Eps 5 Bangau Sakti - Chin Tung
Baca online Bangau Sakti - Chin Tung
Cersil Bangau Sakti - Chin Tung.
Kuil itu mempunyai banyak kamar-kamar yang jumlahnya tidak kurang dari seratus buah "Kuil dengan begitu banyak kamar pasti didiami oleh banyak Tojin (pendeta),"
Pikirnya, Baru saja ia ingin loncat ke atas tembok yang melingkari kuil itu, tiba-tiba dari sebelah kirinya berkelebat bayangan orang, tetapi orangnya tidak kelihatan.
Co Hiong terkejut "Orang itu bukan main gesitnya!
Mungkin lebih lihay daripada aku,"
Pikir ia.
"Mungkin orang itu adalah salah satu pemimpin dari partai silat Kun Lun! Tetapi kalau seorang pemimpin, mengapa ia masuk dengan cara demikian? Mungkin juga orang itu sama maksudnya dengan aku yang hendak membikin per-hitungan."
Dengan keyakinan bahwa orang itu bukannya salah satu pemimpin partai silat Kun Lun, ia harus bertindak lebih waspada.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan ilmu Ceng Teng Sam Tiao Sui atau Capung terbang melewati ko!am, ia loncat tak bersuara ke atas tembok, Di dalam lingkaran tembok terlihat pekarangan luas tiga bouw (lebih kurang seratus meter persegi) dan di dalam pekarangan itu telah tumbuh pohon-pohon cemara yang dirawat rapi sekali.
Di tengah-tengah pekarangan itu ada satu jalan kecil dari batu-batu kolam berwana putih, yang menuju ke pintu depan dari kuil Co Hiong tidak jalan di atas jalan kecil itu.
ia lari di antara pohon-pohon cemara di dalam pekarangan dan tiba di depan pintu kuil, Di depan pintu ada tangga batu dengan sembilan undakan, dan di kedua samping tangga batu itu berjejer kamar-kamar, ia buka pintu yang dicat merah, yang hanya dirapatkan, seolah-olah tidak dijaga, Dengan jalan merapat tembok ia menyelidiki keadaan di dalam yang juga merupakan suatu pekarangan yang ditanami dengan pohon bunga, terutama bunga serunai Di ujung pekarangan berdiri tegak satu ruang yang agung dan megah, diterangi oleh sebuah lentera yang apinya menyala terus, Di dalam ruang menyala empat lilin merah yang besar sehingga seluruh ruang menjadi terang.
Di ujung ruang meja sembahyang di atas mana tertancap hio yang menyala, menyiarkan baunya yang harum.
Di belakang meja sembahyang ini ada meja yang lebih tinggi dan lebih besar, dimana telah ditaruh patung-patung dari dewa dan dewi.
Co Hiong berjalan terus, Di belakang ruang ia melihat kamar-kamar berderet-deret di kedua samping.
Di ujung kedua deret kamar-kamar terlihat satu ruang yang lebih besar daripada yang pertama, dan sinar lilin yang menyala menerangi seluruh ruang.
Co Hiong berjalan terus dengan waspada.
Di belakang ruang kedua, pemandangan berubah, ia tampak satu taman bunga dengan punjung-punjung dan bukVbukit kecil, sungai kecil mengalir melintasi taman yang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
indah ttu, Rumah-rumah kecil dibangun di lereng bukit-bukit yang kecil itu.
Taman bunga itu merupakan suatu sorga tenang, sunyi dan aman!
ia merasa heran sekali, selama ia menerobos masuk ke dalam kuil itu, ia tidak menjumpai meski seorangpun Apakah kuil yang sebesar ini tidak ada penghuninya?
Demikian pikirnya sambil bersembunyi di suatu punjung, Tiba-tiba terdengar satu bentakan yang rupanya keluar dari satu bukit kecil, dibarengi oleh terbangnya dua bayangan yang berkelebat bagaikan secepat kilat ia baru saja merandek, kedua bayangan tadi sudah lenyap!
sejenak kemudian sudah terdengar suara terbukanya pintu dan jendela, dan kemudian muncul keluar empat Tojin yang agaknya sedang mengejar bayangan tadi!
Ketika Co Hiong bangkit ingin melihatnya dengan tegas, salah seorang yang berlari itu, sudah berada hanya tiga atau empat depa dari tempat dimana ia bersembunyi dan orang itu sedang berusaha keras meloloskan diri dari keempat Tojin yang bersenjata pedang, Orang itu mengenakan pakaian hitam (ja-heng-il) dan mukanya tertutup dengan kain hitam juga, Meskipun tubuhnya kecil, tetapi gerak-geriknya sangat lincah, Ketika ia kepepet, ia berbalik menghadapi empat tojin yang mengejarnya.
Co Hiong menonton mereka bertempur sambil bersembunyi.
Empat Tojin itu menyerang dengan pedang terhunus, Dengan sambil berteriak si pakaian hitam menangkis empat pedang dengan senjatanya, lalu menyerang dengan .
hebat sehingga keempat Tojin itu harus mundur dua tangkah, Ketika itu orang-orang yang berlari-lari mengejar si pakaian hitam sudah datang di belakangnya Secepat kilat si pakaian hitam berbalik menangkis serangan pedang yang datang menusuk punggungnya dan terus menyabet ke kiri dan ke kanan dengan dahsyat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Co Hiong memperhatikan bahwa senjata dari si pakaian hitam adalah satu seruling dari batu Giok yang panjangnya lebih kurang dua kaki ia teringat akan seorang jago silat wanita di kalangan Kang-ouw yang bernama Giok Siu Sian Cu (Dewi seruling batu Giok), dan memperhatikan juga bahwa si pakaian hitam itu tubuhnya kecil seperti tubuhnya seorang wanita, Tidak salah dugaannya Co Hiong, memang si pakaian hitam itu adalah Giok Siu Sian Cu.
Orang yang melawan Giok Siu Sian Cu adalah seorang rahib wanita yang berusia lebih kurang empat puluh tahun dan bersenjata pedang, Ketika pertempuran telah berlangsung empat belas jurus atau lima belas jurus, rahib wanita itu sekonyong-konyong menyerang dengan mengirim dua tusukan berturut-turut, lalu loncat keluar Dengan melintangkan pedangnya di depan dadanya, ia menanya, suaranya keras.
"Hei! Apakah kau Giok Siu Sian Cu?"
Sambil tertawa si pakaian hitam itu menjawab.
"Betul! Melihat jurus-jurusmu, kau tentunya Giok Cin Cu, salah satu pemimpin partai Kun Lun."
Murid-murid yang mendengar pertarungan itu mulai datang, jumlahnya tidak kurang dari dua puluh orang, mereka mengurung Giok Siu Sian Cu.
Co Hiong juga memperhatikan juga bahwa pria yang tadi berlatih silat dengan seorang rahib wanita muda juga berada diantara murid-murid itu.
Yang melawan Giok Siu Sian Cu, si pakaian hitam, betul Giok Cin Cu.
Setelah ia meninggalkan pegunungan Cie Lian San bersama Hian Ceng Tojin dan Tong Leng Tojin, ia segera kembali ke pegunungan Kun Lun, di mana markas partai silat Kun Lun di kuil Sam Goan Kong terletak Ngo Kong Toa-su, ayah angkatnya Ue Ceng Loan, juga turut datang, Ketiga pemimpin partai Kun Lun sangat menghormati Ngo Kong Toasu, dan telah menyediakan tiga kamar yang sunyi dan tenang di tempat yang dikitari dengan pemandangan indah di puncak Kim Teng Hong.
Di samping itu seorang anak tanggung diperintahkan untuk melayani semua keperiuannya.
Lie Ceng Loan sering-sering datang menengok ia.
Si Hwee-shio tua ini
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sangat menikmati penghidupan yang tenang itu, dan ia merasa gembira dan beruntung dapat tinggal di situ, Setelah Giok Cin Cu mengetahui bahwa Giok Siu Sian Cu datang menerobos masuk ke dalam kuil Sam Goan Kong, ia menjadi cemas, ia menanya.
"Kami dari partai Kun Lun tidak mempunyai sangkut paut urusan atau dendam terhadap kau. Tetapi mengapa kau datang menerobos masuk ke kuil kami?"
Sambil tersenyum Giok Siu Sian Cu menjawab.
"Aku datang ke sini dengan maksud mencari satu orang, Tetapi sebelum kau menanya dulu maksudku, kau telah turun tangan melabrak aku. Untuk membela diri, aku terpaksa melawan bukan? Mustahil untuk membela diri aku dipersalahkan?"
Jawaban itu sangat beralasan Tetapi Giok Cin Cu berpikir.
Tetapi mengapa ia menerobos masuk, dan tidak dengan sopan datang dan minta permisi mencari orang yang dimaksud?
ia datang seperti pencuri, dan aku terpaksa mesti melabrak ia."
Lalu ia berkata."
Jikalau kau datang ke sini dengan maksud mencari orang, kau harus datang dengan sopan, Mengapa kau menerobos masuk di tengah malam buta?"
Jikalau aku datang dengan terang-terangan, aku khawatir orang yang akan dicarinya bersembunyi dan tidak ingin menemui aku, Oleh karena itu, aku datang sekonyongkonyong di tengah malam,"
Jawab Giok Siu Sian Cu, jawaban itu membikin Giok Cin Cu menjadi bingung, ia berpikir "Selain Toa suhengku yang telah berpisah dari kuil selama sepuluh lahun, gerak-gerik dari semua orang di dalam kuil ini aku sudah mengetahui Semua mereka tidak ada yang mempunyai urusan dengan wanita ini.
sebetulnya dengan siapakah orangnya yang ia hendak cari itu?"
Harus diketahui bahwa Giok Siu Sian Cu sangat terkenal di kalangan Kang-ouw, dan orang-orang yang mempunyai urusan dengan ia tentu bukan orang-orang sembarangan Giok Cin Cu menduga bahwa Giok Siu Sian Cu itu ingin mencari Toa suhengnya, Hian Ceng Tojin, ia menanya lagi.
"BoIehkah
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
aku mengetahuinya siapakah gerangan yang kau hendak cari?"
Giok Siu Sian Cu tersenyum, lalu menyahut.
"Di-antara murid-murid partai Kun Lun bukankah ada satu murid yang bernama Bee Kun Bu? Dengan tak menghiraukan perjalanan yang jauh aku telah datang ke daerah di sebelah barat ini hanya untuk mencari ia...."
Ia belum bicara habis, lalu dari belakangnya terdengar orang berkata dengan suara yang keras sekali.
"Betul, di antara murid-murid partai Kun Lun kita ada seorang murid yang bernama Bee Kun Bu. Kau ingin mencari ia, sebetulnya ada urusan apakah? Kau dapat beritahukan urusan itu kepadaku!"
Giok Siu Sian Cu menoleh ke belakang, dan melihat seorang tua yang berjenggot dan berjubah dengan pedangnya menonjol keluar dari belakang bahunya pendeta itu adalah kepala dari kuil Sam Ceng Koan, Hian Ceng Tojin, Giok Siu Sian Cu pernah bertemu muka dengan Hian Ceng Tojin maka ia berkata.
"Bapak dari kuil Sam Ceng Koan, bilakah kembali ke kuil Sam Goan Kong?"
"Kuil Sam Goan Kong adalah tempat asalku, mustahil aku tidak boleh kembali ke kuil ini?"
Jawab Hian Ceng Tojin dengan menyindir sebetulnya Giok Siu Sian Cu sangat congkak, tetapi kali ini ia tidak menjadi gusar ia tetap bersikap tenang, ia berkata lagi sambil tersenyum.
"Aku cari ia karena adanya suatu urusan, dan urusan itu bukan urusan yang besar Bolehkah aku sendiri menemui dia?"
Lalu dengan kedua matanya ia mengawasi semua orang-orang yang mengurung padanya, Hian Ceng Tojin telah mengetahui bahwa Giok Siu Sian Cu adalah satu iblis wanita di kalangan Bu Lim, dan tak mudah ditaklukkan atau dibujuk.
ia berpikir.
Tadi ia berbicara sangat menyakiti hati Giok Cin Cu.
Aku pun telah menyindir kepadanya, tetapi ia tidak menjadi gusar Apakah maksudnya?"
Lalu ia menjawab.
"Kau mencari Bee Kun Bu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sebetulnya untuk urusan apa? Kau dapat memberitahukan urusan itu kepadaku jikalau ia telah berbuat salah terhadap kau, aku sebagai gurunya, tentu akan menghukum ia dengan seksama!"
Giok Siu Sian Cu segera mengetahui bahwa Hian Ceng Tojin tidak paham akan maksudnya.
iapun tak dapat menjelaskannya, ia berdusta, tapi sebagai seorang wanita, ia tak dapat memikirkan dengan cepat perkataan apakah yang ia harus ucapkan untuk menutupi urusan pribadinya terhadap Bee Kun Bu.
Untuk sementara waktu ia berdiri bengong.
Sikap itu telah diperhatikan oleh Giok Cin Cu yang segera berpikir.
"Melihat sikapnya, ia datang bukan untuk membikin pembalasan dan bukan hendak mencari ribut."
Lalu ia mengisyaratkan dengan pedangnya memerintahkan semua murid-muridnya yang mengurung Giok Siu Sian Cu bubar Sejenak kemudian tinggal ia, Giok Siu Sian Cu dan Hian Ceng Tojin.
ia sarungi pedangnya dan menghampiri Giok Siu Sian Cu.
ia angkat kedua tangannya memberi hormat dan berkata.
"Kami hargai kunjunganmu kesini, perbuatan kamiyang terburu napsu tadi, aku minta maaf."
Giok Siu Sian Cu lekas-lekas membalas hormat itu.
"Akulah yang harus dipersalahkan, karena aku datang mencari orang di tengah malam buta,"
Katanya.
"Sudah lama aku mendengar nama saudari yang termashur. Malam ini kita dapat berjumpa, aku merasa beruntung sekali,"
Kata Giok Cin Cu, lalu mempersilahkan tamunya masuk ke ruang Giok Siu Sian Cu mengikuti Giok Cin Cu, dan Hian Ceng Tojin juga jalan di belakang Giok Siu Sian Cu.
Kedua pemimpin partai Kun Lun itu masih merasa heran mengapa iblis wanita ini ingin mencari Bee Kun Bu...
Setelah melalui satu bukit kecil, mereka tiba di satu rumah yang terletak di tengah-tengah pohon-pohon bambu, Giok Cin Cu membuka pintu dan mempersilahkan tamunya masuk, dan diikuti oleh Hian Ceng Tojin,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Rumah itu adalah tempat tinggalnya Giok Cin Cu, dan segala perabot di dalamnya sangat bersih dan rapi, Ruang di dalam diterangkan oleh lilin-UIin.
Setelah mempersilahkan tamunya dan Toa suhengnya duduk, seorang rahib wanita muda masuk menyediakan teh, dan kemudian gadis kecil itu berdiri di samping Giok Cin Cu.
Sambil menghirup teh, Hian Ceng Tojin menanya sambil tersenyum.
"Saudari dari jauh datang mengunjungi kuil kami, apakah hanya dengan maksud mencari Bee Kun Bu saja?"
Ketika itu Giok Siu Sian Cu telah loloskan penutup mukanya, ia menjawab sambil tersenyum juga.
"Betul, kedatanganku ini hanya cuma ingin mencari ia untuk menanyakan suatu urusan."
Melihat muka tamunya yang elok, Giok Cin Cu terpesona, sebelumnya ia hanya mendengarkan tentang Giok Siu Sian Cu itu seorang iblis wanita dengan ilmu silat yang tinggi sekali ia tidak menduga sama sekali bahwa iblis wanita dengan julukan "Dewi seruling batu Giok"
Adalah seorang wanita yang cantik jelita, Hian Ceng Tojin yang pernah menjumpai ia, juga belum pernah melihat wajahnya yang selalu bertutupkan muka, ia pun tereengang menampak wajah yang cantik dari tamunya itu.
"Ketika Bee Kun Bu di pegunungan Cie Lian San,"
Begitulah Giok Siu Sian Cu mulai kata-katanya.
"la telah menderita luka parah, Aku telah berusaha menolong ia dan mengobati luka-lukanya. Kami berada di satu lembah yang dalam, ketika ia menderita sakit berat Untuk menolong ia aku telah menerobos masuk ke dalam kuil Toa Ciok Sie dan mencuri sebuah Sie Can Ko yang mustajab Dengan buah itu, aku kira ia menjadi sembuh...."
Di sini wanita itu memperlihatkan bahwa ia tetap seorang wanita, ia menunjukkan sikap seorang wanita yang terserang "Dewi asmara."
Ia menarik napas dan menjadi ragu-ragu untuk
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
meneruskan kisahnya, Melihat sikap itu Giok Cin Cu dan Hian Ceng Tojin terkejut, Hian Ceng Tojin menundukkan kepalanya, lalu berkata.
Tertolongan yang saudari berikan kepada muridku, aku menghaturkan banyak terima kasih, Nanti setelah ia kembali ke sini, aku pasti ia mengunjungi saudari untuk menghaturkan banyak terima kasih...."
Giok Siu Sian Cu tiba-tiba mengangkat kepalanya, dan dengan kedua mata terbelah ia menanya.
"Ha! Apakah Bee Kun Bu belum kembali ke pegunungan Kun Lun?"
Melihat sikap yang tegang itu, Hian Ceng lojin merasa bahwa urusan yang Giok Siu Sian Cu ingin beritahukan kepada Bee Kun Bu sangat penting. ia menjawab.
"Betul, Bee Kun Bu belum kembali ke sini?"
Giok Siu Sian Cu berdiri, dan dengan wajah yang gusar ia menanya Hian Ceng Tojin.
"Apakah ia tak sudi menemui aku? apakah ia betul-betul belum kembali? Aku telah pergi lagi ke pegunungan Cie Lian San, tetapi aku tidak menjumpai ia di sana.,.!"
Sikap yang tiba-tiba berubah itu membikin Hian Ceng Tojin dan Giok Cin Cu heran, dan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan mereka bersikap waspada, karena Giok Siu Sian Cu itu terkenal sangat kejam, Dengan sikap yang tenang dan ramah, Hian Ceng Tojin berkata.
"Bee Kun Bu adalah muridku, Kalau ia berbuat salah, kami pasti menghukum padanya, kami tak akan memperkenan berbuat yang tidak pantas!"
Giok Siu Sian Cu geleng-geleng kepalanya, dan berkata.
"la tidak berbuat salah, Kau tak dapat sembarangan menerka !N Segera air matanya mengucur keluar dari kedua matanya, Melihat sikap tamunya yang demikian itu, Giok Cin Cu mengetahui bahwa tamunya tak dapat diperlakukan dengan kekerasan ia berkata sambil tersenyum dan menghibur Toa suhengku belum pernah berdusta, Bee Kun Bu betul-betul belum kembali ke kuil Sam Goan Kong. Jika kau tak pereaya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
aku persilahkan kau memeriksa semua kamar, semua ruang dan semua kuil ini!"
Dengan perasaan tertindih, Giok Siu Sian Cu berkata.
"Aku tak menghiraukan ia di mana, aku mesti pergi mencari ia. Jika ia masih hidup, aku ingin menjumpai ia. Jika ia telah tewas, aku mau lihat mayatnya!"
Lalu ia berjalan menuju pintu hendak keluar Giok Cin Cu mengikuti dari belakang, lalu sambil memegang bahunya ia berkata.
"Kau baru saja datang tapi sudah hendak pergi lagi, Kau tinggallah di sini beberapa hari lagi, kemudian baru pergi."
Giok Siu Sian Cu menoleh ke belakang, ia tersenyum, Terima kasih, Aku pasti akan datang pula dan kita dapat bereakap-cakap lagi,"
Ia berkata, Lalu dengan satu loncatan ia keluar dari rumah itu dan lari keluar dari kuil Giok Cin Cu kembali dan sambil menarik napas ia berkata kepada Hian Ceng Tojin.
"Ai! Muridmu itu betul-betul membikin orang banyak sedih hati. Aku khawatir ia akan membikin pusing kepalaku juga!"
Dengan nada suara menghibur Hian Ceng Tojin berkata.
"Aku senantiasa yakin bahwa muridku, Bee Kun Bu seorang yang setia, budiman, sopan, mulia dan berbakti "Aku tidak katakan ia jahat dan busuk, justru karena ia terlalu baik hati, ia akan membikin aku pusing kepala, Di kemudian hari apabila ia menyakiti hatinya Lie Ceng Loan, muridku, aku harus membikin perhitungan dengan kau!"
Sambil geleng-geleng kepala, Hian Ceng Tojin bangun dari tempat duduknya, Lalu berkata.
"Sudahlah, Hari masih malam, kau harus tidur Urusan ini kita dapat bicarakan besok!"
Giok Cin Cu melihat ke atas langit dan berkata.
"Baru jam empat, Giok Siu Sian Cu telah datang menerobos masuk ke pekarangan dan karena itu telah menggangu aku. Aku tak dapat tidur lagi Mari kita main catur"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sejak Hian Ceng Tojin kembali ke puncak Kim Teng Hong, untuk menghindarkan salah paham dan khawatir menimbulkan kegelisahan Tong Leng Tojin ia berusaha tidak berada dekat Giok Cin Cu.
Kini Giok Cin Cu minta ia bermain catur ia berdiri berpikir untuk mengambil keputusan justru pada saat itu terdengar suara seruling merdu menawan hati.
seruling tersebut makin lama makin sedih terdengarnya.
Dengan tak terasa dan tak tertahan, air mata mengalir keluar dari matanya Giok Cin Cu.
ia balik badan dan melihat muridnya Liong Giok Pin, yang melayani ia juga mengucurkan air mata sedih mendengar lagu dari seruling itu."
Hanya Hian Ceng Tojin tidak keluar air mata, tetapi wajahnya menunjukkan kesedihan hati Suara seruling itu makin lama makin jauh terdengarnya, dan lambat laun tidak kedengaran lagi, Lalu Hian Ceng Tojin berkata.
"Menurut cerita di kalangan Kang-ouw, seruling batu Giok dari Giok Siu Sian Cu dapat mengeluarkan lagu yang menyedihkan bahkan menghancurkan hati, Malam ini kita menyaksikan buktinya, jika kita dengar lagunya tadi itu, menurut pahamku, lagu itu keluar dari hati yang hancur Rupanya ia telah jatuh cinta terhadap Bee Kun Bu, dan cintanya itu tak terbalas!"
Giok Cin Cu tidak segera menjawab ia berpikir, lalu menghela napas, ia berkata.
"Kau katakan muridmu Bee Kun Bu itu berbudi baik sekali Pek Yun Hui yang cantik dan Giok Siu Sian Cu yang elok, dua-duanya mempunyai ilmu silat yang tinggi sekali, jauh lebih tinggi daripada silatnya Bee Kun Bu. Mungkin mereka itu sudi merendahkan diri dan menjadi seperti ulat sutera yang melilit diri dan terbelenggu? Lie Ceng Loan menjadi muridku atas permintaanmu dan aku tidak ingin ia menderita, Dalam beberapa minggu ini, aku telah memperhatikan bahwa ia juga merindukan Bee Kun Bu. Cobalah kau perhatikan ia sekarang menjadi banyak lebih kurus, sifatnya berubah, Dulu ia riang gembira, wajahnya selalu berseri-seri, Sekarang.,.? ia menjadi pendiam, ia selalu muram ia jarang bicara terhadap aku. Aku sebagai gurunya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tak dapat membiarkan ia terus dalam keadaan demikian. Ia rindukan muridmu, Bee Kun Bu...."
Giok Cin Cu bicara dengan tegas, suaranya makin tama makin sengit Loan Giok Pin yang berdiri di sampingnya meneruskan "Suhu, Loan Moi pernah mengatakan kepada aku.
ia merindukan Bu Kokonya, Bangau yang membawa Pek Cici terbangnya pesat, dan jika tak terhalang, Bu Kokonya pasti telah kembali ia sangat merindukan Bu Kokonya."
Ucapan itu seperti bensin disiramkan ke dalam atas api, membikin Giok Cin Cu lebih marah lagi. Dengan bergemetaran ia berkata dengan suara keras.
"Misalnya muridmu itu membikin Lie Ceng Loan terlantar, mungkin juga menghancurkan hatinya, kau akan mengambil tindakan apakah?"
Dengan khidmat Hian Ceng Tojin menjawab.
"Aku telah mendidik dan mengajar ia selama dua belas tahun, Dan selama itu, Bee Kun Bu tidak lupa akan budi dan berbuat yang tidak pantas, ia seorang yang berbudi, mulia dan agung, Mungkin ada hal-hal yang kita belum mengetahui Kita harus menunggu ia kembali untuk menanya atau menyelidiki dengan jelas. Bila tak dapat menghukum dia tanpa alasan Jika ternyata ia melanggar peraturan partai kita, aku pasti tak akan memberi ampun kepadanya!"
Mendengar Hian Ceng Tojin masih juga membela muridnya, ia menjadi makin gusar ia menanya lagi.
"Apakah kau pikir ia akan kembali lagi. Bukankah sudah waktunya ia kembali sekarang?"
Hian Ceng Tojin bungkam Bee Kun Bu sudah pergi hampir setengah tahun, tetapi belum kembali ke pegunungan Kun Lun.
Biarpun ia tidak tunggang bangau nya Pek Yun Hui, dalam jangka waktu setengah tahun, ia tentu sudah dapat kembali ke kuil Sam Goan Kong, ia khawatir kalau-kalau Bee Kun Bu mendapat halangan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lalu Giok Cin Cu mengejek.
"Jika kau tak sampai hati menghukum muridmu, aku bisa minta Ji-suheng yang menghukum padanya."
Di sini ia teringat tentang Pek Yun Hui yang telah menyembuhkan ia dari racun ular ia merasa malu telah mengucapkan perkataan itu.
ia balik badan dan masuk ke dalam kamarnya, Hian Ceng Tojin pun lalu menuju ke pintu untuk keluar Liong Giok Pin mengantar Supeknya.
"Tidak usah, Suhumu malam ini sedang marah-ma-rah. Kau harus menjaga dan melayani ia baik-baik,"
Jawab Hian Ceng Tojin, Liong Giok Pin berkata.
"Teecu telah salah omong sehingga suhu menjadi gusar Teecu minta maaf "Aku tidak salahkan kau, sudahlah Lekaslah kau pergi melayani suhumu!"
Kata Hian Ceng Tojin, lalu ia berjalan menuju ke kamarnya, Co Hiong dari tempat sembunyinya di dekat kamar Giok Cin Cu dapat melihat dengan terang segala sesuatu di dalam ruang di mana mereka bereakap-cakap, ia telah tidak menghiraukan perjalanan yang jauh dengan maksud terutama mencari Lie Ceng Loan, dan kedua, membikin perhitungan terhadap ketiga pemimpin partai silat Kun Lun yang ia anggap telah mencelakakan ia ketika berada di pegunungan Cie Lian San.
ia pun mengetahui Giok Siu Sian Cu telah datang untuk mencari Bee Kun Bu, tetapi ia tak mengetahui untuk maksud apa karena ia berada di luar rumah tidak dapat mendengar jelas pereakapan mereka.
Setelah Giok Cin Cu berlalu, ia pun telah mendengar suara seruling yang nadanya sangat menawan bahkan menyedihkan sampai Hian Ceng Tojin berlalu, Ketika itu telah lewat jam empat ia belum juga berhasil mencari Lie Ceng Loan.
ia memandang ke sekitarnya, dan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
juga lihat rumah-rumah berderet-deret, Apakah ia harus menyelidiki rumah-rumah itu satu persatu yang mungkin akan menimbulkan kegaduhan dan membangunkan semua muridmurid partai Kun Lun?
Kemudian pikirnya lebih baik ia keluar dari pekarangan kuil Sam Goan Kong, dan menunggu di dekat puncak Kim Teng Hong itu.
Jika kesempatan yang baik tiba, ia dapat bertindak dengan seksama.
Dengan berkeputusan itu, ia loncat keluar dari pekarangan kuil Sam Goan Kong untuk mencari tempat sembunyi yang sentosa di luar ia telah menanti kesempatan di puncak Kim Teng Hong itu selama sepuluh hari lebih, dan telah tiga kali ia menyo!ong masuk ke dalam, tetapi ia tiada menemukan atau melihat Lie Ceng Loan, Karena gerak-geriknya sangat hati-hati, maka selama sepuluh hari lebih ia bersembunyi di dekat kuil Sam Goan Kong diluar tahunya orang-orang dari kuil itu, Tetapi setelah sepuluh hari lewat, ia harus berusaha mencari makanan, karena perbekalan makanan keringnya telah habis dimakannya, Di musim dingin itu sukar bagi ia menangkap burung atau , binatang untuk dibuat makanan, ia terpaksa mencari buah-buahan untuk menangsel perut.
Pada hari yang ke tiga belas, Co Hiong tak tahan hidup hanya dengan makan buah-buahan saja, ia berkeputusan turun dari puncak di waktu malam dan mencari makanan di desa yang terdekat, dan kemudian kembali lagi.
Puncak Kim Teng Hong itu hanya seluas seratus bau lebih, tetapi separuhnya termasuk daerah kuil Sam Goan Kong.
Di sekitar puncak itu telah tumbuh pohon-pbhon cemara dan terdapat batu-batu gunung, Selama dua belas hari Co Hiong dapat bersembunyi diantara pohon-pohon cemara atau batubatu gunung itu dengan aman.
Ketika hari mulai petang, ia naik ke suatu pohon cemara untuk mencari jalan yang paling mudah untuk turun dari puncak itu.
Malam yang agak gelap itu, ditambah dengan menghembus nya angin gunung yang di-ngin, dirasakan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sangat seram, ia pun agak sukar melihat jauh.
Tetapi sekonyong-konyong ia melihat dua bayangan orang meloncat keluar dari tembok kuil Sam Goan Kong, Cara meloncatnya kedua bayangan tadi, menurut pendapatnya, tidak sebaik seperti ia, dan ia menduga bahwa kedua orang tadi bukannya pemimpin-pemimpin partai Kun Lun.
"Ai, aku sedang mencari jalan yang aman untuk turun dari puncak ini agar tidak meninggalkan tanda,"
Kata ia pada diri sendiri.
"Sekarang kedua orang yang telah melompat keluar dari kuil itu pun agaknya hendak turun dari puncak ini. Baik sekali untuk aku mengikuti mereka. Pada saat itu kedua orang tadi sudah berada dekat pohon di atas mana ia sedang bersembunyi dan tepat mereka berhenti di bawah pohon itu. Co Hiong memperhatikan bahwa kedua-duanya mengenakan jubah dan membawa pedang yang menonjol keluar di belakang bahunya, Salah seorang yang lebih muda usianya terdengar berkata.
"Suheng, Sam Susiok kita baru menerima murid, Apakah kau pernah melihatnya?"
"Orang mengatakan bahwa murid yang baru diterima Sam Susiok itu adalah seorang gadis cantik jelita, Tetapi aku belum pernah melihatnya,"
Kata kawannya sambil geleng-gelengkan kepalanya, Yang mudaan berkata lagi.
"Murid baru dari Sam Susiok itu aku pernah lihat dua kali, ia betul-betul seorang gadis yang cantik elok, Dulu diantara saudara-saudara dan saudarisaudari seperguruan Liong Giok Pin lah yang paling baik ilmu silatnya diantara murid-murid wanita, dan Toa Suheng yang tampan paling tinggi ilmu silatnya diantara murid-murid pria, mereka sangat disayang oleh Sam Susiok, Mungkin juga mereka berdua akan diajarkan ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam. Tetapi setelah Sam Susiok menerima murid baru itu, dan semenjak Supek kembali ke Sam Goan Kong, keadaan menjadi berubah, Sam Susiok agaknya sayang sekali kepada muridnya yang baru itu,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Apakah Liong Giok Pin akan diajarkan ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam di kemudian hari?
Aku merasa ragu-ragu juga sekarang, Tetapi yang lebih penting ialah, apakah Toa Suheng akan menduduki tempat pertama ?"
Kawan yang tuaan itu terkejut, menanya lagi.
"Ha! Apakah kedudukannya Toa Suheng juga terganggu?"
"Pada satu bulan berselang, Suhu, Supek dan Sam Susiok berunding di kamar tengah, Kebetulan aku yang ditugaskan melayani mereka maka aku dapat ketahui apa yang dibicarakan,"
Kata orang mudaan itu.
"Apa yang telah dirundingkan?"
Kawannya mendesak "Mungkin kau telah mengetahui Urusan pimpinan kuil Sam Goan Kong sebetulnya dipegang oleh Supek.
Tetapi Supek seperti juga seekor meliwis.
ia tidak suka pegang pimpinan, ia telah serahkan pimpinan kepada Suhu, dan pergi keluar untuk menjadi kepala kuil Sam Ceng Koan.
Kini Supek telah kembali ke kuil Sam Goan Kong, selayaknya pimpinan kuil harus diserahkan kembali kepadanya, sehingga murid-murid Suhu juga menjadi suatu pertanyaan ( apakah termasuk murid-murid Suhu atau Supek?
Antara kita kesembilan murid, aku yakin tidak seorang yang dapat menandingi Supek dalam hal ilmu silat."
"Betul. Meskipun Toa Suheng ingin merebut kedudukan ia tak mampu menandingi Supek dalam segala hal.."
Tetapi kata-kata itu dipotong oleh yang mudaan, katanya.
"Urusan ini telah direncanakan oleh Supek, ia telah mengajarkan ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam kepada muridnya, Toa Suheng pernah mengatakan bahwa ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam itu adalah ilmu silat yang ampuh dari partai Kun Lun, Menurut katanya, bahwa Supek, Suhu dan Susiok pernah berjanji bahwa tanpa persetujuan ketiga orang, pernah ilmu itu tak dapat diturunkan kepada seorang murid,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tapi Supek telah melanggar janji, ia telah mengajarkan muridnya tanpa persetujuannya ketiga orang, Yang menjadi rintangan ialah Susiok tidak keberatan dan telah menyatakan bahwa murid Supek yang telah menerima pelajaran ilmu itu antara lain seorang yang berbakat, berbudi, berbakti dan bertanggung jawab, kelak di kemudian hari pasti dapat mengangkat namanya partai Kun Lun.
Oleh karena itu, aku merasa ragu-ragu tentang kedudukan Toa Suheng kita."
"Apakah kau telah memberitahukan berita yang kau dapat dengar ini kepada Toa Suheng?"
Tanya orang yang tuaan.
"Sudah!"
"Dan bagaimanakah reaksinya?"
Toa Suheng bersikap acuh tak acuh, ia hanya tersenyum, tapi tidak menyatakan pendapatnya,"
Jawab orang yang mudaan, Sambil memegang erat-erat lengan kawannya yang mudaan, orang itu berkata dengan khidmat.
"Urusan ini kau jangan bicarakan lagi kepada orang lain, Kaupun mengetahui bahwa menyampaikan segala pembicaraan guru kita kepada orang lain merupakan suatu pelanggaran besar...."
Belum lagi ia selesai bicara, dari kuil Sam Goan Kong terlihat lagi bayangan orang secepat kilat loncat keluar, dalam sekejapan sudah berada hanya dua depa dari pohon di mana mereka berdiri Orang yang mudaan meloncat keluar dari tempat.
gelap dan menanyai "Siapa di depan?
Mengapa tengah malam buta keluar berkeluyuran dari kuil?"
"Aku! Aku hendak pergi tengok Li Sumoy,"
Jawab orang yang ditegur itu sambil tertawa.
"O Liong Cici, Maaf kelancangan Siaotee, Li Sumoy itu bukankah murid yang baru diterima oleh Sam Susiok?"
Kata orang yang menegur itu, setelah melihat tegas dan mengenali siapa sebenarnya bayangan itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Betul!"
Jawab Liong Giok Pin, loncat pergi dan lari ke lain jurusan.
Kedua orang di bawah pohon itu juga melompat keluar dan lari menuju ke timur Co Hiong yang bersembunyi di atas pohon, bukan saja telah mendengar sedikit rahasianya partai Kun Lun, ia pun telah mendengar berita tentang Lie Ceng Loan, Dengan bersemangat ia lompat turun dari pohon dan mengejar Liong Giok Pin, yang lari ke belakang puncak Kim Teng Hong.
Di belakang puncak Kim Teng Hong itu merupakan suatu jalan menurun yang dalam, di dalam suasana yang gelap itu Co Hiong sukar melihat keadaan di sekitarnya.
Jika ia tidak mengikuti Liong Giok Pin, ia tak berani terus turun.
Setelah tiba di bawah turunan, ia berada di suatu lembah yang sempit, hanya satu orang dapat berjalan dengan leluasa, Co Hiong terus mengikuti di belakang Liong Giok Pin, dan setelah menempuh jarak lebih kurang satu lie, ia tiba di ujung jalan yang sempit itu, Hawa yang harum menembusi lubang-Iubang hidungnya, menyegarkan tubuh, Setelah keluar dari jalan yang sempit itu, Co Hiong tampak satu lapangan berumput dengan lereng-lereng gunung yang curam di sekitarnya, Pohon-pohon bunga Bwee tumbuh dengan suburnya, Bulan di langit menyinari pohon-pohon bunga Bwee yang diselubungi salju yang putih, dan hawa harum yang terhembus angin membikin seolah-olah disitu tempatnya dewa-dewi.
Tetapi Co Hiong tidak menghiraukan pemandangan atau keadaan di tempat itu, ia selalu mengawasi liong Giok Pin, ia tak berani mengikutinya terlampau dekat sebegitu jauh gerakgeriknya masih belum diketahui liong Giok Pin, berkat ilmu meringankan tubuh yang tinggi Liong Giok Pin terus berjalan di atas jalan kecil diantara pohon-pohon Bwee, dan karena pohon-pohon tersebut banyak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sekali, Co Hiong dapat terus mengikuti tanpa dipergoki, Di ujung jalan kecil di kaki lereng gunung terlihat tiga buah rumah gubuk yang rupanya belum berapa lama dibangun Tempat yang terpencil ini dengan pemandangan yang penilai mungkin tempat bernaungnya Lie Ceng Loan,"
Pikir Co Hiong, panah asmara terhadap Lie Ceng Loan mulai menancap lagi dengan hebatnya, Memanglah maksud utama Co Hiong datang ke pegunungan Kun Lun ialah untuk mencari Lie Ceng Loan, dan harapan bahwa tempat itu adalah tempat bernaungnya si gadis yang ia rindukan membikin jantungnya berdenyut lebih gencar!
Rindu asmara membikin Lie Ceng Loan menderita Liong Giok Pin lalu masuk ke dalam pekarangan dari ketiga buah rumah gubuk yang dilingkari pagar bambu itu, ia memanggil Lie Ceng Loan beberapa kali, tetapi tidak ada suara jawaban, Lalu ia panggil-panggil Supek-nya, juga tak dapat jawaban, ia menjadi cemas, ia dorong pintunya yang dengan mudah segera terbuka.
Rupanya pintu itu tidak dikunci, ia melangkah masuk ke dalam, di bawah sinar lilin ia hanya melihat toya besinya Ngo Kong Toa-su dan pedangnya Lie Ceng Loan, ia agak sedikit reda.
"Mungkin karena terang bulan, mereka tengah menikmati sejuknya hawa udara dan pemandangan yang menenangkan pikiran,"
Pikir Liong Giok Pin menduga-nya. ia duduk di atas kursi sebentaran, lalu ia berpikir lagi.
"Tetapi mengapa sehingga jam empat ini mereka belum juga kembali?"
Dengan perasaan gelisah, ia bangun dari tempat duduknya dan jalan keluar dari rumah itu, Baru saja ia bertindak keluar, tiba-tiba ada orang yang membentak "Siapa itu!
Mengapa tengah malam datang ke sini?"
Bentakan itu dibarengi dengan meloncatnya satu bayangan orang,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Liong Giok Pin lantas mengenali suaranya Ngo Kong Toasu.
"Supek, jangan salah paham, Aku Liong Giok Pin diperintah Suhu, disuruh mengantar Lie Sumoy pulang."
Ketika itu Ngo Kong Toa-su sudah berada di depannya Liong Giok Pin. ia berkata.
"Oh, kau disuruh mengantar Lie Ceng Loan?"
Di bawah terangnya rembulan Liong Giok Pin dapat memperhatikan bahwa Ngo Kong Toa-su bermuram durja. ia terkejut "Supek, kau mengapa nampaknya, bermuram durja? Di manakah Lie Sumoy?"
Sambil geleng-gelengkan kepala Hweeshio tua itu berkata.
"Kebetulan kau datang, aku dapat bicara dengan kau. Tunggu aku ambil suatu barang, kemudian aku ajak kau melihat Loan Jie."
Lalu ia terus masuk ke dalam rumah, Meskipun dalam hati merasa cemas, Liong Giok Pin tak berani menanya, ia hanya menunggu di luar rumah.
Sejenak kemudian ia lihat Ngo Kong Toa-su memadamkan lilin di dalam rumah, dan jalan keluar dengan membawa toya besinya dan satu bungkusan kecil ia merasa heran dan khawatir "Bukankah Supek hendak mengajak aku menemui Lie Sumoy?
Mengapa Supek membawa senjata?"
"Aku ingin segera pergi ke pegunungan Koat Cong San,"
Jawab Ngo Kong Toa-su.
"Ha! Pergi ke pegunungan Koat Cong San pada tengah malam buta?"
Tanya Liong Giok Pin.
"Urusan penting apakah yang memaksa dan mendesak Supek pergi ke situ?"
"Aku harus mencari Bee Kun Bu!"
Kata si Hweeshio tua. Tetapi Supek mesti ajak aku melihat Lie Sumoy dulu,"
Mendesak Liong Giok Pin. Tentu saja aku lebih dulu ajak kau melihat Loan Jie, baru kemudian aku berangkat pergi ke pegunungan Koat Cong San,"
Jawab Ngo Kong Toa-su. Liong Giok Pin tak menanya lagi. ia mengikuti Ngo Kong Toa-su keluar dari pagar bambu,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
melewati pohon-pohon Bwee dan terus menuju ke arah timur Mereka berjalan dengan cepat sekali, agaknya Hweeshio tua itu ingin lekas-lekas mencari Bee Kun Bu.
Tak lama kemudian mereka tiba di kala suatu puncak gunung.
"Bisakah kau mendaki puncak ini?"
Tanya Ngo Kong Toasu. Liong Giok Pin mendongak ke atas dan memperhatikan muka jurang yang curam itu, di mana telah banyak tumbuh pohon-pohon dan rumput Lalu ia mengangguk "Bisa!"
Jawabnya.
Ngo Kong Toa-su yang hanya memikiri Lie Ceng Loan tidak bicara banyak ia segera loncat mendaki jurang yang curam itu, diikuti oleh Liong Giok Pin.
Ketika tiba di atas, Liong Giok Pin telah berkeringat, dan Ngo Kong Toa-su terus menuju ke satu batu besar di atas puncak itu, ia berlari-lari mengejar Hweeshio itu, Ketika ia tiba di bawah batu yang besar dan mendongak ke atas, segera ia menjadi terkejut melihat Lie Ceng Loan duduk termenung di atas batu itu dengan tak menghiraukan angin dingin yang meniup-niup tubuhnya!
ia memanggil.
"Lie Sumoy!"
Tetapi teriakannya yang keras itu rupanya tak terdengar oleh Lie Ceng Loan.
ia duduk termenung seperti patung, Liong Giok Pin datang menghampiri ia tampak kedua matanya Ceng Loan berlinangkan air mata, pakaiannya yang putih penuh dengan bola-bo!a salju kecil, air matanya yang menetes turun di atas pakaiannya telah beku menjadi es!
ia pegang tangan kanannya Ceng Loan, lalu merangkulnya sambil menjerit.
"Lie Sumoy...!"
Hancur hatinya melihat keadaan adik seperguruannya menderita demikian ia menangis untuk melampiaskan kesedihan hatinya, ia pun tampak menyeka matanya dengan lengan bajunya, Hatinya sakit seolah-olah tertusuk oleh senjata tajam!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dia duduk di situ sudah dua hari dan satu malam,"
Kata Ngo Kong Taa-su.
"la, dua hari dan satu malam tanpa makan dan minum. ia tidak menangis, dan tidak bicara, ia biarkan tubuhnya diserang salju dan angin yang dingin, Sudah berkalikali aku membujuk ia makan dan minum, dan memaksa ia turun dari puncak ini, tetapi ia tak menghiraukannya. ia bukannya Lie Ceng Loan puteri angkatku, Entah tenaga gaib apakah yang telah merubah ia! ia bukannya...."
Hweeshio itu tak dapat meneruskan, kata-katanya rasa sedihnya merintangkan ucapan nya. Air matanya mengucur deras di kedua pipi nya! "Supek!"
Kata Liong Giok Pin.
"Kita harus berusaha menolong dia, Jika dia terus menerus menyiksa diri seperti ini, ia bisa...."
Liong Giok Pin juga tak dapat meneruskan ucapannya, ia menangis tersedu-sedu sambil memeluki eraterat tubuhnya Lie Ceng Loan. Lalu Ngo Kong Toa-su berkata.
"Sudahlah, janganlah dipeluknya erat-erat Tubuhnya mungkin sudah beku, pelukan mu yang keras dapat melukakan dia,.,."
"Supek, mengapa Supek tidak paksa dia? Angkat dia turun dari puncak ini?"
Tanya Liong Giok Pin. Si Hweeshio tua menarik napas panjang.
"Selama setengah bulan ini, dia telah menderita rindu asmara, Saban hari ia menanyakan apakah Bu Kokonya sudah kemba!i. Mulamula aku berusaha menghiburkannya, Tetapi aku tak dapat terus-terusan berdusta, kini rupanya ia tak pereaya lagi kepadaku, sudah beberapa hari dia tak sudi bicara dengan aku, Sudah dua hari dan satu malam "Lie Sumoyl"
Panggil Giok PIn. TapI seruannya Ku tak didengar oleh Ceng Loan. Ia duduk di sini dengan tidak makan, tidak minum, tidak bicara dan tidak tidur!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketika pertama kali Liong Giok Pin mengenal Lie Ceng Loan, ia segera tertarik oleh wajahnya yang cantik, jujur dan mulia.
ia sangat bersimpati terhadapnya, setelah ia menjadi muridnya Giok Cin Cu atau saudari seperguruannya ia sayang gadis itu seperti saudara kan-dung, Karena perasaan sayang itulah ia lupa bahwa ia telah bicara keras terhadap paman gurunya.
"Tetapi mengapa Supek membiarkan dia datang ke puncak ini?"
Demikian katanya, Sambil geleng-geleng kepala, Ngo Kong Toa-su berkata.
"Jika dia dapat menangis dan mengeluarkan isi hatinya kepadaku, aku masih dapat mencegah ia datang ke sini, Tetapi sudah hampir satu minggu, dia seperti satu patung dan boneka, dia tidak bicara, tidak menangis, Berulang kali aku membujuk, mendesak, bahkan mengancam nya, tetapi ternyata sia-sia! Dengan payah dua hari berselang, tetapi sekarang kau saksikan dengan kepala matamu sendiri bahwa sikapnya...."
Ia berhenti sejenak, lalu meneruskan.
"Jika ia terus tidak makan tidak minum, tidak tidur jjiga, terus duduk di sini, aku khawatir ia tak dapat bertahan tiga hari lagi. Rindu asmaranya tak dapat disembuhkan dengan apapun!"
Ia berdiri dengan menundukkan kepalanya, menahan rasa sedih hatinya, Lalu ia menarik napas panjang, dan meneruskan.
"Dua hari berselang, entah mengapa, tiba-tiba ia memberitahukan aku bahwa Bu Kokonya akan segera kembali, dan ia ingin mendaki satu puncak yang tinggi menanti kedatangan nya. Mula-mula aku merasa girang, karena ia mulai mau bicara lagi, Aku pikir ada baiknya ia berjalan-jalan keluar dari rumah. aku tidak mencegah keinginannya, Setelah ia menanya letaknya pegunungan Koat Cong San dan berada di jurusan mana, segera ia mendaki puncak ini. Demikianlah ia berada di atas batu di puncak ini selama dua hari dan satu malam !"
Nampak Liong Giok Pin agak gusar.
"Ai! Mengapa Bee Kun Bu melupai, dan menyiksa padanya? Aku yakin jika Suhu ketahui perbuatan ini, beliau takkan membiarkannya, Aku harus segera minta Suhu mengutus orang memanggil kembali
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu untuk diadili!"
Kata Liong Giok Pin dengan gusar dan menyesali Dengan mengertak gigi, Ngo Kong Toa-su berkata.
H Urusan ini tak usah gurumu yang menghukumnya.
Aku pun tak dapat memberi ampun kepadanya karena dia telah membikin Loan Jie menderita, jika aku ketemukani dia, aku pasti hajar padanya dengan toya besi ini, dan akhiri omongannya dengan menghantamkan toyanya ke tanah.
Baru saja ia berkata-kata, tiba-tiba dari belakang mereka terdengar orang bicara, suaranya nyaring.
"Jika Bee Kun Bu telah melanggar peraturan guru-gurunya, kau tak usah turun tangan, Aku pun tak akan membiarkannya, Aku akan cari padanya di manapun ia berada, untuk dibunuh mati dengan pedang ini!"
Entah kapan, Hian Ceng Tojin juga telah mendaki puncak itu.
Di bawah terangnya sinar bulan terlihat wajahnya yang menunjukkan kemarahan, ia berjalan menghampiri mereka.
Melihat Hian Ceng Tojin, Liong Giok Pin lekas-lekas berlutut menghormat di hadapannya.
"Maaf jika Liong piok Pin telah salah omong,"
Giok Pin berkata, .
"Jika Bee Sute mu telah melupakan budi dan kasih sayang, melanggar peraturan partai, ia harus dihukum, Aku tak mempersalahkan kau. Ayo, bangun!"
Kata Hian Ceng Tojin. Lalu ia mendekati Lie Ceng Loan, dan memperhatikan wajahnya, Lalu ia menarik napas panjang dan berkata. ttAi! Anak ini menderita hebat. Kita harus lekas-lekas menolong dia."
Kemudian ia tepuk jalan darah di punggungnya Lie Ceng Loan, Tetapi Ngo Kong Toa-su melepaskan tinjunya dengan ilmu Hui Hong Jok Liu atau Angin puyuh menghalau daun Liu, dan anginnya dari tinju itu mencegah tepukannya Hian Ceng Tojin.
"Kau tahu dia menderita hebat, tetapi mengapa kau gegabah menepuk punggungnya? Tepukanmu itu dapat menolong dia,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tetapi dapat juga membinasakannya! Jika keadaan tubuhnya tidak berbahaya, aku siang-siang sudah menolongnya,"
Kata Ngo Kong Toa-su.
Semenjak Hian Ceng Tojin kenal dan bersahabat kepada Ngo Kong Toa-su, belum pernah ia melihat Hweeshio itu demikian gusarnya.
Biasanya mereka saling hormat menghormati dan senantiasa menunjukkan sikap ramah tamah, Cegahan dan bentakan itu mengejutkan ia.
ia mundur dua langkah, dan berkata sambil tersenyum.
"Sudah setengah bulan hawa udara sangat buruk, Malam ini kebetulan hawa udaranya baik. sebetulnya aku hendak mengajak kau nenikmati keindahan malam terang bulan ini, tetapi ketika aku datang ke rumahmu, nyata kau sudah pergi, Jika aku tidak mendengar pereakapanmu berdua, aku tidak mengetahui bahwa kau berada di atas puncak ini."
Kata Hian Ceng Tojin. Tidak menunggu Hian Ceng Tojin bicara habis, Ngo Kong Toa-su berkata.
"Maafkan perkataanku yang kasar tadi. Aku dan Loan Jie telah melewatkan waktu di atas puncak ini selama dua hari dan satu malam, Aku merasa letih sekali, Maaf jika aku tak dapat menemani kau menikmati malam terang bulan ini."
Hian Ceng Tojin tersenyum.
"Kita telah bersahabat beberapa puluh tahun mustahil kau masih tidak memahami sikap dan isi hatiku? Seumur hidupku aku tak hanya terima dua orang murid. Murid yang besar telah aku usir, tapi dia telah minta ampun selama tiga hari tiga malam di kamar tengah, memohon agar diterima kembali, dengan perjanjian ia akan dapatkan peta Ceng Cin Tauw untuk aku, Ketika itu kau pun menyaksikan dengan kepala mata sendiri bahwa dia telah menunaikan janjinya, dan tewas ketika membawa peta itu tidak jauh dari kuil Sam Ceng Koan. Jika Bee Kun Bu melanggar peraturan partai, aku pasti tidak akan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
memberi ampun kepadanya, ia mesti mati di bawah pedangku!
Kau tadi kata ingin pergi ke pegunungan Koat Cong San mencari dia, aku suka menyertai kau pergi ke pegunungan itu.
Tetapi sekarang lebih terpenting menolong Loan Jie dulu!"
Kata HianCeng, Tampak Ngo Kong Toa-su agak serba salah dan bingung.
"Aku telah bersumpah akan mengurus dan menjaga Loan Jie. Demi kepentingannya, aku tak menghiraukan bahaya apapun, Aku harus...."
Ia tak dapat meneruskan kata-katanya. ia merasa kecewa sekali terhadap Bee Kun Bu yang telah membikin puteri angkatnya menderita hebat.
"Lie Ceng Loan telah diterima menjadi murid partai Kun Lun, Kami tidak akan tinggal diam kami akan berusaha membereskan soalnya, sekarang kita yang menolong dia."
Kata Hian Ceng Tojin menghibur Lalu ia raba jidatnya Lie Ceng Loan. ia terkejut karena jidat itu dingin sekali ia menanya.
"Mengapa kau membiarkan dia diam di atas puncak ini? Hawa yang dingin mungkin telah membekukan jalan-jalan darahnya, Aku khawatir aku tak dapat menolong untuk membebaskan jalan-jalan darahnya."
Ngo Kong Toa-su tidak segera menjawab. ia merasa bersalah Tiba-tiba ia berkata.
"Ai! Kita cari Bee Kun Bu!"
"Ai!"
Keluh Hian Ceng Tojin.
"Jika aku tak bisa menolong Ceng Loan, apalagi Bee Kun Bu apakah dia dapat menolongnya?"
"Lebih baik Bee Kun Bu yang menolong atau membinasakan puteriku daripada kau, bukan?"
Kata Ngo Kong Toa-su agak ketus, Ucapan itu merupakan suatu sindiran Hian Ceng Tojin tidak berkata lagi, ia hanya menarik napas panjang, Untuk sementara waktu semua orang membisu, seolah-olah tak berdaya menolong Lie Ceng Loan,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pada saat itu dari jauh terdengar suara seruling yang makin lama makin dekat terdengarnya, Liong Giok Pin yang pertama terpengaruh oleh suara seruling itu. Dengan kedua mata berlinang ia menanya.
"Supek, mungkinkah Giok Siu Sian Cu datang lagi?"
Hian Ceng Tojin mengangguk iblis wanita itu mengapa belum berlalu dari daerah ini?"
Ia berkata, Suara seruling itu menjadi semakin memilukan hati, seolah-olah seekor kera yang terluka merintih-rintih kesakitan Ketiga mereka, kecuali Lie Ceng Loan, dipengaruhi oleh suara seruling yang indah itu, akan kemudian terlihat seorang wanita yang mengenakan pakaian hitam dengan rambut terurai mendatangi dengan memegang sebuah seruling dari batu Giok, Kali ini ia tidak menutupi mukanya dengan selubung kain hitam, dan wajahnya kelihatan bermuram durja.
Hian Ceng Tojin, setelah mengawasi Giok Siu Sian Cu, lalu memperhatikan wajahnya Ngo Kong Toa-su.
Hweeshio tua itu kelihatannya sedih sekali Rupanya ia terkenang kepada peristiwa-peristiwa yang lampau.
"Karena terlampau sedih, Lie Ceng Loan telah tak dapat mengendalikan kecemasannya yang merangsang asmara, Meskipun berbahaya untuk menolong membebaskan jalanjalan darahnya, tetapi dengan berusaha menolong, aku masih berharapan dapat menolong Jika aku tidak berusaha, ia pasti tak dapat hidup lebih lama lagi, Kini ia masih tak sadarkan diri ada baiknya aku segera berusaha membebaskan jalan-jalan darahnya,"
Pikir Hian Ceng Tojin.
Dengan tekad demikian, lalu dengan tinju kanannya ia tumbuk jalan-jalan darah di kedua pundak Lie Ceng Loan, Tumbukan itu dilakukan dengan cepat sekali, ia melakukan perbuatan itu dengan perhitungan bahwa jika ia tak berhasil, Ngo Kong Toa-su pasti mengamuk dan melabrak ia.
Tetapi karena ia bermaksud mulia, ia rela menghadapi segala kemungkinan!
Dengan perasaan yang sangat tegang itu ia
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
berusaha membebaskan jalan darahnya Lie Ceng Loan yang penting, Sekonyong-konyong Lie Ceng Loan menjerit, kedua matanya terbelalak darah keluar dari mulutnya, tubuhnya jatuh ke belakangan Hian Ceng Tojin lekas-Iekas menyanggapnya dan direbahkan di tanah, ia menggosok-gosok, memijit-mijit dan menguruti bagian-bagian yang ia telah tumbuk tadi, Terlihat keringat keluar dari seluruh tubuhnya Hian Ceng Tojin selagi ia melakukan pembebasan jalan darah itu, meskipun hawa di atas puncak sangat dinginnya Sejenak kemudian Lie Ceng Loan dapat bergerak, dan ia berusaha bangun, Hian Ceng Tojin bantu membangunkan dan didudukkan di atas tanah, Lie Ceng Loan memandang ke sekitarnya, dan ketika melihat Ngo Kong Toa-su, ia segera menanyai "Apakah Bu Koko telah kembali?"
Hian Ceng Tojin mengusap-usap rambutnya"
Lie Ceng Loan.
"Dia segera akan kembali Kau harus berlaku tenang menanti kembalinya,"
Jawab Hian Ceng Tojin menghiburkan dengan senyumyang menghancurkan hati, Lie Ceng Loan berkata lagi.
"Aku tentu menanti kembalinya, Sepuluh tahun, seratus tahun, aku tetap menanti!"
Kemudian terdengar lagi bunyinya seruting, dan semuanya tunjukkan pandangannya ke arah Giok Siu Sian Cu yang berdiri tidak berapa jauh sambil meniup serulingnya, Suara seruling yang sedih membikin semua mereka mengucurkan air mata, suara itu lambat laun terdengarnya sangat sedih dan pilu seolah-olah seorang wanita menangis tersedu-sedu, tereampur suara tangisan-nya Lie Ceng Loan di atas puncak yang sunyi senyap itu.
Ketika suara seruling berhenti, Lie Ceng Loan pun berhenti menangis, ia melihat ke arah Giok Siu Sian Cu, lalu berkata.
"Jika kau ingin mencari Bu Koko, kau harus menanyakan kepada Pek Cici."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Giok Siu Sian Cu tidak mengerti ucapannya Lie Ceng Loan. ia menanya.
"Aku kenal Bu Kokomu, tapi siapakah Pek Cici itu?"
Hian Ceng Tojin segera peluk Lie Ceng Loan dan bersama-sama gadis itu, ia ingin meloncat, tetapi Giok Siu Sian Cu mencegat.
"Sam Ceng Koan Cu (kepala kuil Sam Ceng Koan), siapakah gadis ini? Mengapa kau tak memberi kesempatan kepadanya untuk bicara terus?"
Tanya Giok Siu Sian Cu.
"Kau tak perlu tahu siapa gadis ini!"
Jawab Hian Ceng Tojin dengan ketus.
Giok Siu Sian Cu menjadi gusar "Karena aku memandang Bee Kun Bu, aku tidak ingin ribut dengan orang-orang dari partai Kun Lun.
Tetapi jangan anggap bahwa aku takut bertempur melawan kau!"
Hian Ceng Tojin khawatir Giok Siu Sian Cu melukai Lie Ceng Loan, maka sebelumnya menjawab, ia lebih dulu loncat ke dekat Liong Giok Pin sambit membawa Lie Ceng Loan.
ia serahkan Lie Ceng Loan kepada Liong Giok Pin, lalu bertindak maju lagi, Secepat kilat Giok Siu Sian Cu loncat ke arah Liong Giok Pin yang segera menahan dengan pedangnya, Dengan seruling batu Gioknya, Giok Siu Sian Cu menangkis tusukan pedang Liong Giok Pin, lalu diteruskan menyodok sehingga Liong Giok Pin terpaksa bertindak mundur tiga langkah, Ketika mereka saling menyerang dan menangkis, Hian Ceng Tojin tetap menjagai Lie Ceng Loan.
sebetulnya Giok Siu Sian Cu ingin menyerang Hian Ceng Tojin dan memaksa Lie Ceng Loan memberitahukan di mana Bee Kun Bu berada, tetapi Hian Ceng Tojin selalu merintangi, perbuatan ini membikin Giok Siu Sian Cu menjadi murka sekali, Sambi!
menjerit ia serang Hian Ceng Tojin dengan jurus "Liong Seng
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
li Sut"
Atau Naga nyeruduk satu jalan, dan menyodok lawannya bertubi-tubi dengan seruling batu Gioknya, Hian Ceng Tojin yang harus menjagai Lie Ceng Loan hanya dapat menangkis tak dapat menyerang, Sodokan yang bertubi-tubi itu berhasil menyodok betis kanannya yang digunakan untuk menendang, ia merasa sakit dan panas, Giok Siu Sian Cu telah melihat ini, ia mendesak terus, Tiba-tiba ia merasa ada hembusan angin di belakangnya.
Giok Siu Sian Cu yang biasa melawan lawan-lawan yang lihay, segera insyaf bahwa orang yang ada di belakangnya pasti tinggi ilmu silatnya ia tidak berbalik untuk melawan, tetapi ia loncat ke depan untuk menghindarkan diri dari hembusan angin itu sambil menyodok lagi kepada Hian Ceng Tojin, Orang yang menyerang ia dari belakang ialah Ngo Kong Toa-su yang tepaksa turun tangan karena melihat Hian Ceng Tojin keteter Ketika Giok Siu Sian Cu loncat ke depan sambil menyodok lagi kepada Hian Ceng Tojin yang terus menjagai Lie Ceng Loan, Ngo Kong Toa-su lihat bahwa sodokan itu tak dapat dielakkan oleh kawannya Jika Hian Ceng Tojin menangkis, maka sodokan itu dapat melukai Lie Ceng Loan, ia tidak keburu menolong menangkis, maka dengan satu sabetan toya besinya ia paksa Giok Siu Sian Cu meloncat ke samping dengan jurus Tiauw Hoat Lam Hai"
Atau menghalau ombak ke laut selatan, Di lain pihak Hian Ceng Tojin yang melihat sodokan maut memperdengarkan jeritannya, Sambil memeluk Lie Ceng Loan ia menotokkan kesepuluh ujung jari kakinya di atas tanah meloncat tinggi dan tiba di tanah satu depan lebih jauhnya!
Giok Siu Sian Cu harus loncat ke samping meng-egoskan sabetan toya besinya Ngo Kong Toa-su yang sudah menjadi beringas sekali, Wanita yang kepala batu itu tidak senang diserang dari belakang.
ia berbalik, dan dengan secepat kilat ia serang Ngo Kong Toa-su dengan maksud menotok jalanjalan darah lawannya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ngo Kong Toa-su terkejut ia loncat mundur tiga langkah, lalu dengan mengayun toya besinya ia balas menyerang dengan jurus "Lek Sin Ngok Gak"
Atau Me-nyapu bersih lima gunung, jarang ada orang yang dapat tahan sapuan loncat mundur Hweeshio tua itu, Giok Siu Sian Cu harus loncat mundur beberapa tindak untuk maju dan berusaha menotok jalan-jalan darah lawan nya.
Ngo Kong Toa-su mengetahui bahwa totokan yang dilancarkan dengan ujung seruling batu Giok itu tak dapat dipandang remeh.
ia loncat ke kiri dan ke kanan mengegos dari semua totokan, tetapi jubahnya masih juga kena tersabet ujung seruling batu Giok itu.
Inilah untuk pertama kali ia alami selama berkecimpungan di kalangan Kang-ouw tiga puluh tahun lebih, ia merasa malu, mukanya menjadi merah, Tetapi ia menjadi semakin nekat Lalu ia keluarkan semua kepandaiannya, Sambil menjerit-jerit seperti me-raungnya seekor naga mengamuk ia menyerang dengan jurus-jurus ilmu toya Ciang Liong Coang Hoat atau ilmu toya naga turun dari angkasa, Ketika itu Hian Ceng Tojin telah menyuruh Liong Giok Pin bawa Ue Ceng Loan ke tempat yang agak jauh, dan ia berdiri menonton kawannya bertempur melawan iblis wanita itu.
ia menyaksikan bahwa Giok Siu Sian Cu terkurung oleh sabetan, kemplangan, sodokan dan geprakan toya besinya Ngo Kong Toa-su, dan wanita iblis itu harus meloncat-loncat ke kiri dan ke kanan atau ke atas untuk mengegoskan diri dari serangan toya maut itu!
Tiba-tiba terlihat Giok Siu Sian Cu loncat tinggi ke atas, dari atas ia menyerang kepalanya Ngo KongToa-su.
Sinar terang memancar keluar dari seruling batu Giok itu!
Ngo Kong Toa-su terkejut Dengan memegang toya besinya di kedua tangannya, ia putar toya itu dengan jurus Cai In Ki Teng atau membubarkan awan di atas puncak, Giok Siu Sian Cu tekas-lekas loncat ke samping dan turun di tanah untuk segera menyerang Hian Ceng Tojin yang sedang menonton Tetapi Hian Ceng Tojin dengan pedang terhunus sudah siap meladeni iblis wanita itu,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Praang!!!"
Terdengar seruling batu Giok beradu dengan pedangnya Hian Ceng Tojin, Dengan bentroknya kedua senjata itu, Giok Siu Sian Cu coba meloncat ke atas lagi dan turun di belakang Ngo Kong Toa-su untuk menyodok jalan darah punggungnya Hweeshio tua itu, Ngo Kong Toa-su tidak keburu menangkis, ia lekas-lekas loncat ke depan delapan kaki jauhnya, lalu berbalik menyerang dengan jurus "Kauw Pa Kim Ceng"
Atau memukul keras lonceng emas, Tetapi serangan atau totokan Giok Siu Sian Cu itu sangat cepat Barusaja kakinya menyentuh tanah, ia telah meloncat ke atas lagi setinggi hampir dua depa, dan jatuh lagi di atas kepalanya Hian Ceng Tojin.
serangan dari atas ini cepat sekali dan tak terduga, Untung Hian Ceng Tojin tinggi ilmu silatnya, ia bertindak mundur dua langkah, menanti turunnya si iblis wanita, lalu menusuknya dengan jurus Tiang Hong Keng Tian atau pelangi panjang menembusi angkasa, Tusukan itu dielakkan sambil loncat maju seolah-olah terlepasnya anak panah dari busurnya!
Giok Siu Sian Cu sangat lincah, Lagi-lagi sudah loncat ke atas dan jatuh di depan Ngo Kong Toa-su.
ia harus keluarkan seluruh kepandaiannya melawan dua guru silat yang termashur itu, dan selama pertempuran berlangsung hampir tujuh puluh jurus ia belum juga berhasil menaklukkan lawanlawannya, ia hanya dapat loncat ke atas menyerang yang satu, lalu loncat ke atas lagi menyerang yang lain, dan pada tiap-tiap menyerang, ia harus meloncat lagi mengegosi serangan balasan yang merupakan tusukan dari Hian Ceng Tojin atau sodokan dan kemplangan dari toya besinya Ngo Kong Toa-su.
Apabila ilmu silatnya tidak lihay, mungkin dalam lima jurus ia sudah menjadi mayat!
Kepala kuil Sam Ceng Koan bertempur melawan iblis wanita Selama pertempuran berjalan tiga puluh jurus itu, Hian Ceng Tojin dan Ngo Kong Toa-su masih belum insyaf lihaynya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ilmu silat lawannya, Mereka hanya merasakan bahwa lawannya itu mempunyai ilmu meringankan tubuh yang luar biasa, dan dapat menggunakan tangkisan-tangkisan untuk meloncat mencelat ke atas, Setelah lewat tiga puluh jurus lawannya tiba-tiba merubah jurus-j urus nya.
ia berusaha keras menotok jalan darah mereka dengan seruling batu Gioknya dalam jurus-j urus Mo In Cap Pwee Cau atau menyentuh awan dengan delapan belas langkah, Seranganserangan itu harus dilakukan dengan meloncat ke atas, Hian Ceng Tojin dan Ngo Kong Toa-su berdiri hanya satu depa lebih terpisahnya melawan iblis wanita itu yang menyerang sambil meloncat ke atas ke kiri dan ke kanan, seolah-olah seekor burung walet menyamber sebatang rumput untuk sarangnya, dan serangan-serangannya makin lama makin gencar.
Iblis wanita ini betul-betul lihay,"
Pikir Hian Ceng Tojin sambil bertempur "Seumur hidupku baru kali ini aku menjumpai lawan yang berat Aku harus melawan dengan penuh perhatian dan sekuat tenaga."
Dengan tekad itu Hian Ceng Tojin lalu mengumpulkan semua tenaga dalamnya untuk menyongsong dengan dahsyat.
Ketika itu Giok Siu Sian Cu sedang turun menyerang Hian Ceng Tojin, Dengan menjerit keras, Hian Ceng Tojin meloncat ke atas setinggi satu depa lebih, lalu dengan jurus Ban Hong Cut Cao atau Ribuan tawon menyerang keluar dari sarang, pedangnya terputar-putar dan menusuk bertubi-tubi kepada lawannya!
jurus Ban Hong Cut Cao ini merupakan salah satu jurus yang istimewa dahsyatnya dari ilmu pedang Cui Hun Cap Ji Kiam, serangan pedang itu menderu-deru dan berkilau-kilau, Giok Siu Sian Cu tak berani menangkis, ia harus berkelit dan mengegos, Dengan gesit ia berlarian di tanah, dengan demikian ia menghindari serangan Ban Hong Cut Cao dari Hian Ceng Tojin,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Menampak jurus nya tiada hasil, Hian Ceng Tojin melompat melewati kepalanya Giok Siu Sian Cu yang ketika itu seperti seekor ular berbisa menyambar dan menyerang Ngo Kong Toa-su, Hian Ceng Tojin mengejar sambil membentak "Hei!
jika kau bertempur dengan berlari-larian, kau tidak terhitung pandai Nyatalah julukan Giok Siu Sian Cu (Dewi seruling batu Giok) hanya nama kosong belaka!"
Ejekan tersebut membikin panas hatinya Giok Siu Sian Cu, ia tidak jadi terus menyerang Ngo Kong Toa-su, tetapi balik melawan Hian Ceng Tojin.
Kedua senjata beradu, dan keduaduanya mereka terpental mundur Sambil memegang seruling menjagai dadanya Giok Siu Sian Cu berkata.
"Kau jangan mengejek Aku bersedia melawan kau dengan cara bagaimanapun Tetapi kita harus bertempur dengan bertaruh!"
"Ha! Bertaruh apa? Kau sebutlah! Aku sanggup bertaruh potong kepala!"
Kata Hian Ceng Tojin mengejek "Jika aku kalah, aku akan patahkan seruling, memotong rambut, dan berlalu dari kalangan Kang-ouw untuk tinggal menyendiri di pegunungan!"
Kata Giok Siu Sian Cu.
"Jika aku kalah,"
Kata Hian Ceng Tojin.
"Aku potong lengan kananku, dan seterusnya tidak dapat menggunakan pedangku lagi!"
Giok Siu Sian Cu menggeleng-gelengkan kepalanya, Tidak usah demikian hebat Jika kau kalah, cukuplah kau beritahukan di mana Bee Kun Bu berada!"
Mendengar jawaban itu, Hian Ceng Tojin terkejut ia insyaf bahwa iblis wanita ini pun telah tergila-gi!a kepada muridnya itu, ia tidak segera menjawab sebetulnya ia menaruh kepereayaan penuh terhadap muridnya, dan yakin bahwa muridnya yang mulia dan setia itu tak akan melakukan perbuatan yang tidak pantas, Meskipun Sumoynya, Giok Cin Cu, mencela, ia selalu membela muridnya.
jawaban Giok Siu Sian Cu telah membikin kepereayaan atau keyakinannya tergoyang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Di dalam setengah bulan ini, kau telah dua kali datang ke pegunungan Kun Lun, apakah maksudmu itu untuk menemui Bee Kun Bu?"
Tanya Hian Ceng Tojin dengan bimbang, Giok Siu Sian Cu mengangguk, kemudian dengan senyuman yang sedih ia berkata.
"Sebetulnya aku tidak ingin melihat dia lagi, Akan tetapi suatu dorongan di dalam hatiku mendesak aku untuk menengok dia lagi!" ^sebenarnya apa maksudmu hendak melihat dia?"
Tanya Hian Ceng Tojin.
"Kau harus ketahui bahwa peraturan partai Kun Lun kita sangat keras, Seorang murid yang telah melanggar peraturan ini tak dapat diberi ampun. Kau tak dapat sembarangan memfitnah dia sehingga muridku itu dihukum tanpa salah."
Tiba-tiba Giok Siu Sian Cu mendongak ke atas dan tertawa keras, Lalu dengan kedua mata melotot ia membentak "Jika kalian berani mengatakan Bee Kun Bu berbuat salah atau tidak pantas, aku segera bakar habis seluruh kuil Sam Goan Kong!"
Hian Ceng Tojin menjadi gusar lagi, ia balas membentak "Bee Kun Bu adalah muridku!
Mengapa aku tak berani menegur dia, Jika kau mau bakar kuil Sam Goan Kong, kau boleh coba!
Kami ketiga pemimpin partai Kun Lun tidak takut kepadamu!"
"Membakar kuil Sam Goan Kong mudah sekali, Jika kau tidak pereaya, aku akan lakukan pembakaran itu di dalam jangka waktu satu tahun,"
Kata Giok Siu Sian Cu mengejek "Kini kita harus membereskan urusan pertaruhan kita dulu, Jika kau kalah, apakah kau sudi memberitahukan aku di mana jejaknya Bee Kun Bu?"
Hian Ceng Tojin melihat kepada Ngo Kong Toa-su yang berdiri dengan siap untuk menyerang lagi dengan toya besinya, Lalu ia menjawab.
"Baik! Jika kau menang, aku akan memberitahukannya!"
Lalu ia menghampiri Ngo Kong Toa-su dan berbisik.
"Kau lekas-lekas bawa Loan Jie turun dari puncak ini. ia tak tahan hawa yang dingin dari puncak ini."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sebetulnya Giok Siu Sian Cu ingin merintangi lawannya menghampiri Ngo Kong Toa-su, tetapi setelah menyaksikan jurus Ban Hong Cut Cao ia tak berani bertindak sembrono Lagi pula maksudnya hanya ingin dapat keterangan tentang Bee Kun Bu.
ia harus menang, untuk dapat mengetahui jejaknya Bee Kun Bu.
Kedua-duanya berdiri berhadap-hadapan, Giok Siu Sian Cu mulai menyerang dengan serulingnya, Hian Ceng Tojin putar lengannya, hembusan angin dari lengan itu menghalaukan sodokan seruling batu, dan pedangnya dibarengi menusuk pundak lawannya, Giok Siu Sian Cu mengegos untuk segera menyerang lagi, Ketika mereka bertempur dengan jurus-jurus yang lain.
Mereka menyerang dengan tenaga dalam, oleh karena itu tiap-tiap serangan mengandung tenaga dari seribu kati, dan tiap-tiap serangan merupakan dorongan yang dapat merobohkan gunung!
Karena hebat serangan-serangan itu, kedua belah pihak tidak berani sembarangan, karena tiap-tiap serangan jika menemui sasaran, akan membawa maut!
Bagi orang yang tak mengerti ilmu tenaga dalam (Lweekang), nampaknya mereka bukan sedang bertarung, mereka hanya saling pandang memandang dengan kedua mata terbelalak sambit menahan napas untuk mengumpulkan tenaga dalam.
Bila satu serangan tertangkis atau terhindar maka mereka mundur lagi mencari lowongan untuk mengirim serangan yang menghasilkan Bagi orang yang mahir dalam ilmu silat, terlihat bahwa tiap-tiap serangan dilancarkan dengan ilmu yang tinggi sekali Demikianlah mereka bertempur selama hampir satu jam, dengan belum ada yang menang atau kalah.
Giok Siu Sian Cu tak sabar lagi, ia menjerit dan loncat tinggi ke atas.
Tapi Hian Ceng Tojin tidak memberi kesempatan, ia mengejar dan menyerang dengan jurus Ki Hong Teng Kauw atau Burung Garuda Mengejar Naga dengan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tusukan pedangnya, Giok Siu Sian Cu merapatkan kedua betisnya, ia mengegos ke samping, lalu dari atas dengan serulingnya ia menyodok kepalanya Hian Ceng Tojin, Setelah gagal menusuk lawannya dengan jurus Ki Hong Teng Kauw, Hian Ceng Tojin lekas-lekas mencelat ke belakang menghindari totokan di atas kepalanya, dan segera menyerang lagi dengan jurus Pwee Pui Hong Ji atau Taufan menyerang dari delapan penjuru sambil memutar dan menusuk dengan pedangnya!
Tapi sambil tertawa Giok Siu Sian Cu merapatkan kedua betisnya untuk meloncat ke atas satu depa lebih tingginya.
Htan Ceng Tojin terkejut Belum pernah ia menemui lawan yang demikian lihay ilmu meringankan tubuhnya, Cara lawannya menghindarkan atau mengelakkan diri dengan meloncat ke atas demikian cepat dan lincahnya mungkin tak ada taranya di kalangan Kang-ouw, pikirnya, Dua kali ia telah menyerang dengan jurus-jurus istimewa dari Cui Hun Cap Ji Kiam, namun kesemuanya gagal!
justru pada saat ia terkejut, ia merasa angin hebat menghembus di atas kepalanya, Lekas-lekas ia putar pedangnya di atas kepalanya untuk menjaga segala serangan.
terlihat olehnya Giok Siu Sian Cu menukik dari udara menuju ke arah kepalanya dengan serulingnya di putar siam sekali jurus itu adalah salah satu jurus yang amat lihay dari ilmu Bo In Cap pwee Cao.
Hian Ceng Tojin harus lebih waspada menyerangnya, Setelah memutarkan pedangnya di atas kepala, ia melangkah mundur dua tindak untuk menyabet lagi la-wannya, pedang itu ditangkis oleh seruling batu Giok dan dua senjata beradu hebat sekali, memuncratkan lelatu dan bersuara nyaring, Kesempatan itu digunakan oleh Hian Ceng Tojin untuk menebas tangan lawan yang memegang seruling batu Giok, Tidak pereuma jika Giok Siu Sian Cu peroleh julukan iblis Wanita, Betapapun cepatnya tebasan pedang itu, satu gentakan dari serulingnya telah mendorong pedang ke
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
samping, dan Giok Siu Sian Cu telah meloncat ke atas lagi untuk melancarkan serangan-serangan baru.
Dalam pengalaman-pengalamannya selama beberapa puluh tahun di kalangan kang-ouw, Hian Ceng Tojin telah bertempur melawan banyak jago-jago silat, Tetapi seorang jago silat yang menyerang lawan dari udara adalah pertarungan pertama kali yang ia pernah hadapi.
Pertarungan berlangsung tiga puluh jurus lagi, tetapi masih belum ada yang menang atau kalah Diserang dengan ilmu Bo In Cap Pwee Cao, Hian Ceng Tojin tak memperoleh kesempatan melancarkan serangan terus menerus, ia harus mencari jalan lain untuk menghadapi lawan yang luar biasa itu!
ia tidak tergesa-gesa lagi menyerang lawan nya.
Dengan lebih waspada dan teliti ia menanti kesempatan yang baik mengirim satu tusukan yang dahsyat Betul kesempatan untuk menang menjadi kurang, tetapi ia tak dapat terkalahkan Giok Siu Sian Cu merasa pasti bahwa dengan jurus yang istimewa itu ia pasti dapat mengalahkan lawannya dalam dua puluh jurus, tetapi setelah pertarungan berlangsung hampir empat puluh jurus, ia masih tak berhasil mengalahkan lawannya, ia menjadi cemas.
ia maju merapat lawannya, lalu menyodok dadanya Hian Ceng Tojin dengan serulingnya, Hian Ceng Tojin telah siap, Dengan pedangnya ia menggentak seruling itu ke atas, lalu balas menusuk berturutturut tiga kali dengan jurus In Liong Sam Sat atau Naga Putih Nyeruduk Tiga kali!
Tiap-tiap tusukan pedang itu dibarengi dengan jotosan tinju ke depan sehingga hembusan angin yang keluar dari jotosan tinju itu juga membantu mendorong lawan, Tetapi Giok Siu Sian Cu juga menjotos ke depan dengan tinju kirinya sehingga kedua-duanya terdorong mundur lebih kurang lima kaki ke belakang Setelah berdiri diam sejenak Giok Siu Sian Cu loncat menerkam lagi Hian Ceng Tojin juga sudah mengumpulkan semua tenaga dalamnya, ia mengegos, dan lawannya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menyodok angin, Lalu ia menusuk lawannya dari belakang, tetapi Giok Siu Sian Cu telah meloncat ke atas dua depa lebih tingginya.
Setelah pertarungan berlangsung hampir seratus jurus, kedua-duanya telah basah dengan keringat Dan saat untuk menang atau kalah segera akan tiba, karena kedua-duanya sudah menjadi letih.
Pihak yang manapun akan kalah jika bertindak lengah sedikit saja!
justru dalam saat yang genting ini terdengar oleh mereka suara orang tertawa gelak-gelak yang nyaring dan sejenak kemudian orang itu telah berdiri tidak jauh dari mereka.
Kedua-duanya mengawasi orang itu yang bertubuh tinggi besar dan bersenjata dua toya besi yang pendek dan berujung kepala naga, Mereka mengenali orang itu.
Dia adalah Sin Goan Tong, kepala partai silat Kong Tong Pay, Tibanya Sin Goan Tong telah mengejutkan mereka yang sedang bertarung itu.
Hian Ceng Tojin memberi hormat dengan mengangkat kedua tangannya.
"Angin apakah telah meniup saudara Sin datang Ke pegunungan Kun Lun ini? Maaf jika aku tak menyambutnya dengan seksama,"
Kata Hian Ceng Tojin, Sin Goan Tong tidak menjawab pertanyaannya Hian Ceng Tojin, ia hanya berpaling kepada Giok Siu Sian Cu.
"Meskipun kau lari ke dasar lautan atau ke ujung langit, aku pasti dapat mencari kau!"
Kata Sin Goan Tong menyindir. Giok Siu Sian Cu mengerutkan kening, dan berpikir "
Aku telah bertarung melawan Hian Ceng Tojin lebih dari seratus jurus, aku telah merasa letih, Aku khawatir tak dapat bertahan melawan dua puluh jurus lagi, Paling baik aku berhenti bertempur mencari kesempatan untuk beristirahat Dengan keputusannya itu ia mengawasi Sin Goan Tong dan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
membentak.
"Perlu apa kau mencari aku? sekarang sudah ketemu, mau apa kau?"
Suasana berada di saat-saat yang genting, tiba-tiba terdengar oleh mereka suara orang tertawa gelak-gelak dan menyusul kemudi orang itu telah berdiri tidak iauh dari mereka.
Sin Goan Tong tampak pakaiannya Giok Siu Sian Cu basah dengan keringat, ia ketahui bahwa wanita ini telah letih dalam pertempuran itu.
Lalu ia menjawab "Aku mencari kau, karena aku khawatir kau dihina, Oleh karena itu dengan tak menghiraukan perjalanan yang jauh dan sukar aku berusaha mencari kau.,."
Kata Sin Goan Tong bermaksud meredakan amarahnya wanita itu.
Giok Siu Sian Cu tidak menjawab, ia hanya tertawa, ia berpendapat bahwa siasatnya akan berhasil Sin Goan Tong juga merasa girang melihat Giok Siu Sian Cu yang ia gilai tertawa gembira, Setelah itu barulah ia berpaling kepada Hian Ceng Tojin dan berkata.
"Aku telah lama mendengar tentang ilmu pukulan Tian Kong Ciang dan ilmu pedang Hun Kong Kiam Hoat dari partai Kun Lun yang lihay sekali Tadi aku pun telah menyaksikan dengan kepala mata sendiri saudara bertarung melawan adikku ini. Aku pun ingin belajar dari saudara beberapa jurus, Aku yakin saudara tidak menolak, karena aku ingin mengetahui sampai di mana kelihayan ilmu silatnya partai Kun Lun."
Mendengar ejekan itu, Hian Ceng Tojin menjadi marah. Dengan tak menghiraukan keletihannya, dengan pedang terhunus ia menuding dan membentak.
"Meski-pun aku telah bertarung lama, aku masih dapat melayani saudara, Ayo! Seranglah!"
Sin Goan Tong melihat keadaan di sekitarnya, ia hanya melihat Hian Ceng Tojin dan Giok Siu Sian Cu.
"Kuil Sam Goan Kong tidak jauh dari puncak ini, mengapa tidak ada orang yang menyaksikan mereka bertempur?"
Sambil berpikir ia ambil dan pegang kedua toya besi pendeknya, dan siap
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sedia menyerang Hian Ceng Tojin.
ia sengaja mengumpulkan tenaga dalamnya untuk menyerang dengan dahsyat, karenanya yakin Hian Ceng Tojin masih letih, dan dapat digempur dengan mudah, Dengan demikian ia dapat lekas berlalu dari tempat itu, dan terhindar dari kepungan orangorangnya partai Kun Lun.
Baru saja Sin Goan Tong hendak menyerang, tiba-tiba Giok Siu Sian Cu membentak.
"Aku sedang bertarung melawan Hian Ceng Tojin, mengapa kau campur tangan?"
Lalu ia menyerang Hian Ceng Tojin lagi!
Sin Goan Tong lekas-lekas loncat mengelakkan serangan yang ditujukan kepada Hian Ceng Tojin, lalu membantu menyerang Hian Ceng Tojin sekuat tenaga, Hian Ceng Tojin menangkis serangan-serangan dari kedua lawan-lawannya itu sambil mundur tiga langkah, lalu balas menyerang dengan jurus Gek Hong Bong Siauw atau angin taufan menyapu dengan hebat Terlihat pedangnya berkilau-kilau ketika ia menyabet ke kiri dan ke kanan dengan beringas, jurus tersebut adalah salah satu jurus yang dahsyat dari Cui Hun Cap Ji Kiam dan tiaptiap serangan lebih ampuh daripada yang telah dilepaskan, dan lawan-lawannya hanya dapat menjaga, mengegos, atau mengelit untuk menghindari sabetan-sabetan pedang, kalau tidak ingin tewas seketika, Kedua lawannya terpaksa loncat mundur beberapa depa jauhnya.
"Ai, partai Kun Lun tidak mempunyai dendam terhadap partai Kong Tong Pay. Mengapa Sin Goan Tong menyerang dengan nekat? ia sama sekali tak menghiraukan peraturan Bu Lim."
Pikir Hian Ceng Tojin, ia terus mengejar dan mengirim jotosan Tian Kong Ciang-nya. Tapi kedua lawannya telah mengegos lagi, Sin Goan Tong lalu berkata sambil mengejek.
"Aku telah mendengar ilmu silat saudara yang tinggi, cobalah tahan ini!"
Ia barengi ucapannya dengan satu jotosan sekonyongkonyong.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hian Ceng Tojin tak berani menangkis jotosan itu, karena ia sudah letih, ia hanya mengegos ke samping.
"Ha! Mengapa saudara tak berani menangkis jotosanku?"
Mengejek lagi Sin Goan Tong dengan maksud mengirim tinju Im Hong Ciangnya yang luar biasa am-puhnya, Dalam saat yang genting itu tampak lari mendatangi Tong Leng Tojin, Giok Cin Cu dan Ngo Kong Toa-su.
Tong Leng Tojin loncat dan berdiri di depan Hian Ceng Tojin menghadapi Sin Goan Tong dengan pedang terhunus.
"Saudara Sin rupanya datang ke pegunungan Kun Lun hanya dengan maksud mencari ribut Aku siap meladeni kau!"
Bentaknya, Melihat orang-orang Kun Lun sudah datang, Sin Goan Tong yakin bahwa ia tak dapat melawan ketiga guru partai Kun Lun itu dengan dibantu oleh Ngo Kong Toa-su.
ia menghampiri Giok Siu Sian Cu dan berbisik.
"Kita harus lekaslekas enyah dari sini!"
Giok Siu Sian Cu lalu hadapi Hian Ceng Tojin dan berkata.
"Kali ini pertempuran kita dapat katakan seri, Tapi di dalam tujuh hari aku akan kembali untuk mengadu kepandaian pula!"
"Aku senantiasa siap sedia meladeni kau!"
Jawab Hian Ceng Tojin dengan geregetan, Lalu Giok Siu Sian Cu balik badan dan turun dari puncak itu, Sin Goan Tong diam mengawasi dengan wajah yang menyatakan entah cinta atau benci!
Tong Leng Tojin ingin mengejar, tetapi dicegah oleh Hian Ceng Tojin.
"Jangan kejar dia. Dia datang ke sini bukan hendak mencari ribut Biarlah dia berlalu!"
Sejenak kemudian, Sin Goan Tong seperti juga orang baru sadar dari tidurnya, ia berlalu dari tempat itu mengejar Giok Siu Sian Cu. Tetapi Tong Leng Tojin mencegah dengan berdiri di depannya.
"Saudara Sin sebagai pemimpin partai Kong Tong tidak mengerti peraturan Bu Lim. Kau datang ke pegunungan Kun Lun hanya untuk mencari ribut Kami dari
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
partai Kun Lun tak dapat membiarkan sikap yang congkak itu!"
Kata Tong Leng TojiiL Giok Cin Cu tak tahan melihat sikap Toakonya, ia menanyai "Toa Suheng, kau terlampau baik hati.
Kau selalu mengalah Sikapnmu yang demikian itu tak dapat menegakkan namanya partai Kun Lun, Bila kita selalu mengalah, apa kata orang lain di kalangan Kang-ouw?
Aku khawatir mereka akan mengatakan bahwa kita pengecut takut menghadapi atau takut menghukum orang yang menghina partai kita."
Hian Ceng Tojin tersenyum.
"Pemimpin dari partai silat Thian Liong, Souw Peng Hai, sangat besar cita-citanya, ia ingin menjagoi di kalangan Kang-ouw, sehingga tak ada satu partai atau satu jago silat yang tidak tunduk terhadapnya. ia telah merancangkan untuk bertarung di kalangan Kang-ouw, Aku menduganya tiga tahun lagi akan terbit peristiwa perlombaan ilmu silat diantara para partai sila Mengadu silat yang maha dahsyat pada tiga ratus tahun yang lampau akan terjadi lagi, Jika kita sekarang melukai hatinya Sin Goan Tong, kita akan menimbulkan perasaan bencinya terhadap kita, partainya pasti membalas dendam, Untuk meladeni partai Kong Tong, kita akan hilang tenaga, mungkin juga dapat luka, Kita tak akan mempunyai hubungan kedudukan lagi di kalangan Kang-ouw, bukan?"
Alasan yang diberikan oleh Hian Ceng Tojin dapat diterima bukan saja oleh Giok Cin Cu, tetapi juga oleh Tong Leng Tojin, Ngo Kong Toa-su lalu mengajak mereka semua turun dari puncak itu.
Tong Leng Tojin lekas-lekas kembali ke kuil Sam Goan Kong, tetapi Hian Ceng Tojin, Giok Cin Cu dan Ngo Kong Toasu lekas-lekas kembali ke rumah di mana Lie Ceng Loan berbaring di tempat tidurnya, Sudah hampir setengah bulan Giok Cin Cu tidak melihat muridnya dan terhadap murid barunya itu, ia sangat menyayangi nya.
Kasih sayangnya terhadap murid baru itu bahkan dapat memanjakannya, Melihat Lie Ceng Loan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
berbaring di atas tempat tidurnya, ia terkenang akan kisah diri sendiri Karena ia pun telah menderita penyakit asmara beberapa puluh tahun, dan ia menahan penderitaan itu tanpa orang lain menghibur atau menasehatinya, Kini ia melihat kisahnya terulang di atas diri murid kesayangannya.
Makanya begitu tiba di rumahnya Lie Ceng Loan ia segera menerjang masuk ke kamar tidurnya, Hian Ceng Tojin dan Ngo Kong Toa-su menunggu di kamar depan, Lilin menyala di dalam kamar, dan sinarnya terang sekali Lie Ceng Loan tidur terlentang di atas pembaringan dengan kedua matanya ber!inang.
Begitu melihat gurunya datang, Liong Giok Pin segera bangun dan berlutut di hadapan gurunya.
"Mengapa Sumoymu masih tidur saja? Apakah penyakitnya sudah baikan?"
Tanya gurunya. Dengan suara yang sedih, Liong Giok Pin menjawab.
"Ia... ia menderita hebat sekali...."
Giok Cin Cu datang menghampiri dengan wajah yang muram, ia raba jidatnya Lie Ceng Loan. ia terkejut, karena jidat itu dingin sekali! Dengan kedua mata melotot ia membentak Liong Giok Pin.
"Sumoymu telah menderita sakit begini hebatnya, Mengapa aku tak diberi tahukan?"
Teecu telah diperintahkan datang menengoki Loan Sumoy, akan tetapi ia tak ada di sini Lalu Ngo Kong Toa-su Supek ajak Teecu naik ke puncak, dan diatas puncak Teecu baru menemui Loan Sumoy yang telah tertiup beku oleh angin yang dingin, Ngo Kong Toa-su Supek bilang Loan Sumoy telah berada di atas puncak selama dua hari satu malam,"
Kata Liong Giok Pin menjawab gurunya, Giok Cin Cu mengangguk dan Liong Giok Pin meneruskan.
"Kemudian Toa Supek juga telah datang, Ketika Toa Supek ingin menolong Loan Sumoy, tiba-tiba terdengar suara seruling dari wanita yang mengenakan pakaian hitam. Setelah bicara dengan Toa Supek, wanita itu lalu bertarung melawan Toa Supek, Ngo Kong Toa-su dan Teecu lalu bawa Loan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sumoy ke dalam rumah ini, Barusan ia masih menangis, tetapi kemudian ia tertidur Meskipun Ngo Kong Toa-su telah berusaha menyadarkan ia tetapi hampa.
Teecu disuruh menunggu di dalam kamar ini ketika Ngo Kong Supek pergi memanggil Toa Supek."
Si Hweeshio tua setelah menarik napas panjang berkata kepada Giok Cin Cu.
"Karena aku sibuk merawati Loan Jie, aku lupa bahwa di atas puncak sedang terbit pertarungan yang dahsyat, dan aku baru ingat memberitahukan kepada kau dan Tong Leng Tojin setelah mereka bertarung agak lama."
Sebetulnya Ngo Kong Toa-su karena terlampau gelisah ia hanya pergi ke kuil Sam Goan Kong untuk memberitahukan Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu tentang penderitaannya Lie Ceng Loan, ia telah lupa bahwa Hian Ceng Tojin sedang bertempur melawan Giok Siu Sian Cu di atas puncak, Baru kemudian ia ingat dan memberitahukan tentang pertarungan tersebut Oleh karena itu ketika Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu tiba di atas puncak, mereka menyaksikan Sin Goan Tong sedang hendak menyerang Hian Ceng Tojin.
Penuturan Liong Giok Pin tentang penderitaannya Lie Ceng Loan didengarkan dengan penuh perhatian tileh Giok Cin Cu.
ia yakin bahwa Lie Ceng Loan menderita rindu asmara yang hebat, dan bahwa hawa dingin di atas puncak telah melukai bagian dalam tubuhnya.
ia mengucurkan air mata dengan penuh rasa kasihan terhadap murid barunya itu.
Dengan suara rendah Hian Ceng Tojin menasehati kan.
"Barusan ia dapat menangis, dan tangisannya itu lelah meredakan kepepatannya yang tertindih di dalam dadanya, Jika hawa dingin yang telah merembes masuk ke dalam tubuhnya dapat dikeluarkan, aku yakin ia akan lekas sembuh-"
Giok Cin Cu menyusut air matanya.
"Loan Jie adalah murid yang kau perkenalkan kepadaku Jika ia mati, bagaimana?"
Katanya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pertanyaan itu menusuk hatinya Hian Ceng Tojin dan Ngo Kong Toa-su yang segera mengucurkan airmata, Lalu Hian Ceng Tojin menyarankan.
"Coba kau berusaha melancarkan peredaran darahnya dengan ilmu Tui Kong Hiatttoat!"
Ngo Kong Toa-su geleng-gelengkan kepalanya, Tidak guna, aku telah mencobanya dia tetap tak sadar!"
Hian Ceng Tojin datang menghampiri pembaringan dan memperhatikan bahwa mukanya pucat pasi, dan sedikit cahaya darah pun tak kelihatan Kedua matanya tertutup, dan napasnya lemah sekali penyakitnya betul-betuI berat ia cemas sekali "Jika ia mati, aku tak dapat mengampunkan Bee Kun Bu!"
Pikirnya.
kegelisahan timbul di dalam hatinya semua orang di dalam kamar itu, sedangkan di luar suasana masih sunyi senyap, Atas saran Hian Ceng Tojin, meskipun Ngo Kong Toa-su telah mengatakan pernah mencobanya Giok Cin Cu berusaha melancarkan peredaran darah muridnya dengan ilmu Tui Kong Hiat Hoat.
ia telah mengurut, menggosok, memijat bagian-bagian yang penting yang dapat melancarkan peredaran darah, tetapi setelah ia sendiri berkeringat Lie Ceng Loan masih tetap tertidur tak sadarkan diri.
Fajar menyingsing, matahari di sebelah timur mulai memancarkan sinarnya di seluruh daerah pegunungan dan juga menyorot ke dalam kamarnya Lie Ceng Loan melalui jendela.
Ngo Kong Toa-su dan Hian Ceng Tojin melihat keringat membasahi pakaiannya Giok Cin Cu yang tak putus asa bahwa usaha menolong muridnya yang sedang dilakukan dapat menolong juga kepada Lie Ceng Loan, Jika gadis itu dapat dibikin sadar, maka harapan untuk mengeluarkan hawa dingin di dalam tubuhnya besar sekali
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tiba-tiba terlihat Lie Ceng Loan menarik napas panjang, dan perlahan-Iahan membuka kedua matanya, Hal itu menggirangkan mereka, Kemudian setelah melihat gurunya, ia berkata, suaranya lemah sekali.
"Suhu, apakah Suhu dapat jumpa dengan Bu Koko?"
Belum lagi Giok Cin Cu menjawab, Lie Ceng Loan sudah pejamkan kedua matanya lagi, dan tertidur pula! "Baru saja ia sadar, ia segera tertidur lagi, Mungkin lukaluka di dalam tubuhnya itu sangat parah,"
Berkata Ngo Kong Toa-su dengan cemas sekali Hian Ceng Tojin yang banyak pengalaman melihat keadaan itu merasa gembira.
"Aku merasa reda melihat dia membuka matanya dan berkata sesuatu barusan Menurut pahamku, Loan Jie hanya menderita luka-luka karena serangan hawa dingin di dalam tubuh, dan karena itu darahnya agak terhambat Biarlah ia tidur terus untuk memulihkan letihnya, sebentar kita akan berusaha lagi melancarkan peredaran darahnya dengan ilmu Tui Kong Hiat Hoat."
Perkataan itu meredakan yang lainnya, karena mereka mengetahui bahwa Hian Ceng Tojin juga mahir dalam ilmu pengobatan "Aku telah berusaha menolong dia dengan semua .
kepandaianku Hanya aku merasa heran setelah tersadar sebentar, ia tertidur lagi,"
Berkata Giok Cin Cu.
"Hawa dingin di atas puncak dapat merembes masuk ke tulang,"
Kata Hian Ceng Tojin.
"Loan Jie yang diserang rindu asmara telah tak menghiraukan hawa dingin tersebut dan tidak menggunakan tenaga dalamnya untuk menghalau merembesnya hawa dingin itu. Kau telah berhasil melancarkan peredaran darahitya, dan ia telah siuman, Kini ia tertidur itu adalah gejala baik ia harus beristirahat untuk memulihkan tenaganya, Aku yakin harapan besar dia dapat tertolong."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ngo Kong Toa-su yang paling sayang Lie Ceng Loan juga terhibur mendengar uraian Hian Ceng Tojin, Lalu mereka keluar dari kamar setelah memerintahkan Liong Giok Pin menjaga Sumoynya baik-baik.
Liong Giok Pin duduk di sisi pembaringan mengawasi Sumoynya, Hatinya hancur melihat penderitaan Sumoynya yang ia sangat sayangi itu, ia mengenangkan kisah yang lampau.
"Suatu malam ketika mereka berada di rumah penginapan dan Lie Ceng Loan menanyakan ia apakah ia juga suka Bee Kun Bu. ia khawatir jika Bee Kun Bu tak lekas-lekas kembali, akibatnya akan membinasakan Lie Ceng Loan yang suci murni, ia yakin bahwa hanya Bee Kun Bu seorang yang dapat menyembuhkan-nya. Ia juga mengenangkan wajah dan senyum Bee Kun Bu yang menawan hati. ia sendiri pun telah tertawan hatinya, Bukankah Giok Siu Sian Cu juga telah jatuh hati? Bukankah iblis wanita itu jauh lebih tinggi ilmu silatnya daripada Bee Kun Bu? Mengapa iblis wanita itu rela merendahkan diri, dan menjadi mangsa "asmara"?"
Kenangan-kenangan itu telah merangsang di otak-nya, dan dengan tak terasa air matanya mengalir di atas pipinya, dan ia tak berusaha menahan hancur hatinya, Ketika ia sedang duduk termenung dengan air mata mengucur deras, sekonyong-konyong ia membaui harum dari bunga Bwee, ia angkat kepalanya dan melihat guru-nya, Giok Cin Cu, masuk ke dalam kamar itu.
sepasang matanya mengawasi ia, seolah-olah gurunya ingin memberitahukan suatu rahasia, ia lekas-lekas bangun dari tempat duduknya, dan lari berlutut di depan gurunya.
"Suhu, maafkan Teceu, Teceu telah ngelamun melihat keadaan Loan Sumoy. Teecu menjadi sedih hati melihat penderitaannya Loan Sumoy,"
Ia berkata. Giok Cin Cu menyuruh Uong Giok Pin bangun, lalu jalan menghampiri pembaringannya Lie Ceng Loan.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
-ooo0oooPendekar Ajaib masuk ke dalam kamar Liong Giok Pin terkejut, seolah-olah ia baru sadar dari lamunan ketika Giok Cin Cu menghampiri padanya, Sambil berdiri tegak ia angkat kedua tangannya memberi hormat "Mengapa kau menangis?"
Tanya Giok Cin Cu. Teecu sedang memikiri betapa kejamnya Bee Su-heng, Dia telah membikin Loan Sumoy demikian men-derita!"
Jawab Liong Giok Pin.
Giok Cin Cu menghela napas, lalu duduk di sisi ranjang, ia raba dadanya Lie Ceng Loan, dan merasakan denyutan jantung yang sangat lemah, ia mengerutkan kening dan menanya dengan cemas.
"Apakah Sumoymu tidak bergerakgerak?"
Pertanyaan itu membingungkan Liong Giok Pin, karena ia tidak memperhatikan apakah Sumoynya bergerak atau tidak, ia hanya memikirkan nasibnya Sumoy itu.
"Rupanya kau semalam tidak tidur, pergilah kau beristirahat!"
Perintah Giok Cin Cu. Teecu tidak merasa Ietih. Biarlah Teecu menjagai Loan Sumoy!"
Jawab Liong Giok Pin.
Giok Cin Cu tidak memaksa, ia lalu jalan keluar dari kamar itu.
Tetapi Liong Giok Pin mendadak merasa hatinya cemas, segera ia pun jalan keluar hingga dalam kamar itu tinggal Lie Ceng Loan seorang diri yang berbaring tak sadarkan diri, Co Hiong yang mengikuti Ngo Kong Toa-su dan Liong Giok Pin mendaki puncak, bersembunyi di tempat yang gelap, ia telah menyaksikan kejadian-kejadian di atas puncak itu.
Ketika Ngo Kong Toa-su dan Liong Giok Pin menolong Lie Ceng Loan turun dari puncak, dan Hian Ceng Tojin bertarung melawan Giok Siu Sian Cu, karena ia ingin membalas dendam terhadap Hian Ceng Tojin.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ia tidak mengikuti Ngo Kong Toa-su dan Liong Giok Pin, ia bersembunyi di belakang satu batu yang besar dengan maksud menggempur Hian Ceng Tojin jika mereka letih bertempur ia tidak menduga bahwa Tong Leng Tojin dan Sin Goan Tong juga telah datang ke atas puncak itu, oleh karena itu, ia tak memperoleh kesempatan melaksanakan maksud nya.
Tetapi ia tidak mundur karenanya, ia mengikuti Hian Ceng Tojin dan kawan-kawannya ke rumah gubuk, lalu bersembunyi di atas pohon cemara di dekat kamarnya Lie Ceng Loan.
Ketika ia melihat Giok Cin Cu dan Liong Giok Pin keluar dan berlalu dari kamar, ia segera turun dari pohon dan masuk ke kamarnya Lie Ceng Loan.
Ketika itu sinar matahari sudah mulai menyorot masuk dari jendela ke atas ranjangnya Lie Ceng Loan.
Kulitnya yang putih halus, wajahnya yang pucat pasi, rambutnya yang panjang dan hitam semua terlihat nyata, Hian Ceng Tojin, Giok Cin Cu dan Ngo Kong Toa-su sangat cemas dengan keadaannya Lie Ceng Loan, mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa ada orang sedang bersembunyi dekat rumah gubuk itu.
Co Hiong menghampiri ia meraba tubuhnya Lie Ceng Loan, ia terkejut ketika ia mengetahui bahwa beberapa jalanjalan darah yang penting telah kaku, ia insyaf bahwa jika terlambat lagi, maka jalan-jalan darah itu akan menjadi tertutup dan jiwanya sukar ditolong, ia merasa banyak lebih pandai setelah mendapat pelajaran dari Kiok Gie.
ia pun telah mempelajari ilmu-ilmu sakti dari kitab San Im Shi Ni, dan menjadi paham akan luka-luka di dalam tubuh, Setelah ia meraba-raba lagi untuk memeriksa luka-luka di dalam tubuh, ia menemui sumber daripada lukaluka di dalam tubuh gadis itu, yang ternyata terluka karena hawa yang sangat dingin, yang telah merembes masuk ke dalam jalan-jalan darah, dan urat-urat syaraf
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Dengan tenaga dalamku, aku dapat membebaskan jatanjalan darahnya yang sudah tertutup ini, tetapi aku akan kehilangan banyak tenaga!"
Pikir ia.
Baru saja ia hendak berlalu, tiba-tiba ia terkenang peristiwa yang lampau, Ketika Lie Ceng Loan terluka di pegunungan Cie Lian San karena diserang seorang Hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie, ia pernah menolong membawa gadis itu di atas kuda ajaibnya ke suatu lembah yang sunyi, dan meninggalkan Bee Kun Bu sendirian melawan banyak Hweeshio-hweeshio, Ketika itu lukanya Lie Ceng Loan agak parah, dan dengan setengah sadar ilu, tibatiba ia dibikin luka entah oleh siapa dengan ilmu Tu Kut Ta Me atau melukai urat nadi dengan memukul tulang, Ketika ia sadar kembali, Lie Ceng Loan sudah tidak ada di situ...
Kenangan peristiwa itu timbul kembali dengan tegas sekali ia mengawasi wajahnya gadis yang berhari ng, meskipun tubuhnya sudah banyak lebih kurus, tetapi tetap menawan hati, ia tergiur, dan hatinya berdebar-debar.
"Ai! Co Hiong! Co Hiong! Jika kau lepas Lie Ceng Loan, apakah kau akan dapat gadis yang lebih cantik sebagai gantinya?"
Ia berseru.
Lalu ia menghampiri lagi, dan dengan tangan kanannya ia berusaha membebaskan dua belas jalan-jalan darahnya Lie Ceng Loan dengan menggunakan ilmu yang ia telah pelajari dari kitab San Im Shi Ni.
ia dapat lakukan pertolongan itu dengan baik, hanya ia masih kekurangan tenaga dalam, dan setelah berusaha menolong beberapa menit, ia telah bermandikan keringat ia insyaf bahwa dengan menolong Lie Ceng Loan secara demikian, ia akan kehilangan banyak tenaga, semangat dan tenaganya baru bisa pulih setelah tujuh-delapan hari, ia khawatir orang-orangnya partai Kun Lun datang, pasti ia tak dapat melawan dalam keadaan yang sangat letih demikian ia beristirahat sejenak, lalu loncat keluar dari jendela, Belum lagi Co Hiong berlalu, Liong Giok Pin masuk lagi ke dalam kamar ia sangat tertib dan teliti ia ingat akan keadaan dalam kamar sebelum ia keluar tadi, Oleh karena itu, ketika ia masuk ia tampak bahwa selimut Lie Ceng Loan agaknya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pernah disentuh orang, ia terperanjat, ia lekas-lekas memeriksa tubuhnya Lie Ceng Loan dan merasa reda lagi setelah mengetahui bahwa Su-moynya tidak terganggu ia duduk di sisi ranjang dan memperhatikan bahwa cahaya mukanya Lie Ceng Loan berubah, ia ingin memberitahukan hal ini kepada guru-nya, tapi baru saja ia bertindak keluar, Lie Ceng Loan memanggil "Bu Koko, ayo kita pergi menangkap ikan?"
Tetapi kedua matanya masih tetap menutup. Liong Giok Pin berbisik di kupingnya.
"Loan Sumoy!"
Tetapi Lie Ceng Loan ternyata tidur lagi tidak bergerak ia menepuk tubuhnya Lie Ceng Loan dua kali, tetapi tetap tidak sadar ia tak dapat berbuat lain.
ia lari pergi ke kamarnya Ngo Kong Toa-su.
Ketika itu si Hweeshio tua sedang duduk di atas kursi dari bambu, dan Hian Ceng Tojin dan Giok Cin Cu juga duduk menghadapi ia.
Melihat Liong Giok Pin masuk tergesa-gesa, Hian Ceng Tojin menanya.
"Ada apa lagi? Apakah Sutnoymu berubah pikirannya?"
"Barusan Loan Sumoy siuman sebentaran dan memanggil tetapi segera ia tertidur lagi, Aku khawatir..."
Jawab Liong Giok Pin.
"Apakah yang dikatakan olehnya?"
Giok Cin Cu menanya dengan tidak menunggu ucapannya Liong Giok Pin.
"la mengajak Bee Kun Bu menangkap ikan,"
Jawab Liong Giok Pin.
"Ai, jika muridmu tidak lekas kembali, dia sukar menjadi sembuh,"
Kata Giok Cin Cu kepada Hian Ceng Tojin.
"Mari kita pergi tengok keadaannya!"
Mengajak Hian Ceng Tojin sambil bangkit dari kursinya, Lalu semua pergi ke kamarnya Lie Ceng Loan, Hian Ceng Tojin segera periksa keadaannya Lie Ceng Loan dan kelihatan bahwa betul keadaan gadis itu banyak baikan.
ia merasa heran, tetapi ia tidak segera mengambil kesimpulan ia duduk di sisi ranjang, dan mendengar Lie Ceng Loan menarik napas,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kemudian perlahan-Iahan gadis itu membuka kedua matanya, Melihat keadaan di sekitarnya, dan dengan senyuman ia berkata.
"Suhu, Supek, Pin Cici?"
Giok Cin Cu gembira melihat muridnya itu telah sadar dan dapat bicara, ia mendekati, dan dengan sikap seperti seorang ibu, sambil mengusap-usap rambutnya ia menanya.
"Kau harus beritahukan aku di mana yang kau rasakan sakit?"
"Jantungku rasanya dingin sekali,"
Jawab Lie Ceng Loan suaranya lemah sekali, Giok Cin Cu menutupi seluruh tubuh muridnya dengan selimut "Kau telah berdiam terlampau lama di atas puncak gunung yang sangat dingin, Kau harus beristirahat beberapa hari, dan kau akan sembuh kembali?"
"Aku pergi ke atas puncak gunung menanti kedatangannya Bu Koko, tetapi ia tidak datang!"
Kata Lie Ceng Loan.
"Kau harus beristirahat Bee Kun Bu segera akan kembali!"
Hian Ceng Tojin menghibur Lie Ceng Loan menangis.
"Tetapi bilakah dia kembali? Dan jika sekarang dia kemba!i, aku tak dapat menyambut padanya...."
Seterusnya ia tak dapat mengucapkannya yang hendak diucapkannya Dengan suara yang keras Ngo Kong Toa-su berseru.
"Jika Bee Kun Bu tidak kembali...."
Lie Ceng Loan buka matanya dan menoleh ke arah Ngo Kong Toa-su.
"Bu Koko pasti kembali, dan aku senantiasa menanti kedatangannya dengan sabar Andaikata dia berubah hati terhadap aku, dia pasti memberitahukan...."
Lalu ia pejamkan matanya dan tertidur lagi,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ngo Kong Toa-su lari menubruk Lie Ceng Loan sambil berseru.
"Loan Jie, Loan Jie."
Tetapi Lie Ceng Loan tidur terus, hanya terdengar napasnya saja, Dengan ilmu Tui Kung Kwo Hiat atau mengurut membebaskan jalan darah, Hian Ceng Tojin berusaha menyadarkan gadis itu kembali, Tetapi dengan semua kepandaiannya itu ia tak berbuat banyak.
Lie Ceng Loan masih tetap tertidur!
Setelah berusaha dengan susah payah, Hian Ceng Tojin berkata sambil goyang-goyang kepalanya.
"Meski-pun ia kelihatannya sudah banyak baikan, akan tetapi ia belum lagi sadar. Dengan sesungguh nya, aku tidak mengetahui bagaimana harus menolongnya."
Ia menarik napas menyatakan kekecewaannya.
Giok Cin Cu yang juga tidak berdaya hanya berdiri seperti patung, sedangkan Ngo Kong Toa-su nampaknya gelisah sekali, ia berjalan mundar-mandir di dalam kamar seolah-olah menanti pertolongan Tuhan Yang Maha Esa.
Mereka bertiga tak berdaya, mereka keluar dari kamar, meninggalkan Liong Giok Pin yang menjagainya, Ketika Liong Giok Pin melihat-lihat ke jendela, ia memperhatikan bahwa kayu jendela itu sedikit basah, ia menghampiri untuk menjadi terkejut melihat bahwa di atas tanah di luar rumah itu ada tanda-tanda bekas tapak kaki.
ia mulai menduga bahwa ketika ia berlalu dari kamar, ada orang telah masuk ke dalam kamar dan telah berusaha menolong Lie Ceng Loan, dan orang itu telah masuk dan keluar dengan mengambil jalan dari jendela, Tetapi sebelumnya ia merasa pasti, ia tidak ingin melaporkan kepada gurunya.
Demikianlah Lie Ceng Loan tertidur tak sadarkan diri selama beberapa hari dan selama itu Liong Giok Pin selalu menjagainya, bahkan tidur bersama-sama di kamar itu.
Giok Cin Cu datang menengoki di waktu siang, dan baru kembali di
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
waktu petang ke kuil Sam Goan Kong, Hian Ceng Tojin dan Ngo Kong Toa-su bersama-sama tinggal di suatu rumah gubuk, mereka sering-sering duduk bereakap-cakap sehingga jauh malam itu Ngo Kong Toa-su terus menerus gelisah, agaknya Hian Ceng Tojin tak dapat menghibur padanya.
Berkat perhatiannya, Liong Giok Pin menemui bahwa tertidurnya dan sadarnya Lie Ceng Loan pada jangka-jangka waktu yang tetap yakni sadar tiga kali dalam waktu dua belas jam, di waktu sadar itu, Liong Giok Pin beri ia makan atau minum.
Demikianlah keadaannya Lie Ceng Loan, dan pada hari ke enam, cuaca sangat buruk.
Liong Giok Pin duduk dekat jendela memperhatikan keadaan di luar.
ia Iekas-lekas ambil pedangnya dan menanti segala kemungkinan Secepat kilat orang itu loncat masuk dari jendela, Liong Giok Pin menusuk, tetapi orang itu menepuk pedangnya sambil tertawa, lalu membuka selubung kain hitam yang menutupi mukanya, Orang yang datang itu adalah Giok Siu Sian Cu.
Liong Giok Pin tidak berani melawan lagi, karena ia mengetahui kelihayan lawannya, ia hanya harap dengan pereakapan mereka, Hian Ceng Tojin dan Ngo Kong Toa-su yang gubuknya tidak seberapa jauh dapat men-dengarnya, Dengan senjata ia menanya, suaranya keras.
"Apa maksudmu datang ke sini? Cobalah lihat! Tempat apakah ini?"
Giok Siu Sian Cu lihat Lie Ceng Loan, dan menanya tanpa menghiraukan tegurannya Liong Giok Pin.
"Siapakah orang yang rebah ini? Dia menderita penyakit apa-"
Kah?"
"Dia adalah Lie Ceng Loan Sumoyku,"
Jawab Liong Giok Pin. Giok Siu Sian Cu perlahan-Jahan menghampiri dan meraba jidat dan urat nadi di pergelangan tangannya Lie Ceng Loan.
"Ai! penyakitnya agak berat Jika terlambat ditolong mungkin akan sukar diobati!"
Kata Giok Siu Sian Cu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Mendengar ucapan itu, Liong Giok Pin kira bahwa Giok Siu Sian Cu dapat menolong Ceng Loan sambil menghela napas.
"la sangat baik, Tetapi entah mengapa ia harus mengalami penderitaan ini,"
Kata Liong Giok Pin. Giok Siu Sian Cu segera dapat menebak maksud ucapan itu. ia berkata sambil tersenyum.
"Kau pikir aku "
Tidak mempunyai waktu."
Baru saja kata-kata itu habis diucapkan segera tampak Hian Ceng Tojin dan Ngo Kong Toa-su menerobos masuk, Melihat Giok Siu Sian Cu, Hian Ceng Tojin berkata.
"Ha, betulbetul kau memenuhi janjimu!"
"Hari ini adalah hari untuk kita mengadu silat lagi Baiklah kita mencari tempat yang sunyi agar kita dapat bertempur dengan tenang dan menentukan siapa yang lebih unggul!"
Jawab Giok Siu Sian Cu.
"Baik sekali? Baik sekali!"
Sambut Hian Ceng Tojin, Lalu secepat kilat Giok Siu Sian Cu melompat keluar dari jendela untuk mencari tempat mengadu silat Hian Ceng Tojin keluar menyusul "Tidak jauh dari sini ada lembah yang sunyi Bagaimanakah pendapatmu jika kita mengadu silat di situ?"
Tanya Hian Ceng Tojin.
"Tapi aku telah memilih suatu tempat lain, Aku minta Tojin ikut aku untuk memeriksanya,"
Jawab Giok Siu Sian Cu.
"Jika kau sudah pilih tempatnya, aku kira tempat itu pasti cocok,"
Kata Hian Ceng Tojin, Kemudian Giok Siu Sian Cu loncat maju dan lari ke tempat yang ia telah pilih diikuti oleh Hian Ceng Tojin. Ngo Kong Toa-su mengejar dari belakang.
"Hei! Berhenti, aku ingin bicara kepada kalian berdua!"
Teriaknya, Mereka terpaksa berhenti larL Hweeshio tua itu segera juga sampai di depan mereka.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kalian hendak mengadu silat, apakah aku boleh menjadi saksi?"
Tanya Ngo Kong Toa-su. Sambil tersenyum Hian Ceng Tojin berkata.
"Kita telah bersahabat sepuluh tahun lebih, Kau pasti tidak akan tinggal diam jika aku terluka, Kau pasti datang membantu Menurut pendapatku lebih baik kau tidak turut."
Ngo Kong Toa-su menarik napas.
"Sebetulnya kita tiada dendam, Mengapa karena urusan kecil lantas hendak bertarung mati-matian...?"
Berkata Ngo KongToa-su.
Giok Siu Sian Cu tidak sabar lagi mendengar ucapan yang ingin mencegah mereka bertempur ia lari terus, Hian Ceng Tojin berkata kepada Ngo Kong Toa-su.
ilmu silat iblis wanita itu betul-betul lihay, Sukar dipastikan siapa yang akan menang.
Di kalangan Bu Lim soal pembalasan dendam dan sebagainya, sebetulnya hanya karena nama saja.
Dari zaman dahulu sampai sekarang, banyak jago-jago silat, pendekar-pendekar atau pahlawan-pahlawan banyak yang celaka karena memperebutkan nama, Misalnya Tian Ki Cin Jin atau San Im Shi Ni, mereka tidak kenal satu sama lain, mereka tinggal terpisah jauh sekali, Tetapi mengapa San Im Shi Ni dengan tidak menghiraukan perjalanan yang jauh datang ke pegunungan Koat Cong San hanya untuk mengadu silat melawan Tian Ki Cin Jin?
Mereka telah bertempur beberapa hari dan malam, tetapi belum ada yang menang atau kalah, Akhirnya mereka bertempur dengan menggunakan semua tenaga dalamnya sehingga kedua-duanya menderita luka parah yang hanya mempereepat kematian mereka!
Untuk apakah?
Hanya untuk memperebutkan nama!
Tetapi pada saat mereka mengetahui bahwa mereka "
Pasti akan mati, mereka berubah menjadi sahabat, dan telah bersama-sama menyusun semua kepandaian silatnya dibuatkan kitab Kui Goan Pit Cek agar kepandaian silatnya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dapat diturunkan kepada jago-jago silat angkatan muda, Tetapi mereka tidak menduga bahwa kitab Kui Goan Pit Ceknya itu menjadi barang perebutan diantara jago-jago silat, sehingga banyak jiwa yang telah melayang karena ingin memiliki kitab itu!"
Lalu ia cabut tusuk rambut dari kepalanya yang dibuat dari batu Giok, Sambil menyerahkan tusuk rambut itu ia berkata.
"Jika dalam satu hari satu malam aku tidak kembali, itu berarti aku tidak beruntung menang, Tusuk rambut ini kau harus simpan baik-baik. jika Bee Kun Bu menyeleweng dari peraturan partai Kun Lun, aku minta kau mewakili aku menghukum padanya dengan seksama!"
Air mata tak tertahan mengucur dari kedua matanya Ngo Kong Toa-su ketika ia menyambut tusuk rambut itu.
lalu Hian Ceng Tojin lari mengejar Giok Siu Sian Cu.
Giok Siu Sian Cu sedang menunggu di bawah jurang, ia berseru.
"Aku kira kau tidak datang!"
Mukanya Hian Ceng Tojin menjadi merah padam.
"Satu patah kata dari satu taki-laki empat kuda tak dapat mengejarnya Meskipun aku harus melalui lautan api, aku tak akan ingkar janji!"
Jawabnya dengan murka, Lalu Giok Siu Sian Cu mendaki lereng gunung dengan ilmu meringankan tubuhnya, diikuti oleh Hian Ceng Tojin.
Ngo Kong Toa-su tidak segera pulang, ia berdiri terpaku.
ia mengenangkan akan pertempuran terhadap Giok Siu Sian Cu pada enam hari berselang dan ia yakin bahwa pertempuran yang akan dilakukan pasti menjadi dahsyat ia baru sadar ketika ada orang yang menegur padanya.
"Lo Toa-su (Hweeshio tua) mengapa kau berdiri seperti patung?"
Tegur orang itu. Ngo Kong Toa-su membalikkan badan dan ter-senyum.
"Giok Cin Cu Sumoy, aku sedang memikirkan apakah suhengmu dapat melawan Giok Siu Sian Cu."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pemberitahuan itu mencemaskan Giok Cin Cu. ia mendesak.
"Ha! Apakah iblis wanita itu datang lagi untuk mengacau?"
Ngo Kong Toa-su mengangguk .
"Betul, dia dan suhengmu sedang pergi ke tempat yang telah ditentukan untuk mengadu silat pu!a!"
"Mereka bertempur di mana? Mereka lari ke jurusan manakah?"
Desak Giok Cin Cu, Ngo Kong Toa-su menunjuk ke jurang di hadapan mereka dan berkata.
"Mereka mendaki jurang itu, Ke-mana mereka pergi aku tak tahu."
Giok Cin Cu tidak menanya lagL ia terus lari turun ke jurang yang ditunjuk itu Ngo Kong Toa-su jalan menuju ke gubuknya Lie Ceng Loan.
Begitu ia masuk ke dalam kamar, ia menjadi terperanjat melihat Uong Giok Pin menggeletak dengan pedang terhunus di tangannya ia lari menghampiri Lie Ceng Loan, dia merasa girang ketika mengetahui Lie Ceng Loan masih tertidur ia berjongkok dan memeriksa Liong Giok Pin dengan cermat, ia mengetahui bahwa Liong Giok Pin telah ditotok jalan darahnya.
Untung totokan itu tidak hebat Setelah dibebaskan oleh Ngo Kong Toa-su, gadis itu sadar kembali Setelah Giok Siu Sian Cu dan Hian Ceng Tojin keluar dari kamar itu, Liong Giok Pin yang tertarik ingin tahu, telah mengikuti di belakangnya Ngo Kong Toa-su.
Kemudian ia ingat bahwa tugasnya ialah menjaga Lie Ceng Loan, ia segera kembali Tapi baru saja ia bertindak masuk, ia merasakan hembusan angin di belakangnya, dan lengan kanannya di totok.
ia jatuh pingsan, ia tuturkan kejadian itu kepada Ngo Kong Toa-su.
"Mengapa di dalam beberapa hari telah datang jago-jago silat ber-turut-turut ke puncak Kim Teng Hong yang biasanya sunyi senyap ini? Giok Siu Sian Cu, Sin Goan Tong, dan orang yang menotok Liong Giok Pin. Apakah orang yang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menotok itu seorang kawan atau musuh? Apakah maksudnya?"
Pikir Ngo Kong Toa-su, Liong Giok Pin tidak menegur Ngo Kong Toa-su yang sedang berpikir itu.
ia menghampiri ranjangnya Lie Ceng Loan, dan duduk di sisinya, sekonyong-konyong Lie Ceng Loan membuka kedua matanya, agaknya ia hendak bangun, tetapi tak bisa, Liong Giok Pin berkata.
"Sumoy, jangan bangun, Kau harus beristirahat?"
"Pin Cici, apakah Bu Koko sudah kembali?"
Tanya Lie Ceng Loan.
"Belum,"
Jawab Liong Giok Pin.
"Apakah dia akan kembali untuk aku lagi?"
Tanya Lie Ceng Loan. pertanyaan itu sukar Liong Giok Pin menjawabnya. Dengan senyuman terpaksa ia berkata.
"Aku kira dia akan segera kembali Oleh karena itu, kau harus beristirahat dan menunggunya dengan sabar."
Terlihat wajah yang puas di mukanya Lie Ceng Loan.
"Ucapan Cici betul Jika Bu Koko tidak ditahan oleh Pek Cici, mungkin ia menjumpai rintangan di perjalanan Tapi ia pasti akan kembali!"
Ucapan itu membikin Liong Giok Pin berpikir.
"Dalam beberapa hari ini, semua orang anggap Bee Kun Bu itu tidak mengenal budi atau berwatak keji, Mereka lupa kalau-kalau Bee Kun Bu juga mendapat rintangan di perjalanan pikirnya, Dengan pikirannya itu yang menyadarkan ia dari kekeliruan ia berseru.
"Betul! Mungkin ia menjumpai rintangan di perjalanan?"
Tiba-tiba Lie Ceng Loan bangun dan berseru.
"Supek! Supek!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ngo Kong Toa-su terkejut, dan kedua matanya terbelalak Apakah Hweeshio tua itu menjadi girang atau cemas? ia menghampiri pembaringan dan dengan mata berlinang ia berkata.
"Loan Jie, apakah kau merasa baikan?"
Lie Ceng Loan tidak menjawab, sebaliknya ia menanya.
"Bu Koko belum kembali? Aku yakin ia menjumpai rintangan di perjalanan Kita harus lekas-Iekas pergi menolong dia!"
Pernyataan itu menyadarkan Ngo Kong Toa-su, ia selalu anggap Bee Kun Bu tidak mengenal budi, dan tidak pikir bahwa Bee Kun Bu dapat menjumpai rintangan-rintangan di perjalanan ia mengenangkan peristiwa yang lampau di pegunungan Cie Lian San.
"Pek Yun Hui telah menderita luka karena melawan musuh, Bee Kun Bu mengantar ia kembali ke pegunungan Koat Cong San. Aku insyaf bahwa Pek Yun Hui sangat segani Bee Kun Buj jika tidak, dia tak akan datang ke pegunungan Cie Lian San untuk menolongnya, Aku dan Hian Ceng Tojin telah datang ke kuil Toa Gok Sie di pegunungan Cie Uan San untuk minta buah Sie Can Ko guna mengobati Giok Cin Cu. Tetapi buahnya tidak dapat, sebaliknya aku berdua tertawan di dalam penjara dari batu, Jika Pek Yun Hui tidak datang membebaskan kita di waktu malam, mungkin kita masih berada di dalam tawanan musuh, Pek Yun Hui besar budinya terhadap kita, Tetapi dia rupanya juga telah jatuh cinta terhadap Bee Kun Bu, dan menjadi saingannya Loan Jie, Bee Kun Bu mengantar Pek Yun Hui ke pegunungan Koat Cong San dengan menunggang bangau, pegunungan Koat Cong San jauh sekali dari pegunungan Bee Kun Bu, mungkin Pek Yun Hui tidak rela melepaskan Bee Kun Bu kembali ke pegunungan Kun Lun sendirian Tapi bangau itu adalah seekor
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
bangau sakti, dan dapat membawa Bee Kun Bu dengan selamat ke sini."
Kesimpulan itu meyakinkan ia, dan ia berkata.
"ia, dapat menunggang bangau kembali ke sini, tak mungkin ia menjumpai rintangan di perjalanan-"
Sambil merebahkan diri Lie Ceng Loan berkata.
"Jika demikian, pasti Pek Cici menahan dia-"
"Loan Jie, kau beristirahatlah Jika kau sudah sem-buh, aku ajak kau pergi ke pegunungan Koat Cong San mencari dia."
Ngo Kong Toa-su menghibur Lie Ceng Loan menatap ayah angkatnya "Aku tak ingin pergi kepegunungan Kwat cong San. Aku yakin Bu Koko akan kembali!"
Katanya, MBaiklah. Dari itu kau harus beristirahat dan lekas-lekas sembuh menanti kedatangannya,"
Jawab Ngo Kong Toa-su menghibur Dengan senyuman getir Lie Ceng Loan tutup kedua matanya, Ngo Kong Toa-su tertusuk hatinya melihat kesedihan puteri angkatnya itu.
Ngo Kong Toa-su tidak mengerti mengapa dengan tak langsung ia terlibat lagi dalam soal asmara ini.
ibunya Lie Ceng Loan yang telah mencintai pria lain, telah menghancurkan hatinya, sebagai akibat daripada kehancuran hati itu, ia telah menjadi Hweeshio agar dapat menjauhkan diri dari penghidupan duniawi.
Tetapi, setelah Lie Ceng Loan terlantar, dan setelah ayahnya gadis itu terbunuh, ia harus memelihara, merawat dan menjaga gadis itu demi kasih sayangnya yang tak dapat hilang terhadap ibunya gadis itu, Kini setelah Lie Ceng Loan menjadi gadis remaja, ia harus menderita karena puteri angkatnya terserang rindu, Lie Ceng Loan merupakan puteri kandungnya, dan ia harus membela!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ia duduk termenung di sisi ranjang, baru keluar dari kamar setelah Lie Ceng Loan tidur lagi, Tapi Liong Giok Pin menahan dan berkata.
"Supek, aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu."
Ngo Kong Toa-su berpaling kepada Liong Giok Pin.
"Loan Sumoy tiba-tiba berubah. Apakah Supek tidak memperhatikan keganjilan ini?"
Tanya Liong Giok Pin melanjutkan perkataannya, Sambil menunduk Ngo Kong Toa-su menjawab.
"Aku yakin ada orang yang kita belum tahu siapa telah datang menolong mengobati Ceng Loan, Mungkin orang itu adalah yang menotok kau juga, Orang itu tinggi sekali ilmu silatnya, Menurut pahamku untuk mengobati Loan Jie, obat apa saja tak akan menolong, Lukanya Loan Jie di dalam tubuh, dia tak akan sembuh dengan jalan membebaskan jalan-jalan darahnya saja, Orang itu mempunyai ilmu istimewa, orang-orang yang memiliki ilmu demikian tinggi ilmunya sudi datang ke pegunungan Kun Lun yang sangat jauh ini? Menurut pengetahuanku hanya ada seorang yang memiliki ilmu istimewa tersebut.-."
"Apakah bukannya Pek Yun Hui, pemilik bangau sakti?"
Tanya Liong Giok Pin.
"Betul. Menurut pendapatku, hanya Pek Yun Hui yang dapat mengobati Loan Jie."
Kata Ngo Kong Toa-su. Liong Giok Pin berpikir sejenak.
"Aku ingat Pek Yun Hui telah menolong menyembuhkan Suhu yang telah menderita karena racun ular, dan ia datangi menolongnya secara tiba-tiba. Aku pun ketika itu telah ditotok olehnya, Tadi aku ditotok demikian cepatnya sehingga aku tidak mengetahui siapa yang menotoknya!"
Kata Liong Giok Pin.
"Jika ia bersembunyi di belakang pintu, dan tiba-tiba menotok kau, kau tak akan dapat mengetahui juga, Tetapi
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
yang menotok kau tadi belum tentu Pek Yun Hui, karena dia pasti datang dengan berterus terang, sudah tentu dia akan menjumpai kita lebih dulu, ia tak usah bersembunyi Lagi pula, keadaan Loan Jie sudah baikan semenjak lima-enam hari berselang, Pek Yun Hui tidak akan bersembunyi demikian lamanya, untuk membikin Supek, Suhumu dan aku dalam teka-teki,"
Kata Ngo Kong Toa-su.
Liong Giok Pin ingin memberikan alasan lain, karena pikirnya bahwa bagi wanita, rasa cemburunya sangat hebat Seorang wanita dapat melakukan perbuatan yang bukanbukan karena cemburu, Pek Yun Hui telah jatuh cinta kepada Bee Kun Bu, dia tak akan segan menyingkirkan saudari kandungnya sendiri jika perlu merebut kekasihnya, Demikian alasannya itu.
Ngo Kong Toa-su memperhatikan sikap Liong Giok Pin yang masih penasaran itu.
ia berkata.
"Untuk mengetahui siapa yang telah datang menolong, aku kira orang itu akan datang lagi, Lebih baik kita bersembunyi menanti kedatangannya!"
"Betul! Akal itu baik sekali! Aku bersembunyi di dalam kamar ini, untuk mengintip siapa yang datang, berbareng dapat menjaga Sumoy,"
Kata Liong Giok Pin.
"Jika kau ingin bersembunyi di dalam kamar ini, kau harus jangan bertindak sembrono. Kau harus beri isyarat kepadaku agar aku bisa segera datang!"
Kata Ngo Kong Toa-su.
Demikianlah Ngo Kong Toa-su lalu bersembunyi di luar gubuk, dan bila ia lihat ada orang yang datang, ia akan memberi isyarat kepada Liong Giok Pin di dalam kamar Tetapi jika orang itu langsung masuk ke dalam kamar, dan Ngo Kong Toa-su tidak mengetahui, maka Liong Giok Pin harus memberi isyarat kepada Ngo Kong Toa-su.
Ketika itu angin dan turunnya salju mulai reda, tetapi keadaan di sekitarnya sunyi senyap, kecuali derunya angin dan suara turunnya salju di atas tanah dan di atap rumah.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ngo Kong Toa-su bersembunyi di belakang sebuah pohon cemara yang besar dan tua, memasang mata dengan waspada akan segala keadaan di sekitarnya.
Mengorbankan tenaga dan semangat untuk menolong murid Kun Lun "Sebetulnya segala soal di dunia aku sudah tidak mau pusingkan, tapi mengapa Loan Jie terlibat lagi dalam jaring asmara?
Hai!"
Ia mengeluh dan menarik napas panjang dari tempat persembunyiannya.
Marilah pembaca, kita tengok Giok Siu Sian Cu dan Hian Ceng Tojin, mereka telah mendaki jurang dengan mudahnya.
Ketika mereka tiba di atas puncak, Giok Siu Sian Cu berhenti dan menunjuk dengan seruling batu Gioknya ke arah satu puncak yang lebih tinggi "Puncak itu yang selalu diselubungi salju merupakan tempat yang cocok untuk kita bertempur tanpa gangguan,"
Katanya sambil tertawa.
"Kau betul-betul bisa memilih tempat Memang tempat itu cocok sekali,"
Jawab Hian Ceng Tojin.
"Berapa jauh dari sini kau kira puncak itu?"
Tanya Giok Siu Sian Cu.
"Kurang lebih dua puluh lie,"
Jawab Hian Ceng Tojin. Sambil tertawa Giok Siu Sian Cu berkata lagi.
"Bagaimana jika kita bertempur sambil menuju ke puncak itu?"
"Aku mengiringi Tidak pereuma kau terkenal sebagai wanita yang berani!"
Jawab Hian Ceng Tojin, dan ia segera cabut pedangnya.
Giok Siu Sian Cu menyerang dengan serulingnya yang secepat kilat ditangkis oleh Hian Ceng Tojin, Lalu dengan jurus Tan Hong Liauw In atau Burung Hong menyambar awan, Giok Siu Sian Cu menyapu kedua betis lawannya, Hian Ceng
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tojin harus loncat ke atas untuk menghindarkan diri dari sabetan seruling itu.
Demikianlah mereka maju ke depan sambil bertempur dan masing-masing berlomba untuk mencapai puncak di depan, Giok Cin Cu setelah mendengar dari Ngo Kong Toa-su tentang pertempuran yang akan dilakukan Toa suhengnya dengan Giok Siu Sian Cu mengejar terus.
Tapi, di manakah ia mencarinya di daerah pegunungan seluas itu?
Sekonyong-konyong dari atas berkelebat bayangan di depan nya.
ia mendongak melihatnya, ia tampak bangaunya Pek Yun Hui sedang terbang melewati di atas kepalanya, ia terperanjat "Bangau ini mengapa sudah berada di daerah ini?
Apakah ia membawa Bee Kun Bu kembali?
Apakah ia terbang datang sendiri saja?"
Pikir Giok Cin Cu.
Tengah ia berpikir, dari hutan pohon-pohon Bwee yang tidak jauh dari tempat ia berdiri berkelebat lagi bayangan orang, ia mengawasi ke arah bayangan itu.
Baru saja ia ingin mengejar, tetapi ia mendadak mundur lagi.
ia pikir lebih baik bertindak waspada.
Lalu ia bersembunyi di belakang sebuah pohon cemara yang besar, Tidak lama kemudian dari hutan pohon-pohon Bwee yang lebat itu tampak jalan keluar satu pemuda, Karena jaraknya agak jauh, ia tak dapat melihat tegas wajahnya pemuda itu.
Tetapi dari gerak-geriknya, ia yakin bahwa pemuda itu bukan Bee Kun Bu.
Dia lari menuju ke gubuknya Lie Ceng Loan dia meloncat ke atas pohon Bwee, dan dengan ilmu meringankan tubuh dia meloncat turun ke atas atap rumah gubuk itu.
Gerakannya orang itu yang lincah mengejutkan Giok Cin Cu.
Menurut pemandangannya, pemuda itu mempunyai ilmu silat yang tinggi, dan Liong Giok Pin pasti tak dapat melawannya.
ia harus lekas-lekas datang me-nolong, dan tanpa berpikir panjang lagi ia lekas turun gunung dan lari menuju ke gubuknya Lie Ceng Loan,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pemuda itu terlihat sedang duduk di atas atap rumah mengumpulkan semangatnya sambil memejamkan kedua matanya, Ketika itu Ngo Kong Toa-su juga telah naik ke atas atap rumah dengan toya di tangannya, hanya enanv tujuh kaki dari pemuda itu.
Pemuda itu tidak menghiraukan Ngo Kong Toa-su.
ia tetap duduk di atas atap rumah, ia dapatkan pemuda itu sangat tampan rupanya, dan pedangnya dipancangkan di,belakangnya.
ia menghampiri dan membentak.
Heif siapakah kau?"
Pemuda itu buka kedua matanya, lalu mengawasi Giok Cin Cu dan Ngo Kong Toa-su. ia tertawa.
"Ai, mengapa kalian lupa? Bukankah kita pernah berjumpa di pegunungan Cie Lian San. Mustahil baru setengah tahun saja kalian sudah lupa?"
Ketika Co Hiong ditotok jalan darahnya di pegunungan Cie Lian San.
Hian Ceng Tojin pernah menolong membebaskan jalan darahnya tetapi Ngo Kong Toa-su dan Giok Cin Cu hanya melihat saja, mereka lalu pergi, Dan ketika ia menolong masuk dan bersembunyi di dalam kuil Sam Goan Kong ia telah mendengar per-cakapan yang berlangsung antara Hian Ceng Tojin, Ngo Kong Toa-su dan Giok Cin Cu, dan telah melihat mereka berkali-kalL Teguran Co Hiong membikin Giok Cin Cu teringat akan Toa suhengnya yang pernah menolong orang di suatu gua di pegunungan Cie Lian San.
Lalu ia menanya.
"Apakah kau ini orang dari partai silat Thian Liong? Pada lebih kurang setengah tahun berselang, Sumoymu Souw Hui Hong telah membawa kau, tetapi pada waktu itu kau sedang menderita entah luka apa....H "BetuH"
Jawab Co Hiong tidak menunggu ucapannya Giok Cin Cu selesai "Aku bernama Co Hiong.
Di pegunungan Cie Lian San aku tidak sakit, tetapi telah dianiaya oleh seseorang.
Kali ini aku datang ke pegunungan Kun Lun ini dengan maksud mencari orang yang telah mencelakakan aku untuk membikin perhitungan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Giok Cin Cu terperanjat "Apakah kau kira orang yang mencelakakan kau itu ada di puncak Kim Teng Hong?"
Tanya Giok Cin Cu. Co Hiong tertawa.
"MuIa-mula aku mencurigai bahwa orang itu adalah salah satu pemimpin partai Kun Lun, tetapi sekarang aku yakin bukan para pemimpin Kun Lun,"
Jawabnya. Dengan rasa cemas Giok Cin Cu berkata, suaranya agak mengejek.
"Hm! Kami dari partai Kun Lun tidak akan melakukan perbuatan keji, Kami adalah orang-orang yang pernah menolong jiwamu!"
"Mungkin kalian pernah menolong jiwaku, Tetapi hanya dengan usaha kepala dari kuil Sam Ceng Koan yang coba membebaskan jalan darahku, aku terbebas dari kebinasaan di'pegunungan Cie Lian San!"
"Orang yang pernah menolong kau adalah orangyang berbudi,"
Kata Giok Cin Cu.
"Tentang apakah kau ingin membalas budi itu, kami dari partai Kun Lun tidak hiraukan atau harapkan! sekarang kau telah ketahui apa yang telah terjadi, mengapa kau masih tidak berlalu dari sini. sebetulnya maksud apakah yang menahan kau diam lebih lama di sini?"
Co Hiong belum dapat memulihkan tenaga dalam dan semangatnya yang telah digunakan untuk menolong Lie Ceng Loan, ia bangun perlahan-Iahan dengan merasa masih letih.
"Aku datang untuk membalas budi ketika aku terluka di pegunungan Cie Lian San, dan aku rela menolong murid dari Kun Lun!"
Giok Cin Cu terharu, kegusarannya mereda.
"Lie Ceng Loan menderita hebat, mungkin kau tak dapat mengobati dia,"
Katanya dengan lembut "Jika aku tidak datang menolongnya mungkin pada detik ini dia sudah ada di dalam liang kubur!"
Kata Co Hiong.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Tapi dia belum sembuh betul Mengapa kau tidak terus menolongnya agar menjadi sembuh benar?"
Kata Ngo Kong Toa-su campur bicara, Co Hiong tersenyum.
"Kalian menghadapi aku dengan senjata terhunus seolah-olah hendak mengepruk aku, Apakah aku harus bertempur dulu melawan kalian baru masuk menolong menyembuhkan padanya?"
Ngo Kong Toa-su lekas-lekas turunkan toyanya, dan turun dari atap rumah itu.
Co Hiong dan Giok Cin Cu juga loncat turun mengikuti Ngo Kong Toa-su masuk ke kamar Lie Ceng Loan, Sambil berjalan Ngo Kong Toa-su mengancam.
"Hatihati! Kau jangan takabur dengan mulut besarmu mengatakan mampu menyembuhkan nya. jika ternyata kau membohongi awas toyaku ini!"
Co Hlong yang telah belajar banyak dari Kiok Gie, guru dari pemimpin-pemimpin kuil Toa Ciok Sie, menjawab dengan menantang.
"Meskipun kau bersenjata toya, belum tentu kau dapat melawan aku dengan kedua kepaianku ini!"
Ngo Kong Toa-su balik badan dan membentak.
"Kau anak kemarin dulu ini betul-betul mulut besar!"
Lalu ia berdiri siap bertempur melawan Co Hiong, Tetapi Co Hiong hanya tersenyum, ia jalan terus dan masuk ke dalam gubuk menghampiri ranjangnya Lie Ceng Loan, Liong Giok Pin berdiri siap sedia dengan pedangnya Pada enam hari berselang Co Hiong pernah coba mengobati Lie Ceng Loan akan tetapi karena tenaga dalamnya belum cukup, ia hanya berhasil membebaskan tiga dari delapan jalan-jalan darah yang penting, karena pertolongannya itu, ia harus beristirahat paling sedikit enam hari untuk memulihkan tenaga dalam dan semangatnya, Ketika ia kembali lagi setelah beristirahat Giok Siu Sian Cu datang untuk menantang Hian Ceng Tojin bertempur, dan Ngo Kong Toa-su juga pergi untuk menyaksikan pertempuran itu, ia masuk ketika Liong Giok Pin keluar, dan menotok jalan darahnya di waktu dia kembali masuk.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dan ia tolong membebaskan empat-jalan darahnya Lie Ceng Loan lagi sehingga ia betul-betul kehabisan tenaga, sebetulnya ia ingin beristirahat di dalam hutan pohon-pohon Bwee, ia ingat bahwa ia harus membebaskan satu jalan darahnya lagi, Dan pikiran tersebut mendorong ia kembali lagi untuk membebaskan satu jalan darah itu.
Ngo Kong Toa-su yang sedang meronda di depan telah melihat bayangannya Co Hiong, lalu ia bersembunyi di belakang sebuah pohon, ia juga loncat naik ke atas atap rumah gubuk itu ketika Co Hiong loncat ke atas atap, dan mencegah dengan toyanya, Co Hiong insyaf bahwa ia tak dapat melawan, maka ia duduk di atas rumah sambil memejamkan kedua matanya.
Kemudian Giok Cin Cu datang, ia semakin tak berdaya melawan mereka dengan keadaan tubuhnya yang sangat letih itu, Sebab-sebab di atas itulah mengapa Co Hiong duduk di atas atap rumah gubuknya Lie Ceng Loan sambil menghadapi Ngo Kong Toa-su.
Co Hiong yang telah menghampiri ranjangnya Lie Ceng Loan menyaksikan Lie Ceng Loan masih tidur nyenyak ia tersenyum karena ia yakin bahwa pertolongannya berhasil Dengan menghadapi Giok Cin Cu ia berkata.
"Dia telah menderita luka-luka di dalam tubuhnya karena hawa gunung yang dingin telah merembes masuk ke jalanjalan darahnya, bahkan ke dalam tulang-tulangnya, Aku harus membebaskan kedelapan jalan-jalan darahnya yang penting, aku telah membebaskan tujuh jalan darahnya kini masih tinggal satu lagi yang harus dibebaskan Kita perlu air panas untuk menyeduh bawang merah. Setelah aku berhasil membebaskan jalan darahnya yang satu itu, ia harus diberi minum air bawang merah yang telah diseduh. ia harus tidur selama satu jam, dan akan sembuh setelah ia mendusin dari tidurnya."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Giok Cin Cu melakukan segala apa yang diminta, Bersama Liong Giok Pin ia menyediakan air panas dan bawang merah, Ngo Kong Toa-su berdiri di samping ranjang puteri angkatnya, menyaksikan Co Hiong yang berusaha membebaskan jalan darahnya Lie Ceng Loan, Co Hiong mengerti bahwa Hweeshio tua itu masih mencurigai padanya, sekonyong-konyong dengan tangan kirinya ia membalikkan tubuhnya Lie Ceng Loan, lalu menepuk punggungnya gadis itu dengan tangan kanan-nya.
Ketika itu terlihat ia berkeringat nampaknya letih sekali Setelah melakukan pertolongan itu, dengan napas sengal-sengal ia mundur dua tindak, lalu berkata.
"Semua... jalan-jalan darahnya... yang penting telah aku bebas.,, kan,., setelah ia dapat tidur satu jam, ia akan mendusin!"
Kata Co Hiong yang nampaknya lelah sekali, Kemudian ia jalan keluar dari kamar itu untuk menyedot hawa segar di luar, Ngo Kong Toa-su yang telah menyaksikan dengan kepala matanya sendiri pertolongan yang diberikan itu lalu menghampiri Co Hiong.
"Siotee telah mengorbankan tenaga dalam dan semangatmu untuk menolong orang, aku si tua bangka ini sangat terharu dan berterima kasih, Sudilah Siotee maafkan kekasaran kami tadi Mari kita masuk ke gubukku untuk minum teh yang hangat."
Tapi Co Hiong mengetahui bahwa Hweeshio tua itu bukannya ingin mengundang ia minum teh.
Hweeshio tua itu masih mencurigai ia, apakah ia betul-betul menolong Lie Ceng Loan, atau mencelakakannya.
ia ditahan di gubuk Hweeshio tua itu sambil menanti akibat pertolongannya yang ia berikan kepada Lie Ceng Loan.
ia yakin bahwa pertolongannya itu pasti akan berhasil ia tidak menjawab, tetapi ia tersenyum, lalu mengikuti Ngo Kong Toa-su masuk ke kamar si Hweeshio tua itu.
Dengan khtdmat Ngo Kong Toa-su menuangkan teh yang istimewa untuk tamunya, Co Hiong pun tidak segan-segan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
meminumnya dengan sekali teguk Kemudian dengan tanpa permisi, ia berbaring di atas tempat tidurnya si Hweeshio tua untuk beristirahat dan memulihkan tenaga dalam dan semangatnya lagi, Ngo Kong Toa-su menjadi marah melihat sikap yang lancang itu, ia ingin menegur, tetapi ia ingat akan usahanya Co Hiong menolong puteri angkatnyua.
"Jika ia telah betulbetul dan sungguh-sungguh menolong menyembuhkan Loan Jie, biarlah ia bersikap congkak dan lancang. Aku hanya menanti akibat dari pertolongannya, jika ia hanya takabur, aku masih mempunyai kesempatan untuk bikin perhitungan kepadanya!"
Pikirnya, Karena memikir demikian Ngo Kong Toa-su duduk menantikan di dekat ranjang di mana Co Hiong berbaring masing-masing dengan pikiran yang berlainan Ngo Kong Toasu cemas akan keadaan puteri angkatnya, sedangkan Co Hiong merancangkan cara bagaimana ia dapat membawa lari gadis itu setelah sembuh, Mereka berada di dalam kamar agak lama juga tanpa pereakapan apapun sehingga suasana di dalam kamar itu menjadi sunyi senyap, Tiba-tiba Liong Giok Pin datang tergesa-gesa dan berbisik di kupingnya Ngo Kong Toa-su.
"Loan Sumoy sudah tersadar dan bangun dari tidurnya, dan Suhu minta Supek segera datangi"
Ngo Kong Toa-su segera loncat dan lari ke kamarnya Lie Ceng Loan, Co Hiong buka kedua matanya, ia tersenyum kepada Liong Giok Pin, lalu memejamkan matanya lagi, senyuman itu menggiurkan hatinya Liong Giok Pin yang kebetulan menengok ketika hendak keluar dari kamar.
Betul saja Lie Ceng Loan sudah dapat duduk di atas pembarjngannya, Tubuhnya banyak lebih kurus, tetapi wajahnya tidak pucat Iagi, Ngo Kong Toa-su gembira melihat perubahan itu.
Sambil mengusap-usap kepalanya gadis itu ia menanya dengan ramah.
"Loan Jie! Apakah kau merasa enakan?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lie Ceng Loan mengangguk "Aku telah menderita sakit agak lama dan telah membikin Suhu dan kalian banyak susah, Bila aku sudah sehat dan kuat, aku tentu akan berusaha membalas budi yang besar dari kalian,"
Kata Lie Ceng Loan.
jawaban itu menggembirakan bukan saja si Hwee-shio tua, juga Giok Cin Cu yang duduk di pinggir ranjang mengawasi gerak-gerik muridnya itu.
Ngo Kong Toa-su baru insyaf bahwa ia telah lupa memberi hormat kepada Oiok Cin Cu.
ia buruburu mengangkat kedua tangannya sambil berkata.
"Aku si tua bangka ini bahna kegirangan telah lupa memberi hormat Maaf!"
Giok Cin Cu lekas-lekas membalas hormat itu.
"Hai! Toasu terlampau tertib, sebetulnya aku masih merasa cemas tentang perubahan Loan Jie, dari itu aku minta Toa-su datang untuk berdamai,"
Katanya.
"Sebutlah apa yang aku harus lakukan demi untuk kepentingan Loan Jie,"
Jawab Ngo Kong Toa-su. Giok Cin Cu mengerutkan kening.
"Apakah orang yang menolong menyembuhkan Loan Jie adalah Co Hiong yang kita jumpai di pegunungan Cie Lian San?"
Tanya Giok Cin Cu.
"Betul,"
Jawab Ngo Kong Toa-su.
"Melihat gerak-geriknya dan caranya dia menolong membebaskan jalan-jalan darahnya, aku tak me ragu kan lagi."
Tapi..."
Kata Giok Cin Cu.
"Yang aku meragukan ialah ketika dia berada di pegunungan Cie Lian San, ia terluka parah, Ketika itu Souw Peng Hai dan orang-orangnya telah berlalu, hanya Souw Hui Hong dan kita masih tinggal di tempat itu. Kemudian Co Hiong naik kudanya dan berlalu entah kemana, siapakah yang menolong dia? Dan untuk menolong Loan Jie, ilmu yang tinggi sangat diperlukan, dan orang yang mempunyai ilmu demikian tingginya kau belum pernah dengar di kalangan Kang-ouw.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Misalnya Souw Peng Hai kepala dari partai Thian Liong, meskipun namanya terkenal di empat penjuru, tetapi ia tak mampu menolong Loan Jie, Pek Yun Hui telah menolong aku dengan membebaskan delapan jalan darah yang penting, dan kini Loan Jie tertolong dengan cara yang serupa, Oleh karena itu aku ragukan tentang orang yang menolong Loan Jie,"
Seperti juga orang baru bangun dari tidurnya, Ngo Kong Toa-su berseru.
"Betul! sebetulnya siapakah yang menolong Loan Jie?"
"Barusan aku berada di dekat puncak gunung, dan aku telah lihat bangau nya Pek Yun Hui,"
Kata Giok Cin Cu.
"Kini aku berusaha memecahkan teka-teki yang rumit ini. Bee Kun Bu sudah hampir setengah tahun tidak kembali, tetapi tiba-tiba Co Hiong muncul di pegunungan Kun Lun ini, Mengapa ia rela membuang tenaga menolong Loan Jie? Kita lihat bangau putih, tetapi kita tidak lihat majikannya atau Bee Kun Bu. Bangau itu disuruh oleh Pek Yun Hui datang ke sini?"
Si Hweeshio tua mendengari dengan penuh perhatian tetapi ia tak dapat memecahkan teka-teki itu. Sambil menarik napas panjang Giok Cin Cu melanjut kan.
"Pek Yun Hui sangat tinggi ilmunya, cantikorangnya, Dia dan Bee Kun Bu sangat.,.,"
Ia tidak teruskan ucapannya itu.
"Suhu, mengapa kau tak bicara terus? Apakah kau takut aku mendengarnya dan membikin aku menjadi sedih hati?"
Memotong Lie Ceng Loan dengan per-tanyaannya.
"Urusan mereka berdua lambat laun kau pun dapat mengetahuinya. Tidak jahatnya jika aku sekarang menyatakan pendapatku,"
Kata Giok Cin Cu.
"Pek Yun Hui telah menolong aku, kemudian ia datang ke pegunungan Cie Uan San lagi-lagi menolong kita, Budinya terhadap kita besar sekali, Tetapi menurut pendapatku, semua pertolongannya itu karena Bee Kun Bu, Aku menduganya, setelah dia menolong Co Hiong, dia suruh Co Hiong datang ke
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
puncak Kim Teng Hong, Tapi dengan maksud apa Pek Yun Hui berbuat demikian, aku belum dapat menduganya."
Ketika itu terdengar oleh mereka suara bunyinya bangau, Giok Cin Cu dan Ngo Kong Toa-su lari keluar dan mendongak ke atas untuk melihatnya.
Mereka lihat bangau itu terbang dengan pesatnya dan menghilang di balik sebuah puncak!
Ngo Kong Toa-su menghadapi Giok Cin Cu dan berkata.
"Betul, apa yang kau katakan tadi, Bangau itu adalah bangaunya Pek Yun Hui!"
Baru saja Giok Cin Cu hendak menjawab tiba-tiba Co Hiong keluar dari rumah gubuknya Ngo Kong Toa-su dan mendaki puncak gunung, ia mengejar dan loncat di depannya.
"Cuaca sangat buruk Lebih baik kau beristirahat duIu, Lagipula urusanmu belum beres, Aku harus kembali untuk membereskannya,"
Tegur Giok Cin Cu. Sambil tersenyum Co Hiong menjawab.
"Aku kira aku telah membayar semua hutang terhadap partai Kun Lun yang pernah menolong aku, Urusan apa lagi yang belum beres?"
Lalu ia siap sedia untuk menyerang jika perlu.
"Apakah Pek Yun Hui yang menyuruh kau datang ke sini? Bagaimanakah Pek Yun Hui mengetahui bahwa Lie Ceng Loan menderita sakit Bukankah Pek Yun Hui berada di pegunungan Kpat Cong San?"
Tanya Giok Cin Cu. pertanyaan itu membingungkan Co Hiong. ia kira Giok Cin Cu sengaja menahan ia. ia menjadi marah.
"Pek Yun Hui? Aku tidak mengenal padanya! jika kau sengaja mencari lantaran, aku Co Hiong tidak takut melawan kau!"
Bentaknya lalu ia hendak menyerang Giok Cin Cu.
Tetapi segera ia merasa kedua matanya menjadi gelap, karena tenaga dalam dan semangatnya belum pulih, ia bertindak mundur tiga langkah, Ketika itu Giok Cin Cu juga telah menjadi marah karena ditantang, ia ingin menyerang,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tetapi ia dengar Lie Ceng Loan menjerit "Suhu! jangan serang dia. Dia adalah kawan karibnya Bu Koko!"
Giok Cin Cu dan Co Hiong menoleh ke arah Lie Ceng Loan, mereka terperanjat tereampur girang menyaksikan Lie Ceng Loan telah dapat berjalan Tampak Ngo Kong Toa-su mengikuti di belakangnya, Lie Ceng Loan menghampiri gurunya.
"Dia adalah kawan karibnya Bu Koko, Bolehkah aku bicara dengan dja?"
Giok Cin Cu mengangguk, dan Li Ceng berdiri di depan Co Hiong, ia berkata. Tempo hari, ketika kau menderita sakit, aku panggil-panggil kau, tetapi kau tidak menyahut."
Co Hiong tersenyum dan menjawab.
"Betul, Karena ketika itu aku menderita sakit keras."
"Aku menderita sakit, tetapi ada Suhu, Supek dan Suciku yang merawati aku. Kau menderita sakit tiada orang yang merawatnya Kasihan!"
Kata Lie Ceng Loan.
"BetuI! Tetapi nasib masing-masing orang berlainan, dan manusia tak dapat menghindarkan penyakit atau maut jika sudah ditakdirkan Jika aku sakit dan tiada orang yang merawat, itu lumrah saja,"
Jawab Co Hiong, Tapi apabila kita menderita sakit tiada orang yang merawati, kita menjadi lebih sedih iagi, Bila kau sembuh ? siapakah yang menolong kau di Cie Lian San?"
Tanya Lie Ceng Loan, Co Hiong terharu mendengar kata-kata yang setulus hati itu.
"Untung aku menjumpai seorang Hweeshio tua, dialah yang mengobati dan menyembuhkan aku."
"Apakah bukan seorang gadis yang cantik elok yang merawat dan mengobati kau? Dan setelah itu mengirim bangaunya datang ke puncak Kim Teng Hong?"
Giok Cin Cu mengejek
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Co Hiong tidak mengerti akan ejekan itu. ia hanya tersenyum dan berkata kepada Lie Ceng Loan.
"Jalan-jalan darahmuyang penting telah kubebaskan Kau hanya perlu beristirahat beberapa hari Iagi...."
Lie Ceng Loan memegang jidatnya sendiri dan memejamkan kedua matanya sambil berseru.
"Aku merasa pusing dan jantungku berdebar-debar!"
Ngo Kong Toa-su lekas-Iekas bertindak maju dan memegangi tubuh puterinya sambil memanggil-manggil "Loan Jie! Loan Jie! Mengapa kau?"
Tampak wajahnya Lie Ceng Loan menjadi pucat, bibirnya biru, dan seluruh tubuhnya menggigil Giok Cin Cu terkejut, perhatiannya dicurahfean kepada Lie Ceng Loan, Co Hiong mengambil kesempatan ini ngeloyor pergi.
Ketika Giok Cin Cu ingat akan Co Hiong lagi, pemuda itu sudah tidak kelihatan mata hidungnya!
ia berjingkrak dan berseru.
"Betul tepat dugaanku Dengan alasan menolong Lie Ceng Loan, dia telah melukai lebih hebat lagi, Ayo lekas-lekas bawa Lie Ceng Loan ke tempat tidurnya, dan aku hendak mengejar jahanam itu-"
Sambil memegangi tubuhnya Lie Ceng Loan, Ngo Kong Toa-su berdiri bengong terpaku karena bingung-nya.
seluruh tubuhnya gemetaran bahna gemas dan gusarnya akan perbuatan Co Hiong terhadap puteri ang-katnya, Kemudian air matanya mengucur, dan ia berseru seperti orang hilang ingatan.
"Loan Jie! Loan Jie! mengapa nasibmu demikian buruknya? Mengapa kau harus menderita sampai begini!"
Toa-su, kau jangan terlalu sedih hati, Loan Jie harus lekaslekas ditolong, Dia adalah murid dari partai Kun Lun, kita tidak akan tinggal diam terhadap orang yang membikin dia celaka!"
Kata Giok Cin Cu menghibur Ngo Kong Toa-su lalu pondong Lie Ceng Loan dibawa ke pembaringannya ia memperhatikan bahwa ranjang itu telah diganggu orang, ia ingat akan Liong Giok Pin dan ia tidak lihat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
gadis itu!
Giok Cin Cu juga menjadi kaget ia mencarinya di dalam katnar, lalu ia lari keluar Di bawah sebuah pohon Bwee ia tampak Liong Giok Pin berdiri terpaku dengan kedua matanya mengawasi langit seperti orang dungu "Celaka!"
Seru Giok Cin Cu.
"Anak itu telah ditotok orang! Dan siapakah yang menotoknya?"
Ia loncat dan berdiri di depan gadis itu, tetapi lalu tetap berdiri bagaikan patung, dia tidak merasa ada orang berdiri di depannya ia membentak "Hei!
Giok Pin!
Apakah yang kau lakukan, sumoymu menderita sakit keras, mengapa kau berdiri disini?" ..
Teecu....
Teecu,,."
Jawab liong Giok Pin tapi ia tak dapat bicara terus. Giok Cin Cu membentak.
"Ayo, katakanlah! Kau mengapa?"
Sebetulnya Liong Giok Pin adalah seorang anak yatim piatu waktu berusia tiga tahun, Giok Cin Cu telah menolong dan mendidik ia di kuil Sam Goan Kong selama delapan belas tahun, Diantara muridnya Liong Giok Pinlah yang paling disayang, ia tidak dianggap sebagai murid, tetapi seperti anak kandungnya ia pun menganggap Giok Cin Cu seperti ibu kandungnya, Tetapi setelah Giok Cin Cu menerima Lie Ceng Loan sebagai murid, Giok Cin Cu yang masih mencintai Hian Ceng Tojin memandang Bee Kun Bu sebagai Hian Ceng Tojin, dan Lie Ceng Loan sebagai dirinya sendiri, oleh karena itu ia sayang sekali Lie Ceng Loan.
Beruntung sekali Lie Ceng Loan yang mulia itu tidak mengiri terhadap Liong Giok Pin yang ia cintai sebagai saudara kandungnya sendiri, Liong Giok Pin yang telah tinggal bersama-sama Lie Ceng Loan cukup lama sudah paham betul akan sifat dan wataknya Lie Ceng Loan, juga sayang sayangnya ia telah sering diajak berkelana oleh gurunya dan telah berpengalaman Dengan kepala matanya sendiri ia sering menyaksikan penderitaan manusia, dan ia telah bertekad menjadi satu rahib.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tetapi ia tidak menduga bahwa setelah melihat Co Hiongyang tampan, hatinya tergiur Soal ini ia tak berani memberitahukan kepada gurunya, sebetulnya ia keluar ingin menjumpai Co Hiong, Untuk pertama kali ia menjawab gurunya dengan berdusta.
"Karena Teecu tidak ingin mendengarkan pereakap-an Suhu dan Supek, maka Teecu keluar ke sini,"
Demikian jawabnya, Giok Cin Cu tak dapat diabui oleh jawaban itu. Tetapi untuk menghindarkan salah paham, ia hanya mengangguk dan berkata.
"Sumoymu tiba-tiba menderita lagi, dan ia kini tidak sadarkan diri pula, Ayo, kau lekas-lekas pergi menjaga dia!"
Liong Giok Pin mengangkat kedua tangannya memberikan hormat, lalu ia lari ke kamar Lie Ceng Loan.
Lie Ceng Loan tertidur di atas pembaringan dengan kedua mata tertutup, Ngo Kong Toa-su sedang mundar-mandir di dalam kamar dengan sikap yang gelisah sekati, Melihat keadaannya Lie Ceng Loan, Liong Giok Pin menubruk dan berseru.
"Loan Sumoy! Loan Sumoy."
Ia menangis sedih, Berkali-kali ia memanggil tetapi Ue Ceng Loan tetap tertidur Mereka menjadi gelisah dan tak tahu apa yang akan diperbuatnya, Tiba-tiba jalan masuk seorang pemuda mengenakan pakaian hijau sambil menanya.
"la sakit apa? Apakah ia menderita sakit hebat ?"
Suara yang nyaring dan lemah lembut itu membikin Ngo Kong Toa-su dan Liong Giok Pin terpesona, pemuda itu terus menghampiri ranjangnya Lie Ceng Loan.
Baru saja ia duduk di pinggir ranjang, Ngo Kong Toa-su membentak.
"Hei! Pek Yun Hui! Apa maksudmu datang ke sini?"
Pek Yun Hui menoleh ke arah Ngo Kong Toa-su, dan mengawasi si Hweeshio tua itu dengan kerlingan matanya yang jeli.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Tak bolehkah aku datang ke sini?"
Kata Pek Yun Hui suaranya tetap lembut, Ketika itu Liong Giok Pin juga telah mengenali Pek Yun Hut yang pernah menolong gurunya dari racun ular, ia mengetahui bahwa ilmunya Pek Yun Hui tinggi sekali ia hanya berdiri dengan sikap waspada.
Ketika Pek Yun Hui hendak memegang tubuhnya Lie Ceng Loan, Ngo Kong Toa-su loncat maju untuk mencegahnya, Pek Yun Hui menjadi heran, Dengan nada yang keras ia membentak "Ia sakit keras sekali!
Mengapa kalian tidak berikhtiar menolong padanya?
Sekarang aku hendak menolong, kalian coba mencegah Apa maksud kalian ini?"
Ngo Kong Toa-su menjawab dengan mengejek.
"Ha! jika ia sakit dan mati, bukankah kau gembira?"
Jawaban itu menusuk hatinya Pek Yun Hui, ia maju setindak dan mengirim tinju kanannya ke dada Ngo Kong Toasu, dan tangan kirinya merampas pedangnya Liong Giok Pin.
Semua ini dilakukan cepat sekali Ketika itu, Giok Cin Cu sedang masuk ke dalam kamar ia lempar pedangnya Liong Giok Pin untuk menahan Giok Cin Cu.
Demikianlah sekali ia gebrak, ia dapat menahan tiga orang sekaligus untuk sementara waktu, Ngo Kong Toa-su yang tidak menduga akan diserang, tidak keburu mengelakkan diri, ia terdorong mundur beberapa tindak, Liong Giok Pin tidak berdaya setelah pedangnya di-rampas, Giok Cin Cu, yang sedang masuk dan melihat penolongnya, tidak menduga ia akan diserang dengan pedang yang dilontarkan ke arahnya, ia menyanggapi pedang itu, lalu bertindak masuk ke dalam kamar dengan waspada, Tetapi ia merasa lengan kanannya yang me-nyanggap pedang itu sedikit sakit dan lumpuh!
Lalu Pek Yun Hui meraba jidatnya Lie Ceng Loan sambil memanggil.
"Loan Moy-moy, Loan Moy-moy!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ngo Kong Toa-su dan Giok Cin Cu loncat dan berdiri di belakangnya Pek Yun Hui, siap sedia menyerang Pek Yun Hui jika Lie Ceng Loan dianiaya.
Pek Yun Hui berbalik dan sambil menghadapi Ngo Kong Toa-su dan Giok Cin Cu ia menanyai "Ia menderita sakit hebat, mengapa kalian tidak berdaya upaya mengobatinya?"
Giok Cin Cu tidak menjawab ia ingat akan pertolongannya Pek Yun Hui ketika ia kena racun ular, ia berterima kasih.
"la menderita sakit karena memikir Bee Kun Bu, ia pergi berdiri di atas puncak beberapa hari dan malam menanti kembalinya Bee Kun Bu tanpa makan dan minum, ia menderita karena diserang oleh hawa gunung yang dingin...."
Ngo Kong Toa-su menjawab dengan ketus, Pek Yun Hui tidak menanti ucapan itu selesai. ia menanya dengan kedua mata terbelalak "Apa?! Bee Kun Bu belum kembali ke puncak Kim Teng Hong ini?"
Ngo Kong Toa-su menyengir dan berkata lagi.
"Sudahlah, kau jangan pura-pura. Kau tidak sudi melepaskan Bee Kun Bu. Kau malah menyuruh Co Hiong menganiaya Lie Ceng Loan. Kau betul-betul lebih kejam daripada ular!"
Rupanya Pek Yun Hui tidak memperhatikan ejekan Ngo Kong Toa-su. ia heran mengapa Bee Kun Bu belum juga kembali ke puncak Kim Teng Hong. ia berkata kepada dirinya.
"Dia telah mengantar aku pulang ke pegunungan Koat Cong San. Pada esok harinya, dia meninggalkan sepucuk surat dan berlalu, Mustahil selama hampir tujuh bulan dia belum juga kembali? Apakah dia menjumpai rintangan-rintangan di perjalanan nya ?"
Sikap Pek Yun Hui diperhatikan oleh Giok Cin Cu yang menduga ia berpura-pura, ia pun menjadi geram, ia ingin menegur Tetapi didahului Ngo Kong Toa-su yang berkata dengan mengejek.
"Aku kira Bee Kun Bu masih berada di pegunungan Koat Cong San!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui tidak menghiraukan ejekan itu.
Dari kantong di dadanya, ia keluarkan sepucuk suraL ia serahkan surat itu kepada Giok Cin Cu.
inilah surat yang Bee Kun Bu tinggalkan untuk aku.
Cobalah periksa tulisannya,"
Kata Pek Yun Hui sambil mengangsurkan surat di tangannya itu. Giok Cin Cu menyambuti dan membuka surat itu dengan tulisan sebagai berikut.
"Aku ini sebetulnya dungu dan bodoh, tetapi kau telah sudi menerima aku sebagai kawan karib, Aku merasa sangat beruntung, sebetulnya aku harus pergi setelah kau sembuh betul. Tetapi pada dewasa ini, guru dan paman-paman guruku sedang menghadap banyak urusan, dan aku sebagai seorang murid partai Kun Lun harus membantunya sekuat tenaga, Aku tidak berani enak-enakan bernaung di bawah perlindunganmu dengan tidak menghiraukan urusan guru dan paman-paman guruku. Mungkin juga guru dan paman guruku sedang menanti kembalinya aku. Aku terpaksa segera berlalu, Aku sangat berterima kasih atas semua pertolonganmu Tertinggal, hormatku Bee Kun Bu."
Dari tanggal surat tersebut ternyata Bee Kun Bu sudah berlalu meninggalkan pegunungan Koat Cong San lebih dari setengah tahun. Setelah Giok Cin Cu membaca surat itu, Pek Yun Hui menarik napas.
"Ketika itu aku sedang tetirah, Sedari aku sembuh, ia telah berlalu setengah bulan Iebih. Dan dalam setengah tahun belakangan ini, aku terus menerus berlatih suatu ilmu, dan belum pernah berlalu dari pegunungan Koat Cong San...."
Si jari Sakti mempereundangkan Si Lingkaran Emas Giok Cin Cu merasa bersalah setelah membaca suratnya Bee Kun Bu, ia pun mendengar ratapan Pek Yun Hui, ia mengangkat kedua tangannya dan menghaturkan maaf kepada Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Jika Pek siocia tidak datang, kami tidak mengetahui duduknya perkara, dan kami dapat terus menerus menduga yang bukan-bukan terhadap diri Siocia."
Lalu ia menuturkan halnya Co Hiong mengobati Lie Ceng Loan. Dengan senyuman sedih Pek Yun Hui berkata.
"Aku pun tak dapat mempersalahkan kalian. Tetapi yang terpenting sekarang ialah mengobati Lie Ceng Loan."
Lalu ia duduk di samping ranjang dan memeriksa luka-luka yang diderita Lie Ceng Loan, Ngo Kong Toa-su, Giok Cin Cu dan Liong Giok Pin mengawasi dengan penuh perhatian cara Pek Yun Hui mengobati Lie Ceng Loan.
Mereka memperhatikan bahwa wajahnya Pek Yun Hui berubah selagi kedua tangannya mengurut dan memijat tubuhnya Lie Ceng Loan.
Sejenak kemudian ia berkata.
"Delapan jalan-jalan darahnya yang penting sudah bebas, Hanya letak lukanya aku masih belum dapat cari."
Ucapan itu seperti juga ujung pedang yang tajam menusuk jantungnya Ngo Kong Toa-su. Keringat mengucur dari seluruh anggota tubuhnya, ia menarik napas panjang, lalu berseru.
"Meskipun aku bukan ayahmu, tetapi aku telah menjaga kau selama tiga puluh tahun, dan aku tak dapat membiarkan kau menderita terus menerus!"
Lalu ia lari keluar dari kamar itu seolah-olah orang yang kalap!
Giok Cin Cu mengejar dan mencegat sambil membujuk "Loan Jie bukannya tak dapat ditolong!
Kau harus tenang, dan kau tidak boleh meninggalkan dia!"
Ngo Kong Toa-su tertawa gelak-gelak.
"Aku tidak mempunyai apa-ap lagi, Aku hanya harus membunuh Ouw Lam Peng saja.,."
Katanya lalu dari kantong di dadanya ia keluarkan sepucuk surat dan diserahkan kepada Giok Cin Cu sambil berkata.
"lnilah surat Suhengmu, Sebelum dia pergi bertempur melawan Giok Siu Sian Cu, dia berikan surat ini kepadaku, Dia memintanya aku
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
membantu ia menyelidiki muridnya, Bee Kun Bu. Sekarang aku serahkan tugas ini kepadamu, Nah! Selamat tinggal!"
Lalu ia lari pergi ke gubuknya untuk mengambil sedikit perbekalan Ketika ia bertindak keluar dari rumah gubuk itu dengan membawa toyanya, Giok Cin Cu mencegat dengan pedang terhunus.
"Jika Toa-su hendak pergi juga, sedikitnya harus menjumpai Toa Suheng dulu,"
Kata Giok Cin Cu.
Ngo Kong Toa-su tertawa gelak-gelak seolah-olah orang yang miring otaknya, kemudian air matanya mengucur keluar Sejenak kemudian ia loncat melalui Giok Cin Cu dan lari keluar!
Giok Cin Cu mengejar sambil berseru.
"Toa-su! Toa-su! Jika kau bertekad berlalu, aku pun tak dapat menahannya, Tetapi aku minta Toa-su menunggu kembalinya Toa Suheng dulu!"
Ngo Kong Toa-su menjadi marah.
"Bagaimana kalau dia tidak kembali hari ini?"
Bentaknya.
"la pasti kembali,"
Jawab Giok Cin Cu.
"Paling lambat malam ini ia sudah akan kembali, Bila malam ini Toa Suheng tidak kembali, Toa-su dapat berangkat besok pagi."
"Aku tidak ingin berdiam lebih lama lagi,"
Kata Ngo Kong Toa-su.
"Aku ingin berangkat sekarang, Ayo, kau jangan merintangi aku lagi "Tetapi jika Toa Suheng menanyaku, apa yang aku mesti jawab?"
Tanya Giok Cin Cu. Ngo Kong Toa-su angkat toyanya, ia mengancam.
"Jika kau masih terus merintangi aku, jangan salahkan aku si tua bangka ini tidak mengenal aturan!"
Katanya mengancam.
Giok Cin Cu mengerti bahwa si Hweeshio tua itu telah menjadi nekad dan beringas karena kecewa bahwa Lie Ceng Loan tak dapat ditolong, dan bahwa ia harus membikin perhitungan terhadap Ouw Lam Peng yang telah membunuh
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ibu dan ayahnya Lie Ceng Loan, Tetapi Giok Cin Cu tidak dapat melepaskan ia pergi melawan Ouw Lam Peng yang lihay ilmu silatnya.
Jika ia membiarkan si Hweeshio tua itu pergi, juga ia lepaskan si Hweeshio tua itu masuk ke dalam gua macan, Oleh karena itu dengan tersenyum ia berusaha merintangi, dan membujuk lagi.
"Toa-su dan Toa Suheng telah berkawan lebih dari dua puluh tahun, kau telah membantu Toa Suheng mencari kitab Kui Goan Pit Cek di pegunungan Koat Cong San, telah bersama-sama pergi ke dalam kuil Toa Ciok Sie mengambil buah Sie Can Ko untuk aku, Semua budi yang besar itu, kami dari partai Kun Lun tak dapat lupakan, Disamping, Loan Jie telah menjadi muridnya partai Kun Lun...."
Dalam pikirannya yang kalap itu Ngo Kong Toa-su membentak.
"Jika Loan Jie tidak menjadi murid partai Kun Lun, mungkin ia tidak menderita...."
Giok Cin Cu tersinggung, ia pun berkata dengan suaranya keras pula.
Toa-su mengapa bicara demikian?
partai Kun Lun tidak merebut Lie Ceng Loan menjadi murid!
Harap Toa-su pikir dulu sebelum mengucapkan kata-kata yang menyinggung!"
Ngo Kong Toa-su menjadi merah mukanya, ia loncat melalui Giok Cin Cu dengan maksud melarikan diri, Tetapi Giok Cin Cu mengejar, karena ia bertekad mencegah si Hweeshio tua itu pergi, Dengan pedang terhunus ia loncat melalui Ngo Kong Toa-su dan mencegah jalannya sambil berkata.
Toa-su harus menunggu Toa Suheng kembali!"
"Jika aku tidak mau?!"
Membentak si Hweeshio tua.
"Aku akan merintangi kau pergi sampai Toa Suheng kembali!"
Jawab Giok Cin Cu.
"Apakah kau dapat mencegah aku si tua bangka ini?"
Tanya Ngo Kong Toa-su. Giok Cin Cu menuding dengan pedangnya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Lihat saja!"
Katanya.
"Kau boleh coba-coba berlalu!"
Ngo Kong Toa-su melompat lagi, tetapi Giok Cin Cu dengan ilmu Ceng Teng Sam Tiao Sui atau Capung menotol air tiga kali berhasil melompat dan jatuh turun di depan Hweeshio tua itu.
Ngo Kong Toa-su yang menjadi nekad karena ia kira Lie Ceng Loan tak dapat ditolong telah melampiaskan kegusarannya kepada Hian Ceng Tojin dan Giok Cin Cu.
Berkali-kali ia telah dicegat oleh Giok Cin Cu, ia selalu menahan diri tidak menyerang, Tetapi ketika Giok Cin Cu mencegat ia lagi untuk kelima kalinya, ia melabrak Giok Cin Cu dengan jurus Kim Kang Kai San atau toya besi membongkar gunung.
Giok Cin Cu telah siap menangkis segala serangan.
Labrakan toya itu ia elakkan dengan loncat ke samping, Ngo Kong Toa-su yang sudah beringas itu melabrak terus dengan semua kepandaiannya, Lima sodokan itu ia lancarkan dengan jurus Ciang Liong Cong Hoat atau ilmu silat toya naga menerka m.
Giok Cin Cu harus meloncat ke kiri dan ke kanan menghindari sodokan-sodokan maut itu, ia insyaf bahwa ia tak dapat terus menerus mengalah dengan mengegos dan mengelit, karena perbuatan itu dapat membahayakan kedudukannya, Maka ia pun membalas menyerang dengan ilmu pedang Hun Kong Kiam Hoat, Dalam sekejap saja toya dan pedang berkelebatan berkilau-kilauan seakan-akan banyak orang yang bertempur dengan sengit sekali!
Setelah mereka bertempur lebih kurang 10 jurus, Giok Cin Cu menyerang dengan jurus Coan In Ti Goat atau Di balik awan memetik bulan, dan pedangnya terus menusuk ke arah dadanya Ngo Kong Toa-su.
Ngo Kong Toa-su menandinginya dengan jurus Sin Liong Cut In atau Naga sakti keluar dari awan, ia berhasil menangkis tusukan dahsyat itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Serangan-serangan Giok Cin Cu sangat lancar, tetapi ia khawatir akan melukai Hweeshio tua itu.
Maka berka!i-kali ia harus tarik kembali tusukan pedangnya, sebaliknya si Hweeshio tua yang sudah menjadi gila terus melabrak Giok Cin Cu dengan sungguh-sungguh, dan berkali-kali Giok Cin Cu terpaksa loncat mundur untuk mengelakkan kemplangan atau sodokan toya si Hweeshiot tua itu.
"Ai!"
Pikir Giok Cin Cu.
"Jika aku tidak tunjukkan gigi, dia akan anggap orang-orang partai Kun Lun dapat dipermainkan!"
Maka ia segera menyerang dengan jurus-jurus Ki Hong Teng Kauw (Burung Hong terbang mengejar Naga), Hong Bong Siauw (Angin taufan menghembus hebat) dan Kiam In Siu (Pedut hitam menutupi awan), pedangnya berputar-putar dan memancarkan sinar yang menyilaukan mata, Ngo Kong Toa-su keteter ia harus bertindak mun-dur, tapi ia menjadi lebih sengit karenanya baru saja ia ingin menyerang dengan semua tenaga dalamnya, sekonyongkonyong ia mendengar jeritan di belakangnya.
"Supek, mengapa kau bertempur melawan Suhu?"
Mereka berhenti bertempur dan menoleh ke arah orang yang menjerit itu.
Mereka melihat Lie Ceng Loan berdiri tidak jauh dari mereka, pakaiannya putih, rambutnya yang hitam dan panjang terurai, dan wajahnya tegang sekali, Di belakang Lie Ceng Loan tampak berdiri Pek Yun Hui dengan wajah yang murka.
Ngo Kong Toa-su lempar toyanya dan lari menubruk Lie Ceng Loan sambil bersemi "Loan Jie, apakah kau...
kau...
kau sudah sembuh?"
Lie Ceng Loan menangis di dalam rangkulan ayah angkatnya.
"Pek Cici benar-benar pandai meskipun bagaimanapun beratnya penyakitku, ia pasti dapat mengobati Tapi mengapa Supek bertempur melawan Suhu?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ngo Kong Toa-su sangat terharu. Air matanya tak hentihentinya mengucur ia paksa tertawa.
"Betul! Aku sedang berlatih silat melawan Suhumu,"
Kata Ngo Kong Toa-su berdusta.
"Hm!"
Pek Yun Hui menegur.
"Orang yang demikian lanjut usianya masih berlaku seperti anak kecil! Kalau kau melukai lawanmu, bagaimana?"
Teguran itu merupakan suatu teka-teki apakah untuk si Hweeshio tua, atau untuk Giok Cin Cu, dan dua-duanya menjadi merah mukanya! Sejenak kemudian Pek Yun Hui berkata lagi.
"Se-betulnya, penderitaan Lie Ceng Loan itu hebat, tadi aku tak dapat cari letak lukanya dengan cepat-cepat,"
Kata Pek Yun Hui tersenyum dan melanjutkan "Meskipun delapan jalan-jalan darahnya sudah dibebaskan, tetapi hawa dingin di dalam tubuhnya itu telah merembes masuk ke dalam jantung, nyali dan limpanya, Aku telah berhasil memaksa keluarkan hawa dingin itu dari jantung, nyali dan limpanya, tetapi belum dapat mengeluarkan dari tubuhnya..."
Kata Pek Yun Hui. Ngo Kong Toa-su tidak menunggu ucapan itu selesai, ia mendesak menanyai "Jadinya Pek Siocia tidak mampu mengobati ia sampai sembuh?"
Pek Yun Hui mengawasi Lie Ceng Loan, lalu berpaling kepada Ngo Kong Toa-su.
"Untuk menolong Loan Moy-moy, aku telah menghamburkan banyak tenaga dalamku, tapi aku tidak menyesal Kini ada suatu urusan yang memerlukan perhatikan kedua Toa-su dan Sin-ni."
"Sebutlah apa yang kami harus lakukan, aku si Hweeshio tua tidak akan menolaknya!"
Jawab Ngo Kong Toa-su.
"Hawa dingin yang telah merembes masuk ke dalam tubuhnya tak dapat disembuhkan dengan obat apapun, Hawa dingin itu hanya dapat dikeluarkan dengan tenaga dalam, untuk mengeluarkannya, paling sedikit mesti memakan lima hari lima malam.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Selama waktu itu, kita harus jaga jangan ada orang yang mengganggu atau membikin kacau, Rintangan atau gangguan meski sedikitpun dapat membahayakan jiwa Loan Moy-moy dan aku juga.
Oleh karena itu, aku memerlukan bantuan Toasu dan Sin-ni berdua untuk menjaga kami dengan baik-baik,"
Pek Yun Hui melanjutkan kata-katanya. Tugas itu kami akan lakukan dengan baik, Pek Siocia jangan khawatir!"
Kata Ngo Kong Toa-su sambil menoleh ke arah Giok Cin Cu.
"Lie Ceng Loan adalah murid dari partai Kun Lun, kami dari partai Kun Lun tidak akan berpeluk tangan, kami akan memerintahkan semua mu-rid-murid dan orangorang kami untuk menjaga baik-baik selama jangka waktu yang Pek Siocia perlukan itu!"
Kata Giok Cin Cu menyambungkan.
"Justru jika terlampau banyak orang dapat menimbulkan curiga, Menurut pendapatku, Toa-su dan Sin-ni berdua sudah cukup, Nah! sekarang kita dapat sediakan makanan dan air dan barang-barang yang dibutuhkan, karena aku akan segera memulai menolong dia!"
Kata Pek Yun Hui. Lie Ceng Loan menghampiri Pek Yun Hui dan berlutut di hadapannya.
"Pek Cici baik sekali terhadap aku. Kukhawatir aku tak dapat membalas budi Cici yang maha besar itu!"
Pek Yun Hui tersenyum sambil mengangkat bangun Lie Ceng Loan.
ia sebetulnya sedang menghadapi saingannya, Bee Kun Bu tak akan mencintai orang lain jika Lie Ceng Loan masih hidup, dan Lie Ceng Loan tidak dapat hidup lebih dari satu bulan jika ia tidak menolong mengobatinya, Namun, ia tidak demikian kejam melihat gadis yang suci dan jujur itu meninggal dunia ia berdiri terpaku dengan pikiran-pikiran yang saling bertentangan itu.
"Pek Cici, apakah yang Cici pikirkan?"
Lie Ceng Loan menegurnya. Seperti orang tersadar dari mimpinya, Pek Yun Hui terkejut, lalu menjawab.
"Aku sedang memikirkan mengapa Bu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kokomu belum juga kembali Bila ia melihat kau menderita sakit, ia pasti gelisah."
"la belum kembali, mungkin ia mendapat rintangan di perjalanannya. Jika aku tidak sakit, kita dapat bersama-sama mencari padanya,"
Kata Lie Ceng Loan.
"Cari dia? Di mana carinya?"
Tanya Pek Yun Hui.
"dan mengapa mesti mencarinya bersama-sama aku?"
"Bukankah kau baik sekali terhadap Bu Koko? Apakah kau tidak khawatir keselamatannya?"
Tanya Lie Ceng Loan. Pek Yun Hui tidak segera menjawab, ia pegang erat-erat tangannya Lie Ceng Loan. Kemudian ia berkata.
"Aku hanya bersenda gurau saja, Bila nanti kau sudah sembuh betul, kita bersama-sama cari padanya."
Lalu ia tuntun Lie Ceng Loan masuk ke rumah gubuk dan terus ke dalam kamarnya, Giok Cin Cu perintahkan Liong Giok Pin sediakan segala keperluan, lalu bersama-sama Ngo Kong Toa-su ia duduk di kamar depan.
Liong Giok Pin segera menyediakan makanan dan keperluan-keperluan lainnya, dibawa ke kamarnya Lie Ceng Loan.
Setelah memberikan sedikit makanan dan air kepada Lje Ceng Loan, Pek Yun Hui mulai turun tangan dalam usaha menyembuhkan gadis itu, ia suruh gadis itu duduk menghadapi dinding, dan ia sendiri berlutut di belakangnya gadis itu dengan tangan kanannya mengurut urat-urat penting dari gadis itu, ia mengurut selama lebih kurang dua jam, dan Lie Ceng Loan merasa seluruh tubuhnya menjadi hangat Hari mulai senja, akan tak lama kemudian suasana menjadi gelap, Di bawah sinar pelita di dalam kamar itu hanya terdengar suara bernapasnya Lie Ceng Loan, Lalu Pek Yun Hui berkata.
"Sebentar lagi kau akan merasa sakit di seluruh tubuhmu, Betapapun sakitnya, kau harus menahannya, Dan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dengan tenaga dalammu, kau harus berusaha mengeluarkan hawa dingin yang telah melumpuhkan kau.
ingat baik-baik, kau jangan sekali-sekali berpikir pada soal-soal lain, Seluruh perhatianmu harus dicurahkan atas tenaga dalam yang kau keluarkan setelah kau berbuat demikian lamanya kira-kira dua jam, kau harus beristirahat dan tidur sebanyak-banyaknya, Kau jangan bicara, ingatlah baik-baik."
Lie Ceng Loan mengangguk Kemudian Pek Yun Hui memijat-mijat lagi punggungnya gadis itu.
Kali ini ia menggunakan tenaga dalamnya, Gadis itu mengertak gigi mehanan sakit tetapi ia tidak mengeluh ia taati pesan penolongnya, Setelah selang dua jam, ia merasa sangat letih, dan lekas juga ia tertidur Demikianlah Pek Yun Hui menolong menyembuhkan gadis itu tiap-tiap sore dengan tak terasa tiga hari tiga malam telah berlalu, Hanya Ngo Kong Toa-su dan Giok Cin Cu anggap sang waktu sangat lambat, karena disamping cemas akan keselamatan Lie Ceng Loan, mereka harus betul-betuI memasang mata, kuping, bahkan hidungnya mengamati-amati keadaan di sekitar rumah gubuk tersebut Berat tanggung jawabnya bagi keselamatan jiwanya ke dua gadis itu.
Di hari ke empat, keadaan Lie Ceng Loan menampakkan kemajuan, sebaliknya Pek Yun Hui menjadi makin lesu karena letihnya, Mukanya semakin pucat, dan tubuhnya tampak banyak lebih kurus, ia telah mengeluarkan seluruh tenaga dalam dan semangatnya untuk menolong Lie Ceng Loan, Pada hari ke lima, sebagian besar hawa dingin di dalam tubuhnya Lie Ceng Loan telah dikeluarkan dan gadis itu merasa banyak lebih segar Pek Yun Hui juga telah mengajarkan ia menghafalkan jampe untuk mengumpulkan tenaga dalam dan menguatkan semangat ia telah belajar banyak ilmu menenangkan pikiran dan menguatkan semangat dari Pek Yun Hui.
Boleh dikatakan bahwa Lie Ceng Loan memperoleh rezeki dari penderitaannya, karena ia telah memahamkan jampe yang diajarkan kepadanya!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sampai waktu lohor, Pek Yun Hui telah menolong mengobati Lie Ceng Loan enam kail "Kini luka-lukamu sebagian besar sudah sembuh, Setelah lewat lohor ini aku akan mengobati kau sekali lagi untuk yang penghabisan karena semua hawa dingin telah keluar dari tubuhmu dan kau sembuh betul sudah."
Sambil tersenyum Lie Ceng Loan berkata.
"Dan aku dapat segera berangkat mencari Bu Koko?"
Lalu ia menoleh ke belakang kepada Pek Yun Hui akan segera ia menjadi terkejut!
Pek Yun Hui yang enam hari sebelumnya ia lihat sehat wal'afiat, segar dan bersemangat kini tampak olehnya pucat, lesu dan kurus, seolah-olah orang yang sedang menderita sakit keras!
Dengan airmata berlinang-Iinang ia berkata.
"Pek Cici, sudahlah, kau jangan melakukan pengobatan lagi Kau telah berkorban terlampau banyak untuk aku...."
Dengan senyuman sedih Pek Yun Hui menjawab.
"Tidak bisa, jika aku tidak meneruskan penyakitmu akan kambuh pula...."
Tapi karena Cici menolong mengobati aku telah menjadi kurus kering, Aku sembuh, tetapi Cici menjadi sakit, dan aku... aku tak mampu mengobati Cici."
Kata Lie Ceng Loan.
"Aku tidak apa-apa. Setelah aku beristirahat beberapa hari, tenaga dalamku akan pulih kembali Tetapi jika aku tidak meneruskan mengobati kau, jerih payahku selama beberapa hari ini akan sia-sia belaka! Sudahlah, aku tak usah pusingkan hal itu. Turutlah kehendakku,"
Kata Pek Yun Hui. Lie Ceng Loan menyandarkan tubuhnya di pelukan Pek Yun Hui, air matanya mengucur karena harunya.
"Kau jangan bersedih hati Kau harus bergembira, karena kau kelak akan sembuh betul Jika kau tidak turut apa yang kukatakan, aku betul-betul menjadi sedih hati,"
Menghibur Pek Yun Hui, Lalu ia meneruskan lagi pengobatan nya kepada gadis itu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tak lama kemudian keringat keluar dari seluruh tubuhnya Lie Ceng Loan, membuat pakaiannya basah kuyup, justru pada saat itu terdengar suara bentakan Ngo Kong Toa-su, disusul dengan suara beradunya senjata tajam, lalu pintu kamar ditendang hingga terbuka, dan Co Hiong menerobos masuk.
Lie Ceng Loan menoleh ke belakang, ia lihat Co Hiong menerobos masuk dengan pedang terhunus, ia ingin menegur tetapi Pek Yun Hui mendesak.
"Lekas-lekas pejamkan kedua matamu, dan ucapkan jampe sambil mengerahkan tenaga dalammu, jangan hiraukan apa yang terjadi di sekitarmu. Lie Ceng Loan segera turut petunjuk-petunjuk Pek Yun Hui. ia pejamkan kedua matanya, ucapkan jampe dan mengerahkan tenaga dalamnya. Co Hiong melihat satu pemuda dengan pakaian hijau duduk di belakang Lie Ceng Loan di atas ranjangnya, ia segera menjadi cemburu dan gusar sekali, Sambil menyengir ia meloncat ke depannya Pek Yun Hui dan menusuk dadanya dengan pedangnya, Pek Yun Hui menggunakan dua jari tangan kirinya menjepit pedang Co Hiong, di saat menyentuh gagang pedang, dua jari tangan itu membarengi mementil pergelangan tangannya Co Hiong, ilmu itu adalah ilmu Tan Cit Shin Tong atau jari sakti yang merupakan ilmu silat yang luar biasa tingginya. Co Hiong tidak mengetahui siapa orang yang ia serang, ia segera merasakan lengan kanannya yang memegang pedang itu menjadi lumpuh, dan pedangnya terlepas dari pegangannya, lingkaran-lingkaran emasnya pun jatuh berantakan di lantai Ngo Kong Toa-su telah menyusul masuk, dengan jurus Hui Pa Tan Ceng atau Toya terbang menghantam lonceng besar, ia kemplang punggungnya Co Hiong, Tapi Co Hiong cepat-cepat mengegos dan berhasil menghindari kemp!angan maut i(u. Lalu dengan ilmu yang ia dapat pelajari dari kitab San Im Shi Ni, ia loncat secepat kilat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ke samping Ngo Kong Toa-su, dan berbareng menangkis toya lawannya dengan tangan kanan sambil menotok lengan kanan lawan dengan tinju kirinya.
Ngo Kong Toa-su yang baru saja berdaya mencegah Co Hiong menerobos masuk, dan telah bertempur beberapa jurus, telah memperhatikan bahwa lawannya itu tak dapat dipandang enteng, Ketika ia mengejar, ia berlaku sangat waspada, Namun, jurus yang digunakan Co Hiong tak dapat dijaga olehnya memegang toya.
Tapi dengan tangan kirinya ia kirim satu jotosan ke lambungnya Co Hiong setelah ia melemparkan toyanya.
Co Hiong tidak menduga Hweeshio tua itu masih dapat mengirim pukulan setelah lengan kanannya lumpuh, ia harus meloncat mundur tiga tindak menghindari jotosan yang dahsyat itu.
Ngo Kong Toa-su cepat-cepat mengambil toyanya di lantai dan mengemplang lawannya lagi dengan seluruh tenaganya Co Hiong tangkap toya itu.
Ngo Kong Toa-su betot toyanya dan menendang dengan kaki kanannya, tapi Co Hiong berhasil menangkap kaki nya, dan mendorong ke depan sehingga ia terjengkang ke belakang, ia terkejut "Hebat betul ilmu silatnya!"
Pikirnya, ia tidak lepas toyanya meskipun lengan kanannya sudah lumpuh, ia tahan tubuhnya, lalu menerkam ke depan lagi dengan jurus Tiau Hut Lam Hai atau Ombak besar menyapu lautan selatan, Kali ini Co Hiong yang berbalik menjadi terkejut ia pikir.
"Hweeshio tua ini hebat sekali, Meskipun lengan kanannya telah lumpuh, tapi ia masih dapat menerkam seperti kucing hutan."
Ia harus menangkis dan berkelip karena si Hweeshio telah pulihkan lengan kanannya dengan tenaga dalamnya, dan sedang menyerang bertubi-tubi dengan jurus-jurus Cap pwee Lo Han Ciang atau Tinju maut terdiri dari delapan belas jurusan!
Setelah Co Hiong menangkis tiga jotosan, ia membalas menyerang dengan tiga jotosan pula sambil terus pegang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kencang-kencang toya lawannya, Mereka hanya terpisah dua kaki saja jauhnya, Dalam jarak yang dekat itu masing-masing menyerang atau menangkis dengan satu lengan atau tangan saja, tapi tiap-tiap pukulan, jotosan dan totokan itu berarti maut!
Demikianlah mereka bertempur selama dua puluh jurus, Ngo Kong Toa-su lebih kuat tenaganya, tapi Co Hiong lebih pandai dalam hal berkelit diri Co Hiong bertempur sambil sebentar-sebentar mengawasi pemuda baju hijau yang sedang menguruti punggungnya Lie Ceng Loan yang ia sangat gilai, Si Hweeshio tua bertempur dengan penuh perhatian dan kesungguhan demi keselamatan puteri angkatnya dan Pek Yun Hui.
Co Hiong mengerti bahwa pemuda baju hijau itu sedang mengobati Lie Ceng Loan, tetapi ia merasa heran mengapa Lie Ceng Loan yang ia telah bebaskan semua jalan-jalan darah pentingnya belum juga sembuh?
Dalam saat bingungnya itu Ngo Kong Toa-su berhasil mengirim satu jotosan hcbat, Co Hiong tak keburu menangkis, ia harus lepaskan pegangan kepada toya lawannya dan mencondongkan tubuhnya untuk menghindarkan diri dari jotosan lawannya yang dahsyat itu, lalu loncat ke pintu untuk menjumput pedang dan lingkaran-Iingkaran emasnya di lantai Kemudian dengan pedang di tangan ia berdiri tegak mengawasi Lie Ceng Loan dan pemuda baju hijau di atas ranjang, juga Ngo Kong Toa-su yang sedang menghampiri Ngo Kong Toa-su setelah dapat mengendalikan toya-nya, sebetulnya ingin menyapu lawannya dengan dua kemplangan toyanya, Tetapi setelah lihat pedang terhunus dan lingkaranlingkaran emas itu, ia khawatir jika ia terus bertempur keselamatannya Lie Ceng Loan dan Pek Yun Hui terancam, karena senjata tajam itu dapat melanggar dan melukai kedua gadis di atas ranjang, Maka ia tidak menyerang, ia berdiri di depan ranjang menghadapi Co Hiong.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sikap itu dapat diterka oleh Co Hiong lalu ia menanyai "Hei, siapakah pemuda yang menggunakan pakaian hijau itu? Apakah ia sedang mengobati Lie Ceng Loan?"
"Kau tidak perlu tahu siapa dia!"
Jawab Ngo Kong Toa-su dengan ketus. Tapi ia betul sedang mengobati Lie Ceng Loan!"
Co Hiong tertawa dan berkata.
"Apa salahnya jika aku menanya? Jika ia sedang mengobati Lie Ceng Loan, aku menjadi bebas dari tugas mengobati dia!"
Lalu ia berbalik dan berjalan keluar dari kamar itu. Ngo Kong Toa-su mengejar dan menegur "Mendengar ucapanmu, aku dapat mengambil kesimpulan bahwa kau datang ke sini untuk mengobati Lie Ceng Loan!"
Co Hiong berhenti dan berbalik "Jika aku datang dengan maksud menganiaya dia, meskipun dia mempunyai dua puluh jiwa pun dia tak dapat hidup lama!"
Jawab Co Hiong. Ngo Kong Toa-su belum menyahut, dari dalam kamar terdengar suara mengejek.
"Hm! Jika kau tidak membebaskan jalan-jalan darahnya, hawa dingin yang berbahaya tak dapat menyerang jantung, nyali dan limpanya, Hampir-hampir ia meninggal dunia karena perbuatanmu yang kepalang tanggung itu!"
Co Hiong menoleh ke arah orang yang mengejek itu, yang sedang berdiri di pinggir ranjang dengan wajah pucat dan tampaknya sangat letih.
sebetulnya ia benci terhadap pemuda baju hijau itu, tetapi setelah ia ingat cara ia ditotok, ia menjadi gentar.
Ketika itu Giok Cin Cu juga sudah datang dengan pedang terhunus "Hanya si Hweeshio tua dan rahib wanita ini sudah sukar aku lewali, Ditambah dengan pemuda baju hijau yang mempunyai ilmu silat tinggi, aku pasti kalah.
Lebih baik aku lekas-Iekas berlalu dari sini,"
Pikir Co Hiong, Lalu ia bertindak keluar
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Giok Cin Cu coba mencegat, tapi sambil mencondongkan tubuhnya sedikit ke samping, dengan pedangnya ia menyabet ke kanan dan menyapu ke kiri, ia berhasil melewati Giok Cin Cu.
Pek Yun Hui melihat bahwa sabetan dan sapuan itu adalah serangan-serangan yang dapat menotok jalan-jalan darahnya Giok Cin Cu.
ia terperanjat.
Lalu dengan tak menghiraukan tubuhnya yang sudah letih, ia lari menerkam Co Hiong, Co Hiong berbalik dan menusuk dengan pedangnya, Pek Yun Hui semprot pedang itu sambil mengebatkan lengan baju nya.
Pedang Co Hiong terhempas ke samping, dan secepat kilat pergelangan tangan kanannya dipijat oleh Pek Yun Hui.
Co Hiong terkejut ia loncat mundur tiga langkah, dan rubah jurus-jurus ilmu pedangnya, Pedang dan ling-karan-lingkaran emasnya tampak berkilau-kilau, Pek Yun Hui bertempur dengan menggunakan kedua lengan bajunya yang hijau.
tangan kirinya menangkis serangan-serangan pedang, tangan kanannya menyerang Dalam sekejapan saja mereka telah bertempur lima jurus, Ngo Kong Toa-su dan Giok Cin Cu menyaksikan mereka bertempur dengan luar biasa cepat dan lihaynya sehingga mereka berdiri terpaku, Tiba-tiba terdengar satu jeritan dan Co Hiong loncat mundur satu tindak lebih, Tapi Pek Yun Hui berkelit, lalu menotok pundak kirinya Co Hiong siapa harus loncat mundur lagi dan melarikan diri.
Pek Yun Hui tidak mengejar lagi, karena wajahnya kelihatan pucat sekali, Lengan kanannya tergantung seolaholah tulangnya patah, Ngo Kong Toa-su dan Giok Cin Cu datang memburu dan menanyai "Pek Siocia, apakah kau terluka?"
Pek Yun Hui menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjawab sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa. Dia telah berhasil menotok jalan darah di sikutku!"
Segera ia kerahkan tenaga dalamnya untuk membebaskan jalan darah yang telah
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tersumbat "Melihat caranya dan bertempur ilmu silat pedang dan ilmu pukulannya itu mungkin dari partai silat pegunungan Altai, Tapi aku sangsi jika ilmu-ilmu silat dari Allai masih ada orang yang dapat mewarisinya."
Kemudian ia berbalik dan masuk lagi ke dalam kamarnya Lie Ceng Loan, Ngo Kong Toa-su dan Giok Cin Cu telah mengetahui tentang kitab ilmu silat Kui Goan Pit Cek yang digemari dan dikejar-kejar para jago silat Ketika Pek Yun Hui menyebut partai silat Altai, mereka ingat akan San Im Shi Ni yang bersama-sama Giok Liong Cin Jin telah menyusun kitab tersebut yang memberi petunjuk-petunjuk ilmu silat yang luar biasa tingginya, Kini Lie Ceng Loan sudah sembuh betul, karena semua hawa dingin telah berhasil dikeluarkan dari tubuhnya.
Melihat mereka masuk, dengan tersenyum Lie Ceng Loan menanyai "Pek Cici, apakah Supek dan Cici telah dapat mengusir Co Hiong pergi?"
"Orang itu busuk sekali! Di kemudian hari bila kau berjumpa dengan dia, kau harus waspada, Pada setengah tahun berselang, ketika kau menderita luka di pegunungan Cie Lian San, jika aku tidak keburu datang, kau sudah..."
Jawab Pek Yun Hui, ia tidak meneruskan kata-kataya, ia merasa ragu-ragu untuk memberitahukan seluruhnya. Tapi Lie Ceng Loan memotong pembicaraannya dengan berkata.
"Dia adalah kawan karib Bu Koko, jika aku menyinggung padanya, aku akan dimarahi Bu Koko."
Pek Yun Hui telah ketahui bahwa Lie Ceng Loan adalah seorang gadis yang suci dan polos jujur, bahwa ia tak dapat menjelaskan dengan ucapan-ucapan yang menyindir ia khawatir melukai hatinya jika ia jelaskan duduknya perkara.
ia bungkam!
Barusan ia telah bertempur melawan Co Hiong meskipun ia harus mengambil resiko besar karena tenaga dalam dan semangatnya belum pu!ih.
ia berhasil mengalahkan Co Hiong,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tetapi ia pun kena ditotok jalan darahnya di sikutnya, ia bisa dengan lantas membebaskan jalan darah yang tersumbat ttu, tapi ia telah hamburkan banyak tenaga, Maka ia berbaring di atas ranjangnya Lie Ceng Loan, lalu memejamkan kedua matanya untuk beristirahat Lie Ceng Loan tak berani mengganggu ia menubruk ayah angkatnya, Melihat muka yang segar dari puteri angkatnya, Ngo Kong Toa-su menjadi girang sekali.
"Loan Jie, betulkah aku sudah sembuh?"
Serunya. Lie Ceng Loan mengangguk, dan menyahut.
"Aku telah sembuh betul akan tetapi Pek CicL.,"
Ia tidak dapat meneruskan kata-katanya lagi, ia melihat keadaan di sekitarnya, lalu menanyai "Mana Suhu dan Liong Cici?"
"Toa Supekmu telah berjanji mengadu silat dengan Giok Siu Sian Cu, sampai kini lima hari dia belum kembali Suhumu telah menjaga kau hampir enam hari enam malam, tidak pernah berlalu dari rumah gubuk ini, Setelah melihat Pek Cici keluar untuk mengusir Co Hiong, dia mengetahui bahwa kau sudah sembuh. Mungkin dia sedang mencari Toa Supekmu!"
Dengan air mata berlinang, Lie Ceng Loan berkata.
"Supek, kau jaga Pek Cici, dan aku juga ikut Suhu mencari Toa Supek!"
"Kau baru saja sembuh, Biarlah aku yang pergi, dan kau diam di sini bersama Pek Cicimu,"
Kata Ngo Kong Toa-su.
Lalu ia keluar dari kamar Lie Ceng Loan mengejar tapi si Hweeshio tua sudah tidak kelihatan lagi!
ia terharu melihat keadaan di luar Pohon-pohon Bwee berkembang baik.
ia masuk kembali dan duduk di samping Pek Yun Hui, -ooo0oooLiong Giok Pin dirangsang asmara
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Setelah Co Hiongdibikin tunduk oleh "Jari Saktinya"
Pek Yun Hui, ia yakin ia bukan tandingannya Pek Yun Hui.
Oleh karena itu ia mencari kesempatan untuk lekas-lekas berlalu.
Setelah berlari-lari kurang lebih sepuluh lie jauhnya, ia rasakan pundak kirinya dan pergelangan tangan kanannya yang telah ditotok oleh Pek Yun Hui mulai mengilu, ia terkejut dan berhenti untuk mengerahkan tenaga dalamnya menyembuhkan lukanya dari totokan-totokaa Tetapi ia segera rasakan seluruh tubuhnya menjadi sakit dan lambat laun kedua lengannya sukar diangkat ia insyaf bahwa ia telah ditotok oleh lawan yang ilmu silatnya lebih tinggi daripada ia.
Ketika itu ia berada di suatu puncak, dan jurang tersebut sangat curam dan tinggi sehingga tidak kelihatan bawahnya, ia tak dapat meneruskan perjalanannya dengan tubuh yang separoh lumpuh ilu, karena bila ia tergelincir, ia pasti jatuh ke bawah dan tewas, ia duduk di atas rumput berusaha memulihkan atau membebaskan jalan-jalan darahnya yang tersumbat karena totokan Baru saja ia hampir tertidur, ia terkejut mendengar suara kaki orang berlari ia buka kedua matanya lebar, dan menoleh ke jurusan suara itu.
ia melihat satu laki-laki yang tegap dan gagah, berusia lebih kurang tiga puluh tahun, memegang sebuah pedang, datang menghampiri padanya.
Orang itu berhenti setelah berada kira-kira dua depa dari Co Hiong dan menuding dengan pedangnya ia menegur "Siapakah kau?
Mengapa kau duduk di tempat yang terpencil ini?"
Setelah mengawasi agak lama, Co Hiong mengenali bahwa orang itu adalah yang berlatih silat dengan seorang rahib wanita ketika ia baru masuk ke pegunungan Kun Lun.
Ketika itu ia pun merasa banyak baikan dan ia menjawab sambil tersenyum.
"Pegunungan Kun Lun bukannya milikmu seseorang, Mengapa aku tak boleh duduk di sini?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Orang itu terperanjat mendengar jawaban itu. ia mengawasi Co Hiong lebih teliti sebelumnya ia berkata lagi.
"Betul! Meskipun pegunungan Kun Lun bukannya milikku atau milik partai Kun Lun, tetapi di dalam daerah yang luasnya sepuluh lic di sekitar puncak Kim Teng Hong ini, orang tak dapat masuk tanpa izin!"
Co Hiong bangun dan berdiri tegak, ia berkata, suaranya keras.
"Aku telah masuk tanpa izin! Apa yang kau hendak perbuat terhadap aku?"
Orang itu menjadi marah, ia membentak.
"Kau betul-betul kurang ajar!"
Ucapan itu ia barengi dengan tusukan pedangnya, Co Hiong hanya menyondongkan tubuhnya sedikit ke samping dan mengegosi tusukan itu, lalu loncat dan mengirim satu jotosan dengan tinju kirinya.
Orang itu lekas-Iekas loncat mundur dan berdiri menghadap lawannya dengan kedua mata yang beringas.
jika Co Hiong tidak luka, tinju tangan kirinya itu pasti menemui sasaran ia masih merasa sakit, dan tak dapat menggunakan lengan kirinya, Oleh karena itu, ia pun loncat mundur dua langkah karena ia khawatir lawannya menyerang dengan tusukan-tusukan atau bacokan-bacokan lagi, ia yakin dengan keadaan tubuhnya itu, ia tak dapat melawan meskipun seorang murid partai Kun Lun.
Ketika itu ia hanya dapat menggunakan dengan leluasa kedua kakinya.
Orang itu datang menyerang lagi dengan sabeltn pedangnya.
Untuk menghindarkan diri dari sabetan itu, ia harus tendang lengan kanan lawannya jurus Kwi Sing Ti Tauw atau Bintang sapu membentur bintang sabit, Orang itu kena tertendang dan merasakan sakit, lalu dia bertempur dengan ilmu silat pedang Hun Kong Kiam Hoat (ilmu silat pedang memancarkan sinar) sehingga daerah yang sempit itu menjadi terang dari sinar pedang yang berkilau-kilau, dan Co Hiong dipaksa meloncat ke kiri dan ke kanan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Setelah pertempuran berlangsung dua puluh jurus lebih, Co Hiong sudah berkeringat meskipun ilmu silatnya jauh lebih unggul daripada murid partai Kun Lun itu.
ia merasa bahwa ia tak dapat menyerang dengan anggota tubuh bagian atas yang hampir lumpuh, Setelah bertempur sepuluh jurus lagi, rupanya darahnya mulai beredar lancar lagi di bagian atas tubuhnya, dan luka-luka dari totokan Pek Yun Hui makin terasa kan sakitnya.
Orang yang menyerang Co Hiong itu bernama Oey Ce Eng, murid ke satu dari Tong Leng Tojin yang memegang pimpinan kuil Sam Goan Kong, Diantara beberapa puluh murid partai Kun Lun, ia adalah yang terpandai, Setelah melihat cara-cara Co Hiong mengegos, mengelit, meloncat menghindarkan diri dari serangan pedangnya ia yakin bahwa lawannya lebih pandai daripada ia, meskipun ia bersenjata, ia tak dapat menaklukkan lawannya.
Ia hanya merasa heran mengapa lawannya hanya menggunakan kedua kakinya untuk bertempur Kemudian setelah melihat lawannya berkeringat dan mukanya menjadi pucat, ia berhenti menyerang, ia mundur dua langkah dan menanyai "Jika kau tidak menggunakan senjata tajam melawanku, aku khawatir dalam sepuluh jurus lagi, kau akan tewas di bawah pedangku.
Lagi pu!a, aku Oey Ci Eng tidak sudi diganda, dan tak akan melawan lagi jika kau tidak bertempur dengan menggunakan pedangmu!"
Co Hiong tersenyum.
"Jika aku menyerang, meskipun tanpa senjata, kau pasti akan terluka parah atau tewas!"
Jawabnya, Oey Ci Eng menjadi murka, ia membentak.
"Ha! Kau mulut besar! Kau boleh gunakan senjatamu, dan lihat siapa diantara kita yang luka parah!"
Ucapan itu ia barengi dengan tiga serangan yang berturut-turut Ketiga serangan itu bukan main cepatnya dan mendesak Co Hiong mundur sampai ke pinggir jurang, Satu sodokan lagi saja mungkin Co Hiong tergelincir jatuh ke bawah jurang,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tetapi Oey Ci Eng tidak menyerang terus, ia tarik kembali pedangnya dan berkata sambil tertawa.
"Meskipun kau berilmu tinggi, tetapi tanpa senjata, kau sama saja juga mencari jalan kematianmu Ayo gunakan senjatamu!"
Co Hiong menoleh ke belakang dan melihat jurang yang curam dan berbahaya itu. Lalu ia menjawab.
"Nah, coba tangkis seranganku ini!"
Ia loncat menubruk lawannya!
serangan itu cepat sekali, Oey Ci Eng terpaksa loncat mundur tiga langkah sambil menyabet dengan pedangnya, ia segera melihat Co Hiong, dengan kedua mata mendelik dan menggertak gigi, memijat lengan kanannya yang memegang pedang!
Oey Ci Eng terkejut Secepat kilat ia geprak tangan kanan lawannya dengan tinju kirinya.
Co Hiong condongkan tubuhnya, tangan kirinya mengikuti tinju kiri lawannya dan memijat sikut lawannya, jika Co Hiong tidak menderita lukaluka di dalam tubuh, lengan kiri lawannya pasti remuk tulangnya, Tetapi dengan bagian atas tubuhnya yang hampir lumpuh itu, ia hanya dapat mendesak lawannya loncat mundur, meskipun untuk pijatan-pijatan itu, ia merasa lukanya bertambah sakitnya!
Oey Ci Eng loncat mundur dua depa lebih, ia rasakan lengannya yang kena pijat itu menjadi !umpuh, ia mengawasi lawannya dengan kagum.
ia kira lawannya sengaja tidak ingin membunuh ia.
Maka ia berkata.
"Aku Oey Ci Eng berterima kasih atas kemurahan hatimu, Aku yakin kau dapat membunuh aku tadi jika kau mau."
Lalu ia berbalik dan lari pergi!
Co Hiong berdiri tertegun melihat sikap lawan nya.
Ketika itu ia merasakan pundak kiri dan lengan kanannya bukan main sakitnya.
ia lekas-lekas duduk lagi dan memejamkan kedua matanya untuk menyembuhkan luka-lukanya dengan tenaga dalamnya, Setelah berkurang rasa sakitnya ia buka kedua mata-nya.
ia tarik napas melihat awan-awan putih di langit ia berkata
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kepada dirinya sendiri.
"Mustahil aku Co Hiong ini tidak dapat bertempur lagi di kemudian hari? Ai, ilmu silat yang aku telah pelajari dengan susah payah selama sepuluh tahun lebih siasia belaka!"
Ia mengertak gigi dengan penasaran ia gemas terhadap Pek Yun Hui yang telah melumpuhkan ia.
"Berapa lama lagi aku dapat hidup dengan tubuh serupa ini?"
Ia berseru sambil membanting kaki.
"Per-cuma aku hidup dengan keadaan tubuh seperti ini, lebih baik aku lekas-lekas mati!"
Kisah-kisah lampau yang telah dialaminya dalam pikirannya ia ingat akan ilmu silat yang ia telah dapat pelajari dari gurunya semenjak ia berusia sembilan tahun, ia belajar ilmu silat bersama-sama Sumoynya, Souw Hui Hong, sampai mereka menjadi dewasa dan senantiasa hidup berdampingdampingan, mereka telah saling cinta mencintai, kemudian setelah ia menjumpai Lie Ceng Loan, ia tergiur dan tertarik oleh wajah yang cantik, sikap ramah dan watak yang suci murni gadis itu, dan oleh karena Lie Ceng Loan, ia telah lupakan Souw Hui Hong, dan berdaya upaya dapatkan Lie Ceng Loan meskipun ia harus datang ke pegunungan Kun Lun yang jauh sekali dari tempat kelahirannya ia gemas jika memikiri bahwa ia telah ditotok oleh orang yang lebih pandai daripadanya, dan ia menjadi lumpuh, sehingga semua ilmu silat yang ia telah miliki menjadi hampa!
"Hm!
Jika bukan karena Lie Ceng Loan, aku Co Hiong tidak akan menjadi begini!"
Ia berseru, Dan ia merasa sakit sekali pada bagian atas tubuhnya dan bertambah sakitnya di waktu ia bertegang.
Entah berapa lama sudah ia berdiri di atas puncak itu seperti seorang yang dungu, Tiba-tiba ia teringat akan kitab catatan San Im Shi Ni.
Mungkin di dalam kitab itu ia dapat menemui ilmu yang dapat menyembuhkan luka-luka di dalam tubuhnya, pikirnya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Setelah melihat keadaan di sekitarnya, lalu ia mencari jalan untuk turun dari puncak itu.
Sambil berjalan ia berpikir lagi tentang pertempuran melawan Oey Ci Eng tadi, ia khawatir kalau Oey Ci Eng pergi melaporkan peristiwa tadi, ia akan dikejar, dan mungkin juga kitab catatan San Im Shi Ninya dirampas oleh partai Kun Lun, ia tak berdaya karena lukalukanya.
Dengan kecemasan itu ia lekas-lekas mencari empat untuk bersembunyi jurang yang curam itu harus ditempuh dengan susah payah, ia baru tiba di kaki puncak setelah memakan tempo setengah jam.
Lembah di bawah jurang tidak luas, tetapi pohon-pohon cemara dan rumput tumbuh dengan suburnya, Co Hiong jalan di lembah itu, setelah menempuh jarak lebih kurang enam lie, ia tiba di suatu tempat yang luas, tetapi dilingkari oleh gununggunung di sekitarnya, dan jalan satu-satunya untuk masuk ke tempat itu hanya jalan yang ia barusan tempuh, Di tengah-tengah tempat itu ada satu kolam dengan airnya yang jernih bening, ia merasa berada di suatu dunia yang indah, Tempat yang terpencil dan sunyi senyap itu baik sekali untuk ia bersembunyi pikirnya, Di sebelah utara Co Hiong melihat satu gua batu, satu kaki lebar dan enam kaki tingginya, ia datangi gua itu, dan masuk ke dalamnya, Baru saja ia berjalan lebih kurang 10 langkah, ia harus berbelok tiga kali, karena jalan di dalam gua itu berliku-liku.
Gelap betul di dalam gua itu, ia tak tahu berapa dalamnya, ia berhenti "Gua batu ini ganjil sekali!
Aku khawatir ada binatang buas atau ular berbisa di dalamnya, Aku tak akan berdaya terhadap mereka!"
Pikirnya, ia ingin keluar lagi, tetapi ia pikir lebih baik ia masuk terus, karena ia tidak berarti lagi soal mati hidupnya.
ia lalu jalan terus melalui dua belokan lagi, dan terus jalan di tempat gelap itu sampai ia menjumpai suatu kamar yang dibangun dengan memahat dinding gua i(u.
Di dalam kamar ia dapatkan mangkok berisi minyak dan sumbu lampu, ia nyalakan sumbu-sumbu itu.
Kamar yang gelap itu menjadi agak terang,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Co Hiong yang cerdas itu segera mengetahui bahwa kamar atau gua batu itu ada penghuninya, ia memeriksa dengan cermat, dan memperhatikan suatu dinding batu yang karangnya terbelah, ia menduga bahwa karang yang sedikit terbelah itu mungkin adalah satu pintu rahasia, ia pikir bahwa di dalam gua adalah suatu tempat persembunyian yang terbaik, ia keluarkan kitab catatan San Im Shi Ni dan coba mencari catatan tentang ilmu pengobatan luka-Iuka, Karena kitab itu adalah harapannya yang terakhir untuk menyembuhkan luka-Iukanya, maka ia membacanya tiap-tiap huruf dengan teliti, Arti daripada catatan di dalam kitab itu tidak mudah dimengerti Sambil membaca, Co Hiong juga dapat mempelajari lebih mendalam ilmu-ilmu silat yang Kiok Gie Hweeshio pernah ajarkan kepadanya, Tapi, bagian belakang, dari kitab yang menuturkan ilmu melatih dan memelihara tenaga dalam, meskipun ia baca berkali-kali, namun tetap ia tidak mengerti ia mencari lagi pada bagianbagian tentang pengobatan luka-luka di dalam tubuh, juga tanpa hasil!
Dengan rasa kecewa ia lempar kitab itu di lahtai, dan duduk bengong mengawasi sumbu-sumbu lampu minyak yang sedang menyala, ia berkata kepada diri sendiri.
"Si Hweeshio tua karena dengan berjerih payah, bahkan dengan banyak pengorbanan memperoleh kitab itu. Tetapi sebelum dia dapat pahamkan semua ilmu-ilmu yang tereatat di dalamnya, dia telah dianiaya oleh muridnya sendiri dengan mencongkel keluar kedua biji matanya, membuntungkan kedua betisnya, dan dirantainya di dalam gua. Dia telah menerima aku sebagai muridnya dengan menyembuhkan aku dari penganiayaan orang, dan telah mengajarkan semua ilmu-ilmu silat yang tinggi kepadaku dengan harapan agar aku dapat mewakili dia membalas dendam kepada muridnya yang durhaka, Untuk mempereepat rencana nya, dia telah serahkan kitab itu untuk aku baca dan pelajari, dan akhirnya dia menjadi korban dari ilmu Hut Hiat Co
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kut (menyumbat jalan darah dan mematahkan tulang) yang tereatat di dalam kitab itu.
Sebetulnya setelah aku miliki kitab sakti ini dengan jalan membunuh dia, aku dapat pelajari dan berlatih dengan mahir tiga belas ilmu-ilmu silat yang tinggi, dan kemudian dapat menjagoi di kalangan Kang-ouw, Tetapi sebelum maksudku terkabul, aku telah dianiaya oleh orang lagi!
Jika aku mati, maka kitab sakti itu akan jatuh ke dalam tangan orang lain, Ah!
Lebih baik aku bakar musnah kitab itu...!M ia lalu berdiri tegak, ia pungut kitabnya dan hendak dibakarnya.
sekonyong-konyong ia dengar suara kaki orang yang berlari-lari di luar kamar Co Hiong Iekas-lekas tiup padam kedua lampu di dalam kamar, dan berdiri merapat di dinding menanti kedatangannya orang itu.
ia keluarkan satu jarum beracun dan berpikir "Jika terpaksa dia mesti mati bersama-sama aku dengan jarum beracun ini!"
Derap kaki itu makin lama makin dekat terdengar-nya, dan terdengar lagi suara seorang wanita, Lalu berkelebat bayangan orang di mulut gua.
Co Hiong baru saja angkat lengannya siap melontarkan jarum beracunnya, tiba-tiba ia merasa lengannya sakit dan lumpuh.
Orang itu rupanya insyaf bahwa di dalam gua sudah ada orang, maka ia bertindak maju dengan pedang terhunus Ketika mereka berhadap-hadapan, orang itu menusuk dengan pedangnya Co Hiong lekas-lekas loncat menghindarkan diri dari tusukan, Pada saat itu, ia lihat bahwa orang yang menyerang adalah Liong Giok Pin.
Co Hiong berseru.
"Kau yang datang?"
Lalu ia nya ia kan kedua lampu di dalam kamar itu. Dengan mengawasi Co Hiong, Liong Giok Pin menanyai "Mengapa kau berada di dalam gua ini?"
"Mengapa aku tak boleh datang ke sini? Apakah tempat ini miliknya partai Kun Lun?"
Kata Co Hiong dengan congkak,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Karena kau tidak mengetahui ini tempat apa, aku dapat maafkan kau,"
Kata Liong Giok Pin. Dengan heran Co Hiong menanyai"
Apakah gua ini tempat bertapanya guru besar partai Kun Lun?"
Liong Giok Pin mengangguk.
"Betul! Gua ini adalah tempat bertapanya angkatan tua dari partai Kun Lun, dan merupakan tempat terlarang. Hanya setelah mendapat izin dari pemimpin kuil, barulah murid Kun Lun dapat datang ke sini,"
Kata Liong Giok Pin.
"Tapi aku bukannya murid partai Kun Lun, dan aku tidak dilarang datang ke sini,"
Kata Co Hiong, lalu ia tertawa. Melihat Co Hiong tertawa dengan wajahnya yang penuh keringat, Liong Giok Pin menanyai "
Apakah kau sedang tertawa atau sedang menangis?"
Ketika Co Hiong tertawa, ia merasa sakit iagi, dan untuk menahan sakitnya itu, keringatnya tak tertahan mengucur keluar ia tidak segera menjawab pertanyaannya gadis itu.
Liong Giok Pin lepas pedangnya dan datang menghampiri "SebetuInya kau ini mengapa?"
Tanya Liong Giok Pin.
Ketika itu Co Hiong jatuh karena pingsan.
Liong Giok Pin lekas-lekas menahan tubuhnya.
X?engan tak menghiraukan segala apa, Liong Giok Pin yang telah tertarik oleh wajahnya Co Hiong, berusaha menolong membebaskan jalan-jalan darahnya.
Segera Co Hiong menjadi sadar kembali, ia terperanjat melihat dirinya dirangkul oleh gadis itu, Ia lekas-lekas hendak bangun, tetapi tidak bisa, ia bertekuk lutut menahan sakit di dalam tubuhnya.
Liong Giok Pin yang menyaksikan dengan kepala matanya sendiri penderitaannya pemuda itu, menanya lagi dengan ramah.
"Luka-Iuka yang kau derita parah agaknya, Tempat ini baik sekali untuk kau beristirahat Dan lebih baik kau diam di sini dulu, Kau boleh berlalu setelah sembuh!"
Sebetulnya luka-lukanya Co Hiong makin lama makin hebat ia tak mengetahui Pek Yun Hui telah menggunakan ilmu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
apa yang membikin ia menjadi orang tak berdaya.
ia pejamkan kedua matanya.
Liong Giok Pin mengawasi Co Hiong dengan perasaan cemas.
ia khawatir ada orang ketahui Co Hiong sedang berada di dalam gua yang terlarang itu, Menurut peraturan, ia harus menangkap Co Hiong, karena Co Hiong adalah musuh dari partai Kun Lun.
Tetapi ia tak berdaya untuk berbuat demikian.
Co Hiong buka kedua matanya dan menanya, suaranya rendah.
"Kau katakan tempat ini terlarang. Kini aku telah tak berdaya, karena bagian atas anggota sudah lumpuh, Kau dapat menangkap aku."
Sambil geleng-gelengkan kepala nya, Liong Giok Pin menjawab.
"Gua ini betul-betul terlarahg. jalan masuk ke gua ini terjaga, Tapi cara bagaimanakah kau dapat menerobos masuk?"
Co Hiong mengawasi gadis itu, dan menikmati sikap yang ramah, suara yang merdu, disamping muka yang cantik jelita dari gadis itu, Sebetulnya, sebelumnya Lie Ceng Loan diterima menjadi murid, diantara murid-murid wanita partai Kun Lun, Liong Giok Pin lah yang tereantik, ia lebih sering-sering mengenakan jubah putih, semenjak kehilangan ibu ayahnya, sedari kecil ia telah mengikuti Giok Cin Cu sehingga besar di dalam kuil Sam Goan Kong.
Penghidupan yang terpencil di pegunungan Kun Lun telah membikin ia canggung, dan berwatak dingin, Oey Ci Eng, murid kesatu dari Tong Leng Tojin, telah jatuh cinta kepadanya, dan cintanya tak berubah selama itu, Tetapi Liong Giok Pin tak menghiraukan kasih sayang Oey Ci Eng itu, Guru dan paman serta bibi guru mereka tidak melarang mereka bereumbu-cumbuan asal saja bersikap sopan dan bijaksana, Oey Ci Eng dan Liong Giok Pin adalah murid-murid pandai di mata Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu, yang anggap
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mereka patut menjadi pasangan Tetapi Liong Giok Pin tidak setuju dengan pendapat guru dan paman gurunya, dan ketika ia berusia lima belas tahun, ia pernah memohon kepada gurunya, Giok Cin Cu, agar ia dapat dipindahkan kepada supeknya, Hian Ceng Tojin di kuil Sam Ceng Koan, meskipun telah berkali-kali ia me-mohon, tapi Giok Cin Cu tetap meriolaknya, Akhirnya Giok Cin Cu memperkenankan juga dengan syarat Liong Giok Pin harus menunggu lagi.
Ketika Liong Giok Pin tidak memakai jubah lagi, Oey Ci Eng menjadi heran, tetapi ia tak berani menanya sebab-sebabnya.
ia hanya menahan kesedihan hatinya, Meskipun ia insyaf bahwa Liong Giok Pin tidak mencinta ia, ia tetap cinta Liong Giok Pin.
Untuk menjauhkan diri dari Oey Ci Eng sedapat mungkin, Liong Giok Pin selalu berdaya berada di sampingnya Giok Cin Cu, Tapi Oey Ci Eng tetap cintai ia, dan sering-sering menunjukkan rindu hatinya, Demikianlah keretakan antara saudara seperguruan itu dengan sikap dingin dari Liong Giok Pin berjalan bertahuntahun, Akhirnya Liong Giok Pin mengambil keputusan tidak akan menikah untuk membalas kesetiaan dan cintanya Oey Ci Eng yang murni.
Tetapi Liong Giok Pin tidak memperhitungkan betapa hebatnya cinta jika panah asmara telah melukai jantung!
semenjak ia berjumpa dengan Co Hiong, ia tak dapat melupakan senyumannya wajahnya, gerak-gerik-nya!
Karena cintanya, ia telah lupa bahwa Co Hiong itu adalah musuh dari partai Kun Lun.
Kini ia berada berhadapan di dalam gua yang terpencil Dan kekasihnya itu sedang menderita luka parah, ia tak dapat berbuat lain daripada menunjukkan cintanya, Co Hiong hanya merasa perutnya sakit, dan seluruh tubuhnya panas napasnya sengal-sengal, ia berseru.
"Jika.... Jika,., kau tidak menangkap aku, aku... aku pun... tak dapat hidup lama.,.,"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan suara menghibur Liong Giok Pin berkata.
^tenangkanlah hatimu, Aku akan menjaga kau beristirahat di sini, karena tempat yang terlarang ini hanya aku dan Toa suhengku yang diperbolehkan datang ke sini."
Tapi jika Toa suhengmu datang, bukankah dia juga dapat menangkap aku.,.?"
Tanya Co Hiong dengan sangat lelahnya.
"Kau jangan khawatir,"
Jawab Liong Giok Pin.
"Kini adalah giliranku yang menjaga gua ini, Selama delapan belas hari itu baru Toa suhengku bergilir menjaga, Maka di dalam delapan belas hari ini, kau dapat beristirahat dan berobat dengan tenang di sini."
Ucapan itu dikeluarkan sebagai sikapnya seorang ibu, dan menawan hatinya Co Hiong, ia berpikir "Gadis ini tidak lebih jelek daripada Souw Hui Hong dan tidak kalah ramahnya dibanding dengan Lie Ceng Loan, Rupa-nya ia telah jatuh cinta kepadaku."
Baru saja ia hendak pegang tangannya Liong Giok Pin ia segera ingat parah luka-Iuka di dalam tubuhnya.
"Lukaku sangat parah, jangankan delapan belas hari, meskipun aku beristirahat dan berobat di sini tiga puluh delapan, aku khawatir aku tidak bisa sembuh...H kata Co Hiong.
"Tapi."
Jawab Liong Giok Pin.
"Sekarang kau perlu dan harus beristirahat kau tak dapat jalan keluar dari gua ini."
"Perkenankanlah aku menolong mengobati kau, nanti baru kita bicara lagi setelah lewat beberapa hari, Sudahlah, Aku hendak pergi mengambil sedikit makanan dan minuman untuk kau."
Co Hiong tidak dapat menolak lagi, ia tak berdaya. ia lalu berbaring di lantai, sebelumnya berlalu Liong Giok Pin berbisik.
"Kau beristirahat di sini dengan tenang-tenang saja, dan paling lambat sebentar malam jam dua aku datang ke sini lagi."
Lalu ia pungut pedangnya dan jalan keluar dari gua itu,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Liong Giok Pin lari terus dengan hati berdebar-debar, karena ia terserang panah asmara, ia berpikir dengan jalan apa ia dapat menolong Co Hiong dan menyatakan cintanya, Baru saja ia lari keluar dari jalan lembah yang sempit itu, terdengar ada orang yang menegur dan memanggil padanya, ia berhenti dan menoleh ke arah orang yang memanggil itu.
Ia lihat Oey Ci Eng lari mendekat dengan pedang terhunus.
Liong Giok Pin terkejut melihat Toa Suhengnya.
Ia khawatir kalau perbuatannya telah diketahui.
Ia tundukkan kepalanya dan tidak berani melihat wajahnya Oey Ci Eng.
"Liong sumoay! Mengapa kau? Kau darimana?"
Tegurnya Oey Ci Eng yang penuh dengan kasih sayang. Liong Giok Pin angkat kepalanya dan melihat wajahnya Oey Ci Eng yang penuh kasih sayang.
"Aku tidak apa-apa. Barusan aku berlari-lari dan merasa sedikit letih."
Jawab Liong Giok Pin.
Lalu ia pun berlalu.
Oey Ci Eng menarik napas, lalu berjalan pergi ke lain jurusan, ia agak kecewa sekali.
Dengan tak terasa air matanya Liong Giok Pin keluar mengucur.
Ia insyaf bahwa ia melukai hatinya Toa suhengnya lagi.
Ia ingin memanggil dan menangis dalam rangkulan To suhengnya untuk melampiaskan kesedihan hatinya.
Tetapi senyuman dan rayuan Co Hiong berbayang di depan matanya.
Ia susuti air matanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah gubuk dimana Lie Ceng Loan dan Pek Yun Hui sedang menjagai, karena Ngo Kong toa-su dan Giok Cin Cu sedang mencari Hian Ceng Tojin yang bertempur melawan Giok Siu Sian cu.
Pek Yun Hui telah menggunakan tenaga dalamnya untuk menyembuhkan lukanya yang tertotok oleh Co Hiong.
Ketika Liong Giok Pin masuk, Lie Ceng Loan segera loncat dan lari ke pintu dengan pedang terhunus.
Tetapi setelah ia mengetahui siapa yang masuk,ia tertawa dan berseru.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Oh Liong cici! Apakah kau menjumpai suhu?"
Liong Giok Pin menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak!"
Jawabnya.
"Bagaimana keadaan Pek Cici?"
"Pek cici sedang menggunakan tenaga dalamnya menyembuhkan luka di dalam tubuhnya, dia telah memejamkan kedua matanya selama tiga jam. Ai! Karena aku, aku telah membikin susah kepadanya!"
Liong Giok Pin berpikir.
"Co Hiong dilukai oleh Pek Yun Hui dan Pek Yun Hui pasti mengetahui bagaimana mengobatinya. Tetapi dengan jalan apakah aku dapat mendesak dia menolong Co Hiong ?"
Melihat Liong Giok Pin diam membungkam, Lie Ceng Loan menanya.
"Liong cici, apa yang kau pikirkan?"
Seperti orang yang dibangunkan dari mimpinya, Liong Giok Pin terkejut. Mukanya menjadi merah, ia menjawab dengan tergesa-gesa.
"Aku sedang memikir Bu Kokomu, mengapa ia belum kembali?"
Tetapi kata-kata dusta yang tak sengaja diucapkan Liong Giok Pin itu telah menusuk hatinya Lie Ceng Loan. Ia tersenyum getir. Ia berkata.
"Bu koko telah pergi kembali, meskipun sudah hampir lewat delapan bulan. Apakah ia menjumpai rintangan di perjalanannya?"
Kata Lie Ceng Loan dengan air mata mengucur dari kedua pipinya. Liong Giok Pin pun mengucurkan air mata bukan terhadap sumoaynya tetapi ia memikirkan penderitaan Co Hiong di dalam gua.
"Liong cici, apakah kau juga memikirkan Bu koko?"
Tanya Lie Ceng Loan setelah melihat Liong Giok Pin memangis. Mukanya Liong Giok Pin menjadi merah karena jengah, tapi ia segera simpangkan pembicaraan.
"Apakah kalian sudah makan nasi?"
Tanyanya menyimpang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lie Ceng Loan menggeleng-gelengkan kelapa "Belum. Aku menjaga Pek Cici, aku tak mempunyai waktu untuk makan."
Jawabnya, Sambii tersenyum Liong Giok Pin berkata.
"Baiklah, aku akan sediakan makanan untuk kalian."
"Aku sebetulnya beruntung kata Lie Ceng Loan sambil menarik napas.
"Meskipun aku tak mempunyai ibu dan ayah, tetapi semua orang baik terhadapku Bahkan Pek Cici, kau dan Co Hiong juga tidak terkecuali BeIum lagi ucapannya selesai, Lie Ceng Loan dengar Pek Yun Hui berkata.
"Apa? Co Hiong yang durhaka itu? ia sekarang tak akan dapat berbuat keji dan durhaka lagi!"
Liong Giok Pin terkejut, ia menanyai "Mengapa? Apakah ia akan mati?"
"Meskipun aku tidak membunuh mati dia, tetapi dia telah tak dapat menggunakan ilmu silatnya lagi, dan seumur hidupnya, ia tak dapat melawan orang lain lagi!"
Jawab Pek Yun Hui dengan tenang, Liong Giok Pin berdiri terpaku mendengar ucapan tlu, sebetulnya ia ingin menanya dengan jalan apa dapat menolong Co Hiong, tetapi setelah mendengar kata-kata Pek Yun Hui yang penuh rasa kebencian, mulutnya seakan tersumbat!
ia tak berani melihat Pek Yun Hui, karena ia merasa berdosa, dan ia anggap Pek Yun Hui dapat melihat hatinya yang sudah mulai berkhianat Lie Ceng Loan yang polos berkata.
"Pek Cici, Co Hiong adalah kawan karibnya Bu Koko, jika Cici membunuh mati dia, Bu Koko, setelah mengetahuinya, pasti menjadi gusar."
Pek Yun Hui menjawab sambil tersenyum.
"Dia tak akan mati, aku hanya menotok jalan darahnya di bagian pundak kiri dan lengan kanan, Dia tidak boleh berlatih silat lagi, atau bertempur melawan jago silat lain. Dia harus beristirahat dia tak akan mati. Tetapi jika dia keluarkan tenaga ia tentu merasa sakit di seluruh tubuh-nya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Pek Cici!"
Tanya Lie Ceng Loan.
"Apakah ada jalan untuk menolong dia?"
"Ada!"
Jawab Pek Yun Hui, Tetapi kalau dia ditolong, entah berapa orang lagi akan tewas di tangannya?"
"Baiklah,"
Kata Lie Ceng Loan seperti anak manja.
"Pek Cici ajarkan aku cara menolongnya."
"Untuk apakah kau pelajari cara-cara menolong orang yang menderita luka di dalam tubuh?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Jika aku menjumpai dia, aku akan memberitahukan dia cara menolong dirinya menyembuhkan luka-Iuka di dalam tubuhnya."
Jawab Lie Ceng Loan, Pek Yun Hui tidak menjawab, ia mengawasi gadis yang jujur itu, seolah-olah ingin mendampratnya. Lie Ceng Loan menghampiri dan berkata dengan ramah.
"Cici jika tidak sudi memberitahukan atau mengajarkan ilmu itu, aku pun tidak mendesak, Harap Cici jangan gusar."
Pek Yun Hui rendah hatinya, dan dengan terharu ia menjawab.
"Aku bukan tidak ingin mengajarkan ilmu itu kepadamu, tetapi aku tidak ingin dia sembuh Jika dia sembuh, dia pasti akan menganiaya lebih banyak orang lagi dan lebih banyak orang menjadi korbannya!"
Lalu ia mengusap-usap rambutnya Lie Ceng Loan dan berkata lagi.
"Aku sangat sayang kepadamu kelak semua kepandaianku aku akan wariskan kepadamu, Kini kau belum kuat betul, dan dasar daripada ilmu silatmu belum teguh, Dari itu belum waktunya kau pelajari ilmu-ilmu silat dan lain-lain dari aku. Sabarlah."
"Aku memang yakin bahwa Cici sayang aku. Tetapi jika cici tidak kasih tahu cara mengobati Co Hiong, dia tak akan sembuh, dan dia akan menjadi seorang cacad seumur hidupnya, Bagaimana kalau Bu Koko dapat ketahui? Bukankah Co Hiong kawan karibnya Bu Koko? Bu Koko pasti maki aku, dan katai aku tidak mengenal budi orang..
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bukankah dia di Cie Lian san pernah menolong jiwaku?
Aku akan melupakan budinya itu,?
Aku tidak perlu belajar semua ilmu-ilmu silat dari Cici, aku hanya mohon cici mengajarkan cara mengobati Co Hiong.
-ooo0oooApakah jurang yang dalam mengambil korban?
Melihat sikapnya yang polos dan wajahnya yang simpatik, Pek Yun Hui tidak tega mengecewakan gadis itu, ia menghela napas.
"Baiklah, aku memberitahukan,"
Jawabnya. Lie Ceng Loan menjadi gembira "Betulkah Cici ingin memberitahukan kepadaku?"
Tanya Lie Ceng Loan.
"Kau masih muda dan tak dapat membedakan apa yang baik dan apa yang buruk, Tetapi kau selalu menarik perhatian. Meskipun kau telah memiliki ilmu silat yang tinggi aku khawatir, kau tak akan luput dari bahaya-bahaya di kalangan Kang-ouw,"
Kata Pek Yun Hui.
"Tetapi setelah Bu Koko kembali aku tak akan berpisah lagi, Dia pasti menolong dan membantu aku. Dengan demikian aku tak usah khawatir orang jahat menganiaya aku,"
Kata Lie Ceng Loan.
"Dia?"
Kata Pek Yun Hui.
"Dia pun tak dapat membedakan orang yang baik dan orang yang jahat."
"Jika demikian, aku lebih-lebih tak sudi berpisah dari dia, karena dia dengan mudah dapat ditipu atau dianiaya orang,"
Jawab, Lie Ceng Loan. Ia berhenti sebentar, lalu meneruskan "Pek Cici, kau juga jangan berpisah dengan aku."
Pek Yun Hui tersenyum, lalu berkata."
"Ayo! Aku ajarkan cara menolong Co Hiong!"
Liong Giok Pin mengawasi mereka masuk ke dalam kamar, lalu ia pergi ke dapur menyiapkan santapan untuk ia bersantap bersama-sama Lie Ceng Loan dan Pek Yun Hui.
Baca Juga: Sepasang Naga Lembah Iblis Kho Ping Hoo
Baca Juga: Dendam Sembilan Iblis Tua Kho Ping Hoo