Ceritasilat Novel Online

Bangau Sakti 2

Eps 2 Bangau Sakti - Chin Tung

Baca online Bangau Sakti - Chin Tung

Cersil Bangau Sakti - Chin Tung.

jotosan yang dikirim dengan tenaga dalam itu luar biasa hebatnya, hembusan anginnya menerjang bangau putih sehingga bangau itu bergoyang-goyang di udara, Lalu dengan suara mengeluh yang panjang ia terbang lebih tinggi melewati awan-awan dan tak kelihatan lagi!

Sakit sekali hati Giok Cin Cu karena kulit ularnya dirampas.

ia merentak-rentak karena masygulnya.

Tinju yang dikirimnya sebetulnya dapat menghancurkan batu tapi mengapa ia tak berhasil membunuh bangau putih

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

itu? ia heran bereampur masyguI. Hian Ceng Totiang menghampirinya dan menghibur.

"Bangau putih itu, yang dapat membunuh mati ular hitam yang berbisa dan panjangnya dua depa lebih, bukan bangau sembarangan ia telah merampas kulit ular tetapi tidak melukai kita, kita sudah seharusnya bersyukur Bangau itu pasti ada majikannya, Jotosanmu paling sedikit dikirim dengan tenaga enam ratus kati. Dengan tenaga itu segala binatang buas tentu binasa kalau kena. Tapi bangau putih itu seakan-akan tidak menderita apa-apa. Orang yang memelihara bangau demikian pasti seorang yang luar biasa saktinya, Suara tertawa yang baru saja kita dengar, mungkin juga suara tertawa majikan bangau itu, Rupanya ia hanya menghendaki kulit ular Bukankah bangau itu bertarung melawan ular? sedangkan kau mengambilnya tanpa jerih payah, Kau telah merampas hasil pertarungan bangau itu, Marilah kita jalan. Lama-lama berdiam disini tak ada juga gunanya !"

Giok Cin Cu menganggukkan kepala nya, lalu mengikuti Toa-Suhengnya jalan bersama-sama lain-lainnya.

Setelah mereka tiba di tempat di mana Bee Kun Bu menemui pemuda berbaju hijau, mereka berhenti untuk beristirahat dan makan, Mereka makan sambil duduk di atas rumput saja, Lie Ceng Loan bertanya pada Liong Giok Pin.

"Cici, apakah di pegunungan Kun Lun ada bangau putih? Jika ada, aku ingin memeliharanya seekor Jika bangau itu besar, akan kusuruh ia merebut kembali kulit ular Susiok dari bangau putih tadi."

Ucapan itu diperhatikan oleh mereka semua, tapi semuanya tidak menyahut, karena pada saat itu dari salah sebuah lembah terdengar suatu suara orang tertawa yang keras sekali seakan-akan menggetarkan jurang-jurang!

Mereka semua menoleh ke arah datangnya suara tertawa yang ganjil itu, Giok Cin Culah yang pertama bangun, Dari jauh dilihatnya empat orang yang sangat jelek wajahnya sedang mengawal seorang tua yang berambut dan berjenggot

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

putih, bertubuh kurus dan berbaju kurung, berjalan dengan memegang tongkat, Dengan sekejap saja rombongan itu sudah berada dekat mereka.

Orang tua itu sangat bersih wajah nya, hanya jenggotnya luar biasa panjangnya, dan kedua alisnya yang putih hampir menutupi kedua matanya karena terlampau panjang.

Tongkat yang dipegangnya mempunyai gagang yang berbentuk seperti kepala seekor naga, Empat orang yang mengawal berbaju buntung semuanya, dan muka mereka bukan main buruknya, penuh dengan bekas-bekas bacokan atau tusukan senjata tajam, Sambil berdiri lebih kurang sedepa jauhnya, orang tua itu mengangkat kedua tangannya memberi hormat, dan berkata sambil tersenyum.

Tiga pemimpin partai silat Kun Lun sangat termasyhur namanya di kalangan Bu Lim, Aku si tua bangka ini merasa beruntung dapat menjumpai mereka."

Lalu ia tertawa terbahak-bahak, suaranya keras menggetarkan suasana di sekitar mereka.

Sekali melihat wajahnya, Hian Ceng Totiang segera mengenali bahwa ia itu adalah pemimpin partai silat Tian Liong, Souw Peng Hai.

Empat pengawalnya yang sangat jelek wajahnya adalah empat iblis dari propinsi Su-coan.

Hian Ceng Totiang segera membalas memberi hormat dengan mengangkat kedua tangannya ke dada seraya berkataj "Souw Cong Piauw (pemimpin Souw) adalah seorang yang lihay silatnya di kalangan Kang-ouw, Partai Tian Liong sangat termasyhur di bawah pimpinannya, Kami dari partai Kun Lun tak dapat disetarafkan dengan-nya."

"Saudara terlampau merendah, Partai Kun Lun adalah partai silat yang lihay dan merupakan salah satu partai besar, dan partai Tian Liong tak dapat disamakan dengan partai Kun Lun,"

Sahut Souw Peng Hai sambil tersenyum.

Lalu matanya mengawasi bungkusan kain kuning yang diikat di belakang Hian Ceng Totiang, ia berkata lagi.

Tersiar kabar bahwa peta Cong Cin To telah berada di tangan saudara, betulkah begitu?"

Pertanyaan itu tak mudah dijawab Di kalangan Kangouw, jago-jago silat yang budiman enggan berdusta, Oleh

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

sebab itu Hian Ceng Totiang terpaksa berpikir sejenak, kemudian menjawab "Betul Peta tersebut telah kuperoleh!"

"Jika sudah dapat, mengapa tidak saudara cari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek? Apakah bungkusan kain kuning di belakang saudara itu berisi kitab-kitab Kui Goan Pit Cek?"

Tanya Souw Peng Hai. Pertanyaan tersebut seolah-olah tusukan pisau, Hian Ceng Totiang menyahut sambil mengejek.

"BetuI! Souw Cong Piauw menanyakan soal itu, apakah maksud saudara sebenarnya ?"

Souw Peng Hai tertawa terbahak-bahak dan berkatai "Kitab-kitab Kui Goan Pit Cek adalah barang-barang berharga di kalangan Bu Lim.

Aku Souw Peng Hai tidak hendak merampas sehingga menerbitkan pertarungan yang tak diingini, Aku ada jalan yang adiL Kitab-kitab tersebut dapat saudara pegangj tapi saudara jangan sendiri saja membacanya.

Atas nama saudara dan aku, kita mengundang pemimpin-pemimpin dari sembilan partai silat dan jago-jago silat lainnya untuk menyaksikan pertandingan silat pedang antara kita berdua, Dengan de-mikian, jika dapat menyelesaikan persaingan kedua partai kita yang telah berlaru-larut selama beberapa ratus tahun, dan juga dapat menentukan di tangan siapa kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu harus jatuh, Bagaimanakah pendapat saudara atas usulku ini?"

Giok Cin Cu tidak sabar lagi. ia menjawab.

"Kitab-kitab Kui Goan Pit Cek tentu menjadi milik kami, karena kami memperoIehnya dengan susah payah, Tentang bertanding ilmu silat pedang, Souw Cong Piauw dapat mengirim undangan Kami partai Kun Lun pasti setuju dan siap bertanding di mana dan bila saja!"

Souw Peng Hai mengawasi jago silat wanita itu dan sambil mengejek berkata.

"lni tentulah Giok Cin Cu Liehiap yang termasyhur dari partai Kun Lun. Aku sedang bicara dengan saudara tuamu, Aku harap yang muda tidak turut campur!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Sahutan itu menyebabkan muka Giok Cin Cu menjadi merah, tapi ia tak dapat lantas menjawab ia hanya mengawasi Souw Peng Hai, dan kemudian Suhengnya.

Dengan suara yang agak gusar, Hian Ceng Totiang berkata "Souw Cong Piauw berhasrat hendak mengundang para jago silat bertanding silat pedang, kami dari partai Kun Lun pasti tidak akan mundur Tapi pertandingan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, dan tak dapat dibawa serta, Kami ada urusan yang lebih penting dan harus lekaslekas kembali ke pegunungan Kun Lun, dan tak ada waktu lagi untuk berunding, Kami menunggu undangan untuk bertempur di kuil San Goan Kong di pegunungan Kun Lun.

Bila telah dapat undangan, partai Kun Lun pasti datangi"

Lalu diajaknya orang-orangnya berlalu, Tapi Souw Peng Hai menghalangi mereka dengan longkatnya, dan berkata sambil tertawa.

"Jika kamu berjalan terus, orang lain juga akan mencegatmu, dan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu pasti tak dapat kau pertahankan."

Dengan mengejek Hian Ceng Totiang menyahut "Kami dari partai Kun Lun belum pernah dihina, Kami hanya ingin melihat apakah yang hendak dilakukan Souw Cong Piauw pada kami!"

Tapi jika orang yang merampas kitab-kitab itu, bukankah kami dari partai Tian Liong juga dapat turut merampas?"

Kata Souw Peng Hai.

"BetuI! Jika Souw Cong Piauw gembira melakukan perampasan, boleh coba saja!"

Sahut Hian Ceng Totiang, Souw Peng Hai lalu menurunkan tongkatnya dan membiarkan mereka jalan, ia berkata.

"Baiklan, Jika orang lain tidak merampas, kita pun tak akan merampas. Tapi jika orang lain merampas, kita pun datang merampas!"

Hian Ceng Totiang tak bicara lagi, hanya orang-orangnya saja yang diajaknya jalan terus, Di sepanjang jalan ia berkata

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

kepada Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan.

"Nanti jika ada orang merampas atau mencegat, kamu tak boleh turun tangan, Yang akan mencegat kita bukannya anak kemarin, Mereka semuanya jago jago silat yang luar biasa lihaynya, Jika kamu tak turun tangan, mereka pun tak akan menyerang kamu."

Peringatan gurunya itu diperhatikan betul, dan mereka pun insyaf bahwa gurunya akan berkorban untuk membela kitabkitab Kui Goan Pit Cek itu.

Mereka merasa masygul karena tidak diberi kesempatan untuk membantu bila ada pencegatan atau perampasan, Mereka jalan terus dan dengan cepat telah dua puluh lie jarak yang mereka tempuh, Angin gunung berhembus sepoisepoi basah membawa bau bunga-bunga yang ha-rum, tetapi mereka semuanya merasakan ketegangan dan kegentingan suasana, Ketika mereka lewat di sebuah lembah yang agak sempit, terdengarlah bunyi tertawa dari lereng gunung yang ditumbuhi oleh pohon-pohon cemara, Lalu dari lereng gunung yang tingginya beberapa puluh depa itu meloncat lah turun seorang yang berbaju kurung, berambut putih seperti perak, dan tangannya memegang tongkat bambu, ia mencegat mereka.

Dengan menghadapi Hian Ceng Totiang ia berkata.

"Pemimpin kuil San Ceng Koan, sudah lama kita tidak berjumpa, Apakah masih kenal dengan Tu Wee Seng?"

Giok Cin Cu menjawabi "Ai! Pemimpin partai silat Hua San dapat dipereayai perkataannya, Kau betuI-betul datang ke pegunungan Koat Cong San?"

Tu Wee Seng menyahut sambil tersenyum.

"Yang datang ke sini bukan saja aku si tua bangka, Masih ada dua belibis dari partai Tiam Cong dan beberapa belas jago-jago silat lainnya, Tiga kepala cabang partai Tian Liong juga telah datang, semenjak pertandingan silat di atas puncak Sao Sit Hong tiga ratus tahun yang telah lalu, pertemuan yang sekarang ini benar-benar dapat dikatakan pertemuan yang agak besar. Mungkin juga pertarungan yang akan dilakukan merupakan pertarungan yang ramai sekali!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"O,., saudara Tu juga datang untuk turut serta dalam pertarungan?"

Kata Hian Ceng Totiang dengan mengejek "Aku hanya ingin membantu meramaikan saja,"

Sahut Tu Wee Seng dengan berlagak merendahkan diri. Hian Ceng Totiang tidak dapat lagi menahan kesabarannya, ia membentak.

"Kitab-kitab Kui Goan Pit Cek ada di belakangku jika saudara Tu ingin mengambil ayo coba ambil!"

Tu Wee Seng berubah wajah, Dengan gusar ia membentak kembali.

ilmu pedang Hun Kong Kiam Sut dan ilmu tinju Tian Kong Cong belum tentu yang nomor satu di kalangan Bu Lim, Aku yakin aku dapat melayani ilmu-ilmu demikian sebetulnya partaiku Hua San dan partaimu Kun Lun tidak bermusuhan Jika kau sudi memberikan kita kesempatan untuk mempelajari ilmu silat dari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu, kedua partai kita dapat bergabung dan bersama-sama mempertahankan kitab-kitab itu terhadap serangan-serangan pihak ketiga, Mengapa kau demikian marahnya?"

Hian Ceng Totiang menyahut.

"Aku tak dapat menerima maksud baik itu."

Dengan mengangkat tongkat bambunya Tu Wee Seng berkata.

"Jika demikian, aku harus minta pelajaran ilmu silat beberapa jurus dari saudara!"

Hian Ceng Totiang juga segera mencabut pedangnya dan berkata.

"Jika aku dapat menerima pelajaran silat dari saudara Tu, aku akan merasa puas bila mati di pegunungan Koat Cong San ini."

Lalu dengan ilmu Siauw Cit Tian Lam atau sambil tertawa menyodok ke selatan Tu Wee Seng menyerang dengan tongkat bambunya.

Dengan ilmu Pat Pui Hong Ie atau menjaga hujan dan angin dari delapan jurusan Hian Ceng Totiang secepat kilat merembetkan pedangnya ke tongkat bambu lawannya dari bawah ke atas untuk menyodok ke dada lawannya kembalL Tu Wee Seng mengelakkan tusukan itu sambil berseru.

"Ai! Lihay betul ilmu silat pedang itu!"

Dipukulnya pedang lawannya, dan sambil meloncat ke atas dipukulnya kepala Hian Ceng Totiang dari udara.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tiba-tiba di sekitar tempat bertempur itu terdapat suatu bayangan yang berkilau-kilauan, karena Hian Ceng Totiang sambil menjerit keras melakukan jurus Hun Kong Kiam Hoatnya (melepaskan sinar menyerang lawan) dengan memutar-mutar pedangnya sehingga tak ada sedikitpun juga lowongan untuk dapat dipergunakan si penyerang, bahkan ia harus menyingkir jauh-jauh untuk menghindarkan sabetan pedang yang diputar dengan demikian pesatnya!

Tiba-tiba sabetan disertai dengan tenaga dalam yang maha dahsyat Tu Wee Seng harus menyingkir dari sabetansabetan maut itu, sambil menanti lowongan untuk menyerang, pertempuran dahsyat telah berjalan enam belas atau tujuh belas jurus, Tu Wee Seng telah menjadi beringas Dengan ilmu Shin Liong San Hian atau naga sakti muncul dari tiga tempat dilancarkannya serangan-serangan dengan tongkat bambunya untuk mendobrak tembok baja yang dibuat oleh putaranputaran pedang lawannya, Pada suatu ketika lowongan itu pun tibalah, ia pun mundur sedepa, dengan tongkat bambu di tangan kanan dipukulnya pedang lawan, sedangkan tangan kirinya datang mencakar Hian Ceng Totiang mengetahui bahwa Tu Wee Seng melakukan serangan itu dengan semua tenaga dalamnya, karena kedua mata memancarkan sinar terang.

Dengan pedangnya ditebasnya tangan yang datang mencakar itu, dan kedua matanya mengawasi mata lawan nya.

Giok Cin Cu yang menyaksikan pertempuran itu mengetahui bahwa mereka berdua sedang menggunakan seluruh tenaga dalamnya, dan jika kedua tenaga dalam yang maha dahsyat itu beradu, segera dapat dipastikan siapa yang akan menang dengan luka parah dan siapa yang kalah dan tewas!

ia terkejut dan cemas sekali justru pada saat yang menentukan itu, terdengarlah suara orang tertawa dengan keras sekali Kedua orang yang bertempur itu berhenti "Hai!

Kedua saudara jangan bertempur mati-matian!

Apakah kita berdua juga boleh turut serta?"

Yang tertawa dan berkata itu adalah kedua belibis dari partai Tiam Cong, Tu

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Wee Seng ketika melihat mereka datang menjadi masgul sebetulnya Tu Wee Seng berniat sungguh-sunggun untuk merampas kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu, Untuk membinasakan lawannya ia akan menggunakan bo!a kecil dari emas yang dapat dijentik dengan jari tangan dengan gaya hendak mencakar karena ia tak dapat melawan dengan tongkat bambunya, sebegitu jauh senjata khasnya yang sangat ampuh itu belum pernah mengecewakannya, dan tak ada taranya di kalangan Kang-ouw.

Lalu setelah ia dapat membunuh lawan nya, ia akan merampas kitab-kitab itu dari belakang Tetapi., usahanya digagalkan oleh kedatangan Tiam Cong dan Tan Piauw, kedua belibis dari partai Tiam Cong itu, Lagi pula, jika ia berhasil merampas kitab-kitab itu, belum tentu ia akan dapat mengatasi kedua belibis itu, dan juga Giok Cin Cu dan Ngo Kong Toa-su pasti tidak akan berdiam diri saja.

ia yakin tak dapat mengatasi rintangan-rintangan dari keempat jago-jago silat itu, Bukan main gusarnya atas kedatangan Tiam Cong dan Tan Piauw, ia menjadi muak terhadap kedua belibis itu, dan ia bertekad hendak membasmi mereka lebih dulu, karena ia menduga orang-orang Hian Ceng Totiang pasti tak akan membantu kedua belibis itu.

Dengan tekad hendak membasmi, di hadapi nya kedua belibis itu dengan wajah yang gusar.

Tapi Tiam Cong dan Tan Piauw bukannya lawan yang enteng.

Tiam Cong yang berjubah, berewok dan Jie-ko dari partai Tiam Cong, terkenal sebagai belibis angkasa, Tan Piauw yang mukanya putih kelimis dan berbaju biru terkenal sebagai belibis angin taufan, Mereka bersama-sama dengan Sia Yun Hong sebagai Toako yang terkenal sebagai belibis penggempur gunung, membentuk partai silat Tiam Cong, Silat Sia Yun Hong yang menjadi Toa-ko paling Hhay, dan ia jarang turun dari gunungnya, Tiam Cong dan Tan Piauw yang sering berkelana, telah mendengar bahwa Hian Ceng Totiang telah mendapatkan peta Cong Cin To, dan mereka ini pun ingin juga mendapatkan kitab-kitab tersebut untuk dibawa ke gunung kepada Toa-ko mereka.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Diceritakan bahwa ketika kedua belibis itu melihat wajah Tu Wee Seng yang sangat gusar, terasalah oleh mereka bahwa mereka akan diserang, Mereka menjadi waspada menanti segala kemungkinan Dengan berdiri berdampingdampingan, mereka mengumpulkan semua tenaga dalamnya untuk menyerang Tu Wee Seng dengan ilmu Pai San To Hay atau menumbangkan gunung dan membalikkan laut bersamasama, Melihat kedua belibis berdiri dengan khidmadnya seperti dua "buah gunung, Tu Wee Seng tidak segera menyerang, pikirannya tiba-tiba berubah, Dengan tersenyum ia berkata.

"Kesempatan kita berjumpa masih banyak. Aku menunggu untuk dapat bertempur melawan kamu bertiga, berikut Toakomu!"

Tiam Cong dan Tan Piauw mengerti maksud Tu Wee Seng yang hanya ingin merampas kitab-kitab itu seperti mereka juga, jika mereka segera menyerang mungkin kedua belah pihak menderita luka parah.

Oleh karena itu mereka pun juga bersabar saja.

Baru saja suasana menjadi reda, tiba-tiba Tan Piauw loncat ke belakang Hian Ceng Totiang dengan maksud merampas bungkusan kain kuning yang berisi kitab-kitab Kui Goan Pit Cek.

perbuatan ini dilihat oleh Giok Cin Cu.

Dengan toyanya ia memukul, menyabet dan menyodok Giok Cin Cu dengan nekad.

Giok Cin Cu melayani lawannya dengan ilmu pedang Hun Kong Kiam Hoatnya, dan semua serangan-serangan dengan mudah saja dapat dielakkannya, Setelah pertempuran berjalan delapan puluh jurus masih juga belum dapat diketahui siapa yang menang atau kalah.

Lalu Giok Cin Cu mengeluarkan ilmu Cui Hun Cap Jie Kiam-nya, dan dalam sekejap saja pedangnya berkilau-kilauan di segala jurusan, ilmu pedang Cui Hun Cap Jie Kiam itu adalah jurus yang ampuh dari partai Kun Lun, dan tentu saja Tan Piauw tak dapat menahan, ia terdesak mundur sampai ke pinggir jurang.

Dengan sebuah ^sodokan saja, Tan Piauw pasti binasa atau jatuh dari jurang yang sangat tinggi itu.

Tapi Giok Cin Cu tidak kejam.

Ditariknya kembali pedangnya dan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

berkata.

"Jurus-jurus dari ilmu toyamu lihay juga, tapi belum cukup untuk merebut kitab-kitab Kui Goan Pit Cek!"

Tan Piauw malu sekali dikalahkan oleh seorang wanita, Tu Wee Seng mengejek "Kau sudah dipecundangi oleh seorang wanita, Apakah kau masih ada muka berdiri di hadapan kita?!"

Ejekan itu menusuk sekali, dan dengan diam-diam Tan Piauw mengeluarkan suatu benda yang panjangnya lebih kurang setengah meter. Sambil memandang kepada Giok Cin Cu ia berkata.

"Liehiap, aku berterima kasih, karena kau tidak membunuh aku tadi, Tapi... aku ingin melawan lagi dengan senjata ini!"

Giok Cin Cu menjadi marah sekali melihat bahwa ia tidak mengaku kalah, ia membentak.

"Hai! Kau tidak mengenal budi orang! Apakah kau masih tidak mengaku kalah? "Liehiap, aku memperingati kau. Kali ini kau harus lebih hati-hati bertempur melawanku,"

Kata Tan Piauw.

Giok Cin Cu tidak menunggu lagi, ia menyerang dengan jurus-jurus Kie Hong Teng Kauw (garuda mencakar naga), Shin Liong Wen Hian (naga sakti datang me-nyambar) dan Ciok Po Tian Keng (kilat menyambar batu gunung), dan Tan Piauw harus berlarilari untuk menghindarkan serangan-serangan maut itu!

Hian Ceng Totiang curiga melihat Tan Piauw tidak menggunakan toya, tapi hanya menggunakan sebuah benda yang berbentuk pisau panjang, Sambil memegang pedangnya, ia mengawasi mereka yang sedang bertempur dan mengawasi juga Tu Wee Seng.

Tiba-tiba terdengar Giok Cin Cu menjerit keras, dan dengan pedangnya ia hendak menusuk mati lawannya.

Dengan dua mata terbelalak Tan Piauw berteriak.

"Liehiap! Jaga serangan ini!"

Secepat kilat senjata yang dipegangnya dilontarkannya ke muka Giok Cin Cu, yang lekas-lekas menangkis dengan pedangnya, Tapi ia segera menjerit, pedangnya terlepas dari pegangannya dan jatuh di tanah!

ia terkejut!

ia meloncat mundur beberapa depa, dan melihat seekor ular sedang menggigit pergelangan tangannya yang

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

memegang pedang tadi, Ular itu panjangnya lebih kurang dua puluh sentimeter.

ia merasa lengannya sakit dan tak bertenaga, lalu kepalanya menjadi pusing, Ketika itu Hian Ceng Totiang, Ngo Kong Toa-su, Lie Ceng Loan dan Bee Kun Bu sudah berdiri dengan wajah beringas menanti segala kemungkinan!

Baru saja Hian Ceng Totiang hendak menebas ular itu, Tan piauw berseru.

Tahan!

Apakah kau tidak ingin ia hidup!"

Tan Piauw menghampiri dan berkata.

"Ular berbisa ini luar biasa sekali jika kau tebas mati, racunnya akan mengalir di seluruh tubuh Liehiap, dan paling lama dalam waktu sejam ia akan mati,"

Lalu ia berkata kepada Giok Cin Cu.

"Kau harus menggunakan tenaga dalam untuk menahan supaya racunnya tidak menjalar ke seluruh tubuhmu."

Sambil tersenyum Giok Cin Cu berkata kepada Hian Ceng Totiang.

"Toa-Suheng aku puas jika aku sekarang mati, karena aku tewas dalam menunaikan tugas untuk ToaSuheng."

Lalu ia duduk dan menggunakan tenaga dalam untuk menahan menjalarnya racun ular di tubuhnya.

Hian Ceng Totiang sangat terharu terhadap pengorbanan Sumoynya yang sangat setia dan mencintainya itu.

Dengan wajah yang khidmat ia berkata kepada Tan Piauw.

"Jika kau dapat menolong jiwanya, kitab-kitab suci Kui Goan Pit Cek yang kau idam-idamkan, aku serahkan kepadamu!"

Semua orang terharu mendengar ucapan yang sungguhsungguh itu.

Lie Ceng Loan dan Liong Giok Pin mengucurkan air mata melihat keadaan gurunya yang kritis itu, Tan Piauw juga terharu, dan setelah menarik napas yang panjang, seakan-akan ia menyesal atas perbuatan kejinya ia berkata.

"Sebetulnya aku datang untuk merampas kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu, sesungguhnyalah aku ini sangat keji, karena telah menggunakan ular beracun terhadap Liehiap yang telah menolong jiwaku, Tapi aku tak tahan diejek."

Lalu dikeluarkannya dari kantong di dadanya sebuah botol kecil yang berisi beberapa pil merah, dan melanjutkan "

Pil ini dapat menahan menjalarnya atau meluasnya racun ular ini.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Liehiap harus memakannya dua butir dan harus secepat mungkin dibawa ke kota untuk dioperasi bagian yang kena gigitan agar racunnya dapat dikeluarkan Kita tak dapat melakukan operasi di sini, karena tak ada obat yang dapat menyembuhkan luka dari pembedahan."

Kemudian dengan jempol dan telunjuknya dipijitnya leher ular itu untuk dimasukkan ke dalam pipa besi yang bentuknya seperti pisau panjang dan yang telah digunakannya untuk menghadapi lawannya tadi.

Disuruhnya Giok Cin Cu menelan dua buah pil dan kemudian diserahkannya botol yang berisi pil itu kepada Hian Ceng Totiang, Hian Ceng Totiang mengerutkan keningnya, dan dengan suara gusar ia berkata.

"Seorang ksatria tak akan menarik kembali omongannya, Aku telah berjanji menyerahkan kitabkitab ini kepadamu jika kau dapat menolong jiwa Sumoyku, Nah, terimalah ini!"

Lalu ia berkata kepada Ngo Kong Toa-su dan lain-lainnya.

"Marilah kita berangkat ke kota yang terdekat untuk melakukan operasi Pada saat itu terdengar Tu Wee Seng membentak dan dengan tongkat bambunya di tangan kanan diserang-nya Tan Piauw, dan dengan tangan kirinya dicobanya merampas bungkusan kain kuning yang berisi kitab-kitab Kui Goan Pit Cek. Untuk menghindarkan serangan tongkat bambu dari Tu Wee Seng itu, Tan Piauw lekas-!ekas mundur tujuh atau delapan tindak, Tiam Cong tidak lengah, ia meloncat merampas bungkusan itu, dan dengan ilmu meringankan tubuh ia lari dan mendaki jurang yang curam dengan ilmu Pik Houw Pan Pik atau cecak merayap di atas tembok, diikuti oleh kawannya. Rampasan itu dilakukan dengan cepat sekali, Tidak salah jika mereka telah memperoleh julukan belibis angkasa dan belibis angin taufan, karena cara mereka melarikan diri tak ubahnya dengan burung-burung belibis! Semua yang menyaksikan menjadi terpesona, Hian Ceng Totiang yang hanya memikiri keselamatan Sumoynya hanya dapat menarik napas, Tapi Tu Wee Senglah yang paling penasaran ia

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

mengejar Rupanya Tu Wee Seng juga sangat lihay ilmu meringankan tubuhnya, ia dapat mengejar kedua belibis itu, Tan Piauw harus melawan dengan maksud memberikan kesempatan Tiam Cong lari, Tu Wee Seng yang bertempur dengan nekad telah berhasil mendesak lawannya ke pinggir jurang, ia hanya menghiraukan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, dan ia tak ingin membunuh Tan Piauw, ia mengejar terus.

Lalu dari jarak lebih kurang tiga puluh depa dengan ilmu Tong Cong Ngo Yok atau satu jotosan merubuhkan lima gunung dikirimnya sebuah jotosan ke arah Tiam Cong yang sedang lari membawa kitab-kitab dalam bungkusan kain kuning.

Embusan angin jotosan itu telah mengenai punggung Tiam Cong, ia merasa mulutnya panas dan tenaganya lenyap, ia terkejut dan berpikir "Ai!

Tu Wee Seng si lengan delapan itu betul-betul lihay!"

Ia lekas-lekas mengumpulkan tenaga dalamnya kembali, dan dengan ilmu Bong Tao Hui Teng atau gelombang besar melonjak ke langit dicobanya melompat ke jurang yang tidak jauh dari tempatnya itu, tetapi Tu Wee Seng dengan ilmu meringankan tubuhnya yang lihay sekali sudah berada di belakangnya!

Di sepanjang jalan, Hian Ceng Totiang yang hanya memikirkan keselamatan Sumoynya, berkata kepada Ngo Kong Toa-su.

"Ai, kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu hanya membawa malapetaka, Cobalah lihat Sumoyku...."

Ia tak tahan lagi perkataannya tersangkut di tenggorokannya, ia mengucurkan air mata, Ketika Giok Cin Cu sadar, ia melihat Hian Ceng Totiang tidak lagi menggendong bungkusan kain kuning, ia bertanya.

"Kemana kitab-kitab Kui Goan Pit Cek?"

Dengan tersenyum Hian Ceng Totiang menjawab.

"Kitabkitab itu hanya membawa malapetaka, Tak usah kita hiraukan lagi."

"Jika Toa-Suheng menukar jiwaku dengan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu, Toa-Suheng salah, karena jiwaku tak akan tertolong,"

Kata Giok Cin Cu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Kau keliru, Kau telah menelan pil untuk mencegah racun itu meluas, Bekas gigitan ular berbisa tadi hanya perlu dioperasi Kau tentu akan sembuh dan sehat sebagaimana sediakala, Kau tak usah khawatir,"

Menghibur Hian Ceng Totiang, Pada saat itu di depan mereka terdengar suara orang sedang bertarung Tiam Cong yang membawa kitab-kitab Kui Goan Pit Cek sedang dikejar oleh Tu Wee Seng dan Tan Piauw juga sedang lari untuk membantu kawannya, Ketika Giok Cin Cu melihat bungkusan kain kuning itu, ia berseru.

Toa-Suheng, kita dapat merampas kembali bungkusan itu!"

Tapi Hian Ceng Totiang menyahut.

"Aku telah mengatakan bahwa kitab-kitab itu hanya membawa malapetaka saja, Lagi pula aku telah menyerahkan kitab-kitab itu kepada Tan Piauw. Yang penting ialah. kau lekas-lekas sembuh."

Di depan mereka pertempuran terus berlangsung, Tu Wee Seng dengan tongkat bambunya kini sedang melawan TiamCong dan Tan Piauw, Tiba-tiba terdengar lagi suara siulan yang panjang, sekonyong-konyong meloncatlah lima orang ke dalam lembah itu, dan sejenak kemudian tiga orang lagi.

Hian Ceng Totiang mengenali semua orang itui ialah Souw Peng Hai dengan empat pengawalnya, dan yang tiga adalah Ouw Lam Peng, kepala cabang bendera merah, Yap Eng Ceng, kepala cabang bendera putih, dan Kiok Goan Hoat, kepala cabang bendera hitam.

Lalu Souw Peng Hai dengan toyanya meloncat di tengah-tengah mereka yang sedang bertarung dan menghentikan pertarungan Sambil tertawa ia berkata.

"Kalian berhenti bertempur! Aku ingin berbicara!"

Melihat Souw Peng Hai telah datang dengan sekian banyak orangorangnya, Tu Wee Seng dan kedua belibis itu segera bertanya-.

"Souw Cong Piauw, apa yang hendak dibicarakan? Cobalah katakan!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Di pegunungan Koat Cong San kedua belibis bertempur melawan Souw Peng Hai Ketika itu Souw Peng Hai telah melihat bungkusan kain kuning berada di punggung Tiam Cong, ia menoleh ke arah Hian Ceng Totiang dan berkata.

"Totiang, rupanya kitab-kitab Kui Goan Pit Cek sudah jatuh di tangan orang lain. Jika aku rampas kembali kitab-kitab itu, bagaimanakah pendapat Totiang?"

Hati Tiam Cong menjadi panas, Ketika ia lari, serasa ada sesuatu hawa yang selalu menariknya, ia menduga bahwa hawa tarikan itu berasal dari Souw Peng Hai yang menggunakan ilmu Sip To Jip Tong atau menarik ombak ke dalam gua dan oleh sebab itu ia tak dapat lari dengan pesat ia pun memperhatikan bahwa Tu Wee Seng tak dapat mengejar sebagaimana yang dikehendakinya, dan kini mereka berhadapan lagi dengan rombongannya Hian Ceng Totiang.

"Semua ini pasti perbuatan Souw Peng Hai,"

Pikirnya, Dengan mengangkat kedua tangan memberi hormat, Hian Ceng Totiang menyahut.

"Kitab-kitab itu telah kuserahkan kepada saudara Tan Piauw, dan aku tak berhak mengatakan apa-apa."

Souw Peng Hai tertawa dan berkata.

"Totiang betulbetul murah hati. Aku Souw Peng Hai sangat kagum."

Lalu ia memandang ke arah Tan Piauw, dan berkata dengan suara keras.

"Jika demikian halnya, kita semua boleh merampas kitab-kitab itu!"

Tu Wee Seng mengangkat tangannya dan berkata.

"Untuk merampas kitab-kitab Kui Goan Pit Cek, siapapun boleh. Tapi apakah tidak baik kita urus menurut peraturan yang layak? Souw Cong Piauw telah datang dan tiga kepala cabang dari lima cabang partai Tian Liong juga sudah datang, Souw Cong Piauw kini mempunyai delapan jago-jago silat Aku kira Souw Cong Piauw akan mengatur dengan cara yang seadil-adilnya siapa yang berhak mengambil kitab-kitab itu!"

"Perkataan saudara Tu itu betul,"

Sahut Souw Peng Hai.

"Partai Tian Liong telah datang dengan banyak orang, Tapi

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

jangan khawatir bahwa semuanya akan turun tangan...."

Belum lagi habis ia berbicara, ia segera meloncat menerkam Tiam Cong untuk merampas bungkusan kain kuningnya, Tu Wee Seng mencoba mencegah, tapi sebuah jotosan dari Souw Peng Hai telah menyebabkan Tiam Cong terpental ke udara.

Tan Piauw buru-buru menolong ketika Tiam Cong jatuh kembali ke tanah, Darah keluar dari mulutnya, Dengan marah Tan Piauw membentak.

"Souw Cong Piauw, tinju itu betulbetul lihay, Kami ketiga belibis tak akan lupa."

Lalu dari kantong di dadanya dikeluarkan sebuah botol pil obat berwarna emas, dan berkata kepada Tiam Cong.

"Kau telan pil obat ini. Tentang pukulan dahsyat itu akan kita adakan perhitungan setelah kita kembali menemui Toa-ko kita."

Dalam keadaan luka itu Tiam Cong membuka bungkusan yang diikatnya di punggungnya, lalu oleh Tan Piauw dibukanya bungkusan itu, kemudian dibacoknya kotak yang dibuat dari batu Giok sampai hancur, dan dengan kedua tangan diangkatnya ketiga kitab Kui Goan Pit Cek itu.

Lalu ia tertawa terbahak-bahak.

Souw Peng Hai, Tu Wee Seng dan lain lainnya melihat bahwa ia hendak merusakkan kitab-kitab itu.

Mereka terkejut Dengan berbareng Souw Peng Hai dan Tu Wee Seng datang menyerang, Tan Piauw merampas kitab-kitab itu, dan dengan tangan kirinya dicoba nya menahan lawan-lawannya, Tinju kiri itu dilepas dengan sekuat tenaga, dan Tu Wee Seng menangkis jotosan itu dengan tongkat bambunya, ia merasa tangannya tergetar, dan cepat-cepat meloncat mundur Souw Peng Hai ketika itu sedang mencoba merampas kitab-kitab itu, tapi di-cobanya juga menahan Tu Wee Seng.

Setelah itu secepat kilat ia berhasil mencekal tangan Tan Piauw, Dengan satu pijitan yang dahsyat kitab-kitab itu jatuh dari tangannya, dan satu tendangan akan mengenai lambung Tan Piauw kalau ia tidak lekas-lekas melompat mundur Kitabkitab itu telah dirampas oleh Souw Peng Hai, Tan Piauw buru-

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

buru datang menolong Tiam Cong yang sudah pingsan, karena darah terlampau banyak keluar dari mulutnya.

Tu Wee Seng menjadi masyguI dan murka setelah melihat Souw Peng Hai telah merampas kitab-kitab itu, Dari kantong di dadanya, dikeluarkannya sebuah pelor emas, ia ingin menggunakan senjata rahasianya yang ampuh itu.

Tiba-tiba dari belakang terdengar orang membentaknya.

"Hai! Apa gunanya kau menggunakan pelor emas itu! Cobalah lawan aku dengan arit terbangku!"

Tu Wee Seng menoleh, dan melihat Ouw Lam Peng menegurnya sambil memegang arit tembaganya.

Ketika itu Yap Eng Ceng juga telah siap dengan sepasang belati Ouw Lam Peng dan Yap Eng Ceng dengan senjatasenjata rahasianya yang ampuh adalah jago-jago silat yang lihay dan terkenal di kalangan Bu Lim.

Tu Wee Seng berpikir bahwa ia tak akan dapat melawan mereka berdua, apalagi ditambah pula dengan Kiok Goan Hoat dan empat orang pengawal Souw Peng Hai, tentu ia tak akan menang.

Menyerang terus pada waktu itu sama juga halnya dengan menggunakan telur memukul batu, atau mencari sendiri jalan maut ia tersenyum, lalu memasukkan kembali pelor emasnya, dengan tekad menanti ketika yang baik untuk merampas kitabkitab Kui Goan Pit Cek itu.

Baru saja ia menyimpan pelor emasnya, terdengarlah Souw Peng Hai tertawa keras, dan melemparkan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek kepada nya.

Souw Peng Hai menghampiri Hian Ceng Totiang dan berkata sambil mengejek.

"Tidak heran mengapa kau telah menyerahkan kitab-kitab itu kepada orang lain. Kau sendiri berdiri dengan tenang menonton orang-orang lain bertarung merebut benda yang tak berharga!"

Hian Ceng Totiang menyahut dengan marah.

"Setelah kudapati kitab-kitab itu, belum pernah kubuka dan kubaca, Kau jangan sembarang memfitnah orang saja!"

Souw Peng Hai mengejek lagi.

"Kalian saksikaniah perkataanku yang dapat dibuktikan Aku tak akan memfitnah orang lain tanpa bukti!"

Belum lagi Hian Ceng Totiang menyahut, Ngo Kong

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Toa-su turut berbicara.

"Hian Ceng Totiang belum pernah berdusta, ia betul-betul belum membuka dan membaca isi kitab-kitab itu!"

"O, jadinya kau anggap aku sengaja memfitnah orang lain?! Bawa kemari kitab-kitab itu, dan semuanya dapat menyaksikan!"

Tu Wee Seng lalu membawa kitab-kitab itu dan meletakkannya di hadapan Souw Peng Hai dan Hian Ceng Totiang, Lalu tiga kepala cabang partai Tian Liong, Bee Kun Bu dan kawan-kawannya juga datang melihat kitab-kitab itu.

Hian Ceng Totiang membuka sampul kitab pertama yang bertulisan empat huruf "Kui Goan Pit Cek"

Dengan warna merah, Tapi halaman pertama adalah kertas putih dengan sebuah gambar kura-kura, dan halaman kedua di atas kertas putih tertulis huruf-huruf yang artinya sebagai berikut.

"Kacang itu tak dapat dimakan, karena bisa menyakitkan perut. Tahu itu harus ditambahi arak agar sedap rasanya."

Dibaliknya terus halaman-halaman lainnya, dan di atas kertas yang putih itu hanya ada gambar-gambar burung-burung atau binatangbinatang, Tak sehelai pun yang ditulisi dengan ilmu silat, Ketika dibaliknya sampai halaman terakhir dari kitab yang ketiga, dibacanya.

"Setelah melihat gambar-gambar lukisan dan huruf-huruf, bagaimanakah pendapatmu?"

Hian Ceng Totiang mengeluarkan peta Cong Cin To, dan membandingkan huruf-huruf nya dengan huruf-huruf di dalam ketiga kitab itu.

Segera tampak bahwa huruf-huruf itu berlainan, dan warna haknya (tintanya) juga berlainan, Souw Peng Hai yang juga pandai menulis segera melihat bahwa tinta di dalam kitab-kitab itu hanya lebih kurang tiga puluh tahun tuanya, sedangkan kitab-kitab Kui Goan Pit Cek yang tulen sudah berumur beberapa ratus tahun, Hian Ceng Totiang menarik napas, lalu berkata.

"Kitab-kitab Kui Goan Pit Cek yang tulen sudah diambil orang, Kita semua telah dipermainkan."

Semua orang berdiri terpesona Souw Peng Hai yakin bahwa Hian Ceng Totiang tidak berdusta. ia menoleh ke arah Tiam Cong, tetapi Tiam Cong telah digendong pergi oleh saudaranya, Tan Piauw.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Ketika itu hari sudah mulai senja, dan matahari sudah berada di sebelah barat Souw Peng Hai lalu memerintahkan semua orang-orangnya berlalu setelah menghaturkan hormat kepada Hian Ceng Totiang dan Ngo Kong Toa-su.

Yang terakhir adalah Tu Wee Seng.

sebelum ia pergi ia pun berkata kepada Hian Ceng Totiang.

"Urusanku masih banyak yang harus ku kerja kan, dan banyak perhitungan harus kubereskan Sampai berjumpa lagi!"

Lalu dengan ilmu meringankan tubuh ia pun pergi dengan cepat sekali entah kemana, Setelah semuanya pergi, Hian Ceng Totiang berkata.

"KJta harus lekas-lekas ke kota!"

Lalu Lie Ceng Loan dan Liong Giok Pin mendukung Giok Cin Cu di kiri kanannya sambil melanjutkan perjalanannya, Lie Ceng Loan yang halus perasaannya bertanya kepada Bee Kun Bu yang berjalan di sampingnyaj "Bu Koko, apakah kau mengetahui obat yang mustajab untuk menyembuhkan luka guru kita?"

"Aku tidak tahu,"

Sahut Bee Kun Bu sambil menarik napas.

"Jika ular tadi dipatok oleh bangau putih, pasti ia segera mati!"

Kata Lie Ceng Loan, Ucapan itu menyebabkan Hian Ceng Totiang berpikir "Jika bangau putih dapat membunuh mati ular hitam yang besar, bangau itu pasti sakti sekali, jika ia mempunyai majikan, majikannya pasti dapat mengobati orang yang terluka karena gigitan ular berbisa."

Tapi pikirannya itu tidak diutarakannya pada orang lain, Mereka berjalan terus, dan ketika itu hari sudah menjadi malam, tetapi mereka tidak berhenti, karena mereka ingin lekas-lekas tiba di kota, Ketika fajar menyingsing, mereka telah menempuh jarak seratus lie iebih, dan berada di kaki sebuah puncak gunung, Hian Ceng Totiang talu mendaki puncak itu dengan ilmu meringankan tubuhnya, Dari sana ia melihat ke daerah di hadapan dan di bawahnya.

Dalam suasana yang gelap itu, ia masih dapat melihat sebuah kota dengan lampu yang banyak, Menurut taksirannya, kota itu lebih kurang tujuh puluh lie jauhnya, Dengan kecepatan maksimum yang dapat mereka capai dalam berjalan, ia menaksir akan dapat sampai di kota itu

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

pada esok pagi nya.

ia agak merasa girang, karena di kota tersebut mungkin dapat ia membeli obat yang dibutuhkan ia turun kembali dan memberitahukan bahwa kota yang terletak di kaki gunung dapat dicapai esok pagi, dan diperintahkannyalah semuanya beristirahat sebentar Lie Ceng Loan lalu mengajak Bee Kun Bu ke suatu sungai kecil untuk mencuci muka yang sudah penuh debu, Ketika mereka sedang mencuci muka di pinggir sungai itu, mereka mendengar seakan-akan ada orang tertawa, Lie Ceng Loan bertanya, setelah melihat keadaan di sekitarnya.

"Apakah itu suara orang?"

"Betul, tapi silat orang itu lihay sekali!"

Sahut Bee Kun Bu.

"Karena kita tak dapat mengetahui di mana ia berada?"

"Ayo, kita beritahukan guru kita!"

Kata Lie Ceng Loan.

"Jangan!"

Sahut Bee Kun Bu.

"Orang itu tidak mengganggu kita. Kita tak usah memusingkan kepada guru kita."

Kemudian mereka kembali ke tempat berkumpul dan Hian Ceng Totiang lalu memerintahkan supaya berangkat lagi.

Betul saja, pada hampir tengah hari, mereka tiba di suatu kota yang bernama Leng Kee.

Mereka mencari tempat penginapan.

Setelah Giok Cin Cu dapat berbaring di tempat tidur, Hian Ceng Totiang pergi keluar untuk membeli obat yang dibutuhkan setelah terlebih dahulu menyuruh Liong Giok Pin dan Lie Ceng Loan menunggui Giok Cin Cu.

Ngo Kong Toa-su menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam operasi yang akan diadakan Bee Kun Bu mengambil kesempatan itu untuk berjalan-jalan ke pekarangan belakang, kemudian ke depan untuk menyambut kembalinya Hian Ceng Totiang, Rumah penginapan itu tidak besar, tetapi di kota Leng ICee ialah yang terbesar Di bagian depan adalah restoran, dan di bagian belakang tempat penginapan Waktu itu restorannya penuh sesak, dan suasananya riuh sekalL Di sebuah meja kecil di sebelah dinding kanan tampak seorang pemuda yang tampan berbaju hijau.

Setelah melihatnya, Bee

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Kun Bu merasa bahwa pemuda itu adalah orang yang luar biasa, Di antara para tamu di dalam restoran itu tak ubahnya ia seperti seekor bangau di antara ayam-ayam.

Dengan tak disengaja pemuda itu menoleh ke arah Bee Kun Bu dan tersenyum Tapi kedua mata yang besar mengeluarkan sinar dan menyebabkan Bee Kun Bu terkejut Karena terkejutnya, Bee Kun Bu tidak memperhatikan dengan tegas wajah pemuda itu.

Pada waktu itu, Hian Ceng Totiang juga telah kembali Bee Kun Bu menerima obat yang telah dibeli nya, akan tetapi ia masih saja memikirkan pemuda tadi, dan kemudian ia melirik lagi ke arahnya, Ketika Hian Ceng Totiang masuk ke dalam kamar Giok Cin Cu, dilihatnya segala sesuatu yang dibutuhkan telah disiapkan Diperintahkannya Liong Giok Pin memasak air di dalam sebuah panci besar untuk menggodok obat yang baru dibeli Lalu ia berkata kepada Giok Cin Cu.

"Sumoy, obat telah kubeli dan kini sedang dimasak, Segera aku akan melakukan operasi di pergelangan tanganmu untuk mengeluarkan racun ular, Aku harap kau tenang-tenang saja, dan aku yakin aku dapat melakukan operasi itu dengan baik, dan menyembuhkan luka itu. Kemudian aku akan mencurahkan segala tenagaku untuk mencari obat guna mengembalikan tenagamu."

"Jika kau tidak berhasil?"

Menanya Giok Cin Cu sambil tersenyum "Aku akan membuat pembalasan membunuh mati orang yang menyebabkan kau menderita, atau.,."

Sahut Hian Ceng Totiang, tapi ia tak dapat meneruskan karena perkataannya seakan-akan berhenti di tenggorokannya.

Giok Cin Cu tak dapat menahan air matanya, lalu berkataj "Meskipun aku meninggal dunia, dalam partai Kun Lun masih ada Toa-Suheng dan Jie-Suheng.

Aku...

aku...

yakin partai Kun Lun kita tidak akan terhalang walaupun aku sudah...."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Bee Kun Bu sangat pintar dan cerdas, Dalam sepuluh tahun ia pasti dapat meneruskan usaha partai Kun Lun kita,"

Menghibur Hian Ceng Totiang, Ketika obatnya sudah masak, Giok Cin Cu diberi minum semangkok, Keringat keluar dari seluruh tu-buhnya, Hian Ceng Totiang lalu membakar sebuah pisau yang sangat tajam, dan dengan menggigit bibir ia melakukan operasi itu, Darah tidak mengalir keluar lagi, karena daging di bagian pergelangan tangan itu sudah mulai busuk, Dipotongnya daging busuk itu, lalu luka itu dicucinya dengan air obat yang panas sekali Giok Cin Cu menjerit kesakitan, tetapi Hian Ceng Totiang terus melakukan operasi itu dengan penuh perhatian Lalu dibungkusnya luka itu setelah terlebih dahulu menutupinya dengan daun-daun obat Setelah operasi tersebut selesai, Giok Cin Cu disuruh lagi meminum semangkok obat yang sudah dimasak tadi, kemudian disuruh tidur.

Hian Ceng Totiang dan Ngo Kong Toa-su lalu keluar dari kamar itu dengan perasaan lega.

Bee Kun Bu lalu berkata kepada Lie Ceng Loan dan Liong Giok Pin.

"Pergi!ah kalian beristirahat Biarlah aku yang menjagal Kedua gadis itu yang telah hampir dua hari memanggul Giok Cin Cu, dan kemudian menyaksikan pula operasi dengan perasaan cemas bereampur sedih, lalu pergi ke kamar lain untuk beristirahat Bee Kun Bu menjagal Giok Cin Cu sambil duduk, ia memenangkan peristiwa-peristiwa yang telah dialaminya dan sebentar-sebentar ia menarik napas panjang, ia bangun dan jalan menghampiri jendela. Di buka nya jendela itu dan dari jauh tampaklah puncakpuncak gunung, Tiba-tiba dari langit yang biru tampak olehnya suatu benda yang putih mendatangi dengan pesat sekali seakan-akan bintang jatuh dari angkasa, Melihat benda putih itu, Bee Kun Bu terkejut, karena benda putih itu adalah bangau putih yang pernah dijumpainya di pegunungan Koat Cong San!

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Ia berdiri terpesona di belakang jendela.

"Bangau itu telah terbang dari pegunungan Koat Cong San yang letaknya jauh sekali dari kota ini Pasti ada maksudnya, Dalam beberapa hari ini, aku pun merasa seperti ada orang yang senantiasa membayangiku. Mengapa?"

Pikir-nya.

Lalu ia berniat hendak memberitahukan perasaannya dan perihal ia melihat bangau putih itu kepada gurunya bila ada kesempatan yang tepat Setelah beristirahat selama dua hari, Giok Cin Cu kelihatan lebih bersemangat tapi masih tetap lemah, wajahnya masih tetap muram, karena ia merasa sayang sekali bahwa kepandaian silat yang telah dipelajari dipahami dan dimilikinya telah menjadi tak berguna lagi!

Toa-Suhengnya selalu menghiburnya.

"Hari ini kita beristirahat lagi, dan besok kita berangkat menuju ke telaga Poa Yo Ouw di propinsi Kian-sie menemui Biauw Souw Hie Wen Sao Kong Gie yang terkenal sebagai seorang dokter nomor satu di kolong langit Dokter itu telah banyak sekali menyembuhkan orang yang kena racun, Aku yakin ia dapat mengobati dan memulihkan tenagamu lagi, Sumoy, aku bersumpah, aku tak akan berhenti berusaha menolong kau?"

Giok Cin Cu tersenyum, dan berkata.

"Tentang diriku, aku tak terlampau hiraukan. Tapi partai silat Tian Liong akan mengundang sembilan partai silat yang kenamaan di kalangan Bu Lim kelak, tiga tahun lagi untuk mengadu silat pedang. Jika Toa-Suheng tidak lekas-lekas kembali ke kuil San Goan Kong di pegunungan Kun Lun, bagaimanakah Jie-Suheng dapat meladeni semua tantangan?"

Hian Ceng Totiang berpikir sejenak, lalu menyahut.

"Jika demikian halnya, Liong Giok Pin dapat disuruh kembali lebih dulu ke pegunungan Kun Lun dan memberitahukan Sutee bahwa partai kita tak turut serta dalam pertandingan silat yang diadakan oleh partai Tian Liong, Sebetulnya, bagiku sekarang, usaha menjagoi di kalangan Bu Lim, tidak berarti lagi, Aku hanya ingin kau lekas-lekas sehat dan pulih!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Dengan mata terbelalak Giok Cin Cu berkata.

"Nama partai Kun Lun telah termashur beberapa ratus tahun, masa partai ini akan putus atau habis pamornya di tangan kita? Apakah kita tidak malu terhadap nenek moyang guru-guru kita yang telah mempereayakan partai Kun Lun kepada kita? Sudahlah, aku rela mati sekarang agar Toa-Suheng dapat mencurahkan pikiran dan tenaga demi kepentingan partai Kun Lun!"

Hian Ceng Totiang menundukkan kepalanya dan tinggal diam. Lalu ia berkata.

"Nah,., kita pergi dahulu ke telaga Poa Yo Ouw mencari dokter Biauw Souw Hie Wen Sao Kong Gie, dan kemudian kita kembali ke pegunungan Kun Lun!"

Ya...

asmara yang telah mereka pendam di dalam hati selama beberapa puluh tahun baru mulai diutarakan semenjak Giok Cin Cu menderita.

Asmara yang murni itu hanya dapat dipertahankan dengan mulia oleh orang-orang yang kuat imannya.

Keesokan harinya mereka meninggalkan kota Leng Kee menuju ke telaga Poa Yo Ouw di propinsi Kiang-si.

Mereka harus melewati pegunungan Koat Cong San kembali, kemudian pegunungan Sian Hia Leng dan pegunungan Bu Ie.

perjalanan itu jauhnya seribu lie lebih.

Bilamana semuanya sehat-sehat saja, maka perjalanan itu dapat ditempuh dalam lima atau enam hari.

Tapi dengan keadaan Giok Cin Cu yang harus dipanggul oleh kedua gadis muridnya, perjalanan itu harus dilakukan dengan hati-hati.

Setelah lima hari, mereka telah melewati distrik King Yun dan masuk ke daerah pegunungan Sian Hia Leng yang banyak puncaknya dan curam sekali jurang-jurang-nya.

Ketika hari sudah senja, mereka terpaksa beristirahat karena letihnya di suatu lapangan di antara jurang-jurang pegunungan itu.

Kedua gadis itu lalu membuat api untuk memasak dan membuat hidangan untuk dimakan ber-sama-sama.

Lalu, setelah semuanya makan, mereka mencoba hendak tidur, Hian Ceng Totiang melihat bahwa Sumoynya tak dapat tidur, ia duduk ke dekatnya dan menceritakan kisah-kisah tentang ilmu silat di kalangan Bu Lim, yang didengarkan dengan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

perhatian oleh Bee Kun Bu, Lie Ceng Loan dan Liong Giok Pin.

Ketika hari telah tengah malam, terdengarlah suara orang menginjak batu gunung, Bee Kun Bu menoleh ke arah suara itu, ia terkejut ketika dalam gelap gulita itu datang seorang pemuda berbaju hijau yang telah dilihatnya di restoran di kota Leng Kee, pemuda itu jalan perlahan-lahan menghampiri Bee Kun Bu dengan sikap tak menghiraukan orang-orang lain kecuali Bee Kun Bu.

ia jalan melewati Bee Kun Bu, lalu melihat di sekitarnya dengan sikap yang congkak, Sejenak kemudian pemuda itu tidak nampak lagi dalam suasana yang gelap itu.

"Ganjil sekali sikap orang itu, Tapi ia tidak mempunyai maksud jahat terhadap kita,"

Kata Hian Ceng Totiang.

"Di kota Leng Hee Siauw-tee pernah menjumpainya, Rupanya ia memperhatikan Siauw-tee,"

Sahut Bee Kun Bu, Lalu Hian Ceng Totiang menanyakan apa yang terjadi antara pemuda itu dengan Bee Kun Bu, dan Bee Kun Bu menceritakan tentang ia berjumpa dengan pemuda itu, Dengan wajah muram Hian Ceng Totiang berkata.

"Di kalangan Kang-ouw sering-sering terjadi peristiwa-peristiwa yang tidak kita duga-duga, Kita harus waspada."

Sambil berkata, ia berpikir dan coba menafsirkan sikap pemuda yang ganjil tadi.

"Bee Kun Bu baru saja menerjunkan diri di kalangan Bu Lim, dan pasti ia tak mempunyai musuh atau dendam terhadap orang lain terutama terhadap pemuda berbaju hijau tadi,"

Pikirnya, Pikiran itu terus merangsang di otaknya sehingga ia semalam-malaman tak tertidur!

Pada esok paginya, mereka meneruskan perjalanan Setelah melewati pegunungan Sian Hia Leng, mereka harus melalui pegunungan Bu Ie.

Selama sepuluh hari lebih mereka harus berjalan dengan susah payah melalui jurang-j0ang yang curam, lernbah-lembah yang sempit dan jalan-jalan yang berbahaya, Kemudian mereka masuk ke propinsi Kiang-si.

Akhirnya mereka menyewa kereta yang ditarik oleh kuda untuk meneruskan perjalanannya, dan tiba di telaga Poa Yo Ouw setelah lewat beberapa hari.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tempat itu merupakan sebuah pelabuhan, Toko toko dan warung-warung banyak sekali, dan penduduknya pun banyak puIa, Setelah mencari tempat penginapan Hian Ceng Totiang menjumpai lagi urusan yang memusingkan kepala, Biauw Souw Hie Wen Kong Gte yang terkenal sebagai dokter yang pandai sekali, telah lama memisahkan diri dari kalangan Kangouw, dan telah pergi ke suatu tempat terpencil untuk bertapa, Di daerah Poa Yo Ouw yang luas itu sukar mencarinya, ia telah berusaha mencarinya selama tiga hari tapi tak berhasil Pada hari keempat, Hian Ceng Totiang telah pergi lagi mencari keluar, tapi sampai tengah hari belum juga kembali.

Bee Kun Bu menjadi khawatir ia keluar untuk mencari gurunya, dan dengan tak terasa ia telah tiba di pinggir telaga Poa Yo Ouw, Di depan dilihatnya air telaga yang biru dan luas, pemandangannya indah dan permai, dan menakjubkan!

Ketika ia tengah menikmati keindahan telaga itu, dari belakang didengarnya suara orang tertawa dengan merdu, seraya menegur.

"Mengapa kau sendiri saja yang menikmati keindahan telaga ini? Mengapa Sumoymu tidak mendampingi mu ?"

Bee Kun Bu mencium bau yang harum, Ketika ia memutar badannya dilihatnya seorang gadis berbaju hitam, berwajah cantik jelita dan tersenyum memandanginya, Gadis itu adalah Souw Hui Hong, puterinya Souw Peng Hai pemimpin partai Tian Liong, yang telah jatuh hati padanya, Melihat Bee Kun Bu terpesona tak dapat menyahut, ia melangkah maju menghampiri seraya berkata.

"Kau sudah lupa pada budi orang! Aku telah pernah menolongmu melarikan diri, tetapi ketika hari ini kau berjumpa dengan aku, kau bukan saja enggan menyatakan terima kasih, bahkan ingin lagi menyingkir dari aku...."

Bee Kun Bu melihat gadis itu mengucurkan air mata, ia tak dapat menahan perasaannya yang halus, Dengan senyum paksaan dicoba nya menghibur "Aku... aku sedang banyak pikiran, Maka aku tak dapat...."

Souw Hui Hong melihat ia mengaku salah, memotong pembicaraan-nya, dan bertanya.

"Pikiran apakah? Bolehkah aku tahu? Mungkin aku dapat

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

menolong."

Bee Kun Bu mengerutkan keningnya, lalu berkata.

"Aku sedang mencari seorang dokter."

"Bukankah kau mau mencari Biauw Souw Hie Wen Sao Kong Gie?"

Tanya Souw Hui Hong.

"Betul,"

Sahut Bee Kun Bu.

"Apakah kau tahu di mana ia?"

"Jika kau tidak berjumpa denganku di sini, mungkin dalam tiga bulan kau akan mencari-cari tanpa hasil,"

Mengejek gadis itu.

"Apakah Siocia mengetahui di mana dokter itu?"

Tanya Bee Kun Bu dengan bernafsu sekali.

"Aku pasti mengetahui! ia adalah ayah angkatku,"

Sahut gadis itu.

"Dapatkah Siocia memberitahukan di mana rumahnya?"

Tanya Bee Kun Bu. Dengan kedua mata terbelalak Souw Hui Hong berkata.

"Tidak, Ayah angkatku telah menutup pintunya dan telah lima tahun ia tidak menerima tamu lagi."

Biauw Souw Hie Wen Kong Gie dengan jarum saktinya Bee Kun Bu menarik napas panjang, ia merasa kecewa, Dari jauh mereka datang ke Poa Yo Ouw untuk mencari dokter pandai itu, Tapi setelah tiba di tempatnya, dokter itu menutup pintu, tak menerima tamu, ia memikirkan nasib gurunya, dan yakin bahwa hanya dokter itulah yang akan dapat menyembuhkan gurunya, ia hendak memaksa gadis itu memberitahukan rumah dokter itu, tapi ia mundur lagi.

Sikap yang serba salah ini diperhatikan oleh Souw Hui Hong yang lalu mengejek.

"Kulit mukamu tipis sekali, sebentar saja mukamu sudah merah, Bagaimana-kah kau dapat berkecimpung di kalangan Kang-ouw? Apakah kau mencari

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Biauw Souw Hie Wen Sao Kong Gie untuk penyakit Sumoymu? Melihat sikapmu itu, aku yakin bahwa Sumoymu itu sakitnya keras."

Bee Kun Bu yang menghendaki pertolongannya tak dapat marah. Ditahannya semua ejekan, mungkin juga hinaan, Digeleng-gelengkannya kepalanya dan berkata.

"Bukan Sumoyku yang menderita sakit Susiokku (bibi guru)!"

Dengan kedua mata terbelalak Souw Hui Hong bertanya dengan heran.

"Apa? Masa Giok Cin Cu yang sakit? Salah seorang pemimpin partai Kun Lun?"

"Betul,"

Sahut Bee Kun Bu.

"la telah kena racun ular kepunyaan Tan Piauw!"

Ketika itu datanglah sebuah perahu ke tempat mereka berdiri Di atasnya berdiri seorang gadis berbaju merah, berusia lebih kurang lima belas tahun, Belum sampai perahu itu merapat, gadis kecil itu telah meloncat ke darat, menghampiri Souw Hui Hong dan memberi hormat sambil membungkukkan tubuh, ia berkata.

"Sio-cia, kami sudah siap menyediakan santapan enak untuk tamu, Siocia diminta naik perahu ini."

Souw Hui Hong menyahut.

"Aku sudah tahu. Kau kembali dahulu!"

Si gadis kecil yang mengetahui bahwa Souw Hui Hong itu paling keras kepala tidak mau lagi mendesak ia meloncat kembali ke perahunya. Lalu Souw Hui Hong berkata.

"Bee Kongcu, jika kau suka, boleh ikut aku naik perahu untuk makan-makan dan minumminum. Bagaimana pendapatmu?"

Untuk membujuk Souw Hui Hong supaya mau memberitahu dimana rumah dokter pandai itu, Bee Kun Bu menyahut.

"Apakah yang memanggil Siocia itu seorang kawan karib? Aku khawatir kalau-kalau hanya akan menjadi rintangan saja!"

"Ai! Mengapa kau seperti seorang gadis? Lagi pula Sumoymu tidak ada di sini, Apakah kau tidak ingin mencari

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Biauw Souw Hie Wen Sao Kong Gie untuk menyembuhkan Susiokmu karena racun ular? Jika kau tidak mengikutiku jangan diharap lagi akan kuberitahukan padamu!"

Ucapan yang merupakan suatu ancaman itu menyebabkan Bee Kun Bu menyeringai seperti kuda. ia menyahut.

"Jika Siocia baik hati memberitahukan rumah dokter pandai itu, apalagi membujuknya mengobati Su-siokku, budi Siocia itu tak akan dapat kulupakan begitu juga oleh guruku!"

"Bagaimanakah caranya kau membalas?"

Menggoda si gadis lagi, pertanyaan itu menyebabkan Bee Kun Bu bisu kembali. Tapi si gadis segera membebaskannya dari kecanggungan itu dengan berkata.

"Nah, ini suatu pelajaran Lain kali jangan sembarang berjanji saja atau bersumpah Ayo, naik ke atas perahu!"

Perahu itu tidak besar, tapi buatannya rapi sekali, Sambil menyingkapkan krei kamar perahu, Souw Hui Hong mempersilahkan Bee Kun Bu masuk ke dalam kamar perahu itu.

Kamar itu harum sekali baunya, dan dihias dengan indah sekalL Di tengah-tengah kamar ada sebuah meja kecil segi delapan, dan di atas meja telah tersedia santapan yang lezat dan arak yang harum.

Empat kursi yang ditutup dengan sutera putih mengitari meja itu, Seorang gadis muda yang juwita dengan baju warna hijau tua berdiri menanti kedatangan mereka, Bee Kun Bu terpesona melihat gadis itu.

Lalu Souw Hui Hong datang mendekati gadis juwita itu dan berkata.

"Adik, maafkan aku. Dengan tiada persetujuanmu, aku telah mengundang seorang tamu. Gadis berbaju hijau itu memandang Bee Kun Bu dengan kedua matanya yang bersinar, lalu terkejuL Dan berbisik.

"Hong Cici, siapakah ia? Mengapa tak pernah kau ceritakan sesuatu tentangnya kepadaku?"

Souw Hui Hong tersenyum dan menyahut.

"Marilah, akan kuperkenalkan Lalu ditariknya tangan si gadis berbaju hijau,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

setelah di hadapan Bee Kun Bu ia berkata.

"lnilah puteri ayah angkatku!"

Bee Kun Bu membungkukkan tubuhnya untuk memberi hormat seraya berkata.

"Souw Siocia sangat bermurah hati dengan mengajak aku datang ke sini. Harap Siocia tidak menjadi gusar."

Gadis yang berbaju hijau itu bernama Sao Goat Hun. ia hanya tersenyum, Tapi Souw Hui Hong membentak "Mengapa tak kau katakan bahwa aku yang memaksamu untuk datang ke atas perahu ini!"

Lalu ia berkata kepada Sao Goat Hun.

"la bernama Bee Kun Bu, dan ia adalah murid Hian Ceng Totiang dari partai silat Kun Lun."

Sambil menyeret kursi Sao Goat Hun berkata.

"Maaf Tak kuduga Bee Kongcu dari partai Kun Lun sudi datang ke sini, Marilah kita minum arak."

Bee Kun Bu mengangkat kedua tangannya menghaturkan hormat sebelumnya ia duduk, Ketika mereka telah duduk sambil minum arak, perahu telah berlayar dengan laju sekali ke tengah telaga, Dari jendela angin meniup sepoi-sepoi basah, Mereka terus minum arak.

Bee Kun Bu yang tidak kuat minum banyak-banyak terpaksa menurutkan kehendak kedua gadis itu, minum arak diluar batas kemampuannya, Oleh karena itu, setelah ia minum delapan gelas, ia mulai mabok, dan sikapnya tidak sopan santun lagi sebagai semula.

Diluar keinsyafannya ditanyakannya di mana tempat dokter Sao Kong Gie itu, Pertanyaan itu dijawab oleh Souw Hui Hong.

"Ayah angkatku, sejak ia memisahkan diri dan tinggal bertapa tidak mau tahu lagi dengan urusan-urusan di kalangan Kang-ouw. Ayahku yang telah beberapa puluh tahun bersahabat dengan dia, bahkan sudah seperti saudara kandung, telah berkali-kali memintanya agar mau masuk ke dalam partai Tian Liongnya, Tapi. selalu ditolaknya. Ketiga-tiga pemimpin partai Kun Lun, meskipun sangat terkenal, mungkin juga tak akan berhasil mengundangnya keluar dari tempat bertapanya!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Dalam keadaan sinting, Bee Kun Bu menaruh cangkir araknya di atas meja, dan sambil tertawa ia berkata.

"Menolong jiwa seseorang sangat besar artinya, Angkatan tua Sao yang terkenal sebagai seorang dokter nomor satu di kolong langit, pasti bermurah hati, budiman dan berwatak ksatria. Aku datang hanya untuk memohon agar beliau sudi memberikan pertolongan kepada bibi guruku yang kena racun ular, dan aku yakin bahwa soal ini tidak akan menyusahkan beliau benar, bukan?"

Ia memandang Sao Goat Hun, seakanakan menanti jawabannya Tapi pertanyaan itu lagi-lagi dijawab oleh Souw Hui Hong.

"Orang-orang yang minta bertemu dengan ayah angkatku semuanya minta pertolongan nya untuk berobat Beliau yakin bahwa orang-orang di kalangan Kang-ouw, setelah sembuh, pasti mengadakan pembalasan dendam, dan akibatnya akan lebih banyak korban yang jatuh. Hal inilah yang tak dikehendaki oleh ayah angkatku, Baginya, jika ia makin banyak menolong orang dari bahaya maut, berarti pembalasan dendam makin banyak pula, Oleh karena itu ia telah bertekad untuk tidak mau tahu lagi urusan orang-orang di kalangan Kang-ouw!"

Dengan menundukkan kepalanya, Bee Kun Bu menarik napas panjang, lalu berkata.

"Jika demikian, aku tak mempunyai harapan lagi!"

Melihat kekecewaan itu, Souw Hui Hong merasa kasihan ia menghibur.

"Mengapa kau lekas berputus asa? Aku belum mengatakan tidak ada harapan! Tentang tempat kediaman ayah angkatku tak dapat kuberitahukan sebelumnya memperoleh persetujuan adikku, Sao Goan Hun. Sabar sajalah kau. Aku minta persetujuan nya, dan nanti akan kita rundingkan caranya."

Sao Goat Hun berkata.

"Souw Cici, kau telah menyanggupi untuk meminta ayahku untuk menolong orang, Kau harus melakukan permintaan itu. Aku tak berani ikut campur, karena,.,."

Belum lagi ucapan itu selesai, Souw Hui Hong berkata.

"Adik, kuminta kau membantuku membujuk ayah menolongnya."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Ketika itu Bee Kun Bu sudah bangun dan berjalan keluar dari kamar perahu itu, karena menurut pikirannya tidak akan ada lagi harapan. perasaan simpati Sao Goat Hun timbuI, dan ia bertanya.

"Aku ingin membantumu tetapi bagaimana?"

Souw Hui Hong berkata.

"Kita harus mencari akal agar ayah dapat menghargai ketiga pemimpin partai Kun Lun itu, Kau juga telah mengetahui bahwa ayah sangat menghargai budi pekerti ketiga pemimpin partai Kun Lun itu, bukan?"

"Kau ingin memberitahukan tempat kediaman ayah?"

Tanya Sao Goat Hun "Jika demikian mudahnya, aku pasti tidak bertanya pendapatmu,"

Sahut Souw Hui Hong.

"Aku ini kurang cerdas, kau harus mengatakannya dengan jalan yang mudah dipahami,"

Sao Goat Hun menjelaskan.

"Urusannya sebetulnya mudah sekali, Aku hanya ingin adik rela menerima sedikit kesukaran atau kesulitan Cobalah tanya Bee Kongcu, jika aku berhasil mengusahakan sampai ia bertemu dengan ayah, apakah ia berterima kasih kepada kita?"

Souw Hui Hong menjelaskan "ltu belum tahu aku. jika ia tak mempunyai perasaan suka terhadapmu, mengapa kau ingin meno!ongnya?"

Bertanya Sao Goat Hun "lni yang kita namakan Cinta itu Buta, walaupun dikemudian hari aku akan mati di tangannya, namun aku harus juga meno1ongnya.

Nah, sudahlah Besok kau naik perahu mencari mereka, dan kau cari alasan agar dapat bertempur melawan mereka atau salah satu dari mereka...."

Sao Goat Hun segera mengerti siasat kakaknya, dan berkata.

"Dan aku harus kalah, tidak boleh menang, Dengan alasan itu, aku lari menemui ayah minta pertolongan Dengan demikian aku dapat menarik mereka menjumpai ayah.,.! Kak, kau betul-betul pintar! siasat itu baik sekali! Kau betul-betul pintar!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Sambil tersenyum Souw Hui Hong berkata.

"Dari itu, aku katakan kau harus rela menerima sedikit kesu!itan!"

"Tapi jika aku menang, bagaimanakah?"

Bertanya Sao Goat Hun "Lihat sajalah sendiri. Aku pernah menguji ilmu silat pedangnya, Mereka pasti tak dapat kau kalahkan. Lagi pula kau harus sengaja mengalah!"

Kata Souw Hui Hong, Setelah mereka mufakat, mereka mengundang Bee Kun Bu masuk kembali ke dalam kamar perahu.

Ketika itu Bee Kun Bu masih berdiri memandang ke telaga, Souw Hui Hong menghampirinya perlahan-lahan Di depan perahu mereka, lebih kurang sepuluh depa, sedang datang sebuah perahu dan di atasnya berdiri seorang pemuda berbaju hijau yang rupanya juga sedang mengawasi Bee Kun Bu.

Ada lagi seorang yang berbaju abu-abu sedang mendayung perahu itu di belakang si pemuda, Dalam sekejap saja perahu itu sudah menyentuh perahu mereka, Souw Hui Hong yang juga telah melihat orang yang mendayung perahu itu menjadi terkejut, karena tenaga kedua tangannya yang amat kuat Tentang wajahnya belum dapat ia melihat, karena ia mendayung sambil duduk menghadapi buritan perahu, Dengan tersenyum manis pemuda berbaju hijau itu memandang Bee Kun Bu.

Souw Hui Hong berpikir "Ai!

Apakah di kolong langit ini ada pemuda yang demikian rupawan?"

Perahu pemuda itu tidak berhenti, tapi berlayar terus, dan pemuda di atas perahu itu sebentar-sebentar menoleh ke arah Bee Kun Bu dengan tersenyum-senyum manis.

"Kenalkah kau padanya?"

Souw Hui Hong menegur Bee Kun Bu yang tengah berusaha mengingat siapakah pemuda itu terkejut ia menyahut "Tidak!

Tapi dalam jangka waktu sebulan ini, aku telah tiga kali menjumpainya Dari kota Leng Kee di sebelah timur propinsi Cek-kiang sampai ke telaga ini, ia rupanya selalu membayangiku!"

"Belum pernah kudengar adanya seorang pemuda yang demikian rupawan di kalangan Bu Lim. Melihat orang yang

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

mendayung perahu itu demikian kuat tenaga lengan nya, aku taksir mereka adalah jago-jago silat yang lihay, Apakah mereka datang hendak mencari kitab-kitab Kui Goan Pit Cek juga?"

Sambil tersenyum Bee Kun Bu berkata.

"lsi kitab-kitab Kui Goan Pit Cek hanya lukisan-lukisan burung-burung dan binatang-binatang, Ayah Siocia telah melihatnya. Apakah Siocia belum mengetahuinya?"

"Aku tidak menanyakan lebih dalam tentang kitab-kitab itu. Kitab-kitab itu betu!-betul barang-barang yang berharga, akan tetapi..."

Sahut Souw Hui Hong, Bee Kun Bu tidak menunggu pembicaraannya itu.

ia insyaf bahwa ia telah menyinggung perasaan gadis itu, ia lekas-lekas membelokkan pembicaraannya ke urusan lain, Dengan ramah sekali ia bertanya.

"Apakah aku masih mempunyai harapan untuk mengetahui tempat kediaman ayah angkat Siocia?"

Permintaan yang diajukan demikian lemah lembut-nya melunakkan lagi Souw Hui Hong yang berkepala batu itu.

"Urusanmu,., pasti kuusahakan, Tapi ayah angkatku itu keras sekali hatinya, Aku dan adik angkatku kini sedang berusaha mencari jalan..."

Kata Souw Hui Hong. Dan.... Bee Kun Bu tidak menunggu lagi, ia berjalan dengan bernafsu.

"Jadi, aku masih mempunyai harapan?"

"Ai! Kau tak dapat menahan nafsu, Aku belum habis berbicara. Dengarlah aku. Ayah angkatku itu berwatak budiman, jika kau dan gurumu dapat menjumpai beliau, dan minta pertoIongannya, beliau mungkin tak menolak,"

Kata Souw Hui Hong, Tapi jika kita tak mengetahui tempat kediamannya, di mana harus kita cari?"

Bertanya Bee Kun Bu.

"Aku telah merancang suatu siasat untuk menemui ayah angkatku, Besok tengah hari aku dan adik angkatku akan naik perahu pesiar di telaga ini. Kamu sekalian juga harus menyewa sebuah perahu pesiar Lalu tanpa sebab kita

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

bertempur dan mungkin kami membawa kalian ke tempat kediaman ayah angkatku!"

Souw Hui Hong menjelaskan "Siasat itu bagus sekali! Terima kasih! Tapi kita terlampau menyusahkan kedua Siocia!"

Kata Bee Kun Bu. Kau jangan terlampau gembira! Kau harus melawan adikku terlebih dahulu, barulah kemudian kau dapat menjumpai ayah angkatku!"

Kata Souw Hui Hong.

"Tapi Sao siocia adalah seorang gadis yang alim. Aku tak boleh membuat ia merasa tersinggung,"

Kata Bee Kun Bu. Lalu Souw Hui Hong membentak.

"Hm! ia bukan saja alim dan ramah, tapi juga juwita! Aku khawatir kau jatuh hati padanya!"

Teguran itu menyebabkan muka Bee Kun Bu merah. Dengan penuh harapan dan gembira ia berkata.

"Siocia-siocia yang budiman, Aku harus minta diri karena hari sudah senja. Aku harus memberitahukan ini kepada Suhuku, Terima kasih."

"Tapi... kita sudah berada di tengah telaga. Apakah kau dapat terbang ke darat? Mari... kami hantarkan kau sampai ke pantai!"

Kata Souw Hui Hong.

Bee Kun Bu baru insyaf bahwa ia berada di tengah-tengah telaga yang airnya bening seperti kaca, Tiba-tiba perahu yang memuat pemuda berbaju hijau tadi datang kembali, dan berhenti di sebelah kiri perahu mereka, Kemudian pemuda berbaju hijau di atas perahu itu menoleh kepada Bee Kun Bu dan bertanya sambil tersenyum.

"Apakah saudara ingin ke darat? Aku pun kebetulan ingin pula ke darat Marilah saudara ikut dengan aku di perahu ini."

Bee Kun Bu terkejut, dan tak dapat segera menjawab, Tapi pemuda berbaju hijau itu mengajak lagi.

"Mari saudara, perahuku yang kecil ini sangat laju, Marilah!"

Pemuda berbaju hijau itu sudah memenuhi pikirannya selama sebulan, ini adalah kesempatan yang baik baginya untuk menyelidiki lebih jauh tentang pemuda itu. Dengan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

pikiran itu ia minta diri dari kedua gadis tadi sambil berkata. Terima kasih, Aku dapat mendarat dengan saudara ini. Sampai bertemu lagi!"

Lalu ia meloncat ke atas perahu pemuda berbaju hijau itu, yang segera didayung dengan pesatnya ke pantai.

"Aku merasa malu tak dapat menyediakan apa-apa kepada saudara,"

Kata pemuda itu ketika perahu menyentuh pantai Mari!ah kita duduk sebentar dan ber-cakap-cakap."

Bee Kun Bu tak dapat meno!ak, ia duduk menghadapi pemuda itu, Pada saat itu ia dapat memperhatikan wajah pemuda itu.

Kedua alisnya hitam seperti bulu burung gagak, potongan mukanya bundar seperti telur dan kulitnya putih bersih seperti kulit seorang anak gadis, Tapi sinar hebat memancar keluar dari kedua matanya dan karena itu pemuda itu kelihatannya sangat angker dan luar biasa, Bee Kun Bu terpesona, Lalu si pemuda itu memu!ai pereakapannya.

Tiga kali kita berjumpa.,, dengan secara kebetulan Aku mohon dapat mengenal saudara,"

"Siauw-tee bernama Bee Kun Bu, dan saudara?"

Kata Bee Kun Bu.

"Aku bernama Pek Yun Hui.,."

Sahut pemuda itu, suaranya khidmat sekali, Tapi.,, rupanya saudara di sini asing sekali, bukan?"

Bee Kun Bu juga memperhatikan orang yang sedang mendayung yang masih saja menghadapi buritan perahu seakan-akan tak menghiraukan pembicaraan mereka, Dengan tak berpikir panjang, Bee Kun Bu meneruskan percakapannya itu dengan bertanya.

"Saudara Pek dari propinsi Cek-kiang datang ke propinsi Kiang-si, ada urusan apakah sebenarnya?"

Pek Yun Hui tidak segera menyahut, ia memandang ke air telaga, sambil berpikir sejenak, lalu menyahut.

"Aku sedang mencari seseorang!"

Kemudian ia melompat ke darat Bee Kun Bu lalu insyaf bahwa pemuda itu seperti juga orang berbaju

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

hijau di pegunungan Koat Cong San, yang datang dan perginya tak ketahuan dari mana dan kemananya, ia ingin menanyakan pemuda itu tentang kisah yang dialaminya di pegunungan Koat Cong San, tetapi tiap kali ia ingin membuka mulut, ia tertahan oleh sesuatu perasaan lain, Bee Kun Bu pun meloncat ke darat Pemuda itu berbalik dan bertanya.

"Saudara Bee, apakah kau masih suka bertemu dengan aku lain kali?"

Sambil tersenyum Bee Kun Bu menyahut.

"Jika aku dapat menjadi kawan saudara Pek, aku beruntung sekali, Tapi saudara Pek seperti juga seekor naga yang sakti yang dapat muncul dan lenyap sekonyong-konyong, Meskipun aku ingin menjumpai saudara Pek, tapi aku kira sukar!"

Pek Yun Hui menggelengkan kepalanya dan menyahut.

"Perkataanmu itu merupakan teka-teki. Nah,., besok kita berjumpa lagi!"

Lalu ia meloncat kembali ke atas perahu nya, dan perahu itu didayung dengan pesatnya entah ke mana, Setelah perahu itu tak kelihatan lagi, Bee Kun Bu pulang kembali ke penginapan Lie Ceng Loan sedang menanti kedatangannya di pintu, Melihat ia kembali, gadis itu berlari menghampiri dan berseru.

"Bu Koko, aku telah menanti selama setengah hari, Kita baru saja mau makan, Ayo kita makan."

"Jika aku tidak kembali sampai setengah bulan, bagaimana ?"

Bee Kun Bu menggoda.

"Aku pasti mati kelaparan menunggui Koko puiang,"

Sahut si gadis, Mereka terus masuk ke kamar Giok Cin Cu, Hian Ceng Totiang sedang duduk dengan muka yang kesal Setelah memberi hormat, ia ditanya.

"Kau pergi ke mana."

Bee Kun Bu menjawab.

"Teecu keluar mencari Suhu."

Lalu ia menceritakan peristiwa bertemu dengan Souw Hui Hong dan Iain-lainnya, dan juga memberitahukan siasat yang dirancang oleh Souw Hui Hong untuk bertemu dengan Souw

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Hui Hong dan Sao Goat Hun di telaga.

Hian Ceng Totiang tidak menduga bahwa muridnya lebih cerdik darinya dalam usaha mencari Sao Kong Gie.

sebetulnya ia ingin memarahinya karena pergi menuruti kehendaknya, Tapi setelah mendengar siasat yang akan berhasil itu, ia pun menjadi gembira, Lalu memerintahkan menyiapkan apa-apa yang perlu untuk pertempuran pura-pura besok hari.

Pada esok harinya, pagi-pagi sekali Bee Kun Bu telah menyewa perahu, dan semuanya pesiar di atas perahu itu termasuk Giok Cin Cu yang dapat menikmati keindahan telaga sambil berbaring di balai-balai yang ditaruh dekat jendela kamar perahu, sambil dijagai oleh Ue Ceng Loan dan Liong Giok Pin.

Perahu itu berlayar mondar-mandir di dalam telaga, dan Bee Kun Bu selalu memperhatikan tiap-tiap perahu yang mereka jumpai, Meskipun ia yakin Souw Hui Hong tak akan berdusta, tapi ia merasa cemas karena masih juga belum menjumpai perahu Sao Goat Hun, Tiba-tiba dari jauh mendatangi sebuah perahu dengan pesat seka!i.

Pek Yun Hui berdiri di atas perahu itu, Setelah perahu itu bergandengan, Pek Yun Hui bertanya.

"Apakah aku boleh ikut naik di atas perahumu?"

Bee Kun Bu serba salah, ia tak berani menolak. Lalu Pek Yun Hui meloncat ke atas perahu, dan perahunya sendiri didayung pergi oleh orangyang berbaju abu-abu.

"Kau tak usah khawatir Aku tak akan merintangi atau membikin gagal usahamu!"

Bisik Pek Yun Hui yang sikapnya sangat alim, tetapi menakjubkan, Pek Yun Hui selalu berdiri di samping Bee Kun Bu, dan ketika ia melihat sebuah perahu datang, ia berseru.

"Ayo, siap sedia untuk bertarung!"

Bee Kun Bu mengawasi perahu yang datang itu, dan betul saja perahu itu adalah perahu Sao Goat Hun dan Souw Hui Hong berdiri di depannya.

"Suhu! perahu yang datang itu segera sampai!"

Ia memberitahukan Suhunya,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Hian Ceng Totiang menyahut.

"Baik, Kita siap menyambut mereka!"

Kedua perahu itu didayung dengan cepat sekali, dan dalam sekejap saja jarak kedua perahu-perahu itu tinggal hanya dua depa lebih, Kedua tukang perahu yang mengemudikan perahu Kun Bu berusaha mengelakkan tubrukan itu, tapi tukang perahu Souw Hui Hong malahan dengan sengaja menubruk.

Maka tabrakanpun tak dapat dielakkan, Tapi Pek Yun Hui menegur Bee Kun Bu.

"Ayo, kau harus turun tangan mengelakkan tubrukan!"

Bee Kun Bu segera merampas pendayung, dan dengan itu disodoknya kepala perahu yang hendak menubruk Pada saat itu, dari dalam kamar perahu meloncat keluar Sao Goat Hun dengan pedang terhunus, dan menegur "Hei!

Bee Kongcu!

Awas pendayung kayu itu akan kutebas putus!"

"Belum tentu!"

Sahut Bee Kun Bu.

Diangkatnya dayung kayunya, dan ketika perahu Sao Goat Hun sudah dekat sekali, ditendangnya dengan kaki kanannya pinggir perahu itu sehingga terpental sedikit dan tabrakan dapat dielakkan, Tapi kedua gadis itu telah meloncat ke atas perahunya dan menyerang, Bee Kun Bu lekas-lekas menarik pedangnya dan dengan ilmu Hong Yun Pik Goat atau dari awan tebal mengintip bulan disodoknya tangan kanan Bee Kun Bu.

Bee Kun Bu berpikir "Ai!

Mereka bertempur dengan sungguhsungguh,"

Sambil menarik tangan kanannya ke samping dan meloncat mundur sampai di ujung buritan perahu, Kalau mundur lagi, ia tentu kecemplung ke dalam telaga.

Sao Goat Hun tak memberi kesempatan lagi, ia menusuk terus.

Bee Kun Bu yang tak dapat meloncat mundur lagi, hanya mengikuti tusukan pedang lawannya dengan ujung pendayung, lalu ia sen-takkannya ke atas dengan tenaga dalam nya.

sentakan itu adalah salah satu jurus dari ilmu Tian Kong Cong yang dinamakan Cek Sou Pok Liong atau tangan telanjang menangkap naga.

Baru saja pedang lawannya tersentak ke atas, dan tinju kiri Bee Kun Bu hendak sampai ke bahu si gadis, Souw Hui Hong

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

telah datang pula menebas dengan pedang nya.

Sao Goat Hun terhindar dari jotosan, karena Bee Kun Bu harus mengegoskan tubuhnya menghindarkan tebasan pedang Souw Hui Hong, Bee Kun Bu lalu melemparkan pendayung kayunya, dan berniat menggunakan tangan kosong untuk melawan keduanya dengan tiga puluh enam jurus ilmu Tian Kong Cong, ia akan dapat menyerang dan tentu segera akan menang, tapi ia hanya ingin menangkis, mengelit dan mengegoskan serangan-serangan pedang-pedang lawanlawannya.

Setelah pertempuran berjalan dua puluh jurus, kedua belah pihak masih tetap sama unggulnya, Lie Ceng Loan yang menonton, dan melihat Bee Kun Bu tidak ingin mengalahkan lawan-lawannya, menjadi cemas.

Dicabutnya pedangnya karena ingin membantu, Pek Yun Hui yang melihat cara Bee Kun Bu bertempur menjadi gusar ia memaki.

"Bodoh! Mereka ingin supaya kau menang, Tetapi kau malahan membuang senjata dan melawan mereka dengan tangan kosong!"

Barulah ketika itu Bee Kun Bu sadar Kini ia mulai menyerang dengan tinju-tinjunya yang sangat dahsyat sehingga Hui Hong dan Goat Hun harus mundur Lalu Sao Goat Hun merubah jurus silat pedangnya, dan berturut-turut menyerang lima kali dengan ilmu Pek Yun Cut Jie atau hujan turun dari awan putih, serangan itu sungguh amat dahsyat, tetapi Bee Kun Bu sambil menggunakan ilmu Tui Men Kua San atau membuka pintu melihat gunung dengan tangan kanannya untuk mengelit dan membalas serangan-serangan yang bertubi-tubi dari Sao Goat Hun, dan dengan tinju kirinya diserangnya Souw Hui Hong dengan ilmu San Sing Cui Goat atau tiga bintang mengejar bulan.

Serangan-serangan tinju itu adalah jurus-jurus yang paling lihay dari ilmu tinju Tian Cong, Hembusan anginnya saja sudah dapat membinasakan lawan, jika dilepas serentak dengan tenaga dalam, Tapi Bee Kun Bu hanya ingin menaklukkan kedua gadis itu, dan tidak berniat untuk membinasakan Sao Goat Hun segera merasa tubuhnya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

lemas, kemudian pedangnya terlempar dari pegangannya, ia meloncat kembali ke perahunya, dan berseru.

"Hei! Coba terima senjata gelindingan baja aku ini!"

Peringatan itu diiringi dengan terbangnya senjata rahasia yang berbentuk lingkaran baja ke kepala Bee Kun Bu.

Bee Kun Bu lekas-lekas merunduk, dan lewatlah senjata itu terus masuk ke dalam air.

Ketika itu Souw Hui Hong telah meloncat ke atas perahunya, dan dengan segera perahu itu pun pergi dengan pesatnya, Bee Kun Bu memerintah tukang-tukang dayung mengejar, tapi Pek Yun Hui memperingati.

"Perahu mereka pesat sekali. Kau tak akan berhasil Percuma saja kita mengejar!"

"Betul, tapi,., apa yang hendak kita lakukan sekarang?"

Tanya Bee Kun Bu.

Ketika itu Pek Yun Hui mengangkat tangan kanannya, dan perahu yang sedang laju pesat di depan itu pun berangsur-angsur menjadi perlahan-lahan.

Lalu diberikan nya sehelai tali perak kepada Bee Kun Bu, dan berkata.

"Kau ikatkanlah tali ini di kepala perahu kita, dan perahu gadisgadis itu akan menyeret perahu kita maju."

Bee Kun Bu memeriksa tali perak yang sangat halus itu.

Dipandangnya Pek Yun Hui dengan kagum.

Perahu yang di depan telah lima depa jauhnya, tapi Pek Yun Hui dengan mudah sekali menggali nya dengan tali peraknya, ilmu yang maha hebat itu sangat mengagumkan "Apakah Pek Yun Hui ini seorang dewa?"

Pikirnya, ia berkata.

"Saudara Pek ilmumu lihay sekali, Aku Bee Kun Bu takluk."

Sambil tersenyum Pek Yun Hui berkata.

"Apakah kau sudi belajar dari aku?"

Belum lagi Bee Kun Bu menyahut, Lie Ceng Loan telah bertanya.

"Bee Koko, siapakah yang kau lawan tadi?"

Bee Kun Bu tidak ingin berdusta, dan oleh karena pada saat itu ia tak dapat menjelaskan, ia hanya berkata.

"Nanti aku beritahukan."

Lie Ceng Loan mengawasi Pek Yun Hui dan bertanya lagi.

"Apakah ini kawan Koko?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Hati Bee Kun Bu menjadi geli, ia buru-buru meminta maaf dan berkata.

"Saudara Pek, harap kau maafkan ia. ia tak ubahnya seperti anak kemarin dulu, tidak tahu apa-apa."

Pek Yun Hui tersenyum dan menyahut.

"la sangat naif, tetapi cantik", Lalu ia membalikkan badannya, seakan-akan tak menghiraukan lagi keadaan di sekitar-nya, Lie Ceng Loan menghampiri Bee Kun Bu dan menegur.

"Apakah aku telah salah berbicara?"

Pek Yun Hui yang juga dapat mendengar ucapan itu, menghampiri Lie Ceng Loan dan berkata.

"Aku tidak marah."

Lie Ceng Loan tersenyum dan menyahut.

"Jika demikian aku sekarang merasa lega, jika kau marah, Bu Koko tentu salahkan aku."

Lalu ia menghampiri Bee Kun Bu dan berdiri di sampingnya Pek Yun Hui melihat sepasang merpati yang berdiri berdampingan-dampingan itu hanya dapat menarik napas, dan kemudian balik badan melihat ke lain jurusan.

-ooo0oooMendobrak tembok batu menemui tabib Lie Ceng Loan menundukkan kepalanya dan melihat Bee Kun Bu sedang pegangi tali perak yang ujungnya telah menyantel di buritan perahu yang berlayar di depan, ia berseru.

"Bagus betul, biarlah mereka berlayar dengan pesatnya, dan kita tidak usah mengayuh perahu kita."

Lalu ia ambil ujung tali dari tangan Bee Kun Bu dan diikatkan di kepala perahunya sendiri Kedua perahu itu berlayar dengan pesat sekali di tengah telaga selama hampir satu jam dan kemudian menuju ke suatu pulau kecil ditengah-tengah telaga itu, perlahan demi perlahan benda-benda dan pemandangan di atas pulau terlihat dengan tegas, Pulau yang kecil itu sangat ganjit ben-tuknya, dan karang-karang yang tajam berdiri tegak dan curam di pantat Pohon-pohon rotan tumbuh subur di atas karang-karang yang curam itu, Pek Yun Hui buka tali perak di kepala perahu, lalu ia kedet tali itu, Segera tali itu terlihat seperti kilat tertarik masuk ke

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

lengan baju nya.

perahu yang di depan karena terlepas dari ikatan berlayar lebih laju lagi, dan dalam sekejap saja sudah tidak kelihatan oleh Bee Kun Bu dan kawan-kawannya.

Hian Ceng Totiang menyelidiki karang-karang yang curam itu, Lima depa di sebelah kanan ia lihat suatu jurang yang seakan-akan timbul keluar dari telaga, tapi perahunya Sao Goat Hun tidak tahu kemana perginya.

Setelah Pek Yun Hui melihat bentuk karang-karang di hadapannya ia berkata kepada Bee Kun Bu.

"Sao Kong Gie betul-betul seorang yang tertib, ia telah memilih tempat yang terpencil ini untuk bertapa."

Bee Kun Bu yang telah menyaksikan cara Pek Yun Hui mengkait perahu dengan tali peraknya, telah menjadi kagum akan kepandaiannya, ia menanya.

"Saudara Pek, apakah saudara telah melihat pintu rahasia dari jurang-jurang itu?"

Sambil menunduk ke arah dimana dua jurang bersambungan Pek Yun Hui menyahut.

"Baik kita mendarat di tempat itu. Mungkin di situ ada pintu rahasianya."

Perahu dikendarai ke tempat itu.

Hian Ceng Totiang cabut pedangnya, ia tebas pohon-pohon rotan yang tumbuh di atas jurang itu.

Batu karang itu seperti juga pernah dipindahi orang, Dengan tenaga dalamnya Hian Ceng Totiang coba mendorong batu itu, tetapi batu itu tak tergerakkan.

ia menarik napas panjang karena kecewa, Dengan suara rendah Pek Yun Hui berkata kepada Bee Kun Bu.

"Aku kira karang itu dapat dibikin tergerak dengan menggunakan tongkat Ngo Kong Toa-su."

Bee Kun Bu memberitahukan usul ini kepada suhunya, Dengan tongkatnya Ngo Kong Toa-su, Hian Ceng Totiang memukul karang di hadapannya, Terdengar suara ge-muruh, dan batu karang itu pecah dan potongan-potongan kecil dari batu karang itu jatuh ke dalam air.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Hian Ceng Totiang memukul lagi tiga kali berturut-turut, dan betul saja di tempat dimana dua jurang yang saling bersambungan itu tiba-tiba terbelah, lalu satu pintu batu yang berukuran tujuh kaki kali sembilan kaki terlihat tegas, Dengan satu dorongan pintu batu itu terbuka, satu perahu tampak berada di balik pintu batu itu!

Di atas perahu berdiri seorang tua yang berusia lebih dari lima puluh tahun, wajahnya putih dan berkumis putih-ia mengenakan baju kurung.

Di belakang ia berdiri Souw Hui Hong dan Sao Goat Hun dengan pedang terhunus.

Dengan menuding-nuding Sao Goat Hun berkata.

"Ayah, tiga orang itu dia yang menghina aku! Ia...."

Sao Kong Gie mengangkat kedua tangannya memberi hormat dan berkata.

"Aku merasa beruntung mendapat kunjungan ini. Sudilah datang ke perahu ini agar aku dapat melayani selayak tuan rumah!"

Hian Ceng Totiang setelah mengembalikan tongkatnya Ngo kong Toa-su segera membalas hormat dengan mengangkat kedua tangannya.

"Kami telah menggoda ketentraman ini, harap saudara sudi memaafkan!"

Sao Kong Gie melihat puterinya sejenak, lalu berkata kepada tamunyai "Sebelumnya aku menjumpai Totiang, aku dapat dijual oleh puteriku sendiri., Ha! Ha! ha! Mari kalian naik ke perahu!"

Setelah semuanya naik ke atas perahu Sao Kong Gie, dan setelah menyuruh kedua perahu itu pergi, maka perahu mereka berlayar masuk sepanjang suatu selat di bawah jurang, Selat itu berliku-liku dan lebih kurang dua ratus depa panjangnya, Ketiga perahu keluar dari selat itu, suasana menjadi terang kembali dan perahu mereka berada di suatu telaga yang luasnya lebih kurang seperti satu Bouw sawah.

Di telaga itu ada tiga perahu kecil Perahu mereka mendekati pantai, dan Sao Kong Gie mengajak para tamunya mendarat Mereka mendaki lereng bukit dan tiba di atas tanah datar dengan banyak tumbuh-tumbuhan.

Di tengah-tengah

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

tanah datar itu terletak sebuah rumah gubuk, Ke rumah gubuk itu Sao Kong Gie mengajak para tamunya masuk.

Dua anak berbaju hijau menyediakan teh yang harum, Souw Hui Hong dan Sao Goat Hun berdiri di belakang Sao Kong Gie, masingmasing mengawasi Bee Kun Bu dan Pek Yun Hui.

Setelah menghirup teh yang harum itu, Hian Ceng Totiang berkataj "Saudara Sao tinggal terpencil di tempat ini, kami telah berusaha mencari dengan susah payah!"

Sao Kong Gie mengawasi Giok Cin Cu yang masih menderita sakit dan masih pucat Lalu ia menanyai "Apa-kah Sumoy saudara itu yang bernama Giok Cin Cu?"

"Justru karena dia, kami telah berbuat lancang mengganggu saudara Sao. Kami yakin bahwa kepandaian saudara Sao mengobati penyakit penyakit tak ada taranya di dunia. Kami harap saudara Sao dapat menolong dia... dan kami semua dari partai Kun Lun tak akan lupa akan budi yang besar itu,"

Sahut Hian Ceng Totiang sambil memberi hormat lagi, Sao Kong Gie berpikir sejenak, lalu berkata.

Totiang telah datang ke sini, Siotee tak dapat menolak, Cobalah ceritakan bagaimana Sumoy mendapat luka."

Hian Ceng Totiang segera menceritakan bagaimana Giok Cin Cu mendapat luka sejelas-jelasnya, Sao Kong Gie mengerutkan kening, dan berkata sambil menarik napas panjang.

"Ular semacam itu sangat berbisa, dan sukar sekali diobati."

Ia mendekati Giok Cin Cu dan meneliti luka dari gigitan ular di pergelangan tangannya, Lalu ia pijit-pijit bagian atasnya luka itu, dan dengan sebuah jarum perak ia tusuk jalan darah dari lengan itu.

Giok Cin Cu menjerit karena kesakitan sekali, Tapi Sao Kong Gie berkata.

"Jangan khawatir, aku hanya ingin mengetahui apakah racunnya telah masuk ke dalam tulang."

Ia pasang lilin dan dua anak yang berbaju hijau telah siapkan peti obat-obatannya. Dari peti obat-obatan itu Sao Kong Gie ambil satu obat cair itu, lalu botol itu ia bakar di atas lilin yang

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

menyala, Setelah jarum perak itu menjadi merah karena panasnya, jarum itu berubah warna menjadi hijau keabuabuan, Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ia berkata kepada Hian Ceng Totiang.

"Maaf Totiang, jika Siotee tak dapat menolongnya."

Hian Ceng Totiang terkejut, dan segera menjadi pucat mukanya ia tak dapat menjawab segera, karena merasa sangat kecewa, Setelah ia sadar lagi, ia menanya.

"Apakah saudara Sao betul-betul tak dapat menolong?"

"Siotee harus berterus terang, Totiang telah dengan susah payah datang mencari Siotee dengan harapan bahwa Siotee dapat menolong, Untuk mengobati luka ini, bukannya tak ada jalan, Tapi...."

Sao Kong Gie menjelaskan tapi perkataannya dipotong oleh Hian Ceng Totiang yang menanyai "Saudara Sao hanya unjuk jalannya, kami dari partai Kun Lun akan mengusaha-kannya, kami tak akan lupa budi saudara Sao."

"Mencari obat itu adalah usaha yang sangat ber-bahaya,"

Sahut Sao Kong Gie "Jika aku tidak beritahukan, aku pun salah, Tapi jika aku beritahukan maka perselisihan di antara jago-jago di kalangan Bu Lim pasti akan terjadi."

"Jika ada obat yang dapat menolong jiwa, kami tentu minta atau mencarinya dengan jalan yang layak dan akan berusaha mengelakkan perselisihan,"

Kata Hian Ceng Totiang.

"Di tapal batas propinsi Ceng Hay dan propinsi Kan Su ada suatu pegunungan yang menjalar sangat panjang dan luas, di tengah-tengah pegunungan tersebut ada suatu puncak yang tinggi yang selalu diselubungi salju, Di dekat lereng puncak itu terdapat satu kuil tua bernama Toa Ciok Sie. Dari dahulu sehingga dewasa ini selain Hweeshio-Hweeshio yang tinggal di dalam kuil itu, belum pernah ada orang luar yang datang ke kuil itu, Di dalam kuil itu telah tumbuh suatu pohon ajaib, dalam buku obat-obatan, pohon itu bernama Sie Can Ko, yang hanya berbunga sepuluh tahun sekali, Tiap kali berbuah hanya tiga, Sumoy Totiang telah menderita racun ular yang hebat sekali,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

karena racun itu telah merembes masuk ke dalam tu!ang, Buah itu mungkin dapat menolong, Tapi tiap-tiap Hweeshio di dalam kuil itu lihay sekali silatnya, dan ilmu silatnya lain daripada yang lain.

Siotee pernah salah masuk ke dalam kuil itu ketika mencari obat-obatan, maka Siotee ketahui hal itu.

Kuil itu selalu tertutup bagi orang luar, dan HweeshioHweeshionya belum pernah mengadakan hubungan dengan jago-jago silat di kalangan Bu Lim, Buah ajaib itu pasti tidak mudah didapatinya, Bila Totiang berkeras ingin pergi mengambilnya, Siotee yakin bahwa pertarungan hebat tak dapat dielakkan!

Tapi Totiang memaksa Siotee memberitahukan, dan Siotee memberitahukan dengan jujur!"

Demikianlah penjelasan Sao Kong Gie. Hian Ceng Totiang mengawasi Sumoynya, Lalu sambil tersenyum ia berkata.

"Saudara Sao, terima kasih untuk petunjuk itu, kami dari partai Kun Lun sangat berterima kasih, dan kami sekarang mohon minta diri."

Ia bangun dan angkat kedua tangannya memberi hormat Sao Kong Gie coba menahan mereka untuk minum lagi, tetapi Hian Ceng Totiang menolak Sao Goat Hun berbisik kepada ayahnya.

"Ayah, aku dan Hong Cici akan mewakili ayah mengantar mereka keluar dari terowong-an."

Belum Sao Kong Gie sempat menjawab, Sao Goat Hun telah tarik tangannya Souw Hui Hong dan meloncat ke atas perahunya Bee Kun Bu, yang lantas diberangkatkan.

Sao Goat Hun mengawasi karang-karang yang curam dan sambil tarik napas panjang ia berkata.

"Hong Cici, aku tak berani pulang lagi!"

"Aku yang membikin kau mendapat kesukaran,"

Sahut Souw Hui Hong.

"Aku minta maafi semenjak ayahmu tinggal bertapa di situ, selain aku dan ayahku, belum pernah ada orang lain yang mengganggu Aku yang salah."

Pereakapan mereka didengar oleh Bee Kun Bu. ia pun merasa tidak enak, ia berkatai "Karena kami, Sao Siocia

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

menjadi kesal jika perlu aku dapat minta suhuku meminta maaf terhadap ayah Siocia."

Sambil geleng kepala Sao Goat Hun berkata.

"Semenjak ayahku tinggal bertapa di situ, tabiatnya telah berubah hebat sekali, Selama lima tahun ini ia belum pernah menerima orang, Dan terhadap aku pun ia tidak sayang seperti dahulu, Terhadap paman Souw Peng Hai, ia pun tidak akrab seperti dahulu, Aku khawatir jika ada sesuatu yang membikin ia berubah....H Lalu air matanya keluar Souw Hui Hong coba menghibur dan berkata.

"Sudahlah, aku pun telah memperhatikan bahwa ayahmu itu berubah hebat sekali, Mari kita menjumpai ayahku, dan menanya tentang perubahan itu...."

Dengan senyuman terpaksa Sao Goat Hun berkata.

"kini hanya ada satu jalan Aku dapat kembali melihat ayah, Mungkin ia tak lepas aku lagi!"

Sambil mengawasi Bee Kun Bu, Souw Hui Hong berkata.

"Karena kau, adikku menjadi begini!"

Bee Kun Bu tak dapat menjawab, ia tundukkan kepalanya menerima salah, Tapi Pek Yun Hui menyahut.

"Sebetulnya ia tak dapat disalahkan Kamu seharusnya berterima kasih ke-padanya, Sao Kong Gie memisahkan diri dan tinggal terpencil, sebetulnya ia bukan ingin terpisah dari kalangan Bu Lim, ia sebetulnya ingin menghindarkan pembalasan dendam atau dipaksa tinggal terpencil oleh orang lain, Alasan daripada pertapaan ini, ia sungkan memberitahukan orang lain, atau ia takut me m beri tahu kan-nya. Aku hanya ingin menyatakan kesanku kepada kedua Siocia. Kedua Siocia harus lekas-lekas mencari tahu alasannya, dan usaha itu masih belum terlambat Jika mereka tidak menemui Sao Kong Gie, mungkin kedua Siocia tidak pikir sampai di sini, Bukankah kedua Siocia harus berterima kasih kepada Bee Kun Bu?"

Semua orang di atas perahu itu tergerak oleh ucapannya Pek Yun Hui. Mereka insyaf bahwa sikapnya Sao Kong Gie sangat mencurigakan Sebagai sinshe pandai ia telah terkenal

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

di kalangan Bu Lim, mengapa ia memisahkan diri dari kalangan itu?

Ketika ia coba memeriksa lukanya Giok Cin Cu, ia rupanya cemas sekali Tapi ketika ia bicara tentang kuil Toa Ciok Sie, ia agaknya ketakutan.,., Sao Goat Hun menghampiri Pek Yun Hui dan berkata, suaranya rendah.

"Betui, dalam beberapa tahun ini, gerakgerik ayahku sangat mencurigakan Bahkan sikapnya terhadap aku juga telah beruban Aku menjadi khawatir"

Mereka semuanya merasa gelisah, Tiba-tiba Bee Kun Bu berkataj "Aku lupa memperkenalkan satu dengan lain."

Lalu ia memperkenalkan Pek Yun Hui kepada Souw Hui Hong dan Lie Ceng Loan, kedua Sao Goat Hun. Tempo hari, Souw Cici telah menolong kami berdua, aku sangat berterima kasih!"

Kata Lie Ceng Loan kepada Souw Hui Hong, Souw Hui Hong terharu, Air matanya ber!inang.

"Dik...."

Souw Hui Hong coba menyahut, tapi perkataannya tak dapat keluar Lalu kedua gadis itu menangis karena terharunya, dan Souw Hui Hong hanya memeluk erat-erat Lie Ceng Loan.

Giok Cin Cu paksakan diri coba bangun, lalu ia berkata.

"Loan Jie telah menjadi murid partai Kun Lun, dan aku harus menjaga ia baik-baik. Aku tak ingin ia mendapat nasib seperti aku!"

"Kau harus buang pikiran itu. Loan Jie adalah anak yang mengenal budi dan pintar cerdas, Aku tak akan sia-siakan padanya,"

Sahut Hian Ceng Totiang, Ucapan itu meredakan juga Ngo Kong Toa-su yang telah mengetahui bahwa puteri angkatnya itu telah jatuh cinta kepada Bee Kun Bu.

Ketika perahu tiba di pinggir telaga, hari sudah menjadi senja, Souw Hui Hong mengantarkan Bee Kun Bu dan kawankawnanya mendarat, dan paling akhir ia pegang tangannya Lie Ceng Loan seraya berkata.

"Dik, kau jaga diri baik-baik, Kakak tak dapat mengantar lebih jauh lagi!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Sambil mengucurkan air mata Lie Ceng Loan menjawab "Cici baik sekali Aku senantiasa memikiri Cici,"

"Bu Koko sudah pasti akan menjaga kau dengan baik,"

Kata Souw Hui Hong dengan tersenyum, Bee Kun Bu memberikan hormat kepada Souw Hui Hong dan Sao Goat Hun sambil berkata.

"Budi kedua Siocia sangat besar. Dikemudian hari jika ada kesempatan aku pasti tak melupakan!"

"Urusan ayah angkatku tak dapat ditunda, Bersama-sama Goat Hun aku harus pergi ke bagian utara dari propinsi Kwiciu untuk menjumpai ayahku, Selamat tinggali kalian!"

Berseru Souw Hui Hong, lalu ia naik lagi ke atas perahunya dan berlalu, Mereka terus melihat perahu itu sampai tak terlihat lagi, Tiba-tiba Pek Yun Hui berkata sambil tertawa.

"Rupanya ia jatuh cinta kepadamu, tapi ia tidak mau merebut kekasih orang lain, Betul-betul Souw Peng Hai pandai mengajar puterinya!"

"Rupanya Sao Siocia juga jatuh cinta kepadamu!"

Sahut Bee Kun Bu, Pek Yun Hui tak menjawab ia hanya tersenyum, lalu menindak ke lain jurusan, Bee Kun Bu mengejar dan menanyai "Saudara Pek, mau ke mana?"

Pek Yun Hui berhenti dan menyahut.

"Aku harus berpisah, Apakah ada pesan ?"

"Aku berterima kasih atas semua bantuan saudara. Kita harus bersama-sama minum arak, barulah kita ber-pisah."

Kata Bee Kun Bu.

"Sudahlah. Aku harus berpisah,"

Sahut Pek Yun Hui, lalu ia hendak berlalu, Bee Kun Bu menahan.

"Saudara Pek, mengapa tergesa-gesa? Saudara Pek menjumpai aku tiga kali, pasti ada sebabnya,"

Katanya.

"Jam dua Siotee pasti datang!"

Kata Bee Kun Bu. Pek Yun Hui melirik ke arah Lie Ceng Loan, lalu ia berkata.

"Paling baik kau ajak juga sumoymu."

Setelah itu ia balik badan dan pergi.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan bersama-sama kembali ke rumah penginapan, sedang Hian Ceng lotiang dan lain-Iainnya telah tiba lebih dahulu, Hian Ceng Totiang ketika itu hanya memikir bagaimana cara ia pergi ke kuil Toa Ciok Sie untuk mengambil buah ajaib Sie Can Ko untuk menyembuhkan luka Sumoynya, dan Bee Kun Bu dilain pihak mengenangltan kepandaiannya Pek Yun Hui, Setelah mereka bersantap, Hian Ceng Totiang berkata kepada Ngo Kong Toa-su.

"Sao Kong Gie telah mengatakan bahwa untuk pergi ke kuil Toa Ciok Sie tidak mudah, meski pun kita ke sana hanya untuk maksud minta obat Aku menghendaki Kun Bu dan Ceng Loan mengantar susioknya ke pegunungan Kun Lun, dan aku akan berangkat pergi ke kuil Toa Ciok Sie malam ini juga, Bagaimanakah pendapat saudara?"

Ngo Kong Toa-su berpikir sejenak, lalu menyahut.

"Aku si tua bangka tua sudah mengambil ketetapan tidak kembali ke kuil Hua San. Aku ingin menyertai saudara pergi ke kuil Toa Ciok Sie!"

"Tertma kasih, Bagaimana jika kita berangkat malam ini juga?"

Tanya Hian Ceng Totiang.

Mendengar ucapan itu Giok Cin Cu mengerutkan kening dan berkataj "Sao Kong Gie telah memperingatkan kita bahwa Toa Ciok Sie itu tidak mudah dimasuki, karena banyak bahayanya, Bukankah lebih baik kembali dahulu ke kuil San Goan Kong di pegunungan Kun Lun, untuk berdamai dengan Ji-Suheng?"

Hian Ceng Totiang memandang kepada Sumoynya dan berkata.

"Ngo Kong Toa-su dengan ilmu tinju Cap Pwee Lo Han Cong dan ilmu tongkat Ji Cap Sie Kiang Liong Cong Hoat (menakluki naga dengan dua puluh empat cara) akan menyertai aku. Kita pergi hanya untuk minta obat HweeshioHweeshio di dalam kuil Toa Ciok Sie jika betul-betul budiman, mereka pasti memberikan obat itu untuk menolong jiwa.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Setelah memperoleh obat itu, kita pasti kembali ke kuil San Goan Kong."

Giok Cin Cu telah mengetahui bahwa suhengnya tidak akan merubah kehendaknya, ia pejamkan kedua matanya tidak bicara lagi, Lalu Hian Ceng Totiang pesan Bee Kun Bu sebelum ia berangkat bersama-sama Ngo Kong Toa-su.

Bee Kun Bu, Lie Ceng Loan dan Liong Giok Pin mengantar kedua guru mereka, Liong Giok Pin harus melayani Giok Cin Cu dan Lie Ceng Loan terpaksa tidur di dalam kamarnya sendiri Baru saja ia ingin pergi tidur, ia dengar orang mengetok pintunya, ia buka pintu itu dan melihat Bee Kun Bu telah berpakaian baju biru, ia menanyai "Bu Koko, ingin ke mana?"

"Sebetitar lagi aku hendak pergi ke pinggir telaga menemui seseorang, Kau beristirahat sebentar sebentar jam dua aku akan panggil kau lagi."

Kata Bee Kun Bu, suaranya rendah.

"Kita akan menjumpai pemuda yang berbaju hijau,"

"Apa ia lebih pandai daripada Sao Kong Gie?"

Tanya Lie Ceng Loan.

"Aku tak mengetahui ia tak dapat mengobati orang,"

Sahut Bee Kun Bu. Lalu Lie Ceng Loan mengambil satu buah Bwee dari laci, yang ia potong menjadi dua, dan membagi sepotong kepada Bee Kun Bu sambil berkata.

"Hutan Bwee di dekat kuil San Ceng Koan mungkin sudah banyak buahnya, Tapi kita tak dapat makan.,, sayang."

Ia menarik napas panjang, Sambil makan buah Bwee itu, Bee Kun Bu menghibur "Buah Bwee di pegunungan Kun Lun lebih besar jika kita sudah tiba di sana, kau dapat makan sekenyang-nya."

"Jika demikian, kita pun dapat menangkap dua ekor bangau putih, Kita pelihara sampai besar, lalu masing-masing menunggang seekor untuk terbang ke langit,"

Kata Lie Ceng Loan dengan sifat kanak-kanak, lalu mendekati Bee Kun Bu. Bee Kun Bu harus menahan nafsu ketika Lie Ceng Loan bersandar kepadanya, Harum tubuh di gadis membikin ia

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

mabuk, ia )ekas-lekas dorong si gadis seraya berkata.

"Nah, kau lekas-lekas tukar pakaian, dan aku menunggu kau di luar untuk bersama-sama pergi ke pinggir telaga."

Setelah Lie Ceng Loan tukar pakaian, mereka bersama pergi ke pinggir telaga, Ketika itu sudah lewat jam dua belas malam dan sedikit sekali orang yang berkeliaran di jalan, Di bawah sinar bulan, Lie Ceng Loan dengan baju putihnya dan gaun birunya, lebih cantik tampaknya, Mereka berdiri di bawah suatu pohon di pinggir telaga menanti kedatangan Pek Yun Hui sambil memandang ke arah telaga yang airnya berkilaukilau di bawah sinarnya Dewi Malam, Entah kapan atau bagaimana Pek Yun Hui sudah berada di belakang mereka ketika sudah hampir jam dua, ia masih berbaju hijau, Segera Bee Kun Bu mengangkat tangan memberi hormat sambil menanya.

"Saudara Pek kapan tibanya?"

"Aku sudah tiba lebih dahulu daripada kalian,"

Sahut Pek Yun Hui.

"Aku telah sediakan perahu agar kita dapat bersama-sama pesiar di dalam perahu sambil minum arak di bawah sinar bulan yang terang ini."

Lalu ia ajak Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan naik ke atas peranunya, di mana seorang yang bertubuh besar dan berbaju abu-abu telah siap mengayuhnya, Orang itu menundukkan kepalanya, seakan-akan tidak ingin mukanya dilihat orang, Mereka masuk ke dalam kamar perahu, di mana telah dipasang selimut putih yang tebal.

Di atas selimut putih itu ada satu meja bundar yang kaki-kakinya pendek sekali, Di atas meja telah sedia delapan macam makanan dan sayuran serta satu teekoan dari porselen putih yang berisi arak.

Lalu Pek Yun Hui berseru kepada orang yang bertubuh besar itu.

"Sudahlah, kau boleh pergi, Kami akan mengayuh perahu ini sendiri."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Orang itu lalu loncat ke pinggir telaga dan pergi entah ke mana.

Dengan tangan kirinya Pek Yun Hui memegang kemudi, dan dengan tangan kanannya ia mengayuh perahu itu.

Dalam sekejap saja, perahu telah dikayuh ke tengah-tengah telaga.

"Marilah kita mulai minum arak dan menikmati makanan ini."

Kata Pek Yun Hut", sambil menuangkan arak untuk kedua tamunya, Setelah masing-masing minum tiga cangkir, Lie Ceng Loan berkata.

"Sudahlah, aku tak minum lagi."

Pek Yun Hui tersenyum dan berkata.

"Saudara Bee, jika demikian, kau harus menyertai aku minum lagi tiga cangkir!"

Tiga cangkir lagi aku kira masih dapat kuminum!"

Sahut Bee Kun Bu. Lalu mereka masing-masing minum tiga cangkir lagL Tiba-tiba Lie Ceng Loan berseru.

"Bu Koko, kepalaku pusing."

Lalu ia taruh kepalanya di pundaknya Bee Kun Bu.

"Adikku ini seperti anak kecil. Harap saudara Pek tak mencelanya."

Kata Bee Kun Bu. Pek Yun Hui hanya menjawab dengan senyum Bee Kun Bu memperhatikan bahwa matanya Pek Yun Hui berlinang air mata, Pek Yun Hui melihat bulan di langit, lalu berkata sambil tersenyum.

"Bulan di langit merupakan satu arit, tapi terang sekali, Perkenankanlah aku main kim untuk menghibur kalian berdua."

Ia masuk ke dalam kamar perahu dan mengambil sebuah kim kecil yang luar biasa indah nya.

ia duduk menghadapi tamunya, lalu mainkan kim itu dengan cermatnya, Lagu yang dimainkan sedih sekali dan mengharukan hati, ia berhenti dan menanyai "Bagaimana pendapat saudara Bee tentang lagu tadi?"

"Baik sekali, hanya terlampau sedih,"

Sahut Bee Kun Bu.

"Kim ajaib ini dapat mengetahui hati orang, dan aku tak akan mainkan lagi untuk orang lain,"

Kata Pek Yun Hui, lalu ia putusi tali-tali kim itu.

Bee Kun Bu terkejut, tapi Pek Yun Hui menjelaskan "Kim yang hanya putus tali-talinya tidak rusak, Lain hari tali-talinya dapat dipasang kembali, dan aku dapat mainkan lagi untuk kalian, bukan?"

Setelah itu ia taruh kembali

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

kimnya di dalam kamar perahu, Setelah keluar lagi Pek Yun Hui melihat ke langit sambil berkata.

"Fajar segera menyingsing. Aku kira lebih baik kalian pulang."

Lie Ceng Loan menghampiri dan menanya.

"Pek Koko, kau pandai sekali, Dapatkah Koko mengobati Susiokku yang menjadi cacad karena racun ular?"

Pek Yun Hui tersenyum, lalu memandang Bee Kun Bu yang sedang duduk dengan wajah muram, Hian Ceng Totiang dan Ngo Kong Toa-su telah berangkat pergi ke kuil Toa Ciok Sie untuk mengambil buah Sie Can Ko meninggalkan Giok Cin Cu yang telah menjadi orang tak berdaya.

Liong Giok Pin dan Lie Ceng Loan, kedua gadis itu masih perlu merawati Giok Cin Cu, sehingga semua urusan dibebankan di atas pundaknya Bee Kun Bu.

Mereka masih jauh dari pegunungan Kun Lun, dan perjalanan yang jauh itu mereka harus tempuh.

Oleh karena itu, ketika Lie Ceng Loan ucapkan soal menyembuhkan Giok Cin Cu, Bee Kun Bu merasa seperti jantungnya ditusuk-tusuk Pek Yun Hui yang budiman hampiri Bee Kun Bu dan menghibur.

"Kau tak usah terlampau sedih. Mungkin susiokmu akan lekas sembuh."

Dengan tak terasa Bee Kun Bu diajari ilmu Melangkah Ajaib Dengan menggeleng-gelengkan kepala Bee Kun Bu menyahut "Suhuku telah berpengharapan besar ketika ia membawa Susiok ke rumahnya Sao Kong Gie.

Tapi, Sao Kong Gie yang terkenal seorang sinshe pandai juga tak berdaya, Bahkan buah Sie Can Ko yang ia katakan dapat menyembuhkan juga belum tentu berhasil Kini Suhu telah pergi ke kuil toa Ciok Sie untuk mengambil buah itu.

Siotee tak berpengalaman di kalangan Kang-ouw, dan harus membawa Sui-siok ke pegunungan Kun Lun, Siotee betul-betul gelisah...."

"Melihat kau bertempur melawan Sao Siocia,"

Kata Pek Yun Hui.

"Aku dapat katakan bahwa silatmu itu boleh juga dan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

kau dapat melawan banyak di antara jago-jago silat di kalangan Bu Lim. Tapi jika bertemu jago-jago yang betul-betul lihay, kau pasti keteter"

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan "Tentang Sao Kong Gie, ia hanya terkenal sebagai tabib yang pandai Tapi ia bilang racun ular di tulang susiokmu hanya dapat dibikin sembuh oleh buah Sie Can Ko.

Tentang ini aku tak yakin...."

Dengan kedua mata terbelalak, Bee Kun Bu menanyai "Saudara Pek, apakah saudara dapat mengobati Susiokku?"

"Racun ular telah masuk ke dalam tulang, tabib yang bagaimana pandai pun tak dapat mengobati."

Kata Pek Yun Hui...

jawaban itu hanya membikin Bee Kun Bu lebih masgul lagi Pek Yun Hui menghampiri ia membaui harum yang dihembus angin dari tubuhnya.

Harum itu luar biasa, Bee Kun Bu menjadi terpesona karena harum itu.

"Dengan Ceng Loan yang demikian cantiknya di sampingmu, mengapa kau harus sedih hati?"

Tegur Pek Yun Hui.

"Ayo, aku antar kalian ke darat agar kalian lekas-lekas kembali ke tempat penginapan."

Dengan tanpa kesukaran, perahu itu dikayuh dengan cepatnya ke pinggir telaga, Pek Yun Hui mengantarkan mereka ke darat sambil berkata kepada Lie Ceng Loan.

"Kau harus jaga baik-baik Bu Koko-mu, jangan sampai diambil orang lain!"

Lalu dengan menghadapi Bee Kun Bu ia berkata.

"Souw Hui Hong tak akan berhenti mencintai kau. Aku lihat ia bukannya gadis biasa umumnya, Gadis yang luar biasa tak mudah jatuh cinta, akan tetapi jika ia telah jatuh cinta terhadap seorang pemuda, ia akan seperti seekor ulat sutera yang mengurung dirinya dengan sutera yang ia keluarkan dari mulutnya. Dari zaman dahulu sehingga kini, berapa banyakkah jagojago yang betul-betul dapat memandang harta benda dunia ini seperti asap, atau keuntungan seperti sampah? Wanita yang dapat melupakan asmara jumlahnya sedikit sekali Aku

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

khawatir asmara itu, karena tak terbalas, akan berubah menjadi benci untuk mencelakakan Sumoymu, Mungkin kau tak dapat menghindarkan kesulitan asmara segi tiga ini. Aku hanya..."

Ia tak meneruskan kalimat itu, ia ubah kata-katanya.

"Aku hanya sebagai penonton, aku dapat melihat dengan jelas, Sumoymu putih bersih, dan dalam hal asmara ia bukan tandingannya Souw Hui Hong, Oleh karena itu, kau harus senantiasa waspada...."

Sambil menganggukkan kepala, Bee Kun Bu menyahut "Saudara Pek terima kasih atas peringatan ini.

Tapi aku tak menaruh hati kepada Souw Hui Hong, Jika ia jatuh hati kepadaku, apakah aku tak bisa mencegah-nya?"

"Betul,"

Kata Pek Yun Hui.

"la mencari pusing sendiri Tapi aku pun tak yakin kau tak mempunyai perasaan halus terhadapnya."

Pereakapan itu didengar juga oleh Lie Ceng Loan. Untuk menghibur Bee Kun Bu ia berkata.

"Saudara Pek hanya bersenda-gurau."

"Tapi,"

Kata Lie Ceng Loan.

"Jika Koko tidak baik terhadap aku, aku tak dapat hidup lagi!"

"Kau tak usah khawatir, dan kau jangan berpikir yang bukan-bukan,"

Kata Bee Kun Bu, Lalu Pek Yun Hui mendesak mereka kembali ke tempat penginapannya, Tapi Bee Kun Bu berkata lagi.

"Apakah aku boleh mengantar saudara Pek?"

Sambil tersenyum Pek Yun Hui berkata.

"Aku seperti seekor belibis, Angkasa yang luas ini adalah tempat aku berkeliaran Aku merasa aman dimanapun Sudahlah, kalian lekas-lekas kembali!"

Setelah itu ia membalik badan dan berjalan pergi kembali ke atas perahu nya.

Ketika tiba di tempat penginapan, hari sudah hampir fajar, Bee Kun Bu antar Lie Ceng Loan ke kamar tidurnya, barulah ia pergi ke kamarnya, Karena ia masih gelisah, ia tak dapat tidur, sekonyong-konyong ia dengar suara orang.

ia terkejut ia bangun dari tempat tidurnya untuk menyelidiki dari mana dan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

suara apakah itu!

ia buka jendela, lalu loncat keluar dari jendela, Semua kamar tertutup dan gelap, Hanya kamar Giok Cin Cu masih ada lampu menyala, ia loncat ke depan kamar Susioknya, Dengan satu dorongan ia buka pintu kamar itu.

Lalu dengan waspada ia masuk siap menyambut segala serangan.

ia lihat Giok Cin Cu tertidur di pembaringan dengan kedua matanya tertutup, Tapi Liong Giok Pin berbaring di sisi ranjang dengan kedua kakinya mengge!antung.

Rupanya ia terkejut dan coba bangun.

Tapi ia telah ditotok jalan darahnya sehingga tak berdaya dan tak bergerak!

ia mendekati pembaringan Susioknya, ia terkejut melihat seorang berbaju hijau sedang memijit sambungan tulang lengan kanan Susioknya, ia kenali orang itu adalah Pek Yun Hui, ia menanyai "Saudara Pek, apakah yang kau sedang lakukan?"

Sambil tersenyum Pek Yun Hui berkata.

"Aku telah totok delapan jalan darah susiokmu T dan telah membikin longgar tiga ratus enam puluh empat sambungan-sambungan tulangnya. Jika kau sentuh ia, maka seluruh tulangnya akan terlepas dari tempat aslinya, sebentar lagi racun ular dari tulang akan mengalir ke jantungnya,"

Bee Kun Bu terkejut dan berseru.

"Jika racun ular mengalir masuk ke jantung Susiokku, Susiokku tentu tewas!"

"Jika ia tewas, kau bisa apakah?"

Sahut Pek Yun Hui.

Lalu ia bertindak keluar kamar Bee Kun Bu tak berani menyentuh tubuh Susioknya, ia berdiri terpaku, Ke-mudian ia keluar menghampiri Pek Yun Hui.

Karena bingungnya ia mendesak Pek Yun Hui dengan pertanyaan yang agak kasar "Aku mengetahui bahwa saudara pandai sekali, Tapi jiwa orang tak dapat dipermainkan!"

Pek Yun Hui tak menyahut Sikap ini membikin Bee Kun Bu menjadi lebih marah lagi, dan dengan lupa akan kedudukannya.

Secepat kilat ia lontarkan satu tinju dengan ilmu Cik Sou Pok Liong atau tangan telanjang menjotos naga.

Tapi...

ia meninju angin Pek Yun Hui sudah hilang entah kemana!

ia melihat sekitarnya, ke atas atap rumah, ke semua

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

penjuru. ia keluar dari rumah penginapan itu, dan berteriak.

"Hai, Pek Yun Hui! seorang jantan berani berbuat berani tanggung resiko, Kemana kau lari?"

Betul saja di bawah sebuah pohon besar di depan ia, satu bayangan berkelebat Bee Kun Bu mengejar Orang itu lari, Ketika dapat mengejar dekat, Bee Kun Bu hendak mengirim jotosan lagi, Tapi orang itu bukan Pek Yun Hui, ia coba tarik kembali tinjunya, tetapi orang yang dikejar itu membalikkan tubuh dan batas menyerang dengan satu tendangan Bee Kun Bu loncat ke atas untuk menghindarkan tendangan maut itu, Mereka berhadap-hadapan Orang itu adalah orang yang berbaju abu-abu yang mengayuh perahunya Pek Yun Hui.

Dalam suasana malam yang gelap, wajah mukanya tak terlihat tegas, Melihat Bee Kun Bu berhenti menyerang, si baju abu-abu berkata dengan suara keras.

"Hai! Anak kemarin berani melawan majikanku? Dengan ilmu silat yang demikian itu kau berani melawan majikanku? Biarlah aku yang beri ajaran!"

Tapi majikanmu Pek Yun Hui telah mencelakakan Susiokku, Jika kau adalah bujangnya, aku beresi kau dulu!"

Sahut Bee Kun Bu.

"Ha! Tiga pemimpin partai Kun Lun hanya merupakan jago-jago silat kecil Kau mu-ridnya, bisa apa? Jika kau dapat melawan aku dalam tiga puluh enam jurus, kau baru dapat menamakan diri seorang jago silat!"

Baru saja ia berkata, lalu kedua tinjunya dikirim berbareng ke tubuhnya Bee Kun Bu.

Karena tidak membawa senjata, Bee Kun Bu harus melawan dengan tangan kosong, dan dengan menggunakan ilmu tinju Thian Kong Cong ia melawan si baju abu-abu itu.

sebetulnya ilmu tinju Thian Kong Cong hebat sekali Tapi kepandaian lawannya lebih hebat pula, pertarungan baru berjalan dua puluh jurus, Bee Kun Bu merasa mulai keteter.

Si baju abu-abu rupanya tidak ingin menyerang, ia hanya ingin mengetahui kepandaian Bee Kun Bu.

Pada saat itu terdengar suara seorang wanita membentak "Hei, tua bangkai urusanmu kau lalaikan!

Tapi kau bertarung melawan anak kemarin dulu

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

ini! Apakah matamu buta? Apakah kau tidak ketahui maksud majikan kita?"

Si baju abu-abu lalu loncat mundur dan berhenti bertarung, ia berkata sambil tersenyum.

"Jika aku betul-betul melawannya, ia sudah tewas pada saat itu! Aku hanya mainmain saja!"

Lalu ia mengangkat kedua ta-, ngannya dan berkata.

"Bee Lotee, maaf!"

Lalu ia balik badan, dan loncat pergi entah ke mana!

Ketika itu Bee Kun Bu mengawasi wanita yang membentak tadi, yang ternyata adalah seorang wanita berusia empat puluh tahun lebih, berbaju kurung putih, ikat pinggangnya kuning dan kepalanya dibungkus dengan kain hijau.

ia membawa dua pedang yang menonjol keluar dari atas bahunya, ia berkata kepada Bee Kun Bu dengan ramah.

"Bee Siangkong, harap kau tidak menjadi gusar karena si tua bangka tadi, ia berangasan Nanti jika ada kesempatan aku akan menebus dosanya terhadap Bee Siangkong!"

Lalu ia pun balikkan badan dan pergi entah ke mana, Pada saat itu Bee Kun Bu seperti orang baru sadar dari mimpinya. ia memanggil-manggil wanita yang sudah pergi itu.

"Hei! Angkatan tua! Berhenti du!u! Hamba ingin menanyai Entah dari mana si wanita itu loncat di hadapan Bee Kun Bu, dan berkata.

"Bee Siangkong terlampau hormat sebetulnya apa yang ingin ditanya, Tapi janganlah aku dipanggil angkatan tua."

Dengan mengerutkan kening Bee Kun Bu menanya.

"Apakah majikan angkatan tua juga Pek Yun Hui?"

Si wanita itu tak berani sebut namanya Pek Yun Hui. ia hanya menyahut.

"Majikan kami adalah dari kalangan sakti wataknya agung dan budiman sebetulnya beliau jarang sekali menjumpai orang, Bee Siangkong dapat mengenal beliau, Betul-betul beruntung!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tapi Pek Yun Hui telah mencelakakan Susiokku yang sedang menderita, ia harus mengetahui bahwa kami dari partai Kun Lun tidak mudah dihinakan orang!"

Dengan menyengir, si wanita itu menyahut.

"Bee Siangkong, tiga pemimpin dari partai Kun Lun betul lihay . silatnya, Tapi untuk melawan majikan kami... aku khawatir sekali."

Lalu ia loncat lari pula entah ke mana!

Dengan mata kepalanya sendiri Bee Kun Bu menyaksikan betapa lihaynya ilmu meringankan tubuh dari wanita itu.

Entah bagaimana ilmu dari majikannya?

ia bergidik memikirkan serangan yang ia lancarkan kepada Pek Yun Hui tadi, ia lekas-lekas kembali ke tempat penginapan Baru saja ia bertindak masuk ke kamar, ia menyaksikan Giok Cin Cu masih tetap tidur tak bergerak, sedangkan Ue Ceng Loan dan Liong Giok Pin masing-mating berdiri di kiri kanan pembaringan itu.

Tapi di Mjung bantal kepala Giok Cin Cu ia lihat satu bangau putih yang besar yang ia pernah jumpai di pegunungan Koat Cong San.

Bangau itu melonjorkan lehernya yang panjang, dan dari patoknya menggelantung satu tali perak yang ujungnya dimasukkan ke dalam mulutnya Giok Cin Cu.

Kini Bee Kun Bu insyaf betul-betul bahwa Pek Yun Hui sedang berusaha sekuat tenaga mengobati Susiok-nya.

ia merasa malu sekali terhadap Pek Yun Hui karena perbuatannya yang terburu nafsu tadi, Pek Yun Hui lihat ia sekali, lalu meneruskan usahanya menolong Giok Cin Cu dengan mengusap-usap bangau putih itu, Lie Ceng Loan mendekati Bee Kun Bu dan menanya, suaranya rendah.

"Bu Koko, kau pergi ke mana? Kawan Koko sedang mengobati Susiok"

"Aku keluar menghirup hawa segar, Sudahlah, jangan berisik!"

Sahut Bee Kun Bu.

Pek Yun Hui tersenyum ketika bangau itu membuka kedua sayapnya Bangau itu sedang menyedot racun ular dengan menggunakan pipa perak Kemudian ia loncat dari ujung bantal kepala ke lantai dengan sikap yang letih sekali, ia jalan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

perlahan-lahan keluar dari kamar itu.

Pek Yun Hui lalu menguruti seluruh tubuh Giok Cin Cu, dan memijit-mijit semua jalan-jalan darahnya, lalu ia berdiri menantikan akibatnya, Perlahan-lahan mukanya Giok SIAN HOK SHH CW -T.s.s, JUM 2 83 Cin Cu menjadi merah, dan tubuhnya kelihatan bergerak Pek Yun Hui tersenyum karena ia yakin usahanya telah berhasil!

Bee Kun Bu mendekati Pek Yun Hui dan berkata.

"Saudara Pek Siotee salah besar! Mohon dimaafkan !"

Pek Yun Hui pejamkan kedua matanya, lalu menarik napas panjang.

Ketika ia buka lagi kedua matanya, ia tersenyum terhadap Bee Kun Bu.

Lie Ceng Loan keluarkan sapu tangannya untuk menyeka keringat di mukanya Pek Yun Hui.

Selang beberapa saat Pek Yun Hui berkata kepada Liong Giok Pin.

"Racun ular yang telah merembes masuk ke dalam tulang-tulang suhumu telah disedot keluar oleh bangau putih. Aku telah melancarkan kembali jalan darah nya, menyambung semua sambungan-sambungan tulang, Suhumu perlu beristirahat dua hari lagi, dan ia akan sembuh dan pulih sebagaimana sediakala, sebentar jika ia mendusin, ia tentu menjadi lapar, dan kau harus berikan ia air sayur ikan yang hangat jika ia tak tahan amis, dapat diganti dengan air gula yang hangat Dan besok ia dapat makan atau minum segala apa saja! Kemudian ia keluar dari kamar itu, diikuti oleh Bee Kun Bu dan Lie Ceng Loan. Si bangau putih masih berada di pekarangan di luar kamar "Saudara Pek, harap kau berhenti sebentar!"

Mohon Bee Kun Bu. Pek Yun Hui berhenti dan menoleh ke belakang. Lie Ceng Loan seperti anak kecil menanya.

"Apakah aku boleh menunggangi bangau putih itu?"

Pek Yun Hui hanya tersenyum, ia hampiri Lie Ceng Loan dan berkata.

"Bangau itu kini sangat letih, Kelak jika kita berjumpa lagi, aku berikan izin kau menunggangi bangau itu selama setengah hari !amanya."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"Jika kita tak berjumpa lagi? Aku tak dapat menunggangi Jika aku pelihara bangau, berapa lamakah bangau itu menjadi besar untuk dapat ditunggangi?"

Tanya Lie Ceng Loan.

"Bangau putih itu sudah seribu tahun lebih usianya, Menunggu bangau besar makan waktu lama, Bangau itu bukannya aku yang pelihara, Orang yang telah memelihara bangau putih ini sudah berada di liang kubur Lagi pula bangau sebesar ini tak mudah dicari Tentang bangau ini ada banyak kisahnya, Kelak kemudian hari jika ada kesempatan, aku akan menceritakan kepadamu!"

"Kami ingin kembali ke pegunungan Kun Lun. Jika Koko ingin mencari aku harus datang ke pegunungan tersebut,"

Sahut Lie Ceng Loan, Pek Yun Hui tersenyum, lalu ia totok kedua ujung jari kakinya dan loncat ke atas atap rumah, Bangau itu pun terbang mengikuti dia.

Bee Kun Bu ingin menghaturkan terima kasih lagi tapi Pek Yun Hui telah loncat keluar Bee Kun Bu mengejar Meskipun tampaknya seperti orang berjalan, tapi gerak majunya Pek Yun Hui sangat pesat Sebentar saja ia telah berada di luar kota.

Bee Kun Bu terus mengejar sambil memanggil-manggil Ketika itu sudah jam lima pagi, seluruh tubuhnya telah basah dengan keringatnya, ia penasaran tentang sikapnya terhadap Pek Yun Hui, dan ia tidak akan menjadi puas jika ia belum menghaturkan maaf dan terima kasih kepada Pek Yun Hui yang telah menolong Susioknya, Tapi meski dengan ilmu meringankan tubuhnya ia telah mengejar penolongnya itu, namun ia tidak berhasil ia menjadi sangat menyesal ia pergi ke pinggir telaga untuk mencuci muka.

Ketika itu ia merasa ada orang di belakangnya melemparkan sapu tangan,, Dari harumnya ia mengetahui bahwa orang itu adalah Pek Yun Hui ia menoleh ke belakang, Betul saja orang itu Pek Yun Hui, entah dari mana dan kapan datangnya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tadi kau demikian beringasnya! Belum lagi aku menjelaskannya, kau telah menyerang aku!"

Kata Pek Yun Hui "Aku mohon seribu maaf, Aku merasa malu terhadap diriku yang tak mengenal budi orang. Aku minta maaf!"

Kata Bee Kun Bu dengan mengucurkan air mata menyatakan penyesalannya. Sambil menyeka air matanya Bee Kun Bu, Pek Yun Hui berkata.

"Hm! Mengapa kau menangis seperti anak kecil?"

Bee Kun Bu tak menjawab ia awasi wajah Pek Yun Hui yang tampan itu dengan sikap yang terpesona.

"Apa yang kau ingin katakan aku telah mengetahui Kau tak usah mengetahui riwayatku, yang akan membuat kau lebih pusing lagi!"

Kata Pek Yun Hui, lalu berjalan ke suatu hutan pohon-pohon Liu. Bee Kun Bu mencegah.

"Saudara Pek, aku tak ingin mengetahui riwayatmu, Aku hanya sangat mengagumi kepandaian dan budimu. Aku tak tahu cara bagaimana membalas budi sebesar itu! Jika saudara Pek dapat memberi ampun atas kesalahan-kesalahanku, aku baru merasa lega!"

"Aku tidak menyalahkan kau,"

Kata Pek Yun Hui sambil memegangi pergelangan tangan kiri Bee Kun Bu.

Bukan main sakitnya pegangan ilu.

Bee Kun Bu berusaha melepaskan pegangan itu dengan membuka semua jari dan memulihkan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya mengirim tinju ke dada Pek Yun Hui Tapi Pek Yun Hui hanya mengegos sedikit menghindarkan jotosan itu, dan pegangannya tak terlepas, Meskipun mereka hanya terpisah satu tindak, akan tetapi semua pukutan-pukulan Bee Kun Bu sedikit pun tidak menyentuh tubuh PekYun Hui!

"Saudara Pek, lepaslah!

Aku menyerah kalah!

Rupa-nya Saudara Pek ingin menguji silatku, jagalah jotosan ini!"

Bee Kun Bu berkata sambil melontarkan jotosannya lagi, Dengan tangan kirinya Pek Yun Hui tangkis jotosan ilu, lalu loncat mundur dua tindak sambil melepaskan pegangan pergelangan tangan kirinya Bee Kun Bu,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"llmu silatmu masih kurang. Kau perhatikan aku bertindak di atas tanah, lalu kau berlatih, inilah langkah ajaib, Dengan tekun kau dapat pelajari dalam satu atau dua buIan, Kau juga harus memperhatikan mantera (jam-pe) yang aku ucapkan selagi melangkah."

Kata Pek Yun HuL Kemudian Pek Yun Hui mempertunjukkan langkah ajaib itu, sambil mengucapkan mantera.

"Coa Cau Ing Hoan, HieCekTo Tut, Ngo Heng Seng Khe, Ji Ciang Wee Jok (UIar lari garuda terbang, ikan ngeluyur kelinci kabur, Lima langkah ajaib sakti, Musuh kuat menjadi lemah). Dengan mantera itu kau dapat melangkah keluar dari segala kepungan musuh. Nah! perhatikan lagi!"

Ia mempertunjukkan pula langkah ajaib itu.

Dengan penuh perhatian Bee Kun Bu mengawasi gerakgerik langkah ajaib yang diajarkan itu sambil mengingatkan mantera yang ia harus ucapkaa Ketika ia hendak menghaturkan terima kasih, Pek Yun Hui telah loncat sepuluh depa lebih jauhnya, dan selang sesaat telah lenyap!

Dengan berdiri tereengang Bee Kun Bu seka air mata di pipinya, ia berseru seorang diri.

"Bee Kun Bu! Bee Kun Bu! Kau terlampau sembrono! Hampir saja kau membikin luka hatinya seorang penoJong!"

Lalu ia coba melaksanakan langkah ajaib yang diajarkan oleh Pek Yun Hui tadi sambil mengucapkan mantera, Setelah berlatih empat lima kali, ia merasa telah dapat memahami Segera ia kembali ke tempat penginapannya, setibanya di tempat penginapan, ia terus pergi ke kamar Susioknya, dan melihat Giok Cin Cu telah di atas pembanngannya, Tapi ia tidak lihat Liong Giok Pin dan Lie Ceng Loan, ia berlutut di depan pembaringan dan berkata.

"Susiok apakah badanmu merasa enakan?"

Giok Cin Cu buka kedua matanya, dengan menarik-narik napas panjang, menyahut.

"Aku kira aku akan lekas sembuh, Aku harus berterima kasih kepada penolong itu. Hei! Kau mengapa sekarang baru datang? Ceng Loan mencari kau

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

sedari pagi, dan kini ia belum kembali Aku telah suruh Giok Pin mencari nya. Tapi sudah lewat dua jam, keduanya belum ada yang kembali!"

Bee Kun Bu terkejut. ia berkata.

"Baiklah aku cari mereka!"

Baru saja ia bertindak keluar, lalu tampak masuknya Liong Giok Pin.

"Liong Cici, apakah kau dapat lihat Lie Ceng Loan?"

Sambil menggelengkan kepalanya, Liong Giok Pin menyahut.

"Di sekitar kota ini aku telah mencari Orang kata ia pergi ke pintu selatan. Aku telah pergi ke pintu selatan, tapi aku tak menemui dia. Aku tidak tahu ke mana ia pergi, Hai!"

"Lie Ceng Loan masih hijau, Apapun ia tidak tahu, Aku khawatir ia tersesat Susiok, perkenankan aku pergi mencari ia!"

Kata Bee Kun Bu. Liong Giok Pin berkata lagi. Tapi kau sedari kemarin belum tidur Kau tentu letih sekali Kau harus beristirahat dahulu, biarlah aku yang pergi mencarinya."

Bee Kun Bu menggelengkan kepalanya dan berkata.

"Aku tidak letih, Lagi pula Susiok akan lekas sembuh. Liong Cici lebih baik menunggui Susiok biarlah aku yang pergi mencari!"

Giok Cin Cu lalu berkata.

"Loan-jie sangat naif. Ia tidak bisa pergi ke tempat jauh, Mungkin sebentar lagi ia kembali Aku sekarang merasa agak segar jauh. Jika penolong itu tidak keliru, mungkin besok aku sudah bisa bangun, dan mencari Loan-jie. Jika kau mau pergi juga, kau harus makan dahulu, Ketemu atau tidak, malam ini kau harus pulang."

Sebetulnya ada beberapa kata-kata yang Bee Kun Bu hendak beritahukan Susioknya, tapi dalam keadaan cemas itu, ia hanya memikiri akan keselamatan Sumoy-nya.

ia lekaslekas makan sedikit sarapan, lalu ia bawa pedangnya menuju ke pintu selatan, ia mencari di mana-mana sambil menanya-nanya segala orang, tapi ia tak berhasil Ketika cuaca sudah menjadi gelap dan ia sedang berdiri di pinggir jalan dengan mata dan kuping melihat dan mendengar segala sesuatu, tiba-tiba dari tempat jauh terdengar suara larinya kuda, Betul saja kemudian

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

tampak dua ekor kuda sedang lari dengan pesat sekali, Kedua orang ini naik kuda dari tempat jauh, Mungkin mereka telah menjumpai Lie Ceng Loan, Baiklah aku tanya mereka pikir Bee Kun Bu.

Lalu ia berdiri di tengah jalan untuk minta orang-orang yang berkuda itu berhenti tapi seorang di antara penunggang kuda itu membentak.

"Siapakah berani mencegat kami! Apa kau cari mati!"

Bentakan itu dibarengi dengan serangan dua golok!

Bee Kun Bu terpaksa loncat ke belakang menghindarkan serangan-serangan kedua golok itu, Pada saat itu kedua kuda itu juga telah dihentikan Dengan mengangkat kedua tangannya memberi hormat, Bee Kun Bu berkata sambil tersenyum.

"Kedua saudara harap maafkan kelancanganku, Maksud aku menghentikan kedua saudara ialah ingin menanyakan sesuatu, Aku tak bermaksud jahat."

Kedua penunggang kuda itu juga sudah turun dari kuda nya, dan dengan golok terhunus mendengari ucapan Bee Kun Bu.

Orang berdiri di sebelah kanannya adalah seorang yang tinggi kurus, berusia lebih kurang empat puluh tahun, ia menyahut.

"Saudara ingin menanyakan sesuatu, tapi caranya seperti orang ingin membegal!"

"Sekali lagi aku minta maaf atas kelancanganku,"

Kata Bee Kun Bu dan ia mengangkat kedua tangannya memberi hormat puIa, Dengan sikap ramah itu kedua orang itu menjadi saban Mereka lalu simpan goloknya dan yang satu menanyai "Kau ingin menanya apa?

Lekas-lekas bilang kami harus mengejar waktu!"

"Apakah kedua saudara menemui seorang gadis berbaju merah?"

Tanya Bee Kun Bu.

Mereka hanya saling lihat melihat, lalu sambil menghadapi Bee Kun Bu mereka hanya goyang-goyang kepala dan segera naik kuda hendak berlalu, Sikap itu mencurigakan Bee Kun Bu.

ia menanya dengan suara keras.

"Hei! Aku menanya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

dengan hormat, tetapi kalian tidak menjawab! Cara apakah ini!"

Salah satu kedua orang itu menyahut dengan mengejek "Jika kami benar-benar sudah Iihat, tetapi tidak ingin memberitahukannya, kau mau apa?"

"Jika demikian, jangan pikir kalian dapat lewat dari sini!"

Sahut Bee Kun Bu dengan beringas.

"Sabar saudara, Meskipun kami beritahukan, saudara tak dapat berbuat apaapa."

Lalu ia kedut tali les kudanya hendak berlalu, Bee Kun Bu pikir bahwa mereka harus dipaksa, Dengan satu loncatan ia terkam kedua orang itu dengan ilmu Cong Hok Sao Yan atau bangau hijau menyambar burung walet, Orang yang di sebelah kanan segera kirim tinju kirinya dengan ilmu Heng San Lan Houw atau tubuh -melintang menghalangi harimau, dan tangan kanannya menyodok perut Bee Kun Bu dengan Yap Tee Tao atau menjumput buah di bawah daun.

Tapi Bee Kun Bu telah lihat sodokan itu.

ia lekas-lekas ubah serangannya dengan ilmu Cek Sou Pok Liong atau tangan telanjang menerkam naga, sehingga lawannya terlempar dari kudanya.

Kawan-nya tidak tinggal diam, Dengan golok terhunus ia terjang Bee Kun Bu dengan kudanya, Bee Kun Bu yang telah mahir betul ilmu silat pedang Kun Lun dari Hian Ceng Totiang, dan ilmu silat tinju dari Ngo Kong Toa-su, i ditambah pengalaman-pengalamannya semenjak ia keluar dari kuil San Ceng Koan, dengan mudah dapat mengelakkan serangan dari lawannya dengan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu atau langkah ajaib yang ia baru saja belajar dari Pek Yun Hui.

Golok yang datang menyerang padanya hanya menyodok angin!

Lawannya menjadi heran.

ia belum lagi sadar dari herannya itu, tinju kirinya Bee Kun Bu telah menjotos bahunya dan segera goloknya itu terlempar dari tangan, dan ia juga terjerunuk dari kudanya ke jalan raya itu!

Satu tendangan menyusul di pahanya, ia tak dapat bangun lagi!

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Si kurus yang hanya terlempar dari kudanya segera bangun dan berkata. Tidak dinyana malam ini kita bertemu seorang jago silat yang lihay, Saudara dengan ilmu silat yang lihfiy itu sebetulnya siapa?"

Bee Kun Bu menggelengkan kepalanya.

"Aku bukannya berniat bertarung melawan kalian, Kita tidak kenal satu sama lain dan kita tak mempunyai dendam. Aku pun menyesal harus menggunakan kekerasan Untuk mengetahui namaku, saudara harus lebih dahulu beritahukan aku tentang gadis berbaju merah, Jika tidak, aku terpaksa akan menggunakan kekerasan lagi!"

Si kurus menyahut.

"Aku tidak takut mati. Jika saudara ingin menggunakan kekerasan, saudara seperti juga orang bermimpi di siang hari!"

Jawaban itu membikin Bee Kun Bu insyaf bahwa kedua orang itu pasti telah menjumpai Lie Ceng Loan, Lalu ia membentak.

"Jika kalian tidak mau memberitahukan aku terpaksa menggunakan kekerasan lagi!"

Perkataan itu ia barengi dengan totokan di lengan kirinya si kurus.

"Jika kau masih tidak mau memberitahukan aku akan bikin patah lenganmu ini!"

Ia mengancam Si kurus setelah ditotok lengan kirinya tak berdaya lagi, tapi ia masih saja bungkam.

Bee Kun Bu terpaksa patahkan lengan kirinya itu.

Demikianlah si kurus menjadi pingsan, dan kawannya masih tak dapat bangun karena tendangan di pahanya, Bee Kun Bu tidak tega melihat keadaan satrunya, ia tolong sambungan tulang yang patah, membebaskan jalan darahnya si kurus yang kemudian perlahan-lahan sadar kembali ia juga pijit jalan darah pahanya kawan si kurus yang juga perlahanlahan bangun kembali ia hampiri lagi si kurus, dengan ramah ia berkata.

"Gadis berbaju merah itu adalah Sumoyku, jika kau telah menjumpai ia, kau harus beritahukan aku, dengan demikian kau telah menolong aku."

Si kurus merasa berterima kasih atas pertolongan Bee Kun Bu, tetapi ia masih tetap bungkam "Kau tidak mau beritahukan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

aku, mungkin ada sebab-sebabnya,"

Kala Bee Kun Bu.

"Aku hanya minta kau beritahukan jalan mana yang ditempuh Sumoyku, Dan aku tak akan mengganggu kalian lagi!"

Si kurus mulai tergerak hatinya, rupanya ia hendak berikan keterangan Tiba-tiba dari tempat yang jauhnya lebih kurang dua depa lebih terdengar suara orang mengejek Suara itu membikin terkejut si kurus, Bee Kun Bu berdiri tegak dengan waspada, ia melihat dari tempat itu seorang berusia lebih kurang lima puluh tahun berpakaian rapi dan membawa senjata martil di pinggangnya, Orang itu tak lain daripada kepala bendera hitam cabang partai silat Thian Liong, Kiok Goan Hoat.

Datangnya Kiok Goan Hoat itu membikin Bee Kun Bu kaget ia baru saja ingin menanya, tapi Kiok Goan Hoat berkata lebih dahulu.

"Aku kira siapa? Serunya murid dari partai Kun Lun. Kau telah menali dua orangku dengan maksud apa kah ?"

Bee Kun Bu pikir ia tak dapat melawan Kiok Goan Hoat ia tak ingin mencari pusing melawan Kiok Goan Hoat yang lihay itu. ia mengangkat kedua tangannya memberi hormat dan berkata.

"Aku telah menahan dua orang ini tidak dengan maksud jahat Aku pun tidak mengetahui kalau kedua orang ini adalah orang-orang nya angkatan tua, Aku minta maaf."

Kiok Goan Hoat tidak menyahut ia menghampiri si kurus dan kawannya sambil membentak.

"Kalian masih juga belum berlalu, menunggu apa?!"

Dengan paksakan diri, meskipun mereka masih merasa kesakitan dari tendangan dan totokan Bee Kun Bu, mereka cepat-cepat lekas naik kuda dan berlalu dari tempat itu.

Setelah kedua orang itu berlalu, Kiok Goan Hoat berkata lagi kepada Bee Kun Bu.

"Orang-orang dari cabang partai Tian Liong tidak dapat dihina! Mengapa kau menghukum mereka? Apakah salahnya mereka? Aku masih pandang ketiga pemimpin dari partai Kun Lun, aku dapat ampuni jiwamu hari ini!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Lalu ia mendekati Bee Kun Bu.

Bee Kun Bu pikir tak dapat mengelakkan pertarungan lagi, ia segera mengumpulkan tenaga dalamnya, dan berdiri mengawasi kedua matanya Kiok Goan Hoat Dengan secepat kilat Kiok Goan Hoat menotok bahu kanannya Bee Kun Bu.

sedangkan tinju kirinya menyodok perut!

Bee Kun Bu terkejut ia sambar dan pijit pergelangan tangan kanannya Kiok Goan Hoat yang datang menotok bahunya dengan tangan kirinya, dan dengan tangan kanannya ia menyerang lawannya dengan ilmu Kim Kang Kay San atau besi baja membongkar gunung, salah satu jurus dari Cap Pwee Lo Han Cong yang ia dapat pelajari dari Ngo Kong Toa-su.

Kali ini, Bee Kun Bu telah menggunakan dua jurus ilmu tinju yang berlainan satu menggempur dan satu menyerang, Dan jurus-jurus itu mengejutkan Kiok Goan Hoat yang memandang remeh satrunya, Bee Kun Bu harus mencari-cari di pegunungan Koan San mencari Lie Ceng Loan.

Tapi Kiok Goan Hoat betul-betul seorang jago silat yang lihay sekali, dan ilmu tenaga dalamnya telah mahir betul Melihat serangan-serangannya gagal, ia dapat lekas-lekas ubah jurus-jurusnya, Ketika Bee Kun Bu menarik tangan kanannya, ia maju setindak untuk menggempur dadanya Bee Kun Bu dengan kedua tinjunya berbareng.

Bee Kun Bu tidak dapat melawan Kiok Goan Hoat dengan ilmu tenaga dalamnya, ia kalah banyak dalam pengalaman melawan jago-jago silat dari kalangan Kang-ouw.

Ketika dua tinju itu menyerang dadanya, ia hanya dapat loncat mundur ke belakang secepat kilat.

Kiok Goan Hoat mengagumi cara lawannya mengelakkan serangannya itu.

Tapi ia pun menjadi panas, karena tiap-tiap serangannya dapat diegosi atau dihindari Bee Kun Bu harus bersyukur bahwa ia telah mahir betul dalam ilmu tinju Thian Kong Cong, ia berhasil melawan Kiok Goan Hoat selama dua puluh jurus, sebaliknya Kiok Goan Hoat merasa heran mengapa ia masih juga tidak dapat menakluki lawannya dalam dua puluh jurus itu.

ia terus serang lawannya semakin gencar

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

bagaikan turunnya hujan.

Bee Kun Bu sibuk mengelakkan serangan-serangan itu.

ia terkurung oleh jotosan jotosan.

ia harus berusaha melepaskan diri dari serangan-serangan yang gencar itu, atau ia bisa binasa di tangan lawannya, Ketika itu Bee Kun Bu betul-betul berada dalam kedudukan yang berbahaya, ia merasa ia tak mempunyai tenaga lagi untuk menangkis serangan-serangan yang dilancarkan bertubi-tubi, dan tubuhnya basah kuyup dengan keringatnya.

ia yakin ia tak dapat bertahan sepuluh jurus lagi Pada saat itu, ia ingat ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu atau langkah ajaib yang ia baru saja dapat pelajari dari Pek Yun Hui, si orang sakti itu, ilmu itu ia baru mempelajari nya, mungkin ia belum mahir betul Tapi dalam keadaan yang mendesak itu, mengapa ia tidak mau coba ?

Dengan bertekad, ia kumpulkan semua tenaga dalamnya, ia lancarkan tiga jurus istimewa dari ilmu Thian Kong Cong ke arah lawannya, Kiok Goan Hoat terpaksa mundur, karena serangan-serangan itu dilancarkan dengan nekad!

Kini Bee Kun Bu tidak menjaga diri lagi, bahkan tems-menerus serangan-serangan itu membikin Kiok Goan Hoat terheranheran.

sebetulnya ia bermaksud menawan Bee Kun Bu hiduphidup, tetapi setelah diserang kembali, lawannya itu menjadi beringas.

Dengan semua tenaga dan kepandaiannya ia kirim dua tinjunya lagi!

Tapi apakah hasilnya, ia menyerang bayangan!

ia menjadi lebih heran lagi, ia melihat di sekitarnya, tapi ia tak dapat melihat Bee Kun Bu!

ia berdiri dengan kedua mata terbelalak bahna herannya, Tiba-tiba di belakangnya ia dengar suara orang tertawa, Dengan membalikkan tubuh secepat kilat ia kirim satu jotosan lagi, karena ia berpendapat walau ia tak dapat pukul lawannya dengan tinjunya, angin dari tinjunya itu cukup keras untuk merubuhkan lawannya, Namun hanya daun-daun pohon-pohon yang berhamburan.

Bee Kun Bu entah berada di mana!

Kali ini Kiok Goan Hoat mengeluarkan keringat dingin.

"Apakah anak kemarin dulu ini mempunyai ilmu ajaib? Tinju yang aku kirim

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

seratus delapan puluh derajat itu belum pernah gagal merubuhkan lawan ku. Tapi kali ini tanpa hasil!"

Ia pikir Lalu ia loncat ke pinggir dan menoleh ke belakang.

Bee Kun Bu tetap berdiri di tempat tadi, ia ingin menanya lawannya tentang ilmu yang digunakannya itu, tetapi ia tak dapat ucapkan.

Maka dengan paksa tertawa, ia berkata.

"Partai silat Kun Lun terkenal sebagai salah satu dari sembilan partai silat yang dimalui. Kini aku baru mengetahui karena mempunyai ilmu sihir!"

Sambil bicara ia siap memukul lagi lawannya dengan maksud membinasakan Tapi Bee Kun Bu berdiri dengan waspada.

ia ucapkan mantera dari Ngo Heng Mie Cong Pu atau langkah ajaib dalam halinya, ia tak dengar sedikit pun perkataannya Kiok Goan Hoat Melihat perkataannya tidak digubris, Kiok Goan Hoat menjadi makin murka, ia totok ujung jari kedua kakinya dan loncat menerkam dengan dua tangan nya.

Bukan main hebatnya terkaman itu, karena dilepaskan dengan tenaga dalam dan datangnya sangat cepat Tapi Bee Kun Bu hanya mengegos sedikit saja, dan ia telah berada, entah dimana.

Kiok Goan Hoat menerkam angin!

Kiok Goan Hoat yang telah berkecimpungan beberapa puluh tahun di kalangan Kang-ouw, dan pernah bertempur melawan jagojago sifat yang lihay, belum pernah menyaksikan ilmu silat yang dipertunjukkan Bee Kun Bu.

ia berdiri terpisah dari Bee Kun Bu hanya satu depa, tapi Bee Kun Bu seperti juga bayangan iblis sebentar muncuI, sebentar hilang, sebentar di depan, dan sebentar di belakang ia menjadi jeri.

Lawan yang dipandang remeh ini mungkin dapat membunuh mati ia!

sedangkan Bee Kun Bu dilain pihak pun merasa khawatir ia khawatir jika ia gagal melancarkan ilmu Ngo Heng Mie Cong Pu yang ia dapat pelajari dari Pek Yun Hui.

Tapi kemudian ia bersyukur karena tanpa ilmu itu, mungkin ia telah menjadi mayat!

"Apakah perlu aku melawan terus, sedangkan Lie Ceng Loan belum ketemu?

Mungkin Sumoyku telah ditawan atau dibokong orang,"

Ia pikir "Dua penunggang

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

kuda yang aku jumpai tadi adalah orang-orangnya partai Tian Liong, dan Kiok Goan Hoat adalah kepala dari bendera hitam dari cabang partai itu, jika Kiok Goan Hoat hendak menangkap Lie Ceng Loan, hal itu tak sukar bagi nya.

Aku harus pergi ke markasnya partai Tian Liong untuk mencari Sumoyku!"

Setelah berkeputusan demikian, ia tak ingin kembali lagi ke tempat penginapannya untuk memberitahukan maksudnya kepada Giok Cin Cu karena khawatir ia ditahan lagi Maka tanpa diketahui oleh Kiok Goan Hoat, ia berlalu dari tempat pertarungan itu untuk pergi ke markas partai Tian Liong mencari Sumoynya, Di sepanjang jalan ia tak lupa meninggalkan tanda dari par-tainya di pongkol-pongkol pohon yang dapat menunjukkan ke mana ia telah pergi kepada orang-orang dari partai Kun Lun.

sepanjang malam ia meneruskan perjalanannya ke markas partai Tian Liong yang terletak di sebelah utara propinsi Kwiciu.

Pada keesokan paginya ia telah tiba di suatu kota, kota kecil di mana ia membeli sarapan untuk menangsal perutnya yang lapar Lalu ia melanjutkan perjalanannya lagi, B jasanya kalau Lie Ceng Loan berada di sampingnya, ia tak terlalu hiraukan, Kini setelah ia ketahui Lie Ceng Loan tidak pulang, ia menjadi gelisah bagaikan semut di dalam kuali panas, ia baru insyaf betapa hebatnya ia mencintai gadis itu.

Dihari kedua, ia telah tempuh empat ratus sampai lima ratus lie, dan telah tiba di kota Tong Kia Sip di propinsi Kiangsi.

Kota itu meskipun tidak besar, tetapi terletak di jalan yang strategis, sehingga ramai sekali, ia mencari tempat penginapan dengan maksud untuk beristirahat dan mendengar-dengar kabar tentang Sumoy-nya.

Tapi ia cari satu restoran untuk minum dan makan, ia telah menempuh perjalanan hampir lima ratus lie dalam dua hari Maka setelah minum beberapa cangkir arak, ia tertidur di meja makan, ia telah tertidur selama satu jam.

Ketika ia terbangun dari tempat tidurnya dan hendak membayar pegawai restoran berkata.

"Kawan saudara telah membayarnya semua makanan dan arak itu...."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bukan main terkejutnya Bee Kun Bu.

ia berjingkrak sehingga cangkir arak jatuh dari atas meja ke lantai sehingga hancur peristiwa itu telah menarik perhatiannya tamu-tamu lain di restoran itu.

Bee Kun Bu Iekas-lekas menenangkan diri dan menanya pegawai restoran itu.

"Ketika kawanku pergi, apakah ia meninggalkan pesan? Dan kawanku itu, bagaimanakah air mukanya? Berusia berapa ?"

Pegawai itu pun menjadi heran melihat sikap yang terburu nafsu dari Bee Kun Bu. Sambil tersenyum ia menyahut.

"la sudah berusia kira-kira lima puluh tahun lebih, tubuhnya kate dan kurus, Setelah saudara datang, ia pun masuk ke restoran ini, Tapi ia tidak ketemui saudara, ia duduk sedikit jauh dari saudara. Apakah saudara tidak melihatnya?"

Bee Kun Bu melihat meja yang bekas ditempati oleh kawannya, Betul saja di atas meja itu telah tertulis dengan jari tangan yang bunyinya.

"Gadis itu dalam keadaan selamat, Kau boleh minum sehingga mabuk tanpa khawatir!"

Tapi tulisan itu tak ada tanda langannya, dan itulah yang memusingkan kepalanya, siapakah kawannya itu?

Semenjak ia menceburkan diri di kalangan Kang-ouw selama tiga bulan, ia telah menjumpai dan mengalami peristiwa-peristiwa yang aneh dan ganjil orang-orang yang ia jumpai seperti juga naganaga yang datang keluar dari pedut atau lautan, ia pasti tak dapat keterangan apapun dari restoran itu, ia tak menanya Iagi.

ia berikan uang untuk mengganti cangkir arak yang telah pecah, lalu keluar dari restoran itu.

ia berjalan di sepanjang pinggir sungai untuk mengenangkan peristiwa-peristiwa di hari-hari yang lampau.

Dengan tak terasa olehnya, ia telah berjalan sampai senja, ia hendak kembali ke tempat penginapannya, Setelah berjalan lebih kurang satu jam, dari depan mendatangi sebuah kereta yang dikendarai dengan pesat oleh seorang laki-laki yang bertubuh besar, berbaju putih dan mengikat kepala dengan kain putih, kereta itu dihentikan dekatnya, Lalu pengendara itu keluarkan satu terompet tanduk, ia tiup terompet tanduk itu, Nada yang keluar dari terompet itu nyaring dan ganjiL

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Kemudian pengendara itu loncat turun dari keretanya dan sebentar-sebentar ia menoleh ke arah sungai.

Di dalam kereta itu terdengar suara orang merintih, Bee Kun Bu menjadi curiga mendengar suara rintihan itu, ia cabut pedangnya, dan datang menghampiri kereta itu untuk memeriksa suara rintihan di dalam kereta itu, Ketika ia periksa kereta itu, ia menjadi bengong, Di dalam kereta bukannya Lie Ceng Loan yang ia sedang cari, tetapi tiga orang laki-laki yang menderita luka parah, pada saat itu pengendara yang bertubuh besar itu telah datang menyerang dari belakang, jotosan itu hebat tapi hanya mengegos sedikit lalu dengan pedang terhunus ia menanyai"

Apakah kau orangnya partai Tian Liong?"

"Betul,"

Sahut si pengendara itu.

"Kawanmu bagaimana memperoleh luka parah? Dan mana pengawal lam-lainnya?"

Tanya Bee Kun Bu. pertanyaan itu membingungkan pengendara itu, karena orang-orangnya partai Tian Liong dengan lima cabangcabangnya sangat banyak jumlahnya, mungkin ribuan, ia hanya dapat menjawab.

"Pengawal kami telah ditawan dan kami berempat telah melawan mati-matian."

"Apakah saudara datang untuk menyambut kami?"

Lalu ia angkat tangan kanannya dengan dua jari di-bengkokkan ke depan.

itulah tanda memberi hormat dari partai Tian Liong dan juga tanda dari salah satu cabang-cabangnya, Sudah tentu Bee Kun Bu tidak mengerti arti daripada tanda itu, ia tidak membalas.

Si pengendara segera mengetahui bahwa Bee Kun Bu bukan dari partai Tian Liong, Dengan murka ia membentak.

"Hai! Anak sambel! Kau berani menipu kami!"

Bentakan itu dibarengi dengan satu jotosan, Dengan ilmu Pik Men Tui Goat atau tutup pintu menghalangi bulan Bee Kun Bu mengelakkan jotosan itu

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

dengan tangan kirinya, sedangkan pedang di tangan kanannya sudah berada di tenggorokan pengendara kereta itu.

"Aku bukan orangnya partai Tian Liong, tapi aku pun bukan musuh dari partaimu, Aku hanya ingin menanya kau suatu hal,"

Kata Bee Kun Bu. Karena orang itu telah menyaksikan betapa lihaynya silat Bee Kun Bu, dan ujung pedang telah berada di tenggorokannya, ia menyahut.

"Saudara mau tanya apa?"

"Bagaimana kalian dapat luka parah?"

Tanya Bee Kun Bu.

"Kami sedang membawa seorang gadis berbaju merah, lalu ada orang yang merebut tawanan kami, dan pengawal kami juga telah terluka meskipun kami telah melawan matimatian sehingga menderita luka parah,"

Menjelaskan orang itu.

"Siapakah yang merampas gadis itu?"

Tanya Bee Kun Bu dengan cemas.

"Dan dibawa ke mana?"

"Yang merampas adalah dua Hweeshio (paderi) dan entah ke mana dibawanya,"

Sahut orang itu, Dengan murka Bee Kun Bu membentak.

"Ka(ian dari partai Tian Liong mengapa menculik gadis itu!"

"Kami menculik ia atas perintah atasan. Apakah kau berani menemui pemimpin kami di markas?"

Kata orang itu. Dengan mengejek Bee Kun Bu berkata.

"Salah satu pemimpin cabang partaimu, Kiok Goan Hoat, aku telah jumpai, dan ilmu silatnya tidak mengejutkan orang, Mar-kas partai Tian Liong belum tentu merupakan suatu benteng dengan tembok besi. Mengapa aku takut pergi ke sana? Tapi orang yang diculik telah dirampas lagi, aku tak perlu lagi pergi ke markas Thian Liong untuk mencari korban, Aku pun tidak sudi mendesak orang di dalam kesukaran...."

Belum lagi pembicaraannya setesai, tiba-tiba dari satu perahu yang baru saja dipinggiri meloncat ke darat empat orang laki-laki yang bertubuh kasar dan besar, yang segera menghadapi Bee Kun Bu.

Orang yang mengendarai kereta,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

setelah melihat kawan-kawannya telah datang, lantas menuding Bee Kun Bu dan membentak.

"Hei! Anak kemarin! Apakah kau berani melawan pemimpin kami!"

Bee Kun Bu yang telah dengar bahwa Lie Ceng Loan telah diculik oleh orang-orangnya partai Tian Liong, dan ia sendiri dibentak-bentak telah hilang kesabarannya, Dengan murka ia menjerit.

"Na! Kalian semuanya rasai ini!"

Ia membarengi jeritan itu dengan satu sabetan pedang kepada lima orang itu dengan ilmu Hen Hua Cun le atau bunga berhamburan ketimpa hujan.

jurus itu, adalah salah satu jurus istimewa dari Cui Hun Cap Ji Kiam.

Serangan itu betuI-betul seperti berhamburannya bungabunga, sehingga lawan-lawannya tak mengetahui bagaimana harus menangkisnya.

Kelima orang itu segera mundur teratur menghindarkan sabetan pedang yang lihay itu.

Bee Kun Bu membentak lagi.

"Kalian menculik Sumoyku atas perintah atasan Aku harus menyelidiki dahulu untuk membikin perhitungan yang setimpal sekarang aku hanya menanyakan kemanakah Sumoyku di bawa. jikalau kalian dusta, pedangku ini akan kirim kalian ke akherat!"

Si pengantin insyaf bahwa mereka berlima tak dapat melawan Bee Kun Bu. ia menyahut.

"Orang yang merampas gadis baju merah betul dua orang Hweeshio, Ke mana dibawanya, kami betul-betul tak tahu. Sumoymu betul diculik oleh partai Tian Liong, tapi telah dirampas lagi oleh orang Iain. Urusan ini kami dari partai Tian Liong tidak akan tinggal diam. Gadis itu dirampas lagi dekat tempat pekuburan yang letaknya dari sini lebih kurang tiga puluh lie. Saudara boleh pergi lihat."

Bee Kun Bu hanya dapat pereaya apa yang diberitahukan Yang penting ialah menolong Sumoynya, Maka ia meninggalkan mereka dan menuju ke tempat yane ditunjuk tadi, Dengan semangat yang menyala-nyala Bee Kun Bu telah tiba di tempat pekuburan itu dalam jangka waktu selama orang makan nasi, Dengan matanya yang jeli ia melihat di sekitarnya Pohon-pohon yang tinggi dengan bayangan-bayangannya yang menyeramkan membikin bulu roma berdiri Betul di atas

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

tanah Bee Kun Bu melihat tanda-tanda darah dan rumput telah diinjak-injak orang.

Melihat keadaan itu rupanya tempat tersebut pernah terbit pertarungan ia menyelidiki terus, tapi tak ada tanda lain yang dapat menunjukkan jejaknya Lie Ceng Loan.

"HweeshioHweeshio jumlahnya sangat ba-nyak. Di kuil manakah aku harus mencari dua Hweeshio itu yang dikatakan telah merampas Sumoyku?"

Tanyanya kepada diri sendiri Makin dipikir, makin cemas ia atas keselamatan Sumoynya.

Air matanya mengucur keluar dari kedua matanya memikiri nasib Sumoynya, ia duduk di atas suatu gundukan tanah kuburan, memikiri jalan yang ia harus tempuh.

sekonyong-konyong dari belakangnya ia dengar suara orang menarik napas, ia menoleh ke belakang dan mengawasi ke jurusan datangnya suara itu.

Di atas satu bongpay (batu nisan) terlihat seorang berbaju putih, ia berdiri siap menghadapi segala sesuatu.

Tapi orang itu segera lenyap kembali.

ia datang menghampiri ke tempat orang itu berdiri, ia temukan satu sapu tangan putih dengan tulisan yang berbunyi "Sumoymu mengalami rintangan lagi, Aku tak mengetahui jejaknya lagi, Mung-kin dibawa oleh rampok.

Tapi jika Sumoymu diganggu, aku pasti membalas.

Harap saudara sabar, dalam satu bulan tentu ada kabar baik!"

Membaca tulisan itu, Bee Kun Bu makin cemas dan murka besar, tapi tak berdaya.

"Kemana aku harus pergi mencarinya?"

Pikirnya, Ketika itu sang fajar telah menyingsing, dan ia tetap masih berdiri termenung! Ke-mudian ia dengar suara orang menegur "Bee Lotee! Kau baik-baik? Tidak diduga kita bertemu lagi di sini!"

Bee Kun Bu hadapi orang yang menegurnya, Orang itu adalah Tee Ju Liong, pemimpin cabang partai Tian Liong di daerah sungai Yang-tse, yang ia pernah jumpai di pinggir telaga Tong Teng, Di belakang Tee Ju Liong ada dua orang laki-laki bertubuh besar dan bersenjata golok sedang menuntun tiga ekor kuda, Bee Kun Bu menyahut ketika Tee Ju Liong sudah datang dekat sekali.

"Partai saudara betul besar

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

dan orang-orangnya tersebar diseluruh selatan sungai Tapi banyak orang-orang itu bersifat perampok Apakah Tee Cong piauw juga datang ingin menculik aku?"

Mendengar jawaban itu, Tee Ju Liong menjadi marah. ia membentak.

"Bee Lotee, mengapa bicara demikian kasar?! Aku telah menjelaskan bahwa aku datang untuk mengambil peta Cong Cin To-Kini telah ternyata kitab-kitab Kui Goan Pit Cek itu telah diambil orang. Antara kita berdua tidak ada permusuhan atau sengketa lagi, Tapi Bee Lotee, kau membuka mulut menghina aku. ini apakah maksudnya?!"

Dengan suara mengejek, Bee Kun Bu berkata.

"Ada orang dari partaimu yang mulutnya manis sekali, tapi hatinya ingin membunuh perkataan yang enak didengar itu tak terbukti baiknya, tapi terbukti dengan perbuatan perbuatan yang keji. Tee Cong Piauw mungkin juga datang untuk menculik aku!"

Tee Ju Liong menjadi heran dengan ucapan yang pedas itu, ia menanya lagi.

"Bee Lotee, kau harus bicara sopan sedikit Meskipun kau seorang murid kesayangan Hian Ceng Totiang yang berbudi terhadap aku, kau tak dapat bicara demikian kasarnya terhadap aku. 0rang-orangku semalam telah diserang di tempat tidak jauh dari sini dan keempatempatnya telah menderita luka parah, Bahkan orang tawanan yang mereka sedang bawa dirampas! Aku setelah mendapat kabar, segera datang untuk menyelidiki dan aku tak sangka bisa berjumpa lagi dengan Bee Lotee...N ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan Tapi semalam orang-orangku telah menjumpai juga , satu pemuda yang bersenjata pedang, apakah Bee Lotee sendiri?"

"Betul!"

Sahut Bee Kun Bu.

"Orang yang ditawan itu, apakah Tee Cong Piauw tahu siapa?"

Tee Ju Liong menggelengkan kepala dan menyahut.

"Menurut kata orang-orangku, ia adalah seorang gadis muda. Aku hanya dapat perintah dari pimpinan cabang bendera merah untuk membawa tawanan itu ke utara dari propinsi Kwi-

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

ciu. Tapi semalam tawanan itu telah dirampas orang, dan empat orang-orangku telah menderita luka parah, sedangkan? Satu pengawal entah ke mana...."

Belum lagi omongan itu selesai, Bee Kun Bu sudah naik darah dan membentak.

"Sumoyku baru saja menceburkan diri di kalangan Kang-ouw, dan ia tak pernah menyakiti hati orang lain, ia tak mempunyai musuh, Mengapa ia harus diculik oleh partai Tian Liong?!"

Tee Ju Liong terkejut, dan ia menanyai "Ha!

Orang yang ditawan itu apakah Sumoy Bee Lotee?

Mengapa pemimpin bendera merah menyuruh menculiknya?

urusan ini aku betulbetul tidak mengetahui hal ikhwalnya, Mungkin ini satu kekhilafan pemimpin bendera merah adalah Ouw Lam Peng, dan murid dari bendera merah pasti tak berani melakukan sesuatu tanpa perintah, Ta-wanan itu harus dibawa ke markas pusat dan ini terbukti tidak ada niatan mencelakakan Sumoy Bee Lotee...."

Bee Kun Bu tak tahan sabar lagi, ia membentak.

"la adalah seorang gadis yang putih bersih, suci batinnya, dan belum pernah menyakiti hati orang lain. Mengapa ia harus diculik?"

Tee Ju Liong coba menenangkan dan berkata.

"Per-aturan partai kami keras, orang-orang yang melanggar kesusilaan, segera dihukum berat Ouw Lam Peng terkenal di kalangan Kang-ouw. Mustahil ia berbuat keji?!"

Bee Kun Bu berpikir "Ouw Lam Peng terkenal ilmu silatnya, Sebagai pemimpin, ia tak akan berbuat kejL Tapi...."

Tiba-tiba ia ingat perkataannya Pek Yun Hui di telaga Poa Yo Ouw, yang pernah mengatakan kepadanya.

"Souw Hui Hong tak akan sudi menderita sendiri karena cintanya tak terbalas, Souw Hui Hong pasti mencari daya, Lagi pula ia adalah puteri dari kepala partai Tian Liong Souw Peng Hai! ia pikir lagi Hui Hong mungkin minta pertolongan Ouw Lam Peng menculik Lie Ceng Loan... karena asmara segi tiga, Pasti! Pasti! ini tentu perbuatannya Souw Hui Hong!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tee Ju Liong melihat Bee Kun Bu diam bengong menjadi heran, ia menegur lagi.

"Bee Lotee, apakah perkataan si tua bangka ini ada alasannya, Aku yang pernah menerima budi gurumu, dan belum memperoleh kesempatan untuk membalas, pasti tak akan menjerumuskan kau. Kini yang penting ialah mencari di mana Sumoymu berada. Aku akan perintahkan semua orang-orangku di sebelah selatan sungai ini mencari Sumoymu sebagai tanda bahwa aku berhasrat membalas budi gurumu Betul hasilnya belum ketentuan, tapi usaha ini seratus kali lebih baik daripada kau mencari sendiri, bukan? Partaiku dapat menyampaikan kabar sampai empat ratus atau lima ratus lie dalam sehati Na, sekarang terserah kepada kau. Jika kau pereaya aku, aku akan laksanakan usaha ini!"

Melihat bahwa Tee Ju Liong sungguh-sungguh hati ingin menolongnya, dan ia sendiri sudah kehabisan akal, ia ingin memberitahukan kesetujuannya, ketika dari sebelah barat datang seorang penunggang kuda dengan pesat sekali, tak lama kemudian orang yang berkuda itu sudah berada dekat mereka, Kuda yang ditunggangi itu -luar biasa, warnanya merah dan dari kepala sampai di buntut lebih dari sembilan kaki panjangnya, dan tingginya lebih dari enam kaki.

Bee Kun Bu belum pernah melihat kuda demikian bagusnya.

Orang yang menungganginya juga luar biasa, ia mengenakan baju kuning, tali pinggangnya putih celananya kuning muda, air mukanya putih bersih, kedua alisnya hitam, hidungnya mancung, kedua bibirnya merah delima, dapat dikatakan dia seorang pria yang "cantik"

Dan bersenjata empat lingkaran emas yang berkilau-kilauan, ia turun dari kudanya lalu mengangkat kedua tangannya memberi hormat.

Tee Cong Piauw sudah datang lebih dulu, Tawanan partai kami, bagaimana kabarnya?

Apakah Tee Cong Piauw sudah dapat kabar lebih lanjut?"

Mendengar Lie Ceng Loan dianggap sebagai orang tawanan, Bee Kun Bu menjadi marah lagi, Dengan tak menunggu jawaban Tee Ju Liong, ia mengejek.

"Rupanya

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

partai kalian adalah partai bergajul yang hanya bisa menculik orang!"

Pemuda itu segera berubah wajahnya, Dengan murka ia menegur dengan menuding.

"Hei! siapakah kau? Be-rani sembarangan buka muiut!"

Ia segera keluarkan lingkaran emasnya yang berkilau-kilauan menyilaukan mata, dan suaranya bising sekali, memusingkan kepala, Untuk mencegah satu pertempuran Tee Ju Liong lekas-lekas berkata.

"Kedua Siotee, sabarlah, Di kalangan Kang-ouw ada pepatah. jika tak mengetahui urusannya, tindakan bisa keliru! Marilah aku ajak kenal!"

Latu sambil menunjuk kepada Bee Kun Bu, ia berkata. inilah saudara Bee Kun Bu, murid kesayangan Partai Kun Lun."

Dan sambil menunjuk ke arah pemuda baju kuning ia berkata.

"lnilah pemimpin kedua dari partai Tian Liong, Co Hiong-"

Co Hiong berkata.

"Apakah orang tawanan partai kita ada hubungannya dengan saudara Bee?"

"Gadis yang telah ditawan partai kita adalah adik seperguruannya (Sumoy) Bee Lotee,"

Sahut Tee Ju Liong. Sambil masukkan lagi lingkaran-lingkaran emasnya, Co Hiong berkata.

"Mengapa partai kita menawan muridnya partai Kun Lun?"

"ltu aku sendiri belum buktikan Hanya Bee Lotee mengatakan bahwa gadis yang ditawan itu adalah Sumoynya,"

Kata Tee Ju Liong.

"Aku mengejar dan mencarinya dari kota Yauw Ciu, mustahil aku berdusta bahwa ia bukan Sumoyku?"

Menegaskan Bee Kun Bu. Tee Ju Liong geleng-geleng kepalanya dan berkata.

"Aku hanya dapat perintah dari cabang bendera merah untuk mengawal seorang gadis tawanaa Lain daripada itu, aku sedikit pun tak mengetahui

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Dengan sikap menghaturkan maaf, Co Hiong berkata kepada Bee Kun Bu.

"Tidak heran jika saudara Bee demikian marahnya, Kita harus mentaati peraturan partai yang keras, Siapa saja salah membunuh orang yang baik akan dihukum dengan seksama, Ouw Lam Peng yang memegang pimpinan cabang bendera merah pasti tak akan menyeleweng Pada dewasa ini, aku pun belum mengetahui seluk beluknya urusan ini tentuakan menjadi jelas bagi semua orang yang berkepentingan Pagi ini aku dapat kabar bahwa orangorang kami telah dibegal dan menderita luka parah, maka aku lekas-Iekas datang, sekarang bukan saja kami belum mengetahui dimana adanya Sumoynya saudara Bee, bahkan empat orang kami telah terluka parah, jika kami telah menemui Sumoynya saudara Bee, aku yakin kita dapat mengetahui segalanya, sekarang aku berpendapat lebih baik saudara Bee dan "

Aku bersama-sama pergi ke markas besar partai kami di utara propinsi Kwi-ciu menemui pemimpin untuk mencari keterangan yang jelas atau segera mencari dimana Sumoynya saudara Bee."

Bee Kun Bu mendengarkan dengan penuh perhatian lalu ia anggukkan kepala dan menyahut.

"Jalan yang saudara Co usulkan baik sekali Untuk mencari Sumoyku, aku harus mendapat bantuan saudara. Aku harus setuju dengan saudara Co."

"Saudara Bee terlampau merendahkan diri, Jika setuju, marilah kita berdua berangkat,"

Kata Co Hiong. Tee Ju Liong merasa senang melihat kedua pemuda itu telah menjadi baik seperti saudara kandung, ia berkata sambil tertawa.

"Tempat ini bukannya untuk kita be-runding, Di pinggir sungai ada berlabuh perahu, Marilah kita pergi ke atas perahu untuk minum arak dan beristirahat Mungkin juga dari orang-orangku, kita bisa dapat kabar tentang Sumoynya Bee Lotee."

Lalu ia minta kudanya dari kedua orang-orangnya yang tadi menuntun tiga ekor kuda, ia cempIak kudanya dan berikan kuda lainnya untuk Bee Kun Bu sambil berkata.

"Bee Lotee, mari kita berangkat dulu, Kudanya Tio Hiong adalah

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

kuda ajaib yang dapat menempuh seribu lie sehari tanpa letih."

Segera mereka sambil tunggang kuda menuju ke perahu yang sedang berlabuh di tepi sungai Bee Kun Bu dan Co Hiong melawan dua hweeshio dijalan Betul saja Co Hiong yang menunggang kuda merah itu segera dapat menyusul, bahkan melewati dengan cepat.

Ketika mereka tiba di tepi sungai, Co Hiong telah menunggu di atas perahu, Lalu Tee Ju Liong mempersilahkan Bee Kun Bu naik ke atas perahu, Kemudian Tee Ju Liong pasang bendera putih di ujung perahu nya.

Dua belas orang-orangnya berdiri tegak dalam dua deretan menanti perintahnya.

Setelah menerima perintah dari Tee Ju Liong, maka kedua belas orang itu segera mengayuh perahu itu ke tengah sungai.

Sebagai tuan rumah, Tee Ju Liong melayani tamunya dengan cermat sekali, Tapi Bee Kun Bu yang selalu memikirkan Lie Ceng Loan, tak dapat menikmati makanan yang lezat dan arak yang harum itu.

Sikap ini diperhatikan oleh Tee Ju Liong.

ia menghibur "Bee Lotee, jangan terlalu dipikirkan Aku telah kirim orang-orangku ke daerah-daerah di propinsi-propinsi Kiang-sie, Hu-nan, Hu-peh dan Kwi-ciu untuk mencari Sumoymu, Mungkin dalam dua hari, kita bisa dapat kabar."

Co Hiong juga berkata.

"Asal kita mendapat sedikit kabar saja, aku rela meminjamkan kuda ajaibku kepada saudara Bee. Kudaku dapat menempuh jarak seribu lie, sehari dan dapat mengejar kuda yang manapun, Saudara Bee, aku ingin membantu."

Dengan perasaan berterima kasih Bee Kun Bu menyahut. Tee Cong Piauw, saudara Co, aku menghaturkan terima kasih atas semua itu. Kuda ajaib itu seperti seekor naga, Siotee tak berani meminjamnya."

Sambil tertawa Co Hiong berkata.

"Aku telah berjanji kuda itu akan kuberikan kepada Sumoyku, Souw Hui Hong. Tiga bulan lagi kuda itu bukan milikku pula, Dua Hweeshio yang merampas Sumoy saudara Bee aku pun ingin menjumpainya,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Apakah mereka itu Tong Ciauw Lo Han atau Tie Ta KLim Kang, Kuda itu kuat, dan kita dapat menunggangnya bersamasama."

Tawaran yang murah hati itu, aku tak dapat menolak Aku menghaturkan terima kasih terlebih dahuhi!" -sahut Bee Kun Bu.

"Aku sebetulnya beradat congkak. Tapi setelah mengenal saudara Bee, aku merasa seperti kawan akrab, Mengapa? pasti ada sebabnya, Nah! Saudara Bee, harap saudara lupakan sejenak pikiran yang kesal, mari temani aku minum secangkir arak lagi sebagai tanda persaudaraan kita. Tentang perintah dari cabang bendera me-rah, aku sudi menyertai saudara menjumpai pemimpin partai kami Souw Peng Hai,"

Kata Co Hiong.

Lalu ia angkat cangkir araknya dan disentuhkan ke cangkir araknya Bee Kun Bu sebelum mereka minum habis arak itu berbareng, Co Hiong yang cerdas itu sengaja mengajak Bee Kun Bu minum lebih banyak arak dengan maksud membikin ia mabuk agar ia lekas jatuh pulas, Betul saja, karena letihnya, Bee Kun Bu tertidur di dalam perahu Tee Ju Liong itu.

Ketika ia mendusin, ia lihat Co Hiong dan Tee Ju Liong masih tidur dekat dia.

Selang kemudian Co Hiong pun bangun, sambil tertawa ia berkata.

"Hm! Kita telah tidur selama tujuh jam. Bagaimana saudara Bee? Apakah kau masih merasa letih?"

Sambil tersenyum Bee Kun Bu menyahut. Terima kasih. Aku tak letih lagi, Aku merasa segar dan ber-semangat."

Kemudian lagi Tee Ju Liong pun mendusin dan bangun, ia keluar dari kamar itu, Dua anak berbaju membawa dua baskom air untuk mereka mencuci muka.

Mereka juga keluar dari kamar perahu itu, Bee Kun Bu menanya.

"Saudara Co, kita berada di mana sekarang?"

Sambil tersenyum Co Hiong menyahut.

"Barusan kami menerima kabar bahwa di dekat kota Lam Ciang dua

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Hweeshio yang mencurigakan gerak-geriknya telah diketemukan."

Bee Kun Bu menunggu omongan itu selesai, ia segera memotong dengan pertanyaannya.

"Apakah Hweeshio yang membawa Sumoyku?"

"Sekarang kita belum dapat pastikan,"

Sahut Co Hiong.

"Karena Sumoymu belum kelihatan Tapi pakaian kedua Hweeshio itu serupa dengan Hwesshio yang telah merampas Sumoymu, orang-orang kami di kota Lam Ciang banyak sekali, Mereka harus melaporkan tentang kedua Hweeshio yang dicurigai itu. orang-orang kami tak berani menyergap kedua Hweeshio itu karena mereka khawatir tak dapat melawannya, jalan yang terbaik, ialah mereka laporkan itu kepada Tee Cong Piauw."

"Apakah perahu kita menuju kota Lam Ciang?"

Tanya Bee Kun Bu. Sambil anggukkan kepala Co Hiong berkata.

"Betul, Begitu Tee Cong Piauw mendapat kabar ia ingin memberitahukan kau. Tapi kau sedang tidur, dan kita sungkan mengganggu Tapi rupanya saudara Bee sangat mencintai Sumoymu, bukan?"

Bee Kun Bu menjadi merah mukanya, ia tak dapat menjawab segera. Setelah lewat sejenak, ia berkata.

"la adalah seoranggadis yang putih bersih, berperangai halus, hatinya pemurah. siapakah yang tidak akan menjadi suka padanya?"

Co Hiong mengawasi wajah Bee Kun Bu, lalu berkata.

"Meskipun saudara Bee Kun Bu tak memberitahukan, aku pun dapat mengetahuinya."

Sekonyong-konyong Bee Kun Bu menanyakan suatu pertanyaan yang agak sulit bagi Co Hiong untuk di-jawabnya.

"Apakah saudara Co mengetahui dengan alasan apakah Sumoyku diculik oleh orang partai Tian Liong?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Co Hiong hanya dapat goyang-goyang kepalanya, dan dengan sungguh-sunggun ia berkata.

"Saudara Bee, pereayalah aku, bahwa aku tak mengetahui akan hal itu. Kita harus mencari Sumoy saudara dulu, kemudian baru kita menemui Souw Cong Piauw untuk menanyakan hal itu."

Sementara itu, perahu dikayuh dengan pesatnya, keesokan harinya perahu itu tiba di pelabuhan Lam Ciang.

Co Hiong menuntun Bee Kun Bu dan mendarat Di darat telah menunggu orang-orangnya partai Tian Liong, Kemudian tiga orang lakilaki yang bertubuh besar dan berbaju hijau datang menyambut "Kedua Hweeshio itu, kini bera(te di mana?"

Co Hiong menanya kepada ketiga orang yang menyambut ilu. Orang yang berdiri di tengah, dan berusia lebih kurang empat puluh tahun menjawab.

"Teecu telah kirim orang untuk mengamat-amali jejak kedua Hweeshio itu. Semalam mereka masih berada di suatu tempat penginapan di sebelah barat kota ini. Mungkin sekarang mereka belum berlalu."

Co Hiong melirik ke arah Bee Kun Bu dengan suatu senyuman Lalu ia perintahkan ketiga orang itu.

"Satu orang bawa kuda ajaibku, Satu orang menyertai Tee Cong Piauw, dan yang seorang lagi tunjukkan jalan untuk kita pergi ke tempat penginapan."

Lalu orang yang menjawab itu menyuruh kedua kawannya mengurusi kuda dan melayani Tee Ju Liong, sedangkan ia sendiri jadi penunjuk jalan untuk Co Hiong dan Bee Kun Bu pergi ke tempat penginapan Bee Kun Bu memperhatikan bahwa kedudukan Co Hiong dalam partai Tian Liong agaknya lebih tinggi daripada kedudukan Tee Ju Liong, tapi karena ia bukan di daerahnya, ia menghormati segala tindak tanduk dari Tee Ju Liong, ia menanya orang yang menunjuk jalan.

"Saudara, bolehkah aku ketahui nama saudara?"

Orang itu terkejut, tapi menyahut.

"Aku bernama Thio Cay. Dengan perintah Souw Cong Piauw, aku harus mengamat-amati di sekitar kota Lam Ciang ini."

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Bee Kun Bu menanya lagi.

"Ketika dua Hweeshio itu masuk ke tempat penginapan, apakah mereka membawa seorang gadis berbaju merah?"

Thio Gay geleng-geleng kepala dan menyahut.

"Setelah mendapat perintah, aku segera kirim empat orang untuk menyelidiki dan mereka menjumpai dua Hweeshio yang pergi ke tempat penginapan, Tapi mereka tidak melihat seorang gadis."

Dengan perasaan kecewa Bee Kun Bu memandang kepada Co Hiong. Sambil tersenyum Co Hiong berkata.

"Karena gerak-gerik kedua Hweeshio itu mencurigakan, kita harus pergi menyelidikinya. Sumoy saudara adalah murid yang telah dapat mempelajari ilmu pedang Kun Lun, jika mereka tidak menggunakan tipu muslihat yang keji, ia tak mudah dikendalikan Di kalangan Kang-ouw segala peristiwa yang ganjil dapat terjadi, maka tidak ada salahnya jika kita sendiri pergi menyelidiki bukan?"

Rumah penginapan yang ditunjuk adalah salah satu penginapan yang terbesar di kota Lam Ciang, dan mempunyai tidak kurang seratus kamar Ketika mereka tiba di rumah penginapan tersebut, matahari baru saja naik, dan pintunya belum dibuka, Lalu Thio Cay gedor-gedor pintu itu dengan tinjunya, tak lama kemudian pintu itu dibuka oleh seorang pegawai yang rupanya dibikin kaget dan terbangun, karena pintu itu digedor hebat sekali Mula-muIa pegawai itu marahmarah, tetapi ketika ia buka pintu dan melihat Thio Cay, ia membungkukkan tubuhnya memberi hormat dan berkata.

Thio Loya, selamat pagi."

"Apakah semalam telah datang menginap dua Hweeshio?"

Tanya Thio Cay dengan keren "Kedua Toa-suhu itu masih berada di dalam, mungkin mereka belum berlalu. Thio Loya ingin menjumpai mereka? silahkan duduk, Aku akan segera mewartakan mereka,"

Sahut pegawai itu.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tidak usah. Kau bawa kami ke kamar mereka,"

Kata Thio Cay. Setelah melihat Bee Kun Bu dan Co Hiong membawa senjata, pegawai itu merasa sedikit khawatir ia ajak mereka ke pekarangan dalam, lalu ia memanggil dengan suara keras.

"Kedua Toa-Suhu! Bangun.,.! Bangun..!"

Tapi meskipun ia telah memanggil empat lima kali, di dalam kamar tidak ada jawaban.

Thio Cay tidak sabar lagi, ia tendang terbuka pintu kamar itu, dan ketiga orang itu menerobos masuk.

Mereka terkejut ketika berada di dalam kamar Bahkan pegawai itu gemetaran Di dalam kamar tidak terdapat dua Hweeshio itu, tapi dua kepala manusia yang berlumuran darah ditaruh di atas meja dekat jendela, dan di atas kedua tempat tidur menggeletak dua mayat manusia tanpa kepala!

Thio Cay menghampiri dan memeriksa dua kepala manusia itu.

ia terkejut lebih hebat lagi, karena dua korban itu adalah orang-orangnya yang ia kirim untuk mengamat-amati gerak-geriknya kedua Hweeshio itu!

Bukan main murkanya Co Hiong setelah mengetahui bahwa dua korban itu adalah orang-orangnya partai Tian Liong.

ia mengawasi Thio Cay agak lama sehingga Thio Cay mengkirik melihat sorot mata yang luar biasa itu, Ketika mereka berada di luar kamar, dengan tegas tapi keras Co Hiong berkata kepada Thio Cay.

"Kau terlampau sembrono! Mengapa urusan penting ini kau serahkan kepada orangorangmu yang tak berpengalaman Coba lihat! Bukan kah mereka mati konyol?!"

Dengan wajah yang pucat pasi, Thio Cay menyahut, kepalanya tunduk.

"Kedua orang yang aku kirim itu adalah jago-jago silat yang lihay dari cabang Lam Ciang,"

"Jadinya aku yang salah?"

Kata Co Hiong dengan mengejek

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Tidak-Aku hanya mohon Co Ji-Tu (pemimpin kedua) dapat mengampuni atas kekhilafanku ini,"

Kata Thio Cay. Co Hiong cekal tangannya Thio Cay dan membentak.

"Aku dapat mengampuni kelalaianmu, Tapi kau pun telah mengetahui peraturan partai kita, Jika dua Hweeshio saja kau tak dapat menahannya tugas apakah dapat diserahkan padamu?!"

Lalu ia coba totok jalan darah di bahunya Thio Cay.

Bee Kun Bu tidak tega melihat hukuman yang hendak dijatuhkan kepada Thio Cay itu.

Dengan ilmu Wan Tee Poa Yun atau mengembalikan awan, dari bawah ia tepas tangannya Co Hiong sambil membujuk.

"Urusan ini kita tak dapat salahkan Thio Cay. Mungkin kedua Hweeshio itu lihay sekali ilmu silatnya sehingga dua jago silat dari partai Tian Liong binasa, dan Sumoyku dapat diperlakukan sewcnangwenang oleh mereka."

"Apakah saudara Bee hendak membela Thio Cay?"

Kata Co Hiong, mulai reda.

"BetuI,"

Sahut Bee Kun Bu.

"la telah lakukan tugasnya sedapat mungkin."

"Karena memandang saudara Bee, aku ampuni kau kali ini!"

Kata Co Hiong kepada Thio Cay, lalu ia masuk lagi ke dalam kamar untuk memeriksa lebih teliti kedua mayat itu. Selangsehirupan teh panas, ia berkata kepada Bee Kun Bu.

"Saudara Bee tidak salah pendapatnya. Kedua Hweeshio itu bukan jago silat sembarangan Cara mereka menotok jalan darah bukan saja menghentikan mengalirnya darah, tapi juga melukai daging dan tuIang!"

Ketika mereka masih berada di dalam kamar, Tee Ju Liong juga telah datang.

ia segera memeriksa mayat-mayat itu.

Lalu ia perintahkan Thio Cay bungkus mayat-mayat itu dengan selimut untuk dikubur sebagaimana layaknya.

Thio Cay segera melaksanakan perintah itu, karena ia merasa bersalah atas binasanya kedua orangnya itu, Setelah Thio Cay pergi, Tee Ju Liong berkata kepada Bee Kun Bu.

Tidak diduga lawan kita demikian lihaynya, Mereka

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

telah membunuh mati dua orang kami, dan telah menyelomoti kita, Jika mereka berlalu dari sini diwaktu malam, mereka pasti belum jauh dari sini, Dr dalam lingkaran seluas delapan ratus lie di kota Lam Ciang ini, aku telah pasang orang, dan mereka telah diberitahukan Kecuali kedua Hweeshio itu mempunyai kepandaian terbang, mereka tak akan dapat lolos dari jaring kami, Bee Lotee, hari ini, atau selambat-lambatnya malam ini, kita pasti mendapat kabar tentang kedua Hweeshio itu."

Meskipun Bee Kun Bu tak menahan kehendaknya menjumpai Ue Ceng Loan, tetapi dalam keadaan itu ia terpaksa berlagak sabar ia berkata.

"Angkatan tua Tee, Saudara Co, untuk mencari Sumoyku kalian telah berusaha keras, bahkan telah ada orang-orangmu yang menjadi korban Aku sangat berterima kasih, Tapi...."

Belum selesai ia bicara Co Hiong memotong.

"Urusan ini bukan lagi urusan saudara Bee. Dua orang kami telah binasa, kami harus membuat perhitungan Mulai saat ini, aku tidak akan berhenti mencari kedua Hweeshio itu!"

Tee Ju Liong lalu berkata.

"Urusan ini kita tak perlu rundingkan lagi. Kita harus segera bertindak Mari naik perahu untuk merundingkan caranya mencari kedua Hweeshio itu!"

Ketiga orang keluar dari rumah penginapan, dan di luar telah menunggu, dua orang memegangi kudanya Co Hiong, Setelah menerima kembali kudanya, Co Hiong berjalan bersama-sama Bee Kun Bu ke perahu dengan Tee Ju Liong mengikuti di belakang, Ketika mereka hampir tiba di tepi sungai perahu itu berlabuh, mereka melihat, Thio Cay datang menyambut.

Setelah membungkukkan tubuh memberi hormat, ia berkata kepada Co Hiong.

"Teecu baru saja dapat kabar bahwa kedua Hweeshio itu berada di suatu tempat di sebelah timur laut dua puluh lie dari kota Lam Ciang ini."

Dengan kedua mata terbelalak Co Hiong menanyai "Apakah kabar ini tidak keliru?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Teecu pasti tak berani memberi laporan yang ke-liru,"

Sahut Thio Cay. Lalu Co Hiong berkata kepada Tee Ju Liong. Tee Cong Piauw, kau dapat naik perahu untuk menyusuInya, aku dan saudara Bee akan mengejar kedua Hweeshio itu dengan naik kuda ini,"

Lalu ia cemplak kudanya, dan minta Bee Kun Bu naik kuda itu di belakangnya.

Bee Kun Bu hanya dapat menuruti saja.

ia memperhatikan juga meskipun Co Hiong itu tampan mukanya, tetapi air mukanya yang mudah berubah-ubah sebentar marah, sebentar gembira, sebentar cemas, dan sebentar reda membikin ia sukar menduga isi hatinya yang sejati ia harus waspada terhadap Co Hiong, pikirnya, Satu kedetan dari Co Hiong membikin kuda itu lari secepat angin, dan jarak dua puluh lie itu ditempuh dengan sekejapan saja, Mereka telah tiba di suatu persimpangan jalan ketika Co Hiong tarik tali les kudanya, ia menoleh ke belakang dan berkata kepada Bee Kun Bu.

"Jika kedua Hweeshio itu berjalan ke utara, mereka harus menyeberangi telaga Poa Yo Ouw dan aku kira tak mungkin. Mereka mungkin jajanjagnuju ke barat laut, menyeberangi sungai Kang, nie!aWf kota Lo Hoa dan masuk ke pegunungan Kauw Leng San. Pasti mereka telah melihat jaring kita yang dipasang sangat rapat, dan mereka berusaha meloloskan diri, Aku berpendapat bahwa kedua Hweeshio itu betul-betul cerdas dan pintar, serta berpengalaman sekali, Untuk menghindarkan kepungan orang-orang dari partai Tian Liong, jalan yang paling aman ialah lari ke pegunungan Kauw Leng San."

"Siotee baru saja menceburkan diri di kalangan Kang-ouw, maka tak berpengalaman, Siotee turut saja saudara Co!"

Sahut Bee Kun Bu. Sambil tersenyum Co Hiong berkata lagi.

"Jika laporan Thio Cay tidak salah, kuduga kedua Hweeshio itu kini sedang memasuki daerah pegunungan Dengan kudaku ini, kita dapat mengejar mereka sebelumnya tengah hari, jalan

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

lain telah dijaga oleh orang-orangku."

Lalu ia kedet kudanya dan menuju ke barat laut mengejar kedua Hweeshio itu.

Bee Kun Bu yang duduk di belakang Co Hiong ingin melihat ke jurusan depan, tiba-tiba Co Hiong loncat turun dari pelananya, pakaiannya yang kuning berkibar-kibar, dan secepat kilat ia telah loncat turun lima depa dari kudanya di atas jalan!

Ketika ia loncat turun, ia telah tarik tali les kudanya, dan kuda itu telah berjalan perlahan dan kemudian berhenti di sisi jatan.

Bee Kun Bu memperhatikan gerak-geriknya Co Hiong.

Di depan Co Hiong telah berdiri menghadapi dua Hweeshio yang satu bertubuh tinggi besar dan memikul toya, dan yang lain bertubuh kecil pendek dan bersenjata goIok, Kedua Hweeshio itu mengenakan jubah warna abu-abu dan di tali pinggangnya menggelantung kantong dibuat dari kain kasar Co Hiong mencegat kedua Hweeshio itu, dan sambil tertawa berbicara kepada Bee Kun Bu.

"Saudara Bee, lekas lekas kemari!"

Bee Kun Bu segera loncat turun dari kuda, dan lari menghampiri Co Hiong, ia berdiri berdamping-dampingan dengan Co Hiong menghadapi kedua Hweeshio itu.

Dari dekat terlihat bahwa Hweeshio yang bertubuh tinggi besar air mukanya hitara, kedua matanya yang besar dibikin lebih seram kelihatannya dengan alis yang gompyok, wajahnya keseluruhannya sangat seram, seperti satu iblis yang jahat Yang tubuhnya kecil pendek, air mukanya kuning pasi dan kurus kering, tapi kedua matanya seperti kedua mata tikus, sangat celiknya, Mata demikian menunjukkan bahwa ilmu tenaga dalamnya lihay sekali Kedua Hweeshio itu tidak gentar menghadapi lawannya.

Mereka mengawasi Co Hiong dari atas sampai ke bawah, lalu memandangi juga kuda ajaibnya, Kemudian yang kecil pendek berkata.

"Kuda itu betul bagus!"

Co Hiong mengangkat kedua alisnya dan menanyai "Apakah kedua Toa-su ini ada hasrat menaksir kudaku?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Si kecil pendek menyahut.

"Kami biasa berjalan kaki, Kuda itu meskipun bagus tak guna bagi kami"

Dengan suara rendah Co Hiong berkata.

"Saudara Bee, berhati-hatilah kedua Hweeshio ini mungkin mempunyai ilmu sihir."

Bee Kun Bu mengangguk sebagai tanda perhatian. Hweeshio yang tinggi besar mengejek.

"Kami telah katakan, kami tak butuh akan kuda. Jika kalian masih kepala batu ingin mencegat jalan kami, aku harus memperingatkan bahwa kami dapat mengirim kalian ke akherat!"

Dengan senyuman dan tenang Co Hiong menjawab.

"Mutut itu besar sekali!"

Lalu senyuman itu berubah menjadi wajah yang beringas, Dengan sekejap saja Co Kong keluarkan lingkaran-lingkaran emasnya, dan melanjutkan dengan suara yang kera&.

"Di rumah penginapan di kota Lam Ciang, kalian telah membunuh dua orang dari partai Tian Liong, apakah betul?"

Hweeshio yang kecil pendek dengan kedua mata tikusnya menyengir "Dunia ini luas, dan kami dapat berjalan di mana saja, Jika orang-orangmu merintangi kami, kami tentu melenyapkan mereka, Apakah kalian juga ingin mengejar orang-orang itu ke akherat?"

"Jika demikjan, kalian juga yang merampas gadis yang sedang dibawa oleh oerang-orang kami di tempat kuburan di dekat kota Tang Kee Sip!"

Bentak Co Hiong. Hweeshio yang kecil pendek itu menyahut.

"Kami keluar untuk menunaikan satu janji. Untuk memenuhi janji itu, kami akan lakukan segala apa. Lagi pula urusan itu bukannya urusan besar."

Melihat sikapnya yang acuh tak acuh itu Bee Kun Bu menjadi naik darah. ia membentak.

"Orang keluar untuk menunaikan tugas yang suci. Kalian berdua adalah Hweeshio durhaka, Kalian menunaikan tugas durhaka dengan menculik dan membunuh! sekarang kau sembunyikan gadis itu di mana?!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Si tinggi besar lalu menjawab.

"Apakah kau menanyakan yang berbaju merah?"

"Betul! sekarang gadis itu dimana?"

Sahut Bee Kun Bu.

"Gadis itu sudah berada di bawah perlindungan kami Kau ingin menemui ia lagi? jangan harap,"

Kata Hweeshio yang tinggi besar dengan sikap yang acuh tak acuh, Bee Kun Bu tak tahan sabar lagu ia cabut pedangnya dan hendak menyerang, Tapi Co Hiong menahan ia.

Dengan secepat kilat Co Hiong serang Hweeshio yang kecil pendek dengan lingkaran emasnya dan pedang di tangan kirinya, Sambil mengejek si kecil pendek mengegos lalu mencabut go1oknya.

Gerak itu cepat sekali, tapi Co Hiong lebih cepat lagi.

Dengan gebrak lawannya dengan lingkaran-lingkaran emasnya, pedang di tangan kiri menusuk lagi, Si kecil pendek terpaksa loncat mundur sedepa lebih untuk menghindarkan gebrakan dan tusukan itu!

Bee Kun Bu menjadi terpesona melihat cara Co Hiong menyerang I awan nya.

Belum pernah ia melihat serangan sedahsyat itu!

Tapi si kecil pendek juga bukan lawan yang enteng.

Setelah dibikin keteter dengan serangan dan gebrakan yang cepat itu, ia menjadi panas, segera ia balas menyerang dengan goIoknya, Sinar golok yang diayun dan diputar itu berkilau-kilauan, sedangkan anginnya menderu-deru.

Si kecil pendek menyerang dengan nekad.

Co Hiong tak berani lengah, ia juga putar pedangnya dengan pesat sekali sehingga tak ada lowongan untuk serangan musuh dapat menyodok masuk, Mereka bertempur selama dua puluh jurus, Co Hiong merasa kagum atas kelihayan si kecil pendek itu.

ia bertekad membunuh mati lawannya dengan jurus istimewanya.

Dengan tekad itu, ia rubah jurus nya.

Dengan ilmu yang ia dapat pelajari dari Souw Peng Hai, ia serang lawannya dengan jurus-jurus Hai Tie Ceng Pong, Ye Poa Hong Yeng dan Thian Kang Lo Ciok (Menyerok kerang dari dasar laut, Me-nyergap tawon di sarangnya dan Memasang jaring

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

menangkap burung), Lingkaran emas berkilau-kilauan menyilaukan mata, suaranya membising memusingkan kepala seakan-akan ombak besar dari laut menyerbu ke pantai dan menyapu musnah segala-gala!

Jurus-jurus itu adalah modal dari Souw Peng Hai sehingga ia dapat menjadi pemimpin partai Tian Liong.

Co Hiong yang telah mengikuti Souw Peng Hai adalah kesayangannya, dan Souw Peng Hai menganggap ia seperti anak sendiri, dan telah mengajari jurus-jurus istimewa itu.

Pada waktu itu ia terpaksa menggunakan jurus-jurus itu, Si kecil pendek, meskipun lihay ilmu silatnya, tak dapat menahan serangan-serangan maut itu, ia menjadi gelisah seperti seekor semut di dalam kuali (Penggorengan) yang panas, ia coba mencari lowongan untuk meloloskan diri.

Sambil menjaga serangan ke atas kepalanya dengan go!oknya, ia coba loncat keluar ia dapat terhindar dari lingkaran-lingkaran emas, tapi ia tak dapat luput dari pedangnya Co Hiong.

"Hei! Hwceshio durhaka! Ke mana kau mau lari!"

Bentak Co Hiong, dan pedangnya telah menekan goloknya Hweeshio itu, Satu sodokan keras, pedang itu menusuk pergelangan tangan yang memegang golok dari Hweeshio itu!

Satu tabasan lagi, dan putuslah lengan kanannya Setelah menabas putus lengan si kecil pendek, Co Hiong masih juga belum puas.

Setelah ia tendang golok lawannya, ia coba tusuk dadanya si kecil pendek, Tiba-tiba Bee Kun Bu menjerit.

"Sa udara Co, awas senjata rahasia!"

Co Hiong memperhatikan peringatan itu, tapi tekad membunuh mati lawannya tetap ada.

ia hanya rubah jurusnya, Betul saja tiga "Hayto" (pisau terbang) dilepaskan oleh si tinggi besar...

dan menyerempet lewat bajunya, Karena demikian pedangnya jadi meleset ketika ia mengegos pisau-pisau terbang itu, si kecil pendek !oncat keluar dari bahaya maut, Co Hiong memburu, tapi si tinggi besar yang telah gagal membinasakan Co Hiong dengan haytonya, menyerang dengan toyanya,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Toya yang digunakan Hweeshio itu ujungnya ada besi bulat sebesar telur bebek.

Serangan yang dilepaskan dengan sekuat tenaga, mungkin tenaga sebesar seribu kati, tidak dapat di tangkis dengan lingkaran-lingkaran emas.

Co Hiong mengegos menghindarkan pukulan toya itu, sambil ubah silat pedangnya dengan ilmu Kim Sie Can Wan atau tali sutera melilit tangan, si Hweeshio harus lekas-lekas loncat mundur mengelakkan ujung pedang yang datang menusuk lenganlengannya, Bee Kun Bu yang sedari tadi menonton saja tidak tinggal diam, ia berseru.

"Sa udara Co! Berhenti, Hweeshio ini kasihlah aku yang bereskan!"

Co Hiong tersenyum, ia tarik kembali pedang dan lingkaran-lingkaran emasnya, dan silahkan Bee Kun Bu maju bertempur.

Bee Kun Bu segera menyerang dengan ilmu Shin Liong Yauw Bie atau naga sakti menggoyang-goyang buntut pedang terhunus menggetar datang menusuk dadanya Hweeshio yang tinggi besar itu!

Hweeshio itu menggunakan ilmu Yang Yun Pang Goat atau awan tebal merintangi bulan menangkis tusukan-tusukan itu.

Tapi Bee Kun Bu ubah jurus nya dengan ilmu Soan Hong Sao Siat atau angin taufan menyapu salju, Hweeshio itu meloncat ke atas menghindarkan sabetan pedang lalu dengan ilmu Tok Pik Hua San atau mengeprak jurang gunung curam datang mengemplang Bee Kun Bu.

Bee Kun Bu loncat ke samping untuk maju lagi mendempeti si Hweeshio.

Sambil pedangnya menabas tangan kanan si Hweeshio, tinju kirinya menyodok masuk dengan ilmu Hui Pak Tong Ceng atau tinju terbang memukul lonceng, Sodokan dan tebasan itu dilancarkan berbareng dengan cepat sekali untuk diteruskan dengan jurus Yang Hong Co atau angin puyuh menabas rumput dari jurus Cui Hun Cap Jie Kiam, Apabila si Hweeshio tidak lekas-lekas mundur, tangannya tentu putus, tapi dapat mengelakkan sodokan tinju Hui Pak Tong Ceng dari jurus Cap Pwee Lo Han Cong, Buk!

Tubuh yang tinggi besar itu terbanting ke tanah seperti sebuah pohon besar ditebang

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

jatuh setelah tinju itu menyodok Iam-bungnya, Darah keluar dari mulut dan hidungnya!

Co Hiong berdiri terpesona melihat Bee Kun Bu menyerang dengan jurus-jurus yang lihay itu.

ia merasa kagum tereampur iri hati.

"Hm! ilmu silat pedang Kun Lun dan ilmu silat tinju Cap Lo Han Cong itu lihay sekali!"

Pikirnya, Bee Kun Bu loncat menghampiri Hweeshio yang telah dipecundangi itu. Dengan ujung pedang diandalkan di dadanya si Hweeshio itu ia membentak.

"Tadi kalian membuka mulut besar! Di mana gadis berbaju merah?!"

Si Hweeshio itu keluarkan darah lagi dari mulutnya, lalu menyahut.

"Kami kalah, kau dapat bunuh mati karnL Tapi kalau memaksa kami memberitahukan tentang jejak gadis itu, jangan haraplah!"

Co Hiong berkata sambil tertawa.

"O! Kalian betul-betul Hweeshio dengan bertubuh besi dan baja, dapat menahan siksaan, Cobalah ini!"

Ketika itu Co Hiong melihat Hweeshio yang telah putus tangan kanannya hendak melarikan diri Satu lemparan dari Co Hiong, maka satu lingkaran emas segera menyambar si Hweeshio kecil pendek itu.

Lingkaran itu membabat kepalanya dan segera terlihat otaknya yang putih hancur berhamburan darah, Hweeshio itu segera mati, Dengan wajah berseri-seri Co Hiong lari mengambil lingkaran emasnya, yang ia seka darahnya di jubahnya mayat Hweeshkx ia kembali dengan menuntun kuda ajaibnya.

Kemudian ia berkata kepada Bee Kun Bu.

"Kita kirim dulu satu ke akherat Kawannya ini kita paksa ia memberitahukan tentang jejak Sumoymu. Kita bawa ia ke tempat yang terpencil."

Lalu tangan kanannya menotok jalan darah Hweeshio yang segera tak bergerak seperti mayat ia ikat Hweeshio itu di belakang kudanya, Bee Kun Bu hanya serahkan segala sesuatu kepada Co Hiong yang kemudian tuntun kudanya ke suatu hutan belukar yang terpencil Setelah

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

tiba di tempat terpencil itu, Co Hiong membebaskan totokannya segera si Hweeshio siuman dari pingsannya.

Dengan suara mengejek, Co Hiong menanya.

Toa-suhu, Tempat ini lebih leluasa, Apabila kau tidak beritahukan di mana adanya gadis berbaju merah, maka aku akan paksa kau memilih cara mati bagimu, Bagaimanakah pendapatmu?"

Dengan meringis si Hweeshio menyahut.

"Aku bukannya takut mati...."

Co Hiong tidak menunggu si Hweeshio bicara habis ia membentak.

"Baik! jika kau masih keras kepala, kau sekarang rasai ini, jangan salahkan aku berlaku kejam!"

Setelah Co Hiong berkata demikian, ia tersenyum kepada Bee Kun Bu, lalu ia tendang Hweeshio kepala batu itu sehingga tubuhnya yang tinggi besar itu terguling-guling, Dengan tali pinggangnya Hweeshio itu, ia ikat kedua kaki Hweeshio itu, lalu ia gantung di cabang di atas dan kepalanya di bawah.

Co Hiong talu mengumpulkan rumput-rumput kering dibakar di bawah kepalanya Hweeshio itu, Dalam jangka waktu sekejapan saja asapnya mengepul ke atas sehingga Hweeshio itu tak henti-hentinya mengucurkan air mata dan mengeluarkan ingus, Dia tak dapat berbuat apaapa karena jalan darah di kedua pundaknya telah ditotok, bila ia berkelejetan, maka tali yang mengikat kakinya ke cabang pohon menjadi semakin kencang dan menyakiti pergelangan kakinya.

Bee Kun Bu menyaksikan siksaan ini merasa kasihan.

Betul Hweeshio itu bukannya seorang baik, tapi siksaan demikian betul-betul kejam.

ia berpaling kepada Co Hiong dengan maksud membujuk Co Hiong jangan terlampau kejam, Tapi ketika ia berhadapan dengan Co Hiong, ia tak dapat bicara, ia hanya pandang wajahnya Co Hiong, Tidak nyana sekali orang yang demikian tampan mukanya dapat melakukan perbuatan yang demikian kejamnya."

Pikirnya dalam hati.

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Hweeshio itu dapat bertahan agak lama.

Tapi akhirnya ia minta ampun saja, sambil tertawa Co Hiong menanyai "Bagaimana sekarang?

Apakah kau masih mau bungkam saja?

jika kau tidak memberitahukan di mana adanya gadis berbaju merah itu, aku akan bikin kau merasai siksaan yang lebih hebat lagi."

Hweeshio itu yang telah diasapi lama juga sehingga kulit mukanya menjadi hangus, dan kepalanya panas sampai otaknya rasa kering, menyahut.

"Si gadis berbaju merah telah dibawa lagi oleh beberapa saudara-saudara seperguruanku"O! Kau masih mempunyai beberapa banyak kawan, lainnya? Ke mana mereka bawa itu?"

Bentak Co Hiong, Dengan air mata masih mengucur dan ingus masih meleleh si Hweeshio menyahut.

"Aku mempunyai banyak kawan yang ilmu silatnya banyak lebih lihay daripada aku, Meskipun kau berdua mempunyai ilmu silat yang luar biasa, aku sangsikan sekali jika kalian berhasil merebut gadis itu kembali!"

Co Hiong tertawa gelak-gelak dan menanya.

"Se-betulnya berapa banyak kawan-kawanmu, nama-nama-nya dan tempatnya di mana mereka bawa gadis itu? Nanti kau dapat saksikan dengan mata kepalamu sendiri kami hajar mereka babak belur! Apabila ternyata kau hanya ingin menggertak dan menipu kami kau pasti dapat siksaan yang lebih hebat lagi!"

Si Hweeshio membisu sejenak. ia rupanya sedang memikiri sesuatu, lalu berkata lagi.

"Jika kalian ingin temukan gadis itu, kalian boleh pergi ke pegunungan Tay Ouw, Di dekat puncak gunung tersebut kalian akan dapat tampak satu kuil Yun Bu Sie yang dipimpin oleh Tong Leng Tan Su...."

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan.

"Aku hanya dapat memberitahukan sekian, dan dengan sejujurnya pula."

"Jadinya gadis itu sekarang berada di dalam kuil Yun Bu Sie?"

Tanya Co Hiong, itulah aku tak berani pastikan, Tapi jika kalian pergi menjumpai Tong Leng Tan Su, kalian dapat menanyakan beliau tentang gadis itu, Tentang apakah gadis itu dibawa atau

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

tidak ke kuil Yun Bu Sie oleh kawan-kawanku, aku tak berani pastikan!"

Sahut Hweeshio itu.

"Kau hanya mengetahui sekian saja?"

Tanya Co Hiong, Hweeshio itu angguk-anggukkan kepala nya.

Dengan secepat kilat Co Thong itu cabut pedangnya dan menabas batang lehernya Hweeshio itu sehingga kepalanya mental delapan sembilan kaki jauhnya!

Bee Kun Bu tak keburu mencegah ia mengerutkan keningnya dan berkata.

"Sau-dara Co, mengapa kau bunuh mati padanya? Apakah pereaya bahwa hweeshio itu memberikan keterangan dengan jujur?"

Co Hiong bersihkan pedangnya yang berlepotan darah, dan masukkan pedang itu ke dalam sarungnya, Kemudian sambil tersenyum ia menyahut.

"Hweeshio itu bukannya orang yang mengenal budi, ia kejam melampaui iblis, Kau saksikan sendiri bagaimana kejinya ia telah perlakukan orang-orang Thian Liong di rumah penginapan di kota Lam Ciang, Meskipun aku telah siksa ia dengan hebat, tapi ia masih saja coba menipu kita. Lebih banyak orang sejahat ia dikirim ke akherat, lebih baik bukan? ia sengaja memancing kita pergi ke kuil Yun Bu Sie di pegunungan Tay Ouw San menjumpai Tong Leng Tan Su dengan dua maksud Ke satu menimpakan dosanya kepada orang lain, Ke dua, agar kita bertarung melawan Tong Leng Tan Su dan orang-orangnya. Tong Leng Tan Su itu bukannya jago silat sembarangan Kedua Hweeshio durhaka itu kita telah bunuh mati, tapi aku masih dapat ingat wajahnya, Tidak salahnya jika kita pergi ke pegunungan Tay Ouw San dan menjumpai Tong Leng Tan Su di kuil Yan Bu Sie. Bilamana Tong Leng Tan Su ada seorang agung, ia pasti tak senang akan perbuatan keji yang telah dilakukan oleh kedua Hweeshio itu, ia tentu akan menolong kita dalam usaha mencari Sumoy saudara, Tapi jika Tong Leng Tan Su seorang iblis dengan bentuk manusia, kita terpaksa turun tangan menggempur ia. Saudara Bee, apakah omonganku beralasan? Menurut pendapatku, untuk mencari Sumoy

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

saudara, tidak jahatnya jika kita pergi ke pegunungan Tay Ouw San.

Bee Kun Bu mendengari omongan itu dengan penuh perhatian Karena ia bertekad keras mencari Sumoynya, ia harus berterima kasih kepada Co Hiong yang sudi membantu padanya, mungkin juga berkorban untuknya, Dengan angguk-anggukkan kepalanya ia menyahut.

"pendapat Saudara Co bagus sekali, Siotee setuju dengan usul itu, Ayo! Kita berangkat sekarang."

Dengan tersenyum Co Hiong berkata.

"Saudara Bee betulbetul seperti seekor semut di dalam kuali panas, Sioteepun rasa bahwa lebih lekas kita berangkat lebih baik,"

Lalu ia cemplak kuda ajaib dan suruh Bee Kun Bu duduk di belakangnya dan berkata.

"Sa udara Bee, ayo lekas-lekas cemplak kuda ini di belakangku Kita harus makan dulu, barulah kita menuju ke pegunungan Kauw Leng San untuk meneruskan ke pegunungan Tay Ouw San!"

"Menempuh perjalanan yang demikian jauhnya dan harus melalui jurang-jurang yang curam, jalan-jalan yang sempit dan berbahaya, sungai yang deras, apakah tidak lebih baik kalau aku mencari satu kuda lagi Aku khawatir kuda saudara tak dapat menunaikan tugas seberat itu,"

Kata Bee Kun Bu.

"Ha! Ha! Ha!"

Tertawa Co Hiong.

"Saudara Bee jangan khawatir Aku berani tanggung bahwa besok tengah hari kita pasti akan tiba di pegunungan Tay Ouw San, Bukankah kudaku ini kuda Cian Lie Shin Kiok (Kuda sakti yang dapat berlari beribu-ribu lie tanpa letih)?"

Bee Kun Bu hanya bisa menuruti saja kehendak Co Hiong.

ia menyemplak kuda itu dan duduk di belakangnya Co Hiong, Dengan sekali kedet tali kekangnya, maka kuda ajaib itu lari terbang, menuju ke tepi sungai setibanya di tepi sungai, Co Hiong berseru dengan keras, Suaranya bagaikan naga meraung menembusi angkasa, Bee Kun Bu memperhatikan bahwa jeritan itu berlagu, ia menduganya bahwa itulah isyarat panggilan dari partai silat Thian Liong,

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Betul saja, lebih kurang dua menit, kemudian dua perahu terlihat mendatangi ke tepi sungai dimana mereka berdiri Lalu Co Hiong tuntun kudanya dan loncat naik ke atas satu perahu diikuti pula oleh Bee Kun Bu.

Segera perahu itu dikayuh lagi menuju ke seberang, diikuti oleh perahu lainnya dengan banyak orang-orangnya partai Tian Liong, Setelah tiba di seberang, Co Hiong berkata kepada pemimpin dari orang-orang di dalam perahu itu.

"Jika kau menjumpai Tee Cong Piauw, beritahukan beliau bahwa aku dan Kun Lun Tayhiap pergi ke pegunungan Tay Ouw San!"

Kemudian ia tuntun kuda nya, dan loncat ke darat bersama Bee Kun Bu. Mereka menunggangi kuda itu bersama-sama dan menuju ke satu kedai untuk membeli makanan Mereka pesan makanan dan seteko arak.

"Saudara Bee, kita harus makan secukupnya, karena kita akan menuju ke pegunungan Kauw Leng San sepanjang malam,"

Kata Co Hiong, Bee Kun Bu menyahut dengan senyuman Menung-gangi kuda ajaib itu ia merasa seperti juga menunggangi seekor burung yang besar dan jarak sejauh dua ratus lie telah ditempuh dalam jangka waktu singkat sekali, Ketika mereka tiba di suatu kota kecil di kaki gunung Kauw Leng San, Co Hiong menghentikan kudanya, sambil menunjuk ke puncak gunung, Co Hiong berkata.

"Di depan kita adalah pegunungan Kauw Leng San, Kita harus mengambil jalan pendek pergi ke satu dusun Gie Leng, lalu menempuh jarak lebih kurang seratus lie untuk menuju ke pegunungan Tay Ouw San, Dan terakhir kita harus menempuh lagi jarak lebih kurang tujuh ratus lie baru tiba di pegunungan Tay Ouw San."

Bee Kun Bu yang senantiasa memikiri keselamatannya Lie Ceng Loan merasa jemu mendengar bahwa Tay Ouw San itu masih jauh. ia mengerutkan keningnya, lalu menyahut.

"Jadi kita harus meneruskan perjalanan meskipun diwaktu malam?"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

"BetuI,"

Sahut Co Hiong.

"Perjalanan yang hampir seribu lie jauhnya, dan harus melalui jurang-jurang yang curam dan berbahaya, meskipun orang yang telah mengetahui betul jalan tersebut dengan ilmu meringankan tubuhnya, harus ditempuh dalam tempo sehari semalam."

Bee Kun Bu tak menjawab, ia hanya ingin lekas-lekas menjumpai Sumoynya. Co Hiong berkata lebih lanjut.

"Saudara Bee tak usah khawatir, dengan kuda Cian Lie Shin Kiokku ini, aku tanggung besok lebih kurang jam dua lohor, kita akan tiba di pegunungan Tay Ouw San. Dan jika sumoay saudara Bee betul-betuI ada di dalam kuil Yun Bu Sie, mungkin sebelum fajar kita dapat menjumpai dia."

Kemudian ia kedet kudanya lagi untuk mencari kedai nasi, Mereka makan nasi tergesa-gesa, dan Co Hiong membeli juga makanan kering sebagai perbekalan Mereka melanjutkan perjalanan Dalam sejenak kuda itu sudah berlari di antara batu-batu gunung yang besar Puncak-puncak gunung itu terlihat diselubungi kabut atau awan Makin jauh, makin berbahaya jalan-jalan yang harus ditempuh Mereka harus mengikuti jalan kecil yang biasa ditempuh oleh kambingkambing gunung, Mereka harus bertunggang kuda dengan berhati-hati sekali.

sekonyong-konyong kuda ajaib itu terkejut dan meringkik, kedua kupingnya berdiri tegak, lalu meloncat sedepa jauhnya ke depan Bee Kun Bu hampir saja terlempar jatuh, Ternyata kuda telah melihat seekor ular, ia terkejut dan loncat melewati ular itu.

Lalu ia lari dengan sekuat tenaga ke atas.

Meskipun ditunggangi oleh dua orang, kuda itu tetap lari dengan bersemangat dan kuat "Ai!

Hampir saja aku terlempar,"

Seru Bee Kun Bu.

"Kudaku telah menolong kita dari rintangan ular tadi!"

Sahut Co Hiong. Tapi saudara Bee jangan khawatir, kuda ajaib ini tak akan mengecewakan kita. Cobalah lihat ke bawah! Kita sudah berada di lereng gunung, dan kuda ini sedikitpun tak tampak letih!"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Setelah berjalan hampir dua jam, Co Hiong menghentikan kudanya, ia loncat turun untuk beristirahat sebentar Lalu mereka naik lagi melanjutkan perjalanannya.

Ketika hari dingin Tapi Co Hiong tidak menghiraukan Mereka meneruskan perjalanannya meskipun cuaca makin lama makin gelap.

Bee Kun Bu menjadi gelisah, ia berkata.

"Saudara Co, kuda Cian Lie Shin Kiok ini meskipun hebat dan kuat, tapi jika kita meneruskan perjalanan di dalam cuaca yang gelap, aku khawatir ia kejeblos atau terjurumus ke jurang. Tidaklah lebih baik kita berhenti dulu dan menanti sampai besok? Aku kira tidak terlambat Setelah mereka melanjutkan perjalanan selama satu jam Iagi, Co Hiong menghentikan kudanya, bersama Bee Kun Bu. ia turun dari kudanya untuk memberikan kudanya beristirahat sebelum melanjutkan perjalanannya lagi, Bulan mulai kelihatan di sebelah timur ketika mereka berangkat lagi, Meskipun Bee Kun Bu melihat bahwa Co Hiong sayang kudanya, akan tetapi caranya ia mendesak kudanya mengejar waktu membikin Bee Kun Bu menjadi cemas. Dengan suara rendah ia berkata.

"Saudara Co, kudamu itu meskipun hebat, akan tetapi dengan lari terus-menerus, aku khawatir kudamu akan menjadi terlampau letih, Dalam suasana gelap gulita ini, jika meneruskan perjalanan dengan cara kau melarikan kuda itu, aku khawatir kita bisa celaka, Lebih baik kita mengaso, dan melanjutkan perjalanan kita besok pagi."

Co Hiong menyahut sambil tersenyum.

"Saudara Bee, hatimu ingin sekali lekas-lekas tiba di kuil Yun Bu Sie. jika kita berhent mengaso bukankah kita akan terlambat? Aku dapat menyelami perasaanmu Di kolong langit ini hanya ada dua orang yang aku senantiasa ingat di dalam hati. yang satu ialah guruku, dan yang satu lagi Sumoyku, Bukankah nasibku serupa dengan nasibmu. Kini kau juga menjadi orang yang aku segani. Aku rela hilang kuda ini jika aku dapat menolong kau,"

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Ucapan itu mengharukan Bee Kun Bu, ia berpikir "Orang ini luar biasa, jika melihat ia perlakukan kedua Hweeshio dan membunuh mereka setelah dtsiksanya, aku yakin ia adalah seorang yang kejam sekaii.

Tapi...

mengapa ia menaruh simpati terhadapku yang ia baru kenal?

ia rela mengorbankan tenaga dan kudanya untuk aku, ini aku harus belas."

Karena terharu atas ucapan Co Hiong itu, Bee Kun Bu menyahut.

"Saudara Co terlampau baik terhadap aku, aku tak dapat membalas budimu yang demikian besarnya,"

Co Hiong menoleh ke belakang dan berkata dengan khidmat.

"Kita tak boleh membeda-bedakan usaha yang kita sedang laksanakan sekarang, Aku pun tidak mengharapkan balasan."

Bee Kun Bu yang budiman itu tak dapat menjawab ketika ditegur demikian Karena ia seorang yang cerdas, ia lekaslekas memberikan jawaban yang dapat meredakan "Saudara Co tadi menceritakan tentang Sumoymu, Mungkin Sumoymu itu pun senantiasa memikirkan kau."

Co Hiong tersenyum, talu ia menarik napas panjang dan menjawabnya.

"Sumoyku, Souw Hui Hong, dapat dikatakan seorang Lie Hiap (pendekar wanita) yang luar biasa, dan ilmu silatnya pun dapat dikatakan berimbang dengan aku, ia cantik jelita dan kami menjadi besar bersama di satu tempat dan dapat hidup akur, Tapi aku belum dapat mengatakan bahwa kami berdua saling cinta mencintai Aku bertahun-tahun berkelana di kalangan Kang-ouw, jarang bertemu muka dengan ia. Meskipun aku telah menjumpai banyak gadis-gadis yang cantik manis, tapi tidak satu yang dapat menawan hatiku sebagai Sumoyku itu, Dikemudian hari, jika ada kesempatan, aku pasti memperkenalkan ia kepadamu."

Sebetulnya Bee Kun Bu ingin memberitahukan bahwa ia pernah berjumpa dengan Souw Hui Hong, tetapi ia khawatir

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

nanti menimbulkan salah paham, maka ia membungkam saja, ia pikir nanti dikemudian hari jika ia menjumpai Souw Hui Hong di hadapan Co Hiong, ia harus bersikap waspada, Demi kian lah mereka menunggangi kuda ajaib itu sepanjang malam tanpa istirahat Meski mereka mengucurkan peluh, tapi angin gunung yang sejuk menghembus sepoi-sepoi membikin mereka tak merasa lelah, Pada kira-kira pukul tiga pagi, mereka telah melewati pegunungan Kauw Leng San dan tiba di desa Gie Leng Shien.

Mereka beristirahat sebentar, lalu melanjutkan pula perjalanannya, Setelah mereka melalui gunung Bu Po San pada pukul lima pagi mereka tiba di kaki pegunungan Tay Ouw San.

Co Hiong turun dari kudanya, dan kuda sudah basah kuyup dengan peluh.

ia seka peluh kudanya dan mengusapusap kepalanya, sambil dipandangnya dengan penuh kasih sayang, tiba-tiba air matanya mengucur dari kedua matanya, Bee Kun Bu yang memperhatikan gerak-gerik kawannya menjadi heran, ia menanyai "Sa udara Co, mengapa kau menangisi Co Hiong menyahut dengan satu senyuman terpaksa.

"Kuda ajaib ini lagi beberapa bulan bukan lagi menjadi milikku, tapi akan menjadi milik Sumoyku itu, Aku bodoh, mengapa aku sedih hati, Kuda ini toh akan menjadi milik Sumoyku, Hm! Aku betul-betul bodoh,"

Perkataan itu diucapkan dengan wajah yang ber-ubahubah.

Co Hiong keluarkan barang makanan yang kering untuk dimakan bersama-sama.

Bee Kun Bu dengan membiarkan kudanya makan rumput yang tumbuh di kaki gunung itu, Sambil makan Bee Kun Bu pandang pegunungan Tay Ouw San itu, pegunungan itu tidak tinggi, tapi luas, Kuil Yun Bu Sie harus dicari lagi, ia menjadi cemas lagi.

Sikap itu telah diperhatikan oleh Co Hiong yang menanya.

"Mengapa saudara bermuram lagi? Apakah khawatir kuil Yun Bu Sie tidak ketemu?

KANG ZUSI

http.//cerita-silat.co.ce/

Sambil anggukkan kepala Bee Kun Bu menyahut.

"BetuL pegunungan yang paling sedikit beberapa ribu lie persegi luasnya itu dimanakah kita harus mencari kuil yang terpencil itu dengan cepat?"

"Urusan ini, harap kau serahkan kepadaku, Kita sudah tiba di sini, mustahil kuil itu tidak dapat kita ketemukan? Meskipun kita tak menjumpai tukang potong kayu, aku masih ada akal untuk mencarinya. sekarang kita beristirahat untuk mengumpulkan tenaga dahu!u, karena khawatir kita harus bertempur melawan Tong Leng Tan Su."

Lalu ia merebahkan dirinya di atas rumput untuk tidur Bee Kun Bu hanya duduk Saja.

ia tak dapat tidur, karena kekhawatirannya atas keselamatannya Lie Ceng Loan masih belum dapat dilenyapkan Matahari telah naik tinggi di langit ketika Co Hiong terbangun dari tidurnya, ia loncat bangun dan sambil tersenyum berkata.

"Mari kita berangkat mencari kuil Yun Bu Sie!"

Ia segera lari ke atas gunung-Bee Kun Bu mengikuti, sedangkan kuda ajaibnya pun lari mengikuti juga, ilmu meringankan tubuhnya Co Hiong lihay sekali, dan dengan sekejap saja ia telah berada di tempat beberapa puluh tombak tinggi-nya.

ia pikir Bee Kun Bu pasti tak dapat mengejarnya.

ia menoleh ke belakang, dan Bee Kun Bu sudah berada kira-kira lima kaki di belakangnya.

ia lari pula terlebih cepat, dan Bee Kun Bu ketinggalan kira-kira satu tombak Iebih.

ia merasa gembira, karena pikirannya lebih pandai daripada Bee Kun Bu.

Baca Juga: Mestika Burung Hong Kemala 3

Baca Juga: Perawan Lembah Wilis 9

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert