Eps 3 Bangau Sakti - Chin Tung
Baca online Bangau Sakti - Chin Tung
Cersil Bangau Sakti - Chin Tung.
Ketika matahari hampir berada di tengah-tengah, mereka telah berada di suatu puncak gunung.
Sorot matahari membikin pedut yang menyelubungi puncak itu berwarna kuning emas.
Di bawah mereka pohon-pohon cemara kelihatan samarsamar hijaunya.
Berdiri di atas puncak itu, mereka merasa seakan-akan berdiri di suatu dunia yang lain.
Tiba-tiba Co Hiong berkata.
"Matahari telah demikian tingginya, mengapa seorang tukang potong kayu pun kita belum menjumpai? Apakah aku harus bakar seluruh tempat ini?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu terkejut mendengar ucapan itu, dan ingin cnencegah. Tapi Co Hiong meneruskan omongan-nya.
"Di depan kita nampaknya seperti tembok merah, Apakah itu tembok nya suatu kuil?"
Lalu dengan tidak menunggu jawabannya Bee Kun Bu, ia loncat menuju ke tembok merah itu.
Bee Kun Bu mengikuti Dengan cepat, setelah mereka melewati dua lereng gunung, di antara dua puncak, mereka melihat satu kuil yang besar Mereka lari makin cepat, dan dengan sekejap saja telah tiba di depan kuil itu, Mereka mendongak, dan membaca nama kuil itu yang ternyata bertuliskan Yun Bu Sie tiga huruf Mereka buka pintunya yang besar, dan bertindak masuk ke suatu ruangan yang besar, Ruang ini serta delapan kamar lainnya terkurung oleh tembok merah.
Di dalam pekarangan dalam tumbuh pohon-pohon cemara dan bambu, Melihat keadaannya, rupanya kuil itu belum lama diperbaiki Co Hiong bertindak masuk, dan setelah melalui pekarangan depan.
ia naik ke tangga batu yang bertingkat tujuh dan masuk ke dalam ruang yang besar, Di tengahtengah ruang itu, di atas satu meja yang besar dan tinggi, ada dua lampu yang menyala, Di antara dua lampu itu ada suatu hiolo (tempat menancap) dari batu yang tingginya kira-kira satu kaki, Di belakang meja sembahyang ini ada tiga patung Buddha (Hut-co) dari batu yang besar sekali, Seluruh ruang nampak sangat bersih tapi dalam suasana sunyi senyap, menyeramkan!
Sambil menoleh ke belakang Co Hiong berkata dengan suara rendah kepada Bee Kun Bu.
"Rupanya Tong Leng Tan Su itu betul-betul seorang pendeta yang agung,.,."
Belum lagi ia berbicara habis, tiba-tiba terdengar suara orang-orang mengejek.
"Kedua saudara dari mana datangnya? Mencari Tong Leng Tan Su dengan maksud apakah?"
Mereka terkejut, dan lekas balik badan ke arah datangnya suara itu, Di pintu ruang yang besar itu, mereka lihat seorang pendeta berbaju abu-abu, usianya lebih kurang tiga puluh tahun, Mukanya yang pucat pasi, badannya yang kurus kering
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dan matanya yang berkilau-kilauan membikin pendeta itu nampaknya seperti mayat hidup! Setelah semangatnya kumpul lagi, dengan tersenyum Co Hiong menyahut.
"llmu meringankan tubuh Taysu betul-betul lihay, Kami tak mengetahui Taysu datang."
Lalu ia menghampiri Hweeshio itu.
Hweeshio itu mengawasi Co Hiong dengan kedua matanya yang tajam dengan sikap yang tenang, Bee Kun Bu yang telah mengikuti Co Hiong selama beberapa hari telah mengetahui sifat dan adatnya kawan ini.
Meskipun wajahnya berseri-seri tapi caranya Co Hiong bertindak sembrono, maka ia menghalangi Co Hiong dan berkata kepada Hweeshio itu.
"Aku adalah murid dari partai silat Kun Lun, dan kawanku ini adalah pemimpin kedua dari partai silat Thian Liong, Kami datang mengunjungi Tong Leng Tan Su dengan maksud bermohon menanyakan suatu urusan."
Hweeshio itu menanya dengan mengejek.
"Jie-wie telah datang mencari Tong Leng Tan Su, apakah telah mengetahui peraturannya?"
"Belum, Kami mohon Taysu memberi petunjuk,"
Sahut Bee Kun Bu. Dengan sikap yang terperanjat Hweeshio itu menanya tagi.
"Siapa yang memperkenankan kalian datang ke sini, dan mengapa kalian tidak diberitahukan peraturannya?"
Sebetulnya Bee Kun Bu hendak menuturkan hal ikhwal kedatangannya ke kuil Yun Bu Sie itu, tapi ia khawatir bahwa penuturannya hanya akan membikin urusannya bertambah ruwet, Untuk sementara waktu ia tak dapat menjawab, dan ia menjadi gelisah.
Karena pertanyaannya tidak dijawab, Hweeshio itu menjadi murka, ia membentak.
"Mengapa kau ragu-ragu. jika kau tak memberitahukan siapa yang menyuruh kalian ke sini maka kalian tak dapat menjumpai Tong Leng Tan Su!"
Co Hiong tak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sabar lagi. ia bertindak maju, dan menyahut sambil tersenyum.
"Kami telah dapat mencari sendiri kuil ini di pegunungan Tay Ouw San. Kami takkan dapat menjumpai Tong Leng Tan Su. Aku tak pereaya ia tidak mau menjumpainya, Jika kami rintangi, jangan mempersalahkan aku, kalau aku bakar seluruh kuil ini. Waktu itu aku ingin lihat apakah ia masih tidak keluar!"
"Ha! Ha! Ha!"
Tertawa si Hweeshio.
"Kau mau bakar kuil ini?! Kau boleh coba, aku ingin lihat!"
Co Hiong tertawa gelak-gelak dan menyahut.
"Kau kira aku takut membakarnya? Kau lihatlah!"
Segera dari kantongnya ia keluarkan korek api dan mulai membakar kertas untuk menyulut atap kuil itu! Bee Kun Bu terkejut dan lekas-lekas mencegah perbuatan kawannya yang nekad itu sambil berkata.
"Saudara Co, sabarlah, Mari kita membicarakannya lagi!"
Co Hiong menunda membakarnya, tapi ia masih mengawasi Hweeshio itu dengan beringas, ia berkata.
"Baiklah aku pandang saudara Bee. Aku sebetulnya mau segera membakar kuil ini, dan ingin lihat apakah Tong Leng Tan Su itu masih tidak menerima kita?"
Ketika Co Hiong ingin membakar atap kuil itu, Hweeshio itu tidak menghalangi ia hanya mengawasi gerak-geriknya Co Hiong, Rupanya ia ingin menguji keberanian Co Hiong, Setelah Bee Kun Bu mencegah, ia baru berkata dengan mengejek.
"Apakah kalian betul-betuI tidak mengetahui peraturannya Tong Leng Tan Su?"
Dengan merendah Bee Kun Bu menjawab.
"Kami betulbetuI tidak mengetahui harap Taysu sudi menjelaskannya."
"Jika kalian betul-betul tidak mengetahui aku masih dapat memaafkan,"
Berkata Hweeshio itu.
"Enyahlah kalian, karena Tong Leng Tan Su tak mudah dijumpai!"
Lalu ia balik badan dan hendak berla!u. Bee Kun Bu memanggil.
"Taysu, aku mohon sedikit kelonggaran!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hweeshio itu berhenti dan menghadapi Bee Kun Bu.
La!u Bee Kun Bu menjelaskan "Kami datang ke sini setelah menempuh jarak seribu lie lebih dengan maksud minta petunjuk dari Tong Leng Tan Su.
Oleh karena itu kami mohon Taysu memberi petunjuk agar kami dapat menjumpai Tong Leng Tan Su.
Untuk bantuan yang berharga itu, kami menghaturkan banyak-banyak terima kasih,"
Si Hweeshio mengerutkan keningnya, lalu berkata.
"Jika kalian mau menjumpai Tong Leng Tan Su, kalian harus lebih dahulu dapat melewati aku!"
Belum Bee Kun Bu menyahut, Co Hiong dari belakang sudah mengirim satu tinju dengan ilmu Hui Po Liu Coan atau air terjun menimpa batu, Hweeshio itu tidak tengah, ia loncat mundur tujuh kaki untuk mengegoskan jotosan itu, Sambil tertawa Co Hiang berkata.
"Aku kira peraturan apa. Jika hanya peraturannya untuk melewati kau, mengapa tidak siang-siang kau mengatakannya?"
Lalu perkataan itu dibarengi dengan serangan lagi.
Si Hweeshio tidak mengegoskan pukulan lagi ia tangkis serangan itu dan menyerang dengan ilmu menggempur harimau di luar pintu, tangan kirinya menjotos bahu kanannya Co Hiong, Co Hiong mengegos diri lalu dengan kedua tinju ia menotok dada lawan nya.
Si Hweeshio terkejut melihat silat yang demikian lihaynya, ia pikir.
"Hai! pemuda yang wajahnya cantik seperti seorang gadis mempunyai ilmu silat yang begitu tinggi!"
Untuk menghindarkan totokan itu, si Hweeshio menjatuhkan tubuhnya di lantai, lalu ia bergulingan enam tujuh kaki jauhnya, Co Hiong mengejek.
"Ha! Mengapa kau tak bangun dan membalas menyerang?"
Si Hweeshio menjadi merah mukanya karena malu, Tapi ia menantang lagi.
"Kau telah menyerang sebelum aku siap sedia, Mari kita bertempur lagi, Jika aku kalah, aku sendiri yang nanti menuntun kalian menjumpai Tong Leng Tan Su."
Mendengar si Hweeshio tak mau mengaku kalah, Co Hiong menjadi makin murka, Tapi tak kentarakan pada raut
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
wajahnya, meskipun marahnya besar, tapi ia tak memperlihatkan karena ia tetap tersenyum dan mengejek.
"Taysu mulailah, dan boleh menyerang dulu!"
Lalu ia hampiri lagi si Hweeshio yang juga sudah siap.
Ketika jaraknya tinggal lagi tiga kaki jauhnya dari si Hweeshio, ia loncat dan tangan kanannya menyambar secepat kilat kepada kedua matanya si Hweeshio dengan ilmu Siang Liong Chio Cu atau sepasang naga merampas mutiara, Si Hweeshio yang telah mengetahui kepandaian silat lawannya tak bersikap lengah, ia telah siap sedia, Begitu lekas Co Hiong menyerang, tangan kirinya menangkis serangan dengan ilmu To Pu Tu Kang atau pengayuh kayu menampar air dan tangan kanannya menyerang dengan ilmu Pay San Hu Ciong atau menghalau gunung menggempur karang!
Co Hiong lekas-lekas menarik kembali cakaran itu, ia loncat ke atas dengan maksud menerkam kepala lawannya, Tapi si Hweeshio tidak menunggu Co Hiong turun ke bawah, menyodok lambung lawannya sambil mencondongkan tubuhnya dengan ilmu Kim Pau Lu Cao atau macan tutul memperlihatkan kukunya, Co Hiong harus tendang sodokan tinju itu sebelum ia jatuh di lanlai, Ketika si Hweeshio diserang oleh Co Hiong pertama kali, ia tidak duga lawannya demikian lihay, ia keteter Tapi selanjutnya ia tak berlaku lengah lagi.
ia menyerang dengan sekuat tenaga dengan maksud, jika bisa, membinasakan lawannya, ilmu silat kedua belah pihak berlainan masingmasing mempunyai keistimewaannya.
Si Hweeshio bertempur makin lama makin cepat, serangannya makin menghebat Co Hiong bertempur dengan ilmu silat yang sangat ia andalkan, yakni silat yang ia dapat pelajari dari gurunya, Souw Peng Hai, tapi ia kalah tenaga, Maka setelah pertempuran berlangsung agak lama, Co Hiong menjadi keteter Bee Kun Bu yang menyaksikan pertempuran
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
itu dapat melihat kedudukan kawannya itu, ia ingin menggantikannya tapi ia khawatir Co Hiong salah paham.
Tapi ia bertekad akan turun tangan jika Co Hiong menjadi kalah!
Ketika mereka tengah bertempur, Co Hiong berseru.
"Saudara Bee, coba perhatikan jurus-jurus Hweeshio ini, apakah serupa dengan jurus kedua Hweeshio yang durhaka?"
Bee Kun Bu memperhatikan dan betul saja ilmu silat Hweeshio berbaju abu-abu itu serupa dengan ilmu silat kedua Hweeshio yang Co Hiong telah kirim ke akherat ia menjadi murka, karena ia ingat bahwa Lie Ceng Loan, Sumoynya, dibawa lari oleh kedua Hweeshio yang dur-haka itu, ia berseru.
"Saudara Co, kau mundurlah, kasihlah aku yang gempur Hweeshio ini!"
Sambil bertempur Co Hiong menyahut.
sebetulnya aku siang-siang sudah ingin mengakhiri Hweeshio ini, Tapi aku khawatir saudara Bee anggap aku kejam Kini setelah dapat membuktikan Hweeshio ini kambratnya kedua Hweeshio yang durhaka itu, aku kira kau tak lagi menv persalahkan aku jika aku kirim Hweeshio ini ke akhirat!"
Bee Kun Bu merasa malu diperingatkan demikian Tiba-tiba ia tampak Co Hiong merubah jurusnya, Terlihat bajunya yang kuning berkibar-kibar seperti seekor kupu-kupu sedang terbang di antara bunga-bunga mengurung Hweeshio itu, ia tak dapat melihat Co Hiong menggunakan ilmu silat apa karena gerakannya cepat sekali "
Ia tak mengetahui bahwa Co Hiong sedang menggunakan ilmu yang khas diciptakan oleh Souw Peng Hai, pemimpin partai silat Tian Liong, yakni Sah Cap Lak Cau Hui Su Cong (serangan tinju terbang dengan tiga puluh enam perubahan) ilmu yang digunakan itu seratus kali lebih lihay dari pada ilmu tinju Uu Yun Cong (tinju menyerang awan) yang Lie Cong Loan gunakan melawan Tee Ju Liong tempe hari, Dalam hanya sepuluh jurus saja, si Hweeshio telah menjadi keteter, tubuhnya basah kuyup dengan keringat Bee Kun Bu terkejut bila ia pikir Co Hiong segera akan mengajak mereka menjumpai Tong Leng Tan Su.
Baru saja ia ingin mencegah, tiba-tiba terdengar suara jeritan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
si hweeshio yang kena disodok ulu hatinya, dan jatuh tengkurap di lantai!
Di dalam kamar batu pendeta Tua membuka rahasia Rupanya Co Hiong betul-betul telah menggunakan ilmu Sah Cap Lak Cau Hui Su Cong (serangan tinju terbang dengan tiga puluh enam perubahan), dengan bukti jatuh tersungkurnya hweeshio itu di lantai!
Lalu Co Hiong berhenti menyerang, dan menoleh ke belakang kepada Bee Kun Bu yang sedang berdiri terpaku menyaksikan serangan kawannya yang sangat dahsyat, ia menegur sambil tersenyum.
"Mengapa kau bingung? Apakah aku telah serang ia terlampau hebat? jika aku lembek hati seperti kau, aku tak dapat berkecimpung di kalangan Kang-ouw. Dalam segala pertempuran pertarungan kita harus selalu ingat. jika kita tak membunuh lawan, lawan pasti membunuh kita! Bermurah hati terhadap lawan yang kejam dan jahat tentu tak merugikan atau mencelakakan kita sendiri Di kalangan Kang-ouw, orangorang yang lebih kejam dan lebih tak mengenal kasih dari pada aku, tak terhitung banyak nya. Apa gunanya kita bermurah hati jika kita dilukakan parah atau dibinasakan oleh musuh ?"
"Aku bukannya memikiri cara kau menyerang musuh. Aku hanya sedang memikiri."
Sahut Bee Kun Bu ragu-ragu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Co Hiong tidak menunggu perkataannya selesai, ia meneruskan MKau sedang pikiri jika hweeshio itu binasa, kita tak dapat menjumpai Tong Leng Tan Su, betulkah?
sebetulnya kau memikiri yang bukan-bukan.
Hweeshio ini memberikan kita keterangan dusta, Kila tak dapat pereaya, Cara ia menyerang, jurus-j urus nya semuanya seperti jurus kedua hweeshio durhaka yang telah membawa kabur Sumoymu, Hwweeshio ini sama durhakanya.
Aku yakin Tong Leng Tan Su pun bukan seorang yang baik.
Kuil ini tidak seberapa luasnya.
Mustahil kita tidak berhasil menemui dia?
Yang kita khawatirkan ialah bagaimana
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ilmu silat Tong Leng Tan Su itu. Lagi pula hweeshio yang jatuh tersungkur itu belum binasa. Aku hanya totok jalan darah di lehernya, bukan jalan darah jantungnya, sebentar ia dapat sadar kembali!"
Bee Kun Bu mendengar penjelasan yang beralasan itu, ia hanya anggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Sejenak kemudian hweeshio yang telah jatuh tersungkur itu mulai mengutik, lalu membuka kedua mata-nya, Bee Kun Bu segera loncat dan berdiri di sampingnya dengan hasrat menolong ia bangun, Tapi baru saja ia angsurkan tangan kanannya, si hweeshio menepak tangannya sambil berkata.
"Kau tak usah menolong aku, Aku dapat menolong diri sendiri, Aku sendiri dapat membebaskan totokan jalan darahku!"
Lalu ia bangun dan duduk.
Dengan ilmu mengim-bangkan tenaga, si hweeshio itu kelihatan menarik napas, lalu menghembuskan napas berkali-kalL Selang beberapa menit, hweeshio itu dapat bangkit dan berdiri lagi.
ia mengawasi Co Hiong dan berkata dengan suara yang mengejek.
"Aku kalah melawan kau, Aku dapat mengajak salah seorang darimu menjumpai Tong Leng Tan Su. Kawanmu tak dapat turut!"
Bee Kun Bu memotong pembicaraan.
"Cara demikian tidak beralasan. Kami datang bersama-sama, harus kami menjumpai Tong Leng Tan Su bersama-sama juga!"
"Rupanya hweeshio ini hendak menggunakan tipu muslihatnya, Tentang itu aku tak menghiraukan Baiklah, saudara Bee, kau tunggu di sini, aku nanti seret Tong Leng Tan Su menjumpai kau!"
Kata Co Hiong kepada Bee Kun Bu.
"Saudara Co tak dapat pergi seorang diri, Aku harus menyertai kau,"
Kata Bee Kun Bu.
Co Hiong tidak menyahut ia mengawasi sikap si hweeshio yang tak dapat melarang Bee Kun Bu lagi turut serta, ia lalu keluar dari ruang yang besar itu, diikuti oleh Co Hiong dan Bee Kun Bu.
Kedua orang itu mengikuti si hweeshio.
Setelah keluar dari pintu belakang dan melalui kebun pohon-pohon
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
cemara, mereka menuju ke suatu bukit yang curam. Bee Kun Bu merasa heran.
"Mengapa Tong Leng Tan Su tidak tinggal berdiam di dalam kuil itu?"
Pikirnya, Co Hiong pun menjadi cemas, ia mengingati jalan yang telah dilalui, ia berpikir lain daripada pikirannya Bee Kun Bu.
"Bukit yang agak curam itu mungkin, ada perangkapnya untuk menjebak aku,"
Ia pikir, Setelah mendaki bukit yang agak curam, mereka harus turun melalui jalan kecil yang berliku-liku ke suatu lembah.
Sambil berjalan Co Hiong memperhatikan bahwa jalan itu makin lama makin menjadi sempit, sehingga setelah berjalan setengah lie jauhnya, jalan itu hanya dapat dilewati oleh seorang, karena tembok jurang yang tebing menjepit jalan yang sempit itu!
ia jalan tidak mau terpisah jauh di belakang si Hweeshio itu, karena ia bertekad jika ia dijebak, lebih dahulu ia pukul mati Hweeshio di depan nya!
Si Hweeshio berjalan cepat sekali, dan setelah melewati beberapa bilik mereka menyaksikan suatu pemandangan yang berlainan Di hadapan mereka tampak satu lembah yang iuas, Di ujung lembah berdiri tegak satu puncak, dan di belakang puncak itu terlihat lagi tiga puncak gunung.
sebidang lapangan rumput yang luasnya hanya lima depa persegi terletak di tengah-tengah ke-empat puncak itu, Lalu si Hweeshio menunjuk ke arah kaki puncak yang berada di tengah sambil berkata.
Tong Leng Tan Su kini berada di dalam gua di kaki puncak gunung itu!
Kalian boleh masuk ke dalam gua menjumpai beliau!"
Co Hiong memperhatikan bahwa lubang gua itu hanya empat lima kaki lebarnya, tapi sangat dalam agaknya. ia hendak segera masuk, tapi Bee Kun Bu menahan.
"Saudara Co, kau tunggul aku di luar gua. Biarlah aku masuk ke dalam memeriksanya!"
Tapi Co Hiong sebaliknya menahan Bee Kun Bu masuk, ia berkata.
"Di dalam gua dari gunung ini mungkin ada banyak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ular berbisa atau binatang yang ganjil dan berbahaya. Aku harus menanya si Hweeshio dulu."
Si Hweeshio menyahut dengan menyengir "Orang yang berani berkelana pasti tidak takut terhadap ular atau binatang buas, Jika kalian takut, masih ada kesempatan untuk mundur!"
Jawaban Hweeshio itu membikin Co Hiong agak malu, ia buka lebar kedua matanya dan membentak.
"Meskipun gua naga atau harimau, aku tidak takut memasuki nya. Tapi jika aku masuk ke dalam gua tidak menjumpai Tong Leng Tan Su, aku pasti bunuh mati kau dan potong hancur mayatmu!"
Si Hweeshio tertawa gelak-gelak dan menyahut.
"Jika kau masuk, kau pasti binasa! Mana bisa keluar membunuh aku lagi?! Ha! Ha! Ha!"
Omongannya Hweeshio itu membikin Co Hiong lebih bernafsu lagi untuk masuk ke dalam gua itu. ia berkata kepada Bee Kun Bu, suaranya rendah.
"Sa udara Bee, kau jaga Hweeshio ini. jangan sampai ia lari! Aku masuk ke dalam gua untuk menyelidikinya, Jika ia menipu kita, nanti setelah aku keluar, aku berikan ia hajaran!"
Lalu dengan secepat kilat ia lari masuk ke dalam gua, meskipun Bee Kun Bu coba menahannya, sambil berseru.
"Saudara Co, biarlah aku yang masuk!"
Si Hweeshio berkata kepada Bee Kun Bu.
"Kalian berdua harus ada seorang yang hidup untuk mengurus mayat yang lain. ia rupanya ingin mati, Biarlah ia mati, dan kau boleh bawa pulang mayat nya!"
Ejekan itu membikin murka Bee Kun Bu. ia membentak "Mengapa kau berani pastikan ia tentu binasa?"
"Kau tidak pereaya? Lihat sajalah!"
Sahut si Hwee-shio, Bee Kun Bu lalu loncat dan ingin masuk ke dalam gua. Tapi si Hweeshio loncat dan berdiri di mulut gua itu menghalangi sambil membentak.
"Kau ingin masuk ke dalam? Kau harus menunggu kawanmu keluar Apakah kau tak mengetahui peraturan dari Tong Leng Tan Su?!"
Bee Kun Bu terkejut ia dengan wataknya yang lemah lembut dan perasaan halus pikir
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
lebih baik menurut peraturan ia terpaksa menunggu di luar gua.
Betul saja selang tak lama, dari gua itu tiba-tiba terdengar suara jeritan yang disertai hembusan angin yang sangat keras, Co Hiong dengan kedua tangannya menjaga dadanya dan wajahnya pucat terdorong keluar dari gua itu!
Bukan main terkejutnya Bee Kun Bu.
ia tubruk Co Hiong dan menanya.
"Saudara Co, mengapakah kau? Apakah kau terluka?"
Co Hiong tak segera menjawab, ia hanya mengawasi Bee Kun Bu.
ia sedang mengeluarkan tenaga dalamnya dan wajahnya sangat mengkhawatirkan sekali!
Bee Kun Bu segera melihat bahwa kawannya telah menderita luka parah, ia terharu dan air matanya tak tertahan mengucur keluar ia berkata dengan tersedu-sedu.
"Hai! Saudara Co, karena urusanku, saudara menderita luka parah! AL.!"
Tapi Co Hiong geleng-geleng kepalanya sambil tersenyum. Bee Kun Bu membantui dia duduk di atas rumput Empat lingkaran emas di tangannya masih ketinggalan dua.
"la pasti telah bertempur dan menggunakan lingkaran-Iingkaran emasnya itu! Tapi mengapa ia terdorong keluar dan menderita luka parah?"
Pikir Bee Kun Bu.
Sambil duduk di atas rumput, Co Hiong coba menggunakan ilmu mengimbangi tubuh untuk memulihkan tenaga dan menyembuhkan luka nya.
Perlahanlahan ia bangkit Lalu dari kantong di dadanya ia keluarkan dua butir pil untuk ditelan, Sejenak kemudian ia tersenyum dan berkata.
Tong Leng Tan Su betuI-betul lihay sekali ilmunya.
Setelah aku masuk ke dalam gua, aku harus menahan dua jotosan nya, dan aku tak dapat bertahan jotosan yang ketiga lebih dahsyat lagi, Aku keburu menangkis, dan jotosan itu telah melukai tubuhku, Hanya dengan menggunakan lingkaranlingkaran emas yang ampuh aku terhindar dari bahaya maut dan melarikan diri!"
"Apakah kau menderita luka parah?"
Tanya Bee Kun Bu dengan perasaan khawatir sekali.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Aku telah telan dua pil mustajab,"
Sahut Co Hiong.
"Dan aku yakin jiwaku tak terganggu karena pil mustajab dari guruku itu yang diperolehnya dari seorang tabib pandai, Sao Kong Gic Dalam tiga bulan jika sakitnya tak datang lagi, semua luka sudah sembuh, Tetapi jika dalam tiga bulan aku merasa sakit lagi, asal saja tak ada bagian yang hancur, tabib Sao Kong Gie itu pasti dapat menyembuhkan luka-Iuka itu. Tapi saudara Bee tak dapat segera menemui Tong Leng Tan Su. inilah yang membikin aku gelisah, Aku harus segera kembali ke utara propinsi Kwi-ciu untuk mengajak kawankawan yang lebih lihay ilmu silatnya dari markas Thian Liong untuk menaklukkan Tong Leng Tan Su itu. saudara Bee, aku menyesal sekali, usaha kita tak berjalan lancar Tapi kau berjanji aku tak akan berhenti sebelum usaha ini berhasil Bee Kun Bu menoleh ke belakang melihat si Hwee-shio yang rupanya agak terkejut Mungkin si Hweeshio terkejut karena Co Hiong telah luput dari bahaya maut. Hweeshio itu yakin betul Co Hiong pasti binasa di bawah tinju dahsyat Tong Leng Tan Su, tapi ia ternyata hanya luka parah! Setelah melihat Co Hiong dapat bicara, kekhawatir-an Bee Kun Bu agak sedikit reda. ia berkata.
"Sa udara Co kembali ke markas di propinsi Kwi-ciu untuk mengajak jago-jago silat akan memakan waktu agak lama, Aku pun berkehendak ingin coba menjumpai Tong Leng Tan Su itu. Lagi pula, setelah ia mengirim tiga jotosan kepada kau, ia pasti telah keluarkan banyak tenaga, sebaliknya tenagaku masih utuh. Baiklah aku mencoba memasuki-nya."
Co Hiong yang mengetahui bahwa Bee Kun Bu tak dapat ditahan karena ingin lekas-Iekas menolong Sumoynya, ia hanya dapat menyahut "Jika saudara Bee ingin tnencoba, aku pun tak dapat mencegahnya.
Hanya kau harus waspada, Aku menunggu di luar."
Tapi si Hweeshio mengejek.
"Orang yang menanti mati tak dapat dicegah meskipun dibujuk! Ha! Ha!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu tidak gubris ejekan itu.
Secepat kilat ia loncat masuk ke dalam gua, Setelah ia berjalan melalui dua bilik, suasana mulai menjadi tegang.
Dinding di kedua samping jalan masuk ke dalam gua itu makin lama makin lebar, tapi masih tetap gelap, Dengan mata kepalanya yang tajam ia mengawasi ke depan dan melihat kira-kira dua depa di depannya ada bayangan berwarna abu-abu, agaknya satu orang sedang duduk bersila.
Bee Kun Bu anggap bayangan abu-abu itu pasti Tong Leng Tan Su yang sedang duduk bersila, ia kumpulkan tenaga dalamnya, siap sedia menangkis serangan Lalu ia bertindak maju dengan waspada, Ketika ia berada lebih kurang lima kaki jauhnya dari orang yang duduk bersila itu, ia merasa embusan angin yang keras menyerangnya, Dengan kedua tinjunya ia menahan serangan itu, Betul ia dapat menahan embusan angin yang menyerang itu, tapi ia merasakan kehilangan keseimbangannya.
ia merasa mabuk kepala dan berjalan sempoyongan jotosan kedua dilepaskan lagi oleh orang yang duduk bersila itu, dan jotosan itu lebih hebat daripada jotosan yang pertama.
Untuk menahan serangan embusan angin yang timbul dari jotosan itu, Bee Kun Bu harus mengeluarkan semua tenaga dalamnya, dan ia pun terdorong mundur sampai empat lima kaki ke belakang Ketika itu ia merasa matanya berkunangkunang, kupingnya pekak dan kepalanya pening, ia lekaslekas mengeluarkan ilmu mengimbangi tubuhnya, Tapi lawannya mengirim lagi jotosan ketiga, Karena ia ingat penuturan Co Hiong yang mengatakan bahwa tinju ketiga luar biasa dahsyatnya, ia tak berani menahan serangan itu.
ia lekas-lekas mengegoskan hembusan angin yang timbul dari tinju itu, dengan bertindak minggir dan kedua tangannya menjaga dadanya, Di tempat atau jalan yang hanya empat lima kaki luasnya itu tak dapat menggunakan ilmu meringankan tubuh.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan tak terasa olehnya, ia telah menggunakan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu (tindakan ajaib) yang ia telah dapat pelajari dari Pek Yun Hui sambil mengirim jotosan dengan ilmu Po Si Ciang (menjotos bintang) dari Ngo Kong Taysu, Dengan tak terasa olehnya serangan ketiga yang dahsyat itu telah dipunahkan dengan mudah olehnya, Meskipun telah melepaskan tiga tinju, Tong Leng Tan Su masih juga tak dapat menahan Bee Kun Bu, tetapi sebaliknya ia telah diserang oleh angin yang dilepas dari tinju Po Sin Ciang, ia berpekik, lalu menjotos dengan kedua tinjunya berbareng terus-menerus sampai tujuh ka!i.
BetuI Bee Kun Bu berada lebih dekat dari ia, dan tinju-tinju itu dilepaskan lebih dahsyat, tetapi dengan ilmu Ngo Heng Bu Cong Pu (langkah ajaib) yang luar biasa sekali, semua serangan-serangan yang dahsyat itu dapat dibuyarkan dengan mudah sekali!
Setelah Bee Kun Bu berhasil membuyarkan seranganserangan yang dahsyat itu, dan ia ingin maju ke depan, tibatiba Tong Leng Tan Su berseru.
"Ai! Ombak dari sungai Yo Cu mendorong ombak yang di depan, Angkatan muda menggantikan tempat angkatan tua! Aku ini betuI-betul sudah dan harus diganti!"
"Tapi Bee Kun Bu telah datang mohon menjumpai angkatan tua Tong Leng Tan Su, seraya menghaturkan selamat!"
Lalu ia maju dan berlutut di hadapan Hweeshio tua itu, Si Hweeshio tua menarik napas panjang, lalu menyahut "Harap maafkan si tua bangka ini yang telah menjadi orang caeat, maka tak dapat bangun menyambut dengan selayaknya pada siotee, silahkan duduk dan bicara dengan si tua bangka ini!"
Bee Kun Bu terus berlutut sambil menyahut.
"Siotee datang mohon menjumpai angkatan tua dengan suatu maksud, dan mohon petunjuk."
"Bangunlah,"
Seru si Hweeshio tua. Bee Kun Bu bangun dan memperhatikan bahwa Hweeshio itu berewokan dan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
duduk bersila di atas satu tempat duduk yang dibuat dari rumput ia mengenakan baju abu-abu.
Wajahnya yang seram, ditambah dengan kedua matanya yang bersinar dan giginya yang putih membikin ia kelihatannya seperti makhluk dari dunia lain.
Dengan membesarkan hati Bee Kun Bu bertindak lebih dekat lagi, Lalu Tong Leng Tan Su tertawa gelak-gelak dan berkata.
"Siotee kau tak usah khawatir lagi! Kau telah dapat menahan tiga tinjuku dan serangan kedua tinjuku yang bertubi-tubi, Aku si tua bangka tak dapat melawan kau lagi! Selama hampir sepuluh tahun ini aku belum pernah bertemu manusia, Siotee telah berhasil masuk, marilah duduk di sampingku."
Bee Kun Bu mengangkat kedua tangannya memberikan hormat, lalu berkata.
"Siotee datang hanya mengganggu Taysu!"
Tong Leng Tan Su mengawasi Bee Kun Bu dari atas sampai ke bawah sebelumnya ia berkata.
"Melihat jejakmu, kau tak dapat menahan serangan-serangan tinjuku, Tapi mengapa semua serangan-serang-an tinjuku kau telah berhasil membuyarkannya? Di tempat yang sempit ini, meskipun betapa lihaynya ilmu meringankan tubuhmu, kau pasti gagal menyelamatkan diri dari serangan-seranganku, Tapi Siotee telah berhasil mengegoskan nya, bahkan membuyarkan seranganseranganku, ilmu apakah yang telah kau gunakan? ilmu yang lihay itu aku baru menyaksikan pertama kali, Siotee pasti mempunyai seorang guru yang sakti,"
Ia berhenti sejanak, lalu menanya.
"Aku yang telah menjadi cacat ini, dapat menolong Siotee dengan cara apakah?"
Dengan hormat Bee Kun Bu berkata. Taysu sedang bertapa di dalam gua ini, dan Siotee datang mengganggu Siotee menghaturkan maaf."
Sambil tersenyum Tong Leng Tan Su berkata.
"Siotee bukan saja ilmu silatnya lihay, bahkan wataknya juga sangat mufia, Siotee ada urusan apakah yang aku si cacad ini dapat menolongnya, Sebutlah!"
Bee Kun Bu mengetahui bahwa si Hweeshio tua ini dulunya pasti seorang jago silat yang lihay sekali, Kini ia
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tinggal terpencil di tempat ini, jika bukan ingin bertapa memperdalam ilmunya, tentu ada sesuatu yang akan ditunaikan sebelum menutup mata, Setelah diminta oleh si Hweeshio tua itu untuk memberitahukan urusannya, Bee Kun Bu lalu menuturkan dengan jelas peristiwa Sumoynya, Lie Ceng Loan diculik oleh orang-orangnya partai silat Thian Liong, tapi dirampas lagi oleh kedua Hweeshio, karena inilah sehingga ia dan Co Hiong datang ke kuil Yun Bu Sie.
Tentang peristiwa pertempuran antara Co Hiong dan Hweeshio di kuil Yun Bu Sie ia tidak ceritakan.
Tong Leng Tan Su mendengarkan penuturan itu dengan penuh perhatian, dan setelah penuturan itu se-lesai, seluruh tubuhnya gemetaran, ia tarik napas panjang sebelumnya ia berkata.
"Jika orang-orangku telah melakukan perbuatan yang durhaka itu, aku betul-betuI malu sekali, Mereka betuI-betul telah menodakan namanya Hud-co. Urusan ini sangat besar jika aku harus menceritakan riwayatnya kedua Hweeshio yang durhaka itu, kau pasti tak menghiraukan bahaya untuk segera mencari Sumoymu, Mungkin kau pergi untuk tak dapat kembali lagi!"
Mendengar jawaban itu, Bee Kun Bu menjadi heran, ia menanya lagi.
"Aku mohon Taysu memberitahukan ke mana Sumoyku telah dibawa dan aku merasa berterima kasih!"
Tong Leng Tan Su pejamkan kedua matanya dan tidak menyahut Seluruh tubuhnya gemetaran menunjukkan perasaan terharu nya, AJr matanya mengucur ke-luar, dan ketika ia angkat lengan bajunya untuk menyusut air matanya, Bee Kun Bu lihat bahwa kedua betisnya telah buntung!
Dengan tak terasa Bee Kun Bu menanya.
"Taysu! Mengapa kedua betis Taysu itu?!"
Hweeshio itu tidak segera menjawab ia mengawasi Bee Kun Bu lalu menanya.
"Bagaimanakah pendapatmu tentang ilmu silatku?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu menyahut.
"Lihay sekali! Terutama tenaga dalam Taysu."
Hweeshio itu anggukkan kepalanya dan berkata.
"Meskipun kau mempunyai kepandaian silat yang lihay, dan telah dapat mempelajari ilmu-ilmu silat dari beberapa guru-guru yang sakti, tapi menurut pendapatku tenaga dalammu masih terus harus diperbaiki Untuk menolong Sumoymu, kau harus memperbaiki ilmu tenaga dalammu, SebetuInya, menurut peraturan-per-aturan di kalangan Bu Lim...."
Ia berhenti sebentar, lalu merangkapkan kedua tangannya, dan memohon doa.
"Hud-co yang maha sakti! Ampunilah hamba untuk membuka rahasia ini!"
Air matanya mengucur lagi.
ia seka kedua matanya dan melanjutkan pembicaraannya itu.
Bee Kun Bu insyaf bahwa Hweeshio itu merasa berat sekali untuk membuka suatu rahasia, tapi guna ia menolong Sumoynya, Hweeshio itu terpaksa akan membuka rahasia juga, Selesai Tong Leng Tan Su sembahyang minta ampun untuk membuka rahasia, ia muIai.
"Aku telah mendapat kabar bahwa Sumoymu telah dibawa ke tempat perguruanku Karena aku telah melanggar peraturan partaiku, aku telah dihukum dan diusir keluar!"
Hukumannya seperti kau lihat, ialah kedua betisku di potong putus, Bahkan dua murid kesayanganku juga telah diusir keluar!
Dengan jerih payahku dan kedua muridku, setelah mengalami banyak kesukaran dan kesulitan dan mengatasi segala rintangan selama beberapa tahun, kami berhasil datang ke pegunungan Tay Ouw San ini dan membangun kuil Yun Bu Sie.
Karena aku telah kehilangan dua betis, aku tak sudi menjumpai orang lain, Gua ini tepat sekali untuk maksudku bertapa.
Sebelumnya aku diusir keluar kedudukanku di dalam partai silat itu agak tinggi, maka setelah aku tinggal terpencil di gua ini masih ada banyak murid-muridku yang dengan diam-diam telah datang dengan hasrat menjumpai aku.
Mereka tidak berani datang terang-terangan, karena peraturan dari partaiku sangat keras itu.
orang-orang yang telah diusir keluar tak dapat dikunjungi oleh murid-muridnya lagi.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bilamana seorang murid ketahuan datang mengunjungi orang yang telah diusir keluar itu, maka murid itu akan dihukum mati!
Untuk menghindarkan peristiwa yang aku tak ingini itu aku sengaja tinggal di dalam gua ini, dan mengadakan peraturan yang gila-gila, ialah siapa saja yang berkeras mau menjumpai aku, harus menerima jotosanjotosanku yang dahsyat Selama hampir sepuluh tahun ini, tidak sedikit orang, termasuk juga murid-muridku, yang berkeras kepala datang ke dalam gua ini menjumpai aku, tapi mereka semuanya tak tahan serang-an-serangan tinjuku...."
Baru saja ia bicara sampai di sini, tiba-tiba dari mulutnya keluar darah dan tubuhnya agak limbung. Bee Kun Bu terkejut, lekas-lekas ia pegangi pundaknya sambil menanya. Taysu! Taysu! Kau kenapa.,.?"
Tong Leng Tan Su berjengkit dan melanjutkan "Ketika aku diusir keluar, aku telah ditotok jalan darahku, dan totokan itu menembusi tulang-tulangku.
jalan darah jantung dan lambungku telah ditotok, sukar dibebaskan, kecuali oleh beberapa paman-paman guruku...."
"Apakah Taysu tak dapat membebaskan sendiri?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Aku hanya mengerti sedikit, sehingga dewasa ini aku masih tak berhasil membebaskan seluruhnya, Aku hanya berhasil mempertahankan diri dari kematian!"
Sahut Hweeshio itu, Totokan yang menembusi tulang-tulangku itu tidak membikin aku binasa, tapi bukannya berarti memberi ampun kepadaku, Aku pun hanya dapat hidup lebih kurang sepuluh tahun, Tadi aku menyerang kau, dan aku telah menggunakan tenaga terlampau besar, maka tempat yang telah ditotok telah mengeluarkan darah!"
Bee Kun Bu menghaturkan maaf dengan berkata.
"Diluar dugaan, Siotee telah membikin Taysu menderita lagi-"
Hweeshio tua itu geleng-geleng kepala dan berkata.
"Meskipun aku tidak mengeluarkan tenaga, aku pun tak dapat hidup enam bulan lagi, Dengan bertapa di dalam gua ini, aku
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ingin dapat memperdalam ilmu tenaga dalamku agar dapat menyembuhkan luka-Iuka totokan itu, Tapi setelah aku berusaha selama hampir sepuluh tahun ini, ternyata usahaku itu sia-sia belaka!
Dalam beberapa bulan ini, aku pun telah merasa bahwa nyali, limpa dan usus-ususku mulai menjadi kaku.
Tiap-tiap jam empat pagi hari di tempat totokan-totokan menjadi pedih dan sakit seperti diiris, Oleh karena itu, aku yakin bahwa ajalku semakin dekat Dengan masih mempunyai kesempatan ini, aku buka rahasia kejahatan-kejahatan partai silatku itu, Betul perbuatan demikian seakan-akan aku berbuat khianat terhadap partai silatku, tapi aku yakin dengan kejahatan-kejahatannya atau perbuatan-per-buatannya yang durhaka aku telah menebus dosaku, bukan...?H Ketika itu darah keluar lagi dari mulut dan hidungnya, dan seluruh tubuhnya bergemetaran, Bukan main penderitaannya, sehingga Bee Kun Bu menjadi bingung.
ia hanya dapat memegangi pundaknya agar Hweeshio tua itu tidak jatuh!
Setelah darah berhenti dari mulut dan hidungnya, Hweeshio itu melanjutkan kisahnya.
"Murid-muridku tidak mengetahui bahwa aku bertapa di dalam guaini untuk berusaha mencari jalan menyembuhkan luka-Iuka di dalam tubuhku, pertama kali melihat kau, aku pun tak berniat membuka rahasia ini kepadamu. Tapi setelah aku mempertimbangkan lagi, apabila aku tak membuka rahasia ini, kau tak dapat menolong Sumoymu, dan orang-orang tak akan mengetahui bahwa di dalam kuil yang mewah yang terletak di tengah-tengah pegunungan yang tinggi telah berkumpul sekelompok manusia yang berjubah, berwajah murah hati tapi hatinya jahat dan kejam, HweeshioHweeshio di dalam kuil itu tak segan-segan melakukan segala kejahatan Aku menyesal pernah menjadi salah satu anggotanya!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Kedua matanya terbelalak ketika ia katakan itu, karena terlampau gemasnya, ia singkirkan tangannya Bee Kun Bu yang memegangi pundaknya, dan meneruskan "Kuil itu adalah sarang dari binatang-binatang yang berbentuk manusia, dan terpencil sekali, Beberapa paman-paman guruku mempunyai kepandaian silat yang tinggi sekali, dan orang yang dapat melawan mereka jumlahnya sedikit sekali."
"Di dalam kuil itu telah tumbuh sebuah pohon yang ajaib dan buahnya bernama Sie Can Ko. Buah itu sangat mustajab Buah itu dapat menghidupkan orang yang sudah mati, membikin orang tua menjadi muda kembali, dan menambah tenaga, Buah ajaib itulah yang mendorongi mereka melakukan perbuatan yang sewenang-wenang dan durhaka!"
Mendengar perihal buah Sie Can Ko itu, Bee Kun Bu memotong dengan pertanyaan.
"Apakah kuil yang Taysu ceritakan itu bukannya kuil Toa Ciok Sie yang terletak di pegunungan di tapal batas antara propinsi Kansu dan propinsi Ceng Hay?"
Dengan wajah yang terperanjat Hweeshio itu menanyai "Bagaimana kau ketahui?"
"Aku pernah dengar tentang buah Sie Can Ko itu, Ketika Taysu sebut buah Sie Can Ko, Siotee segera menanya,"
Sahut Bee Kun Bu.
"BetuI, kuil itu adalah kuil Toa Ciok Sie yang terletak di puncak Ceng Yun Giam di pegunungan Cie Lian San. Aku pernah membujuk para paman guruku jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang durhaka, tetapi aku diusir sebetulnya ju)ukanku It Beng Tan Su. Setelah aku pindah di sini, aku tukar menjadi Tong Leng Tan Su.,.,"
Lalu darah keluar lagi dari mulutnya, dan kepalanya pening.
Bee Kun Bu lekas-lekas memegangi tubuhnya dan berusaha menguruti jalan darah jantung dan nyalinya.
Setelah lewat seperempat jam, Tong Leng Tan Su tenang kembali ia buka kedua matanya, dan sambil mengge!enggelengkan kepalanya ia berkata.
"Aku rasa ajalku sudah dekat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Siotee, kau lebih baik jangan pergi ke kuil Toa Ciok Sie.
Tapi jika kau berkeras ingin pergi juga, kau harus membawa banyak jago-jago silat yang betuI-betuI lihay.
Cara kau membikin punah serangan-seranganku tadi merupakan suatu ilmu silat yang ampuh sekali, Dengan tindakan atau langkah ajaib kau dapat meng-egoskan dan menyerang Aku yakin ilmu silat tersebut bukannya ilmu silat partai Kun Lun.
Kau pasti dapat mempelajari ilmu itu dari seorang yang sakti, Dan ilmu yang lihay itu mungkin dapat digunakan melawan Suhu dan Susiok-Susiokku...."
Ketika itu Tong Leng Tan Su telah menjadi sangat lelih, dan napasnya sudah senin kemis, Tapi ia memaksakan diri dan bicara terus.
"... beberapa paman-paman guruku.,, bukan saja ilmu silatnya lihay terutama paman guruku yang ketiga, Hian Hsi, ia telah memahami ilmu tinju Pek Tok Ciang (tinju beracun seratus jurus)... dan satu jotosan dari Pek Tok Ciang itu pasti membinasakan lawan, Serangan-serangan-nya itu hanya... dapat dibuyarkan dengan Kan Goan Cit Shin Long (ilmu tenaga jari sakti)...."
Si Hweeshio tak dapat meneruskan lagi, ia betul-betul sudah payah, Lalu kedua matanya terbelalak, dan dua biji matanya terbalik ke atasi Darah keluar lagi dari mulut dan hidungnya, ia menjerit, dan pejamkan kedua matanya, lalu menarik napas yang penghabisan!
Bee Kun Bu menjadi bingung menyaksikan cara binasanya Hweeshio itu.
Ia menyesal, karena menurut pendapatnya, jika ia tak datang menjumpai Hweeshio itu, maka Hweeshio itu tak usah mengeluarkan banyak tenaga, dan mungkin ia masih dapat hidup beberapa bulan atau beberapa tahun.
ia menyesal dan merasa sedih.
ia berlutut di hadapannya dengan kedua mata berlinang, ia jalan keluar dari gua itu dengan perasaan kacau, Ketika itu Co Hiong sedang jalan mon-dar-mandir di depan gua menanti kesudahan dari pertemuan Bee Kun Bu dengan Tong Leng Tan Su melihat Bee Kun Bu jalan keluar dengan muka sedih dan langkah yang lesu, ia terkejut Segera ia menanya.
"Kenapa kau?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sambil gelengkan kepalanya Bee Kun Bu menyahut "Aku tak apa-apa. Tapi Tong Leng Tan Su telah meninggal dunia."
Co Hiong membentak.
"Hweeshio durhaka telah mati, mengapa kau menjadi sedih hati?!"
Bee Kun Bu belum lagi menyahut tapi Hweeshio yang berbaju abu-abu memotong dan berkata.
"Kau jangan dusta. Aku tak pereaya dengan ilmu silatmu itu dapat membinasakan Suhuku!"
Bee Kun Bu menjawab. Tong Leng Tan Su betul-betuI lihay ilmu silatnya, Aku tak dapat me lawan nya. ia meninggal karena luka-luka di dalam tubuhnya."
Si Hweeshio berbaju abu-abu tak menunggu jawaban Bee Kun Bu tagi, ia segera lari masuk ke dalam gua.
Selang tak lama ia keluar lagi sambil membawa dua lingkaran emasnya Co Hiong dn melontarkan kedua lingkaran emas itu ke arah Bee Kun Bu, serangan yang tiba-tiba itu telah serempet dan melukai bajunya Bee Kun Bu ketika itu ia mengegos untuk menghindarkannya, lingkaran-lingkaran emas itu penuh dengan jarum-jarum kecil, dan melukai Si Hweeshio lalu toncat menerkam serangan itu disambut oleh Bee Kun Bu dengan ilmu Kie Houw Men Way atau menghalau harimau di luar pintu, Bee Kun Bu menjerit.
"Hei, tahan! pembicaraanku belum selesai!"
Dengan mata melotot, dan wajah pucat karena mur-kanya, si Hweeshio tak menghiraukan peringatan lawan-nya, Seperti seekor harimau yang sedang mengamuk ia menyerang lagi.
Bee Kun Bu hanya mengegoskan serangan itu ia ingin membalas menyerang, Setelah pertempuran berjalan hampir dua puluh jurus, Co Hiong yang menyaksikan itu, membentak.
"Saudara Bee, kau terlampau murah hati, Minggirlah, kasih aku melawannya, dan beri ajaran kepadanya!"
Bee Kun Bu yakin bahwa jika Co Hiong yang turun tangan, maka Hweeshio berbaju abu-abu ini pasti habis riwayatnya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Untuk menghindarkan peristiwa yang tak diingini itu, terpaksa ia menggunakan ilmu Cek Song Pok Liong atau tangan telanjang menerkam naga, Secepat kilat ia menyergap dan cekal pergelangan tangannya si Hweeshio, ia membentak.
"Gurumu binasa karena totokan jalan darah di jantung dan di nyalinya, beliau binasa bukan karena perbuatanku Kau masuk lagi ke dalam gua dan periksa dengan te!iti! Beliau telah ditotok jalan darahnya ketika diusir keluar dari Toa Ciok Sie di puncak Ceng Giam di pegunungan Ci Lian San! Beliau binasa karena luka-luka itu!"
Mendengar sebutan kuil Toa Ciok Sie yang sangat dirahasiakan itu, si Hweeshio berbaju abu-abu mulai insyaf akan kenekatannya, Air matanya lantas mengucur keluar dengan derasnya, Setelah Bee Kun Bu melepaskan cengkeramannya si Hweeshio itu segera masUk lagi ke dalam gua.
Co Hiong berdiri menyaksikan itu dengan perasaan heran, lalu ia pungut lingkaran-Iingkaran emasnya.
Kemudian Bee Kun Bu menceritakan pertemuan, pertarungan dan pengalamannya terhadap Tong Leng Tan Su tadi, dan juga rahasia tentang kuil Toa Ciok Sie dan penghuni-penghuninya yang kejam dan durhaka-durja Selesai penuturan itu, Co Hiong menarik napas panjang dan berkata.
"Ai! Tong Leng Tan Su pada hakekatnya seorang yang budiman, ia rela menerima hukuman dan pengusiran daripada melanjutkan per-buatan-perbuatan yang durhaka, Tapi mengapa paman-paman gurunya demikian kejam terhadapnya? Setelah memotong putus kedua betisnya, mereka menotok jalan-jalan darahnya sampai menembusi tulang-tutang untuk membatasi waktu hidupnya! Ai! Mereka betul-betul kejam!"
Bahkan Co Hiong yang keras hatinya mengucurkan air mata simpati terhadap Tong Leng Tan Su.
Melihat air mata yang mengucur itu, Bee Kun Bu pikir "Co Hiong ini pun tidak kejam, Mungkin karena ia sedari kecil mengikuti partai silat Thian Liong, dan bereampur gaul dengan jago-jago silat yang beraneka warna sifat dan wataknya, dan menyaksikan pertempur-an-per tempur an yang dahsyat dan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pembunuhan pembunuhan yang kejam, ia telah menjadi keras hatinya.
"Aku harus menasehatkan ia bila ada kesempatan."
Mereka menunggu di luar gua cukup lama, tapi si Hweeshio berbaju abu-abu tidak keluar pula, Bee Kun Bu menjadi cemas.
ia tarik tangannya Co Hiong dan bersama sama masuk lagi ke dalam gua.
Di bawah sinar lampu kecil yang samar-samar mereka melihat adegan yang membikin bulu roma berdiri Hweeshio yang berbaju abu-abu itu telah bunuh diri dengan membenturkan kepalanya di dinding gua yang keras itu, dan mati di dekat gurunya, Tong Leng Tan Su!
Bee Kun Bu dan Co Hiong lalu berusaha mengubur kedua mayat itu.
Lalu sambil berlutut di hadapan kedua mayat itu, Bee Kun Bu mengucapkan janji dengan suara rendah.
"Jika aku Bee Kun Bu telah berhasil menolong Sumoyku dan dapat kembali dengan sela niat, aku tentu datang lagi ke sini untuk menyembahyangi kedua Taysu sebagaimana layaknya!"
Lalu mereka keluar dari gua itu, Dengan beberapa batu-batu gunung yang besar mereka tutup mulut gua itu, barulah mereka berlalu dari tempat itu, Dengan mengikuti jalan yang mereka lalui tadi, mereka keluar dari kuil itu, Kudanya Co Hiong sedang berada di luar kuil tengah memakani rumput di lapangan, Melihat majikannya kuda itu meringkik menyatakan girangnya dan segera lari menghampiri Lalu mereka menunggangi kuda itu untuk menuju ke kuil Toa Ciok Sic Dari jauh mereka masih dapat lihat kuil Yun Bu Sie yang dilingkari tembok merah, tetapi penghuninya dalam waktu hanya lebih kurang dua jam, telah berada di dunia baka, Dari jurang yang tebing Bangau Sakti menyaksikan kepandaian luar biasa perjalanan mereka harus melewati jurang-jurang yang terjal dan curam, sungai-sungai yang bening dan deras, hutanhutan yang sepi dan lebat, karena pegunungan yang mereka tempuh itu luas sekali, Dalam suasana yang sunyi senyap itu dengan warna kehijau-hijauan yang terlihat di mana-mana
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
telah menimbulkan kesan yang mendalam bagi Bee Kun Bu.
"Pegunungan ini senantiasa hijau, Tapi kemanakah jago-jago silat yang kenamaan? Mereka tak dapat hidup abadi seperti gunung-gunung ini. Mereka menjadi abu di dalam liang kuburnya. penghidupan seperti impian! Manusia hidup seperti bermimpi!"
Bee Kun Bu melamun sambil duduk di atas kuda di belakang Co Hiong, ia teringat pula akan saudara sepupunya cantik jelita, kawan mainnya di waktu masih kanak-kanak.
ia berpisah dengan saudaranya itu ketika ia baru berusia delapan tahun, Ketika ia kembali setelah lewat dua belas tahun saudaranya itu sudah menjadi gadis yang cantik jelita!
Dan ditahun berikutnya, ketika ia kembali untuk menengoki orang tuanya, saudara se-pupunya itu telah berada di dalam liang kubur!
Ya, penghidupan hampa belaka!
Pikirnya, Air mata ber-linang-Hnang di kedua matanya memikirkan peristiwa menyedihkan itu, Co Hiong telah melihat sikapnya dan ia menegur "Saudara Bee, apakah kau memikirkan Sumoymu lagi?"
Teguran itu membikin Bee Kun Bu sadar ia terkejut, dengan tersenyum, ia menjawab.
"Aku sedang pikirkan matinya Tong Leng Tan Su dan muridnya, Untuk membela keadilan, mereka telah binasa!"
"Ha! Ha! Ha! SaUdara Bee, orang lain dapat di bohongi, Kau bukan sedang pikirkan Tong Leng Tan Su. Kau tak akan mengucurkan air mata karena memikirkan Tong Leng Tan Su dan muridnya, Air mata dikucurkan untuk seorang gadis atau wanita yang kau cintai."
Ia berhenti sejenak, lalu meneruskan Tapi ada satu soal yang dapat dikecualikan, Misalnya kudaku ini yang aku sangat sayangi, Tapi menolong kau lekas-lekas tiba di kuil Toa Ciok Sie menemui Sumoymu, aku rela mengorbankannya."
Ucapan itu menginsyafkan Bee Kun Bu bahwa Co Hiong betul-betul membelanya dan rela berkorban untuknya, ia terharu sekali, demikian besar perasaan berterima kasihnya sehingga ia tak
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dapat mengutarakan dengan perkataan ia hanya dapat simpan di dalam hatinya!
Dari propinsi Kiangsi ke propinsi Kansu ada dua jalan.
Naik perahu atau berkuda, Mereka dapat naik perahu dari propinsi Hupeh melalui propinsi Su-coan, lalu mendarat dan melanjutkan perjalanan ke propinsi Kansu, Atau mereka dapat naik kuda dari Hupeh, melalui propinsi Shensi dan terus ke propinsi Kansu, Bagi para saudara naik perahu akan lebih aman, Tetapi dengan kuda ajaib, Co Hiong berpendapat mereka dapat menempuh jarak yang demikian jauhnya, lebih cepat Maka mereka naik kuda itu menuju ke pegunungan Ci Lian San untuk mencari kuil Toa Ciok Sie, Kuda betul-betul hebat, karena selama lima hari meskipun berlari dengan pesat diwaktu siang maupun malam, ia tak kelihatan letih, pada tengah hari keenam, mereka telah tiba di tapal batas Kansu, Segera mereka masuk ke distrik Leng Tai Shien, Melihat pertolongan yang sungguh-sungguh dari Co Hiong itu, Bee Kun Bu berkata kepada Co Hiong.
"Saudara Co baru saja kenal aku, tapi telah menolong aku demikian sungguh.... Aku...."
Co Hiong potong pembicaraannya dengan berkata.
"Saudara tak usah hiraukan soal itu, sebetulnya aku sendiri sudi datang ke sini. Jika aku tak sudi, meskipun kau memaksanya, tidak akan aku mau. Sudahlah, jangan dipikirkan soal-soal itu."
Ia tertawa gelakgelak, dan ajak Bee Kun Bu mencari tempat penginapan.
"Kita harus mencari tempat penginapan untuk beristirahat Dari sini ke pegunungan Ci Lian San tidak jauh lagi. Kita harus ingat bahwa Hweeshio-Hweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie itu, sebagaimana dikatakan oleh Tong Leng Tan Su, silatnya lihay sekali, kita berdua tak dapat melawan dengan mudah, kita harus menggunakan siasat untuk menolong Lie Ceng Loan, dan jika mungkin mencuri juga Sie Can Ko,"
Kata Co Hiong,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu tak dapat menjawab ia hanya berpikir "Guruku dan Ngo Kong Taysu mungkin juga telah tiba di pegunungan ini, dan mungkin juga telah tiba di kuil Toa Ciok Sie, Jika Lie Ceng Loan betul-betul diculik dan dibawa ke kuil itu, bila guruku dan Ngo Kong Taysu menjumpainya, mereka pasti segera menolongnya, Soal-nya, apakah mereka dapat ketemui Lie Ceng Loan atau tidak aku khawatir setelah memperoleh dua buah Sie Can Ko itu, mereka segera lekaslekas meninggalkan kuil itu.
Atau Hweeshio yang menculik Lie Ceng Loan belum tiba di kuiU."
Melihat sikap yang gelisah dari Bee Kun Bu itu, Co Hiong menegur "Saudara Bee, apa lagi yang kau pikiri?"
"Aku sedang menduga-duga apakah guruku telah tiba di kuil Toa Ciok Sie,"
Sahut Bee Kun Bu.
"Gurumu? Salah satu pemimpin partai Kun Lun?"
Tanya Co Hiong, Sambil anggukkan kepala Bee Kun Bu menyahut "Betul, Guruku dan ayah angkatnya Lie Ceng Loan, Ngo Kong Toa-su, pergi ke kuil Toa Ciok Sie untuk mengambil buah Sie Can Ko untuk menyembuhkan Susiokku."
Rupanya Co Hiong tak memperhatikan riwayatnya Bee Kun Bu, ia pun tak menanyakan susioknya Bee Kun Bu menderita sakit apa.
ia jalan terus sambil menuntun kudanya mencari tempat penginapan Di tempat penginapan mereka beristirahat setengah hari, Co Hiong sendiri yang mandikan kudanya.
Sebelum diberi rumput dan gandum serta air.
Kemudian ia berjalan keluar dari tempat penginapan itu seorang diri Ketika ia kembali ke tempat penginapan, ia membawa sebungkus besar obatobatan dan satu panci besar ia suruh pelayan mengambil anglo, Lalu ia sibuk menyalakan api di anglo itu, ia taruh obatobat dalam panci yang telah diisikan air, Kemudian dari kantong di dadanya, ia keluarkan sebungkus kecil bubuk obat merah, lalu campur ke dalam panci, kemudian ia memasukkan dan masak sampai matang,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu menyaksikan semua ini dengan perasaan heran, Setelah Co Hiong duduk menanti matangnya obat itu barulah ia menanyai "Saudara Co, sedang apakah yang kau lakukan?"
Sambil tersenyum Co Hiong menjawab. Tong Leng Tan Su telah memberitahukan kau bahwa Hweeshio-Hweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie di puncak Ceng Yun Giam semuanya bukan orang baik"
"Apakah kau pereaya?"
"Aku yakin Tong Leng Tan Su tidak membohongi aku,"
Sahut Bee Kun Bu.
"Aku pun demikian Oleh karena itu, kita harus melawan mereka dengan siasat yang buruk pula!"
Kata Co Hiong.
"Kau sedang bikin racun?"
Tanya Bee Kun Bu.
Co Hiong mengangguk-angguk sambil tersenyum, dan Bee Kun Bu tak ingin mengganggu atau menanya lagi, Setelah obat di dalam panci sudah masak betuI, dari satu bungkusan kecil ia keluarkan jarum-jarum terbuat dari baja, dan jarum-jarum itu digodok di dalam panci obat selama semalaman Keesokan aginya Co Hiong keluarkan jarum-jarum terbuat dari baja dari dalam panci, Jarum-jarum baja itu telah menjadi biru warnanya, Co Hiong bungkus lagi jarum-jarum itu, dan setelah membayar sewa kamar lalu bersama Bee Kun Bu dengan menunggangi kuda ajaibnya menuju pegunungan Cie Lian San.
Di daerah barat tidak seramai daerah timur Daerah itu adalah daerah pegunungan, dan makin ke barat jalannya makin sempit dan sukar Tapi dengan menunggang kuda ajaib itu, mereka dapat menempuh jalan itu dengan mudah, setelah tiga hari dalam perjalanan tibalah mereka di kaki pegunungan Ci Lian San.
pegunungan Ci Lian San luas dan banyak puncak-pun-caknya, Meskipun waktu itu masanya musim semi, akan tetapi hawa di pegunungan itu sangat dingin, Mereka melanjutkan perjalanan mencari puncak Ceng Yun Giam tanpa menghiraukan hawa yang dingin itu,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Di perjalanan Bee Kun Bu berpikir Tegunungan Ci Lian San ini luas sekali serta banyak sekali puncak-puncaknya, Di manakah kita harus mencari puncak Ceng Yun Giam?"
Dengan perasaan yang cemas ia berkata kepada Co Hiong.
"Saudara Co kita harus mencari seorang pencari kayu untuk menanya jalan ke puncak Ceng Yun Giam."
Co Hiong menoleh ke belakang, dan menyahut sambil tersenyum.
"Hm! sebetulnya di pegunungan yang luas ini sukar sekali mencari puncak itu, Tapi dimanakah kita harus cari seorang tukang potong kayu? Bukankah Tong Leng Tan Su pernah memberitahukan kau bahwa pegunungan Cie Lian San ini sangat terpencil Jika seorang tukang potong kayu telah mengetahui di mana letaknya kuil Toa Ciok Sie, aku yakin bahwa tukang kayu itu telah dibunuh mati oleh Hweeshiohweeshio dari kuil itu."
Bee Kun Bu berdiam sejenak, lalu berkata lagi.
"Meskipun Hweeshio-hweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie bukannya orang-orang baik, tapi kuil sebesar itu pasti pernah diketahui orang, Mungkin juga kuil itu tak diketahui orang, tapi puncak Ceng Yun Giam pasti diketahui bukankah?"
"Kata-katamu memang beralasan,"
Sahut Co Hiong, Tapi pendapatku berlainan Umsan di kalangan Kang-ouw seringsering tak dapat dibereskan menurut rencana, Misalnya partai silat Thian Liong, Orang-orangku tersebar di sepanjang sungai Tapi orang luar tak dapat mencari mereka, Di kalangan Bu Lim markas partaiku dikatakan terletak di sebelah utara propinsi Kwiciu, Tapi di bagian manakah dari daerah letak utara di propinsi Kwiciu?
Yang mengetahui tepat letaknya markas partai "Kan Liong hanya beberapa orang saja, Kuil Toa Ciok Sie adalah sarang dari Hweeshio-hweeshio yang jahat Kuil tersebut pasti tersembunyi Dengan tumbuhnya pohon yang berbuah Sie Can Ko, aku yakin kuil itu tak mudah dicari Mungkin juga kita sekarang sudah berada di daerah yang senantiasa dijaga oleh Hweeshio-hweeshio yang jahat itu."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kau jangan gelisah,"
Kata Co Hiong.
"Misalnya Sumoymu yang diculik belum dibawa ke dalam kuil itu, maka Hweeshiohweeshio yang mengangkutnya pasti membawanya dengan susah payah, dan pasti terlambat lima hari dari kita karena kita datang ke sini dengan kuda yang jempol Dari itu, kita harap dapat menemui kuil Toa Ciok Sie dalam lima hari."
"Tapi pegunungan Cie Lian San ini banyak sekali puncaknya,"
Kata Bee Kun Bu dengan penasaran.
"Aku khawatir kuda itu tak dapat bertahan mendaki semua puncakpuncak."
"Hm!"
Sahut Co Hiong sambil tersenyum.
"Kita pilih suatu tempat tinggi yang tumbuh banyak pohon dan rumput Kita bakar tempat itu, Apinya pasti terlihat di sekitar pegunungan ini. orang-orang di dalam kuil Toa Ciok Sie bila melihat kebakaran pasti waktu itu kita dapat kuntit mereka masuk ke kuil Toa Ciok Sie!"
Bee Kun Bu memuji akan akal yang cerdas itu, ia berkata.
"Akal itu betul-betul bagus sekali Tapi membakar pohon-pohon dan rumput-rumput di pegunungan ini mungkin dapat memusnahkan segala sesuatu, Pem-bakaran yang kita akan lakukan agak kejam!"
Tentang soal itu, kau serahkan saja kepadaku, pegunungan ini tak akan terbakar habis, Bukankah hawa di pegunungan ini sangat dingin?
Hawa dingin ini disebabkan oleh tingginya gunung.
Lihatlah semua puncak-puncak gunung diselubungi salju.
jika kita bakar sebidang tanah yang penuh dengan pohon-pohon dan rumput-rumput, apinya tak dapat menjalar luas.
Mungkin api itu hanya membikin lumar bagianbagian yang diselubungi atau tertutup salju, dan airnya mengalir turun dengan deras, Aku kira karena keadaan berubah, orang-orang di dalam kuil Toa Ciok Sie pasti keluar dan menyelidikinya jalan yang terbaik untuk mencari kuil itu, menurut pendapatku adalah memikir sedemikian jauh."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu mendengar dengan penuh perhatian Kemudian ia anggukkan kepalanya dan menyahut.
"Siasat saudara Co betul-betul baik sekali Aku kurang cerdas, aku tidak dapat memikir demikian jauh."
Sambil tersenyum Co Hiong berkata.
"Saudara Bee bukannya kurang cerdas, tapi terlampau murah hati Menurut pendapatmu, membakar sebidang tanah dapat membunuh mati banyak binatang-binatang yang berada di semak-semak belukar, dan menyusahkan burung-burung yang kehilangan sarangnya, Kau terlampau baik hati Tapi untuk melaksanakan suatu tugas, kita kadang-ka-dang harus berbuat kejam. Bukankah kau ingin lekas-lekas menolong Sumoymu?"
Bee Kun Bu menjadi merah mukanya, dan untuk menutupi perasaannya ia menyahut.
"Aku turut saja, Ayo kita mulai membakar dan menanti keluarnya Hweeshio-hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie!"
Co Hiong tersenyum, dan untuk menghibur ia berkata dengan saban "Saudara Bee, pegunungan yang luas ini membikin kita merasa seperti satu kapal kecil di tengahtengah samudra, Kita harus mencari dulu tempat yang agak tinggi, dan kemudian mencari lagi tempat iain, Ya, kita harus membakar dua tempat agar siasat kita lebih berhasil Ayo kita jalan mencari kedua tempat itu!" , Lalu mereka tunggangi kuda ajaib mencari kedua tempat yang cocok untuk dibakar Kuda itu dilarikan cepat sekali, tapi tidak kelihatan letih, Bee Kun Bu merasa kasihan melihat kuda yang seakan-akan dipaksa lari terus menerus, ia menegur.
"Saudara Co, kasihan kuda ini. Marilah kita berhenti sebentar dan berikan kesempatan kuda ini untuk beristirahat."
Co Hiong hanya menyahut sambil tersenyum.
"Jangan khawatir, aku mengetahui betul kekuatan kuda ini."
Setelah mereka mendaki lebih kurang dua puluh Iereng-lereng gunung dan menempuh jarak kira-kira seratus lie, Co Hiong baru menghentikan kudanya.
"Kita dapat beristirahat di sini,"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
katanya.
"Kita dapat memilih tempat setelah kuda itu cukup beristirahat dan diberikan makan."
Lalu ia tuntun kudanya ke bawah suatu pohon cemara untuk diberi makan, Mereka berada di tempat yang tinggi sekali, dan dengan memandang ke bawah mereka dapat melihat puncak-puncak gunung lainnya, Tiba-tiba Co Hiong berseru.
"Saudara Bee, cobalah lihat dua puncak di sebelah barat daya itu! Diantara kedua puncak itu banyak tumbuh pohon-pohon cemara, Jika kita bakar hutan cemara itu, mungkin pada tengah malam ini, api nya dapat berkobar dan terlihat di sekitar tiga ratus lie jauhnya."
Bee Kun Bu berpaling ke tempat yang ditunjuk, lalu ia mengangguk dan menyahut.
"Betul, hutan pohon-pohon cemara itu lebat sekali!"
"Nah, sehabis makan, kita segera bakar hutan itu!"
Kata Co Hiong, Lalu dengan bersenda gurau ia berkata lagi.
"Sumoymu pasti seorang gadis yang cantik sekali Apakah ia lebih cantik daripada Souw Hui Hong?"
Bee Kun Bu tersenyum, dan ingin menjawab.
Tiba-tiba di sebelah barat terbang mendatangi seekor bangau putih yang besar sekali, dan dalam sekejap saja bangau putih itu telah tiba di atas puncak di mana mereka berada, Melihat bangau sebesar itu Co Hiong terpesona dan berseru.
"Ai besar betul bangau itu! Bangau itu paling sedikit telah berusia seribu tahun!"
Lalu dengan secepat kilat ia loncat ke atas suatu dahan pohon cemara.
Segera ia melontarkan satu lingkaran emasnya ke arah bangau putih itu, Bee Kun Bu ingin mencegah perbuatan itu, tapi terlambat Bangau putih itu mengegos, dan terbang datang menyerang Co Hiong dengan sabetan kedua sayap-nya.
Co Hiong tidak menduga seekor bangau dapat menyerang ia, ia tidak keburu mencabut pedangnya.
ia buru-buru loncat turun, Bangau itu menerjang dahan pohon demikian hebatnya sehingga patah segera!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bangau itu menjerit untuk terbang ke atas, dan dari udara ia terbang menyerang Co Hiong lagi Ketika itu Co Hiong sudah mencabut pedangnya siap sedia melawan serangan burung ajaib itu.
Setelah menyaksikan tenaga burung yang telah membikin patah dahan pohon cemara, Co Hiong sudah menjadi heran bereampur jeri Dengan kedua sayap terbentang bangau itu datang menyambar dan setelah berhadapan dengan Co Hiong, ia menyapu tangannya Co Hiong yang memegang pedang dengan sayap kirinya, sedangkan sayap kanannya menggeprak kepalanya Co Hiong dan kedua kakinya mencakar kedua mukanya Co Hiong dengan kuku-kukunya yang tajam!
Bukan main terkejutnya Co Hiong, dan untuk menghindarkan diri dari serangan yang luar biasa itu, ia harus segera menjatuhkan diri dan berguling-guIing di tanah!
Baru saja ia mencoba bangkit, bangau itu sudah datang menyerang lagi, Co Hiong yang sudah menggulingkan diri hampir ke tepi jurang tak dapat menggulingkan diri lagi, ia terpaksa menghadapi serangan itu dengan melontarkan satu lingkaran emasnya lagi!
Tapi dengan mudah lingkaran itu dikebut lewat, oleh sayapnya bangau itu, dan sayap kaki kirinya datang menyapu dan mencakar lagi.
"Ai, hari ini binasalah aku!"
Pikir ia.
Dalam saat yang berbahaya itu, tiba-tiba berkelebat sinar terang yang menyambar kaki kirinya bangau itu.
Bangau itu mengangkat kakinya dan terbang lagi ke atas dengan membawa j uga Co Hiong yang memegang keras lingkaranltngkaran emasnya yang telah dicengkeram oleh kakinya bangau putih itu, Sinar terang itu adalah sabetan pedangnya Bee Kun Bu.
Melihat Co Hiong enggan melepaskan Hngkaran-lingkaran emasnya, ia menjerit.
"Saudara Co! Lepas-kan lingkaran-lingkaran itu, Aku kenal majikan bangau putih itu, jika aku menjumpai ia, aku akan minta kembali lingkaranlingkaranmu! Lepas!!!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketika itu Co Hiong telah diangkat dua tombak lebih tingginya, dan mendengar seruan itu, ia segera lepaskan cekalannya dan jatuh di tanah lagi, Lalu ia ambil beberapa jarum beracun disambitkan ke tubuh bangau itu, Bangau putih itu telah terbang sepuluh tombak tingginya, ia bentangkan kedua sayapnya, Rupanya ia hendak menyerang lagi.
Bee Kun Bu tidak melihat Co Hiong telah keluarkan jarum-jarum beracun, dan tidak menduga akan melukai burung itu.
ia terkenang akan Pek Yun Hui, majikan bangau itu, yang telah mengajari ia langkah ajaib Ngo Heng Mie Ceng Pu.
Dengan langkah ajaib itu ia telah membikin keder Kjok Goan Hoat yang lihay, dan juga telah membikin tunduk Tong Leng Tan Su.
Bangau yang terbang melayang di atas kepala me-reka, setelah terbang memutar dua kali, tiba-tiba datang menyerang Bee Kun Bu!
Co Hiong menggunakan kesempatan ini melontarkan jarum-jarum beracunnya ke tubuh bangau itu, Jarum-jarum yang kecil itu dilontarkan dengan tenaga yang hebat sekali, Co Hiong pikir pasti mengenai sasaran nya.
Dan bilamana ada satu jarum saja yang menusuk kena, bangau itu pasti tak dapat bertahan lagi, Tapi di luar dugaannya dengan satu sapuan sayap kanannya, semua jarum itu terhempas oleh angin yang dari sayapnya bangau itu yang deras menyerang Bee Kun Bu.
Co Hiong terkejut!
Bee Kun Bu yang telah mengetahui kelihayan bangau itu, tenaga kedua sayapnya yang menyapu bagaikan angin topan, patoknya yang keras seperti baja, dan kuku-kukunya yang tajam seperti gaitan besi, dan pemiliknya Pek Yun Hui segera menjaga mukanya dengan pedangnya, dan mengegosi serangan itu dengan tipu Lam Lu Pa Kun atu keledai malas berguIing-gulingan.
Agak-nya si bangau putih dapat mengenali Bee Kun Bu.
ia terbang ke atas lagi, dan tidak meneruskan menerkam!
Dari udara ia melepaskan lingkaran-lingkaran emas itu, lalu dengan satu jeritan yang nyaring dan tegas, ia 1onjor-kan lehernya dan terbang ke utara!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Mereka keduanya mengawasi perginya bangau itu dengan mata terbelalak Kemudian Bee Kun Bu pergi punguti lingkaran-lingkaran emas dan dikembalikan kepada Co Hiong, ia berpikir "Mengapa bangau putih muncul di pegunungan Cie Lian San?
Apakah Pek Yun Hui juga telah datang ke pegunungan ini?
Dan dengan maksud apakah ?"
Lalu ia ingat tentang sehelai kain yang ada tulisannya ketika ia berada di atas suatu kuburan, ia ingin keluarkan sehelai kain itu dari kantong di dadanya, tiba-tiba Co Hiong menanyai "Rupanya bangau itu mengenali kau?"
"Aku kenal maj ikannya, dan aku tidak nyana bangau itu mengenali aku juga. Jika tidak, mungkin usaha kita akan menjadi gagal!"
Sahut Bee Kun Bu. Tapi Co Hiong dengan menaruh dendam berkata.
"Lain kali apabila aku menjumpai pemiliknya, aku harus memberi peringatan kepadanya, ia tidak boleh lepas bebas bangau yang berbahaya itu!"
Sebetulnya Bee Kun Bu ingin menceritakan kepada Co Hiong tentang Pek Yun Hui, pemilik bangau putih itu, Tapi setelah mendengar ucapan Co Hiong yang -menyalahkan pemilik bangau itu, ia tarik kembali mak-sudnya, ia hanya mengawasi Co Hiong dengan rupa ragu-ragu.
Melihat sikapnya itu, Co Hiong menanya.
"Mengapa kau kelihatannya cemas? Apakah kau kira aku tak dapat melawan pemilik bangau itu?"
Bee Kun Bu menganggukkan kepalanya dan menyahut "Betul pemilik bangau itu betul-betul seorang sakti dengan kepandaian silatnya yang luar biasa lihaynya, ia bersifat agung sekali Bila kau menjumpai ia, lebih baik aku perkenalkan kau kepadanya jangan coba-coba turun tangan!"
Co Hiong menyengir seperti orang tak mau pereaya omongannya Bee Kun Bu. Lalu setelah ia bersihkan lingkaranHngkaran emasnya, ia berseru.
"Ayo, kita pergi bakar hutan pohon-pohon cemara diantara kedua puncak itu!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu makin menjadi gelisah, karena setelah berdampingan dengan Co Hiong beberapa hari, ia telah mengetahui banyak sifat-sifatnya, Cengirannya itu mencerminkan perasaan tak puas, ia khawatir jika Pek Yun Hui telah datang ke pegunungan Cie Lian San dan menjumpai Co Hiong, pasti kawan ini mengeluarkan ejekan, Pek Yun Hui yang bersifat tinggi tentu tak dapat menerima ejekan itu.
Maka suatu pertempuran tak dapat dielakkan, dan Co Hiong bukan lagi tandingannya Pek Yun Hui.
pikiran tersebut menggelisahkan ia sangat Karena hatinya bimbang ia berjalan-jalan ketinggalan di belakang Co Hiong berkaok.
"Hei! Saudara Bee, lekas-lekas turun membakar hutan ini!"
Bee Kun Bu dibikin sadar dari kecemasannya, lalu mengejar turun ke hutan pohon-pohon cemara itu. Setelah mereka tiba di hutan itu, Co Hiong berkata.
"Hutan yang sudah tua ini, jika dibakar pasti berkobar luas dan lama, Aku membakar dari sudut barat, dan kau membakar dari sudut timur!"
Lalu mereka lari ke jurusan masing-masing.
Bee Kun Bu masih juga merasa tidak tega membakar hutan itu yang telah menjadi tempat bernaungnya banyak binatang-binatang dan burung-burung.
Berkali-kali ia coba sundut daun-daun kering, tetapi tiap kali ia padamkan lagi, ia kumpulkan lagi daun-daun kering untuk disundut, dan baru saja ia hendak menyu!utnya, sekonyong-konyong ia merasa hembusan angin yang keras meniup tubuhnya.
Dengan cepat ia membalikkan tubuhnya dan meloncat tiga kaki ke sebelah kanan, Ketika itu ia melihat bangau putih yang tadi telah terbang turun dari atas dan berada di belakangnya lagi!
Bangau itu datang menghampiri Meskipun bangau itu datang dengan ramah tapi ia sangat waspada, ia mengawasi dan siap sedia menjaga diri Bangau putih itu rupanya mengerti perasaannya Bee Kun Bu.
ia tundukkan kepalanya, dan patoknya menyentuh-nyentuh tanah sambil berbunyi rendah.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu menjadi heran akan sikapnya bangau itu. ia menanyai "Apakah majikanmu juga telah datang ke pegunungan Cie Lian San?"
Bangau itu datang lebih dekat lagi, dan menyandarkan dirinya di tubuh Bee Kun Bu, dan kemudian membuka kedua sayapnya, Bee Kun Bu menanya lagi.
"Apakah kau menyuruh aku menunggangi kau untuk menjumpai majikanmu?"
Lalu ia tunggangi bangau itu.
Bangau itu memanjangkan lehernya, dan sambil menjerit membawa Bee Kun Bu terbang, Co Hiong yang menyaksikan dari jauh menjadi tereengang, Setelah berada di tempat kira-kira tiga ratus tombak tingginya dari tanah, bangau itu terbang menuju ke utara.
, Terbangnya lebih cepat daripada larinya kuda.
Bee Kun Bu memegangi erat-erat badan bangau itu, dan merasa hembusan angin gunung yang dingin, ia tak mengetahui berapa puncak gunung yang telah dilewati Kemudian bangau itu terbang turun dan mendarat di suatu batu besar di suatu lereng gunung.
Bee Kun Bu melihat bahwa di sekitarnya adalah jurangjurang yang curam dari beberapa puncak gunung, dan di tempat yang luasnya lebih kurang dua persegi telah tumbuh berbagai-bagai macam bunga dengan aneka warna, Harum yang dihembus angin dari bunga-bunga itu merayu dan menawan hati, Bee Kun Bu turun dari bangau dan bertindak maju, Tapi baru saja ia bertindak empat-lima langkah, bangau itu segera terbang pergi entah kemana, ia terkejut, dan berpikir.
"Apa maksudnya bangau itu membawa aku ke sini? Apakah aku mesti menunggu, atau harus pergi mencari Co Hiong lagi?"
Ia bertindak maju terus menuju ke kaki salah satu puncak gunung, ia mendengar suara air mengucur, dan betul saja air itu mengalir dari atas ke suatu sungai kecil dan mengalir lebih jauh keluar dari tempat yang terkurung itu ke jurang yang berada di belakang sebuah pohon cemara yang besar ia jalan menuju ke pohon itu, dari dekat ia dapat lihat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
bahwa dekat air yang mengalir turun itu terdapat satu mulut gua batu yang tertutup oleh tumbuh-tumbuhan di lereng gunung itu, Hembusan angin yang halus terasa keluar dari gua batu itu.
"Jika angin dapat meniup dari gua itu maka gua itu pasti tidak dalam,"
Pikirnya, Lalu ia masuk ke dalam gua batu itu untuk menyelidiki keadaan di dalamnya, Setelah berjalan dengan hati-hati dan melalui dua belokan, ia tampak di depan agak terang, dan terdengar suara air mengalir ia maju terus dan keluar dari gua.
pemandangan yang ia saksikan di hadapannya luar biasa indahnya.
rumput yang hijau seperti permadani ratanya, bunga-bunga yang beraneka warna menyilaukan mata, angin meniup sepoi-sepoi, dan suara air mengalir merayu hati, ia berada di suatu lembah yang di kedua sampingnya telah tumbuh pohon-pohon cemara yang tua sekali dan membikin lembah yang lebarnya lebih kurang sepuluh tombak dan panjangnya seratus tombak kelihatannya ganjil, Dengan rasa kagum dan heran Bee Kun Bu mengawasi keadaan di sekitarnya.
sekonyong-konyong dari belakang sebuah pohon bunga yang lebat terdengar suara anak menjangan, diikuti oleh suara yang nyaring dan tegas yang berkata.
"Jika Bu Koko telah menemui aku, aku tak dapat diam di sini main-main dengan kau lagi...."
Bee Kun Bu agaknya mengenali suara itu, ia ter-kenang lagi kepada Lie Ceng Loan.
Segera air matanya mengucur keluar memikirkan nasib Sumoynya yang ia sangat cintai itu, Baru saja ia ingin memanggil orang yang mungkin berada di belakang pohon bunga itu, tapi segera ia ingat bahwa tak mungkin orang itu Sumoynya, yang telah diculik dan dibawa pergi ke kuil Toa Ciok Sie, ia hanya maju bertindak dengan hati-hati ke pohon-pohon bunga itu, ia jalan melewati pohon bunga itu dan melihat ke depan.
Di pinggir suatu telaga kecil terlihat oleh ia seorang gadis yang berbaju putih sedang duduk di pinggir telaga dengan kedua kakinya yang telanjang
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menendang-nendang air yang jernih, dan sebelah tangannya merangkul seckora anak menjangan, Karena Bee Kun Bu melangkah dengan hati-hati, rupanya gadis itu tak merasa bahwa ada orang yang mendatangi ia goyang-goyang kepalanya sambil menarik napas panjang, Lalu ia bangun memeluk dan mengangkat anak menjangan itu, Ketika ia ingin memetik sepucuk bunga, ia dapat lihat Bee Kun Bu.
Lalu dengan air mata berlinang gadis itu lari menghampiri sambil berseru.
"Bu Koko!"
Ia lepaskan anak menjangan dan lari menubruk Bee Kun Bu, lalu merangkulnya erat-erat.
Bee Kun Bu sangat tereengang Apakah aku sedang bermimpi?
ia menanya dalam hatinya, Tapi gadis itu merangkul ia erat sekali, dan memanggil ia.
ia berdiri seperti palung, tak dapat bicara, Setelah gadis itu berhenti menangis karena girangnya, ia berkata.
"Sahabatmu telah memberitahukan aku bahwa Koko akan mencari aku, Oleh karena itu, tiap hari aku datang ke sini menanti kedatangan Koko, Dan... sekarang Koko betul-betul datangi Sahabat itu tak berdusta!"
Di pinggir sebuah telaga kecil, Bee Kun Bu melihat ada seorang gadis yang berbaju putih sedang duduk di tepi telaga, sepasang kakinya menendang-nendang air dan sebelah tangannya merangkul seekor anak menjangan.
Pada saat itu Bee Kun Bu baru sadar, dan peluk Sumoynya erat-erat, dan air matanya mengucur deras, Lie Ceng Loan menanya.
"Bu Koko, mengapa kau menangis?"
"Aku... aku terlampau girang!"
Sahut Bee Kun Bu sambil coba menelan ludah yang merintangi tenggorokan-nya, Entah kapan dan dari mana Pek Yun Hui telah berada di belakang mereka, ia masih berbaju hijau, tapi wajahnya kelihatan sedih,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu melepaskan diri dari pelukan Sumoynya, lalu mengangkat kedua tangannya memberi hormat sambil berkata.
"Saudara Pek, budimu yang sangat besar ini, Siotee tak tahu kapan dapat membalasnya, sekarang saudara Pek telah menolong Sumoyku Iagi...."
Pek Yun Hui mengangkat kedua alisnya lalu memotong omongannya Bee Kun Bu.
"Kau tak usah pusingi usahaku membantu kau, Kau telah datang ke pegunungan Cie Lian San ini, aku pun menjadi heran, karena kau telah datang dengan cepat sekali Tapi kedatanganmu ini justru baik sekali, karena Sumoymu tiap hari menanya aku tentang kau, ia selalu menanya, mengapa Bu Koko belum juga datang. Aku tak dapat berdusta, aku segera datang, Tapi jika dalam dua hari lagi, kau belum juga dalang, aku pasti suruh bangau putih membawa ia ke Yauw Ciu, karena aku menduga kau akan pergi ke Yauw Ciu mencarinya."
"Rupanya Thian bermurah hati terhadap aku,"
Sahut Bee Kun Bu.
"Jika aku tidak menjumpai Co Hiong, pemimpin kedua dari partai Tian Liong, mungkin aku tak datang ke pegunungan Cie Lian San ini."
Sambil tersenyum Pek Yun Hui berkata lagi.
"Kau telah datang ke sini cepat sekali Cara bagaimanakah kau datangnya?"
Bee Kun Bu menjawab.
"Co Hiong mempunyai seekor kuda Cian Li Pao Kiok yang dapat lari pesat sekali, dalam sehari dapat menempuh jarak seribu lie tanpa letih, dapat mendaki gunung dengan mudahnya."
"Jika kuda itu demikian hebatnya, aku ingin melihat-nya."
Kata Pek Yun Hui.
Lalu ia membalikkan tubuh seakan-akan hendak berlalu, Bee Kun Bu mengawasi tubuhnya Pek Yun Hui yang ramping dan ingat akan sehelai kain yang ia ketemukan di atas kuburan, ia ingin menanya hal ihwa)nya sehelai kain itu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
kepada Pek Yun Hui, tapi Lie Ceng Loan tiba-tiba berkata.
"Sahabat Koko itu baik sekali terhadap aku. Tanpa ia, mungkin aku tak dapat ketemu Koko, lagi!"
Perkataan itu disertai mengucurnya air mata, Dengan jawaban yang lemah lembut Bee Kun Bu coba menghibur "Kau pasti telah banyak menderita."
Lie Ceng Loan anggukkan kepalanya, lalu berkata lagi dengan suara yang gemas.
"Hweeshio-hweeshio itu betulbetuI jahat! Mereka menipu aku, dengan mengatakan akan mengajak aku ke tempat yang indah permai, Kemudian aku insyaf bahwa aku tertipu, Aku ingin membunuh diri, tapi jika aku mati, aku tak bertemu lagi dengan Koko, Aku batalkan niatku itu. Untung bagiku, sahabat Koko datang menolong aku dari bahaya maut!"
Bee Kun Bu menyeka air matanya Lie Ceng Loan dengan sapu t a tiga n nya.
Lie Ceng Loan merasa terhibur dengan kasih sayang yang diperlihatkan kepadanya, ia tersenyum lagi, dan Bee Kun Bu pun menjadi reda melihat senyuman itu.
Pada saat itu Bee Kun Bu menjadi curiga melihat gaya, sikap dan tubuh dari Pek Yun Hui.
"Apakah ia seorang perempuan yang menyamar sebagai laki-laki?"
Pikirnya.
"la telah membantu mencari dan menolong Lie Ceng Loan, mengajarkan aku ilmu langkah ajaib, semut ini telah melampaui seorang sahabat jika aku pikir ia telah mengobati Susiok yang telah terluka karena racun ular, dan cara ia memetik Kim (gitar) di telaga Poa Yo Ouw, aku menjadi semakin bingung."
Melihat sikap itu. Lie Ceng Loan menanya.
"Bu Koko, kau kenapa?"
Seperti orang baru sadar dari tidur, Bee Kun Bu terkejut ketika ditegur Lalu ia menyahut. Tidak apa-apa. Dari manakah anak menjangan itu?"
Lie Ceng Loan angkat anak menjangan itu sambil berkata.
"Aku harus kasih makanan kepadanya, Ayo kita pergi ke
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
dalam gua!"
Bee Kun Bu mengikuti, sambil berpikir "Untung sekali aku tidak menanyakan Pek Yun Hui tentang sehelai kain yang aku telah dapati di kuburan, sekarang Lie Ceng Loan sudah di sampingku, dan terpenting ialah aku harus lekas-lekas pergi ke pegunungan Kun Lun bersama-sama ia, Liong Giok Pin dan Susiokku."
Ketika sudah mendekati gua, Lie Ceng Loan berkata.
"Aku telah tinggal di dalam gua itu bersama-sama sahabatmu,"
Gua itu luasnya hanya lebar satu tombak dan dua tombak panjangnya, keadaan di dalamnya sangat bersih, Lie Ceng Loan tarik Bee Kun Bu masuk, Di sebelah kiri ditutup dengan selimut yang digunakan sebagai tempat tidur Lie Ceng Loan, dan di sebelah kanan, di atas satu batu gunung yang besar terletak beberapa botol susu kambing, buah-buahan dan sayur mayur, Lie Ceng Loan ambil sebotol susu kambing itu dan diberikannya kepada anak menjangan Lalu ia menyuguhkan kue-kue kepada Bee Kun Bu sambil berkata.
"Bu Koko, kau makanlah kue ini."
Karena Bee Kun Bu merasa haus, ia segera ambil sebotol susu kambing yang diminumnya habis, baru mulai makan kue Anak menjangan itu kemudian lantas tidur setelah minum susu kambing, Lie Ceng Loan pun tertidur sambil menyandar di dadanya Bee Kun Bu.
"Mungkin semenjak ia dicu!ik, ia belum pernah tidur nyenyak,"
Pikir Bee Kun Bu. Lalu ia pindahkan Sumoynya di atas selimut, dan ia sendiri duduk di sisinya, ia memandang Sumoynya, dan memandang lagi anak man-jangan.
"Bagaimana perasaannya jika ia terpisah dari anak menjangan itu!"
Ia pikir.
"Biarlah aku mencari rotan untuk membikin satu rantang untuk Sumoyku."
Baru saja ia bertindak keluar, anak menjangan itu mendusin dan segera loncat mengikuti Bee Kun Bu sambil berbunyi Bee Kun Bu lekas-Iekas memberikan susu kambing lagi kepadanya, Setelah kenyang, anak menjangan itu tidur kembali ia jalan keluar dari gua itu untuk mencari rotan, Di"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
jurang banyak tumbuh pohon rotan, tetapi ia harus mendaki jurang itu untuk dapat mengambilnya, Dengan ilmu meringankan tubuh ia mulai mendaki jurang seperti seekor cicak, dan dengan lekas telah tiba di atas, Tidak jauh dari tempat ia berdiri, di sebelah ka-nannya, ia lihat satu pohon cemara besar dengan pohon rotan, tumbuh di sampingnya, Baru saja ia ingin loncat ke pohon itu, tiba-tiba muncul Pek Yun Hui di depannya, berdiri membelakangi ia tidak bergerak, seakan-akan sedang melihat sesuatu di depannya, ia menghampiri, tapi Pek Yun Hui tetap tidak bergerak, maka ia menegur dengan suara rendah.
"Saudara Pek!"
Tiba-tiba Pek Yun Hui mengangkat kepalanya dan mengawasi Bee Kun Bu dengan kedua mata berlinang, Tapi ia menanyai "Kau tidak menemani Sumoymu di dalam gua, mengapa kau datang ke sini yang hawanya dingin?"
"Jika di sini hawanya dingin, mengapa saudara Pek tidak turun ke lembah?"
Bee Kun Bu balik menanya, Dengan suara lemah lembut Pek Yun Hui menanya lagi.
"Kau telah mendaki puncak yang tinggi ini, apakah ingin... ingin mencari aku?"
Pertanyaan itu membikin Bee Kun Bu menjadi bisu, Sambil tersenyum Pek Yun Hui berkata.
".., air mata kering karena sedih hati. Awan yang jauh diidam-idam-kan, tapi entah kapan kembalinya."
Lalu ia jalan pergi ke jurusan utara, Bee Kun Bu mengejar sambil berseru.
"Saudara Pek, tunggu!"
Pek Yun Hui menunda langkahnya menoleh ke belakang sambil berkata lagi.
"Asmara terpendam hanya menambah kesedihan hati... kau mengapa...."
Perkataan itu tidak diteruskan karena air matanya mengucur deras. Bee Kun Bu lekas-Iekas menanyai "Saudara Pek, mengapa kau pergi dengan tergesa-gesa?"
Dengan menggertak gigi, Pek Yun Hui buka kain yang menyelubungi kepalanya, Segera rambut yang hitam dan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
panjang turun melambai-lambai di belakang pun-daknya, ia pun membuka juga baju hijaunya, Dengan mata terbelalak Bee Kun Bu menyaksikan dengan kepala matanya sendiri, bahwa Pek Yun Hui itu seorang gadis dengan pakaian wanita ketat, tampak jelas dua buah dadanya dan pinggangnya yang langsing berpakaian baju sutera merah dan celana sutera putih, Belum pernah Bee Kun Bu melihat gadis secantik itu, bahkan lebih cantik daripada sumoynya, ia berdiri terpesona dan dalam beberapa detik itu ia seakan-akan berubah menjadi satu patung!
Dengan suara yang lemah lembut Pek Yun Hui memecahkan kesunyian itu.
"Aku, temani Sumoymu di dalam gua itu selama tiga hari, sekarang setelah jelas kau menyaksikan sendiri, bahwa aku seorang wanita kau pasti tak menaruh curiga lagi terhadap Sumoymu atau aku, bukan?"
Bee Kun Bu dengan terharu berkata. Tek Siocia, jangan curiga apa-apa!"
"Lie Ceng Loan seorang gadis yang suci murni, Aku kini sengaja memperlihatkan diriku yang sejati. Kau harus menjaga ia dengan baik, Dan aku khawatir kita kelak akan berpisah, dan seterusn?a kau harus waspada."
Kata Pek Yun Hui, lalu ia loncat lima tombak jauhnya.
"Pek Siocia! Pek Siocia!"
Bee Kun Bu memanggil Apakah karena kasihan atau masih ada pesan, maka Pek Yun Hui berhenti lagi, Bee Kun Bu loncat dan berdiri di hadapannya.
Dengan menghadapi wanita yang demikian cantiknya, mulutnya Bee Kun Bu terkancing lagi.
Hanya air matanya mengucur Pek Yun Hui lalu keluarkan sapu tangannya dan menyekal air matanya Bee Kun Bu.
Tapi ketika itu Pek Yun Hui telah bersikap lain lagi, ia telah menjadi khidmat dan berkewibawaan lagi, Harum dari sapu tangannya membikin Bee Kun Bu terkenang kembali kepada peristiwa-peristiwa yang lampau,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Empat mata beradu...
dan ini telah mengutarakan perasaan masing-masing lebih berarti daripada seribu perkataan!
Di dalam perjalanan di pegunungan di waktu malam hari, Bee Kun Bu membasmi musuhnya Selama hidupnya Pek Yun Hui baru pertama kali dipegang tangannya oleh seorang pria, dan orang yang memegangnya itu adalah !aki-!aki yang ia idam-idamkan.
Ia menyandarkan kepalanya ke dadanya Bee Kun Bu yang segera memeluknya.
siapakah dapat menolak tubuh seorang wanita yang secantik itu!
Meskipun Bee Kun Bu yang kuat batinnya dan watak kesatriaannya pun menjadi mata gelap, ia peluk Pek Yun Hui erat-erat Tiba-tiba senyuman Lie Ceng Loan terbayang di matanya, ia sadar akan perbuatannya yang tak pantas, ia lepaskan pe-lukannya, dan dengan perlahan ia dorong Pek Yun Hui.
ia bertindak mundur satu langkah sambil berkata.
"Aku telah banyak ditolong oleh Pek Siocia, begitupun Su-moyku telah ditolong dari bahaya maut Aku tak akan lupa budi yang maha besar itu!"
Ucapan itu menusuk hatinya Pek Yun Hui, tetapi tiba-tiba mukanya menjadi merah, ia mengawasi Bee Kun Bu dengan mulut membungkam Bee Kun Bu merasa cemas kalau-kalau ia telah salah omong.
Bukankah Pek Yun Hui ini yang telah mengajarkan ia ilmu langkah ajaib Ngo Heng Mie Cong Pu?
Bukankah ia juga yang menolong Lie Ceng Loan kekasihnya?
Semua ini memusingkan kepalanya Bee Kun Bu.
Kemudian Pek Yun Hui menjadi tenang kembali, ia berkata.
"Aku mengetahui bahwa kau sangat mencintai Sumoymu, dan seterusnya kau harus menjaga ia dengan baik. ia yang masih hijau tak dapat menerima pukulan asmara, Meskipun ia berada di jurang bahaya atau di mulut harimau, ia senantiasa memikiri kau!"
Setelah itu ia balik badan dan berjalan lalu beberapa langkah untuk balik menghadapi Bee Kun Bu lagi seraya berkata.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Hweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie mempunyai ilmu silat yang lain daripada yang lain, Kau dan Sumoymu tak dapat berdiam lama di sini. Paliftg baik kalian segera berlalu dari pegunungan ini!"
Pek Yun Hui tidak menanti jawaban Bee Kun Bu, karena dari sebelah selatan ia lihat ada asap mengepul ke atas, ia loncat ke suatu dahan pohon untuk menyelidiki Bee Kun Bu sudah mengetahui bahwa asap itu datang dari hutan yang dibakar oleh Co Hiong, ia berpikir "Co Hiong telah mengorbankan segala sesuatu, bahkan kuda ajaibnya untuk membantu Kini ia membakar hutan senti iri, sedangkan aku tak berbuat apa-apa di sini."
Ia mencari lagi Pek Yun Hui.
ia memanggil berkali kali tapi si penolongnya itu entah kemana perginya, Maka ia lekas-lekas kembali ke lembah dan terus masuk ke dalam gua di mana Lie Ceng Loan masih tidur nyenyak.
Tapi di atas batu di mana terletak beberapa botol susu ia menemui sehelai kain dengan tulisan yang berbunyi.
"Jangan berdiam lama-lama di sini, Harus lekas-lekas berlalu!"
Ia yakin bahwa Pek Yun Hui yang memperingatinya.
peringatan dari seorang yang sangat sayang kepadanya tak dapat tidak diperhatikan ia buru-buru membangunkan Lie Ceng Loan yang menjadi terkejut sekali, Baru saja ia hendak menanya, tapi Bee Kun Bu berkata.
"Kau tunggu dahulu di dalam gua batu ini. Aku harus mencari seorang kawan, segera aku akan kembali!"
Lalu ia keluar dari gua itu. Lie Ceng Loan mengejar dan memanggil.
"Bu Koko, aku ikut!"
Bee Kun Bu pun pikir lebih baik mengajak Sumoynya, karena pada waktu itu tidak ada Pek Yun Hui yang menjagainya lagi, ia berkata.
"Baiklah! Ayo lekas-lekas bawa barang-barangmu, kita harus segera pergi!"
Sambil masuk ke dalam gua, Lie Ceng Loan berkata.
"Kawan Koko betul-betul baik hati. ia telah tolong aku, dan telah merebut kembali pedangku ia berikan aku kesempatan menunggangi bangau putihnya terbang ke sini menunggu Koko.,., Tapi aku tak dapat segera pergi."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketika itu Bee Kun Bu tak dapat menerka mengapa Lie Ceng Loan tidak ingin pergi, maka ia menanyai "Mengapa tak dapat pergi?"
"Jika kita semuanya pergi, sebentar jika kawan Koko kembali dan tidak menjumpai kita,"
Sahut Lie Ceng Loan.
"la tentu menjadi marah, ia demikian baiknya terhadap kita tak selayaknya kita pergi tanpa memberitahukan kepadanya."
Bee Kun Bu tidak menyahut lagi.
ia memikiri kebaikan Pek Yun Hui dan perasaannya terhadap ia.
Lie Ceng Loan menjadi heran tidak mendapat jawaban, ia menanyai "Bu Koko kenapa?
Apakah kau marah terhadap aku?"
Teguran itu membikin Bee Kun Bu sadar lagi, dan menyahut.
"Ayo, kita berangkat ia tak akan kembali lagi!"
Lie Ceng Loan tidak menanya lagi, Sete!ah ia luang susu kambing di satu piring untuk anak menjangan, ia pun lari mengikuti Bee Kun Bu mendaki puncak, Ketika mereka tiba di atas puncak, matahari telah mulai silam, dan sinarnya menyoroti puncak-puncak gunung yang diselubungi salju nampaknya indah sekali."
Bee Kun Bu yang melihat Lie Ceng Loan sebentarsebentar menoleh ke belakang mengetahui bahwa Su-moynya masih khawatir akan anak menjangannya, ia menghibur.
"Ayo, kita harus jalan cepatan, Anak menjangan itu ditangkap oleh kawan Koko untuk menemani aku. Pada hari itu, aku telah menunggui kau di tempat penginapan di Yociu, tapi sehingga lohor belum juga kembali La!u aku beritahukan Susiok bahwa aku ingin mencari Koko, meskipun Susiok menahannya,"
Kata Lie Ceng Loan, Tapi dengan cara bagaimana kau diculiknya?"
Tanya Bee Kun Bu. Sambil menarik napas, Lie Ceng Loan meneruskan kisahnya.
"Aku telah berusaha mencari Koko hampir setengah hari, Aku beristirahat di bawah sebuah pohon Uu. Tiba-tiba
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mendatangi dua orang laki-laki yang bertubuh besar, yang pura-pura sedang menikmati pemandangan telaga, Ketika aku sedang lengah, mereka menotok jalan darahku, Ketika aku sadar, aku telah diikat erat-erat dibawa di dalam sebuah kereta yang ditutupi dengan kain hitam, Aku tak dapat melihat sesuatu apa-pun.
Aku tak berdaya!"
"Apakah mereka menyiksa kau?"
Tanya Bee Kun Bu dengan beringas.
"MuIutku juga telah disumbat oleh mereka!"
Meneruskan Lie Ceng Loan.
"Dan sumbatan itu baru dibuka ketika mereka memberikan aku makanan, Aku tak ma-kan, karena aku jemu dan cemas, sehingga aku kelaparan selama sehari semalam, Kemudian aku pikir bahwa Koko pasti berusaha mencari aku, dan jika aku mati karena kelaparan, aku tak dapat menjumpai Koko lagi sehingga usaha Koko menjadi hampa, tidaklah begitu?"
"Dan bagaimanakah kau terjatuh di tangannya Hweeshiohweeshio dari Toa Ciok Sie itu?"
Tanya Bee Kun Bu. Setelah menyandarkan kepalanya di dada suhengnya, Lie Ceng Loan meneruskan.
"Aku di dalam kereta itu tak kelihatan apapun, dan aku pun tak mengetahui dibawa kemana, Tidakkah Koko pun akan merasa cemas?"
Tentu saja!"
Jawab Bee Kun Bu.
"Kereta yang mengangkut aku itu tiba-tiba berhenti Aku hanya mendengar suara orang yang sedang bertempur hebat sekali, Aku merasa girang, karena aku menduga bahwa Koko telah datang menolong Tapi setelah suara pertempuran berhenti, aku telah menjadi kecele karena orang yang datang itu seorang Hweeshio,"
Kata Lie Ceng Loan.
"Bukankah ada dua Hweeshio? Yang satu bertubuh tinggi besar, dan yang satu lagi kurus kecil, dan kedua-duanya mengenakan baju abu-abu,"
Kata Bee Kun Bu.
"Betul!"
Sahut Lie Ceng Loan dengan heran.
"Me-ngapa Koko bisa mengetahui?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Kedua Hweeshio yang durhaka itu telah dikirim ke akherat oleh Co Hiong,"
Kata Bee Kun Bu. Lie Ceng Loan tidak kenal siapakah Co Hiong itu, maka ia menanya.
"Siapakah Co Hiong itu? Apakah ia pun juga kawan Koko juga?"
Bee Kun Bu mengangguk dan berkata.
"Sebentar lagi juga kau dapat menjumpai ia. Betulkah kedua Hweeshio itu menyerahkan kau kepada lain Hweeshio untuk dibawa ke pegunungan Cie Lian San?"
Mukanya Lie Ceng Loan segera menjadi merah, ia tutupi mukanya di atas dada Bee Kun Bu.
Lalu air matanya mengucur keluar membasahi bajunya Bee Kun Bu.
Sambil mengusap-usap kepala Sumoynya.
Bee Kun Bu menghibur "Mengapa kau sedih hati?
Apakah Hweeshiohweeshio yang durhaka itu telah memperkosa kau?"
Dengan mengangkat lagi kepalanya, Lie Ceng Loan berkata dengan gemas sekali.
"Kedua Hweeshio yang durhaka itu telah binasa, Mereka membawa aku ke suatu tempat pekuburan yang terpencil. karena aku diikat erat-erat, aku tak dapat melawan atau berontak, Ketika Hweeshio yang kurus ketika membuka sumbatan mulut-ku, aku gigit tangannya!"
Bee Kun Bu menjadi gelisah mendengar penuturan itu. ia memotong penuturan itu, dan menanya dengan bernapas.
"Lalu jahanam-jahanam itu berbuat apakah terhadap kau?"
"Kemudian datang lagi satu Hweeshio berjubah ku-ning, ia maki kedua Hweeshio yang durhaka itu, ia buka ikatanku, tapi ia totok lagi dua jalan darahku sehingga aku seperti satu anak bayi tak berdaya sama sekali! ia kenakan aku jubah kuning, membalut kepalaku dengan kain kuning dan angkat aku dari tempat kuburan dibawa aku ke jalan raya, Di jalan raya kami bertemu dengan lain Hweeshio berjubah merah!"
Bee Kun Bu tak tahan mendengar penuturan yang menusuk hatinya, ia peluk Sumoynya erat-erat dan menghibur "Ai! Kau betuI-betul telah menderita banyak sekali!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Hweeshio jubah kuning itu serahkan aku kepada Hweeshio berjubah merah yang membebaskan totokan jalan darahku agar aku dapat berjalan atau ber!ari, tapi lain daripada itu aku masih tetap tak berdaya, dan aku tak dapat melawan atau kabur!"
Meneruskan Lie Ceng Loan.
Bee Kun Bu berpikir "Aku berdua Co Hiong menunggangi kuda ajaib datang ke pegunungan ini, Mes-kipun aku datang dua hari terlambat, tapi kuda yang dapat menempuh seribu lie sehari, pasti dapat mengejar kuda-kuda yang lain.
Mengapa Lie Ceng Loan dapat dibawa lebih cepat ke pegunungan Cie Lian San ini?"
Ia tak dapat memecahkan teka-teki itu, ia menanya lagi.
"Apakah Hweeshio jubah merah itu segera membawa kau ke pegunungan Cie Lian San ini?"
Dengan gelengkan kepala, Lie Ceng Loan menyahut.
Tidak, ia membawa aku selama dua hari dua malam Pada tengah hari di hari ketiga, kami tiba di suatu kuil di dalam gunung, Di kuil itu juga ada banyak Hweeshio-hweeshio, Kami menunggu sampai malam dan suasana menjadi gelap, Entah dari mana, mereka menangkap dua ekor burung yang ganjil, Si Hweeshio jubah merah berir tahukan aku bahwa aku akan dibawa ke suatu tempat yang indah permai, Aku mengetahui bahwa ia menipu aku.
Aku memaki, tetapi ia tidak menjadi gusar Lalu aku diikat di belakangnya seekor burung yang ganjil itu, dan ia sendiri menunggangi seekor yang lain.
Kami terbang selama semalam."
Sekarang Bee Kun Bu baru mengetahui mengapa Sumoynya bisa datang lebih dulu dari ia ke pegunungan Cie Lian San.
"Hanya burung-burung yang besar dapat membawa manusia dengan pesat, dan burung itu pasti sejenis burungburung garuda. Hweeshio yang durhaka itu telah memelihara burung-burung yang besar itu untuk maksud yang jahat dan keji, dan dapat menempuh jarak yang jauh dengan cepat sekali sehingga perbuatan-per-buatan durhakanya tak diketahui orang,"
Pikir Bee Kun Bu. Lie Ceng Loan meneruskan kisahnya setelah menelan ludahnya yang merintangi tenggorokan nya.
"Pada hari ketiga,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
burung-burung itu mendarat di satu hutan yang besar Si Hweeshio jubah merah membuka ikatanku, dan membiarkan burung-burung itu mencari makanan di hutan, Burung-burung itu makan burung-burung kecil dan kelinci-kelinci hutan, lalu aku diikat lagi, dan bersama si Hweeshio dengan burungburung itu4cita terbang lagi, Burung-burung itu berhenti beberapa kali untuk beristirahat meskipun burung-burung itu besar dan kuat, tapi menurut pendapatku, mereka tidak sehebat bangau putih kepunyaan kawan Koko."
"Tentu saja!"
Sahut Bee Kun Bu sambil tersenyum.
"Bangau putih itu adalah seekor bangau sakti yang telah berusia diatas seribu tahun, Burung-burung di dalam kuil Toa Ciok Sie tak dapat menandingi bangau sakti itu!"
Lie Ceng Loan meneruskan kisahnya.
"Seterusnya kedua burung itu sebentar-sebentar berhenti untuk beristirahat Pada keesokan harinya, kami baru masuk ke daerah pegunungan Si Hweeshio jubah merah beritahukan aku bahwa di hari senja akan pasti tiba di tempat yang indah permai, dan ia beritahukan aku juga bahwa namanya ialah Hoat Lui."
Dengan tak dapat menahan sabarnya, Bee Kun Bu mengutuk.
"Hweeshio jahanam!"
"Tapi kemudian ia dipukul jatuh dari atas burung oleh kawan Koko, Aku yakin ia jatuh hancur luluh!"
Kata Lie Ceng Loan.
"Setelah Pek Yun Hui menolong kau, ia segera membawa kau ke dalam gua baru tadi?"
Tanya Bee Kun Bu. Lie Ceng Loan mengangguk dan berkata.
"Ketika si Hweeshio bicara kepadaku, kawan Koko sambil menunggangi bangau putih datang mengejar Hebat betul ilmu dan kepandaian nya! Dengan hanya mengangkat satu tangannya, Hweeshio itu dipukul jatuh, Lalu ia loncat ke atas burung yang segera terjun ke bawah, Satu jotosan membikin binasa burung itu. Burung yang lain dipatok mampus oleh bangau putih,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dengan mudah sekali aku dijambret dan diangkat oleh kawan Koko, dan dengan menunggangi bangau putih itu, aku dibawa dengan selamat ke dalam tembah, ia menangkap seekor anak menjangan untuk menenami aku.
Aku menanyakan tentang Koko, ia menjawabnya bahwa dalam beberapa hari lagi Koko pasti datang, Dan betul saja Koko telah datang!"
Bee Kun Bu terharu sekali atas budi yang besar dari Pek Yun Hui, Hanya dalam jangka waktu sebulan, Pek Yun Hui telah menolong ia serta Susiok dan Sumoynya, Bagaimanakah ia dapat membalas budi yang sangat besar itu?
Ketika itu Lie Ceng Loan masih saja bersandar di atas tubuhnya Bee Kun Bu.
ia memandang pemandangan dari pegunungan itu.
Setelah ia melihat asap yang mengepul di sebelah selatan, lalu melihat juga api yang berkobar-kobar, ia terkejut ia berseru.
"Bu Koko, coba lihat hutan di sebelah selatan itu sedang terbakar !H Teguran itu membikin Bee Kun Bu ingat lagi bahwa ia harus lekas-lekas menemui Co Hiong, sebetulnya usaha membakar hutan itu adalah untuk membangkitkan perhatian Hweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie. Untuk mencari Co Hiong, ia harus segera pergi ke tempat di mana Co Hiong mulai membakar hutan itu. Tapi pada saat itu, api telah berkobar hebat sekali, dan jalan yang harus ditempuh tidak mudah dilalui ia harus melalui beberapa lembah-lembah dan bukit-bukit, Jika ia menanti sampai malam, maka jalannya makin sukar, sebaliknya apabila ia tak mencari Co Hiong, ia merasa bersalah Maka ia teruskan perjalanannya mencari Co Hiong.
"Ayo, kita jalan terus, Aku harus mencari dapat orang yang membakar hutan!"
Lalu dengan ilmu meringankan tubuh mereka pergi ke tempat di mana Co Hiong mulai membakar hutan itu!
Dalam suasana yang suram di daerah pegunungan itu, yang diliputi dengan hutan-hutan lebat, ditambah pula dengan api yang berkobar kobar dan panas hawanya, mereka menjadi
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
bingung harus jalan kemana mencari Co Hiong, Tapi mereka berjalan terus. Setelah berjalan kurang lebih tiga jam, Lie Ceng Loan mengeluh.
"Bu Koko, aku merasa letih sekali!"
Sebetulnya Bee Kun Bu pun merasa letih. Dengan perut yang lapar pula ia menjadi gelisah, Untuk menghibur Sumoynya ia berkata.
"Mari kita jalan lagi, dan Co Hiong pasti dapat diketemukan!"
Lie Ceng Loan tersenyum dan sambil memegangi tangannya Bee Kun Bu, ia berjalan terus.
Mereka jalan dan berusaha mencari lagi selama dua jam, tapi tanpa hasil!
Melihat Lie Ceng Loan telah menjadi letih sekali, Bee Kun Bu berkata.
"Kau betul-betul sudah letih sekali, Marilah kita beristirahat di tempat yang agak tinggi"
"Aku betul-betul tak berguna!"
Sahut Lie Ceng Loan sambil tersenyum.
"Aku hanya merintangi Koko saja."
Mereka memilih tempat yang agak tinggi di bawah suatu pohon besar, dan di situlah mereka beristirahat Dengan sekejap saja Lie Ceng Loan sudah jatuh tertidur Bee Kun Bu duduk di sisinya mengawasi Sumoynya yang ia sangat cintai itu, Tiba-tiba angin gunung membawa suara derap nya kaki kuda, dan suara itu makin lama makin dekat terdengar nya.
Bee Kun Bu tergerak hatinya.
"Kuda itu pasti kudanya Co Hiong,"
Pikir ia.
"Di kolong langit ini, tak dapat kuda lain yang dapat berlari dalam suasana gelap di pegunungan ini."
Lalu ia menjerit memanggil Co Hiong, Suara jeritan di malam yang sunyi senyap itu terdengar seperti meraungnya seekor singa, menggema dan menggetarkan lembah!
Betul saja dari sebelah selatan terdengar suara jawaban Co Hiong, dan Lie Ceng Loan bangun dari tidurnya, Bee Kun Bu segera berdiri, siap menyambut kedatangannya Co Hiong, sebelumnya Co Hiong turun dari kudanya, ia telah melihat Lie Ceng Loan, ia berkata sambil tertawa.
"Apakah gadis berbaju merah ini Sumoynya Bee?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu mengangguk dan menyahut.
"Betul!"
Lalu ia memperkenalkan sumoynya kepada kawannya, Co Hiong yang tajam penglihatannya merasa kagum melihat kecantikan Lie Ceng Loan. ia berkata dengan bersenda gurau.
"Tidak heran jikalau saudara sampai tidak enak makan dan tidur memikiri Li Siocia! Ha! Ha! Ha!"
Bee Kun Bu menyahut.
"Janganlah saudara Co menggoda! Tapi cara bagaimanakah kau dapat datang ke sini, sedangkan kami mencari kau sepanjang malam?"
"Semenjak kau menunggangi bangau putih dan terbang pergi,"
Sahut Co Hiong.
"Aku telah ketemu dua Hweeshio dari Toa Ciok Sie. Aku segera bertempur tapi Hweeshio-hweeshio yang lain juga datang, Aku pikir jika aku terus bertempur tentu tidak ada hasilnya. Segera aku loncat keluar dari kepungan mereka dengan maksud mencari kau agar kita dapat bersama-sama mendobrak kuil Toa Ciok Sie, dan membasmi Hweeshio-hweeshio yang durhaka ilu. Tapi siapa menduga, sumoymu telah selamat didampingimu?"
Bee Kun Bu menuturkan kisah Lie Ceng Loan sedari diculik sampai mereka berjumpa lagi di dalam lembah.
"Ai! Orang sakti yang memiliki bangau putih itu betul-betul sukar dicari keduanya,"
Berseru Co Hiong, sebetulnya Bee Kun Bu ingin menceritakan lagi tentang Pek Yun Hui kepBdanya, tapi ketika ia ingat ancaman Co Hiong yang ingin melawan Pek Yun Hui, ia tutup mulutnya, ia hanya berkata.
"Kebetulan sekali saudara Co lekas-iekas datang, Aku sangat lapar, Cobalah keluarkan makanan kering yang kau telah bawa sebagai pembekalan!"
Co Hiong lalu mengambil makanan dari suatu kantong yang diikat di pelana kudanya dikasihkan kepada Bee Kun Bu dimakan bersama sumoynya, Tapi ia sendiri tidak makan.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Lie Ceng Loan yang melihat sikap itu, menanyai "Saudara Co, mengapa kau tidak makan?"
Co Hiong tidak menyahut, ia hanya tersenyum ia taruh kembali makanan itu ke dalam kantong.
Setelah fnakan kenyang, Bee Kun Bu bersemi "Hm!
Hweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie betul-betul harus dikasih hajaran, Mereka berbuat sewenang-wenang.
Tapi jumlah mereka lebih banyak daripada jumlah kita.
Apa-kah dengan hanya kita bertiga, kita dapat membasmi mereka?"
Co Hiong menyahut.
"Kita sudah tiba di pegunungan Cie Lian San. jika kita tidak pergi ke kuil Toa Ciok Sie dan mencuri buah Sie Can Ko, jerih payah kita betul-betul tersia-sia!"
Bee Kun Bu belum menjawab, tiba-tiba dari tempat yang sangat gelap terdengar suara orang mengejek "Apa-kah buah Sie Can Ko enak? Kalian boleh rasai dulu ini."
Ejekan itu dibarengi dengan meloncatnya datang, beberapa Hweeshio dengan senjata terhunus!
Dengan cepat Co Hiong membungkukkan tubuhnya untuk Bee Kun Bu dan Ue Ceng Loan loncat mundur beberapa tindak Mereka segera mencabut pedangnya, siap menyerang lawan-lawannya.
Dalam cuaca yang suram itu, mereka melihat empat Hweeshio.
dua Hweeshio itu menyerang dengan beringas sekali, tapi serangannya tak berhasil!
Co Hiong segera melontarkan jarum-jarum beracunnya serentak Mereka segera mencabut pedangnya, siap menyerang lawannya Empat Hweeshio itu bukannya lawan yang remeh.
Dengan go!ok-golok dan gembolan-gembolan besi me-reka, semua jarum-jarum beracunnya Co Hiong telah digeprak jatuh berhamburan!
Co Hiong menjadi penasaran ia lontarkan Hngkaranlingkaran emasnya sambil menyerang bertubi-tubi dengan pedangnya.
Tiga serangan pedangnya itu menebas ke kiri dan menyapu ke kanan, dan dilakukan dengan tenaga yang hebat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sekali sehingga seorang Hweeshio terdesak mundur empatlima kaki jauhnya, sebetulnya Hweeshio-hweeshio itu tidak ingin mengerubuti Co Hiong, tapi setelah melihat ilmu silat Co Hiong yang lihay itu, mereka menyerang lagi dengan serentak sedangkan Hweeshio yang telah terdesak mundur dengan menggunakan kakinya menyapu kaki Co Hiong.
Co Hiong berseru, dan dengan ilmu It Hok Tiong Tian atau belibis terbang tegak ke angkasa, ia loncat setinggi satu tombak lebih dan loncat keluar dari kepungan itu!
Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan tidak tinggal diam.
Mereka telah melihat kekejian Hweeshio-hweeshio itu, Dengan ilmu Cui Hun Cap Ji Kiam atau dua belas jurus ilmu pedang mengusir setan, mereka menyerang dengan beringas, dan dalam tiga jurus saja seorang Hweeshio telah ditebas putus lengan kirinya oleh Bee Kun Bu, sedangkan Lie Ceng Loan berhasil membikin Hweeshio-hweeshio lainnya kacau balau!
Segera dalam suasana yang sunyi senyap itu terdengar jeritan seorang Hweeshio lagi yang membikin bangun bulu roma, karena Hweeshio itu telah kena tersambar lingkaran emasnya Co Hiong sehingga otaknya berantakan!
Hanya dalam beberapa jurus saja, empat Hweeshio itu telah menderita satu mati dan satu luka parah, Tapi satu Hweeshio dengan nekad menyerang Bee Kun Bu dengan goloknya, dan yang lain mengayun gembolannya ke arah Lie Ceng Loan.
Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan terpaksa mundur beberapa tindak.
Kedua Kawanan Hweeshio itu menyerang Co Hiong dengan se-rangan-serangan yang hebat dan mematikan Hweeshio itu lupa bahwa Co Hiong masih bebas, Co Hiong yang berangasan, melihat kesempatan yang baik itu, segera melontarkan lagi jarum-jarum beracunnya, Kedua Hweeshio itu tak dapat menghindarkan jarum-jarum itu!
Dua-duanya segera jatuh, senjata-senjatanya terlepas dari cengkalannya, dan mati kaku mengeluarkan darah hitam dari mulut dan hidungnya!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hweeshio yang telah buntung lengan kirinya lekas-lekas melarikan iri. perbuatan itu dapat dilihat oleh Co Hiong yang menegur dengan keras.
"Hei, jahanam! Kau mau lari kemana?"
Ia cemplak kudanya dan mengejar Hweeshio yang kabur itu, Hweeshio yang ketakutan setengah mati itu terus lari dengan tak menghiraukan apapun!
Dan sikap ini mengirim ia lebih cepat ke akherat!
Hweeshio itu baru saja, dapat berlari sejauh lima puluh tombak, Co Hiong yang mengejar dengan kuda Cian Li Shin Kioknya (kuda sakti yang dapat berlari seribu lie tanpa letih) telah menebas buntung kepalanya!
Lalu Co Hiong kembali lagi, ia turun dari kudanya untuk mengambil lingkaran-lingkaran yang telah membikin hancur kepalanya seorang Hweeshio.
ia berkata sambil tersenyum kepada kawan-kawannya.
"Rupanya Hweeshio-hweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie kita tak takuti ilmu silatnya hanya begitu saja, Lie Siocia, tadi aku telah meyakinkan dengan kepala mata sendiri ilmu silat pedangmu yang lihay itu, Aku kira dengan ilmu demikian tingginya, kita bertiga dapat membasmi Hweeshio-hweeshio durhaka di dalam kuil Toa Ciok Sie. Bagaimana pendapatmu berdua?"
Bee Kun Bu mengerutkan keningnya, ia tidak menjawab ia ingat akan pesan Pek Vun Hui yang dengan sangat menyuruh ia dan Lie Ceng Loan lekas-Iekas berlalu dari pegunungan Cie Lian San.
ia pereaya betul bahwa Pek Yun Hui telah memperingatkan dengan se-tulus-tulusnya, Ketika itu ia tak dapat segera memberikan jawaban yang memuaskan kepada Co Hiong, Melihat pertanyaannya tidak dijawab, Co Hiong merasa sedikit marah, ia pandang Bee Kun Bu yang sedang mengawasi mayat-mayat Hweeshio yang telah mati konyoI!
Lie Ceng Loan rupanya tidak perhatikan pertanyaan Co Hiong.
ia menanya Bee Kun Bu.
"Bu Koko! Hweeshiohweeshio ini harus dikubur dengan seksama. Mari kita menggali lubang untuk mengubur mayat-mayatnya!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu mengangguk, dan segera menggali lubang dengan pedangnya, Lie Ceng Loan juga turut menggali Co Hiong semakin menjadi marah, Mukanya dari merah menjadi pucat ia tak dapat keluarkan kegusarannya, Lie Ceng Loan menegur.
"Saudara Co, mengapa kau tidak membantu?"
Co Hiong terkejut!
ia merasa malu ditegur oleh gadis secantik itu, Lalu dengan paksakan diri, ia pun membantu menggali lubang, Setelah empat mayat Hweeshio-hweeshio itu dikubur di satu lubang, Lie Ceng Loan memetik sepucuk kembang liar untuk ditancapkan di atas tanah kuburan itu, sambil tersenyum, pertama kepada Bee Kun Bu, dan kemudian kepada Co Hiong, Entah karena apa tiap-tiap kali Co Hiong melihat mukanya Lie Ceng Loan yang cantik jelita, hatinya berdebar-debar, Lie (^eng Loan yang telah jatuh cinta kepada Bee Kun Bu tidak merasa atau memperhatikan sikapnya Co Hiong.
Baginya, di dunia ini hanya Bee Kun Bu-lah seorang pria yang tampan, gagah berani, budiman dan yang agung serta mulia!
Co Hiong pun tak mengerti mengapa ia sangat tertarik oleh wajah dan sikapnya gadis itu, Bukankah ia telah jatuh cinta terhadap Souw Hui Hong, saudara sepupunya?
Ketika itu hari sudah mendekati fajar Mereka harus beristirahat untuk memulihkan tenaga dan semangatnya.
Tapi api dari hutan makin besar dan berkobar, sehingga cahayanya yang merah terlihat di sekitar hutan yang terbakar itu.
Sebelum mereka berbaring untuk beristirahat dan tidur bergiliran, Co Hiong berkata.
"Lihatlah hutan yang aku telah bakar itu! Apinya makin berkobar dan besar. Besok malam apinya mungkin lebih besar lagi! Aku kira api itu tidak padam dalam tiga hari tiga malam!"
"Dengan demikian, entah berapa banyak binatangbinatang, burung-burung dan kutu-kutu yang mati terbakar atau kehilangan tempat bernaungnya!"
Seru Lie Ceng Loan yang mempunyai perasaan balus,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Betul!"
Kata Co Hiong.
"Api demikian kini tak dapat dipadamkan oleh lima ratus orang, kecuali jika turun hujan besar."
Baru saja Lie Ceng Loan hendak menanya, tiba-tiba terdengar suara siulan yang nyaring dan tegas dengan nada yang berubah-ubah, Lie Ceng Loan mendekati Bee Kun Bu, dan menanya dengan suara rendah.
"Bu Koko, suara apakah itu? Apakah di pegunungan ini ada setan?"
Bee Kun Bu yang sedang memeperhatikan suara yang ganjil dan terdengarnya seperti juga suara seekor makhluk lain dari pada satu manusia, menyahut dengan suara rendah.
"jangan takut, itu pasti bukannya setan."
Co Hiong berdiri tegak, dan mendengari dengan penuh perhatian Laiu berkata.
"Suara siulan yang ganjil itu adalah cara memberi isyarat di hutan. Cobalah perhatikan nadanya yang sebentar tinggi dan sebentar rendah isyarat itu hanya dapat dimengerti oleh kawan-kawannya orang itu. Tapi suara itu rupanya keluar dari suara benda yang dibuat dari logam atau bambu, Cobalah kita dengar dengan perhatian Nanti siulan itu akan disambut oleh siulan lain!"
Betul saja, setelah siulan itu berhenti, lantas disambut oleh suara siulan lain yang rupanya dikeluarkan dari tempat yang lebih jauh, Sambil tersenyum Co Hiong berkata lagi.
"Aku yakin siulan-siulan itu adalah isyarat-isyarat dari Hweeshio hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie. Siulan itu akan disambut lagi oleh suara siulan yang lain, Dengan demikian nyata-lah kirim kabar dengan menggunakan suara siulan-siulan itu yang sambung menyambung dari tempat satu ke tempat yang lain dengan cepat seka!L.,"
Perkataannya belum selesai diucapkan, dari tempat dekat di mana mereka berdiri terdengar lagi satu siulan yang lebih nyaring dan tegas dari yang sudah-sudah, Co Hiong dan Bee Kun Bu segera cabut pedangnya, siap sedia menghadapi segala kemungkinan!
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Hwceshio-hweeshio durhaka dari kuil Toa Ciok Sie itu telah mengetahui tempat kita ini. Mereka telah kerahkan banyak orang untuk mengepung kita!"
Seru Co Hiong, Ketika itu Lie Ceng Loan pun telah mencabut pedangnya, dan mereka berdiri tegak dengan mata mengawasi di sekitarnya, dan dengan kupingnya mendengari segala suara, Melawan Hu Hoat Lo Han di pegunungan Cie Lian San di waktu malam Dari sinar api yang berkobar-kobar, di atas satu puncak gunung Co Hiong dapat lihat bayangan beberapa orang sedang lari dengan cepat Rupanya mereka itu sedang lari mendatangi Dengan suara rendah Bee Kun Bu menanya.
"Sau-dara Co, perlukah kita lari sekarang?"
"Kita tak dapat melarikan diri lagi, Mereka telah mengetahui jejak kita, Siulan-siulan yang kita telah dengar tadi adalah isyarat-isyarat mereka mengurung kita,"
Sahut Co Hiong sambil tersenyum. Bee Kun Bu mengerutkan kening, memandang Sumoynya, lalu berkata.
"Jika demikian, rupanya kita harus bertempur dengan hebat lagi!"
"Betul!"
Kata Co Hiong.
"Kita harus menggunakan siasat yang kejam untuk lolos dari kepungan mereka, dan kita harus menerobos sekarang sebelum kawan-kawan mereka datang kumpul mengurung kita, Ya, kita harus meloloskan diri sebelumnya fajar Tanpa siasat, kita bertiga tak dapat melawan mereka yang jumlahnya banyak."
Lalu ia keluarkan dari kantong di dadanya sejumlah jarum-jarum beracun, Bee Kun Bu tak dapat membantah, memang ia tak dapat bersikap ramah menghadapi musuh-musuh yang kejam.
ia berkata kepada Lie Ceng Loan.
"Sebentar jika kita harus bertarung, kita harus berlaku kejam, karena musuh-musuh kita bukannya orang-orang yang budiman, Aku kira kedudukan kita
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sekarang sangat berbahaya, Kita harus melawan banyak orang."
Lie Ceng Loan pandang Bee Kun Bu dengan kasih sayang, lalu menyahut.
"Bu Koko, terima kasih, Koko selalu berlaku baik terhadap aku. Aku pasti memperhatikan pesan Koko."
Pada saat itu musuh telah datang semakin dekat hanya terpisah lebih kurang sepuluh tombak dari mereka, Di waktu malam demikian, pakaian putih dari Lie Ceng Loan terlihat sangat tegas, Tiba-tiba terdengar suara hembusan angin, disertai melayang datangnya tiga benda yang bersinar ke arah Lie Ceng Loan.
Bee Kun Bu telah siap dengan pedangnya, Ketika musuh melontarkan benda-benda yang bersinar ke arah Lie Ceng Loan, dengan ilmu Yun Bu Kim Kong atau sinar emas menyorot kabut ia berhasil menyapu jatuh ketiga benda yang bersinar itu.
Lalu ia mengawasi keadaan di depan dengan pedang terhunus, sekonyong-konyong dari atas loncat menyerang seorang musuh dengan golok besar sebetulnya Bee Kun Bu ingin meng-egos, tapi ia khawatir serangan itu melukai Lie Ceng Loan, Dengan mengertak gigi, ia tangkis serangan golok itu dengan pedangnya.
"Teng!"
Terdengar suara kedua senjata beradu, disertai meletiknya lelatu api yang timbul dari beradunya kedua senjata itu!
ia segera merasa mulutnya panas, dan tangan kanannya lemas, hampir pedang yang dipegangnya terlepas Dengan mengumpulkan semangatnya ia melihat bahwa musuh yang menyerang itu telah berdiri lebih kurang tiga kaki di depan ia.
Musuhnya itu adalah seorang Hweeshio tubuhnya besar, seram sekali, Hweeshio itu juga merasa heran mengapa serangannya tidak mengambil korban.
Dengan kedua mata terbelalak ia membentak.
"Hei! Kalian ini datang dari mana? Apakah hutan itu kalian yang bakar?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu belum lagi menyahut, Co Hiong telah mendahului dengan mengejek.
"Betul! Tapi kau mau apa?"
Justru pada saat itu sembilan Hweeshio telah datang mengurung mereka bertiga, Bee Kun Bu yang telah mengetahui bahwa Hwee-shiohweeshio yang sedang dihadapinya ini mempunyai ilmu silat jauh lebih tinggi daripada yang ia pernah gempur, ia bisiki Lie Ceng Loan agar ia waspada.
Co Hiong dengan pedang terhunus dan Hngkaraniingkaran emasnya mengawasi semua Hweeshio yang mengurung itu dan memperhatikan bahwa delapan Hweeshio berjubah abu-abu, dan Hweeshio yang tiba-tiba menyerang dengan golok mengenakan jubah merah adalah pemimpin dari rombongan yang mengungkung itu.
Co Hiong agak lama segera mengetahui bahwa jubahjubah yang berlainan warnanya menunjukkan cekatannya Hweeshio-hweeshio itu menurut kepandaian silatnya, dan Hweeshio yang berjubah merah adalah pemimpin dari rombongan yang mengangku itu, ia tidak gentar, dengan sikap yang tenang ia memperhatikan jejak para Hweeshio itu, Kemudian ia berjalan perlahan-lahan menghampiri Bee Kun Bu, sekonyong-konyong dengan membungkukkan diri ia loncat menyerang Hweeshio yang berjubah merah dengan ilmu Giok Li To Soat atau wanita penenun melontarkan torak, serangan itu ialah menusuk lawan dengan pedang.
tangan kanan menusuk tangan kiri menggeprak ke belakang, dan kedua kaki mengggenjot ke depan, serangan yang secepat kilat itu tidak diduga oleh Hweeshio berjubah merah.
Tapi dengan ilmu silatnya yang tinggi Karena ia tak dapat menangkis dengan goloknya, ia condongkan tubuhnya ke belakang, lalu dengan mudah ia loncat satu tombak lebih jauhnya!
Co Hiong mengejar dan menyerang terus, ia tak memberi kesempatan lawannya balas menyerang.
Demikianlah yang satu menyerang dan yang lain mengegos dengan gesitnya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Hweeshio-hweeshio yang mengurung itu terpesona menyaksikan ilmu silat yang bukan main tingginya!
Ketika si Hweeshio memperoleh kesempatan, dengan ilmu Kim Cin Hai atau jarum emas menentramkan lautan, ia ayun goloknya dan menebas ke atas dan ke bawah, sehingga Co Hiong harus menangkis tebasan di atas dan meloncat untuk menghindarkan tebasan di bawah.
Melihat bahwa Co Hiong masih juga dapat mengegoskan tebasan goloknya si Hweeshio lalu menjatuhkan diri.
Ketika Co Hiong datang menyerang lagi, ia berguling-guling ke kanan untuk menghindarkan tusukan pedangnya Co Hiong, Kesempatan ini digunakan oleh empat Hweeshio menyerang Co Hiong dari belakang Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan tidak tinggal diam.
Mereka merintangi dan menyerang dengan ilmu Cui Hun Cap Ji Kiam atau dua belas jurus pedang mengusir roh.
Melihat siasat yang keji itu gagal, si Hweeshio berjubah merah lalu bangun dengan menjerit ia ayun goloknya dan membalas menyerang dengan sengit sekali, Demikianlah mereka bertarung dengan dahsyat sehingga seratus jurus, Di lain pihak, Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan bertempur melawan empat Hweeshio, mereka dapat mendesak lawanlawannya, Empat Hweeshio lainnya datang membantu menyerang dengan toya-toya.
Setelah pertempuran berlangsung hampif tiga puluh jurus, Lie Ceng Loan merasa ia tak dapat bertahan lagi, karena kekurangan tenaga, jurus-juf us pedangnya mulai menjadi lambat Bee Kun Bu segera dapat lihat kelemahan Su-moynya, ia tak dapat membiarkan sumoynya terluka, Dengan ilmu Heng Hua Cun Jie atau bunga putih berhamburan ia putar pedangnya demikian cepatnya sehingga delapan Hweeshio yang mengurung mereka terpaksa bertindak mundur untuk menghindarkan diri dari sabetan ujung pedangnya, Kemudian dengan ilmu pwee Pui Hong Jie atau hujan turun dari empat penjuru salah satu jurus Cui Hun Cap Ji Kiam yang dahsyat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu dapat mendesak delapan Hweeshio itu mundur lagi! Ketika itu Lie Ceng Loan tersenyum terhadap ia.
"Ai!"
Pikir Bee Kun Bu.
"Gadis ini tak mengenal bahaya maut, ia masih bisa tertawa!"
Di lain pihak, si Hweeshio jubah merah sedang bertarung mati-matian melawan Co Hiong, kedua belah pihak masingmasing berusaha membinasakan lawannya, sehingga hembusan angin dari ayunan golok dan sabetan pedang berdesir-desir, dan sinarnya kedua senjata berkilau-kilau di malam hari sorotan api yang membakar hutan dari tempat yang jauh, Dalam pertarungan yang dahsyat itu, Co Hiong masih belum memperoleh kesempatan untuk melontarkan jarumjarum beracunnya, Betul ia tidak terdesak, tapi agaknya ia akan kalah tenaga melawan Hweeshio yang bertubuh besar ituj Tiba-tiba ia menjerit sambil melontarkan lingkaranIingkaran emasnya itu merupakan ombak yang menggempur pantai, si Hweeshio harus bertindak mundur tujuh-delapan kaki, Kesempatan ini digunakan Co Hiong untuk melontarkan jarum-jarum beracunnya !
,Tidak salah jika Souw Peng Hai, pemimpin partai silat Tian Liong, dijuluki jago silat lihay di kalangan Kang-ouw.
Siasat yang digunakan Co Hiong itu adalah pelajarannya Souw Peng Hai.
mendesak lawan, dan menggunakan kesempatan melontarkan jarum-jarum beracun!
Tapi si Hweeshio itu meraung bagaikan seekor harimau Dengan lengan baju kirinya ia kebut jarum-jarum beracun itu lalu dengan kedua tangannya ia membacok Co Hiong dengan beringas, Terjangan dan bacokan-bacokan yang nekad itu membikin Co Hiong sibuk, Bee Kun Bu yang melihat segera loncat dan menyerang dengan ilmu Liong It Seng atau naga menyambar dari satu jurusan, serangan itu adalah salah satu jurus Cui Hun Cap Ji Kiam.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketika ujung pedang menusuk maka ujung pedang itu bergetar merupakan berpuluh-puluh pedang yang membingungkan lawan, seakan-akan seekor naga sedang menyembur!
Si Hweeshio jubah merah berusaha menangkis dengan go!oknya.
tetapi ujung pedangnya Bee Kun Bu telah menebas putus dua jari tangan kanannya, Co Hiong menjerit serentak melontarkan satu lingkaran emasnya ke arah si Hweeshio yang lekas-lekas menundukkan kepalanya, Tetapi lingkaran itu berhasil juga menebas sebelah kupingnya, Kesempatan itu digunakan Co Hiong untuk menyerang lagi dengan pedangnya, Hweeshio itu tak dapat bertahan lagi, Setelah ia menangkis serangannya Co Hiong, lalu lari kabur!
Ketika Bee Kun Bu membantu Co Hiong, Lie Ceng Loan seorang melawan delapan Hweeshio.
Mereka tidak datang membantu pemimpinnya, tapi terus mengerubuti si gadis yang melawan dengan tangkas dan lincah, Bee Kun Bu lalu datang menyerang lagi dengan menggunakan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu yang ia dapat pelajari dari Pek Yun Hui.
pedangnya kelihatan menyabet, menebas, menusuk bahkan menyerampang delapan Hweeshio yang keji itu!
ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu dengan disertai ilmu Cui Hun Cap Ji Kiam membikin ke delapan Hweeshio itu kelabakan, Mereka bagaikan melawan hantu!
Seben-tar-sebentar terdengar suara jeritan seorang Hweeshio yang kena ditebas, ditusuk atau dibacok oleh pedangnya Bee Kun Bu, sehingga dalam beberapa jurus saja semua Hweeshio itu menderita luka teraduh-aduh kesakitan Co Hiong lalu tarik tangan Lie Ceng Loan ke pinggir untuk menonton Bee Kun Bu beri hajaran kepada Hweeshio-hweeshio yang durhaka itu.
Tetapi segera terdengar suara siulan itu makin lama makin dekat terdengarnya, Bee Kun Bu terkejut, karena ia ingat bahwa Hweeshio jubah merah itu pasti membawa lebih banyak kawan lagi ia tak dapat menyerukan Co Hiong untuk melarikan diri
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Co Hiong pun yakin bahwa ia harus banyak melawan Hweeshio-hweshio yang keji sekali.
Ketika si Hweeshio jubah merah muncul lagi, ia menyaksikan dengan kepala sendiri bahwa kedelapan kawannya telah menderita luka parah, dan sedang me-rintihrintih kesakitan, Delapan Hweeshio itu, meskipun tidak sepandai si Hweeshio jubah merah, akan tetapi ilmu silat mereka tidak kalah daripada jago-jago silat umum-nya.
Hanya ia tidak mengetahui bahwa Bee Kun Bu telah menggunakan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu (langkah ajaib).
sementara itu Co Hiong tidak memberi kesempatan lagi, Ketika si Hweeshio sedang berdiri dengan mengawasi kawankawannya yang terluka itu, ia lontarkan lingkaran-Iingkaran emasnya dari kedua tangannya, Si Hweeshio lekas-lekas menangkis dengan go1ok-nya.
ia dapat menangkis dua lingkaran, tetapi lingkaran ketiga telah terbang ke arah mukanya lagi!
ia menjerit kesakitan, karena lingkaran itu telah melukai mukanya sedalam satu dim, darahnya mengucur, dan satu matanya mencelat keluar ia jatuh pingsan!
Co Hiong punguti lingkaran-Iingkaran emasnya, lalu memanggil kuda ajaibnya.
"Ayo, kita lari! Musuh akan segera datang dengan jumlah yang banyak!"
Kata Co Hiong.
"Sumoy, kau tentu letih sekali Biarlah kau menunggang kuda bersama-sama Co Hiong, Aku dapat lari."
Kata Bee Kun Bu kepada Lie Ceng Loan, Lie Ceng Loan menggeleng kepala dan menyahut.
"Jika Koko lari, aku pun ikut Koko berlari-Iari juga!"
Bee Kun Bu baru saja hendak membujuk sumoynya lagi, ia tampak Co Hiong, tidak ada di sampingnya, ia menjadi cemas, ia segera cemplak kuda itu, dan bantu sumoynya naik ke atas kuda dan duduk di belakang ia.
ia tarikan kuda itu dengan niatan mencari Co Hiong,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Rupanya kuda ajaib itu telah mengetahui betul majikannya, Dalam lebih kurang lima menit ia telah dapat mengejar Co Hiong, Bee Kun Bu segera loncat turun dari kuda dan ingin menanya, tapi Co Hiong sambil tersenyum mendahului berkata.
"Kau tak usah menghaturkan maaf, Kalian berdua boleh terus tunggangi kudaku."
Tapi saudara Co terlampau murah hati terhadap kami,"
Kata Bee Kun Bu.
"Saudara Co dapat menungganginya berdua bersama sumoyku, aku sendiri dapat berlari-lari."
Ketika itu Lie Ceng Loan juga turun dari kuda dan berkata.
"Saudara Co, kuda itu betul-betul pesat larinya!"
"Sayang, kuda Cek Yun Cui Kok ini (kuda ajaib yang dapat mengejar angin) aku telah berjanji memberikan kepada sumoyku, Kalau tidak, aku boleh berikan kepada-mu."
Sahut Co Hiong sambil tersenyum.
"Mungkin sumoymu cantik sekali,"
Kata Lie Ceng Loan dengan bersenda gurau, Co Hiong tak menyahut, hanya mukanya menjadi merah, ia lalu tanya Bee Kun Bu.
"Kemana kita pergi sekarang?"
"Makin lekas kita keluar dari pegunungan Cie Lian San ini makin baik,"
Sahut Bee Kun Bu.
"Apakah kalian hendak pergi ke propinsi Kiangsi, atau ke pegunungan Kun Lun?"
Tanya Co Hiong, Bee Kun Bu tidak segera menjawab, ia berpikir sejenak lalu sambil menarik napas berkata.
"Ketika kami berlalu dari propinsi Kiangsi, aku telah tinggal susiok di suatu rumah penginapan Tapi aku yakin beliau tak akan menyusul aku ke sini, Beliau pasti pergi langsung ke pegunungan Kun Lun. Aku ingin lekas-Iekas kembali ke pegunungan Kun Lun menemui susiokku itu yang kini memegang pimpinan partai Kun Lun."
Co Hiong tertawa dan menanya lagi.
"Jika kita tak dapat keluar dari pegunungan Cie Lian San?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu terkejut.
"Apa kau yakin kita tak dapat lolos dari kepungan Hweeshio-hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie itu?"
Tanya Bee Kun Bu. Co Hiong mengangguk dan berkata.
"Sebelum aku melawan Hweeshio yang berjubah merah, aku masih pandang remeh Hweeshio-hweeshio di kuil Toa Ciok Sie, karena aku pikir Hweeshio-hweeshio yang silatnya tinggi tidak akan banyak jumlahnya, Aku taksir paling banyak dua atau tiga orang, dan aku pikir jika kita dapat meloloskan diri dari dua atau tiga orang itu, kita dapat keluar dari pegunungan ini. Tapi setelah aku melawan Hweeshio berjubah merah itu, aku berpendapat lain, Nyatalah Tong Leng Tan Su tidak berdusta, Hweeshio-hweeshio di kuil Toa Ciok Sie bukan saja banyak jumlahnya, juga ilmu silat mereka berlainan sekali daripada ilmu-ilmu silat yang kita pernah jumpai di kalangan Kang-ouw, Saudara Bee Kun Bu juga tentunya telah melihat perbedaan ilmu silat mereka, bukan? Biasanya dengan mudah kita menggunakan kesempatan membinasakan musuh, tapi Hweeshio jubah merah itu telah menggunakan suatu siasat yang aku tak dapat pahami, sehingga kita bertempur sampai seratus jurus lebih, aku baru berhasil membinasakan ia dengan bantuanmu, Dan Hweeshio jubah merah itu, aku kira juga seorang murid saja, Murid-murid yang silatnya setinggi ia pasti bukan seorang atau dua orang, Apalagi guru-gurunya!"
Bee Kun Bu tak segera menyahut.
ia berpikir ilmu silat pedang Cui Hun Cap Ji Kiam adalah jurus-jurus istimewa dari partai Kun Lun, dan jurus-jurus itu baru dapat diwariskan kepada seorang murid apabila telah disetujui oleh ketiga pemimpin, Oleh karena itu, di kalangan Bu Lim banyak orang tidak mengetahui bahwa ilmu silat Cui Hun Cap Ji Kiam adalah jurus-jurus istimewa dari Kong Hun Kiam Hoat, ilmu silat pedang partai Kun Lun.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Guruku, Hian Ceng Totiang dengan hasrat memperdalam ilmu silat pedang itu, telah tidak menghiraukan segala bahaya pergi mencari kitab Kui Goan Pit Cek.
Aku yakin suhu akan mengajarkan aku semua ilmu silatnya kepadaku, Aku yakin dengan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu dan Cui Hun Cap Ji Kiam, aku dapat juga lolos dari kepungan-kepungan Hweeshio-hweeshio kuil Toa Ciok Sie."
Co Hiong pun telah menyaksikan cara Bee Kun Bu menolong Lie Ceng Loan dari kepungan delapan Hweeshio, juga menolong ia dari bacokan Hweeshio jubah merah, tetapi ia tidak mengetahui tentang ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu (langkah ajaib) yang Bee Kun Bu unakan, dan ia merasa kagum bereampur iri hati terali ap ilmu silat yang lihay itu!
Ketika melihat Bee Kun Bu berpikir, ia merasa sedikit cemas, Untung Lie Ceng Loan segera menanyai "Bu Koko, tadi Koko memukul kucar-kacir delapan Hweeshio!
Maukah Koko mengajarkan aku ilmu silat yang Koko gunakan itu?"
Mendengar pertanyaan sumoinya itu, Bee Kun Bu tersenyum Di saat itu terdengar lagi suara siulan yang agaknya dekat sekali, dan sekonyong-konyong pula telah loncat seorang Hweeshio menerkam Lie Ceng Loan.
Bee Kun Bu tidak keburu mencabut pedangnya, ia menjotos dengan tinjunya dengan menggunakan ilmu Yun Hiong Pen Bu atau naga membuyarkan kabut, yakni salah satu dari tiga tinju yang maha dahsyat dari ilmu tinjt Tian Kong Cong, Tetapi Hweeshio ini dapat mempunah kan jotosan itu dengan ilmu I San Tin Hai atau memindahkan gunung dan membalikkan laut dengan tangan kiri nya, dan tangan kanannya tetap menjambret bahunya Lie Ceng Loan.
Tangkisan itu hebat sekali sehingga Bee Kun Bu terdorong mundur tiga tindak dan merasai matanya ber-kunang-kunang dan kupingnya mendengung, Co Hiong telah cabut pedangnya ketika Bee Kun Bu kirim jotosan nya.
Dengan jurus-jurus istimewa Hay Tee Lo Goat (Meraup bulan dari dasar laut), ia Poa Hong Yen (Mengusir
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tawon dengan asap) dan Tian Bong Lo Ciok (Memasang jaring menangkap burung) yang ia dapat pelajari dari Souw Peng Hai, ia menyerang dengan sengit sementara itu Bee Kun Bu juga telah cabut pedangnya, Hweeshio-hweeshio yang menggunakan jubah kuning itu terpaksa mundur dari serangan-serangan Co Hiong dan Bee Kun Bu.
Melihat bahwa Hweeshio itu ingin menerkam mati Lie Ceng Loan, Bee Kun Bu sangat murka, ia berkata kepada Co Hiong.
"Saudara Co, jagalah Sumoyku, Biar aku yang beresi Hweeshio jahanam ini!"
Sambil bicara ia menyerang Hweeshio itu dengan ilmu pedang Hun Kong Kiam Hoatnya, Si Hweeshio melawan dengan tangan kosong.
Bee Kun Bu telah mengetahui ilmu silat dan tenaga lawannya, karena setelah bertempur dua belas jurus tiap-tiap serangan pedangnya dapat ditangkis bahkan kembali lagi!
Meskipun ilmu silat pedangnya Bee Kun Bu cepat lihay, tetapi si Hweeshio dengan tangan tanpa senjata dapat menangkis semua serangan-serangannya, Co Hiong ketika melihat wajahnya Lie Ceng Loan menjadi terkejut, agaknya si gadis itu telah menderita luka parah dari terkaman si Hweeshio, ia lekas-lekas keluarkan satu pil obat Po Beng Tan dan jejalkan ke mulut si gadis, Lalu ia letakkan kepalanya si gadis di dadanya, dan menonton pertempuran yang sedang berlangsung antara Bee Kun Bu dan si Hweeshio, sekonyong-konyong terdengar lagi siulan yang panjang n ada nya.
Co Hiong terkejut, dan berpikir "Si Hweeshio jubah kuning itu agaknya lebih pandai dan kuat daripada Bee Kun Bu yang dapat bertahan karena ilmu pedang Hun Kong Kiam Hoatnya, Tapt jika mereka bertempur lebih lama, aku khawatir Bee Kun Bu akan menderita luka parah, jika lain Hweeshiohweeshio datang membantunya pula, ia pasti binasa di tangan Hweeshio-hweeshio itu.
Bagaimanakah dengan Sumoy-nya yang dicintainya ini?"
Lalu ia tunggangi kudanya dengan membawa si gadis untuk mencari tempat yang lebih aman,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Bee Kun Bu yang sedang bertempur bertarung melawan si Hweeshio berjubah kuning selalu memikir akan keselamatannya Lie Ceng Loan, Setelah mendengar suara siulan lagi, ia makin menjadi cemas, Lalu ia serang lawannya dengan tiga jurus istimewa dari Cui Hun Cap Ji Kiam dengan maksud lekas-lekas mengakhiri pertempuran itu, Si Hweeshio terdesak mundur enam-tujuh kaki.
Tetapi ketika ia lihat Co Hiong membawa Lie Ceng Loan pergi dengan kudanya, ia menjadi reda, ia pikir Co Hiong pasti dapat lolos dari kejaran musuh dengan menunggangi kuda yang ajaib itu, Lalu dengan hati yang lebih mantap itu, ia menggunakan ilmu Ban Hong Cut Sao atau ribuan tawon keluar dari sarangnya-satu jurus yang terlihay dari partai silat Kun Lun-menyerang musuhnya, pedangnya berputar-putar hebat sekali Meskipun jagat di malam itu agak gelap, tetapi sinar pedang yang terputar-putar itu berkilau-kilauan menyilaukan mata Tawan, Malam yang gelap itu seakan-akan berubah menjadi suatu malam dimana bintang-bintang jatuh berhamburan dari langit!
Si Hweeshio jubah kuning menjadi kelabakan ia tak berani memandang remeh lagi lawannya Lekas-lekas ia keluarkan senjatanya, yakni sebuah kaitan dan lembing pendek, untuk menangkis atau menyerang jurus Ban Hong Cut Sao itu betulbetui dahsyat Satu pedang segera merupakan seribu pedang yang menyerang dari segala jurusan, dan sebetulnya lawan tak mengetahui harus menangkis dari mana, Si Hweeshio juga memutarkan kaitan dan lembing pendeknya untuk menjaga diri.
pertempuran berlangsung seru sekali.
"Tang! Teng!"
Terdengar tak hentinya suara beradunya senjata disertai lelatu apinya!
Pada satu ketika, si Hweeshio dapat mendesak Bee Kun Bu, dan kesempatan itu digunakan untuk menotok jalan darah di dadanya Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu melihat dan mengelakkan diri dari totokan maut itu.
Dengan cepat sekali kaitan Hweeshio menyabet bagian bawahnya, Bee Kun Bu menotok tanah dengan kedua ujung jari kakinya meloncat
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mundur untuk menjaga diri dan menyerang kembali dengan ilmu Kim Kong Yun Bu atau sinar dahsyat membuyarkan pedut.
Kedua belah pihak kini bertempur dengan hati-hati, karena masing-masing telah menginsyafi kelihayan lawan nya.
Bee Kun Bu merasa khawatir kawan-kawannya si Hweeshio segera datang membantu ia ingin lekas-lekas mengakhiri pertempuran itu.
Lalu dengan mengertak gigi, ia ayun pedangnya dan menyerbu dengan sekuat tenaga!
serangan yang nekad itu ia pereaya akan berhasil Tetapi si Hweeshio jubah kuning adalah salah satu dari jago-jago ke delapan belas silat yang lihay dari kuil Toa Ciok Sie, dan terkenal sebagai Cap Pwee Hu Hoat Lo Han yang belum pernah gagal membinasakan lawannya dengan senjata kaitan dan lembing pendeknya itu!
ilmu pedang Cui Hun Cap Ji Kiam dari Bee Kun Bu masih juga belum berhasil mengalahkan atau melukai padanya!
Demikianlah pertarungan berjalan selama seribu jurus, dan ketika si Hweeshio merasa bala bantuan segera akan datang, ia mengerahkan semangatnya mengayun kaitannya untuk melindungi diri, dan dengan lembing pendeknya ia menusuk, menotok dan mengetok Bee Kun Bu.
Tusukan, ketokan dan totokan tersebut dilancarkan berbareng secepat kilat Bee Kun Bu harus mengegos ke samping sambil memutar kencangkencang pedangnya.
Si Hweeshio telah loncat delapan kaki jauhnya, Bee Kun Bu mengawasi keadaan di sekitarnya sejenak, ia tampak empat Hweeshio lagi yang semuanya mengenakan jubah kuning telah mengurung ia.
Kemudian Cap Pwee Hut Hoat Lo Han, berkata dengan suara keras kepada empat kawannya yang baru tiba itu.
"Anak kemarin dulu ini lihay ilmu pedangnya, Kita harus menggunakan senjata mengepung padanya jangan sampai ia lolos!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Empat Hweeshio itu segera mengeluarkan masing-masing senjata-senjatanya, yaitu kaitan di tangan kiri dan lembing pendek di tangan kanan, mereka segera mengurung rapat Bee Kun Bu.
Cap Pwee Hut Hoat Lo Han pun mulai menyerang dengan lembing pendeknya, Bee Kun Bu menyangsut lembing pendek itu, dan menusuk mundur musuhnya, Pada saat itu keempat Hweeshio telah mengurung semakin rapat dan dekatJJee Kun Bu tidak gentar Dengan tertawa keras ia menuju lawan-lawannya dengan sekuat tenaganya!
Cap Pwee Hut Hoat Lo Han berusaha menjepit pedang lawannya, tapi Bee Kun Bu tarik pedangnya, lalu menusuk lagi, Jurus-jurus yang dilancarkan Bee Kun Bu adalah jurusjurus hebat dari Cui Hun Cap Ji Kiam, Apabila mengenai sasaran, serangan-serangan itu pasti mengambil korban!
Tetapi kelima Hweeshio-hweeshio bukannya jago-jago silat kodian, Mereka semuanya adalah tiang-tiangnya kuil Toa Ciok Sie.
Tiap-tiap serangan pedangnya Bee Kun Bu selalu dapat di tangkis atau dielakkan.
Pada suatu saat salah seorang diantaranya dapat kesempatan untuk menusuk jalan darah punggungnya Bee Kun Bu.
Tetapi Bee Kun Bu telah menduganya!
ia segera loncat keluar dari kepungan untuk berhadapan lagi dengan Cap Pwee Hut Hoat Lo Han yang telah siap menusuk dadanya dengan lembing pendeknya, Dengan ilmu Cek Sou Pok Liong atau tangan telanjang menerkam naga, lima jari tangan kirinya mencekal pergelangan tangan lawannya yang memegang lembing itu!
Tusukan ke dadanya dapat dielakkan, dan ia lolos dari bahaya maut Tapi ujung lembing yang tajam itu telah merobek bajunya, sedangkan si Hweeshio setelah dicekal pergelangan tangan nya, merasa lengannya itu menjadi lumpuh, dan lembing yang dicekal nya jatuh di tanah!
Empat Hweeshio lainnya tidak menduga cekalan itu hebat sekali, ilmu Cek Sou Pok Liong dari Bee Kun Bu telah membikin tereengang mereka, Mereka lekas-lekas coba
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menolong Cap pwee Hut Hoat Lo Han yang rupanya sudah menjadi lumpuh bukan saja lengan kanannya, bahkan separuh bagian kanan tubuhnya!
Kesempatan yang baik ini tidak disiasiakan oleh Bee Kun Bu.
ia tancapkan ujung pedangnya di dada Cap Pwee Hut Hoat Lo Han sambil mengejek.
"Siapa saja yang bergerak, aku segera bunuh mati dia ini!"
Keempat Hweeshio itu terpaksa berhenti bertindak maju, tetapi mereka masih terus mengurung Bee Kun Bu.
sebetulnya delapan belas Hweeshio-hweeshio yang lain ilmu silatnya hebat di kuil Toa Ciok Sie itu memakai nama huruf Goan di depan, Cap Pwee Hut Hoat Lo Han yang telah dibikin lumpuh oleh Bee Kun Bu disebut Goan Kiok.
Biasanya ke delapan belas Hweeshio-hweeshio hidup akur dan bela membela, Keempat Hweeshio itu khawatir Bee Kun Bu menusuk mati Goan Kiok, maka mereka terpaksa mundur lagi dua tombak lebih, Dalam keadaan terjepit Goan Kiok masih bisa mengejek.
"Hei anak kemarin dulu! Kau telah ke pegunungan Cie Lian San. Kau tak akan mempunyai harapan keluar dari sini hiduphidup, Malam ini aku memberi kau kelonggaran, Kau lepaslah aku, dan segera enyah dari sini!"
Bee Kun Bu berpikir "Semua Hweeshio-hweeshio yang mengurung ia bukannya lawan-Iawan yang remeh. jika aku membunuh mati satu belum tentu aku dapat lolos dari keempat Hweeshio lainnya."
Lalu dengan mengejek juga ia menyahut.
"Aku dapat melepaskan kau, tetapi dengan syarat!"
"Sebutlah syaratmu itu!"
Kata Goan Kiok.
"Aku ingin tahu untuk mengetahui apakah kalian yang datang ini dari pemimpin-pemimpin dari kuil Toa Ciok Sie?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Betul!"
Sahut Goan Kiok.
"Apakah pemimpin-pemimpin dari kuil Toa Ciok Sie semuanya berjubah kuning?"
Tanya Bee Kun Bu.
"Betul,"
Sahut Goan Kiok.
"Semuanya berjubah kuning dan bersenjatakan lembing dan kaitan!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Mendengar keterangan tersebut Bee Kun Bu terkejut ia berpikir.
"Hweeshio-hweeshio yang berjubah kuning ini hanya pemimpin-pemimpin. Bagaimana ilmu silat dari guru-guru mereka di dalam kuil Toa Ciok Sie itu? Tidak heran jika Tong Leng Tan Su memperingatkan aku jangan gegabah datang ke kuil Toa Ciok Sie!"
Sebetulnya di samping menolong Lie Ceng Loan, juga Bee Kun Bu ingin mencari Hian Ceng Totiang dan Ngo Kong Toasu yang sedang dalam perjalanannya ke kuil Toa Ciok Sie untuk mengambil buah Sie Can Ko untuk mengobati Giok Cin Cu yang luka parah kena racun ular ia ingin menanya apakah guru dan paman gurunya itu telah tiba di kuil Toa Ciok Sie, tapi ia khawatir dengan pertanyaan itu ia bertindak keliru yang mungkin membuka rahasia tentang partai Kun Lun saja, ia menyengir tarik kembali pedangnya, dan balik badan pergi dari tempat itu.
Kelima Hweeshio-hweeshio itu memegang janji Mereka tidak mengejar Bee Kun Bu.
Mereka berdiri berjejer mengawasi Bee Kun Bu berlalu.
Setelah membelok di suatu jalan gunung itu, Bee Kun Bu baru mulai berjalan lebih cepat untuk menuju.
Cepat Co Hiong, Tapi di manakah ia harus mencarinya?
Setelah menempuh jalan lebih kurang tujuh lie, ia tiba di suatu puncak yang diselubungi salju, Hatinya cemas sekali, karena di daerah pegunungan yang demikian luasnya, mencari Lie Ceng Loan dan Co Hiong seperti juga mencari jarum di dasar laut!
Angin gunung meniup sangat dinginnya, ia jalan turun lagi, dan berhenti di suatu tembak Karena merasa sangat letih, ia lalu berbaring di atas rumput Segera ia jatuh pulas, Satu siulan yang nyaring membangunkan ia dari tidurnya, ia buka matanya, dan melihat bahwa matahari telah naik tinggi dengan sinarnya yang berkilau-kilauan menyoroti puncakpuncak gunung, ia berdiri dan segera menjadi kaget, karena ia rasakan tubuhnya ngerentek dan lemas, kepalanya pusing,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Nyatalah ia telah jatuh sakiti ia telah bertempur hebat, bermalam-malam kurang tidur, dan berkali-kali menahan lapar Meskipun ia diciptakan dari baja dan besi, ia takkan tahan ujian yang seberat itu!
Demikianlah ia jatuh sakit ia paksakan diri berjalan mencari Lie Ceng Loan dan Co Hiong, Tiba-tiba Bee Kun Bu dengar lagi suara siulan yang datangnya sayup-sayup, Suara siulan itu lain daripada yang ia pernah dengan Nadanya lain, dan makin didengar, makin menggiurkan hati, sebentar lagi terdengar seperti keluhan seorang wanita yang menusuk hati.
ia terkejut Di depan matanya terbayang wajah saudara sepupunya, ia mengucurkan air mata mengingat kebaikan dan budi saudara sepupunya itu yang telah mengaso di alam bakal Kemudian karena lelahnya ia berhenti mengenangkan peristiwa-peristiwa yang lampau, Siulan itu berhenti ia bangun lagi untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi kembali ia jatuh, ia merasa seluruh tubuhnya ngerentek, matanya berkunang-kunang, dan kepalanya pusing, seluruh tubuhnya pun basah dengan peluh yang keluar sangat derasnya, Namun, ia paksakan diri juga untuk melanjutkan perjalanannya mencari Sumoynya yang ia sangat cintai!
seruling dari batu Giok dan ilmu silat sakti mengobrak-abrik kuil Toa Ciok Sie, ia menggunakan ilmu meringankan tubuh agar dapat berjalan lebih cepat akan tetapi tenaganya tak dapat melaksanakan kemauannya yang keras itu, ia terbaring lagi di atas rumput, dengan tenaga dalamnya menyembuhkan penyakit yang merangsang itu.
Pikirannya masih jernih.
Dengan terlentang ia dapat lihat awan-awan putih mengambang di langit, puncak-puncak gunung yang diselubungi salju, pohon-pohon cemara yang hijau, bunga-bunga liar di lereng-lereng gunung.
Suasana yang sunyi senyap merupakan suatu tempat yang sempurna untuk mengheningkan cipta...
bagi orang yang sehat Bagaimanakah harus ia perbuat bila ia menjumpai musuh lagi?
jiwanya berada dalam bahaya!
Meskipun ia tidak diserang musuh, tapi jika ia menjumpai binatang buas, ia pun
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tak dapat melawan atau melarikan diri!
ia gelisah dan cemas, Apakah riwayatnya akan berakhir di pegunungan Cie Lian San ini?
Tiba-tiba suara menjerit nya seekor burung memecahkan kesunyian Tak lama kemudian ia melihat seekor burung ganjil yang terbang rendah sekali melewati ia.
Burung itu mirip seekor garuda, tapi jauh lebih besar daripada garuda biasa, Besarnya burung itu pada umumnya dari ujung sayap ke sayap lainnyaT paling sedikit delapan kaki panjangnya, ia berpikir.
"Burung yang ganjil itu mungkin terbang datang dari kuil Toa Ciok Sie, Bukankah Lie Ceng Loan pernah dibawa oleh seorang Hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie menaiki burung itu?"
Bee Kun Bu mengikuti Hian Ceng Totiang selama dua belas tahun, Di samping mempelajari ilmu silat Kun Lun, ia pun telah mempelajari banyak ilmu sastra maupun ilmu pengetahuan.
Dari buku-buku yang ia pernah baca, ia mengetahui bahwa burung yang ganjil itu adalah sejenis garuda yang luar biasa kuatnya, Selagi ia tengah melamun, tiba-tiba burung itu terbang kembali, dan agaknya ingin menyambar ia.
Tidak salah lagi!"
Pikirnya.
"Burung itu adalah burung yang dipelihara oleh Hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie! Dia dilepas untuk mengintai aku. Bukankah Goan Kiok telah mengancam bahwa aku tak dapat lolos keluar dari pegunungan Cie Lian San hidup-hidup?"
Makin ia berpikir makin cemas, Bagaimanakah ia dapat lolos dari terkaman burung itu dengan badannya sedang menderita sakit?
ia pejamkan matanya, dan menanti segala kemungkinan!
Matahari menyoroti tubuh-nya.
ia berbaring terlentang menanti maut!
ia tak dapat berbuat jika ia diserang musuh, atau harimau, atau ular!
penyakit telah membikin ia tak berdaya, ia serahkan nasibnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
ia pejamkan matanya akan kemudian tidur pula,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Entah berapa lama ia tertidur ia dibikin terbangun oleh satu suara bentakan, ia buka kedua matanya, dan melihat tiga orang Hweeshio mengenakan jubah kuning berdiri lebih kurang lima kaki dari ia.
Hweeshio yang berdiri di tengah tidak lain daripada Goan Kiok.
Dengan suara mengejek Goan Kiok menegur "Orang yang telah masuk ke daerah pegunungan Cie Lian San belum pernah ada yang dapat lolos hidup-hidup.
Hei!
Mengapa kau berbaring di sini!
Ayo, bangun!
Mari, kita bertarung lagi tiga ratus jurus!"
Bee Kun Bu berusaha bangun, tapi tak bisa, Sambil menyengir bangun menyahut.
"Aku menderita sakit keras. Bagaimanakah aku dapat bangun melawan kau? Kau boleh bunuh aku atau menawannya hidup-hidup! Ter-serah kehendakmu!"
Lalu ia pejamkan kedua matanya dengan tetap berbaring dengan tenang, Goan Kiok menghampiri dan berlutut di sampingnya Bee Kun Bu.
ia lihat bahwa wajahnya pucat lesi.
ia usap-usap dahinya Bee Kun Bu, ia rasakan dahinya itu panas sekali, ia memikiri sejenak, lalu berkata.
"Untuk membunuh orang yang sedang menderita sakit mudah sekali, Tapi mengingat sikapmu yang ksatria semalam, aku tak mau berbuat rendah. Kini dengan menyimpang dari peraturan yang lazim, kami akan bawa kau ke dalam kuil Toa Ciok Sie untuk diserahkan kepada guru-guru kami, nasibmu akan ditentukan oleh mereka!"
Bee Kun Bu tidak membuka matanya, Dengan tersenyum ia menyahut.
"Mati atau hidup, bagiku adalah soal remeh, sedikitpun aku tidak hiraukan, tetapi..."
Perkataannya belum selesai, sekonyong-konyong terdengar suara seorang wanita yang nyaring dan meneruskan perkataannya Bee Kun Bu.
"Mati atau hidup adalah urusan besar. Mengapa jiwamu dipandang remeh?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Ketiga Hweeshio itu terkejut Mereka menoleh ke belakang, dan melihat seorang wanita berpakaian hitam entah dari mana dan kapan datangnya Wqnita itu ber-tutupkan mukanya dengan selubung kain hitam dengan hanya dua lubang untuk kedua matanya.
Selain kedua tangannya yang putih halus, seluruh tubuhnya mengenakan pakaian hitam yang ramping singset ia memegang sebuah seruling dari batu Giok di tangan kanannya, dan berdiri membelakangi sinar matahari Goan Kiok bertindak mundur tiga langkah.
ia cabut lembing pendeknya dan membentak.
"Kau siapa? Lekas bildfig! jangan kira kau dapat menakuti kami dengan menyamar demikian!"
Wanita itu menuding-nuding dengan seruling batu Gioknya dan menyahut.
"Kalian ketiga Hweeshio yang derajatnya rendah tidak perlu ketahui namaku, Paling baik lekas-lekas enyah dari sini! Karena aku memandang guru-gurumu, maka aku beri ampun kalian"
Lalu suaranya makin keras.
"Jika kalian masih tetap membandel kalian segera akan menjadi setan!"
Bentakan itu membikin ketiga Hweeshio itu terperanjat sejenak kemudian Goan Kiok menanyai "Apa-kah Siocia kenalannya guru-guru kami?
Kami mohon Siocia berikan isyarat yang membuktikan bahwa Siocia kenal guru-guru kami, segera kami akan kembali ke kuil."
Wanita itu rupanya tidak sabar lagi, Dengan sekali bergerak secepat kilat ia telah berdiri di samping ketiga Hweeshio itu, dan menyabet mereka dengan seruling batu Gioknya ke kanan dan ke kiri, Meskipun ketiga HweeshioHweeshio itu telah siap, tetapi serangan yang mendadak itu memaksa mereka loncat mundur tujuh-"
Delapan kaki jauhnya.
Serangan-serangan wanita berpakaian hitam itu cepat sekali, dan beraneka macam ragam.
Ketika Hweeshio itu merasa bahwa ilmu silatnya wanita itu tinggi sekali, mereka menjadi gentar, tapi Goan Kiok menanya lagi.
"Melihat pakaian Siocia, apakah Siocia bukannya Giok Siu Sian Cu (Dewi seruling batu Giok)?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Sambil tertawa wanita itu menyahut.
"Betul! jikalau kalian telah ketahui siapakah aku ini, enyahlah lekas! Bila gurugurumu mengetahui peristiwa ini, celaka kah kali-an!"
Mendengar nama Giok Siu Sian Cu, ketiga Hweeshio itu betul-betul menjadi gentar, karena pada tiga tahun yang lampau, ia pernah datang ke kuil Toa Ciok Sie untuk minta buah Sie Can Ko, dan dengan hanya bersenjatakan seruling batu Giok ia dapat menghajar babak belur semua Hweeshiohweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie.
Ketika itu kedelapan murid-murid angkatan kesatu, ada tiga murid keluar belum kembali dan satu telah diusir pergi (ialah Tong Leng Tan Su).
Empat murid yang berada di dalam kuil, yang semuanya memakai "goan"
Keluar melawan Giok Siu Sian Cu, tapi mereka dihajar babak belur, dan buah Sie Can Ko berhasil diambil oleh ia.
Demi-kianlah nama Giok Siu Sian Cu itu selalu teringat oleh Hweeshio-hweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie.
Giok Siu Sian Cu pada tiga tahun yang lampau juga pernah membikin kalang kabut kuil Ceng Yun Giam yang dipertahankan oleh empat Hweeshio yang silatnya lihay, Goan Kiok dan dua kawannya merasa malu diusir seperti anjing, mereka masih juga tidak pergi Lalu Giok Siu Sian Cu melancarkan pula serangan-serangannya terhadap ketiga Hweeshio itu, Serangan-serangan itu tak dapat ditangkis, maka segera mereka berusaha mencari ketika untuk mengegos dan lari kabur Setelah ketiga Hweeshio itu kabur, Giok Siu Sian Cu tertawa gc!ak-gelak, Bee Kun Bu yang menyaksikan semua peristiwa itu merasa girang bereampur khawatir ia berpikir "Siapakah penolong ini?
Tinggi benar ilmu silatnya!
ia dapat menghajar demikian mudahnya ketiga Hweeshio itu!
Apakah ia seorang sakti yang dapat segera menyembuhkan penyakitku?"
Wanita ^berpakaian hitam itu datang menghampiri Bee Kun Bu dan menanya dengan ramah.
"Kau datang dari mana? Mengapa kau berselisih dengan Hweeshio-hweeshio dari kuil
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Toa Ciok Sie?"
Pertanyaan yang lemah lembut itu meredakan kekhawatirannya, ia menyahut.
"Hamba bernama Bee Kun Bu, dan murid dari partai Kun Lun. sebetulnya hamba datang ke pegunungan ini untuk mencari kawan, Tapi hamba menjumpai Hweeshio-hweeshio itu lantas menyerang hamba, Mereka terus mengejar hamba sampai ke sini, Untung angkatan tua datang menolong, Terima kasih."
"Apa hamba, apa angkatan tua! Aku tak senang mendengar sebutan-sebutan itu,"
Kata Giok Siu Sian Cu sambil berlutut dan meraba kakinya Bee Kun Bu.
"Kau menderita sakit, dan penyakit ini agak berat"
Dengan tersenyum Bee Kun Bu menyahut.
"Semalam aku telah bertempur melawan mereka, Aku terlampau letih, perut lapar dan kena angin gunung yang dingin, sekarang aku jatuh sakit."
Giok Siu Sian Cu lalu berdiri dan menanya.
"Apakah kau kini ingin hidup atau mati!"
Bee Kun Bu pikir bagi dirinya sendiri mati pun tidak menjadi soal, Tapi ia sangat khawatirkan keselamatan Lie Ceng Loan, Maka ia menyahut.
"Aku masih belum dapat menetapkan yang mana lebih baik, Aku minta petunjuk."
Sambil tertawa Giok Siu Sian Cu berkata.
"Aku telah berkecimpungan di kalangan Kang-ouw lebih dari sepuluh tahun, jejakku telah terkenal^di utara atau di selatan, Aku pun pernah menjumpai orang-orang yang suka menolong orang, tetapi aku sendiri belum pernah menolong orang yang ingin mati, jika kau ingin aku menolong jiwamu, kau harus menyanggupi satu permintaanku Aku ketahui bahwa kepandaian silat ketiga pemimpin partai Kun Lun sangat terbatas, dan murid-muridnya pun tidak seberapa lihaynya, jika kau sanggup mengikuti aku, aku rasa segera menolong jiwamu, dan mengajari semua ilmu silatku kepadamu. Aku yakin sepuluh tahun kemudian kau dapat menjagoi di kalangan Kang-ouw. Aku pun tidak ingin kau
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menghormati aku sebagai guru, Demikianlah syaratku, asal kau sanggupi, aku segera menolong jiwamu."
Bee Kun Bu dengan tidak berpikir lagi, segera menjawab.
"Mengkhianati guruku? Aku tak akan berbuat demikian Aku rela mati daripada berbuat khianat!"
"Oh, jadi kau rela mati?"
Mengejek Giok Siu Sian Cu.
"Betul! Tapi aku mati terhormat!"
Sahut Bee Kun Bu dengan ketus, Lalu ia pejamkan matanya, dan tak sudi melihat kepada Giok Siu Sian Cu itu.
"Hm!"
Kata wanita itu.
"Sebetulnya kau segera akan mati, tapi kau masih keras kepala, Aneh sekali! Aku masih mau mengobati kau!"
Lalu ia angkat Bee Kun Bu dengan memegang kedua ketiaknya, Dan dengan ilmu Tak Siat Bo Lang atau menginjak salju tanpa bekas ia bawa Bee Kun Bu melalui banyak puncak, Bee Kun Bu menderita sakit keras tak dapat berbuat apa-apa.
ia seakan-akan dibawa terbang oleh wanita sakti itu, Setelah melewati satu puncak yang tinggi Giok Siu Sian Cu harus mendaki satu jurang yang curam sebelumnya masuk ke dalamsuatu gua karang, yang diapit diantara dua puncak yang tinggi, Setelah Bee Kun Bu diletakkan di atas satu batu gunung, wanita itu lalu membuka selubung mukanya, dan sambil memperlihatkan wajahnya yang sebenarnya yang cantik itu, ia berkata.
"Nah, apakah sekarang kau sudi mengikuti aku?"
Bee Kun Bu buka matanya, ia terpesona!
Apakah yang ia saksikan?
Wanita yang kulitnya putih seperti salju, bibirnya merah delima, matanya jeli di bawah alis yang kereng sangat menggiurkan hatinya, Wanita itu lebih cantik daripada Sumoynya, senyumannya menawan hati.
ia menjadi bisu tidak dapat menyahut Lekas-lekas ia pejamkan matanya lagi, karena ia takut akan berdosa jika karena melihat wanita yang cantik jelita itu membikin napsu birahinya berkobar
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dari sakunya Giok Siu Sian Cu keluarkan sebutir pil obat warna putih, ia jejalkan di mulutnya Bee Kun Bu sambil berkata.
"Makan dulu pil obat yang dapat menenangkan pikiranmu sebentar jika cuaca sudah menjadi gelap, aku akan pergi ke dalam kuil Toa Ciok Sie mencuri buah Sie Can Ko yang dapat menyembuhkan segala penyakit penyakit ini betulbetul berat, Tanpa makan buah Sie Can Ko, kau mungkin tidak akan sembuh dalam tiga bulan!"
Bee Kun Bu tidak menyahut Ia, biarkan dirinya diurus oleh wanita itu.
Sejenak kemudian, ia dapat tidur dengan nyenyak setelah makan pil obat.
Entah berapa jam ia telah tidur Ketika ia mendusin dan membuka matanya lagi, cuaca sudah menjadi gelap, ia lihat di sekitarnya telah ada banyak bunga-bunga yang harum sekali, tetapi Giok Siu Sian Cu tak tampak, ia merasa haus sekali, ia berteriak minta minum, tetapi tidak ada yang menjawab Suasana sepi senyap.
Disamping suara binatang-binatang di pegunungan, ia dapat dengar suara napasnya sendiri dengan nyata sekali, panas tubuhnya meningkat ia merasa semakin haus sekali, dan dalam keadaan seperti orang yang hilang pikiran, ia berteriak-teriak minta air, Tapi di atas puncak gunung yang curam itu, selain Giok Siu Sian Cu yang telah pergi, ada siapa lagi yang dapat melayani ia?
yang menjawab teriakannya hanya suara gcma balik dari teriakannya sendiri!
Tapi suatu kegaiban terjadi, Satu tangan yang halus dan licin mengangkat kepalanya, mulut satu teko air yang dingin dimasukkan ke mulutnya, demikian ia dapat minum sekenyangnya menghilangkan dahaganya, ia lalu lihat orang yang merangkul ia, Orang itu ternyata Giok Siu Sian Cu sendiri!
Dengan gaya yang menggiurkan hati dan suara yang lemah lembut Giok Siu Sian Cu berkata.
"Penyakit mu betulbetul berat! Hanya buah Sie Can Ko yang dapat menyembuhkan penyakitmu. Aku telah coba mencuri buah Sie
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Can Ko itu, tetapi beberapa Hweeshio tua berada di dalam kuil itu, Untuk mecuri buah itu kini masih agak sukar."
Bee Kun Bu setelah minum hampir seteko air dingin merasa enakan. ia berkata.
"Di dalam kuil Toa Ciok Sie banyak Hweeshio senantiasa menjagai buah ajaib itu, Dengan seorang diri aku yakin akan sukar melawan mereka."
Giok Siu Sian Cu menarik napas panjang dan berkata lagi. Tapi tanpa buah Sie Can Ko, penyakitmu takkan sembuh,"
Bee Kun Bu coba mencegah, tapi setelah melihat sikapnya gadis itu mirip dengan sikapnya Co Hiong yang keras kepala, ia tak dapat mencegah nya, ia hanya membujuk saja.
"Kita baru saja berkenalan Mengapa kau sangat khawatirkan jiwaku, Bukankah kau pernah mengatakan bahwa kau tidak sudi menolong jiwa orang lain?"
"Rupanya kau ingin betul mati!"
Kata Giok Siu Sian Cu, Tapi aku akan bikin kau hidup!"
Bee Kun Bu tersenyum.
ia tidak menjawab lagi, ia pejamkan matanya dan ingin tidur lagi, Tapi ia tak dapat tidur karena ia merasa demam dan seluruh tubuhnya tak keruan rasanya, Giok Siu Sian Cu yang matanya sangat awas seperti matanya kucing di tempat gelap, melihat penderitaan Bee Kun Bu, ia berkata dalam hatinya.
"Aku telah membunuh banyak orang, dan aku belum pernah tergerak melihat penderitaan orang, Mengapa aku tergerak melihat penderitaan dia ini?"
Dengan tak terasa ia mengusap-usap jidatnya Bee Kun Bu. Bee Kun Bu sedang menderita karena demamnya membentak.
"Angkat tanganmu, janganlah menganggu aku lagi!"
Giok Siu Sian Cu terkejut ia berpikir.
"Selama sepuluh tahun lebih aku belum pernah dibentak oleh seorang laki-laki, Kali ini aku merasa aku betul-betul seorang wanita!"
Aneh juga, wanita yang biasanya berkelana di kalangan Kang-ouw tiba-tiba menjadi lunak, ia angkat tangannya yang mengusap-usap jidatnya Bee Kun Bu, lalu ia berbisik di kupingnya.
"Aku akan meniup seruling ini agar kau dapat lekas
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
tidur, dan kemudian aku akan pergi ke dalam kuil Toa Ciok Sie lagi untuk mencuri buah Sie Can Ko."
Bee Kun Bu tidak menyahut Giok Siu Sian Cu Lalu mulai meniup suatu lagu yang merayu, Lagu itu sangat merdu, dan Bee Kun Bu mulai lupa akan sakitnya, ia seakan-akan dibawa ke suatu dunia Iain....
Giok Siu Sian Cu memperhatikan bahwa Bee Kun Bu terhibur mendengar lagu yang merayu itu, dan lekas akan tertidur sekonyong-konyong terdengar suara siulan yang nyaring sekali Giok Siu Sian Cu terkejut ia berbisik.
"Aku ada di sini, kau tak usah khawatir."
Lalu ia loncat keluar ia merasa hembusan angin ketika ia loncat keluar ia khawatir mengganggu Bee Kun Bu.
ia segera lepaskan tiga serangan dengan tenaga dalamnya kepada orang yang rupanya datang ingin mengganggu.
Tapi orang itu agaknya lihay silatnya, Tiga serangan dahsyat dari Giok Siu Sian Cu tidak terlihat hasilnya!
Dengan seruling batu Giok di tangannya Giok Siu Sian Cu mengejek.
"Aku tidak menghiraukan meskipun kau pemimpin suatu partai silat yang terkenal! Aku tetap tidak akan menghiraukan kau meskipun kau mengejar-ngejar aku selama dua puluh tahun lagi!"
Orang yang datang itu tertawa gelak-gelak dan menyahut "Omongan wanita tak dapat dipereaya.
Aku sudah mengetahui bahwa kau telah mempunyai kekasih, Kau tak dapat menyangkal lagi, Buktinya di depan mata, bukan?
Aku telah mengejar-ngejar kau selama enam tahun, tapi kau tak memperdulikan aku, jalan satu-satunya ialah kita bertarung lagi!"
Ketika itu ia telah melihat Bee Kun Bu yang berbaring, Dengan ilmu tenaga dalamnya ia coba membinasakan Bee Kun Bu yang ia anggap saingannya, Giok Siu Sian Cu mengelakkan serangan itu dengan satu sabetan serulingnya, lalu berkata.
Tempat di sini terlampau
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
sempit jika kau ingin bertarung melawan aku, ayo kita turun ke lembah!"
"Ha! Ha! Ha! Lembah itu memang tempat kita bertarung atau bertempur!"
Sahut orang itu sambil turun ke lembah, Tetapi sekonyong-konyong ia loncat menerkam Bee Kun Bu! Pada saat orang itu berbalik, Giok Siu Sian Cu telah siap. Dengan jurus "Heng Toan Bu San"
Atau memenggal gunung, serulingnya menahan orang itu sambit menyerang kembali, sehingga orang itu harus mundur lagi, Orang itu menjadi semakin menjadi murka.
ia menyerang wanita itu dengan kedua toyanya, dan pertarungan berlangsung di tempat yang sempit itu selama tiga puluh jurus.
Giok Siu Sian Cu berpikir.
"Aku pernah melawan dia lebih dari sepuluh kali, dan selamanya seri. Kali ini untuk menolong Bee Kun Bu, aku harus mengalahkan dia."
Tetapi setelah bertarung melawan hampir dua ratus jurus dengan sengitnya, ia masih tak berhasil menaklukkan lawannya, Lalu ia loncat mundur dan berkata.
"Kali ini, apakah kau ingin bertempur mati-matian?"
Lawannya menyahut.
"Jika dalam jangka waktu yang hampir enam tahun aku telah bertempur melawan kau beberapa puluh kali, dan belum pernah aku berniat membunuh kau."
Tapi dengan maksud apakah kau senantiasa mengejarngejar aku?"
Tanya Giok Siu Sian Cu.
"Apakah perlu aku menjelaskan lagi? Bukankah aku telah mengatakan berkali-kali aku mencintai kau, dan ingin kau menjadi istriku? Lalu aku serahkan pimpinan partai Kong Tong Pay kepadamu, Dengan kita berdua memimpin partai, aku yakin kita dapat menjagoi di kalangan Bu Lim,"
Sahut orang itu.
"Aku tidak ingin memimpin partaimu, Tetapi kini ada suatu hal aku hendak minta bantuan,"
Kata Giok Siu Sian Cu. Orang itu tertawa gelak-gelak dan berkata.
"Apakah kau baru
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mengenal aku? Meskipun kau suruh aku masuk ke dalam gua macan, aku tak gentar Sebutlah urusan apa!"
Lalu Giok Siu Sian Cu berkata.
"Sin Goang Tong, aku minta kau menyertai aku masuk ke dalam kuil Too Ciok Sie, karena aku ingin mencuri buah Sie Can Ko. Apakah kau berani?"
Sin Tong diam sejenak, lalu menyahut "Partai Kong Tong Payku tidak bermusuhan terhadap Hweeshio-hweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie itu.
Lagi pula ketiga guru dari Hweeshio-hweeshio di kuil itu bukan orang sembarangan Mengapa kau ingin pergi ke situ?"
"Ha! Ha! Ha! Aku sudah dapat duga, kau takut pergi!"
Mengejek Giok Siu Sian Cu.
"Jika kau takut, lihatlah aku pergi sendiri!"
Sin Goan Tong menjadi marah. ia membentak.
"Siapa kata aku takut pergi? Tapi kau harus beritahukan kepadaku, Untuk siapakah buah Sie Can Ko itu?"
Kata ia sambil mengawasi Bee Kun Bu.
"Buah itu untuk menolong jiwanya pemuda itu!"
Sambut Giok Siu Sian Cu sambil menunjuk kepada Bee Kun Bu yang berbaring karena demamnya sedang menghembaL "Hm, pemuda itu? Bilang saja kekasihmu!"
Membentak Sin Goan Toang.
Giok Siu Sian Cu menjadi merah mukanya, Tapi maksudnya ialah mendapati buah ajaib, Dengan pergi seorang diri ia khawatir tidak berhasil Maka ia telan ejekan itu, dan menyahut dengan senyuman terpaksa.
"Kau jangan sembarangan kata, Dia adalah saudara angkatku pereaya atau tidak, terserah kepadamu. Nah! Sekarang dengan ringkas saja, Mau atau tidak kau membantu aku? Jika kau masih menarik urat, jangan gusar jika dikemudian hari aku tidak gubris kau lagi!"
Ancaman itu tidak dapat dipandang remeh oleh Sin Goan Tong, Lagi pula sebegitu jauh, Giok Siu Sian Cu terkenal sebagai iblis wanita yang kejam, dan belum pernah terdengar ia tersangkut dengan urusan asmara.
ia berkata.
"Jika pemuda itu saudara angkatmu, mengapa aku belum pernah dengar tentang dia?"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Mengapa kau harus beritahukan segala sesuatu urusanku kepadamu ?"
Sahut Giok Siu Sian Cu.
"Aku bukan anggota keluargamu! Saudara angkatku itu menderita sakit berat jika ia meninggal dunia, aku pun tidak sudi hidup lagi!"
Pereakapan mereka dapat didengar oleh Bee Kun Bu. ia ingin bangun menyangkal bahwa ia bukannya saudara angkat dari Giok Siu Sian Cu, tapi ia tak ber-tenaga.
"Jika ia betul-betul saudara angkatmu, aku pun rela membantu kau. Ayo kita berangkat sekarang!"
Kata Sin Goan Tong. Sin Goan Tong segera berjalan keluar, tapi Giok Siu Sian Cu menghampiri Bee Kun Bu dan berkata.
"Aku segera pergi mengambil buah Sie Can Ko. Kau harus diam-diam beristirahat di sini."
Lalu ia pun keluar dari gua itu menuju ke kuil Toa Ciok Sie, Di luar gua angin menderu-deru, Di dalam gua Bee Kun Bu merintih, memikir keselamatan Sumoynya, penyakitnya, susioknya yang ia tinggal di rumah penginapan di Yociu...
dan Pek Yun Hui, penolongnya, Semua pikiran itu hanya membikin ia makin gelisah dan menambah erat penyakitnya, ia paksakan bangun dan berjalan baru satu dua tindak, tapi kedua kakinya sudah menjadi lemas, ia jatuh lagi, ia mengeluh memikir bahwa ia tak berdaya!
Di luar gua lalu terdengar suara getaran, seakan-akan batu karang yang besar jatuh ke bawah.
ia tak dapat keluar untuk menyelidiki ia pikir.
"Suara getaran itu mungkin terbit dari batubatu karang yang merosot ke bawah terdorong oleh arus salju yang telah lumer akibat dibakarnya hutan oleh Co Hiong."
Setelah suara getaran itu hilang, ia dengar lagi suara siulan yang bersilih ganti.
"Apakah Hweeshio-hweeshio itu dari kuil Toa Ciok Sie sedang menyelidiki atau mengejar musuh?"
Ia tanya pada diri sendiri Lalu ia berusaha sekuat tenaga merayap keluar gua.
Ketika itu angin telah meniup awan-awan yang menutupi bintang-bintang dan bulan, dan yang ia dapat lihat hanyalah bentuk-bentuk dari puncak-puncak gunung, Kemudian barulah terdengar pula suara orang berlari-lari melewati gua itu.
ia dapat lihat Co Hiong yang tegak dikejar oleh tiga Hweeshio yang bersenjata kaitan dan lembing
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pendek, ia terkejut, karena tiga Hweeshio yang mengejar itu tinggi sekali ilmu silatnya, ia yakin bahwa Co Hiong tak dapat melawan ketiga Hweeshio itu.
ia lupakan penyakitnya, dan coba berdiri, tapi matanya segera berkunang-kuang, dan ia jatuh tersungkur lagi!
Suara jatuhnya itu terdengar lagi oleh ketiga Hweeshiohweeshio yang sedang mengejar Co Hiong itu, Seorang Hweeshio segera berhenti dan masuk ke dalam gua.
Ketika melihat Bee Kun Bu, ia menanya."
Siapakah kau? Ayo lekas bilang!"
Bee Kun Bu pegang pedangnya dan berpikir "Aku kini tak dapat melawan, lebih baik aku diam."
Ia taruh pedangnya di depan dan ia duduk diam, Hweeshio itu membentak lagi, tetap tidak dapat jawaban, Lalu ia mendekti Bee Kun Bu yang tetap duduk diam dan memejamkan kedua matanya, Sikap tersebut membikin Hweeshio itu heran, ia jalan memutari Bee Kun Bu, tapi tidak menyerang, Kemudian ia sentuh tubuhnya Bee Kun Bu.
Bee Kun Bu tak dapat diam lagi.
ia harus egosi sentuhan itu dengan menyondongkan tubuhnya ke samping, Tapi gerakannya itu membikin ia jatuh lagi!
Si Hweeshio tertawa gelak-gelak dan berkata.
"Ha! Ha! Ha! Kau terlalu banyak bersemedi, dan aku hampir saja dibikin kaget olehmu!"
Lalu secepat itu ia datang menusuk lambungnya Bee Kun Bu.
Dalam bahaya maut itu, dan karena hasratnya ingin hidup, Bee Kun Bu bergulingan untuk menghindarkan tusukan itu, ia paksakan diri menjepit pedangnya, dengan ilmu Cun Yun Cee atau awan buyar hujan turun ia serang si Hweeshio dari belakang, Dengan kaitan si Hweeshio menangkis serangan pedang, lalu menyabet berturut-turut dua kali dengan lembing pendeknya, Dalam keadaan sakit itu Bee Kun Bu tak dapat bertahan lama.
Setelah menangkis kedua sabetan itu, ia rasakan kedua kakinya lemas sekali, dan pedangnya terlepas dari pegangannya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Ha! Ha! Ha! Dengan hanya ilmu silat yang demikian, kau berani masuk pegunungan Cie Lian San?"
Mengejek si Hweeshio.
"Aku pun tak perlu ketahui namamu, karena segera aku akan kirim ke akherat!"
Lalu dengan lembing pendeknya ia hendak tusuk mati lawan nya.
Bee Kun Bu tak berdaya sama sekali, Semua tenaganya habis, ia hanya menanti mati!
Tapi ketika lembing itu hampir menusuk dadanya Bee Kun Bu, si Hweeshio mendadak merasa sikutnya ditotok jalan darahnya, dan segera lengannya menjadi lumpuh, lembing jatuh ke tanah!
ia berbalik dan coba menyerang dengan kaitannya, tapi ia tak melihat apapun!
sebaliknya ia merasa tubuhnya tertarik ke depan, dan segera lengan yang memegang kaitan itu pun menjadi lumpuh, dan kaitannya jatuh ke tanah pula!
Ketika itu kedua lengannya telah lumpuh, hanya tubuhnya masih dapat bergerak dan kakinya dapat berjalan ia insyaf bahwa seorang sakti telah menotok jalan darahnya dengan ilmu Pa Hiat Sin Kong atau ilmu sakti menotok jalan darah, Di dalam cuaca yang gelap itu, ia berlutut sambil minta ampun.
"Kojin (orang sakti) ampunilah aku pendeta yang lancang ini! Pandanglah guru-guruku di dalam kuil Toa Ciok Sie."
Ucapan itu membikin orang sakti itu semakin murka, Dari jarak yang lebih kurang dua tombak, jauhnya terdengar bentaknya.
"Hm! Apakah kau kira aku takut kepada gurugurumu? Aku tak sudi membunuh mati kau, karena hanya membikin kotor tanganku! Ayo! Enyahlah lekas! Atau aku bikin lumpuh seluruh tubuhmu!"
Tidak membuang waktu lagi, si Hweeshio cepat bangkit dan jalan keluar untuk berlalu dari gua itu, meskipun kedua lengannya sudah menjadi lumpuh, pemimpin partai Kong Tong terjebak ketika melawan tiga guru Toa Ciok Sie.
Bee Kun Bu telah lolos dari bahaya maut ia kenali bahwa suara itu adalah suaranya Pek Yun Hui, Setelah si Hwee-shiohweeshio lari keluar, ia ingin memanggil Tapi segera ia
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
merasa angin meniup ke arahnya, dan suara yang lemah lembut berkata.
"Untung aku keburu datang, Jika tidak, Sumoymu akan menangisi kau sampai ia mati...."
Bee Kun Bu menarik napas panjang, dan berkata.
"Ai! Pek Cici kembali menolong jiwaku lagi! Terima kasih, Tapi apakah Cici pun menolong Sumoyku?"
Sambil tersenyum Pek Yun Hui berkata.
"Jika aku tolong ia, aku akan berdosa, Begitu ia dapat buka mulut ia pasti tanya Bu Kokonya, Seakan-akan Bu Kokonya itu berada di dalam kantongnya, Bukankah aku berdosa jika aku beritahukan bahwa aku tak tahu di mana Bu Koko-nya?"
Bee Kun Bu berkesimpulan bahwa Lie Ceng Loan telah ditolong juga, maka ia tak mendesak lagi, ia hanya berkata.
"Pek Cici, budimu besar sekali Lagi-lagi kau datang menolong aku...."
"Sudahlah."
Pek Yun Hui memotong.
"Apakah kau ingin melihat Sumoymu?"
Tentu saja,"
Sahut Bee Kun Bu, Tapi aku kini menderita sakit dan mungkin tak dapat berjalan."
Pek Yun Hui berpikir sejenak, karena bangau putihnya sedang menjagal Ue Ceng Loan, La!u ia berkata.
"Bagaimanakah kalau aku gendong kau?"
Ia mendekati Bee Kun Bu dan mengusap-usap dahinya, ia terkejut "Ha! Ha! Ha! Kau betul-betul sakit berat! Sudah berapa hari kau menderita?"
Bee Kun Bu tak menjawab pertanyaan itu, ia hanya ingin lekas-lekas menjumpai Sumoynya, Dengan sikap ragu-ragu ia berkata.
"Jika Pek Cici menggendong aku, bukankah sangat berabe?"
Pek Yun Hui menjadi merah mukanya, ia tak dapat segera menyahut ia pernah memperlihatkan diri bahwa ia seorang wanita, Bagaimana ia dapat menggendong seorang pria?
Bee Kun Bu juga menjadi cemas bahwa pertanyaannya tidak dijawab ia khawatir ia menyakiti hatinya, Bee Kun Bu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
menanya.
"Cici, mengapa kau diam saja? Apakah aku telah salah omong? Apakah omongan-ku telah menyakiti hatimu?"
Dengan tersenyum Pek Yun Hui menyahut.
"Aku hendak membawa kau melihat Sumoymu, tapi kau telah sebut-sebut soal kesusilaanku, sehingga aku menjadi ragu-ragu."
Lalu air matanya mengucur Bee Kun Bu menjadi makin cemas melihat kesedihan penolongnya ia berkata dengan khidmat.
"Cici, mungkin aku telah salah omong, Tapi, pereayalah aku telah omong dengan setulus hati, dan tak mempunyai pikiran yang bukan-bukan, jika aku harus dihukum, aku akan menerimanya dengan rela."
Ia pun menjadi sedih, air matanya berlinang, Pek Yun Hui yang sakti itu dapat melihat dengan tegas segala gerak-geriknya Bee Kun Bu meskipun di malam yang gelap itu, Melihat kedua matanya Bee Kun Bu berlinang, ia menghibur "Kau tak usah berkecil hati, aku tak akan salahkan kau."
Tapi mengapa Cici mengeluarkan air mata?"
Tanya Bee Kun Bu. Sambil usap kering air matanya Pek Yun Hui menyahut.
"Orang mengeluarkan air mata bila ia merasa terharu atau bersedih Sudahlah!"
Ketika melihat pedangnya, Bee Kun Bu terkejut ia ingat akan Co Hiong yang sedang dikejar Hweeshio-hweeshio, ia berkata.
"Cici, ada satu soal aku mohon bantuanmu."
"Soal apakah?"
Tanya Pek Yun Hui.
"Tadi aku telah melihat beberapa Hweeshio sedang mengejar kawanku, Aku khawatir kawanku itu tak dapat melawan mereka,"
Kata Bee Kun Bu. Dengan tertawa Pek Yun Hui berkata.
"Apakah kawanmu itu yang berpakaian lucu dan membawa lingkaran ?"
"BetuI! Apakah ia pernah menyinggung Cici?"
Tanya Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Dengan ilmu silat begitu saja, ia tak dapat membikin kurah,"
Kata Pek Yun Hui. Tetapi manusia yang berwatak demikian, lebih baik jangan dibuat kawan!"
Bee Kun Bu tak mengerti arti kata ucapan terakhir Bukankah Co Hiong rela berkorban membantu ia mencari Sumoynya?
sebegitu jauh, Co Hiong belum pernah menyinggung ia.
Co Hiong hanya pernah mengomel tentang pemiliknya bangau putih yang dilepas berkeliaran Kedua belah pihak belum pernah bertemu, bagaimanakah Co Hiong telah menyinggung Pek Yun Hui?
ia ingin menanya alasannya mengapa ia lebih baik tidak berkawan dengan Co Hiong, tapi ia khawatir ia hanya menentang kehendak penolongnya belaka, Maka ia diam saja Pek Yun Hui melihat Bee Kun Bu menjadi bisu dengan peringatannya.
ia menanya.
"Apakah ucapanku menyinggung kau?"
Dengan menggeleng-gelengkan kepalanya Bee Kun Bu berkata.
Tidak, Harap Cici jangan curiga.
Aku hanya memikirkan mengapa Cici membenci dia, meskipun Cici tidak mengenal padanya, Dia bukannya seorang yang jahat Dia hanya berwatak kejam, Terhadap aku, dia selalu suka membantu, Bahkan telah mengorbankan tenaga dan kuda ajaibnya membantu cari Sumoyku.
Dengan singkat, aku berhutang budi kepadanya, Oleh sebab demikian, karena kini ia berada di dalam bahaya."
"Aku bisa tolong dia, Tapi, aku tidak sampai hati meninggalkan kau seorang diri di sini. Ayo, kita berdua pergi menolong padanya?"
"Menolong orang sama juga seperti menolong rumah terbakar, kita tak boleh terlambat kata Bee Kun Bu.
"Jika kau pergi bersama aku yang sedang menderita sakit, aku hanya merupakan suatu beban, Aku suka menunggu di sini. Setelah Cici menolong Co Hiong, kita dapat bersama-sama pergi menemui Sumoyku."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Pek Yun Hui bangun dan berkata sambil tersenyum.
"Kau mau menunggu di sini? Tempat ini telah dikurung oleh Hweeshio-hweeshio yang dari kuil Toa Ciok Sie."
Ia berhenti sejenak, lalu berkata lagi.
"Baiklah, aku pergi menolong kawanmu dahulu, segera aku kembali ke sini."
Mendahului suaranya yang belum menghilang, dengan ilmu meringankan tubuh ia telah lenyap dari tempat itu!
Bee Kun Bu yang tak berdaya, berbaring lagi di tanah dengan demamnya yang hebat menanti kembalinya penolongnya di dalam gua itu.
Sejenak kemudian ia mendengar suara orang mendatangi Tanpa melihat lagi ia menanyai "Ai, Cici sudah kembali!
Betul-betul cepat!"
Pertanyaan itu dijawab seorang wanita yang tegas.
"Cepat? Aku khawatir datang terlambat Apakah pe-nyakitmu mendingan? Ayo, lekas-lekas makan buah Sie Can Ko ini. Lalu kita lekas-lekas berlalu dari gua ini, karena Hweeshiohweeshio dari kuil Toa Ciok Sie segera datang mengejar kita!"
Sambil bicara wanita itu sambil angkat kepalanya Bee Kun Bu disandarkan di dadanya, Lalu satu buah sebesar telur bebek yang sangat harum baunya dijejalkan ke mulutnya, Baru saja buah itu menempel di mulutnya, bau harumnya tersebut segera membikin segar seluruh tubuh Bee Kun Bu.
ia buka kedua matanya dan melihat-bahwa wanita yang datang itu adalah Giok Siu Sian Cu, disertai oleh Sin Goan Tong.
"Hei, Saudara angkat! Lekas-lekas telan buah itu! Buah itu adalah obat yang paling mustajab di kolong iangit, dan dapat menyembuhkan segala penyakit.,."
Seru Sin Goan Tong.
"Aku Sin Goan Tong telah melatih ilmu tinju Sam Im Ciang (tiga tinju rahasia), dan malam ini aku menggunakan Sam Im Ciang itu untuk pertama kali. Betul saja hasilnya menakjubkan, karena tiga Hweeshio telah luka parah. Aku sebenarnya tidak suka menggunakan Sam Im Ciang kalau bukan untuk saudara angkat."
Ucapan itu adalah untuk menganjurkan Bee Kun Bu lekas-lekas makan buah mustajab itu dan lekas-lekas sembuh, juga untuk memulihkan perasaan terhadapnya,
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Baru saja ucapan itu selesai, sekonyong-konyong terlihat dua sinar yang terang berkelebat di dalam gua itu.
Sin Goan Tong balas menangkis dengan toyanya, dan berhasil menggeprak senjata rahasia yang dilontarkan ke dalam gua itu.
ia membentak.
"Hei, Hweeshio durhaka! Apakah kau datang ke sini mencari mati?"
Lalu ia loncat keluar dan menyerang lawan yang berada di luar gua.
Segera suara senjata beradu dari pertempuran yang sengit terdengar nyata.
Dalam keadaan yang berubah sangat tiba-tiba itu, Bee Kun Bu menunda menelan buah itu.
Dari luar Sin Goan Tong berseru.
"Hei! Lekas-lekas suruh saudara angkatmu makan buah Sie Can Ko, kita harus lekas-lekas berlalu! Hweeshiohweeshio durhaka makin lama makin banyak yang datang, Jika terlambat akan membahayakan kita."
Datam keadaan yang demikian itu, Bee Kun Bu berpikir "Apabila aku binasa, segala sesuatu akan terbengkalai Aku harus sembuh, untuk dapat bertindak menolong Sumoyku."
Lalu ia makan buah mustajab itu, Buah Sie Can Ko betul-betuI buah mujizat dan mujarab yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit Setelah dimakan, segera terasa khasiatnya, Semua jatan darah terbuka, Semua jalan napas bebas, semua otot dan urat menjadi sehat dan kuat, bahkan orang yang makan merasa lebih muda.
Dalam hanya jangka waktu yang singkat, Bee Kun Bu tidak merasa sakit lagi, ia betul-betul telah sembuh, ia berdiri dengan kedua matanya bersinar dan wajahnya segar Giok Siu Sian Cu merasa girang melihat perubahan itu.
Sambil memegangi sebelah tangannya ia berkata.
"Aku girang melihat kau sudah sembuh. Lebih baik kita berlalu dari gua ini segera, dan aku berdua Sin Goan Tong akan beresi makhluk di luar itu."
Bee Kun Bu merasa sangat berterima kasih atas jerih payah dan bahaya yang dialami oleh wanita itu dibantu oleh Sin Goan Tong, ia baru saja ingin mengutarakan rasa terima kasihnya, tiba-tiba suara pertempuran di luar gua semakin berisik dan seru, ia tak dapat tinggal diam, ia ambil
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pedangnya, dan dengan pedang terhunus ia ingin pergi keluar, Giok Siu Sian Cu yang melihat Bee Kun Bu sudah dapat berdiri, merasa sangat girang sekali, ia menanya.
"Apakah kau sudah sembuh betul?"
Bee Kun Bu menyahut sambil tersenyum.
"Terima kasih. Aku merasakan badanku sudah sembuh betul -betul, berkat buah Sie Can Ko yang kau berikan itu, Budi sebesar ini, aku Bee Kun Bu, tak akan lupakan."
Lalu ia bertindak keluar dari gua itu, Menampak Bee Kun Bu, demikian dingin Giok Siu Sian Cu menjadi sakit hati, Biasanya, terhadap orang yang perlakukan iademikian, ia tentu memberi hajaran, Tetapi ia seperti juga seekor ular sutera, telah melihat dirinya dengan tali asmara, ia tidak sampai hati melakukan pembalasan ia mengejar Bee Kun Bu dan berdiri di depannya seraya berkata.
"Hweeshiohweeshio dari kuil Toa Gok Sie semuanya lihay siIatnya. Kau baru saja sembuh, lebih baik jangan bertempur melawan mereka, Biarlah aku membuka jalan untuk kau lari ke tempat yang aman!"
Dengan sikap yang dingin Bee Kun Bu menyahut.
"Setelah aku berlalu dari gua ini, aku akan berusaha sendiri mencari jalan keluar."
Giok Siu Sian Cu berkata lagi. Tanpa aku sebagai penunjuk jalan, kau tak dapat keluar dari pegunungan ini."
Dengan tegas Bee Kun Bu menyahut.
"Aku bisa datang ke pegunungan Cie Lian San, dan aku bisa keluar juga."
Lalu ia loncat keluar, Di luar Sin Goan Tong sedang sibuk melawan delapan Hweeshio yang bersenjata kaitan dan lembing pendek, Bee Kun Bu harus membuka jalan melalui Hweeshiohweeshio itu untuk berlalu dari tempat itu, karena semua tempat seakanakaan dikurung oleh Hwee-shio-hweeshio itu, Dari belakangnya ia merasakan hembusan angin, ternyata Giok
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Siu Sian Cu telah membantu melawan Hweeshio-hweeshio itu, Bantuan ini membesarkan hatinya Sin Goan Tong.
Satu sabetan dari toyanya ia desak mundur seorang Hweeshio, dan satu tendangan lagi mengirim Hweeshio itu terguling jatuh ke bawah jurang!
Sin Goan Tong sendiri dapat melawan delapan Hweeshiohweeshio itu, Dengan dapat bantuannya Giok Siu Sian Cu, maka dalam sekejap saja dua Hweeshio menderita luka parah.
Demikianlah dari kedelapan Hweeshio telah ketinggalan lima orang.
Sin Goan Tong, yang melihat Bee Kun Bu hanya menonton, segera ia ingin memperlihatkan kelihayan ilmu silatnya, Dengatr satu seruan, ia menyerang dengan beringasnya dua Hweeshio sekaligus dengan toyanya, sedangkan sisanya, satu persatu dibikin jatuh terjungkal oleh Giok Siu Sian Cu.
Dengan kesempatan itu Bee Kun Bu loncat keluar dari tempat itu untuk kemudian menuju ke lereng gunung, Tapi gerak-geriknya telah diperhatikan oleh Giok Siu Sian Cu yang menjadi makin sakit hati.
ia berpikir HJika aku kejar Bee Kun Bu, Sin Goan Tong pasti mengikuti aku.
Dengan silatnya berbandingan dengan si ia t ku, ia dapat selalu mengganggu kehendakku Paling baik dengan kesempatan ini aku beresi ia du!u, dan aku masih mempunyai cukup waktu untuk mengejar Bee Kun Bu."
Dengan ketetapan itu, ia membiarkan Bee Kun Bu ngeloyor pergi, Sin Goan Tong juga telah memperhatikan Bee Kun Eu, tetapi ia mempunyai perhitungan lain, ia masih merasa curiga bahwa Bee Kun Bu itu adalah saudara angkatnya Giok Siu Sian Cu, maka larinya Bee Kun Bu adalah hal yang ia harapkan, Dengan perhitungan-perhitungan yang berlainan itu, mereka terus melawan Hweeshio-hweeshio itu, Sin Goan Tong sengaja memperpanjang waktu memberikan kesempatan Bee Kun Bu lari lebih jauh, dan Giok Siu Sian Cu mencari kesempatan menghantam Sin Goan Tong.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Setelah semua Hweeshio dihajar kucar-kacir, tiba-tiba dengan ilmu Hiap San Cao Hai atau menjepit gunung loncat ke laut, Giok Siu Sian Cu menyerang Sin Goan Tong, Sin Goan Tong terkejut, ia lekas-lekas mengegos sambil kirim satu jotosan ke arah serangan itu, justru pada saat itu, terdengar suara tertawa yang keras dan lama, dibarengi tampaknya bayangan putih yang turun dari atas ke tanah dan mendesak mundur Sin Goan Tong tiga kaki, Giok Siu Sian Cu juga terdesak mundur, dan insyaf bahwa lawan yang kuat telah datang, ia balik menyerang musuh yang baru datang dengan demikian ia membantu Sin Goan Tong lagi, Orang yang baru datang itu betul-betul tinggi ilmu silatnya, Dengan tangan kanannya ia tahan serangan Giok Siu Sian Cu dengan ilmu Hun Ceng Ceng Tan atau angin taufan menyapu abu, dan dengan tangan kirinya ia kirim satu jotosan dengan ilmu Sin Liong Hian Cao atau naga sakti membuka kuku kepada Sin Goan Tong, Kedua lawannya harus mundur lagi untuk mengelakkan jurus-jurus yang berbahaya itu, Lalu dengan suara keras ia membentak Sin Goan Tong.
"Hweeshio-hweeshio dari kuil kami belum pernah berselisih dengan partaimu, mengapa kau menghajar mereka? Dan dengan ilmu tinju Sam Im Ciangmu kau telah melukai muridmurid kami, bahkan datang masuk ke tempat terlarang di kuil kami mencuri buah Sie Can Ko. Apakah maksudmu?"
Orang yang membentak itu adalah seorang Hweeshio berjubah putih, tubuhnya kecil dan kate, berusia enam puluh tahun lebih, dan adalah salah satu dari ketiga guru dari Hweeshio-hweeshio di kuil Toa Ciok Sie.
Dengan sikap waspada Sin Goan Tong memandang ke arah Hweeshio yang kecil dan kate itu, ia berpikir Hweeshio tua ini sampai keluar dari kuil!
urusannya pasti makin sulit dan gawat kali ini aku rupanya harus bertempur mati-matian untuk meloloskan diri!"
Sebelum ia menyahut ia memandang ke arah Giok Siu Sian Cu, dan berbisik.
"Hweeshio yang datang itu adalah salah satu ketiga guru dari kuil Toa Ciok Sie dan bernama Ku Hoat Leng Kong, Kita harus melawannya dengan hati-hati!"
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Giok Siu Sian Cu menyengir dan menyahut.
"Mustahil kita berdua takut melawan dia seorang?"
Belum lagi Sin Goan Tong menyahut, Ku Hoat Leng Kong telah mengawasi Giok Siu Sian Cu, dan membentak "Liehiap ini mungkin orang yang pernah curi buah Sie Can Ko pada tiga tahun berselang!"
Dengan tabah Giok Siu Sian Cu menjawab.
"Betul! Orang itu atau tepatnya Hweeshio yang baru datang sungguh tinggi Ilmunya, dengan tangan kanan menahan serangan Glok Siu sian Cu, tangan kirinya menggunakan ilmu Naga Saktl membentangkan kuku, menyerang Sln Goan Tong. Buah Sie Can Ko itu betul-betul mustajab Tiga tahun berselang aku pernah makan satu, dan aku tak bisa lupa. Setelah lewat tiga tahun, aku kembali datang untuk mengambil satu iagi!"
Ketika itu beberapa Hweeshiohweeshio yang telah dipukul jatuh telah datang lagi, maka Ku Hoat Leng Kong menanya.
"Kalian datang dengan berapa orang?"
Seorang Hweeshio yang berjubah kuning menyahut sambil membungkukkan diri.
Teceu telah datang dengan delapan orang, tetapi empat diantaranya telah luka parah, dan dua diantara mereka belum ketahuan apakah masih hidup atau sudah mati."
Dengan kedua mata terbelalak Ku Hoat Leng Kong memandang kepada Sin Goan Tong, kemudian kepada Giok Siu Sian Cu. ia membentak.
"Rupanya kalian berdua anggap diri kalian pandai ilmu silatnya karena telah mengalahkan delapan murid-muridku!"
Lalu secepat kilat ia menyebutkan kedua lengan bajunya dengan ilmu Soan Hong Sao Hay atau angin taufan menyapu lautan.
Dengan sepasang toyanya Sin Goan Tong berusaha menangkis serangan dahsyat itu, sedikit lengah saja ia akan tersapu jatuh ke dalam jurang karena tempat pertempuran itu
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
berada di pinggir suatu jurang yang curam.
Begitu juga Giok Siu Sian Cu menangkis dengan seruling batu Gioknya untuk menghindarkan dirinya dari tempat itu ke dalam jurang!
Lalu dengan serentak mereka bertindak maju dan menyerang si Hweeshio tua tanpa senjata itu yang selalu berusaha mendesak lawannya ke pinggir jurang, Demikianlah mereka bertempur dengan sengit sekali selama beberapa jurus, Giok Siu Sian Cu berpikir "Hweeshio tua ini lihay!
Untung aku belum melukai Sin Goan Tong, dengan berdua aku dapat melawan si Hweeshio tua ini!"
Setelah sapu dengan lengan baju yang gagal, Ku Hoat Leng Kong menggunakan ilmu silat tinjunya Cu Si Ciang (tinju jalan laba-laba) melawan kedua lawannya itu.
Te-tapi setelah lewat beberapa jurus, ia merasa heran bahwa masih juga ia belum dapat mengalahkan mereka, karena ilmu silat Cu Si Ciang itu dapat mendorong musuh dengan angin tinjutinjunya, dan bila ia dapat menyentuh tubuh musuh, maka musuh itu pasti kena ditotok jalan darahnya sehingga menjadi lumpuh.
Serangan-serangan yang di-lancarkannya sangat cepat sehingga lawannya harus menangkis mengegos atau berkelit diri dengan tak berkesempatan melakukan seranganserangan pembalasan!
Namun Ku Hoat Leng Kong juga tidak mudah mengalahkan kedua lawannya yang-tinggi sekali ilmu silatmu.
Pada suatu saat, Sin Goan Tong dan Giok Siu Sian Cu telah terdesak sampai ke pinggir jurang, Dengan tinju kiri Giok Siu Sian Cu menangkis serangan, tapi tangan yang memegang seruling batu Giok membalas menye-rang, Sin Goan Tong pun sambil menjerit membalas menyerang dengan kedua toyanya, Si Hweeshio tua terpaksa loncat mundur untuk menghindari serangan-serangan maut itu.
Biasanya, hanya di dalam dua puluh jurus Giok Siu Sian Cu pasti dapat mengalahkan lawannya, Mungkin si Hweeshio tua itu lebih tinggi ilmu silatnya dan masih dapat memberikan perlawanan yang gigih.
Setelah pertempuran berlangsung hampir lima puluh jurus, sekonyong-konyong si Hweeshio itu loncat ke
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
belakang lima kaki jauhnya, ia berdiri tegak, kedua matanya terbelalak, dadanya seakan-akan menjelut ke depan.
Giok Siu Sian Cu ingin menyerang dengan seruling batu Gioknya, tapi Sin Goan Tong segera berteriak mencegah nya.
"Jangan maju! Lekas mundur! Si Hweeshio tua itu akan melancarkan Pek tok Ciangnya (tinju berbisa) dengan seratus perubahan!"
Teriakan itu disusul dengan mencekal pergelangan tangan kanannya Giok Siu Sian Cu yang memegang seruling, dan membetot ke belakang untuk diajak lekas-lekas turuti dari jurang itu! "Ha! Ha! Ha!"
Tertawa si Hweeshio tua.
"Apakah kalian kira bisa lari hidup-hidup dari pegunungan Cie Lian San ini?!"
Talu dengan mengebut kedua lengan bajunya si Hweeshio loncat menerkam lawan-lawannya, bagaikan seekor burung elang terbang menyambar seekor anak ayam!
ilmu meringankan tubuh dari ketiga orang itu luar biasa sekali, sekejap saja mereka telah turun beberapa ratus tombak ke bawah jurang, Sin Goan Tong melihat bahwa si Hweeshio tua terus mengejar, ia berpikir "Aku harus menyerang dulu sebelum ia melancarkan Pek Tok Ciangnya, Lalu ia behenti dan membentak.
"Hei! Hweeshio durhaka! Rasai tinju San Im Ciangku ini!"
Bentakannya itu dibarengi dengan tinju San Im Ciangnya ke arah Hweeshio, San Im Ciang itu dahsyat sekali, dan anginnya dapat melukai paru-paru.
Ku Hoat Leng Kong tak berani menangkis, ia mengegosi sambit loncat ke samping.
Kesempatan itu digunakan oleh Giok Siu Sian Cu untuk lari dan meloloskan diri, Sin Goan Tong menyerang lagi, dan Hweeshio tua harus mengegos dan loncat mundur lebih jauh lagi.
Lalu Sin Goan Tong pun lari meloloskan diri!
Ketika si Hweeshio berdiri tegak lagi, kedua lawannya sudah lari jauh sekali!
Dengan gusar ia kebaikan kedua lengan bajunya sehingga daun-daun dan cabang-cabang pohon yang kecil berhamburan ia kembali untuk memeriksa kerugian yang diderita murid-muridnya.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
Dari delapan Hweeshio-hweeshio, ada dua telah tewas!
De-ngan mengerutkan keningnya, Ku Hoat Leng Kong berkata.
Tok)l!
Mustahil delapan orang tak dapat melawan mereka berdua!
sekarang tunggu apalagi!
Lekas bawa mayatmayat kawanmu ke kuil!"
Semua murid-muridnya hanya menundukkan kepala tak berani menjawab Mereka segera gotong mayat-mayat kawannya kembali ke kui1.
Si Hweeshio tua itu masih belum dapat meredakan marahnya ia lontarkan tinjunya ke arah satu batu gunung yang besar, dan anginnya membikin hancur batu itu.
Lalu dengan satu siulan yang keras dan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh ia pun pergi berlalu dari tempat itu!
Setelah gelanggang pertempuran menjadi sunyi, Bee Kun Bu keluar dari belakang satu batu gunung yang besar, seluruh tubuhnya penuh batu pasir, tanah, daun-daun dan ranting pohon, ia telah bersembunyi di belakang batu gunung itu ketika Sin Goan Tong dan Giok Siu Sian Cu sedang bertempur melawan Ku Hoat Leng Kong, sebetulnya ia hendak cepat-cepat berlalu, akan tetapi ia ingat bahwa Pek Yun Hui akan datang lagi, maka ia balik kembali dan beristirahat di belakang batu gunung yang besar itu!
ia merasa kagum sekali melihat ilmu silat si Hweeshio tua tadi, terutama tinju Pek Tok Ciang yang menghancurkan satu batu gunung yang besar Di dekat tempat pertempuran berserakan beberapa kaitan dan lembing-Iembing yang telah ditinggalkan Hweeshiohweeshio tadi, dan di beberapa tempat darah berhamburan ia jemput satu kaitan dan memeriksa senjata itu.
lalu mengenangkan peristiwa-peristiwa dan petualanganpetualangan yang ia telah jumpai semenjak ia keluar dari kuil San Ceng Koan.
Peristiwa-peristiwa dan petualangan-petualangan itu bukannya impian.
Semuanya kenyataan-kenyataan, Terbayanglah Lie Ceng Loan, Souw Hui Hong, Pek Yun Hui dan Giok Siu Sian Cu tersenyum melihat ia, Mereka
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
semuanya baik sekali dan menaruh kasih sayang terhadap ia.
Soal asmara yang rumit itu, bagaimanakah ia harus memecahkannya?
Kenangan-kenangan itu membuat ia diam terpaku, Entah kapan, Pek Yun Hui telah berada di belakangnya, Sebelum ia menegur, Pek Yun Hui telah berkata sambil tersenyum.
"Apakah yang kau sedang pikir? Mukamu penuh pasir dan tanah, tapi kau tidak membersihkannya,"
Lalu ia keluarkan sapu tangan dan menyekal pasir dan tanah di mukanya Bee Kun Bu.
"He?!"
Tiba-tiba ia berseru.
"Penyakitmu telah sembuhkah...?"
Bee Kun Bu mengangguk dan menyahut sambil tersenyum.
"Aku telah makan buah Sie Can Ko, dan kini aku merasa lebih bersemangat dari pada sebelum menderita sakit Buah Sie Can Ko itu betul-betul sangat mujarab, Tapi apakah Co Hiong telah tertolong?"
"la telah dikepung oleh beberapa Hweeshio-hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie. Aku telah berusaha mencari ia agak lama tanpa hasil sebetulnya aku ingin kembali dulu ke sini, tetapi aku ingat bahwa kau akan menjadi marah jika aku tidak menolong kawanmu,"
Kata Pek Yun Hui. Dengan tak sabaran Bee Kun Bu menanya lagi. Tapi ia tertolong atau tidak?"
Tolol!"
Sahut Pek Yun Hui.
"Jika aku tidak dapat menolongnya, bagaimanakah aku ketahui bahwa ia telah dikepung oleh Hweeshio-hweeshio dari Toa Ciok Sie? Untuk mencari ia, aku telah mendaki lebih kurang dua puluh puncakpuncak gunung. Hweeshio-hweeshio itu aku telah lukai dengan jalan menotok jalan darahnya, Dua Hweeshio luka parah dan satu lagi telah dibunuh mati oleh kawanmu."
Terima kasih, dan kini Co Hiong itu berada di mana?"
Tanya Bee Kun Bu.
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
"Sabar,"
Sahut Pek Yun Hui.
"Aku ingin mengetahui dari mana kau peroleh buah Sie Can Ko itu?"
Bee Kun Bu lalu menceritakan hal ihwalnya ia makan buah Sie Can Ko itu, Pek Yun Hui berkata dengan mata terbelalak "Ha!
Giok Siu Sian Cu itu sebetulnya satu perampok wanita di kalangan Kang-ouw.
Bila aku menjumpai ia aku pasti bunuh mati padanya!"
Bee Kun Bu merasa tersinggung, dan ia menanyai "Kau tak mempunyai dendam terhadap ia, kau hanya membenci saja, mengapa kau harus membunuh ia mati?"
Pek Yun Hui tak menjawab"
Ia merasa malu akan ucapannya itu. ia menundukkan kepalanya, dan kemudian berkata lagi.
"Aku maksudkan ia satu perampok wanita, karena ia hendak merampas kau dari Lie Ceng Loan, Sumoymu yang kau cintaL Apakah aku telah salah omong?"
Sambil menganggukkan kepalanya Bee Kun Bu menyahut "Kau betuI, aku minta maaf."
Ia merasa bahwa ia tak mengenal budi ketika melihat mukanya Pek Yun Hui menjadi merah.
Lalu ia pun tundukkan kepala, tidak berani melihat Pek Yun Hui, Pek Yun Hui merasa kasihan melihat sikapnya Bee Kun Bu.
Sambil tersenyum ia menegur "Mengapa kau diam saja?
Apakah kau khawatir aku menjadi marah?"
"Melihat wajahmu, aku betu(-betul khawatir kau menjadi marah,"
Kata Bee Kun Bu.
"Aku sendiri tidak marah terhadap kau,"
Sahut Pek Yun Hui.
"Apakah kau masih ingat di mana kita berjumpa pertama kali?"
Bee Kun Bu memikir sejenak, lalu menyahut.
"Apakah bukan di lembah pegunungan Koat Cong San?"
"Betul,"
Sahut Pek Yun Hui.
"ingatanmu baik sekali."
Bee Kun Bu tersenyum, lalu mengangkat kepalanya dan menanya lagi.
"Ketika kita berjumpa di pegunungan Koat Cong San, Susiokku telah
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
memperoleh kulit ular hitam Apakah kulit ular itu telah diambil olehmu?"
"Kulit ular hitam itu sukar sekali diperolehnya,"
Kata Pek Yun Hui.
"Bangauku tiap-tiap hari terbang di atas pegunungan Koat Cong San mencari ular hitam yang demikian, telah berusaha bertahun-tahun tetapi hasilnya tetap nihil pada suatu hari bangau putihku telah menjumpai ular hitam itu, dan telah mematuknya mati. Lalu dengan meninggalkan bangkai ular itu, ia terbang mencari aku. Tapi kalian telah naik di pegunungan itu dan menemui mayat ular itu untuk dibersihkan dan diambil ku!itnya, Untung sekali telah membersihkan kulit ular tersebut dengan teliti, dan aku tak usah membereskannya lagi."
"Menurut Susiokku, kulit ular itu dapat menahan tusukan atau bacokan senjata tajam, dan sangat dihargai oleh para jago silat di kalangan Kang-ouw. Setelah Susiokku kehilangan kulit ular hitam itu, ia menjadi kecewa."
Bee Kun Bu goyanggoyang kepalanya dan menyahut.
"Aku tidak mempunyai hasrat memiliki benda serupa itu, aku harap kau jangan buat pikiran."
Ia berhenti sejenak, lalu ia menanya lagi.
"Kau telah bilang bahwa Lie Ceng Loan telah tertolong kini ia berada di manakah? Bolah kita sekarang pergi tengok padanya?"
Pek Yun Hui menjawab dengan anggukkan kepalanya, lalu ajak Bee Kun Bu pergi ke tempat di mana Lie Ceng Loan sedang beristirahat Bee Kun Bu insyaf bahwa ia tak dapat menandingi Pek Yun Hui dalam soal ilmu meringankan tubuh, akan tetapi setelah ia makan buah Sie Can Ko bukan saja penyakitnya telah sembuh, bahkan ia merasa semangatnya telah banyak bertambah perjalanan di waktu malam itu dapat ia lakukan dengan cepat sekali Pek Yun Hui tampaknya tidak mengeluarkan banyak tenaga menempuh perjalanan di waktu malam, yang jauh itu.
Berdua Bee Kun Bu ia menempuh perjalanan itu sepanjang malam terus sampai matahari terlihat terbit di sebelah timur Tiba-tiba Pek Yun Hui berhenti untuk melihat ke arah matahari ia berdiri terpaku laksana patung dengan kulit
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
mukanya yang putih halus, kedua alisnya yang hitam kereng, bibirnya yang berwarna merah delima, hidungnya yang bangir, Hanya kedua matanya yang hitam ber-linangkan air mata, Melihat sikapnya yang ganjil itu, Bee Kun Bu menegur.
"Cici, kau sedang memikir apa?"
Pek Yun Hui menoleh ke arah Bee Kun Bu dan menyahut sambil tersenyum.
"Coba lihat, matahari telah terbit, kita akan segera tiba di tempat istirahat Sumoymu."
Bee Kun Bu terharu mendengar jawaban demikian, ia paham akan arti jawaban itu. Untuk menyimpangkan pertanyaan selanjutnya, ia berkata.
"Ayo man", kita jalan lagi, Mungkin Sumoyku sedang menanti kedatangan kita.M Kemudian mereka berjalan lagi, Sambil berjalan Bee Kun Bu melihat keadaan di sekitarnya, Perlahan-lahan ia menjadi insyaf bahwa perjalanan di pegunungan itu bagi ia tidak asing lagi, Setelah mereka melewati lagi satu puncak, ia lantas kenali bahwa tempat itu adalah lembah di mana ia bertemu dengan Ue Ceng Loan untuk pertama kali, setelah diculik Keadaan dan pemandangan di dalam lembah itu masih serupa. bunga-bunga yang beraneka warna telah tumbuh berkeliaran dengan segarnya, air sungai yang bening mengalir dengan derasnya, rumput yang hijau masih diselubungi air embun dan pohon-pohon cemara me!ambai-lambai ditiup angin gunung yang sejuk, Dt depannya satu gua, ia melihat si bangau putih sedang menunggu, Ketika bangau putih itu melihat Pek Yun Hui datang, ia menjerit nyaring sekali, seakan-akan memberitahukan majikannya bahwa tugas menjaga Lie Ceng Loan telah dilakukan dengan cermat, ia buka kedua sayapnya, talu terbang pergi, Bee Kun Bu segera lari ke mulut gua itu dan masuk ke dalam, ia tampak Lie Ceng Loan sedang duduk bersandar di dinding gua dengan rambutnya terurai melambai wajahnya pucat pasi, tetapi kedua kulit matanya terbuka lebar-lebar. Seakan-akan sedang memikir sesuatu dengan perasaan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
penasaran Ketika melihat Bee Kun Bu, ia pun tertawa dan berkata.
"Bu Koko, kawan Koko pasti telah memberitahukan di mana aku berada, Oleh karena itu, aku selalu di dalam gua ini menanti kedatangan Koko,"
Bukan main terharunya Bee Kun Bu.
ia lupa bahwa di belakangnya masih berdiri Pek Yun Hui.
ia rangkul Sumoynya, sedangkan Lie Ceng Loan lekas-lekas membereskan rambutnya yang terurai-urai itu, Bee Kun Bu menanya dengan perasaan cemas.
"Bagaimanakah dengan lukamu, apakah luka parah?"
Dengan geleng-geleng kepala Lie Ceng Loan menyahut "Setelah aku kena dipukul oleh seorang Hwee-shio, aku segera merasa pusing kepala, dan terus tak sadarkan diri Apakah Co Hiong yang telah menolong aku?
Tapi ketika aku siuman dan membuka mata, aku tidak melihat Co Hiong, hanya kawan Koko yang telah berada di sampingku Aku telah memuntahkan banyak darah, Apabila kawan Koko tidak memberikan aku makan satu pil obat, aku kira aku tak akan dapat melihat Koko lagi."
Lalu ia pandang Pek Yun Hui dengan perasaan sangat berterima kasih terhadap penolongnya itu.
"Bagaimana kau merasakan sekarang?"
Tanya Bee Kun Bu. Pertanyaan itu dijawab oleh Pek Yun Hui.
"Luka-nya agak berat Meskipun ia telah makan pil obat Sok Beng Tan (pil obat menyambung nyawa), ia tak dapat sembuh dalam satu atau dua hari. Menurut pendapatku, ia telah menderita luka di dalam tubuh, Untung ilmu tenaga dalamnya baik sekali, sehingga otot atau tulangnya tidak menderita luka atau patah, Sabarlah, ia pasti sembuh!"
Bee Kun Bu yang mengetahui Pek Yun Hui itu bukan saja tinggi ilmu silatnya, juga ilmu obatannya sejajar dengan dewadewa atau dewi-dewi.
ia pereaya apa yang dikatakannya, buyarlah kekhawatirannya, ia hanya mengharap Sumoynya lekas-lekas sembuh, Tapi ia masih ber-kata.
"Cici, terima kasih
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
atas pertolonganmu Aku pun mengharap Sumoyku akan sembuh."
Lie Ceng Loan yang mendengar Bee Kun Bu selalu panggil Pek Yun Hui "QcT merasa heran.
ia mengawasi Pek Yun Hui yang berpakaian seperti laki-laki.
Dengan polos ia menanyai "Kau bukan seorang laki-laki, mengapa berpakaian sebagai seorang laki-laki?"
Pertanyaan itu membikin Pek Yun Hui menjadi jengah.
Untuk meyakinkan Lie Ceng Loan, terpaksa ia buka ikatan kepalanya dan baju hijaunya, Lie Ceng Loan segera dapat kenyataan bafiwa Pek Yun Hui itu betul-betul seorang wanita, Pek Yun hui terseyum dan menghampiri Lie Ceng Loan, katanya.
Aku tidak memberitahukan kau bahwa aku sebetulnya seorang wanita, Apakah kau tersinggung?"
Sambil tersenyum pula Lie Ceng Loan menyahut. Tidak, aku tidak tersinggung, malahan berterima kasih Cici atas pertolongan yang tak terhingga besamya."
Sambil menoleh ke arah Bee Kun Bu, ia menanyai "Bu Koko, kau telah mengetahui lebih dulu, mengapa tidak memberitahukan kepadaku?"
Bee Kun Bu segera memikir "Jika aku berdusta ia pasti pereaya, dan ia segera tidak curigai lagi. Tapi terhadap ia yang demikian suci dan jujur, aku tak dapat berdusta."
Melihat Bee Kun Bu tidak menjawab, Pek Yun Hui berkata.
"Kau tidak usah persalahkan Kokomu, sebetulnya ia tidak perlu memberitahukan kau. Kini kau jangan banyak pikiran agar lekas-lekas sembuh."
Lie Ceng Loan hanya tersenyum.
Ketika melihat pakaian sutera putih yang indah dari Pek Yun Hui, ia menanyai "Cici, sulaman di atas bajumu bagus sekali jika aku telah sembuh, bolehkah aku belajar menyulam kepada Cici?"
Pek Yun Hui memeluk Lie Ceng Loan, seperti kakak kandungnya ia memeluknya dengan penuh kasih sayang dan menyahut. Tentu saja, kelak aku akan mengajarkan kau menyulam."
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
pelukan yang mesra itu sangat mengharukan hali, Dengan air mata berlinang Lie Ceng Loan menyahut. Terima kasih, Aku harap Cici tidak berpakaian sebagai orang laki-laki lagi."
"Berpakaian sebagai orang laki-laki lebih leluasa di kalangan Kang-ouw,"
Sahut Pek Yun Hui, Tentang mengapa aku selalu menyamafcs^agai orang laki, nanti aku mau ceritakan kepadamu.
"Sekarang kau harus banyak beristirahat sebentar pada waktu tengah hari, aku akan obati kau lagi dengan ilmu tenaga dalamku, Bila kau telah sembuh betui, kita masih banyak waktu untuk bereakap-cakap."
Bagaikan seorang adik juga Lie Ceng Loan pejamkan kedua matanya dan tidur di dalam pelukan Pek Yun Hui.
-ooo0oooTelunjuk Sakti Menggemparkan Jago-jago silat di kalangan Kang-ouw Bee Kun Bu duduk di samping mereka sambil memandang kepada kedua gadis cantik jelita itu saling berpelukan Setelah Pek Yun Hui buka pakaian lelakinya, dengan pakaian sutera putih yang tersulam dan sambil memeluki Lie Ceng Loan, ia kelihatan seperti seorang ibu yang sangat mencintai anak yang dipeluknya itu.
Dalam suasana yang sunyi senyap itu, terdengar denyutan jantung mereka.
"Mungkin Sumoymu tidak tidur selama menanti kedatangan kita,"
Kata Pek Yun Hui.
"Lihatlah, kini ia tidur seperti anak bayi Aku pun tak tahu mengapa aku sangat sayang kepadanya, Biarlah ia tidur, dan sebentar tengah hari aku akan coba mengobati ia lagi dengan ilmu tenaga dalamku, setelah itu ia harus beristirahat tiga hari tiga ma!am. Kau harus menunggu di sini selama waktu itu, Sesudah tiga hari aku akan berikan ia lagi obat untuk memulihkan semangat maupun tenaganya...."
"Aku sangat berterima kasih, Aku kini yakin bahwa ia betutbetul telah menderita luka yang agak berat dan hebat Untung
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
ada kau yang dapat mengobatinya. Aku hanya khawatir Hweeshio-hweeshio dari kuil Toa Ciok Sie akan datang lagi ke gua ini, dan dengan aku ber-sendirian, aku khawatir tak dapat melawan mereka,"
Kata Bee Kun Bu. Pek Yun Hui tersenyum, lalu berkata.
"Kau tak usah khawatir Bangau putihku dapat membantu jaga Sumoy-mu. Jika masih juga tidak dapat melawan mereka, kau harus bersiul keras, dan aku segera datang membantu."
Ketika bereakap-cakap dengan Pek Yun Hui, Bee Kun Bu senantiasa memperhatikan wajahnya sehingga Pek Yun Hui menjadi ma!u.
ia menegur "Mengapa kau selalu memperhatikan wajahku?
Apakah di mukaku ada bunga yang bagus?"
"Cici, maaf aku,"
Sahut Bee Kun Bu.
"Dengan pakaian wanita itu, kau kelihatan cantik sekali."
"Aku merasa kagum, dan tidak mengerti mengapa seorang wanita secantik kau demikian tinggi ilmunya?"
Pek Yun Hui hanya tersenyum dan balik memandang Bee Kun Bu.
Suasana di dalam gua kembali sunyi senyap dan mendampar-dampar seperti suatu lautan yang besar gelombangnya, Masing-masing tak mengetahui apa yang harus diucapkan Lalu Bee Kun Bu bertindak keluar dan berdiri di luar gua di mana cahaya matahari menyoroti segala sesuatu, Tapi hatinya masih saja berdebar-debar tidak tentram, kemudian ia berjalan ke tepi sungai untuk mencuci muka.
Air sungai yang dingin menyegarkan ia kembali, tetapi tidak dapat meredakan hatinya di dalam air sungai yang jernih itu, sekonyong-konyong bau harum menyambar hidung-nya.
Entah kapan Pek Yun Hui telah berada di belakangnya.
"Kau sedang memikiri apa lagi?"
Menegur Pek Yun Hui.
"Aku sedang kenangi guruku, Apakah ia berhasil mengambil buah Sie Can Ko. juga aku pikiri Susiokku Giok Cin Cu. Apakah ia telah sembuh betul dari penderitaan
KANG ZUSI
http.//cerita-silat.co.ce/
lukanya? Dan apakah telah berlalu dari rumah penginapan di Yociu?"
Baca Juga: Naga Beracun 8
Baca Juga: Pendekar Budiman 2