Eps 7 Pengelana Rimba Persilatan - Huang Yi
Baca online Pengelana Rimba Persilatan - Huang Yi
Cersil Pengelana Rimba Persilatan - Huang Yi.
"Tuan besar Guan mempunyai seorang putra dua putri, orang-orang yang membuat kepala pusing. Mereka adalah penerus, adalah pemimpinnya para putra-putrinya orang kaya, mahir dalam segala bidang hiburan. Nona yang paling besar bernama Guan Yue-yun sudah menikah, suaminya bernama Jing Ru-ming adalah pemimpinnya para putra-putri yang tidak punya pekerjaan, nona besar Guan tiap hari kerjanya bersolek, bermain dengan para putra-putri yang tidak punya pekerjaan itu, Jing Ru-ming sedikit pun tidak merasa terganggu. Nona keduanya bernama Guan Mei-yun, tahun ini usianya sudah dua puluh tahun, sudah melewati usia pantas untuk menikah. Tapi dia sedikit pun tidak gelisah, dengan senang dia bermain dan menarik perhatian laki laki, para putra romantis dari dalam dan luar kota bergaya untuk menarik perhatiannya, vila dan kebunnya para orang kaya dari dalam dan luar kota, sering kelihatan nona kedua Guan sedang bermain. Orang dari aliran lurus di kota, hampir semuanya menyayangkan tuan besar Guan, seorang dermawan besar yang ternama seperti dia, bisa melahirkan tiga putra putri yang kelakuannya begitu jelek, sungguh tuan langit tidak punya mata. Sore hari itu, sebuah perahu penumpang bertipe setengah besar dari perusahaan pelayaran San Jiang, sedang berlayar kembali dari Nan Jing, berlabuh di pelabuhan Sha-guan kota Wu-chang. Perusahaan pelayaran San-jiang khusus berlayar dalam pelayaran jarak jauh, perahu penumpangnya bertipe setengah besar ini biasanya disebut perahu cepat, jika mengikuti arus dan mengikut angin, kecepatannya boleh juga, tapi penumpangnya tidak bisa muat banyak, hanya muat empat puluh orang, pos terakhirnya adalah Nan-jing. Perusahaan pelayaran itu memiliki perahu cepat sebanyak lima belas buah, setiap hari satu perahu berlayar satu rit, setelah sepuluh hari baru bisa tiba di Nan-jing. Lamanya hari pelayaran, jika segala sesuatunya lancar, kira-kira dua puluh hari sudah bisa tiba di kota Wu-chang, tapi kadang juga bisa meleset tiga-lima hari. Disepanjang perjalanan, perahu tidak menaikan atau menurunkan penumpang, tapi langsung berlayar menuju Nan-jing. Bos perusahaan pelayaran ini adalah tuan besar Guan Tian-fu, tapi yang benar-benar mengurusnya adalah pengurus besar perusahaan pelayaran Jin Jia-sun. Perahu cepat yang kembali dari Nan-jing kali ini, mengangkut dua puluh empat penum-pang. Setelah awak perahu mengikat tali, membentangkan papan jembatan, para penumpang segera berturut-turut naik kedarat. Didalam perahu, ada seorang sastrawan melancong belajar yang sangat tampan, romantis, membawa seorang pelayan berusia tujuh-delapan belas tahun yang bersih juga tampan, mereka menginap di penginapan tua Jiang-han sebelah barat luar kota. Di buku catatan penginapan tua Jiang-han, telah mencatat surat jalan sastrawan yang sah. He Xian-wei, penduduk ibu kota, dua puluh lima tahun, pelajar di Guo-zi-jian. Melancong belajar, tujuan kota Cheng-du di Si-chuan, batas waktu satu tahun. Pelayan yang ikut bernama Yung-lin, tujuh belas tahun, warga Nu. Dia bicara dengan logat pejabat, dijamin asli. Diatas surat jalannya penuh dengan cap pengawas gerbang kota yang harus diperiksa setiap pelancong lewat, jati dirinya tidak ada yang mencurigakan. Putra terbaik Nan-jing juga banyak, dan sering datang melancong kekota ini, tapi putra terbaik dari ibu kota, sangat sedikit yang datang. Orang yang mampu belajar di Guo-zi-jian, seharusnya bergelar diatas Ji-ren, lebih tinggi satu kelas dari pada Xiu-cai, kedudukannya tentu saja lebih tinggi satu tingkat, di dalam masyarakat biasa pantas disebut tuan, makanya pelayan penginapan menyebut dia tuan muda. Dia sebenarnya adalah Fu Ke-wei, sedang pelayannya adalah Nie-sha-yin-hoa (Wanita Jahat Bunga Perak) Chao Yung-ling. Kali ini dia juga mengganti marganya. Di Jiang-hu, Fu Ke-wei telah mengadu nyawa selama banyak tahun, di usia tujuh belas tahun turun gunung melabrak lautan pedang gunung golok, tapi dia tidak menginginkan dirinya ternama, dia tidak ingin menonjol, dia tidak mau memberitahukan nama aslinya. Hari ini adalah Fuxian, besok mungkin jadi Fu-jiu. Tapi kali mi, dia harus ganti marga, dia punya alasan M-mlui mengganti marganya. Ada pepatah berkata, laki-laki sejati jalan tidak mengganti nama, duduk tidak mengganti marga, apa lagi mengganti marga dipandang sebagai hal yang hina. Dia pernah berkata, dia bukan laki laki sejati, mengganti marga tidak ada pengaruh pada tujuan besarnya. Jika seseorang memerankan peran misteriusnya di dunia persilatan, maka tidak akan memandang hina mengganti marga. Nie-sha-yin-hoa juga orang persilatan yang tidak mementingkan aturan, tentu saja juga tidak perdulikan marga atau nama. Saat ini penampilan He Xian-wei berbeda dengan saat di Shan-xi, yang tingkahnya seperti pengelana dunia persilatan. Tadinya terhadap penyamaran wajah dia cukup mahir, setelah Hoa-fei-hoa (Bunga Bukan Bunga) mengajarkan dia teknik merubah wajah, membuat dia semakin leluasa, bisa dikatakan dia bisa menyamar apa jadi apa, sampai Nie-sha-yin-hoa yang cantik tiada duanya, matang memikat orang, juga bisa berubahnya jadi pelayan kecil yang putih bersih, sedikit pun tidak terlihat sikap genit, bisa dilihat kemahirannya sudah sampai tingkat sempurna. Pagi-pagi, Fu Ke-wei berpakaian sutra hijau, tangannya menggoyang kipas lipat, membawa pelayan kecil mengunjungi kantor pendidikan yang berada di sebelah timur kantor keamanan, melakukan kunjungan kehormatan, mencari tahu kapan ada seseorang guru besar atau sastrawan besar yang datang mengajar. Setelah berkunjung hampir dua jam lebih, baru dia pergi ke Jin Feng lou yang megah yang berada digerbang timur, menikmati pemandangan dalam dan luar kota. Berturut-turut tiga hari, jejaknya telah berada diseluruh tempat ternama didalam mau pun didalam kota, termasuk Huang-he-lou yang berada di kabupaten Wu-chang (Berbeda tempatnya dengan kota Wu-chang) disisi sungai gerbang Han-yang. Menurut cerita, dulu Zhu Ge-liang meminam angin timur mempermainkan Zhou-yu di Huang He-lou, diatas loteng kuno ada lentera Zhu-ge. Satu sajak dengan tujuh hurufnya Cui-ying "Huang He-lou" , menggambarkan pemandangan disekitar Chang-jiang dan Han-jiang hingga membuat orang terus menerus teringat dan membayangkannya. Sayang sekarang lotengnya telah ada tentara yang menjaga, jadi tidak sembarang orang bisa naik, tidak bisa menyaksikan hijaunya rumput Han-yang dan Ying-wu-zhou, orang hanya bisa didepan loteng melihat ke arah gelombang asap diatas dua sungai, membuat orang jadi sedih. Aktifitas Fu Ke-wei telah menjadi perhatian orang-orang kota, memang dia orangnya menonjol, ditambah kedudukan dia, ingin tidak menjadi perhatian orang juga sulit. Hari ini, dia muncul dijalan raya barat kota di toko Gu-gu-xuan. Ini adalah toko barang antik yang paling besar namanya, kepercayaannya tinggi. Ruang toko Gu-gu-xuan besar, diatas rak, barang antik banyak sekali, hingga alat tembaga di zaman Cun-qiu Zhan-guo, ke bawah sampai dinasti sekarang bermacam-macam batu pusaka yang didatangkan dari India, semuanya tersedia. Tiga pelayan toko satu pengurus tua terus dengan rajin melayaninya, dengan merendah diri menemani dia berkeliling melihat-lihat, terakhir dia tertarik oleh sebuah penggaris giok yang seluruhnya putih, bersinar. Pelayan mengeluarkan penggaris giok, ditaruh diatas meja besar yang bersinar, mendadak diruang toko tercium bau wangi, tahu tahu disisinya telah berdiri seorang wanita. Pelayan dan pengurus baru saja akan menyapa, tapi di beri tanda oleh wanita dengan diam-diam menggoyangkan tangan. Wangi wanita itu memabukan orang, tubuhnya yang langsing lebih-lebih menarik orang. Seorang nona remaja cantik, sudah tentu memiliki daya tarik yang memabukan, tidak perlu bersolek hanya berias sedikit lebih menarik orang. Nona remaja besar ini, daya tariknya lebih besar lagi, dia sudah cantik seperti bunga, baju hijau giok bercorak awan tipis yang dikenakan, juga konde wanita diatas kepalanya, lebih-lebih menonjolkan kecantikannya. Baju terusan yang mewah ini, jika tidak ditutup selendang kecil kembang indah dari Liu Shu, pasti akan terlihat kerah di dadanya, bisa terlihat kulit segi tiga putih dibawah lehernya, yang menarik sorot mata laki-laki, membuat orang membayangkan yang tidak tidak, daya tariknya sungguh kuat sekali. Nona ini memang tidak memakai selendang, juga kerahnya dibuka lebar dan rendah, kulit yang ditampilkan besar sekali, asal laki-laki melihatnya, akan timbul keinginan membukanya lebih besar sedikit. Asalkan dibuka lebih lebar sedikit, dijamin bisa melihat dengan jelas lekukan buah dadanya, malah......
"Hey! Barang ini mahal sekali lho!"
Lima jari yang putih mulus si nona, mengangkat penggaris giok, dengan tanpa sungkan menyapa, dengan pakaian wanita baik-baik yang dia kenakan sedikit pun tidak serasi, tidak seperti wanita baik-baik.
"He he he! Barang bagus biasanya mahal.'' Dia dengan santai tersenyum.
"aku tahu barang apa yang bagus."
"Aku juga."
Mata terang nona yang hitam, lincah berbicara, tanpa malu-malu menyapu wajah tampannya.
"aku juga tahu apa yang paling bagus paling menyenangkan, Ooo...! Kau suka?"
"Sangat suka, makanya ingin membelinya."
"Apakah tahu asal-usulnya?"
"Tidak tahu, asalkan aku suka, buat apa tahu asal-usulnya?"
"Mungkin dari dinasti Han."
"Tidak mungkin, nona."
Dia melirik pada penggaris giok.
"diatasnya ada ukiran sajaknya Liu-ke-jing 'Yu-lou-cun', seharusnya benda ukiran setelah dinasti Sung Selatan."
"He he he! Kalian berdua tidak perlu berdebat, itu memang benda pusaka."
Pengurus dengan baik mendamaikan, mengakhiri perdebatan yang tidak perlu.
"Kukatakan dengan jujur, kualitet gioknya memang kualitet bagus, jika tuan muda menyukainya, toko kami sangat tersanjung sekali."
"Aku datang dari ibu kota, harga pasaran barang pusaka tidaklah asing......"
"Tuan muda harap tenang, nama baik toko kami dipercayai di seluruh Hu-guang, dijamin pasti sesuai. Tuan muda datang dari ibu kota, mana berani toko kami menipu pelanggan?"
"Berapa harganya?"
"Harap tuan muda bayar saja tiga ratus liang perak, jika sepuluh tahun lalu, seribu liang emas juga tidak mahal lho!"
"Sangat adil, terima kasih!"
Tahun itu, gaji satu tahun seorang pegawai biasa, tidak akan lebih dari seratus liang perak, juga didalamnya termasuk uang hadiah dan tahunan.
Fu Ke-wei mengambil kantong besar di pinggangnya, mengeluarkan setumpukan cek pemerintah dari bank Bao-qian, dan cek dari bank swasta, jumlah uang yang tertera ada yang besar ada yang kecil, dibawahnya masih ada beberapa daun mas dan perak kecil.
"Aku berikan barang ini untukmu."
Si nona menekan tangannya, membuatnya seperti ada perasaan tersengat listrik.
"anggap sebagai persembahan dan tanda hormatku buat orang penting yang datang dari ibu kota, aku adalah tuan rumah yang sangat menyukai tamu."
"Ooo! Hanya bertemu dengan kebetulan..."
Wajah dia menjadi merah, menghindar sorot mata si nona yang lembut memikat itu.
"Bertemu juga ada jodoh, betul kan?"
Nona dengan santainya, menarik tangan memberi isyarat pada pengurus.
"Aku marga Guan, nama Mei-yun, nama yang sangat biasa sekali, benar tidak?"
"Tidak, tidak, nona memang secantik awan!"
Dia tidak canggung lagi, tersenyum ramah.
"aku marga He, nama Hong, biasa dipanggil Xian-wei. Nona Guan tinggal dimana?"
"Kami keluarga turun-temurun Wu-chang."
Guan Mei-yun menerima kotak penggaris giok, tidak diberikan padanya, juga tidak membayar, melenggok jalan keluar.
"rumahku disisi gerbang Ping-hu, tuan muda He datang kekota ini ada urusan apa?"
"Aku mau ke selatan melancong sambil belajar, kebetulan lewat kota anda ini."
Dia jalan berdampingan.
"di sekolah pemerintah awal bulan depan, ada seorang guru ternama, guru Li dari Nan-jing yang datang mengajar, aku tidak ingin lewatkan teori pengalamannya yang menggemparkan dua ibu kota, apa lagi teori dia mengenai siasat lapangan ujian, dijunjung sebagai kunci kesuksesan para pelajar seluruh dunia!"
Yang disebut teori siasat lapangan ujian, dijaman sekarang disebut buku panduan, dengan kata lain, adalah kunci atau intinya.
"Bagus! Hitung-hitung kau harus tinggal setengah bulan disini."
Guan Mei-yun gembira sekali.
"biar selama ini aku jadi penunjuk jalanmu, apakah kau mau menerimanya?"
"Aku terkejut di layani begini, hanya saja tidak berani mengganggu......"
"Kau bukan seorang kutu buku kan?"
Kata Guan Mei-yun, dijalan raya yang ramai pejalan kaki, tanpa malu-malu dia berjalan berdampingan dengan seorang laki-laki, berjalan kearah Xi-guan.
"Nanti aku perkenalkan saudara dan teman-teman ku, kegiatan melancong selanjutnya, aku yang atur baik tidak? Aku akan jadi seorang pemandu yang disambut dengan baik."
"Aku asing disini, tentu sangat mengharapkan seorang pemandu! Terima kasih nona Guan!"
"Namaku Mei-yun."
Nona Guan melirik dia dengan mata putihnya, tingkahnya genit sangat menggairahkan orang.
"Aku......"
"kalau kupanggil kau Xian-wei, kau tidak marahkan!"
Tentu saja Fu Ke-wei tidak marah, juga itu menurut aturan.
Diantara sesama satu generasi, memanggil nama menyebut marga adalah hal yang tidak sopan, seharusnya memanggil sebutannya, kecuali lawan belum dewasa (Setelah berusia dua puluh tahun baru bisa memanggil sebutan), dengan orang-orang persilatan yang kasar dan terbuka berbeda.
"Nona......"
"Mmm?"
Guan Mei-yun bukan saja kembali melihat dia dengan mata putihnya, dan juga menyentuh sisi tangan dia.
"Sungguh aku terima kasih padamu."
Dengan tanpa kesulitan dia pelan memanggil namanya.
"aku telah bertemu dengan seorang penolong, di tempat asing yang jauh, bertemu dengan teman wanita yang cantik pintar, aku gembira sekali."
"Aku juga, Xian-wei."
Guan Mei-yun matanya yang jernih timbul sorot mata yang aneh.
"aku tahu restoran mana yang masakannya enak, biar hari ini aku yang traktir, anggap saja sebagai sambutan kedatanganmu, mencoba masakan enak di kota ini."
Dua orang ini berbincang-bincang, laki-laki ada maksud wanita ada cinta, yang satu ada maksud yang satu ada hati, tentu saja jadi merapatkan jarak, rapatnya sulit dipisahkan.
Sehari sebelum Fu Ke-wei tiba dikota Wu-chang, di jalan raya dari Jiu-jiang ke Wu-chang, ramai dengan para pelancong, ini adalah jalan raya yang paling ramai, adalah jalur darat penting dari Jiu-jiang ke Wu-ghang.
Dua orang penunggang kuda yang pakaiannya tidak terlalu mewah, berjalan menuju utara, topi pelindung matahari yang dipakai sangat rendah sekali, tapi dari lidah topi bisa melihat wajah dibawah hidungnya, bisa melihat dengan jelas kumisnya, wajah hitam coklat yang kurang sehat, dan bibir yang kering keriput, perawakannya kurus kecil, benar-benar melambangkan pedagang kecil yang kurang gizi, tahan banting rajin kerja, mengirit-irit makan dan pengeluarannya, orang biasa yang jalan kemana pun, tidak akan menimbulkan perhatian orang.
Satu li lebih di depan, ada sepuluh lebih kuda juga sedang berjalan menuju ke utara, yang laki-laki tampan dan kasar terbuka, yang wanitanya cantik tapi langsing bertenaga, sekali melihat sudah jelas itu jago wanita yang sedang melancong dunia.
Karena tidak perduli laki-laki atau wanitanya semua membawa senjata pembunuh, tingkahnya di dunia ini seperti tidak ada orang yang bisa melawan mereka.
Penunggang kuda laki-laki dan perempuan yang memimpin didepan, ternyata adalah Yu-shu-xiu-shi Gao Yun-fei dan Ling-yun-yan Liu Fei-yan.
Dua orang pedagang kecil mengikuti dengan ketat puluhan pununggang kuda yang ada di depannya, dengan santainya menuju terus ke utara.
Mereka adalah Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen.
Hoa-fei-hoa di Jiang-hu adalah penyamar wajah yang tidak ada tandingannya, Ouw Yu-zhen adalah pembunuh bayaran misterius, teknik penyamarannya juga tidak kalah oleh Hoa-fei-hoa.
Reaksi orang biasa terhadap musuh, biasanya ada dua macam.
Satu adalah menghindar, paling bagus selamanya tidak ketemu lagi.
Satu lagi adalah menghilangkan dia memutus selamanya bahaya dikemudian hari.
Benteng Zhang-feng telah menjalin persekongkolan dengan perkumpulan Cun-qin, dan sudah jadi kenyataan yang tidak bisa didebat lagi.
keduanya dianggap musuh juga amat logis.
Ketika Fu Ke-wei malam-malam menyerang benteng Zhang-feng, siapapun yang ditemuinnya langsung dibunuhnya, di dalam pertempuran itu.
siapa pun tidak bisa mengenalnya, Fu Ke-wei dan Hoa-fei-hoa dengan kawan-kawan semua tidak tahu orang-orangnya perkumpulan Cun-qiu telah diam-diam melarikan diri.
Ketua benteng Xi dan anaknya tanpa bertempur sudah melarikan diri, orang-orangnya perkumpulan Cun-qiu juga secara diam diam telah meninggalkan Shan-xi, Fu Ke-wei belum berhasil mengejar Pedang Naga Terbang Lu-zhao, dendam Hoa-fei-hoa juga belum terbalas, mana mereka mau berhenti?
Dia menduga asalkan menguntip ketat orang pentingnya perkumpulan Cun-qiu, pasti bisa menemukan keberadaannya ketua benteng Xi dan anaknya.
Ketua benteng Xi dan anaknya bereaksi jenis orang pertama.
menghindar.
Fu Ke-wei dan Hoa-fei-hoa bereaksi jenis orang kedua.
memusnahkan musuh.
Dengan demikian, terjadi saling mengejar, saling memburu untuk membunuhnya.
Kebanyakan orang didunia ini, demi melanjutkan hidupnya jadi sibuk lari kesana kemari, asalkan bisa hidup tenang dan gembira sudah merasa puas.
Orang punya tujuan hidup masing-masing, ada yang demi nama, demi keuntungan, demi harapan, demi budi dendam.......bermacam macam tujuan.
Semua ini walau merupakan sumber kekacauan, tapi jika tidak ada orang-orang ini, dunia ini juga jadi terlalu sepi, setiap orang hidupnya akan seperti ulat sutra, dunia macam apa itu?
Orang kadang seperti seekor keledai yang ditutup matanya mendorong gilingan.
Saat pecut dipukulkan kepunggungnya, dia hanya bisa jalan kedepan, walau sampai dia sendiri pun tidak tahu harus jalan sampai kapan baru berhenti.
Saat ini dijalan raya ini, ada banyak keledai yang ditutup matanya seperti mendorong gilingan.
Dari kejauhan tampak satu kota, yaitu kota kabupaten Wu-chang yang letaknya ditengah tengah pertemuan jalur darat dan jalur air, yang ternama, tapi jarak ke kota Wu-chang masih ada setengah hari perjalanan.
Sudah sekitar jam empat sore, sebelum malam baru bisa mencari penginapan dulu.
Yu-shu-xiu-shi dan kawan-kawannya, sebelas orang laki-laki dan perempuan, menginap di penginapan Yue-bin dipelabuhan Da-he, sebuah penginapan paling besar diluar kota kabupaten, garasi kereta dan kandang kudanya paling komplit.
Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen memperlambat kudanya, kemudian pelan-pelan turun dari kuda didepan penginapan tua Han-jiang yang berada di sebelah selatan pelabuhan.
Mereka tidak berniat membunuh orang-orang itu, hanya berharap dari orang-orang itu bisa mendapatkan berita tentang ketua benteng Xi dan anaknya.
Mereka berdua adalah ahlinya pembunuh bayaran, didalam kerumunan orang mereka bisa diam-diam membunuh orang, semudah seperti membalikan tangan.
Mereka menginap dipenginampan dengan menyamar sebagai laki-laki, untuk menyesuaikan dengan dandanan pedagang kecil, mereka hanya menyewa satu kamar.
Dikatakan kebetulan ya kebetulan sekali, baru saja, membawa buntalannya mengikuti pelayan masuk kekamar, mereka sudah melihat bayangan punggung seorang yang dikenal sedang jalan dikoridor seberang.
"Kenapa dia bisa ada disini."
Hoa-fei-hoa merasa aneh, dia berkata pelan pada Ouw Yu-zhen.
"mungkin dia tahu, mungkinkah datang dengan tujuan yang sama?"
Hoa-fei-hoa adalah ahlinya penyamaran, sekali melihat dia sudah tahu wajah asli lawannya.
"Sangat mungkin, nanti kita cari dia."
Ouw Yu-zhen juga melihat wajah asli orang itu. Setelah mandi, hari masih belum malam, dua orang jalan kekoridor seberang, mengetuk pintu dengan pelan.
"Siapa?"
Didalam ada orang yang tanya.
"Mengantarkan teh, tuan."
Jawab Hoa-fei-hoa menggunakan suara laki-laki.
"Pintunya tidak dikunci."
Mereka berdua berjongkok kebawah, mengulurkan kaki membuka pintu kamar.
Benar saja didalam kamar keluar satu tangan besar, lima jarinya seperti cakar baja.
Dua orang itu seperti ular, dari bawah menyelinap masuk kedalam kamar.
"Masih kurang waspada."
Dua wanita itu berdiri tertawa, kembali mengeluarkan suara wanitanya.
"Kalian, waspada sekali."
Sambil menutup pintu kamar, wajah Xie-shen jadi merah, begitu tangkapannya gagal, dia merasa malu.
"Persis seperti pelayan, hebat, hebat, hayo duduk."
Tiga orang itu duduk, Xie-shen menumpahkan dua gelas air teh.
"Kau tidak ikut dengan dia?"
Tanya Hoa-fei-hoa, tidak perlu mengatakan dengan jelas, Xie-shen tahu siapa yang dimaksud dia ini.
"Dia tidak mengikuti perjanjian meninggalkan jejaknya, itu artinya tidak mau aku ikut dia, bagaimana bisa aku bersikukuh mengikutinya."
Xie-shen mengeluh.
"apa kalian juga tidak tahu jejaknya?"
"Dia itu paling menyebalkan, hal yang sudah dibicarakan, malah tidak ditepati, jelas dia tidak ingin kita membantu dia menyelesaikan masalahnya."
Kata Hoa-fei-hoa dengan putus asa.
"Sifat tuan aku sedikit tahu, dia sudah terbiasa hidup bebas di dalam bahaya. Jika kita ada disisinya, memang bisa jadi mempermudah pekerjaannya, tapi jika sekali ada kesalahan. Dia pasti akan merasa sedih dan tidak bisa tenang, sehingga, dia tidak mau meninggalkan jejaknya."
Kata Ouw Yu-zhen dengan tenang.
"Tapi dia lupa ketua benteng Xi dan anaknya juga adalah musuh kita, mana bisa memisahkan kita?"
Kata Hoa-fei-hoa merasa tidak puas.
"kenapa kau bisa datang ke Hu-guan?"
"Mencari dia!"
Wajah Xie-shen ada warna bangga.
"dia kira dia tidak meninggalkan jejak, bisa menghindarkan aku."
"Bagus! Kau tahu keberadaan dia?"
"Maaf, tidak bisa aku katakan,"
Kata Xie-shen dengan misterius.
"Kenapa tidak bisa dikatakan?"
"Karena takut kalian mencari dia, bisa mengganggu pekerjaannya."
"Mana bisa?"
Kata Hoa-fei-hoa merasa aneh.
"bagaimana kalau begini saja, kita diam-diam mengawasi, jika keadaannya tidak mendesak jangan muncul?"
"Dia pergi kemarin."
Xie-shen berkata.
"menuju barat, pergi ke kota Wu-chang, sepertinya ingin mengerjakan satu hal yang amat penting."
"Ooo...! Bagaimana kau bisa tahu?"
"Dua bulan lebih ini, aku terus secara sabar diam-diam mengikuti mereka. Di Nan-jing, aku baru tahu dia akan ke kota Wu-chang mengerjakan sesuatu. Dia membawa Wanita Jahat menyamar sebagai pelayannya, dua hari lalu menginap dipenginapan ini."
"Kau tidak mengikuti dia?"
"Apa mengikuti dia akan mengganggu? Jika sudah tahu arah perginya, buat apa terburu-buru? Dia mengerjakan sesuatu selalu tidak tergesa-gesa, tunggu sampai dia selesai mengaturnya, baru mengikutinya, juga tidak terlambat."
"Dia ingin mengerjakan apa?"
"Tidak tahu, aku sedang menunggu kesempatan membantunya, tapi melihat keadaannya, sepertinya aku tidak perlu mengayunkan golok."
Xie-shen mengeliatkan tubuhnya, terhadap tidak perlu menggunakan golok, dia merasa tidak bersemangat.
"Maksud kau......"
"Dia berdandan seperti seorang pelajar, nama yang didaftar di penginapan adalah He Xian-wei, murid dari Guo Zi-jian di ibu kota, penampilannya intelektual romantis, jelas tidak perlu menggunakan senjata, makanya aku tidak diperlukan."
"Belum tentu! Kita pergi sama-sama baik tidak?"
"Bagus juga, kita berangkat besok hari."
Xie-shen dengan gembira menyetujui.
"Sayang!"
"Sayang apa?"
"Sayang terpaksa sementara aku melepaskan kesempatan menguntit Yu-shu-xiu-shi, aku dengan adik Zhen telah mengikutinya dari Zhen Jiang hingga Nan-jing, mengikutinya sampai disini, kami berharap dari dia bisa mendapatkan tempat persembunyiannya ketua benteng Xi dan anaknya."
"Aku lihat bajingan itu membawa anak buahnya, menginap di penginapan Yue-bin."
Xie-shen tertawa.
"ternyata kalian sedang menguntit dia, jangan menghabiskan waktu padanya, Xiao Ji."
"Kenapa?"
"Kau dengar, disaat benteng Zhang-feng terjadi kekacauan besar, bajingan itu tidak perdulikan rasa setia kawan, sebelumnya sudah melarikan diri melalui belakang benteng. Temannya si anjing tua Xi di Zhong-yuan, membencinya sampai ke tulang sumsum, dan sedang menunggu kesempatan membunuhnya! Kalian ingin dari dia mendapatkan tempat persembunyian si anjing tua Xi, bukankah akan sia-sia saja?"
"Jadi menurutmu, kita telah menyia-nyiakan tidak sedikit waktu?"
Dia menyesal sekali.
"Kelihatannya, harus mencari jalan lainnya. Haruskah menyembelih dulu bajingan ini?"
"Buat apa? Bagaimana pun peristiwa Lin-jia-gou tidak ada hubungannya dengan dia, dia bertamu ke benteng Zhang-feng, bukan salahnya."
"Ih.! Paman Tu, hatimu sudah lembek?"
Ouw Yu-zhen tidak berani percaya telinga sendiri, mengira dia salah dengar.
"Tidak bisa dikatakan hatiku jadi lembek, Xiao Zhen."
Xie-shen tertawa pahit.
"manusia bagaimana pun bisa berubah, sedikit merobah sikap memandang dunia, hari selanjutnya akan sedikit lebih mudah dilewati. Disaat mengikuti saudara kecil Fu, bukan saja aku tidak menggunakan golok, kesabaran dan pengetahuanku juga telah mendapat hasil yang tidak sedikit. Sial! Sebutan aku Xie-shen ini mungkin akan terkikis."
"Mari jalan! Kita keluar cari tempat untuk mengisi perut, kita adalah hartawan besar, jangan menyiksa diri sendiri."
Kata Hoa-fei-hoa tertawa.
Zui-xian-lou adalah gedung pesta yang paling mewah di tempat ini, tamunya rata-rata adalah orang kaya pedagang besar yang punya kedudukan tinggi, juga sering muncul anggota keluarga wanita, lentera merah, arak hijau, wangi parfum, situasinya memabukan orang.
Ruang vip diloteng, disediakan dinding penyekat yang dapat digerakan, bisa menyekat ruangan yang dibutuhkan, dua-tiga meja di kelompokkan menjadi satu, dapat menampung banyak sekali tamu.
Kadang juga bisa diatur sesuai permintaan tamu, supaya tamu wanita bisa bertindak bebas, maka jadilah ruangan kecil yang berhubungan, sangat mudah sekali.
Xie-shen bertiga, duduk dimeja vip disisi jendela, karena Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen menyamar sebagai laki-laki, maka tempatnya tidak minta dipisahkan.
Mereka memesan makanan yang enak-enak, ditambah seteko arak tawar Nu-er-hong berwarna keemasan, sambil minum sambil menikmati pemandangan sungai.
Diatas sungai perahu berlalu lalang tidak hentinya, lampu-lampu ditiang perahu bersinar gemerlapan tidak jauh disisi pelabuhan, lampunya terang-benderang, suara orang samar-samar terdengar, saat masuk malam tetap saja ramai.
Tangga loteng terdengar derap kaki, naik empat orang tamu "Itu bajingan marga Gao!"
Kata Hoa-fei-hoayang duduk menghadap ke tangga, dia memberi isyarat mata pada Xie-shen dan Ouw Yu-zhen.
Dibawah layanan pelayan, empat orang duduk di meja bersebelahan dengan Hoa-fei-hoa.
Walau Yu-shu-xiu-shi saat akan duduk, telah melihat pada tamu disekelilingnya, tapi mimpi pun tidak terpikir tiga pedagang kecil yang duduk di sebelah adalah musuhnya.
Pedagang kecil seperti ini, ada dimana-mana didunia ini, tidak perlu diwaspadai.
"Besok pagi, ketua cabang Xiao akan membawa orang-orang pergi ke utara dulu, setelah tiba di Xiang-yang, segera minta Pedang Pemutus Arwah Li Yung-tai mengerahkan para tikus setempat menyelidiki."
Kata Yu-shu-xiu-shi dengan tertawa misterius.
"wakil ketua cabang Qiu dan kepala bagian Ji sementara tinggal, membantu aku menyelidiki apa tujuannya orang-orang Jin-she-dong (goa ular emas) datang ke Hu-guang, setelah selesai, kita secepatnya akan pergi berkumpul ke Xiang-yang."
"Apa tujuan sebenarnya wakil ketua perkumpulan tinggal disini adalah demi dua orang cantik di Jin-she-dong!"
Seruling Damai tertawa penuh arti.
"kau harus hati hati nona Liu bisa cemburu!"
"Kau jangan sembarangan bicara, aku memikirkan ini demi perkumpulan. Jika bisa menjadikan orang-orang Jin-she-dong sebagai teman, kekuatan perkumpulan kita segera akan mengembang sampai daerah Chua-xi,"
Kata Yu-shu-xiu-shi tidak perduli tersenyum.
"mengenai Liu Fei-yan, dia tidak akan cemburu, aku sudah bisa sepenuhnya mengendalikan dia."
"Sungguh?"
"Tentu saja sungguh, wanita yang muda cantik sombong merasa diri paling benar, asalkan pernah satu kali naik ranjang, seterusnya kau ingin dia mati dia dengan suka rela meloncat kesungai."
"Tidak diduga Liu Fei-yan yang namanya sangat tenar, yang berwajah cantik, berhati dingin seperti salju, menjadi wanita yang mau merendahkan dirinya, kau sungguh beruntung, bisa bertemu dengan wanita yang sangat penurut."
Seruling Damai menggeleng gelengkan kepala.
"Ha ha ha! seharusnya kau berkata, aku punya kemampuan tinggi membuat wanita rela menuruti kehendakku."
Yu-shu-xiu-shi dengan bangga tertawa keras.
"makanya, dua wanita cantik dari Jin-she-dong, pasti bisa kudapat-kan......yaa! Itu dua wanita cantik telah datang!"
Di tangga loteng muncul dua wanita, bau wangi segera menerjang hidung, dua orang wanita ini memang cantik mendebarkan hati, pakaiannya berani, membuat orang bengong melihatnya.
Pakaiannya tipis dengan lengan baju yang ketat, membuat buah dadanya tinggi, lebih sexy lagi, berjalan menggoyang pinggang kecilnya, sungguh memancing orang berbuat dosa.
Pipinya merah, sepasang matanya genit, sungguh mampu menggaet roh orang.
Mulut Yu-shu-xiu-shi menganga tidak bisa bicara, dia jadi bengong, nafsu dari dalam hatinya mendadak timbul, aliran darah bertambah cepat, denyut nadinya bertambah satu kali lipat.
Dua orang wanita cantik itu memesan satu meja vip, dipisahkan dengan dinding pemisah bergambar, dipisahkan dengan meja sebelah supaya tidak terganggu.
Dua wanita sambil minum-minum, sambil menikmati pemandangan sungai.
"Kak, besok tengah hari kita baru pulang ke kota baik tidak?"
Suara manja wanita baju putih di dalam meja vip sangat memikat.
"pagi-pagi kita pergi dulu ke gerbang Han Yang, melancong Huang He Lou, kan hanya memakan waktu setengah hari sudah bisa sampai ke kota, mendengar cerita......"
"Tidak bisa, itu akan menghabiskan waktu setengah hari lebih, saat itu paman Ming akan mengomel,"
Kata wanita baju hijau tertawa.
"juga jalan itu jalannya tidak bagus, banyak berlubang, tidak cocok untuk kereta kecil kita."
Di depan meja vip, muncul Yu-shu-xiu-shi yang tampan sambil pelan mengipas kipas tilap, memakai baju panjang hitam hijau.
"Perusahaan angkutan kereta keledai yang ada diluar kota bisa mencarikan kuda bagus, berjalan menunggang kuda akan lebih enak di banding naik kereta."
Kata Yu-shu-xiu-shi sambil tersenyum, dia menampilkan tingkah yang paling sopan sedikit membungkuk.
"aku sangat hafal akan keadaan sekitar sini, bisa jadi pemandu dua nona ini."
Dua wanita itu sama-sama menatap dia, tapi wajahnya tidak ada perasaan, dengan sorot mata tenang menatap dia, tidak menjawab, juga tidak ada niat mempersilahkan dia duduk, sepertinya dia pajangan tidak bernyawa yang hanya untuk dilihat orang.
Jika ingin menyapa wanita, kulit muka harus tebal, berani, tidak takut ditolak, menggunakan ilmu menempel terus pasti akan menimbulkan perhatian lawannya.
Buat diri Yu-shu-xiu-shi yang pandai, dia sangat percaya diri, wanita yang cantik muda sulit menolak rayuannya, dia percaya akan daya tarik dirinya, bisa mendapatkan hati wanita.
Tapi keadaan hari ini tampaknya berbeda, dia tidak enak dengan keadaan ini, selain tidak ada sambutan, juga wajahnya tidak berubah, menyatakan dia tidak sopan, mereka dengan tawar memandang dia, seperti sedang berkata.
Aku mau lihat kau mau main sandiwara apa.
Tidak ada hasil seperti yang diharapkan, dia sedikit merasa ragu, dia lalu melapangkan dada, melipat kipas lipat, sambil tersenyum melangkah mendekat.
"Aku marga Gao, nama Yun-fei, julukan Yu-shu-xiu-shi, disini sedang bertamu."
Wajahnya tersenyum yang bisa membuat lawan jenis terpikat, dengan penuh percaya diri memperkenalkan diri.
"dua orang nona pasti datang dari Jin-she-dong di Chuan-xi......"
Wanita baju putih tidak sabaran, dia menjulurkan telunjuknya menunjuk keluar, lalu digerakan dua-tiga kali, maksudnya mengusir, dia tidak bicara, wajahnya juga tidak terlihat marah.
"Nona asing disini, aku bermaksud baik hati......"
Dia tidak putus asa, senyumnya lebih tebal berjuang ingin merubah keadaan.
Satu tangan lainnya wanita baju putih tiba-tiba dilayangkan, gelas arak berkelebat, arak menjelma jadi hujan deras, sebuah gelas arak menyembur diwajarinya, jari tangan untuk kedua kalinya menyatakan ingin dia segera keluar.
Dulu dia di restorang di Lin-jia-gou, tubuhnya disembur dengan masakan oleh Fu Ke-wei, kali ini wajahnya disembur arak oleh wanita baju putih, dua-duanya dia ingin menghindar tapi tidak mampu, karena terlalu cepat.
"Nona jangan marah."
Dengan sopan sambil tetap tersenyum, malah senyumnya lebih lebar.
"harap jangan salah paham, aku sungguh berniat baik......"
"Niatnya buatmu sendiri saja! Wakil ketua Gao."
Wanita baju hijau akhirnya bicara, nadanya sedikit dingin.
Jelas, dua wanita tahu asal-usul dia, malah mungkin tahu tujuan dia datang ke Hu-guang.
Gao Yun-fei tertegun sebentar, saat akan bicara, tangannya wanita baju putih memegang piring masakan.
"Jika kau masih tidak mau pergi, maka dirimu akan sangat tidak enak dipandang."
Wanita baju hijau buru-buru mengulur tangan, menekan lengannya wanita baju putih berkata.
"bagus atau jelek kau adalah orang nomor empat di perkumpulan Cun-qiu, kau bertingkah seperti seorang berandalan, apa kau tidak takut di tertawakan bawahanmu dan tamu restoran!"
"Aku......"
"Kau tidak perlu berkata lagi."
Kata wanita baju hijau dingin.
"aku dengan adikku sudah melanglang ke setengah negara, telah bertemu dengan laki-laki yang bermacam-macam rupanya, situasi besar apa yang tidak pernah aku alami? Aku sudah banyak melihat wajah para laki-laki yang merasa dirinya romantis tapi sebenarnya hina, mengira dirinya adalah kekasih banyak orang tapi sebenarnya bodoh tidak tahu diri, kau pergilah!"
Jika Yu-shu-xiu-shi bodoh juga sudah harus mengerti, dua wanita cantik ini sama sekali tidak memandang dia, merasa tidak ada wanita yang bisa menolaknya, semua dugaan dan harapannya telah gagal, jika meneruskan lagi dengan menebalkan muka, maka masakan dipiring itu sangat mungkin akan tumpah diwajahnya!
Penghinaan yang berturut-turut mana bisa dia menahannya?
Maka dengan pintar tanpa berkata apa-apa dia mengundurkan diri.
Cinta dan benci diantara laki-laki dan perempuan, adalah satu mata uang dua muka, jika tidak mendapatkan cinta, kebalikannya akan menjadi benci, hal yang aneh-aneh bisa saja terjadi.
Sambil menggigit gigi dia kembali ketempat duduknya, memberi isyarat tangan pada temannya, kakinya segera melangkah turun dari loteng, pergi.
"Malam ini si berandalan telah kena batunya, wajahnya yang terhina itu, memang membuat orang merasa simpati."
Xie-shen menggelengkan kepala pada bayangan belakang Yu-shu-xiu-shi yang pergi membawa marahnya.
"Dia seperti menelan satu gentong mesiu, sudah hampir meledak."
Hoa-fei-hoa gembira melihat orang terkena musibah.
"Dia bukanlah orang yang bisa menahan kemarahannya, dua nona dari Jin-she-dong mungkin akan mendapat kerepotan."
Kata Ouw Yu-zhen tertawa.
0-0-0 Bab 21 Yu-shu-xiu-shi dengan Liu Fei-yan, sudah menjadi kekasih secara terbuka.
Mereka berdua sudah lama berpasangan keluar masuk, semua orang tahu mereka adalah sepasang suami istri yang belum menikah.
Di dalam pandangan orang-orang persilatan, itu bukanlah hal yang amat berdosa, di dalam pandangan orang yang memegang adat istiadat, malah suami istri gelap yang tidak bisa dimaafkan.
Begitu masuk kamar, situasinya sangat tidak biasa.
"Kau harus bantu aku gunakan pisau terbang membunuh mereka."
Yu-shu-xiu-shi bukan saja marah, malunya tidak mereda, malah juga.
"Du-xin-lang-jun (Hati laki laki beracun) Ji Xing-zhu, telah menaruh tabung beracun di kamar mereka. Kau tunggu di luar kamar, membantu Ji Xing-zhu."
"Yun-fei, lima racunnya Ji Xing-zhu sangat ampuh, dia seorang diri sudah cukup, tidak perlu kau turun tangan lagi! Apakah kau tidak percaya pada dia?"
"Aku menjaga jika terjadi hal yang diluar dugaan, maka kau perlu membantunya."
Yu-shu-xiu-shi dingin berkata.
"orang-orang Jin-she-dong (goa ular emas), semua berlatih ilmu gaib, kemampuan mereka mencegah racun lebih hebat dari pada orang biasa. Jika mereka menyadari ada yang mencurigakan, dan racunnya tidak berfungsi, mereka akan melabrak keluar kamar, maka saat itu harus mengandalkan Hui-feng-liu-yue-dao mu."
"Aku tidak mau pergi, Yun-fei, jangan paksa aku sembarangan membunuh orang"
Rupanya jiwa Liu Fei-yan masih belum terlalu rusak, hingga dia menolak menggunakan pisau terbang membunuh orang.
"Kau......"
"Yun-fei, aku tidak ada permusuhan atau dendam dengan mereka, dan juga......"
Liu Fei-yan sedikit marah menatap dia.
"dan juga, aku tahu bukan sengaja mereka mempermalukan kau, tapi......tapi......"
"Apa katamu?"
Yu-shu-xiu-shi bangkit berdiri sambil memukul meja, wajahnya marah sekali.
"Yun-fei, apakah bukan karena kau yang telah merayu mereka?"
Kata Liu Fei-yan dengan sedih.
"jangan usik mereka... kumohon... jika gagal, akibatnya sangat serius sekali, orang-orang Jin-she-dong, ilmu silat dan ilmu mistik mereka sangat ternama di dunia, cara mereka membalas dendam sangat mengerikan......"
"Kau jangan menggembosi aku."
Yu-shu-xiu-shi dengan kasar menangkap kerah baju dadanya, dengan keras mendorongnya, hampir saja Liu Fei-yan jatuh diatas ranjang.
"jika aku bermaksud merayu mereka, kenapa tidak menggunakan obat bius menangkap mereka hidup-hidup?"
"Yun-fei......"
Liu Fei-yan mengucurkan air mata.
"Fei-yan, jangan salah paham?"
Yu-shu-xiu-shi merubah wajah kejinya, dia menghampiri duduk di pinggir ranjang. Dengan lembut dia memeluk dan duduk berdampingan, dengan hangat menciumnya.
"ini masalah nama baik perkumpulanku, terhormat atau terhinanya kau dan aku adalah senasib sepenanggungan, kita harus menghabisi musuh, dan mempertahankan nama baik perkumpulanku. Apa lagi kau pergi membantu, hanya untuk berjaga-jaga, dan persentase keberhasilannya Ji Xing-zhu kira-kira delapan puluh persen lebih, mungkin kau tidak perlu turun tangan sama sekali. Dengarlah kata-kataku, aku tahu kau bisa diandalkan, jadi jangan menghilangkan harapan ku, baikkan?"
Tindakan membujuk selanjutnya, semua menunjukan kemampuan Yu-shu-xiu-shi sebagai laki-laki yang ahli pada wanita.
Dia mencium dari pipi yang lembut, pindah kemulut yang munggil, dari leher mencium sampai ke bahu......
"Ooo...! Xiao Fei-yan sayangku......"
Mulut merayu, tangan juga bergerak lebih aktif, membuka kancing baju, mencium buah dada yang putih seperti giok, tangan dengan hausnya mempermainkan sepasang puting yang terbuka.
Sebuah rintihan nafsu birahi, membuat Liu Fei-yan jatuh ke dalam rayuan Yu-shu-xiu-shi, wajahnya penuh nafsu sangat memikat sekali, tubuh yang setengah telanjang menyambut usapan yang menggairahkan, nafas jadi tersendat-sendat, lengan yang telanjang seperti ular, memeluk tubuh yang panas yang menindih diatas tubuhnya, nafsu birahinya jadi naik kepuncak yang paling tinggi.
"Aku.. .pergi..."
Dia merintih seperti mabuk.
Lampu tiba-tiba padam, terdengar gelombang suara yang mendidihkan darah.
Di luar jendela, Ouw Yu-zhen menggulung tubuhnya mengecil seperti seekor babi, telinganya ditempelkan di celah jendela, mendengarkan suara di dalam kamar.
Lampu telah padam, tidak bisa lagi melihat pemandangan di dalam kamar, laki-laki dan perempuan yang di dalam kamar adalah pesilat tinggi, mana berani dia membuka jendela mencuri pandang?
Dia merasa seluruh tubuhnya terjadi perubahan aneh, hatinya berdebar seperti rusa meloncat-loncat, dia menggigit gigi tidak berani mendengarkan lagi, diam-diam dia mengundurkan diri.
Hampir tengah malam, dua wanita cantik dari Jin-she-dong, melenggok masuk ke-pekarangan, melewati koridor.
Penginapan masih tetap sibuk, lampu terang benderang, tamu yang datangnya malam masih sibuk mencuci atau memesan makanan pada pelayan.
Lentera penerangan jalan di sekitar kamar atas bergoyang-goyang ditiup angin, sering terlihat pelayan sedang jalan, tamu yang membawa keluarga wanita kebanyakan telah istirahat.
Diujung belakang koridor, disudut tembok tiba-tiba keluar tiga bayangan manusia.
Dua wanita itu sedikit pun tidak menyadarinya, mereka terus berjalan menuju kamarnya.
Kemudian wanita baju putih itu mengeluarkan kunci kamar, siap membuka kunci pintu kamar.
"Hey...! Menurutmu..."
Hoa-fei-hoa bersuara seperti laki-laki yang tidak persis.
"jika di dalam kamarmu, ada orang menaruh racun yang mematikan, kau akan bagaimana?"
"Ganti kamar dong! Bodoh benar."
Ouw Yu-zhen juga menjawab juga dengan suara yang telah dirubah.
"Yang kalian katakan semuanya tidak berguna."
Xie-shen berkata juga dengan suara yang telah dirubah.
"Mengapa kata-katanya tidak masuk akal?"
"Kalian kan bukan wanita yang secantik dewi, siapa yang tidak ada pekerjaan menaruh racun dikamar kalian?"
Wanita baju putih baru saja memegang kunci, mendengar perkataan ini segera melepaskan tangan melihat kesekelilingnya.
Di koridor seberang, di satu kamar yang pintunya tidak ditutup rapat, tadinya masih ada celah, saat ini telah tertutup rapat.
Orang yang ada di seberang, tidak mungkin bisa melihat celah pintu yang dibuka kemudian ditutup.
Tapi wanita baju hijau yang seperti dewi, seperti sudah tahu apa yang terjadi sebelumnya, tubuhnya berkelebat, meloncat melewati pekarangan yang lebarnya tiga zhang lebih, muncul diatas koridor.
Tangan kirinya menekan dari kejauhan, tampak pintu kamarnya seperti didobrak oleh palu besar, mendadak terbuka, angin kencang bertiup masuk.
Kamar ini disewa oleh sepasang suami istri setengah baya, sekarang mereka tampak mati kaku di atas ranjang, mati karena kepalanya dipukul hancur, mereka telah mati satu jam lebih.
Jendela belakangnya juga telah rusak, orang yang berbuat pasti kabur dengan mendobrak jendela.
Siasatnya telah terbongkar, bagaimana tidak melarikan diri.
Xie-shen tiga orang, juga telah menyelusup ke tempat gelap, melewati satu branghang, lalu naik ke atas atap rumah dengan cepat pergi.
Yu-shu-xiu-shi telah menghilang, dia adalah orangyang tidak bertanggung jawab.
Di penginapan telah terjadi pembunuhan, kerepotan pemilik penginapan akan besar sekali.
Dua orang wanita persilatan yang sama-sama menginap di penginapan, akhirnya berhasil mengetahui racun dikamarnya, racunnya Ji Xing-zhu dari perkumpulan Cun-qiu.
Dalam buku daftar tamu, nama wanita baju hijau adalah Jin Wen-wen, sedang wanita baju putih adalah Jin Ying-ying, asal dari Si-chuan.
Dua wanita ini tidak pergi, mereka mengawasi terus anak buahnya Yu-shu-xiu-shi, dan tanpa sungkan mengancam, Jika Yu-shu-xiu-shi dan Du-xin-lang-jun tidak keluar menyelesaikan persoalannya, akibatnya tahu sendiri.
Masalah sudah terbuka, anak buahnya Yu-shu-xiu-shi tidak berani pergi tanpa ada penyelesaian?
Mereka tinggal di penginapan menunggu perkembangannya.
Tentu saja, mereka tahu orang Jin-she-dong, tidak akan menimpakan masalahnya pada mereka, siapa pelakunya sudah jelas, orang-orang Jin-she-dong bukanlah orang yang tidak tahu aturan.
Pagi-pagi di hari ke tiga, tujuh orang anak buah Yu-shu-xiu-shi yang tinggal di penginapan, diam-diam bercampur dengan tamu yang akan pergi ke utara melarikan diri, dua wanita itu pura-pura tidak tahu, mereka membiarkansaja mereka melarikan diri.
Saat tengah hari, dua wanita baru pergi keluar, tidak ada orang yang tahu tujuan mereka, kereta dan bungkusan bajunya ditinggalkan di penginapan, rasanya mereka tidak akan pergi jauh, pergi lama.
Hari baru saja gelap, di tempat liar di utara kota, lima bayangan hitam berjalan cepat, kadang berjalan, kadang berhenti, tampak sangat hati-hati.
Di kedua sisi jalan adalah sawah-sawah, orang tidak bisa menganggap galangan sawah yang tidak beraturan itu sebagai jalan raya, itu hanya tempat liar yang ada didaerah ini, satu-satunya jalan untuk melakukan perjalanan rahasia di malam hari, jalan melalui alam liar dan menyusup diantara rumput dan pohon, seharusnya akan aman sekali.
Setelah berjalan sejauh dua li, disebelah kanan, padi tampak menguning, daerah liarnya jadi mengecil, mereka berjalan harus melalui tanah liar disebelah kiri.
Orang yang memimpin didepan sembunyi di dalam rerumputan, memeriksa keadaan didepan kalau-kalau ada yan g mencurigakan.
Bulan sabit akan tenggelam dibarat, sinar bintang terang, suara katak disawah menggetarkan telinga, ditanah liar suara serangga menging-king, langit gelap, jarak pandang jadi terbatas.
"Setelah melewati lapangan liar, maka kita akan bisa memutar keutara."
Kata Du-xin-lang-jun pelan.
"enam tujuh li lagi maka akan sampai di jalan raya, kuharap jangan terjadi hal yang tidak diduga."
"Tidak mungkin bisa terjadi hal itu."
Kata Yu-shu-xiu-shi menarik Liu Fei-yan yang ada di belakangnya.
"Fei-yan, kau juga jalanlah didepan, jika ada orang yang mencurigakan, kau harus gunakan pisau terbangmu membunuhnya."
"Baiklah, aku dan Ji Xing-zhu akan berjalan di depan."
Kata Liu Fei-yan menurut, dia melangkah maju ke depan.
"Ssssst...diam!"
Du-xin-lang-jun yang berjalan di depan berteriak pelan, tubuhnya berjongkok serendah mungkin.
"tiga puluh langkah di sebelah kiri depan, ada benda yang bergerak, hati-hati!"
Bukan ada benda bergerak, tapi orang sedang bercakap-cakap.
"Bocah Gao dari perkumpulan Cun-qiu itu, mengira nona hanya berdua, makanya pasti akan bersembunyi dulu beberapa hari, baru diam-diam melarikan diri."
Satu suara yang keras dengan jelas terdengar.
"di daerah ini nona menugaskan kita menebar jaring, sangat mungkin bisa menjaring beberapa ekor ikan kecil. Tapi, aku duga mereka masih akan menanti beberapa hari lagi, beberapa malam ini kita tidak perlu terlalu sibuk."
"Belum tentu!"
Kata seorang lagi.
"anak buah bocah itu telah satu hari melarikan diri, bocah sombong itu pasti sangat gelisah, sangat mungkin nekad menempuh bahaya pergi ke Xiang Yang untuk berkumpul dengan orang-orangnya, jika dia bisa sampai lolos, kita orang-orang Jin-she-dong, dimana mau menaruh muka kita? Kalian sama sekali tidak boleh ceroboh."
Yu-shu-xiu-shi berlima hatinya jadi dingin, diam-diam mengeluh.
Musuh mengatakan menebar jaring, pasti orangnya sembunyi ditempat gelap menunggu ikan masuk kedalam jaring.
Jelas orang yang sembunyi didepan cukup banyak, melewati garis penjagaan ini sangat bahaya sekali.
"Celaka, benar saja Jin-she-dong punya banyak orang, diam-diam mengawal dua wanita setan itu."
Kata Yu-shu-xiu-shi putus asa.
"untung kita menyusup sebagian-sebagian, hampir saja masuk kedalam perangkap mereka."
"Bagaimana?"
Liu Fei-yan sependapat.
"jika sekali serang tidak bisa membunuh beberapa orang, maka......"
"Tidak mungkin, musuh di tempat gelap kita di tempat terang,"
Tangan Pengail Arwah Qiu-wu juga merasa takut.
"orang-orang keluaran Jin-she-dong ilmu silatnya hebat-hebat, hatinya pun keji, ditambah lagi mereka bisa menyerang secara diam-diam, kekuatannya akan berkali lipat, siapa yang bisa bertahan?"
"Tiga orang yang membocorkan itu, siapa sebenarnya mereka? Benar-benar membuat celaka kita."
Seruling Damai Xiao Tai-ping tertawa pahit.
"Tiga orang itu sungguh harus mati, aku ingin menyelidiki asal-usul mereka dan mengupas kulit mereka."
Yu-shu-xiu-shi menggigit gigi menghujat.
"dasar wanita sialan, kita tidak bisa terus-menerus bersembunyi, kita kembali dulu."
Bersembunyi bisa didaerah pelabuhan di luar kota, karena kota kabupaten Wu-chang adalah pusat lalu lintas darat dan air, penduduk-nya ada empat-lima puluh ribu jiwa, jadi lebih mudah bersembunyi didalam kota, bersembunyi dikota adalah satu-satunya cara yang paling aman.
Tapi jalannya harus merayap seperti serangga, merayap diantara sawah-sawah, kalau tidak jangan harap bisa selamat melewati garis penjagaan, begitu mengharuskan mereka jalan merayap, Liu Fei-yan mana bisa merayap.
"Jika dugaanku tidak salah, disekitar kota sudah ada orang yang menebarkan jaring."
Seruling Damai menolak kembali.
"Kau punya akal bagus apa? Melabraknya?"
Kata Yu-shu-xiu-shi.
"Mereka telah menutup jalan keutara."
"Pasti."
"Mereka tidak mungkin lama menunggu."
"Seharusnya sama dengan kita, ingin cepat-cepat pergi."
"Kita berjalan kebarat dulu, pasti berhasil, Ini tentu diluar dugaan mereka."
"Menuju barat?"
"Menuju kekota Wu-chang, menghindar sementara,"
Kata Seruling Damai dengan pasti.
"apakah kau sudah lupa, mereka juga menuju kota Wu-chang? bukankah ini sama dengan menyerahkan diri?"
"Justru itu, kita bisa bergerak diluar dugaan, mereka pasti menduga kita tidak berani jalan menuju barat, maka kearah barat pasti tidak ada penjagaan. Apa lagi didalam kota itu ada temanku, bersembunyi satu tahun atau setengah tahun juga tidak ada masalah."
"Baiklah! Kita kebarat!"
Yu-shu-xiu-shi segera memutuskan.
"jika perlu kita lewat jalan air ke Xiang-yang."
Begitu diputuskan, lima orang itu diam-diam kembali membelok arah.
0-0-0 Guan Mei-yun adalah pemandu yang paling baik, terhadap tempat-tempat melancong ternama dia sangat hafal sekali, selain teman melancong yang baik, orangnya juga terbuka, kewanitaannya membuat orang jadi romantis, penampilannya selalu sebagai nona besar keluarga kaya.
Ada seorang nona kaya yang cantik, hangat, terbuka, berkuasa jadi pemandu, senang dan mudah adalah hal yang sudah diduga.
Fu Ke-wei seperti telah mendapatkan tambang mas, sebisanya menampilkan tingkah putra berkuasa dari ibu kota.
Guan Mei-yun membawa dia kesebuah perumahan amat besar di luar gerbang barat kota, bertemu dengan kakaknya Guan Ji-zhong dan Guan Yue-yun.
Perumahan yang amat besar ini juga adalah harta tidak bergeraknya tuan besar Guan Tian-fu, tempat ini biasanya digunakan untuk tinggal para tamu.
Rumah tinggal keluarga Guan yang ada di dalam kota tidak untuk tinggal para tamu, orang-orang kota semuanya tahu, walau pun famili atau teman baik, semua dilayani di rumah diseberang jalan.
Teman dari dunia persilatan dilayani di perumahan besar yang diluar gerbang barat kota, tanahnya luas sekali, tidak hanya ada gunung buatan dan taman, juga ada danau buatan setengah hektar.
Kakak beradik keluarga Guan, sering melayani tamunya makan minum di perumahan ini.
Usia Guan Ji-zhong sudah lewat dua puluh lima-enam, mempunyai seorang istri dan seorang istri muda, tapi masih sering berfoya-foya diluar.
Guan Yue-yun juga jenis yang sama, sudah punya suami, di luar masih menarik orang, sampai keluarga mertuanya juga tidak dipandang, orang lain tentu saja lebih-lebih tidak dipandang.
Keluar dari gerbang Bin Yang, mereka naik perahu pribadi melancong ke Dong Hu.
Diatas perahu ada lima orang, selain Fu Ke-wei dan kakak beradik Guan, seorang lagi Du Lan-yin juga putri tunggal seorang terkaya dikota Du Jin-yuan.
Begitu naik keperahu, Guan Ji-zhong telah menempel Fu Ke-wei.
Tuan muda kaya ini pernah sekolah beberapa tahun, setiap ujian selalu gagal, selanjutnya dia jadi tidak sekolah lagi, dia mengikuti para pengawal rumahnya belajar beberapa tahun ilmu silat, tinju, kaki, golok, pedang disini dia malah mendapat hasil sedikit.
Karena orangnya bertubuh tegap, bertarung diantara tuan muda kaya, dia selalu menang tidak pernah kalah, makanya dia sangat membanggakan kemahiran silatnya.
Diatas perahu perempuan lebih banyak daripada laki-laki, para nonanya duduk dibelakang, hanya dua orang laki laki duduk didepan perahu, nampak jelas tuan muda Guan sengaja menempell Fu Ke-wei, tidak tahu ada maksud apa.
"Saudara He sekolah di ibu kota, kecuali pelajaran menunggang kuda memanah dari Guo Zi jian, apakah pernah belajar silat dari para pengawal rumah anda?"
Tuan muda Guan tidak begitu antusias terhadap pemandangan setempat, dia lahir dan besar disini sudah sering lihat pemandangan setempat jadi tidak dilihat sebagal pemandangan menarik lagi!
"Di ibu kota ilmu silat sedang giat-giatnya anak muda suka mengejar model terkini, aku juga tidak terkecuali, pernah mendapatkan pelajaran silat tangan kosong selama tiga tahun dari seorang komandan Dong-cang, juga pernah mengikuti Tiga Pesilat Pedang ibu kota belajar beberapa jurus pedang, sayang aku ini tidak ada bakatnya, hanya bisa belajar kembangnya saja, dan beberapa jurus pedang membelah balok kayu."
Fu Ke-wei tertawa pahit menghibur diri.
"Ohh! Saudara He terlalu merendah diri"
Guan Ji-zhong tertawa.
Fu Ke-wei telah mendengar maksud diluar kata-katanya.
Benar saja, tiba-tiba Guan Ji-zhong mengunci tangannya, sepuluh jarinya di cengkramkan Dia juga balas mengunci, masing-masing mencengkram dengan kuatnya, dan mengerahkan tenaga, ingin menghancurkan tulang jari lawan dan bersamaan menarik kearah sisi tubuh.
Fu Ke-wei pura-pura kepayahan, setelah tarik ulur beberapa kali, akhirnya bisa memantapkan diri, malah pelan-pelan menarik tangan lawan nya keluar.
Beberapa saat wajah Guan Ji-zhong sudah menjadi merah, lehernya membesar, nafas jadi berat, beruntung masih bisa menahan tangan tidak sampai jatuh, selanjutnya terjadi tarik ulur kecil sejenak, kedua belah pihak juga tidak bisa menjatuhkan lawan.
Tiga wanita yang duduk dibelakang, terus mengawasi gerak gerik mereka berdua, melihat dengan jelas keadaan pertarungan tenaga ini, seimbang sulit menentukan siapa pemenangnya.
"Tuan muda Guan, buat apa kau mempermainkan teman adikmu?"
Du Lan-yin membela Guan Ji-zhong, dia telah tahu dia tidak akan bisa bertahan lama lagi.
"tampaknya kau telah mendapatkan pembantu yang handal, tuan muda He pasti bisa membantu kau menghadapi para berandalan dari Wen-chang-men itu."
"Kak, aku tidak izinkan kau menarik tuan muda He kedalam lingkungan teman-temanmu."
Guan Mei-yun dengan serius berkata.
"dia adalah temanku, tahu tidak?"
"Jangan gelisah?"
Guan Ji-zhong melepaskan tangan sambil tertawa penuh arti.
"tenaga tangannya besar tapi belum tentu berguna, harus bisa ilmu silat baru berguna, lain hari aku ingin mencoba tangan kosongnya saudara He."
"Kau berani?"
Guan Mei-yun melotot.
"jangan harap kau bisa membawa dia membantumu, Xian-wei, jangan perdulikan dia."
"Saudara Guan, ada masalah apa sebenarnya?"
Tanya Fu Ke-wei.
"Ha ha ha......"
Guan Ji-zhong tertawa terbahak.
"sekarang aku tidak enak mengatakannya, bagaimana pun kau telah menjadi temanku, aku akan membuat kau mendapatkan kehormatan dan selamat datang di rumahku, dijamin pasti seperti dirumah sendiri, kita laki-laki ada tempatnya untuk laki-laki, jangan sampai adikku dan temannya menempelmu terus. Besok, aku akan kepenginapan mencarimu, pastikan itu!"
Tertawa, belum tentu benar-benar menyatakan senang.
Tawanya Guan Ji-zhong, membuat orang yang memperhatikan hatinya jadi dingin, tawanya bukan menyatakan senang, tapi ada maksud tertentu.
Wajah Fu Ke-wei juga tampak tersenyum, senyum semacam ini juga ada arti lain, arti sebenarnya hanya dia sendiri yang mengerti.
"Kau jangan berharap."
Nona besar Guan yang telah menjadi istrinya juga angkat bicara, sedikit pun tidak menghormati kekuasaan kakaknya, dia berkata pelan pada adiknya Guan Mei-yun.
"persilahkan tuan muda He datang ketaman anggrekku."
"Besok aku temani kalian, supaya tidak ada orang sembarang bicara."
Du Lan-yin dengan genit melirik Fu Ke-wei, mungkin harus disebut diam-diam mengantar cinta, lirikan menggaet laki-laki nya memang sangat menarik.
"kakak kalian memang ada niat mengumpulkan orang pintar, sebenarnya menguntungkan kalian juga, buat apa membuat dia kecewa? Paling sedikit bisa dengan atas nama kakak kalian, terang-terangan mengundang dia kerumah!"
Nada bicaranya Du Lan-yin penuh dengan rasa tidak berdaya.
"Tidak bisa, ayahku tidak izinkan membawa orang luar tinggal dirumah, kakak hanya akan menempatkan dia ke tempat tempat kotor, aku tidak akan tertipu."
Kata Guan Mei-yun menggelengkan kepala.
Malam itu, nona kedua Guan menjamu tamunya di restoran Wu-fu, tamu pentingnya adalah Fu Ke-wei, tamu pendampingnya adalah nona besar Guan dan Du Lan-yin.
Orang dikota, semua tahu asal-usulnya para orang kaya ini, nona besar mengadakan pesta menjamu tamu laki-laki, sudah tidak aneh lagi seperti memang harus begitu.
Begitu kembali ke penginapan, hari sudah tengah malam.
Fu Ke-wei tadinya sudah setengah mabuk, sudah mabuk baru bisa bergerak bebas, bermain dengan sekelompok wanita, bisa tetap tidak mabuk, itu sudah sangat sulit sekali boleh dipuji.
Dua orang pelayan keluarga Guan mengantar Fu Ke-wei pulang kepenginapan, setelah menyerahkannya pada pelayan kecil Yung-lin, langsung pulang melapor.
Kamar atas dibagi dua ruangan luar dan dalam, Nie-sha-yin-hoa yang menyamar jadi pelayan kecil membantu dia mencuci muka, kembali ke kamar dalam, wajah Fu Ke-wei sudah tidak terlihat mabuk.
"Bagaimana?"
Dia menerima teh yang diantarkan oleh Nie-sha-yin-hoa perlahan tanya.
"Mereka telah mengutus orang, menipu aku keluar dan dua kali memeriksanya."
Nie-sha-yin-hoa pelan menjawab.
"orang yang memeriksa bungkusan baju semuanya orang-orang ahli, gerakannya mahir tidak ada yang terlewatkan, jika tuan sebelumnya tidak mengatakan, aku sungguh tidak percaya seorang kaya, bisa memperkerjakan ahli yang sangat cekatan. Tuan, kau harus hati-hati."
"Aku tahu, Xiao Ling."
Dia tertawa dingin.
"rumah keluarga Guan banyak sekali, jebakan di dalamnya juga banyak, tamu tidak bisa menginap di dalamnya, jadi tidak ada kesempatan melihat asal-usul si penjahat, terpaksa merubah cara mencari akal dari para anjing ini, cepat atau lambat aku pasti akan masuk, memang sedikit repot menemukan tempat persembunyiannya si bangsat itu, aku akan hati-hati menghadapinya. Ooo...! Apakah ada kabar dari para anak buahnya Jin Chao-chen?"
"Petugas Shu Bai-yun melaporkan, rumah besar dan kecil keluarga Guan di seluruh kota, tidak pernah ditemukan ada orang yang mencurigakan keluar masuk, si anjing tua Guan menyamar jadi seorang kaya sangat berhasil, sedikit pun tidak menarik perhatian orang, harap tuan menambah kewaspadaan mencegah hal yang tidak diinginkan."
Nie-sha-yin-hoa memang pembantu yang cekatan.
"tamu di kamar sebelah kiri mau pun kanan sangat mencurigakan, mungkin mata-mata keluarga Guan."
"Bukan, mereka adalah mata-matanya keluarga Du."
Kata Fu Ke-wei yakin.
"putri tuan besar Du Jin-yuan berteman denganku, dia merasa tidak tenang jadi mengutus orang mengawasi. Tenang saja, mereka tidak membahayakan aku."
"Aku akan perhatikan mereka, orang-orangnya keluarga Du juga bukan orang sembarangan."
"Saat aku tidak ada, kau harus sangat hati-hati."
Dia dengan serius berpesan.
"sekali ada gejala yang tidak menguntungkan, kau harus segera pergi ketempat jauh, jangan takut menggagalkan usahaku, aku bisa melakukannya dengan cara lain, mengerti tidak?"
"Tuan, aku akan sangat waspada."
Nie-sha-yin-hoa lupa dirinya menyamar jadi laki-laki, tanpa sadar tersenyum manis, penuh dengan rasa kewanitaan.
"Aku khawatir kau terlalu percaya diri, Xiao Ling, paling baik selain waspada kau harus sedikit rendah hati, telapak kaki banyak diolesi minyak. Jika terjadi sesuatu pada dirimu, seumur hidup aku tidak akan bisa tenang!"
Tiba-tiba tanpa sadar Fu Ke-wei menarik memeluk Nie-sha-yin-hoa.
"Walau begitu, aku juga rela sepenuhnya."
Nie-sha-yin-hoa menurut saja dipeluknya.
"Tidak, ini adalah masalah antara aku dengan Xi Zhang-feng, jangan melibatkanmu, itu sudah tidak seharusnya, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, aku......"
Dia melepaskan tangan pelan mendorong tubuh dari pelukannya.
"Apakah tuan lupa hutang nyawanya Xi Zhang-feng padaku juga belum dibayar? tentu saja aku juga berhak terlibat dalam masalah ini."
Nie-sha-yin-hoa malah sebaliknya menempelkan tubuhnya dengan erat.
"malah Xie-shen dan adik Ji, semua juga ada hak melibatkan diri, tapi kau malah sengaja meninggalkan mereka, melakukan tindakan seperti ini apakah adil? saat mereka tidak mendapatkan jejakmu di tempat yang telah dijanjikan, apakah kau tahu perasaan di dalam hati mereka?"
"Hal ini tidak bisa berbuat apa apa."
Fu Ke-wei mengeluh.
"aku mengejar ketua benteng Xi dan anaknya, selain membalaskan dendam nyawa teman, tujuan utamanya adalah menyelidiki di mana Pedang Naga Langit Lu-zhao, masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain, apa lagi......"
"Apa lagi apa?"
"Apa lagi jika di sisiku banyak orang, tidak terhindar akan kurang perlindungannya, jika terjadi hal yang tidak diinginkan, bukankah akan membuat aku menyesal seumur hidup?"
"Tuan terlalu banyak khawatir! Kami semua terlahir sebagai orang yang bermain nyawa, tidak memandang penting hidup atau mati, semua akibat akan ditanggung sendiri, yang kau katakan itu bukan alasan."
Nie-sha-yin-hoa dengan banyak pertanyaan di dalam hati memandang dia.
"apakah kau merasa sebutan kami tidak bagus, hingga bisa merusak nama baik?"
"Nama baik? Memangnya aku punya nama baik! Kau kira aku ini orang suci?"
Kata Fu Ke-wei tertawa.
"kau tahu di dunia persilatan ada berapa banyak orang ingin sekali makan dagingku, tidur di atas kulitku?"
"Betulkah?"
Nie-sha-yin-hoa tertawa.
"aku malah mengira penilaian Tian-ya-koay terhadap mu sangat tepat."
"Ooo..! Bagaimana dia mengatakannya?"
"Ingat saat berpisah di Shan-xi, dia kata kau bertingkah aliran hitam, berhati pendekar."
Kata Nie-sha-yin-hoa tertawa.
"setelah tinggal bersamamu beberapa waktu, apa yang kau lakukan, apa yang kau perbuat, membuat aku merasakan kau adalah seorang yang bisa diandalkan, aku kira penilaiannya si pengemis tua itu tepat sekali. Xie-shen dan mereka juga pasti ada perasaan yang sama, jika tidak mana mau dengan suka rela melayani kau?"
"Itu karena mata kalian keluar dari kelopaknya."
Kata Fu Ke-wei tertawa.
"di kemudian hari kalian bisa menyadari, aku ini tidak seperti yang kalian bayangkan."
"Kami terhadap pandangan kami sangat percaya......"
"Sudahlah, tidurlah dengan tenang!"
Dia tiba-tiba mempertinggi suaranya, diam-diam memberi isyarat, ada orang sedang mengawasi.
"besok aku masih harus bertemu dengan nona kedua Guan!"
"Ya, tuan."
Nie-sha-yin-hoa juga memperkeras suaranya, membereskan alat minum keluar kekamar depan tempat tidurnya, dengan teratur membereskan ranjang tidur, membetulkan bantal dengan tenang tidak tergesa-gesa, semua tindakannya menunjukan dia adalah pelayan yang teliti dan rajin.
Kamarnya ada beberapa jendela terang, diatas jendela terang yang ada disisi, ada satu bayangan menggunakan ilmu meringankan tubuh yang tinggi, Gordin Mutiara Menggantung Terbalik, bayangan itu menggantung dibawah atap, kertas minyak jendela telah dilubangi satu lubang kecil, dari lubang kecil mengintip kedalam.
Guan Mei-yun sudah tertarik pada Fu Ke-wei, dia memang juga wanita nakal yang tidak taat aturan, putra para orang yang punya kedudukan di kota ini, melihat dia seperti melihat wabah?
Dan para putra orang kaya yang pikirannya hanya wanita dan mengaku dirinya romantis, malah menjadikan dia sebagai sasaran, dengan giatnya mengikuti kemana dia pergi.
Kali ini, akhirnya dia menemukan pria idaman yang membuat hatinya tergerak, mendapat kesempatan berkenalan, membuka jaring cinta dengan terencana, menangkap pria tampan yang segalanya membuat dia tergila-gila.
Dia tahu, kakaknya tidak bisa tenang terhadap orang asing yang datang dari ibu kota, dia sedang merencanakan sebuah siasat menghadapi pria idaman hatinya, kakak perempuan dia sepertinya juga ada maksud terhadapnya, di dalam hati tentu saja dia tidak rela.
Tadinya dia ada niat membawa ke Taman Anggrek kakaknya, tapi dibatalkan.
Pagi-pagi keesokan harinya, dia mengutus pelayan mengundang Fu Ke-wei ke Taman Qing fengnya Du Lan-yin.
Taman Qing-feng adalah harta tidak bergeraknya tuan besar Du Jin-yuan, biasanya hanya digunakan oleh keluarga wanita, diurus oleh putri tunggal kesayangannya Du Lan-yin, di dalam taman ada paviliun dan kebun bunga, adalah tempat yang bagus untuk bermain.
Dia tidak menginginkan kakak laki-lakinya membawa Fu Ke-wei jadi berandalan.
Para lelaki berkumpul, selain mengejar arak dan wanita, yaitu memainkan tongkat atau tombak, berebut kekuasaan dengan berandalan jalanan, tidak bisa melakukan hal yang baik.
Dia juga menjaga kakak perempuannya mengincar Fu Ke-wei, menjaga supaya kakak wanitanya tidak merebut pria idamannya.
Dia dan Du Lan-yin di ruang kecil, menemani Fu Ke-wei sarapan pagi.
Makanannya enak enak, ada pelayan wanita melayani.
Fu Ke-wei sedikit pun tidak kaku, dengan lancar berkata-kata, tingkahnya selain hangat dan sopan juga tampak tingkah sombong yang tidak kelewat batas para putra orang kaya yang romantis, mengatakan kata-kata yang terselubung yang tidak merusak situasi, membuat dua wanita cantik tingkahnya jadi genit, mendekatkan jarak hubungan antar lawan jenis.
Du Lan-yin adalah tuan rumah, dia menemani mereka berdua melihat-lihat ke sekeliling taman.
Taman Qing-feng berada di luar kota, tanahnya luas sekali, semua bangunan berbentuk tunggal terpisah masing-masing, merupakan salah satu taman ternama setempat, berjalan sekeliling harus memakan waktu setengah hari lebih.
Du Lan-yin menemani mereka sampai di vila teratai, lalu dengan tahu diri meninggalkan mereka pergi dengan pelayan wanita.
Vila teratai luasnya kira-kira enam tujuh ha, penuh dengan teratai dan kuncup teratai, di kelilingi dengan pohon dan bunga yang indah.
Vila teratai dibangun di tengah danau, ada jembatan dengan sembilan belokan menghubung ke daratan, satu belokan yang dekat ke vila adalah model jembatan gantung, begitu papan jembatannya diangkat maka terputuslah hubungan ke daratan.
Du Lan-yin dengan alasan ada urusan yang harus diselesaikan, meninggalkan mereka berdua di vila menikmati pemandangan bunga teratai atau naik perahu.
Setelah main setengah harian, para nona harusnya telah lelah.
Tapi Guan Mei-yun tidak merasa lelah, tapi pura-pura lemah, dengan leluasa menggaet lengan Fu Ke-wei, duduk diatas tiang melintang vila, dengan genitnya mengambil sapu tangan wangi, dan indahnya mengelap keringat di lehernya, wajah yang merah tidak pakai kosmetik, tampak lebih cantik memikat.
Fu Ke-wei menggaet tangannya, tersenyum membalikan wajah menatap Guan Mei-yun sedikit tidak bisa menahan diri, tidak saja wajahnya memikat dan harum tubuhnya juga merangsang.
"Kau......kau lihat apa?"
Dia juga melihat Fu Ke-wei dengan sorot mata yang aneh hangat, di dalam tubuhnya timbul gelombang aneh, dengan genit melihat Fu Ke-wei dengan mata putihnya, warna merah di leher naik ke atas.
"Cantik alami, cantik sekali."
Fu Ke-wei mengusap tangannya dengan pelan, senyumnya membuat hatinya bergelombang, perasaan yang datang dari tangannya juga membuat dia lupa diri.
"Mei Yun, akhirnya aku mengerti juga makna kecantikan bisa dinikmati."
"Gombal!"
Seluruh tubuh Guan Mei-yun jadi panas, dia pura-pura akan menarik tangannya.
Fu Ke-wei mengambil kesempatan menariknya, melumpuhkan tarikan dia, hmmm...
sekali, tubuhnya setengah diputar, mengikuti arah jatuh di pelukan Fu Ke-wei.
Semua gerakan jatuh ke pelukan tampak sangat alami.
Guan Mei-yun memeluk dengan kuat, dia seperti meloncat di awan, menutup matanya, pura-pura meronta tubuh yang panas itu.
"Mei......Mei......Yun......"
Hati Fu Ke-wei juga bergelombang, matanya menyorot sinar aneh, dia bisa merasakan denyut hatinya lebih cepat satu kali lipat, ingin mengendalikannya juga tidak mampu, tangan menambah tenaga.
"Mmm, Xian-wei, kau......kau......"
"Ooo..Aku......"
Fu Ke-wei tertegun, tenaga di tangan mengendur.
"Kau, terhadapku apa......apa bersungguh sungguh?"
Dia menyandar di pelukan Fu Ke-wei berguman, wajahnya menempel di dada yang kuat dan hangat.
"Mei-yun, percayalah padaku,"
Kata Fu Ke-wei di sisi telinganya dengan lembut, tangan di atas tubuhnya dengan lembut mengusap-usap.
"Akhirnya aku menemukan orang yang bisa mencurahkan hati, ya......yaitu......kau......."
Dia seperti mabuk seperti bengong, hampir lumpuh di pelukan Fu Ke-wei.
"Jika ayahmu tidak menolaknya, bawa aku menemui ayahmu, bagaimana? Mei-yun, biarkan ayahmu melihatku apakah pantas buat kau......"
"Ayahku terlalu sibuk dengan kegiatan rutinnya, entah lewat beberapa hari lagi, baik tidak?"
"Ooo! Ayahmu keluarganya besar usahanya juga besar, apakah setelah kembali dari perkebunan teh dan persawahan?"
"Aku juga tidak tahu......mmm! Kau......kau jahat sekali......"
Tangan Fu Ke-wei bergeser menyentuh di bagian tubuh yang sensitif, satu gelombang aneh menerjang Guan Mei-yun, tanpa sadar dia merintih genit, menghembus nafas seperti anggrek, seperti ular menggeliat di pelukan Fu Ke-wei, dia tersesat di dalam gelombang yang liar ini.
Pria menginginkan wanita, terhalang satu gunung, wanita menginginkan pria, terhalang kertas satu lembar.
Fu Ke-wei merasa lepas kontrol, mencium bibir kecilnya yang panas itu.
Di sekeliling tidak ada orang, taman Qing-feng yang luas ini tampak tenang, waktu yang bagus, pemandangan yang indah, seorang laki-laki seorang perempuan, tidak ada saru halangan pun, hal apa pun bisa terjadi.
Rambut kacau, perak mengeletak, baju setengah terbuka, buah dada putih seputih giok, cukup menyalakan bara api nafsu.
Fu Ke-wei sudah tidak bisa menahan diri, tadinya dia sengaja menimbulkan nafsu wanita sembarangan ini, ciuman yang terus menerus dari bawah leher turun hingga pada buah dada yang menggiurkan.
Baju perlahan dibuka, sekarang tubuh Guan Mei-yun hampir menjadi kota yang tanpa penjagaan.
Di tengah jembatan sembilan belokan, tiba tiba terdengar satu batuk pelan.
Guan Mei-yun dengan sangat terkejut cepat cepat menarik bajunya, menutup buah dadanya yang terbuka.
"Lan-yin......kau......"
Sambil memakai baju dia duduk dengan benar sambil berteriak marah.
"Bukan nona Du."
Kata Fu Ke-wei juga cepat-cepat duduk kembali.
Seorang wanita cantik yang bisa membuat orang berdebar hatinya, memakai baju warna putih bulan, baju tipis dengan lengan baju ketat, membuat buah dada yang tinggi itu lebih seksi, mata genit yang berair benar-benar bisa menggaet roh orang.
Walau wanita ini telah menyaksikan pemandangan mesra kedua orang itu, tapi sepertinya tidak terkejut.
"Kau ini siapa?"
Guan Mei-yun dari malu menjadi marah, dia membenci sekali wanita yang tidak tahu kesenangan orang ini, yang telah merusak kenikmatan dia, sambil meloncat marah memaki-maki, sambil cepat-cepat membereskan baju yang kacau.
Model rambut dari pakaian wanita ini, sudah menjelaskan kedudukannya berbeda, tapi dia pasti bukan pelacur di rumah bordil.
"Aku datang mencari tuan rumahnya taman ini,"
Wanita baju putih menunggu dua orang itu membereskan bajunya, baru pelan-pelan mendekat.
"taman setan ini vilanya terlalu banyak dan juga terlalu luas, orang yang bersembunyi di dalam sini, jika orangnya sedikit, sulit bisa mencarinya, makanya harus mencari orang menanyakannya."
Guan Mei-yun adalah tamu yang sering datang ke taman Qing-feng, pelayan di taman ini, dia hampir semuanya tahu, malu yang ditimbulkan karena perbuatannya terlihat tidaklah membuat dia jadi tidak waspada, begitu melihat dia sudah merasakan orang ini tidak di kenal, sehingga dia berteriak bertanya pada orang ini.
Begitu mendengar nadanya, dia tahu betul orang ini benar saja orang asing.
Seharusnya dia berpura-pura jadi seorang wanita baik-baik, tapi dia telah mencium ada bahaya, nada wanita itu tidak benar, dia tidak bisa berpura-pura menjadi seorang wanita baik-baik yang tidak bisa ilmu silat.
"Wanita murahan yang pantas mati, kau berani masuk ke tempat khusus untuk keluarga wanita yang terlarang untuk orang luar, sungguh tidak tahu malu."
Dengan marah dia menerjang pada wanita yang masuk ke tempat terlarang ini, kakinya lincah dan cepat.
"Jika kau senang mengintip hal yang begini, kenapa tidak cari sendiri laki laki......lah......"
Seharusnya dia menyadari bahaya dari nada bicaranya si wanita, hingga dia tidak akan sampai bertindak sembarangan, dengan marah dia menerjang maju menampar si wanita.
Fu Ke-wei telah terjerumus ke dalam nafsu birahi Guan Mei-yun, nafsu birahinya mengantarkan dia kedalam pelukannya, tubuh telanjang yang sempurna dan memikat membuat dia sedikit tidak bisa menahan diri, walau dia telah mempersiapkan diri, tetap saja dia terangkat nafsunya.
Tapi dia masih dalam keadaan sadar, nafsu yang timbul tadi jadi memudar karena di kacaukan oleh keadaan di luar, kesadaran yang sementara tertutup oleh nafsu mendadak kembali lagi, dia sudah dapat melihat kedatangan wanita itu, tujuannya tidak bersahabat, dia bukan orang biasa, sesaat memusatkan pikiran reaksinya jadi terlambat, dia tidak dapat mencegah emosi Guan Mei-yun, begitu tidak berhasil mencegah, Guan Mei-yun dalam keadaan marah, sudah menerjang mengangkat tangan dengan gegabah menempeleng.
Menempeleng adalah tindakan paling bahaya, begitu tangan bergerak posisinya sudah terbuka terlebih dulu, kecuali lawan benar-benar reaksinya lambat, atau ilmunya kurang, jika tidak dengan mudah lawan bisa membalas menyerang.
Buug...
paak...
terdengar suara aneh, ada orang terkena tamparan dan terpukul.
Guan Mei-yun bergerak cepat sekali, tapi wanita baju putih lebih cepat lagi, sungguh seperti kilat, dia sama sekali tidak menangkis tangan mulus Guan Mei-yun yang datang menempeleng, tubuhnya miring memotong masuk mengulur tangan, pertama di pipi kiri Guan Mei-yun yang masih merah itu dia melayangkan telapaknya, lalu membalikan telapak memukul telinga kanan, seperti memukul dalam waktu bersamaan.
Walau Guan Mei-yun seorang jago wanita yang berilmu tinggi, dalam keadaan tidak ada perlindungan, mana bisa menahan pukulan keras yang mengena telinga kanannya, Ngeek...
tubuhnya terlontar satu zhang lebih, meronta beberapa kali langsung pingsan.
Fu Ke-wei terkejut, gerakan wanita ini sangat cepat dan lancar, jelas setingkat dengan pesilat tinggi yang ternama, tenaganya juga bisa di kendalikan dengan bebas, menghadapi lawan sedikit pun tidak ada emosi, sungguh membuat hati dia tergerak.
Kewaspadaannya baru saja timbul, wanita itu telah mendekat padanya.
"Kau lebih memalukan lagi! Datang kemari untuk sembunyi menghindar bahaya, tapi tetap saja menggaet wanita."
Sambil bicara orangnya bergerak, bayangannya menekan dari depan, seperti sinar kilat, telapak mulusnya datang ke arah pipi kiri dia.
Saat ini satu-satunya gerakan tepat adalah membalasnya.
Tapi dia tidak bisa membalas menyerang, dia masih belum tahu tujuan lawan datang!
Segera dia mengeserkan tubuhnya menghindar, dia mengetahui kecepatan serangan wanita ini mengejutkan siapapun, dia mengerahkan ilmu silat sebenarnya, mempercepat kecepatan menghindar.
Begitu serangan telapaknya tidak berhasil, wanita itu jadi terkejut, wajahnya berubah, seperti bayangan mengikuti benda, dia bergerak kembali dengan kecepatan yang mengejutkan orang, berturut-turut menyerang tiga kali.
Biasanya seorang anak muda emosinya masih tinggi dan tidak mau mengaku kalah, ini adalah reaksi yang timbul tanpa disadari.
Banyak perselisihan terjadi, semua terjadi karena emosi yang tidak mau mengaku kalah ini.
Setelah serangan telapak wanita itu gagal, dia terkejut oleh kecepatan gerakan menghindar Fu Ke-wei, tapi itu juga menimbulkan reaksinya yang tidak mau kalah, dia merasa lebih kuat dari lawan, tanpa pikir lagi segera dia mengerahkan kepandaian sebenarnya, sedikit pun tidak memikirkan akibatnya, mengejar dan menyerang tiga jurus telapak berturut-turut pada bayangan yang berkelebat yang sulit bisa dilihat dengan jelas karena emosi, serangan pun menggunakan seluruh tenaganya, dia ingin cepat meraih kemenangan Walau Fu Ke-wei tahu wanita ini berilmu hebat, dia juga tahu wanita ini salah mengenali orang, tapi dia tidak ada kesempatan untuk menjelaskannya, lebih-lebih tidak menduga dia bisa menyerang dengan sepenuh tenaga.
Telapak kedua sudah mengenai dirinya, dalam keadaan tidak siap dan di dalam hati tidak ada persiapan, tenaga yang seperti angin kencang datang menerpa, mendorong sejauh satu zhang lebih mengenai bahu kirinya.
Dia seperti terkena godam besar, mundur tiga langkah, baru bisa berdiri tetap.
"Wanita yang ingin mati!"
Teriak Fu Ke wei menggigit gigi.
"terhadap orang yang tidak kenal juga memukul dengan sekejam ini, kau tidak bisa diberi hati."
Wajah dia mendadak berubah, berubah jadi dingin sekali, dia menyambut dengan tangan kanan, dengan satu jurus yang paling biasa Naga Awan Menampilkan Cakar, tanpa takut memotong masuk menyambut serangan, jurusnya tampak angkuh sekali.
Telapak dan cakar begitu bentrok, wanita baju putih terkejut, dia merasakan cakar Fu Ke-wei seperti terbuat dari besi, tenaga cakarnya sepertinya tidak begitu kuat, tapi saat menyentuh tangan seperti besi panas yang merah, ads semacam tenaga aneh menggetarkan seluruh tubuhnya, mengisap seluruh'tenaga yang dikeluarkannya, dengan sendirinya dia mundur sambil menarik telapaknya.
Tapi reaksinya sudah terlambat, buug...
paak...
sepasang bahunya terkena satu pukulan, seluruh tubuh kehilangan tenaga, lalu dadanya mengencang, ditangkap, dilempar, diterbangkan oleh satu tenaga besar yang tidak bisa ditahan, byaar..., jatuh ke dalam danau teratai.
Teknik berenangnya si wanita sepertinya sangat hebat, begitu masuk ke dasar danau, segera 'ssst'...
dari dalam air dia meloncat keatas jembatan, kakinya baru saja menginjak papan jembatan, mendadak dia merasa tubuhnya bergetar, jalan darah Du-mai dipunggungnya telah ditotok oleh jurus yang aneh, seluruh tubuh jadi kaku, sama sekali tidak bisa bergerak.
Di sekitar itu tidak ada orang yang tinggal, Du Lan-yin dan Guan Mei-yun adalah ahlinya bermain asmara, sudah dari tadi mereka menyuruh para pelayan pergi jauh-jauh, meninggalkan tempat ini untuk kesenangan mereka.
Pertempuran di atas vila air, dan suara tercebur ke dalam air, tidak menimbulkan perhatian para pelayan yang berada jauh, langit jatuh pun mungkin tidak akan ada orang yang peduli!
0-0-0 Bersamaan waktunya, Xie-shen, Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen, di ruangan sederhana tempat mereka sembunyi, di rumah orang miskin di ujung lorong, situasinya tampak tegang.
Mereka bertiga mengira tempatnya sangat tersembunyi, di rumah orang miskin ini mereka datang seperti tiga orang famili jauh, di kota sebesar ini tidak mungkin menimbulkan perhatian orang.
Tidak diduga baru menetap satu hari, pagi hari keesokannya sudah didatangi orang.
Tamu yang tidak diundang adalah wanita baju hijau dari Jin-she-dong itu.
Dengan terang-terangan dia membuka pintu masuk ke dalam rumah, di luar pintu ditinggalkan dua orang laki-laki setengah baya yang menyamar sebagai pelayan berbadan tegap, menghadang pintu seperti dua dewa pintu, siapa pun jangan harap bisa keluar masuk sesuka hati.
Tiga orang itu di ruangan sedang mengobrol dengan tuan rumah, sedang bersiap keluar, tiba-tiba mereka melihat ada orang membuka pintu masuk ke dalam rumah, mereka jadi terkejut!
Setelah melihat jelas yang datang adalah wanita baju hijau, hati ketiga orang jadi lega.
Diam-diam mereka jadi kagum, mimpipun tidak menduga dua orang wanita layang, bisa dengan mudahnya mengikuti tiga orang persilatan yang sudah berpengalaman, berhasil mengikuti jejak mereka.
"Aku khusus datang untuk berterima kasih pada kalian bertiga."
Wanita cantik baju hijau dengan tersenyum menyatakan maksud kedatangannya.
"aku marga Jin, bersama dengan adikku tinggal sebentar di kota kabupaten Wu-chang, tanpa alasan ada berandalan yang mengganggu, jika kalian bertiga tidak cepat memberi peringatan, mungkin sudah mengalami hal yang tidak diinginkan."
"Orang persilatan kadang timbul semangat mengurus hal kecil, itu hal yang biasa."
Xie-shen tidak menyembunyikan dirinya adalah seorang persilatan, dengan ramah berkata.
"nona Jin silahkan duduk, kami juga sedang bertamu tidak bisa dengan pantas menyambut tamu, harap maklum."
"Terima kasih."
Nona Jin mengucapkan terima kasih dan duduk, tuan rumah tahu diri buru-buru pamit kembali ke ruang dalam.
"Sebenarnya, aku dan kawan-kawan dengan wakil ketua perkumpulan Cun-qiu, Yu-shu-xiu-shi, dulu pernah terjadi perselisihan kecil, hanya saja tidak enak memperhitungkannya. Memberi ingat pada kalian berdua, bukan di sengaja, makanya jangan ditaruh dihati."
"Orang persilatan harus bisa membedakan dendam dan budi dengan jelas, aku dari Jin-she-dong di Chuan Xi, juga bisa dikatakan setengah orang persilatan, sehingga tetap merasa sangat berterima kasih. Boleh tahu nama dan marga kalian bertiga, dan sebutannya?"
Di dunia persilatan, julukan lebih penting dari pada nama, ada beberapa orang julukannya diketahui semua orang, tapi tidak tahu siapa namanya, apa marganya?
Larangan di dunia persilatan banyak sekali, wanita cantik baju hijau menanyakan nama dan sebutan, sesungguhnya berniat baik, tapi Xie-shen bertiga merasa kesulitan.
"Maaf sekali."
Xie-shen menolak dengan sopan, di saat ini di tempat ini, bagaimana dia bisa membuka dirinya? Di dunia persilatan banyak orang yang serakah sedang mencari mereka! "Malah aku yang kurang sopan."
Wanita cantik baju hijau minta maaf, dia sendiri juga hanya memberi tahu marga tidak menyebut nama.
"jika dugaan aku tidak salah, dua orang tuan ini juga wanita yang menyamar jadi laki-laki."
Dia mengangkat tangan tersenyum menatap pada Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen, nadanya pasti penuh percaya diri.
"Nona Jin sungguh hebat."
Hoa-fei-hoa diam-diam terkejut.
"kami kakak beradik sangat percaya akan teknik penyamaran, tapi tetap tidak lolos dari matamu."
"Teknik penyamaran nona memang hebat sekali, tapi suara kalian saat memperingatkan, membuat aku jadi berani menduganya. Tolong tanya apakah kalian bertiga datang kesini juga demi Yu-shu-xiu-shi?"
"Bukan khusus demi orang ini, hanya sekalian saja."
Xie-shen berkata.
"jika maksud membalas dendam, dia sulit bisa meninggalkan kota kabupaten Wu-chang hidup-hidup. Setelah membongkar siasat keji dia, kami sudah tidak perhatikan dia lagi, mungkin dia akan menyelidik orang yang membongkar siasatnya, sehingga kami bersembunyi di penginapan tiga hari, tidak pernah melangkah keluar. Sekarang ini, seharusnya dia sudah menuju ke utara ke Xiang-yang!"
"Dia telah sampai ke tempat ini."
"Apa?"
Xie-shen terkejut.
"apa dia datang mengikuti jejak kami?"
"Saat kalian bertiga pergi setelah memperingati, kalian sudah di bawah pengawasan anak buahku. Makanya kami tahu gerakan kalian. Si bangsat itu tiba disini lebih lambat setengah hari, dia datang bertiga, sama sekali tidak tahu tentang kalian bertiga."
Kemudian nona Jin pamit, membawa anak buahnya pergi. 0-0-0
Jilid KE TIGA Bab 23
"Tidak disangka dua wanita ini, diam-diam ada orang yang melindung boleh dikata kita telah dikalahkan!"
Kata Ouw Yu-zhen khawatir.
"Paman Du, apakah sebaiknya kita pindah?"
"Tampaknya harus begitu."
Kata Xie-shen juga sedikit ngeri, sejak awal hingga akhir kita dalam pengawasannya, aku merasa ngeri.
Tapi kita tidak perlu terburu-buru, malam hari nanti kita baru pindah.
Mari kita pergi ke penginapan diam-diam melihat siapa sebenarnya pelayan wanita yang kecil itu.
"Mana bisa dia membawa seorang pelayan wanita disampingnya? Benar..benar !"
Hoa-fei-hoa dengan memonyongkan mulut kecilnya berguman, Sangat tidak leluasa, kecuali dia...."
"Kau jangan berpikir kearah negatif, Xiao Ji!"
Xie-shen dengan nada aneh.
"kamar atas biasanya dibagi ruang depan dan ruang belakang, kau jangan berpikir mereka berdua tidur bersama! Jangan berpikir yang tidak-tidak."
"Sialan kau, kau ingin dipukul yaa?"
Hoa-fei-hoa seperti seekor kucing yang terinjak ekornya, meloncat marah-marah.
"He he he......"
Xie-shen hanya tertawa aneh sebagai jawaban.
"anggap saja mereka... itu juga bukan urusan kau..., kau......"
"Kau ingin mati......"
"Kalian jangan berkelakar lagi, aku sedang berpikir......"
Kata Ouw Yu-zhen sambil berpikir.
"Sedang memikirkan apa?"
Tanya Hoa-fei-hoa.
"Pelayan tuan itu, sangat mungkin penyamaran dari kakak Chao."
Kata-kata Ouw Yu-zhen mengejutkan orang.
"Tidak mungkin!"
Xie-shen tertegun.
"dia meninggalkan kita bertiga, budi dan dendam, kebenaran dan kejahatan, terpisah dengan jelas, mana bisa dia membawa nona besar itu di-sampingnya?"
"Sifat tuan memang begitu, tapi kalian lupa satu hal."
Kata Ouw Yu-zhen tertawa.
"Hal apa?"
Hoa-fei-hoa berebut.
"Kakak Chao tahu beberapa teman yang berhubungan secara rahasia dengan ketua benteng Xi dan anaknya, dia bisa membantu mengejar dan memberitahukan jejak ketua benteng Xi, tuan pasti membawa dia disampingnya, makanya aku menduga pelayan kecil itu mungkin kakak Chao yang menyamar......"
"Dugaan adik Zhen tidak salah."
Hoa-fei-hoa menyela.
"pelayan itu memakai nama Yung-ling, bukankah bunyi katanya sama dengan nama aslinya? Pasti itu dia, lebih baik kita mencari dia ke penginapan."
"Jika benar dia, kita jangan gegabah mencarinya."
Kata Xie-shen serius.
"Kenapa?"
Tanya Hoa-fei-hoa.
"Tuan kali ini tampil sebagai pelajar dari ibu kota, pasti ada tujuannya. Aku percaya gerakan dan tempat tinggalnya, diam-diam ada orang yang mengawasi, jika kita gegabah pergi menemuinya, akan menimbulkan kecurigaan orang yang mengawasinya, bukankah malah akan merusak rencananya tuan?"
Xie-shen menganalisa.
"makanya, kita hanya bisa diam-diam menyelidik, melihat perkembangannya baru membantu tuan, itu baru cara yang terbaik."
"Benar kata-kata paman Tu, kita harus bergerak dari kegelapan, baru cara yang terbaik."
Ouw Yu-zhen berkata.
"Baiklah!"
Hoa-fei-hoa terpaksa setuju.
0-0-0 Tubuh langsing yang basah kuyup merangsang orang melihatnya, tubuh itu dilemparkan ke atas jembatan.
Fu Ke-wei yang sedang marah sampai amarahnya akan meledak, mendadak wajahnya jadi merah, buru-buru membalikan tubuh, api amarahnya pun mereda.
Baju sutra putih yang dipakai si wanita, bagaimana tidak basah di—terendam air?
Seperti bunga teratai muncul dari dalam air, wanita itu hampir tampil seperti bentuk asalnya, bentuk tubuhnya yang terpeta bisa mengembangkan urat nadi para lelaki, tubuhnya penuh dengan daya tarik, kalau sudah begini hal apa pun bisa terjadi, seperti ada tenaga setan yang siap meledak.
Wanita baju putih itu tentu saja tahu keadaan dirinya, dia sudah ketakutan tidak tahu harus berbuat apa, apa lagi dia tadi melihat keadaan Fu Ke-wei dengan Guan Mei-yun sedang bermain cinta, sekarang dia harus menghadapi seorang laki-laki yang menakutkan, di sekelilingnya sepi tidak ada orang, ingin minta tolong tidak ada orang, setelah dipikir-pikir dia jadi ketakutan sampai seluruh tubuhnya gemetar, dia sudah tidak mampu menghadapi nafsu sek yang seperti srigala atau macan ini.
Tapi begitu melihat Fu Ke-wei merasa malu dan buru-buru membalikan tubuhnya, hatinya menjadi lega, hatinya juga merasa aneh.
"Terhadap orang yang belum kenal kau sudah menyerang begini hebat."
Kata Fu Ke-wei, matanya tidak mau melihat pada tubuh seksi yang bisa membuat denyut nadinya jadi cepat, amarahnya kembali naik, menggigit gigi dengan nada dalam berkata lagi.
"kau pantas mati, kau menggunakan jurus setan apa menyerang bahuku?"
"Aku......aku aku......"
"Kenapa? Sungguh pantas dihukum, kau wanita yang sudah berusia dua puluh tahun lebih, kau tentu tahu di ruang pribadi keluarga wanita bisa terjadi hal apa, kau sungguh tebal muka, telapak tanganmu hampir saja menghilangkan setengah nyawaku, aku tidak bisa memaafkan dirimu."
"Jangan salahkan aku."
Si wanita melihat Fu Ke-wei tidak pernah membalikan kepala, dia lupa keadaannya sendiri yang setengah tembus pandang, keberaniannya jadi bertambah.
"gerakanmu, cepat seperti setan, itu menandakan kau sudah menggerakan tenaga dalam dan dapat menahan pukulan yang keras, kau tidak menyalahkan diri sendiri belajar silat tidak becus, malah menyalahkan aku......"
Fu Ke-wei naik pitam, mendadak dia membalikan tubuh.
Si wanita jadi ketakutan, cepat-cepat memejamkan matanya.
Dengan kasar Fu Ke-wei melepaskan totokan jalan darah Du-mai nya, tubuh wanita yang seksi itu sudah tidak menjadi beban dalam hatinya.
"Bersiaplah!"
Dia meloncat sambil berteriak.
"lihat siapa sebenarnya yang tidak becus belajar silat, jika tidak memberi pelajaran keras padamu, hatiku tidak akan puas."
Wanita itu merangkak berdiri, melihat keadaan dirinya yang tembus pandang, cepat-cepat dia membalikan tubuh, seluruh tubuhnya jadi jengah, tapi akhirnya dia jadi tenang juga, setelah menarik nafas menenangkan diri, sedikit menggerakan kaki dan tangan, hawa murni di dadanya sudah menyalur ke seluruh tubuh.
Fu Ke-wei juga telah mengerahkan tenaga dalamnya, bertemu dengan lawan kuat, dia tidak berani bertindak sembarangan.
Memang, serangan tiga jari berturut turut tadi, menurut dugaannya tidak mungkin bisa mengenai dirinya yang menggunakan kecepatan menghindar yang sulit dilihat oleh mata, tapi ternyata dia masih terkena sebuah serangannya, jadi bisa dinilai ilmu silat wanita ini sangat mengejutkan orang, dia jadi berani bertindak gegabah.
Di belakang tubuh terdengar suara wanita itu, dia dengan waspada membalikan tubuh.
Bayangan tubuh wanita ini, membuat wajah dia menjadi merah lagi.
Dalam keadaan begini bagaimana bisa dia bertarung?
Wajah si wanita juga merah seperti api, sambil menggigit gigi, dengan satu teriakan, telapaknya dijulurkan menyerang.
Tenaga telapak yang tidak berbentuk datang menekan dengan kuatnya, dia menggerakan tubuh dengan jurus Tali Mas Membelit Pergelangan dia menangkap tangan, bersamaan kaki menyapu.
Menyerang sepasang kaki tampaknya tempat yang paling pantas di serang, bertarung dengan wanita memang tempat yang dapat diserang tidak banyak, kaki dan tangan adalah sasaran yang paling bagus, di atas menyerang tangan di bawah menyerang kaki, adalahtindakan seorang pria sejati.
Wanita ini lincah seperti ular, dia menarik tangan dan kakinya dengan mudah menghindar serangan baliknya, dibarengi satu teriakan lagi, jari nya sepertinya mendadak memanjang, lima jari sudah sampai disikut kanan dia, kecepatan refleknya sulit dibayangkan.
Kedua belah pihak segera mengerahkan kemampuan masing-masing, melakukan pertarungan yang cepat dan seru, setiap jurus selalu berubah ditengah jalan, sehingga sulit melihat jelas jurus sebenarnya, hanya terlihat bayangan orang dengan cepat berkelebat, kaki dan tangan sudah sulit dibedakan, pertarungannya sudah menjadi pertarungan semangat, jurus serangan jurus pertahanan sudah tidak penting lagi.
Tenaga yang dikerahkan semaian besar, semakin bertarung sungguh-sungguh semakin bersemangat, ingin menang begitu timbul tidak bisa disetop lagi.
Kedua belah pihak masing-masing ada untungnya, suara beradunya tinju dan telapak terus-menerus terdengar, semakin terlihat perta-rungannyajadi pertarungan jarak dekat.
Hal ini tidak menguntungkan bagi si wanita, beberapa tempat walau tidak penting, tapi begitu terkena bisa menimbulkan beban didalam hati, makanya dia harus hati-hati sekali.
Wanita memang tidak cocok bertarung jarak dekat dengan laki laki.
Di satu pihak keterbatasan fisiknya, di lain pihak tempat-tempat sensitifnya paling banyak, maka bertarung dengan laki laki, yang terpenting adalah serangan cepat ke titik berbahaya, begitu mengena pada sasaran, langsung berkelit, menghindar di dekati lawan.
Orang-orang persilatan yang bertarung dengan wanita, tidak boleh menganggap enteng, paling baik seorang laki-laki jangan bertarung dengan wanita, menghindar jika tidak mati pasti terluka.
Apalagi wanita suka sekali menggunakan racun.
Tampaknya posisi Fu Ke-wei juga tidak menguntungkan, tidak saja dia harus hati-hati tempat berbahayanya terkena pukulan, lebih-lebih dia tidak bisa menyerang daerah sensitif lawannya.
Untung saja pengalaman bertarung dia sangat banyak, cara menyelamatkan diri juga kelincahannya yang tinggi dia bisa bergerak leluasa, setelah bertarung kurang lebih dua-tiga ratus jurus, tenaganya tetap dahsyat, ganas seperti singa.
Akhirnya, dia mendapatkan kesempatan bagus memotong masuk, sebelah bahunya menangkis tangan si wanita yang akan mengunci tenggorokan, tubuhnya dengan cepat berputar, balik menempel bahu kanan belakang dia, tangannya mencengkram dan berhasil menangkap ketek kanan si wanita, empat jarinya menyentuh buah dada yang lembut, tangan kirinya diayunkan, menahan bokong si wanita, sekali berteriak keras, dia melemparkan orangnya keatas.
Begitu dadanya si wanita di sentuh tangan, dengan sendirinya seluruh tubuh si wanita bergetar, dia tidak keburu bereaksi, tubuhnya sudah dilempar keatas.
Buug..., tubuh si wanita di lempar ke atas rumput, jatuh di bawah papan pot bunga.
Fu Ke-wei menyusul terbang meloncat datang, tapi mendadak dia menghentikan langkah.
"Hayo berdiri!"
Dia teriak marah sambil mengepal tinju.
"aku ingin memberi hajaran supaya sadar, supaya kau tidak merasa dirimu paling hebat dan tidak sembarangan bertindak."
Si wanita dengan benci menatap dia, mendadak dia bangkit, terbang ke pinggir dua zhang lebih, berjaga saat bangkit lawan menyerang dirinya.
Fu Ke-wei tidak mengambil kesempatan itu menyerang, dia berdiri di tempat dengan posisi kuda-kuda.
"Kau memang sangat hebat, malah hebat sekali."
Fu Ke-wei sedikit terkejut tanpa sadar memuji.
"tenagamu sudah habis setengah lebih, masih bisa meloncat sejauh dua zhang lebih, tidak aneh kau sembarangan bertindak, disini bukan tempat yang harus kau kunjungi, pergilah!"
"Aku......aku mau......"
Si wanita tertegun.
"Apa kau tidak mau."
Fu Ke-wei memotong.
"cepat pergi, lihat rupamu. Apa masih merasa hebat dan ingin meneruskan pertarungan? Bentuk tubuh begitu jelas, malu pun sudah tidak tahan."
Dia membalikan kepala langsung pergi sambil menggelengkan kepala tertawa pahit! "Berhenti!"
Di belakang terdengar teriakan dingin yang tenang dari si wanita.
Dia dengan tenang membalikan tubuh, wajahnya berubah.
Si wanita tetap masih berdiri diatas rumput, sepasang tangannya di satukan, matanya yang hitam seperti dalamnya danau, memikat tidak memikat lagi, menyinarkan sinar dingin yang aneh, seperti datang dari mata setan di dalam neraka, hawa setannya membuat orang gemetar tidak kedinginan, seluruh tubuh timbul perasaan dingin.
Dia sedikit berjongkok, mata macannya bersinar jernih, menghirup nafas menyatukan hati dan semangat, berdiri tegak seperti gunung, sepasang tangannya berhadapan atas bawah di depan dada dan perut, telapak tangan sedikit mengarah keluar, baju atasnya bergerak sendiri tanpa ada angin.
Dia adalah seorang ahli, dia tahu dirinya telah ditutup oleh suatu tenaga gaib, tekanan yang besarnya tanpa batas sedang menekan dia, mengerut dan menerjang, dan sumber tenaganya berasal dari hati dan semangat si wanita.
Di dalam lingkungan seputar tiga zhang, kekuatan tenaga semacam ini sangat mengejutkan orang, jika dia tidak bisa menahannya, dalam sekejap bisa kehilangan tenaga dan menjadi lumpuh, malah bisajadi satu mayat.
Fu Ke-wei bisa menahan tekanan yang menakutkan ini, hati semangat dan tubuhnya telah mengkristal jadi sebuah gunung yang tidak tergoyahkan.
Rambut si wanita yang basah kuyup, karena acak-acakan, rambutnya mulai melayang-layang, otot di wajahnya nampak mengerut, mengendur, tegang, memelintir dan lain-lain bentuk terus-menerus, membuat orang melihatnya didalam hati jadi ketakutan, kecantikan telah hilang semuanya.
Sesaat, otot di wajah dia juga nampak garis-garis memelintir.
Dua kupu-kupu yang sedang kejar-kejaran, terbang mendekati sisi kanan Fu Ke-wei, terbang menari sangat enak dipandang.
Terbang mendekati kira-kira delapan che, mendadak hancur berkeping-keping, kepingan yang berwarna warni terbang keluar, terbang sejauh delapan che baru jatuh ke bawah, menjadi hujan yang berwarna warni, melayang jatuh ke rumput seperti menebarkan kertas warna warni.
Dalam mata macannya Fu Ke-wei, saat ini bersinar tajam, otot diwajahnya juga berhenti bergerak-gerak.
Si wanita mendadak membuka mata, sepasang tangan melontar keluar.
Satu hawa putih dengan samar samar suara geledek, menerjang kearah Fu Ke-wei.
Orang yang penakut jika mendengar suara begini, pasti mengira sedang terjadi setan mengamuk, iblis menangis, dewa berteriak.
Sepasang telapaknya Fu Ke-wei juga di lontarkan keluar, ke kiri kanan seperti mendorong tentara kadang membuka kadang membagi, hawa putih mendekat hingga tiga che lebih, yang tadinya menembak lurus tiba-tiba berubah arah tumpah ke samping.
Satu teriakan dingin, sepasang jari tangan kanan Fu Ke-wei menotok dari kejauhan.
Tubuh si wanita berkelebat, mendadak menghilang.
Tubuhnya Fu Ke-wei juga sekelebat berbalik.
Diantara taman bunga dan bangunan yang sepi tenang, sering terdengar suara aneh yang mengerikan, kadang di timur kadang di barat, kadang di selatan kadang di utara.
Orang yang matanya tajam, pasti bisa melihat dari sudut mata, melihat bayangan yang bentuknya aneh-aneh, kadang seperti bayangan kadang menghilang tidak bisa terlihat bentuknya, seperti meteor, seperti sinar listrik, seperti setan bergerak, juga seperti binatang, samar-samar terlihat, mendadak menghilang.
Di vila teratai, Guan Mei-yun sedang pelan-pelan sadar.
Si wanita menyandar di satu rak bunga, memegang tiang, wajahnya putih pucat, baju menempel ketat di tubuh seksi memancing orang melakukan perbuatan kotor.
Keberaniannya sudah hilang tidak berbekas, tingkah yang genit tersapu habis, diganti dengan wajah yang kelelahan, tidak berdaya.
Fu Ke-wei berdiri disatu zhang lebih, dingin menatap lawannya.
Nafasnya sedikit tidak stabil, tubuhnya basah dengan keringat, baju hijaunya juga menempel ketat ditubuh, penampilan putra pelajar yang sopan santun juga telah hilang, seperti seekor macan yang ganas, menatap anak kambing gemetaran dibawah cakarnya.
Sesaat, matanya yang menyorot tajam telah hilang.
Si wanita ingin bicara, tapi tidak bisa mengeluarkan suara.
Dia benar-benar ketakutan, asalkan Fu Ke-wei bergerak pada dia, dia......
Fu Ke-wei juga ingin bicara tapi tidak jadi, akhirnya menghembus nafas panjang, membalikan kepala pergi dengan langkah yang besar, tidak pernah sekali pun membalikan kepalanya.
Si wanita seperti hancur lebur, dengan lega melemaskan kaki dan tangan, seperti melepaskan beban berat menghembus nafas panjang, menutup sepasang mata yang kelelahan beristirahat.
"Orang macam bagaimana dia?"
Di dalam hati dia bertanya pada diri sendiri.
"Apa yang terjadi?"
Tanya Guan Mei-yun yang telah sadar tidak tahu menahu.
Dia melihat Fu Ke-wei sedang membopong dia, menelusuri jembatan sembilan belokan menuju daratan.
Tubuh Fu Ke-wei basah oleh keringat dan air, tampak kelelahan.
"Bertemu dengan seorang wanita gila."
Fu Ke-wei tertawa, tawanya terpaksa.
"Kau......tubuhmu......"
"Aku dipukul jatuh ke danau......"
Sebelumnya sengaja dia meloncat ke dalam danau, membasahkan diri.
"Aduh!"
"Kau dipukul pingsan oleh dia, aku maju berdebat dengan dia, akibatnya aku dipukul dia jatuh kedanau. Ooo! Kau tidak apa-apa kan?"
"Kepala masih sedikit pusing."
"Tidak apa-apa, sebentar juga akan baik. Mei-yun, kita tidak bisa tinggal di taman Qing-feng lagi, aku takut wanita gila itu bisa datang lagi."
Fu Ke-wei sengaja menakut-nakuti, sebenarnya juga ada kekhawatiran.
"kerumahmu saja bagaimana?"
"Jangan, aku......aku temui kau di penginapan saja."
Guan Mei-yun lupa diri, dia memeluk bahu Fu Ke-wei, memberi ciuman hangat.
"Kau sungguh tebal muka."
Fu Ke-wei setengah serius setengah pura-pura mendorong dia.
"di penginapan banyak orang, keberanianmu selingkuh lebih besar dari pada langit, aku tidak ingin merusak harga dirimu, juga aku takut pelayan Yung-ling pulang ke rumah melaporkan pada ayahku."
"Kalau begitu kerumah kakak perempuan ku saja."
"Apakah kau tidak bisa melihat tujuan dia padaku? Kau sudi dengan dia bersama-sama......"
"Bagaimana kalau kerumah kakakku saja?"
"Dia pasti mengutus orang menunggu aku di penginapan, dia sangat berharap dengan kedudukanku sebagai putra terpelajar dari ibu kota mengangkat kedudukannya!"
Masuk kerumah keluarga Guan, adalah tujuannya, jika tidak bisa menyelidiki dari dalam, masuk begitu saja terlalu bahaya, dan tuan besar Guan rumahnya besar usahanya juga besar, pegawainya banyak sekali, siapa yang bisa menyelidik satu persatu sekelompok besar orang, menyelidik asal-usul setiap orang?
Yang penting, dia tidak bisa melibatkan orang tidak berdosa.
Hingga sekarang, dia masih belum mendapatkan bukti nyata tuan besar Guan berhubungan dengan ketua benteng Xi.
Walau pun ketua benteng Xi dan anaknya bersembunyi di rumah keluarga Guan, juga tidak ada hubungannya dengan keluarga Guan, dia tidak ada alasan menginterogasi sampai mati orang-orang keluarga Guan, untuk mendapatkan ketua benteng Xi dan anaknya, dia tidak bisa bekerja menggunakan cara yang tidak ada aturannya seperti ini.
Di dunia orang yang berkuasa menyembunyikan buronan banyak sekali.
Orang-orang ini bukanlah semuanya orang jahat yang tidak bisa diampuni.
Ada orang yang tidak bisa menolak karena eratnya hubungan, atau berdasarkan kebenaran, demi teman atau famili menyediakan tempat perlindungan yang aman.
Tidak sama dengan benteng Zhang-feng yang melakukan kejahatan sendiri, di kota Wu-chang keadaannya sama sekali tidak ada kesempatan melakukan kejahatan seperti yang dilakukan benteng Zhang-feng.
Putra-putrinya keluarga Guan walau sedikit tidak tahu aturan, tapi mereka putra putri orang kaya yang tidak punya rekor kejahatan besar, tidak mungkin sampai berani membunuh orang atau mencelakakan orang.
Bagaimana dia bisa menggunakan cara yang dahsyat dan tanpa ampun menghadapi orang orang keluarga Guan?
Rupanya, tujuan Guan Mei-yun hanya ingin bermain asmara saja, tidak ada niat mengundang dia masuk ke rumah keluarga Guan, siasat Fu Ke-wei jadi sulit terlaksana.
"Aku bisa membuat kakak tidak bisa menempelmu."
Guan Mei-yun dengan bangga menciumnya.
"jika perlu aku suruh kakak Lan-yin menempel dia."
"Ilmu silatmu pasti cukup bagus."
Katanya sambil berjalan melepaskan tangan dari tubuh seksi yang memikat itu.
"sampai berani melawan seorang wanita gila yang ilmu silatnya tinggi, aku tidak ada keberanian ini."
"Aku tidak percaya dia orang gila, dia datang pasti ada tujuannya."
Guan Mei-yun dengan benci membereskan bajunya.
"selanjutnya jika dia masih berani datang lagi, Henmm...! Aku akan membuat dia benar-benar jadi orang gila."
Di dalam hati Fu Ke-wei tahu, wanita baju putih memang datang dengan tujuan, tapi dia tidak mengerti kata-kata wanita baju putih itu, apa maksudnya 'Kau lebih memalukan lagi, datang kesini untuk bersembunyi dari bahaya, malah menggaet wanita.' Dia bukan datang untuk bersembunyi, tapi datang untuk memburu orang, jelas wanita baju putih itu salah melihat orang.
Lalu siapa sebenarnya orang yang bersembunyi menghindar dari bahaya?
"Sudahlah, jangan dibicarakan lagi."
Fu Ke-wei menepuk-nepuk bahu dia.
"kau pergi beritahu nona Du, supaya dia hati-hati, wanita gila itu mungkin akan datang lagi. Aku akan kembali kepenginapan untuk mandi dan ganti baju."
Wanita cantik baju hijau, dengan wanita baju putih bersamaan muncul di vila teratai didalam taman Qing-feng.
Orang-orang keluarga Du lebih banyak wanita dari pada laki-lakinya, tamannya terlalu besar, orang yang tinggal disini kebanyakan pelayan wanita, hanya beberapa orang laki-laki yang bertugas menjaga pintu, jika ada pesta, baru mengutus banyak orang dari rumah untuk membantu.
Para pelayan wanita jadi ketakutan begitu mendengar di vila teratai muncul seorang wanita gila yang berilmu tinggi, semua jadi sembunyi dirumah utama yang ada dibagian depan, tidak berani lagi jalan-jalan ke tempat lainnya.
Taman Qing-feng yang luas ini, sekarang jadi sepi seperti kota mati.
oo "Katamu orang ini juga memiliki ilmu batin yang hebat?"
Tanya wanita cantik baju hijau pada wanita cantik baju putih.
"Ilmu Pengendali Roh juga tidak bisa menguasai dia?"
"Benar, dia hanya sebentar terpengaruh."
"Ilmu Liu-he-da-qian-neng (enam aliran bergabung jadi satu) juga tidak bisa melukai dia?"
"Aku telah melihat kemampuannya, dia bisa membelokan Qian-neng hingga menghancurkan rak bunga."
"Ilmu Liu-xuang-jun-yin (sinar mengalir menghindar bayangan.) mu juga tidak bisa meloloskan diri dari pengejaran dia?"
"Malah sebaliknya di tengah jalan aku dicegat dia, tanpa sempat bersiap dipukul sebelah telapaknya sampai salto dua kali."
"Sampai begitu? kakek juga tidak bisa mencapai taraf ini!"
"Kenyataannya begitu."
"Aku pikir orang ini pasti bukan satu kelompok dengan orang itu, jika tidak dia tidak akan seperti anjing di rumah duka melarikan diri dari kota kabupaten, lari sampai kesini."
Wanita cantik baju hijau berkata.
"berarti, kau tidak menemukan bajingan yang hina itu bersembunyi di rumahnya keluarga Du. Tapi apakah pesilat hebat yang misterius ini orangnya keluarga Du?"
"Tidak tahu. Begitu aku masuk kesana, disana baru ada orang, tidak diduga malah dua orang ini sedang bermain asmara."
"Selanjutnya kita harus perhatikan orang ini, jika keluarga Du punya seorang pesilat hebat yang seperti ini, kita akan mengalami kesulitan, orang-orang kita harus hati-hati mengawasinya, supaya tidak terjadi kerewelan yang tidak perlu."
"Orang ini tampaknya bukan anggota keluarga Du atau pengawalnya, sebelum dan sesudah kejadian, dia tidak menyelidiki masalah aku menorobos masuk, dan juga......"
Wanita cantik baju putih menceritakan kejadiannya.
0-0-0 Restoran Jia-bin adalah restorang paling mewah diluar kota, karena lokasinya didaerah pelabuhan yang ramai, maka menjadi tempat berkumpulnya para putra hartawan, diatas loteng di setiap ruang sekatan ada ruang kosong yang luas, bisa dipergunakan untuk pertunjukan tarian atau musik, juga boleh memanggil para penjaja sek yan g ternama menemani pesta untuk bergembira.
Saat sore hari, tiga bersaudara Guan, dan Du Lan-yin, membawa dua orang pelayan, beramai ramai menemani Fu Ke-wei naik keatas loteng restoran Jia-bin yang mewah itu, duduk didalam ruangan sekatan yang telah dipesan sebelumnya.
Dua orang pelayan menjaga diluar ruang sekatan, tamu restoran lainnya tidak diizinkan masuk.
Pesanan masakannya sangat melimpah, setelah sedikit mabuk, yang laki-laki suaranya semakin keras, yang wanita mengimpit Fu Ke-wei ditengah, semakin bebas tidak beraturan, alis dan sudut mata tampak bergairah, dengan alasan sedikit mabuk sedikit pun mereka tidak merasa malu.
Wanita yang cantik dan bebas, sedikit mabuk adalah saat yang paling memikat orang.
Tapi mereka tidak tahu, saat mereka memesan tempat pada restoran Jia Bin sudah menimbulkan perhatian orang lain.
Orang yang seharusnya datang, semua sudah datang, diantaranya termasuk Xie-shen yang berpakaian mewah, dia menyamar jadi seorang hartawan peminum arak, Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen, semua menyamar jadi hartawan setengah baya, tingkahnya cocok dengan kedudukkan dirinya.
Semua ruang sekatan model tertutup, didepan ada satu ruangan besar yang mewah, tersedia dua puluh lebih meja makan mewah yang disediakan dinding penyekat yang dapat digerakan, jika dinding penyekatnya disingkirkan, bisa dijadikan tempat pesta besar bagi hartawan besar.
Xie-shen bertiga memesan ruang sekat bersebelahan, suara diruang sebelah samar-samar bisa didengar.
Di ruang sekat lainnya, menjadi ruang makan empat orang, dua laki-laki dan dua perempuan.
Dua wanitanya, adalah wanita cantik baju hijau dan wanita cantik baju putih yang bermarga Jin.
Dua wanita ini tidak berdandan lagi, mereka menyamar menjadi kakak beradik keluarga menengah, wajahnya menggunakan obat perubah wajah, tidak jelas lagi wajah aslinya, yang tadinya cantik menawan sudah tidak ada lagi.
"Saudara He, dengarlah."
Kata Guan Ji-zhong setelah minum tiga gelas arak, suaranya keras dan lantang sekali.
"besok malam aku bawa kau ke suatu tempat, kau bisa main dengan sepuasnya, bersamaan juga bisa mengangkat harga diriku, jujur saja kukatakan, di kota ini berbicara harta kekayaan keluargaku adalah nomor satu, tentang ilmu silat juga kelas satu. Dengan sebutan aku tuan muda besar Guan, siapa pun tidak bisa dibandingkan denganku, hanya..."
"Hanya apa?"
"Hanya soal bakat, dibandingkan dengan orang dari keluarga Shi yang di gerbang selatan, aku hanya kalah sedikit, sehingga aku selalu berada dibawah angin, aku justru takut pada nona nona di Hong-yuan itu......"
"Kau ingin mati yaa! Kak."
Guan Mei-yun marah.
"ternyata kau tidak berniat baik, bukannya membujuk saudara Xian-wei pergi berlatih silat, tapi malah menipu dia pergi ke Hong-yuan tempat kotor itu, kau ingin memakai kepintaran saudara Xian-wei mengadu dengan putranya keluarga Shi, ingin mengangkat gengsi di hadapan para sastrawan kotor. Puuih...! Jangan harap kau..."
Sambil berteriak-teriak, tangan dibawah meja malah memegang erat tangan besarnya Fu Ke-wei mengusap-usapkan ke dadanya.
Kata-kata seperti ini keluar dari mulut putra-putrinya hartawan besar, sungguh membuat orang jadi mual.
Fu Ke-wei sedikit kelabakan, Du Lan-yin yang di sisi lain, tidak perdulikan pertengkaran Guan bersaudara, jari mulusnya menujuk bahu Fu Ke-wei, sebelah tangan mengangkat gelas arak, langsung menawarkan minum di mulutnya, tawa genitnya sangat memikat sekali, tubuhnya yang panas hampir menempel di tubuhnya.
"Lan-yin, kau jangan menawarkan arak saja, bantu aku bicara, baik tidak?"
Guan Ji-zhong mengulurkan tangan dari bawah meja, mencubit Du Lan-yin di pahanya sambil tertawa cabul.
"bujuklah adik kesayanganku, aku hanya mengajak saudara Xian-wei bersandiwara saja, setelah merebut gengsi langsung pulang, tidak akan meninggalkan dia disana, jika terjadi sesuatu, aku yang tanggung jawab."
"Kak, jangan kata adik Mei-yun tidak setuju, aku juga merasa keterlaluan."
Guan Yue-yun mengjulurkan kaki, disentuhkan beberapa kali ke paha Fu Ke-wei.
"tuan muda He adalah tamu, kau melakukan ini orang lain nanti akan mengatakan apa."
"Saudara Guan, Hong-yuan itu tempat apa?"
Fu Ke-wei pura-pura bodoh, dengan bersemangat bertanya.
"Kau jangan pura-pura suci! Saudara He."
Guan Ji-zhong tertawa keras.
"kau adalah putra terhormat dari ibu kota, seharusnya mengerti keadaan ibu kota. Seratus tahun yang lalu raja kita Zheng-de, di ibu kota membuka usaha untuk raja, di antaranya ada Hong-yuan, sekarang kau mengerti kan? Hong-yuan nya kota Wu-chang dengan yang di ibu kota adalah sama, tempat yang bagus, ha ha......"
"Kalian ini semakin bicara semakin tidak benar."
Guan Mei-yun seperti tawa tapi seperti tidak melihat dengan mata putih pada Fu Ke-wei.
"kau malah bersemangat sekali! Kakak Xian-wei ku, kau paling baik jangan anggap kata-katanya kata-kata manusia, jangan mau diatur dia, tempat yang dia kunjungi tidak ada satu pun yang bersih, apa kau bisa ikut dengan dia?"
"Masalah laki-laki, wanita jangan ikut campur."
Kata Guan Ji-zhong sambil minum segelas arak, tampak sangat semangat sekali.
"aku katakan sekali lagi, saudara He! Kau bersama dengan nona-nona ini, tidak akan bisa bermain ke tempat yang luar biasa. Asal ikut dengan aku, di jamin kau di kota Wu-chang bisa hidup senang dan gembira, malah saking senangnya sampai lupa pulang!"
"Kak, jangan bicarakan hal yang menghilangkan semangat seperti ini, hal-hal demikian seharusnya tidak dibicarakan di depan adikmu, tidak pantas."
Guan Mei-yun dengan tegas mencegah kakaknya bicara lagi.
"Xian-wei adalah tamuku, kau jangan bujuk dia lagi baik tidak? Xian-wei, kau maha pengampun, aku bersulang dengan kau......"
Mereka berkelakar, saling bersulang arak.
Sebenarnya, tiga wanita ini tidak mengerti apa tujuan sebenarnya Guan Ji-zhong menempel Fu Ke-wei.
Empat orang itu mulai bersatu menyerang Fu Ke-wei, satu gelas satu gelas arak masuk ke dalam perut.
Di dalam hati Fu Ke-wei diam-diam tertawa, setiap permintaan yang datang tidak ditolak.
Tidak lama, Guan Ji-zhong yang pertama tumbang.
Hoa-fei-hoa yang berada di ruang sebelah, semakin mendengar semakin marah, beberapa kali dia ingin keluar melabrak, tapi selalu dicegah oleh Xie-shen dan Ouw Yu-zhen.
"Bagaimana dia bisa bergaul dengan putra-putri anjing ini?"
Hoa-fei-hoa mendengar tawa genit kata-kata cabul dari tiga wanita yang mengajak minum arak, dia hampir meledak.
"oh langit! Apakah dia mampu berperan jadi putra romantis? Kebanyakan dia akan terjerumus ke tangan tiga wanita jalang ini, hemm..!"
"Seluruh penduduk kota juga bisa jadi saksi, dia adalah putra romantis yang datang dari ibu kota, kau tidak mengakuinya juga tidak bisa."
Xie-shen sedikit pun tidak terganggu, orang sudah tua tentu pintar, terhadap romantika sangat mengerti.
"dia menutup semua wajah aslinya, bukan begitu? Kau lihat saja nanti."
"Tapi......"
"Aku sedikit pun tidak khawatir pada tiga wanita jalang itu."
Xie-shen meneguk seteguk arak, dengan nada penuh pengalaman.
"tidak salah, seluruh laki-laki didunia, kecuali orang suci yang hanya sedikit, kebanyakan sulit menolak daya tarik wanita, apalagi wanita yang cantik, muda, dan dengan susah payah diam-diam menyatakan perasaannya."
"Omong kosong!"
"Benarkah?"
Xie-shen tertawa tawar.
"tidak salah, memang tiga wanita jalang ini cantik, genit membuat orang sulit menolak."
"Memang begitu, aku tahu daya tariknya wanita."
Kata Hoa-fei-hoa tidak bisa marah.
"Tapi sudah kau pikirkan belum?"
"Pikirkan apa?"
"Di Shan-xi, beberapa wanita cantik yang berhubungan dengan dia, misalnya, kau, Xiao Zhen, Xiao Ling, dan juga Shi-tu Yu-yao, tiga wanita jalang ini apa bisa dibandingkan dengan kalian? Akhirnya bagaimana? Dia dengan santainya naik kuda, melambaikan tangan pergi jauh, hanya mengatakan sampai jumpa, sampai berita dan jejak pun tidak ditinggalkan. Xiao Ji, jangan khawatir dia bisa terjerumus di tangan tiga wanita jalang ini, tujuan dia, mungkin aku bisa bocorkan sedikit rahasia."
"Kau bukan ulat di dalam perut dia."
Hoa-fei-hoa berkata.
"menurut dugaan mu......"
"Pasti ada hubungannya dengan Yu-shu-xiu-shi."
"Kata-kata setan! Aku dengan adik Zhen mengikuti jejak Yu-shu-xiu-shi beberapa hari, dari Zhen-jiang mengikuti sampai Nan-jing, lalu mengikuti sampai kota kabupaten Wu-chang. Jika bukan karena dua wanita dari Jin-she-dong itu muncul, Yu-shu-xiu-shi pasti tidak akan bersembunyi di kota Wu-chang."
Hoa-fei-hoa membantah pendapatnya Xie-shen.
"dan dia, sudah tiba dari Nan-jing beberapa hari sebelumnya. Kau kira dia itu dewa, bisa tahu sebelumnya, tahu dulu, tahu yang akan datang, sebelumnya sudah menunggu disini si bocah penakut itu?"
"Apa berani bertaruh?"
"Aku tidak pernah bertaruh dengan orang, apalagi bertaruh dengan manusia yang penuh pengalaman seperti kau, walau taruhannya hanya satu sen pun, aku tidak mau."
"Kau cukup pintar, bisa tahu diri."
Kata Xie-shen dengan bangganya.
"tiga wanita jalang ini yang satu marga Du, Yu-shu-xiu-shi bersembunyi di sebuah tempat di goa rahasianya. Tidak perduli apakah dia dewa yang tahu segalanya sebelum kejadian, atau kebetulan, pokoknya ada sebab musababnya. Jika aku katakan keluarga Guan dengan keluarga Du dan juga Yu-shu-xiu-shi, semua berhubungan dengannya, kali ini dia datang dengan sabar sebagai seorang putra terhormat, untuk menggaet tiga wanita jalang ini. Malah aku curiga dua wanita dari Jin-she-dong, adalah teman dia! Apa kau merasa aneh?"
"Aku jadi bingung mendengar kata-kata mu."
Kata Hoa-fei-hoa tidak mengerti.
"Paman Tu, aku pikir tuan melakukan ini, sangat mungkin ada hubungannya dengan ketua benteng Xi dan anaknya."
Kata Ouw Yu-zhen tenang.
"Ooo..! Kau punya dasar apa?"
"Saat berpisah di Shan-xi, tuan membawa kakak Chao disisinya, tujuannya adalah supaya dia menunjukan siapa saja orang persilatan yang pernah ada hubungan rahasia dengan Xi Zhangfeng. Jika pelayan kecil yang ada disisi tuan adalah kakak Chao yang menyamar, sasaran tuan mungkin adalah ketua benteng Xi dan anaknya."
"Mmm! Masuk akal."
Xie-shen merasa analisanya Ouw Yu-zhen dekat dengan kenyataan.
"Kenapa kita tidak mulai dengan menyelidik dulu dasar keluarga Guan dan keluarga Du? Paling sedikit saat diperlukan kita bisa membantu dia!"
"Betul!"
Kata Hoa-fei-hoa gembira.
"Kita tentukan begitu saja. Aku tahu kau adalah ahlinya menyelidik, aku dan Xiao Zhen juga tidak lemah, kita sekarang berpencar melakukannya, jika tidak perlu, kita hanya melakukannya diam-diam saja, menjaga agar jangan terjadi hal yang tidak diduga, jangan sampai kau tidak bisa menahan diri, sekali marah dan bertindak liar akan merusak seluruh pekerjaan! Banyak-banyak mendengar pendapat Xiao Zhen, dia orangnya lebih tenang."
"Baik! Aku menurut dia saja."
Dua wanita dan dua orang laki-laki dari Jin-she-dong yang berada di sebelah lain di ruang sekatan, reaksinya berbeda. Wanita cantik baju putih, seperti telah makan sesuatu benda yang mudah terbakar.
"Dia dengan wanita marga Guan itu bukan suami istri, malah terang-terangan di vila teratai di taman Qing-feng melakukan hal yang memalukan."
Kata Wanita cantik baju putih marah.
"pesilat tinggi yang ilmunya begitu sempurna, mana boleh memanfaatkan kedudukan sebagai sastrawan romantis, dengan segala cara menggaet wanita baik-baik? Dia sangat jahat! Dia justru melakukan hal yang hina."
"Mmm! Hal ini sangat mencurigakan."
Kata laki-laki setengah baya.
"Ying-ying, putra terhormat dari ibu kota yang hanya tampangnya saja putra terhormat tapi kelakuannya berlawanan, apa yang kau katakan itu, apa benar orangnya sama dengan orang yang kau temui siang hari tadi?"
"Sedikit pun tidak salah,"
Kata wanita cantik baju putih, nadanya sangat pasti.
"membakar dia sampai jadi abu pun, aku masih bisa mengenal dia."
"Aneh."
"Paman, apanya yang aneh?"
"Tiga wanita muda ini semuanya bunga bekas, sejak lahir tabiatnya memalukan, tidak terhitung wanita hebat di dunia persilatan,"
Wanita setengah baya memberi komentar pada kata-kata suaminya.
"dia datang dari ibu kota, gengsi putra terhormatnya pasti tidak akan rendah. Ying-ying, dirimu dibandingkan dengan tiga wanita iblis ini, tidak perduli wajah atau ilmu silat, sama sekali tidak bisa dibandingkan, betul tidak?"
"Ini......"
"Wen-wen pernah menceritakan kejadiannya padaku. Saat itu, kau sebenarnya telah berada dalam kekuasaannya, dia mau berbuat apapun tidak ada yang bisa menghalanginya, tapi hasilnya, menurut apa yang kau ceritakan, dia adalah seorang pria sejati. Kau beruntung bisa lolos, dia sampai tidak mau melihat juga tidak sudi melakukannya. Lalu, kenapa dia menyembunyikan keadaannya sebagai seorang pesilat tinggi yang memiliki ilmu silat hebat, dan mau bergaul dengan putra-putri orang kaya yang tidak tahu malu ini?"
"Dia pasti mempunyai tujuan yang tidak boleh diketahui orang."
Wanita cantik baju hijau berkata.
"tangkap saja dia maka akan ketahuan tujuannya. Jika kita tidak mau mengurus masalah dia terlebih dulu, dan membiarkan dia tinggal di keluarga Du, pasti akan menggagalkan pengejaran kita terhadap pelaku kejahatan."
"Kita tidak boleh ceroboh, tunggu sampai masalahnya jelas baru bergerak, mungkin dia tidak ada maksud jahat pada kita."
Pria setengah baya mencegahnya.
0-0-0 Meski Nie-sha-yin-hoa tidur, dia sangat waspada, memang sebenarnya dia tidak benar-benar tidur.
Tempat tidur dia terletak di ruang luar, lampu minyak di atas mejanya hanya dinyalakan satu sumbu.
Satu lampu seperti kacang, menyinari remang-remang seluruh kamar.
Dia sedikit pun tidak mengkhawatirkan keadaan Fu Ke-wei.
Dengan menyamar sebagai pelayan kecil yang setia, dia tidak menanyakan gerak-gerik majikannya, memang perbuatan majikan bukanlah hal yang harus diatur oleh seorang pelayan, jadi dia hanya dengan sabar menunggu perubahan.
Dia sudah tahu ada orang yang diam-diam mengawasinya.
Pintu kamar diam-diam terbuka, di dalam kamar sudah ada dua orang.
Dia dalam keadaan sadar, dia tidur tidak membuka baju seperti pelayan biasanya, dengan setia dia menunggu majikan pulang dan harus siap setiap saat diperintah.
Dia merasa aneh, malam ini kenapa orang yang diam-diam mengawasi sudah tidak sabar lagi?
Pasti telah terjadi perubahan diluar dugaan, orang yang mengawasi tidak ragu-ragu lagi menampakan diri, mulai mengorek dirinya.
Di dalam kamar sinarnya remang-remang, dia menyipitkan matanya pura-pura tidur, dia sudah melihat keadaan di dalam kamar dan telah melihat dengan jelas tamu yang tidak diundang.
Ternyata bukan mata-mata yang telah dia di ketahui dia, adalah dua bayangan langsing yang cantik.
Di dalam hati dia timbul pertanyaan?
Api lampu dikamar tiba-tiba diperbesar hingga ruangan menjadi terang, tapi dia tetap terbaring diatas ranjang pura-pura tidur.
"Kau pasti sudah tahu ada orang yang datang."
Wanita cantik baju putih Jin Ying-ying menepuk-nepuk tiang ranjang.
"majikanmu berilmu hebat, kau tentu juga tidak lemah, jika tidak bangun, aku akan menghancurkan ranjang ini, paling baik kau percaya aku bisa mengatakan juga bisa melakukannya."
Chao Yung-ling tidak bisa berpura-pura tidur lagi, tapi sengaja pura-pura terkejut dan bangkit duduk.
Dia jadi tertegun!
Dua wanita yang satu berbaju hijau dan yang satu berbaju putih, di bawah sinar lampu kecantikannya membuat mata silau, kecantikannya tidak dibawah dia.
Maka tahulah dia wanita yang bertemu dengan Fu Ke-wei di taman Qing-feng telah datang.
"Kalian ini memang keterlaluan?"
Dia tidak bisa pura-pura jadi pelayan yang tidak bisa silat.
"majikanku tidak ada permusuhan tidak ada dendam dengan kalian, jika masing-masing ada perselisihan kecil, setelah masalahnya berlalu, bukankah lebih baik jangan di ungkit lagi? Sedikit salah paham saja, jika di taruh di dalam hati tidak akan ada habis-habisnya, hidup ini akan jadi susah."
"Ih...! Kau seorang wanita."
Wanita baju hijau Jin Wen-wen tertegun.
"Ini......ini apa ada yang salah?"
"Kau sudah berapa besar?"
"Kau bertanya ini ada maksud apa?"
"Jawab pertanyaan aku!"
Jin Wen-wen berteriak dingin dengan nada dalam.
"Tidak lebih kecil dari padamu, aku sudah dua puluh empat tahun."
Nie-sha-yin-hoa berpikir di dalam hati, jika wanita ini marah, benar-benar ada sedikit hawa menakutkan.
"Kau menyamar jadi pelayan."
"Putra terhormat melancong memperdalam ilmu, tentu saja harus ada pelayan baru cocok dengan kedudukannya."
"Kau satu kamar dengan dia?"
"Ih...! Kau ini aneh, kamar kan ada luar dan dalam, aku adalah pelayan yang bertugas melayani majikan, apakah ada yang salah?"
"Kau adalah wanita yang sudah dewasa, katakan! Kau ini sebenarnya siapanya dia? Budak? Atau......"
"Baiklah! Aku akan beritahukan padamu sejelas-jelasnya."
Nie-sha-yin-hoa sedikit sadar, dia sadar lawan telah salah berpikir.
"aku sebenarnya memang adalah salah satu budaknya, tapi tuan muda tidak pernah memandang kami sebagai budaknya, tapi memandang kami sebagai teman atau saudaranya."
"Bagaimana ceritanya?"
"Kami adalah orang yang pernah mati sekali atau beberapa kali, tuan muda telah menyelamatkan kami, maka kami dengan suka rela jadi budaknya, namun dia telah memberi kami persahabatan dan harga diri. Dia pernah berkata padaku, kalian bukan musuhnya, terhadap orang yang bukan musuhnya, dia tidak mau perduli. Tapi jika kalian melukai aku, walau kalian bersembunyi di bawah singgasananya kaisar, dia tanpa rasa takut akan menangkap kalian keluar. Aku pikir, apa yang telah aku katakan sudah cukup jelas, kalian pergilah!"
"Kalian benar datang dari ibu kota?"
Sikap Jin Wen-wen tambah ramah, tidak tampak sikap permusuhan lagi.
"Itu tidak penting, nona."
Nie-sha-yin-hoa tetap dengan tersenyum.
"raja dan para pejabat tinggi, di ibu kota sering melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, makanya orang yang datang dari ibu kota buat masyarakat kota Wu-chang kecuali takut, selebihnya adalah benci dan memaki, orang persilatan biasanya tidak menanyakan asalnya dari mana."
"Dia mencintaimu?"
"Dia mencintai semua temannya, lebih-lebih cinta pada kami para pelayan wanita dan laki-laki. Jika kalian benar-benar ada perselisihan yang belum bisa didamaikan dengan tuan mudaku, paling baik langsung dibereskan dengan dia, jangan berpikir apa-apa padaku, nanti masalah akan lebih kacau, dan tidak bisa diselesaikan."
"Dia meninggalkan kau seorang diri tidak memperdulikan, seharusnya tahu orang yang menagih hutang tidak pandang caranya."
"Dia tahu aku mampu melindungi diriku."
"Ooo...? Kalau begitu kau adalah salah seorang pesilat tinggi di dunia persilatan? Bisakah beritahukan sebutannya?"
"Sebutan dulu sudah dikubur, sekarang aku hanya pelayannya tuan."
Nie-sha-yin-hoa menolak menyebutkan julukannya.
"Baiklah! Jika kau tidak mau mengatakannya, aku juga tidak memaksa. Malam ini tuanmu di undang oleh nona kedua Guan, dan juga sudah mabuk sekali, saat ini di atur tinggal di taman anggrek nona besar Guan, kau tidak khawatir?"
"Hal yang dia lakukan, orang lain tidak perlu mengkhawatirkannya, dia juga tidak mengijinkan aku terlibat. Sekalian kukatakan, jangan melukai mata-mata yang diutus itu, mereka hanya melakukan tugas, sebenarnya mereka tidak ada pengaruh apa-apa."
"Tuanmu, apakah tahu orang yang dijuluki Yu-shu-xiu-shi dari perkumpulan Cun-qiu itu?"
Jin Wen-wen memperkeras suara, seperti sengaja supaya para mata-mata itu mendengar dengan jelas.
"Aku pernah dengar dia mengatakan orang ini, orang ini sangat jahat."
"Kalian bukan temannya, apa betul?"
"Teman? Tuanku tidak akan punya teman semacam dia, menjinjing sepatu tuanku saja dia tidak pantas."
"Kau tahu asal-usul kami?"
"Pernah kudengar tuan menyebutnya, kalian adalah orang dari Jin-she-dong."
"Jika tahu asal-usul kami, maka seharusnya tahu aturan kami, orang Jin-she-dong melakukan sesuatu hal, tidak mengizinkan orang ikut melibatkan diri."
Sikap Jin Wen-wen tambah ramah lagi.
"Yu-shu-xiu-shi dan kawan-kawannya, lima orang adalah musuh kami, mereka saat ini sedang bersembunyi didalam taman Qing-feng keluarga Du, tolong beritahukan pada tuanmu harap jangan pergi ke taman Qing-feng, supaya tidak mengganggu pekerjaan kami."
"Baik, aku akan beritahukan dia."
Nie-sha-yin-hoa menganggukan kepala.
"tapi aku juga ada satu hal yang ingin memberitahukan pada nona, tuanku tidak pernah melibatkan diri mengurus urusan orang lain, tapi juga tidak senang orang lain mengurusi urusannya. Biasanya Jin-she-dong tidak terlibat dalam urusan dunia persilatan. Maka, harap nona-nonajuga tidak mengganggu pekerjaan tuanku, supaya tidak terjadi perseli-sihan yang tidak ada gunanya."
"Asal tuanmu tidak mengganggu gerakan kami mengejar penjahat, kami tidak akan mengurusi urusan tuanmu."
"Baik, kalau begitu aku jadi tenang."
"Maaf telah mengganggumu, kami pamit."
"Silahkan,"
Nie-sha-yin-hoa dengan sopan mengantar tamu.
0-0-0 Guan Ji-zhong mabuk, beberapa saat dia dibopong oleh dua pelayannya pulang kerumah, baru saja minum satu mangkuk kuah penyadar arak, mata-matanya dengan terburu-buru datang.
Didalam kamar rahasia berkumpul lima orang, mendengarkan laporan mata-mata.
Setelah Guan Ji-zhong selesai mendengar laporan mata-matanya, mabuknya telah setengah hilang.
"Orang-orang perkumpulan Cun-qiu, tanpa alasan bersembunyi di kota kita, sebenarnya ada tujuan apa?"
Orang setengah baya yang wajahnya kurus kering dengan tidak tenang berkata.
"pantas mati! Gerakannya pasti ditujukan pada kita. Keluarga Du diam-diam menampung musuh kita, sungguh keterlaluan, sangat tidak setia kawan, sangat mungkin dimuka bersahabat, diam-diam sedang menbuat siasat mencelakai kita, pantas mati!'' "
Pengurus Yan, ja......jangan sem......sembarangan menerka."
Meski Guan Ji-zhong masih mabuk tapi hatinya sadar, dia mencegah anak buahnya sembarangan menduga.
"keluarga Du sama sekali tidak tahu kita ada permusuhan dengan perkumpulan Cun-qiu. Dulu ketika Du Jin-yuan berkelana di dunia persilatan, memang ada berhubungan dengan Shen-li-jin-gang (dewa bertenaga Jin-gang = orang yang bertenaga hebat), menampung Yu-shu-xiu-shi, bukan salah dia."
"Aku tetap merasa curiga."
Pengurus Yan mempertahankan pendiriannya.
"tamu baru datang beberapa hari, musuh diam-diam telah tiba, aku tidak pernah percaya kata-kata kebetulan ini, musuh yang datang malah orang orangnya Jin-she-dong......"
"Begini sajalah! Cepat utus orang lapor pada tuan besar, lihat apa kata ayahku."
Guan Ji-zhong sepertinya juga merasa masalahnya tidak biasa, terpaksa mundur selangkah.
"Terima perintah."
Seorang setengah baya yang ada dibawah menyahut. 0oo0 Bab 23
"Kalian berdua tidak seharusnya kembali semua, seharus tinggalkan meninggalkan satu orang mengawasi, cepat kembali!"
Pengurus Yan membentak dua orang mata-matanya.
"Tempat tinggalnya tuan muda He, beberapa hari sedikit pun tidak ada gerakan, jadi tidak perlu siang malam mengawasinya."
Salah seorang mata-mata berkata tidak senang.
"Bagaimana pun dia adalah putra orang kaya dari ibu kota, dia sedikit pun tidak ada yang mencurigakan. Sekarang tanpa alasan dia terlibat perselisihan antara Jin-she-dong dengan keluarga Du, sebenarnya kita juga tidak perlu terlibat didalam air keruh ini. Jika kita berdua tidak kembali, jika sampai dicurigai oleh orangnya Jin-she-dong sebagai orangnya keluarga Du bukankah kami akan menjadi korban sia-sia?"
"Jangan omong kosong!"
Pengurus Yan membentak.
"setiap orang asing yang berhubungan dengan keluarga Guan kita, semua harus diawasi dengan ketat dan diselidiki. Tidak usah takut sepuluh ribu hanya takut seper sepuluh ribu, setiap orang yang datang harus dicurigai berniat menyelidik dan merusak, tidak terkecuali dia putra orang kaya dari ibu kota, siapa yang bisa mengutus orang pergi jauh keibu kota menyelidiki asal-usul dia? Cepat kembali kesana dan lanjutkan pengawasan, jika ada gerakan yang mencurigakan, harus utus satu orang kembali melapor, sekali lagi mencari alasan meninggalkan tempat, pasti dihukum berat, pergi!"
Guan Ji-zhong sudah tengkurap diatas meja, hampir tertidur.
Dua mata-mata itu segera keluar kamar, dengan hati berdebar-debar kembali kepenginapan.
Setelah tuan besar Guan Tian-fu menerima laporan bahwa Yu-shu-xiu-shi dan kawan-kawannya sembunyi di rumah keluarga Du, reaksinya sangat marah.
Jam satu malam, secara darurat orang-orang dikumpulkan, berturut-turut orang-orang itu berkumpul menunggu perintah, sampai orang yang penting tiba, mereka segera dibagi beberapa kelompok berangkat.
Kelompok pertama delapan orang, berangkat dari pekarangan timur.
Diatas atap rumah diseberang jalan, bersembunyi Xie-shen, Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen yang datang dari rumahnya tuan muda Guan Ji-zhong.
Tiga orang itu dirumahnya tuan muda Guan, menyelidik gerakannya Fu Ke-wei, tapi sedikit pun tidak mendapat hasil, seluruh rumah tenang seperti biasa, tidak ada orang yang keluar masuk, tidak terjadi sesuatu perubahan.
Tiga orang itu hatinya bergerak, mereka menduga Fu Ke-wei pasti tidak ada dirumahnya tuan muda Guan, sangat mungkin pergi ke pekarangan besar keluarga Guan, maka mereka segera mendatangi tempat itu.
Benar saja, dipekarangan besar keluarga Guan ada gerakan.
Tiga orang itu berunding sebentar, lalu menguntip dibelakang kelompok pertama dengan hati-hati.
Setelah Fu Ke-wei dibopong ketaman anggreknya nona besar Guan, diatur dikamar tamu ruang timur.
Kakak beradik Guan sudah mabuk tidak sadarkan diri, sudah diantar oleh pelayan kepekarangan dalam.
Menunggu pelayan yang melayani meninggalkan ruang tamu, Fu Ke-wei segera bangkit dari ranjang.
Sedikit pun dia tidak terlihat mabuk?
Dia mendengar dibelakang jendela sebentar, lalu membuka jendela, seperti asap menghilang diudara malam.
Saat dia tiba dipekarangan besar keluarga Guan, kelompok terakhir pas berangkat.
Didalam hatinya tergerak, bagaimana pun hari sudah malam, menyusup kedaiam rumah Guan untuk menyelidik waktunya tidak cukup, buat apa terburu-buru?
Maka dia menguntip dibelakang kelompok terakhir, di keluarga Guan jelas terjadi peristiwa besar, tepat waktunya untuk menyelidik perbuatan apa yang akan dilakukan tuan besar Guan.
Mengikuti keluar dari gerbang timur sampai diluar kota, dia jadi bengong.
"Mengapa mereka pergi ke taman Qing-feng?"
Dia berguman tanya pada dirinya sendiri.
"hubungan kedua keluarga ini sangat erat, namun orang-orang ini memakai baju ringkas membawa senjata, situasinya tampak tidak bersahabat, gerakannya tidak seperti datang untuk bertamu!"
Dugaan dia memang tidak salah, berturut-turut empat kelompok orang berkumpul diluar taman Qing-feng, banyaknya ada sekitar tiga puluh lima orang.
Melihat pengaturannya, Fu Ke-wei sedikit sadar.
Dua keluarga Guan dan Du telah berbalik jadi bermusuhan, orang-orang keluarga Guan banyak, tujuan masuk ingin melabrak sangat jelas, dan juga bermaksud mengepung, hingga tidak ada orang yang keluar, seluruh arah sudah dikurung rapat, begitu hari terang, orang-orang di taman Qing-feng jangan harap mengandalkan kegelapan malam melarikan diri!
Celaka!
Jika menunggu hari terang baru melakukan gerakan, maka dia tidak bisa menyaksikan keramaian!
Karena sebelum hari terang dia harus kembali ketaman anggrek, padahal saat ini dia masih belum ada rencana membuka diri!
Taman Qing-feng adalah tempat bermain anggota wanita keluarga Du, biasanya lebih banyak wanita dari pada laki laki, jika pihak keluarga wanita tidak datang, siang hari juga tidak akan melihat banyak orang.
Tapi malam ini, sepertinya lebih banyak orang, ditimur baru saja memutih, penjaga taman baru saja bangun akan berlatih silat, tiba-tiba menyadari ada orang membuka pintu, masuklah sembilan bayangan hitam, dengan sendirinya penjaga taman terkejut!
Penjaga taman segera mengeluarkan siulan tanda bahaya, membawa pedang menghadang dijalan kebun bunga.
"Siapa?"
Penjaga taman mencabut pedang berteriak.
"dilarang masuk!"
Sepuluh orang dengan langkah besar mendekat, mendekat hingga dua puluh langkah tetap masih tidak bisa terlihat wajahnya dengan jelas.
"Saudara tua Wang, suruh pengurus Liang keluar."
Bentak orang yang memimpin didepan.
"mengertilah sedikit, simpan pedangmu, supaya tidak terluka, peristiwa yang terjadi tidak hubungannya dengan kalian, para bawahan."
"Ih...! Ternyata adalah pengurus Zhong dari keluarga Guan"
Kata penjaga bermarga Wang merasa tidak mengerti, menyimpan pedang segera bertanya.
"Kalian ini sedang apa?"
"Ini....ini.."
"Tidak lama lagi kau akan tahu."
Pengurus Zhong tidak mau membocorkannya.
Tidak lama, lima orang membawa golok dan pedang tiba, lalu pengurus taman Qing-feng, pengurus Liang Yung-diao membawa empat orang yang mengurus taman Qing-feng datang.
Lima orang yang tiba duluan, biasanya tidak bertugas ditaman Qing-feng, mereka adalah pengawal keluarga Du yang sementara ditugaskan menjaga taman, dikota mereka cukup ternama.
Kedua belah pihak sama-sama sudah saling kenal, malah ada yang teman baik, sekarang berhadapan membawa senjata, situasinya sangat tidak enak.
"Saudara Liang, masing-masing punya majikan, maaf aku kurang sopan."
Pengurus Zhong tidak bertingkah angkuh lagi, dengan tenang memberi hormat.
"aku harap tidak merusak persahabatan, masing-masing dengan pikiran dingin menyelesaikan masalah."
"Saudara Zhong, apakah begini caramu menyelesaikan masalah dengan pikiran dingin?"
Pengurus Liang tertawa pahit.
"Hubungan kedua keluarga majikan kita sangat erat, seperti famili saja, kau membawa senjata datang kemari, kau mau aku bagaimana bertanggung jawab pada tuan besar Du? Katakan saja! Sebenarnya ada masalah apa, sehingga kalian membawa banyak orang kemari, apakah ini diperintah oleh tuan besar Guan?"
"Tunggu setelah pengurus Liang tiba, kau akan tahu."
Pengurus Zhong dingin berkata.
"kau tidak perlu banyak tanya"
"Pengurus Liang tentu datang tapi dia harus berpakaian dulu dan perlu waktu. Pengurus Zhong, kalian sepertinya datang untuk berkelahi!"
"Mungkin benar."
Pengurus Zhong terus terang.
"Apakah taman anda menyembunyikan seorang yang namanya Yu-shu-xiu-shi?"
Pengurus Zhong balik bertanya, tidak menjawab pertanyaan penjaga bermarga Liang.
"Ini......aku tidak bisa menjawabnya......"
"Apakah saudara Liang tahu asal-usulnya Yu-shu-xiu-shi ini?"
"Ini......"
"Apakah saudara Liang tahu, sejak dua bulan yang lalu, dia membawa lima puluh lebih pesilat tinggi perkumpulan Cun-qiu, jauh pergi keperbatasan Shan-xi, menjalin hubungan kentut anjing, apa yang telah mereka lakukan?"
"Saudara Zhong, aku sedikit pun tidak tahu......"
"Kalau begitu, aku beritahu. Dia pada benteng Zhang-feng meminta orang yang minta perlindungannya benteng, menimbulkan gejolak yang besar sekali, mengakibatkan hancurnya benteng Zhang-feng. Dan saat mala petaka terjadi, dia bukan saja tidak membantu benteng Zhang-feng, malah disaat kritis melarikan diri, membiarkan ketua benteng Xi sendirian menghadapi mala petaka, menyaksikan kematian tidak menolong."
"Aku sudah mendengar sedikit gosipnya...."
"Bukan gosip, itu kenyataan, orang macam dia, kemana-mana mencelakakan orang, lebih menakutkan dari wabah penyakit, begitu datang kemari, sudah mendatangkan musuh kuat Jin-she-dong, ini akan mendatangkan malapetaka besar bagi kedua keluarga kita. Saudara Liang, sebelum terjadi mala petaka, kita harus mengusir dia keluar dari wilayah ini, menghindarkan mala petaka buat kita semua. Panggillah mereka berlima keluar, usir mereka pergi."
"Saudara Zhong, aku tidak tahu apa sebenarnya yang kau katakan?"
Pengurus Liang dengan wajah tidak berdosa.
"dan juga, aku serius katakan padamu, aku tidak kenal Yu-shu-xiu-shi, hanya mendengar sedikit tentang dia. Kau tanpa bukti tanpa saksi membawa senjata datang kerumah meminta orang, ini kau yang salah. Taman Qing-feng adalah tempat tuan besar Du melayani anggota keluarga wanita, kau malah mengatakan disini menyembunyikan laki-laki asing, hal yang tanpa bukti, kau ingin aku bagaimana mengatakannya?"
"Saudara tua Liang, kau masih belum mengerti seriusnya masalah?"
Pengurus Zhong menekan wajah, nadanya berubah jadi keras.
"si brengsek itu telah menimbulkan kemarahan dimana-mana, terakhir sampai orangnya Jin-she-dong juga jadi marah, ada banyak orang menunggu kesempatan mengambil nyawanya, walau pun dia tidak berniat jahat pada kota Wu-chang, juga harus menjaga dia tidak membawa musuh ketempat ini, menjadikan tempat ini tempat pertarungan. Jika tidak mengusir dia keluar dari wilayah ini sebelum mala petaka datang, orang-orang kita dikota Wu-chang akan terlibat, mati tidak ada tempat untuk mengubur, kau juga akan jadi salah satu korban, saat itu menyesal sudah tidak keburu, apakah kau mengerti?"
"Kau ini bicara tanpa ada kenyataan......"
"Betulkah? Saudara tua Liang, aku ingin memeriksa, mendapatkan orang ini, apakah kau akan menolaknya?"
"Kau ingin memeriksa? Kau terlalu sombong.
"kata pengurus Liang tidak tahan, sikapnya berubah jadi keras.
"aku maafkan sikapmu yang tidak sopan ini, bagaimana pun kita adalah teman lama. Tapi jika kau tidak tahu diri ingin melanjut masuk memeriksa, semua akibatnya kau harus bertanggung jawab. Aku melakukan tugas aku, tidak bisa menerima hinaan kau yang keterlaluan ini, kau pergilah! Pergi!"
"Untuk menghindarkan mala petaka, aku harus berbuat ini. Saudara tua Liang, maafkan."
Sepuluh orang segera mencabut senjata, bersamaan menerjang kedepan.
Dipihak pengurus Liang juga ada sepuluh orang, malah lebih satu orang penjaga taman bermarga Wang.
Penjaga taman yang bangun pagi-pagi berlatih silat, ditangannya ada pedang, tentu dia bukanlah penjaga tua yang lemah, tapi seorang pesilat yang menyembunyikan ilmunya.
Pertarungan tidak bisa dihindarkan, masing masing demi majikannya bertarung semampunya.
"Minggir!"
Seorang pengawal pengurus Zhong, sambil berteriak menerjang pengurus Liang yang menghadang jalannya, pedang panjangnya mengeluarkan suara samar-samar, menyerang dari tengah, tenaga dan kecepatannya sangat mengejutkan orang, buat seorang pengawal jelas mempunyai kemahiran hebat tapi digunakan ditempat kecil.
Ini yang disebut pesoraknya maju duluan, burung bodoh terbang duluan, kelakar yang tidak benar, tidak bisa dianggap sungguh-sungguh.
Biasanya jika bertarung ramai-ramai pasti pasukan intinya yang maju duluan, orang yang kemampuannya lebih rendah mengikuti dari belakang, mengambil kemudahan memukul orang yang sudah terdesak, jika tidak sekali maju tentu sudah kalah, hingga bisa mempengaruhi semangat tempur kawan.
Pengawal ini tentu saja pasukan inti, pertama menerjang membuka jalan, jurus pedangnya dahsyat bertenaga.
Pengurus Liang tertegun, terkejut!
Dengan serangan yang dahsyat begini, mana layak sebagai pengawal biasa?
Dalam keadaan terkejut, dia tidak berani sembarangan menangkis, dia menghindar kesamping membuat jalan jadi terbuka.
Salah satu dari lima pengawal taman Qing-feng yang tiba pertama, mendadak masuk dari samping, pedangnya diangkat, sinar pedang menerjang, traang...suara menangkis serangan dahsyat dari pengawal keluarga Guan, dalam percikan kembang api, pengawal keluarga Guan mundur satu zhang lebih, posisinya jadi kacau.
Pengurus Zhong juga jadi terkejut, dia segera menghalangi orang dipihaknya yang maju menerjang.
"Kau bukan orang keluarga Du."
Pengurus Zhong menatap pengawal yang berdiri tegap memegang pedang, tingkahnya ganas.
"kelihatannya pasukan inti perkumpulan Cun-qiu sudah datang, kalian yang pantas mati! Kalian ada tujuan jahat apa? Ingin menguasai kota Wu-chang kedalam kekuasaan kalian? Kau kira kota Wu-chang tidak ada orang?"
Dari dalam kebun bunga tidak jauh dari sebelah kanan, keluar tiga orang baju hitam.
"Pengurus Zhong, serahkan dia padaku."
Orang yang memimpin berkata dengan nada dalam.
"dia adalah salah satu dari dua belas ketua bintang perkumpulan Cun-qiu...Pedang Setan Zuo-liang, baru datang petang kemarin, masih ada sekelompok pesilat tinggi laki-laki dan perempuan yang menyebar diseluruh kota, tidak perduli apa tujuan mereka datang kemari, terhadap kita tetap ada ancaman yang tersembunyi, harus diurus dengan tegas, biar aku yang hadapi dia."
"Kami jamin sedikit pun tidak ada ancaman terhadap orang-orang didaerahmu."
Wajah Pedang Setan Zuo-liang heran, kenapa sekali bergerak dia sudah bisa dikenali orang? Buru-buru dia merendah menjelaskan.
"kami menerima kabar minta tolong dengan segera dari orang-orang kami, hingga terpaksa buru-buru datang membantu, tidak ada hubungannya dengan orang-orang setempat kalian."
"Kau ingin aku percaya?"
Orang baju hitam tertawa dingin.
"Kenyataannya begitu. Saudara, apakah tahu orang orang yang mengejar Yu-shu-xiu-shi dari mana?"
"Tahu, orang-orangnya Jin-she-dong."
"Jika kau tahu, tentu akan memaklumi, orang-orang perkumpulan kami meminjam taman Qing-feng untuk sembunyi, sama sekali tidak ada niat tidak baik pada orang-orang setempat anda. Saudara tua, aku jamin setelah menjemput orang, orang-orang perkumpulan kami, pasti tidak akan tinggal lagi dikota anda, bisakah kami mohon pertimbangan ini pada kalian?"
"Justru karena kalian membuat marah orang-orangnya Jin-she-dong, jadi akan menimbulkan mala petaka pada orang-orang disini, sebelum hari belum terang, kalian ambillah kesempatan ini segera tinggalkan kota!"
Kata pengurus Zhong tertawa pahit.
"Tidak bisa."
Pedang Setan dengan tegas menolak.
"kami sudah ada persiapan yang sempurna, sanggup menjaring habis mereka semua."
"Tapi, bagaimana selanjutnya? Orang-orang Jin-she-dong pasti akan mengerahkan seluruh orangnya datang kemari, teman mereka juga akan......"
"Tidak ada selanjutnya, kami akan mengerjakan sampai tuntas."
Pedang Setan Zuo-liang berkata dengan tegas dan sangat percaya diri.
"Kami orang-orang kecil juga bisa tahu, apa yang disebut tuntas? setelah kejadian ini kalian langsung meninggalkan tempat, tapi kami yang akan celaka, tuan."
"Itu harus melihat apakah kalian mampu menutup beritanya, saudara Zhong, keadaannya sudah terjadi, sudah tidak bisa dikendalikan, tidak ada jalan kedua. Kau harus tahu, orang persilatan siapa pun tidak perduli pembalasan Jin-she-dong, tapi tidak bisa tidak mereka akan memperhatikan dengan serius pembalasan perkumpulan Cun-qiu, alasan dan sebabnya seharusnya kau tentu mengerti."
Seorang berandalan kecil tidak takut pada pembalasan orang-orang golongan putih, tapi pada perkumpulan Cun-qiu yang dari golongan aliran hitam, kejamnya pembalasan sangat membuat orang ngeri, maksud terselubung kata-kata Pedang Setan Zuo-liang, pengurus Zhong tentu saja bisa mendengarnya.
"Pengurus Zhong, jika kalian tidak ingin bergabung dengan kami, masih sempat meninggalkan tempat ini."
Pengurus Liang menambah tekanan.
"terhadap ancaman orang-orangnya Jin-she-dong siapa pun tahu, ini hanya ancaman yang terpendam, membantu kami diam-diam menguburkan beberapa orang yang datang dari jauh, itu ada untungnya buat kalian, perkumpulan Cun-qiu juga akan berterima kasih pada kalian, dan pasti akan ingat budi."
"Masalah ini terlalu besar, harus tuan besar Guan yang menentukannya, aku tidak bisa menentukan."
Pengurus Zhong menyiapkan jalan mundur, tentu saja juga tahu masalahnya serius sekali, mana berani dia menentukan sendiri? Lalu dia mengangkat tangan memberi aba-aba untuk mundur.
"saudara Liang, silahkan kalian melibatkan diri! Aku harap kau tidak akan menyesal. Jika tuan besar Du memang punya keinginan, dia mungkin juga tidak akan menyesal. Maaf sudah mengganggu, aku pamit."
Aba-aba telah dikeluarkan, orang-orang disekeliling yang siap masuk ke taman semua mundur kembali, kepala harimau ekor ular dengan memalukan keluar dari tempat peristiwa.
Hari sudah terang benderang, Xie-shen, Hoa-fei-hoa dan Ouw Yu-zhen menunggu diluar penginapan tua Jiang-han, dengan sabar menunggu Fu Ke-wei kembali ke penginapan, mereka berencana menemui dia dan langsung melaporkan berita yang didapat, tidak lagi diam-diam menunggu kesempatan membantunya.
Tiga orang yang mengikuti dari belakang para pengawal keluarga Guan pergi ke taman Qing-feng, sembunyi dikegelapan menonton, menyaksikan dengan jelas pembicaraan kedua belah pihak.
Tidak saja tahu Yu-shu-xiu-shi memang betul sembunyi di taman Qing-feng, juga tahu Jin-she-dong telah mengutus tidak sedikit orang datang membantu, situasinya semakin jadi kacau.
Tidak perduli keluarga Guan memihak siapa, semua akan membuat semangat diri Fu Ke-wei, dengan terencana dia menggaet Guan Mei-yun, tidak perduli apa tujuannya, pasti tidak akan berdiam diri.
"Jika tuan membantu keluarga Guan, dan keluarga Guan terpaksa membantu keluarga Du melakukan tindakan serupa, itu akan merepotkan, tuan akan berselisih hebat dengan orang-orang Jin-she-dong, akibatnya sangat serius sekali!"
Wajah Ouw Yu-zhen tampak gelisah.
"Makanya kita terpaksa muncul memberi laporan! Aku benci pada wanita jalang itu."
Kata Hoa-fei-hoa dengan kesal.
"He he he! Aku mencium bau cuka."
Xie-shen tertawa aneh.
"Kau......"
Hoa-fei-hoa meloncat, dia marah!
Di benteng Zhang-feng, dia sudah membuka hatinya pada Fu Ke-wei, dan terus menerus berusaha menarik perhatiannya Fu Ke-wei, tapi tidak berhasil.
Saat berkelana di dunia persilatan, dengan wajah cantik yang diberi langit, ditambah ilmu silat hebat yang dilatihnya, siapa yang tidak memuja dia?
Orang yang mengejar dia entah ada berapa banyaknya, dia seperti ratu yang dipuja orang, dewi cantik yang dikejar-kejar orang.
Tapi, Fu Ke-wei adalah satu-satunya orang yang tidak tertarik pada daya tariknya.
Kemudian mereka berdua menjalin hubungan sebagai kakak beradik seperguruan, Fu Ke-wei sangat sayang dan melindungi dia, tapi didalam perasaannya, itu hanyalah hubungan perasaan kakak beradik seperguruan, bukan perasaan hubungan cinta.
Dia benar-benar tidak bisa menerimanya, Guan Mei-yun dibandingkan dengan dia, sungguh kalah jauhnya sampai seratus delapan puluh li, wanita jalang ini, malah terpikat oleh Fu Ke-wei?
Sungguh tidak masuk di akal.
Walau dia tahu Fu Ke-wei menggaet Guan Mei-yun, pasti ada tujuan lain, tapi tetap saja membuat dia tidak enak, ini sudah menunjukan cintanya pada Fu Ke-wei, semakin bertambah kadarnya, hampir sampai ketitik mengharapkan sekali.
Setelah Xie-shen membuka rahasia hatinya, dia jadi malu dan gelisah, dia menjadi marah.
"Sudah sudah, kak Ji jangan marah, tuan sudah kembali!"
Ouw Yu-zhen sambil tertawa, menahan sikut dia yang akan memukul orang, menunjuk kearah sebelah barat jalan.
Penginapan tua Jiang-han berada didaerah pelabuhan diluar gerbang barat kota, begitu hari terang, dipelabuhan orang-orang seperti ikan mas, tidak saja tamu pelayaran sibuk naik turun, orang-orang di kampung yang masuk kekota, juga tidak henti-hentinya.
Fu Ke-wei menyusup diantara orang kampung yang banyak, tanpa mencolok melangkah masuk ke penginapan.
"Kita tunggu didalam penginapan."
Hoa-fei-hoa tidak sabar segera masuk kepekarangan penginapan.
Para tamu penginapan sedang ramai bersiap-siap berangkat, diluar penginapan ramai dengan orang kuda dan kereta, mengambil kesempatan sedang ramai masuk kedalam penginapan, siapa pun tidak perhatikan, ada tiga orang kaya setengah baya, masuk kedalam penginapan.
Tiga orang dengan perkiraan orang biasa, menunggu Fu Ke-wei mandi, ketika mereka tampil dipekarangannya kamar Fu Ke-wei, mereka jadi bengong.
Pintu kamarnya Fu Ke-wei terbuka lebar, seorang pelayan sedang melangkah keluar kamar, dengan santainya mengunci pintu kamar, dengan jelas menyatakan Fu Ke-wei dengan pelayannya sudah tidak ada didalam kamar, mungkin sudah membayar kamar.
Dua orang laki-laki besar setengah baya buru-buru jalan ke koridor.
"Tuan muda He sudah pergi?"
Tanya seorang pria besar menghadang pelayan.
"Tidak tahu."
Pelayan penginapan menggelengkan kepala.
"aku hanya tahu dia dikasir meninggalkan pesan, menyuruh orang mengunci pintu."
"Pelayan kecilnya juga tidak ada?"
"Tidak ada."
"Pergi kemananya?"
"Aku benar-benar tidak tahu, tuan."
Pelayan itu menggeleng-gelengkan kepala.
"pagi-pagi semua orang sedang sibuk, siapa pun tidak perhatikan keluar masuknya tamu, tuan muda He tidak mengundurkan kamarnya, juga tidak berpesan apa-apa, sungguh tidak bisa memperhatikan aktifitas dia dengan pelayannya, apakah tuan mencari dia?"
"Sudahlah."
Laki-laki besar putus asa, segera pergi dengan temannya.
"Mereka adalah mata-mata, pulang pasti dimarahi, karena tidak baik melaksanakan tugas."
Xie-shen berkata.
"kita tiga orang persilatan tua juga terjungkal."
"Celaka! Kita harus bagaimana?"
Hoa-fei-hoa sangat gelisah.
"harus kemana mencari dia?"
"Tuan diam-diam pergi, juga membawa pelayannya, pasti tahu telah terjadi hal yang tidak diduga, dia telah merasakan keadaannya telah lepas kendali."
Kata Ouw Yu-zhen.
"Apa pergi kerumah Guan?"
"Guan dan Du, dua keluarga ini sedang sibuk. Begini sajalah! Tunggu di sekitar taman Qing-feng lihat keadaannya. Pergi menunggu ketempat yang mungkin akan terjadi peristiwa, lebih praktis dari pada mencari kemana-mana, ada satu hal yang harus diingat, kita ini adalah orang luar."
Kata Ouw Yu-zhen dengan tenang.
"Aku tahu, mari jalan,"
Kata Hoa-fei-hoa mengangguk kepala.
Tiga orang itu buru-buru keluar penginapan, berjalan melintas alam liar, segera menuju ke taman Qing-feng yang berada di luar gerbang Bin-yang.
Taman Qing-feng sepi seperti biasanya, jam sepuluh pagi bukan waktunya untuk melancong, taman Qing-feng biasanya juga sedikit orang yang keluar masuk.
Wanita baju hijau Jin Wen-wen dan wanita baju putih Jin Ying-ying, muncul didepan satu vila kecil sebelah timur taman Qing-feng.
Vilanya kecil, bagus, diatas pintu digantung satu papan merk, dua huruf besar merah Chao-yang', seperti naga terbang Feng menari, sepertinya tulisan seorang ternama.
Di ruang tamu di bawah loteng, seorang pelayan setengah baya sedang konsentrasi, sedang membersihkan dan mengelap pajangan antik, pot bunga, alat rumah tangga yang dipajang, wajahnya selalu menghadap kedalam, sepertinya tidak tahu diluar sudah datang dua orang wanita cantik.
Dua wanita hari ini membawa pedang, datang dengan persiapan, siap bertarung.
Jelas niatnya harus berhasil, jika tidak berhasil maka akan menggunakan kepandaian menyelesaikannya.
Tapi, setelah memeriksa setengah lebih taman Qing-feng, ternyata penjaga taman juga sudah menghilang, semua pelayan wanita sepertinya sudah ditarik keluar!
Akhirnya, mereka menemukan jejak orang digedung Chao-yang.
"Melakukan siasat kota kosong menipu orang,"
Jin Ying-ying berdiri didepan pintu, suaranya seperti bel perak merdu sekali.
"bermimpi kami tidak menemukan lalu pergi, siasatnya tidak akan berhasil."
"Belum tentu!"
Kata Jin Wen-wen.
"setiap bangunan kosong semua, apakah kau dan aku bisa satu persatu memeriksanya? Dengan berani membiarkan kita memeriksanya, setelah tidak berhasil menemukan apa-apa, apakah tidak akan meninggalkan ?"
Pelayan wanita yang sedang membersihkan barang membalikan tubuh melihat, dia terkejut hingga gemetar bersembunyi dibelakang lemari.
"Akhirnya menemukan seorang juga."
Jin Ying-ying belakangan masuk keruangan.
"nasib tidak terlalu buruk, hanya kurang satu orang saja dibandingkan waktu dulu."
Waktu dulu di vila teratai, dia mendapatkan dua orang yang sedang bermain asmara, akhirnya dipermainkan oleh Fu Ke-wei hingga mendapat malu.
"Hati hati!"
Jin Wen-wen berteriak pelan diluar pintu.
"orang ini wajahnya pura-pura ketakutan, tapi mahir kepandaian mengerutkan tulang, sayangnya setelah merubah bentuk dia tidak bisa menggunakan tenaga dalamnya, dia gemetar karena tidak bisa menggerakan sesuatu benda, bukan karena ketakutan."
Pelayan wanita yang bersembunyi disudut lemari, telah mengecil satu kali lipat lebih, tapi gerakannya tidak bisa lolos dari pengamatannya, sepertinya sorot matanya bisa berbelok.
Sambil bicara dia menggoyangkan tangan tiga kali.
Di dalam pepohonan sebelah kiri, keluar paman dan istrinya dan tiga orang setengah baya, semua memakai baju dao membawa pedang, memakai mantel besar berwarna hijau.
"Di sekeliling ini, bayangan setan pun tidak ada, tidak terlihat ada yang mencurigakan."
Orang setengah baya dengan nada dalam berkata.
"sepertinya orang-orangnya benar-benar telah di tarik, tapi kita harus bertambah hati-hati jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Keluarga Du adalah keluarga sangat kaya, mereka bisa meminta pemerintah mengutus orang melindunginya, tidak ada alasan karena ketakutan lalu menarik seluruh orangnya, aku merasa sangat curiga."
"Kenyataannya, kita tidak bisa lama-lama, kita tinggal membalikan kulit bumi memeriksanya, tindakan orang kaya ini sungguh lihay, kita tidak bisa berbuat apa-apa pada dia."
Perempuan tua tertawa pahit.
"Aku akan keatas loteng melihat-lihat,"
Kata orang setengah baya.
"Kau harus hati hati."
Orang setengah baya melayangkan tangan, membawa seorang setengah baya, dengan jurus bangau menerjang langit dia naik keatas, terbang setingi satu zhang lebih lalu melayang melewati pagar loteng, gerakannya ringan seperti kapas melayang, tampak tidak seperti ilmu meringankan tubuh.
Dua orang setengah baya lainnya dan bibi Qing, berdiam diluar bertugas menjaga.
Pelayan wanita sedang menggoyangkan bata yang menempel ditembok dibawah lemari, sayang setelah melakukan ilmu mengerutkan tulang, bentuk tubuhnya setelah berubah, dia tidak bisa menggunakan banyak tenaga, jarinya walau bisa masuk kedalam celah bata, tapi tidak bisa menggerakan bata hijau yang besarnya sekitar satu setengah che.
Dua wanita berdiri disatu zhang lebih, dengan dingin menunggu lawan menggerakan bata hijau, mereka merasa sangat terhibur dengan sabar menunggu perubahan.
"Apakah sedang berusaha mengangkat tombol untuk menggerakan jebakan?"
Tanya Jin Ying-ying dingin.
"biar aku bantu."
Pelayan wanita itu membatalkan gerakan mengangkat bata, tubuhnya digetarkan kembali kebentuk semula, kemudian sambil membentak dia melempar sebilah pisau terbang, tangan kanannya bersamaan diulurkan kebawah, bata itu terangkat kesisi.
Dalam keadaan terdesak dia menyerang menggunakan senjata gelap, kewaspadaan dua wanita hilang setengah, mengira ini adalah reaksi yang normal.
Didalam pajangan antik didalam ruangan, dimana-mana menyebarkan semacam gas yang tidak berwarna tidak berasa, gas memenuhi ruang diatas dan dibawah loteng.
Pintu dan jendela tertutup rapat, hanya satu daun pintu yang terbuka.
Saat gas beracun keluar, adalah saat dua wanita terbang melewati benteng taman disebelah utara, gas telah menyebar dari tabung ungu khusus yang disembunyikan didalam pajangan antik, atau dicelah yang tersembunyi, dengan pelan-pelan menyebar.
Sampai mereka tiba di gedung Chao-yang, diatas dan dibawah loteng telah tersebar dengan merata gas semacam ini.
Tangan mulusnya Jin Ying-ying dikeluarkan dari lengan baju, dengan tangkasnya menangkap pisau terbang, seperti sedang memetik bunga, gerakannya indah sedikitpun tidak ada kemarahan.
Gerakan dari depan menangkap senjata gelap tanpa menghindar adalah sangat berbahaya, sedikit saja kesalahan maka akan kehilangan nyawa.
Jin Ying-ying seperti pamer, sebenarnya terhadap gerakannya menangkap senjata gelap dia sangat yakin.
Pelayan wanita itu telah menangkap ring yang ada dibawah bata, dengan kuat ditariknya, rak lemari dengan mengeluarkan suara menggelinding, pelan-pelan bergerak kekanan menelusuri tembok.
Ternyata ditembok ada satu pintu rahasia kecil yang sehari hari ditutup oleh lemari.
Pintu rahasia itu sulit melihat celahnya, pelayan wanita itu segera menyelinap masuk kedalam.
"Kau tinggallah disini!"
Jin Ying-ying berteriak, jarinya menotok dari kejauhan.
"Ngek......"
Pelayan wanita itu berteriak tertahan, jatuh kebawah pintu rahasia, tubuh atasnya baru setengah masuk kedalam, sudah tidak mampu bergerak lagi, tidak bisa berguling masuk kedalam lu bang yang muncul disisi.
"Jangan masuk."
Jin Wen-wen segera berteriak, mencegah adiknya Jin Ying-ying masuk kedalam.
"buka dulu jalan darah dia, paksa tunjukan jalan."
Mereka mengira itu adalah ruang rahasia, atau pintu masuk jalan kebawah tanah, tapi begitu lihat mereka jadi kecewa.
Ruangan itu hanyalah tembok berlapis yang bisa menyembunyikan lima-enam orang, dilubangi beberapa lubang kecil, bersembunyi didalamnya, bisa mengawasi gerak-gerik didalam ruangan, juga bisa mendengar pembicaraan didalam ruangan.
Didalam bangunan orang kaya, hampir semua ada tembok berlapis, saat terjadi bahaya bisa digunakan untuk bersembunyi, diperpanjang bisa dijadikan jalan penghubung rahasia, sama gunanya dengan ruang bawah tanah untuk menghindar mala petaka.
Ada beberapa keluarga juga tidak sayang mengeluarkan banyak uang, dalam membangun tembok berlapis dibawahnya menggali ruang bawah tanah, malah menyiapkan makanan dan minuman terlebih dulu, supaya terjamin keselamatannya.
Diatas ada tembok berlapis dibawah ada ruang bawah tanah begitu mencari orang, itu adalah tindakan bodoh yang tidak ada gunanya, menyia-nyiakan waktu.
Makanya dua wanita ini beberapa kali keluar masuk taman Qing-feng, seperti orang buta, kuda tidak bermata sembarangan lari, tidak tahu harus dimulai dari mana mencarinya, didalam atau diluar ruang setiap bangunan, semua tidak bisa melihat satu bayangan orang pun.
Baca Juga: Kidung Senja Di Mataram 1
Baca Juga: Si Bungkuk Pendekar Aneh 3