Eps 16 Bangau Sakti - Chin Tung
Baca online Bangau Sakti - Chin Tung
Cersil Bangau Sakti - Chin Tung.
itu, Namun setelah menyaksikan kepandaian Tan Cun Goan malam ini, barulah aku per-caya.
Hanya orang tua itu seorang diri, kita sudah sulit menghadapinya, Kalau kita ke Swat Ling San, bukankah kita mengantar diri ke mulut macan?"
"Kakak!"
Bee Kun Bu tertawa.
"Aku dan orang tua itu masih belum tahu siapa yang menang dan yang kalah, kenapa mendadak Kakak jadi begitu cemas?"
Pek Yun Hui menatapnya tajam, lalu ujarnya sungguhsungguh dan tampak sangat serius.
"Engkau harus tahu, bahwa di luar langit masih ada langit Misalnya mengenai orang tua itu, dia berkepandaian amat tinggi dan ilmu silatnya agak aneh. Walau Iweekangmu seimbang dengan lweekangnya, namun engkau masih kalah pengalaman."
"Oh?"
Bee Kun Bu menatapnya sambil duduk.
"Aku telah memperhatikan ilmu silatnya, namun ilmu silatnya tampak tidak begitu aneh, kenapa Kakak katakan ilmu silatnya agak aneh?"
"Aku ingin bertanya, ketika aku bertarung dengan padri iblis di kuil Tay Ciok Si, engkau menyaksikannya?"
"Ya."
"Apakah engkau masih ingat, secara diam-diam Leng Yan Hweeshio mengerahkan ilmu Thai Im Khi Kangyang mengandung racun dingin itu?"
"lngat Tapi... aku justru tidak menyaksikan keanehan Hweeshio itu, Harap Kakak menjelaskan!"
Ilmu T"hai Im Khi kang itu memang amat beracun, siapa yang terkena ilmu itu pasti mati kedinginan, lagi pula ketika lawan mengerahkan ilmu tersebut, sulit sekali menjaganya."
"Kalau begitu, orang tua itu juga memiliki ilmu itu?"
Tanya Bee Kun Bu bernada kaget
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ya."
Pek Yun Hui mengangguk "Kalau dia menyerangmu dengan ilmu itu, tentunya salah satu di antara kalian akan tewas, Lalu untuk apa kalian harus mengadu nyawa ?"
"Aku...."
Bee Kun Bu menundukkan kepala.
"Walau berasal dari sarang iblis, namun orang tua itu tidak jahat Bagaimana keempat saudaranya, kita tidak mengetahuinya,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Yang jelas mereka berempat pasti memiliki ilmu beracun, Apabila kita bertemu mereka, kita harus bagaimana?"
Bee Kun Bu membungkam, sedangkan Pek Yun Hui memandang ke tepi sungai.
"Pohon-pohon song itu membuat aku teringat se-suatu!"
Serunya tiba-tiba.
"Kakak teringat apa?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Walau ilmu Thai Im Kang Khi amat beracun, kita masih bisa menjaga diri,"
Sahut Pek Yun Hui dengan wajah berseri.
"Oh?"
Bee Kun Bu menatapnya tidak mengerti "Maksud Kakak?"
"Bukankah engkau masih ingat ketika aku mempergunakan jarum Toh Meng Sin Cin, aku yakin senjata rahasia tersebut dapat memecahkan ilmu Thai Im Khie Kang itu. Maka akan kuwariskan padamu, kalau kelak aku kembali ke istana, itu merupakan ilmu kenang-kenangan dariku."
"Terimakasih, Kakak!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Jadi... kakak sudah mengambil keputusan untuk kembali ke isiana?"
Pek Yun Hui diam saja, sedangkan wajah Bee Kun Bu tampak murung, seakan merasa berat berpisah dengan Pek Yun Hui kelak HKun Bu!"
Pek Yun Hui tersenyum ia tahu apa yang dipikirkan Bee Kun Bu, maka segera membicarakan ilmu silat untuk mengalihkan perhatiannya.
"Berdasarkan apa yang tereantum dalam kitab Kui Goan Pit Cek, semakin halus suatu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
senjata rahasia semakin membahayakan jarum Toh Meng Sin Cin merupakan senjata rahasia yang amat halus, jarum itu dapat menembus jalan darah orang, siapa yang terkena senjata rahasia itu, dalam tujuh langkah pasti mati."
"Oh?"
Bee Kun Bu terbelalak "Senjata rahasia itu pun dapat merusak hawa murni orang,"
Pek Yun Hui menjelaskan dengan menambahkan "Aku lihat kepandaianmu sudah mencapai tingkat tinggi, maka tidak sulit bagimu untuk mempelajari senjata rahasia tersebut."
"Kalau begitu, harap Kakak memberitahukan teoriteorinya!"
Ujar Bee Kun Bu sambil tersenyum "Baiklah."
Pek Yun Hui mengangguk ia memberitahukan teori-teori menggunakan jarum itu, lalu mengerluarkan beberapa batang, sekaligus memperlihatkan pada Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu memperhatikan jarum-jarum itu dengan cermat Sungguh halus dan kecil senjata rahasia tersebut dan dibuat dari emas murni.
"Siapa pembuat senjata rahasia ini?"
Tanyanya heran.
"Pembuatnya adalah Sam Im Sin Ni, maka dicantumkan juga di dalam kitab Kui Goat Pit Cek."
Pek Yun Hui memberitahukan.
"Guruku memperoleh semua senjata rahasia ini, kemudian juga menundukkan Bangau Sakti, Akan tetapi, guruku sama sekali tidak pernah menggunakannya.
"Kalau begitu, siapa yang mengajar Kakak mempergunakan senjata rahasia ini?"
Tanya Bee Kun Bu heran.
"Guruku!"
Jawab Pek Yun Hui.
"Guruku menjelaskan teoriteori penggunaan senjata rahasia ini dan aku yang sering mempraktekkannya."
"Ooooh!"
Bee Kun Bu manggut-manggut "Pantas Kakak begitu mahir mempergunakannya!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Sebelumnya aku masih ragu mewariskan padamu, tapi setelah kupertimbangkan cukup lama, aku memutuskan untuk mewariskan padamu, agar engkau dapat menjaga diri dengan senjata rahasia ini."
"Terimakasih, Kak!"
"Kun Bu!"
Pek Yun Hui tersenyum Tak terasa hari pun sudah mulai terang, jadi untuk sementara ini kita tidak usah ke Swat Ling San, lebih baik kita berangkat ke Toan Hun Ya untuk menemui Nona Souw Hui Hong.
Dalam perjalanan ke sana, engkau pun harus berlatih menggunakan jarum itu.
Siapa tahu ada gunanya bagimu ketika sampai di Swat Ling San."
Setelah hari terang, mereka pun sudah memasuki kawasan Su Coan. sementara Bee Kun Bu terus berlatih dan mulai mahir menggunakan senjata rahasia tersebut "Kun Bu!"
Pek Yun Hui mendekatinya sambil ter-senyum.
"Mari kita makan siang, setelah itu kita pun harus meninggalkan perahu ini!"
Bee Kun Bu mengangguk Usai makan siang, Bee Kun Bu memberikan beberapa puluh tael perak kepada tukang perahu.
"Terimakasih, Tuan!"
Ucap tukang perahu dengan wajah berseru Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui meloncat ke tepi sungai, lalu melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.
Dalam perjalanan, Bee Kun Bu masih terus berlatih menggunakan senjata rahasia ini....
Mereka berdua sudah tiba di Toan Hun Ya (Jurang Pemutus Roh).
Bee Kun Bu menengok ke sana ke mari, sebaliknya Pek Yun Hui malah terus memandang kuil Yang Siam Am, kemudian menarik nafas panjang seraya berkata.
"Walau kita adalah musuh Souw Peng Hai, tapi justru kawan baik Souw Peng Hai Hui Hong. Kali ini kita ke mari
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dengan maksud ingin menengoknya, maka kita langsung ke Kuil Yang Sim Am saja."
"Ketika kejadian di sini, Nyonya Souw Peng Hai telah menyaksikan semua, dia bermohon pada kita agar melepaskan suaminya, kita pun mengabulkan Kini kita mengunjungi putrinya, apakah dia akan tetap menutup pintu kuil tidak meladeni kita?"
Ujar Bee Kun Bu.
"lsteri Souw Peng Hai jadi rahib sudah hampir tiga puluh tahun, tentunya tidak akan bertindak begitu,"
Sahut Pek Yun Hui sambil tersenyum "Kalau begitu, mari kita ke kuil itu!"
Ajak Bee Kun Bu.
Mereka berdua lalu menuju Kuil Yang Sim Am, dan tak tama mereka sudah sampai di depan kuil tersebut Tak seberapa lama mereka berdiridi situ, mendadak pintu kuil itu terbuka, tampak seorang berdiri di situ sambil memandang Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui.
"Apakah kalian berdua tersesat jalan dan tidak bisa meninggalkan tempat ini?"
Tanya orang tua itu.
"lni Nona Pek dan aku Bee Kun Bu,"
Jawab pendekar kita.
"Kami sengaja ke mari untuk mengunjungi Nona Souw Hui Hong, mohon diberitahukan padanya!"
"Maafl"
Orang tua itu tampak serba salah.
"Sejak Nona Souw memasuki Kuil Yang Sim Am ini, dia pun tidak mau menemui siapa pun. Tuan mau pesan apa, aku akan menyampaikannya."
"Kami datang dari gunung Kwat Cong San dan punya sedikit hubungan dengan Nona Souw, harap melapor ke dalam, Nona Souw pasti sudi menemui kami."
Ujar Pek Yun Hui ramah.
"Aaakh!"
Orang tua itu menarik nafas panjang.
"Nona tidak tahu, dalam sebulan ini, Nona Souw terus menyendiri di dalam kamar dan jarang makan, Apa sebabnya, aku sama sekali
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tidak mengetahuinya, maka aku pun tidak V berani melapor padanya."
"Kalau begitu, tolong beritahukan pada Nyonya Souw Peng Hai, bahwa kami berdua ingin menemuinya,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Nyonya mau menemui kalian atau tidak, aku tidak berani memastikan,"
Sahut orang tua itu.
"Silakan masuk, aku akan segera melapor pada Nyonya."
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui melangkah ke dalam, Orang tua itu pun segera mempersilakan mereka duduk.
"Silakan duduk, aku ke dalam melapor pada Nyonya!"
Orang tua itu masuk ke dalam.
"Terimakasih!"
Ucap Bee Kun Bu. Berselang beberapa saat kemudian, terdengarlah suara yang ramah, yaitu suara Nyonya Souw Peng Hai.
"Tamu jauh dari mana? Ada urusan apa mengunjungi Kuil Yang Sim Am?"
"Kami ke mari ingin menemui Nona Souw Hui Hong, namun telah mengganggu ketenangan Nyonya,"
Ucap Pek Yun Hui.
"Oooh!"
Nyonya Souw Peng Hai tersenyum lembut.
"Kita pernah bertemu di depan Toan Hun Ya, jangan mengungkit kejadian yang telah berlalu itu! Kalian berdua ke mari ingin menemui Hui Hong, sebetulnya ada urusan apa?"
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui diam saja, Nyonya Souw Peng Hai memandang mereka, kemudian tersenyum lagi seraya berkata.
"Mungkin kalian berdua teman baik Hui Hong, tapi sebulan yang lalu, Hui Hong memasuki ruang tobat, dan sejak itu dia tidak pernah keluar, bahkan tidak mau menemuiku, jadi aku harap kalian memakluminya!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ketika Nona Souw Hui Hong memasuki ruang tobat, apakah dia memperlihatkan sikap aneh?"
Tanya Pek Yun Hui mendadak "Sikapnya memang agak aneh, itu karena ia melihat ayahnya mengajak Co Hiong pergi di tengah malam itu terjadi dua bulan yang lalu, namun Hui Hong memasuki ruang tobat itu baru sebulan yang lalu,"
Nyonya Souw Peng Hai memberitahukan "Kakak, kita sudah kenal baik dengan Nona Souw Hui Hong, bagaimana kalau kita mohon pada Nyonya Souw mengajak kita ke ruang tobat untuk menemuinya?"
Tanya Bee Kun Bu mendadak pada Pek Yun Hui.
"Entah Nyonya Souw Peng Hai setuju atau tidak?"
Sahut Pek Yun Hui sambil memandang nyonya itu.
"Kelihatannya kalian berdua sangat rindu pada Hui Hong, maka aku pun akan mengantar kalian ke ruang tobat menengoknya,"
Ujar Nyonya Souw Peng Hai.
"Terimakasih!"
Ucap Pek Yun Hui.
"Mari ikut aku ke dalam!"
Ujar Nyonya Souw Peng Hai lalu melangkah ke dalam.
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui mengikutinya dari belakang, tak tama mereka sudah sampai di depan ruang tobat itu.
Nyonya Souw Peng Hai menunjuk beberapa ruang yang ada di situ, kemudian menarik nafas panjang seraya berkata.
"Suamiku bertekad berkecimpung di rimba persilatan Tiga puluh tahun yang lampau aku sudah lihat masa depannya penuh bahaya, maka aku menyuruh orang membangun ruang tobat untuknya, Tahun kemarin dia nyaris mati di Toan Hun Ya ini, oleh karena itu, aku pun tampil untuk menasihatinya, Dia ikut aku kemari, namun tak lama kemudian, timbullah niatnya untuk memunculkan diri di rimba persilatan lagi. Aku terus menasihatinya, tapi dia justru marah besar, akhirnya meninggalkan kuil ini. Sejak itu kuanggap sudah putus
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
hubungan kami sebagai suami isteri. Aaaakh, semua itu mungkin merupakan takdir!"
"Nyonya tidak usah cemas, kini Nyonya masih punya putri, kami akan berusaha menasihatinya,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Anak Hong!"
Seru Nyonya Souw Peng Hai.
"Kenapa engkau masih belum keluar? Nona Pek dan Bee Kun Bu ke mari mengunjungimu, cepatlah engkau membuka pintu!"
Akan tetapi, pintu ruang itu tidak terbuka, bahkan tidak terdengar suara apapun, seakan ruang tobat itu tiada penghuninya.
Menyaksikan itu, Pek Yun Hui pun mengernyitkan kening sambil berpikir Jangan-jangan Souw Hui Hong menggunakan ruang tobat ini sebagai lameng, namun orangnya justru....
Mendadak Pek Yun Hui mendengar suara langkah di dalam ruang tobat itu menuju pintu, namun diam begitu sampai di pintu, Berseiang beberapa saat kemudian, Pek Yun Hui pun mendengar suara helaan nafas panjang.
"Nona Souw, kita berpisah hampir setahun, apa kabar selama ini? Hari ini aku dan Bee Kun Bu berkunjung ke mari, ingin bereakap-cakap dengan Nona Souw, maka harap Nona Souw membuka pintu!"
Ujar Pek Yun Hui, Akan tetapi, kini malah tidak terdengar suara apa pun di dalam ruang tobat itu, sehingga air mata Nyonya Souw Peng Hai pun berderai.
"Anak Hong, apakah engkau sudah tidak perduli ibumu lagi?"
Tanya Nyonya Souw Peng Hai terisak-isak. Walau Nyonya Souw Peng Hai terisak-isak, tetap tidak terdengar suara apa pun di dalam ruang tobat itu.
"Nona Souw, ibumu sudah tua, kenapa engkau begitu tega tidak mau menemui ibumu?"
Seru Bee Kun Bu dan menambahkan.
"Aku dan Kakak Pek ke mari mengun-jungimu, setelah itu kami akan berangkat ke seberang laut selanjutnya kita mungkin tidak akan bertemu kem-ba!i, maka kita sekarang harus bertemu."
Akan tetapi, tetap tiada suara di dalam ruang tobat itu. Pek Yun Hui terus memandang pintu ruang tersebut Timbul pula
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kecurigaannya, jangan-jangan yang di dalam ruang tobat itu bukan Souw Hui Hong, melainkan pelayan kepereayaannya, sedangkan Souw Hui Hong....
"Kalau Nona Souw tidak mau keluar, aku akan menerjang ke dalam!"
Seru Pek Yun Hui. Turun hujan gerimis menimbulkan kemurungan, tampak sinar terang menyinari hati,.,."
Terdengar suara sahutan, itu adalah suara Souw Hui Hong.
Pek Yun Hui tertegun, Ternyata Souw Hui Hong memang berada di dalam ruang tobat, Pek Yun Hui memikirkan arti ucapan itu, akhirnya mengerti juga.
"Baiklah,"
Ujarnya kemudian "Setiap orang punya tekad sendiri Engkau telah mengambil keputusan itu, aku pun tidak akan memaksamu Tadi Bee Kun Bu telah mengatakan, bahwa dia akan berangkat ke seberang laut, kelihatannya sekarang dan selanjutnya sulit bertemu lagi, Nona Souw, baik-baiklah engkau menjaga diri!"
Tiada sahutan lagi dari dalam ruang tobat itu, Pek Yun Hui termangu beberapa saat lamanya, lalu berkata pada Nyonya Souw Peng Hai.
"Nona Souw sudah mengambil keputusan tidak akan menemui siapa pun. Tapi dia adalah putri nyonya, tentunya akan menemui Nyonya pula,"
Ucapan Pek Yun Hui secara tidak langsung ditujukan pada Souw Hui Hong.
"Nona Pek.-."
Nyonya Souw Peng Hai menatapnya.
"Kini sudah malam, alangkah baiknya kalian berdua menginap di sini!"
"Terimakasih, Nyonya!"sahut Pek Yun Hui.
"ltuakan merepotkan Nyonya, maka lebih baik kami mohon diri sekarang."
"Nona Pek, aku tahu kalian berdua kawan baik putriku, aku sungguh girang akan kunjungan kalian, Sudah puluhan tahun
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
aku tidak mencurahkan isi hatiku, kini sudah saatnya aku mencurahkannya, Karena kini sudah malam, aku harap kalian berdua sudi menginap di sini, agar aku bisa menceritakan asal-usuI Souw Peng Hai, mungkin bermanfaat bagi kalian berdua kelak."
Padahal Pek Yun Hui sudah mau mengajak Bee Kun Bu, tapi ketika mendengar Nyonya Souw Peng Hai berkata begitu, ia pun tertarik dan sekaligus memandang Bee Kun Bu.
"Kalau begitu...."
Bee Kun Bu pun tertarik "Alangkah baiknya kita menginap di sini."
Nyonya Souw Peng Hai tampak girang sekali, lalu mengajak mereka ke ruang tengah, dan menyuruh pembantu menyuguhkan teh.
"Silakan minum!"
Ucap Nyonya Souw Peng Hai. Terimakasih!"
Sahut Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu serentak, kemudian meneguk teh yang amat harum itu.
Setelah meneguk teh itu, Nyonya Souw Peng Hai tampak tereenung, seakan sedang mengenang masa lampaunya.
Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu saling memandang, mereka berdua sama sekali tidak berani mengeluarkan suara, sebab yakin sebentar lagi Nonya Souw Peng Hai akan menuturkan tentang asal-usul suaminya.
***** Bab ke 8 -Menutur Asal Usul Walau pun cukup lama Nonya Souw Peng Hai diam, Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu tetap tidak berani bersuara, Berselang beberapa saat kemudian, Nyonya Souw Peng Hai menarik nafas panjang seraya berkata.
"Menurut asal-usul Souw Peng Hai itu harus dimulai dari diriku. Sebab Souw Peng Hai adalah Tuan penoIong-ku. Tapi kalau tiada bantuan dari keluargaku, dia pun tidak akan berkepandaian tinggi, Beberapa puluh tahun ini, dia memang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tergila-gila pada ilmu silat, dan sering melakukan perbuatan yang tak terpuji, bahkan berhati jahat dan keji, tega membunuh orang tua dan guru."
Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu pernah bertarung dengan Souw Peng Hai, dia memang memiliki kepandaian tinggi dan lweekangnya pun amat dalam, maka mereka berdua merasa kagum pada nya.
Tapi kini Nyonya Souw Peng Hai mengatakan, bahwa Souw Peng Hai adalah pembunuh orang, itu sungguh di luar dugaan dan rasa kagum pun sirna.
"Setelah menjadi ketua partai Thian Liong, dia bukan Souw Peng Hai yang dulu lagi,"
Ujar Nyonya Souw Peng Hai melanjutkan "Kalau kututurkan asal-usulnya, mungkin kalian berdua tidak akan pereayai "Nyonya, apa salahnya dia berhasil mempelajari ilmu silat tingkat tinggi?"
Tanya Bee Kun Bu.
pertanyaan Bee Kun Bu membuat Nyonya Souw Peng Hai tertawa nyaring lama sekali, Berselang beberapa saat kemudian, ujarnya bernada gusar "Kalian berdua harus tahu, Souw Peng Hai berasal dari keluarga pemotong hewan, tentunya kalian berdua tidak pereaya, kan?"
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui saling memandang, kelihatannya mereka berdua memang kurang pereaya.
"Tiga puluh tahun yang lampau, aku masih merupakan gadis yang riang gembira."
Lanjut Nyonya Souw Peng Hai.
"Kakekku tinggal di Kang Shi. Beliau adalah pen-siunan pejabat tinggi kerajaan, maka kami tergolong keluarga yang kaya raya, ibuku sering belajar ajaran Buddha, oleh karena itu aku pun diajarkan ajaran Buddha pula, Ketika aku berusia empat belas tahun, mendadak ibuku jatuh sakit, ibuku mengidap semacam penyakit aneh, Sudah banyak tabib terkenal mengobatinya, tapi ibuku masih tidak sembuh, bahkan semakin parah, Aku tahu ibuku sering pergi sembahyang di Kuil Pho Tuh Si sebelum menderita sakit. Kuil
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
itu berada di gunung Pat Kwa San, di pinggir kota, Berhubung aku tidak boleh ke mana-mana, maka aku minta bantuan pada salah seorang pelayan untuk menemaniku pergi sembahyang di kuil itu, agar ibuku lekas sembuh dari penyakit nya.
Akan tetapi, karena itu aku nyaris kehilangan nyawaku, juga berkenalan dengan Souw Peng Hai."
"Di tengah jalan Nyonya mengalami sesuatu?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Ketika pulang sembahyang, di tengah jalan terjadi hujan deras,"
Jawab Nyonya Souw Peng Hai.
"Maka kusuruh pemikul tandu berhenti di depan sebuah kuil !ua. Siapa sangka di dalam kuil tua itu terdapat beberapa penyamun yang sedang berteduh. Begitu melihat pakaianku dari bahan sutera, para penyamun itu tahu bahwa aku berasal dari keluarga yang kaya raya, Mereka langsung menangkap kami dan di bawa ke puncak gunung."
"Keluarga Nyonya tidak mengetahui akan kejadian itu?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Sebelum hari menjelang malam, keluargaku sudah tahu, maka segera mencari kami, namun tidak menemukan jejak kami,"
Jawab Nyonya Souw Peng Hai.
"Setelah itu, para penyamun baru tahu bahwa aku dari keluarga berpangkat, itu membuat mereka takut Salah seorang dari mereka ingin membunuhku, tapi dicegah oleh temannya dan mengemukakan usul untuk meninggalkan gunung itu. Secara diam-diam para penyamun itu kabur meninggalkan aku. Betapa takutnya aku ketika itu, sebab aku baru berusia empat belas tahun, tidak heran aku terus-menerus menangis di tempat itu, Kebetulan hari itu, Souw Peng Hai dipukuli majikannya, maka dia kabur ke puncak gunung itu, Begitu mendengar suara tangisanku, dia pun menghampiriku dan sekaligus membawaku pergi."
"Pertolongan Souw Peng Hai memang merupakan suatu budi, namun bukankah boleh memberikannya imbalan berupa uang? Kenapa malah Nyonya kawin dengannya?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Pada waktu itu, kakekku amat mencemaskan diriku, maka mengumumkan bahwa siapa yang dapat menolongku aku akan dinikahkan padanya, Begitu kakekku melihat aku pulang dengan pakaian tersobek sana-sini, aku pun disuruh menikah dengan Souw Peng Hai."
Nyonya Souw Peng Hai menarik nafas panjang.
"Heran?"
Gumam Bee Kun Bu.
"Padahal Nyonya marga Souw, dia juga marga Souw, kenapa boleh menikah?"
"Di kampung halamanku, tiada pantangan tersebut, bahkan kakekku gembira sekali ketika mengetahui dia juga marga Souw, Kemudian kakekku juga mengundang guru ke rumah untuk mengajari Souw Peng Hai membaca dan menulis, namun dia tidak begitu tertarik pada kesusastraan, melainkan lebih hobi belajar ilmu silat Oleh karena itu, kakekku mengundang guru silat untuk mengajari nya ilmu silat, Setelah kakekku meninggal, dia pun mulai macammacam."
"Nyonya, kapan dia membunuh ayahnya?"
Tanya Bee Kun Bu mendadak "Sebelum menikah denganku, dia yang berterus terang padaku,"
Jawab Nyonya Souw Peng Hai.
"Ketika kakekku meninggal, di dalam keluarga kami terjadi kekacauan lantaran para paman berebut harta warisan, Dia berkata padaku, ilmu silatnya belum tinggi, maka tidak mampu mengatasi masalah itu, dan ingin meninggalkan rumah untuk pergi cari guru yang berkepandaian tinggi, Setelah berhasil mempelajari ilmu silat tinggi, barulah dia akan pu!ang."
"Apakah niatnya itu tereapai?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Pada waktu itu aku pun bertanya demikian dalam hati, namun tidak melarangnya pergi, Dia cuma berpamit padaku, di malam hari dia pun meninggalkan rumah, Begitu dia meninggalkan rumah, tak terasa sudah lima tahun, Dalam kurun waktu itu sama sekali tidak ada kabar beritanya, Para
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pamanku sudah tidak sabar menunggu, akhirnya mereka membagi-bagikan harta kekayaan kakek.
ibuku yang masih menderita sakit, langsung mati Karena aku cuma tinggal seorang diri, para paman cuma membagikanku sebuah rumah.
Aku hidup merana dan kesepian di rumah tersebut, siapa tahu di saat hujan deras, mendadak Souw Peng Hai pulang, Betapa girangnya hatiku, lupa akan semua penderitaan, langsung bereakap-cakap dengannya, dan sekaligus bertanya padanya, kemana selama lima tahun itu...."
"Pada waktu itu, apakah dia berhasil berguru pada orang yang berkepandaian tinggi?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Memang berhasil."
Nyonya Souw Peng Hai mengangguk "Ternyata ketika meninggalkan rumah, tanpa sengaja menuju ke Goan (Daratan Tinggi), Di sebuah gunung dia bertemu seorang tua buta yang berkepandaian amat tinggi, namun orang tua buta itu suku Miau (Suku pedalaman).
Suku Miau memang tidak cocok dengan bangsa Han yang di Tionggoan, maka orang tua buta yang tinggal di dalam gua itu menolak, ketika Souw Peng Hai ingin berguru padanya, Souw Peng Hai amat cerdik, dia tetap ikut orang tua buta itu di dalam gua, sekaligus mengurusi segala keperluannya termasuk memasak juga, Oleh karena itu, orang tua buta tersebut pun mewariskan ilmu Kan Goan Cih padanya,"
"Tak terduga sama sekali, bahwa ilmu Kan Goan Cih yang amat lihay itu adalah ilmu suku Miau,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Souw Peng Hai belajar ilmu silat pada orang buta itu, tentunya tidak mungkin dia akan membunuh gurunya itu. Apakah kemudian terjadi suatu kesalahpahaman?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Padahal aku pun tidak tahu tentang itu,"
Jawab Nyonya Souw Peng Hai melanjutkan.
"Ketika melihat keadaanku begitu macam, dia pun bertanya padaku apa yang terjadi, dan aku menjelaskannya, Setelah mendengar apa yang telah
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
terjadi, dia marah sekali, dan juga menyuruhku membuat perhitungan dengan para pamanku.
Aku melihat wajahnya penuh mengandung hawa membunuh, maka aku pun berusaha menenangkan dan menasihatinya, Di saat itulah dia memberitahukan bahwa dia yang membunuh ayahnya, karena ayahnya ribut dengan ibunya, Dia pulang juga karena telah membunuh gurunya itu, maka aku sangat terkejut dan bertanya padanya kenapa membunuh gurunya itu?"
"Dia memberi tahu kan ?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Tidak."
Nyonya Souw Peng Hai menggelengkan kepala sambil melanjutkan.
"Sebelum kejadian di Toan Hun Ya, barulah aku mengerti, ternyata dia ingin jadi pesilat nomor wahid di kolong langit, maka membunuh gurunya itu."
"Kok begitu?"
Tanya Pek Yun Hui heran.
"Tanpa sengaja dia mengatakan sendiri, selama ber-tahuntahun ia belajar ilmu silat pada orang tua buta itu. Semula dia mengira ilmu silatnya sudah tinggi, namun gurunya justru menggelengkan kepala, kemudian mengeluarkan sebuah lukisan dan mengatakan, kalau dia ingin menjagoi rimba persilatan harus mengajak gurunya pergi mencari kitab aneh Kui Goan Pit Cek, peninggalan Thian Ki Cinjin dan Sam Im Sin Ni. Kalau berhasil mempelajari kitab aneh Kui Goan Pit Cek, barulah bisa menjagoi rimba persilatan."
"ltu mengherankan,"
Ujar Bee Kun Bu.
"Ternyata semula lukisan penyimpan kitab aneh Kui Goan Pit Cek berada di tangan orang tua buta suku Miau itu, tapi kenapa bisa jatuh di tangan saudara seperguruanku?"
"Entahlah."
Nyonya Souw Peng Hai menggelengkan kepala.
"Setelah orang tua buta itu memberitahukan masalah itu, timbullah niat jahat dalam hati Souw Peng Hai untuk mengambil lukisan tersebut Maka di tengah malam, dia membunuh orang tua buta itu, kemudian mengambil lukisan tersebut dan pergi mencari kitab aneh Kui Goan Pit Cek.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hampir setahun dia cari ke sana ke mari, tapi tidak menemukannya, Dia gusar sekali dan akhirnya pulang."
