Eps 15 Bangau Sakti - Chin Tung
Baca online Bangau Sakti - Chin Tung
Cersil Bangau Sakti - Chin Tung.
Lagi pula Totiang cuma tahu Bee Kun Bu melanggar kesusilaan, tidak tahu seluk-beluk urusan itu, langsung mengurungnya di dalam ruang batu, agar dia menghukum dirinya sendiri!
itu merupakan suatu tindakan ceroboh yang dilakukan Kun Lun Sam Cu!"
Padahal sesungguhnya, Hian Ceng Totiang amat menyayangi Bee Kun Bu, muridnya itu, Namun karena ada perintah dari adik seperguruannya selaku ketua, sehingga terpaksa melaksanakan perintah tersebut walau merasa tidak tega terhadap Bee Kun Bu.
"Bec Kun Bu mali-matian melawan Souw Peng Hai di Toan Hun Giam, secara tidak langsung dia telah mengangkat nama partai Kun Lun! Bahkan kemudian dia berhasil pula menolong partai-partai lain, semua itu adalah jasanya!"
Ujar Giok Siauw Sian Cu melanjutkan "Mengenai kejadian dirinya dengan Souw Hui Hong, itu karena dia telah menelan racun Hwa Kut Siau Yen San, sehingga membuatnya kehilangan kesadarannya!
Kun Lun Sam Cu tidak berani mengadakan penyelidikan terhadap partai Thian Liong, sebaliknya malah menim-pakan dosa itu pada Bee Kun Bu.
Maka bagaimana mungkin orang lain akan merasa puas terhadap tindakan Kun Lun Sam Cu?
Oleh karena itu, hari ini aku pasti meno!ongnya!
Kalau Totiang berani menghalangiku, jangan menyalahkan kalau aku bertindak kejam terhadap partai Kun Lun!"
Usai berkata begitu, Giok Siauw Sian Cu pun mengeraskan cekalannya, sehingga membuat sekujur badan Oey Ci Eng bergemelaran dan keringat dingin pun bereucuran membasahi pakaiannya.
Pada waktu bersamaan, Tong Leng Tojin melesat ke arah pintu ruang batu, dan sekaligus menekan sebuah tombol rahasia, seketika juga pintu ruang batu itu terbukti "Bee Kun Bu, keluarlah engkau!
Kini muncul Giok Siauw Sian Cu membela dirimu, bahkan Nona Pek pun akan melindungimu maka pereuma kau berada dalam partai Kun
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lun!"
Bentak Tong Leng Tojin dan menambahkan "Saat ini aku memutuskan bahwa kau sudah bukan murid partai Kun Lun lagi!
Mulai saat ini, dirimu sudah putus hubungan dengan kami, dan kau boleh ke mana saja!
Tapi kalau kau berani menyinggung partai Kun Lun, jangan bilang aku bertindak kejam terhadapmu!"
"Menghormati guru juga harus melihat guru macam apa itu!"
Terdengar suara sahutan dingin di belakang Tong Leng Tojin.
"Kini Bee Kun Bu telah diusir dan tidak diakui sebagai murid partai Kun Lun lagi, kenapa masih harus ditegur secara tajam pula?"
Ketika mendengar suara itu, Hian Ceng Totiang sudah tahu bahwa dia adalah Pek Yun Hui.
Tidak salah!
Yang menyahut dengan suara dingin itu memang Pek Yun Hui.
Gadis itu melangkah perlahan mendekati pintu ruang batu itu.
Begitu melihat Giok Siauw Sian Cu menyandera Oey Ci Eng, ia pun berkata dengan dingin "Mengapa kau masih menyandera orang?
Murid kesayangan yang telah sepuluh tahun lebih, masih diusir begitu saja!
Apakah kau tidak tahu akan hal itu?"
Setelah mendengar perkataan Pek Yun Hui, Giok Siauw Sian Cu pun segera melepaskan tangannya.
"Betul!"
Sahutnya.
"Aku turuti perintahmu!"
"Kakak Kun Bu tidak bersalah, dan kini dia telah diusir dari sini, maka aku pun ikut dia pergi!"
Seru Lie Ceng Loan mendadak dengan air mata berderai.
Seruan itu membuat Hian Ceng Totiang teringat akan beberapa hal, yakni mengenai Pek Yun Hui yang menolong Giok Cin Cu ketika terkena racun ular, bahkan juga menolong Tong Leng Tojin.
Kalau tiada Pek Yun Hui, mungkin Giok Cin Cu dan Tong Leng Tojin sudah mati.
Teringat akan hal itu, Hian Ceng Totiang pun merasa tidak enak terhadap Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Akan tetapi, Bee Kun Bu amat menghormati guru-nya, apakah dia akan ikut Pek Yun Hui meninggalkan gunung Kun Lun?
ini yang dipikirkan Hian Ceng Totiang, otomatis Hian Ceng Totiang mengarahkan pada ruang batu itu, ia yakin Bee Kun Bu telah mendengar semua itu.
Yang lain pun ikut mengarah pada ruang batu tersebut namun tidak terdengar suara apa pun di dalam ruang batu itu, seakan tiada penghuninya.
"Bee Kun Bu!"
Bentak Tong Leng Tojin dingin.
"Kini engkau sudah bukan murid Kun Lun lagi, cepatlah engkau keluar dan segera tinggalkan tempat ini!"
Walau Tong Leng Tojin membentak keras, tapi di dalam ruang batu itu tetap sunyi, tiada suara apa pun.
Hali Hian Ceng Totiang tersentak dan membatin.
Celaka!
Mungkin Bee Kun Bu telah mendengar semua ini, sehingga dia....
"Kun Bu!"
Teriak Hian Ceng Totiang sambil melesat ke dalam ruang batu.
"Jangan berbuat bodoh!"
Semua orang terkejut dan langsung menerobos ke dalam ruang batu itu dengan hati berdebar-debar tegang, karena mengira Bee Kun Bu telah membunuh diri.
Akan tetapi, sungguh di luar dugaan, ternyata kosong ruang batu itu, tiada bayangan Bee Kun Bu.
Hian Ceng Totiang mengerutkan kening, kemudian sepasang matanya mengarah pada jendela terali besi.
Tampak semua terali besi itu telah bengkok membentuk sebuah lubang.
Menyaksikan itu, Hian Ceng Totiang sudah menduga ada orang yang berkepandaian amat tinggi memasuki ruang batu, melalui jendela dengan cara membengkokkan terali besi yang besar dan kuat itu.
ia yakin pula bahwa itu bukan perbuatan Bee Kun Bu, sebab Bee Kun Bu tidak memiliki lweekang yang setinggi itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui segera mendekati jendela tersebut, begitu pula Tong Leng Tojin, namun wajahnya tampak dingin, sedangkan kening Pek Yun Hui terus berkerut Kelihatannya gadis itu sudah dapat menduga siapa yang datang menolong Bee Kun Bu.
Kelika semua orang berdiri termangu, Pek Yun Hui justru menghampiri Giok Siauw Sian Cu dan berkata.
"Kini Bee Kun Bu sudah tidak berada di sini, Pereuma kita tetap berada di sini, lebih baik kita ke Kwal Cong San untuk berunding!"
Ketika berkata, sepasang mata Pek Yun Hui mengarah pada Lic Ceng Loan dengan penuh kasih sayahg.
itu tidak terlepas dari mata Hian Ceng Totiang, Diam-diam ia berlega hati karena yakin bahwa Pek Yun Hui bukan gadis cgois, dan setuju pula apabila Lic Ceng Loan ikut gadis itu, Namun yang memutuskan adalah Tong Leng Tojin, maka Hian Ceng Totiang diam saja.
Ketika melihat Pek Yun Hui mau pergi, Lic Ceng Loan segera menarik tangannya seraya berkata terisak.
"KakakTay, aku ikut pergi cari Kakak Kun Bu! Kalau tidak bertemu dengannya, aku pun tidak mau hidup lagi. Aku... aku ikut Kakak ya!"
"Baiklah!"
Pek Yun Hui mengangguk "Mari kita pergi cari Kakak Kun Bumu!"
"Terimakasih, Kak!"
Ucap Lic Ceng Loan.
Pek Yun Hui tersenyum lembut, tangannya menarik Lic Ceng Loan meninggalkan tempat itu.
Giok Siauw Sian Cu pun mengikuti mereka dari belakang.
Hening suasana di dalam ruang batu, sedangkan Tong Leng Tojin masih diliputi kegusaran, ditambah melihat jendela itu dan Bee Kun Bu menghilang, otomatis membuat kegusarannya memuncak Namun mengingat Bee Kun Bu adalah murid Hian Ceng Totiang, kakak seperguruannya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
maka ia pun tidak berani melampiaskan kegusarannya, Bee Kun Bu memang berbakat alam, namun sepasang alisnya penuh mengandung hawa membunuh, maka pasti akan menimbulkan kemelut dalam rimba persilatan Kini dia telah diusir dari pintu perguruan Kun Lun, maka kelak harus berhatihati menerima murid!
Tong Leng Tojin membatin.
Hian CengTotiang diam saja, sebab Tong Leng Tojin adalah ketua, bagaimana mungkin ia berani berkomentar?
Apa yang akan terjadi kelak, itu sudah takdir ia pun membatin Siapa yang menolong Bee Kun Bu?
ini membuatnya tidak habis berpikir "Aaaakh...!"
Tiba-tiba Tong Leng Tojin menarik nafas panjang.
"Selama tiga ratus tahun ini, partai Kun Lun tidak pernah mengalami hal yang memalukan seperti ini. Namun setelah aku menjabat sebagai ketua, justru terjadi Aku merasa malu terhadap kakek guru pendiri partai Kun Lun, Mengenai murid murtad Sam Sumoy bernama Liong Giok Pin itu, kini walau masih dihukum di ruang batu, namun aku telah mengambil keputusan untuk tidak mencampurinya. itu terserah Sam Sumoy menghukumnya."
"Sutee jangan putus asa.,."
Ujar Hian Ceng Totiang, ia sudah tahu kenapa Tong Leng Tojin berkata begitu, tidak lain karena merasa kecewa terhadap Bee Kun Bu.
"Menurul aku, Bee Kun Bu berbuat itu bukan berdasarkan kemauannya, maka dia bersedia ikut aku ke mari. Lagi pula kini kita masih belum tahu jelas akan kejadian itu, maka tidak baik kita langsung menghukumnya Tentang Liong Giok Pin yang duluan di kurung di dalam ruang batu, janganlah kita cepatcepat meng-hukumnya, lebih baik menunggu setelah kita memperoleh informasi mengenai jejak Bee Kun Bu!"
"Aaakh...!"
Tong Leng Tojin menarik nafas Iagi.
"Saat ini hatiku sedang kacau, Memang ada baiknya Suheng dan Sam Sumoy saja yang memutuskan agar aku tidak bertindak salah lagi."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Suheng!"
Mendadak muncul Giok Cin Cu. Ketika melihat ruang batu itu telah kosong, seketika juga wajahnya berubah pucat pias.
"Dimana Kun Bu? Apakah Suheng telah...."
"Sumoy tidak usah cemas!"
Ujar Hian Ceng Totiang dan memberitahukan tentang Bee Kun Bu telah hilang.
"Oh?"
Giok Cin Cu terbelalak "Kalau begitu, Kun Bu telah hilang jejaknya? Nona Pek memang telah berbudi pada partai kita, tapi,., dia pun tidak boleh mendesak Suheng...."
"Pek Yun Hui mendesakku karena ingin menolong Bee Kun Bu, lagi pula sebelumnya telah muncul Giok Siauw Sian Cu membela Bee Kun Bu. Tapi tak disangka Bee Kun Bu justru telah ditolong orang lain. Begitu banyak orang ingin menolongnya, itu pertanda dia tidak bersalah, malah akulah yang bertindak salah terhadap Bee Kun Bu. Oleh karena itu, mengenai Liong Giok Pin, aku serahkan pada Sumoy saja untuk mengurusinya."
"Aku terima perintah Suheng,"
Sahut Giok Cin Cu cepat. Tong Leng Tojin menggeleng-gelengkan kepala, kemudian melangkah pergi meninggalkan ruang batu itu.
"Toa Suheng!"
Ujar Giok Cin Cu setelah Tong Leng Tojin pergi.
"Ji Suheng tampak begiiu kecewa, lalu aku harus bagaimana menghukum Liong Giok Pin? Harap Toa Suheng sudi memberi petunjuk padaku!"
"Kini Sutee masih dalam keadaan gusar, lebih baik kita tunggu kegusarannya reda, barulah kita berunding dengannya!"
"Baiklah."
Giok Cin Cu mengangguk "Lalu bagaimana dengan Bee Kun Bu? Apakah kita membiarkannya melanggar peraturan itu?"
"Kun Bu berhati baik dan amat mentaati peraturan partai. Sudah dua belas tahun dia bersamaku, tentunya aku tahu jelas bagaimana watak dan sifatnya, Mengenai kejadian itu, sudah jelas ada sesuatu di balik kejadian itu pula. Kalau tidak,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
bagaimana mungkin orang yang berkepandaian tinggi itu sudi menolongnya?
Berhubung dia adalah muridku, maka aku pun harus pergi mencarinya, dan sekaligus menyelidiki kejadian itu, Harap Sumoy baik-baik menjaga diri!"
Usai berkata begitu, Hian Ceng Totiang pun mengayunkan kakinya meninggalkan tempat itu.
Giok Cin Cu tidak menyangka Hian Ceng Totiang begitu cepat pergL Saking tertegun ia malah berdiri termangumangu.
Berselang beberapa saat kemudian, Giok Cin Cu pergi ke ruang batu tempat Liong Giok Pin dikurung di situ.
ia membuka pintu ruang batu itu tanpa seizin Tong Leng Tojin, lalu melangkah ke dalam.
Begitu melihat Giok Cin Cu, Liong Giok Pin segera berlutut sambil menangis terisak dengan air mata bereucuran dan wajahnya pun tampak pucat pias.
"Giok Pin telah berbuat dosa, mohon guru sudi menghukum Giok Pin!"
Ujarnya dengan suara bergemetar.
"Anak Pin...."
Sepasang mata Giok Cin Cu telah basah.
Karena Giok Cin Cu sama sekali tidak mencaci Liong Giok Pin, maka justru membuat gadis tersebut semakin sedih.
seandainya Giok Cin Cu mencaci atau memukuL nya, mungkin akan membuatnya merasa agak enak.
Na-mun Giok Cin Cu malah memanggilnya "Anak Pin"
Dan begitu lembut suaranya, Oleh karena itu seketika juga Liong Giok Pin memeluk kaki Giok Cin Cu erat-erat "Anak Pin, bangunlah!"
Ujar Giok Cin Cu dan memberitahukan "Sesungguhnya paman gurumu ingin menghukummu, tapi mendadak Bee Kun Bu ditolong orang yang berkepandaian tinggi, maka paman gurumu menyuruhku menghukummu.
Anak Pin, kita adalah guru dan murid, juga boleh dikatakan sebagai ibu dan anak pula, Oleh karena itu, aku akan membuka pintu ruang batu ini, dan kau boleh pergi atau menunggu paman guru menghukummu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Guru...."
Liong Giok Pin tahu betapa sayangnya Giok Cin Cu padanya, maka ia pun mengambil suatu keputusari, Mendadak ia mengangkat sebelah tangannya, kemudian diarahkan pada kepalanya sendiri, Ternyata ia ingin membunuh diri.
itu tidak terlepas dari mata Giok Cin Cu.
Secepat kilat ia menotok lengan Liong Giok Pin, dan seketika Liong Giok Pin merasa lengannya menjadi ngilu.
"Anak Pin!"
Giok Cin Cu menggeleng-gelengkan kepala.
"Kenapa kau begitu bodoh dan ceroboh? seharusnya kau menuntut balas demi mencuci bersih nama-mu! Bukan dengan cara membunuh diri!"
"Guru...."
Liong Giok Pin menangis sedih.
"Kini hati Giok Pin kacau balau, tidak tahu harus bagaimana? Mohon guru sudi memberi petunjuk pada Giok Pin!"
"Kau harus tetap hidup demi membersihkan dirimu, lalu menuntut balas pada orang yang telah mencelakaimu! janganlah kau mati secara penasaran, mengerti?"
"Mengerti, Guru!"
Liong Giok Pin mengangguk "Kaiau begitu, kau harus baik-baik menjaga diri!"
Pesan Giok Cin Cu sambil menatapnya dengan penuh kasih sayang.
"Ya, Guru!"
Liong Giok Pin mengangguk lagi.
"Tadi Guru bilang Kun Bu ditolong orang yang berkepandaian tinggi, apakah itu akan menimbulkan suatu badai?"
"Yaah!"
Giok Cin Cu menarik nafas panjang.
"Bee Kun Bu dikurung di dalam ruang batu, muncul Giok Siauw Sian Cu membelanya, bahkan Pek Yun Hui pun turut campur, sekaligus mendesak paman gurumu melepaskan Bee Kun Bu. Akhirnya paman gurumu terpaksa membuka pintu ruang batu itu. Namun... tidak tampak Bee Kun Bu di dalam ruang batu, sudah jelas Bee Kun Bu ditolong orang, Oleh karena itu Hian
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ceng, paman gurumu itu lelah pergi mencari Bee Kun Bu, entah bagaimana nanti.-?"
"Guru!"
Liong Giok Pin teringat sesuatu,.
"Mungkin guru masih ingat pada Na Siao Tiap yang pernah bersama Pek Yun Hui, Jangan-jangan Na Siao Tiap yang menolong Bee Kun Bu."
"Entahlah!"
Giok Cin Cu menggelengkan kepala, lalu meninggalkan ruang batu itu dengan wajah muram, ia pun tidak habis berpikir, siapa yang menolong Bee Kun Bu?
Yang jelas orang itu berkepandaian amat tinggi, Mung-kinkah Na Siao Tiap?
Giok Cin Cu ragu akan hal itu.
sebetulnya Bee Kun Bu ditolong oleh siapa?
itu memang merupakan suatu teka-teki bagi Giok Cin Cu dan kedua saudara seperguruannya.
***** Bab ke 2 -Mulai Belajar Kepandaian Tinggi Ternyata Bee Kun Bu ditolong oleh orang tua berjubah biru.
Pada waktu itu Bee Kun Bu sedang duduk tereenung di dalam ruang batu, Tiba-tiba berkelebat sosok bayangan menuju jendela, kemudian membengkokkan terali besi dan melayang ke dalam.
Bee Kun Bu terkejut bukan main, ia segera memandang orang tua jubah biru itu dengan mata terbeliak.
Orang tua jubah biru pun mengamati Bee Kun Bu dengan penuh perhatian lalu bergumam "Kau memang tampan dan merupakan sebuah batu mustika, jangankan Lan Tay Kong Cu dan anak Tiap, aku sendiri pun tidak pernah bertemu pemuda semacam kau....
Ketika mendengar orang tua jubah biru bergumam demikian, Bee Kun Bu pun sudah menduga bahwa orang tua itu pasti mempunyai hubungan dengan Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap, maka ia segera memberi hormat "Maaf, bolehkah aku tahu siapa Locianpwee?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Orang tua jubah biru cuma tersenyum, dan masih terus mengamati Bee Kun Bu dengan penuh perhatian, kelihatannya hatinya amat tertarik pada pemuda itu.
"Tong Leng Tojin, ketua partai Kun Lun itu memang sangat terkenal dalam rimba persilatan namun juga amat ceroboh,"
Gumam orang tua jubah biru lagi sambil menggelenggelengkan kepala.
"Sebelum tahu jelas suatu urusan, justru sudah mengurungmu di sini, itu sungguh keterlaluan!"
Gumaman orang tua jubah biru bernada mencela Tong Leng Tojin, Hal itu membuat Bee Kun Bu merasa tidak senang.
"Locianpwee, Bee Kun Bu ingin menyatakan...."
Orang tua jubah biru mengibaskan tangannya, agar Bee Kun Bu tidak melanjutkan ucapan nya, kemudian ujarnya dengan suara rendah.
"Hwa Kut Siau Yen San merupakan obat yang amat beracun, jangankan engkau, seandainya Tong LengTojin yang menelan obat itu, dia pun pasti kehilangan ke-sadarannya, Souw Hui Hong dan engkau memang telah ditakdirkan, itu diluar perhitungan manusia, Lalu engkau tidak memikirkan nama baik diri sendiri dan tidak menghiraukan diri Souw Hui Hong, bahkan ingin membunuh diri. perbuatanmu itu amat bodoh, bahkan membuatku gusar!"
Memang tidak salah, Bee Kun Bu sudah mengambil keputusan untuk membunuh diri, Oleh karena itu tidak heran ia amat terkejut ketika orang tua jubah biru mencetuskannya.
"Tapi...."
Bee Kun Bu menundukkan kepala,"... aku telah mempermalukan nama baik perguruan Kalau aku tidak bunuh diri, lalu apa yang harus kulakukan? Aku mohon sudilah kiranya Locianpwee memberi petunjuk padaku!"
"Hm!"
Dengus orang tua jubah biru dingin.
"Engkau cuma ingin bunuh diri, setelah engkau bunuh diri, apakah bisa mencuci bersih nama perguruanmu dan menyambung lengan Souw Hui Hong yang telah putus itu?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu diam saja, sedangkan orang tua jubah biru melanjutkan ucapannya sambil menatapnya tajam.
"Engkau harus tahu, kalau engkau mati, justru akan menimbulkan malapetaka bagi partai Kun Lun."
"Kenapa begitu?"
Bee Kun Bu tertegun "Mohon Locianpwee sudi menjelaskannya!"
"Tentunya engkau sudah tahu bagaimana kepandaian Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap, seandainya engkau bunuh diri di sini, bukankah mereka berdua akan menuntut balas pada partai Kun Lun? Engkau sama sekali tidak memikirkan itu?"
"Kalau begitu, aku harus bagaimana?"
"Aku harus memberitahukan. Pek Yun Hui adalah putri kaisar masa kini, gelarnya adalah Lan Tay Kong Cu (Putri Lan Tay), Karena kaisar amat mempereayai para menteri durjana, maka Lan Tay Kong Cu mengikuti aku ke Kwat Cong San untuk belajar ilmu silat, Kini kerajaan dalam bahaya, sudah waktunya Lan Tay Kong Cu kembali ke istana untuk menasihati kaisar Engkau pun telah menyatu hati dengannya, maka engkau harus berusaha menasihatinya, agar dia mau kembali ke istana."
Betapa terkejutnya Bee Kun Bu, ia sama sekali tidak menyangka Pek Yun Hui adalah putri kaisar dengan gelar Lan Tay Kong Cu, namun ia harus bagaimana menasihati Pek Yun Hui agar mau kembali ke istana?
"Locianpwee, kini aku masih dikurung di ruang batu ini, cara bagaimana aku menasihati Pek Yun Hui?
Tiada kesempatan bagiku untuk menemuinya."
"Aku akan membawamu pergi dari ruang batu ini."
"Tapi itu melanggar peraturan, aku... tidak bisa pergi!"
"Hm!"
Dengus orang tua jubah biru.
"ltu adalah demi kerajaan dan rakyat Kalau engkau tidak mau pergi menasihati
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui, pertanda engkau cuma mementingkan diri sendiri."
"Tapi...."
"Apa boleh buat!"
Wajah orang tua jubah biru tampak serius, kemudian mendadak menotok jalan darah gagu di tubuh Bee Kun Bu.
Setelah itu langsung menyambar Bee Kun Bu, dan sekaligus melesat ke luar melalui jendela.
Siapa orang tua jubah biru itu, ternyata adalah ayah kandung Na Siao Tiap yang telah mengetahui semua masalah Bee Kun Bu.
Setelah meninggalkan ruang batu itu, orang jubah biru pun membebaskan totokannya dan berkata pada Bee Kun Bu.
"Aku bertindak demikian karena terpaksa, lagi pula Tong Leng Tojin pun sudah tidak mengakuimu sebagai murid partai Kun Lun. Kalau engkau masih ingin pulang ke Kun Lun juga pereuma, sebab Kun Lun Sam Cu tidak akan menerimamu."
"Kalau begitu, aku harus bagaimana?"
Bee Kun Bu menggeleng-gelengkan kepala dengan wajah murung.
"Mohon Locianpwee sudi memberi petunjuk padaku!"
Orang tua jubah biru atau Na Hai Peng menatap Bee Kun Bu dalam-dalam, lama sekali barulah menjawab.
"Kini engkau telah bebas, maka engkau pun punya hak untuk ke mana saja."
"Aku punya hak untuk ke mana saja?"
Bee Kun Bu mengernyitkan kening.
"Aku harus ke mana?"
"Ha ha!"
Na Hai Peng tertawa.
"Engkau boleh ikut aku."
"Aku ikut Locianpwee?"
Bee Kun Bu tereengang.
"Betul."
Na Hai Peng mengangguk sambil tersenyum "Kalau tidak, untuk apa aku menolongmu?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Terimakasih, lo cianpwe!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Tapi... aku masih tidak paham akan dua ha!, bolehkah Locianpwee menjelaskannya?"
"Mengenai hal apa?"
Na Hai Peng menatapnya.
"Beritahukanlah! Kalau aku bisa menjelaskan pasti kujelaskan"Pertama, Locianpwee ingin membawaku ke mana? Ke dua, cara bagaimana aku menasihati Pek Yun Hui agar dia mau kembali ke istana?"
"Aku akan membawamu ke Kwat Cong San agar Pek Yun Hui tidak menaruh salah paham terhadap partai Kun Lun,"
Jawab Na Hai Peng menjelaskan "Mengenai bagaimana cara engkau menasihati Pek Yun Hui agar dia mau kembali ke istana, tentunya aku punya akal.
Tapi itu sesudah kita tiba di Kwat Cong San, barulah kita membicarakannya lagi."
"Oooh!"
Be Kun Bu manggut-manggut, kemudian ia menatap Na Hai Peng seraya bertanya.
"Kalau begitu, siapa sebenarnya Locianpwee?"
"Dulu aku adalah pengawal dalam istana bernama Na Hai Peng, Na Siao Tiap adalah anak kandungku, sedangkan Lan Tay Kong Cu adalah majikanku, Tentang ini hanya beberapa orang yang mengelahuinya, oleh karena itu, engkau pun harus tutup mulut menjaga rahasia tersebut."
"Oooh!"
Bee Kun Bu manggut-manggut dan berkata.
"Mulai sekarang, kalau ada urusan yang menyangkut Pek Yun Hui dan adik Tiap, aku pasti menuruti petunjuk Locianpwee."
"Bagus! Bagus!"
Na Hai Peng tertawa gelak dan segera melanjutkan perjalanan menuju Kwat Cong San.
Dalam perjalanan selanjutnya, mereka berdua menggunakan ilmu meringankan tubuh, tentunya Bee Kun Bu tidak mampu menyamai Na Hai Peng, Akan tetapi, Bee Kun Bu justru ingin menandingi Na Hai Peng dalam hal ginkang, Pemuda itu berpikir, apabila ia mampu lebih cepat selangkah, bukankah itu amat membanggakan?
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Karena punya pikiran demikian, maka Bee Kun Bu pun ingin mencoba nya.
seandainya ia gagal, itu tidak jadi masalah, Oleh karena itu, ia segera mengerahkan ginkangnya dengan penuh semangat Akan tetapi, walau telah mengerahkan ginkangnya dengan segenap tenaga, ia tetap tertinggal lima langkah di belakang Na Hai Peng.
Padahal Na Hai Peng tampak begitu santai mengayunkan kakinya.
Kini sekujur badan Bee Kun Bu telah berkeringat, bahkan nafasnya pun mulai memburu, akhirnya ia terpaksa memperlambat langkahnya.
Pada waktu bersamaan, Na Hai Peng juga berbuat begitu sambil memandang Bee Kun Bu, lalu berhenti.
"Locianpwee!"
Bee Kun Bu juga ikut berhenti dengan perasaan heran.
"Kenapa Locianpwee berhenti? Bukankah kita sedang memburu waktu menuju Kwat Cong San?"
"Betul."
Na Hai Peng tersenyum "Kita memang harus buruburu sampai di tempat itu, Aku lihat ginkangmu cukup lumayan, namun masih belum mencapai ke tingkat Ling Khong Sih Tou (Terbang di angkasa)."
Bee Kun Bu memang amat kagum akan ginkang Na Hai Peng, kebetulan orang tua jubah biru itu mengatakan begitu, sehingga menimbulkan niat Bee Kun Bu untuk minta petunjuk mengenai ilmu ginkang.
"Locianpwee, bolehkah aku minta petunjuk...."
"Aku memang punya niat demikian,"
Sahut Na Hai Peng sambil tertawa, tapi kemudian tampak serius.
"Kun Bu, bersediakah engkau jadi muridku?"
"Haah...?"
Bee Kun Bu tertegun "Itu...."
"Engkau telah diusir dari pintu perguruan Kun Lun, apa salahnya kalau kini engkau mengangkat aku jadi gurumu?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Terimakasih, Locianpwee!"
Bee Kun Bu segera berlutut di hadapan Na Hai Peng.
"Guru!"
"Ha ha ha!"
Na Hai Peng tertawa gelak sambil membangunkan Bee Kun Bu.
"Selain Lan Tay Kong Cu, aku tidak pernah menerima murid lain, itu karena aku harus berhati-hati, Berhubung... aku memiliki ilmu silat yang teramat tinggi, sebab aku sudah menguasai semua ilmu silat yang tereantum di dalam kitab ajaib Kui Goan Pit Cek. Engkau berhati jujur dan baik, lagi pula harus menasihati Pek Yun Hui agar kembali ke istana, maka aku mengambil keputusan untuk mewariskan kepadamu semua ilmu silat itu."
"Terimakasih, Guru!"
Bee Kun Bu girang bukan main.
"Baiklah! sekarang aku akan menurunkanmu ginkang tingkat tinggi, yakni yang disebut Ling Khong Sih Tou."
Ujar Na Hai Peng dan mulai menjelaskan tentang ilmu peringan tubuh itu.
