Eps 11 Bangau Sakti - Chin Tung
Baca online Bangau Sakti - Chin Tung
Cersil Bangau Sakti - Chin Tung.
"Pek Cici, salahkan perbuatanku itu?"
Pek Yun Hui cekal tangan Na Siao Tiap dan berkata.
"Kau tidak berbuat salah, sebaliknya akulah yang telah melakukan suatu kesalahan."
"Salah apa yang pernah dibuat oleh Cici?"
Tanya Na Siao Tiap,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Sekarang aku tak dapat menjelaskan kepadamu."
Jawab Pek Yun Hui.
"Jika mereka telah berhasil merebut kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, aku akan mejelaskannya kepadamu."
Na Siao Tiap tidak mendesak lagi ia hanya mengawasi Bee Kun Bu dengan perasaan khawatir akan keselamatannya.
Gerak-gerik para gadis itu telah diperhatikan oleh Hian Ceng Tojin, dan ia menghela napas dan berpikir.
"Rupanya ketiga gadis itu telah jatuh cinta terhadap Bu Jie. Aku khawatir akan akibat nya. Jika aku biarkan asmara diantara mereka ini berlangsung terus, dan tidak berusaha membereskannya, mungkin soal ini akan menjadi sulit dan rumit. Paling baik, setelah urusan di pegunungan Koat Cong San ini beres, aku harus membawanya pergi ke puncak Kim Teng Hong di pegunungan Kun Lun, dan melarangnya keluar selama lima tahun, Mungkin juga dalam jangka waktu yang agak Lama itu, masing-masing dapat merubah pikiran...."
Ketika itu ia melihat Lie Ceng Loan memberikan pil obat kepada Bee Kun Bu seraya berkata.
"Bu Koko, Siao Tiap Cici minta aku memberikan pil obat ini kepada Koko."
Melihat pil obat itu, Bee Kun Bu terkejut, karena ia mengenali bahwa pil obat itu adalah Leng Tan yang Na Siao Tiap pernah berikan kepadanya ketika ia mabuk di atas perahu di sungai Bin Kang.
ia berpikir "Leng Tan ini mustajab sekali dan diapun hanya memiliki lima butir Di atas perahu di sungai Bin Kang dia pernah memberikan dua butir Dia selalu membenci aku, mengapa dia memberikan satu butir lagi kepadaku?
Apakah dia khawatir aku belum sembuh betul dan dia khawatir aku menggempur jago silat yang lihay?
Meskipun aku dapat melindungi diri dengan ilmu langkah ajaib Ngo Heng Bi Cong Pu yang Pek Yun Hui telah ajarkan kepadaku, Akan tetapi aku harus bertempur dengan hati-hati demi nama Kun Lun Pay.
Leng Tan ini dapat menyembuhkan luka-Iukaku, dan menambah tenaga dalamku."
Lalu ia telan pil obat itu. Ketika itu Na Siao Tiap terus menatapnya, dan setelah menelan pil obat itu, ia tersenyum, perbuatan kedua gadis itu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
diperhatikan oleh banyak orang.
Harus diketahui bahwa kedua gadis itu sangat cantik dan tiap-tiap senyumannya menggiurkan hati, Bee Kun Bu mengucapkan terima kasihnya dengan satu senyuman pula, Lalu terdengar Tu Wee Seng memuji.
"Sia-heng, kau betuIbetuI tepat menjadi pemimpin. kau telah dapat mengatur orang-orang kita dengan baik sekali!"
Sia Yun Hong tersenyum dan berkata. Tu-heng terlalu memuji. Kita masih belum yakin jika ketiga pemimpin partai silat Kun Lun memperkenankan Bee Lotee menggempur musuh."
Tu Wee Seng tertawa.
"Ketiga pemimpin Kun Lun Pay berwatak luhur Demi kepentingan umum, mereka pasti memperkenankannya,"
Dengan roman sungguh-sungguh Tong Leng Tojin bertanya kepada Bee Kun Bu.
"Pertempuran kali ini sangat besar hubungannya dengan Kun Lun Pay kita, apakah kau sanggup melakukan tugasmu?"
Dengan khidmat dan hormat Bee Kun Bu menjawab.
"Jika Teecu tak dapat melawan musuh, Teecu rela bertempur sampai mati demi nama baik partai kita."
Sebetulnya Tong Leng Tojin sangat khawatir, karena ia telah mengetahui bahwa Bee Kun Bu tak dapat melawan Co Hiong, apalagi melawan Ong Han Siong, Akan tetapi ia yakin pula bahwa Bee Kun Bu tak akan gentar atau mundur melawan jago silat yang manapun, Setelah ia menoleh ke arah Hian CengTojin, ia berkata.
"Baiklah, karena kau rela membantu, akupun tak dapat mencegah lagi!"
Sia Yun Hong tersenyum dan berkata.
"Jika Kun Lun Pay sudah setuju, kita tak perlu menunda lagi, Aku telah diserahkan tugas memimpin, dan aku berjanji akan melakukan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tugas ini sebaik-baiknya."
Lalu ia mengangkat pedangnya dan maju masuk ke dalam hutan. Tu Wee Seng juga mengangkat toya bambunya dan berseru.
"Kalian ingat baik-bajk! Urusan ini adalah urusan kita semua, kita harus bekerja sama serta seksama, Hayo kita maju!"
Segera Teng Lee, ketiga pemimpin Ngo Bi Pay, ketiga pemimpin Kun Lun Pay dan Iain-lainnya mengikuti masuk ke dalam hutan.
sebetulnya ketiga pemimpin Ngo Bi Pay berhasrat sekali menggempur orang-orang Thian Liong Pay, karena mereka bermaksud hendak menangkap satu atau dua pemimpinpemimpin cabang untuk ditukar dengan Tio Pan Taysu, Toa Suheng mereka yang ditawan di markas besar partai Thian Liong, di propinsi Shensi.Bagi mereka, membebaskan Tio Pan Taysu, Toa Suheng mereka, adalah hal yang paling utama!
Sambil berjalan Tong Leng Tojin berkata kepada Hian Ceng Tojin dan Giok Cin Cu.
"Meskipun kita tak yakin akan berhasil merebut kembali kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, akan tetapi kita harus mencegah kitab sakti itu terjatuh di tangan Thian Liong Pay, karena soal ini sangat erat hubungannya dengan kepentingan ke-sembilan partai-partai silat lainnya."
Sebetulnya ia yang sudah diserahkan pimpinan Kun Lun, dapat mengambil keputusan dalam segala hal, akan tetapi ia senantiasa menghormati Toa Suheng, dan Sumoynya, dan dalam segala urusan yang penting, ia selalu berunding dengan mereka.
"Akupun mempunyai pendapat serupa,"
Jawab Hian Ceng Tojin.
Giok Cin Cu semula tidak sudi turut merebut kembali kitabkitab Kui Goan Pit Cek itu, karena pikirnya setelah kitab-kitab tersebut direbut kembali, soalnya masih tetap rumit ia pun telah memperhatikan sikap Pek Yun Hui yang tiba-tiba berubah dari hangat menjadi dingin terhadap kitab-kitab itu, ia
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tak dapat menduga tindakan apakah yang akan diambil oleh Pek Yun Hui.
Tadinya ia ingin mengajak Hian Ceng Tojin untuk membujuk Tong Leng Tojin supaya jangan turut serta dalam usaha merebut kembali kitab-kitab sakti itu, Tapi setelah melihat suhengnya didesak oleh Sia Yun Hong dan Tu Wee Seng, maka demi kepentingan nama Kun Lun Pay, ia hanya menuruti kehendak Suhengnya, Apalagi setelah mendengar Toa suhengnya menyatakan pendapatnya yang serupa dengan suhengnya tadi, ia tak mau menentang lagi, Sesaat kemudian, Tong Leng Tojin mencabut pedangnya dan berseru.
"Hayo, kita cepat susul mereka!"
Bee Kun Bu berkata kepada Lie Ceng Loan.
"Kau harus berjalan bersama-sama Pek Cici."
Lalu ia pun berjalan cepat mengikuti Suhu dan Susioknya. Melihat semua jago-jago silat telah masuk ke dalam hutan, Pek Yun Hui membetot tangan Lie Ceng Loan seraya berkata.
"Mari kita juga masuk dan melihat apa yang mereka akan lakukan?"
Dan ia berjalan paling depan memimpin Na Siao Tiap dan lain-Iainnya.
Pek Yun Hui masih bersikap tenang, seolah-olah ia tak memikiri kitab-kitab Kui Goan Pit Cek yang telah dirampas orang lain, Hutan tersebut tidak dalam, setelah mereka berjalan selama kurang seperempat jam, mereka telah tiba di ujungnya, dimana terlihat lereng gunung yang curam, Di tengah hutan tersebut, tertampak suatu lembah yang luasnya kira-kira lima tombak persegi.
"Hutan ini hanya lima belas lie dalamnya."
Pek Yun Hui berkata kepada Na Siao Tiap.
"Di ujungnya hanya lereng gunung yang curam lagi sukar didaki, Orang-or,ang Thian Liong Pay telah membawa kitab-kitab Kui GoanPit Cek dan berlari ke sini. Mereka tak dapat meneruskan perjalanannya karena jalannya buntu, Mereka tentu akan melalui lembah ini.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kita hanya perlu menunggu di sini untuk merampas kembali kitab-kitab itu.
Tapi jago-jago silat dari kelima partai yang telah berserikat juga menghendaki kitab-kitab itu, Aku khawatir jika kita telah rebut kembali kitab itu, mereka akan berserikat dengan partai Thian Liong untuk menggempur kita."
Ia berhenti sejenak, lalu meneruskan.
"Kita pun harus ingat bahwa mereka semua adalah jago-jago silat yang mempunyai kepandaian tinggi dan masing-masing memiliki senjata yang ampuh dan dahsyat yang mereka akan gunakan diwaktu jiwanya terancam. Tadi kita telah melihat mereka bertempur dengan sengit dan dahsyat, namun mereka belum mengeluarkan semua kepandaian maupun senjata-senjata-nya yang ampuh, Oleh karena itu kita harus waspada, Menunggu kesempatan yang baik menggempur mereka adalah penting, Meski kau telah memahami semua ilmu yang tereatat di dalam kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu, tetapi jika kau harus melawan sepuluh jagojago silat semacam mereka, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah, banyak resikonya terhadap jiwa kita! Ya, Tiap Moi, kita harus hati-hati kali ini melawan mereka!"
Na Siao Tiap mengangguk "Pek Cici, benar katamu, ketika tadi aku memperhatikan mereka bertempur, memang aku pun gentar Soal merebut kembali kitab Kui Goan Pit Cek itu, aku pun harus bersandar atau mendapat bantuan Cici."
Pek Yun Hui tersenyum dan berkata pula.
"Pada tiga ratus tahun yang lalu, Ti Kian Cin Jin dengan hanya kedua tinjunya telah mengalahkan semua jago-jago silat dari lima partai terkenal, karenanya ia memperoleh julukan Tian Hee Tee It Ko Jin (Jago silat nomor wahid di kolong langit), Tapi San Im Shi Ni keluar untuk merebut julukan itu, mereka mengadu silat selama tiga hari tiga malam sehingga kedua-duanya terluka parah dan kemudian dari lawan mereka menjadi kawan. Mereka bersama-sama menyusun kitab Kui Goan Pit Cek yang berisi semua ilmu-ilmu silat, Tiap Moi, kau sudah memahami semua ilmu silat yang tereatat di dalam kitab-kitab
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
itu, kau telah memiliki semua ilmu silat dari Ti Kian Cin Jin dan San Im Shi Ni.
Mungkin juga salah seorang dari mereka jika masih hidup tak dapat mengalahkan kau lagi.
Kau hanya perlu berlatih dengan giat untuk melancarkan jurus-jurus dengan mudah dan berhasil Dengan sesungguhnya, ilmu silatku tidak setaraf ilmu silatmu.
Menurut pendapatku kau hanya harus pereaya diri sendiri tentang kepandaianmu kau pasti dapat menggempur semua jago-jago silat yang kini berada di dalam hutan ini.
Dan aku senantiasa mendampingimu Kau tak usah khawatir!"
Na Siao Tiap menjawab dengan senyumannya yang penuh dengan kasih sayang dan perasaan hormat terhadap saudara angkatnya yang berbudi dan luhur itu.
-ooo0oooSiasat membuka jalan keluar dari kepungan Na Siao Tiap telah mempelajari dan berlatih ilmu Toa Pan Yo Hian Kong (ilmu tenaga dalam ajaib) di bawah petunjuk ibunya semenjak ia masih kecil dan ilmu tersebut harus dipelajari dengan tekun untuk memperoleh hasil sebaikbaiknya, Lagipula ilmu itu tidak seperti ilmu silat pukulan atau menggunakan senjata yang segera dapat terlihat kelihayannya, Hasil daripada latihannya ia sendiri belum mengetahui Oleh karena itu ia tak mudah yakin bahwa pada dewasa ini, dialah yang memiliki ilmu silat tertinggi daripada semua jago-jago silat yang masuk ke dalam hutan tersebut Tapi Pek Yun Hui telah mengetahui kelihayannya Na Siao Tiap setelah menyaksikan dia menggempur beberapa lawan, namun Pek Yun Hui tidak ingin menjelaskan soal itu kepadanya, Ketika mereka berjalan kira-kira seperempat jam lagi, segera terdengar suara gaduh, Pek Yun Hui memperingatkan kawan-kawannya untuk berjalan lebih perlahan dan waspada,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Setelah membelok ke lereng gunung itu segera kita tiba di lembah, orang-orang Thian Liong Pay jika terdesak di lembah itu pasti melawan dan bertempur dengan nekad. Lebih baik kita mencari tempat bersembunyi dan menonton mereka bertempur Dan jika kedua belah pihak sudah bertempur sampai lebih dan payah, barulah kita keluar dan merebut kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu. Meskipun kedua belah pihak berusaha merebut kembali dari kita, aku yakin kita dapat melawan dan mencegah mereka!"
Rupanya Na Siao Tiap tidak menghiraukan soal merebut kembali kitab-kitab Kui Goan Pit Ceknya, ia berkata.
"Pek Cici, jika kita berada terlalu jauh dari gelanggang pertempuran bukankah agak sukar bagi kita untuk membantu atau menolong kawan-kawan kita bila perlu?"
Pertanyaan itu membikin Pek Yun Hui tersenyum dan ia pun mengerti siapakah yang perlu dibantu atau ditoIong, ia lantas berkata.
Tiap Moi-moi, kau tak usah khawatir ilmu Ngo Heng Bi Cong Punya (dimaksudkan Bee Kun Bu) telah dipelajari dengan betuL Meskipun dia tak dapat mengalahkan Co Hiong, akan tetapi dia dapat melindungi diri!"
Setelah menarik napas, Na Siao Tiap berkata.
"Jika dia telah mempelajari ilmu Hui Liong Sam Sut (Tiga cara naga menggempur lawan), aku yakin dia dapat memberi hajaran yang setimpal kepada Co Hiong yang keji dan kejam itu!"
Pek Yun Hui berpikir.
"DuIu dia membenci Bec Kun Bu, tapi sekarang dia menjadi cemas akan keseIamalan-nya. Dia sebetulnya seorang yang suci murni, akan tetapi dia sudah tinggal lama terpencil di pegunungan, dan tak berpenga!amn. Aku khawatir dia jatuh cinta kepada Bee Kun Bu, jika tidak lekas-Iekas dipisahkan dari Bec Kun Bu, kelak mungkin sukar sekali dibereskannya...."
Ia tidak utarakan kekhawatirannya, sebetulnya ia sendiri pun sangat mencintai Bee Kun Bu dan ia selalu menjadi cemburu jika wanita lain juga mencintai pria itu, Asmaranya terhadap Bee Kun Bu hanya dapat dilihat oleh ketiga
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pemimpin partai Kun Lun, karena Ue Ceng Loan yang mencintai Bee Kun Bu dengan seluruh jiwa dan raganya masih terlalu hijau untuk mencurigai orang-orang lain.
sikapnya masing-masing gadis itu dapat dilihat oleh Pang Siu Wie yang sudah berpengalaman tetapi karena ia hanya seorang bujang dari Pek Yun Hui, ia tak berani banyak bicara, Suara gaduh di lembah menarik perhatiannya semua orang dan Na Siao Tiap dengan tak sabar lagi telah meloncat keluar dari tempat sembunyinya, yang segera diikuti oleh Lie Ceng Loan, sebetulnya Pek Yun Hui ingin tetap bersembunyi dan menonton para jago silat menggempur orang-orang Thian Liong Pay.
ia telah bertekad menunggu kesempatan baik untuk merebut kembali kitab-kitab ajaib itu, akan tetapi setelah Na Siao Tiap dan Lie Ceng Loan meloncat keluar, ia pun terpaksa mengikuti mereka, ia mengangkat kepalanya dan melihat di lembah yang luasnya lebih kurang sepuluh tombak persegi telah berdiri berhadap-hadapan kedua belah pihak yang akan bertempur Souw Peng Hai, kelima pemimpin cabang partai silatnya dan keempat pengawalnya di satu pihak kontra jago-jago silat dari kelima partai yang ingin merebut kitab-kitab Kui Goan Pit Cek di pihak lain, Dengan senjata di tangan, mereka sudah siap untuk bertempur dan saling membunuh Siapa saja yang mulai bergerak akan membikin semua jago-jago silat itu bertempur dengan sengitnya, Setelah mengetahui bahwa Pek Yun Hui dan kawankawan nya juga telah datang ke lembah itu, Souw Peng Hai, dengan toyanya di tangan, bertindak maju menghadapi lawanlawan nya dan berkata.
"Aku si tua bangka telah mengagumi semua jago-jago silat dari kesembilan partai terkenal di kalangan Bu Lim pada dewasa ini, sebetulnya aku telah berniat mengundang semua jago-jago silat dari kesembilan partai silat untuk mengadu kepandaian di markas besar partai Thian Liongkunanti, pada setengah tahun lagi.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tetapi perhitungan manusia tak dapat selalu memenuhi kehendaknya, Rupanya kita ditakdirkan untuk mengadu silat sekarang ini.
Meskipun sekarang hanya datang jago-jago silat dari lima partai silat dan bukannya dari sembilan partai silat, namun aku yakin kekuatan daripada kelima partai kalian cukup besar"
Lalu ia tertawa terbahak-bahak Mendengar suara tertawa yang bersifat mengejek itu, Tu Wee Seng menjadi murka, ia berpikir "Aku sudah lama mendengar tentang lihaynya Souw Peng Hai, tetapi aku belum pernah menyaksikan sampai dimana kepandaiannya itu, Aku yakin ketiga pemimpin partai Kun Lun akan berhasil merebut kitab-kitab Kui Goan Pit Cek dari tangannya."
Lalu dengan penuh perhatian itu mengawasi ketiga pemimpin Kun Lun Pay.
Di samping mengawasi pihak lawan Sia Yun Hong juga menyelidiki keadaan di sekitar lembah itu, ia cemas menampak jurang yang curam di ujung lembah itu, jalan yang berliku-liku serta tebing yang terjal dan susah didaki, Satusatunya jalan keluar telah dijaga oleh Pek Yun Hui dan kawankawannya.
Betapapun lihaynya ilmu meringankan tubuh, seorang jago silat tak mungkin mendaki jurang serta tebingnya yang curam, atau dengan tanpa kesulitan menerobos jalan yang dijaga oleh Pek Yun Hui dan kawan-kawannya.
Ia pun memperhatikan bahwa semua jago-jago silat Thian Liong Pay telah siap bertempur dengan nekat untuk mempertahankan kitab Kui Goan Pit Cek yang sudah dapat direbutnya itu, dan untuk meloloskan diri dari kepungan Di pihaknya sendiri, ia tak berani pastikan bahwa semua jagojago silat dari kelima partai yang berserikat itu bersatu hati, karena masing-masing ingin memiliki kitab-kitab yang ajaib itu.
Untuk sementara waktu ia bergidik mengingat kedudukannya yang terjepit itu, karena ia mungkin dapat dibunuh di dalam pertempuran yang akan berlangsung,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tertawanya Souw Peng Hai yang membisingkan makin lama makin nyaring hingga menu!ikan telinga dan tertawa yang mengejek itu membikin Sia Yun Hong beringas.
"Hei Souw Piauw Touw! Aku kira kau tak usah membanggakan tenaga dalammu dengan tertawa itu, Kami pun pemimpin-pemitnpin dari partai silat, yang semuanya dapat tertawa demikian dengan menggunakan tenaga dalam!"
Bentak Sia Yun Hong, Souw Peng Hai berhenti tertawa, lalu ia berkata.
"Jika kalian pemimpin-pemimpin parta silat, maka kalian mengerti betul peraturan-peraturan Bu Lim untuk mengadu silat, Tetapi jika kalian tidak menghiraukan peraturan-peraturan Bu Lim, kami dari partai Thian Liong dapat melayani kalian bertempur dengan cara apapun! Betul orang-orang kami terdiri dari jagojago bermacam-macam golongan, namun mereka takkan gentar menghadapi ka!ian. Nah, bagaimanakah kehendak kalian, apakah kita bertempur satu lawan satu, atau saling hantam? Kami pasti mengiringinya!"
Sia Yun Hong tidak menjawab lagi, Dengan pedang terhunus ia menusuk Souw Peng Hai, Tu Wee Seng, To It Kang, Teng Lee dan kedua Suteenya, Tio Lok dan Tio Huan, begitu juga ketiga pemimpin dari partai Ngo Bi menyerbu dan menyerang dengan menurut rencana semula, Mereka tidak menduga bahwa pihak lawannya pun sudah siap membela diri Setelah mengegosi tusukan pedang Sia Yun Hong, Souw Peng Hai memutar-mutarkan toya dan secepat kilat kelima pemimpin cabang partainya serta keempat pengawal pribadinya memencarkan diri mengambil kedudukan masingmasing dan meninggalkan Co Hiong di tengah-tengah, Dengan demikian para jago silat dari kelima partai itu tak dapat melancarkan rencananya yang telah diatur dan masingmasing tak dapat melawan mu-suh-musuh yang telah ditetapkan semu!a!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Setelah gagal menusuk Souw Peng Hai, Sia Yun Hong harus melawan pemimpin cabang bendera kuning, Ong Han Siong, yang menampak ketuanya mengegosi tusukan pedang Sia Yun Hong dengan cepat sekali menangkis tusukan pedang itu dengan toya besi nya.
Demikian keras tangkisan itu, seolah-olah pedang akan terlepas dari ceka!annya.
Sia Yun Hong lekas-Iekas ber-lompat mundur ia dibikin terkejut lagi dengan ejekan.
"Ha! sekarang rasai tinju beracunku ini!"
Sia Yun Hong telah mengasingkan diri di pegunungan Tiam Cong San selama dua puluh tahun dan telah berlatih dengan tekun ilmu silat pedang Lak Cap Cauw Hong Lee Kiam Hoat (ilmu silat pedang taufan dengan enam puluh jurus), dan telah menambahkan pula dua belas jurus sehingga menjadi tujuh puluh dua jurus, Untuk ilmu silat pedang yang telah ditambah itu ia telah beri nama Tian Kan Hong Lee Kiam Hoat (ilmu silat pedang taufan mujizat), Diantara tujuh puluh dua jurus tersebut ada satu jurus yang sangat ampuh sekali Dengan disertai tenaga dalam, jurus tersebut belum pernah gagal membunuh mati lawan, karena ia dapat membunuh musuh dengan menyambit pedangnya kepada musuhnya dari jarak dua tombak atau lebih, Tinju itu ia dapat egosi dengan memutar pedangnya ke belakang dan Mo Lun yang mengirim tinju mautnya harus lekas-lekas menarik kembali tinjunya jika tidak ingin lengannya tertebas putus!
Sebuah jotosan dikirim lagi dan Sia Yun Hong menangkis dengan lengan kirinya, Begitu keras jotosan itu sehingga kedua-duanya terpental mundur dua langkah lebih.
"Ha, tinjuku ini yang dikirim dengan tenaga dalam paling sedikit seberat tujuh ratus kati. mengapa ia masih dapat bertahan?"
Pikir Mo Lun.
"Pereuma saja aku berlatih banyak tahun! Rupanya jago-jago silat dari ke-sembilan partai silat ini tak dapat dipandang remeh!"
Mo Lun tak mengetahui bahwa Sia Yun Hong telah berlatih keras selama dua puluh taun,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Di pihak Sia Yun Hong setelah ia terpental, ia pun berpikir.
"Aku telah berlatih ilmu tenaga dalam selama dua puluh tahun, tetapi aku masih tak dapat tahan jotosan lawan, Aku yakin partai Tiam Cong tak dapat menjagoi di kalangan Bu Lim!"
Ketika itu pertempuran telah menjadi seru, Ter-dengar hembusan angin yang santer dari jotosan, sabetan pedang, sapuan toya dan sebagatnya, Terlihat cahaya yang berkelebat berkilau-kilauan seolah-olah kilat dari sen-jata-senjata mereka itu di samping suara beradunya sen-jata, jeritan dan bentakan dari mereka yang sedang bertarung dengan sengitnya itu, Bahkan Pek Yun Hui dan kawan-kawannya yang menonton tak dapat membedakan keunggulan para jago silat itu, Jago-jago silat dari kelima partai yang berserikat itu bukan saja tak dapat menggempur orang-orang partai Thian Liong, bahkan sebaliknya mereka dibikin kacau, dan dari pihak yang menyerang, berbalik menjadi pihak yang diserang, Tidak pereuma Souw Peng Hai menjadi pemimpin dari partai silat Thian Liong itu.
Dimana saja toyanya sampai, musuh terpukul mundur, seolah-olah tak seorang pun dapat menahan pukulan toyanya!
Sambil bertempur dengan pedangnya, Sia Yun Hong memperhatikan cara-cara pihak lawan bertempur sebentar mereka bertukar tempat, sebentar lagi mereka menggempur atau memancing lawan untuk membuka jalan keluar!
Sia Yun Hong tidak melihat semua siasat dari Thian Liong Pay, Dengan jurus Kauw Kong Kie Su Pian'Hoat (Siasat menerobos melewati sembilan istana), Souw Peng Hai menguji tiap-tiap jago silat dari kelima partai yang menggabungkan diri itu.
Segera ia dapat kenyataan bahwa kelima pemimpin cabangnya dapat menandingi lawan nya, terutama Ong Han Siong dan Mo Lun yang lihay itu.
Mereka seolah-olah tak mengalami kesukaran melawan musuh yang manapun ia sendiri belum menggunakan Kan Goan Citnya yang dapat membunuh musuh dengan mudah sekali dan seterusnya ia pun merasa lega menghadapi musuh-musuhnya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
itu.
Lagipula ia adalah seorang pemimpin yang bijaksana dan jika tak terpaksa ia enggan melukai atau membunuh, ia dapat segera membinasakan beberapa musuhnya, tetapi ia khawatir dengan perbuatan yang kejam itu ia harus melawan Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap, Oleh karena itu, ia hanya berusaha mencari jalan menerobos keluar dari kepungan lawan, Diantara kelima pemimpin cabang partai Thian Liong, Ong Han Sionglah yang paling lihay dan berpengalaman ia telah memperhatikan bahwa Souw Peng Hai enggan membinasakan musuh-musuhnya, tetapi hanya ingin menerobos keluar ia pun telah melihat bahwa Cong Piauw-nya itu tidak suka jika Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap membantu kelima partai silat yang telah bergabung Tetapi dengan cara terus menerus bertempur membefla diri, ia yakin mereka akan kehabisan tenaga, Lalu dengan kipas bajanya ia melancarkan serangan-serangan yang bertubi-tubi kepada beberapa lawannya dan mendesak lawanlawannya itu mundur beberapa langkah, Lawan yang didesak mundur itu adalah Tu Wee Seng yang segera yakin bahwa ia dan kawan-kawannya tak akan berhasil menggempur orang-orang Thian Liong Pay setelah ia bertempur selama sepuluh jurus lebih, ia pun telah memperhatikansiasat Kauw Kong GieSu Pian Hoat dari partai Thian Liong yang hanya membingungkan pi-haknya.
Oleh karena itu ia harus bertempur dengan waspada dan menyimpan tenaga untuk membela atau menolong dirinya bila perlu.
Serangan kipas baja Ong Han Siong memaksa ia mundur dua langkah, dan Ong Han Siong menggunakan kesempatan itu untuk menukar tempat dengan Kiok Goan Hoat serta mendekati Souw Peng Hai.
ia me-ngipaskan kipas bajanya lagi dan mendesak mundur Teng Lee berikut kedua Sutecnya, ia berbisik kepada Souw Peng Hai.
"Souw Cong Piauw! Jika
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kita terus menerus bertempur dengan cara begini, kita tak akan berhasil menerobos keluar, karena jalan keluar telah dijaga oleh kedua Liehiap yang lihay dengan kawan-kawan nya.
Lebih baik kita gempur terus musuh-musuh kita sekarang dan mendesak mereka ke jalan keluar yang dijaga oleh Pek Yun Hui dan kawa n-kawannya, Lalu kita berusaha menggempur mereka untuk menerobos keluar!
Lalu dengan kedua arit terbang dari Ouw piauw Touw dan biji besi dari Yap Piauw Tou untuk menahan musuh-musuh yang mengejar, kita semua dapat keluar dari hutan, masing-masing mencari jalan untuk kembali ke markas besar."
Souw Peng Hai mempertimbangkan saran Ong Han Siong, kemudian ia berkata.
"Betul, saat itu kita dapat mencobanya."
Sambil bekata demikian, toyanya tak hentinya mengemp!ang serta menyodok Teng Lee dan kedua Suteenya, sehingga ketiga lawanya terpaksa meloncat mundur lagi tujuh-delapan langkah, walaupun Teng Lee dan kedua Suteeenya, Tio Lok dan Tio Hua, menyerang dengan beringas kepada Souw Peng Hai, tapi mereka tak tahan menghadapi kem-plangan dan sodokan toya lawannya, Tiba-tiba Souw Peng Hai meraung, memutar-mutar-kan toyanya di atas kepala, segera orang-orangnya bertukar tempati ia dan Ong Han Siong membuka jalan, dua iblis dari propinsi Sucoan menjaga di sebelah kiri ber-sama-sama Kiok Goan Hoat, dua iblis lainnya menjaga di sebelah kanan bersama-sama Ouw Lam Peng.
Mo Lun dan Yap Eng Ceng menjaga di belakang.
Dengan mengambil kedudukan demikian mereka bertempur sambil membuka jalan.
Ong Han Siong yang mendampingi Souw Peng Hai terpaksa mengeluarkan banyak tenaga dan kepandaiannya untuk membuka jalan, Terlihat kipas bajanya me-nebas, menotok, menggeprak dan menyapu menerbitkan hembusan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
angin yang hebat, dari jauh ia kelihatan seperti seekor naga yang sedang mengamuk di awan!
Begitu juga Souw Peng Hai memutar-mutar toyanya seolah-olah ombak besar mendampar karang, tak seorang pun yang dapat mendekati lagi, Sia Yun Hong yang berusaha menggempur sayap kiri dari rombongan Thian Liong itu, ketika melihat Teng Lee tak dapat menggempur Ong Han Siong dan Souw Peng Hai, tiba-tiba menjerit.
Teng Heng, jangan gentar!
Aku datang membantu!"
Lalu dengan pedang terhunus, ia melancarkan tiga jurus yang istimewa dan mendesak Kiok Goan Hoat mundur Dengan satu loncatan seperti seekor belibis, secepat kilat ia sudah tiba di belakangnya Souw Peng Hai, ujung pedangnya menusuk punggung Iawan-nya.
Ketika itu Souw Peng Hai sedang mendesak mundur Teng Lee, ia merasa hembusan angin ke arah pung-gungnya, Dengan cepat ia berbalik dan menyapu pedangnya Sia Yun Hong dengan toyanya.
Sia Yun Hong tidak berani menyambut sapuan toya itu, ia menarik kembali pedangnya untuk menyerang Ong Han Siong, seketika itu Teng Lee mengerahkan seluruh tenaga dalamnya dan menjotos keluar kedua tinjunya kepada Souw Peng Hai dalam usaha mencegah musuh itu menyerang Sia Yun Hong.
Siasat menerobos melewati sembilan istana tak berhasil Ong Han Siong yang ditugaskan memimpin cabang bendera kuning bukan saja memiliki ilmu silat yang tinggi, juga berotak cerdas dan pintar semenjak ia menggabungkan diri ke dalam partai Thian Liong,ia telah berhasil mendirikan sembilan belas ranting di sembilan belas tempat dalam waktu hanya tiga tahun, Bukan saja ia sangat dihormati oleh muridmuridnya, iapun sangat disayang oleh Souw Peng Hai yang menganggapnya sebagai penasehat dalam urusan siasat dan sebagainya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Souw Peng Hai jauh lebih pandai dalam ilmu falak dan ilmu obat-obatan.
Dapat dikatakan semua urusan partai Thian Liong di markas besarnya di sebelah utara propinsi Kwiciu telah diserahkan kepada Ong Han Siong, Dengan kepereayaan yang Souw Peng Hai berikan kepada dirinya, Ong Han Siong yang ingat akan budi kasih itu telah berusaha keras memajukan partai Thian Liong dengan setia selama sepuluh tahun dan telah berhasil membikin partai silat itu menjadi kuat sekali dengan banyak jago-jago silat yang menggabungkan diri.
Dari sikap Sia Yun Hong, Ong Han Siong dapat mengetahui bahwa musuh itu adalah yang memimpin rombongan Dengan tekad agar siasatnya berhasil, iapun mulai mencurahkan perhatiannya kepada Sia Yun Hong, jika ia dapat menjatuhkan Sia Yun Hong, pikirnya, maka jago-jago silat lainnya akan lebih mudah digempur mundur Lalu dengan mengerahkan tenaga dalamnya, ia melancarkan tinju kirinya dengan jurus Lok Jit Cay Sia (Matahari terbenam memancarkan sinar) untuk mendesak Tio Hua mundur dan secepat kilat kaki kanannya menendang Tio Lok, sedang kipas bajanya dipegang erat-erat siap sedia menanti serangan musuh.
Ketika ujung pedangnya Sia Yun Hong sudah dekat sekali menusuk dadanya, ia mengegos sedikit, bertindak ke samping orang She Sia untuk menahan pedang musuhnya itu dengan kipas bajanya, dua jari tangan kirinya menotok jalan darah di pundak kanan Sia Yun Hong.
Totokan tersebut diteruskan dengan satu tendangan kaki kanannya ke lutut kiri lawannya, Sia Yun Hong terkejut Lekas-Iekas ia dorong kiri lawannya yang menotok jalan darah di pundak kanannya, setelah melangkah mundur untuk menghindarkan tangan di lutulnya, ia menerjang Ong Han Siong dengan pundak kanannya.
Ong Han Siong juga tidak menduga bahwa lawannya dapat mengegosi totokan dan tendangannya, Tubrukan lawan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sebagai serangan balasan ada di luar dugaannya pundak kirinya beradu dengan pundak kanan lawannya, dua-duanya terpental mundur.
serangan dan kelitan dari kedua jago silat itu membikin Souw Peng Hai maupun Teng Lee terpesona untuk sementara, mereka baru sadar ketika kedua jago silat itu terpental karena saling beradu pundak.
Kesempatan itu digunakan oleh Souw Peng Hai untuk menyodok Teng Lee dengan toya nya.
Teng Lee tidak keburu menjaga, ia menjatuhkan diri untuk bergulingan tiga-empat tombak sehingga Teng Lee dapat luput dari kemp!angan Souw Peng Hai.
Setelah berdiri jejak, Sia Yun Hong menyerang lagi dengan pedangnya, Ong Han Siong menangkis dengan kipas bajanya dan dengan demikian kedua jago silat tersebut bertempur dengan mengeluarkan kelihayannya masing-masing.
Bayangan kipas dan sinar pedang saling berkelbat, tiap-tiap serangan yang jitu berarti maut, justru pada saat ini, Co Hiong telah menggunakan tenaga dalamnya untuk menahan luka dan bengkaknya, ia membuka kedua matanya dan memperhatikan pertempuran yang sedang berlangsung, Ketika ia ingin mencabut pedangnya untuk membantu pihak Souw Peng Hai, iapun melihat bahwa Na Siao Tiap dan Pek Yun Hui sedang mengawasi gerakgeriknya, ia terkejut dan berpikir "Jika aku membantu, kedua Liehiap itu pasti turun tangan dan aku hanya membikin keadaan makin buruk jika aku berbuat demikian."
Lalu ia mengerahkan tenaga dalamnya untuk memulihkan semangat dan tenaganya sambil memperhatikan pertempuran yang tengah berlangsung itu, iapun melihat Bee Kun Bu sedang menanti kesempatan untuk keluar membantu, ia terperanjat dan berkata kepada diri sendiri.
"Aku telah menganiaya dia dengan memaksakan makan racun Hua Kut Siauw Goan San, meskipun Souw Hui Hong telah memberikan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dia obat untuk menolongnya, dia tak dapat sembuh demikian cepaL"
Co Hiong tidak mengetahui bahwa Bee Kun Bu telah makan pil obat mustajab yang diberikan oleh Na Siao Tiap, pil obat tersebut adalah hasil jerih payah dari Ti Kian Cin Jin.
Bahan-bahan pil itu sangat sukar dicari, Meskipun orang mengetahui cara membuatnya, orang tak dapat dengan mudah mencari bahan-bahannya, ibunya Na Siao Tiap telah berusaha keras mencari bahan-bahan pil obat tersebut dan telah berhasil mencari sebelas macam bahan-bahannya dari dua belas macam baharv bahan yang harus dipakai, Namun pil itu sudah cukup mujarab untuk menolong Bee Kun Bu Setelah makan pil mujarab itu, Bee Kun Bu telah mengerahkan tenaga dalamnya untuk memulihkan tenaga dan semangatnya, ia menanti kesempatan untuk membantu Suhu dan susioknya demi nama partai Kun Lun.
Ketika ia menyaksikan semua jago dari kelima partai yang menggabungkan diri tak berhasil menggempur jago-jago Thian Liong Pay, ia menjadi tak sabar lagi, ia meraung, mencabut pedangnya, siap sedia datang membantu, Ketika itu orang-orang partai Thian Liong sudah berhasil maju sampai empat tombak dari jalan keluar dari lembah tersebut Souw Peng Hai mengetahui bahwa untuk melalui jalan keluar itu, ia terpaksa harus menggempur Pek Yun Hui dan kawan-kawannya, namun ia harus bertindak hati-hati.
ia melihat Co Hiong mencabut pedangnya dan menghampiri kepadanya seraya berbisik.
"Suhu, kita harus berusaha menangkap Bee Kun Bu, karena dengan tertangkapnya pemuda itu, kita dapat mengendalikan Pek Yun Hui, dan kawan-kawannya-"
Ia berhenti, karena ia merasa telah keterlepasan bicara.
Rupanya gerak-gerik Co Hiong telah diperhatikan oleh Hian Ceng Tojin, Setelah menusuk bertubi-tubi untuk mendesak Yap Eng Ceng mundur, Hian Ceng Tojin berteriak.
"Bu Jie, mundur! Semua yang bertempur adalah pemimpin-
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pemimpin jago silat dari kalangan Kang-ouw, kau tak mungkin dapat menandingi mereka."
Bee Kun Bu terkejut mendengar perintah Suhunya, ketika itu Souw Peng Hai mengemp!ang dua kali kepada Teng Lee, lalu meloncat untuk mencekal kepada nya.
Tong Leng Tojin menjerit dan dengan jurus Heng Hua Cun Ji (Hujan merontokkan bunga-bunga), ia berhasil mendesak Ouw Lam Peng mundur untuk membantu Bee Kun Bu.
Tetapi Souw Peng Hai terlampau cepat Belum lagi Hian CengTojindanTong Leng Tojin tiba, tangan kirinya telah mencekal pundak kirinya Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu berbalik, secepat kilat loncat ke belakang Souw Peng Hai dan menusuk punggung Kiok Goan Hoat perbuatan itu terlihat oleh Tu Wee Seng yang segera berseru.
"Murid dari partai Kun Lun sangat luar biasa, Sayang ketiga pemimpinnya masih juga belum mengeluarkan kelihayannya."
Gerak yang cepat dari Bee Kun Bu bukan saja berhasil mengelit cekalan Souw Peng Hai, bahkan dapat menerobos masuk ke dalam siasat Kauw Kong Ceng Sutnya partai Thian Uong untuk menusuk punggung Kiok Goan Hoat, Tu Wee Seng merasa kurang puas melihat ketiga pemimpin partai Kun Lun masih juga bertempur dengan setengah hati, ia terpaksa menyerukan ketiga pemimpin partai itu untuk bertempur lebih sungguh-sungguh, Tapi seruan itu tidak digubrisnya, sebetulnya cara kelima partai tersebut menggempur partai Thian Liong tidak salah, hanya dengan cara demikian mereka masih dapat melawannya, jika partai Thian Liong tidak bermaksud lari keluar dari kepungan untuk menyelamatkan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, tiap-tiap pemimpin cabang atau Souw Peng Hai sendiri pasti bertempur dengan nekad untuk melukakan atau membunuh mati lawannya, Dengan siasat Kauw Kong Ceng Sut (sembilan jaring di dalam istana) pihak lawan tak dapat kesempatan melawan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
orang yang dimaksudkan atau bertempur sampai ada yang terluka parah atau tewas, Lagi pula ilmu silat Souw Peng Hai, Ong Han Siong dan Mo Lun lebih tinggi daripada tiap-tiap pemimpin dari partai-parfai silat dari kelima partai yang mengeroyok, maka mereka bertempur dengan hati-hati, dari pihak yang menggempur sampai menjadi pihak yang membela diri.
Hanya Sia Yun Hong yang harus melawan Ong Han Siong bertempur dengan beringas demi kepentingan sendiri, karena ia telah ditunjuk sebagai pemimpin, juga yang bermaksud merampas kitab-kitab pusaka, Dengan ilmu silat pedang Tian Kan Hong Lee Kiam Hoatnya ia menggempur lawannya, Tapi lawannya dengan kipas bajanya, bukanlah se orang lawan yang empuk, Tiap-tiap tusukan, sabetan sapuan atau bacokan pedang Sia Yun Hong, ia dapa mengegosinya, berkelit atau menangkis dengan kipa bajanya, Mereka berdualah yang bertempur di luar siasa Kauw Kong Ceng Sut, sehingga suara beradunya senjat, mereka, hembusan angin dari kedua senjata mereka maupun sinar yang berkelebat sangat hebat di pandangan mata.
Souw Peng Hai merasa heran karena cengkeramannya luput Ketika ia menoleh ke belakang, Bee Kun Bu sudah masuk ke dalam siasat Kauw Kong Ceng Sut, sedang menusuk punggung Kiok Goan Hoat Ketika itu Kiok Goan Hoat sedang mengayun martil berantainya melawan Tu Wee Seng, tak menduga jika Bee Kun Bu sedang menusuk punggungnya, Tu Wee Seng telah melihat Bee Kun Bu menusuk, ia menggunakan kesempatan yang baik itu untuk menyerang beruntun tujuh kali dengan toya bambunya.
serangan berantai itu merupakan suatu jurus dari ilmu toya Pwee Cap It Cauw Fut Mo Cong Hoat (ilmu silat toya membasmi iblis dengan delapan puluh satu jurus), Kiok Goan Hoat kewalahan menangkis serangan lihay itu.
Untung
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
baginya, Mo Lun keburu datang membantu dengan mengirim tinjunya ke arah Tu Wee Seng, sehingga Tu Wee Seng terdampar oleh hembusan angin pukulan Tok Mo Ciang itu.
sebetulnya Tu Wee Seng tidak bermaksud menganjurkan Bee Kun Bu bertempur dengan beringas.
Maksudnya ialah menganjurkan ketiga pemimpin partai Kun Lun bertempur lebih sungguh-sungguh.
Hanya kesempatan yang baik itu ia tak dapat melepaskan begitu saja, Dengan seranganserangan yang bertubi-tubi, ia memberi kesempatan kepada Bee Kun Bu menusuk Kiok Goan Hoat Betul saja Kiok Goan Hoat tidak merasa bahwa ia sedang ditusuk dari belakang, Tapi "Tttraaannnggg!"
Terdengar suara senjata beradu, justru pada saat ujung pedangnya hampir menusuk punggungnya Kiok Goan Hoat, Co Hiong yang telah melihat bahaya itu, berhasil meloncat kan lingkaran emasnya dan mendorong ujung pedang Bee Kun Bu.
Ketiga pemimpin partai Kun Lun telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri Bee Kun Bu menghindarkan cekalan Souw Peng Hai dan mereka merasa kagum.
Tong Leng Tojin berkata seorang diri.
"Bu Jie telah berhasil masuk ke dalam siasat Kauw Kong Ceng Sut, jika kita dapat menerobos masuk, maka punahlah siasat itu...."
Lalu ia melancarkan ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam Hoatnya, segera terlihat sinar pedang yang menyilaukan mata.
Hian Ceng Tojin dan Giok Cin Cu, setelah melihat Tong Leng Tojin menerobos masuk, juga segera ikut menyerang masuk, Siasat Kauw Kong Ceng Sut mulai nampak menjadi kacau, Kiok Goan Hoat harus bertukar tempat dengan Ouw Lam Peng dan Yap Eng Ceng bertukar tempat dengan Tan Yin, salah seorang dari keempat iblis dari propinsi Sucoan yang menjadi pengawalnya Souw Peng Hai Rupanya mereka semua tak dapat menahan serangan-serangan dari ketiga pemimpin partai silat Kun Lun.
"Jika kalian masih juga mencegah kami Pedang~ pedang kami terpaksa membunuh kalian!"
Bentak Tong Leng Tojin,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
lalu ia menyabet lawannya dengan beringas dan melukai lengan kiri Tan Yin yang terpaksa mundur sambil menahan sakit, Tan Yin dan saudara angkatnya, yakni Tio Khin dan Yap Eng Ceng ketika itu telah dikurung oleh ketiga pemimpin partai Kun Lun, mereka terdesak hanya dapat membela diri Namun mereka tidak mundur, Tong Leng Tojin terpaksa melukai Tan Yin untuk menerobos masuk lebih dalam, Begitu Tan Yin mundur, Tio Khin dan Yap Eng Ceng maju mengisi lowongan, Tapi pedang Giok Cin Cu menyapu dengan jurus Khek Hong Bong Siauw atau angin taufan menyapu angkasa, menyabet ke atas kepala Tio Khin, Tio Khin harus menundukkan kepala menghindari sabetan pedang itu, tetapi Giok Cin Cu segera menendang sehingga Tio Khin pun jatuh terlentang Yap Eng Ceng mengirim tinjunya dengan tenaga dalam kepada Tong Leng Tojin, melemparkan goloknya ke arah Giok Cin Cu.
Tapi golok tersebut dapat ditangkis oleh Hian Ceng Tojin.
Semua itu telah terjadi cepat sekali Souw Peng Hai gagal mencekal pundak Bee Kun Bu, ia harus menjaga seranganserangan dari Teng Lee, Tio Lok dan Tio Hua, Tapi ilmu silatnya cukup lihay untuk menghadapi ketiga lawan itu.
Dengan toya di tangan kanannya ia menangkis semua serangan-serangan dari ketiga lawan itu, Co Hiong tidak bersikap acuh tak acuh lagi Dengan pedang terhunus, ia menolong Kiok Goan Hoat dari tusukan pedang Bee Kun Bu, lalu berbalik menyerang.
Seterusnya ia bertempur melawan Bee Kun Bu dengan sengit sekali Serangan-serangan Co Hiong beraneka warna, jurus jurus yang dilancarkannya itu bukanlah jurus-jurus yang ia dapat pelajari dari Souw Peng Hai Kegesitan dan kelincahannya mengagumkan sekali
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Namun Bee Kun Bu juga bukanlah lawan yang empuk, Betapa hebatnya Co Hiong menyerang, ia berhasil mengelit dan mengegos untuk membalas menyerang, Ketika Tan Yin menjerit karena terluka, ketiga pemimpin partai Kun Lun sudah berhasil masuk ke dalam Kauw Kong Ceng Sut Tu Wee Seng, bersama dengan ketiga pemimpin partai Ngo Bi, To It Kang dan Iain-lainnya juga telah menerobos masuk.
Segera pertempurn sengit berlangsung, Sinar senjata yang menyabet menyapu dan mengemplang berkelebatan ke sana kemari, Mo Lun, Ouw Lam Peng, Kiok Goan Hoat serta tiga dari keempat pengawal pribadi Souw Peng Hai harus mengeluarkan seluruh tenaga menghadapi serangan-serang-an yang gencar dan hebat Tiba-tiba Souw Peng Hai memekik keras dan mengayun toyanya melakukan serangan pembalasan Teng Lee, Tio Lok dan Tio Hua terpaksa meloncat mundur menghindari toya maut itu.
Setelah berhasil mendesak mundur Teng Lee dan kawankawannya, Souw Peng Hai meloncat dan menyerang ketiga pemimpin partai Kun Lun.
Melihat Souw Peng Hai meloncat dan menyerang, ketiga pemimpin partai Kun Lun menjadi terkejut menyaksikan tenaga yang dikerjakan oleh Souw Peng Hai itu seolah-olah dapat merobohkan gunung, Mereka tak berani menangkis serangan toya itu dengan pedang-pedangnya.
"Mundur!"
Seru Tong Leng Tojin, ketiga pemimpin partai Kun Lun itu segera meloncat mundur setibanya di tanah, Souw Peng Hai menghadapi ketiga pemimpin partai Kun Lun, lalu berkata.
"Kami partai Thian Liong tidak mempunyai dendam terhadap partai Kun Lun, Tapi kalian telah melukai orang dari partai kami, Apa maksud kalian?"
"Di dalam pertempuran soal terluka dan terbunuh tak dapat dicegah. pertanyaan Souw Cong Piauw ini benar-benar
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
membikin kami sukar untuk menjawabnya."
Sahut Tong Leng Tojin, Jawaban yang bersifat mengejek itu membikin murka Souw Peng Hai. ia berkata lagi.
"Suhengmu, Hian Ceng Tojin, terkenal sebagai seorang yang berbudi dan berwatak luhur Aku senantiasa menghormatinya. Tapi mengapa kau tak mengetahui kebaikan orang dan melukai orangku? Apakah kau kira kami takut bertempur melawan kau.,.?"
Ucapan itu ia barengi dengan satu jotosan dari tangan kiri nya.
"Aduh!"
Terdengar jerit Tio Lok yang kena hembusan angin dan tinju itu, tubuhnya terpental tujuh-delapan kaki jauhnya, Souw Peng Hai betuI-betul lihay, Meskipun ia sedang bicara dengan Tong Leng Tojin, akan tetapi ia dapat mengetahui bahwa dirinya sedang diserang oleh Tio Lok dari samping, Oleh karena itu ia mengirim tinju kirinya dan hembusan angin pukulannya telah membikin terpental Tio Lok Ketiga pemimpin partai Kun Lun mengagumi tenaga dalam yang dikerahkan lawannya untuk menghajar Tio Lok.
Seperti juga tidak terjadi apa-apa, Souw Peng Hai meneruskan pembicaraannya terhadap ketiga pemimpin partai Kun Lun.
"Aku sangat menghormati Hian Ceng Totiang, Aku pun mengetahui bahwa beliau telah menolong puteriku, Aku..."
Belum lagi ia habis berkata, Teng Lee telah menerkam dengan kedua tinjunya.
Teng Lee menjadi murka sekali ketika melihat Su-teenya, Tio Lok, dihajar terpental Dengan tidak berpikir lagi, ia maju menyerang dengan kedua tinjunya dengan seluruh tenaga nya.
Kedua jotosan tersebut adalah tinju maut Betapapun tingginya ilmu silat Souw Peng Hai, ia tak berani menangkisnya, Sambil menggeram ia mengegos ke samping, sehingga Teng Lee terjerunuk ke depan memukul angin.
Tidak pereuma Souw Peng Hai dihormati oleh pemimpinpemimpin cabang partainya, Disamping memiliki ilmu silat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
yang sangat tinggi iapun selalu bertempur dengan perhitungan dan waspada, Toya mautnya sangat dimalui oleh para lawan, tenaga dalamnya lihay sekali, telunjuk saktinya tak ada taranya.
Teng Lee yang memimpin partai Siat San tak berdaya menghadapi kakek ini.
Setelah ia terjerunuk ke depan, karena ia telah mengerahkan seluruh tenaganya, ia tak dapat menahan diri lagi, ia jatuh tersungkur dan memuntahkan darah segan ia lekas memejamkan kedua matanya untuk memulihkan luka-luka akibat dari serangannya yang gagal tadi.
Souw Peng Hai memperhatikan keadaan di sekitarnya, terlihat olehnya bahwa Tio Lok telah ditolong oleh Tio Hoa.
ia berpikir "Thian liong Pay hari ini bertempur melawan jago-jago silat dari kelima partai, karena itu antara kita telah timbul dendam, Lebth baik sekarang juga aku membasmi beberapa jago lawan untuk meringankan kesulitan di kemudian hari."
Dengan keputusan itu, ia angkat toyanya dan lari hendak memukul Teng Lee.
Tetapi secepat kilat ketiga pemimpin partai Kun Lun merintanginya.
Tong Leng Tojin berkata sambil mengejek TJrusan sekarang ini berlainan dari urusan yang biasa, BetuI partai Thian Liong dengan partai kami tidak mempunyai dendam apa-apa, tapi kali ini adalah soal merebut kitab pusaka yang mujizat, Jika Souw Cong Piauw sudi menyerahkan kitab-kitab tersebut, kami dari partai Kun Lun takkan merintangi lagi....W Sambil tertawa Souw Peng Hai menjawab.
"Apakah aku si tua bangka takut kepada ketiga pemimpin partai Kun Lun?"
Ia membarengi kata-katanya itu dengan menyapu ketiga pemimpin partai Kun Lun dengan toyanya, Ketiga pemimpin partai Kun Lun tak berani me-nangkis, mereka hanya berbareng meloncat mundur "Hai, Souw Cong Piauw, jaga tusukanku!"
Bentak Tong Leng Tojin dan membarengi dengan satu tusukan pedang dengan jurus Kie
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hong Teng Kiauw (Burung Hong memancing naga keluar), Giok Cin Cu menyerang dengan jurus Pwee Pui Hong Ie (Hujan turun dari delapan jurusan), Hian Ceng Tojin juga terpaksa turun tangan sambi berseru.
"Souw Cong Piauw, maafkan kami dari partai Kun Lun yang harus melawan."
Satu jurus To San Kim Cian (menyebar uang logam) ia putar tangannya sambil maju menyerang lawannya dari samping, Tiap-tiap serangan dari ketiga pemimpin partai Kun Lun itu adalah jurus-jurus dari ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam, Terlihat sinar yang memancar keluar dari ketiga pedang itu yang menyilaukan mata dan hembusan angin dari sabetan dan tusukan pedang itu meramalkan suasana, sehingga Souw Peng Hai harus mengeluarkan semua kepandaian untuk membela diri.
Baru pada waktu itu Souw Peng Hai menginsyafi kelihayan ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam.
ia tak dapat kesempatan untuk melakukan serangan balasan, ia hanya berhasil menjaga dan melindungi diri dengan toyanya, Suara beradunya senjata-senjata mereka itu terdengar terus menerus, lelatu api yang keluar dari senjata-senjata mereka berhamburan di udara, Entah sudar berapa jurus mereka bertempur tiba-tiba Tong Leng Tojin berpikir.
"Souw Peng Hai betul-betul seorang jago silat yang lihay, Jika aku tidak menyaksikan sendiri, aku takkan pereaya akan kelihayannya."
Ketika ia ingin menyerukan kepada Hian Ceng Tojin dan Giok Cin Cu untuk menyerang berbareng dengan jurus Sin Liong Cui Lang atau Naga sakti mengejar ombak, tiba-tiba toya Souw Peng Hai menyodok dadanya, sedang kaki kanannya menendang betis kiri Giok Cin Cu.
Dengan begitu Souw Peng Hai berhasil membebaskan diri dari kurungan mereka bertiga, ia meloncat ke depan untuk berbalik lagi menanti serangan-serangan pula, Tong Leng Tojin cepat-cepat mundur menghindarkan diri dari sodokan toya, Giok Cin Cu mengegos ke samping
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menghindari tendangan dan Hian Ceng Tojin menjadi bingung, tak tahu siapa yang harus ditolong terlebih dahulu, justru saat itu digunakan oleh Souw Peng Hai untuk lompat keluar dari kurungan, setelah menyabet pedang Tong Leng Tojin yang membacok selagi meloncat mundur, ia melarikan diri Hian Ceng Tojin mengejar, begitupun Giok Cin Cu.
Souw Peng Hai sudah berbalik, ia tangkis tusukan Hian Ceng Tojin dan mengelit sabetan pedang Giok Cin Cu.
Lalu ia putar toyanya mendesak mundur kedua lawannya.
Kesempatan itu digunakan untuk maju menyodok dadanya Tong Leng Tojin yang sedang mengerahkan tenaga dalamnya memulihkan tangan kanannya yang mulai menjadi lumpuh, akibat senjatanya bentrok dengan toya lawannya tadi, Dengan cepat sekali Souw Peng Hai membalas menyerang ketiga lawannya Dalam keadaan atau kedudukan yang berbahaya itu, Tong Leng Tojin terkejut melihat sodokan toyanya Souw Peng Hai.
ia lekas menyabet toya yang menyodok itu dengan pedangnya sambil mengegoskan tubuhnya ke samping, Hebat sekali sodokan itu.
Tong Leng Tojin merasa seluruh tubuhnya tergetar, dirinya terdampar lagi dua langkah.
-ooo0oooKemuliaan terlihat karena merebut kitab-kitab Kui Goan Pit Cek Giok Cin Cu terkejut menampak suhengnya terpental ia putar pedangnya dan loncat menyerang Souw Peng Hai.
Dengan satu egosan yang cepat Souw Peng Hai dapat menghindari tusukan pedang, lalu mengangkat toyanya membalas mengemplang lawan nya.
Kemplangan yang dikerahkan itu tak dapat ditahan atau ditangkis oleh Giok Cin Cu.
ia menarik kembali pedangnya dan memutar-mutarkan pedangnya guna melindungi dirinya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sambit meraung keras Souw Peng Hai berusaha menotok jalan darah di bagian dada Giok Cin Cu, mungkin berhasil jika Hian Ceng Tojin tidak keburu menolongnya dengan menyerang dari belakang.
Demikianlah Souw Peng Hai melawan ketiga pemimpin partai silat Kun Lun itu dengan gigihnya.
Tiga pedang dan sebatang toya terlihat berkelebatan ber-seliweran dan saling beradu sangat hebatnya, Namun Souw Peng Hai tidak kelihatan letih melawan ketiga jago silat dari partai Kun Lun itu.
Dengan semua kepandaiannya, setelah bertempur beberapa puluh jurus, ketiga pemimpin partai Kun Lun itu masih juga belum dapat menundukkan Souw Peng Hai.
Pek Yun Hui, Na Siao Tiap dan kawan-kawannya yang berdiri di mulut jalan keluar dari lembah tersebut terus bersikap tenang menyaksikan pertempuran yang sedang berlangsung dengan sengitnya itu.
Co Hiong telah menyerang Bee Kun Bu dengan beberapa jurus yang luar biasa.
Tetapi Na Siao Tiap yang sudah paham betul akan semua ilmu silat yang tereatat di dalam kitab Kui Goan Pit Cek, jurusjurus tersebut tidak asing lagi baginya, ia hanya merasa heran dari manakah Co Hiong telah mempelajari jurus-jurus tersebut dan ia pun merasa khawatir akan keselamatan Bee Kun Bu, Tetapi setelah melihat Bee Kun Bu dapat mengegosi semua serangan Co Hiong dengan langkah ajaib Ngo Heng Bi Cong Pu, ia mulai menjadi lega.
Ong Han Siong telah melihat bahwa Souw Peng Hai masih belum berhasil menerobos keluar dari kepungan ketiga pemimpin partai Kun Lun, Dengan kipas bajanya ia datang membantu ia berusaha menotok Hian Ceng Tojin serta mengirim satu tinju kepada Giok Cin Cu.
Serangan-serangan yang dilancarkan dengan pesat itu adalah serangan purapura, tetapi hembusan anginnya sudah cukup mendesak mundur lawan-lawannya, justru pada saat itu ujung toyanya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Souw Peng Hai datang menyodok dada Giok Cin Cu yang terpaksa menangkis dengan pedangnya, Segera Giok Cin Cu merasa mulutnya menjadi panas, tangan dan lengan kanannya menjadi lemah, karena sodokan toya Souw Peng Hai itu adalah sodokan jurus Tok Liong Cut Tong atau Naga beracun keluar dari goa.
Melihat Sumoynya menjadi pucat, Hian Ceng Tojin yang baru saja menghindari totokan Ong Han Siong menjadi sangat terkejut ia yakin bahwa Sumoynya tak dapat menahan satu serangan lagi dari pihak lawan, Dengan mengerahkan tenaga dalamnya ia kirim satu jotosan kepada Ong Han Siong dan meloncat menjaga Sumoynya.
Di luar dugaan Ong Han Siong yang ingin menotok pundak kiri Hian Ceng Tojin dengan jurus Ceng Teng Tiam Sui atau Capung menotok air, Hian Ceng Tojin telah mendorong kepadanya dengan hembusan angin tinjunya, lalu dengan pedangnya menusuk lambungnya Souw Peng Hai.
Tusukan itu juga dilakukan dengan jurus Tok Liong Cut Tong atau Naga beracun keluar dari goa, Souw Peng Hai lekas-lekas meloncat mundur Kemudian toya si orang She Souw diayunkan lagi dan mengeniplang Hian Ceng Tojin dengan jurus To Ta Kim Cung atau Palu memukul genta, sambil mengancam.
To-heng, coba tahan kemplangan ini!"
Tentu saja Hian Ceng Tojin tak berani menahan atau menangkis kemplangan yang mungkin beratnya seribu kati itu.
ia tarik kembali pedangnya Souw Peng Hai masih bisa menyontek pedang lawannya jika ia kehendaki Namun ia tidak melakukan itu.
ia masih mengingat akan budi kasih Hian Ceng Tojin yang pernah menolong jiwa puterinya dari tangan Tu Wee Seng.
Kesempatan itu digunakan oleh Souw Peng Hai untuk meloncat keluar dari kepungan ketiga jago silat Kun Lun itu.
Ketika Hian Ceng Tojin menjadi sadar dari kebingungannya, ia melihat bahwa Souw Peng Hai sudah
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
terpisah satu tombak jauhnya. Demi nama baik partai Kun Lun, ia mengejar lagi. Tapi dari belakang ditegur oleh orang. To-heng, biarlah aku yang gempur dia."
Orang itu adalah pemimpin partai silat Tiam Cong, Sia Yun Hong.
Setelah melihat bahwa Sia Yun Hong tidak akan menggempur dirinya, Souw Peng Hai tak lari lagi.
Hian Ceng Tojin sudah mengetahui bahwa Sia Yun Hong sangat membenci Souw Peng Hai yang telah membunuh mati adiknya, dan ia menggempur Souw Peng Hai bukan sematamata karena kitab pusaka, Oleh karena itu Hian Ceng Tojin mencegah sambil berkata.
"Sia To-heng dapat membantu aku, akupun merasa girang, Tapi maksud kita kali ini adalah merebut kembali kitab Kui Goan Pit Cek saja."
Souw Peng Hai tidak menunggu diserang.
ia maju menyerang lebih dulu, ia sodok Hian Ceng Tojin dengan toyanya dan terus menyapu Sia Yun Hong.
Tong Leng Tojin yang telah pulih lagi tenaganya, iapun segera datang membantu, menusuk Souw Peng Hai dari belakang.
Secepat kilat Souw Peng Hai mengegos, lalu berbalik menyapu kedua betisnya Tong Leng Tojin yang buru-buru meloncat ke atas dengan ilmu Pat Po Teng Kong atau Delapan langkah naik ke langit Setelah semua serangan masing-masing pihak gagal, Souw Peng Hai tiba-tiba tertawa besar dan berkata.
"Ketiga pemimpin partai Kun Lun, aku minta mundur Aku ingin mempertunjukkan kelihayanku."
Hanya dalam jangka waktu ia mengucapkan kata-katanya itu, ia telah mengerahkan tenaga dalamnya, lalu perlahanlahan mengangkat tangan kirinya dan mengawasi Tong Leng Tojin sambil mengancam.
To-heng adalah yang memegang pimpinan partai Kun Lun, aku minta To-heng sambut Kan Goat Citku ini!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Harus diketahui bahwa Kan Goan Citnya Souw Peng Hai adalah ilmu silat yang paling lihay di kalangan Bu Lim, Hembusan angin dari sodokan jari kirinya itu dapat menembusi besi dan emas.
Meskipun ilmu silat Tong Leng Tojin dua kali lebih mahir daripada apa yang dimilikinya sekarang, ia tetap takkan dapat menahannya, Hian Ceng Tojin lalu ayun pedangnya dan loncat di depan Tong Leng Tojin sambil berseru.
"Aku sudah lama mendengar kelihayan Kan Goan Cit itu, aku ingin men-cobanya."
Lalu ia cabut sebilah pedang tua dari pung-gungnya.
Saking tajam pedang tua itu memancarkan sinar terang benderang ketika dicabut dan suasana di sekitarnya segera berubah menjadi dingin.
Dengan kedua pedang disalib di depan dadanya, Hian Ceng Tojin menanti menahan serangan Kan Goan Citnya Souw Peng Hai.
Namun Souw Peng Hai masih ingat budi Hian Ceng Tojin terhadap puterinya, ia sungkan menjajal Hian Ceng Tojin menahan Kan Goan Citnya, Dengan menahan napas sehingga seluruh mukanya menjadi merah ia berhenti melancarkan Kan Goan Citnya, lalu berkata.
"Wa-tak yang luhur dan budi kasih dari To-heng tak dapat kulupakan Maka terpaksa aku harus menarik kembali Kan Goan Citku."
Semua orang yang menyaksikan kesudahan peristiwa itu menjadi tereengang, karena semua orang yakin bahwa pemimpin partai Kun Lun takkan dapat menahan serangan Kan Goan Cit itu dan jika pemimpin partai Kun Lun gagal menahan serangan tersebut, maka jatuhtab nama partai Kun Lun di kalangan Bu Lim.
Hian Ceng Tojin juga terharu melihat sikap ksatria dari Souw Peng Hai.
Akan tetapi ia mendesak.
"Stouw Cong Piauw, ayo teruskan serangan Kan Goan Citmu...!"
Dalam pada itu Souw Peng Hai mengejek.
"Baiklah, jika To-heng dapat menahan Kan Goan Citku, aku rela
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mengembalikan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek...."
Lalu dengan suara seperti geledek ia berseru.
"Semua berhenti.!"
Betul saja seruan yang hebat itu telah membikin semua jago-jago silat yang masih bertarung berhenti, semuanya datang menghampiri dan mengurung Souw Peng Hai, Hian Ceng Tojin dan Tong Leng Tojin!
Dengan tenang Souw Peng Hai mengeluarkan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek dari saku di dadanya, diletakkan di atas telapak tangan kirinya, ia mengawasi semua orang di sekitarnya, lalu berkata dengan sungguh-sungguh.
"Ti-dak perduli siapa saja bisa merebut kitab-kitab Kui Goan Pit Cek ini dari tanganku, kami dari partai Thian Liong takkan merampas kembali Paling akhir ia mengawasi Tong Leng Tojin, Semua jago silat menaruh perhatian kepada kitab pusaka yang berada di atas telapak tangan kiri Souw Peng Hai. Dengan suara keras dan beringas Tong Leng Tojin menjerit.
"Mundur!"
Dengan pedang terhunus ia maju.
Hian Ceng Tojin terpaksa minggir dan membiarkan Suteenya lewat Dengan langkah yang tegap dan perlahan Tong Leng Tojin maju mendekati Souw Peng Hai Dengan tenang Souw Peng Hai menancapkan toyanya di atas tanah, lalu sambil menyengir ia mengerahkan seluruh tenaga dalamnya ke dalam tangan kanannya, Tong Leng Tojin juga sambil maju terus mengumpulkan tenaga dalamnya, siap sedia menahan serangan kan Goan Citnya Souw Peng Hai.
Ketika mereka sudah terpisah hanya beberapa langka h, tiba-tiba terasa oleh mereka hembusan angin dan terlihat bayangan orang secepat kilat menyambar kitab-kitab Kui Goan Pit Cek dari samping.
Tong Leng Tojin terkejut dan ia berhenti Segera terdengar suara jeritan yang membikin bulu roma berdiri dan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
memecahkan suasana yang sunyi senyap di lembah itu dibarengi dengan suara jatuhnya tubuh manusia di tanah, Semua perhatian ditujukan kepada tubuh manusia yang telah menjadi mayat itu.
Souw Peng Hai mengejek.
"Siapa lagi yang ingin merasai Kan Goan Citku?"
Orang yang mati konyol itu adalah To It Kang, Sutee Tu Wee Seng dari partai Hua San.
Rupanya ia hendak merebut kitab-kitab Kui Goan Pit Cek di atas telapak tangan kiri Souw Peng Hai.
To It Kang terhitung jago silat kelas satu, tapi dia binasa tanpa suara oleh serangan Kan Goan Cit!"
Keluh Hian Ceng Tojin, yang berbareng cemas akan nasib Suteenya.
To It Kang setelah melihat kitab Kui Goan Pit Cek yang dibuat perebutan itu di depan matanya, ia tak dapat menahan ketamakannya, Dengan secepat kilat ia loncat merebut kitabkitab itu.
ia tak menduga bahwa Souw Peng Hai telah memperhatikan gerak-geriknya, telah menyerangnya dengan Kan Goan Cit, Dengan demikian tamatlah riwayatnya, Menyaksikan tewasnya To It Kang, semua jago silat terperanjat termasuk juga pemimpin-pemimpin dari kelima cabang partai Thian Liong sendiri Mereka memang telah mengetahui bahwa Souw Peng Hai memiliki ilmu Kan Goan Cit, tapi mereka belum pernah menyaksikan kelihayannya, Sejenak kemudian, Tu Wee Seng yang baru sadar dari terperanjatnya, lari menyerang Souw Peng Hai dengan toya bambunyaj tetapi Sia Yun Hong lekas-lekas mencegah dan membujuknya.
"Tu-heng, sabar, Mengha-dapi musuh, kita tidak boleh hilang kepala."
Sebetulnya Tu Wee Seng hanya ingin maju melihat apakah Suteenya betul-betul sudah tewas, sikap yang terburu nafsu itu hanya buatan belaka, Sejenak kemudian Souw Peng Hai mengawasi semua jago-jago silat yang mengurungnya, Dengan tenang ia mengejek.
"Rupanya kalian terlampau segan merebut kitab-
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kitab Kui Goan Pit Cek ini. Aku terpaksa akan menyimpan kembali."
Dalam kesempatan itu, orang-orang partai Thian Liong telah menolong kawan-kawannya yang terluka dan sudah siap lagi untuk bertempur Tong Leng Tojin berkata lagi kepada Souw Peng Hai.
"Souw Cong Piauw, jangan simpan dulu kitab-kitab itu. Aku ingin menguji Kan Goan Citmu."
Sambil tertawa Souw Peng Hai menjawab.
"Baik, baik, Toheng dapat segera mulai turun tangan...."
Belum lagi ia habiskan kata-katanya, telah terdengar jeritan seseorang memanggilnya.
"Ayah!"
Dan terlihat Souw Hui Hong lari menghampiri ayahnya dengan rambut terurai dan pakaian yang kotor dan bernoda darah, Melihat keadaan puteri kesayangannya itu, Souw Peng Hai sangat pilu hatinya, ia tak dapat bersikap tenang lagi ia menanya dengan perasaan heran.
"Nak, kau dihajar oleh siapakah sampai keadaan dirimu demikian? Lekas beritahukan kepadaku Hari ini aku sudah tak segan lagi membunuh orang, jika kau membunuh orang yang menganiayamu, aku baru puas."
Sehabis berkata demikian, ia segera mengawasi Tu Wee Seng, Souw Hui Hong telah mengerahkan seluruh tenaganya yang masih ketinggalan untuk menghampiri ayahnya, ia berlari-lari dengan sempoyongan tak dapat berdiri jejak.
Tio Hoa yang melihat itu segera berpikir "Jika aku dapat menawan gadis itu untuk dijadikan sandera, maka Souw Peng Hai dapat dipaksa menyerahkan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek."
Lalu tanpa berpikir panjang lagi, ia meloncat dan menerkam Souw Hui Hong.
Souw Peng Hai tak keburu menolong puterinya.
ia membentak dan melancarkan serangan Kan Goan Citnya kepada Tio Hoa.
Kelihayan Kang Goan Citnya itu tak dapat disangkal Hembusan angin yang keluar dari jari tangannya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
telah menusuk tangannya Tio Hoa yang menjambret pundak Souw Hui Hong, dan terus menusuk dadanya, seolah-olah tusukan sebilah pisau belati yang tajam Hembusan angin tersebut juga telah mendorong Souw Hui Hong ke be!akang.
justru pada saat itu tiba-tiba terlihat berkelebatnya sebuah sinar.
Tangan Tio Hoa terpotong menjadi dua.
Sinar yang berkelebat itu adalah senjata yang menebas tangan Tio Hoa.
Kejadian tersebut berlangsung cepat sekali, semua perhatian telah ditujukan kepada kejadian itu, Orang yang datang menolong Souw Hui Hong bukannya orang dari partai Thian Liong, tapi Bee Kun Bu dari partai Kun Lun.
Dengan sangat murka sekali Tu Wee Seng membentak "Hei anak kemarin dulu!"
Bentakannya itu ia barengi dengan satu kemplangan toya bambunya ke punggung Bee Kun Bu.
Dengan cepat Bee Kun Bu dorong tubuh Souw Hui Hong kepada ayahnya dan berusaha mengegosi kemplangan dari Tu Wee Seng.
ia yang bertekad menolong orang tidak keburu mengegosi kemplangan Tu Wee Seng, karena ia telah bertekad menolong tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri.
Bagi ia mati menolong orang adalah lebih baik daripada mati dianiaya orang, Tapi ternyata jiwanya masih dilindungi Tuhan, meskipun ia tak keburu mengegosi kemplangan dari Tu Wee Seng, ia masih dapat ditoIong.
Ketika ia meloncat menolong Souw Hui Hong, Pek Yun Hui sudah memperhatikan gerak-geriknya dan sudah siap dengan dua biji Hian Cunya, Begitu lekas Tu Wee Seng datang mengempIang, kedua biji Hian Cu itu telah dilontarkan yang satu memukul toya dan yang lainnya memukul jalan darah di tengah antara kedua mata Tu Wee Seng, Tu Wee Seng yang terkenal lihay segera merasa serangan dari kedua biji Hian Cu itu.
ia lekas-lekas meloncat mundur mengelakkan diri dari kedua Hian Cu itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketika itu Souw Peng Hai sudah memeluk puterinya, Pek Yun Hui sudah loncat maju sambil mengirim tinju ke arah Teng Lee yang juga berusaha memukul Bee Kun Bu dan menyodok tinju kanannya dengan tenaga dalam ke arah Sia Yun Hong untuk mendesak mundur Hanya dalam sekejap saja, suasana menjadi berubah.
Semua jago silat sudah melangkah mundur satu tombak lebih dari Souw Peng Hai.
Dengan satu loncatan Pek Yun Hui loncat melalui Bee Kun Bu sambil berbisik "Kau tak boleh mati begitu saja....H Lalu ia berdiri di hadapan Souw Peng Hai dan menantang.
"Aku minta kau serahkan puterimu kepada orang-orangmu untuk dijaga, Aku ingin menguji Kan Goan Citmu!"
Dengan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek di tangan kiri serta memegang puterinya di tangan kanan, Souw Peng Hai menjawab.
"Ha, kita rupanya harus mengadu silat juga. Lebih baik kita menggunakan kesempatan sekarang untuk menentukannya."
Setelah dibebaskan jalan darah di punggungnya oleh ayahnya, Souw Hui Hong baru sadar lagi. Tiba-tiba Ong Han Siong loncat ke hadapan Souw Peng Hai dan berkata.
"Cong Piauw yang bertanggung jawab atas semua urusan partai Thian Liong tak dapat melawan musuh sendiri Biarlah aku yang maju melawan musuh..."
Souw Peng Hai menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata.
"Aku yakin ilmu Pek siocia tinggi sekali Mungkin aku tak dapat melawannya dengan Kan Goan Citku. Tapi jika aku tewas pada hari ini, maka urusan partai Thian Liong aku serahkan kepada mu. Hei, di manakah Co Hiong?"
Co Hiong segera datang dan membungkukkan diri memberi hormat.
"Teecu ada di sini!"
Souw Peng Hai serahkan Souw Hui Hong kepada Co Hiong sambil berkata.
"Kau jaga baik-baik Sumoymu, Untuk menjaga Sumoymu, kau harus berkorban."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pesan yang ia berikan kepada Ong Han Siong dan Co Hiong itu sangat memilukan hati orang yang mendengarnya.
Tiba-tiba Souw Hui Hong mengertak gigi dan loncat merampas kitab Kui Goan Pit Cek dari tangan ayahnya, perbuatan yang tiba-tiba dan nekad itu membikin semua orang menjadi terperanjat.
"Hei, apakah kau sudah gila?"
Bentak Souw Peng Hai.
"Lekas kembalikan kitab-kitab itu?"
Setelah melangkah mundur beberapa tindak, Souw Hui Hong menjawab.
"Ayah, kitab pusaka ini adalah milik orang lain, Co Suheng telah merampasnya dengan tipu muslihat yang busuk"
Ia tak dapat meneruskan kata-katanya, karena tiba-tiba tenggorokannya tereekik. Souw Peng Hai maju selangkah dan merampas kembali kitab-kitab itu, tapi Souw Hui Hong mengegos.
"Apakah kau sudah gila?"
Bentak Souw Peng Hai dan ia angkat toyanya untuk memukul. Dengan tertawa seperti orang yang hilang ingatan Souw Hui Hong berkata.
"Aku rela mati di bawah tangan ayah, karena ini lebih baik daripada mati di tangan Suhengku."
Lalu ia menubruk toya ayahnya dengan kepalanya.
Souw Peng Hai terkejut Lekas-lekas ia tarik toyanya dan tangan yang lainnya merampas kitab-kitab pusaka, Souw Hui Hong menubruk angin, tapi tubuhnya terjerunuk ke depan.
Tiba-tiba terdengar Co Hiong menjerit "Suhu!"
Dan terlihat ia meloncat secepat kilat ke samping tubuh Souw Hui Hong dengan tangan kirinya coba merampas kitab-kitab Kui Goan Pit Cek dan tangan kanannya melontarkan lingkaran emasnya.
Segera terlihat darah muncrat dan satu lengan manusia terlempar tujuh-delapan kaki jauhnya, Bee Kun Bu meloncat menangkap lengan yang berlumuran darah itu dan berusaha menjaga tubuh Souw Hui Hong, Lalu dengan beringas ia menyambit Co Hiong dengan pedangnya Sejenak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kemudian ia telah merangkul Souw Hui Hong yang jatuh di tanah dengan tangan tertebas putus!
-ooo0oooCo Hiong membawa kitab-kitab Kui Goan Pit Cek masuk ke dalam jurang.
Bee Kun Bu telah berusaha menolong Souw Hui Hong dari lingkaran emasnya Co Hiong yang bertekad merampas kitabkitab Kui Goan Pit Cek dengan cara apapun dan dia telah berhasil merampas kitab-kitab tersebut dengan menebas putus lengan Souw Hui Hong, Malah diapun berhasil mengegosi pedang Bee Kun Bu yang disambitkan kepada nya, lalu terus lari ke belakang.
Co Hiong menjatuhkan diri mengelakkan totokan maut itu, lalu bergulingan dan bangun menusuk dada Pek Yun Hui dengan ilmu Tok Coa Kit Houw atau Ular beracun menyerang harimau, ia telah mengerahkan seluruh tenaganya untuk melakukan tusukan maut itu.
Pek Yun Hui cepat-cepat melangkah mundur dan membentak.
"Binatang! Hari ini kau mesti mati konyol!"
Lalu dengan telunjuk yang ia lancarkan dengan ilmu Tian Kong Cit, ia menyerang jalan-jalan darah Tian Tok (jantung) dan Tiong Hu (perut) Co Hiong.
pertempuran antara kedua jago silat itu disaksikan oleh para jago silat dengan kagum dan khawatir Tiap-tiap serangan atau tangkisan dilancarkan dengan kepandaian yang luar biasa, Tiap-tiap serangan atau totokan jika tak luput pasti membunuh pihak Iawan, pertarungan hidup mati!
Jika Co Hiong tidak pernah bertemu Kiok Gie Hweeshio yang telah mengajarkannya semua ilmu silat dari San Im Shin Ni, mungkin ia sudah menjadi mayat Melihat kedua totokan itu, ia mengerahkan seluruh tenaganya meloncat ke atas dan berhasil mendaki jurang di depannya, Pek Yun Hui mengejar Mereka berada di pinggir jurang yang terjal.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui menyerang lagi dengan tinjunya, Ji'ka Co Hiong menahan jotosan itu, ia yakin ia akan terdorong dan segera terlempar jatuh ke dalam jurang yang dalam lagi berbahaya Oleh karena itu ia segera mengegoskan diri dan berusaha mencari lowongan untuk balas menyerang.
Tapi Pek Yun Hui tak memberikan kesempatan lagi, ia terus mengirim jotosan-jotosannya bertubi-tubi dan satu jotosan telah berhasil memukul betis kiri Co Hiong sehingga menjadi pincang.
"Hayo, keluarkan semua kepandaianmu!"
Bentak Pek Yun Hui dan Co Hiong sudah sempoyongan Tiba-tiba terasa hembusan angin.
Ternyata Souw Peng Hai dan Sia Yun Hong telah datang mengejar dan mereka berdua menerkam Co Hiong, Tapi Pek Yun Hui mengirim jotosan kanannya dengan ilmu Tiauw Hoat Lam Hai (Mengerahkan ombak lautan selatan) kepada Souw Peng Hai dan menusuk Sia Yun Hong dengan telunjuk jari tangan kirinya dengan ilmu Tok Coa Kit Houw atau ular beracun menyerang harimau, Souw Peng Hai menjerit menangkis jotosan itu dan Sia Yun Hong loncat ke atas menghindari tusukan telunjuk itu.
Tangkisan Souw Peng Hai membikin Pek Yun Hui terdorong.
"Hei, manusia binatang!"
Bentak Pek Yun Hui, segera Na Siao Tiap, Lie Ceng Loan dan kawan-kawannya sudah siap membantu Pek Yun Hui, Lalu Pek Yun Hui berkata kepada Na Siao Tiap.
Tiap Moi, kau tunggu di sini, aku hendak mengejar Co Hiong, binatang itu...!"
Sehabis berkata demikian, ia segera loncat mengejar Co Hiong, Semua jago-jago silat seolah-olah baru sadar dari tidurnya, mereka semuanya turut mengejar dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Co Hiong telah menggunakan ilmu Gie Sin Hoan Bie atau Tukar bentuk merubah kedudukan, untuk melarikan diri
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
membawa kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu dan rupanya tak dapat dikejar oleh para jago silat Tapi dengan menahan napasnya sejenak, Pek Yun Hui melonjak ke atas seolah-olah seekor burung eJang terbang naik ke angkasa dan sesaat kemudian telah berada di belakangnya Co Hiong, Sia Yun Hong menarik napas menyatakan ke-kagumannya melihat ilmu meringankan tubuh Pek Yun Hui.
ia berseru.
"Sungguh suatu ilmu yang bagus sekali!"
Ketika itu Co Hiong dan Pek Yun Hui sudah lima tombak di depan para jago silat, dan Pek Yun Hui sudah mulai melancarkan jotosannya, ilmu Tay Im Kie Kong atau ilmu tenaga dalam menenangkan semangat dari Co Hiong sudah cukup berdasar dan iapun insyaf bahwa pertempuran kali ini adalah pertempuran mati atau hidup, ia sudah siap sedia melawan dan ketika Pek Yun Hui mengirim jotosan, ia berbalik dan menjaga diri untuk membalas menyerang dengan tinju kiri dan pedang di tangan kanan, Begitu tiba di tanah, Pek Yun Hui mengegosi serangan pedang dan dengan ilmu Tan Cit Sin Tong atau totokan telunjuk sakti ia pentil pedangnya Co Hiong dan tinju kirinya menahan jotosan jahanam itu.
Meskipun ilmu Tan Cit Sin Tongnya belum sem-purna, akan tetapi telah cukup membikin lengannya Co Hiong menjadi lumpuh, Co Hiong melontarkan lingkaran cmasnya.
tapi dengan hembusan angin tinju, Pek Yun Hui berhasil membelokkan arahnya lingkaran emas itu.
Kesempatan yang baik itu digunakan oleh Co Hiong untuk menusuk lagi punggung Pek Yun Hui.
Entah bagaimana, dengan ilmu langkah ajaib Ngo Heng Bi Cong Pu, lagi-Iagi tusukan itu mengenai tempat kosong, Lalu telunjuk jari kanannya menotok lambung Co Hiong, Secepat kilat mundur dua langkah, ia jadi sangat terkejut "Orang ini
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
betul-betul luar biasa ilmu silatnya!"
Baru saja ia hendak merampas kitab-kitab Kui Goan Pit Cek dari Co Hiong, si bangsat sudah menggunakan kesempatan yang baik itu untuk bergulingan dan menjatuhkan diri ke bawah jurang yang dalam lagi berbahaya itu.
Semua orang menjadi terperanjat karena semua tidak menduga bahwa Co Hiong akan melakukan perbuatan nekad itu.
Sia Yun Hong mengayun pedangnya dan berseru.
"Sayang, sayang, Dia sudah melarikan diri lagi."
Souw Peng Hai mengawasi Pek Yun Hui sejenak, lalu berjalan ke pinggir jurang dan memperhatikan jurang yang berbahaya dan sangat dalam itu.
Demikian dalamnya jurang itu sehingga tak terlihat dasarnya.
Souw Peng Hai menghela napas dan menggeleng-gelengkan kepala, Pek Yun Hui menjadi cemas karena kitab-kitab Kui Goan Pit Cek telah dibawa oleh Co Hiong dan ia tak dapat mengembalikan kepada Na Siao Tiap, pemiIiknya.
ia menduga bahwa Cb Hiong yang telah menjatuhkan diri ke dalam jurang itu pasti telah hancur luluh.
Ketika itu kelima pemimpin cabang partai Thian Liong, ketiga pemimpin partai Kun Lun, ketiga pemimpin partai Ngo Bi dan lain-lainnya sudah tiba di atas jurang itu.
Pang Siu Wie menggendong Souw Hui Hong yang berlumuran darah karena telah kehilangan sebelah lengan nya.
Na Siao Tiap mengikuti Lie Ceng Loan disertai oleh keempat bujang perempuannya, Semua gadis-gadis itu berlinang air mata menyaksikan peristiwa yang mengerikan itu.
Bee Kun Bu masih memegangi lengan Souw Hui Hong yang telah putus dan berlumuran darah dengan wajah yang sedih.
Na Siao Tiap menghampiri Pek Yun Hui dan berkata.
"Pek Cici, Souw Siocia telah terluka parah dan lengannya tertebas putus, Mungkin dia sukar ditolong lagL"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui mengawasi Souw Hui Hong yang sudah tidak sadarkan diri, lalu berkata.
"Meskipun dia dilukai oleh suhengnya yang jahat dan busuk, kita tak bisa tinggal diam. Kita harus berusaha menolong...."
Lalu ia jalan menghampiri Pang Siu Wie, ia dapat memperhatikan lagi bahwa Souw Hui Hong sudah pingsan, wajahnya pucat pasi dan kedua matanya terpejam, Tiba-tiba Pang Siu Wie menangis dan berkata.
"Aku harus dihukum, Setelah Souw Siocia siuman, dia meronta-ronta dari pelukanku, Aku tak keburu menahannya, dia lari kepada ayahnya, Dan sekarang dia menjadi begini...."
Bee Kun Bu menghampiri dan berkata kepada Pek Yun Hui.
"Pek Siocia, apakah dia masih dapat ditolong?"
Pek Yun Hui menghela napas, lalu menjawab sambil tersenyum sedih.
"Dia sudah menderita luka parah, lalu lengannya tertebas putus. Dia kehilangan banyak darah, Tentang apakah masih dapat ditolong atau tidak, aku tak dapat menyatakan sekarang Dia harus diperiksa luka-luka dan cedera-cederanya...."
Lalu ia berkata kepada Na Siao Tiap. Tiap Moi, apakah kau masih mempunyai pil obat yang mujarab? Mungkin pil obat tersebut dapat menolong jiwanya."
Na Siao Tiap diam tak berkata, Bee Kun Bu yang merasa berhutang budi kepada nona Souw, ia menghampiri Na Siao Tiap dengan maksud minta pil obat untuk Souw Hui Hong, akan tetapi ia menjadi bisu ketika berhadapan dengan gadis itu, Sikap yang janggal itu terlihat oleh Lie Ceng Loan yang lekas-lekas menghampiri dengan maksud menghibur tetapi iapun menjadi bisu ketika sudah berdiri dekat Bee Kun Bu.
ia hanya dapat berdiri di sampingnya Bee Kun Bu.
Souw Peng Hai berdiri dengan bengong mengawasi puterinya.
ia sangat sayang puterinya itu, akan tetapi ia tak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mengerti mengapa puterinya menentang ia dalam soal kitabkitab Kui Goan Pit Cek itu, Meskipun kelima pemimpin cabangnya semuanya memiliki ilmu silat yang tinggi dan kecerdasan, akan tetapi karena dua orangnya telah terluka (Souw Hui Hong dan Co Hiong), mereka tak dapat bertindak atau mengutarakan sesuatu, Setelah memeriksa luka-lukanya Souw Hui Hong, Pek Yun Hui berkata kepada Na Siao Tiap.
Tiap Moi, kitab-kitab Kui Goan Pit Cekmu telah dibawa oleh Co Hiong yang telah jatuh ke dalam jurang, Aku tak dapat mengejar dia lagi, Aku merasa kecewa!"
Dia berkata dengan tidak menyinggung soal Leng Tan lagi, Na Siao Tiap tersenyum dan berkata.
"Cici jangan pikiri hal itu pu!a. sebelumnya ibuku meninggal dunia, dia pernah mengatakan bahwa adanya kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu di dunia hanya menimbulkan ma!a-petaka belaka. Dia menghendaki aku memahami isinya, dan kemudian membakarnya, Kini kitab-kitab tersebut telah jatuh ke dalam jurang, kita tak usah buat pikiran lagi...."
Dan ia terus lari melewati Pek Yun Hui.
Tiba-tiba Tu Wee Seng mengangkat toya bambunya dan membentak Souw Peng Hai.
ilmu Kan Goan Cit saudara Souw betul-betul hebat, Suteeku tewas di tanganmu Hutang jiwa ini aku catat di dalam buku, dalam jangka waktu satu tahun darf hari ini, aku akan membawa orang-orang dari partai Hua San datang ke markas besar partai Thian Liong di sebelah utara propinsi Kwiciu untuk membikin perhitungan."
Ucapan tersebut diteruskan oleh Sia Yun Hong.
"Aku kali ini telah keluar dari pegunungan Tiam Cong dengan maksud membikin perhitungan juga terhadap saudara Souw, tetapi aku tidak menduga kita bertemu di pegunungan Koat Cong San ini....H Souw Peng Hai tidak menanti kata-kata itu diucapkan habis, ia segera tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Semenjak aku memimpin Thian Liong Pay, kalian semua
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
yang menganggap diri sebagai pemimpin-pemimpin partai silat telah pandang aku sebagai musuh dan merasa gembira jika aku sudah habis riwayat nya.
partai Siauw Lim dan partai Bu Tong telah berjanji menguji ilmu silat tiga tahun kemudian...."
