Eps 11 Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long
Baca online Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long
Cersil Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long.
Jika pendeta jubah merah ini terus menerus bertahan diri, tidak sampai seratus jurus tentu dia akan dapat dikalahkan oleh Siauw Liong Lie.
Tiat To Hoat-ong juga menyadari keadaannya yang berbahaya itu dengan mengeluarkan seruan keras, dia memutar goloknya dengan cepat, sehingga dirinya diselubungi oleh sinar hitam dari goloknya yang bergulung-gulung.
Dengan caranya itu, dia bisa mencegah desakan Siauw Liong Lie berikutnya.1035 Tetapi tentu saja Tiat To Hoat-ong tidak bisa melakukan gerakan membela diri itu terus menerus, karena tokh akhirnya dia akan lemas dan kehabisan tenaga sendirinya.
Disaat itu, diantara berkesiuran golok Tiat To Hoat-ong tampak Yo Ko telah melompat kearah Siauw Liong Lie, dia menggerakan pedang hitamnya yang merupakan senjata pusakanya itu.
"Tranggg....!"
Segera terdengar suara benturan yang keras sekali. Yo Ko mencekal pedangnya ditangan kiri, dia menangkis golok Tiat To Hoat-ong dengan tangkisan "Badai1036 Bergelombarg di Laut"
Di mana pedang Yo Ko telah menindih golok Tiat To Hoat ong.
Gerakan yang dilakukan oleb Yo Ko memang membantu banyak pada Siauw Liong Lie.
Karena waktu golok Tiat To Hoat ong tertangkis oleh pedang Yo Ko maka gerakan golok itu menjadi tertunda, berarti juga penjagaan dari Tiat To Hoat ong jadi kendor dan lowong.
Dengan mengeluarkan suara bentakan perlahan.
"Atas serangan....!"
Tangan kanan Siauw Liong Lie bergerak dengan cepat sekali, jarumnya itu telah mengincar jalan darah "Mei tu hiat"
Nya Tiat To Hoat ong.
Pendeta itu jadi terkejut bukan kepalang, dia telah berseru keras sambil menarik goloknya dari tindihan pedang Yo Ko yang berat itu Tetapi usahanya tidak berhasil.
maka hatinya jadi tercekat kaget, apa lagi dia melihat sendiri Siauw Liong Lie hanya terpisah beberapa dim saja, maka jika sampai jarum itu mengenai sasarannya dengan tepat, tentu Tiat To Hoat ong akan menemui ajalnya.
Segera Tiat To Hoat ong melepaskan goloknya dia telah melompat kebelakang.
Dengan demikian dia telah mengorbankan senjatanya untuk menyelamatkan jiwanya.
Yo Ko tertawa dingin.
"Dengan kepandaian serendah itu kau berani datang untuk mengacau didataran Tionggoan ... ?"
Bentak Yo Ko mengejek.
"Ya, ya,"
Berseru Ciu Pek Thong dengan suara yang nyaring.
"Tanganku juga tengah gatal ingin ikut meramaikan keadaan."
Muka Tiat To Hoat-ong telah berobah pucat, dia bimbang sendirinya, karena dilihatnya semua jago-jago yang berkumpul1037 di Hoa-san memiliki kepandaian yang sangat menakjubkan Maka dia telah metigambil keputusan untuk mencari jalin agar dapat membujuk mereka untuk menghentikan pertempuran ini.
Waktu itu tampak Siauw Liong Lie telah melompat kedekat Tiat To Hoat ong, dia menyerang pendeta ini lagi dengan mempergunakan jarum ditangan kanannya, gerakannya dilakukan secepat kilat sehingga membuat dia jadi kelabakan.
Kembali Tiat To Hoat-ong melompat mundur untuk mengelakkan diri dari serangannya Siauw Liong Lie.
Hal itu memang telah diduga oleh Siauw Liong Lie, maka dia tidak menarik tusukan jarumnya itu.
melainkan dia telah melompat kedepan Tiat To Hoat ong dan melakukan tusukan jarumrya lebih cepat lagi.
Tiat To Hoat ong yang sudah tidak memiliki senjata, karena goloknya tadi telah dilepaskannya membuat dia agak gugup juga.
Menangkis serangan jarum Siauw Liong Lie dengan mempergunakan tangan saja, tentu akan membahayakan dirinya, berarti juga Siauw Liong Lie bisa merobah serangannya mengincer jalan darah mematikan ditangannya.
Maka dari itu jalan satu satunya bagi Tiat To Hoat ong hanyalah melompat kebelakang lagi untuk mengelakkan diri dari serangan Siauw Liong Lie.
Yo Ko juga telah melompat kedekat pendeta Mongolia itu, dia menggerakan pedangniya untuk menikam.
Pedang hitam milik Yo Ko itu merupakan pedang istimewa.
Pedang mustika itu memiliki bobot yang berat sekali.
Jika memang seseorang yang memiliki lwe-kang yang tanggung tanggung, tentu tidak akan dapat menggerakkan pedang hitamnya itu dengan ringan.1038 Waktu itu Tiat To Hoat ong telah mengeluarkan suara tertawa mengejek.
"Aku tidak menyangka bahwa jago jago didaratan tionggoan yang disiarkan sebagai tokoh tokoh sakti yang memiliki harga diri, tidak tahunya hanya jago jago berjiwa tahu! Mana mungkin seorang tokoh yang memiliki harga diri mau melancarkan serangan kepada lawannya dengan cara yang mengeroyok?"
Itulah memang sindiran yang sengaja diajukan oleh Tiat To Hoat ong, karena dia telah terdesak sekali.
Dia memang licik, maka dengan meminjam perkataan hohan, pendekar gagah, dia mengejek lawannya.
Yo Ko tertegun sejenak, kemudian melompat mundur menjauhi lawannya, karena Yo Ko berpikir memang ada benarnya juga bahwa dia telah mengeroyok Tiat To Hoat ong.
Walaupun apa saja alasannya, tentu hal itu hanya akan menjatuhkan nama baiknya saja.
Sambil tertawa mengejek, Tiat To Hoat ong telah berkata kepada Siauw Liong Lie.
"Sebetulnya aku tidak sampai hati harus bertempur dengan seorang wanita secantik engkau. Dulu pun di Kun Lun San, kami hanya mendesak meminta engkau untuk meryerah, tetapi engkau sendiri yang menerjunkan diri kedalam lembah itu. Bukankah begitu ?"
Siauw Liong Lie jadi gusar diingatkan peristiwa dipuncak Kun Lun San itu.
Dengan mengeluarkan seruan nyaring Siauw Liong Lie menyambitkan penitinya itu.
Peniti itu meluncur dengan cepat sekali karena disambit dengan disertai oleh tenaga Iwekang yang kuat sekali, tampaknya Siauw Liong Lie juga ingin melayani lawannya dengan bertangan kosong, maka dia telah menimpukkan penitinya.
Memang telah diduganya bahwa peniti itu akan dapat dielakan oleh Tiat To Hoat ong, Maka begitu Hoat ong1039 sedang memiringkan tubuhnya menggelakan diri dari samberan peniti yang runcing itu, dengan cepat sekali tampak Siauw Liong Lie mengeluarkan suara seruan, dia telah menggerakan tangan kirinya menyerang pundak Tiat To Hoat ong dengan jurus-jurus 'Garuda Mencakar pohon Lau"
Jurus itu!
merupakan suatu cengkeraman yabg agak aneh gerakannya, karena Siauw Liong Lie melancarkan cengkeram dengari gerakan yang sulit diduga, mana tangan kanannya seperti menyambar bagian kiri tetapi sesungguhnya serangan jang sebenarnya dari sebelah kanan.
Tiat To Hoat ong agak bingung juga menghadapi serangan-serangan seperti itu.
Diantara berkesiuran angin serangan yang.
begitu kuat karena masing masing mempergunakan lwekang tingkat tinggi, maka abu dan daun-daun kering telah beterbangan keudara.
Semakin lama gerakan tubuh kedua orang itu semakin cepat sedangkan Tiat To Hoat ong juga jadi sibuk untuk mempertahankan diri dari serangan serangan gencar yang dilakukan oleh Siauw Liong Lie.
Kepandaian Siauw Liong Lie sekarang memang lebih tinggi dari Tiat To Hoat ong hanya saja pendeta dari Monggolia itu memliki ilmu kebal sehingga tubuhnya menjadi licin sekali.
Diam-diam Tiat To Hoat ong juga memutar otak mencari jalan dengan cara apa dia bisa meloloskan diri dari serangan-serangan Siauw Liong Lie, agar dia bisa memaksa lawannya mundur, tetapi Siau Liong Lie yang tengah marah dan mendongkol karena dulu Tiat To Hoat -Ong pernah bersama-sama dengan Talengti dan Turkichi telah memaksa dia, sehingga ia terjun kedalam jurang dan berpisah dengan anaknya, maka sekarang dia melancarkan serangan tanpa sungkan-sungkan lagi, Siauw liong Lie mengeluarkan seluruh ilmu silat yang dimilikinya untuk merubuhkan Tiat To Hoat-ong.1040 Tubuh kedua orang yang tengah bertempur itu berkelebat-kelebat, Hanya memperhhatkan ujud dari gumpalan warna-warni belaka.
Dalam keadaan seperti ini, dilihatnya oleh para tokoh tokoh sakti yang berada disitu, dalam seratus jurus lagi Tiat To Hoat-ong akan dapat dirubuhkan oleh Siauw Liong Lie.
Tiat To Hoat ong sendiri juga menyadari akan hal itu, jika dia bertempur dengan cara ini lebih lama lagi, tokh akhirnya dia yang akan rubuh sebagai pecundang.
Sebagai seorang yang licik dan memang selalu memakai akal bulus menghadapi lawan-lawannya yang tangguh, maka kali ini juga Tiat To Hoat ong telah memikirkan suatu cara untuk mengalihkan perhatian Siauw Liong Lie.
"Perempuan iblis, engkau hanya berani di kandang saja! Dulu waktu dipuncak Kun Lun San kita bertempur engkau begitu pengecut telah melompat kedalam jurang hanya ingin menghindarkan dirimu dari kami. Hemmm,-hemm, aku tidak heran jika sekarang engkau berani melawan diriku, karena memang engkau telah memiliki pembantu pembantu yang banyak! Hahahaha, jika memang kelak aku terjatuh ditangan kalian, jago jago daratan Tionggoan. yang katanya memiliki nama basar, aku tidak perlu malu.... sungguh gagah sekali jago jago daratan Tionggoan yang hanya bisa main keroyok saja!"
Semula ejekan dari Tiat To Hoat ong tidak diacuhkan oleh Siauw Liong Lie, tetapi lama kelamaan darahnya jadi meluap.
Apa lagi dia diingatkan peristiwa yang terjadi di puncak Kun Lun San, dia jadi marah sekali.
Dengan mengeluarkan suara bertahan kedua tangannya bergerak menuju kesasaran di dada dan perut Tiat To Hoat ong dergan gerakaa "Sian Koan Cee He"
Atau "Sepasang Pembuluh Mancur Berbareng"'.
sehingga siasat mengejutkan Tiat To Hoat ong, sampai pendeta turun itupun mengeluarkan suara jeritan tertahan.1041 Diwaktu itu, dengan mengeluarkan suara bentakan yang nyaring tampak Siauw Liong Lie telah mengulangi lagi serangan "Sepasang Pembuluh Mancur Berbareng"
Itu sebanyak tiga jurus pecahnya, kedua tangannya itu telah bergerak dengan cepat sekali Tiat To Hoat ong yacg melihat serangan Siaw Liong Lie semakin hebat.
dia tidak menjadi takut, karena ia justru merasa girarg telah berhasil memancing kemarahan lawannya.
Harus diketahui, didalam suatu pertempuran seseorang tidak boleh terlalu dikuasai oleh perasaan marahnya, karena justeru persiapan dirinya agak berkurang dan perhatiannya terpecah.
Memang serang-serangan selanjutnya dari Siauw Liong Lie semakin dahsyat, tetapi karena dia dalam keadaan marah, tentu saja perhatiannya untuk penjagaan dirinya jadi berkurang banyak, dan dia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, dimana secara beruntun Siauw Liong Lie telah melancarkan serangan serangan yang sangat cepat sekali, sehingga memperlemah pertahanan dirinya.
Tiat To Hoat-ong telah mementang mulutnya lagi.
"Sayang sekali wanita secantik engkau harus menjadi isteri dari seorang manusia bercacad tangannya buntung! Hemmm, coba kalau engkau belum menikah, tentu Hudya (pendeta agnng) ingin sekali mengambil kau sebagai isterinya! Sayang! Sayang!"
Muka Siauw Liong Lie jadi merah padam dia telah membentak.
"Apanya yang sayang?"
"Sayang sekali engkau telah menjadi nyonya si buntung, kalau belum, tentu aku yang melamarmu!! "
Menyahuti Tiat To Hoat-ong.
Muka Yo Ko yang mendengar itu jadi berobah merah-padam tetapi dia tidak melompat maju sebab kualir nanti lawan mengatakan bahwa mereka main keroyok, apalagi Yo1042 Ko telah melihatnya bahwa kepandaian Siauw Liong Lie berada di atas kepandaian Tiat To Hoat-ong.
Hanya yang dikuatirkan Yo Ko dan yang lainnya, Siauw Liong Lie tampaknya lengah dikuasai oleh kemarahan, yang meluap-luap.
Tentu saja hal itu akan membuat Siauw Liong Lie sendiri yang menderita kerugian.
Begitulah seterusnya sambil berkelit dari serangan-serangan Siauw Liong Lie, Tiat To Hoat-ong terus mengejek dengan kata-kata yang kotor.
Kemarahan yang telah memuncak dihati Siauw Liong Lie membuat nyonya Yo itu jadi bertekad untuk mengambil jiwa Tiat To Hoat ong.
"Pendeta bermulut busuk ! Engkau memakai jubah pendeta hanya untuk kedok belaka... topeng dari kejahatanmu yang ditutupi dengan kependetaanmu itu ! Hemm, Hemm. engkau harus dibinasakan, karena manusia seperti engkau tidak ada gunanya untuk dibiarkan hidup terus "
Disaat itu tampak Tiat To Hoal-one telah tertawa bergelak-gelak tubuhnya dimiringkan kekanan doyong ajak kebelakang.
karena dia telah mengelakan salah satu serangan Sauw Liong Lie.
Kemudian dia berkata dengan suara yang nyaring .
"Nyonya yang manis, jika engkau mau bercerai dari si buntung, aku masih mau menerimamu untuk menjadi selirku kelak jika Khan yang agung telah berhasil menaklukkan daratan Tiojggoan ini......" ' Terlalu menyakitkan telinga Siauw Liong Lie kata-kata itu, maka dengan mengeluarkan suara bentakan yang sangat nyaring, tahu-tahu tubuh Siauw Liong Lie telah melompat ketengah udara, dia telah mempergunakan jurus-jurus "Ya Ma Hun Cong"
Atau "Kuda Liar Mengibaskan Bulusurinya"
Maka1043 tangan kirinya bergerak akan menotok jalan darah Pai sie hiatnya Tiat To Hoat ong.
Jalan darah yang diincar Siauw Liong Lie itu bukan merupakan jalan darah yang terlalu penting, tetapi jika jalan darah itu kena di cotok tentu orang yang menjadi kerban totokan itu akan lemas tidak memiliki tenaga untuk sejenak lamanya.
Maka jika sampai jalan darah itu tertotok oleh Siauw Liong.
Lie, tentu saja Tiat To Hoat-otsg akan tewas tidak bertenaga dan dengan mudah pasti Tiat To Hoat-ong akan dapat dibinasakan oleh Siauw Liong Lie.
Maka cepat cepat Tiat To Hoat-ong melompat mundur.
Serangan-serangan Siauw Liong Lie memang semakin lama jadi semakin kuat dan menuju kearah bagian-bagian yang mematikan ditubuh sipendeea Mongolia.
Tetapi Siauw Liong Lie juga bukan tidak menderita kerugian, bahkan dengan cara menyerang seperti itu, pertahanan dirinya berkurang banyak.
Tiat To Hoat-ong memang sengaja memancing kemarahan Siauw Liong Lie dengan ocehan dan makian-makian yang kotor dan hal itu telah merugikan benar Siauw Liong Lie.
Semakin dia marah dan mengikuti hawa penasaran dan mendongkolnya, maka lobang-lobang kelemahan yang ada pada dirinya semakin besar.
Tiat To Hoat ong saat itu telah berkata lagi.
"Jika engkau memang jatuh cinta kepadaku, katakanlah terus terang, .. jika aku mengetahui pasti diriku dicintai olehrnu, maka biarlah si buntung aku binasakan agar tidak menimbulkan kerewelan.'"
Yang dimaksudkan si buntung, adalah Yo ko.
Dada Yo Ko terasa seperti akan meledak Tetapi dia masih berdiri diam ditempatnya dengan tubuh agak menggigil menahan marah.1044 Siauw Liong Lie sendiri merasakan matanya berkunang-kunang karena terlalu dilipiti kemarahannya.
"Jika aku tidak bisa membinasakan dirimu dan merobek mulutmu yang kotor itu hm hmm, aku bersumpah tidak, akan hidup lagi!"
Dan membarengi dengan perkataannya itu tampak Siauw Liong Lie telah mempergunakan tangan kirinya untuk mencengkeram pundak Tiat To Hoat-ong sedangkan tangan kanannya dipakai menggempur kedada lawannya, dengan serangan yang sangat cepat dan mematikan.
Yo Ko yang melihat keadaan ini telah berkata.
"Liong jie kau tidak usah mengejar kemarahanmu! Tadi engkau telah beberapa kali melewatkan kesempatan baik …..!"
Mendengar teriakan Yo Ko, Siauw Liong Lie segera tersadar.
Dengan mengempos semangatnya, Siauw Liong Lie telah melompat kebelakang.
sejauh tiga tombak dari tempat Tiat To Hoat-ong berada.
Waktu itu, Tiat To Hoat ong telah mengeluarkan kata-kata yang mengejek lagi.
tetapi Siauw Liong Lie sudah tidak mau mengacuhkan.
Dengan cepat dia berhasil menindih kemarahannya dan mengembalikan ketenangan.
Dalam keadaan demikian tampak Siauw Liong Lie telah bersiap-siap akan melompat menerjang ke arah Tiat To Hoat-ong lagi.
Tetapi Ciu Pek Thong yang sejak tadi tidak bisa berdiam diri, telah berulang kali berteriak.
"Eh, nona manis, kau minggir, biar aku Loo boan-Thong yang menghajar si gundul itu ....! Yo hujin, cepat engkau mundur, tanganku sudah gatal nih.... !"
Siauw Liong Lie bukannya melompat mundur, bahkan dia menjejakan kakinya tubuhnya telah mencelat dengan cepat1045 sekali ke dua tangannya bergerak menyerang pula kepada pendeta dari-Mongolia itu….
Pendeta dari Mongolia ini benar benar sangat terdesak sekali, dan rupanya dia menyadari jika keadaan seperti ini berlangsung sampai dua puluh jurus lagi, kemungkinan besar dia tidak bisa mempertahan diri pula dari serangan-serangan yang dilancarkan Siauw Liong Lie.
Waktu dia berhasil mengelakan sekali lagi serangan Siauw Liong Lie, Tiat To Hoat-ong telah berseru.
"Maju semuanya...."
Dan kelimapuluh orang orang yang tengah berkumpul itu serentak mencabut senjata mereka masing-masing, ada yang bersenjata golok, ada yang mencekal pedang, toagkat.
poan-koan-pit, sam-cio, dan lain-lainnya.
Mereka telah meluruk akan mengeroyok Siauw Liong Lie.
Tetapi Yo Ko, It Teng Taisu, Oey Yok Su, Loo Boan Tong, Yo Him, Phang Kui In dan Siauw Goat telah mencabut senjata dan menerjang maju.
Seketika terjadi pertempuran yang ramai sekali diantara orang-orang itu.
Tetapi menghadapi tokoh-tokoh persilatan seperti Oey Yok Su, Loo Boan Thong Cui Pek Tong dan yang lain-iainnya mana bisa jago jago yang memiliki nama pertengahan didalam rimba persilatan itu menghadapi mereka ?
Yo Ko juga sudah bergerak gesit sekali.
Dia tidak mencekal senjata, tubuhnya dengan lincah sekali telah melempar kesana.
kemari, setiap pukulan kepalan tangannya sampai, selalu rubuhlah seorang lawannya.
Yo Ko yang diam-diam memperhatikan putranya itu, jadi gembira bercampur heran, karena dia gembira melihat putra tunggalnya itu telah memiliki kepandaian yang sangat tinggi.
Heran karena Yo ko menduga duga entah siapa yang telah mengajari Yo Him ilmu-ilmu kelas tinggi itu.
Waktu itu Siauw Goat Lan juga telah menyerang dengan pedangnya.
Dia merupakan murid tunggal Siauw Liong Lie,1046 selama belasan tahun memperoleh gemblengan dan didikan Siauw Liong Lie, maka pedangnya itu menyambar nyambar dengan gesit sekali mengancam lawan lawannya, Oey Yok Su yang memiliki lwekang telah sempurna, setiap kali dia mengebutkan lengan bajunya, maka berjumpalitanlah seorang musuhnya.
Begitu juga dengan Ciu Pek Thong yang nakal, dia telah melompat kesana kemari sambil mencabuti rambut dari lawan-lawannya, maka ramai pulalah suara jeritan-jeritan kesakitan dari rombongan kawannya.
Tiat To Hoat ang yang rambutnya dijenggut begitu keras oleh Ciu Pek Thong.
Dalam pertempuran yang agak kacau balau itu, Tiat To Hoat-ong melihat bahwa pihaknya tidak memperoleh angin, dan dalam waktu yang tidak lama lagi niscaya mereka akan dapat ditumpas habis oleh rombongan Oey Yok Su.
Sebagai seorang yang licik, tampak Tiat To Hoat-ong telah mengeluarkan jurus-jurus simpanannya, sehingga dia memaksa Siauw Liong Lie harus melompat mundur menjauhi diri.
Mempergunakan kesempatan seperti itu!
Tiat To Hoat ong telah melompat mundur sejauh mungkin, dan dengan tidak mengeluarkan kata kata apapun juga dia telah memutar tubuhnya, dengan gerakan yang gesit sekali dia telah berlari mempergunakan gingkangnya, meninggalkan tempat itu.
"Mau kubur kemana kau?!"
Bentak Siauw Liong Lie dengan suara yang berang sekali.
Dia telah menjejak kakinya, tubuhnya melambung tinggi sekali dan diwaktu tubuhnya sedang melayang ditengah udara, dengan cepat Siauw Liong Lie telah menggerakkah kedua tangannya dengan jurus "Tiong Coa Cut Tong"
Atau "Ular Keluar Dari Goa" , dan kedua tangannya itu telah meluncur ke jalan darah Pai siang hiat dipunggung Tiat To Hoat ong.1047 Tiat To Hoat ong memang sudah memutuskan untuk menyelamatkan diri dari kepungan Siauw Liong Lie dan jago jago lainnya, dia telah berlari terus, hanya jubahnya saja yang dikebutkan kebelakang, dan waktu tenaga mereka saling bentur, Tiat To Hoat ong dengan meminjam tenaga benturan itu, tubuhnya meluncur lebih cepat lagi karena seperti didorong oleh kekuatan lwekang Siauw Liong Lie.
Siauw Liong Lie tidak mengejar terus hanya dengan kesal dia telah mengomel.
"Pendeta pengecut....."
Saat itu Oey Yok Su dan jago jago lainnya tengah terlibat dalam pertempuran yang kalut.
Talengki dan Turkichi juga rnencoba beberapa kali untuk meloloskan diri.
Yang menghadapi mereka berdua adalah Yo Him, pemuda yang gagah perkasa itu.
Dia seperti seekor rajawali muda yang berkelebat kesana kemari melancarkan serangan dengan telapak tangannya.
Gelaran sebagai Sin Tiauw Thian Lam memang sesuai untuk dirinya, karena disaat itu dia telah berkelebat kelebat bagaikan seekor burung rajawali yang menerjang.kesana kemari dengan gerakan yang sangat cepat disamping mengandung kekuatan lwekang yang dahsyat.
Tetapi berhubung lawan lawannya merupakan dua orang jago yang memiliki kepandaian dan pengalaman yang cukup luas seperti Talengli dan Tutkichi dengan sendirinya Yo Hirn tidak bisa memperoleh kemenangan dalam waktu yang singkat sekali.
Siauw Goat Lan telah menggerakkan pedangnya yang berkelebat kesana kemari kediri empat orang lawannya yang mengurung, dirinya.
Tiga orang berpakaian sebagai busu, sedangkan yang seorang berpakaian sebagai To-jin, pendeta agama To yang memelihara konde.
Sebagai murid tunggal Siauw Liong Lie.
memang tidak kecewa Siauw Goat Lan memperoleh didikan dari gurunya itu,1048 karena pedangnya telah berkelebat kelebat dengan cepat, angin serangannya berkesiur dan mendapatkah rasa jerih kepada lawannya.
Siauw Goat Lan telah mengeluarkan ilmu pedang Siauw Liong Lie Kiam hoat, dia memutar pedangnya kekiri dan kekanan dengan gerakan yang cepat sekali.
Sehingga memaksa keempat orang lawannya sebentar sebentar harus melompat mundur untuk menyelamatkan diri mereka dari ancaman pedang si gadis kecil ini.
Sebagai murid Siauw Liong Lie nampak Siauw Goat Lan mewarisi sifat sifat gurunya yang selalu membawa sikap dingin.
Sewaktu bertempur dengan lawan-lawannya ini maka Siauw Goat Lan tidak memancarkan perasaan apapun juga!
Sekejap mata saja tampak Siauw Goat Lan telah berhasil mendesak keempat orang lawannya itu dengan bertubi-tubi, bahkan dalam suatu kesempatan, disaat kedua orang lawannya tengah melompat mundur, dengan jurus.
"Pek Ho Ciong Thian"
Atau Burung Bangau Putih menembus Awan"
Tampak pedang Siauw Goat Lan telah menyambar datang dengan gerakan yang cepat sekali menyontek kearah kepala to jin yang ada di sebelah kanannya.
Tojin itu terkejut, dia sampai mengeluarkan suara seruan tertahan saking kagetnya, dengan cepat dia membungkukkan tubuhnya untuk mengelakkan diri dari serangan pedang Siauw Goat Lan, tetapi gerakannya itu terlambat dan tahu-tahu ujung pedang Siauw Goat Lan telah menyontek konde rambut si tojin, sampai rambut itu terpapas putus sebagian.
Muka tojin itu jadi berobah pucat, dia juga telah melompat mundur setelah mengeluarkan jeritan kaget, kemudian dengan marah sekali dia melakukan tendangan berantai kepada Siauw Goat Lan.
Dengan gerakan seperti itu tojin tersebut berhasil menyelamatkan dirinya dari ancaman maut, coba kalau dia1049 tidak melancarkan tendangan berantai seperti itu, berarti mta pedang Siauw Goat Lan akan menyambat menembusi dadanya.
Tendangan-tendangan yang datangnya begitu cepat memaksa Siauw Goat Lan harus menjauhi diri dan membatalkan serangan pedangnya kepada tojin itu.
Disaat itu lawan-lawan yang melayani Oey Yok Su paling parah, Karena setiap kali Oey Yok Su menggerakkan tangan kanannya, segera lawannya itu terjungkel dengan tulang iga atau tulang pergelangan tangan yang pada patah.
Belasan lawan yang mengurung Oey Yok Su itu berguguran rubuh seorang demi seorang, suara rintihan mereka karena terluka parah, walaupun tidak sampai mati, ramai sekali terdengar.
Yo Ko juga telah turun tangan tidak tanggung-tanggung, pedang hitamnya yang merupakan senjata mustika itu, telah bergerak-gerak menabas putus lengan atau kaki dari lawan-lawannya.
Dalam waktu yang sangat singkat sekali, Yo Ko telah berhasil merubuhkan belasan orang lawannya.
Sisa lawannya yang melihat keadaan seperti ini, jadi ciut nyalinya.
Mereka berusaha untuk melarikan diri.
Tetapi menghadapi Yo Ko, mereka mana bisa berbuat sekehendak hati '?
Walaupun Yo Ko memiliki tangan kiri saja, tetapi dia merupakan tokoh sakti yang berkepandaian telah sempurna.
Dengan mengeluarkan suara bentakan perlahan, Yo Ko kembali berhasil merubuhkan dua orang lawannya.
Yang lain lainnya seketika menekuk kaki mereka, tanpa malu-malu lagi mereka telah merengek meminta ampun.1050
"Ampunkanlah kami,…. kami memiliki anak dan istri, jika kami dibinasakan atau dicelakai. tentu anak istri kami terlantar...!"
Sesambatlah mereka sambil rnenangis meminta ampun dari Sin Tiauw Taihiap Yo Ko. Yo Ko telah mendengus, katanya dengan suara yang perlahan tetapi tegas.
"Kalian telah berusaha untuk menjadi pengkhianat dengan bekerja sama dengan orang orang Mongol, seharusnya kalian dibinasakan! Tetapi kali ini mau aku mengampuni jiwa kalian tetapi jika kelak bertemu kembali denganku dan kalian masih tetap bekerja sama dengan pihak Mongol, hemm, hemmm, disaat itu aku tentu tidak akan berlaku segan segan lagi untuk membinasakan kalian ….!"
Dan setelah berkata begitu Yo Ko mengebutkan tangan kirinya memerintahkan orang orang itu berlalu.
Sedangkan sisa orang orangnya Tiat To Hoat ong yang lainnya telah berlutut juga kepada Oey Yok Su atau Ciu Pek Thong, mereka meminta ampun.
Karena melihat mungkin masih bisa merobah watak dan sifat mereka, dan juga memang tidak terdapat permusuhan apa-apa, tokoh-tokoh persilatan membebaskan orang orang itu dari kematian.
Phang Kui In juga telah membiarkan tiga orang lawannya yang tadi mengepungnya itu untuk berlalu.
Turkichi dan Talengki yang siat itu tengah bertempur dengan seru, waktu melihat kawan-kawannya melarikan diri, mereka juga cepat-cepat memutar tubuh dan berlari sekuat tenaga mereka seperti dikejar hantu saja!
Siauw Liong Lie telah menghela napas, sambil katanya .
"Mereka merupakan manusia-manusia rendah yang tidak memiliki harga diri, seharusnya pengkhianat-pengkhianat seperti mereka dimusnahkan.....!"
Kata nyonya Yo tersebut.
"Biarlah !"
Kata Yo Ko.
"Kali ini kita mengampuninya tetapi jika mereka masih tetap bekerja kepada pihak Mongol, disaat1051 itu kita harus membinasakan mereka tanpa pandang bulu lagi..... kukira pelajaran kali ini akan menyadari mereka agar tidak menjadi penghianat! Yang penting, kita harus mengadakan pengejaran kepada Tiat To Hoat-ong. Dia bukan merupakan musuh pribadi kita, tetapi justru dia bisa mencelakai kita semuanya, dimana dia bekerja untuk tentara Mongol. Maka dari itu, jika dia tidak' disingkirkan, maka rakyat Tiong goan, bisa mengalami bencana yang tidak kecil."
Oey Yok Su dan yang lainnya telah mengangguk membenarkan.
"Ya, orang orang Mongolia itu yang harus kita musnahkan.....!"
Kata Oey Yok Su.
"Aku tadi sesungguhnya tidak ingin membebaskan mereka….. tetapi apa boleh buat..... aku tidak, tega untuk membasmi dan melakukan pembunuhan begitu banyak jiwa."
"Tetapi demi keselamatan rakyat Tiong goan dan kerajaan Song, kita harus mengejar orang orang Mongol yang telah menyelusup kedaratan Tionggoan ini.....!"
Kata Yo ko "Bagaimana dengan pertemuan di Hoa-san ini? Apakah akan kita langsungkan terus? Jika memang. tidak kita sudah kepalang tanggung berdatangan kemari dari tempat yang cukup jauh ..."
"Pertemuan di Hoa-san akan kita langsungkan terus, nanti setelah pertemuan ini selesai kita melakukan pengejaran kepada orang orang Mongol itu lagi. Yo Ko telah mengangguk angguk dengan sikap yang sabar. Disaat itu Siauw Liong Lie telah berkata lagi.
"Jika memang kita tidak melakukan pengejaran terhadap mereka, tentu orang-orang seperti Tiat To Hoat ong, Turkich maupun Talengkie, akan membuat keonaran didaratan Tionggoan. Kepandaian mereka memang tidak lemah, namun dalam keadaan seperti sekarang ini tidak dapat mereka biarkan1052 berkeliaran di daratan Tionggoan, karena tentu mereka akan menghubungi banyak sekali orang-orang atau penjabat penjabat kerajaan Song untuk berkhianat …..!!"
Yang lainnya mengiyakan.
"Tetapi pertemuan di Hoa-san ini kita lanjutkan saja, setelah itu barulah kita mencurahkan seluruh perhatian kita untuk melakukan pergejaran kepada mereka! Kerajaan Song tengah terancam kemusnahan, sedangkan para menteri dan Kaisar tengah hidup berfoya-foya, sehingga mereka tidak menyadari bahwa kerajaan tengah terancam bahaya. Dalam keadaan seperti ini memang harus kita menggerakkan para orang-orang gagah yang cinta tanah air untuk membendung masuknya musuh kedaratan Tionggoan, Telah enambelas tahun sejak tentara Mongolia itu terpukul mundur dan gagalnya mereka menyerang kota Siangyang, sekarang tentunya mereka telah memupuk kekuatan lagi, menurut berita terakhir, justru Kublai Khan jauh lebih cerdik dari Mangu, kakaknya.
"Tetapi,"
Kata Oey Yok Su.
"Jika dilihat secara keseluruhan, tahun ini kerajaan Song sudah sulit untuk diselamatkan..."
Karena orang-orang pemerintahan dikerajaan Song sudah tidak acuh terhadap ancaman itu, di-samping banyak pengkhianat-pengkhianat yang bekerja untuk kerajaan Mongolia.
yang akan menyambut dari sebelah dalam Itulah penyakit yang sulit untuk diobati..."
Yo Ko menghela napas dengan muka yang berduka, dia bilang.
"Ya, jika sampai begitu, dan kerajaan Song sampai jatuh lalu tentara penjajah itu yang berkuasa didaratan Tionggoan aku sudah tidak berselera untuk berkecimpung dalam keduniawian lagi, lebih baik aku mencari tempat yang sunyi dan sepi melewati hari hari tua ……….." -oo0dw0oo-1053
Jilid 30
"COCOK"
Berseru Ciu Pek Tong dengan suara yang sangat nyaring.
"Akupun ber pikir begitu. Jika memang Kerajaan Song sampai terjatuh kedalam tangan Mongolia, akupun akan mengasingkan diri dan tidak mau mencampuri lagi urusan-urusan duniawi, mengasingkan diri melewati hari hari tua sampai akhir dan aku terbang melayang menghadap Giam Lo Ong "
Berkata sampai disitu, Ciu Pek Tong telah tertawa bergelak gelak.
Yang lainnya juga jadi tersenyum mendengar gurauan dari Ciu Pek Tong.
Saat ini Siauw Liong Lie telah melambaikan tangannya memanggil Yo Him.
Cepat cepat Yo Him menghampiri ibunya.
"Dari mana engkau memperoleh kepandaian yang setinggi itu? Tadi aku menyaksikan engkau telah dapat mempergunakan sekaligus dan berbarengan antara tenaga Yang dengan tenaga Im yang berlawanan itu. Siapa orang yang telah mendidikmu?"
Yo Him segera menceritakan pengalamannya.
Yang lainnya mendengar cerita Yo Him dengan tertarik sekali.
Dan Kwee Siang telah menyatakan juga bahwa Yo Him memiliki kecerdikan yang luar biasa.
Semua orang mengangguk angguk mengakui bahwa Yo Him memang memiliki bakat yang luar biasa dan tulang tulang yang baik untuk mempelajari ilmu silat dan tenaga sakti.
"Julukan yang telah engkau terima yaitu "
Sin Tiauw Thian Lam " (Rajawali Sakti dari Langit Selatan) dapat engkau pergunakan terus.
Enam belas tahun yang lalu kota Siangyang telah berhasil meloloskan diri dari kepungan orang orang Mongol, dan kini, setelah enam belas tahun justru tentara1054 Mongol itu tampaknya akan segera melancarkan serangan lagi.
Kita harus menyelamatkan daratan Tionggoan dari caplokan mereka, tetapi jika melihat keadaan pasukan Tentara Song tentu kerajaan Song tidak mungkin bisa lolos dari kehancuran.....!"
Dan setelah berkata begitu Yo Ko menghela napas berulang kali.
Dihari itu juga mereka mengadakan perundingan ilmu silat.
Perundiugan ilmu silat itu memakan waktu selama enam hari.
Dan Yo Him, Kwee Siang, Siauw Goat Lan, Phang Kui Ih, banyak sekali memetik manfaat yang mereka peroleh dengan mendengarkan perundingan ilmu silat itu.
Terutama sekali Yo Him dimana dia merupakan seorang anak yang cerdas sekali, setiap jurus ilmu silat yang didengarnya dapat disimpannya dalam hatinya.
Apa lagi secara bergantian Oey Yok Su, Ciu Pek Thong, Yo Ko dan isterinya, yaitu Siauw Liong Lie, telah menurunkan ilmu andalan mereka.
It Teng Taisu juga telah menurunkan dan mewariskan kepandaian istimewanya, yaitu It Yang Cie, jari tunggal yang keramat itu.
Walaupun waktu berkumpul mereka sangat singkat.
Sehingga Yo Him hanya menerima teorinya saja.
tetapi dengan memperoleh petunjuk petunjuk seperti itu dari jago jago yang menjadi tokoh di rimba persilatan, telah membuat Yo Him memperoleh kemajuan yang sangat puas.
Disuatu malam kedelapannya, Ciu Pek Tong mengajak Yo Him untuk berlatih.
Mereka telah pergi kesebuah bukit kecil, terpisah dari yang lain lainnya.
"Mengapa kita harus mencari tempat terpencil seperti ini, Ciu locianpwe ?"
Tanya Yo Him.
"Sudah kukatakan bebetapa kali, engkau jangan memanggil aku Ciu locianpwe. Apa itu locianpwe-an ? Hemmmm, panggil saja Loo Boan Tong, seperti ibu dan ayahmu memanggilku.....!"
"Tetapi......"1055
"Apanya yang tetapi ? Lidahmu kaku tidak bisa menyebut Loo Boan Tong ?"
"Locianpwe......"
"Eh, engkau memanggil Locianpwe lagi !"
Ciu Pek Tong.
"tidak dengarkah engkau» sudah kukatakan engkau memanggilku dengan sebutan Loo Boan Tong saja ?"
"Baiklah Loo...'Loo Boan Tong,"
Kata Yo Him kemudian.
"Nah begitu baru menyenangkan, bukankah kita bisa bersahabat lebih intim?"
Kata Ciu Pek Tong sambil berkata lebar.
Yo Him juga menyenangi orang she Ciu ini yang sangat jenaka.
Walaupun Ciu Pek Tong telah tua sekali dengan jenggotnya yang telah panjang memutih itu.
namun Ciu Pek Tong memang jenaka dan membawa sikap yang selalu kekanak kanakan saja.
Disaat saat seperti ini, justru dia telah memaksa Yo Him untuk memanggilnya dengan Loo Boan Tong saja dan tidak mau dipanggil dengan sebutan Locianpwe (orang yang tingkatannya lebih tinggi atau tua).
"Nah, sekarang aku mau menjelaskan kepadamu, mengapa aku mengajakmu ketempat yang terpencil ini....."
Kata Ciu Pek Tong kemudian.
"Ya, justru itu yang ingin kuketahui. Loo....Loo Boan Tong...!"
Menyahuti Yo Him.
"Hem, mengetahui? Ingin mengetahui? Jika aku tidak menceritakannya apakah engkau bisa mengetahui ?"
Kata Ciu Pek Thong dengan jenaka.
"Bukan mengetahui, hanya ingin mengetahui,"
Menjelaskan Yo Him sambil tersenyum, karena dia melihat mimik muka Ciu Pek Thong tampaknya lucu sekali.1056 Waktu itu tampak Ciu Pek Thong telah duduk numprah diatas tanah.
"Hayo duduk disini jika engkau ingin mendengar penjelasanku...!"
Kata Ciu Pek Thong.
Yo Him jadi kewalahan juga menghadapi sikap yaug kekanak-kanakkan dari Ciu Pek Thong.
Sambil tersenyum dia hanya menuruti saja kehendak Ciu Pek Thong, dia telah duduk, di tanah juga berhadapan dengan Ciu Pek Tong.
"Maksudku mengajakmu kemari untuk memberikan penjelasan, yaitu mengenai ilmu silat ...!"
Kata Ciu Pek Thong.
"Kalau untuk urusan itu, tentu saja aku sangat berterima kasih....karena kepandaian Loo....Loo Boan Thong sangat tinggi, tentu aku bisa memperoleh kepandaian yang istimewa dari kau.. !"
Ciu Pek Thong mengangguk.
"Ya …….. kepandaian si Loo Boan Tong tidak kalah kalau dibandingkan dengan si gundul It Teng Tausu, juga ayah ibumu belum tentu dapat menundukkan kepandaian. Tetapi aneh sekali, aneh ya, aku mengapa bisa takluk dan tunduk kepada ayah dan ibumu ." ..!"
Setelah berkata begitu, Ciu Pek Tong duduk terpekur dia memandarg bengong kearah depan tanpa berkedip matanya.
Yo Him jadi bingung juga melihat sikap Ciu Pek Tong, yang dianggapnya sulit diterka itu.
Lama Ciu Pek Tong bengong begitu tanpa mengacuhkan Yo Him, sampai akhirnya Yo Him habis sabar dan menepuk paha Ciu Pek Thong sambil katanya.
"Mengapa kau diam saja Loo Boan Tong…….?"
"Oya ! Oya ! ada engkau disini ! Aku lagi memikirkan mengapa aku bisa takluk kepada ayah dan ibumu, padahal kepandaianku tidak berada di sebelah bawah mereka. Nah sekarang aku ingin bertanya kepadamu, kau harus menjawabnya dengan jujur…..!"
"O Pasti ! pasti aku akan menjawabnya dengan jujur. Mengapa aku harus tidak jujur sedangkan kau sendiri tampaknya terbuka sekali... !"
"Begini, aku ingin mendengar jawabanmu, jika engkau melihat kepandaianku. dibandingkan dengan kepandaian kedua orang tuamu siapa yang lebih tinggi?"
Yo Him jadi serba salah memperoleh pertanyaan seperti itu, dia berdiam diri seperi berpikir untuk mencari jawaban yang enak didengar oleh Ciu Pek Tong, asal tidak menyinggung perasaan orang she Ciu ini dan juga jangan sampai merendahkan derajat kedua orang tuanya.
Menurut apa yang dilihatnya, bahwa kepandaian kedua orang tuanya, Yo Ko dan Siauw Liong Lie berada diatas Ciu Pek Tong, karena kepandaian Yo Ko dan Siauw Liong Lie selain merupakan kepandaian yang murni, juga mereka telah melatih diri sampai dipuncak kesempurnaannya.
Sedangkan Ciu Pek Tong memiliki kepandaian yang sempurna juga, namun jika dibandingkan dengan Yo Ko dan Siauw Liong Lie, kepandaiannya hanya terpaut sedikit saja, dan yang dimenangkan oleh Ciu Pek Tong adalah latihan tenaga dalamnya yang diperoleh dari kakak sepeguruannya, yang pernah merajai persilatan, yaitu Ong Tiong Yang.
"Hayo jawab…!"
Kata Ciu Pek Tong waktu dia melihat Yo Him hanya berdiam diri saja.
"Mengapa engkau bengong begitu saja?"
Ditegur begitu, Yo Him cepat cepat me-nyahutinya.
"Kalau menurut penglihatanku, kepandaianmu Loo Boan Tong sangat tinggi sekali, mungkin berimbang dengan kepandaian kedua orang tuaku....!"
"Celaka! Celaka!"
Tiba-tiba Ciu Pek Tong telah melompat berdiri sambil berjingkrak-jingkrak tidak hentinya.1058 Y o Him jadi terkejut, dia telah bertanya dengan suara tertegun.
"Apa yang terjadi Loo.. Loo Boan Tong?"
Ciu Pek Tong masih berseru seru;
"Celaka! Celaka. Ini bisa celaka!"
"Kenapa, Loo-Boan Tong,"
Yo Him telah mengulangi lagi perkataannya.
"Kau mengatakan kemungkinan kepandaianku dengan kedua orang tuamu itu berimbang. Bukan begitu?"
Tanya Loo-Boan Tong sambil mengawasi Yo Him.
"Benar .. tetapi mengapa justeru kau mengatakan celaka, celaka begitu…?"
"Tentu saja celaka ... coba kau bayangkan kau mengatakan 'kemungkinan' bahwa kepandaianku berimbang dengan kedua orang tuamu apakah itu bukan suatu pengadu domba antar, aku dengan kedua orang tuamu?"
"Heh.?"
Yo Him jadi terkejut.
"Benar tidak, coba kau pikirkan, dengan engkau mengatakan 'Kemungkinan’ kepandaianku berimbang dengan kedua orang tuamu itu, berarti juga engkau ingin mengadu dombakan aku dengan kedua orang tuamu. Tanpa ada kepastian, berarti aku harus piebu dengan kedua orang tuamu..... nah. itu bukannya suatu anjuran agar aku piebu dengan mereka....?"
Mendengar perkataan Ciu Pek Tong seperti itu. telah membuat Yo Him jadi tertegun tetapi kemudian dia berkata.
"Loo Boan Tong engkau jangan salah penafsiran atas perkataanku itu..... ketahuilah, bahwa engkau memiliki kepandaian yang sangat tinggi, maka jika engkau meminta pertimbangan dariku yang tidak memiliki kepandaian yang berarti, mana bisa aku menjawabnya dengan benar? Bukan aku mengatakan kemungkinan kepandaianmu itu berimbang1059 dengan ayah dan ibuku, atau memang engkau memiliki kepandaian yang lebih tinggi dari mereka?"
Mendengar perkataan Yo Him yang terakhir iiu, Ciu Pek Tong jadi mengawasi Yo Him dengan pandangan mata tertegun.
"A ... apa?"
Katanya kemudian dengan suara tertegun.
"Mungkin juga kepandaian yang kau miliki itu jauh berada diatas kepandaian kedua orang tuaku....!"
Menyahuti Yo Him.
Mendengar perkataan Yo Him yang terakhir itu telah membuat Ciu Pek Tong jadi tertawa bergelak-gelak.
Melihat sikap Ciu Pek Tong, yang bisa kaget dan kelabakan, atau sekarang bisa tertawa bergelak gelak kesenangan.
Yo Him jadi tidak mengerti sendirinya, ada seorang jago tokoh persilatan yang telah lanjut usianya bisa memiliki sifat kekanak-kanakan seperti itu.
"Nah, sekarang kita kembali kesoal yang sesungguhnya mengapa aku mengajakmu ketempat ini! Aku ingin mengajari engkau ilmu silat simpananku, tetapi engkau harus tutup mulut tidak boleh menceritakan! kepada siapapun juga ! Cara untuk memperoleh kepandaian itu, engkau harus menemaniku bermain kelereng...... setiap kali engkau memperoleh kemenangan dalam permainan kelereng itu, aku akan menurunkan satu jurus kepandaian kepadamu…. begitu seterusnya!"
Yo Him tertawa mendengar syarat dari Ciu Pek Tong itu.
"Yo Him aku yang kalah dalam permainan kelereng itu ?"
Tanya Yo Him kemudian "Engkau harus menggendong aku sejauh satu Lie, engkau jadi kuda-kudaan......! Bagaimana, setujukah engkau ?' tanya Ciu Pek Tong.1060
"Setuju !"
Mengangguk Yo Him sambil tertawa, dia tertarik mendengar permainan yang agak aneh dari tokoh persilatan yang seorang ini.
Ciu Pek Tong telah merogoh sakunya, dia mengeluarkan dua belas kelereng kecil' Diberikannya kepada Yo Him enam butir, kemudian dia melemparkan lima butir kelereng ke tanah.
"Ayo, engkau juga melemparkan kelima kelereng ……!"
Ciu Pek Tong menganjurkan, Yo Him hanya menuruti saja.
Ciu Pek Tong telah berjongkok dan mempergunakan kelereng yang satu ditangannya itu.
disentilkan kepada kelima kelereng lainnya yang berada berpisah satu dengan yang lainnya.
Tetapi cara menyentil Ciu Pek Tong sangat luar biasa, karena dia menyentil satu kelereng, kemudian dari satu kelereng itu, terpental menyentuh kelereng yang lainnya, begitu seterusnya, sampai empat kali benturan, Dia dengan demikian, Yo Him baru sekali sentil dapat mengendalikan kelereng itu sebanyak lima kali, baru dia memperoleh kemenangan.
Yo Him tersenyum, itulah karena disertai lwekang, maka Ciu Pek Tong bisa mengendalikan kelerengnya saling bersentuhan satu dengan yang lainnya.
Yo Him telah berjongkok dan mengikuti gerakan yang tadi dilakukan oleh Ciu Pek Tong, dia telah menyentil kelerengnya itu, pada jari telunjuknya dia dikerahkan tenaga It Yang Gie jari tunggal yang sakti, yang telah diperolehnya dari It Teng Taisu.
Kelereng itu meluncur, menghantam kelereng yang ada disebelah kanan, tetapi sentuhan itu mencong kekiri, dan menghantam kelereng yang satunya lagi, dan sentuhan itu1061 membuat kelereng itu menyentuh yang lainnya yang ada didekatnya, tetapi gagal untuk menyentuh kelereng yang keempat.
Ciu Pek Tong yang sejak tadi mengawasi dengan tegak telah berlompat-lompat kegirangan, dia bersorak sorak "Aku menang !
Aku menang !
Aku yang menang dan engkau harus menjadi kudaku !!"
Yo Him tersenyum, dia diberi setengah berjongkok, katanya .
"Ayo aku menjalani hukuman itu ........."
Ciu Pek Tong telah menaiki merangkul di belakang Yo Him.
Yo Him juga berlari lari sambil menggendong Ciu Pek Tong.
Dia dilakukan hukuman tersebut selama dia berlari lari satu lie jauhnya.
Setelah satu Lie, Ciu Pek Tong melompat turun sambil tertawa.
"Kau berani bertaruh lagi !"
Tanyanya.
"Berani!"
Mengangguk Yo Him Disaat itu Ciu Pek Tong telah berlari-lari menghampiri tempat dimana tadi dia telah meninggalkan kelerengnya.
Dia telah berjongkok menyentil kelereng itu lagi, dan kembali hanya dia bisa menyentil saling bersentuhan empat kali saja.
Yo Him kemudian menyentil juga.
Dan kali ini tetap hanya tiga kali yang berhasil disentuh oleh Yo Him, kembali dia harus menjadi kudanya Ciu Pek Tong, menggendong sejauh satu lie.
Begitu diulangi terus permainan itu, sampai waktu kelima kalinya, Yo Him bisa menyentil keempat kelereng, sedangkan Ciu Pek Tong hanya bisa mengenai tiga kelereng saja.
Ciu Pek Tong telah banting-banting kakinya dengan sikap yang jengkel.
"Akh, akh…!"
Katanya dengan suara seperti menyesal.1062
"Kenapa Loo Boan Tong,"
Tanya Yo Him sambil tersenyum.
"Aku setua bangka bisa kalah dengan seorang anak kecil seperti kau……!"
Kata Ciu Pek Tong kemudian.
"Kebetulan saja itu, Loo Boan Tong...!"
Kata Yo Him.
"Aku hanya kebetulan bisa memenangkan engkau ."
Padahal memang Yo Him telah mempergunakan It Yang Cienya berulang kali, dan semakin bisa menguasai teknik menyentilnya, yang membuat dia akhirnya lebih bisa menguasai meluncurnya kelerengnya itu.
Saat itu Ciu Pek Thong memang menepati janjinya dia telah mengajari Yo Him satu jurus ilmu silat bertangan kosong.
Kemudian setelah Yo Him menguasai jurus itu, dia mengajak Yo Him termain kelereng lagi.
Begitulah, setiap kali Yo Him kalah, tentu dia menjadi 'kuda' mcnggendong Ciu Pek Tong.
Tetapi semakin lama semakin jarang Yo Him kalah.
Seringkali mereka sama-sama berhasil menyentil mengenai lima kelereng lainnya, sehingga mereka anggap berimbang dan mengulang-ulangi lagi permainan.
Tetapi jika Yo Him semakin lama semakin menguasai cara permainan kelereng itu, sedangkan Ciu Pek Tong semakin mengendor, karena dia sering jadi sengit sendirinya jika kalah dalam permainan itu.
Semakin sengit, semakin jarang Ciu Pek Tong bisa mengenai kelima kelereng lainnya itu.
Yo Him semakin lama semakin jitu centilannya, selalu berhasil menyentuh kelima kelereng itu dengan menyalurkan It Yang Cie ke telunjuk tangannya.
Berulang kali dan beruntun Yo Him telah berhasil memenangkan sepuluh kali permainan kelereng itu.
sehingga dia telah memperoleh belasan jurus ilmu pukulan dan Ciu Pek Tong.1063 Waktu itu, hari mulai mendekati sore, Yo Him mengajak Ciu Pek Tong untuk kembali dimana Yo Ko dan yang lain-lainnya berkumpul.
Keesokan paginya, Ciu Pek Tong mengajak Yo Him untuk melanjutkan permainan kelereng mereka.
Hal ini disebabkan Ciu Pek Tong semakin lama semakin penasaran saja, membuatnya jadi memaksa Yo Him untuk bermain terus sampai sore hari lagi, Dan satu harian itu justru semua permainan dimenangkan oleh Yo Him, dia bisa memperoleh dua puluh empat jurus dari ilmu pukulan istimewa Ciu Pek Tong, si tua yang jenaka itu.
Hari ketiganya juga tampak Ciu Pek Tong menderita kekalahan, sehingga dia harus mengajari Yo Him ilmu pukulan sebanyak belasan jurus.
Dihari keempat akhirnya Ciu Pek Thong yang menderita kekalahan terus menerus telah ngambek tidak mau bermain kelereng lagi.
Yo Ko dan yang lainnya yang mengetahui hal itu hanya tersenyum senyum saja, mereka memang telah mengenal adat dan watak Ciu Pek Tong, sehingga mereka tidak merasa aneh lagi.
Begitulah, pertemuan di puncak Hoa San telah selesai, karena mereka bukan pibu seperti biasanya, hanya merundingkan ilmu silat mereka belaka dan mencari kelemahan masingi masing untuk dapat mengurangi kelemahan kelemahan tersebut.
Dengan adanya perundingan ilmu silat seperti itu diantara tokoh tokoh persilatan tersebut, mereka jadi semakin sempurna kepandaiannya.
Yo Ko teleh mengatakan maksud hatinya guna melakukan pengejaran kepada Tiat To Hoat ong.1064 Yang lainnya juga menyetujuinya.
Tetapi mereka beranggapan jika mereka melakukan perjalanan dengan rombongan, tentu akan mendatangkan kecurigaan dipihak kerajaan Song, kemungkinan pula bisa terjadi salah sesuatu pengertian.
Dan jupa tentu orang orang Mongolia yang telah menyelusup kedaratan Tionggoan akan bersiap sedia jika melihat rombongan para tokoh tokoh persilatan itu.
Maka mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan memencar ke berbagai daerah untuk menyelesaikan tugas mereka, guna mencari dan mengejar orang-orang Mongolia yang telah sempat menyelusup ke daerah Tionggoan.
Mereka hanya menjanjikan, dibulan keempat dan tanggal lima belas, mereka akan berkumpul di Siangyang.
Yo Ko juga menjuruh Phang Kui In, untuk menggabungi pihak Pek Liong Kauw, guna meminta mereka untuk membantu, serta mengumpulkan orang orang yang cinta pada tanah air untuk bergabung dengan mereka.
==oodwoo== Yo Him, Yo Ko dan Siauw Liong Lie melakukan perjalanan bertiga, merek telah melakukan perjalanan ke utara.
Sedangkan Siauw Goat Lan, murid Siauw Liong Lie, melakukan perjalanan bersama It Teng Taisu, karena It Teng Taisu melihat bahwa Siauw Goat Lan memiliki bakat yang baik untuk diwarisi kepandaiannya maka dia telah meminta ijin kepada Siauw Liong Lie guna mengajak Siauw Goat Lan dalam perjalanan, untuk dididik ilmu dan kepandaiannya.
Tentu saja Siauw Liong Lie girang sekali, dia segera mengijinkan, Siauw Goat Lau sendiri tidak hentinya menyampaikan terima kasihnya kepada pendeta yang baik hati dari negeri Tailie ini.
Waktu ilu, Phang Kui In telah melakukan perjalanan ke Timur, untuk menghubungi orang-orang Pek Liong Kauw,1065 guna bergabung dan mengadakan pembelaan tanan air terhadap ancaman orang orang Mongolia.
Oey Yok Su sendiri menyatakan bahwa dia bermaksud untuk pelesir saja, tidak mau mencampuri urusan tersebut.
"Aku sudah tua, dan aku hanya ingin nikmati hari tuaku di pulau Tho hoa to."
Diminta oleh Yo Ko untuk pergi menghubungi Kwee Ceng dan Oey Yong, ayah dan ibunya itu untuk memberi tahukan si tuasi yang terakhir itu dan meminta mereka untuk berkumpul di Siangyang.
Begitulah para pendekar itu telah berpencar untuk menyelesaikan tugas mereka masing-masing.
Sepanjang perjalanan, Yo Him banyak sekali menerima petunjuk dari kedua orang tuanya.
Dengan sendirinya pula, kepandaian Yo Him telah maju pesat dibandingkan beberapa saat yang lalu.
Ada suatu keluarbiasaan Yo Him, karena dia memiliki kecerdikan yang bukan main, melebihi dari kecerdikan anak anak yang lainnya, dan juga dia memiliki kelainan dalam latihan tenaga Im dan Yang yang telah bisa dicampur adukannya berkat petunjuk Kwee Siang.
Sekarang dengan menerima petunjuk Yo Ko dan Siauw Liong Lie secara langsung, kedua tokoh sakti dari rimba persilatan itu, membuat Yo Him tertempa menjadi jago yang memiliki kepandaian jarang tandingannya.
Kepandaiannya juga bermacam-ragam, jurus-jurus yang diperolehnya dari Ciu Pek Tong, It Teng Taisu, Yo Ko dan ibunya, yaitu Siauw Liong Lie dikumpulkan menjadi satu.
Kepandaian yang beraneka macam itu menyebabkan Yo Him menjadi pendekar yang memiliki kesaktian melebihi dari yang lainnja.
Hanya ada satu kekurangannya, yaitu Yo Him masih kurang pengalaman, dan juga kurang latihan.
Jika di saat mendatang1066 Yo Him bisa memiliki waktu untuk melatih diri, mungkin dia dapat melebihi kepandaian dari tokoh-tokoh persilatan yang lainnya.
Yo Ko dan Siauw Liong Lie girang luar biasa melihat perkembangan dan kemajuan Yo Him yang memperoleh kemajuan sangat pesat sekali.
Maka dari itu, Siauw Liong Lie jadi semakin bersemangat menuruni seluruh kepandaiannya kepada putra tunggalnya itu.
Setelah melakukan perjalanan selama satu bulan Yo Ko bertiga tiba di kota Han siu kwan.
Mereka singgah dirumah makan yang berada ditengah tengah kota dan merupakan rumah makan yang teramai dan paling, mewah.
Mereka memilih kursi yang masih kosong dan memesan makanan untuk mereka.
Tetapi di saat itu justru Yo Him melihat seseorang yang sedang tergesa-gesa untuk meninggalkan ruangan makan itu.
"Thia (ayah),"
Kata Yo Him perlahan kepada Yo Ko yang duduk disampingnya."Lihatlah, bukankah itu Turkichi.....?"
Yo Ko dan Siauw Liong lie telah menoleh, mereka mengenali orang yang tengah bergesa-gesa meninggalkan ruangan makan itu memang Turkichi.
Rupanya, Turkichi tadi melihat Yo Ko bertiga memasuki rumah makan tersebut, dimana dia sedang bersantap.
Maka dia cepat-cepat menundukkan kepala dalam-dalam agar Yo Ko bertiga tidak melihatnya.
Dan begitu Yo Ko duduk mengambil tempat masing-masing, dia meninggalkan ruang makan itu dengan tergesa-gesa dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Tetapi sayang sakali, Yo Him mengambil sebatang sumpit lalu dilontarkan ke arah Turkichi.
Timpukan itu meluncur sangat cepat sckali, membawa angin serangan yang sangat kuat.1067 Turkichi mendengar suara menyambarnya sumpit itu, dia mandek dan mengangkat jari tangannya, menyentil sumpit itu.
Sehingga dia jadi terlambat keluar dari ruangan rumah makan itu, karena dia telah tertunda langkahnya dan tahu tahu Yo Ko dan Siauw Liong Lie telah melompat menghadang dihadapannya.
"Kebetulan sekali kau ada-disini, hmmm engkau harus memberikan keterangan selengkap-lengkapnya apa yang akan dilakukan oleh tentara Mongolia.....!"
Kata Yo ko sambil mengulurkan tangannya bermaksud akan mencengkeram pergelangan tangan Turkichi Turkichi mengelakan diri dengan cepat kesamping kanan, dia telah mengeluarkan seruan perlahan karera terkejut.
Belum lagi dia bisa berdiri tetap justru tangan kanan Siauw Liong Lie telah meluncur akan menotok jalan darah Paicing hiatnya ditulang iga kedelapan.
Turkichi mengelakan diri lagi dengan cepat dan berusaha menerjang untuk keluar.
Namun, kaki kanan Yo Ko telah melayang menendang punggung Turkichi yang mengenai tepat sekali, sehingga tubuh Turkichi terhuyung terjerunuk kedepan.
Namun Turkichi bukan seorang yang memiliki kepandaian rendah, walaupun dia tidak bisa menandingi Yo Ko atau Siauw Liong Lie hanya dia tetap merupakan jago Mongolia yaig memiliki kepandaian cukup tinggi.
Belum lagi dia terjerumuk mencium bumi justru kcdua tangnnya telah diulurkan menyentuh tanah, dan tubuhnya berjumpalitan ke tengah udara, kemudian meluncur turun di luar ruang rumah makan itu.
Yo Ko dan Siauw Liong Lie mengejarnya, tetapi tangan kanan Turkichi telah bergerak menimpukkan sesuatu tampak meluncur beberapa titik sinar terang menyambar kearah Yo Ko1068 dan Siauw Liong Lie, karena Tuikichi telah menimpukkan paku-paku beracun Yo Ko mandek dan mengelakan diri dari sambaran paku paku beracun itu.
Sedangkan Siauw Liong Lie menggerakan tangan kanannya untuk merabuh paku paku beracun itu, sehingga dia terhindar dari samberan paku itu.
Namun dengan adanya timpukan paku paku beracun itu, telah membuat Turkichi sempat kabur agak jauh.
Yo Him yang semula tidak ikut menyerang Turkichi.
waktu melihat orang tersebut bisa meloloskan diri, cepat seperti seekor elang tubuh Yo Him telah melompat keluar ruang rumah makan itu.
Sambil tubuhnya masih melayang ditengah udara, tangan kanannya bergerak dengan jurus "Ju Coan Swie Jiu"'atau "Pukulan Menembus Air ", menghantam punggung Turkichi.
Turkichi mendengar samberan angin serangan yang deras dan kuat, dia bermaksud mengelakan diri.
Tetapi terlambat, serangan Yo Him lebih dulu tiba dipunggungnya.
"Bukkkkk"
Tubuh Turkichi telah terhantam cepat sekali, dia sampai rubuh begulingan ditanah beberapa tombak jauhnya.
Dengan menahan sakit Turkichi telah berusaha untuk merangkak bangun.
Namun waktu itu Yo Him yang tengah meluncur turun telah menendangkan kedua kakinya dengan jurus Lian Hoan Tui atau Tendangan Berantai, menghantam punggung Tutkichi sampai dia terguling beberapa tombak.
Waktu Yo Him ingin menerjang maju lagi, disaat itu Turkichi telah berguling ditanah sambil menimpukkan paku-paku beracunnya.
Yo Him tidak bisa menerjang terus, dia harus mengelakkan diri dulu dari timpukan paku-paku beracun itu.1069 Dengan mempergunakan kesempatan itu.
Turkichi telah melompat berdiri dan melarikan diri.
Yo Ko, Siauw Liong Lie dan Yo Him mengejar terus, Turkichi yang mengetahui dirinya dikejar oleh lawan-lawannya telah mengerahkan seluruh gingkangnya untuk berlari sekeras mungkin.
Turkichi memang akhli Gingkang nomor satu di Mongolia!
maka dia bisa bertari dengan cepat melebihi kecepatan angin.
Namun justru kali ini yang mengejarnya juga adalah tokoh tokoh persilatan sakti seperti Siauw Liong Lie dan Yo Ko, maka dia tidak bisa menghindarkan diri dari pengejaran itu.
Walaupun Yo Him masih berusia muda, tetapi diapun memiliki kepandaian yang jangat tinggi berkat ajaran dari beberapa tokoh persilatan yang sakti sakti.
Sin Tiauw Thian Lam Yo Him merupakan jago muda yang memiliki kepandaian sangat tinggi sekali dan bermacam ragam, memaksa Turkichi tidak bisa menghindarkan diri dari kejaran lawan-lawannya itu.
Diantara orang orang yang banyak dijalan raya itu, semua hanya memandang terheran-heran atas pengejaran yang terjadi itu, tampak Turkichi telah menuju kepintu kota sebelah barat.
Tetapi Yo Ko bertiga tetap tidak mau melepaskan dan mengejar terus.
Siauw Liong Lie yang ingat bahwa Turkicbi merupakan salah seorang yang enam belas tahun lalu telah meadesaknya sampai harus terjun kejurang dilembah Kun Lun San dan menyebabkan dia terpisah dengan Yo Him, darahnya meluap lagi.
Dengan mengerahkan ginkangnya dia berlari secepat angin, dan waktu tiba dipintu kota sebelah barat, Siauw Liong Lie1070 mengejar berada paling dekat dengan Turkichi, hanya terpisah belasan tombak lagi.
Turkichi mengetahui itu jadi panik, dia mengempos semangatnya dan melarikan diri terus.
Setelah kejar mengejar itu berada diluar kota yang sepi, mereka tampak seperti juga terbang, hanya berkelebat kelebat dalam bentuk bayangan saja.
Yo Him melihat ginkang ayah dan ibunya sempurna sekali.
Dia tidak bisa belari bersamaan dengan Yo Ko dan Siauw Liong Lie, selalu tertinggal dibelakang kedua orang tuanya.
Sesungguhnya Yo Him tela h memiliki bahan yang baik sekali, dia juga memiliki bermacam-macam ilmu kepandaian, hanya yang kurang padanya adalah latihan dan pengalaman.
Setelah mengejar ratusan tombak lagi Siauw Liong Lie bisa memperpendek jarak dia.
dengan Turkichi, banya terpisah beberapa tombak saja.
Turkichi melontarkan sesuatu kebelakangnya, menyerang dengan paku beracunnya.
Siauw Liong Lie menjejakkan kakinya, tubuhnya telah melompat dengan ringan dan paku paku beracun itu telah lewat dibawah kakinya.
Tetapi karena demikian, jaraknya dengar Turkichi terpisah agak jauh lagi.
Tentu saja hal ini membuat Siauw Liong Lie kian penasaran.
Dia berlari sambil membungkukkan tubuhnya, dari meraup batu-batu kerikil kecil.
Kemudian dengan mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras sekali, dia telah menggerakkan tangannya melontarkan batu batu kerikil itu, sehingga memaksa Turkichi harus mengelakkan sambaran batu batu kerikil kecil itu,1071 disamping itu juga batu-batu tersebut mengincar jalan darah jalan darah yang mematikan.
Waktu itulah Siauw Liong Lie telah tiba tangan kanan nyonya Yo ini telah diulurkan untuk mencengkeram pergelangan tangan Turkichi, menyusul lagi kakinya juga telah bergerak dengan cepat melakukan tendangan yang bisa menghancurkan tulang didada Turkichi.
Serangan yang dilakukan Siuw Liong Lie bukan sekedar serangan pancingan atau gertakan, dalam keadaan penasaran dan marah Siuw Liong telah manyerang dengan jurus yang bisa mematikan lawannya.
Turkichi ciut nyalinya, karena dia kini bukan hanya sekedar menghadapi Siauw Liong Lie disamping nyonya itu masih ada Yo Ko dan Yo Him yang kepabdaiannya juga sangat tinggi sekali.
Setelah berhasil mengelakkan diri dengan membuang dirinya bergulingan diatas tanah, Turkichi berusaha melompat bangun untuk melarikan diri.
Tetapi Siauw Liong Lie telah melancarkan serangan yang beruntun beberapa kali.
sehingga mendatangkan angin yang menderu-deru.
Turkichi terpaksa melawan nyonya yang tengah diliputi kemarahan ini.
Serangan serangan Siauw Liong Lie telah menghambat Turkichi melarikan diri.
dan waktu itu Yo Ko dan Yo Him telah tiba juga.
Tanpa mengucapkan apa apa Y o Ko telah melompat maju tangan tunggalnya itu telah diulurkan dan "Wuttttt!"
Dia berhasi1 mencekal tangan Turkichi, dan sekali dia menggentak, maka dia telah membuat Turkichi jadi jumpalitan bergulingan ditanah.
Yo Ko, Siauw Liong Lie dan Yo Him berhenti menyerang, mereka telah memandang Turkichi dengan sikap mengancam.1072
"Engkau harus memberikan keterangan selengkapnya kepada kami, berapa banyak orang orang Mongolia yang telah menyelusup masuk kedalam daratan Tionggoan?"
Kata Yo Ko dengan suara yang dingin. Sedangkan Siauw Liong Lie hanya mendengus bebetapa kali, dia telah berkata kemudian dengan suara yang perlahan.
"Enam belas tahun yang lalu disebabkan engkau sebagai! salah satu penyebabkannya telah membuat kami ibu dan anak harus berpisah..... maka sekarang jika engkau tidak mau bicara dengan segera dan mempersulit kami. hemmm, hemmml hemmm, aku tidak akan segan segan untuk membinasakanmu! Katakan, di mana berkumpulnya Tiat To Hoat-ong dan yang lainnya?"
"Tiat-to Hoat-ong….Tiat To Hoat Oog......"
Suara Turkichi tergagap.
"Jangan engkau mempersulit dirimu sendiri, kami bisa saja memaksa. cngkau bicara dengan berbagai jalan ! Jika engkau tidak mau mengatakannya, kami bisa memaksanya dengan cara kami !"
Ancaman Yo Ko waklu melihat Turkichi ragu-ragu.
"Dan engkau jangan sekali-sekali bermaksud untuk berdusta.!"
Muka Turkichi menjadi pucat dan dia tampaknya kebingungan.
Untuk menghadapi Siauw Liong Lie, Yo Ko dan Yo Him jelas dia tidak akan sanggap, dan dia tengah terkepung seperti ini tentu saja membuat dia jadi bingung.
Meloloskan diri tidak bisa dan sekarang dia dipaksa untuk bicara mengenai keadaan kawan kawannya, memang dia tengah terdesak sekali.
Di saat itu Yo Him telah ikut berkata.
"Jika dia tidak mau bicara Thia (ayah), sudah patahkan saja tangannya biar aku yang melakukannya, ..!"
Dan sambil berkata begitu, Yo Him melangkah miju untuk menghampiri Turkichi.
Turkichi jadi semakin pucat.1073 Dia tahu, apa yang dikatakan oleh Yo Him bukan gertak sambel belaka, tetapi memang merupakan kenyataan'yang bisa saja di lakukan oleh Yo Him mengingat usia pemuda ini yang masih muda dan memiliki tekanan darah panas.
Tetapi Yo Ko telah mengulurkan tangannya, dia mencekal pergelangan tangan Yo Him, sambil katanya.
"Biar lihat dulu dia mau bicara atau tidak....!"
Turkichi benar-benar telah terjepit, dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Cepat beritahukan, dimana berkumpulnya kawan kawanmu, termasuk Tiat To Hoit Ong....!"
Bentak Siauw Liong Lie "Kami berpisah beberapa hari yang lalu...."
Menyahuti Turkichi kemudian.
"Dan kami telah mengambil arah yang berlawanan, maka kami tidak mengetahuinya.... dimana Tiat To Hoat Ong berada kini. Dia berangkat menuju ke Mongolia untuk memberi laporan kepada Khan kami...!"
Meudengar perkataan Turkichi itu, Yo Ko tertawa dingin..
"Kau kira kami ini bocah-bocah ingusan yang mudah kau akali begitu saja?"
Tanya Yo Ko dengan suara yang dingin dan mukanya memperlihatkan kemarahan.
"Jika engkau masih mau main-main dengan dustamu itu, hemmm, aku tidak akan segan-segan turunkan tangan jahat kepa damu....!"
Turkichi ragu-ragu lagi, dia coba membela diri sambil katanya "' Aku....aku telah bicara dari hal yang sebenarnya...!"
"Aku akan menghitungnya sampai tiga-..!"
Kata Yo Ko.
"Jika engkau masih tidak mau bicara, jangan persalahkan jika kami membawa cara kami sendiri untuk memaksa engkau bicara…..!"
"Hemmm, sekarang memang kalian berada diatas angin. Aku telah bicara dari hal yang sebenarnya, tetapi kalian menganggap aku berdusta. Dalam hal isi aku memang tidak1074 berdaya, terserah kepada kalian saja.." !"
Tantang Turkichi akhirnya dengan nekad. Yo Ko tertawa dingin.
"Hemmm, aku mau lihat engkau mau bicara atau tidak sekarang ini …..!"
Dan Yo Ko bukan hanya sekedar berkata saja, dia telah mergulurkan tangan kanannya, tahu tahu dia telah menotok jalan darah Ju-siang-hiat dibelikat bahu Turkichi.
Begitu tertotok jalan darahnya, segera Turkichi meraung kesakitan, karena dia merasakan seluruh tubuhnya seperti juga digerayangi semut.
Dengan cepat Turkichi menjerit "Bebaskan aku dari totokanmu....
bebaskan aku....' aku akan bicara....
aku akan bicara...!"
"Bicara, nanti aku membebaskan!"
Kata Yo Ko dengan nada yang dingin.
"Beri tahukan kepada kami, dimana sekarang beradanya Tiat To Hoat-ong dan kawan kawanmu yang lainnya?!"
"Yang.... aku ketahui mereka akan menyambut pasukan Khan dikota Siangyang....!"
Menyahuti Turkichi.
"Aduhhh.... aduhhh.. bebaskan totokanmu itu.... bukankah aku telah bicara...."
Dan sambil berkata begitu, Turkichi te lab bergulingan di atas tanah, karena dia merasakan betapa sekujur tubuhnya sakit sakit, Dia meraung raung dengan suara yang menyayatkan.
'Bunuh saja aku ...bunuh saja aku, jangan menyiksa aku dengan cara seperti ini ....
bunuh saja aku ....!"
Teriak Turkichi dengan suara yang sangat menyayatkan, rupanya perasaan sakit yang dideritanya itu sudah tidak sanggup untuk diatasi dan ditahannya.1075 Tetapi Yo Ko telah berkata lagi .
"Kau bicara dulu, baru aku akan membebaskan engkau ! Bicara dulu seluruhnya keterangan yang kami butuhkan... .. !'"
"Ya. ya aku akan bicara ... aku aku akas bicara, aduhh aduh....!"
Berseru seru Turkichi sambil bergulingan. Melihat itu Siauw Liong Lie telah berkata pada Yo Ko, suaranya perlahan .
"Ko-jie bebaskan dulu dia, biarlah dia bicara dulu, kalau memang dia hendak mempermainkan kita dengan keterangan palsunya, maka disaat itu barulah kita menyiksa dia dengan berbagai cara dan membinasakannya.....!"
Yo Ko mengangguk, dia mengambil sebutir batu kerikil dan melontarnya mengenai tepat sekali jalan darah Su sie hiat, sehingga totokan Yo ko-tadi telah terbuka dan terbebaslah Turkichi dan pengaruh totokan yang begitu menyakitkan.
"Sekarang bicaralah ingat sekali saja engkau berpikir untuk main gila mendustai kami hemmm. hemmm, disaat itu aku tidak akan tanggung tanggung lagi turun tangan !" ' Turkichi menarik napas dalam-dalam, tampaknya dia baru bisa bernapas lega, tidak merasakan sakit seperti pada waktu beberapa sa at yang lalu.
"Keterangan apa yang kalian hendak tanyakan !"
Tanya Turkichi kemudian dengan muka yang pucat.
"Jelaskan seluruh rencana dari Khan Mongolia itu, apa yang akan dilakukannya dan apa yang sedang dikerjakannya sekarang ini……!"
Turkichi ragu ragu, dia bimbang, sekali.
"Cepat katakan, sekali saja aku menggerakkan tanganku, maka engkau akan tersiksa lagi seperti tadi, bahkan lebih hebat .....!"
Bentak Yo Ko.1076
"Khan.. Khan kami bermaksud menyerang kerajaan Song ini….. diakhir tahun ini'"
Kata Turkichi kemudian.
"Dan, berapa bcsar kekuatan yang akan di kerahkan ?"
Tanya Yo Ko lagi.
"Ha! ini aku tidak mengetahuinya ..... karena aku hanya diberi tugas untuk mencari kontak saja dengan jago-jago daratan Tionggoan agar kami bisa bekerja sama dan menyambut kedatangan Khan….. !"
"Berapa banyak jago-jago yang telah sempat kau hubungi dan bersedia untuk berkhianat dan juga siapa-siapa saja nama mereka ?1077 Ditanya begitu, Turkichi benar benar ragu ragu, dia sampai berdiam diri sekian lama.
"Engkau ingin keras kepala seperti tadi ?"
Bentak Yo Ko. Ditanya begitu, muka Turkichi jadi tambah pucat, dengan sikap masih ragu-ragu dia telah berkata ;
"Mereka itu ... mereka itu..."
Tetapi baru saja Turkichi berkata sampai disitu, terdengar suara tertawa bergelak-gelak yang panjang sekali.
Yo ko mengerutkan alisnya, nada suara tertawa itu mengandung nada kesesatan.
Dan muka Turkichi seketika bersinar, tampaknya dia girang mendengar suara ketawa itu, yang mungkin dikenalnya sebagai suara kawan kawannya.
Yo Ko, Siauw Liong Lie dan Yo Him telah melihat perobahan wajah Turkichi, maka Yo Ko telah mendengus dingin.
"Siapa kawanmu itu? Jika dia datang, jangan harap engkau bisa tertolong, karena isteriku akan melayaninya sedangkan aku tetap akan menyiksamu .. !"
"Tidak semudah itu! Tidak semudah itu!' terdengar suara orang berkata dengan nada yang angkuh sekali. Yo Ko bertiga terkejut juga, karena suara itu terdengar dan jarak yang cukup jauh, namun bisa terdengar jelas oleh mereka, maka hal itu telah membuktikan bahwa orang yang bicara itu adalah seorang yang telah memiliki lwekang sempurna. Yo Ko mengempos semangatnya, kemudian dia berkata dengan suara yang disertai lwekangnya.
"Siapa orang yang hanya berani memperdengarkan suara tetapi menyembunyikan ekor? Keluarlah mari kita bicara....!"
"Ha, ha, ha, aku bukan menyembunyikan ekor, jika aku keluar memperlihatkan diri, tentu kalian akan terkejut dan1078 mati karena kaget... !"
Terdengar suara jawaban dari arah yang jauh sekali, tetapi setiap patah kata terdengar sangat jelas sekali.
Dan berbareng dengan habisnya suara itu tampak dari kejauhan sesosok tubuh yang tengah berlari lari dengan gerakan yang gesit sekali.
Dan dalam sekejap mata, sosok tubuh itu, yang berukuran tinggi besar, telah berada.
dihadapan Yo Ko bertiga.
Dialah seorang asing, jika dilihat wajah tentunya orang Mongolia dengan!
hidungnya yang mancung, muka yang kasar dan juga tubuhnya yang tinggi besar itu, memperlihatkan tenaga dan semangatnya sangat kuat.
Namun yang mengherankan, biasanya jika seorang akhli gwakang (akhli luar) memang memiliki ukuran tubuh yang besar dan berotot kuat.
Namun orang ini justeru bentuk tubuhnya seperti seorang akhli gwakang sedangkan sesungguhnya dia seorang akhli lweekhe.
akhli tenaga dalam, tenaga lunak.
Yo Ko tidak mengenal siapa orang ini, hanya melihat orang tersebut telah berdiri di hadapan mereka, dengan suara yang dingin Yo Ko telah bertanya.
"Siapa namamu, mengapa engkau berkeliaran didaratan Tionggoan tentu engkaupun oranya Khan kalian, bukan?"
Ditegur begitu, oratig yang bertubuh tinggi besar itu tertawa bergelak gelak, tampaknya dia memandang rendah dan meremehkan Yo Ko bertiga, yang seperti tidak dipandang sebelah mata.
"Tepat! Sungguh tepat perkataanmu! Memang aku orang kepercayaan dari Khan yang agung, Khan kami yang memiliki kekuasaan yang sangat besar....! Aku Ciu Tie Tamitai dan memang aku ingin berkeliaran didaratan Tionggoan! Katakan, jika aku ingin beikeliaran begitu, apa yang hendak kalian lakukan'?" 1079 Yo Ko jadi mendongkol melihat sikap orang yang ugal ugalan "Apakah engkau kira semudah itu untuk berkeliaran didaratan Tionggoan dengan maksud menimbulkan kekacauan dan huru hara?"
"Eh, engkau terlalu banyak bicara saja, buntung,"
Kata orang itu sambil mengebutkan lengan jubahnya. Dan lengan jubahnya itu meluncur angin yang sangat kuat, membuat Yo Ko jadi terkejut "
Yo Ko menancapkan kedua kakinya dengan kuda-kuda seribu kali, untuk berdiam diri terus ditempatnya, tetapi kibasan dari orang itu telah membuat tubuh Yo Ko terhuyung sedikit kebelakang.
Hal itu bukan mengejutkan Yo Ko saja bahkan Siauw Liong Lie dan Yo Him juga jadi terkejut.
Mereka mengetahui bahwa Yo Ko merupakan tokoh sakti yang sulit dicari tandingannya lagi dimana-mana.
Tetapi orang Monggolia itu, yang mengaku bernama Ciu Tie Tamtai, dengan hanya mengebut perlahan saja telah bisa menggugurkan kuda-kuda kaki Yo Ko, sudah merupakan kejadian yang langka dan jarang terjadi.
Yo Ko sendiri telah berobah mukanya, dia berkata dengan dingin .
"Hebat ! Rupanya engkau memang memiliki sedikit kepandaian, sehingga berani membrutal didaratan Tionggoan ....!"
Dan setelah berkata begitu, tampak Yo Ko telah menggerakkan lengan tunggalnya, dia mengebut sama seperti halnya orang itu, dimana Ciu Tie Tamtai merasakan gelombang angin mendorong dia sangat kuat.
Tetapi orang Monggol ini telah tertawa bergelak gelak, dia merangkapkan kedua tangannya, dan tubuhnya tidak bergeming sedikitpun juga, dia malah menerima serangan Yo Ko dengan kekerasan.
Tubuh Yo Ko kembali tergoncang, walau pun tidak sampai mundur seperti tadi.1080 Hal itu lelah membuktikan bahwa kekuatan lwekang orang Mongolia itu tidak berada dibawah Yo Ko, kemungkinan berada diatasnya.
Siauw Liong Lie cepat-cepat, bersiap sedia untuk membantu suaminya jika Yo Ko terdesak oleh Ciu Tie Tamtai.
Tetapi Yo Ko setelah tubuhnya terguncang, mengeluarkan suara tertawa tahu-tahu tubuhnya bergerak cepat sekali, dia telah melompat sambil mengayunkan tangan kirinya itu melancarkan serangan dengan jurus "Naga keluar dari liang,"
Untuk menghajar bahu Ciu Tie Tamtai.
Tetapi Ciu Tie Tamtai tidak bergeser sedikitpun.
dari tempat berdirinya.
Melihat datangnya serangan Yo Ko, justru dia berdiri tegak, dan dia menyambuti serangan itu dengan mengangkat tangan kirinya menangkis dengan kekerasan.
"Bukkk....!"
Kali ini bukan Yo Ko yang terhuyung, tetapi justru Ciu Tie Tamtai yang telah tergoncang dari tempat berdirinya dan mundur tiga langkah.
Belum dia sempat untuk berdiri tetap, Yo Ko telah menerjang lagi dengan dua jurus serangan yaitu "Naga merebut mutiara", dibarengi dengan jurus "Naga Mengibas ekor"
Tangan kirinya menyambar akan mencengkeram dada lawan, sedangkan tangan kanannya yang buntung, hanya mempergunakan lengan bajunya saja untuk mengebut keatas kepada Ciu Tie Tamtai.
Kebutan lengan baju tangan kanan Yo Ko yang kosong itu bukan gerakan yang sembarangan karena pada kain lengan baju itu telah diselubungi oleh kekuatan lwekang yang hebat sekali, sehingga lengan baju itu telah berubah keras seperti baja.
Maka jika lengan baju kanan Yo Ko berhasil mengenai kepala Ciu Tie Tamtai jangan harap dia bisa selamat, batu saja akan hancur bila terserang lengan baju kanan dari Yo Ko.1081 Ciu Tie Tamtai juga tampaknya terkejut menyaksikan serangan Yo Ko itu.
Tadi ia menduga Yo Ko tentu berada disebelah bawah kepandaiannya.
Dia merupakan guru dari Kim Lun Hoat ong dan Tiat To Hoat ong.
yang semula sudah tidak mau mencampuri urusan duniawi lagi, dimana dia hidup menyendiri disebuah daerah yang sepi sekali ditanah Mongolia dan disebut sebagai "Manusia Sakti Tanpa Ujud" , karena kepandaiannya yang telah mencapai tarap yang sangat tinggi sekali.
Bisa dibayangkan, jika Kim Lun Hoat ong (yang telah binasa didalam Sin Tiauw Hiap Lu) dan Tiat To Hoat ong sudah begitu tinggi dan sulit untuk dihadapi, apalagi guru dari kedua pendeta itu.
Manusia sakti tanpa Ujud Ciu Tie Tamtai itu memang memiliki adat yang aneh, Kedua muridnya itu menjadi pendeta, tetapi dia sendiri tidak terikat oleh segala sesuatu apapun juga, dimana yang dia senangi pasti akan dikeluarkannya.
Tetapi karena dia memang sudah tidak pernah muncul didalam pergaulan masyarakat ramai, dengan sedirinya namanya akhirnya dilupakan orang.
Hanya selelah Kim Lun Hoat-ong binasa dan Tiat To Hoat ong telah mengirim berita itu kepada.
Kublai Khan, Khan yang baru ini telah mengutus orang mengundang Manusia sakti Tanpa Ujud ini untuk datang menghadap ke istana, dan memberitahukan kematian Kim Lun Hoat Ong sambil memberikan kata-kata yang 'membakar' yang membuat Manusia Sakti Tanpa Ujud Ciu Tie Tamtai diliputi kemarahan dan meminta kepada Khan yang agung itu agar memberikan perintah kepadanya untuk mengacak-acak daratan Tionggoan.
Kublai Kban memang jauh lebih cerdik dari Mangu (kaisar Mongolia yang mati tertimpuk batu oleh Yo Ko), dan dia telah1082 memberi perintah dan kekuasaan kepada Ciu Tie Tamtai, dimana Ciu Tie Tamtai diberikan kekuasaan untuk mengatur seluruh orang orang Mongolia yang berada didaratan Tionggoan yang berhasil menyusup, agar dihimpun dan dipimpinnya.
Dengan kekuasaan besar tiada taranya itu Ciu Tie Tamtai jadi terbangun semangatnya dia jadi ingin melihatnya berapa banyak jago-jago yang ada didaratan Tionggoan.
Berangkatlah dia kedaratan Tionggoan, dan bertemu dengan Tiat To Hoat ong, yang kebetulan waktu itu tengah melarikan diri dari Hoa san.
Mendengar keterangan dari Tiat To Hoat ong, yang juga menambah nambahkan bumbu pada ceritanya, telah membuat sang guru semakin bergelora semangatnya untuk bertemu dengan jago jago daratan Tionggoan.
Kebetulan hari ini justru dia melihat Turkichi salah seorang anak buahnya tengah disiksa oleh Yo Ko dan dia sudah bisa menerkanya orang yang lengan tangan kanannya buntung itu tentunya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko yang sangat terkenal itu.
Sekarang dia telah merasakan hebatnya tenaga dalam Yo Ko, diam-diam dia jadi terkejut, tetapi dia tidak mau.
memperlihatkan suara tertawa dingin, katanya tawar.
"Bagus! Bagus! Rupanya engkau memang memiliki kepandaian yang lumayan dan layak menjadi lawanku...!"
Dan setelah berkata begitu, dengan cepat Ciu Tie Tamtai mengeluarkan suara erangan perlahan, dan kemudian dia mengeluarkan tangan kananrya, dari mana telah meluncur angin serangan yang kuat sekali, dibarengi dengan itu tangan kirinya juga telah bergerak akan mencengkeram batok kepala Yo Ko.
Dua serangan yang berlainan arah itu tetapi datangnya serentak cukup mengejutkan Yo Ko.1083 Dengan gesit Yo Ko mengelakkan diri dari terjangan itu, dengan gerakan "Naga mengibas Ekor,"
Tampak tangan kirinya telah menyampok kearah kepala Ciu Tie Tamtai lagi.
Terpaksa Ciu Tie Tamtii melompat mundur untuk mengelakkan diri dan batalkan kedua serangannya.
Ciu Tie Tamtai jadi semakin penasaran, dia mengeluarkan suara erangan lagi, dan melancarkan serangan yang lebih kuat dari tadi, bahkan dengan gerakan seperti jurus didaratan Tionggoan yang biasanya dinamakan.
"Memandang Rembulan Dari Loteng"
Dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh pandangan mata, tampak Ciu Tie Tamtai telah melancarkan serangan-serangan yang memiliki kekuatan bisa menghancurkan besi atau batu gunung.
Tetapi Yo Ko mana mau membiarkan dirinya diserang terus terusan.
Cepat-cepat dia menggeser kaki kirinya, ditekuk sedikit dan dia mempergunakan gerakan "Naga Melingkari Tiang" , dimana dia telah membebaskan diri dari serangan lawannya dan juga balas menyerang jurus jurus "Naga Melompat Diawan" , disusul dengan jurus-jurus "Naga Mengeluarkan Lidah", kedua jurus itu telah meluncur dahsyat sekali menghantam lawannya.
Ciu Tie Tamtai memang yakin bahwa dirinya seorang sakti yang sudah tidak ada tandingannya, maka walaupun dia melihat serangan Yo Ko hebat sekali, dia tidak berusaha berkelit, hanya dia menyambut dengan kekekerasan.
Waktu tangan Yo Ka yang kiri membentur tangan lawannya, Ciu Tie Tamtai jadi terkejut sekali, dia sampai mengeluarkan suara seruan tertahan karena heran.
Tangan atau serangan Yo Ko lunak tidak mengandung kekuatan apapun juga, sehingga waktu tangan Ciu Tie Tamtai beradu dengan tangan Yo Ko, dia seperti menggempur tumpukan kapas.
lenyaplah kekuatan tenaga serangannya.1084 Dan diwaktu dia tengah terheran heran tahu tahu bergelombang keluar dan telapak tangan kiri Yo Ko.
Kekuatan angin yang benar-benar dahsyat menerjang kepada Ciu Tie Tamtai.
Memang kedua orang yang kali ini saling mengadu kepandaian dan kekuatan, merupakan dua orang tokoh persilatan yang masing masing merupakan jago tersakti dari dua negeri.
Jika yang seorang merupakan super sakti dari daratan Tionggoan, sedangkan yang seorangnya lagi merupakan jago sakti tidak terkalahkan dari Mongolia.
Maka pertempuran mereka berdua kali ini seperti juga sepasang naga yang saling menerjang memperebutkan mustika.
Mereka bertempur dengan gerakan gerakan yang semakin lama semakin cepat.
Yo Him sendiri yang menyaksikan pertempuran itu sampai berkunang kunang matanya, karena dia melibat ayahnya dan Ciu Tie Tamtai bertempur bergerak-gerak dengan cepat sekali, tubuh mereka seperti juga dua sosok tubuh yang merupakan gumpalan warna baju saja.
Saat itu, tiba-tiba Siauw Liong Lie telah membentak .
"Mau lari kemana kau"
Dan tubuh Siauw Liong Lie telah melompat cepat sekali, dengan gerakan "Walet Menerjang Air"
Dia telah meluncur menghantam punggung Turkichi.
Rupanya, disaat semua orang tengah tercurah perhatiannya pada pertempuran yang terjadi antara Yo Ko dengan Ciu Tie Tiamtai, kesempatan itu dipergunakan oleh Turkichi sebaik baiknya.
Mula mula dia menggeser kedudukan kakinya, setelah dua tombak lebih, dia membalikan tubuhnya untuk melarikan diri dari tempat tersebut.
Tetapi sayangnya, biarpun Siauw Liong Lie tengah memperhatikan suaminya yang bertempur dahsyat dengan Ciu Tie Tamtai, tokh pendekar wanita ini tetap memasang mata kepada Turkichi.1085 Turkichi merasakan dari arah belakangnya yelah menyambar kuat sekali angin serangan maka dia memutar tubuhnya untuk menangkis karena kalau dia meneruskan larinya, niscaya dia akan terhajar punggungnya oleh serangan yang kuat dari Siauw Liong Lie.
Siauw Liong Lie te!ah mempergunakan juru.
"WaIet Menerjang Air" , dan pukulan yang dipergunakan itu mengandung kekuatan lwekang yang akan mematikan jika mengenai sasarannya. Diantara berkesiuran angin serangan itu, nampak tangan Turkichi telah menangkis serangan Siauw Liong Lie. Karena Turkichi menangkisnya dengan tergesa-gesa, maka ia tidak menggunakan seluruh tenaga lwekangnya. Begitu tangannya saling bentur, tubuh Turkichi terpental dua tombak lebih dan bergulingan di atas tanah. Siauw Liong Lie melompat dan meluncur lagi dan melancarkan serangan kepada Turkichi. Tetapi tiba-tiba dari arah samping meluncur sebutir batu yang akan menghantam pinggang pendekar wanita itu. Batu kerikil itu meluncur bukan dengan tenaga yang ringan, karena batu itu telah menimbulkan suara yang berkesiuran keras sekali. Siauw Liong Lie kaget dan cepat cepat membatalkan maksudnya untuk melancarkan gempuran kepada Turkichi, dia telah rnemutar tanganya dan menyambut batu itu dengan kedua jari tangannya. Kemudian dari arah samping dari mana tadi datangnya batu itu, tampak melompati keluar sesosok tubuh, seorang pendeta Mongolia.
"Kau?"
Kata Siauw Liong Lie dengan kemarahan yang seketika meluap.
"Kebetulan! sekali, justru kami memang tengah mencari-cari kau....!" 1086 Pendeta yang baru datang itu telah mengeluarkan suara tertawa bergelak gelak dia tak lain dari Tiat To Hoat-ong.
"Guru, mereka inilah yang telah membinasakan Kim Lun dan juga telah merubuhkan aku. Mereka juga yang mengatakan bahwa Manusia Sakti Tanpa Ujud Ciu Tie Tamtai merupakan manusia tahu yang tidak punya guna.....!"
Ternyata Tiat To Hoat-ong yang cerdik itu telah mempergunakan kesempatan ini untuk membakar gurunya.
Ciu Tie Tamtai mengeluarkan suara gerengan keras.
Dia makin marah sekali kepada Yo ko serangannya jadi jauh lebih kuat lagi.
Yo Ko agak kewalahan menerima serangan-serangan yang dilakukan oleh lawannya yang tangguh ini.
Kepandaiannya memang mungkin berimbang tetapi ada suatu yang dimenangkan diatas kepandaian Yo Ko, yaitu Ciu Tie Tamtai memiliki latihan lwekang yang kuat dan sempurna dicampur dengan tenaga yoga, sehingga kekuatannya menjadi lebih hebat.
Diserang bertubi tubi dengan disertai tenaga lwekang yang jauh lebih kuat dari semula, Yo Ko jadi sibuk juga.
Berulang kali dia harus mengelakkan diri dan memperhatikan cara lawannya itu melancarkan serangan, karena Yo Ko ingin mencari kelemahan lawannya.
Siauw Liong sendiri tidak mau memberi kesempatan kepada Tiat To Hoat ong.
waktu pendeta itu tengah berkata-kata kepada gurunya, justru Siauw Liong Lie telah menyerang pendeta itu dengan mempergunakan jurus 'Awan Menutup matahari."
Tangan kanannya meluncur dengan setengah ditekuk, dia telah meluncurkan tangan kirinya untuk mencengkeram perut lawannya.
Tiat To Hoat Hong tidak jeri, dia malah mengeluarkan suara tertawa mengejek.1087 Melihat datangnya serangan tangan kanan Siauw Liong Lie yang setengah tertekuk begitu, dia telah mendekkan diri dan perutnya dikempiskan, sehingga jarak antara tangan Siauw Liong Lie dengan perutnya jadi terpisah, sedangkan tangan kiri pendeta itu telah bergerak melancarkan serangan yang memiliki kekuatan tidak kalah dibandingkan dengan serangan Siauw Liong Lie.
Siauw Liong Lie penasaran sekali melihat lawannya, berhasil mengelakkan diri dari serangannya itu, dia mengeluarkan suara bentakan dan tangan kirinya telah mengulangi serangannya.
Kali ini Tiat To Hoat ong tidak bisa mengelakkan diri, sehingga dia harus menangkis dengan tangan kanannya, kedua tenaga saling bentur dengan kuat sekali menimbulkan suara menggelegar keras dan menulikan pendengaran, karena selain Siauw Liong Lie mempergunakan kekuatan tenaga yang sangat hebat, juga Tiat To Hoat-ong dalam menangkisnya telah mempergunakan lwekangnya sebanyak sembilan bagian.
Turkichi yang melihat munculnya Tiat To Hoat ong, jadi girang.
Jika tadi dia ingin melarikan diri, karena dia belum begitu yakin bahwa Ciu Tie Tamtai akan memperoleh kemenangan melawan Yo Ko.
Tetapi sekarang disaat Siauw Liong Lie tengah dilibat oleh Tiat To Hoat-ong, Turkichi jadi besar hatinya.
Dia tidak bermaksud untuk melarikan diri lagi, melainkan dia telah berdiri menyaksikan jalannya pertempuran diantara dua pasang jago-jago yang memiliki kepandaian sempurna itu.
Yo Him juga telah melihat, betapa kedua pasang orang yang tengah bertempur itu merupakan pertempuran dari tokoh-tokoh kelas tinggi yang sulit dicari bandingannya.
Tangannya jadi gatal juga, dia melirik ke arah Turkichi kemudian dengan cepat dia melompat mendekati Turkichi sambil katanya "Mari kita juga main." 1088 Dan Yo Him bukan hanya sekedar berkata saja, karena dia telah menyerang dengan jurus "Naga keluar dari liang,"
Disusul lagi dengan gerakan "Naga merangsang maju memasuki liang,"
Dia telah melancarkan serangan saling susul dengan dahsyat sekali, karena memang Yo Him memiliki keistimewaan dimana dia bisa menggabungkan tenaga Yang dan Im (panas dan dingin) menjadi satu, dia hanya kurang latihan, tetapi kekuatan lwekangnya telah mencapai taraf yang cukup tinggi.
Tuikichi melihat usia Yo Him yang masih muda, dia tidak memandang sebelah mata.
Dia menduga, anak semuda ini mana bisa memiliki kepanlaian yang tinggi?
Maka waktu melihat datangnya dua jurus serangan yang saling susul oleh Yo Him, Turkishi telah mengerahkaa kekuatan lwekangnya dan menangkisnya.
"Bukkkkkk !"
Memang Turkichi berhasil menangkisnya, tetapi tubuhnya segera terlempar melayang ditengah udara dan terbanting ditanah terus pingsan tidak sadarkah diri dengan mulut dan hidung mengeluarkan darah segar !
-o0o^d.w^o0o-TIAT TO HOAT ONG yang melihat apa yang dialami oleh Turkichi jadi terkejut, ia mengeluarkan suara meraung dan mempergunakan kedua telapak tangannya untuk menghantam kepada Siauw Liong Lie, Gerakan yang dilakukannya itu merupakan serangan yang bisa mematikan, karena pendeta tersebut telah mempergunakan sembilan bagian dari kekuatan tenaga lwekang yang dimilikinya.
Dan membarengi waktu Sianw Liong Lie berkelit dari samberan tangannya, tampak pendeta Mongolia tersebut telah menggerakkan tangan kanannya, dimana tahu-tahu dia telah mencabut goloknya yang bsrwarna hitam itu, secerah sinar hitam berkelebat menyambar kearah batang leher Siauw Liong Lie.1089 Bacokan yang dilakukan oleh Tiat To Hong dengan golok pusakanya tersebut merupakan bacokan yang memiliki gerakan aneh sekali.
karena goloknya itu berkelebat kelebat kesana kemari dengan sasaran yang sulit diduga.
Walaupun tampaknya mata golok pusaka tersebut menyambar kearah leher Siauw Liong Lie, namun ia sebenarnya hendak menebas batang leher Siauw Liong Lie, karena waktu terpisah empat dim dari sasarannya Tiat To Hoat-ong telah menggetarkan tangan kanannya itu golok hitam tersebut bagaikan kilat cepatnya tahu tabu telah membacok menurun, mulai dari dada kearah paha.
-oo0dw0oo-
Jilid 31 SIAUW LIONG LIE jadi terkejut, karena semula ia menduga bacokan itu hanya menuju kebatang lehernya dan ia bermaksud berkelit sambil membalas melontarkan pukulan telapak tangannya.
Tetapi melihat perobahan pada cara membacok pendeta Mongolia tersebut, membuat Siauw Liong Lie dalam waktu hanya beberapa detik tersebut harus merobah gerakannya.
Dengan mcnjejakan kedua kakinya, tubuhnya melambung ketengah udara dengan ringan, dan ia mempergunakan kedua telapak tangannya untuk menghantam kepala Tiat To Hoat ong.
Karena lawan yang tengah dihadapi tersebut merupakan tokoh Mongolia yang memiliki kekosenan yang tengah, dengan sendirinya Siauw Liong Lie dalam memukul tersebut berlaku tidak sungkan-sungkan lagi.
Tiat To Hoat ong melihat bacokannya yang aneh itu gagal, cepat cepat hendak menarik pulang goloknya, tetapi baru saja dia memiringkan tubuhnya menghindar dari pukulan telapak tangan Siauw Liong Lie dan hendak menarik pulang goloknya,1090 diwaktu itulah tangan kiri Siauw Liong Lie menyambar menurun, tahu tahu telah menjepit tepian punggung golok dari Tiat To Hoat-ong.
Jepitan jari tangan Siauw Liong Lie pada golok Tiat To Hoat-ong tersebut bukan sekedar jepitan biasa, karena melebihi kekuatan japit besi.
Tiat To Hoat-ong juga merasakan goloknya itu tidak bisa digerakan, walaupun ia telah menarik pulang dengan mengerahkan tenaga lwekangnya.
Kedua orang ini jadi saling tarik.
Siauw Liong Lie menjepit golok lawannya dengan mempergunakan tenaga sinkangnya, sehingga, golok itu tidak bisa bergeming.
Sedangkan Tiat To Hoat-ong bermaksud hendak menarik pulang goloknya melepaskan jepitan jari tangan Siauw Liong Lie.
Dengan demikian, kedua tokoh persilatan yang masing-masing memiliki kepandaian dan sinkang yang tinggi tersebut, telah saling memusatkan dan mempergunakan tenaga lwekang mereka guna saling menarik, agar dapat menguasai lawannya.
Siauw Liong Lie mendengus dingin tahu tahu nyonya Yo Ko tersebut telah menjejakkan kakinya pula, tubuhnya melompat ringan sekali ketengah udara dengan jari tangan menjepit golok lawannya.
Dan tangan kirinya digerakan menghantam kebatok kepala Tiat To Hoat ong.
Itulah hantaman yang hebat sekali.
Goloknya tengah dijepit oleh jari tangan Siauw Liong Lie, sehingga Tiat To Hoat ong tidak bisa berkelit dengan leluasa, apa lagi pukulan telapak tangan kiri Siauw Liong Lie menyambar begitu kuat dan juga sangat cepat.
Tetapi sebagai seorang ahli silat, yang memiliki kepandaian sangat tinggi, dengan sendirinya Tiat To Hoat ong tidak mau menyerah begitu saja.
Ia pun tidak mau melepaskan golok hitamnya tersebut dia memusatkan kekuatan tenaga yoga-nya pada batok kepalanya untuk membuat kepalanya itu keras melebihi besi, kemudian dingin mengeluarkan suara erangan keras, tanpa menantikan datangnya serangan yang dilakukan Siauw Liong Lie, ia telah1091 menundukan kepalanya dan menyundul kearah perut dari Yo Hujin tersebut.
Apa yang dilakukan oleh Tiat To Hoat ong tersebut merupakan perbuatan yang nekad, karena ia seperti juga ingin binasa bersama.
Dengan demikian, terlihat, ia sama sekali tidak memperhatikan pukulan telapak tangan kiri Siauw Liong Lie yang bisa mematikannya, yang terpenting baginya iapun bisa menyeruduk perut dari nyonya Yo tersebut, agar dapat merusak isi perut nyonya tersebut.
Siauw Liong Lie terperanjat, karena ia menyadari tidak ada keuntungan buatnya jika mereka terbinasa bersama.
Tanpa menanti serudukan Tiat To Hoat ong tiba, nyonya Yo tersebut telah melepaskan jepitan jari tangannya pada golok lawannya, dan membatalkan pukulan telapak tangan kirinya, tubuhnya terjumpalitan kebelakang, berpoksay sampai tiga tombak jauhnya.
Tiat To Hoat ong juga telah menghentikan serudukan kepalanya waktu melihat Siauw Liong Lie melepaskan jepitan jari tangan pada goloknya itu dan niembatalkan pukulan telapak tangan kirinya, Namun disebabkan tadi Tiat To Hoat ong telah menyeruduk dengan kekuatan yang penuh, tubuhnya terhuyung juga, tidak bisa ia berdiri tetap dan rnenghentikan serudukannya itu tiba-tiba begitu.
Siauw Liong Lie tidak mau membuang-buang waktu lagi, ketika melihat Tiat To Hoat ong belum bisa berdiri tetap, ia telah menjejakan kakinya, disaat kakinya itu meluncur turun akan menginjak tanah, ia menotol dengan keras.
tubuhnya melambung lagi ketengah udara, meluncur kebelakang Tiat To Hoat ong.
Berbareng dengan gerakannya itu, ia menghantam lagi dengan kuat kearah punggung Tiat To Hoat ong.
Pendeta Mongolia itu waktu merasakan sambaran angin yang berkesiuran keras sekali dibelakang punggungnya, memaksa ia harus mengelakkan diri lagi, waktu itu kuda-kuda kedua kakinya belum bisa diperbaiki dan tubuhnya tengah1092 terhuyung, maka jalan satu-satunya menyelamatkan dirinya adalah melompat maju kedepan hampir satu tombak, sambil berbuat begitu dia memutar tubuhnya dan mempergunakan goloknya menabas ke belakang, maka selarik cahaya hitam telah meluncur kearah perut Siauw Liong Lie.
Hal itu memaksa Siauw Liong Lie batal meneruskan pukulannya.
Mempergunakan kesempatan yang banya beberapa detik itu tampak Tiat To Hoat ong telah cepat-cepat memperbaiki kedudukan kuda-kuda kedua kakinya, ia telah mengerahkan lwekangnya pada kedua kakinya, memutar tubuhnya menghadapi Siauw Liong Lie lagi dengan golok hitam tercekal ditangan kanannya siap untuk melakukan bacokan dan tabasan pula.
Diam-diam Tiat To Hoat ong berpikir keras, karena ia melibat bahwa kepandaian yang dimiliki Siauw Liong Lie telah mengalami banyak kemajuan, dimana kini tenaga sin-kangnya seperti lebih kuat dibandingkan dulu dengan demikian telah membuat Tiat To Hoal ong tidak bisa meremehkannya dan dia harus berlaku waspada sekali.
Kalau sekali saja terkena gempuran telapak tangan Siauw Liong Lie tentu ia bisa cidera berat ataupun terbinasa.
Petempurannya dengan Siauw Liong Lie bukanlah pertempuran main-main, karena ia memang seperti tangah mempertaruhkan jiwanya.
Siauw Liong Lie sendiri melihat Tiat To Hoat-ong juga telah memperoleh kemajuan yang banyak sekali dimana selain ilmu goloknya yang memang memiliki gerakan yang aneh, pun kekuatan lwekang yang dimiliki pendeta Mongolia tersebut terlebih lagi dicampur dengan ilmu yoganya membuat Tiat To Hoat-ong merupakan lawan yang tangguh sekali.
Dengan demikian Siauw Liong Lie harus berpikir keras jalan dan cara untuk merubuhkan pendeta tersebut.
Setelah menarik napas dalam-dalam, dan memusatkan kekuatan tenaga dalamnya pada kedua telapak tangannya1093 Siauw Liong Lie menjejakkan kakinya dan berturut-turut melontarkan pukulan yang mengandung kekuatan yang bisa mematikan.
Begitulah.
kedua orang tersebut terlibat kembali dalam pertempuran yang semakin lama semakin seru.
Walaupun Tiat To Moat ong mempergunakan senjata tajam pusakanya, yaitu golok hitam itu, dan Siauw Liong Lie hanya bertangan kosong.
namun keduanya seperti juga seekor naga dan seekor singa betina yang tengah bertarung dengan hebat sekali.
Keduanya tidak mengenal mundur, malah telah mengeluarkan seluruh kepandaian yang mereka miliki.
Yo Ko yang telah bertarung dengan Ciu Tie Tamtai juga berlangsung dengan seru.
Karena keduanya tengah saling memusatkan kesaktian dan kekuatan mereka, guna saling tindih.
Sebagai seorang pendekar silat yang diakui oleh jago-jago Tionggoan, sebagai jago nomor wahid Yo Ko memang memiliki kepandaian yang sempurna sekali.
Hanya ia memperoleh kesulitan, yaitu Cui Tie Tamtai sering mempergunakan ilmu Yoganya, sehingga tubuhnya itu jadi kecil seperti belut, dan setiap kali pukulan dari Yo Ko mengenai tubuh dari Ciu Tie Tamtai tersebut, selalu molejit tidak berhasil menghantam dengan tepat.
Dengan demikian berulang kali Yo Ko gagal dengan serangannya.
Kepandaian silat dari Ciu Tie Tamtai juga luar biasa tingginya, boleh dibilang tidak berada di sebelah bawah dari kepandaian silat yang dimiliki Yo Ko.
Maka dari itu, mereka telah terlibat dalam pertarungan yang kian lama kian menentukan mati hidupnya mereka.
Keduanya semakin lama telah mempergunakan sinkang mereka semakin kuat, malah Yo Ko sendiri telah mempergunakan sinkangnya delapan bagian.1094 Seumur hidupnya, jarang sekali Yo Ko mempergunakan sinkangnya sampai begitu besar, karena jika ia tidak sedang berhadapan dengan lawan yang benar-benar tangguh seperti Ciu Tie Tamtai tentu ia tidak mau mempergunakan sinkang begitu besar.
Perlu diketahui, bahwa seseorang ahli silat yang telah sempurna tenaga sinkangnya.
jika ia mempergunakan sinkangnya berlebihan dan mengeluarkannya terlampau banyak, mengempos dengan diiringi oleh napsu yang berkobar dihatinya, akan merusak dirinya, dan juga akhirnya ia akan kehabisan tenaga.
Jika pertempuran itu bisa dimenangkan olehnya, tokh akhirnya ia akan kehabisan tenaga dalamnya, dan berarti ia membutuhkan tiga tahun untuk memulihkan semangat murninya tersebut.
Dengan demikian jarang sekail ada seorang pendekar persilatan yang mempergunakan seluruh dari sinkangnya.
Dan Yo Ko mempergunakan sampai delapan bagian sinkang yang dimilikinya itu karena ia dalam keadaan terpaksa, dimana lawannya memang benar benar tangguh sekali.
Yo Him yang menyaksikan pertandingan itu dari luar gelanggang, melihat betapa butir butir keringat memenuhi wajah dan tubuh ayahnya tersebut.
Dan juga Ciu Tie Tamtai telah basah oleh keringat yang membanjir keluar membasahi tubuhnya.
Diam-diam Yo Him jadi menguatirkan keselamatan ayahnya, karena ia melihat bahwa kepandaian yang dimiliki Ciu Tie Tamtai memang merupakan kepandaian yang telah sempurna dan tidak berada disebelah bawah dari ke pandaian Yo Ko.
Dengan demikian, pertempuran yang tengah berlangsung antara Yo Ko dengan Ciu Tie Tamtai merupakan pertempuran untuk menentukan mati hidup mereka.
Sedangkan pertempuran antaia Siauw Liong Lie dengan Tiat To Hoat ong juga merupakan pertempuran yang mendebarkan hati Yo Him.
Untuk maju membantui kedua1095 orang tuanya itu jelas Yo Him belum memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu.
Dengan demikian, ia hanya bisa menyaksikan saja dengan hati berkuatir dan mata yang terpentang lebar-lebar.
Semakin lama Yo Ko menggerakkan tangan tunggalrya itu semakin perlahan.
Sekali-Sekali lengan baju kanannya yang kosong itu juga berkibaran dengan kuat sekali, memancarkan sinkangnya yang benar-benar tangguh, terkadang lengan baju tangan kanannya yang kosong itu sebentar lemas dan tidak lama kemudian berubah keras, sering mengancam akan melibat pergelengan tangan dari lawannya.
Aneh pula cara bertempur dari Ciu Tie Tamtai, karena ia berulang kali belakangan ini mempergunakan cara yang benar benar mengherankan, yaitu kedua targannya ditepuk kedalam, kesepuluh jari tangannya dipentang seperti juga sikap seekor kera, kedua kakinya juga sering ditekuk, sehingga ia berjongkok rendah sekali, dan ia memiringkan tubuhnya kekiri dan kekanan berulang kali.
Tetapi hebat adalah angin sinkang pukulan yang dilakukan oleh Ciu Tie Tamtai, karena berkesiuran dengan kuat sekali menerjang bagian-bagian yang mematikan ditubuh Yo Ko.
Tidak jarang pula Ciu Tie Tamtai melompat berjungkir balik dengan tangan kirinya ia menahan tubuhnya, dengan kepala dibawah dan kedua kaki menjulang keatas langit, dan tangan kanannya telah digerakan meluncur berulang kali menghantam bagian penjagaan di bawah tubuh Yo Ko.
Cara Yoga yang dipergunakan oleh Ciu Tie Tamtai, yang dicampur dengan ilmu silat yang tinggi sekali, merupakan cara yang benar-benar sangat tangguh.
Membuat Yo Ko berulang kali terdesak mundur dengan cara berkelahi orang tersebut.
Sesungguhnya Yo Ko hendak menghadapi cara bertempur lawannya itu dengan mempergunakan ilmu Ha-mo-kang, yaitu ilmu Kodok, yang telah diperoleh dari Auwyang Hong, namun kenyataannya Yo Ko masih belum melakukannya, karena ia1096 ingin melihat dulu kelemahan dari lawannya yang belum berhasil ditemukannya, sehingga ia menunda niatnya tersebut.
Dia terus juga melayani dengan tangan tunggalnya sambil berurang kali mengelakkan diri.
Dan selama itu ia pun memperhatikan benar-benar cara bertempur dari Ciu Tie Tamtai, untuk mencari kelemahan lawannya tersebut.
Tetapi desakan yang dilancarkan oleh Ciu Tie Tamtai datang ber tubi-tubi dan cara bertempurnya juga semakin aneh sekali.
Sehingga suatu kali, Yo Ko terpaksa melompat melambung ketengah udara berjumpalitan mengelakan diri dari terjangan kekuatan tenaga lwekang yang melancarkan pada pukulan kedua telapak tangan Ciu Tie Tamtai.
yang menerjang seperti seekor harimau garang dan ganas sekali.
Sambil berjumpalitan ditengah udara, Yo Ko telah menyabut dengan lengan baju lagian yang kosong, ia menghantam kearah kepala dari Ciu Tie Tamtai, dimana lengan bajunya tersebut birobah keras seperti baja, menimbulkan angin yang berkesiuran kuat sekali.
Jika saja lengan baju tersebut berhasil menghantam tepat kepala dari Ciu Tie Tamtai, niscaya kepala lawannya itu akan terpukul pecah, karena jangankan kepala manusia, sedangkan batu gunung yang besar sekalipun, jika terkena hantaman lengan baju yang telah disaluri oleh kekuatan sinkang yang memang sangat dahsyat tersebut, tentu akan hancur menjadi tepung!
Ciu Tie Tamsai yang waktu itu sesungguhnya hendak membarengi melontarkan serangan pula, jadi terkejut melihat ancaman yang tengah menuju kearah dirinya itu.
Beberapa kali ia telah mengeluarkan suara seruan sambil berkelit, namun lengan baju Yo Ko seperti juga memiliki mata, kemana saja Ciu Tie Tamtai mengelak, maka lengan baju itu telah menyambar dengan cepat dan kuat sekali.
Ciu Tie Tamtai akhirnya tidak bisa mengelit lebih jauh lagi, waktu lengan baju itu menyambar terus dengan cepat kebatok kepalanya.
sedangkan tangan kiri Yo Ko juga telah1097 menghantam dengan kuat sekali kedadanya, maka terpaksa Ciu Tie Tamtai telah mengeluarkan suara raungan yang keras sekali, dan balas menyerang.
Ia bukan menangkis dengan mempergunakan kekerasan, karena justru dengan menghantam begitu ia memaksa Yo Ko untuk menarik pulang serangannya, karena jika tidak mereka tentu akan terbinasa bersama, dimana memang mereka berdua memiliki kekuatan sinkang yang berimbang dan ilmu yang sama tingginya.
Tetapi Yo Ko sebagai jago silat yang memang telah sempurna sekali ilmunya dan memiliki banyak pengalaman, tidak mau begitu saja mundur, melihat kenekadan lawannya.
Tiba-tiba tubuhnya telah terjungkir balik, dengan tangan kirinya ia telah menghantam kearah dada lawannya, tubuhnya meluncur terus turun, tahu-tahu kepalanya membentur tanah, dan tubuh Sin Tiauw Taihiap tersebut telah berputar dengan cepat sekali seperti gangsing.
Dan dengan berputar begitu, lengan bajunya yang kanan, yang kosong itu, telah berputar seperti titiran, dan membentuk sebuah lingkaran yang cukup luas, dimana ruang lingkup untuk menyingkirkan diri dari Ciu Tie Tamtai jadi sempit sekali, kemana saja ia berkelit maka kesitu pula lengan baju Yo Ko menyambar dengan kuat dan bisa mematikan.
Bukan main mendongkol dan murkanya Ciu Tie Tamtai, sampai tubuhnya gemetaran dan ia berulang kali mengeluarkan suara seruah yang nyaring sekali.
Dengan nekad ia juga telah memutar kedua tangannya seperti juga tangannya itu telah berobah menjadi puluhan pasang tangan.
yang melindungi sekujur tubuhnya.
Gerakan yang dilakukannya itu merupakan jurus membela diri, yaitu melindungi tubuhnya dengan sinkangnya sehingga terjangan tenaga gempuran yang dilancarkan oleh Yo Ko terbentur dan tidak bisa menerobos pertahanan dari Ciu Tie Tamtai.
Jurus demi jurus telah lewat lagi cepat sekali, dimana kedua tokoh persilatan yang masing-masing memiliki1098 kepandaian sangar tinggi itu, akhirnya terlibat dalam suatu pertempuran yang menentukan sekali, karena dilihat dari cara bertempur mereka, jelas salah seorang diantara mereka akan jatuh sebagai korban.
Yo Him yang menyaksikan jalannya pertempuran antara Yo Ko dengan Ciu Tie Tamtai, dan juga Siauw Liong Lie dengan Tiat To Hoat ong tersebut, semakin lama jadi semakin kuatir, karena ia melihatnya jika saja kedua orang tuanya itu berlaku lambat atau lengah sedikit saja, tentu akan celaka ditangan lawan-lawan mereka.
Siauw Liong Lie sendiri mulai tidak sabar, karena beberapa kali ia telah mulai menyerang dengan ilmu-ilmu simpanannya.
Setiap serangan dari kepalan maupun telapak tangannya, temua itu mengandung tenaga maut yang bisa mematikan, Dengan demikian membuat Tiat To Hoat ong semakin lama semakin sibuk untuk menghadapinya, dimana tampak ia semakin terdesak.
Telah belasan jurus lagi yang dilewati mereka, dan masing masing telah mempergunakan lwekang mereka pada tingkat yang tertinggi.
Bertempur dengan mempergunakan sinkang sesungguhnya merupakan pertempuran yang bisa membawa celaka untuk orang yang bersangkutan.
Karena cara bertempur dari para akhli silat yang telah mahir lwekangnya, tentu sekali hantam bisa membinasakan lawannya hanya mengandalkan angin serangan.
Berbeda dengan mempergunakan senjata tajam, mungkin hanya terluka.
Tetapi justru dengan lwekang, sekali lambat mengelakkan diri, berarti akan merusak bagian dalam tubuh.
Lawan dari orang yang bertempur dengan mempergunakan lwekang pun harus dapat mengendalikan diri dalam hal menggerakan lwekang membendung desakan dari tenaga menyerang lawan, karena jika tidak, ia bisa dirusak oleh kekuatan lwekang sendiri, dimana akan bisa membuatnya lumpuh saja kalau lwekang itu seperti senjata makan majikan.1099 Hal itu juga seperti diketahui dengan baik oleh Siauw Liong Lie maupun Tiat To Hoat ong.
Maka walaupun Siauw Liong Lie telah mendesaknya begitu kuat dengan lwekang dan juga ilmu simpanannya, Tiat To Hoat ong hanya membatasi diri dengan berkelit dan membendung tenaga serangan lawannya.
Sejauh itu ia belum sedia untuk menghadapi dengan keras dilawan keras, karena ia kuatir kalau kalau begitu ia mempergunakan lwekangnya, tenaga dalamnya itu belum bisa memadai kekuatan lawannya.
Itulah sebabnya, selama itu ia hanya memperhatikan cara Siauw Liong Lie melancarkan gempuran-gempuran kepadanya.
Setelah lewat lagi sepuluh jurus, barulah Tiat To Hoat ong mengeluarkan suara bentakan keras sambil mempergunakan kedua tangannya yang dirangkapkan dan telah mendorong kuat sekali, Siauw Liong Lie merasakan angin gempuran yang menyambar kuat sekali kepadanya, tenaga serangannya pada saat itu seperti tertolak balik kepadanya, dan juga dadanya dirasakan seperti tertekan oleh suatu kekuatan yang membuat napasnya menjadi sesak.
Segera ia mengebutkan tangan kanannya, berusaha untuk membuyarkan tenaga menekan dari lawannya.
Tiat To Hoat ong tidak membuang-buang waktu lagi, ia mengeluarkan suara bentakan beberapa kali dibarengi dengan kedua tangannya menghantam berulang kali, seperti juga angin serangannya itu telah berkesiuran dengan hebat menerjang Siauw Liong Lie.
Tubuh Siauw Liong Lie terhuyung sampai satu tombak lebih, ia merasakan betapa kuda-kuda kedua kakinya seperti tergempur.
Dan bersamaan dengan itu, sudah tidak ada jalan lain untuk Siauw Liong Lie menyingkirkan diri, ia mengeluarkan suara teriakan nyaring dan menghantam dengan kedua tangannya.
Tanpa saling sentuh tangan mereka masing-masing, kedua kekuatan Siauw Liong Lie dan Tiat To Hoat ong telah saling bentur dengan keras sekali,1100 menggelegar seperti juga memekakkan anak telinga yang bagaikan mendengar suara petir yang meledak di tepi telinga mereka.
Tiat To Hoat ong tampak tergoncang tubuhnya, sampai ia mundur beberapa langkah kebelakang dengan wajah yang pucat dan juga napasnya yang memburu keras.
Matanya terpentang lebar-lebar, dan ia berdiri ditempatnya sambil berusaha mengatur pernapasannya, karena ia merasakan betapa seluruh isi tubuhnya bagaikan tergoncang dan teraduk-aduk.
Dan Siauw Liong Lie telah terhuyung dua langkah, tetapi nyonya Yo tersebut membawa sikap yang tenang, dalam waktu yang singkat ia telah berhasil meluruskan pernapasannya.
Melihat Tiat To Hoat ong yang masih berdiri ditempat tersebut berdiam diri saja, dengan wajah yang pucat seperti itu, ia tidak mau membuang buang waktu lagi, cepat bukan main, tubuhnya telah meloncat melayang ditengah udara menerjang Tiat To Hoat ong.
Gerakan yang dilakukan oleh Siauw Liong Lie yang sangat cepat sekali, dan juga tenaga serangan dari kedua telapak tangannya itu sangat kuat, menyambar kearah dada Tiat To Hoat ong.
Pendeta Mongolia tersebut kaget bukan main, semangatnya seperti terbang meninggalkan raganya waktu melihat cara menyerang Siauw Liong Lie seperti itu.
Namun karena ia terdesak demikian rupa, ia sudah tidak memiliki pilihan lain lagi, hanya mempergunakan golok hitamnya tersebut dikibaskan kepada lawannya dengan gerakan membacok melintang, dan membarengi dengan itu tangan kirinya juga telah menghantam lagi dengan seluruh sisa tenaga yang ada padanya.
Rupanya cara membela diri dari Tiat To Hoat ong benar-benar merupakan pembelaan diri yang sangat kuat sekali, memaksa Siauw Liong Lie harus membatalkan serangannya itu, Karena jika ia meneruskan, tenaga tangan kiri dari Tiat To1101 Hoat ong itu bisa dihadapinya, namun bahayanya adalah golok hitam pusaka dari pendeta Mongolia tersebut, yang mungkin bisa merobek perutnya.
Dengan cepat Siauw Liong Lie mengerahkan sinkangnya, memberati tubuhnya seribu kati, dan tubuhnya itu meluncur turun dengan demikian tebasan golok dari pendeta Mongolia tersebut telah mengenai tempat kosong.
Dan bersamaan dengan itu, ia juga cepat sekali menekuk kedua kakinya, dalam keadaan posisi tubuh yang jauh lebih rendah dari Tiat To Hoat ong, ia mengerakkan tangan kanannya menghantam keatas.
Angin gempuran terdengar berkesiuran kuat sekali, dan diwaktu itu pula tubuh Tiai To Hoat ong sudah tidak berhasil lolos dari gempuran tersebut, bagian pinggangnya terhantam telak sekali.
Suara jeritan keras dari Tiat To Hoat ong terdengar menggema ditempat tersebut, tubuhnya juga terlontarkan dengan kuat sekali ketengah udara, dimana tubuhnya meluncur akan terbanting ditanah.
Namun Tiat To Hoat ong sebagai seorang koksu negara yang memiliki kepandaian sangat tinggi, merupakan seorang yang pandai menguasai keadaan dengan cepat, waktu tubuhnya tengah meluncur akan terbanting seperti itu, ia telah menyedot hawa udara dengan cara yoga, dan tubuhnya waktu terbanting, ia berguling dengan mempergunakan cara jago gulat, sehingga tubuhnya waktu menyentuh tanah ia bergelinding beberapa kali sejauh satu tombak lebih dan kemudian mencelat melompat bangun kembali.
Siauw Liong Lie girang melihat kali ini serangannya telah berhasil mengenai tepat pada sasarannya, dan ia telah menyusul kepada pendeta Mongolia itu, dan kembali melancarkan gempuran.
Sama sekali ia tidak mau memberikan kesempatan bernapas kepada pendeta tersebut.1102 Tetapi Tiat To Hoat ong yang telah melihat bahwa dirinya bukan tandingan dari nyonya Yo tersebut, terlebih lagi disebabkan tubuhnya telah tergempur oleh serangan Siauw Liong Lie tadi, sehingga ia terluka di dalam dan tenaga sinkangnya tergempur, membuat ia cepat-cepat menjauhi diri, tidak bersedia melayani gempuran yang dilancarkan Siauw Liong Lie.
Namun Siauw Liong Lie sama sekali tidak mau memberikan kesempatan kepada Tiat To Hoat ong, dengan cepat ia mengulangi lagi gempurannya.
Dan jurus demi jurus telah dilewatkan dalam kedalam demikian Tiat To Ho at ong telah terdesak hebat.
Tiat To Hoat ong jadi terdesak terus menerus, dan akan membuat Tiat To Hoat ong bercelaka, kalau saja ia terlambat mengelakkan diri dari gempuran Siauw Liong Lie, karena satu kali saja ia terkena serangan itu, niscaya akan membuat Tiat To Hoat ong terluka didalam, yang akan membawa kecelakaan yang tidak kecil buat Tiat To Hoat ong senditi.
Tetapi untuk menghadapi gempuran Siauw Liong Lie dengan kekerasan, ia pun belum bisa, karena tenaga sinkangnya belum pulih.
Jalan satu-satunya buat Tiat To Hoat ong hanyalah mengelakkan diri berulang kali, dan beruntun ia telah melompat kesana kemari dengan gerakan yang gesit sekali.
Siauw Liong Lie nendesak terus, sejurus demi sejurus serangannya semakin kuat, dan tenaga sinkang yarg dipergunakannya juga semakin kuat.
Dengan demikian, segera juga tampak napas Tiat To Hoat ong semakin sulit, dimana ia merasakan dadanya seperti tertindih oleh sesuatu kekuatan yang ratusan kali.
Jika saat itu ia masih bisa berkelit kesana kemari, itulah di sebabkan ia memang seorang akhli silat yang memiliki lwekang yang sempurna.
Dengan demikian, dalam keadaan terluka didalam, ia masih bisa untuk mengeluarkan1103 sisa tenaganya untuk menyelamatkan dirinya dari setiap serangan yang dilancarkan oleh Siauw Liong Lie.
Tetapi Tiat To Hoat ong juga menyadarinya bahwa ia tidak bisa bertindak begitu terus menerus, diapun bagaimana ia harus dapat mengatasi lawannya ini.
Yang terlalu mendesaknya terus menerus.
Segera terlihat Tiat To Hoat ong telah menggerakkan golok hitamnya, dan bersamaan dengan itu dengan disertai suara teriakan mengguntur, segera mendorong dengan telapak tangan kirinya dan tubuhnya melompat menerjang Siauw Liong Lie, ia telah mengulurkan kedua tangannya, merangkulnya dengan cepat kearah pinggang Siauw Liong Lie.
Melihat cara orang melancarkan serangan seperti itu, Siauw Liong Lie menyadari bahwa Tiat To Hoat Ong tengah nekad, ia mengeluarkan suara tertawa dingin, dan menepuk kearah kepala Tiat To Hoat ong.
Pukulan telapak tangan ini bukan main-main, karena jika kepala Tiat To Hoat ong kena ditepuk oleh telapak tangan Siauw Liong Lie, tentu akan membuat kepala Tiat To Hoat ong terhajar hancur.
Tiat To Hoat ong rupanya sama sekali sudah tidak memperdulikan serangan Siauw Liong Lie, ia tidak menangkis tepukan tangan Siauw Liong Lie melainkan serangannya pinggang Siauw Liong Lie kena dipeluknya dan golok hitamnya cepat sekali telah menempel pada pakaian Siauw Liong Lie.
Sedangkan tangan Siauw Liong Le juga telah tiba didekat kepala dari Tiat To Hoat ong, hanya terpisah bebetapa dim saja, Dengan demikian, keduanya terancam bahaya kematian.
Jika memang Siauw Liong Lie meneruskan tepukan telapak tangannya itu, kepala Tiat To Hoat ong tidak akan hajar pecah dan binasa, tetapi juga Siauw Liong Lie tidak akan lolos dari kematian juga.
Dengan dipeluknya pinggangnya, maka Siauw Liong Lie tidak mungkin mengelakkan diri dari golok pusaka Tiat To Hoat ong, berarti mereka juga akan binasa bersama sama.1104 Siauw Liong L«e tercekat hatinya, ia kaget bukan main.
Tentu saja Siauw Liong Lie tidak mau binasa dengan pendeta Mongolia tersebut, karena itu tidak bersedia untuk mati dengan cara begitu konyol.
Ia membatalkan tepukkan tangannya pada kepala pendeta tersebut, mengempiskan perutnya dan cepat bukan main, tahu-tahu tangan kirinya menyentil golok hitam Tiat To Hoat ong.
dan membarengi itu tangan kanannya mendorong kuat sekali.
Tubuh Tiat To Hoat ong terhuyung mundur beberapa langkah.
Dau kesempatan seperti itu dipergunakan Siauw Liong Lie untuk melompat menjauhi diri.
Mereka jadi terpisah tiga tombak lebih.
Kedua orang ini saling mengawasi, dan kesempatan itu dipergunakan Tiat To Hoat ong untuk mengatur jalan pernapasannya.
Berangsur-angsur ia berhasil mengatur pernapasannya menjadi lurus kembali.
Sedangkan matanya tetap mengawasi tajam kepada Siauw Liong Lie, dimana ia menantikan serangan berikutnya dari Siauw Liong Lie.
Siauw Liong Lie juga tidak segera melancarkan serangannya lagi, ia hanya berdiri diam, dan melirik kepada suaminya yang tengah berhadapan dengan Ciu Tie Tamtai.
Dengan demikian, ia melihat betapa Yo Ko dan Ciu Tie Tamtai seperti juga tengah bertempur mengadu jiwa, dari kepala kedua orang itu seperti mengepul uap yang tipis naik tinggi sekali, keringat telah memenuhi wajah dan tubuh mereka.
Dan juga, disaat itu, sepasang kaki mereka masing-masing telah melesak masuk kedalam tanah, kurang lebih lima dim.
Melihat hal itu, Siauw Liong Lie jadi terkejut.
Pertempuran antara Yo Ko dengan Ciu Tie Tamtai merupakan pertempuran yang menentukan sekali antara mati dan hidup, karena mereka tengah mempergunakan lwekang yang tertinggi yang1105 mereka miliki, Sekali saja mereka tergempur, disaat itu juga akan terbinasa tanpa ampun lagi.
Dengan begitu, Siauw Liong Lie akhirnya berdiri diam saja mengawasi dengan bersiap sedia untuk membantui Yo Ko, jika sualu saat kelak suaminya mengalami ancaman bahaya dari lawannya.
Ciu Tie Tamtai sendiri mulai merasakan tekanan tekanan dari tenaga lwekang Yo Ko.
Karena itu ia telah beberapa kali sesungguhnya berusaha untuk dapat memisahkan diri dari lawannya tersebut.
Tetapi karena mereka lelah terlibat dalam pertarungan mengadu kekuatan tenaga dalam yang dahsyat, dengan sendirinya tidak mudah buat Ciu Tie Tamtai memisahkan diri dari lawannya.
Yo Ko maupun Ciu Tie Tamtai telah terlibat dalam pertempuran yang memaksa mereka semakin lama harus mengeluarkah seluruh kekuatan lwekang yang mereka miliki.
Dengan demikian, akhirnya keduanya telah mencapai batas kemampuan yang tertinggi yang mereka miliki, dimana tubuh mereka tergetar dan juga tangan mereka masing-masing telah bergerak semakin lambat.
Diwaktu itu tampak tubuh kedua orang ini juga seperti sering terhuyung bagaikan hendak rubuh terguling, bergoyang kesana kemari.
Siauw Liong Lie telah melihat bahwa kekuatan lwekang Ciu Tie Tamrai tidak berada di sebelah bawah suaminya, maka ia telah mendekati kedua orang yang tengah saling mengerahkan kekuatan sinkang mereka.
Matanya telah mengawasi tajam, dan jika saja Yo Ko telah tidak kuat menghadapi lawannya itu, ia akan menyelak untuk menghadapi Ciu Tie Tamtai.
Siauw Liong Lie telah mempersiapkan tenaga sinkang pada telapak tangannya.
Terapi waktu itu Siauw Liong Lie tidak bisa segera turun tangan, karena jika ia menyelak dalam keadaan Yo Ko dan Ciu1106 Tie Tamtai tengah terlibat dalam mengadu kekuatan sin-kang tingkat tinggi, jelas akan membahayakan Yo Ko juga.
Karena begitu ada kekuatan pihak ketiga yang menyelak ditengah tengah mereka, tentu dua kekuatan tenaga sinkang dari Ciu Tie Tamtai dan juga Yo Ko akan tergoncang dan boleh jadi kedua orang tersebut yang akan tergempur sendiri oleh tenaga lwekang mereka masing-masing.
Dan belum berarti bahwa Siauw Liong Lie sendiri terlolos dari bahaya karena diwaktu itu boleh jadi mereka tidak sanggup menerima gencetan dari dua kekuatan tenaga lwekang dri dua orang itu, yang memiliki lwekang kuat sekali.
Dengan sendirinya, jika Siauw Liong Lie melakukan suatu kesalahan kecil saja dalam menyelak diantara dua kekuatan raksasa tersebut, niscaya akan membuat ia terluka-dalam juga.
Maka dari itu Siauw Liong Lie hanya berdiri diam menantikan perkembangan selanjutnya saja, ia berwaspada mengawasi suaminya.
Ciu Tie Tamtai juga tidak luput dari tekanan Yo Ko, semakin lama samakin terdesak dan merasakan kedua kakinya mulai bergoyang-goyang, dimana suatu saat tentu kedua kakinya tersebut akan menjadi lemah dan kuda-kuda pertahanan kakinya akan tergempur.
Ia mengerahkan kekuatan lwekangnya sambil otaknya bekerja kesana.
kemari mencari jalan untuk dapat menundukkan lawannya itu.
Ketegangan yang diliputi tempat tersebut semakin terasa, dan Siauw Liong Lie sendiri merasakan hatinya berdebar keras.
Yo Him telah menghampiri ibunya, dan berdiri disisi ibunya tersebut.
Sedangkan Tiat To Hoat Ong sendiri telah berdiam diri saja, ia mengawasi saja pertempuran yang tengah berlangsung antara Yo Ko dengan Ciu Tie Tamtai.
sambil iapun1107 memusatkan lwekangnya; berusaha untuk menyembuhkan luka dipinggangnya akibat gempuran Siauw Liong Lie tadi.
Dalam keadaan seperti itu, dimana sekitar tempat tersebut hanya terdengar suara menderu dari angin serangan antara Yo Ko dengan Ciu Tie Tamtai, maka diwaktu itulah terdengar suara orang tertawa panjang sekali, suara tertawa tersebut terdengar jauh dan samar-samar, tetapi cepat sekali telah terdengar jelas dan juga diwaktu itu sesosok tubuh telah tiba ditempai tersebut.
"Loo Boao Tong...!"
Berseru Siauw Liong Lie girang.
Ternyata orang yang baru datang sambil mengeluarkan suara tertawa itu tidak lain Ciu pek Thong, si tua berandalan yang jenaka itu.
Yo Him telah menyambut kedatangan orang tua jenaka itu, ia memberi hormat.
"Aku tidak menyangka bahwa disini terjadi suatu pertemuan yang akan menggembirakan. Hai, hai, pertunjukan yang menarik hati... pertunjukan yang menarik hati …..!"
Berseru Ciu Pek Thong sambil tertawa keras lagi, dan mengusap-usap jenggotnya.
"Yo Hujin, sudah lamakah kalian disini?"
Siauw Liong Lie menunjuk kepada Yo Ko dan Cin Tie Tamtai, yang tengah terlibat dalam mengadu kekuatan tenaga lwekang.
"Kami ingin membereskan mereka dulu!"
Kata Siauw Liong Lie sambil kemudian melirik kepada Tiat To Haot ong.
Sedangkan pendeta Mongolia tersebut, ketika melihat munculnya Ciu Pek Thong.
jadi mengeluh.
Karena si tua berandalan tersebut merupakan seorang jago yang memiliki ilmu silat tidak berada disebelah bawah kepandaian Yo Ko dan Siauw Liong Lie.
Dengan munculnya si tua berandalan1108 tersebut, berarti ia bersama Ciu Tie Tamtai dan Turkichi, akan memperoleh kesulitan yang tidak kecil.
Waktu itulah tampak Ciu Pek Thong telah berkata kepada Tiat To Hoat ong.
"Inilah kesempatan yang baik sekali untuk kita saling mengadu ilmu....! "
Kita akan main-main sampai sepuas hati...!"
Katanya sambil tertawa keras, dan membarengi dengan itu, tampak tubuhnya telah melompat kedepan Tiat To Hoat-ong.
Tiat To Hoat-ong waktu itu telah tergempur pinggangnya oleh serangan tangan Siauw Liong Lie dengan demikian jalan pernapasannya belum pulih seluruhnya.
Dan tentu saja sekarang ia ditantang demikian rupa oleh Ciu Pek Thong, dimana tentunya pertempuran di antara mereka tidak mungkin dielakan, dengan sendirinya akan membuat dirinya yang menderita kerugian.
Namun sebelum dia mengambil keputusan dan menyahuti perkataan Ciu Pek Thoag, di waktu itulah Ciu Pek Thong telah melompat dan menggerakan tangannya akan menarik jenggot Tiat To Hoat-ong.
Gerakan yang dilakukan si tua berandalan yang jenaka ini gesit sekali, dimana ia menggerakan tangannya itu secepat kilat.
Tiat To Hoat-ong telah mengelakan tangan orang dengan memiringkan kepalanya, dan golok hitamnya telah digerakkan menyilang.
Tabasan golok itu memang berbahaya menuju kearah dada Ciu Pek Thong, namun kenyataannya Ciu Pek Thong dengan diiringi tertawanya, telah menyentil golok tersebut, sehingga golok itu tergetar keras.
Dan tangan Ciu Pek Thong yang satunya tetap diulurkan untuk mencabut jenggot dari pendeta Mongolia tersebut.1109 Tiat To Hoat-ong gusar bukan main, ia mengeluarkan suara seruan nyaring, dan bersamaan dengan itu, ia menendang dengan kaki kanannya.
Tetapi Ciu Pek Thong benar-benar gesit, ia berhasil menghindarkan diri dari tendangan orang, sedangkan tangannya masih juga diulurkan akan mencabut jenggot Tiat To Hoat-ong.
Pendeta Mongolia itu jadi kewalahan juga, karena ia melihat bahwa ia tidak mungkin menghindarkan diri dari serangan Ciu Pek Thong kali ini.
Dan baru saja ia ingin mengelakkan diri dari jambretan tangan Ciu Pek Thong, diwaktu itulah si tua berandalan tersebut telah menaikkan sedikit tangannya, tahu tahu bukannya menarik jenggot Tiat To Hoat mg, justru dia telah memilin kumisnya Tiat To Hoat-ong dan kemudian menariknya.
Seketika Tiat To Hoat ong merasakan kesakitan bukan main, pedih sekali, sampai ia mengeluarkan air mata, Ia telah meraung dengan suara yang keras dan seperti kalap tampak golok hitamnya itu telah berkelebat-kelebat menyambar kearah Ciu Pek Thong.
Menerima serangan seperti itu, Ciu Pek Tbong malah tertawa haha, hehe, dimana ia telah melompat kesana kemari dengan, gerakan yang cepat dan gesit.
Malah dalam suatu kesempatan, kaki kanannya telah mendupak pinggul dari pendeta Mongolia tersebut.
"Bukkkkkk".....!"
Tubuh Tiat To Hoat ong telah terhuyung terjerunuk hampir saja pendeta Mongolia tersebut terjerembab.
Untung saja Tiat To Hoat ong cepat cepat menguasai kuda-kuda kedua kakinya, sehingga ia bisa mempertahankan tubuhnya tidak sampai terjerunuk.
Tetapi Ciu Pek Thong memang dasarnya seorang berandalan dan jenaka, melihat keadaan lawannya seperti itu.1110 timbul kegembiraan untuk mempermainkan Tiat To Hoat ong.
Sambil tertawa-tawa, tampak tubuhnya telah melompat dengan ringan sekali, kedua tangannya telah digerakkan dengan berbareng, tetapi justru cara menyerang itu berbeda satu dengan yang lain, yaitu tangan kirinya mempergunakan jurus "Sitolol mengangsurkan Arak,"
Kemudian tangan kanannya dilancarkan, dengan jurus "Anjing Kurap Menggaruk Pantat".
Dua gerakan jenaka tersebut merupakan jurus silat yang dimiliki keampuhan luar biasa.
Memang dari nama jurus-jurus tersebut seperti juga jurus silat main-mainan yang tidak berarti, sesungguhnya dibalik dari nama jurus-jurus tersebut yang jenaka, terdapat kekuatan tenaga lwekang yang sangat dahsyat, karena jurus tersebut disertai oleh sinkang yang kuat, tidak mungkin bisa dipunahkan oleh sembarangan jago silat.
Tiat To Hoat ong sendiri heran melihat cara menyerang Ciu Pek Thong seperti itu, karena itu ia merandek sejenak mengawasi, baru pertama kali ini ia menyaksikan cara menyerang Ciu Pek Thong seperti itu karena dulu waktu mereka pernah bertempur, Ciu Pek Thong justru tidak mempergunakan ilmunya tersebut.
Tetapi Tiat To Hoat-ong juga tidak bisa terlalu lama berdiam begitu, karena kedua tangan Ciu Pek Thong telah menyambar dekat sekali.
Dengan cepat Tiat To Hoat ong menggerakkan golok hitamnya berulang kali, dibolang-balingkan kesekujur tubuhnya, melindungi bagian tubuh yang terpenting.
Namun Ciu Pek Thong benar-benar lihay dan gesit sekali, melihat golok hitam lawannya diputar seperti itu, ia telah menarik pulang tangannya, dan tahu-tahu dengan gerakan tubuh seperti orang yang terjerunuk ke depan, seperti menubruk kearah golok Tiat to Hoat-ong, cepat sekali ia telah menggerakkan kedua tangannya lagi.
Diwaktu itu ia telah menarik pula kumis dari pendeta tersebut.1111 Tiat To Hoat-ong mengeluarkan suara jerit kesakitan pula.
Segera terlihat betapa ia melompat dan berjingkrakan tidak keruan dengan diliputi kemarahan yang sangat.
Pendeta Mongolia itupun mencaci maki dengan suara yang keras, mengandung kemendongkolan dan penasaran.
Ciu Pek Thong malah tertawa keras, mentertawai sikap dan kelakuan dari lawannya itu.
Disaat itu terlihat Siauw Liong Lie tersenyum menyaksikan Ciu Pek Thong tengah mempermainkan Tiat To Hoat ong.
Yo Him sendiri telah bertepuk-tepuk tangan karena ia gembira sekali dan puas melihat Tiat To Hoat ong yang jenaka tersebut.
Ia bahkan telah berseru-seru menganjurkan Loo Boan Tong mempermainkan terus Tiat To Hoat ong.
Ciu Pek Thong juga telah memperdengarkan suara tertawa yang keras "Aku akan membuat dia mati perlahan lahan!"
Serunya itu dibarengi dengan gerakan tubuhnya yang berkelebat kesana kemari.
Tiat To Hoat ong benar-benar kewalahan menghadapi Ciu Pek Thong, kerena justru waktu itu ia tengah terluka didalam.
Jika saja tadi ia belum banyak terlalu menggunakan tenaga sinkangnya, tentu ia bisa melayani berimbang diri si berandalan jenaka ini.
Tetapi karena dia telah tergempur oleh serangan Siauw Liong Lie, membuat tenaga dalamnya jadi berkuras maka ia bargerak tidak begitu leluasa.
Diwaktu itulah, Ciu Pek Thong tanpa membuang-buang waktu, telah bergerak kesana kemari dan setiap kali ada kesempatan, ia telah mengulurkan tangannya untuk mencabut kumis atau jenggot dari Tiat To Hoat ong.
Berulang kali Tiat To Hoat-ong harus berjingkrak-jingkrak karena marah dan mendongkol, namun tetap saja ia tidak memiliki kesempatan untuk memberikan perlawatan pada Ciu Pek Thong.1112 Ciu Pek Thong sendiri tampaknya tidak puas dengan hasil yang telah diperolehnya, ia mempermainkan terus lawannya, membuat Tiat To Hoat-ong semakin lama semakin kalap.
"Jika aku tidak mengaju jiwa dengan kau, aku tidak akan menginjakkan kaki pula didaratan Tionggoan... !"
Berteriak Tiat To Hoat-ong karena murka yang meluap. Ciu Pek Thong malah tertawa.
"Baik, baik, mari kau mengadu jiwa, aku akan melayaninya sebaik mungkin....!"
Menyahuti Ciu Pek Thong.
"Awas kumismu....!"
Dan membarengi dengan perkataannya itu, tangan kanan Ciu Pek Thong telah bergerak lagi, dia telah menarik kumis pendeta Mongolia tersebut.
Tiat To Hoat ong berusaha mengelakan diri, tetapi ia gagal kumisnya kcmbali ditarik oleh Ciu Pek Tbone, sehingga ia merasa pedih dan sakit bukan main dan ia menjerit jerit dengan murka.
Ciu Pek Thong berjingkrak-jingkrakan sambil bertepuk tangan.
Tampaknya si tua berandalan ini merasa puas telah bisa mempermainkan koksu negara Mongolia itu.
"Engkau harus hati-hati menjaga kumis dan jengrotmu. karena sekarang aku bukan hanya menaiik, tetapi aku akan mencabutnya, biar engkau menjadi pendeta yang kelimis...!"
Dan sehabisnya berkata begitu, tubuh Ciu Pek Thong telah bergerak lagi dengan gesit dan tangan kanannya telah menyambar kumis Tiat To Hoat-ong.
Gerakan yang dilakukannya itu sangat cepat, biarpun Tiat To Hoat-ong telah berusaha untuk mengelakan diri, menyelamatkan kumisnya dari tangan Ciu Pek Thong tokh dia gagal.
Malah lima atau enam helai kumisnya telah kena ditarik copot, sehingga ia merasa kesakitan bukan main dan berteriak, teriak kalap.
Ciu Pek Thong tidak memperdulikan kemarahan lawannya, ia terus juga menggodai pendeta Mongolia tersebut dengan berulang kali mencabuti kumis dan jenggot dari Tiat To Hoat1113 ong, sehingga kini kumis dan jenggot Tiat To Hoat-ong sudah tidak rata lagi, karena telah cukup banyak yang ditarik copot oleh siberandalan jenaka itu dengan demikian kumis dan jenggotnya jadi malang melintang, seperti kumis kucing, dan jenggotnya seperti juga jenggot duri yang kaku dan hanya beberapa helai saja.
Bukan main mendongkol dan murkanya Tiat To Hoat ong.
sampai dia mencaci maki kakek moyangnya Ciu Pek Thong dengan kata kata yang kotor.
Tetapi Ciu Pek Thong tetap dengan sikapnya yang jenaka itu, karena itu berulang kali ia sambil tertawa-tawa dengan suara yang keras, iapun telah melompat kesana lemari masih mencabuti kumis dan jengiot Tiat To Hoat ong.
Sesungguhnya pendeta Mongolia tersebut dalam kalapnya telah menggerakkan golok hitamnya untuk menyerang, namun selalu gagal.
Semakin keras amarahnya, semakin sembarangan gerakan goloknya tersebut, sehingga akhirnya ia berusaha menenangkan diri dan berkelit kesana kemari saja dari serangan Ciu Pek Thong.
Bersamaan dengan itu, tampak Yo Ko dengan Ciu Tie Tamtai yang tengah saling mengukur kekuatan, mulai mencapai titik yang menemukan.
Karena dari tubuh mereka yang mengeluarkan uap itu dan tergetar, telah tersalurkan seluruh kekuatan sinkang yang mereka miliki.
Dengan demikian, segera terlihat, bahwa mereka benar-benar telah mencapai tingkat mengadu jiwa.
Ciu Tie Tamtai sendiri menyadarinya, bahwa ia tidak boleh lengah sedikit pun juga.
Yo Ko serdiri telah mengerahkan seluruh kekuatan yang ada padanya, selain tangan kirinya yang bergerak lambat namun memiliki kekuatan sinkang tangguh sekali, juga lengan baju kanannya telah bergerak gerak terus, bagaikan seekor naga yang berusaha membelit lawannya.1114 Gangguan dari lengan baju sebelah kanan Yo Ko tersebut yang membuat perhatian Ciu Tie Tamtai sering terpecahkan.
Lwekang Yo Ko memang lebih kuat seurat dibandingkan Ciu Tie Tamtai.
Jika Ciu-Tie Tamtai lebih unggul dalam hal kekedotan tubuhnya yang dibantu oleh latihan tenaga Yoganya, justru untuk tenaga sinkang sejati Yo Ko menang sedikit.
Dimana ia merupakan seorang tokoh persilatan daratan Tionggoan yang nomor wahid disaat ini.
Seperti diketahui, waktu lengan kanan Yo Ko dibacok kutung oleh Kwee Hu, maka sejak saat itulah Yo-Ko telah melatih tangan kirinya dengan golok pusakanya ditepi laut, melatih diri dengan gelombang laut, dengan petunjuk petunjuk dari Sin Tiauw, burung rajawali sakti yang menjadi sahabatnya.
Dan diwaktu itu pula Yo Ko telah berhasil menciptakan semacam tenaga lwekang yaog benar-benar tangguh.
Terlebih lagi sekarang, setelah berselang puluhan tahun, dengan demikian lwekang yang dimiliki Yo Ko telah mencapai puncak kesempurnaannya.
Walaupun ia hanya memiliki tangan kiri saja, tokh kekuatan lwekangnya itu tidak berkurang manfaatnya.
Dan juga lengan baju sebelah kanan itu tidak kurang berbahayanya dibandingkan dengan tangan biasa.
Itulah sebabnya, walaupun dinegerinya Ciu Tie Tamtai merupakan jago yang terpandai dan memiliki ilmu yang tinggi sekali, namun disebabkan sekarang ini ia harus berhadapan dengan Yo Ko yang memiliki kepandaian sangat tinggi dan -tidak berada disebelah bawah dari kepandaiannya, maka ia jadi tidak bisa berbuat banyak.
Yo Ko juga telah melihat, bahwa mereka tidak mungkin memisahkan diri pula, dan mereka tentu akan terluka bersama, atau juga binasa bersama.
Dan pertempuran mereka kali ini merupakan pertempuran mengadu jiwa.1115 Siauw Liong Lie mulai berkuatir menyaksikan keadaan sudah berlangsung demikian dengan begitu, ia sudah tidak bisa berayal dan berdiam diri saja.
Ia melompat dan sudah berdiri ditengah tengah sisi dari kedua orang tersebut.
Dengan memusatkan seluruh kekuatan lwekangnya, tiba-tiba Siauw Liong Lie telah mengebutkan kedua tangannya, dan diwaktu itu terdengar suara menggeleger yang keras sekali.
Tubuh Yo Ko dan Ciu Tie Tamtai terpental berjumpalitan.
Tenaga mereka yang tengah saling dorong itu, dan kemudian dihantam oleh kekuatan Siauw Liong Lie yang menerjang dari tengah, membuat mereka seperti juga dihantam oleh sesuatu yang sangat kuat luar biasa.
Dengan demikian, segera terlihat betapa keduanya telah terjungkir balik beberapa kali ditengah udara.
Siauw liong Lie berhasil memisahkan kedua orang tersebut tetapi tidak urung ia pun merasakan napasnya jadi sesak.
Dia berdiri diam ditempatnya beberapa saat lamanya mengatur jalan pernapasannya tersebut sehingga akhirnya ia berhasil memulihkan semangat dan tenaga dalamnya.
Selangkan Yo Ko waktu tubuhnya terpental ketengah udara, telah berusaha untuk mengatur tubuhnya sehingga jatuh dengan kedua kaki lebih dulu.
Tetapi karena tadi ia terpental begitu keras, dengan sendirinya ia terhuyung beberapa langkah kebelakang.
Muka Yo Ko agak pucat, dan juga napasnya memburu.
Ia menyadari dengan dipisahkan begitu oleh istrinya, jelas Siauw Liong Lie telah menyelamatkan jiwanya dan juga jiwa Ciu Tie Tamtai.
Ciu Tie Tamtai juga tenaga dalamnya tadi tergempur hebat, maka waktu tubuhnya terpental dan meluncur jatuh, ia jatuh dengan duduk numprah, untuk sejenak lamanya ia tidak bisa bangkit.
Napasnya memburu keras, segera ia memusatkan seluruh latihan sinkangnya dicampur juga dengan aturan1116 napas dari Yoga, dengan demikian ia bisa cepat sekali memulihkan semangatnya.
Begitu merasa kesegaran tubuhnya pulih tampak Ciu Tie Tamtai telah melompat berdiri lagi, sambil memperdengarkan suara tertawanya yang keras.
"Aku tidak menyangka bahwa hari ini aku akan dapat berhadapan dengan lawan yang seimbang dengan kepandaianku, sehingga aku bisa main-main dengan sepuas hati, Sungguh memuaskan sekali! Sungguh memaskan sekali! Memang telah kulihat, bahwa Sin Tiauw Taihiap bukan bernama kosong belaka......!"
Yo Ko juga telah menengadahkan kepalanya dan tertawa bergelak-gelak panjang sekali suara tertawanya itu.
sehingga seperti juga sambung menyambung terus menerus dan bergema disekitar tempat itu.
Setelah puas tertawa, Yo Ko berkata dengan suara yarg nyaring.
"Terima kasih atas pujianmu ! Tetapi kita akan segera meneruskan permainan kita yang tertunda tadi." ! "
Dan setelah berkata begitu, ia mengebutkan tangan bajunya yang sebelah kanan, dari mana telah menyambar kekuatan yang dahsyat sekali menerjang kearah Ciu Tie Tamtai.
Sebagai seorang akhli silat yang memiliki kepandaian tinggi sekali, dengan bertempur tadi, Ciu Tie Tamtai menyadari bahwa mereka berdua, memang merupakan lawan yang berimbang, dan jika meneruskan pertempuran mereka ini, mereka bisa rusak dua-duanya.
Tetapi karena melihat Yo Ko telah melancarkan serangannya kembali seperti itu, dimana gempuran tersebut tidak bisa dibuat main-main, Ciu Tie Tamtai telah mengeluarkan suara bentakan yang nyaring sekali, dan menyusul kedua telapak tangannya telah didorong dengan kuat sekali.
Dari kedua telapak tangannya itu telah meluncur1117 keluar angin gempuran yang tidak kalah hebatnya dengan kekuatan dari tenaga serangan Yo Ko.
Dua kekuatan tenaga lwekang yang hebat itu telah saling bentur.
"Bukkk....!"
Pasir dan debu telah beterbangan keatas.
Tubuh Ciu Tie Tamtai terhuyung mundur beberapa langkah, Yo Ko sendiri terpental melayang ketengah udara, dan kemudian meluncur turun dengan kedua kaki hinggap terlebih dulu.
Diwaktu itu Siauw Liong Lie telah melompat kedepan Ciu Tie Tamtai, ia berkata nyaring.
"Aku hendak minta petunjuk sambil tangan kanannya bergerak akan mencengkeram kearah jalan darah "
Lung tie biat"
Didekat tulang belikat Ciu Tie Tamtai. Gerakan yang dilakukan oleh Siauw Liong Lie selain cepat juga bisa mematikan. Jalan darah "Lung tie hiat"
Tersebut merupakan jalan darah terpenting, kalau sampai jalan darah itu kena dicengkeram, tentu akan membuat orang yang bersangkutan seketika menjadi lumpuh dan tenaga dalamnya menjadi buyar.
Ciu Tie Tamtai yang melihat cara menyerang Siauw Liong Lie, mana mau membiarkan dirinya dicengkeram begitu?
Dengan cepat ia telah mengeluarkan suara bentakkan yang sangat keras sekali, dan kemudian menangkis dengan tangan kirinya.
Tangan Siauw Liong Lie dan tangan Ciu Tie Tamtai telah saling bentur, dan seketika itu juga terlihat betapa tubuh kedua orang tersebut terpental beberapa tombak, Tetapi Siauw Liong Lie masih kumpul tenaganya, maka begitu dia bisa berdiri tetapi segera dia melompat melancarkan serangan lagi kepada Ciu Tie Tamtai.1118 Berbeda dengan Ciu Tie Tamtai yang tadi telah kehabisan tenaga karena ia telah bertempur mati-matian dengan Yo Ko, maka ia tidak memiliki kekuatan tenaga yang sepenuhnya lagi.
Begitu tubuhnya terhuyung ia tidak bisa segera mengendalikan dirinya, dan disaat itu justru serangan Siauw Liong Lie telah menyambar kejalan darah "Bun-kie hiat"
Nya.
Tiada jalan lain lagi buat Ciu Tie Tamtai, dengan terpaksa ia menangkis lagi.
Ketika dua kekuatan saling bentur, seketika Ciu Tie Tamtai telah terpental keras dan kemudian dia ambruk ditanah tidak bisa berdiri, dari mulutnya telah memuntahkan darah segar.
Sedangkan Siauw Liong Lie yang melihat keadaan lawannya sudah demikian rupa tidak mau memberikan kesempatan lagi, dengan cepat dan ringan, tubuhnya telah melompat dan melancarkan serangan-serangan yang kuat sekali.
Dimana ia telah menggerakkan kedua tangannya saling susul.
Kepandaian yang dimiliki Siauw Liong Lie tidak berada disebelah bawah dari kepandaian Yo Ko, dengan sendirinya, sekarang dia melancarkan serangan yang beruntun dan mempergunakan ilmu simpanannya, jelas telah membuat Ciu Tie Tamtai jadi kelabakan bukan main.
Mati-matian tampak Ciu Tie Tamtai telah berusaha mengelakan diri.
Dia menyadarinya, kalau saja dia menangkis dengan mempergunakan kekerasan, maka diwaktu itulah dirinya akan celaka sendirinya, karena, justru kekuatan tenaga lwekangnya itu tengah buyar dan tidak bisa dipergunakannya secara penuh.
"Habislah aku kali ini...!"
Berpikir Ciu Tie Tamtai dan ia berusaha untuk mengelakkan diri dengan bergulingan diatas tanah.
Serangan Siauw Liong Lie jatuh ditempat kosong, dan baru saja ia hendak menyusul dengan serangan berikutnya, diwaktu itulah terlihat betapa nyonya Yo tersebut merasakan1119 napasnya sesak, dan kepalanya menjadi pusing Siauw Liong Lie kaget sendirinya, dia mengempos semangatnya dan menyalurkan kebagian Tan-tiannya, tetapi matanya malah jadi berkunang-kunang.
Dengan mengeluarkan suara keluhan perlahan, tubuh Siauw Liong Lie jadi terhuyung seperti akan rubuh.
Namun Siauw Liong Lie masih berusaha mengerahkan tenaga sinkangnya untuk menguasai tubuhnya yang tengah terhuyung itu, agar tidak sampai terjerambab.
Rupanya Siauw Liong Lie tidak berhasil dengan usahanya tersebut, dengan mengeluarkan suara keluhan lagi, tubuhnya telah terguling rebah ditanah.
Yo Ko yang melihat hal itu segera melompat kedekat istrinya, memeriksa keadaannya.
Begitu juga Yo Him.
telah melompat dengan cepat, dimana ia telah ikut memeriksa keadaan ibunya.
Sepasang mata, Siauw Liong Lie terpejamkan rapat-rapat, dan kemudian napasnya tersendat sendat, tampaknya sesak dan sulit sekali baginya untuk bernapas dengan lancar.
Yo Ko bingung bukan main, ia merasakan denyutan nadi istrinya itu tidak beraturan Dan dalam keadaan seperti itu, rupanya jalan pernapasan Siauw Liong Lie telah mengalami sesuatu yang tidak benar.
Hanya saja yang membingungkan, justru tadi Siauw Liong Lie segar, bugar dan mendadak ia bisa "penyakit"
Seperti ini, yang aneh dan mendadak sekali terjadinya.
Ciu Pek Thong yang tengah mempermainkan Tiat To Hoat ong telah menoleh juga waktu mendengar Yo Him mengeluarkan seruan kaget.
Ia cepat cepat meninggalkan Tiat To Hoat-ong dan memburu mendekati Yo Ko.
Waktu melihat keadaan Siauw Liong Lie seperti itu, si tua berandalan tersebut telah berjingkrak sambil mengeluarkan suara seruan tertahan.1120
"Apa yang terjadi pada diri Yo Hujin ?"
Tanya Ciu Pek Thong dengan suara kaget.
"Entahlah... akupun tidak mengetahuinya. Ciu Toako... mendadak sekali... tiba tiba ia terguling dan seperti pingsan....!"
Ciu Tie Tamtai waktu itu tengah duduk bersila melancarkan jalan pernapasannya, dan setelah lewat beberapa saat lamanya, ia melompat berdiri sambil berkata ;
"Aha. akhirnya aku akan berhasil membinasakan kalian semua….!"
Dan Ciu Tie Tamtai telah tertawa terbahak-bahak dengan suara yang keras, wajahnya memancarkan kepuasan. Yo Ko gusar bukan main, ia melompat kedekat Ciu Tie Tamtai.
"Akal licik apa yang telah kau pergunakan untuk mencelakai isteriku?"
Bentak Yo Ko.
"Hemmm, aku baru mempergunakan salah satu dari ketiga bubuk pusaka yang kumiliki"
Menyahuti Ciu Tie Tamtai dengan suara yang nyaring, wajahnya tidak memperlihatkan perasaan jeri sedikitpun juga.
"Itu baru kupergunakan bubuk "
Capsah Hun " (Tiga Belas Arwah), istrimu didalam waktu dua hari akan terus menerus dengan keadaan itu, yaitu pingsan tidak sadarkan diri, selewatnya itu, ia tidak akan bernapas lagi..!"
Dan setelah berkata begitur Ciu Tie Tamtai mengeluarkan suara tertawa yang bergelak gelak keras sekali.
Muka Yo Ko merah padam karena murka.
Ia menjejakkan kakinya, tangan kirinya telah menyambar akan menghantan Ciu Tie Tamtai.
Namun Ciu Tie Tamtai telah bersiap siaga sejak tadi, melihat datangnya gempuran dari Yo Ko, ia berkelit dengan cepat.
Tetapi Yo Ko waktu melihat gempuran tangan kirinya tersebut tidak berhasil mengenai sasarannya, ia tidak segera1121 berhenti, berbareng lengan bajunya yang sebelah kanan yang kosong itu telah bergerak akan melibat batang leher Ciu Tie Tamtai.
Gerakan yang dilakukan oleh Yo Ko sangat gesit dan cepat sekali, karena waktu itu Tiu Tie Tarniui belum lagi bisa berdiri tetap, karena baru saja mengelakan dari dari serangan tangan kirinya Yo Ko dan serangan tangan baju sebelah kanan itu telah menyambar dekat sekali kelehernya, akan melibat.
Dan lengan baju sebelah kanan dari Yo Ko tersebut bukanlah merupakan tangan baju biasa, karena pada tangan baju yang kosong tersebut berisikan tenaga sinkang yang kuat sekali Dengan demikian, Ciu Tie Tamtai tidak berani berayal, sambil mengeluarkan suara serak-kan marah, ia melompat kebelakang lagi beberapa tindak dan membarengi dengan itu, jari telunjuk tangan kanannya telah menyentil dan Yo Ko segera membaui sesuatu yang tidak sedap.
Rupanya memang Ciu Tie Tamtai telah rnempergunakan sejenis racun yang hebat daya kerjanya.
Ia tadi begitu terdesak oleh Siauw Liong Lie.
sehingga dalam keadaan antara mati dan hidup ia telah mempergunakan racun "Capsah hun,"
Yaitu racun tiga belas arwah.
Bubuk racun itu terlalu halus, dan jika tidak diperhatikan benar benar, maka tidak akan terlihat oleh mata manusia biasa.
Itulah sebabnya, karena racun yang disebunyikan pada kuku tangan Ciu Tie Tamtai tersebut, telah tercium oleh Siauw Liong Lie, nyonya Yo tersebut telah terjungkal rubuh dengan keaadannya yang menguatirkan sekali.
Kini Yo Ko mencium hal yang aneh terkejut, tidak berayal lagi, ia menutup pernapasannya.
Tetapi karena ia telah mencium sedikit hawa racun tersebut, tidak urung Yo Ko merasakan kepalanya agak pening.
Namun Sin Tiauw Taihiap telah memusatkan tenaga1122 lwekangnya, dan kemudian ia mengatur jalan pernapasannya mendesak hawa kotor tersebut untuk keluar dari pori pori kulitnya.
Yo Ko juga tidak tinggal diam, melihat Ciu Tie Tamtai tengah melompat mundur menjauhi diri, ia telah menjejakkan kakinya tubuhnya mencelat dengan cepat sekali, tangan dirinya kembali melancarkan gempuran kepada Ciu Tie Tamtai.
Ciu Tie Tamtai waktu itu merasa girang semula ia menduga bahwa serangan racunnya itu berhasil.
Namun kenyataannya Yo Ko tidak berhasil dicelakainya.
Demikian ia telah mengeluarkan seruan kaget disaat tenaga gempuran Yo Ko telah tiba didekatnya.
Apa lagi Yo Ko juga bukan menyerang dengan satu jurus saja, dimana tangan bajunya yang sebelah kanan telah digerakkan juga maka Ciu Tie Tamtai telah diserang dari dua jurusan, dari tangan kirinya mengalir kekuatan lwekang yang keras dan kuat, yang bisa menghancurkan batu gunung yang berukuran besar juga dari lengan baju Yo Ko yang sebelah kanan itu telah, meluncur kekuatan lwekang yang dikombinasikan antara tenaga Im dan Yang, yaitu tenaga lunak dan tenaga keras.
Dengan demikian, segera juga tubuh Ciu Tie Tamtai jadi terhuyung huyung mundur agak gugup, karena ia merasakan desakan tenaga dalam Yo Ko yang merangseknya.
Mati-matian Ciu Tie Tamtai telah memusatkan singkangnya untuk menangkis tetapi usahanya itu gagal.
Dalam gusarnya Yo Ko telah mempergunakan ilmu simpanannya yang paling hebat, yaitu ilmu gabungan antara lt Yang Cie dengan ilmu pukulan telapak tangan tunggal.
Yo Ko juga menyerang dengan mengerahkan sembilan bagian tenaga lwekangnya.
Tidak ampun lagi tubuh Cin Tie Tamtai yang terkena gempuran itu melayang ketengah udara seperti layang layang yang putus talinya dan kemudian tubuhnya telah ambruk1123 terbanting diatas tanah.
Walaupun tidak sampai pingsan, tetapi Ciu Tie Tamtai juga tidak bisa segera bangkit dari rebahnya, ia pun mengerang-erang, karena ada tiga tulang rusuk yang telah patah akibat gempuran Yo Ko .
Ciu-pek Thong bersorak dengan suara yang nyaring .
"Bagus... ! Bagus.... ! "
Dan ia melompat mendekati Ciu Tie Tamtai, segera ia menggerakkan kaki kanannya untuk menendang.
Tubuh Ciu Tie Tamtai telah berhasil di tendangnya melambung ketengah udara, sehingga tubuh Ciu Tie Tamtai kembali meluncur terbanting diatas tanah dengan keras.
Dengan mengeluarkan suara jeritan kesakitan tubuh Ciu Tie Tamtai jadi meringkuk diatas tanah, ia tidak bisa untuk bangkit berdiri, bergerak saja sulit.
Ciu Pek Thong telah melangkah mendekati dan ia menggerakkan kakinya pula, cepat bukan main , kakinya menendang lagi.
Seketika, tubuh Ciu Tie Tamtai tertendang pula, dan ketika terbanting diatas tanah, seketika ia menjadi pingsan tidak sadarkan diri.
Ye Ko melompat kedekat tubuh Ciu Tie Tamtai, dan ia berjongkok merogoh saku orang untuk mencari obat penawar racun.
Dari dalam saku Ciu Tie Tamtai di jumpainya beberapa macam barang dan juga uang yang tidak begitu banyak, dan diwaktu itu, ia juga melihat tiga macam botol yang berukuran kecil, terbuat dari beling berwarna hijau.
Segera Yo Ko membuka tutup botol yang satunya mendekati mulut botol kehidungnya dan menciumnya.
Setelah menciumi ketika botol tersebut bergantian, akhirnya Yo Ko memilih botol yang satunya, yang dibawa kedekat Siauw Liong Lie, ia menuang isi botol tersebut, yang1124 merupakan bubuk halus, kemudian memasukan kedalam mulut Siauw Liong Lie.
Dengan bantuan air ludah, akhirnya obat bubuk tersebut tertelan.
Tetapi bola mata Siauw Liong Lie masih terbalik dan napasnya juga menyesak, namun wajahnya tidak sepucat tadi, Dengan penuh kekuatiran Yo Ko dan Ciu Pek Thong juga Yo Him telah mengawasi Siauw Liong Lie, dan berangsur-angsur muka Siauw Liong Lie merah kembali, dan juga bola matanya telah putih seperti biasa.
Setelah napas Siauw Liong Lie tidak tersendat sendat lagi, ia bangun untuk duduk, dengan dibantu oleh Yo Ko.
"Mana... mana manusia jahat itu ?"
Tanya Siauw Liong Lie begitu ia membuka suara.
"Aku... aku telah dicelakainya dengan semacam racun jahat olehnya ..!"
Yo Ko menoleh, ia melihat Ciu Tie Tam tai menggeletak ditanah masih pingsan tidak sadarkan diri.
Tetapi diwaktu itu Yo Ko, dan juga kemudian Ciu Pek Thong serta Yo Him, jadi mengeluarkan seruan tertahan, karena Tiat To Hoat-ong dan Turkichi, telah tidak berada ditempat tersebut.
"Mereka telah melarikan diri disaat kita tidak memperhatikan..!"
Kata Ciu Pek Thong mendongkol. Yo Ko menghela napas.
"Biarlah nanti juga kita akan bertemu lagi dengan mereka...!"
Katanya.
Setelah Siauw Liong Lie bisa berdiri, waktu itu Yo Ko telah menghampiri Ciu Tie Tamtai.
Ia telah menotok beberapa jalan darah dari Ciu Tie Tamtai, dan kemudian menendang jalan darah "Ma-liong"
Yang terletak didekat punggung, seketika Ciu Tie Tamtai tersadar dari pingsannya Namun ia hanya bisa membuka matanya, tanpa bisa menggerakkan tubuhnya, dari mulutnya terdengar suara rintihan yang perlahan sekali.1125 Beberapa kali Ciu Tie Tamtai menggerakkan kaki dan tangannya, namun selalu gagal.
Waktu itu Yo Ko telah berkata dengan suara yang dingin."
Engkau harus bicara yang sebenarnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan ku dengan jujur. Sekali saja engkau berdusta, hemm, hemm aku tidak akan memberi ampun lagi ke padamu..!"
Mata Ciu Tie Tamtai telah memandang Yo Ko dengan sinar yang tajam, kemudian dengan suara seperti mengerang, ia berkata perlahan.
"Apa yarg hendak kau tanyakan?"
"Berapa jauh tentara Mongolia telah menyelusup masuk kedaratan Tionggoan"
Tanya Yo Ko kemudian sambil mengawasi tajam pada Ciu Tie Tamtai. Cm Tie Tamtai tidak segera menjawab, dia berdiam diri sesaat lamanya.
"Katakan yang sebenarnya... berapa kekuatan tentara Mongolia yang akan menyerbu kedaratan Tionggoan, dan berapa banyak jago yang dikerahkan. Dan juga ceritakan kepadaku, sudah berapa jauh tentara Mongolia merencanakan penyerbuannya kekota Siayang." !"
Ciu Tie Tamtai menghela napas, Ia telah terjatuh ditangan musuhnya, dan juga dalam keadaan tertotok, sehingga ia tidak berdaya apa-apa maka setelah berdiam lagi beberapa lama, ia berkata dingin .
"Jika engkau hendak membinasakan aku, bunuhlah..... aku tidak akan bicara, Tetapi yang pasti, akan banyak sekali jago jago Mongolia yang turun kedaratan Tionggoan untuk melampiaskan sakit hatiku ini...!"
Mendengar perkataan Ciu Tie Tamtai, seketika Yo Ko tertawa dingin.
"Hemmmmm......"
Katanya dengan tawar.
"Jika demikian aku terpaksa harus mengorek keterangan dari mulutmu dengan mempergunakan caraku.....!" 1126 -oo0dw0oo-
Jilid 32 WAKTU itu, Siauw Liong Lie dan Ciu Pek Thong telah melangkah kedekat YoKo.
Siauw Liong Lie berkata, perlahan "Dia tentu mengetahui jelas tentang pasukan tentara Mongolia yang akan menyerbu masuk kedaratan Tionggoan, jangan dibinasakan dulu, terlebih baik kita mengorek keterangannya dulu dari mulut dia...!"
Dan setelah berkata begitu, Siauw Liong Lie berjongkok didekat Ciu Tie Tamtai.
"Apakah benar benar engkau tidak mau bicara secara baik baik? "tanya Siauw Liong Lie.
"Hemmm, engkau hendak membunuhku!"
Kata Ciu Tie Tamtai dengan suara yang nyaring mengandung marah dan penasan.
"Tetapi jangan kalian harap bisa mcmperoleh suatu keterangan dari mulutku...!"
Siauw Liong Lie mendengus, kemudian tertawa dingin, tangan kirinya segera bekerja menotok beberapa jalan darah ditubuh Ciu Tie Tamtai.
Memang buru-buru Ciu Tie Tamtai tidak merasakan apa apa atas totokan tersebut-teta pi lewat sejenak lamanya, seketika tubuhnya terasa kejang kejang dan juga disekujur tubuhnya seperti juga dijalani oleh ribuan semut.
Dan yang menyiksa lagi dirinya, ia merasakan pada siku dan sambungan tulang-tulangnya tetasa ngilu sekali, seperti juga ditusuk-tusuk oleh besi yang tajam, menimbulkan perasaan nyeri dan sakit bukan main.
Selelah bertahan beberapa lamanya, akhirnya Ciu Tie Tamtai telah mengerang dengan suara yang menyayatkan.1127 Siauw Liong Lie tertawa dingin, katanya.
"Jika engkau tetap tidak mau bicara, aku akan menotok jalan darah "Pai-cie hiat"
Mu.... Aku mau lihat, apakah setelah itu engkau mau bicara yang benar atau tidak…. !"
Muka Ciu Tie Tamtai ketika mendengar akan ditotok jalanan darah "Pai cie-hiatnya berobah jadi pucat pias, ia menggidik ngeri sebab ia mengetahui apa artinya jika saja jalan darah "
Pai cie-hiat"
Nya kena ditotok oleh Siauw Liong Lie. Pai cie hiat merupakan jalan darah yang terletak antara persimpangan jalan darah "
Ku lung hiat ', dan jalan darah "Tu lie hiat " , kedua jalan darah yang terletak antara pinggang dan pinggul, jika saja jalan darah Pai cie hiat kena ditotok oleh lawan, niscaya korban totokan tersebut akan menderita kesakitan selama empat puluh hari empat puluh malam, dan tenaga dalamnya buyar kepandaian silatnya punah.
Dengan demikian, seumur hidup dia akan menjadi bercacat .
Maka hebat ancaman yang diberikan oleh Siauw Liong Lie, karena jika sampai jalan darah Pai cie hiat-nya ditotok tidak ada ampunnya lagi ia akan menjadi manusia bercacat.
Sebagai seorang yang telah memiliki kepandaian tinggi, buat Ciu Tie Tamtai kematian bukanlah merupakan hal yang perlu ditakuti.
Tetapi justru yang membuat dia kuatir kalau kalau ia menjadi manusia yang lemah.
Karena itu.
takutnya jadi berkecamuk didalam hatinya.
Melihat muka Ciu Tie Tamtai berobah pucat pias seketika Siauw Liong Lie memperdengarkan suara tertawa dingin, katanya.
"Hemm engkau tentu tidak mau jika jalan darah "Pai cie hiat"
Ditubuhmu ditotok olehku, bukan?"
Akhirnya Ciu Tle Tamtai telah menghela napas dengan sikap berputus asa.
"Baiklah,"
Katanya kemudian.
"Jika memang begitu, berarti aku sudah tidak bisa mengatakan apa-apa...!"1128
"Ternyata engkau seorang yang bijaksana bisa melihat selatan..."
Kata Siauw Liong Lie girang.
"Nah. sekarang katakanlah, rencana apa yang telah disusun oleh Khan-mu?? "
Hemm, untuk menceritakan semua itu sangat panjang dan tidak akan habis satu harian...!"
Wajahnya Ciu Tie Tamtai.
"Tetapi sekarang yang penting, kalian harus membebaskan aku dari totokan kalian...!"
"Hemm, tentu saja kami akan membebaskan seluruh rencana yang disusun oleh Khan kalian...!"
Menjawab Siauw Liong Lie sambil tertawa dingin.
"Tetapi bagaimana aku bisa menceritakan segalanya jika aku dalam keadaan tertotok seperti ini?"
Kata Ciu Tie Tamtai gusar.
"Bukankah engkau bercerita dengan mulutmu ?"
Tanya Siauw Liong Lie.
"Dengan rebah disitu saja, tentu engkau bisa menceritakan segalanya....!"
Habis daya Ciu Tie Tamtai, akhirnya ia menceritakan juga rencana dari Kublai Khan, dimana Khan nya tersebut akan menyerbu Siangyang, untuk merebut daratan Tionggoan.
Begitu juga rahasia kekuatan dari angkatan perangnya Kublai Khan telah diceritakannya dengan lengkap, berikut berapa banyak orang-orang gagah yang pandai ilmu silat bergabung didalamnya.
Setelah mendengar selesai cerita Ciu Tie Tamtai, Siauw Liong Lie membebaskan totokannya.
Pada waktu itu Ciu Tie Tamtai telah letih bukan main, tenaganya seperti telah habis, dan ia ngeloyor pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata pun juga.
Sedangkan Yo Ko bersama Siauw Liong Lie, Yo Him dan Ciu Pek Thong kembali ke rumah penginapan, setelah beristirahat satu malaman, akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya ke Siangyang.1129 Waktu mereka tiba di Sianyang, ternyata kota tersebut, kota terdepan untuk pertahanan dari tentara Song menghadapi pasukan Mongolia yang akan menyerbu masuk kedaratan Tionggoan, tampak kesibukan para laskar dan tentara Song yang tengah bersiap siap mengadakan penjagaan.
Begitu pula para penduduk Siangyang yang telah ikut membantu pera tentara kerajaan Song tersebut sibuk dengan berbagai pekerjaan mereka.
Yang pria sibuk melatih mempergunakan tombak dan berbagai senjata tajam lainnya, sedangkan yang wanita sibuk untuk memasak para tentara kerajaan Song tersebut.
Di Siangyang, akhirnya Yo Ko berkumpul dengan It Teng Taisu, dan para orang-orang gagah lainnya, termasuk Phang Kui In.
Sebagai seorang tokoh sakti yang memiliki nama sangat terkenal dan dihormati, Yo Ko telah diangkat untuk memimpin mereka dalam hal menyusun kekuatan, membantu pihak tentara kerajaan Song menghadapi ancaman serangan tentara Mongolia.
Yo Ko juga tidak menolak jabatan yang diberikan kepadanya.
Karena ancamau serangan tentara Mongolia yang akan menyerbu kedaratan Tionggoan tampaknya tidak akan lama lagi, maka Yo Ko dan orang-orang gagah lainnya telah berusaha untuk menghimpun kekuatan guna kelak dipergunakan membantu para tentara kerajaan Song menghadapi pasukan kerajaan Mongolia.
Kwee Ceng dan Oey Yong juga telah datang ke Siangyang.
Dan mereka saat itu telah berusia lanjut, tetapi semangat dan kegagahan mereka masih menyala-nyala.
Enam belas tahun yang telah lalu Kwee Ceng lah yang memimpin para orang-orang gagah bantu mempertahankam1130 Siangyang dari serangan orang-orang Mongolia, maka kini iapun banyak bantu memberikan petunjuknya.
Sesungguhnya telah beberapa kali Yo Ko meminta pada Kwee Ceng agar mau menjabat kedudukan sebagai pemimpin para orang gagah di Siangyang untuk menghimpm kekuatan, sebab menurut Yo Ko, Kwee Ceng tentunya lebih berpengalaman dari dia.
Tetapi Kwee Ceng telah menolaknya.
Dan dengan demikian Yo Ko yang tetap menjadi pemimpin dari para orang orang gagah tersebut.
Sedangkan Phang Kui In dan orang-orang gagah yang bekerja keras siang dan malam untuk melatih para penduduk pria kota Siangyang, agar mereka bisa mengerti ilmu perang ataupun ilmu mempergunakan senjata tajam, telah berhasil menghimpun cukup banyak laskar rakyat tersebut.
Hampir tiga ribu orang pria dari penduduk kota Siangyang tersebut yang telah berhasil dilatih mereka, sehingga memiliki kepandaian mempergunakan senjata tajam yang mengagumkan.
Yo Ko selama itu telah menyebar beberapa orang-orang panjai untuk menyelidiki keadaan diperbatasan, untuk mencari tahu sampai berapa jauh gerakan yang telah dilakukan oleh tentara Mongolia.
Dalam keadaan seperti itu, dimana negara tengah terancam bahaya perang, maka seluruh penduduk Siangyang siang dan malam telah mempersiapkan diri untuk dapat berbuat sekuat dan semampu mereka membantu para tentara kerajaan Song.
Rupanya pihak Mongolia juga telah menyebar orang orangnya yang memiliki kepandaian silat yang lumayan tingginya, unttk menyelusup kedalam Siangyang, guna melakukan penyelidikan.
Tetapi karena ketatnya Yo Ko dan kawan-kawannya melakukan penjagaan, dengan demikian akhirnya mereka1131 berhasil menangkap empat orang Mongolia yang telah menyelusup ke dalam kota Siangyang, memata-matai mereka.
Dari mulut para mata-mata Mongolia tersebut Yo Ko berhasil mengorek keterangan yang mereka perlukan.
Dengan demikian bertambah banyak pula keterangan keterarangan yang bisa dikumpulkan oleh pihak tentara Song.
Kwee Ceng pernah suatu kali menganjurkan Yo Ko agar mengirim beberapa orang sahabat mereka pergi melakukan penyelidikan digaris depan, guna mengawasi gerak-gerik tentara musuh.
Maka Yo Ko telah mengutus Yo Him dan Phang Kui In.
untuk menyelidiki keadaan digaris depan.
Yo Him yang menerima perintah tersebut dari ayahnya, jagi girang bukan main, Begitu pula Phang Kui In, ia jadi begitu semangat.
Pada malam harinya, keduanya telah meninggalkan Siangyang.
Untuk mencapai perbatasan, mereka memerlukan waktu dua hari perjalanan.
Dan mereka tiba digaris depan waktu hari menjelang magrib.
Dlwaktu itulah, Yo Him dan Phang Kui In telah mencari rumah penduduk, untuk menginap.
Setelah beristirahat satu harian, mereka telah menyelidiki, keadaan garis depan tersebut.
Pekerjaan menyelidiki, yang mereka lakukan tersebut tidak begitu sulit, karena memang mereka memiliki kepandaian yang cukup tinggi Dan juga tentara Mongolia yang bertemu dengan kedua orang ini.
hanya menduga babwa mereka adalah rakyat jelata bangsa Han yang bertempat tinggal disekitar tempat tersebut.
Yo Him dan Phang Kui In memang berpakaian sederhana dan sengaja mengotori muka mereka dengan debu .Disamping itu mereka pun membawa masing-masing sebatang kampak.
Sepintas lalu, mereka memang merupakan penduduk perbatasan tersebut, yang kebanyakan menuntut penghidupan sebagai penebang pohon.1132 Tetapi waktu malam telah menyelimuti daerah perbatasan tersebut, Yo Him dan Phang Kui telah menyelusup kedaerah yang dikuast oleh tentara Mongolia.
Mereka memiliki gingkang yaag tinggi, dengan mudah mereka berhasil melewatkan penjagaan dari tentara Mongolia tersebut.
Dengan demikian mereka bisa melaksanakan tugas mereka dengan baik, Dan juga Yo Him bersama Phang Kui In telah menyelidiki berapa kekuatan pasukan kuda dari tentara Mongolia tersebut, disamping kekuatan dari pasukan panah musuh.
Seperti diketahui bahwa tentara Mongolia ahkli sekali dalam hal menunggang kuda, dan juga mereka terkenal akan keampuhan dan ketangguhan pasukan panahnya.
Dengan demikian, kedua macam pasukan tersebut yang paling diandalkan sekali oleh Khan Mongolia.
Terlebih lagi sekarang Kublai Khan telah melihat kegagalan, yang diderita oleh kakaknya, yaitu Mangu (Hiang Cong), dengan mendirinya pelajaran pahit itu Kublai Khan bertindak lebih hati-hati.
Selama enam belas tahun lamanya, ia telah melatih tentaranya sebaik mungkin, di-mana ia meningkatkan keterampilan dari pasukan perangnya.
Memang Kublai Khan berhasil dengan baik, dimana angkatan perang Mongolia waktu itu telah bertambah besar dan kuat.
Dan selama enam belas tahun ini, Kublai Khas telah mengumpulkan banyak sedikit data data mengenai kelemahan pihak kerajaan Song.
Dan setelah ia merasa tiba di waktunya, kini ia mulai menyerbu kembali ke daratan Tionggoan.
guna menaklukkan, kerajaan tersebut, meraih daratan Tionggoan yang ingin dikuasai.
Yo Him dan Phang Kui In yang tiba di tangsi terdepan dari pasukan muka Kublai Kban tersebut, melibat bahwa pasukan tentara Mongolia yang diam digaris depan tersebut berjumlah lebih dari 7000 orang.1133 Penjagaan digaris tangsi depan tersebut kuat sekali, dan juga diantara tangsi yang memenuhi tempat tersebut, terdapat sebuah tenda yang indah menarik, berukiran besar sekali.
Dibangun dengan tiang-tiang kayu dan balok yang berukuran-besar, mirip dengan sebuah bangunan gedung yang besar.
Hawa udara pada waktu itu panas sekali, Yo Him dan Phang Kui In telah bersembunyi disebelah kanan dari tenda besar tersebut.
Mereka menduga, tentunya tenda tersebut merupakan tenda dari komandan pasukan tentara Mongolia yang berada digaiis depan tersebut.
Tetapi waktu Yo Him dan Phang Kui In tengah berjongkok ditempat itu, tiba-tiba ada yang membentak.
"Siapa disitu ?"
Suaranya kasar dan keras.
Yo Him dan Phang Kui In terkejut, tetapi cepat sekali mereka bisa menguasai diri, waktu mereka melirik dilihatnya dua orang berpakaian sebagai tentara Mongolia tengah mendatangi kearah mereka.
Yo Him mengedipkan matarya kepada Phang Kui In lalu tanpa mengucapkan sepatah perkataan juga tubuhnya telah melompat cepat sekali.
Gerakan tubuhnya begitu ringan, melayang menyambar salah seorang dari kedua tentara Mongolia tersebut.
Gerakan yang dilakukan Yo Him sesungguhnya sangat cepat ia yakin akan berhasil mencekal lengan tentara Mongolia yang seorang itu, yang akan dibantingnya.
Tetapi kesudahannya justru lain sama sekali karena diwaktu orang Mongolia tersebut dengan mudah dapat mengelakkan diri.
Melihat ini Yo Him jadi mengeluarkan seruan heran, namun ia tidak menarik pulang tangannya, melainkan terus juga ia melanjutkan cengkeramnya itu kearah dada lawan, yang waktu itu telah melompat kesamping kanan.1134 Tetapi sekali lagi orang Mongolia tersebut berhasil mengelakan diri.
Baca Juga: Pendekar Super Sakti Kho Ping Hoo
Baca Juga: Si Angin Puyuh Si Tangan Kilat 3