Eps 4 Bangau Sakti - Chin Tung
Baca online Bangau Sakti - Chin Tung
Cersil Bangau Sakti - Chin Tung.
"Susiokmu sudah sembuh betul, kau tak usah khawatir lagi, Meski orang biasa pun dapat memulihkan tenaga dalamnya dua atau tiga hari setelah aku to1ong. Apalagi ia yang ilmu silatnya tinggi sekali! Semua racun ular telah dikeluarkan dan semua jalan-jalan darahnya aku telah bebaskan Setelah aku mengobati Sumoymu, kau dapat kembali ke Yociu dengan bangau putihku, bahkan kau juga dapat pergi ke pegunungan Kun Lun,"
Kata Pek Yun Hui.
"Tapi Cici setelah itu akan pergi kemana?"
Tanya Bee Kun Bu "Aku berani pastikan bahwa Susiok maupun Suhuku akan menghaturkan terima kasih atas pertolonganmu yang besar itu."
Pek Yun Hui geleng-geleng kepa)a, wajahnya berubah sedih. Dengan senyuman yang getir ia berkata.
"Jika Sumoymu telah sembuh, aku harus pergi. Sumoymu itu sangat polos dan suci murni Seluruh jiwa raganya telah dipusatkan kepadamu Jika kau mengabaikan atau tak menghiraukan ia, pasti akan hancur hatinya, Susiok dan Suhumu tak usah pusingkan pertolongan yang kecil tak berarti ini Aku mengobati susiokmu bukan ingin mencari hubungan dengan partai Kun Lun...."
"Aku mengerti, Cici menolong karena aku,"
Sahut Bee Kun Bu.
Pek Yun Hui petiksekuntum bunga dan dilemparkan ke dalam sungai Bunga itu hanyut terbawa arus air menuju ke gua, Ketika itu Pek Yun Hui masih berpakaian seorang wanita dengan rambutnya yang hiiam, halus dan panjang melambai tertiup angin gunung, Dengan tindakan yang agak berat ia berjalan kembali ke gua.
Bee Kun Bu hanya mengawasi dari belakang sambil menahan perasaannya yang sukar dilukiskan dengan perkataan, karena ia berada diantara dua segi asmara.
Sumoynya yang cantik jelita, suci murni, dan mencintai ia
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dengan seluruh jiwa raganya, dan wanita sakti yang cantik pula, budiman dan tinggi ilmu silatnya, di samping perto!ongannya kepada Susioknya, Sumoynya dan ia sendiri Katanya wanita itu telah jatuh cinta kepadanya, Dengan tak terasa tiga hari telah lewat.
Selama itu Pek Yun Hui telah mengobati Lie Ceng Loan dengan sungguhsungguh, Bee Kun Bu dan bangau putih di luar gua.
ia tak berani masuk karena takut melihat wajahnya Pek Yun Hui, yang akibatnya akan membikin ia gelisah lagi Pada hari keempat pun tiba, Bee Kun Bu tak tahan hati lagi untuk tak menengoki Sumoynya.
ia masuk ke dalam gua, dan melihat Pek Yun Hui sedang mengobati Lie Ceng Loan untuk penghabisan kali dengan memegangi kedua tangan Sumoynya dan mencurahkan seluruh perhatiannya untuk mengeluarkan tenaga dalamnya menyembuhkan luka-luka di dalam tubuh Lie Ceng Loan.
ia tak berani menegur Setelah melihat sejenak, ia lalu keluar lagi dari gua itu.
ia duduk di luar gua sambil diam mengawasi awan-awan yang melayanglayang di langit nan biru, mengenangkan peristiwa-peristiwa yang telah timbul selama beberapa hari di pegunungan Cie Lian San.
Tiba-tiba ia dengar Pek Yun Hui berkata dari belakangnya.
"Sumoymu telah sembuh betul Dan... aku harus berlalu "
Bee Kun Bu cepat-cepat bangun, menghampiri Pek Yun Hui, dan menanya dengan perasaan terharu.
"Cici, kau mengapa sekarang?"
"Aku tak apa-apa, sahut Pek Yun Hui sambil tersenyum.
"Aku baik-baik saja."
"Cici tentu saja telah mengeluarkan banyak tenaga untuk menyembuhkan Sumoyku,"
Kata Bee Kun Bu.
"Aku telah mengeluarkan banyak tenaga, tapi tenaga itu dapat dipu!ihkan kembali. Hanya ada satu kali aku tak dapat mengerti, mengapa dalam tiga hari tiga malam itu kau tidak masuk ke dalam gua menengok kami?"
Kata Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu menundukkan kepala tak dapat menjawab Kemudian, setelah mendapat alasan ia berkata.
"Aku takut akan mengganggu Cici."
Belum lagi ia meneruskan katakatanya, Lie Ceng Loan tampak datang berlari-lari sambil berseru.
"Bu Koko, aku sudah sembuh berkat pertolongan Cici."
Lalu ia memeluk erat-erat Pek Yun Hui sambil berkata.
"Cici, terima kasih. Kau baik sekali terhadap kami, Terima kasih."
Pek Yun Hui tersenyum dan menanyai "Apakah kau merasa sudah sembuh betul?"
Sambil melepaskan pelukan Lie Ceng Loan berkata dengan wajah yang riang gembira.
"Aku rasakan sudah sembuh betul! Terima kasih, Cici sungguh baik sekali, Tapi,., tapi Cici hendak pergi kemana?"
"Jika aku pergi, kau masih ada Bu Koko yang mendampingi kau, tidakkah sama saja?"
Kata Pek Yun Hui. Dengan mata berlinang, Lie Ceng Loan berkata lagi.
"Cici, satu hal aku hendak memohon sangat darimu."
"Hal apakah? Apakah kau ingin mempunyai bangau putih yang besar?"
Tanya Pek Yun HuL Lie Ceng Loan tak dapat segera bicara, karena air matanya mengucur semakin deras.
"Jangan menangisi menghibur Pek Yun Hui.
"Aku akan menolong kau sedapat mungkin."
Lagi-lagi Lie Ceng Loan merangkul dan berkata dengan terharu.
"Aku sangat ingin Cici tidak pergi, tapi selalu ada bersama-sama kami, jikalau Cici pergi, Bu Koko juga akan menjadi sedih hati."
Ucapan itu menusuk hatinya Pek Yun Hui maupun Bee Kun Bu yang terus menundukkan kepala dengan hati yang tak keruan rasa.
Untuk sementara waktu mereka tidak bicara, hanya air mata mengucur dari kedua matanya Lie Ceng Loan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sedangkan Pek Yun Hui juga berlinangkan air mata, dan Bee Kun Bu menelan rasa terharunya. Karena pertanyaan agak lama tidak dijawab, Lie Ceng Loan makin sedih menangisnya.
"Sudahlah jangan menangis, aku akan berusaha memenuhi permintaanmu itu,"
Menghibur Pek Yun Hui. Lie Ceng Loan berhenti menangis, dan sambil mengeringkan air matanya ia betot tangannya Pek Yun Hui, ia berkata.
"Cici, aku sudah lama tidak mandi, ayo kita mandi di sungai bersama-sama!"
Pek Yun Hui melihat ke sekitarnya, ia berpikir "Aku sudah beberapa hari mengobati Lie Ceng Loan, dan aku pun belum mandi."
Lalu ia berkata kepada Bee Kun Bu.
"Kau harus menjaga di sini, Aku bersama Lie Ceng Loan hendak pergi ke bawah lembah dan mandi bersama di sungai yang mengalir di situ,"
Bee Kun Bu mengangguk dan menyahut.
"Baik, aku tunggu di sini."
Lalu kedua gadis itu berlari-lari ke bawah lembah, Bee Kun Bu mengawasi mereka dengan hati bimbang, karena jika Pek Yun Hui tidak pergi, akan sulitlah ia menghadapi soal asmara yang rumit itu.
ia berdiri terpaku bagaikan patung memikiri persoalan yang pasti akan merongrong hatinya, Tiba-tiba entah dari mana datangnya dengan ilmu meringankan tubuh yang sangat iihay, ia lihat seorang yang berjubah dan brewok mendaki sebuah puncak gunung, ia khawatir kalau-kalau orang itu pergi ke lembah itu juga, ia segera lari mengejar dan membentak "Hei, kau dari mana dan hendak mencari siapa?"
Pendeta itu yang berusia lebih kurang lima puluh tahun, dengan muka lebar dan kuping besar, segera berhenti ia bersenjatakan pedang, dengan kedua matanya yang besar mengawasi Bee Kun Bu dari atas sampai ke bawah lalu ia menyahut.
pegunungan Cie Lian San sangat luas dan besar, Apakah orang tak diizinkan menginjak daerah ini?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
jawaban itu membikin Bee Kun Bu menjadi bisu, karena daerah itu memang benar bukan miliknya, dan ia tak berhak melarang orang datang ke pegunungan ini. Lalu dengan tersenyum Bee Kun Bu menyahut.
"Aku sebetulnya tidak bermaksud jahat Oleh karena di bawah lembah ini ada dua pemudi sedang mandi, aku khawatir Totiang pergi ke situ."
Maksudku ialah minta Totiang menunggu sampai mereka selesai mandi, barulah Totiang boleh jalan lagi."
Pendeta itu juga tersenyum dan berkata.
"Rupanya kau pun bukan orang dari pegunungan ini. Mengapa kau datang ke pegunungan Cie Lian San ini?"
Baru saja Bee Kun Bu hendak menerangkan tiba-tiba dari lereng gunung terdengar orang berteriak.
"Hei! Apakah orang yang di atas itu Bee Kun Bu?"
Bee Kun Bu terkejut ia segera menoleh ke arah suara itu datang.
Betapa girangnya ketika melihat bahwa orang yang memanggil ia adalah Susioknya, Giok Cin Cu.
Baru saja Bee Kun Bu ingin turun menjemput Susioknya, Giok Cin Cu telah dengan cepat sekali mendaki gunung itu, dan setelah berada dihadapan mereka, berkata.
"pemuda ini adalah murid Toako kita yang aku pernah ceritakan kepada mu."
Tojin (pendeta) itu lalu mengawasi lagi Bee Kun Bu dari kepala sampai ke kaki.
Kemudian dengan tersenyum ia berkata kepada Giok Cin Cu.
Ta betul-betul tunas harapan kita, Toako betul-betul bisa mencari tunas yang baik."
Lalu Giok Cin Cu berkata kepada Bee Kun Bu.
"Hei, mengapa kau tidak memberi hormat kepada susiokmu yang memegang pimpinan di pegunungan Kun Lun?"
Bee Kun Bu terkejut ia pikir.
"Memberi hormat kepada susioknya adalah keharusan, Tetapi mengapa Susiok ini meninggalkan pegunungan Kun Lun, dan mengapa Susiok Giok Cin Cu berlalu dari rumah penginapan di Yociu, Apakah mereka juga hendak mencari Lie Ceng Loan?"
Sambil berpikir,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ia berlutut di hadapan pendeta itu. Pendeta itu lekas-lekas mengangkat bangun sambil berkata.
"Toako telah mengajarkan ilmu pedang Cui Hun Cap Ji Kiam tanpa berunding dulu, sekarang setelah melihat kau, aku mengerti."
Ketika Tong Leng Tojin (nama pendeta itu) menjumpai Giok Cin Cu di rumah penginapan di Yociu, ia telah dapat penjelasan tentang Bee Kun Bu dari Giok Cin Cu, tapi ia masih merasa tersinggung karena Hian Ceng Totiang tidak berunding lagi dengan ia.
Namun setelah mendengar bahwa Hian Ceng Totiang telah pergi ke pegunungan Cie Lian San untuk mengambil buah Sie Can Ko dari kuil Toa Ciok Sie, ia menjadi cemas, ia khawatir Hian Ceng Totiang dengan hampa dibantu oleh Ngo Kong Toa-su tak dapat melawan Hweeshiohweeshio dari Toa Ciok Sie yang terkenal tinggi sekali ilmu silatnya, Maka ia suruh Liong Giok Pin, seorang murid, kembali ke kuil Sam Ceng Kiang di pegunungan Kun Lun, dan ia bersama Giok Cin Cu segera pergi ke pegunungan Cie Lian San dengan maksud membantui Hian Ceng Totiang.
Ketika itu lukanya Giok Cin Cu sudah sembuh dan tenaganya sudah pulih, seperti sedia kala.
Dengan Hian Ceng Totiang dan Ngo Kong Toa-su pergi ke pegunungan Cie Lian San dan Bee Kun Bu yang mencari Lie Ceng Loan belum kembali, maka Tong Leng Tojin mengambil keputusan itu.
Bagaimana Tong Leng Tojin dapat menjumpai Giok Cin Cu?
Soal ini harus diperhatikan jasanya Bee Kun Bu.
Ketika Bee Kun Bu pergi mencari Lie Ceng Loan, di sepanjang jalan ia meninggalkan tanda-tanda dengan maksud memberikan jejaknya kepada kawan-kawannya.
Tanda itu adalah tanda-tanda yang digunakan oleh partai Kun Lun, tanda-tanda tersebut dapat dilihat oleh Tong Leng Tojin yang sedang dalam perjalanan, sehingga ia menjumpai Giok Cin Cu di rumah penginapaan di Yociu.
Dalam perjalanan ke pegunungan Cie Lian San, Giok Cin Cu berusaha membujuk Tong Leng Tojin untuk memahami
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tindakan Hian Co Totiang, tetapi Tong Leng Tojin rupanya masih juga belum puas.
Sikap yang kepala batu itu membikin Giok Cin Cu menjadi marah, lalu ia sengaja mencari-cari lantaran untuk tak menghiraukan Tong Leng Tojin, Setelah berhadapan dengan Bee Kun Bu, dan setelah Tong Leng Tojin mengatakan bahwa ia telah mengerti mengapa Toakonya mengajarkan Cui Hun Cap Ji Kiam kepada Bee Kun Bu tanpa berunding, Giok Cin Cu baru bersikap ramah kembali terhadap Tong Leng Tojin.
Dengan kesempatan itu Bee Kun Bu menuturkan tentang usahanya mencari Lie Ceng Loan, tentang pertolongan yang diberikan Pek Yun Hui dengan melenyapkan bagian-bagian yang ia anggap tidak perlu di beritahukan dan tentang segala pertempuran-pertempuran yang ia telah lakukan melawan Hweeshio-hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie.
Giok Cin Cu dan Tong Leng Tojin mendengarkan dengan penuh perhatian Setelah penuturan itu selesai, Giok Cin Cu berkata.
"Kau dan Lie Ceng Loan sudah ada di sini, maka sebagian dari kekhawatiran kami telah lenyap, Kini masih harus berusaha mencari Suhumu."
Dengan perasaan heran Bee Kun Bu menanyai "Apa-kah Suhu belum tiba di Yociu?"
"Kedatangan ku dan Susiokmu ke pegunungan Cie Lian San semata-mata guna mencari Suhumu..."
Kata Giok Cin Cu, Tetapi, di manakah orang yang telah menolong menyembuhkan luka-lukaku?"
"la sedang mandi bersama Lie Ceng Loan,"
Sahut Bee Kun Bu.
"Dan ia itu seorang wanita, Harap Susiok tidak salah paham."
Sebelumnya Bee Kun Bu memberitahukan bahwa Pek Yun Hui itu seorang wanita, Giok Cin Cu masih merasa cemas, karena ia diobati oleh seorang pemuda yang telah meraba-
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
raba tubuhnya, ia tersenyum memikir kecemasan yang tak beralasan itu.
Tiba-tiba ia mengawasi Bee Kun Bu dengan kedua mata terbelalak ia ingin menanya sesuatu, tetapi saban-saban tak dapat diucapkan Kemudian ia menarik napas panjang, dan menanya Tong Leng Tojin.
"Jieko, apakah sekarang juga kita harus pergi ke kuil Toa Ciok Sie untuk menyelidiki Toako?"
"K^jta mesti pergi,"
Sahut Tong Leng Tojin, Tetapi caranya kita pergi ke situ, aku belum merencanakan Kalau kita pergi dengan sembunyi-sembunyi itulah tidak bagus bagi nama baik partai Kun Lun.
Kalau kita pergi dengan terang-terangan, aku khawatir Hweeshio-hweeshio dari Toa Ciok Sie membikin persiapan untuk men-jebloskan kita dalam perangkap."
"Menurut pendapatku lebih baik kita pergi ke situ terangterangan demi nama baik partai Kun Lun kita,"
Giok Cin Cu menyarankan.
"Pergi dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan sama saja,"
Kata Tong Leng Tojin.
"Maksud kita ialah mencari tahu Toako, Yang aku khawatir kan ialah kita bisa masuk perangkap!"
Ia menarik napas panjang.
sebetulnya ketiga pemimpin partai Kun Lun itu yang hidup seperti saudara kandung mempunyai suatu asmara segi tiga, Giok Cin Cu mencintai Hian Ceng Totiang, dan Tong Leng Tojin mencintai Giok Cin Cu.
Untuk menghindarkan salah paham, Hian Ceng Totiang telah pergi jauh dari pegunungan Kun Lun ke propinsi Anhwie dan mendirikan kuil San Ceng Koan setelah menyerahkan pimpinan kuil San Ceng Kiong di pegunungan kepada Tong Leng Tojin.
Giok Cin Cu tetap memperlakukan kedua saudara angkatnya itu sama rata, Setelah Hian Ceng Totiang berlalu dari pegunungan Kun Lun, dan Tong Leng Tojin harus memegang pimpinan di pegunungan Kun Lun dan tinggal sama-sama Giok Cin Cu, segala sesuatu telah berjalan dengan baik.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hanya ketika Giok Cin Cu menderita luka racun ular berbisa, Hian Ceng Totiang memperlihatkan kasih sayang terhadapnya, ia rela berkorban dan berusaha mencari buah Sie Can Ko untuk menyembuhkan Giok Cin Cu, dan ia yakin bahwa buah mustajab itu tidak mudah diperolehnya, karena dijaga keras oleh Hweeshio-hweeshio yang lihay sekali ilmu silatnya, Mungkin usahanya itu, ia dibunuh mati oleh lawanlawannya.
Maka ketika Tong Leng Tojin merasa khawatir tentang bahaya yang harus dihadapi bila masuk ke kuil Toa Ciok Sie, Giok Cin Cu cemas hatinya dengan tak terasa ia mengucurkan air mata, memikirkan nasib Toakonya, Untuk Toakonya ia telah menderita batin selama tiga puluh tahun, dan dalam usia lima puluh tahun ia masih tetap mencintai Toakonya, Untuk menghibur kesedihan Sumoynya, Tong Leng Tojin berkata.
"Besok kita siap pergi ke kuil Toa Ciok Sie dengan terang-terangan, Tapi sekarang pun belum terlambat karena hari masih pagi."
Belum lagi dijawab oleh Giok Cin Cu, Bee Kun Bu berkata.
"Pek Yun Hui tahu betul seluk-beluknya kuil Toa Ciok Sie. Apakah tidak lebih baik menunggu ia kembali agar kita bersama-sama pergi ke kuil itu?"
Ketika itu Pek Yun Hui dan Lie Ceng Loan sudah mandi dan sedang jalan mendatangi Pek Yun Hui yang mengenakan pakaian wanita nampaknya cantik sekali di matanya Giok Cin Cu, Setelah mereka datang dekat Giok Cin Cu mengangkat kedua tangannya memberi hormat seraya berkata.
"Giok Cin Cu menerima budi besar tertolong dari bahaya maut karena racun ular berbisa, Derigan jalan ini Giok Cin Cu menghaturkan beribu-ribu terima kasih."
Pek Yun Hui membungkukkan tubuh dan menyahut sambil tersenyum.
"Pertolongan yang tak berarti itu harap jangan dibuat pikiran."
Meskipun sikapnya kelihatan congkak, tetapi sangat wajan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Melihat Susioknya, dan berdiri di sampingnya sejenak kemudian, ia pun menanya.
"Susiok, apakah Susiok sudah sembuh betuI? Kakak Hui betul-betul sakti. ia telah menolong Susiok dan juga menolong Koko, dan Co Hiong, kawan dari Koko...."
Giok Cin Cu mengusap-usap rambutnya Lie Ceng Loan dengan kasih sayang, Bagi Giok Cin Cu, nasib Lie Ceng Loan serupa dengan nasibnya sendiri Bee Kun Bu dianggapnya seperti Hian Ceng Totiang ia mencintai Hian Ceng Totiang sama hebatnya seperti Lie Ceng Loan mencintai Bee Kun Bu.
ia hanya mengharap bahwa Lie Ceng Loan dan Bee Kun Bu berhasil mengikat tali pernikahan.
Tetapi dengan munculnya Pek Yun Hui yang sangat menawan hati, dan mungkin lebih cantik daripada Lie Ceng Loan, ia menjadi khawatir jika asmara segi tiga ini akan membawa kekecewaan atau kesedihan hati, itulah yang membikin ia terkejut ketika Bee Kun Bu memberitahukan ia bahwa Pek Yun Hui itu seorang wanita, Dengan hati gelisah Giok Cin Cu berdiri memandang Pek Yun Hui, kemudian Bee Kun Bu berdiri seperti patung.
Sikap itu diperhatikan oleh Lie Ceng Loan, ia memandang kepada Bee Kun Bu seakan-akan hendak me-nanya akan sikapnya yang ganjil itu.
Baru saja ia hendak membuka mulutnya, sekonyong-konyong Pek Yun Hui menjerit sambil melontarkan dua biji pelor perak ke suatu pohon yang tumbuh di depan mereka, lebih kurang lima depa jauhnya, serentak terdengar bunyi "Duk!
Duk!"
Disusul dua jeritan orang kesakitan, dari daun-daun pohon yang lebat di suatu dahan pohon itu jatuh ke bawah dua Hweeshio yang berjubah kuning, Semua orang terkejut Tong Leng Tojin berseru, dan Giok Cin Cu menjadi sadar dari lamunannya sebetulnya ia harus segera memperkenalkan Lie Ceng Loan kepada Tong Leng Tojin akan tetapi ketika memikir nasibnya Lie Ceng Loan yang rupanya masih banyak duri-durinya, ia menjadi lupa
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
memperkenalkan mereka, ia segera berkata.
"Ceng Loan, lekaslah kau memberi hormat kepada Susiokmu!"
Segera Lie Ceng Loan berlutut di hadapan Tong Leng Tojin memberikan hormat yang diterimanya dengan khidmat sebetulnya Giok Cin Cu juga ingin memperkenalkan Pek Yun Hui kepada Jiekonya, tetapi Pek Yun Hui telah mendahului dengan berkata.
"Aku angkatan muda bernama Pek Yun Hui. Mari kita lihat Hweeshio-hweeshio itu!"
Hweeshio-hweeshio itu telah disambit jalan-jaian darahnya sehingga tidak berdaya dan telah jatuh ke bawah dengan menderita luka-luka parah, Dari dekat Tong Leng Tojin dapat menyaksikan dengan kepala matanya sendiri bahwa dua biji pelor perak yang dilontarkan Pek Yun Hui itu telah mengenai jalan darah di jantung, Meskipun kedua Hweeshio itu tidak binasa, namun luka-luka itu tak mudah sembuh, mungkin akan tewas kelak, Tong Leng Tojin berpikir "Melihat usianya paling tua dua puluh satu tahun, tapi ilmu silatnya demikian tinggi."
Ia berkata.
"Lie hiap kepandaianmu setinggi ini aku belum pernah menyaksikan seumur hidupku," .
"Partai Kun Lun sudah terkenal di kalangan Kang-ouw, kepandaian itu tidak seberapa,"
Sahut Pek Yun Hui.
"Ilmu menotok jalan darah dengan melontarkan pelor kecil adalah ilmu yang luar biasa, Kami dari partai Kun Lun pernah dengar tentang ilmu tersebut, tapi belum pernah menyaksikan kelihayannya, Aku yakin guru Lie-hiap adalah orang sakti,"
Kata Tong Leng Tojin.
"Guruku sudah lama tidak mau campur urusan Kang-ouw, dan aku menyesal sekali tak dapat memberitahu-kan,"
Sahut Pek Yun Hui. Tong Leng Tojin tidak mau mendesak ia melihat dua Hweeshio yang sudah menggeletak seperti patung, lalu berkata.
"Mungkin kedua Hweeshio ini dari kuil Toa Ciok Sie. Aku minta Liehiap (pendekar wanita) bebaskan totokan tadi agar ia sadar kembali karena aku menghendaki mereka
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sebagai penunjuk jalan ke kuil Toa Ciok Sie atau memberitahukan kita tentang Toako Hian Ceng Totiang."
Pek Yun Hui jalan menghindari kedua Hweeshio itu, talu dengan cermat sekali ia korek keluar pelor perak dari tubuh masing-masing Hweeshio itu dan dengan jari tangannya ia menguruti bagian yang kena totokan.
Tong Leng Tojin menyaksikan dengan kagum, Setelah lewat sehirupan cangkir teh, kedua Hweeshio itu membuka kedua matanya, kemudian tubuhnya mulai bergerak untuk perlahan-lahan berdiri lagi, Mereka seperti juga orang yang dibangunkan dari tidurnya, Mereka melihat di sekitarnya dengan ketakutan Tong Leng Tojin membentak.
"Hei! Apakah kamu dari kuil Toa Ciok Sie?"
Kedua Hweeshio itu tidak segera menyahut Mereka saling memandang kawannya, seakan-akan takut memberitahukan keterangan tentang kuil mereka, Mungkin juga mereka sedang merasakan sakit dari jatuh yang hebat tadi.
Kemudian salah satu Hweeshio-hweeshio itu anggukkan kepalanya.
"Aku bernama Tong Leng Tojin, Aku ingin mengunjungi kuil Toa Ciok Sie dan menemui pemimpin-pemimpin kuil tersebut Aku minta kalian mengantarkan ke situ,"
Kata Tong Leng Tojin.
Kedua Hweeshio-hweeshio itu belum pernah keluar jauh dari pegunungan Cie Lian San dan belum pernah dengar tentang Tong Leng Tojin, Tapi dalam keadaan itu, mereka tak dapat menolak Salah satu Hweeshio menjawab.
"Jika Totiang hendak mengunjungi kuil kami selayaknya kami tunjukkan jalan dan mengantarnya."
Giok Cin Cu yang tidak sabar ingin mengetahui tentang nasibnya Toakonya, menanya.
"Dapatkah kita berangkat sekarang?"
Kedua Hweeshio itu mengangguk pula, Lalu Giok Cin Cu berkata kepada Pek Yun Hui.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Pek Siocia telah menolong kami lagi, aku Giok Cin Cu tak akan melupakan budi sebesar itu. Di kemudian hari, bila perlu tenaga atau bantuanku, harap Pek Siocia jangan ragu-ragu memberitahukan aku Giok Cin Cu pasti siap sedia membantu."
Ia mengangkat kedua tangannya memberikan hormat, lalu mengikuti kedua Hweeshio itu menuju ke kuil Toa Ciok Sie. Bee Kun Bu juga membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada Pek Yun Hui seraya berkata.
"Aku ingin menyertai kedua Susiokku pergi ke kuil Toa Ciok Sie untuk mencari tahu tentang suhuku, jika aku untung masih dapat kembali hidup aku pasti datang menjumpai Cici lagi membalas budi."
Lalu ia pun mengikuti Giok Cin Cu. Lie Ceng Loan yang masih bersifat kanak-kanak hanya berkata sambil tertawa.
"Pek Cici, aku pun ingin ikut, selamat tinggal, dan sampai bertemu kembali."
Lalu ia pun lari mengikuti Bee Kun Bu.
Pek Yun Hui hanya tersenyum seolah-olah tidak memperhatikan ucapan-ucapan Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan, ia tidak membalas hormat maupun menyahut ia sedang menghadapi suatu soal rumit.
ia tidak ingin merampas kesayangannya Lie Ceng Loan, tapi pun tidak ingin berpisah dari Bee Kun Bu.
ia yang kepandaiannya tinggi dan kesaktiannya sedang menderita godaan asmara, Dengan ilmu meringankan tubuh, mereka berjalan selama lebih kurang setengah jam, dan sudah menempuh perjalanan yang agak jauh, Pek Yun Hui selama itu tetap berdiri di tempat dengan hati yang gelisah, Lalu air matanya mengucurkan keluar ia lekas-lekas turun ke lembah dan mengenakan pakaian laki-lakinya yang berwarna hijau, dan mengikat rambutnya yang panjang dengan ikatan kepala, Dengan demikian, meskipun wajahnya cantik, ia tak mudah dikenalkan bahwa ia seorang wanita.
Diceritakan seterusnya bahwa kedua Hweeshio-hweeshio itu meskipun telah dibebaskan totokannya, mereka harus
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
berjalan dengan susah payah.
Mereka berjalan terus dengan menahan sakit menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk dapat menyertai Tong Leng Tojin dan kawannya, Mungkin dengan maksud lekas-lekas tiba kembali ke kuil agar segera dapat pertolongan para pemimpinnya, dan mungkin juga mereka hendak bawa lawan-lawannya itu ke dalam perangkap, Di lain pihak, Giok Cin Cu yang senantiasa khawatir atas keselamatan Toakonya yang sedang menuju ke kuil Toa Ciok Sie untuk mengambil buah Sie Can Ko, tidak terlalu menghiraukan akan bahaya yang mengancam atau perangkap yang akan menjebaknya, ia tak akan merasa puas jika ia tidak berusaha membantu atau menolong Toakonya, untuk membalas budi toakonya yang telah berkorban dan menyerahkan kitab Kui Goan Pit Cek kepada lawannya untuk menolong jiwanya, dan kedua rela dan siap sedia mengorbankan jiwanya untuk mengambil buah Sie Can Ko.
sedangkan Tong Leng Tojin, yang mencintai Giok Cin Cu, telah insyaf bahwa jalan untuk menghibur Su-moynya ialah menuruti kehendaknya, Disamping itu, ia pun menghormati Toakonya yang selalu bertindak bijaksana dan budiman.
Bee Kun Bu sebagai murid kesayangan, bahkan dapat dikatakan seperti anak kandung, tak akan berhenti berusaha membantu Suhunya yang ia ketahui berada dalam bahaya, Sebagai murid yang taat, setia dan berbakti, ia akan berkorban untuk gurunya yang budiman itu.
Lie Ceng Loan yang masih bersifat kanak-kanak dan yang tidak terlalu pusingkan bahaya asal ia berada di samping Bu Kokonya yang ia cintai dengan seluruh jiwa raganya, menyertai mereka dengan semangat seorang petualang, Bukankah Ngo Kong Toa-su yang menyertai Hian Ceng Tojin adalah ayah angkatnya?
Bukankah ia telah diterima oleh partai Kun Lun sebagai murid!
Dan sebagai murid ia harus juga berbakti dan setia terhadap partai Kun Lun.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Demikianlah, dalam perjalanan menuju ke kuil Toa Ciok Sie, masing-masing di dalam rombongan itu mempunyai maksud, niatan dan hasrat berlainan Mereka berjalan atau berlari mendaki atau turun di pegunungan Cie Lian San yang lebar dan luas tanpa berhenti-henti, Asmara yang banyak segi membikin pendekar muda pusing kepala.
Kedua Hweeshio berjubah kuning yang telah menderita luka terus menunjuk jalan kepada Tong Leng Tojin dan kawan-kawannya di pegunungan Cie Lian San, dan setelah melewati delapan puncak gunung, hari sudah menjadi senja, Agaknya Giok Ctn Cu sudah menjadi tidak sabar, dan ia menanya.
"Sebetulnya kuil Toa Ciok Sie itu di mana letaknya? Kita sudah berjalan lebih dari lima dim, tetapi masih juga belum tiba, Masih berapa jauh lagi?"
Hweeshio yang berjalan di sebelah kiri menunjuk ke suatu puncak gunung yang tinggi di sebelah barat dan menyengir getir menyahut.
"Apakah kau lihat puncak gunung yang tinggi itu? Di situlah letak kuil Toa Ciok Sie!"
Dengan kedua matanya yang tajam Giok Cin Cu melihat puncak gunung yang tinggi itu diselubungi aw yang putih di lerengnya dan kabut di dekat puncaknya.
Melihat puncak gunung yang sangat tinggi itu dan lain dari yang lain, Lie Ceng Loan berseru.
"Bu Koko, untuk membangun satu kuil di atas puncak yang demikian tingginya bukannya pekerjaan yang mudah!"
"Tetapi di atas puncak gunung itu telah tumbuh banyak sekali pohon-pohon cemara, Aku kira mereka menggunakan kayu pohon-pohon tersebut untuk membangun kuil, dengan demikian, pekerjaan membangun-nya tidak terlampau sukar."
Sambil tertawa Lie Ceng Loan menyahut. MBu Koko, kau betul-betul cerdas."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Di hadapan kedua susioknya Bee Kun Bu merasa tidak enak dipuji, Mukanya berubah menjadi merah. Baru saja ia hendak menyahut, Lie Ceng Loan mendahului berkata lagi.
"Bu Koko, Pek Cici adalah seorang gadis yang cantik, ramah tamah, budiman dan bijaksana. Aku merasa berat sekali berpisah dari dia. Bagaimanakah perasaan Koko ketika berpisahan dengan ia?"
Pertanyaan yang wajar itu dengan tak disengaja telah menusuk hatinya Bee Kun Bu, dan mukanya menjadi makin merah, Dengan gugup ia menjawab.
"la betul-betul... baik..."
Dan ia tak dapat meneruskan lagi, Segera air matanya berlinang, ia melengos ke samping dan seka air matanya dengan lengan bajunya.
Sikap tersebut juga diperhatikan oleh Lie Ceng Loan yang hanya menganggap Bee Kun Bu juga merasa berat berpisah dengan Pek Yun Hui.
Sementara itu, kedua Hweeshio yang menunjuk jalan meskipun menderita luka-luka dan harus memaksakan diri berjalan terus, tetapi mereka senantiasa mengawasi Lie Ceng Loan yang cantik jelita dengan timbul napsu birahinya, Mereka menikmati pandangan matanya kepada kecantikan gadis itu dan dapat melupakan penderitaannya Dasar Hweeshiohweeshio biadab, puncak gunung yang mereka tuju rupanya tidak jauh lagi, tetapi mereka baru tiba di kakinya setelah suasana menjadi gelap.
Giok Cin Cu memperhatikan keadaan puncak gunung tersebut yang teletak di antara dua puncak gunung yang lebih rendah, Untuk mendaki ke atas, mereka harus melalui jurang yang curam atau jalan yang sangat sempit yang hanya kambing gunung dapat melewatinya, Dilihat dari kaki gunung, puncak yang titfggi itu dengan kedua puncak yang rendahan di kiri kanan nampaknya seperti seekor burung garuda sedang membentang kedua sayap-nya.
Tong Leng Tojin juga memperhatikan keadaan jalan yang sempit dan jurang yang curam menuju ke kuil yang terletak di atas.
Tumbuh-tumbuhan masih dapat tumbuh di bagian bawahnya, akan tetapi di bagian atas hanya terlihat tanah dan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
karang gunung yang licin, jalan yang sempit berliku-liku itu musuh dapat membuat perangkap atau menghalang di tiaptiap tikungan, dan untuk menghindarkan pembokongan di jalan yang sempit dan berbahaya itu merupakan pekerjaan yang sukar sekali.
Oleh karena itu, ia berjalan dekat sekali di belakangnya Hweeshio pengantar di sebelah kiri dengan sikap waspada sekali, Bila ada musuh yang menyerang dengan sekonyongkonyong, ia dapat segera memukul penunjuk ja-lannya, binasa dengan tinjunya, atau menotok jalan darahnya Dengan suara bisik ia bisiki Giok Cin Cu untuk bersikap waspada Lalu Giok Cin Cu menitahkan Lie Ceng Loan dan Bec Kun Bu dengan suara rendah.
"Kalian harus berjalan di belakang dan jangan terlalu dekat, agar musuh tak dapat menyerang kita semua dengan serentak."
Lalu ia pun loncat dan berjalan dekat sekali di belakang Hweeshio yang berjalan di sebelah kanan, Kedua Hweeshio yang diikuti sangat dekat di belakangnya sebentar-sebentar menoleh ke belakang Ke-tika mereka harus turun ke suatu jurang, mereka loncat turun dengan cepat sekali, Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu juga loncat turun mengikuti mereka, jurang itu lebih kurang tiga puluh tombak dalamnya, tetapi mereka dapat meloncatnya dengan gesit dan selamat dengan ilmu meringankan tubuh, Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan juga dapat loncat turun dengan selamat Selama lebih kurang setengah jam, mereka masih dapat berjalan melalui jalan atau jurang yang berbahaya dengan selamat, dan tidak menjumpai serangan yang mendadak dari musuh walaupun cuaca gelap petang di malam hari itu, berkat tajamnya mata mereka, Dari bawah jurang tadi mereka harus mendaki satu lereng gunung yang licin lagi untuk tiba di sebidang datar Di situlah terdengar oleh mereka suara gerakgeriknya, dan kemudian dari tempat sedikit jauh mereka lihat empat Hweeshio dengan senjata kaitan dan lembing berdiri berderet menghadang (mencegat) mereka.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hweeshio-hweeshio yang menunjuk jalan, setelah melihat kawan-kawannya, segera loncat ke pihak kawan-nya.
Dengan demikian Tong Leng Tojin dan kawan-kawannya harus melawan Hweeshio-hweeshio itu yang berjumlah enam orang, Giok Cin Cu segera cabut pedangnya, dan mengejar Hweeshio-hweeshio yang loncat ke pihak kawan-kawannya, ia berpendapat bahwa untuk datang ke kuil Toa Ciok Sie, empat Hweeshio yang menghalau jalan harus dibasmi dulu, Maka sambil mengejar kedua Hweeshio yang loncat tadi ia kirim tusukan kepada empat Hweeshio penghalau jalan dengan ilmu Heng Hua Cun Ji atau hujan turun di musim semi, Tusukan secepat kilat dengan ujung pedang, Dalam suasana malam yang gelap itu pedangnya berkilau-kilau di bawah sinar bulan, jurus itu adalah salah satu jurus dari ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam yang lihay sekali Tetapi empat Hweeshio yang mencegat jalan itu adalah jago-jago silat yang dimalui dari delapan belas Lo Han di kuil Toa Ciok Sie.
Dengan serentak mereka menangkis sapuan dan tusukan yang bertubi-tubi dengan kaitan-kaitan dan lembingnya, sehingga terdengar nyaring suara senjata-senjata yang beradu, Giok Cin Cu terkejut karena ia tidak menduga bahwa jurus istimewanya dapat ditangkis dengan mudah saja, ia yakin bahwa jurus itu sekurang-kurangnya dapat mendesak mundur pihak lawan, tetapi keempat Hweeshio itu bukan saja tidak mundur bahkan dapat mendesak maju setelah menangkis sapuan dan tusukan-tusukannya.
Justru pada saat ia terkejut karena berkelip-kelip ujungujung lembing di depan dadanya, ia tiba-tiba mundur dua tindak untuk menyabet lembing-lembing itu, dan meneruskan dengan tusukan-tusukan yang bertubi tubi lagi, jurus yang ia gunakan masih juga jurus yang serupa, karena ia merasa sangat penasaran Kali ini keempat Hweeshio harus mundur beberapa tindak untuk menghindari tusukan-tusukan yang dahsyat dan secepat kilat itu!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tong Leng Tojin masih belum turun tangan, ia memperhatikan bahwa jurus-jurus keempat Hweeshio itu sangat ganjil, yang ia belum pernah melihatnya, Giok Cin Cu sudah beringas, Dengan jeritan keras, ia rubah jurusnya dengan menggunakan ilmu silat pedang Hun Kong Kiam (Sinar matahari membasmi musuh), pedangnya berkelebat-kelebat membikin terang suasana seakan-akan bintang-bintang jatuh berhamburan dari langit.
Empat Hweeshio itu tak dapat menangkis, Mereka harus mundur, kalau tidak mau menderita tusukan dan sabetan pedang, Pada satu ketika, Giok Cin Cu membikin terpental lembing Hweeshio, dan ia terus mengejar untuk membikin tamat riwayatnya, Tiga Hweeshio lainnya Iekas-lekas datang menolong dengan menggeprak tusukan pedang itu dengan kaitan-kajtannya.
sebelumnya Hian CengTojin dapat tertolong, atau ketahuan berada di mana, Tong Leng Tojin tidak ingin Giok Cin Cu membunuh lawan-lawannya, Maka setelah keempat Hweeshio4ersebut terdesak mundur, ia membentak "Hei!
ilmu silat keempat saudara, kami sudah saksikan.
Aku minta diberitahukan siapakah pemimpin-pemimpin kuil Toa Ciok Sie, atau tolong sampaikan kepada pemimpin mu bahwa dua pemimpin dari partai Kun Lun yang berpusat di kuil Sam Ceng Kiong di pegunungan Kun Lun, yakni Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu ingin berjumpa!"
Empat Hweeshio tersebut berhenti sejenak dan mengawasi Tong Leng Tojin, dan kemudian Giok Cin Cu. Lalu seorang diantaranya berkata.
"Jika kalian bermaksud membikin kunjungan kepada pemimpin-pemim-pin kami, mengapa kalian melukai orang kami?"
Sambil tertawa Giok Cin Cu menyahut.
"Orangyang melukai kawan-kawanmu bukannya kami, Kalian mengintai gerak-gerik kami, di tempat gelap, sehingga membuat kami
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
curiga, Apabila kalian tidak sudi menyampaikan kepada pemimpin-pemimpin kuil, jangan mempersalahkan kami jika kami terpaksa menggunakan kekerasan!"
Empat Hweeshio itu yang telah rasai jurus-jurus yang dahsyat dari Giok Cin Cu mengetahui, bahwa mereka tak dapat menahan lebih jauh, Lagi pula yang datang adalah pemimpin-pemimpin dari partai Kun Lun sendiri, maka mereka tak berani mengganggu lagi.
Salah seorang Hweeshio di sebelah kanan rupanya menjadi pemimpin rombongan menyahut.
"Karena tamu yang ingin menjumpai pemimpin-pemimpin kami adalah pemimpinpemimpin partai Kun Lun. Kami sudi menyampaikan keinginan kalian, Tapi untuk naik ke atas dan turun lagi, perjalannya harus meminta waktu yang agak lama. Kami minta kalian tunggu di sini dulu."
Melihat sikap Hweeshio-hweeshio yang tidak mengenal aturan itu Tong Leng Tojin menjadi marah, Dengan mencemoohkan mereka ia berkata.
"Apakah ini caranya orang-orang Toa Ciok Sie menerima tamu? Aku yang telah berkecimpung di kalangan Kang-ouw berpuluh-puluh tahun belum pernah menjumpai pelayanan semacam ini! Apakah kalian kira kami tak berani menggunakan kekerasan?"
Baru saja omongan itu selesai, dari lereng gunung terdengar suara orang mengejek.
"Siapakah yang nyalinya demikian rupa besarnya? Dan berani datang di bawah jurang Ceng Yun Giam mencari binasa!"
Ejekan itu dibarengi dengan loncat turunnya satu orang yang hanya kelihatan seperti bayangan hitam terbang turun dari atasi Dengan mengawasi ke arah orang itu, adalah seorang Hweeshio berusia lebih kurang lima puluh tahun, berjubah hijau, mukanya panjang seperti mukanya seekor keledai, dan bersenjata toya panjang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hweeshio-hweeshio yang berjubah kuning, setelah melihat Hweeshio yang berjubah hijau itu segera memberi hormat dengan membungkukkan tubuh, Setelah melihat orangorangnya, Hweeshio berbaju hijau itu mengawasi Giok Cin Cu, lalu menanyai "Kalian datang dari manakah?"
Sikap yang lebih pantas dari Hweeshio berjubah hijau itu meredakan gusarnya Tong Leng Tojin, Tetapi sikapnya yang congkak membikin ia menyahut dengan congkak pula "Pemimpin partai Kun Lun.
Tong Leng Tojin, ingin menemui pemimpin-pemimpin kuil Toa Ciok Sie!"
Laiu si Hweeshio berjubah hijau itu mengawasi juga Lie Ceng Loan dan Bee Kun Bu sebelumnya ia berkata lagi.
"Maaf! Maaf, jika orang-orangku kurang hormat Totiang adalah dari partai Kun Lun yang terkenal Aku pendeta ini bernama It Ceng, dan tugasku ialah mencari tahu tentang tamu-tamu yang berkunjung ke kuil Toa Ciok Sic jika Totiang ingin menemui pemimpin kami, aku harus pergi naik gunung menunjuki jalan."
Laiu ia angkat toyanya dan dipegang melintang c|i dadanya sebagai tanda menghatur hormatnya, laluria berjalan di muka sebagai pengantar jalan, Tong Leng Tojin yang mempunyai ilmu silat tinggi dan bernyali besar segera mengikuti di belakang si Hweeshiohweeshio tua itu, sedangkan Kun Bu dan Lie Ceng Loan berjalan di tengah dan Bee Kun Bu di belakang Hweeshiohweeshio yang lain berjalan paling belakang.
Jalan gunung yang ditempuh itu makin iama makin berbahaya, dan setelah mereka menempuh sekian lama lagi, mereka tiba di suatu tempat yang jalannya buntu, Di sekitarnya diselubungi salju, Angin gunung yang dingin meniup hebat Mereka harus mendaki jurang yang licin karena salju yang menutupi jurang tersebut Bagi Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu yang sudah biasa turun dan naik jurang, ditambah pula dengan ilmu meringankan tubuh yang tinggi, mendaki jurang yang tebing itu tidak menjadi soal Bee Kun Bu masih dapat mendaki dengan mudah, akan tetapi Lie Ceng Loan harus mendakinya dengan susah payah.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tong Leng Tojin yang sudah berpengalaman telah insyaf bahwa si Hweeshio tua itu sengaja mengambil jalan yang sukar dengan maksud menguji ilmu meringankan tubuh para tamunya, bahwa Hweeshio-hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie itu mempunyai jalan lain yang jauh lebih mudah ditempuhnya, Bagi ia Jalan yang bagaimana sukar pun dianggapnya remeh, Setelah mendaki jurang yang tebing itu, mereka tiba di satu tempat tanah datar di mana telah tumbuh banyak pohonpohon cemara, Di dalam suasana malam gelap itu, pohonpohon cemara itu hanya tampak samar-samar dan hitam gelap, berapa luasnya hutan cemara itu sukar ditaksir Ketika mereka tiba di pinggir hutan itu, It Ceng Hweeshio menoleh ke belakang sambil berkata.
"Hutan itu mempunyai jalan yang berliku-liku, Berjalan dalam suasana gelap ini akan memakan banyak waktu, Lebih naik kita jalan di pinggir hutan saja!"
Berjalan di pinggir hutan itu berarti berjalan di pinggir jurang, dan sangat berbahaya, It Ceng Hweeshio memang bermaksud menguji kepandaian para tamunya, Lalu ia berlari di pinggir hutan melanjutkan perjalanan Tong Leng Tojin mengetahui maksudnya si Hweeshio tua itu ia pun lari membayangi lari di be-lakangnya.
Giok Cin Cu memegangi tangannya Lie Ceng Loan berlari-lari mengikuti di belakang, sedangkan Bee Kun Bu dapat mengikuti tanpa kesukaran, Setelah melewati pohon-pohon hutan cemara ter********************************
Jilid 4 Halaman 50/51 Hilang ******************************** Tong Leng Tojin merasa heran bahwa pukulan angin tangannya tidak bisa merubuhkan lawannya, kalau dipikir It Ceng Hweeshio hanya menyambut tamu dan penyelidik para pengunjung belaka, Bagaimana ilmu silat pemimpin-pemimpin
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kuil itu?
pasti ilmu silatnya jauh lebih tinggi dari pada It Ceng Hweeshio, ia menjadi lemas sekali, ia khawatir kalau ia dan kawan-kawannya telah masuk dalam perangkap, It Ceng Hweeshio, setelah menangkis serangan angin tamu atau lawannya itu terus keluar dari ruang tamu, Tong Leng Tojin dan kawan-kawannya terpaksa menunggu di ruang tamu itu.
Tapi setelah lewat hampir setengah jam, It Ceng Hweeshio masih juga belum kembali Giok Cin Cu berkali-kali ingin keluar mencari pemimpin kuil, tapi selalu ditahan oleh Tong Leng Tojin, Kemudian terdengar suara tambur yang dipukul tiga kali, dan keadaan di seluruh kuil itu menjadi semakin seram dan sunyi, sehingga suara napas mereka dapat terdengar nyata sekali!
Bunyi tambur itu disambung dengan bunyi lonceng yang dipukul sembilan kali, suara dengungnya lama baru sirap!
Tak lama setelah suara lonceng itu, tampak It Ceng Hweeshio dengantergesa-gesa masuk ke dalam ruang tamu, ia datang tanpa toya-nya, dan sikapnya lebih ramah, Dengan tersenyum ia berkata.
"Pemimpin kami sangatgirang mendengar kalian datang berkunjung sekarang beliau tengah menanti untuk menerima kalian."
Warta itu menggembirakan Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu.
Mereka segera bangun dari tempat duduknya dan siap mengikuti It Ceng Hweeshio, Setelah keluar dari ruang tamu, mereka berjalan di lapangan di atas jalan dari batu-batu gunung yang putih, melewati beberapa ruang-ruang atau kamar-kamar yang kecil.
Jalan itu berliku-liku, dan akhirnya mereka berjalan melalui pohon-pohon cemara di kedua sisi jalan untuk sampai ke suatu bangunan yang besar sekali.
Sinar api dari lelatu-lelatu menyorot keluar dari jendela bangunan itu, dan di dalam tampak pula yang mondar-mandir, It Ceng Hweeshio terus ajak para tamunya masuk ke rumah besar itu, Rumah besar itu dibangun dengan batu-batu gunung yang hijau, Tingginya tiga depa dan mempunyai
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sembilan ruang.
Di dalam ruang tengah tampak menyalanya dua puluh empat lilin yang besar sehingga seluruh ruangan menjadi terang benderang Tepat di tengah-tengah ruang itu di depan tembok terletak satu meja sembahyang yang beralaskan kain sutera kuning, Akan tetapi di atas meja sembahyang itu tidak ada patungpatung dewa-dewa atau dewi-dewi, melainkan tiga bunga teratai besar yang dibuatnya dari pada batu gunung-gunung yang hijau, Bunga-bunga teratai dari batu itu ditutupi dengan kain sutera kuning, diduduki oleh tiga Hweeshio yang mengenakan jubah putih.
Hweeshio yang di tengah panjang sekali alisnya sehingga menutupi kedua matanya yang dipejamkan Meskipun kulit badannya putih, tapi air mukanya bersinar merah dan licin, Tong Leng Tojin yang melihat wajah itu terkejut ia berpikir "Orang yang sangat mahir ilmu tenaga dalamnya, tak bisa memelihara wajah yang demikian bersinar merahnya, Hweeshio itu mempunyai kepandaian membikin dirinya menjadi muda lagi!"
Hweeshio yang duduk di sebelah kanan mempunyai wajah yang hitam seperti pantat kuali, tubuhnya gemuk seperti kerbau, pipi tembam, hidung bulat dan besar Hweeshio yang di sebelah kiri bertubuh kecil kate dan kurus, air mukanya pucat seperti kertas, berlawanan sekali dengan Hweeshio yang duduk di sebelah kanan, dengan kawan karibnya, Ngo Kong Toa-su, karena ingin minta buah Sie Can Ko, telah berusaha datang ke kuil Toa Ciok Sie.
Akan tetapi sehingga kini mereka belum kembali dan tidak ada kabar ceritanya, Oleh karena itu, mohon keterangan tentang mereka!"
Sin Hut Leng Yan tidak menjawab, tapi Ku Hut Leng Kong yang duduk di sebelah kiri, menjawab dengan menyengir "Apakah kau kira buah Sie Can Ko mudah diperolehnya?
Toakomu datang ke kuil Toa Ciok Sie dengan hasrat mengambil buah tersebut pasti dia sia-sia belaka!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Mendapat jawaban yang kasar itu Giok Cin Cu menjadi gusar ia membentak.
"Kami tidak butuh buah Sie Can Ko yang kau pandang sangat berharga itu! Kita datang kesini hanya ingin minta keterangan tentang Toako kami dan kawan karibnya!"
Lalu Ku Hut Leng Yan tertawa gelak-gelak dan berkata lagi.
"Kami dari kuil Toa Ciok Sie tidak sute berhubungan dengan orang-orang dari kalangan Kang-ouw. Partai Kun Lun dan kami pun tidak mempunyai dendam. Lagi pula tempat ini adalah tempat suci, Bagai-manakah kami dapat membiarkan kalian membikin kotor di sini?!"
Jawaban yang kasar dan tak sopan itu membikin Giok Cin Cu gemetar karena marahnya, dan untuk beberapa detik ia tak dapat menjawab atau mendamprat Bahkan Tong Leng Tojin yang jauh lebih sabar pun telah menjadi gusar ia membentak.
"Kuil Toa Ciok Sie tidak merupakan satu bentengan dari tembok kuningan atau pintu besi, Kami datang ke kuil ini dengan hati yang tulus dan sikaJ) yang hormat tidak dengan maksud hanya membikin onar, dan mengotorkan kuilmu seperti kau katakan!"
Sin Hut Leng Yan menyahut dengan congkak.
"Melihat sikapmu, kalian memang bermaksud mencari lantaran!"
Lalu Tong Leng Tojin mundur dua tindak dan mencabut pedangnya, ia membentak dengan suara yang keras sekali.
"Apabila Toa-su tidak sudi memberitahukan tentang jejak Toako kami, aku terpaksa akan menggunakan kekerasan!"
Sambil tertawa gelak-gelak Sin Hut Leng Yan me-ngebut lengan bajunya, yang anginnya segera memadamkan semua lilin-lilin yang menyala, Suasana menjadi gelap gulita dan seram sekali, Mereka terkejut dan berdiri dengan waspada sambil siap sedia menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi Tetapi ketika seorang Hweeshio menyalakan lilin-lilin lagi, tempat duduk bunga teratai dari batu itu telah kosong.
Ketiga pemimpin kuil telah menghilang entah kemana!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Orang-orangyang menyalakan lilin itu adalah It Ceng Hweeshto.
Dan di dalam ruangan itu hanya ketinggalan ia dan empat Hweeshio yang bersenjata toya.
Tapi Hweeshio yang berjubah hijau dan bersenjata toya bersama-sama dua anak tanggung entah bersembunyi di mana, Kejadian yang berlangsung sangat cepat dan ganjil itu membikin Tong Leng Tojin menjadi cemas, ia berpikir Ai!
Kebatan lengan baju Sin Hut Leng Yan itu betul-betuI lihay, Tinggi sekali ilmu tenaga dalamnya!
Aku khawatir setelah masuk ke dalam kuil ini akan sukarlah untuk dapat keluar."
Setelah semua lilin dinyatakan dan suasana menjadi terang lagi, empat Hweeshio yang bersenjatakan toya lalu berpencar dan berdiri di empat sudut mengurung Tong Leng Tojin dan kawan-kawannya.
Keadaan sudah menjadi demikian gawatnya, dan Tong Leng Tojin pikir hanya dengan kekerasan barulah ada kemungkinan mereka dapat keluar dari kepungan itu.
ia membisiki Giok Cin Cu.
"Kalian jangan turun tangan dulu, Biarlah aku coba gempur empat Hweeshio itu, dan menanti bagaimana kesudahannya!"
Lalu dengan pedang terhunus ia serang Hweeshio yang berdiri di sebelah barat!
serangan itu cepat sekali, tapi keempat Hweeshio itu semuanya mempunyai ilmu silat yang tinggi, maka serangan dahsyat dari Tong Leng Tojin dapat dengan mudah ditangkis, Tong Leng Tojin menyerang lagi, dengan merubah jurusnya, Baru saja ia ayun pedangnya, tiba-tiba Hweeshio-hweeshio yang di kiri kanan datang menyerang ia dari samping dengan toya yang berujung bulat.
Tong Leng Tojin segera tarik kembali pedangnya sambil terus menggunakan ilmu Sin Liong Jin Hong atau menunggang kuda naga memancing burung Hong.
ia berhasil mengelaki serangan di kedua sampingnya, dan dengan menjerit keras ia lancarkan jurus ilmu pedang Hun Kong Kiam Hoat pertempuran menjadi seru sekali, pedangnya Tong Leng
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tojin seakan-akan berubah menjadi banyak pedang dengan sinarnya yang berkilau-kilau, sebetulnya ilmu silat Hun Kong Kiam Hoat dari partai silat Kun Lun mengutamakan kecepatan, dan dapat menyerang dengan dahsyat Dengan tenaga dalam dari Tong Leng Tojin, maka serangan-serangan pedang tersebut semakin menjadi berbahaya.
Bee Kun Bu berdiri di samping menyaksikan susioknya bertempur seperti geraknya seekor naga di antara ombak menerkam empat Hweeshio dengan tusukan, sabetan, totokan dan bacokan yang dilancarkannya secepat kilat semenjak ia telah mempelajari ilmu silat pedang Hun Kong Kiam Hoat, ia belum pernah menyaksikan cara ilmu silat tersebut dilakukan Oleh karena itu kesempatan ini ia sangat perhatikan untuk dapat mempetajarinya.
ia melihat bahwa ilmu silat pedang Hun Kong Kiam Hoat semakin lihay jika dilakukan oleh Susioknya, Banyak pelajaran ia peroleh dengan menyaksikan pertempuran susioknya melawan empat Hweeshio yang tinggi ilmu silatnya!
Tapi setelah menyerang bertubi-tubi selama dua puluh jurus, Tong Leng Tojin masih juga tak berhasil mendesak keempat Hweeshio yang mengerubuti ia, bahkan keempat Hweeshio itu makin menjadi beringas.
Setelah pertarungan berjalan tiga puluh jurus, Tong Leng Tojin menjadi cemas, karena melihat keempat lawannya bertempur semakin hebat dan beringas, Untuk ia meloloskan diri dari kepungan keempat Hweeshio itu adalah pekerjaan yang mudah baginya, Tapi untuk dapat mengalahkannya mungkin harus menggunakan jangka waktu yang agak lama, ia tampak bahwa lawannya tidak balas menyerang mereka hanya menangkis, mengegos dan menjaga diri.
Rupanya itulah siasat mereka untuk meletihkan lawan.
Tong Leng Tojin merasa cemas, karena sebagai pemimpin partai Kun Lun ia harus dapat mengalahkan empat Hweeshio
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tersebut sebelumnya seratus jurus berakhir Apabila ia tak dapat merubuhkan keempat Hweeshio yang hanya menjadi murid-murid dari pemimpin kuil Toa Ciok Sie, bagaimana ada muka menjadi pemimpin partai Kun Lun?
Dengan tekad tersebut ia mulai menyerang lagi dengan hebat dan tak menghiraukan akibat dari pertempuran itu!
Ketika itu Bee Kun Bu juga memperhatikan bahwa susioknya mulai melancarkan jurus-jurus Cui Hun Cap Ji Kiam dengan tangan kanannya, dan melancarkan pukulan dengan tangan kirinya dengan menggunakan ilmu Tian Kong Ciang.
Jurus-jurus Cui Hun Cap Ji Kiam itu dilancarkannya seperti juga bintang-bintang bertaburan di langit, dan Tian Kong Ciang seperti juga ombak menderu-deru.
semuanya menyilaukan mata dan membisikkan telinga!
Hasilnya segera terlihat.
Keempat Hweeshio itu terdesak mundur!
Tong Leng Tojin merasa gembira dengan hasil semoga nserangan nya.
Tapi tiba-tiba keempat lawannya menjerit dengan berbareng sambil membalas menyerang dengan toyatoya besi nya.
Empat toya besi itu balas menyerang satu pedang, dan dengan cepat dapat membendung serangan Tong Leng Tojin.
Giok Cin Cu yang melihat bahwa suhengnya tak berhasil menggempur Hweeshio-hweeshio itu, lalu maju membantu dengan pedang terhunus, ia datang menyerang dengan jurus Hong Lee Kiau Kit atau angin dan geledek datang menyerang, dan berhasil mendesak mundur Hweeshio itu, Kesempatan ini digunakan oleh Tong Leng Tojin untuk menyabet, membacok dan menusuk!
Empat Hweeshio itu sebetulnya merupakan muridmu rid angkatan baru kesatu yang berjumlah delapan orang, yang kesemuanya telah berpengalaman lebih dari tiga puluh tahun.
Mereka hanya di bawah ketiga pe-mimpin-pemimpin kuil Toa Ciok Sie, dan mereka semua menggunakan nama pertama dengan huruf "lt".
ialah ke delapan Hweeshio-hweeshio yang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
merupakan murid-murid angkatan kesatu bernama It Tong, It Ceng, It Goat, It Yun, It Lee, It Tien dan It San.
Satu diantara mereka, It Beng Toa-su, karena jemu terhadap perbuatan-per-buatan pemimpin-pemimpin kuil, telah kabur keluar Dan tentang ia, kita telah tuturkan di bagian depan dari cerita ini.
Dengan kaburnya It Beng, maka masih ketinggalan tujuh orang, tiga diantaranya bertugas.
Yang bertempur melawan Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu adalah It Yan, It Lee, It Tien dan It San.
Setelah Giok Cin Cu datang dan membantu, It Tien dan It San dapat didesak mundur, sedangkan Tong Leng Tojin dapat bertempur melawan It Yan dan It Lee, Tetapi setelah bertempur lagi 10 jurus, Hweeshio-hweeshio tersebut rupanya masih sanggup melawan terus, Ketika Tong Leng Tojin memperoleh kesempatan baik sekali untuk menusuk lawan nya, tiba-tiba terdengar suara bentakan dari It Ceng Hweeshio dan seorang Hweeshio berjubah hijau yang datang menyerang Tong Leng Tojin dengan toya besi dari belakang, Bee Kun Bu yang senantiasa siap sedia, ketika melihat dua Hweeshio itu menyerang dari belakang, segera loncat dan menyambut dengan pedangnya, sebetulnya yang datang bersama It Ceng Hweeshio adalah It Goan Toa-su, dan mereka berdua lebih tinggi sedikit ilmu silatnya daripada It Yun, It Lee, It Tien dan It San.
Bee Kun Bu tak dapat menahan mereka, pedangnya dipukul dan terpental dan iapun terdesak mundur setindak!
Hanya dengan satu jurus itu Bee Kun Bu yakin bahwa ia tak dapat melawan It Ceng Hweeshio dan It Goan yang jauh lebih tinggi ilmu silatnya daripada ia.
Dalam keadaan terjepit, ia segera menggunakan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu atau langkah ajaib yang ia pelajari dari Pek Yun Hui.
ia bertindak ke kiri dan ke kanan, mengegosi puku!an, kemplangan dan sodokan, Tubuhnya seperti bayangan sebentar muncul dan sebentar lenyap!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
It Ceng dan It Goat meskipun mempunyai ilmu silat yang tinggi telah dibikin kacau oleh caranya Bee Kun Bu mengegos dan mengelit diri dari serangan-serangannya, karena tiap-tiap serangan, sodokan atau sabetan toya besi, mereka telah memukul angin!
Maka setelah lewat lebih kurang sepuluh jurus, kedua Hweeshio itu menjadi pening kepalanya dan kalut silatnya, Lie Ceng Loan yang memperhatikan cara Bee Kun Bu bertempur mula-mula sangat khawatir akan keselamatannya Bee Kun Bu, karena ia pun yakin setelah menyaksikan Bee Kun Bu meloncat dan menyabet dengan pedangnya tanpa hasil, bahwa kedua Hweeshio lawan-lawanya itu tinggi ilmu silatnya, Tapi setelah Bee Kun Bu menggunakan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu, kedua Hweeshio-hweeshio itu menjadi kelabakan dan tak berdaya, Dengan lupa keadaan di sekitarnya, karena gembiranya ia berseru.
"Bu Ko-Ko! Kedua Hweeshio bisa mati karena kewalahan! Mereka tak berdaya menghadapimu !"
Seruan tersebut menarik perhatiannya Tong Leng Tojin, ia menoleh ke arah Bee Kun Bu yang sedang mempermainkan lawan lawannya dengan luar biasa sekali ia sangat leluasa dapat melangkah ke kiri atau ke kanan mengegosi sabetan, kemplangan dan sodokan toya-toya lawan nya.
Sejenak kemudian kedua Hweeshio itu menjadi pening kepalanya, dan kalut bersilatnya.
Hweeshio itu terpaksa menjaga diri, karena Bee Kun Bu dapat kesempatan untuk melancarkan tusukantusukan atau sabetan-sabetan pedangnya lagi Langkah ajaib yang membingungkan Hweeshio-hweeshio itu membikin kagum Tong Leng Tojin dan Giok Cin Cu.
Mereka pun tak mengetahui di mana Bee Kun Bu dapat mempelajari langkah ajaib itu!
Di pihak Tong Leng Tojin, karena sambil bertempur sambil memperhatikan cara Bee Kun Bu bertempur, hampir-hampir kena dikemplang oleh toyanya It Lee.
Dengan cepat ia loncat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ke samping untuk menghindari kemplangan, lalu mengirim tusukan ke dada lawannya, dan seterusnya dapat mengendalikan lagi keunggulannya.
Di saat itulah telah terlihat nyata pihak manapun yang lebih unggul It Ceng dan It Goat telah dibikin pusing oleh ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu dari Bee Kun Bu.
It Yufi dan It Lee tak dapat mendesak atau memenangkan Tong Leng Tojin, Hanya Giok Cin Cu seorang yang masih belum dapat mengatasi kepungan It Tien dan It San, Ketika pertempuran berlangsung dengan serunya, sekonyong-konyong terdengar suara orang membentak.
"Hai! Kalian semuanya tak berguna! Mustahil enam orang tak dapat menjatuhkan tiga lawan? Ayo minggir!"
Keras sekali bentakan itu sehingga atap rumah pun tergerak!
Keenam Hweeshio setelah mendengar bentakan tersebut, segera loncat mundur dan berhenti bertempur Tapi mereka berdiri berderet untuk mencegah jalan bagi musuhmusuhnya, Tong Leng Tojin menoleh ke arah suara bentakan yang keras itu!
ia melihat bahwa yang mendatangi ialah pempimpin kedua, Tia Lat Leng Hai yang tubuhnya besar seperti seekor kerbau.
Dengan tenang ia bertindak mendatangi dan wajahnya seram sekali karena dengan mata melotot ia mengawasi keenam Hweeshio yang tidak mampu menakluki tiga lawan!
Setelah melawan enam Hweeshio, Tong Leng Tojin segera yakin bahwa Hweeshio-hweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie tak dapat dipandang cnteng, Hampir semuanya mempunyai ilmu silat yang tinggi Tia Lat Leng Hai, yang menjadi pemimpin kedua pasti lebih lihay lagi ilmu silatnya, demikian pikirnya, Dengan sikap yang waspada ia menanti segala kemungkinan!
Tia Lat Leng Hai berhenti antara lima langkah jauhnya di depan Tong Leng Tojin, ia mengejek.
To-tiang, ilmu silat pedangmu boleh juga, Aku ingin melawan kau beberapa jurus.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Marilah kita lantas mulai!!!"
Ucapan tersebut ia barengi dengan bertindak maju untuk mengirim satu jotosan, Dengan cepat sekali Tong Leng Tojin melangkah ke depan dengan kaki kanannya untuk dapat berdiri tetap, lalu ia menyondongkan tubuh ke samping mengelakkan diri dari jotosan dahsyat tersebut!
Egosan itu ia barengi dengan sabetan ke lambungnya Tia Lat Leng Hai dengan menggunakan ilmu Im Hong Toan Co atau angin rendah membabat rumput!
Tia Lat Leng Hai yang bertubuh besar seperti kerbau itu juga diduganya tidak lincah gerak-geriknya, Tetapi meskipun tubuhnya besar, ia dapat bergerak dengan gesit nya.
Dengan melangkah ke samping ia dapat mundur beberapa tindak menghindari sabetan pedang itu, lalu kedua tinjunya dikirim lagi.
Sambil loncat menerkam lawannya, tapi terkamannya tak berhasil menemui sasaran ia menyerang terus dengan tinju kiri dan kanannya dengan dahsyat sekali!
Tong Leng Tojin lalu memutar pedangnya di atas kepala menjaga diri dari serangan atau jotosan-jotosan yang datangnya bertubi-tubi, sambil mencari lowongan untuk menusuk atau membacok lawannya, Tapi semua tusukan atau bacokannya dapat ditangkis hanya dengan angin jotosan, Dalam beberapa jurus saja, Tong Leng Tojin mengetahui bahwa Tia Lat Leng Hai itu mempunyai tenaga dalam yang tak terhingga besarnya, ia insyaf bahwa ia tak dapat menusuk atau membacok lawannya !agi, Oleh karena itu dengan pedang di depan dada, ia berjaga-jaga dan menangkis serangan dengan maksud mengirim satu tusukan dengan ilmu Beng Hauw Cong San atau Harimau menerjang gunung.
Di kala Tong Leng Tojin berhenti memutar pedangnya di atas kepala untuk menjaga diri, Tia Lat Leng Hai pun berhenti sejenak.
ia tertawa gelak-gelak dan berkata.
"Ai! Orang-orang dari partai silat Kun Lun betul-betul lihay, Tapi terimalah lagi jotosanku ini!"
Ucapan tersebut ia barengi dengan satu jotosan lurus ke arah dadanya Tong Leng Tojin disertai gebrakan kaki kanannya keras-keras di lantai!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tong Leng Tojin sudah siap.
Dengan ilmu Hui Pu Liu Coan atau air terjun menimpa batu sungai, pedangnya menusuk dada lawannya setelah ia mengegosi jotosan maut tersebut Tusukannya ia teruskan dengan ilmu To Coan Im Yang atau berbalik menggempur batu di bawah, Katau musuh berusaha mengelakkan diri dari tusukan itu, maka tusukan dapat segera berubah menjadi sabetan!
Tapi Tia Lat Leng Hai tidak mengegoskan tubuhnya!
Dengan tenaga dalam ia gebrak batang pedangnya dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya menyodok masuk ke lambung musuh!
Tong Leng Tojin lekas-lekas tarik pulang tusukannya dan meloncat mundur tujuh kali!
Tia Lat Leng Hai datang mengejar Rupanya ia bertekad membunuh mati musuhnya.
Dari jarak dekat ia menjotos lagi, dan jotosan itu apabila mengenai sasarannya tentu mengambil korban!
Tong Leng Tojin harus menggunakan ilmu Cui Hun Cap Ji Kiam untuk menjaga diri, Dan setelah pertempuran berjalan sepuluh jurus lebih, kedua jago silat itu bertempur semakin beringas dan nekad sehingga angin yang keluar dari jotosan Tia Lat Leng Hai atau sabetan pedang Tong Leng Tojin membikin api-api lilin bergoyang-goyang kelap-kelip, Tong Leng Tojin insyaf bahwa ia sedang menghadapi lawan yang setimpal ia tak dapat bersikap lengah sedikitpun Semua perhatian ia curahkan ke dalam pedang-nya, dan tiaptiap tusukan atau sabetannya disertai dengan tenaga dalam yang dapat menggempur benda seberat seribu kali!
Tia Lat Leng Hai tidak pereuma menjadi salah satu pemimpin kuil Toa Ciok Sie.
ia melawan dengan kedua tangaji tanpa senjata, tetapi tiap-tiap jotosannya dapat memukul mati satu gajah!
setelah mereka bertempur dua puluh jurus, long Leng Tojin yang baru saja harus bertempur melawan banyak Hweeshio, mulai merasa bahwa ia tak dapat melawan terus, ia pun tak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dapat mengendalikan tenaga dalamnya lagi, karena letih, Untuk menangkis jotosan-jotosan lawannya, ia harus menyalurkan seluruh tenaga dalamnya ke dalam pedang, tetapi ia tak dapat terus menerus berbuat demikian, dengan sendirinya kedudukannya menjadi di bawah angin!
Giok Cin Cu yang menyaksikan pertempuran itu, segera melihat bahwa suhengnya tak dapat bertahan lebih lama lagi Baru saja ia hendak maju membantu, tiba-tiba terdengar suara Tung!
Tung!"
Dua kali yang sangat nyaring, dan suara itu dibarengi oleh dua suara, Buk!
Buk!"..
Dua di antara enam Hweeshio yang mencegat senjata rahasia Kemudian terlihat benda-benda yang berkilau-kilauan terbang masuk dan memadamkan separuh jumlah dari dua puluh empat lilin yang sedang menyala didalam ruang itu!
Suasana segera menjadi nuh dan gaduh, bahkan Tia Lat Leng Hai juga terkejut Tinju yang ia ingin lepas untuk memukul lawannya tertahan ketika melihat dua Hweeshio jatuh di lantai!
Tong Leng Tojin menggunakan kesempatan itu untuk loncat mundur tigai tindak ia menoleh ke tempat di mana Hweeshio-hweeshio berdiri mencegat jalan keluar, pada saat itu ia lihat tiga orang menerobos masuk ke dalam ruang, Orang yang di tengah adalah Toa suhengnya Hian Ceng Totiang, yang di sebelah kanan dengan kumis dan jenggot yang panjang dan memegang toya kayu adalah Ngo Kong Toa-su dan yang di sebelah kiri adalah Pek Yun Hui yang menyamar sebagai pria, Datangnya ketiga orang dengan sekonyong-konyong itu dan di saat genting telah menggirangkan Tong Leng Tojin, Tong Leng Tojin dan kawan-kawan Bee Kun Bu yang melihat suhunya datang segera menghampiri dan berlutut di hadapannya, Lie Ceng Loan menubruk Ngo Kong Toa-su sambil berseru karena terharunya.
Tong Leng Tojin mengangkat tangannya memberi hormat secara partai Kun Lun, lalu membungkukkan tubuhnya sambil berkata.
"Toa-suheng! Syukur Toa-suheng dalam keadaan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sehat wal'afiat!"
Tapi Giok Cin Cu dengan air mata berlinang berseru. Toa-suheng, Toa-su, kalian telah banyak menderita dan berkorban untuk aku. Aku, Giok Cin Cu, merasa malu karena itu!"
Hian Ceng Totiang membalas hormat kepada Tong Leng Tojin dan menyahut.
"Aku baik Terima kasih Sutee, Tetapi aku tak harus menerima kehormatan demikian besar Kini ada gSiranku menanyakan kesehatan Sutee yang telah serahkan pimpinan partai Nanti setelah kita keluar dari kuil Toa Ciok Sie ini, aku rela akan menerima hukuman."
Toa-suheng, tentang urusan itu Sumoy kita telah menjelaskannya, Dalam keadaan mendesak, perbuatan Toasuheng dapat dimaklumi dan tak dapat dikatakan melanggar peraturan partai,"
Berkata Tong Leng Tojin sambil tersenyum. Tapi,"
Kata Hian Ceng Tojin.
"Aku minta maaf juga untuk perbuatanku."
Lalu ia angkat tangannya dengan sebelah dikepalkan sebelah lagi dibuka serta membungkukkan tubuh sebagai tanda minta maaf Kemudian ia suruh Bee Kun Bu bangun, dan tersenyum kepada Giok Cin Cu.
Pek Yun Hui terluka karena tinju Tiong Im Han Cong.
Di waktu mereka bereakap-cakap itu lilin-lilin telah padam dinyatakan kembali, dan dari balik tirai kain sutera kuning perlahan-lahan bertindak keluar Sin Hut Leng Yan dan Ku Hut Leng Kong, dua pemimpin kuil Toa Ciok Sie.
Kemudian terdengar suara tertawa gelak dari Sin Hut Leng Yan.
ia berkata.
"O Mi To Hut! Selamat! Selamat! Selamat! Aku menghaturkan selamat kepada kalian berdua yang telah luput dari bahaya!"
Dengan mengejek Hian Ceng Tojin menyahut.
"Apa-Icah kau kira gua batu itu dapat memenjarakan kami sampai mati?"
"Ha! Ha! Ha!"
Kata Sin Hut Leng Yan, Tojin sangat berlebih-lebihan! Mustahil beberapa batu dan jeruji-jeruji besi dapat memenjarakan kedua Tay-hiap (pen-dekar terbesar)?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Belum lagi Sin Hut Leng Yan meneruskan pembicaraannya Ku Hut Leng Kong memotong dengan pertanyaannya, suaranya agak keras.
"Aku minta orang yang membebaskan kedua Tay-hiap keluar memperkenalkan diri!"
Dengan sikap sombong yang dibuat-buat Pek Yun Hui menyahut.
"Aku yang membuka gua batu dan membebaskan mereka! Apakah perbuatanku itu terlarang? Aku ingin mengetahui akibat dari perbuatan untuk menolong orangorang itu!"
Jawaban yang menantang itu membikin Ku Hut Leng Kong menjadi murka, ia hendak mendamprat lagi, Tetapi didahului Sin Hut Leng Yan yang berkata.
"Dapatkan kalian keluar dari kuil Toa Ciok Sie?"
Perkataan itu diucapkannya sambil mengawasi Lie Ceng Loan, Lalu ia mengebut kedua lengan bajunya, yang anginnya telah membikin semua lilin-lilin yang baru dinyatakan itu padam kembali, ruangan pun menjadi gelap pula!
Dua anak tanggung di samping ia segera loncat menerkam Lie Ceng Loan!
Bukan main cepatnya dan gesitnya kedua anak tanggung itu.
Dengan tak terduga oleh semua orang dalam sekejapan saja kedua anak tanggung itu telah berada di kedua samping Lie Ceng Loan, Ngo Kong Toa-su yang berdiri paling dekat di samping Lie Ceng Loan baru saja hendak menolong, tetapi Pek Yun Hui telah dulu turun tangan, Dari dalam lengan bajunya yang hijau kedua tinjunya menjotos ke kiri dan ke kanan, dan jotosan itu disusul dengan jeritannya kedua anak tanggung tersebut yang lekas-lekas loncat mundur lagi!
Ketika lilin-lilin dinyatakan lagi, suasana di dalam ruangan itu telah menjadi sangat tegang!
Ketiga pemimpin partai silat Kun Lun dan Ngo Kong Toa-su telah siap sedia untuk mengeluarkan semua kepandaian silatnya menggempur musuh-musuh yang ganas dan jahat!
Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong juga sudah siap menerjang musuh-musuhnya.
Hanya Pek Yun Hui dan Sin Hut Leng Yan yang kelihatannya masih bersikap tenang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kedua anak tanggung yang telah loncat mundur dan menjerit karena tak tahan damparan angin tinjunya Pek Yun Hui telah berdiri lagi di kedua samping Sin Hut Leng Yan.
Mereka sangat disayang oleh Sin Hut Leng Yan, yang dengan sungguh-sungguh dan tekun mengajarkannya silat Melihat murid-murid kesayangannya itu dilukai oleh angin tinjunya Pek Yun Hui, ia menjadi gusar sekali, Tampak wajahnya dari tenang menjadi bermuram durja, Dengan mengepalkan kedua tangannya tak henti-hen-tinya "m mengawasi Pek Yun Hui dengan kedua mata melotot lebar!
Ketiga pemimpin partai Kun Lun telah melihat bahwa Sin Hut Leng Yan sedang mengumpulkan tenaga dalamnya untuk menyerang Pek Yun Hui, mereka khawatir kalau-kalau Pek Yun Hui tak dapat menahan serangan-serangan Hweeshio jahanam itu.
Mereka lekas-lekas menghampiri dan berdiri di dekat Pek Yun HuL Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong juga berdiri di kedua samping Sin Hut Leng Yan, menanti isyarat untuk menyerang berbareng Tiba-tiba terdengar Sin Hut Leng Yan menjerit keras sekali sambil menyodok dengan sekuat tenaga tinju ka-nannya, Angin daripada tinju tersebut menyerang dan mendesak mundur beberapa lawan-lawannya!
Ketiga pemimpin partai Kun Lun yang telah siap berjaga segera menangisnya dengan melepaskan tinjunya dengan sekuat tenaga dalamnya, tetapi Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong pun telah menyerang pula, Ngo Kong Toa-su yang telah rela berkorban untuk membantu atau menolong kawan karibnya juga telah keluarkan tenaga dalamnya menangkis serangan-serangan angin tinju-tinju ketiga pemimpin kuil Toa Ciok Sie.
Di saat itulah, tenaga dalam dari tujuh orang jago silat yang lihay telah dikerahkan, pukulan mereka segera juga telah
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
memadamkan hampir semua lilin-lilin yang menyala, kecuali tujuh batang lilin yang menyalanya menjadi kelap-kelip karena hembusan angin tinju!
Ketiga pemimpin partai Kun Lun dan Ngo Kong Toa-su setelah berusaha menangkis serangan-serangan ketiga Hweeshio Toa Ciok Sie itu segera yakin bahwa mereka tak dapat menandinginya apalagi mengalahkannya terutama ilmu silatnya Sin Hut Leng Yan yang dapat membunuh mereka sekaligus!
Betul dengan ilmu tenaga dalam Lui Ka Kong Lek mereka masih dapat bertahan, tetapi jika musuhnya menyerang dengan senjata pula mereka yakin tak dapat bertahan lama!
Dengan firasat ini, Hian Ceng Tojin berseru.
"Lekas mundur!"
Seruan itu ditaati oleh kawan-kawannya, Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan lebih dulu loncat keluar dari ruang, kemudian Ngo Kong Toa-su dan ketiga pemimpin partai Kun Lun.
"Ha! Apakah kalian kira dapat lolos!"
Membentak Sin Hut Leng Yan yang datang mengejar.
Pek Yun Hui yang menyertai Bee Kun Bu loncat keluar mengambil pedangnya Bee Kun Bu sambil berkata.
Tenaga yang keluar dari tinju Hweeshio durhaka itu lihay sekali Jika kita terus menangkis serangan tinju-nya, aku yakin pasti ada yang luka.
Ayo lekas kalian melarikan diri, biar akulah yang berusaha mencegah ia dan menguji kepandaiannya!"
Meskipun nada suaranya ramah didengarnya, tetapi dalam ucapannya itu terdapat kekerasan yang tak dapat dicegah untuk melakukan kehendaknya.
Ketiga pemimpin partai Kun Lun tak berani membujuk agar ia juga turut melarikan diri, mereka hanya berhenti sejenak menunjukkan tak sampai hati meninggalkan Pek Yun Hui yang berbudi itu seorang diri melawan musuh-musuh yang jahat tapi lihay ilmu silatnya, Dengan mata melotot Pek Yun Hui membentak.
"Kalau kalian tidak turut perkataanku segera ada orang yang terluka dan akan menyesal Ayo, lekas berlalu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hian Ceng Tojin sambil menarik napas dan dengan pedang terhunus membuka jalan, diikuti oleh Giok Cin Cu, Bee Kun Bu, Lie Ceng Loan, Ngo Kong Toa-su dan Tong Leng Tojin sengaja lari paling belakang untuk menjaga musuh yang mengejar Banyak Hweeshio-hweeshio yang menghalangi coba-coba merintangi atau mencegat kaburnya mereka, tapi Hweeshiohweeshio itu bukan tandingannya Hian Ceng Tpjin, banyak dari mereka yang terluka di ujung pedang, Sin Hut Leng Yan, Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong juga telah mengejar sampai di luar ruang, Sin Hut Leng Yan melihat Hian Ceng Tojin memimpin rombongannya melarikan diri, ia menjadi murka sekali, Lalu sambil menjerit Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong meloncat tinggi dengan ilmu Pa Pu Ceng Kong atau langkah ajaib naik ke atas dalam usaha menyerang atau mengejar musuh-musuhnya.
Dalam saat kedua Hweeshio-hweeshio itu melompat ke atas, mereka diserang Pek Yun Hui melompat ke udara dengan pedang terhunus!
Serangan pedang Pek Yun Hui itu adalah serangan maut yang dapat membunuh mati musuhmusuh meskipun berada dalam jarak sepuluh depa jauhnya kalau orang yang melakukannya sudah mahir dan mencapai puncaknya, Karena Pak Yun Hui belum mahir dalam hal itu, maka angin dari serangan pedangnya hanya berhasil merintangi kedua Hweeshio-hweeshio lawannya, Namun ilmu melompatnya lebih lihay daripada lawan nya.
Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong terkejut menampak pedang yang berkilau-kilauan sekonyong-konyong di depan mereka!
Mereka buru-buru menjotos sinar tersebut dengan angin tinjunya sambil melompat mundur lagi satu depa lebih!
Pek Yun Hui kalah tenaga dari kedua Hweeshio itu.
Setelah menyerang dengan pedang yang dilepas dengan tenaga dalam sambil melompat tinggi, ia tak mempunyai cukup tenaga lagi untuk terus menyerang dan membunuh mati
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
musuhnya!
Serangan pertama telah dilakukan dengan mengeluarkan semua tenaga dalamnya karena ia berkeyakinan bahwa lawan-lawannya adalah musuh-mu-suh berat Selama pengalamannya membasmi jago-jago silat yang berwatak keji dan jahat, belum pernah ia menjumpai jago-jago silat seperti ketiga pemimpin kuil Toa Ciok Sie itu.
Tinju yang dilepaskan oleh kedua Hweeshio itu adalah ilmu pukulan Lui Kee Kong Lek, dan Pek Yun Hui harus menahan angin tinju itu dengan mengerahkan semua tenaga dalamnya pula, Setelah ia turun dari loncatannya di tanah, ia harus lekas-lekas herusaha mengumpulkan tenaga lagi sebagai persiapan menghadapi musuh-musuhnya, Dengan mata melotot Sin Hut Leng Yan yang telah datang di hadapannya membentak.
"Kau masih muda, tetapi ilmu silatmu tinggi, Di mana kau dapat belajar ilmu itu?"
Dengan sikap congkak Pek Yun Hui menyahut.
"Di mana aku dapat belajar adalah urusanku, kau tak perlu tahu!"
Satu jotosan melayang pertanyaan tadi hanya siasat bagi Sin Hut Leng Yan mengumpulkan tenaga dalamnya untuk ia kirim jotosan.
Dan jotosan itu dilepaskannya dengan semua tenaga dalamnya, Pek Yun Hui yang sedang berusaha memulihkan tenaga dalamnya itu tidak keburu mengegoskan diri.
ia terpaksa menggunakan tenaga dalamnya pula untuk menangkis jotosan dengan tangan kirinya, ia segera merasakan seluruh badannya menjadi dingin.
ia terkejut ia buru-buru berusaha membebaskan jalan-jalan darah di dalam tubuhnya yang seolah-olah terhalang peredarannya karena terluka oleh angin tinju Tiong Him Han Ciang (tinju yang menghantam jitu urat nadi).
ia makin terkejut, karena ia tak berdaya membebaskan jalan-jalan darahnya!
Lalu Sin Hut Leng Yan berkata sambil mengejek.
"Ha! Ha! Kau telah terluka oleh pukulan Tiong Im Han Ciang-ku. Meskipun kau mempunyai Ceng Sun Lui Kang (tenaga dalam
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mujizat), kau tak akan dapat memulihkan tenaga dalam waktu tujuh hari lamanya, Kini jiwamu telah berada dalam tanganku!
Kalau kukehendaki aku segera dapat membunuh mati kau!
Tetapi kau pun masih dapat hidup dengan syarat, bahwa ilmu silat pedang Gak Kiam Cu Sut (ilmu silat pedang menyambar di udara) yang kau punyai, kau harus ajarkan aku.
Dan barulah setelah itu aku akan menyembuhkan luka-luka yang kau derita di dalam tubuhmu!"
Dengan senyum mengejek, Pek Yun Hui meloncat pergi beberapa depa, lalu lari secepat kilat keluar dari pekarangan kuil Toa Ciok Sie!
Ketika itu Hian Ceng Tojin dan kawan-kawannya telah lolos dari kepungan atau rintangan para Hweeshio, dan tak dapat dikejar lagi!
Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong dengan beringas mengejar Pek Yun Hui, Meskipun telah terluka di dalam tubuhnya, Pek Yun Hui masih dapat menggunakan ilmu Gak Kiam Cu Sutnya, Tidak hanya Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong yang mengejar Pek Yun Hui, Mereka dibantu pula oleh enam Hweeshio lainnya, Ketika Pek Yun Hui balik badan dan menyerang dengan ilmu Gak Kiam Cu Sut, pedangnya terlihat bergetar dan berkilau-kilauan menyilaukan mata.
Enam Hweeshio-hweeshio dengan serentak menangkis dengan toya besinya!
Tapi mereka bukannya tandingan Pek Yun Hui meskipun sudah mendapat luka, Keenam toya-toya mereka semuanya terlempar ke udara ketika menyentuh ujung pedangnya Pek Yun Hui, dua diantaranya telah tertebas putus masing-masing satu le-ngannya, dan darahnya mengucur keluar membasahi tubuh mereka!
Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong menjotos dari be!akang.
Pek Yun Hui lekas-lekas mengegos, Tapi Ku Hut Leng Kong datang menerkam lagi dengan ilmu Hui Eng Pu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tiauw atau burung elang menyambar kelinci ia melompat tinggi, lalu dengan kedua tangan turun menerkam lawannya, Pek Yun Hui yang baru saja melucutkan toya-toya besi enam Hweeshio dan menebas buntung lengan-lengan dari dua Hweeshio, dan kemudian mengegos agar dapat menghindarkan tinju dari dua pemimpin kuil Toa Ciok Sie yang menyerang dari belakang ditambah luka-Iuka yang ia sedang derita di dalam tubuhnya, sudah menjadi sangat letih sekali, ia yakin tak dapat melawan terus.
Untuk menolong jiwanya, ia terpaksa meloncat ke kanan dan ke kiri menusuk Tia Lat Leng Hai untuk membuka jalan dan kemudian ba-gaikana angin cepatnya ia putar pedangnya untuk menjaga diri dari terkaman Ku Hut Leng Kong!
Setelah Tia Lat Leng Hai mengelit tusukan pedang, dengan dua tinju ia menyerang lagi seolah-olah hendak merobohkan gunung.
Pek Yun Hui tidak berani menahan serangan kedua tinju dengan tenaga seribu kati itu!
ia melompat tinggi, Ku Hut Leng Kong telah menanti jatuhnya di tanah, Begilu lekas Pek Yun Hui turun menginjak tanah, dengan ilmu Sin Liong Cao To atau Naga sakti mencakar kelinci, tangan kirinya Ku Hut Leng Kong datang mencengkeram lehernya dan tangan kanannya menjotos lambungnya Pek Yun Hui, sehingga menggetarkan ujung pedangnya, sambil melangkah mundur satu tindak untuk menghindari cengkeraman dan jotosan lawannya, ia menusuk jalan darahnya Ku Hut Leng Kong!
Tusukan-tusukan itu dilakukan sangat cepat dan bahaya, Meskipun Ku Hut Leng Kong mempunyai ilmu silat tinggi k tak berhasil mengelaki serangan dahsyat itu!
ia buru-buru mundur ti&a tindak dan Tia Lat Leng Hai menjadi terpesona melihat serangan luar biasa itu!
Ke-sempatan itu digunakan Pek Yun Hui untuk meloloskan diri dengan ilmu Pa Pu Peng Kong atau Langkah ajaib naik ke atas.
ia loncat tinggi seolaholah terbang lebih dari sepuluh depa jauhnya, akan kemudian menghilang entah kemana di bawah sinar bulan di malam itu!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ku Hut Leng Kong dan Tia Lat Leng Hai masih ingin mengejar, tapi ditahan oleh Sin Hut Leng Yan yang membujuk.
"Lawan kita tadi, meskipun masih muda usia-nya, tetapi ia mempunyai ilmu silat yang luar biasa tingginya, dan aku belum pernah berhadapan lawan selihay ia. Aku yakin dalam beberapa tahun lagi, mungkin dalam satu atau dua tahun, kita bertiga takkan dapat melawan ia seorang. Tadi aku telah berhasil menyerang ia dengan tinju Tiong Im Han Ciang, dan di dalam tujuh harj, jika ia tak berhasil mencari obat, ia pasti menderita sakit yang hebat sekali dan dapat menewaskannya, Sayang ilmu silat Gak Kiam Cu Sutnya kita tak dapat pelajari!"
Ia menarik napas panjang menyatakan kecewanya. ia menundukkan kepalanya sejenak, lalu dengan mendongak ia tertawa gelak-gelak sambil berseru.
"Meskipun ia berkepandaian tinggi dan mempunyai ilmu silat pedang Oak Kiam Cu Sut, tetapi ia kena juga aku lukai dengan tinju Tiong Im Han Ciang, Aku lebih lihay daripada ia. Ha! Ha! Ha!"
Ia tertawa terus dengan gembira karena yakin bahwa Pek Yun Hui akan tewas karena tinjunya, Tetapi sekonyong-konyong ia berhenti tertawa.
ia berdiri seperti orang ketakutan Dengan diam bengong ia memandangi bulan seperti orang yang hilang ingatan!
Sikap yang mendadak berubah itu dari gembira berubah menjadi ketakutan dan diam bengong tak dapat dimengerti oleh saudara-saudara angkatnya, Meskipun mereka telah tinggal bersama-sama selama beberapa puluh tahun.
Ku Hut Kong dan Tia Lat Leng Hai tak dapat memahami sikap aneh yang diperlihatkan saudara sepupunya itu, yang baru kini mereka saksi kan.
perubahan sikap yang mendadak dari Sin Hut Leng Yan betul-betul mencemaskan mereka!
Hampir seperempat jam Sin Hut Leng Yan berdiri terpaku seperti orang yang hilang ingatan, Lalu dengan sikap acuh tak acuh ia mengawasi kedua saudara ang-katnya, Kemudian ia menyuruhnya.
"Kalian harus mengurus dan mengobati orang-
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
orang kita yang terluka, kemudian lantas kerahkan semua murid-murid kita, dari angkatan ke satu sampai angkatan ke tiga, untuk mencari tahu tentang jejaknya pemuda berbaju hijau tadi, dalam jangka waktu dua hari dia harus dapat ditangkap hidup-hidup atau mati!"
Lalu ia balik badan dan berjalan per-lahan-lahan kembali ke kuilnya dengan kepala ditundukkan termenung!
perintah yang diberikan demikian tertib dan kerasnya membikin semua Hweeshio-hweeshio di dalam kuil menjadi tegang dan khawatir Tia Lat Leng Hai harus menolong It Lee dan It Yun yang kena senjata rahasia Pek Yun Hui ketika datang menolong Hian Ceng Tojin dan kawan-kawannya yang terkepung di ruangan kuil dan juga mengobati dua muridnya yang telah tertebas buntung masing-masing sebelah lengannya.
Lalu ia panggil berkumpul semua Hweeshiohweeshio untuk disuruh pergi mencari tahu tentang jejaknya musuh mereka yang berbaju hijau dan menangkapnya hiduphidup atau mati, Ku Hut Leng Kong juga melepaskan tujuh ekor burung elang untuk bantu mencari Burung-burung elang yang dipelihara di dalam kuil Toa Ciok Sie itu semuanya besar-besar dan telah berusia lebih dari satu abad, Burung-burung itu selain besar dan kuat juga merupakan burung yang ganjil dan jarang pula.
Sin Hut Leng Yan telah dapat tangkap sembilan ekor setelah ia gunakan seluruh kepandaiannya, Masing-masing burung ia telah beri makan buah mujizat Sie Can Ko agar menjadi lebih cerdas dan kuat, dan telah mencurahkan semua kepandaian dan berjerih payah untuk menjinakkannya, kemudian diajarkan dan melatihnya mencari jejak musuh-musuh, membawa kabar dan se-bagainya, Diantara sembilan ekor itu ada tiga ekor yang luar biasa besarnya dan dapat ditunggangi orang, tapi kini dua diantaranya telah tewas -satu dijotos mati Pek Yun Hui dan satu dipatok mampus bangau saktinya Pek Yun Hui.
Dengan demikian hanya tinggal satu yang dapat ditunggangi manusia!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketika semua Hweeshio-hweeshio dan burung-bu-rung elang dikerahkan untuk mencari Pek Yun Hui, Pek Yun Hui sendiri telah meloloskan diri untuk mengejar Hian Ceng Tojin dan kawan-kawannya dan menjumpai mereka di kaki puncak di atas mana kuil Toa Ciok Sie terletak Begitu melihat Pek Yun Hui mendatangi, Lie Ceng Loan lantas lari dan merangkulnya sambil menanyai "Cici, apakah kau telah bertempur dengan Hweeshio-hweeshio yang durhaka itu?"
Pek Hun Yui mengembalikan pedangnya Bee Kun Bu, lalu menyahut sambil tersenyum.
"Aku telah tempur mereka, tapi aku tak berhasil menundukkan mereka! Kita harus lekas-lekas berlalu dari daerah ini. Mungkin mereka sudah dekat, karena mereka terus mengejar kita!"
Semua orang ketika itu sedang berlutut di hadapannya Pek Yun Hui untuk menghaturkan terima kasihnya, tetapi setelah mereka mendengar dikejar terus oleh musuh, dan Pek Yun Hui pun mendesak mereka agar mereka lekas-lekas berlalu, tanpa tanya lagi mereka segera bangun dan terus lari lagi Ketika fajar menyingsing, mereka telah menempuh jarak jauh sejauh tujuh puIuh-delapan puluh lie, Lie Geng Loan telah basah kuyup dengan keringat, Bee Kun Bu pun sudah sengalsengal, Hian Ceng Tojin dan Ngo Kong Toa-su meskipun mempunyai ilmu meringankan tubuh yang tinggi, tetapi setelah dikurung dalam gua batu, juga telah menjadi agak lemah.
Mereka pun tak terkecuali merasa letih.
juga rombongan itu terpaksa mencari tempat untuk bernaung dan beristirahat Kesempatan itu digunakan oleh mereka sepenuhnya untuk memulihkan tenaga dan semangatnya sehingga matahari menyorot dengan sinarnya yang gilang gemilang di tempat mereka beristirahat Sejenak kemudian terdengar jeritan dari bangau, dan jeritan itu menyadarkan Hian Ceng Tojin dan lainlainnya yang telah tertidur Bangau itu segera juga turun dari angkasa dan berdiri laksana salju, dan jenggernya yang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
merah, ditambah dengan sikapnya yang agung, membikin semua orang kagum melihatnya!
Dalam suasana yang terang bendera ng, Hian Ceng Tojin dapat memperhatikan bahwa Pek Yun Hui yang duduk di atas rumput di samping bangau putihnya kelihatan pucat wajahnya, Keringat masih saja kelihatan mengucur dari dahinya, dan tak tampak kegembiraannya sebagaimana semuIa, ia agaknya sedang menderita sakiti Hian Ceng Tojin terkejut melihat keadaan penolongnya yanjf budiman itu.
ia berbisik kepada Giok Cin Cu.
"Sumoy, lekas kau tanya dia, apakah dia telah menderita tuka!"
Bisikan itu cukup keras untuk didengar oleh Bee Kun Bu dan lain-lainnya.
Terkejutlah semuanya ketika mereka memperhatikan wajah yang sangat pucat lesu dari penolongnya itu, Mereka datang menghampiri Pek Yun Hui yang duduk dengan napas tersengal-sengaL Untuk sementara waktu, mereka menjadi bisu bahwa terlampau terperanjat dan bingungnya melihat keadaan penolongnya itu!
Kemudian Lie Ceng Loan keluarkan sapu tangannya dan menyeka keringat di mukanya Pek Yun Hui.
ia merasa sedih hati melihat penolongnya menderita dan air matanya tak dapat ditahan lagi mengucur deras di kedua belah pipinya, Lalu ia dekati Bee Kun Bu dan menanyakan.
"Bu Koko, dugaanmu apakah Cici menderita sakit yang hebat? Apakah ia dapat lekas sembuh?"
"Rasanya ia dapat lekas sembuh dan memulihkan lagi tenaganya,"
Sahut Bee Kun Bu sambil tersenyum, sebetulnya Bee Kun Bu sedang menderita batin, ia telah berhutang budi besar kepada Pek Yun Hui, tetapi di waktu Pek Yun Hui menderita luka, ia tak dapat berbuat apa-apa, ia hanya mengawasi wajahnya Pek Yun Hui dengan sikap serba salah, Berkali-kali ia coba tahan keluarnya air matanya, Sebagai satu laki-laki ia merasa malu jika menangis.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Begitu juga halnya dengan Hian Ceng Tojin dan lainlainnya.
Mereka bersedih hati tak dapat berbuat malu jika menangis.
Begitu juga halnya dengan Hian Ceng Tojin dan lainlainnya, Mereka bersedih hati tak dapat berbuat apa-apa untuk menolong Pek Yun Hui.
Mereka menjadi gelisah dan cemas, putus asa agaknya, Tiba-tiba Pek Yun Hui membuka kedua matanya, dan sambil tersenyum ia berkata.
"Aku telah terserang tenaga dalam yang dilancarkan oleh Sin Hut Leng Yan yang menggunakan ilmu pukulan Tiong Im Han Ciang, Aku menderita luka-luka di dalam tubuh, dan aku khawatir aku tak dapat bertahan sampai tujuh hari."
Dengan terkejut Giok Cin Cu berkata.
"Siocia telah melawan banyak musuh-musuh demi kepentingan kami. Kami dari partai Kun Lun tak dapat duduk diam, kami harus berusaha mengobati Siocia meskipun kami harus berkorban!"
Lalu air matanya mengucur keluar Sambil cabut pedangnya, Tong Leng Tojin berkata dengan khidmat.
"Kami tiga pemimpin Kun Lun jika tidak membalas dendam terhadap Hweeshio-hweeshio dur-haka dari kuil Toa Ciok Sie itu kami tidak mempunyai muka untuk hidup di dunia ini!"
Pek Yun Hui memotong pembicaraannya dengan berkata.
Tetapi ketiga pemimpin Toa Ciok Sie itu mempunyai ilmu silat yang sangat tinggi.
Meskipun kalian ingin berkorban untuk membalaskan dendamku, aku yakin dan pereaya bahwa kalian akan gugur hilang jiwa belaka!"
"Untuk membalas budi Siocia yang demikian besar-nya, kami tak hiraukan lagi mati atau hidup!"
Sahut Tong Leng Tojin dengan sikap dan kata-kata yang tegas nyala, Pek Yun Hui menggeleng-gelengkan kepalanya ber-kata lagi.
"Kita telah mengetahui bahwa kita tak dapat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mengalahkan mereka, tetapi kita masih nyeruduk terus, bukankah perbuatan itu sangat bodoh?"
Jawaban itu membikin merah mukanya Tong Leng Tojin, ia diam tak bicara lagi, Untuk membela saudara angkatnya, Hian Ceng Tojin berkata.
ilmu silat maupun ilmu terraga dalammu, Siocia, lebih tinggi daripada kami.
Siocia telah luka terkena pukulan Tiong Im Han Ciong.
Betul kami tak dapat melawan Hweeshio-hweeshio itu, tetapi kami masih bisa mencari daya upaya membalas dendam, bukan?
Kini, yang terpenting ialah mengobati iuka-luka Siocia, Bukankah buah mujizat Sie Can Ko dapat menyembuhkan segala luka dan penyakit?
Mengapa buah itu kita tidak mencobanya untuk mengobati Siocia?"
Pek Yun Hui mengawasi Hian Ceng Tojin, lalu berpaling mengawasi Bee Kun Bu, akan kemudian berkata lagi.
"Barubaru ini sebuah Sie Can Ko di dalam kuil Toa Ciok Sie telah dicuri orang, Oleh karena pencurian itu sejak saat itu kuil tersebut terus dijaga semakin keras, Lagi pula tinju Tiong Im Han Ciang itu telah melukai tujuh jalan darahku, Apakah buah Sie Can Ko dapat menyembuhkan luka-luka itu, aku sendiri masih ragu-ragu."
Tetapi amat mustahil luka-luka itu tak ada jalan untuk membikin sembuh?"
Menanya Bee Kun Bu dengan penasaran Sikap yang simpatik itu membikin Pek Yun Hui terharu, Dengan wajah yang gembira ia menyahut.
"Kalau ada orang yang dapat membebaskan tujuh jalan darahku, setelah aku beristirahat tujuh hari, aku akan sembuh kembali dan semua tenagaku dengan sendirinya pulih pula seperti sediakala,"
Jawaban itu menggembirakan Tetapi untuk membebaskan tujuh jalan darah tidaklah sembarang orang dapat melakukannya, Semua orang yang berada di situ tak mampu melakukan cara pengobatan tersebut Maka setelah bergembira sejenak, mereka menjadi muram lagi.
Dengan menarik napas panjang, Hian Ceng Tojin berkata.
"Kami dari partai Kun Lun tak dapat melakukan cara
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pengobatan itu.
Aku harap Siocia memberitahukan kami, siapakah yang dapat melakukannya, Kami rela untuk pergi mencari orang itu dan minta ia datang menolong mengobati Siocia, Usaha kami yang tak berarti ini sedikitnya dapat juga membalas budi Siocia."
"Menurut pengetahuanku sahut Pek Yun Hui.
"Di kalangan Kang-ouw hanya ada seorang yang dapat menolong aku. Tapi tempat tinggalnya orang itu jauh sekali, dan sikapnya pun sangat angkuh, Aku ketahui ia tidak sudi menerima tamu, Aku khawatir kalian takkan berhasil dan cuma-cuma membuang tenaga dan tempo saja,"
Keterangan yang mengejutkan hati itu, bagi orang lain akan merupakan keputus-asaan dan pemadam semangat Tetapi bagi ketiga pemimpin partai Kun Lun maupun muridmuridnya, keterangan itu merupakan suatu sinar harapan, Dengan ilmu silat dan watak yang budiman serta maksud yang mulia, mereka yakin dapat berhasil Mereka tak akan menjadi puas jika tak dapat menolong orang yang demikian besar budinya, Mereka tak segera menjawab Mereka sedang memikirkan daya yang akan memungkinkan berhasilnya mereka.
"Orang itu adalah guru,"
Menyambung Pek Yun Hui tibatiba.
Ucapan terakhir itu membikin semua terperanjat Dua belas mata dari enam orang ditujukan kepada Pek Yun Hui, Mereka menjadi gembira sekali, dan yakin bahwa guru tersebut pasti tidak menolak untuk mengobati muridnya, Mereka bernapsu menanti Pek Yun Hui menyebut nama gurunya, yang pasti mempunyai ilmu yang sakti tiada bandingannya.
"Guruku tinggal di pegunungan Koat Cong San di propinsi Cek Kiang, perjalanan dari sini pulang pergi mungkin sepuluh ribu lie jauhnya, Luka-Iuka yang aku derita ini kan tak dapat disembuhkan lagi setelah lewat tujuh hari, Meskipun seribu lie dapat ditempuh dalam sehari, tapi perjalanan pulang pergi akan memakan waktu sepuluh hari,"
Kata Pek Yun Hui selanjutnya, lalu lagi-lagi ia mengawasi Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hian Ceng Tojin yang banyak pengalaman di kalangan Kang-ouw segera mengerti maksudnya Pek Yun Hui, Ketika itu ia melihat bangau putih yang berdiri di sampingnya Pek Yun Hui, ia berpikir "Bangau yang besar itu pasti dapat ditunggangi orang dan dapat menempuh jarak yang jauh lebih cepat Mungkin bangau itu dapat membawa orang pergi ke pegunungan Koat Cong San dan kembali lagi sebelum lewat tujuh hari."
Giok Cin Cu juga mengawasi bangau putih itu, ia teringat akan kulit ular yang telah dibawakan oleh bangau itu di pegunungan Koat Cong San.
ia merasa murka karenanya, tetapi ketika ia ingat bahwa bangau putih itu juga yang telah mengeluarkan racun ular di dalam tubuhnya di rumah penginapan di kota Yo-ciu, ia berbalik menjadi berterima kasih, Pada saat itu terlihat oleh Lie Ceng Loan seekor burung elang terbang di atas mereka.
ia bersemi "Bu Koko, coba lihat burung elang itu, tidakkah serupa dengan burung elang yang membawa aku ke kuil?"
Pek Yun Hui angkat tangannya ke atas, dan bangau putih di sampingnya segera terbang ke atas udara mengejar burung elang itu, Dengan satu patokan yang dahsyat burung elang itu dipatok mati oleh bangau putih yang segera terbang turun lagi dan berdiri di samping Pek Yun Hui.
Dengan satu patokan yang dahsyat burung elang itu dlpatok mati oleh bangau putih yang segera terbang turun lagi dan berdiri di sampingnya Pek Yun Hui.
"Burung elang itu dari kuil Toa Ciok Sie, dia sangat cerdas,"
Kata Pek Yun Hui.
"Mungkin Hweeshio-hwee-shio dari Toa Ciok Sie juga telah berada tidak jauh dari sini, Kita harus lekas-Iekas berlalu jika tidak ingin ter-tawan, karena jumlah Hweeshio-hweeshio yang datang pasti tidak sedikit! Hian Ceng Tojin segera berkata dengan tidak tedeng alingaling lagi.
"Aku yakin bahwa Pek Siocia ingin menunggangi bangau putih itu dan terbang pergi ke pegunungan Koat Cong
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
San untuk minta diobati oleh guru Siocia, silahkan berangkat segera, kami dapat berusaha lari dari sini."
Pek Yun Hui mengangguk dan menyahut "Dengan menunggangi bangau ini aku dapat pergi menemui guruku dalam tiga hari."
"Pek Siocia sedang menderita luka-luka parah, Aku berkhawatir Siocia bersendirian,"
Kata Hian Ceng To-jin.
"Ada baiknya jika Bee Kun Bu menyertai Siocia, Hanya aku sangsi apakah bangau itu dapat membawa dua orang."
Pek Yun Hui tidak lantas menjawab ia menoleh ke arah Lie Ceng Loan.
ia khawatir kalau-kalau ia menimbulkan perasaan cemburunya gadis itu.
Tapi Lie Ceng Loan dengan sikap agung menghampiri Pek Yun Hui, dan berkata dengan ramah tamah.
"Cici, aku sebetulnya ingin menyertai Cicu Tapi aku khawatir bangau itu tak dapat membawa tiga orang, Bu Koko lebih pandai dan lebih kuat daripada aku, dan ia pasti dapat melayani Cici dengan seksama, Setelah nanti Cici sembuh, perkenankanlah Bu Koko menunggangi bangau itu mencari aku di pegunungan Kun Lun."
Lalu ia datang mendekati Bee Kun Bu dan berkata.
"Bu Koko, kau harus menyertai Pek Cici, Aku berempat Suhu, Susiok dan Supek segera menuju ke pegunungan Kun Lun dan menanti Koko di sana."
Bee Kun Bu mengangguk, dan menanya Pek Yun Hui.
"Apakah bangau Cici dapat membawa dua orang?"
Pek Yun Hui mengangguk, ia mendahului menunggangi bangau putih di depan, dan berkata kepada Bee Kun Bu.
"Ayo, kau menungganginya di belakang!"
Setelah mengucap selamat berpisah kepada Lie Ceng Loan dan kawan-kawannya, bangau putih itu segera pentang kedua sayapnya dan terbang ke atas menuju pegunungan Koat Cong San,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lie Ceng Loan terus melihat bangau itu dengan air mata berlinang, Setelah bangau itu tak kelihatan lagi, ia jalan menghampiri Ngo Kong Toa-su dengan wajahnya yang sedih, Ngo Kong Toa-su telah memetiharanya semenjak kecil menjadi cemas melihat sikap gadis itu.
ia menanya, suaranya rendah.
"Loan-ji mengapa kau tampaknya sedih hati?"
Dengan malu-malu Lie Ceng Loan menyahut.
"Aku tidak sedih hati, Aku hanya merasa berat melihat Pek Cici menderita karena kita. Bu Koko pasti akan kembali setelah mengantar Pek Cici ke pegunungan Koat Cong San. Aku tidak sedih hati."
Lalu ia paksakan tersenyum, sambil menyeka air matanya, Ngo Kong Toa-su menarik napas lega, dan ketika ia hendak bicara dengan Hian Ceng Tojin, tiba-tiba terdengar suara siulan panjang dan nyaring, Tong Leng Tojin menoleh ke jurusan suara itu.
ia melihat di sebelah barat datang berlarilarinya lima orang Hweeshio dengan senjata toya-toya besi, Mereka tidak keburu melarikan diri, karena Hweeshiohweeshio itu sudah dekat sekali, Orang yang paling depan adalah Ku Hut Leng Kong.
ia memimpin It Yun, It Lee, It Tien dan It San, Setelah cabut pedangnya, Hian Ceng Tojin berkata kepada Ku Hut Leng Kong.
"Aku mengusulkan agar aku dapat bertempur melawan Toa-su seorang."
Lalu ia maju menyerang Hweeshio itu, Dengan menyengir Ku Hut Leng Kong menangkis serangan pertama itu, sedangkan It Yun, It Lee, It Tien dan It San berdiri di empat penjuru mengurung kedua jago silat itu bertarung, Tong Leng Tojin, Giok Cin Cu dan Ngo Kong Toa-su tidak ingin pertempuran berlangsung lama, Mereka segera menyerang Hweeshio-hweeshio yang mengurung Lie Ceng Loan tidak mau ketinggalan ia pun cabut pedangnya dan menyerang, Dengan demikian semua orang-orang partai Kun Lun bertempur melawan Hweeshio-hweeshio dari kuil Toa
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ciok Sie di bawah sinar matahari yang terang benderang Kali ini, mereka dapat bertarung satu lawan satu, Ketika Hian Ceng Tojin memisah enam kaki dari Ku Hut Leng Kong, ia pegang melintang pedangnya di depan dada, dan dengan kedua mata melotot ia siap menusuk lawannya lagi, Ku Hut Leng Kong setelah berhasil menangkis serangan untuk mengemplang lawannya dengan toya besinya, Keduaduanya sedang mengumpulkan tenaga dalamnya dan bersiap menyerang bilamana towong-an yang baik terlihat Tiba-tiba terdengar lagi suara orang tertawa keras, dari sebelah timur Tia Lat Leng Hai memimpin It Hong, It Ceng dan It Goat mendatangi Pada saat itu juga semua orang berhenti bertempur Setelah Tia Lat Leng Hai tiba.
Ku Hut Leng Kong menanya Hian Ceng Tojin.
"Hei! Pemuda baju hijau yang datang bersama-sama kalian sekarang berada di mana?"
Dengan tenang Hian Ceng Tojin menyahut.
"Soal itu kau tak perlu tahu!"
Jawaban itu dibalas dengan satu jotosan dari Tia Lat Leng Hai.
Tapi Hian Ceng Tojin keburu melompat ke samping, Ku Hut Leng Kong coba mengemp!ang pula, dan Hian Ceng Tojin segera menggunakan jurus Hun Kong Kiam Hoat (memancar sinar) yang menyilaukan mata lawan sehingga kemplangannya meleset!
Lalu Tia Lat Leng Hai menerkam Lie Ceng Loan, ia bermaksud menangkap gadis itu.
Tapi Ngo Kong Toa-su telah siap, terkaman Tia Lat Leng Hai itu disambut dengan tongkat besinya dengan jurus Hiap Can Cao Hai atau ombak menerjang lereng gunung.
Tia Lat Leng Hai tidak berani menangkis kemplangan tongkat besi yang hebat itu, ia buruburu mengegos mengelaki kemplangan, lalu dengan kepalan kirinya ia mendorong, dan dengan tinju kanannya ia menjotos Ngo Kong Toa-su.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
jotosan itu yang dilepas dengan tenaga dalam itu jika menemui sasaran pasti mengambil korban, Ngo Kong Toa-su lekas-lekas mundur tiga langkah untuk lantas maju menyerang lagi dengan jurus "Lek Sie Ngo Gay"
Atau menyapu hebat lima puncak, Tia Lat Leng Hai yang bertubuh besar seperti kerbau sangat lincah gerakannya, Dengan tangan kirinya coba tangkap tongkat besi lawannya serta tangan kanannya mendorong keras dengan ilmu Ngo Kong Teng Pik Ciok atau lima palu menggempur batu.
Ngo Kong Toa-su terkejut ia buru-buru loncat mun-dur, lalu ia putar tongkat besinya dengan jurus Hut Liong Ji Cap Si Sut atau Naga mengamuk dan menyerang dari dua puluh empat penjuru, jurus itu mempunyai keisti-mewaannya, anginnya menghembus-hembus hebat sekali dari sab&tan tongkat besi itu.
pertempuran menjadi he-bat!
It Hong, It Ceng, It Goat, It Yun, It Lee, It Tien dan It San (tujuh murid angkatan kesatu) lalu bergebrak menyerang dengan toya-toya besinya, Dengan satu jeritan yang keras, Tong Leng Tojin loncat menusuk It Yun yang terdekat, lalu membacok dan membabat It Tien, It Lee dan It San, sedangkan Giok Cin Cu melompat ke sisinya Lie Ceng Loan untuk bersama-sama melawan It Hong, It Ceng dan It Goat.
Pertarungan itu jarang terlihat dikalangan Bu Lim, mereka bertarung dengan sengit dan beringas, karena masing-masing pihak bersiasat membunuh mati lawan-lawannya.
Hanya Hian Ceng Tojin yang kalah tenaga dalamnya daripada Ku Hut Leng Kong, ia harus menggunakan Hun Kong Kiam Hoatnya untuk menyesatkan serangan-se-rangan lawan.
Tong Leng Tojin masih dapat bertahan dikerubuti empat Hweeshio, Begitu pula Ngo Kong Toa-su dengan ilmu Hut Liong Ji Cap Sie Sut dapat meladeni Tia Lat Leng Hai, pemimpin kedua dari kuil Toa Ciok Sie.
Giok Cin Cu dan Lie
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ceng Loan tampak lebih unggul menghadapi tiga orang Hweeshio, Ku Hut Leng Kong yang lebih unggul itu tidak mudah untuk segera dapat melukai lawannya, karena Hian Ceng Tojin, di samping ilmu silat pedangnya yang tinggi juga telah banyak pengalaman melawan bajingan-bajingan di kalangan Kaftgouw, ia masih dapat membela diri, dan kadang-kadang menyerang lawan-lawannya.
Ketika pertempuran berlangsung seru nya, tiba-tiba terdengar suara jeritan yang mengiriskan hati, It Yun telah tertebas putus tiga jari tangan kanannya oleh pedangnya Tong Leng Tojin, jeritan itu membikin kedua pemimpin Toa Ciok Sie makin beringas Ku Hut Leng Kong yang lebih unggul itu tidak mudah awasi Hian Ceng Tojin dengan kedua mata terbelalak ia bermaksud mengeluarkan semua ilmu silatnya untuk membunuh mati lawannya, Hian Ceng Tojin telah insyaf akan maksud Hweeshio durhaka itu.
ia berdiri siap waspada!
ia lihat Ku Hut Leng Kong mengangkat tangan kanannya pertahan-lahan ke atas, dan tangan yang kurus kecil itu perlahan-lahan menjadi besar dan kasar Hian Ceng Tojin tidak mengetahui bahwa Ku Hut Leng Kong mempunyai latihan Pek Tok Ciang Lek (Tenaga dalam tinju beracun).
Tetapi ia pun siapkan tenaga dalamnya di lengan kirinya untuk menangkisnya, Kemudian muka yang kurus dan hitam dari Hweeshio itu menyengir, dan giginya di bawah sinar matahari tampak menyeramkan ia seperti juga satu iblis!
ia bertindak maju perlahan-laan, dan Hian Ceng Tojin terpaksa bertindak mundur pertahan-lahan pula!
Dalam saat yang genting itu, ketika orang-orang dari partai Kun Lun bertarung mati-matian membela diri melawan Hweeshio-hweeshio yang durhaka dan yang dipimpin oleh dua orang gurunya, sekonyong-konyong dari lereng gunung terdengar suara jeritan yang memekakkan telinga, Lalu terdengar seruan.
"Loan-moi (Adik Loan)! jangan takut Kami
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
datang membantu!"
Seruan itu disertai terbang datangnya dua Hui-piauw (senjata tajam berbentuk kepala lembing) yang melalui Giok Cin Cu dan Lie Ceng Loan untuk memukul (menusuk) It Hong dan It Ceng!
Terbangnya kedua Hui-piauw itu cepat sekali, dua Hweeshio gundul tidak keburu menangkis dengan toya besinya.
Hui-piauw itu ternyata diperlengkapi pula dengan jarum-jarum beracun, It Hong dan It ceng setelah kena tertusuk Hui-piauw tersebut, segera merasakan seluruh tubuhnya dingin dan lemas, kaki tangannya lumpuh, pada saat itulah Giok Cin Cu menebas putus lengan kanannya It Hong dan diteruskan menusuk It Ceng.
Hanya tinggal It Goat seorang yang melancarkan serangannya terhadap Lie Ceng Loan, Melihat kedua kawannya gugur, ia pun menjadi keder ia membungkukkan diri menghindarkan sabetan pada Lie Ceng Loan untuk terus kabur, dan kebetulan ia lari ke depan Hian Ceng Tojin yang sedang menghadapi Ku Hut Leng Kong yang tepat waktu itu melepaskan tinju Pek Tok Ciang Leknya, Ku Hut Leng Kong tak keburu menarik jotosan itu, It Goat menjerit kesakitan terkena jotosan dahsyat itu, dan tubuhnya terpental ke atas satu depa tingginya untuk jatuh terbanting di tanah tidak bernyawa lagi!
peristiwa yang sangat cepat dan hebatnya itu membikin semua jago-jago silat berhenti dan berdiri tertegun!
Hian Ceng Tojin menoleh ke arah yang melepaskan Huipiauw, ia tampak seorang gadis berbaju hitam dengan wajah muka yang cantik datang menghampiri Lie Ceng Loan seperti seorang kakak yang sudah lama tidak menjumpai adiknya pertemuan mereka itu mesra sekali, Di belakang gadis berjalan mengikuti seorang tua dengan jenggot putihnya yang panjang menutupi dada, bajunya hijau dan panjang sampai ke lutut ia bersenjata sebatang toya berkepala besi berbentuk naga, ia adalah ketua partai dari pemimpin silat Thian Liong bernama Souw Peng Hai, dan gadis itu adalah puterinya, Souw Hui Hong.
Di belakang Souw Peng Hai tampak mendatangi juga tiga jago silat, yakni pemimpin-pemimpin dari cabang-cabang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
bendera merah Ouw Lam Peng, bendera Hitam Yap Eng Ceng dan bendera Putih Kiok Goan Hoat!
Kan Goat Cit Shin Kong memberi hajaran kepada Toa Ciok Sie Dengan mata yang bersinar Souw Peng Hai melihat keadaan di sekitar tempat pertempuran.
Lalu ia mengangkat kedua tangannya memberi hormat kepada Hian Ceng Tojin.
"Ketiga pemimpin dari partai Kun Lun telah datang ke pegunungan Ci Lian San, apakah ada urusan penting?"
Hian Ceng Tojin membalas kehormatan itu, dan menyahut.
"Kami dari partai Kun Lun telah datang ke pegunungan Ci Lian San dengan maksud minta buah Sie Can Ko dari kuil Toa Ciok Sie untuk mengobati Sumoy kami yang terkena racun ular di dalam tubuhnya, Tetapi bukan saja buah itu tidak diperolehnya, bahkan kami diserang dan hendak dibunuh oleh Hweeshio-hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie."
"Ketiga pemimpin Kun Lun telah datang, dan di kalangan Bu Lim sukar mencari jago-jago silat yang dapat melawannya Aku yakin oleh karena itu buah Sie Can Ko pasti sudah diperolehnya,"
Kata Souw Peng Hai yang melihat Giok Cin Cu dalam keadaan sehat walafiat Lalu ia mengawasi Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong, dan menanya lagi.
Tapi kedua Hweeshio itu, si gemuk dan si kurus, bukankah mereka juga dari kuil Toa Ciok Sie?"
Ia tidak menunggu jawaban dari Hian Ceng Tojin. Dengan wajah yang congkak ia mengawasi Tia Lat Leng Hai dan berkata dengan suara yang keren.
"Ketiga pemimpin partai Kun Lun telah dapat satu buah Sie Can Ko untuk mengobati Sumoynya yang kena racun ular Apakah bangsat-bangsat gundul dari kuil Toa Ciok Sie juga bisa memberikan aku buah Sie Can Ko itu? Jika tidak, aku Souw Peng Hai tentu ada jalan lain mengambilnya !"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hian Ceng Tojin mengerutkan kening, ia berpikir "Caranya Souw Peng Hai bicara itu bersifat mengejek Mungkin ia mengira Giok Cin Cu telah sembuh karena makan buah Sie Can Ko.
Apa gunanya ia mencari musuh terhadap Hweeshiohweeshio itu?"
Ia berpikir sejenak lagi, lalu berkata.
"Souw Kiok Cu (pemimpin partai Souw)! Jika Souw Kiok Cu mempunyai perhitungan harus dibereskan terhadap Hweeshio-hweeshio kuil Toa Ciok Sie, kami dari partai Kun Lun pasti suka mengalah."
Ia pun lantas mengajak orangorangnya mundur Ketika itu, dari ke tujuh Hweeshio-hweeshio murid-murid angkatan ke satu It Hong, It Ceng, dan It Goat tiga orang sudah menjadi mayat sisanya yakni It Yun, It Lec, It Tien dan It San, juga satu diantaranya telah terluka parah, peristiwa yang menyedihkan itu belum pernah dialami oleh kuil Toa Ciok Sie, sehingga Tia Lat Leng Hai dan Ku Hut Leng Kong menjadi murka sekali Setelah diejek oleh Souw Peng Hai, karena mereka belum mengetahui hal ihwalnya partai Tian Liong, mereka pun tidak berani bertindak sembrono.
Tapi Souw Peng Hai dengan toya berkepala naga di tangannya datang menghampiri Hweeshio-hweeshio itu, dengan diikat di kiri kanannya oleh empat jago-jago silat yang berwajah seperti iblis dan terkenal sebagai empat iblis dari daerah pertengahan propinsi Sucoan, Souw Peng Hai berhenti dan berdiri satu depa jauhnya di depan Hweeshio-hweeshio itu, Dengan toyanya ia menuding Tia Lat Leng Hai dan baru ia hendak bicara, tetapi didahului Ku Hut Leng Kong yang berkata.
"Kamu dan kita belum mengenal satu dengan yang lain, tetapi kau katakan hendak bikin perhitungan dengan kami Aku tak mengerti akan maksud omongan mu itu, Kau harus menjelaskan dulu, kemudian jika kau masih ingin menari-nari dengan toyamu itu, kau masih belum terlambat!"
Dengan menyengir Souw Peng Hai berkata.
"Jika aku sebut satu nama, kalian segera mengetahui kita mempunyai perhitungan apa. Kenalkah kalian kepada Sao Kong Gie?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan geli Ku Hut Leng Kong menyahut.
"O, urusan itu! Aku kira urusan besar jadinya kau ingin membikin perhitungan untuk orang lain? Betul, aku kenal Sao Kong Gie, dan akulah yang telah persen ia jarum beracun, Cuma aku khawatir kau tidak mampu melakukan pembalasan untuk dia, bahkan sebaliknya kau sendiri akan mengantarkan jiwa!"
Souw Peng Hai tertawa keras seperti meraungnya seekor singa sehingga seluruh suasana di pegunungan itu tergetar Ku Hut Leng Kong terkejut ia berpikir Tua bangka ini rupanya lihay Umunya.
Aku tak boleh memandang remeh!"
Setelah berhenti tertawa, Souw Peng Hai menyahut.
"Bagus! Bagus! Aku si tua bangka ini dengan mengambil kesempatan sebaik-baiknya ini minta jago-jago dari kuil Toa Ciok Sie sudi mengajarkan sejurus atau dua jurus ilmu silat Meskipun aku binasa, aku tidak akan menyesal!"
Ku Hut Leng Kong lalu memandang kepada ketiga pemimpin-pemimpin cabang yang berdiri di belakang Souw Peng Hai dengan sikap waspada, ia beranggapan semuanya bukan lawan yang enteng.
Tapi ia tak tahan diejek, maka dengan tidak menyahut lagi, kedua tinjunya ia lepaskan menyerang Souw Peng Hai.
Souw Peng Hai tidak pereuma menjadi pemimpin partai Thian Liong, dan tidak mudah dipermainkan oleh Ku Hut Leng Kong, Begitu dua jotosan lawannya maju ia pun batas menyerangnya dengan menyapukan toyanya ke arah lengan lawannya, Ku Hut Leng Kong terkejut ia buru-buru melompat mundur sambit menarik kembali kedua tinjunya.
ia tidak menduga bahwa lawannya lebih cepat dari dia.
Souw Peng Hai tertawa, dan baru saja ia hendak mengejar, Ouw Lam Peng tiba-tiba menegur bicara sedikit Souw Peng Hai menoleh ke belakang dan berkata.
"Kau mau bicara apa? Katakanlah!"
Dengan tenang Ouw Lam Peng berkata.
"Ketiga pemimpin partai Kun Lun sedang membikin perhitungan dengan bangsat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
gundul ini, Bukankah lebih baik kita menunggu mereka membereskan perhitungannya dulu?"
Hian Ceng Tojin setelah mengawasi Ouw Lam Peng, berkata.
"Ouw Kiok Cu (pemimpin cabang) bicara betul Pihak kami sukar bertarung melawan mereka lebih dulu."
Ouw Lam Peng tersinggung dengan ucapan itu, ia menegur. Tojin bicara terlampau getas!"
Tapi Souw Peng Hai membentak.
"Aku mempunyai perhitungan terhadap si gundul kurus itu, Aku tak sudi orang lain yang membereskan urusanku!"
Yap Eng Ceng dan Kiok Goan segera buru-buru datang mencegah sambil berkata.
"Cong Kiok Cu! Tidak perlu Cong Kiok Cu yang menghajar si gundul itu, Kasihlah kami dulu memberikan hajaran, jika nanti ternyata kami tidak mampu, barulah Cong Kiok Cu yang turun tangan."
Biarpun Souw Peng Hai mendengarkan pembicaraan kawan-kawannya, tetapi kedua matanya senantiasa mengawasi gerak-gerikiiya Ku Hut Leng Kong yang sedang menggerakkan tenaga dalamnya disalurkan kedua tinjunya, Tengah Souw Peng Hai dibujuk kawan-kawannya, Ku Hut Leng Kong menjerit, dan menjotos dengan tinju kanannya, Souw Peng Hai mengelit jotosan itu secepat kilat, lalu dengan tangan kirinya ia coba cekal lengan kanan lawannya, dan menotok jalan darahnya dengan satu jari tangan kirinya itu!
Ku Hut Leng Kong yang kejam telah berniat memukul mati Souw Peng Hai dengan tinju Pek Tok Ciang Leknya, tetapi tenaga dalamnya Souw Peng Hai tiada tandingannya, Begitu tinjunya dilepaskan, ia segera rasakan hembusan angin yang agak ganjil, dan mengetahui bahwa pukulan itu dilepaskannya dengan tenaga dalam yang luar biasa, Dengan kekuatan yang telah terkumpul di lengan kirinya, sambil menjerit sekeras geledek ia mengegos menghindari jotosan lawannya sambil menotok lengan kanan lawannya dengan satu jari kirinya yang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dikerahkan dengan ilmu Kan Goan Cit Sin Kong (Jari sakti menembus baja), sebetulnya tinju Pek Tok Ciang dari Ku Hut Leng Kong merupakan pukulan yang sangat ampuh, ilmu tersebut ia telah pelajari dan melatihnya beberapa tahun lamanya, Bukankah It Goat yang kebetulan lari di depan Hian Ceng Tojin terpental satu depa ke atas dan jatuh tak bernyawa hanya karena anginnya jotosan Pek Tok Ciang Lek itu?
Tetapi Souw Peng Hai berhasil menghindari jotosan yang dahsyat itu dan balas menotok jalan darah di lengan kanannya dengan ujung jari tangan kirinya dengan ilmu Kan Goan Cit Sin Kong, Ku Hut Leng Kong sebelumnya yakin betul bahwa Souw Peng Hai pasti binasa di bawah jotosan Pek Tok Ciang Lek, ia tidak menduga sama sekali akan sambutan yang lebih lihay dari lawannya, Segera ia merasa tangan kanannya menjadi panas dan lemas, kemudian menular ke seluruh tubuhnya, ia terkejut ia coba membebaskan totokan itu, tapi ia tidak berhasil.
Untung ada Tia Lat Leng Hai yang berdiri tidak jauh segera menjaga kawannya yang terpental, talu dengan tinju kirinya ia menyerang Souw Peng Hai dengan jurus Im Met Kit Lang atau Menutup tanggul membendung ombak, sedangkan tangan kanannya coba menolong kawannya membebaskan totokan tadi!
Tetapi Souw Peng Hai yang sudah menjadi beringas tidak memberikan kesempatan lagi, Setelah menotok lawannya dengan ilmu Kan Goan Cit Sin Kongnya, dan melihat Tia Lat Leng Hai datang menyerang, ia juga menyerang Tia Lat Leng Hai dengan toyanya.
Empat iblis di kedua sampingnya segera membantu, yaitu dua dari mereka Lo Toa dan Lo Sam menjotos Tia Lat Leng Hai, dan yang dua orang lagi Lo Ji dan Lo Si menerkam Ku Hut Leng Kong, Tia Lat Leng Hai dengan mementangkan kedua lengannya menangkis serangan Lo Toa dan Lo Sam, dan dengan kaki kirinya ia menendang toyanya Souw Peng Hai.
Tangkisan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tersebut ia lakukan dengan jurus Ji Liong Hun Cui atau Dua naga membuka jalan.
Tetapi Souw Peng Hai menyerang terus, Tia Lat Leng Hai terpaksa bertindak mundur Ketika itu It Yun, It Lee, It Tien dan It San datang membantu, Dengan bentakan keras Ouw Lam Peng dan Yap Eng Ceng masingmasing melemparkan arit terbang dan biji besinya.
Arit itu terbang menyambar kepalanya It Yun yang hanya dapat kesempatan untuk menjerit kesakitan untuk terus menjadi mayat!
Dan biji besi memukul dadanya It Lee yang segera terdorong mundur lima tindak, lalu memuntahkan darah dan jatuh tertiarap menyusul ka-wan-kawannya menghadap raja akherat!
Kedua macam senjata rahasia itu sudah terkenal di kalangan Kang-ouw, dan jarang gagal mengambil korban.
Setelah melihat It Yun dan It Lee tewas terkena senjata rahasia, It Tien dan It San menjadi mengkeret, mereka tidak berani datang menyerang dengan sembrono lagi, Ketika itu Ku Hut Leng Kong telah ditangkap oleh Lo Ji dan Lo Su (Dua dari empat iblis pengawal pribadinya Souw Peng Hai), Dengan demikian pihak Toa Ciok Sie hanya ketinggalan Tia Lat Leng Hai dan It Tien dan It San.
Tujuh murid angkatan kesatu telah tewas empat lima orang.
Ku Hut Leng Kong, pemimpin ketiga telah tertangkap hidup-hidup, Untuk bertempur terus, Tia Lat Leng Hai yakin tak akan menang, maka ia pun berhenti bertarung sambil lari mundur beberapa depa, Dengan mengayun toya berkepala naga, Souw Peng Hai mengejek.
"Hei, gundul! Sao Kong Gie, tidak mempunyai dendam apapun terhadap kuil Toa Ciok Sie. Tapi mengapa ia telah dihajar dengan jarum beracun...."
Lalu ia ingat bahwa Ku Hut Leng Konglah yang hajar Sao Kong Gie dengan jarum beracun, maka ia berpaling kepada Hweeshio kurus yang sedang diikat oleh Lo Jin dan Lo Su itu, dia membentak.
"Hweeshio kurus dan gundul ini yang melukai Sao Kong Gie, ia pasti dapat menolong dan membuangkan racun yang telah merembes masuk ke dalam tulang-tulang. Kita harus bawa ia
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
segera jika Hweeshio-hweeshio yang lain ingin menolong ia, mereka boleh datang ke sebelah utara propinsi Kwiciu.
ke markas besar partai Thian Liong, Tapi jika di dalam jangka waktu setengah tahun belum juga ada yang datang menolong, maka nasibnya si kurus ini aku tak jamin lagi!"
Ucapan tersebut telah didengar jelas oleh Tia Lat Leng Hai, tapi ia tak dapat berbuat apa-apa, karena ia tak mampu melawan lagi dengan hanya dua orang muridnya yang masih hidup itu, lagi pula ilmu silatnya tak setinggi Ku Hut Leng Kong yang mempunyai ilmu pukulan Pek Tok Ciang Lek.
Pek Tok Ciang Lek dapat digempur oleh ilmu jari sakti Kan Goan Cit Sin Kong.
ia sendiri mempunyai ilmu Tay Im Kit Kong (ilmu kekuatan menggempur hancur dengan jotosan dua tinju), dan yakin ilmunya tak dapat bertahan melawan Kan Goat Cit Sin Kong, Tapi sifatnya yang congkak memaksa ia mengancam.
"Aku khawatir kalian tak dapat keluar dari pegunungan Ci Lian San ini!"
Lalu ia ajak kedua muridnya lari kabur!
Kiok Goan Hoat hendak mengejar, tapi ditahan oleh Souw Peng Hai, Yap Eng Ceng melontarkan biji besinya ke punggung Tia Lat Leng Hai, Biji besi itu terbang sangat pesatnya mengejar si Hweeshio gemuk.
Tapi Tia Lat Leng Hai berbalik dan menjotoskan tinjunya, biji besi itu jatuh terpental kena angin tinju Tay Im Kit Kongnya, Pada saat itu, Ouw Lam Peng telah membelokkan kedua matanya dari Tia Lat Leng Hai yang melarikan diri kepada Lie Ceng Loan, Dengan arit di tangan, kedua matanya mengawasi Lie Ceng Loan dengan wajah yang beringas, Lalu perlahanlahan ia mendekati Ngo Kong Toa-su dan Hian Ceng Tojin telah memperhatikan sikap yang ganas dari Ouw Lam Peng, Mereka lekas-lekas loncat di sampingnya Lie Ceng Loan, dan berdiri siap menjaga gadis itu yang sedang berdiri berdamping-dampingan dengan Souw Hui Hong.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Souw Hui Hong juga telah perhatikan dengan sikap yang mendadak berubah dari Ouw Lam Peng, sementara itu terlihat juga olehnya Yap Eng Ceng dan Kiok Goan Hoat datang menghampiri Suasana yang tiba-tiba berubah ini memaksakan Giok Cin Cu dan Tong Leng Tojin mencabut pedangnya.
Keadaan menjadi genting pula.
Rupanya Ouw Lam Peng hendak menimbulkan onar lagi, Suasana yang sunyi senyap itu segera terpecah belahkan oleh tertawanya Ouw Lam Peng yang berkata, suaranya keras.
"Apakah gadis yang berbaju putih ini adalah murid dari partai Kun Lun?"
Hian Ceng Tojin menyahut sambil tersenyum.
"Be-tul! Ouw Hun Kiok Cu (pemimpin cabang She Ouw) tentu tidak mengenal anak kemaren dulu ini."
Melihat Souw Hui Hong sangat akrabnya dengan Lie Ceng Loan, Ouw Lam Peng tidak segera melontarkan aritnya, ia berkata.
"Souw siocia aku minta kau minggir!"
Souw Hui Hong merasa heran, ia tak mengerti mengapa Ouw Lam Peng benci Lie Ceng Loan, dan dendam apakah yang tertanam di antara mereka.
Tapi ia mengetahui bahwa arit Ouw Lam Peng itu dahsyat sekali, bisa dilontarkan dengan tangan kiri atau kanan, ia tidak minggir, bahkan ia memeluk Lie Ceng Loan sambil berkata.
"Ouw Siok-siok (paman Ouw), Paman tahun ini telah berusia lima puluh tahun, Bagaimanakah Paman dapat berdendam terhadap gadis yang belum berusia dua puluh tahun?"
Dengan menyengir Ouw Lam Peng berkata.
"Se-belumnya aku menanyakan keterangan-keterangan jelas, aku pasti tidak sembarang turun tangan."
Lalu ia berbalik menanya Hian Ceng Tojin.
Tojin yang telah lama berkecimpungan di kalangan Bu Lim tentu tak akan berdusta, Aku mohon tanya, gadis berbaju putih apakah bukan puterinya Lie Su Long, pelajar yang selalu mengenakan baju biru?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hian Ceng Tojin kememek.
ia tak dapat menjawab ia menoleh ke arah Ngo Kong Toa-su dengan maksud agar Ngo Kong Toa-su yang memberikan jawaban Tetapi Ngo Kong Toa-su tampaknya tambah gelisah setelah ditanya Ouw Lam Peng.
Seluruh tubuhnya gemetar an.
ia teringat akan peristiwa dari beberapa puluh tahun yang lampau, Apakah ia harus membikin perhitungan sekarang?
Apakah ia mampu melawan Ouw Lam Peng?
Semua pikiran itu membingungkan ia.
Souw Hui Hong yang cerdas dan tangkas yang cukup pengalaman di kalangan Kang-ouw, setelah melihat sikap dan wajah masing-masing orang yang bersangkutan segera dapat menebak keberatan-keberatannya Hian Ceng Tojin atau Ngo Kong Toa-su.
Apabila mereka memberikan keterangan pada saat itu, maka pertempuran yang hebat tak dapat dihindarkan lagi dan jika sudah bertempur, tidak guna lagi untuk membujuknya Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dengan suara keras ia berseru.
"Ayah, bagaimana dengan racun jarum di dalam tubuh ayah angka tku, Sao Kong Gie! Bukankah lebih cepat kita menolongnya lebih baik? Mengapa kita harus diam di sini lebih lama?"
Souw Peng Hai juga telah merasa tidak ada manfaatnya mencari permusuhan terhadap partai Kun Lun, Setelah ditegur oleh puterinya, ia menegur "Ouw Hun Kiok Cu!"
Ouw Lam Peng segera berbalik menghadapi Souw Peng Hai sambil menanya.
"Cong Kiok Cu ada perintah apakah?"
Souw Peng Hai berkat a.
"Jika kau mempunyai perhitungan yang harus dibereskan dengan partai Kun Lun, pada waktu sekarang dan di tempat ini tidaklah tepat Kesempatan untuk membikin perhitungan masih banyak, tidak usah sekarang juga!"
Ouw Lam Peng yang bertabiat juga berangasan dengan bersikap congkak tak berani membantah perintah atasannya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ia membungkukkan tubuh dan menyahut.
"Aku Ouw Lam Peng mentaati perintah!"
Sambil tersenyum Souw Peng Hai berkata lagi kepada Hian Ceng Tojin.
"Aku pun minta dengan sangat Tojin pandang aku si tua bangka ini, dan jangan membikin perhitungan sekarang, Kemudian hari jika ada kesempatan kami pasti ingin diajarkan ilmu silat pedang Hun Kong Kiam Hoat dan ilmu pukulan Thian Kong Ciang."
Sambil tersenyum Hian Ceng Tojin menyahut.
"Umu silat partai kami tidak seberapa, malah kami harus minta Souw Cong Kiok Cu mengajarkan ilmu Kan Goan Cit Sin Kong!"
Lalu Souw Peng Hai tegur puterinya, dengan ber-kata.
"Hei, anak tolol! Kau tidak segera berjalan mau tunggu apa lagi?"
Souw Hui Hong hanya tersenyum, ia menyahut.
"Ayah jalanlah lebih dulu bersama tiga paman, Aku masih ada omongan sedikit untuk Loan-moi."
Tapi Souw Peng Hai membentak. Tidak, ayo lekas jalan!"
Aneh juga, jago silat dan pemimpin partai silat Thian Liong yang sangat dimalui oleh jago-jago silat di kalangan Kang-ouw itu tak dapat menundukkan puterinya, meskipun semua orang bawahannya berdiri gemetar menerima perintahnya.
ia terlampau sayang puterinya, Souw Hui Hong berkata lagi.
"Tidak! Aku masih ada sedikit omongan untuk Loan-moi. urusanku ini tak me-rintangi siasat atau urusan ayah!"
Untuk sementara waktu Souw Peng Hai menjadi gusar, tapi lekas juga kegusarannya itu berubah menjadi senyuman, Sambil geleng-geleng kepalanya ia berkata lagi.
"Kau telah berusia dua puluh tahun lebih, mengapa masih nakal dan bandel seperti anak kecil ? Apakah kau tidak malu terhadap orang lain?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kali ini, Souw Hui Hong tersenyum, dan dengan manjanya ia menyahut.
"Aku tidak bilang aku tidak jalan, Aku hanya ingin bicara sedikit dengan Loan-moi, Ayah dan paman jalan duIu, aku segera menyusuI."
Dengan memandang Hian Ceng Tojin, Souw Peng Hai berkata.
"Puteriku ini bandel Aku mohon Tojin tidak mencelanya."
Lalu ia balik badan dan berlalu, Ku Hut Leng Kong yang telah diikat dan digotong oleh Lo Ji dan Lo Su, dan ketiga pemimpin cabang Ouw Lam Peng, Yap Eng Ceng dan Kiok Goan Hoat mengikuti di belakang Souw Peng Hai.
Souw Hui Hong menanya Lie Ceng Loan.
"Loan-moi, bagaimanakah kau bisa mempunyai dendam terhadap Ouw Hun Kiok Cu? ia telah berusia lima puluh tahun, dan kau baru tujuh belas tahun?"
Dengan wajah yang suram Lie Ceng Loan menyahut sambil kepalanya digoyang-goyangkan.
"Aku pun tak tahu dan tak mengerti persoalan ini. Aku tidak kenal dia,"
Dan ia menghadapi Ngo Kong Toa-su dan menanya.
"Supek (paman guru), apakah ayahku bernama Lie Su Liong?"
Ngo Kong Toa-su baru saja merasa reda dari ketegangan yang ditimbulkan oleh Ouw Lam Peng, ia menjadi gelisah lagi ketika ditanya demikian oleh puteri angkatnya, Dengan muka sedih ia memandang Lie Ceng Loan.
Lalu dengan wajah yang berubah menjadi murka ia memperingatkan suara yang keras.
"Loan-ji! Seterusnya kau tidak boleh menanya kepadaku urusan itu lagi! Belum pernah Lie Ceng Loan melihat ayah angkatnya begitu marah, ia pun terkejut melihat kegusaran itu. ia pegang tangannya Souw Hui Hong erat-erat, Lalu ia menubruk lututnya Ngo Kong Toa-su, dan dengan air mata berlinang ia berkata dengan suara yang memilukan hati.
"Supek! Jika aku salah omong, ampunilah akui Aku... aku... tak mempunyai maksud apapun membikin Supek menjadi kesal Am... ampunilah aku!"
Akhirnya ia menangis,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hancurlah hatinya orang itu melihat kesedihannya gadis yang ia lebih sayang dari pada dirinya sendiri ia lekas -lekas mengangkat bangun, dan dengan kedua mata berlinang ia coba menghibur.
"Urusan ayah bundamu aku telah beritahukan semuanya kepada gurumu, Hian Ceng Tojin. Kelak jika telah tiba saatnya, kau pasti diberitahu kan. Tetapi untuk sementara waktu ini, aku harap kau jangan bertanyatanya tentang itu."
Sambil menyeka kering air matanya, Lie Ceng Loan menyahut.
"Supek... akupun harap Supek jangan buat pikiran lagi Aku tidak akan menanya lagi soal itu."
Ngo Kong Toa-su belum menjawab, dari jurusan di belakang mereka terdengar suara derap larinya kuda.
Mereka menoleh dan dapat lihat kudanya Co Hiong mendatangi Kuda ajaib itu berhenti di samping Souw Hui Hong, dan setelah melihat kuda itu dengan sikap yang gelisah, agaknya Lie Ceng Loan usap-usap leher kuda dan berkata kepada Souw Hui Hong.
"Cici, inilah kuda ajaibnya Co Hiong, kawannya Bu Koko, Larinya bukan main hebat-nya!"
Dengan sikap terperanjat Souw Hui Hong balik menanya.
"Ha! Apakah kalian telah mengenal Co Suhengku?"
Lie Ceng Loan menyahut sambil goyang-goyang kepalanya.
"Aku sendiri tidak hanya Bu Koko yang kenal dia dan diperkenalkan kepadaku, Kini Bu Koko sedang menyertai Pek Cici."
Ketika menjumpai Lie Ceng Loan sebetulnya Souw Hui Hong ingin menanyakan tentang Bee Kun Bu, tetapi ia khawatir menimbulkan rasa curiga.
Kini Lie Ceng Loanlah yang menyebut-nyebut Bee Kun Bu, maka ia anggap telah memperoleh kesempatan baik untuk menanyakan hal ihwalnya Bee Kun Bu.
"Kau juga mempunyai kakak dik Loan?"
Tanya ia. Sambil tersenyum Lie Ceng Loan menyahut.
"Pek Cici adalah kawan baiknya Bu Koko. ilmu silatnya tinggi sekali,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kalau tiada pertolongan nya Kakak Pek itu, mungkin Bu Koko sudah tidak ada di dunia ini!"
Souw Hui Hong yang selalu menaruh perhatian tentang Bee Kun Bu menjadi tereengang mendengar ucapan itu.
"Apakah kau tidak curiga dan cemburu Bu Kokomu mengikuti wanita lain?"
Tanya Souw Hui Hong. Dengan sikap yang polos dan penuh kepereayaan, Lie Ceng Loan menyahut.
"Pek Cici sangat budiman dan ramah. ia tak akan terlantarkan Bu Koko, dan aku bertentram hati. Bu Koko mengikuti Pek Cici."
Perkataan itu diucapkan dengan setulus hati dan wajar, karena ia sebegitu jauh belum mempunyai perasaan cemburu, Tetapi pemberitahuan itu menusuk hatinya Souw Hui Hong, yang telah jatuh cinta kepada Bee Kun Bu.
ia merasa hidungnya panas, dan air matanya tak tertahan mengucur keluar Sikap itu mengejutkan Lje Ceng Loan, ia pegang kedua tangannya Souw Hui Hong dan menanya.
"Hong Cici (Kakak Hong), mengapa kau menangis? Apakah aku salah omong?"
Souw Hui Hong tidak segera menyahut ia menengok ke arah kudanya Co.Hiong, dan berkata, menyimpang dari pertanyaannya.
"Kuda ini tak ditunggangi oleh Co Suhengku, Tapi sekarang hanya kudanya yang datang tanpa majikannya itu, apakah ia terhadang atau mendapat kecelakaan?"
Lie Ceng Loan pun menjadi cemas, ia berkata.
"Co Suhengmu itu juga baile ia bukan saja telah menjadi kawan Bu Koko, ia pun pernah menolong aku. Kini hanya kudanya saja kelihatan Aku khawatir ia menemui rintangan Ayo! Kita cari padanya!"
Lalu ia berkata kepada Giok Cin Cu.
"Suhu aku dan Souw Cici hendak pergi mencari Co Hiong, bolehkah?"
Tong Leng Tojin menyahut.
"Orang yang pernah menolong murid dari partai Kun Lun kita, kita harus menolongnya juga jika ia berada dalam bahaya, Sumoy, kau harus perkenankan ia pergi."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Giok Cin Cu mengerutkan kening, lalu menyahut.
"Daerah pegunungan Ci Lian San ini sangat luas, Mencari orang di tempat seluas ini tidak mudah."
"Tapi.kuda ajaib ini sangat cerdas,"
Kata Souw Hui Hong.
"Dengan menunggangi kuda ini, aku kira mencari Co Hiong majikannya tidak sukar."
Lalu ia cemplak kuda ajaib itu yang segera lari menuju ke arah selatan, Souw Hui Hong segera diikuti oleh beberapa orang itu, Kuda itu seakan-akan memimpin jalan dan beberapa orang itu dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh dapat mengikuti dari belakangnya, Setelah lewat satu jam, mereka tiba di kaki suatu puncak gunung, dan kuda ajaib itu berhenti untuk me-nunggui orangorang yang"
Mengikuti di belakangnya puncak itu.
Kemudian dengan berbunyi beringas ia mendaki puncak yang curam itu.
Ketiga ketua partai Kun Lun dan Ngo Kong Toa-su dengan ilmu meringankan tubuhnya yang lihay dengan mudah dapat mendaki puncak yang curam itu, dan segera tiba di atas puncak itu, Di bawah puncak lainnya itu terletak tanah datar dengan satu telaga kecil seluas satu bou (lebih kurang tiga puluh meter persegi) dengan airnya yang jernih dan satu sungai kecil mengalir melewati telaga tersebut untuk turun mengalir ke bawah, Melihat keadaan tempat itu, Lie Ceng Loan berseru.
"Aku tahu, aku tahu! Aku pernah datang ke tempat ini dua kali! Tiap Pek Cici menolong aku, ia tentu bawa aku kemari!"
Giok Cin Cu melihat keadaan di sekitarnya, ia tampak di kedua samping puncak di mana mereka berdiri, ada dua puncak lagi yang diliputi awan turun dari puncak itu menuju telaga yang terletak di bawah.
Di sekitar telaga tersebut, rumput tumbuh sangat segar dan lebatnya, kembangkembang liar berlomba-lomba mempertunjukkan kecantikannya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kuda itu terus jalan menuju ke depan satu gua batu dan berhenti di mulut gua itu, Lie Ceng Loan tidak ragu-ragu lagi, Goa batu itu adalah tempat di mana Pek Yun Hui sembunyikan ia ketika ia tertolong dari penculikan Di dalam gua itulah ia berjumpa lagi dengan Bee Kun Bu yang telah berusaha keras mencari ia.
Segala sesuatunya di dalam gua itu masih seperti sediakala, tidak berubah.
ia masuk ke dalam gua seperti juga ia masuk ke dalam rumahnya sendiri, diikuti Souw Hui Hong.
Mereka terkejut ketika melihat Co Hiong menggeletak tertelentang tidak bergerak di tanah rambutnya terurai Apakah ia menderita sakit, atau terluka, atau binasa???
110 BANGAU SAKTt -T.S.S.
Jtltd 4 Dengan terharu Lie Ceng Loan dan Souw Hui Hong datang menghampiri dan berlutut di sampingnya Co Hiong, Souw Hui Hong yang menjadi besar bersama-sama di bawah satu asuhan dan hidup seperti saudara kandung, bukannya tidak terharu melihat keadaan Co Hiong, Ha-nya semenjak ia melihat Bee Kun Bu dan telah jatuh cinta pada pertemuan pertama, ia lebih sering mengenang wajah dan sikapnya Bee Kun Bu daripada Co Hiong yang ayahnya ingin menjadi suaminya, Tetapi ketika melihat keadaan Co Hiong yang mengkhawatirkan itu, ia segera menubruk dan memanggil namanya, Co Hiong perlahan-lahan bergerak dan membuka kedua matanya, ia melihat wajah kekasihnya, dan sambil tersenyum ia berkata, suaranya rendah sekali.
"Aku telah terluka parah, dan aku tidak menduga dapat bertemu dengan kau lagi-"
Lalu ia pejamkan matanya pula dan berhenti bicara, Lie Ceng Loan menanya.
"Souw Cici, kenapa dia? Apakah dia terluka parah? Jika ia hanya terluka, ia tentu dapat dibikin sembuh."
Lalu air matanya tak tertahan lagi mengucur keluar
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Souw Hui Hong periksa seluruh tubuhnya Co Hiong, dan tidak melihat tanda Iuka.
ia raba jidatnya tapi jidat itu tidak panas, Untuk sementara waktu ia menjadi bingung dan tak mengerti Tiba-tiba ia terkejut ia pandang mukanya Co Hiong lalu menangis tersedu-sedu, Tangisan itu mengejutkan ketiga pemimpin partai Kun Lun dan Ngo Kong Toa-su yang masih berdiri di mulut gua.
Hian Ceng Tojin masuk lebih dulu dan berusaha menghibur Souw Hui Hong, lalu memeriksa dengan tertib seluruh tubuhnya Co Hiong, ia merasa bahwa beberapa urat nadinya telah tertotok, tetapi ia tak dapat mengetahui letak luka-lukanya.
Dengan singkat keadaannya Co Hiong mengkhawatirkan sekali!
Namun Hian Ceng Tojin terus dengan kepandaiannya berusaha menolong membebaskan beberapa jalan darahnya, dan telah berhasil juga membebaskan beberapa jalan darahnya, Co Hiong menarik napas panjang, lalu membuka kedua matanya lagi.
Kali ini ia melihat juga Lie Ceng Loan.
ia menjerit, dan keringat keluar dari seluruh tubuhnya, Rupanya ia telah terluka beberapa hari, dan ia berada di dalam gua itu tanpa makan atau minum, Hian Ceng Tojin berkata dengan khidmat kepada Souw Hui Hong.
"Suhengmu telah menderita totokan yang luar biasa, dan keadaannya sangat mengkhawatirkan, Namun ia takkan lekas mati, Cobalah kau berikan ia sedikit air dan makanan. ia terlampau lapar dan dahaga! Kita dapat berusaha mencari jalan menolong jiwanya."
Souw Hui Hong sangat bersedih hati, ia turut petunjuk Hian Ceng Tojin.
ia lekas-lekas mencari air yang bersih untuk diberikan kepada Co Hiong, Kemudian ia keluarkan perbekalan makanannya dan ia suapkan ke mulut Co Hiong dengan sabar sekali Sejenak kemudian, Co Hiong membuka lagi kedua matanya, Ketika ia melihat Hian Ceng Tojin, ia tanya Souw Hui Hong.
"Sumoy, Tojin (pendeta) ini siapakah?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lie Ceng Loan tidak menunggu Souw Hui Hong menjawab, ia berkata.
"la adalah gurunya Bu Koko, dan juga Supekku (paman guru), Co Suheng, bagaimana kau rasakan sekarang? Apakah merasakan cnakan?"
Co Hiong mengawasi Lie Ceng Loan yang bersedih karena ia. ia berpikir "Ketika ia pingsan, ia kira aku Bee Kun Bu, dan aku telah lupa akan diri sendiri dan menggoda ia. Aku berdosa...."
Ketika ia melihat Hian Ceng Tojin mengawasi padanya, ia berpikir lagi.
"Tojin ini adalah gurunya Bee Kun Bu. ia adalah pemimpin dari kuil Sam Ceng Koan, Betul Lie Ceng Loan aku pernah tolong, tapi perbuatan aku yang tak pantas itu jika ia telah mengetahuinya, celaka aku ini!"
Pikiran itulah yang membikin ia ketakukan.
ia bersaiah, ia berdosa, maka ia merasa takut akan hukuman yang akan ditimpakan kepadanya oleh Hian Ceng Tojin ia terteletangdiam dengan mata terbelalak Souw Hui Hong melihat sikap Co Hiong banyak berubah itu.
ia pegang satu tangannya Co Hiong dan menanyai "Co Suheng!
Bagaimanakah kau rasakan diri-mu, enakkah?"
Co Hiong berseru.
"O!", lalu ia mengawasi Lie Ceng Loan lagi yang masih terus mengucurkan air mata. Hian Ceng Tojin menggunakan ilmu kekuatan tenaga dalamnya untuk menolong Co Hiong. Meskipun ia berhasil membebaskan beberapa jalan darahnya, tetapi ia tak dapat menyembuhkan luka-luka yang dideritanya, Tubuh Co Hiong yang tadinya tak dapat bergerak telah dapat digerakkan kembali ia berkata.
"Aku telah berusaha sekuat tenaga, akan tetapi aku hanya dapat menolong kau sedikit sekali Luka-luka yang kau derita, aku tak dapat menyembuhkannya, Aku menyesal sekali."
Lalu ia menarik napas panjang, Dengan tersenyum Co Hiong menyahut.
Tentang sembuh atau tidaknya aku tak menghiraukan, Paling buruk aku meninggal dunia, Tetapi kalau aku tidak mati, aku bersumpah akan membikin pembalasan terhadap orang yang telah melukai aku ini!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kau akan membikin pembalasan atau tidak,"
Kata Hian Ceng Tojin.
"Aku pun tidak ambil pusing bukan urusanku, Tetapi orang yang telah melukai kau ini bukannya seorang musuh sembarangan Aku khawatir musuh itu bukan tandinganmu, dan sukar bagimu membalas dendam!"
Co Hiong hanya menyengir, dan tidak menyahut Lalu Hian Ceng Tojin berkata kepada Lie Ceng Loan.
"Loan-ji, mari kita berlalu!"
Ia pun keluar dari gua itu! Lie Ceng Loan bangun, ia tinggalkan makanan ke-ringnya di dekat Co Hiong sambil berkata.
"Kau belum dapat bergerak dengan leluasa. Makanan kering ini kau dapat makan."
Dengan perasaan terima kasih ia melihat gadis itu sejenak, Kemudian dengan paksakan diri nya, ia bangun dan berkata dengan suara yang keras.
"Siapakah bilang aku tak dapat bergerak leluasa!"
Lalu ia coba lari keluar dari gua itu!
Beberapa jalan darah Co Hiong telah dibebaskan oleh Hian Ceng Tojin, ia sekarang dapat bergerak, tapi lukalukanya masih hebat, maka baru saja ia tindak beberapa langkah, ia jatuh tersungkur lagi di tanah!
Souw Hui Hong dan Lie Ceng Loan lekas-lekas menolong membangunkannya.
Ketika itu matanya terbelalak giginya terka ncing, dan tubuhnya seperti orang yang semaput "Suheng!
Kau kenapa!?"
Seru Souw Hui Hong, Lalu Co Hiong tertawa keras seperti orang yang kurang ingatan, dan bangun lari keluar gua.
Kudanya yang berdiri di luar gua, setelah mendengar majikannya tertawa juga perdengarkan bengernya dan berjingkrak-jingkrak-an, sehingga seluruh lembah itu menjadi riuh dan gaduh dengan suara mereka yang menggema!
ia lari dan dipegangi oleh kedua samping oleh Lie Ceng Loan dan Souw Hui Hong.
Kudanya setelah melihat majikannya, lalu datang mendekati Co Hiong berontak, dan merayap naik ke atas kudanya, Begitu ia dapt me-nyemplak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
lagi kudanya, dengan memegangi leher kuda itu, ia gencet perut kudanya dengan kedua kakinya, Lalu kuda ajaib itu loncat dan lari secepat angin!
Co Hiong belajar ilmu silat tinggi dari seorang tua.
Souw Hui Hong terkejut ia coba mengejar sambil memanggil Tetapi bagaimana ia dapat mengejar kuda ajaib yang larinya sangat cepat itu?
Setelah menikung di lereng di satu gunung, Co Hiong dan kudanya tak kelihatan lagi, Yang terdengar hanya suara jeritan dari Souw Hui Hong saja!
Kaburnya Co Hiong itu sudah telah melukai hatinya Souw Hui Hong, ia berdiri di suatu puncak gunung dengan matanya mengikuti kaburnya kuda ajaib itu!
ia berpikir juga bahwa ia sering-sering mengabaikan perhatian atau kasih sayangnya Co Hiong, Ketika kesempatan terbuat untuk ia menebus "dosanya"
Dengan merawat Co Hiongyang menderita luka, agaknya Co Hiong tidak menghiraukan ia lagi, ia merasa menyesal akan perbuatannya atau perlakuan nya terhadap Co Hiong, ia merasa kecewa terhadap dirinya yang telah jatuh cinta kepada Bee Kun Bu.
ia menjadi sedih dan air matanya tak tertahankan mengucur keluar "Hong Cici!
janganlah menangisi kata Lie Ceng Loan yang juga datang mengejar di belakang ia.
"Co suhengmu adalah seorang yang baik. Aku yakin ia akan tertolong!"
Dengan membanting satu kakinya, Souw Hui Hong berkata dengan geregetan.
"Kau lihat tadi bagaimana ademnya ia terhadap aku, Aku pun tak akan perhatikan ia lagi!"
Lie Ceng Loan terus menghibur Sejenak kemudian ketiga pemimpin partai Kun Lun dan Ngo Kong Toa-su juga telah datang dengan maksud menghibur Hian Ceng Tojin berkata.
Tempat ini tidak aman untuk kita berdiam lama-lama, Ayahmu telah minta aku menjaga Siocia.
Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berlalu dari tempat ini, Setelah kita keluar dari pegunungan Ci Lian San, Siocia dapat berpisah dan kembali ketemu ayah sendiri."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Souw Hui Hong tidak ingin menyuruh atau membikin orang-orang lain susah, ia turut mereka berlalu dari tempat itu, Marilah pembaca kita ikuti Co Hiong yang dibawa lari oleh kudanya dalam keadaan luka tubuhnya.
Untung baginya, kudanya mengerti akan penderitaan majikan nya, dan lari dengan memilih jalan yang agak rata, Hembusan angin membikin Co Hiong tak sadarkan diri lagi, dan seterusnya ia dibawa lari kudanya dalam keadaan pingsan, Ketika ia sudah siuman kembali, hari telah mulai menjadi senja, tubuhnya terbaring di atas rumput dengan ^ kudanya berdiri di sampingnya menjagai dia.
Di sekitarnya adalah lereng-tereng gunung yang hijau dengan pohon-pohon.
ia masih berada di daerah pegunungan!
ia paksakan diri untuk bangun dan berusaha berjalan, tetapi setelah beberapa langkah, ia merasa separuh tubuhnya merasa lumpuh, ia terjatuh lagi, Sambil menarik napas panjang ia berkata kepada dirinya sendiri.
Tidak diduga bahwa aku dengan senjata lingkaran emas yang ampuh harus mati dan dikubur di daerah pegunungan ini!"
Ia berbaring dengan terlentang dan mengawasi kuda ajaibnya yang masih berdiri dekat ia dengan setia.
"Jika aku harus menarik napas panjang untuk penghabisan di sini, kuda ajaibku ini pasti akan terjatuh di tangan orang lain,"
Pikirnya.
"Bukankah lebih baik ia juga tewas bersama-sama aku di sini?"
Dengan ketetapan hati itu, ia keluarkan dari kantong di dadanya beberapa jarum beracun, ia mengawasi kuda-nya, dan bermaksud melontarkan jarum-jarum beracun tersebut ke dalam tubuh kuda, Kasihan!
Kuda yang setia itu harus dibunuh demikian dan kuda itu tidak menduga sama sekali bahwa ia akan dibunuh oleh majikannya!
Baru saja Co Hiong hendak melontarkan jarum-jarum beracun itu, segera ia merasa lengannya lumpuh tidak bertenaga dan tak berdaya sama sekali.
ia menarik napas panjang lagi memikirkan nasibnya yang buruk, Sejenak kemudian ia pun tertidur karena keletihannya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Suara kudanya telah membikin ia bangun lagi, ia buka kedua matanya, dan menyaksikan kudanya sedang bertarung terhadap dua ekor serigala, Satu serigala telah ditendang dan tewas dengan kepala hancur "Baiknya aku tidak berhasil membunuh mati kudaku dengan jarum-jarum beracun, Jika tidak, aku pasti telah mati dimakan serigala-serigala itu!"
Pikir ia.
, Dengan lekas kuda itu berhasil menendang serigala yang masih hidup, serigala itu terpental, tapi tidak mati, lalu lekaslekas kabur!
Kuda itu tidak mengejar ia harus berada di samping majikannya, ia harus menjaga majikannya dan dengan hidungnya ia menyentuh-nyentuh tubuh majikannya seolah-olah seekor anjing yang ingin diusap-usap, Co Hiong yang telah lama berkecimpung di kalangan Kang-ouw telah mengetahui bahwa serigala yang kabur itu akan kembali lagi memanggil kawan -kawan nya, dan dengan datangnya serigala-serigala itu, maka ia berada dalam bahaya yang lebih besar lagi, Oleh karena itu ia berusaha sekuat tenaga merayap ke atas punggung kudanya.
Kuda itu rupanya mengetahui keadaan majikannya.
Ia berdiri agar majikannya dapat naik ke atas punggungnya.
Betul saja sejenak kemudian terdengar meraungnya serigala-serigala Begitu lekas ia telah berhasil naik ke pungung kuda.
Kuda itu segera lari ke jurusan lain, menyingkir dari serangan serigala-serigala yang mendatangi Dengan memegang erat rambut suri kuda, Co Hiong mendesak kudanya agar lari lebih cepat lagi!
Kuda ajaib serta mengerti itu berlari-lari membawa majikannya, dan telah melalui banyak lereng-lereng gunung, dan masih juga berada di daerah pegunungan, tapi mereka lelah berhasil menyingkirkan diri dari serangan serigala yang telah jauh ketinggalan di belakang Ketika hari sudah mulai fajar, mereka sudah berada di suatu lembah gunung yang dikitari dengan puncak-puncakyang tinggi, Mereka berhenti
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kuda itu segera makan rumput yang segar, dan Co Hiong yang baru separoh tubuhnya telah menjadi lumpuh juga coba makan makanan kering, karena ia merasa lapar Pada saat itu terdengar dari jauh bunyi nya lingkaranlingkaran besi.
Co Hiong terkejut "Dari manakah suara lingkaran-lingkaran besi itu datangnya di daerah pegunungan ini?"
Pikir ia.
ia mengawasi sekitarnya, karena cuaca di waktu fajar itu masih belum terang benar ia berada di dekat suatu gua yang letaknya hanya beberapa depa jauhnya, Gua itu berada di kaki sebuah puncak, dan di mulut gua telah tumbuh beberapa pohon-pohon cemara seakan-akan menutupi gua itu, Suara lingkaran besi datangnya dari gua itu.
Karena ingin tahu ia berusaha merayap menghampiri gua.
Gelap betul di dalam gua itu dan tak diketahui berapa dalamnya, Kemudian terdengar lagi suara orang-orang menarik napas.
Tidak salah lagi,"
Pikirnya.
"Di dalam gua ini ada orangnya!"
Tapi mengapa orang itu tinggal di dalam gua? Apakah ia seorang sakti?"
Ketika ia sedang coba menerka-nerka dari dalam gua terdengar orang menanya sambil membunyikan lingkaran-lingkaran besinya.
"Siapakah yang datang ke sini? Apakah yang datang ingin menemui si tua bangka...?"
Belum lagi Co Hiong menyahut, ia telah merasakan ada hembusan angin keluar dari dalam gua itu.
ia berusaha menggelinding ke samping menghindarkan diri, karena ia yakin bahwa angin itu keluar dari jotosan yang dilepas dengan tenaga dalam.
Tetapi hembusan angin itu telah dapat menahan ia akan kemudian menariknya!
Co Hiong yang menderita sakit hampir seluruh tubuhnya, makin merasa sakit, diseret oleh angin dari dalam gua itu.
ia tak berdaya tubuhnya terseret masuk ke dalam gua!
Setelah ia terseret masuk ke dalam gua, lalu ditanya si orang tua.
"Hei, apakah kau diperintahkan datang ke sini untuk mencelakakan aku, si tua bangka?"
Lalu ia raba tubuhnya Co Hiong, Co Hiong mengawasi wajah si orang tua itu. ia tampak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
muka yang bukan main jeleknya dari orang itu yang mirip seperti hantu!
Si orang tua tak mempunyai betis, ia berdiri dengan menggunakan kedua lututnya, Rambutnya yang panjang terurai-urai tak terurus, Kedua matanya kosong, karena biji matanya telah dicongkel keluar Kedua lengannya terbelenggu dengan dua lingkaran besi yang dijepitkaiL Suara dari lingkaran besi tadi adalah suara mata rantai jika orang itu bergerak-gerak.
Melihat keadaan si orang tua itu.
Co Hiong berpikir.
"Orang yang telah begini cacad, dan terbelenggu dengan rantai besi di dalam gua masih dapat hidup?"
Lalu ia menjawab pertanyaan si orang tua.
"Aku telah menderita luka parah, dan mungkin lekas mati. Bagaimanakah aku dapat mencelakakan orang lain? Lagi pula, aku tak kenal mengenal dengan kau dan tiada alasan menjadi musuh satu pada yang lain."
Ketika itu kudanya berbunyi, dan si orang tua menanyai "Apakah kau datang dengan berkuda?"
Co Hiong coba bangkit tetapi sia-sia, karena ia tak bertenaga lagi. ia menyahut.
"BetuL Kuda itu... aku... aku yang tunggangi....h Si orang tua tertawa dan berkata lagk "Apakah kau ingin hidup atau mati?"
"Mati atau hidup bagiku tak menjadi soal lagi!"
Sahut Co Hiong. Dengan ramah tamah si orang tua berkata.
"Jika kau ingin mati, mudah sekali, Aku hanya pukul lambungmu sekali, kau segera mati, Atau aku potong buntung kaki tanganmu, dan paksa kau'tinggal bersama aku seterusnya di dalam gua ini. Tetapi jika kau masih ingin hidup, aku dapat menyembuhkan luka-lukamu, dan juga akan menurunkan kepandaianku kepadamu Tapi ada satu syarat yang harus kau sanggupi melaksanakannya."
Dengan tersenyum Co Hiong menyahut.
"Aku khawatir kau tak dapat menyembuhkan luka-lukaku yang berat ini."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lalu si orang tua itu meraba-raba seluruh tubuhnya Co Hiong dan berusaha menyelidiki letak luka-lukanya. Kemudian ia berkata lagi.
"Betul! Jago-jago silat di kalangan orang-orang sakti yaitu di kalangan Bu Lim yang dapat menyembuhkan luka-lukamu ini jarang sekali, Kau telah dibikin lumpuh dengan ilmu yang melukai jalan-jalan darah dan urat nadi dengan menembusi tulang-tulang, ilmu melukai dan melumpuhkan musuh ini hanya dipunyai oleh sedikit orang, dan untung sekali orang yang telah melumpuhkan kau ini kepandaiannya atau silatnya tidak tinggi Oleh karena itu, kau masih dapat ditolong ilmu melukakan melalui tulang-tutang ini diciptakan pada tiga ratus tahun berselang oleh seorang sakti dari pegunungan Altai yang bernama San Im Shin Ni. Kemudian San Im Shin Ni itu pernah mengadu ilmu silat terhadap Hian Kie Cin Jin, seorang jago silat nomor wahid di kolong langit di zaman itu. Mereka bertempur selama tiga hari tiga malam, Meskipun pertarungan telah berlangsung lebih dari lima ratus jurus, namun masih belum ada yang kalah atau yang menang. Pada hari keempat, masing-masing telah menggunakan ilmu tenaga dalamnya yang berangsur-angsur kedua-duanya telah menderita luka parah. Mereka mengetahui bahwa tak dapat hidup lebih lama lagi, dan pada saat itu mereka berubah menjadi kawan, dengan masing-masing berjanji menurunkan silatnya masing-masing yang tinggi, dan dicatat dalam tiga kitab yang diberi nama "Kui Goan Pit Cek. Seterusnya dalam beberapa ratus tahun kemudian, semua jago-jago silat dari kalangan Bu Lim berusaha sekuat tenaga mencari kitab-kitab tersebut Tetapi menurut pahamku, sehingga dewasa ini, belum ada orang yang berhasil memperoleh kitab Kui Goan Pit Cek itu...."
Ia tidak melanjutkan cerita nya. ia merenung sejenak, lalu menanya Co Hiong.
"Sebetulnya orang yang telah melukakan atau melumpuhkan kau ini siapakah?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Co Hiong sebenarnya pernah mendengar kitab Kui Goan Pit Cek dari Souw Peng Hai dan dari ayah ang-katnya.
penuturan tentang kitab tersebut yang diberikan oleh orang tua itu semuanya cocok.
ia menjadi tertarik akan pembicaraan orang tua itu.
ia berpikir "Orang tua ini, meskipun telah kehilangan kedua betisnya, kedua matanya, dan hidup terantai di dalam gua ini dengan lengan kanannya juga sudah menjadi lumpuh, tetapi ia masih dapat hidup dengan hanya satu tangan kirinya.
Ia pasti bukan orang sembarangan ia mungkin seorang sakti dengan ilmu silat yang tinggi luar biasa...."
Dengan pendirian itu, ia menjawab pertanyaan si orang tua.
"Aku betul telah dilukai dengan cara yang curang. Tentang siapa orangnya, aku masih belum dapat ingat"
Si orang tua tadi menanya, ia duduk termenung, seolaholah memikirkan peristiwa-peristiwa yang lampau, dan menyakitkan hatinya. Tiba-tiba ia membentak.
"Sebetulnya kau ini siapa? Mengapa kau dapat mencari tempatku di sini?! Bukankah kau dari partainya Leng Yan, karena aku yakin bahwa ia akan menggunakan segala siasat busuk untuk mencuri dan mempelajari ilmuku."
Ia gemetar ketika membentak ia taruh tinjunya di atas dadanya Co Hiong, Kalau tangannya digerakkan hanya satu tumbukan, maka Co Hiong akan segera menjadi mayat!
Seperti telur di ujung tanduk, Co Hiong yakin bahwa segera ia menjadi tewas jika si orang tua betul-betuI menumbuk d ada nya.
Entah mengapa Co Hiong pada ketika itu ingin hidup lagi untuk membikin pembalasan kepada orang yang telah membikin ia lumpuh, Dengan nada memohon ia menyahut.
"Kalau kau ingin membunuh aku, bunuhlah Aku telah dibikin lumpuh oleh orang yang aku tak ingat lagi, dan aku pun tidak sengaja datang ke mari. Kudakulah yang membawa aku kemari dalam keadaan setengah sadar, Tentang Leng Yan itu siapa, aku tidak mengenalnya, Aku pun tidak mempunyai maksud datang ke sini untuk mencuri
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kepandaian atau ilmu, jiwaku ini beradt di tanganmu ini, Kau dapat berbuat segala apa terhadap aku."
Penjelasan itu telah banyak meredakan si orang tua yang bicara kepada dirinya sendiri.
ilmu memukul urat nadi dan melukai jalan darah dengan melalui tulang-tulang yang diciptakan oleh San Im Shin Ni dari pegunungan Altai, disampingku ini, si pendeta tua, hanya muridku yang durhaka itu, bernama Sin Hut Leng Yan, yang mengetahui Mustahil di kolong langit ini ada orang yang ke tiga mengetahuinya ?"
Dengan tidak diminta Co Hiong menyahut.
"BetuI tentu, Semua ilmu atau kepandaiannya San Im Shin Ni telah dituturkan di dalam kitab Kui Goan Pit Cek, bukan? Menurut pendapat ku, ilmu seperti apa yang kau derita ini tentu juga terdapat dalam kitab itu, jika ada orang yang telah berhasil memperoleh kitab mujizat itu, maka orang itu dapat menggunakan ilmu itu."
I Si orang tua menarik napas panjang sebelum berkata Iflgi.
"Jika orang itu berhasil memperoleh kitab Kui Goan Pit Cek, maka orang itu dapat mempelajari dan memahami semua ilmu dari Hian Kie Cin Jin disamping !1muilmunya San Im Shin Ni, dan dengan demikian dapat menjagoi di kolong langit"
Sikap dan wajah orang itu menunjukkan bahwa ia khawatir sekali, bahkan iri hati kalau kitab Kui Goan Pit Cek itu betulbetul telah diketemukan orang.
"Hai! Orang tua yang cacad ini masih ingin menjagoi di kolong langit!"
Demikian pikirnya, Dengan tidak terasa ia berkata.
"Jika kitab Kui Goan Pit Cek itu belum diperoleh orang, mungkin kau juga tidak dapat menjagoi di kolong langit!"
Ejekan tersebut membikin si orang tua itu marah lagi, ia membentak.
"Siapa bilang tidak bisa?!"
Lalu ia kebat tangan kirinya yang ia masih dapat gunakan dengan leluasa, segera terdengar batu dan tanah dari tembok gua itu gempur dan jatuh ke tanah!
Co Hiong terkejut menyaksikan tenaga yang luar biaa dahsyatnya itu, ia berpikir "Lihay betul!
Orang tanpa kaki tanpa
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mata dan hanya mempunyai lengan kiri mempunyai tenaga yang luar biasa hebatnya! Mungkin ayah angkat dan guruku, Souw Peng Hai, juga tak dapat menandingi dia!"
Dengan suara yang menunjukkan kegemasannya, si orang tua itu berseru.
"Jika aku si tua bangka ini tidak dianiaya orang yang busuk, aku pasti telah berhasil memperoleh kitab Kui Goan Pit Cek itu. Setelah aku pelajari semua isi kitab itu, aku bakar habis, dan aku pasti menjagoi di kalangan Bu Lim!"
Co Hiong terkejut melihat sikap yang tamak dari si orang tua itu, ia menduga bahwa si orang tua telah dirantai di dalam gua oleh musuh-musuhnya, dan bahwa si orang itu sangat berangasan dan congkak sehingga banyak orang yang membenci pada nya.
ia mengetahui pula orang tua itu mudah diobor, ia sengaja mengejek lagi.
Tetapi aku masih juga tak yakin kau bisa berhasil mencari kitab itu!"
Si orang tua menyahut dengan beringas.
"Kau tidak pereaya omonganku? Semua yang aku telah uraikan dapat aku buktikan sekarang!"
"Aku dapat menyembuhkan kau sekarang asal saja kau menyanggupi melakukan suatu urusan untuk aku,"
Kata orang tua itu, Co Hiong menanyai "Syarat apakah yang aku harus tunaikan?"
"Aku menghendaki kau sebagai muridku dan tinggal bersama-sama aku di dalam gua ini selama satu tahun. itulah syaratku!"
Kata si orang tua. Co Hiong berpikir sejenak, lalu menyahut.
"Syarat itu tidak berat Aku tentu dapat melakukannya."
Si orang tua berkata lagi.
"Di dalam satu tahun itu aku akan mengajarkan semua ilmu silat dan kepandaianku kepadamu, Dan setelah satu tahun, aku yakin betul bahwa ilmu dan kepandaianmu telah mencapai puncak kesempurnaan Dan kau harus pergi membunuh mati Suhengmu (kakakseperguruan) dan kepalanya kau harus
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
bawa kepadaku, Apakah kau sanggup dan berani melakukannya?"
Co Hiong tak dapat menjawab karena ia berpendapat bahwa perbuatan membunuh itu sangat kejam, dan bahwa menurut sepengetahuannya, belum pernah ada seorang guru silat yang menyuruhnya membunuh saudara seperguruannya.
Dengan satu lengan kirinya si orang tua itu mengangkat tubuhnya Co Hiong sambil membentak"
Apakah kau tahu bahwa Suhengmu itu telah melanggar perbuatan kesusilaan!
ia takut aku menghukum pada nya, ia telah meracuni aku, memotong buntung kedua betisku, dan mencongkel keluar kedua biji mataku.
ia juga meran-taikan aku di dalam gua ini selama tiga puluh tahun lebih, Cobalah kau pikir, apakah perbuatannya itu tidak kejam!
apakah ia tidak harus dibunuh?
Sebagai seorang guru aku harus menghukum muridnya yang durhaka, bukan?
ia telah perlakukan gurunya seperti ini!
Apakah ia tidak harus dibunuh?"
Barulah, Co Hiong mengetahui bahwa orang tua ini telah dianiaya muridnya sendiri ia segera menyahut.
"Murid yang durhaka itu memang harus dibunuh! Teceu pasti akan membunuh ia untuk membalas kekejamannya terhadap Suhu! jawaban itu membikin si orang tua sangat girang, ia lepaskan cekalan tangannya yang mengangkat Co Hiong tadi dan berkata dengan tenang.
"Suhengmu yang durhaka itu sudah tinggi sekali ilmu silatnya. Dengan ilmu silatmu yang kau punyai sekarang, aku khawatir akan kau tak dapat melawan dia. Yang aku hendak ajarkan kepada kau ialah ilmu silat dari San Im Shin Ni dari pegunungan Altai, Semasa aku masih muda, aku pernah pergi ke daerah ke sebelah barat dan dengan tak disengaja aku telah dapat mencari tempat berlatihnya San Im Shin Ni, dan dengan beruntung aku menemui sebuah catatan-catatan tentang ilmu sifat dari San Im Shin Ni yang sakti itu. Aku lalu mempelajari ilmu yang tereatat di dalam kitab catatan itu, dan setelah berlatih masak-masak jurusku rus dari
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
jurus ilmu silat tersebut, aku telah menjadi seorang jago silat yang luar biasa, Namun, ilmu yang aku telah pahami tidak sempurna jika tidak ditambah dengan ilmu-ilmu yang tertulis di dalam kitab Kui Goan Pit Cek.
Aku dipenjara di dalam gua itu, dan tidak lantas dibunuh oleh muridku yang jahat dan kejam itu, karena ia masih berharap membujuk aku mengajari ia ilmuku yang tinggi!"
Co Hiong mendengar penuturan itu dengan penuh perhatian, dan hampir ia lupa kepada luka-luka yang ia sedang derita, Si orang tua itu, meskipun sudah hilang kedua matanya, akan tetapi dengan ilmunya yang tinggi, hanya dengan mendengar hembusan angin ia dapat juga mengetahui gerak-geriknya Co Hiong, Oleh karena itu ketika Co Hiong coba bangkit, ia segera memegang tubuhnya dan menanyai "Kau mau berbuat apa?"
Dengan meringis Co Hiong menjawab.
"Teecu hendak bangun, tetapi tidak bisa, Rupanya di dalam tubuhku luka-luka ini makin hebat, karena Teecu (murid) merasakan makin sakit Dengan bergerak sedikit saja, Teecu merasa sakit di seluruh tulang-tulang!"
Dengan tersenyum si orang tua berkata.
"Aku lupa mengobati kau."
Lalu ia balikkan tubuhnya Co Hiong agar ia berbaring tiarap, Pertama ia menggunakan cara membebaskan delapan jalan darah penting di dalam tubuhnya, Setelah darah beredar lagi melalui jalan-jalan darah itu, ia mulai membebaskan delapan belas pipa darah dan delapan belas urat syaraf yang penting di dalam tubuh dan kaki tangan, dan yang mengendalikan jantung, paru-paru, ginjal dan sebagai nya.
Kakek itu melakukan cara pengobatan itu dengan memijat, memencet, mengurut dan menggosok bagian-bagian yang perut Dengan tak terasa lagi Co Hiong tertidur ia terus tidur selama lebih kurang delapan jam, dan ketika ia mendusin, ia merasa tidak sakit Iagi, ia buka kedua matanya, dan mencoba bangun, ia merasa masih lemas, seolah-olah orang yang baru sembuh dari penyakit berat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan tersenyum kakek berkata.
"Sekarang aku harus menggosok seluruh tubuhmu agar darahmu beredar dengan leluasa, Untung kau telah berada di sini pada waktunya, Jika tidak maka orang tidak akan dapat melihat kau lagi!"
Co Hiong hanya diberikan air minum, dan kemudian ia tertidur lagi, Selama tiga hari Co Hiong hanya diberikan air minum, dan setiap hari sang kakek menguruti seluruh tubuhnya Co Hiong.
Pada hari ke-empat Co Hiong baru diberikan obat yang terdiri dari daun-daun obat-obatan, dimasak dan diminum airnya, Setelah lewat sembilan hari dan selama itu Co Hiong selalu berbaring, pada suatu pagi orang tua itu berkata.
"Nah, sekarang kau dapat bangun, dan boleh makan apa saja yang kau mau, Aku telah mengobati kau dan menjaga kau selama sembilan hari, aku pun merasa letih, Aku harus beristirahat Esok pagi aku mulai mengajarkan kau ilmu silat!"
Lalu ia pun berbaring di tanah dan coba tidur Pernyataan itu sangat menggirangkan Co Hiong, ia segera bangun, ia tak terhingga girangnya, karena ia merasa sehat dan segar kembali, Seluruh sakit di dalam tubuhnya hilang, dan ia pun merasa tenaganya telah pulih sebagaimana sediakala, ia coba berjalan-jalan di dalam itu, ia pun menyelidiki keadaan di dalam gua yang hanya seluas tiga kamar biasa, Rantai yang mengikat si orang tua itu terpendam di dalam tembok gua, dan rantai itu cukup panjang untuk kakek bergerak di dalam gua tersebut Di satu sudut terletak satu keranjang penuh dengan makanan dan buah-buahan, satu gentong yang penuh dengan air bening dan bersih, Co Hiong merasa heran dari mana makanan, buah-buahan dan air minum itu, Keesokan paginya, si kakek mulai mengajarkan ilmu silat kepada Co Hiong, dan selama mengajarkan itu sang kakek tidak bicara, tetapi dengan tekun dan penuh perhatian mengajarkan jurus-jurus yang sulit kepada muridnya, Co Hiong mengerti akan sikap dan tabiat orang tua itu.
Orang yang dikurung di dalam gua bisa menjadi ganjil dan aneh sikap dan tabiatnya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Jika orang yang kurang kuat syarafnya, mungkin orang itu sudah menjadi gila dikurung di dalam gua selama puluhan tahun.
Dengan paham ini.
Co Hiong bertekad akan bersikap sabar dan taat terhadap kata-kata gurunya, Pada saat malam orang tua itu mulai menanya riwayatnya Co Hiong, ia terpaksa membuat suatu riwayat barunya atau palsu, Demikian tuturnya.
"Ayahku sebenarnya mempunyai satu bengkel senjata, Karena ia mempunyai musuh, maka pada suatu hari bengkel nya dibakar oleh musuhnya yang dibantu kawan-kawannya. Untuk membela diri dari pembakaran dan perbuatan yang kejam itu, ayahku telah melawan dan tewas dalam pertempuran ilu. ibuku tak ingin hidup sebagai janda, ia pun membunuh diri Aku dapat meloloskan diri dan kabur ke arah barat, dan telah masuk ke daerah pegunungan Ci Lian San dengan maksud menghindari pengejaran musuh...."
Penuturan itu lebih dahulu ia karang masak-masak, maka ia dapat menuturkannya dengan lancar Tapi si orang tua mendengar akan penuturan itu, ia menjadi gemas sekali, ia berkata dengan murka.
"Jika kau ingin membalas dendang kau harus belajar dengan tekun serta rajin. Aku tidak omong besar, jago-jago silat pada dewasa ini yang dapat menandingi aku hanya beberapa gelintir saja...."
Ia berhenti, lalu meneruskan.
"Apakah yang melukai kau itu juga musuhmusuh besarmu?"
Co Hiong menyahut.
"Teecu belum melihat wajah-nya, tapi ia telah membikin Teecu tak berdaya, Apakah musuh-musuh yang mengejar itu yang melukai aku? Aku pun tak mengetahuinya."
Si orang tua tidak menanya lebih jauh, ia terus memberikan petunjuk-petunjuk dari jurus-jurus ilmu silat nya.
Co Hiong memang sangat pintar dan sangat cerdas, maka setelah ia dilukai dengan hebat yang hampir-hampir ia harus
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tebus dengan jiwanya, ia belajar dan memperhatikan segala sesuatu yang diajarkan kepadanya.
Satu bulan telah berselang, orang tua itu juga mulai berubah sikapnya, dan perlahan demi perlahan ia pandang Co Hiong seperti anak kandungnya, Pada suatu hari orang tua itu berkata.
"Kau telah menjadi muridku, aku pun menganggap kau seperti anak kandungku Mungkin kau juga ingin mengetahui namaku, dan aku pun ingin mengetahui nama gurumu yang dahuIu."
Co Hiong menjadi bingung dan sangsi, ia berpikir "Celaka!
Orang tua ini betul-betul ganjil, Aku telah belajar ilmu silat selama hampir satu bu!an, dan ia jarang sekali bicara meskipun dalam soal apa sekalipun Aku harus jangan bikin ia menjadi gusar lagi."
Kemudian si orang tua tersenyum dan berkata.
"Ka-lau aku tak menerangkan aku ini sebetulnya siapa, kau takkan dapat mengetahuinya, karena di kalangan Kang-ouw juga tidak seberapa orang yang mengetahui aku."
Dengan tersenyum Co Hiong berkata.
"Suhu yang berilmu silat tinggi telah terasing dari kalangan Kang-ouw sudah puluhan tahun tentu saja tidak banyak orang yang mengetahui nama suhu, Tetapi emas yang murni tak usah diuji."
Apakah kakek itu senang mendengar omongannya Co Hiong, Tapi tidak bicara apa-apa. ia rupanya sedang merenungkan peristiwa yang lampau, Barulah kemudian ia menarik napas panjang dan berkata.
"Selama berpuluh-puluh tahun aku telah melatih ilmu silat dengan maksud menjagoi di kalangan Kang-ouw. Oleh karena itu, selainnya urusan atau berlatih ilmu silat, aku pusingkan urusan atau pekerjaan lain. Aku telah urusi kuil Toa Ciok Sie kepada suhengmu, Leng Yan, agar aku dapat mencurahkan semua perhatianku kepada ilmu silat saja, kemudian setelah aku menjadi mahir betul, aku harus berkecimpungan di kalangan Bu Um. Aku turun gunung dan dengan seorang diri berkeliling di banyak tempat Pada
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dewasa ini partai silat Siauw Lim dan partai silat Bu Tong yang paling terkenaI.
Untuk menguji kepandaian silatku, aku bermaksud melawan jago-jago silat dari partai tersebut Pertama aku pergi ke propinsi Hupeh dan mencari markas partai silat Bu Tong, sebetulnya aku tak mempunyai musuh atau dendam terhadap orang lain, Maksudku tidak lain hanya hendak menguji ilmu silatku saja, Untuk maksud itu aku menyamar sebagai seorang dari kalangan Kang-ouw.
Pada suatu malam aku menerobos masuk ke dalam kuil Sam Goan Koan, markas partai silat Bu Tong, yang terletak di atas puncak Cit Seng Hong di pegunungan Bu Tong San, dan aku sendiri melawan empat jago-jago dari partai Bu Tong dengan hanya menggunakan kedua tangan, sebaliknya lawanlawanku menggunakan pedang, Aku dapat melayani mereka berempat Selama lebih kurang tiga ratus jurus, dan mereka tak berhasil menundukkan aku."
Di sini ia tampaknya sangat gembira mengingat zaman emas nya, dan merasa bangga dapat melawan empat jagojago silat dari partai Bu Tong yang sangat terkenal itu.
Co Hiong segera dapat mengetahui bahwa gurunya ini tidak jahat, ia hanya ingin menguji kepandaian silatnya, ia berkata.
"Suhu dengan tanpa senjata melawan empat sayhu (guru silat) dan boleh dikatakan selama seratus tahun belakangan ini tidak akan terjadi seperti yang suhu alami itu. Jika peristiwa itu tersiar pasti akan menggemparkan kalangan Bu Lim."
Si orang tua goyang-goyang kepalanya sambil menarik napas, ia berkata.
Tetapi meskipun keempat sayhu dari partai silat Bu Tong itu tidak terkalahkan olehku, mereka menjadi gusar karena tak dapat menawan aku.
sebetulnya setelah bertempur hampir tiga ratus jurus tidak ada lagi yang kalah, aku pun ingin berhenti bertempur Lagi pula ketika itu hampir fajar Aku segera menerjang keluar dan dapat melewati semua penjagaan yang rapat Dari pegunungan Bu Tong sana aku menuju ke pegunungan Siong San di mana terletak kuil Siauw Lim Sie."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Co Hiong menanyai "Apakah suhu juga bertempur melawan jago-jago partai silat Siauw Lim?
Teecu pernah dengar orang bereerita bahwa letaknya kuil Siam Lim Sie "di pegunungan Siong San itu, Dalam kuil Siauw Lim Sie banyak sekali Hweeshio-hweeshio.
Banyak juga jago-jago silat yang tertawan di dalam kuil itu, karena jarang sekali "Jago-jago silat berhasil meloloskan diri dari kuil itu."
Si kakek tertawa gelak-gelak dan menjawab.
"Hwee-shiohweeshio di dalam kuil Siauw Lim Sie betul-betul lihay sekali silatnya dan terkenal di kalangan Bu Lim. Di dalam kuil itu ada kamar yang namanya Cong Keng Kok, Semua surat-surat penting tersimpan di dalam kamar ituu Begitu aku masuk ke dalam kuil, kebetulan sekali aku masuk ke dalam kamar Cong Kek Kok itu, Dengan demikian aku telah menimbulkan kemurkaan mereka, aku diserang sekaligus oleh lima guru silat dari kuil itu, pertempuran itu betul-betul dahsyat!"
Bereerita sampai di sini ia tampak sangat gembira, dan menutur sambil mempetakan dengan lengan kirinya dan gerak tubuhnya memperlihatkan tangkisan atau serangannya ketika melawan lima guru Siauw Lim Sie itu.
"Dengan tangan kosong aku telah berhasil tandingi empat guru dari partai silat Bu Tong, Lima guru partai Siauw Lim pun tak dapat menggempur gurumu ini."
Ia meneruskan sambil menepuk-nepuk dada dengan lengan yang tinggal sebelah itu.
"Dalam kalangan Bu Lim di kala itu ada tiga partai yang terkenal, dan partai silat Siauw Lim menduduki tempat pertama, Lima guru silat Siauw Lim itu semuanya bukan main lihaynya, tapi dengan tangan kosong aku dapat melawannya selama dua ratus jurus lebih, bahkan soal satu diantaranya aku telah tendang jatuh satu dari mereka, Akan tetapi pikirnya karena aku dapat menaklukkan mereka, aku merasa bahwa aku masih kurang pengalaman Aku terus mengembara ke daerah barat, dan berkelana ke beberapa propinsi-propinsi di sebelah barat selama sepuluh tahun lebih, Pada suatu hari dengan tidak disengaja aku tiba
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
di tempat berlatihnya San Im Shin Ni, di mana aku beruntung menemui buku catatannya yang memuat segala siasat dan jurus-jurus silat Aku terus berdiam di pegunungan Altai untuk selama tiga tahun berlatih ilmu silat menurut petunjuk-petunjuk dari kitab catatan itu.
Setelah merasa diri mahir betul, aku kembali ke kuil Ciok Sie di pegunungan Ci Uan San.
Lalu aku mulai mengajarkan Leng Yan, Leng Hai dan Leng Kong, Leng Hai dan Leng Kong tidak senang terhadap mereka ber-dua.
Aku lebih sayang kepada Leng Yan yang cerdas.
Tetapi aku tak menyangka Leng Yan yang aku sayang itu telah berlaku durhaka dengan memotong buntung kedua betisku, mencongkel keluar kedua biji mataku, dan membelenggu aku dengan rantai ini di dalam gua ini selama tiga puluh tahun!"
Ia berhenti dan menggebrak tanah dengan sangat geregetnya mengingat kekejamannya murid itu, Lalu ia mencengkeram pundaknya Co Hiong, dan menanya dengan suara keras.
"Suhengmu itu Leng Yan, betul-betul durhaka, ia telah meracuni aku, dan membikin aku cacad! Tidak kejamkah!?"
Cengkeraman di pundaknya membikin Co Hiong tak dapat berkutik ia menjerit kesakitan.
"Suhu! Suhu! Lepaskanlah cengkeramanmu. Teecu ini Co Hiong, bukannya Leng Yan!"
Si kakek perlahan-lahan lepaskan cengkeramannya, dan berkata.
"Maaf, aku lupa bahwa kau adalah muridku yang baru aku terima. Dalam gusarku aku telah lupa akan perbuatanku!"
Co Hiong baru merasa lega setelah orang tua itu melepaskan cengkeramannya, tetapi ia menyengir karena sakit.
"Aku lupa, aku betul-betul lupa jika mengingat muridku Leng Yan, yang durhaka dan kejam itu, sekarang bersama sutenya, Leng Hai dan Leng Hong, ia memimpin kuil Toa Ciok
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sie di salah satu puncak pegunungan Ci Lian San ini. Apakah kau ingin mengetahui gurumu ini siapa?"
Berkata si orang tua. Teecu tidak berani,"
Kata Co Hiong.
"Hei! sebagai murid kau harus menanyakan siapa dan apa nama gurumu!"
Membentak si orang tua, sambil memegang pundaknya Co Hiong dan mendorongnya keluar pegangan di pundak itu lebih lihay daripada totokan, karena Co Hiong segera merasa lumpuh seluruh tubuhnya, Co Hiong berpikir setelah ia terdorong jatuh di tanah.
"Hm! Guruku ini betul-betul gi!a. sebentar ia sayang aku sebagai anak kandung dan sebentar ia benci aku seperti anjing, Aku bisa bakar dia hidup-hidup di dalam gua dengan menggunakan kayu-kayu atau daun-daun kering. Tetapi kalau ia mati, aku tak dapat mempelajari ilmu silatnya yang lihay, Lagipula guruku ini mungkin masih menyimpan buku catatan dari San Im Shin Ki. Kui Goan Pit Cek yang sangat berharga belum berhasil diperoleh jago-jago silat Bilamana aku bisa dapatkan kitab catatan itu, aku akan dapat menjagoi di kalangan Kang-ouw. Biarlah aku bersabar meskipun aku diperlakukan seperti anjing-anjing, Setelah ketetapan demikian itu, ia lalu masuk kembali ke dalam gua. Si kakek bisa mengetahui gerak-geriknya Co Hiong. ia tunggu sampai Co Hiong datang dekat sekali, tiba-tiba ia mencengkeram bajunya dan membentak.
"Hei! Mau apa kau kembali lagi!"
Dengan suara memohon Co Hiong menjawab. Teecu tidak berbuat salah dan melakukan suatu kekeliruan Tetapi suhu telah melemparkan Teecu keluar."
Dengan suara mengejek kakek itu berkata lagi.
"Aku telah mengajar tiga murid, yaitu ketiga suhengmu Leng Yan, Leng Hai dan Leng Kong. Tapi apa yang akan aku dapat?! Mereka membusungkan kedua betisku, mencongkel keluar kedua biji mataku dan merantai aku di dalam gua ini! Dan kau pun bila
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
nanti dapatkan kepandaian mungkin akan berbuat kejam juga terhadap aku!"
Dengan tergesa-gesa Co Hiong menyahut.
"Aku Co Hiong tak dapat suhu menyamainya dengan murid-murid yang durhaka itu, Teecu mohon suhu jangan khawatir atau raguragu terhadap Teecu. Bila Teecu telah mempelajari semua kepandaian suhu, Teecu pasti akan memenuhi janji membalaskan dendam suhu."
"Ha! Ha! Ha! Apakah dengan mudah saja aku dapat mempereayai semua omongan itu?"
Kata orang tua itu sambil tertawa, Teecu bicara dengan setulus hati,"
Jawab Co Hiong. Tetapi mengapa kau tak mengetahui namaku?!"
"Suhu,"
Kata Co Hiong, Teecu baru saja diterima sebagai murid, dan Teecu kebetulan saja datang ke sini dibawa oleh kuda dalam keadaan luka parah dan tak sadarkan diri, Teecu sebelumnya tidak mengenal suhu, kalau suhu tidak memberitahunya, maka Teecu ketahui nama suhu?
LagipuIa Teecu tidak berani menanyakannya."
Kakek itu tidak berkata lagi.
ia berpikir, akan kemudian menggeleng-geleng kepala, ia duduk di tanah seperti orang menyesal dengan perbuatannya yang tak beralasan terhadap murid barunya, Kemudian ia berkata lagi dengan suara yang sabar.
"Betul, jika aku tidak memberitahukannya, kau tentu tidak mengetahui namaku Kadang-kadang aku hilang pikiran, dan berbuat seperti orang gila, Tapi aku sangat gemas teringat kan perbuatan-perbuatan yang durhaka dari muridku, Leng Yan."
Co Hiong memotong omongan gurunya dengan berkata.
"Meskipun suhu mendamprat atau memperlakukan Teecu dengan kejam, Teecu tak akan benci dan berdendam hati kepada suhu."
"Baiklah,"
Kata kakek itu.
"Aku si tua bangka ini bernama Sang Kiok Sia Gie, Nama itu ganjil sekali didengarnya, Selain
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ketiga suhengmu, tidak ada orang lain pula yang mengetahui namaku !M Lalu ia tidak bicara tagi, ia duduk diam seperti boneka Dengan tersenyum Co Hiong berkata.
"Setelah Teecu dapat pelajari dan paham ilmu-ilmu silat dari suhu, Teecu pasti memperkenalkan nama suhu di kalangan Kang-ouw agar semua jago-jago silat di kolong langit dapat mengetahui nama suhu!"
Sang Kiok Sia Gie atau singkatnya Kiok Gie yang telah terasing dari pergaulan dan tersiksa selama tiga puluh tahun lebih di dalam gua itu, setelah mendengar janji dan hiburan Co Hiong, menjadi sangat girang hatinya ia tertawa gembira lalu berkata.
"Betul! Betul! Aku telah buntung kaki, buta mata, dan seluruh tubuhku menjadi cacat aku tak dapat menjagoi di kalangan Kang-ouw lagi Aku akan sungguh-sungguh mengajarkan dan menurunkan semua ilmu-ilmu dan kepandaian silatku kepadamu, dan untuk kau nanti yang mewakili aku membalas dendamku."
"Pengharapan suhu pasti akan terpenuhi dan ter-laksana, Meskipun tubuh hancur lebur, menjadi abu, Teecu akan melaksanakannya juga."
Janji yang muluk itu menggembirakan Kiok Gie, wajahnya berseri-seri, Sambil mengangguk ia berkata.
"Baik! Baik! Ayo kita mulai berlatih silat lagi."
Demikianlah Co Hiong belajar dengan tekun dan rajin, Tak terasa tiga bulan telah berlalu Di dalam waktu tiga bulan itu Co Hiong telah belajar banyak, karena rajin dan penuh perhatiannya, Kiok Gie pun mengajarnya dengan sungguhsungguh.
Murid durhaka menganiaya guru sehingga binasa Pada suatu hari sehabis mengajar, Kiok Gie berkata kepada Co Hiong.
"Kau seorang yang cerdas, jauh melebihi Toa suhengmu Leng Yan. Hanya sayang sekali ilmu-ilmu silat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
yang tereatat di dalam kitab San Im Shin Ni aku belum selesai pelajari oleh karena itu aku tak dapat mengajarkan silat yang tereatat di dalam kitab itu."
Sebetulnya selama beberapa bulan Co Hiong tinggal bersama-sama gurunya itu, disamping belajar, ia pun senantiasa memikirkan cara bagaimana ia bisa dapatkan kitab catatan itu dari San Im Shin Ni.
Kesempatannya tiba ketika Kiok Gie bicarakan kitab tersebut ia menanyai "Suhu telah mengajarkan Teecu banyak ilmu silat, dan tiap-tiap jurus yang aku telah pelajari sangat ampuh untuk menjatuhkannya, jago-jago silat dari partai silat manapun, Mustahil di dalam kitab San Im Shin Ni masih ada jurus-jurus yang lebih ampuh lagi?"
Kiok Gie yang telah mencurahkan semua perhatiannya di dalam pelajaran dan latihan silat semenjak muda dan telah kenyang berkecimpung di kalangan Kang-ouw itu, mendengar pertanyaan Co Hiong itu ia tertawa dan berkata.
"Jurus-jurus yang tereatat di dalam kitab jurus Tai Im Ki Kong (Rahasia tenaga dalam) merupakan ilmu tenaga dalam yang tiada taranya di kolong langit ini. Tetapi jurus Tai Im Ki Kong itu tak dapat dipelajari hanya dalam waktu empat-lima bulan, kita harus berlatih paling sedikit satu tahun untuk memperoleh kemahiran Lagi pula jurus itu merupakan dasar pokok yang penting untuk mempelajari jurus-jurus lainnya, jurus itu sangat lihay tetapi pun terlampau kejam. Aku telah menghapal, jurus itu dalam teorinya, aku belum mempraktekkannya, Kalau kau ingin mempelajarinya aku dapat menyebut langkah atau caracaranya di luar kepala."
Dalam hati Co Hiong ingin sekali mempelajari jurus-jurus Tai Im Ki Kong itu, tetapi ia sengaja berkata.
"Suhu tidak sudi mempelajari jurus yang kejam itu, Teecu pun tidak mau mempelajari nya."
Tapi jurus Tai Im Ki Kong itu sangat penting dan perlu untuk menghadapi lawan yang lihay dan kejam, Aku akan menyebut langkah-langkah atau cara-caranya sekarang untuk
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kau mempertimbangkan, kau dapat mengambil keputusan sendiri apakah kau sudi mempelajarinya atau tidak,"
Kata Kiok Gie lalu ia mulai menyebutkan semua langkah-langkah atau cara-cara jurus Tai Im Ki Kong tersebut, dan Co Hiong dengan perhatian mendengar dan menghapalkannya, ia telah coba berlatih selama satu hari, tetapi ia masih juga belum dapat memahami dimana letaknya jurus-jurus yang dapat membunuh musuh dengan satu serangan saja!
Di daerah pegunungan keadaan dan suasananya tenang sekali, dan tenteram Co Hiong belajar ilmu silat dari Kiok Gie Hweeshio di dalam gua itu dengan penuh perhatian Dengan tak terasa setengah tahun telah berlalu Selama setengah tahun itu, Co Hiong hanya baru lima kali keluar dari gua itu untuk mencari makanan yang berupa buah-buahan.
Kiok Gie Hweeshio dapat makan barang makanan kering, karena selama tiga puluh tahun itu ia telah menjadi biasa akan makanan itu.
Buah-buahan yang Co Hiong cari dan bawa untuk ia sangat menggembirakan si Hweeshio tua itu, ia anggap murid yang baru ini sangat berbakti dan setia kepadanya, Oleh karena itu hanya di dalam jangka waktu setengah tahun, ia telah mengajarkan semua ilmu silat yang ia dapat pelajari selama beberapa puluh tahun di zaman mudanya, Pada suatu hari sehabis mengajar, ia berkata sambil menarik napas.
"llmu silat yang aku pelajari selama beberapa puluh tahun telah aku turunkan kepadamu hanya dengan waktu yang singkat Kini kau hanya harus ingat langkah dan cara-cara dari jurus-jurus itu, Apabila kau rajin berlatih dalam tempo tiga atau lima tahun kemudian, kau pasti dapat menjagoi di kalangan Kang-ouw. Kini beberapa jurus kau telah dapat menggunakan Jurusjurus yang aku telah turunkan kepadamu, ada yang dari kitab catatannya San Im Shin Ni, dan ada yang aku dapat pelajari dari ilmu silat pada jago-jago silat yang terkenal di zaman aku masih muda, dan ada yang aku ciptakan sendiri berdasarkan jurus-jurus yang aku telah pahami Aku yakin bahwa kau kini
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
merupakan satu lawan yang tak dapat dipandang enteng lagi oleh musuhmu yang manapun!"
Ia berhenti sejenale Lalu berkata lagi.
"Nah, sekarang cobalah ambil lagi buah-buahan untuk aku!"
Setelah tinggal bersama-sama setengah tahun Co Hiong mengetahui segala sifat dan tabiat gurunya si Hweeshio itu, Bahkan ia dapat membaca isi hatinya, ia insyaf bahwa si Hweeshio tua itu masih ada rahasia kuncinya kepandaian yang belum dikeluarkan ia segera berdiri ketika disuruh pergi mencari buah-buahan.
Dengan satu loncatan ia keluar dari gua itu untuk mencari buah-buahan.
Daerah pegunungan yang subur itu penuh dengan pohon-pohon buah-buahan yang orang dapat makan sekenyang-kenyangnya.
Co Hiong dengan mudah memetik buah-buahan yang pohon-pohonnya tumbuh dekat gua itu, Kiok Gie Hweeshio makan buah-buahan dengan tidak bicara, Co Hiong juga ikut makan sambit mengawasi gerak-gerik gurunya, karena ia ingin mencari kesempatan untuk menanya lebih lanjut tentang kepandaian gurunya, Setelah Kiok Gie Hweeshio makan habis beberapa buahbuahan ia berkata.
"llmu silat yang kau telah dapat pelajari dari aku sudah lebih baik daripada ilmu silat ketiga suhengmu Leng Yan, Leng Hai dan Leng Kong. Kau hanya harus berlatih lebih rajin!"
Sambil tersenyum Co Hiong menjawab. Teecu tentu mentaati pesan suhiu Setelah berlatih empat-lima tahun lagi, Teecu pasti membalaskan dendam suhu, harap suhu tak berkecil hati!"
Sambil geleng-geleng kepalanya, Kiok Gie berkata.
"Aku telah menanti tiga puluh tahun lebih untuk menghukum murid yang durhaka dan kejam itu. Agaknya aku tak sabar menanti lebih lama lagi!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Co Hiong menjadi gembira karena dengan ucapan gurunya seolah-olah menganjurkan ia segera mencari murid yang durhaka untuk dibunuhnya dan membawa kepalanya di hadapan gurunya.
Kata-kata gurunya itupun membuktikan bahwa ilmu silatnya sudah menjadi lihay sekali, dan dapat mengalahkan ketiga suhengnya, ketiga pemimpin kuil Toa Ciok Sie.
Maka ia menjawab.
"Suhu, apakah suhu anggap jika aku sekarang mencari balas dendam ketiga suhengku, aku dapat mengalahkan mereka?"
"Tentu! Dalam setengah tahun aku telah mengajarkan kepadamu semua sebisaku, Bahkan ilmu silat Tai Im Ki Kong yang terlampau kejam itu, aku telah memberitahukan langkahlangkah dan cara-caranya, Kau kini sudah boleh diandalkan untuk membunuh Leng Yan, si durhaka itu!"
Kata Kiok Gie dengan geregetan, Kemudian sambil menarik napas panjang ia berkata lagi.
Tapi untuk memperoleh hasil yang pasti, kau masih harus berlatih keras dan rajin dua tahun lagi, Jika kau sekarang pergi bikin pembalasan seperti juga aku mengirim kau ke akherat Ketiga suhengmu yang durhaka dan kejam itu akan membunuh mati kau."
Ia berhenti sejenak, lalu ia angkat lengan kirinya dan mengusap-usap kepala Co Hiong.
"Berapa usiamu tahun ini?"
Mendengar kata-kata guru yang menyangsikan itu, dari gembira Co Hiong menjadi heran, Bukankah barusan Kiok Gie mengatakan ia sudah siap menggempur Leng Yan, Leng Hai dan Leng Kong?
Mengapa sekarang gurunya masih merasa ragu-ragu untuk melepaskan ia pergi membikin perhitungan terhadap ketiga suhengnya itu?
Tapi ia menjawab.
Tahun ini Teecu berusia dua puluh tiga tahun."
Kedua matanya mengawasi wajahnya Kiok Gie, karena khawatir dengan sifat dan tabiat yang ganjil dari Hweeshio tua itu.
ia juga memperhatikan lengan kiri gurunya yang masih ketinggalan sebelah yang masih dapat menyerang lawanhya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Tetapi Kiok Gie hanya mengangguk dan berkata lagi.
Tahun ini kau berusia dua puluh tiga tahun, tapi pintar dan cerdas, Oalam tempo tujuh tahun lagi kau akan dapat memahami ilmu Tai Im Ki Kong, dan usiamu baru tiga puluh tahun, Ilmu-ilmu yang aku telah turunkan kepadamu kau dapat menggunakan dengan Icluasa, Tetapi ketiga suhengmu di dalam tujuh tahun itu pasti lebih unggul lagi, karena yakin mereka tidak berhenti berlatih Dengan aku masih ragu-ragu kau dapat membunuh mereka,"
Ucapan tersebut bagi orang lain, dianggap seperti nasihat yang harus diperhatikan Tetapi bagi Co Hiong yang cerdas, segera ia mengerti akan maksud hati gurunya itu, ia insyaf bahwa gurunya tidak pereaya ia seratus 9fc.
ia tidak mendesak menanya alasannya, ia hanya duduk di samping gurunya menanti petunjuk-petunjuk lebih lanjut "Di dalam kitab catatan San Im Shin Ni juga telah dituturkan cara belajar silat Syukur, setelah ketiga suhengmu menguntungkan kedua betisku, mencongkel keluar kedua biji mataku, mereka tak berhasil mendapatkan kitab catatan San Im Shin Ni.
Hanya aku merasa sayang dan menyesal sekali bahwa sebelum aku dapat memahami betul jurus-jurus Tai Im Ki Kong itu, aku telah dibikin cacat.
Lalu dari kantong di dadanya ia keluarkan sebuah kitab, dan diserahkan kepada Co Hiong sambil berkata.
inilah kitab catatan tentang ilmu-ilmu silat dari San Im Shin Ni.
Kau dapat membaca dan memahaminya sebagian besar dari apa yang tereatat aku telah memahami-nya, kau dapat meneruskannya sendiri dengan membaca kitab itu.
Cobalah kau cari bagian yang tertulis "Hut Hiat Co Kut Hoat" (ilmu melukai jalan darah dan mematahkan tulang dengan jalan menyentuh), karena seperti kau ketahui aku tak dapat melihat lagi."
Dengan hati yang berdebar-debar, Co Hiong sambuti kitab catatan itu, dan dengan bangun gemetar ia mencari bagian tentang Hut Hiat Co Kut Hoat ia menjadi tenang, dan merasa gelisah selama lebih kurang setengah jam.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kitab catatan ilmu silat dari San Im Shi Ni itu hanya setebal lima belas halaman, tetapi semua ilmu silat yang tereatat itu luar biasa ampuhnya.
Kitab tersebut menuturkan tiga belas macam ilmu silat dan tiap-tiap ilmu dijelaskan dengan gambar Co Hiong coba membacanya, Tiap ilmu-ilmu silat diuraikan dengan berapa huruf saja disertai penjelasan dengan gambar, tetapi huruf-huruf itu mengandung arti yang dalam, tidak mudah dimengerti oleh orang yang belum bersekolah tinggi Untuk memahami tiap-tiap jurus pukulan yang dituturkan di dalam kitab itu, ia harus dapat petunjuk dari Kiok Gie gurunya, Di halaman ke dua belas ia menemui bagian Hut Hiat Co Kut Hoat, yang menuturkan caranya mempelajari dan berlatih ilmu silat yang sangat lihay itu, Akan tetapi karena hurufnya sukar dimengerti maka ia hanya dapat membacanya tetapi tidak mengerti akan maksudnya huruf-Jjuruf itu, dan gurunya mendengar uraian di dalam kitab itu!"
Kiok Gie harus memikir lama dan menyuruh Co Hiong membaca huruf-huruf itu satu persatu, dan mengulanginya berkali-kali.
Demikianlah si Hweeshio tua itu mempelajari ilmu Hut Hiat Co Kut Hoat itu dengan menyuruh Co Hiong membaca selama lebih kurang dua jam.
Kemudian ia menjelaskan arti dari uraian tentang ilmu silat itu kepada Co Hiong.
ilmu silat Hut Hiat Co Kut Hoat merupakan suatu ilmu silat yang lihay sekali Disamping menuturkan cara menyerang musuh, juga caranya membunuh mati musuh dengan dua belas jalan, dan tiap-tiap jalan sukar bagi musuh menge!akkannya.
Dengan petunjuk-petunjuk dari Kiok Gie, Co Hiong yang cerdas dan pintar, ia mulai mempelajari dan berlatih ilmu silat itu.
Dengan gambar yang terlukis di dalam halaman itu, ia juga dapat mengetahui letak-letaknya jalan darah dan tuIang-tulang yang dapat dilukai atau dipatahkan dengan jalan menyentilkan bagian-bagian tersebut ia pun mempelajari dan berlatih cara membunuh mati musuh dengan dua belas jalan.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Semenjak hari itu guru dan murid bersama-sama berlatih ilmu Hut Hiat Co Kut Hoat, dan dengan hanya beberapa hari saja Co Hiong dapat menggunakan ilmu silat itu.
Dengan kemajuan yang pesat dari muridnya yang baru ini, si Hweeshio tua menjadi girang, karena niatnya untuk memberi hukuman yang setimpal kepada murid-muridnya yang durhaka dapat dipereepat Pada suatu hari setelah berlatih Hut Hiat Co Kut Hoat itu, sambil tersenyum Kiok Gie berkata.
"Kini Hut Hiat Co Kut Hoat kau telah pahami, mungkin kau dapat menggunakannya. Juga cara membunuh mati musuh dengan jalan dua belas jalan kau telah mengerti Kau hanya belum mengetahui tepat letak-letaknya jalan darah dan tulang-tulang yang dapat dilukai atau dipatahkan dengan hanya disentuhnya, Oleh karena itu sekarang digunakan untuk menyerang musuh, aku yakin kau belum mahir Kau harus rajin berlatih untuk peroleh kemajuan sekarang aku hendak uji semua ilmu silat yang aku telah ajarkan selama setengah tahun lebih."
Co Hiong menjadi gembira, ia berpikir "llmu Hut Hiat Co Kut Hoat aku telah mengerti sebagian, besar Cara membunuh mati musuh dengan jalan dua belas jalan pun aku telah berlatihnya cukup lama, Sekarang aku mendapat kesempatan untuk menggunakan ini betuU betul kesempatan yang baik sekali!"
Dengan berlagak malu-malu ia berkata. ilmu silat guru jauh lebih tinggi daripada Teecu. Teecu pasti bukan tandingan suhu, Lagi pula Teecu tidak berani melawan suhu!"
Sambil tertawa Kiok Gie berkata.
"Aku hanya ingin menguji ilmu silatmu, Aku tidak akan berlaku sungguh-sungguh, sebaliknya kau harus menyerang dengan sekuat tenaga dan dengan sungguh-sungguh."
"Jika suhu berkata demikian,"
Sahut Co Hiong.
"Baik-lah aku akan mencobanya, Maaf, Suhu! Aku segera menyerang!"
Katanya dibarengi dengan serangannya
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Mendengar suara angin datang menyerang Kiok Gie lekaslekas menangkis dengan lengan kirinya, Co Hiong masih khawatir tidak sekuat gurunya, ia lekas-lekas menarik kembali jotosannya untuk menyerang lagi dengan kedua jotosan berbareng.
Kiok Gie yang telah dibelenggu di dalam gua itu selama tiga puluh tahun lebih belum pernah bertarung melawan musuh, kini ia memperoleh kesempatan untuk menguji kepandaiannya ia merasa gembira sekali, Meskipun ia masih terantai, tetapi lengan kirinya ia dapat gunakan dengan leluasa dan sangat bertenaga.
Dalam sekejapan saja gua itu menjadi bersih dengan suara beradunya mata rantai, hembusan angin dan seruan mereka yang menyerang menjotos, menya-betkan mengegos atau mengelit dengan sekuat tenaga.
Setelah pertarungan berlangsung beberapa jurus, Co Hiong telah menjadi sengit, ia melawan dengan sungguh-sungguh sehingga pertempuran menjadi sangat dahsyat Tidak salah jika silat Kiok Gie itu setaraf San Im Shin Ni meskipun ia sudah menjadi seorang yang cacat dan mata buta.
ia melawan dengan tanpa mata dan kaki hanya satu tangan kiri!
Semua kepandaian yang dipunyai juga yang baru, dan ilmu silat yang dapat dipelajari dari Kiok Gie, Co Hiong menggunakan untuk melawan gurunya, Bahkan dalam sepuluh jurus lebih ia sudah lima atau enam kali berada dalam kedudukan yang berbahaya, Andaikata Kiok Gie musuh betul, dan bukan gurunya, mungkin ia sudah terbunuh mati!
Sambil bertempur, Co Hiong berpikir "Semua kepandaian silatku tak dapat menggempur ia.
ilmu silat yang aku baru pelajari dari dia pun tentu tidak akan ada hasilnya Tapi ilmu silat Hut Hiat Co Kut Hoat dia belum pelajari Baiklah aku coba gempur ia dengan ilmu Hut Hiat Co Kut Hoat dengan caracara yang meliputi dua belas macam!"
Dengan tekad itu ia tiba-tiba merubah cara bertenv purnya, ia mundur beberapa tindak Tapi Kiok Gie yang sedang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
gembira dan bemafsu dengan latihan itu datang mengejar Dengan lengan kirinya ia kirim satu jotosan kilat, Untuk menangkis jotosan kilat itu, Co Hiong terpaksa menggunakan kedua tinjunya dengan seluruh kekuatan tenaga dalamnya, jotosan itu dapat ditangkis dengan kedua tinjunya, tetapi ia segera rasakan seluruh tubuhnya menjadi lumpuh, ia lekaslekas bertindak mundar sambil berteriak "Suhu!
Berhentilah!
Teecu tak dapat melawan suhu!"
Sambil tertawa gelak-gelak Kiok Gie berkata.
"Ha! Ha! Ha! Cara kau menangkis jotosanku itu betul-betul baik! Tetapi aku sedang gembira Ayo, kita berlatih lagi!"
Baru saja selesai omongannya, ia kirim lagi jotosan kepada Co Hiong, Co Hiong tidak berani menangkis serangan atau jotosan gurunya itu.
ia loncat secepat kilat melewati kepalanya Kiok Gie.
Tetapi suara bunyi mata rantai yang gaduh menunjukkan bahwa Kiok Gie datang mengejar lagi Co Hiong mengelit satu serangan sambil menyondongkan satu tubuh ke samping, dan mengirim satu jotosan kembali Jotosan-jotosan Kiok Gie makin lama makin keras dan dahsyat, seolah-olah seluruh gua goyang karena getaran dan hembusan tinju-tinju itu.
Co Hiong harus berloncat-loncat ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke depan atau ke belakang dalam usahanya mengegoskan atau menghindarkan diri dari jotosan-jotosan itu.
ia tidak berkesempatan balas menyerang, napasnya sudah senin kemis, Napasnya Co Hiong yang sengal-sengal terdengar oleh Kiok Gie yang memaksa ia berhenti menyerang.
Sambil tertawa ia berkata.
"Dalam setengah tahun kau telah maju pesat sekali Kau telah mampu terima serangan-seranganku selama dua puluh jurus lebih."
Dengan napas memburu Co Hiong berkata. Teecu sudah habis tenaga, Kalau suhu menyerang terus, Teecu pasti akan terluka...."
"Tapi apakah ilmu silat Hut Hiat Co Kut Hoat kau telah pahami dan pelajari?"
Tanya Kiok Gie.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Co Hiong terpaksa menggunakan kedua tinjunya serui tenaga dalamnya untuk menyerang, Tetapi dengan mudahnya Klok Gie mengelakkannya.
"Sebagian besar Teecu telah pahami, hanya jurus Ju Hie Gek Lang atau ikan berenang melawan arus, Teecu belum mengerti betul-betuI langkah-langkahnya."
Kiok Gie berpikir sejenak, lalu berkata.
"Coba sebut jurusjurus yang tertulis di dalam kitab San Im Shi Ni itu!"
Co Hiong lalu menyebut dengan terang dan perlahan semua jurus-jurus yang tertulis di dalam kitab itu.
Kiok Gie berpikir agak lama, Lalu tiba-tiba ia me-ngebutkan lengan kirinya, Co Hiong yang tidak menduga-duga dan berjaga-jaga merasa kebutan itu dilepaskan ke arah tubuhnya, Dengan cepat ia angkat lengan kirinya untuk menjaga sambil menyondongkan tubuhnya ke sam-ping, dan menjotos dengan tinju kanannya, Tangkisan yang dibarengi dengan kelitan dan serangan itu adalah Ju Hie Gek Leng dari ilmu silat Hut Hiat Co Kut Hoat, Segera terdengar jeritnya Kiok Gie, dan lengan kirinya telah tak berdaya, Kiok Gie kena diserang!
sebetulnya Co Hiong segera dapat menghentikan jotosan-nya, tetapi ketika itu ia lupa, Lima jari dari tangan kanannya itu mencekal sikunya Kiok Gie dan Trak!"
Hancur remuk tulang-tulang sikunya itu dan terlihat Kiok Gie jatuh di tanah berguling kesakitan dan keringat keluar dari seluruh anggota tubuhnya.
Co Hiong berdiri tertegun akan perbuatannya ia tidak menduga bahwa ia telah dapat menggunakan jurus Ji Hie Gek Lang dari ilmu silat Hut Hiat Co Kut Hoat, dan korban pertama ialah gurunya!
Timbullah maksudnya yang jahat Pikirnya.
"Jika aku bunuh mati si Hweeshio tua ini, maka kolong langit hanya aku seorang yang dapat menggunakan ilmu Hut Hiat Co Kut Hoat, Disamping itu, aku pun dapat memiliki kitab catatannya San Im Shi Ni, dengan membunuh mati si tua bangkotan ini, aku dapat menjagoi di kalangan Kang-ouw..."
Tetapi ketika itu ia berlagak bingung, ia berseru. Teecu harus dihukum! Teecu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
telah berdosa melukai suhu!"
Sambil berkata ia pura-pura memegangi lengan gurunya yang telah patah tulangtulangnya, Kiok Gie melihat sikap yang bingung dari muridnya berkata.
"Ai! jurus dari ilmu Hut Hiat Co Kut Hoat itu betul-betul lihay. Lekas tolong aku membebaskan jalan-jalan darah, dan menyambung tulang-tulang yang telah patah!"
Dengan tangan kiri Co Hiong pegang lengan gurunya yang terluka, tetapi dengan tangan kanannya ia pencet lagi siku itu, Bukan main sakitnya pencetan itu karena tulang-tulang di dalam telah remuk!
Kiok Gie tersungkur kesakitan dan membuang diri ke belakang!
Gerak tersebut dilakukan oleh Kiok Gie dalam usahanya membebaskan beberapa jalan darah yang telah mampet, Tetapi Co Hiong yang kejam menjotos lagi dengan sekuat tenaga, Sebelum Kiok Gie menarik napas penghabisan ia berkata, suaranya telah menjadi lemah sekali.
"Murid durhaka.,, kau lebih durhaka daripada ketiga suhengmu... Lalu secepat kilat, Kiok Gie menubruk Co Hiong dengan tubuhnya, Co Hiong tidak menduga kalau Kiok Gie masih dapat bergerak setelah menderita luka parah itu, Dengan susah payah ia mengelakkan tubrukan itu dan mendorong tubuh itu ke dinding gua yang keras, Tampaklah di dalam gua itu suatu pemandangan yang menggiriskan menegakkan bulu roma, otaknya Kiok Gie hancur terserak, darahnya bereeceran. Kiok Gie telah mati konyol, dibunuh oleh Co Hiong, murid yang durhaka dan kejam! Co Hiong mengawasi mayat gurunya sambil memegang erat-erat kitab catatan San Im Shi Ni. Dengan perasaan puas ia berpikir "Aku hanya perlu berlatih beberapa tahun lagi, dan aku pasti dapat menjagoi di kalangan Bu Lim!"
Lalu ia ingat kepada orang yang telah mencelakai ia. ia menjadi marah
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sekali, Dengan mengkertak gigi ia berseru.
"Orang yang telah membokong aku tentu ketiga pemimpin dari partai Kun Lun, Jika dendam ini aku tidak balas, aku tak dapat tidur nyenyak!"
Kemudian ia loncat keluar dari gua itu dengan tak menghiraukan mayat si Hweeshio tua itu!
ketika itu sudah bulan ke sepuluh (Capgwe) hujan di daerah pegunungan salju sudah mulai turun, Puncak-puncak dari pegunungan Ci Lian San telah diselubungi salju, Co Hiong yang baru keluar dari gua bukannya Co Hiong pada tujuh bulan yang lampau, Dengan ilmu meringankan tubuh dengan mudahnya ia mendaki satu puncak gunung dan tiba di atasnya, Angin di atas puncak lebih hebat dan lebih dingin, tetapi ia tak merasa, Dengan berdiri di atas puncak itu mengawasi keadaan di sekitar puncak Lalu ia bersiul dan gema dari siulannya yang nyaring terdengar luas dan jauh!
ia bersiul terus menerus, dan sejenak kemudian mukanya menjadi merah.
ia sengaja bersiul tak henti-hentinya agar darah di dalam tubuhnya dapat beredar dengan lancar, dan dengan mencari kudanya yang ia telah terlantarkan setengah tahun lebih, Tiba-tiba gema dari siulannya yang nyaring itu disambut suara kuda, Co Hiong menjadi girang, karena ia kenali suara kudanya, Betul saja dari arah barat lari secepat kilat dan secepat angin kudanya mendatangi Setelah kuda itu berada di sampingnya, ia memperhatikan bahwa kuda itu tetap sehat.
Dengan perasaan yang girang tak terhingga, ia mendongak ke atas dengan sambil berseru.
"Aku, Co Hiong, dengan kuda ajaib, dan setelah berlatih lagi, akan menjagoi di kalangan Kang-ouw. siapapun tak dapat menandingi aku lagi!"
Lalu ia tertawa keras seperti orang yang kemasukan setan!
Pada saat itu terkenang dan terbayang di dalam pikiran Co Hiong dua gadis yang cantik, Kedua gadis yang dikenalkan itu telah mengambil tempat dalam pikirannya, kedua-duanya menggiurkan hatinya, ia tak dapat mengambil keputusan yang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mana satu ia harus pilih, ia cemplak kuda nya. Sambil bercokol di atas kudanya ia melayangkan pikiran nya.
"Hong Sumoy telah sama-sama besar di bawah asuhan suhuku, Souw Peng Hai. ia adalah seorang gadis yang cantik elok dan cerdas, tetapi terhadap aku ia senantiasa bersikap adem, bahkan dingin seperti es. Lie Ceng Loan juga sama cantiknya, sikapnya ramah dan adatnya jauh lebih baik daripada Spuw Hui Hong, Te-tapi... tetapi ia sangat mencintai Bee Kun Bu!"
Ia berpikir agak lama, dan tak dapat mengambil keputusan Tiba-tiba ia teringat kepada ketiga pemimpin dari partai silat Kun Lun yang ia sangka telah membokong ia.
Dengan amarah yang besar sekali ia kaburkan kudanya menuju ke pegunungan Kun Lun.
pegunungan Kun Lun terletak di daerah propinsi Sinkiang, luasnya beberapa ribu lie persegi Beberapa puncak ada yang setinggi enam ribu kaki lebih, dan merupakan salah satu pegunungan terbesar di Tiongkok, Dengan tekad membalas dendam Co Hiong melarikan kudanya ke arah pegunungan Kun Lun dengan tidak menghiraukan keletihannya, Co Hiong walaupun sudah lama berkecimpung di kalangan Kang-ouw ia tidak paham akan keadaan di sebelah barat, karena ia kebanyakan berada di sebelah selatan dari sungai Yociu, Kali ini ia menuju ke barat, ia tampak bahwa keadaan maupun pemandangannya berbeda jauh daripada di daerah selatan, Setelah menempuh beberapa ratus lie tibalah ia di daerah gurun pasir, ia jarang ketemui desa atau dusun di mana ia dapat menjumpai manusia, Hanya dengan tekad membalas dendam, ia meneruskan perjalanannya, meskipun mengalami lapar dan dahaga, Untung ia memiliki kuda yang jempol, maka setelah tiga hari tiga malam dalam perjalanan ia telah tiba di tapal batas propinsi Sinkiang,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Keesokan harinya ia telah tiba di Hokekan, suatu kota kecil, Di kota itu ia hanya beristirahat semalam untuk beli perbekalan ia tidak lupa mengisi kantong airnya yang dibuat dari kulit Esok paginya ia berangkat lagi, Karena bukan saja ia bermaksud terutama membikin perhitungan kepada ketiga pemimpin partai Kun Lun, disamping ia juga hendak tengok Lie Ceng Loan lagi yang selalu terbayang dan tak terlupakan Dengan kuda ajaib ia meneruskan perjalanannya, dan ketika matahari mulai terbenam, ia telah tiba di kaki pegunungan Kun Lun.
ia dongak memandang puncak-puncak gunung yang tinggi dan megah.
"Orang mengatakan bahwa, kalau belum melihat pegunungan Kun Lun, orang akan belum mengetahui keangkeran gunung. pegunungan yang termashur ini betulbetul angker dan megah!"
Demikian pikirnya sejenak lalu ia kedut kudanya dan mendaki salah satu puncak dari pegunungan Kun Lun itu.
Makin ia mendaki, makin terheranheran ia, karena keadaannya semakin indah dan agung!
Pada saat itulah ia sekonyong-konyong berubah pikiran ia rupanya merasa menyesal telah datang ke pegunungan Kun Lun!
Betul ia mengetahui bahwa ketiga pemimpin partai Kun Lun mempunyai markas di kuil San Ceng Kiong yang terletak di atas puncak Kim Teng Hong, tetapi ia tak mengetahui di mana letaknya puncak Kim Teng Hong itu, jika ia harus mencari dengan jangka waktu setengah tahun!
ia menjadi masgul terhadap Bee Kun Bu yang tidak memberitahukan di mana letaknya puncak Kim Teng Hong selagi mereka berada bersama-sama, Selagi matahari di sebelah barat menyinari puncak-puncak yang diselubungi dengan salju, maka keindahan pegunungan itu sukar dilukiskan dengan perkataan Ha-nya sayang sekali pemandangan yang indah permai itu tidak berlangsung lama, karena setelah matahari ter-benam, suasana telah berubah menjadi gelap gulita dan seram.
Dengan kedua mata yang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
awas, ia hanya bisa melihat jurang-jurang yang curam dan puncak-puncak yang tebing, ia lalu coba mencari tempat untuk bermalam.
ia tepuk pantat kudanya, dan kuda itu segera lari turun.
Meskipun angin gunung sangat dinginnya menusuk tulangtu!ang tetapi Co Hiong telah memahami ilmu silat Tai Im Ki Kong dan tidak merasakan hawa yang dingin itu, Tenaga dalamnya telah berhasil menenangkan pikirannya dan melancarkan peredaran darah di seluruh tubuhnya, ilmu silat Tai Im Ki Kong itu dapat menyimpan hawa gunung yang dingin untuk digunakan menyerang musuh.
Tetapi untuk menyimpan hawa gunung yang dingin itu harus dilakukan dengan baik dan cermat Jika tidak, maka hawa itu akan berbalik melukakan jalan darah tubuhnya sendiri!
Co Hiong baru dapat pelajari ilmu tersebut ia coba mengumpulkan hawa itu sehingga fajar ia teringat lagi kepada Lie Ceng Loan.
ia cemplak kudanya lagi untuk mencari puncak Kim Teng Hong, pemandangan matahari terbit sangat indah permai, sinarnya yang kemerah-merahan menyorot di angkasa dan di atas puncak-puncak yang putih dengan salju, membikin seluruh pemandangan berubah seakan-sakan suatu dunia yang tertabur emas.
Menampak keindahan alam itu, Co Hiong makin terkenang-kenang akan wajah yang menggiurkan dari Lie Ceng Loan, Kudanya telah membawa ia entah beberapa ratus lie, tetapi ia masih berada tetap di tempat yang terpencil!
Dalam satu hari itu tiada satu manusia pun yang dapat dijumpai Di waktu senja ia tiba di suatu hutan yang penuh dengan pohon-pohon cemara, Dari dalam hutan yang agak gelap sekonyong-konyong ia melihat cahaya putih berkelebat Co Hiong yang telah banyak pengalaman di kalangan Kang-ouw segera mengetahui bahwa cahaya itu adalah cahaya pedang, Mungkin ada orang yang sedang berlatih ilmu silat pedang.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan ilmu meringankan tubuh ia loncat turun dari kudanya dan lari menuju ke arah cahaya putih tadi, ia lari memutari hutan, dan di suatu hutan, dan di suatu lapangan betul saja tampak satu orang yang bertubuh tinggi besar dan berusia lebih kurang tiga puluh tahun sedang berlatih silat dengan seorang rahib perempuan yang masih muda, Dengan bersembunyi di balik pohon-pohon Co Hiong memperhatikan bahwa gerakan-gerakannya orang yang berlatih itu sangat cepat dan lincah, Si pria bukan saja cepat dengan melancarkan serangan-serangannya, tetapi pun sangat gapah menangkisnya dan lincah mengelakkan dirinya, Tenaga atau ilmu silatnya jauh lebih tinggi daripada rahib wanita itu.
Tiba-tiba si wanita melancarkan serangan bertubitubi, dan terdengar suara pedangnya menyabet membacok lawan nya.
Tetapi si pria tak gentar, ia tetap tenang.
Dengan ilmu Gin Hong Boan Tian atau pelangi memenuhi angkasa, ia ayun pedangnya dengan mudah menangkis semua serangan-serangan lawannya yang bertubi-tubi itu, lalu ia membalas me-nyerang, dan si wanita terpaksa mundur beberapa tindak Si pria berhenti bertempur, lalu berkata sambil ter-tawa.
ilmu silat pedangmu sudah banyak maju, Kalau kau terlatih dengan rajin, dua tahun lagi, aku yakin tidak ada satu Sumoy (saudara seperguruan) yang dapat menandingi kau lagi."
Rahib wanita itu menjawab sambil tersenyum. Te-tapi, setelah aku berlatih dua tahun lagi, aku pun masih tak dapat menyamai kau!"
Si pria tertawa gelak-gelak dan berkata lagi.
"Jika kau tidak sudi berlatih bersungguh-sungguh, maka kau akan terbelakang, Kau telah mengikuti Sam Susiok lama sekali, dan kau yang paling disayang oleh dia, Tetapi di dalam beberapa bulan ini, rupanya ia juga menyayangi seorang murid lain, tetapi kau tak perlu iri hati Beberapa hari berselang aku memperoleh kabar bahwa Suhu, Supek dan Susiok telah mengadakan pembicaraan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
rahasia di kamar tengah, dan mereka mengambil keputusan masing-masing memilih murid-murid untuk diajarkan ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam.
Kau harus ketahui bahwa ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam itu adalah ilmu silat yang ampuh dari partai Kun Lun kita.
Menurut apa yang aku tahu, sebegitu jauh, hanya ada seorang murid yang telah pelajari Cui Hun Cap Ji Kiam, Jika kau tidak sungguh-sungguh belajar dan berlatih, aku khawatir Sam Susiok tidak akan mengajarkan kau ilmu silat itu."
Setelah berkata demikian si pria menarik napas panjang, rupanya cemas terhadap kabar tentang pemilihan murid-murid itu.
Meskipun rahib wanita itu mengenakan pakaian tebal, namun kecantikannya terlihat nyata.
Dengan tersenyum ia berkata.
"Suhu kita mempunyai sembilan mu-rid, tetapi Toa suhenglah yang paling disegani dan yang terpandai, karena menurut pahamku, lain-lain atau Sumoy tidak ada yang dapat melawan kau...."
Pujian itu membuat si pria menjadi merah muka-nya. Sambil menggeleng-geleng kepala ia berkata.
"Kau telah bicara panjang lebar, tapi tidak ada yang ber-alasan...."
Si rahib wanita memotong pembicaraan sambil menuding.
"Apa? Tidak beralasan? Aku pun tahu bahwa kau selalu khawatir tidak diajarkan ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam, sebetulnya aku tidak menghiraukan soal itu, Apa kau kira aku iri hati terhadap Lie Sumoy? Kau harus mengerti bahwa dia seorang yang sangat polos dan hatinya putih bersih, Jika suhu sayang dia, kita tak usah heran. Aku pun suka kepada nya, karena disamping kebaikan hatinya dia pun sangat ramah dan simpatik, cantik sebagai bidadari siapapun yang telah melihat dan mengenalnya, pasti akan suka kepadanya."
"Kalau kau tidak iri hati,"
Jawab si pria.
"Aku merasa lega hati Suhu, Supek dan Sam Susiok sering-sering mengatakan bahwa murid kesayangan Supek adalah satu jago silat yang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
muda, kuat, pintar dan cerdas, Aku ingin sekali menjumpai dia, tetapi sehingga kini ia belum juga kunjung tiba ke pegunungan Kun Lun."
Sambil menarik napas rahib wanita itu berkata.
"Mu-ridmurid dari Supek semuanya pintar cerdas, tampan dan ramah...."
Si pria tertawa dan berkata.
"Hei! Kau juga memperhatikan hal ini? Murid baru yang datang diterima oleh Sam Susiok aku baru melihatnya dua kali, dia selalu berada di samping Sam Susiok,"
"Lebih baik kau jangan terlalu sering lihat,"
Kata rahib wanita itu.
"Aku khawatir kau tak akan dapat melupakannya!"
Lalu ia berlalu, Si pria lalu mengejar dari belakang Co Hiong yang bersembunyi di balik pohon dapat melihat dan mendengar semua gerak-gerik maupun pembicaraannya kedua murid dari partai Kun Lun itu, ia merasa gembira, karena ia menduga bahwa ia telah berada tidak jauh lagi dari markasnya partai silat Kun Lun yang ia sedang cari.
ia pun lari membayangi kedua orang itu, karena ia ingin tahu di mana letaknya markas dari partai Kun Lun.
Si pria dan si rahib wanita itu telah lama tinggal di daerah itu, mereka paham betul akan jalan di pegunungan itu.
Co Hiong yang mengikuti di befakang, setelah melewati beberapa lereng gunung, tiba di suatu tempat yang keadaan di sekitarnya berlainan sekali daripada tempat-tempat yang pernah ia lewati ia tampak lereng-lereng gunung yang luas dan panjang mengurung tiga puncak gunung yang berdiri tegak berderet dan puncak yang di tengah lebih tinggi dari kedua puncak kuil yang besar.
"Kuil itu pasti kuil Sam Ceng Kiam,"
Pikirnya.
"Dan puncak Kim Teng Hong tentulah puncak yang di tengahnya itu, Di waktu ia berpikir, kedua murid dari partai Kun Lun telah lenyap dari pengejarannya gunanya kedua orang itu telah
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
masuk ke dalam hutan pohon cemara yang ditumbuhi sangat lebat di bagian itu, Dengan dugaan itu, iapun lari masuk ke dalam hutan pohon cemara, Tetapi setelah berlari agak lama juga ia masih tetap berada dalam daerah hutan.
ia memperhatikan bahwa jalan di hutan itu berliku-liku, merupakan suatu perangkap yang dapat menyesatkan orang, bisa masuk tidak bisa keluar ia lari terus dengan harapan lekas keluar dari hutan yang mudah membikin orang tersesat Giok Siau Sian Cu mengobrak-abrik kuil Sam Goan Kong, jalan di dalam hutan pohon-pohon cemara itu terdiri dari lima baris dengan banyak cabang-cabang, dan setelah keluar dari hutan itu, orang dapat menjumpai satu jalan kecil yang menuju ke atas puncak Co Hiong berhasil jalan keluar hutan itu, dan juga menemui jalan kecil yang menuju ke atas puncak, Jalan kecil itu berlikuliku ia menjadi curiga, ia takut ka!au-kalau dibokong dijalan kecil itu.
Oleh karena itu dengan ilmu Pek Houw Pan Pik atau Cecak merayap di tembok, ia mendaki lereng gunung itu untuk tiba di atas puncak, Di atas puncak tampak di depannya berdiri kuil Sam Ceng Koan yang besar dan megah.
Baca Juga: Pedang Naga Hitam 7
Baca Juga: Dendam Membara Kho Ping Hoo