Ia berhenti sejenak untuk mengawasi semua jago-jago silat di sekitarnya, lalu melanjutkan.
"Kalian semuanya adalah pemimpin-pemimpin dari partai silat Aku minta maaf jika aku salah bicara, Partai silat Thian Liong telah menyediakan arak dan santapan lezat di markas besar di propinsi Kwiciu dan dengan kesempatan ini kami mengundang lagi semua jago-jago silat dari kesembilan partai untuk datang mengadu si!at...."
Tong Leng Tojin memotongnya dan membentak.
"Kau mulut besar! Kami dari partai Kun Lun pasti datang dan menerima undangan itu."
Souw Peng Hai tertawa lagi dan menjawab.
"Baik, baik sekali Aku akan mengundang semua jago-jago silat dari kesembilan partai Nah, kita tetapkan saja waktunya di malam tanggal lima belas bulan delapan lain tahun, Aku si tua bangka menanti kedatangan kalian."
Tu Wee Seng, Teng Lee, Sia Yun Hong dan Tong Leng Tojin menjawab dengan berbareng.
"Kami pasti datang ke markas besar Thian Liong Pay pada tanggal yang telah kau tetapkan."
Sambil mengurut-urut jenggotnya yang panjang, Souw Peng Hai berkata.
"Baiklah, Pada waktu itu bukan saja segala soal diantara partai-partai kita dapat dibikin beres, bahkan kita dapat mengatur lagi urut dari partai-partai silat kita."
Tu Wee Seng berjingkrak dan membentak.
"Ha, urut daripada partai-partai silat, tak perlu kau yang atur."
Tiba-tiba Pek Yun Hui campur bicara.
"Kalian telah berjanji menguji kepandaian silat pada lain tahun agar segala dendam atau soal antara kalian dapat dibikin beres, Aku harus menyatakan bahwa di puncak ini, aku tak dapat menyediakan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tempat penginapan bagi kalian dan aku minta dengan hormat agar kalian berlalu dari tempat ini sebelum fajar menyingsing.
Bila masih ada juga orang yang mencoba datang untuk mengambil atau mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek.
Aku tidak dapat menjamin jiwanya, Orang itu tak dapat berlalu hidup-hidup."
Sebetulnya semua jago-jago silat itu menghendaki kitabkitab Kui Goan Pit Cek, akan tetapi mereka semua gentar melawan Pek Yun Hui, maka semuanya bungkam, Ancaman yang diucapkan oleh Pek Yun Hui itu rupanya membikin para jago silat menjadi gentar dan sikap itu dapat dilihat oleh Na Siao Tiap, Ketika ia berpaling kepada Bee Kun Bu yang masih memegangi lengan Souw Hui Hong dengan wajah yang muram, ia terharu, ia raba-raba pil mujarab nya yang masih ketinggalan satu butir Dengan tangan larinya ia paksa buka mulut Souw Hui Hong yang sudah terkancing, lalu dijejalkan pil obat Leng Tan itu ke dalam mulutnya, perbuatan itu dilihat oleh Souw Peng Hai.
ia sudah mengetahui bahwa puterinya menderita luka parah, ia yakin sukar disembuhkan Saudara angkatnya, tabib sakti Sao Kong Gie masih berada di markas besar Jika ia harus membawa puterinya ke propinsi Kwiciu, itu berarti ia terpaksa menunda pengobatannya dalam beberapa hari lagi, dengan demikian membahayakan jiwa puterinya Demikianlah soal mati hidup puterinya telah mengacaukan pikirannya, Ketika pil obat itu sudah dijejalkan ke dalam mulut Souw Hui Hong, Na Siao Tiap melirik ke arah Bee Kun Bu yang segera tersenyum seolah-olah menyatakan be-ribu-ribu terima kasih nya.
Hian Ceng Tojin yang telah memperhatikan gerak-gerik muridnya yang menolong Souw Hui Hong dengan tak menghiraukan jiwanya sendiri, dan cara Bee Kun Bu melepaskan diri dari jaring asmaranya Pek Yun Hui, juga cara Bee Kun Bu berusaha melepaskan perasaan cintanya Na Siao Tiap terhadap dirinya, menjadi cemas sekali, ia berpikir
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Muridku ini tidak beruntung Dia telah terlibat dalam urusan asmara entah berapa banyak seginya, Apa-kah dia dapat meloloskan diri dari jaring yang ruwet dan rumit itu?"
Tiba-tiba terdengar Souw Hui Hong menarik napas panjang dan terlihat ia membuka kedua matanya, Leng Tan Na Siao Tiap ternyata benar-benar mustajab, pil itu membikin gadis itu sadarkan diri.
Bukan main girangnya Souw Peng Hai ketika melihat puterinya siuman, Tak terasa air matanya mengucur keluar ia berjalan perlahan-lahan menghampirinya, lalu berkata dengan penuh kasih sayang.
"Nak, apakah kau merasa lega?"
Souw Hui Hong tersenyum dan segera air mata hangat mengucur keluar Dengan terharu ia menjawab.
"Ayah,., aku,., aku ada dua permintaan dan harap ayah sudi mengabuIkannya.,,."
Melihat darah yang menodakan pakaian puterinya, dengan hati seperti disayat-sayat Souw Peng Hai mengangguk seraya berkata.
"Asal ayah dapat melakukannya, pasti akan kukabu!kan,"
Dengan mengertak gigi, Souw Hui Hong meronta dari pelukan Pang Siu Wie. Lalu ia berlutut di hadapan ayahnya serta berkata.
"Permintaanku yang ke satu ialah kitab-kitab Kui Goan Pit Cek harus dikembalikan pada pemiliknya.,.,"
"Kitab-kitab Kui Goan Pit Cek sudah dibawa pergi oleh suhengmu yang telah menebas putus lenganmu...."
Souw Peng Hai memotong kata-kata puterinya, Souw Hui Hong terkejut ia mengangkat kepalanya dan memandangi Bee Kun Bu. Pek Yun Hui datang membantu menghiburkan dengan berkata.
"Kitab-kitab Kui Goan Pit Cek telah kau kembalikan kepada kami, Jika telah dirampas lagi, kami tak dapat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menyalahkan kau. Kau sudah menunaikan janji untuk mengembalikan kitab-kitab sakti itu."
Souw Hui Hong tersenyum, lalu meneruskan kata-katanya sambil berlutut di hadapan ayahnya.
"Permintaan yang ke dua ialah aku minta ayah potong rambutku."
Seperti mendengar halilintar di tengah hari bolong Souw Peng Hai terkejut akan permintaan ke dua itu dan ia menanya tergesa-gesa.
"Mengapa kau ajukan permintaan itu?"
Tapi melihat puterinya ajukan permintaan tersebut dengan tekad dan karena khawatir melukakan hatinya, maka sebelum puterinya menjawab, ia berkata lagi.
"Baik, baik, aku kabulkan permintaanmu-Lalu ia angkat rambut puterinya yang panjang dan dengan kedua jari tangan kanannya, ia potong putus rambut itu seolah-olah ia menggunakan gunting untuk memotongnya, Souw Hui Hong bangun, dan mengawasi Pek Yun Hui, Na Siao Tiap dan Lie Ceng Loan. Paling akhir ia mengawasi Bee Kun Bu. Dengan senyumnya yang memilukan hati ia berkata.
"Loan Moi-moi, Bee Siangkong! Sudi kiranya datang kemari, aku ingin bicara,.,."
Bee Kun Bu tidak segera menghampirinya, ia menoleh ke arah gurunya, lalu dengan perlahan-lahan ia menghampiri Souw Hui Hong, Lie Ceng Loan juga mengikuti di belakangnya, Lie Ceng Loan menanya dengan penuh simpati.
"Cici, ada pesan apakah?"
Souw Hui Hong mengangguk sambil tersenyum, Lalu berkata.
"Aku segera akan berlalu dari sini, Tapi sebelumnya aku pergi, aku minta kau mengabulkan permintaanku."
Lie Ceng Loan terperanjat dan menanya.
"Permintaan apakah? Aku pasti mengabulkan Tapi Cici hendak pergi kemana?"
Bee Kun Bu yang berdiri di samping mereka dan telah mendengar pereakapan itu menjadi gelisah,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sambil menatap wajahnya Bee Kun Bu, Souw Hui Hong berkata.
"Loan Moi-moi, kau tak usah khawatir Aku takkan mati, Aku ingin mendampingi ibuku, Tiap-tiap hari aku duduk sembahyang di hadapan Hud Couw untuk minta diampuni dosa-dosaku...."
"Oh, sekarang aku baru tahu,"
Kata Lie Ceng Loan.
"Cici memotong rambut karena ingin menjadi Nikouw (rahib wanita)!"
"BetuI!"
Kata Souw Hui Hong.
"Aku telah menjadi seorang cacad dan takkan berguna lagi, sebetulnya aku harus mati untuk melupakan semua dosa-dosaku, Tapi jika aku mati, aku membikin banyak orang bersedih hati... dan aku hanya menambah dosa saja."
"Cici, orang hidup memang banyak urusan dan sering kali harus mengalami kesulitan atau penderitaan. Menghibur Lie Ceng Loan.
"Jika aku tidak mempunyai Bu Koko akupun ingin turut Cici menjadi Nikouw...."
Lalu Souw Hui Hong menghampiri ayahnya dan berkata.
"Ayah, aku masih ada omongan Tapi jika aku ucapkan, aku khawatir akan merugikan nama baik ayah...."
Souw Peng Hai menghela napas, ia berpikir sejenak, lalu berkata.
"Kau sebutlah! sekarang siapapun mengetahui bahwa kau adalah puteriku, jika perbuatanmu merugikan aku, itu adalah takdir Tuhan. Betapapun kerasnya aku mencegah, aku tak dapat mencegah takdir, hayo, sebutlah...."
Ong Han Siong menjadi gelisah, karena jika betu!-betuI akan mencemarkan nama baik Souw Peng Hai, itu berarti juga mencemarkan nama baik dari Thian Liong Pay, ia bertindak maju dan berkata kepada Souw Peng Hai.
"CongPiauw, harap jangan gusar, SouwSiocia adalah kesayangan Cong Piauwdan telah terdidik baik. Dia tentu mengetahui betul soal apakah yang harus disebut di hadapan orang banyak sebagai saksi, pula soal apakah yang tak dapat disebut di hadapan umum demi kepentingan Cong piauw atau Thian Liong Pay!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Maksud daripada peringatan itu adalah semata-mata untuk membikin Souw Hui Hong berpikir lagi sebelum ia mengucapkan kata-katanya yang mungkin akan mencemarkan nama baik Souw Peng Hai dan juga Thian Liong, -ooo0oooAntara budi dan dendam Tu Wee Seng mengejek.
"Sebetulnya urusan antara ayah dan puteri, Ong-heng tak perlu campur."
Ong Han Siong tidak menyahut, tetapi Mo Lun membentak.
"Tu-heng! janganlah kau banyak bicara, Mayat Suteemu masih belum menjadi dingin Apakah kau masih juga berani jual lagak?"
Tu Wee Seng mengakui bahwa Mo Lun memiliki ilmu silat yang tinggi, dalam saat itu ia pikir lebih baik menahan sabar.
Lalu Souw Hui Hong perlahan-lahan bangun, dan dengan suara yang keras berkata kepada ayahnya.
"Ayah, aku sebagai puteri tidak berbakti Aku telah menerbitkan banyak kesulitan bagi ayah dan para pamanku, Aku telah melanggar peraturan partai, karena dengan diam-diam aku telah membantu muridnya partai Kun Lun...."
Pemimpin cabang bendera kuning Ong Han Siong berkata sambil tersenyum.
"Jika partai Kun Lun telah melepas budi kepadamu, kita dari partai Thian Liong harus membalasnya bila memperoleh kesempatan Di kalangan Bu Lim, budi dan dendam harus kita dapat bedakan Jika kau menolong muridnya partai Kun Lun karena ingin membalas budi, perbuatan demikian tak dapat dikatakan suatu pelanggaran!! Souw Hui Hong berpikir sejenak, lalu berkata.
"Aku mengetahui bahwa peraturan partai Thian Liong itu sangat keras, Ayahku menjadi pemimpin dari partai Thian Liong, tetapi aku tak dapat bebas dari hukuman jika aku melanggar
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
peraturan Aku harus dihukum jika aku melanggar peraturan partai!"
Dengan wajah penuh kasih sayang Souw Peng Hai berkata.
"Kau sedang menderita luka parah, dan kau rupanya mengerti juga peraturan partai kita, Tentang pelanggaranmu, kita dapat memeriksanya lagi bila kau sudah sembuh."
Mo Lun meneruskan perkataan Souw Peng Hai.
"Souw siocia sudah di potong rambutnya, jika dia betul sudah melanggar peraturan partai, dengan dipotong rambutnya, dia sudah terhukum. Kita tak perlu mengusut lebih jauh...."
Souw Hui Hong terharu mendengar pembelaan Mo Lun, dan ia tak tahan mengucurkan air matanya ketika melihat wajah ayahnya yang berusaha menahan perasaannya di hadapan orang banyak, ia rela dimaki ayahnya di hadapan orang banyak, dan iapun tak gentar membela Bee Kun Bu yang berwatak ksatria dan luhur Akan tetapi pada saat itu, ia berpendapat bahwa lebih bijaksana jika ia pikul semua kesalahan atau dosa di atas bahunya sendiri, karena ia sudah mengambil ketetapan untuk melewati hari-hari seterusnya sebagai seorang rahib wanita, ia memandang kepada paman-pamannya dan berkata.
"Semua paman-paman sangat baik terhadap aku sehingga aku menjadi lebih sedih lagi...."
Ia mengawasi ayahnya dan memohon.
"Ayah, aku ada permohonan...."
"Sebutlah,"
Kata Souw Peng Hai.
"Karena aku sangat disayang oleh ayah dan semua paman-paman, aku telah dibebaskan dari hukuman, Tapi karena aku telah melanggar peraturan partai, aku tak dapat menjabat pekerjaan lagi di dalam partai, Aku mohon ayah membebaskan aku dari jabatan di dalam partai, dan mohon ayah memperkenankan aku selalu mendampingi ibu...."
"Baik,"
Jawab Souw Peng Hai.
"Jika aku ingin menjadi seorang Nikouw (rahib wanita) aku tidak berkeberatan."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lalu Souw Hui Hong berlutut lagi di hadapan ayahnya dan berseru.
"Aku menghaturkan diperbanyak terima kasih atau kasih sayang ayah!"
Sambil tertawa Ong Han Siong berkata.
"Jika Souw Siocia tidak sudi berkecimpung di kalangan Kang-ouw lagi, aku anggap keputusan itu baik seka li. Souw Cong Piauw juga telah mengabulkan permintaan Souw siocia menjadi Nikouw, Tapi sekarang Siocia masih menderita luka parah, kami tak dapat menunda pengobatannya, Kita harus lekas-lekas kembali ke markas besar untuk minta ayah angkatmu mengobatinya, Jika kau sudah sembuh betul, kau masih mempunyai banyak waktu untuk mendampingi ibumu...."
Kemudian ia menoleh ke arah keempat iblis dari propinsi Sucoan dan berkata.
"Atas nama Souw Cong Piauw, aku minta kalian berempat membawa Souw Siocia ke markas besar di sebelah utara propinsi Kwiciu."
Meskipun dua dari keempat iblis itu telah terluka, mereka segera membungkukkan tubuh memberi hormat sambil berkata.
"Kami turut perintah!"
Lalu mereka berlalu untuk mencari cabang-cabang pohon dan kayu untuk dibuat menjadi usungan, Setelah usungan tersebut selesai dibuat, mereka lari menghampiri Souw Hui Hong, dan berdiri tegak menanti perintahnya Souw Peng Hai, Pek Yun Hui datang menghampiri Souw Hui Hong, lalu memeluknya dan berbisik.
Tadi kau telah makan pil obat Leng Tan yang sangat mujarab, pil obat itu dapat mencegah lukalukamu menjadi lebih buruk, Aku minta kau merasa reda atas luka-lukamu, Kelak aku dan Loan Moi datang menengoki kau."
Dengan kedua mata berlinang, Souw Hui Hong berkata.
"Budi kasih Cici besar sekali, aku tak berani menyusahkan Cici lagi, Aku hanya minta Cici menjaga baik-baik Loan Moi, aku tentu akan merasa lega...."
Pek Yun Hui berbisik lagi.
"Kau harus menjaga diri baikbaik, jangan kau banyak pikiran, Seterusnya aku akan berusaha mengurus semua urusan bagimu. Kau harus
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ketahui, bahwa Bee Kun Bu itu tak akan lupa budimu, Jika kau menderita lagi, dia tak akan dapat hidup dengan tenang, dan dengan demikian membikin dia, Loan Moi dan !ain-lainnya bersusah hati, Oleh karena itu, aku minta kau menjaga diri baik-baik."
"Loan Moi adalah seorang yang baik dan suci,"
Kata Souw Hui Hong.
"Aku tak akan membikin dia bersedih hati, Budi Cici terhadap aku besar sekali, aku tak akan lupa...."
"Aku menyesal tak keburu menolong kau, sehingga kau menjadi begini, Aku merasa malu,"
Kata Pek Yun Hui.
Lalu bersama-sama Lie Ceng Loan ia menggotong Souw Hui Hong untuk ditaruh ke atas usungan.
Kemudian Tio Khin berdiri di depan dan Tan Yin di belakang usungan, Bee Kie dan Ciu Pang di kiri dan di kanan siap menggotong usungan tersebut menanti perintah Souw Peng Hai.
Pek Yun Hui mengawasi Tu Wee Seng, Sia Yun Hong dan Teng Lee, kemudian ia berkata kepada Souw Peng Hai.
"Souw Cong Piauw telah berjanji untuk mengadu silat nanti di penengah musim rontok lain tahun, Kini kalian tak perlu berdiam lebih lama lagi di pegunungan Koat Cong San mi. Dan aku minta Souw Cong Piauw perintahkan orang menggotong puterimu ke markas besarmu!"
Souw Peng Hai mengerti maksud yang baik dari Pek Yun Hui. ia hanya khawatir Sia Yun Hong dan Tu Wee Seng mencegat puterinya, ia sengaja menjawab dengan suara yang keras.
"Undangan untuk mengadu silat di pertengahan musim rontok.lain tahun akan merupakan suatu peristiwa yang penting, Jika Pek Siocia tak ada halangan, Pek Siocia pun dapat datang menya ks ikan nya, dan aku akan menyambutnya dengan gembira!"
"Terima kasih,"
Jawab Pek Yun Hui.
"Jika tiada halangan, aku akan datang untuk menambah pengalaman dengan menonton para jago silat mengadu kepandaian!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kemudian Souw Peng Hai mengayun toyanya dan menyerukan orang-orangnya.
"Mari kita berlalu dari tempat ini!"
Kelima pemimpin cabang partai Thian Liong segera mengikuti di belakangnya Souw Peng Hai berlalu dari tempat tersebut Kelima partai silat yang berserikat tadi dengan sendirinya bubar, karena kilab-kitab Kui Goan Pit Cek telah dibawa Co Hiong bersama masuk ke dalam jurang.
Lain daripada itu, setelah mereka berserikat menggempur orang-orangnya partai Thian Liong, mereka insyaf karena tak berhasil mengurung lawan-lawannya meskipun mereka telah berusaha sekuat tenaga, Ong Han Siong yang berjalan pa!ing belakang tiba-tiba berbalik dan berkata kepada mereka.
"Hei! Tu-heng dan Siaheng! Mengapa kalian tidak coba turun ke dalam jurang mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek? Kalian harus ketahui bahwa jurang tersebut mudah dicapai, akan tetapi sukar untuk keluar lagi!"
Sia Yun Hong menjawab.
"Ong-heng tak usah memberitahukan kami tentang soal itu. jika aku berhasil memperoleh kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, aku pasti segera menjumpai Ong-heng, aku tak akan menanti sampai lain tahun!"
"Ha! Ha! Ha! Jika demikian halnya, aku tentu siap menguji pedang yang lihay dari Sia-heng."
Berkata Ong Han Siong, Lalu iapun berlari mengejar kawan-kawan-nya, Tu Wee Seng menunggu sampai semua orang-orang dari partai Thian Liong tidak kelihatan lagi, lalu ia berkata kepada para jago silat dari keempat partai.
"Pemimpin-pemimpin dari partai Thian Liong semuanya memiliki ilmu silat yang luar biasa. Jika kita kesembilan partai silat lainnya tidak berseri kat menggempur mereka, maka di dalam waktu sepuluh tahun
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
saja, partai Thian Liong akan menjadi besar dan berpengaruh...."
Sia Yun Hong menghela napas, lalu berkata.
"Aku telah tinggal bertapa di pegunungan Tiam Cong San selama dua puluh tahun. Kali ini aku keluar dan baru mengetahui bahwa banyak perubahan telah terjadi di kalangan Kang-ouw. Katakata Tu-heng harus kita perhatikan Jika kita kesembilan partai tidak berserikat, aku yakin partai Thian Liong akan membasmi partai-partai kita satu persatu...."
Tio Goan dari partai Ngo Bi berkata.
"Aku mempunyai pendapat serupa seperti Tu-heng dan Sia-heng. Mengadu silat di pertengahan bulan delapan lain tahun akan merupakan suatu saat yang menentukan bagi nasib partai-partai kita, Aku harap para pemimpin partai dapat berserikat dengan sungguhsungguh hati untuk menggempur partai Thian Liong bersamasama. Aku yakin bahwa menguji ilmu silat itu akan mirip seperti peristiwa yang terjadi di atas puncak Sao Sit Hong pada tiga ratus tahun berselang. Setelah berlalu dari tempat ini, aku akan pergi menjumpai pemimpin partai Siauw Lim untuk membujuknya berserikat demi kepentingan kesembilan partai lainnya...."
Ia berhenti sejenak untuk menghadapi kawan-kawannya dengan khidmat, kemudian ia melanjutkan pula.
"Kini akupun minta kalian sudi pergi menjumpai pemimpin partai silat Bu Tong untuk maksud yang sama. Tentang partai silat Ceng Sia, karena kami partai Ngo Bi mempunyai hubungan erat, aku dapat membujuk pemimpinnya, sekarang masih ketinggalan partai silat Kong Tong, Jika ada orang yang dapat pergi membujuk, maka dengan demikian kesembilan partai dapat berserikat menghadapi partai Thian Liong...."
Sia Yun Hong tersenyum, lalu berkata.
Tendapat Tio Totiang baik sekali Aku mempunyai hubungan erat dengan pemimpin partai silat Bu Tong dan aku sanggup membujuknya meskipun sudah dua puluh tahun aku tak menjumpai padanya.
Aku akan berusaha membujuknya."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Teng Lee mendehem, lalu berkata.
"Pemimpin partai silat Kong Tong bernama Sin Goan Tong, Aku telah bergaul dengan dia sudah beberapa tahun dan aku akan berusaha membujuknya."
Tu Wee Seng mengurut-urut jenggotnya, lalu iapun menyatakan buah pikirannya.
"Partai Thian Liong baru saja berdiri dua puluh tahun, akan tetapi dalam waktu sesingkat itu, partai silat itu telah menjadi kuat dan berpengaruh Jika kesembilan partai kita tidak berusaha mencegah meluasnya partai tersebut, aku tak dapat gam-barkan bagaimana nasibnya partai-partai kita kelak, Jika kalian rela pergi menjumpai dan membujuk pemimpin-pemimpin partai Siauw Lim, Bu Tong, Ceng Sia dan Kong Tong, aku sangat menghargai usaha itu. Aku sendiri akan memimpin orang-orangku yang luar biasa untuk menggempur orang-orang nya partai Thian Liong di markas besarnya nanti pada pertengahan musim rontok lain tahun, Nah, sekarang aku minta diri."
Lalu ia mengangkat kedua tangannya menghaturkan hormat sebelumnya berlalu. Teng Lee juga mengangkat kedua tangannya memberi hormat dan berkata.
"Akupun mohon diri!"
Dan ia mengikuti di belakangnya Tu Wee Seng berlalu dari tempat tersebut Se terus nya Sia Yun Hong dan ketiga pemimpin partai silat Ngo Bi juga berlalu dari tempat tersebut, maka di situ masih ketinggalan ketiga pemimpin partai Kun Lun, Pek Yun Hui, Na Siao Tiap, Lie Ceng Loan, Bee Kun Bu, Pang Siu Wie dan empat bujang perempuannya Na Siao Tiap, Untuk beberapa saat mereka tidak bicara, mengenangkan peristiwa yang baru saja terjadi Kemudian Pek Yun Hui berkata.
"Ketiga angkatan tua dari partai Kun Lun jika tiada urusan, aku mempersilahkan datang ke tempat kediaman ku untuk beberapa hari sebelumnya berlalu."
Tong Leng Tojin menarik napas, lalu ia berkata.
"Pek Siocia telah banyak menolong, Atas namanya partai Kun Lun aku menghaturkan banyak terima kasih. Kami merasa malu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tak dapat membalas budi, dan kamipun sungkan membikin banyak susah lagi kepada Pek Siocia...."
Tentang budi, aku merasa tidak pernah melepas budi,"
Kata Pek Yun Hui.
"Jika ketiga angkatan tua sungkan berdiam lebih lama lagi di sini, akupun tak dapat memaksanya Tapi sebelumnya ketiga angkatan tua berlalu, ada suatu urusan aku ingin tanya dan mohon penjelasan."
"Apakah Pek Siocia ingin memberi keterangan tentang tingkah laku dan tindak tanduk murid kami, Bee Kun Bu?"
Tanya Tong Leng Tojin. Pek Yun Hui yang sudah berulang kati menggunakan pedangnya membela dan menolong Bee Kun Bu mengangguk dan berkata.
"Aku telah bergaul dengan dia sudah beberapa bulan, dan aku mengetahui bahwa dia adalah seorang yang budiman dan berbudi luhur, setia dan berani. Tapi justru sifatsifatnya yang mulia itu, dia mudah masuk perangkap, ditipu dan dianiaya orang, peristiwa kali ini, ketiga angkatan tua telah menyaksikannya dengan kepala mata sendiri Dia pernah melawan dan melukai orang-orangnya partai silat Ngo Bi dan orang-orangnya partai silat Siat San. Kedua pertempuran tersebut diterbitkan oleh Souw Hui Hong. jangankan Tu Wee Seng, Sia Yun Hong dan Teng Lee bisa salah menduga, walaupun Hian Ceng Totiang, mungkin bisa mencurigai perbuatannya!"
Hian Ceng Tojin menghela napas, lalu berkata.
"Perbuatannya itu adalah karena dia telah terlibat dalam urusan budi dan dendam yang dapat membikin pusing kepala, karena antara budi dan dendam itu, perbedaannya sukar dilihat Aku telah mendidik dan memelihara padanya selama dua belas tahun, aku yakin dia dapat berurusan dengan orang lain dengan jujur dan seksama, Tapi dalam urusan budi atau dendam, kami sukar memecahkan soalnya."
Bee Kun Bu yang mendengarkan pereakapan itu dengan penuh perhatian baru saja ingin bicara, tiba-tiba terdengar
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
suara panggilan dari jauh.
Semua orang terperanjat dan berusaha mencari tahu dari manakah datangnya suara itu, tapi mereka tidak melihat sesuatu, Rupanya suara itu tak asing lagi bagi Bee Kun Bu.
Ketika ia ingat akan orang yang memanggil itu, ia tereengang.
Lalu tanpa memikir panjang, ia meloncat menuju ke arah datangnya suara itu, Ketiga pemimpin partai Kun Lun tidak bergerak meskipun mereka menyatakan keheranannya.
Tapi Pek Yun Hui yang selalu cemas akan keselamatannya Bee Kun Bu segera mengikuti dari belakang, Setelah mereka lari dan membelok di suatu lereng gunung, mereka terkejut melihat seorang gadis yang telah putus sebelah lengannya dan yang pakaiannya bernoda darah sedang memanggil minta pertolongan Gadis itu adalah Souw Hui Hong, puteri kesayangannya Souw Peng Hai, dan ia sedang berlari-lari dengan terhuyung-huyung, Melihat Souw Hui Hong beriari-lari sendirian, Bee Kun Bu segera menduga bahwa gadis itu telah dicegat musuh, ia mengeluarkan tenaga untuk mendatangi lebih cepat Ketika ia berada lebih kurang dua puluh tombak jauhnya, tampaknya Souw Hui Hong telah kehabisan tenaga, seolah-olah dia akan jatuh, dan Bee Kun Bu lekas-lekas menangkap tubuhnya, Dengan tersengal-sengal Souw Hui Hong berkata.
"Bee Siangkong... aku minta kau memohon kepada ketiga pemimpin partai Kun Lun... untuk mewakili partai Thian Liong mengutarakan...."
Ia tak dapat meneruskan, karena rupanya ia tereekik tak dapat bicara.
Bee Kun Bu makin terkejut melihat makin banyak darah mengalir dari lengan yang sudah buntung itu dan wajahnya si nona makin pucat pasi, Mengapa puteri dari pemimpin partai Thian Liong yang sangat dimalui sampai menjadi begini?
Pikirnya, Dalam keadaan bingungnya, Bee Kun Bu berseru.
"Hai! Bee Kun Bu! Karena kaulah dia menjadi begini! Apakah kau masih pantas hidup di dunia?"
Lalu ia mengangkat tinjunya hendak memukul kepalanya sendiri.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tetapi tinju itu tidak dapat turun ke atas kepalanya, karena tereekat oleh orang yang mengejar ia. Dengan suara yang menghibur orang itu berkata.
"Bee Siangkong, kau tak dapat mati, Lagi pula urusan ini tak akan menjadi beres karena matinya kau!"
Seperti juga orang yang baru sadar dari mimpinya, Bee Kun Bu menoleh ke belakang Orang yang mencegah ia melakukan perbuatan nekad itu adalah Fek Yun Hui.
ia segera menundukkan kepalanya ketika melihat wajah yang khidmat dan penuh kasih sayang dari penolongnya, dan ia merasa malu terhadap perbuatannya yang keburu napsu!
"Bee Siangkong, aku minta maaf,"
Kata Pek Yun Hui, Tadi aku melihat kau hendak membunuh diri, aku telah menotok jalan darah di lenganmu, sekarang aku akan membebaskan totokan itu."
Lalu ia memijit lengan tersebut, dan lengan itu menjadi pulih sebagaimana sediakan Souw Hui Hong yang sudah menjadi pingsan masih dipeluki oleh Bee Kun Bu.
Pek Yun Hui meraba dadanya gadis itu merasa denyutan jantungnya, Sambil tersenyum ia berkata kepada Bee Kun Bu.
"Bee Siangkong, kau jaga dia di sini. Dia telah meronta dan lari kembali tentu ada sebabnya, Aku ingin menyelidiki apa sebabnya!"
Lalu ia meloncat maju ke jalan yang telah ditempuh oleh Souw Hui Hong tadi. Bee Kun Bu kemudian mendengar suara yang memanggil kepadanya.
"Bu Koko, Pek Cici, mengapa Souw Cici lari kembali seorang diri?"
Bee Kun Bu menoleh ke belakang dan tampak Lie Ceng Loan berlari-Iari mendatangi "Loan Moi, kebetulan sekali kau datang,"
Kata Bee Kun Bu.
"Kau jaga Souw Cici, aku hendak membantui Pek Cici."
Bee Kun Bu segera pergi menyusul Pek Yun Hui, dan Lie Ceng Loan menjagal Souw Hui Hong yang ketika itu membuka kedua matanya dan menarik napas, Dengan ramah Lie Ceng Loan menanyai "Cici, mengapa kau kembali pula?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan tersenyum Souw Hui Hong menjawab.
"Moi-moi, aku sendiri tidak apa-apa. Aku tak akan mati karena lenganku buntung, Tapi ayahku dicegat oleh jago-jago silat dari keempat partai, rupanya dia tak dapat meloloskan diri!"
Mendengar keterangan itu, Bee Kun Bu segera mengetahui bahwa Souw Hui Hong lari kembali karena ayahnya dikurung oleh jago-jago silat dari keempat partai, ia sebagai murid dari partai Kun Lun tak dapat membantui partai Thian Liong menghadapi jago-jago silat keempat partai musuh nya.
ia menghadapkan soal rumit dan sulit, ia tak dapat mengambil keputusan sehingga ia berdiri terpaku!
Lie Ceng Loan yang hatinya polos tak melihat kedudukan Bee Kun Bu yang sulit itu, ia hanya menduganya tak sampai hati meninggalkan Souw Hui Hong yang menderita luka, maka ia mendesak dengan berkata.
"Bu Koko, ayahnya Souw Hui Hong Cici kini dikurung oleh musuh-musuhnya, Souw Cici dengan tak menghiraukan lukanya berlari kembali untuk minta pertolongan. Bagai-mana Koko tidak mau menolongnya?"
Desakan itu menusuk hatinya Bee Kun Bu yang telah menerima budinya Souw Hui Hong.
jika ia membantui partai Thian Liong, ia tentu menjadi musuh dari ke-sembilan partai silat lainnya, Risiko yang besar itu ia masih dapat memikulnya, tapi ia adalah murid partai silat Kun Lun, ia tak dapat kesampingkan begitu saja didikan, pemeliharaan dan pengajaran gurunya yang budiman.
Terhadap pelanggaran itu, guru dan paman-paman gurunya pasti tak dapat memberi ampun.
itulah yang membikin Bee Kun Bu bersangsL Souw Hui Hong memperhatikan sikapnya Bee Kun Bu, ia berkata.
"Bee Siangkong, aku ingin bicara."
Bee Kun Bu yang menghadapi dan melihat keadaan gadis itu, tak tertahan lagi air matanya keluar mengucur ia berpikir.
"Ketika aku dipaksa makan racun Hua Kut Siauw Goan San aku pasti sudah mati konyol jika tidak ditolong oleh Souw Hui Hong."
Ia menghadapi Souw Hui Hong dengan membungkam tanpa bicara,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu tak dapat menahan perasaannya lagi, Bagi ia. gadis yang pernah menolong jiwanya itu berhak minta bantuannya, Maka, ia menanya kembali dengan suara yang agak keras.
"Siocia, disamping permintaan agar aku segera membantu orang-orangnya partai Thian Liong, apakah masih ada urusan lain yang lebih penting?"
Souw Hui Hong tak dapat segera menjawab, ia berpikir agak lama sebelumnya menyatakan pikirannya.
"Sebetulnya permintaan untuk kau membantu ayahku adalah urusan ke dua. Akupun mengetahui bahwa kau tak dapat menggempur para jago silat dari keempat partai itu. Aku yakin bahwa ayahku, yang didampingi dengan pemimpin-pemimpin cabangnya yang telah mahir ilmu silatnya, dapat menghadapi lawan-lawannya...."
Jago-jago silat dari ke empat partai menggempur jago-jago silat dari partai Thian Liong di jalan keluar dari lembah Bee Kun Bu tidak menunggu ucapan itu selesai, ia mendesak menanya pula.
"Jika kau lari kembali bukan untuk minta bantuan, urusan penting apakah yang kau hendak minta bantuanku?"
Dengan susah payah Souw Hui Hong mengutarakan isi hatinya.
"Bee Siangkong, aku minta kau menjaga dan mem perlakukan Loan Moi-moi dengan baik, Akupun minta kau...."
Ia tak dapat meneruskan kata-katanya.
Segera keringat dingin membasahi tubuh dan pakaiannya, la, maupun Bee Kun Bu saling mengawasi tanpa bicara, sehingga Lie Ceng Loan menjadi heran.
Karena masih hijau, Lie Ceng Loan tak dapat menyelami isi hati Bu Koko dan Souw Cicinya, ia berkata.
"Bu Koko, bukankah lebih baik kau lekas-lekas pergi ke mulut lembah ini membantu Pek Cici?"
Bee Kun Bu berbalik setelah tersenyum kepada Souw Hui Hongi lalu berlari menuju ke mulut lembah.
Sambil berlari-lari Bee Kun Bu masih merasa gelisah sekali, Akhirnya ia berkeputusan bahwa untuk memecahkan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
soal yang rumit dan sulit itu hanya ada satu jalan keluar yaitu ia harus mati!
Dengan tekad mencari mati, ia berlari-lari lebih cepat lagi, Lie Ceng Loan melindungi Souw Hui Hong yang sudah tak sadarkan diri, Kemudian berkelebat tiga bayangan orang.
Lie Ceng Loan terkejut, tapi dengan lekas ia merasa reda lagi, karena ketiga orang itu adalah ketiga pemimpin partai silat Kun Lun.
Hian Ceng Tojin, Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu.
Ketiga pemimpin tersebut terkejut melihat Lie Ceng Loan sedang menjagai Souw Hui Hong yang pingsan.
Mereka segera mengetahui bahwa keadaan telah banyak berubah.
Hian Ceng Tojin pun segera dapat lihat Bee Kun Bu yang sedang berlari menuju ke mulut lembah, ia menanya kepada Lie Ceng Loan.
"Loan Jiee, Bu Jie hendak pergi kemana?"
Lie Ceng Loan merasa takut melihat wajah dari guru dan paman-paman gurunya, tetapi ia yang senantiasa suci hati dan berbudi itu lalu menjawab terus terang.
"Bu Koko pergi membantu Pek Cici. Mungkin sekarang mereka sedang bertempur melawan jago-jago silat dari keempat partai!"
Tong Leng Tojin berkata seorang diri, tetapi cukup keras terdengar orang lain.
"Hmmm, karena perbuatan murid yang tak bertanggung jawab itu, partai Kun Lun telah menanam benih dendam terhadap partai silat Ngo Bi, dan sekarang dia hendak menerbitkan dendam lagi terhadap partai-partai silat Hua San, Siat San dan Tiam Cong!"
Segera terlihat kemurkaan Hian Ceng Tojin, ia rupanya hendak segera pergi menghukum muridnya itu, Giok Cin Cu meredakan suasana yang tegang dengan menghibur "Kedua Suheng jangan mudah menjadi gusar Soal ini kita harus selidiki lebih dulu sebelum kita mempersalahkan Bu Jie.
Sekarang lebih baik kita kesampingkan urusan ini dulu, Kita lebih baik pergi melihat keadaan di mulut lembah sekarang juga!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan pedang terhunus Hian Ceng Tojin lari maju ke mulut lembah, diikuti oleh Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu.
Ketika itu suara bentakan, teriakan, demikian pun suara beradunya senjata-senjata tajam dari mereka yang sedang bertarung terdengar riuh sekali dari mulut lembah.
Lie Ceng Loan tak dapat turut, karena ia harus menjagal Souw Hui Hong, ia hanya merasa sedih melihat keadaan Souw Hui Hong.
Di mulut lembah Hian Ceng Tojin menyaksikan Souw Peng Hai tengah bertarung melawan Tu Wee Seng dengan toya bambunya dan Sia Yun Hong dengan pedang bajanya, Ketiga orang itu bukan saja jago-jago silat yang sangat dimalui, disamping itu mereka pun pemimpin-pemimpin dari partai silat yang terkenal sebetulnya Souw Peng Hai memiliki ilmu silat lebih tinggi daripada kedua lawan nya, dan dengan toya kayunya yang berkepala naga ia dapat membujuk jago-jago silat seperti Ong Han Siong, Mo Lun, Ouw Lam Peng dan sebagainya yang membantu ia memimpin cabang-cabang partainya, Dengan sendirian ia melawan pemimpin partai Hua San, pemimpin partai Tiam Cong, Orang-orangnya pun masing-masing sudah menggempur lawannya.
Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu masih berdiri di pinggir menanti kesempatan membantu bila perlu.
Melihat bahwa Bee Kun Bu tidak ikut bertarung melawan orang-orang dari keempat partai, Hian Ceng Tojin merasa reda, Baru saja ia ingin menegur, Pek Yun Hui berkata sambil tersenyum.
"Hian Ceng Totiang baik sekali telah datang, Kitabkitab Kui Goan Pit Cek telah dibawa pergi bersama-sama Co Hiong ke dalam jurang, sebetulnya pertempuran mereka itu tak ada artinya, Semula aku ingin mencegah mereka bertempur, tetapi rupanya mereka sedang bertarung dengan sengitnya dan sukar dihentikan,.,."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tiba-tiba Hian Ceng Tojin berteriak.
"Kalian berhenti bertempur! Dengarlah ucapanku!"
Kelika itu Souw Peng Hai sedang melawan kedua lawanlawannya dengan beringas, Dengan satu jotosan ia mendesak Sia Yun Hong mundur beberapa langkah, dan melancarkan kemplangan toyanya dengan jurus Liong Coa Hui Bu (Naga dan ular terbang bertarian) kepada Tu Wee Seng sehingga lawannya itu harus berloncat-loncat berkelit menghindarkan diri dari kemplangan maut itu!
Rupanya mereka tidak mendengar seruan Hian Ceng Tojin untuk berhenti bertempur Lalu Pek Yun Hui menggunakan kesempatan itu untuk meloncat dengan ilmu Kie Im Hoan Bie (Merubah bentuk menukar posisi) di tengah-tengah antara Souw Peng Hai dan Tu Wee Seng sambil membuka tinjunya ke kedua samping dengan tenaga dalamnya, Besar benar tenaga itu sehingga Souw Peng Hai maupun Tu Wee Seng terdorong mundur "Berhenti!"
Seru Pek Yun Hui.
Tu Wee Seng, Sia Yun Hong maupun Souw Peng Hai menjadi heran melihat Pek Yun Hui campur tangan Mereka tak berani segera menyerang karena mereka telah menjadi gentar Mereka berhenti bertempur Souw Peng Hai yang ingat budi akan pertolongan Pek Yun Hui kepada puterinya, lalu menanya dengan hormati "Pek Siocia telah datang pada saat yang tepat, Bolehkah Pek Siocia mewakili partai Thian Liong memberikan keterangan kepada para jago silat dari keempat partai ini?"
Pek Yun Hui mengawasi keadaan di sekitarnya, lalu berkata dengan suara yang keras.
"Kuharap kalian berhenti bertempur! Jika ada urusan, seharusnya kita membereskannya dengan cara damai!"
Tu Wee Seng berkata.
"Jika Pek Siocia ada pesan, sebutlah, Aku si tua bangka ini tentu akan mentaatinya bilamana kata-kata atau pesan itu beralasan!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sia Yun Hong meneruskan.
"Suteeku, Jiauw Cin dan Nieh Kwi telah dibunuh pada banyak tahun berselang, aku sebagai suhengnya harus membikin perhitungan Tu-heng, Suteemu, To It Kang, baru saja menjadi korban jari sakti Kan Goan dari Souw Peng Hai. Hutang jiwa itu, kau tak dapat membiarkannya begitu saja!"
Pek Yun Hui segera mengerti mengapa Tu Wee Seng dan Sia Yun Hong menggempur Souw Peng Hai, dan sebetulnya ia sukar meredakan dendam mereka berdua, Namun ia berkata.
"Kedua pemimpin adalah jago-jago silat yang terkenal Apakah perjanjian tadi tidak dirisaukan lagi?"
Pertanyaan tersebut sukar dijawab oleh Tu Wee Seng dan Sia Yun Hong. Mereka membungkam. lalu Souw Peng Hai berkata.
"Soal perhitungan Tu-heng dan Sia-heng, aku kira lebih baik dibereskan nanti pada pertengahan musim rontok lain tahun. Bagaimanakah pendapat Pek Siocia?"
Sambil tersenyum, dan setelah mengawasi sikapnya Tu Wee Seng dan Sia Yun Hong, Pek Yun Hui menjawab.
"Aku tak dapat menyatakan pendapatku ini terserah kepada orangorang yang bersangkutan!"
Sia Yun Hong segera mengawasi Tu Wee Seng yang lebih cerdik, dan menghendaki Pek Yun Hui dan ketiga pemimpin partai Kun Lun berpihak dengannya, ia tak menanya Pek Yun Hui lagi, sebaliknya ia menegur Hian Ceng Tojin.
"Totiang telah datang, apakah kedatangan ketiga pemimpin partai Kun Lun kali ini bukan untuk membantu kami menggempur partai Thian Liong?"
Mengingat soal itu sangat penting, Hian Ceng Tojin tak dapat segera memberi jawaban ia mengawasi sikapnya Bee Kun Bu. Tapi Tong Leng Tojin yang maju dan menjawab.
"Sebetulnya partai Kun Lun datang ke pegunungan Koat Cong San ini tidak bermaksud menguji kepandaian ilmu silat terhadap partai Thian Liong, dan dendam antara partai Hua San dan partai Thian Liong, kami tak dapat campur tangan!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
jawaban yang diberikan itu sangat tepat, Tu Wee Seng tak dapat menentang Tiba-tiba keempat pengawalnya Souw Peng Hai datang berlari-lari membawa usungan yang kosong, Souw Hui Hong tak tampak di atas usungan itu.
Tu Wee Seng terkejut, demikianpun kelima pemimpin cabang partai Thian Liong tak terkecuali bahkan lebih terkejut pula.
Ong Han Siong berkata kepada Ouw Lam Peng.
"Ouw Piauw Tou, kau tunggu di sini, Aku harus mencari Souw Siocia!"
Lalu secepat kilat yang meloncat pergi mencari Souw Hui Hong, Tapi dengan satu loncatan yang cepat sekali, Pek Yun Hui telah menghalanginya dan berkata.
"Ong piauw Touw, jangan khawatir Souw Siocia masih berada di lembah, Kami telah menjaganya dengan baik!"
Kata-kata Pek Yun Hui itu membikin semua orang menjadi terperanjat karena mereka tak dapat mengerti mengapa Souw Hui Hong melarikan diri ketika mereka sedang bertempur Namun Souw Peng Hai masih tetap tenang dalam keadaan yang membingungkan itu.
Tu Wee Seng yang cerdik dengan diam-diam lari pergi ke lembah.
Hian Ceng Tojin segera menghalangi sambil membentak Tu-heng, berhenti!
Kita boleh bicara dulu!"
Tu Wee Seng yang dirintangi maksudnya menjadi sangat gusar ia pernah dirintangi ketika hampir berhasil menangkap Souw Hui Hong untuk dibuat sandera, Kini kembali ia dirintangi pula, Tanpa berkata-kata lagi ia mengayun toya bambunya dan mengemplang Hian Ceng Tojin.
sebetulnya Hian Ceng Tojin hanya ingin mencegah saja, ia tidak bermaksud bertempur melawan siapapun Tapi kemplangan Tu Wee Seng yang dilancarkan dengan beringasnya itu ia harus egosi dan menangkis dengan pedangnya, Mereka segera bertempur, dan tiap-tiap serangan jika menjumpai sasarannya berarti maut!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Demikianlah toya bambu dan pedang itu saling sabet dan sambar menyambar dan berlangsung tiga puluh jurus lebih sehingga semua orang berdiri terpaku menyaksikan kedua jago silat bertempur dengan sengitnya!
Pek Yun Hui yakin bahwa mereka akan bertempur lama, karena kepandaian mereka seimbang.
ia ingin memisahkannya, akan tetapi tiba-tiba Souw Peng Hai membentak.
"Hian Ceng Totiang, aku minta Totiang mundur Urusan ini adalah urusanku, Biarlah aku yang membereskannya!"
Belum lagi ucapannya selesai, ia sudah meloncat ke atas sambil meraung seperti seekor naga.
Toya kayunya yang berkepala naga memukul ke arah Tu Wee Seng dengan jurus Lek Pek Hua San (Tenaga dahsyat membelah gunung), dan pukulan itu dikerahkan dengan tenaga seberat seribu kati.
Tu Wee Seng harus loncat ke belakang menghindarkan diri!
Begitu tiba di atas tanah, Souw Peng Hai membentak lagi.
"Tu-heng! Suteemu, To It Kang, telah tewas karena perbuatannya sendiri. Aku tidak bermaksud membunuh dia dengan cara yang keji. Bukankah dia hendak merampas kitabkitab Kui Goan Pit Cek dengan cara yang curang? Sayang sekali dia tak mengetahui ketihayan jari sakti Kan Goan Citku sehingga dia mati konyol! Kau tak dapat mengatakan bahwa aku membunuh dia dengan cara yang curang! Aku telah berjanji agar segala soal dibereskan di markas besar partai Thian Liongku kelak di pertengahan bulan delapan lain tahun, Tapi jika Tu-heng masih tetap tidak puas, aku terpaksa akan membereskan itu sekarang menurut kehendakmu! Nah, Tuheng, boleh segera menyerang!"
Kata-kata Souw Peng Hai yang diucapkannya dengan suara keras itu adalah suatu tantangan yang jelas terhadap Tu Wee Seng.
Sebagai pemimpin partai Hua San, Tu Wee Seng tak dapat menyingkir dari tantangan itu jika tidak ingin hilang muka,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan murka ia menyahut.
"Kan Goan Cit yang kau katakan lihay itu, aku sekarang ingin mengujinya!"
Lalu ia putar toya bambunya dengan jurus Sok Niauw To Lim (Burung berlindung di dalam hutan), Putaran toya yang dikerahkan dengan tenaga dalam itu betul-betuI melindungi dirinya seolah-olah ia berada di tengah-tengah tembok bentengan yang kokoh kuat ia mencari lowongan untuk mengirim tinju kirinya dengan jurus Pa Cui Kim Ceng (Palu besi menghancurkan lonceng emas), Ketiga pemimpin partai Kun Lun, Pek Yun Hui dan lainlainnya segera melihat bahwa pertarungan antara kedua pemimpin partai itu adalah suatu pertarungan mati hidup yang sukar dipisahkan!
justru pada saat yang sangat tegang itu terlihat seorang gadis yang berpakaian putih dan bertali pinggang biru melayang di atas kedua jago silat yang sedang bertempur Hanya dengan satu jotosan dari atas, gadis itu berhasil mendorong mundur Souw Peng Hai dan Tu Wee Seng dua langkah!
Souw Peng Hai yang sudah kenyang makan garam di kalangan Bu Lim, dan yang sudah mengalami ke-lihayannya Pek Yun Hui, semula mengira bahwa ia telah terdorong oleh tenaga dalam yang dilancarkan Pek Yun Hui, Begitu lekas gadis itu menginjak tanah, Pek Yun Hui menanya kepadanya.
"Tiap Moi, apakah kau sudah periksa keadaan luka-lukanya Souw Siocia?"
Ucapan tersebut mengejutkan Souw Peng Hai yang sangat sayang puterinya.
Di hadapan para jago silat, ia.
berusaha menahan perasaan kecemasannya, Kecmpat pengawal pribadinya berdiri di belakangnya, Mereka tidak bicara meskipun mereka telah mengetahui bahwa Souw Hui Hong berada dalam tangan yang dapat dipereaya di lembah, Mereka tak berani pergi ke lembah sebelum mendapat perintah dari Souw Peng Hai.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sambil memegangi kipas bajanya, Ong Han Siong menghampiri Souw Peng Hai dan berkata.
"Cong Piauw, jangan pedu!ikan dia! Kita mencari Souw Siocia dulu!"
Lalu ia berkata kepada Tu Wee Seng.
"Jika Tu-heng masih belum puas, aku siap menghadapi di markas besar kami lain tahun!"
Dengan peringatan Ong Han Siong itu, Souw Peng Hai mengawasi para jago silat di sekitarnya, ia terkejut ketika tak tampak Sia Yun Hong diantara kawan-ka-wannya, Lalu terdengar suara gaduh di iembah!
Mukanya menjadi pucat Bahkan Na Siao Tiap juga terkejut mendengar suara yang datang dari lembah itu.
Lalu semua orang lari menuju ke lembah tersebut Bagaikan kilat cepatnya, Pek Yun Hui meloncat dan mencegah mereka dengan berseru.
"Aku mohon pertimbangan kalian! pegunungan Koat Cong San ini adalah daerahku, Untuk mencegah pertumpahan darah, aku minta kalian berhenti, Keselamatan Souw Siocia aku yang bertanggung jawab!"
Lalu bersama Na Siao Tiap ia berdiri berdampingan menjaga jalan masuk ke lembah, Souw Peng Hai yang paling depan terpaksa menghentikan langkahnya karena ia insyaf akan kelihayannya kedua Liehiap itu, iapun mengetahui bahwa maksud daripada Pek Yun Hui ialah mencegah pertumpahan darah, Bahkan Tu Wee Seng yang licik pun terpaksa berhenti ia yakin tak dapat melawan kedua Liehiap itu.
Demikian pula jago-jago silat lainnya turut berhenti!
Pek Yun Hui mengawasi mereka semua, kemudian ia berkata kepada Na Siao Tiap.
Tiap Moi, kau jaga di sini.
jangan perkenankan orang melewat.
Aku akan membawa Souw Siocia kemari!"
Lalu ia lari masuk ke lembah, setibanya di lembah, ia menyaksikan bahwa Pang Siu Wie sedang menghadapi Sia Yun Hong, Dengan kantong pasir beracun di tangannya terdengar Pang Siu Wie mengancam.
"Sia Totiang! jika kau berani maju setindak lagi, aku tak segansegan menyambit kau dengan pasir beracun ini!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sia Yun Hong yang telah mengetahui kehebatannya pasir beracun itu tak berani bertindak maju lagi, Dengan pedang terhunus, ia perlahan-lahan mundur ke belakang!
Sia Yun Hong telah ngeloyor pergi ketika Tu Wee Seng dan Souw Peng Hai sedang bertempur, dan ketika para jagojago silat sedang menyaksikan pertempuran itu dengan penuh perhatian ia menantikan ketika Na Siao Tiap berlalu untuk merampas Souw Hui Hong, Akan tetapi Pang Siu Wie cukup berani menjagai Souw Hui Hong, Sia Yun Hong terkurung oleh keempat bujangnya Na Siao Tiap, Kelika melihat Pek Yun Hui mendatangi ia berlagak tertawa dan berkata.
"Pek Siocia, apa artinya mengurung aku ini?"
Pek Yun Hui memerintahkan keempat bujang itu mundur Lalu Lie Ceng Loan datang mengadu.
"Pek Cici, Tojin itu betul-betul jahat, Dia ingin merampas Souw Cici, Syukur kau keburu datang, Usir dia keluar!"
Pek Yun Hui mengangkat tangannya sebagai tanda agar Lie Ceng Loan tidak banyak bicara lagi, Sambil menghadapi Sia Yun Hong ia berkata.
"Sia Totiang kami tak sudi kau datang ke sini, Lebih baik kau lekas enyah dari sini, Di mulut lembah sudah ada banyak orang menanti kedatanganmu ! Dalam keadaan serba susah itu, Sia Yun Hong memberi alasannya."
Aku hanya datang untuk melihat keadaan puterinya Souw Peng Hai, Jika kau tidak sudi aku menengokinya, akupun akan segera berlalu."
"Apakah bukan karena urusan Bee Siangkong?"
Tanya Pek Yun Hui, sebetulnya Souw Hui Hong ingin mengatakan bahwa ia tak dapat melupakan Bee Kun Bu, akan tetapi di hadapan saingan-saingannya, ia tak dapat menyatakan maksudnya, ia tersenyum, lalu berkata.
"Pek Cici, Bee Siangkong adalah seorang yang sangat baik, Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi bukan karena salahnya, Aku khawatir dia menjadi cemas melihat aku memotong ram-but, maka aku kembali lagi untuk menjelaskan kepada-nya.,.,"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui tertusuk hatinya, dan ia memotong pembicaraan itu.
"Souw Siocia, sudahlah, jangan diceritakan lagi! Aku pun yakin bahwa kau berhati baik, Untuk membela kepentingan Lie Ceng Loan yang suci dan jujur, aku minta kau jangan membikin soal ini bertambah sulit Aku menginsyafi maksudmu yang luhur, pegunungan Koat Cong San kini keadaannya menjadi sulit karena kedatangannya banyak jago silat, lebih baik kau tak berada di sini demi keselamatanmu Lain lahun, jika aku mempunyai kesempatan, aku tentu datang ke markas besar partai Thian Liong untuk menengoki kau."
Lalu ia menyambuti Souw H ui Hong dari pelukannya Lie Ceng Loan, dan perlahan-lahan jalan keluar dari lembah itu, Di mulut lembah Na Siao Tiap seorang diri menjaga para jago silat, sebetulnya menghadapi jago-jago silat itu bukannya suatu pekerjaan yang ringan, Tetapi karena mereka saling curiga mencurigai, maka tiada seorangpun yang berani menerjang masuk, Mereka telah menunggu agak lama, Rupanya mereka tak dapat menahan sabar lagi, Baru saja beberapa dari mereka ingin menerjang masuk, mereka tampak Sia Yun Hong berjalan keluar Souw Peng Hai sudah siap menerjang tapi sejenak kemudian terlihat Souw Hui Hong berjalan keluar di-payang oleh Pek Yun Hui.
"Souw Cong Piauw,"
Kata Sia Yun Hong.
"Aku hanya pergi untuk melihat keadaan puterimu, Mengapa kau curiga?"
Sambil tertawa Souw Peng Hai berkata.
"Terima kasih atas perhatian Sia Totiang!"
Tapi Sia Yun Hong tidak berkata-kata lagi. Semua perhatian lalu dicurahkan kepada Pek Yun Hui yang datang memayang Souw Hui Hong berjalan Souw Hui Hong tersenyum di hadapan ayahnya dan memanggil.
"Ayah...."
Souw Peng Hai sangat terharu, tapi ia tak dapat berbuat apa-apa. Dengan sedih Bee Kun Bu mengawasi rambutnya Souw Hui Hong yang sudah dipotong, dan dengan tak terasa
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kedua matanya berlinang, sikap mana telah diperhatikan oleh Ong Han Siongj tetapi di hadapannya banyak orang ia sungkan menyatakan perasaannya, Dengan senyuman terpaksa ia berkata kepada Souw Peng Hai.
"Cong Piauw, marilah kita pulang!"
Dengan wajah yang khidmat Souw Peng Hai memerintahkan keempat pengawalnya menggotong puterinya di atas usungan, Setelah Souw Hui Hong berada di atas usungan itu, ia mengayun toyanya dan berseru.
"Kalian kawan-kawan dari kalangan Bu Lim! Nanti pada pertengahan bulan delapan lain tahun, aku mengundang kalian datang ke markas besar partai Thian Liong!"
Lalu ia memberikan isyarat untuk berlalu.
Baru saja Souw Hui Hong diangkat, tiba-tiba terlihat berkelebatnya sesosok bayangan putih!
-ooo0oooKarena melanggar peraturan, partai Kun Lun mengusir muridnya Bayangan putih yang berlari itu berseru.
"Hong Cici, tunggu dulu, Aku masih ada omongan!"
Tetapi Pek Yun Hui segera mencegahnya dan menasehatkan.
"Loan Moi, sudahlah! Mari kita pulang!"
Tetapi dengan mata terbelalak Lie Ceng Loan menanyai "Pek Cici!
Coba lihat, betapa kasihannya dia.
Satu lengannya telah putus, rambutnya telah dipotong, Aku tak tega dia berlalu dan akan tinggal terpencil Aku ingin menemani dia, dan tak akan berpisah dari dia lagi!"
Kata-kata yang keluar dari hati yang suci murni itu telah membikin semua orang menjadi terharu, Pek Yun Hui pun tak tahan mengucurkan air matanya.
Lie Ceng Loan merontaronta dari cekalannya Pek Yun Hui dan datang menghampiri Souw Hui Hong.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sambil memegangi satu tangannya ia berkata.
"Hong Cici, kau jangan pulang, Kau harus tinggal bersama-sama kami di kamar Thian Ki Hu di atas pundak Koat Cong San ini. Bila luka-lukamu telah sembuh betul, dan telah cukup beristirahat, aku akan mengantar kau pulang, Bagaimanakah pendapatmu?"
Mendengar kata-kata itu semua orang lebih terperanjat terutama Souw Peng Hai!
Pada saat itu Bee Kun Bu makin gelisah, Keringat membasahi jidatnya, Dengan senyum yang penuh kasih sayang Souw Hui Hong menjawab pertanyaannya Lie Ceng Loan.
"Loan Moi, terima kasih atas perhatianmu terhadapku Meskipun aku telah kehilangan sebelah lenganku, akan tetapi aku tidak mati, Lain tahun pada pertengahan musim rontok, aku mengundang kau, Pek Cici dan lain-lainnya datang ke markas besar partai Thian Liong di sebelah utara propinsi Kwiciu, Aku akan me-nyambuti kalian dengan gembira...."
Tu Wee Seng yang memperhatikan gerak-gerik kedua gadis itu, dan juga sikapnya Bee Kun Bu, mulai menduga hubungannya antara ketiga pemuda dan pe-mudi itu. ia mengejek.
"Souw Cong Piauw Touw, jika aku melihat sikap yang mesra dari murid-muridnya partai Kun Lun terhadap puterimu, aku yakin seterusnya hubungan mereka akan menjadi pokok pembicaraan di kalangan Bu Lim!"
Ejekan itu menusuk hatinya Bee Kun Bu.
Karena ia telah dianiaya oleh Co Hiong yang memaksa ia makan racun Hua Kut Siauw Goan San, Souw Hui Hong telah menolong jiwanya dan merawat ia di suatu goa, peristiwa tersebut masih merupakan suatu rahasia, dan mungkin tiada orang yang mengetahuinya.
Tapi mengapa Tu Wee Seng mengucapkan sindiran itu?
Apakah dia telah me-ngetahuinya?
Baru saja Bee Kun Bu hendak menegur, ketika Tong Leng Tojin mendahului berkata.
"Tu-heng sebagai satu pemimpin partai silat yang terkenal di kalangan Bu Lim harus bicara dengan pantas. Apakah kata-katamu tadi sudah diperhitungkan?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tu Wee Seng menjadi tereengang, tapi ia menjawab. Tong Leng Totiang, meskipun aku tidak terpelajar akan tetapi katakata yang telah diucapkannya tadi aku tak akan menarik kembali!"
Bukan main gusarnya Tong LengTojin, tetapi ia tak dapat mendamprat lagi, karena ia belum mengetahui seluk beluknya hubungan Bee Kun Bu dengan Souw Hui Hong.
Souw Peng Hai juga tersinggung, Dengan gusar ia berkata.
"Partai Thian Liongku belum pernah berdendam terhadap partai Kun Lun, dalam soal apapun, dan aku selalu menghargai ketiga pemimpinnya, Aku yakin mereka adalah pemimpin-pemimpin luhur dan sopan, tidak seperti Tu-heng yang bermaksud menangkap puteriku untuk dijadikan sandera!"
Sia Yun Hong membelai Tu Wee Seng dengan jawabannya.
"Lebih baik Souw Cong Piauw tidak banyak bicara, Soal ini hanya muridnya partai Kun Lun, Bee Kun Bu yang dapat memberi penjelasan!"
Lalu semua perhatian ditujukan kepada Bee Kun Bu. Pek Yun Hui melihat kegelisahannya pemuda itu, ia berkata.
"Sia Totiang, meskipun Bee Siangkong adalah muridnya partai Kun Lun, tetapi dalam hal ini, aku dapat memberi penjelasan Aku harus mengatakan bahwa kata-kata Sia Totiang itu sebenarnya merupakan suatu ancaman!"
Sia Yun Hong menjadi gusar, tetapi ia tak berani melawan Pek Yun Hui. ia menahan amarahnya sedapat mungkin, dengan tertawa paksaan ia menjawab nya.
"Aku hanya ingin meredakan suasana, lain tidak."
"Tapi kata-katamu itu sangat menyinggung perasa-an,"
Kata Pek Yun Hui.
"Kita harus mengetahui bahwa segala sesuatu di kalangan Bu Lim tak dapat ditutup, Tentang Bee Siangkong menolong Souw Siocia adalah soal membalas budi, Apakah membalas budi itu sqatu perbuatan yang keliru!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sia Yun Hong hanya tersenyum dan tak berani membantah lagi, Tong Leng Tojin menatap Bee Kun Bu, seolah-olah ingin menyelami isi hatinya, Pek Yun Hui mengawasi keadaan di sekitarnya lalu berkata.
"Souw Cong Piauw Touw, aku minta kalian berlalu dari pegunungan Koat Cong San. Lain tahun pada pertengahan musim rontok kita akan berjumpa pula."
"Pek Siocia, aku tak akan mengganggu ketentraman daerah ini lagi, dan aku minta diri!"
Kata Souw Peng Hai dengan ramah, Lalu ia ayun toyanya sebagai isyarat kepada orang-orangnya untuk berlalu, termasuk puteri-nya, Souw Hui Hong yang dibawa di atas usungan.
Lie Ceng Loan menjadi sedih hati dan mengucurkan air mata melihat Souw Hui Hong dibawa pergi, Bee Kun Bu pun berdiri terpaku mengawasi rombongannya Souw Peng Hai berlalu, Setelah semuanya berlalu, Hian Ceng Tojin menghampiri Bee Kun Bu.
Sambil menghadapi Pek Yun Hui ia berkata.
"Soal hubungan Bu Jie dengan Souw Siocia, aku yang telah merawat dan mendidik selama dua belas tahun masih juga belum jelas, Apakah Pek Siocia mengetahui seluk beluknya?"
Dengan khidmat Pek Yun Hui menyahut.
"Jika aku harus menceritakannya aku harus mulai dari peristiwa pada satu tahun berselang ketika angkatan tua Giok Cin Cu menderita sakit karena racun ular, Hian Ceng Totiang telah pergi ke kota Yociu untuk mencari obat dan minta pertolongan nya Sao Kong Gie tabib yang sakti itu dan ayah angkatnya Souw Hui Hong. Ketika itu Souw Hui Hong tak segan memberitahukan tempat ayah angkatnya itu yang terpencil, karena dia telah jatuh hati kepada Bee Kun Bu. Souw Hui Hong telah dengan rela mengajak kalian menjumpai Sao Kong Gie untuk menolong Sumoymu, bukankah perbuatan itu merupakan suatu budi terhadap partai Kun Lun?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tong Leng Tojin yang juga mendengarnya dengan berdiri dekat, lalu menjawab. Tentu saja itulah merupakan satu budi terhadap partai Kun Lun."
Pek Yun Hui tersenyum, lalu meneruskan.
"Ketika Souw Hui Hong berusaha menolong partai Kun Lun, dia sendiripun berada dalam serba susah, karena dia harus menolong orang dari partai lain, dan dia pun tak mengharapkan pembalasan budi, Kemudian di luar dugaannya, dia berselisih dan bertarung melawan orang-orangnya partai Ngo Bi, dan dengan kebetulan sekali dia tertolong oleh Bee Kun Bu. Aku masih kurang berpengalaman dan tidak mengetahui peraturan partai silat Apakah Bee Kun Bu harus menolong orang yang pernah melepas budi terhadap partai Kun Lun?"
Tong Leng Tojin menghela napas, lalu menjawab.
"Souw Hui Hong telah melepas budi terhadap partai Kun Lun, maka di dalam keadaan demikian, tiap-tiap orang dari partai Kun Lun harus menolong dia!"
Itulah sebabnya,"
Kata Pek Yun Hui.
"Bee Kun Bu menolong Souw Hui Hong, dan aku yakin dia tidak melanggar peraturan partai dengan berbuat demikian."
Ia berhenti sebentar untuk menarik napas, lalu meneruskan pu!a.
"Souw Siocialah yang harus dipersalahkan, karena dia telah jatuh hati terhadap Bee Kun Bu, dan dia tak menghiraukan peraturan partai Thian Liong yang keras telah menolong berulang kali kepada Bee Kun Bu. Diapun telah memberikan obat Leng Tan yang sangat mujarab untuk menolong jiwanya dari racun Hua Kut Siauw Goan San. Cobalah pikir, apakah budinya itu tidak besar?"
"Budi menolong jiwa adalah budi yang maha besar!"
Seru Tong Leng Tojin. Lalu Pek Yun Hui mengucapkan kesimpulannya dengan nada yang sangat khidmat.
"Jika kalian angkatan tua telah mengetahui soal itu, maka kalian dapat mengerti mengapa Bee Kun Bu terharu dan berusaha sekuat tenaga menolong Souw Hui Hong setelah dia mendapat luka!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Terima kasih atas penjelasan Siocia,"
Kata Tong Leng Tojin.
"Jika kami kelak menyelidiki soalnya, kami tentu memperhatikan keterangan yang Siocia berikan."
Tiba-tiba Pang Siu Wie campur bicara.
"Meskipun Bee Siangkong telah melukai seorang Hweeshio dari partai Ngo Bi, akan tetapi dia sendiripun telah menderita luka parah, dan lukanya tak dapat disembuhkan oleh siapapun kecuali Na Siao Tiap dan majikanku...."
Pek Yun Hui membetulkan dengan berkata.
"Aku-pun tak berdaya menyembuhkannya jika Tiap Moi tidak menolong dengan ilmu Toa Pan Yok Hian Kong (ilmu tenaga dalam ajaib memulihkan sukma)...."
Pang Siu Wie menanya kepada ketiga pemimpin partai Kun Lun.
"Misalnya Bee Siangkong terbunuh oleh orangorangnya partai Ngo Bi, apakah kalian yang menjadi guru dan paman gurunya akan menuntut balas?"
"Lukanya Bu Jie aku telah melihatnya,"
Jawab Hian Ceng Tojin.
"Betul dia belum mati, akan tetapi lukanya itu sukar diselidiki sebab musababnya, Budi Pek Siocia dan Na Siocia terhadap muridku, aku tak akan lupa...."
Pek Yun Hui menggoyang-goyangkan tangannya sambil berkata.
"Aku minta ketiga angkatan tua jangan sebut-sebut soal budi lagi, Akupun sangat menghargai budi kasih dan keluhuran ketiga angkatan tua!"
TapL.,"
Tong Leng Tojin berkata.
"Budi tetap budi, dan harus diba!as. peraturan partai Kun Lun kami harus ditaati dan dilaksanakan Soal Bu Jie kami harus selidiki terus. Jika dia ternyata melanggar, diapun tak luput dari hukuman!"
Alasan yang diberikan itu cukup pedas dan tajam sehingga ketiga pemimpin partai Kun Lun tak dapat menjawab untuk membantahnya. Pek Yun Hui berubah wajahnya, dan dengan cemas ia berkata.
"Peraturan partai Kun Lun rupanya hanya untuk
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menghukum murid-muridnya!
peraturan itu juga buatan manusia, bukan?
Jika peraturan itu harus dilaksanakan kitapun harus mempertimbangkan keadaan Undang-undang negeri juga seringkali dilaksanakan dengan mempertimbangkan keadaan, Apakah peraturan partai Kun Lun lebih bagus daripada Undang-undang Negeri?
Aku yakin bahwa sebagai pemimpin partai, kalian mempunyai hak untuk menghukum, bahkan membunuh mati murid-muridnya.
Tapi menurut pandanganku membunuh orang adalah haknya seorang Maharaja, Untuk melaksanakan suatu peraturan kita jangan melupakan kepada kebijaksanaan dan jika kita menjatuhkan hukuman tanpa kebijaksanaan itu berarti suatu perbuatan yang kejam.
Aku menyesal harus menyatakan pendapatku ini, seolaholah aku ingin mencampuri urusan partai Kun Lun, Tapi di kalangan Bu Lim, BUDI dan MEMBALAS BUDI tetap menjadi suatu keharusan di dalam keadaan apapun!"
Alasan yang diberikan itu cukup pedas dan tajam sehingga ketiga pemimpin partai Kun Lun tak dapat menjawab untuk membantahnya.
Na Siao Tiap yang juga telah menaruh banyak simpati terhadap Bee Kun Bu dan ingin membela, mendengarnya dengan gembira.
Melihat sikap Suhu dan Susioknya, Bee Kun Bu menjadi makin cemas.
Sebagai seorang murid yang setia dan berbakti, ia senantiasa menghormati guru dan paman gurunya, ia yakin bahwa segala perbuatannya terhadap Souw Hui Hong adalah semata-mata untuk membalas budi.
ia yakin pula pembelaannya Pek Yun Hui ia harus membalasnya jika ia mempunyai kesempatan ia menghampiri Pek Yun Hui, dan sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat dan ia berkata.
"Selama satu tahun ini, Pek Cici selalu tak segan mengulur tangan membantu dan menolong aku, bahkan telah berulang kali menghindarkan jiwaku dari maut Budi yang maha besar
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
itu, aku tak akan lupakan Tapi aku telah dipelihara, dirawat, dididik oleh guruku selama dua belas tahun, sebagai muridnya partai Kun Lun, akupun tak luput dari ikatan-ikatan partai, aku harus mentaati peraturannya, Aku rela diadili oleh guru dan paman guruku!"
Pek Yun Hui tersenyum "Aku mengetahui sifat dan watakmu,"
Kemudian katanya, Tapi soalnya tidak mudah.
Apakah kau kira setelah dihukum kau segera dapat bebas dari kegelisahan hatimu?
Soalmu sungguh sangat rumit Jika kau mati hanya untuk menebus dosa, maka pertarungan nanti di markas besarnya partai Thian Liong akan menjadi suatu pertempuran yang akan meminta banyak korban...."
Ia melirik kepada Na Siao Tiap, lalu meneruskan.
"Mungkin juga akan berakibat dengan musnahnya partai Kun Lun! Mati atau hidupmu erat sekali hubungannya dengan musnah atau makmurnya partai Kun Lun! Mungkin juga terhadap partai-partai silat lainnya! Tiap Moi pernah mengatakan kepadaku, kau adalah seorang yang berbudi, berbakti dan agung. Di-samping itu, kau pun seorang yang memiliki bakat, Jika ada orang yang mengajarkan dan melatih kau lagi, dalam beberapa tahun saja, kau dapat menjadi seorang jago silat yang mungkin tiada tandingannya, Aku dan Tiap Moi adalah orang-orang perempuan lebih baik kami tidak berkecimpungan di kalang Kang-ouw, Mungkin juga dua tahun lagi, aku akan tinggal bertapa mengasingkan diri dari dunia luar sebagai seorang Nikouw (rahib wanita), Aku hanya merasa kecewa jika Tiap Moi ingin menelad aku sehingga kepandaian atau ilmu silatnya lambat laun menjadi lenyap di kalangan Bu Lim...."
Ia tak dapat meneruskan katakatanya karena ia memperhatikan bahwa Na Siao Tiap telah menjadi beringas! Sambil menghadapi ketiga pemimpin partai Kun Lun, Pek Yun Hui berkata lagi.
"Bee Kun Bu adalah murid partai Kun Lun, jika ketiga angkatan tua sebagai pemimpin partai Kun
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lun masih juga ingin mengadil dia, aku tak akan turut campur lagi! Nah, sekarang akupun harus berpisah."
Lalu ia tarik tangannya Na Siao Tiap, dan berjalan perlahan-lahan meninggalkan ketiga pemimpin partai Kun Lun, Bee Kun Budan Lie Ceng Loan, Pang Siu Wie dan keempat bujangnya Na Siao Tiap pun mengikuti Pek Yun Hui berlalu dari tempat tersebut Tiba-tiba Lie Ceng Loan memanggil "Pek Cici!"
Pek Yun Hui berhenti, ia berbalik dan tersenyum sambil menanyai "Ada apa lagi? Apakah kau ingin bicara?"
Lie Ceng Loan menghampiri dengan kedua mata berlinang, ia pegang erat-erat tangannya Pek Yun Hui, dan dengan suara yang memilukan hati ia menanya.
"Apakah Cici betuI-betul hendak meninggalkan aku?"
"Kau harus mengikuti Suhumu kembali ke pegunungan Kun Lun, dan kau harus merawati baik-baik Bu Kokomu,"
Hibur Pek Yun Hui.
"Jika aku ingin menjumpai kau lagi, aku tentu akan mengajak kau datang dan menginap di sini."
Tapi,"
Kata Lie Ceng Loan.
"Aku sebetulnya masih ada banyak omongan untuk Cici, Sayang sekali Cici harus berpisah dan aku tak berkesempatan mengeluarkan isi hatiku lagi."
Rupanya Lie Ceng Loan sukar berpisah Pek Yun Hui mengusap-usap rambutnya seraya menghibur "Perpisahan kita hanya untuk sementara waktu, Kita masih ada banyak kesempatan berjumpa lagi di hari-hari yang akan datang...."
Ia menarik napas, lalu meneruskan "Nanti tiga bulan kemudian akan kusuruh Pang Siocia menunggangi bangau sakti pergi ke pegunungan Kun Lun dan biarlah dia sering-sering mendampingi kau."
Dengan hati merasa berat Lie Ceng Loan melepaskan cekalannya dan jalan balik kepada guru dan paman gurunya dengan kesedihan hati yang tak terlukiskan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan tak dirasanya, air matanya Pek Yun Hui mengucur keluar di kedua belah pipinya, Tiap Moi, mari kita pulang!"
Ia berkata dengan berbisik Lalu dengan ilmu meringankan tubuh, ia berlari-lari ke tempat ke-diamannya, Na Siao Tiap menoleh sekali lagi ke arah Bee Kun Bu, lalu berlari mengikuti Pek Yun Hui, setelah memberi isyarat kepada empat bujang-bujang perempuannya, Pang Siu Wie membungkukkan tubuh memberi hormat kepada ketiga pemimpin partai Kun Lun seraya berkata.
"Kalian adalah jago-jago silat yang terkenal dan dihormati di kalangan Bu Lim. Aku yakin kalian dapat mengurus soal ini dengan bijaksana, Kata-kata Pek Siocia tadi diucapkan dengan setulus hati dan maksud yang suci. pertempuran nanti di markas besarnya partai Thian Liong pada pertengahan musim rontok lain tahun adalah sangat penting bagi semua partai-partai silat, mungkin pertempuran tersebut akan lebih hebat daripada pertempuran untuk menguji kepandaian silat di puncak SiauwSit Hong pada tiga ratus tahun yang lalu, karena pertempuran kali ini berarti musnahnya beberapa partai silat yang terkenal pada dewasa ini. Oleh karena itu, menurut pendapat Pek Siocia, gerak-gerik atau tindak tanduk Bee Siangkong sangat bersangkut paut dengan partai Kun Lun...."
Ia berhenti sejenak, lalu meneruskan "Betapapun lihaynya seorang wanita, dia tak dapat melawan seorang pria jika ilmu silatnya sama tingginya, Sekali lagi, aku mohon kalian bertindak bijaksana dalam hal mengadili Bee Siangkong...."
Lalu iapun berlari mengikuti kawan-kawannya!
Ketiga pemimpin partai Kun Lun berdiri terpesona mendengar peringatan yang pedas itu.
Kemudian Tong Leng Tojin berkata kepada Suhengnya.
Toa Suheng!
Rupanya murid Toa Suheng ini adalah seorang yang maha penting.
Menurut pendapatku lebih baik kita membebaskan dia agar ia dapat leluasa berkelana di kalangan Kang-ouw menurut kehendaknya sendiri!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu terkejut mendengar kata-kata paman gurunya itu, Lekas-lekas ia berlutut di hadapannya Tong Leng Tojin dan memohon.
"Jika Teecu melanggar peraturan partai dan berbuat keliru, Teecu rela diadili dan menerima hukumannya, Teecu hanya berharap dengan kasih sayang Suhu dan Susiok, Teecu dapat memperbaiki diri dan menjadi seorang murid yang baik!"
Melihat Bee Kun Bu berlutut, Lie Ceng Loan juga turut berlutut di hadapannya Tong Leng Tojin dengan maksud membela Bu Kokonya, Tapi ia tak dapat bicara banyak, ia hanya dapat berkata.
"Bu Koko adalah seorang yang baik sekali.."
Ketika itu Hian Ceng Tojin ingat akan muridnya yang bernama Sim Cong yang ia pernah usir karena perbuatannya yang melanggar peraturan partai.Tiga kali Sim Cong memohon ampun agar dapat kembali, tetapi ia telah menolaknya memberi ampun.
Dan karena kegusarannya, ia telah menyuruh Sim Cong pergi mencari peta Cong Cin To (peta yang memberi petunjuk letaknya kitab-kitab Kui Goan Pit Cek).
Meski Sim Cong telah berhasil memperoleh peta Cong Cin To itu, akan tetapi dia terbunuh oleh kedua iblis dari daerah sebelah selatan sungai Yocu di dekat kuil Sam Ceng Koan.
Apakah sekarang ia harus mengulangi pengusiran seorang murid lagi?
ia yang berwatak luhur dan berhati budiman tak tahan jika mengingat tewasnya Sim Cong, muridnya itu.
Dengan kedua mata berlinang ia hanya dapat berkata kepada Suteenya.
"Soal ini terserah kepadamu yang memegang pimpinan partai,"
Tong Leng Tojin mengetahui akan kesangsian Suhengnya, dan untuk meringankan beban yang rumit itu ia berkata.
"Jika Suheng telah mengatakan demikian, Siauw Tee akan mengurusnya dengan seksama!"
Hian Ceng-Tojin hanya mengangguk Giok Cin Cu ingin bicara, akan tetapi Hian Ceng Tojin mencegah dengan memberikan isyarat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu tak berani bangun, ia terus berlutut di hadapannya Tong Leng Tojin, menunggu keputusan Lalu Tong Leng Tojin mencabut pedangnya, dan dengan pedang terhunus ia memberi keputusannya.
"Mu-lai saat ini, kau bukannya murid partai Kun Lun lagi, Akan tetapi karena pelanggaranmu tidak membahayakan partai, kami tidak menghukum kau. Kami hanya membebaskan kau dari ikatan partai, Nah, kau boleh enyah!"
Bukan main terkejutnya Bee Kun Bu. ia menjerit-jerit.
"Suhu. Suhu.,.!"
Dan seterusnya ia menjadi bisu.
Dengan hati seperti disayat, Hian Ceng Tojin memalingkan muka ke lain jurusan, seolah-olah tidak mendengar panggilan muridnya, Sambil menangis Bee Kun Bu loncat di hadapan gurunya dan memohon.
"Suhu, apakah Suhu betuI-betuI mengusir Teecu...?"
Dengan menahan perasaan hatinya, Hian Ceng Tojin berkata dengan sungguh-sungguh.
"Susiokmu yang memegang pimpinan partai telah memberi keputusan tidak mengakui kau sebagai murid lagi, Hubungan kita sebagai guru dan murid juga sudah putus...."
Jawaban yang menusuk hati itu membikin Bee Kun Bu gelap mata.
ia menjerit sekali, lalu jatuh pingsan di hadapan gurunya, Lie Ceng Loan dengan penuh kasih sayang mengangkat Bee Kun Bu didudukkan di tanah dan dipeluknya.
Hian Ceng Tojin teringat kembali peristiwa murid-nya, Sim Cong yang ia pernah usir, dan yang terbunuh mati oleh musuh ketika sudah dekat ia.
ia pejamkan kedua matanya, lalu berseru.
"Ayo, kita berlalu!"
Tong Leng Tojin juga berkata.
"Loan Jiee, ayo kita berlalu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan perlahan Lie Ceng Loan menengadah Air matanya mengucur Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ia menjawab.
"Supek dan Suhu jalan lebih dulu. Aku akan menanti setelah Bu Koko siuman kembali, baru bersamasama dia pulang...."
Dengan wajah yang gusar Tong Leng Tojin membentak "Hayo, kita berlalu sekarang!"
Giok Cin Cu membujuk.
"Bee Suhengmu telah diusir oleh Supekmu, Dia tidak boleh pulang ke pegunungan Kun Lun."
Lie Ceng Loan letakkan tubuhnya Bee Kun Bu di lanah, lalu ia berlutut di hadapan Giok Cin Cu seraya berkala.
"Suhu, apakah boleh jika aku tidak pulang ke pegunungan Kun Lun?"
Giok Cin Cu yang telah mengetahui watak dan hatinya Lie Ceng Loan menjawabnya dengan nada yang ramah.
"Kau sudah menjadi muridnya partai Kun Lun, dan kau harus menuruti perintah guru dan paman-paman gurumu, Jika Supekmu memerintahkan kau kembali ke pegunungan Kun Lun, kau harus segera jalan...."
Lie Ceng Loan mendongak dan mengawasi awan-awan di langit dengan kedua mata berlinang, ia tak mengetahui apa yang harus diperbuatnya, Lagi-lagi ia terjerumus ke dalam kesulitan Tetapi kemudian ia berkeputusan dan berkata.
"Jika demikian, aku minta Supek juga mengusir aku. Tak kuat hatiku meninggalkan Bu Koko di tengah gunung-gunung dalam keadaan demi-kian?"
"Loan Jiec, apakah kau betul-betul tidak sudi kembali ke pegunungan Kun Lun?"
Tanya Giok Cin Cu. Sambil mengangguk Lie Ceng Loan menjawab.
"Akupun sebenarnya tak dapat terpisah dari Suhu, Tapi, jika Bu Koko tidak turut, tiada gunanya aku pulang ke pegunungan Kun Lun, Aku tentu akan jatuh sakit!"
Jawaban itu membikin Giok Cin Cu ingat akan penderitaannya Lie Ceng Loan dahulu hari. Jika Lie Ceng Loan dipaksa pulang, itu berarti memaksa dia menderita lagi
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketika ia memikiri Liong Giok Pin yang tidak diketahui jejaknya, maka dengan tidak turutnya Lie Ceng Loan, ia akan kehilangan dua orang murid yang disayanginya seperti anak kandung.
Sebagai seorang ibu yang akan kehilangan seorang puteri, ia hanya dapat menghela napas dan menghibur "Aku tak dapat memaksa kau turut, Tapi jika kau ingin menjumpai aku, kau dapat segera pergi ke pegunungan Kun Lun menjumpai aku!"
"Aku senantiasa tidak lupa kepada Suhu!"
Jawab Lie Ceng Loan, Lalu Giok Cin Cu menghadapi Tong Leng Tojin dan berkata.
"Aku mohon Suheng tidak berkeberatan jika Loan Jiee menemani Bee Kun Bu yang telah diusir Aku yakin bahwa Loan Jiee tidak bermaksud menentang partai kita...."
"Meskipun Loan Jie sudah menjadi muridmu,"
Kata Tong Leng Tojin.
"Akan tetapi dia masih belum bersembahyang di hadapan roh nenek moyang pendiri dari partai Kun Lun, Oleh karena itu dia masih belum terhitung murid partai Kun Lun yang resmi, Soal itu terserah kepada Sumoymu, aku sendiri sudah tentu tidak ber-keberatan, Hayo kita berlalu dari sini!"
Lalu ia paling dulu berjalan pergi, diikuti oleh Hian Ceng Tojin dan Giok Cin Cu.
Mereka bertiga berjalan dengan pikiran yang kusut, oleh karena itu mereka berjalan dengan perlahan.
Lie Ceng Loan mengawasi Suhu dan kedua Supeknya berlalu dengan hati yang berat ia terpaksa merawat Bee Kun Bu yang ia cintai, ia rela berkorban untuk Bu Kokonya, Setelah ketiga pemimpin partai Kun Lun itu tidak kelihatan lagi, Lie Ceng Loan berusaha membikin sadar Bee Kun Bu.
Kedua matanya terus berlinang, ia merasa sedih sekali memikirkan nasibnya, karena di dalam beberapa bulan itu ia telah menderita banyak,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tiba-tiba terdengar suara di belakangnya yang ber-kata.
"Kau harus menguruti dadanya, dia akan lantas sadarkan diri, Kau harus pijat-pijat urat di punggung-nya!"
Tanpa menoleh lagi, Lie Ceng Loan turuti petunjuk itu. Setelah ia memijat urat di punggungnya Bee Kun Bu, benar saja pemuda itu segera membuka kedua matanya dan berseru.
"Suhu!"
Lie Ceng Loan berpikir "Bukankah Suhu dan kedua Supeknya telah berlalu?"
Ia menoleh ke belakang dan melihat seorang Tojin yang memancangkan pedangnya di punggung sedang memperhatikan ia menolong Bee Kun Bu.
ia menanyai "Mengapa Totiang masih belum bertalu dari sini?" -ooo0oooMenangkap orang untuk dijadikan sandera Bee Kun Bu bangun dan mengawasi Tojin itu, yang bukan lain daripada Sia Yun Hong, pemimpin partai silat Tiam Cong.
ia menegur.
"Mengapa Totiang kembali ke sini?"
Sia Yun Hong tersenyum.
"Jika aku tidak kembali, mungkin kau akan mati konyol di pegunungan yang sepi ini!"
Jawab Tojin itu. Bee Kun Bu segera menanya Lie Ceng Loan.
"Apa-kah betul Sia Totiang yang telah menolong aku?"
Lie Ceng Loan mendekati Bee Kun Bu dan memberikan penjelasan.
"Aku telah berusaha membebaskan jalan-jalan darahmu, akan tetapi tidak berhasil Lalu Sia Totiang memberikan petunjuk untuk memijat urat di punggungmu Setelah aku turut petunjuknya, kau segera menjadi sadar."
Bee Kun Bu segera mengangkat kedua tangannya menghaturkan terima kasih seraya berkata. Terima kasih atas petunjuk Totiang untuk menolong jiwaku. Budi ini aku tak akan lupa!"
Lalu tanpa menunggu jawaban lagi ia tarik tangannya Lie Ceng Loan dan berkata.
"Hayo kita pergi dari sini!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sia Yun Hong loncat menghadang sambil berkata.
"Kalian tak dapat berlalu dari sini begitu saja, Aku masih ada omongan!"
"Kau sebetulnya mau apa?"
Bentak Bee Kun Bu. Sia Yun Hong menyengir dan berkata.
"Kau telah diusir dari partai Kun Lun, kini tak perlu lagi mentaati peraturan partaimu!"
"Kau tak berhak turut campur urusanku!"
Kata Bee Kun Bu.
"Jika kau masih juga merintangi kami, aku terpaksa menggunakan kekerasan!"
Tapi apakah dengan pedangmu kau dapat berlalu dengan mudah?"
Menantang Sia Yun Hong.
Bee Kun Bu tidak menjawab lagi.
ia cabut pedangnya, dan dengan jurus Heng Cun Ji ia menyerang lawan-nya.
Cui Hun Cap Ji Kiam yang lihay dan tak dapat dipandang ringan.
Sia Yun Hong meloncat ke belakang, ia terkejut Pikirnya.
"Anak kemarin dulu ini lihay juga ilmu silat pedangnya!"
Bee Kun Bu juga terperanjat melihat cara lawannya menghindari serangannya, ia mengagumi ilmu silat lawan-nya, Lalu ia menyerang lagi dengan jurus Cwan In Ti Gwat (Menyingkap awan memetik bu!an), pedangnya menusuk dada lawannya secepat kilat!
Sia Yun Hong tidak mundur lagi.
ia pun mencabut pedangnya, dan dengan tenaga dalam ia tangkis tusukan tersebut Terdengar dua pedang beradu, dan terlihat muncratnya lelatu dari kedua pedang itu!
Bee Kun Bu terpental tujuh-delapan kaki, Meski pedangnya tidak terlepas dari cekalannya, namun lengannya ia rasakan kaku, mulut dan hidungnya menjadi panas!
"Ha!
Ha!
Ha!"
Tertawa Sia Yun Hong.
"Meskipun kau masih muda,"
Akan tetapi ilmu silat pedangmu lihay juga, Nah, aku sekarang akan membalas menyerang!"
Segera pedangnya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menusuk dan menekan pedangnya Bee Kun Bu, sedangkan tangan kirinya menyambar lengan l awan nya.
Untuk menghindari cengkeramannya itu, Bee Kun Bu terpaksa menggunakan langkah ajaib Ngo Heng Bi Cong Pu, dan segera ia bebas dari tekanan maupun cengkeraman!
Tapi Sia Yun Hong mencegah Bee Kun Bu mundur dengan pedangnya, ia coba mencekal lagi, Tetapi lagi-lagi ia gagal, karena ia menyambar angin!
Ketika ia menoleh ke belakang, Bee Kun Bu sudah berada di belakangnya siap menusuk kepadanya lagi Lie Ceng Loan juga sudah mencabut pedangnya, dan berdiri menyaksikan pertempuran itu.
sebetulnya ia ingin membantui, akan tetapi setelah melihat Bee Kun Bu dapat mengegosi semua serangan-serangan dengan ilmu Ngo Heng Bi Cong Pu, hatinya menjadi Iega.
Sia Yun Hong telah melihat sikapnya gadis itu, ia berpikir "Anak kemarin dulu ini sukar ditangkap, lebih baik aku terkam gadis itu, Dengan gadis itu sebagai sandera, aku dapat memaksa anak ini membantu aku mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek di dalam jurang!"
Sia Yun Hong telah memperhatikan hubungan Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan dengan Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap, ia yakin bahwa Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap akan berusaha mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek yang telah terjatuh di dalam jurang, Jika ia sendiri pergi mencarinya, ia tentu akan menjumpai kedua gadis yang lihay itu, Lagi pula ia telah diperingatkan Pek Yun Hui untuk tidak kembali ke daerah pegunungan Koat Cong San.
Tetapi jika ia dapat menangkap Bee Kun Bu hidup-hidup untuk dijadikan sandera, ia dapat mencegah kedua gadis yang lihay itu menghajar ia.
Oleh karena itu, ia telah kembali lagi dengan maksud mencari kitabkitab Kui Goan Pit Cek.
iapun insyaf bahwa ia tak dapat menangkap Bee Kun Bu jika pemuda ini masih terikat dengan partai Kun Lun, karena ia yakin tak dapat melawan ketiga pemimpin partai Kun Lun itu,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tetapi kini setelah Bee Kun Bu diusir keluar dari partainya, tekadnya untuk mencari kitab-ki tab Kui Goan Pit Cek itu menjadi makin keras, Semua perubahan itu ia telah mengetahui jelas, karena ia telah bersembunyi mendengari peristiwa pengusirannya Bee Kun Bu.
ia menunggu sampai ketiga pemimpin partai Kun Lun itu berlalu lalu ia keluar menghampiri Lie Ceng Loan yang sedang berusaha menolong Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu yang menampak Sia Yun Hong mengawasi Sumoynya, ia segera loncat di sampingnya seraya menegur.
"Hei Totiang! Kau sebagai pemimpin satu partai silat yang terkenal tak seharusnya mempunyai maksud keji terhadap seorang gadis! jika hal ini tersiar bukankah kau akan mencemarkan nama baiknya partai Tiam Cong?"
Sta Yun Hong menjadi merah mukanya, ia membentak "Jangan anggap aku ini keji!
Kalian berdua boleh menyerang aku!
Jika di dalam sepuluh jurus kalian tidak kalah, aku segera akan berlalu dari sini!
Tapi jika kalian kalah, kalian harus turut perintahku Aku tak akan menganiaya kalian...."
Bee Kun Bu menyengir, dan memotong pembicaraannya dengan bentaknya.
"Jika kau betul-betul lihay, Ia-wanlah aku seorang, aku tak perlu dibantu, Apakah kau kira aku tidak tahu tipu muslihatmu? Aku khawatir jika kau terlalu lama di sini, orang lain telah turun ke jurang untuk mencari kitah-kitab Kui Goan Pit Cek. Co Hiong mungkin telah tewas di dalam jurang itu, akan tetapi kitab-kitab tersebut tak akan musnah bersama Co Hiong!"
"Ha! Ha! Ha!"
Tertawa Sia Yun Hong.
"Kau bukan saja lihay ilmu silatnya, tetapi juga lihay otaknya, Ter-kaanmu jitu, Aku yakin kau juga ingin mencari kitab-kitab tersebut Bagaimana pendapatmu jika kita mencarinya bersama-sama?"
Bee Kun Bu menggeleng-gelengkan kepala.
"Aku tak bermaksud mencari kitab-kitab itu,"
Jawabnya,"Apakah kau tidak mengetahui bahwa telah banyak jiwa melayang selama beberapa ratus tahun ini karena ingin memiliki kitab-kitab itu?
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tadi dengan mata kepala sendiri aku telah menyaksikan Co Hiong telah terjungkal masuk ke dalam j urang yang dalam karena kitab-kitab itu.
Mung-kin juga mayatnya masih hangat!
Aku menasehatkan kau, demi keselamatan jiwamu, lebih baik kau jangan mencari kitab-kitab itu!"
"Kau telah memberi nasehat yang baik ke pada ku. Terima kasih,"
Berkata Sia Yun Hong.
Tetapi soal kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu bukan soal kita berdua lagi Soal itu telah menjadi soal orang-orang dari kalangan Bu Lim, walaupun andaikata aku tidak mencarinya, pasti orang lain akan mencarinya, Dan orang yang memiliki kitab-kitab itu akan menjadi jago di kalangan Bu Lim.
Aku ingin mencarinya hanya demi kepentingan semua jago-jago silat di kalangan Bu Lim...."
Ia berhenti sejenak, lalu meneruskan.
"Sebetulnya aku sudah lama menyimpan pedangku, dan tidak sudi tahu menahu tentang perisliwa-peristiwa di kalangan Bu Lim, Sudah hampir dua puluh tahun aku bertapa di pegunungan Tiam Cong San, dan sudah lama aku tak ingin mencari nama lagi di kalangan Bu Lim, Jika kau sudi mencari kitab-kitab tersebut bersama-sama, setelah kita berhasil memper-olehnya, aku akan bakar kitab-kitab itu di hadapanmu, Dengan demikian kita dapat mencegah jago silat yang manapun memiliki lagi kitab-kitab itu."
Bee Kun Bu berpikir sebentar, lalu menjawab.
"Aku pereaya akan kata-katamu. Tapi sayang, aku sebagai murid partai Kun Lun tak dapat membantu kau, Jika kau masih juga ingin mencarinya, kau dapat melakukan sen-diri...."
Sia Yun Hong tersenyum dan berkata lagi.
"Aku melihat dengan kepala mata sendiri bahwa kau telah diusir oleh partai Kun Lun, kini kau tidak terikat lagi dengan partai itu. Di samping itu, bukankah aku telah menjelaskan maksudku untuk membakar kitab-kitab itu? jika kau masih juga menolak, aku terpaksa...."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan kesempatan itu ia meloncat maju dan menusuk Bee Kun Bu.
Tusukan itu dilakukan dengan tiba-tiba dan secepat kilat, di luar dugaannya Bee Kun Bu.
Namun Bee Kun Bu masih dapat menarik Lie Ceng Loan ke samping sambil mengegosi tusukan tersebut Lalu dengan jurus In Bu Kim Kong (Sinar terang memancar di awan) ia putar pedangnya melindungi Lie Ceng Loan sambil melindungi dirinya sendiri, Tapi betapapun lihaynya ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam, Bee Kun Bu kalah tenaga daripada Sia Yun Hong.
Tang!
Dua pedang beradu, dan terlepaslah pedangnya Bee Kun Bu dari cekalannyal Lalu Sia Yun Hong meloncat maju dan mencekal pergelangan tangannya Lie Ceng Loan, sedangkan pedang di tangan kanannya menusuk tiga kali beruntun ke dadanya Bee Kun Bu dengan jurus Sam Seng Tui Gwat atau "Tiga bintang mengejar bulan", Dengan ilmu langkah ajaib Ngo Heng Bi Cong Pu, Bee Kun Bu berkelit diri dari ketiga totokan pedang itu, dan mengangkat tinju menjotos punggungnya Sia Yun Hong, Tapi Sia Yun Hong sudah siap, ia menyabet jotosannya Bee Kun Bu, lalu loncat ke samping sambil membetot Lie Ceng Loan, Lie Ceng Loan telah tereekal tangannya, karena ia terperanjat ketika menyaksikan pedangnya Bee Kun Bu terlepas dari cekalannya, dan Sia Yun Hong yang lihay lebih lihay daripada mereka berdua telah berhasil mencekal pergelangan tangannya secepat kilat Lalu ia loncat ke samping sambil membetot Lie Ceng Loan, Demikianlah pertarungan itu berlangsung dengan seru sekali tanpa ada orang yang terluka, karena maksudnya Sia Yun Hong hanya menangkap Lic Ong Loan untuk dijadikan sandera dan kemudian memaksa Bee Kun Bu.
"Lepaskan Sumoyku!"
Bee Kun Bu mengancam. Sia Yun Hong yang telah berkali-kali gagal menangkap Bee Kun Bu, sudah mulai mengagumi ilmu silatnya, dan ia pun tak berani melawan dengan acuh tak acuh lgi, ia
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mengumpulkan tenaga dalamnya, siap menyambut jotosannya Bee Kun Bu.
Betul saja Bee Kun Bu menjotos, Sia Yun Hong tidak mengegos, Dengan ilmu Lui Kang Kong Kie Hu Sin (ilmu tenaga dalam menjaga tubuh) ia menerima jotosan tersebut dengan bahunya, sambil terus memegang erat-erat pergelangan tangannya Lie Ceng Loan, Lalu ia meng-ancam.
"Jika kau masih menyerang aku, aku terpaksa menotok jalan darah Sumoymu untuk melumpuhkan seluruh tubuhnya!"
"Hm,"
Geram Bee Kun Bu dengan gusar "Mustahil seorang pemimpin partai silat yang terkenal berbuat demikian keji terhadap seorang perempuan yang masih muda dan Icmah, jika peristiwa ini aku umbarkan, di manakah kau dapat menaruh mukamu?"
Sia Yun Hong tertawa bergelak-gelak, dan men-jawab.
"Kitab-kitab Kui Goan Pit Cek besar sekali hubungannya dengan nasib partai-partai silat di kalangan Bu Lim. Soal muka dan sebagainya aku dapat kesam-pingkan."
Sambil berkatakata, ia mencekal makin keras pergelangan tangannya Lie Ceng Loan sehingga gadis itu meringis kesakitan Namun Lie Ceng Loan tidak menjerit ia menahan sakit sampai keringat membasahi pa-kaiannya, Melihat penderitaan itu, Bee Kun Bu sangat pilu hatinya, ia mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya, siap melabrak Sia Yun Hong dengan nekad, Sia Yun Hong telah menduga Lie Ceng Loan akan minta perto)ongannya Bee Kun Bu.
ia tidak perhitungkan bahwa gadis itu rela berkorban untuk Bee Kun Bu itu, Makin keras ia mencekal, makin keras kepala si gadis menahan sakitnya.
Sia Yun Hong hanya perlu mengerahkan sedikit tenaga lagi untuk membikin remuk tulang di pergelangan tangan iiu.
namun Lie Ceng Loan tetap bertahan Tiba-tiba dengan suara yang lemah lembut, penuh dengan kerelaan hati, Lie Ceng Loan berkata kepada Bee Kun Bu.
"Bu Koko, kau dapat berlalu dari sini seorang diri. Tojin ini lebih
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
lihay daripadamu Kau tak dapat mengalahkan dia.
Kitab-kitab Kui Goan Pit Cek adalah miliknya Na Cici, kita tentu tak dapat membantu orang lain pergi mencari kitab-kitab tersebut Selama dua bulan ini, aku telah banyak berpikir...
akan tetapi aku tak memperoleh kesempatan untuk memberitahukan Koko...."
Bee Kun Bu membentak untuk mencegah Lie Ceng Loan mengeluarkan isi hatinya, ia cabut pedangnya dan berkata dengan suara yang keras.
"Jika kita harus mati, kita akan mati bersama-sama!"
Lalu ia menyerang Sia Yun Hong. Sia Yun Hong menangkis tusukan tersebut, dan melangkah mundur dua tindak untuk menusukkan ujung pedangnya di dadanya Lie Ceng Loan. ia mengancam.
"Jika kau menyerang lagi, aku terpaksa menusuk mati Sumoymu! Baru saja Bee Kun Bu ingin menyerang lagi, tetapi setelah mendengar ancaman itu, ia segera tarik kembali pedangnya, Tiba-tiba Lie Ceng Loan menjerit.
"Bu Koko, jangan pereaya ancaman Tojin yang licik ini, sedikitpun aku tak takut mati....n ia menyeka air matanya dengan tangan kirinya, lalu meneruskan. Tojin ini busuk sekali, jika dia yang memiliki kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, dan telah berlatih, dia pasti akan melakukan banyak perbuatan yang keji! Dia tahu bahwa Bu Koko akan melakukan apa saja untuk membela aku dan dia akan paksa Bu Koko membantu dia mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek...."
"Siapa bilang aku menipu dia!"
Kata Sia Yun Hong dengan marah.
Lalu ia tekan pedangnya sedikit sehingga menusuk pakaiannya dan juga tubuhnya Lie Ceng Loan sehingga keluar darah menodakan pakaiannya, Totiang, jangan teruskan tusukanmu!"
Seru Bee Kun Bu.
"Bu Koko!"
Kata Lie Ceng Loan.
"Biasanya aku selalu turut perkataan Koko, Kini aku mohon Koko turuti perkataanku!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hancurlah hatinya Bee Kun Bu mendengar permintaan gadis itu, ia menjawab.
"Sebutlah!"
"Tojin yang licik ini ingin mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek,"
Kata Lie Ceng Loan.
"Akan tetapi dia takut menjumpai Pek Cici dan Na Cici, Oleh karena itu dia hendak paksa kau membantu dia mencarinya, Jika kau menolak, dia akan mengancam membunuh aku. Jika dia menjumpai Pek Cici atau Na cici, dia akan mengancam membunuh mati Bu Koko, karena aku yakin bahwa Pek Cici, maupun Na Cici akan mengalah untuk menolong Bu Koko, Dengan tipu muslihatnya yang keji itu, dia akan memperoleh kitab-kitab Kui Goan Pit Cek. Harus kita ingat, Pek Cici sangat baik terhadap kita, Aku kira jika kita mati, dia akan bebas dari kekhawatirannya, Maka aku minta Bu Koko lekas-lekas berlalu dari tempat ini, dan jangan gubris ancamannya!"
Ia mengakhiri permintaannya dengan senyuman yang penuh dengan kasih sayang, lalu dengan wajah yang tenang ia menanti nasib-nya.
Meskipun Bee Kun Bu melihat bahwa Lie Ceng Loan tak takut mati dan rela berkorban untuk orang-orang yang dicintainya, namun ia tak tega menuruti kehendak nya.
ia berdiri terpaku, ia tak berdaya!
kesempatan ini digunakan oleh Sia Yun Hong untuk mengancam lagi.
"Aku sudah lama tidak membunuh orang, sekarang aku memperlihatkan kepadamu! Aku tidak pereaya bahwa Sumoymu tidak takut mati!"
Lalu ia mengerahkan seluruh tenaga dalamnya untuk meremukkan tulang di pergelangan tangannya gadis itu.
Tapi setelah melihat wajah yang tenang dari gadis itu, ia terperanjat Tiba-tiba ia melepaskan cengkeramannya, dan loncat mundur tiga langkah sambil berkata.
"Hayo, kalian enyah dari sini! Aku Sia Yun Hong tak akan membunuh seorang yang masih muda! Lekas enyahlah!"
Bee Kun Bu loncat ke sampingnya Lie Ceng Loan, dan mengangkat kedua tangannya menghaturkan hormat seraya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
berkata.
"Bu Totiang hari ini, aku Bee Kun Bu tak akan lupakan!"
Memang Sia Yun Hong sudah mulai lunak hatinya ketika mendengar kata-kata Lie Ceng Loan, dan ia sangat malu terhadap maksud dan perbuatannya ketika melihat wajah yang tenang dan tak takut mati dari Lie Ceng Loan, Gadis itu mengawasi Sia Yun Hong sejenak, lalu menanyai "Ha!
Kau tidak membunuh mati aku??.,., Totiang ternyata masih berperikemanusiaan!"
Kata-kata itu bagaikan pisau yang menusuk hatinya Sia Yun Hong, ia sangat malu, ia membalikkan tubuh dan lari pergi! "Terima kasih atas pertolongan Totiang terhadap Bu Koko!"
Tersenyum Lie Ceng Loan, Bee Kun Bu berkesempatan memandang gadis yang rela berkorban untuknya, Dalam pandangannya, gadis itu sederajat dengan seorang dewi, ia merasa malu akan perbuatannya yang lampau, yang membuat gadis itu menderita.
"Bu Koko,"
Kata Lie Ceng Loan.
"Suhu dan kedua Supek berlalu dengan berjalan perlahan-lahan, akan tetapi Totiang itu berlalu dengan berlari pesat sekali!"
Kata-kata itu membikin Bee Kun Bu berpikir akan nasibnya Liong Giok Pin, dan ia menyatakan pikirannya itu.
"Loan Moi, aku sedang memikirkan akan nasibnya Liong Cici, Mari kita pergi cari dia!"
Dengan kedua mata terbelalak, Lie Ceng Loan menanyai "Di manakah kita mencarinya?"
Bee Kun Bu tak dapat menjawabnya, ia menundukkan kepalanya berpikir Ketika ia mengangkat kepalanya lagi, ia menghela napas sebelumnya berkata.
"Betul, kemanakah aku harus pergi? Aku telah diusir keluar dari partai Kun Lun. Dunia ini meski besar dan luas aku tak melihat ruang yang dapat menempatkan diriku....M
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Bu Koko,"
Kala Lie Ceng Loan dengan nada menghibur "Liong Cici adalah seorang yang baik, Jika dia lelah mengetahui sebab musababnya, dia tak akan mempersalahkan kau.
Ketika aku menderita sakit di pegunungan Kun Lun, Liong Cicilah yang merawati aku, Kita harus membalas budinya itu!"
Bee Kun Bu terharu mendengar penjelasan tersebut yang penuh dengan budi kasih, ia berpikir "Jika Co Hiong tidak mencuri kitab-kitab Kui Goan Pit Cek di kamar Thian Kie Hu ketika aku sedang menderita sakit, aku tentu tak mengalami peris-tiwa-peristiwa yang mengakibatkan pengusiran aku keluar partai Bu kan kah Liong Giok Pin lari keluar karena tertarik oleh Co Hiong?"
Ia membanting kakinya menyatakan kegusaran nya terhadap manusia yang hina dan keji itu.
Lalu ia menjadi reda kembali ketika berpikir bahwa Co Hiong telah jatuh ke dalam jurang membawa kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, dan mungkin telah binasa.
ia menggeleng-gelengkan kepalanya, Kemudian di pegunungan yang sunyi senyap itu terdengar suara seruling yang memilukan hati sehingga membikin suasana menjadi makin suram dan seram, Sejenak kemudian Bee Kun Bu berdiri tegak dan berseru.
"Mengapa dia datang ke pegunungan ini?"
Lie Ceng Loanjuga menjadi heran mendengar seruan itu.
ia ingin menanya, ketika dari jauh datang menghampiri seorang wanita yang mengenakan pakaian serba hitam sambil meniup seruIing, wajahnya pucat pasi, Lie Ceng Loan pernah melihat wanita itu ketika Bee Kun Bu menderita sakit di dalam goa, dan iapun segera mengena!inya.
Hanya di sebelah pipinya ada tanda bekas bacokan, Wanita itu adalah Giok Siu Sian Cu, SeteIah tiba di hadapan Bee Kun Bu, wanita itu berhenti meniup seruIingnya, ia pandang Lie Ceng Loan, lalu memandang Bee Kun Bu.
ia hanya tersenyum tidak menanya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu masih belum hilang kebingungannya.
Peristiwa-peristiwa yang lampau kembali lagi.
ia tak dapat mengerti mengapa jago silat wanita yang terkenal sebagai iblis ini juga tetah jatuh hati kepada nya, Melihat kedua orang tidak bicara, Lie Ceng Loan menghampiri Giok Siu Sian Cu dan berkata.
"Cici, kita berjumpa lagi di sini."
Giok Siu Sian Cu menghela napas, lalu menjawab.
"Loan Moi, kau dapat hidup, karena Bu Koko telah dapat dicari olehmu, dan kau tak akan menderita penyakit pikiran lagi!"
Tahun yang lalu, Lie Ceng Loan telah menderita sakit hebat di puncak Kim Teng Hong di pegunungan Kun Lun karena merindui Bee Kun Bu, dan Giok Siu Sian Cu pernah menerobos masuk ke daerah pegunungan Kun Lun untuk memenuhi janji mengadu silat melawan Hian Ceng Tojin, Ucapan itu tidak menyinggung perasaannya Lie Ceng Loan.
ia menjawab dengan wajan "Betu!, Bu Koko seorang yang baik, Apakah kau juga menyukai aku?"
Pertanyaan itu membikin Bee Kun Bu terkejut Ketika itu matahari sudah terbenam, Angin meniup sepoi-sepoi, dan dalam suasana demikian, Lie Ceng Loan yang mengenakan pakaian putih nampaknya seperti satu bidadari Giok Siu Sian Cu yang mengenakan pakaian serba hitam, sebaliknya menimbulkan kesan yang sedih, Bee Kun Bu telah melihat bekas bacokan di pipinya wanita itu, ia ingat akan peristiwa wanita itu menolong jiwanya sehingga terluka.
"Hengtee, kau tentu merasa heran mengapa menjumpai aku di sini?"
Kata Giok Siu Sian Cu.
"Jika aku sampai saat ini masih hidup, aku tak lupa bahwa kaulah yang pernah menolongjiwaku,"
Jawab Bee Kun Bu. Tanpa pertolonganmu mungkin aku sudah dibunuh mati oleh Co Hiong!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Giok Siu Sian Cu tersenyum dan berkata.
"Hengtee, kau jangan sebut-sebut peristiwa itu, tetapi mengapa kau tak dapat melupakan aku?"
Pertanyaan itu membikin Bee Kun Bu tereengang, ia tak dapat berkata-kata, ia menundukkan kepalanya, seolah-olah seorang yang menerima salah.
"Sudahlah, jika kau tak dapat menjawabnya, Aku akan meniup sebuah lagu untuk kau,"
Kata Giok Siu Sian Cu.
Lalu ia meniup serulingnya, Lagu yang ia tiup adalah suatu lagu yang memilukan hati, Baru saja Bee Kun Bu mendengar nada seruling yang makin nyaring itu, ia menutupi kedua kupingnya dan berlari pergi.
Lagu seruling itu adalah lagu yang Giok Siu Sian Cu pernah tiup untuknya ketika ia menderita luka parah dan berada di sampingnya wanita itu yang merawatinya dengan tekun, Maksud daripada wanita itu ialah untuk menimbulkan kembali perasaan kasih sayangnya Bee Kun Bu ter-hadapnya, Giok Siu Sian Cu berhenti meniup, dan memanggil.
"Hengtee! Jika kau tak sudi mendengar lagi, akupun berhenti meniupnya!"
Peristiwa yang terjadi di hadapannya membikin Lie Ceng Loan bingung, ia yang hatinya sangat polos tak dapat melihat hubungan antara Bu Koko dan wanita itu.
Ketika Bee Kun Bu lari, ia mengejar dan menangkapnya, Giok Siu Sian Cu merasa cemburu melihat kekasihnya di dalam pelukan Lie Ceng Loan.
ia menjadi gelisah, tapi Lie Ceng Loan berkata dengan ramah.
"Cici, rupanya Bu Koko tak tahan mendengar lagu yang sedih, Bukankah lebih baik jika Cici meniup lagu yang gembira?"
Kata-kala itu menginsyafkan Giok Siu Sian Cu akan kekeliruannya. ia merasa akan perbuatan maupun maksudnya, ia menghampiri dan mengusap-usap rambutnya. Lie Ceng Loan seraya berkata.
"Maaf! Karena aku masih bersedih hati, maka aku selalu meniup lagu-lagu yang sedih. Di kemudian hari, mungkin kau juga akan menaruh simpati
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
terhadap orang-orang yang bersedih hatL,."
Kata-kata tersebut masih tetap ditujukan kepada Bee Kun Bu yang masih membungkam terus.
"Hengtee,"
Kata Giok Siu Sian Cu kepada Bee Kun Bu.
"Lebih baik kau lupakan aku demi kepentinganmu sendiri!"
Perkataan yang merupakan suatu teguran atau sindiran itu tak dapat diterima oleh Bee Kun Bu yang berbudi luhur Dengan gusar ia menjawab.
"Siocia! Aku Bee Kun Bu tak akan melupakan budi luhur siapapun!"
Dengan senyuman yang menggiurkan Giok Siu Sian Cu berkata lagi.
"Masih ingatkah kau lagu apa yang aku tiup ketika kau menderita luka parah dan dirawat oleh-ku?"
"Ketika itu aku masih separuh sadar, namun aku tak akan lupa lagu yang kau tiup untuk aku. justru mendengar lagu itu, aku merasa sedih kembali!"
"Ketika kau masih di dalam goa, aku telah pergi ke puncak Ngo Houw Leng dan menjumpai Hian Ceng Totiang, guru dan Lie Sumoy untuk minta pertolongan Pada ketika itu, aku tak mengetahui kau telah ditolong orang Iain. Aku kira kau telah tewas di dasar sungai setelah kau dilempar ke dalam sungai itu oleh Co Hiong...."
Ia berhenti sejenak mengawasi sikapnya Lie Ceng Loan, lalu meneruskan.
"Aku merasa girang kau ter-to)ong. Tapi jika aku ingat pada saat kau di dalam goa dengan pakaian berlumuran darah, aku sering-sering lerkenang akan....H ia sukar mengakhiri ucapannya "Cici,"
Kata Lie Ceng Loan.
"Aku sekarang ingat akan peristiwa ketika kau juga terluka, Kau duduk bersandar di suatu batu dengan pakaian berlumuran darah, Toa Supek menolong membebaskan jalan-jatan darahmu, dan kau pernah mengatakan bahwa pertolongan itu terlambat Tapi Bu Koko yang dilempar ke dalam sungai ternyata telah ditolong oleh Pek CicL Sayang aku tak berkesempatan memberitahukan hal ini kepadamu."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Loan Moi, sudahlah,"
Mohon Bee Kun Bu.
"Peris-tiwa lampau yang memilukan hati itu lebih baik jangan ditimbultimbulkan kembali!"
"Betul,"
Kata Giok Siu Sian Cu, Tapi peristiwa itu takkan terlupakan Seperti impian Ya, peristiwa itu seperti impian belaka!
Aku tidak mengetahui kau ter-tolong, Setelah aku sembuh, aku kembali ke sungai itu dengan maksud mencari mayatmu agar aku dapat menguburnya dengan seksama, Tentu saja aku gagal mencari mayatmu.
Kemudian aku mencari keterangan dan mengetahui kau telah dibawa ke pegunungan Koat Cong San untuk diobati Oleh karena itu aku datang ke sini, Tapi aku sekarang seolah-olah tidak diingini...."
Ucapan yang menusuk hatinya itu membikin Bee Kun Bu berpikir.
"GiokSiu Sian Cu terkenal di kalangan Kang-ouw sebagai seorang iblis wanita, Aku tak sangka diapun mempunyai perasaan yang halus, Aku sukar melepaskan diri dari jaringnya, Jika aku betindak salah, aku khawatir dia akan berdendam terhadapku Aku yakin aku tak dapat melawan."
Lalu dengan sabar ia berkata.
"Siocia, hari sudah ma!am. Kita harus lekas-lekas berlalu dari tempat ini. Aku mohon berpisah di sini!"
Lalu ia menyeret tangannya Lie Ceng Loan dan berjalan ke lain jurusan Dengan satu loncatan GiokSiu Sian Cu menghadang di depan mereka. ia mengancam.
"Hengtee, kau ingin berlalu begitu saja? Urusan kita belum beres."
Bee Kun Bu gentar melihat wajahnya yang beringas, Tapi Lie Ceng Loan berkata sambil tersenyum.
"Jika kau tak mengijinkan kami berlalu, kaupun boleh turut kami bersama sama."
Sebetulnya Giok Siu Sian Cu ingin menghantam gadis itu yang ia anggap sebagai saingannya yang terbesar tetapi setelah melihat sikapnya yang ramah dan mengetahui keluhuran budinya, ia tak sampai hati meng-hantamnya.
Lalu ia menanya.
"Loan Moi, aku ingin kau berpisah dari Bu Kokomu, apakah kau setuju?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Seperti halilintar di tengah hari, Lie Ceng Loan terperanjat mendengar pertanyaan itu.
ia terpaku dan menjadi bisul Bee Kun Bu menjadi gusar, dan dengan tak terasa ia memegang gagang pedangnya, siap membela Sumoynya, justru pada saat itu yang tegang itu, di malam yang sunyi senyap itu terdengar suara orang meraung.
Mereka menoleh ke jurusan suara tersebut, dan di bawah sinarnya rembulan, mereka tampak seorang Hweeshio yang berpakaian jubah abu-abu dan memegang sebuah periuk tembaga tengah mendatangi ke arah mereka, Ketika tiba di hadapan mereka, Hweeshio itu membungkukkan tubuh memberi hormat seraya menegur "Kalian baik-baik saja!"
"Toa Suhu!"
Kata Giok Siu Sian Cu.
"Aku tidak menduga menjumpai kau di sini. Mengapa kau tidak kembali ke pegunungan Ngo Bi San! Urusan apakah yang menahan kau di sini?"
Tio Ceng Taysu menyengir "O Mi To Hut!"
Pujinya.
"Mungkin kau masih ingat bahwa di pegunungan Ngo Bi San aku telah mengatakan aku tak segan membunuh lagi!"
Bee Kun Bu terkejut mendengar kata-kata itu.
Ia mengerti mengapa Hweeshio ini ingin membunuh, perselisihan apakah yang membuatnya dia demikian ne-kadnya, ia ingin menanya, tetapi Giok Siu Sian Cu bicara lagi.
"Di pegunungan Ngo Bi San, aku telah dijotos sekali olehmu, itu aku tak lupa, Kebetulan sekali kita berjumpa lagi di sini, dan aku memperoleh kesempatan menghajar hutang jotosan itu!"
Segera terlihat Tong Pun Hweeshio mengumpulkan tenaga dalamnya siap sedia bertempur melawan musuhnya, Bee Kun Bu yakin bahwa pertempuran tak dapat dihindar-kan lagi ia ingat ketika di pegunungan Ngo Bi San, karena Giok Siu Sian Cu ingin melindungi ia, wanita itu kena pukulan Tio Hui, ^!eski Tio Hui pun kena disodok oleh serulingnya, akan tetapi Giok
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Siu Sian Cu kena dipukul punggungnya oleh Tio Ceng sehingga muntah darah.
Bee Kun Bu bermaksud meredakan mereka dengan minta Tio Ceng Hweeshio memandang kepadanya sebagai orang dari partai Kun Lun yang pernah menolong Ngo Bi, tetapi ia ingat lagi bahwa ia telah diusir oleh partai Kun Lun.
ia tak dapat mencapai maksudnya itu, Kegelisahannya Bee Kun Bu telah diperhatikan oleh Tio Ceng, dan ia berkata.
"Aku sangat menghormati Hian Ceng Totiang, dan aku tak sudi menyakiti hati kalian berdua, Kau ajaklah Sumoymu pergi dari sini! Aku tak berurusan dengan kau!"
Bee Kun Bu terkejut, iapun merasa heran tereampur girang, Untuk sementara waktu ia tak dapat menjawab, Lie Ceng Loan yang tak memikirkan akibalnya, men-jawab.
"Jika Toa Supek dan Ji Supek masih dapat memaafkan mungkin Bu Koko dan aku sudah kembali ke pegunungan Kun Lun, dan tidak perlu kami berdiam lama di sini...."
"Ha!"
Kata Tong Pun Hweeshio dengan heran.
"Apakah partai Kun Lun mengusir dua muridnya yang baik?"
Bee Kun Bu merasa sedih dan ma!u, ia cabut pedangnya dan ingin menyerang, Tapi Giok Siu Sian Cu membentak.
"Hengtee, tahan! ini adalah urusanku, Hu-tang jotosan itu akulah yang harus membikin Hweeshio ini yang membayarnya Ucapan itu ia barengi dengan satu sodokan secepat kilat ke dadanya Tong Pun Hwee-shio. Tapi periuk tembaga Tong Pun Hweeshio sudah siap menahan sodokan seruling maut itu dengan jurus Tay San Ap Teng (Gunung Tay San menahan taufan), dan mendorong ke tubuhnya Giok Siu Sian Cu, Periuk tembaga yang berat itu ditambah dengan dorongan tak dapat ditahan oleh Giok Siu Sian Cu. Dengan menjejakkan kedua kakinya, ia loncat ke atas, melalui di atas kepalanya si Hweeshio, dan menyodok lagi punggung lawannya dengan seruling batu Gioknya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tapi Hweeshio itu bukan lawan yang ringan, Secepat kilat ia berbalik dan menahan lagi sodokan itu dengan periuk tembaganya, Giok Siu Sian Cu tidak menyodok satu kali, Setelah sodokan pertama gagal, ia menyodok lagi beruntun tiga kali!
Tiba-tiba Tong Pun Hweeshio menggeram, dan ia meloncat ke kiri dan ke kanan seolah-olah ia sedang berlariIari dengan periuk tembaganya, sinar yang memancar dari periuk tembaga itu di bawah sinar rembulan menyilaukan mata!
Terdengarlah suara gaduh beradunya seruling dan periuk tembaga itu.
Selama beberapa puluh jurus mereka bertempur dengan seru sehingga sukar dilihat mana sebetulnya lebih lihay ilmu silatnya!
Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan menyaksikan pertempuran kedua jago silat itu dengan penuh perhatian "Ah, sekarang adalah kesempatan baik bagiku untuk melepaskan diri dari jaring si wanita iblis itu.
Tapi dia pernah menolong jiwaku, Jika dia tak menolongnya, mungkin aku telah menjadi abu.
Aku tak dapat berlalu setelah melihat dia berada dalam bahaya!"
Lie Ceng Loan menyentuh lengannya Bee Kun Bu dan berbisik.
"Bu Koko, Giok Siu Sian Cu itu rupanya bukan seorang yang baik, Tidak perlu kita bantu, Hayo, kita berlalu!"
Bee Kun Bu tidak menjawab, ia gelisah sekali ia tak dapat berlalu begitu saja, Tapi Lie Ceng Loan menyeret padanya, ia terpaksa mengikuti Tapi satu bayangan hitam tiba-tiba berada di depan mereka.
"Hengtee!"
TegUjp bayangan hitam itu.
"Kau tak dapat melarikan diri! Apakah kau tidak merasa malu akan perbuatanmu yang tidak layak itu?"
Lie Ceng Loan yang belum mengetahui seda!am-dalamnya hubungan antara Bu Kokonya dan wanita itu menjawab dengan suatu senyuman terpaksa.
"Cici, kau tak dapat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mempersa!ahkan Bu Koko. AkuIah yang menyeret dia berlalu dari sini!"
Ketika itu Tong Pun Hweeshio juga sudah datang menghampiri dan menegur lagi.
"Hei, Liehiap! Bukankah kau hendak memaksa aku membayar hutang jotosan?"
"Aku tidak lari, aku hanya khawatir kedua orang ini melarikan diri,"jawab GiokSiu Sian Cu.
"Akutidakgcntar melawan kau!"
Bee Kun Bu tak dapat diam lagi ia berkata.
"Siocia lelah menolong jiwaku, Budi itu aku tak akan lupakan. Tetapi apa maksudmu menahan aku?"
Giok Siu Sian Cu tidak berani menyatakan apa yang dikandung di dalam hatinya di depan Tong Pun Hweeshio dan Lie Ceng Loan.
ia hanya mengawasi Bec Kun Bu dengan kedua mata terbelalak "Hei, Liehiap!
Jika kau tidak mu!ai, aku yang akan mulai menyerang!"
Bentak Tong Pun Hweeshio. Giok Siu Sian Cu habis sabar ia membentak kembali.
"Hweeshio gadungan! Apakah kiramu aku takut kepada-mu?"
Lalu secepat kilat ia menyerang Hweeshio itu dengan jurus Bwee Hua Sam Long (Tiga patukan burung ke atas bunga Bwee), dan terlihat serulingnya menotok kepala, lalu dada dan perutnya si Hweeshio sehingga Hweeshio itu menjadi kelabakan!
Sodokan-sodokan yang dilancarkan secepat kilat itu dan bertubi-tubi itu sukar dijaga, dan Tong Pun Hweeshio harus menangisnya dengan jurus Pang In Tok Jit (Awan gelap menutupi matahari), justru pada saat Tong Pun Hweeshio terdesak itu, dari satu jurusan datang berlari-Iari seorang Nikouw setengah tua.
Nikouw itu adalah Tio Hui, Sumoynya Tong Pun Hweeshio, Bee Kun Bu merasa heran mengapa Tio Hui juga belum berlalu dari pegunungan Koat Cong San, dan dengan pedang terhunus ia menjaga Tio Hui seraya membentak.
"Unluk maksud apakah kau datang kembali ke sini?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tio Hui tidak menjawab, ia hanya mengawasi Bee Kun Bu dengan perasaan jemu dan kebencian Tong Pun Hweeshio setelah berlalu dari pegunungan Koat Cong San masih tak dapat melupakan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, maka ia kembali pula dengan maksud berusaha mencari lagi kitab-kitab ajaib itu di dalam jurang, Tio Hui telah melihat hubungan yang erat diantara Bee Kun Bu dan Souw Hui Hong, maupun hubungan diantara Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui.
Maka setelah ia berlalu dari puncak Pek Yun Siat, ia telah melihat bahwa Bee Kun Bu dan ketiga pemimpin partai Kun Lun masih berada di pegunungan Koat Cong San.
Dengan diam-diam iapun kembali dengan harapan ia bisa dapat mendengar sesuatu dari pereakapan mereka.
ia tidak menduga dapat menjumpai Tio Ceng, Suhengnya, sedang bertempur melawan Giok Siu Sian Cu.
Lie Ceng Loan berkata kepada Bee Kun Bu.
"Bu Koko, mungkin kembalinya Nikouw ini karena hendak membantui Suhengnya, tapi aku kira Giok Siu Sian Cu masih dapat memberi hajaran kepada mereka!"
Bee Kun Bu tidak menjawabnya, ia hanya mengawasi gerak-geriknya Tio Hui yang ketika itu ingat akan terbunuhnya seorang muridnya Tio Pan oleh Bee Kun Bu.
Dengan penuh kebencian Tio Hui tiba-tiba menusuk Bee Kun Bu dengan jurus Pek Hong Koan Jit (pelangi putih mencari surya), Tusukan pedang yang sekonyong-konyong itu mengejutkan semua orang yang melihatnya, dan mungkin Bee Kun Bu tertusuk jika ia tidak lekas-lekas menggunakan ilmu langkah ajaib Ngo Heng Bi Cong Pu.
Secepat kilat ia sudah berada di belakangnya Tio Hui yang menusuk angin!
-ooo0oooDengan berat hati mengusir saudari seperguruan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tio Hui melihat bahwa ia segera dapat menusuk lawannya, tetapi lawan tersebut meloncat secepat kilat, dan ia merasa hembusan angin di belakangnya, ia segera menoleh ke belakang dan tampak Bee Kun Bu sudah berada di belakangnya siap menusuk punggungnya, ia terkejut, ia lekaslekas berkelit dan menangkis dengan pedangnya, Bee Kun Bu menginsyafi bahwa untuk melawan Tio Hui, ia harus menggunakan langkah ajaib Ngo Heng Bi Cong Pu, karena ilmu pedang rahib wanita itu sedikit lebih tinggi dari padanya.
Perubahan-perubahan dari kelitan-kelitan dan egos-anegosan ilmu langkah ajaib itu membingungkan Tio Hui.
ia tidak mengetahui lagi dengan cara apa ia harus gunakan untuk menyerang lawannya, Giok Siu Sian Cu, yang pernah kena dijotos oleh Tio Hui, ketika mereka bertempur di pegunungan Ngo Bie San, kini memperoleh kesempatan untuk membalas, ia berseru.
"Hengtee, aku datang membantu!"
Dan ia meloncat menyerang Tio Hui!
Tong Pun Hweeshio terkejut melihat Sumoynya diserang.
ia meloncat dan dengan periuk tembaganya ia tangkis sodokan serulingnya Giok Siu Sian Cu, lalu ia meloncat menerkam Ue Ceng Loan.
ia pikir jika ia dapat menyergap Lie Ceng Loan, ia dapat mengancam Bee Kun Bu dan melepaskan Sumoynya melawan Giok Siu Sian Cu.
Tetapi Lie Ceng Loan yang pernah ditipu oleh Sia Yun Hong telah waspada dan siap sedia.
ia meloncat mundur ketika diterkam oleh Tong Pun Hweeshio dan menjerit.
"Bu Koko!"
Bee Kun Bu menjadi murka, ia meloncat menghadapi Tong Pun Hweeshio seraya membentak.
"Hei! Apa-kah sebagai salah satu pemimpin partai silat Ngo Bie yang terkenal, kau tidak malu menerkam seorang gadis?"
Teguran itu betul-betul membikin Tong Pun Hweeshio menjadi malu, tetapi dalam keadaan yang terdesak itu, ia harus bertempur dengan Bee Kun Bu yang segera menyerang dengan pedangnya, Lie Ceng Loan juga sudah mencabut
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pedangnya dan bersama-sama Bee Kun Bu memberikan perlawanan kepada si Hweeshio!
Meskipun Tong Pun Hweeshio lebih kuat daripada mereka, akan tetapi ia harus mengeluarkan semua kepandaiannya untuk melawan sepasang pemuda-pemudi itu.
Di pihak Giok Siu Sian Cu yang sudah bertekad membalas dendamnya terlihat ia menyerang dan mendesak lawannya dengan jurus Mo In Cap Pwee Cao (Mencakar awan dengan delapan belas jurus), Sedianya Tio Hui datang untuk menyerang Bee Kun Bu untuk dipaksanya memberitahukan rahasia tentang Souw Hui Hong, Tetapi di luar dugaannya ia telah ketemu Giok Siu Sian Cu.
ia mengetahui bahwa ia tak dapat melawan lagi, pikirnya lebih baik ia mencari jalan untuk melarikan diri, Dan kembalinya Tong Pun Hweeshio dengan maksud mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek di dalam jurang, Tetapi ia telah menjumpai ketiga lawan itu, iapun sukar melaksanakan maksudnya, Untuk keselamatannya sendiri, ia pikir lebih baik lekas-lekas berlalu.
Maka ia membentak.
"Aku ada urusan lain yang penting, kini aku tidak mempunyai waktu melawan kalian berdua!"
Tio Hui pun berseru.
"Giok Siu Sian Cu! Jika kau ingin membalas jotosan yang telah aku persen kepadamu, aku mengundang kau datang ke pegunungan Ngo Bie San!"
Lalu dengan satu loncatan ia mengikuti Tong Pun Hweeshio lari dari tempat tersebut Tapi Giok Siu Sian Cu segera mengejarnya.
Bee Kun Bu hanya mengawasi mereka berlari-Iari.
Lie Ceng Loan membetot tangannya dan berkata.
"Bu Koko, mari kita berlalu dari tempat ini!"
Ketika itu Bee Kun Bu baru sadar bahwa ia memperoleh kesempatan untuk melepaskan diri dari gangguan Giok Siu Sian Cu, maka tanpa menyahut lagi iapun mengikuti Sumoynya berIalu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Meskipun mereka berlari-Iari sambil berpegangan langan, namun pikiran mereka masing-masing berlainan, Lie Ceng Loan merasa gembira dapat berlalu, sedangkan Bee Kun Bu masih tetap gelisah.
Ketika mereka tiba di suatu lembah yang agak sempit, Bee Kun Bu melepaskan pegangannya Lie Ceng Loan seraya berkata.
"Sumoy aku minta kau berjalan di belakang."
Lalu dengan tidak menunggu jawaban Lie Ceng Loan, ia berjalan lebih dahulu menuju ke suatu gua.
Mereka terus masuk ke dalam gua yang gelap, Agaknya Bee Kun Bu telah mengetahui jalan di dalam gua itu, ia dapat berjalan dengan cepat, diikuti terus oleh Sumoynya, sebetulnya Ue Ceng Loan ingin menanya ke mana mereka akan pergi, akan tetapi ia khawatir mengganggu Suhengnyaj maka tak jadilah ia menanya, Lalu dari ujung gua terlihat sinar rembulan, Lie Ceng Loan berlari lebih cepat untuk dapat berjalan ber-dampingdampingan dengan Suhengnya, ia terkejut ketika ia melihat kedua matanya Bee Kun Bu berlinangkan air mata, ia peluk Bee Kun Bu dan menanya.
"Bu Koko, mengapa kau bersedih hati?"
Ia teringat akan penderitaan yang lampau -penderitaan jiwa maupun raga, tetapi kesemuanya itu tertolong oleh Pek Yun Hui. Bee Kun Bu tersenyum, tapi dengan rupa yang sedih.
"Loan Moi, aku mempunyai suatu urusan yang sukar aku ucapkan, Tetapi sekarang aku akan menceritakan kepadamuj dan setelah kau mendengarnya, kau akan melihat bahwa aku ini bukannya seorang yang sempurna, banyak sekali perbuatan-perbuatanku yang dapat membikin kau muak dan jemu, Mungkin juga kau akan membenci aku setelah kau mengetahuinya!"
Melihat sikap dan nada yang sungguh-sungguh ketika BeeiKun Bu memberitahukan isi hati nya. Lie Ceng Loan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
hanya tersenyum dan berkata.
"Bu Koko, apakah Koko kira aku tidak mengctahui! Apakah Koko masih ragu-ragu terhadap kasih sayangku terhadap Koko? Sudahlah, Koko tak usah menceritakan.... Aku hanya ingin Koko tetap mencintai aku!"
Bee Kun Bu menarik napas, lalu sambil menunjuk ke arah kamar batu di depannya, ia berkata.
"Apakah kau melihat kamar batu itu?"
Lie Ceng Loan dapat lihat kamar batu di dalam gua itu, dan ia menjawab.
"Mengapa kau menanya? Mari kita periksa?"
Bee Kun Bu menuntun Lie Ceng Loan jalan menuju kamar batu itu, dan Lie Ceng Loan mengikuti tanpa banyak bertanya lagi.
"Setelah kita mencari Liong Cici, aku akan bicara lagi!"
Kata Bee Kun Bu. Lalu iapun masuk ke dalam kamar batu di dalam gua itu, Tetapi ia menjadi terperanjat ketika ia menemui kamar batu itu kosong.
"Kemana Liong Giok Pin telah pergi?"
Pikirnya, sikapnya ini membikin Lie Ceng Loan menanya.
"Bu Koko, apa lagi yang kau pikirkan?"
Bee Kun Bu tidak menjawabnya. ia banting satu kakinya dan bicara seorang diri dengan gusar.
"Tentu jahanam itu telah membunuh mati Liong Cici, lalu membawa mayatnya ke tempat lain!"
"Siapakah orang yang membunuhnya?"
Tanya Lie Ceng Loan dengan heran.
"Co Hiong, manusia kejam itu."
Jawab Bee Kun Bu.
"Dia telah menotok jalan darahnya Liong Cici, dan menyembunyikannya di kamar batu di dalam gua ini. jahanam itu pun juga telah paksa aku makan bubuk racun Hua Kut Siauw Goan San...."
Ia berhenti sejenak, lalu ia tarik dan menyeret tangannya Lie Ceng Loan s^aya berkata.
"Mari kita keluar!"
"Aku kira Co Hiong itu kawan baikmu Koko, Aku tidak menduga dia demikian jahalnya!"
Kata Lie Ceng Loan.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tapi,"
Kata Bee Kun Bu.
"Sebentar lagi kaupun akan mengetahui bahwa Bu Kokomu ini juga seorang yang jahat!"
Suasana di luar gua diterangi oleh sinar rembulan Bee Kun Bu mengajak Sumoynya duduk di atas rumput, lalu ia memulai penuturannya.
"Loan Sumoy, sekarang aku akan menceritakan kepadamu suatu hal yang aku sukar ucapkan, Aku harap setelah kau mendengarnya, kau segera pergi mencari Pek Cici, dan minta kepadanya agar kau dapat dibawa oleh bangau saktinya kembali ke pegunungan Kun Lun...."
Dengan tersenyum Lie Ceng Loan menjawab.
"Suhu pernah mengatakan kepadaku bahwa aku dapat kembali ke pegunungan Kun Lun kapan saja aku suka. Namun aku lebih suka mendampingi Koko..."
Sambil menundukkan kepalanya seolah-olah mere-nung, Bee Kun Bu tersenyum.
"Meskipun aku telah diusir oleh Susiok, tetapi di dalam hatiku aku masih merasa sebagai murid dari partai Kun Lun. Sumoy adalah seorang gadis yang berwatak luhur, berhati murni dan berbudi kasih, sebetulnya aku tak pantas memberitahukan kepadamu soal-soal yang mesum ini. Tetapi jika aku tidak menerangkannya, kau tentu selalu menganggap aku seorang yang baik, dengan demikian aku menjerumuskan kau yang tidak bersalah atau berdosa!"
"Bu Koko,"
Kata Lie Ceng Loan dengan khidmat.
"Aku tak akan menyesal mendengar apa yang kau akan ucapkan, Aku rela berkorban untukmu, Menyesal aku tidak seperti Pek Cici yang memiliki ilmu silat tinggi dan kepandaian menolong dan mengobati orang, Telah ber-kali-kali Pek Cici menolong jiwamu dan juga jiwaku!"
Tiba-tiba Bee Kun Bu menanya, suaranya keras.
"Sumoy, apakah kau masih sukai aku?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan kedua mata terbelalak Lie Ceng Loan berbalik menanya.
"Apakah Bu Koko masih juga menyangsikan akan cintaku?"
"Ha! Ha! Ha!"
Bee Kun Bu tertawa seperti orang gila, Tetapi aku tidak cinta kepadamu! Lebih cepat kau berlalu lebih baik! Dan aku tak ingin melihat kau lagi!"
Seperti halilintar di tengah hari Lie Ceng Loan terpaku mendengar kata-kata yang pahit getir itu, Segera air matanya mengucur dengan derasnya, dan dengan tersedu-sedu ia berkata.
"Tak,., tak perduli betapa hebat aku dibenci... aku tetap akan mengikuti Koko...."
Jawaban tersebut menyayat jantungnya Bee Kun Bu. ia merasa berbuat kejam melukai Sumoynya, Tetapi demi kepentingan gadis itu ia membentak lagi.
"Hayo enyah!"
Lie Ceng Loan berbalik dan mulai berjalan pergi, Berkali-kali Bee Kun Bu ingin memanggil kembali, namun perkataannya selalu tertahan di tenggorokannya, ia menahan penderitaan batinnya sampai Lie Ceng Loan tak kelihatan lagi!
"Tapi aku harus menjaga keselamatan di sepanjang jalan sampai ia menjumpai Pek Yun Hui!"
Pikirnya, Lalu ia mengikuti dari belakang tanpa diketahui oleh Lie Ceng Loan.
Hatinya sangat sedih melihat gadis itu berjalan sendirian entah kemana!
Na Siao Tiap rela menurunkan ilmu silatnya kepada Bee Kun Bu Entah beberapa lama Lie Ceng Loan berjalan, ketika ia tiba di bawah sebuah pohon cemara yang besar, ia berhenti dan dudukdi atas rumput sambil bersandardi pohon itu.
ia pejamkan kedua matanya dan coba tidur.
Dari jarak lebih kurang dua tombak jauhnya Bee Kun Bu memperhatikan gerak-geriknya Lie Ceng Loan, ia merasa gelisah sekali ketika melihat gadis itu duduk tidur sambil bersandar di pohon cemara.
ia khawatir di dalam pegunungan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tersebut gadis itu dapat diserang binatang buas atau ular berbisa, Dengan kekhawatiran tersebut, ia terpaksa mendekati dengan maksud menjagal gadis itu.
Sejenak kemudian dalam tidurnya gadis itu berseru.
"Bu Koko, betul-betul kau tidak sudi melihat aku lagi?"
Bee Kun Bu terkejut, ia lekas loncat sedikit lebih jauh agar tak ketahuan, ia bersembunyi di balik sebuah pohon besar Tapi Lie Ceng Loan tidak bangun, hanya sedang mengigau dengan mengucapkan kata-kata tadi dalam tidurnya!
Kemudian Bee Kun Bu di atas pohon cemara, dan dari cabang-cabang pohon itu ia dapat mengawasi gerak-geriknya Lie Ceng Loan, ia sedang memikiri dengan cara apa ia dapat mengantar Sumoynya ke kamar Thian Kie Cok Hu dari Pek Yun Hui.
Tiba-tiba ia mendengar suara orang berlari-Iari menghampiri.
sejenak kemudian, di bawah sinarnya bu-lan, ia dapat melihat bahwa orang yang mendatangi itu adalah Liong Giok Pin yang ia berusaha mencarinya dengan hampa, Dari atas pohon ia dapat melihat dan mendengar segala sesuatu, ia tampak Liong Giok Pin menghampiri Lie Ceng Loan dan mengawasi gadis yang tidur nyenyak itu lalu menyentuh dan menegur "Loan Sumoy!
Loan Sumoy!"
Lie Ceng Loan terbangun dan membuka matanya dengan terperanjat lalu ia tersenyum dan menyahut.
"Ai! Pin Cici, karena kau telah menukar pakaian, hampir saja aku tak dapat mengenal kau!"
Liong Giok Pin lalu duduk di sampingnya dan mulai bicara.
"Aku kelak akan menukar pakaian lagi dengan mengenakan jubah seorang rahib wanita, Tapi... mengapa kau seorang diri di lembah gunung yang sunyi sepi ini? Di manakah Bee Sutee...?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Bu Koko tak sudi melihat aku lagi! Dia telah mengusir aku! Dan karena aku tidak ingin membikin dia marah, aku hanya menuruti kehendaknya menyuruh aku meninggalkan dia!"
Jawab Lie Ceng Loan, Dengan perasaan heran Liong Giok Pin menanya pula.
"Bee Sutee adalah seorang yang berbudi, Dia lebih suka menderita daripada menyusahkan orang lain, Tapi mengapa dia tidak ingin melihat kau lagi?"
Dengan senyuman yang sedih Lie Ceng Loan menjawab pula.
"Akupun tidak mengetahui sebab musabab-nya. Dia menyuruh aku berlalu, Aku hanya menuruti kehendaknya, karena aku tidak mau melukakan hatinya!"
"Ha!"
Kata Liong Giok Pin.
"Memang kebanyakan pria tak dapat dipereayai Mungkin dia telah jatuh cinta kepada Pek Cicimu!"
Kata-kata itu seperti juga sebilah pisau belati telah menusuk hatinya Bee Kun Bu yang dapat mendengarnya cukup tegas, Lie Ceng Loan menggelengkan kepalanya.
"Pek Cici seorang yang baik, dan kita tak dapat membusuki ia."
"Kau betul-betul satu malaikat,"
Seru Liong Giok Pin.
"Kamu masih dapat mengampuni orang yang merampas kekasihmu...."
Lie Ceng Loan menubruk Liong Giok Pin dan sambil menangis terisak-isak ia berkata.
"Meskipun Bu Koko tak sudi melihat aku lagi, aku tetap memikiri dan mencintai padanya...."
"Sekarang dia ada di mana? Mari antarkan aku menjumpai dia, Aku harus menasehatkan padanya?"
Kata Liong Giok Pin.
"Apakah tabiat Bu Kokomu itu sudah berubah?"
Sambil menyeka air matanya, Lie Ceng Loan men-jawab.
"Bu Koko sangat baik,., tetapi dia telah diusir oleh Supek."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Apa?"
Seru Liong Giok Pin dengan terkejut "Me-ngapa dia diusir?"
"Halnya aku tidak mengetahui jelas,"
Kata Lie Ceng Loan.
"Aku hanya mengetahui bahwa Pek Cici telah bertengkar dengan Supek, dan di dalam murkanya itu, Bu Koko telah diusir oleh Supek!"
"Apakah kau masih ingin mencari Bee Sutee?"
Tanya Liong Giok Pin.
"Bu Koko tidak ingin melihat aku lagi,"
Jawab Lie Ceng Loan.
"Jika aku mencari dia, aku hanya akan menimbulkan kegusarannya."
Liong Giok Pin berpikir, lalu berkata.
"Baiklah kau ikuti aku. Kita pergi ke suatu tempat yang terpencil, di sana kita bersama-sama mempelajari catatan-catatan dari kitab Thian Ki Cin Jin yang aku telah peroIeh, Setelah kau dapat pelajari dan berlatih masak, kau dapat mencari Bee Sutee untuk membikin perhitungan terhadapnya!"
Dengan membelalakkan mata Lie Ceng Loan berkata.
"Aku mempelajari ilmu silat untuk memukul Bu Koko? Tidak! Tidak!"
"Baiklah,"
Kata Liong Giok Pin menghibur.
"Jika kau sudah lebih pandai, kau membantu Bu Kokomu."
"Juga tak mungkin,"
Kata Lie Ceng Loan.
"Dia sudah tak sudi melihat aku pula bagaimanakah aku dapat membantu dia? Sudahlah... Cici pergi sendiri menjumpai dia. Aku tak ingin belajar silat lagi."
"Loan Moi, apakah telah terjadi pereideraan antara kalian berdua?"
Tanya Liong Giok Pin. Tidak.! Liong Cici, tadi ia mencari kau di gua itu.,.,"
"Mengapa kau kelihatannya lesu?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Aku sangat mengantuk, aku ingin tidur,"
Lalu iapun tidur pula yang dalam tempo sekejap saja telah tertidur dengan nyenyaknya, Harus diketahui bahwa ia yang berhati suci murni dan luhur wataknya telah berpikir banyak setelah Bee Kun Bu diusir keluar dari partai, dan dengan terus menerus berpikir, ia tak tahan akan keletihan otak maupun tubuhnya.
Maka akhirnya ia tertidur karena ke-letihannya itu, Sia-sia Liong Giok Pin berusaha membanguninya.
Bee Kun Bu yang bersembunyi di sebuah pohon besar telah menyaksikan dan mendengar pembicaraan kedua orang itu, hatinya dirasakan hancur melihat keadaannya Lie Ceng Loan.
ia ingin meloncat turun dari pohon dan menyatakan penyesalannya terhadap Lie Ceng Loan.
Sambil mengawasi Lie Ceng Loan yang sedang tidur nyenyak itu.
Liong Giok Pin berkata dalam hati.
"Aku tak dapat membiarkan urusan ini. Aku telah melukai halinya."
Tiba-tiba terdengar Lie Ceng Loan berseru dari ngigaunya.
"Bu Koko, bangau putih yang kau tangkap bagus sekali, sama bagusnya seperti bangaunya Pek CicL.."
Liong Giok Pin menotok suatu jalan darahnya Lie Ceng Loan, lalu mengangkat dan membawanya pergi entah kemana.
Mereka menghilang di tempat yang gelap, Bee Kun Bu loncat turun dari pohon setelah memperhatikan keadaan sekitarnya, talu berjalan maju.
Angin gunung meniup sepoi-sepoi.
Bee Kun Bu berjalan tanpa tujuan, ia jalan ke mulut gua yang tidak jauh dari lembah itu.
ia berusaha keras melupakan penderitaannya Lie Ceng Loan, ia berjalan masuk dan menuju ke dalam kamar batu di mana ia berbaring untuk beristirahat dan merancangkan jalan yang ia harus tempuh seterusnya, Akhirnya tanpa terasa iapun tertidur
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Entah berapa lama ia telah tidur dengan nyenyaknya, akan kemudian ketika bangun ia merasa tubuhnya menjadi hangat, dan hidungnya membaui harumnya arak.
ia buka matanya dan melihat empat bujang perempuan yang mengenakan pakaian serba putih, Segera ia mengenali bahwa mereka itu adalah bujang-bujangnya Na Siao Tiap.
Dan segera terdengar suaranya Na Siao Tiap yang berkata.
"Kau sudah bangunkah? Lekas-lekas kerahkan tenaga dalammu, kau segera menjadi segar dan kuat lagi!"
Tetapi Bee Kun Bu masih bingung, pikirnya mengapa mereka ketahui ia berada di dalam kamar di dalam gua itu.
"Apakah kau tidak mengerti atau mendengar perkataanku Mengapa kau tidak mengerahkan tenaga da-lammu? Jika kau dapat lakukan itu dengan baik sehingga seluruh jalan-jalan darahmu menjadi bebas, maka usaha itu akan bermanfaat sekali bagimu!"
Seru Na Siao Tiap, Bee Kun Bu segera mengerahkan tenaga dalamnya dan betul saja ia merasakan tubuhnya lebih kuat dan segar Kemudian ia bangun dan menghadapi Na Siao Tiap siapa berkata sambil tersenyum.
"Aku sangat letih, Biar-lah aku beristirahat sejenak, setelah itu aku akan ber-cakap-cakap dengan kau!"
Bee Kun Bu terkejut ia tidak mengerti mengapa gadis itu menjadi !etih. Tapi ia mengangguk dan berkata.
"Baiklah! Mungkin keletihanmu karena menolong aku, aku menyesal sekali, dan aku menghaturkan diperbanyak terima kasih,"
Na Siao Tiap tersenyum, lalu ia merebahkan diri dan memejamkan kedua matanya untuk beristirahat dijaga oleh keempat bujangnya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Me!ihat wajah yang cantik jelita dari gadis itu, Bee Kun Bu tergiur hatinya, ia !ekas-Iekas memalingkan muka untuk membikin tenang pikirannya, Selang beberapa saat kemudian Na Siao Tiap membuka kedua matanya, dan sambil duduk menghadapi Bee Kun Bu ia berkata.
Baca Juga: Si Tangan Sakti Kho Ping Hoo
Baca Juga: Si Pedang Tumpul Kho Ping Hoo