"Kalau begitu, lukisan itu palsu?"
Bee Kun Bu bingung "Mungkin palsu,"
Sahut Pek Yun Hui lalu bertanya pada Nyonya Souw Peng Hai.
"Kemudian bagaimana?"
"Kemudian...."
Nyonya Souw Peng Hai menarik nafas panjang.
"Dia mengajakku berkelana dalam rimba persilatan Akan tetapi, akhirnya aku sadar akan perbuatannya maka aku pun mengambil keputusan untuk jadi rahib."
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui terus mendengarkan, sedangkan Nyonya Souw Peng Hai pun melanjutkan "Ternyata dia telah membunuh para pamanku, oleh karena itu, aku terpaksa mengikutinya,"
Nyonya Souw Peng Hai menarik nafas.
"Dia sering membunuh orang, itu membuat diriku takut sekali, tapi aku masih berusaha menasihatinya. Dia menurut dan sekaligus bersumpah tidak akan membunuh orang lagi, namun dia justru mendirikan partai Thian Liong, juga membuka ekspedisi Thian Liong...."
Nyonya Souw Peng Hai berhenti sejenak, ia memandang Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui, lalu melanjutkan.
"Ekspedisi Thian Liong kian hari kian bertambah maju. Banyak kaum persilatan datang bergabung, otomatis partai Thian Liong mulai mengembangkan sayap-nya. Karena dia telah membunuh para pamanku, maka masih merasa khawatir akan ditangkap, oleh karena itu, dia memilih Toan Hun Ya sebagai markas pusat, sekaligus untuk menyembunyikan diri. Namun, hatinya masih ingin menjagoi rimba persilatan, sehingga dia terus berpikir untuk memperoleh kitab aneh Kui Goan Pit Cek. Aku tahu dia sudah tidak bisa berubah baik, akhirnya aku membangun Kuil Yang Sim Am ini dan siang malam aku berdoa demi menebus dosanya."
"Oooh!"
Bee Kun Bu manggut-manggut.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Di depan Toan Hun Ya, dia dikalahkan oleh Nona Pek. Aku menyaksikan kejadian itu, maka memunculkan diri untuk memohon pengampunan Kemudian aku mengajaknya kemari, agar dia sadar dan mau bertobat Tapi siapa sangka...."
Nyonya Souw Peng Hai menggeleng-gelengkan kepala.
"Dia justru telah membohongi Nona Pek dengan sumpah palsunya."
"Kenapa dia dikatakan telah membohongiku?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Souw Peng Hai menurut Nona, yaitu membubarkan partai Thian Liong dan ikut aku ke mari. Tapi sesungguhnya, dia cuma mengikuti situasi saja. Aku tahu itu, maka aku berusaha menasihatinya. Namun dia amat gusar dan langsung meninggalkan tempat ini. Aku yang berdosa, sebab bermohon pada kalian mengampuninya, Dia diampuni, namun... justru akan menimbulkan bencana lagi di rimba persilatan,"
Nyonya Souw Peng Hai menarik nafas panjang.
"Nyonya jangan mempersalahkan diri sendiri,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Lagi pula kami masih mampu menghadapinya, harap Nyonya jangan mengkhawatirkan masalah itu!"
"Nona Pek....H Nyonya Souw Peng Hai menatapnya.
"Hubungan kami memang telah putus, maka aku pun tidak tahu urusannya lagi. Namun mengingat kami merupakan suami isteri yang telah puluhan tahun, aku pun ingin bermohon pada Nona Pek, entah dikabulkan atau tidak permohonanku?"
"Nyonya ingin bermohon apa?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Aku mohon..."
Jawab Nyonya Souw Peng Hai dengan mata bersimba air.
"Kalau kalian bertemu Souw Peng Hai, janganlah membunuhnya."
"Baiklah."
Pek Yun Hui mengangguk "Kami pasti mengampuni nyawanya."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Terimakasih, Nona Pek!"
Ucap Nyonya Souw Peng Hai dan menambahkan "Sekarang sudah dini hari, harap kalian berdua beristirahat "Ya."
Pek Yun Hui mengangguk Nyonya Souw Peng Hai ke kamarnya, sedangkan Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui ke kamar tamu, Mereka berdua duduk bersemadi untuk beristirahat berselang beberapa saat kemudian, mereka sudah tampak bersemangat dan samasama membuka mata.
"Kakak!"
Bee Kun Bu menatapnya seraya bertanya.
"Souw Peng Hai tidak berada di sini, bagaimana rencana Kakak?"
"Lebih baik kita ke Swal Ling San,"
Sahut Pek Yun Hui.
"Itu...."
Bec Kun Bu mengangguk "Baiklah."
Tak lama, pembantu di kuil itu pun mengantarkan sarapan pagi. Setelah bersantap, Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui pergi menemui Nyonya Souw Peng Hai untuk berpamit.
"Baiklah."
Nyonya Souw Peng Hai mengangguk "Aku harap kalian berhati-hati!"
"Se!amat tinggal, Nyonya!"
Ucap Pek Yun Hui.
"Selamat jalan!"
Sahut Nyonya Souw Peng Hai dengan mata bersimba air.
"Kalau urusan kalian sudah beres, berkunjunglah lagi ke mari!"
"Ya."
Pek Yun Hui mengangguk "Sampai jumpa, Nyonya !"
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui mengerahkan ginkang meninggalkan tempat itu. Ketika sampai di sebuah rimba Pek Yun Hui melihat sosok bayangan berkelebat "Siapa di situ?"
Bentak Pek Yun Hui.
"Cepat keluar!"
Tiada sahutan, hanya terdengar suara hembusan angin. Pek Yun Hui penasaran, kemudian berkata pada Bee Kun Bu.
"Tidak mungkin aku salah lihat, Mari kita berpencar cari orang itu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ya."
Bee Kun Bu segera melesat ke arah rimba bambu, Pek Yun Hui malah diam di tempat, ia mengecilkan kening seraya berkata.
"Kalau masih tidak mau memperlihatkan diri, aku akan bertindak!"
Tetap tiada sahutan, Pek Yun Hui lalu melesat ke rimba bambu itu menyusul Bee Kun Bu. Pada waktu bersamaan, terdengar pula suara seruan wanita.
"Tunggu, Kakak Pek!"
Pek Yun Hui tertegun. ia merasa kenal dan tidak asing akan suara seruan itu.
"Engkau siapa? Kenapa memanggilku Kakak Pek? Beritahukan namamu!"
Tiada sahutan di dalam rimba bambu, Bee Kun Bu telah mendengar suara seruan tadi, tapi tidak tampak orangnya, sehingga membuatnya terheran-heran.
"Kalau engkau masih tidak menyahut, aku akan ke dalam rimba bambu menangkapmu!"
Bentak Pek Yun Hui lagi. Mendadak terdengar suara tangisan di dalam rimba bambu, Ketika mendengar suara tangisan itu, hati Bee Kun Bu pun tersentak "Kakak! Dia adalah Nona Souw Hui Hong!"
Bee Kun Bu memberitahukan ia sudah mengenali suara tangisan itu.
"Oh?"
Pek Yun Hui tereengang dan membatin semalam dia tidak mau bertemu kenapa hari ini malah menyusul kemari? Apakah dia punya kesulitan semalam? Seteiah membatin, ia pun berkata.
"Nona Souw, engkau berminat bertemu dengan kami, kenapa tidak mau menandakan diri? Bagaimana kalau kami yang ke dalam rimba bambu bereakapcakap denganmu?"
"Kakak Pek jangan ke mari! Aku memang ingin menyampaikan sesuatu, namun merasa malu terhadap teman,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kalau Kakak Pek berkeras mau ke dalam rimba bambu ini, lebih baik aku pulang,"
Sahut Souw Hui Hong.
"Kalau begitu.,, baiklah! Aku tidak akan ke dalam rimba bambu, Engkau ingin menyampaikan apa?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Sema!am Kakak Pek mengunjungiku, aku merasa tidak enak dalam hatt, Kedua orang tuaku ribut, akhirnya ayahku meninggalkan Kuil Yang Sim Am, itu karena aku minta tolong kepada Hian Ceng Totiang untuk memberitahukan kepadamu tentang rencana ayahku. Oleh karena itu aku lalu mengambil keputusan untuk menghadap tembok sepuluh tahun di dalam ruang Tobat", Namun Kakak Pek justru mengunjungiku, itu membuat hatiku terharu sekali, Sehingga... aku meninggalkan ruang tobat untuk menemui kalian di sini."
"Kenapa engkau harus menghadap tembok sepuluh tahun di ruang tobat? Kalau pun engkau tidak minta tolong pada Hian Ceng Totiang tentang rencana ayahmu, kaum Bu Lim pun akan mengetahui rencana ayahmu, Maka engkau jangan merasa berdosa terhadap ayahmu!"
"Kakak Pek...."
Souw Hui Hong menarik nafas pan-jang.
"Kita jangan membicarakan masalah ini, sebab di dalam hatiku terdapat suatu urusan, maka aku ke mari...."
"Kalau begitu, beritahukanlah!"
Ujar Pek Yun Hui.
"Ayahku bersifat aneh. Kali ini kemunculannya di rimba persilatan tentu akan minta bantuan pada beberapa iblis seberang laut Suatu hari nanti Kakak Pek pasti berhadapan dengan ayahku, maka aku mohon Kakak Pek sudi mengalah pada ayahku...."
"Nona Souw tidak perlu khawatir dalam hal ini. ibumu pun telah berpesan padaku semalam, agar bersedia mengampuni nyawa ayahmu, maka kami tidak membunuh ayahmu!"
Ujar Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Nona Souw, kalau kami bertemu ayahmu, kami pasti berusaha menasihatinya, seandainya kami bertarung, aku pun tidak akan membunuhnya,"
Sambung Pek Yun Hui berjanji.
"Terimakasih, Kakak Pek!"
Ucap Souw Hui Hong, kemudian menarik nafas panjang seraya berkata.
"Masih ada satu urusan, yakni mengenai saudara angkatku Co Hiong, Dia berhati licik dan kejam, namun ayahku justru amat menyayanginya, Aku khawatir ayahku akan diperalatnya kelak, aku mohon pada kalian agar memperhatikan hal tersebut!"
"Aku sudah tahu bagaimana hatinya, begitu pula Kun Bu, maka pasti memperhatikan hal itu,"
Sahut Pek Yun Hui.
"Kalau kalian bertemu Co Hiong, lebih baik dibunuh agar tidak menimbulkan bencana dalam rimba persilatan kelak, sebab dia lebih jahat daripada ayahku,"
Ujar Souw Hui Hong.
"Co Hiong memang penuh dosa, maka walau Souw tidak berpesan begitu, aku pun pasti membunuhnya,"
Sahut Pek Yun Hui yang memang sangat membenci para penjahat "Aku pasti membunuhnya."
"Apa yang tersimpan dalam hatiku, kini telah di-keluarkan,"
Ujar Souw Hui Hong.
"Kita pun akan ber-pisah, semoga kalian berdua selalu sehat wal'afiat, sampai jumpa!"
Tampak sosok bayangan berkelabat meninggalkan rimba bambu itu.
Pek Yun Hui dan Bee Kun yakin, bayangan itu adalah Souw Hui Hong, Mereka berdua pun meninggalkan tempat itu dengan mulut membungkam.
***** Bab ke 9 -Memasuki Gunung Swat Ling San Dalam perjalanan menuju Gunung Swat Ling San, Bee Kun Bu terus-menerus berlatih senjata rahasia Toh Meng Sin Cin, sedangkan Pek Yun Hui terus diam dengan wajah muram.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Dari Toan Hun Ya sampai di sini, kenapa Kakak diam saja?"
Tanya Bee Kun Bu sambil menatapnya "Apa-kah ada sesuatu terganjel dalam hati Kakak?"
"Padahai sesungguhnya, Souw Hui Hong adalah gadis yang cantik jelita, bahkan juga seorang putri kesayangan Souw Peng Hai, dia mau apa pun bisa, Tapi...."
Pek Yun Hui duduk di bawah pohon."... kini dia malah jadi begitu, maka aku pun sangat prihatin melihatnya."
Bee Kun Bu cuma menarik nafas panjang.
Pemuda itu tahu bahwa tidak lama lagi ia pun akan berpisah dengan Pek Yun Hui, sebab Pek Yun Hui akan kembali ke istana, itu yang membuatnya menarik nafas panjang.
Apa yang ada di dalam benak Bee Kun Bu, Pek Yun Hui dapat menduganya, ia menatapnya dalam-dalam seraya berkata dengan wajah serius.
"Kita sedang menuju Swat Ling San, itu pun membuat diriku jadi was-was."
"Kakak berkepandaian tinggi, kenapa harus was-was?"
Tanya Bee Kun Bu tidak mengerti "Walau aku memiliki kepandaian tinggi, namun di atas gunung masih ada langit, bahkan di luar langit pun masih ada langit Seperti halnya dengan Tan Cun Goan, bukankah dia memiliki kepandaian tinggi?
Apalagi ke-empat saudaranya, tentunya juga memiliki kepandaian yang amat tinggi, Oleh karena itu, kita harus berhati-hati memasuki Swat Ling San."
"Ya...."
Bee Kun Bu mengangguk "Kakak Pek, mari kita berangkat!"
"Baiklah!"
Pek Yun Hui bangkit berdiri, mereka melanjutkan perjalanan lagi menuju ke Swat Ling San.
Beberapa hari kemudian, mereka sudah sampai di depan gunung tersebut Pek Yun Hui memandang ke depan, kemudian pesannya dengan suara rendah.
"Hati-hati! Kita sudah sampai di Swat Ling San."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ya."
Bee Kun Bu mengangguk Di saat yang bersamaan, terdengarlah suara siulan yang amat nyaring di dalam lembah, Suara itu bergema sampai ke mana-mana, itu membuktikan betapa tingginya Iweekang orang yang mengeluarkan suara siulan itu.
"Mari kita bersembunyi di atas pohon! Kita belum tahu tujuannya ke mari,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Setelah kita melihat orangnya, barulah kita pikir harus bagaimana."
Pek Yun Hui langsung meloncat ke atas dahan pohon, Bee Kun Bu segera menyusut Begitu kaki mereka menginjak dahan pohon, tampak pula dua sosok bayangan berkelebat ke arah mereka.
Tak seberapa lama, kedua sosok bayangan itu sudah berada di tempat Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui bersembunyi di atas pohon.
Salah satu adalah seorang Hwee-shio berjubah merah, badannya tinggi besar sedangkan yang satunya lagi berbadan sedang dan berdandan seperti pelajar "Suheng memang gagah perkasa, Sudah sampai di depan Swat Ling San, tapi tidak memberi tanda, malah terus mengerahkan ginkang, itu apa sebabnya?"
Tanya orang berdandan seperti pelajar Hweeshio jubah merah tertawa terbahak-bahak, suara tawanya tajam sekali, kemudian sahutnya.
"Lima Selan Gunung Swat Ling San ini amal sok, di tempat ini menyusun suatu formasi, itu untuk menguji kepandaian kila, Aku telah melihat formasi itu, maka mengajakmu ke mari untuk berunding."
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui yang bersembunyi di atas pohon, melihat jelas kedua orang itu yang merupakan seorang Hweeshio dan seorang berdandan pelajar, sehingga membuat mereka tertegun.
"Lima Setan gunung Swat Ling San mengundang kita ke mari, tentunya berkaitan dengan partai Kun Lun dan Khong
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tong di Toa Ciok Si di Gunung Cie Lian San. Mereka mengundang kita untuk membantu mereka, maka seharusnya menyambut kedatangan kita dengan cara hormat,"
Ujar Hweeshio berjubah merah.
"Kwa Ih Kang, kepala lima setan itu berilmu tinggi, lagi pula jarang berhubungan dengan dunia luar, sifatnya pun amat aneh, Suheng pasti sudah tahu tentang itu, maka jangan karena urusan kecil merusak hubungan kita dengan mereka,"
Sahut orang berdandan pelajar sambil tersenyum Ketika mendengar mereka di undang ke gunung Swat Ling San ini, Pek Yun Hui segera pasang kuping mendengarkan pembicaraan mereka.
"Hm!"
Dengus Hweeshio berjubah merah.
"Kwa Ih Kang tidak muncul menyambut kita, itu masih tidak jadi masalah, Tapi mereka malah menyusun suatu formasi untuk menyambut kita, Aku tidak pernah dihina sedemikian rupa, oleh karena itu, niatku untuk membantu mereka pun jadi pupus, Lagi pula kaum Bu Lim di daratan lengah tiada dendam dan bermusuhan dengan kita, kenapa kita harus melibatkan diri? Lebih baik kita meninggalkan gunung ini, agar bisa hidup tenang. Suheng jangan gusar dulu! Para Hweeshio di Toa Ciok Si rata-rata memiliki kepandaian tinggi, Pada waktu itu muncul partai Kun Lun dan Khong Tong yang hanya terdiri dari tujuh lelaki dan dua wanita, namun mereka justru mampu memporak-porandakan kuil itu, bahkan juga melukai para Hweeshio di sana, Kejadian itu amat menggemparkan rimba persilatan Aku sudah lama ingin menemui orang yang berkepandaian tinggi di daratan tengah, ini adalah kesempatanku, Lima Setan gunung Swat Ling San mengundang kita untuk membantu mereka, tentunya mereka pun telah merencanakan sesuatu, Kita harus tahu apa rencana mereka, maka kita harus ke sana, Lagi pula kita sudah sampai ke gunung Swat Ling San ini."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Sutee dijuluki Gin Tie Suseng (Pelajar SuIing Pe-rak), ternyata memang berotak cerdas,"
Ujar Hweeshio jubah merah.
"Aku sangat kesal akan keangkuhan Lima Setan itu, sepertinya mereka sama sekali tidak memandang sebelah mata pada kita."
"Bukankah Suheng pernah belajar ilmu formasi? Nah, Suheng harus bisa menghancurkan formasi itu,"
Ujar Gin Tie Suseng sambil tersenyum "lni adalah kesempatan Suheng untuk memperlihatkan ilmu itu, agar Lima Setan itu tidak meremehkan kita."
"Ha ha!"
Hweeshio jubah merah tertawa gelak.
"For-masi itu tampak sangat sederhana, namun di dalamnya justru terdapat banyak jebakan maut. Tapi tadi engkau mengatakan begitu, apa boleh buat aku akan menemanimu ke sana."
Mereka berdua berbisik-bisik seakan merundingkan sesuatu, setelah itu mereka pun melesat ke tempat formasi tersebut Dalam waktu sekejap, mereka berdua telah hilang dari pandangan Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui.
Setelah kedua orang itu pergi, Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui segera meloncat turun.
"Kebetulan sekali,"
Ujar Pek Yun Hui sambil tersenyum "Kita tidak tahu jalan memasuki Swat Ling San, kini ada orang yang menunjukkan jalan, Mari kita ikuti mereka untuk melihat formasi itu!"
Bee Kun Bu mengangguk, mereka langsung mengerahkan ginkang menuju ke arah Gin Tie Suseng dan Hweeshio jubah merah.
Tak seberapa lama, Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui telah tiba di lereng gunung tersebut, tapi mendadak terdengar suara bentakan keras, Pek Yun Hui segera menarik Bee Kun Bu bersembunyi di balik sebuah batu, kemudian mereka mengintip ke arah suara bentakan tadi.
Tampak sebidang tanah yang ditumbuhi rerumputan, namun di tengah-tengah kelihatan aneh, sepertinya diatur
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
orang.
Hweeshio jubah merah berdiri di situ dikelilingi sekelompok singa dan macan.
Binatang-binatang itu tampak garang dan ganas dan sekonyong-konyong menerkam Hweeshio berjubah merah.
Hweeshio jubah merah itu tertawa panjang, lalu menyerang binatang-binatang itu dengan pukulan tangan kosong, Beberapa ekor singa dan macan terpental jatuh dan meraung keras, Singa dan macan lain segera menerkam Hweeshio jubah merah itu, namun Hweeshio jubah merah itu cuma tertawa, kemudian mengibas-ngibaskan lengan bajunya ke arah binatang-binatang itu, Hebat dan dahsyat bukan main kibasan lengan jubah itu, membuat singa dan macan tersebut terpelanting dan mati seketika.
"Hebat sekali pukulan itu!"
Puji Bee Kun Bu yang menyaksikan itu.
Pek Yun Hui cuma tersenyum dingin, sedangkan Bee Kun Bu terus memandang dengan penuh perhatian Di tempat itu jadi hening, Hweeshio jubah mereha kelihatan seakan tidak pernah terjadi apa-apa, namun sepasang matanya menatap tajam pada singa dan macan yang siap menerkamnya.
Tiba-tiba binatang-binatang itu meraung keras siap menerkam.
Seketika juga wajah Hweeshio jubah merah berubah bengis.
"Berhenti, Suseng!"
Seru Gin Tie Suseng yang berdiri di belakang Hweeshio berjuhah merah itu, karena ia melihat wajah saudara seperguruannya penuh diliputi hawa membunuh.
Akan tetapi, Hweeshio jubah merah itu tidak mendengar seruan adik seperguruannya, ia sudah melancarkan pukulannya, Pada waktu bersamaan, Gin Tie Suseng menggerakkan dua jari tangannya ke arah Hweeshio jubah merah.
Hweeshio jubah merah itu terpaksa berkelit, sekaligus menarik kembali pukulannya kemudian ia memandang Gin Tie
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Suseng sambil mengerutkan kening, sedangkan Gin Tie Suseng memandang ke arah sebuah batu besar seraya berkata.
"Binatang-binatang di Swat Ling San ini memang luar biasa, Kami telah menerima pelajaran itu, Kami berdua menerima undangan untuk ke mari, namun tiada seorang pun yang muncul menyambut kami, sehingga menimbulkan kesalahpahaman ini. ini adalah Suhengku Ang Ie Lohan, aku sendiri adalah Gin Tie Suseng KJm Eng Hauw. Kami berdua datang dari gunung Tay Pah San, harap dilaporkan pada pemimpin Swat Ling San!"
Ternyata yang bersembunyi di balik batu besar itu adalah Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui.
Mereka berdua terkejut bukan main, karena Gin Tie Suseng itu telah mengetahui akan keberadaan mereka di balik batu itu, bahkan mengira mereka adalah orang Swat Ling San yang tidak mau memunculkan diri, Karena itu, Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui terpaksa muncul Gin Tie Suseng tertegun ketika melihat kemunculan mereka, terutama menyaksikan kecantikan Pek Yun Hui, seketika juga mata Gin Tie Suseng berbinar.
"Di sini adalah wilayah Swat Ling San yang terlarang Kalian berdua siapa dan kenapa berada di sini?"
Tanya Gin Tie Suseng-Kim Eng Hauw menatap mereka tajam.
"Kolong langit adalah milik orang-orang di kolong langit pula, kenapa Anda mengatakan bahwa Swat Ling San ini tempat terlarang?"
Sahut Pek Yun Hui dingin.
"Kami berdua kebetulan melintas wilayah ini, kenapa Anda harus menanyakan nama kami?"
Walau Pek Yun Hui menyahut dengan dingin, Gin Tie Suseng-Kim Eng Hauw justru tersenyum ramah, ia sudah terkesan baik pada Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui.
Lain halnya dengan Ang Ih Lohan (Hweeshio jubah Merah), ia masih dalam keadaan kesal dan gusar, maka ketika melihat kemunculan Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui, kekesalan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dan kegusarannya dilampiaskan pada mereka, ia melotot sambit membentak keras.
"Gadis sialan! Kok mulutmu begitu ketus? Sungguh tak tahu tingginya langit sehingga berani menyahut begitu ketus! Ayoh! cepatlah kalian berdua meninggalkan tempat ini!"
Pek Yun Hui dicaci sebagai "Gadis sialan", dapat dibayangkan betapa gusamya, seketika juga ia tertawa dingin dengan mata berapi-api.
Gin Tie Suseng-Kim Eng Hauw adalah murid kedua Kuang Ti Taysu yang bermukim di gunung Tay Pah San.
ia berkepandaian tinggi dan berotak cerdas, Ketika melihat kemunculan Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui, ia sudah tahu bahwa mereka berdua berkepandaian tinggi.
Tadi Pek Yun Hui bersikap dingin dan menyahut secara ketus, tapi ia tetap saban "Kalian berdua berani menyelinap di Swat Ling San ini, tentunya kalian berdua memiliki kepandaian tinggi,"
Ujarnya sambil tersenyum.
"Kami berdua adalah murid Kuang Ti Taysu di gunung Tay Pah San, mohon tanya kalian berdua dari perguruan mana? Mungkin kita bukan orang luar...."
"Kalian boleh berlega hali, kami berasal dari daratan tengah, sama sekali tiada hubungan dengan para iblis luar perbatasan maupun seberang laut,"
Sahut Pek Yun Hui dengan wajah dingin.
Begitu mendengar Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui berasal dari Tionggoan seketika juga air muka Hweeshio jubah merah berubah, lalu tertawa panjang sambil membentak "Ternyata kalian berdua dari daratan tengah, pantas begitu tak tahu aturan!
Kwa Ih Kang, kepala Lima Setan Swat Ling San mengundang kami, justru minta bantuan pada kami untuk membasmi kalian dari rimba persilatan daratan tengah!
Maka kami harus mengantar kalian ke sorga, sekaligus sebagai upeti untuk Kwa Ih Kang, setan tua itu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Usai berata begitu, Hweeshio jubah merah siap melancarkan serangan ke arah Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui, Akan tetapi Gin Tie Suseng-Kim Eng Hauw segera mencegahnya.
"Suheng jangan cepat bertindak, biar aku bertanya pada mereka!"
Sungguh mengherankan, Hweeshio jubah merah menurut, padahal ia dalam kegusaran dan juga ia adalah kakak seperguruan, tapi begitu menurut pada Gin Tie Suseng-Kim Eng Hauw.
ia tidak jadi menyerang, melainkan berdiri diam di tempat "Apa yang dikatakan Nona memang benar,"
Ujar Gin Tie Suseng-Kim Eng Hauw dengan wajah serius.
"Kita berpisah oleh tembok, maka tiada hubungan, Namun mengenai ilmu silat, itu berasal dari satu sumber, maka kita dibagi daratan tengah, luar perbatasan maupun seberang laut, Agar tidak terjadi salah paham di antara kita, lebih baik Nona memberitahukan perguruan Nona!"
"Kuberitahukan!"
Sahut Pek Yun Hui dingin.
"Kalian masih belum berderajat menanyakan perguruanku!"
Hweeshio jubah merah tampak gusar sekali, sedangkan Gin Tie Suseng cuma terkejut akan sikap Pek Yun Hui yang tak bersahabat itu dan membatin.
Nona itu bersikap begitu dingin dan ketus ucapannya, namun malah memperlihatkan keanggunannya.
Mendadak terdengar suara pekikan di angkasa, Tak lama tampak sosok bayangan meluncur ke arah mereka bagaikan meteor, Ternyata adalah Bangau Sakti, lalu melayang turun di belakang Pek Yun Hui.
Ketika melihat Bangau Sakti, hati Gin Tie Suseng pun bergerak.
"Ooooh, Nona adalah Pek Yun Hui yang amat tersohor itu! Yang itu pasti Bee Kun Bu, murid kesayangan Kun Lun Sam Cu."
Katanya sambil tersenyum.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketika berangkat ke Swat Ling San, Pek Yun Hui sama sekali tidak memberi tanda pada Bangau Sakti agar mengikutinya, namun Bangau Sakti yang memiliki panca indera keenam sudah tahu Pek Yun Hui berangkat ke Swat Ling San, maka segera terbang menyusuInya, Kemunculan Bangau Sakti justru membuat Gin Tie Suseng mengetahui identitasnya, Pek Yun Hui pun tertawa dingin.
"Kini engkau sudah tahu siapa diriku, apakah masih ingin menghalangi kami?"
"Nona mampu menundukkan semua Hweeshio yang ada di Kuil Toa Ciok Si, dapat pula merebut kura Ban Lian Hwee Kwi, di Toan Hun Ya menundukkan Souw Peng Hai ketua Thian Liong, Oleh karena itu nama Nona tersohor sampai luar perbatasan dan seberang Iaut. Aku Kim Eng Hauw juga amat kagum, tak terduga kita bertemu di Swat Ling San ini. Selama belasan tahun aku belajar ilmu silat di Tay Pah San, selama itu tidak pernah berkunjung ke Tionggoan, Lagi pula aku amat senang bertemu orang yang berkepandaian tinggi, oleh karena itu aku pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mohon petunjuk pada Nona,"
Ujar Gin Tie Suseng sambil tersenyum.
"Engkau ingin bertarung denganku?"
Tanya Pek Yun Hui hambar.
"Aku tidak berani bertarung dengan Nona,"
Sahut Gin Tie Suseng dan mulai tersenyum dingin.
"Hanya ingin mohon petunjuk."
Gin Tie Suseng-Kim Eng Hauw yang telah berlaku sabar itu mulai naik darah, lantaran sikap Pek Yun Hui yang amat dingin dan ketus ucapannya.
Perlu diketahui Kim Eng Hauw adalah murid kesayangan Kuang Ti Taysu yang bermukim di gunung Tay Pah San, Gurunya berkepandaian amat tinggi, karena itu, Gin Tie Suseng pun harus menjaga nama.
Kim Eng Hauw sudah menghimpun Iweekangnya, siap untuk menyerang Pek Yun Hui, sementara ketika Hweeshio jubah merah tahu gadis itu adalah Pek Yun Hui, ia pun
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tertegun karena tidak menyangka Pek Yun Hui begitu cantik jelita, sehingga membuatnya terbengong-bengong.
"Sutee mundur saja,"
Ujarnya mencegah.
"Biar aku duluan mencoba kepandaian orang Tionggoan!"
Hweeshio jubah merah memiliki lweekangyang amat tinggi, Ketika melihat Pek Yun Hui masih begitu muda, maka ia ingin menundukkan Pek Yun Hui dengan lweekangnya Gin Tie Suseng mengangguk ia ingin menyaksikan kepandaian Pek Yun Hui, maka segeralah ia melangkah mundur sedangkan Hweeshio jubah merah melangkah maju, kemudian menyerang Pek Yun Hui dengan ilmu Lohan Cian Hoat (PukuIan Arhat), ia mengeluarkan jurus Ciok Phua Thian Cing (Batu Hancur Langit Ter-kejut), itu merupakan pukulan yang penuh mengandung Iweekang.
Ketika Pek Yun Hui ingin menyambut serangannya, mendadak Bee Kun Bu membentak "Hweeshio jangan kurang ajar!
Biar aku yang menyambut pukulanmu!"
Tangan kiri Bee Kun Bu bergerak membentuk sebuah lingkaran, kemudian tangan kanannya mendorong ke depan ke arah Hweeshio jubah merah.
jurus yang dilancarkan Bee Kun Bu adalah jurus Li Kiau Puh Thian (Gadis Cantik menggapai langit), jurus yang dari kitab Kui Goan Pit Cek.
jurus tersebut mematahkan serangan Hweeshio jubah merah, sekaligus menyerangnya, Hweeshio jubah merah merasa ada tenaga yang amat dahsyat mengarah pada dirinya, seketika juga ia mengerahkan lweekangnya menangkis.
Terdengar suara benturan yang memekakan telinga, Badan Bee Kun Bu bergoyang-goyang, sedangkan Hweeshio jubah merah termundur tiga langkah.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Betapa gusarnya Hweeshio itu, sepasang matanya membara dan membalin.
Kalau aku tidak mampu menundukkanmu, bagaimana mungkin aku bertarung dengan Pek Yun Hui.
Dalam rimba persilatan cuma tersiar akan kelihayan Pek Yun Hui, tidak tersiar mengenai Bee Kun Bu.
Oleh karena itu Hweeshio itu pun tidak tahu bagaimana kepandaian Bee Kun Bu.
Setelah termundur tiga langkah, kesempatan ini pun dimanfaatkan Hweeshio jubah merah untuk menghimpun Iweekangnya, lalu menyerang Bee Kun Bu tiga jurus.
Betapa dahsyatnya tiga jurus serangan itu.
Angin pukulannya berderu-deru membuat rerumputan di sekitar tempat itu tereabut dedaunan yang di pohon pun rontok beterbangan Ketiga jurus serangan itu membuat Bee Kun Bu agak gugup, sebab sejak ia berhasil mempelajari kitab aneh Kui Goan Pit Cek, belum pernah berhadapan dengan lawan yang berkepandaian tinggi, Walau gugup, Bee Kun Bu masih sempat melompat mundur ia berteriak keras sambil mengeluarkan ilmu Ling Khong Sih Tou (Terbang di Angkasa), badannya melesat ke atas, kemudian ia menukik sekaligus menyerang dengan jurus Giok Kiauw Yang Koan (Gadis cantik memandang ke bawah).
Ketika Bee Kun Bu melompat mundur, Hweeshio jubah merah girang bukan main, Namun mendadak Bee Kun Bu menghilang dari hadapannya, tahu-tahu sudah berada di atas dan menyerang kepalanya.
Hweeshio itu terkejut ia tidak menyangka bahwa Bee Kun Bu memiliki kepandaian begitu tinggi, sementara Bee Kun Bu telah merubah jurusnya dengan jurus Lan Hoa Sauw Hoat (Bunga Lan menyebar), salah satu jurus dari ilmu menotok jalan darah jarak jauh.
Ketika melihat Bee Kun Bu menggerakkan lima jarinya, Gin Tie Suseng terkejut sekali, karena ia tahu itu adalah ilmu yang amat lihay.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Awas Suheng!"
Seru Gin Tie Suseng.
"Dia menggunakan Tan Cih Sin Kang (llmu Jari Sakti), Begitu mendengar seruan Gin Tie Suseng, Hweeshio jubah merah pun melompat ke samping secepat kilat, Namun tetap terlambat, sebab jalan darah Meh Hai Hoat di bahunya telah tertotok sehingga terasa ngilu seketika. Gin Tie Suseng tahu bahwa itu ilmu jari sakti, Tentunya Hweeshio jubah merah pun tahu, tapi karena ia terlampau meremehkan Bee Kun Bu, maka jadi lengah. Hweeshio jubah merah terpental kena totokan itu. Di saat bersamaan ia pun mengerahkan hawa murninya untuk membebaskan totokan tersebut dan tak lama lengannya sudah tidak sakit lagi.
"Hmm!"
Dengus Hweeshio jubah merah.
"Pantas engkau begitu sombong, ternyata berkepandaian tinggi juga! Baiklah! Hari ini aku bisa bertemu orang yang berkepandaian tinggi, itu merupakan suatu kesempatan untuk bertarung! Aku ingin tahu, berapa tinggi kepandaian-mu!"
Setelah berkata begitu, Hweeshio jubah merah pun menyerang Bee Kun Bu dengan ilmu pukulan Kui In Sin Ciang (Pukulan sakti bayangan setan), yaitu ilmu andalannya yang telah dipelajarinya lebih dari tiga puluh tahun, ia mengeluarkan ilmu tersebut, karena mengetahui bahwa Bee Kun Bu mahir ilmu jari saktL ilmu pukulan bayangan setan memang lain dari yang lain, sebab tangan bergerak, kaki pun ikut bergerak miring ke kiri ke kanan dan badan juga ikut sempoyongan seperti orang mabuk, mirip ilmu Delapan Dewa Mabuk.
Ketika diserang dengan ilmu aneh ilu, Bee Kun Bu sama sekali tidak bergeming Namun pada saat serangan itu mendekati, ia segera mengeluarkan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu (Langkah ajaib).
Mendadak Bee Kun Bu berubah sosok bayangan berkelebat ke sana ke mari.
Melihat itu, Hweeshio jubah
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
merah penasaran sekali, dan menyerang Bee Kun Bu bertubitubi.
Tak terasa sudah lewat tiga jurus, tiba-tiba hati Bee Kun Bu tergerak dan membatin Ngo Heng Mie Cong Pu ini memang hebat dan aneh, tapi hanya untuk berkelit.
Tadi susah beradu lweekang dengannya, sepertinya se-imbang, Kalau terus-menerus berkelit dengan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu, kapan akan berakhir pertarungan itu?
Berpikir sampai di sini, sepasang mata Bee Kun Bu pun menyorot tajam memperhatikan ilmu pukulan Hweeshio jubah merah itu, padahal Bee Kun Bu telah berhasil mempelajari semua ilmu Kui Goan Pit Cek, hanya saja belum pernah berhadapan dengan lawan yang tangguh, maka kurang berpengalaman Saat ini ia memperhatikan ilmu pukulan lawan sambil berkelit dengan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu.
Tak terasa dua puluh jurus telah berlalu.
Dalam dua puluh jurus ini, Hweeshio jubah merah menyerangnya dengan sepenuh tenaga, namun Bee Kun Bu tetap dapat berkelit Semula Hweeshio itu mengira bahwa dirinya dapat mengalahkan Bee Kun Bu dalam sepuluh jurus dengan ilmu pukulan bayangan setan, Akan tetapi, sungguh di luar dugaannya, Bee Kun Bu masih dapat bertahan, bahkan kini sudah lebih dari dua puluh jurus.
Oleh karena itu, dapat dibayangkan betapa penasaran dan gusarnya Hweeshio jubah merah itu, ia mengerahkan lweekangnya sampai pada puncaknya, kemudian menyerang Bee Kun Bu dengan maksud sekali pukul meroboh kan nya.
Ketika melihat serangan itu, Bee Kun Bu tidak gugup, sebaliknya malah tampak girang, Ternyata ia ingin meminjam tenaga lawan untuk menggempur lawan.
Karena itu, secara diam-diam Bee Kun Bu mengerahkan ilmu Hian Men It Goan Kang Khi (Tenaga dahsyat melumpuhkan lawan), ia menyambut pukulan Hweeshio tersebut, lalu mendorong ke depan ke arah Hweeshio itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Blam! Terdengar seperti suara ledakan Hweeshio jubah merah itu terpental sejauh lima depa, kemudian jatuh dengan kepala di bawah.
"Uaaakh!"
Ia memuntahkan darah segar, wajahnya pun tampak pucat pias. Gin Tie Suseng segera melesat ke hadapan Hweeshio jubah merah dan membangunkannya agar bisa duduk.
"Bagaimana luka Suheng?"
Tanyanya cemas.
Hweeshio jubah merah cuma tersenyum getir, kemudian memejamkan matanya untuk beristirahat Gin Tie Suseng-Kim Eng Hauw gusar bukan main, ia membalikkan badannya memandang Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui.
"llmu silat di Tionggoan memang hebat! Aku ingin mohon petunjuk, namun kali ini harus menggunakan senjata!"
Seru Gin Tie Suseng.
Senjata Gin Tie Suseng berupa sebatang suling perak Dengan senjata tersebut ia tidak pernah bertemu lawan tangguh, boleh dikatakan selama belasan tahun ia tak terkalahkan terutama ilmu Tui Hong Gin Tie (Suling perak pengejar angin) yang berjumlah seratus delapan jurus itu.
justru sungguh di luar dugaannya, Hweeshio jubah merah, kakak seperguruannya itu malah terjungkal di tangan Bee Kun Bu dalam tidak lebih dari enam puluh jurus, Oleh karena itu, ia mengambil keputusan untuk bertarung dengan senjata andalannya tersebut "Kita tidak bermusuhan, kenapa Anda terus mendesakku bertarung dengan senjata?"
Tanya Bee Kun Bu sambil menghunus pedangnya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Gin Tie Suheng tertawa panjang, Suara taw,inya bergema di pegunungan Swat Ling San ini, sehingga membuat burungburung beterbangan saking lerkejut-nya.
"Aku amat kagum pada Nona Pek yang berkepandaian tinggi, maka ingin mohon petunjuk! Tapi tidak disangka Anda justru melukai Suhengku, itu membuktikan Anda berhati jahat! Oleh karena itu, aku pun ingin mohon petunjuk dari Anda dengan menggunakan senjata!"
"Hm!"
Dengus Bee Kun Bu sambil tertawa dingin.
"Kami berdua kebetulan melintas di daerah ini, namun Anda!ah yang mendesak kami bertarung, kenapa sekarang malah mempersalahkanku? Kakak seperguruan-mu terluka di tanganku, itu berarti kepandaiannya masih rendah! Kalau Anda ingin bertarung dengan senjata, lebih baik dipertimbangkan lagi!"
"Anda tidak perlu omong kosong! Setelah mampu mengalahkanku, tidak akan terlambat untuk omong besar!"
Sahut Gin Tie Suseng.
"AyoIah! Mari kita bertarung!"
"Bagaimana seandainya aku mampu mengalahkan Anda?"
Tanya Bee Kun Bu sambil tersenyum.
"Kalau Anda mampu mengalahkan senjataku ini, kami pasti meninggalkan tempat ini dan tidak akan memasuki daerah Tionggoan lagi!"
Sahut Gin Tie Suseng dengan wajah merah padam menahan kegusarannya, karena Bee Kun Bu bersikap seakan tidak memandang sebelah mata padanya.
"ltu terlampau berat bagi Anda!"
Ujar Bee Kun Bu.
"Kalau begitu, engkau menghendaki bagaimana?"
Tanya Gin Tie Suseng gusar "Masih ratusan mil menuju puncak Swat Ling San, seandainya aku menang, bagaimana kalau Anda menunjukkan jalan ke puncak Swat Ling San itu?"
Bee Kun Bu tersenyum-senyum sambil menatapnya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Baiklah! Sekarang... lihat serangan!"
Bentak Gin Tie Suseng dan menyerangnya.
Gin Tie Suseng mengayunkan suling peraknya, dan seketika juga terdengar semacam suara yang amat nyaring menusuk telinga.
Bee Kun Bu segera menyambut serangan itu dengan ilmu pedang Tui Hun Cap Ji Sek (Dua belas jurus ilmu pedang pengejar roh), ia mengeluarkan jurus Thian Kang Lo Mo (lblis langit mencabut roh), kemudian berubah dengan jurus Ben Liu Jip Hai (Selaksa arus mengalir ke laut), Mulailah mereka bertarung dengan sengit, dan masing-masing ingin merobohkan lawannya.
Walau Gin Tie Suseng berasal dari perguruan sesat, hatinya justru masih lurus, maka ia tidak bertarung dengan cara curang, Hanya saja ia amat angkuh, itu disebabkan selama belasan tahun tidak pernah bertemu lawan yang tangguh, Saat ini telah bertarung beberapa jurus melawan Bee Kun Bu, itu membuatnya amat terkejut dan menyesal, kenapa tadi ia berjanji begitu pada Bee Kun Bu.
Oleh karena itu, ia mulai bertarung dengan hati-hati, bahkan menyerang dengan jurus-jurus maut.
sementara Bee Kun Bu bertarung sambil berpikir, ia yakin Gin Tie Suseng bukan orang jahat.
ia mau masuk ke perguruan sesat tentunya punya suatu kesulitan, Alangkah baiknya dengan pertarungan ini, membuatnya kembali ke jalan yang lurus.
Walau mereka sedang berpikir, namun tetap saling menyerang dengan sengit.
Karena Gin Tie Suseng berpikir harus menang, maka ia menyerang dengan hcbat.
Bee Kun Bu menggunakan ilmu pedang ajaran Hian Ceng Totiang, itu cuma ingin memancing Gin Tie Suseng agar mengerahkan ilmu andalannya, Kini Gin Tie Suseng sudah mulai mengeluarkan ilmu andalannya, yaitu Tui Hong Gin Tie (Suling Perak pengejar Angin) yang berjumlah seratus delapan jurus itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Menyaksikan serangan-serangan tersebut, Bee Kun Bu mulai menangkis dan menyerang dengan ilmu pedang ajaran Na Hai Peng yang berdasarkan Kui Goan Pit Cek.
itu adalah ilmu pedang andalan Thian Ki Cinjin, berbeda dengan ilmu pedang biasa.
Sebelum melancarkan serangan balasan dengan ilmu pedang tersebut, Bee Kun Bu memekik keras, lalu menggerakkan pedangnya yang kemudian berubah seperti pelangi.
Sungguh terkejut Gin Tie Suseng, ia cepat-cepat memutarkan badannya, setelah itu ia pun menyerang dengan jurus Sam Sing Pan Goat (Tiga Bintang Mengarah Pada BuIan).
Suling peraknya berubah menjadi tiga batang dan mengarah pada jalan darah di tubuh Bee Kun Bu.
Melihat serangan itu, Bee Kun Bu tertawa panjang sambil melesat ke atas dengan ilmu ginkang Ling Khong Sih Tou (Ter-bang di Angkasa).
Betapa terkejutnya Gin Tie Suseng, sebab mendadak Bee Kun Bu telah menghilang dari hadapannya, Namun ia tahu Bee Kun Bu berada di atas, tanpa melihat lagi ia langsung menyerang ke atas dengan jurus Lang Cien Liu Sah (Ombak Memindahkan Pasir), Pada waktu bersama-an, Gin Tie Suseng juga ingin menggunakan senjata rahasianya untuk merobohkan Bee Kun Bu, sebab dalam pertarungan itu, tiada janji tidak boleh menggunakan senjata rahasia.
Akan tetapi, mendadak pedang Bee Kun Bu berubah seperti sebuah payung.
Ternyata ia menyerang ke bawah dengan jurus Sian Li Khai Cah (Bidadari membuka Payung), Sungguh cepat serangan itu, sehingga membuat Gin Tie Suseng tiada kesempatan untuk mengeluarkan senjata rahasianya.
Trang!
Terdengarsuara benturan keras, bahkan tampak pula bunga api berpijar, ternyata pedang Bee Kun Bu telah beradu dengan suling perak itu.
Tangan Bee Kun Bu bergerak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
cepat mengarah pada suling perak tersebut, seketika juga suling perak itu berpindah ke tangan Bee Kun Bu. Kejadian itu membuat wajah Gin Tie Suseng berubah muram, kemudian menarik nafas panjang.
"Sudahlah! Anda memang berkepandaian amat tinggi aku... aku mengaku kalah, kini pereuma aku hidup lagi!"
Ujarnya dan mendadak mengangkat sebelah tangannya mengarah pada kepalanya sendiri.
"Saudara Kim Jangan!"
Teriak Bee Kun Bu tertegun, ia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, begitu pula Pek Yun Hui.
Akan tetapi, tiba-tiba sosok bayangan merangkulnya, sehingga membuat Gin Tie Suseng terjatuh, Ternyata yang merangkul Gin Tie Suseng itu Hweeshio jubah merah, Memang kebetulan, Gin Tie Suseng berdiri dekat Hweeshio itu.
Ketika Bee Kun Bu berteriak "Saudara Kim jangan!", tanpa banyak pikir lagi Hweeshio jubah merah langsung merangkulnya erat-erat.
"Sutee tidak boleh bunuh diri, kalah atau menang dalam suatu pertarungan sudah merupakan hal biasa! Kenapa Sulee harus bunuh diri?"
Tegur Hweeshio jubah merah.
Maklum!
Selama belasan tahun, Gin Tie Suseng tidak pernah mengalami kekalahan, kali ini ia justru roboh di tangan Bee Kun Bu yang masih muda, otomatis membuatnya kehilangan muka dan nama, maka ia pun nekad untuk menghabiskan nyawanya sendiri Namun malah ditolong oleh kakak seperguruannya sendiri, saking sedih atas kekalahan, sepasang mata Gin Tie Suseng pun bersimbah air.
Bee Kun Bu yang sudah tenang itu, segera menghampiri Gin Tie Suseng, kemudian ujarnya sopan dan hormat.
"Saudara Kim jangan kecewa, di atas gunung masih ada gunung, di luar langit masih ada langit Kita cuma merupakan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kunang-kunang dalam hal ilmu silat Walau Saudara Kim kalah di tanganku, tapi bagaimana mungkin aku mengalahkan orang lain yang berkepandaian tinggi?
Kita tidak usah melihat jauh, yang dekat saja yaitu ilmu silat yang dimiliki Kakak Pek, aku sama sekali bukan tandingannya.
Aku tahu Saudara Kim bukan orang jahat, ingin rasanya aku bersahabat dengan Saudara, Hanya saja,., entah Saudara Kim sudi bersahabat denganku?"
Apa yang diucapkan Bee Kun Bu berdasarkan ketulusan hatinya, itu membuat Gin Tie Suseng tertegun dan menatapnya terbelalak "Suheng, jangan terus merangkulku lagi!"
Ujar Gin Tie Suseng pada saudara seperguruannya.
"Selama ini aku bagaikan katak dalam sumur, itu menyebabkan diriku jadi angkuh. Kini setelah mendengar apa yang diucapkan Saudara Bee, barulah terbuka mataku, sekaligus membuat diriku merasa malu pula."
Usai berkata begitu, Gin Tie Suseng menundukkan kepala, sepertinya dalam hatinya terdapat suatu kesulitan itu tidak terlepas dari mata Bee Kun Bu, karena itu ia pun segera berkata sambil tersenyum "Terus terang, aku dan Kakak Pek ke mari memang ingin menyelidiki Lima Setan Swat Ling San ini.
Sebelum kita bertarung, ada suatu janji, Saudara Kim tidak usah memikirkan itu, aku membataIkannya.
Sete!ah urusanku di Swat Ling San ini beres, aku pasti ke Tay Pah San untuk mengunjungi Saudara Kim."
Gin Tie Suseng terdiam, matanya memandang jauh ke depan, lama sekali barulah membuka mulut "Aku sudah kalah di bawah pedangmu, bagaimana mungkin aku ingkar janji?
Hubunganku dengan Lima Setan itu pun tidak begitu akrab, Tapi aku tahu mereka berniat tidak baik, yaitu ingin menguasai rimba persilatan di Tionggoan, Oleh karena itu, aku justru ingin mendekati mereka untuk
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mengetahui hal yang sebenarnya, Tentang itu, aku pun telah mengambil keputusan akan mengajakmu dan Nona Pek memasuki Swat Ling San ini, harap jangan dito!ak!"
"Itu...."
Bee Kun Bu tampak ragu.
"Suheng!"
Ujar Gin Tie Suseng pada saudara seperguruannya.
"Urusan ini aku yang memutuskan, walau tiada hubungannya dengan perguruan kita, namun kelak Lima Setan itu pasti mendendam pada gunung Tay Pah San. Aku sudah mengambil keputusan bersama Saudara Bee dan Nona Pek untuk memasuki Swat Ling San ini, maka lebih baik Suheng segera meninggalkan tempat ini, agar tidak tersangkut dalam urusan ini!"
Setelah dilukai Bee Kun Bu, Hweeshio jubah merah mendendam sekali pada pemuda itu, tapi setelah menyaksikan kegagahan dan rasa solider Bee Kun Bu, rasa dendamnya pun lenyap seketika, Bahkan timbul rasa hormatnya pada Bee Kun Bu, sehingga ia langsung tertawa gelak seraya berkata.
"Sutee, kita ke mari bersama, kalau ada bahaya juga harus kita hadapi bersama, Oleh karena itu, aku pun harus menyertaimu memasuki Swat Ling San ini,"
Sahut Hweeshio jubah merah.
"Suheng.-."
Gin Tie Suseng menarik nafas panjang.
"Suheng adalah pewaris utama guru kita, walau tidak mewakili perguruan Tay Pah San, tapi ada hubungan dengan guru. Aku memasuki Swat Ling San ini bersama Saudara Bee dan Nona Pek, itu adalah secara pribadi, tidak berkaitan dengan perguruan Namun lain halnya dengan Suheng, maka Suheng harus berpikir panjang dan lebih baik segera kembali ke gunung Tay Pah San!"
Sementara Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui cuma diam, mereka tidak turut campur, sebab kedua orang itu berbicara berkaitan dengan perguruan mereka.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Sutee...."
Hweeshio jubah merah menggeleng-gelengkan kepala.
"Kalau itu adalah keputusan Sutee, aku pun jadi serba salah."
"Aku tahu Suheng amat menyayangiku, tapi kali ini menyangkut Suheng dengan perguruan, maka harap Suheng maklum!"
Ujar Gin Tie Suseng.
"Kita berpisah di sini, mohon Suheng meninggalkan tempat ini!"
"Sutee, kapan kita bertemu kembali?"
Tanya Hweeshio jubah merah.
"Kepandaian Lima Setan Swat Ling San ini amat tinggi, walaupun ada Saudara Bee dan Nona Pek men-dampingiku, aku pun tidak berani menjamin bisa pulang ke gunung Tay Pah San. Kapan kita bertemu kembali, aku tidak berani memastikannya, semoga kita masih bisa bertemu kembali!"
Jawab Gin Tie Suseng.
"Berhasil atau gagal, itu sudah merupakan takdir,"
Hweeshio jubah merah.
"Menurut aku, engkau masih bisa pulang dengan selamat Karena itu, haruslah ada janji kapan kita bertemu!"
"Kalau begitu..."
Jawab Gin Tie Suseng setelah berpikir sejenak.
"Setelah bunga di Tay Pah San memekar, aku pasti kemba!i."
"Baiklah."
Hweeshio jubah merah manggut-manggut, kemudian memberi hormat pada Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui seraya berkata.
"Kalian berdua memiliki kepandaian yang amat luar biasa, tentunya tiada masalah memasuki Swat Ling San ini, namun aku mohon kalian berdua sudi menjaga adik seperguruanku ini!"
"Siansu harap berlega hati!"
Ujar Pek Yun Hui.
"Gin Tie Suseng juga berkepandaian tinggi, lagi pula kami pergi bersama, tentunya harus saling melindungi pula!"
"Terimakasih, Nona Pek!"
Ucap Hweeshio jubah merah, lalu memandang adik seperguruannya.
"Sutee, sampai jumpa!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Setelah mengucapkan "Sampai jumpa", Hweeshio jubah merah itu pun melesat pergi.
"Kami merepotkan Saudara KJm untuk menunjukkan jalan. Kami tidak pernah ke mari, jadi sama sekali tidak tahu harus melalui jalan mana menuju ke dalam, sebelumnya kami ucapkan banyak-banyak terimakasih pada Saudara Kim!"
Ujar Bee Kun Bu.
"Sekali lagi kami ucapkan terimakasih!"
"Kalau begitu, aku pun yakin kalian berdua tidak tahu tentang Lima Setan Gunung Swat Ling San?"
Tanya Gin Tie Suseng.
"BetuI."
Bee Kun Bu mengangguk "Kami sama sekali tidak tahu tentang mereka berlima."
"Kalau begitu, aku akan menceritakan sambil memasuki Swat Ling San ini,"
Ujar Gin Tie Suseng-Kim Eng Hauw.
"Mari ikut aku ke dalam!"
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui mengangguk, lalu mengikuti Gin Tie Suseng memasuki Swat Ling San tersebut ***** Bab ke 10 -Menceritakan Tentang Lima Setan Swat Ling San Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui mengetahui Swat Ling San tersebut dari Hian Ceng Totiang, diceritakannya bahwa golongan sesat yang bermukim di Swat Ling San adalah murid ketua partai Bu Tong generasi ke sebelas bernama Cing Ko Hong, namun Hian Ceng Totiang juga tidak tahu begitu jeias, maka Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui cuma tahu golongan sesat tersebut didirikan Cing Ko Hong.
"Kami pernah bertemu salah satu setan Swat Ling San bernama Tan Cun Goan,"
Ujar Bee Kun Bu memberitahukan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Oh, dia!"
Sahut Gin Tie Suseng.
"Dia nomor tiga."
"Kami ingin tahu jelas tentang Lima Setan itu, bolehkah Saudara Kim mencerit akan nya ?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Tentu bo!eh."
Gin Tie Suseng mengangguk "Mari kita duduk sebentar, aku akan menceritakannya!"
"Baiklah."
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui mengangguk mereka bertiga lalu duduk di bawah pohon. Tentunya kalian tahu bahwa golongan Swat Ling San masih ada kaitannya dengan pertai Bu Tong.,."
Ujar Gin Tie Suseng.
"Tentang itu, guru Kun Bu memang pernah mencerit akannya,"
Sahut Pek Yun Hui.
"Namun Hian Ceng Totiang cuma tahu Cing Ko Hong itu, bagaimana Swat Ling San sekarang, Hian Ceng Totiang sama sekali tidak tahu jelas."
"Kun Lun Sam Cu tinggal di gunung Bu Tong, jauh dari sini tentunya tidak akan tahu jelas mengenai Swat Ling San ini,"
Kata Gin Tie Suseng.
"Namun aku sudah hampir dua puluh tahun bermukim di luar perbatasan lagi pula aku adalah murid ke dua Kuang Ti Taysu di Tay Pah San, maka tahu jelas mengenai Swat Ling San ini."
"Kalau begitu, aku harap Saudara Kim menceritakannya!"
Desak Pek Yun Hui yang ingin segera tahu tentang itu.
"Kaum rimba persilatan tidak pernah saling mengalah dalam hal ilmu silat, sehingga selalu menimbulkan dendam dan kebencian, Pendiri golongan sesat Swat Ling San memang Cing Ko Hong, Pada masa itu dia cuma gusar, maka meninggalkan gunung Bu Tong,"
Gin Tie Suseng menarik nafas dan melanjutkan "Siapa tahu justru menimbulkan suatu bencana bagi partai Bu Tong, bahkan melibatkan seorang gadis yang amat cantik, sehingga menimbulkan dendam asmara yang membara, Kita masih belum lahir, jadi tidak mengalami itu."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kalau begitu, tentang dendam asmara yang membara itu ditimbulkan para murid partai Bu Tong sendiri?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Aku akan menceritakannya, harap Nona Pek bersabar mendengarnya!"
Gin Tie Suseng tersenyum dan melanjutkan "Ternyata Cing Ko Hong meninggalkan gunung Bu Tong dengan penasaran, akhirnya sampai di Swat Ling San ini, kemudian mati-matian memperdalam ilmu silatnya, Tak terasa sepuluh tahun telah berlalu, Cing Ko Hong pun berhasil memperdalam ilmu silatnya, Oleh karena itu, ia kembali ke gunung Bu Tong untuk menantang ketua Bu Tong bertanding...."
Gin Tie Suseng menarik nafas panjang, setelah itu barulah melanjutkan ucapannya sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Tantangan itu diterima ketua partai Bu Tong, Beliau pergi ke puncak Cit Sing Hong menemui Cing Ko Hong. Sebelum bertanding, ketua partai Bu Tong masih berusaha menasihatinya, namun sia-sia."
"Tentunya Cing Ko Hong tidak mau menyudahi begitu saja?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Walau sudah cukup lama bermukim di Swat Ling San, Cing Ko Hong tetap adalah orang Tionggoan,"
Jawab Gin Tie Suseng.
"Karena itu, dia cuma bilang minta petunjuk pada ketua partai Bu Tong itu."
"Kalau begitu, ketua partai Bu Tong itu pun tidak bisa menolak lagi."
Ujar Bee Kun Bu.
"Benar."
Gin Tie Suseng mengangguk "Ketua partai Bu Tong itu memang tidak bisa menolak lagi, maka terjadilah pertandingan di puncak Cit Sing Hong (Puncak Tujuh Bintang).
justru karena pertandingan itu, maka Cing Ko Hong mendirikan aliran Swat Ling San."
"Apakah ketua partai Bu Tong kalah?"
Tanya Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ketua partai Bu Tong tidak kalah, sebaliknya malah memenangkan pertandingan itu, Cing Ko Hong meninggalkan Cit Sing Hong dengan penasaran dan menahan rasa malu.-"
Lanjut Gin Tie Suseng.
"Ternyata mereka bertanding dua hari satu malam, Cing Ko Hong amat penasaran sehingga timbul niat jahatnya untuk membunuh ketua partai Bu Tong itu, Lantaran niat jahatnya, akhirnya malah dia yang terluka parah, Dia kembali ke Swat Ling San, dan sejak itu tidak pernah ke Tionggoan lagi."
"Kenapa Cing Ko Hong terluka parah?"
Tanya Bee Kun Bu heran.
"Sebelumnya ketua partai Bu Tong sudah menasihatinya, tapi Cing Ko Hong menganggap sebagai angin lalu, dia sama sekali tidak tahu ketua partai Bu Tong memiliki insting tajam!"
"Kalau begitu, kenapa mereka harus bertanding sampai dua hari satu malam?"
Tanya Bee Kun Bu tidak mengerti "Ketua partai Bu Tong tahu, kalau tidak bertanding, Cing Ko Hong pasti tidak mau menyudahi urusan itu,"
Jawab Gin Tie Suseng.
"Seandainya pada waktu itu Cing Ko Hong sadar dan mau kembali pada partai Bu Tong, tentunya dia tidak akan mengalami hal yang mengenaskan itu."
"Oooh!"
Bee Kun Bu manggut-manggut mengerti "Jadi ketua partai Bu Tong sengaja bertanding sampai dua hari satu malam itu, agar Cing Ko Hong tidak merasa penasaran ?"
"Kira-kira begituIah."
Cing Ko Hong menarik nafas panjang.
"Sesungguhnya ketua partai Bu Tong masih berusaha menyadarkan dalam pertandingan itu."
"Oh?"
Bee Kun Bu menggeleng-gelengkan kepala.
"Dalam dua hari satu malam, Cing Ko Hong mati-matian menyerang ketua partai Bu Tong, namun ketua partai Bu Tong itu justru tampak tenang sekali, Karena Cing Ko Hong berniat membunuh sehingga menggusarkan ketua itu...."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kemudian bagaimana?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Karena gusar, maka ketua partai Bu Tong pun mengeluarkan ilmu andalannya, itu membuat Cing Ko Hong roboh terkena pukulan yang dilancarkannya."
Jawab Gin Tie Suseng.
"Untung ketua itu cuma menggunakan delapan bagian Iwcekangnya, nyawa Cing Ko Hong tidak melayang."
"Ketua partai Bu Tong itu sungguh berhati pe-nyayang,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Tapi ketika roboh, Cing Ko Hong malah melakukan sesuatu yang amat memalukan, itu sangat menggusarkan ketua partai Bu Tong,"
Kata Gin Tie Suseng sambil menggeleng-gelengkan kepa!a.
"Lho?"
Bee Kun Bu terheran-heran.
"Cing Ko Hong telah roboh, apa pula yang dapat dilakukannya?"
Ternyata menyerang ketua partai Bu Tong secara gdap, dengan menggunakan sepasang kakinya menendang alat vitai ketua itu."
Gin Tie Suseng memberitahukan "Dapat dibayangkan betapa gusarnya ketua partai Bu Tong!
Oleh karena itu, ketua tersebut membentak keras, lalu menotok jalan darah di kaki Cing Ko Hong, Setelah itu ketua partai Bu Tong pun mengatakan bahwa dia harus merawat sepasang kakinya, kalau tidak sepasang kakinya niseaya akan lumpuh, Ketua itu juga menyuruhnya agar segera meninggalkan puncak Cit Sing Hong,"
"Oooh!"
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui menarik nafas panjang.
"Sepasang kaki Cing Ko Hong telah terluka parah, maka dia segera meninggalkan tempat itu, Setengah bulan kemudian, Cing Ko Hong sudah tidak bisa berjalan, dan amat mendendam pada partai Bu Tong, Dia mendirikan aliran Swat Ling San dan menerima murid, Dia pun menyuruh para muridnya bersumpah, kelak harus menuntut balas pada partai Bu Tong, Tenlang itu, kaum Bu Lim sama sekali tidak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mengetahuinya, sebab ketua partai Bu Tong tidak menyiarkannya."
"Tapi tentunya tidak bisa mengelabui para kaum Bu Lim, kan?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Ternyata ketua partai Bu Tong sudah tahu tujuan Cing Ko Hong, maka sebelum meninggal, beliau pun meninggalkan sepucuk surat wasiat, agar para murid Bu Tong jangan bertindak terlampau keras terhadap aliran Swat Ling San. Sebab biar bagaimana pun, Cing Ko Hong tetap mantan murid partai Bu Tong."
Setelah ketua partai Bu Tong itu meninggal, apa pula yang terjadi?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Para murid partai Bu Tong cuma mentaati pesan itu, Namun para murid Cing Ko Hong setiap generasi pergi menuntut balas pada partai Bu Tong. Hal itu terjadi hingga tiga generasi, namun setelah itu terjadi pula suatu perubahan di Swat Ling San."
Jawab Gin Tie Suseng.
"Perubahan apa?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Apakah berkaitan dengan dendam asmara yang membara itu?"
"Tidak salaH, namun itu adalah kejadian berikutnya,"
Gin Tie Suseng menarik nafas.
"Pada generasi ke tiga, di saat itu yang menjadi ketua aliran Swat Ling San adalah Kao Ku. Dia memiliki kepandaian yang amat tinggi, tapi punya kelemahan...."
"Apa kelemahannya?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Kelemahannya adalah...."
Gin Tie Suseng tersenyum "Amat menyukai wanita cantik, Dia pula yang merubah peraturan aliran Swat Ling San, akhirnya menerima seorang murid wanita yang cantik jelita, itu membuat tiga saudara seperguruannya merasa tidak senang, karena telah melanggar peraturan yang ditetapkan Cing Ko Hong, pendiri aliran Swat Ling San.
Oleh karena itu, ketiga saudara seperguruannya pun meninggalkan Swat Ling San dengan penasaran."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kalau begitu, apakah Kao Ku masih menerima murid lain?"
Tanya Bee Kun Bu yang amat tertarik akan cerita itu. Tidak,"
Jawab Gin Tie Suseng.
"Kao Ku cuma menerima murid wanita itu saja, Murid wanita itu bernama Khouw Miauw Nio. itu kejadian seratus tahun yang lampau, Dia memang cantik dan berhasil mempelajari semua ilmu yang diturunkan Kao Ku, gurunya itu. Karena para paman gurunya menentang, maka dia tekun sekali memperdalam ilmu silatnya, dan akhirnya berhasil Oleh karena itu, ketua partai Bu Tong masa itu, yaitu Cing Hong Tojin, sama sekali tidak mampu menunduk-kannya."
"Kalau begitu, Cing Hong Tojin pasti kalah di tangan Khouw Miauw Nio itu, kenapa tidak tersiar dalam rimba persilatan?"
Tanya Bee Kun Bu heran.
"Aku akan menutur sejelas-jelasnya,"
Sahut Gin Tie Suseng sambil tersenyum "Berhubung tiada seorang pun yang membawa kemenangan dari partai Bu Tong, maka hati Khouw Miauw Nio pun tergerak, sehingga dia seorang diri berangkat ke gunung Bu Tong."
"Apakah dia juga menimbulkan bencana dalam rimba persilatan Tionggoan?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Bagaimana isi hati Khouw Miauw Nio ketika itu, mungkin tiada seorang pun mengetahuinya. Namun dia justru membantai para penjahat di Tionggoan, sehingga sangat mengharumkan namanya, Sejak itu pula Khouw Miauw Nio menghilang, sama sekali tidak pernah memunculkan diri lagi."
"Kenapa begitu?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Ternyata dalam perantauannya selama dua tahun di Tionggoan, Khouw Miauw Nio pernah bertemu Cing Hong Tojin, yakni ketika dia sedang membunuh para penjahat, kebetulan muncul Cing Hong Tojin mem-bantunya. Walau Cing Hong Tojin adalah pendeta Taosme, tapi dia justru amat tampan, Begitu melihat Cing Hong Tojin, Khouw Miauw Nio pun tertarik dan langsung berkenalan dengannya, Tentunya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Cing Hong Tojin pun menanyakan tentang perguruan Khouw Miauw Nio, tapi Khouw Miauw Nio tidak berani berterus terang, hanya memberitahukan ingin berkunjung ke gunung Bu Tong.
Cing Hong Tojin adalah ketua partai Bu Tong, tentunya menolak sehingga menimbulkan kegusaran Khouw Miauw Nio, dan langsung pergi, Siapa tahu ketika berada di puncak Cit Sing Hong, yang muncul justru Cing Hong Tojin, Barulah Khouw Miauw Nio tahu bahwa dia adalah ketua partai Bu Tong, itu membuatnya salah tingkah dan tidak tahu harus bagaimana baiknya."
"Kalau begitu, Khouw Miauw Nio itu pasti sudah jatuh hati pada Cing Hong Tojin!"
Kata Pek Yun Hui.
"Justru karena itu, urusan dendam pun dapat di-sudahi begitu saja,"
Ujar Gin Tie Suseng.
"Khouw Miauw Nio ingin menuntut balas, barulah dia berangkat ke Tionggoan. Bagaimana mungkin dia menyudahi dendam itu begitu saja!"
Tanya Bee Kun Bu heran.
"Ketika melihat Cing Hong Tojin adalah orang yang dicarinya, juga pujaan hatinya, Khouw Miauw Nio tersiksa sekali, Tapi dia telah menerima budi kebaikan gurunya, tentunya harus menuntut balas, Karena itu, mendadak wajahnya pun berubah dingin...."
Gin Tie Suseng melanjutkan "Cing Hong Tojin adalah ketua partai Bu Tong, ketika mengetahui akan hal itu, dia masih dapat berlaku tenang, Akhirnya mereka berdua bertarung di puncak Cit Sing Hong itu, dan Cing Hong Tojin kalah, Kalau Khouw Miauw Nio ingin membunuhnya, itu gampang sekali, Namun Khouw Miauw Nio justru tidak membunuhnya, malah segera meninggalkan puncak itu dan pulang ke Swat Ling San, Setelah pulang, Khouw Miauw Nio pun melarang para murid aliran Swat Ling San memasuki daerah Tionggoan, maka dendam itu pun usai sampai di situ."
"Bagaimana Cing Hong Tojin setelah dikalahkan Khouw Miauw Nio itu?"
Tanya Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kalau urusan itu usai sampai di situ, tentunya tidak aneh,"
Sahut Gin Tie Suseng sambil menarik nafas.
"Lalu dari mana munculnya dendam asmara yang membara itu?"
"Jadi masih ada kelanjutannya?"
Bee Kun Bu terbelalak Tidak salah."
Gin Tie Suseng mengangguk "Cing HongTojin merasa malu atas kekalahannya, maka begitu kembali ke Sam Cing Koan, dia pun segera mengumpulkan para adik seperguruannya untuk menyerahkan jabatannya.
Setelah itu, dia pun membunuh diri."
"Gara-gara Khouw Miauw Nio itu?"
Bee Kun Bu menarik nafas.
"Kematian Cing Hong Tojin tersebar sampai di luar perbatasan, itu sungguh di luar dugaan Khow Miauw Nio, akhirnya dia pun jadi rahib dan tidak pernah meninggalkan Swat Ling San,"
Ujar Gin Tie Suseng. sementara Pek Yun Hui cuma mendengarkan dengan penuh perhatian, sama sekali tidak bertanya apa pun.
"Dendam antara partai Bu Tong dengan aliran Swat Ling San pun usai sampai di situ, sebetulnya itu merupakan hal yang baik sekali,"
Lanjut Gin Tie Suseng.
"Akan tetapi, sejak Khouw Miauw Nio jadi rahib, para muridnya pun mulai bertindak semau mereka, lama kelamaan aliran Swat Ling San berubah menjadi aliran sesat hingga sekarang di tangan Lima Setan itu...."
Ketika Gin Tie Suseng bereerita sampai di situ, mendadak Pek Yun Hui melesat ke arah sebuah pohon siong, dan sekaligus melancarkan pukulan seraya membentak "Siapa bersembunyi di situ mencuri dengar pembicaraan kami?"
Bee Kun Bu dan Gin Tie Suseng pun segera mengarah pada tempat itu, Pada waktu bersamaan, terdengarlah suara tawa dingin, lalu muncul beberapa orang dari balik pohon siong itu setelah Pek Yun Hui melancarkan pukulannya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Tay Pah San dengan kami aliran Swat Ling San, boleh dikatakan satu aliran!"
Ujar salah seorang yang rambutnya sudah memutih semua.
"Namun Gin Tie Suseng justru membuka rahasia aliran Swat Ling San, itu sungguh di luar dugaan!"
Bee Kun Bu memandang orang itu, ternyata orang itu berbadan agak pendek dan berusia sekitar lima pu-luhan, sepasang matanya menyorot tajam membuktikan ia memiliki Iweekang tinggi ia pun mengenakan pakaian aneh, Tampak pula delapan orang mengikutinya, yang semuanya mengenakan pakaian warna abu-abu.
Mereka semuanya berbadan tinggi besar, masing-masing menggenggam golok kepala setan.
"Kuil Ceh Yun Si yang di gunung Tay Pah San, sama sekali tidak ada hubungan dengan aliran Swat Ling San!"
Sahut Gin Tie Suseng sambil tertawa dingin.
"Aku ke mari atas kemauan sendiri, tiada kaitannya dengan guruku! Kalian Lima Setan telah terpengaruh oleh Hweeshio dari kuil Toa Ciok Si, maka ingin menimbulkan bencana dalam rimba persilatan Tionggoan, Oleh karena itu para pendekar rimba persilatan berhak membasmi kalian!"
Orang pendek itu tertawa terkekeh-kekeh ketika mendengar ucapan Gin Tie Suseng-Kim Eng Hauw, ia maju selangkah dan mendadak menyerang Gin Tie Suseng seraya membentak "Sudah lama aku ingin bertarung dengan Kuang Ti Taysu!
Kini muncul muridnya, maka aku ingin mencoba kepandaiannya!"
Ketika orang tua pendek itu maju selangkah, Gin Tie Suseng pun sudah siap, Maka ketika diserang secara mendadak, ia segera meloncat ke belakang menghindari serangan itu.
Orang tua pendek itu tertawa panjang, lalu melesat ke arah Gin Tie Suseng, dan sekaligus menyerangnya lagi.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Begitu melihat serangan itu, Gin Tie Suseng pun tertawa dingin, dan secepat kilat ia mengeluarkan suling peraknya dan menangkis serangan itu.
Serangan orang tua pendek itu tertangkis, sehingga ia menjadi gusar sekali.
Tiba-tiba badannya meluncur ke atas, sekaligus melancarkan pukulan ke arah Gin Tie Suseng.
Gin Tie Suseng segera meloncat ke samping, lalu mendadak balas menyerang dengan pukulan dahsyat Mulailah mereka bertarung dengan seru sekali, dan masing-masing mengeluarkan jurus-jurus andalan.
sementara Pek Yun Hui cuma menonton dengan wajah dingin, begitu pula Bee Kun Bu, ia menonton sambil mengerutkan kening, sebab yakin Gin Tie Suseng bukan tandingan orang tua pendek itu.
Gin Tie Suseng dan orang tua pendek itu masih saling menyerang dengan ilmu andalan masing-masing.
Mendadak orang tua pendek itu membentak keras, kemudian menyerang Gin Tie Suseng sepenuh tenaga, lalu meloncat mundur delapan depa.
"Hmm!"
Dengusnya dingin.
"Kepandaian Tay Pah Sah cuma begitu! Kaiau kalian bertiga tertarik, silakan menerobos ke dalam Swat Ling San, aku masih harus pergi meronda!"
Orang tua pendek itu mengibaskan tangannya, seketika juga delapan orang berpakaian abu-abu langsung berdiri dibelakangnya.
"Engkau berani mengajak orang lain ke mari, untung masih belum memasuki tempat penjagaanku!"
Orang tua pendek menuding Gin Tie Suseng.
"Kalau engkau sudah memasuki tempat itu, aku pasti membunuhmu! Aku masih menghormati Kuang Ti Taysu, maka alangkah baiknya engkau segera meninggalkan tempat ini! Tapi kalau engkau berani masuk, jangan mempersalahkanku kalau aku bertindak keji terhadapmu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Hm!"
Dengus Gin Tie Suseng dingin, kemudian mendadak menyerang orang tua pendek itu.
Akan tetapi, orang tua pendek itu cuma tertawa dingin, lalu melesat ke belakang pohon siong, Gin Tie Suseng terkejut Walau ia menyerang orang tua pendek itu secara mendadak, namun orang tua pendek itu masih dapat berkelit itulah yang membuat Gin Tie Suseng berdiri termangu di tempat Bee Kun Bu segera melesat ke pohon siong, lalu berhenti di situ sambil memandang ke belakang pohon siong itu, dan seketika juga ia terbelalak Ternyata di belakang pohon siong itu terdapat sebidang tanah yang ditumbuhi berbagai macam bunga, Sungguh semarak tempat itu, namun tidak tampak bayangan orang tua pendek itu beserta delapan orang yang menyertainya.
Heran!
Gumam Bee Kun Bu dalam hatL Kenapa di tempat ini banyak tumbuh bunga yang beraneka warna?
Janganjangan itu semacam formasi!
ia harus bertanya pada Kakak Pek.
Sebelum Bee Kun Bu membuka mulut bertanya, Pek Yun Hui telah mendahuluinya memberitahukan "Lima Setan Swat Ling San memang tidak bernama kosong, lihatlah apa yang bergantung di pohon siong ini!"
Bee Kun Bu segera mendongakkan kepala, tampak sebuah papan bertulisan bergantung di pohon siong tersebut SIAPA YANG MEMASUKI SWAT LING SAN PASTI MATI Ternyata papan itu bertuliskan demikian Pada waktu bersamaan, Gin Tie Suseng justru memukul ke arah pohon siong itu.
pukulannya merontokkan daun-daun pohon siong, itu membuat Bee Kun Bu terheran-heran.
Pek Yun Hui tahu, bahwa Gin Tie Suseng masih kesal pada orang tua pendek itu, maka kekesalannya dilampiaskannya pada pohon siong tersebut
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Letak bunga-bunga itu kelihatan aneh, sepertinya berbentuk suatu formasi yang berdasarkan Kiu Kiong Pat Kwa. Saudara Kim barusan memukul pohon siong ini, apakah berniat memasuki tempat itu?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Lima Setan Swat Ling San telah menghina guruku, maka aku sangat kesal sehingga tak dapat menguasai diri memukul pohon siong ini,"
Sahut Gin Tie Suseng.
"Aku tidak paham akan formasi Kiu Kiong Pat Kwa. Saudara seperguruan mengerti, tapi dia sudah pergi sekarang kita harus bagaimana?"
"Saudara Kim tidak usah cemas!"
Bee Kun Bu ter-senyum.
"Kakak Pek mengerti tentang itu, maka formasi itu tidak akan menyulitkan kita."
"Kalau begitu, harap Nona Pek memecahkan formasi itu! Lalu kita menuju ke tempat Lima Setan itu,"
Ujar Gin Tie Suseng.
"Kakak Pek!"
Sambung Bee Kun Bu.
"Tempat itu merupakan mulut menuju tempat Lima Setan Swat Ling San. Aku dan Saudara Kim tidak paham akan formasi tersebut, harap Kakak Pek sudi menunjukkan jalan!"
Pek Yun Hui tersenyum, lalu segera memandang ke arah tempat itu, Berselang beberapa saat, ia pun berkata.
"Engkau pernah memasuki ruang bawah tanah di gua Thian Ki Cinjin, bahkan juga menolong Hian Ceng Totiang yang terkurung di dalam formasi bunga persik, Formasi bunga yang ada di tempat ini, tidak berbeda jauh dengan formasi bunga persik itu,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Oh?"
Bee Kun Bu maju beberapa langkah dan memperhatikan formasi bunga itu dengan cermat, namun tidak melihat bagaimana keanehan formasi tersebut "Bagaimana?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Aku masih tidak paham akan formasi itu."
Bee Kun Bu menggeleng-getengkan kepala.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Memang sulit menjelaskan tentang Kiu Kiong Pa Kwa, namun engkau harus ingat pada formasi bunga persik itu,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Setelah engkau ingat, otomatis engkau pun dapat memecahkan formasi bunga tersebut"
"Aku sudah memperhatikan formasi itu dengan cermat, namun masih belum menyelami perubahannya! padahal aku masih ingat pada formasi bunga persik,"
Sahut Bee Kun Bu dengan kening berkerut "Kalau begitu, engkau ikut aku memasuki formasi bunga itu!"
Ajak Pek Yun Hui sambil mengayunkan kakinya.
Bee Kun Bu segera mengikuti Pek Yun Hui, Ketika melihat Bee Kun Bu melangkah, Gin Tie Suseng pun tidak mau ketinggalan, langsung mengikuti di be!akang-nya, namun kemudian malah membelok ke arah Iain.
Ternyata ia ingin mencoba formasi bunga tersebut Kurang lebih sepuluh langkah kemudian, mendadak, ia melihat pemandangan di situ telah berubah, Tidak tampak tanaman bunga, melainkan rerumputan dan sa-yup-sayup terdengar pula suara musik.
Gin Tie Suseng kebingungan, ia menengok ke sana ke mari, tidak tampak bayangan Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui, namun ia justru mendengar suara bentakan Bee Kun Bu.
"Hati-hati Saudara Kim, jangan bergerak sembarang-an!"
"Saudara Bee!"
Sahut Gin Tie Suseng.
"Aku,., aku mengantuk sekali, rasanya ingin tidur,.,."
Gin Tie Suseng terkulai di atas rerumputan, tapi mendadak di rerumputan itu muncul lima buah golok yang amat tajam, sehingga badan Gin Tie Suseng tertusuk dan darah segar pun langsung mengucur Sungguh mengherankan, Gin Tie Suseng tidak mampu bangkit berdiri, dan terbaring di atas goIok-golok itu.
"Celaka!"
Seru Bee Kun Bu.
"Kakak Pek, Saudara Kim telah terjebak formasi bunga, mungkin dia terluka!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Hm!"
Dengus Pek Yun Hui dingin.
"Siapa suruh dia tidak mau mengikutimu dari belakang, malah membelok ke arah lain, dia yang cari penyakit!"
"Kakak Pek, dia bukan orang jahat, cepatlah tolong dia!"
Ujar Bee Kun Bu.
"Engkau harus tetap berdiri di sini, jangan bergeser selangkah pun!"
Pesan Pek Yun Hui.
"Aku akan pergi menolongnya."
"Terimakasih, Kak!"
Ucap Bee Kun Bu.
Pek Yun Hui menarik nafas, kemudian mengayunkan kakinya ke kiri, ke kanan dan ke depan, kemudian menghilang dari pandangan Bee Kun Bu.
itu sungguh mengejutkan Bee Kun Bu.
Setelah Pek Yun Hui tidak kelihatan, tiba-tiba terdengarlah suara yang amat anch, maka cepat-cepat Bee Kun Bu menghimpun hawa murninya, sekonyong-konyong ia merasa ada segulung angin mengarah padanya, secepat kilat ia pun mengibaskan tangannya untuk me-nangkis.
Blamm!
terdengar suara benturan keras.
Bee Kun Bu segera menengok, tapi tidak tampak siapa pun berada di situ, Walau ia telah diserang, tapi sama sekali tidak berani menggeserkan kakinya.
Berselang beberapa saat, mendadak muncul Pek Yun Hui sambil memapah Gin Tie Suseng, ternyata sepasang kaki Gin Tie Suseng tertusuk golok, darahpun masih mengucur "Aduh!
Sakit sekali!"
Gin Tie Suseng merintih Bee Kun Bu segera merobek ujung lengan baju Gin Tie Suseng, kemudian membalut lukanya.
"Banyak jebakan di dalam formasi bunga ini, cepat ikut aku meninggalkan tempat ini!"
Ujar Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu segera memapah Gin Tie Suseng, Pek Yun Hui mengayunkan kakinya diikuti Bee Kun Bu dari belakang sambil memapah Gin Tie Suseng.
"Lima Setan Swat Ling San memang berkepandaian luar biasa, mampu menyusun formasi yang amat hebat Untung kita sudah keluar dari formasi tersebut!"
Ucap Pek Yun Hui.
"Kun Bu, cepat taruh Gin Tie Suseng ke bawah, periksa bagaimana keadaan lukanya!"
Ucapan Pek Yun Hui membuat Bee Kun Bu tersentak ia menengok kian ke mari, ternyata saat ini ia telah berada di luar formasi bunga itu.
Segeralah ia menaruh Gin Tie Suseng ke bawah, lalu memeriksa luka di kaki Gin Tie Suseng.
KebetuIan Gin Tie Suseng membuka matanya, Ketika melihat Bee Kun Bu, ia pun menarik nafas panjang.
"Aku yang cari penyakit, ingin mencoba kelihayan formasi bunga itu, akhirnya jadi terluka,"
Ujar Gin Tie Suseng sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"Saudara Kim harus tahu, formasi itu berdasarkan Kiu Kiong Pat Kwa, maka di dalamnya terdapat sesuatu yang akan menimbulkan halusinasi kita."
Bee Kun Bu tersenyum.
"Untung Saudara Kim sudah tertoIong, sekarang bagaimana rasanya luka di kaki i(u?"
"Heran!"
Sahut Gin Tie Suseng.
"Kenapa tadi ketika tertusuk, aku sama sekali tidak merasa sakit?"
"Sebab pikiranmu telah terpengaruh oleh formasi bunga itu,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Maka engkau tidak merasa sakit."
"Sungguh lihay formasi bunga itu!"
Gin Tie Suseng menggeleng-gelengkan kepala dan menambahkan.
"Kini aku tidak berani meremehkan Lima Setan Swat Ling San lagi."
"Saudara Kim sudah tidak merasa sakit lagi?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Sudah tidak sakit lagi,"
Sahut Gin Tie Suseng sambil tersenyum getir
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kalau begitu...."
Bee Kun Bu menatapnya.
"Bagai-mana kalau Saudara Kim melanjutkan penuturan tentang Lima Setan Swat Ling San yang diputuskan oleh kemunculan orang tua pendek itu?"
"Baiklah."
Gin Tie Suseng mengangguk "Lima Setan Swat Ling San memang amat terkenal.,,."
"Amat terkenal?"
Bee Kun Bu bingung.
"Mereka berlima hidup menyendiri di Swat Ling San ini, bagaimana mungkin mereka terkenal?"
"Membicarakan Lima Setan Swat Ling San, aku pun teringat akan sumpah Lima Setan itu lima belas tahun yang lampau,"
Jawab Gin Tie Suseng melanjutkan "Kalau sumpah itu mereka laksanakan, bukan cuma partai Bu Tong, namun delapan partai besar lainnya pun pasti mengalami bencana."
"Lho? Bukankah dendam antara partai Bu Tong dengan aliran Swat Ling San telah usai, setelah Khouw Miauw Nio itu jadi rahib? Kok Saudara Kim malah mengatakan lain?"
Bee Kun Bu heran "Lagi pula kenapa mereka bersumpah lima belas tahun yang lampau?"
"Berhubung Cing Hong Tojin membunuh diri, maka timbul pula masalah lain di partai Bu Tong, sebab Cing Hong Tojin punya seorang murid kesayangan Ternyata tanpa setahu siapa pun, dia telah menyaksikan pertarungan gurunya dengan Khouw Miauw Nio itu, bahkan juga mendengar pembicaraan mereka, maka dia tahu bahwa Khouw Niauw Nio berasal dari Swat Ling San, Oleh karena itu, murid Cing Hong Tojin itu pun memberitahukan pada ketua yang baru, Kalau dia memberitahukan secara jujur, mungkin tidak akan menimbulkan suatu masalah."
"Murid Cing Hong Tojin itu menimbulkan masalah apa?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Murid itu membela gurunya, maka tidak menceritakan tentang jaringan asmara tersebut, hanya bilang Khouw Miauw Nio ingin menuntut balas, Maka demi menjaga nama baik
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
perguruan akhirnya Cing Hong Tojin membunuh diri,"
Jawab Gin Tie Suseng.
"OIeh karena itu, para murid partai Bu Tong amat mendendam pada aliran Swat Ling San."
"Jadi terjadi balas membalas lagi?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Generasi yang selanjutnya, justru menyusun suatu rencana jahat,"
Jawab Gin Tie Suseng sambil menggelenggelengkan kepaia.
"Demi memperkuat aliran Swat Ling San, maka ketua itu mulai berhubungan dengan suku Miau, dan sekaligus mempelajari ilmu ilmu suku itu pula, Setelah itu, mereka pun mengadakan hubungan dengan pihak Toa Ciok Si."
"Kalau begitu, Lima Setan Swat Ling San bukan orang Tionggoan, tapi Tan Cun Goan itu justru orang Tionggoan, Orang tua pendek itu pun kelihatan orang Tionggoan pula, Kok bisa begitu?"
Bee Kun Bu tidak habis berpikir "Dapatkah Saudara Kim menjelaskannya?"
Tan Cun Goan memang orang Han, sedangkan orang tua pendek itu adalah orang Miau, Mereka berlima hanya Tan Cun Goan yang orang Han, sedangkan yang lain orang Miau."
"Kenapa Tan Cun Goan boleh berguru di Swat Ling San?"
Tanya Bee Kun Bu. itu karena aliran tersebut punya satu peraturan, yakni harus ada orang Han."
Gin Tie Suseng memberitahukan.
"Saudara Kim mengatakan orang tua pendek itu adalah orang Miau, kenapa dia berdandan seperti orang Han?"
Tanya Bee Kun Bu Iagi.
"Sebab aliran Swat San masih menjalankan adat orang Han, maka mereka juga mengenakan pakaian orang Han,"
Jawab Gin Tie Suseng dan menjelaskan "Mereka berlima disebut Lima Setan Swat Ling San, namun sesungguhnya mereka masih punya julukan lain."
"Oh?"
Bee Kun Bu terbelalak "Apa julukan mereka berlima?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Julukan mereka adalah Siang Sat (Sepasang Algojo), Siang Tok (Sepasang Racun) dan It Khek (Satu Tamu). Siang Sat adalah saudara tertua dan kedua, mereka berdua dipanggil Lam Thian It Sat-Cong Cin dan Ciak Bin Sat Sin. It Khek adalah Tan Cun Goan, Siang Tok adalah adik perempuan seperguruan Kiu Tok Ciu (Tangan sembilan Racun) Liu Bwee dan orang tua pendek itu adalah Ling Coa Hong Tok (Ular Beracun) Oey Hue."
Gin Tie Suseng menambahkan "Lima Setan itu berhati jahat dan kejam.
Sepuluh tahun yang !ampau, hanya karena urusan kecil, mereka berlima membantai sebuah kampung suku Miau yang berjumlah seribu orang lebih, anak kecil dan bayi pun dibantai habis, Nanun Tan Cun Goat tidak ikut membantai orang-orang Miau itu, maka ia memperoleh julukan It Khek (Satu Tamu), sedangkan yang lain memperoleh julukan Siang Sat dan Siang Tok-"
"Sungguh kejam mereka!"
Bee Kun Bu menggelenggelengkan kepala.
"Mereka harus dibasmi...."
Ucapan Bee Kun Bu terputus, ternyata diputuskan oleh suara tawa yang sangat nyaring.
Tak lama melayang turun seseorang wanita yang berparas cantik, tapi penuh mengandung hawa sesat " ***** Bab ke 11 -Muncul Lawan Tangguh Wanita cantik itu berdiri di hadapan Gin Tie Suseng, lalu menudingnya seraya berkata.
"Aku kira siapa, tidak tahunya Gin Tie Suseng dari gunung Tay Pah San! Aku pernah bertemu denganmu beberapa kali, namun engkau justru menceritakan tentang kami, kok engkau begitu banyak mulut?"
Ketika wanita itu menuding, justru telah melancarkan semacam ilmu ke arah Gin Tie Suseng. Begitu melihat wanita itu menuding, Gin Tie Suseng pun segera melompat ke belakang dengan air muka berubah,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Walau ia bergerak begitu cepat, bahunya masih terkena serangan itu, sehingga merasa ngilu di bahunya.
"Kiu Tok Ciu!"
Bentak Gin Tie Suseng.
"Engkau sungguh kejam, datang-datang sudah melancarkan serangan gelap yang ganas!"
Ternyata wanita itu adalah Kiu Tok Ciu-Liu Bwee, Ketika melihat Gin Tie Suseng begitu gusar, ia pun tertawa cekikikan "Sesungguhnya.,."
Ujarnya Kiu Tok Ciu-Liu Bwee genit ".... Tay Pah San dan Swat Ling San masih punya sedikit hubungan, kenapa engkau tidak mau mendekati-ku?"
Usai berkata begitu, mendadak Kiu Tok Ciu menggerakkan jari telunjuknya itu adalah serangan mendadak, Namun tjin Tie Suseng sudah siap, ia membentak keras sambil mengayunkan suting peraknya untuk menangkis serangan itu.
sementara Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui cuma menonton, mereka berdua tahu, tangkisan itu merupakan jurus yang mematikan Akan tetapi, Kiu Tok Ciu tidak merasa takut atau gentar, sebaliknya malah tertawa nyaring seraya berkata.
"Baiklah! Mari kita berduel!"
Kiu Tok Ciu segera melancarkan serangan yang bertubitubi, itu sungguh mengejutkan Gin Tie Suseng, Setelah berkelit ke sana ke mari, ia pun mulai menyerang dengan jurus-jurus andalannya.
serangannya itu dapat dihindari oleh Kiu Tok Ciu dengan mudah, bahkan langsung balas menyerang.
"Sungguh hebat kepandaian Kiu Tok Ciu ini,"
Ujar Gin Tie Suseng dalam hati.
"Aku harus bertarung dengan hati-hati, kalau tidak, sulit bagiku untuk meloloskan diri."
Oleh karena itu, Gin Tie Suseng segera mengeluarkan jurus Sih Ku le Kih (Burung Merpati Memindahkan Ranting).
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Hi hi!"
Kiu Tok Ciu tertawa cekikikan "Cukup lumayan kepandaianmu!"
Kiu Tok Ciu meloncat ke samping, setelah itu secara tibatiba ia memutarkan badannya, dan sekaligus menyerang Gin Tie Suseng dengan pukulan tangan kosong.
"Celaka!"
Seru Bee Kun Bu yang menyaksikan serangan itu, Pemuda itu tahu bahwa Gin Tie Suseng tidak mampu menyambut serangan yang dilancarkan Kiu Tok Ciu, maka tanpa banyak pikir lagi ia segera melesat ke arah Gin Tie Suseng seraya berkata.
"Saudara Kim, aku membantumu!"
Ketika mendengar seruan Bee Kun Bu, Kiu Tok Ciu pun langsung menyerangnya, Bee Kun Bu segera mengibaskan tangannya, seketika juga Kiu Tok Ciu terpental lima langkah.
"Eeeeh?"
Kiu Tok Ciu terkejut bukan main, ia menatap Bee Kun Bu dengan mata terbelalak, tapi kemudian malah tertawa cekikikan "Hi hi hi!
Engkau amat tampan dan masih muda, lebih baik engkau segera meninggalkan tempat ini!
jangan ikut mereka, itu amat membahayakan dirimu!
Kakak merasa kasihan padamu, tapi kalau engkau tidak mau dengar nasihatku, masih bikin kacau di sini, kakak pasti menangkapmu dan membawamu ke Siang Ciang Koan untuk jadi pelayanku."
"Diam!"
Bentak Bee Kun Bu gusar, lalu menyerang Kiu Tok Ciu dengan tangan kosong. KiuTokeiu terkejut, ia tidak menyangka bahwa Bee Kun Bu memiliki kepandaian yang begitu tinggi, tidak heran ia tertegun.
"Ei! Bolehkah aku tahu namamu? Kenapa engkau begitu garang?"
Tanya Kiu Tok Ciu sambil berkelit "Aku adalah Bee Kun Bu, maka hari ini aku harus memberi pelajaran padamu!"
Sahut Bee Kun Bu dan menyerang Kiu Tok Ciu lagi.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Oooh!"
Kiu Tok Ciu tertawa merdu.
"Ternyata engkau adalah Bee Kun Bu, sungguh beruntung kita bertemu di sini! pukulanmu cukup lumayan, kakak akan melayanimu beberapa jurus!"
Kiu Tok Ciu berkelip namun kali ini ia justru batas menyerang dengan mengarahkan jari telunjuknya ke arah jalan darah di pergelangan tangan Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu membentak keras, ia melesat ke atas, kemudian menukik ke bawah sambit melancarkan serangannya pada Kiu Tok Ciu.
Begitu melihat serangan itu, Kiu Tok Ciu pun membentak nyaring, lalu menjulurkan sepasang tangannya menyambut serangan Bee Kun Bu.
Blamm!
Terdengar suara benturan keras.
Bee Kun Bu dan Kiu Tok Ciu sama-sama terpental sehingga mereka jatuh duduk, namun Bee Kun Bu segera bangkit berdiri sebaliknya Kiu Tok Ciu masih duduk di tempat, berselang beberapa saat, barulah wanita itu mampu bangkit berdiri.
Kiu Tok Ciu menatap Bee Kun Bu dalam-dalam, dalam hati ia amat kagum pada Bee Kun Bu, tapi juga merasa penasaran, Oleh karena itu, ia pun mulai menyerang Bee Kun Bu lagi.
Bee Kun Bu menyambut serangan itu dengan ilmu pukulan yang terdapat di kitab Kui Goan Pit Cek, tentunya hebat bukan main.
"Sungguh hebat anak muda itu!"
Ujar Kiu Tok Ciu dalam hali.
"Kalau aku kalah di tangannya, tentunya amat memalukan! Lebih baik aku menghindari Kiu Tok Ciu langsung meloncat menghindar, akan tetapi, Bee Kun Bu justru bergerak cepat menangkap pergelangan tangan Kiu Tok Ciu. Begitu cepat sehingga Kiu Tok Ciu tidak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mampu berkelit, tahu-tahu pergelangan tangannya telah dicengkeram Bee Kun Bu.
Setelah berhasil mencengkeram pergelangan tangan Kiu Tok Ciu, namun Bee Kun Bu pun segera melepaskan tangannya, sekaligus mendorongnya.
Wanita itu terdorong mundur beberapa langkah, tidak melakukan serangan lagi, sebaliknya malah tertawa merdu.
"Bee Kun Bu, engkau memang berkepandaian tinggi, pertarungan kita cukup sampai di sini. Kalau engkau tertarik, engkau boleh ke Siang Cing Koan mencariku Sampai jumpa!"
Kiu Tok Ciu melesat pergi, tapi Bec Kun Bu segera membentak dan sekaligus mengejarnya.
"Mau kabur ke mana Kiu Tok Ciu?"
Kiu Tok Ciu Liu Bwee tidak menyangka Bee Kun Bu tidak terkesan baik padanya, Ketika melihat Bee Kun Bu mengejarnya, wajahnya langsung berubah, namun wanita itu tidak gugup dan segera melesat ke pohon siong.
Bee Kun Bu sama sekali tidak menduga bahwa Kiu Tok Ciu akan meloncat ke pohon siong, otomatis membuatnya tidak bisa mengembangkan ginkangnya.
"Kiu Tok Ciu, meskipun engkau kabur ke ujung langit, aku pasti menangkapmu juga!"
Seru Bee Kun Bu di bawah pohon siong itu.
"Hi hi hi!"
Kiu Tok Ciu Liu Bwee tertawa cekikikan "Adik kecil, engkau ingin menangkapku? Rasanya tidak begitu gampang!"
Suara tawa yang cekikikan itu membuat Bee Kun Bu kesal, dan merasa dirinya terhina oleh wanita itu, Men-dadak ia membentak keras sekaligus mengerahkan ginkangnya meloncat ke pohon siong itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kiu Tok Ciu Liu Bwee sudah siap, begitu melihat Bee Kun Bu meloncat, ia pun segera mematahkan beberapa batang ranting pohon siong, lalu meloncat ke pohon siong lain.
Di pohon siong itu, ia mematahkan beberapa batang ranting lagi, Semua ranting itu tidak dibuang, melainkan dikepit di bawah ketiaknya, sepasang matanya justru terus memandang Bee Kun Bu yang di pohon siong lain.
Bee Kun Bu pun merasa heran menyaksikannya, Sebelum Bee Kun Bu meloncat ke pohon siong itu, Kiu Tok Ciu sudah meloncat ke pohon siong lain lagi, itu membuat Bee Kun Bu salah pengertian, menduga Kiu Tok Ciu Liu Bwee mengajaknya mengadu ilmu ginkang, Seketika juga Bee Kun Bu tertawa dingin, dan langsung meloncat ke arah pohon siong di mana Kiu Tok Ciu berdiri di silu sambil tersenyumsenyum.
Kiu Tokeiu Liu Bwee pun segera meloncat ke pohon siong lain, begitulah mereka main loncat-loncatan di atas pohon siong ke pohon siong lain.
"Adik kecil!"
Kiu Tok Ciu tertawa nyaring.
"Pereuma kita loncat-Ioncat di atas pohon, lebih baik turun untuk bertarung lagi!"
"Baik,"
Sahut Bee Kun Bu.
"Kalau begitu, Kakak akan meloncat turun!"
Seru Kiu Tok Ciu Liu Bwee, kemudian meloncat ke bawah.
Bee Kun Bu sudah tahu bahwa Kiu Tok Ciu banyak akal, maka ia memperhatikan tempat Kiu Tok Ciu meloncat turun, barulah ia melompat ke situ.
Ketika melihat Bee Kun Bu melompat turun, Kiu Tok Ciu segera menancap sebatang ranting pohon, lalu meloncat ke tempat lain sambil menyambit Bee Kun Bu dengan ranting pohon siong pula.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu terkejut, ia tidak menyangka Kiu Tok Ciu akan menggunakan ranting pohon itu sebagai senjata rahasia, dan segera berkelit pada saat Bee Kun Bu berkelit, Kiu Tok Ciu pun bergerak cepat menancapkan semua ranting pohon siong ke tanah, Bee Kun Bu berdiri terheran-heran di tempat, ia sama sekali tidak mengerti apa yang dilakukan Kiu Tok Ciu Liu Bwee.
sementara Pek Yun Hui yang terus mengamati mereka, mendadak keningnya berkerut dan segera berseri "Kun Bu, jangan masuk ke dalam ranting-ranting itu!"
Namun terlambat, ternyata Bee Kun Bu sudah meloncat ke situ, Begitu sepasang kakinya menginjak bumi, seketika juga ia terbelalak karena tempat itu telah berubah jadi rimba belantara, sedangkan Kiu Tok Ciu Liu Bwee menghilang entah ke mana.
Bee Kun Bu berdiri terbengong-bengong di situ, merasa dirinya berada di dalam rimba belantara yang amat sepi, Saat ini ia baru sadar, bahwa dirinya telah terkurung di dalam formasi aneh ini.
"Adik yang baik, engkau tunggu saja di situ!"
Ter-dengar suara Kiu Tok Ciu Liu Bwee.
"Nanti malam aku akan ke mari menengokmu."
Sedangkan Pek Yun Hui tampak gugup ketika melihat Bee Kun Bu meloncat ke dalam formasi itu, namun sudah tidak keburu mencegahnya, ia cepat-cepat mendekati Kiu Tok Ciu Liu Bwee, dan mendadak memukulnya dengan pukulan jarak jauh.
Kiu Tok Ciu memang berotak cerdas, ternyata itu telah dalam perhitungannya, maka ia menggunakan tenaga pukulan yang dilancarkan Pek Yun Hui untuk meloncat ke belakang, kemudian melesat ke dalam rimba.
Pek Yun Hui tidak menyangka itu, dan tidak mengejar Kiu Tok Ciu, sebab wanita itu telah hilang di dalam rimba, ia amat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mengkhawatirkan Bee Kun Bu yang terkurung di dalam formasi itu, dan memperhatikan formasi itu dengan cermat Namun ada satu hal di luar dugaan, yaitu ketika Bee Kun Bu meloncat ke dalam formasi itu, Gin Tie Suseng pun mendengar suara seruan Pek Yun Hui.
Oleh karena itu, ia pun langsung meloncat ke dalam formasi itu dengan maksud ingin menarik Bee Kun Bu keluar Akan tetapi, setelah berada di dalam formasi itu, Gin Tie Suseng pun terbelalak, karena tidak melihat Bee Kun Bu, yang tampak di situ adalah rimba belantara, ia segera mengayunkan kakinya, maksudnya ingin mencari Bee Kun Bu.
Tapi ia malah terus-menerus berputar-putar di tempat lain, tidak melihat Bee Kun Bu dan tidak melihat jalan ke luar.
sementara Pek Yun Hui yang berada di luar formasi itu, justru dapat melihat Bee Kun Bu dan Gin Tie Suseng, mereka berdua tampak kebingungan, bahkan juga berlari ke sana ke mari perlu diketahui, sejak kecil Pek Yun Hui sudah mempelajari unsur Ngo Heng, Kiu Kiong dan Pat Kwa, setelah memperhatikan formasi itu, iapun amat kagum pada Kiu Tok Ciu Liu Bwee.
"Hanya dengan ranting pohon siong, Kiu Tok Ciu mampu membentuk formasi ini, dia memang luar biasa!"
Gumam Pek Yun Hui.
"Kalau aku menghancurkan formasi ini dengan pukulan, otomatis akan melukai orang yang terkurung di dalamnya."
Pek Yun Hui terus memperhatikan formasi tersebut sambil berjalan mengelilingi formasi itu, Saat ini ia melihat Bee Kun Bu dan Gin Tie Suseng tampak panik sekali, pakaian mereka pun telah basah oleh keringat Pek Yun Hui tahu, kalau ia tidak segera turun tangan menolong mereka, tak seberapa lama mereka pasti celaka.
Oleh karena itu, ia cepat-cepat melangkah berdasarkan unsur
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ngo Heng, Kui Kiong dan Pat Kwa, lalu membentak sambil mendorongkan sepasang tangannya ke depan.
"Naik!"
Bee Kun Bu dan Gin Tie Suseng yang berada di dalam formasi, tiba-tiba merasa ada segulung tenaga yang amat kuat mengangkat mereka, Karena sudah mendengar suara bentakan Pek Yun Hui, mereka berdua pun tidak berani melawan tenaga itu, membiarkan badan mereka terangkat ke atas.
Pada waktu bersamaan, mereka pun merasa badan mereka terdorong oleh suatu tenaga yang sangat dahsyat, badan mereka terpental dan kemudian jatuh duduk di tanah.
Pek Yun Hui menarik nafas lega ketika melihat mereka sudah keluar dari formasi itu.
"Sungguh jahat Kiu Tok Ciu, dia berani mengu-rungku dengan formasi setan itu! Aku bersumpah akan memusnahkan markas mereka!"
Ujar Bee Kun Bu dengan penuh kegusaran "Lima Setan Swat Ling San memang lihay, bahkan mengerti berbagai macam formasi, Kalau tidak ada Nona Pek menolong kita, mungkin kita sudah celaka di dalam formasi itu,"
Sahut Gin Tie Suseng.
"ltu adalah formasi yang mengelabui pandangan dan menyesatkan pikiran,"
Ujar Pek Yun Hui sambil tersenyum dan menambahkan "Formasi itu berdasarkan unsur Ngo Heng, Kui Kiong dan Pat Kwa, kalian akan terus berlari-lari di dalamnya, akhirnya akan mati kehabisan nafas."
"Nona Pek, formasi itu harus dihancurkan agar tidak mencelakai orang lain."
Ujar Gin Tie Suseng mengusulkan "Baik."
Pek Yun Hui mengangguk "Saudara Kim boleh segera turun tangan menghancurkan formasi itu."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu melihat wajah Pek Yun Hui agak serius, maka ia pun tahu bahwa tidak begitu gampang menghancurkan formasi itu.
Biar Gin Tie Suseng mencoba menghancurkannya, kalau dia tidak mampu, barulah aku turun tangan membantunya.
Ujar Bee Kun Bu dalam hati.
Gin Tie Suseng sama sekali tidak mengerti tentang ilmu Ngo Heng, Kiu Tok Ciu dan Pat Kwa, maka ia langsung menghantam formasi itu dengan su!ing peraknya sekuat tenaga.
Namun sungguh mengherankan, walaupun Gin Tie Suseng menghantam sekuat tenaga dengan suling perak-nya, puluhan batang ranting pohon siong itu sama sekali tidak rusak, masih tetap di tempat.
Gin Tie Suseng terheran-heran, sedangkan Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui cuma melihatnya saja.
itu membuat Gin Tie Suseng jadi malu, sehingga timbul pula ke-gusarannya terhadap ranting-ranting pohon siong itu.
ia menghimpun tenaga dalamnya, lalu membentak keras sambil memukul ke arah ranting-ranting pohon siong itu.
Akan tetapi, ranting-ranting pohon siong itu masih tetap berdiri tegak di situ.
"Saudara Kim!"
Ujar Bee Kun Bu sambil tertawa.
"Formasi itu sangat aneh, jangan membuang tenaga secara sia-sia! Biar aku coba apakah dapat menghancurkan formasi itu."
Gin Tie Suseng segera mundur dengan nafas memburu, ternyata ia telah banyak menghamburkan tenaganya.
Bee Kun Bu mendekati lalu memandang formasi itu dengan penuh perhatian Tadi Gin Tie Suseng telah menghantamnya sekuat tenaga, tapi tiada hasilnya, maka Bee Kun Bu tidak mau sembarangan memukul formasi tersebut, ia yakin pasti ada cara lain untuk menghancurkannya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lama sekali Bee Kun Bu memperhatikan formasi itu, kemudian ia duduk bersila di depannya, Setelah itu ia memukul sebatang ranting pohon siong itu dengan pukulan jarak jauh.
Betapa dahsyatnya pukulan Bee Kun Bu, tapi ranting pohon siong itu sama sekali tidak ber-geming, itu sungguh mengherankan dan membuat Bee Kun Bu tidak habis berpikir Padahal pukulannya itu dapat menghancurkan batu.
"Kakak Pek!"
Bee Kun Bu menggeleng-gclengkan kepala.
"Aku dan Saudara Kim tidak mampu menghancurkan formasi ini, harap Kakak yang turun tangan menghancurkannya!"
"Kun Bu!"
Pek Yun Hui tersenyum, ia menunjuk ranting pohon siong yang ke sebelas itu.
"Coba!ah merobohkan ranting itu!"
Bee Kun Bu segera mengarah pada ranting tersebut, lalu melancarkan pukulan jarak jauh pada ranting itu. Braak! Ranting itu terpukul hancur "Nah!"
Pek Yun Hui tertawa kecil "Kini engkau boleh memukul ranting yang lain!"
Bee Kun Bu menurut, lalu segera melancarkan pukulan jarak jauh ke arahranling-raniing itu, seketika juga semua ranting itu terpukul hancur beterbangan kemana-mana.
"Yang menyebabkan keanehan formasi itu adalah ranting yang ke sebelas,"
Ujar Pek Yun Hui menjelaskan.
"Setelah ranting ke sebelas itu dihancurkan, maka formasi itu pun tidak dapat berfungsi lagi."
"Oooh!"
Bee Kun Bu manggut-manggut.
"Aku ke mari justru ingin menyelidiki keadaan Swat Ling San ini, tapi tidak menduga akan adanya formasi-formasi aneh, maka kalau tidak didampingi Nona Pek, mungkin aku sudah celaka di dalam formasi aneh itu,"
Ujar Gin Tie Suseng sambil menggeleng-gelengkan kepala.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kini Lima Setan Swat Ling San sudah tahu akan kehadiran kita, jadi kita tidak boleh lama-lama di sini, harus segera melanjutkan perjalanan,"
Sambung Bee Kun Bu.
"Lima Setan Swat Ling San memang berkepandaian tinggi, namun sejak dahulu kala hingga kini, kesesatan tidak bisa memenangkan kebenaran,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Mereka sudah tahu kehadiran kita di Swat Ling San ini, lagi pula kita pun telah membulatkan tekad untuk masuk ke dalam, Nah, alangkah baiknya kita cari tempat yang tenang, agar Saudara Kim bisa menjelaskan tentang Lima Setan itu, jadi kita pun bisa bersiap-siap untuk masuk ke dalam."
"Sebetulnya tadi aku ingin menjelaskan tentang me-reka, tapi terganggu oleh kemunculan Kiu Tok Ciu, Baiklah! Kita cari tempat tenang untuk beristirahat dan aku pun akan menjelaskan tentang mereka."
Mereka mulai berjalan ke dalam, Pek Yun Hui memandang jauh ke depan, tampak sebuah gunung yang amat tinggi, dan puncaknya tertutup oleh awan.
"Mungkin itu adalah puncak gunung Swat Ling San,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Benar,"
Sahut Gin Tie Suseng.
"Namun markas aliran Swat Ling San justru tidak berada di puncak itu. Kata orang, hingga kini tiada seorang pun yang mampu mendaki sampai ke puncak gunung itu!"
"Kalau begitu, markas aliran Swat Ling San berada di mana?"
Tanya Bee Kun 6u mendadak.
"Berada sepuluh mil dari puncak gunung itu."
Gin Tie Suseng memberitahukan.
"Oooh!"
Bee Kun Bu manggut-manggut sambil menunjuk ke depan yang penuh batu.
"Mari kita duduk beristirahat sejenak di tempat itu! Kita duduk di atas batu besar agar bisa melihat ke empat penjuru, kalau ada orang datang, kita pun dapat melihatnya."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"BetuI."
Pek Yun Hui mengangguk "Mari kita ke sana!"
Mereka bertiga menuju tempat itu, kemudian duduk di sebuah batu besar. Setetah duduk di atas sebuah batu besar, mereka pun dapat melihat ke sekeliling dengan jelas sekali.
"Udara Swat Ling San ini sangat dingin, Kita belum sampai di puncaknya sudah merasa dingin, apalagi sampai di sana,"
Ujar Gin Tie Suseng.
"Oh ya!"
Bee Kun Bu teringat sesuatu.
"Saudara Kim, jelaskan lagi tentang Lima Setan Swat Ling San itu!"
"Ketua aliran Swat Ling San adalah Lam Thian It Sat-Cong Cin, namun yang berhak penuh justru Kiu Tok Ciu-Liu Bwee,"
Ujar Gin Tie Suseng memberitahukan "ltu karena mengandung suatu rahasia,"
"Rahasia apa?"
Tanya Bee Kun Bu heran.
"Kenapa wanita itu yang berhak penuh?"
"Lima Setan Swat Ling San, hanya satu orang Han bernama Tan Cun Goan, dia nomor tiga dan dipanggil Tamu Baju Hijau, yang lain semuanya adalah orang Miau, yang masih agak primitif."
"Kami pernah bertemu Tan Cun Goan. Dia kelihatan bukan orang sesat, kenapa bisa masuk ke perguruan Swat Ling San?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Sesungguhnya, aliran Swat Ling San sering memasuki daerah Tionggoan itu, bukan karena ingin menuntut batas pada partai Bu Tong, melainkan mencari anak yang berbakat untuk dijadikan murid,"
Ujar Gin Tie Suseng.
"Pada waktu itu, di Swat Ling San sudah ada dua murid suku Miau yang sangat berbakat, Kedua murid itu adalah Lam Thian It Sat-Cong Cin dan Ciak Bin Sat Sin-Sang Yang. SebuIan kemudian, di kaki gunung Swat Ling San muncul sepasang muda-mudi. Pemuda itu adalah Tan Cun Goan, sedangkan pemudi itu adakah Kiu Tok Ciu-Liu Bwee, Mereka
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tidak mirip sepasang kekasih, juga tidak mirip kakak beradik, Kemunculan mereka sangat mengejutkan, maka tak lama muncullah Lam Thian It Sat dan Ciak Bin Sat Sin.
Mereka berdua bertarung dengan muda-mudi itu, namun tidak mampu mengalahkan mereka, Oleh karena itu, ketua Swat Ling San masa itu segera turun tangan, barulah dapat menundukkan Tan Cun Goan dan Liu Bwee, akhirnya berguru pada ketua Swat Ling San."
"Kalau begitu, kenapa Kiu Tok Ciu-Liu Bwee yang lebih berhak dari pada semua saudara seperguruannya?"
Tanya Bee Kun Bu heran.
"Ternyata Tan Cun Goan adalah murid seorang aneh di seberang laut. Ketika mulai berkelana, ia bertemu Liu Bwee, gadis suku Miau itu sangat canlik. Tidak heran Tan Cun Goan tertarik padanya, Namun sungguh di luar dugaan, Liu Bwee juga memiliki kepandaian tinggi, maka mereka bertanding dan tiada yang kalah maupun menang, Setelah itu Liu Bwee mengusulkan ke suatu tempat sepi untuk mengadu tenaga dalam tanpa sengaja mereka berdua memasuki Swat Ling San, dan akhirnya malah berguru pada ketua Swat Ling San."
"Pantas ilmu silat Tan Cun Goan beraneka ragam, ternyata sebelumnya dia sudah punya guru lain!"
Ujar Bee Kun Bu.
"Kernudian bagaimana?"
"Setelah menerima empat murid ilu, ketua Swat Ling San girang bukan main, ia pun membimbing keempat muridnya dengan sepenuh hati, tidak mau bertemu siapa pun, sebab ia cuma mencurahkan perhatiannya pada ke empat muridnya itu. justru sungguh di luar dugaan, telah terjadi sesuatu, karena ketua itu menerima seorang murid baru lagi, yaitu Ling Goa Hong Tok-Oey Hue."
"Itu memang aneh!"
Bee Kun Bu tertawa.
"Tentunya masih ada hal-hal yang di luar dugaan kan?"
"Dugaan Saudara Bee memang tidak salah."
Gin Tie Suseng tersenyum.
"Saudara Bee berotak cerdas, aku kagum padamu."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Aku cuma sembarangan menduga."
Sahut Bee Kun Bu merendah.
"Maka alangkah baiknya Saudara Kim melanjutkan."
"Padahal waktu itu, ketua Swat Ling San telah menutup diri, tujuannya cuma ingin membimbing ke empat muridnya ilu, Tapi tiga bulan kemudian, muncul seorang pemuda suku Miauw, Pemuda itu terus berlutut di Siang Cing Koan (Tempat Aliran Swat Ling San Bersem-bahyangan), tiga hari tiga malam pemuda itu terus berlutut di situ, Oleh karena itu, ketua Swat Ling San menyuruh Kiu Tok Ciu-Liu Bwee keluar menemui pemuda ilu. Ternyata pemuda itu ingin berguru pada ketua Swat Ling San, kalau tidak diterima, dia akan terus berlutut di situ."
Ketika mendengar sampai di situ, Pek Yun Hui memandang Bee Kun Bu sambil tersenyum Bee Kun Bu tereengang, ia tidak tahu kenapa Pek Yun Hui memandangnya sambil tersenyum "Karena hati pemuda itu begitu keras dan teguh, apakah akhirnya ketua Swat Ling San menerimanya?"
Tanya Bee Kun Bu pada Gin Tie Suseng.
"Kalau begitu sederhana, aku pun tidak akan menceritakannya,"
Sahut Gin Tie Suseng.
"Ketua Swat Ling San sama sekali tidak tergerak hatinya, malah menyuruh Kiu Tok Ciu-Liu Bwee mengusirnya. Kalau pemuda Miau itu tidak mau menurut, haruslah menggunakan kekerasan Demikian pesan ketua Swat Ling San pada Kiu Tok Ciu-Liu Bwee. Akan tetapi, Kiu Tok Ciu-Liu Bwee malah belum kembali walau sudah dua jam, oleh karena itu, ketua Swat Ling San pun menyuruh Tan Cun Goan, Lam Thian It Sat dan Ciak Bin Sat Sin pergi me nyusul nya. Tapi mereka bertiga pun tidak segera kembali, sehingga ketua Swat Ling San terpaksa keluar, akhirnya menerima pemuda Miau itu juga."
"Kenapa bisa jadi begitu?"
Tanya Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ternyata ke empat muridnya juga ikut berlutut di Siang Cing Koan, agar guru mereka menerima pemuda Miau itu,"
Sahut Gin Tie Suseng.
"Pemuda Miau itu tidak punya hubungan dengan ke empat murid ketua Swat Ling San, cara bagaimana dia membuat ke empat orang itu mau membantunya, agar ketua Swat Ling San bersedia menerimanya?"
Tanya Pek Yun Hui mendadak.
"Itu memang ada suatu sebab musababnya, akan dijelaskan nanti,"
Jawab Gin Tie Suseng.
"Ketika melihat ke empat muridnya juga ikut berlutut, itu sungguh diluar dugaan ketua Swat Ling San. Kemudian ketua Swat Ling San tertawa gelak, dan menerima pemuda Miau itu sebagai murid."
"Aku jadi bingung,"
Ujar Bee Kun Bu tidak mengerti "Bolehkah Saudara Kim menjelaskan?"
Ternyata Ling Coa Hong Tok-Oey Hue dan Kiu Tok Ciu-Liu Bwee adalah teman sejak kecil."
Gin Tie Suseng menjelaskan "Karena Kiu Tok Ciu-Liu Bwee hilang begitu lama, maka Oey Hue itu terus mencarinya, akhirnya dia mendapat kabar bahwa Kiu Tok Ciu-Liu Bwee berada di Gunung Swat Ling San, dia pun ke gunung tersebut"
Ternyata begitu!"
Bee Kun Bu manggut-manggut dan bertanya.
"Apakah masih terjadi hal-hal yang di luar dugaan?"
"Sejak Liu Bwee berada di Gunung Swat Ling San..."
Lanjut Gin Tie Suseng sambil tersenyum "Bukan cuma Tan Cun Goan yang jatuh hati padanya, bahkan Lam Thian It Sat dan Ciak Bin Sat Sin pun menaruh hati padanya, Oleh karena itu, ketika Kiu Tok Ciu-Liu Bwee berlutut di Siang Cing Koan, ke tiga kakak seperguruannya juga ikut berlutut, bermohon pada ketua Swat Ling San agar menerima Oey Hue sebagai murid."
"Mereka bertiga saling merebut hati Kiu Tok Ciu-Liu Bwee, lalu bagaimana Liu Bwee itu? Dia memilih siapa?"
Tanya Bee Kun Bu sambil tersenyum
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Perlu diketahui, sebelum berguru pada ketua Swat Ling San, Oey Hue sudah mengerti berbagai macam racun,"
Ujar Gin Tie Suseng.
"Kalau begitu, dia pasti memiliki kepandaian yang beracun?"
Tanya Bee Kun.
"Benar."
Gin Tie Suseng mengangguk "Kini dia adalah pakar racun.
Setelah ketua Swat Ling San meninggal, maka Swat Ling San pun jadi terkenal itu disebabkan kepandaian mereka berlima amat tinggi, sedangkan Kiu Tok Ciu-Liu Bwee ahli dalam hal formasi, Ling Coa Hong Tok pakar racun dan hatinya pun amat kejam, dia bisa tertawa sambil membunuh orang, Oleh karena itu, Swat Ling San pun jadi terkenal sampai di luar perbatasan, bahkan juga sampai ke seberang laut."
Ketika Bee Kun Bu baru mau membuka mulut bertanya, tiba-tiba Gin Tie Suseng berseru.
"Saudara Bee, hati-hati!"
Tanpa ayal lagi Bee Kun Bu langsung meloncat ke atas dan pada waktu bersamaan, menyambar datang suatu benda ke arah batu besar itu.
Begitu jatuh ke bawah, benda itu pun mengepulkan asap dan mengeluarkan bau busuk yang amat menusuk hidung.
Di saat itu pula, terdengar suara tawa ringan, tak lama muncullah seseorang dari balik batu yang lain.
Bee Kun Bu memandang orang itu, sepasang matanya tampak terbelalak ternyata ia heran akan pakaian orang itu yang warna-warnL Usianya dua puluh lebih, namun suara tawanya justru bernada tua.
"Ha ha ha!"
Orang itu masih tertawa sambil memandang Gin Tie Suseng.
"Ceh Yun Si di Tay Pah San dan Swat Ling San ingin bahu-membahu, tidak tahunya murid Kuang Ti Taysu malah membocorkan rahasia pribadi pihak Swat Ling
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
San, itu sungguh di luar dugaan! Aku memang pakar racun, bagaimana kalau kita bertanding dalam hal racun?"
Gin Tie Suseng cuma tersenyum dingin, tidak menjawab malah memandang Pek Yun Hui dan Bee Kun seraya berkat a.
"Orang ini adalah Ling Coa Hong Tok-Oey Hue, sekujur badannya penuh racun dan mahir pula memerintah ular berbisa serta tawon berbisa, Hatinya sangat licik, harap kalian berdua berhati-hati terhadapnya!"
Meskipun Gin Tie Suseng tidak meladeninya, Ling Coa Hong Tok-Oey Hue masih tampak tersenyum-se-nyum.
"Saudara Kim begitu memuji diriku, aku sangat berterimakasih padamu!"
Ucap Ling Coa Hong Tok-Oey Hue.
"Saudara Kim berkunjung ke mari, kami tidak menyambut sebagaimana mestinya, harap Saudara Kim memaafkan kami! Tapi,., Saudara Kim membocorkan rahasia pribadi kami, apakah itu demi menarik perhatian orang lain?"
"Lima Setan Swat Ling San memang sudah bernama busuk, bahkan kini menyuruh para iblis seberang laut bergabung untuk menimbulkan bencana di rimba persilatan Tionggoan!"
Sahut Gin Tie Suseng.
"Nona ini adalah Pek Yun Hui yang telah mengalahkan Souw Peng Hai di Toan Hun Ya, pemuda itu adalah Bee Kun Bu! Kami ke mari justru ingin memusnahkan Siang Cing Koan di puncak gunung Swat Ling San, kebetulan Saudara Oey memunculkan diri! Mengingat kita pernah bertemu, maka aku pun menasihatimu agar kembali ke jalan yang benar!"
Ketika mendengar nama Pek Yun Hui, seketika juga Ling Coa Hong Tok-Oey Hue tertegun, namun senyuman tetap menghias wajahnya, Kemudian ia menatap Pek Yun Hui dengan penuh perhatian sambil berkata.
"Souw Peng Hai memiliki ilmu Kan Goan Cih yang amat hebat, tapi Nona mampu mengalahkannya, itu pertanda Nona berkepandaian amat tinggi! Namun.... Nona masih begitu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
muda, bagaimana mungkin Nona ini adalah Pek Yun Hui? Saudara Kim jangan bohong!""
Mendadak hati Gin Tie Suseng tergerak, karena melihat Ling Coa Hong Tok tidak pereaya Pek Yun Hui berada di depan mata.
Maka ia pun ingin memanasi hatinya agar dibekuk Pek Yun Hui.
Ketika Gin Tie Suseng baru mau membuka mulut, sudah didahului oleh Pek Yun Hui.
"Hm!"
Dengus Pek Yun Hui dingin.
"Harus bagaimana engkau baru pereaya bahwa aku adalah Pek Yun Hui?"
Ling Coa Hong Tok tertawa ringan, lalu menyahut dengan suara lembut "Kalau engkau menghendaki aku pereaya, itu tidak su!it! Asal engkau mampu menyambut tiga jurus seranganku!"
Betapa gusarnya Bee Kun Bu ketika melihat Ling Coa Hong Tok menantang Pek Yun Hui, maka ia segera menyeIak.
"Engkau tidak perlu bertanding dengan Kakak Pek! Kalau engkau berkepandaian tinggi, tentunya dapat me-ngalahkanku dengan tiga jurus! Aku pun akan segera meninggalkan tempat ini!"
"Sungguhkah begitu?"
Tanya Ling Coa Hong Tok sambil tersenyum lembut sikapnya begitu, bagaimana mungkin orang pereaya dia berhati kejam? "Aku tidak pernah mengingkari janji!"
Sahut Bee Kun Bu.
"Menghadapi orang semacam itu, tidak perlu Saudara Bee turun tangan, biar aku saja yang menyambut tiga jurus serangannya!"
Sela Gin Tie Suseng mendadak.
"Bagus, bagus!"
Ling Coa Hong Tok tertawa.
"Saudara Kim memiliki ilmu Tui Hong Sim Tie yang berjumlah seratus delapan jurus, sudah berani bersikap jumawa di hadapanku? Kalau hari ini aku tidak minta pelajaran darimu, mungkin engkau tidak akan merasa puas! Setelah aku mengalahkanmu, barulah aku minta petunjuk pada mereka!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Usai berkata begitu, mendadak Ling Coa Hong Tok pun langsung menyerang Gin Tie Suseng.
Gin Tie Suseng sama sekali tidak menyangka Ling Coa Hong Tok akan menyerangnya langsung, maka ia tampak gugup, namun masih sempat mengayunkan suling peraknya untuk menangkis serangan itu.
Akan tetapi, tepat pada waktu bersamaan, Gin Tie Suseng juga mencium semacam bau yang aneh.
"Celaka!"
Serunya dalam hati, kemudian terkulai Ternyata Gin Tie Suseng telah terkena racun, sehingga membuat sekujur badannya tak bertenaga sama sekali.
Ketika melihat Gin Tie Suseng roboh, Bee Kun Bu tahu bahwa dia terkena racun, maka ia membentak dan langsung menghantam Ling Coa Hong Tok dengan pukulan Kepandaian Ling Coa Hong To masih dibawah Kiu Tok Ciu, tentunya ia bukan tandingan Bee Kun Bu.
Begitu merasa angin pukulan yang amat dahsyat, Ling Coa Hong Tok tidak berani menyambut, melainkan ce-pat-cepat berkelit pukulan Bee Kun Bu dilancarkan dalam keadaan gusar, maka dapat dibayangkan betapa dahsyatnya pukulan itu.
Ling Coa Hong Tok memang berhasil berkelit, tapi angin pukulan itu mengarah pada sebuah batu yang ada di belakang Ling Coa Hong Tok.
Blamm!
Batu itu hancur berkeping-keping.
Menyaksikan itu, Ling Coa Hong Tok pun mengucurkan keringat dingin, dan pereaya bahwa mereka memang benar Pek Yun Hui serta Bee Kun Bu.
"Kalau bertarung hanya mengandal pada ilmu silat, tentunya aku bukan tandingan mereka, lebih baik kugunakan racun,"
Ujar Ling Coa Hong Tok dalam hati, setelah itu, ia segera memasukkan tangannya ke dalam bajunya, Apabila Bee Kun Bu mengejarnya, ia akan menggunakan racun.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Setelah menyerang Ling Coa Hong To, Bee Kun Bu tidak mengejarnya, melainkan mendekati Gin Tie Su-seng.
Wajah Gin Tie Suseng pucat pias, keringatnya pun terus mengucur, dan sekujur badan juga tidak bisa bergerak Ketika melihat Bee Kun Bu sedang memperhatikan Gin Tie Suseng, Ling Coa Hong Tok pun tertawa gelak, lalu mendadak meloncat ke atas, maksudnya ingin menyerang Bee Kun Bu dengan racun.
Saat itu Bee Kun Bu tidak siap, Meskipun ia dapat menangkis serangan itu, tapi pasti terkena racun tersebut sementara itu, Pek Yun Hui terus-menerus mengawasi gerak-gerik Ling Coa Hong Tok, Ketika melihatnya meloncat ke atas, Pek Yun Hui sudah menduga apa yang akan dilakukan Ling Coa Hong Tok, maka ia segera membentak "Lihat serangan!"
Pek Yun Hui melancarkan sebuah pukulan ke atas.
pukulan yang dilancarkan Pek Yun Hui memang aneh.
Pukulan itu tidak di arahkan pada Ling Coa Hong Tok, melainkan diarahkan pada tempat Bee Kun Bu di mana Ling Coa Hong Tok melancarkan serangan be-racunnya.
Betapa terkejutnya Ling Coa Hong Tok, namun pukulan itu tidak di arahkan pada dirinya, maka ia tetap melanjutkan serangannya pada Bee Kun Bu.
Namun pukulan yang dilancarkan Pek Yun Hui memang aneh, ternyata gadis itu melancarkan pukulan untuk melindungi Bee Kun Bu dari serangan Ling Coa Hong Tok, sehingga membuat racun yang ditaburkan Ling Coa Hong Tok meleset arah, bahkan Ling Coa HoangTok sendiri pun terpental jatuh, Memang sungguh diluar dugaan, sebab racun itu berbalik ke arah Ling Coa Hong Tok, Untung sebelumnya Ling Coa Hong To telah menyiapkan obat pemunahnya di dalam mulutnya, maka ketika racun itu berbalik menyerang dirinya sendiri, ia pun segera menelan obat pemunah itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu sudah tahu kejadian itu, ia amat gusar dan membalikkan badannya, Tapi ketika ia baru mau mengejar Ling Coa Hong Tok, Pek Yun Hui buru-buru mencegahnya.
"Kun Bu, tidak usah kau kejar! Lebih baik kita periksa luka Gin Tie Suseng itu! Lima Setan Swat Ling San sangat licik, kalau tidak ada Gin Tie Suseng menyertai kita, mungkin kita akan celaka!"
"Kalian berani menginjak Swat Ling San ini, maka jangan mempersalahkanku berlaku kejam pada kalian!"
Ujar Ling Coa Hong Tok dingin.
Setelah itu, ia pun melesat pergi sambil bersiul panjang bergema ke empat penjuru.
Pek Yun Hui tidak mengejarnya.
Iasegera mendekati Gin Tie Suseng yang tergeletak di tanah, kemudian mengeluarkan sebutir obat "Kita tidak tahu dia terkena racun jenis apa, sementara ini sulit mengobati nya,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Engkau memasukkan obat ini ke dalam mulutnya, lalu membantunya dengan iweekangmu agar racun itu tidak menjalar! Kita pun harus berhati-hati, sebab Ling Coa Hong Tok itu sangat licik!"
Bee Kun Bu mengangguk kemudian memasukkan obat itu ke dalam mulut Gin Tie Suseng. Pada waktu bersamaan, terdengar pula suara yang mendesis-desis.
"Hati-hati!"
Pesan Pek Yun Hui. HItu suara ular!"
"Oh?"
Bee Kun Bu mengernyitkan kening.
***** Bab ke 12 -Barisan Ular-Ular Beracun Suara mendesis-desis itu semakin dekat dan tak seberapa lama tampak ribuan ular beracun merayap ke arah me-reka.
Betapa terkejutnya Bee Kun Bu menyaksikan kemunculan ular-ular berbisa itu, kening pun berkerut-kerut.
"Kak! Ular-ular berbisa itu merayap ke mari, harus bagaimana kita?"
Tanya Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Begini!"
Jawab Pek Yun Hui.
"Kita berdiri dengan punggung menghadap punggung, kalau ular-ular berbisa itu mendekat, kita hantam saja dengan pukulan!"
"Ya."
Bee Kun Bu segera membalikkan badannya.
Ketika ular-ular berbisa itu sudah dekat, mereka berdua pun langsung melancarkan pukulan, dan beberapa ekor ular berbisa itu hancur remuk seketika.
Akan tetapi, ular-ular yang lain sama sekali tidak merasa takut, tetap merayap ke arah mereka sambil menjulurkan lidahnya, bahkan kini dengan posisi mengurung mereka bertiga.
Pek Yun Hui yang berkepandaian tinggi, namun saat itu tampak agak panik menghadapi barisan ular-ular berbisa itu, Bee Kun Bu tampak gugup sekali, Yang sama sekali tidak gugup dan panik adalah Gin Tie Suseng.
Kenapa begitu?
Ternyata ia dalam keadaan pingsan.
sementara barisan ular-ular berbisa yang ribuan banyaknya semakin mendekat, mendadak Pek Yun Hui bersiul panjang dan nyaring, suara siu!annya menembus rimba dan angkasa.
Tak seberapa lama, tampak sosok bayangan meluncur datang di angkasa bagaikan meteor, lalu menukik ke bawah ke arah mereka, itu adalah Bangau Sakti, burung itu menukik sambil memekik keras mengejutkan ular-ular berbisa itu.
seketika ular-ular berbisa itu diam dengan kepala mendongakkan ke atas sambil menjulurkan lidah, burung bangau memang sangat ditakuti ular sementara Bangau Sakti itu sudah mulai mematuk ular-ular beracun, Tampak sudah puluhan ular berbisa ter-patuk mati Tak lama kemudian Bangau Sakti itu pun turun di sisi Pek Yun Hui.
"Kun Bu, Gin Tie Suseng pernah bilang, bahwa Ling Coa Hong Tok mahir memerintahkan tawon beracun juga, maka kita harus segera meninggalkan tempat itu!"
Ujar Pek Yun HuL
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu mengangguk dan segera memapah Gin Tie Suseng ke atas punggung Bangau Sakti, kemudian ia pun naik ke punggung Bangau Sakti itu.
Setelah Bee Kun Bu dan Gin Tie Suseng duduk di atas punggung Bangau Sakti, segera Pek Yun Hui meloncat ke situ.
Ketika Bangau Sakti mengembangkan sayapnya, belasan ekor ular berbisa langsung menyerang, Bee Kun Bu dengan cepat mengayunkan tangannya, Ternyata dia menyerang dengan jarum Toh Meng Cin yang tepat mengenai kepala ularular berbisa itu dan mati seketika.
"Kun Bu, dengar!"
Ujar Pek Yun Hui. Tawon-tawon berbisa telah terbang kemari!"
Bee Kun Bu menelengkan kepala, Saat itu terdengarlah suara berdengungan di angkasa, seiring dengan datangnya segu!ungan bayangan hitam meluncur ke arah mereka.
Pek Yun Hui langsung menepuk Bangau Sakti, seketika juga burung itu pun terbang ke atas, Akan tetapi, ribuan tawon berbisa itu langsung memburu dengan kecepatan kilat "Kun Bu, lancarkan pukulan jarak jauh untuk menghalau mereka!
Usir mereka, cepat,"
Ujar Pek Yun Hui.
Bee Kun Bu segera melancarkan pukulan jarak jauhnya membuat tawon-tawon berbisa berhamburan ke segala arah, puluhan tawon tewas seketika, Namun tawon-tawon lain tetap mengurung mereka, sehingga Pek Yun Hui terus melancarkan pukulan jarak jauhnya, Tampak ratusan ekor tawon berjatuhan terhantam pukulan tersebut Akan tetapi, ribuan tawon-tawon berbisa masih tetap terbang mendekati mereka, sementara Bee Kun Bu sibuk melancarkan pukulan jarak jauh, Bangau Sakti terus terbang, meskipun binatang-binatang berbisa itu terus mengejar, tanpa rasa takut sama sekali.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Oleh karena itu, Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui pun harus melindungi Bangau Sakti.
"Celaka!"
Seru Bee Kun Bu yang mulai panik.
"Ta-wontawon berbisa itu menyerang Bangau Sakti dari bawah. Pek Yun Hui memandang ke bawah, dilihatnya sebagian tawon-tawon berbisa itu mulai menyerang Bangau Sakti dari bawah, Karena Pek Yun Hui duduk di atas punggung Bangau Sakti, sulit baginya untuk melancarkan pukulan jarak jauh ke bawah, Pada saat krisis itu, mendadak Gin Tie Suseng tersadar dari pingsan. Ketika menyaksikan hal itu, ia pun segera berseru. Tawon-tawon berbisa itu tidak bisa terbang tinggi, cepat perintahkan burung ini terbang ke atas, itu dapat menghindar dari kejaran tawon-tawon berbisa itu!"
Mendengar itu, Pek Yun Hui segera menepuk leher Bangau Sakti tiga kali, Setelah memekik keras, burung itu terbang ke atas secepat kilat Tawon-tawon berbisa itu masih mengejar, tapi sudah ketinggalan Pek Yun Hui menarik nafas lega, meskipun wajahnya tampak cemas.
"Tadi Bangau Sakti memekik seperti rintihan, mungkin sudah tersengat tawon berbisa itu!"
"Benar!"
Sahut Bee Kun Bu.
"Tapi, Bangau Sakti tidak kuat membawa kita bertiga, lebih baik cari tempat yang aman untuk turun!"
Sebelum Pek Yun Hui menjawab, burung itu sudah meluncur ke bawah dengan gerakan yang tampak sedikit goyah.
Pek Yun Hui memandang ke bawah, ternyata sebuah puncak gunung, Sayup-sayup terdengar pula suara air terjun, Pek Yun Hui segera menepuk leher Bangau Sakti dua kali, Burung tersebut langsung meluncur ke arah suara air terjun,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Meskipun dengan gerakan miring dan tampak goyah, akhirnya mendarat juga di situ.
Bee Kun Bu dan Gin Tie Suseng terpental dekat air terjun, sedangkan Pek Yun Hui masih berada di atas punggung Bangau SaktL Begitu Pek Yun Hui meloncat turun, burung itu segera terkulai Terdengar dari paruhnya ada suara rintihan, seakan menahan rasa sakit di tubuhnya.
Cepat-cepat Pek Yun Hui mengeluarkan sebutir obat, lalu dimasukkan ke dalam mulut burung itu, Wataupun telah diberi obat, burung itu tetap belum bisa bergerak.
Tiba-tiba hati Pek Yun Hui tergerak ketika mendengar suara air terjun, Racun tawon bersifat panas, sedangkan di puncak gunung ini amat dingin, terutama air terjun itu, Kalau dicoba direndam di air terjun, bukankah burung itu akan merasa enakan?
Pikir Pek Yun Hui, lalu membawa Bangau Sakti itu ke tempat air terjun.
Akan tetapi, Bangau Sakti tampaknya tak mau turun ke air terjun itu, padahal Pek Yun Hui telah mendorongnya berulang kali, Hal itu membuat Pek Yun Hui tak habis pikir, Heran dia, Dan belum habis rasa ke-heranannya, mendadak terdengar suara tawa di dalam lembah di balik air terjun itu.
Pek Yun Hui terperanjat Hatinya sungguh tak menduga di tempat yang sunyi dan amat dingin ini terdengar ada suara orang, Mungkinkah orang itu salah seorang dari Lima Setan Swat Ling San?
Pikir Pek Yun Hui.
"Siapa yang tertawa?"
Bentak Pek Yun Hui.
"Harap segera keluar! Kalau tidak, jangan salahkan kalau aku bertindak kurang ajar!"
Bee Kun Bu yang sedang memperhatikan luka Gin Tie Suseng, terkejut begitu mendengar bentakan Pek Yun Hui, ia
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
segera menghimpun lweekangnya untuk menjaga segala kemungkinan Walau Pek Yun Hui sudah membentak, tiada sahutan dari balik air terjun, kecuali hanya jatuhnya air dari tebing tinggi itu.
"Kak! Bagaimana mungkin ada orang di balik air terjun itu? Kalau ada, itu pasti ada jalan lain memasuki tempat itu!"
Ujar Bee Kun Bu.
Pek Yun Hui terus menatap air terjun itu, lama sekali, Keningnya berkerut tajam "Orang itu bersembunyi di balik air terjun Tidak diragukan Mungkin dia salah seorang dari Lima Setan Swat Ling San!
Mengenal jalan keluar masuknya...."
Pek Yun Hui tidak melanjutkan Dia pun sependapat dengan Bee Kun Bu, pasti ada jalan lain menuju ke balik air terjun itu.
Begitu melihat Pek Yun Hui sependapat, Bee Kun Bu segera meloncat ke atas sebuah batu di dekat air terjun itu.
Setelah berdiri di atas batu, ia langsung menengok ke sana ke mari, juga mengawasi air terjun itu.
Sesaat kemudian dia mengetahui Air terjun itu ternyata berbeda dengan air terjun biasa, Di balik air terjun tampak terdapat sebuah batu besar yang menonjol keluar juga terdapat sebuah lubang besar, mirip gua.
Kalau tidak melihat dengan tajam tentunya tidak jelas keadaan lubang itu.
"Kak! Di situ memang terdapat sebuah lubang mirip gua!"
Seru Bee Kun Bu memberitahukan Begitu mendengar seruan Bee Kun Bu, Pek Yun Hui segera melesat mendekat Dia berdiri di sisi Bee Kun Bu, lalu memandang tempat itu dengan penuh perhatian "Kalau kita tidak berdiri di atas batu ini, pasti tidak bisa melihat lubang di balik batu besar itu!"
Ujar Pek Yun Hui.
"Sebab, batu besar itu berada di balik air terjun! seandainya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ada orang tinggal di silu, kita harus berhati-hati. Dia tadi tidak menyahut!"
Bersamaan dengan itu terdengar lagi suara tawa, Suaranya kering dan sepertinya berasal dari orang berusia tua. Kemudian terdengar pula sahutan.
"Mendadak datang di bawah pohon siong, tidur di atas batu! Di dalam lembah tiada kalender, tidak tahu kini sudah tahun apa? Mendengar pembicaraan kalian, tentunya kalian adalah orang yang berkepandaian tinggi! Maaf, aku orang tua tidak leluasa berjalan kuharap kalian berdua masuk ke mari untuk bereakap-cakap!"
Bee Kun Bu tertegun ketika mendengar suara sahutan itu. Hatinya yakin orang itu berkepandaian tinggi.
"Kak! Orang itu mengatakan tidak leluasa berjalan itu pasti ada sebabnya, Bagaimana jika aku yang masuk ke sana untuk melihat? Kalau diriku terjadi sesuatu diluar dugaan, barulah kakak menerjang ke dalam!"
Pek Yun Hui mengangguk, namun terdengar lagi suara dari dalam gua yang di balik air terjun itu.
"Lima Setan tidak perlu khawatir, kini aku sudah mengambil keputusan tidak akan keluar dari gua ini, kalian tidak perlu berkasak-kusuk untuk mencelakaiku!"
Mendengar itu, kening Pek Yun Hui pun berkerut Kemudian dia berbisik kepada Bee Kun Bu.
"Kun Bu, orang itu sepertinya tiada hubungan dengan Lima Setan Swat Ling San! Namun biar bagaimana engkau harus berhati-hati!"
Bee Kun Bu mengangguk, kemudian melesat ke arah batu besar itu sambil menghimpun Iweekangnya, setelah itu baru melesat ke dalam gua.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ia melihat seorang tua duduk di situ.
Kurus kering dan rambutnya amat panjang melewati bahu.
Bee Kun Bu ingin memberi hormat namun orang tua itu mendadak menghentakkan sepasang telapak tangannya ke arah Bee Kun Bu, menimbulkan suara menderu-deru.
Bee Kun Bu yang sudah siap, cepat menjulurkan sepasang tangannya ke arah orang tua itu.
Ternyata Bee Kun Bu menyambut serangan orang tua yang mengandung tenaga dalam tinggi.
Setelah menyambut serangan itu, Bee Kun Bu baru tahu, tenaga dalamnya lebih tinggi dari yangdimiliki orang tua itu.
"Aku tidak sejalan dengan Lima Setan Swat Ling San!"
Ujar Bee Kun Bu sambil tersenyum hambar "Kenapa Cianpwee langsung menyerangku, tak sabar menunggu kuberitahukan maksud tujuanku ke mari?"
Orang tua itu tampak terkejut "Kalau engkau tidak sejalan dengan Lima Setan Swat Ling San, kenapa memasuki Swat Ling San ini?
seandainya engkau ingin merebut benda pusakaku, ketahuilah, itu hanya mimpi di siang hari bolong!"
Bee Kun Bu tidak kenal orang tua itu. Namun yakin kalau orang tua ini bermusuhan dengan Lima Setan Swat Ling San, maka ia berlega hati.
"Aku datang dari Tionggoan, murid partai Kun Lun! Kedatanganku di Swat Ling San ini, justru karena ingin memusnahkan sarang Lima Setan itu! Karena mendengar suara tawa Cianpwee, maka aku memberanikan diri masuk ke mari! Harap Cianpwee sudi memaafkan ke-lancanganku!"
Orang tua itu diam saja, tapi terus memandang Bee Kun Bu dengan mata terbelalak Pada waktu bersamaan, terdengar suara desiran, ternyata Pek Yun Hui melesat ke dalam, lalu berdiri di sisi Bee Kun Bu.
itu membuat mulut orang tua itu ternganga lebar, karena tidak menyangka akan kemunculan gadis cantik itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"lni Pek Yun Hui!"
Ujar Bee Kun Bu memperkenalkan "Kami datang dari gunung Kwat Cong San!"
"Aaaakh...!H Tiba-tiba orang tua itu menarik nafas panjang.
"Aku pun berasal dari Tionggoan, Namun kini sudah belasan tahun berada di sini! Aku mengira selamanya tidak akan bertemu orang Tionggoan lagi, tidak tahunya justru bertemu kalian, ini barangkali jodoh kita! Karena itu, aku ingin menasihati kalian!"
Melihat kalau orang tua itu tiada niat jahat, Pek Yun Hui menarik nafas lega, Namun ia merasa heran, kenapa orang tua itu tetap duduk, sama sekali tidak mau bangkit berdiri Kenapa begitu?
"Cianpwee punya nasihat apa?
Silakan katakan...!"
Pinta Pek Yun Hui.
Mendadak sekujur badan orang tua itu bergeme-taran, Lama sekali barulah ia membuka mulut "Tadi saudara kecil itu bilang, kedatangan kalian ingin memusnahkan sarang Lima Setan Swat Ling San.
itu tidak mungkin!
Lebih baik kalian berdua segera kembali ke Tionggoan saja!
Karena Swat Ling San ini merupakan tempat yang amat berbahaya, terutama Ling Coa Hong Tok yang menggunakan racun!
Entah sudah berapa banyak pendekar Tionggoan mati di tangannya, Kalau tidak memiliki obat pemunah racun, mungkin kini aku cuma tinggal tulangbelulang saja!
Karena itu, alangkah baiknya kalian berdua cepat-cepat meninggalkan tempat ini dan kembali ke Tionggoan!"
Ketika mendengar orang tua itu memiliki obat pemunah racun, hati Bee Kun Bu pun tergerak "Aku memang sudah bertemu Ling Coa Hong Tok itu.
Temanku dan burung bangau terluka oleh racun, sudikah Cianpwee mengobati mereka?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Jadi, kalian berdua telah bertarungdengan Ling Coa Hong Tok?"
Terbelalak orang tua itu.
"Tapi kalian masih bisa hidup?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kalau kami sudah mati, bagaimana mungkin berada di sini?"
Sahut Pek Yun Hui sambil tersenyum.
"Kalau Cianpwee memiliki obat pemunah racun, sudikah kiranya Cianpwee mengobati teman kami dan burung bangauku itu?"
"Kalau begitu...."
Orang tua itu memandang Pek Yun Hui.
"Bawalah orang itu dan burung bangaumu ke mari! Aku tidak bisa keluar, sebab punggungku dikunci dengan rantai besi!"
Kini Pek Yun Hui dan Bee Kun Bu baru mengerti, kenapa orang tua itu tidak mau bangkit berdiri Ternyata punggungnya dikunci dengan rantai besi.
"BaiklahV ujar Bee Kun Bu.
"Aku akan membawa teman kami ke mari!"
"Harus cepat!"
Orang tua itu memberitahukan.
"Sia-pa yang terkena racun tawon, lewat dua jam pasti mati!"
Bee Kun Bu melirik Pek Yun Hui sejenak, setelah itu barulah melesat keluar, Pek Yun Hui segera meng-ikutinya. Begitu sampai di luar, Bee Kun Bu berkata pada Pek Yun Hui.
"Orang tua itu agak aneh, benar atau tidak dia memiliki obat pemunah racun itu, kita tidak mengetahuinya. Harap Kakak yang memutuskannya!"
Pek Yun Hui memandang Bangau Sakti yang terus merintih, membuat hatinya merasa seperti teriris.
"Kun Bu, daripada Gin Tie Suseng dan Bangau Sakti ini mati secara mengenaskan, alangkah baiknya kita pasrah pada orang tua itu untuk mengobati mereka...."
"Kalau begitu, cepatlah kita bawa mereka ke dalam gua!"
Sahut Bee Kun Bu dan langsung membawa Gin Tie Suseng ke dalam gua itu. Pek Yun Hui tak ragu lagi, ia cepat-cepat membawa burung itu ke dalam gua.
"Bawa mereka ke mari!"
Ujar orang tua itu ketika melihat mereka masuk gua.
"Aku tidak bisa bergerak...."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu tidak banyak pikir lagi, langsung membawa Gin Tie Suseng ke hadapan orang tua itu.
"Ngmmm!"
Orang tua itu manggut-manggut setelah memperhatikan Gin Tie Suseng yang dibaringkan di hadapannya.
"Dia terkena racun aneh, tapi... bukan racun tawon, mungkin orang itu tidak akan sadar dalam beberapa hari."
"Benar!"
Bee Kun Bu mengangguk Temanku ini bukan terkena racun tawon, mohon Cianpwee segera menolongnya!"
Orang tua itu tampak mengeluarkan dua butir obat dari dalam baju nya.
"Aku tidak bisa bergerak, apalagi untuk mengerahkan tenaga dalam, Engkau masukkan dua butir obat ini ke dalam mulutnya, Setelah itu engkau pun harus mengerahkan Iweekangmu untuk membuka semua jalan darahnya guna mendesak keluar racun yang bersarang di dalam tubuhnya!"
"Ya!"
Bee Kun Bu memasukkan dua butir obat itu ke mulut Gin Tie Suseng, kemudian sepasang telapak tangannya ditempelkan pada punggung kawannya itu.
"Setelah racun itu terdesak keluar, dia pasti selamat!"
Ujar orang tua itu pada Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu yakin pada orang tua itu, ia segera mengerahkan lweekangnya ke dalam tubuh Gin Tie Suseng melalui punggungnya, Berseteng beberapa saat kemudian, mendadak Gin Tie Suseng membuka mulutnya.
"Uaaakh!"
Ia memuntahkan darah hitam.
"Kini racun itu telah muntah keluar!"
Ujar orang tua itu.
"Sungguh hebat Iweekangmu, Saudara kecil! Sekarang engkau melancarkan semua jalan darahnya dengan Iweekangmu, sejam kemudian dia pasti bisa bergerak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Setelah memuntahkan racun itu, Gin Tie Suseng tersadar, meski masih belum bisa bergerak, Tiba-tiba ia merasa ada semacam hawa hangat mengalir ke dalam tubuhnya, ia merasa nyaman sekali, kemudian ia pun coba mengerahkan lweekangnya, seketika juga ia merasa tubuhnya hangat sekali.
Berselang beberapa saat, Bee Kun Bu menarik kembali lweekangnya, Orang tua itu memandang dengan penuh kekaguman "Sungguh hebat lweekangmu!"
Ujar orang tua itu.
"Kalau engkau ke mari dua tahun lalu, mungkin bisa menolongku keluar dari gua ini, namun kini telah ter-lambat...."
"Cianpwee tidak usah putus asa, Iweekang kakak Pek jauh lebih tinggi dariku, mungkin kami berdua bisa menolong Cianpwee!"
Ujar Bee Kun Bu sungguh-sungguh.
"Saudara kecil, aku berterimakasih atas niat baikmu! Tapi sudah ter!ambat...."
Orang tua itu menarik nafas panjang.
"Yang penting kini, bawalah burung itu kemari!"
Pek Yun Hui segera membawa Bangau Sakti itu ke hadapan orang tua itu, kemudian memberitahukan.
"Burung ini mengerti bahasa orang, lagi pula amat kuat! Silakan Cianpwee mengobatinya!"
Orang tua itu memandang Bangau Sakti dengan penuh perhatian, lalu menarik nafas panjang.
"lni adalah Bangau Sakti, hanya sayang dia sudah terkena racun tawon!"
Ujar orang tua itu.
"Saudara kecil, tolong ambilkan batu yang di sudut kiri itu, dan di-nyalakan!"
Bee Kun Bu lertegun, tapi ia tetap melangkah ke sudut kiri untuk mengambil batu kecil itu yang mirip batu bara, Setelah mengambil batu kecil itu, keningnya pun berkerut "Saudara kecil!"
Orang tua itu tertawa.
"Jangan meremehkan batu kecil itu, Lima Setan Swat Ling San yang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
membawa batu kecil itu ke mari.
Mereka ingin memaksaku menyerahkan obat pemunah racuni Tapi aku tetap tolak, kemudian kusimpan batu kecil itu!
Tidak disangka, kalau batu kecil itu bisa dipergunakan untuk mengobati Bangau Sakti ini!"
Bee Kun Bu tereengang mendengarnya.
"Saudara kecil, tolong bakar batu kecil itu!"
Ujar orang tua itu. Bee Kun Bu menurut dan segera membakar batu kecil itu, tak lama batu kecil pun menyala.
"Taruh di atas batu itu!"
Orang tua tersebut menunjuk ke arah sebuah batu. Bee Kun Bu menurut tagi, sedangkan orang tua itu tertawa, sambil memandang Pek Yun Hui.
"Nona tidak perlu cemas, Bangau Sakti ini pasti sembuh!"
"Terimakasih, Cianpwee!"
Ucap Pek Yun Hui.
"Nah! sekarang engkau bawa batu kecil yang masih menyala itu ke mari!"
Perintah orang tua itu pada Bee Kun Bu.
"Di situ terdapat dua batang besi, jepit batu kecil itu dan bawa ke mari!"
Bee Kun Bu mengangguk, ia mengambil dua batang besi itu, lalu menjepit batu kecil yang masih menyala, dibawa ke hadapan orang tua tersebut "Taruh ke bawah!"
Ujar orang tua itu.
Bee Kun Bu menaruh batu kecil itu ke bawah, sedangkan orang tua itu segera memungutnya, Kemudian batu kecil yang masih menyala itu ditempelkan pada luka yang di badan Bangau Sakti.
Bangau Sakti itu memekik perlahan, kelihatannya sedang menahan rasa sakit Namun kemudian diam seakan tidak merasa sakit lagi "Bagus!"
Orang tua itu tertawa.
"Kau bisa menahan sakiti Tak lama lagi kau pasti sembuh!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Aaakh!"
Sahut Bangau Sakti itu dengan suara lemah, Berselang beberapa saat, batu kecil itu padam, Si orang tua melempar batu kecil ke sudut kiri, setelah itu mengeluarkan dua butir obat "Nona!
Tolong masukkan obat ini ke dalam mulut Bangau Sakti itu!"
Ujar orang tua tersebut pada Pek Yun Hui.
Pek Yun Hui segera menerima obat itu, dan langsung dimasukkan ke mulut burung tersebut Beberapa saat kemudian, Bangau Sakti sudah bisa bergerak Betapa girangnya Pek Yun Hui.
seketika itu juga ia teringat sesuatu.
"Berkat pertolongan Cianpwee, maka Bangau Sakti bisa sembuh! Karena itu, kami pun bersedia menolong Cianpwee meninggalkan tempat ini!"
"Jalan darah kematianku telah ditotok. Kalau aku berani mengerahkan lweekang, maka jiwaku pasti mati! Terimakasih atas kesediaan Nona untuk menoIongku...!"
Tiba-tiba terlintas suatu pikiran dalam benak Bee Kun Bu. Karena itu, ia pun mengerahkan Iweekangnya, dan mendadak menghantam ke arah rantai yang di belakang punggung orang tua itu.
"Braaak!"
Rantai itu putus seketika. Namun orang tua itu pun berteriak kaget, lalu diam tidak berani bersuara lagi, Tampak wajah pun pucat pias.
"Maaf, Cianpwee!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Aku ingin menolong Cianpwee, maka memutuskan rantai itu!"
Terimakasih atas niat baik Saudara kecil!"
Sahut orang tua itu sambil menarik nafas panjang.
"Tapi kita terlambat bertemu, walau rantai ini sudah putus, tapi itu juga pereuma! Mumpung aku masih bernafas, maka akan kuceritakan kenapa aku dikurung di dalam gua ini!"
"Harap Cianpwee berlega hati. Kalau kami tidak mampu menolong Cianpwee keluar dari tempat ini, kami pun akan mewakili Cianpwee menuntut balas pada Lima Setan Swat Ling San itu!"
Ujar Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Terimakasih!"
Orang tua itu tersenyum dan mulai menutur.
"Aku tidak sangka kalian berdua akan muncul di tempat ini, Padahal, sebelumnya aku sudah tidak berani memikirkan tentang balas dendam! Namun kini... aku telah menyaksikan Saudara kecil mengerahkan Iweekangnya, Aku yakin kalian berdua memiliki kepandaian yang amat tinggi. Mungkin kalian berdua dapat menuntut balas dendamku ini!"
"BoIehkah Cianpwee menjelaskan, kenapa Cianpwee mengatakan tidak bisa keluar dari gua ini?"
Tanya Pek Yun Hui karena melihat sikap orang tua itu berubah aneh.
"Karena Lima Setan itu telah mematahkan tulang punggungku bahkan juga mematahkan kedua tulang betisku pu!a! Maka walau rantai itu telah putus, aku tetap tidak bisa berdiri maupun bergerak!"
Orang tua itu memberitahukan sambil tersenyum getir "Sungguh kejam Lima Setan itu!"
Ujar Bee Kun Bu.
"Setelah itu..."
Lanjut orang tua tersebut "Lima Setan menotok jalan darah kematianku, karena tadi aku berseru kaget, jalan darah kematianku tergerak, tidak lama lagi ajalku pasti tiba!
Mumpung masih ada sedikit waktu, aku akan menutur semua itu!"
Berkala sampai di situ, wajah si orang tua semakin pucat Keringat juga terus mengucur deras.
"Lebih baik Cianpwee beristirahat sejenak!"
Ujar Bee Kun Bu merasa tidak tega menyaksikannya.
"Aku akan coba menolong Cianpwee dengan lweekangku!"
"Pereuma!"
Orang tua itu menggeleng-geleng kepala.
"Tapi kalau Saudara kecil ingin coba, itu boleh saja!"
Bee Kun Bu mengangguk, tapi kemudian memandang Pek Yun Hui seakan minta pendapatnya.
"Engkau berniat baik, siapa tahu akan membawakan hasil yang baik pu!a!"
Ujar Pek Yun Hui.
"Engkau boleh coba
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mengobati Cianpwee itu dengan tenaga dalammu!"
"Baiklah!"
Bee Kun Bu mengangguk, lalu duduk di belakang orang tua itu.
"Cianpwee, bersiaplah! Aku akan segera mengerahkan lweekangku!"
Bee Kun Bu menaruh sepasang telapak tangannya di punggung orang tua itu, lalu mulai mengerahkan Iweekangnya, Tak lama ubun-ubun Bee Kun Bu mulai mengepulkan asap putih seperti kabut.
Wajah orang tua itu terus berubah merah dan pucat Ternyata Bee Kun Bu berusaha menembus jalan darah kematian orang tua itu dengan lweekangnya.
Apabila jalan darah tertembus, nyawa orang tua itu pun terto!ong.
Akan tetapi, berulang kali Bee Kun Bu berupaya, tetap tidak mampu menembus jalan darah kematian itu.
"Sungguh dalam Iweekangtnu, Saudara kecil! Kalau engkau datang dua tahun lalu, nyawaku pasti terto!ong. Kini... sudah terlambat!"
Ujar orang tua itu sambil menarik nafas panjang. Bee Kun Bu menarik kembali Iweekangnya, ia menggeleng-geleng kepala seraya berkata.
"Kepandaianku terbatas, aku,., tidak mampu menolong Cianpwee.,."
"Jangan berkata begitu!"
Orang tua itu tersenyum "Saudara kecil memiliki lweekang yang begitu hebat, bolehkah aku tahu siapa gurumu?"
"Aku murid Hian Ceng Totiang, apakah Cianpwee kenal guruku?"
Jawab Bee Kun Bu.
"Aku pernah bertemu Kun Lun Sam Cu sekali, akan ietapi...."
Orang tua itu mengerutkan kening, Lwee-kangmu sepertinya... bukan berasal dari perguruanmu sebab agak aneh. Mungkin engkau belajar dari orang lain! Ya, kan?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu tidak segera menyahut, melainkan mengarah pada Pek Yun Hui. Orang itu merasa heran, namun tidak banyak bertanya, dia hanya tersenyum seraya berkata.
"Berhubung engkau memiliki kepandaian yang begitu tinggi, aku ingin menanyakan seseorang, Entah engkau sudi memberitahukan atau tidak?"
"Cianpwee ingin menanyakan tentang siapa?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Sudah dua puluh tahun aku tidak bertemu orang itu. Entah Saudara kecil kenal dia atau tidak?"
Orang tua itu menarik nafas.
"Cianpwee...."
Tiba-tiba mata Bee Kun Bu berbinar.
"Apakah Cianpwee ingin menanyakan tentang Tabib Sakti Sao Kong Gie?"
"Benar! Benar!"
Wajah orang tua itu langsung berseri "Kalau begitu, Saudara kecil pasti kenal dia!"
"Aku memang pernah bertemu beliau!"
Ujar Bee Kun Bu dan sekaligus menutur tentang kejadian itu.
"Kalau begitu, apa yang telah terjadi di kuil Toa Ciok Si adalah gara-garaku!"
Ujar orang tua itu.
"Kok, gara-gara Cianpwee?"
Bee Kun Bu tampak keheranan "Aku adalah paman guru Sao Kong Gie.,."
Orang tua itu memberitahukan dan melanjutkan "Buah ajaib yang di kuil Toa Ciok Si itu merupakan buah langka, Namun sayangnya, aku lupa memberitahukan pada Sao Kong Gie, bahwa para Hweeshio di kuil itu memiliki kepandaian tinggi, sehingga menimbulkan kejadian itu!"
"Cianpwee, aku sama sekali tidak mengerti!"
Ujar Bee Kun Bu.
"Pada waktu itu, aku menerima amanat dari saudara seperguruanku maka berangkat ke Swat Ling San untuk
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mencari obat yang dapat memunahkan racun yang dimiliki Ling Coa Hong Tok. Tapi aku malah tertangkap dan dikurung di sini sampai sebelas tahun lamanya."
Orang tua itu menjelaskan "Oooh!"
Bee Kun Bu manggut-manggut.
"Di dalam kuil Toa Ciok Si terdapat tiga tetua, yaitu Ku Hut Leng Kong, Sin Hut Leng Yan dan Leng Hai.-."
"ltu.,."
Bee Kun Bu tampak bingung lagi.
"Apa yang Saudara kecil ceritakan tadi adalah kejadian belakangan, yang kuceritakan akan kejadian antara Sao Kong Gie dengan Kuil Toa Ciok Si!"
Orang tua itu memberitahukan. Bee Kun Bu diam. Orang tua itu melanjutkan sedangkan Pek Yun Hui mendengar dengan penuh per-hatian.
"Kejadian itu justru berkaitan dengan rimba persilatan kini, tentunya berhubungan pula dengan kalian berdua dan diriku yang terkurung di sini!"
"Ooooh!"
Bee Kun Bu manggut-manggut "Sudah sebelas tahun aku dikurung di sim\ Tidak disangka akan bertemu kalian berdua..."
"Cianpwee!"
Ujar Bee Kun Bu bersungguh-sungguh.
"Kami berdua nanti pasti akan mewakili Cianpwee untuk menuntut balas pada Lima Setan itu!"
"Terima kasih!"
Ucap orang tua itu sambil tersenyum, namun kemudian wajahnya mulai berubah pucat pias.
"Cianpwee.,."
Bee Kun Bu terkejut "Saudara kecil, aku tidak bisa hidup lagi, sebab seluruh urat nadiku telah putus, Saudara kecil,..
namaku adalah Ku Cu Cen.
Harap kalian berdua membasmi Lima Setan Swat Ling San itu!"
Ujar orang tua itu lemah, penuh harap.
"Kami berjanji!"
Sahut Bee Kun Bu.
"Kami berdua akan membasmi Lima Setan Swat Ling San itu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Terima kasih, Saudara kecil.,.!"
Suara orang tua itu semakin lemah.
"Siang Cing Koan adalah markas Lima Setan itu, namun kalian berdua harus berhati-hati....H "Ya!"
Bee Kun Bu mengangguk "Saudara kecil,..."
Orang tua itu merogoh ke dalam bajunya, ia mengeluarkan sebuah botol porselin, kemudian diberikan pada Bee Kun Bu.
"Di dalam botol ini berisi obat pemunah racun, simpanlah baik-baik!"
Bee Kun Bu segera menjulurkan tangannya menerima botol itu, Dan pada waktu bersamaan, orang tua itu terjatuh miring.
"Cianpwee...!"
Bee Kun Bu ingin memapahnya, namun orang tua itu malah menggeleng kepala.
"Balaskan dendamku ini.,.!"
Ujarnya lirih.
"Ya!"
Bee Kun Bu mengangguk dan berusaha menolong orang tua itu dengan tenaga dalamnya.
"Pereuma, Kun Bu!"
Ujar Pek Yun Hui sambil menggelenggelengkan kepala.
"Nafasnya sudah putus!"
"Haah.,.?"
Bee Kun Bu tertegun ia memandang orang tua itu, ternyata orang tua itu sudah mati.
"Sungguh kasihan orang tua inL.!"
"Kun Bu, Bangau Sakti sudah sembuh!"
Pek Yun Hui memandangnya.
"Cobalah engkau periksa Gin Tie Su-seng, apakah dia sudah sembuh!"
Bee Kun Bu segera mendekati Gin Tie Suseng, Ketika melihat Bee Kun Bu mendekatinya, Gin Tie Suseng tertawa getir "Kalau tiada kalian berdua, nyawaku pasti sudah melayang.
Aku...
berhutang budi pada kalian berdua."
"Yang mengobatimu adalah Ku Cu Cen Cianpwee!"
Sahut Bee Kun Bu sambil tersenyum.
"Aku cuma membantu dengan tenaga dalam saja!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Saudara Bee..."
Gin Tie Suseng terharu.
"Saudara Kim, cobalah engkau mengerahkan lweekangmu, apakah racun itu telah punah semua?"
Ujar Bee Kun Bu. Gin Tie Suseng langsung mengerahkan Iweekangnya, setelah itu wajahnya tampak berseri "Saudara kecil, aku sudah sembuh!"
Ujarnya memberitahukan "Aku harus berterima kasih pada Cianpwee itu!"
"Ku Cianpwee sudah meninggal!"
Jawab Bee Kun Bu sambil menarik nafas.
"Aaakh...!"
Keluh Gin Tie Suseng.
"Aku... harus membalas dendam pada Lima Setan Swat Ling San!"
"Saudara Kim! Kita harus meninggalkan gua ini!"
Ujar Pek Yun HuL "Kun Bu, mari kita pergi!"
Pek Yun Hui, Bee Kun Bu, Gin Tie Suseng dan Bangau Sakti telah keluar dari gua yangdi balik air terjun, Namun mereka masih berdiri di situ sambil memandang ke arah gua, Tiba-tiba mereka mendengar suara tawa yang amat panjang, tak lama muncullah seseorang dari balik sebuah batu besar, ternyata Tan Cun Goan, salah seorang dari Lima Setan Swat Ling San.
Ketika pertama kali bertemu Tan Cun Goan, Bee Kun Bu terkesan baik padanya, Namun setelah tahu berbagai kejahatan yang dilakukan Lima Setan tersebut, dan menganiaya Ku Cu Cen, orang tua yang dirantai di dalam gua di balik air terjun, maka kesan yang baik itu pun pupus dalam benaknya.
"Apa kabar setelah berpisah di sungai itu?"
Tanya Tan Cun Goan sambil tersenyum.
"Sungguh beruntung kita bertemu di sini lagi!"
"Ketika itu.,."
Sahut Bee Kun Bu dingin.
"Aku kira Cianpwee seorang pendekar dari luar perbatasan, tak tahunya justru
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
salah seorang dari Lima Setan Swat Ling San! Kini kami sudah berada di Swat Ling San ini, dan juga telah menghancurkan gua yang mengurung Ku Cu Cen, engkau mau bagaimana sekarang?"
Begitu menyaksikan sikap Bee Kun Bu, air muka Tan Cun Goan berubah, bahkan amat gusar, namun masih dapat menekan kegusarannya, dan menyahut sambil tersenyum.
"Saudara bersikap demikian, apakah telah lupa akan pertemuan kita di sungai itu? Lagi pula kenapa Saudara tidak bertanya, siapa yang mengurung Ku Cu Cen di dalam gua itu? Saudara cuma mendengar, lalu langsung mempersalahkan orang lain?"
Gin Tie Suseng diam, sama sekali tidak ikut campur, karena pembicaraan mereka berdua menyangkut sedikit urusan pribadi, namun mendadak terdengar suara tawa dingin, ternyata suara tawa Pek Yun Hui.
"Lima Setan Swat Ling San bernama busuk, bahkan menyuruh aliran sesat lain untuk menyerbu ke Tiong-goan! Kami ke mari justru ingin memusnahkan sarang setan ib!is, kebetulan bertemu Ku Cu Cen di dalam gua, maka kami pun tahu jelas bagaimana perbuatan kalian berlima! Mengingat engkau pernah menasihati kami, kini kami pun menasihatimu agar mau bertobat! Kalau ti-dak...."
Pek Yun Hui menatapnya tajam.
"Ketika bertemu di sungai itu, aku sama sekali tidak tahu bahwa engkau salah seorang dari Lima Setan Swat Ling San, maka aku pun terkesan baik padamu!"
Ujar Bee Kun Bu.
"Kini aku sudah tahu dan kebetulan kita bertemu di sini, silakan melancarkan serangan!"
"Eh?"
Tan Cun Goan tersenyum.
"Saudara Bee ingin bertarung denganku?"
"Ya!"
Bee Kun Bu mengangguk "Aku berani ke mari, tentunya berani pula bertarung denganmu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tan Cun Goan menatap Bee Kun dalam-dalam, kemudian menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata.
"Aku kebetulan lewat di sini, sama sekali tiada niat bertarung denganmu, Saudara Bee! Kini kalian telah memasuki Swat Ling San, selanjutnya kita adalah musuh atau kawan, itu tergantung dari keputusan Saudara Bee!"
Ujar Tan Cun Goan melanjutkan "Mungkin orang-orang di Siang Cing Koan di puncak gunung Swat Ling San bernama busuk, tapi mereka rata-rata memiliki kepandaian tinggi!
Nona Pek dan Saudara Bee memang telah menggemparkan rimba persilatan Tionggoan, namun sulit melawan orang banyak!
Selama ini aliran Swat Ling San jarang berhubungan dengan dunia luar, dan ber-prinsip orang tidak menggangguku, aku pun tidak akan mengganggu orang!
Kita pernah bertemu di sungai itu pertanda kita berjodoh Oleh karena itu sekali lagi ku-nasihati kalian, cepatlah meninggalkan tempat ini, jangan menempuh bahaya!
Hari ini cukup kubicara sampai di sini, kelak bertemu harus lihat situasi barulah memutus-kannya!"
Usai berkata begitu, Tan Cun Goan memandang mereka bertiga, lalu membalikkan badannya meninggalkan tempat itu.
Bee Kun Bu mengernyitkan kening, lalu melesat ke arah Tan Cun Goan seraya membentak "Tidak gampang engkau pergi begitu saja!"
Bee Kun Bu menyerang punggung Tan Cun Goan.
Tan Cun Goan tampak berjalan santai, tapi sesungguhnya telah siap, sebab telah menduga bahwa Bee Kun Bu akan menyerangnya, Segeralah ia memutarkan badan-nya, sekaligus berkelit dan melancarkan serangan ke arah dada Bee Kun Bu.
"Hati-hati, Saudara Bee!"
Serunya. Bee Kun tidak menduga akan serangan itu, namun masih sempat menghindar lalu mencengkeram tangan Tan Cun Goan. Akan tetapi, entah dengan jurus apa Tan Cun Goan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mengelak, sehingga cengkeraman Bee Kun Bu tidak mengenai sasaran.
Setelah itu, Tan Cun Goan terus menyerang Bee Kun Bu, sasaran serangannya bagian dada Bee Kun Bu.
Sibuklah Bee Kun Bu berkelit ke sana ke mari, tapi sepasang tangan Tan Cun Goan tetap bergerak mengarah pada dadanya.
Betapa terkejutnya Bee Kun Bu menghadapi se-ranganserangan itu, Karena terdesak, maka ia segera menghimpun Lweekangnya, lalu mendorong ke arah Tan Cun Goan.
"Ha ha!"
Tan Cun Goan tertawa gelak, ia pun mendorongkan sepasang telapak tangannya ke arah Bee Kun Bu, dan terdengarlah suara benturan keras.
Tan Cun Goan terdorong mundur satu depa, sedangkan Bee Kun Bu termundur lima langkah, Bee Kun Bu tampak penasaran dan kemudian menyerang lagi.
Tan Cun Goan tertawa hambar Kali ini ia tidak menyambut serangan yang dilancarkan Bee Kun Bu, melainkan meloncat menghindar Ketika menyerang, Bee Kun Bu menggunakan sembilan bagian tenaga dalamnya.
Karena Tan Cun Goan mengelak, serangan itu mengarah pada sebuah pohon.
Pohon itu roboh dan daunnya rontok semua, Tan Cun Goan tertegun menyaksikan itu.
"Saudara Bee, sungguh dalam Lweekangmu!"
Ujar Tan Cun Goan sambil tertawa gelak.
"Walau engkau memiliki Lweekang yang dalam, pukulanmu sulit melukai orang! Engkau bersiap-siaplah, aku pun akan menyerangmu dengan sebuah pukulan!"
Tan Cun Goan segera melancarkan serangannya.
Bee Kun Bu cepat-cepat menghimpun Lweekangnya untuk menyambut pukulan itu.
Akan tetapi, tiba-tiba Tan Cun Goan tertawa terbahak-bahak.
itu membuat Bee Kun Bu tidak mengerti, kenapa Tan Cun Goan menyerang sambil tertawa?
Oleh karena itu, ia menatap Tan Cun Goan.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Mengingat kita pernah bertemu di sungai itu, maka aku terus-menerus menasihati kalian jangan memasuki Swat Ling San ini! Tapi kalian sama sekali tidak mau dengar! Lagi pula di antara kita tiada dendam, tentunya aku pun tidak akan menycrangmu, harap Saudara Bec berlega hati!"
Ujar Tan Cun Goan, lalu memandang sebuah pohon siong yang tak jauh dari situ.
"Saudara Bec, perhatikanlah Aku akan melancarkan pukulan!"
Tan Cun Goan melancarkan sebuah pukulan Pu-kulan itu tidak diarahkan pada Bec Kun Bu, melainkan pada sebuah pohon siong, Sungguh mengherankan pukulan itu sama sekali tidak mengeluarkan suara.
Akan tetapi, justru telah terjadi hal yang amat mengejutkan Pohon siong yang terkena pukulan itu, semua daunnya berubah kuning dan layu seperti pohon mali.
Menyaksikan itu, Bee Kun Bu terbelalak dengan mulut ternganga lebar, tidak menyangka kalau Tan Cun Goan memiliki pukulan beracun "Saudara Bee!"
Tan Cun Goan tertawa hambar "Niatmu hanya ingin mencari Souw Peng Hai, tapi malah memasuki Swat Ling San!
Sudah berulang kali aku menasihatimu, namun engkau tidak mau dengar sama sekali!
Maka aku memperlihatkan kedahsyatan Im Sat Kang (llmu Hawa Dingin)ku, Padahal ilmuku paling rendah di antara lima saudara seperguruan Suhengku, Kwa Ih Kang berkepandaian di atasku, Aku bicara sejujurnya dan sampai di sini saja!
selanjutnya kita masih merupakan kawan atau lawan, itu sutit dikatakan!"
Setelah berkata begitu, Tan Cun Goan menarik nafas panjang, lalu melangkah pergi.
Bee Kun Bu masih berdiri termangu-mangu di tem-pat, setelah Tan Cun Goan hilang dari pandangannya, barulah ia tersentak sadar dan membalikkan badannya seraya berkata pada Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kakak, pukulan Tan Cun Goan itu amat beracun entah pukulan apa itu?"
"Di dalam Toa Ciok Si di gunung Cie Lian San, aku terluka oleh racun dingin Thai Im Khi Kang yang dilancarkan Sin Hut Leng Yan, mungkin engkau masih ingat pukulan yang dilancarkan Tan Cun Goan, walau bukan Thai Im Khi Kang, tapi masih satu sumber dengan ilmu Sin Hut Leng Yan Kalau dugaanku tidak meleset, guru Lima Setan itu pasti ada hubungan dengan kuil Toa Ciok Si. Ketika engkau bertarung dengan Tan Cun Goan di sungai itu, dia sudah ingin melancarkan pukulan tersebut tapi justru keburu kucegah,"
Sahut Pek Yun Hui bernada dingin "Oh?"
Be Kun Bu mengerutkan kening, kemudian mengarah pada Gin Tie Suseng.
"Tadi Tan Cun Goan bilang, yang mengepalai Lima Setan adalah Kwa Ih Kang, kenapa saudara Kim bilang adalah Lam Thian Sat-Cong Cin?"
"Apa yang dia bilang, tentunya tidak salah."
Ujar Gin Tie Suseng.
"Apa yang kukatakan juga ada benarnya, hanya saja masih terselip sesuatu yang belum kujelaskan."
Terselip suatu apa?"
Be Kun Bu heran.
"Walau suku Miau tidak berhubungan dengan Tiong-goan, namun suku Miau justru menyukai peradaban Tionggoan,"
Ujar Gin Tie Suseng sambil tersenyum.
"Ke-tika baru belajar ilmu silat, Lam Thian It Sat sudah mengagumi peradapan orang Han, maka ia memberi nama Kwa Ih Kang pada dirinya sendirL Keempat saudara seperguruannya tahu akan hal itu, lalu menyebut nama tersebut pada orang luar. Lam Thian It San menggunakan nama orang Han, itu agar tidak dipandang rendah oleh orang-orang Tionggoan."
"Oooh!"
Bee Kun Bu manggut-manggut Ternyata begitu!"
Kini Pek Yun Hui sudah berlega hati, karena Bangau Sakti telah sembuh.
Ketika Bee Kun Bu dan Gin Tie Suseng sedang bereakap-cakap, Pek Yun Hui malah mengelus leher Bangau Sakti, kemudian menepuk lehernya agar terbang, Ternyata
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui ingin tahu apakah burung tersebut sudah bisa terbang atau belum.
seketika juga burung itu mengembangkan sepasang sayapnya, lalu terbang ke atas sambil memekik keras seakan gembira sekali.
Akan tetapi, mendadak burung itu meluncur pergi sejauh tiga mil, dan turun di tempat itu.
Menyaksikan burung itu turun, hati Pek Yun Hui tergerak dan segera berseru.
"Kun Bu, agak aneh sikap Bangau Sakli! Mungkin melihat sesuatu, maka turun di tempat itu! Lukanya baru sembuh otomatis tenaganya belum pulih benar, maka kita harus segera menyusul ke sana!"
"Ya."
Bee Kun Bu mengangguk. Tunggu!"
Cegah Gin Tie Suseng.
"Swat Ling San ini penuh batu curam dan berliku-liku. Kita tidak mudah menuju tempat itu, lebih baik kita menuju tempat itu dari tiga jurusan."
Pek Yun Hui memandang jauh ke depan, memang penuh batu curam yang tidak mudah dilalui orang.
"Kun Bu, engkau menuju tempat itu dari kiri, aku melalui kanan!"
Seru Pek Yun Hui dan sekaligus melesat pergi Bee Kun Bu pun segera pergi melalui arah kiri, sedangkan Gin Tie Suseng berdiri termangu-mangu di tempat Bagian ke tiga belas Wanita Baju Ungu Di Swat Ling San ini memang banyak batu curam dan lembah, sulit bagi orang biasa melaluinya.
Pek Yun Hui, Bee Kun Bu dan Gin Tie Suseng memiliki kepandaian tinggi, maka tidak begitu sulit bagi mereka melaluinya.
Tak seberapa lama kemudian, Bee Kun Bu sudah sampai di depan sebuah lembah yang amat sunyi ia memandang ke dalam lembah itu, tampak sebidang tanah yangditumbuhi
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
rerumputan dan bunga-bunga liar, namun tidak tampak Bangau Sakli.
Padahal tadi Bee Kun Bu melihat burung itu turun di tempat tersebut, itu tidak meragukan, Setelah berpikir sejenak, ia lalu mengerahkan ginkangnya memasuki lembah itu.
sesampainya di dalam lembah, ia pun meloncat ke atas sebuah batu, dan menengok ke sana ke mari Tiba-tiba sepasang matanya terbelalak, ternyata ia melihat burung itu sedang bertempur dengan seorang wanita berbaju ungu.
Wanita berbaju ungu itu memiliki ginkang tinggi, ilmu silatnya pun tampak aneh sekaH, Yang membahayakan adalah tempat mereka bertarung, sebab wanita dan burung itu berada di pinggir jurang.
Bangau Sakti terus mendesak wanita berbaju ungu ke pinggir jurang, kelihatannya burung itu ingin membuat wanita berbaju ungu itu jatuh ke jurang, Mendadak wanita berbaju ungu itu mencabut sebilah pedang pendek Berkilau-kitau pedang pendek itu tersorot sinar matahari Setelah mencabut pedang pendek, wanita berbaju ungu itu tampak bersemangat dan langsung balas menyerang Bangau Sakti dengan sengit Burung itu melesat ke atas menghindari serangan-iSerangan tersebut, kemudian menukik ke bawah menyerang wanita berbaju ungu, Namun wanita berbaju ungu itu memutar-mutarkan pedang pendeknya, lalu melesat ke atas ingin membunuh Bangau Sakti Betapa terkejutnya Bee Kun Bu menyaksikan itu, dan tahu Bangau Sakti dalam bahaya.
ia juga tahu bahwa Bangau Sakti adalah burung kesayangan Pek Yun Hui, maka segeralah ia membentak "Jangan melukai burung itu!"
Bee Kun Bu melesat ke tempat itu menggunakan ginkangnya, yakni Ling Khong Sih Tou (Terbang di angkasa), Dalam waktu sekejap ia sudah sampai di tempat tersebut
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Wanita baju ungu pun berhenti menyerang Bangau Sakti itu, sebaliknya malah langsung membentak Bee Kun Bu.
"Kukira siapa, ternyata engkau majikan binatang itu! Aku sama sekali tidak mengenalmu, kenapa engkau menyuruh binatang itu menghalangi perjalananku bahkan menyerangku?"
Bee Kun Bu agak terbelalak karena wanita berbaju ungu itu masih muda, berusia dua puluh limaan, wajahnya cantik, tapi penuh mengandung hawa sesat.
"ltu di luar dugaan dan telah salah paham, Nona pun tidak terluka oleh burung itu!"
Ujar Bee Kun Bu. ia tidak berani memandang wanita itu.
"Di sini aku minta maafi"
"Oh?"
Wanita berbaju ungu tertawa nyaring.
"Engkau telah bersalah, maka urusan ini tidak bisa disudahi begini saja!"
"Nona mau bagaimana?"
Tanya Bee Kun Bu dingin.
"Eeeh?"
Wanita berbaju ungu tertawa nyaring lagi.
"Engkau sangat tampan dan tampak lemah lembut, tapi kenapa cepat marah? Baiklah! Karena engkau majikan burung sialan itu, maka engkau harus suruh binatang itu turun, aku akan menusuknya satu kali agar reda kegusaranku!"
"Ha ha!"
Bee Kun Bu tertawa gelak, kemudian sahutnya dingin.
"Hian Giok telah mengganggu Nona, tapi aku telah minta maaf pada Nona! jadi jangan terlampau mendesak orang! Kalau aku tidak mau menyuruh Hian Giok turun, engkau mau apa?"
"Hian Giok? Siapa dia?"
Tanya wanita berbaju ungu.
"Hian Giok adalah nama burung bangau itu!"
Bee Kun Bu memberitahukan.
"Begitu indah namanya, namun jelek sekali tam-pangnya!"
Wanita berbaju ungu tertawa.
"Engkau bisa piara burung bangau yang begitu besar, tentunya juga memiliki kepandaian tinggi! Oleh karena itu, aku ingin mencoba kepandaianmu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kemudian mendadak wanita berbaju ungu itu menyerang Bee Kun Bu dengan jari tangannya, kelihatannya ia ingin mencengkeram lengan Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu memang sudah siap, maka begitu melihat wanita berbaju ungu menyerangnya, maka ia pun segera menangkis secepat kilaL Tapi wanita berbaju ungu itu segera menarik kembali serangannya, sekaligus menyerang dengan tendangan Sungguh cepat tendangannya, bahkan terarah pada dua jalan darah di dada Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu tidak menyangka akan serangan itu, maka ia terkejut bukan main dan cepat-cepat meloncat mundur Tapi tampak bayangan ungu berkelebat ternyata wanita berbaju ungu telah menyerangnya lagi, Berpuluh pasang bayangan tangan mengarah pada Bee Kun Bu.
Pukulan aneh itu membuat Bee Kun Bu gugup, maka tanpa banyak pikir lagi ia langsung meloncat ke belakang justru pada waktu bersamaan, ia mendengar suara tawa cekikikan Ternyata wanita berbaju ungu itu berdiri di tempat ia menggunakan pukulan itu untuk mempermainkan Bee Kun Bu, dan tidak bersungguh-sungguh menyerangnya.
Dapat dibayangkan betapa penasarannya Bee Kun Bu, namun ia juga kagum akan kepandaian wanita berbaju ungu yang amat aneh itu.
"Nona memang berkepandaian tinggi, aku kagum sekali,"
Ujar Bee Kun Bu dan menambahkan.
"Mari kita bertanding lagi! Harap Nona menyerang dengan ber-sungguh-sungguh, agar aku bisa melayani Nona sebagaimana mestinya!"
Akan tetapi, wanita berbaju ungu itu justru tidak menyerangnya, melainkan memandangnya dengan penuh perhatian, sebelum membuka mulut ia sudah tersenyum duluan.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Engkau telah merasakan tiga jurus seranganku, kok hatimu masih belum tunduk?"
Bee Kun Bu tahu, kalau wanita berbaju ungu menyerangnya dengan sungguh-sungguh menggunakan ketiga jurus itu, dirinya sudah terjungkal itu justru membuatnya penasaran sekali.
"Walau Nona telah menyerangku tiga jurus, tapi aku tidak terluka kan?"
Sahut Bee Kun Bu dingin.
"ltu bagaimana mungkin membuat hatiku tunduk?"
"Oh?"
Wanita berbaju ungu menatapnya tajam, kemudian tanyanya membentak.
"Lalu harus bagaimana engkau baru mau tunduk?"
Bee Kun Bu tertawa terbahak-bahak.
"Kalau Nona dapat melukaiku, barulah aku tunduk!"
Sahutnya lantang. Wajah wanita berbaju ungu itu memerah, kelihatannya gusar sekali, namun kemudian malah tertawa seraya berkata merdu.
"Engkau sama sekali tidak tahu aturan, Kita tidak pernah bertemu dan tiada permusuhan di antara kita kenapa engkau ingin mengadu nyawa denganku?"
"Aku...."
"Baiklah!"
Potong wanita berbaju ungu.
"Karena engkau masih penasaran dan ingin bertanding denganku, maka aku akan melayanimu!"
"Bagus!"
Sahut Bee Kun Bu cepat "Kita bertanding ginkang saja!"
Ujar wanita berbaju ungu sambil menunjuk ke sebuah puncak gunung yang jauhnya lima puluhan mit.
"Kita mulai dari sini, siapa yang sampai duluan di puncak gunung itu, dialah yang menang! Bagaimana? Engkau berani bertanding ilmu peringan tubuh denganku?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Baiklah!"
Bee Kun Bu mengangguk "Bagus!"
Wanita berbaju ungu tertawa gembira.
"Kalau aku berseru mulai, itu berarti kita harus mengerahkan ginkang masing-masing untuk mencapai puncak gunung itu!"
"Aku sudah siap!"
Sahut Bee Kun Bu.
"Mulai!"
Seru wanita berbaju ungu.
seketika tampak dua sosok bayangan berkelebat "Walau engkau memiliki ginkang tinggi, tapi pasti tidak bisa menandingi Ling Khong Sih Tou, ginkang yang kumiliki Sekarang aku mengalah selangkah dulu, nanti baru kukejar!"
Kata Bee Kun Bu dalam hati.
Bee Kun Bu benar-benar memperlambat selangkah sedangkan wanita berbaju ungu itu justru mempereepat langkahnya, sehingga melesat dengan cepat Rupanya ia sudah tahu apa yang ada di dalam benak Bee Kun Bu, maka ia tersenyum.
Ketika melihat wanita berbaju ungu itu mempereepat langkahnya, Bee Kun Bu tertawa, Berselang sesaat, barulah ia mengerahkan ginkangnya.
Ada satu hal yang cukup mengejutkan Bee Kun Bu, yakni wanita berbaju ungu itu tampak santai sekali, tapi justru larinya amat cepat otomatis membuat Bee Kun Bu membatin.
"Sungguh tinggi ginkang wanita itu, aku tidak boleh meremehkannya!"
Seketika juga Bee Kun Bu mengerahkan ilmu ginkangnya sampai delapan bagian, namun lawannya tetap tampak santai dan jarak di antara mereka pun tidak berubah, Padahal Bee Kun Bu telah mati-matian mengejarnya dengan maksud melampauinya.
Semakin mendekat puncak gunung itu, semakin banyak batu curam, Oleh karena itu mereka berdua harus memperlambat ginkang masing-masing.
Akhirnya mereka
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sampai di tempat yang tiada rumput sama sekali, hanya terdapat batu curam Wanita berbaju ungu berhenti, matanya menatap Bee Kun Bu sambil tersenyum.
"Sungguh berbahaya curam-curam di sini, sulit bagi kita untuk mencapai puncak gunung itu, Lagi pula,., engkau pun sudah tampak capek, lebih baik kita berhenti di sini,"
Katanya.
sebetulnya Bee Kun Bu juga berpikir ingin berhenti di tempat ini, namun ucapan wanita baju ungu itu bernada menyindir Maka tidak heran kalau ia jadi gusar "Ginkang Nona sangat tinggi, aku kagum sekali,"
Ujarnya dingin.
"Walau di sini banyak curam, kalau Nona masih mau menuju puncak gunung itu, aku pasti menyertaimu!"
Karena dalam keadaan gusar, maka Bee Kun Bu melotot ketika berbicara, sehingga membuat wanita berbaju ungu itu tertawa geli.
"Aku mengajakmu bertanding ginkang, sesungguhnya tiada maksud jahat, tapi kenapa wajahmu begitu dingin dan ketus dalam berbicara? Kalau engkau masih berniat bertanding, baiklah! Lihat siapa yang sampai duluan di puncak gunung itu!"
"Bagus!"
Sahut Bee Kun Bu.
"ltu yang kukehendaki!"
"Ayohlah!"
Seru wanita berbaju ungu, lalu mengerahkan ginkangnya.
Begitu ringan badan wanita berbaju ungu itu, bagaikan kupu-kupu sedang terbang di atas bunga, itu membuat Bee Kun Bu tertegun dan segera mengerahkan ginkangnya.
Wanita berbaju ungu itu berhenti di sebuah batu, kemudian memandang ke bawah seakan menunggu Bee Kun Bu.
"Batu-batu di sini memang tajam, namun kalau engkau perhatikan dengan seksama, gampang sekali menginjaknya!"
Ujar wanita berbaju ungu bermaksud baik.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Akan tetapi, di saat ini Bee Kun Bu sedang kesal padanya, maka tidak heran kalau ia menyahut dengan ketus.
"Nona tidak perlu memberi petunjuk padaku! Walau kepandaianku tidak begitu tinggi, masih tidak memandang sebelah mata pada curam-curam ini!"
"Oh?"
Wanita berbaju ungu tertawa cekikikan Bee Kun Bu semakin kesal ketika mendengar suara tawa itu, oleh karena itu ia pun berpikir "Aku harus mengerahkan ginkangku, agar dia tidak memandang rendah padaku,"
Ujarnya dalam hati.
seketika juga Bee Kun Bu mengerahkan semua ilmu yang diajarkan Na Hai Peng berdasarkan kitab aneh Kui Goat Pit Cek.
ia menghimpun Lweekangnya, lalu melesat ke arah puncak gunung itu dengan ilmu Ling Khong Sih Tou.
Menyaksikan itu, air muka wanita berbaju ungu itu langsung berubah, dan segera mengerahkan ginkangnya.
Pada waktu bersamaan, ia melihat Bee Kun Bu menginjak salah sebuah batu tajam, badannya tampak bergoyang seakan kehilangan keseimbangan "Hati-hati!"
Seru wanita berbaju ungu. Ternyata Bee Kun Bu cuma ingin mempermainkannya, Maka ia sengaja berbuat begitu, karena mendadak Bee Kun Bu berjumpalitan "Sungguh hebat ginkangnya!"
Puji wanita berbaju ungu dalam hati, kemudian ujarnya dalam hati.
"Kalau begitu, aku pun harus memperlihatkan ginkangku agar dia tidak sombong!"
Wanita berbaju ungu menghimpun Lweekangnya, setelah itu badannya langsung melesat ke arah puncak gunung itu.
Bee Kun Bu tertawa dingin, ia memandang wanita berbaju ungu yang melesat ke arah puncak gunung itu seraya berkata dalam hati.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Biar bagaimanapun aku harus mendahuluinya mencapai puncak gunung itu!"
Bee Kun Bu menarik nafas dalam-dalam menghimpun Lweekangnya, lalu mengerahkan ginkangnya.
Tampak dua sosok bayangan berkelebat menuju puncak gunung, bahkan saling menyusul Tak seberapa lama kemudian, mereka berdua sudah mencapai puncak gunung itu, namun Bee Kun Bu tetap terlambat selangkah "Hi hi hi!"
Wanita berbaju ungu itu tertawa nyaring.
"Pakaianmu itu membuktikan bahwa engkau bukan orang Siang Cing Koan di Swat Ling San ini! sebetulnya engkau dari mana? Katakan sejujurnya, kalau tidak, jangan mempersalahkanku bertindak kasar padamu!"
Lantaran telah berkali-kali wanita berbaju ungu itu mempermainkannya, maka pemuda itu kesal bukan main padanya.
"Sebelumnya kita tidak pernah bertemu, untuk apa engkau ingin tahu siapa diriku?"
Sahut Bee Kun Bu ketus dan dingin.
"Memang Hian Giok mengganggumu, tapi aku sudah minta maaf padamu! Kalau aku tidak mau memberitahukan siapa diriku, apakah Nona akan bertarung denganku?"
"Engkau tidak pereaya aku akan bertarung dengan-mu?"
Tanya wanita berbaju ungu sambil tersenyum hambar.
"Hm!"
Dengus Bee Kun Bu dingin.
"Aku bersedia melayani Nona dengan tangan kosong!"
"Oh?"
Wanita berbaju ungu itu tertawa merdu.
"Tadi kita sudah bergebrak tiga jurus, tapi engkau masih tidak mau tunduk! sekarang aku akan bertanding beberapa jurus lagi denganmu! Karena engkau bilang dengan tangan kosong, maka aku pun tidak akan menggunakan senjata! Namun aku akan mendesakmu hingga menghunus pedang! Kalau tidak, itu berarti aku kalah! Bagaimana?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Betapa tersinggungnya hati Bee Kun Bu setelah mendengar ucapan wanita berbaju ungu itu, sehingga kegusarannya memuncak, Bee Kun Bu tertawa panjang, kemudian ujarnya dingin.
"Baik! Kalau begitu, silakan Nona melancarkan serangan!"
Wanita berbaju ungu itu tetap berdiri sambil tersenyum, kelihatannya tiada maksud menyerang duluan. Bee Kun Bu tidak mengerti, ia memandang wanita berbaju ungu itu seraya bertanya dengan heran.
"Kenapa Nona masih belum melancarkan serangan?"
"Bukankah tadi engkau bilang, kepandaianmu belum begitu tinggi? Kalau aku menyerang duluan, berarti engkau pasti kalah! Nah, engkau boleh menyerang duluan!"
Sahut wanita berbaju ungu.
"Baik!ah! Harap Nona berhati-hati!"
Bee Kun Bu langsung menyerang bahu wanita berbaju ungu itu, mengarah pada jalan darah yang ada di situ.
Wanita berbaju ungu tertawa nyaring, sekaligus berkelit dan balas menyerang ke arah perut Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu terkejut, lagi pula telah dipermainkan oleh lawannya!
Maka kali ini ia sangat berhati-hati menghadapinya, Seketika juga ia menggunakan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu (llmu Langkah Ajaib).
Setelah menggunakan ilmu tersebut, Bee Kun Bu dapat menghindari serangan lawan.
Wanita baju ungu itu telah menyerang Bee Kun Bu lima jurus, namun sama sekali tidak dapat menyentuh pakaiannya, itu membuat wajahnya berubah, kemudian mendadak ia menggerakkan sepasang tangannya secepat kilat, tampak berpuluh pasang tangan mengarah pada Bee Kun Bu.
Wanita berbaju ungu itu pun terus memperhatikan langkah Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Setelah menggunakan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu, dan dapat menghindari serangan-serangan lawan, Bee Kun Bu pun bertambah semangat.
"Sungguh hebat ilmu ini!"
Ujar Bee Kun Bu dalam hati.
"Biar aku tetap menghindar dengan ilmu ini, lama kelamaan engkau pasti capek, barulah aku menyerang!"
Ternyata Bee Kun Bu ingin menguras tenaga lawan dengan ilmu tersebut, sehingga tak terasa tiga puluh jurus telah lewat, itu membuat wanita baju ungu itu terkejut bukan main.
"Aku telah menyerangnya terus-menerus hingga tiga puluh jurus, namun dia tetap bisa menghindar Kenapa dia tidak balas menyerang? Mungkin dia ingin menguras tenagaku. Aku harus berhati-hati dan mencari kesempatan untuk merebut kemenangan!"
Ujar wanita berbaju ungu itu dalam hati.
"Dandanannya menandakan dia datang dari Tionggoan, mungkin dia ke mari ingin cari gara-gara dengan pihak Swat Ling San. sedangkan aku justru diundang oleh Lima Setan Swat Ling San untuk bergabung! Aku harus menghabisi pemuda ini, agar Lima Setan Swat Ling San tidak meremehkan perguruanku! Dia menggunakan ilmu aneh untuk menghindari serangan-seranganku, maka aku pun harus cari akal menghadapinya!"
Tiba-tiba wanita berbaju ungu itu memperlambat serangannya, tapi kadang-kadang bergerak secepat kilat.
Melihat itu, Bee Kun Bu bergirang dalam hati, ia tahu bahwa wanita berbaju ungu itu agak kewalahan menghadapi Ngo Heng Mi Co Punya, sehingga ia tetap ingin menguras tenaga wanita berbaju ungu itu.
Akan tetapi, wanita baju ungu itu justru menyerang sambil memancing Bee Kun ke tempat yang banyak batu runcing, bahkan pura-pura kehabisan tenaga dengan nafas ngosngosan.
Betapa girangnya Bee Kun Bu, ia pun mulai menyerang, sehingga membuat wanita berbaju, ungu bergirang dalam hati.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Wanita berbaju ungu itu termundur-mundur, kelihatannya ia mulai terdesak oleh serangan yang dilancarkan Bee Kun Bu.
Tiba-tiba badannya sempoyongan seakan mau jatuh, Bee Kun Bu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dan langsung menyerangnya.
Namun mendadak wanita berbaju ungu itu berkelit, dan sekaligus mengayunkan kakinya menendang Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu sama sekali tidak menyangka kalau wanita berbaju ungu itu akan melakukan serangan tersebut ia amat terkejut dan berusaha menghindar tapi terlambat, karena ia merasa badannya sudah tidak bisa bergerak lagi.
"Kaum Bu Lim Tionggoan terlampau menghina orang! Swat Ling San terpisah begitu jauh dengan Tionggoan dan tiada hubungan, engkau justru ke mari cari gara-gara! Kalau engkau beruntung bisa hidup kembali ke Tionggoan, sebarkan berita pada seluruh kaum Bu Lim di sana, bahwa siapa berani memasuki Swat Ling San, dia pasti mati!"
Usai berkata begitu, wanita berbaju ungu itu tertawa panjang, lalu melesat pergi.
sementara Bee Kun Bu malah jatuh kejurang yang dalamnya puluhan depa, ia tidak bisa berbuat apa-apa, sebab badannya sama sekali tidak bisa bergerak.
"Matilah aku!"
Keluhnya sambil memejamkan mata untuk menunggu mati, Mendadak ia merasa badannya terapung ke atas, Karena merasa heran, ia pun membuka matanya.
Ternyata bajunya telah tereengkeram cakar Bangau Sakti, lalu dibawanya terbang ke atas, Berselang beberapa saat kemudian, Bangau Sakti menurunkannya di suatu tempat, dan seketika juga ia mendengar suara Pek Yun Hui.
"Engkau terluka?"
Bee Kun Bu ingin bangkit berdiri, tapi di saat itu juga merasa sepasang kakinya sakit sekali, sehingga terkulai
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kun Bu...."
Pek Yun Hui tampak cemas.
"Aku... aku tertotok oleh siluman wanita itu."
Bee Kun Bu memberitahukan."
Ilmu totokannya sangat aneh, berbeda dengan ilmu totokan biasa."
"llmu totokan luar perbatasan memang aneh, berbeda dengan ilmu totokan di Tionggoan,"
Ujar Gin Tie Suseng.
"Saudara Bee coba menghimpun hawa murni, dan coba rasakan bagian mana yang tertotok! Mungkin aku bisa tahu cara membebaskannya."
Bee Kun Bu mengangguk, lalu menghimpun hawa murninya, dan seketika juga ia merasa ujung kakinya sakit sekali.
"Saudara Kim, ujung kakiku sakit sekali,"
Bee Kun Bu memberitahukan "Hawa murniku tidak bisa menembus ke situ."
"Ngmm!"
Gin Tie Suseng manggut-manggut "Un-tung orang itu menotok tidak begitu keras, Kalau dia menggunakan tenaga sepenuhnya, kaki saudara Bee pasti sudah !umpuh, Harap Saudara Bee tahan sakit sejenak, aku akan membebaskan totokan itu!"
Gin Tie Suseng mulai membebaskan totokan itu, seketika kening Bee Kun Bu berkerut-kerut, kelihatannya sedang menahan sakit, sementara Gin Tie Suseng terus menotok beberapa jalan darah di kaki Bee Kun Bu, kemudian mengurut kaki nya.
"Sekarang saudara Bee harus menggunakan hawa murni untuk menembus sampai ke ujung kaki, sesaat kemudian Saudara Bee pasti bisa jalan,"
Ujar Gin Tie Suseng sambil tersenyum Bee Kun Bu segera menarik nafas dalam-dalam untuk menghimpun hawa murni, Berselang sesaat, ia sudah bisa bangkit berdiri.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui menarik nafas lega, lalu memandang Bee Kun Bu seraya berkata memberitahukan "Ketika Hian Giok memekik memberi tanda, aku sudah tahu kalau terjadi sesualu, maka aku segera menyusul ke lembah itu, namun tidak melihat siapa pun, Setelah itu, aku melihat Hian Giok menurunkanmu di sini, maka segeralah aku ke mari bersama Gin Tie Suseng, sebetulnya engkau bertemu siapa, harap engkau beri-tahukan!"
Bee Kun Bu menarik nafas panjang, lalu meng-gelenggelengkan kepala seraya menjawab.
"Aku tidak kenal wanita itu, Dia mengenakan baju ungu dan bersenjata sebilah pedang pendek, Walau aku sudah bertarung dengannya, tapi dia tidak memberitahukan namanya."
Ketika Bee Kun Bu mengatakan begitu, air muka Gin Tie Suseng tampak berubah, kemudian ujarnya bernada terkejut "Apakah wanita itu adalah dia?
Kalau benar dia, kita ke Siang Cing Koan pun pasti mendapat rintangan."
Pek Yun Hui sudah melihat air muka Gin Tie Suseng berubah, justru membuatnya tidak mengerti, maka terus menatapnya.
"Aku ingin bertanya, apakah kalian berdua pernah dengar tentang Thao Khong To (PuIau Iblis) di seberang laut?"
Tanya Gin Tie Suseng mendadak "Hian Ceng Totiang guruku pernah menceritakan tentang pulau itu, namun tidak begitu jelas, Apakah... wanita itu datang dari Thao Khong To itu?"
Sahut Bee Kun Bu.
"Aku tidak melihat wanita itu, namun Saudara Bee bilang wanita itu menggunakan pedang pendek, dan mengenakan baju ungu. Maka aku menduga ia pasti datang dari pulau itu,"
Ujar Gin Tie Suseng.
"Saudara Kim tahu siapa wanita itu?"
Tanya Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Baca Juga: Mestika Burung Hong Kemala Kho Ping Hoo
Baca Juga: Pedang Asmara 11