai Peng menggelenggelengkan kepala.

"Aku bilang begitu, sebab tiada seorang wanita pun di antara Cit Tong Tongcu (Pemimpin Tujuh Gua Keramat)."

"Ayah angkat!"

Tanya Bee Kun Bu mendadak "Kenapa ayah angkat tidak memberitahukan nama pesilat dari daerah Miauw itu pada kami?"

"Aku pun tidak tahu namanya,"

Sahut Na Hai Peng.

"Eh?"

Pek Yun Hui tereengang "Bukankah Guru teman akrabnya? Kenapa dia tidak memberitahukan namanya?"

"Justru karena kami sangat akrab, maka dia tidak mau memberitahukan namanya padaku,"

Sahut Na Hai Peng sambil menarik nafas.

"Kok begitu?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Dia bilang, kalau memberitahukan namanya pada-ku, itu akan membuat diriku dalam bahaya,"

Jawab Na Hai Peng.

"Dia meninggalkan daerah Miauw, rupanya juga terpaksa dan ada sesuatu yang terganje! dalam hatinya!"

"Locianpwee, bagaimana raut muka orang itu?"

Tanya Sie Bun Yun.

"Dia orang Miauw, berbadan tinggi besar dan di keningnya terdapat sebuah tanda bulan sabit,"

Na Hai Peng memberitahukan "Katanya, keluarganya turun temurun harus ada tanda tersebut di kening."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kalau begitu, gampang bagi kami mencarinya,"

Ujar Sie Bun Yun.

"Bagaimana kalau kita berangkat sekarang?"

Tanya Bee Kun Bu yang tidak sabaran Pek Yun Hui ingin mengatakan sesuatu, tapi Na Hai Peng cepat-cepat memberi isyarat padanya, maka Pek Yun Hui mengatakan yang lain.

"Kakak Yun dan Adik Kun Bu boleh bersiap-siap, Aku pun harus bersiap-siap pula, Lalu kita langsung berangkat ke daerah Miauw."

Pek Yun Hui melangkah ke dalam gua Thian Kie, dan Na Hai Peng mengikutinya dari belakang.

"Guru!"

Bisik Pek Yun Hui.

"Ada suatu urusan?"

"Anak Tay!"

Sahut Na Hai Peng dengan kening berkerut "Engkau harus lebih cermat Aku pun harus memberitahukan bahwa perjalanan menuju daerah Miauw sungguh berbahaya sekali."

"Aku sudah tahu itu, tapi masih kurang jelas akan situasi sebenarnya di daerah itu,"

Ujar Pek Yun Hui.

"Setelah aku akrab dengan Ang Ngai Tongcu, maka aku sering memperhatikan gerak-geriknya. Kelihatannya dia seperti tereekam sesuatu, seakan ada suatu kejadian atau perubahan di daerah Miauw."

"Oh?"

"Di daerah Miauw masih terdapat banyak tempat yang belum pernah dijamah manusia, Tempat-tempat itu penuh dihuni ular berbisa dan binatang berbisa lainnya, sedangkan orang Miauw memang mahir menggunakan binatang berbisa, Maka kalau kalian kurang hati-hati, tentu bisa pergi tak bisa pulang lagi."

"Guru!"

Pek Yun Hui tertegun, kemudian bertanya.

"Apakah ketua Swat San tidak bilang apa-apa lagi?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Ketika dia datang ke mari memberitahukan itu,"

Kelihatannya masih menyimpan suatu rahasia."

Na Hai Peng menarik nafas.

"Lagi pula keningnya agak kehijau-hijauan, pertanda dia telah terkena racun, Dan juga kedengarannya kini Cit Tong yang di daerah Miauw, sudah tidak menuruti perintah Liat Pah To lagi, melainkan dibawah perintah Tok Sui Tongcu-Swat Lo Kong-cu. justru itulah yang sangat membingungkanTampak Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu melangkah ke dalam, Karena itu Pek Yun Hui segera berkata pada Na Hai Peng.

"Guru! Aku ingin menanyakan sesuatu, harap guru cepat menjawab!"

"Engkau ingin bertanya tentang apa?"

"Bagaimana dengan Kun Lun Sam Cu?"

"Tadi Bee Kun Bu berada di tempat, maka aku tidak mau mengatakannya, sebab akan membuatnya bertambah cemas...."

Ucapan Na Hai Peng terputus, karena Bee Kun Bu telah berseru.

"Kakak Pek! Kami sudah siap berangkat!"

"Kalian berdua jalan duluan, Aku masih ingin berpesan sesuatu pada anak Tay!"

Sahut Na Hai Peng.

Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu memang merasa heran, tapi mereka berdua tidak berani bertanya apa pun, dan langsung melangkah ke luar Ternyata Tok Sui Tongcu tahu kalau Kun Lun Sam Cu terkena racun, maka ingin mengeluarkan racun itu dan dicampur dengan racunnya, sehingga akan tereipta semacam racun yang sangat lihay luar biasa,"

Ujar Na Hai Peng setelah Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu melangkah pergi.

"Karena itulah, Kun Lun Sam Cu di kurung di dalam Tok Coa Tham. Setiap hari ratusan ular berbisa menyedot darah mereka."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kalau begitu...."

Wajah Pek Yun Hui berubah.

"Bu-kankah Kun Lun Sam Cu pasti sudah mati?"

Tidak juga."

Na Hai Peng menggelengkan kepala.

"Sebab Swat Lo Kongcu terus mengontrol setiap hari, maka Kun Lun Sam Cu tidak akan mati digigit ular berbisa itu."

"Apakah adik Loan tahu tentang itu?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Ketika ketua Swat San baru mau memberitahukan aku memberi isyarat padanya,"

Jawab Na Hai Peng.

"Oooh!"

Pek Yun Hui menarik nafas lega.

"Anak Tay!"

Pesan Na Hai Peng. Tentang itu jangan sampai Kun Bu mengetahuinya."

"Ya."

Pek Yun Hui mengangguk Mereka berdua lalu berjalan ke luar, sedangkan Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu sudah menunggu di sana.

"Guru! Kami berangkat!"

Ucap Pek Yun Hui lalu melesat ke arah Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu.

"Kakak Pek! Ayah angkatku bilang apa padamu?"

Tanya Bee Kun Bu. Pada dasarnya Pek Yun Hui bukan gadis yang suka berbohong, namun kali ini terpaksa, itu sesuai dengan pesan Na Hai Peng, agar Bee Kun Bu tidak mengetahui keadaan Kun Lun Sam Cu.

"Guruku berpesan..."

Sahut Pek Yun Hui sambil memandang Sie Bun Yun.

"Dalam perjalanan menuju daerah Miauw, kita harus mencari jejak Na Siao Tiap."

"Na Locianpwee memang berduka sekali atas kepergian Nona Na,"

Sambung Sie Bun Yun yang tahu akan maksud Pek Yun Hui.

"Karena itu, kita pun harus menaruh perhatian terhadap jejak Nona Na."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

sebetulnya Bee Kun Bu agak bereuriga akan perkataan Pek Yun Hui, tapi setelah Sie Bun Yun berkata begitu, ia pun pereaya.

"Benar."

Bee Kun Bu manggut-manggut "Alangkah baiknya kalau kita bisa bertemu adik Siao Tiap, jadi kita bisa menunggang Hian Giok menuju daerah Miauw, itu dapat mempersingkat waktu."

Tapi tidak mungkin kita berempat menunggang Hian Giok,"

Sahut Pek Yun Hui sambil tersenyum.

"Kalau bisa bertemu Nona Na, apa salahnya saudara Bee berangkat duluan dengan Nona Na?"

Ujar Sie Bun Yun. Karena Sie Bun Yun dan Pek Yun Hui mengalihkan pembicaraan pada Na Siao Tiap, maka Bee Kun Bu tidak bertanya tentang Kun Lun Sam Cu. Namun mendadak ia menarik nafas panjang.

"Entah bagaimana keadaan guru dan adik Loan, itu sungguh mencemaskan."

Bee Kun Bu menggeleng-gelengkan kepala.

"ltu tidak perlu dicemaskan, Kalau kita sudah tiba di daerah Miauw, bukankah kita akan tahu jelas tentang keadaan mereka ?"

"Ya."

Bee Kun Bu manggut-manggut, Mereka bertiga lalu melanjutkan perjalanan menuju daerah Miauw dengan perasaan tereekam.

Betapa gusarnya Co Hiong karena kehilangan Teng Thian Sin Cin, dan gagal bersama Kai Thian Kauw Cu membasmi sembilan partai besar di Tionggoan, Akan tetapi, ia yakin Bee Kun Bu pasti mengembalikan senjatanya itu, apabila sudah tahu Lie Ceng Loan ditolong olehnya.

Padahal sesungguhnya Co Hiong mengira, setelah memperoleh Teng Thian Sin Cin dan mempelajari ilmu silat

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

dan Sam Im Sin Ni, dirinya pasti bisa malang melintang di rimba persilatan tanpa tanding.

Akan tetapi, justru di luar dugaannya sama sekali Oleh karena itu, ia mengambil keputusan untuk kembali ke Toan Hun Ya dulu, talu pergi mengambil Teng Thian Sin Cin, barulah berangkat ke Arabia bersama kakak seperguruan gurunya untuk memperdalam ilmunya, setelah itu, ia akan kembali ke Tionggoan benama para peiilat tinggi dari Arabia.

Co Hiong melakukan perjalanan dengan tergesa-pesa.

Tak terasa hari pun sudah mulai malam.

Mendadak ia mendengar suara derap kaki kuda di belakangnya, segeralah ia menyingkir ke samping dan sekaligus bersembunyi Kuda itu berlari cepat Tampak seorang berpakaian putih berada di punggungnya, yang tidak lain adalah Pek Ih Sin Kun, ketua partai Swat San.

Begitu melihat orang itu adalah ketua partai Swat San, timbullah rasa dendam dalam hati Co Hiong, sebab partai Swat San juga mengambil bagian di Toan Hun Ya dalam melawan partai Thian Liong.

seketika juga Co Hiong menyerang dengan gelang emasnya, Namun gelang emas itu tidak di arahkan ke Pek Ih Sin Kun, melainkan ke kaki kuda.

Plak!

Kuda itu terpukul gelang emas pada bagian kakinya, sehingga roboh seketika.

Pek Ih Sin Kun terpental ke depan dan jatuh duduk tak bergerak, membuat Co Hiong terheran-heran.

Berselang beberapa saat kemudian, barulah Co Hiong mendekatinya sambil menyerangnya dengan gelang emas.

Buuuk!

Punggung Pek Ih Sin Kun terpukul, tapi Pek Ih Sin Kun tetap diam.

itu pertanda Pek Ih Sin Kun telah mati sebelum jatuh, Co Hiong tidak habis berpikir, siapa yang membunuh ketua partai Swat San itu?

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Co Hiong mengerutkan kening, lalu mendorong tubuh Pek Ih Sin Kun hingga roboh tertelentang Begitu tubuh Pek Ih Sin Kun tertelentang sepasang mata Co Hiong terbelalak Ternyata ia melihat seekor ulat aneh bertaring merayap ke luar dari kening Peki Ih Sin Kun.

Betapa terkejutnya Co Hiong, dan langsung mundur dua langkah sambil memperhatikan ulat aneh itu.

Co Hiong mengerutkan kening, sebab ia tidak pernah mendengar ada kaum Bu Lim yang menggunakan ulat aneh untuk membunuh orang.

Ketika ia sedang ter-mangu-mangu, mendadak terdengar lagi suara derap kaki kuda, dan ia pun segera menoleh.

Tampak seekor kuda sedang berlari kencang, penunggangnya seorang gadis.

Co Hiong terus memperhatikan kuda yang semakin mendekat itu.

Co Hiong terbelalak dan hatinya pun berdebardebar tidak karuan.

Ternyata gadis itu adalah Lie Ceng Loan.

Kenapa gadis itu memacu kudanya begitu cepat?

Co Hiong tidak habis berpikir, Namun ia tidak berani menampakkan diri, karena khawatir kalau-kalau Na Siao Tiap mengikuti gadis itu.

Mendadak kuda itu berhenti, dan Lie Ceng Loan meloncat turun, sekaligus mendekati mayat Pek Ih Sin Kun.

"Pek Ih Sin Kun!"

Ujar Lie Ceng Loan.

"Apakah engkau sudah mati? Kalau belum harap bersuaral"

Mendengar ucapan itu, Co Hiong nyaris tertawa geli, Ternyata Co Hiong telah bersembunyi ketika Lie Ceng Loan menghentikan kuda nya.

"Pek Ih Sin Kun! Engkau bilang guruku bertiga berada di Tok Sui Tong di daerah Miauw, namun Paman Na melarangmu melanjutkan Tentunya masih ada sesuatu yang engkau rahasiakan, Kini engkau sudah mati, aku harus bertanya pada siapa?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Setelah mendengar apa yang dikatakan Lie Ceng Loan, Co Hiong mengerti pula, ia yakin, ketua partai Swat San itu ke Kwat Cong San memberitahukan tentang jejak Kun Lun Sam Cu berada di daerah Miauw, maka Lie Ceng Loan berangkat ke sana.

Dapat dibayangkan betapa girangnya Co Hiong bertemu gadis itu.

Ketika Lie Ceng Loan menghampiri kudanya, barulah Co Hiong memunculkan diri sambil berseru.

"Nona Lie!"

Lie Ceng Loan terkejut sambil menoleh, Dilihatnya Co Hiong memandangnya sambil tersenyum manis.

"Nona Lie, aku nih! jangan takuti!"

Ujar Co Hiong. Begitu melihat Co Hiong, kening Lie Ceng Loan berkerut "C6 Hiong!"

Bentaknya.

"Engkau masih punya muka denganku?"

"Nona Lie...."

Co Hiong tertawa getir.

"Sebetulnya aku memang tidak ingin bertemu denganmu, tapi...."

"Kenapa?"

"Ketika Pek Ih Sin Kun hampir menarik nafas penghabisan dia memberitahukan padaku....

"Dia memberitahukan apa padamu?"

Tanya Lie Ceng Loan cepat.

"Yaah!"

Co Hiong menarik nafas panjang.

"Sudahlah! Tidak perlu kuberitahukan padamu, Nona Lie, sampai jumpa!"

Co Hiong membalikkan badannya, kelihatannya ia ingin melangkah pergi, itu membuat Lie Ceng Loan gugup dan langsung berseru.

"Saudara Co, tunggul"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Ada petunjuk apa, Nona Lie?"

Sahut Co Hiong acuh tak acuh.

"Pek Ih Sin Kun bilang apa padamu?"

Tanya Lie Ceng Loan.

"Bukankah tadi engkau bilang, aku sudah tidak punya muka bertemu denganmu? Nah, lebih baik aku pergi, Jadi engkau tidak perlu bertanya apa pun padaku!"

Sahut Co Hiong.

"Sampai jumpa,.,."

"Bagaimana sih engkau?"

Lie Ceng Loan bertambah gugup ketika melihat Co Hiong hendak melangkah pergi.

"Engkau menghendaki bagaimana, baru bersedia memberitahukan padaku?"

"Nona Lie seorang gadis cerdas, tentunya tidak perlu kukatakan, bukan?"

Sahut Co Hiong.

"Kalau begitu...."

Lie Ceng Loan berpikir sejenak, kemudian melanjutkan "Kejadian dulu tidak akan ku-ungkit lagi, Asal engkau tidak jahat, aku pun tidak akan memandang rendah dirimu!"

Co Hiong merasa girang, dan wajahnya pun langsung cerah ceria begitu mendengar ucapan itu.

"Terimakasih, Nona Lie!"

Ucapnya.

"Sudahlah, jangan terus omong kosong!"

Tandas Lie Ceng Loan.

"Beritahukan padaku, apa yang dikatakan Pek Ih Sin Kun?"

"Dia bilang.,.,"

Co Hiong berhenti mendadak sambil menatap Lie Ceng Loan.

"Nona Lie, apakah cuma engkau seorang diri berangkat ke daerah Miauw?"

"Ya."

Gadis itu mengangguk "Cuma aku seorang diri"

Co Hiong berlega hati, lalu ujarnya dengan suara rendah.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Pek Ih Sin Kun bilang, Kun Lun Sam Cu terkurung di TokSui Tong."

Co Hiong mengatakan begitu, karena mendengar gumaman Lie Ceng Loan tadi.

"Benar."

Lie Ceng Loan manggut-manggut Tok Sui Tongcu dipanggil Swat Lo Kongcu!"

Co Hiong sama sekali tidak tahu tentang itu, Kini Lie Ceng Loan memberitahukan, maka Co Hiong pura-pura mengerutkan kening.

"BetuL Swat Lo Kongcu itu sangat lihay, Kun Lun Sam Cu disiksa...."

Air muka Lie Ceng Loan langsung berubah, Bahkan air matanya pun sudah bereucuran ia langsung meloncat ke punggung kuda.

"Hei!"

Teriak Co Hiong.

"Engkau mau ke mana?"

"Ke daerah Miauw,"

Sahut Lie Ceng Loan.

"Nona Lie! perkataanku masih belum selesai!"

Seru Co Hiong.

"Oh?"

Gadis itu menatapnya.

"Nona Lie, daerah Miauw begitu jauh, tidak baik engkau berangkat ke sana seorang diri, Lagi pula daerah itu sangat berbahaya,"

Ujar Co Hiong.

"Apa boleh buat!"

Sahut Lie Ceng Loan.

"Biar bagaimana pun aku harus berangkat ke sana."

"Nona Lie, tadi engkau bilang tidak akan mengungkit kejadian yang telah berlalu, aku sangat berterimakasih padamu,"

Ujar Co Hiong sambil tersenyum "Kebetulan aku tidak punya urusan lain, bagaimana kalau aku me-nyertaimu ke daerah Miauw?"

Tidak!"

Lie Ceng Loan menggelengkan kepala.

"Kata Kakak Pek dan Kakak Siao Tiap, engkau berhati jahat, licik dan sadis! Maka aku tidak mau melakukan perjalanan bersamamu!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Nona Lie.,.,"

Co Hiong menarik nafas panjang.

"Terus terang, Swat Lo Kongcu itu teman baikku, maka kalau aku menyertaimu dan bertemu dengannya, Kun Lun Sam Cu pasti dibebaskan."

Lie Ceng Loan menatapnya dalam-dalam, Kelihatannya gadis itu tidak begitu mempereayai omongan Co Hiong.

Co Hiong ditatap dengan demikian, malah jadi tertegun karena betapa indahnya sepasang mata gadis itu, sehingga mulut Co Hiong menganga lebar "Eh?"

Wajah Lie Ceng Loan kemerah-merahan.

"Kenapa engkau?"

"Oh!"

Co Hiong tersentak "Sudah lama aku kenal dia, ketika itu partai Thian Liong masih berdiri."

"Dia dipanggil Swat Lo Kongcu, pasti cantik sekali orangnya,"

Ujar Lie Ceng Loan.

"Tapi kalau dibandingkan dengan engkau, dia masih kalah cantik,"

Sahut Co Hiong sambil tertawa.

"Engkau jangan suka omong yang bukan-bukan!"

Tandas Lie Ceng Loan dengan wajah memerah.

"Nona Lie, terus terang.,.,"

Co Hiong menatapnya dalamdalam.

"Aku memang sering bertemu gadis cantik, tapi tidak ada yang menyamai kecantikanmu."

"Sesungguhnya aku tidak begitu cantik, sebab masih banyak gadis lain yang cantik jelita, Sudahlah! jangan terus membicarakan ini!"

"Kalau begitu, bolehkah aku menyertaimu ke daerah Miauw?"

Tanya Co Hiong.

Lie Ceng Loan berpikir, ia memang tidak tahu di mana daerah Miauw, Kalau Co Hiong kenal orang di sana, bukankah kebetulan sekali?

Kenapa harus melarangnya ikut ke daerah itu?

Asal dirinya berhati-hati, tentunya Co Hiong tidak akan berani berbuat yang bukan-bukan terhadap dirinya.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kalau engkau mau ikut, haruslah menuruti per-kataanku,"

Ujar Lie Ceng Loan sungguh-sungguh. Tentu,"

Co Hiong mengangguk "Pertama engkau tidak boleh satu kuda bersamaku."

Gadis itu memberitahukan. sebetulnya Co Hiong justru ingin menunggang satu kuda dengan Lie Ceng Loan, tapi gadis itu mengatakan begitu, maka ia tertawa sambil manggut-manggut "Baik! Baik!"

"Ke dua, aku harus melakukan perjalanan malam juga,"

"ltu memang harus."

Co Hiong manggut-manggut lagi.

"Sebab kita harus selekasnya tiba di daerah itu."

"Ke tiga..."

Wajah Lie Ceng Loan agak memerah.

"Engkau tidak boleh berlaku kurang ajar terhadapku seperti ketika berada di Kwat Cong San, Kalau engkau berlaku kurang ajar, lebih baik aku melakukan perjalanan seorang diri."

"Baik."

Co Hiong tertawa.

"Aku setuju."

"Kalau begitu, engkau boleh ikut aku."

Lie Ceng Loan melarikan kudanya. Co Hiong mengikuti dari belakang dengan menggunakan ginkang, Setelah tengah malam, Co Hiong berpura-pura kelelahan, dan nafasnya tampak memburu.

"Nona Lie.J"

Serunya.

"Bolehkah perlahan sedikit?"

"Aku harus lekas-lekas sampai di daerah itu, bagaimana mungkin perlahan?"

"Aku,., aku tidak berani ikut menunggang kuda itu, biar... aku terus mengikutimu dari belakang sajal"

Itu merupakan ucapan untuk menarik rasa simpatik Begitu mendengar ucapan itu, Lie Ceng Loan merasa tidak tega. Lagi pula ia masih harus mengandal pada Co Hiong setibanya di daerah tersebut

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Begini,"

Ujarnya kemudian.

"Besok pagi engkau boleh membeli seekor kuda, malam ini engkau kuijinkan duduk di belakangku,"

Terimakasih!"

Ucap Co Hiong girang dan langsung meloncat ke belakang Lie Ceng Loan.

Gadis itu mengeluarkan sapu tangannya, ia membalikkan badannya, lalu menyeka keringat Co Hiong yang mengucur di keningnya, itu dilakukannya secara wajar, lagipula merupakan hal yang biasa.

Namun lain pula dengan Co Hiong, Ketika Lie Ceng Loan menyeka keringat di keningnya, ia menjulurkan tangannya memegang tangan gadis itu.

"Eh?"

Lie Ceng Loan terkejut "Engkau mau berbuat apa?"

Ti... tidak,"

Co Hiong menggelengkan kepala.

"Engkau memang jahat sekali!"

Lie Ceng Loan cemberut.

"Nona Lie, aku.,.,"

"Tidak usah banyak omong lagi!"

Sahut Lie Ceng Loan tidak senang.

"Seka sendiri keringatmu itu!"

Usai berkata begitu, Lie Ceng Loan melempar sapu tangannya ke wajah Co Hiong, Kemudian ia tertawa geli karena sapu tangannya melekat pada wajah Co Hiong, sehingga tampak lucu sekali.

Setelah tertawa geli, Lie Ceng Loan melarikan kuda-nya.

sedangkan Co Hiong seperti kehilangan sukma, sebab sapu tangan Lie Ceng Loan itu sangat wangi, membuat pikirannya terbang ke awang-awang.

Apabila dalam perjalanan menuju daerah Miauw, Co Hiong berlaku baik terhadap Lie Ceng Loan, bukankah gadis itu akan melupakan Bee Kun Bu?

ini merupakan kesempatan emas baginya, Pvkir Co Hiong dengan wajah berseri-seri.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Kemudian timbul pula suatu rencana, maka Co Hiong menyimpan sapu tangan itu, dan sekaligus berseru.

"Haah!"

"Kenapa?"

Tanya Lie Ceng Loan heran.

"Sapu tanganmu itu.,."

Sahut Co Hiong.

",., tertiup angin!"

"Biarkan sajalah!"

Lie Ceng Loan tidak mempermasalahkan sapu tangannya itu.

sebaliknya Co Hiong girang bukan main, bahkan ia sengaja menjulurkan kepalanya agar bisa menyentuh rambut gadis itu.

Hari berikutnya, Lie Ceng Loan berhenti di sebuah kota kecil, Co Hiong membeli seekor kuda dan ransum.

Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan lagi.

Dalam perjalanan, Co Hiong memperhitungkan waktu, Bee Kun Bu, Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun pasti sudah kembali ke Kwat Cong San.

Begitu tahu Lie Ceng Loan berangkat ke daerah Miauw, mereka bertiga pasti segera menyusul jadi perjalanan mereka berselisih hampir satu hari Apabila tersusul oleh mereka, Co Hiong pasti tidak bisa melakukan perjalanan lagi bersama Lie Ceng Loan, inilah yang dikhawatirkan Co Hiong.

Ketika hari mulai petang, mereka berdua tiba di sebuah kota yang cukup besar.

Kemudian timbul pula suatu ide dalam hati Co Hiong.

"Nona Lie!"

Ujar Co Hiong sungguh-sungguh.

"Untuk mencapai daerah Miauw kita masih harus melewati beberapa kota, Aku punya akal lebih cepat tiba di daerah itu."

"Akal apa?"