Bee Kun Bu mendengar dengan penuh perhatian, tak lama ia sudah mengerti dan mulai mempraktekkan-nya.
ia menghentakkan badannya dengan jurus Ti Yun Cong Cok (Menaiki Tangga Langit), seketika juga badannya melambung tinggi, Betapa gembiranya Bee Kun Bu, sehingga tanpa sengaja ia mengeluarkan siulan panjang.
Setelah itu, mereka berdua pun mulai melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ginkang, Di waktu beristirahat Na Hai Peng juga mulai mengajar Bee Kun Bu ilmu silat yang tereantum di dalam kitab ajaib Kui Goan Pit Cek.
"Kun Bu, masih makan waktu satu hari lagi untuk mencapai Kwat Cong San."
Na Hai Peng memberitahukan "Oh?"
Bee Kun Bu mengerutkan kening, ternyata ia teringat akan sesuatu.
"Guru, kini aku telah meninggalkan Gunung Kun Lun, entah bagaimana keadaan Lie Ceng Loan dan apa yang akan terjadi atas dirinya setelah mengetahui aku
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menghilang dari ruang batu ilu?"
"Engkau tidak usah mencemaskan nya!"
Ujar Na Hai Peng sungguh-sungguh.
"Hari ini kita tidak usah melanjutkan perjalanan Engkau tetap di sini berlatih ilmu peringan tubuh, sedangkan aku akan mengerahkan Ling Khong Sih Tou ke gunung Kun Lun untuk menjemput Lie Ceng Loan ke mari."
"Terimakasih, Guru!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Kun Bu!"
Na Hai Peng menatapnya.
"Untuk sementara ini, engkau masih belum sah jadi muridku, maka tidak perlu memanggilku guru!"
"Oh?"
Bee Kun Bu terbelalak tapi Na Hai Peng sudah melesat pergi secepat kilat Bee Kun Bu menarik nafas dalam-dalam, kemudian ia pun mulai melatih ginkang yang diajarkan Na Hai Peng itu.
Tak terasa hari pun sudah mulai gelap, tapi Bee Kun Bu masih terus berlatih hingga hari terang.
Akan tetapi, Na Hai Peng masih belum kembali, sehingga membuat hatinya menjadi cemas.
Di saat itulah terdengar suara siulan yang amat panjang di dalam lembab Bee Kun Bu yakin itu adalah suara siulan Na Hai Peng.
Oleh karena itu, ia segera memandang jauh ke depan, tampak sosok bayangan berkelebat secepat kilat menuju ke arahnya, Berselang beberapa saat kemudian, bayangan itu melayang turun di tempat Bee Kun Bu berdiri Bayangan itu memang Na Hai Peng, tapi cuma seorang diri, tidak kelihatan Lie Ceng Loan, Bee Kun Bu segera menyapanya dengan wajah berubah, lalu bertanya dengan nada cemas.
"Locianpwee, di mana Lie Ceng Loan?"
"Ha ha!"
Na Hai Peng tertawa.
"Kenapa engkau begitu cemas? Sebelum aku menjelaskan, engkau pun tidak boleh menduga yang bukan-bukan."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu menarik nafas lega, karena melihat Nai Hai Peng begitu tenang, itu berarti tidak terjadi sesuatu atas diri Lie Ceng Loan.
"Karena tidak melihat Ceng Loan bersama Locianpwee, maka aku jadi cemas,"
Ujar Bee Kun Bu sambil menundukkan kepala.
"Kun Bu!"
Na Hai Peng menatapnya.
"Ternyata Lie Ceng Loan telah ikut Pek Yun Hui ke Kwat Cong San."
"Oooh!"
Bee Kun Bu manggut-manggut dan berlega hati.
"Nah! Mulai sekarang, engkau harus mencurahkan semua perhatianmu untuk mempelajari semua ilmu silat yang kuturunkan padamu, tidak perlu memikirkan Lie Ceng Loan, Pek Yun Hui atau Na Siao Tiap!"
"Ya, Locianpwee."
Bee Kun Bu mengangguk "Kun Bu!"
Na Hai Peng menatapnya tajam.
"MuIai sekarang, aku mengangkatmu sebagai anak saja."
"Locianpwee...."
Betapa girangnya Bee Kun Bu, ia segera menjatuhkan diri berlutut di hadapan Na Hai Peng.
"Ayah angkat!"
"Ha na ha!"
Na Hai Peng tertawa gembira.
"Baiklah! Mari kita berangkat ke Kwat Cong San!"
Wajah Bee Kun Bu langsung berseri karena ia akan bertemu Lie Ceng Loan dan Lan Tay Kong Cu di Kwat Cong San.
Setelah memasuki pegunungan Kwat Cong San, Bee Kun Bu justru merasa heran karena Na Hai Peng tidak membawanya ke puncak Pek Yun Giam, melainkan menuju ke puncak lain, Ketika sampai di puncak tersebut, Na Hai Peng pun memberitahukan.
Tempat ini disebut Cung Yun Giam, yakni tempat Thian Ki Cinjin mengadu ilmu silat dengan Sam Im Sin Ni di masa lampau itu.
Karena aku telah mengambil keputusan untuk
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mewariskan semua ilmu silat yang tereantum di dalam kitab ajaib Kui Goat Pit Cek, maka aku memilih tempat ini untuk melatih dirimu."
Bee Kun Bu manggut-manggut, dan Na Hai Peng menatapnya serius seraya melanjutkan ucapannya.
"Tanpa sengaja aku menemukan kitab ajaib tersebut, lalu mempelajarinya Aku cuma mengajarkan pada Cuh Cui Tiap, Siauw Tiap dan Lan Tay Kong Cu, sama sekali belum pernah mengajarkan pada orang Iain. Hari ini aku akan mulai mewariskan kepadamu, tapi engkau harus ingat, kepandaian tersebut harus dipergunakan untuk menegakkan keadilan rimba persilatan, bukan untuk berlaku sewenang-wenang!"
"Ya."
Bee Kun Bu mengangguk "Kun Bu pasti ingat selalu akan pesan ayah angkat!"
"Ha ha ha!"
Na Hai Peng tertawa.
"Aku justru lupa bahwa kini engkau telah menjadi anak angkatku."
"Ayah angkat...."
Bee Kun Bu tersenyum.
"Selama ini kita terus-menerus melakukan perjalanan, tentunya engkau amat lelah, maka hari ini engkau boleh beristirahat Ayah angkat akan pergi dulu, esok subuh pasti kembali Ingat, engkau tidak boleh meninggalkan puncak Cung Yun Giam ini, agar tidak menimbulkan suatu kerepotan!"
"Ya."
Bee Kun Bu mengangguk Na Hai Peng menatapnya sejenak, kemudian melesat pergi meninggalkan puncak Cung Yun Giam.
Di puncak Cung Yun Giam tersebut terdapat sebuah gua yang cukup besar Setelah Na Hai Peng pergi, Bee Kun Bu pun segera memasuki gua itu.
Di dalam gua itu telah tersedia berbagai makanan kering.
Bee Kun Bu merebahkan dirinya ke tempat tidur yang merupakan sebuah batu besar dan tak lama ia pun tertidur pulas.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketika ia mendusin, hari pun sudah pagi, tetapi Na Hai Peng masih belum kembali.
ia turun dari tempat tidur batu itu, lalu melangkah ke luar.
Betapa indahnya pano-rama alam di sekitar puncak Cung Yun Giam.
Karena tertarik pada keindahan alam, maka Bee Kun Bu terus berjalan, dan tanpa sengaja sepasang kakinya membawa dirinya menuruni puncak itu.
S ayu p sayu p ia mendengar suara tawa yang amat merdu, itu adalah suara tawa anak gadis, Bee Kun Bu tertegun, lalu segera memandang ke bawah dan seketika juga terbelalak Sungguh di luar dugaan, ternyata kini ia sudah berada di Pek Yun Giam, tepatnya di depan gua Thian Ki Cinjin.
justru di saat ini, tampak tujuh orang berdiri di situ, Siapa ketujuh orang itu?
Tidak lain adalah empat pelayan Na Siao Tiap, keempat pelayan itu berdiri di pinggir, yang berdiri di tengah adalah Lie Ceng Loan, Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap, sedangkan yang tertawa tadi adalah Na Siao Tiap.
"Adik Loan, jurus Lo Ceng Sik Coh (Padri Tua jatuh Duduk)mu masih kurang mantap, kalau bertemu orang berkepandaian tinggi, jurusmu itu akan tiada gunanya,"
"Oh, ya?"
Lie Ceng Loan kelihatan kurang pereaya.
"Nah!"
Na Siao Tiap tersenyum.
"Seandainya aku menyerangmu dengan jurus Can Liong Coan Sin (Naga Membalikkan Badan), dapatkah engkau menangkis dengan jurus Lo Ceng Sik Coh itu?"
"Aku tahu Kakak Siauw Tiap menyerang dari atas, tapi aku tidak tahu bagaimana perubahan jurusmu itu,"
Sahut Lie Ceng Loan."
Biarlah aku akan mencoba menangkis dengan jurus Lo Ceng Sik Coh."
"Baiklah! Aku menyerangmu sekarang!H seru Na Siao Tiap lalu menyerangnya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lie Ceng Loan segera menggerakkan pedangnya menangkis dengan jurus Yang Koan Thian Siang (Memandang Cuaca Di langit), namun mendadak jurus itu berubah menjadi jurus Keh Ming Khi Bu (Ayam Ber-kokok Pedang Menari), Pedang Lie Ceng Loan mengarah pada lengan Na Siao Tiap.
"Bagus!"
Seru Na Siao Tiap sambit mengelak ilmu pedangmu telah maju, jurus Can Liong Coan Sin (Naga Membalikkan Badan) ku sudah tak berarti bagimu, sebab engkau menggunakan jurus Ayam Berkokok Pedang Menari!"
"Oh?"
Lie Ceng Loan tertawa gembira, ia mengarah pada Pek Yun Hui yang berdiri diam itu.
"Eh? Kakak Tay, kenapa diam saja dari tadi? Apakah dalam hatimu terganjel suatu urusan?"
"Aku...."
Pek Yun Hui tersentak "Aku sedang memperhatikan kalian berlatih ilmu pedang, ilmu pedang adik Loan sudah maju, Kalau Kakak Kun Bumu menyaksi kannya, dia pasti gembira sekali."
Ternyata mereka sedang berlatih ilmu pedang, Be-tapa gembiranya Bee Kun Bu yang bersembunyi di balik pohon.
ia sama sekali tidak menyangka bahwa ketiga gadis dan keempat pelayan Na Siao Tiap itu telah berkumpul di Pek Yun Giam, bahkan tidak sengaja iapun dapat mencuri dengar pembicaraan mereka.
"Kakak Kun Bu telah ikut paman Na untuk belajar ilmu silat, mungkin kini kepandaiannya telah berada di atasku, Kalau dia tahu kalian berdua mengajarku ilmu silat, dia pasti girang bukan main dan berterimakasih pada kalian berdua pu!a,"
Ujar Lie Ceng Loan sambil tersenyum.
"Benar."
Na Siao Tiap mengangguk "Ayahku membawa Kun Bu pergi, tentunya ingin mewariskannya ilmu-ilmu yang tereantum di dalam kitab ajaib Kui Goan Pit Cek.
Namun berbeda dengan apa yang telah dipelajari adik Loan, sebab Kui Goan Pit Cek itu merupakan ilmu tingkat tinggi."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Oooh!"
Lie Ceng Loan manggut-manggut.
"Ayohlah!"
Ajak Na Siao Tiap mendadak.
"Mari kita makan dulu!"
Ketiga gadis itu segera berlari memasuki gua, sementara Bee Kun Bu termangu-mangu di balik pohon, Karena masih ingat akan pesan Na Hai Peng, maka ia tidak berani memunculkan diri menemui ketiga gadis itu.
ia menarik nafas panjang, lalu kembali ke Puncak Cung Yun Giam.
sesampainya di puncak itu ia langsung masuk ke gua, Ketika ia baru mau beristirahat sosok bayangan pun melayang turun di depan gua, kemudian duduk di atas sebuah batu besar Bee Kun Bu segera berhambur ke luar, ternyata orang itu adalah Na Hai Peng, ayah angkatnya.
"Secara diam-diam ayah angkat pergi ke Puncak Pek Yun Giam...n ujar Na Hai Peng sambil tersenyum.
"Aku pun melihat dirimu bersembunyi di balik pohon menyaksikan ketiga gadis itu berlatih ilmu pedang."
"Ayah angkat...."
Wajah Bee Kun Bu kemerah-merahan.
"Engkau telah melihat mereka, tentunya amat me-legakan hatimu."
Na Hai Peng menatap Bee Kun Bu dengan tajam.
"Kini engkau harus bersungguh-sungguh mempelajari ilmu silat yang ayah akan turunkan padamu, jangan memecahkan perhatianmu!"
"Ya."
Bee Kun Bu mengangguk "Kun Bu... tanpa sengaja pergi ke puncak Pek Yun Giam, mohon ayah angkat memaafkan Kun Bu!"
"Memang ada baiknya engkau melihat mereka, agar hatimu bisa tenang."
Na Hai Peng tersenyum lembut "Sekarang engkau harus mencurahkan perhatianmu sebab ayah angkat akan mulai menurunkan ilmu Thian Ki Cinjin dan Sam Im Sin Ni padamu, dengarkan baik-baik!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ya, Ayah angkat!"
Bee Kun Bu mulai mencurahkan perhatiannya.
"Kui Goan Pit Cek itu terdiri dari tiga kitab, yang pertama dan yang ke dua berisi ilmu pukulan, berbagai senjata tajam dan berbagai pelajaran tenaga dalam serta senjata rahasia, kitab yang terakhir tereantum inti ilmu silat kedua Locianpwee itu. Oleh karena itu, ayah angkat akan mengajarimu mulai dari kitab yang ke tiga."
"Kun Bu pasti belajar dengan sungguh-sungguh, tidak akan mengecewakan Ayah angkat,"
Ujar Bee Kun Bu.
"Pertama-tama engkau harus belajar Hian Men It Goan Kang Khi (Tenaga Dalam Melumpuhkan Lawan) serta Hud Men Pan Yo San Kang (Tenaga Dalam Kaum Budha)."
Na Hai Peng memberitahukan "Hian Men It Goan Kang Khi adalah Iweekang andalan Thian Ki Cinjin, sedangkan Hud Men Pan Yo San Kang adalah Iweekang andalan Sam Im Sin Ni.
Kalau engkau berhasil mencapai tingkat tertinggi kedua ilmu itu, maka sekujur tubuhmu akan kebal terhadap senjata tajam apa pun...."
Na Hai Peng mulai mengajarkan kedua ilmu itu pada Bee Kun Bu.
Pemuda itu belajar dengan sungguh-sungguh dan tak mengenal lelah, Hai itu amat menggembirakan Na Hai Peng dan memujinya dalam hati.
Siang berganti malam, malam berganti siang, tak terasa sudah setengah tahun Bee Kun Bu berada di puncak Cung Yun Giam.
Pagi ini Na Hai Peng mengajak Bee Kun Bu berlatih, dan setelah menyaksikan latihan itu, Na Hai Peng pun tertawa puas.
"Kun Bu, kini engkau telah menguasai ilmu Hian Men It Goan Kang Khi dan Hud Men Pan Yo San Kang, maka mulai hari ini ayah angkat akan mengajarmu i!mu-ilmu yang tereantum di dalam Kui Goan Pit Cek yang pertama dan ke
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dua. Setelah engkau berhasil mempelajari semua ilmu itu, tidak sulit bagimu untuk mendirikan sebuah perguruan baru."
Terimakasih, Ayah angkat!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Semua itu berkat bimbingan Ayah angkat, tapi Kun Bu sama sekali tidak berniat mendirikan perguruan baru."
"ltu terserah cngkau."
Na Hai Peng tersenyum, lalu mulai mengajari Bee Kun Bu berbagai ilmu tangan kosong serta ilmu yang menggunakan senjata tajam.
Berhubung Bee Kun Bu telah menguasai kedua ilmu Iweekangsakti, maka tidaksu!it baginya mempelajari ilmu tangan kosong maupun ilmu yang menggunakan senjata tajam.
Tak terasa setahun telah berlalu, Dapat dibayangkan betapa tingginya kepandaiannya sekarang, Dalam setahun ini, Bee Kun Bu sama sekali tidak pernah meninggalkan Cung Yun Giam, Namun hatinya mulai merasa rindu pada Lie Ceng Loan, Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap, Walau demikian, ia masih mampu menekan perasaan rindunya, Akan tetapi, mendadak timbul pula rasa rindunya pada Hian Ceng Totiang, mantan gurunya itu.
Selama setahun ini, Bee Kun Bu sama sekali tidak tahu bagaimana keadaan rimba persilatan, juga tidak tahu bagaimana keadaan mantan gurunya tersebut Ketika Bee Kun Bu menghilang dari ruang batu, Hian Ceng Totiang pun meninggalkan Gunung Kun Lun pergi mencari pemuda itu.
Akan tetapi, Hian Ceng Totiang sama sekali tidak menemukan jejaknya.
Sudah seminggu lebih Hian Ceng Totiang mencari Bee Kun Bu ke berbagai tempat, tapi tiada kabar beritanya.
Siapa yang menolong Bee Kun Bu?
Pikirnya, Timbul pula keyakinannya bahwa orang yang menolong mantan muridnya itu pasti punya hubungan dengan Pek Yun Hui.
Oleh karena
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
itu, Hian Ceng Totiang pun mengambil keputusan untuk berangkat ke Kwat Cong San, mungkin Bee Kun Bu berada di sana.
Dengan adanya pikiran tersebut, Hian Ceng Totiang pun segera berangkat ke Kwat Cong San.
Akan tetapi, di tengah jalan terlintas sesuatu di dalam benaknya, ia harus bagaimana seandainya bertemu Pek Yun Hui, tentunya akan menimbulkan suatu salah paham.
padahal sesungguhnya, Hian Ceng Totiang tidak berniat membawa Bee Kun Bu kembali ke Gunung Kun Lun, melainkan hanya ingin tahu bagaimana keadaannya, Kalau ia memunculkan diri di Kwat Cong San, Pek Yun Hui pasti mengiranya akan membawanya kembali ke Gunung Kun Lun, lalu ia harus bagaimana?
Hian Ceng Totiang menarik nafas panjang, Bee Kun Bu dituduh berbuat yang bukan-bukan atas diri Souw Hui Hong, sebetulnya apa gerangan yang telah terjadi di antara mereka berdua?
Kenapa Bee Kun Bu dituduh begitu ?
Memang penasaran!
Oleh karena itu Hian Ceng Totiang pun mengambil keputusan untuk menyelidiki urusan tersebut, tentunya harus menemui Souw Hui Hong dan penyelidikanpun harus dimulai dari partai Thian Liong.
Toan Hun Ya (Jurang Pemutus Roh) adalah tempat Thian Liong Pang, Tujuan Hian Ceng Totian adalah ke tempat itu.
Dalam perjalanan tersebut, Hian Ceng Totiang tidak begitu memburu waktu.
Sebulan kemudian, barulah Hian Ceng Totiang mencapai tempat tersebut, ia memandang ke sana ke mari sambil menarik nafas panjang, kemudian bergumam perlahan "Beberapa bulan yang lalu, kalau Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap tidak membantu Bee Kun Bu, sembilan partai besar pasti tewas di tangan Souw Peng Hat, karena ketua partai Thian Liong itu memiliki ilmu Kan Goan Cih (Jari Sakti) yang amat dasyat, Akhirnya Souw Peng Hai mengalami kekalahan di
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tangan Bee Kun Bu atas bantuan Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap, maka sembilan partai besar lolos dari kemusnahan, Aaakh... semua itu telah berlalu!"
Usai bergumam, Hian Ceng Totiang lalu mengayunkan kakinya menuju Kuil Yang Sim Am.
Tak lama ia sudah sampai di halaman kuil itu.
Pintu kuil tertutup rapat, tiada suara apa pun di dalamnya, Namun di halaman itu tampak bersih seakan Hian Ceng Totiang melihat Souw Peng Hai, ketua Thian Liong Pang sedang berlatih silat baru disapu, Hian Ceng Totiang tidak berani berlaku lancang membuka pintu kuil itu, ia cuma memandang dan kemudian menengok ke samping kuil.
Tampak ada tembok yang roboh, Hian Ceng Totiang melangkah ke sana, lalu memandang ke dalam.
Sungguh di luar dugaan, di dalamnya terdapat sebidang tanah kosong yang cukup luas.
Tiba-tiba mata Hian Ceng Totiang terbetalak, ternyata ia melihat seseorang sedang berlatih ilmu silat Orang itu adalah Souw Peng Hai, ketua Thian Pang atau ayah Souw Hui Hong.
itu sungguh membuat Hian Ceng Totiang tidak habis berpikir padahal Souw Peng Hai telah membubarkan partai Thian Liong, karena mengalami kekalahan di tangan Pek Yun Hui, Na Siao Tiap dan Bee Kun Bu.
Pada waktu itu, Souw Peng Hai pun berjanji tidak akan mencampuri urusan rimba persilatan lagi.
Namun kini Souw Peng Hai kelihatan ingin memperdalam ilmu silatnya, apakah telah terjadi suatu perubahan?
Hian Ceng Totiang tidak habis berpikir, lagi pula pada waktu itu, nyonya Souw Peng Hai mengajaknya untuk hidup menyepi di kuil Yang Sim Am ini.
Tapi saat ini, Souw Peng Hai justru sedang melatih Kan Goan Cihnya, jari sakti ilmu andalannya itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Seorang pembantu tua berdiri di situ, tangannya memegang sebatang toya baja, yaitu senjata andalan Souw Peng Hai yang tidak berpisah dari dirinya.
Seusai berlatih, Souw Peng Hai menghampiri pembantu tua itu, lalu mengambil senjatanya.
Tuan, sudah tidak pagi lagi, nyonya pun hampir usai semedinya, Lebih baik Tuan kembali ke dalam kuil, besok baru berlatih lagi!"
Ujar pembantu tua itu.
"Aaakh...!"
Souw Peng Hai menarik nafas panjang.
"Sang waktu berlalu begitu cepat, aku justru sudah tidak sabaran."
Tuan sudah hidup menyepi di sini, kenapa masih harus berlatih silat setiap hari?
Padahal nyonya telah menyuruh hamba menyimpan toya baja itu, agar Tuan tidak memikirkan ilmu silat lagi, Namun Tuan justru berlatih mati-matian di belakang nyonya, apakah niat Tuan ingin menguasai rimba persilatan masih belum sirna?"
Souw Peng Hai tersenyum dingin dengan wajah tampak dingin pula, pertanda ia amat penasaran dalam hati.
"Padahal ketika itu aku dapat menundukkan sembilan partai besar, tapi kedua gadis itu telah menggagalkan semua rencanaku Aku kalah di tangan mereka sehingga menimbulkan dendam. walaupun aku hidup menyepi di dalam Kuil Yang Sim Am ini, api dalam hatiku masih terus berkobar Oleh karena itu, kau jangan coba menasehatiku!"
Pembantu tua itu diam dengan wajah murung.
Apa yang dikatakan Souw Peng Hai, juga masuk ke telinga Hian Ceng Totiang, Dapat dibayangkan betapa terkejutnya Hian Ceng Totiang.
Souw Peng Hai berpura-pura membubarkan partai Thian Liong, bahkan juga ikut isterinya hidup menyepi di dalam Kuil Yang Sim Am.
Akan tetapi, niatnya ingin menguasai rimba
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
persilatan masih belum padam, itu merupakan suatu bencana dalam rimba persilatan kelak, Pikir Hian Ceng Totiang dan terus mencuri dengar pembicaraan Souw Peng Hai. Tuan..."
Ujar pembantu tua itu dengan suara rendah.
"Hamba memang tahu akan niat Tuan, tapi jangan sampai nyonya mengetahuinya!"
"Tidak salah."
Souw Peng Hai manggut-manggut "Siapa pun tidak boleh mengetahui masalah ini, sebab akan merusak semua rencanaku Kini sudah siang, lebih baik kita kembali ke dalam kuit, agar tidak menimbulkan kecurigaan orang lain."
Saat ini, sekujur badan Hian Ceng Totiang justru mengucurkan keringat dingin, ia bertujuan mengunjungi Toan Hun Ya, mengenai urusan Souw Hui Hong, tetapi secara tidak sengaja malah mendengar semua pembicaraan Souw Peng Hai, itu membuatnya tidak bisa tenang.
Mendadak telinganya menangkap suara desiran ia segera membalikkan badannya memandang ke arah suara itu, tampak seorang gadis berbaju hijau melesat ke arah pohon di dalam kuil bagaikan terbang.
Sungguh tak disangka, ternyata masih ada orang lain yang mengintip dan mencuri dengar pembicaraan Souw Peng Hai.
Setelah menegasi gadis berbaju hijau itu, Hian Ceng Totiang pun mengenalinya, Ternyata gadis itu adalah Souw Hui Hong yang sedang dicarinya.
seharusnya Hian Ceng Totiang bergembira melihat gadis itu, tapi karena tadi mendengar apa yang dikatakan Souw Peng Hai, maka hatinya jadi bimbang.
Hian Ceng Totiang melangkah mundur beberapa langkah, kemudian memandang ke arah pintu kuil sambil berpikir Kalau tidak mendengar dan melihat dengan telinga dan mata sendiri, bagaimana mungkin ia akan pereaya mengenai apa yang dicetuskan Souw Peng Hai tadi?
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tiba-tiba terlintas suatu pikiran, dan segeralah ia menuju belakang kuiI.
ia yakin pasti ada pintu belakang di sana, siapa tahu akan bertemu Souw Hui Hong di sana.
sesampainya di belakang kuil, Hian Ceng Totiang justru terbelaiak, sebab tembok belakang kuil itu menempel pada batu gunung yang amat besar, jadi tidak ada pintu belakang.
Hian Ceng Totiang berdiri termangu-mangu di situ, Berselang beberapa saat kemudian, ia mengenjotkan badannya ke sebuah batu yang cukup besar dan tinggi, Setelah berada di atas batu itu, ia pun memandang ke dalam kuil Tiada seorang pun yang berada di situ, Hian Ceng Totiang terus mengamati tempat itu, Tak seberapa lama, tampak beberapa orang muncul di tempat itu, Mereka adalah Souw Hui Hong, Souw Peng Hai dan isterinya.
Wajah Souw Hui Hong tampak murung, dan wajah Souw Peng Hai tampak serius tapi mengandung hawa kegusaran sebaliknya Nyonya Souw Peng Hai malah kelihatan begitu tenang dan welas asih.
Tiba-tiba mereka berhenti di tengah halaman itu, Nyonya Souw Peng Hai menatap Souw Hui Hong dengan penuh kasih sayang.
"Nak..."
Panggilnya lembut "lbu, aku mau ke kamar,"
Sahut Souw Hui Hong, lalu melangkah pergi Pada waktu bersamaan, Souw Peng Hai juga mengayunkan kakinya, namun isterinya justru berkata dengan lembut.
"Peng Hai, kenapa beberapa hari ini engkau tampak bermuram durja? Partai Thian Liong telah engkau bubarkan masih ada urusan apa yang terganjel di dalam hatimu? Bagaimana kalau engkau ikut aku ke ruang semedi agar
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
engkau bisa mencurahkan apa yang terganjel dalam hatimu itu?"
Souw Peng Hai mengangguk lalu mengikuti isterinya ke ruang semedi dengan kepala tertunduk "Duduklah!"
Ujar Nyonya Souw Peng Hai lembut setelah berada di dalam ruang semadi, sedangkan ia sendiri sudah duduk bersila.
Souw Peng Hai duduk dan isterinya terus menatapnya sambil tersenyum lembut, kemudian ujarnya.
"Berlatih ilmu silat memang baik, tapi janganlah masih berniat menguasai rimba persilatan! Aku telah berulang kali menasehatimu agar sadar, apakah hingga saat ini engkau masih belum sadar?"
"Aku sudah sadar,"
Sahut Souw Peng Hai.
"Kalau tidak, bagaimana mungkin aku membubarkan partaiku dan mau mengikutimu hidup menyepi di kuil ini?"
"Sudah puluhan tahun kita jadi suami isteri, tentunya aku tahu jelas bagaimana sifatmu."
Nyonya Souw Peng Hai menarik nafas panjang.
"Belum lama ini, engkau tampak lain seakan memikirkan sesuatu, Yaah! seandainya engkau masih menimbulkan urusan, haruslah engkau mengatasinya!"
"Hatiku telah tawar terhadap urusan rimba persilatan...."
Souw Peng Hai juga menarik nafas panjang.
"Kalau engkau masih tidak mempereayaiku, lebih baik aku pergi."
"Jangan berkata demikian! Engkau harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat agar dirimu tidak terjerumus lagi! Kalau engkau tidak mau dengar nasihatku, aku pun tidak akan banyak bicara."
"Jangan khawatir dan bereuriga! Kini aku sudah mengundurkan diri dari rimba persilatan."
"Kelak akan terjadi apa, itu tergantung pada pikiranmu sekarang hari sudah mulai malam, engkau boleh kembali ke kamarmu."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ya."
Souw Peng Hai mengangguk, lalu segera meninggalkan ruang semedi itu.
Semua pembicaraan mereka berdua tidak terlewat dari telinga Hian Ceng Totiang, Ternyata ia telah bersembunyi di atap di atas ruang semedi itu.
Setelah Souw Peng Hai meninggalkan ruang semedi tersebut, Hian Ceng Totiang pun segera mengerahkan ginkangnya.
Pada waktu bersamaan, ia pun mendengar suara desiran di belakangnya, ia cepat-cepat menoleh, ternyata sosok bayangan mengikutinya.
Hian Ceng Totiang terkejut bereampur girang, karena orang yang mengikutinya itu adalah Souw Hui Hong, Hian Ceng Totiang memang ingin menemui gadis itu, maka ia menggunakan kesempatan ini untuk memancingnya meninggalkan kuil itu.
***** Bab ke 3 -Menutur Kejadian Yang sebenarnya Setelah agak jauh dari Kuil Yang Sim Am, Hian Ceng Totiang berhenti Tak lama Souw Hui Hong pun melayang turun di hadapannya, lalu menyerangnya pula.
"Berhenti, Nona Souw!"
Seru Hian Ceng Totiang. Souw Hui Hong segera berhenti menycrang, ia menatap Hian Ceng Totiang dengan penuh perhatian "Nona Souw, apa kabar? engkau masih ingat pada Kun Lun Sam Cu?"
Tanya Hian Ceng Totiang.
"Oooh!"
Seru Souw Hui Hong tak tertahan "Ternyata Hian Ceng Totiang!"
"Benar."
Hian Ceng Totiang mengangguk "Maafl"
Ucap Souw Hui Hong.
"Ada urusan apa Totiang menyelinap ke Kuil Yang Sim Am?"
"Nona Souw, aku ke mari...."
Hian Ceng Totiang tidak melanjutkan ucapannya melainkan cuma menatap Souw Hui Hong dalam-dalam.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Partai Thian Liong telah dibubarkan, sedangkan ayahku pun sudah hidup menyepi di Kuil Yang Sim Am, apakah Totiang masih tidak mau melepaskan ayahku yang telah hidup menyendiri dan juga sudah tidak mencampuri urusan rimba persilatan? "Nona Souw jangan salah pahami Aku ke mari bukan karena itu,"
Jawab Hian Ceng Totiang.
"Kalau begitu, karena apa Totiang ke mari?"
Tanya Souw Hui Hong dan menambahkan.
"Tentunya ada sesuatu yang penting kan?"
"Aaakh...!"
Hian Ceng Totiang menarik nafas pan-jang.
"Aku ke mari justru ingin menemui Nona Souw,"
"Aku sudah cacat, lagi pula sudah menyerahkan diri pada Sang Budha, Lalu kenapa Totiang masih mau ke mari menemuiku?"
"Aaakh! Kun Bu...."
Mendadak Hian Ceng Totiang bergumam.
"Walau engkau berjiwa pendekar dan berhati baik, orang lain malah berhati keras, Engkau akan mati karena nya...."
"Totiang!"
Air muka Souw Hui Hong langsung berubah "Apa yang telah terjadi atas diri Bee Kun Bu?"
"Aku ke mari justru karena dia, Kelihatannya Nona Souw tidak mau menolongnya, lebih baik aku pergi."
Tunggu!"
Cegah Souw Hui Hong.
"Totiang harus menjelaskan padaku, apa gerangan yang telah terjadi atas diri Bee Kun Bu? Kalau Totiang ingin pergi begitu saja, aku pun terpaksa berlaku tidak hormat pada Totiang!"
Sesungguhnya Hian Ceng Totiang memang sengaja memancing emosi Souw Hui Hong. Kini gadis itu tampak begitu emosi dan penasaran, tentu amat menggembirakan Hian Ceng Totiang.
"Engkau memang telah mengundurkan diri dari rimba persilatan tapi engkau harus bertanggung jawab atas mati
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
hidupnya Bee Kun Bu,"
Ujar Hian Ceng Totiang serius.
"Namun engkau kelihatan acuh tak acuh seakan ingin membiarkan Bee Kun Bu mati, Sudahlah! Lebih baik aku cepat-cepat meninggalkan tempat ini untuk pergi menolong Bee Kun Bu."
"Kalau Totiang tidak menjelaskan jangan harap bisa meninggalkan tempat ini!"
Tegas Souw Hui Hong sengit "Bee Kun Bu adalah murid kesayanganku, tapi kini...."
"Kenapa dia sekarang?"
Tanya Souw Hui Hong cemas.
"Kini dia dikurung di ruang batu karena dituduh melanggar kesusilaan."
Hian Ceng Totiang memberitahukan "Mungkin., dia akan dihukum mati."
"Haah...?"
Souw Hui Hong terkejut sekali, kemudian terkulai "Nona Souw, bangunlah!"
Ujar Hian Ceng Totiang lembut "Kini aku pun amat panik dan gugup, entah harus bagaimana baiknya ?"
"Co Hiong! Co Hiong! Engkau sungguh jahat!"
Gumam Souw Hui Hong.
"Nona Souw"
Hian Ceng Totiang segera bertanya.
"Apakah perbuatan Bee Kun Bu berkaitan dengan Co Hiong?"
"Sungguh penasaran Bee Kun Bu, di kolong langit ini cuma aku seorang yang mengetahuinya. Totiang, aku akan ikut Totiang ke Gunung Kun Lun untuk menemui Tong Leng Tojin ketua partai, aku akan menjelaskan tentang kejadian itu."
"Nona Souw, pereuma engkau ikut aku ke Kun Lun, sebab akan menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan Lebih baik engkau beritahukan padaku!"
Souw Hui Hong berpikir lama sekali, kemudian mengangguk seraya berkata perlahan Totiang harus tahu satu hal, yakni pada waktu itu Bee Kun Bu menelan racun Hwa Kut Siau Yen San, kalau aku tidak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menolongnya, dia pasti mati, Lagi pula di saat itu dia pun telah kehilangan kesadarannya."
"Mengenai kasus Kun Bu, kalau tiada saksinya, memang sulit membersihkan tuduhan itu."
"Saksi utama adalah aku sendiri,"
Ujar Souw Hui Hong.
"Karena menyangkut nyawa Bee Kun Bu, aku pun tidak boleh merasa malu lagi, Terus terang, aku berani dengan nyawaku menjamin dirinya, bahwa dia adalah pemuda yang amat sopan seandainya kami berdua dikurung di sebuah ruangan, dia pun tidak akan berbuat yang tidak senonoh terhadap diriku, Aku yang bersangkutan dalam kejadian itu, tapi ketua Kun Lun justru yang menghukumnya tanpa menyelidiki kejadian itu."
"Oooh,!"
Hian Ceng Totiang manggut-manggut "To(iang! Alangkah baiknya aku ikut Totiang ke Gunung Kun Lun untuk menjernihkan masalah itu, setelah itu aku masih harus ke Kwat Cong San,"
Ujar Souw Hui Hong mengambil keputusan "Aku punya usul!"
Kata Hian Ceng Totiang mendadak "Bagaimana kalau engkau menulis sepucuk surat untuk Tong Leng Tojin, dan aku yang menyampaikan padanya."
"Toliang, aku memang harus turun gunung, sebab berkaitan dengan urusan ayahku, Bukan aku tidak pereaya kepada To(iang, namun lebih baik aku bertemu langsung dengan Tong Leng Tojin,"
"Ngmm!"
Hian Ceng Totiang manggut-manggut.
"Hari ini aku telah melihat ayahmu berlatih ilmu Kan Goan Cih, apakah engkau mau turun gunung menyangkut urusan itu?"
"Yaah!"
Souw Hui Hong menarik nafas panjang dan melanjutkan, Tidak sampai satu bulan, niat jahat ayahku timbul kembali Aku yakin tidak lama lagi ayahku akan menerjunkan diri ke dalam rimba persilatan Hal itulah yang membuat diriku tidak bisa tenang."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tidak leluasa engkau meninggalkan Kuil Yang Sim Am, maka lebih baik engkau menulis sepucuk surat untuk Tong Leng Tojin, aku pasti menyampaikan padanya, Setelah itu aku pun akan berangkat ke Kwat Long San untuk memberitahukan pada Nona Pek mengenai ayahmu Bukankah lebih praktis ?
Dan engkau pun tidak usah meninggalkan Kuil Yang Sim Arn!"
"Baiklah!"
Souw Hui Hong mengangguk Totiang cukup menyampaikan pada Tong Leng Tojin dengan mulut saja, lalu berangkat ke Kwat Cong San menemui Nona Pek memberitahukan padanya tentang niat jahat ayahku!
Terimakasih, Totiang!"
Souw Hui Hong melesat pergi, sedangkan Hian Ceng Totiang berdiri termangu di situ.
Setelah Souw Hui Hong hilang dari pandangannya, barulah Hian Ceng Totiang meninggalkan tempat itu kembali ke Gunung Kun Lun untuk menemui Tong Leng Tojin.
Kini Hian Ceng Totiang sudah berada di Gunung Kun Lun menuju Sam Goan Kiong, Setelah dekat dengan tempat itu, kening Hian Ceng Totiang pun tampak berkerut Ternyata dia melihat delapan murid Kun Lun berdiri di depan Sam Goan Kiong dengan senjata di tangan, seakan sedang menunggu kedatangan musuh.
Menyaksikan itu, Hian Ceng Totiang mempereepat langkahnya, tapi mendadak terdengar suara bentakan di balik pohon.
"Siapa yang datang di tengah maiam? Cepat berhenti Menyusul muncul seorang pemuda dengan pedang di tangan, Hian Ceng Totiang segera berhenti, ternyata yang membentak itu adalah Oey Ci Eng, murid kesayangan Tong Leng Tojin, Karena hari sudah larut malam, maka Oey Ci Eng tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang datang itu.
"Ci Eng, aku!"
Sahut Hian Ceng Totiang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Hah?"
Oey Ci Eng segera memberi hormat.
"Maaf, teecu tidak tahu Paman guru puiang, mohon Paman guru memaafkan teecu!"
"Ci Eng, Sam Goan Kiong dijaga sedemikian ketat, apakah akan kedatangan musuh?"
Tanya Hian Ceng To-liang.
"Paman guru tidak tahu, hari itu Parnan guru pergi, tak !ama Lie Ceng Loan pun menghilang entah ke mana, Maka sejak itu, Sam Goan Kiong dijaga ketal."
Oey Ci Eng memberitahukan "Hah?"
Hian Ceng Totiang terkejut "Apakah dia diculik orang? Kalau dia pergi atas kemauannya sendiri, pasti meninggalkan surat."
"Karena itu, guru langsung perintahkan semua murid harus berhati-hali dan menjaga ketat Sam Goan Kiong."
"Sudah diselidiki tentang Lie Ceng Loan? Dia diculik orang atau pergi sendiri?"
"Beberapa hari itu, guru memang amat cemas, Na-mun setelah itu, guru tidak menyinggung masalah itu iagi, cuma memberi perintah pada kami agar berhati-hati. Hingga saat ini, masih belum ada kabar berita tentang Lie Ceng Loan."
Hian Ceng Totiang tidak habis berpikir, kenapa Lie Ceng Loan juga ikut menghilang begitu saja?
itu sungguh mengherankan!
"Guru dan guru ke tiga sedang berbincang-bincang di dalam, harap paman guru masuk saja!"
Ujar Oey Ci Eng karena melihat Hian Ceng Totiang diam saja.
"Urusan itu memang aneh, maka engkau dan para saudara seperguruanmu harus berhati-hati!"
Pesan Hian Ceng Totiang.
"Aku akan ke dalam menemui gurumu."
Hian Ceng Totiang melangkah memasuki Sam Goan Kiong langsung menuju ruang tengah, ia melihat Tong Leng Tojin
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dan Giok Cin Cu sedang berbicara serius, Begitu melihat Hian Ceng Totiang, Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu segera bangkit berdiri "Toa Suheng sudah pu!ang, tentunya tidak tahu Lie Ceng Loan telah meninggalkan Gunung Kun Lun kan?"
Ujar Giok Cin Cu.
"Tadi aku bertemu Ci Eng, dia telah memberitahukan padaku,"
Sahut Hian Ceng Totiang.
"Suheng, silakan duduk!"
Ujar Tong Leng Tojin.
"Mari kita semua duduk!"
Sahut Hian Ceng Totiang sambil duduk, kemudian Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu juga duduk.
"Toa Suheng, sungguh keterlaluan Pek Yun Huiitu!"
Tong Leng Tojin memberitahukan.
"Terlebih dahulu dia menghinaku, kemudian dia pun menjemput Lie Ceng Loan pergi, Tindakannya itu sama sekali tidak memandang sebelah mata pada partai Kun Lun kila, Hal itu merupakan suatu penghinaan yang amat besar bagi kita semua, Kini Toa Suheng sudah pulang, maka aku akan berangkat ke Kwat Cong San esok pagi untuk menemui Pek Yun Hui."
Hian Ceng Totiang melihat wajah Tong Leng Tojin merah padam yang membuktikan betapa marahnya adik seperguruannya itu. Diam-diam Hian Ceng Totiang menarik nafas panjang.
"Kita pun tidak boleh sembarangan marah terhadap Pek Yun Hui,"
Ujar Hian Ceng Totiang.
"Namun memang berkaitan dengan Kun Lun, maka kalau Sutee mau berangkat ke Kwat Cong San untuk menemui Pek Yun Hui, haruslah diatur dulu agar tidak menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan!"
Ucapan Hian Ceng Totiang membuat Tong Leng Tojin diam, justru Giok Cin Cu yang tereengang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Aku tidak mengerti, Toa Suheng!"
Ujarnya sambil menatap Hian Ceng Totiang daIam~da!am.
"Apakah Toa Suheng sudah melupakan budi kebaikan Nona Pek pada kita?"
"Sumoy jangan salah paham!"
Sahut Hian Ceng Totiang sabar "Kali ini Bee Kun Bu ditolong orang, kemudian Lie Ceng Loan menghilang, Semua itu menyangkut partai Kun Lun kita, Kalau itu adalah perbuatan Pek Yun Hui, tentunya aku harus bertanya jelas padanya, Akan telapL, apakah Sutee dan Sumoy yakin bahwa itu adalah perbuatan Pek Yun Hui?"
Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu saling memandang tetapi sama-sama membungkam, Berselang beberapa tat, barulah Tong Leng Tojin membuka mulut.
"Masalah itu memang tiada bukti, namun pasti perbuatan Pek Yun Hui, Kalau Toa Suheng merasa harus mencmuinya, maka tidak perlu ragu lagi."
Hian Ceng Totiang menarik nafas panjang, sedangkan Giok Cin Cu cuma memandangnya seakan menunggu keputusannya.
"Aku turun gunung, justru karena Bee Kun Bu ditolong orang,"
Ujar Hian Ceng Totiang.
"Aku sudah mencari Bee Kun Bu ke berbagai tempat, tapi tiada jejaknya, maka aku segera pulang, Dan aku tidak menduga sama sekali di Sam Goan Kiong ini telah mengalami kejadian itu."
"Ji Suheng harus turun gunung atau tidak, itu akan dirundingkan nanti,"
Kata Giok Cin Cu.
"Kini Toa Suheng sudah pulang, tentunya membawa suatu berita, lebih baik dibeberkan!"
Hian Ceng Totiang tidak segera menjawab, cuma tersenyum sambil memandang Tong Leng Tojin.
"Memang ada baiknya Suheng memberitahukan pada kami tentang berita yang diperoleh Suheng,"
Ujar Tong Leng Tojin.
"Terus terang!"
Wajah Hian Ceng Totiang mulai serius.
"Aku dari Toan Hun Ya, dan bertemu Souw Hui Hong. Kalau
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Souw Hui Hong tidak menuturkan kejadian yang sebenarnya, mungkin seumur hidup Kun Bu akan memikul nama busuk, Kini urusan itu sudah dapat dijernihkan...."
"Oh?"Tong Leng Tojin menatap Hian Ceng Totiang tajam.
"Maksud Suheng?"
"Kejadian itu...."
Tutur Hian Ceng Totiang berdasarkan apa yang dituturkan Souw Hui Hong. Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu mendengar dengan penuh perhatian, rasa gembira dan terkejut tersirat pada wajah mereka.
"Kun Bu berhati bajik dan amat mentaati tata krama, kita sudah melihatnya dengan Lie Ceng Loan, Walau mereka selalu berduaan, namun tidak pernah melakukan sesuatu yang melanggar kesusilaan Kejadian itu karena dia terjebak oleh akal busuk orang jahat, maka harap Ji Suheng sudi memaafkannya!"
Ujar Giok Cin Cu yang tampak gembira sekali.
Tong Leng Tojin diam saja, namun merasa tidak enak dalam hati.
Ketika itu ia memang marah besar, sehingga tanpa berpikir panjang lagi, langsung mengurung Bee Kun di ruang batu, Kini urusan itu telah jernih, tentunya dirinya akan menjadi bahan tertawaan kaum rimba persilatan bahkan ia pun merasa bersalah terhadap Hian Ceng Totiang karena tindakannya itu.
"Kalau Sutee tidak pereaya.,."
Ujar Hian Ceng Totiang karena melihat Tong Leng Tojin diam saja.
"Aku akan menemani Sutee pergi menemui Souw Hui Hong."
"Bagaimana mungkin aku tidak mempereayai Suheng?"
Tong Leng Tojin menarik nafas panjang.
"Hanya saja aku merasa bersalah dalam hal ini, maka aku mohon Suheng sudi memaafkanku! Oh ya, kenapa Souw Hui Hong tidak mau ikut Suheng ke mari? Apakah terhalang sesuatu?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Benar."
Hian Ceng Totiang mengangguk "Saat ini partai Thian Liong memang telah bubar, namun tidak lama lagi, dalam rimba persilatan pasti timbul suatu bencana."
"Oh?"
Tong Leng Tojin mengerutkan kening.
"Sudikah Suheng menjelaskannya?"
"Sutee, Sumoy!"
Hian Ceng Totiang menatap me-reka, kemudian memberitahukan tentang Souw Hui liong yang matimatian berlatih ilmu silatnya, dan menambahkan dengan wajah serius.
"Souw Hui Hong juga mengawasi ayahnya secara diamiam, maka dia minta tolong padaku untuk berangkat ke Kwat Cong San memberitahu Pek Yun Hui mengenai ambisi ayahnya itu."
Ketika mendengar Kwat Cong San dan nama Pek Yun Hui, wajah Tong Leng Tojin langsung berubah kemerah-merahan, padahal partai Kun Lun merupakan partai besar dalam rimba persilatan, tapi Souw Hui Hong justru minta tolong pada Hian Ceng Totiang untuk menyampaikan pada Pek Yun Hui, itu berarti Souw Hui Hong memandang rendah pada partainya itu.
Begitu menyaksikan air muka Tong LengTojin, Hian Ceng Totiang pun dapat menduga apa yang dipikirkannya.
"Souw Peng Hai mati-matian berlatih ilmu Kan Goan Cih, yaitu ilmu yang menjagoi rimba persilatan, Souw Hui Hong minta tolong padaku untuk menyampaikan pada Pek Yun Hui, itu demi kaum rimba persilatan, sama sekali tidak memandang rendah partai yang mana pun,"
Ujar Hian Ceng Totiang menjelaskan agar Tong Leng Tojin tidak merasa terhina.
"Ngmm!"
Tong Leng Tojin manggut-manggut "Pek Yun Hui memiliki kepandaian yang amat tinggi, maka tidak salah kalau Souw Hui Hong menghendaki Suheng memberitahukan pada Pek Yun Hui, Namun...
Pek Yun Hui telah ke mari mempermalukan partai kita, lagi pula Bee Kun Bu tiada kabar beritanya.
Bagaimana mungkin Suheng pergi menemui Pek Yun Hui?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Wajah Hian Ceng Totiang berseri, karena dalam nada suara Tong Leng Tojin tidak mempersalahkan Pek Yun Hui. Bahkan kedengaran telah mengampuni Bee Kun Bu itu sungguh menggirangkan Hian Ceng Totiang.
"Souw Peng Hai masih berambisi menguasai rimba persilatan, itu menyangkut keselamatan rimba persilatan Oleh karena itu biar bagaimanapun aku harus berangkat ke Kwat Cong San. Apakah Sutee selaku ketua mengijinkannya?"
Hian Ceng Totiang menatap Tong Leng Tojin. Ketika Tong Leng Tojin baru membuka mulut, Giok Cin Cu telah mendahuluinya.
"Toa Suheng dapat menahan rasa malu demi kaum rimba persilatan, itu memang patut dibanggakan Menurut aku, Ji Suheng pasti tidak akan menghalangi keberangkatan Toa Suheng."
"Apa yang dikatakan Sumoy memang benar, tidak mungkin aku akan menghalangi keberangkatan Suheng, sebab kita semua harus memikirkan semua kaum rimba persilatan,"
Sambung Tong Leng Tojin.
"Aku pergi menemui Pek Yun Hui karena urusan Souw Hui Hong, Aku pun pasti berhati-hati agar tidak mempermalukan partai kita,"
Ujar Hian Ceng Totiang sambil tersenyum "Suheng melakukan sesuatu pasti berhatj-hati dan cermat, tidak seperti aku yang selalu bertindak ceroboh."
Tong Leng Tojin menarik nafas panjang.
"Maka sekali lagi aku mohon maaf atas tindakanku terhadap Bee Kun Bu!"
"Sutee!"
Hian Ceng Totiang tertawa.
"Aku sama sekali tidak mempersalahkanmu. Baiklah! Aku harus memburu waktu, sampai jumpa!"
Hian Ceng Totiang melesat pergi, sedangkan Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu saling memandang. Ke-mudian Giok Cin Cu menarik nafas panjang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Sifat Toa Suheng memang begitu, bilang mau berangkat langsung berangkat,"
Ujarnya sambil menggeIeng-gelengkan kepala.
***** Bab ke 4 -Ke Kwat Cong San Memberi Kabar Hian Ceng Totiang sudah memasuki pegunungan Kwat Cong San.
Tanpa beristirahat ia langsung menuju Pek Yun Giam, Setelah melewati dua buah puncak gunung, tiba-tiba terdengar suara bentakan merdu.
"Berhenti! Siapa yang datang, cepat sebutkan namanya!"
Hian Ceng Totiang segera berhenti, menunggu kemunculan orang yang menbentak tadi, sebab ia harus menjelaskan mengenai tujuannya.
Lama ia menunggu, tapi tidak muncul seorang pun, membuat ia terheran-heran dan membatin Yang mengakui Pek Yun Hui adalah Sam Ciu Lo Sat Pang Siu Wie dan Giok Siauw Sian Cu, mereka berdua tidak memunculkan diri, apakah masih ada orang lain?
Akhirnya ia menyahut "Harap diberitahukan pada Nona Pek Yun Hui, bahwa aku Hian Ceng Totiang dari partai Kun Lun datang berkunjung karena ada urusan penting...."
Belum juga usai ucapan Hian Ceng Totiang, sekonyongkonyong menyambar tiga buah senjata rahasia mengarah pada dadanya.
Hian Ceng Totiang sudah tidak bisa mengelak, tei-paksa mengibaskan lengan jubahnya untuk memukul rontok ketiga buah senjata rahasia itu.
Tidak muncul orang, malah muncul senjata rahasia menyambar ke arah dada Hian Ceng Totiang, tentunya membuatnya gusar dan seketika juga tertawa dingin.
"Aku datang secara terang-terangan dan juga lelah memberitahukan identitasku, namun malah diserang dengan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
senjata rahasia! Apakah itu adalah peraturan di Kwat Cong San ini?"
Bentak Hian Ceng Totiang. Akan tetapi, sama sekali tiada sahutan, bahkan juga tiada seorang pun yang memunculkan diri, Hian Ceng Totiang bertambah gusar dan membentak lagi sekeras-kerasnya.
"Aku tahu Pek Yun Hui berkepandaian tinggi, begitu juga para pengikutnya, tetapi bertindak seperti orang rendah! Bukankah itu akan merusak nama Pek Yun Hui? Sobat! jangan menyembunyikan diri lagi!"
Walau Hian Ceng Totiang membentak begitu keras, tetap tiada sahutan dan tiada seorang pun yang muncul Hian Ceng Totiang mengerutkan kening, lalu mendadak mengenjotkan badannya ke atas pohon.
ia menengok ke sana ke mari, namun tidak tampak bayangan apa pun, Hal itu membuatnya terheran-heran dan tidak habis berpikir "Apakah orang itu telah kabur?
Baiklah!
Aku ingin tahu kau bersembunyi di mana!"
Ujarnya dalam hati. Hian Ceng Totiang langsung mengerahkan ginkang-nya, berusaha menyusul orang itu. ia berputar kian ke mari, tapi tidak melihat bayangan orang tersebut "Heran?"
Gumamnya.
"Siapa orang itu? Mungkinkah dia Pek Yun Hui atau Na Siao Tiap?"
Hian Ceng Totiang berdiri termangu-mangu di tempat Mendadak terdengar suara tawa, kemudian dari balik batu yang besar muncul seseorang, ia mendekati Hian Ceng Totiang, lalu memberi hormat seraya bertanya.
"Apa kabar Hian Ceng Totiang? Jauh-jauh Totiang ke mari ingin menemui Pek Yun Hui, apakah ada suatu urusan penting?"
Terbelalak Hian Ceng Totiang ketika melihat orang itu, sebab orang itu adalah Sin Goan Tong. Sungguh di luar dugaannya, orang tersebut berada di Kwat Cong San ini.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Oh, ternyata ketua Sin! Aku ke mari memang punya urusan penting, Kenapa ketua Sin juga berada di sini?"
Sahut Hian Ceng Totiang.
Sin Goan Tong datang di Kwat Cong San karena Giok Siauw Sian Cu.
Sudah dua puluh tahun ia mencintai Giok Siauw Sian Cu secara diam-diam, tapi hingga saat ini, Giok Siauw Sian Cu sama sekali tidak menerima cintanya, Tanpa sengaja Sin Goan Tong melihat Giok Siauw Sian Cu bersama Pek Yun Hui, maka ia pun nekad ke mari untuk menemui Giok Siauw Sian Cu.
Ketika mendengar suara langkah orang, Sin Goan Tong segera bersembunyi sekaligus membentak, lalu menyerang dengan tiga buah senjata rahasia, itu karena ia tidak tahu siapa yang datang.
Setelah Hian Ceng Totiang membentak, barulah ia tahu bahwa yang datang itu adalah salah seorang Kun Lun Sam Cu.
Agar tidak menimbulkan salah paham, Sin Goan Tong segera kabur, tapi Hian Ceng Totiang justru mengejarnya, akhirnya ia terpaksa memunculkan diri.
"lni adalah Kwat Cong San, bukan Kun Lun San! Totiang boleh ke mari, kenapa aku tidak? Toliang tadi mampu memukul rontok ketiga buah senjata rahasia, itu pertanda Totiang memiliki kepandaian tinggi! sebelumnya kita tidak punya kesempatan untuk bertanding, dan ini merupakan kesempatan! Ayolah! Mari kita bertan-ding!"
Tantang Sin Goan Tong, Ternyata ia tersinggung oleh pertanyaan Hian Ceng Totiang.
"Ketua Sin!"
Hian CengTotiang tertawa dingin.
"Aku masih ada urusan penting! Kalau ketua Sin merasa penasaran lantaran aku telah memukul rontok ketiga senjata rahasia itu, ketua Sin boleh ke Gunung Kun Lun, kita bertanding di sana!"
"Hmm!"
Dengus Sin Goan Tong.
"Lihat seranganku!"
Sin Goan Tong langsung menyerang Hian Ceng Totiang dengan jurus Can Eng Goh Tou (Etang Liar Menerkam
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kelinci), Ternyata ia sedang kesal karena tidak bertemu Giok Siauw Sian Cu, maka kekesalannya dilampiaskan pada Hian Ceng Totiang.
Betapa gusarnya Hian Ceng Totiang diserang mendadak Cepat-cepat ia mengelak dengan jurus Sian Cu Ling Poh (Bidadari terbang di Langit) dan sekaligus menotok jalan darah di dada Sin Goan Tong.
Sin Goan Tong tersentak, karena Hian Ceng Totiang begitu gampang mematahkan serangannya, bahkan balas menyerangnya, ia tahu jelas bahwa Hian Ceng Totiang ahli ilmu pedang, maka Sin Goan Tong menyerangnya dengan tangan kosong.
Namun ia sama sekali tidak menyangka kalau serangan tangan kosongnya akan gagaL Oleh karena itu, ia pun segera mengelak dan menyerang lagi dengan jurus-jurus andalannya.
Tak terasa sudah lewat belasan jurus, Sin Goan Tong mulai gugup karena tidak mampu merobohkan Hian Ceng Totiang, sesungguhnya Hian Ceng Totiang pun amat terkejut akan kelihayan ilmu tangan kosong Sin Goan Tong, Karena Sin Goan Tong menyerang dengan tangan kosong, ia pun terpaksa melayaninya dengan tangan kosong pula, tidak berani menghunus pedangnya.
pertarungan berlangsung semakin seru, Mendadak Hian Ceng Totiang menyerang Sin Goan Tong dengan jurus Can Liong Ling Yun (Naga Bermain di Awan), Sin Goan Tong mengelak, Hian Ceng Totiang menyerangnya lagi dengan jurus Sin Liong Pah Bi (Naga Sakti Mengi-baskan Ekor).
"Celaka!"
Keluh Sin Goan Tong dalam hati, ia berkelit dan balas menyerang dengan jurus Tok Coa Cut Tong (Ular Beracun Keluar Goa).
"Berhenti!"
Tiba-tiba terdengar bentakan nyaring, menyusul melayang turun sosok bayangan di tengah-tengah mereka yang sedang bertarung.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Betapa terkejutnya Hian Ceng Totiang dan Sin Goan Tong, mereka berdua segera meloncat mundur sambil memandang orang itu, ternyata adalah Sam Ciu Lo Sat-Pang Siu Wie.
"Di sini adalah tempat untuk memasuki Pek Yun Giam, ada urusan apa kalian berdua ke mari?"
Tanya Pang Siu Wie gusar Hian Ceng lotiang sudah tahu bahwa Pang Siu Wie adalah pelayan Pek Yun Hui.
Ketika ia baru mau memberitahukan tentang maksud tujuannya, justru Sin Goan Tong sudah tertawa gelak, ia tidak tahu siapa Pang Siu Wie.
"Aku ke mari ingin bertemu Giok Siauw Sian Cu! Kalau kau bisa lapor, cepatlah pergi lapor! Kalau tidak, lebih baik kau jangan turut campur urusan ini!"
Ujar Sin Goan Tong Iantang. Pang Siu Wie tidak menghiraukan Sin Goan Tong, sebaliknya malah menatap Hian Ceng Totiang seraya berkata.
"Partai Kun Lun tiada hubungan dengan Kwat Cong San, kenapa Totiang masih ke mari? Hari itu Totiang membawa pergi Bee Kun Bu, sekarang malah ke mari lagi! Bee Kun Bu masih belum ada kabar beritanya, hingga saat ini Nona Pek masih diliputi kegusaran! Apa-kah Totiang sengaja cari garagara dengan kami?"
Hian Ceng Totiang diam saja, tidak tahu harus bagaimana menjelaskan nya pada Pang Siu Wie tentang kesalahpahaman itu, sedangkan Pang Siu Wie memandang Sin Goan Tong.
"Giok Siauw Sian Cu pergi meronda, engkau ada urusan apa ingin bertemu Giok Siauw Sian Cu? Harap memberitahukan! Kalau tidak, aku pun tidak bisa pergi melapor!"
Ujar Pang Siu Wie.
Tentunya Sin Goan Tong tidak bisa memberitahukan apa tujuannya ingin bertemu Giok Siauw Sian Cu.
seketika juga wajahnya tampak memerah, namun kemudian ia tertawa dingin seraya berkata.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Aku ingin bertemu Giok Siauw Sian Cu, itu jelas ada urusan! Kau siapa, berani menghalangiku?"
"Aku dan Giok Siauw Sian Cu boleh dikatakan pelayan yang mendampingi Nona Pek!"
Sahut Pang Siu Wie.
"Aku ditugaskan untuk menjaga di sini! Karena engkau tidak mau memberitahukan tujuanmu, maka aku pun tidak akan pergi melapor! Engkau mau apa?"
"Oh?"
Sin Goan Tong tertawa dingin.
"Engkau berani menghalangiku, berarti engkau cari penyakit!"
Sin Goan Tong yang masih kesal itu langsung menyerang Pang Siu Wie, namun pada waktu bersamaan, mendadak di depan matanya muncul selapis kabut, Sin Goan Tong terkejut bukan main, lalu secepat kilat meloncat mundur Ternyata ketika sedang berbicara, diam-diam Pang Siu Wie memakai sarung tangan yang dibuat dari kulit menjangan, lalu menyiapkan segenggam pasir beracun, Ketika Sin Goan Tong menyerangnya, ia pun menyebarkan pasir beracun itu ke arah Sin Goan Tong.
Setelah meloncat mundur menghindari pasir beracun itu, kegusaran Sin Goan Tong pun memuncak dan langsung menyerang Pang Siu Wie dengan jurus Ciau Tah Kim Ceng (MemukuI Lonceng Emas), Sasaran pukulan itu adalah pada bagian dada Pang Siu Wie.
"Hm!"
Dengus Pang Siu Wie dingin, sekonyong-konyong ia mengayunkan tangannya, ternyata ia menyebarkan pasir beracun lagi.
Sin Goan Tong terpaksa meloncat ke belakang dengan jurus Yu Liong Sih Hong (Naga dan Burung Hong Menari).
Pang Siu Wie terkejut, tidak menyangka kalau Sin Goan Tong masih mampu mengelak serangan pasir beracunnya, Sin Goan Tong juga terkejut tidak menduga kalau wanita berwajah buruk itu memiliki kepandaian tinggi, terutama pasir beracunnya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kalau kita harus bertarung, engkau pasti bukan tandinganku!"
Ujar Sin Goan Tong dingin.
"Aku ke mari bukan untuk bertarung, melainkan ingin bertemu Giok Siauw Sian Cu, harap engkau pergi melapor...."
"Pek Yun Giam tidak menerima tamu, engkau harus tahu diri dan segera meninggalkan tempat ini!"
Tandas Pang Siu Wie.
"Kalau begitu...."
Sin Goan Tong tertawa dingin lagi.
"Aku ingin mencoba kepandaianmu!"
"Baik!"
Pang Siu Wie menatapnya dingin.
"Kalau begitu, engkau boleh mencoba kepandaianku"
Pang Siu Wie menyerang Sin Goan Tong, dengan jurus yang mematikan dengan tiga perubahan "Bagus!"
Sin Goan Tong tertawa dan seketika juga menyerang dengan sepasang telapak tangannya.
Mulailah mereka berdua bertarung dengan seru dan sengit Tak terasa sudah lewat dua puluh jurus lebih, namun Sin Goan Tong masih belum mampu merobohkan Pang Siu Wie.
Betapa penasarannya Sin Goan Tong, maka ia mulai mengeluarkan jurus-jurus mautnya.
sedangkan Pang Siu Wie juga sangat bernafsu untuk merobohkan Sin Goat Tong, sebab ia bertugas menjaga tempat itu.
Kalau ia tidak bisa merobohkan Sin Goan Tong, bagaimana tanggung jawabnya terhadap Pek Yun Hui?
Berpikir sampai di sini ia pun menyerang Sin Goan Tong dengan jurus Kim Cin Tou Hai (Jarum Emas Menyeberang Laut), yaitu jurus simpanannya.
Sin Goan Tong segera mengeluarkan jurus Yun Liong Sam Sek (Naga di Awan memperlihatkan diri).
Pada waktu bersamaan, mendadak terdengar suara tawa yang amat panjang dan lama, yang membuktikan betapa dalamnya lweekang orang yang sedang tertawa itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tak lama kemudian, melayang turun seseorang, ternyata adalah Pat Pie Sin OngTu Wee Seng, Kemunculan orang itu membuat Pang Siu Wie dan Sin Goan Tong terheran-heran, apa tujuannya mendatangi tempat ini?
sementara Tu Wee Seng cuma tersenyum-senyum, tangannya memegang sebatang toya bambu.
"Tanpa sengaja aku melihat kalian berdua bertarung, maka aku memunculkan diri untuk menonton,"
Ujarnya sambil tertawa.
"Kalian boleh melanjutkan jangan terganggu oleh kehadiranku!"
"Hm!"
Dengus Pang Siu Wie sambil menunjuk Sin Goan Tong dan Tu Wee Seng.
"Kalian berdua memang sengaja mengacau di tempat inL,."
"Eh?"
Tu Wee Seng melotot "Jangan cepat marah, aku ke mari karena ada urusan penting, lagi pula aku kemari tidak bersama Sin Goan Tong itu, jangan omong sembarangan!"
Wajah Pang Siu Wie berubah hebat, sebab ia merasa ada segulung angin menyerang ke arahnya, serangan itu penuh mengandung tenaga dalam yang dilancarkan Tu Wee Seng.
Pang Siu Wie secepat kilat menyingkir, kemudian menuding Tu Wee Seng seraya membentak "Tu Wee Seng!
Sungguh licik engkau!
Berani melancarkan serangan gelap terhadapku!
Engkau harus tahu, bahwa gua Thian Ki melarang orang luar masuki Lebih baik engkau segera meninggalkan tempat ini, kalau tidak, aku Sam Ciu Lo Sat pasti bertindak!"
Tu Wee Seng terkejut tidak menyangka bahwa wanita buruk rupa itu adalah Pang Siu Wie, pantas kepandaiannya begitu tinggi, Begitu pula Sin Goan Tong, ia amat terkejut ketika mengetahui bahwa wanita itu adalah Sam Ciu Lo SatPang Siu Wie.
"Engkau jangan salah paham!"
Ujar Sin Goan Tong cepat "Aku ke mari tiada janji dengan Saudara Tu, lagi pula tidak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
bermaksud mengacau di sini! Mengenai kemunculan Saudara Tu dan apa tujuannya, aku sama sekali tidak tahu!"
"Kalau begitu, kenapa engkau ke mari?"
Pang Siu Wie menatapnya.
"Aku,.,."
Wajah Sin Goan Tong kemerah-merahan.
Tujuannya ke tempat itu adalah untuk menemui Giok Siauw Sian Cu, maka bagaimana mungkin ia memberitahukan pada Pang Siu Wie dengan berterus terang?
"Kalian berdua ke mari tanpa janji, lalu apa tujuan kalian berdua ke mari?"
Tanya Pang Siu Wie dingin. Sin Goan Tong dan Tu Wee Seng tidak menyahut mereka berdua cuma saling memandang "Saudara Sin, kenapa engkau ke mari?"
Tu Wee Seng menatapnya dalam-dalam.
"Beritahukan!ah pada Pang Siu Wie agar dia tidak bereuriga!"
"Dia tidak mau beritahukan!"
Sahut Pang Siu Wie.
"Lebih baik engkau yang menjelaskan apa tujuanmu ke mari!"
"Aku ke mari ada urusan penting, ingin berbincang-bincang dengan Nona Pek! Engkau cuma seorang pe-layan, tentunya tidak mungkin engkau mencampuri urusan penting itu! Nah, lebih baik engkau cepat melapor pada Nona Pek, agar dia tidak mempersalahkanmu!"
Ujar Tu Wee Seng. Wajah Pang Siu Wie merah padam karena perasaannya amat tersinggung oleh ucapan tersebut "Nona Pek ada perintah!"
Terdengar suara yang amat merdu, tak lama muncullah Giok Siauw Sian Cu.
"Orang luar dilarang masuk Pek Yun Giam! Kalau Tu Locian-pwee ada urusan penting, harap menjelaskan! Kalau tidak, pasti tidak bisa memasuki Pek Yun Giam!"
"Ha ha!"
Mendadak Sin Goan Tong tertawa girang.
"Adik Giok, setengah mati aku mencarimu."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Sin Goan Tong!"
Bentak Giok Siauw Sian Cu.
"Eng-kau adalah ketua partai Khong Tong, kenapa begitu tidak tahu malu? Bukankah aku telah menjeIaskan...."
Giok Siauw Sian Cu tidak melanjutkan ucapannya, melainkan menatapnya tajam, setelah itu barulah melanjutkan "Sin Goan Tong, aku sudah tahu maksud tujuanmu, tapi Nona Pek telah menurunkan perintah untukku menjaga di sini."
"Aku ke mari cuma ingin menemuimu, tidak bermaksud memasuki Pek Yun Giam,"
Sahut Sin Goan Tong.
"Eh?"
Giok Siauw Sian Cu tertawa.
"Aku tahu engkau ke mari untuk menemuiku, tapi aku memikul tugas menjaga di sini. LagipuIa kini telah muncul Tu Wee Seng yang angkuh itu, maka aku tidak punya waktu untuk bereakap-cakap denganmu."
"Saudara Sin, aku tidak ada urusan denganmu, engkau jangan terpancing oleh dia sehingga merasa gusar padaku!"
Sahut Tu Wee Seng cepat Ucapan Tu Wee Seng membuat Sin Goan Tong termangumangu di tempat ia memandang Giok Siauw Sian Cu dan Tu Wee Seng silih berganti, tidak tahu harus berbuat apa.
"Saudara Sin adalah ketua Khong Tong, partai yang cukup terkemuka di rimba persilatan Oleh karena itu Saudara Sin jangan mempermalukan partai sendiri!"
Ujar Tu Wee Seng dan menambahkan.
"Aku sudah mengambil keputusan untuk memasuki Pek Yun Giam, harap saudara Sin jangan menghalangiku! sebelumnya kuucapkan terimakasih!"
"Sian Goan Tong!"
Bentak Giok Siauw Sian Cu.
"Kalau engkau tidak mau bantu, lebih baik engkau pergi!"
Sin Goan Tong serba salah, tidak tahu harus berbuat apa.
Oleh karena itu, ia cuma berdiri diam di tempat Tu Wee Seng yang tertawa gelak, membuat Giok Siauw Sian Cu amat gusar dan langsung menyerangnya dengan jurus Ie San Toh Hai (Memindahkan Gunung Mengaduk Laut), yang amat aneh dan lihay.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Namun perlu diketahui, Tu Wee Seng juga berkepandaian tinggi, kalau tidak bagaimana mungkin ia memperoleh julukan Pat Pie Sin Ong (Dewa Delapan Lengan).
Serangan Giok Siauw Sian Cu tidak membuatnya gugup, malah tertawa gelak sambil mengelak, dan sekaligus balas menyerang dengan toya bambunya, itu adalah jurus Hoat Coh Sui Coa (Membabat Rumput Mencari Ular).
Giok Siauw Sian Cu menyerang dengan tangan ko-song, sedangkan Tu Wee Seng balas menyerang dengan toya bambu, tentunya berada di atas angin Oleh karena itu, Giok Siauw Sian Cu terpaksa meloncat mundur Kesempatan itu tidak disia-siakan Tu Wee Seng.
Secepat kilat ia menyerang dengan jurus Suan Coan Kan Kun (Mernular Jagat), Toya bambunya berputar-putar mengarah pada badan Giok Siauw Sian Cu.
Akan tetapi, ketika toya bambu itu hampir mengenai badan Giofy Siauw Sian Cu, tiba-tiba Tu Wee Seng menjatuhkan diri bergulingan menyingkir Ternyata tepat pada saat itu, Pang Siu Wie telah menyerangnya dengan pasir beracun.
pada waktu Tu Wee Seng bergulingan, Giok Siauw Sian Cu pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerangnya dengan ilmu Sam Im Ciu, yaitu ilmu andalannya.
Di saat itu puIa, Sin Goan Tong juga menyerang Tu Wee Seng dengan lweekangnya.
Untung Tu Wee Seng tidak gugup, ia segera berkelit dan sekaligus melompat ke samping, Setelah terhindar dari serangan-serangan itu, ia menatap Sin Goan Tong dengan dingin sekali.
"Saudara Sin adalah ketua Khong Tong, namun melancarkan serangan gelap terhadapku! Baik, aku pun tidak akan memikirkan hubungan kita lagi!"
Bentak Tu Wee Seng dan langsung menyerang Sin Goan Tong dengan toya bambunya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketika melihat Sin Goan Tong turun tangan membantu wajah Giok Siauw Sian Cu pun menyiralkan berbagai perasaan Begitu melihat Tu Wee Seng menyerang Sin Goan Tong, tanpa banyak pikir lagi Giok Siauw Sian Cu segera menyerang Tu Wee Seng dengan seruling gioknya, yaitu jurus Heng Toan Muh San (Me-mecahkan Gunung).
Sungguh dahsyat serangan itu, membuat Tu Wee Seng terpaksa melompat mundur beberapa langkah, Akan telapi, ketika Tu Wee Seng melompat mundur, sekonyong-konyong berkelebat sosok bayangan yang langsung menyerangnya.
Ternyata si penyerang itu adalah Pang Siu Wie, Pada waktu bersamaan Sin Goan Tong juga menyerangnya.
Kalang kabut Tu Wee Seng menghadapi seranganserangan itu dan mendadak ia tertawa dingin.
"Partai Khong Tong memiliki ilmu tinggi, kalau engkau berani, mari kita bertanding di tempat lain!"
Tantang Tu Wee Seng pada Sin Goan Tong, ia pun menangkis serangan Pang Siu Wie, sehingga wanita buruk rupa itu terpental ke belakang Setelah Pang Siu Wie terpental Tu Wee Seng pun mengerahkan ginkangnya melesat ke arah puncak gu-nung.
Karena Sin Goan Tong telah turun tangan mem-bantu, maka semangat Giok Siauw Sian Cu pun terbangkit, sehingga membuatnya tidak mau melepaskan Tu Wee Seng begitu saja.
"Tu Wee Seng, jangan kabur!"
Bentaknya sambil mengerahkan ginkangnya untuk mengejar Tu Wee Seng.
Begitu melihat Giok Siauw Sian Cu melesat pergi, Sin Goan Tong juga mengerahkan ginkangnya mengikuti-nya, sebab ia menguatirkan jantung hatinya ilu.
Yang masih berdiri di tempat adalah Pang Siu Wie dan Hian Ceng Totiang yang diam dari ladi, Akan tetapi, Pang Siu Wie juga mencemaskan Giok Siauw Sian Cu, maka ia berpesan pada Hian Ceng Totiang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Totiarig jangan memasuki Pek Yun Giam, tunggu aku kembali!"
Usai berpesan, Pang Siu Wie segera mengerahkan ginkangnya menuju puncak gunung itu.
sementara Hian Ceng Totiang berdiri mematung di tempat tidak tahu kapan Pang Siu Wie akan kembali Kedatangannya di Kwat Cong San dengan membawa kabar penting, maka kalau tidak sekarang memasuki Pek Yun Giam, harus tunggu kapan?
pikirnya dan berpikir lagi.
Akhirnya ia mengambil keputusan memasuki Pek Yun Giam.
Keputusan itu membuat Hian Ceng Totiang mengerahkan ginkangnya memasuki Pek Yun Giam, Tak seberapa lama kemudian, ia mendengar suara arus sungai, Tiba-tiba ia mengerutkan kening, ternyata ia juga mendengar suara benturan senjata tajam.
Hian Ceng Totiang tereengang, ia segera mengarah pada suara itu, dan seketika juga terbelalak Tak disangka sama sekali, tanpa sengaja dirinya telah sampai di depan Gua Thian KJ Cinjin, dan melihat dua orang gadis sedang berlatih ilmu pedang.
Kedua gadis itu adalah Na Siao Tiap dan Lie Ceng Loan, Hian Ceng Totiang tidak duga akan bertemu Lie Ceng Loan di tempat tersebut Tanpa banyak pikir lagi, Hian Ceng Totiang memunculkan diri mendekati mereka.
"Siapa?"
Bentak Na Siao Tiap sambil melesat ke hadapan Hian Ceng Totiang.
"Aku!"
Sahut Hian Ceng Totiang.
"Aku ke mari karena ada urusan penting, harus menemui Nona Pek, Tanpa sengaja aku melihat anak Loan sedang berlatih ilmu pedang dengan Nona, Sungguh hebat ilmu pedang Nona!"
Ketika melihat orang itu adalah Hian Ceng Totiang, wajah Na Siao Tiap pun berubah muram dengan mulut fnembungkam, sebaliknya Lie Ceng Loan malah tampak gembira, dan lalu berlutut
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Mohon maaf, Ceng Loan tidak tahu kedatangan Paman guru!"
Ucapnya.
"Anak Loan,~."
Hian Ceng Totiang membelai rambut gadis itu.
"Kalau Ngo KongTaysu tahu ilmu silatmu sudah sedemikian maju, dia pasti girang sekali, Anak Loan, bangunlah! Beritahukan pada Nona Pek, bahwa aku ingin berlemu!"
Lie Ceng Loan bangkit berdiri, namun tidak segera masuk ke Gua Thian Ki, melainkan memandang Na Siao Tiap.
"Aku ke mari karena ada urusan penting, maka biar bagaimana pun aku harus bertemu Nona Pek,"
Ujar Hian Ceng Totiang memberitahukan pada Na Siao Tiap.
"Ha-rap Nona Na sudi mengabarkan pada Nona Pek!"
"Kun Lun Sam Cu tergosok oleh orang jahat, maka langsung mengurung Bee Kun Bu di ruang batu, Kakak Tay terlambat ke sana, sehingga tidak bertemu Bee Kun Bu. Hingga saat ini Kakak Tay masih kesal, maka tidak mau menemui siapa pun,"
Sahut Na Siao Tiap.
"Bee Kun Bu telah ditolong orang, Nona Pek juga mengetahui masalah itu,"
Kata Hian Ceng Totiang sabar.
"Aku ke mari karena menyangkut keselamatan semua kaum rimba persilatan Walau Nona Pek punya sedikit ganjelan terhadap partai Kun Lun, namun dia pasti tidak akan diam melihat rimba persilatan dilanda bencana, Oleh karena itu harap Nona Na melapor pada Nona Pek, bahwa aku datang berkunjung!"
"Padahal sesungguhnya aku memang harus melapor pada Kakak Tay, Tapi sejak pulang dari Kun Lun, dia telah menyatakan tidak akan menemui siapa pun. Kalau aku melapor padanya, mungkin akan membuatnya gusar."
"Nona Na...."
Ketika Hian Ceng Totiang ingin mengatakan sesualu, mendadak terdengar suara bentakan dan muncul beberapa orang di depan Gua Thian Ki itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Mereka adalah Tu Wee Seng, Sin Goan Tong, Giok Siauw Sian Cu dan Pang Siu Wie. Na Siao Tiap tidak tahu apa yang telah terjadi, maka ia langsung membentak "Siapa berani memasuki Pek Yun Giam?"
"Ha ha!"
Tu Wee Seng tertawa.
"Sin Goan Tong, engkau adalah ketua Khong Tong, tapi justru telah diperalat oleh kaum wanita! selanjutnya bagaimana kalau engkau berkecimpung di dalam rimba persilatan lagi?"
"Saudara Tu juga berkepandaian tinggi, kenapa terus kabur ke sana ke mari?"
Sahut Sin Goan Tong.
"Lebih baik kita bertarung!"
Sementara Na Siao Tiap dan Lie Ceng Loan jadi melongo, karena melihat mereka berkejaran-kejaran di situ.
"Hamba gagal menjaga di mulut lembah, sehingga Tu Wee Seng menerobos ke dalam!"
Lapor Pang Siu Wie pada Na Siao Tiap. sementara Tu Wee Seng, Sin Goan Tong dan Giok Siauw Cu masih berkejar-kejaran, tiba-tiba mengalun suara bentakan nyaring dan halus.
"Kalian berhenti semua!"
Itu adalah suara bentakan dengan ilmu menyampaikan suara.
Begitu mendengar suara bentakan itu, Giok Siauw Sian Cu langsung berhenti, begitu juga Sin Goan Tong.
Padahal Tu Wee Seng ingin pergi, tapi ia melihat sosok bayangan berkelebat keluar dari Gua Thian Ki.
Sosok bayangan itu ternyata Pek Yun Hui.
itu membuat Tu Wee Seng diam di tempat.
Pek Yun Hui berdiri di depan Gua Thian Ki, sepasang matanya yang tajam menyapu mereka semua.
"Hmm!"
Dengusnya dingin.
"Gua Thian Ki ini adalah tempat tinggal kami, kenapa Tu Locianpwce menerobos ke mari?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ha ha!"
Tu Wee Seng tertawa.
"SebetuInya aku ke mari mengandung maksud baik, yaitu ingin menyampaikan sesuatu! Tapi penjaga di mulut lembah melarangku masuk, bahkan bersekongkol dengan Sin Goan Tong mengeroyok diriku, Oleh karena itu aku terpaksa menerobos ke mari!"
"Kini aku telah berdiri di hadapan Tu Locianpwee, jelaskanlah tentang urusan penting itu!"
Ujar Pek Yun Hui tenang.
"Nona Pek harus tahu, walau partai Thian Liong telah dibubarkan, namun ketua Souw Peng Hai masih berambisi ingin menguasai rimba persilatan,"
Sahut Tu Wee Seng memberitahukan.
"Babkan dia pun telah mengutus Co Hiong ke mari. Tapi sengaja aku mengetahui rencana itu, maka akusegera ke mari untuk memberitahukan pada Nona Pek."
Pek Yun Hui diam saja, tapi Hian Ceng Totiang justru tersentak, karena kedatangannya menyangkut urusan tersebut juga, ia tidak menyangka, bahwa Tu Wee Seng sudah tahu, bahkan lebih cepat selangkah ke mari pula.
"Dari mana Tu Locianpwee memperoleh kabar itu?"
Tanya Pek Yun Hui kurang pereaya.
"Dan kini Co Hiong berada di mana?"
"Co Hiong sudah tahu jelas seluk-beluk Kwat Cong San ini, maka aku yakin kini dia pasti berada di sekitar sini."
Sahut Tu Wee Seng cepat "Souw Peng Hai mengutus Co Hiong ke mari. apakah mengandung suatu tujuan tertentu?"
Tanya Pek Yun Hui lagi. Rupanya gadis itu mulai pereaya akan apa yang dikatakan Tu Wee Seng.
"Pek Yun Hui berkepandaian tinggi, itu membuat nyali Souw Peng Hai jadi ciut."
Tu Wee Seng tertawa.
"Mengingat akan budi kebaikan Nona yang telah menolong semua partai besar yang ada di rimba persilatan maka aku ke mari untuk memberitahukan.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kalau begilu, mari kita masuk ke lembah untuk mencari Co Hiong!"
Ujar Pek Yun Hui.
"Kami akan menycrtai Nona ke dalam lembah."
Sahut Giok Siauw Sian Cu dan Lie Ceng Loan serentak.
"Baiklah."
Pek Yun Hui manggut-manggut.
"Kalau Nona Pek berniat mencari Co Hiong, aku bersedia menjadi petunjuk jalan,"
Ujar Tu Wee Seng.
"Aku masuk duluan ke lembah."
Tu Wee Seng langsung melesat pergi menuju ke dalam lembah dan Pek Yun Hui segera mengikutinya.
Giok Siauw Sian Cu, Lie Ceng Loan dan lainnya juga segera mengerahkan ginkang mengikuti Pek Yun Hui.
Yang tidak ikut hanya Hian Ceng Totiang, ia telah mengambil keputusan untuk menunggu di tempat itu, maka ia pun duduk bersila di situ.
Tiba-tiba muncul tiga sosok bayangan yang langsung menuju gua Thian Ki.
Hian Ceng Totiang mendongakkan kepala metihat, ternyata ketiga orang itu adalah orang-orang berkepandaian tinggi dari partai Hwa San, juga termasuk anak buah Tu Wee Seng.
Hian Ceng Totiang tidak habis berpikir, kenapa ketiga orang itu begitu lancang memasuki gua Thian Ki?
Apakah mereka berniat tidak baik?
Pikirnya.
Pada waktu bersamaan, ketika orang itu telah keluar dari gua tersebut, Masing-masing membawa sebuah kotak giok yang berisi kitab ajaib Kui Goan Pit Cek.
Sesungguhnya, Hian Ceng Totiang tadi sudah melihat akan adanya gejala yang tidak baik dari Tu Wee Seng, namun tiada suatu bukti.
Oleh karena itu ia tidak berani memberitahukan pada Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tu Wee Seng mengajak Pek Yun Hui dan lainnya pergi mencari Co Hiong, itu merupakan taktik memancing harimau meninggalkan gua, agar ketiga orang itu bisa memasuki gua Thian Ki untuk mencuri kitab ajaib itu.
Hian Ceng Totiang tidak bisa tinggal diam lagi.
Namun ketika ia baru mau bertindak, tiba-tiba terdengar suara tawa getak.
Menyusul muncul pula tiga orang, yaitu Sia Yun Hong dan kedua muridnya.
"Sungguh licik Tu Wee Seng itu!"
Ujar Sia Yun Hong dingin sambil memandang ketiga orang yang membawa kotak giok itu.
"Kalau kalian bertiga menyerahkan Kui Goan Pit Cek itu padaku, aku pun akan melepaskan kalian! Kalau tidak, jangan mempersalahkanku bertindak kejam terhadap kalian!"
"Hm!"
Dengus salah seorang dari tiga orang itu.
"Kini Kui Goan Pit Cek sudah berada di tangan kami, tentunya harus dilindungi partai Hwa San! Kalau Sia Tojin me-maksa, kami pun terpaksa melawan!"
"Sungguh besar muIutmu!"
Bentak Sia Yun Hong.
"Tu Wee Seng masih tidak berani bersikap kurang ajar di hadapanku, sebaliknya kalian bertiga berani kurang ajar? Lihat seranganku!"
Sia Yun Hong langsung menyerang, Betapa dahsyatnya serangan ketua partai Tiam Cong itu, Kepandaiannya setingkat dengan Tu Wee Seng, tentunya ketiga murid Hwa San itu mampu menandinginya.
sementara itu, Hian Ceng Totiang cuma menonton, tidak tahu harus berbuat apa.
"Berhenti, Sia Tojin!"
Terdengar suara bentakan, Yang membentak itu adalah saudara seperguruan orang yang diserang Sia Yun Hong. Orang itu memegang tiga buah kitab ajaib yang dicuri dari dalam gua Thian Ki.
"Sia Tojin adalah ketua partai Tiam Cong, kami bertiga bukan lawan Sia Tojin! Kini ketiga kitab ajaib berada di tangan-ku, maka kalau Sia
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tojin berani bertindak, aku pun akan menghancurkan tiga buah kitab ajaib ini!"
Sia Yun Hong langsung berhenti menyerang orang itu dan berdiri diam di tempat dengan kening berkerut-kerut.
"Harap Sia Tojin minggir, kami bertiga akan meninggalkan tempat ini!"
Ujar orang yang memegang kitab ajaib itu.
Sia Yun Hong khawatir orang itu akan menghancurkan ketiga kitab ajaib itu, maka ia pun segera minggir, Ketiga murid Hwa San itu saling memandang, kemudian melangkah pergi, Sia Yun Hong tidak bisa berbuat apa-apa, cuma memandang mereka pergi begitu saja.
sementara Hian Ceng Totiang yang bersembunyi di bahkan pohon, segera mengerahkan ginkangnya mengejar ketiga murid Hwa San itu, Hian Ceng Totiang memiliki ginkang tinggi, maka tak lama ia sudah melampaui ketiga murid Hwa San itu, sekaligus bersembunyi di balik pohon.
"Suheng memang telah terluka, namun kita harus segera meninggalkan tempat ini. jangan mengecewakan harapan guru yang telah merencanakan semua ini!"
Ujar salah seorang dari mereka.
"Sutee! Kalian berdua cepat pergi, jangan menghiraukan aku!"
Sahut orang yang terluka.
Mendadak berkelebat sosok bayangan ke arah mereka, kemudian menyambar kitab ajaib itu, seketika juga ketiga kitab ajaib itu telah berpindah tangan, Sosok bayangan itu ternyata Hian Ceng Totiang.
ia berdiri di hadapan mereka sambil menyimpan kitab-kitab itu ke dalam jubahnya, Betapa gusarnya ketiga orang tersebut, salah seorang langsung membentak "Tosu sialan, cepat kembalikan kitab itu!"
Orang itu pun menyerang Hian Ceng Totiang dengan jurus Sin Liong Pah Bi (Naga Sakti Menggoyangkan Ekor).
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hiang Ceng Totiang mengibaskan lengan jubahnya, seketika juga terpental orang itu, betapa terkejutnya kedua temannya menyaksikan hal tersebut, mereka bertiga memandang Hian Ceng Totiang dengan mata terbelalak sedangkan Hian Ceng Totiang cuma tersenyum hambar "Pat Pie Sin Ong juga terhitung orang kesohor dalam rimba persilatan, namun justru bertindak sedemikian licik, itu sungguh memalukan!"
Ujar Hian Ceng Totiang.
"Aku adalah Hian Ceng Totiang dari partai Kun Lun! Kalau Tu Wee Seng merasa penasaran, dia boleh ke Kun Lun menemuiku!"
Ketiga orang itu amat terkejut, tak disangka pendeta yang berdiri di hadapan mereka itu adalah salah seorang Kun Lun Sam Cu yang amat tersohor Mereka saling memandang, kemudian memapah orang yang terluka itu meninggalkan tempat tersebut.
Secara tidak sengaja Hian Ceng Totiang merusak rencana busuk Pat Pie Sin Ong Tu Wee Seng, bahkan dapat merebut kembali ketiga kitab ajaib itu pula, betapa girang hatinya.
Setelah ketiga orang itu pergi, Hian Ceng Totiang pun merogoh ke dalam jubahnya mengeluarkan ketiga kitab ajaib itu.
ia menatap kitab ajaib itu dengan penuh perhatian, Tidak salah ketiga kitab ajaib itu adalah Kui Goan Pit Cek yang digilai kaum rimba persilatan, otomatis membuat tangannya agak bergemetat ia pun berpikir bahwa dirinya punya hubungan dengan ketiga kitab ajaib tersebut Gara-gara ketiga kitab ajaib itu, Giok Cin Cu terkena racun ular, sehingga nyaris merenggut nyawanya, Kini ketiga kitab ajaib itu kembali ke tangannya, tetapi tidak tahu harus bergembira atau berduka.
Hian Ceng Totiang menyimpan ketiga kitab ajaib itu ke dalam jubahnya, lalu mengerahkan ginkangnya menuju gua Thian Ki.
Ternyata ia telah mengambil keputusan untuk mengembalikan ketiga kitab ajaib itu kepada Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Berselang beberapa saat kemudian, Hian Ceng Totiang sudah sampai di depan gua tersebut, Sungguh di luar dugaannya, Pek Yun Hui, Na SiaoTiap dan Lie Ceng Loan sudah berada di situ, bahkan Lie Ceng Loan sedang bertarung dengan Sia-Yun Hong, Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap berdiri menonton dengan wajah berseri.
Hian Ceng Totiang juga menyaksikan pertarungan itu.
wajahnya juga tampak berseri, karena ia yakin tidak lewat sepuluh jurus lagi, Sia Yun Hong pasti roboh.
Akan tetapi, mendadak Sia Yun Hong menyerang Lie Ceng Loan bertubi-tubi, sehingga membuat Lie Ceng Loan harus berkelit ke sana kemari.
Pada waktu bersamaan Sia Yun Hong pun melesat pergi seraya berseru.
"Partai Hwa San telah mencuri Kui Goat Pit Cek, lebih baik aku pergi merebut kitab ajaib itu!"
Wajah Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap berubah hebat, mereka berdua langsung melesat ke dalam gua Thian Ki.
Hian Ceng Totiang ingin memanggil mereka, namun sudah terlambat karena mereka berdua telah memasuki gua tersebut Lie Ceng Loan ingin menyusul, tapi ia melihat Hian Ceng Totiang berdiri di situ, Cepat-cepat gadis itu menghampirinya, lalu memberi hormat.
"Paman guru...."
"Anak Loan!"
Hian Ceng Totiang tersenyum lembut Pada waktu bersamaan tampak Pek Yun Hui berdebat keluar dari gua Thian Ki seraya berseru pada Lie Ceng Loan.
"Adik Loan, kitab ajaib Kui Goan Pit Cek telah hilang, ini mungkin perbuatan Tu Wee Seng, kita harus mencari mereka!"
Pek Yun Hui seakan tidak melihat Hian Ceng Totiang yang berada di situ.
"Nona Pek, tunggu!"
Seru Hian Ceng Totiang sambil mendekatinya.
"Aku ingin bicara!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui mengarah pada Hian Ceng Totiang dengan tatapan dingin, kemudian sahutnya hambar "Ada urusan apa Totiang ke mari?
Sejak aku pulang dari Gunung Kun Lun, sejak itu pula aku tak mencampuri urusan luar, maka aku harap Totiang segera meninggalkan tempat ini!"
Hian Ceng Totiang memaklumi sikap Pek Yun Hui yang dingin yang tidak lain dikarenakan urusan Bee Kun Bu.
Untung ia telah merebut kitab-kitab ajaib itu dari tangan murid Hwa San, kalau tidak, entah harus bagaimana ia menjelaskan tentang ambisi Souw Peng Hai?
Walau Pek Yun Hui bersikap dingin dan acuh tak acuh, Hian Ceng Totiang tetap senyum ramah, lalu mengeluarkan tiga kitab ajaib itu dari dalam jubahnya, sekaligus disodorkan ke hadapan Pek Yun Hui.
"Pat Pie Sin Ong Tu Wee Seng memang licik sekali, dengan taktik memancing harimau meninggalkan gua, dia menyuruh tiga muridnya mencuri Kui Goan Pit Cek. Aku menyaksikannya dengan kepala sendiri, oleh karena itu, aku pun merebut kembali, sekarang kukembalikan pada Nona!"
Pek Yun Hui tertegun, ia memandang Hian Ceng Totiang sambil menerima kitab-kitab ajaib itu.
Tidak salah, itu adalah kitab-kitab Kui Goan Pit Cek yang hilang dari dalam gua Thian Ki, maka seketika juga wajahnya tampak berubah lembut dan berkata.
"Totiang telah mendapatkan kitab-kitab ajaib ini, kenapa tidak segera pulang ke Gunung Kun Lun? Bo-lehkah Totiang menjelaskannya?"
"Aku menjaga nama baik partai Kun Lun, lagi pula Pek Yun Hui tertegun, ia memandang Hian Ceng Totlang sambil menerima kftab-kltab ajaib itu. ketiga kitab ajaib itu milik Nona. Kalau aku menyerakahinya, bukankah aku berhati tamak? Maka aku mengambil keputusan mengembalikan pada Nona."
"Oooh!"
Pek Yun Hui manggut-manggut.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kakak Tay!"
Sela Li Ceng memberitahukan.
"Paman guruku ke mari karena ada urusan penting, tadi kami sudah bereakap-cakap sejenak."
"Oh?"
Pek Yun Hui menatap Lie Ceng Loan.
"Karena tadi sudah bertemu?"
"Ya."
Lie Ceng Loan mengangguk "Tidak salah."
Suara Na Siao Tiap yang baru keluar dari gua."
Hian Ceng Totiang pun telah memberitahukan padaku, bahwa dia kemari karena ada urusan yang amal penting."
"Kalau kedatangan Totiang karena Bee Kun Bu, itu lebih baik tidak perlu dibicarakan,"
Ujar Pek Yun Hui dingin dan menambahkan "Ketiga kitab Kui Goan Pii Cek ini adalah kepunyaan guruku, maka akan kukem balikan pada adik Tiap. Totiang telah merebut krmbal"
Ketiga kitab itu, adik Tiap pasti amat berteiimakasih padanya, Kalau kedatangan Totiang dikarenakan Bee Kun Bu, aku sama sekali tidak tahu apaapa!"
"Kedatanganku tidak menyangkut Bee Kun Bu, melainkan menyangkut keselamatan kaum Bu Lim, Lapi pula aku pqn telah menerima pesan dari Nona Sou-v igar menemui Nona Pek. Walau aku tahu Nona Pek masih menaruh salah paham pada partai Kun Lun, aki. u'up harus ke mari."
"Kapan Totiang bertemu Nona Souw dan ap.i p. sannya?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Aku bertemu dengannya di kuil Yaiv Sirn Am..."
Jawab Hian Ceng Totiang dan menutur temam"
Semua itu.
"... maka aku segera kemari menemui Nona Pek."
Setelah Hian Ceng Totiang usai menutur, Pek Yun Hui pun tertawa dingin seraya berkata.
"Kalau demi urusan itu, Totiang telah salah mencari orang."
Ucapan Pek Yun Hui membuat air muka Hian Ceng Totiang berubah, bahkan tampak tertegun.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Sejak aku pulang dari Gunung Kun Lun, aku telah mengambil keputusan untuk tidak mencampuri urusan luar lagi. Sejak itu pula aku pun tidak pernah meninggalkan tempat ini, lagi pula ilmu Kan Goan Cih Souw Peng Hai itu amat lihay, kalau Totiang sudah ketemu Bee Kun Bu, mungkin tidak akan ada masalah, sebab kepandaiannya sudah sangat tinggi sekarang."
"Nona Pek!"
Hian Ceng Totiang menarik nafas pan-jang.
"Seteiah bertemu Nona Souw Hui Hong, barulah aku mengetahui jelas akan kejadian itu. Ternyata pada waktu itu dia menelan racun ular.,., Kini masih belum ada kabar beritanya, sedangkan rimba persilatan kelihatan akan dilanda bencana, oleh karena itu aku harap Nona Pek mau menaruh perhatian pada hal tersebut!"
"Jadi...."
Pek Yun Hui tersenyum hambar".... Totiang bersungguh-sungguh ingin cari Bee Kun Bu?"
"Betul."
Hian Ceng Totiang mengangguk "Baiklah! Aku memang telah mengambil keputusan untuk tidak mencampuri urusan rimba persilatan lagi, maka urusan itu akan menjadi beban Bee Kun Bu,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Walau aku tidak bertemu Bee Kun Bu, aku akan membantu Totiang mencarinya."
Hian Ceng Totiang diam saja dan tampak kecewa karena Pek Yun Hui tidak mau turut campur urusan Souw Peng Hai itu.
"Totiang tidak perlu merasa kecewa!"
Pek Yun Hui tertawa.
"Walau aku tidak tahu Bee Kun Bu berada di mana, tapi pasti dapat mencarinya. Maka aku harap Totiang sudi tinggal di sini Kalau dalam waktu sepuluh hari aku bisa menemukannya, urusan pun akan beres, Kalau tidak, kita akan berunding nanti."
"Baiklah."
Hian Ceng Totiang mengangguk
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bagian ke lima pembicaraan Serius Malam ini di bawah sinar rembu!an, Bee Kun Bu terusmenerus berlatih semua ilmu Kui Goan Pit Cek.
Men-dadak melayang turun sosok bayangan yang tidak lain adalah Na Hai Peng.
Bee Kun Bu segera berhenti berlatih, lalu menghampiri Na Hai Peng dan memberi hormat "Ayah angkat!"
Panggilnya.
"Ngmm!"
Na Hai Peng manggut-manggut sambil tersenyum "Kepandaianmu telah maju pesat, namun aku belum tahu bagaimana kemajuan Iweekangmu, maka alangkah baiknya engkau melayaniku beberapa jurus!"
"Ya."
Bee Kun Bu mengangguk "Kun Bu, lihat serangan!"
Seru Na Hai Peng dan sekaligus menyerang Bee Kun Bu, namun hanya menggunakan empat bagian tenaga dalamnya sebab ia khawatir Bee Kun Bu tidak mampu menyambut serangannya.
Ketika melihat Na Hai Peng menyerang, Bee Kun Bu sama sekali tidak berkelit maupun mundur, sebaliknya malah menyambut serangan itu dengan kedua telapak tangannya, lalu mendorong ke arah sebuah pohon yang tak jauh dari tempat itu.
itu adalah ilmu menyambut dan mendorong tenaga dalam pihak lawan.
Blam!
Pohon itu roboh.
Betapa girangnya Na Hai Peng, ia tidak menyangka Iweekang Bee Kun Bu sudah mencapai tingkat yang begitu tinggi "Kun Bu!"
Serunya.
"Coba sambut lagi seranganku!"
Na Hai Peng menyerang Bee Kun Bu dengan lima buah pukulan dan setiap pukulan itu penuh mengandung tenaga dalam, sehingga membuat semua dedauan yang di
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
permukaan tanah berterbangan Dapat dibayangkan betapa dahsyatnya pukulan-pukulan yang dilancarkan Na Hai peng.
Akan tetapi Bee Kun Bu tetap berdiri tegak di tempat dan segera mengerahkan ilmu Kui Goan Pit Cek untuk menangkis pukulan-pukulan itu.
Blaaamm!
Terdengar suara benturan keras, Semua dahan pohon yang ada di sekitar tempat itu bergoyang-goyang dan dedaunan pada rontok berterbangan ke mana-mana.
sedangkan Bee Kun Bu tetap berdiri tegak di tempat, sama sekali tidak bergeming.
Sungguh girang Na Hai Peng menyaksikannya, Ke-mudian ia berseru lagi sambil menyerang dengan jari tangannya, itu adalah ilmu Pik Khong Tiam Hoat (llmu totokan jarak jauh).
Serangan-serangan itu diarahkan pada beberapa jalan darah di tubuh Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu tahu betapa lihaynya ilmu itu, maka ia tidak berani berlaku ayal lagi, langsung menghimpun lweekangnya untuk melindungi semua jalan darahnya, otomatis membuat ilmu totokan Na Hai Peng tak berfungsi sama sekali Dapat dibayangkan, betapa girangnya Na Hai Peng, karena kini Bee Kun Bu telah mencapai tingkat tinggi dalam hal ilmu silat dan tenaga dalam.
"Ha ha ha!"
Na Hai Peng tertawa gembira.
"Kepandaianmu sudah tinggi sekali, Namun aku masih harus membantumu dengan lweekang, agar lweekangmu bertambah sempurna."
"Terimakasih, Ayah angkat!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Kun Bu!"
Na Hai Peng menatapnya lembut "Engkau duduklah!"
Bee Kun Bu menurut, lalu segera duduk bersila.
Na Hai Peng juga duduk bersila di belakangnya, kemudian menaruh sepasang telapak tangannya di punggung Bee Kun Bu.
seketika juga Bee Kun Bu merasa ada semacam hawa
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
panas mengalir ke dalam tubuhnya, Maka ia pun menghimpun lweekang untuk menerima hawa panas tersebut Tak lama kemudian, tampak asap putih mengepul di ubunubun mereka, Berselang beberapa saat, barulah Na Hai Peng menarik sepasang telapak tangannya, lalu memejamkan sepasang matanya.
"Kun Bu, kini jalan darah Jintokmu telah terbuka, maka Iweekangmu telah mencapai tingkat tinggi, Kini entah apa niatmu?"
Ujar Na Hai Peng.
"Kun Bu berniat menegakkan keadilan dalam rimba persilatan,"
Jawab Bee Kun Bu sungguh-sungguh.
"Bagus."
Na Hai Peng manggut-manggut "Tapi... apakah engkau lupa apa yang pernah kukatakan padamu ketika aku membawamu ke mari?"
"Kun Bu masih ingat."
Bee Kun Bu mengangguk "Ayah angkat pernah berpesan pada Kun Bu, harus berusaha menasihati Kakak Tay agar dia mau kembali ke istana."
"Betul."
Na Hai Peng tersenyum.
"Engkau sudah tahu asalusuI Pek Yun Hui. Kini kerajaan sedang kacau, maka sudah waktunya dia kembali ke istana, Namun tidak gampang membujuknya, maka engkau harus berhati-hati, jangan sampai gagal membujuknya."
"Ya."
"Walau dia seorang putri kaisar, tapi sejak kecil mengalami banyak kejadian, maka ia jadi keras hati dan amat membenci kejahatan Sejak dia ikut aku belajar silat, sejak itu pula dia berpisah dengan dunia luar, maka sifatnya pun berubah agak aneh, Oleh karena itu, tidak gampang membujuknya untuk kembali ke istana."
"Kalau begitu, Ayah angkat menghendaki Kun Bu bagaimana membujuknya?"
"Lan Tay KongCu tidak senang akan kekerasan, itu bergantung padamu harus bagaimana menunaikan tugas itu."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"ltu menyangkut rakyat, Kun Bu mohon petunjuk pada Ayah angkat, agar Kun Bu bisa melaksanakan tugas itu secepatnya."
"Sebelum ayah angkat memberi petunjuk padamu, engkau harus ingat akan satu hal, yakni jangan ceroboh dan buru-buru menyelesaikan sesuatu yang belum tentu akan berhasil!"
"Kun Bu pasti berhati-hati, mohon Ayah angkat memberi petunjuk, Kun Bu pasti melaksanakannya dengan baik-"
"Ayah angkat menghendakimu menggunakan cinta untuk membujuknya agar mau kembali ke istana."
"Oh?"
"Tentunya engkau tahu, dia telah mengundurkan diri dari pereintaan, itu dikarenakan Lie Ceng Loan, maka engkau harus membekukan cintanya, agar dia mau kembali ke istana,"
Bee Kun Bu tertegun, ia memandang Na Hai Peng dengan mata terbelalak sama sekali tidak mampu mengucapkan apa pun.
justru mereka berdua tidak tahu, bahwa ada seseorang bersembunyi di balik pohon mencuri pembicaraan mereka.
Siapa orang itu, tidak lain adalah Pek Yun Hui.
Gadis itu pun melongo ketika mendengar ucapan Na Hai Peng.
"Kenapa engkau diam saja?"
Tanya Na Hai Peng.
"Apakah ucapanku itu salah?"
"Ayah angkat, Pek Yun Hui adalah gadis yang cerdas dan tahu diri Kalau Kun Bu menggunakan cara itu, bukankah akan membuat hatinya berduka?"
Jawab Bee Kun Bu dengan wajah muram.
"Bagalmana mungkin Kun Bu berbuat begitu?"
Ucapannya sangat mengharukan Pek Yun Hui yang bersembunyi di balik pohon, Sepasang mata gadis itu mulai basah, namun tetap pasang kuping untuk mendengar terus apa yang akan diucapkan Bee Kun Bu se!anjutnya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Engkau memang berhati lembut!"
Ujar Na Hai Peng sambil menarik nafas panjang. Tapi entah bagaimana harus membujuknya agar mau kembali ke istana?"
Bee Kun Bu diam saja, tidak tahu harus mengucapkan apa. Na Hai Peng menatapnya, lalu berkata.
"Kun Bu, tentang itu ayah angkat serahkan padamu, Besok ayah angkat akan pergi, mungkin kita tiada kesempatan untuk bertemu lagi, Maka ayah angkat harap, engkau harus dapat menegakkan keadilan dalam rimba persilatan, sedangkan ayah angkat harus ke istana untuk membalas budi kaisar Kini engkau telah memiliki kepandaian tinggi, ayah angkat pun bisa berlega hati."
"Kun Bu bukan tidak mau menuruti petunjuk Ayah angkat, hanya saja.,., Kakak Tay amat baik terhadap Kun Bu, bagaimana mungkin Kun Bu membuat hatinya ber-duka? Namun Kun Bu akan berusaha membujuknya, agar dia mau kembali ke istana."
"Kalau Lan Tay Kong Cu tidak mau kembali ke istana, apakah engkau bersedia membantu Kaisar Beng?"
"Seandainya Kun Bu membantu Kaisar Beng, itu sama juga membantu Kakak Tay,"
Ujar Bee Kun Bu.
"Kun Bu!"
Na Hai Peng menatapnya dalam-dalam.
"Ayah angkat tahu apa yang terganjel dalam hatimu, Kini sudah larut malam, engkau boleh beristirahat Mulai besok, kita akan berpisah."
Setelah berkata demikian, Na Hai Peng pun melesat pergi. Sedangkan Bee Kun Bu termangu-mangu di tempat, kemudian bergumam.
"Ayah angkat amat berbudi padaku dan Kakak Tay amat baik padaku, Lalu aku harus bagaimana?"
Padahal sesungguhnya, Pek Yun Hui sudah mau pergi setelah Na Hai Peng meninggalkan tempat itu, tapi ketika mendengar Bee Kun Bu bergumam, ia pun tidak jadi pergi.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu menengadahkan kepala memandang rembulan dan tak henti-hentinya menarik nafas panjang.
Berselang beberapa saat kemudian, ia mengayuhkan kakinya menuju ke gua.
Setelah Bee Kun Bu memasuki gua itu, Pek Yun Hui pun menarik nafas, ia mengerahkan ginkangnya menuju ke gua Thian Ki dengan hatinya kacau balau....
Ketika Pek Yun Hui sampai di depan gua Thian Ki, mendadak muncul seseorang dengan pedang di tangan "Oh, Kakak Tay!"
Orang itu tertawa kecil Pek Yun Hui memandang, ternyata orang itu adalah Lie Ceng Loan. Karena Lie Ceng Loan menggenggam pedang, ia pun segera bertanya.
"Adik Loan, engkau menggenggam pedang, apakah telah terjadi sesuatu di sini?"
Lie Ceng Loan memasukkan pedangnya ke dalam sarung, kemudian berkata sambil tertawa.
"Tidak terjadi apa pun! Hanya saja harus berhati hatt, maka aku bersama Kakak Tiap dan Giok Siauw Sian Cu bergilir menjaga di sinL"
"Adik Loan...."
Pek Yun Hui menatapnya lembut "Kakak Tay sudah pulang, aku pun berlega hati,"
Ujar Lie Ceng Loan sambil tersenyum.
"Tapi... Kakak Tay dari mana, bolehkah memberitahukan padaku?"
"Aku cuma pergi meronda, apakah masih ada orang luar memasuki tempat kita ini?"
"Oooh!"
Lie Ceng Loan tersenyum lagi.
"Adik Loan, mari kita ke dalam gua!"
Ajak Pek Yun Hui. Lie Ceng Loan mengangguk Mereka berdua lalu masuk ke gua itu, ternyata Na Siao Tiap masih belum tidur, sedang membaca buku.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kakak Tay tadi pergi meronda, kini sudah kembali dan menyuruh kita tidak perlu menjaga di luar."
Lie Ceng Loan memberitahukan Na Siao Tiap segera memandang Pek Yun Hui, tampak rambut Pek Yun Hui agak awut-awutan dan sepasang matanya masih tampak basah.
"Bukankah Kakak Tay pergi cari Bee Kun Bu? Kok malah bilang pergi meronda?"
Tanya Na Siao Tiap heran.
"Hian Ceng Totiang akan tinggal di sini setengah buIan, maka aku tidak usah buru-buru pergi cari Bee Kun Bu,"
Sahut Pek Yun Hui.
"Karena tempat kita pernah didatangi Tu Wee Seng, maka aku merasa tidak tenang dan pergi meronda sebentar."
"Oh?"
Na Siao Tiap tersenyum tahu Pek Yun Hui bohong.
"Apakah kakak Tay pernah berpikir berada di mana Bee Kun Bu sekarang?"
"Aku telah memikirkan itu, tapi masih belum berani memastikannya,"
Sahut Pek Yun Hui.
"Ketika Kakak Tay meronda, apakah melihat sesuatu yang mencurigakan?"
Tanya Na Siao Tiap lagi.
"Tidak."
Pek Yun Hui menatapnya.
"Kenapa engkau bertanya demikian?"
"Aku melihat rambut Kakak Tay awut-awutan, maka mengira Kakak Tay telah berhadapan dengan musuh tangguh."
"Rambutku tertiup angin gunung, maka jadi awut-awutan,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Hari ini kita cukup capek, maka lebih baik kita beristirahat "Baiklah."
Na Siao Tiap mengangguk lalu duduk bersila untuk beristirahat, begitu pula Lie Ceng Loan dan Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Padahal sesungguhnya, Pek Yun Hui gembira sekali melihat Bee Kun Bu di Cung Yun Giam.
ia ingin me-nyapanya tapi justru muncul Na Hai Peng, kemudian mendengar pembicaraan serius Na Hai Peng dengan Bee Kun Bu.
Setelah berpikir bo!ak-balik, akhirnya Pek Yun Hui mengambil keputusan untuk memutuskan beriang-benang cintanya....
Hari sudah terang, tampak Pek Yun Hui berdiri di depan gua Thian Ki sambil memandang ke arah langit Hembusan angin menerpa wajahnya yang cantik tapi kelihatan agak pucat "Dengan tiada kawan.
belakang tiada yang datang, Langit dan bumi merana, hati pun berduka."
Gumam gadis itu.
Usai bergumam, Pek Yun Hui pun mengambil suatu keputusan lagi, yakni ingin kembali ke istana.
Pada waktu bersamaan, tampak Na Siao Tiap dan Lie Ceng Loan berjalan ke luar dari gua.
Ketika melihat Pek Yun Hui berdiri mematung di situ, mereka berdua menghampirinya.
"Semalam Kakak Tay sudah bilang tidak usah menjaga di sini, kok Kakak Tay malah menjaga di sini seorang diri?"
Tegur Na Siao Tiap.
"Kalau tahu Kakak Tay mau menjaga di sini, aku pun tidak mau beristirahat semalam,"
Sambung Lie Ceng Loan.
"Semalam aku tidak menjaga di sini, cuma bangun agak pagi maka berdiri di sini menikmati keindahan alam, kebetulan kalian berdua ke mari."
Pek Yun Hui ter-senyum.
"Kita pun boleh bereakap-cakap."
"Kakak Tay ingin memberitahukan sesuatu?"
Tanya Na Siao Tiap.
"Mungkin tidak lama lagi, rimba persilatan akan dilanda suatu bencana,"
Jawab Pek Yun Hui.
"Oleh karena itu, kalian
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
berdua harus terus berlatih untuk memperdalam kepandaian kalian!"
"Ya,"
Sahut Na Siao Tiap dan Lie Ceng Loan serentak Setelah itu mereka bertiga pun mulai berlatih, lalu bersenda gurau, Tak terasa hari pun sudah mulai senja, sang surya mulai menghilang di ufuk barat "Kita berlatih hampir seharian, tentunya Kakak Tay sudah capek, mari kita kembali ke dalam gua untuk beristirahat ujar Lie Ceng Loan.
"ltu memang baik, lagi pula Hian Ceng Totiang pun berada di dalam gua. Kalau kita terus berada di sini, rasanya kurang enak terhadap Hian Ceng Totiang,"
Sahut Pek Yun Hui.
"BetuI."
Lie Ceng Loan tersenyum. Mereka bertiga lalu kembali ke dalam gua, Hian Ceng Totiang sedang duduk bersemedi Ketika melihat ketiga gadis itu, ia pun tersenyum.
"Nona Pek, tadi Nona Na dan anak Loan meninggalkan gua, apakah mereka pergi mencari Bee Kun Bu?"
Tanya Hian Ceng Totiang.
"Kami bertiga cuma berlatih di luar, masih belum pergi cari Bee Kun Bu,"
Jawab Pek Yun Hui.
"Oh?"
Hian Ceng Totiang tertegun "Sang waktu akan berlalu dengan cepat, Nona Pek mengatakan dalam waktu setengah bulan...."
"Totiang jangan khawatir aku pasti akan pergi mencari Bee Kun Bu,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Totiang tenang saja!"
"Apa yang dikatakan Kakak Tay memang tidak sa-lah,"
Sela Na Siao Tiap.
"Kalau benar ayahku yang membawa pergi Bee Kun Bu, mereka pasti berada di suatu lembah, Aku yakin Kakak Tay pasti dapat mencari me-reka, maka Totiang tidak usah khawatir...."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Paman guru harus tenang,"
Sambung Lie Ceng Loan.
"Kakak Tay tidak akan mengecewakan Paman guru."
"Kalau Nona Pek yakin dapat mencari Bee Kun Bu, aku pun dapat berlega hati,"
Ujar Hian Ceng Totiang.
"Tapi mengenai Souw Peng Hai, kita pun harus bersiap-siap."
"Ya."
Pek Yun Hui mengangguk "Mulai besok aku akan pergi mencari Bee Kun Bu, dalam waktu tiga hari, aku pasti dapat menemukan tempa tnya..."
Mendadak terdengar suara siulan yang amat panjang di luar Dari suaranya yang melengking itu menandakan bahwa yang mengeluarkan siulan itu memiliki Iweekang yang amat tinggi, Air muka Pek Yun Hui dan Hian Ceng Totiang sudah berubah, mereka pun langsung berhambur ke luar.
"Pendatang itu memiliki kepandaian tinggi, itu bukan guruku,"
Ujar Pek Yun Hui pada Na Siao Tiap.
"Sekarang sudah malam, siapa yang begitu berani memasuki Pek Yun Giam?"
Na Siao Tiap mengerutkan kening, lalu tangannya menyambar senjata yang mirip gitar.
"Kakak Tay, kelihatannya orang itu berniat tidak baik, Bagaimana kalau kita ke luar untuk menyambut-nya?"
Tanya Na Siao Tiap.
"Baiklah! Mari kita ke luar!"
Sahut Pek Yun Hui. Tapi adik Loan tidak boleh pergi jauh. sedangkan Totiang boleh pergi memeriksa di sekitar Pek Yun Giam ini."
"Baik,"
Hian Ceng Totiang mengangguk "Nona Pek, menurut aku, pendatang itu mungkin Souw Peng Hai."
"Kalau benar dia...."
Pek Yun Hui tertawa dingin.
"ltu berarti riwayatnya akan tamat di sini. Ayoh, mari kita ke luar!"
Pada waktu bersamaan, terdengar lagi suara siulan itu semakin dekat dan suara siulannya berkumandang ke dalam gua.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Adik Na jangan ke mana-mana, biar aku saja yang pergi menyelidikinya!"
Pesan Pek Yun Hui sambil melesat ke luar Na Siao Tiap, Hian Ceng Totiang dan Lie Ceng Loan juga melesat ke luar Ketika mereka sampai di luar, tampak dua sosok bayangan hitam dan putih berkelebat pergi.
"Nona Pek sudah mengejar orang itu, kita harus menjaga di sini,"
Ujar Hian Ceng Totiang.
"Ya,"
Sahut Na Siao Tiap dan Lie Ceng Loan.
sementara Pek Yun Hui terus mengejar bayangan hitam itu, Namun meskipun gadis itu telah mengerahkan ginkangnya, masih tidak dapat menyusul orang itu.
itu membuatnya sangat penasaran "Biar bagaimana pun aku harus dapat menyusuInya,"
Ujarnya dalam hati.
"Aku ingin tahu siapa orang itu."
Akan tetapi, Pek Yun Hui tetap tidak dapat menyusul orang itu, itu sungguh membuatnya terkejut "Siapa orang itu? Ginkangnya begitu tinggi, Apakah dia bukan kaum Bu Lim Tionggoan (Daratan Tengah)?"
Gumamnya. Ada satu hal yang membuatnya tereengang, yaitu ginkang yang digunakan orang itu mirip Ling Khong Sih Tou (Terbang Diangkasa), ilmu ginkang andalan gurunya .
"Tak terduga sama sekali, selain guru masih terdapat orang lain yang memiliki ginkang begitu tinggi."
Tiba-tiba Pek Yun Hui teringat sesuatu.
"Bayangan orang itu mirip Bee Kun Bu, apakah dia? Kalau benar berarti kepandaiannya sudah mencapai tingkat tinggi."
Teringat akan itu, Pek Yun Hui segera berteriak menggunakan lweekangnya.
"Yang di depan itu apakah Bee Kun Bu?"
Orang yang di depan itu segera berhenti, kemudian membalikkan badannya sambil memberi hormat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Aku Bee Kun Bu memberi hormat pada Kakak Tay!"
"Dugaanku tidak salah."
Pek Yun Hui tertawa dan melayang turun di hadapan Bee Kun Bu.
"Kalau engkau tidak menggunakan ilmu Ling Khong Sih Tou, aku pasti menghujanimu dengan senjata rahasia jarum Maut pencabut Nyawa!"
"Aku harap Kakak Tay sudi memaafkanku!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Aku tidak mempersalahkanmu, sebaliknya ikut gembira atas keberhasilanmu itu,"
Sahut Pek Yun Hui sambil tersenyum.
"Maaf Kakak Tay!"
Ujar Bee Kun Bu.
"Aku memang sengaja memancing Kakak Tay meninggalkan tempat itu, karena banyak orang di sana akan menimbulkan banyak urusan pula."
"Jadi engkau ada urusan penting yang harus disampaikan padaku?"
Tanya Pek Yun Hui sambil menatapnya.
"Sejak aku kenal Kakak Tay, sejak itu pula Kakak Tay sering menolongku Aku tidak akan melupakan budi kebaikan Kakak Tay,"
Sahut Bee Kun Bu agak menyimpang dari pertanyaan Pek Yun Hui.
"Sebagai teman, memang harus tolong-menolong, maka jangan menyinggung soal budi kebaikan,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Kalau engkau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja jangan ragu!"
"Aku harap Kakak Tay bersedia mengabulkan satu permintaanku!"
"Apa permintaanmu?"
"Harap Kakak Tay sudi mengunjungi Sui Goat San Cung (Perkampungan Air Bulan), di sana aku akan menyampaikan sesuatu."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui diam, Bee Kun Bu menatapnya dan berkata lagi.
"Apakah Kakak Tay mengkhawatirkan adik Na dan Ceng Loan?"
"Apakah sesuatu itu harus kau sampaikan padaku di Sui Goat San Cung?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Ya."
Bee Kun Bu mengangguk "Memang tidak jadi masalah aku ikut engkau ke Sui Goat San Cung,"
Ujar Pek Yun Hui.
Tapi apakah engkau tahu bahwa Hian Ceng Totiang sedang berada di gua Thian Ki?
Kedatangan Hian Ceng Totiang di gua itu untuk menyampaikan pesan dari Souw Hui Hong menyangkut keselamatan kaum/imba persilatan."
"Oh?"
Bee Kun Bu tertegun "Apakah guruku mempersalahkan adik Loan?"
Tanyanya.
"Engkau cuma menanyakan itu?"
"Kakak Tay...."
Wajah Bee Kun Bu tampak kemerah~ merahan.
"Adik Loan adalah gadis yang masih po!os, lagi pula riwayat hidupnya amat menyedihkan...."
"Oooh!"
Pek Yun Hui tersenyum.
"Engkau harus tahu bahwa gurumu tampak panik sekali, Bagaimana mungkin punya waktu untuk mempersalahkan adik Loan-mu? Engkau boleh berlega hati, gurumu sama sekali tidak mempersalahkan Ceng Loan."
"Kakak Tay...."
Bee Kun Bu menarik nafas lega.
"Kenapa guruku datang di gua Thian Ki? Lagi pula Nona Souw Hui Hong sudah menjadi rahib, kenapa masih menitip pesan pada guruku?"
"ltu karena...."
Pek Yun Hui memberitahukan tentang Souw Peng Hai yang masih berambisi untuk menguasai rimba persilatan, lalu menambahkan.
"Souw Peng Hai berniat kembali ke rimba persilatan, itu akan menimbulkan suatu bencana bagi rimba persilatan, Maka Souw Hui Hong
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
bermohon pada gurumu untuk me-nemuiku, agar aku mau membasmi Souw Peng Hai, Tapi... aku sudah tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan lagi. Bagaimana kalau engkau yang memikul tugas itu?"
"Kepandaianku masih terbatas, bagaimana mungkin dapat membasmi Souw Peng Hai?"
"Kepandaianmu telah mencapai tingkat tinggi, kenapa masih ragu akan kepandaian sendiri ?"
Tapi kepandaian Kakak Tay jauh di atas kepandaianku kenapa menolak tugas itu?"
"Aku sudah berjanji tidak akan mencampuri urusan rimba persilatan lagi, maka engkaulah yang harus melaksanakan tugas itu, janganlah engkau mengecewakan guruku!"
"Baiklah."
Bee Kun Bu mengangguk Tapi kapan Kakak Tay akan ikut aku ke Sui Goat San Cung?"
"Kini Hian Ceng Totiang masih berada di gua Thian Ki. Aku harus menyelesaikan urusan itu dulu, barulah berangkat ke Sui Goat San Cung."
"Kalau begitu, aku mohon petunjuk harus bagai-mana?"
"Engkau harus ikut aku ke gua Thian Ki untuk menemui Hian Ceng Totiang, setelah itu barulah kita berangkat ke Sui Goat San Cung."
"Tapi..."
"Engkau tidak usah khawatir, gurumu tidak akan mempersa!ahkanmu."
Pek Yun Hui tersenyum.
"Sesungguhnya Hian Ceng Totiang sangat menyayangi mu, hanya saja pada waktu itu ada perintah dari ketua Kun Lun, maka engkau harus memaklumi hal itu!"
"Baiklah, Aku ikut Kakak Tay ke gua Thian Ki untuk menemui guruku. Tapi,., aku justru khawatir adik Loan ingin ikut kita ke Sui Goat San Cung, sebab itu akan merepotkan."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Engkau harus tahu, bahwa adik Loan sangat menghormatimu Apa yang engkau katakan, dia pasti menurut. Kenapa engkau mengkhawatirkan itu?"
Bee Kun Bu membungkam. Pek Yun Hui menatapnya sambil tersenyum dan berkata dengan suara rendah.
"Kita harus segera ke gua Thian Ki. Setelah menjelaskan semua itu, kita pun bisa berangkat secepatnya ke Sui Goat San Cung."
"Baiklah."
Bee Kun Bu mengangguk Na Siao Tiap, Lie Ceng Loan dan Hian Ceng Totiang masih menjaga di depan gua Thian Ki. Mendadak Lie Ceng Loan melihat dua sosok bayangan berkelebat ke arah mereka.
"Mereka datang!"
Serunya. Mendengar seruan itu, Hian Ceng Totiang segera menghunus pedangnya, sedangkan Na Siao Tiap memegang senjatanya erat-erat.
"Nona Na jangan melancarkan serangan, sebab yang seorang itu Nona Pek."
Hian Ceng Totiang memberitahukan "Ya."
Na Siao Tiap mengangguk Tak seberapa lama kemudian, kedua sosok bayangan itu telah melayang turun di depan gua, terdengar pula suara tawa Pek Yun Hui.
"Sungguh kebetulan, kita tidak usah mencari Bee Kun Bu lagi, dia sudah datang ke mari,"
Ujar Pek Yun Hui memberitahukan.
"Oh?"
Hian Ceng Totiang terbelalak "Kun Bu memberi hormat pada Guru!"
Ucap Bee Kun Bu sambil berlutut di hadapan Hian Ceng Totiang.
"Mohon Guru memaafkan Kun Bu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Begitu melihat Bee Kun Bu, Hian Ceng Totiang tidak tahu harus girang atau murung, tapi Hian Ceng Totiang telah menyaksikan ginkangnya begitu tinggi, tentu membuatnya bergirang dalam hati.
"Bangunlah!"
Ujar Hian Ceng Totiang sambil tertawa.
"Engkau tidak bersalah, Guru telah bertemu Nona Souw Hui Hong, dia telah menjelaskan tentang kejadian itu. Guru pun telah memberitahukan pada ketua partai Kun Lun Tong Leng Tojin, maka engkau pun telah dinyatakan tidak bersalah dalam hal itu. Kini menyangkut tentang Souw Peng Hai yang akan muncul di rimba persilatan yang tentunya akan menimbulkan suatu bencana, Engkau dan Nona Pek harus menundukkannya agar rimba persilatan bisa tenang."
"Terimakasih, Guru!"
Ucap Bee Kun Bu sambil bangkit berdiri.
"Kakak Kun Bu!"
Lie Ceng Loan tertawa gembira.
"Selama ini Kakak Kun Bu berada di mana? Kakak Tay dan Kakak Na sangat merindukanmu."
Lie Ceng Loan memang berhati polos, apa yang dipikirkan pasti diucapkannya, maka wajah Bee Kun Bu, Pek Yun Hui dan Na Siao Tiap langsung memerah.
"Nona Na, apa kabar?"
Tanya Bee Kun Bu sambil memberi hormat.
"Aku baik-baik saja,"
Sahut Na Siao Tiap sambil tersenyum "Kenapa engkau berlaku sungkan?"
"Adik Loan masih kecil, kalau dia kurang ajar, harap Nona Na sudi memaafkannya!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Eh?"
Pek Yun Hui tertawa kecil "Kenapa kalian berdua terus-menerus berbasa-basi, kapan habis nih?"
"Aku...."
Na Siao Tiap tergagap-gagap.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Guruku telah mengangkat Bee Kun Bu sebagai anak angkat, bahkan telah mengajarkan ilmu tingkat tinggi."
Pek Yun Hui memberitahukan "Selanjutnya dia pasti mencemerlangkan nama partai Kun Lun."
Hian Ceng Totiang tertegun, pantas Bee Kun Bu sudah begitu tinggi ilmunya! Hian Ceng Totiang membatin Mungkin dia telah mempelajari semua ilmu Kui Goan Pit Cek.
"Kalau begitu...."
Na Siao Tiap girang sekali.
"Mulai sekarang aku dan Bee Kun Bu sebagai kakak adik, itu sungguh di luar dugaan."
"Kakak Na!"
Lie Ceng Loan heran.
"Kenapa Kakak Na mengatakan sungguh di luar dugaan?"
"Ayahku bersifat aneh, beliau mau mengangkat Bee Kun Bu sebagai anak, bukankah itu sungguh di luar dugaan?"
Sahut Na Siao Tiap sambil tersenyum "Oooh!"
Lie Ceng Loan manggut-manggut.
"Oh ya!"
Pek Yun Hui mulai mengalih pada pokok pembicaraan "Bee Kun Bu kemari justru melaksanakan perintah guruku untuk menjemputku ke Sui Goat San Cung.
Aku tidak tahu apa tujuan guruku, namun besok aku harus berangkat ke sana."
"Tapi bagaimana dengan urusan Souw Peng Hai ?"
Tanya Hian Ceng Totiang. Totiang tidak usah khawatir!"
Pek Yun Hui tersenyum "Kini Na Siao Tiap sudah memiliki kepandaian tinggi, dia pasti dapat melawannya, lagi pula aku ke Sui Goat San Cung tidak menyita banyak waktu, cuma beberapa hari saja, Kami berdua pasti segera kembali ke mari."
"Nona Pek harus tahu, bahwa ilmu Kan Goan Cih itu amat lihay, Mungkin Bee Kun Bu tidak mampu menghadapinya seorang diri, maka aku harap Nona Pek segera pulang setelah urusan di Sui Goat San Cung diselesaikan."
"Ya."
Pek Yun Hui mengangguk
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kakak Kun Bu, aku sudah lama tidak bertemu paman dan bibi, bolehkah aku ikut?"
Tanya Lie Ceng Loan mendadak "Adik Loan, bukan aku tidak mau mengajakmu, tapi itu adalah perintah dari ayah angkatku,"
Ujar Bee Kun Bu sambil tersenyum.
"Maka aku tidak boleh mengajak orang lain. Engkau tetap di sini bersama adik Na, setelah urusan di Sui Goat San Cung selesai, aku pasti kembali ke mari menjemputmu ke sana!"
"Yaah!"
Lie Ceng Loan menarik nafas panjang.
"Baru bertemu sudah mau berpisah! Karena itu adalah perintah dari ayah angkatmu, tentunya aku harus menurut dan tetap di sini."
"Adik Loan jangan berduka!"
Hibur Bee Kun Bu.
"Aku pasti kembali ke mari secepatnya."
"Ya, Kakak Kun Bu."
Lie Ceng Loan mengangguk "Bee Kun Bu, sudah waktunya kita berangkat,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Kalau hari sudah terang, tidak baik kita menggunakan ginkang."
"Baiklah,"
Bee Kun Bu segera berpamit pada Hian Ceng Totiang, Na Siao Tiap dan Lie Ceng Loan, lalu melesat pergi.
"Kakak Kun Bu.,,."
Mata Lie Ceng Loan sudah basah.
"Paman guru, benarkan Kakak Kun Bu akan kembali ke mari secepatnya?"
"ltu tentu."
Hian Ceng Totiang mengangguk "Anak Loan, paman guru pun harus kembali ke gunung Kun Lun, baikbaiklah engkau di sini!"
"Paman guru...."
"Nona Na!"
Pesan Hian Ceng Totiang.
"Baik-baiklah menjaga Ceng Loan!"
"Ya."
Na Siao Tiap mengangguk "Anak Loan, jaga dirimu baik-baik!"
Ujar Hian Ceng Totiang lalu meninggalkan tempat itu dengan menggunakan ginkang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Paman guru.,,."
Kini mata Lie Ceng Loan bersimbah air.
"Adik Loan!"
Na Siao Tiap menatapnya.
"Kakak Pek dan Kakak Kun Bu telah berangkat ke Sui Goat San Cung, paman gurumu pun kembali ke Gunung Kun Lun, maka kita berdua tidak boleh ke mana-mana, harus tetap berada di dalam gua!"
"Ya!"
Lie Ceng Loan mengangguk Mendadak mereka mendengar suara desiran, tak lama di hadapan mereka telah muncul seseorang. Siapa orang itu, ternyata Na Hai Peng.
"Paman!"
Seru Lie Ceng Loan.
"Kakak Kun Bu dan Kakak Tay sudah berangkat ke Sui Goat San Cung, Paman terlambat ke mari."
"Ayah!"
Na Siao Tiap segera berlutut dengan air mata bereucuran "Nak, bangunlah!"
Na Hai Peng tersenyum lembut.
"Ayah sudah tahu Bee Kun Bu berangkat ke Sui Goat San Cung bersama Lan Tay Kong Cu. Kini ayah ingin menyampaikan beberapa patah kata padamu, Nak!"
"Ayah mau menyampaikan apa?"
Tanya Na Siao Tiap sambil bangkit berdiri. Na Hai Peng tidak segera menjawab, memandang Lie Ceng Loan seakan merasa kurang leluasa mengatakan sesuatu.
"Paman, Ceng Loan ke dalam gua saja."
Lie Ceng Loan mengetahui hal itu.
"Anak Loan!"
Na Hai Peng tersenyum dan merasa tidak enak "Engkau boleh tetap berada di sini, tidak akan mengganggu pembicaraan kami."
Lie Ceng Loan cuma tersenyum, sedangkan Na Hai Peng sudah memandang Na Siao Tiap seraya berkata.
"Ketika pertama kali ayah bertemu denganmu di Pek Yun Giam, ayah pun merasa telah bersalah terhadap kalian ibu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dan anak. Pada waktu itu ayah ingin membunuh diri, namun mengingat masih banyak urusan yang belum diselesaikan, maka ayah pun tidak jadi bunuh diri...."
Sementara Lie Ceng Loan juga mendengar pembicaraan mereka.
Gadis itu merasa heran, karena ketika bertemu Na Hai Peng di Gunung Kun Lun, wajah Na Hai Peng cerah ceria, namun kini tampak murung sekali, Oleh karena itu, ia pun mendengar pembicaraan mereka dengan penuh perhatian "Siao Tiap sama sekali tidak tahu, yang almarhumah katakan musuh itu, ternyata Ayah, Kalau tahu, Siao Tiap pun tidak berani melukai Ayah dengan irama Piepeh" (Gitar kuno Cina), mohon Ayah mengampuni Siao Tiap!"
Ujar Na Siao Tiap dengan mata bersimbah air.
"Aaaakh-!"
Na Hai Peng menarik nafas panjang.
"Anak Tiap tidak usah cemas tentang itu, ayah tidak mempersalahkanmu. Hari ini ayah ke mari karena ilmu Toa Pan Yok Sin Kang (llmu Sakti Membuat Diri Keba!), Almarhumah telah mewariskan ilmu tersebut padamu, namun jalan darah Jintokmu belum terbuka, maka ilmu sakti itu pun berkurang kehebatannya, Karena itu, ayah ke mari untuk membantumu dalam hal ini."
"Tapi"
"Anak Tiap jangan menolak, ayah berniat baik dan jangan mengecewakan ayah!"
Desak Na Hai Peng.
"Ayah, Siao Tiap sudah tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan."
Ujar Na Siao Tiap sungguh-sungguh.
"Maka pereuma Siao Tiap memperdalam ilmu silat Lebih baik Siao Tiap hidup tenang di tempat ini."
"Kalau begitu, ayah pun tidak akan memaksamu."
Na Hai Peng menatapnya dalam-dalam. Tapi ada satu hal yang harus ayah beritahukan."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Mengenai hal apa?" .
"Itu...."
Ternyata Na Hai Peng telah merencanakan sesuatu.
"Apakah Anak Tiap masih ingat, almarhumah pernah bilang apa padamu ketika belum meninggal?"
"lngat."
Na Siao Tiap mengangguk "lbu bilang yang paling jahat dan beracun bukanlah ular, Kalau dalam hati menyukai seorang lelaki, haruslah cepat-cepat membunuhnya."
"Anak Tiap tahu apa artinya?"
"Siao Tiap kadang-kadang mengerti, tapi kadang-kadang malah tidak habis berpikir, seakan tidak mengerti sama sekali."
"Apakah Anak Tiap akan menuruti apa yang almarhumah katakan itu?"
"ltu merupakan amanat almarhumah, tentunya Siao Tiap harus menurut Tapi kepandaian Siao Tiap belum mencapai tingkat tinggi, kalau bertemu lelaki yang Siao Tiap sukai, tapi kepandaiannya amat tinggi, sudah pasti Siao Tiap tidak mampu membunuhnya."
"Ngmm!"
Na Hai Pengmanggut-mangguL "Kini Anak Tiap tinggal di sini, kalau Lan Tay Kong Cu pergi dan tidak bisa cepat pulang, Anak Tiap harus bagaimana?
Na Siao Tiap diam, sebab gadis itu tidak pernah memikirkan tentang ini.
Mendadak Lie Ceng Loan me-nyela, sebab gadis itu tidak tahu bahwa Na Hai Peng mempunyai suatu rencana.
"Paman! Kakak Kun Bu adalah anak angkat Paman, berarti dia kakak angkat Kakak Tiap. Kakak Kun Bu amat baik orangnya, kalau Kakak Tay tidak tinggal di sini, aku akan menyuruh Kakak Kun Bu tidak tinggal bersama kami di sini,"
"Engkau memang bermaksud baik,"
Sahut Na Hai Peng sambil tersenyum.
"Tapi Na Siao Tiap masih punya ayah,"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kalau Siao Tiap tinggal di sini, tentunya harus tinggal bersama ayah kan?"
Ujar Na Siao Tiap yang mengetahui maksud Na Hai Peng.
"Tidak salah."
Na Hai Peng tersenyum.
"Namun tahukah Anak Tiap di mana tempat tinggal ayah?"
"KakakTay pernah memberitahukan pada Siao Tiap, bahwa Ayah sering tinggal di sini, Nah, bukankah tempat ini merupakan tempat tinggal Ayah?"
Na Hai Peng menggelengkan kepala sambil tertawa, kemudian ujarnya dan menatap putrinya.
"Gua Thian Ki ini memang tempat tinggal ayah, tapi setelah ayah menjemput ibumu dan Lan Tay Kong Cu ke luar, maka gua Thian Ki pun telah menjadi tempat tinggal Lan Tay Kong Cu. Setelah ibumu meninggal, ayah pun sering tinggal di Pek Hoa Hok (Lembah seribu bunga), Lembah itu adalah tempat tinggal kita berdua, Maka ayah harap Anak Tiap harus kembali ke sana."
"Ayah, Siao Tiap bukan tidak mau kembali ke sana, tapi Hian Ceng Totiang telah ke mari dan menyampaikan pesan Nona Souw Hui Hong pada Kakak Tay, bahwa Souw Peng Hai masih berambisi untuk menguasai rimba persilatan dan tak lama lagi akan memunculkan diri di rimba persilatan itu merupakan bencana bagi rimba persilatan Oleh karena itu, Kakak Tay, kakak Kun Bu dan Siao Tiap akan berunding tentang itu, maka untuk sementara ini, Siao Tiap belum boleh meninggalkan tempat ini,"
Ujar Na Siao Tiap memberitahukan dan menambahkan "Setelah berunding nanti, Siao Tiap pasti ke Pek Hoa Hok berkumpul dengan Ayah."
"Baiklah."
Na Hai Peng tertawa.
"Ayah masih harus menyelesaikan urusan lain, sampai jumpa di Pek Hoa Hok nanti!"
Na Hai Peng melesat pergi, Na Siao Tiap tertegun, kemudian berseru memanggil Na Hai Peng.
"Ayah, tunggu.,.!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Akan tetapi, Na Hai Peng sudah tidak tampak lagi, Na Siao Tiap berdiri termangu-mangu di tempat, air matanya pun berderai-derai.
"Paman sudah pergi, Kakak tidak usah berduka!"
Lie Ceng Loan menghiburnya dan menambahkan "Setelah urusan Souw Peng Hai beres, Kakak boleh pergi ke Pek Hoa Hok menjumpai paman...." ***** Bab ke 6 -Kejadian Diluar Dugaan Pada hari kelima, di saat hari mulai senja, Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui telah tiba di Sui Goat San Cung, kampung halaman Bee Kun Bu.
"Sudah lama aku meninggalkan rumah, entah bagaimana perubahan di rumah? Mudah-mudahan kedua orang tuaku tetap sehat wa!a'fiat!"
Ucap Bee Kun Bu dalam hati sambil memandang Sui Goat San Cung.
"Kenapa engkau berdiri tereenung di sini?"
Tanya Pek Yun Hui heran Bee Kun Bu tidak menyahut, kemudian mengayunkan kakinya mendekati rumahnya, Rumahnya itu memang masih ada, namun suasananya sudah tidak seperti dulu lagi, sunyi senyap seakan tiada penghuninya, Bee Kun Bu termangumangu memandang rumahnya itu.
"Kelihatannya telah terjadi sesuatu di rumahku."
Ujar Bee Kun Bu dengan suara serak.
"Mari kita ke dalam untuk melihat apa yang telah terjadi!"
Pada waktu bersamaan, tampak seorang tua berjalan ke luar dari rumah itu menghampiri Bee Kun Bu.
Orang tua itu menatapnya lama sekali, setelah itu barulah mengenali Bee Kun Bu.
Kemudian ia berseru sambil menggenggam tangan Bee Kun Bu erat-erat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Tuan muda! Tuan muda sudah pulang!"
Air mata orang tua itu berlinang-linang dan menangis terisak-isak.
"Ah Liok!"
Panggil Bee Kun Bu. Ternyata orang tua tersebut adalah jongos tua di rumah itu.
"Jangan menangis, bagaimana keadaan orang tuaku?"
"Tuan muda, nyoya tua sudah meninggal sedangkan tuan besar sudah lama jadi rahib."
Jongos tua itu memberitahukan "Di Sui Goat San Cung ini hanya terdapat dua buah kuburan dan hamba."
"Setahuku, ibuku sehat wal'afiat, kenapa mendadak meninggal?"
Tanya Bee Kun Bu tidak mengerti "Apakah telah terjadi sesuatu di luar dugaan?"
"Nyonya tua memang sehat wal'afiat, tapi tahun kemarin tuan besar berniat jadi rahib, maka meninggalkan rumah dan tidak kembali Oleh karena itu, nyoya tua pun jatuh sakit dan tak sampai satu bulan nyonya tua pun meninggal Hamba berfirasat Tuan muda akan pu-lang, maka tetap tinggal di sini, Hari ini.... Tuan muda sudah pulang."
"Aaaakh...!"
Keluh Bee Kun Bu dengan air mata berderai, namun masih menahan isak tangisnya.
Pek Yun Hui yang berdiri di sisinya, tahu bahwa Bee Kun Bu saat ini sangat berduka sekali, itu pasti akan merusak hawa murninya, Maka ia segera menaruh telapak tangannya di punggung Bee Kun Bu, dan sekaligus menyalurkan hawa murninya.
seketika juga Bee Kun Bu menarik nafas panjang, talu menangis tersedu-sedu, itu memang baik sekali bagi Bee Kun Bu untuk melampiaskan kedukaannya melalui tangisnya, Kalau tidak justru akan merusak hawa murni di dalam tubuhnya, sementara itu, jongos tua pun ikut menangis dengan sedih dan haripun mulai gelap.
Berselang beberapa saat kemudian, barulah Bee Kun Bu berhenti menangis.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Harap Kakak Tay sudi menunggu, aku harus ziarah ke makam ibuku!"
Ujarnya.
"Kini aku sudah berada di sini, tentunya aku pun harus ikut engkau pergi ziarah,"
Sahut Pek Yun Hui sungguh-sungguh.
"Baiklah."
Bee Kun Bu mengangguk, lalu berpesan pada jongos tua itu mempersiapkan keperluan sembah-yang, setelah itu, barulah mereka berangkat ke makam Pek Yun Hui ikut sembahyang di depan makam ibu Bee Kun Bu.
Usai sembahyang, hari pun sudah larut malam, maka mereka pun segera kembali ke rumah Bee Kun Bu itu.
Bee Kun Bu menyuruh jongos tua itu menyediakan beberapa macam hidangan dan arak untuk menjamu Pek Yun Hui.
Kini mereka berdua duduk berhadapan Bee Kun Bu mengangkat cangkirnya seraya berkata.
"Aku memberi hormat pada Kakak Tay dengan se-cangkir arak, setelah itu aku pun akan mencurahkan apa yang ada di benakku, mohon Kakak Tay memberi petunjuk padaku!"
"Baiklah,"
Sahut Pek Yun Hui sambil mengangkat cangkirnya.
"Mari kita minum!"
Mereka mulai meneguk minuman masing-masing, lalu menaruh kembali cangkir itu.
"Apa yang akan kukatakan seandainya terdapat kesalahan, aku mohon Kakak Tay sudi memaafkanku!"
Ujar Bee Kun Bu sambil menatap Pek Yun Hui.
"Katakan saja!"
Sahut Pek Yun Hui sambil tersenyum "Lagi pula aku tidak akan mempersalahkanmu."
Bee Kun Bu menarik nafas dalam, berselang sesaat barulah berkata dengan suara rendah.
"Kakak Tay, aku ingin bertanya, kalau ada budi tidak dibalas, apakah itu adalah perbuatan orang sejati?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"ltu tentu bukan perbuatan orang sejati,"
Sahut Pek Yun Hui dan tertegun "Kenapa engkau bertanya demi-kian?"
"Kalau begitu harus bagaimana?"
Bee Kun Bu balik bertanya.
"Kun Bu!"
Pek Yun Hui menatapnya.
"Curahkanlah apa yang tersimpan dalam benakmu!"
"Baiklah."
Bee Kun Bu mengangguk "Akan kucurah-kan.,.,"
Tiba-tiba Pek Yun Hui memberi isyarat agar Bee Kun Bu diam, setelah itu ia pun memandang ke atas sambil pasang kuping.
Menyaksikan itu, Bee Kun Bu tahu bahwa Pek Yun Hui bereuriga di atap rumah ada orang, maka ia pun tertawa.
"Sui Goat San Cung merupakan perkampungan miskin, jarang pesilat yang mendatangi perkampungan ini. Pereayalah! Di atap rumah tidak mungkin ada orang, mungkin itu suara ranting pohon yang tertembus angin."
Pek Yun Hui berkepandaian tinggi, bagaimana mungkin ia akan salah dengar?
Hanya saja langkah ginkang orang yang di atap rumah amat dikenatnya, namun Bee Kun Bu mengatakan begitu, maka Pek Yun Hui pun tersenyum "Kalau begitu, silakan melanjutkan!"
Ujarnya.
sesungguhnya Pek Yun Hui tidak salah dengar, di atap rumah memang ada seseorang.
Bukan orang lain, dia adalah Hian Ceng Totiang, Ternyata Hian Ceng Totiang tidak kembali ke gunung Kun Lun, melainkan menyusul Bee Kun Bu ke Sui Goat San Cung, Ketika sampai di tempat tersebut, ia melihat rumah Bee Kun Bu agak terang, itu membuatnya merasa heran sehingga mengerahkan ginkangnya meloncat ke atap rumah, sungguh di luar dugaan, justru terdengar oleh Pek Yun Hui.
Tapi Bee Kun Bu mengatakan begitu, itu membuat Hian Ceng Totiang yang di atap rumah tidak berani bergerak sama sekali.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kini kerajaan sedang kacau, rakyat akan tertimpa malapetaka. itu entah harus bagaimana baiknya?"
Ujar Bee Kun Bu memulai dengan pokok pembicaraan "Oh?"
Pek Yun Hui tertawa dalam hati, karena sudah tahu maksud tujuan Bee Kun Bu.
"Kenapa engkau berkata begitu? Mungkinkah mengandung suatu tujuan ter-lentu?"
"Tahukah Kakak Tay, siapa yang membebaskan diriku dari ruang batu itu?"
Tanya Bee Kun Bu mengalihkan pembicaraan "Tentunya orang yang berkepandaian tinggi."
"Benar."
Bee Kun Bu mengangguk "Orang itu adalah guru Kakak Tay."
"Oooh!"
Pek Yun Hui manggut-manggut.
"Pantas kepandaianmu bertambah maju, guruku pasti telah menurunkan kepandaiannya padamu."
"Benar."
Bee Kun Bu mengangguk "Guru Kakak Tay pun telah mengangkat diriku sebagai anak, dan sekaligus mewariskan kepadaku ilmu Kui Goan Pit Cek, namun...."
"Kenapa?"
"Beliau juga memberikan ku suatu masalah."
"Masalah apa?"
Tanya Pek Yun Hui sambil menatapnya "Bolehkah memberitahukan pada ku ?"
"Oleh karena itu, aku ajak kakak Tay ke mari,"
Jawab Bee Kun Bu. Ternyata ayah angkat mewariskanku ilmu Kui Goan Pit Cek itu dengan suatu syarat.,.,"
"Syarat apa?"
Pek Yun Hui pura-pura heran.
"Syarat itu yakni mengharuskan aku membujukmu kembali ke istana, itu demi kerajaan dan rakyat Kalau Kakak Tay bersedia kembali ke istana, berarti aku telah membalas budi kebaikan ayah angkatku."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Seandainya aku tidak mau kembali ke istana, engkau harus bagaimana?"
Tanya Pek Yun Hui mendadak "Aku akan bunuh diri,"
Sahut Bee Kun Bu tegas.
"Oh?"
Pek Yun Hui tertawa.
"Aku bertambah tidak mengerti, kenapa karena urusan itu engkau mau bunuh diri?"
"Sebab aku merasa malu terhadap ayah angkat karena tidak bisa membujukmu kembali ke istana, Oleh karena itu, aku pun harus mati,"
Jawab Bee Kun Bu.
"Sebab Kakak adalah putri kaisar, dan kini kerajaan sedang kacau, maka Kakak harus kembali ke istana untuk membantu kaisar."
Hian Ceng Totiang yang di atap rumah itu terkejut bukan main.
ia sama sekali tidak menyangka kalau Pek Yun Hui adalah putri kaisar Hian Ceng Totiang pun tampak cemas, sebab kalau Pek Yun Hui kembali ke istana, siapa yang akan menghadapi Souw Peng Hai nanti?
"ltu adalah perintah dari guru, tentunya aku tidak berani menolak,"
Ujar Pek Yun Hui serius.
"Namun guruku mengutusmu untuk membujukku, pasti ada sesuatu di balik itu. Bolehkah engkau menjelaskan ?"
"Ayah angkatku ragu akan dirinya sendiri Apabila beliau tidak bisa membujuk Kakak Tay, bukankah urusan akan jadi kacau balau? Oleh karena itu, beliau mengutus-ku untuk membujukmu."
"Oooh!"
Pek Yun Hui tersenyum.
"Aku tahu guru tidak berani mendesakku, lagi pula guru sangat menuruti-ku!"
"Kalau begitu, Kakak Tay akan kembali ke istana?"
Tanya Bee Kun Bu penuh harapan. Pek Yun Hui menggelengkan kepala, itu sungguh di luar dugaan Bee Kun Bu, cepat-cepat Bee Kun Bu mengangkat sebelah tangannya dan diarahkan pada ubun-ubun kepalanya.
"Aku malu terhadap ayah angkatku, lebih baik aku mati sekarang saja!"
Ujarnya dan sekaligus memukul ubun-ubunnya sendiri
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Akan tetapi, secepat kilat Pek Yun Hui menyentilkan telunjuknya, dan seketika juga tangan Bee Kun Bu tidak bisa bergerak "Engkau adalah lelaki, kenapa begitu tak berguna?"
Bentak Pek Yun Hui.
"Tidak bisa membujukku kembali ke istana, malah mau bunuh diri! itu adalah perbuatan pengecut!"
"Aku tahu, namun aku merasa malu pada ayah angkatku, Karena beliau yakin aku pasti berhasil membujukmu tapi...."
"Hmm!"
Dengus Pek Yun Hui dingin.
"Kalau engkau bunuh diri, berarti engkau tidak berani bertanggung-jawab! sifatmu yang meremehkan nyawa sendiri, bagaimana engkau kelak?"
Bee Kun Bu membungkam. Pek Yun Hui menatapnya dan melanjutkan dengan wajab serius.
"Lagi pula guruku tahu aku tidak akan kembali ke istana, Kalau aku menurutimu kembali ke istana, bagaimana engkau menjawab kalau guruku bertanya padamu?"
Pek Yun Hui menarik nafas.
"Engkau harus tahu, ini bukan urusan kecil, tapi urusan besar yang harus kupikirkan matang-matang."
Bee Kun Bu tetap diam, ia tahu dirinya telah bersalah tadi, sebab ia mengambil keputusan membunuh diri, itu sama juga mengancam Pek Yun HuL "Dan juga..."
Tambah Pek Yun Hui.
"Kedua orang tuamu cuma punya satu anak. walau ibumu telah meninggal, tapi masih ada ayahmu, yang menjadi rahib sekarang, seandainya engkau mati tadi, siapa yang akan menyambung keturunan lagi? Engkau sungguh tidak berpikir sama sekali, hanya tahu mendesakku kembali ke istana, sama sekali tidak memikirkan yang lain."
Perlahan-lahan Bee Kun Bu mendongakkan kepala sambil memandang Pek Yun Hui yang kebetulan juga sedang memandangnya.
Begitu dingin tatapan Pek Yun Hui dan tampak amat emosi, sehingga membuat Bee Kun Bu terkejut dan membatin Aku sungguh bodoh, Kakak Tay begitu teliti menghadapi suatu masalah, sedangkan aku begitu ceroboh,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sekarang aku harus hati-hati mem-bujuknya, Setelah membatin, Bee Kun Bu berkata.
"Aku kurang berpengalaman harap Kakak Tay sudi memberi petunjuk padaku!"
"Biar bagaimana pun, aku tetap seorang putri kaisar Kini kerajaan dalam bahaya, tentunya aku harus memikirkan itu,"
Sahut Pek Yun HuL Ucapan itu membuat Bee Kun Bu girang sekali, karena Pek Yun Hui sudah berniat kembali ke istana. Terimakasih, Kakak Tay!"
Ucapnya. Kini Pek Yun Hui yang diam. Bee Kun Bu menatapnya seraya berkata.
"Tadi aku telah berbuat salah, mohon Kakak Tay sudi memaafkan diriku!"
"Engkau harus ingat!"
Ujar Pek Yun Hui.
"Walau aku mengabulkan untuk kembali ke istana, engkau jangan bergembira du!u!"
"Kenapa?"
Bee Kun Bu heran.
"Kita harus bersikap agar guruku tidak bereuriga apa pun,"
Sahut Pek Yun Hui sambil menarik nafas.
"Maka masih harus menunggu waktu, sebab urusan ini menyangkut Adik Siao Tiap dan Adik Loan. Oleh karena itu, aku harus pikir baik-baik agar tidak menimbulkan masalah lain."
Bee Kun Bu cuma mengangguk, padahal ia tidak begitu mengerti maksud ucapan Pek Yun Hui karena Na Siao Tiap dan Lie Ceng Loan terkait ke dalam pula.
Yang mengerti adalah Hian Ceng Totiang yang di atap rumah itu.
ia kagum sekali pada Pek Yun Hui yang berpikiran panjang.
"Urusan kerajaan memang penting, tapi urusan Souw Peng Hai pun tak kalah penting, Menurut aku, dia pasti akan ke seberang laut untuk mengundang beberapa tokoh tua dari golongan hitam guna membantunya, Maka kita menggunakan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kesempatan ini untuk ke seberang laut dulu, kita menyelidiki beberapa iblis itu, Apabila perlu, kita basmi dulu iblis-iblis itu, agar engkau lebih leluasa menghadapi Souw Peng Hai.
Setelah itu, barulah aku kembali ke istana, Tentunya guruku tidak akan bereuriga lagi, sebab akan mengira dalam perjalanan ke seberang laut, engkau terus-menerus membujukku."
"Benar."
Bee Kun Bu tertawa gembira, Tapi...
dengan ilmu apa Kakak Tay menyerangku tadi, kenapa aku tidak dapat menghindari "Aku menggunakan senjata rahasia yang disebut Toh Meng Sin Cin (Jarum Sakti pencabut nyawa), maka engkau tidak dapat menghindarinya, Aku sudah mengambil keputusan untuk mengajarmu menggunakan senjata rahasia itu sebelum aku kembali ke istana, Senjata itu dapat kau gunakan ketika berhadapan dengan Souw Peng Hai."
"Terimakasih, Kakak Tay!"
"Kun Bu!"
Pek Yun Hui menatapnya.
"Kita berdua belum lama berkecimpung di dalam rimba persilatan, maka kita tidak tahu jelas tentang iblis-iblis yang ber-mukim di seberang laut itu, Lalu kita harus bagaimana menyelidikinya?"
"Guruku Hian Ceng Totiang pernah menyinggung tentang para iblis itu, tapi pada waktu itu aku masih kecil, sudah tidak ingat lagi,"
Ujar Bee Kun Bu.
"Kalau begitu, aku harus mengundang gurumu itu ke mari."
Pek Yun Hui tersenyum sambil memandang ke atas.
"Totiang sudah lama berada di atap rumah, kenapa masih belum mau turun untuk bereakap-cakap?"
Bee Kun Bu terbelalak dan segera memandang ke atas, Pada waktu bersamaan, terdengarlah suara tawa panjang dan tampak sosok bayangan berkelebat ke dalam, Hian Ceng Totiang sudah berdiri di hadapan mereka, .
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Nona Pek berpendengaran tajam, aku kagum se-kali,"
Ujar Hian Ceng Totiang sambil tersenyum.
"Guru!"
Bee Kun Bu langsung memberi hormat dengan wajah berseri "Kun Bu!"
Hian Ceng Totiang tersenyum lembut "KJni engkau sudah memiliki kepandaian tingkat tinggi, baik-baiklah mempergunakan kepandaianmu itu!"
"Ya, Guru."
Bee Kun Bu mengangguk Pek Yun Hui juga memberi hormat pada Hian Ceng Totiang, lalu mempersUakannya duduk.
"Aku yakin Totiang sudah mendengar pembicaraan kami. Kami berdua berniat berangkat ke seberang laut, tapi tidak tahu jelas tentang para iblis itu, harap Totiang sudi menjelaskannya,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Aku akan menjelaskan tapi mari kita duduk!"
Hian Ceng Totiang tersenyum "Sebab cukup waktu untuk menjelaskan tentang para iblis itu."
Pek Yun Hui mengangguk lalu duduk, begitu juga Hian Ceng Totiang, namun Bee Kun Bu masih tetap berdiri.
"Kun Bu, duduklah! jangan terus berdiri!"
Kata Hian Ceng Totiang.
"Terimakasih, Guru!"
Bee Kun Bu duduk.
"Mengenai para iblis seberang laut itu, kalau diceritakan memang cukup panjang,"
Ujar Hian Ceng Totiang sambil memandang Pek Yun Hui.
Tidak lama lagi Nona Pek akan kembali ke istana, Agar gurumu tidak bereuriga, bukankah lebih baik untuk sementara ini tinggal di suatu tempat, setelah itu baru kembali ke istana, jadi tidak perlu berangkat ke seberang laut."
Mendengar itu, Bee Kun Bu sudah tahu, bahwa para iblis itu amat lihay, maka Hian Ceng Totiang berkata begitu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Terimakasih atas perhatian Totiang, namun Totiang harus tahu bahwa Souw Peng Hai pernah terluka olehku dan kini dia masih berniat memunculkan diri di rimba persilatan Tentunya dia akan minta bantuan pada beberapa iblis itu, Bagaimana menurut Totiang?"
"Aku pun berpendapat seperti Nona Pek,"
Hian Ceng Totiang manggut-manggut.
"Namun beberapa iblis itu berkepandaian amat tinggi, lagi pula jarang berhubungan dengan partai-partai yang ada di daratan tengah. Kalau Souw Peng Hai minta bantuan pada mereka, belum tentu mereka akan mengabulkan Oleh karena itu, Nona Pek dan Kun Bu tidak perlu berangkat ke seberang laut."
Totiang mengatakan para iblis itu berkepandaian amat tinggi, justru membuat diriku ingin bertarung dengan mereka,"
Ujar Pek Yun Hui sambil tersenyum dingin "Pada waktu Giok Cin Cu terkena racun ular, Sao Kong Gie juga menyinggung Kui Tay Ciok Si dengan air muka berubah, Totiang pun pernah berkunjung ke kuil itu, para Hweeshio di sana rata-rata memiliki kepandaian tinggi, tapi akhirnya semuanya menghilang, Kini aku punya waktu senggang, ini adalah kesempatanku untuk menyelidiki beberapa iblis itu, maka aku harap Totiang sudi menceritakan tentang beberapa iblis itu!"
"Baiklah."
Hian Ceng Totiang mengangguk "Namun aku tidak tahu jelas semua iblis itu, hanya satu dua iblis saja, Harap Nona Pek jangan merasa kurang puas mendengarnya."
"Terimakasih, Totiang!"
Ucap Pek Yun Hui sambil tersenyum "Kalau membicarakan tentang para iblis di seberang laut itu, harus dimulai dari tiga ratusan tahun yang lampau,"
Ujar Hian Ceng Totiang dan menarik nafas panjang.
"Pada waktu itu, sembilan partai besar bertanding silat di Sao Sit Hong. Satu sama lain tidak mau saling mengalah. Akan tetapi, tibatiba terjadi suatu perubahan...."
"Perubahan apa?"
Tanya Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ketika mereka sedang bertanding, mendadak muncul seorang yang berkepandaian amat tinggi dan mencegah pertumpahan darah itu,"
Jawab Hian Ceng Totiang.
"Siapa orang yang berkepandaian amat tinggi itu?"
Tanya Pek Yun Hui lagi.
"Orang itu,.,."
Hian Ceng Totiang tersenyum "... boleh dikatakan punya hubungan dengan Nona Pek,"
"Oh?"
Pek Yun Hui terbelalak "Apakah orang itu adalah penulis kitab Kui Goan Pit Cek itu?"
"Benar."
Hian Ceng Totiang mengangguk "Orang aneh itu bersama Sam Im Sin Ni, menulis kitab Kui Goan Pit Cek."
"Orang aneh itu adalah Thian Ki Cinjin?"
Pek Yun Hui menatap Hian Ceng Totiang.
"Tidak salah, orang aneh itu adalah Thian Ki Cinjin KemuncuIannya pada masa itu cukup menggusarkan beberapa partai besar, sebab Thian Ki cinjin mencegah pertandingan itu. otomatis menggusarkan lima ketua partai, karena itu, Thian Ki Cinjin pun menantang mereka bertanding ia seorang diri dengan tangan kosong bertarung dengan kelima ketua itu, Tak sampai lima ratus jurus, kelima ketua partai itu telah dikalahkan Oleh karena itu, Thian Ki Cinjin dicap sebagai jago nomor satu di kolong langit Setelah itu, rimba persilatan pun aman dan damai sepuluh tahun lamanya, Namun tidak disangka, itu justru membuat beberapa orang mati-matian berlatih ilmu silat."
"Siapa orang-orang itu dan bagaimana hasil latihan mereka?"
Tanya Pek Yun Hui ingin mengetahuinya "Mereka adalah murid Tiam Cong, Hwa San dan Khong Tong Pay.
Pada masa itu, partai Khong Tong baru menerima seorang murid yang dipanggil Thai Ik, yang berbakat alam, Ketika melihat partai Khong Tong mengalami kekalahan, dia amat gusar namun tidak bisa berbuat apa-apa, Dia menyaksikan Thian Ki Cinjin mengalahkan para ketua partai dengan tangan kosong, maka diapun bertekad memperdalam
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ilmu silatnya, Oleh karena itu, dia meninggalkan partai Khong Tong."
"Apakah Thai Ik telah melupakan budi gurunya?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Dia meninggalkan partai Khong Tong memang salah, tapi sebetulnya dia berniat baik,"
Jawab Hian Ceng Totiang.
"Setelah dia meninggalkan partai Khong Tong, ketua partai itu pun mengumumkan bahwa Thai Ik adalah murid murtad, Sungguh di luar dugaan, Thai Ik justru berhasil memperdalam ilmu silatnya, Karena ketua partai Khong Tong telah mengumumkan bahwa dia adalah murid murtad, maka dia pun mendirikan partai Pit Sia Kiong di luar perbatasan Dia sendiri tergolong orang yang tidak lurus dan tidak sesat Para muridnya turun-temurun jarang memasuki daratan tengah."
"Hingga kini sudah tiga ratus tahunan, mungkinkah Thai Ik masih hidup?"
Tanya Pek Yun Hui tidak pereaya.
"Dua ratus tahun lampau, Thai Ik sudah meninggal, namun partai Pit Sia Kiong masih tetap berdiri di luar perbatasan Ketika berhasil memperdalam ilmu silatnya, dia pun pernah memasuki daratan tengah mendatangi partai Khong Tong, Dia pun menantang beberapa paman gurunya dan berhasil mengalahkan mereka, Sejak itu, kaum rimba persilatan tahu bahwa partai Khong Tong punya pesilat yang begitu tangguh."
"Maksud Totiang luar perbatasan itu adalah di seberang laut sana?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Ya."
Hian Ceng Totiang mengangguk.
"Setelah Thai Ik berhasil memperdalam ilmu silatnya, seharusnya dia pergi menantang Thian Ki Cinjing, atau menantang delapan partai besar, Kenapa dia malah menantang mantan paman gurunya?"
Tanya Pek Yun Hui tidak mengerti
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Mengenai itu, paman gurunya pun bertanya begitu. Thai Ik menjawab bahwa ia tidak tahu Thian Ki Cinjin berada di mana. Dia menantang ketua partai Khong Tong dan paman gurunya karena dirinya dicap sebagai murid murtad, justru sungguh di luar dugaan, dia mampu mengalahkan ketua partai Khong Tong dan paman gurunya, sekaligus mempermalukan partai Khong Tong."
"Oooh!"
Pek Yun Hui manggut-manggut.
"Sesungguhnya...."
Lanjut Hian Ceng Totiang, Thai Ik meninggalkan partai Khong Tong dengan niat baik, yaitu ingin memperdalam ilmu silatnya demi partai Khong Tong, Namun ketua partai itu malah mengumumkan bahwa dia adalah murid murtad, sehingga membuatnya amat sakit hati Oleh karena itu, dia menantang ketua partai itu dan paman gurunya, Setelah mengalahkan mereka, Thai Ik pun menghilang.
sedangkan Thian Ki Cinjin dan Sam Im Sin Ni bertarung matimatian, akhirnya jadi teman dan menulis kitab Kui Goan Pit Cek.
Tak lama mereka berdua pun meninggal dan Thai Ik pun tidak pernah kembali kedaratan tengah, Akan tetapi, secara diam-diam Thai Ik menyuruh para muridnya menculik kaum wanita untuk di bawa ke Pit Sia Kiong.
Walau secara diamdiam, akhirnya tersiar juga tentang hal itu, maka kaum Bu Lim mengetahui adanya Pit Sia Kiong itu."
"Di daratan tengah ini banyak terdapat kaum pendekar apakah tiada seorang pendekar yang berani melawan Pit Sia Kiong?"
Tanya Pek Yun Hui yang amat membenci penjahat "Ketika Thai Ik masih hidup, partai Khong Tong menghubungi delapan partai besar lainnya untuk membasmi Pit Sia Kiong, Delapan partai itu setuju dan segera bergabung, maka berangkatlah empat ribu orang lebih menuju ke Pit Sia Kiong untuk memusnahkan Pit Sia Kiong itu, Akan tetapi....M Hian Ceng Totiang menarik nafas panjang.
"Setelah berangkat, empat ribu orang lebih itu pun tidak pernah kembali lagi, mereka semua tewas di Pit Sia Kiong, Sejak itu, tiada seorang pun yang berani coba-coba ke Pit Sia Kiong lagi, dan lama kelamaan Pit Sia Kiong itu pun dilupakan orang."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tadi Totiang bilang, partai lain juga terdapat murid yang bertekad memperdalam ilmu silat mereka, bagaimana dengan mereka itu?"
"Memang masih terdapat dua orang, hanya saja kedua orang itu pergi ke tempat yang amat jauh."
"Sudikah Totiang menceritakan tentang mereka berdua itu?"
"Partai yang terkuat dalam pertandingan di Sao Sit Hong adalah partai Siauw Lim dan Bu Tong."
Hian Ceng Totiang memberitahukan "Pada masa itu, di dalam kuil Siauw Lim terdapat seorang padri bergelar Pek Lui Siangjin, beliau adalah ketua ruang Tatmo, juga termasuk tenaga inti partai Siauw Lim.
Akan tetapi, ketika menyaksikan Thian Ki Cinjin memiliki kepandaian yang begitu tinggi, padri itu pun langsung meninggalkan Sao Sit Hong dan tiada seorang pun tahu padri itu ke mana, Namun kemudian barulah diketahui bahwa padri itu berangkat ke Lam Hai (Laut Selatan) PuIau Thoa Khong To.
Di sana padri itu berhasil memperdalam ilmu silatnya, Oleh karena itu, partai Siauw Lim dibagi Siauw Lim utara dan Siauw Lim Selatan.
"Setelah Pek Lui Siangjin pergi, bagaimana isyu dalam rimba persilatan mengenai padri itu?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Karena kalian berdua amat tertarik, maka aku pun akan menceritakannya agar kalian mengetahuinya."
Hian Ceng Totiang tersenyum. Terimakasih, Guru!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Bagaimana Pek Lui Siangjin meninggalkan Sao Sit Hong dan bagaimana berangkat ke Lam Hai, memang banyak isyu tentang itu."
Hian Ceng Totiang memberitahukan "Ketika menyaksikan Thian Ki cinjin mampu mengalahkan kelima ketua partai, seketika juga Pek Lui Siangjin meninggalkan Sao Sit Hong.
Padri itu justru telah melupakan satu hal, yakni tiada perintah dari ketua, berarti bertindak atas kemauan sendiri Namun kemudian mendadak Pek Lui Siangjin itu kembali ke
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kuil Siauw Lim. Terayata dia teringat akan peraturan dan disiplin partai Siauw Lim yang sangat ketat itu."
Tentunya padri itu mendapat hukuman, maka langsung kabur, kan?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Dugaan Nona Pek salah!"
Hian Ceng Totiang menggelengkan kepala.
"Yang jelas padri itu memang kembali ke kuil Siauw Lim, namun sama sekali tidak menemui ketua Siauw Lim, Ku In Siansu, bahkan juga tidak pernah membaca doa. Padri itu seperti kesurupan, setiap hari cuma berjalan mondar-mandir sambil mengoceh Tanpa sengaja sepasang kakinya membawa dirinya ke ruang sembahyangan, padri itu terus mengoceh "Di luar langit masih ada langit, di luar orang masih ada orang", ocehannya membuat seorang pria yang sedang sembahyang langsung menyahut "Apa yang disebut langit? Apa yang disebut orang?"
Sahutan itu membuat padri tersebut tersentak sadar, dan segera pergi."
"Kenapa sahutan itu membuat padri tersebut pergi?"
Tanya Bee Kun Bu tidak mengerti "Pek Lui Siangjin berkepandaian tinggi, pelajaran Buddha pun sudah dalam,"
Jawab Hian Ceng Totiang.
"Sebelum pergi, padri itu masih sempat mendengar pria itu berkata.
"Langit adalah langit, orang adalah orang, Langit itu kosong, orang berisi berbagai pikiran Langit kosong tapi tinggi tak terukur Orang dapat mengosongkan pikiran, berarti dapat mencapai kesempurnaan setelah mendengar itu, Pek Lui Siangjin tertawa panjang, lalu meninggalkan kuil Siauw Lim."
"Totiang!"
Pek Yun Hui tampak bingung.
"Bukankah tadi Totiang bilang padri itu berangkat ke Lam Hai dan berhasil memperdalam ilmu silatnya? Tapi kenapa...?"
"Setelah Pek Lui Siangjin pergi, ketua Siauw Lim pun mengutus beberapa muridnya untuk mencarinya."
Ujar Hian Ceng Totiang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Apakah para murid Siauw Lim itu berhasil menemukan jejak padri itu?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Kun Bu!"
Hian Ceng Totiang tersenyum "Tahukah engkau berapa lama para murid Siauw Lim mencari padri itu?"
Bee Kun Bu menggelengkan kepala.
"Hampir dua puluh tahun, namun selama itu tiada kabar beritanya."
Hian Ceng Totiang memberitahukan "Kalau begitu, kenapa kemudian bisa tahu padri itu berada di Thao Khong To di Lam Hai?"
Tanya Pek Yun Hui heran "Dua tahun kemudian, ketua Siauw Lim meninggal SebuIan setelah ketua Siauw Lim meninggal mendadak muncul seorang gadis cantik jelita menyatakan ingin bertemu ketua Siauw Lim, Namun gadis itu ditahan tidak boleh masuk, sebab kuil Siauw Lim memang melarang para padri melayani tamu wanita, Gadis itu segera menyerahkan sepucuk surat, tapi para padri itu tidak mau menerimanya, maka gadis tersebut sangat gusar dan terjadilah pertarungan Sungguh di luar dugaan, para padri itu tidak mampu melawan gadis tersebut.
Ketua Siauw Lim yang baru segera keluar Gadis itu pun langsung menyerahkan surat yang dibawanya kepada ketua Siauw Lim yang baru, Setelah membaca surat itu, barulah mengetahui bahwa gadis itu adalah murid Pek Lui Siang-j'in, Di dalam surat itu pun mengatakan bahwa padri tersebut berada di Thao Khong To di Lam Hai, maka ketua Siauw Lim mengutus beberapa muridnya berangkat ke sana, Di saat itu pula, ketua Siauw Lim mengumumkan bahwa partai Siauw Lim dibagi menjadi Siauw Lim Utara dan Siauw Lim Selatan, Siauw Lim Selatan boleh menerima murid yang tidak mau jadi Hweeshio."
"Kalau begitu, kenapa pihak Thao Kong To disebut iblis di seberang laut?"
Tanya Bee Kun Bu.
"ltu disebabkan generasi keempat telah menerima seorang murid wanita yang amat cantik, namun murid wanita itu berhati
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
jahat, sehingga pulau Thao Khong To dijadikan pulau iblis, Sejak itu, pulau Thao Khong To pun putus hubungan dengan partai Siauw Lim.
partai Siauw Lim pernah mengutus beberapa murid handal untuk membekuk wanita iblis ilu, namun mereka semua gagal karena tidak mampu melawan wanita iblis tersebul."
Hian Ceng Totiang menambahkan.
"Walau para murid wanita iblis itu tidak begitu jahat, namun pulau Thao Khong To tetap di cap sebagai pulau iblis."
"Kalau begitu...."
Pek Yun Hui mengernyitkan ke-ning.
"Pihak Thao Khong To pasti masih mendendam partai Siauw Lim, karena para murid Siauw Lim pernah menyerbu ke sana, Maka kalau Souw Peng Hai minta bantuan pada pihak Thao Khong To, aku yakin pihak itu pasti bersedia membantunya, Kini Totiang telah menceritakan tentang Pit Sia Kiong dan Thao Khong To, apakah masih ada iblis lain yang bermukim di seberang laut?"
"Memang ada."
Hian Ceng Totiang mengangguk Tapi itu cuma merupakan kabar burung. Benar atau tidak, aku tidak berani memastikannya. Kalau tidak salah, guru iblis itu juga berasal dari daratan tengah."
"Siapa iblis itu?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Bolehkah Totiang memberitahukan ?"
Tentu, Sebab semua itu menyangkut keselamatan rimba persilatan masa kini, maka aku harus menjelaskannya."
Hian Ceng Totiang meneguk minumannya, lalu melanjutkan iblis itu berasal dari partai Bu Tong, dia adalah Cing Ko Hong, Ketua Bu Tong masa itu mewariskan kepandaiannya kepada Ling It Ho, bukan pada Cing Ko Hong.
Betapa gusarnya Cing Ko Hong, akhirnya dia meninggalkan gunung Bu Tong, Dia menetap di gunung Swat Ling San memperdalam ilmu silatnya, dan dia pun bersumpah tidak akan kembali ke daratan tengah."
"Benarkah Cing Ko Hong tidak kembali ke daratan tengah?"
Tanya Bee Kun Bu yang tertarik akan cerita itu.
"Sebetulnya Cing Ko Hong memperdalam ilmu silatnya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tujuannya adalah bertarung dengan Ling It Ho.
Akan tetapi, sepuluh tahun kemudian, kepandaiannya telah mencapai tingkat yang amat tinggi, justru membuatnya tiada ambisi lagi.
Cing Ko Hong khawatir ilmu silatnya tiada yang mewarisinya, maka dia pun menerima dua orang murid, Siapa sangka, kedua muridnya akhirnya berubah sepasang iblis yang amat ganas."
"Kedua murid Cing Ko Hong pernah memasuki daratan tengah?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Pernah, Mereka berdua ke gunung Bu Tong dengan maksud ingin bertanding dengan Ling It Ho, namun mereka terlambat karena Ling It Ho telah meninggal Ling It Ho punya seorang putri angkat bernama Ling Bu Ki. Ketika kedua murid Cing Ko Hong sedang bertanding dengan ketua Bu Tong, gadis itu pun memunculkan diri melawan kedua murid Cing Ko Hong, Sungguh di luar dugaan, kedua murid Cing Ko Hong justru jatuh hati pada gadis tersebut, belum bertanding mereka berdua segera memngalkan gunung Bu Tong kembali ke gunung Swat Ling San. Bagaimana Ling Bu Ki itu, tiada seorang pun tahu, Seratus tahun kemudian, di daratan tengah muncul seorang tabib sakti, Beliau pergi mencari rumput obat, tanpa sengaja memasuki gunung Swat Ling San. Namun tabib sakti itu dipukul orang di gunung Swat Ling San, sehingga nyawanya nyaris meIayang. Tabib sakti itulah yang menceritakan tentang Swat Ling San yang merupakan sarang iblis."
"Siapa tabib sakti itu?"
Tanya Hian Ceng Totiang.
"Dan siapa pula iblis yang bermukim di Swat Ling San?"
Tabib sakti itu adalah guru Sao Kong Gie,"
Jawab Hian Ceng Totiang.
"Sejak pulang dari gunung Swat Ling San dalam keadaan luka parah, sejak itu pula tabib sakti tersebut sama sekali tidak mau membicarakan ilmu silat, bahkan juga tidak mau mencampuri urusan rimba persilatan Beberapa tahun kemudian, tabib sakti itu pun meninggal Setelah tabib itu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
meninggal, tersiar pula berita tentang iblis yang bermukim di gunung Swat Ling San."
"Kalau begitu, Souw Peng Hai pasti berusaha minta bantuan pada para iblis itu, Maka dia berani berniat muncul di rimba persilatan lagi,"
Ujar Pek Yun Hui dan bertanya, Totiang, apakah masih ada iblis lain?"
"Mungkin ada, namun aku tidak mengetahuinya,"
Sahut Hian Ceng Totiang.
"Apa yang kubicarakan pada Kun Bu, mungkin Totiang telah mendengar semua,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Agar tidak menimbulkan kecurigaan guruku, maka aku pun mengajak Kun Bu ke seberang laut untuk menyelidiki para iblis itu. Apakah Totiang mengizinkan Kun Bu berangkat bersamaku?"
"Aku tidak berkeberatan, namun kalian berdua harus berhati-hati dan cepat pulang,"
Sahut Hian Ceng Totiang.
"Aku pun akan bermohon pada ketua partai Kun Lun, agar Kun Bu diterima sebagai murid Kun Lun lagi,"
"Terimakasih, Guru!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Setelah urusan Souw Peng Hai beres, Kun Bu pasti kembali ke gunung Kun Lun."
"Engkau selalu terjerat asmara, guru sudah tahu itu, ujar Hian Ceng Totiang sambil menatapnya.
"Maka engkau harus berhati-hati dalam hal itu, dan harus pula menurut pada Nona Pek!"
"Ya, Guru!"
Bee Kun Bu mengangguk "Guru dapat berlega hati, karena engkau berangkat bersama Nona Pek,"
Ujar Hian Ceng Totiang.
"Namun Lie Ceng Loan, adik seperguruanmu itu selalu ingat pada mu. Guru harap engkau dapat membawa diri, jangan gampang tergoda!"
"Totiang tidak usah khawatir!"
Pek Yun Hui tersenyum.
"Bee Kun Bu adalah pemuda yang selalu menjaga diri. Ka!au
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Totiang tidak menolak, aku undang Totiang tinggal di gua Thian Ki menemani Adik Loan."
"Menurut aku, lebih baik kalian kembali ke Kwat Cong San untuk memberitahukan pada Nona Siao Tiap dan Anak Loan, agar mereka tidak mengkhawatirkan kalian,"
Usul Hian Ceng Totiang.
"Aku memang bermaksud begitu, namun itu akan menyita waktu,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Bukankah lebih baik Totiang yang memberitahukan pada mereka, bahwa kami masih ada urusan lain, tidak begitu cepat pulang."
"ltu tidak jadi masalah, tapi bukankah akan mengecewakan Nona Siao Tiap dan Anak Loan?"
"Memang, namun demi mempersingkat waktu, kami harus segera berangkai kata Pek Yun Hui.
"Sebelum berangkat ke seberang laut, kami akan mampir di Toan Hun Ya untuk menengok Souw Hui Hong, setelah itu baru menuju ke seberang laut."
"Baiklah."
Hian Ceng Totiang mengangguk "Para iblis di seberang laut amat tinggi kepandaian mereka, lagi pula licik, Kalau kalian berdua terjadi sesuatu di seberang laut, cara bagaimana memberi kabar padaku?"
Pek Yun Hui diam, tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan itu.
justru Bee Kun Bu yang mengemukakan pendapat "Kakak!
Sin Hok Hian Giok dapat terbang ribuan mil sehari, kalau kita terjadi sesuatu, bukankah dapat minta bantuan Sin Hok untuk memberi kabar?"
"Benar."
Pek Yun Hui mengangguk "Kalau begitu, kita harus mengajak Sin Hok menemani kita."
"Bagus."
Hian Ceng Totiang tersenyum.
"Kini hari sudah hampir terang, agar tidak membuang waktu, lebih baik aku berangkat sekarang menuju Kwat Cong San."
"Selamat jalan, Totiang!"
Ucap Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Selamat jalan, Guru!"
Ucap Bee Kun Bu. Setelah Hian Ceng Totiang pergi, Ah Liok, jongos tua itu pun muncul lalu menghampiri Bee Kun Bu.
"Tuan muda mau sarapan pagi?"
Tanyanya.
"Ah Liok!"
Bee Kun Bu menatapnya.
"Tidak usah repotrepot. Sebab aku dan Nona Pek mau berangkat sekarang."
"Tuan muda...."
Mata jongos tua itu mulai basah.
"Kok cepat mau pergi?"
"Kami ada urusan penting, harus segera berangkat,"
Jawab Bee Kun Bu dan berpesan "Ah Liok baik-baik menjaga rumah ini, kalau aku sempat pasti pulang!"
"Tuan Muda.,.,"
Air mata Ah Liok mulai bereucuran "Kun Bu, mari kita berangkat!"
Ajak Pek Yun Hui.
"Ah Liok!"
Ucap Bee Kun Bu.
"Selamat tinggal!"
"Selamat jalan, Tuan muda! Selamat jalan, Nona Pek!"
Ucap Ah Liok terisak-isak.
"Hamba pasti baik-baik menjaga rumah ini...."
Bagian ke tujuh Bertemu Orang Aneh Setelah meninggalkan Sui Goat San Cung, hari pun sudah siang, Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui tidak berani menggunakan ginkang, karena tidak mau menarik perhatian orang.
"Kakak Tay!"
Ujar Bee Kun Bu sambil menarik nafas panjang.
"Guru sangat baik terhadapku, entah harus bagaimana aku membalas kebaikannya?"
"Asal engkau dapat menegakkan keadilan dalam rimba persilatan, itu berarti engkau telah membalas budi kebaikannya,"
Jawab Pek Yun Hui sambil tersenyum "Benar."
Bee Kun Bu manggut-manggut.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kun Bu!"
Pek Yun Hui menatapnya.
"Tidak lama lagi kita akan sampai di sebuah sungai, bagaimana kalau kita naik perahu saja?"
"Naik perahu?"
Bee Kun Bu tereengang.
"Ya."
Pek Yun Hui mengangguk "Kalau naik perahu, kita dapat menyaksikan keindahan alam."
"Baiklah."
Bee Kun Bu tersenyum Tak seberapa lama kemudian, mereka sudah sampai di sebuah sungai, kebetulan ada sebuah perahu berlabuh di tepi sungai itu. Tuan mau menyewa perahu?"
Tanya tukang perahu yang berusia empat puluhan.
"Ya."
Bee Kun Bu mengangguk "Bisakah antar kami ke selatan?"
"Bisa."
Tukang perahu itu mengangguk Melihat Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui tidak membawa buntalan pakaian, ia yakin mereka berdua bukan orang biasa.
Bee Kun Bu segera memberikan kepada tukang perahu sepuluh tael perak, tentunya sangat menggirangkan tukang perahu itu.
"Silakan naik!"
Ucap tukang perahu.
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui melangkah ke dalam perahu, Tukang perahu pun segera mengayuh perahunya.
Berselang beberapa saat kemudian, hari pun mulai gelap.
Pek Yun Hui memandang ke langit, tampak bulan bersinar amat terang, ternyata malam bulan purnama.
"Kun Bu, betapa indahnya pemandangan di bawah sinar bulan purnama,"
Ujar Pek Yun Hui.
"Benar."
Bee Kun Bu mengangguk "Memang indah sekali."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Bagaimana kalau kita suruh tukang perahu menyediakan arak, lalu kita minum di bawah sinar bulan purnama sambil mengobroI?"
Tanya Pek Yun Hui dengan wajah berseri.
Ketika melihat Pek Yun Hui begitu gembira, Bee Kun Bu pun setuju, dan segera menyuruh tukang perahu menyediakan arak.
Tukang perahu juga tampak gembira, maka ia buru-buru menyediakan arak untuk mereka berdua, Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui segera meneguk arak itu.
"Apakah di dalam perahu ini ada Yang Khim (Se-macam alat musik)?"
Tanya Bee Kun Bu kepada tukang perahu.
"kebetulan sekali!"
Sahut tukang perahu sambil ter-tawa.
"Di dalam perahuku ini memang ada Yang Khim."
"Bagus."
Wajah Bee Kun Bu berseri, Tolong bawa ke mari!"
Tukang perahu langsung mengambil Yang Khim, lalu diberikan pada Bee Kun Bu, Setelah menerima alat musik itu, Bee Kun Bu pun menaruhnya ke hadapan Pek Yun Hui.
"Aku masih ingat, Kakak pernah main alat musik ini, bagaimana kalau Kakak mainkan lagi sekarang?"
"Baiklah, Tapi mungkin tidak enak didengar."
"Kakak jangan merendahkan diri, setahuku Kakak mahir main Yang Khim."
Pek Yun Hui tersenyum, kemudian mulai memainkan alat musik itu, dan terdengarlah suara Yang Khim yang amat merdu.
Bee Kun Bu mendengarkan dengan penuh perhatian Walau ia tidak mengerti musik, tapi justru mendengar dengan mulut ternganga lebar
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Berselang beberapa saat kemudian, barulah Pek Yun Hui berhenti, Ketika Bee Kun Bu baru mau memujinya, mendadak terdengar suara tawa panjang, menyusul terdengar pula suara lelaki yang agak parau.
"Sungguh menggetarkan kalbu suara Yang Khim itu! perahu mengapung di sungai, suara Yang Khim menggetarkan kalbu, tentunya orang luar biasa, Aku baru memasuki daratan tengah, ingin sekali cari teman, apakah tidak mengganggu kalian berdua?"
Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui segera menoIeh, tampak seseorang berdiri di tepi sungai, mengenakan jubah hijau dan rambutnya sudah memutih.
"Kalau tidak mengganggu kalian berdua, aku ingin mengobrol dengan kalian."
Ujar orang tua itu, ia berdiri begitu jauh, tapi suaranya terdengar begitu jelas, pertanda orang tua itu berkepandaian tinggi.
Bee Kun Bu memandang Pek Yun Hui, sedangkan Pek Yun Hui diam saja, Kelihatan ia agak terkejut akan Iweekang orang tua itu.
Bee Kun Bu mengira Pek Yun Hui tidak setuju, Ketika ia baru mau membuka mulut mencegah orang tua itu naik ke perahu, terdengarlah suara tawa panjang.
Ternyata orang tua itu yang tertawa, Kemudian tampak orang tua itu melesat ke arah perahu dengan jurus Sin Liong Jip Yun (Naga Sakti masuk ke awan), ia sudah berdiri di atas perahu tersebut Sungguh tinggi ginkangnya, diam-diam Bee Kun Bu memuji dalam hati.
"Maaf!"
Ucap orang tua itu sambil tersenyum "Secara lancang aku naik ke perahu kalian ini, harap kalian berdua sudi memaafkan kelancanganku!"
Pek Yun Hui menatap orang tua itu, kemudian memandang Bee Kun Bu seakan menyuruhnya menyahut "Tidak apa-apa,"
Ujar Bee Kun Bu sambil tersenyum.
"Cianpwee siapa dan silakan ke mari mengobrol dengan kami!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Aku Tan Cun Goan, tinggal di Swat Ling San."
Orang tua itu memberitahukan.
"Selama tiga empat puluhan tahun tiada kesempatan mengunjungi daratan tengah, kini sedang menuju ke utara, kebetulan bertemu kalian berdua, ini sungguh berjodoh."
Begitu mendengar orang tua itu dari Swat Ling San, hati Pek Yun Hui pun tergerak, maka ia cepat-cepat menyahut "Aku she Pek, adik ini she Bee.
Kebetulan Cianpwee datang dari Swat Ling San, maka aku ingin menanyakan seseorang pada Cianpwee."
Orang tua itu memandang Pek Yun Hui, ketika menyaksikan Pek Yun Hui begitu anggun, hatinya pun tergerak.
"Kalau aku tahu, aku pasti memberitahukan!"
"Aku dengar cerita orang, dulu ada seseorang berasal dari partai Bu Tong tinggal di Swat Ling San, hingga kini sudah lebih dari seratus tahun, apakah Cianpwee tahu tentang orang itu?"
Tanya Pek Yun Hui. Setelah mendengar pertanyaan Pek Yun Hui, Tan Cun Goan langsung tampak serius dan sepasang matanya menyorot tajam.
"Kenapa Nona menanyakan tentang itu? Apakah Nona punya hubungan dengan partai Bu Tong?"
Tanya orang tua itu.
"Kami berdua tidak punya hubungan apa-apa dengan partai Bu Tong. Namun karena kami pernah dengar cerita tentang itu, dan juga Cianpwee datang dari Swat Ling San, maka Kakak Pek menanyakan itu dengan tidak sengaja,"
Sahut Bee Kun Bu.
"Oooh!"
Tan Cun Goan tersenyum.
"Ternyata begitu, lebih baik kalian berdua jangan bertanya tentang itu. Dalam rimba persilatan, banyak terdapat budi dan dendam Malam ini amat indah, kenapa harus membicarakan itu yang mengotori
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
keindahan malam bulan purnama? Alangkah baiknya kalau kita minum dan Nona Pek memainkan Yang Khim saja."
Bee Kun Bu tahu bahwa orang tua itu pasti punya kesulitan, maka tidak mau menceritakan tentang Swat Ling San.
"Apakah Cianpwee mahir memainkan Yang Khim?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Mengerti sedikit,"
Tan Cu Goan tertawa.
"Kalau begitu, apakah Cianpwee sudi memperdengarkan suara Yang Khim itu?"
Bee Kun Bu tersenyum.
"Baiklah."
Orang tua itu tertawa gelak, kemudian mendadak menjulurkan kelima jarinya ke arah Yang Khim itu.
seketika juga Yang Khim yang ada di hadapan Pek Yun Hui melayang ke arah orang tua itu.
Dapat dibayangkan, betapa tingginya lweekang orang tua itu.
Menyaksikan itu, wajah Bee Kun Bu tampak biasa, namun wajah Pek Yun Hui tampak agak berubah Setelah Yang Khim itu berada di tangannya, Tan Cun Goan pun mulai memainkannya seraya membacakan sebuah syair "Memetik tali Yang Khim mencurahkan isi hati, tersimpan tekad tapi tak terlaksanakan, berkelana ribuan mil, kapan kembali ke kampung halaman?"
Bee Kun Bu tidak begitu memperhatikan syair itu, sebaliknya Pek Yun Hui malah mendengarkan dengan penuh perhatian dan hatinya pun semakin tergerak, karena syair yang dibacakan orang tua itu mengandung suatu peringatan justru membuat Pek Yun Hui tidak mengerti, sehingga termangu-mangu.
"Orang tua itu memang aneh, kenapa memperingatkan kami? Apakah dia bermaksud mencegah kami menuju Swat Ling San?"
Tanya Pek Yun Hui dalam hati.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sesudah memainkan Yang Khim, Tan Cun Goan pun mengembalikan Yang Khim itu ke atas meja dengan cara mendorong disertai lweekang, maka Yang Khim itu melayang ke tempat semula di hadapan Pek Yun Hui.
"Maaf!"
Ucapnya sambil tersenyum "Aku kurang mahir memainkan Yang Khim."
"Cianpwee terlampau merendah,"
Sahut Bee Kun Bu yang merasa kagum padanya.
"Kalau dibandingkan dengan Nona Pek, maka aku harus tahu diri,"
Ujar Tan Cun Goan.
"Karena Nona Pek ahli musik."
"Cianpwee berkepandaian tinggi, tapi justru tinggal di tempat sepi, apakah Cianpwee punya kesuIitan?"
Tanya Pek Yun Hui.
Orang tua itu menarik nafas panjang, kemudian memandang ke arah bulan purnama seraya bergumam "Aku dapat mengelabui Saudara Bee, tapi tidak dapat mengelabui Nona Pek, Apabila dapat menyudahi sesuatu, lebih baik disudahi, Kalau tidak, itu akan menimbulkan suatu akibat."
"Cianpwee menasihati kami agar kembali ke kampung halaman, tahukah Cianpwee kenapa kami menuju selatan?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Di Toan Hun Ya terdapat Souw Peng Hai yang amat lihay, ilmu Kan Goan Cihnya telah menciutkan nyali sembilan partai besar Namun dia kalah di tangan seorang gadis, tentunya gadis itu adalah Nona Pek Yun Hui, yakni adalah Nona sendiri, Tidak salah dugaanku kan?"
Tan Cun Goan menatapnya. Pek Yun Hui diam saja, sedangkan orang tua itu menatap Bee Kun Bu seraya berkata.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kalau tidak sa!ah, engkau adalah Bee Kun Bu, murid Kun Lun Sam Cu. Tidak salah kan?"
"BetuI."
Bee Kun Bu mengangguk "Tapi kok Cianpwee tahu perjalanan kami?"
Ttu harus dimulai dari Souw Peng Hai,"
Jawab Tan Cun Goan sambil menarik nafas.
"Setengah bulan yang lalu, Souw Peng Hai bersama Co Hiong, muridnya mengunjungi Swat Ling San menemui kami lima saudara, Dia menceritakan tentang keadaan rimba persilatan daratan lengah, bahkan juga memberitahukan pada kami bahwa ilmu Nona Pek bersumber dari kitab Kui Goan Pit Cek peninggalan Thian Ki Cinjin, maka dia membujuk kami ke daratan tengah untuk membalas dendam, Oleh karena itu, aku diutus ke daratan tengah untuk menyelidiki jejak Nona Pek. Tadi aku mendengar suara Yang Khim, timbullah dugaanku Nona adalah Pek Yun Hui."
"Kini Cianpwee sudah tahu bahwa aku adalah Pek Yun Hui, lalu Cianpwee akan bagaimana?"
Tanya Pek Yun Hui dingin.
"Sungguh beruntung aku bertemu di sini,"
Jawab Tan Cun Goan sambil tertawa.
"Lalu harus bagaimana? Malam ini sungguh indah, kenapa harus mengotori ke-indahannya?"
"Tadi Cianpwee sudah bilang, Souw Peng Hai mengunjungi Swat Ling San untuk minta bantuan, maka Cianpwee diutus kedaratan tengah untuk menyelidiki jejakku, sekarang aku sudah berada di hadapan Cianpwee, apakah Cianpwee akan melanggar perintah dari Swat Ling San?"
"Aku tahu Nona Pek berkepandaian tinggi, maka aku baru mau memperingatkan Nona. Untuk apa Nona Pek mencampuri urusan rimba persilatan? itu amat berbahaya dan tiada harganya bagi Nona Pek,"
Ujar Tan Cun Goan.
"Cianpwee!"
Sela Bee Kun Bu.
"Aku tidak mengerti, Cianpwee bilang Kakak Pek berkepandaian tinggi, tapi juga mengatakan akan berbahaya dan tiada harganya bagi Nona Pek, itu bagaimana menjelaskannya? Kalau pihak Swat Ling
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
San bersedia membantu Souw Peng Hai untuk menyerbu kedaratan tengah, apakah kami harus berpeluk tangan?"
"Saudara Bee tidak tahu, nona Pek selalu bertindak secara terang-terangan, itu membuatku kagum dan salut, maka aku melanggar perintah memperingatkan Nona Pek, agar Nona Pek tidak menempuh bahaya,"
Jawab Tan Cun Goan.
"Terimakasih atas perhatian Cianpwee!"
Ucap Pek Yun Hui.
"Namun Cianpwee tidak menjelaskan tentang bahaya itu, bagaimana mungkin dapat mencegah niatku?"
"Kalian berdua menuju Swat Ling San, sama sekali tidak bersiap untuk menghadapi suatu jebakan, Lagi pula ilmu silat Swat Ling San tidak semuanya bersumber dari partai Bu Tong, Walau kalian berdua berkepandaian tinggi, sulit menghadapi keroyokan."
"Maksud baik Cianpwee kuterima dalam hati, mengenai ilmu silat, apakah Cianpwee bersedia memberi petunjuk padaku?"
Tanya Pek Yun Hui mendadak, secara tidak langsung menantang orang tua itu.
"Nona Pek...."
Tan Cun Goan tersenyum hambar"...
memang berkepandaian tinggi, maka aku pun tidak berani memberi petunjuk, Namun aku akan memberi petunjuk beberapa jurus pada saudara Bee, agar dia tahu ilmu silat Swat Ling San tidak bersumber dari partai Bu Tong."
Usai berkata begitu, Tan Cun Goan pun melesat ke arah sungai, kemudian berdiri di permukaan air. Dapat dibayangkan, betapa tingginya ginkang orang tua itu.
"Kepandaian orang itu sangat anch, engkau harus berhatihati!"
Pesan Pek Yun Hui.
"Ya."
Bee Kun Bu mengangguk lalu mengerahkan ginkangnya Ling Khong Sih Tou (Terbang di Angkasa) melayang ke sungai berdiri di hadapan Tan Cun Goan.
"Saudara Bee, sungguh hebat ilmu ginkangmu!"
Puji T.m Cun Goan.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Mohon petunjuk Cianpwee!"
Sahut Bee Kun Bu merendah.
"Baiklah."
Tan Cun Goan tertawa.
"Lihat serangan!"
Orang tua itu mendorongkan sepasang telapak tangannya, Kelihatannya sangat sederhana sekali, namun sesungguhnya penuh mengandung lweekang, Kemudian mendadak berubah berpuluh pasang telapak tangan menyerang ke arah Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu memang sudah siap dan berhati-hati, ia langsung berkelit dengan Ling Khong Sih Tou, ilmu ginkang yang amat hebat itu.
Menyaksikan itu, Tan Cun Goan pun membatin "Engkau memiliki ginkang tinggi, tapi belum tentu dapat menghindari Loan Yun Thui Swat (Awan kacau dorong salju), ilmu tangan kosongku."
Akan tetapi, justru mendadak Bee Kun Bu balas menyerangnya dengan jurus Cie Im To Yang (Menyam-but dan mendorong), itu adalah jurus yang amat ampuh dan aneh.
Tan Cun Goan menyerang Bee Kun Bu dengan iweekang, Bee Kun Bu menyambut lweekang itu, dan sekaligus mendorongnya ke samping, itu membuat permukaan air sungai muncrat ke atas dan bergelombang, Betapa dahsyatnya lweekang Tan Cu Goan dapat dibayangkan "Bagus!"
Seru Tan Cu Goan memuji.
"Saudara Bee, engkau memang hebat!"
"Cianpwee memiliki lweekang yang amat dalam, aku kagum sekali!"
Sahut Bee Kun Bu.
"Ha ha ha!"
Tan Cu Goan tertawa gelak.
"Aku baru memasuki daratan tengah, sudah cukup banyak orang yang kutemui, namun mereka semuanya cuma merupakan tong kosong, hanya Saudara Bee yang berisi, Aku senang sekali, mari kita bertanding beberapa jurus lagi!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Silakan!"
Sahut Bee Kun Bu.
Kini Tan Cun Goan sudah tahu bahwa Bee Kun Bu memiliki kepandaian yang amat tinggi, maka ia pun tidak sungkan-sungkan mengeluarkan ilmu andalannya.
Orang tua itu menyerang Bee Kun Bu dengan jurus-jurus am-puh, namun Bee Kun Bu segera berkelit dengan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu (Gerak langkah lima unsur).
Maka walau Tan Cun Goan menyerangnya bertubi-tubi, Bee Kun Bu dapat berkelit dengan mudah sehingga membuat orang tua itu kagum bukan main.
Akan tetapi, kemudian jurus-jurus Tan Cun Goan pun semakin aneh, entah jurus apa yang dipergunakan orang tua itu, sedangkan Bee Kun Bu berkelit mengandal pada ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu saja.
itu membuat Tan Cun Goan menjadi penasaran seka!i, dan mengira Bee Kun Bu meremehkannya, karena pendekar kita itu sama sekali tidak balas menyerang.
"Hm!"
Dengus Tan Cun Goan dalam hati "Engkau memang berkepandaian tinggi, namun tidak akan lolos dari jurusjurusku! Kalau aku tidak bisa memukulmu sampai tenggelam, engkau pasti semakin meremehkanku!"
Padahal sesungguhnya, Bee Kun Bu sama sekali tidak meremehkannya, melainkan sedang memperhatikan jurusjurus aneh yang dipergunakan orang tua itu.
sementara Tan Cun Goan sudah mulai menyerangnya dengan berbagai ilmu simpanan, tapi tetap tidak bisa menyentuh ujung baju Bee Kun Bu.
"Hebat! Hebat!"
Puji Tan Cun Goan.
"Ti Tu Ciang hoat (llmu pukulan laba-laba) ku sama sekali tidak mampu merobohkanmu, kini aku terpaksa menyerangmu dengan lweekang!"
"Cianpwee terlampau mengalah, Kalau Cianpwee ingin menyerangku dengan iweekang, aku pun bersedia menyambutnya!"
Sahut Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Hati-hati!"
Tan Cun Goan memperingatkannya, kemudian menyerangnya dengan Ti Tu Ciang Hoat yang belum usai dikeluarkannya tadi, Namun kali ini disertai dengan lweekang yang amat dahsyat Bee Kun Bu meloncat mundur, lalu menatap Tan Cun Goan dengan tajam.
sikapnya itu seakan tidak memandang sebelah mata pada orang tua itu.
"Saudara Bee!"
Tan Cun Goan juga menatapnya tajam.
"Kali ini engkau harus berhati-hati, aku akan menyerangmu dengan lweekang, lihat serangan!"
Perlahan-lahan orang tua itu mendorongkan sepasang telapak tangannya, tampak begitu sederhana, namun sesungguhnya penuh mengandung lweekang, Sebab angin pukulannya membuat permukaan air sungai bergelombang, perahu yang ditumpangi Pek Yun Hui pun bergoyang-goyang.
"Sungguh dahsyat lweekang Cianpwee, aku ingin mencobanya!"
Ujar Bee Kun Bu yang juga mendorongkan sepasang telapak tangannya ke depan.
"Bagus!"
Seru Tan Cun Goan, lalu mendadak menggerakkan sepasang tangannya, Ternyata ia ingin menyerang Bee Kun Bu dengan lweekang yang sepenuhnya.
Pada waktu bersamaan, terdengar suara bentakan nyaring, sekaligus tampak sosok bayangan putih berkelebat Pek Yun Hui sudah berada di sisi Bee Kun Bu.
"Jangan mengadu lweekang! Sebab lweekang Kun Bu masih belum sempurna! Lagi pula ini pertandingan persahabatan kenapa harus mengadu nyawa? Sudahlah! pertandingan ini tidak perlu dilanjutkan lagi!"
Bee Kun Bu tidak tahu kenapa Pek Yun Hui men-cegah, maka ia pun memandang Tan Cun Goan, Orang tua itu tetap berdiri tegak di permukaan air sungai, tidak memperlihatkan sikap aneh.
itu membuat Bee Kun Bu tidak habis berpikir, tapi ia pun tidak mau bertanya, melainkan cuma berdiri diam di permukaan air, sementara Tan Cun Goan seakan baru
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tersadar, sepasang matanya terbelalak lebar sambil memandang Pek Yun Hui, kemudian menarik nafas panjang.
"Aaakh... cuma mempertaruhkan nama kosong be!a-ka! itu yang akan menimbulkan suatu bencana! Sekali lagi ku peringatkan lebih baik kalian kembali! jangan menuju Swat Ling San, sebab ilmu silat Swat Ling San lain dari yang lain Lagi pula itu menyangkut urusan rimba persilatan kenapa kalian berdua harus merepotkan diri sendiri?"
"Setiap orang punya tekad sendiri, itu tidak dapat dipaksa."
Sahut Pek Yun Hui.
"Terimakasih atas maksud baik Cianpwee, kami tidak akan melupakannya, Menge-nai pergi ke Swat Ling San atau tidak, saat ini belum dapat dipastikan."
"Aku telah melanggar hukum perguruan itu adalah demi kalian berdua,"
Ujar Tan Cun Goan sambil menggelenggelengkan kepala, ^pembicaraanku sampai di sini, kelak kita akan jadi musuh atau kawan, itu pun tidak dapat dipastikan Nah, sampai jumpa!"
Orang tua itu langsung melesat pergi. Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui juga melompat ke perahu.
"Kakak! Kenapa orng tua itu pergi begitu saja, Tadi ketika dia mau menyerangku dengan lweekang, dan aku sudah siap menyambutnya, kenapa Kakak mencegah?"
Tanya Bee Kun Bu tidak mengerti Pek Yun Hui tidak menyahut, cuma menarik nafas, Bee Kun Bu segera mendekatinya.
"Kakak, apakah aku telah bersalah? Kenapa Kakak diam saja?"
Tanya Bee Kun Bu cemas. Pek Yun Hui duduk, sepasang matanya memandang ke arah Yang Khim yang ada di atas meja, kemudian menarik nafas panjang lagi.
"Pada waktu gurumu menceritakan para iblis seberang laut itu, wajahnya tampak serius dan agak berubah, Ketika itu aku masih kurang pereaya akan kehebatan kepandaian para iblis
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Baca Juga: Pedang Pusaka Naga Putih Kho Ping Hoo
Baca Juga: Kisah Si Tawon Merah Dari Bukit Hengsan 01207188408