Eps 3 Satria Gunung Kidul - Kho Ping Hoo
Baca online Satria Gunung Kidul - Kho Ping Hoo
Cersil Satria Gunung Kidul - Kho Ping Hoo.
Hatinya girang sekali dan diam-diam ia mengucap sukur kepada Dewata Yang Maha Agung.
"Ayah, bagaimana dengan soal ini? Kita harus membelenggunya untuk membalas perlakuannya terhadapmu tadi!"
Kata Saraswati kepada ayahnya.
"Kita tidak berdosa akan tetapi telah mendapat banyak hinaan dan gangguan dari Saritama, maka apakah kita takkan membalas?"
Tumenggung Wiradigda tersenyum.
"Kau mau membelenggunya? Belenggulah, Saraswati!"
Saritama juga tersenyum.
Hati pemuda ini sekarang merasa girang luar biasa mendapatkan keterangan dari Panembahan Sidik Panunggal bahwa Wiradigda benar-benar tidak berdosa!
Ia memandang kepada Saraswati dengan wajah berseri.
"Betul kata Rama Tumenggung Wati. Belenggulah aku!"
Kedua mata dara itu terbelalak heran dan kemarahan menjalar di mukanya.
"Kau... kau kurang ajar...!"
Katanya gemas sekali.
"Mengapa kau berani mati menyebut Rama (ayah) kepada ayahku?"
"Ayahmu telah menerimaku sebagai mantunya, mengapa aku tidak boleh menyebutnya rama?"
Jawab Saritama yang tetap tersenyum.
"Ayah...?"
Hanya demikian Saraswati dapat bertanya sambil memandang wajah ayahnya. Tumenggung Wiradigda mengangguk-anggukkan kepala.
"Memang benar! Aku telah menggunakan kau sebagai hadiah sayembara ketika kau terculik dan yang memenangkan sayembara itu adalah Saritama!"
"Kau... kau...!"
Saraswati menoleh kepada Saritama dan hendak memaki lagi, akan tetapi ketika pandang matanya bertemu dengan pandang mata Saritama, maka menjalarlah warna merah pada wajahnya sampai ke telinga.
"Saraswati, mari sini, ikatlah tanganku! Belenggulah aku, aku menyerah menjadi tawananmu,"
Saritama menggoda.
"Kau... kau kurang ajar!"
Saraswati lalu cemberut dan berjalan cepat menyusul ayahnya yang telah mendahului mereka pergi menuju ke Tangen.
Saritama mengejar dan di sepanjang jalan tidak hentinya Saritama menggoda Saraswati hingga gadis ini menjadi malu dan...
girang.
Setelah berjalan jauh dan merasa lelah dan sakit telapak kakinya menginjak-injak batu dan kerikil tajam, kembali Saritama menggunakan kekuatan lengannya memondong tubuh gadis kekasihnya itu.
Dan kini Saraswati tidak meronta-ronta seperti dulu lagi!
TAMAT
Baca Juga: Dendam Si Anak Haram Kho Ping Hoo
Baca Juga: Sepasang Rajah Naga 1