"Agar tiada halangan, alangkah baiknya kalau kita menyamar."

"Menyamar?"

Lie Ceng Loan tereengang.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Ya "

Co Hiong mengangguk "kita harus menyamar."

"Engkau akan menyamar sebagai wanita?"

Tanya Lie Ceng Loan sambil tertawa geli.

"Tidak,"

Co Hiong menggelengkan kepala.

"Engkau-lah yang harus menyamar sebagai lelaki."

"Apa?"

Lie Ceng, Loan terbelalak.

"Aku.,, harus menyamar sebagai letaki?"

"Ya."

Co Hiong manggut-manggut.

"Kakak Pek memang pernah menyamar sebagai Ie-laki, namun sungguh pantas dipandang Kalau aku yang menyamar sebagai lelaki, mungkin... jelek sekali Tidak mau ah!"

Lie Ceng Loan menggelengkan kepala.

"Kalau engkau tidak mau menyamar sebagai lelaki, kita tidak bisa cepat sampai di daerah itu."

Co Hiong menarik nafas.

"Kalau aku menyamar sebagai lelaki, lalu engkau harus menyamar sebagai apa?"

Tanya Lie Ceng Loan.

"Aku... akan menyamar sebagai orangtua. Engkau sebagai sastrawan yang menikmati keindahan alam, aku sebagai pelayan tua."

Jawab Co Hiong memberitahukan Lie Ceng Loan berpikir lama sekali Memang masuk akal apa yang dikatakan Co Hiong, maka akhirnya ia setuju sesungguhnya Co Hiong menghendaki Lie Ceng Loan menyamar sebagai lelaki, itu untuk mengelabui pandangan Pek Yun Hui, Bee Kun Bu dan Sie Bun Yun, dan agar mereka bertiga tidak bisa melacak jejak Co Hiong dan Lie Ceng Loan.

Mereka berdua memasuki sebuah rumah penginapan dan tak lama kemudian Lie Ceng Loan ke luar Ketika saling memandang, mereka berdua tertawa ge!i.

"Wuah!"

Seru Co Hiong.

"Engkau tampan sekali setelah menyamar sebagai lelakil Aku yakin semua gadis pasti tergilagila padamu!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Saudara Col"

Lie Ceng Loan menatapnya.

"Engkaupun mirip seorangtua yang sudah loyo."

Mereka berdua tertawa lagi, kemudian meninggalkan rumah penginapan itu.

Co Hiong tidak mengajak Lie Ceng Loan melewati jalan besar, melainkan melewati jalan kecil Lie Ceng Loan tidak banyak bertanya, sebab ia mengira Co Hiong mengambil jalan pintas agar lebih cepat tiba di Miauw, padahal sesungguhnya, dengan menempuh jalan kecil itu mereka akan lebih lama tiba di daerah tersebut.

Hanya saja gadis itu sama sekali tidak mengetahuinya.

Dalam perjalanan ini, Co Hiong memang bersikap baik dan sopan terhadap Lie Ceng Loan, itu agar Lie Ceng Loan dapat melupakan Bee Kun Bu, sedangkan gadis itu tidak tahu akan rencana Co Hiong, Apakah gadis itu akan terperangkap ke dalam rencana Co Hiong itu?

Bagian ke tiga puluh satu Menuju ke Tebing Merah sementara itu, Pek Yun Hui, Bee Kun Bu dan Sie Bun Yun juga melakukan perjalanan siang malam menuju ke daerah Miauw, namun berselisih hampir satu hari dengan Lie Ceng Loan.

Setelah larut malam, barulah mereka bertiga tiba di tempat mayat Pek Ih Sin Kun terbujuk sedangkan kudanya pun telah mati lantaran kehabisan darah.

Mereka bertiga tertegun ketika melihat mayat ketua partai Swat San itu, Sie Bun Yun mendekati mayat itu, dan sekaligus diperhatikannya dengan seksama.

"Dia mati karena terkena racun."

Ujarnya.

"Tapi punggungnya kok terluka?"

Pek Yun Hui mengerutkan kening.

"Apakah dia mati sebab punggungnya terpukul?"

"Lihatlah luka di punggungnya itu!"

Sie Bun Yun menunjuk luka itu.

"Tidak mengeluarkan darah, lagi pula darahnya telah

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

membeku sebelum terluka, itu berarti dia telah mati sebelum terluka."

"Kakak Yun, engkau bisa melihat senjata apa yang melukainya?"

Tanya Pek Yun Hui mendadak "Sepertinya,., terhantam oleh semacam gelang,"

Sahut Sie Bun Yun setelah memeriksa luka itu. Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu terkejut, kemudian saling memandang dengan kening berkerut "Co Hiong!"

Seru Bee Kun Bu tak tertahan "Mung-kinkah adik Loan bertemu dia?"

"Saudara Bee!"

Sie Bun Yun tersenyum "Engkau tidak perlu begitu gelisah, belum tentu senjata Co Hiong yang melukainya, dan juga belum tentu Nona Lie akan bertemu dia."

"Emmh!"

Bee Kun Bu manggut-manggut sedangkan Sie Bun Yun memperhatikan kening mayat Pek Ih Sin Kun "Kita harus cepat mundur!"

Serunya mendadak Sie Bun Yun meloncat ke belakang lalu memungut sebuah batu keciK Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu juga meloncat ke belakang.

"Kakak Yun!"

Pek Yun Hui menatapnya heran.

"Ada apa?"

"Dia terkena semacam ulat beracun dan ulat itu masih berada di dalam kening mayat Pek Ih Sin Kun,"

Jawab Sie Bun Yun memberitahukan "Kalau dilihat oleh orang dari golongan hitam, ulat itu pasti diambilnya untuk membunuh orang lagi."

"Kalau begitu, lebih baik kita kuburkan saja miiyl itu,"

Usul Pek Yun Hui.

"Adik Pek!"

Sie Bun Yun menggeleng-gelengkan kepala.

"Apabila dikuburkan sekarang, tempat ini pasti akan tumbuh

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

rumput beracun Maka aku harus membunuh ulat beracun itu dulu."

Sie Bun Yun mengayunkan tangannya, Batuyang di tangannya langsung meluncur ke arah kening mayat Pek Ih Sin Kun. Cess! seketika juga darah hitam mengalir ke luar dari situ.

"Ulat beracun itu telah mati."

Sie Bun Yun menarik nafas lega.

"Kalau begitu, mari kita pergi!"

Ajak Pek Yun Hui.

"Kakak Pek jalan duluan!"

Sahut Bee Kun Bu.

"Lho? Kenapa?"

Tanya Pek Yun Hui heran "Dia yang memberi kabar pada ayah angkat, kini dia telah mati, maka aku harus menguburnya,"

Ujar Bee Kun Bu.

"Mari kita kuburkan mayat itu!"

Sambung Sie Bun Yun.

Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu menggali sebuah lubang di dekat pohon, lalu mengubur mayat Pek Ih Sin Kun di situ, Setelah itu, barulah mereka bertiga melanjutkan perjalanan peristiwa itu membuat mereka tidak dapat menyusul Lie Ceng Loan.

Pada hari berikutnya, Sie Bun Yun, Pek Yun Hui dan Bec Kun Bu sudah tiba di sebuah kota keciK Mereka bertanya ke sana ke mari tentang Lie Ceng Loan penduduk di kota itu memberitahukan bahwa kemarin memang ada sepasang muda-mudi melewati kota tersebut, mereka berdua mirip sepasang kekasih dan sangat tampan dan cantik.

Mendengar ucapan itu, mereka bertiga cuma tersenyum getir, sebab mereka tahu yang dimaksudkan sepasang kekasih itu adalah Co Hiong dan Ue Ceng Loan.

Oleh karena itu, mereka langsung melanjutkan perjalanan dengan tergesagesa sekali Tak seberapa lama kemudian, mereka bertiga sudah tiba di sebuah kota yang cukup besar

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu bertanya ke sana ke mari lagi, namun kali ini mereka memperoleh informasi yang agak simpang siur, Ada yang bilang melihat sepasang muda-mudi itu, tapi ada pula yang bilang tidak melihat sama sekali itu sungguh membingungkan Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu.

Namun mereka tetap mengejar sambil bertanya, Akan tetapi, tiada seorang pun melihat pasangan muda-mudi itu lagi.

Sie Bun Yun cukup berpengalaman dalam rimba persilatan, namun justru tidak dapat memecahkan persoalan tersebut Memang!

Karena Lie Ceng Loan dan Co Hiong telah menyamar, sedangkan Sie Bun Yun dan lainnya sama sekali tidak berpikir sampai ke situ.

Karena tiada jejak Lie Ceng Loan dan Co Hiong, Bee Kun Bu bertambah gugup dan panik, sehingga terus-menerus bergumam.

"Apakah adik Loan telah dicelakai oleh Co Hiong? Apakah adik Loan telah dicelakai oleh Co Hiong?"

Sie Bun Yun dan Pek Yun Hui terus-menerus menghibumya, padahal sesungguhnya, mereka berdua pun cemas sekali.

Mereka berdua pun yakin, bahwa saat ini Co Hiong masih belum mencelakai Lie Ceng Loan, Namun apabila terus bersama Co Hiong, tentunya gadis itu akan celaka, Setelah menempuh perjalanan belasan mil, mereka bertiga berhenti untuk berunding.

Seusai berunding mereka memutuskan untuk berpencar mencari Lie Ceng Loan, Tiga hari kemudian, mereka bertiga akan bertemu di kota Lam Keng di propinsi Hokkian, Oleh karena itu, mereka bertiga lalu berpencar Pek Yun Hui mengambil jalan besar, Sie Bun Yun membelok ke kanan, sedangkan Bee Kun Bu membelok ke kiri, Kali ini ia memacukan kudanya laksana kilat jalan kecil itu

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

memang yang dilalui Lie Ceng Loan dan Co Hiong, Namun satu hal membuatnya bingung sekali, karena tiada seorang pun melihat pemuda tampan dan gadis cantile Walau begitu, Bee Kun Bu masih tetap mengejar tanpa beristirahat sejenak pun.

Akan tetapi, ia sama sekali tidak menemukan jejak Lie Ceng Loan dan Co Hiong.

Tiga hari kemudian, ia sudah tiba di kota Lam Keng, Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun sudah menunggunya di gerbang kota tersebut Begitu menyaksikan air muka mereka berdua, Bee Kun Bu tahu bahwa mereka berdua pun tidak berhasil, seketika wajahnya berubah murung dan nyaris mengucurkan air mata.

"Saudara Bee, mungkinkah Nona Lie belum menuju daerah Miauw?"

Tanya Sie Bun Yun.

"Adik Loan pasti menuju daerah Miauw!"

Sahut Pek Yun Hui menyelak.

"Sebab dia sudah tahu kalau Kun Lun Sam Cu berada di sana, tentunya tidak akan berangkat ke tempat lain,"

"Benar apa yang dikatakan Kakak Pek,"

Ujar Bee Kun 6u.

"Kalau begitu...."

Sie Bun Yun mengerutkan kening.

"... itu sungguh mengherankan kita berpencar di tempat itu menuju tiga buah jalan mengejar mereka! Namun sama sekali tiada jejak mereka, apakah mereka bisa terbang?"

"Mungkinkah mereka menunggang Hian Giok?"

Seru Bee Kun Bu tak tertahan "Kalau benar, itu berarti telah bertemu Na Siao Tiap!"

Ujar Pek Yun Hui.

"Syukur kalau begitu!"

Bee Kun Bu menarik nafas, Tapi kalau tidak....n "Saudara Bee!"

Potong Sie Bun Yun.

"Pereayalah! Nona Lie tidak akan dicelakai oleh orang jahat Kita terus menuju daerah Miauw, pasti bertemu dia,"

"Mudah-mudahan!"

Ucap Bee Kun Bu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Mereka bertiga lalu melanjutkan perjalanan lagi, Di saat mereka bertiga bertemu di kota Lam Keng, justru Ue Ceng Loan dan Co Hiong baru beberapa jam meninggalkan kota tersebut.

Co Hiong tidak berani berhenti di kota itu, karena khawatir akan tersusul oleh Pek Yun Hui dan lainnya.

Setelah meninggalkan kota Lam Keng, Co Hiong mengajak Lie Ceng Loan menempuh jalan air.

Oleh karena itu, Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu tidak dapat menyusul mereka berdua.

Setelah mendarat, Co Hiong mengajak Lie Ceng Loan menuju arah barat, barulah menuju daerah Miauw, jadi boleh dikatakan Co Hiong mengajak Lie Ceng Loan berputar Maka kini mereka berdua malah berada di belakang Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu Setengah bulan kemudian, Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu mulai memasuki daerah-daerah yang sangat sepi, Beberapa hari kemudian, mereka bertiga sudah mendekati daerah Miauw.

Tampak gunung yang gundul, bahkan mereka bertiga pun melalui daerah gersang yang tiada tumbuhannya.

Ketika senja, mereka bertiga menyaksikan asap yang beraneka warna di kaki gunung, pemandangan itu belum pernah mereka saksikan selama ini.

Bee Kun Bu sama sekali tidak memperhatikan pemandangan itu, sebab ia sangat mencemaskan Lie Ceng Loan.

Pada hari berikutnya, mereka bertiga mulai memasuki sebuah lembah, Ke luar dari lembah itu, terbelalaklah mereka, ternyata pemandangan di tempat itu mirip pemandangan di Kang Lam.

Akan tetapi, orang-orang yang berlalu lalang di tempat itu berpakaian sangat aneh, Ketika mereka berjalan di tempat itu, semua orang memandang mereka bertiga dengan sinar mata aneh, tapi tiada seorang pun menghadang mereka.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Setelah menempuh perjalanan setengah harian, pemandangan di depan mata mereka berubah, Yang tampak kali ini hanya tebing curam yang menju!ang, dan sebuah jalan kecil terapit di tengah-tengah.

Di tebing itu tampak terukir beberapa huruf yang sangat besar berbunyi Tujuh Gua Ke ramal Suku Miauw!

Suku Lain Masuk Pasti Mati".

Setelah membaca huruf-huruf itu, Sie Bun Yun, Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu saling memandang.

Di mulut jalan masuk, tampak berdiri dua orang Miauw berbadan tinggi besar dengan tombak di tangan, Ke dua orang itu memakai baju dari kulit macan.

Ketika Sie Bun Yun, Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu melangkah maju, ke dua orang itu langsung menghadang dengan tombak masing-masing.

"Apakah kalian mengerti bahasa kami?"

Tanya Sie Bun Yun.

Ke dua orang berpakaian kulit macan itu cuma melotot, sama sekali tidak bersuara maupun bergerak Salah seorang berpakaian kulit macan menunjuk tulisan yang terukir pada dinding tebing, Sie Bun Yun manggutmanggut "Kami ada urusan penting, ingin bertemu Ang Ngai Tongcu,"

Ujar Sie Bun Yun memberitahukan Ke dua orang berbaju kulit macan itu tidak mempedulikannya, Kelihatannya mereka berdua tidak mengerti apa yang dikatakan Sie Bun Yun.

"Kakak Yun! Bagaimana kalau kita menerjang ke dalam saja?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Ke dua orang itu memang tidak dapat menahan kita,"

Sahut Sie Bun Yun.

"Namun bagaimana keadaan di dalam,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

kita sama sekali tidak mengetahuinya, maka lebih baik kita berlaku sopan saja."

Pada waktu bersamaan, muncul seorang Miauw berusia lanjut dari dalam, Sie Bun Yun cepat-cepat memberi hormat padanya.

"Locianpwee, kami mohon bantuan!"

Orangtua itu memandang Sie Bun Yun, kemudian tanyanya dengan bahasa Han yang sangat lancar "Ada urusan apa?"

"Kami ingin bertemu Ang Ngai Tongcu, apakah kami tidak boleh masuk ke dalam?"

Sahut Sie Bun Yun. Air muka orangtua itu tampak terkejut, ia menatap mereka bertiga dengan penuh perhatian "Kenapa Locianpwee diam saja?"

Tanya Bee Kun Bu heran.

"Bagaimana kalian bisa kenal Ang Ngai Tongcu?"

Tanya orangtua itu setengah berbisik.

"Kami tidak kenal dia, tapi dia pernah memasuki Tionggoan dan berkenalan dengan seseorang maka orang itu menyuruh kami ke mari,"

Jawab Sie Bun Yun merendahkan suaranya. Ternyata yang kalian cari itu adalah...."

Air muka orangtua itu tampak berubah dan tidak melanjutkan ucapannya.

"Bagaimana?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Kalian...."

Wajah orang itu telah berubah kelabu.

"Kalian cepatlah pergi!"

"Biar bagaimana pun, kami harus menemuinya,"

Sahut Bee Kun Bu.

"Aku sudah tua, tidak akan membohongi kalian,"

Ujar orangtua itu sengit sambil membanting kala "Kalau kalian masih tidak mau pergi, pasti celaka!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Usai berkata begitu, orangtua tersebut berjalan pergi, Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu saling memandang dengan kening berkerut "Orangtua itu omong apa, sungguh membingung-kan,"

Ujar Sie Bun Yun sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Aku pun tidak tahu,"

Sahut Pek Yun Hui.

"Mari kita menerjang ke dalam saja! Tidak perlu banyak berpikir lagi!"

"Baik,"

Sie Bun Yun mengangguk sambil memungut dua buah batu kecil, lalu disambitkannya ke arah ke dua penjaga itu dan tepat mengenai jalan darah mereka berdua.

Sie Bun Yun, Pek Yun Hut dan Bee Kun Bu langsung berjalan ke dalam, Tampak banyak sekali batu curam di situ.

Setelah menempuh perjalanan puluhan mil, mereka bertiga melihat sebuah tebing yang berwarna merah membara.

"ltu pasti Ang Ngai Tong (Tebing Merah),"

Ujar Sie Bun Yun.

"Benar."

Pek Yun Hui manggut-manggut "Kini kita telah berada di daerah Miauw, harus menyelidiki orang-orang Tujuh Gua Keramat Namun kita harus menjaga jejak, jangan menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan."

"ltu tentu."

Sie Bun Yun mengangguk Mereka bertiga terus menelusuri jalan kecil itu.

Ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat, mereka bertiga telah tiba di sebuah puncak, lalu berdiri di situ sambil memandang ke depan.

Bukan main!

Tebing Merah itu bertambah membara tertimpa matahari senja.

Untuk mencapai tebing merah itu, mereka bertiga masih harus melewati sebuah puncak, dan mungkin larut malam baru bisa tiba di tempat itu.

Ketika hari mulai gelap, dan kabut pun mulai me-nebal, mereka beristirahat sambil mengisi perut

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kelihatannya kita harus menunggu sampai esok baru melakukan perjalanan lagi,"

Ujar Sie Bun Yun.

"Kenapa kita harus menginap satu malam di sini?"

Tanya Bee Kun Bu tidak sabaran "Lihatlah kabut yang agak kehijau-hijauan itu!"

Sahut Sie Bun Yun memberitahukan "Tentunya kabut itu mengandung semacam racun Lagipula sulit bagi kita melakukan perjalanan di malam hari yang penuh kabut"

"Aaakh.,.!"

Bee Kun Bu menarik nafas.

"Kita sudah tiba di sini, jadi tidak perlu terburu-buru,"

Ujar Pek Yun Hui seakan menghibur Bee Kun Bu.

Bee Kun Bu menarik nafas lagi, Kemudian mereka bertiga mulai berunding harus bagaimana melanjutkan perjalanan esok hari, setiba di Ang Ngai Tong harus mengambil tindakan apa pula?

Mereka bertiga terus berunding, tak terasa malam pun semakin larut "Kita masih harus melanjutkan perjalanan esok, maka lebih baik kita tidur sejenak,"

Ujar Sie Bun Yun mengusulkan Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu mengangguk Ketika mereka bertiga baru mau tidur, mendadak terdengar suara Tang! Tang! Tang!"

Di kaki gunung, kemudian terdengar pula suara seruan orang.

Karena sudah tengah malam, suara-suara itu terdengar jelas dan nyaring sekali, Kian lama suara itu kian mendekat tentunya membuat mereka bertiga terheran heran "Mari kita bersembunyi!"

Bisik Sie Bun Yun.

Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu mengangguk Mereka bertiga langsung meloncat ke atas sebuah pohon, bersembunyi di situ sambil mengintip.

Tak seberapa lama kemudian, terdengarlah suara langkah, kemudian muncul dua puluhan orang menembus kabut

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu melihat jelas semua orang itu.

Mereka berbadan tinggi besar mengenakan baju kulit macan, dan membawa kampak.

Mereka semua adalah orang suku Miauw, Yang mengherankan, lengan mereka dipolesi minyak yang berwarna agak kuning, dan mulut mereka menggigit sebatang rumput hijau.

Mereka kelihatan tidak mengerti ilmu ginkang, tapi sungguh mahir memanjat gunung, Berselang sesaat orangorang itu sudah berada di atas puncak, Mereka semua menengok ke sana ke mari, lalu salah seorang dari mereka mendadak berteriak Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu langsung mengarahkan pandangan ke orang itu.

Tangan orang itu dijulurkan ke rerumputan di tempat itu, dan di rerumputan itu tampak ada sesuatu yang bergerak-gerak.

Ketika itu juga belasan orang lainnya mengayunkan kampak ke arah rerumputan itu, Kemudian terdengarlah suara di situ, tetapi lalu diam Mereka segera membabati rerumputan itu, dan yang akhirnya mereka temukan ternyata seekor macan, namun macan itu telah mati berlumuran darah.

Orang-orang itu bersorak-sorak gembira sekali, Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu terkejut menyaksikan itu.

Kalau mereka bertiga bersuara berisik, pasti kampak-kampak itu akan melayang ke arah mereka.

Pada saat itu, terdengar suara langkah yang amat ringan Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu langsung tahu, bahwa pendatang itu memiliki ilmu ginkang yang tinggi.

Tak lama muncullah seseorang yang juga berbadan tinggi besar, dan mulutnya juga menggigit sebatang rumput hijau, Begitu orang tersebut muncul, orang-orang yang datang duluan itu segera berdiri tegak di tempat

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Salah seorang dari mereka maju menghadap, lalu mengucapkan beberapa patah kata.

Orang itu menengok ke sana ke mari, kemudian manggut-manggut Ketika orang itu menengok ke sana ke mari, Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu melihat jelas wajahnya.

Mereka bertiga terbelalak ternyata wajah orang itu penuh kudis, sehingga tampak menyeramkan Akan tetapi, di keningnya justru terdapat sebuah tanda yang menyerupai bulan sabit Begitu melihat tanda itu, teringatlah Bee Kun Bu akan penuturan Na Hai Peng, maka seketika ia berseru tak tertahan "Haaah..."

Belum juga suara seruannya berhenti, tampak dua puluhan kampak meluncur ke arah pohon tempat Bee Kun Bu, Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun bersembunyi "Kalian cepat mundur!"

Ujar Pek Yun Hui cepat ia segera menghunus pedangnya, lalu dengan jurus Tiat Sih Heng Kang (Rantai Besi Melintang Sungai) ditangkisnya kampak-kampak itu.

Trang!

Trang!

Trangt Kampak-kampak itu tertangkis jatun Kemudian Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu segera meloncat turun.

orang-orang itu pun segera mengepung mereka bertiga dengan sikap mengancam, seakan siap menyerang "Jangan menyerang kami!"

Seru Sie Bun Yun.

"Kita semua adalah orang sendiri!"

Orang-orang itu berteriak-teriak tak henti-hentinya, Mendadak orang yang bertanda bulan sabit di keningnya membentak keras, dan diamlah orang-orang yang berteriakteriak itu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Beberapa orang suku Miauw itu memungut kampakkampak yang berserakan, kemudian menatap mereka bertiga dengan garang sekali.

"Siapa yang dengan kalian adalah orang sendiri?"

Tanya orang yang bertanda bulan sabit di keningnya itu dengan bahasa Han Betapa girangnya Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu, karena orang itu mengerti bahasa Han.

"Apakah Anda Ang Ngai Tongcu?"

Tanya Sie Bun Yun.

"Kalau benar kenapa?"

Orang itu balik bertanya.

"Kalau benar syukurlah!"

Sahut Sie Bun Yun dan menambahkan "Apakah Anda masih ingat pada Na Hai Peng?"

"Na Hai Peng?"

Orang itu mengerutkan kening.

"Siapa dia?"

Kelihatannya orang itu tidak kenal nama tersebut, maka Sie Bun Yun cepat-cepat memberitahukan "Bukankah Anda pernah datang di Tionggoan dan bekerja di istana sebagai pengawal di sana?"

Air muka orang itu tampak berubah, lalu menatap Sie Bun Yun tajam seraya bertanya. Ternyata begitu, jadi kalian ada urusan apa?"

Mendengar pertanyaan demikian, Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu yakin, orang itu sudah ingat akan masanya di istana, karena itu Bee Kun Bu segera berkata.

"Guru dan paman guruku terkurung di Tok Sui Tong, entah Anda bersedia membantu kami atau tidak dalam halimT "Sebelum kami tiba di sini, apakah ada orang lain mendahului kami?"

Tanya Pek Yun Hui.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tidak. Orang itu menggelengkan kepala.

"Kecuali kalian, tiada orang lain memasuki daerah Miauw ini, jadi kedatangan kalian untuk menolong orang yang terkurung di Tok Sui Tong?"

Ketika mendengar tiada orang lain datang ke mari, sekujur badan Bee Kun Bu menjadi dingin, Tetapi nada orang itu seakan bisa menolong Kun Lun Sam Cu, itu membuat Bee Kun Bu agak gembira.

"Kami datang ke mari memang ingin menolong merekah sahutnya.

"Kalau begitu, mari ikut aku!"

Ujar orang itu dengan sepasang biji mata berputar sejenak Di antara mereka bertiga, Pek Yun Huilah yang paling cermat Ketika ia menyinggung tentang Na Hai Peng, orang itu tampak tertegun Kemudian Pek Yun Hui memberitahukan, orang itu cuma manggut-manggut tapi tidak tampak gembira Setelah itu, Pek Yun Hui pun melihat sepasang biji mata orang itu berputar, sepertinya mempunyai suatu rencana.

"Mau ke mana?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Malam ini kalian ikut aku ke Ang Ngai Tong dulu,"

Sahut orang itu memberitahukan.

"Besok pagi aku akan menemani kalian ke Tok Sui Tong."

"Kalau begitu.M."

Bee Kun Bu gembira sekalL "Aku mengucapkan banyak-banyak terimakasih pada Anda."

Bee Kun Bu menjura pada orang itu, tetapi orang itu cuma menatap Bee Kun Bu dengan dingin, sama sekali tidak membalas hormat Bee Kun Bu tidak begitu mempedulikan itu, tapi Sie Bun Yun sudah melihat adanya gelagat tidak beres, ia segera memandang Pek Yun Hui, kemudian bertanya pada orang itu.

"Bolehkah aku tahu nama Anda?"

"Namaku Kee Phang,"

Sahut orang itu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Sungguh kuat ingatan Andal"

Ujar Pek Yun Hui sambil tersenyum.

"Walau telah belasan tahun silam, tapi Anda masih ingat."

"Ya! Ya!"

Orang itu manggut-manggut, setelah itu ia mengibaskan tangannya, agar orang-orangnya itu pergi duluan.

"Nah, kalian boleh ikut aku."

"Kabut itu mengandung racun, tidak akan apa-apa?"

Tanya Sie Bun Yun.

"Kalian datang dari Tionggoan, tentunya berkepandaian tinggi,"

Sahut orang itu dingin.

"Kabut beracun itu tidak akan menjadi hambatan, sebab kalian bisa menutup pernafasan, maka tidak perlu takut kan?"

Sie Bun Yun masih ingin mengucapkan sesuatu, tapi Pek Yun Hui segera memberi isyarat padanya, maka Sie Bun Yun langsung diam.

sedangkan Kee Phang telah mengayunkan kakinya berjalan ke depan, Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu mengikutinya dari belakang, namun mereka bertiga sengaja berjalan lamban.

Diam-diam Pek Yun Hui mengeluarkan rumput mujarab yang dibawanya, lalu memetik tiga helai daunnya, Sehelai daun itu dimasukkan ke dalam mulutnya, sisanya diberikan pada Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu.

Mereka berdua pun memasukkannya ke dalam mulut "Rumput ini dapat memunahkan hawa racun yang di Mo Kui Ceh Yi, tentunya juga bisa memunahkan racun lain/"

Bisik Pek Yun Hui.

"Ya."

Sie Bun Yun manggut-manggut.

"Oh ya! Apa-kah kalian berdua melihat sikap Kee Phang itu agak aneh?"

"Mungkin orang suku Miauw bersikap begitu,"

Sahut Pek Yun Hui.

"Kita bertindak sesuai dengan situasi saja."

Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu mengangguk setelah itu barulah mereka mempereepat langkah masing-masing.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Ketika melalui kabut itu, mereka bertiga menutup pernafasan, bahkan juga bersiap-siap, sebab mereka khawatir akan muncul binatang berbisa.

Di saat itu, Kee Phang menyalakan sebuah lentera, Sungguh indah lentera itu, Tak seberapa lama kemudian, mereka sudah sampai di tempat datar, dan Kee Phang langsung mempereepat langkah nya.

Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu pun mempereepat langkah rnasing-masing.

Kalau mereka ingin menyusul Kee Phang, memang tidak sutit, namun mereka cuma ingin mengikutinya dari belakang.

Kira-kira satu jam kemudian, Kee Phang memperlambat langkahnya, sebab kabut di tempat itu sangat tebal Berselang sesaat, Kee Phang menghentikan langkahnya.

"Sebentar lagi kita akan sampai,"

Ujarnya sambil menunjuk ke depan.

Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu cuma manggut-manggut.

Mereka bertiga tidak berani bersuara, karena di dalam mulut masing-masing terdapat daun rumput pemunah racun.

Badan Kee Phang bergerak melesat ke depan, Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu juga mengikutinya.

Mereka bertiga terbelalak karena tempat itu agak terang kemerah-merahan.

Ternyata mereka sudah berada di atas tebing merah.

Yang di sekitarnya terdapat banyak batu curam, Di sana tampak pula beberapa buah gua yang diterangi obor di dalamnya.

Kee Phang berjalan menuju salah satu gua yang paling besar Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu mengikutinya, tetapi berhenti di depan gua itu.

"Silakan masuk!"

Ucap Kee Phang.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Sekarang hari sudah hampir terang, apakah saudara Kee akan segera mengajak kami ke Tok Sui Tong?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Tentu,"

Sahut Kee Phang dan menambahkan "Na-mun perjalanan menuju Tok Sui Tong harus memakan waktu seharian, dan kalau hari belum begitu terang, sulit bagi kita melanjutkan perjalanan Maka alangkah baiknya kalian bertiga beristirahat dulu di dalam."

Memang masuk akal apa yang dikatakan Kee Phang, maka kecurigaan mereka bertiga mulai berkurang, lalu memasuki gua itu, Tampak beberapa gadis suku Miauw setengah telanjang, langsung berlutut begitu melihat Kee Phang melangkah ke dalam.

"Hamba menyambut Tongcu!"

Ucap gadis-gadis itu serentak Kee Phang terus melangkah ke dalam tanpa memandang gadis-gadis itu.

Pek Yun Hui, Bee Kun Bu dan Sie Bun Yun terus mengikutinya, Sungguh besar gua itu, dan di dalamnya terdapat tujuh buah pintu batu.

Berselang beberapa saat kemudian, Kee Phang berhenti di depan sebuah pintu batu.

"Kee Tongcu!"

Sie Bun Yun tersenyum.

"Sungguh berdisiplin sekali di dalam daerah Miauw ini!"

"Biasa,"

Sahut Kee Phang sambil tersenyum. Kee Phang mendorong pintu batu itu, dan pintu batu itu terbuka perlahan-lahan, Dapat dibayangkan betapa tebalnya pintu batu tersebut "Silakan masuk!"

Ucap Kee Phang. Pek Yun Hui melongok ke dalam, Ruangan itu agak gelap, dan tidak tampak apa pun di dalam nya. seketika di dalam hati Pek Yun Hui timbul kecurigaan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"ltu ruang apa?"

Tanyanya tanpa melangkah ke dalam.

"Masuklah, agar engkau mengetahuinya!"

Sahut Kee Phang dingin.

"Apa maksud Kee Tongcu?"

Pek Yun Hui mengerutkan kening.

"Jangan banyak omong! Kalau ingin menolong Kun Lun Sam Cu, kalian bertiga harus menuruti perkataan-ku!"

Kee Phang tampak tidak senang.

Setelah mendengar ucapan itu, Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu tidak banyak bicara lagi, Sie Bun Yun lalu melangkah memasuki ruangan itu, Hawa di dalam ruangan itu dingin sekali, sehingga sekujur badan Sie Bun Yun jadi merinding.

Sie Bun Yun tersentak Bagaimana mungkin ada penghuninya ruangan ini?

Pikirnya.

Setelah berpikir demikian, Sie Bun Yun menolehkan kepalanya ke belakang Dilihatnya Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu sudah melangkah ke dalam, dan wajah mereka berdua pun kelihatan diliputi kecurigaan, kemudian menyusul pula Kee Phang.

Apa yang akan terjadi di dalam ruang batu itu?

Benarkah Kee Phang atau Ang Ngai Tongcu itu berniat baik terhadap mereka bertiga?

***** Bab ke 32 -Orang Aneh Terkurung di Dalam Ruang Batu Semula Sie Bun Yun, Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu mulai bereuriga, karena ruang batu itu agak gelap dan terasa ada hembusan angin pula, Akan tetapi, kecurigaan mereka bertiga menjadi berkurang lantaran Kee Phang juga ikut masuk, kemudian menyalakan sebuah obor, sehingga ruang batu itu berubah agak terang.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Kee Phang menutup pintu batu itu, lalu berjalan ke dalam lagi seraya berkata pada mereka bertiga.

"Mari ikut aku!"

Timbul lagi kecurigaan, namun mereka bertiga tetap mengikuti Kee Phang ke dalam, Ternyata di dalam ruang batu itu terdapat sebuah terowongan yang berliku-liku, dan Kee Phang terus berjalan ke dalam.

Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu terus mengikutinya dari belakang, Kira-kira setengah jam kemudian, Sie Bun Yun sudah mulai tidak sabaran.

"Kee Tongcu! Kapan kita berhenti?"

Tanyanya sambil mengerutkan kening. Pada waktu bersamaan, mendadak di depan mereka berubah gelap gulita, Mereka bertiga tertegun, dan tahu adanya gelagat ketidak beresan.

"jangan bergeraksembarangan!"

Pesan Sie Bun Yun.

Sie Bun Yun mengeluarkan semacam batu, lalu digosokgosokkannya hingga memereikkan api.

seketika mereka bertiga tampak melongo, karena Kee Phang sudah tidak berada di tempat itu.

Di tempat itu pun terdapat banyak terowongan, Pek Yun Hui mencoba menghitung, ternyata ada tujuh buah terowongan, Mana yang menuju ke luar, mereka sama sekali tidak mengetahuinya.

Kini mereka baru tahu, Kee Phang mengajak mereka ke tempat itu, agar mereka terkurung di situ.

"Ah!"

Pek Yun Hui membanting kaki.

"Aku yang bersalah!"

"Memangnya kenapa?"

Tanya Sie Bun Yun heran.

"Pertama kali aku melihat dia, aku sudah bereuriga,"

Sahut Pek Yun Hui menjelaskan "Namun kenapa aku tidak berhatihati terhadapnya."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Siapa yang tidak mencurigainya?"

Sie Bun Yun menarik nafas panjang.

"Aku yang mendesaknya mengajak kita ke Tok Sui Tong, akhirnya malah terkurung di sini,"

Bee Kun Bu menggelenggelengkan kepala.

"Siidahlah, jangan saling menyalahkan diri sendiri!"

Tandas Sie Bun Yun.

"ltu pereuma."

"Saudara Sie Bun, padamkan saja api itu!"

Ujar Bee Kun Bu.

"Aku akan menggunakan Teng Thian Sin Cin untuk menerangi tempat ini."

Sie Bun Yun segera memadamkan api itu, sedangkan Bee Kun Bu mengeluarkan senjata tersebut, seketika juga berubah terang tempat itu.

Mereka bertiga mulai memperhatikan terowonganterowongan itu, Sungguh mengherankan terowonganterowongan mirip semua, sehingga membuat mereka tidak dapat membedakan mana terowongan yang mereka lalui tadi, Di saat bersamaan, terdengarlah suara Kee Phang bergema, tak tahu berasal dari mana suaranya itu.

"Kalian bertiga, tenang-tenanglah menunggu kematian di situ!"

"Kami dengan engkau tiada permusuhan!"

Bentak Bee Kun Bu.

"Kenapa engkau mengurung kami di sini?"

"He he he!"

Kee Phang tertawa terkekeh "Orang Han memasuki daerah Miauw harus mati!"

"Ha ha!"

Sie Bun Yun tertawa gelak.

"Kalau begitu, engkau telah melupakan persahabatan dengan Na Hai Peng?"

"He he!"

Kee Phang tertawa terkekeh lagi.

"Engkau tidak perlu omong kosong di situ!"

"Aku tidak omong kosong!"

Sahut Sie Bun Yun.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"He hc he!"

Kee Phang terus tertawa, Suara tawanya terdengar makin lama makin mengecil, namun tetap bergema, Rupanya orang itu mulai melangkah pergi.

"Jangan pergi!"

Seru Pek Yun Hui. Akan tetapi, suara Kee Phang sudah tidak kedengaran lagi, Pek Yun Hui malah tertawa, kemudian ujarnya lantang.

"Badai seperti apa pun pernah kita hadapi, maka tempat ini bagaimana mungkin dapat mengurung kita? ini sungguh menggelikan!"

Pada waktu bersamaan, sayup-sayup mereka mendengar suara helaan nafas. itu membuat Pek Yun Hui terkejut dan langsung membentak.

"Siapa?"

Tiada sahutan, hanya terdengar suara helaan nafas, maka Pek Yun Hui mengerutkan kening dan membentak lagi.

"Siapa? Kenapa tidak mau bersuara?"

Tadi engkau bilang pernah menghadapi badai seperti apa pun, apakah engkau pernah menghadapi ruang batu yang menyesatkan?"

Terdengar suara sahutan nada tua. Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu saling memandang, dan ketika itu lagi suara helaan nafas, namun lalu diam.

"Engkau siapa?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Aku seperti kalian yang terkurung di dalam ruang batu ini,"

Suara sahutan.

"Sudah berapa lama engkau dikurung di sini?"

Tanya Sie Bun Yun.

"Aku tidak tahu siang dan malam, maka tidak tahu sudah berapa lama aku dikurung di sini,"

Sahut orang itu.

"Engkau bisa melihat kami?"

Tanya Bee Kun Bu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Bisa, namun aku sulit melangkah ke sana,"

Sahut orang itu memberitahukan "Di kolong langit terdapat tiga tempat yang menyesatkan yakni di gunung Tangkula, di pulau Sera dan di tempat ini.

Siapa yang terkurung di tiga tempat tersebut jangan berharap bisa ke luar lagi, Aaakh!

Aku masih...."

Suara itu berhenti mendadak, maka membuat Pek Yun Hui menjadi penasaran sekali.

"Lanjutkanlah!"

"Kalau dilanjutkan, sungguh menggelikan,"

Sahut orang itu.

"Kenapa menggelikan?"

Tanya Pek Yun Hui heran.

"Sebab aku masih terhitung majikan tempat ini,"

Sahut orang itu. Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu tereengang ketika mendengar pengakuan orang itu.

"Apa maksudmu?"

Tanya Sie Bun Yun.

"Kalian masih tidak mengerti? sesungguhnya aku adalah Ang Ngai Tongcu."

Orang itu menjelaskan "Nah, kalian sudah mengerti?"

"Hah?"

Pek Yun Hui terperanjat "Jadi engkau pernah ke Tionggoan?"

"Benar,"

Sahut orang itu.

"Kalau begitu, engkau pasti kenal seseorang di istana yang bernama Na Hai Peng. Engkau masih ingat?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Na Hai Peng adalah teman akrabku, tentunya aku masih ingat,"

Jawab orang itu.

"Kami telah salah cari orang,"

Ujar Bee Kun Bu sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Ternyata Kee Phang bukan teman akrab Na Locianpwee."

"Kee Phang adalah keponakanku Beberapa tahun lalu, Tok Sui Tongcu-Swat Lo Kongcu ingin menguasai Tujuh Gua

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Keramat, maka membunuh para Tongcu yang lain, Kini Tujuh Gua Keramat di daerah Miauw telah dikuasai Swat Lo Kongcu."

Orang itu memberitahukan.

"Aku dengar banyak orang berkepandaian tinggi di sini. Selain Liat Pah To, masih ada berapa orang berkepandaian tinggi di sini?"

Tanya Sie Bun Yun.

Orang itu hanya menarik nafas, sama sekali tidak menyahut Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu men-duga, dalam hal tersebut pasti terdapat suatu sebab-musabab, sehingga orang itu tidak mau menyahut "Engkau adalah mantan Ang Ngai Tongcu, tetapi kenapa tidak tahu jalan ke luar yang ada di sini?"

Tanya Sie Bun Yun.

"Kee Phang mengurung aku di sini, dan telah mengubah semua terowongan di tempat ini, maka aku tidak tahu jalan ke luar,"

Jawab orang itu.

"Kini kita semua terkurung di sini, maka harus bersatu hati,"

Ujar Sfe Bun Yun.

"Yang penting kita harus menyatukan diri du!u."

"Kalian ke mari ia h, di sini ini ada makanan!"

Orang itu memberitahukan "Kalau pun kita tidak bisa ke luar, tetapi tidak akan mati kelaparan di sini,"

"Baik,"

Sahut Sie Bun Yun.

Dari tadi Sie Bun Yun terus memperhatikan suara itu, sehingga ia dapat memastikan bahwa suara itu berasal dari terowongan yang sebelah kiri.

ia lalu berjalan ke sana, Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu mengikutinya dari belakang Setelah mereka melangkah beberapa depa, terdengar suara itu di sebelah kanan, maka Pek Yun Hui mengerutkan kening seraya berkata.

"Kakak Yun, rasanya tidak benar nih!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Adik Pek!"

Ujar Sie Bun Yun menjelaskan "Suara di tempat ini pun akan menycsatkan, maka kita harus tahu arah suara itu, jadi tidak akan keliru!"

Sie Bun Yun terus berjalan ke dalam terowongan itu. Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu terus mengikutinya dari belakang tanpa banyak bicata, Setelah Klasan depa mereka melangkah, Sie Bun Yun beiseru.

"Kee Tongcu, harap panggil kami!"

Orang itu langsung bersuara, dan seketika bergema-lah suara itu, Namun Sie Bun Yun mendengar dengan jelas, suara itu berasal dari sebelah kiri.

Mereka bertiga segera menuju gua sebelah kiri, dan beberapa depa kemudian terdengarlah suara itu.

"Eh? Kok tiada cahaya? Kalian ya?"

"Benar,"

Sahut Sie Bun Yun girang.

"Oh ya! Tadi engkau melihat cahaya, bagaimana cahaya itu?"

"Sangat terang seperti kilat,"

Sahut orang itu.

"Apakah cahaya itu bergerak-gerak?"

Tanya Sie Bun Yun sambil melirik Bee Kun Bu. Segeralah Bee Kun Bu mengeluarkan Teng Thian Sin Cin, dan sekaligus digerakgerakkannya. Tidak salah, Cahaya itu bergerak bagaikan kilat."

Sahut orang itu.

"Cahaya yang engkau lihat itu adalah tempat kami."

Sie Bun Yun memberitahukan.

"Oh ya! Masih berapa jauh sampai ke tempatmu?"

"Aaakh...!"

Orang itu menghela nafas.

"Pereuma...."

"Tidak pereuma, sebab kita bisa berkumpul ujar Sie Bun Yun.

"Baiklah, Kalian boleh ke mari, tetapi ikutilah petunjukku!"

Sahut orang itu.

"Ya,"

Sahut mereka bertiga serentak

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Tujuh langkah ke kanan, maju sebelas langkah ke depan, belok ke kiri tiga langkah, mundur lagi tujuh langkah, kemudian belok ke kanan lima langkah."

Orang itu memberi petunjuk "Setelah itu, kalian akan sampai di tempatku."

Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu mengikuti petunjuk tersebut, lalu melihat sedikit cahaya di situ, Ternyata cahaya itu berasal dari langit-langit ruang batu, Tampak seorang lelaki tua bertubuh kurus kering duduk bersila di situ, Orang itu boleh dikatakan telanjang, sebab pakaiannya sudah tersobek tidak karuan Tampak seorang lelaki tua bertubuh kurus kering duduk bersila di situ, Orang itu dikatakan telanjang, sebab pakaiannya sudah tersobek tidak karuan.

Mereka bertiga mendekatinya, Di sisi orangtua itu terdapat banyak makanan kering.

Terkejutlah mereka bertiga ketika orangtua itu mendongakkan kepala, Ternyata wajah orangtua itu kelabu, rambut awut-awutan, namun sepasang matanya bersinar tajam, Di keningnya terdapat sebuah tanda bulan sabit, sehingga kelihatan seperti siluman.

Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu tertegun, Namun orangtua itu malah tertawa, sehingga wajahnya tampak lebih menyeramkan "Wajahku sangat menakutkan, bukan?"

"Ka!au terkurung lama di sini, semua orang pun akan berubah menjadi begitu,"

Sahut Sie Bun Yun sambil menarik nafas.

"Tadi kalian menyinggung nama Na Hai Peng. sebetulnya ada hubungan apa kalian dengannya?"

Tanya orangtua itu.

"Aku adalah muridnya,"

Sahut Pek Yun Hui.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Aku adalah anak angkatnya."

Bee Kun Bu memberitahukan.

"Ngmmml"

Orangtua itu manggut-mangguL "Pada tahun itu, aku berangkat ke Tionggoan karena terdesak oleh orang, Ketika berpisah dengan Na Hai Peng, aku tidak langsung pulang di daerah Miauw ini, melainkan berkelana ke sana dan sekaligus memperdalam ilmu silatku, Setelah berkepandaian tinggi, barulah aku pulang, Akan tetapi, aku tetap tidak bisa menyelamatkan nyawa-nyawa orang.

Itu...

mungkin sudah merupakan takdir."

"Sebetulnya apa yang telah terjadi?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Yaaah!"

Orangtua itu menggeleng-gelengkan kepala, Tiada hubungan dengan kalian, maka dituturkan juga pereuma."

"Engkau adalah teman baik guruku, maka ada kesulitan apa pun, kami pasti bersedia membantumu,"

Ujar Pek Yun Hui sungguh-sungguh.

"Jadi lebih baik tutur-kanlah!"

"Ha ha!"

Orangtua itu tertawa gelakKarena orangtua itu cuma tertawa, maka membuat Pek Yun Hui penasaran dan agak gusar "Kenapa tertawa?"

Tanya Pek Yun Hui kurang senang. Tentunya dia tertawa karena kita sudah terkurung di sini, namun engkau masih bilang mau membantunya, Bukankah itu sangat menggelikan?"

Ujar Sie Bun Yun.

"Oh, ya?"

Pek Yun Hui menatap orangtua itu.

"Ngmm!"

Orangtua itu manggut-manggut.

"Aku lihat, kalian bertiga memang berkepandaian tinggi Namun setelah kalian terkurung di sini, boleh dikatakan tiada harapan untuk ke luar lagi."

Bee Kun Bu memandang ke atas, kemudian mengerutkan kening seraya bertanya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Apakah Locianpwee tidak pernah berpikir menjebol langitlangit ruang batu ini?"

"Ha ha!"

Orangtua itu tertawa, dan mendadak melesat ke atas sambil melancarkan dua buah pukulan.

Bukan main dahsyatnya pukutan-pukulan itu, sehingga membuat seluruh ruang batu itu tergoncang hebat.

Setelah melancarkan pukulan-pukulannya, orangtua itu melayang turun lalu duduk bersila lagi.

"Kalian pasti sudah lihat, betapa dahsyatnya ke dua pukulanku Boleh dikatakan dapat menghancurkan batu yang mana pun, tetapi langit-langit ruang batu ini..."

Orangtua itu menggeleng-gelengkan kepala. Pek Yun Hui, Sie Bun Yun dan Bee Kun Bu memandang ke atas, Ternyata langit-langit ruang batu itu tidak cacat sama sekali.

"Semua batu yang di dalam ruang ini, lain dari batu biasa."

Orangtua itu menghela nafas.

"Maka tidak dapat dihancurkan dengan pukulan dahsyat yang bagaimana pun."

Bee Kun Bu diam saja, namun tiba-tiba melesat ke atas sambil menggenggam Teng Thian Sin Cin dan diarahkan ke langit-langit ruang batu itu.

Craaak!

Teng Thian Sin Cin itu menembus ke dalam langitlangit ruang batu tersebut "Bagaimana?"

Tanya Bee Kun Bu, yang bergantung di langit-langit itu. Orangtua itu tampak tertegun sambil memandang senjata yang di tangan Bee Kun Bu, kemudian sekujur badannya berbunyi pletak-pletuk.

"Eh?"

Sie Bun Yun menatapnya heran.

"Cianpwee kenapa?"

"Aku bisa ke luar Aku bisa ke luar!"

Sahut orangtua itu, ia merasa girang, tetapi kemudian menarik nafas panjang.

"Apa

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

gunanya aku ke luar? Aaakh! Aku tidak dapat menandingi guruku dan Swat Lo Kongcu, lagi pula masih ajia enam Tongcu pembantu mereka."

"Cianpwee...."

Sie Bun Yun menatapnya lagi, namun tidak tahu harus bagaimana menghiburnya, lalu mengarah pada Bee Kun Bu.

"Saudara Bee! Kita bergantian menusuk langitlangit ruang batu ini dengan Teng Thian Sin Cin. Kalau langitlangit itu berlubang agak besar, kita tentu bisa ke luar."

"Ng!"

Bee Kun Bu mengangguk dan mulai menusuk lagi, sementara Pek Yun Hui bertanya pada orangtua itu.

"Bolehkah kami tahu nama besar Cianpwee?"

"Pada tahun itu, aku tidak mau memberitahukan namaku pada Na Hai Peng, karena aku khawatir ada orang mendatangi daerah Miauwdan menyebut namaku,"

Ujar orangtua itu.

"Kenapa Locianpwee mengkhawatirkan hal itu?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Sebab akan mencelakakan orang itu sendiri,"

Sahut orangtua itu.

"Oooh!"

Pek Yun Hui manggut-manggut.

"Apa sebabnya?"

Tanya Sie Bun Yun "Kini aku beritahukan juga sudah tidak masalah,"

Sahut orangtua dan melanjutkan "Namaku adalah Kee Khuang, murid tertua Liat Pah To, juga adalah Ang Ngai Tongcu."

"Apakah Tongcu lain juga murid Liat Pah To?"

Tanya Sie Bun Yun.

"Sesungguhnya kami suku Miauw tidak pernah ber-saing dengan suku lain,"

Ujar Kee Khuang memberitahu-kan. Tujuan Tujuh Tongcu adalah menjaga keamanan suku Miauw, namun setelah muncul Swat Lo Kongcu, daerah Miauw pun menjadi kacau balau tidak karuan."

"Kenapa begitu?"

Tanya Pek Yun Hui heran.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Begitu Swat Lo Kongcu muncul, guruku terpikat olehnya,"

Jawab Kee Khuang sambil menarik nafas.

"Ke-cuali aku dan salah seorang Tongcu, yang lain telah terpikat oleh Swat Lo Kongcu."

"Kalau begitu, dia pasti cantik sekali,"

Ujar Pek Yun Hui dan bertanya.

"Swat Lo Kongcu datang dari mana?"

"Dia datang dari mana, tiada seorang pun mengetahuinya,"

Sahut Kee Khuang dan menambahkan "Ketika muncul, dia mengenakan semacam pakaian yang sangat tipis, berdiri tegak di Tebing Merah, Tujuh Tongcu dan para suku Miauw mengiranya bidadari yang baru turun dari kahyangan maka mereka langsung menyembah...."

Wajah Kee Khuang tampak murung sekalL Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun tidak mengganggunya, menunggu Kee Khuang melanjutkan penuturannya.

"Akan tetapi.,."

Lanjut Kee Khuang.

"Siapa pun tidak tahu isi hatinya, yang ternyata begitu kejam dan jahat Dalam waktu sepuluh tahun, orang-orang Miauw sudah berkurang hampir separuh, banyak yang mati dan kabur, Beberapa tahun lagi, daerah Miauw ini mungkin akan berubah menjadi hutan belantara, sedangkan aku hanya seorang diri, bagaimana mungkin mampu melawannya?"

Usai melanjutkan sepasang mata Kee Khuang ber-simbah air, dan wajahnya tampak sedih sekali. sementara Bee Kun Bu yang sedang menusuk Iangit-langit ruang batu itu, juga mendengar keluhan Kee Khuang.

"Apakah kepandaian Swat Lo Kongcu begitu tinggi, sehingga tiada seorang pun yang mampu menandinginya ?"

Tanyanya.

"Tidak juga,"

Sahut Kee Khuang.

"Tapi siapa yang bertemu dengannya, pasti akan terpikat begitu pula guruku, Mula-mula Swat Lo Kongcu membunuh Tok Sui Tongcu, lalu mengangkat

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

dirinya sebagai Tok Sui Tongcu, Setelah itu, dia mendesakku agar meninggalkan daerah Miauw, Ketika aku pulang, semua Tongcu telah diganti orang lain, Bahkan guruku juga sudah tinggal bersama Swat Lo Kongcu sebagai suami isteri Oleh karena itu, siapa yang berani menentang Swat Lo Kongcu?"

"Cianpwee tidak perlu berduka!"

Ujar Sie Bun Yun.

"Kalau kami bisa ke luar dari ruang batu ini, kami pasti pergi mencari Swat Lo, Kongcu untuk membuat perhitungan dan sekaligus menyelamatkan orang-orang Miauw."

"Bukan aku memandang rendah diri kalian....,"

Kee Khuang tersenyum getir "Kepandaian kalian...."

"Harap Cianpwee berlega hati!"

Ujar Pek Yun Hui sungguhsungguh.

"Walau kami bukan jago yang tanpa tanding, tapi selama ini belum ketemu orang yang mampu mengalahkan kami,"

"Aku pereaya."

Kee Khuang tersenyum getir lagi, Tapi kalian tidak tahu, guruku adalah orang aneh di daerah Miauw ini Bukan cuma berkepandaian tinggi saja, namun juga mengendalikan binatang buas apa pun."

"Oh?"

Pek Yun Hui tertegun "Mampu mengendalikan binatang buas apa pun?"

"Ya."

Kee Khuang mengangguk "Ketika Swat Lo Kongcu bertindak semena-mena, kaum muda Miauw bangkit melawannya, Kaum muda itu berjumlah hampir seribu orang, namun kalian tahu bagaimana akhirnya?"

"Bagaimana?"

Tanya Bee Kun Bu. Walau sedang menusuk langiMangit ruang batu itu, namun ia pun memasang kuping mendengarkan penuturan Kee Khuang.

"Seratus orang lebih mati tergigit binatang beracun, tiga ratus orang lebih dimangsa binatang buas, dan sisanya mati terkena pukulan,"

Jawab Kee Khuang dengan air mata meleleh.

"Haaah?"

Sie Bun Yun terkejut

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Oleh karena itu...."

Kee Khuang menarik nafas.

"... walau kita bisa ke luar, tetapi pereuma juga."

"Belum tentu,"

Sahut Pek Yun Hui.

Mendadak tampak cahaya menerobos ke dalam Ternyata Bee Kun Bu telah berhasil melubangi langit-langit ruang ba u itu, bahkan telah melesat ke luar melalui lubang itu.

Betapa girangnya Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun, sementara terdengar pula suara seruan Bee Kun Bu dari luar Pek Yun Hui segera melesat ke luar melalui lubang 9 itu, kemudian melihat Bee Kun Bu sedang mengejar dua orang Miauw.

"Jangan mengejar mereka!"

Seru Pek Yun Hui Bee Kun Bu menolehkan kepalanya, Ternyata Sie Bun Yun dan Kee Khuang pun sudah ke luar melalui lubang itu.

Bee Kun Bu segera memandang ke depan lagi, namun ke dua orang Miauw itu telah hilang.

"Kita baru ke luar sudah diketahui orang, maka lebih baik kita bersembunyi dulu, jangan terburu-buru memunculkan diri,"

Ujar Kee Khuang.

"Kita harus bersembunyi di mana?"

Tanya Pek Yun Hui kepada orangtua itu.

"Kalian ikut akui Aku tahu ada suatu tempat yang dapat digunakan untuk bersembunyi ujar Kee Khuang.

"Kita tidak langsung ke Tok Sui Tong?"

Tanya Bee Kun Bu yang ingat akan Kun Lun Sam Cu terkurung di sana.

"Kita memang harus ke sana, tapi tidak bisa bum-buru,"

Sahut Sie Bun Yun. Tapi...."

Hati Bee Kun Bu kacau balau, sebab ia masih belum bertemu Lie Ceng Loan. Tenang!"

Sie Bun Yun menepuk bahunya.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Kee Khuang telah mengayunkan kakinya, dan Bee Kun Bu sengaja berjalan di sisinya.

"Cianpwee, di mana Tok Sui Tong itu?"

Tanya Bee Kun Bu berbisik "Di sebelah barat Tebing Merah terdapat air terjun."

Kee Khuang memberitahukan Tok Sui Tong tidak jauh dari tebing itu."

Bee Kun Bu manggut-manggut Kee Khuang terus berjalan, sehingga mereka berempat melewati sebuah bukit Ketika itu Bee Kun Bu mulai memperlambat langkahnya, dan tak lama ia sudah tertinggal beberapa depa.

Bahkan kemudian ia berhenti sambil menengok ke sana ke mari.

Mendadak ia melesat pergi laksana kilat, dan dalam sekejap telah menempuh jarak beberapa mil Namun ketika ia baru mau mempereepat langkahnya, tiba-tiba terdengar Pek Yun Hui memanggilnya.

Suara Pek Yun Hui berhenti Bee Kun Bu memandang ke arah Tebing Merah di belakangnya, kemudian mengerahkan ginkangnya menuju tempat itu.

***** Bab ke 33 -Menyelidiki Tok Sui Tong Setelah hari mulai gelap, barulah Bee Kun Bu berhenti.

Ketika itu terdengar suara hembusan angin yang men-deruderu, dan terdengar pula suara binatang buas.

sebenarnya Bee Kun Bu tidak takut pada binatang buas, Namun kini ia telah tersesat di jalan, sebab di sekitar tempat itu penuh ditumbuhi rumput dan alang-alang yang sangat tinggi dan tidak tampak ada jalan.

Bee Kun Bu mulai menyesal akan tindakannya meninggalkan Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun, Tadi maksudnya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

ingin menuju Tok Sui Tong, tapi saat ini malah tersesat di tempat tersebut Akhirnya Bee Kun Bu mengambil arah barat, dan setelah menempuh sekitar delapan mil, sayup-sayup ia mendengar suara yang amat halus.

Segeralah Bee Kun Bu berhenti sambil mendengarkan suara itu dengan penuh perhatian Karena suara itu semakin jelas, maka ia cepat-cepat mengeluarkan Teng Thian Sin Cin, dan bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan Bee Kun Bu tereengang, sebab suara itu mirip semacam musik.

ia mengerutkan kening, lalu berjalan ke tempat suara musik itu.

Tak lama ia sudah sampai di sebuah lembah.

Ternyata suara musik tersebut mengalun dari dalam lembah itu, Bee Kun Bu langsung memasuki lembah tersebut lalu bersembunyi di balik sebuah batu besar sambil memandang ke depan.

Tampak sebidang tanah di sana, justru sungguh mengherankan tempat itu mirip sebuah taman bunga, dan tereium pula harum bunga yang sangat menyedapkan hidung, Karena tertarik akan keadaan tempat itu, maka Bee V^#N3u berjalan ke sana.

Mendadak ia terbelalak dan terpukau karena melihat beberapa gadis berpakaian tipis sedang bermain musik di situ, dan tampak pula beberapa gadis lain sedang menari-nari lemah gemulai Bee Kun Bu menarik nafas dalam-dalam menghimpun hawa murninya agar tidak terpengaruh oleh tarian-tarian yang cukup merangsang itu, Setelah menghimpun hawa murninya, ia jadi tenang, dan barulah memperhatikan mereka.

Detapan gadis menari dan delapan gadis duduk di tanah memainkan alat musik masing-masing, semuanya mengenakan pakaian ciri khas suku Miauw, Bee Kun Bu

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

makin terbelalak karena melihat gadis-gadis yang bermain musik itu semuanya buta, namun wajahnya tampak cantik jelita.

Bee Kun Bu tidak habis berpikir, kenapa mata gadis-gadis itu bisa buta?

Ketika ia sedang berpikir, mendadak terdengar suara dengusan dingin.

"Hmmm!"

Kemudian disusul pula suara seruan dingin "Berhenti!"

Suara yang begitu dingin itu membuat sekujur badan Bee Kun Bu jadi merinding seketika, ia cepat-cepat menoleh.

Tampak dua orang duduk di atas batu hijau.

Ke dua orang itu lelaki dan wanita.

Si lelaki berambut merah, hidungnya melengkung dan sepasang matanya agak kebiru-biruan, ia sedang menikmati arak.

sedangkan yang wanita berusia tiga puluhan, mengenakan pakaian serba putih, dan wajahnya sungguh cantik memikat Di sisi lelaki itu mendekam seekor binatang aneh berbulu kuning, entah binatang apa itu?

Yang berseru dingin tadi adalah wanita tersebut Begitu ia berseru, para gadis yang bermain musik langsung berhenti Wajah mereka berubah kelabu, dan sekujur badan mereka menggigil Begitu pula gadis-gadis yang menari.

Mereka pun berhenti menari.

Wajah mereka berubah pucat pias, dan kaki mereka gemetar "Apakah engkau tidak melihat?"

Tanya wanita cantik itu.

"Melihat apa?"

Sahut lelaki rambut merah.

"Ayunan langkah gadis ke tiga dari sebelah kiri itu salah,"

Wanita cantik itu memberitahukan. Begitu wanita cantik itu mengatakan demikian, gadis ke tiga dari sebelah kiri tersebut langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapannya.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Hamba memang salah selangkah ketika sedang me-nari, mohon Kongcu (Tuan Putri) mengampuni hamba!"

Ucap gadis itu. Hati Bee Kun Bu tergerak ketika gadis itu memanggil Kongcu kepada wanita cantik tersebut "Hm!"

Dengus wanita cantik itu dingin.

"Mengam-punimu?"

Gadis itu diam di tempat sama sekali tidak berani mendongakkan kepalanya.

"Dongakkan kepalamu!"

Bentak wanita cantik itu. Gadis itu segera mendongakkan kepalanya.

"Aku akan mengampuni nyawamu, tapi tetap akan menghukummu,"

Ujar wanita cantik itu sambil tersenyum.

"Mohon Kongcu meringankan hukuman hamba!H Suara gadis itu gemetar "Baik."

Wanita cantik itu manggut-manggut, lalu menepuk binatang aneh berbulu emas yang ada di sisi lelaki berambut merah.

Binatang aneh berbulu emas itu langsung bangkit berdiri Bee Kun Bu memandang ke arah binatang aneh berbulu emas, Binatang itu sebesar kucing, bentuknya mirip rase, tetapi moncongnya sangat lancip seperti paruh burung, Bee Kun Bu terheran-heran, sebab sama sekali tidak tahu binatang apa itu.

Ketika binatang aneh berbulu emas itu bangkit berdiri bulu di sekujur badannya ikut berdiri "Manis!"

Wanita cantik itu mengelus-elus binatang aneh berbulu emas seraya berkata lembut "Makanlah sepasang mata gadis yang berlutut itu!"

Binatang aneh berbulu emas mengangguk kemudian mendadak melesat ke arah gadis yang berlutut

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Ketika Bee Kun Bu mendengar apa yang dikatakan wanita cantik itu, betapa gusarnya dan ingin menolong gadis itu, Akan tetapi, binatang aneh berbulu emas itu sungguh cepat gerakkannya, Begitu tampak cahaya keemasan berkelebat, seketika juga terdengarlah suara jeritan gadis itu yang memilukan "Aaaakh.,.!"

Sepasang matanya telah tereungkil oleh binatang aneh berbulu emas itu, dan sekaligus dilalapnya.

Belum pernah Bee Kun Bu menyaksikan kejadian yang begitu sadis, sehingga membuat kegusarannya me-muncak.

ia langsung membentak sambil meloncat ke luar dari tempat persembunyiannya.

"Hai wanita berhati kejam, kenapa kau bertindak begitu kejam?"

Ketika melihat Bee Kun Bu, wanita cantik dan lelaki berambut merah itu tampak tertegun.

"Engkau siapa? Kenapa mencampuri urusanku?"

Tanya wanita cantik itu dingin.

"Engkau Swat Lo Kongcu, bukan?"

Bee Kun Bu balik bertanya.

Wanita cantik itu tidak menyahut, hanya menatap Bee Kun Bu dengan tajam, sepasang matanya berbinar-binar penuh daya pikat Bee Kun Bu tahu bahwa wanita cantik itu memiliki semacam ilmu pembetot sukma, Oleh karena itu ia segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, tidak berani beradu pandang dengan wanita cantik itu.

"Ternyata di luar daerah Miauw, juga ada yang mengetahui namakul"

Ujar wanita cantik itu yang tidak lain adalah Swat Lo Kongcu.

"Orang marga Sen itu bilang apa padamu?"

Yang dimaksudkan orang marga Sen, tentunya adalah Pek Ih Sin Kun, ketua partai Swat San. Karena tidak tahu Pek Ih Sin Kun datang ke situ, maka Bee Kun Bu tidak mau membicarakan nya.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Nona itu cuma salah selangkah dalam menari, tetapi kenapa engkau begitu tega menghukumnya dengan cara sesadis itu?"

Ujar Bee Kun Bu bernada gusar "Engkau bersimpati pada mereka?"

Tanya Swat Lo Kongcu dingin. Tentu!"

Jawab Bee Kun Bu.

"Ha ha!"

Swat Lo Kongcu tertawa.

"Kalau engkau tidak muncul Ke tujuh gadis lain masih dapat diampuni! Tapi kini engkau bersimpati pada mereka, sehingga mereka bertujuh pun harus buta karenanya!"

"Engkau sungguh tak berperasaan!"

Bentak Bee Kun Bu dan langsung melancarkan sebuah pukulan ke arah Swat Lo Kongcu.

sedangkan Swat Lo Kongcu yang duduk di atas batu hijau itu tak bergeraksama sekali Lelaki berambut merah tertawa aneh, lalu mengangkat tangannya untuk menangkis pukulan Bee Kun Bu.

Plaaak!

Terdengar suara benturan.

Lelaki berambut merah tetap duduk tak bergeming, sedangkan Bee Kun Bu terdorong ke belakang satu langkah, Pada waktu bersamaan, Bee Kun Bu membentak keras dan melancarkan sebuah pukulan lagi ke arah lelaki berambut merah.

Lelaki berambut merah itu mengerutkan kening dan wajahnya tampak agak berubah, Badannya tergetar oleh pukulan itu, sehingga melambung ke atas tiga depaan tinggi nya.

Kemudian ia berteriak aneh sambil melayang turun ke hadapan Bee Kun Bu sekaligus menggerakkan sepasang lengannya, Tampak bayangan-bayangan lengannya berkelebatan mengurung Bee Kun Bu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu tersentak menyaksikan serangan itu, ia sama sekali tidak menyangka kalau lelaki berambut merah itu berkepandaian begitu tinggi Bee Kun Bu tidak berani menangkis serangan itu, melainkan segera mengerahkan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu untuk menghindar Dalam waktu sekejap ia sudah berada di belakang lelaki berambut merah itu.

Ketika menyerang Bee Kun Bu, lelaki berambut merah menggunakan ilmu andalannya, yakni Giam Ong Jiauw (Cakar Raja Akhirat), yang sulit dihindari oleh siapa pun.

Akan tetapi, kini Bee Kun Bu yang diserangnya justru hilang mendadak dari hadapannya, ini merupakan kejadian yang tak pernah dialaminya, maka tidak heran kalau orang berambut merah itu tampak terperangah.

padahal sesungguhnya, Bee Kun Bu berhati bijak, tidak mau sembarangan melukai orang, Namun tadi ia telah menyaksikan kekejaman lelaki berambut merah dan Swat Lo Kongcu.

Oleh karena itu, ketika berada di belakang lelaki berambut merah, ia langsung menjulurkan tangannya menyerang Leng Tay Hiat di punggung lelaki berambut merah.

Lelaki berambut merah sudah menduga akan adanya serangan itu, maka secepat kilat meloncat ke depan satu langkah, lalu mendadak membalikkan badannya sambil balas menyerang.

Bum!

Terdengar suara benturan keras.

Bee Kun Bu terdorong ke belakang tiga langkah, sedangkan lelaki berambut merah, hanya satu langkah, itu membuat Bee Kun Bu terkejut bukan main, karena kepandaian lelaki berambut merah masih di atas kepandaiannya, Ketika Bee Kun Bu terdorong ke belakang, Swat Lo Kongcu menatapnya dengan mata bersinar aneh, Begitu pula binatang aneh berbulu keemasan itu, ia pun menatapnya dengan sorot mata tajam.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Sungguh menyeramkan tatapan Swat Lo Kongcu dan binatang aneh berbulu emas itu, Bee Kun Bu tahu, Swat Lo Kongcu dan binatang aneh berbulu emas itu sedang menjaganya agar tidak kabur Karena itu, Bee Kun Bu segera mengeluarkan Teng Thian Sin Cin.

sementara lelaki berambut merah itu tertawa gelak ketika melihat Bee Kun Bu terdorong ke belakang beberapa langkah.

ia membentak keras sambil menyerang lagi, Bee Kun Bu sudah siap sebelum nya, maka ketika lelaki berambut merah menyerangnya, ia langsung mengayunkan senjata-nya, dan seketika tampak cahaya putih berkelebatan menyilaukan mata.

Lelaki berambut merah melihat cahaya putih berkelebat ke arahnya, tetapi sama sekali tidak dapat melihat senjata apa yang digunakan Bee Kun Bu.

LagipuIa Bee Kun Bu mengeluarkan jurus It Cih Teng Thian (Satu jari Menenangkan Langit), yaitu salah satu jurus dari ilmu pedang Hun Kong Kiam Hoat.

Lelaki berambut merah cepat-cepat menarik kembali serangannya, tetapi, telah terlambat Ketika ia menarik kembali tangannya, Teng Thian Sin Cin telah menusuk telapak tangannya, Betapa gusarnya lelaki berambut merah, maka ia membentak keras sambil meloncat ke belakang.

Di saat itu, Swat Lo Kongcu bertepuk tangan tiga kali, seketika para gadis pemain musik dan penari segera mundur dari tempat itu.

Setelah berhasil melukai telapak tangan lelaki berambut merah, Bee Kun Bu tidak mau lama-Iama di situ, Tapi sebelum badannya bergerak, Swat Lo Kongcu telah berseru dengan suara nyaring.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Senjata yang luar biasa! Tinggalkan senjata itu, agar nyawamu diampuni! Kalau tidak, engkau pasti mati dengan tubuh tak utuh!"

"Hm!"

Dengus Bee Kun Bu.

"Engkau sungguh bermulut besar!"

Sambil menyahut Bee Kun Bu memandang pada nya.

Tampak sepasang mata Swat Lo Kongcu menyorot anch, sehingga membuat Bee Kun Bu nyaris terkulai Kini Bee Kun Bu semakin yakin, bahwa Swat Lo Kongcu memiliki semacam ilmu sesat yang dapat membetot sukma orang.

Bee Kun Bu segera menghimpun hawa murninya, dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Hi hi!"Swat Lo Kongcu tertawa cekikikan "Sungguh besar nyalimu, bukan cuma berani menerobos masuk daerah Miauw, bahkan berani pula melukai Liat Pah To, ketua suku Miauw!"

Liat Pah To?

Nama tersebut membuat Bee Kun Bu tersentak kaget, dan sekaligus memandang lelaki berambut merah.

Lelaki berambut merah juga menatapnya dengan penuh kegusaran, namun tetap berdiri diam di tempat.

"Jadi engkau adalah Liat Pah To?"

Tanya Bee Kun Bu. Liat Pah To menggeram, lalu mendadak menyerang Bee Kun Bu, tapi keburu dicegah oleh Swat Lo Kongcu. Tunggu!"

Liat Pah To langsung diam di tempat, kelihatannya ia sangat menurut pada Swat Lo Kongcu.

"Sudah tahu kesalahanmu?"

Tanya Swat Lo Kongcu pada Bee Kun Bu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kalian berdua begitu sadis,"

Sahut Bee Kun Bu.

"Aku hanya ingin menolong gadis itu, tetapi kalian malah menyerangku, Jadi siapa yang bersalah?"

"Hm!"

Dengus Swat Lo Kongcu dingin.

"Oh ya!"

Bee Kun Bu teringat sesuatu.

"Aku ingin bertanya sesuatu padamu!"

"Engkau ingin menanyakan apa?"

Swat Lo Kongcu tersenyum.

"Apakah ada dua lelaki dan satu wanita berada di Tok Sui Tong?"

Tanya Bee Kun Bu, yang dimaksudkannya adalah Kun Lun Sam Cu.

"Ada atau tidak, kau mau apa?"

Sahut Swat Lo Kongcu acuh tak acuh.

"Kenapa harus banyak bicara dengannya?"

Sela Liat Pah To tidak senang, lalu bersiap menyerang Bee Kun Bu.

"Maukah engkau diam?"

Swat Lo Kongcu melotot "Baik, itu terserah engkau saja,"

Sahut Liat Pah To, lalu diam.

Bee Kun Bu tahu jelas kedudukan Liat Pah To, tapi setelah menyaksikan itu, ia sudah tahu bahwa Liat Pah To dikuasai Swat Lo Kongcu, Oleh karena itu, Bee Kun Bu lebih berhatihati menghadapi Swat Lo Kongcu.

"Kalau ada, lepaskan mereka,"

Ujar Bee Kun Bu.

"Oh?"

Swat Lo Kongcu tertawa.

"Apa hubunganmu dengan mereka?"

Tiada hubungan apa-apa!"

Sahut Bee Kun Bu terpaksa berdusta, agar Swat Lo Kongcu tidak mengetahui hubungannya dengan Kun Lun Sam Cu.

"Wuaht"

Swat Lo Kongcu tertawa lebar.

"Jelas engkau berbohong!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Wajah Bee Kun Bu langsung memerah, dan ia tidak tahu harus menyahut ap&, sedangkan Swat Lo Kongcu menatapnya tajam.

"Engkau datang ke mari tentu demi tiga orang itu, bukan?"

Tidak salah!"

Bee Kun Bu mengangguk "Harap engkau sudi melepaskan mereka bertiga!"

"ltu gampang!"

Swat Lo Kongcu sambil tertawa licik "Asal engkau bersedia meninggalkan senjata itu di sini!"

Betapa girangnya Bee Kun Bu, sebab Swat Lo Kongcu ingin menukar Kun Lun Sam Cu dengan senjata tersebut "Baik!"

Bee Kun Bu mengangguk, lalu melempar senjata itu ke arah Swat Lo Kongcu.

padahal saat ini, Bee Kun Bu mengandal Teng Thian Sin Cin mengalahkan Liat Pah To, namun senjata itu malah diberikan pada Swat Lo Kongcu, otomatis membuat dirinya dalam bahaya.

Karena Swat Lo Kongcu menyatakan akan melepaskan Kun Lun Sam Cu, asal Bee Kun Bu bersedia menyerahkan senjata itu padanya, maka karena girangnya Bee Kun Bu tidak berpikir panjang lagi, langsung menyerahkan Teng Thian Sin Cin pada Swat Lo Kongcu.

Ketika melihat Bee Kun Bu melemparkan senjata itu, dapat dibayangkan betapa girangnya Swat Lo Kongcu, ia menjulurkan tangannya untuk menerima senjata tersebut dengan wajah berseri, kemudian mendadak bersiul panjang.

Suara siulan itu membuat Bee Kun Bu tersentak sadar ia menyesal sekali menyerahkan senjata itu pada Swat Lo Kongcu.

Bee Kun Bu in'gin merebut kembali senjata itu, tetapi Swat Lo Kongcu telah meloncat ke belakang beberapa depa.

"Aku sudah menyerahkan senjata itu, cepatlah lepaskan ke tiga orang itu!"

Ujar Bee Kun Bu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Hi hi!"

Swat Lo Kongcu tertawa cekikikan "Engkau telah tertipu!"

Bee Kun Bu gusar sekali, ia langsung menerjang ke arah Swat Lo Kongcu, tetapi Liat Pah To bergerak menghadang di hadapan Bee Kun Bu.

Karena tahu Liat Pah To berkepandaian jauh lebih tinggi dari padanya, maka Bee Kun Bu tidak berani mengadu pukulan dengannya, Ketika Liat Pah To menyerang Bee Kun Bu cuma mengerahkan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu untuk menghindar, dan sekaligus mengejar Swat Lo Kongcu yang telah kabur dengan membawa senjata itu.

Mendadak Bee Kun Bu merasa ada desiran angin di belakangnya, ia tahu bahwa Liat Pah To telah menyerangnya lagi, Oleh karena itu, ia segera melesat ke depan, namun Liat Pah To tetap mengejarnya, sambil melancarkan pukulanpukulan yang amat dahsyat Bee Kun Bu cepat-cepat menggunakan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu, dan berhasil mengelak pukulan-pukulan itu, bahkan sekaligus mengejar Swat Lo Kongcu, Akan tetapi, karena Liat Pah To bergerak cepat menyerang Bee Kun Bu, maka terpaksa lah Bee Kun Bu menghindar lagi dengan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu.

Liat Pah To mengejar Bee Kun Bu sambil me-nyerang, sedangkan Bee Kun Bu menghindar sambil mengejar Swat Lo Kongcu, Tak lama mereka sudah sampai di tikungan tebing, Setelah menikung, Bee Kun Bu melihat sebidang tanah datar di depan.

ia melesat ke arah tanah datar itu, Tiba-tiba terdengar suara tambur dari empat penjuru, Begitu mendengar suara tambur itu, Liat Pah To tertegun kemudian membalik dan meninggalkan tempat itu.

Bee Kun Bu terheran-heran ketika melihat Liat Pah To tidak mengejarnya lagi, Kemudian ia berhenti, dan suara tambur itu semakin mendekat

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu tidak tahu pertanda apa suara tambur itu, namun ia telah mengambil keputusan untuk meninggalkan tempat itu, agar tidak menimbulkan urusan lain Akan tetapi ia masih merasa penasaran, karena senjatanya telah jatuh ke tangan Swat Lo Kongcu, dan karena itulah ia tetap berdiri diam di tempat sementara suara tambur itu bertambah dekat Bee Kun Bu mendongakkan kepala untuk melihat, dan seketika juga ia terkejut bukan main.

Ternyata muncul ratusan ofang Miauw berpakaian aneh lalu mengurung tempat itu, dan tampak puluhan orang di antara mereka sedang memukul tambur Wajah mereka tampak berwarna hijau dan merah, sungguh menyeramkan Walau Bee Kun Bu berkepandaian tinggi, namun tampak gentar juga hatinya ketika dikurung oleh ratusan orang Miauw, Lagi pula ia tidak mau membunuh sembarangan "Kalian mau apa?"

Tanya Bee Kun Bu berteriak Mereka terus maju dengan tombak di tangan, dan tanpa ada seorang pun di antara mereka yang menyahut pertanyaan Bee Kun Bu.

"Kalau kalian tidak mau bersuara, aku tidak akan berlaku sungkan-sungkan lagi terhadap kalian!"

Bentak Bee Kun Bu.

Begitu ia membentak, suara tambur itu berhenti, dan orang-orang Miauw itu pun berhenti di hadapan Bee Kun Bu.

Bee Kun Bu tidak tahu apa tujuan mereka me-ngurungnya, maka ia membentak lagi.

"Cepatlah kalian minggir, biar aku pergi!"

Akan tetapi, orang-orang itu tetap berdiri di tempat, dan menatap Bee Kun Bu dengan mata melotot Bee Kun Bu gugup, sebab ia telah kehilangan jejak Swat Lo Kongcu, bahkan terpisah pula dengan Pek Yun Hui dan Sie

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bun Yun, ia ingin bergerak meninggalkan tempat itu, namun orang-orang Miauw itu ikut bergerak menghadang.

Bee Kun Bu merasa tidak tega melukai orang-orang Miauw itu, maka ia terpaksa berdiri diam di tempat Pada saat itu pun orang-orang Miauw tersebut tidak bergerak lagi.

Mereka sama-sama diam hampir setengah jam.

Ke-mudian terdengar lagi suara tambur di kejauhan, yang makin lama makin mendekat, membuat wajah orang-orang Miauw yang mengurung Bee Kun Bu berubah serius.

orang-orang Miauw tersebut langsung minggir, dan ketika itu juga tampak seseorang berpakaian warna-wami berjalan masuk.

Bee Kun Bu memandang ke arah orang berpakaian warnawarni, namun orang itu telah berada di depannya, Sungguh cepat dan aneh gerakannya.

***** Bab ke 34 -Orang Berpakaian Aneh Mohon Bantuan Bee Kun Bu terkejut, lalu menatap orang itu dengan penuh perhatian Orang itu berusia lima puluhan wajahnya berwarnawarni pula, dan tangannya memakai kerincingan tembaga.

Setelah berada di hadapan Bee Kun Bu, orang itu menggerakkan lengannya, sehingga kerincingan itu terus berbunyi Bee Kun Bu tertegun Swat Lo Kongcu memiliki ilmu sesat melalui matanya, Mungkinkah orang ini memiliki semacam ilmu sesat pula melalui kerincingannya?

pikir Bee Kun Bu dan cepat-cepat menghimpun hawa murninya Mendadak orang itu berloncat-loncatan mengelilingi Bee Kun Bu sambil mengangkat tangannya, dan kerin-cingannya terus berbunyi Tentunya membuat Bee Kun Bu terheranheran, namun ia tetap diam saja

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Hampir setengah jam orang itu berloncat-loncatan mengelilingi Bee Kun Bu, dan kerincingannya pun terus berbunyi, tetapi tidak tampak ada keanehan apa pun.

itu membuat Bee Kun Bu semakin tereengang Ke-mudian menengok ke sekelilingnya.

Sungguh mengherankan wajah orang-orang Miauw yang mengurung Bee Kun Bu tadi, tampak begitu gembira.

Berselang beberapa saat kemudian, orang itu berhenti berloncat-loncatan, lalu mendadak menjatuhkan diri berlutut di hadapan Bee Kun Bu.

Begitu pula ratusan orang Miauw itu.

Kejadian yang tak terduga itu membuat Bee Kun Bu terbelalak dengan mulut ternganga lebar "Kalian mau apa?"

Tanya Bee Kun Bu menggunakan Lweekangnya, maka suaranya terdengar jelas dan lantang Orang berpakaian warna-warni itu bangkit berdiri, kemudian berteriak dengan bahasa Miauw, namun ratusan orang Miauw yang berlutut itu sama sekali tidak berani bergerak "Kami mohon Tuan mengerjakan sesuatu!"

Sahut orang berpakaian aneh dengan bahasa Han.

"Asal aku bisa mengerjakannya, aku pasti membantu kalian,"

Ujar Bee Kun Bu sungguh-sungguh.

Orang berpakaian aneh membalikkan badannya, lalu berkata pada ratusan orang Miauw itu dengan bahasa mereka.

seketika terdengarlah suara tepuk sorak yang riuh gemuruh, dan karena itulah Bee Kun Bu lalu berkata.

"Kalian menghendaki aku mengerjakan apa, harap beritahukan padaku!"

Tidak leluasa kita bicara di sini, lebih baik Tuan ikut kami,"

Sahut orang berpakaian aneh.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"lkut kalian ke mana?"

Tanya Bee Kun Bu dengan kening berkerut Sikap Bee Kun Bu yang kurang senang itu membuat semua orang Miauw jadi cemas, bahkan suasana pun berubah hening sekali Karena itu, Bee Kun Bu yakin bahwa pasti ada sesuatu yang sangat penting, namun entah dapat dikenakannya atau tidak.

ia ingin menolak tapi merasa tidak tega.

Tidak begitu jauh,"

Orang berpakaian aneh menunjuk ke depan.

"Di depan itu."

Bee Kun Bu berpikir, lama sekali barulah manggutmanggut "Baiklah, aku ikut kalian ke sana!"

"Bagus! Bagus!"

Orang berpakaian aneh tertawa gembira, kemudian mengibaskan tangannya ke arah orang-orang Miauw, seketika juga orang Miauw itu bangkit berdiri sambil bertepuk sorak.

Orang berpakaian aneh berjalan duIuan, dan Bee Kun Bu mengikutinya dari belakang, sedangkan ratusan orang Miauw mengiringi mereka berdua sambil berteriak-teriak dan memukul tambur Kini Bee Kun Bu pereaya, bahwa orang berpakaian aneh itu adalah pemimpin ratusan orang Miauw tersebut "Sebetulnya engkau Tongcu mana?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Aku bukan Tongcu,"

Sahut orang berpakaian aneh dengan air muka berubah Bee Kun Bu tertegun ia memang tidak tahu jelas tentang suku Miauw itu.

Kalau orang berpakaian aneh bukan Tongcu, bagaimana mungkin bisa memimpin begitu banyak orang?

Ketika Bee Kun Bu sedang berpikir, orang berpakaian aneh menunjuk ke depan seraya ber-kata.

"Sudah sampai,"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu memandang ke depan, Tampak olehnya sebuah lembah yang agak gelap, Orang berpakaian aneh berjalan melalui lembah itu, dan Bee Kun Bu tetap mengikutinya dari belakang.

Ke luar dari lembah itu, terbentanglah dataran yang luas, dan di sana tampak rumah-rumah orang Miauw, Begitu tiba di tempat itu, orang-orang Miauw tersebut berhenti berteriak dan memukul tambur, lalu bubar Kemudian orang berpakaian aneh mengajak Bee Kun Bu ke salah satu rumah yang ada di situ, Setelah duduk, barulah orang berpakaian aneh itu berkata.

"Kami suku Miauw, kalau tidak memperoleh bantuanmu mungkin akan habis."

"Eh?"

Bee Kun Bu terperangah.

"SebetuInya siapa engkau, kenapa begitu memastikan aku mampu menolong suku Miauw?"

"Aaaakh,,.!"

Orang berpakaian aneh menarik nafas panjang.

"SebetuInya aku adalah Tay Cih Su (Dukun) dari Cit Tong Tongcu di daerah Miauw ini,"

"Oh?"

Bee Kun Bu terbelalak, namun ia tahu bahwa orangorang Miauw memang mempereayai tahyul, maka kedudukan Tay Cin Su sangat tinggi, Akan tetapi kenapa ia tinggal di rumah gubuk ini?

itu membuat Bee Kun Bu tidak habis berpikir.

"Akan tetapi..."

Lanjut Tay Cih Su.

"Kini Tok Sui Tongcu dan Liat Pah To bergabung untuk menundukkan Tongcu-tongcu lain, Kemudian mereka pun sembarangan membunuh, sehingga sekarang cuma tersisa enam ratus orang yang ikut aku tinggal di sini, Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu takut akan kekuatan setan iblisku, maka mereka berdua tidak berani datang ke mari mencelakaiku Begitu mendengar apa yang dikatakan Tay Cih Su, hampir saja Bee Kun Bu tertawa geli, Tapi memang ada benarnya juga apa yang dikatakan Tay Cih Su itu, sebab tadi ketika Liat

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Pah To mengejar Bee Kun Bu, begitu mendengar suara tambur, langsung pergi begitu saja, itu membuktikan bahwa Liat Pah To takut terhadap dukun tersebut Padahal sesungguhnya, Tay Cih Su itu sama sekali tidak mengerti ilmu silat, namun ia seorang Dukun Sakti df.

daerah Miauw, sedangkan Liat Pah To juga orang Miauw, maka pereaya bahwa Tay Cih Su itu memiliki ilmu-ilmu gaib yang amat sakti, karena itu, ia pun merasa takut pada Tay Cih Su itu.

"Akan tetapi.,."

Lanjut Tay Cih Su sambil menarik nafas panjang.

"Kami pun tidak bisa melenyapkan dia dan Swat Lo Kongcu itu, sebab kepandaian mereka berdua sangat tinggi, Bahkan kami telah mengorbankan lebih dari dua ratus orang."

"Aku....,"

Bee Kun Bu menarik nafas dalam-dalam.

"Dengarkan dulu!"

Potong Tay Cih Su cepat, sebetulnya Bee Kun Bu ingin memberitahukan bahwa dirinya juga tidak mampu menandingi Liat Pah To, namun sebelum dicetuskannya telah dipotong oleh Tay Cih Su.

"Kepandaian Liat Pah To memang tinggi sekali, dan tiada seorang pun yang dapat mendekati nya."

SIAM HOK S!N CIM Jttld 5 89

"Terus terang,"

Bee Kun Bu tersenyum getir.

"Aku juga tidak mampu melawan Liat Pah To."

"Kalau engkau bersedia menolong laksaan nyawa orang Miauw, janganlah menolak dengan suatu alasan!"

Ujar Tay Cih Su sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Lagipula tadi engkau telah mengabuIkannya."

"Aku...."

Wajah Bee Kun Bu agak kemerah-merahan.

"Aku,., aku berkata sesungguhnya, itu bukan suatu alasan."

"Tapi ada orang melihat tanganmu dapat mengeluarkan kilat melukai telapak tangan Liat Pah To hingga berdarah, itu pasti benar kan?"

Tay Cih Su menatapnya.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Apa?"

Bee Kun Bu terbelalak Tanganku bisa mengeluarkan kilat?"

"Benar."

Tay Cih Su manggut-manggut.

"Lagipula aku tadi telah mengerahkan ilmu gaib menyerangmu bahkan juga telah kesurupan jin sehingga bedoncat-loncatan di hadapanmu, tapi.,, engkau tidak terpengaruh sama sekali, itu pertanda engkau memang dewa dari kahyangan."

Penjelasan Tay Cih"

Su membuat Bee Kun Bu ternganga mu!utnya, Yang dimaksudkan kilat itu tentunya adalah Teng Thian Sin Cin, yang telah menusuk telapak tangan Liat Pah To.

Kebetulan ada orang Miauw me-nyaksikannya, sehingga mengira tangan Bee Kun Bu bisa mengeluarkan kilat Oleh karena itu, Tay Cih Su bersama beberapa ratus orang Miauw mengundang Bee Kun Bu ke tempat ini.

Kalau belum kehilangan Teng Thian Sin Cin, Bee Kun Bu pasti akan membasmi Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu, Namun kini, senjata itu telah hi!ang, tentunya ia tidak mampu melawan Liat Pah To lagi.

Tay Cih Su!

Maukah engkau mendengar beberapa patah kataku ?"

Tanya Bee Kun Bu sambil menatapnya.

"Tentu! Tentu!"

Tay Cih Su manggut-manggut "Apa yang engkau katakan tadi tidaklah begitu benar Yang benar, aku memang memiliki sebuah benda pu-saka."

Ujar Bee Kun Bu memberitahukan "Benda pusaka itu berhasil melukai telapak tangan Liat Pah To. Namun sekarang... benda pusaka itu tidak berada di tanganku lagi."

Tay Cih Su kelihatan tidak begitu pereaya, maka Bee Kun Bu cepat-cepat menjelaskan "Benda pusaka itu adalah Teng Thian Sin Cin. Aku terpedaya oleh Swat Lo Kongcu, dan kini dia telah membawanya kabur"

"Be... benarkah itu?"

Tanya Tay Cih Su dengan air muka berubah.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Benar!"

Bee Kun Bu mengangguk "Lantaran perbuatan Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu sangat sadis, maka aku bertarung dengan mereka.

Kalau Teng Thian Sin Cin masih berada di tanganku, kalian tidak perlu bermohon, aku pasti membasmi mereka berdua."

"Aaakh...r Tay Cih Su menarik nafas panjang.

"Ben-cana di daerah Miauw, kapan akan berhenti?"

Bee Kun Bu diam ia pun turut berduka dalam hal tersebut Berselang sesaat ia berkata sungguh-sungguh. Tay Cih Su tidak usah putus asa!"

"Apa kah engkau punya cara lain untuk membunuh Liat Pah To?"

Tanya Tay Cih Su penuh harap. Terus terang, aku datang di daerah Miauw tidak seorang diri,"

Jawab Bee Kun Bu memberi tahu kan.

"Ma-sih ada dua temanku, yang kepandaiannya jauh di atasku, dan kalau kami bertiga bergabung...."

Mendengar tentang itu, wajah Tay Cih Su tampak berseri dan segera bertanya dengan nada gembira.

"Di mana ke dua temanmu itu?"

"Aku kehilangan jejak mereka, maka bertemu Liat Pah To."

"ltu tidak apa-apa,"

Ujar Tay Cih Su.

"Aku akan mengutus beberapa orang untuk mencari mereka."

"Ng!"

Bee Kun Bu manggut-manggut "Mereka berdua sepasang lelaki dan wanita, usia mereka masih muda dan wanita itu sangat cantik, Tidak sulit mengenali merekah Tay Cih Su mengangguk, lalu berjalan ke tuar.

Bee Kun Bu duduk seorang diri di situ, tetapi tak seberapa lama kemudian Tay Cih Su sudah kembali lagi.

"Aku sudah mengutus tiga puluh orang untuk pergi mencari mereka,"

Tay Cih Su memberitahukan "Asal mereka berdua

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

masih berada di daerah Miauw ini, tentunya tidak sulit menemukan mereka."

"Asal bisa menemukan mereka, kita mempunyai harapan untuk membasmi Liat Pah To dan Swat Lo Kong-cu,"

Ujar Bee Kun Bu dan menambahkan "Terus terang, tiga orang familiku terkurung di Tok Sui Tong, maka aku harus menolong mereka."

"Kalau begitu, beristirahatlah engkau di sini!"

Ujar Tay Cih Su mengusulkan "Terimakasih!"

Ucap Bee Kun Bu.

ia memang harus menunggu Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun, sebab kalau bergerak seorang diri, itu sungguh membahayakan Setelah Tay Cih Su meninggalkan gubuk itu, Bee Kun Bu memandang ke luar, ternyata hari sudah mulai gelap, Tampak obor-obor menyala di sekitar tempat tersebut, dan orangorang Miauw pun berkumpul di situ.

Bee Kun Bu bangkit berdiri, dan menutup pintu lalu berjalan ke dalam untuk beristirahat Mungkin ia terlalu lelah, karena tidak pernan berisiiranat dalam beberapa hari ini, maka begitu menyentuh tempat tidur, tidurnya pun langsung pu!as.

Sinar mentari menerobos ke dalam gubuk itu, membuat Bee Kun Bu terjaga dari tidurnya.

Ternyata hari "

Sudah siang, Bee Kun Bu merasa segar karena tidurnya sangat nyenyak, tapi mendadak ia merasa aneh pada badannya.

ia segera memandang badannya, Betapa terkejut dan gusarnya, ternyata sekujur badannya tidak bisa bergerak sama sekali, karena telah diikat kencang dengan semacam tali.

Bee Kun Bu cepat-cepat menghimpun hawa mur-ninya, namun begitu menghimpun hawa murninya, sekujur badannya malah terasa sakit sekali.

Kini ia baru sadar, bahwa dirinya telah kehilangan kepandaiannya, tentunya ada orang meracuninya semalam.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tay Cih Su! Tay Cih Su!"

Teriak Bee Kun Bu.

pintu terbuka, dan dua orang berjalan masuk mendekati tempat tidur, Begitu melihat dua orang itu, terkejut lah Bee Kun Bu, sebab seorang di antara mereka ternyata Co Hiong yang berhati jahat, kejam dan licik itu, sedangkan yang seorang lagi justru Tay Cih Su.

"Ha ha!"

Co Hiong tertawa gelak.

"Apa kabar, saudara Bee?"

"Apakah ini rencanamu?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Mana berani aku berbuat begitu!"

Sahut Co Hiong sambil tersenyum "lni adalah rencana Tay Cih Su!"

Tay Cih Su!"

Bentak Bee Kun Bu.

"Kuktra engkau orang baik, tidak tahunya justru malah penjahat!"

"jangan mempersalahkan aku!"

Sahut Tay Cih Su dengan air muka agak berubah.

"Bukankah engkau yang bilang, ingin menemukan ke dua temanmu?"

"Benar! Di mana mereka berdua?"

Tanya Bee Kun Bu. pertanyaan ini membuat Tay Cih Su tertegun. sementara Bee Kun Bu sangat gusar dan membentak lagi.

"Ayo bilang!"

"Bukankah ini?"

Tay Cih Su menunjuk Co Hiong.

"Phui! Engkau kusuruh mencari sepasang lelaki dan wanita!"

Sahut Bee Kun Bu.

"Benar Memang masih ada seorang nona sedang beristirahat Tay Cih Su memberitahukan. Bee Kun Bu tahu bahwa Tay Cih Su telah salah mencari orang, maka ia tidak mempedulikan yang seorang itu lagi.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kalau begitu, cepat lepaskan aku! Kenapa badanku sedemikian lemah, aku diberi racun apa hingga jadi begini?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Kami cuma menaruh racun di hidungmu agar tersedot maka engkau menjadi lemah,"

Sahut Tay Cih Su.

"Kata temanmu ini, engkau memang berasal dari kahyangan Asal engkau kembali ke wujud semula, pasti mampu mengalahkan Liat Pah To."

"Hm!"

Dengus Bee Kun Bu/"Kenapa engkau pereaya omong kosong itu?"

Tay Cih Su menjulurkan tangannya menepuk bahu Co Hiong, seraya berkata sungguh-sungguh.

"Aku pereaya omonganmu, Dia harus ditaruh di atas tumpukan kayu yang menyala, agar kembali ke wujud aslinya, sehingga mampu membasmi Liat Pah To!"

Tay Cih Su berkata sambil menunjuk ke depan.

Bee Kun Bu pun memandang ke sana, Bukan main terkejutnya karena melihat setumpukan kayu yang tingginya hampir tiga meter, dan tampak puluhan orang Miauw duduk mengelilingi tumpukan kayu itu dengan obor di tangan Menyaksikan itu, Bee Kun Bu mulai mengucurkan keringat dingin, kemudian memandang Co Hiong seraya berkata.

"Sungguh jahat rencanamu!H "Ha ha!"

Co Hiong tertawa.

"Saudara Bee, engkau harus ingat! Sebagai seorang pendekar, haruslah menolong sesama manusia! Liat Pah To begitu jahat dan berlaku sewenangwenang di daerah Miauw ini, tentunya engkau bersedia turun tangan menolong kan?"

"Setelah aku dibakar mati, jadi bisa menolong?"

Tanya Bee Kun Bu gusar "Ha ha!"

Co Hiong tertawa terbahak-bahak "Saudara Bee, jangan menolak! Engkau berasal dari kahyangan, bagaimana mungkin api dapat membakarmu? Setelah engkau dibakar,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

maka engkau akan kembali ke wujud aslimu, dan dapat membasmi Liat Pah To yang jahat itu!"

Apa yang dikatakan Co Hiong, membuat Tay Cih Su terus manggut-manggut dengan wajah berseru Betapa jahatnya hati Co Hiong, itu memang sungguh di luar dugaan siapa pun.

ia tahu bahwa Tay Cih Su dan para pengikutnya sangat mempereayai tahyul, maka ia menggunakan ketahyu!an untuk membohongi Tay Cih Su, bahwa Bee Kun Bu memang benar berasal dari kahyangan, yang harus dibakar agar kembali ke wujud aslinya, sehingga mampu membasmi Liat Pah To.

Tay Cih Su pereaya, namun sesungguhnya Co Hiong ingin meminjam tangan Tay Cih Su untuk membunuh Bee Kun Bu.

Tay Cih Su!"

Bee Kun Bu tertegun "Engkau mempereayai omongannya?"

"Benar,"

Sahut Tay Cih Su sambil mengangguk Bee Kun Bu terdiam, sama sekali tidak tahu harus bagaimana menyadarkan Tay Cih Su, si Dukun Sakti itu.

Mendadak Co Hiong maju selangkah, sambil memandang Bee Kun Bu dan tersenyum manis, Bee Kun Bu tersentak, sebab melihat senyuman ciri khas Co Hiong di saat timbul nafsu membunuhnya.

Tidak salah, Co Hiong menjulurkan tangannya untuk menekan Hu Keng Hiat, sekaligus mengerahkan Lweekangnya, dan seketika seluruh jalan darah Bee Kun Bu telah tertutup.

"Saudara Bee!"

Wajah Co Hiong tetap tampak berseri seakan sedang menghadapi teman dekat "Sudah lama aku tidak melihat engkau kembali ke wujud aslimu, Kini sudah saatnya, janganlah engkau menolak lagi!"

Bee Kun Bu tidak mampu bersuara, karena seluruh jalan darahnya telah tertutup.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kalau engkau diam, berarti engkau setuju,"

Ujar Co Hiong sambil tersenyum.

"Saudara Bee, engkau setuju atau tidak dirimu dibakar, agar bisa kembali ke wujud aslimu dan sekaligus membasmi Liat Pah To demi suku Miauw?"

Tentunya Bee Kun Bu tidak bisa bersuara, Kemudian Co Hiong tertawa gembira sambil menoleh.

"Tay Cih Su! Sudah beres, dia sudah setuju."

Walau berdiri di belakang Co Hiong, Tay Cih Su sama sekali tidak tahu kalau Co Hiong telah menutup seluruh jalan darah Bee Kun Bu.

Karena Bee Kun Bu diam saja, maka ia mengira bahwa Bee Kun Bu telah setuju, sehingga wajahnya tampak gembira sekali.

Tay Cih Su membalikkan badannya memandang ke luar, lalu berseru sekeras-kerasnya, seketika juga puluhan orang Miauw yang mengelilingi tumpukan kayu tersebut langsung bertepuk sorak, dan sekaligus memukul tambur Tak lama muncullah empat orang Miauw, yang kemudian menggotong Bee Kun Bu ke luar, Bee Kun Bu tidak bisa bergerak, karena seluruh jalan darahnya telah tertutup.

Ke empat orang Miauw itu menaruh Bee Kun Bu di atas tumpukan kayu, Setelah ditaruh di atas tumpukan kayu, Bee Kun Bu tidak dapat melihat apa yang akan terjadi di bawah, cuma dapat mendengar saja Tay Cih Su terus berteriak sedangkan suara tambur itu semakin keras, dan kadang-kadang terdengar pula suara tawa Co Hiong yang sangat keras.

Bee Kun Bu sendiri tahu, apabila tumpukan kayu itu dinyalakan, dirinya pasti mati terbakar, namun bagaimana mungkin ia dapat meloloskan diri?

ia cuma menatap langit sambil menarik nafas pan-jang, tetapi kemudian terdengar suara seorang gadis.

"Co Hiong! Mereka sedang berbuat apa?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Begitu mendengar suara itu, bergejolaklah hati Bee Kun Bu. Namun sayang sekali, ia tidak bisa bersuara sedikit pun. Ternyata suara itu suara Lie Ceng Loan.

"Di atas tumpukan kayu itu terdapat seseorang, dan kata orang-orang Miauw di sini, orang itu jelmaan dewa,"

Sahut Co Hiong sambil tertawa.

"Maka kalau dibakar, orang itu dapat terbang ke langit"

"Omong kosong, aku tidak pereayai ujar Lie Ceng Loan.

"Engkau tidak pereaya, terserah! Tapi orang-orang Miauw justru pereaya,"

Sahut Co Hiong dan tertawa lagi.

"Siapa orang yang di atas tumpukan kayu itu?"

Tanya Lie Ceng Loan mendadak "Entahlah! Aku pun tidak tahu,"

Jawab Co Hiong.

Sungguh kasihan sekali gadis itu!

Bagaimana mungkin ia akan menyangka bahwa orang yang siap dibakar itu Bee Kun Bu.

orang-orang yang diutus Tay Cih Su untuk mencari Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun, ternyata telah salah mencari orang, Yang mereka ketemukan malah Co Hiong yang bersama Lie Ceng Loan, Begitu sampai di tempat tersebut, gadis itu langsung beristirahat maka sama sekali tidak tahu kalau Bee Kun Bu juga berada di tempat itu.

ia terjaga dari tidurnya karena suara tambur itu.

Lagi pula Co Hiong tidak akan memberitahukannya, bahwa orang itu Bee Kun Bu.

Sebab entah sudah berapa kali Co Hiong ingin membunuhnya, tapi tidak pernah berhasil Kali ini, Co Hiong yakin bahwa dirinya akan berhasil, sehingga ketika berbicara dengan Lie Ceng Loan, ia sengaja mengeraskan suaranya agar didengar Bee Kun Bu, maksudnya untuk menyiksa hati Bee Kun Bu.

Memang tidaksalah, Hati Bee Kun Bu tersiksa sekali, bahkan sangat berduka, karena Lie Ceng Loan tidak tahu bahwa orang yang akan dibakar itu dirinya, ia ingin berteriak

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

sekeras-keras nya, namun tak mampu mengeluarkan suara sama sekali. Tidak bisa!"

Ujar Lie Ceng Loan mendadak "Maksudmu?"

Tanya Co Hiong heran.

"Aku tidak akan membiarkan mereka membakar tumpukan kayu itu!"

Sahut Lie Ceng Loan.

"Lho?"

Co Hiong mengerutkan kening.

"Kenapa?"

"Kalau tumpukan kayu itu dibakar, orang itu pasti akan mati terbakar! Omong kosong jelmaan dewa segala! Kita tidak boleh membiarkan orang itu dibakar hiduphidup!"

"Nona Lie!"

Ujar Co Hiong.

"ltu urusan orang-orang Miauw, kita tidak boleh turut campur!"

"Saudara Co!"

Lie Ceng Loan menatapnya tajam.

"Apa maksudmu berkata begitu?"

Mendengar pereakapan itu, hati Bee Kun Bu agak girang dan mempunyai sedikit harapan, Asal Lie Ceng Loan mau mendekati tempat itu, tentii bisa melihat orang yang akan dibakar itu Bee Kun Bu.

"Nona Lie!"

Ujar Co Hiong.

"ltu adalah kepereayaan suku Miauw di sini, sedangkan tujuan kita datang ke mari adalah mencari Kun Lun Sam Cu. Kalau kita bersalah terhadap mereka, sudah pasti mereka tidak akan bersedia membantu kita mencari Kun Lun Sam Cu."

Lie Ceng Loan diam, seandainya gadis itu mencampuri urusan yang tiada sangkut pautnya, otomatis akan menggagalkan tujuan semulanya menolong Kun Lun Sam Cu.

Oleh karena itu, ia pun terus diam saja.

***** Bab ke 35 -Lie Ceng Loan menolong Bee Kun Bu Dalam Kobaran Api

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Mendadak Tay Cih Su berteriak sekeras-kerasnya, puluhan orang Miauw itu segera bangkit berdiri, dan sekaligus berloncat-loncatan mengelilingi tumpukan kayu, dan tambur pun terus berbunyi, sedangkan Tay Cih Su berkomat-kamit seakan sedang membaca mantera.

Tak seberapa lama kemudian, tampak belasan orang Miauw itu telah mulai menyundut tumpukan kayu itu dengan api obor.

Betapa gembiranya Co Hiong, sehingga tertawa panjang dua ka!i.

Lie Ceng Loan menatapnya sambil mengerutkan kening.

"Kenapa engkau tertawa?"

Tanyanya.

"Aku tertawa karena... orang-orang Miauw itu amat bodoh,"

Sahut Co Hiong, ia masih tidak mau memberitahukan pada Lie Ceng Loan, bahwa orang itu adalah Bee Kun Bu, sebab Bee Kun Bu belum mati terbakar "Engkau tahu mereka begitu bodoh, kenapa engkau tidak menghalangi perbuatan mereka?"

Tanya Lie Ceng Loan tidak senang.

Co Hiong khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan lantaran pertanyaan tersebut maka ia segera mengalihkan pembicaraan "Nona Lie, aku sudah mendapat kabar dari Tay Cih Su tentang Kun Lun Sam Cu, Mari engkau ikut aku!"

"Sungguh?"

Tanya Lie Ceng Loan girang.

"Tentu sungguh,"

Sahut Co Hiong sambil tersenyum "Aku tidak membohongimu."

"Mereka berada di mana?"

Tanya Lie Ceng Loan lagi.

"Di Tok Sui Tong,"

Sahut Co Hiong singkat "Di Tok Sui Tong?"

Lie Ceng Loan mengerutkan kening.

"Kalau begitu, di mana Tok Sui Tong itu?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Aku sudah tahu, jadi engkau ikut aku saja,"

Co Hiong tampak serius. Gadis itu memandang ke arah tumpukan kayu itu lagi, kemudian menarik nafas panjang seraya berkata.

"Kita cuma menatap orang itu mati terbakar, tapi tidak turun tangan menolongnya, aku... aku tidak bisa tenang seumur hidup."

"Peduli amat dengan orang itu,"

Sahut Co Hiong.

"Apakah engkau tidak memikirkan guru dan paman gurumu lagi?"

Sesungguhnya Lie Ceng Loan sangat memikirkan Kun Lun Sam Cu, maka ingin segera sampai di Tok Sui Tong.

Akan tetapi, hati gadis itu memang bajik.

Di depan matanya ada orang bakal mati dibakar, maka ia merasa tidak sampai hati meninggalkan tempat itu.

otomatis menyebabkan Co Hiong jadi gugup.

Na-mun ia tidak berani begitu mendesaknya, khawatir akan ketahuan sedangkan Lie Ceng Loan terus memandang ke arah tumpukan kayu yang mulai terbakar dengan kening berkerutkerut, Kemudian gadis itu pun memandang Tay Cih Su, yang kebetulan telah berhenti berloncat-loncatan Pada waktu bersamaan, mendadak Lie Ceng Loan melesat ke arah Tay Cih Su.

Betapa terkejutnya Co Hiong.

"Nona Lie!"

Serunya.

"Mau apa engkau ke sana?"

Lie Ceng Loan tidak menghiraukan seruan Co Hiong, malah terus mendekati Tay Cih Su itu.

"Tay Cih Su! Siapa orang yang di atas tumpukan kayu itu?"

Tanya Lie Ceng Loan.

"Eh?"

Tay Cih Su tertegun "Bukankah dia teman-mu?"

Lie Ceng Loan terperangah, sedangkan Co Hiong telah sampai di situ, dan cepat-cepat berteriak

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Nona Lie! Kalau kita terlambat, tidak bisa bertemu Kun Lun Sam Cu lagi!"

Tay Cih Su bilang, orang yang di atas tumpukan kayu itu temanku. Bukankah menggelikan sekali?"

Ujar Lie Ceng Loan memberitahukan "Memang menggelikan,"

Sahut Co Hiong sambil tertawa.

"Ayolah, mari kita pergi!"

Lie Ceng Loan masih ingin menanyakan sesuatu, tetapi Co Hiong telah membentak Tay Cih Su.

"Tunggu apalagi, Tay Cih Su?"

Tay Cih Su mengangguk sambil mengibaskan tangan nya. seketika tampak belasan obor yang menyala dilempar ke arah tumpukan kayu, Dalam waktu sekejap, api pun mulai berkobar di tumpukan kayu itu.

"Saudara Cof"

Lie Ceng Loan tampak tertegun "Siapa sebenarnya orang yang di atas tumpukan kayu itu? Aku belum melihat jelas...."

"Kalaupun engkau melihat jelas juga pereuma,"

Sahut Co Hiong.

"Kenapa pereuma?"

Tanya Lie Ceng Loan.

"Ratusan orang Miauw itu masih primitif, mereka sama sekali tidak tahu aturan, Engkau ingin menghalangi perbuatan mereka, tentunya pereuma, Sebab mereka berjumlah ratusan orang, sedangkan kita hanya berdua."

"Walaupun begitu, kita harus menolong orang itu."

Tandas Lie Ceng Loan.

sementara api semakin berkobar ke atas, dan asap pun mengebul menutupi tubuh Bee Kun Bu.

Dadanya terasa sesak dan sakit karena asap, Bahkan ia pun telah melihat lidah api mulai mendekati tubuhnya,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

sehingga tubuhnya merasa panas dan keringatnya pun terus mengucur deras.

Betapa gugup dan paniknya Bee Kun Bu.

ia berusaha mati-matian menghimpun hawa murninya untuk membebaskan seluruh jalan darahnya yang tertutup itu, tetapi tetap tidak berhasil Sebab Co Hiong menggunakan ilmu Sam Im Sin Ni untuk menutup seluruh jalan darahnya, lagi pula kondisi badan Bee Kun Bu masih lemah lantaran menyedot semacam racun.

Perlahan-Iahan lidah api mulai menjilat tubuh Bee Kun Bu.

Walau merasa sakit sekali, Bee Kun Bu sama sekali tidak bisa menjerit Kelihatannya, tidak lama lagi ia akan mati terbakar Berselang sesaat, ia sudah tidak mendengar suara apa pun lagi, dan orang-orang Miauw yang mengelilingi tempat itu mendadak berteriak sementara Lie Ceng Loan masih berdebat dengan Co Hiong, Ketika mendengar suara teriakan, mereka berhenti berdebat lalu memandang ke arah tumpukan kayu yang terbakar itu.

Tampak orang-orang Miauw melangkah ke belakang Ternyata api sudah berkobar tinggi sekali, dan tumpukan kayu setinggi tiga meter itu kelihatan hampir roboh.

Co Hiong cepat-cepat meloncat ke belakang, tetapi Lie Ceng Loan masih tetap berdiri di tempat "Nona Lie, cepat mundur!"

Teriak Co Hiong.

Ketika Co Hiong berteriak, tumpukan kayu itu ro-boh.

Maka tubuh Bee Kun Bu langsung merosot ke dalam kobaran api, Lie Ceng Loan melihat sosok tubuh merosot ke dalam kobaran api, tetapi sama sekali tidak melihat jelas siapa orang itu.

Tiba-tiba Lie Ceng Loan bersiul panjang, lalu melesat ke kobaran api itu tanpa banyak berpikir lagi.

Ratusan orang Miauw, termasuk Tay Cih Su dan Co Hiong terkejut bukan main, ketika melihat Lie Ceng Loan melesat ke

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

dalam kobaran api itu, Tiada seorang pun yang dapat mencegahnya, sebab tubuh Lie Ceng Loan telah melesat bagaikan kilat Lidah-lidah api menjilat tubuhnya, tapi gadis itu sama sekali tidak merasakannya, Saat ini, ia masih tidak tahu bahwa orang yang akan ditolongnya itu Bee Kun Bu.

Ia menempuh bahaya menolong orang itu, hanya terdorong oleh rasa kemanusiaan saja.

Lie Ceng Loan menyambar tubuh Bee Kun Bu, kemudian dilemparkannya ke luar.

Karena ia mengerahkan tenaganya, maka tubuhnya sendiri merosot ke bawah.

Betapa terkejutnya gadis itu.

ia cgpat-cepat menghimpun hawa murninya agar tubuhnya melambung ke atas, lalu berjungkir balik meninggalkan kobaran api.

Setelah sepasang kakinya menginjak tanah, barulah ia menarik nafas lega sambil memandang ke depan, Tampak orang yang ditolongnya itu tergeletak beberapa meter di hadapannya.

Lie Ceng Loan masih belum melihat jelas siapa orang itu.

Namun ia bersyukur dalam hati karena telah berhasil menyelamatkan nyawa orang tersebut Lie Ceng Loan melangkah mendekati orang itu, kemudian membungkukkan badannya dan menepuk bahu orang itu seraya berkata.

"Cepatlah engkau kabur, kalau tidak mereka pasti.,.,"

Ucapan gadis itu terhenti mendadak Ternyata ia telah melihat jelas orang tersebut yang tidak lain Bee Kun Bu.

Semula Lie Ceng Loan masih mengira bahwa matanya salah lihat Namun setelah memperhatikan dengan seksama, meledaklah tangisnya, karena yang dilihatnya itu memang benar Bee Kun Bu.

"Kakak Bu!"

Serunya sambil mendekap di dada Bee Kun Bu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Lie Ceng Loan menangis bukan karena berduka, melainkan saking gembiranya karena teringat akan dirinya yang menempuh bahaya untuk menolong orang tersebut, yang tidak lain Bee Kun Bu.

Apa yang akan terjadi seandainya ia tadi tidak menempuh bahaya ,jtu?

Bukankah Bee Kun Bu akan mati terbakar?

Bee Kun Bu sendiri pun tidak menyangka, kalau yang menolong dirinya justru Lie Ceng Loan, Dapat dibayangkan betapa girangnya dan terkejutnya pemuda itu.

sementara Lie Ceng Loan masih menangis mendekap di dadanya, sama sekali tidak tahu kalau jalan darah Bee Kun Bu telah ditotok orang.

Berselang sesaat, barulah Lie Ceng Loan tersentak, karena melihat Bee Kun Bu diam saja, Semula ia mengira Bee Kun Bu telah mati, maka ia langsung menatap wajah Bee Kun Bu.

sepasang mata Bee Kun Bu terbeliak menatap Lie Ceng Loan, namun mulutnya sama sekali tidak bersuara.

Kini gadis itu tersadar, tahu kalau jalan darah Bee Kun Bu ditotok orang.

"Kakak Bu!"

Lie Ceng Loan tertawa dengan air mata masih berderai.

"Aku sungguh bodoh!"

Gadis itu segera membebaskan jalan darah Bee Kun Bu yang tertotok sedangkan racun yang melemahkan tubuh Bee Kun Bu, telah punah di saat tumpukan kayu yang berkobar itu roboh.

Oleh karena itu, setelah jalan darahnya yang tertotok itu bebas, Bee Kun Bu langsung meloncat bangun, pada waktu bersamaan, mereka berdua merasa ada sesuatu yang aneh di sekitar mereka, Ternyata tempat itu telah berubah menjadi sunyi, Kemudian mereka menengok ke sana ke mari.

Tumpukan kayu itu telah habis terbakar, hanya tampak bara di situ.

sedangkan ratusan orang Miauw mengelilingi

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

mereka, dan yang berdiri paling dekat dengan mereka adalah Tay Cih Su.

Semua orang Miauw, itu terus menatap Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan, tapi tiada seorang pun yang bersuara, sedangkan Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan tidak tahu, entah sudah berapa lama orang-orang itu mengelilingi mereka.

"Aaaakh.J"

Bee Kun Bu menarik nafas panjang dan bertanya.

"Di mana Co Hiong?"

"Orang itu jahat sekali,"

Sahut Lie Ceng Loan.

"Dia tahu engkau yang dibakar, tapi tidak mau memberitahukan padaku, Untung aku tidak pereaya omongan-nya."

"Hm!"

Dengus Bee Kun Bu.

"Dia bukan cuma tahu, bahkan dia pula yang mengusulkan agar aku dibakar."

"Oh?"

Lie Ceng Loan mengerutkan kening lalu me-noleh, tetapi tidak melihat Co Hiong.

Bee Kun Bu tahu, Co Hiong pasti sudah kabur ia menarik nafas dalam-dalam sambil menatap Tay Cih Su dengan wajah dingin.

Tay Cih Su!

Kini engkau sudah harus tahu, bahwa engkau telah tertipu,"

Ujar Bee Kun Bu. Tidak,"

Tay Cih Su menggeleng-gelengkan kepala.

"Kenapa masih tidak?"

Tanya Bee Kun Bu dengan kening berkerut "Kalau bukan karena Nona ini, saat ini engkau pasti berubah jadi dewa dan pasti menolong kami membasmi Liat Pah To itu,"

Sahut Tay Cih Su. Tay Cih Su...."

Bee Kun Bu memandangnya dengan terbelalak "Kalau begitu, engkau masih ingin membakar aku?"

Tay Cih Su maju dua langkah, kemudian mendadak menjatuhkan diri berlutut di hadapan mereka berdua, itu sangat mengejutkan Bee Kun Bu dan Ue Ceng Loan.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Eh? Engkau mau apalagi?"

Tanya Bee Kun Bu heran. Tay Cih Su tidak menyahut, malah ratusan orang Miauw itu pun segera ikut berlutut, dan sekaligus menyembah di hadapan Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan.

"Kalian mau bicara apa, bicaralah!"

Ujar Bee Kun Bu.

"Nona ini pasti Sang Dewi dari kahyangan nyatanya tadi melayang ke kobaran api, tapi tidak terbakar sama sekali,"

Sahut Tay Cih Su.

"JadL,."

Air muka Bee Kun Bu langsung berubah.

"Kalian juga ingin membakarnya?"

"Kami tidak berani,"

Ujar Tay Cih Su.

"Kalau begitu, kalian menghendaki apa?"

Tanya Bee Kun Bu dengan kening berkerut "Kami hanya ingin bermohon pada Sang Dewi, agar sudi membantu kami membasmi Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu,"

Jawab Tay Cih Su sambil membenturkan kepalanya di tanah.

"Ngl"

Bee Kun Bu manggut-manggut Tay Cih Su, kami pasti membantu kalian, Tetapi kalian jangan ter-buru-buru, pokoknya kami sudah mengabulkan permintaan kalian."

Terimakasiht"

Ucap Tay Cih Su sambil bangkit berdiri Tay Cih Su, mari kita berunding dulu!"

Ujar Bee Kun Bu.

"Bagaimana cara menuju Tok Sui Tong dan bagaimana kekuatan Liat Pah To serta Swat Lo Kongcu di sana."

"Kakak Bu! Siapa sih Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu?"

Tanya Lie Ceng Loan mendadak "Dua penjahat di daerah Miauw ini,"

Sahut Bee Kun Bu memberitahukan.

"Guru kita bertiga terkurung di Tok Sui Tong itu, sedangkan Swat Lo Kongcu telah menipu senjata Teng Thian Sin Cin."

"Apakah kepandaian mereka tinggi sekali?"

Tanya Lie Ceng Loan.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Ya."

Bee Kun Bu mengangguk Tapi Kakak Pek dan Saudara Sie Bun sudah datang ke mari. Kita berempat dan ditambah ratusan orang Miauw di sini, mungkin bisa melawan mereka."

"Kalau begitu, mari kita berangkat ke Tok Sui Tong sekarang saja!"

Ujar Lie Ceng Loan.

"Untuk apa berunding lagi?"

"Tay Cih Su! Tolong bawa kami ke Tok Sui Tong itu!"

Ujar Bee Kun Bu pada Tay Cih Su itu.

"Baik,"

Tay Cih Su mengangguk "Walau mereka berdua sangat kejam, tapi masih tidak berani membunuhku "Kenapa?"

Tanya Lie Ceng Loan heran.

"Sebab aku bisa kesurupan jin dan lain sebagainya,"

Sahut Tay Cih Su sungguh-sungguh.

"Oh?"

Lie Ceng Loan tertawa geli "Kenapa engkau tertawa? Kalau aku tidak memiliki kepandaian gaib itu, mungkin diriku sudah lama mati di tangan Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu,"

Ujar Tay Cih Su.

Bee Kun Bu khawatir Tay Cih Su itu akan ter-singgung, maka ia segera memberi isyarat pada Lie Ceng Loan, agar gadis itu diam.

Lie Ceng Loan meleletkan lidahnya, dan tidak berani bersuara lagi.

Tak seberapa lama kemudian, mereka bertiga ke luar dari lembah itu, dan barulah Tay Cih Su menarik nafas panfang.

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan menoleh ke arah Tay Cih Su, dan Dukun Sakti itu segera berkata memberitahukan "Dua tahun lalu aku telah memimpin orang-orang untuk menyerang Tok Sui Tong, tapi hampir separuh orang-orang yang kupimpin itu mati di tangan Tok Sui Tong.

Sebab tempat itu sangat berbahaya, maka sulit untuk memperoleh kemenangan di sana."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Bagaimana situasi tempat itu?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Sulit dijelaskan."

Tay Cih Su menggelengkan kepala.

"Nanti sampai di sana engkau akan mengetahuinya."

Bee Kun Bu tidak banyak bertanya lagi, dan terus mengikuti Tay Cih Su itu, Tak terasa, hari pun sudah mulai senja.

Mereka telah melewati beberapa buah bukit, dan beberapa saat kemudian sampailah di atas sebuah puncak.

"Kalian berdua sudah melihat?"

Tanya Tay Cih Su sambil menunjuk ke bawah.

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan memandang ke bawah, Di sana tampak sebuah telaga yang amat besar.

Sungguh indah telaga itu, apalagi tertimpa sinar matahari senja, permukaan telaga itu tampak kemerah-merahan.

Di tengah-tengah telaga itu, terdapat sebuah pulau yang penuh ditumbuhi pepohonan dan rumput-rumput hijau.

Di pulau itu tampak sebuah gunung dan rumah-rumah batu.

"Apakah itu Tok Sui Tong?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Benar."

Tay Cih Su mengangguk sambil menarik nafas.H sebetulnya pulau itu berpenghuni hampir sepuluh ribu orang, Namun beberapa tahun lalu, Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu mengusir mereka dan banyak di antara mereka yang tidak mau pergi, ditenggelamkan di telaga itu."

"Sungguh kejam mereka berdua!"

Lie Ceng Loan menggeleng-gelengkan kepala.

"Kalian lihat, rumah batu yang berada di puncak gunung itu adalah tempat tinggal Liat Pah To bersama Swat"

Lo Kongcu, Di tempat itu juga terdapat penjaga yang mengawasi telaga, Kalau ada apa-apa di permukaan telaga itu, mereka pasti mengetahuinya."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"ltu tidak perlu kita takuti,"

Ujar Lie Ceng Loan.

"Ada sesuatu yang tidak diketahui DewL."

Sahut Tay Cih Su.

"Hi hi!"

Lie Ceng Loan tertawa cekikikan karena Tay Cih Su memanggilnya Dewi, Tay Cih Su melanjutkan tanpa menghiraukan suara tawanya.

"Swat Lo Kongcu memelihara ratusan ekor burung buas, yaitu burung elang merah yang sangat besar dan buas, sepasang cakar elang merah itu mampu mengangkat batu besar Kalau ada perahu menuju pulau itu, maka burungburung elang merah mengangkat batu dan ditimpakan pada perahu tersebut."

"Apakah tiada seorang yang mahir berenang menuju pulau itu?"

Tanya Bee Kun Bu mendadak Tempat itu disebut Tok Sui Tong...."

Tay Cih Su tersenyum getir Terkejutlah Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan, sehingga mereka berdua bertanya serentak "Apakah air telaga itu beracun?"

"Ya."

Tay Cih Su mengangguk "Telaga itu begitu besar, bagaimana mungkin airnya beracun?"

Bee Kun Bu kurang pereaya.

"Air telaga itu.-."

Tay Cih Su memberitahukan.

"Kami menamai Tho Hoa Sui (Air Bunga Persik)."

Bee Kun Bu memandang ke arah telaga itu lagi.

Walau hari sudah mulai gelap, namun permukaan telaga itu masih tampak kemerah-merahan bagaikan warna buah persile Ternyata warna itu bukan karena tertimpa oleh sinar matahari senja, melainkan memang begitu warna air telaga tersebut "Air telaga itu bersumber pada sebuah air terjun di dalam sebuah lembah."

Tay Cih Su menjelaskan "Di dalam lembah itu tumbuh pohon persik liar yang buahnya mengandung

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

racun, sedangkan air terjun itu mengalir melewati lembah tersebut menuju telaga, otomatis air telaga jadi beracun, Kalian lihat, bukankah tampak tulang belulang di pinggir telaga itu?"

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan memandang ke pinggir telaga itu, Di situ tidak tumbuh pohon maupun rumput apa pun, hanya terlihat tulang belulang binatang, Mungkin binatang-binatang di sana meminum air telaga itu, akhirnya mati keracunan di situ.

"Kalau begitu, apabila perahu terbalik, bukankah orang di dalam perahu pasti mati?"

Ujar Lie Ceng Loan.

"Benar."

Tay Cih Su mengangguk "Oleh karena itu, kami mohon bantuan Dewi,"

Mendengar itu, Lie Ceng Loan tersenyum getir sambil memandang Bee Kun Bu. Mereka berdua tahu, bahwa tidak gampang menolong Kun Lun Sam Cu yang terkurung di Tok Sui Tong itu.

"Bagaimana kalau kita ke sana di malam hari?"

Tanya Bee Kun Bu mendadak "ltu tidak bisa sama sekali,"

Sahut Tay Cih Su sambil menggelengkan kepala.

"Kenapa?"

Bee Kun Bu menatapnya "Sebab di malam hari, ratusan elang merah terus-menerus terbang di atas telaga itu...."

Ketika Tay Cih Su berkata sampai di sini, mendadak terdengar suara pekikan yang tak menyedapkan telinga, Tay Cih Su segera menunjuk ke depan.

"Lihatlah!"

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan memandang ke arah yang ditunjuk Tay Cih Su.

Tampak ratusan elang merah terbang kian ke mari di atas telaga, dan sepasang cakar burungburung itu pun mencengkeram batu yang berukuran cukup besar, bersiap menimpa apabila ada perahu berlayar di telaga itu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kakak Bu!"

Lie Ceng Loan mengerutkan kening.

"Bagaimana baiknya?"

Bee Kun Bu berpikir lama sekali barulah berkata kepada Tay Cih Su.

"Engkau boleh pulang sekarang, tapi utuslah orangorangmu mencari ke dua temankut Kali ini jangan sampai salah lagi!"

Pesan Bee Kun Bu.

"Ke dua temanku itu bernama Pek Yun Jlui dan Sie Bun Yun, Kalau menemukan mereka, tolong suruh mereka ke mari, kami tunggu mereka di sini."

"Ya."

Tay Cih Su mengangguk, lalu meninggalkan Lie Ceng Loan dan Bee Kun Bu.

"Kakak Bu!"

Ujar Lie Ceng Loan.

"Kita merobohkan partai Thian Liong, Kim Hun Tokouw di Pit Sia Kiong dan Kai Thian Kauw, kita meraih kemenangan dalam keadaan krisis, Tapi kali ini,.,."

"Adik Loan!"

Bee Kun Bu menatapnya.

"Bagaimana kali ini?"

"Kali ini tujuan kita justru ingin menolong guru bertiga.,."

Jawab Lie Ceng Loan dengan air mata mulai berderai.

"Namun kelihatannya tiada harapan, sebab kita sama sekali tidak mampu mendekati pulau itu."

Bee Kun Bu terdiam, karena apa yang dikatakan Lie Ceng Loan memang berdasarkan kenyataan, lama sekali barulah ia membuka mulut "Adik Loan, aku yakin pasti ada jalan, Engkau jangan terlampau cemas!"

"Jalan apa?"

Tanya Lie Ceng Loan sambil menatapnya.

"Lebih baik kita tunggu Kakak Pek dan Saudara Sie Bun ke mari saja,"

Sahut Bee Kun Bu.

"Sekarang mari kita beristirahat!"

"Kakak Bu!"

Lie Ceng Loan menarik nafas.

"Aku tidak bisa tidur."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Karena Lie Ceng Loan tidak mau tidur, maka Bee Kun Bu tetap berdiri di sisi gadis itu, dan mereka berdua terusmenerus memandang ke arah telaga.

Telaga itu tampak begitu indah, Airnya pun tenang kemerah-merahan, Kalau mereka berdua tidak tahu, bagaimana mungkin pereaya bahwa air telaga itu mengandung racun ?

"Kakak Bu!"

Tanya Lie Ceng Loan.

"Menurutmu apa yang sedang dialami guru bertiga di pulau itu?"

"Adik Loan, itu tidak perlu diceniaskan,"

Sahut Bee Kun Bu.

"Kakak Bu, guru bertiga pasti sedang disiksa!"

Ujar Lie Ceng Loan sambil memandangnya.

"Kenapa engkau tidak merasa cemas ?"

"Adik Loan, apakah engkau lupa? Guru bertiga masih dalam keadaan tidak waras.,.,"

"ltu lebih celaka."

Air mata gadis itu mulai meleleh. sesungguhnya Bee Kun Bu sangat cemas dan berduka dalam hati, tapi tidak diperlihatkan di hadapan Lie Ceng Loan. itu agar tidak membuat gadis tersebut bertambah sedih.

"Karena guru bertiga dalam keadaan tidak waras, maka tidak merasakan apa-apa,"

Ujar Bee Kun Bu dengan suara rendah.

"Aaakh...!"

Lie Ceng Loan menarik nafas, kemudian mendadak berjalan ke bawah.

"Adik Loan!"

Bee Kun Bu terkejut "Engkau mau ke mana?"

TOau ke telaga itu melihat-lihat,"

Sahut Lie Ceng Loan. Tunggu!"

Seru Bee Kun Bu.

"Aku akan menemanimu ke sanaPV *****

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bab ke 36 -Menyeberang Telaga Beracun Dengan Pakaian Aneh!

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan terus berjalan menuju telaga itu, dan tak seberapa lama kemudian, mereka sudah sampai di tepi nya.

seketika itu juga Lie Ceng Loan terbelalak ternyata gadis itu melihat begitu banyak tulang belulang yang berserakan di tepi telaga tersebut, otomatis membuatnya merinding.

Lie Ceng Loan segera menggenggam tangan Bee Kun Bu erat-erat Mereka berdua berdiri di tepi telaga, Memang indah sekali telaga itu, Mendadak tampak sosok bayangan berkelebat ke tepi telaga, Ternyata seekor rusa yang ingin minum.

"Hei! Rusa kecil, jangan minum! Air itu beracun!"

Seru Lie Ceng Loan.

Seruan Lie Ceng Loan membuat rusa itu terkejut, dan langsung meloncat, tapi ujung lidahnya telah menyentuh air telaga.

Rusa itu meloncat pergi, namun kemudian terkulai Lie Ceng Loan segera melesat ke arah rusa itu, Kaki belakang rusa tersebut masih bergerak sedikit, namun kemudian tak bergerak lagi, Ternyata rusa itu telah mati.

Lie Ceng Ldan berdiri tertegun di sisi rusa, sedangkan Bee Kun Bu sudah menyusul gadis itu lalu berdiri di sampingnya.

"Adik Loan, kita harus menjauh!"

Bisik Bee Kun Bu.

"Kalau kita kurang berhati-hati dan sampai terkena pereikan air telaga itu, tentunya kita akan celaka."

Gadis itu mengangguk lalu bersama Bee Kun Bu menjauhi telaga beracun itu, Kemudian mereka berdua berdiri sejenak di situ, Berselang sesaat, mereka kembali ke atas karena khawatir Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun telah menyusul ke sana.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Begitu sampai di tempat itu, mereka berdua duduk di bawah pohon rindang, Lie Ceng Loan bersandar di dada Bee Kun Bu, sedangkan Bee Kun Bu bersandar pada pohon tersebut.

Tak seberapa lama, gadis itu tertidur pulas, Setelah Lie Ceng Loan tertidur pulas, tak lama Bee Kun Bu pun ikut pulas.

Ketika mereka terjaga, hari sudah pagi Wajah Lie Ceng Loan tampak segar dan cerah, ia memandang Bee Kun Bu seraya berkata.

"Kakak Bu, nyenyakkah tidurmu?"

"Nyenyak sekali."

Bee Kun Bu mengangguk "Bagai-nana tidurmu?"

Tanyanya.

"Juga nyenyak seka!i...."

Mendadak terdengar suara menyelak, Ternyata suara Pek Yun Hui yang berasal dari balik sebuah batu besar "Karena kalian sedang tidur begitu nyenyak, maka kami tidak mau mengganggu kalian ketika kami sampai di sini."

"Kakak Pek!"

Seru Lie Ceng Loan girang. Kemudian muncul dua sosok bayangan dari balik batu besar itu, yang tidak lain Pek Yun Hui dan Sie Bun Yun.

"Kapan kalian berdua sampai di sini?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Ketika kami sampai di sini, kalian berdua dalam keadaan pulas."

Sahut Sie Bun Yun.

Tiba-tiba Lie Ceng Loan teringat akan dirinya yang tertidur dalam pangkuan Bee Kun Bu.

seketika juga wajahnya memerah, Sie Bun Yun dan Pek Yun Hui memandangnya sambil tersenyum, sehingga membuat wajah gadis itu bertambah merah.

"Kakak Pek! Tahukah kalian urusan sangat serius?"

Ujar 8ee Kun Bu mendadak "Bahkan juga genting sekali."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kami tidak tahu sama sekali,"

Sahut Sie Bun Yun.

"Setelah berpisah denganmu, kami kehilangan jalan, Akhirnya kami bertemu beberapa orang Miauw, Orang itu mengatakan bahwa kalian menunggu kami di sini. sebetulnya urusan apa yang sangat serius dan genting sekali?"

"Aaakh...."

Bee Kun Bu menarik nafas panjang "Panjang sekali kalau dituturkan,"

"Tidak apa-apa,"

Ujar Pek Yun Hui dan yakin pasti ada sesuatu yang amat penting. Tuturkan perlahan-lahan agar kita berempat bisa berunding bersama!"

Bee Kun Bu segera menutur tentang dirinya bertemu Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu, juga mengenai Teng Thian Sin Cin yang ditipu oleh Swat Lo Kongcu itu dan lain sebagainya.

Setelah mendengar penuturan Bee Kun Bu, Sie Bun Yun dan Pek Yun Hui memandang ke bawah yaitu ke arah telaga beracun, permukaan telaga beracun itu tampak begitu tenang, indah dan kemerah-merahan.

Kening Sie Bun Yun dan Pek Yun Hui berkerut-kerut begitu melihatnya.

"Kakak Pek!H ujar Lie Ceng Loan terisak.

"Bagai-mana menurutmu? Apakah kita tiada harapan sama sekali?"

Pek Yun Hui diam saja, namun Sie Bun Yun yang menyahut "Nona Lie jangan putus asal Di dunia ini tiada urusan yang tak dapat diselesaikan."

"Kakak Sie Bun, kalau begitu bagaimana cara kita ke Tok Sui Tong itu?"

Tanya Lie Ceng Loan.

"InL. belum terpikirkan sementara ini,"

Jawab Sie Bun Yun sambil menarik nafas.

"Kakak Sie Bun, aku tahu tiada jalan untuk menolong guruguruku. Engkau mengatakan begitu tadi hanya untuk menghibur hatiku saja,"

Ujar Lie Ceng Loan sambil menggeleng-gelengkan kepala.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Adik Loan!"

Pek Yun Hui memegang bahunya.

"Ja-ngan berduka! Engkau mempereayai kata-kataku, kan?"

"Ya."

Lie Ceng Loan mengangguk "Kalau begitu, engkau tenang saja!"

Pek Yun Hui menepuk bahunya.

"Kakak Pek!"

Lie Ceng Loan menunjuk pulau yang ada di tengah-tengah telaga itu.

"Guru-guruku berada di pulau itu, bagaimana mungkin aku bisa tenang?"

"Adik Loan, bagaimana bahayanya istana Pit Sia Kiong dan markas Kai Thian Kauw di dalam perut gunung? Bukankah kami tetap dapat meloloskan diri?"

Lie Ceng Loan tidak berkomentar apa pun, hanya menarik nafas sambil menggeleng-gelengkan kepala.

sedangkan Sie Bun Yun, Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu mulai berunding, Setelah berunding beberapa saat lamanya, Sie Bun Yun berkata.

"Kita boleh mencoba membuat sebuah perahu dan satu orang-orangan dari rumput, lalu kita dorong ke telaga beracun itu, kita lihat bagaimana akibatnya."

"Ngmmm!"

Pek Yun Hui manggut-manggut.

"Boleh kita coba cara itu."

Kemudian mereka berempat menuruni bukit menuju telaga beracun, Begitu sampai di sana, mereka langsung bergotongroyong membuat sebuah perahu, kemudian menaruh orangorangan dari rumput ke dalam perahu itu.

Kemudian mereka berempat mendorong perahu tersebut ke telaga beracun.

Pek Yun Hui, Sie Bun Yun, Bee Kun Bu dan Ue Ceng Loan terus memandang perahu itu dengan penuh perhatian Namun mereka berempat tidak berani berdiri terlampau dekat dengan telaga beracun, melainkan di luar jarak tujuh delapan depa.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

sementara perahu itu terus terapung ke tengah telaga dengan tenangnya dan tidak terjadi suatu apa pun. Ternyata Tay Cih Su itu cuma omong kosong!"

Ujar Bee Kun Bu.

"Belum tentu,"

Sahut Pek Yun Hui memberitahukan Tadi aku mendengar suara aneh di pulau itu, mungkin sebentar lagi akan terjadi sesuatu."

Di antara mereka, memang Pek Yun Huilah yang berkepandaian pating tinggi, Maka pendengarannya pun sangat tajam, ia mengatakan tadi mendengar suara aneh di pulau itu, namun yang lain sama sekali tidak mendengarnya.

Bee Kun Bu tidak begitu pereaya, Namun tak lama suara aneh itu telah terdengar jelas, yaitu suara pekikan elang merah.

seketika juga, tampak bayangan merah bagaikan gumpalan awan melayang ke atas dari pulau itu, Burungburung elang merah itu berjumlah ratusan ekor, dan sepasang cakar masing-masing mencengkeram sebuah batu yang cukup besar.

Begitu sampai di atas perahu, elang-elang merah itu menjatuhkan batu yang dicengkeramnya untuk menimpa perahu tersebut seketika perahu itu menjadi miring, bahkan kemudian hancur berantakan tertimpa batu.

Pek Yun Hui menarik nafas panjang, sedangkan Lie Ceng Loan mulai menangis terisak-isak.

Sie Bun Yun berjalan mondar-mandir dengan kening berkerut-kerut, berselang beberapa saat, mendadak ia seketika juga, tampak bayangan merah bagaikan gumpalan awan melayang ke atas dari pulau rtu, Burung-burung elang merah itu berjumlah ratusan ekor, dan sepasang cakar masing-masing mencengkeram sebuah batu yang cukup besar BegKu sampai di atas perahu, eiang-elang merah itu menjatuhkan batu yang dicengkeramnya untuk menimpa perahu tersebut seketika perahu rtu menjadi mlrlng, bahkan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

kemudian hancur berantakan tertimpa batu, Bee Kun Bu terbelalak menyaksikan kejadian itu. Ia bersorak girang.

"Aku punya akal!"

Serunya. seketika enam pasang mata langsung mengarah padanya.

"Akal apa?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Akal ini pasti dapat di laksanakan,"

Sahut Sie Bun Yun. Tapi bukanberdasarkan kekuatan kita berempat, melainkan harus dibantu Tay Cih Su."

"Kalau begitu memang tidak masalah, sebab Tay Cih Su berharap bantuan kita, maka dia pun harus membantu kita pula,"

Sahut Bee Kun Bu.

"Para anak buah Tay Cih Su, rata-rata terdiri dari kaum muda yang berbadan kekar, jadi kita dapat menyuruh untuk membuat sebuah perahu besar. Di atas perahu kita tutup dengan kulit sapi, dan di atasnya lagi dipasang jala."

Ujar Sie Bun Yun memberitahukan "Kalau burung-burung elang merah itu menimpa perahu kita dengan batu, perahu kita tidak akan rusak, sebab semua batu itu akan masuk ke jala, dan apabila jala itu bolong, masih ada kulit sapi yang dapat menampung batu-batu itu."

"Masuk akal,"

Ujar Pek Yun Hui sambil tertawa gembira.

"Jadi batu-batu itu tidak akan jatuh ke telaga, maka air telaga tidak akan muncrat."

"Kalau begitu, aku akan segera menggambar rangka perahu itu,"

Ujar Sie Bun Yun sungguh-sungguh.

"Agar orangorang Miauw bisa cepat-cepat membuat perahu yang kita inginkan itu."

"Kakak Sie Bun, itu membutuhkan waktu berapa lama?"

Tanya Lie Ceng Loan mendadak pertanyaan gadis itu membuat Sie Bun Yun tertegun ia berpikir sejenak, setelah itu barulah menjawab

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Orang-orang Miauw kurang ahli dalam hal pembuatan perahu, maka membutuhkan waktu kira-kira dua bulan, itu pun harus dikerjakan siang malam."

Mendengar itu, Lie Ceng Loan diam, tidak bersuara lagi, sedangkan Bee Kun Bu terus mengerutkan kening.

"Saudara Sie Bun, kenapa harus membutuhkan waktu begitu lama?"

Tanyanya.

"Sebab kita harus membuat sepuluh buah perahu besar."

Sie Bun Yun memberitahukan "Apa?"

Bee Kun Bu terbelalak "Kita'cuma berempat, kenapa harus membutuhkan sepuluh buah perahu?"

"Saudara Bee harus tahu, Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu pasti mempunyai anak buah di pulau itu. sedangkan kita cuma berempat, maka alangkah baiknya Tay Cih Su juga ikut menyerbu ke pulau itu bersama anak buahnya."

Sie Bun Yun menjelaskan "Karena itu, kita membutuhkan sepuluh buah perahu besar."

Bee Kun Bu diam, Memang sudah tiada jalan lain, hanya saja cara itu terlampau memakan waktu, Apa boleh buat, Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan harus bersabar "Sekarang kita harus berangkat ke tempat Tay Cih Su,"

Ujar Sie Bun Yun Kemudian mereka berempat berangkat ke tempat tinggal Tay Cih Su.

***** Mereka berempat sudah tiba di lembah itu.

Tay Cih Su dan orang-orang Miauw menyambut kedatangan mereka dengan tepuk sorak dan bef loncat-loncatan Sie Bun Yun segera membeberkan tentang rencana nya, dan Tay Cih Su menyetujuinya.

Karena itu, Sie Bun Yun dan Pek Yun Hui mulai sibuk, sebab mereka harus menyuruh orang-orang Miauw mencari rotan untuk membuat jala, bahkan harus berburu sapi liar di dalam hutan untuk diambil ku!itnya.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

sedangkan Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan cuma melamun, terutama Lie Ceng Loan. Gadis itu duduk termenung di atas sebuah batu, kelihatannya sedang memikirkan sesuatu.

"Adik Loan!"

Bee Kun Bu menghampirinya "Apa yang sedang engkau pikirkan?"

"Belum terpikirkan olehku, tetapi setelah terpikir-kan, aku pasti memberitahukan padamu,"

Sahut Lie Ceng Loan.

Karena gadis itu menjawab begitu, Bee Kun Bu tidak mau mengganggu nya, ia berjalan pergi membaurkan diri dengan orang-orang Miauw membantu untuk mereka membikin jala.

Tujuh hari kemudian, mereka baru selesai membuat satu rangka perahu, Bee Kun Bu menarik nafas panjang, ia tidak tahu kapan bisa berangkat ke Tok Sui Tong.

"Kakak Bu!"

Mendadak terdengar suara seruan Lie Ceng Loan.

"Cepat ikut aku!"

"Ke mana?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Pergi melihat suatu benda, engkau pasti senang melihatnya,"

Sahut Lie Ceng Loan.

"Benda apa?"

Tanya Bee Kun Bu sambil menghampiri gadis itu.

"Sssst!"

Lie Ceng Loan memberi isyarat "Jangan sampai Kakak Pek mendengar!"

"Oh?"

Bee Kun Bu terheran-heran, Kemudian ia mengikuti Lie Ceng Loan.

Tak seberapa lama kemudian mereka sudah sampai di depan sebuah gua, Gadis itu menggeserkan batu-batu di depan gua, lalu menyalakan obor dan berjalan ke dalam, Bee Kun Bu mengikutinya dari belakang Kira-kira beberapa depa, sudah tampak benda-benda hitam menumpuk di sudut gua.

Entah benda apa itu?

Lie Ceng

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Loan berhenti di situ, sedangkan Bee Kun Bu tampak tidak mengerti "Adik Loan, sebetulnya engkau mengajakku ke mari melihat benda apa?"

Tanyanya heran.

"Benda-benda ini yang kumaksudkan,"

Sahut Lie Ceng Loan sambil tertawa.

"Benda apa itu?"

Bee Kun Bu mengerutkan kening.

Lie Ceng Loan membungkukkan badannya, lalu mengambil benda itu dan sekaligus diperlihatkan pada Bee Kun Bu, Ternyata dua stel pakaian aneh yang apabila dipakai seluruh badan pemakainya akan tertutup semua, Pada bagian atas pakaian itu tampak semacam kristal Setelah melihat pakaian itu, Bee Kun Bu mengerti maksud tujuan Lie Ceng Loan.

"Engkau ingin berangkat ke Tok Sui Tong duluan?"

Tanya Bee Kun Bu sambil menatapnya.

"Kakak Bu, setiap malam aku selalu bermimpi dan dalam mimpiku, aku melihat guru sedang disiksa, Maka aku,.,."

Mata gadis itu mulai bersimbah air.

"Aku sudah tidak sabar menunggu lagi."

"Adik Loan!"

Bee Kun Bu menarik nafas.

"Aku pun begitu."

"Kakak Bu, kalau begitu mari kita berangkat ke Tok Sui Tong!"

Ajak Lie Ceng Loan.

Bee Kun Bu tidak menyahut, melainkan memandang ke dua stel pakaian aneh itu, dan segeralah Lie Ceng Loan menjelaskan "Seorangtua suku Miauw yang mengajarku Kalau mengenakan pakajan ini, kita tidak akan kemasukan air, dan aku telah mencobanya beberapa kali,"

"Apa?"

Bee Kun Bu terkejut "Engkau telah mencoba pakaian ini di telaga beracun itu?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tidak. Aku cuma mencobanya di sebuah telaga kecil,"

Sahut Lie Ceng Loan dan menambahkan "Kata orangtua Miauw itu, pakaian ini dibuat dari semacam kulit yang tidak melekat air, lagi pula telah dipoles dengan berbagai macam minyak Kita masih bisa berenang seperti biasa di dalam air walau mengenakan pakaian ini."

"Adik Loan, lebih baik kita berunding dengan Kakak Pek dulu!"

Usul Bee Kun Bu.

"Aku telah berpikir, apabila berunding dengan me-reka, kita pasti tidak jadi berangkat ke Tok Sui Tong, sebab mereka pasti akan melarang...."

Tapi...."

Bee Kun Bu berjalan mondar-mandir, lama sekali barulah mengangguk "Baiklah, Kalaupun kita tidak berhasil menolong guru, tentunya kita masih bisa menyelidiki keadaan pulau itu."

Lie Ceng Loan manggut-manggut.

Kemudian mereka berdua mengambil pakaian aneh itu, dan langsung meninggalkan gua tersebut.

sementara hari sudah mulai gelap, Sie Bun Yun dan Pek Yun Hui menyalakan obor, lalu membantu orang-orang Miauw membuat perahu, sama sekali tidak memperhatikan Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan.

sedangkan mereka berdua sudah menuju ke telaga beracun itu, Berselang beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah tiba di pinggir telaga, Ke duanya lalu mengenakan pakaian aneh itu.

Karena bagian atas memakai semacam kristal, maka setelah mengenakan pakaian itu, mereka berdua masih bisa melihat apa yang ada di sekitarnya, Kemudian ke duanya mencari batu yang cukup besar, Dengan membawa batu itu mereka berjalan ke telaga.

Ternyata batu itu untuk memberatkan badan mereka, agar bisa tenggelam Setelah badan mereka teng-gelam, batu itu dilepaskan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Mereka berpegangan tangan sambil berenang di dalam air, memang luar biasa sekali pakaian aneh itu, sama sekali tidak kemasukan air.

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan terus berenang, Kira-kira satu jam kemudian, mereka sudah tiba di pulau itu.

Dengan hati-hati sekali membuka pakaian aneh tersebut, dan disembunyikan di dalam sebuah gua.

Kemudian ke duanya sama memperhatikan pulau.

Sunyi sekali, karena sudah larut malam.

Mereka berdua melangkah dengan hati-hati sekali, Di pulau tampak hanya ada beberapa pepohonan Ke duanya terus melangkah Berselang beberapa saat, mereka berada di sebidang tanah kosong.

Ternyata mereka sudah berada di kaki bukit di pulau itu.

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan berhenti Sayup-sayup mereka mendengar suara musik di puncak, Mung-kin Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu sedang bersenang-senang di atas sana.

"Kakak Bu, bagaimana kalau kita pergi ke atas saja?"

Tanya Lie Ceng Loan. Bee Kun Bu berpikir, mereka berdua menempuh bahaya ke mari. Tentunya harus naik ke bukit itu.

"Baik!"

Bee Kun Bu mengangguk Tapi kita harus berhatihati!"

Lie Ceng Loan manggut-manggut Kemudian mereka menuju ke atas melalui jalan kecil, Tentunya mereka pun tahu, jalan kecil yang menuju ke atas itu pasti ada penjaganya, Oleh karena itu, setelah beberapa depa kemudian, mereka tidak melalui jalan kecil itu lagi, melainkan memanjat tebing.

Karena sama-sama berkepandaian tinggi, tidak sulit bagi mereka untuk memanjat tebing, Tak beberapa lama, mereka sudah sampai di puncak, Tampak beberapa rumah batu yang sangat indah di situ.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan bersembunyi di balik sebuah batu besar Terdengar suara musik mengalun ke luar dari salah sebuah rumah batu itu, Kecuali itu tidak terdengar suara lain.

Mereka berdua saling memandang, lalu manggut manggut dan bersama melesat ke sisi rumah batu itu, Suara musik itu semakin terdengar jelas, diiringi pula suara tawa lelaki dan wanita.

Perlahan-lahan Bee Kun Bu membuka jendela di rumah itu, Kemudian ia pun memandang ke dalam, Lie Ceng Loan juga ikut memandang ke dalam, seketika wajahnya berubah kemerah-merahan, dan langsung berpaling ke tempat lain.

sedangkan hati Bee Kun Bu sudah berdebar-debar tidak karuan begitu memandang ke dalam, Ternyata di dalam terdapat sebuah ruang besar yang sangat indah dan mewah, Beberapa gadis sedang bermain musik, Tampak Liat Pah To tidak mengenakan baju atas, bereumbu-cumbuan dengan Swat Lo Kongcu.

Bee Kun Bu menoleh ke arah Lie Ceng Loan seraya memberi isyarat Gadis itu manggut-manggut, Latu ke duanya berendap-endap menuju ke sebuah pintu, De-ngan hati-hati sekali Bee Kun Bu mendorong pintu itu, Setelah terbuka ia memandang ke dalam, Hanya terdapat sebuah lorong tidak tampak ada orang di situ.

"Adik Loan, kira-kira engkau berfirasat di mana guru kita dikurung?"

Tanya Bee Kun Bu berbisik.

"Kakak Bu!"

Sahut Lie Ceng Loan.

"Kalau engkau berhasil mendapat kembali TengThian Sin Cin, kita lebih leluasa bergerak!"

"Benar!"

Bee Kun Bu mengangguk, Tapi entah disimpan di mana senjata itu?"

"Kita tangkap salah seorang untuk menanyakan itu, beres kan?"

Ujar Lie Ceng Loan.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu manggut-manggut, Kemudian mereka berdua berbisik-bisik, Setelah itu barulah mereka menuju ke koridor, Sesampai di ujung, ke duanya membelok, Di situ cuma terdapat koridor lagi, tapi tidak terlihat seorang pun.

Mereka tetap mendengar suara musik, Tentunya Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan tahu, ujung koridor itu akan menembus ke ruang besar tempat Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu sedang bereumbu-cumbuan.

Mereka berdua mulai melangkah Begitu sampai di ujung koridor, terlihat sebuah pintu, Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan berhenti Berselang sesaat, tampak seorang gadis membawa sebuah nampan berjalan ke luar Secepat kilat Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan bersembunyi, sedangkan gadis itu terus berjalan Mendadak Bee Kun Bu melesat ke arahnya, lalu dengan cepat menotok jalan darahnya, Lie Ceng Loan pun sudah menyusul.

ia langsung memapah gadis itu pergi.

Setelah berada di luar, barulah Bee Kun Bu membuka jalan darah gadis itu.

Dengan penuh ketakutan gadis itu menatap Bee Kun Bu.

"Engkau jangan takut!"

Ujar Lie Ceng Loan.

"Kami tidak akan mencelakaimu!"

"Swat Lo Kongcu sedang bersenang-senang! Tahu-kah engkau di mana kamarnya?"

Tanya Bee Kun Bu. Gadis Miauw itu terbelalak tapi tidak bersuara sama sekali "Eh?"

Gumam Lie Ceng Loan.

"Kenapa engkau diam saja?"

Gadis Miauw itu mulai bersuara, membuat Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan terbelalak Ternyata gadis Miauw itu menggunakan bahasanya, maka Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan sama sekali tidak mengerti Mereka berdua saling memandang sambil tersenyum getir, soalnya mereka berdua ingin mengetahui sesuatu dari mulut gadis Miauw itu.

Namun gadis Miauw itu tidak mengerti bahasa Han, Bee Kun Bu dan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Lie Ceng Loan tidak mengerti bahasa Miauw, jadi mereka sama-sama membisu.

Timbul pula satu masalah lain, yakni gadis Miauw tersebut!

Sebab Bee Kun IJu dan Lie Ceng Loan tidak akan membunuh gadis Miauw itu.

Tapi kalau dilepaskan gadis Miauw itu pasti melapor pada Swat Lo Kongcu.

Bee Kun Bu tak henti-hentinya menggerakkan jari tangannya di hadapan gadis Miauw, Tapi gadis Miauw tetap menggeleng dengan mata terbelalak lebar, Ke-lihatannya ia sama sekali tidak mengerti apa yang di-isyaratkan Bee Kun Bu.

"Yaah!"

Bee Kun Bu menarik nafas panjang.

"Adik Loan, kita lepaskan dia saja!".

"Baik!"

Lie Ceng Loan mengangguk.

Bee Kun Bu menepuk bahu gadis Miauw itu, kemudian mengibaskan tangannya agar gadis Miauw itu pergi.

Gadis Miauw itu tidak segera pergi, melainkan menatap Bee Kun Bu dengan kening berkerut-kerut.

Bee Kun Bu cepat-cepat menunjuk dirinya sendiri, lalu menunjuk gadis Miauw itu, dan kemudian menggerakkan tangannya seakan menantang berkelahi Gadis Miauw itu terus memperhatikan lama sekali barulah ia mengangguk Giranglah Bee Kun Bu.

Setelah itu, ia pun menunjuk Lie Ceng Loan dan dirinya sendiri, lalu menunjuk mulut gadis Miauw itu dan menggoyang-goyangkan tangannya, Maksud Bee Kun Bu agar gadis itu jangan melaporkan apa-apa pada Swat Lo Kongcu.

Gadis Miauw itu tertegun, Mendadak ia melambailambaikan tangannya pada Bee Kun Bu.

Tereengang Bee Kun Bu, sementara Lie Ceng Loan langsung berkata.

"Dia suruh kita ikut!"

"Adik Loan, kita tidak tahu bagaimana isi hatinya...."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kalau dia berniat mencelakai kita, setelah kita lepaskan dia. Bukankah dia boleh melapor pada Swat Lo Kongcu?"

"Ngmm!"

Bee Kun Bu manggut-manggut.

***** Bab ke 37 -Menempuh Bahaya Mencari jarum Sakti Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan mengikuti gadis Miauw itu yang terus berjalan lalu berputar menuju ke belakang.

Ternyata di situ terdapat belasan rumah batu kecil Gadis itu berhenti di depan salah sebuah rumah batu kecil ia membuka pintu rumah batu, kemudian melambaikan tangannya ke arah Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan, agar mereka berdua ikut masuk.

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan saling memandang sejenak, setelah itu barulah mereka masuk.

Tampak dua orang wanita berusia tiga puluhan di bawah.

Begitu mendengar suara, mereka mendongakkan kepala, Ternyata mata mereka telah buta semua.

Gadis Miauw itu mendekati salah seorang wanita, lalu berbisik-bisik Kening wanita itu berkerut-kerut.

"Sungguh berani kalian berdua!"

Ujar wanita itu dengan bahasa Han. Giranglah Bee Kun Bu, sebab wanita itu mengerti bahasa Han, bahkan juga tidak berniat jahat "Kami memang tahu sangat berbahaya sekali!"

Sahut Bee Kun Bu.

"Kalau begitu, cepatlah kalian pergi!"

Wanita itu mengibaskan tangannya agar Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan segera meninggalkan tempat itu.

"Tapi guru-guru kami terkurung di Tok Sui Tong!"

Bee Kun Bu memberitahukan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Apakah dua lelaki dan satu wanita itu? Mereka semuanya tidak waras kan?"

Tanya wanita itu.

"Benar! Benar!"

Bee Kun Bu gembira sekali, karena wanita itu tahu tentang Kun Lun Sam Cu.

"Mereka bertiga berada di mana? Asal berhasil menolong mereka bertiga, kami pasti segera meninggalkan tempat ini!"

"Mereka bertiga berada di mana, aku pun tidak mengetahuinya!"

Sahut wanita itu sambil menggelenggelengkan kepala.

"Kalian berdua dapat mencapai pulau ini, tapi tidak gampang membawa orang pergi dari sini!"

Tertegun Bee Kun Bu, sebab mereka cuma mempunyai dua stel pakaian aneh itu.

Kalau pun berhasil mencari Kun Lun Sam Cu, akan sulit membawa mereka bertiga pergi, kecuali membasmi Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu terlebih dahulu.

"Sesungguhnya aku punya sebuah benda pusaka, tapi telah diambil Swat Lo Kongcu!"

Bee Kun Bu memberitahukan sambil menarik nafas panjang.

"Benda pusaka yang mirip kilat?"

Tanya wanita itu.

"Betul!"

Bee Kun Bu mengangguk "Kalau begitu, sulit bagimu untuk mendapat kembali benda pusaka itu!"

Ujar wanita itu sambil menggeleng-geleng.

"Kenapa?"

Tanya Lie Ceng Loan keheranan "Benda yang disayang Kongcu, pasti disimpan di ruang rahasia!"

Wanita itu memberitahukan "Ruang rahasia itu tidak dijaga orang, tapi dijaga oleh semacam binatang aneh,.,."

Berkata sampai di situ, wanita itu pun terisak-isak.

"Binatang aneh itu khusus nya memakan mata orang!"

"Oh! Aku pernah melihat binatang aneh itu!"

Ujar Bee Kun Bu.

"Maka aku bilang, sulit bagimu mendapat kembali benda pusaka itu!"

Wanita itu menarik nafas.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Di mana ruang rahasia itu?"

Desak Bee Kun Bu mendadak "Engkau tidak takut sepasang matamu akan ditatap binatang aneh itu?"

Wanita itu balik bertanya.

"Tidak!"

Sahut Lie Ceng Loan "Di mana ruang rahasia itu? Beritahukanlah pada kami!"

Wanita itu tertegun lama sekali, tidak menyahut melainkan cuma menarik nafas dalam-dalam.

"Beritahukanlah!"

Desak Bee Kun Bu.

"Di mana ruang rahasia itu!"

"Ruang rahasia itu.,."

Ujar wanita itu perlahan-lahan "Sebetulnya aku bertugas memelihara binatang aneh itu, maka tentunya aku tahu di mana ruang rahasia itu!"

Wajah Bee Kun Bu tampak kegirangan "Asal aku bisa mendapat kembali Teng Thian Sin Cin itu, aku pun mampu membasmi Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu itu!"

Ujarnya begitu yakin Begitu mendengar apa yang dikatakan Bee Kun Bu, mendadak wanita itu tertawa terkekeh-kekeh.

"Eh?"

Merinding Lie Ceng Loan ketika mendengar suara tawa itu.

"Kenapa engkau tertawa seram?"

"Aku khawatir sebelum kalian sampai di ruang rahasia itu, sudah akan buta seperti aku!"

Sahut wanita itu.

"Kalaupun kami harus buta, itu adalah urusan kami berdua, tiada kaitannya dengan engkau!"

Tandas Bee Kun Bu.

"Baik!"

Wanita itupun berbicara dengan gadis Miauw.

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan sama sekali tidak mengerti apa yang dibicarakan mereka, sementara gadis Miauw itu manggut-manggut, wanita itu pun menoleh pada Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan.

"Kalau memang kalian berdua tidak takut mati, ikutlah dia ke sana!"

Wanita itu menunjuk gadis Miauw, Tapi dia tidak

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

berani membawa kalian sampai dekat sekali, Begitu hampir dekat, dia harus segera pergi!"

Terimakasih!"

Ucap Bee Kun Bu.

Gadis Miauw itu berjalan pergi.

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan cepat-cepat mengikutinya dari belakang.

jalan yang dilalui berliku-liku, sehingga Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan tidak dapat menghafal jalan-jalan yang dilalui itu.

Berselang beberapa saat kemudian, tiba-tiba gadis Miauw itu berhenti di tepi sungai kecil.

"Sudah sampai?"

Tanya Bee Kun Bu.

Wajah gadis Miauw itu pucat pias, tampak ketakutan sekali!

ia menunjuk ke seberang, lalu membalikkan badannya meninggalkan tempat itu.

Lie Ceng Loan ingin menjulurkan tangannya menangkap gadis Miauw itu, tapi keburu dicegah oleh Bee Kun Bu.

"Dia akan mengajak kita ke tempat rahasia itu, kenapa di tengah jalan dia langsung pergi?"

Ujar Lie Ceng Loan dengan kening berkerut "Jangan mempersalahkannya. Sebab wanita yang di rumah batu itu sudah bilang, kalau sudah mendekati tempat rahasia itu, maka gadis Miauw harus segera pergi!"

"Kalau begitu, kita sudah berada di tempat rahasia tersebut?"

Lie Ceng Loan menengok ke sana ke mari.

"Tempat rahasia itu tidak berada di sini, melainkan di seberang sungai itu!"

Tukas Bee Kun Bu sambil menunjuk ke seberang.

"Oh?"

Hati Lie Ceng Loan mulai tegang, sebab ia tadi melihat wajah gadis Miauw itu tampak ketakutan sekali, Hal itu membuat hatinya jadi tegang.

Binatang aneh itu memang lihay sekali, Bee Kun Bu sudah pernah menyaksikannya, Tapi biar bagaimana pun, ia harus

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

mendapat kembali Teng Thian Sin Cin, meskipun harus berhadapan dengan binatang aneh.

sementara Lie Ceng Loan terus memandang ke seberang, Kalau sudah sampai di tempat rahasia itu, mendadak muncul binatang aneh itu menyerang Bee Kun Bu, maka gadis itu akan berusaha melindunginya, Biar dirinya sendiri yang terluka, asal Bee Kun Bu bisa selamat!

Pikir Lie Ceng Loan, Setelah berpikir demikian, gadis itu tidak merasa takut lagi, sebaliknya malah merasa bahagia bisa berkorban demi Bee Kun Bu.

"Eh?"

Bee Kun Bu menatapnya dengan heran.

"Ke-napa wajahmu berseri-seri?"

"Kakak Bu.-."

Lie Ceng Loan menatapnya dengan penuh cinta kasih.

"Adik Loan!"

Bee Kun Bu terbelalak "Kenapa tadi engkau tersenyum-senyum?"

"Aku sedang berpikir, apabila binatang aneh itu menyerangmu, aku pasti melindungimu agar bisa se-lamat!"

Sahut Lie Ceng Loan memberitahukan "Adik Loan...."

Bee Kun Bu tertegun, kemudian menggenggam tangan gadis itu erat-erat. Lama sekali barulah bersuara.

"Kita tidak seharusnya membuang waktu di sini!"

"Ya!"

Lie Ceng Loan mengangguk dengan wajah kemerahmerahan.

Mereka berdua lalu meloncat ke seberang sungai, berhenti di situ sambil menengok ke sana ke mari Tidak tampak sebuah rumah pun.

Bee Kun Bu mengerutkan kening seraya berkata.

"Adik Loan, mari kita maju!"

"Kakak Bu, apakah gadis Miauw itu sembarangan menunjuk tempat ini?"

Tanya Lie Ceng Loan.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tidak mungkin!"

Sahut Bee Kun Bu.

"Mereka kelihatan sangat mendendam pada Liat Pah To dan Swat Lo Kongcu, Tentunya tidak berniat jahat terhadap kita!"

"Kalau begitu.,."

Ucapan Lie Ceng Loan terputus, karena mendengar suara yang sangat aneh. Begitu mendengar suara itu, wajah Bee Kun Bu langsung berubah.

"Jangan bersuara!"

Bisiknya. Lie Ceng Loan langsung diam, Suara aneh itu berbunyi lagi beberapa kali, kemudian diam.

"Kakak Bu, suara apa itu?"

Tanya Lie Ceng Loan dengan suara rendah.

"ltu suara binatang aneh!"

Bee Kun Bu memberitahukan. Lie Ceng Loan memandang ke tempat itu, ternyata sebuah rimba, ia pun mengerutkan kening.

"Apakah tempat rahasia itu berada di dalam rimba itu?"

Tanyanya.

"Mari kita ke dalam melihat-lihat!"

Ajak Bee Kun Bu. Mereka berdua segera melesat ke dalam, lalu berhenti di situ dan Bee Kun Bu berbisik "Adik Loan, engkau harus berhati-hati! Sebab gerakan binatang aneh itu laksana kilat cepatnya!"

"Ya!"

Lie Ceng Loan mengangguk Gadis itu segera menghunus pedangnya, sedangkan Bee Kun Bu mematahkan sebatang ranting untuk dijadikan senja ta.

Mulailah mereka berdua berjalan ke dalam, Baru berjalan belasan langkah, terdengar lagi suara aneh itu di depan, suaranya kedengaran jelas, pertanda binatang aneh itu tidak begitu jauh.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Betapa tegangnya hati mereka berdua, tapi tetap melangkah maju, Bee Kun Bu melintangkan ranting di dada, sementara Lie Ceng Loan meluruskan pedangnya ke depan sambil berjalan di sisi Bee Kun Bu.

Setelah berjalan puluhan langkah, tampak sebidang tanah kosong di depan, namun tidak begitu luas.

Di tengah-tengah tanah kosong itu, terdapat sebuah batu besar.

Batu besar itu berbentuk segi empat Hal itu membuat Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan tereengang, mereka berdiri tertegun.

Padahal tadi mereka mendengar suara binatang aneh itu berada di sekitar tempat ini.

Namun setelah mereka berada di tempat ini, justru tidak tampak binatang aneh itu, Yang terlihat hanya sebuah batu besar Di mana binatang aneh itu, dan di mana pula tempat rahasia penyimpan Teng Thian Sin Cin itu?

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan saling memandang dengan kening berkerutkerut, sebab merasa tidak habis berpikir Akhirnya mereka beristirahat di bawah sebuah pohon rindang.

Mendadak terdengarlah suara binatang aneh itu, membuat ke duanya terkejut bukan main.

Suara binatang aneh itu cuma kedengaran berjarak satu dua depa saja, Bukankah binatang aneh itu dapat bergerak secepat kilat, Dapat dibayangkan betapa bahayanya keadaan mereka berdua.

Oleh karena itu, Bee Kun Bu langsung menggerakkan ranting di tangannya untuk melindungi diri Lie Ceng Loan dan dirinya sendiri Akan tetapi, sama sekali tidak tampak binatang aneh itu muncul.

Terdengar lagi suara binatang aneh itu, namun kali ini Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan tidak begitu ketakutan lagi.

Sebab, suara binatang itu berasal dari bawah tanah, Karena itu, Bee Kun Bu berkesimpulan bahwa tempat rahasia itu berada di bawah tanah.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu menarik Lie Ceng Loan ke batu besar itu, Suara binatang aneh pun tidak terdengar lagi.

Dengan penuh perhatian Bee Kun Bu memandang batu besar itu, Kemudian ia coba mendorong dan memutarkan batu tersebut "Adik Loan!

Ruang rahasia Swat Lo Kongcu yang menyimpan benda pusaka berada di bawah tanah, Batu besar ini pasti lubang masuk ke dalam!"

"Kalau begitu, aku akan bantu engkau mendorong batu besar ini!"

Sahut Lie Ceng Loan.

"Tidak boleh ceroboh! Sebab begitu batu besar ini terbuka, binatang aneh itu pasti meloncat ke luar!"

"Jadi harus bagaimana?"

"Aku mendorong batu ini, engkau bersiap-siap! Apa-bila merasa ada sesuatu mencurigakan langsung saja engkau turun tangan, Lebih cepat lebih baik!"

Lie Ceng Loan tertegun, namun kemudian manggutmanggut Gadis itu pun bersiap-siap dengan serius.

sedangkan Bee Kun Bu mulai mendorong dengan sekuat tenaga, Akan tetapi, batu besar itu sama sekali tidak bergerak, membuat Bee Kun Bu terheran-heran.

Sebab tak masuk akal Bee Kun Bu tidak mampu mendorong batu itu, Dia mundur selangkah lalu memperhatikan batu itu, Dia manggut-manggut mengerti "Kakak Bu, perlukah aku bantu mendorong batu itu?"

Tanya Lie Ceng Loan.

"Kalau aku tidak mampu mendorongnya, maka pereuma engkau bantu!"

Sahut Bee Kun Bu.

"Aku pikir, itu pasti ada suatu sebab-musababnya!"

Lie Ceng Loan mengerutkan kening. Bee Kun Bu memeluk batu besar itu, Mendadak ia membentak keras sambil mengangkat batu tersebut Sungguh

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

di luar dugaan, batu besar itu terangkat dan Bee Kun Bu segera melemparkannya.

Bum!

Batu besar itu terlempar dua depa.

Tampak sebuah lubang di situ, Tiba-tiba dari dalam lubang itu berkelebat sosok bayangan hitam Lie Ceng Loan yang telah siap itu, secepat kilat mengayunkan pedangnya mengeluarkan jurus Siauw Cih Thian Lam (Menunjuk Thian Lam Sambil Tertawa) terarah pada bayangan hitam itu.

Setelah metempar batu besar itu, Bee Kun Bu pun jatuh duduk di bawah.

Ketika meno!eh, ia melihat Lie Ceng Loan telah mengayunkan pedangnya mengarah ke depan, Namun kemudian ia menarik nafas lega, sebab sosok bayangan hitam itu bukan binatang aneh yang dimaksud, melainkan cuma merupakan seekor tikus hitam yang meloncat ke luar dari lubang itu, tikus hitam tersebut telah mati diujung pedang Lie Ceng Loan.

"liih!"

Gadis itu tampak merinding, saat mengibaskan pedangnya agar tikus hitam yang telah mati itu lepas dari ujung pedangnya.

"Kok ada tikus hitam yang begitu besar di dalam lubang itu?"

Bee Kun Bu tersenyum sambil bangkit berdiri "Kakak Bu, kini kita telah menemukan jalan masuk itu, kenapa tidak segera masuk ke dalam?"

Tanya Lie Ceng Loan sambil memandanginya.

"Jangan terburu-buru!"

Sahut Bee Kun Bu.

"Kita tunggu sebentar lagi!"

Lie Ceng Loan manggut-manggut Kemudian ke duanya mundur ke sebuah pohon, namun mata mereka tetap memandang lekat-lekat pada lubang itu, Tapi sungguh mengherankan di dalam lubang itu tak terdengar suara apa pun.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Heran!"

Gumam Bee Kun 8u.

Baca Juga: Pendekar Baju Putih Kho Ping Hoo

Baca Juga: Gelang Kemala Kho Ping Hoo

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert