Ceritasilat Novel Online

Rase Emas 2

Eps 2 Rase Emas - Chin Yung

Baca online Rase Emas - Chin Yung

Cersil Rase Emas - Chin Yung.

Tetapi karena memang dilhatinya tidak terdapat selera untuk mengetahui lebih lanjut perihal kedua orang gadis itu, dengan sendirinya Kie Bouw tidak mengejarnya.

---oo0dw0oo---Setelah berdiam diri sejenak, Kie Bouw telah melanjutkan perjalanannya.

Tetapi, baru saja dia melangkahkan kakinya kurang lebih satu lie, disaat itulah dari arah samping jalan, dari balik batu gunung yang besar, telab menyambar angin serangan yang kuat sekali.

Rupanya serangan dari samberan angin serangan gelap itu tidak lain merupakan senjata2 rahasia.

Dan juga terlihat pula betapa gerakan yang ada telah menunjukkan bahwa orang yang melontarkan senjata rahasia itu tidak lain dari ada orang yang memiliki kekuatan tenaga dalam yang kuat sekali.

Itulah sebabnya Kie Bouw tidak berani terlalu meremehkan atau memandang enteng.

Disaat itulah, dengan cepat sekali, dia telah mengeluarkan suara seruan yang keras.

Dengan cepat dia telah menggerakkan tangannya, menyampok kebelakang.

Walaupun dia menyampok dengan cara demikan namun terlihat betapa sampokannya itu menimbulkan angin sampokan yang keras sekali dan telah membuat butiran2 Tie-lian-cu itu berhamburan.

Rupanya tenaga sampokan dari Kie Bouw telah dapat meruntuhkan senjata rahasia yang menyambar datang itu."Hemm ..........., lumayan juga tenaga dalammu !'"

Terdengar orang menggumam.

Kie Bouw telah membalikkan tubuhnya dengan gerakan2 yang sangat cepat sekali.

Disaat itulah dia melihat dibalik batu gunung itu keluar sesosok bayangan.

Rupanya sosok bayangan itu adalah seorang Tojin, yaitu pendeta aliran To dan pendeta To ini merupakan yang memelihara rambut dengan digelung tinggi, dan dengan langkah yang mantap dan tenang datang menghampiri kearah Kie Bouw.

Tentu saja Kie Bouw jadi ter-heran2 melihat Tojin itu, sebab dia merasa tidak pernah mengenalinya.

"Siapakah Totiang ?"

Tegur Kie Bouw dengan suara yang tawar.

"Mengapa Totiang melancarkan serangan begitu kepadaku! "

Si Tojin tertawa dingin.

"Hemm ....... engkau harus mati, nak! Engkau harus dibinasakan! Sebetulnya memang dibuat sayang orang semuda engkau dengan kepandaian yang begini tinggi ternyata harus dimusnahkan! Tetapi aku telah menerima perintah untuk membinasakan engkau !"

Tentu saja Perkataan si Tojin telab membuat Kie Bouw jadi ter-heran2.

"Menerima perintah?"

Tanyanya dengan suara, yang mengandung rasa tidak mengerti.

"Selama ini aku tidak, memiliki seorang musuhpun juga, disamping itu memang juga aku tidak pernah berkenalan dengan siapapaun juga .......... memang apa ada orang yang menginginkan jiwaku ? hingga engkau diutus untuk mmembinasakan diriku ?"

Mendengar pertanyaan si bocah, si tojin tampaknya tersenyum mengejek.

"Hemm.............I"

Dia mendengus.

"Perihal siapa yang memerintahkan pada diriku ini tidak penting buat kau. Yang terpenting engkau harus, mati ?"

Dan setelah berkata begitu,dengan cepat .........

tahu2 si Tojin telah menggerakkan tangan kanannya.

Wuttttt .............serangkum angin serangan yang bukan main telah menyambar datang kearah Kie Bouw.

Dan si Tojin rupanya seorang akhli Lwekhe, karena dia dapat melancarkan serangannya itu dengan pukulan telapak tangan yang mengandung kekuatan tenaga dalam yang bukan main.

Dengan sendirinya, mau tidak mau angin serangan yang menerjang kearah Kie Bouw juga mengandung kekuatan yang luar biasa.

Mau tidak mau memang didalam hal ini telah membuat Kie Bouw jadi terkejut juga.

Segera juga dia dapat mengetahuinya bahwa serangan Tojin ini merupakan serangan yang bukan sembarangan dan tidak bisa dianggap remeh.

Menghadapi serangan si Tojin ini, Kie Bouw telah mengempos semangatnya dan ketika angin serangan yang dilancarkan oheh Tojin itu hampir tiba, dengan cepat sekali Kie Bouw telah mengeluarkan suara bentakkan yang keras.

"Pergilah !"

Bentak Kie Bouw dengan suara yang nyaring, dan segera juga terlihat betapa tangan Kie Bouw yang diangkat itu, justeru telah menangkis serangan yang dilancarkan oleh si Tojin dengan kekerasan pla.

Dua kekuatan tenaga dalam yang hebat ini telah saling bentur, dan plaaak .......

suara benturan yang terjadi itu mengeluarkan suara yang sagat keras sekali.

Dengan sendirinya akibat benturan kedua pukulan ini dirasakan tangannya Kie Bouw sebagai getaran yang keras sekali .

Sungguh hebat kesudahannya buat si Tojin sendiri, sebab dia setika itu juga merasakan serangan tenaga dalam yang bukan main tingginya.

Dan sebelum dia menyadari apa yang terjadi .............

tubuhnya seperti juga sehelai daun kering ...........

tubuhnya telahmelayang terlempar ke udara, dan hampir saja dia jatuh terbanting ambruk dibumi.

Untung dia memiliki ginkang yang tinggi, sehingga dengan cepat sekali dia dapat mengendalikan diri.

Dan dia telah berdiri dengan muka yang merah padam, karena disamping terkejut, dia juga merasakan betapa dirinya seperti dipermainkan oleh pemuda dihadapannya.

"Hemm........., ternyata engkau memang sungguh2 memiliki tenaga dalam yang cukup kuat,"

Katanya dengan suara mengejek.

"Baik.....! Baik.....! Kali ini aku mau melihat sampai berapa jauh kau bisa menghadapi seranganku ini."

Dan setelah berkata begitu, si Tojin telah melancarkan serangannya lagi.

Tentu saja serangan yang kali ini dilancarkannya merupakan serangan yang jauh lebih hebat dari serangannya yang pertama tadi, karena dia telah melancarkan serangan yang bukan main hebatnya.

Memang ahirnya si Tojin memang menyadari bahwa Itulah sebabnya dia telah terpental begitu rupa .....

bahkan hampir saja terbanting diatas tanah.

Sehingga serangan kali ini lebih menyiapkan dirinya, dan tidak memandang remeh lawan seperti serangan sebelumnya.

Tetapi untung dia bisa mengendalikan tubuhnya, sehingga dia tidak pertu sampai ambruk ditanah.

Itulah sebabnya dia telah melancarkan serangan yang jauh lebih hebat lagi dan kali inl disertai oleh kewaspadaan dan sikap ber-hati2.

Disaat ltulah Kie Bouw juga telah mengempos semangatnya, dia telah mengerahkan tenaga dalamnya dan melancarkan tangkisan lagi dengan gerakan yang cepat sekali.

Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw merupakan gerakan yang bukan sembarangan.

Apalagi memang Kie Bouw juga yakin bahwa sipendeta telah melancarkan serangan yang hebat sekali.Serangan-serangan kedua pihak yang bertempur ini .......

membuat dua kekuatan tenaga dalam yang bukan main hebatnya telah saling bentur diudara.

Si Tojin tidak terpental seperti tadi.......

dia berdiri tetap ditempatnya, begitu juga Kie Bouw tidak bergeming dari tempatnya berdirinya itu.

Dan mereka jadi berdiri ber-hadap2an dengan sepasang tangan saling menempel satu sama yang lain, rupanya mereka tengah mengadu kekuatan tenaga dalam yang bukan main tangguhnya.

Dari gerakan yang mereka lakukan ini mengandung kekuatan tenaga dalam yang bukan main, rupanya memang mereka tengah saling mengempos seluruh kekuatan yang ada pada mereka.

Tapi bagi Kie Bouw lain, dia mengempos lima bagian dari tenaga dalamnya.

Waktu dia merasakan bahwa kekuatan tenaga dalam si Tojin dapat mengimbangi-nya, maka Kie Bouw tidak menambahkan kekuatan tenaga dalamnya lagi.

Dia telah membiarkan kekuatannya itu saling melekat dengan kekuatan si Tojin.

---oo0dw0oo---BAGIAN 07 HAL INI dilakukan oleh Kie Bouw, karena dia ingin melihat sampai berapa tinggi kepandaian yang dimiliki oleh sl Tojin dia menginginkan si Tojin yang mengempos dan mengeluarkan seluruh kekuatan tenaga dalam yang dimilikinya.

Maka dari itu, cepat bukan main dua kekuatan itu saling gempur tidak ada habisnya.Sebetulnya kalau memang Kiee Bouw menginginkannya, dia bisa saja menambah kekuatan tenaga dalamnya dan menyalurkannya untuk menggempur kekuataa tenaga dari lawannya, dan Iantas merubuhkannya.

Tetapi kenyataan sepeiti ini tidak dilaksanakan oleh Kie Bouw, dia masih ingin melihat sampai berapa tinggi kepandaian yang dimiliki oleh Tojin itu.

Terlihat, si Tojin telah menggerakkan tangannya dan mati2an telah berusaha untuk melancarkan serangan yang jauh lebih hebat lagi, dia telah melancarkan serangan yang terlalu hebat untuk dapat menindih kekuatan tenaga dalam yang dimiliki lawannya.

Tetapi, dengan adanya kejadian seperti ini, dia merasakan betapa tenaganya itu seperd juga selalu membalik.

Tidak pernah ada kekuatan tenaga dalam yang berhasil disalurkannya.

Dan juga tampak jelas, betapa Kie Bouw dapat membendung seluruh kekuatan si Tojin.

Hal ini membuat si Tojin jadi tambah penasaran saja.

sehingga dengan mengeluarkan suara gerengan, berulang kali dia telah melancarkan serangan dengan pengerahan tenaga dalam yang jauh lebih kuat.

Mau tidak mau telah membuat lawannya jadi tersenyum, karena Kie Bouw merasakan, betapa tenanga si Tojin tidak berarti apa2 Juga memang Kie Bouw telah melihat Tojin itu seperti kewalahan juga.

Disamping mukanya yang agak memucat, juga tampak napasnya yang tersenggal-sengal.

Rupanya rasa penasaran dan mendongkol telah bergolak menjadi satu dihati Tojin itu.

Mati2-an dia telah berusaha mengerahkan seluruh kekuatan tenaga saktinya.Tetap saja Kie Bouw dapat berdiri tegak ditempatnya tanpa bergeming.

Mau tidak mau hal ini telah membuat Kie Bouw merasakan betapa tenaga dalam itu datanja terlalu bergelombang.

Dan ketika itu, si Tojin baru menyadarinya bahwa pemuda yang kini menjadi lawannya itu sesungguhnya merupakan lawan yang terlalu tangguh sekali.

Disamping memiliki kekuatan tenaga dalam yang bukan main.

Dengan sendirinya, mau tidak mau telah membuat Tojin itu harus memutar otak.

Dia mencari jalan agar dapat merubuhkan lawannya yang rnasih berusja muda ini.

Disamping itu beberapa kali hati si Tojin digoda oleh perasaan penasaran.

Karena dia melihatnya bahwa si pemuda seperti tidak juga pernah merasa tertekan oleh keknuatan tenaga dalamnya itu.

Dengan sendirinya Tojin telah mengeluarkan suara seruan keras, suatu kali dengan kalap dia telah mendorong dengan rnempergunakan kedua tangannya.

Gerakan yang dila kukannya itu bukan main cepatnya dan juga mengandung kekuatan yang hebat sekali.

Tampak gerakkan si Tojin rupanya sudab benar-benar dan tidak memikirkan keselamatan dirinya Iagi.

Tentu saja dorongan si Tojin itu merupakan dorongan yang tidak ada artinya, karena Kie Bouw telah mengempos semangatnya.

Dia mendorong keras sekali dan seketika iltu juga tubuh si Tojin telah terpeatal.

Dan celakanya, malah dorongan Kie Bouw dilakukan disaat si Tojin tengah mengerahkan tenaga dalamnya.

Dengan sendirinya, gerakan Kie Bouw bertambah hebat saja, sehingga si Tojin tergempur keras.Dengan mengeluarkan seruan nyaring, si Tojin telah terlempar dan terbanting diatas tanah.

Dan juga, terlihat betapa Tojin itu telah mengeluarkan seruan yang nyaring dan memuntahkan darah segar.

Terlihat darah merah menggenangi bumi.

Mata Tojin itu jadi terpentang lebar2 mengawasi kearah genangan darah.

Disamping itu juga dia merasakan semangatnya seperti berkurang disamping muka si Tojin memang telah berubah menjadi pucat pias.

Saat itu Kie Bouw masih berdiri tegak ditempatnya tak bergerak sedikitpun juga.

Dia telah mendengus.

"Hemm..........!"

Mengejek Kie Bouw."Manusia yang ingin membinasakan diriku hanya berkepaadaian sebegitu saja ?"

Si Tojin mernandang Kie Bouw dengan sorot mata yang sangat tajam sekali.

Tampaknya dia bergusar dan penasaran sekali, dia juga sangat bersakit hati.

Karena Sedikitpun tadinya dia tidak menyangka bahwa dirinya dapat dirubuhkan oleh pemuda yang masih demikian muda.

Maka dari itu, saking malu dan penasaran Si Tojin tahu2 telah mengeluarkan suara seruan yang nyaring dan tampak tangannya telah meraih pinggangnya.

Dia teiah mencabut pedangnya.

Cahaya matahari berkilauan menimpah tubuh pedang itu, sehingga dengan wajahnya yang bengis begitu, tampak nya si Tojin jadi mengerikan sekali."Hemmm.........., bocah busuk !

Biar bagaimana engkau harus mampus ditangan Pinto !"

Bentaknya dengan suara yang mengaudung kemurkaan yang bukan main.

Dengan disertai oleh suara bentakan yang keras sekali dengan disertai oleh seruan yang nyaring mengandung kenekatan dan kemarahan, tampak si Tojin telah menjejakkan kakiinya.

Tubuhnya telah mencelat tinggi sekali, sehingga terapung di-tengah2 udara.

Dan pedangnya itu tampak berkelebat dengan gerakan yang cepat sekali, telah menikam dengan gerakan yang aneh kearah Kie Bouw.

Gerakan yang dilakukan oleh Tojin itu merupakan gerakan yang sangat cepat sekali.

Dan juga memang merupakan serangan yang sangat berbahaya, mengandung maut karena si Tojin telah mengincar akan menikam dengan pedangnya itu justeru didada Kie Bouw, dijurusan jantung.

Serangan seprti itu memperlihatkan bahwa serangan ini adalah serangan kematian dan merupakan serangan yang bisa membinasikan Kie Bouw.

Kie Bouw memang tidak berani memandang rendah terhadap serangan yang satu ini.

Dengan cepat Kie Bouw mementang sepasang matanya lebar2, dia telah mengeluarkan suara keras.

Tampak disaat itu, dengan kecepatan bukan main dia telah rnelihat pedang telah menyambar dekat, maka Kie Bouw telah mengulurkan tangannya.

Dia bermaksud akan menjepit tubuh pedang itu.

Tetapi si Tojin sendiri sesungguhnya bukanlah sebangsa manusia yang terlalu lemah.Dia memiliki kepandaian yang dapat diandalkan, karena itu dia juga memiliki ilmu pedang yang bukan main hebatnya.

Cepat bukan main, ketika melihat Kie Bouw akan menjepit pedangnya, maka tampak si Tojin telah mengerahkan tenaga dalamnya.

Dia telah mengerahkan tenaga dalamnya itu pada kedua jari telunjuk dan tengahnya, sehingga gagang pedang itu dapat digetarkan dengan sentuhannya.

Dan pedang itu jadi bergetar seperti juga mata pedang telah berobah menjadi puluhan mata pedang.

Kie Bouw yang menyaksikan menjadi terkejut juga karena dia melihat bahwa dengan cara menjepit tidak mungkin dia bisa menghadapi lawannya.

Pedang lawannya terlalu hebat dan menyambar dengan kecepatan bukan main.

Hal ini telah membuat Kie Bouw cepat2 menarik pulang tangannya.

Dia telah berusahaa mengelakkan datangnya tikaman pedang dengan memiringkan tubuhnya.

Dan gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw memang memberikan hasil.

Karena mata pedang telah Iewat disisi tubuhnya dengan tusukan yang cepat.

Dan Kie Bouw merasakan samberan angin dingin yang lewat disisi tubuhnya Dengan sendirinya Kie Bouw merasakan betapa serangan itu tentunya merupakan serangan yang sangat hebat sekali.

Mau tidak mau telah membuat Kie Bouw jadi mengeluarkan seruan dingin dan kemudian menjejakkan kakinya, tubuhnya mencelat ketengah udara.

Tetapi siapa nyana si Tojin yang tamapaknya sudah kalap dan nekad itu tidak mau berhenti melancarkan serangan sarnpai disitu saja, dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras sekali dia telah melancarkan serangan lagi dengan tikaman2 yang bukan main hebatnya.Dan setiap tikamannya itu, mendatangkan hawa maut yang bisa mematikan.

Maka dari itu, Kie Bouw sendiri tidak bisa membiarkan tenang2 saja.

Dengan mengeluarkan suara seruan yang keras bukan main......, dia telah menggerakkan kedua telapak tangannya.

Dan dari kerdua telapak tangannya itu telah mengalir keluar dua kekuatan tenaga dalam yang bukan main bebatnya.

Kali jni Kie Bouw telah melancarkan serangannya dengan mempergunakan tenaga dalam yang bukan main hebatnya, sehingga dia telah melancarkan serangannya itu dengan mempergunakan tenaga simpanannya yang memang memiliki kekuatan yang bukan main.

Tenaga dalam yang dipergunakan oleh Kie Bouw merupakan serangan yang mengandung kekuatan tenaga dalam yang luar biasa sekali, karena Kie Bouw merasakan bahwa tenaga serangannya yang kali ini merupakan serangan yang menentukan.

Dia telah merasakan bahwa saatnya telah tiba untuk segera merubuhkan Tojin ini.

Kie Boow mengangap bahwa serangan2 si Tojin memang telah cukup.

Itulah sebabnya dia telah melancarkan serangan yang beruntun dan tidak henti2-nya.

Disaat itu, dengan disertai suara teriakannya yang keras sekali, dia telah mendorong.

Dan seperti diterjang oleh kekuatan tenaga dalam yang bukan main, tampak tubuh si Tojin telah terjengkang kebelakang dan lalu ambruk ditanah.

Dengan sendirinya telah membuat Tojin itu jadi kaget setengah mati, dan si Tojin menyadarinya bahwa dia telah tergempur dan terluka didalam.Tentu saja hatinya kaget bukan main, dengan mengeluarkan seruan yang sangat keras dia telah melompat untuk berdiri.

Tetapi tubuhnya telah ter-huyung2 seperti juga akan rubuh terjungkel, hal ini telah membuat si Tojin kembali jadi terkejut bukan main.

Dia telah mengempos semangatnya dan berusaha berdiri tetap ditempatnya.

Namun dia gagal, karena tubuhnya tetap saja sempoyongan seperti akan rubuh.

Hal ini telah membuat Tojin itu jadi mengeluh dan cepat2 telah menyalurkan seluruh kekuatan tenaga dalam yang ada padanya .

Dan dengan cepat sekali, dia teIah rnengerahkan kekuatan seribu laksa pada kedua kakinya.

Dengan cara demikian dia baru bisa menguasai diri sehingga tidak sampai sempoyongan dan juga tidak sampai rubuh.

Dengan sepasang mata mendelik lebar2 dia telah mengawasi kearah sipemuda she Thang.

Sedangkan Kie Bouw berdiri tenang2 saja ditempatnya, dia telah tersenyum mengejek.

"Hemm ...........!"

Kie Bouw malah mendengus .

"Mana kepandaianmu, yang ingin kau pergunakan untuk membinasakan diriku ? Tentu saja muka si Tojin jadi berobah merah padam, karena dia merasa malu sekali diejek begitu. ---o.dwkz-0-TAH.o---Dia telah menjerang dan tahu2 dengan kenekadan yang sangat, dia telah mendjejakkan kakinya, tubuhnya telah mencelat akan menikam kembali pada Kie Bouw.Serangan yang kali ini merupakan serangan yang jauh lebih hebat dari serangan yang tadi2. Karena Tojin itu teIah melancarkan tikamannya itu dengan mempergunakan tenaga yang kuat sekali dan memusatkan seluruh sisa tenaganya. Dengan sendirinya, mau tidak mau telah menyebabkan angin serangan itu berkesiur keras. Dan Kie Bouw juga menyadari bahwa serangan kali ini dilancarkan oleh si Tojin merupakan serangan yang terlalu bebat dan tidak boleh dipandang remeh. Dengan cepat dia telah mengeluarkan suara seruan keras. Dia telah miringkan kepalanya, tubuhnya dimiringkan juga dan agak berputar setengah lingkaran. Disaat inilah Kie Bouw telah merasakan bahwa saatnya tepat tiba buat dia rubuhkan si Tojin. Dengan mengeluarkan suara bentakan keras bukan main, dia telah melancarkan serangan dengan mempergunakan kedua telapak tangannya. Gerakan yang dilancarkannya itu memang merupakan serangan yang terlalu hebat.

"Wurtttt.........t..... Buuuhhhkkk!"

Terdengar suara yang nyaring sekali.

Mata pedang dari si Tojin belum lagi mengenai sasaran dan belum sempat dia untuk merobah arah pedangnja itu justru disaat itulah djadinya telah kena dihantam telak sekali oleh pukulan yang dilanarkan oleh Kie Bouw.

Gerakan yang dilakukannya itu sangat cepat dan bertenaga sekali, dan mengandung kekuatan yang bukan main.

Maka tidak mengherankan, jika memang disaat itu juga terlihat betapa lawannya Kie Bouw te!ah mengerang dengan tubuh yang terpental keatas bukan main.Dan gerakan yang ada itu malah telah membuat si Tojin jadi terbanting keras bukan main, debu juga bertebaran.

Dengan sendirinya, mau tidak mau dia kembali telah bertempur hebat.

Apa yang dialami oleh Tojin ini kali memang terlalu hebat sehingga untuk sejenak dia tidak bisa bangkit.

Dengan mengeluarkan suara erangan yang nyaring, dia telah berusaha merangkak untuk berdiri.

Tetapi gerakan yang dilakukan itu tidak berhasil, tubuhnya telah ngusruk lagi dan telah jatuh keatas tanah pula.

Rupanya dia menderita kesakitan bukan main dan juga telah tergempur tenaga dalamnya.

Apa yang dialami oieh Tojin ini memang merupakan suatu kejadian yang tidak pernah diduganya.

Karena memang Tojin ini juga tidak menyangka bahwa dengan menerima serangan seperti itu, ternyata dirinya telah tergempur keras sekali.

Mau tidak mau memang si Tojin telah mengempos kekuatan yang ada padanya.

Dia telah menyalurkan seluruh kekuatan tenaga dalamnya dan, berusaha untuk melancarkan kembali jalan pernapasannya yang agak terganggu.

Tetapi apa yang dilakukannya itu masih memakan waktu yang cukup banyak.

Untuk sejenak dia tidak bisa untuk berdiri, dia hanya berdiam sebentar sambil mulutnya mengeluarkan erangan perlahan.

Tampak mukanya juga pucat pasi, mungkin disebabkan gempuran yang diterimanya itu.

Dengan sendirinya keadaan seperti ini telah membuat Kie Bouw memandang dengan sorot mata yang dingin.

Tetapi Kie Bouw tidakmaju kedepan untuk melancarkan serangan lagi melainkan dia telah diam saja mengawasi Tojin itu berusaha bangkit, tetapi selalu gagal.

Saat itu si Tojin jadi penasaran sekali, dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring dia telah berusaha untuk bangkit sendiri.

Walaupun tubuhnya masih sempoyongan, tetapi dia berhasil untuk bangkit, Cuma sejenak dia belum bisa melancarkan serangan lagi.

Tojin itu hanya berdiri mematung memandangi Kie Bouw dengan sorot matanya yang tajam, dan memancarkan sinar yang bengis sekali, disamping itu tampak jelas sekali si Tojin menderita sakit yang amat sangat.

Memang hal ini telah membuat si Tojin harus dapat mengendalikan rasa penasarannya terlebih dulu.

Biar bagaimana dia tidak bisa untuk berdlam begitu saja, karena dirinva memang terluka agak parah, sehingga diantara mereka hanya bisa saling pandangan mata belaka.

Karena Kie Bouw juga hanya berdiam diri belaka, sebab pemuda itu tidak mau menyerang kepada orang yang sedang dalam keadaan tidak berdaya.

Kie Bouw menganggap kerjaan sepertli ini sebagai perbuatan yang rendah dan hina.

Dengan sendirinya, dia telah berdiam diri saja dan mengawasi belaka.

Saat itu, si Tojin telah berkata dengan suara yang serak parau .

"Siapa namamu"

Tanyanya dengan suara yang agak gemetar menahan sakit "Dan.... siapa guru mu ?"

Ditanya begitu, Kie Bouw telah tertawa dingin.

"Kau diperintahkan seseorang untuk membinasakan diriku, tentunya engkau telah diberitahukan namaku siapa sesungguhnya !"

Kata Kie Bouw dengan suara yang tawar."Aku tidak diberitahukan namamu, aku hanya ditujukkan bahwa engkaulah yang harus kubinasakan !"

Tojin itu telah memberikan pengakuannya. Mendengar ini, Kie Bouw jadi tertawa dingin dengan Sikap yang agak angkuh.

"Hemm......., kalau memang engkau ingin mengetahui nama besar tuan mudamu, itu juga tidak menjadi halangan ....... aku she Thang dan bernama Kie Bouw"

Menjelaskan Kie Bouw akhirnya deagan sikap sengaja mengejek. Si Tojin menahan kemendongkolannya dan penasaran pada dasar hatinya.

"Dan siapa gurumu ?"

"Ada hak apa kau menanyakan guruku?!"

"Aku ingin mengetahui, siapa guru yang telah mendidik bocah seperti kau ini !"

"Tidak usah !"

"Hemm........, kau takut rupanya kalau2 gurumu itu sahabatku dan aku memberitahukan kepadanya bahwa engkau ini terlampau mengumbar tangan terlengas".

"Mengapa harus takut begitu ? jika manusia sebangsa kau ini bertemu dengan guruku, niscaya jiwamu akan dikirim keneraka.........."

Menyahuti Kie Bouw yang tetap merahasiakan siapa gurunya.

Tentu saja si Tojin jadi murka bukan main, dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras bukan main, tampak tehu2 tubuhnya telah mencelat.

Sedang ditangannya juga telah bergerak dengan gerakan yang cepat bukan main, sinar pedang berkelebat lagi kearah Kie Bouw.

Gerakan yang datang itu sesungguhnya merupakan serangan membokong.Karena Tojin tersebut melancarkan serangannya tanpa mengeluarkan suara bentakan sama sekali.

Tentu saja, hal ini membuat Kie Bouw jadi tambah mendongkol sekali.

"Hemmm......, kalau dilihat cara2nya selama ini memperlihatkan babwa Tojin ini memang, bukan manusia baik2 !"

Pikir Kie Bouw didalam hatinya.

Disaat itu serangan pedang yang dilancarkan Tojin tersebut telah menyambar datang.

Kecepatan mata pedang itu yang menuju ke ulu hati dari Kie Bouw juga melebihi kecepatan angin.

Dalam waktu yang sekejap mata saja telah berada didepan mata Kie Bouw.

Tetapi Kie Bouw tetap berdiri tenang ditempatnya maka, dia hanya memiringkan tubuhya sedikit ke arah kanan lalu menyentil, pedang yang tengah menyambar itu.

Gerakan yang dilakukannya itu sangat cepat sekali, dan juga sentilan jari telunjuknya mengandung kekuatan tenaga dalam yang bukan main.

"Tringgg........."

Pedang itu dapat disentil tepat sekati oleh telunjuk jari tangan Kie Bouw.

Dan pedang si Tojin tampak tergetar keras, lalu mencong kearah lain.

Segera terlihat betapa gerakan yang dilancarkan oleh, Kie Bouw mengejutkan si Tojin.

Terlihat Tojin itu telah menarik pulang pedang nya dan melompat mundur dengan wajah yang memucat.

Matanya juga terpentang lebar2.Terlihat dia begitu penasaran dan juga bercampur perasaan murka.

Dengan cepat sekali dia telah mengeluarkan suara seruan dan melompat untuk melancarkan serangan lagi dengan 3 gerakan yang cepat bukan main.

Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw juga tidak kalah cepatnya.

Karena kali ini Kie Bouw tidak mau tinggal berdiam diri belaka.

Dia tidak mau manda menerima serangan Tojin lagi, maka dia bermaksud akan menghajar si Tojin itu.

Dengan disertai oleh suara bentakan yang bukan main kerasnya, tampak Kie Bouw telah menggerakan tangan kanannya, dengan cara dilintangkan, tampak tangan kirinya juga membarengi telah bergerak untuk melancarkan serangan.

Tentu saja gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw kali ini buka gerakan sembarangan.

Dia telah melacarkan gerangan dengar gerakan yang cepat sekali.

Angin serangan kedua tangannya itu juga berkesiuran deagan keras.

Dan tampak suatu kejadian yang diluar dugaan si Tojin.

Karena dari kedua telapak tangan Kie Bouw tampak mengalir keluar serangkum angin serangan serangan yang terlalu hebat.

Disamping itu, dengan disertai oleh suara bentakan, tahu2 Kie Bow telah menggentak gelombang dari tenaga serangannya itu, sehingga tenaga serangan yang dilancarkan oleh Kie Bouw seperti juga timbul tenggelam, seperti lenyap dan ada, sukar untuk diterka kearah mana yang menjadi sasarannya.

Disaat seperti ini, si Tojin jadi terbang semangatnya, dia kaget setengah mati.Dan dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring, tahu2 si Tojin merasakan dadanya sakit bukan main, dia ingin menjejakkan kakinya untuk melompat mundur akan menjauhi diri dari sibocah, tetapi si Tojin terlambat melompat mundur, karena tenaga serangan yang dilancarkan oleh Kie Bouw telah menyambar datang.

Dan juga terlihat betapa tenaga serangan yang dilancarkan oleh Kie Bouw telah menghantam telak sekali dada si Tojin.

Segera juga terlihat betapa tubuh Tojin itu telah terpental keras sekali.

Dan tubuh Tojin itu ambruk diatas tanah, dengan mengeluarkan suara jeritan.

Disebabkan kali ini Kie Bouw mempergunakan tenaga yang sangat kuat sekaIi, dengan sedirinya dia telah menghantam dengan kekuatan yang bukan main.

Dan juga terlihat jelas beberapa gerakan yang ada itu telah membuat si Tojin jadi menderita sekali, bukan hanya tubuhnya yang terbanting diatas tanah, melainkan juga tampak napasnya telah berheuti dan juga nyawanya telah melayang rupanya telah menghadap keneraka.

Kie Bouw berdiri tegak ditempatnya, dia mengawasi mayat si Tojin yang menggeletak tidak bernapas lagi itu.

Sesungguhnya dia tidak ingin membinasakan si Tojin, tetapi Tojin ini terlalu nekad dan terlalu mendesak dirinya, mau tidak mau dia harus meneruskan tangan keras dan membinasakan.

Mayat To jin itu masih menggeletak diatas tanah tanpa bergerak, dia telah menemui kematiannya itu dengan dada yang melesak, karena tulang2 iganya itu telah patah dan juga telah remuk oleh hantaman telapak tangan Kie Bouw.

Keadaan seperti ini sesungguhnya Terpaksa dilakukan oleh Kie Bouw, sebetulnya kalau memang masih bisa dia tidak ingin membinasakan si Tojin.Namun disebabkan Tojin itu memang berkepala batu, maka dia terpaksa menurunkan tangan besi dan melancarkan serangan yang mematikan seperti itu, Dan terlihat jelas betapa tubuh dari mayat si Tojin itu diam tidak bergerak, hanya dari sudut mulutnya itu yang telah mengalir keluar darah kental.

Setelah menghela napas, Thang Kie Bouw membalikkan tubuhnya untuk berlalu meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan perjalanannya.

Perjalanan yang dilakukan oleh Thang Kie Bouw merupakan perjalanan yang cukup jauh, karena dia memang bermaksud untuk berkelana kemana saja.

Sampai saat itu belum ada tujuan pada dirinya dan tekatnya hanyalah akan berkelana untuk mencari pengalaman.

Disamping itu juga untuk membantu pihak yang lemah dari tekanan si kuat Setelah berjalan satu hari satu malam tanpa memperoleh gangguan lagi, Kie Bouw telah sampai dimuka kampung Pan-san-cun.

Kampung ini cukup besar, tetapi disebabkan malam telah larut benar2, maka keadaan perkampungan itu sepi sekali.

Hanya sekali dua kali Kie Bouw berpapasan dengan orang, dan itu pun tampaknya orang yang berpapasan dengannya itu bergegas akan menuju pulang.

Diantara dinginnya hawa udara malam, Kie Boaw telah menyusuri jalan yang menuju kedalam perkampungan tersebut.

Tetapi rumah penginapan yang ada telah menutup pintu muknya, rupanya didalam seperti itu rumah penginapan tersebut telah tidak menerima tamu.

Namun karena udara sangat dingin, mau tidak mau memang Kie Bouw harus dapat mencari tempat untuk berteduh.

Terpaksa dia telah menghampiri pintu rumah penginapan tersebut dan telah mengetuknja.

Tidak terdengar suara sahutan.

Kie Bouw mengetuk lagi.Terdengar orang menggeliat dan kemudian di sertai suara gerutuannya.

"Siapa itu?"

Akhirnya Kie Bouw mendengar orang bertanya dengan nada yang tidak senang. Kie Bouw yakin yang bertanya itu pasti kacung rumah penginapan tersebut.

"Aku ingin meminta sebuah kamar untuk bermalam!"

Sahut Kie Bouw dengan suara yang agak nyaring.

"Sudah tutup! Butakah matamu"

Terdengar orang didalam rumah penginapan itu telah berkata dengan suara yang aseran. ---o.dwkz-0-TAH.o---BAGIAN 08

"Aku kemalaman, dan aku ingin menginap disini......, hawa udara sangat dingin tolonglah saudara membuka pintu ini, nanti akan kuberikan hadiah buatmu beberapa cih!"' "Hemmm......."

Terdengar orang didalam ruangan itu menggumam.

Kemudian pelayan itu membukakan pintu rumah penginapan itu.

Setelah Kie Bouw menjelaskan maksudnya hendak menginap disitu, maka pelayan itu maka membereskan sebuah kamar untuk dirinya.

Kie Bouw mengunci pintu kamarnya setelah pelayan itu beres menyediakan segalanya.

Dia merebahkan tubuhnya dipembaringan itu dengan perasaan nyaman.

Kalau malam tadi waktu berada diluar kamar dia merasa dingin sekali, tetapi sekarang ini justeru dia merasa hangat sekali berada diatas pembaringan yang hangat ini.Pikiran Kie Bouw jadi me-layang2 memikirkan keadaan suhunya.

Biar bagaimana memang perpisahannya dengan sang guru itu sangat memberatkan hatinya.

Tetapli, dikala Kie Bouw tengah termenung begitu, tiba2 pendengaran yang sangat tajam telah mendengar sesuatu.

Seperti suara tangis seseorang.

Hati Kie Bouw jadi terjengkit.

"Siapa yang menangis dimalam selarut ini ?,"

Pikir Kie Bouw didalam hatinya.

Apalagi setelah Kie Bouw memperhatikannya dia yakin bahwa jang menangis itu tidak lain dari seorang wanita.

Tentu saja Kie Bouw jadi tambah aseran saja.

Dia merasakan bahwa suara tangisan itu berasal dari kamar sebelahnya.

Setelah berdiam sejenak mendengarkan suara tangisan itu Kie Bouw dirangsang oleh perasaan ingin tahunya.

Maka dia telah melompat turun dari pembaringannya, dan menghampiri jendela kamarnya.

Sesungguhnya Kie Bouw sudah mengantuk bukan main dan perjalanan yang diiakukannya itu sangat meleIahkan.

Namun disebabkan adanya kejadian seperti ini, suara tangisan wanita ditengah malam, membuat Kie Bouw jadi penasaran dan dirangsang oleh perasaan ingin tahu.

Dengan sendirinya, mau tidak mau memang Kie Bouw telah melupakan rasa letih dan kantuknya.

Dia telah membuka daun jendela, dan kemudian telah melompat keluar dari kamarnya.

Dia tiba dipekarangan rumah penginapan tersebut.

Keadaan sunyi dan gelap.Dengan ber-indap2 Kie Bouw menghampiri jendela kamar sebelahnya.

Dia mendengar suara tangisan itu semakin jelas saja.

Dan dengan menjejakkan kakinya, tubuhnya telah mencelat dan menggelantung dilangkan.

Dia mengintai kedalam kamar itu.

Sesungguhnya Kie Bouw mengerti perbuatan yang dilakukannja ini merupakan perbuatan yang tidak terpuji.

Mengintai kedalam karmar seorang wanita didalam keadaan selarut malam ini, tentu saja merupakan pekerjaan jang hina dan sangat memalukan.

Maka dari itu, mau tidak mau telah membuat Kie Bouw ragu2 sejenak.

Tetapi disebabkan tangis wanita itu, didengarnja semakin jelas dan menyayatkan hati, akhirnya dia melupakan segalanya dan mengintainya.

Ternyata kamar disebelahnya itu ditempati oleh seorang gadis yang mungkin baru berusia diantara enam belas tahun.

Parasnya cantik tetapi sepasang matanya benggul.

Rupanya dia telah menangis tidak hentinya dan juga telah duduk ditepi pembaringan dengan sepasang tangan menutupi matanya itu, seakan juga dia tengah diliputi oleh kedukaan yang sangat, tentu saja hal ini telah membuat Kie Bouw jadi ter-heran2.

Entah apa yang telah mendukakan hati gadis itu.

Kie Bouw yang melihat ini tentu saja ter-heran2, tetapi melihat kedukaan yang ada pada diri gadis itu emang memperlihatkan bahwa gadis itu tentunya tengah menghadapi kesulitan yang tidak kecil, dengan sendirinya Kie Bouw jadi bergelantungan di langkan itu agak lama.

Setelah berdiam sejenak, dia melihat sigadis menggumam dengan suara yang perlahan."Mengapa kami harus mengalami nasib yang demikian buruk....?

Mengapa....?"

Dan sigadis itu menangis lagi, tampaknya dia benar2 sangat berduka sekali, seperti juga dia tengah dirundung kesulitan jang sangat.

Dengan sendirinya hal ini merupakan suatu haI yang menghibakan hati.

Kie Bouw Yang melihat kedukaan sigadis, telah merasa kasihan juga, dengan perasaan terharu mendengar tangisan wanita itu.

Kie Bouw tetap saja berdian dilangkan jendela kamar sigadis.

Saat itu sigadis telah bangkit dari pembaringannya, dia melangkah kearah meja yang terdapat didekat pembaringan.

Hati Kie Bouw tergetar.

Karena Kie Bouw melihatnya sebatang pokiam (pedang panjang) berada menggeletak diatas meja Itu.

Dan apa yang diikuatirkan oleh Kie Bouw memang tepat, karena gadis itu rupanya telah berputus asa.

Dia telah mengambil pokiam itu.

Kemudlian diawasinya pokiam itu dengan seksama Kie Bouw jadi mengawasi saja dengan hati yang tergoncang juga, dia takut sigadis menjadi nekad.

"Hemm......!"

Menggumam sigadis itu diantara suara sendat tangisnya.

"Jika memang demikian lebih baik aku mati saja dari pada harus menderita terus menerus."

Dan membarengi dengan gumamannya itu.

tampak gadis itu telah mencabut keluar pedanganya.

Sinar berkilauan dari pedang itu menyilaukan mata.

Dan setelah memandangi sejenak pedang itu, dengan tidak terduga sigadis telah menggerakkan pedangnya.Rupanya gadis itu memang benar2 nekad.

Dia sudah menggerakan pedangnya itu, untuk menebas batang lehernya sendiri dengan maksud akan membunuh diri.

Tentu saia Kie Bouw jadi terperanjat bukan main melihat ini, dia tidak dapat membiarkan si gadis menemui kematian dengan cara yang konyol.

Maka dengan kecepatan yang bukan main Kie Bouw telah menggerakkan tangannya.

Sebutir batu kerikil yang memang telah djambilbya sejak tadi telah melesat.

Dan batu itu telah menghantam telak sekali badan pedang si gadis.

"Tranggggg................"

Pedang sigodis jadi mencong arahnya, dan membuat niat membunuh diri ini gagal.

Dan dia telah terkejut disamping kecewa.

Dengan sorot mata yang tajam sekali dia telah memandang kearah jendela.

Saat itu Kie Bouw telah berkata dengan suara ragu2.

"Untuk apa jeri menghadapi hidup? Bukankah segala kesulitan dibumi ini akan dapat diatasi"

Mendengar perkataan Kie Bouw, si gadis telah mengerutkan sepasang aIisnya.

"Siapa kau ?"

Tanyanya.

"Aku she Thang, dan bernama Kie Bouw, bolehkah aku memasuki kamar nona ?"

Tanya Kie Bouw. Muka sigadis jadi berobah merah. Namun setelah berdiam sejenak, akhirnya dia telah menganggukkan kepalanya.

"Baik !"

Katanya.

Dan dia telah membukakan daun jendelanya, sehingga Kie Bouw dapat melompat masuk.Ketika melibat yang telah menyelamatkan jiwanya dari maksud bunuhan diri itu adalah seorang pemuda, tentu saja muka sigadis jadi berubah kian merah.

Tadinya dia menyangka orang yang melakukan pertolongan buatnya adalah seorang pendekar atau jago tua.

Hal itu disebabkan sigadis merasakan betapa tenaga timpukan batu kerikil itu sangat kuat, Dan disamping tenaga benturannya yang keras itu, menyebabkan pedangnya mencong jauh.

Itulah yang telah menyebabkan sigadis menduga orang yang telah mencegah dia melakukan bunuh diri itu adalah seorang yang memiliki kepandaian yang tinggi.

Namun siapa sangka, kenyataannya sipemuda tampan seperti Kie Bouw yang muncul.

Maka dari itu tentu saja sigadis jadi merasa jengah sendirinya.

Kie Bouw telah berdiri dihadapan sigadis.

Ketika melihat sikap sigadis yang seperti ke-malu2-an itu Kie Bouw telah bertanya.

"Siapakah nama nona yang harum ini? "

"Aku she Kwa dan bernama Sin Lan."

"Dan kulihat nona Kwa seperti sedang menghadapi suatu kesulitan......? Bolehkah aku mengetahui kesulitan apakah yang telah melanda diri nona? "

Ditanya begitu oleh Kie Bouw, wajah sigadis jadi berobah berduka sekali.

Dia juga tampaknya menjadi murung seketika karena, disaat itu pula perasan duka telah menerjang kearah dirinya dengan cepat, membuat dia jadi menundukkan kepalanya dalam2.

---o-dwkz)0(TAH-o---Setelah berdiam diri sejenak, dia telah menghela napas panjang.

Diawasi pedangnya, kemudian mengangkat kepalanya mengawasi kearah Kie Bouw.

Dia tampak ragu2.

Sedangkan Kie Bouw juga hanya mengawasi saja, karena dia ingin juga mengetahui apakah yang sesungguhnya telah menyusahkan hati sigadis.

Setelah berdiam sejenak, akhirnya sigadis telah berkata dengan suara yang perlahan .

"Ayahku telah dilarikan Setan Wie Ling."

Menyahuti sigadis dengan suara yang tergetar.

"Setan Wie Ling ? Ayahmu dilarikan Setan, Wie Ling ?"

Tanya Kie Bouw tidak mengerti. Bermacam perasaan heran telah berkecamuk didalam hati Kie Bouw. Sedangkan wajah sigadis telah semakin murung saja. Dia telah berkata lagi .

"Ya ..,... apakah kau tidak mengetahui bahwa perkampungan ini tengah dilanda oleh anak buah Ratu Setan Wie Ling ?."

Kie Bouw menggelengkan kepalanya.

"Aku baru tiba tadi malam kata Kie Bouw. Aku bukan penduduk kampung ini."

Sigadis menghela napas.

"Pantas ....! "

"Mengapa?"

"Setan Wie Ling .......!"

"Kenapa dengan Setan Wie Ling?"

"Dia selalu menculik manusia untuk dijadikan anak buahnya !"

"Hah.....?""Dan selalu pula setiap Manusia yang diculik itu akan mendapat perlakuan yang menyedihkan untuk menjadi warga dari Ratu setan Wie Ling itu ..........

"Sungguh2 setankah si Setan Wie Ling itu?"

Tanya Kie Bouw kemudian. Sigadis mengangguk! "Jadi bukan manusia biasa yang menamakan dirinya sebagai setan Wie Ling ?"

Tanya Kie-Bouw lagi. Sigadis menggelengkan kepalanya.

"Sungguh2 hantu ....... hantu yang sangat menakutkan sekali ........!"

Kie Bouw jadi bengong.

"Benarkah didunia ini bisa terdapat hantu?"

Gumam Kie Bouw Sigadis mengawasi Kie Bouw.

"Kau tidak mempercayainya ?"

Tanyanya. Kie Bouw menggelengkan kepalanya ......

"tidak!"

"Mengapa ? "Didunia masa ada hantu ?"

"Kau tentu akan terkejut jika menghadapi kenyataan hantu itu muncul dibadapanmu nantinya?"

Kie Bouw tersenyum sinis.

"Sayangnya aku tidak bisa mempercayai adanya hantu didunia ini!"

"Paling tidak ada manusia jahat yang ingin me-nakut2i penduduk kampung ini dengan segala sandiwaranya......!"

Kata Kie Bouw lagi.

"Sehingga memberikan kesan bahwa vang dihadapi penduduk kampung ini adalah hantu2 liar.........! "

Sigadis tersenyum sedih.

"tetapi aku telah menyaksikan sendiri betapa ayahku telah dilarikan oleh hantu itu......! Kami adalah orang kalangan rimba persilatan, karena kami ayah dan anak she Kwaadalah penjual silat keliling, dengan sendirinya se-dikit2 kami memiliki kepandaian ! Jika orang yang menculik ayahku itulah manusia biasa, se-tidak2nya, walaupun aku tidak bisa menghadapinya, tidak mungkin aku tidak bisa melihatnya."

"Bagaimana terjadinya ?"

"Ayahku telah dikerubungi tiga sosok tubuh hitam, kemudian setelah ayahku diringkus dengan cepat ayahku bersama2 makhluk itu lenyap begitu saja !"

Mendengar keterangan sigadis, tentu saja Kie Bouw jadi tambah heran.

Biar bagaimana Kie Bouw memang tidak mempercayai adanya hantu bumi ini.

Selama tabhun demi tahun dia telah tinggal dipegunungan Thian-san yang begitu tinggi dan juga jarang sekali ada orang yang berkeliaran disana.

Tetapi belum pernah dia bertemu dengan mahluk2 halus seperti cerita sigadis.

Tentu saidja sigadis tampaknya jadi penasaran melihat Kie Bouw tidak mau mempercayai ceritanya.

"Jadi kau tidak percaya ?"

Tanyanya. Kie Bouw mengangguk "Ya ...... sayangnya aku tidak mempercayai adanya hantu dibumi ini !"

"Heemm ...... ya, sudahlah"

Kata sigadis yang nampaknya selain penasaran juga mendongkol.

"Lalu mengapa kau masih berdiam disini ?"

"Tadinya kami ayah dan anak ingin melanjutkan perjalanan esok pagi, namun terlambat !""Jadi kalau di kampung ini berkeliaran hantu yang kau katakan itu, tentunya penduduk kampung selain diliputi oleh perasaan takut yang bukan main ?"

"Tetapi pelayan rumah penginapan itu tidak merasa takut sama sekali, akupun tidak melihat tanda2 rasa takut pada dirinya, dia yang telah membukakan pintu !"

"Justru itulah....... memang dikampung ini hanyalah rumah penginapan ini belaka yang tidak diganggu oleh hantu2 itu ! Tadinya kami menduga bahwa siapa yang menumpang dirumah penginapan ini juga tidak akan diganggu, Tetapi siapa tahu, justru penumpang yang menginap dirumah penginapan ini tetap diganggu, tetapi yang tidak diganggu adalah pemilik dan para pelayan rumah penginapan ini belaka ! Itulah yang membuat aku terkadang jadi merasa jeri juga, karena aku sering berpikir, apakah pelayan2 dan pemillk rumah penginapan ini merupakan sekutu dengan hantu2 itu ?"

Sambil berkata begi lu si gadis telah melirik kekiri dan kekanan.

Seperti juga dia merasa takut dengan ucapannya yang telah diucapkan itu.

Disaat itulah terdengar suara tertawa "He......, he.....,he......,"

Berulang kali. Menyeramkan sekali suara tertawa itu. Wajah sigadis jadi berobah pucat.

"Hantu itu.......?"

Suaranya tergetar.

Tetapi Kie Bouw lain lagi sikapnya dengan sigadis, sedikitpun dia tidak merasa takut.

Malah dia mendengar jelas bahwa itu suara tertawa yang menyeramkan itu berasal dari jendela.

Dengan cepat dia telah menjejakkan kakinya.

Tubuhnya mencelat kedekat jendela.Dia melakukan gerakan itu dengan gesit bukan main, sehingga tubuhnya bagaikan bayangan.

Namun waktu Kie Bouw telah menerobos keluar jendela, tidak dilihatnya seorang manusiapun juga.

Dan dia melihatnya betapa keadaan diluar kamar sepi sekali.

Tidak ada seorang manusiapun disitu.

Inilah yang mengherankan.

Betapa tinggi kepandaian dari orang yang mengeluarkan suara tertawa itu, tidak mungkin lolos dari mata Kie Bouw.

Karena tadi Kie Bouw telah melompat dengan gerakan yang sangat cepat sekali.

Dengan sendirinya, disebabkan adanya kejadian seperti ini telah membuat Kie Bouw penasaran.

Dia telah melompat keatas genting.

Dia mengawasi sekelilingnya.

Tetap saja, tidak terlihat seorang manusiapun disekitar tempai itu.

Kesunyian belaka.

Kie Bouw melompat turun, dia melompat masuk kedalam kamar sigadis pula.

Dilihatnya si gadis she Kwa itu tengah berdiri dengan wajah yang pucat pias.

Tubuhnya juga agak tergetar.

"ltulah ... itulah anak buah ....... pengikut Ratu Setan Wie Ling !"

Kata sigadis dengan suara yang tergetar.

Tetapi Kie Bouw merasakan bahwa yang telah mengeluarkan suara tertawa itu adalah seorang manusia juga.

Cuma saja yang mengherankan Kie Bouw orang itu tentunya memiliki Ginkang Yang tinggi.Sebab ginkang yang dimiliki Kie Bouw bukan ginkang yang sembarangan, namun kenyataannya orang yang mengeluakan suara tertawa mengejek itu bisa menghilang begitu saja.

Tentu saja hal ini membuat Kie Bouw jadi penasaran sekali.

Siapakah Orang itu ?

"Sekarang tentunya kau mau mempercayai perihal adanya hantu Setan Wie Ling itu ?"

Tanya Kwa Sin Lan setelah berdiam sejenak menenangkan goncangan hatinya. Kie Bouw menggelengkan kepalanya.

"Dengan bukti seperti itu aku tetap tidak bisa mempercayai bahwa didalam dunia ini bisa ada hantu2 keliaran seperti itu !"

Sigadis terdiam.

"Begini saja !"

Kata Kie Bouw.

"Nona Kwa jangan meninggalkan tempat ini ! Aku berjanji akan menyelidiki dan membongkar komplotan itu besok pagi ! Dan jika memungkinkan, aku akan mencari ayah nona ! Bagaimana ? Kau setuju !"

Sigadis ragu2.

Tetap karena pemuda ini berjanji akan menyelidiki untuk mencari tahu perihal ayahnya, maka dia telah mengangguk juga.

Dan lenyaplah keinginannya untuk membunuh diri.

Setelah bet-cakap2 sessat dengan Kwa Sin Lan, Kje Bouw meminta diri.

Dia telah kembali kekamarnya ............

---o-dwkz)0(TAH-o---BAGIAN 09 Kie Bouw rebah diatas pembaringannya itu dengan pikiran yang menerawang.Apa yang telah dihadapinya itu membuat Kie Bouw benar2 tidak mengerti.

Apakah sesungguhnya didunia ini bisa ada hantu2 liar yang berkeliaran tidak keruan seperti itu.

Dan juga, mengapa orang yang mengeluarkan suara tertawa menyeramkan itu bisa lenyap begitu cepat ?

Itulah yang telah mengherankan hati Kie Bouw, mau tidak mau memang telah membuat Kie Bouw harus berpikir keras, dan juga menurut cerita dari sigadis she Kwa itu, bahwa ayahnya telah diculik oleh hantu2 setan Wie Ling, inilah yang sangat mengherankan.

Siapakah setan2 Wie Ling itu ?

Dan gadis ini me-nyebut2 Ratu Setan Wie Ling.

Inilah yang membuat Kie Bouw jadi tidak mengerti dan ter-heran2.

Dengan pikiran yang kusut Kie Bouw berusaha untuk tidur, karena tubuhnya sangat letih, maka dengan cepat pemuda ini telah terlelap dalam tidurnya.

Namun disaat dia sedang nyenyaknya tertidur Kie Bouw merasakan sesuatu yang tidak wajar.

Dia terbangun dari tidurnya dengan cepat.

Dan betapa terkejutnya Kie Bouw waktu melihat ada beberapa sosok tubuh dengan jubah hitam dan juga wajah yang tidak jelas terlihat, walaupun Kie Bouw ingin melihatnya dengan jelas, tengah sibuk akan mengikat tubuh Kie Bouw dengan tali2.

Tentu saja Kie Bouw jadi murka.

Dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring, dia telah menggerakkan tangan kanannya.

"Wutttt..........!"

Dia telah melancarkan serangan dengan mempergunakan kekuatan tenaga dalam pada telapak tangannya.

Dan tenaga menggempur itu bukan main kuatnya, mendatangkan anginsercangan jang terlalu dahsyat.

Dengan sendirinya, mau tidak mau hantaman itu bisa membinaskan orang itu, Namun ketika telapak tangan Kie Bouw menerobos dekat tubuh orang itu, Kie Bodw jadi mencelos hatinya, karena tubuh orang itu seperti bayangan belaka, tangan Kie Bouw menerobos terus tanpa berhasil mengenainya.

Seperti menghantam arnia saja !

Inilah yang membuat bulu kuduk Kie Bouw jadi berdiri meremang.

Karena kalau memang yang dihantamnya itu adalah seorang manusia, jelas tidak akan seperti angin itu.

Tetapi sosok tubuh ini seperti angin hampa saja, sehingga serangan Kie Bouw nihil sama sekali.

Malah dikala Kie Bouw tengah terkejut begitu, dia mendengar beberapa sosok makhluk mengerikan itu telah mengeluarkan suara tertawa menyeramkan.

"He....., he....., he....., he.....!"

Dan sosok2 tubuh itu jadi sibuk akan mengikat tubuh Kie Bouw Iagi.

Tentu saja Kie Bouw mana mau membiarkan tubuhnya diikat oleh sosok2 tubuh itu itu.

Maka dari itu, dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring, dia telah melompat berdiri.

Dan Kie Bouw juga tidak mau berdiam diri.

Dengan kecepatan yang bukan main dia telah menggerakkan kedua tangannya.

Getaran yang dilakukannya itu dengan maksud akan menghajar sosok2 tubuh menyeramkan itu dengan kekuatan tenaga dalam yang ada padanya.

Tetapi serangan2 Kie Bouw seperti menghantam angina belaka.

Karena sosok tubuh itu merupakan bayangan belaka.Tentu saja perasaan ngeri telah menyelinap ke dalam diri Kie Bouw.

Seketika itu juga dia tengah berhadapan dengan hantu ?

Dan saat itu, hantu2 itu juga tengah kebingungan bukan main, karena disebabkan Kia Bouw ber-gerak2 begitu tidak hentinya, maka mereka tidak mungkin mengikat tubuh sipemuda.

Inilah yang telah membuat hantu2 itu akhir-nya setelah mengeluarkan suara tertawa menyeramkan, tahu2 begitu saja lenyap dari hadapan kie Bouw.

Tentu saja Kie Bouw jadi berdiri terpaku ditempatnya termenung heran.

Benar2 dia hampir tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya itu.

Apakah dia tengah bermimpi ?

Tetapi tadi dia jelas memang tengah berhadapan dengah orang yang menyeramkan itu.

Tapi mengapa mahluk2 itu dapat lenyap begitu saja dari hadapannya ?

Dan Kie Bouw juga yakin bahwa tadi dia bukan sedang bermimpi atau mengigau.

Lama juga Kie Bouw berdiri kebingungan ditempatnya itu, keringat dingin mengucur deras.

Juga mukanya agak pucat.

Karena Kie Bouw melihat jendelanya masih ter kunci rapat2, dan juga tampak daun pintu masih terkunci.

Lalu kemana ketiga sosok tubuh itu ?

Dari mana pula mereka memasuki kamarnya ?

Inilah jang sungguh2 membuat Kie Bouw jadi ter-heran2 dan tidak habis mengerti.

Apakah sungguh2 tadi dia berhadapan dengan hantu yang liar itu ?

Karena berpikir begini, maka akhirnya Kie Bouw jadi menggigil.Biar bagaimana dia sangat ngeri juga, dan perasaan seram telah meliputi hatinya.

Dan setelah berdiri diam sejenak, akhirnya Kie Bouw kembali kepembaringannya.

Tetapi Kie Bouw tidak berani untuk memejamkan matanya, karena dia takut kalau2 nanti tahu2 makhluk2 mengerikan itu muncul dan mengikatnya.

Inilah yang tidak diinginkan oleh Kie Bouw.

Maka dari itu, mau tidak mau memang Kie Bouw telah mementang terus matanya.

Dia tidak berani untuk tidur sekejap matapun juga.

Dengan sendirinya, Kie Bouw jadi terlentang tanpa memejamkan matanya.

Dia hanya mengawasi langit2 kamarnya.

Diantara mendesirnya angin malam yang dingin melalui sela2 jendela kamarnya, Kie Bouw tengah berpikir keras.

Sungguh2 dia tidak mengerti, sesungguhnya apakah yang terjadi.

Sehingga sosok2 tubuh itu dapat lenyap begitu saja dari hadapannya.

Dan yang mengerikan sekali, serangan2 yang dilancarkan oleh Kie Bouw seperti mengenai tempat kosong.

lnilah yang telah membuat Kie Bouw jadi penasaran sekali, dengan adanya kejadian seperti ini tentu saja merupakan peristiwa yang sangat mengherankan dan mentakjubkan.

Jika memang sungguh2 dia berhadapan dengan hantu2, jelas hal ini bisa membuat berabe dirinya.

Setelah jelas setiap serangan yang dilancarkannya itu merupakan serangan yang terlalu kosong.

Setiap pukulan maupun serangannya niscaya akan mengenai tempat kosong.

Itulah yang telah membuat Kie Bouw mau tidak mau telah menjadi ngeri juga.Dia telah memandang dengan sorot mata yang tajam kearah langit2 kamarnya.

Dia telah mamandang dengan pikiran yang menerawang tidak keruan.

Karena Kie Bouw tidak tahu, sesungguhnya dia berhadapan dengan mahluk apa.

Maka dari itu, mau tidak mau telah membuat Kie Bouw jadi ber-pikir2.

Dengan adanya kejadian seperti ini telah membuat Kie Bouw mau tidak mau harus memutar mutar otak.

Jika memang sungguh?

makhluk yang dihadapinyai merupakan hantu2 belaka, tentu bisa berabe.

Karena hantu tidak bisa dilawan dengan kekuatan lahiriah, itulah yang membingungkan Kie Bouw.

Untuk urusan hantu2 itu harus mempergunakan kekuatan bathin.

Mau tidak mau telah membuat Kie Bouw jadi tidak habis berpikir, Setelah matahari hampir menyingsing, Kie Bouw baru mementangkan daun jendelanya dan menghirup hawa segar.

Setelah berdiri sejenak disitu agak lama, akhirnya Kie Bouw telah kembali merebahkan dirinya diatas pembaringan dan melanjutkan tidurnya, sedikitpun Kie Bouw tidak bisa berpikir, dengan cara apa dia harus menghadapi makhluk2 itu.

Karena memang terlihat jelas, betapa makhluk2 itu merupakan mahluk2 yang menyeramkan dan memang mirip2 hantu, sebab tidak dapat dipukul, setiap pukulan yang dilancarkan oleh Kie Bouw merupakan pukulan yang mengenai tempat kosong.

Jadi tegasnya sosok2 tubuh itu hanya merupakan bayangan belaka, jadi bukan merupakan tubuh manusia, itulah yang telah membingungkan hati Kie Bouw menghadapinya.Karena memang sulit jika harus berurusan dengan setan2 penasaran seperti itu, mau tidak mau telah membiarkan Kie Bouw harus berpikir keras.

Walaupun matanya mengantuk, tetapi Kie Bouw tidak juga bisa tertidur lagi.

Dan dikala sinar matahari telah naik tinggi dan terang, barulah Kie Bouw tertidur.

Tetapi baru tidur sekejap, telah terbangun dengan kaget.

Rupanya apa yang tadi dialaminya itu telah membuat Kie Bouw jadi agak was2.

Dia telah memandang dengan sorot mata yang tajam sekelilingnya.

Tetapi tidak dilihatnya ada makhluk yang seperti tadi malam.

Dia telah memejamkan mata sejenak.

Kemudian turun dari pembaringannya, karena Kie Bouw bermaksud akan melakukan penyelidikan.

Biar bagaimana Kie Bouw bermaksud untuk membuka tabir rahasia yang tengah meliputi perkampungan tersebut.

Dia telah berpakaian dan mencuci muka.

Waktu pelayan rumah penginapan itu mengantarkan makanan buatnya kedalam kamar, Kie Bouw memperhatikan pelayan itu.

Memang sikap pelayan itu biasa saja, tetapi Kie Bouw dapat melihatnya betapa mata pelayan itu sering melirik kekiri dan kekanan, seperti juga pelayan itu tengah menyelidiki sesuatu.

Disaat pelayan itu telah meletakkan sarapan buat Kie Bouw, maka Kie Bouw tidak membuang waktu lagi, dia telah mengulurkan tangannya, di cengkeramnya leher baju pelayan itu.

"Katakan terus terang, apakah dikampung ini memang sungguh2 hantu yang berkeliaran?"

Suara Kie Bouw mendesis sangat bengis, Pelayan itu jadi kaget setengah mati. Mukanya juga pucat pias.

"Ini......, ini ......."

Suaranya jadi gemetaran karena dia jadi takut.

"Katakan terus terang !"

"Benar Kongcu ... kampung ini tengah diganggu oleh anak buah ibu Ratu!"

Kata sipelayan.

"Hah ?"

"Ya ....... kami ........ kami. ........ tengah ditipu oleh tabir yang mengerikan !"

"Tetapi mengapa penginapan ini berani menerima tamu diwaktu malam?"

"Karena........ karena terpaksa tuan muda !"

Menyahuti pelayan itu. Kie Bow menganggap perkataan sipelayan masuk akal juga. Dia melepaskan cengkeramannya.

"Pergilah kau !"

Katanya.

Dan Kie Bouw telah bersantap.

Setelah itu, Kie Bow keluar dari kanarnya, dia menghampiri pintu kamar Kwa Sin Lan, yang letaknja sebelah menyebelah itu dan saat itu tengah terlutup.

Kie Bouw mengetuknya.

"Siapa ?"

Suara Kwa Sin Lan menegur dari dalam kamar.

"Nona Kwa dapat aku mengganggu sebentar ?"

Terdengar suara langkah kaki. Pintu terbuka, dan nona Kwa tampak berdiri dengan wajah yang pucat.

"Sudah dapat Thang Kongcu menyelidiki perihal hantu itu ?"

Kie Bouw menceritakan apa yang dialaminya tadi malam didalam kamarnya Muka Sin Lan tambah pucatTubuhnya juga agak menggigil. Tampaknya gadis ini merasa ngeri sekali.

"Ini ....... ini bagaimana baiknya ?"

Tanya si gadis kemudian dengan suara yang sember "Kita akan meoghadapirya !"

Suara Kie Bouw mantap dan yakin sekali akan dapat mengbadapinya.

Biar bagaimana Kie Bouw merasakan adanya suatu permainan didalam persoalan ini.

Tetapi Sin Lan sudah ketakutan.

Berurusan.

dengan hantu2, memang bukan merupakan pekerjaan yang enak.

Maka dari itu, mau tidak mau memang telah membuat Sin Lan merasa jeri.

ltulah sebabnya dia telah berdiam diri saja.

Hatinya diliputi oleh perasaan takut yang bukan main.

Kie Bouw telah menghela napas.

"Baik2lah nona Kwa menjaga diri, karena aku ingin pergi menyelidiki !"

Kata Kie Bouw. Sigadis mengangguk ragu2.

"Sesungguhnya aku bermaksud meninggalkan kampung yang mengerikan, hari ini juga."

"Tetapi ayah nona ?"

Mendengar pertanyaan Kie Bouw, sigadis jadi ragu2. Diam berdiri saja. Dan Kie Bouw menghela napas lagi.

"Sudahlah rona Kwa, yang terpenting, jika kau menghadapi makhluk2 seperti itu kau jangan berdiam diri, sehingga dirimu tidak bisa diikat oleh mereka !""Jadi aku tidak bisa diculik ?"

"Tepat! Karena mereka tidak akan berhasil mengikat tubuhmu ..... Itu yang penting"

Sigadis hanya mengangguk.

Dan memang Kwa Sin Lan menganggap bahwa perkataan Kie Bouw ada benarnya.

Seperti apa yang disaksikannya perihal yang menimpah diri ayahnya beberapa saat yang lalu ayahnya telah diikat dengan tali yang kuat.

Dengan sendirinya, ayahnya telah diculik dengan cara yang begitu aneh.

Tahu2 telah lenyap dari pandangan matanya.

Tetapi sekarang, Kie Baow tidak berhasil untuk diculik hantu2 itu.

Karena Kie Bouw memberikan perlawanan.

Dan memang tubuh Kie Bouw tidak berhasil untuk diikat, maka dari itu Kie Bouw gagal di culik oleh hantu2 yang menyeramkan itu.

Dengan sendirinya, sigadis memang mempercayai perkataan Kie Bouw.

Sedangkan Kie Bouw telah meminta diri dia telah meninggalkan rumah penginapan itu.

Apa yang disaksikannya perkampungan tersebut cukup ramai, dan juga orang2 Yang berdagang cukup ramai dan banyak.

Tetapi yang tidak ada, adalah orang2 yang berdagang minuman arak.

Ini yang mengherankan Kie Bouw.

Din telah menanyakan perihal keanehan tersebut pada seseorang yang berpapasan dengannya.

"Dikampung ini sulit mencari arak, tidak ada barangnya !"

Menjelaskan orang itu sambil tersenyum.Tetapi Kie Bouw merasakan adanya sesuatu kejanggalan pada keterangan yang diberikan oleh orang itu.

Karena dia melihatnya, orang tersebut waktu ber-kata2 begitu, dia juga memperlihatkan sikap seperti orang yang ketakutan, maka Kie Bouw merasakan betapa adanya sesuatu yang aneh pada peristiwa tersebut.

Dan saking penasaran, Kie Bow telah menanyakan pada seseorang lainnya.

Dari jawaban yang diterimanya sama saja, tidak ada arak diwarung ini.

Bukannya warung arak tidak mau menjualnya, tetapi memang tidak ada barangnya, inilah yang telah membuat Kie Bouw jadi ter-heran2 sekali, tidak mungkin disebuah kampung tidak ada arak jika memang warung arak ingin menjualnya.

Tentu akan ada penjual yang mendatangkan arak itu dari kota lain Tetapi tidak dijualnya arak dikampung ini pasti disebabkan sesuatu hal, maka dari itu.

Kie Bouw juga telah merasakan pasti persoalan tidak dijualnya arak dikampung ini mempunyal hubungan dengan peristiwa hantu Wie Ling.

Maka dari itu, Kie Bouw juga memang bermgksud dan urusan yang tengah dihadapinya merupakan urusan yang benar2 sangat aneh.

Berbeda dengan menghadapi penjahat yang berkepandaian tinggi, tentu Kie Bouw bisa menghadapinya dengan kepandaian yang dimilikinya.

Tetapi jika memang dia harus berurusan dengan hantu2 yang tidak keruan ujutnya itu, tentu saja membuat dia jadi sangat kuatir juga.

Mau tidak mau memang telah membuat Kie Bouw jadi berpikir keras.

Dia berusaha untuk dapat mencari jaIan keluar agar dapat untuk memecahkan teka teki iniBiar bagaimana memang Kie Bouw telah bertekad, dia harus dapat membuka tabir peristiwa yang aneh ini.

Namun yang membuat Kie Bouw suka ragu2 apakah dia yakin sanggup untuk berurusan deagan hantu2 seperti itu ?

Bukankah semalam juga dia tidak berdaya untuk melancarkan serangan kepada hantu2 itu Setiap serangan dan pukulannya seperti juga mengenai tempat yang kosong belaka?

Padahal Kie Bouw yakin pukulannya mengenai tepat sasarannya.

Tetapi anehnya mengapa dia seperti memukul angin kosong belaka?

Malam telah tiba lagi, keadaan kampung itu telah sepi sekali, walaupun malam begitu larut.

Kie Bouw telah melihatnya juga betapa penduduk kampung itu telah cepat2 menutup pintu rumah mereka masing2 dan telah mengurung diri tidak berani keluar pintu.

Rupanya perasaan takut yang bukan main begitu mencekam mereka.

Keadaan seperti ini membuktikan bahwa ancaman dari hantu Wie Ling memang telah menakutkan penduduk kampung itu.

Mau tidak mau telah membuat Kie Bouw bertambah beran.

Kwan Sin Lan juga tampak mulai dikuasai oleh perasaan takut, apa lagi sejak sore hari hujan mulai turun renyai2 dan disertai dingin, tentu saja telah membuat Kwa Sin Lan tambah merasa ngeri saja.

Sedangkan Kie Bouw telah berdiam didalam kamarnya dengan berbagai macam pertanyaan telah bergolak dihatinya, biar bagaimana dia tidak babis mengerti harus berurusan dengan golongan hantu2 itu.

Dan malam ini dia akan menerima gangguan juga dari hantu2 itu atau tidak ?Tetapi disaat itulah Kie Bouw baru teringat sesuatu.

"Mengapa aku tidak menyerah begitu saja agar diriku dibawa oleh hantu2 itu ?"

Pikirnya.

"Dan bukankah aku akan dibawa mereka kesebuah tempat yang menjadi tempat berkumpul mereka? Dengan demikian bukankah aku bisa mengetahui siapa biang keladinya ?"

Karena berpikir begitu, maka Kie Bouw sengaja merebahkan tubuhnya dan berdiam diri saja.

Matanya dipejamkan, tetapi dia tidak tertidur sekejappun juga.

Dia hanya pura2 tidur, sedangkan sikap kewaspadaannya tetap dipertajam.

Dia telah menunggui apakah hantu2 itu akan muncul pula malam ini.

Malam telah merangkak.

Dan juga telah semakin larut malam.

Kesunyian telah mencekam sekitar kamar itu.

Disaat itulah, Kie Bouw merasakan desiran jang sangat dingin, sehingga jantungnya jadi tergoncang.

Dia telah berdiam saja.

Dan ketika itu.

hati.

Kie Bouw jadi semakin tergetar saja oleh perasaan ngeri.

Karena entah dari mana, tahu2 ada empat sosok tubuh yang telah menyelinap kedalam kamarnya dan muncul begitu saja dengan tiba2.

Sedangkan keempat sosok tubuh itu telah sibuk mengikat Kie Bouw dengan semacam tali.

Kie Bouw berdiam diri saja, pura2 tertidur pulas, dia tidak memberikan perlawanan.

Padahal hatinya bukan main ngeri dan juga dia dapat mencium bau busuk yang menusuk hidung.

Hampir saja Kie Bouw tidak bisa menahan rasa muaknya itu dan ingin muntah.

Untung saja diamasih teringat bahwa dia tengah menjalankan sandiwaranya agar dirinya dapat dibawa kesarangnya hantu2 tersebut ini.

Maka dari itu, rasa mualnya dia telah tahan sat dapat mungkin.

Dia telah berdiam diri saja.

Dirasakan bahwa tali2 yang mengikat tubuhnya sama sekali tidak menimbulkan perasaan sakit.

Dan juga telah menyebabkan dia ter-heran2 seperti juga tubuhnya tidak terikat oleh sesuatu apapun juga.

Maka Kie Bouw tambah ter-heran2.

"Selesai !"

Kie Bouw mendengar salah satu suara hantu itu telah berkata perlahan begitu, Yang lainnya mengangguk.

Dan tahu2, Kie Bouw seperti bermimpi.

Dia merasakau tubuhnya seperti melayang-layang.

Saking penasaran, Kie Bouw telah membuka matanya.

Ternyata gelap gulita.

Dia tidak melihat sesuatu apapun juga, entah dia berada dimana.

Tetapi tubuhnya tidak sedang terkurung, dia bisa melihat kemana dia inginkan.

Tetapi tidak ada suatu bendapun yang berhasil dilihatnya.

Hanya tubuhnya yang seperti me-layang2 ditengah udara terbuka.

Dan gelap gulita, sehingga dia tidak berbasil melihat suatu apapun juga.

Sampai untuk melihat jari2 tangannya saja dia tidak mampu sama sekali.

Maka dari itu, mau tidak mau membuat Kie Bouw tambah ter-heran2.

Dan dia merasakan betapa dirinya benar2 berada dialam bawah sadar.

Inilah yang membuat hati Kie Bouw jadi tergoncang keras sekali.

Biar bagaimana dia merasakan bahwa dia telah berada dalam dunia yang lain.Karena dia tahu, tentunya dirinya telah dibawa menghilang dari pandangan mata manusia oleh hantu2 itu.

Dan seperti apa yang diceritakan oleh Kwa Sin Lan, bahwa ayahnya telah diperlakukan begitu.

tahu2 ayah dari sigadis telah lenyap begitu saja.

Dan tentunya lenyap dari ayahnya sigadis merupakan sesuatu hal yang sama dengan apa yang dialami oleh pemuda tersebut.

Juga hal ini memang telah disadari oleh Kie Bouw, maka dari itu, walaupun hatinya diliputi oleh perasaan tegang yang bukan main, dia telah berusaha untuk berdiam diri saja.

Lama juga tububnya telah ter-apung2 ditengah kegelapan begitu, sampai akhirnya dia merasakan dirlnya telah tiba disuatu tempat.

Cepat2 dia membuka matanya , Ternyata dirinya telah berada disuatu tempat yang benar2 berada dibawah sadar.

Karena tempat itu merupakan sebuah kota yang indah sekali .

Tetapi anehnya, kota tersebut sunyi sekali.

Pada muka rumah masing2 jang terdapat di tepi jalan itu, tampak penghuni rumah tengah duduk diberanda dengan ter-menung2.

Tentu saja Kie Bouw jadi ter-heran2, karena dia tidak mengetahui tempat apakah sebenarnya itu.

Maka dari itu, dengan sendirinysa Kie Bouw telah mengawasi dengan teliti.

Bangunan rumah2 tersebut juga sangat aneh bentuknya, karena rumah2 yang ada biarpun rumah2 batu, tetapi bentuknya tidak sama dengan rumah2 yang biasanya terdapat didaratan Tiong-goan.

Maka dari itu, mau tidak mau hal ini memang telah membuat Kie Bouw me-nerka2, apakah rumah2 yang ada ini memang merupakan rumah2 dari penghuni hantu2 belaka ?Inikah dunia hantu ?

Karena berpikir begitu, Kie Bouw jadi bergidik sendirinya, karena dia diliputi oleh perasaan seram disebabkan pemandangan yang dilihatnya.

Ternyata empat sosok hantu yang telah menculiknya itu merupakan hantu yang bisa bergerak cepat sekali, ---o-dwkz)0(TAH-o---BAGIAN 10 KIE BOUW telah dibawanya kesebuah rumah yang bentuknya kecil, tetapi tampaknya sangat bersih.

Tampak seorang lelaki tua yang memelihara jenggot panjang tengah duduk dimuka rumah itu.

Waktu melihat Kie Bouw dibawa oleh keempat sosok hantu itu, lelaki tua tersebut telah memandang dengan sorot mata yang dingin tidak berperasaan.

Sikapnya sama sekali tidak acuh.

Tentu saja Kie Bouw jadi ter-heran2 melihat penghuni tempat itu adalah manusia2 belaka.

Inilah yang telah membuat Kie Bouw berpikir keras, apakah orang tua itu juga telah diculik oleh hantu2 tersebut dan ditempatkan disitu.

Tetapi belum lagi Kie Bouw sempat untuk berpikir mengenai hal itu, tiba2 sipemuda telah merasakan betapa tubuhnya melayang ditengah udara.

Dan tubuhnya telah terbanting keras diatas tanah.

Seketika itu juga dia menderita kesakitan, karena tubuhnya memang telah dilempar oleh ke empat hantu itu.Kie Bouw juga berdiam saja.

Kaki dan tangannya belum dilepaskan dari ikatan tali2 itu.

Dan saat itu salah seorang hantu telah maju ke depan untuk membukakan ikatan tali yang tidak menimbulkan rasa itu.

Dia telah melepaskannya sehingga kebebasan sepasang tangan Kie Bouw dan juga sepasang kakinya bebas kembali.

Saat itu, terlihat betapa keempat hantu ini telah maju kedepan orang tua itu.

"Kami telah mengambilnya !"

Kata salah seorang hantu itu.

"Hemm ....... memang aku menginginkannya, tetapi dia merupakan seorang pemuda yang licik! Dia merupakan seorang pemuda yang sukar untuk ditundukkan."

Menggumam lelaki tua itu, kemudian dia telah melanjutkan perkataannya lagi .

"Tetapi biarpun begitu, aku tetap menginginkannya!"

Dan setelah berkata begitu, orang tua itu telah mengibaskan tangan kanannya..Keempat hantu itu seperti patuh padanya, mereka telah mengundurkan diri meninggalkan tempat itu.

Sedangkan orang tua itu telah memandang ke arah Kie Bouw dengan sorot mata yang tajam.

"Siapa namamu, nak ?"

Tegurnya. Kie Bouw sangsi sesaat, tetapi kemudian dia telah menyahutinya .

"Aku she Thang bernama Kie Bow!"

Menjelaskan pemuda ini. Orang tua itu tersenyum mendengar nama Kie Bouw.

"Siapakah paman sesungguhnya? Dan tempat apakah ini sebenarnya ?"

Tanya Kie Bouw lagi waktu dia melihat lelaki tua itu banya tersenyum saja.

"Ini adalah tempat Ratu Setan Wie Ling.......!"

Menjelaskan orang tua itu.

"Dan...... siapakah Ratu itu ?"

Tanya Kie Bouw kemudian dengan perasaan ingin tahu."Tentu saja pemimpin dari hantu2 ini !"

Menyahut orang tua itu.

"Jadi memang didunia ini sungguh2 terdapat hantu seperti dalam dongeng ?"

Tanya Kie Bouw. Dan pertanyaan yang diajukan oleh Kie Bouw memperlihatkan bahwa dia memang tidak mempercayai didunia ini terdapat hantu2 seperti itu. Orang tua itu tersenyum "Ya!"

Sahutnya "Lalu....... apakah hal itu merupakan dunia gaib dari dunia hantu ?"

Tanya Kie Bouw lagi. Orang tua itu mengangguk lagi.

"Benar .....! "

"Dan....... mengapa paman tua berada disini?"

Tanyanya lagi "Karena aku mewakili ratu untuk mengatur mereka !"

Menjelaskan orang tua itu.

"Kenapa harus begitu ?"

"Karena disamping kesibukan yang ada, Ratu juga tidak memiliki waktu untuk mengendalikan hantu2 ini ! Tetapi ...... aku telah dipercayakan oleh Ratu untuk mengurus mereka !"

"jadi paman tua adalah manusia seperti aku ?"

Tanya Kie Bouw lagi. Orang tua itu manggelengkan kepalanya, kemudian dia menghela napas.

"Bukan !"

Sahutnya.

"Aku datang ketempat ini tanpa jasadku lagi ! Tetapi engkau, engkau telah datang dengan badan kasarmu itu! Maka dari itu, keadaanmu dengan keadaanku sesungguhnya sangat berbeda sekali .....!"

Mendengar penjelasan orang tua tersebut Kie Bouw jadi tambah heran saja.Dia telah menghela napas sambil mengawasi orang tua itu seperti juga ingin meminta penjelasan.

"Hemmmm ....... rupanya memang kenyataan ini telah membuat kau heran dan tidak percaya! Dan tahukah engkau, wahai anak muda, bahwa kedatanganmu diculik ke-tempat ini, karena ketidak percayaanmu itu padaku........ !"

Mendengar perkataan orang tua itu, Kie Bouw tambah heran.

"Mengapa ? Aku sendiri belum pernah bertemu dengan paman tua, bagaimana pamao bisa mengatakan justeru aku tidak mempercayai paman tua?"

Tanya Kie Bouw dengan perasaaan tercengang.

"Hemmm, karena aku hantu..... dan kau tidak mempercayai adanya hantu, maka engkau akan dibuktikan untuk hal ini!"

Kata orang tua itu..

Bulu kuduk jadi merinding berdiri.

Biar bagaimana dia terkejut juga setelah mendengar bahwa orang tua itu adalah hantu juga.

Tetapi dia telah melihat jelas, bahwa orang tua itu adalah manusia biasa seperti dia.

Melihat dengan kedua matanya, memliki sepasang tangan, lengkap kedua kakinya dan tubuhnya utuh.

Apakah hantu juga memang sama seperti manusia?

Tengah pikiran Kie Bouw diliputi oleh berbagai pertanyaan itu, maka terlihat jelas bahwa orang tua itu telah tersenyum tawar.

Rupanya dia telah dapat membaca jalan pemikiran Kie Bouw.

"Hemmm....., sekarang kau percaya atau tidak adanya hantu didunia ini ?"

Tanya orang tua itu. Kie Bouw terdiam saja. Karena dia mengerti bahwa dia menghadapi urusan yang tak bisa diremehkan.

"Hemmmm......, aku tahu bahwa engkau memang tidak memparcayai adanya hantu! Sekarang engkau seranglah diriku.....! Pukulah sekuat tenagamu l"

Kio Bouw masih terdiam."Jika manusia terserang, tentu akan terpental oleh tenaga pukulanmu !"

Mendengar perkataan orang tua itu yang terakhir, Kie Bouw jadi penasaran juga. Dia ingin mengetahui juga kebenaran perkataan orang tua tersebut. Dia telah mengayunkan tangan kanannya.

"Wutt .......!"

Angin serangan itu cepat bukan main.

Dan kekuatan angin serangan itu bukan main cepatnya, karena itu, dia menduga se-tidak2nya biar bagaimana kuatnya daya tahan orang yang diserang itu, niscaya dia akan rubuh juga oleh tenaga serangannya.

Tetapi kenyataannya beberapa kali kemarin Kie Bouw melancarkan serangan terhadap hantu2 ini tetapi dia seperti menyerang angin belaka, Dan seperti sekarang ini, dimana dia melancarkan serangan dengan mengandung kekuatan tenaga yang bukan main dahsyatnya dan tenaga serangannya ini merupakan serangan yang bisa mematikan pada lawannya.

Tetapi orang tua itu malah berdiam diri saja tenang2 ditempatnya.

Tidak terlihat sedikitpun maksudnya akan mengelakkan diri dari serangan itu.

Tentu saja hal ini membuat Kie Bouw jadi ragu2, tetapi karena yang meminta diserang adalah orang tua itu sendiri, dengan sendirinya, mau tidak mau telah membuat Kie Bouw meneruskan serangannya itu tanpa mengurangi tenaga serangannya.

"Wutttt............... !"

Waktu mengenai tubuh hantu tua itu, tetap saja serangan Kie Bouw seperti menghantam udara hampa.

Tidak ada serangan yang terkena.

Padahal Kie Bouw merasakan betapa serangannya itu mengenai tepat pada sasarannya.Tetapi anehnya mengapa serangan itu justru tidak memberikan hasil.

Kepalan tangannya itu seperti juga lewat begitu saja melalui tubuh orang tua tersebut.

Dengan sendirinya, mau tidak mau telah membuat Kie Bouw penasaran.

Dia telah mengulangi lagi serangannya dengan kekuatan yang bukan main kuatnya.

Tetap saja dia menghantam angin.

Orang tua yang ada dihadapannya itu telah tersenyum mengejek, sinis sekali senyumnya itu.

Tentu saja Kie Bouw telah memandang dengan sorot mata penasaran.

Disamping itu dia juga mengkirik agak ngeri, karena Kie Bouw menyadarinya bahwa dia memang sedang berhadapan bukan dengan manusia.

Dan kemungkinan benarkah orang tua itu juga rnerupakan hantu belaka ?

Pikiran serupa itu tentu saja telah membuat Kie Bouw jadi merasa ngeri juga.

Maka dari itu, mau tidak mau telah membuat Kie Bouw hanya memandang bengong saja.

Dia telah melihat betapa orang tua itu telah menghela napas panjang sambil senyum.

"Sekarang tentunya kau telah mempercayai bahwa didunia ada hantu ?"

Tanya orang tua itu dengan suara yang perlahan, tetapi tegas.

Kie Bouw tidak segera menyahuti.

Dia memandangi saja orang tua itu.

Orang tua tersebut tersenyum.

Dia melihat bahwa Kie Bouw seperti tidak mau mempercayai apa yang dilihatnya.Tentu saja telah membuat orang tua itu, jadi penasaran sekali, maka dia telah berkata lagi dengan suara yang perlahan .

"Hemm........., jika memang engkau tidak mempercayainya, ya sudah! Tetapi yang jelas asal kau ketahui bahwa aku memang adalah setan2 yang dibawah perintah ratu Setan Wie Ling !"

"Siapakah setan Wie Ling itu ?"

"Beliau Ratu kami!"

"Sungguh2 setankah itu ?"

"Ya !"

"Apakah memang didunia ini sesungguhnya terdapat hantu2 ?"

Tanya Kie Bouw. Orang tua itu mengangguk.

"Ya......., seperti apa yang kau saksikan ini !"

Kie Bouw jadi bengong.

"Kau masih tidak percaya ?"

Kie Bouw diam saja.

"Kami memang hantu2, tetapi kami merupakan hantu2 penasaran yang seharusnya belum waktunya mati! Karena kami sesungguhnya telah melakukan kesalahan besar, waktu didunia dulu, semasa kami hidup sebagai manusia kami telah mencari kekayaan dengan hantuan setan! Maka dari itu, sekarang kami mati dengan berbagai cara, ada yang menjadi alas dapur setan2, ada juga yang menjadi binatang sembelihan setan2. Dengan sendirinya hidup kami lebih menderita dari apa yang ada hukuman dibumi ini !"

Mendeogar perkataan hantu tua itu, Kie Bouw jadi memandang bengong saja.

Biar bagaimana dia tidak mempercayai perihal hantu2 segala macam.

Tetapi kenyataan yang ada ini telah membuat Kie Bouw jadi bimbang.Karena biar bagaimana memang terlihat jelas bahwa hantu2 yang berkeliaran ini memang sesungguhnya bukan merupakan manusia-manusia belaka.

Jika manusia tentunya tidak bisa menghilang, membawa dan menculik Kie Bouw dengan cara yang begitu menakjubkan dan ajaib sekali sukar diterima oleh akal, maka mau tidak mau memang Kie Bouw harus mempercayai juga bahwa yang di hadapanya ini merupakan hantu2 belaka.

Diserang dengan kekuatan bagaimanapun juga, tidak mungkin bisa mengenai hantu2 itu.

Karena mereka hampir mirip2 dengan bayangan belaka, maka dari itu, mau tidak mau memang telah membuat Kie Bouw jadi berpikir keras, dia telah memandang jauh sekali kearah selatan, dia melihat banyak bangunan, rumah2 kecil dan sama bentuknya itu, dan Kie Bouw menghela napas.

"Untuk apakah diriku dibawa kedunia kalian!"

Tanya Kie Bouw akhirnya.

"Agar kau mempercayai bahwa didunia ini memang terdapat banyak sekali hantu2."

"Hemmm...... apa gunanya itu ?"

Orang tua itu telah senyum.

"Kami juga memerlukan bantuanmu !"

"Untuk apa ?"

"Suatu keperluan yang harus kau penuhi juga!"

Kata orang tua itu lagi.

"Katakan dulu !"

"Kau, kami perintahkan untuk membinasakan manusia2 dibumi, agar mereka menjadi setan2 penasaran, sehingga pengikut kami nantinya akan bertrambah banyak."

"Iblis !"Waktu mendesis begitu, hati Kie Bouw penuh kemarahan yang bukan main. Karena dia menganggap permintaan hantu itu kelewatan sekali.

"Ya, kami memang hantu !"

Menyahut orang tua itu dengan sikap yang tenang.

"Kalau aku menolak ?"

"Engkau yang akan menjadi hantu penasaran dan nantinya akan kami siksa !"

Kie Bouw merasakan bulu tengkuknya jadi meremang berdiri lagi.

"Suatu permintaan yang gila !"

Desis Kie Bouw lagi dengan gemas.

"Hemm...... kau tidak akan kami binasakan jika Engkau menyanggupi perintah kami, sehingga engkau boleh hidup terus didunia sebagai manusia biasa, tetapi engkau harus melaksanakan perintah kami itu......! Jika memang engkau melaksanakannya dengan baik, tentu kau akan mendapat penghargaan dari setan2 dan hantu2!"

Hati Kie Bouw jadi tergoncang keras sekali, karena biar bagaimana dia jadi bingung bukan main Bayangkan saja, sebagai seorang manusia, kali ini dia berhadapan dengan hantu2 belaka.

Bertemu dengan seorang hantu belaka saja sudah membuat tubuh gemetar ngeri.

Apalagi harus berkumpul dengan hantu2 yang demikian banyak jumlahnya.

Dan juga memang lebih hebat lagi dia berada diantara perkampungan hantu belaka.

Inilah yang telah membuat Kie Bouw jadi gemetar ngeri juga, biar bagaimana dia adalah seorang manusia, maka dia telah menyadari tidak mungkin dia bisa memberikan perlawanan kepada hantu2 penasaran tersebut.Biarpun dia memiliki kepandaian yang bagaima tingginya, tidak mungkin dia bisa memberikan perlawanan kepada hantu2 itu, maka mau tidak mau memang dia tidak berdaya.

ltulah sebabnya yang telah membuat Kie Bouw mau tidak mau harus dapat berpikir keras.

Dan satu2nya yang terpikir oleh Kie Bouw adalah meloloskan diri dulu dari perkampungan hantu itu.

Dan setelah keluar terbebas dari tempat hantu2 ini, barulah dia akan melarikan diri.

Tetapi orang tua itu telah dapat membaca apa yang dipikirkan oleh Kie Bouw.

"Hemm......, jika memang engkau berpikir untuk melarikan diri dari kami, niscaya kau akan memperoleh kesulitan !"

Kata hantu tua itu.

Tentu saja hal ini telah membuat Kie Beuw jadi terkejut kembali.

Dia menghela napas.

Biar bagaimana memang sulit baginya untuk dapat memberikan perlawanan pada hantu2 itu.

Maka dengan cepat dia telah mengangguk.

"Baiklah ... perintah apa saja yang akan di berikan kepadaku? Katakanlah !"

"Hemmm....... sudah kukatakan tadi, tugasmu hanyalah mem-bunuh2i manusia belaka ! Nanti anak buah kami yang akan mengambil arwah2 penasaran Itu ..... ! Mengertikah kau ?"

Kie Bouw akhirnya nekad. Pemuda ini telah mengengguk.

"Baiklah !"

"Berani berjanji ?"

"Berjanji ?"

Tanya Kie Bouw terkejut.

"Ya, berjanji !"Bulu kuduk Kie Bouw meremang lagi. Berjanji dengan setan ! Itulah suatu pekerjaan yang benar2 membuat bulu tengkuk jadi berdiri. Mengerikan sekali, tentu saja Kie Bouw jadi memandang bengong saja dengan hati gelisah.

"Bagaimana"

Tegur hantu tua itu. Kie Bouw tambah bimbang.

"Heemm........"

Dia tidak bisa segera menyahuti.

"Cepat katakan, kau berani berjanji !"

Kie Bouw tambah bimbang. Berjanji dengan setan bukanlah pekerjaan yang enak, maka dari itu, mau tidak mau memasa Kie Bouw tidak berani memberikan janjinya.

"Baiklah, jika engkau tidak mau memberikan janjimu, akupun tidak dapat memaksamu .."

Mendengar perkataan hantu tua itu, Kie Bouw jadi tambah bimbang saja. Dia berdiam sejenak kemudian baru berkata .

"Baiklah, aku tideak mau memberikan janjiku! Aku ingin meminta pada kalian untuk memberikan aku waktu selama tiga hari untuk memikirkannya."

"Boleh ! Kau mau, tinggal disini dulu, bukan?."

Kembali bulu tengkuk i Bouw jadi mengkirik.

Tinggal ber-sama2 hantu itu ?

Ohhh..........betapa mengerikan sekali.

Tentu saja Kie Bouw tidak mau.

Maka cepat2 dia telah menggelengkan kepalanya lagi."Aku akan kembali keduniaku seperti biasa, dan setelah nanti tiga hari, orang2mu boleh datang padaku ....

aku akan memberikan kabar padamu!".

Mendengar perkataan Kie Bouw, hantu tua itu telah bimbang sejenak.

Namun akbhirnya dia mengangguk juga.

"Begitupun boleh!"

Katanya.

"Nah aku ingin kembali pula keduniaku, kau harus mengembalikannya"

"Silahkan, kau bisa kembali keduniamu itu dengan mudah! Sebutlah sebanyak tiga kali! . Kembali........! Kembali........! Kembali.........! Maka kau akan segera kembali keduniamu!"

Kie Bouw telah menyebut perkataan kembali se-banyak tiga kali.

Seketika itu juga keadaan disekeliling jadi gelap-gulita, Orang tua itu juga telah lenyap.

Begitu juga perkampungan hantu itu telas sirna pula Dan ketika segalanya telah menjadi terang kembali, dan Kie Bouw telah dapat melihat segalanya, dia jadi ter-heran2 dirinya ternyata beada di-tengah2 hutan belantara.

Keringat dingin jadi membanjir keluar dari kening dan tububnya.

Cepat2 Kie Bouw telah meninggalkan tempat itu.

---oo-dwkz)0(TAH-oo---BAGIAN 11 KETIKA sampai dirumah penginapannya Kie Bouw masih memburu napasnya, Dia segera menemui Kwa Sin Lan.

Diceritakan, segala apa yang telah dialaminya itu kepada si gadis.Tentu saja Kwa Sin Lan jadi merasa ngeri sekali, berulang kali sigadis telah mengeluarkan seruan ketakutan dan wajahnya telah berobah Pucat Pasi.

"Jadi kau telah berkumpul dengan hantu2 itu ?"

Tanya sigadis. Kie Bouw telah mengangguk cepat.

"Ya .......dan mereka telah mengetahui apa yang kita pikirkan! Inilah yang membuat aku jadi heran dan tidak habis mengerti ! Dan juga memang suatu hal tidak masuk dalam akal, begitu aku menyebut perkataan "kembali"

Tiga kali, tubuhku telah berada dalam keadaan sadar pula, seperti ba ru terbangun dari mimpi belaka!

Kalau di lihat dari keadaan demikian, pusat hantu2 Wie Ling itu berada dibutan belantara diluar kampung sebelah barat.......!

Hemm........

begitu aku telah kembali kealam sadar, aku telah berada di-tengah2 hutan itu.........!"

Tampak Kwa Sin Lan telah mengangguk dengan memperlihatkan perasaan takut pada wajahnya. Saat itu Kie Bouw telah melanjutkan perkataannya lagi .

"Jadi tegasnya kita harus segera meninggalkan kampung ini! Biar bagaimana, kita orang2 dari kalangan rimba persilatan tidak bisa menghadapi hantu2 itu ! Kepandaian yang kita miliki jadi tidak ada artinya sama sekali !"

Mendengar perkataan Kie Bouw, Kwa Sin Lan tadi memperlihatkan wajah yang murung.

"Lalu bagaimana dengan keadaan ayahku ?"

Tanyanya.

Kie Bouw jadi menghela napas, dia juga jadi bingung.

Memang sebetulnya bisa saja dia meninggalkan perkampungan itu untuk menghindarkan diri dari setan2 itu, tetapi rasa keadilan dan kependekaran darinya, tidak bisa melakukan tindakan seperti itu.Sedang Kwa Sin dan Kie Bouw termenung dengan kebingungannya yang sangat, tiba2 terdengar orang berkata perlahan dimuka kamar mereka .

"Omitohud ! Mengapa harus sulit2 berpikr keras begitu ?"

Dan Kwa Sin Lan maupun Kie Bouw jadi terkejut bukan main, mereka telah menoleh kearah pintu.

Pintu kamar sigadis memang tidak tertutup, maka dari itu ketika mereka menoleh, mereka telah melihat seorang hweshio berdiri diambang pintu.

Wajah si hweshio tampak bersih dan agung.

Dan terlihat betapa wajahnya memperlihatkan sikapnya yang welas asih dan juga ramah sekali.

Saat itu si hweshio tengah memandang kearah mereka dengan seulas senyuman tersungging dibibirnya.

Dengan sendirinya, mau tidak mau Kie Bouw dan Kwa Sin Lan lenyap sebagian rasa kagetnya.

"Boleh Lolap (aku) masuk ?"

Tanya sihweshio sambil mengangguk ramah. Kwa Sin Lan mengangguk.

"Boleh Taisu !"

Menyahuti sigadis. Hweshio itu telah melangkah masuk.

"Lolap bergelar Kong-tai Siansu !"

Kata sihweshio dengan suara yang ramah.

"Dan Lolap melihat betapa pada alis dari sicu terdapat tanda2 hitam....... tentu tengah diganggu oleh hawa kotor ! Kedatangan Lolap keperkampungan ini untuk membasmi setan Wie Ling, untuk memenuhi permintaan salah seorang sahabat Lolap!"

Mendengar perkataan si Hweshio, tiba2 sekali wajah Kie Bouw dan Kwa Sin Lan jadi berobah ber-seri2.

Tampaknya mereka jadi girang bukan main, karena seketika itu juga pikiran mereka telah terbuka.Terlihat jelas sekali, betapa Kie Bouw menyadarinya babwa dia bersama Kwa Sin Lan memang tidak mungkin dapat menghadapi hantu seperti itu memang seharusnya Hweshio2 seperti Kong-tai Siansu.

Cepat2 Kwa Sin Lan dan Kie Bouw telah bangkit dari duduk mereka.

Keduanya telah merangkapkan tangan mereka memberi hormat pada si Hweshio.

Dan ke-dua2nya juga telah memperkenalkan diri mereka masing2.

Dengan sendirinya, mereka telah saling berkenalan.

Dan terlihat jelas, si hweshio memang telah dapat melihat keadaan wajah Kie Bouw dan Kwa Sin Lan.

Rupanya hweshio ini lebih waspada.

Mereka telah merasakan bahwa hweshio ini juga memang memiliki ilmu bathin yang kuat.

Dan ilmu seperti itu memang lebih sesuai untuk dapat menghadapi hantu2.

Maka dari itu, dengan cepat sekali mereka telah berkata dengan suara mengharap .

"Dapatkah Siansu menolong kami ?"

Tanya Kwa Sin Lan dengan suara penuh harapan.

"Tentu ! Tentu ! Apakah yang telah menimpah diri Siocia dan kesulitan apakah itu?"

Tanya hweshio.

"Hemmm........ sebetulnya kami tengah menghadapi kesulitan disebabkan ayah dari nona Kwa diculik oleh hantu2 itu !"

Kata Kie Bouw menjelaskan. Si hwesbio tersenyum. Dia memejamkan mata nya dan mulutnya kemak-kemik membaca liam keng. Dan kemudian dia membuka matanya kembali, sambil katanya .

"Menurut penglihatan Lolap, ayahmu masih hidup, dia dikurung oleh hantu-hantu itu.......!""Benarkah itu Taisu ?"

Tanya Kwa Sin Lan dengan suara tersendat girang.

"Ya......."

Menyahuti si hwesbio.

"Dan Lolap akan coba2 untuk mengambil dan membawanya kembali."

Dan setelah berkata begitu si hwesbio telah kemak-kemik lagi.

Rupanya dia tengah membaca mantera dan juga liam-keng-nya.

Dan segera juga terlibat tubuhnya gemetaran keras sekali, rupanja dia tengah mengerahkan kepandaian dan ilmunya.

Saat itu terlibat, betapa keringat juga telah mengucur deras sekali.

Kie Bow don Kwa Sin Lan yang menyaksikan ini jadi memandang dengan sorot mata yang berkuatir.

Mau tidak mau memang telah membuat mereka jadi diliputi oleh perasaan kuatir juga, kalau2 si hwesbio ini gagal dengan usahanya.

Dan apa yang mereka takuti itu rupanya masih berlangsung terus.

Saat itu, terlihat betapa si hweshio Kong Tai Siansu telah mengeluarkan perkataan.

"Kembalilah !"

Tetapi tubuhnya jadi tergetar keras, rupanya dari pihak hantu2 itu terjadi perlawanan yang kuat.

Mau tidak mau memang usaha sihweshio ini bebat sekali, karena dia telah mengerahkan ilmunya, dan apa yang dilakukannya itu telah membuat si hweshio jadi gemetaran tidak hentinya.

Didalam hal ini telah membuat Kwa Sin Lan dan Kie Bouw tambah diliputi rasa ngeri dan kuatir.

Diam2 mereka juga telah berdosa, agar usaba si hweshio ini berhasil.

"Cepat2 kembali !"Tiba2 si hweshio telah berteriak begitu dengan suara yang parau. Tetapi keadaan tetap hening.

"Kembalikan atau, kalian akan hancur !"

Tetap hening.

"Kalian membandel ?"

Tetap hening, hanya tampak tubuh si hweshio telah tergoncang keras.

Rupa2nya mereka telah melakukan suatu pertempuran.

Antara si hweshio dengan kelompok hantu2 itu.

Dan Pertempuran seperti itu masih berlangsung terus, karena tubuh si hweshio masih tergoncang terus menerus dengan keras, wajahnya tampak berubah-rubah Keringat juga banyak membanjir keluar.

MeIihat hal ini tentu saja telah membuat Kie Bouw dan Kwa Sin Lan tambah diliputi oleh kegelisahan yang akan main.

Apa yang tengah terjadi merupakan suatu kejadian yang benar2 merupakan suatu kejadian yang jarang sekali terjadi.

Dan bagi Kie Bouw atau Kwa Sin Lan, apa yang dilakukan oleh hweshio itu merupakan juga suatu peristiwa yang benar2 merupakan kejadian yang jarang dan hampir boleh dibilang tidak pernah mereka saksikan.

Dengan sendirinya, mau tidak mau didalam hal ini telah membuat muda-mudi ini jadi memandang dengan hati yang berkuatir sekali.

Saat itu, terlihat si hweshio Kong-tai Siansu telah membentak keras .

"Kembalikan !"

Dan disekeliling kamar itu telah terdengar suara yang aneh sekali, seperti orang yang mendesis.

Dan juga, terlihat betapa ruangan kamar ini siperti tergoncang keras.

Mau tidak mau didalam hal ini telah membuat Kie Bouw dan Kwa Sin Lan memandang dengan ter-heran2 dan jantung mereka juga telah tergoncang keras.Mau tidak mau didalam hal ini telah membuat Kie Bouw maupun Kwa Sin Lan jadi tergetar dan berkuatir sekali.

Apa lagi mereka telah melihatnya betapa tubuh dari si hweshio telah tergoncang keras sekali.

Mau tidak mau memang telah membuat Kie Bouw jadi memandang dengan sepasang mata yang terpentang lebar2.

Dia mengawasi dengan sorot mata berkuatir dan jika memang dia mengetahui ilmu apa yang harus digunakan untuk menolongi hweshio itu, dia tentu akan turun tangan menolonginya.

Tetapi mengenai ilmu yang menyangkut dunia dan persoalan ajaib itu, sama sekali tidak dimengerti oleh Kie Bouw.

Mau tidak mau telah membuat Kie Bouw dan Kwa Sin Lan hanya dapat memandang dengan bengong saja.

Biar bagaimana memang kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw dan Kwa Sin Lan semakin diliputi oleh perasaan kuatir yang sangat.

Saat itu kedua tangan dari Kong-tai Siansu telah ber-gerak2, dan terlihat betapa tubuh dari hweshio ini juga telah tergoncang keras sekali.

Disamping itu, juga tampak jelas betapa sepasang kaki dari si hweshio yang duduk bersila itu, telah ber-goyang2 keras sekali Kepalanya yang gundul itu tampak menitik butir2 keringat yang sangat banyak sekali.

Dengan sendirinya didalam hal ini telah tentu buat Kie Bouw dan Kwa Sin Lan mementang mata mereka masing2 semakin lebar.

Juga terlihat jelas betapa si hweshio telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memberikan perlawanan pada hantu2 yang rupanya tengah memberikan perlawanan keras padanya.

Maka dari itu, tidak heran, semakin lama semakin keras juga yang terjadi goncangan didalam kamar itu.

Dan juga telah tampak pula, betapa gerakan yang ada pada diri si hweshio itu telah merupakan gerakan yang sangat hebat, karena dia selainmengerahkan seluruh kemampuannya juga telah mengeluarkan seluruh ilmu yang dimilikinya.

Rupanya perlawanan yang diberikan oleh rombongan hantu2 itu sangat kuat sekali.

Dan perlawanan seperti ini telah membuat si hweshio yang hanya seorang diri harus menghadapi hantu yang berjumlah sangat banyak itu, telah membuat Kie Bouw dan juga Kwa Sin Lan memperoleh kenyataan si hweshio agak kewalahan juga.

Tetapi hweshio itu sama sekali tidak mengenal mundur, dia telah mengempos terus kepandaiannya, dan disertai pula oleh suara bentakannya .

"Kembalikanlah !"

Dan getaran yang terjadi pada diri si Hweshio yang keras bukan main telah terlibat jelas sekali bahwa dia tengah menghadapi suatu saat2 yang sangat menentukan sekali.

Mau tidak mau memang telah membuat Kwa Sin Lan dan juga Kie Bouw memang tambah berkuatir sekali.

Apalagi memang mereka jaga telah melihat-nya bahwa napas dari si hweshio telah mendengus keras den cepat sekali, mau tidak mau teIah membuat hweshio itu tampaknya letih sekali.

Dan Kwa Sin Lan atau juga Kie Bouw memang dapat menerkanya bahwa si hweshio tentu nya tengah menghadapi hantu2 yang banyak jumlahnya.

Rupanya si hweshio tengah dikereyok oleh hantu2 itu, sehingga dia sama sekali tampak nya sibuk mengerahkan seluruh kekuatan yang ada.

Disaat itulah, diantitara suara mendesah napas dari pendeta itu, maka terlihat si hweshio tampaknya telah habis kesabaran hatinya.

Dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras.

"Hancurlah..........!"

Kong-tai Siansu telah mengempos semangatnya.Dia telah menyalurkan seluruh ilmu dan kekuatan bathinnya untuk menyerang.

Terdengar suara pekikan tanpa wujud.

Dan disaat itu pula telah terlihat betapa goncangan yang terjadi diruangan ini telah terhenti.

Dan anehnya, seketika itu juga disudut ruangan itu nampak ayah Kwa Sin Lan.

Dengan sendirinya si gadis she Kwa itu mengeluarkaa seruan girang.

Dia telah berlari menubruk dan merangkulnya.

Tentu saja hal ini telah membuat Kie Bouw juga jadi girang bukan main.

Disaat itulah, dia melihat betapa ayah Kwa Sin Lan telah menggeliat, seperti baru tersadar dari mimpinya, Sedangkan si hweshio Kong-tai Siansu telah berhenti dari semadhinya.

Dia telah berdiri dungan keringat dingin yang mengucur deras.

"Selesai !"

Kata si hweshio. Kie Bouw, Kwa Sin Lan dan ayah sigadis telah menyatakan terima kasih mereka.

"Aku bukan hanya menolongi ayahmu, nona, coba kalian lihat keluar, hutan tempat sarang hantu2 itu telah kuhancurkan.....!"

Kata si hweshio lagi.

Dan Kie Bouw bertiga telah melongok keluar.

Benar saja, dari kejauhan terlihat hutan diluar kampung itu tengah terbakar.

Dan Kong Tai Siansu telah menjelaskan, dengan terbakarnya hutan itu, berarti musnahnya istana dari wilayah hantu itu.

Dan untuk selanjutnya penduduk kampung itu tidak akan djganggu oleh keganasan hantu2 itu lagi .............Kie Bouw bertiga telah menarik napas lega.

Sedangkan si hweshio telah meminta diri, karena dia harus melakukan perjalanan lagi, guna mencari tempat2 hitam untuk dibasminya dari gangguan setan itu.

Dan kenyataan seperti ini telah membuat Kie Bouw merasa berat untuk berpisah dengan hweshio itu.

Begitu juga halnya dengan si gadis sbe Kwa dan ayahnya.

Tetapi karena si hweshio telah menyelesaikan tugasnya, maka dia telah pamitan lalu mereka pun berpisah.

Sedangkan Kie Bouw juga telah berpisah dengan Kwa Sin Lan dan ayah si gadis.

Mereka telah meninggalkan kampung itu untuk meneruskan perjalanan mereka .....

---oo~dwkz.0.Tah~oo---BAGIAN 12 PENGALAMAN yang telah dialami oleh Kie Bouw merupakan pengalaman yang mengerikan dan berkesan dihati pemuda ini.

Dia juga merasakan betapa apa yang dialaminya itu merupakan pengalaman yang jarang sekali dapat diperoleh diatas permukaan bumi.

Bayangkan saja, seorang yang telah melatih diri didalam ilmu silat yang tinggi, harus berhadapan dengan hantu2.......

tentu saja hal itu memang sulit sekali untuk dilawan.

Kenyataan seperti ini mau tidak mau telah membuat Kie Bouw jadi menghela napas lagi, dan membuat Kie Bouw bertekad dia memang harus dapat turun tangan guna dapat menolongi pihak yang lemah dari tindasan sikuat.

Berkat pertolongan yang diberikan oleh Kong Tai Siansu maka persoalan dengan hantu itu telah dapat diselesaikan dan wilayahkekuasaan hantu2 penasaran itu telah dapat dimusnahkan berkat ilmu si pendeta Kong Tai Siansu yang memang hebat.

Perjalanan pemuda ini menuju kearah timur.

Dia melakukan perjalanan dengan cepat.

Didalam waktu tiga hari Kie Bouw telah berada diwilayah Sucoan, dikota Hay-ping-kwan.

Dan kota ini merupakan kota yang sangat besar sekali.

Dan waktu Kie Bouw tiba dikota itu matahari telah naik tinggi, hari telah siang benar dan Kie Bouw telah memasuk kota itu dari pintu bagian barat.

Maksud Kie Bouw ingin beristirahat dan untuk menangsal perutnya yang sudah lapar, tetapi ketika Kie Bouw tengah melangkahkan kakinya itu sambil memandang kekiri dan keknan untuk melihat2 tempat untuk bersantap, disaat itulah tiba2 telah dihadang oleh seorang pengemis tua.

"Tuan muda maukah kau menolongku ?"

Tanya sipengemis dengan tubuh yang ter-bungkuk2 dan seperti juga mengharapkan sekali pertolongan dari Kie Bouw."

"Pertolongan ? pertolongan apa paman pengemis ?"

Tanya Kie Bouw.

"Ya ...... aku situa sudah empat hari tidak makan, maukah kau menolongku memberikan satu atau dua tail buatku untuk membeli makanan"

Kata sipengemis.

Kie Bouw tidak segera menyahuti, karena dia telah memandang dengan sorot mata yang tajam pada pengemis itu.

Dia tetah memandangi saja dan me-lihat2 apakah pengemis ini benar2 merupakan seorang pengemis yang harus dikasihani.

Dan setelah melihat usia dari pengemis yang memang telah lanjut dan juga memang melihat tubuh sipengemis yang kuruskerempeng, akhirnya Kie Bouw telah merogo sakunya, dia mengeluarkan dua tail perak.

Diberikannya uang itu pada si pengemis, dan sipengemis telah menerimanya sambil mengucapkan terima kasihnya berulang kali.

Dan Kie Bouw telah melanjutkan perjalanannya lagi.

Tidak jauh dari tempatnya berada, dia telah melihat sebuah rumah makan yang tidak begitu besar, tetapi bersih.

Kie Bouw menghampirinya, dilihatnya didalam ruangan makan itu telah terdapat beberapa orang ramu.

Tetapi masih terdapat meja2 yang kosong, segera Kie Bouw memilih sebuah meja dan rnemesan makanan untuknya pada pelayan yang telah menghampirinya.

Dengan cepat makanan yang dipesan oleh Kie Bouw telah datang diantar pelayan itu.

Dan per-lahan2 Kie Bouw teleh menikmati makanan itu.

Tetapi ketika Kie Bouw tengah bersantap begitu, tiba2 dia mendengar suara jeritan.

Dengan terkejut Kie Bouw menoleh kearah pintu dari rumah makan tersebut, dan dia melihat seorang gadis tengah ditempiling oleh seorang lelaki bertubuh tinggi besar.

Tempilingan itu telah membuat tubuh gadis itu berputar dan terpelanting.

Dan si gadis me-raung2 Tentu saja Kie Bouw merasa kurang senang melihat pemandangan seperti ini.

Dia telah meletakkan sumpitnya dan mengerutkan sepasang alisnya!

Diawasi nya orang lelaki bertubuh tinggi besar itu dan juga dia telah melihat betapa lelaki itu telah mengulurkan tangan nya menjambak rambut si gadis.Dan ketika tangan kirinya telah melayang lagi, maka segera juga muka gadis itu telah kena di tempilingnya.

Keras sekali tamparannya.

Karena tubuh gadis itu telah terjungkel dan terguling diatas tanah.

Seketika itu juga telah membuat Kie Bouw jadi tambah tidak senang.

Darahnya juga jadi mendidih.

Dengan cepat Kie Bouw berdiri dari tempat duduknya, sedangkan tamu2 yang lainnya setelah melihat peristiwa tersebut, hanya berdiam diri saja dan meneruskan makan mereka masing2.

Seperti juga urusan ini tidak dianggap oleh mereka Saat itu, terlihat betapa Kie Bouw telah melangkah keluar.

Berbareng mana saat itu lelaki bertubuh tinggi besar itu tengah mengulurkan tangannya menjambak rambut dari gadis itu lagi!

maksudnya akan melancarkan serangan lagi.

Tetapi dengan gerakan yang cepat bukan main, Kie Bouw telah mencelat.

Dia telah menggerakkan tangannya, segera juga terdengar yang nyaring ......

Plakk.......!

plakkk.......!

Ternyata muka lelaki tinggi baser itu telah kena ditempilingnya.

Dan tempilingan yang dilakukan oleh Kie Bouw merupakan tempilingan yang sangat kuat.

Karena terlihat betapa tubuh lelaki tinggi besar itu telah terpental.

Dan tubuhnya bergulingan diatas tanah.

Tentu saja hal ini telah membuat lelaki tinggi besar itu jadi murka sekali.

Dia telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras bukan main.

Dan dengan mengeluarkan suara teriakan, dia telah bangkit berdiri.

Dia berteriak begitu dengan suara yang sangat mengguntur.

Terlihat betapa tubuhnya telah menerjang kearah Kie Bouw dengan wajah yang bengis.Si gadis yang tadi disiksanya telah duduk menangis dipinggir jalan.

Tampaknya gadis itu ketakutan sekali, Sedaagkan Kie Bouw telah memandang saja serangan dari lelaki itu.

Sedikitpun juga Kie Bouw tidak menepi atau mengelakkan serangan yang dilancarkan oleh lawannya, Dan setelah terjangan lelaki tinggi besar ini hampir tiba, dengan gerakan yang amat cepat sekali, Kie Bouw telah mengeluarkan suara dengusan.

Dengan kecepatan yang bukan main dia telah membentak dan menggerakkan tangan kirinya.

Dan tampaklah tubuh orang itu telah terpental keras sekali.

Dan terbanting diatas tanah.

Seketika itu juga lelaki bertubuh tinggi besar itu telah meraung dengan suara yang menyayatkan, karena tangan kanannya telah patah.

Tentu saja dia jadi menderita kesakitan yang bukan main, dan dengan mengeluarkan suara rintihan dia telah merangkak untuk dapat berdiri.

Disaat itulah, tampak sigadis telah menutupi mukarnya menangis ketakutan.

Tatapi lelaki bertubuh tinggi besar itu rupanya memang seorang yang bandel.

Walau dia telah diserang begitu rupa dan telah dihajar sampai tangannya patah oleh Kie Bouw kenyataannya dia tidak mau sudah sampai disitu saja.

Dengan cepat dia telah berdiri dan telah melompat akan melancarkan serangan lagi.

Disebabkan tangan kanannya telah patah, maka dia menyerang dengan tangan kirinya.

Dia melompat menerjang begitu disertai oleh suara raungan yang manyeramkan sekali.

Dan juga gerakannya sangat kejam dan telengas sekali, karena dia bermaksud akan menghajar hancur batok kepala Kie Bouw Tentu saja Kie Bouw jadi mendongkol bukan main melihat hal ini.

Dengan mengeluarkan suara seruan yang nyaring tampak Kie Bouw telah menggerakkan tangan kirinya, dengan cara melintang,untuk menangkis serangan lawannya.

lalu tangan kanannya telah nyelonong dan menghajar telak sekali dada lelaki itu.

"Bukkk..............!"

Tubuh lelaki yang tinggi besar itu telah terpental lagi dengan keras.

Ambruk diatas tanah dan terbanting dengan tangan kirinya telah patah lagi !

Dia mengeluarkan suara rintihan sambil berdiri Dia mengawasi Kie Bouw dengan sorot mata yang bengis sekali, sambil bentaknya.

"Siapa kau ? Mengapa kau mencampuri urusan ku ?"

Bentaknya dengan bengis.

"Aku she Thang dan bernama Kie Bouw!"

Menyahuti Kie Bouw dengan tawar. Muka lelaki tua itu tampak tambah bengis.

"Hemm, kau tunggulah sebentar ... aku akan segera kembali"

Kata lelaki tua itu.

"Silahkan .. aku akan menunggu ?"

Kata Kie Bouw dengan suara yang tawar.

Sedangkan lelaki tinggi besar yang telah patah kedua tangannya itu, setelah mengawasi Kie Bouw sejenak, te!ah membalikkan tubuhnya dan meninggalkan tempat itu.

Kie Bouw hanya mengawasi saja, sedangkan si gadis yang tadi telah disiksa oleh lelaki tinggi besar itu cepat2 menghampiri Kie Bouw dan berlutut dihadapan pemuda tersebut.

Kie Bouw tentu saja jadi repot untuk menghindarkan penghormatan itu.

"Terima kasih atas pertolongan yang diberikan oleh Kui-jin !"

Kata sigadis."Jangan banyak peradatan... !"

Kata Kie Bouw.

"Siapakah nona ? Mengapa disiksa oleh orang itu?"

Sigadis menangis lagi.

"Siauwlie Khang Pai Lan... !"

Katanya.

"Dan Siauwlie berdagang bakso dipojok jalan ini, tetapi orang itu buaya kota ini, selalu memerasku, ingin meminta pajak liar..... dan hari ini kebetulan daganganku tidak laku, sehingga kukatakan padanya aku tidak mempunyai uang. Tetapi dia jadi marah dan telah menyiksaku."

"Hmmm.........., nona jangan takut, nanti akan kuhajar lagi dia !"

Kata Kie Bouw.

"Pergilah kau kembali ketempatmu !"

Gadis itu yang ditolong oleh Kie Bouw telah menyatakan terima kasihnya berulang kali.

Dan dia juga telah melihatnya bahwa Kie Bouw memang memiliki kepandaian yang sangat tinggi.

Dengan sendirinya, membuat dia sangat kagum.

Dengan perasaan berterima kasih sekali dia telah berlalu dari tempat itu.

Kie Bouw melanjutkan makannya.

Sedangkan tamu2 dari rumah makan itu telah mengawasi kearah Kie Bouw dengan perasaan kagum.

Di antara mereka juga ber-bisik2 memperbincangkan si pemuda yang tangguh ini.

Tetapi Kie Bouw sudah tidak memperdulikan semua itu, dia telah meneruskan makannya.

Saat itu, dia juga tengah menantikan kedatangan lelaki tinggi besar yang menjadi buaya darat dikota ini.

Dan Kie Bouw memang yakin lelaki buaya darat kota ini akan datang kembali dengan kawan2nya.

Tetapi Kie Bouw tidak jeri.

Malah dia ingin menantikannya, agar dapat memberikan hajaran pada buaya2 darat itu.

Dan itulah sebabnya sengaja Kie Bouw menanti saja dengan melahap makanannya per-lahan2.

Dia bersantap juga tanpa memperdulikan keadaan se kelilingnya.Lama juga Kie Bouw berdiam dirumah makan itu, sampai akhirnya dari kejauhan terdengar suara yang ramai.

Semua orang yang menjadi tamu rumah makan itu jadi berobah muka mereka, menjadi pucat.

Begitu juga para pelayan rumah makan tersebut, tampaknya ketakutan.

Dan diantara para pengunjung rumah makan itu yang nyalinya kecil, telah cepat2 meninggalkan ruangan rumah makan itu.

Rupanya mereka tidak mau jika nanti menjadi sasaran dari perkelahian atau keributan yang akan terjadi.

Sedangkan para pelayan rumah makan itu masing-masing telab mencari tempat yang aman.

Mereka bersembunyi dibalik kursi dan meja.

Diantara suara ramai2 yang semakin jelas terdengar itu, tampak belasan orang dimuka rumah makan itu.

Salah seorang diantara mereka terlihat lelaki tinggi besar yang sepasang tangannya telah dipatahkan Kie Bouw.

Tentu saja hal ini membuktikan bahwa lelaki tinggi besar itu telah mengajak kawan2nya ini buat mengeroyok Kie Bouw atau mengepruknya.

Tetapi Kie Bouw tidak jeri.

Dia masih duduk dikursinya.

Sikapnya tenang sekali.

"Keluarlah.....!"

Bentak lelaki tinggi besar yang sepasang tangannya telah patah itu. Dan tampak Kie Bouw berdiri dari duduknya. Per-lahan2 dia melangkah keluar.

"Apa yang kau inginkan lagi ?"

Tanya Kie Bouw dengan sikap yang tenang."Jiwamu.......!"

"Hemm........., tetapi tidak semudah itu !"

"Kau harus mampus....... !"

"Walaupun jumlah kalian demikian banyak, tetapi jargan harap dapat mencelakai diriku! mungkin kalian yarg akan terbinasa keseluruhannya ! lebih baik kalian bubar saja!"

Tentu saja perkataan Kie Bouw ini telah membuat belasan orang itu jadi murka bukan main.

Dengan mengeluarkan suara teriakan2 yang mengguntur, mereka telah menerjang.

Gerakan yang mereka lakukan itu sangat bengis dan kejam sekali.

Dan juga terlihat jelas, betapa gerakan yang mereka lakukan itu juga merupakan gerakan untuk membinasakan Kie Bouw.

Tetapi Kie Bouw tetap berdiri tenang2 ditempatnya, sedikitpun juga dia tidak bergerak dari tempatnya berdiri.

Dia hanya memandang dengan sorot mata yang sangat tajam pada terjangan belasan orang itu.

Dan suara gemuruh terdengar disebabkan pekik teriakan belasan orang itu, para pelayan rumah makan itu tambah ketakutan.

Tetapi Kie Bouw tenang sekali.

Pada wajahnya tidak terlihat perasaan takut sedikitpun juga, karena dia memaog tidak merasa jeri.

Ketika melihat terjangan orang2 itu hampir tiba, dengan mengeluarkan suara seruan yang keras sekali, tampak Kie Bouw telah menggerakkan sepasang tangannya, Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bauw bukannya gerakan yang sembarangan.

Karena pada kedua tangannya itu telah disaluri oleh tenaga dalam yang kuat sekali.

Kali ini Kie Bouw juga tidak berlaku sungkan2 lagi, karena mengetahui orang2 itu adalah buaya2 darat yang jahat.

Maka dengan mengeluarkan suara teriakan yang keras sekali, dia telah melancarkan serangan dengan serangan yang sangat hebat sekali.Maka tidak heran, begitu tenaga seraogan itu telah di lancarkan, tubuh orang2 itu terpental.

Mereka telah bergulingan diatas tanah.

Rupanya sampokan tenaga dalam Kie Bouw memang merupakan sampokan yang hebat.

Dan juga terdengar suara pekik kesakitan dari orang2 tersebut, bercampur perasaan kaget.

Maka dari itu, segera pula terlihat, betapa mereka telah saling tindih.

Dengan hati masih diliputi perasaan terkejut mereka telah bangkit berdiri.

Muka orang yang bertubuh tinggi besar yang sepasang tangarnya telah dipatahkan oleh Kie Bouw, tampak berdiri pucat pias, karena terkejut.

Tetapi ketika dia tersadar dari perasaan kagetnya, dia jadi murka bukan main.

"Serang.....!"

Dia memberikan perintahnya dengan suara yang nyaring sekali.

Dan anak buah lelaki itu telah mengeluarkan suara pekikan yang menyeramkan.

Mereka telah menyerang lagi.

Dan terjangan mereka juga sangat menyeramkan sekali, karena masing2 telah menggenggam senjata tajam.

Gerakan yang mereka lakukan itu merupakan gerakan yang sangat bengis.

Maksud mereka ingin mencincang tubuh Kie Bouw.

Tentu saja Kie Bouw jadi terperanjat juga melihat sinar golok dan pedang ber-kelebat2.

Dengan cepat dia mengadakan persiapan.

Disaat sinar senjata tajam menyambar kearahnya, dengan gerakan yang sangat cepat dia telah menyentil setiap senjata yang menyambar kearahnya.

Gerakan yang dilakukan oleh Kie Bouw merupakan gerakan yang gesit.Hal ini disebabkan Kie Bouw memang memiliki ginkang yang sangat tinggi.

Dengan sendirinya, mau tidak mau hal itu telah membuat Kie Bouw berhasil, menyentil senjata lawannya.

Orang2 yang mengeroyoknya juga sangat terkejut.

Karena setiap kali seajata mereka kena disentil Kie Bouw tentu tergetar.

Disamping itu, telapak tangan mereka juga jadi nyeri sekali.

Tentu saja hal ini membuat orang2 itu jadi terkejut bukan main.

Dan mereka telah melompat mundur.

Pada wajah mereka memperlihatkan perasaan nyeri dan nyali mereka mulai goyang.

Melihat keadaan tidak beres buat pihaknya, orang yang kedua tangannya telah dipatahkan Kie Bouw telah ber-teriak2 dengan murka.

"Serang....! Serang....!"

Dan anak buahbnya telah menyerbu lagi.

Senjata tajam telah ber-kelebat2 cepat lagi ke arah Kie Bouw.

Disaat seperti inilah Kie Bouw merasakan bahwa dia tidak boleh bertindak kepalang tanggung.

Dangan mangeluarkan suara siulan yang panjang, dia telah menggerakkan kedua tangannya.

Seketika itu jugs senjata2 tajam yang kena disampoknya telah, mental balik.

Dan menghajar batok kepala majikan masing2.

Dan segera juga tubuh2 berjatuhan dan terkulai diatas tanah dlam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

Karena mereka telah binasa terhajar oleh belakang senjata mereka masing2.Telah ada tujuh orang yang rubuh mati diranah.

dan yang lainnya telah menghentikan serangan mereka dan melompat mundur.

Mereka cepat2 berlutut meminta penghampunan pada Kie Bouw.

Apa yang mereka lakukan itu merupakan jalan satu2nya, karena mereka telah melihatnya bahwa pemuda ini sangat tangguh dan kosen sekali.

Itulah sebabnya mereka juga menyadarinya bahwa mereka tidak mungkin dapat menghadapinya.

Dengan cepat mereka meminta pengampunan begitu buat jiwa mgsing2, begitu juga lelaki yang bertubuh tinggi besar yang tangannya tetah dipatahkan Kie Bouw.

Tampaknya mereka ketakutan sekali.

Kie Bouw mau mengampuni mereka.

Pemuda she Thang ini hanya meminta mereka berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi.

Dan orang2 itu memberikan janjinya.

Maka mereka diberikan pengampunan oleh Kie Bouw.

Setelah orang itu bubar dan setelah Kie Bouw kenyang menangsel perutnya, Kie Bouw melanjutkan perjalanannya lagi.

Dia telah meninggalkan kota itu.

Tentu saja apa yang dilakukan oleh Kie Bouw membuat penduduk kota itu bergirang hati.

Sebab Kie Bouw telah memulihkan ketenangan dan keamanan kota itu.

Dengan sendirinya, mereka sangat kagum atas kepandaian yang dimiliki oleh Kie Bouw.

Baca Juga: Pedang Naga Kemala 9

Baca Juga: Dewi Maut 1

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert