Ceritasilat Novel Online

Bangau Sakti 12

Eps 12 Bangau Sakti - Chin Tung

Baca online Bangau Sakti - Chin Tung

Cersil Bangau Sakti - Chin Tung.

"Aku sudah tidak letih lagL sekarang kita dapat bereakap-cakap!"

Sambil menundukkan kepalanya Bee Kun Bu menyahut "Aku menghaturkan banyak terima kasih atas pertolongan Siocia, sekarang aku minta diri...."

Lalu ia berbalik dan berjalan keluar.

"Kau hendak pergi ke mana?"

Tanya Na Siao Tiap dengan heran. Bee Kun Bu menghentikan langkah kakinya, ia menoleh ke belakang dan menjawab.

"Aku hendak pulang menjumpai ayah bundaku, Kemudian aku akan...."

Ia tidak meneruskan kata-katanya, ia hanya menarik napas lalu berjalan lagi.

"Bee Siangkong, tunggu du!u! Aku ada sedikit omongan."

Kata Na Siao Tiap, Bee Kun Bu berhenti dan menoleh ke belakang lagi. ia melihat Na Siao Tiap sedang menghampiri "Apakah kau membenci aku?"

Tanya gadis itu ketika berada di sampingnya.

"Tidak! Dia tak membenci kau! Dia mempunyai banyak musuh yang mengacaukan pikirannya!"

Terdengar jawabannya seorang wanita, dan Bee Kun Bu segera mengenali bahwa wanita itu adalah Pek Yun Hui yang dalam sekejap saja sudah berada di sampingnya!

Bee Kun Bu mundur dua langkah, dan sambil merangkap tangan menghaturkan hormat, ia berseru.

"Pek Siocia!"

"Mengapa kau masih bersusah hati? Apakah karena kau telah diusir oleh Susiokmu?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Ha! Apakah kau juga telah menyaksikan ketika aku diusir?"

Tanya Bee Kun Bu dengan terperanjaL

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Tidak,"

Jawab Pek Yun Hui.

"Aku hanya menduga, setelah aku mengetahui watak Susiokmu, yang sangat keras itu. Karena aku telah menolong partai Kun Lun beberapa kali, terutama menolong kau, dia menjadi tidak senang, tapi dia tidak berani marah terhadapku, dia hanya mencurigai kau, Tetapi kesalahanmu tidak seberapa be-sar, maka dia hanya mengusir kau dari partai Kun Lun, tidak menghukum mati."

"Apakah Pek Siocia sengaja membikin Susiokku marah dan mengusir aku?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Tidak! Ketika aku bertengkar dengan Susiokmu, aku telah membuatnya gusar terhadap kau. Aku tidak sangka dia sampai mengusir kau,"

Jawab Pek Yun Hui.

"Jika seorang murid diusir oleh gurunya, itulah suatu hal yang sangat memalukan Soal ini tak dapat dipandang remeh,"

Kata Bee Kun Bu.

"Tentang hal itu kau jangan buat pikiran, Nanti pada pertengahan bulan delapan lain tahun, partai Thian Liong lelah mengundang semua jago-jago silat dari kesembilan partai silat untuk mengadu silat Partai silat Thian Liong lelah membikin persiapan selama dua puluh tahun untuk maksud tersebut Menurut pandanganku pertarungan pada waktu itu akan merupakan suatu pertempuran yang merusak dan menyedihkan Jago-jago silat dari kesembilan partai silat akan sukar berlalu dari daerah sebelah utara propinsi Kwiciu, Harus diketahui bahwa jago jago silat dari partai Thian Liong memiliki ilmu silat luar biasa dan cerdik pula, yang kesemuanya itu diperoleh partai Thian Liong adalah karena...."

Bee Kun Bu mendengari uraian gadis yang hanya baru berusia dua puluh tahun lebih itu dengan penuh kekaguman, karena disamping memiliki ilmu silat yang sakti, pun sangat berpengalaman dan sangat luas penge-tahuannya, Tiap-tiap pemimpin partai Thian Liong dan cabangcabangnya itu dapat menandingi tiap-tiap pemimpin dari kesembilan partai silat lawannya.

Souw Peng Hai yang

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

menjadi ketua umum partai itu memiliki ilmu Kan Goan Cit (Jari Sakti) yang tak dapat digempur oleh siapapun dari kesembilan partai lawannya...."

Pek Yun Hui meneruskan Dengan tak dapat menahan napsunya, Bee Kun Bu memotong.

"Jika demikian, maka pertarungan itu hanya akan membikin semua partai silat lawannya menderita kekalahan!"

"Segala sesuatu yang belum terjadi sukar ditafsirkan,"

Kala Pek Yun Hui.

"Hanya menurut pandanganku jika satu lawan satu, maka tidak seorang lawan dapat menandingi Souw Peng Hai. Meskipun dia telah berusia lanjut, namun tenaganya kuat sekali, aku belum pernah dapatkan orang yang sekuat dia. Tetapi, menurut kabar, untuk menghadapi partai Thian Liong, partai-partai silat Siauw Lim dan Bu tong juga telah membikin persiapan selama sepuluh tahun lebih, Terutama ilmu silat Siauw Lim yang terkenal itu, Di dalam kuil Siauw Lim Si, mereka mempunyai kitab ilmu silat Tat Mo Gie Lit Keng yang tidak kalah hebatnya daripada kitab-kitab Kui Goan Pit Cek. Hanya kitab Tat Mo Gie Lit Keng itu tertulis dalam bahasa Urdu, yang bagi kebanyakan orang sukar dibaca, Sayang sekali di dalam beberapa ratus tahun sedemikian banyaknya Hweeshio-hweeshio di kuil Siauw Lim Si itu belum ada yang dapat membaca kitab tersebut Maka kitab sakti itu hanya disimpan saja, Apabila diantara orang-orang partai Siauw Lim dapat membaca catatan-catatan itu, dan berlatih menurut petunjuk-petunjuk yang tertera dalam kitab itu, maka akibatnya tentu akan menjadi berlainan sekali!"

Seperti orang dungu Bee Kun Bu mendengari uraian itu, dan tak terhingga kekagumannya terhadap gadis yang berpengetahuan demikian luasnya.

"Orang-orangnya partai silat Thian Liong dapat dikatakan tersebar di mana-mana dan terdiri dari segala macam sifat dan watak. Tiap-tiap gerak-gerik dari kesembilan partai silat akan diketahui oleh mereka, pertarungan pada pertengahan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

bulan delapan lain tahun tidak akan berakhir dengan kalah atau menang.

Misalnya partai Thian Liong yang menang, maka pertarungan antara partai-partai silat akan berakhir Tetapi jika partai Thian Liong yang kalah, mereka akan berusaha dengan segala tipu muslihat untuk membikin pembalasan!"

Ia berhenti dan merenung sejenak, lalu sambil menghadapi Bee Kun Bu menanya.

"Apakah kau masih berniat kembali ke partai Kun Lun?"

Bee Kun Bu tak dapat segara menjawab ia berpikir, dan setelah menghela napas ia menjawab.

"Sekarang aku telah menjadi seorang yang tak berguna, aku bermaksud hendak pulang menengoki ayah bundaku, kemudian aku akan mengasingkan diri dan tinggal berdiam di tempat yang terpencil, melupakan segala sesuatu dan hidup seperti seekor binatang di hutan!"

Pek Yun Hui tersenyum dan menanyai "Apakah kau telah pikir masak-masak?

Kau telah menceburkan diri ke dalam olahan air kalangan Kang-ouw, dan juga telah menyebarkan budi kasih, maupun dendam benci, kau tak dapat membebaskan diri lagi meski bagaimana keraspun keinginanmu untuk menjauhkan diri.

tak mudah kau dapat melupakan peristiwa-peristiwa yang lampau...."

"Jika mereka masih juga mau mencari aku, aku rela dibunuh mereka,"

Kata Bee Kun Bu yang terus menghela napas.

"Aku anggap jiwaku sudah tak berarti lagL,."

Dengan nada agak memperingatkan Pek Yun Hui berkata.

"Kau telah dipelihara, dididik dan dilatih oleh gurumu selama dua belas tahun, apakah kau dapat melupakan budi gurumu yang besar itu? Lagi pula, apakah kau dapat membiarkan Lie Sumoymu yang mencintai kau dengan seluruh jiwa raganya? Di samping itu, masih ada banyak orang yang tak sudi melihat kau bertindak demikian Souw Hui Hong misalnya. meskipun keras wataknya, tetapi dia telah menaruh simpati terhadapmu Dia telah menolong kau dari racun Hua Kut Siauw

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Goan San dengan melupakan kedudukan maupun nama baik ayahnya.

Apakah kau dapat melupakan budi kasihnya itu?

Kini, karena kau, dia telah kehilangan sebelah lengannya dan menjadi seorang cacat, dan terpaksa menjadi seorang rahib wanita.

Aku yakin selama hidupnya, dia tak akan melupakan kau!

Bila kau menyakiti lagi hatinya, dia tentu akan membunuh diri.

Akibatnya???

Souw Peng Hai tentu akan menjadi murka dan mencari kau.

Mungkin juga kau tak dapat menjumpai kedua orang tuamu lagi!"

Alasan yang diberikan Pek Yun Hui itu telah membuka kedua matanya Bee Kun Bu. Agak lama ia berdiri terpesona. Akhirnya ia hanya dapat berkata.

"Tapi urus-an-urusan yang sulit dan rumit ini telah membikin aku menempuh jalan buntu, Tak tahu aku sekarang harus berbuat apa!"

Pek Yun Hui tersenyum, lalu berkata. Terhadap kesemuanya itu aku telah merancangkannya untuk kau. Hanya aku khawatir kau tak sudi mendengarnya."

"Aku suka menuruti petunjuk Cici jika petunjuk itu beralasan,"

Jawab Bee Kun Bu. Pek Yun Hui memandang Na Siao Tiap sejenak, lalu berkata.

"Aku telah membicarakan soalmu dengan Tiap Moi mengatakan bahwa kau berbakat dalam ilmu silat, dia rela menurunkan semua kepandaian ilmu silatnya kepadamu, undangan partai Thian Liong masih mempunyai waktu hampir setahun lamanya, jika kau sudi menuruti petunjukku kau dapat belajar dari Tiap MoL Aku yakin setelah kau berlatih dan belajar dengan sungguh tunggu h, kau kelak dapat menandingi jago silat yang manapun Kau harus ketahui, bahwa tenaga dalamnya Tiap Moi telah sempurna betuh Dia dapat melatih tenaga dalammu jika kau berhasil, maka tenagamu akan bertambah berlipat ganda, Kau telah menanam benih kasih maupun dendam, dan kau tak dapat membebaskan diri dari jaring atau ikatan kasih atau dendam itu. Jalan yang terbaik bagimu ialah berlatih dan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

memperdalam ilmu silatmu, agar pada suatu hari kau dapat menjagoi di kalangan Bu Lim untuk membalas dendam atau membalas budi kasih, Mungkin juga pada waktu ilu, kau dapat membayar dosadosamu untuk diterima kembali oleh partai Kun Lun.

Tentang Loan Moi, diapun memiliki bakat dalam ilmu silau Jika dia berhasil memperoleh guru, diapun dapat memperdalam ilmu silatnya, Soalmu itu kini tak dapat menjadi beres dengan maksudmu untuk mengasingkan atau membunuh diri-W ia berhenti untuk memperhatikan sikap-sikapnya Bee Kun Bu, lalu meneruskan "Cobalah kau pikir masak-masak, apakah kata-kataku ini beralasan?"

Bee Kun Bu menundukkan kepala berpikir agak lama sebelumnya ia dapat menjawab "Perhatian dan kasih sayang Cici terhadapku besar sekali, aku tak dapat membalas budimu itu...."

"Kau tak usah berpikir yang bukan-bukan,"

Kata Na Siao Tiap memotong.

"Aku rela mengajarkan dan menurunkan semua kepandaian silatku kepadamu, Pek Cici akan mengajarkan kau ilmu silat pedang dan puku!an, dan akupun akan mewariskan kau kepandaianku dari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek. Kita bertiga akan bersama-sama mempelajari jurusjurus silat dari catatan-catatan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, aku yakin kita akan berhasil Lalu ia pejamkan kedua matanya, dan sambil kedua tangan diangkat ke atas ia berkata di dalam hatinya.

"lbu! Bee Siangkong adalah seorang yang baik! Aku rela mengajarkan dia ilmu silat Dia adalah kekasihnya Lie Ceng Loan, dan aku tidak mencintai dia!"

Sikap itu membikin Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui terperanjat Lalu Pek Yun Hui menegur.

Tiap Moi, Bee Siangkong telah setuju, dan siap menghadapi pertarungan nanti pada pertengahan bulan delapan lain tahun, Untuk mengejar waktu, lebih baik kita segera memu!ai-nya.

Kau

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

harus ingat, berhasil atau gagalnya usaha kita ini bersandar atas dirimu seorang!"

Na Siao Tiap membuka matanya, dan berkata.

"Baik-lah, mari sekarang kita mulai!"

Lalu Pek Yun Hui menanya Bee Kun Bu.

"Ketika kau diusir dari partai Kun Lun, bagaimanakah sikapnya Lie Sumoymu?"

"Dia menyertai aku, dia tak sudi mengikuti Suhu dan Susiokku kembali ke pegunungan Kun Lun!"

Jawab Bee Kun Bu.

"Mengapa sekarang dia tidak ada bersama kau?"

Tanya Pek Yun Hui.

-ooo0oooPang Siu Wie terpaksa menggunakan pasir beracunnya pertanyaan tersebut bagaikan sebilah pisau tajam menusuk hatinya Bee Kun Bu.

Tak terasa air matanya mengucur keluar "la membantingkan sebilah kakinya dan berseru dengan gemas.

"Aku ini betul-betul seorang kejam! Dia yang demikian murah hati dan tak bersalah, aku tak seharusnya mengusir padanya, Aku tak pantas berdiri sejajar dengan seorang malaikat..."

Pek Yun Hui terkejut mukanya segera manjadi pucat.

"Ha! Kau mengusir dia?! Apakah kau tidak pikir akan akibatnya jika dia ditinggalkan seorang diri?"

Lalu dengan suara terputus-putus Bee Kun Bu menuturkan halnya bagaimana ia telah mengusir Lie Ceng Loan.

"Loan Moi betul-betul seperti malaikat!"

Kata Pek Yun Hui.

"Dia sudah dijaga oleh Liong Giok Pin, kau tak usah pikirkan lagi, Kau harus tinggal dengan tenang di kamar Thian Ki Ciok Huku. Tiap Moi akan mengajarkan kau mempertebal tenaga dalammu, Selama itu, aku akan berusaha mencari Loan Moi. Semoga aku berhasil dapat mencari padanya, dan aku bawa

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

dia ke tempatku dan minta Tiap Moi mengajarkan ilmu silat kepadanya, De-ngan demikian nanti pada pertengahan bulan delapan lain tahun, kau dapat tambah satu pembantu yang berkepandaian tinggi."

Tiap-tiap kata-kata yang penuh dengan kasih sayang dan untuk kepentingannya membuat Bee Kun Bu sangat terharu, ia hanya dapat menghela napas seraya berseru.

"Budi Cici aku betul-betul tak dapat membalas, Aku sangat beruntung sekali dapat menjumpai dan mengenal Cici...."

Pek Yun Hui menggoyang-goyangkan tangannya.

"Sudahlah, jangan kau sebut-sebut tentang budi pula, Aku merasa gembira sekali kalau dapat berbuat sesuatu untukmu!"

Tetapi pandangan maupun kata kata Cici seperti seorang nabi.

Aku....M Bee Kun Bu tak dapat meneruskan katakatanya, sehingga Na Siao Tiap dan Pek Yun Hui tersenyum "Lalu kau ingin mengutarakan apa lagi?"

Tanya Pek Yun HuL "Sudahlah,"

Kata Na Siao Tiap.

"Cici tak usah memaksa dia bicara lagi, Aku yakin dia senantiasa menuruti petunjuk Cici."

"Belum tentu,"

Kata Pek Yun Hui.

"Betulkah?"

Tanya Na Siao Tiap sambil menoleh dan memandang Bee Kun Bu.

"Tiap Siocia telah menebak jitu,"

Jawab Bee Kun Bu.

"Aku akan senantiasa menuruti petunjuk Pek Cici!"

Pek Yun Hui tersenyum, dan setelah memperhatikan keadaan di sekitarnya, ia berkata.

"Sudah lama kita belum mengisi perut Mari kita pulang ke kamar Thian Kie Ciok Hu, biarlah Tiap Moi membuat hidangan-hidangan yang lezat untuk didaharnya bersama!"

"Mungkin masakanku tidak disukai oleh Bee Siang Kong!"

Kata Na Siao Tiap sambil tersenyum,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Tiap Moi, kau jangan merendahkan diri lagi. Aku sudah lapar! Mari kita berangkat sekarang!"

Kata Pek Yun Hui sambil membetot tangannya Na Siao Tiap, Bee Kun Bu mengikuti mereka dengan penuh pikiran, ia memikirkan kerelaan Na Siao Tiap mengajarkan ia ilmu-ilmu silat dari catatan-catatan kitab Kui Goan Pit Cek, juga kerelaannya Pek Yun Hui mengajarkan ia ilmu silat pedang dan ilmu pukulan untuk kelak dipertunjukkan bahwa tidak pereuma ia menjadi seorang murid dari partai silat Kun Lun di markas besarnya partai Thian Liong di sebelah utara propinsi Kwiciu pada pertengahan bulan delapan lain tahun, jika ia berhasil, pikirnya, mungkin ia dapat kembali terima oleh guru dan Susioknya.

Dengan pikiran itu ia merasa sedikit reda, dan berpengharapan terhadap masa depannya!

Demikianlah mereka jalan menuju ke kamar Thian Kie Ciok Hu, masing-masing dengan harapan yang berlainan Ketika mereka hampir tiba di kamar Thian Kie Ciok Hu, tiba-tiba terdengar suara jeritan yang memilukan hati, Bee Kun Bu terkejut mendengar suara tersebut, dan ia berhenti!

Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap yang berjalan di depan diikuti oleh keempal bujangnya, juga berhenti Mereka terperanjat melihat perubahan wajahnya Bee Kun Bu.

"Apakah suaranya Giok Siu Sian Cu? Mengapa wanita itu datang ke sini?"

Kata Pek Yun Hui seorang diri.

"Bee Siang Kong! Hayo kita jalan terus!"

Seru Na Siao Tiap, Bec Kun Bu seolah-olah tidak menghiraukan seruan itu, karena suara jeritan tersebut didengarnya makin lama makin dekat, Dan sejenak kemudian tampaklah seorang wanita yang berpakaian serba hilam datang menghampiri sambil meniup serulingnya, Datangnya Giok Siu Sian Cu membikin semua mereka menjadi heran, Na Siao Tiap yang belum pernah melihat Giok Siu Sian Cu terus mengawasi gerak-geriknya,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Ketika Giok Siu Sian Cu berjalan dekat sekali, ia memandang kepada Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap sejenak, lalu berkata kepada Bee Kun Bu.

"Hengtee, ketika aku tidak berhasil mengejar Tio Hui, aku segera kembali mencari kau. Aku tidak menduga dapat menjumpai kau di sini!"

Bee Kun Bu tak dapat menjawab, ia menjadi gelisah.

"Hengtee, di manakah Loan Sumoymu!"

Tanya Giok Siu Sian Cu.

Bee Kun Bu tetap membungkam dan mundur beberapa langkah sambil menundukkan kepatanya, Tiba-tiba Giok Siu Sian Cu loncat menerkam, tapi secepat kilat keempat bujangnya Na Siao Tiap meloncat menjaga Bee Kun Bu setelah memperoleh isyarat dari majikannya!

Giok Siu Sian Cu tak dapat mencapai maksudnya, sambil memandang Na Siao Tiap ia menanya.

"Siocia, apakah maksudmu ini?"

Ditanya demikian, Na Siao Tiap pun menjadi gugup, ia bertindak menghampiri dan membungkukkan tubuh memberi hormat seraya berkata.

"Jika Siocia ada urusan terhadap Bee Siang Kong, lebih baik kita bersama-sama pergi ke kamar Thian Kie Ciok Hu untuk membicarakan-nya."

Setelah melihat Pek Yun Hui, Giok Siu Sian Cu menjawab.

"Sebetulnya pergi mengunjungi kamar Thian Kie Ciok Hu adalah baik jugaj akan tetapi urusanku ini tak dapat orang lain turut campur Atas undanganmu itu aku dapat menghaturkan terima kasih."

Dengan nada yang gusar Pek Yun Hui berkata.

"Jika kau menolak datang ke kamar Thian Kie Ciok Hu, aku minta kau segera berlalu dari pegunungan Koat Cong San ini!"

Giok Siu Sian Cu yang terkenal sebagai seorang jago silat kenamaan belum pernah dihina sedemikian rupa. Dengan mengejek ia menjawab.

"Pegunungan Koat Cong San ini bukannya milikmu, Aku dapat datang atau berlalu sesukaku,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

kau tak dapat melarang atau mencegahnya!"

Lalu ia siap menyerang Tapi Bee Kun Bu berseru.

"Aku tak akan lupa budimu yang pernah menolong jiwa ku, tapi jika Siocia terusmenerus mengikuti aku, aku tidak dapat melayani!"

"Hengtee,"

Kata Giok Siu Sian Cu.

"Aku ingin mengetahui kau hendak pergi ke mana?"

Sebetulnya Bee Kun Bu hendak pergi ke kamar Thian Kie Ciok Hu untuk belajar silat dari Na Siao Tiap dan Pek Yun Hui menurut petunjuk-petunjuk dari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, tetapi ia tak sudi memberitahukan hal tersebut, bahkan ia tidak menjawabnya, Kegelisahan itu telah dilihat oleh Giok Siu Sian Cu, ia berkata lagi.

"Hengtee, aku datang untuk suatu permintaan Apakah kau dapat mengabulkan?"

"Jika permintaanmu itu beralasan, aku tentu dapat menyanggupinya!"

Jawab Bee Kun Bu.

"Aku ingin menyertai kau keluar dari pegunungan Koat Cong San ini mencari Lie Sumoymu!"

Kata Giok Siu Sian Cu yang segera membetot tangannya Bee Kun Bu.

Betotan itu dilakukan secepat kilat sehingga Bee Kun Bu tidak berkesempatan menghindarkan diri, Giok Siu Sian Cu mengawasi semua orang di sekitar-nya, lalu ia berkata.

"Jika kalian tidak suka aku berdiam di pegunungan Koat Cong San ini, sekarangpun aku hendak berlalu bersama-sama Bee Siang Kong, aku tidak mengganggu kalian lagi!"

Sambil berkata-kata ia memijat jalan darah di tangannya Bee Kun Bu sehingga keringat membasahi tubuhnya.

"Mari sekarang kita pergi mencari Lie Sumoymu!"

Katanya lalu ia membetot tangannya Bee Kun Bu. Pek Yun Hui meloncat ke atas dan melayang seperti seekor burung akan kemudian turun di depan mereka!

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Giok Siu Sian Cu terkejut, dan ia menegur "Pek Siocia, apakah artinya ini?!"

Dan teguran itu ia barengi dengan satu sodokan serutingnya.

Pek Yun Hui mengegos, lalu mengirim satu jotosan ke dada lawannya, sebetulnya Giok Siu Sian Cu segera dapat menggunakan jurus Mo In Cap Pwee Cao menangkis dan menyerang lawannya, akan tetapi dengan satu tangan mencekal pergelangan tangannya Bee Kun Bu, ia tak dapat melakukan jurusnya yang lihay itu.

ia hanya dapat menangkis jotosan lawan dengan seruling-nya.

Hembusan angin dari sabetan seruling itu men-dampas lawannya ke belakang, lalu ia menyerang dengan sodokan bertubi-tubi sambil menyeret Bee Kun Bu.

Na Siao Tiap menyaksikan pertempuran itu segera melihat bahwa ia harus membebaskan Bee Kun Bu dari cekalannya Giok Siu Sian Cu.

Lalu ia meloncat ke atas kepalanya Giok Siu Sian Cu dan mengirim satu jotosan, Giok Siu Sian Cu yang baru saja berhasil mendesak mundur Pek Yun Hui harus cepat-cepat menangkis jotosan ilu.

Segera terdengar hembusan angin dari beradunya jotosan dan tangkisan, dan terlihat Giok Siu Sian Cu terdorong mundur selagi Na Siao Tiap melonjak makin tinggi dengan jurus Shin Hong Teng Kong (Burung Hong sakti terbang ke langit) untuk kemudian turun di belakangnya Giok Siu Sian Cu!

Beium lagi Giok Siu Sian Cu berdiri jejak, ketika Pek Yun Hui maju ke sebelah kanannya dan melancarkan jotosan pula.

Dalam kedudukan yang terdesak itu, ia terpaksa membuat Bee Kun Bu sebagai perisai Pek Yun Hui terpaksa lekas-lekas menarik kembali jotosannya.

Kesempatan itu digunakan Giok Siu Sian Cu untuk melarikan diri sambil menyeret-nyeret Bee Kun Bu, Tapi ketika Pang Sui Wie telah keburu datang dengan kantong kulit menjangan yang berisi pasir beracun, ia dapat menyambit Giok Siu Sian Cu dengan pasir beracunnya, akan tetapi ia khawatir melukakan juga kepada Bee Kun Bu,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Keadaan yang membikin Pek Yun Hui, Na Siao Tiap dan Pang Sui Wie sukar bertindak itu digunakan oleh Giok Siu Sian Cu untuk mengancam, ia membentak.

"Jika kalian masih juga menyerang aku, aku terpaksa memijit putus pergelangan tangannya Bee Kun Bu!"

Ketika itu juga terlihat Bee Kun Bu meringis kesakitan, dan keringatnya mengucur menahan sakiti Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap tidak tega melihat penderitaan Bee Kun Bu, dan Pek Yun Hui yang telah mengetahui kekejamannya iblis wanita itu terpaksa ber-kata.

"Giok Siu Sian Cu, jangan menyiksa Bee Siang Kong. Kau boleh berlalu!"

Giok Siu Sian Cu menyengir, dan tanpa berkata-kata lagi ia tarik tangannya Bee Kun Bu dan berlalu, Na Siao Tiap hanya mengawasi mereka berlalu, dan ia mengeluh.

"Pek Cici, apakah kita membiarkan iblis wanita itu membawa Bee Siang Kong begitu saja?"

Dengan cemas Pek Yun Hui menahan amarahnya, ia tidak menjawab, ia mendongak dan bersiul Sejenak kemudian bangau saktinya terlihat terbang mendatangi dan turun di sampingnya.

"Tiap Moi,"

Kata ia.

"Hayo, kita menaiki bangau ini!"

Lalu ia naik ke atas punggung bangau itu dituruti oleh Na Siao Tiap.

Bangau sakti itu yang telah berusia seribu tahun lebih dan bertubuh besar dapat membawa kedua gadis itu.

Betapapun cepatnya Giok Siu Sian Cu lari, dia masih dapat dikejarnya, Dalam waktu sekejap saja bangau sakti tersebut sudah berada di atas kepalanya Giok Siu Sian Cu.

Rupanya bangau sakti itu telah paham akan maksud majikannya ia berbunyi lama dan nyaring, Bunyi bangau itu membikin Giok Siu Sian Cu terperanjat ia mendongak dan melihat Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap menunggangi bangau itu, Ketika bangau itu terbang rendah, Pek Yun Hui segera meloncat turun, diturut oleh Na Siao Tiap,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Untuk melayani satu Pek Yun Hui saja, aku sudah terdesak Aku tak dapat melawan mereka berdua!"

Pikir Giok Siu Sian Cu, lalu ia betot tangannya Bee Kun Bu untuk dijadikan perisai pula, Betotan itu hebat sekali, Bee Kun Bu menjerit kesakitan Satu pijatan lagi saja mungkin lengannya itu bisa putus!

"Hei!"

Bentak Giok Siu Sian Cu.

"Jika kalian masih juga merintangi aku, aku tak dapat menjamin lagi jiwanya Bee Kun Bu."

"Kau yang terkenal sebagai pendekar wanita, tidak malukah berbuat sekeji ini? Apakah perbuatanmu ini tidak melanggar perbuatan yang lazim dari kalangan Kang-ouw?"

Teguran itu menusuk hatinya Giok Siu Sian Cu, ia insyaf bahwa perbuatannya itu betul-betul keji, ia tak dapat menjawabnya, Dengan tersenyum Na Siao Tiap menanya Bee Kun Bu.

"Bee Siang Kong, apakah kau telah dianiaya?"

"Tidak,"

Jawab Bee Kun Bu sambil meringis.

"Aku hanya merasa sakit dicekal keras olehnya, Terima kasih atas pertolongan ini."

Lalu di luar dugaan semua, Giok Siu Sian Cu berkata.

"Hengtee, kau boleh tinggal bersama-sama kedua wanita yang cantik ini di pegunungan Koat Cong San. Kelak, jika ada kesempatan, aku akan datang pula mencari kau!"

Katakatanya itu belum lagi habis diucapkan, ia telah melepas cekalannya dan hendak meloncat keluar dari kepungan untuk turun dari pegunungan Koat Cong San itu. Pek Yun Hui berkata dengan suara keras.

"Giok Siu Sian Cu! janganlah kau anggap aku takut dengan ancamanmu itu!"

Lalu ia menjotos ke arah Giok Siu Sian Cu siapa harus lekaslekas menangkis dengan seruling-nya. Baru saja mereka

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

hendak bertempur ketika terlihat mendatangi dua orang dari lereng gunung!

Dengan kedua matanya yang tajam, Pek Yun Hui segera dapat mengenali bahwa kedua orang itu adalah Si Tian Houw dan saudara angkatnya, Ciu Kong Liang!

Sambil berlari-lari menghampiri Si Tian Houw bersemi "Pek Siocia, kita beruntung sekali berjumpa pula!"

Tetapi Pek Yun Hui menjawab dengan ejekannya.

"Si Tian Houw, aku tidak menduga dapat menjumpai kalian di sini! Maksud apakah sebenarnya kalian datang lagi ke pegunungan Koat Cong San?"

Dengan gusar Si Tian Houw menjawab.

"Pegunung-an Koat Cong San ini bukan milikmu! Apakah kami tidak boleh datang ke sini?"

Ketika Pek Yun Hui berada di puncak Ngo Houw Leng untuk menangkap kura sakti Ban Lian Hwee Kwi, karena ia harus menolong jiwanya Bee Kun Bu, ia terpaksa menelan hinaan dan menuruti petunjuknya Si Tian Houw, Kini ia berjumpa lagi dengan manusia yang keji itu, ia merasa girang untuk membalas dendamnya, ia berkata.

"Jika kalian tidak menjelaskan maksud kedatanganmu ke pegunungan Koat Cong San ini, kalian jangan harap dapat keluar dengan mudah!"

"Umpama kami tidak menjelaskan maksud kami, apa yang kau dapat perbuat terhadap kami?"

Jawab Si Tian Houw yang tidak senang dipandang remeh oleh seorang gadis.

"Jika kalian tidak sudi menjelaskan terserah! Tetapi aku merasa heran, kalian berani datang ke sini, tapi tak berani menjelaskan maksud kedatanganmu! Bukankah ini ganjil sekali?"

Tiap-tiap kata-kata itu sangat menusuk hatinya Si Tian Houw, dan ia tak sabar lagi, ia ingin menyerang,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Lalu Ciu Kong Liang bertindak maju dan berkata, suaranya agak keras.

"Kita tidak mempunyai dendam terhadap satu sama lain, Ucapan Pek Siocia tadi sebetulnya keterlaluan!"

Pek Yun Hui tidak menjawab, ia hanya mengawasi gerakgerik mereka.

"Aku sangat tidak beruntung!"

Pikir Si Tian Houw, Baru saja kita dapat lolos dari orang-orangnya partai Thian Liong, sekarang bertemu Liehiap-Liehtap ini sebetulnya kita bermaksud mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, jika kita berhasil menemukannya, kita akan mempelajari dan berlatih ilmu-ilmu silat yang tereatat di dalam kitab-kitab mujizat itu agar dapat memberikan hajaran yang setimpal kepada Souw Peng Hai!

Kita betuI-betul sial!"

Baru saja ia ingin berlalu, ketika terlihat seorang meloncat di hadapannya seraya menegur.

"Hei! Si Tian Houw, apakah kau masih mengenali aku?"

Teguran itu mengejutkan pada nya. Dengan kedua mata terbelalak ia tampak Kui Pang Sui Wie berdiri di hadapannya dengan sikap mengancam. ia hanya berseru.

"Pang Siocia, aku beruntung menjumpai kau!"

"Hm!"

Pang Sui Wie mengeluarkan suara di hidung.

"Kita masih ada urusan yang harus dibereskan Hari ini kita dapat membereskan perhitungan itu!"

Lalu dengan kantong pasir beracunnya ia siap menyerang, Pek Yun Hui segera insyaf bahwa Pang Sui Wie betuIbetul akan melaksanakan niatnya membalas dendang maka iapun mundur beberapa langkah seraya berkata.

"Pang Siocia, kau dapat membereskan urusanmu itu sendiri, aku tidak campur tangan!"

Terima kasih,"

Kata Pang Sui Wie.

"Aku pasti membereskan urusan ini sekarang juga! Wajahku menjadi begini jeleknya karena dia!"

Si Tian Houw bersikap waspada, tetapi ia tak tahu harus berbuat apa!

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Dengan menunggangi bangau sakti pergi ke lembah yang berbahaya Dalam saat yang tegang itu, Ciu Kong Liang lekas-lekas loncat maju dan berdiri di depannya Si Tian Houw, ia berkata.

"Pang Sui Wie, kau berani melawan kami karena kau sekarang mempunyai kawan, Kau kira dengan pasir beracunmu itu, kau dapat berbuat sesukamu! Bagiku, pasir itu tidak terhitung lihay!"

Bukan main marahnya Pang Sui Wie, ia membentak.

"Ciu Kong Liang! Urusan ini kau tak dapat turut campuri Lebih baik kau diam!"

Lalu ia meloncat dan menerkam Si Tian Houw siapa harus lekas-Ickas mengegos dan siap melawan dengan pedangnya, Tapi Pang Sui Wie lelah menyambitnya dengan pasir beracunnya, Dengan kedua tinjunya Si Tian Houw berusaha menjotos keluar sehingga hembusan angin dari kedua tinjunya itu dapat mendampar mundur pasir beracun itu, Pang Sui Wie yang telah bertekad membalas dendam lalu melepaskan anak panah beracun belirang, Secepat kilat Sia Yun Hong mencabut pedangnya dan menangkis anak panah itu.

Trang!

Anak panah itu tertangkis jatuh di tanah sambil mengeluarkan asap belirangyang beracun dan membakar rumput di sekitarnya!

Di dalam sekejap saja mereka semua diselubungi oleh asap belirang itu.

Setelah berhasil menangkis anak panah, Si Tian Houw menusuk Pang Sui Wie tiga kali beruntun dengan jurus "Ouw Liong Cu Tong" (Naga hitam keluar dari gua) sehingga Pang Sui Wie terpaksa mundur, Dengan me-ngertek gigi, Pang Sui Wie menyerang lagi, Tapi Ciu Kong Liang datang menangkis jotosan nya.

Kepandaian Pang Sui Wie memang lebih rendah daripada Si Tian Houw, Dengan bantuan Ciu Kong Liang, Pang Sui Wie tak dapat menggempur lawan nya.

Na Siao Tiap telah melihat kedudukannya Pang Sui Wie, Bagaikan kilat cepatnya, ia meloncat dan mengirim jotosan, Kedua lawan itu terpaksa mundur

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Giok Siu Sian Cu yang berdiri terpesona menyaksikan pertempuran antara jago-jago silat itu telah lupa akan dirinya, dan kesempatan ini digunakan oleh Pek Yun Hui untuk menjagai Bee Kun Bu.

Dan ketika Giok Siu Sian Cu ingin menerkam Bee Kun Bu lagi, Bee Kun Bu sudah sadar untuk melakukan ilmu Ngo Heng Bi Cong punya mengegosi dan mengelaki segala serangan, Meski Giok Siu Sian Cu telah menyerang dengan sodokan serulingnya berkali-kali, akan tetapi tiap-tiap serangannya tidak menemui sasaran lagi sehingga ia merasa heran akan ilmu lawannya itu!

Pek Yun Hui merasa tidak perlu datang membantui, karena dengan Ngo Heng Bi Cong Pu saja Bee Kun Bu sudah dapat menolong dirinya dari segala serangan, Ketika itu pertempuran telah berlangsung dengan serunya, Si Tian Houw dan Ciu Kong Liang tak dapat menandingi Na Siao Tiap, dan untuk keselamatan jiwa-nya, mereka lari menuju ke luar lembah Pang Sui Wie masih penasaran ia mengejar dan siap menyambit mereka dengan pasir beracunnya lagi, Tetapi secepat kilat Na Siao Tiap telah meloncat dan berdiri di depan kedua lawan itu.

Pang Sui Wie tak dapat menyambit dengan pasir beracun nya!

Dengan mengejek Na Siao Tiap berkata.

"Kalian tak usah terburu-buru lari, Aku tidak ingin menganiaya kalian Aku hanya ingin kalian menjawab pertanyaan Pek Cici, Kalian datang ke sini dengan maksud apa?"

Dengan wajah yang pucat kedua orang itu berdiri gemetaran, dan mereka lebih ketakutan lagi ketika melihat Pek Yun Hui datang menghampiri Kesempatan ini digunakan oleh Pang Sui Wie untuk menghadapi Si Tian Houw, Dengan tertawa seperti orang gila Pang Sui Wie mengancam Si Tian Houw.

"Pang Cici,"

Hibur Pek Yun Hui.

"Kau tak usah terlalu sedih hati!

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tetapi Pang Sui Wie terus tertawa, lalu menjotos, Si Tian Houw mengegosi jotosan maut itu, dan Ciu Kong Liang yang khawatir pasir beracun dilontarkan lagi, segera menjotos pundaknya Pang Sui Wie.

Pang Sui Wie tak dapat mengegos lagi, tapi Pek Yun Hui secepat kilat menggeprak tinju itu dan menghindarkan padanya dari jotosan yang dahsyat itu!

Ciu Kong Liang insyaf bahwa ia tak dapat melawan Pek Yun Hui, ia mundur beberapa langkah.

"Hei! Ciu Kong Liang!"

Kata Pek Yun Hui.

"Aku dan kalian tidak mempunyai dendam, aku tidak bermaksud menganiaya kalian, Apakah kedatanganmu ini dengan maksud mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek yang jatuh ke dalam jurang bersama-sama Co Hiong?"

Ciu Kong Liang tak dapat menyangkal lagi, ia mengangguk "Selainnya kalian berdua, apakah ada juga orangorangnya partai Thian Liong yang datang kembali dengan maksud itu?"

Tanya Pek Yun Hui.

Lalu Ciu Kong Liang menuturkan maksudnya, dan Pek Yun Hui agar mereka dapat mempelajari ilmu silat sebagai modal untuk membalas dendam terhadap Souw Peng Hai, musuh besarnya, Setelah mengetahui maksudnya, Pek Yun Hui berkata dengan ramah tamah.

"Jika kalian berlalu dari pegunungan Koat Cong San ini, akupun tak akan menaruh dendam terhadap kalian!"

Ciu Kong Uang, merasa lega hatinya dengan anjuran itu, dan baru saja ia ingin mengajak Si Tian Houw berlalu, ketika Pang Sui Wie lekas-Iekas mencegahnya, Kesem-patan itu segera digunakan oleh mereka untuk lekas-Iekas berlalu, Pang Sui Wie masih juga ingin mengejarT tapi Pek Yun Hui menasehatkan.

"Sudahlah, Mereka dengan diam-diam telah datang kembali ke pegunungan Koat Cong San dengan maksud mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek. jika perbuatan mereka itu diketahui oleh orang-orangnya partai Thian Liong,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

mereka pasti akan dibasmi oleh orang-orangnya partai Thian Liong, Maka menurut pendapatku, kau tak usah mengejar mereka lagi-"

Nasehat yang beralasan itu dapat diterima oleh Pang Sui Wie, ia tidak mengejar Iagi.

Di lain pihak Bee Kun Bu dan Giok Siu Sian Cu, masih terus bertempur, dan ketika Si Tian Houw dan Ciu Kong Liang telah berlalu, mereka berhenti bertempur "Hengtee,"

Kata Giok Siu Sian Cu.

"Kali ini aku lepas kau. Tetapi lain kali jika kita berjumpa lagi, kau takdapat lolos lagi!"

Lalu iapun berlalu dengan satu loncatan entah kemana!

Dengan memandang Bee Kun Bu, Pek Yun Hui memikiri hubungan antara Giok Siu Sian Cu dan pemuda itu, Ketika itu hujan mulai turun, dan Na Siao Tiap mengajak cicinya berlalu, Kedua gadis itu berjalan paling depan diikuti oleh Bee Kun Bu dan lain-lainnya.

Di sepanjang jalan Bee Kun Bu diajak bereakap-cakap oleh keempat bujang perempuannya Na Siao Tiap, akan tetapi Bee Kun Bu hanya tersenyum saja, Di sepanjang jalan Pek Yun Hui berpikir "Aku suka merasa sukar membereskan hubungan-hu bunga n nya terhadap Souw Hui Hong dan Lie Ceng Loan, Kini ternyata bahwa Giok Siu Sian Cu pun tergila-gila terhadapnya, Mungkin juga Na Siao Tiap telah jatuh hati padanya-"

Sikap tersebut juga diperhatikan oleh Na Siao Tiap.

"Pek Cici, apakah yang kau sedang pikiri?"

Tanya gadis itu. Seperti orang yang tersadar dari tidurnya, Pek Yun Hui menjawabnya dengan terkejut.

"Oh! Tidak apa-apa!"

"Cici,"

Kata Na Siao Tiap.

"Aku tahu apa yang kau sedang pikirkan,"

"Coba sebut apa yang aku sedang pikirkan,"

Kata Pek Yun Hui dengan tersenyum,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Tapi Cici tak usah khawatir bahwa aku akan membikin Cici bersedih hatL."

Kata Na Siao Tiap.

"Sekarang aku tidak mau sebut apa yang sedang dipikir oleh Cici,"

Demikianlah mereka berjalan sambil bereakap-ca-kap, kemudian mereka tiba di kamar Thian Kie Ciok Hu.

Ketika itu juga terdengar suaranya bangau sakti yang terbang turun dan berdiri di sampingnya Pek Yun Hui, Lalu Pek Yun Hui berkata kepada Na Siao Tiap.."Tiap Moi, mari kau ikut aku!"

"Apakah aku dapat ikut juga?"

Tanya Bee Kun Bu, Na Siao Tiap mendahului Pek Yun Hui menjawab.

"Baik, kita pergi bersama-sama!"

"Apakah Cici ingin menghadapi orang-orang yang akan berusaha pergi ke jurang untuk mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Betul!"

Jawab Pek Yun Hui.

"Bangau ini memberitahukan aku bahwa mereka tidak menghiraukan per-ingatanku, Mereka telah datang kembali pula, Oieh karena itu, dengan bantuannya Tiap Moi, aku ingin membasmi mereka!"

"Aku yakin bahwa ilmu silatku tidak lihay, tetapi akupun ingin membantu...H kata Bee Kun Bu berterus terang.

"Baiklah,"

Kata Na Siao Tiap.

"Aku dapat menjaga kau jika kau terdesak,"

Pek Yun Hui tertawa dan berkata.

"Baiklah, mari kita berangkat sekarang, Kalian berdua dapat menunggangi bangau sakti ini dan terbang ke dalam jurang yang berbahaya itu. jika kalian menjumpai orang-orang yang berada di dalam jurang itu, tidak perduli siapapun, kalian harus basmi mereka, dan aku akan mencegat lari keluarnya mereka."

Dengan tersenyum manis Na Siao Tiap mengangguk, lalu ia loncat ke atas punggungnya bangau dan memanggil Bee Kun Bij untuk menunggangi bangau itu di belakang-nya.

Dengan menghadapi Pang Sui Wie, Pek Yun Hui memberi perintahnya.

"Setelah kami pergi, mungkin ada orang datang

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

ke kamar Thian Kie Ciok Hu.

sebelumnya kami kembali, kau tidak boleh membuka pintu melawan orang atau orang-orang yang datang menyerbu Kau harus menjaga di dalam kamar, dan jaga baik-baik jangan sampai ada orang dapat masuk ke dalam kamar!"

Pang Sui Wie menundukkan kepala seraya menjawab.

"Aku akan mentaati perintah itu!"

Lalu Pek Yun Hui menyuruh Na Siao Tiap segera berangkat sedangkan ia sendiripun berlalu dengan cepat, meninggalkan Pang Sui Wie dan keempat bujang perempuannya Na Siao Tiap!

Dengan cepat sekali bangau sakti itu telah membawa Na Siao Tiap dan Bee Kun Bu ke atas jurang yang diselubungi oleh kabut Tiba-tiba Na Siao Tiap menanya.

"Bee Siang Kong, kau memikirkan apa?"

Bee Kun Bu tak dapat segera menjawab, karena sebetulnya ia sedang memikiri nasibnya yang selalu diganggu oleh wanita-wanita yang cantik jelita dan muda belia.

Lie Ceng Loan, Pek Yun Hui, Souw Hui Hong, Giok Siu Sian Cu dan sekarang Na Siao Tiap.

ia insyaf dan yakin bahwa mereka semua telah jatuh hati ter-hadapnya, dan karena merekalah, ia selalu mengalami kesulitan Lalu ia menjawab.

"Aku sedang memikiri Loan Sumoyku, Dia selalu gemar menunggangi bangau ini, dan jika dia dapat menungganginya, dia pasti merasa girang dan senang!"

"Lie Sumoymu itu sangat cantik, semua orang suka dan bersimpati terhadapnya, Pek Cici sayang dia, akupun sayang dia,"

Kala Na Siao Tiap.

"Betul."

"Apakah kau pun sayang Lie Sumoymu?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Terhadap saudari seperguruanku, aku harus sayang dan menjagal dia."

"Apakah kau juga sayang Pek Cici?"

"Pek Cici memiliki ilmu silat yang tinggi, berpengetahuan luas, Berwatak luhur dan pemurah hati, siapapun yang mengenal dia, akan menghormati dan menyayangi padanya."

"Apakah kau membenci aku?"

"Dahulu aku pernah bermusuhan terhadapmu tetapi itulah karena salah paham, Tetapi kemudian berulang kali kau telah menolong jiwaku, dan budi kasihmu ini aku tak akan lupa, Bagaimanakah kau bilang aku membenci kau? Ha! Ha! Ha...!"

Ia menjawab semua pertanyaan itu dengan memalingkan muka ke Iain jurusan ia tak berani memandangi gadis itu.

Lalu bangau itu berbunyi nyaring dan terbang turun ke bawah jurang yang berbahaya dan dalam itu.

Bee Kun Bu memperhatikan keadaan di sekitar jurang itu, dan mengenali bahwa ke dalam jurang itulah Co Hiong yang keji dan kejam telah tergelincir Tiba-tiba Na Siau Tiap menanya lagi.

"Jika di kaki jurang kita menjumpai Suhu dan Susiokmu, apakah kita juga harus mentaati pesan Pek Cici dan membasmi mereka ?n Bee Kun Bu terkejut dan ia menjawab.

"Suhu dan Susiokku adalah orang-orang yang agung dan luhur Mereka tak akan berbuat yang demikian itu."

"Ya, jika mereka tidak pergi ke dalam jurang, itu memang baik sekali, Tetapi... jika mereka pergi, kita harus berbuat apa terhadap mereka????"

Bee Kun Bu menjadi gugup, ia tak dapat segera menjawabnya, Kemudian bangau itu turun dan berdiri di atas satu batu gunung yang besar Na Siao Tiap loncat turun, Bee Kun Bu memperhatikan bahwa dari punggung bangau ke atas tanah

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

jauhnya lebih dari dua tombak, akan tetapi Na Siao Tiap dapat meloncat turun dengan mudah sekali ia merasa kagum. iapun terpaksa menuruti meloncat turun, sekonyong-konyong Na Siao Tiap bersem.

"Lekas-lekas tutup kedua matamu! Anggap saja kau tidak melihat mereka!" -ooo0oooBertempur merebut kitab-kitab KuI Goan Pit Cek Bee Kun Bu terperanjat dan menanya.

"Mengapa aku harus memejamkan mata?"

"Suhu dan kedua susiokmu telah datang!"

Menjelaskan Na Siao Tiap.

Bee Kun Bu melihat di sekitamya, dan dari belokan lereng gunung itu betul-betul melihat tiga bayangan orang yang jalan berbaris, Karena jaraknya agak jauh, ia tak dapat melihat tegas ketiga orang itu, Hanya tertampak ketiga orang tersebut berjubah, dan ia sangat khawatir jika ketiga orang itu betulbetul Suhu dan kedua Susiok-nya.

"Mari kita bersembunyi di belakang batu yang besar itu!"

Seru Na Siao Tiap, Saran tersebut dapat disetujui oleh Bee Kun Bu, karena ia tak ingin terlihat oleh Suhu dan Susioknya, Lalu Na Siao Tiap meloncat ke atas batu, dan sambil menepuk-nepuk bangau yang berdiri di atas batu ia berkata.

"Aku dan Bee Siang Kong bersembunyi di belakang batu, Kau boleh pergi terbang!"

Agaknya bangau itu sangat mengerti, dia segera terbang pergi, Na Siao Tiap meloncat turun lagi dan bersembunyi di belakang batu bersama-sama Bee Kun Bu.

Suara tindakan kaki dari ketiga orang itu makin lama makin dekat terdengarnya, Bee Kun Bu berusaha mengintip dari belakang batu, dan alangkah terkejutnya ia menyaksikan dengan kepala mata sendiri bahwa ketiga orang itu benarbenar ketiga pemimpin dari partai silat Kun Lun, Ketika itu mereka sedang merundingkan se-suatu, dan tidak

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

memperhatikan jika di balik batu yang besar, Bee Kun Bu dan Na Siao Tiap sedang bersembunyi.

Batu yang besar itu terletak tepat di kaki jurang, rumput dan alang-alang tumbuh di sekitarnya sehingga merupakan suatu tempat yang baik sekali untuk bersembunyi Hanya batu tersebut terlalu dekat dinding jurang, dan bagi dua orang rupanya agak sempit Bee Kun Bu terpaksa berdiri rapat-rapat dengan Na Siao Tiap yang merasa nikmat berada di sampingnya Bee Kun Bu dengan memejamkan kedua matanya, Dalam suasana yang sunyi senyap itu terdengar oleh mereka seorang berkata.

"Di balik batu yang besar itu kita dapat bersembunyi Bee Kun Bu terkejut, karena suara itu adalah suara gurunya yang pernah memelihara, mendidik dan mengajarkan ilmu silat selama dua belas tahun kepadanya! "Apakah yang aku harus berbuat jika Su.mu datang ke sini?"

Pikirnya, Belum lagi hilang terkejutnya ketika terdengar suara orang tertawa gelak-gelak seraya berseru. Tidak diduga ketiga Tojin telah tiba di sini lebih dulu, Rupanya aku terbelakang sedetik!"

Suara tersebut dikenal betul oleh Bee Kun Bu, karena orang itu adalah Tu Wee Seng, pemimpin partai silat Hua San. Terdengar Tong Leng Tojin berkata.

"Meskipun kami telah datang lebih dulu, akan tetapi Tu-heng juga tidak datang terlambat Kami belum melakukan apapun di sini!"

"Partai Hua San dan partai Kun Lun sebetulnya harus berserikat,"

Kata Tu Wee Seng.

"Jika ketiga Tojin rela menunjukkan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek yang telah dapat dteari, aku tentu merahasiakan hal ini...."

Lalu terdengar seorang berseru sambil berlari-Iari.

"Aha! Rupanya kalian telah datang lebih dulu, aku hanya harap aku tidak di!upakan....

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Suara itu adalah suaranya Sia Yun Hong, dan Bee Kun Bu berkata di dalam hatinya.

"Celaka! Tu Wee Seng dan Sia Yun Hong telah menyangka Suhu dan kedua Susiokku berhasil mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek! Mungkin mereka akan bertempur karena salah paham itu!"

Wajah yang cemas itu telah dilihat oleh Na Siao Tiap yang segera menanyai "Kita harus berbuat apa sekarang?

Rupanya Tu Wee Seng maupun Sia Yun Hong menduga Suhu dan susiokmu telah memiliki kitab-kitab Kui Goan Pit Cek!"

Bee Kun Bu mengerutkan kening, lalu menjawab, suaranya rendah.

"Untuk sementara waktu kita dapat berdiam di sini dan memperhatikan perkembangannya lebih lanjut!"

Na Siao Tiap tersenyum dan memejamkan kedua matanya lagi. Lalu terdengar lagi Tu Wee Seng berkata.

"Menurut pandanganku, tempat ini adalah tempat jatuhnya Co Hiong, Mungkin ketiga Tojin telah menjumpai mayat-nya!"

Giok Cin Cu menjawab.

"Kami hanya sedetik lebih dulu tiba di tempat ini....t"

"Kami ingin memeriksa!"

Seru Sia Yun Hong, dan terdengar lagi suara kakinya orang berlari-lari. Bee Kun Bu mengintip dan tampak beberapa orang itu sedang memeriksa keadaan diantara rumput dan alang-alang.

"Tidak salah, ini darah manusia!"

Seru Tu Wee Seng setelah ia mencium tanah yang ia periksa, Lalu ia menghadapi ketiga pemimpin partai Kun Lun dan berkata.

"Buktinya sudah terang, Ketiga Tojin tak dapat menyangkal lagi!"

"Tu-heng anggap kami ini orang-orang macam apa?"

Berkata Tong Leng Tojin sambil tertawa.

"Pereayalah, bahwa kami tidak melihat mayatnya Co Hiong atau kitab-kitab Kui Goan Pit Cek. Kami tak akan berdusta!"

Tu Wee Seng mengawasi Sia Yun Hong dan menanyai "Bagaimanakah pendapat Sia-heng?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Sia Yun Hong memperhatikan keadaan di sekitarnya, lalu menjawab.

"Menurut pandanganku lebih baik ketiga Tojin mengeluarkan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu, lalu dibagi menjadi tiga bagian, yakni untuk partai Kun Lun, partai Hua San dan partai Tian Cong, Karena, kitab-kitab tersebut telah diperoleh oleh partai Kun Lun, maka partai Kun Lunlah berhak memilih paling dulu dari ketiga kitab termaksud, Tiga tahun kemudian aku dari Tu-heng akan membawa kitab-kitab lainnya pergi ke kuil San Ceng Kiong di puncak Kim Teng Hong di pegunungan Kun Lunj dan setelah kami tukar membaca, k^i akan mengembalikan kitab-kitab itu kepada partai Kun Lun."

"Usul itu baik sekali!"

Seru Tu Wee Seng sambil menepuk tangan.

"Dan bagaimanakah pendapat ketiga pemimpin Kun Lun?"

Tong Leng Tojin tak tahan sabar lagi. ia cabut pedangnya dan mengancam.

"Kalian rupanya masih juga tidak pereaya keterangan kami. Lagi sekali aku katakan bahwa kami belum mencari dapat kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu. jika kalian masih juga tidak pereaya, terserahlah!"

Sia Yun Hong tersenyum, dan berkata.

"Baik! Rupa-nya kalian ingin kami merebut kitab-kitab tersebut dengan kekerasan Aku hanya ingin mengetahui apakah ketiga Tojin melawan aku sendiri, atau satu lawan satu? Jika dikehendaki aku dan Tu-heng akan melawan kalian bertiga!"

Tong Leng Tojin membentak.

"Sia-heng, kau tak usah banyak bicara, aku siap melawan kau!"

Sia Yun Hong pun lantas mencabut pedangnya siap bertempur, dan berkata.

"Pedang ini tidak mempunyai mata, mungkin juga salah satu dari kita akan terluka atau tewas dalam pertempuran Nah! Kau boleh mulai menyerang!"

Kata-kata yang kasar itu membikin gusar Hian Ceng Tojin, dan ia telah mengetahui bahwa ilmu silat pedang Sia Yun Hong lihay sekali.

Jika Tong Leng Tojin kalah, maka jatuhlah pamornya partai Kun Lun, karena Tong Leng Tojin memegang pemimpin partai, Maka ia cabut pedangnya dan mencegah

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

suteenya dengan berkata.

"Su-tee memegang pemimpin partai, soal ini kau serahkan kepadaku!"

Lalu secepat kilat ia menyabet Sia Yun Hong dengan pedangnya!

Tapi Sia Yun Hong telah siap sedia, dan iapun beranggapan urusan ini harus dibereskan lekas-lekas, Jika orangorangnya partai Thian Liong telah datang, maka Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap juga tentu akan datangi dan ia tak dapat menghadapi banyak lawan, Maka sabetan pedangnya Hian Ceng Tojin ia tangkis dengan pedangnya yang dikerahkan dengan tenaga dalam!

Terdengar dua senjata beradu dengan memuncratkan lelatu api, dan dua-duanya terdampar mundur beberapa langkah.

Dengan cepat Sia Yun Hong sudah loncat menyerang lagi dengan jurus Tiang Hong Keng Thian (Pelangi melintasi angkasa), dan terlihat pedangnya menyabet pinggangnya Hian Ceng Tojin.

Hian Ceng Tojin harus meloncat mundur lagi mengelaki sabetan pedang maut itu, dan maju menyerang dengan jurus Wa Hun Keng Wie (Sinar Surya membuyarkan uap) dengan memutar-mutar pedangnya, salah satu jurus yang lihay dari ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam Hoat khas dari partai Kun Lun, dan jurus itu adalah untuk melindungi diri dari serangan sambit mencari lowongan untuk menyerang lawan.

Pada satu ketika pedangnya itu beradu hebat sekali dengan pedangnya Sia Vun Hong, demikian kerasnya sehingga pedang itu putus!

Hian Ceng Tojin terus melancarkan jurus Wa Hun Keng Wie untuk melindungi dirinya, dan demikianlah pertarungan berjalan dengan serunya selama tiga puluh jurus.

"Berhenti!"

Berteriak Tu Wee Seng, dan Sia Yun Hong meloncat ke belakang sambil menarik pulang pedangnya, begitu pun Hian Ceng Tojin berhenti tidak menyerang lawannya,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Dengan khidmat Tu Wee Seng berkata.

"Pada pertengahan bulan delapan lain tahun, kita semua harus pergi ke markas besarnya partai Thian Liong di sebelah utara propinsi Kwiciu, Kini jika dua macan saling bertempur bukankah kita akan kehilangan satu macan untuk menggempur partai Thian Liong? Sekarang kita anggap saja pertempuran ini seri! sembilan partai harus berserikat menggempur partai Thian Liong, dan kita bertindak salah jika kita saling cakar sekarang!"

Sia Yun Hong terperanjat mendengar penjelasan Tu Wee Seng.

ia kira Tu Wee Seng tentu membantu ia untuk memperoleh kitab-kitab Kui Goan Pit Cek dari tangannya ketiga pemimpim partai Kun Lun itu.

ia yakin bahwa tanpa bantuannya Tu Wee Seng, ia tak dapat melawan ketiga pemimpin partai Kun Lun itu.

ia menjadi gusar, dan ia menegur.

"Tu-heng! Apakah artinya ini? Jika kau juga ingin membantu mereka, aku tidak berkeberatan?"

Tu Wee Seng tersenyum, dan menjelaskan "Sia-heng, janganlah kau salah mengcrti,"

Kata ia.

"Maksudku ialah untuk memperingatkan janji kita terhadap partai Thian Liong, Jika kita dapat berserikat, bukankah tenaga kita akan lebih kuat untuk menggempur partai Thian Liong? Coba pikir, apakah manfaatnya jika kita saling cakar sekarang?"

Ketika itu kedua matanya melirik ke arah batu besar yang penuh rumput dan alang-alang itu, yang tergoyang-goyang dan mencurigakan Sia Yun Hong juga menoleh ke arah batu yang besar itu, dan iapun rupanya mengerti akan maksud kawannya, Lalu Hian Ceng Tojin berkata kepada mereka.

"Sia-heng, Tu-heng, kalian masih juga mencurigai kami telah menemui mayatnya Co Hiong, dan memperoleh kitab-kitab Kui Goan Pit Cek. Tuheng menyangkanya kami menyembunyikan mayat dan kitabkitab tersebut di belakang batu yang besar itu, Aku persilahkan kalian pergi memeriksanya!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tu Wee Seng agak kemalu-maluan, karena Hian Ceng Tojin telah dapat membaca isi hatinya, Dengan tertawa gelakgelak ia berkata.

"Tojin betul-betul mempunyai mata yang tajam Jika diijinkan, kami akan periksa di belakang batu yang besar itu."

Baru saja ia berjalan menghampiri batu itu, tiba-tiba dari balik batu tersebut berjalan keluar seorang gadis yang mengenakan pakaian putih dan berselendang biru, Bukan main terkejutnya Tu Wee Seng menampak munculnya Na Siao Tiap itu, ia lekas-lekas mundur lagi!

Munculnya Na Siao Tiap bukan saja mengejutkan Tu Wee Seng, juga Sia Yun Hongdan ketiga pemimpin partai Kun Lun tak terkecuali Tanpa menegur lagi, Na Siao Tiap meloncat dan menyerang Tu Wee Seng, Lekas-lekas Tu Wee Seng melindungi dirinya dengan toya bambunya dengan jurus Om Im Pik Gwat (Awan hitam menutupi bulan), Tapi Na Siao Tiap terus melancarkan jotosan-jotosannya yang dapat merobohkan tembok, Meskipun Tu Wee Seng berusaha keras melindungi diri, akan tetapi ia tak luput menerima beberapa jotosan sehingga mukanya menjadi bengkak dan matang biru, Ketiga pemimpin partai Kun Lun dan Sia Yun Hong tidak datang membantu Mereka berdiri menyaksikan ilmu silat yang luar biasa dari seorang gadis yang masih sangat muda usianya, Mereka semuanya sebagai jago-jago silat yang sudah berpengalaman dan lama berkecimpung di kalangan Kang-ouw, mereka insyaf akan kehebatan jotosan-jotosan yang dilancarkan Na Siao Tiap itu.

Tiba-tiba Tu Wee Seng menjerit keras sekali, dan ia mengambil beberapa biji besi ke arah Na Siao Tiap sambit melarikan diri ke arah lain dari kaki jurang yang dalam dan berbahaya itu!

Gema jeritannya terdengar seperti jeritan setan yang membikin bulu roma bangun berdiri!

Hanya dengan kebutan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

selendangnya, Na Siao Tiap berhasil menyanv pok semua bijibiji besi jatuh di tanah!

Lalu secepat kilat ia pungut satu biji besi yang segera disambitkan ke arah Sia Yun Hong.

jurus itu adalah jurus To Im Kiat Yo (Menggunakan tenaga lawan menyerang musuh) yang sering digunakan oleh Pek Yun Hui, dan serangan demikian sukar ditangkis, karena tak terduga semula.

Sia Yun Hong yang memiliki ilmu silat yang tinggi dan banyak pengalaman tidak berani menangkis biji besi itu, karena ia yakin, bahwa sambitan itu dikerahkan dengan tenaga dalam yang besar tiada tandingan!

ia lekas-lekas loncat ke samping.

"Ha! Ha! Ha!"

Tertawa Na Siao Tiap.

"Mengapa Tu Wee Seng lari! Dan sekarang aku akan memberi hajaran kepada kau!"

Baru saja ia hendak menyerang pu!a, tiba-tiba ia ingat akan ketiga pemimpin partai Kun Lun yang ia hormati ia menjadi serba salah, Pek Cici telah perintahkan padanya untuk membasmi segala orang yang ia jumpai di kaki jurang, dan kini ia harus membasmi ketiga pemimpin partai Kun Lun yang ia hormati itu.

Pada saat itu ia hanya dapat tersenyum terhadap ketiga pemimpin partai Kun Lun itu, Lalu secepat kilat ia meloncat menyerang Sia Yun Hong!

Ketiga pemimpin partai Kun Lun tak berani bergerak, Mereka yakin bahwa Na Siao Tiap itu memiliki ilmu silat yang jauh lebih tinggi daripada mereka bertiga.

Merekapun sangat khawatir bahwa gadis itu menganggapnya mereka datang untuk mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek.

-ooo0oooKipas besi memperlihatkan kelihayannya Ketika Sia Yun Hong memperhatikan lagi, entah dengan ilmu apa, ia telah melihat Na Siao Tiap sudah berdiri jejak beberapa langkah di sampingnya, maka ia harus segera putar pedangnya untuk melindungi dirinya,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Dengan satu sodokan tangan kirinya yang dikerahkan dengan tenaga dalam, Na Siao Tiap berusaha memukul lawannya, Sia Yun Hong terkejut, ia meloncat ke belakang setombak jauhnya, Tetapi Na Siao Tiap dengan gesit terus mengejarnya dan secepat kilat menjotos pipi kanan lawannya.

"Pipi kiri belum kuhajar!"

Seru Na Siao Tiap, dan secepat kilat menjotos pipi kiri lawannya, Betapapun cepatnya Sia Yun Hong berdaya mengegosi jotosan itu, namun tak luput jotosan yang kedua kali itu, mampir juga di pipi kirinya, Kepalanya menjadi pusing, dan ia memuntahkan darah!

pertempuran tersebut disaksikan oleh ketiga pemimpin partai Kun Lun dengan perasaan kagum, Cara-caranya Na Siao Tiap menyerang dan memukul kedua pipinya Sia Yun Hong itu mereka belum pernah lihat sebelum nya.

Dari lima orang itu, sudah dua yang telah dihajar Mungkin akan menjadi gilirannya mereka untuk dihajar Mereka tak dapat melarikan diri.

Mereka hanya saling mengawasi dalam keadaan yang serba sulit itu.

La!u terdengar Sia Yun Hong berseru.

"Sudahlah!"

Dan ia segera lari pergi, Dengan senyuman terpaksa Tong Leng Tojin berkata kepada Hian Ceng Tojin dan Giok Cin Cu.

"Kita sebagai pemimpin partai Kun Lun tak dapat dihina! Kita harus menggempur dia. jika kita bertiga masih juga tak dapat menandinginya, kita tak ada muka lagi untuk menjumpai jagojago silat lainnya!"

Dengan pedang terhunus Hian Ceng Tojin menjawab "Kau dan Sumoy saksikan aku yang akan menggempur dia lebih duIu!"

Sambil tertawa Na Siao Tiap berkata.

"Lebih baik kalian bertiga berlalu dari sini, Aku tak bermaksud menghajar kalian."

Ketiga pemimpin partai Kun Lun tak dapat segera menyahut sejenak kemudian, dengan mengayun pedangnya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tong Leng Tojin berkata.

"Kami sungkan untuk minta ampuni siocia dapat menyerang kami, Silahkah!"

Lalu ia meloncat maju dan menusuk Na Siao Tiap! Dengan lincah sekali Na Siao Tiap mengegosi tusukan maut itu seraya berseru.

"Sabar! Kapankah kalian minta ampun? Aku sendiri yang sungkan bertempur melawan kalian!"

Na Siao Tiap mencelat ke atas untuk menghindarkan sabetan pedang, ia melayang-Iayang di udara seolah-olah seekor kupu-kupu.

Tetapi Tong Leng Tojin dengan jurus Heng Toan Bo San (Menyabet pinggang iblis) menyapu pinggang gadis itu dengan pedangnya seraya membentak "Siapa-kah yang menyuruh kau bermurah hati?"

Na Siao Tiap mencelat ke atas untuk menghindarkan sabetan pedang, ia melayang-Iayang di udara seolah-olah seekor kupu-kupu.

"llmu meringankan tubuh sedemikian rupa belum pernah aku menyaksikannya,"

Pikir Hian Ceng Tojin, dan ia lalu berkata kepada Sutee dan Sumoynya.

"Sudahlah! Hayo kita berlalu dari sini!"

Giok Cin Cu segera ikut berlalu, Tong Leng Tojin terpaksa mengikuti berlalu juga. Setelah mereka berlalu, Na Siao Tiap baru turun ke tanah dan berseru.

"Baik-baik jalan! Jika kalian menjumpai Pek Ciciku, katakan saja bahwa Bee Siang Kong memohon kalian datang ke sini untuk mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cekku, Aku yakin dia tak akan menjadi gusar."

Bukan main terperanjatnya Bee Kun Bu mendengar ucapan itu.

"Celaka! Mengapa dia mengatakan demikian?"

Katanya di dalam hati,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Betul saja ketiga pemimpin partai Kun Lun itu berhenti setelah mendengar anjuran tersebut Mereka berbalik, dan dengan wajah yang cemas Hian Ceng Tojin menanyai "Di manakah Bee Kun Bu sekarang?"

Sedianya Na Siao Tiap mengatakan demikian dengan maksud baik, ia khawatir jika ketiga pemimpin itu menjumpai Pek Yun Hui, mereka akan dihajar oleh gadis itu, yang telah bertekad menghajar siapapun yang datang ke lembah itu, Tetapi di luar dugaannya, anjurannya itu telah berakibat sebaliknya.

Karena melihat Hian Ceng Tojin menjadi gusar, iapun menjadi murka pula.

ia membentak.

"Mengapa kalian demikian gusarnya? Jika aku tidak memandang Bee Siang Kong, kalian tak luput dari hajaranku!"

Hian Ceng Tojin melirik ke arah Tong Leng Tojin yang sudah sudah menjadi sangat gusar "Gadis ini sangat lihay ilmu silatnya, Aku yakin kita bertiga tak dapat menggempur dia.

Jika aku tidak bersikap sabar kali ini, kami pasti menjumpai bahaya yang lebih besar-besar,"

Pikirnya, lalu dengan senyum yang dipaksa ia berkata kepada Na Siao Tiap.

"Kami menanya di manakah Bee Kun Bu sekarang berada karena kami ingin bicara ke-padanya."

Jawaban itu meredakan kegusaran Na Siao Tiap yang setelah menghela napas berkata dengan khidmat.

"Bee Siang Kong adalah seorang yang luhur budi pekertinya. Tetapi kalian telah dengan kejam mengusirnya sehingga dia ingin membunuh diri di pegunungan ini...."

Memang sebetulnya Hian Ceng Tojin tidak berdaya untuk mencegah pengusiran Bee Kun Bu dari partai Kun Lun, karena ia telah menyerahkan urusan partai kepada Suteenya, ia yang telah memelihara, mendidik dan mencintai muridnya itu selama dua belas tahun, telah mengetahui betul bahwa muridnya itu adalah seorang yang setia, jujur, luhur dan berbudi Maka ketika mendengar muridnya itu ingin membunuh diri karena telah diusir, ia tak tahan lagi menyatakan kecemasannya.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"... beruntung sekali dia dapat ditolong oleh Pek Ciciku, dan dirawat di kamar Thian Kie Ciok Hu,"

Meneruskan Na Siao Tiap.

"Apakah Siocia telah menjumpai juga seorang gadis mengenakan pakaian putih yang berjalan bersama-sama dia?"

Tanya Hian Ceng Tojin.

"Apakah gadis itu bernama Lie Ceng Loan?"

Tanya Na Siao Tiap.

"Betul,"

Jawab Hian Ceng Tojin.

"Aku tidak menjumpai dia. Tetapi aku yakin dia tak menjumpai haJ-hal yang tak diinginkan karena dia adalah seorang gadis yang berbudi Tuhan selalu melindungi padanya!"

Kata Na Siao Tiap, Hian Ceng Tojin masih juga merasa khawatir akan keselamatannya Lie Ceng Loan.

Bagaimana ia harus menjawabnya bila ia menjumpai kawan karibnya, Ngo Kong Taysu, dan ia tak dapat memberitahukan di mana Lie Ceng Loan sekarang berada.

ia menghela napas, lalu sambil menghadapi Giok Cin Cu ia menanyai "Sumoy, apakah kau membawa barang pusaka dari orang tuanya Loan Jie?"

Dengan perasaan heran Giok Cin Cu berbalik menanyai "Mengapa? Apakah Toako juga ingin mengusir Loan Jie keluar dari partai Kun Lun?"

Sambil menundukkan kepala Hian Ceng Tojin ber-kata.

"Lain tahun kesembilan partai silat akan mengadu silat melawan partai Thian Liong, Pihak manakah yang akan menang sukar diramalkan, Ngo Kong Taysu telah menyerahkan Loan Jie kepada kita dengan maksud mempergunakan tenaga partai Kun Lun kita untuk membalas dendang Menurut pendapatku, tenaga kita tak akan dapat melaksanakan maksud Ngo Kong Taysu itu. Lebih baik kita serahkan barang pusaka orang tuanya Loan Jie kepada Na Siocia untuk diserahkan lebih jauh kepadanya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

pernyataan tersebut penuh artinya, karena Giok Cin Cu telah mengetahui bahwa Toakonya itu berpemandangan luas, ia tak membantah lagi, ia segera keluarkan barang pusaka peninggalan orang tuanya Lie Ceng Loan dari saku di d ada nya, dan sambil menyerahkan barang tersebut ia berkata.

"Barang pusaka ini masih utuh."

Setelah menerima barang itu, Hian Ceng Tojin jalan menghampiri Na Siao Tiap dan berkata dengan khidmat.

"Aku mempunyai satu urusan yang hendak memohon pertolongan Siocia, Apakah Siocia sudi menolongnya?"

Na Siao Tiap memandang sejenak, lalu menyahut.

"Urusan apakah?"

"Benda di dalam bungkusan ini adalah barang pusaka peninggalan orang tuanya Lie Ceng Loan. Aku mohon Siocia menyerahkan barang ini kepadanya!"

Jawab Hian Ceng Tojin.

"Aku tak tahu dia sekarang ada di mana,"

Kata Na Siao Tiap.

"Kemanakah aku harus mencarinya?"

"Meskipun barang ini penting,"

Kata Hian Ceng Tojin.

"Tetapi Siocia tak usah repot untuk segera menyerahkan kepadanya, Jika Siocia kebetulan menjumpai dia, sudi sekiranya berikan kepadanya."

"Bagaimanakah jika aku serahkan kepada Bee suhengnya ?"

Tanya Na Siao Tiap.

"Begitupun baik!"

Jawabnya kemudian, Sambil tersenyum Na Siao Tiap menyambuti barang itu dan terus dimasukkan ke dalam saku di dadanya, Giok Cin Cu segera mengerti akan maksud suhengnya yang hendak mempergunakan tenaganya Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap untuk membantu Lie Ceng Loan membalas dendam, Tong Leng Tojin hanya berdiri menyaksikan ia merasa heran mengapa suhengnya segera melupakan permusuhan terhadap gadis itu, Na Siao Tiap yang sebetulnya tidak bermaksud bermusuhan terhadap ketiga pemimpin partai Kun

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Lun itu demi kepentingannya Bee Kun Bu, lalu mengangkat kedua tangannya memberikan hormat seraya berkata.

"Ketiga angkatan tua dapat bertalu dari sini. Maaf jika aku tak mengantar!"

Ketiga pemimpin partai Kun Lun mengerti bahwa Na Siao Tiap menghendaki mereka lekas-lekas meninggalkan lembah itu, maka setelah mengucapkan terima kasih, merekapun segera ber!alu.

Na Siao Tiap mengawasi ketiga orang itu berlalu sampai tak kelihatan Iagi.

Lalu ia berseru.

"Bee Siang Kong! Keluar. Mereka sudah berlalu!"

Tetapi tiada suara jawaban, ia merasa heran.

ia lari menghampiri batu yang besar di mana Bee Kun Bu sedang tersembunyi ia menyingkap daun-daun semak belukar, dan alangkah terkejutnya ketika ia melihat seorang tua yang berjubah dan bersenjata kipas besi sedang mencekal lehernya Bee Kun Bu.

Bee Kun Bu sudah tak berdaya, Rupanya ia telah ditotok jalan darahnya, wajahnya pucat pasi, Orang yang mencekal lehernya Bee Kun Bu adalah Ong Han Siong, pemimpin cabang bendera kuning dari partai silat Thian Liong!

Sambil berdiri diam Na Siao Tiap mengasah otaknya berusaha mencari akal untuk menolong Bee Kun Bu.

ia dapat segera menerkam Ong Han Siong dan membunuhnya jika mau, akan tetapi dalam keadaan itu, iapun dapat memaksa Ong Han Siong membunuh Bee Kun Bu!

ia menjadi gelisah melihat keadaannya Bee Kun Bu yang sudah memejamkan matanya seo!ah-oleh menerima nasib.

"Mundur!"

Bentak Ong Han Siong.

"Atau aku segera menghabisi jiwanya!"

Ong Han Siong yang sangat berpengalaman di kalangan Kang-ouw telah berhasil mencekal Bee Kun Bu untuk dijadikan sandera, dan betul saja Na Siao Tiap mundur beberapa langkah setelah digertak,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kau jangan lukakan dia!"

Kata Na Siao Tiap.

"Jika ada urusan, kita dapat berdamai."

Ong Han Siong yang sangat merasa khawatir jika ia diserang tiba-tiba oleh Na Siao Tiap, telah mengumpulkan tenaga dalamnya siap sedia menghadapi segala sesuatu sambil mencekal lehernya Bee Kun Bu dengan tangan kirinya, dan memegang kipas besi di tangan ka-nannya, Setelah menampak Na Siao Tiap sangat cemas akan keselamatan Bee Kun Bu, ia merasa girang, Dengan sikap yang sengaja dibikin tegang, ia berkata.

"Jika kau menghendaki dia tak terluka, aku dapat mengabulkan permintaanmu Tetapi...."

Ia sengaja menahan harga untuk melihat akibatnya, karena ia khawatir jika permintaannya terasa terlalu berat lagi bagi si gadis itu.

"Sebutlah permintaanmu itu!"

Kata Na Siao Tiap dengan bernafsu.

"Aku minta kau serahkan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek untuk ditukar dengan jiwanya!"

Kata Ong Han Siong.

"Tetapi kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu telah dibawa oleh orang partai Thian Liong yang bernama Co Hiong dan yang telah jatuh tergelincir ke dalam lembah yang dalam ini! Tentang hal itu kau sendiripun telah me-nyaksikannya! sekarang kitab-kitab tersebut tidak berada di tanganku!"

Jawab Na Siao Tiap.

"Tetapi kau jangan harap aku lepaskan orang ini tanpa kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu!"

Kata Ong Han Siong mengancam.

"Aku telah memberitahukan kau dengan sejujurnya!"

Kata Na Siao Tiap dengan beringas, Ong Han Siong berpikir sejenak, lalu berkata.

"Kau dapat menukar jiwanya dengan ilmu-ilmu silat yang telah tereatat di dalam kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu!"

Na Siao Tiap terperanjat dan menanya.

"Cara bagaimanakah kita menukarnya?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Pada dewasa ini ada beberapa jago silat yang paham akan ilmu-ilmu silat yang tereatat di dalam kitab-kitab itu! Kau harus beritahukan kepadaku, jangan kau ber-dusta, karena akupun telah mengetahui sedikit!"

Kata Ong Han Siong.

"Baik,"

Jawab Na Siao Tiap. Tetapi kau harus lepaskan dahulu cekalan mu pada lehernya dia."

Ong Han Siong melepaskan cekalannya, akan tetapi kipas besinya sudah siap untuk memukul mati bila perlu, Lalu Na Siao Tiap berkata pula.

"Menurut pengetahuanku pada dewasa ini hanya ada tiga orang yang paham akan ilmuilmu silat di dalam kitab-kitab tersebut! "Hm...."

Ong Han Siong mengeluarkan suara di hidung "Mustahil hanya tiga orang?"

"Sebetulnya ada empat orang,"

Kata Na Siao Tiap.

"Tetapi ibuku telah meninggal dunia, maka kini tertinggal tiga orang saja!"

"Baik! Sebutlah nama-nama dari ketiga orang itu,"

Ong Han Siong menuntut "Yang ke satu adalah ayahku, yang ke dua adalah aku sendiri dan yang ke tiga adalah Pek Ciciku!"

Kata Na Siao Tiap. Asmara lelah mempersu!it urusan Setelah mendengar keterangan itu, Ong Han Siong berpikir sejenak, lalu ia menanya.

"Sekarang ayahmu berada di mana?"

"Kemana dia telah pergi akupun tidak mengetahui nya. Kau tentu tak dapat menjumpai dia,"

Jawab Na Siao Tiap. Lalu Ong Han Siong mengancam lagi dengan lagak seolah-olah ia mau pukul Bee Kun Bu dengan kipas besinya.

"Aku akan menukar jiwanya dengan ilmu-ilmu silat yang tereatat di dalam kitab-kitab Kui Goan Pit Cek!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Aku tak mengerti maksudmu dengan cara bagaimana harus ditukarnya!"

Ong Han Siong tersenyum, lalu berkata.

"Aku yakin kau dapat melakukannya dengan cara, ke satu. Kau harus menulis semua catatan-catatan yang terdapat di dalam Kui Goan Pit Cek itu, Ke dua. Kau harus membunuh mati semua orang yang telah memahami ilmu-ilmu silat yang tereatat di dalam kitab-kitab tersebut!"

Permintaan yang berat dan yang bukan-bukan itu membikin Na Siao Tiap sangat marah. ia membentak.

"Sudahlah! jangan banyak bicara lagi. Aku sekarang memejamkan kedua mataku, kau boleh bunuh mati aku, dan kemudian kau dapat membunuh mati dia!"

Lalu ia betul-betul memejamkan kedua matanya, Ong Han Siong tertawa gelak-gelak dan berkata.

"Ha! Ha! Ha! Kau tak dapat menipu aku. Aku ini bukan anak kemarin dulu!"

Na Siao Tiap membuka lagi matanya dan mengejek.

"Hm! Kau takut aku menipu padamu? jika aku menghendakinya, tak mungkin kau dapat lari dari sini! Aku hanya segan melihat kau mati konyol!"

Ancaman si gadis itu memperingatkan Ong Han Siong akan hajaran yang gadis itu telah berikan kepada Sia Yun Hong, ia terkejut, dan ia insyaf bahwa permintaannya melampaui batas.

Dengan tersenyum si gadis berkata lagi.

"Aku menghendaki kau membunuh mati aku, karena aku tak dapat melaksanakan permintaanmu dan aku tak tega melihat dia terbunuh oleh kipas besimu!"

Kata-kata itu telah membikin Ong Han Siong mengetahui bahwa betapa besar cintanya gadis itu terhadap Bee Kun Bu.

Dia rela berkorban untuk pemuda itu.

Dan ia mempergunakan perasaan si gadis itu untuk melaksanakan maksudnya.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

berkata.

"Jika kau mati, kau tidak akan melihat bagaimana dia mati, Aku akan membebaskan totokanku agar dia menjadi sadar untuk merasakan sakit yang dia akan rasai dari hajaranhajaran yang aku segera akan lancarkan bilamana kau tidak memenuhi permintaanku Hayo! Apakah kau berjanji melaksanakan permintaanku?"

Dengan mata yang beringas Na Siao Tiap menatap wajahnya Ong Han Siong, Kemudian ia berkata.

"Aku dapat menulis semua catatan-catatan tentang ilmu silat dari kitabkitab Kui Goan Pit Cek itu, tetapi aku tak dapat membunuh ayahku dan Pek Ciciku! Hm! Kau betu)-betul kejam! sebetulnya kau tak berkesempatan membebaskan totokannya dan membikin dia sadari Awas! jika kau melukai atau membunuh mati dia, aku segera mematahkan semua sambungan-sambungan tulang yang berjumlah tiga ratus enam puluh lima di dalam tubuhmu, dan kau akan rasai betapa sakitnya itu!"

Tetapi Ong Han Siong yang berpengalaman itu tak mudah digertak ia berkata.

"Kau boleh coba-coba...! Aku ingin menyaksikannya....,"

Lalu ia mengangkat kipas besinya hendak mengetok kepalanya Bee Kun Bu, tiba-tiba ia merasakan pergelangan tangannya yang memegang kipas besi itu dicekal orang, dan hembusan angin menerjang dadanya!

Segera ia merasakan lengan kanannya itu menjadi lumpuh, dan secepat kilat ia meloncat ke belakang untuk mengegosi serangan di d ada nya.

Tetapi betapapun lihay silatnya dan seribu satu macam akalnya, ia rupanya tak dapat menghindari serangan di dadanya itu, Namun ia masih berkesempatan mencekal tubuhnya Bee Kun Bu dengan tangan kirinya dan menyeretnya ketika ia meloncat ke belakang, Ketika itu terdengar suara seorang wanita yang mengejek.

"Kau ingin belajar ilmu-ilmu silat dari kitab-kitab Kui Goan Pit

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Cek!? Kau harus menangkis serangan Gie Sing Cwan Tao (Memindahkan bintang di langit) ini!"

Ong Han Siong hanya berhasil menyeret Bee Kun Bu, tapi kipas besinya telah terlepas dari cekalan tangan kanannya, Secepat kilat Bee Kun Bu pun dirampas oleh lawannya, Dengan lengan kiri dan kedua kaki yang masih bebas, sambil menjerit ia menyerang dengan jurus Sin Lui Hia Kit (Geledek menyamber dari langit) dengan seluruh tenaga dalamnya, Untung baginya bahwa lawannya hanya bermaksud menolong Bee Kun Bu, serangannya itu hanya diegosi saja!

Ong Han Siong menyerang angin, dan ketika ia berbalik, ia tampak bahwa lawannya tak lain daripada Pek Yun Huilah yang telah datang menolong Bee Kun Bu yang masih juga belum sadarkan diri dari totokan, Seperti seekor banteng yang mengamuk, ia menerkam lagi!

Tiba-tiba terlihat Na Siao Tiap meloncat dan mengirim jotosan dengan jurus-jurus Gie San Tin Hai (Memindahkan gunung dan membalikkan samudera), Ong Han Siong tak berani menangkis jotosan maut itu, ia lekas-lekas menahan diri.

Akan tetapi hembusan angin dari jurus Gie San Tin Hai itu sudah cukup untuk merobohkan ia!

ia terdampar ke belakang dan jatuh duduk di tanah dengan muka yang pucat dan seluruh tubuh basah dengan peluhnya!

Sambil berpaling kepada Pek Yun Hui, Na Siao Tiap menanyai "Cici, apakah aku harus bunuh mati dia?"

Ketika itu Pek Yun Hui sedang berusaha membebaskan dan menolong Bee Kun Bu dari totokan, dan tanpa menoleh lagi, ia menjawab.

"Bunuh dia dengan kipas besinya!"

Na Siao Tiap pungut kipas besinya Ong Han Siong, dan datang menghampiri sambil berkata.

"Tadi kau mengancam hendak membunuh mati Bee Siang Kong dengan kipas besimu ini. sekarang aku akan membunuh mati kau dengan kipas besi ini juga!"

Ong Han Siong yang sudah tak berdaya, itu dengan kedua mata terbelalak menunggu mati! Tetapi dengan sikap seorang

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

ksatria ia berkata.

"Segala pelajaran atau ilmu di dunia ini tak terbatas, kita tak dapat mempelajari semuanya, Dalam hal ilmu silat, kau lebih unggul daripada aku. sekarang aku kalah, akupun tak menyesal jika harus dibunuh mati!"

Kata-kata yang diucapkan dengan tenang itu membikin Na Siao Tiap cemas, dan ia menanyai "Di samping ilmu silat, apakah kau kira kau lebih unggul dalam kepandaian lainlainnya daripadaku?"

Dengan tenang Ong Han Siong menjawab.

Tentang ilmu silat, aku Ong Han Siong hanya mengerti sedikit saja, akan tetapi tentang ilmu pengobatan dan ilmu falak, aku telah mempelajarinya dengan tekun dan telah mencurahkan banyak tenaga dan pikiran, Jika kau tidak pereaya, kau dapat menyaksikan dengan kepala mata sendiri nanti pada pertengahan bulan delapan ketika para jago silat akan bertemu untuk mengadu silat, Kau akan menyaksikan cara aku mengatur siasat, dan akupun dapat meramalkan nasibnya dari tiap-tiap jago silat sebagai akibat dari pertandingan silat tersebut!"

Lalu ia tertawa gelak-gelak seolah-olah ia yakin benar akan akibat keterangannya itu.

sementara itu, Pek Yun Hui telah berhasil menolong dan menyadarkan Bee Kun Bu, dan iapun telah mendengar keterangan Ong Han Siong, ia mengejek.

"0rang-orang yang paham akan ilmu pengobatan dan ilmu falak banyak sekali jumlahnya di kalangan Bu Lim, kau tak usah menyombongkan diri!"

Ong Han Siong bangkit sambil membentak.

"Sia-pakah mereka yang lihay dalam ilmu-ilmu itu? Sebutlah nama orangorangnya!"

Tetapi ia jatuh lagi karena hajaran dari Na Siao Tiap tadi, Sambil berdiri menghadapi Ong Han Siong, Na Siao Tiap yang belum pernah membunuh orang tidak sampai hati memukul lawannya dengan kipas besi itu, ia memejamkan kedua matanya, lalu mengangkat kipas besi tersebut untuk memukul kepalanya Ong Han Siong,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tiba-tiba Bee Kun Bu berseru.

"Jangan bunuh dia mati!"

Na Siao Tiap terkejut dan menahan turunnya tangannya, ia menoleh ke belakang sambil menanyai "Apa-kah kau ingin memberi ampun kepadanya?

Apakah kau tidak mengetahui betapa kejamnya dia terhadapmu?

Jika Pek Cici tidak keburu datang menolong, akupun dipaksa olehnya berkorban untuk kau!"

"Ha!"

Tanya Bee Kun Bu dengan terperanjat "Apa-kah kau tak dapat melawan dia?"

Segera wajahnya Na Siao Tiap menjadi merah, ia tak dapat menjawabnya, Pek Yun Hui tersenyum dan berkata kepada Bee Kun Bu.

"Aku melihat kau makin lama makin ganjil Bangsat itu telah menerkam kau untuk dijadikan sandera untuk memaksa Tiap Moi menulis semua ilmu-ilmu silat dari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek sehingga Tiap Moi terpaksa mengalah...."

Sekonyong-konyong Na Siao Tiap berseru.

"Cici!"

Pek Yun Hui menangguhkan kata-katanya, dan berbalik menanya Na Siao Tiap.

"Mengapa? Apakah aku salah bicara? sebetulnya jika kau ingin menolong, kau bisa berhasil menolongnya, karena aku yakin bahwa bangsat itu tidak bermaksud membunuh...."

"Siapa bilang aku tak bermaksud membunuh?"

Ong Han Siong memotong.

"Jika sedikit saja dia bergerak, Bee Kun Bu pasti mati dari ketokan kipas besiku!"

Tetapi, setelah membunuh mati dia, kau tak dapat lolos dari tanganku, kaupun pasti mati!"

Bentak Pek Yun Hui.

"Ha! Ha! Ha!"

Ong Han Siong tertawa.

"Orang yang berani datang ke dalam lembah ini untuk mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek tentu tak memikirkan tentang meloloskan diri!"

Bee Kun Bu menghela napas dan berkata.

"Dia pernah menolong aku di pegunungan Ngo Bie San ketika aku berada

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

di kuil Ban Hut Teng, dan karena itu aku masih berhutang budi kepadanya. Aku mohon kalian membebaskan dia."

Pek Yun Hui berpikir sejenak "Baiklah, Kita bebaskan dia!"

Katanya kemudian Na Siao Tiap menanya.

"Apakah kita tidak mau mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek?"

"Aku pernah mencarinya, akan tetapi selainnya melihat bekas darah, aku tak menemui kitab-kitab tersebut maupun mayatnya Co Hiong,"

Jawab Pek Yun Hui.

"Di dasar lembah yang dalam ini,"

Kata Na Siao Tiap.

"Mungkin mayatnya Co Hiong telah dimakan binatang buas, Cici tak mungkin dapat melihat bekas-bekasnya."

"Aku hanya harap demikian Lebih baik kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu berada di dalam perutnya binatang buas,"

Kata Pek Yun Hui. Lalu Na Siao Tiap lempar kipas besi di sampingnya Ong Han Siong dan membentak.

"Apakah kau telah mendengarnya? Kitab-kitab Kui Goan Pit Cek sudah berada di dalam perut macan?"

Ong Han Siong yang masih merasa kesakitan dari hajarannya Na Siao Tiap, dan menganggap dirinya sudah sampai pada ajalnya, masih tetap bersikap ksatria dan tak gentar jika ia dibunuh, ia duduk memulihkan tenaganya dan berusaha meringankan sakit di dalam tubuhnya, Lalu Pek Yun Hui bersiul, dan dalam beberapa detik saja terlihat seekor bangau putih yang besar terbang datang menghampiri dengan cepat, sebelumnya ia ber-!alu, ia berkata kepada Na Siao Tiap.

"Kalian berdua dapat menunggangi bangau ini, dan aku akan jalan melalui jalan tadi, Kita akan bertemu lagi di kamar Thian Kie Ciok Hu!"

Lalu iapun ber!a!u. Tetapi Na Siao Tiap menahannya dan berkata.

"Cici dan Bee Siang Kong dapat menunggangi bangau ini, karena aku ingin menguji ilmu mendaki jurang yang curam ini."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Pek Yun Hui mengawasi dan meneliti jurang yang curam itu, dan sambil menggelengkan kepalanya ia berkata.

"jurang yang curam ini sangat berbahaya dan licin, aku khawatir sukar di mendaki Lebih baik kau kembali dengan menunggangi bangau saja!"

"Bagaimana jika kita bertiga menunggangi bangau itu? Aku dapat meringankan tubuhku,"

Kata Na Siao Tiap.

"Baiklah,"

Jawab Pek Yun Hui, Tapi jika bangau ini tak dapat menahan beban seberat kita, mungkin kita bertiga akan jatuh dan binasa semua."

Lalu bertiga mereka menunggangi bangau yang besar itu yang segera membuka kedua sayapnya dan membawa ketiga orang itu terbang ke atas, meninggalkan Ong Han Siong sendirian di dasar jurang yang curam itu.

Bee Kun Bu yang diapit oleh kedua gadis itu tiba-tiba berkata.

"Jika Lie Sumoy juga berada bersama-sama kita, aku yakin dia akan merasa gembira sekali."

"Kau jangan terlampau khawatir Aku akan berdaya mencari dia,"

Kata Na Siao Tiap, Entah berapa lama mereka dibawa terbang oleh bangau sakti itu di angkasa, melalui awan-awan dan puncak-puncak gunung, Tiba-tiba bangau itu berbunyi dan terbang turun, Ketika Bee Kun Bu memperhatikan lagi, bangau itu telah tiba di atas tanah, tepat di puncak di mana kamar Thian Kie Ciok Hu terletak "Hayo kita turun, dan kita dapat makan dulu, karena aku sudah lapar,"

Kata Pek Yun Hui.

"Jika tadi kita jatuh dari atas, aku pasti sudah menjadi mayat, dan dapat menjumpai ibuku di tanah baka!"

Kata Na Siao Tiap. Tiap Moi!"

Kata Pek Yun Hui.

"Aku yakin ibumu tak sudi kau mati, Aku pereayadia senantiasa melindungi kau!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tiba-tiba air matanya Na Siao Tiap mengalir keluar, entah mengapa ia menjadi sedih hati Bee Kun Bu yang telah mendengar dan menyaksikan hal itu hanya dapat berdiri tertegun, Kemudian iapun menjadi sedih juga.

Na Siao Tiap menghampiri dan menegur kepadanya.

"Aku hanya mengenangkan ibuku, janganlah kau turut berduka." -ooo0oooJaring asmara menjerat mangsanya Bee Kun Bu yang sangat berhutang budi terhadap kedua gadis itu tak dapat bersikap acuh tak acuh, ia berkata dengan hati yang gugup.

"Tetapi... tetapL."

Ia tak dapat mengutarakan isi hatinya.

"Sudahlah, kau tak usah meneruskan kata-katamu,"

Kata Na Siao Tiap.

"Mari kita pergi ke kamar untuk makan!"

Bee Kun Bu hanya dapat mengikuti berjalan di belakang kedua gadis itu menuju ke kamar Thian Kie Ciok Hu.

Pang Sui Wie yang disuruh menjaga kamar itu segera datang menyambut dengan gembira, Na Siao Tiap pegang tangannya Bee Kun Bu dan berkata.

"Apa yang aku telah katakan kepadamu tadi kau tak usah buat pikiran...."

Lalu ia lari keluar dari kamar Pek Yun Hui yang memperhatikan sikapnya Na Siao Tiap berkata kepada Bee Kun Bu.

"Rupanya Tiap Moi sudah banyak berubah sekarang, Dia tak membenci kau lagi."

Bee Kun Bu mengangguk dan menjawab.

"Betul! Aku khawatir akan perubahan sikap yang begitu tegas!"

"Akupun khawatir untuk kepentingannya,"

Kata Pek Yun Hui.

"Aku minta kau senantiasa bersikap ramah terhadapnya dan berada di sampingnya sebanyak mungkin...."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Tetapi, tetapi... aku harus berbuat apakah ter-hadapnya?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Aku sudah memperhatikan sikapnya dan juga sikapmu Hubungan antara kalian berdua sudah mendalam, dan aku hanya khawatir satu kekeliruan atau salah paham dapat mencelakakan kalian berdua,"

Kata Pek Yun Hui.

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan "Sebetulnya dan dengan sejujurnya, akupun telah jatuh cinta kepadamu Dahulu aku berpendapat bahwa jika aku tak bisa memperoleh kau sebagai suamiku, aku tak akan hidup bahagia, Namun akhirnya aku dapat mengatasi kekeliruan itu, Aku tak pereaya bahwa diantara laki-laki dan perempuan, kebahagiaan hanya timbul bila mereka menjadi suami isteri, Aku sendiri sedang menguji, Berhasil atau gagal, akupun tak dapat meramalkan sekarang, Namun aku masih berusaha keras, Apakah kau juga dapat berbuat demikian?

Bee Kun Bu terkejut mendengar pengakuan yang jujur dan terus terang itu.

ia tak dapat menjawab, ia harus mengakui bahwa iapun telah jatuh cinta terhadap gadis yang mu!ia, luhur berbudi serta gagah itu, Tetapi iapun sangat mencintai Sumoynya, Lie Ceng Loan, Tiba-tiba ia ditegur "Bee Siang Kong, Pek Cici sangat menaruh perhatian terhadapmu apakah kau tidak mempunyai perasaan?"

Seperti orang yang baru terbangun dari tidurnya, Bee Kun Bu membelalakkan matanya lebar-lebar dan melihat Na Siao Tiap seperti Sumoynya yang sangat polos dan jujur ia merasa malu terhadap dirinya sendiri, karena ia anggap bahwa imannya kurang kuat untuk mencegah segala godaan.

ia merasa berdosa, karena menurut ang-gapannya, telah membikin Souw Hui Hong kehilangan satu lengannya dan harus berkorban seumur hidupnya menjadi seorang rahib, Tiba-tiba ia mengangkat tangan kanannya, dan baru saja ia hendak memukul kepalanya sendiri, tiba-tiba lengannya ditepuk oleh Na Siao Tiap,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Pek Yun Hui membentak.

"Bee Siang Kong, mengapa kau berbuat demikian? Apakah kau kira dengan membunuh diri kau dapat membereskan segala sesuatu? Kau harus bersikap berani menghadapi semua itu, membereskannya dengan semestinya! itulah baru satu laki-laki sejati!"

Wajahnya Bee Kun Bu menjadi merah, ia menundukkan kepalanya menerima salah, Ketika ia mengangkat kepalanya lagi, ia berkata.

"Pek Cici, kau terlalu baik terhadapku Budi sebesar itu, aku khawatir aku tak dapat membalasnya,.,."

Na Siao Tiap memotong pembicaraannya.

"Bee Siang Kong, jika kau telah mengetahui bahwa Pek Cici sangat baik terhadapmu, kau harus hidup, jangan mencari mati! Selama kau tinggal berdiam di sini, aku rela mengajarkan kau ilmuilmu silat yang tereatat di dalam kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, agar kau dapat membereskan segala sesuatu nanti pada pertengahan bulan delapan tahun depan di markas besarnya partai silat Thian Liong...."

Belum lagi pembicaraan itu selesai ketika mereka dibikin terkejut oleh suara gaduh yang rupanya tidak jauh dari tempat mereka, Kemudian terlihat berkelebatnya bayangan tiga orang berlari-lari masuk ke dalam gua.

Pang Sui Wie segera lari mengejar, dan Pek Yun Hui segera mengetahui, bahwa ketiga orang tersebut telah berada di luar guanya, Karena ia khawatir Pang Sui Wie tak dapat menahan ketiga orang itu, Pek Yun Hui mengajak Na Siao Tiap pergi mengejar.

"Biarlah aku jalan dulu,"

Jawab Na Siao Tiap, dan segera diikuti oleh Pek Yun Hui yang meninggalkan Bee Kun Bu berdiri terpaku di belakang!

Setelah lenyap kebingungannya, Bee Kun Bu lari mengejar Suara gaduh tadi makin nyata terdengarnya, karena di luar gua Pang Sui Wie tengah melawan Sia Yun Hong dengan pedangnya dan Tu Wee Seng dengan toya bambunya.

Pang Sui Wie sedang mencari kesempatan untuk menyambit lawan-

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

lawannya dengan pasir beracun, karena ia sangat sibuk mengegosi atau mengelit senjata-senjata kedua lawannya, Tepat pada waktu yang sangat berbahaya bagi Pang Sui Wie, Na Siao Tiap telah tiba sambil membentak.

"Kalian berdua hentikanlah penyerangan-mu! Apakah kalian tidak malu mengerubuti seorang wanita? Di manakah kalian harus buang muka bila hal ini diketahui oleh jago-jago silat lainnya?"

Sia Yun Hong dan Tu Wee Seng terpaksa berhenti menyerang dan mereka sangat terkejut ketika dibentak oleh Na Siao Tiap.

Mereka menjadi makin takut lagi ketika melihat Pek Yun Hui pun datang juga, Mereka tak lupa akan hajaran yang mereka terima dari gadis itu.

Tetapi dengan kesempatan itu, mereka tiba-tiba menyerang Na Siao Tiap yang tak bersenjata!

Mereka menyerang dengan menggunakan seluruh kepandaiannya karena mereka bermaksud membalas dendam dan mencuci malu, Secepat kilat Na Siao Tiap menjotoskan sepasang tinjunya, hembusan anginnya sudah cukup mendampar kedua jago silat itu, Seolah-olah digulung ombak, mereka terdampar dan jatuh terguling tujuh-delapan langkah ke belakang!

"Jika kalian masih juga menyerang, aku terpaksa menghajar kalian lagi!"

Na Siao Tiap mengancam. Pang Sui Wie hendak menyambit mereka dengan pasir beracunnya, tetapi Na Siao Tiap mencegah.

"Pang Siocia, jangan sambit mereka! Kita ingin lihat apa yang mereka akan perbuat!"

Dengan senyuman terpaksa, Sia Yun Hong berkata kepada Tu Wee Seng.

"Tu-heng, apakah kita harus berlalu dari pegunungan Koat Cong San ini setelah dihina serupa ini?"

"Aku lebih suka mati jika aku tak berhasil mencari kitabkitab Kui Goan Pit Cek itu! Aku rela binasa di sini!"

Seru Tu Wee Seng sambil bangun berdiri

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Pek Yun Hui tampil ke muka dan berkata.

"Jika kalian tak sudi keluar dari pegunungan Koat Cong San ini, apakah kalian bermaksud bertempur dengan kami?"

Ia berdiri tegak menghadapi mereka!

Mau tidak mau, mereka menjadi gentar Dengan menghadapi satu Na Siao Tiap saja, mereka sudah tak sanggup.

bagaimanakah mereka dapat menghadapi Pek Yun Hui seorang lagi?

Untuk sementara waktu mereka berdiri terpaku dan membisu, Lalu Pek Yun Hui menegur lagi.

"Sebetulnya kalian kembali pula ke sini dengan maksud apakah?"

Tu Wee Seng yang sudah kenyang makan garam di kalangan Kang-ouw masih juga dapat menjawab.

"Pek Siocia, pegunungan Koat Cong San ini bukan milikmu, Apakah kami tidak boleh datang ke sini? Lagi pula kini telah banyak jagojago silat yang dapat berkumpul di sekitar pegunungan ini, dan maksud mereka itu semuanya untuk mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek. Menurut pandanganku, kalian berdua sukar melawan semua jago-jago silat itu!"

"Kau pandai bicara,"

Kata Pek Yun Hui.

"Betul kami tak dapat melawan semua jago-jago silat, tetapi kami dapat memberi hajaran kepada kalian berdua."

"Pek Siocia,"

Kata Tu Wee Seng.

"Kau ternyata salah paham, sebetulnya kedatanganku bersama Sia-heng dengan maksud membantu kalian berdua mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu, kau tentunya telah yakin betapa besar artinya kitab-kitab tersebut bagi para jago silat...."

Na Siao Tiap yang dibesarkan di lembah Pek Hua Kiok dan lama tinggal di pegunungan, tidak berpengalaman dan tidak mengetahui seluk beluknya kalangan Kang-ouw.

jawaban Tu Wee Seng itu tidak dimengerti olehnya, dan ia menanyai "Bukankah kembalinya kalian ini untuk mencari dan memiliki kitab-kitab itu?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Ha! Ha! Ha!"

Tu Wee Seng tertawa.

"Na Siocia, maksudku ialah jangan sampai kitab-kitab tersebut terjatuh ke dalam tangannya partai Thian Liong. Dapat digambarkan betapa besar bahayanya jika orang-orang partai Thian Liong dapat memiliki kitab-kitab itu, mereka akan membuat kita tak ada tempat untuk berdiri lagi di kalangan Kang-ouw!"

"Tiap Moi, jangan pereaya obrolannya! Aku yakin bahwa mereka itu akan berbuat seperti dikatakan me-reka, Mereka ingin memiliki kitab-kitab tersebut!"

Kata Pek Yun Hui.

"Pek Siocia!"

Bentak Tu Wee Seng.

"Jika kau tidak pereaya, lantas kau mau apa?"

Pang Sui Wie segera loncat dan siap menyerang si kakek itu, tetapi Na Siao Tiap pun mencegah sambil berkata.

"Mereka belum dapat dibasmi sekarang! Kalau mau, aku dapat membinasakan mereka dengan hanya kedua tanganku, pasir beracunmu itu kau simpan dahulu untuk maksud lain."

Ancaman itu membikin kedua orang itu cemas, tetapi mereka sudah tiada jalan keluar lagi, Sedianya mereka datang kembali ke gua itu dengan maksud membokong Na Siao Tiap, tetapi maksud mereka yang busuk itu telah diketahui oleh Pang Sui Wie.

Ketika itu mereka hanya menanti nasib saja, Tetapi Na Siao Tiap yang belum pernah membunuh orang masih berkata.

"Aku tidak mau membunuh kalian, sekarang kalian enyahlah dari pegunungan Koat Cong San, dan janganlah berpikir datang kembali mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek pula!"

Nasehat itu menggirangkan Tu Wee Seng dan kawannya, Mereka sengaja berdebat untuk mengulur waktu dengan harapan jago-jago silat lainnya datang ke situ, Kini, setelah mereka disuruh lekas-lekas enyah, mereka menyahut.

"Baik! Baik! Kami berlalu! Tetapi kami akan berjumpa pula lain waktu!"

Lalu mereka lari pergi dari mulut gua itu!

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Na Siao Tiap, Pek Yun Hui, Bee Kun Bu dan Pang Sui Wie tidak mengejar mereka dan balik kembali ke kamar Thian Kie Ciok Hu.

Na Siao Tiap segera pergi ke dapur untuk membuat hidangan-hidangan, dibantu oleh Pang Sui Wie.

Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu kembali ke kamar Thian Kie Ciok Hu.

"Pek Cici selalu berpemandangan luas. Tiap-tiap tindakan telah diperhitungkan betuL Aku merasa ka-gum.-."

Kata Bee Kun Bu. Pek Yun ,Hui tersenyum.

"Sudahlah! jangan kau memujimuji aku. Masih banyak urusan yang aku tak dapat membereskannya dengan seksama, Tentang urusanku sendiri, aku dapat mengurusnya, Tapi Tiap Moi yang baru keluar dari pegunungan dan yang hanya mengenal ibunya dan keempat bujang perempuannya, jarang sekali berurusan dengan orang lain. Mula-mula aku lihat dia mirip Loan Moi yang jujur, wajar, berbudi dan luhur, tidak mendendam, dan mudah merasa puas. sebetulnya sifat dan wataknya jauh berlainan jika kau berada di sampingnya, dia senantiasa gembira...."

Tetapi, tetapi aku tidak pernah melukai hatinya!"

Kata Bee Kun Bu.

"Betul!"

Pek Yun Hui mengangguk lalu meneruskan.

"Kau sebetulnya tak dapat terlalu dipersalahkan jika dia terlampau memperhatikan kau. Dan banyak peristiwa-peristiwa buruk yang kau dapat hindarkan Misalnya, aku telah berulang kali memperingatkan kau terhadap Co Hiong yang busuk dan keji itu, tetapi kau hanya pereaya omongannya yang manis, Aku terpaksa menanti tibanya saat kau dapat melihat dengan mata kepala sendiri betapa kejam dan jahatnya manusia keji itu, dan hampir saja kau menjadi korban, Nah, sekarang kau sudah mengetahui kebusukannya, aku kira saatnya telah tiba untuk memberitahukan soal Lie Sumoymu, Lie Sumoymu itu yang juga pereaya Co Hiong seorang baik karena ia anggap Co Hiong adalah kawanmu,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

telah menyerahkan seluruh jiwa raganya ke dalam tangan manusia jahanam itu...."

"Apa!"

Seru Bee Kun Bu dengan terperanjat "Sabar,"

Hibur Pek Yun Hui.

"Sampai sekarangpun Lie Sumoymu masih suci murni dan belum diganggu oleh manusia jahanam itu. Ketika Co Hiong hendak memperkosanya, mungkin aku dituntun oleh Tuhan, aku kebetulan tiba dan telah berhasil menotok urat punggungnya, Totokan itu sebetulnya kejam dan keji dan lambat laun dia akan binasa karenanya, Aku terpaksa melakukan itu, karena manusia itu terlampau keji dan hina, Tetapi di luar dugaanku, entah siapa yang menolong membebaskan totokan maut itu, dan ketika aku menjumpai dia lagi, dia telah memiliki ilmu silat yang lebih !ihay, yang mirip dengan ilmu-ilmu silatnya San Im Shin Ni dari pegunungan Altai, Aku yakin betul dia telah mempelajari ilmu-ilmu silat yang lihay itu. AL. jika orang semacam dia itu dapat hidup lama di dunia ini, tentu banyak sekali orang yang akan menjadi korban atau mangsanya...

"Bukankah dia telah dihajar dan jatuh tergelincir ke dalam jurang? Apakah dia belum binasa?"

Tanya Bee Kun Bu. Pek Yun Hui menarik napas panjang menyatakan kekecewaannya, dan berkata.

"Aku telah menghajar dia, akan tetapi dia sendiri yang menjatuhkan diri ke dalam jurang, Dia telah menduganya bahwa aku pasti membunuh mati dia, dan kesempatan satu-satunya untuk lolos ialah menjatuhkan tubuhnya, dengan harapan dapat menolong diri menjambret cabang-cabang pohong yang tumbuh di lereng jurang, Ia... mungkin juga dia belum mati Yang kita ketahui hanya bekasbekas darah di dalam jurang."

Ia berhenti sejenak merenungkan yang lampau itu, lalu melanjutkan pula.

"Sudahlah! peristiwa ini kita tak usah pikiri untuk sementara waktu, Jika dia masih hidup, aku pasti akan mencarinya untuk membikin perhitungan yang penting sekarang ini adalah urusannya Tiap Moi yang telah terjerat oleh jaring asmara dan yang ber-sangkut paut dengan Lie Sumoymu."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu mengerutkan kening dan menanyai "Dan apa yang aku harus perbuat?

Pada dewasa ini, ilmu silatnya tak ada taranya, Dia selalu mendengar dan menuruti perkataan Cici, aku kira Cicilah yang harus menasehatkan dia."

"Betul,"

Kata Pek Yun Hui, Tetapi kau tidak mengetahui betul-betul hatinya seorang gadis, Aku dapat menasehatkan dia dalam urusan-urusan ia iri, tetapi tak dapat berbuat apaapa dalam urusan asmara, Dia dan Lie Sumoymu sangat berlainan sifat dan wataknya, Lie Su-moymu tak dapat berbuat sesuatu yang dapat menyakiti hati orang lain, Misalnya kau yang tak membalas cintanya, dia hanya akan menyiksa diri sendiri dan rela mati tanpa berbuat sesuatu.

Akan tetapi Tiap Moi akan tak bersikap demikian ia dapat berbaik hati, dan juga berlaku kejam Menurut pendapatku, dia hanya dapat mendengari nasehat Guruku atau ayahnya, dan ibunya jika masih hidup, Jika aku sekarang menasehatkan pada nya, aku khawatir dia menjadi salah paham, dan berbalik merasa cemburu terhadap aku.

Jika terjadi demikian, kau dapat bayangkan akibatnya yang kita tak ingini.

Dia seorang yang sangat pintar dan cerdas, dan orang yang demikian mudah salah paham, Co Hiong adalah seorang yang keji dan rendah, Dengan pengalamannya di kalangan Kang-ouw dia dapat melakukan banyak kejahatan, akan tetapi aku pereaya dia tidak sepintar Tiap Moi.

Ya, di dalam beberapa hari ini perilakunya telah berubah hebat sekali itulah yang membuat aku cemas!"

"Bukankah lebih baik aku berlalu dari sini dan tidak menjumpai dia lagi?"

Usul Bee Kun Bu.

"Hm...W sahut Pek Yun Hui.

"Dunia yang luas ini mungkin tak ada tempat untuk kau bersembunyi Dia pasti dapat mencari kau."

"Menurut pendapat Cici, aku tak akan luput dari kejarannya?"

Kata Bee Kun Bu.

"Untuk kebaikan semua pihak yang bersangkutan apakah yang aku harus buat? jalan yang terbaik ialah aku membunuh diri Setelah aku meninggal dunia,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

semua orang akan bersedih hati untuk sementara waktu, dan seterusnya aku akan tedupa. Tetapi aku tidak membikin mereka saling benci Aku tak takut mati untuk kepentingan semua!"

Dengan senyuman yang pahit getir, Pek Yun Hui berkata.

"Pengorbanan itu memang dapat dipuji Tetapi orang yang membunuh diri dianggapnya sebagai pengecut Dia tak berani menghadapi kesulitan dan tak berani mencari jalan untuk membereskan kesulitan itu. Bukankah kau masih harus membalas budinya banyak orang?"

Kata-kata yang pedas getir itu membikin Bee Kun Bu menundukkan kepalanya karena terlampau malu, dan Pek Yun Hui segera insyaf bahwa kata-katanya telah menusuk hati orang, Dengan tersenyum dan nada yang halus ia berkata lagi.

"Kau pikir dengan kematianmu kau dapat membikin beres semua urusan, Tetapi hal yang sebenarnya dengan matinya kau, kau akan menghancurkan hatinya Lie Sumoymu, juga Souw Siocia yang pernah berkorban untukmu, Maka janganlah kau meikiri soal membunuh diri lagi. Pereayalah, aku senantiasa berdaya menolong kau membereskan segala se-suatu!"

"Pek CicL."

Kata Bee Kun Bu, dan ia tak dapat meneruskan karena terlampau terharu.

"Mengapa?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Bukankah aku juga mempunyai perasaan? Aku akan membantu kau menjadi seorang jago silat untuk mengangkat nama partai Suhu dan Susiokmu, dan membereskan semua kesulitan-kesulitanmu, Tetapi aku mempunyai satu syarat, yakni kau harus turut apa yang aku katakan!"

Bee Kun Bu menatap wajahnya Pek Yun Hui dan berkata.

"Cici! Kau demikian sayang kepadaku, jika aku masih tidak mau turut kata-kata Cici, aku ini bukannya manusia lagi!" -ooo0oooBee Kun Bu mempelajari ilmu silat yang sakti

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kau tak usah bersumpah,"

Kata Pek Yun Hui.

"Sekarang yang penting ialah kita harus menjaga Tiap Moi. Dalam masa remajanya, perasaannya mudah tersinggung. Dia baru saja bereampur gaul dengan banyak orang, dia mudah salah paham, Tiap-tiap hal yang menusuk hatinya akan berakibat hebat sekali. Dari itu kita harus menyesuaikan diri untuk menyenangkan dia. Kau akan berada di sampingnya agak tama, selama itu kau dapat belajar ilmu silat daripadanya, Tetapi kau mungkin juga bisa terjerumus dalam jurang asmara, Dari itu, aku berpesan supaya kau bertindak hati-hati dan selalu mencari kesempatan membikin dia insyaf akan segala tindak tanduknya yang keliru...."

"Pek Cici, tentang ini aku masih kurang jelas..."

Kata Bee Kun Bu. Pek Yun Hui tersenyum, lalu ia menjelaskan lebih lanjut.

"Lie Sumoymu sangat mencintai kau, harus dijaga jangan membikin dia mati mereras. Souw Hui Hong telah berkorban untuk menolong kau di hadapannya jago-jago silat dari kelima partai silat yang ternama sehingga dia menjadi seorang yang bereacad, Apakah kau akan melupakannya, Ya, nasi sudah menjadi bubur, dan kau tak dapat merubah lagi-lagi Lie Ceng Loan yang berjiwa besar, dia rela menjadi isteri kedua atau ketiga, asal saja kau tetap mencintainya...."

"Cici, kata-katamu itu agaknya di luar garis,"

Protes Bee Kun Bu.

"Cici dapat tetap berhati suci murni terhadap orang lain, akupun dapat berbuat seperti Cici!"

Pek Yun Hui tersenyum, seraya berkata.

"Aku tahu kau menghormati dan mungkin juga mencintai aku. Nah, dengarlah, aku beri kau petunjuk bagaimana kau harus memperlakukan Tiap Moi. Asalkan kau dapat menuruti petunjuk-petunjukku, aku jamin hasilnya akan memuas-kan!"

"Aku yakin aku dapat membereskan urusanku terhadap Lie Sumoy dan Souw Siocia. Tetapi Tiap Moi, aku khawatir aku akan gagal Jika Cici dapat memberi petunjuk, aku sangat berterima kasih."

Tiba-tiba Bee Kun Bu ingat kepada Giok Siu

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Sian Cu yang telah mencuri buah Sie Can Ko untuk menolong jiwanya, ia menjadi bengong. Pek Yun Hui tak dapat membaca isi hati orang, ia berkat a.

"Kau jangan banyak pusing lagi! Kau akan tinggal bersamasama Tiap Moi agak lama, kau harus selalu melayani dia agar dia dapat kesimpulan bahwa kau adalah seorang pria yang dapat dipereayai Tetapi jika aku berbuat demikian, bukankah akan mempersulit urusan?"

Kata Bee Kun Bu.

"Tidak,"

Jawab Pek Yun Hui.

"Aku telah memikir lama dan aku telah mengetahui betul sifat dan wataknya, Dia sangat pintar dan cerdas, Di dalam dunia ini agaknya tidak ada hal yang dia tak dapat lakukan. Tetapi ada hal-hal yang dia tak dapat lakukan karena dia sudi me-lakukannya, Jika kau memperhatikan padanya, dia akan berdaya menolong kau, dengan demikian kau akan menjadi kawan karibnya. Namun antara asmara dan setia kawan sangat kecil perbedaannya, karenanya kau harus senantiasa bersikap seperti kakak terhadap adiknya, jangan sekali-kali menimbulkan asmara terhadapnya, Dapatkah kau tahan menghadapi seorang gadis yang cantik jelita tanpa jatuh cinta terhadapnya? Apakah imanmu cukup teguh?"

"Ini... ini, jika aku sudah bersedia, aku yakin aku dapat menghadapinya!"

Jawab Bee Kun Bu. Pek Yun Hui tersenyum, dan berkata pula.

"Baiklah, Untuk sementara ini, kau berbuat sebagaimana petunjukku sewaktuwaktu aku akan memberi petunjuk lagi. Nah, sekarang kita pergi ke kamar dapur menengok Tiap Moi apakah dia sudah selesai menyediakan santapan."

Lalu ia bangun dan berjalan ke kamar dapur "Bolehkah aku membantumu?"

Seru Pek Yun Hui.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Boleh saja,"

Jawab Na Siao Tiap.

"Hari ini kita harus makan hidangan-hidangan yang lezat, dan juga minum arak yang harum."

"Pernahkah kau minum arak sebelumnya?"

Tanya Pek Yun Hui.

"Belum, Tetapi hari ini aku ingin mencobanya,"

Jawab Na Siao Tiap.

"Sebetulnya arak kita seberapa enaknya, Arak hanya dapat membikin kita mabok. Lebih baik kita tidak minum arak,"

Kata Bee Kun Bu.

"Aku sering mendengar orang mengatakan bahwa arak itu dapat membikin orang lupa akan penderitaannya. Aku ingin mencoba meminumnya agar dapat melupakan segala sesuatu!"

Kata Na Siao Tiap, Sambil tersenyum Bee Kun Bu menanyai "Apakah ada suatu hal yang membikin kau bersusah hati?

Arak itu hanya dapat membikin kau lebih kesal lagi setelah kau sadar kembali, Lebih baik kita tidak minum arak,"

Na Siao Tiap terperanjat mendengar bujukan yang ramah dari Bee Kun Bu. Untuk merubah suasana, Bee Kun Bu berkata pula.

"Tiap Moi, bukankah kau pernah berjanji hendak mengajarkan aku ilmu silat dari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek? Apakah janji itu masih berlaku?"

"Janjiku selalu berlaku,"

Jawab Na Siao Tiap.

"Aku hanya khawatir kau belajar tidak dengan sungguh-sungguh hati!"

"llmu silat yang sakti itu diidam-idamkan oleh para jago silat Bukankah aku ini tolol jika tidak belajar sungguh-sungguh hati bila kau sudi mengajarkannya?"

Na Siao Tiap mengawasi Pek Yun Hui sejenak, lalu berkata sambil tersenyum.

"Mempelajari mengerahkan tenaga dalam harus dilakukan dengan tekun, Jika kau tidak dapat mencurahkan perhatian, maka ilmu itu tak akan berhasil

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

dipelajarinya. Aku hanya khawatir kau selalu memikiri Lie Sumoymu selagi mempelajari ilmu tenaga dalam itu!"

Sindiran itu membikin wajahnya Bee Kun Bu menjadi merah, dan ia terpaksa menjawab.

"Tetapi dengan kau menjagai aku, aku tak khawatir tidak berhasil!"

Jawaban yang tepat itu berbalik membikin Na Siao Tiap menjadi merah padam wajahnya, ia tak menduga bahwa Bee Kun Bu juga bisa bersenda gurau terhadap-nya. ia berkata.

"Hm! Kau pandai bicara, Jika kau betul-betul ingin belajar, kau harus senantiasa mendengar petunjuk-petunjukku dengan khidmat!"

"Jangan khawatir, Suhu!"

Jawab Bee Kun Bu dengan senyumnya yang menawan hati.

"Di waktu belajar, aku akan selalu pandang kau sebagai guruku yang sakti, aku tentu memperhatikan segala petunjuk-petunjuk...."

Mendadak ia menangguhkan kata-katanya, karena ia insyaf bahwa pereakapannya sedang diperhatikan oleh keempat bujang perempuan Na Siao Tiap dan Pang Siu Wie.

Pek Yun Hui segera memotong pembicaraannya kedua orang itu dengan berseru.

"Aku sudah lapar Apakah hidanganhidangan sudah siap?"

Bee Kun Bu mengerti saran itu, ia lalu keluar dari kamar dapur menanti hidangan-hidangan yang sedang disiapkan Pada keesokan harinya Bee Kun Bu mulai belajar silat dari Na Siao Tiap dengan penuh perhatian, dan ia berusaha melupakan Lie Ceng Loan, Tiga bulan telah berselang, ia telah dapat memahami berbagai-bagai macam ilmu silat yang tereatat di dalam kitab-kitab Kui Goan Pit Cek dengan petunjuk dan penjelasan yang teliti dan cermat dari NaSiao Tiap.

Demikian tekunnya Bee Kun Bu mempelajari dan memahami ilmu-ilmu silat tersebut, demikian pun Na Siao Tiap mengajarnya dengan sungguh-s unggun pula, sehingga dalam jangka waktu tiga bulan saja, Bee Kun Bu telah dapat

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

menghafal di luar kepala semua catatan-catatan kitab-kitab tersebut.

Kadang-kadang Pek Yun Hui juga turut serta mempelajari dan melatih ilmu-ilmu silat tersebut, dan dengan kecerdasannya iapun telah memperoleh manfaatnya, setaraf dengan apa yang telah diperoleh oleh Bee Kun Bu.

pada suatu hari baru saja Bee Kun Bu berlatih silat, dan ketika ia membuka matanya yang ia pejamkan selama beristirahat, ia tampak Na Siao Tiap berdiri di depannya dengan sikap yang rindu, ia menanyai "Tiap Moi, mengapa kau nampaknya cemas?"

Na Siao Tiap menghela napas.

"Mulai hari ini, setelah kau memahami semua catatan-catatan ilmu silat dari Kui Goan Pit Cek, kau harus mulai mempraktekkan teori-teorinya. karena banyak jurus-jurus yang kau harus pergunakan dengan baik dan mahir Menurut perhitunganku jangka waktunya enamtujuh bulan lamanya, Meski kau telah memahami teoriteorinya, namun kau belum ada kesempatan untuk mempraktekkannya. Jika kau menjumpai lawan yang memiliki ilmu tenaga dalam yang lihay, kau bukan saja masih belum dapat menaklukkan lawan itu, malah kau dapat dilukai karena kau belum dapat mempergunakan tenaga dalammu dengan sempurna, Oleh karena itu, aku harus membantu kau mempraktekkan mempergunakan tenaga dalammu."

"Ha! Ha! Hai!"

Tertawa Bee Kun Bu.

"Jika cuma itu saja, kau tak usah menjadi cemas, Aku siap sedia menerima petunjuk-petunjukmu."

Na Siao Tiap lalu duduk di sampingnya Bee Kun Bu dan berkata lagi.

"Apakah kau mengetahui mengapa aku dapat melayang-layang di udara seperti seekor kupu-kupu dalam jangka waktu yang agak lama?"

"Kau telah memahami dan berlatih ilmu Toa Pan Yok Hian Kong (llmu meringankan tubuh yang sakti) dengan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

mengerahkan urat-urat syaraf dan tenaga dalam mu, serentak mempergunakan tenaga luar untuk menekan hawa udara. Betulkah? Dan apakah akupun dapat belajar ilmu tersebut dari kau?"

Na Siao Tiap berbangkit dan sambil tersenyum ia berkata.

"Kau telah menebak separuh jitu, ilmu Toa Pan Yok Hian Kong dapat dipergunakan dengan sempurna jika kita sudah berlatih lama dan kita sudah berusia tiga puluh tahun ke atas, Aku kini belum berusia dua puluh tahun, ilmu tersebut belum aku dapat mempergunakan dengan sempurna."

"Sungguh mengagumkan!"

Seru Bee Kun Bu dengan kagum.

"Belum berusia dua puluh tahun, kau sudah demikian lihaynya, Jika kau sudah dua puluh tahun lebih, kau,., kau...."

Na Siao Tiap menjadi merah mukanya karena pujian itu.

Lalu mereka berlatih silat lagi, Di dalam beberapa bulan mereka berada bersama-sama, Na Siao Tiap telah meluap-luap asmaranya seolah-oleh tak tertahan lagi, akan tetapi Bee Kun Bu senantiasa mempertahankan batas demarkasinya dengan sungguhsungguh, ia tetap menghormati keluhuran gadis itu, dan mencintainya sebagai adiknya.

"Meskipun aku rela mengajarkan dan membantu kau berlatih Toa Pan Yok Hian Kong,"

Kata Na Siao Tiap.

"Akan tetapi aku masih merasa khawatir."

Bee Kun Bu terkejut dan berkata.

"Jika kau anggap berbahaya bagiku, lebih baik pelajaran itu ditangguhkan saja dahulu, Aku dapat mempelajarinya setapak demi setapak."

Dengan tak terasa air matanya Na Siao Tiap mengalir keluar, dan dengan terisak-isak ia berkata lagi.

"Aku anggap tak ada gunanya bagi seorang gadis memiliki ilmu silat yang sakti, Jika aku dapat menurunkan kepandaianku kepadamu, aku kira ada lebih baik!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Mengapa kau senantiasa berpendapat demikian? Kau pasti akan menyesal jika kau kehilangan kepandaian silatmu yang sakti itu,"

Kata Bee Kun Bu, menghibur "Aku tidak akan menyesali kata Na Siao Tiap.

"Aku lebih suka diam di rumah mengurus rumah tangga seperti lain-lain wanita umumnya...."

"Sudahlah!"

Kata Bee Kun Bu dengan senyuman yang menghibur "Mari kita berlatih silat pula!"

"Akupun heran,"

Meneruskan Na Siao Tiap.

"Aku tiba-tiba tak berpikir untuk menjagoi di kalangan Kang-ouw. Aku rela menjadi seorang wanita biasa mengerjakan semua pekerjaan wanita, Bahkan akupun tak mau dibantu oleh seorang bujang...."

Tetapi dengan demikian banyaknya pekerjaan yang kau harus kerjakan, kau akan lekas menjadi muak!"

Kata Bee Kun Bu.

"Tidak! Tidak!"

Jawab si gadis.

"Aku tak akan menjadi jemu! Aku yakin aku akan berbahagia mengurus rumah tangga untuk orang yang aku segani...."

Berdebar-debar hatinya Bee Kun Bu, ia berusaha sekuat tenaga memperkokoh imannya dari serangan-serangan asmara yang sedang dilancarkan oleh gadis yang cantik jelita itu, ia tak lupa akan pesannya Pek Yun Hui, dan dalam usahanya mempertahankan napsunya itu, ia menjadi berdiri tertegun.

"Bee Siang Kong, apakah aku telah salah bicara?"

Tanya Na Siao Tiap setelah melihat sikapnya Bee Kun Bu yang tibatiba berubah.

"Tidak,"

Jawab Bee Kun Bu.

"Kau mengatakan bahwa kau dapat mengajarkan aku ilmu Toa Pan Yok Hian Kong dengan cara yang cepat Bagaimanakah itu?"

Na Siao Tiap menatap Bee Kun Bu sejenak, lalu berkata.

"Urat-urat syaratku betul sudah aku dapat mengendalikannya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

dengan sempurna, tetapi jika aku belum berusia tiga puluh tahun atau lebih, aku tak dapat mempergunakan ilmu Toa Pan Yok Hian Kong itu dengan sempurna jika aku tidak makan Leng Tan (pil mustajab) yang dibuat dari Ban Lian Hwee Kwi (kura sakti) dari ayahku, Sayang Leng Tan itu telah aku makan habis, karenanya aku tak dapat membagi kau!

jika kau makan Leng Tan itu, mungkin juga pada pertengahan bulan delapan lain tahun kau dapat menunjukkan gigi di markas besarnya partai Thian Liong, Tapi masih ada akal agar kau dapat mempelajari ilmu itu lebih cepat...."

"Bagaimanakah caranya?"

Tanya Bee Kun Bu dengan bernapsu. Na Siao Tiap tidak segera menjawabnya, ia menatap Bee Kun Bu dengan wajah yang penuh kaSih sayang, Lalu ia berkata.

"Jika aku memikirkan hal ini, aku menjadi cemas, Cara itu adalah usul dari Pek Cici."

Bee Kun Bu terkejut dan berkata.

"Aku tahu, Kau harus berkorban dengan membuang-buang banyak tenaga dalammu untuk membantu aku melatih mengendalikan semua urat-urat syarafku, BetuIkah?"

"Jika hanya demikian, aku tak akan menjadi cemas,"

Jawab Na Siao Tiap. Bee Kun Bu mengerutkan dahi dan berkata.

"Jika masih ada cara yang lain, akupun tak mengetahuinya."

"Nah, dengar baik-baik!"

Kata Na Siao Tiap.

"Setelah aku makan Leng Tan yang terkenal dari Ban Lian Hwee Kwi, maka darahku menjadi berlainan daripada darahnya orang umumnya. Bila aku dapat berhasil menyalurkan darahku ke dalam tubuhmu dengan dibantu Pek Cici yang mendorong kau mengeluarkan tenaga dalammu, maka dalam jangka waktu hanya enam bulan, hasil latihanmu akan sama dengan hasil latihan selama sepuluh tahun lebih, Dan setelah kau berhasil, kau dapat mengendalikan semua urat-urat syaraf mu dan melancarkan jurus-jurus ilmu silat yang kau telah pelajari dan dapat menjagoi di kalangan Kang-ouw!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Tetapi... tetapi cara itu adalah cara yang tak mungkin dilakukan!"

Bantah Bee Kun Bu.

"Janganlah kau berpikir demikian!"

"Aku akan mendesaknya, aku tak merasa puas jika aku tak melaksanakan cara tersebut untuk menolong kau!"

Mendesak Na Siao Tiap.

"Tidak!"

Bentak Bee Kun Bu dengan berlagak marah.

"Kau terlalu berkeras kepala! Jika demikian, aku harus siang-siang berlalu dari sini!"

Dan iapun berjalan keluar Tetapi Na Siao Tiap meloncat menghalangi dan berkata dengan sabar.

"Aku bermaksud baik, Apakah aku telah salah bicara?"

"Tetapi kau sangat keras kepala,"

Jawab Bee Kun Bu.

"Orang harus selalu menuruti kehendakmu tapi kau sebaliknya segan menerima pendapat orang lain, Aku khawatir jika aku berdiam lama-lama di sini, kita akan sering-sering berselisih Lebih baik aku berlalu sekarang?"

Air mata mengucur keluar dari kedua belah matanya Na Siao Tiap dan sambil memegangi tangannya Bee Kun Bu ia berkata.

"Jangan gusar, aku tak akan memaksa kau lagi, Lain kali aku akan berunding untuk mengetahui keputusanmu...."

"Celaka!"

Pikir Bee Kun Bu.

"Agaknya dia tidak mau melepaskan aku lagi. Dia ingin selalu menyertai aku!"

Dalam keadaan yang serba salah itu, sekonyong-konyong terdengar suaranya Pek Yun Hui yang ia tidak tampak sudah sepuluh hari lebih. Na Siao Tiap mendongak dan berseru.

"Pek Cici, kau sudah kembali?"

Pek Yun Hui menghampiri mereka seraya berkata.

"Ya, aku sudah kembali, dan bagaimanakah kalian ber-dua? Apakah kalian berselisih?"

Ia menanya demikian karena melihat Na Siao Tiap berlinangkan air mata,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Aku tidak berselisih, aku telah membikin dia gusar!"

Jawab Na Siao Tiap, Setelah menatapi Bee Kun Bu sekian lama, Pek Yun Hui berkata.

"Sudahlah, kau jangan marah, Kau harus terus belajar dan berlatih, sekarang berita tentang ke-sembilan partai silat akan mengadu kepandaian di markas besar partai Thian Liong tahun depan sudah tersiar luas, pertandingan silat pada waktu itu tak dapat dianggap remeh lagi. Jago-jago silat dari partai-partai silat Kun Lun, Ngo Bi, Siat San, Tiam Cong dan Hua San, setelah mereka datang ke pegunungan Koat Cong San ini untuk merebut kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, mungkin sudah mengetahui tenaga dari partai Thian Liong, dan mungkin pula sudah memperhitungkan masak-masak untuk menghadapi nya. Cobalah pikir, semua jago-jago silat dari kelima partai silat itu telah bergabung menggempur jago-jago dari partai Thian Liong, mereka masih tak mampu menggempurnya, Karena itulah kita harus membikin persiapan yang semestinya untuk menghadapi peristiwa lain tahun, sekarang jangka waktunya masih lima-enam bulan lagi, waktu sesingkat ini sangat berharga, Jika kau tidak bertekun belajar, kau akan menyesal seumur hidupmu!"

Bee Kun Bu menundukkan kepalanya dan berkata.

"Aku tidak marah."

Dengan wajah yang cemas,-Na Siao Tiap berkata.

"Cici, jika jangka waktunya sudah sedemikian singkat nya, bagaimanakah kita dapat mendesak Bee Siang Kong memahami ilmu Toa Pan Yok Hian Kong? Ya, cara-cara melancarkan jurus-jurus, mengelit mengegos, menangkis dan melabrak lawan, dapat dia melatih diri dengan memuaskan dengan dibantu oleh Cici, Tetapi untuk dapat memiliki ilmu Toa Pan Yok Hian Kong waktunya terlalu sempit!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Pek Yun Hui tersenyum dan berkata.

"Tentang ini kita tak dapat berbuat lain. Kita hanya dapat mengajar dan memberi petunjuk sedapat mungkin. Namun jika dia tekun belajar dan berlatih, hasilnya akan diluar dugaan, dia dapat mengimbangkan kekuatannya partai Thian Liong dan kesembilan partai-partai silat lainnya."

"Tetapi kita masih ada cara lain yang lebih cepat,"

Kata Na Siao Tiap.

"Hanya Bee Siang Kong tak sudi menerimanya. Sebab inilah kami tadi telah bertengkar!"

Pek Yun Hui berpikir setelah mendengar penjelasan itu, Kemudian sambil tersenyum ia berkata.

"Betul, cara itu adalah cara satu-satunya untuk mempereepat hasiU nya!"

Bee Kun Bu membungkam. Agaknya ia terpaksa menerima saran tersebut yang membikin Na Siao Tiap berkorban lebih besar lagi. Menampak sikap itu, Na Siao Tiap menggoda dengan ejekannya.

"Pek Cici, agaknya Bee Siang Kong membenci aku!"

"Tiap Moi ini betul-betul pandai menggoda!"

Pikir Pek Yun Hui. Lalu ia berkata.

"Tiap Moi, cobalah beritahukan aku tentang cara yang dapat mempereepat itu."

Dengan sikap kemalu-maluan Na Siao Tiap menjawab Tak usah aku menyebut lagi cara itu. Bukankah Cicipun telah mengetahuinya?"

Tanpa disuruh Bee Kun Bu berjalan keluar dari kamar itu.

Di luar suasana sangat tenang dan sunyi, Awan putih terlihat terapung-apung diantara puncak-puncak gunung Koat Cong San itu, Namun hatinya tak tenang, seolah-oleh air yang deras mengalir ke muara!

"Bee Siang Kong!"

Tiba-tiba terdengar Pek Yun Hui memanggil "Mengapa kau tidak kembali untuk berlatih silat? Lupakah kau akan tugasmu?"

Seperti orang yang baru sadar dari lamunannya, Bee Kun Bu berbalik dan berjalan masuk ke dalam kamar lagi,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Setelah mereka berada lagi di dalam kamar, Na Siao Tiap menanya Pek Yun Hui.

"Pek Cici, aku tiba-tiba ingat akan adik Lie Ceng Loan, Cici pernah berjanji mencari dia, apakah sudah ada kabar tentang dia?"

Pertanyaan itu mengejutkan Bee Kun Bu, dan segera terbayang roman bentuknya Lie Sumoynya yang ia sangat cintai, ia teringat akan kasihnya yang tak terhingga, keluhurannya yang tiada taranya, Baginya Lie Sumoynya adalah pujaan nya.

Gadis yang masih sangat muda itu belum pernah membenci atau menyakiti hatinya, iapun merasa berdosa jika mengingat sikap atau perbuatannya terhadap Sumoynya itu.

Dengan tak terasa ia menghela napas dan berdiri termenung lagi.

"Bee Siang Kong,"

Tegur Pek Yun Hui.

"Kau tengah memikirkan Lie Sumoymu?"

Dengan mata berlinang Bee Kun Bu berkata.

"Pek Cici, apa gunanya aku memikirkan padanya? Dunia yang luas dan lebar ini, di manakah aku dapat menjumpai dia lagi.,.?"

"Dengan tekad Bee Kun Bu pergi mengangkat namanya Kun Lun Kata-kata Bee Kun Bu itu menusuk hatinya Na Siao Tiap, siapapun harus memuji Lie Ceng Loan yang polos itu. Entah apa alasannya Na Siao Tiap merasa cemburu terhadapnya, Malah ia berkata dengan simpati.

"Pek Cici, Saudari Li itu betul-betul harus dikasihani Aku khawatir akan keselamatannya jika dia berkelana seorang diri di kalangan Kang-ouw yang penuh dengan tipu-tipu muslihat busuk. Pek Cici, akupun mohon Cici mencari dia...."

Bee Kun Bu mencengkeram dadanya sendiri menahan pedih dan sakit hatinya memikiri nasib Lie Sumoynya yang malang itu, Tiba-tiba ia berseru.

"Na Siocia, mulai saat ini, aku tak akan belajar ilmu silat dari kau lagi!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Kedua gadis yang mendengar kata-kata itu bukan main terkejutnya dan menanya dengan berbareng.

"Bee Siang Kong, kau kenapakah?"

Teguran itu membikin Bee Kun Bu menjadi sadar akan pesan Pek Yun Hui, bahwa ia jangan menyinggung perasaannya Na Siao Tiap yang dapat melakukan perbuatan yang tidak diingini jika gadis itu menjadi kalap atau nekad.

Untuk meredakan suasana, Pek Yun Hui yang lebih berpengalaman berkata kepada Na Siao Tiap.

"Bee Siang Kong akan belajar terus darimu, Hanya ketika kau sebut-sebut Lie Ceng Loan, dia tiba-tiba tergerak hatinya untuk mencari Lie Sumoynya yang dia sangat khawatirkan akan keselamatannya berkelana seorang diri...."

"Akupun tak seharusnya menahan Bee Siang Kong terlampau lama di sini,"

Memotong Na Siao Tiap.

"Dia harus pergi mencari Lie Sumoynya...."

Bee Kun Bu terharu mendengar kata-kata dari ketulusan hati itu. Sambil menghadapi Bee Kun Bu, Na Siao Tiap berkata lagi.

"Bee Siang Kong, aku tahu kau selalu memikiri Lie Sumoymu. ketika aku sebut-sebut Lie Sumoymu kau segera terperanjat Apakah kau takut aku dan Pek Cici tersinggung?"

"Sudahlah, Tiap Moi!"

Kata Pek Yun Hui.

"Jangan menyiksa dia lagi! Dia sedang menderita, kita tidak seharusnya menambah siksaan kepadanya!"

Lalu kedua gadis itu tertawa gelak-gelak, sehingga Bee Kun Bu menjadi lebih terperanjat Lalu tanpa ada yang menyuruh mereka berjalan keluar dari kamar Suasana di luar masih tetap sunyi dan tenang, Angin gunung meniup sepoi-sepoi, Mereka berhenti dan berdiri di bawah sebuah pohon cemara, Dalam suasana sunyi senyap itu, tiba-tiba mereka dibikin terkejut oleh suara derap kaki manusia,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Yun Hui mengawasi keadaan disekitarnya dan melihat berkelebatnya sesosok tubuh tidak jauh dari tempat dimana mereka berdiri, yang lari masuk ke belakang semak belukar Pek Yun Hui mengejar untuk segera tertawa setelah dapat kenyataan, bahwa orang itu adalah Pang Siu Wie.

"Pang Siocia, mengapa kau lari kesini?"

Tanyanya, Pang Siu Wie memberi isyarat untuk bersikap tenang, Lalu dengan suara perlahan ia berkata.

"Tadi selagi aku berada di luar mulut gua, aku melihat di dekat semak belukar ini berkelebat bayangan orang, Lalu aku datang mengejar..."

"BetuIkah kau melihat orang datang ke daerah ini?"

Tanya Pek Yun Hui. Pang Siu Wie mengangguk Lalu dengan hati-hati mereka mencari orang yang dicurigai itu, tetapi mereka tak berhasil mencarinya. sekonyong-konyong terdengar Na Siao Tiap memanggil.

"Pek Cici, apakah kau melihat orang menerobos masuk ke kamar Thian Kie Ciok Hu?"

Tadi Pang Siocia melihat ada orang lari ke belakang semak belukar sekarang kau bilang kau melihat orang masuk ke kamar,"

Jawab Pek Yun Hui.

"Tetapi aku tidak melihat orang itu!"

"Aku lihat betul ada orang menerobos masuk ke kamar!"

Kata Na Siao Tiap, Dengan cemas Pek Yun Hui mengertek giginya, ia berpikir "Agaknya banyak jago-jago silat telah datang kembali untuk mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu.,."

Bee Kun Bu yang juga menyertai Na Siao Tiap mengejar tidak sabar lagi menanyai "Pek Cici, aku hanya membawa malapetaka kepada kalian, Karena aku berada disini, telah banyak orang datang mengganggu keten-teraman pegunungan Koat Cong San ini!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Bee Siang-kong,"

Kata Pek Yun Hui.

"mengapa kau selalu menyalahkan diri sendiri? Bukankah kami berdua telah berjanji menolong kau membereskan semua urusan-mu? Bukankah janji tersebut dilaksanakan dengan jalan Tiap Moi mengajarkan kau ilmu-ilmu silat yang tereatat didalam kitabkitab Kui Goan Pit Cek?"

Bee Kun Bu menundukkan kepalanya karena merasa malu, kemudian ia berkata.

"Aku sangat berterima kasih kepada Tiap Moi yang rela mengajarkan aku. Dan aku menerima salah atas sikapku yang keliru."

Nyata membuktikan bahwa kedua gadis itu disamping kasih sayangnya terhadap ia, mereka pun memikiri akan keselamatan Lie Sumoynya, Disaat itu tiba-tiba terdengar suara seruling yang ditiup demikian memilukan hati Bee Kun Bu terkejut.

"Apakah iblis wanita itu datang pula ke pegunungan Koat Cong San mengganggu aku lagi?"

Pikirnya, Lalu Pek Yun Hui menanya Pang Siu Wie.

"Pang Siocia, apakah orang yang kau lihat menerobos masuk itu mengenakan pakaian serba hitam?"

Pang Siu Wie mengangguk.

"Betul! Dan dia sangat lincah dan sukar dikejarnya!"

Jawabnya, sementara itu suara seruling tersebut terdengarnya semakin dekat Segera dari lembah terlihat mendatanginya seorang wanita yang mengenakan pakaian serba hitam sambil meniup serulingnya, Wanita itu adalah Giok Siu Sian Cu.

Setelah wanita itu datang dekat sekali ketempat mereka, ia berhenti meniup serulingnya, dan tertawa ge!ak-gelak.

Suara tertawanya itu menggetarkan hatinya Bee Kun Bu.

"Bee siangkong, apakah kau masih ingat kepada aku?"

Tanya Giok Siu Sian Cu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu terpaku dan menatap wanita itu, siapa berkata kepada Pek Yun Hui.

"Pek Siocia, urusan ini tak bersangkut paut dengan kau. Aku minta kau tidak turut campur."

Ditegur secara demikian, Pek Yun Hui merasa tersinggung "Giok Siu Sian Cu, menurut kata-katamu seolah-olah kau tidak mengetahui bahwa daerah pegunungan Koat Cong San ini tak dapat diganggu oleh sembarangan orang!"

Kata Pek Yun Hui agak mendongkol Giok Siu Sian Cu segera insyaf akan kesalahannya, tetapi dalam keadaan terdesak itu, ia berkata.

"Pek Siocia, maafkan aku. Tetapi kedatanganku ini adalah untuk menjumpai dia. Dan aku heran mengapa kau menahan dia di dalam kamarmu demikian lamanya?"

Pertanyaan yang kasar itu membikin Pek Yun Hui, juga Na Siao Tiap dan Bee Kun Bu, merasa agak malu, Pang Siu Wie tak sabar Iagi. ia mendamprat.

"Hei! Halnya Bee Siang-kong berada disini adalah urusan Pek Siocia, kau tak perlu tahu seluk beluknya!"

Giok Siu Sian Cu menjawab dengan ejekannya.

"Dari manakah datangnya wanita yang jelek ini ke pegunungan Koat Cong San? Aku menasehatkan jangan kau turut campur urusannya orang lain, Lebih baik kau mencari Si Tian Hauw yang telah merusak wajahmu!"

Ejekan yang menusuk hati itu tak dapat diterima begitu saja oleh Pang Siu Wie, karena hatinya yang telah terluka bertambah dilukai lagi, Dengan memegangi pasir beracun ia mengancam.

"Siapakah yang kasih izin kepadamu berbuat sewenang-wenang di pegunungan Koat Cong San ini? Lekas kau enyah dari sini sebelum aku sambit kau dengan pasir beracun ini!"

Giok Siu Sian Cu tidak gentar digertak Dengan tenang ia menjawab.

"Pang Siu Wie, janganlah kau menggertak aku dengan pasir yang tiada gunanya itu, Aku Giok Siu Sian Cu tidak takut!"

Lalu ia berdiri jejak menghadapi lawannya seolah-

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

olah menantang diserang. Pang Siu Wie yang dianggap sepi menjadi makin panas hatinya, ia siap menyambit lawannya dengan pasir beracunnya, tetapi Pek Yun Hui segera mencegah seraya berkata.

"Kalian jangan turun tangan! Aku melarang kalian bertempur dihadapanku!"

Dengan tersenyum Giok Siu Sian Cu berkata.

"Pek Siocia, itulah caranya menghadapi tamu, Lagi sekali aku ingin memberitahukan kepadamu bahwa kau tidak mempunyai alasan untuk menahan Bee Siangkong di pegunungan Koat Cong San!"

Na Siao Tiap juga merasa tersinggung, ia menghampiri Giok Siu Sian Cu dan sambil menuding ia berkata.

"Bee Siangkong berada di pegunungan Koat Cong San ini adalah kehendaknya sendiri Kami tak ada maksud menahan dia disini. Jika kau anggap kami yang menahannya, perbuatan kami itu adalah demi kepentingan-nya. Lain tidak!"

Giok Siu Sian Cu mengawasi Na Siao Tiap dari kepala sampai kekaki, lalu ia berkata.

"Siocia, aku tidak menduga seorang gadis yang tidak lebih berusia tujuh belas atau delapan belas tahun dapat mengucapkan kata kata demikian Kau menahan seorang pemuda yang tampan dengan mengatakan untuk kepentingannya, apakah orang dapat pereaya?"

Kata-kata tajam bagaikan pisau itu menyayat hatinya Na Siao Tiap, Bee Kun Bu yang mendengar kata-kata itupun menjadi merah mukanya, Dengan beringas Na Siao Tiap membentak.

"Hei! HatUhati kau menggoyangkan lidahmu! jangan sembarangan menyinggung orang!"

Giok Siu Sian Cu yang berpengalaman tak melayani gadis yang muda belia itu, ia berpaling kepada Bee Kun Bu dan menegur "Hengtee, apakah kau telah lupa peristiwa di kuil Toa

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Ciok Sie? siapakah yang telah mengambil resiko yang besar pergi mencuri buah Sie-can-ko untuk menolong jiwamu?"

Seperti cacing kena abu, Bee Kun Bu menjadi gelisah dan tak dapat berkata.

"Hengtee."

Giok Siu Sian Cu meneruskan.

"aku ada suatu permintaan Aku minta kau meninggalkan Koat Cong San ini bersama-sama aku. Apakah kau dapat mengabulkan permintaanku itu?"

Dengan gugup Bee Kun Bu menjawab.

"Permintaanmu itu, aku... aku... tak dapat turuti."

Belum lagi kata-kata itu selesai, tiba-tiba Giok Siu Sian Cu yang sudah tak sabar lagi menotok dadanya Bee Kun Bu dengan ujung seruling batu Giok-nya.

Bee Kun Bu lekas-lekas berkelit, tetapi Pek Yun Hui sudah berhasil mendorong Bee Kun Bu ke belakang seraya berkata.

"Bee Siangkong, kau mundurlah! Biarlah aku yang membereskan urusan ini!"

Tanpa berbalik lagi ia menjotoskan tinju kanannya ke arah Giok Siu Sian Cu sehingga wanita itu terdampar mundur oleh hembusan anginnya.

Setelah dapat berdiri jejak lagi, Giok Siu Sian Cu agaknya hendak menyerang lagi, Tapi Pek Yun Hui mengancam.

"Giok Siu Sian Cu, kau jangan mengganggu dia lagi!"

"Tapi, Pek Siocia, jika kau tidak mempunyai sangkut paut dengan dia, mengapa kau masih juga menahan dia di kamar Tian Kie Ciok Hu-mu? Apakah kau tidak malu ditertawai oleh orang-orang Kang Ouw jika berita ini tersiar?"

Kata Giok Siu Sian Cu menyindir Pek Yun Hui yang telah mengenal Giok Siu Sian Cu sebagai satu iblis wanita di kalangan Kang-ouw, menjadi khawatir jika iblis itu membalas dendam terhadap Bee Kun Bu yang tidak membalas cintanya.

Maka ia terpaksa menjelaskan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

mengapa Bee Kun Bu berdiam di pegunungan Koat Cong San. Setelah mendengar penjelasan itu, Giok Siu Sian Cu menghela napas dan berkata.

"Jika kalian betul-betul dan dengan sungguh-sunggun hati ingin mengajarkan kepadanya ilmu-ilmu silat untuk maksud menghadapi jago-jago silat di markas besar partai Thian Liong nanti pada pertengahan bulan delapan tahun depan itu, beradanya dia disini lebih lama lagipun tak akan menjadi keberatan bagiku, Aku datang kesini karena tidak puas akan sikapnya terhadap aku. Dia telah meninggalkan aku tanpa mengucapkan sepatah kata, Dari itu jika kelak ternyata bahwa keteranganmu ini dusta belaka, aku terpaksa..."

Tiba-tiba ia menatap Bee Kun Bu sejenak, lalu dengan tidak mengakhiri kata-katanya, ia segera berlalu pergi, Bee Kun Bu tetap berdiri terpaku, sikapnya ini dilihat oleh Na Siao Tiap yang menegur.

"Bee Siangkong dia sudah berlalu! Apa lagi yang kau pikiri?"

Seperti juga baru sadar dari mimpinya, dengan menundukkan kepala Bee Kun Bu berjalan kembali ke kamar Tian Kie Ciok Hu.

Setelah berada di dalam kamar, Pek Yun Hui me-nanya Na Siao Tiap tentang cara mengajarkan Bee Kun Bu ilmu Toa Pan Yok Hian Kong dengan jalan tereepat "Cici pernah melihat aku melayang-layang di angkasa seperti seekor kupukupu.

Apakah Cici mengetahui dengan ilmu apa aku melakukannya?"

"Kau telah dapat mengendalikan semua urat-urat syrafmu, aku tak akan merasa heran kalau kaupun dapat berjalan di angkasa!"

Jawab Pek Yun Hui. Sambil tersenyum Na Siao Tiap berkata lagi.

"Jika ilmu Toa Pan Yok Hian Kong telah dapat dilancarkan dengan mahir, maka berjalan di angkasa dapat aku lakukan dengan mudah, Akan tetapi aku belum dapat menguasai ilmu tersebut

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

sepenuhnya.

Aku dapat melakukan itu hanya berkat Leng-tan dari Ban Lian Hwee Kwi yang ayahku berikan aku makan.

Akupun merasa sekarang, setelah aku makan Leng-tan itu, jika aku mengerahkan tenaga dalamku sedikit saja, segera aku merasa tubuhku menjadi ringan, dan aku dapat terbang ke atas, Oleh karena itu, aku yakin bahwa darahku berlainan daripada darahnya orang lain, Jika darahku ini disalurkan ke dalam tubuhnya orang lain, aku pereaya orang itu dapat memahami dan melancarkan ilmu Toa Pan Yok Hian Kong dalam jangka waktu yang singkat!"

Penjelasan itu membikin Pek Yun Hui terpesona, Lama juga ia menjadi bisu.

"Aku belum mendengar penjelasan sedemikian rupa!"

Kata Pek Yun Hui.

"Lagi pula penyaluran darah belum pernah kita lakukan, Ba-gaimanakah jika akibatnya berlainan daripada tafsiran-mu? Bukankah itu, hanya membawa bahaya bagimu?"

"Aku yakin tak akan gagal! Tapi jika tidak bermanfaat baginya, tentang itu aku belum berani pastikan,"

Kata Na Siao Tiap.

"Cara itu hanya suatu cara pereobaan, dan hasilnya belum kita ketahui Lebih baik kau mengajarkan nya secara yang lazim!"

Kata Pek Yun Hui, Demikianlah kedua gadis tersebut dengan bergiliran mengajarkan Bee Kun Bu macam-macam ilmu silat yang sakti dengan tekun berbu!an-bu!an tanpa mengenal letih dan jerih payah sehingga hasilnya melampaui perhitungan kedua guru silat yang muda belia itu, Pada suatu hari setelah Pek Yun Hui habis mengajar, ia berkata.

"Di dalam beberapa bulan saja, kau telah berhasil mempelajari dan melakukan segala jurus, sodok-an, jotosan, totokan maupun egosan dan kelitan dengan baik sekali Meskipun belum dapat dikatakan sempurna, akan tetapi aku yakin kau sudah dapat menjatuhkan banyak jago-jago silat, karena semua ilmu-ilmu silat dari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu adalah ilmu-ilmu silat yang sakti Ilmu-ilmu tersebut bahkan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

dapat mempergunakan tenaga lawan untuk membasmi lawan, Kau hanya perlu berlatih dua atau tiga bulan lagi, dan kau sudah siap menghadapi jago-jago silat yang manapun dari semua partai-partai silat pada dewasa ini!

Tetapi sekarang sudah bulan ke tujuh, tinggal lagi dua puluh hari kau sudah harus pergi ke markas besarnya partai Thian Liong.

Sebelum pertemuan tersebut, kau harus lebih dulu berada di bagian utara dari propinsi Kwiciu, dan bangauku dapat membawa kau kesana, Tetapi sekarang aku mengambil keputusan lain.

Aku minta kau pergi kesana dengan menunggang kuda seorang diri."

"Bila aku harus berangkat?"

Tanya Bee Kun Bu. Pek Yun Hui berpikir sejenak, lalu berkata.

"Lebih lekas lebih baik, Jika kau dapat berangkat sekarang, akupun setuju!"

Lalu dengan wajah yang khidmat ia memandang Bee Kun Bu. Dibawah pandangan mata yang agung itu, Bee Kun Bu menundukkan kepalanya, lalu berkata.

"Baiklah, sekarangpun aku bersiap untuk berangkat!"

Ia membalikkan tubuhnya dan berlalu, Tapi tiba-tiba ia berhenti dan sambil menoleh ke belakang ia menanya.

"Cici, jika kita berpisah sekarang, apakah ada kesempatan bagi kita untuk dapat berjumpa puIa?"

Pek Yun Hui menyahut.

"Ong Han Siong yang mahir tentang ilmu siasat dan ilmu falak, aku yakin dia mengatur siasatnya di markas besarnya partai Thian Liong, Sedia-nya akupun hendak mengajarkan kepadamu ilmu siasat dan ilmu falak itu. Tetapi karena waktunya sudah demikian mendesak, aku tak berani memusingkan kau dengan ilmu-ilmu yang agak ruwet dan sulit itu.,."

Lalu sambil mengambil satu buku kecil dari kantong di dadanya, ia berkata.

"Siasat pertempuran dan langkah

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

penyerbuan maupun cara menghalaukan jaring perangkap aku telah catat di dalam kitab kecil ini.

Meskipun siasat inipun tertera di dalam kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, akan tetapi aku telah perbaiki banyak Bahkan Tiap Moi pun tak dapat menandingi aku dalam siasat tersebut, Kau hanya harus mempelajarinya dengan teliti.

Di kedua halaman terakhir dari kitab kecil ini, akupun telah menggambar sebuah rencana siasat pertempuran dan penjagaan.

Siasat tersebut adalah yang diciptakan oleh Tian Kie Cin Jin bersama San Im Shin Ni untuk menjaga diri dari gangguan luar, Aku dapat menyombongkan diri bahwa ilmu siasat itu tak ada orang yang mengetahuinya kecuali aku.

Apa-bila kau dapat memahaminya, kau akan membuktikan betapa kegunaannya.

Dan ingat pesanku, jika kau sudah dapat memahaminya, kau harus bakar musnah kitab ini."

Bee Kun Bu mengambil kitab sakti itu dengan ber-kata.

"Budi Cici sebesar ini, aku Bee Kun Bu tak akan lupakan, Tapi apakah perpisahan kita kali ini juga menjadi yang terakhir???"

Dengan senyuman yang sedih, Pek Yun Hui menjawab.

"Apakah kau betul-betul ingin menjumpai aku lagi?" .

"Cici adalah serupa dewi, aku... aku.,."

Karena terharunya Bee Kun Bu tak dapat meneruskan kata-katanya.

"Aku bukannya dewi, akupun seorang manusia,"

Kata Pek Yun Hui.

"Namun aku hanya memiliki kepandaian dan otak yang agak lebih baik daripada kebanyakan orang, Lekaslah kau menyiapkan barangmu, jangan lupa minta diri kepada Tiap Moi, dan ingat kau harus bersikap ramah terhadapnya, Keberangkatanmu yang mendadak ini mungkin menghancurkan hatinya, Kau harus hati-hati... Bee Kun Bu mengangkat kedua tangannya memberi hormat seraya berkata.

"Terima kasih, Aku mengerti!"

Lalu ia terus pergi menemui Na Siao Tiap. Na Siao Tiap berada di kamar Tian Kie Cok Hu dan sedang duduk termenung. Begitu melihat Bee Kun Bu masuk,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

ia berkata.

"Kau kebetulan sekali datang kesini, Mari duduk disampingku. Aku sedang memikirkan suatu urusan yang sulit, aku tak tahu bagaimana memecahkan soalnya."

Ia bangun dan membetot tangannya Bee Kun Bu untuk diajak duduk bersama-sama di atas sebuah bangku, Bee Kun Bu terpaksa harus menuruti kehendaknya dan duduk diam mendengari pembicaraannya.

"Di dalam beberapa bulan ini, aku merasa berbahagia sekali,"

Kata Na Siao Tiap.

"karena aku selalu dapat melihat kau."

"Akupun merasa senang,"

Kata Bee Kun Bu menimpalinya.

"Tetapi disamping itu akupun mengetahui ada orang yang merasa sedih. Apakah kau tahu sebabnya?"

Tanya Na Siao Tiap.

"Siapakah gerangan?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Lie Sumoy-mu,"

Jawab Na Siao Tiap.

"Aku sekarang mengerti mengapa dia bersedih hati, Dulu aku tidak mengerti mengapa orang bersedih hati,"

"Dia adalah seorang yang berbudi, berhati suci murni,"

Kata Bee Kun Bu sambil menundukkan kepala dan memikiri Lie Sumoynya.

"Dan aku bermaksud mengajak kau mencari dia untuk diajak tinggal bersama-sama disini,"

Kata Na Siao Tiap, Bee Kun Bu terharu mendengar usul itu, dan ia berkata dengan nada yang gemetar.

"Tapi,., janji untuk aku pergi ke markas besarnya partai Thian Liong aku harus segera penuhi Kau dan Pek Cici telah dengan susah payah mengajarkan aku ilmu-ilmu silat, jika aku tidak memenuhi janji itu, jerih payah kalian berdua akan menjadi sia-sia belaka! Akupun merasa bersalah membikin kecewa harapannya Pek Cici."

"Dan bila kau akan berangkat?"

Tanya Na Siao Tiap.

"Sekarang juga!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Mengapa demikian tergesa-gesa7"

Tanya si gadis dengan terperanjat Dengan nada yang menghibur, Bee Kun Bu menjelaskan "Meskipun aku sudah diusir keluar oleh Susiokku, tetapi aku belum membalas budi kasih guruku, Aku pergi ke markas besar partai Thian Liong kali ini adalah untuk membela partai Kun Lun.

Dan aku hendak berangkat sekarang mencari guruku agar aku dapat berangkat bersama-sama, karena aku akan bertempur sebagai murid partai silat Kun Lun."

"Apakah kau sudah memberitahukan maksud keberangkatanmu yang mendadak ini kepada Pek Cici?"

Bee Kun Bu berlagak gelisah, ia berkata.

"Aku bermaksud mengajak kau menghadap Pek Cici dan memberitahukan hal ini."

Na Siao Tiap tidak berkata-kata lagi, ia betot tangannya Bee Kun Bu dan pergi mencari Pek Yun Hui.

sebetulnya di dalam beberapa bulan itu, sikap maupun kelakuan Na Siao Tiap terhadap Bee Kun Bu sudah diketahui oleh keempat bujang perempuannya maupun oleh Pang Siu Wie.

Pek Yun Hui tersenyum ketika melihat kedua orang itu datang kepadanya.

ia berlagak tak tahu menahu akan persoalan nya.

"Cici,"

Kata Na Siao Tiap.

"Bee Siangkong tiba-tiba memberitahukan kepadaku bahwa dia harus segera berangkat Aku sendiri takdapat mengatakansesuatu, maka aku datang menanya pendapat Cici."

Pek Yun Hui berlagak terperanjat dan ia menatap mereka. Bee Kun Bu berkata.

"Meskipun aku telah diusir keluar dari partai Kun Lun, tetapi aku belum membalas budi kasih Suhu dan Susiokku, Oleh karena itu aku bermaksud berangkat sekarang untuk mencari Suhu dan Susiokku dan minta perkenan mereka agar aku bertempur sebagai murid partai

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

silat Kun Lun, dan mudah-mudahan aku berhasil menegakkan namanya partai Kun Lun!"

"Di kalangan Bu Lim, menghormati dan menghargai guru adalah sangat penting, Jika kau mempunyai pikiran yang mulia itu, akupun tak dapat mencegah keberangkatanmu."

Kata Pek Yun Hui.

"Hatiku sudah berdebar-debar ingin menjumpai Suhu dan Susiokku."

Kata Bee Kun Bu.

"dan aku sekarang hendak minta diri kepada Cici berdua!"

Pek Yun Hui tersenyum seraya berkata.

"Sedianya aku menginginkan kau pergi dengan menunggangi bangauku, Tetapi aku tahu bahwa partai Kun Lun sangat benci Tiap MoU maka aku terpaksa mengurungkan maksud itu."

Lalu sambil mengangkat kedua tangannya memberi hormat, Bee Kun Bu berkata dengan khidmat.

"Selama setengah tahun ini, aku telah menerima banyak sekali zbudi Cici berdua, Aku Bee Kun Bu bersumpah, gunung dan sungai dapat berubah, tetapi tekadku tak akan berubah Aku tak akan lupakan budi sebesar itu. Sampai berjumpa pula!"

Lalu ia berbalik dan keluar dari kamar Tetapi seolah-olah ingat sesuatu, Pek Yun Hui memanggil.

"Bee Siang-kong, tunggul Masih ada satu barangyang kau lupa bawa!"

Lalu ia lekas-lekas lari masuk ke kamar tidurnya untuk mengambil barang yang dimaksud ia kembali lagi dengan membawa satu kotak kecil seraya berkata.

"Barang ini aku kembalikan kepadamu."

Bee Kun Bu menyambuti kotak kecil itu, dan dengan perasaan heran ia menanya.

"Barang apakah di dalam kota kecil ini?"

Sambil tersenyum Pek Yun Hui menjelaskan "Di dalam kotak itu berisi kulit ular sakti yang diperoleh oleh Susiokmu, Giok Cin Cu. Aku telah potong dijadikan dua kutang untukmu,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Pakailah dan kau dapat buktikan bahwa kutang itu akan banyak menolong kau."

"Terima kasih,"

Kata Bee Kun Bu, dan dengan berdiri tegak ia berbalik dan berjalan keluar Lalu ia menghampiri Na Siao Tiap seraya berkata. Tiap Moi, jaga diri baik-baik. Aku sekarang minta diri darimu!"

Air matanya Na Siao Tiap mengucur keluar dengan tak tertahankan, dan sambil menangis terisak-isak ia berkata.

"Terima kasih, Dan kau juga harus menjaga diri baik-baik!"

Bee Kun Bu menarik napas panjang, lalu bertindak keluar, diikuti oleh Na Siao Tiap.

Dengan langkah yang gagah Bee Kun Bu keluar dari gua diawasi dari belakang oleh Na Siao Tiap dengan hati hancur dan air mata bereucuran Untuk mencegah hal-hal yang tidak dikehendaki Bee Kun Bu berkeras hati tidak menoleh ke belakang, ia terus bertindak maju dengan langkah yang gagah, Angin gunung yang sepoi-sepoi meniup pakaian sutera dari Na Siao Tiap seolah-olah menghibur si gadis itu.

Makin jauh Bee Kun Bu terpisah dari ia, makin ia rasakan hatinya terbetot ia mengharap-harap pemuda itu menoleh ke belakang, tetapi harapannya itu hampa belaka, ia tak tahan kehancuran hatinya, ia menjatuhkan diri di atas sebuah batu gunung yang besar dan menangis tersedusedu seperti anak dara yang ditinggal mati oleh orang tuanya, Entah berapa lama ia menangis, dan ia dihibur oleh Pek Yun Hui yang telah datang menghampiri Tiap Moi, sudahlah jangan kau menangisi Langit sudah menggelap, kita harus pulang makan..."

Hiburan itu hanya menambah kesedihan hatinya Na Siao Tiap, ia bangun dan merangkul dan memeluk saudari angkatnya itu seraya mengeluh.

"Ai, mengapa dia begitu

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

kejam sampai tidak menoleh lagi, Apakah dia lupa akan kasih sayangku selama beberapa bulan aku disampingnya???"

Seperti seorang ibu, sambil mengusap-usap rambutnya, Pek Yun Hui menghibur "Kau keliru menyang-kanya, Dia adalah orang yang mengenal budi, Dia tak menoleh ke belakang, karena diapun sedang menahan kehancuran hatinya, Bagaimanakah kau akan merasa jika kau melihat dia menangis, karena berat meninggalkan kau...?

Tiap Moi, coba pandanglah aku, apakah aku juga tidak sayang padanya?"

"Sudah tentu sayang juga,"

Jawab Na Siao Tiap seperti anak kecil.

"Untuk membantu dia menunaikan janjinya, kita sewaktuwaktu harus berkorban, bukan? Sudahlah, jangan menangisi kata Pek Yun Hui sambil memeluki saudari angkatnya dan berjalan kembali ke kamar Tian Kie Ciok Hu. Menuju ke markas besar partai silat Thian Liong Pek Yun Hui berkata.

"Kita kaum wanita lebih mudah tersinggung daripada kaum pria, Hari ini aku memberitahukan kau dengan sejujurnya, bahwa akupun telah jatuh cinta kepadanya, Mungkin juga cintaku terhadap dia lebih dalam daripada cintamu, Akan tetapi setelah aku mempertimbangkan selama beberapa bulan ini, aku baru dapat mengerti betul akan soal asmara ini Jika kita betul-betul cinta dia, kita tak harus mempersulit atau mengganggu kepada nya. Kau baru saja keluar dari tempat yang terpencil. Menurut pendapatmu jika kau sudah lama bergaul dengan seorang pemuda dan telah jatuh cinta, kau harus menjadi suami istri Jika semua gadis-gadis berpendapat seperti kau, maka di dunia ini wanita-wanitanya yang menderita tak akan terhitung jumlahnya, Bee Siangkong berada dalam kedudukan yang sulit sekali Lie Ceng Loan, misalnya, dia akan sukar hidup di dunia ini, jika cintanya tidak dibalas oleh Bee Siangkong. Souw Hui Hong boleh dikatakan sudah pernah hidup seperti suami isteri dengan Bee Siangkong, Jika kita

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

juga melibatkan diri di antara mereka, bukankah soalnya akan menjadi bertambah sulit?"

Ia berhenti sejenak untuk melihat akibat nasehatnya, lalu ia meneruskan.

"Kau adalah seorang yang pintar dan cerdas. Aku yakin kau dapat mengerti akan kata-kataku. Dan jika kau tak menjadi muak, aku rela tinggal bersama sa ma kau seumur hidup.. Na Siao Tiap menghela napas, lalu menjawab.

"Aku-pun mengetahui bahwa Cici sangat sayang aku. Aku hanya khawatir imanku tidak sekuat imanmu, Namun, aku akan mencoba mengatasinya,"

Mendengar jawaban itu, Pek Yun Hui menjadi gi-rang. Tiap Moi, mari kita berpegang tangan meloncat turun dari batu yang besar ini,"

Katanya dengan gembira.

"aku ingin lihat apakah kau dapat membawa aku me-layang-layang di udara."

"Aku sedang cemas,"

Jawab Na Siao Tiap.

"dalam keadaanku seperti ini, aku tak dapat mempergunakan ilmu Toa Pan Yok Hian Kong, Jika aku membawa Cici, aku khawatir kita akan jatuh tergelincir bersama."

"Aku tidak takut,"

Kata Pek Yun Hui.

"misalnya kita benarbenar jatuh dan binasa, bukankah kesulitan kitapun akan berakhir pula?"

Demikianlah Na Siao Tiap lalu memegang erat-erat tangannya Pek Yun Hui dan meloncat turun.

Memang keduanya adalah jago-jago silat yang dapat mempergunakan ilmu meringankan tubuh dan loncatan tersebut telah dilakukan dengan mudah sekali, seolah-olah kupu-kupu melayanglayang dengan perlahan turun ke bawah.

"Ai.."

Seru Na Siao Tiap dengan heran.

"llmu meringankan tubuh Cici lihay betul Jika Cici mempelajari dan melatih dengan tekun, aku yakin bahwa ilmu Toa Pan Yok Hian Kong dapat Cici kuasai dengan mahir Cici hanya memerlukan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

jangka waktu tiga tahun untuk dapat mempelajarinya sehingga mahir."

Dengan khidmat Pek Yun Hui berkata lagi sambil menatap saudari angkatnya itu.

"Tiap Moi, kita sudah seperti saudari sekandung, Jika aku telah mengatakan sesuatu yang salah, aku harap kau tidak tersinggung atau menjadi salah faham."

"Sudah tentu tidak,"

Jawab Na Siao Tiap.

"Jika Cici ingin memberitahukan sesuatu yang penting atau rahasia, aku tak akan tersinggung atau membenci Cici"

Pek Yun Hui tersenyum, hatinya girang, ia berkata.

"Semenjak aku menjumpai kau, aku selalu berhasrat memperdalam ilmu silatku, karena aku merasa ilmu silatku belum dapat dikatakan baik, Kau telah memahami semua catatan-catatan di dalam kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, pada dewasa ini tiada seorang jago silat yang setaraf dengan kau dalam hal ilmu silat Jika kau sudi membantu aku memperdalam ilmu silatku, aku sangat berterima kasih."

"Cici adalah seorang yang bijaksana, sangat pintar dan cerdas, Tentang permintaan Cici itu, aku rela membantu dengan sekuat tenaga."

Dengan girang Pek Yun Hui berkata.

"Jika kau sudi membantu, keyakinanku menjadi lebih tebal lagi, Sore ini aku akan membentangkan semua catatan-catatanku selama beberapa tahun dan merundingkannya dengan kau. Dapatkah kita mulai sore ini?"

Demikianlah mereka bereakap-cakap sambil berjalan menuju ke kamar Tian Kie Ciok Hu.

Pang Siu Wie mengajak Tan Pao, Song Yu dan keempat bujang perempuannya Na Siao Tiap menyambut mereka di depan pintu.

Selama beberapa bulan belakangan ini Na Siao Tiap tenggelam di dalam gelombang asmara, selama itu ia tidak memperhatikan ke empat bujang perempuannya, Kali ini ia baru memperhatikan, bahwa mereka sudah jauh lebih besar dan bertambah cantik,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Tiap Moi,"

Kata Pek Yun Hui sambil tersenyum.

"Setelah urusan kita beres, kita akan ajak mereka bersama bangauku pergi ke suatu tempat yang terpencil dan sepi, tetapi indah pemandangan nya. Kita akan hidup tenteram sambil menikmati keindahan alam dan berlatih ilmu-ilmu silat."

Kata-kata itu telah membangunkan semangatnya Na Siao Tiap.

"Betul!"

Sahutnya.

"kita kumpulkan anak-anak perempuan yang yatim piatu dan mengajarkan mereka ilmu silat Cici menjadi ratu dan aku menjadi perdana menteri, bersama-sama membentuk suatu negara wanita, Laki-laki yang tanpa ijin berani datang ke negara kita itu, kita bunuh mati!"

Pereakapan mereka itu membingungkan semua orang yang mendengarnya, Lalu Song Yun berkata.

"Jika Kong-cu (puteri) ingin membentuk satu negara kaum hawa, Tan Pao-lah orang pertama yang akan dibunuh mati, karena ia adalah seorang laki-laki!"

Na Siao Tiap tertawa gelak-gelak dan berkata.

"Di dunia ini ada dua orang laki-Iaki yang dapat dikecualikan yakni ayahku dan Tan Pao!"

Tan Pao yang sangat menghormati majikannya, Pek Yun Hui, juga menghormati Na Siao Tiap, saudari angkat majikannya, ia membungkukkan tubuh menghaturkan hormat seraya berkata.

"Terima kasih atas perhatian kedua Siocia!"

Dengan wajah yang sungguh-sungguh Na Siao Tiap berkata lagi.

"Jika Cici betul-betul hendak membentuk suatu negara wanita, aku setuju sekali..."

"Soal itu dapat kita rundingkan dilain hari,"

Jawab Pek Yun Hui.

"waktunya masih banyak, kita tidak pergi tergesa-gesa."

Ia betot tangannya Na Siao Tiap dan masuk ke dalam kamar Tian Kie Ciok Hu.

Marilah kita menengok kepada Bee Kun Bu yang meninggalkan kamar Tian Ciok Hu.

Setelah melalui jalan sejauh empat-Iima belas lie baru ia berhenti ia menoleh dan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

tampak puncak-puncak dari pegunungan Koat Cong San yang terselubungi awan-awan telah terpisah jauh di belakangnya, ia merasa seperti bermimpi Sudah setengah tahun ia hidup bereampur gaul dengan kedua gadis itu dan hampir setiap hari ia berada disampingnya Na Siao Tiap, ia merasa bahwa, betapa kuat imannya, namun ia telah tertarik oleh gadis yang cantik itu, ia duduk disisi jalan mengenangkan peristiwa yang lampau, Tiba-tiba ia dikejutkan oleh teguran.

"Tidak terduga kau berada di sini!"

Bee Kun Bu segera bangkit, siap sedia menghadapi orang yang menegur itu. ia terperanjat ketika melihat, bahwa orang itu adalah Giok Siu Sian Cu. ia berbalik menegur "Mengapa kau datang kesini?"

"Kemanapun kau pergi, aku pasti dapat mencari kau!"

Kata Giok Siu Sian Cu.

Terima kasih untuk perhatianmu Di kuil Ban Hut Teng di pegunungan Ngo Bie San kau pernah menolong aku.

Dua kali kau datang menengoki aku di pegunungan Koat Cong San.

Aku berterima kasih, Tetapi aku mohon kau jangan mengganggu aku lagi, Untuk membalas budi-mu, aku rela mengajarkan kau tiga jurus ilmu silat yang luar biasa,"

Kata Bee Kun Bu. Giok Siu Sian Cu tersenyum, lalu ia berkata puIa.

"Aku selalu rela menolong kau dengan tak mengharap balasanmu, Kini aku hanya ada satu permintaan Apakah kau dapat mengabu!kannya?"

Bee Kun Bu berpikir sejenak, lalu berkata.

"Sebutkanlah dengan jelas permintaanmu itu, jika kurasa pantas dan yang mungkin dilakukan, aku tak akan menolaknya!"

Sambil tertawa Giok Siu Sian Cu berkata.

"Permintaanku tidak sukar Aku telah merasa, bahwa aku tak dapat selamanya hidup disampingmu, Kau telah mempunyai beberapa gadis yang cantik-cantik dan kau tentu tak akan memperhatikan aku yang sudah tua dan terkenal jahat..."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Sudahlah! Kau jangan sebut-sebut urusan yang tak ada artinya itu,"

Kata Bee Kun Bu.

"sebutlah apa permintaanmu. Aku tak mempunyai banyak waktu lagi, karena aku harus lekas-lekas pergi ke sebelah utara propinsi Kwiciu!"

"Hengtee!"

Kata Giok Siu Sian Cu.

"Kau jangan salah paham, Aku hanya minta kau memperkenankan aku untuk dapat membantu kau sekali lagi!"

"Terima kasih,"

Jawab Bee Kun Bu.

"tetapi aku tak perlu bantuanmu lagi,"

La!u ia berbalik dan ingin berlalu.

"Berhenti dahulu,"

Bentak Giok Siu Sian Cu.

"Apa-kah kau hanya seorang diri pergi ke markas besar partai Thian Liong untuk turut serta dalam perlombaan ilmu silat?"

Bee Kun Bu berhenti dan menjawabnya.

"Betul! Perlu apa kau menanya demikian?"

Sambil tertawa Giok Siu Sian Cu berkata pula.

"Letaknya markas besar partai Thian Liong jauh sekali, jika kau pergi tidak dengan aku, mungkin kau tak dapat mencari tempat itu selama dua bulan!"

"Betul juga,"

Pikir Bee Kun Bu.

"Aku tidak tahu jalan, Lagi pula aku tak mengenal betul keadaan di kalangan Kang-ouw. Aku harus sudah tiba di markas besarnya partai Thian Liong di dalam jangka waktu setengah bulan, Jika kedatanganku terlambat aku akan membikin kecewa Suhu dan Susiokku, juga Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap."

Sambil tersenyum, seolah-olah mengetahui isi hati Bee Kun Bu, Giok Siu Sian Cu berkata lagi.

"Semua orang mengetahui, bahwa markas besar partai silat Thian Liong berada di sebelah utara dari propinsi Kwiciu, Tetapi dimana letaknya, hanya beberapa orang saja yang menge-tahuinya, Apakah kiramu mudah dicarinya?"

"Apakah kau tahu dimana letaknya?"

Tanya Bee Kun Bu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Tentu aku tahu,"

Jawab Giok Siu Sian Cu.

"Di kalangan Kang-ouw jago silat yang manakah yang tidak jeri terhadap aku? Tetapi di matamu, aku seolah-olah tak ada harganya. Soal ini akupun menginsyafinya bahwa aku sendirilah yang membikin diriku rendah..."

Dengan tak menghiraukan pengakuan wanita itu, Bee Kun Bu berkata.

"Jika demikian halnya, maka markas besar partai Thian Liong tentu sangat tersembunyi "Pada tahun yang lalu, pemimpin partai Thian Liong ingin aku turut serta dan menggabungkan diri ke dalam partai Thian Liong, Aku telah dicari dan dibujuk Aku meno!ak, tetapi dengan diam-diam aku telah menyelidiki letaknya markas mereka yang diatur demikian rupa sehingga merupakan suatu jebakan atau perangkap, Ya, tak mudah kau dapat mencarinya."

Dengan terpaksa Bee Kun Bu berkata.

"Jika kau tak ada urusan yang penting, aku minta kau sudi mengantarkan aku.-."

Giok Siu Sian Cu tersenyum girang.

"Jika kau menghendakinya, aku suka mengikuti atau menyertai kau kemana saja kau pergi. Mungkin kini jago-jago silat dari kesembilan partai silat sudah pada berangkat menuju ke markas besar partai Thian Liong, Kita harus berangkat sekarang!"

"Baiklah!"

Jawab Bee Kun Bu, lalu dengan langkah yang gagah ia berjalan maju.

Latihannya selama berada di kamar Tian Kie Ciok Hu kini ia telah menjadi seorang jago silat yang lihay sekali, Dengan ilmu meringankan tubuh mereka telah keluar dari pegunungan Koat Cong San pada waktu senja, Cuaca di daerah sebelah selatan sungai sangat panasnya pada bulan ke tujuh, Mereka basah kuyup dengan keringat menempuh perjalanan yang jauh itu, Pada suatu hari ketika mereka masuk di daerah sebelah utara propinsi Kwiciu, sambil menunjuk ke puncak gunung dihadapannya, Giok Siu Sian Cu berkata.

"Jika kita jalan kira

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

lima-enam puluh lie lagi, kita akan tiba di daerah terlarang partai silat Thian Liong, Pada waktu biasa, orang-orangnya partai silat itu selalu meng-intai-intai orang yang masuk ke daerah mereka.

Aku pereaya kali ini karena Souw Peng Hai telah mengundang jago-jago silat dari kesembilan partai silat lainnya, mungkin mereka tidak memasang perangkap atau membokong lawan-lawan mereka.,."

Belum lagi kata-katanya itu habis diucapkan, tiba-tiba terdengar suara derap kaki kuda yang datang mengejar dan dalam sekejap saja empat orang penunggang kuda telah tiba di belakang mereka!

penunggang kuda yang-tertua, seorang pria bertubuh tinggi besar dan berusia setengah abad, setelah menahan les kudanya, berkata sambit tersenyum.

"Apakah kalian ini juga hendak turut serta di dalam pertandingan adu silat yang diselenggarakan oleh partai Thian Liong?"

"Betul!"

Jawab Giok Siu Sian Cu.

"Kalian dari partai silat manakah?"

Tanya penunggang kuda itu.

"Aku sendiri dari partai silat Kun Lun dan Siocia ini adalah Giok Siu Sian Cu,"

Jawab Bee Kun Bu.

"dan saudara-saudara semuanya apakah dari partai silat Thian Liong?"

"Ya, kami dapat perintah untuk minta kalian berdua menunggangi kuda."

"Naik kuda tidak sukar,"

Kata Giok Siu Sian Cu.

"tetapi kalian hendak membawa kami kemana?"

Sambil tertawa orang itu berkata.

"Siocia tak usah khawatir Untuk menyambut para jago silat, partai kami telah mendirikan pos-pos di pelbagai tempat di pegunungan ini. Kami ditugaskan menyambut tamu dengan seksama dan minta kalian segera menunggang kuda."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Melihat sikap yang sungguh-sungguh dari orang-orang itu, Giok Siu Sian Cu berpendapat tidak guna menanya lagi, ia mengawasi Bee Kun Bu sambil tersenyum.

Bee Kun Bu masih juga mencurigai keempat orang itu, yang dua diantaranya telah turun dari kudanya, Dengan sikap yang hormat ia berkata.

"Kami tak dapat menolak sambutan yang baik ini."

Dan dengan ringannya ia telah meloncat naik ke atas satu kuda, Orang yang menjadi pemimpin lalu minta Giok Siu Sian Cu naik kuda juga seraya berkata.

"Harap Siociapun menunggang kuda dan aku akan berjalan di depan memimpin ja!an!"

Lalu ia kaburkan kudanya, diikuti di belakang oleh Bee Kun Bu dan Giok Siu Sian Cu.

Tetapi ketika Bee Kun Bu menoleh ke belakang, seorang yang menunggang kuda dan dua kawannya yang telah menyerahkan kuda-kudanya tidak ikut serta dengan mereka.

"Apakah maksudnya mereka ini?"

Berbisik Giok Siu Sian Cu. Bee Kun Bu menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Entahlah, Mustahil mereka akan membokong kita?"

Tentang dilakukannya pembokongan atau tidak, kita belum dapat memastikan,"

Kata Giok Siu Sian Cu.

"tetapi beruntung sekali aku menyertai kau datang ke-sini!"

"Ha! Apakah mereka akan mengajak kita ke tempat yang terlarang, dan kemudian menyerang kita?"

Tanya Bee Kun Bu. itupun belum dapat dikatakan sekarang,"

Jawab Giok Siu Sian Cu.

"tetapi aku tidak khawatir segala serangan, Kita hanya harus waspada!"

"Baiklah,"

Kata Bee Kun Bu, lalu ia tarikan kudanya mengejar orang yang memimpin jalan itu, Setelah melalui beberapa belas lie, mereka tiba di kaki satu puncak gunung. Orang itu berhenti dan berkata.

"Setelah kita melalui lembah gunung yang agak sempit ini, kita akan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

tiba di salah satu pos dan disitu akan ada dua orang lagi yang akan menyambut kalian,"

Bee Kun Bu mengawasi keadaan di sekitarnya dan juga tingginya puncak dihadapannya, jalan yang mereka harus lalui hanya tiga kaki lebarnya, dan pembokongan di jalan yang sempit itu dapat dilakukan dengan sempurna, Maka ketika mereka mulai masuk ke dalam lembah yang sempit itu, Giok Siu Sian Cu berbisik.

"Hengtee, jangan lengah!"

Giok Siu Sian Cu sudah siap menerkam orang di depannya itu jika terjadi pembokongan.

Demikianlah mereka menunggang kuda melalui jalan lembah yang sempit itu, dan setelah menempuh dua-tiga lie, jalannya makin curam dan makin berbahaya.

Lalu setelah menempuh satu-dua lie lagi, jalannya mulai agak lebar "jalan selebar dua-tiga tombak ini, aku tidak khawatir diserang!"

Pikir Bee Kun Bu.

"Sebentar lagi kita harus menyeberangi sungai yang deras,"

Kata orang yang memimpin itu.

"Biarlah aku berjalan di depan!"

Lalu ia melarikan kudanya, Giok Siu Sian Cu juga melarikan kudanya, diikuti oleh Bee Kun Bu, Tetapi mereka merasa bahwa kuda-kuda yang mereka tunggangi seolah-olah tak dapat lari lagi, Tidak kusangka, bahwa partai Thian Liong yang besar dan terkenal itu mempersulit perjalanan kita ke markas besarnya,"

Kata Bee Kun Bu.

Lalu ia mempergunakan ilmu silat yang ia dapat belajar dari Na Siao Tiap dan Pek Yun Hui.

ia berdiri di punggung kuda dan meloncat menerkam orang yang memimpin jalan di depannya, Terlihat bagaikan terbang ia melayang ke depan, dan segera terdengar jeritannya orang itu karena dicekal batang lehernya.

"Hm! Apakah kau kira kau dapat menjalankan tipu muslihatmu yang keji?"

Bentak Bee Kun Bu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Orang tersebut meronta-ronta, sementara itu kudanya seolah-olah tenggelam ke dalam tanah yang empuk itu, sebetulnya tanah itu adalah rawa yang hanya ditutupi oleh tanah dan rumput, dan orang itu sengaja memimpin mereka ke tempat itu yang merupakan suatu perangkap.

"Pukul mati padanya! Lekas-lekas loncat keluar!"

Seru Giok Siu Sian Cu.

Bee Kun Bu mengerahkan tenaga dalamnya dan memukul punggungnya orang itu.

Satu jeritan yang ngeri terdengar, tetapi orang itu masih dapat merangkul tubuh Bee Kun Bu dengan maksud menyeretnya untuk ber-sama-sama mati di dalam rawa!

Tetapi Bee Kun Bu lekas-lekas mendorong tubuhnya orang itu sepenuh tenaga dan dengan kedua kakinya ia mengenjot keluar dari perangkap maut itu.

Segera orang itu tenggelam didalam rawa dan tak kelihatan lagi!

Tetapi Bee Kun Bu tidak jatuh di atas tanah yang keras.

i telah jatuh lagi di atas rawa yang ditutupu dengan tanah dan rumput!

ia berdaya mempergunakan ilmu meringankan tubuhnya untuk keluar dari rawa yang merupakan perangkap itu, Giok Siu Sian Cu turun dari kudanya dan datang menolong.

"Lekas kerahkan tenaga dalammu! Aku membantu kau keluar dari rumput ini!"

Seru Giok Siu Sian Cu.

Bee Kun Bu sudah tenggelam di dalam lumpur sebatas pinggangnya, Makin ia berdaya untuk dapat keluar, makin tenggelam tubuhnya, Sambil berlutut Giok Siu Sian Cu menariknya keluar sambil memegangi kedua pundaknya, Tiba-tiba ia berseru.

"Ah, celaka!"

Dan iapun turut tenggelam, karena tanah dimana ia berlutut adalah pinggiran rawa.

"Hengtee! jangan bergerak lagi sebelumnya kita mencari daya,"

Kata Giok Siu Sian Cu.

Orang itu bersama kuda yang ditungganginya telah tak kelihatan lagi di dalam lumpur ketika Bee Kun Bu melihat ke arah rawa perangkap di depannya, ia terkejut "Jika aku tidak lekas-lekas keluar dari rawa ini, aku pasti akan mati konyol terbenam di dalam lumpur Mungkin Giok Siu Sian Cu akan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

ikut mati konyol juga,"

Pikirnya.

"Jika sekarang kita diserang oleh musuh, kitapun tak berdaya lagi!"

Ia mengawasi Giok Siu Sian Cu yang masih bersikap tenang, ia merasa kagum atas ketenangannya itu.

"Apakah kita harus menanti mati dengan tidak berbuat apa-apa?"

Tanya Bee Kun Bu dengan cemas.

"Ha! Bukankah kau tak takut mati? Mengapa sekarang menjadi takut mati?"

Tanya Giok Siu Sian Cu bersenda gurau.

"Aku tidak takut mati! Tetapi dengan begini bukankah kita akan mati konyol?"

"Aku bukannya tidak memikirkan daya,"

Kata Giok Siu Sian Cu.

"aku khawatir jika kita salah bertindak lagi, kita akan bertambah tenggelam, sekarang kita harus berdaya mencegah jangan sampai kita makin tenggelam, Bee Kun Bu tidak menyahutinya, ia memperhatikan rumput yang tumbuh disekitarnya.

"Jika aku dapat memegang eraterat rumput yang berakar dalam, mungkin aku dapat menarik keluar tubuhku dari lumpur ini,"

Pikirnya, Rupanya Giok Siu Sian Cu dapat menduga maksudnya. ia berkata.

"Jika kau dapat menjambret rumput yang berakar dalam, mungkin kau dapat keluar dari lumpur ini, Aku akan membantu mendorong kau! Jika aku mendorong, kau harus mengerahkan tenaga dalam dan mempergunakan ilmu meringankan tubuhmu, Hayo, kita mulai Satu... dua... tiga!"

Dengan mengerahkan tenaga dalamnya Giok Siu Sian Cu menjotos ke arah punggungnya Bee Kun Bu yang juga mempergunakan ilmu meringankan tubuhnya untuk loncat keluar dari lumpur rawa itu dan menjambret rumput yang berakar di tepi rawa, ia berhasil menjambret rumput, dan dengan secepat kila ia membetot tubuhnya keluar dari lumpur rawa yang berbahaya itu!

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tetapi Giok Siu Sian Cu menjadi makin tenggelam setelah membantu mendorong Bee Kun Bu dengan mempergunakan hembusan angin kedua tinjunya!

Bee Kun Bu terkejut melihat keadaan Giok Siu Sian Cu yang sudah tenggelam sampai sebatas lehernya.

Na-mun wanita itu tersenyum puas, seolah-olah ia merasa bahagia dapat menolong kekasihnya!

"Cici!"

Teriak Bee Kun Bu.

"Kau sabarlah! Aku akan menolong kau keluar!"

"Jangan cemas,"

Jawab Giok Siu Sian Cu dengan tenang.

"seumur hidupku, baru kali ini aku merasa senang dan puas, karena aku dapat berkorban untukmu!"

"Tidak!"

Teriak Bee Kun Bu.

"Aku harus menolong kau. Aku rela mati daripada menyaksikan kau mati konyol di dalam lumpur rawa itu."

Lalu ia siap sedia terjun kedalam rawa untuk menolong wanita itu, atau mati bersama-sama!

Pedang yang dilancarkan dengan ilmu silat yang sakti menolong jiwa Melihat kenekatannya Bee Kun Bu, Giok Siu Sian Cu membentak.

"Tahan! itulah bukan caranya kau menolong aku! Dengarlah petunjuk-petunjukku bagaimana harus menolongnya!"

Segera Bee Kun Bu insyaf akan kekeliruannya. Jika ia bertindak dengan sembrono, ia hanya akan mati konyol bersama-sama.

"Coba lihat batu-batu gunung di lereng gunung itu,"

Kata Giok Siu Sian Cu.

"Bukankah di dekat batu-batu gunung itu tumbuh banyak pohon-pohon yang rambat? Kau ambil dan sambung batang-batang pohon-pohon itu, yang kuat seperti rotan, ikatkan salah satu ujungnya ke suatu batu yang besar, dan ujung lainnya kau melemparkan kepadaku."

Bee Kun Bu tampak bahwa betul dilereng gunung banyak tumbuh pohon-pohon rambat yang batangnya kuat seperti

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

rotan, Tanpa menanti lagi, ia lari dan potong batang-batang pohon tersebut untuk disambung dan diikat satu ujungnya ke suatu batu gunung yang besar, dan ujung lainnya ia lemparkan kepada Giok Siu Sian Cu yang segera menjambret dan memegang erat-erat dengan tangannya, Lalu dengan membetot rotan-rotan yang telah tersambung itu, Giok Siu Sian Cu menarik tubuhnya keluar dari lumpur rawa.

sekonyong-konyong terdengar suara gemuruh!

Giok Siu Sian Cu menjerit.

"Hengtee, awas!"

Bee Kun Bu menoleh ke belakang, dan melihat batu gunung yang diikatkan rotan itu sedang menggelinding ke arahnya!

Dengan pedangnya ia menabas putus ikatan-nya, lalu dengan mengerahkan seluruh tenaga dalamnya ia menusuk ke arah batu besar yang tengah menggelinding ke arah itu!

Giok Siu Sian Cu yang sudah berada di tepi rawa memperhatikan dengan cemas, tereampur kagum akan tenaga dalamnya Bee Kun Bu yang berhasil menahan menggelindingnya batu sebesar itu.

Bee Kun Bu merasa heran akan kelihayannya.

"Baru setengah tahun aku mempelajari dan melatih ilmu silat dari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek dengan mudahnya aku sudah dapat melakukan sesuatu yang menolong jiwaku dan Giok Siu Sian Cu!"

Lalu ia berjalan menghampiri Giok Siu Sian Cu yang sudah berlepotan lumpur "Hari ini kau tidak ingin aku mati,"

Kata Giok Siu Sian Cu sambil tersenyum "kelak jika aku menggangu kau lagi, aku tak dapat dipersalahkan."

Baru saja Bee Kun Bu hendak menentangnya, ketika Giok Siu Sian Cu menoleh ke atas jurang, iapun ikut menoleh dan mengawasi ke arah tersebut Mereka melihat dua orang lakilaki yang bertubuh tinggi besar sedang berdiri di atas puncak.

"Untung kita sudah keluar dari rawa maut tadi,"

Kata Giok Siu Sian Cu, suaranya rendah.

"jika terlambat sedikit saja,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

maka tamat lah riwayat kita berdua!"

Lalu tanpa memberi isyarat, ia berlari-lari mendaki lereng gunung yang curam itu menuju ke atas puncak, Bee Kun Bu segera mengikuti dan iapun dapat mendaki lereng gunung yang curam itu dengan mudah-nya.

Sebentar saja mereka sudah berhadap-hadapan dengan kedua orang yang berdiri di atas puncak itu, Mereka menjadi heran menampak kedua orang itu berdiri diam seperti patung, Setelah diperhatikan ternyata bahwa orang tersebut telah ditotok jalan darahnya dan telah menjadi tak berdaya dan berdiri diam seperti patung!

Di belakang kedua orang itu telah tertumpuk banyak balokbalok yang besar, balok-balok tersebut adalah untuk digelindingkan ke bawah.

Giok Siu Sian Cu dan Bee Kun Bu pasti akan binasa atau celaka jika kedua orang itu melakukan perbuatan yang keji itu, Untung bagi mereka, kedua orang itu entah oleh siapa telah ditotok jalan darahnya dan tak dapat berbuat jahat Tiba-tiba Giok Siu Sian Cu berseru sambil menunjuk dengan seruling batu Gioknya ke suatu jurusan.

"Siapakah gerangan mereka itu?"

Bee Kun Bu menoleh, dan tampak dua orang yang berjubah dan bersenjatakan pedang sedang menjaga satu jalan sambil bertempur melawan serombongan orang, Kedua orang tersebut lihay sekali ilmu silatnya, karena mereka dapat melawan musuh yang jauh lebih besar jumlahnya, Tidak peduli siapa mereka, kita harus membantunya!"

Seru Bee Kun Bu, dan iapun segera berlari dengan maksud memberi bantuannya, diikuti oleh Giok Siu Sian Cu.

Orang yang di sebelah kiri, melihat Bee Kun Bu datang membantu, berseru dengan tegurannya setelah ia menyabet lawan-lawannya mundur.

"Mengapa Pek cicimu tidak turut?"

Bee Kun Bu terkejut, lalu iapun berseru.

"Liong Cici! Kau ada disini?!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Lalu terdengar orang yang di sebelah kanan berseru.

"Liong Cici, betullah katamu, bahwa Bu Koko tentu akan dapat dijumpai disini!"

Suara yang lemah lembut dan manis itu tak asing lagi bagi Bee Kun Bu, yang segera menghajar lawanlawannya kedua Suci dan Sumoy itu dan berhasil membunuh dua orang dan mengusir lain-Iainnya.

Lalu ia loncat di samping Lie Ceng Loan.

"Kalian berdua dapat bicara dengan tenang, Biarlah aku yang menghajar bangsat-bangsat ini!"

Seru Giok Siu Sian Cu, yang juga berhasil melukai dua orang dan mengusir Iainlainnya. Dengan wajah yang berseri-seri Lie Ceng Loan berkata.

"Bu Koko, akhirnya aku berhasil menjumpai kau lagi! aku menyesal berpisah dari Koko, sehingga aku selalu memikirkannya, Aku tak akan berpisah lagi dari Koko meskipun dimaki atau dipukul."

Bee Kun Bu berdiri dengan bengong.

ia sedih melihat Lie Ceng Loan yang sudah menjadi kurus kering karena menderita rindu, ia menyesal telah melukakan hatinya gadis yang menyintai ia dengan segenap jiwa raganya, Air mata mengucur keluar dari sepasang matanya Lie Ceng Loan, Dengan terharu Bee Kun Bu berkata.

"Loan moi, aku telah bersalah, berdosa! Dan dosaku ini aku belum pernah memberitahukan kepadamu,.,"

"Koko tak usah memberitahukan kepadaku,"

Jawab Lie Ceng Loan.

"aku pasti memaafkannya.,."

Tiba-tiba terdengar bentaknya Giok Siu Sian Cu dari tempat jauh.

"Apakah kiramu kau dapat lari!?"

Semuanya menoleh ke jurusan suara itu dan menyaksikan Giok Siu Sian Cu sedang sibuk membunuh dan menghajar lawan-lawannya,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Lalu Lie Ceng Loan berkata.

"Bu Koko, kita harus mengubur mayat-mayat orang itu."

Bee Kun Bu mengangguk, dan dengan dibantu oleh Lie Ceng Loan dan Liong Giok Pin, ia mengubur tiga mayat Tibatiba Liong Giok Pin berkata sambil menuding Bee Kun Bu dengan ujung pedangnya.

"Untuk menanti kedatanganmu kami telah berada di daerah ini satu bulan lamanya, Akhirnya Lie Sumoymu menjumpai kau lagi disini, Tetapi aku tidak menduga bahwa kau sudah tergila-gila terhadap Giok Siu Sian Cu."

"Liong Cici, kau salah paham! Aku..."

Bantah Bee Kun Bu, tapi ia tak dapat menjelaskan lebih lanjut, karena Liong Giok Pin telah berkata lagi.

"Aku tidak mempersalahkan kau. Tetapi buktinya aku telah mengalaminya sendiri, aku telah menjadi korban laki-laki, Aku benci tiap-tiap laki-Iaki yang tidak setia terhadap kekasihnya, sekarang aku serahkan kembali Lie Sumoy kepada mu, aku harap kau dapat menjaga dan memperlakukan dia dengan baik, atau..."

Ia berbalik dan berlalu. tetapi ia berhenti dan menanyai "Apakah Co Hiong itu betul-betuI sudah tewas?"

"Dia telah jatuh dari atas jurang. Mungkin dia telah binasa di dasar jurang, hanya..."

Lie Ceng Loan menghampiri Liong Giok Pin seraya menghibur.

"Liong Cici, jangan kau membenci Bu Koko. Dia selalu baik terhadap aku."

Liong Giok Pin ingin menyahutinya ketika mereka mendengar suara jeritan, mereka terkejut "Mongkin juga Giok Siu Sian Cu menjumpai lawan yang lihay,"

Kata Bee Kun Bu.

"Aku harus membantu."

Lalu secepat kilat ia berlari menuju ke tempat dari mana jeritan tadi terdengar Lie Ceng Loan segera mengikuti, disusul oleh Liong Giok Pin.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Setelah melalui pengkolan lereng gunung, mereka menyaksikan Giok Siu Sian Cu sedang dikerubuti oleh sepuluh orang lebih.

Giok Siu Sian Cu tidak menjadi gentar melawan musuh-musuhnya yang banyak itu, akan tetapi ia sangat terdesak meskipun ia telah mengeluarkan semua kepandaiannya, Lalu sambil menjerit Bee Kun Bu maju menyerang dengan pedang terhunus, Terlihat pedangnya berkelebat, disusul jeritannya seorang lawan yang tertabas oleh pe-dangnya, Terbunuhnya lawan itu segera terlihat akibat-nya, LawanIawan yang lain merasa heran menyaksikan Bee Kun Bu dapat membunuh dengan tanpa kesukaran.

Giok Siu Sian Cu juga merasa heran mengapa Bee Kun Bu yang baru datang membantu telah berhasil membunuh mati seorang lawan demikian cepatnya, Bahkan Liong Giok Pin dan Lie Ceng Loan menjadi terpesona, karena jurus ilmu silat pedang yang dilancarkan oleh Bee Kun Bu bukan lagi jurus silat pedang Kun Lun!

Tentu Pek Yun Hui yang telah mengajarkan pada-nya,"

Pikir Liong Giok Pin yang mengawasi Lie Ceng Loan dan merasa cemas akan nasib Sumoynya itu!

Tetapi Lie Ceng Loan yang berbudi itu sedikitpun tidak berpikir demikian ia hanya mengagumi ilmu silat Bu Kokonya yang luar biasa itu, Dan pada saat itu juga terlihat Bee Kun Bu meloncat masuk kedalam gelanggang pertempuran membantu Giok Siu Sian Cu melawan musuh-musuhnya.

Dalam beberapa detik saja dua dari musuh-musuhnya itu terlukai pula.

Kesempatan itu digunakan oleh Giok Siu Sian Cu untuk melancarkan jurus Mo In Cap Pwee Cao.

ia menotok musuh-musuhnya dengan ujung serulingnya dan dalam jangka waktu seperempat jam kemudian, delapan musuhmusuhnya dapat dilukai dan terbunuh mati, Hanya dua orang dapat melarikan diri!

Giok Siu Sian Cu mengejar, tetapi setelah kedua orang itu menjerit dan terlihat asap putih mengepul jauh didepannya, ia berhenti karena ia yang banyak pengalaman yakin, bahwa

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

asap itu adalah isyarat-isyarat minta bantuan, ia kembali dan berkata.

"Hengtee, isyaraUsya-rat itu akan terbukti dengan datangnya banyak musuh-musuh kita lagi Kita menanti kedatangan mereka!"

Bee Kun Bu yang merasakan akan kelihayan ilmu silatnya dari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, berkata dengan gembira.

"Betul, kita basmi mereka semua!"

Liong Giok Pin yang ingin menanya lagi tentang nasibnya Co Hiong menjadi terkejut ketika mendengar dan melihat beberapa belas orang dengan senjata terhunus datang menerjang, Tanpa menunggu lagi Bee Kun Bu maju, menyambuti dengan pedangnya, Giok Siu Sian Cu tak ingin ketinggalan iapun loncat maju dan berusaha menotok musuhmusuhnya dengan ujung serulingnya, segera juga tiga-empat musuh-musuhnya telah terluka oleh pedangnya Bee Kun Bu atau serulingnya Giok Siu Sian Cu.

"Kita harus menerobos dari kepungan mereka ini,"

Seru Bee Kun Bu kepada Giok Siu Sian Cu.

"Loan Moi, kau ikut Bee Siang-kong bersama Liong Sucimu, Biarlah aku yang menahan bangsat-bangsat ini!"

Seru Giok Siu Sian Cu.

ilmu silat maupun tenaganya Bee Kun Bu bukanlah Bee Kun Bu pada setengah tahun yang Ialu.

ia memutar-mutar pedangnya bagaikan dtiran cepatnya, kelincahan maupun keganasannya melebihi seekor serigala atau harimau, Beberapa belas orang-orangnya partai Thian Liong itu tak dapat melawannya, justru pada saat itu terlihat seorang meloncat datang entah dari mana dan orang itu adalah Kiok Goan Hoat!

ia mengangkat satu tangan ke atas, dan orangorangnya berhenti menyerang untuk mundur beberapa langkah.

Sambil tertawa Kiok Goan Hoat berkata.

"Maafkan kami jika penyambutan kami ini dilakukan dengan tak menuruti rencana."

Bee Kun Bu membentak.

"Kiok Piauw-touw, apakah maksudnya penyambutan serupa ini? partai Thian Liong yang

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

terkenal besar dan telah mengundang jago-jago silat dari kesembilan partai untuk datang ke markas besarnya untuk mengadu ilmu silat, tetapi telah memasang banyak perangkap atau membokong tamu-tamunya.

Apakah perbuatan ini tidak keji?"

Sebetulnya kedatangan Kiok Goan Hoat itu kebetulan saja.

Tugasnya hanya mengintai-intai daerah di dekat markas besar partainya, Setelah melihat murid-muridnya dihajar babak belur oleh Bee Kun Bu dan Giok Siu Sian Cu, ia terpaksa datang membantu Ketika Bee Kun Bu menelanjangi maksud busuk dari partai Thian Liong, ia menjadi malu, Untuk menutupi malunya itu, ia berbalik menuduh.

"Bee-heng, orang-orang kami ini ditugaskan menyambut kalian, tak kuduga mereka telah diserang dan dihajar oleh kalian, sekarang kalian telah membunuh mati dua orang kami, dan masih ingin mengejar yang lain. Apakah maksud kalian ini?"

Bee Kun Bu yang balik dituduh demikian menjadi panas.

"Dia betul-betul pandai bicara, Dia berbalik menimpakan kesalahan kepada orang lain,"

Pikirnya, Giok Siu Sian Cu juga menjadi gusar ia mengejek.

"Kiok Piauw-touw, orang lain kau dapat abui, tetapi kau tak dapat berdusta dihadapan aku. Orang-orangmu telah coba membokong kami, kau masih berlagak tidak tahu, bahkan balik menuduh kami!"

Kiok Goan Hoat tak dapat menjawab, ia bungkam untuk sementara waktu, Tetapi untuk membela diri ia berbalik menanya.

"Giok Siu Sian Cu, kau bukan anggota dari kesembilan partai yang diundang oleh partai Thian Liong kami, Dengan alasan apa kau datang ke daerah kami?"

"Ha! Ha! Ha!"

Giok Siu Sian Cu tertawa mengejek "pertandingan adu silat yang diselenggarakan oleh par-taimu bukankah untuk umum? Apakah partaimu takut melawan aku?"

Kiok Goan Hoat menjadi gusar mendengar ejekan yang pedas itu, tetapi ia tak dapat menyangkal kebenarannya katakata wanita itu, Dengan senyuman terpaksa ia menjawab.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Pertandingan silat yang diselenggarakan oleh partai kami mengundang tiap-tiap jago silat jika Siocia juga ingin turut serta, aku rela memimpin jalan kepada kalian pergi ke markas besar kami."

Lalu ia berjalan sebagai penunjuk jalan, Mula-muIa Bee Kun Bu masih curiga akan sikap Kiok Goan Hoat itu.

ia khawatir kalau-kalau menjumpai perangkap atau pembokongan lagi Tetapi Giok Siu Sian Cu berkata.

"Hengtee, jangan takut, kita ikuti dekat di belakangnya."

Maka Bee Kun Bu mengikuti dengan pedang terhunus Lie Ceng Loan dan Liong Giok Pin di belakangnya, sedangkan Giok Siu Sian Cu berjalan paling belakang menjaga segala sesuatu!

Setelah mereka berjalan lebih kurang seratus tombak lebih, lagi-lagi mereka harus melalui lembah gunung yang sempit pu!a.

Berjalan di lembah itu mereka tak dapat melihat ke kanan atau ke kiri karena lereng gunung yang curam mencegah penglihatan mereka, Bee Kun Bu merasa khawatir, tetapi Giok Siu Sian Cu berkata.

"Hengtee, dampingi terus pada nya, jangan sampai dia kabur."

Bee Kun Bu selalu mendekati Kiok Goan Hoat seolah-olah menjadi sanderanya, Tetapi mereka mem-belok, secepat kilat Kiok Goan Hoat berlari dan meloncat entah kemana, Bee Kun Bu tak mengetahui kemana Kiok Goan Hoat itu melenyapkan diri, Giok Siu Sian Cu datang memburu dan menanya.

"Hengtee, mengapa kau lengah? Kemana larinya dia?"

Dengan amat kecewa Bee Kun Bu menghela napas, kemudian jawabnya.

"Aku benar-benar tolol! Aku tak dapat menjaga dia, dia telah lenyap entah kemana!"

"Sudahlah,"

Menghibur Giok Siu Sian Cu.

"Sekarang kita harus lekas lekas keluar dari sini! Mari kita maju terus dan berusaha menerjang keluar!"

Lalu semuanya dengan senjata terhunus lari menerjang maju,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Entah berapa lama mereka beriari-lari tanpa dapat gangguan, tetapi mereka masih juga belum dapat keluar dari lembah yang sempit itu.

Rupanya Lie Ceng Loan sudah menjadi letih, karena terus menerus berlari-lari, maka Giok Siu Sian Cu berkata kepada Bee Kun Bu.

"Hengtee, biarlah aku yang jalan di depan menyelidiki jalan ini!"

Lalu ia meloncat dan lari cepat. Kesempatan itu digunakan oleh Liong Giok Pin untuk menanyakan nasib Co Hiong.

"Dia telah jatuh ke dalam jurang, akan tetapi."

Menerangkan Bee Kun Bu.

"Tetapi apa?"

Bentak Liong Giok Pin yang sudah berubah sekali sifat dan wataknya "Liong Cici telah menangis karena memikiri nasib Co Hiong,"

Kata Lie Ceng Loan.

"Bu Koko harus memberitahukannya dengan betul."

Bee Kun Bu berkata.

"Co Hiong telah jatuh ke dalam jurang yang dalam, akan tetapi di bawah jurang itu, orang tak dapat menemukan mayatnya!"

Liong Giok Pin berubah wajahnya, dari cemas menjadi agak gembira mendengar pemberitahuan itu, Dari Lie Ceng Loan ia pun pernah dengar, bahwa Co Hiong telah jatuh ke dalam jurang, dan ia anggap Co Hiong telah binasa, Setelah mendengar dari Bee Kun Bu, bahwa mayatnya Co Hiong tak dapat diketemukan, ia menjadi terharu, Apakah ia harus bergembira atau bersedih hati?

Apakah itu cinta atau benci?

ia menjadi bisu sejenak sebelumnya menanya lagi.

"Jika demikian halnya, dia belum mati!"

Bee Kun Bu segera ketahui betapa hebatnya Liong Giok Pin mencintai Co Hiong yang telah menyiksa dan menganiaya Sucinya itu.

"Dia telah tewas atau belum, akupun tak berani memastikan,"

Kata Bee Kun Bu.

"tetapi jika jatuh dari jurang yang demikian tingginya, sukar sekali orang dapat lolos dari kebinasaan..."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Sudahlah, jangan sebut-sebut tentang dia lagi, Hayo kita jalan,"

Kata Liong Giok Pin.

"Liong Cici, aku masih ada omongan,"

Kata Bee Kun Bu. Liong Giok Pin berhenti dan menanyai "Omongan apa lagi?"

Dengan menatap kepada Sucinya, Bee Kun Bu ber-kata.

"Aku telah diusir keluar dari partai Kun Lun oleh Susiok!"

"O, aku sudah mengetahuinya. Loan Moi yang memberitahukan hal itu kepadaku,"

Kata Liong Giok Pin.

"aku kabur keluar dari partai Kun Lun, dan kau diusir keluar dari partai Kun Lun, sebetulnya kita ini tidak pantas menjumpai orang lain lagi!"

Bee Kun Bu menanyai "Suci ingin pergi kemanakah?"

"Dunia ini luas sekali,"

Jawab Liong Giok Pin.

"Di-manapun kita dapat berlindung. Aku tak perlu mencari tempat tinggal yang tetap."

Bee Kun Bu terperanjat mendengar keputusan Suci-nya itu, lalu ia berkata.

"Suci telah dipelihara, dididik dan disayang oleh Suhu dan Susiok semenjak kecil Kini semua jago-jago silat sedang menuju ke markas besarnya partai Thian Liong untuk mengadu silat Suci berpengalaman dan meskipun tak dapat menjagoi, namun sedikitnya Suci harus berusaha membantu partai Kun Lun. Dengan demikian dapat juga membalas budi Suhu dan Susiok."

Tetapi bukankah kita sudah diusir keluar dan dianggap sebagai pemberontak Kita tidak ada muka lagi untuk membela partai Kun Lun.,."

Kata Liong Giok Pin. Bee Kun Bu menghela napas, selang sesaat barulah ia dapat berkata.

"Meskipun kita telah diusir, akan tetapi budi kasihnya Suhu dan Susiok, kita belum balas, Pertandingan ilmu silat kali ini adalah suatu kesempatan untuk kita dapat membalas budi kasihnya Suhu dan Susiok kita."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Liong Giok Pin berpikir agak lama, kemudian ia berkata dengan ketus.

"Aku mempunyai cara sendiri untuk membalas budi kasih itu, aku tak perlu petunjuk atau nasehatmu!"

Lalu ia berbalik dan berjalan pergi, Lie Ceng Loan mengejar, dan menarik pergelangan tangan kanan Sucinya seraya berkata.

"Liong Cici."

Liong Giok Pin berhenti dan dengan wajah yang penuh dengan kasih sayang ia berkata.

"Loan Moi, kau jangan khawatir Jika dia menyiksa kau, aku tentu tak dapat memberi ampun kepada nya."

Lalu ia terus berjalan, meninggalkan Lie Ceng Loan berdiri mengawasi dari belakang Kemudian Lie Ceng Loan berbalik menghampiri Bee Kun Bu.

"Bu Koko,"

Katanya.

"tersinggungkah kau karena diperlakukan demikian oleh Liong Cici?"

Sambil menggeleng-geleng kepalanya Bee Kun Bu menjawab.

"Adatnya Liong Cici berubah banyak sekali! Sudahlah, mari kita jalan terusl"

Lie Ceng Loan mengikuti, dan setelah berjalan kira-kira seperempat jam, mereka tiba di suatu gundukan tanah yang menghalangi penglihatan mereka, Di balik gundukan tanah itu terdengar suara gaduh dari orang-orang yang serang bertempur Mereka berlari-lari untuk segera menyaksikan Giok Siu Sian Cu sedang dikerubuti oleh banyak orang, Dengan seruling batu Gioknya, Giok Siu Sian Cu melawan dengan gigih, dan ia telah membunuh mati tujuh-delapan lawan-lawannya, akan tetapi ia masih juga belum dapat memukul mundur mereka, Dengan tidak membuang tempo lagi, Bee Kun Bu meloncat maju Dengan satu sabetan saja tiga lawan-lawannya telah luka dan binasa, lalu dengan jurus-jurus Beng Houw Keng Lok atau Harlmau galak menerkam menjangan, ia menusuk seraya menendang mati dua musuhnya lagi dengan pedang terhunus, Harus diketahui bahwa Bee Kun Bu sekarang bukanlah Bee Kun Bu pada setengah tahun yang lalu, Tenaganya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

tambah kuat dan ilmu silatnya lihay sekali Dengan satu sabetan saja tiga lawan-lawannya telah luka dan binasa, lalu dengan jurus-jurus Beng Houw Keng Lok atau Harimau galak menerkam menjangan, ia menusuk seraya menendang mati dua musuhnya lagi, Giok Siu Sian Cu menjadi gembira sekali mendapat bantuan itu, iapun segera melancarkan jurus-jurus Tok Coa Tui Kim atau Ular berbisa menyengat unggas, Beberapa musuh -musuhnya telah tertotok oleh ujung serulingnya, ada yang tewas seketika atau menjadi cacat jika masih dapat hidup, Lie Ceng Loan berdiri terpaku melihat kelihayan Bee Kun Bu membasmi musuh-musuhnya, sebetulnya iapun ingin membantu, akan tetapi ia merasa bahwa bantuannya tak perlu lagi Bahkan ia menolong musuh-musuh yang terluka, perbuatannya itu telah membikin seorang pemimpin partai Thian Liong yang melihatnya menjadi terharu, dan segera memberi isyarat menghentikan pertempuran Ketika itu lebih dari separuh orang-orangnya partai Thian Liong yang telah tewas atau terluka, tiba-tiba mereka mendengar suara perintah "Berhenti."

Yang keras sekali, mereka segera mundur dan berhenti bertempur.

Bee Kun Bu menoleh ke arah suara perintah itu, dan tampak disatu jalan pegunungan berdiri seorang yang berusia lebih kurang lima puluh tahun dan bersenjata martil bereagak tiga, Orang itu adalah pemimpin bendera hitam dari partai Thian Liong dan bernama Kiok Goan Hoat, Kiok Goan Hoat yang tadi lenyap dari kejarannya Bee Kun Bu telah berhasil lari ke markas besarnya untuk memberi laporan, Dan setelah ia dapat petunjuk lebih lanjut dari Souw Peng Hai, ia segera kembali pula.

Kiok Goan Hoat maju menghampiri dan menyuruh orangorangnya untuk mengumpulkan mayat-mayat orang-orangnya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

yang telah tewas untuk dikubur sebagaimana layaknya dan mengobati mereka yang terluka, Kemudian dengan mengangkat kedua tangannya memberi hormat ia berkata kepada Giok Siu Sian Cu daa Bee Kun Bu.

"Kalian mengunjungi markas besar kami dengan tidak mengambil jalan yang telah ditetapkan sehingga menimbulkan salah faham kepada orang-orang kami, dan banyak dari mereka telah membayar dengan mahal sekali, Na, jika partai Thian Liong telah bersalah, aku minta jangan ditarik panjang lagi!"

Giok Siu Sian Cu membereskan rambutnya yang telah kusut terurai, lalu ia menjawabnya.

"Partai Thian Liong telah mengundang para jago silat dari kesembilah partai silat untuk mengadu silat di markas besarmu, tetapi kalian telah memasang perangkap atau merintang-rintangi para jago silat yang datang berkunjung itu. Per^i buatan itu baguskah? Maksud apakah sebenarnya kalian"

Ini? Apakah kalian tidak malu akan perbuatan yang rendah itu?"

Kiok Goan Hoat tak berdaya membela nama partai-nya, dan ia terpaksa menjawab dengan ramah.

"Kami dari partai Thian Liong memang betul telah mengundang para jago silat dari kesembilan partai silat yang terkenal pada dewasa ini. Kami tidak mengundang sembarangan jago-jago silat untuk mengadu silat! Aku ingin menanyai "Siocia ini mewakili partai silat yang manakah?"

Ejekannya itu seperti juga satu hinaan terhadap Giok Siu Sian Cu. ia menjadi gusar sekali, dan dengan menudingnuding ia berkata.

"Hei! Kiok Goan Hoat! Kau jangan menjual lagak disini, Jika aku turut mengadu silat, kau tak akan dapat menjadi pemimpin cabang bendera hitam lagi! Jika kau masih juga ingin mengetahui aku mewakili partai silat mana, kau dapat menyaksikan sendiri bahwa aku dapat menerobos melalui semua rintangan-rintanganmu!"

Kiok Goan Hoat tertawa dan berkata.

"Jika kau ingin bertempur melawan aku, kau dapat melawannya sebentar lagi dihadapannya para jago silat, Aku sekarang hanya ditugaskan untuk mengantar kalian."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Giok Siu Sian Cu melirik kepada Bee Kun Bu seraya berkata.

"Hengtee, diantara lima pemimpin cabang dari partai silat Thian Liong, pemimpin cabang bendera hitam inilah yang paling licik. Kita harus waspada menghadapi padanya!"

"Kiok Piauw-touw pernah menjumpai aku beberapa kali,"

Jawab Bee Kun Bu. Kiok Goan Hoat berkata sambil tertawa.

"llmu silat pedang, watak serta sifat saudara Bee, aku sudah mengetahui juga, Aku yakin nanti kau dapat membuktikan dihadapan para jago silat, dan mungkin dapat mengangkat namanya partai silat Kun Lun, Kita sudah tidak jauh dari markas besar partai Thian Liong, Kita tak usah tergesa-gesa. Dan harus diingat pula bahwa hari ini baru tanggal sebelas bulan delapan, masih ada waktu tiga hati pada waktunya kalian boleh memilih lawan yang mana dari jago-jago silat partai Thian Liong yang kalian ingin gempur, pun diperbolehkan melawan jago-jago silat dari antara kesembilan partai lainnya, Mungkin juga jago-jago silat dari kesembilan partai itu sudah tiba di markas besar. Oleh karena itu kalian dapat menggunakan waktu tiga hari ini untuk beristirahat mengumpulkan tenaga." -ooo0oooBerjumpa lagi dengan Souw Hui Hong Bee Kun Bu menatap Giok Siu Sian Cu sambil berpikir "Wanita ini terkenal sebagai iblis wanita di kalangan Kangouw. Jika aku terus menerus mendampinginya, akan menarik perhatiannya para jago silat Dan jika Suhu dan Susiokku melihatnya, maka soalnya akan makin rumit lagi. Namun dia pernah menolong jiwaku beberapa kali, Tidak mudah aku mengusir dia..."

Giok Siu Sian Cu segera dapat menerka pikirannya Bee Kun Bu, dan ia berkata sambil tersenyum.

"Hengtee tak usah cemas terhadap aku. Hengtee dapat hersamasa ma Sumoymu turut Kiok Goan Hoat pergi ke markas besar partai

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Thian Liong, Aku yakin dia tak akan menipu atau membokong kau berdua, Aku telah mengantar kau sampai di daerah partai Thian Liong, aku telah memenuhi janji Nah, kita berpisah disini saja!"

Lalu ia meloncat ke atas, dan dengan ilmu meringankan tubuh ia berlari secepat kilat yang dalam sekejap saja sudah tak tampak pula, justru sikap yang terus terang dan mulia dari wanita itu membikin Bee Kun Bu makin cemas, ia merasa seolah-olah ia tak mengenal budi, Kemudian Kiok Goan Hoat mengangkat sebelah tangannya da di atas suatu puncak gunung yang hanya sepuluh tombak lebih jauhnya terlihat menonjol keluar satu bendera merah, Lalu ia berjalan maju, diikuti oleh Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan, Ketika mereka melalui suatu tempat yang sunyi senyap, tiba-tiba terdengar suara orang menghela napas dan mengeluh, Mereka memburu, tetapi mereka tak dapat lihat apa-apa.

Mereka mendengar lebih teliti, dan merasa bahwa suara helaan napas itu seolah-olah tak asing lagi bagi mereka.

Lalu dari belakang semak belukar keluar satu orang yang berseru.

"Bee Siangkong! Tidak terduga kita berjumpa lagi di sini!"

Bee Kun Bu terkejut dan lari menuju ke semak belukar itu, ia segera mengenali orang itu dan berseru.

"Souw Siocia kau baikkah?"

Souw Hui Hong tidak menjawab, bahkan mengajukan pertanyaan.

"Mengapa hanya kau dan Lie Sumoymu yang datang kesini, Apakah Suhu dan susiokmu tidak datang?"

Pertanyaan tersebut sukar dijawab oleh Bee Kun Bu. ia gelisah dan menoleh ke belakang, Kiok Goan Hoat lalu berkata.

"Souw Siocia, sudah-lah! Mari sama-sama ikut kami pulang!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Souw Hui Hong menjadi gusar dan membentak.

"Kiok Piauw-touw, kau boleh pulang dulu, Aku ingin bicara kepada Bee Siangkong dan Lie Sumoynya!"

Kiok Goan Hoat pun merasa gusar dibentak demi-kian, tetapi ia menahan amarahnya karena memikir, bahwa gadis itu adalah puteri satu-satunya dari pemimpin nya, Souw Peng Hai. ia hanya berkata.

"Souw Siocia, aku mendapat perintah dari ayahmu untuk mengantar mereka, tugas itu tak dapat dipandang remeh!"

Lie Ceng Loan maju setindak dan berkata kepada Kiok Goan Hoat.

"Kiok Piauw-touw, sebetulnya kedatangan kami ini adalah untuk menengoki Souw Cici, aku mohon kau dapat memberi kesempatan untuk kami bereakap-cakap sebentar."

Kiok Goan Hoat tetap menolaknya dengan berkata.

"Lie Siocia, jangan salah paham, Aku bukannya kejam, tetapi perintah dari Souw Cong Piauw aku harus melaksanakan segera."

"Kiok Piauw-touw, kau jangan mempergunakan nama ayahku untuk mencari alasan, jika ayahku menyalahkan kau, aku yang tanggung jawab!"

Sementara itu Bee Kun Bu memperhatikan wajah dan sikapnya Souw Hui Hong yang ia telah tidak melihatnya setengah tahun.

Meskipun gadis itu masih tetap congkak, akan tetapi air mukanya agak pucat Lengannya yang telah buntung membikin ia ingat lagi akan kekejamannya Co Hiong, ia juga berkata.

"Kiok Piauw-touw, Souw Siocia dapat mengantar kami ke markas besar setelah kami selesai bicara."

Kiole Goan Hoat terpaksa mengalah dan mengawasi ketiga orang itu bereakap-cakap dengan gembira dan ramah tamah dari tempat yang agak jauh.

"Bee Siangkong,"

Kata Souw Hui Hong dengan nada yang sedih.

"kita sudah berpisah lama juga, Apakah kau masih ingat padaku?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu tereengang pertanyaan itu sangat memilukan hatinya itu. Segera terkenanglah ia kepada pe-ristiwaperistiwa yang lampau menerjang berangsur-ang-sur di dalam otaknya.

"SudahIah. Bee Siangkong! Kau tak usah pikir peris-tiwaperistiwa yang lampau,"

Kata Souw Hui Hong menghibur Tetapi Bee Kun Bu tak dapat melupakan peristiwaperistiwa tersebut ia membayangkan ketika ia diracuni oleh Co Hiong, jika bukannya Souw Hui Hong yang menolong pada nya, ia pasti mati konyol!

Budi yang amat besar itu ia tak dapat lupakan, Lie Ceng Loan yang sementara itu mengawasi kepalanya Souw Hui Hong yang telah dicukur gunduI, dengan hati sejujurnya menanyai "Souw Cici, mengapa kau tidak memakai kerudung kain sutera, Dengan tak berkerudung kau kelihatannya tak pantas sekali!"

Pertanyaan Lie Ceng Loan itu membuat Bee Kun Bu tambah gelisah, ia menjelaskan "Lie Sumoy, janganlah kau sebut-sebut soal itu. Kata-katamu itu akan membuat Souw Cici bertambah kesedihannya!"

Tetapi Souw Hui Hong berkata kepada Lie Ceng Loan dengan penuh kasih sayang.

"Adikku, kau masih muda, kau belum mengetahui betul nasib manusia, Agak-nya aku telah berdosa, dan kini harus menjalankan hu-kuman..."

"Souw Siocia, akulah yang berdosa sehingga kau menjadi seorang yang cacat.,."

Kata Bee Kun Bu sambil menundukkan kepala.

"Tidak!"

Souw Hui Hong memotong perkataan itu.

"ltu semua adalah salahku, dosaku, Lagi pula kita tidak perlu menimbul-nimbulkan peristiwa-peristiwa yang lampau.,."

Ia tak dapat meneruskannya karena kata-katanya itu tertahan di tenggorokannya agaknya.

"Souw Siocia,"

Kata Bee Kun Bu.

"Budimu yang telah menolong jiwaku tak dapat aku lupakan, aku tak akan merasa

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

puas, jika belum tak dibalasnya... Kau telah mengembalikan nyawaku.,."

Dengan senyum yang sedih Souw Hui Hong berkata.

"Sudahlah, makin kau bicara makin sedih hatiku..."

Kepergiannya Bee Kun Bu ke markas besarnya partai silat Thian Liong dengan maksud membantu Suhu dan Susioknya, bila ia menang, ia dapat menebus dosanya, bila ia kalah, ia rela tewas dalam pertempuran ia tak menduga di dalam perjalanannya itu, ia telah menjumpai Giok Siu Sian Cu, kemudian Lie Ceng Loan dan kini Souw Hui Hong yang telah melepas budi demikian besar terhadapnya.

Tiba-tiba seorang pria yang bertubuh tinggi besar berlarilari datang dan berhenti dihadapannya Souw Hui Hong, Setelah membungkukkan tubuhnya memberi hormat dia berkata.

"Aku diperintahkan untuk minta Souw siocia segera pulang!"

Souw Hui Hong hanya tertawa gelak-gelak seolah-olah tak menghiraukan pesuruh itu.

ia tertawa terus bagaikan orang yang tak beres tngatan, Kelakuan tersebut mengejutkan Lie Ceng Loan yang segera menegur.

"Souw Cici, mengapa kau terus menerus tertawa?"

Tetapi Souw Hui Hong terus tertawa, bahkan makin keras suaranya.

Lie Ceng Loan sangat terharu, dan ia menangis, Bee Kun Bu menjadi bingung tak berdaya menghadapi Souw Hui Hong yang terus tertawa, dan Lie Ceng Loan yang terus menangis, Kiok Goan Hoat datang menghampiri dan berkata.

"Beeheng mari kita jalan!"

Dan setelah itu terlihat dua orang wanita datang dan menggotong Souw Hui Hong. Bee Kun Bu juga membetot tangannya Lie Ceng Loan mengikuti Kiok Goan Hoat

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Di tengah jalan Kiok Goan Hoat berkata kepada Bee Kun Bu. Tempat yang kita tuju masih ada lima-enam lie jauhnya, Jika kita dapat berjalan lebih cepat, maka sebentar saja kita akan tiba di tempat itu!"

Lalu dengan mempergunakan ilmu meringankan tubuhnya ia berlari-laii"

Bee Kun Bu mengerti, bahwa Kiok Goan Hoat hendak menguji kepadanya, ia tertawa di dalam hatinya, tetapi ia khawatir Lie Ceng Loan tak dapat meren-denginya, Tetapi setelah ia berlari-lari ia dapat kenyataan, bahwa Lie Ceng Loan dapat merendengi ia yang mem-bayangi Kiok Goan Hoat.

Namun Bee Kun Bu mencekal pergelangan tangan kanannya Lie Ceng Loan dan membantu mengejar Kiok Goan Hoat ia terperanjat ketika ia merasa bahwa Lie Ceng Loan tak perlu dibantu, karena ilmu meringankan tubuhnya tidak lebih bawah daripada ia sendiri ia mengawasi Sumoynya yang hanya tersenyum, ia berkata.

"Lie Sumoy, didalam setengah tahun ini, ilmu silatmu telah bertambah maju sekali!"

Harus diketahui bahwa pada setengah tahun se-belumnya, ilmu silatnya Lie Ceng Loan sangat dibawah kepandaiannya Bee Kun Bu, akan tetapi selama mereka berpisahan setengah tahun itu, meskipun Bee Kun Bu telah belajar banyak dari Na Siao Tiap dan Pek Yun Hui, Lie Ceng Loan pun memperoleh kemajuan, Maka atas kata-kata Bee Kun Bu itu, Lie Ceng Loan menyahut.

"Liong Cici telah menasehatkan bahwa aku harus tekun mempelajari dan berlatih silat agar aku dapat membantu Koko, Lalu kami bersama belajar dan berlatih silat dengan giat, Liong Cici mempunyai satu buku yang catat segala macam ilmu silat, ilmu meringan tubuh dan sebagai nya. Liong Cici juga mengatakan bahwa aku dapat mempelajarinya dengan mudah dan cepat karena aku pintar dan cerdas, Disamping itu, karena aku bertekad membantu Koko, maka aku telah mempelajarinya dengan tekun dan giat."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Sambil tersenyum Bee Kun Bu berkata.

"Pendapat Liong Cici jitu sekali, Kau memang cerdas dan pintar, hasil latihanmu tentu akan bermanfaat sekali bagimu! sementara itu Kiok Goan Hoat berlari lebih cepat lagi, Bee Kun Bu pun terpaksa mengejar pula, Demikianlah mereka berlari-lari berkejar-kejaran cepat sekali dan telah melalui empat-lima puncak gunung sebelumnya mereka tiba di suatu lembah yang dikitari oleh lereng gunung.

"Di depan kita adalah bangunan-bangunan untuk menerima tamu, dan semua jago-jago dari kesembilan partai menempati bangunan-bangunan itu."

Menerangkan Kiok Goan Hoat.

"Lagi setengah lie, kalian akan mencapai tempat itu, dan disitu akan ada orang yang menyambutnya lagi, Maaf jika aku tak dapat mengantar lebih jauh!"

Lalu ia memberi hormat dan segera berlalu, Bee Kun Bu memandang ke depan dan melihat bangunanbangunan yang bertingkat di antara pohon-pohon yang tumbuh dengan segarnya, Dengan menuntun Sumoynya ia berjalan terus, Ketika hampir tiba di suatu bangunan, dari antara dua pohon cemara yang besar berjalan keluar dua anak tanggung yang berusia lebih kurang enam belas tahun menyambut mereka seraya berkata.

"Kongcu, Siocia, apakah kalian pun tamu yang diundang untuk turut serta di dalam pertandingan ilmu silat?"

"Betul!"

Jawab Bee Kun Bu. Salah seorang diantaranya menanya lagi.

"Dari partai silat manakah?"

"Kami dari partai silat Kun Lun!"

Jawab Bee Kun Bu. Anak yang lain berkata.

"Sudilah kalian ikut kami."

Lalu ia memimpin jalan masuk ke dalam bangunan yang bertingkat Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan mengikuti mereka melalui kelompok-kelompok pohon, dan tiba di dalam pekarangan bangunan bertingkat itu, Seorang anak berkata.

"Jago-jago silat partai Kun Lun berada di bangunan ini. silahkan masuk!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Lie Ceng Loan menanya dalam hatinya.

"Apakah Suhu dan Supek sudah berada disini?"

Bee Kun Bu memperhatikan keadaan disekitarnya, dan melihat bahwa di lembah yang dikitari oleh lereng gunung seluas lebih kurang tiga ratus tombak persegi, dan dengan pohon-pohon bunga yang beraneka warna terdapat pula sepuluh bangunan yang bertingkat terpencar di lembah itu.

"Partai Thian Liong telah membikin persiapan yang baik sekali untuk menampung jago-jago dari kesembilan partai dengan masing-masing partai telah disediakan satu bangunan tersendiri Tetapi pikimya, merekapun mengintai-ngintai gerakgerik jago-jago kesembilan partai silat yang telah diundang!"

Lalu ia mengikuti Lie Ceng Loan masuk ke dalam bangunan tersebut Ruang depan bangunan itu sangat indah dan mewah, Seorang pemuda dengan pedang di pinggang menyambut mereka dengan wajah berseri-seri!

Bee Kun Bu yang belum pernah datang ke kuil San Ceng Kiong di puncak Kim Teng Hong di pegunungan Kun Lun tidak mengenal pemuda itu, tetapi Lie Ceng Loan tersenyum seraya memanggil "Suheng!"

Pemuda itu setelah memberi hormat setayaknya terus mengawasi Bee Kun Bu. Dan ia menanya.

"Lie Sumoy, apakah pemuda ini juga murid dari partai Kun Lun kita?"

Bee Kun Bu mendahului Lie Ceng Loan menjawab.

"Siauw tee bernama Bee Kun Bu, dan Hengtee ini siapakah?"

"Aku bernama Oey Ci Eng, murid dari Suhu yang memegang pimpinan partai!"

Jawab orang itu, Lie Ceng Loan menambahkan.

"Oey Suheng adalah Suheng tertua dari partai Kun Lun kita, dan sangat disegani oleh Supek!"

Dengan menundukkan kepalanya, Bee Kun Bu mengaku.

"Aku Bee Kun Bu tidak beruntung telah diusir oleh Susiok yang memegang pimpinan!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Oey Ci Eng menghela napas, lalu berkata.

"Meskipun kita belum pernah berjumpa, akan tetapi dari Toa Supek dan Lie Sumoy aku telah mendengar tentang riwayat dan jejak Bee Sutee, Hari ini kita dapat berternu, aku girang sekali Toa Supek dan Suhu sangat gelisah terhadap peristiwa pengusiran Sutee, Aku yakin jika Sutee dapat menghormati Suhu, Supek dan Susiok, mungkin mereka akan menerima Sutee kembali!"

Baca Juga: Bayangan Bidadari 4

Baca Juga: Pendekar Lembah Naga Kho Ping Hoo

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert