Eps 10 Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long
Baca online Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long
Cersil Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long.
Waktu berkata sampai disitu Yoko berhenti sejenak samabil menunjuk ke Yo Him, katanya.
"Anak kita, Him Jie juga telah memiliki kepandaian yang tinggi, selain dia memiliki tenaga Iweekang yagn tinggi, juga dia pun telah menjadi murid dari orang luar biasa Lie Bun Hiap."
Siauw Liong Lie memandang setengah percaya kepada anaknya dan kemudian dia menghampiri Yo Him sambil bertanya .
"Benarkah Him-jie apa yang dikatakan oleh ayahmu?"
Yo Him tersenyum sambil berkata .
"Ayah tengah bergurau...ibu jangan mempercayainya....!"
Kwee Siang dan Phang Kui In juga berkata.
"Apa yang dibilang Yo Ko Taihiap memang benar...!"
Siauw Liong Lie tersenyum, dia telah berkata dengan suara yang mengandung kasih sayang seorang ibu.
"Syukurlah jika memang Yo Him bisa memiliki kepandaian yang tinggi, tidak931 percuma dia jadi anak dari Sin Tiauw Taihiap!!"
Dan berbareng dengan perkataannya itu tampak Siauw Liong Lie telah menghampiri Yo Him dekat sekali.
Diluar dugaan tiba-tiba Siauw Liong Lie mengulurkan tangan kanannya, dan tangan Yo Him yang kanan telah dicekalnya.
Gerakan yang dilakukannya itu luar biasa cepat dan kuatnya, karena begitu Siauw Liong Lie menghentak, sebelum Yo Him tahu apa yang terjadi, tubuhnya telah dilemparkan keras sekali oleh Siauw Liong Lie.
Semua orang yang melihat itu jadi terkejut sampai mengeluarkan suara seruan yang nyaring, dan muka mereka masing-masing menjadi pucat.
"Liong-jie, jangan..!"
Yo Ko masih sempat berteriak dengan suara mengandung ke-kuatiran yang sangat.
Tubuh Yo Him telah melayang cepat sekali ketengah udara, tetapi Yo Him sekarang memang telah memiliki kepandaian yang cukup tinggi, walaupun dia terkejut diperlakukan begitu oieh ibunya, namun dia bisa bergerak cepat sekali berjumpalitan ditengah udara.
Gerakan yang dilakukan oleh Yo Him sangat gesit, sehingga sewaktu tubuhnya meluncur turun kedua kakinya yang lebih dulu hinggap ditanah.
"Bagus,"
Berseru Siauw Liong Lie dengan suara yang mengandung kegembiraan dan wajah yang berseri-berseri. Yo Him dan lainnya baru mengetahui bahwa Siauw Liong Lie hanya ingin menguji anaknya itu.
"Kepandaianmu cukup tinggi, Yo Him..... tidak sembarangan pemuda sebaya engkau yang bisa memiliki ilmu silat setinggi kau sekarang ini"
Yo Him mengucapkan terima kasih "Siapa yang mengajarimu?"
Tanya Siauw Liong Lie lagi sambil menghampiri anaknya "Suhu Lie Bun Hiap. ma!"932
"Lie Bun Hiap?"
"Ya........"
"Aku belum pernah mendengar namanya"
"Kedua kakinya buntung sebatas lutut, dia berjalan dengan mempergunakan dua batang tongkat..""
"Tetapi kepandaian yang diturunkan kepadamu semuanya itu merupakan ilmu yang tinggi sekali. jika engkau mau berlatih diri dalam dua atau tiga tahun, tentu engkau akan menjadi jago yang memiliki kepandaian sangat tinggi sekali."
Senang Yo Him mendengar pujian ibunya dia telah mengucapkan terima kasihnya.
"Tetapi anehnya, gurumu itu belum pernah kudengar didalam rimba persilatan. Tentunya dia seorang jago tua yang hidup mengasingkan diri....."
"Mungkin juga, ma, Katanya telah puluhan tahun dia berada dipulau terpencil itu "
Phang Kui In lalu menceritakan apa yang telah terjadi.
Yo Ko juga jadi heran, karena dia belum pernah mendengar nama Lie Bun Hiap diantara jago-jago lainnya.
Tetapi akhirnya mereka tidak membicarakan soal Lie Bun Hiap lagi, karena mereka telah merencanakan untuk naik keatas dinding yang mengurung lembah itu.
"Aku dan muridku bisa saja keluar dengan mudah, karena kami memang telah biasa keluar lembah, naik dan turun dengan mudah. Sekarang bagaimana dengan yang lainnya."
Yo Ko menunjuk kearah tambang yang masih tergantung itu.
"Yo Him, nona Kwee dan Phang Enghi-ong, naik dengan mempergunakan tambang itu sedangkan aku dengan kau Liong-jie naik dengan mempergunakan ilmu cicak Sedangkan933 muridmu, menurut kau telah biasa naik turun tebing itu, maka diapun bisa naik sendiri. Bagaimana, kalian setuju ?"
Siauw Liong Lie dan yang lain-lainnya menyatakan setuju.
Begitulah Siauw Goat Lan, Siauw Liong Lie dan Yo Ko telah menaiki tebing itu dengar, mudah tanpa memerlukan bantuan dan tambang itu.
Yo Him naik melalui tambang, kemudian menyusul Kwee Siang lalu Phang Kui In.
Disaat itulah terlihat mereka telah berkumpul diatas tebing.
Semuanya girang bukan main karena mereka bisa berkumpul kembali.
"Tugas kita masih banyak, yaitu menghimpun orang-orang gagah dan mencari musuh kita, Tiat To Hoat ong."
Kata Yo Ko.
Dan usul Yo Ko itu disetujui oleh semua orang.
Begitulah mereka memutuskan untuk pergi Siang-yang, karena Siang yang merupakan perbatasan dimana jika tentara Mongolia ingin menyerbu kedaratan Tionggoan, maka mereka harus melewati Siangyang dulu.
Waktu itu telah tiba musim semi, sehingga keadaan dalam perjalanan mereka sangat menggembirakan sekali.
ooo00d0w00ooo SIANGYANG adalah ibukota kerajaan Song, dan merupakan kota yang sangat rapat penduduknya karena dikota tersebut rumah juga dibangun ber-tingkat dan tampaknya serba mewah.
Saat itu, banyak orang yang tengah menjajakan barang-barang dagangan mereka sambil memuji-memuji akan kebaikan dan bagusnya barang mereka masing-masing,934 sehingga keadaan dikota Siangyang pada sore hari itu sangat ramai sekali.
Diantara keramaian suasana sepert1 itu, tampak seorang anak lelaki berusia enam belas tahun, telah berlari-berlari dengan ketakutan dan dia berlari terus merobos keramaian orang yang berada ditempat itu.
Semua orang hanya memandang acuh tak acuh, mereka melihat dibelakang anak itu berlari-berlari puluhan orang yang berteriak dengan suara yang sangat keras sekali mengandung kemarahan.
"Tangkah malingi Tangkap! Tangkap.. Jangan dibiarkan lolos"."."
Semakin lama anak kecil itu semakin ketakutan.
Dia berlari terus, dia seorang pemuda yang masih sangat muda usianya, dan mendengar suara orang-orang yang melakukan pengejaran itu yang menarik anak itu sebagai maling.
Semua orang jadi tidak senang kepada anak itu.
bahkan mereka telah mensyukurkan bahwa anak itu akan segera tertangkap.
Tidak mungkin anak itu bisa meloloskan diri dari kejaran orang-orang itu.
Tampak anak itu berlari dengan lebih cepat lagi.
napasnya memburu dan juga mukanya pucat dengan bibir gemetar karena ketakutan.
Akhirnya waktu dia melihat para pengejarnya telah semakin dekat, maka dia mengeluarkan suara bentakan yang keras, sambil memutar tubuhnya dia berjongkok lalu tangannya dilonjorkan kedepan.
Waktu para pengejarnya itu telah datang semakin dekat.
Anak itu mengeluarkan suara grookk..
grookk...
beberapa kali.
Para pengejar itu agak tertegun melihat sikap anak itu yang jongkok seperti hendak buang hajat.
Kelakuannya benar aneh dan mulutnya mengeluarkan suara grook..
grookk..
berulang kali.935 Tetapi tak lama kemudian mereka berteriak-teriak lagi sambil menyerbu untuk menangkap anak itu.
"Tangkap! Jangan sampai lolos!"
Teriak salah seorang diantara pengejar itu.
"Pukuli saja biar mati.. !,"
"Ya, hantam saja !"' "Bekuk dia ... !"
"Tangkap ..."
Ramai sekali suara teriakan-teriakan mereka sehingga anak itu jadi ketakutan.
Tetapi dalam keadaan terjepit seperti itu, anak ini menjadi nekad.
Dia menghentakkan kedua tangannya seperti mendorong, disamping itu mulutnya telah mengeluarkan suara "grooookkk.
grroookkk !"
Aneh sekali...
Empat orang pengejarnya yang berada di depan telah mengeluarkan suara jeritan yang sangat menyayatkan hati, tubuh mereka bergulingan ditanah sambil menggeliat-geliat, akhirnya diam.
Mereka telah binasa.
Sisa kawannya yang melihat kawan mereka mengalami kematian hanya dengan dorongan tangan anak itu, tentu saja jadi tercengang.
Tetapi tidak lama kemudian terdengar suara teriakan mereka.
"Tangkap! Tangkap! Tangkap pembunuh !"
Teriakan mereka berisik sekali, tetapi tidak ada seorangpun diantara mereka berani maju, karena mereka kuatir nanti mengalami nasib seperti kawan-kawannya itu.
Anak itu, yang tadi telah menyerang dengan ilmu "Ha-mo kang" (ilmu kodok), ketika melihat lawannya sudah tidak936 mengejar dan mendesaknya lagi, dia bangkit dan melarikan diri pula.
Semua sisa pengejaran itu tetap mengejarnya sambil berteriak-teriak dengan suara yang membisingkan pendengaran.
Anak itu tidak memperdulikan lagi dia berlari terus dengan cepat, walaupun dirinya dibayangi oleh para pengejarnya, namun anak itu dapat bersikap lebih tenang, karena dilihatnya para pengejarnya itu tidak seorangpun yang berani menerjang maju untuk melakukan penyerangan.
Tetapi jumlah pengejarnya semakin lama semakin banyak, membuat anak itu jadi jeri juga, karena biarpun dia memiliki ilmu yang bisa diandalkan, tetapi jika dia telah dikeroyok beramai-beramai tentu dia tidak bisa meloloskan diri.
Anak itu sangat cerdik sekali, dia berlari-berlari di lorong-lorong kecil.
Setelah mengejar semakin lama, banyak para pengejarnya merasa letih.
Kemudian anak itu telah tiba diluar pintu kota, dia berdiri mengasoh, sedangkan para pengejarnya yang berada dekat sekali, tidak ada seorangpun yang berani maju melancarkan serangan, mereka hanya berdiri berteriak-berteriak saja.
Anak itu tertawa mengejek.
"Untung saja aku masih kecil, coba aku telah dewasa, hemmm, kalian satu persatu akan kubereskan....!"
"Tangkap maling! Tangkap pembunuh! Tangkap pembunuh!"
Teriak semua orang itu, tapi tidak ada seorangpun yang berani mendekati pemuda tanggung itu. Anak itu berkata lagi mengejek dengan suara yang perlahan.937
"Hmm.....sekarang mengapa kalian tidak maju.....? Mari! Mari kita bertempur!"
Dan berbareng dengan perkataannya itu, tampak anak lelaki itu telah berjongkok lagi sambil memperlihatkan gerakan seperti akan menyerang dengan kedua tangannya sendiri.
Keruan saja orang-orang yang berdiri tidak berjauhan dengannya telah cepat menyingkir diri, karena mereka takut begitu anak itu mendorong dengan kedua tangannya maka mereka akan terdorong binasa juga.
"Ayoh maju.... !!"
Tantang anak lelaki itu. Tetapi tetap saja tidak ada seorangpun yang berani maju. Anak lelaki itu kembali tertawa mengejek, dia telah berdiri sambil katanya.
"Baiklah...... aku permisi saja!"
Dan dia memutar tubuhnya untuk berlalu.
Pengejarnya tidak berani mengejarnya lagi, karena mereka anggap anak itu memiliki ilmu siluman yang bisa mematikan orang dengan hanya dorongan tangannya saja.
Dari pada mati konyol, maka lebih baik mereka tidak mengejarnya lagi.
Namun baru beberapa langkah anak itu berjalan, disaat itulah tampak seseorang membentaknya.
"Tahan, tunggu dulu.."!"
Anak itu relah mengerutkan alisnya, dia memutar tubuhnya..
Dihadapannya berdiri seotang lelaki berusia tiga puluh enam tahun yang tengah mengawasinya.
Orang itu memakai baju yang agak longgar, sedangkan tangan kanannya baju itu berkibar-berkibar kosong, menunjukkan bahwa orang itu tidak memiliki tangan kanan.938 Sedang orang yang menegur itu, yang tidak lain dari Yo Ko telah tersenyum sambil katanya.
"Engko kecil, bukankah engkau yang bertemu, denganku belasan tahun yang lalu "
"Engkau ternyata Sin Tiauw Taihiap, bukan?"
Tanya anak itu tidak menyahuti pertanyaan Yo Ko.
"Tidak salah....! Dan engkau pernah mengatakan bahwa dirimu adalah putranya Auwyang Hong.... benarkah ini? Tadi aku melihat engkau mempergunakan ilmu Ha mo kang, tetapi keterlaluan sekali, lima jiwa engkau binasakan....!"
Anak lelaki itu telah tertawa dingin.
"Benar aku anak Auwyang Hong ...dan engkau mau apa menegurku, apakah engkau tidak senang dan ingin membela orang-orang jahat itu yang tadi ingin mengeroyok dan membinasakan aku !"
"Aku bukan hendak memihak kemana-mana tetapi justru aku ingin memberitahukan kepadamu agar lain waktu engkau, jangan menurunkan tangan sekeras itu.....karena kasihan orang-orang yang tidak tahu apa-apa itu harus mengalami kematian dengan cara yang begitu menggenaskan sekali ... ! Dan mana ibumu ...? Atau nenekmukah wanita tua itu ?"
"Hemmm, itu ibuku ..!"
Menyahuti anak itu, yang mengaku sebagai anaknya Auwyang Hong!
Ada sesuatu yang membuat Yo Ko heran, Auwyang Hong telah meninggal lama sekali, dia meninggal dunia hampir dua puluh lima tahun.
Mana mungkin anak kecil ini bisa mengaku sebagai anaknya tokoh sesat Auwyang Hong itu.
"Siauwko (adik kecil), ada sesuatu yang kuherankan dan tidak mengerti. Auwyang Hong telah meninggal puluhan tahun yang lalu, tetapi sekarang engkau baru berusia baru lima belas atau enam belas tahun, bagaimana mungkin, Apakah Auwyang Hong setelah di-Akherat itu masih bisa menikah dan memiliki anak?" 939 Muka anak itu jadi berobah.
"Engkau jangan menghina aku.... dengan kau menyebut-menyebut nama ayahku saja dan mengolok-olok ayahku kau harus mati.... walaupun engkau sebagai Taihiap yang terkenal sekali dijaman ini, tetapi aku tidak takut."
Yo Ko tertawa.
"Jika aku maju menyerang dirimu, tentu akan banyak orang yang mengatakan bahwa aku menghina yang kecil... maka ada lawan yang sebanding dengan kau, dimana kalian boleh main-main beberapa jurus!"
Setelah berkata begitu Yo Ko memandang kesampingnya sambil berkata.
"Him jie keluarlah....! Temani engko kecil bermain-bermain beberapa jurus" . Anaknya Auwyang Hong itu heran melihat anak sebaya dia telah mendatangi dengan sikap yang tenang sekali. Dia jadi mengerutkan alisnya, pikirnya .
"Hemm. usianya sebaya denganku, tentunya dia tidak memiliki kepandaian yang tinggi, sebab dengan mengandalkan Ha-mo-kang. maka aku tidak perlu takut padanya "
Ternyata rombongan Yo Ko, Kwee Siang, Siauw Liong Lie, Siauw Goat Lan, Phang Kui In dan Yo Him, telah tiba dikota Siangyang beberapa saat yang lalu, dan mereka telah melihat anak lelaki itu yang dikejar-kejar oleh belasan bahkan puluhan orang.
Yang mengejutkan Yo Ko adalah anak itu tiba-tiba mengeluarkan ilmu Ha mo-kang dan membinasakan lima orang pengejarnya.
Yo Ko mengenali ilmu itu, karena dia sendiri waktu kecil pernah mempelajari ilmu Ha mo-kang.
tetapi sekarang anak kecil itu telah melancarkan serangan-serangan yang dahsyat dengan Ha-mo-kang.
Maka tidak puas hati Yo Ko, karena anak itu sangat kejam sekali dalam turun tangannya.940 Saat itu Yo Him telah berdiri disisi Yo Ko, ayahnya, sambil tanyanya "Apa yang harus kulakukan, ayah?"
"Anak itu sebaya dengan kau, maka engkaulah yang menghadapinya", kata Yo Ko.
"Baik ayah ..."
"Tapi hati-hati, dia memiliki ilmu ha-mo-kang warisan dari Auwyang Hong", kata sang ayah itu.
"Baik ayah, aku akau menghadapinya dengan hati-hati"
"Bagus..."
Kata Yo Ko.
"Nah, sekarang pergilah engkau bermain-main dengan engkoh kecil itu ... !"
Yo Him melangkah maju mendekati anak yang sebaya dengannya dan waktu itu anak lelaki yang mengakui dirinya sebagai puteranya Ouw yang Hong, telah mengeluarkan suara sinis "Engkau sekecil ini ingin melawanku?
Hemm, tadi saja kelima orang yang mengejarku telah mati tanpa mereka berdaya untuk mengelakkan diri atau juga memberikan perlawanan atas seranganku itu.
Apa lagi sekarang hanya engkau, mana bisa engkau melawanku, engkau hanya mencari penyakit untuk mampus."
Tetapi Yo Him bersikap sangat sabar sekali, dia telah berkata manis.
"Jangan berkata begitu engko kecil, karena walaupun engkau memiliki kepandaian setinggi itu, belum tentu engkau bisa mengangap dirimu sebagai jago yang tiada lawan, Sekarang aku membuktikan betapa kepandaianmu itu sebetulnya tidak berarti..... marilah engkau mulai menyerang padaku!"
Kata Yo Him lagi. Anak itu tertegun sejenak, tetapi kemudian dia jadi marah.
"Baik! Baik! Engkau sambutlah seranganku ini!"
Dan setelah berkata begitu, cepat sekali anak itu menekuk kedua kakinya berlutut.
Dia menggerakan kedua tanganya941 yang didorongkan kedepan dengan serentak.
Dari kedua telapak tangannya itu meluncur keluar angin serangan yang sangat kuat sekali.
Yo Him berdiam diri dengan tenang sekali dia melihat saja datangnya serangan itu, kemudian dia mengeluarkan suara siulan yang nyaring dan melompat mundur dengan tubuh yang agak doyong kesamping, sehingga serangan anak itu yang mengaku sebagai puteranya Auwyang Hong telah jatuh ditempat kosong.
Membarengi dengan kesempatan itu, tampak Yo Him tidak tinggal diam, karena dia juga telah mengeluarkan suara bentakkan keras sambil jari telunjuk tangan kanannya mengincer jalan darah sebelah pundak yang kiri anak itu.
Itulah jurus "Menulis sejak dimusim semi" , yang mendatangkan angin sangat kuat dan jika menyentuh jalan darah dengan tepat disaat itu juga korban totokan itu akan segera binasa !!
Puteranya Auwyang Hong itu jadi terkejut sekali, karena dia telah merasakan angin serangan yang mantap dari musuhnya menerjang dirinya, disamping itu dia kecewa karena tenaga Ha-mo-kangnya tidak berhasill mengenai korbannya.
Dengan memiringkan tubuhnya tampak puteranya Auwyang Hong telah berkelit dari totokan Yo Him.
Waktu itu, Yo Him telah menyusuli lagi dengan serangan lainnya, dia menyerang lawannya dengan beruntun dan tidak segan-segan lagi, sebab dia tadi telah menyaksikan betapa anak ini memiliki watak yang buruk dan kejam, sehingga Yo Him jadi mengambil keputusan untuk melukai berat anak ini dan kemudian melenyapkan kepandaiannya, agar kelak anak ini jangan menimbulkan urusan dan kerusuhan pula.
Telah lima kali Yo Him melancarkan serangannya, tetapi selama itu anak yang mengaku sebagai putranya AuWyang Hong itu telah dapat mengelakkannya.
Rupanya kesadaran942 anak itu juga habis, dia telah menekuk kedua kakinya berjongkok, dan berulang kali dia mengeluarkan suara!
Krokkk..
Krokkk!
seperti suara kodok yang tengah berdendang.
Membarengi dengan suara !
'Krokkk, Krokkk' itu tampak kedua tangan anak tersebut juga telah bergerak-bergerak mendorong kearah Yo Him.
Gerakan itu sangat baik sekali, dan mengandung kekuatan tenaga dalam yang cukup tangguh.
Tetapi disebabkan tenaga lwekang dari anak itu belum sampai pada puncaknya, maka serangan yang kali inipun tidak bisa merubuhkan Yo Him.
Bahkan dengan mempergunakan kesempatan itu, kaki kanan Yo Him telah bergerak dengan cepat sekali menendang lambung lawannya.
Anak itu tengah mengerahkan tenaga dalamnya melancarkan serangan kepada Yo Him dan kali ini dia telah diserang begitu rupa oleh lawannya, keruan saja anak itu tidak bisa menarik pulang tenaganya dalam waktu yang sangat singkat.
Dengan mati-matian dia berusaha untuk mengelakkan diri dengan membuang dirinya bergulingan kesamping.
Setelah itu dia lompat berdiri dengan cepat.
Tetapi Yo Him tidak memberikan napas lawannya ini, dia menyerang pula dengan jurus "Bunga rontok dimusim dingin" , tubuhnya berkelebat-berkelebat bagaikan bayangan saja dan dari sepasang tangannya meluncur angin serangan yang menderu-menderu.
Anak yang mengaku sebagai putera Auw-yang Hong itu jadi semakin kelabakan.
Melihat seranngan Yo Him yang kali ini tidak keburu dikelitnya, anak itu jadi nekad, dia menangkisnya dengan mempergunakan salah satu jurus dari Hang Mo Kang,943 Diantara suara benturan yang terjadi, tampak tubuh anak lelaki yang mengaku sebagai putranya Auwyang Hong itu telah terjungkel rubuh bergulingan diitas tanah.
Yo Him tidak melancarkan seraaan lagi, karena dia melihat mukanya anak itu telah pucat dan dari bibirnya mengalir darah yang cukup banyak.
Sedangkan anak itu telah berdiri dan memutar tubuhnya untuk meninggalkan tempat itu.
"Sudahlah Him jie, tidak perlu engkau mengejarnya.!"
Kata Siauw Liong Lie, yang merasa kasihan melihat anak lelaki itu telah berlumuran darah.
Yo Him memang tidak ingin mengejar dia telah mengejar, dia telah menghampiri ibunya Sambil bercakap-cakap dan tertawa, mereka mencari sebuah rumah penginapan untuk mengasoh, Akhirnya mereka memilih rumah pengina pan 'Cung-sielouw' rumah penginapan yang cukup mewah.
Yo Ko meminta dua buah kamar.
Kamar yang satu untuk dia, Yo Him dari Phang Kut In, sedangkan Siauw Liong Lie, Goat Lan dan Kwee Siang tidur dikamar lainnya.
Mereka telah menceritakan pengalamannya niasing-niasing sampai jauh malam.
Akhirnya setelah puas saling bercerita, mereka telah tidur.
Keesokan paginya mereka turun kebawah loteng dimana ada rumuh makan.
Memang penginapan ini membuka juga rumah makan se hingga tamu-tamunya tidak perlu sulit lagi menca ri makanan, karena penginapan itu bisa menyediakan berbagai masakan yang enak-enak.
Yo Ko telah memesan beberapa macam sayuran yang lezat, daging asap, lidah kodok dan lidah bebek, Mereka juga memesan beberapa kati arak.
Tampaknya mereka begitu riang944 gembira.
karena kini mereka telah bisa berkumpul kembali.
Dengan sendirinya penderitaan mereka dimasa lalu telah menghilang dan tidak mereka ingat-ingat lagi, karena sekarang mereka tengah menghadapi kebahagiaan, Phang Kui In dan Kwee Siang juga ikut gembira melihat ayah, ibu, anak dan murid telah berkumpul kembali.
Tetapi waktu mereka sedang asyik bercakap-cakap dengan diselingi gurau dan tawa, tiba-tiba mata Yo Ko yang tajam telah melihat sesuatu dipintu rumah penginapan itu.
"Tundukan kepala!"
Kata Yo Ko cepat dengan suara berbisik. ..ooo0dw0ooo..
Jilid 27 SEMUA telah menundukkan kepala mereka, walaupun mereka tidak mengetahui apa sebabnya Sin Tiauw Taihiap memerintahkan mereka untuk menunduk, Kwee Siang dan Phang Kui In telah melirikan matanya, dia melihat seorang pendeta asing.
seperti pendeta dari Mongolia tengah memasuki ruangan itu.
"Tiat To Hoat Ong..!"
Bisik Siauw Liong Lie dengan suara yang perlahan.
Semua orang terkejut, termasuk Yo Him, Phang Kui In dan Kwee Siang, karena mereka justru telah mendengarnya bahwa musuh besar Sin Tiauw Taihiap suami isteri adalah pendeta Mongolia itu.
Diam-diam Yo Him telah melirik juga, dilihatnya tubuh pendeta itu tinggi besar dan tegap dengan diatas kepalanya yang gundul itu terlihat sekumtum tugu yang terbuat dari emas murni.945 Dengan sikap yang angkuh pendeta itu telah memasuki ruangan makan itu, dia tidak mengacuhkan sekelilingnya, memilih sebuah meja dan duduk dengan berdiam diri.
Seorang pelayan telah menghampirinya.
"Ingin dahar apa. Taisu?"
Tanya pelayan itu.
"Plakkk!"
Tahu-tahu tangan pendeta itu telah menempeleng muka si pelayan.
Keras sekali tamparan itu sampai kedua gigi didepan bagian atas telah copot karenanya.
Pelayan itu seperti disamber setan, dia telah memandang bengong kepada pendeta itu.
sampai akhirnya dia baru meringis sambil memegangi pipinya yang sakit sekali.
"Kau.... kau...."
Suara pelayan itu tergagap mengandung kemarahan, karena tidak hujan tidak angin pendeta itu telah main pukul padanya.
"Kau, kau. apa"
Bentak si pendeta.
"Cepat sediakan makanan dan minuman, mengapa engkau harus banyak cerewet, bukankah setiap tamu yang masuk kerumah makan ini untuk bersantap?"
Pelayan itu tampaknya mendongkol, takut dan marah menjadi satu, karena pendeta yang menjadi tamunya itu sangat galak sekali.
"Taisu...tadi aku hanya menanyakan makanan apa yang menjadi selera Taisu.."
Si pelayan berusaha menjelaskan. Tetapi ....
"Ploook! Plookk"
Keras sekali muka pelayan itu ditempeleng lagi, malah kali ini lebih keras dari yang tadi, karena begitu ditempeleng bukan hanya tiga buah giginya yang rontok, tetapi tubuhnya telah terguling dilantai.
Pelayan itu menjerit kesakitan.946
"Jika kau masih rewel, maka aku tidak akan mengampunimu.. !"
Kata pendeta itu yang tidak lain adalah Tiat To Hoat ong. Pelayan itu tidak berani terlalu lama berada disitu, sambil menahan sakit dan berulang kali menyahuti.
"Ya! Ya! Ya!"
Dia cepat cepat pergi kebelakang ruangan, ketempat masak.
untuk memesan beberapa masakan yang enak-enak untuk Tiat To Hoat-ong.
Waktu sayurnya sudah mateng dan selesai disiapkan, pelayan yang melayani pendeta itu pelayan yang lainnya, sedangkan pelayan yang tadi ditempiling oleh Tiat To Hoat ong, telah bersembunyi dibelakang saja tidak berani keluar.
Pelayan yang kali ini melayani Tiat To Hoat ong juga tidak berani terlalu banyak bicara, dia telah mempersiapkan makanan dimeja si pendeta.
"Kau membisu seperti itu seperti orangg gagu!"
Bentak Tiat To Hoat ong dengan mendongkol.
"Tidak Taisu.... aku tidak gagu....!"
"Apa kau bilang?"
Bentak si pendeta. Muka pelayan itu seketika menjadi pucat pias karena hatinya jadi ciut waktu dibentak oleh si pendeta.
"Aku memberitahukan bahwa aku bukan seorang yang gagu, Taisu...."
"Tapi tadi. mengapa engkau berdiam diri saja seperti orang bisu?"
Bentak si pendeta itu lagi. Pelayan itu jadi serba salah.
"Aku...aku tidak bermaksud banyak rewel kepadamu Taisu... !"
"Hmmm.....pergilah !"
Kata Tiat To Hoat Ong sambil mengebutkan lengan jubahnya.947 Yo Ko melihat itu jadi terseyum sendirinya, ternyata pendeta itu keterlaluan sekali memperlakukan pelayan-pelayan yang lemah tidak berdaya.
Dan disaat itu dendam dan sakit hati yang tersimpan dihati Siauw Liong Lie dan Yo Him jadi meledak.
Bahkan Yo Ko juga tidak bisa mengendalikan perasaannya, dia meletakan sumpitnya, dia berdiri menghampiri Tiat To Hoat-ong.
Tiat To Hoat-ong waktu itu tengah duduk menikmati santapannya dengan membelakangi Yo Ko.
Maka ketika Yo Ko telah berada dekat dengannya, pendekar sakti Yo Ko telah mengulurkan tangan kananrya sambil menepuk dengan perlahan.
"Apa kabar Taisu....?"
Tegurnya.
Pendeta itu tampaknya jadi terkejut tetapi tepukan Yo Ko tidak berhasil mengenai pundak pendeta itu.
Sebagai seorang yang memiliki kepandaian sangat tinggi, tentu saja Tiat To Hoat-ong tidak bisa diserang dengan cara seperti itu.
dia telah menggerakan pundaknya dan bahunya itu jadi licin seperti berlemak.
Yo Ko memang telah menduganya begitu.
tidak mungkin dia bisa menyerang si pendeta itu, walaupun pendeta tersebut tengah duduk membelakanginya.
Maka Yo Ko bersiap sedia untuk menghadapi segala kemungkinan yang bakal terjadi.
Benar saja, Tiat To Hoat ong setelah berhasil begitu, tanpa menoleh lagi dia telah menggerakkan sumpitnya ke arah belakang.
Cepat sekali sumpit itu menyambar dengan kekuatan yang mentakjubkan.
Jika orang lain yang diserang dengan cara demikian, tentu biji matanya akan ditembusi sumpit.
Dan juga akan membuat mereka bisa binasa jika sampai dikening.
Karena sumpit itu walaupun terbuat dari kayu, tokh tenaga timpukannya sangat948 besar, sehingga merupakan sumpit baja yang memiliki kekuatan tidak terhingga.
Tetapi Yo Ko yang memiliki kepandaian sangat tinggi mana bias diserang mendadak begitu?
Dengan tidak merobah kedudukannya, dia telah membuka mulutnya dan "Tapp..!"
Ujung sumpit telah digigitnya dengan mempergunakan giginya, sehingga sumpit tidak bisa bergerak lagi.
Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh Yo Ko sangat berbahaya sekali, kalau tadi itu gagal menerima sumpit itu dengan mulutnya dan tidak sempat untuk mengigit, jelas sumpit itu akan menerobos kelubang tenggorokan di lehernya.
Tetapi berhubung Yo Ko memang memiliki kepandaian yang sempurna, dia bisa melakukan gigitan pada sumpit itu dengan baik.
Tiat To Hoat Ong menyadari juga bahwa serangannya tidak berhasil, karena dia tidak mendengar suara kesakitan dari orang yang berada dibelakangnya.
Maka dia mengulurkan tangannya ke atas meja didepannya kemudian dia telah melompat beridiri memutar tubuhnya dan mengawasi dengan sorot mata yang tajam kepada orang yang mencoba membokongnya itu.
Ketika mengenali orang yang membokongnya tak lain dari pada Yo Ko, pendeta itu agak melengak sesaat, tetapi kemudian dia tertawa bergelak-bergelak.
"Oh, kiranya seorang pendekar besar yang telah muncul disini? Ha.. Ha.. Ha..! Engakau si buntung mengapa tidak hujan tidak angin telah menyerang diriku?"
Mendongkol sekali Yo Ko mendengar dirinya disebut si buntung, dia telah tertawa dingin sambil katanya dengan suara yang tawar.
"Sudah cukup lama engkau bersembunyi dari kejaranku. maka hari ini aku orang she Yo bermaksud meminta949 petunjukmu lagi! Keluarkanlah golok besimu itu..!"
Dan nada suara Sin Tiauw Tayhiap Yo Ko begitu tegas, seperti juga dia ingin mengatakan bahwa akan mampertaruhkan jiwanya untuk membinasakan Tiat To Hoat-ong.
Tiat To Hoat-ong bersikap tenang saja, dia malah tersenyum-tersenyum.
Tetapi didalam hatinya pendeta ini tengah diliputi ketegangan menghadapi jago nomor wahid tersebut.
"Aku tidak ingin bertempur sekarang, karena aku sedang memiliki tugas penting, maka jika engkau seorang hohan, biarkan aku pergi dulu, nanti tiga bulan lagi kita bertemu lagi disini..!"
Yo Ko terfawa dingin.
"Melepaskan engkau yang telah mencelakai isteri dan Sin Tiauwku itu....!"
Kata Yo Ko dengan suara yang dingin.
"Untung saja kami masih bisa saling bertemu. dengan isteri dan anakku. itulah mereka!"
Sambil berkata begitu, Yo Ko telah menunjukkan ke mejanya, dimana Siauw Long Lie, Phang Kui In, Kwee Siang dan Goat Lan sedang duduk sambil bersantap sedikit-sedikit dan tenang sekali, seperti juga tidak terjadi sesuatu.
Tetapi bagi Tiat To Hoat Ong malah lain, dia jadi begitu terkejut.
dia sampai mengeluarkan seruan tertahan, mukanya pun berubah menjadi agak pucat.
Dengan adanya Siauw Long Lie bersama Yo Ko, sulit sekali dia meloloskan diri, karena tidak ada harapan lagi baginya ditangan suami isteri yang merupakan pasangan pendekar yang memiliki nama yang sangat terkenal, bahkan Yo Ko telah diakui sebagai pendekar sakti nomor satu oleh seluruh jago-jago persilatan.
Nyali si pendeta menjadi ciut.950
"jika sekarang kau merintangi aku, sama juga engkau seorang pengecut karena dikala aku tidak bersiap-siap engkau mengajak aku untuk bertempur! Jika memang kalian seorang Hohan, lepaskan aku dulu, tiga bulan mendatang aku pasti akan datang kemari untuk bertemu dengan kalian."
Yo Ko tersenyum mengejek.
"Tidak bisa!"
Katanya tegas.
"Mengapa tidak bisa?"
"Aku tidak mau perduli kepada pekerjaanmu, aku juga tidak akan tahu pekerjaan apa yang sedang engkau jalankan. Tetapi yang terpenting, engkan adalah musuhku! Orang yang telah mencelakai Liong-jie, isteriku. dan bahkan sampai anakku. Yo Him hampir saja binasa! Maka sekarang juga aku ingin memperhitungkan segalanya!"
Muka Tiat To Hoat ong jadi berobah tidak enak dilihat.
Walaupun dimukanya dia tidak memperlihatkan sesuatu apapun juga, namun dihatinya kebat-kebit.
Hal itu disebabkan Tiat To Hoat ong memang mengetahuinya bahwa ilmu pedang gabungan yang dimiliki Yo Ko dan Siauw Liong Lie, yang diberi nama Giok Lie Kiam Hoat merupakan ilmu pedang yang sulit sekali dihadapi, karena ilmu pedang bidadari itu meiupakan ilmu pedang yang seragam diantara kedua pedang, dapat bekerja sama dengan baik.
jika yang satu tengah terdesak, pedang yang satunya lagi dapat segera membantuinya.
Jika hanya merghadapi Yo Ko seorang diri,atau juga Siauw Liong Lie seorang diri, tentu Tiat To Hoat ong tidak jeri, karena kepandaian mereka hampir berimbang.
Tetapi kini kenyataan yang ada kedua-keduanya berada di tempat ini.
Bahkan Yo Ko tampaknya telah bernapsu sekali akan menyerang dirinya, Tiat To Hoat Ong tidak memiliki pilihan lain, karena walaupun bagaimana dia harus berani951 menghadapi pasangan suami isteri yang terkenal kegagahannya itu.
"Baiklah!"
Kata Tiat To Hoat-Ong sambil memperlihatkan sikap yang angkuh.
"Aku akan menghadapimu dulu, si buntung sombong.....!"
Dan setelah berkata begitu, Tiat To Hoat Ong telah mencabut golok besinya, dia membulang balingkan beberapa kali, sehingga golok yang berwarna hitam itu memantulkan cahaya yang berkilauan.
Itulah senacam golok mustika yarg jarang sekali terdapat didaratan Tionggoan.
"Ayoh mulai....!"
Tantang Tiat To Hoat Ong sambil tertawa mengejek, sikapnya tenang sekali.
Tetapi sesungguhnya otaknya tengah bekerja mencari jalan untuk dapat meloloskan diri dari pasangan suami isteri yang tangguh itu.
Yo Ko juga telah mencabut keluar It Thian Kiamnya.
dia membulang balingkau juga pedang itu dengan tangan kiri tunggalnya.
Pedang It Thian Kiam adalah pedang mustika yang baik sekali, yang memiliki bobot sangat berat, dibantu lagi oleh lwekang Yo Ko yang memang telah mencapai tingkat sempurna, sehingga menimbulkan kembali keragu-keraguan Tiat To Hoat Ong.
Belasan tahun yang lalu dia pernah merasakan hebatnya Yo Ko, walaupun tangan kanannya telah buntung dan hanya memliki tangan kiri saja.
Kemudian dia berhasil menculik Siauw Liong Lie dengan mempergunakan bubuk obat tidur, sehingga ia bisa menangkap Siauw Liong Lie dan burung rajawali saktinya.
Selama belasan tahun Tiat To Hoat ong melatih diri dengan giat karena dia menghendaki supaya kepandaiannya jauh lebih tinggi dari yang sudah-sudah.952 Disampihg itu Tiat To Hoar ong juga tengah sibuk mencari pembesar-pembesar negara Song yang bisa diajak bekerja sama untuk menyambut kedatangan pasukan Mongolia yang dipimpin Kubilai Khan dari dalam.
Dan memang usaha Tiat To Hoat ong berhasil memuaskan, karena dia telah melihat banyak pembesar-pembesar penting dari negara Song itu yang mengadakan kontak dengan Kubilai Khan.
Hasil yang dicapai olah Tiat To Hoat ong menggembirakan hati Khannya yang agung, dia dipuji sebagai guru negara yang banyak jasanya.
Dan kini setelah belasan tahun sibuk mengatur segala-segalanya.
Tiat To Hoat ong kembali kedaratan Tionggoan, karena dalam rencana yang telah digariskan, pasukan tentara Mongol, ia itu akan menyerbu daratan Tionggoan dalam tahun mendatang.
Tetapi siapa tahu waktu dia berada dirumah makan, justru dia telah berpapasan dengan Yo Ko dan Siauw Liong Lie.
Hatinya jadi ciut duluan.
Walaupun bagaimana Tiat To hoat ong memang mengakui bahwa kepandaian Yo ko masih berada satu tingkat diatasnya, maka dia mesti berlaku hati-hati.
"Ayo mulai buka serangan...!"
Seru Yo Ko menantang. Tiat To Hoat ong tidak segan-segan lagi, dia telah mengerahkan kekuatan tenaga Iwekangnya sebanyak tujuh bagian yang disalurkan kepada golok besinya.
"Wuttt".!"
Golok besi itu menyambar ke dada Yo Ko. Tetapi Yo Ko tidak berkelit, dia menggunakan It Thian Kiam-nya untuk menangkis "Tranggg...!"
Benturan kedua senjata mustika itu terdengar keras sekali.953 Tubuh Tiat To Hoat-ong tergoncang keras, dia jadi terkejut karena dalam satu gebrakan itu saja Tiat To Hoat ong telah dapat menduga bahwa tenaga lwekang Yo Ko lebih tinggi dari dia.
Jalan satu-satunya untuk menyelamatkan jiwanya, Tiat To Hoat ong harus mencari usaha meloloskan diri.
Tetapi Yo Ko saat itu telah melancarkan serangan lagi dengan menggunakan salah satu jurus dari ilmu silat Giok Lie Kiam Hoat(Ilmu pedang Bidadari) yang dinamakan "Bidadari menari, senjata bertebaran" , pedang It Thian Kiam itu telah berkelebat-berkelebat cepat sekali.
Aneh bear cara menyerang Yo Ko, dalam sekejab mata telah seratus geraka yang digunakan mengincar bagian yang mematikan ditubuh Tiat To Hoat ong.
Tiat To Hoat Ong, walaupun sangat terdesak dan sukar mengelakkan diri, kenyataannya dia bisa juga membela diri agar tidak sampai rubuh dipedang Yo Ko.
Akibat perasaan sakit hati dan dendam, kali ini Yo Ko bertempur berlainan dari biasanya.
Karena dalam pertempuran-pertempuran dimasa lalu, Yo Ko tidak begitu mendesak lawannya.
namun kini berhadapan dengan Tiat To Hoat ong justru dia bermaksud untuk secepat mungkin merubuhkan Tiat To Hoat Ong.
Lama kelamaan Tiat To Hoat Ong jadi semakin sibuk dan terdesak hebat.
Karena Tiat To Hoat ong tidak memiliki jalan lain lagi, mau atau tidak, dia harus menghadapi Yo Ko.
Dengan mengeluarkan suara bentakan yang bengis mengandung kenekadan, tanpalk Tiat To Hoat-ong menggerakkan golok hitamnya itu, dia telah menyerang dengan jurus "Setan Akherat Datang Mengisap Darah" , dimana golok hitamnya itu seperti juga seekor naga hitam yang menerjang kepada Yo Ko.954 Yo Ko sendiri dalam kemarahannya menghadapi musuhnya yang benar-benar hampir merusak rumah tangganya, dimana dia harus berpisah dengan Siauw Liong Lie dan puteranya, yaitu Yo Him, kali ini dia bertempur tidak berlaku segan-segan lagi.
It Thian Kiam-nya digerakkan dengan bertubi-tubi melakukan tikaman dan tabasan yang tidak hentinya.
Gerakan kedua orang yang tengah bertempur itu semakin lama semakin cepat dan akhirnya mereka hanya tampak merupakan dua sosok tubuh yang tengah berkelebat-kelebat dengan cepat sekali, juga kedua senjata mereka setiap kali saling bentur telah menimbulkan suara "Trang.
trang, trang,"
Tidak hentinya.
Untung saja Tiat To Hoat Ong mempergunakan golok pusaka, sehingga goloknya itu tidak sampai tertabas kutung atau semplak.
Disaat itu tampak Yo Ko telah mengeluarkan suara bentakan yang nyaring sekali.
setiap kali pedangnya meluncur menyerang Yo Ko selalu berseru .
"Awas pedang!!"
Untuk mendesak Yo Ko, Tiat To Hoat Ong tidak bisa dan tidak sanggup, karena Yo Ko justru telah mengurung diri sipendeat dengan pedangnya yang berkelebat dengan rapat sekali.
Tetapi Hiat To Hoat Ong keras hati.
"Biarlah kau mati bersama-bersama dengan dia!"
Serut hati kecil Hiat To Hoat Ong.
"Hemm, sekarang aku baru menghadapi si buntung ini, aku sudah terdesak, bagaimana jika nanti isterinya itu, Siauw Liong Lie ikut bertempur mengeroyok diriku, tentu aku akan sibuk sekali mengelakkan diri dari serangan-serangan mereka. Hemm, walaupun bagaimana aku harus berusaha untuk mencari jalan keluar meloloskan diri dari mereka..." 955 Dan setelah berpikir begitu, didalam hatinya, Tiat To Hoat ong memutar golok besinya. dia telah mengerahkannya dengan gerakan-gerakan yang sangat cepat dan menerjang kuat sekali. Yo Ko serrentara waktu harus melompat mundur mengelakkan serangan dan terjangan nekad dari lawannya ini. Tetapi begitu golok hitam itu berhasil dielakkannya. dengan mengeluarkan suara siulan yang sangat nyaring sekali tampak Yo Ko telah melancarkan serangan yang bertubi-bertubi ke diri si pendeta. Sehingga kali ini Tiat Hoat Ong harus melompat mundur. Yo Ko tidak berhenti sampai disitu saja. dengan gerakan yang manis dari jurus "Bidadari mempersembahkan Arak,"
Tempat pedangnya itu telah menuju kearah batang leher Toat To Hoat Ong.
Waktu itu tampak Tiat To Hoat Ong telah terhuyung mundur dengan muka yang sangat pucat.
Mati-Matian dia berusaha menggerakkan golok besinya untuk menangkis.
Pedang Yo Ko memang bisa ditangkisaya dengan kuat, tetapi pedang ditangan kiri Yo Ko itu tidak bergeming sedikitpun juga, dan tidak berobah arahnya.
Bahkan golok hitamnya Tiat To Hoat ong itu sendiri yang telah terpental dan hampir terlepas dari cekalannya, Sedangkan mata pedang Yo Ko masih terus meluncur menusuk kearah batang lehernya pendeta itu.
Tiat To Hoat ong merasakan seperti juga semangatnya telah terbang melayang meninggalkan raganya dia juga mengeluarkan seruan tertahan.
Namun sebagai koksu negara yang memiliki kepandaian sangat tinggi, dengan sendirinya dia tidak diliputi kegugupan saja.
Dalam keadaan terdesak seperti itu dia tidak dapat berdiam diri saja.
dengan cepat dia membuang diri ke956 belakang, lalu bergulingan ditanah beberapa kali, menjauhi Yo Ko.
Tiat To Hoat ong bergerak sangat cepat sekali, tetapi gerakan Yo Ko lebih cepat lagi.
Dengan mengeluarkan suara bentakan yang bengis, Tiat To Hoat ong jadi nekad dan telah menggerakkan pula pedang hitamnya sambil tubuhnya bergulingan.
Dia menggunakan jurus "Menabas Ular diEkornya"
Sehingga pedang Yo Ko yang tengah menyambar datang itu telah kena ditangkisnya dengan kuat sekali.
"Tranggg...!"
Karena Tiat To Hoat ong memusatkan seluruh kekuatan tenaganya dipergelangan tangannya dan menyalurkan lewat golok hitamnya itu, maka benturan itu tidak merugikan apa-apa baginya.
Sedangkan Yo Ko telah menarik pulang pedangnya, kemudian dia berkata dengan suara yang tawar.
"Berdirilah, aku tidak bisa membinasakan manusia yang sudah tidak berdaya..!"
Muka Tiat To Hoat ong menjadi berobah merah, dengan marah dia balas membentak.
"Jangan sombong... Engkau belum tentu dapat merubuhkan diriku..!"
Dan sambil berkata begitu, Tiat To Hoat Ong merangkak bangun.
Tiba-tiba dia mengeluarkan serangan dan tahu-tahu golok hitamnya itu telah dilemparkannya dengan cepat sekali.
Itulah salah satu jurus simpanan Tiat To Hoat-Ong bernama "Tenggeret menubruk mangsanya".
Yo Ko juga terperanjat melihat cara menyerang lawannya yang agak aneh, dengan mata golok mengincar batang lehernya.
Sebagai seorang pendekar sakti, Yo Ko tentu saja tidak menjadi gugup.
Dengan cepat pedangnya diputar, dan957 pergelangan tangan kanan jubahnya yang kosong itu telah dikebutkan.
Kemudian lengan jubahnya yang dikebutkan itu telah melibat batang golok lawan, dan pedangnya meluncur terus dengan cepat sekali.
Gerakan yang terjadi itu semuanya berlangsung sangat cepat sekali, sehingga Tiat To Hoat Ong sendiri seperti tertegun.
Tetapi segera dia tersadar, karena saat itu justru mata pedang Yo Ko tengah menyambar secepat kilat kearah dadanya.
Dengan mengeluarkan seruan tertahan, tampak Tiat To Hoat-Ong mengeluarkan iwekangaya untuk menarik terlepas goloknya dari libatan lengan baju Yo Ko.
Tetapi usahanya itu gagal.
Sedangkan Pedang Yo Ko terus menyambar ke diri Tiat To Hoat Ong.
Tidak ada pikiran lainnya lagi bagi Tiat To Hoat Ong selain melepaskan goloknya.
karena jika tidak, dia tentu akan memerima bahaya yang tidak kecil.
Sambil melepaskan cekalan tangannya pada goloknya itu.
Tiat To Hoat Ong melompat kebelakang, dia telah menjauhi Yo Ko dengan mengorbankan goloknya itu.
Yo Ko tidak melanjutkan serangannya itu dan tertawa sinis.
"Apakah sekarang engkau menyerah?"
Tanyanya.
"kalau kau mau meminta maaf tentu kami bersedia memaafkan kesalahanmu asal kau berjanji tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan jahat lagi."
Muka Tiat To Hoat Ong jadi berubah merah padam.
karena selain mendongkol sekali dirinya dihina, juga dia marah bukan main goloknya sampai terlepas dari tangannya hanya akibat gulungan lengan jubah Yo Ko.958
"Hemm.. sekarang belum tentu engkau bisa merubuhkan diriku... kembalikan golokku itu dan kita main-main lagi seribu jurus..!"
Kata Tiat To Hoat Ong. Yo Ko tertawa dingin.
"Dulu adik seperguruanmu Kim Lun Hoat ong telah terbinasa karena dirinya terlalu membela kerajaan Mongolia sehingga dengan akal liciknya beberapa kali telah mencelakai orang-orang Han kami. dia menemui ajalnya dengan cara yang pantas karena kesalahan dan dosa Kim Lun Hoat Ong telah luber melwati takaran! dan kini Engkau.. Jika engkau masih tidak mengenal selatan. itu terserah kepadamu... nah terimalah golokmu..!"
Sambil berkata dingin, Yo Ko mengebutkan lengan kanannya yang kosong itu, golok menyambar kearah Tiat To Hoat Ong dengan membawa kesiuran angin yang keras sekali.
sehingga membuat Tiat To Hoat ong jadi terkejut.
Tetapi sebagai seorang jago yang memiliki kepandaian tinggi, Tiat To Hoat Ong tidak gugup.
Dengan mengeluarkan suara "Ughh!"
Tampak Tiat To Hoat-Ong menggerakkan tangan kanannya, dan "Tap!"
Goloknya telah dapat diraihnya, hanya dia merasakan tangannya kesemutan, karena tenaga samberan itu meluncur sangat kuat sekali.
Tubuh Tiat To Hoat-Ong juga terhuyung mundur beberapa langkah.
Hal ini membuktikan bahwa kekuatan lwekang Yo Ko masih berada diatasnya.
Hati pendeta ini jadi ciut, karena dia menyadari menghadapi Yo Ko seorang saja belum tentu dia bisa mengatasinya, apa lagi jika memang nanti Siauw Liong Lie ikut campur turun tangan, tentu dia lebih repot lagi.
Tetapi belum sempat pendeta itu berkata apa-apa, Yo Ko telah berkata.
"Hayo kita mulai lagi....?" 959 Tiat To Hoat ong tidak memiliki pilihan lainnya, dia telah mengeluarkan suara seruan yang sangat keras dan tampak goloknya berkelebat-berkelebat dengan cepat sekali serta kuat. Beruntun dia mengeluarkan jurus-jurusnya cukup ampuh yaitu "Kelabang Mencari Mangsa"
Kemudian di susul dengan jurus "Kuda Putih Melompati Bukit".
Kedua seangan itu menyambar datang dengan cara yang beruntun, sehingga Yo Ko untuk sementara walaupun menghadapi serangan Tiat To Hoat ong dengan ginkangnya Tetapi waktu pendeta itu inpin menyusulkan lagi dengan jurus yang ketiga, tampak Yo Ko mengeluarkan suara seruan yang sangat nyaring sekali dan pedangnya itu telah berkelebat dengan jurus "Bidadari Berkawan Dengan Naga" , maka pedang It Thian Kiam-nya itu bergerak dengan cepat sekali menangkis golok hitam Tiat To Hoat ong "Tranggg..!"
Suara benturan itu sangat keras sekali dan mengandung dua kekuatan yang saling tindih.
Tiat To Hoat-ong juga merasakan betapa telapak tangannya itu pedih sekali, mendatangkan perasaan sakit, maka diam-diam dia mengakui bahwa lwekang yang dimiliki Yo Ko masih berada setingkat diatas dirinya Sedangkan saat itu, dengan mengeluarkan siulan nyaring, Yo Ko telah meneruskan serangannya dengan jurus "Bidadari Bergurau Dengan Kelinci,"
Di mana pedangnya telah menyambar lebih cepat dari semula.
Perasaan sakit pada telapak tangannya Tiat To Hoat Ong masih pedih sekali, tetapi dia telah mempertahankan diri dan menahan perasaan sakit itu dengan memegang keras gagang goloknya.
Namun sekarang Tiat To Hoat Ong tidak berani menangkis dengan goloknya dia hanya mengandalkan gingkangnya untuk mengelakkan diri dari serangan pedang Yo Ko.960 Suara berkesiuran dari pedang Yo Ko keras sekali, sehingga membuat Tiat To Hoat ong semakin lama semkin terdesak dan semakin ripuh, karena walaupun bagaimana dia sekarang tengah menghadapi lawan yang sangat berat, seorang pendekar sakti yang jarang tandingannya.
Yo Ko juga menyadari, jika ia memberikan kesempatan kepada lawannya berdapat, tentu akan sulit lagi mendesak lawannya ini.
Tetapi suatu kali, karena pedang Yo Ko menyambar dengan gerakan "Bidadari Bergurau Di pelangi" , di mana pedang Yo Ko telah berkelebat dengan cepat sekali seperti juga sinar pedang itu menjadi pelangi yang menyilaukan mata menyambar kearah kepala lawannya.
Tiat To Hoat-ong jadi kikuk sendirinya.
Tidak mungkin dia meloloskan diri lagi, dengan mengelakan diri dari serangan tersebut Jalan mundur baginya telah tertutup oleh kilauan cahaya pedang Yo Ko.
Terpaksa Tiat To Hoat ong mengangkat goloknya untuk menangkis.
"Tranggg.....!"
Kali ini suara benturan dari kedua senjata tajam itu lebih nyaring lagi.
Dalam keadaan itu, Tiat To Hoat-ong tidak membuang-buang kesempatan yang ada, dia telah membarengi lagi dengan bacokan kearah perut Yo Ko, memaksa Yo Ko mundur dua langkah kebelakang.
Kesempatan itulah telah dipergunakan..Tiat To Hoat ong untuk melompat mundur dengan cepat, dia memutar tubuhnya untuk keluar dari ruangan rumah makan ini.
Yo Ko tidak mengejarnya, dia hanya memperdengarkan suara dengusan saja.
Disaat itu.
tampak Yo Ko telah memasukkan pedangnya kembali dalam sarungnya.961
"Sungguh pengecut.."
Menggumam Siauw Liong Lie dengan tersenyum ketika suaminya telah kembali kemeja mereka dan bersantap.
Mereka mengasoh tiga hari dirumah penginapan tersebut, dan hari keempat sebetulnya mereka ingin melanjutkan perjalanan mereka.
Tetapi dimalam yang ketiga itulah terjadi sesuatu peristiwa yang tidak pernah mereka duga.
Malam itu menjelang tengah malam yang larut, Yo Ko dan yang lainnya telah tertidur nyenyak sekali.
Tetapi menjelang kentongan ketika mereka mendengar suara berkelisik diatas genting walaupun bunyi itu perlahan, bagi Yo Ko yang telah mencapai kesempurnaan ilmunya, dia dapat menduganya bahwa orang yang datang itu tentunya ingin menyelidiki sesuatu.
Suara langkah perlahan yang semula itu telah disusul pula dengan langkah kaki lainnya.
Gerakan 0rang-0rang itu ringan sekali membuktikan bahwa mereka memang memiliki kepandaian yang telah sempurna.
"Siapa mereka ?"
Berpikir Yo Ko didalam hatinya.
Dia melirik kepada Yo Him dan Phang Kui In yang telah tertidur nyenyak.
Yo Ko tidak bermaksud mengganggu kenyenyakan tidur mereka.
Diam-diam Yo Ko melompat turun dari pembaringannya, dia telah menghampiri jendela kamar, dibukanya dan dia melompat keluar dengan ringan sekali.
Ketika dia tiba diluar kamarnya, dia tidak melihat seorang manusiapun juga.
Yo Ko memandang sekelilingnya, tetap dia tidak melihat seorang manusiapun juga.962 Diam-diam Yo Ko jadi berpikir, mungkinkah dia salah mendengar dari suara tadi, yang hanya jatuhnya daun kering belaka?
Yo Ko melompat naik keatas genting, dia ingin memandang kesekelilingnya dari tempat yang cukup tinggi.
Tetapi waktu tubuh Yo Ko melambung di tengah udara, belum lagi kedua kakinya menginjak genting, dirasakannya telah menyambar segumpalan angin yang sangat kuat.
Disamping itu Yo Ko mencium juga bau harum memeningkan kepalanya.
Yo Ko terkejut, dia telah mendengar cerita Siauw Liong Lie bahwa Tiat To Hoat-ong memiliki semacam tabung asap, yang jika di semburkan kepada korbannya, maka korbannya akan lemas tidak bertenaga dan terkulai pingsan.
Teringat itu, Yo Ko cepat-cepat menutup pernapasannya, dia telah mengerahkan lwekang-nya untuk mempertahankan diri dan semburan asap itu.
yang tentunya semacam asap beracun.
Lengan kanannya yang kosong tidak bertangan itu telah dtkebutkannya, sehingga asap terbawa oleh ingin keras itu membuyar kembali.
Waktu itu Yo Ko telah mengeluarkan suara siulan dan tubuhnya hinggap diatas genteng membarengi mana ketika kakinya hinggap diatas genting, dia menggerakkan tangannya, mengebut pula dengan lengan jubah kanannya itu yang melambai-lambai karena tidak berlengan.
Tetapi walaupun demikian, kebutan yang dilakukan oleh Yo Ko itu mengandung tenaga Iwekang yang luar biasa kuatnya.
Serangan lawan rupanya tidak hanya sampai disitu saja, karena beruntun telah menyambar lagi asap yang harum itu.
Yo Ko memang telah sempurna melatih tenaga Iweekangnya, maka dia dapat menutup jalan pernapasannya963 untuk menghindarkan diri dari segala pengaruh racun berasap itu.
Mata Yo Ko yang jeli telah dapat melihatnya bahwa diatas genting itu berdiri enam orang, yang salah seorang diantaranya dikenal Yo Ko sebagai Tiat To Hoat Ong.
"Hemmmm..... engkau kembali lagi ingin mencari kematian"
Tegur Yo Ko dengan suara yang bengis, karena dia jadi mendongkol.
Tiga hari yang lalu dia memberikan pengampunan kepada Tiat To Hoat Ong, tetapi ternyata justru pendeta ini telah menyatroni dia lagi dengan membawa lima orang sahabatnya.
Jika dilihat dari keadaan mereka, tentu kelima kawan Tiat To Hoat Ong merupakan jago-jago yang memiliki kepandaian tinggi.
Diantara kelima orang itu terdapat Te-lengki dan Turkichi, kedua jago yang dulu bersama-bersama Tiat To Hoat Ong memunahkan murid-murid Kun Lun Pai.
Tiat To Hoat Ong melihat bahwa semburan asap beracunnya itu (yang kini dikenal sebagai Chroloform) tidak memberikan hasil seperti yang diharapkannya, telah mengeluarkan suara bentakan .
"Serang....!"
Dan golok hitam dari pendeta itu telah menyerang Yo Ko dengan samberan yang kuat sekali.
Tampak Yo Ko melayani mereka dengan mencabut pedangnya, dia memutarnya dengan cepat sehingga terdengar suara "Trangggg, tranggg, tranggg....."
Beberapa kali, disertai dengan seruan tertahan dari lawan-lawannya itu.
Tetapi Tiat To Hoat-ong dengan kelima kawannya juga bukan orang-orang lemah.
Jika tadi siang Tiat To Hoat-ong berhasil dirubuhkan oleh Yo Ko, karena dia tengah gugup melihat ditempat itu ada Siauw Liong Lie, dan perasaan gugupnya itu membuat permainannya jadi terpecah.964 Sekarang setelah datang bersama kelima orang kawannya yang masing-masing memiliki kepandaian sangat tinggi, dia jadi mantap dan hatinya jauh lebih tenang.
Maka dari itu Tiat To Hoat ong bisa melakukan perlawanan dengan gigih.
Suara senjata tajam yang saling bentur itu, sehingga mengeluarkan suara "trang, trang"
Tidak hentinya telah membuat Siauw Liong Lie terbangun dari tidurnya.
Begitu pun Kwee Siang, Phang Kui In dan Yo Him juga telah terbangun dan tidurnya Cepat sekali Siauw Liong Lie dan lain lainnya keluar dari kamar mereka dan melompat keatas genteng.
Segera mereka melihat bahwa Yo Ko tengah dikepung oleh lawan-lawan-nya yang berjumlah enam orang.
Siauw Liong Lie juga mengenalinya dua orang diantara orang-orang yang mengeroyok suaminya itu tidak lain dari Talengki dan Turkichi, dua orang yang dulu bersama-sama dengan Tiat To Hoat-Ong telah mendesaknya, sehingga dia menerjunkan dirinya kedalam jurang.
Seketika itu juga amarah Siauw Liong Lie tidak bisa ditahan lagi, dia telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras .
"Ko-jie, mundurlah, biarlah sekarang aku yang menghadapi mereka...!"
"Tetapi Liong-jie, tidakkah lebih baik jika kita mengepung mereka dengan mempergunakan Giok Lie Kiam Hoat?"
Kata Yo Ko.
"Aku ingin mencoba khasiat dari ilmu pukulanku yang baru kuperoleh....!!"
Dan setelah berkata begitu, tampak Siauw Liong Lie melompat kesamping Yo Ko, lalu tangan kanannya itu digerakkan menghantam dengan kuat sekali, sehingga angin serangan itu berkesiuran dengan keras menyambar kepada Tiat To Hoat Ong dan Turkichi.965 Gerakan dan serangan yang dilakukan oleh Siauw Liong Lie bukan serangan yang sembarangan, karena dia telah mempergunakan ilmu pukulan "pek Lui Kun Hoat"
Atau ilmu pukulan petir.
Tiat To Hoat Ong dan Turkichie yang diserang dengan mempergunakan ilmu pukulan petir itu, jadi terkejut bukan main.
Walaupun mereka berhasil mengelakkan diri, tetapi mereka masih merasakan ada hawa panas yang menyeramkan pada tubuh mereka.
"Hebat perempuan siluman ini.... ternyata dia tidak hanya memiliki nama kosong saja.... karena dia memang memiliki kepandaian yang sangat tinggi sekali."
Karena berpikir begitu, tampak Tiat To Hoat ong berlaku lebih hati-hati lagi. Sedangkan mulutnya telah berteriak.
"Hati-hati, siluman ini hebat sekali ilmunya...."
Teriakan yang dilakukannya oleh -Tiat To Hon Ong itu ditujukan kepada kawan-kawannya, karena Tiat To Hoat ong yang kuatir kawan-kawannya itu tidak mengetahui kelihayan Siauw Liong Lie, main semberono saja sehingga bisa mencelakai mereka.
Yo Ko telah melompat mundur kesamping Yo Him, dia memang ingin menyaksikan betapa tinggi kepandaian ilmu pukulan petir yang dimiliki istrinya ini, Siauw Liong Lie tidak menunda-menunda waktu lagi.
dengan mengeluarkan seruan yang nyaring sekali, dia menggerakkan tangan kanannya, dari telapak tangannya itu telah menyambar angin serangan yang luar biasa kuatnya, karena Siauw Liong Lie telah melancarkan serangan dengan mempergunakan jurus "Petir menyambar Harimau"
Yang kemudian disusul dengan "Petir Bergelimang Dilaut" , gerakan mana sangat hebat, karena panas seperti api petir, dan tangannya bergelombang seperti gelombang air laut.
Sehingga966 kepandaian yang telah dipeliharakan oleh Siauw Liong Lie mengejutkan semua orang.
Yo Ko sendiri telah menyaksikan betapa istrinya kini memiliki kepandaian yang mungkin lebih tinggi dari kepandaiannya sendiri.
Dengan sendirinya Yo Ko jadi berdiri tertegun menyaksikan pertempuran yang tengah berlangsung itu.
Siauw Liong Lie mengeluarkan jurus-jurus dari ilmu Pukulan Petir yang dimilikinya itu secara teratur, yaitu sejurus demi sejurus dijalankannya dengan baik sekali.
Terlebih lagi memang sebelumnya Siauw Liong Lie merupakan seorang pendekar wanita yang memiliki kepandaian tertinggi dibandingkan dengan kepandaian para pendekar wanita lainnya yang ada di jaman ini.
Sampat Kwee Siang sendiri merasa kagum sekali melihat kehebatan ilmu pukulan yang dimiliki Siauw Liong Lie.
Dijaman ini mungkin sudah tidak ada orang yang bisa menandingi Siauw Liong Lie, karena jika ditilik dari kepandaian yang dimilikinya itu, mungkin Oey Yong pun masih berada dibawahnya.
Siauw Goat Lan sendiri berulang kali telah bersorak-bersorak girang.
"Hajar mereka itu semuanya, suhu!"
Teriak Siauw Goat Lan dengan suara yang nyaring, tampaknya dia senang sekali melihat gurunya menang diatas angin, sehingga berulang kali dia telah berteriak-berteriak dengan suaranya yang nyaring sekali.
Tiat To Hoat-ong dan kelima kawannya jadi terkejut, karena mereka tidak menyangka baru belasan tahun mereka berpisah dengan Siauw Liong Lie, yang semula mereka sangka telah mati terbanting didasar jurang itu, kini ternyata Siauw Liong Lie.
telah mencapai kepandaian yang jauh lebih tinggi daripada dahulu.967 Tetapi sebagai tokoh-tokoh persilatan yang memiliki kepandaian tinggi, mereka tidak pernah mengenal arti kata 'menyerah', mati-matian mereka mengepung dengan ketat sekali.
Walaupun telah memperoleh kepandaian ilmu pukulan "Petir"
Itu, tetapi menghadapi sekaligus enam orang tokoh persilatan yang memiliki kepandaian sangat tinggi, tentu saja Siauw Liong Lie tidak bisa memperoleh kemenangan dalam waktu yang sangat singkat saja.
Karena teringat beberapa Waktu yang lalu justru disaat anaknya baru berusia empat puluh hari lebih, dia telah dikepung Tiat To Hoat-ong, Turkichie dan Talengkie, membuat dia terpisah dari suami dan anaknya.
Hal itu membuat hawa amarah yang timbul dihati Siauw Liong Lie jadi semakin berkobar.
Pendekar wanita tersebut melakukan pukulan-pukulan jarak jauh yang lebih kuat lagi kepada Tiat To Hoat ong dan kawan-kawannya, sehingga udara disekitar gelanggang pertempuran itu terasa sangat panas sekali.
Berulang kali Tiat To Hoat-ong dan kawan-kawannya berusaha untuk mendesak Siauw Liong Lie, tetapi mereka tidak berdaya sama sekali.
Bahkan biarpun mereka berjumlah enam orang, kenyataannya tetap saja mereka berada dibawah angin dan selalu terdesak oleh pukulan-pukulan petir yang dilakukan oleh Siauw Liong Lie.
Siauw Goat Lan telah mengeluarkan suara seruan-seruan girang sambil bertepuk-tepuk tangan tidak hentinya, untuk mengacaukan perhatian Tiat To Hoat-ong berenam.
Yo Ko terus memperhatikan cara menyerang Siauw Liong Lie.
Dihatinya diam diam dia telah menuji akan kehebatan pukulan Petir istrinya yang diperolehnya dari warisan Bu Beng Kun Hiap Tang Cia Sie.968
"Ilmu pukulan petir yang sekarang dimiliki Liong-Jie memang benar-benar merupakan ilmu yang langka. Jika memang Liong-Jie berlatih diri dengan tekun beberapa saat lagi, tentu kelemahan-kelemahan yang ada pada ilmu itu akan berkurang dan tertutup..!"
Pikir Yo Ko didalam hatinya.
Waktu itu Tiat To Hoat Ong dengan meraung keras menggerakkan goloknya kearah leher Siauw Liong Lie.
Tetapi justru yang dihadapinya itu adalah Siauw Liong Lie, pendekar wanita nomor wahid jaman itu.
Dengan mudah Siauw Liong Lie dapat mengelakkan diri dari serangan-serangan lawannya.
dan waktu Tiat To Hiat Ong melompat mundur menghindarkan diri dari serangan Siauw Liong Lie, disaat itulah telah dipergunakan oleh Siauw Liong Lie dengan cepat sekali.
"Bukkk !"
Salah seorang lawannya yang memelihara jenggot tipis telah terpental dan ambruk diatas genting sehingga memecahkan genteng itu, tubuhnya menggelinding jatuh ketanah dan binasa....!
Tiat To Hoat-ong, Turkichi, Talengki dan kedua kawan Tiat To Hoat-ong jadi berdiri tertegun sejenak lamanya.
Mereka tampaknya terkejut bercampur marah melihat kawan mereka telah terbinasa.
Tetapi disamping itu juga di hati mereka muncul perasaan takut.
Rupanya Siauw Liong Lie juga telah habis sabar, dengan gerakan "Harimau mengaum memanggil petir" , cepat sekali kedua tangannya itu bergerak-gerak, terdengar suara berkerontangan.
Ternyata senjata Tiat To Hoat-ong dan keempat orang kawannya telah berhasil direbut oleh Siauw Liong Lie dalam segebrakan, lalu Siauw Liong Lie telah melemparkan senjata lawan-lawannya itu kebawah.969 Tiat To Hoat-ong berobah mukanya menjadi merah padam, dan dia telah membentak;
"Kembalikan senjata kami!"
Siauw Liong Lie mengeluarkan suara tertawa dingin, sahutnya .
"Bukankah tadi kalian melihat senjata kalian telah kubuang kebawah? jika kalian menghendakinya pergilah kalian mengambilnya sendiri" ..!"
Dan setelah berkata begitu. tampak Siauw Liong Lie mengeluarkan suara tertawa dingin yang sinis.
"Hemm, engkau memang siluman wanita yang tidak tahu diri...kami tidak akan menyerah, kalau tubuh kami belum menjadi mayat, engkau jangan bersenang-bersenang dulu."
Dan selesai berkata, dia merogoh saku jubahnya, tahu-tahu pendeta Mongolia ini mengeluarkan sesuatu dari sakunya, Waktu melihat benda itu, Siauw Liong Lie terkejut juga, karena segera dia mengenalinya bahwa benda adalah benda yang bisa menyemburkan asap yang bisa memusingkan dan membuat seseorang menjadi pingsan karenanya.
Tiat To Hoat ong tidak memberikan kesempatan kepada Siauw Liong Lie, karena dia telah menyemprotkannya dengan cepat.
"Seeerrr... seerrr ...!"
Suara air tabung itu muncrat keluar menyambar kemuka Siauw Liong Lie.
Tetapi kali ini Siauw Liong Lie telah menutup pernapasannya, karena itu asap semburan dari senjata aneh Tiat To Hoat Ong tidak berhasil mengenai sasarannya.
Tampak Tiat To Hoat Ong berulang kali telah melancarkan semburan yang tidak hentinya.
Siauw Liong Lie bergerak kekiri dan kekanan mengelakkan diri dari semburan-semburan tabung gas itu.
Yo Ko yang menyaksikan hal itu jadi terkejut juga, karena kalau sampai Siauw Liong Lie pingsan karena obat tidur itu.
tentu jiwa isterinya terancam bahaya yang tidak kecil.970 Siauw Liong Lie telah melompat tinggi ketengah udara, dan waktu tubuhnya itu meluncur turun, kedua tangannya tergerak dengan serentak akan menghantam betok kepala Tiat To Hoat Ong berdua dengan Talengkit.
Gerakan yang dilakukan oleh Siauw Liong Lie itu merupakah jurus "Sin Tiauw Tiauw Kut Rajawali Sakti menyambar tulang"
Yang mengincar tulang tempurung dari Tiat To Hoat ong, Tiat To Hoat-ong dan Talengki yang diserang begitu hebat oleh Siauw Liong Lie, tidak berani menangkiskan, mereka melompat mundur menjauhi diri dari Siauw Liong Lie.
Melihat serangannya yang kali ini gagal, Siauw Liong Lie tidak menarik pulang tangannya, justeru begitu kakinya menginjak genting kembali, segera kedua tangannya bergerak saling susul mempergunakan jurus.
"Rajawali Sakti menari"
Dan "Rajawali Sakti Menerkam"
Kedua jurus ini sangat sulit dielaki oleh lawan.
karena ilmu itu hasil ciptaan dari Siauw Liong Lie bersama dengan Yo Ko, dan diberi nama Sin Tiauw Kun Hoat atau Ilmu pukulan Rajawali Sakti.
Yo Ko juga heran melihat kemajuan yang di peroleh oleh Siauw Liong Lie.
Siauw Liong Lie terus juga mendesak lawan lawannya itu, sampai akhirnya Tiat To Hoat Ong merasa jeri untuk bertempur terus, dia telah mengeluarkan suara teriakan .
"Angin keras-... !"
Teriakan Tiat To Hoat Ong itu dimaksudkan untuk melarikan diri.
Kawannya juga mengetahui percuma saja jika mereka melanjutkan pertempuran itu.
Begitu mereka melihat Siauw Liong Lie melompat kebelakang mengelakkan serangan Tiat To Hoat Ong, maka kawan-kawan Tiat To Hoat Ong telah melompat turun971 mengambil senjatanya, begitu juga Tiat To Hoat Ong, dengan menahan perasaan malu dia harus melarikan diri, karena disaat itu Tiat To Hoat Ong yakin bahwa dia bersama-sama kawannya tidak mungkin dapat menandingi Siauw Liong Lie.
Dengan melupakan malu dan martabat dirinya.
dia telah berusaha melarikan diri.
Waktu dia mengambil goloknya dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya telah menyambar mayat kawannya yang sudah binasa.
Dalam waktu itu yang singkat, keadaan di tempat itu menjadi sepi kembali.
Tamu-tamu yang berada dirumah penginapan itu bukan tidak mengetahui terjadinya keributan seperti itu, tetapi mereka menduga bahwa ada kawanan rampok yang tengah menyatroni salah seorang tamu dirumah makan itu.
Mereka anggap paling selamat jiak tidak memperlihatkan diri keluar dari kamar mereka dan berdiam diri dibawah selimut saja.
Yo Ko telah menghampiri Siauw Liong Lie.
"Hebat sekali kemajuan yang engkau peroleh Liong Jie...!"
Pujinya.
"Ibu, nanti ajarkan aku ilmu itu!"
Kata Yo Him dengan manja.
Sang ibu mengusap kepala anaknya, dia terus berkata "Tentu saja anakku, asal engkau rajin-rajin belajar dan melatih diri, tentu kau juga akan memiliki kepandaian setinggi ini.!"
Rupanya Goat Lan juga tidak mau ketinggalan, dia pun berkata.
"Suhu, aku juga ingin sekali mempelajari ilmu seperti itu..."
Katanya.
"Tentu saja muridku....engkau akan bersama-sama Him jie melatih diri, kini engkau memiliki sahabat untuk melatih diri." 972 Yo-Him dan Goat Lan telah menjura memberi hormat kepada Siauw Liong Lie, hati kedua remaja ini girang bukan main. Mereka memang tertarik sekali untuk mempelajari ilmu silat yang dimiliki oleh Siauw Liong Lie. Saat itu Phang Kui In telah menghampiri dan merangkapkan kedua tangannya, bilangnya.
"Aku Phang Kui In mengucapkan syukur kepada kalian-selain telah memiliki kepandaian yang jauh lebih tinggi dan sempurna juga kalian telah berkumpul kembali."
"Phang Toako, engkau terlalu memuji..... sesungguhnya kami tidak memiliki kepandaian apa-apa, tadi hanya kebetulan aku bisa merubuhkan lawan-lawanku....!"
"Sekarang jika Tiauw Taihiap dengan Siauw Liehiap bergabung, mungkin didunia ini sudah tidak ada yang bisa, menandingi lagi."
Puji Phang Kui In tanpa memperdulikan sikap merendahkan diri dari Siau Liong Lie. Siau Liong Lie menghela napas panjang-panjang.
"Apa sih itu yang dinamakan tinggi dan tidak tertandingkan? Semuanya hanya omong kosong saja! Diatas orang yang tinggi masih ada orang yang lebih pandai.. Diatas puncak gunung yang tinggi tentu ada pula puncak gunung yang jauh lebih tinggi..maka tidak bisa seseorang itu selalu menganggap dirinya yang tertinggi kepandaiannya dari yang lainnya dengan sendirinya orang itu tidak akan mengalami kemajuan apa-apa lagi.."
Muka Phang Kui In jadi berobah merah.
"Benar apa yang dikatakan oleh Liehiap, memang kita sebagai manusia tidak boleh sombong!, terima kasih atas nasihat berharga yang diberikan oleh Liehiap!"
Dan setelah berkata demikian, Phang Kui In telah memberi hormat lagi.
Siauw Liong lie cepat-cepat menyingkir untuk menolak penghormatan dari orang she Phang tersebut.973 Setelah bercakap-bercakap sejenak lamanya lagi.
barulah mereka berpisah untuk kembali kekamarnnya masing-masing.
Malam itu Yo Ko tidur nyenyak sekali, begitu juga dengan yang lainnya.
Saat itu, malam telah lewat tanpa terjadi sesuatu apa-apa lagi.
Keesokan harinya, dihari keempat Yo Ko mengajak Phang Kui In dan yang lainnya untuk melakukan perjalanan pula.
"Kita harus menemui para orang-orang gagah untuk merundingkan cara bagaimana mereka harus berusaha membantu pihak negara mempertahankan tanah air dari serangan tentara musuh, yaitu Kublai Khan, yang kabarnya dalam tahun ini akan melancarkan gempuran secara besar-besar-an. Terlebih lagi Kublai Khan seorang pemimpin orang-orang Mongol yang bekerja dengan mempergunakan otak. maka kami kuatir justru sekarang ini Kerajaan Song sulit untuk dipertahankan....!"
"Kita harus menggalang persahabat dan kekuatan nanti baru kita bicarakan dengan para orang gagah, rencana manakah yang hendak mereka jalankan."
"Dimanakah para pendekar gagah itu akan berkumpul ?"
Tanya Siauw Liong Lie.
"Kami berjanji akan bertemu digunung Hoa san, juga kita harus menyelidiki siapakah yang telah menggali dan membongkar kuburan Auwyang Hong. Disamping itu, kita pun harus menyelidiki siapakah sebenarnya anak kecil yang mengaku sebagai anaknya Auwyang Pehpek (paman Auwyang) itu, yang datang kekuburan Auwyang Hong bersama seorang wanita setengah baya. Semua itu masih merupakan teka-teki yang belum juga terjawab sampai sekarang ini,"
Siauw Liong Lie mengangguk.974
"Aku juga heran sekali akan hal ini, Tetapi Ko jie, apakah selama enam belas tahun ini engkau masih belum berhasil menyelidikinya"
Yo Ko menggeleng "Belum....semuanya masih merupakan teka-teki belaka.
Aku baru bertemu dengan anak lelaki yang waktu dulu itu bertemu digunung Hoasan dan mengaku sebagai anaknya Auwyang Pehpeh.
kini dia telah dewasa dan menjadi pemuda yang tegap.."
Siauw Liong Lie menghela napas.
"Lalu bagaimana dengan surat yang dipalsukan yang pernah dikirimkan kepada kita dan jago-jago lainnya?"
Tanya Siauw Liong Lie lagi.
"Itupun masih merupakan tanda tanya juga. karena sampai detik ini belum lagi diketahui siapakah yang telah berbuat seperti itu. Tetapi keras dugaan kami, juga pendapat It Teng Taysu, bahwa surat pemalsuan itu di lakukan oleh orang-orang Mongolia dibantu oleh beberapa penghianat dalam negeri. Tujuannya hendak mengadu domba diantara para jago-jago di dataran Tionggoan, Untung saja kami selalu berlaku waspada, sehingga usaha-mereka gagal"
"Apakah tidak mungkin semua itu dilakukan oleh Tiat To Hoat ong bersama anak buahnya, yaitu mengadu domba diantara sesama jago-jago dataran Tionggoan, dan kelak jika mereka tidak perlu menghadapi rintangan yang berarti lagi......"
"Tepat! Aku juga berpikir begitu."
Siauw Liong Lie menghela napas lagi.
"Sayang sekali, disaat negeri tengah kacau dan terancam seperti ini, Kaisar kita hanya berfoya-berfoya dengan pesta-pesta yang mentereng sekali, disekelilingnya wanita-wanita975 cantik melupakan pemerintahnya yang tengah terancam kehancuran...!"
"Ya, disitulah letak kesalahan dari raja kita !"
Membenarkan Yo Ko.
"Tetapi kita bukan membela raja itu, tetapi kita berjuang untuk kepentingan tanah air kita, kita harus mencegah walaupun harus mengorbankan jiwa dan tenaga, demi kepentingan negara kita jangan samapi diinjak-injak oleh kaum penjajah itu..!"
Siauw Liong Lie mengangguk.
"Ya, yang kita bela bukan kaisar yang tidak memiliki tanggung jawab, tetapi kita berjuang untuk kepentingan semua rakyat dinegeri kita ini. jangan sampai kita dijajah oleh Mongolia itu...!"
"Kapan kita berangkat, Yo Taihiap ?"
Tanya Phang Kui In.
"Hari ini juga kita harus menuju ke Hoa San. Mungkin para orang-orang gagah yang dihubungi olehku telah berkumpul disana... Dari tempat ini menuju ke Hoa San mungkin memakan waktu empat bulan...!"
Begitulah, akhirnya mereka telah mempersiapkan barang-barang yang perlu mereka bawa.
Hari itu juga mereka berangkat menuju Hoa San.
ooo00d0w00ooo GUNUNG Hoa San merupakan gunung yang paling seringkali menampung pertemuan dan jago-jago didaerah Tionggoan.
Karena gunung tersebut pernah dijadikan tempat pertemuan dari jago-jago luar biasa, dimana pernah terjadi pertemuan Hoa San Lun Kiam.
Dan lima jago luar biasa dijaman itu telah mengadu Kepandaian, jago-jago yang termasuk dalam pertemuan itu adalah Oey Yok Su, Ang Cit Kona.
Auwyang Hong, Ong Tiong Yang dan It Teng Taisu.976 Pertempuran yang terjadi disaaat itu merupakan pertempuran yang paling hebat dibandingkan dengan pertempuran-pertempuran lainnya.
Dan sekarang justru Yo Ko telah menghimpun para jago-jago berkumpul di Hoa San juga guna mengadakan Hoa San Taihwee atau pertemuan besar di Hoa San.
Sepanjang perjalanan Yo Ko dan kawan-kawannya melihat telah banyak tentara mongolia yang berkeliaran dipinggiran perbatasan.
Bahkan Yo Ko seringkali menyaksikan penduduk yang lemah sering kali di siksa oleh tentara-tentara mongolia itu.
sehingga membangkitkan kemarahan di hati Yo Ko dan yang lain-lainnya.
Sering Yo Ko turun tangan membela yang lemah dan membuat tentara Mongolia yang apes nasibnya karena harus bertemu dengan jago sakti seperti Yo Ko, Siauw Liong Lie dan yang lainnya.
jadi babak belur.
Selama dalam perjalanan itu, Yoko dan Siauw Liong Lie tidak hentinya mendidik Yo Him, anaknya.
Yo Ko dan isterinya telah menurunkan seluruh kepandaian mereka.
Walaupun dalam waktu hanya empat bualan itu Yo Him tidak bisa mempelajari semua ilmu yang diajarkan kepadanya, namun Yo Him telah berhasil menjadi seorang jago yang memiliki kepandaian yang tinggi sekali.
Jika lawannnya itu hanya seorang jagoan biasa dan tanggung-tanggung, jangan harap bisa menandingi kepandaian Yo Him.
Kwee Siang dan Phang Kui In sendiri sering menceritakan kepada Yo Ko dan Siauw Liong Lie, betapa kepandaian mereka berdua juga tidak bisa menandingi Yo Him.
Diceritakan juga bagaimana Yo Him telah berguru kepada Lie Bun Hiap, orang yang berkaki buntung dan menjadi pemilik dari pulau kecil itu.977 Memang keadaan Yo Him seperti itu telah menggembirakan hati mereka.
Penderitaan selama belasan tahun yang lalu mereka rasakan seperti lenyap diganti dengan kegembiraan yang sekarang mereka peroleh karena telah berkumpul kembali.
Waktu tiba di kaki gunung Hoa San, mereka beristirahat dulu dengan menyewa dirumah penduduk, kamar yang mereka butuhkan.
Selama sehari itu, Siauw Liong Lie telah memberikan pelajaran pukulan "Petir"
Yang dimilikinya, sehingga kepandaian Yo Him kian tinggi lagi.
Yang kurang hanyalah pengalaman bertempurnya saja serta latihannya.
Yo Him juga merasakan kemajuan yang telah didapatnya, karena dari Yo Ko, ayah kandungnya telah diterima bermacam-bermacam kepandaian dan dari Siauw Liong Lie dia juga menerima ilmu yang hebat-hebat.
Dengan gabungan kepandaian yang ditururunkan oleh Yo Ko, Siauw Liong Lie dan Lie Bun Hiap, membuat Yo Him benar-benar menjadi seorang jago muda yang jarang ada tandingannya.
Walaupun usianya masih muda seklai, tetapi kepandaiannya melebihi orang yang belatih diri dua atau tiga puluh tahun.
Kemajuan yang diperoleh Yo Him juga menggembirakan hati Phang Kui In dan Kwee siang serta Goat Lan.
Kepandaian yang dimiliki Siauw Goat Lan juga tidak lemah, karena sejak kecil dia telah dididik sunguh-sunguh oleh Siauw Liong Lie.
Tetapi ada suatu keanehan yang cukup menyolok pada diri Siauw Goat Lan, karena dia selalu senang memakai baju warna kuning, sehingga hal itu sering membuat Siauw Liong Lie menertawakan padanya.978 Tetapi Siauw goat Lan tetap senang memakai baju warna kuning, dan warna kuning itu merupakan kesayangannya.
(Didalam kisah Membunuh Naga, Goat Lan pernah muncul sekali waktu diadakannya pertemuan orang-orang gagah di Siauw Sit San, dimana pihak Siauw Lim Sie telah menghimpun para orang-orang gagah dalam suatu pertemuan besar, yaitu Enghiong Taihwe.
Dan semua orang yang turut dalam Eng-Hiong Taihwee itu tidak seorangpun mengetahui siapa gadis itu, dan siapa pula namanya.
Karena Goat Lan yang pada saat itu telah memiliki kepandaian sangat tinggi telah datang dan pergi tanpa diketahui sepak terjangnya luar biasa, kepandaiannya jauh lebih tinggi dari Ciu Cie Jiak...
penulis).
Setelah istirahat cukup semalaman dan tubuh mereka juga sudah segar kembali, Yo Ko mengajak mereka untuk, melanjutkan perjalanannya.
Mendaki gunung Hoa San untuk mencapai puncaknya gunung tersebut.
Tetapi berhubung mereka semuanya memang memiliki ginkang yang tinggi sekali, maka mereka bisa berlari-lari mendaki gunung Hoa-san itu dengan mudah.
Yo Him juga bisa berlari-berlari dengan cepat dan ringan, karena Yo Him yang sekarang berbeda dengan Yo Him tiga tahun yang lalu dengan mudah dapat melompati jurang-jurang yang cukup lebar.
Menjelang sore, mereka tiba dipuncak gunung Hoa San, dan kuburan Auwyang Hong yang telah kosong dan rata kembali itu tampak tidak terurus.
Yo Ko memandang disekelilingnya.
dia belum melihat orang yang diundangnya untuk berkumpul disitu.
Yo Ko jadi menduga-duga apakah semua orang-orang itu tidak datang karena menemui sesuatu yang tidak terduga.979
"Mengapa mereka belum datang?"
Tanya Siauw Liong Lie, yang juga heran melihat para pendekar yang diundang suaminya belum terlihat batang hidungnya walaupun seorang.
"entahlah, mungkin ada sesuatu yang diluar dugaan"
Menyahuti Yo Ko.
"Tetapi sebetulnya aku telah menjanjikan Capgo Chit Gwee yaitu besok disaat rembulan bersinar penuh kami akan berkumpul disini.. Tetapi anehnya justru sekarang ini mereka belum juga terlihat batang hidungnya."
Yo Him memandang sekelilingnya, dimana selain merupakan tempat yang sunyi dengan lapangan rumput yang luas dan tebing yang tinggi-tinggi juga diselingi oleh pohon-pohon yang tumbuh tingg menunjukkan usia pohon itu telah tua sekali.
"Mari kita beristirahat dulu...!"
Ajak Yo Ko.
semuanya setuju.
Mereka telah duduk dibawah pohon pohon itu.
Tetapi mengasoh tak lama, justru dari arah bawah terdengar seseorang tengah bernyanyi dengan nada dan irama yang lucu sehingga bisa membuat orang geli didalam hati.
"Tung Pak, Tung Pak, Tung Pak, Eh Kudanya lari. Ting Ting, Ting Ting Eh kucingnya nyolong ikan. Teng teng, Teng Teng, Centengnya mengantuk disamber angin, Bom Bom. Bom Bom,980 Tidurnya tidak bisa karena memikirkan sidia, Trak, trak, trak, trak, Pedangnya telah patah, Sembunyi ekor dari persilatan, Ditertawai orang karena kebodohan yang ada, Dimaki orang karena tindakan kita yang salah, Breng-greng, Breng-greng. Aku ingin tidur, nyamuk datang mengganggu."
Setelah bernyanyi seperti itu, terdengar suara tertawanya hahahaha yang panjang sekali..
Yo Ko dan yang lainnya jadi heran mendengar suara nyanyian seperti itu, mereka mau menduga tentu orang yang tengah bernyanyi itu adalah seorang yang kurang pikirannya, karena kata-kata lagunya itu tidak keruan.
Tetapi Yo Him lain, dia mendengarkannya baik-baik otaknya yang cerdas segera dapat menangkap arti dari nyanyian itu, makna yang sesungguhnya tersimpan didalam nada dan kata-kata dari nyanyian itu.
"Ayah.."
Kata Yo Him kemudian.
"Bukankah orang yang bernyanyi itu tengah memberitahukan jurus-jurus penting dari ilmu silat pedang dan pukulan yang terdapat dalam Kiu Im Cin Keng?"
Yo Ko jadi terkejut.
"Mengapa engkau bisa berpikir sampai disitu?"
Tanya sang Ayah ini.
"Coba ayah pikirkan kata-kata "Tung Pak Tung Pak Tung Pak, Eh kudanya lari itu"
Bukankah berarti bahwa jurus pertama dari Kiu Im Cin Keng harus bergerak seperti seekor981 kuda yang menyepak da kemudian menjauhkan diri dari lawan kemudian baru menyerang lagi.
Dan kata-kata menyerang kembali terselip pada baris kedua yang berbunyi."Ting Ting Ting..
Ting Tong.." -oo0dw0oo-
Jilid 28
"EH KUCINGNYA nyolong ikan, yang berarti setelah kita memancing lawan seperti juga ingin melarikan diri, kemudian diwaktu musuh lengah, kita harus menggunakan jurus 'colongan' menghantam musuh! Kata Teng. Teng, Teng Centengnya mengantuk disamber angin, berarti kita harus seperti angin, membuat lawan menjadi bingung, berarti itupun gerakan yang dinamakan "
Liu Liu Ie Ie"
Atau Samberan Angin dan Hujan. Nah coba ayah pikir bukankah itu merupakan kunci rahasia ilmu yang hebat sekali?"
Mendengar Yo Him bicara sampai disitu tampak Yo Ko telah memukul lututnya sambil berseru.
Tepat.
Mengapa aku sendiri tidak berpikir sampai sejauh itu?
Sedangkan engkau dalam usia semuda ini telah bisa memecahkan teka-teki seperti itu!
Sungguh mengagumkan sekali.."
Siauw Liong Lie juga memuji kecerdasan anaknya itu.
Phang Kui In, Kwee Siang dan Siauw Coat juga merasa kagum.
Tetapi belum sempat mereka bicara lebih jauh, dari jurusan bawah tampak sesosok tubuh tengah berlari cepat sekali naik keatas gunung, ketempat dimana mereka berada.
Gerakan orang itu sangat ringan sekali menandakan ginkangnya benar-benar sangat sempurna karera tubuhnya itu telah berkelebat-kelebat dengan gesit sekali, hanya dalam982 sekejap mata saja dia telah berada dihadapan Yo Ko dan yang lainnya.
Waktu melihat orang itu, Sin Tiauw Taihiap Yo Ko telah tertawa.
"Kukira siapa, tidak tahunya engkau Ciu Pek Thong sinakal"
Orang yang baru tiba itu memang Ciu-Pek Thong adanya.
Siauw Liong Lie melihatnya walaupun msreka telah berpisah lebih dari lima belas tahun, tetapi keadaan Ciu Pek Thong tetap tidak berobah.
dengan jenggotnya yang memutih panjang dan alisnya juga telah memutih.
Tetapi sikapnya yang senang berguyon iru tidak juga lenyap.
Karena justru Ciu Pek Thong inilah yang telah bernyanyi dengan suara dan kata-kata yang kocak itu.
Tetapi didalam kekocakannya itu justru terdapat inti ilmu silat yang luar biasa hebatnya.
"Kau kira siapa ? Ya, tentu saja aku ! Tidakkah kau melihat si Loo Boan Thong yang jenggotnya ini telah putih ? Apakah ada dua orang Loo Boan Thong ?"
Dan setelah berkata begitu dia tertawa bergelak-gelak. Tiba-tiba matanya melihat Yo Him dan Siauw Goat Lan, kemudian Kwee Siang dan Phang Kui In.
"Eh, nona Kwee, engkau berada disini ?"
Tegur Loo Boan Thong seperti terkejut.
Seperti diketahui bahwa Kwee Siang pernah bersahabat intim dengan Ciu Pek Thong, maka dari itu begitu melihat Kwee Siang, segera Ciu Pek Thong mengenalinya.
Cepat-cepat Kwee Ceng menghampiri sambil mengangkat tangannya, dia telah menjura memberi hormat kepada Ciu Pek Thong.
"Engko tua juga datang kemari ?"
Membaliki Kwee Siang. Ciu Pek Thong melengak sejenak, tetapi kemudian di tertawa tergelak-gelak lagi, serunya dengan suara yang nyaring .
"Setan kecil! Memang dasar cucunya, engkau983 menuruti adat kakekmu yang selalu tidak mau kalah dan terlalu licik " ..!"
Kwee Siang tidak menjadi mendongkol atau marah, karena dia telah mengetahui akan tabiat dari Ciu Pek Thong yang gemar sekali berkelakar.
Kemudian Ciu Pek Thong telah menoleh kepada Goat Lan, tanyanya kepada Kwee Siang.
"Apakah nona kecil ini adikmu ?"
Muka Kwee Siang jadi berobah merah dia menggelengkan kepalanya.
"Bukan, adik Lan ini adalah "murid dari enci Siauw Liong Lie ... !"
Dia menjelaskan.
"Oh. nona kita itu telah menerima murid !"
Kata Ciu Pek Thong sambil tertawa.
"Dan engko kecil itu siapa...?"
Sambil bertanya Ciu Pek Thong telah menunjuk kepada Yo Him.
"Yo Him adalah putera Engkoh Yo dan Encie Siauw !"
Menjelaskan Kwee Siang lagi.
"Ohhh, anak mereka ? Aduhh, kenapa waktu melahirkan anakmu engkau tidak mengundang aku ?' tanya Ciu Pek Thoag kepada Siauw Liong Lie. Muka Siauw Liong Lic jadi berobah merah.
"Mana bisa begitu ?"
Tanya Siauw Liong Lie.
"Mengapa tidak bisa ?"
"Engkau lelaki, mana mungkin waktu aku melahirkan aku memberitahukan kepadamu.....'tentu saja. engkau tidak boleh melihatnya.....!"
Dan Siauw Liong Lie telah tersenyum malu.
Ciu Pek Thong berdiri bengong tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Siauw Liong Lie.984 Yo Ko dan yang lain-lainnya jadi tertawa, dan Ciu Pek Thong jadi salah tingkah lagi.
"Eh..eh, apa yang kalian tertawakan ?"
Tanya Ciu pek Thong terheran-heran, mukanya juga telah berobah, tampaknya dia mendongkol seperti dipermainkan oleh orang-orang itu.
Tetapi Yo Ko dan yang lainnya jadi tertawa lebih geli lagi melihat tingkah laku Ciu Pek Thong.
Ciu pek Thong jadi banting-banting kakinya dengan jengkel.
"Cepat katakan, apa yang kalian tertawakan?"
Bentak Ciu Pek Thong dengan sakit.
"Jika tidak, jangan harap kalian bisa menertawai aku pula. karena aku akan menangis sekeras suara....!"
Mendengar ancaman Ciu Pek Thong itu.
semua orang bukannya menghentikan tertawa, mereka, bahkan semakin menjadi-jadi, suara Phang Kui In terdengar paling keras katrena dia tidak bisa menahan perasaan lucu dihati-nya.
Ciu Pek Tbong mengawasi mendelik kepada Phang Kui In, dia telah berkata.
"Apa aku salah bicara sehingga kalian tertawakan aku seperti itu! Sudahlah! Sudahlah! Aku tidak mau bersahabat lagi dengan kalian....!"
Dan setelah berkata begitu Ciu pek Thong memutar tubuhnya untuk berlalu.
"Tunggu dulu Lo-boan thong"
Teriak Yo Ko. Ciu Pek Thong menghentikan langkah kakinya. dia telah membalikkan tubuhnya untuk bertanya.
"Kau mau memberitahukan apa salahku ?"
Tanyanya dengan mata tetap rnengawasi Yo Ko yang lainnya dengan bergantian.
"Ya aku akan memberitahukannya !"
Menyahut Yo Ko.
"Hayo cepat memberitahukan Mengapa engkau seperti kakek-kakek saja yang mengulur-ulur waktu.?"985
"Sabar….."
"Sabar, Mengapa harus sabar. Bukankah tadi engkau mengatakan ingin memberitahukan kepadaku apa kesalahanku sehingga kalian tertawa begitu ?"
Tampaknya Cui Pek Thong tidak senang.
"Sabar aku pasti akan menjelaskan segalanya kepadamu."
"Aku telah cukup sabar, tetapi sampai sekarang ini engkau masih juga belum memberi tahukan kepadaku persoalan apa yang hendak kau sampaikan ?"
"Tunggu dulu Lo Boan Ihong aku pasti akan memberitahukan segalanya kepadamu…. tetapi ada syaratnya, jika aku memberitahukan kepadamu peristiwa tadi, engkau juga harus bernyanyi sekali lagi lagu yang tadi engkau bawakan !"
"Oh syaratnya itu ? Mudah sekali! Aku bisa dan menyanggupinya !"
"Tetapi karena adatmu agak aneh dan angin-anginan, maka aku meminta engkau memenuhi dulu syarat itu, setelah engkau bernyanyi, aku akan memberitahukan urusan itu ke padamu...!"
Ciu Pek Thong diam sejenak, tampaknya dia ragu-ragu, tetapi kemudian katanya.
"Tetapi engkau juga tidak boleh ingkar janji, jika aku telah bernyanyi engkau harus memberitahukan kepadaku apa sebabnya kalian tertawa terpingkal-pingkal sambil memandang padaku ?"
"Itu sudah pasti, apakah kau anggap aku ini manusia hina dina ? Aku tidak akan menjilat kembali ludah yang lelah kubuang…..!"
"Baik! Sekarang kalian dengarkanlah aku bernyanyi sangat merdu!"
Kata Ciu Pek Thong. Dan diapun mulai membuka mulutnya; membawakan lagu yang. tadi dinyanyikannya .
"Tung Pak Tung Pak, Tung Pak Eh kudanya lari, Ting, Tang, Ting, Ting Eh kucing nyolong ikan Teng Teng Teng teng, Centengnya mengantuk disamber angin, Bom Bom Bom Bom Tidurnya tidak bisa karena memikirkan si dia, Trak, trak, trak trak, Pedangnya telah patah, Sembunyi ekor dari persilatan, Ditertawai orang karena kebodohan yang ada Dimaki orang karena tindakan kita yang salah Breng -greng, Breng greng, Aku ingin tidur, nyamuk datang mengganggu "
Nah, sekarang aku telah selesai menyanyikan lagu itu, engkau harus segera memberitahukan padaku, apa kesalahanku sehingga kalian mentertawaiku!"
Yo Ko mengangguk "Sekarang coba kau jelaskan dulu, lagu yang engkau nyanyikan itu tadi bukankah merupakan kunci dari Kiu Im Cin Keng dan Kiu Yang Cin Keng?" 987 Ciu Pek Thong tampak terkejut, tetapi akhirnya dia mengangguk.
"Benar.... tidak salah !"
Katanya kemudian.
"Tetapi…. dari mana engkau mengetahui bahwa laguku itu merupakan lagu yang berisikan pelajaran Kiu Im dan Kiu Yang Cin Keng ? ' "
Kau heran bukan ? Kami yang tua-tua tidak mengetahui jika tidak diberitahu oleh anak kami ini, Yo Him....!"
Kembali Ciu Pek Thong berdiri dengari muka yang bengong dan mata tidak bergeming mengawasi Yo Him.
"Anak luar biasa ! Anak luar biasa!"
Menggumam Ciu Pek Thong dengan suara yang samar-samar hampir tidak terdengar, sampai akhirnya dia telah mendelikkan matanya kepada Yo Him, sambil katanya.
"Apakah engkau mengerti ilmu Kiu Im dan Kiu Yang Cin Keng ? Mengapa engkau mengetahui bahwa laguku itu adalah kunci dari Kiu Im dan Kiu Yang Cin Keng ?' Yo Him cepat-cepat menghampiri Ciu Pek Thong. dia telah merangkapkan kedua tangannya menjura memberi hormat kepada Ciu Pek Thong» "
Engkong Ciu, aku menghunjuk hormat kepadamu…."
Kata Yo Him.
"Cisss. siapa yang ingini hormatmu?"
Kata Ciu Pek Thong.sambit meludah. Yo Him jadi terkejut, tetapi kemudian tersenyum.
"Aku justru menghendaki keteranganmu bagaimana engkau bisa mengengetahui bahwa lagu yang kugubah itu merupakan kunci dari Kui Im Cin Keng dan Kiu Yang Keng?"
Kata Ciu Pek Thong lagi. Yo Him tersenyum.
"Itu mudah saja, bukankah engkong Ciu hanya membalik kata-katanya saja dan mengambil perumpamaan. Seperti988 kata-kata 'Ditertawai orang karena kebodohan yang ada' tentunya berarti jika kita tidak memiliki kepandaian silat yang tinggi dan bertempur dengan lain kalah hal itu hanya disebabkan kebodohan kita. Dan perkataan 'Kebodohan’ itu diumpamakan juga sebaliknya, yaitu cambuk untuk mengejar ke pandaian agar tidak menjadi bodoh, bukan??"
Ciu Pek Thong jadi bengong.
Muka Ciu Pek Thong dalam keadaan heran seperti itu membuat dia tampaknya lucu sekali.
Memang Ciu Pek Thong walaupun telah lanjut usianya, namun kelakuannya seperti anak-anak saja.
Semua orang yang melihat sikap Ciu Pek Thong jadi tersenyum geli lagi.
Ciu Pek Thong telah menoleh kepada Yo-Ko.
katanya ' dengan terheran-heran "Mengapa anakmu ini begitu cerdik bisa menerka lagu yang kugubah itu?"-Yo Ko mengangkat bahunya.
"Entahlah, aku sendiri raengetahuinya diberi tahukan oleh Yo Him."
Ciu Pek Thong jadi penasaran sekali.
"Eh, bocah, engkau jangan main-main denganku. Katakan terus terang siapa yang telah memberitahukan kepadamu tentang makna dari lagu ini."
"Aku hanya menduga-duga sendiri saja, karena aku memang baru mendengarnya sekarang ini,"
Menyahuti Yo Him sambil tersenyum.
"Baiklah! Sekarang coba kau jelaskan lagi kata-kata 'Dimaki orang karena tindakan kita yang salah !, nah apa makna dari perkataan itu ?"
Setelah berkata begitu Ciu Pek Thong mengawasi Yo Him dengan tajam.989 Begitu juga yang lainnya, telah mengawasi dengan tanda tanya dihati mereka, bagaimana Yo Him yang masih demikian muda bisa memiliki pengetahuan demikian luas ?
Yo Him telah menjura sambil katanya .
Sebetulnya Boanpwee tidak mengetahui apa-apa engkong Ciu, tadi hanya kebetulan saja " ..
*' Yo Him merendahkan diri.
karena dia kuatir justru Ciu Pek Thong akan mendongkol dia mengetahui rahasia lagunya itu.
"Aku tidak mau tahu !"' kata Ciu Pek Thong.
"Yang penting, sekarang engkau harus mengemukakan apa artinya 'Dimaki orang karena tindakan kita yang salah !,' Cepat kau katakan !"
Yo Him menghela napas.
"Maafkan kebodohan Boanpwee, jika salah jangan engkong Ciu memarahi dan mentertawai aku..."
Kata Yo Him.
"Sudahlah! Hayo Cepat, cepat beritahukan apa yang kau ketahui.. !"
Seru Ciu pek Thong tidak sabar.
"Arti dan perkataan! Dimaki orang karena tindakan kita yang salah, berarti jika kita tidak memiliki kepandaian tinggi dan dirubuhkan orang. berarti kepandaian kita masih rendah sekali. Jika memang dikalahkan lawan, kita tidak boleh kecewa dan melatih diri lagi."
"Aneh! Mengapa engkau mengetahuinya demikian jelas?"
Kata Ciu Pek Thong. Bagaimana Loo Boan Thong, apakah anakku itu benar atau tidak kata-katanya."
Siauw Liong Lie sambil tersenyum. Ciu Pek Thong menunjukkan ibu jari tangannya, sambil katanya.
"Jempol ! Hebat ! Kalian berdua ternyata menyetak anak yang telah berhasil sekali, anak itu memiliki otak yang cerdas."
Mendengar perkataan Ciu Pek Thong yang itu. pipi Siauw Liong Lie jadi berobah merah.990
"Tetapi sekarang belum selesai. Hai bocah, coba kau terka lagi arti kata-kata. ‘Aku ingin tidur, nyamuk datang mengganggu ..!' Nah apa itu artinya."
Yo Him tersenyum sambil katanya.
"Artinya itu memang mudah…. Jika seseorang yang tidak memiliki kepintaran apa-apa, mungkin bisa diganggu oleh serangan orang-orang jahat. Tetap maksud sesungguhnya dari perkataan itu adalah seseorang harus bisa mengosongkan pikiran dan keinginan sehingga hawa jahat tidak mungkin mengganggu dia pula. Hawa jahat itu diumpamakan dalam lagumu sebagai nyamuk! Bukankah begitu engkong Ciu?"
"Luar biasa sekali! Tepat benar !"
Kata Ciu Pek Thong sambil geleng-gelengkan kepalanya dan memandang takjub kepada Yo Him.
Yo Ko dan Siauw Liong Lie jupa bangga sekali melihat anak mereka itu adalah seorang yang cerdas sekali dan dalam usia hanya enam belasan tahun itu dia telah memiliki kepandaian yang tinggi sekali.
Setelah memuji-muji Yo Him beberapa kali Ciu Pek Thong menoleh kepada Yo Ko.
"Nah sekarang giliranmu untuk menjelaskan mengapa kau mentertawai aku ....?"
Katanya.
"Bukankah tadi engkau bernyanyi jika aku telah menyanyikan lagu itu, engkau akan memberitahukan apa kesalahanku!"
Yo Ko tersenyum.
"Sebenarnya engkau tidak bersalah, hanya salah bicara saja'"
"Salah bicara?"
"Ya, salah bicara!"
"Mengapa bisa salah bicara?"
Tanya Ciu Pek Thong penasaran991
"Itulah disebabkan kecerobohanmu, sehingga engkau bisa salah bicara! Tadi engkau mengatakan, mengapa Liongjie tidak memberi tahukan kepadamu waktu ingin melahirkan? Apakah engkau seorang tabib yang mengurusi orang beranak? Lagi pula, disaat isteriku melahirkan, mana boleh dilihat sembarangan orang? Apalagi seorang pria.....! Genit sekali rupanya engkau, Pek Thong !"
Ciu Pek Thong jadi kaget setengah mati, sampai dia berjingkrak-jingkrak.
"Hai ! Hai! Bukan itu maksudku..!"
Teriaknya dengan muka yang berobah merah. Yo Ko tersenyum, begitu juga dengan yang lainnya.
"Memang sudah kukatakan, hatimu tentu tidak berpikir sebegitu jauh, tetapi tadi kau telah salah dalam mengucapkan kata, sehingga artinya menjadi lain dengan apa yang engkau maksudkan!' Ciu Pek Thong telah mempergunakan kedua tangannya untuk, memukul-mukul keningnya.
"Anak tolol! Anak tolol !"
Katanya mamaki dirinya sendiri, sehingga yang lainnya melihat kelakuan Ciu Pek Yhong jadi tertawa lagi.
"Maafkanlah Yo Hujin (nyonya Yo), memang tadi aku salah bicara. Percayalah, aku tidak memiliki maksud kotor sedikit pun juga….!"
Siauw Liong Lie cepat-cepat menghindar dari pemberian hormat Ciu Pek Thong…..
"Jangan berlaku begitu, Pek Thong...."
Aku memang mengetahui engkau tidak bersalah, hanya engkau keseleo lidah saja.
Ko jie juga hanya bergurau saja ...
!"992 Ciu Pek Thong tersenyum lagi dengan sikap yang jenaka kembali.
Rupanya peristiwa yang baru saja lewat itu tidak diingatnya lagi.
"Engko kecil!"
Katanya kepada Yo Him.
"Mari kita main-main ... !"
"Main-main apa ?"
Tanya Yo Him heran.
"Main-main kuda-kudaan ...! Kita bertempur dalam sepuluh jurus, siapa yang kalah harus menjadi kuda, menggendong yang menang berlari sepuluh lie ! Bagaimana, engkau setuju atau tidak ?" ' Yo Him jadi geli sendirinya, karena dia jadi heran, usia Ciu Pek Thong telah lanjut dan pantas jadi engkongnya tetapi ternyata masih memiliki sifat seperti anak kecil saja.
"Hei, jangan bengong saja !"
Bentak Ciu Pek Thong mendongkol waktu melihat Yo Him hanya berdiam diri saja.
"Setuju sih setuju, tetapi yang pasti tentu saja aku akan rubuh di tanganmu dan menjadi kuda menggendong kau, engkong Ciu !"
Yang lainnya tertawa mendengar perkataan Yo Him, yang seperti hendak mengelak pertempuran main-main itu.
"Begitu?"
Tanya Ciu Pek Thong.
"Baik! Aku hanya mempergunakan tangan kananku, sedangkan tangan kiriku akan diikat tidak di pergunakan . , . kau setuju?"
"Itu namanya tidak adil?"
"Apanya yang tidak adil?"
Tanya Ciu Pek Thong dengan aseran dan tidak sabar.
"Engkau mengatakan ingin mempergunakan satu tangan saja, yaitu tangan kananmu, sedangkan aku mempergunakan kedua tanganku, bukankah itu tidak adil?" ' Ciu Pek Thong jadi banting-banting kakinya.993
"Habis dengan cara apa yang kau kehendaki? Bukankah tadi engkau mengatakan jika bertempur dengan aku berarti engkau akan kalah dan aku memberi peringatan dengan janji bahwa aku melayani engkau dengan mempergunakan tangan kanan saja dan tangan kiriku tidak dipergunakan! Tetapi sekarang kau ada alasan saja mengatakan tidak adil dengan cara seperti itu,…"
Yo Him tersenyum.
"Tetapi mana pantas sih seorang kakek yang sudah pantes menjadi engkongku bertempur dengan golongan muda yang tidak bisa apa-apa?"
Kata Yo Him "Tidak mungkin! Aku tidak percaya engkau tidak memiliki kepandaian!"
Yo Ko telah tertawa katanya.
"Himjie, pergilah kau temani Pek Thong main-main beberapa jurus....."
"Nah! Nah!"
Kata Ciu Pek Thong kemudian kegirangan.
"Lihat ayahmu sendiri memerintahkan engkau uniuk melayani aku.....!"
Dan Ciu Pek Thong telah berdiam diri menanti dengan sikap tidak sabar, seperti seorang anak kecil yang akan menerima hadiah "; Mendengar ayahnya juga menyetujui unuk dia main-main dengan Ciu Pek Thong.
Yo-Him mengangguk sambil berkata.
"Tetapi Ciu Kongkong jangan turunkan tangan keras kepadaku."
"Bocah cilik, engkau anggap aku ini seorang bebodoran yang tidak mengenal peri kemanusiaan?"
Kata Ciu Pek Thong. Yo Him tersenyum, dia bilang kemudian.
"Bukan begitu Ciu kongkong.... tetapi memang aku tidak memiliki kepandaian apa-apa. Maka dari itu aku hanya meminta belas kasihan dari994 Ciu Kongkong agar tidak menurunkan tangan keras kepadaku....!"
"Sudah jangan bawel seperti nenek-nenek saja!"
Bentak Ciu Pek Thong tidak sadar."Hayoh cepat buka serangan....!"
Sambil membentak begitu tampak Ciu Pek Thong telah mengawasi Yo Him dengan sikap tidak sabar, Dan waktu itu.
tampak dia telah membanting-banting kakinya, karena memang dia sudah tidak sabaran.
Yo Him juga tidak berani berayal lebih jauh lagi, disaat itu dia telah mengerahkan tenaga dalamnya pada kedua tangannya.
Dengan mengeluarkan kata-kata "Awas Kongkong!"
Tangannya itu meluncur kearah pundak sebelah kanan Ciu Pek Thong.
Si tua jenaka Ciu Pek Thong waktu melihat cara menyerang Yo Him, dia telah berseru.' Bagus!
Bagus!
Rupanya kecil-kecil engkau telah memiliki kepandaian yang tinggi!
Hemm ....
jika demikian kau telah memiliki lwe-kang yang cukup bisa diandalkan!
Siapa yang mengajarkan engkau kepandaian ini?"
Cin Pek Thong sambil mengoceh terus dengan gerakan tubuhnya yang gesit dia mengelakkan diri dari setiap serangan yang dilancarkan oleh Yo Him.
Yo Him tadinya menyerang dengan setengah hati.
karena dia mengetahui bahwa Ciu-Pek Thong adalah sahabat ayah ibunya.
Tetapi setelah beberapa kali dia menyerang tetap tidak mengenai sasarannya, dengan sendirinya membuat Yo Him jadi terkejut.
Dari kedua telapak tangan Yo Him telah mengalir keluar angin serargan yang sangat kuat.
Yo Him juga mempergunakan jurus "Giok Lie Kun Hoat"
Atau. Ilmu pukulan Tangan Bidadari"
Yang diterimanya dari ayah ibunya beberapa waktu yang lalu.995 Ciu Pek Thong mengeluarkan seruan kaget dan cepat menggeser kaki kanannya kesamping dan juga menggeser tangannya yang ditekan pada dadanya, lalu tangan yang satunya lagi dilonjorkan menghantam Yo Him.
Gerakan yang dilakukan Ciu pek Thong merupakan jurus-jurus "Sin Liong Ciu Hay atau Naga Sakti Keluar dari Lautan" , dimana tangannya, menyusul mencengkeram pada Yo Him.
Yo Him terkejut melihat mencengkeram Ciu Pek Thong karena kakek tua yang jenaka itu memang memiliki kepandaian yang sangat tinggi sekali.
Dan sebagai adik seperguruan Oei Cong Yang yang pernah dipilih sebagai seorang jago yang luar biasa dan dia ini kepandaiannya melebihi Oey Yok Su Auyang Hong, Ang Cit Kong dan Ie Teng Tatsu.
Tidak mengherankan jika serangan Ciu Pek Thong telah membuat Yo Him jadi gelagapan.
Memang Yo Him telah menerima pelajaran yang bermacam-macam, dia telah memperoleh didikan Lie Bin Hap, kemudian didikan kedua orang tuanya.
Tetapi yang masih kurang bagi Yo Him adalah pengalaman.
Maka begitu menghadapi serangan yang hebat dari Ciu Pek Thong, agak gugup.
Sebetulnya serangan Ciu Pek Thong itu bisa saja dihadapi dengan gerakan "Bidadari Menyuguhkan Arak" , tetapi memang Yo Him kurang pengalaman, dengan sendirinya menghadapi serangan seperti itu membuat Yo Him jadi gelagapan dan tidak bisa melakukan sesuatu, tahu-tahu lengannya telah kena dicekal, dan dengan sekali mengeluarkan teriakan ‘Rubuh!"
Tubuh Yo Him telah terpental dan ambruk di atas tanah dengan keras.
Tetapi Yo Him tidak menjerit kesakitan bahkan cepat sekali dia bengun berdiri pula.
Sedangkan Ciu Pek Thong telah bertepuk-tepuk tangan kegirangan, karena dia merasa bangga telah berhasil merubuhkan Yo Him dengan waktu yang singkat sekali.996 Seperti juga seorang anak kecil yang menerima hadiah yang menggembirakannya.
"Apa aku bilang, engkau sama sekali tidak memiliki kepandaian apapun juga.....!"
Kata Ciu Pek Thong sambil tertawa geli.
Yo Ko, Siauw Liong Lie, Kwee Siang, Phang Khui In, dan Siauw Goat Lan, telah tersenyum saja melihat kelakuan Ciu Pek Thong yang jenaka,997 Walaupun usianya telah lanjut, tetapinya tanya Ciu Pek Thong masih juga membawa sikap seperti anak kecil saja.
Yo Him yang telah dirubuhkan oleh kakek tua yang jenaka itu jadi penasaran.
Cepat sekali dia bangkit berdiri pula sambil katanya .
"Kongkong Ciu, mari kita bertanding lagi?"
Kata Yo Him sambil tersenyum.
"Tidak kapok kau telah kurubuhkan?"
Tanya Ciu Pek Thong tertawa.
"Aku bukan dirubuhkanmu, tetapi aku sengaja menjatuhkan diri…."
"Apa? "Aku bukan dirubuhkan oleh kau?"
Mendengar jawaban yang terakhir dari Yo Him Ciu Pek Thong jadi berdiri tertegun tampaknya dia jadi penasaran sekali.
"Jelas-jelas tadi engkau berhasil kulemparkan dan engkau telah terbanting, bagai mana engkau bisa mengatakan bahwa itu bukan dirubuhkan olehku.....?"
Tetapi Yo Him yang cerdik telah menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Bukan..... bukan! Sama sekali bukan disebabkan seranganmu aku jatuh..... tetapi memang aku sengaja menjatuh tubuh untuk meloloskan diri dari seranganmu! Sebetulnya kalau memang aku hendak memberikan perlawanan. belum tentu engkau bisa memenangkan diriku, Ciu Kongkong.... !"
Ciu Pek Thong jadi mendongkol, dan dalam keadaan mendongkol seperti itu.
tampaknya Ciu Pek Thong jenaka sekali, dengan mulutnya yang bergerak-gerak tidak hentinya,998 seperti seorang anak kecil yang tengah menggumam tidak senang hatinya "Ayo Ciu Kongkong, seranglah aku lagi...!"
Kata Yo Him menantang, dengan sendirinya telah membuat Ciu Pek Thong semakin penasaran sekali.
Memang Yo Him sengaja ingin memancing kemarahan Ciu Pek Tong agar orang tua she Ciu yang jenaka itu menyerang dirinya lagi.
Yang pasti Ciu Pek Thong tidak mungkin berani membinasakannya, karena Ciu Pek Thong telah mengetahui Yo Him adalah anaknya Yo Ko dan Siauw Liong Lie.
Tetapi jika Ciu Pek Thong melancarkan serangan dengan sungguh-sungguh, Yo Him yang cerdik tentu bisa melihat cara menyerangnya Ciu Pek Thong, berarti dia akan bisa mempelajari gerakan-gerakan itu kelak.
Ciu Pek Thong yang telah termakan umpan yang disebar Yo Him, telah menoleh kepada Yo Ko, Katanya.
"Yo Ko lihatlah anakmu ini kurang ajar Sekali! Dia jelas-jelas telah kurubuhkan, tapi dia tidak mengaku..."
Yo Ko tersenyum! "Justru engkau yang salah…."
Katanya.
"Aku yang salah?"
"Ya, engkau yang salah."
Kata Yo Ko kemudian dengan suara yang amat keras sambil diiringi suara tertawanya yang bergelak-gelak! "Aku salah apa?"
Ciu Pek Thong tampaknya jadi penasaran sekali, sehingga dia lelah mengawasi dengan mata yang dipentang lebar-lebar menatap Yo Ko.
"Kau ingin tahu kesalahanmu ?"999
"Cepat katakan, beritahukan kepadaku !"
Kata Ciu Pek Thong tidak sabar.
"Aku pasti akan memberitahukan kepada mu, tetapi sekarang yang terpenting engkau sendiri mengakui dirimu salah atau tidak ?!"
"Aku bersalah ...!"
Ciu Pek Thong jadi menatap Yo Ko dan Siauw Liong Lie bergantian dengan mimik muka seperti orang yang kebingungan, tetapi kemudian dia tertawa bergelak-gelak.
"Aku tahu....! Aku telah tahu....!"
Kata Ciu Pek Thong setelah berdiam diri sejenak.
"Engkau tentu ingin mengatakan aku bersalah karena tidak meminta ijin dari kalian berdua sebagai orang tua dari anak itu, dan telah melakukan penyerangan, bukan ?"
"Ohh.... bukan itu, bukan itu...!"
Kata Yo Ke cepat.
"Bukan itu kesalahanmu..'!"
Ciu Pek Thong jadi semakin penasaran, dia memang seorang yang tidak sabaran dan selalu mengerjakan apa-apa hanya menuruti kehendak hati kecilnya saja!
"Cepat kau beritahukan padaku ...
cepat !
Kalau tidak aku akan menangis ...
Kata Ciu Pek Thong sambil membanting-bantingan kakinya.
"Kau ingin menangis ?' tanya Yo Ko sambil tersenyum lebar.
"Ya kalau engkau mempermainkan aku, aku akau segera menangis" , menyahuti Ciu Pek Thong sambil mementang matanya lebar-lebar dan membanting-banting kakinya.
"Kalau memang engkau ingin menangis, menangislah !"
Kata Yo Ko sambil tertawa. Sedangkan yang lainnya, telah tersenyum-senyum karena menganggap kelakuan Ciu Pek Thong memang lucu sekali kekanak-kanakan.1000 Saat itu Yo Him telah berkata pula .
"Ciu Kongkong, hayo kita mulai main main lagi......!"
"Tunggu dulu bocah cilik aku ingin minta keterangan ayahmu mengapa dia mengatakan aku yang bersalah!"
Dan setelah berkata begitu Ciu Pek Thong menoleh lagi kepada Yo Ko, lalu memandang kepada Siauw Liong Lie yang saat itu tengah mengawasinya juga dengan tersenyum-tersenyum.
"Nyonya yang baik hatinya, yang pemurah hati….. coba tolong engkau jelaskan apa maksud suamimu yang mengatakan bahwa aku ini bersalah…."
Siauw Liong Lie mengangkat bahunya, dia telah tertawa kemudian katanya.
"Aku mana tahu ….!"
Lalu Siauw Liong Lie menoleh kapada suaminya.
"Ko-he katakanlah apa yang kau ketahui itu, jangan membuat Ciu Koko jadi begitu gelagapan."
"Benar, benar,"
Kata Ciu Pek Thong.
"Jangan membuat aku gelagapan…. Apakah engkau tidak kasihan kepadaku si tua ini….!"
Dan kata-kata Ciu Pek Thong ditujukan kepada Yo Ko.
Keruan saja lainnya jadi tertawa geli karena menganggap sikap Ciu Pek Thong memang benar-benar jenaka sekali.
Yo Ko setelah puas tertawa, baru berkata .
"Lo Boan Thong, apakah engkau tidak merasakan bahwa dirimu bersalah ?"
Ciu Pek Thong menggelengkan kepalanya cepat-cepat beberapa kali.
"Aku merasa tidak melakukan kesalahan. Jika tadi anakmu itu kulemparkan juga bukan dengan maksud jahat, karena tenaga lemparan itu telah kuperhitungkan sehingga tidak membahayakan jiwa anak kalian itu, sibocah licik....!"
Yo Ko tersenyum lagi.
"Loo Boan Thong. engkau adalah orang dari golongan tua. bahkan jauh lebih tua dari kami, lebih tinggi tingkat1001 derajatmu, dan sekarang engkau ingin bertempur dan menghina seorang anak kecil seperti Him-jie ? Bukankah dengan merubuhkan Him-jie engkau tidak bisa membanggakan kemenanganmu itu, karena Him-jie merupakan golongan Boanpwee yang. tidak memiliki kepandaian berarti apa-apa.... nah, dengan demikian bukankah engkau telah melakukan kesalahan yang tidak tahu malu? Apa yang bisa dibanggakan jika engkau memperoleh kemenangan dari kaum Boanpwe seperti Yo Him?"
Mendengar perkataan Yo Ko, Ciu Pek Thong tertegun sejenak, matanya terbuka lebar tampaknya dia kaget, sampai akhirnya ketika dia tersadar dari bengongnya, dia telah menepuki keningnya.
"Akhhh, memang aku yang konyol dan tidak tahu malu ! Memang benar apa yang kau katakan saudara Yo …… . !"
Seru Ciu Pek Thong setelah memukul keningnya beberapa kali.
Yo Ko dan yang lainya jadi tertawa geli melihat kelakuan Ciu pek Thong.
Sedangkan Yo Him telah beseru lagi "Ciu Kongkong, ayo mulai main-main lagi ....
bukankah aku belum dirubuhkan olehmu '?"
"Tidak mau ! Tidak mau !"
Bentak Ciu Pek Thong sambil menggeleng-gelengkan Kepalanya ... !. lalu tiba-tiba saja dia membungkukkan tubuhnya menjura kepada Yo Him.
"Engko kecil", katanya lagi.
"Biarlah aku disebut orang tua yang tidak bisa merubuhkan engkau, karena aku tidak mau jika nanti disebut si tua menghina sikecil ... ! Biarlah aku membatalkan saja maksudku untuk bertanding denganmul"
Semua orang yang mendengar perkataan Ciu Pek Thong jadi tidak bisa menahan perasaan geli dihati mereka.
Tetapi Ciu Pek Thong tidak memperduliken semua orang yang telah1002 mentertawakan dirinya, karena dia memang seorang yang jenaka dan periang.
Waktu itu Ciu Pek Thong juga telah menoleh kepada Yo Ko, tanyanya;
"Mengapa yang lainnya belum datang ?"
"Mungkin mereka agak terlambat, biarlah kita tunggu saja beberapa saat lagi mungkin besok mereka akan tiba ... !"
Menjelaskan; YoKo. Sedangkan Siauw Liong Lie hanya tersenyum saja waktu melihat Ciu Pek Thong membantmg-bantmg kakinya, seperti seorang anak kecil vang tengah ngambul.
"Aku terburu-buru kemari, karena takut terlambat. Tetapi sekarang, buktinya mereka itu belum juga datang.....! Jika aku mengetahui akan demikian, lebih baik aku tidak perlu tergesa-gesa kemari."
Jengkel sekali tampaknya Ciu Pek Thong, mukanya juga murung, Yo Ko tersenyum.
"Loo Boan Theng; tepatnya engkau datang lemari merupakan suatu kebanggaan untukmu. Bukankah engkau tidak mempergunakan waktu karet dan terlamkat datang seperti lainnya? Maka dari itu engkau berarti bisa menepati janji dengan tepat sekali."
Terhibur juga hati Ciu Pek Thong mendengar perkataan Yo Ko!
Tetapi baru saja Ciu Pek Thong mau berkata lagi, muka Yo Ko telah berobah, dia memben isyarat agar semuanya berdiam diri!
Siauw Liong Lie yang memiliki pendengran tajam seperti Yo Ko.
telah mendengar juga sesuatu.
"Suara langkah-langkah kaki orang."
Kata Siauw Liong Lie dengan suara perlahan,1003
"Mungkin mereka telah datang… didengar dari suara langkah kakinya yang ringan, tentu mereka yang merniliki kepandaian tinggi. Hemm, nanti aku akan mentertawakan mereka yang datang terlambat seperti itu."
Kata Cui Pek Thong seperti juga gembira sekali mengingat dia yang telah tiba lebih dulu.
Suara-Suara langkah kaki itu terdengar semakin, mendekat.
Yo Ko heran sekali.
Iangkah kaki itu walaupun menunjukkan bahwa orang-orang yang tengah mendatangi itu adalah orang yang memiliki ginkang tinggi, namun kenyataannya tidak setinggi ginkang orang-orang yang telah diundangnya, seperti Oey Yok Su, It Teng dan jago-jago lainnya.
Terlebih lagi memang dari sekian banyak suara langkah-langkah kaki itu menunjukkan bahwa yang tengah mendatangi banyak sekali mungkin lebih dari lima puluh orang.
Yo Ko mengerutkan sepasang alisnya.
Tiba-tiba terdengar suara orang membentak .
"Monyet-monyet kecil, apa maksud kalian mendaki Hoan-san....?!"
Suara itu dikenal oleh Yo Ko dan Ciu Pek Thong maupun Siauw Liong Lie karena mereka tahu bahwa kata-kata itu diucapkan oleh Oey Yok Su majikan dari pulau Tho ho at to, Yo Ko cepat-cepat berdiri, lalu menghampiri kearah dari mana suara Oey Yok Su didengarnya.
begitu juga yang lainnya telah cepat-cepat menyusul Yo Ko.
Waktu mereka tiba dihutan kecil"
Mereka seorang lelaki berpakaian hijau, berusia telah lanjut dengan topinya yang berwarna hijau pula, Tengah berdiri membelakangi mereka menghadang puluhan orang, mungkin lebih dari lima puluh orang yang berpakaian bermacam-macam.
Ada yang berpakaian ringkas sebagai busu, garu silat, ada juga yang berpakaian seperti tojin.1004 Salah seorang dari orang banyak itu telah menjura sambil katanya dengan suara yang ramah.
"Kami mendengar berita bahwa Capgo di bulan ini akan diadakan penemuan orang-orang gagah di Hoasan, maka kami tertarik untuk 'ikut menyaksikan pertemuan orang gagah dari tempat yang jauh kami telah datang kemari. Kami harap para enghiong tidak keberatan untuk kehadiran kami ini. !"
Tetapi Oey Yok Su yang memang terkenal sangat aseran telah berkata dengan suara yang dingin.
"Hemm. aku tidak mau perduli apa maksudmu, tetapi yang jelas kalian telah penuhi datang ke Hoa-san untuk menyaksikan Enghiong Taihwee (pertemuan para jago), tentunya kalian memiliki kepandaian yang tinggi dan cukup bisa kalian andalkan. Nah, sekarang siapa yang ingin meneruskan niatnya, silahkan maju, jika orang itu bisa sepuluh jurus bertahan dari seranganku, tentu aku akan memberikan hak padanya untuk ikut hadir."
Kwee Siang saat itu yang melihat Oey Yok Su tengah menghadang orang-orang itu, dia sudah tidak bisa mempertahankan perasaannya lagi, dia telah berlari menghampiri sambil berseru .
"Yaya…."
Dan kakeknya itu telah dirangkulnya dengan manja sekali. Oey Yok Su mengusap-usap kepala cucunya itu dengan penuh kasih sayang.
"Cucuku, engkau berada disini ?"
Tanyanya dengan sabar sekali "Oey pepek (paman Oey), aku Yo Ko menghunjuk hormat,"
Kata Yo Ko sambil menggerakkan tangan kiri tunggalnya itu memberi hormat kepada Oey Yok Su.
Siauw Liong Lie, Phang Kui In dan Yo Hiat bergantian memberi hormat kepada Oey Yok Su.1005 Sedangkan para orang-orang gagah yang semula ingin datang menghadiri Enghiong Taihwe di Hoa San jadi berdiri diam saja, karena mereka melihatnya bahwa di tempat itu sekarang telah berkumpul orang-orang kuat.
seperti Yo Ko, Siauw Liong Lie dan yang lain-lainnya.
"Syukurlah bahwa kalian telah bisa berkumpul pula! Dan kau Yo Hujien, selama belasan tahun lamanya Yo Him sangat menderita mencari-cari kau,"
Dan Oey Yok Su tersenyum, karena dia melihat betapa Kwee Siang telah semakin dewasa dan tampak jauh lebih matang.
Sedangkn Siauw Liong Lie yang digoda oleh Oey Yok Su jadi menundukkan kepalanya karena malu.
Setelah itu, Oey Yok Su berdiri menghadapi rombongan orang-orang persilatan itu sambil katanya.
"Nah. sekarang siapa ingin memulainya. silahkan maju! Jika dapat bertahan sepuluh jurus dari seranganku, maka aku yang mengijinkan orang itu naik kepuncak Hoasan!"
Semua orang itu jadi rsgu-rsgu, karena mereka mengetahui benar bahwa Oey Yok Su merupakan jago tua yang sudah sulit dicari tandingannya.
"Hayo... siapa yang ingin memulainya?"
Tanya Oey Yok Su lagi.
"Aku akan mencobanya!"
Kata seseorang yang telah melangkah maju, seorang lelaki berusia empat puluh tahun dengan bentuk mukanya yang segi tiga seperti muka tikus.
"Aku Bian Sin Wan, ingin meminta petunjuk-petunjuk dari Oey Loenghiong."
Lalu orang tersebut, yang mengaku bernama Bian Sin Wan telah memberi hormat.
"Mulailah, jangan terlalu banyak peradatan..!"
Kata Oey Yok Su dengan muka yang dingin.1006 Bian Sin Wan rupanya telah nekad untuk menghadapi sepuluh jurus serangan Oey Yok Su karena jika dia berhasil tentu dia akan diperbolehkan menonton pertemuan besar para orang gagah.
Sepuluh jurus pikir Bian Sin Wan bukanlah terlalu banyak, jika dia bertahan terus untuk dapat membela diri dari sepuluh kali serangan Oey Yok Su, tentu dia akan lolos dari ujian itu.
Oey Yok Su sebagai tokoh yang rnemiliki nama sangat besar dalam rimba persilatan, tentu tidak akan menarik kembali janjinya itu.
"Aku sudah Oey Locianpwe…."
Kata Bian Sin Wan sambil memasang kuda-kuda yang sangat kokoh sekali.
Oey Yok Su tertawa dingin, dia maju satu tindak dengan sikap yang tenang, kemudian dia menggerakan tangan kirinya perlahan sekali, tetapi angin yang berhamburan dari telapak tangannya itu telah menghantam orang she Bian tersebut.
Bian Sin Wan juga termasuk jago pertengahan yang memiliki sepandaian cukup tinggi, maka melihat dirinya diserang dengan pukulan "Pek Ciang" (Pukulan Udara Kosong), dia cepat-cepat menggeser kaki kanannya setengah lingkaran, lalu dengan jurus "Pian Hoa Sin Hito"
Atau "Arwah Sakti Merobah Ujud", maka serangan Oey Yok Su sekali ini telah gagal mengenai dirinya. Tetapi Oey Yok Su tidak berhenti hanya sampai disitu saja, dia telah mengeluarkan suara bentakan .
"Inilah jurus yang kedua!"
Dan Oey Yok Su telah menyerang dengan jari telunjuknya seperti sedang menulis diudara dari ujung jari telunjuknya meluncur angin serangan yang kuat sekali.
Kali ini Bian Sin Wan tidak bisa mengelakannya, karena serangan Oey Yok Su yang disertai tiga bagian tenaga dalamnya telah menerjang dirinya dan tahu-tahu Bian Sia Wan telah mengeluarkan suara jeritan kesakitan, tubuhnya terpental dan ambruk diatas tanah dalam keadaan pingsan.1007 Semua orang yang menyaksikan hal itu jadi berdiri bengong, karena mereka melihat kawan mereka yang seorang itu hanya dalam dua jurus saja telah berhasil dirubuhkan oleh Oey Yok Su.
Sedangkan Yo Ko, Siauw Liong Lie.
Siauw Goat Lan, Yo Him dan yang lain-lainnya berdiri kagum menyaksikan Oey Yok Su hanya dalam dua jurus, bahkan jurus keduanya hanya mempergunakan jari telunjuknya saja, seperti ilmunya It Teng Taisu yaitu It Yang Cie, sijari tunggal, telah bisa merubuhkan lawannya yang tidak lemah itu.
"Siapa yang ingin mencoba lagi ?"
Tanya Oey Yok Su dengan suara yang dingin.
Rombongan orang yang berjumlah kurang lebih lima puluh orang itu, telah bungkam tidak ada yang menyahuti.
Tetapi selang sejenak, tiba-tiba orang yang berpakaian tojin telah melangkah maju sambil katanya .
"Oey Locianpwe, pinto Sung Kian Cinjin ingin coba-coba merasakan tanganmu, harap Locianpwe tidak berlaku terlalu keras padaku !"
"Hemm,"
Oey Yok Su hanya mendengus dingin saja. Kemudian Sung Kian Cinjin mengebutkan hudtimiya sambil berkata .
"Pinto telah siap, Locianpwe….!"
Oey Yok Su tidak menyahuti, dia hanya berkata dengan suara halus kepada Kwee Siang .
"Minggirlah cucuku, biarlah aku rnemberi pelajaran kepada monyet tengik ini !"
Muka Sung Kian Cinjin jadi berobah merah, walaupun dia mengetahui Oey Yok Su sangat tinggi sekali kepandaiannya, tetapi dia jadi mendongkol dan marah dirinya disebut sebagai seekor monyet yang tengik.
Namun karena Oey Yok Su merupakan dedengkot dari jago-jago dirimba persilatan, dia berusaha tidak memperlihatkan kemendongkolannya itu, hanya diarn-diarn dia lelah memperkuat kedudukan kuda-kuda kedua kakinya.1008 Oey Yok Su menghampiri perlahan-lahan, dan kemudian waktu jarak mereka terpisah dua tombak, Oey Yok Su berkala.
"Sebetulnya kepandaianmu itu tidak ada artinya, engkau hanya mengenal kepandaian dasarnya saja. Dalam satu jurus saja engkau akan bisa kurubuhkan.. !"
Mendengar perkataan Oey Yok Su, Sung Kian Cinjin jadi tambah mendongkol.
Begitu juga kawan-kawannya yang berjumlah lima puluh orang lebih itu jadi mendongkol juga, mereka mengangap bahwa Oog Yok Su terlalu sombong.
Sung Kian Cinjin telah menjura dan katanya dengan suara yang tawar.
"Memang kepandaian pinto yang bodoh sangat rendah sekali.... itulah sebabnya maka pinto bermaksud untuk meminta petunjuk dari Locianpwe."
"Hemmm, hatimu tentu tidak senang mendengar aku mengatakan dalam satu jurus bisa mengalahkanmu, bukan?"
Kata Oey Yok Su yang seperti dapat membuka perasaan si tojin. Sung Kian Cinjin telah mengangguk sambil katanya."
Itu terserah pada Oey Locianpwe, jika memang Oey Locianpwe berlaku keras, berarti pinto akan buruk dengan bercacad."
Itulah kata-kata yang merendahkan diri, tetapi didalam kata-kata itu terdapat ejekan untuk Oey Yok Su, karena imam itu ingin menyatakan jika saja Oey Yok Su, gagal merubuhkaanya dalam satu jurus, berarti Oey Yok Su akan kehilangan muka.
Sedangkan Sung Kian Cinjin sendiri yakin, jika hanya satu jurus tentu dia bisa mengadakan pembelaan dan penjagaan diri yang ketat agar tidak sampai rubuh ditangan Oey Yok Su.
Yo Ko dan yang lain-lainnya menyadari bahwa Oey Yok Su bukan bicara besar, karena tokoh tua persilatan itu memang memiliki kepandaian yang telah sempurna sekali.1009 Jangankan Sung Kian Cinjin, sedangkan Yo Ko atau Siauw Liong Lie belum tentu dapat menghadapi sebanyak seratus jurus jika bertempur dengan jago tua she Oey yang menjadi pemilik pulau Tho boa-to tersebut.
"Hayo mulai!"
Kata Oey Yok Su dengan suara yang dingin. Sung Kian Cinjin juga sudah tidak berlaku sungkan-sungkan lagi, dengan mengeluarkan suara yang perlahan.
"Jangan terlalu keras menjatuhkan tanganmu, Oey Locianpwe…." , imam itu telah menggerakkan tangan kanannya akan mencengkeram bahu Oey Yok Su, sedangkan tangan kirinya menghantam kearah perut Oey Yok Su. Cara menyerang imam itu memang merupaKan serangan yang cukup nekad. karena dengan menyerang seperti itu dia harus mempertaruhkan keselamatan jiwanya, sebab dia melancarkan serangan tersebut tanpa mengadakan suatu penjagaan dirinya. Tetapi jika menghadari seorang jago yang berkepandaian berimbang dengan kepandaiannya mungkin tojin itu bisa merubuhkan lawannya. Justru sekarang yang dihadapinya adalah Oey Yok Su. tokoh dan dedengkot dari rimba persilatan. Walaupun tojin itu telah berlaku nekad. mana bisa dia merubuhkan Oey Yok Su. Bahkan ketika tangan kirinya hampir menghantam perut Oey Yok Su dan tangan kanannja belum lagi sempat mencapai pundak tokoh she Oey itu, dengan gerakan yang sangat ringan sekali Oey Yek Su tabu-tabu melejit kesamping dan telah berada dibelakangnya si tojin. Sebelum Sung Kian Cinjin sempat menyadari akan kegagahan itu dengan jurus Ju Coan Swie Jin"
Atau "Pukulan Menembus Air"
Oey Yok Su telah menolak punggung tojin itu.
Cara menolak dari tangan Oey Yok Su tampaknya perlahan sekali, tetapi kesudahannya sangat hebat, tubuh Sung Kian Cinjin jadi terjerembab ketanah, mukanya menghantam batu1010 kerikil yang ada ditanah, sehingga giginya rontok dua buah!!
Waktu tojin itu bangun, mulutnya telah membengkak.
Semua orang yang menyaksikan kejadian seperti ini benar-benar jadi takluk dan kagum atas kepandaian Oey Yok Su.
Karena Sung Kian Cinjin sebetulnya bukan jago sembarangan, tetapi dalam satu jurus saja ternyata Oey Yok Lu telah bisa merubuhkannya.
Tidak kecewa Oey Yok Su diakui sebagai seorang guru besar dirimba persilatan.
Lima puluh orang lebih kawan si imam jadi ciut nyalinya, tidak seorangpun yang berani untuk maju mencoba-coba kepandaiannya.
Sung Kian Cinjin telah merangkak bangun dan dengan muka merah padam karena malu dan marah, dia kembali kerombongan kawan-kawannya tanpa mengatakan sesuatu apapun juga.
"Sungguh kepandaian yang sangat indah dan menakjubkan!"
Tiba-tiba terdengar suara nyaring yang telah memuji.
Waktu semua orang menoleh, dari balik batang pohon telah melangkah perlahan-lahan seorang hweeshio tua yang berusia lanjut dengan jenggotnya yang berwarna putih, sedang berjalan menghampiri kearah mereka.
Yo Ko dan yang lainnya jadi girang, bahkan Ciu Pek Thong telah melompat-lompat sambil tertawa kemudian disusul dengan kata-katanya .
"Tua bangka It Teng, ternyata engkau datang terlambat....lihat, aku telah datang lebih dulu !!"
Orang yang baru muncul itu memang It leng Taisu, pendeta dari selatan. Dengan tersenyum ramah tampak It Teng Taisu merangkapkan sepasang tangannya, dia telah berkata sabar .
"Ya, memang Lolap datang terlambat.... maafkan Ciu Enghiong!" 1011 Mendengar dirinya disebut sebagai Ciu Enghiong, pendekar gagah she Ciu, bukan seperti biasanya dipanggil si tua bangka Loo boantong, dengan sendirinya Ciu Pek Thong jadi kegirangan dan telah melompat-melompat.
"Lihat, aku si Loo-Boan Thong telah memperoleh kemenangan, dapat menepati janji tidak datang terlambat!"
Dan dia tertawa bergelak-gelak. It Teng Taisu telah menjura memberi hormat kepada Oey Yok Su, sambil katanya.
"Oey heng, apakah sudah hadir semuanya?"
Dia memanggil Oey Yok Su dengan sebutan Oey heng, yaitu Saudara she Oey.
"Apapun baru sampai, jika memang engkau ingin bertanya, tanyakan saja kepada Yo Ko ...!"
Aseran dan tawar sekali suara Oey Yck Su.
Saat itu Yo Ko, Siauw Liong Lie dan yang lainnya telah menghampiri It Teng Tiat su dan memberi hormat.
Waktu mengetahui Yo Him adalah putera dari Yo Ko dan Siauw Liong Lie, dan kini telah meningkat besar hampir dewasa malah sekarang bisa kumpul dengan ayah bundanya, maka It Teng Taisu jadi girang bukan main.
"Bagus! Bagus! Mudah-Mudahan setelah pertemuan besar yang kita adakan ini. Semuanya akan memperoleh nasib baik! OmitohuJ! Omitohud! Alangkah menggembirakan sekali kalian telah bisa bertumpu!!"
Kata It Teng Taisu.
"Eh, pendeta tua bangka, apakah engkau telah bersiap-siap untuk memulai pertemuan kita ini?"
Tanya Oey Yok Su deagan suara menegur. It Teng Taisu tertawa.
"Oey-heng, engkau tidak perlu kesusu, kau bereskan dan selesaikan urusanmu dengan kelima puluh orang itu.." !"
Kata It Teng Taisu.1012 Oey Yok Su tertawa dingin.
"Tidak ada seorang pun diantara mereka yang boleh mendaki puncak Hoasan. karena mereka bukan manusia-manusia yang ada artinya, hanya kurcaci dan para bu-beng-siauw-cut (maling kecil dan rendah tidak memiliki nama)!"
Mendengar perkataan Oey Yok Su maka kelima puluh orang lebih itu telah berobah!
Mereka mendongkol dan marah, tetapi apa yang bisa mereka lakukan terhadap tokoh persilatan she Oey yang memang memiliki kepandaian sangat tinggi dan sempurna sekali.
Disaat itu tampak Oey Yok Su telah menghadapi kelima puluh orang itu dengan sikap yang angkuh sekali, seperti juga dia memandang rendah dan menjemukan.
Kemudian dia menggerakan tangan kanannya yang dikebutkan perlahan dengan angkuh.
"Kalian cepat menggelinding pergi"
Muka kelima puluh orang gagah itu.
yang terdiri dari para jago-jago yang memiliki nama didalam rimba persilatan jadi berobah, mereka mendongkol sekali sampai ada diantara.
mereka yang tersinggung, tetapi tidak memiliki keberanian untuk menentang Oey Yok Su, telah membalikkan tubuhnya ingin turun gunung kembali.
Tetapi saat itu It Teng Taisu telah berkata dengan suara yang sabar.
"Siancai! siancai! Mengapa mereka dilarang untuk sekedar menyaksikan? Bukankah mereka tidak bermaksud mengambil bagian dalam pertemuan kita ini." . mereka hanya ingin menyaksikan untuk menambah pengalaman saja….."
"Hmmm......"
Mendengus Oey Yok Su dengan suara yang aseran sekali.
"Dengan adanya mereka, tentu akan mengganggu pertemuan kita! Apa untungnya mereka berada di Hoa San, hanya mengganggu pencurahan perhatian kita dan juga pertemuan kita tentu terganggu dengan adanya mereka!" 1013 Setelah berkata begitu Oey YoK Su telah mendelikkan matanya kepada rombongan para jago-jago itu, sambil bentaknya.
"Mengapa kalian tidak cepat-cepat menggelinding pergi? Apakah ingin aku yang melempar-melemparkan kalian kebawah gunung?"
Waktu berkata begitu, wajah Oey Yok Su tampaknya kejam dan dingin sekali, tidak memantulkan perasaan kasihan sedikitpun juga.
Kelima puluh lebih orang-orang itu memang gentar dan hati mereka tergetar karena melihat sikap Oey Yok Su yang galak.
Namun dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba terdengar suara bergelak-gelak dari rombongan orang tersebut, suaranya sangat keras dan nyaring.
"Sungguh gagah! Sungguh gagah!"
Kata suara itu kemudian sambil melompat keluar dari rombongan para jago tersebut.
Waktu Yo Ko dan yang lainnya melibat orang yang melompat keluar itu, muka mereka jadi berobah, bahkan Yo Ko dengan sengit telah berkata .
"Oh kiranya engkau ?' "
Benar!
Benar!
Memang aku!
Memang aku yang ingin mengambil bagian dalam pertempuran dan pertemuan di Hoa-san ini...!
" , menyahuti orang itu.
Dialah Tiat To Hoat-ong.
Siauw Liong Lie sendiri yang teringat betapa dulu dia telah didesak oleh pendeta lhama dari Mongol ini sampai jatuh kedalam lembah dan terpisah dengan anaknya, Yo Him, jadi marah sekali waktu melihat Tiat To Ho-at-ong.
Tetapi disaat itu Siauw Liong Lie teringat sedang berkumpul orang-orang gagah yang menjadi tokoh dan dedengkot persilatan, seperti Oey Yok Su dan It Teng Taisu, maka Siauw Liong Lie hanya bisa menahan kemarahan hatinya dan berdiri diam saja dengan mata mengawasi Tiat To Hoat-ong dengan sorot mata mengandung kebencian.1014 Tiat To Hoat-ong telah memperdengarkan suara tertawanya lagi.
"Bolehkah aku ikut mengambil bagian dalam pertemuan di Hoa-san ini ?"
Tanyanya kemudian sambil matanya memandang kepada It Teng Taisu, kemudiai Oey Yok Su.
lalu Yo Ko, Siauw Liong Lie, seperti juga dia ingin meminta kepastian dari orang-orang tersebut.
Oey Yok Su yang terkenal memiliki adat sangat aneh telah memperdengarkan suara tertawa menyersamkan, dia berkata dengan suara yang dingin.
"Jika engkau bisa menyambut sepuluh jurus seranganku, engkau diperbolehkan ikut mengambil bagian dalam pertemuan di Hoa-san ini….!. Dingin sekali suara Oet Yok Su, dia juga seperti memandang rendah kepada Tiat To Hiat ong. Pendeta Lhama diri Mongolia itu telah mengeluarkan suara tertawa mengejek kemudian katanya.
"Jika sekarang aku harus berhadapan denganmu, berarti pertemuan para orang-orang gagah di Hoa-san ini telah dibuka bukan?"
Licik sekali kata-kata Tiat To Hoat-ong karena dia berkata dengan alasan yang kuat.
Dia memang hendak mengelakan diri dari bentrokan dengan Oey Yok Su, maka sengaja dia mengajukan pertanyaan seperti itu.
"Mengapa harus telah dibuka pertemuan para orang gagah di Hoa-san ini? Syarat yang kuajukan itu merupakan syarat pribadiku, tidak ada hubungannya dengan pertemuan para orang gagah di Hoa-san. Jika memang engkau bisa menghadapi sepuluh jurus seranganku berarti engkau ada harganya untuk ikut ambil bagian dalam perteman di Hoa-san ini dimana nanti kami akan mengadu kepandaian untuk menentukan siapa yang terpandai! Sekarang jika engkau gagal menerima sepuluh jurus seranganku, apa artinya manusia seperti engkau turut ambil bagian, hanya bisa mengacau saja!!" 1015 Mendengar perkataan Oey Yok Su muka Tiat To Hoat ong jadi berobah.
"Belum tentu dalam sepuluh jurus engkau bisa merubuhkan aku!"
Kata hati kecilnya. Tetapi dengan tersenyum mulutnya berkata lain.
"Justru kalau bertempur dulu berarti aku telah turut ambil bagian untuk penemuan orang-orang gagah di Hoasan ini! Terlebih lagi, memang aku diutus oleh Kaisar Kublai Khan untuk mengadakan kontak dengan pihak kalian, para jago didaratan Tionggoan ini" .."
Oey Yok Su yang memiliki adat aneh tetapi cerdas telah berkata.
"Kalau begitu belasan tahun yang lalu di mana kami masing-masing menerima sepucuk surat undangan ke Hoasan dengan memalsukan nama kami, pekerjaan kau juga?"
"Benar!"
Mengangguk Tiat To Hoat-ong sambil tertawa.
"Memang aku telah perintahkan orangku yang akhli menjiplak huruf dan tanda tangan untuk mamancing kalian berkumpul di Hoasan, agar kami bisa mengadakan hubungan. Tetapi apa yang terjadi ternyata berlainan dengan apa yang kami kehendaki, kalian telah saling berpisah…. maka sekarang adalah kebetulan yang menggembirakan sekali, Kita bisa saling bertemu dan berkumpul, bukankah ini merupakan urusan yang menyenangkan sekali?"
"Kau.... diperintahkan oleh Kaisar Mongol itu?"
Bentak Oey Yok Su yang sikapnya menjadi bersungguh-sungguh.
"Tentu! Justru aku diutus untuk mengadakan kontak dengan kalian, para pendekar gagah perkasa..."
Mengangguk Tiat Hoat ong. Mendengar sampai disitu, Oey Yok Su rupanya tidak bisa menahan kemarahan yang bergolak dicarinya dengan mengeluarkan bentakan.1016
"Manusia rendah....."
Tangan kirinya telah bergerak dengan gerakan yang melintang mempergunakan jurus "Liong Heng Coan Ciang"
Atau Naga Menembus Tangan" , kemudian disusul dengan kakinya bergerak kearah kempolan Tiat To Hoat ong dengan tendangan Lian Hoan Tui atau tendangan berantai.
Tiat To Hoat ong telah bersiap-siap sejak tadi, maka ia tidak menjadi terkejut melihat datangnya serangan seperti itu.
Dia telah mengeluarkan suara hentakkan yang sangat keras sekali, dan memutar tubuhnya agak miring kekanan, tangan kirinya diangkat seperti juga akan mencengkeram, dan perutnya dikempiskan dan dimiringkan kebelakang sedikit, tangan kanannya dipergunakan untuk menotok jalan darah di pinggul Oey Yok Su.
Gerakan yang dilakukannya itu merupakan gerakan yang sangat manis sekali, karena dia telah mempergunakan jurus "Lie Kong Sia Ciok"
Atau "Lie Kong Memanah Batu", gerakan itu cepat sekali. Oey Yok Su tidak gentar melihat cara menyerang lawannya, dengan mengeluarkan dengusan "hmmm,"
Tampak tangan kanannya diangkat, dia telah melancarkan serangan dengan jurus "Ging Hong Tan Tim"
Atau "Menyambut angin dengan menyentakkan debu" , walaupun hanya dengan jari tangannya, tetapi gerakan jari tangan Oey Yok Su membawa angin yang menderu-deru.
Terpaksa Tiat To Hoat-ong melompat mundur menjauhi diri, sambil bergerak mundur Tiat To Hoat-ong telah berkata .
"Tahan... aku ingin bicara !"
Oey Yok Su memperdengarkan suara tertawa mengejek, tetapi tangannya tidak tirggal diam, dia telah melancarkan serangan susulan dua kali berturut-turut dengan jurus "Hun Kin Co Kut"
Atau "Memecahkan Otot-Memindahkan Tulang", lalu disusul gerakan "Hui Hong. Pay Liu"
Atau "Angin Meniup Pohon Liu " 1017 Tiat To Hoat-ong jadi mengeluarkan seruan kaget, karena ia tidak menyangka Oey Yok Su merupakan seorang tokoh rimba persilatan yang sulit sekali diajak bicara.
Tetapi Tiat To Hoat-ong juga tidak berarti berlaku lambat, cepat sekali dia telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras sambil kedua telapak tangannya ditepukkan satu dengan yang lainnya, karena dia memang melatih ilmu Yoga, dengan sendirinya lwekang dari Tiat To Hoat-ong juga merupakan tenaga dalam yang tinggi dan aneh sekali.
Waktu dia menepuk kedua tangannya itu, dia telah memusatkan kekuatan inti tenaga dalamnya itu, sehingga tubuhnya jadi kedot, karena ilmu Yoga yang dipergunakannya kali ini hampir mirip dengan ilmu silat kebal didaratan Tiong-goan yang bernama Tiat Po San.
"Dik, duk, duk!"
Tiga kali tubuh Tiat To Hoat-ong terserang oleh gempuran tangan Oey Yok Su, tubuhnya hanya tergetar sedikit saja dan merasakan napasnya agak sesak.
Oey Yok Su sendiri waktu melihat serangannya telah berhasil mengenai sasarannya, semula dia menduga bahwa Tiat To Hoat-ong akan mengeluarkan suara jeritan dan tubuhnya terlempar keras.
Namun yang dilihatnya sebaliknya, justru disaat itu tubuh Tiat To Hoat ong hanya tergetar sedikit saja dan mukanya tetap tenang memperlihatkan senyum.
Tiat To Hoat-ong memang tidak mau mempelihatkan kelemahannya, dia jadi tersenyum sambil disusuli dengan kataknya.
"Hayo menyerang lagi..! Hayo....!"
Katanya dengan suara yang menantang.
"Mengapa bengong,"
Tegur Tiat To Hoat-ong, meluap darah Oey Yok Su.
Penasaran bukan main dia tidak berhasil merubuhkan Tiat To Hoat ong.
Sedangkan Ciu Pek Thong telah berseru dengan suara yang nyaring "Tua bangka she Oey, engkau jika rubuh ditangan si gundul kerbau Mongol itu, jangan mempergunakan namamu1018 lagi..."
Dan setelah berkaca begitu Ciu-Pek Thong tertawa bergelak-bergelak. Oey Yok Su jadi semakin mendongkol saja, dia telah mengeluarkan suara bentakan.
"Jika aku kalah ditangan si gundul dari Mongol ini, biarlah akan kugorot leherku dengan pedang dan berhenti menjadi manusia."
Mendengar perkataan Oey Yok Su, Ciu Pek Thong memperdengarkan suara tertawanya lagi, kemudian kepada Yo Ko Ciu Pek Thong telah berkata.
"Kita lihat saja buktinya, dia akan menepati janjinya atau tidak!" -oo0dw0oo-
Jilid 29 MENDONGKOL sekali hati Oey Yok Su, dan kemendongkolannya itu telah ditimpahkan kepada Hiat To Hoat ong. Dengan gerakan "Pek Ho Ciong Thian"
Atau "Burung Bangau Futih Menembus Awan" , cepat sekali kedua tangannya bergerak dengan bersilang, tubuhnya agak maju sedikit, dan tahu tahu tangan kirinya menerobos penjagaan Hiat To Hoat ong akan meremas perutnya, bukan digempur seperti tadi.
Tiat t o Hoat-ong juga mengenal jurus yang dipergunakan Oey Yok Su, jurus itu memang merupakan gerakan yang sederhana sekali, tetapi dipergunakan oleh seorang tokoh persilatan seperti Oey Yok Su, dengan sendirinya menjadi hebat luar biasa.
Dengan mengeluarkan suara teriakan yang sangat nyaring, Tiat To Hoat-ong tidak berani seperti tadi.
menyambut serangan lawannya.
Dengan menggunakan kedua tangannya mendorong kedepan, dari kedua telapak tangauya itu mengalir1019 keluar arus angin yang sangat kuat sekali, dan tampak kedua kaki Tiat To Hoat ong telah melompat mundur sejauh dua tombak lebih menjauhi diri dari Oey Yok Su Serangan yang dilancarkan Oey Yok Su jadi mengenai tempat kosong.
Tetapi Oey Yok Su memang telah mendongkol dan bertekad di hatinya ingin menghajar Tiat To Hoat ong dan melampiaskan kemendongkolannya karena diejek Ciu pek Thong kepada pendeta Mongol ini.
Maka begitu lawannya melompat mundur, segera Oey Yok Su melompat dan meneruskan serangannya beruntun runtun tiga jurus, yaitu dengan gerakan "Tiang Coa Cu Tong"
Atau "Ular keluar Dari Liang", disusul lagi dengan gerakan "Hong Hong Tian Tauw"
Atau "Burung Hong Menganggukan Kepala" , dan jurus yang ketiga dia mempergunakan gerakan "Tui Cung Bong Goat"
Atau "Mendorong Jendela Melihat Bulan".
Sekaligus diserang tiga jurus dari tiga jurusan oleh Oey Yok Su, Tiat To Hoat-ong jadi terkejut sekali.
Ia memang mengetahui Oey Yok Su merupakan tokoh persilatan yang sangat ternama dan disegani didaratan Tiong-goan.
Tetapi Tiat To Hoat ong tidak menyangkanya bahwa dia justru harus menghadapi orang she Oey itu dengan kepandaiannya yang benar-benar sangat hebat.
Coba kalau tadi diserang tiga jurus dengan beruntun oleh Oey Yok Su dan dia bergerak kurang cepat, niscaya dia akan menemui kematian, atau setidak-tidaknya akan terluka parah.
Tetapi Tiat To Hoat-ong sebagai tokoh yang menjagoi di Mongolia dan merupakan orang kepercayaan Kublai Khan, dengan sendirinya dia memiliki kepandaiaa yang tidak lemah.
Walaupun memang kepandaian Tiat To Hoat-ong tidak setinggi kepandaian Oey Yok Su, namun bagi Oey Yok Su juga tidak mudah, untuk merubuhkan Tiat To Hoat-ong hanya dalam waktu yang singkat.1020 Cepat sekali Tiat To Hoat ong mengeluarkan ilmu latihan Yoganya, dia hanya menggerak-gerakkan kedua tangannya, yang diputarnya cepat sekali sehingga kedua tangannya itu melindungi tubuhnya.
Gerakan yang diakukan oleh Tiat To Hoat ong ini sebetulnya di Tionggoan memiliki ilmu yang serupa dengin ilmu dari pendeta tersebut, yaitu jurus atau ilmu Tiat See Ciang atau telapak tangan pasir besi, yang sangat berbahaya, apa lagi memang Tiat To Hoat ong mempergunakan ilmunya itu dengan memutar sepasang tangannya, maka jika sampai lawannya melancarkan serangan juga dari mereka saling bersentuhan, niscaya lawannya akan menderita kerugian yang tidak kecil.
Tetapi bagi Oey Yok Su gerakan tangan Tiat To Hoat-ong merupakan jurus yang tidak begitu sulit untuk dihadapi.
Dengan menentang kelima jari tangan kirinya dan juga tangan kanannya melakukan, pukulan dengan jurus Ju Can Swie Jim atau pukulan menembus air.
Maka bagimanapun tapatnya penjagaan diri dari Tiat To Hoat Ong tentu dapat diterjang dengan serangan yang dilakukan oleh Oey Yok Su.
Beberapa kali diantara derai serangan ke dua tangan Oey Yok Su, Tiat To Hoat Ong memutar otaknya untuk mencari karena pendeta ini menyadari, jika mereka bertempur terus seperti itu, tidak sampai seratus jurus dirinya akan dapat dirubuhkan Oey Yok Su, maka dari itu dalam keadaan seperti ini Tiat To Hoat Ong telah mencari jalan keluar.
Dia telah mengeluarkan suara bentakan-bentakan sambil menangkis serangan-serangan Oey Yok Su dengan tangannya itu yang dikebutkan untuk mendesak Oey Yok Su.
Tetapi Oey Yok Su sama sekali tidak mau memberikan kesempatan bernapas kepada» Tiat To Hoat Ong, tidak terus1021 mengepung rapat tubuh pandeta ini.
dengan sepasang tangannya.
Disaat itulah, diotak Tiat To Hoat Ong berkelebat serupa ingatan.
"Tahan! Orang she Oey, tahan dulu!"
Teriak Tiat To Hoat ong "Atau kata katamu memang tidak bisa dipergunakan dan tak ada harganya?"
Oay Yok Su terkejut dia juga segera teringat sesuatu, sehingga dia jadi begitu mendongkol dan membanting-banting kakinya dengan wajah yang muram.
"Telah lima belas jurus, atau mungkin lebih engkau melancarkan serangan. Tetapi engkau tidak berhasil merubuhkan diriku. 'Hemmm. mana itu kesombonganmu?"
Muka Oey Yok Su berobah rnerah.
"Baik engkau menang!"
Katanya dengan mendonglol meluap-luap.
Kelak engkau boleh ikut dalam pertemuan di Hoa san' retapi sekarang, justru secara pribadi aku ingin meminta petunjuk petunjukmu pendeta besar yang sangat terhormat….!"
Setelah berkata mengejek begitu. Oey Yok Su telah melompat dan ingin melancarkan serangan pula kepada lawannya. Tetapi Tiat To Hoat melompat mundur dia berseru.
"Tahan! Sekarang aku tidak memiliki waktu untuk bermain-main denganmu! Nanti setelah selesainya pertemuan di Hoasan. barulah kita main-main. Engkau ingin bertempur seberapa ratus jurus juga akan kulayani."
Oey Yok Su jadi bcrdiri dengan muka yang muram, karena dia tidak bisa mengendalikan kemendongkolannya, itu yang tidak memperoleh kesempatan untuk melampiaskannya.1022 Saat itu Siauw Liong Lie sudah tidak bisa mempertahankan keinginan di hatinya untuk menghajar Tiat To Hoat ong, maka dia telah melompat maju sambil memberi hormat kepada Oey Yok Su.
"Oey lociampwe lebih baik kerbau gundul seperti dia jangan dilayani, mana pantas menyembelih ayam harus mempergunakan golok babi? Maka biarlah aku yang maju memberikan hajaran padanya."
Oey Yok Su masih diliputi kemendongkolan hanya mendengus.
"Hmm,"
Tanpa memberi komentar dia berdiam diri dengan muka yang dingin sekali, karena dihatinya telah bertekad, nanti untuk menghajar Tiat To Hoat-ong habis-habisan setelah ada kesempatan.
Tiat To Hoat-Ong juga mengetahui kegusaran Oey Yok Su.
dia bahkan mentertawainya sambil katanya.
Engkau benar-benar seorang tokoh persilatan yang bisa dipegang kata-katanya, nanti setelah urusan di Hoasan selesai, barulah kita main-main tiga hari tiga malam.
Kau setuju bukan?"
Oey Yok Su mengetahui bahwa itu ejekan untuknya, dimana Tiat To Hoat-ong menganggap dirinya setingkat dengan dia.
Kemarahan yang bergolak dihatinya hampir saja tidak bisa disabarnya, tetapi untung saja Siauw Liong Lie telah cepat-cepat menghadapi Tiat To Hoat-ong dan berkata;
"Engkau dulu pernah memaksa aku dengan keroyokan sehingga aku terjerumus kedalam jurang disebuah lembah gunung Kun Lun, sekarang aku ingin melihat berapa tinggi kepandaian yang kau peroleh setelah belasan tahun kita tak bertemu ..."
Tiat To Hoat-ong tertawa mengejek.
"Engkau sendiri yang terjun kedalam jurang, kawan-kawanku Turkichi dan Talengki tentu akan membenarkan perkataanku, Bahwa engkau sendiri yang telah terjun kedalam jurang, jadi bukan kesalahan kami! Hemn, sekarang engkau1023 terhindar dari kematian dan telah berada disini juga, maka apakah kesempatan ini engkau ingin pergunakan ? Majulah" ."
Tantangan yang diajukan oleh Tiat To Hoat ong membuat muka nyonya Yo Ko itu berobah merah.
Dia memang telah menaruh kebencian kepada Tiat To Hoat ong, justru sekarang orang menghina dia dengan perkataan yang menantang itu, dengan sendirinya telah membuat Siauw Liong Lie tidak bisa mempertahankan diri lagi.
Dia telah mengeluarkn suara seruan yang sangat keras, dan menggerakkan kedua tangannya dari kiri dan kanan.
Kini Siauw Liong Lie telah memperoleh kepandaian yang lebih tinggi dari masa lalu, serangan kedua tangannya yang kosong tidak mempergunakan senjata tajam, jauh lebih hebat dibandingkan jika dulu Siauw Liong Lie menyerang dengan rnemakai pedang dan mempergunakan jurus-jurus dari Sian Lit Kiam Hoat.
Tiat To Hoat otg sendiri tidak menyangka bahwa kepandaian Siauw Liong Lie semakin sempurna dibandingkan dengan yang lalu, maka begitu diserang, belum lagi kedua tangan Siauw Liong Lie yang digerakkan serentak dari jurusan kiri dan kanan itu tiba, angin serangannya telah meluncur sangat hebat dan kuat.
Waktu itu Yo ko baru melihat kepandaian istrinya ini dia sangat kagum sekali.
Yo Ko hanya menduga, mungkin selama berada didalam lembah Siauw Liong Lie memperdalam kepandaiannya Tetapi melihat gerakan dan jurus yang dipergunakan oleh Siauw Liong Lie, Yo Ko jadi berdiri tertegun karena , herannya, dia melihat jurus jurus yang dipergunakan Siauw Liong Lie berbeda dengan jurus jurus Sian Lie Kiam hoat -atau ilmu Kouw Bok Pay yang biasa mereka latih berdua.
Tiat To Hoat Ong tidak berani berdiam diri atau berayal melihat cara menyerang yang dilakukan oleh Siauw Liong Lie,1024 disamping itu dia juga heran sama sekali, namun Tiat To Hoat Ong tidak sempat berpikr gerakan-gerakan kedua tangan Siauw Liong Lie sangat aneh sekali, dia seperti melancarkan serangan kekiri tetapi tahu-tahu tangannya telah menyambar kekanan, dan waktu tangan yang satunya menyambar kearah atas, tahu-tahu inceran sasaran yang sesungguhnya kebawah.
Hal ini telah membuat Tiat To Hoat-ong harus memasang mata baik-baik, karena sekali saja dia terserang, niscaya dirinya akan mengalami bahaya yang tidak kecil.
Siauw Liong Lie juga telah mempergunakan ilmu yang diperolehnya didalam lembah, untuk merubuhkan diri Tiat To Hoat-ong.
Yo Ko sendiri jadi heran.
Ciu Pek Thong berulang kali menggeleng-gelengkan kepala sambil mendesah-desah menyatakan kekagumannya atas kepandaian yang dimiliki Siauw Liong Lie.
Sedangkan Yo Him jadi berdiri tertegun dengan hati yang berdebar-debar keras, karena justru dia melihat ibunya memiliki kepandaian yang tinggi sekali, mendatangkan perasaan bangga dihatinya.
Disaat itu Tiat To Hoat ong mati-matian mengeluarkan kepandaiannya dan baru bisa mengimbangi permainan dan serangan kedua tangan Siauw Liong Lie.
It Teng Taisu sendiri telah menyaksikan, betapa Siauw Liong Lie memiliki kepandaian yang tinggi sekali, bahkan hati kecilnya mau menduga bahwa kepandaian Siauw Liong Lie berada diatasnya, atau setidak-tidaknya berimbang, jauh berbeda dengan dulu, diimana kepandaian Siauw Liong Lie masih berada dibawah kepandaiannya.
Yang berdiri heran adalh Oey Yok Su dia tidak mengerti Siauw Liong Lie ki telah memiliki kepandaian yang benar benar sangat tinggi dan aneh.
Kedua tangannya bergerak semakin lama jadi semakin perlahan, tetapi semakin lambatnya1025 gerakan tangan Siauw Liong Lie semakin kuat tenaga yang menindih Tiat To Hoat ong.
Pendeta utusan Mongolia itu jadi kelabakan juga, dia heran bertambah gagah.
Karena kepandaian Siauw Liong Lie sekarang berada diatasnya, walaupun Tiat To Hoar ong telah mengeluarkan seluruh kepandaian yang dimilikinya, tetapi.
kenyataannya dia terdesak hebat oleh Siauw l,iong Lie.
Tangan Siauw Liong Lie sebentar mengincar bagian bawah dan sebentar lagi mengincar bagian aras.
Tetapi setiap serangannya itu tidak bisa diduga dulu, karena selalu berobah-robah.
Tiat To Hoat-ong juga melihat kepandaian yang dipergunakan Siauw Liong Lie bukan ilmu pukulan pada belasan tahun yang lalu.
Pukulan pukulan tangan yang dilakukan Siauw Liong Lie kali ini sangat taggguh dan hebat.
Hebat dalam pengertian karena memang Siauw Liong' Lie telah mendesaknya terus marerus.
Waktu Tiat To Hoat ong tengah mempergunakan jurus "Yan Cu Sam Ciauw Sui"
Atau "Burung walet Tiga Kali Menyambar Air" , disaat itulah Siauw Liong Lie telah menyambuti serangan itu dengan gerakan tubuh yang dimiringkan kesamping kanan.
Lalu dibarengi lagi dengan gerakan kebasan, disusul lagi dengan gerakan tangan kanannya yang digerakkan kebawah, disusul lagi dengan ancaman tangan kirinya, ditangannya itu akan mencengkeram.
Tiat To Hoat ong telah menyerang dengan kuat sekali, sehingga tidak bisa ditarik kembali, walaupun dia melihat ancaman tengah mendatangi kedirinya.
Cepat bukan main, tampak Tiat To Hoat ong membuang diri kekanan tanpa sempat menarik pulang pukulannya, karena jika dia tidak mengambil tindakan seperti ini, pasti dirinya akan mengalami celaka ditangan Siauw Liong Lie.1026 Melihat lawannya bergulingan ditanah, Siauw Liong lie tidak tinggal diam, dia telah mengeluarkan suara bentakan keras dan kedua kakinya bergantian menendang dengan jurus tendangan "Lian Hoan Tai"
Dia menendang beberapa jalan darah terpenting ditubuh Tiat To Hoat-ong.
Pendeta Mongolia itu jadi tambah terkejut saja, dia sampai mengeluarkan teriakan yang sangat nyaring dan telah melompat berdiri dengan gerakan Tai Po Lian Hoat atau Mundur berantai.
Dengan caranya itu Tiat To Hiat ong dapat menghindar dan mundur beberapa langkah.
Sambil bertempur, Tiat To Hiat ong telah memperhatikan cara bersilat dan menyerang Siauw Liong Lie.
Tiat To Hiat ong sementara waktu hanya membela diri saja dari serangan-serangan yang dilakukan Siauw Liong Lie.
Namun Siauw Liong Li yang mendongkol karena melihat lawannya, setelah lewat banyak jurus tetap saja ticlak bisa dirubuhkan, membuat dia jadi mengerahkan tenaganya dan mengempos lwekangnya lalu dengan gerakan Ging Hong Tan Tim atau Menyambut Angin dengan Menyentil debu, tangannya monotok kearah tulang iga Tiat To Hoat-ong.
Tetapi sekali lagi pendeta itu bisa mengelakkan!
dia mengandalkan ilmu Yoganya sehingga tubuhnya licin seperti belut.
Diantara berkesiuran angin serangan kedua orang yang tengah bertempur itu, tampak semua jago yang berada di tempa ini memandang dengan kagum, mereka memandang tertegun kearah Siauw Liong Lie.
karena setiap jurus ilmu pukulan tangan kosong yang dilancarkannya sangat dahsyat dan membingungkan lawannya.
Yo Ko melihat cara bertempur isterinya telah memandang dengan mata terbuka lebar lebar, seperti juga dia tidak mau1027 mempercayai bahwa isterinya memiliki kepandaian setinggi itu.
It Teng taisu memandang diam saja, karena hatinya tengah berpikir keras.
Untuk mengetahui entah ilmu apa yang dipergunakan oleh Siauw Liong Lie.
Begitu pula Oey Yok Su, dia coba memperhatikan baik-baik setiap serangan yang dilakukan Siauw Liong Lie kepada lawannya, dia heran sekali karena tidak satu juruspun yang dikenalinya dan diketahuinya merupakan ilmu silat dari aliran mana.
Sebagai seorang tokoh sakti rimba persilatan, Oey Yok Su mengenal hampir seluruh ilmu silat dari berbagai cabang perguruan, dia sangat beepengalaman sekali, tetapi sekali ini ternyata dia tidak bisa mengetahui ilmu silat apa yang dipergunakan Siauw Liong Lie.
Waktu itu Yo Him telah memegang tangan Phang Kui In.
Phang Kui In menggangguk.
"Ya, ilmu pukulan Siauw Liong Lie luar biasa menakjubkan. Jika kelak engkau memperoleh didikan langsung dari ayah dan ibumu, tentu engkau menjadi seorang pendekar yang memiliki kepandaian sangat tinggi sekali" . Di saat itu tampak Siauw Liong Lie secara beruntun telah mempergunakan jurus dari "Hian Kie Ciang Hoat"
Atau "Ilmu Pukulan Tangan Kosong dari Hian Kie", Oey Yok Su tiba tiba teringat sesuatu.
"Hemmm. pasti ilmu dia!"
Katanya didalam hatinya, yang menduga kepada seseorang. Sedangkan Ciu Pek Thong bertepuk tepuk tangan kegirangan, sambil terus mengoceh tidak hentinya.
"Ya, manusia busuk seperti itu memang harus dihajar adat...'!" 1028 Sedangkan Siauw Liong Lie memperhebat setiap serangannya. Angin gempuran kedua tangannya telah berseliweran kuat sekali, dan membawa hawa maut. Tetapi justru disaat itu, dari rombongan orang-orang yang berjumlah lima puluh orang lebih telah melompat dua sosok bayangan.
"Turkichi! dan kau Talengki!"
Berseru Siauw Liong Lie dengan suara mengandung kemarahan."
Kebetulan, hayo cepat maju, biar kalian bertiga kubereskan hari ini!"
Talengki dan Turkichi telah mengeluarkan suara tertawa mengejek.
"Rupanya Thian masih melindungimu sehingga engkau perempuan siluman masih bisa panjang umur....!"
Mengejek Talengki.
"Ya. tetapi sekarang kalian tentu tidak bisa melakukan apa apa lagi.. !"
Kata Siauw Liong Lie."Lihat serangan."
Sambil mengeluarkan suara bentakan, tampak Siauw Liong Lie beruntun melancarkan dengan kedua tangannya silih berganti.
Dia menyerang dengan jurus-jurus yang membingungkan dan juga dia mendesak cepat sekali kepada Tiat To Hoat Ong.
Sedangkan Tiat To Hoat Ong yang didesak begitu gencar oleh Siauw Liong Lie membuat dia jadi terdesak cukup hebat, karena jika saja dia berlaku lengah, niscaya jiwanya akan mengalami bencana yang tidak kecil, bisa bisa bisa dia berhenti menjadi manusia.
Talengki dan Turkichi, keduanya melompat menerjang kepada Siauw Liong Lu ditangan mereka masing-masing menggenggam pedang, diwaktu melompat mereka telah mencabut senjata itu.
Kedua batang pedang itu dengan serentak telah meluncur akan menusuk dan menikam Siauw Liong Lie.1029 Yo Ko melihat itu jadi terkejut karena dia kuatir jika dikeroyok seperti itu isterinya nanti teiluka.
Dengan mengeluarkan suara bentakan Yo Ko telah melompat maju.
Lengan baju sebelah kanan yang kosong terjuntai itu disalurkan lwekangnya, sehingga lengan baju itu telah melibat dan melingkari pedang Turkichi, setelah itu Yo Ko mengeluarkan suara bentakan menarik pedang lawan.
Tetapi Turkichi walahpun kaget dan melihat pedangnya telah dilibat oleh lengan baju Yo Ko, dia tidak menjadi takut, atau juga gugup, dengan mengeluarkan suara bentakan, dia menyalurkan tenaga murni dari lwekangnya kepada pedangnya, maka pedang itu tidak bisa direbut oleh Yo Ko, mereka jadi saling tarik.
Tetapi Yo Ko tidak membuang-buang waktu, dengan cepat dia telah menggerakkan lengan kirinya, dengan jurus "Ya Ma Hun Ciang"
Atau "Kuda Liar Membilaskan bulu surinya,"
Disaat itu muka Turkichi telah dihantam keras sekali.
Untung saja Turkichi bergerak cepat dan gesit, sehingga sebelum lengan baju sebelah kiri Yo Ko menghantam mukanya, dia telah melompat kesamping mengelaklan dari lengan baju Yo Ko hanya menyerempet sedikit tetapi karena kuatnya tenaga dalam yang terkandung dipangkal lengan baju itu, menyebabkan Turkichi terhuyung seperti akan rubuh.
Cepat sekali Turkichi membenarkan kedudukan kakinya, dia mengeluarkan suara seruan perlahan dan telah menubruk diri Yo Ko.
Serangan yang dilakukannya dengan mempergunakan tangan kirinya, dia menghantam dengan kepalan tangannya karena pedangnya masih terlibat lengan baju kanan Yo Ko.
Yo Ko mengeluarkan suara dengusan dingin, lalu menggerakkan tangan kirinya.
Kepalan tangan kiri dari lwekang telah disambut dengan kepalan tangan kiri Yo Ko, maka tidak ampun lagi tubuh1030 Turkichi telah terlempar di tanah.
Cekalan pada pedangnya telah terlepas, dan pedang Turkichi yang terlepas itu meluncur dan menancap dalam sekali dibatang sebuah pohon yang terpisah lima tombak lebih.
Turkichi terlempar ambruk di tanah tanpa daya.
karena begitu tubuhnya hampir menyentuh tanah, tangan kanannya telah menghantam bumi, dan tubuhnya meletik lagi dengan gerakan ikan gabus meletik.
Kemudian waktu tubuhnya tengah melayang diudara dengan menggunakan jurus Coa Cu Tong atau Ular keluar dari liang, kedua tangannya itu seperti juga ular yang bergerak cepat sekali menyambar ke dada dan pundak Yo Ko.
Tubuh Yo Ko telah berkelebat-kelebat bagaikan bayangan untuk melepas serangan Turkichi.
Kemudian Yo ko menggunakan tangan kirinya mencengkeram pergelangan tangan Turkichi dan berseru sambil melontarkan Turkichi.
Tubuh Turkichi ambruk di tanah dengan keras.
Kali ini ia sudah tidak bisa mengelak dan waktu dia ingin melompat, tangan Yo Ko bergerak memukul dadanya.
"Bukk"
Dada Turkichi terhantam tepat sekali dan tubuhnya jtuh terguling lagi di tanah.
Tetapi Turkichi memang jago pilihan dari Kublai Khan yang bertugas untuk memupuk kekuatan pasukan Mongolia untuk menyerbu Tionggoan.
Tiat To Hoat ong dengan orang-orang yang berhasil dikumpulkannya akan menyambutnya dari dalam.
Memang Tiat To Hoat-ong telah berhasil menghubungi beberapa orang jago-jago kenamaan didaratan Tionggoan, tetapi banyak yang masih belum bisa dihubungi atau ditundukannya untuk bekerja pada kekuasaan Khan yang agung itu.
Maka dari itu, Tiat To Hoat-ong telah menerima perintah dari Kublai Khan.
jika dia tidak berhasil membujuk jago jago luar biasa didaratan Tionggoan, Tiat To Hoat-ong1031 harus mempergunakan kekerasan untuk membinasakan mereka.
Karena jika tidak, kelak tentara Mongol ia akan mengalami gangguan dan hambatan.
Kelima puluh lebih jago jago yang datang ke Hoa-san memang merupakan kaki tangan Tiat To Hoat-ong, jago jago yang telah menekuk kaki berlutut kepada kaisar Kublai Khan.
Maka kedatangan mereka ke Hoa-san adalah untuk mengacau dan ngeroyok Oey Yok Su dan jago jago utama lainnya, jika saja mereka itu menolak untuk bekerja pida Kublai Khan Sekarang Turkichi telah terguling beberapa kali ditangan Yo Ko, sehingga dia dapat membayangkan berapa tinggi kepandaian Yo Ko.
Jika mau dibandingkan, tentu dia masih berada dibawah tingkat Yo Ko.
Tetapi Turkichi sangat licik dan dia adalah jago yang tidak sembarangan, menghadapi jago sehebat Yo Ko, Turkichi masih bisa mempergunakan otaknya, dia telah bergulingan di atas tanah, kemudian dia membalikan tubuhnya dan menyelusup kedalam rombongan orang banyak.
Yo Ko tidak mengejar.
Turkichi menyadari jika dia bertempur terus dengan Yo Ko, tentu dia yang akan rugi, maka dari itu, dia menyelinap diantara teman-temannya itu untuk mengatur pernapasannya, mempersiapkan diri.
Jika saja jago jago di Hoa-san ini tidak mau menuruti perintah Kublai Khan tentu mereka akan menyerbu dan membinasakan jago jago itu.
Disaat itu Yo Ko telah menoleh melihat kearah Siauw Liong Lie.
Dia melihat istrinya telah mendesak Tiat To Hoat ong dengan gerakan yang mantap dan kuat, sehingga Tit To Hoat ong benar-benar untuk menghadapinya.
Tanpa memperdulikan legi perasaan malu tampak Tiat To Hoat ong telah mencabut keluar golok hitamnya.1032 Dengan mencekal goloknya itu kuat-kuat, dan kemudian diputarnya dengan keras, maka Siauw Liong Lie tidak bisa melakukan penyerangan yang terlalu mendesak dirinya.
Siauw Liong Lie telah merobah cara, bertempurnya, jika tadi dia memang banyak menyerang dengan jarak yang cukup jauh.
Tentu saja cara menyerangnya harus dilakukannya dengan tenaga dalam yang kuat, tanpa memiliki tenaga dalam yang sempurna, niscaya akan menyebabkan Siauw Liong Lie terkena oleh bacokaa atau tabasan golok lawannya.
Tiat To Hoat-ong yang melihat Siauw Liong Lie mulai mengendurkan penyerangannya dia jadi girang dan terbangun semangatnya.
Diiringi suara bentakannya yang sangat keras, tampak Tiat To Hoat-ong telah menggerakan goloknya, dia memutar goloknya secepat titiran sehingga tampak tubuh Tiat To Hoat ong seperti tergulung oleh semacam lingkaran golok yang bergulung-gulung.
Seperti biasanya, To hoat (ilmu golok) harus dipergunakan dengar cara melintang atau juga dengan cara menabas keras boleh ke bawah.
Tetapi berlainan dengan Tiat To Hoat ong, karena dia memang telah meyakinkan ilmu goloknya itu sampai mendalam benar, maka dia tidak menyerang dengan menabas atau-juga memotong, dia hanya menikam bagaikan tengah mempergunakan pedang, dan waktu sudah dekat dengan sasarannya, tampak Tiat To hoat Ong merobah kedudukan tangannya, maka golok itu baru menabas.
Cara menyerang yang dilamarkan oleh Tiat To Hoat ong memang agak membingungkan Siauw Liong Lie, sulit menerka kearah mana serangan itu ditujukan.1033 Dalam keadaan demikian, tampak Tiat To Hoat-ong telah mengeluarkan seruan seruan nyaring beberapa kali dan melancarkan serangan yang beruntun.
Disaat seperti itu Yo Ko tidak bisa ber diam diri.
dia telah berseru.
"Liong-jie, biar aku yang menghadapinya!"
"Jangan!"
Mencegah Siauw Liong Lie sambil membungkukkan tubuhnya mengelakan serangan Tiat To Hoat-ong.
"Biar aku yang . menghadapinya!"
Dan sambil berkata begitu, Siauw Liong Lie telah melepaskan sebatang peniti, dengan peniti yang telah ditekuk menjadi memanjang dia mempergunakan benda tersebut untuk menghadapi serangan serangan golok Tiat To Hoat Ong.
Semua orang yang menyaksikan apa yang dilakukan oleh Siauw Liong Lie jadi terkejut.
"Akh, Liong-jie keterlaluan lagi mengapa dia demikian ceroboh memandang rendah pada lawannya? Bukankah dengan demikian bisa mencelakai dirinya sendiri...?"
Pikir Yo Ko.
Disaat itu, Siauw Liong Lie tengah berkelit dari serangan lawannya.
Dia telah berkelit dengan tubuh yang dimiringkan, dan dalam keadaan demikian peniti ditangan kanannya telah meluncur akan menikam urat nadi dipergelangan lawannya.
Tiat To Hoat ong terkejut, dia mengeluarkan seruan kaget dan cepat cepat menarik pulang goloknya karena jika dia meneruskan serangannya, niscaya dia sendiri yang akan celaka, karena disaat itu jika goloknya baru berhasil menempel dibahu Siauw Liong Lie justru tusukan jarum peniti dari nyonya Yo itu akan sampai lebih dulu, berarti akan melenyapkan tenaga penyerangannya dan juga akan menyebabkan dia menjadi lumpuh.1034 Disaat itu, dengan tidak membuang buang waktu, dengan jurus "Pek Coa Touw Sia"
Atau Ular Putih mengeluarkan Lidah"
Tampak jurus Siauw Liong Lie meluncur lagi menuju urat darah yang terpenting dibawah dagu leher.
Waktu itu memang terlihat gerakan Siauw Liong Lie tidak akan membawa bahaya apa-apa, bukan hanya sebatang peniti saja?
Tetapi bagi Tiat To Hoat ong sendiri yang bersangkutan langsung telah mengetahui bahwa tusukan, yang dilakukan Siauw Liong Lie itu akan merupakan serangan mematikan, karena jalan darah Cie tu-hiai yang diincar dileher Tiat To Hoat ong merupakan jalan darah yang mematikan jika kena tertusuk benda tajam.
Tiat To Hoat-ong menggeser kakinya untuk menjauhi diri dari Siauw Liong Lie.
Tetapi gerakannya itu membuat dia hampir terguling digaet kaki Siauw Liong Lie, untuk itu Tiat To Hoat-ong harus mempergunakan gerakan 'Naga Melingkar Ditiang"
Agar dia bisa menguasai tubuhnya tidak sampai terguling ditarah.
Semua orang, jago-jago dan tokoh-tokon persilatan seperti Yo Ko, Oey Yok, Su, Ciu Pek Thong, It Teng Taisu, dan beberapa orang tokoh persilatan kawannya Tiat To Hoat-ong telah mengetahuinya bahwa kepandaian Siauw Liong Lie memang berada diatas Tiat To Hoat ong.
Baca Juga: Raja Silat 6
Baca Juga: Pendekar Baju Putih Kho Ping Hoo