Eps 7 Dendam Sejagad Legenda Kematian - Khu Lung
Baca online Dendam Sejagad Legenda Kematian - Khu Lung
Cersil Dendam Sejagad Legenda Kematian - Khu Lung.
Jawaban Kho It khi tetap tak berperasaan.
Sekilas amarah segera menghiasi wajah Ku See hong, teriaknya lagi keras-keras.
' Dimanakah sekarang aku berada?' "Dalam neraka!".
Jawaban dari Kho It khi masih tetap seperti sedia kala, tubuhnya belum juga bergerak, akan tetapi sepasang biji matanya menatap wajah Ku See hong tanpa berkedip.
Bergidik juga hati Ku See hong setelah ditatap macam begini, tegurnya lagi cepat.
' Kau ini manusia atau setan?"
"Manusia!"
Kho It khi memang seorang bocah yang berbakat lagi cerdas, ternyata dia bisa menunjukkan sikap maupun paras muka yang sama sekali tak berubah seperti sedia kala.
Dihadapi oleh sikap gerak gerik serta pembicaraan yang begitu aneh, Ku See hong sungguh dibuat kaget bercampur tercengang, sepasang matanya yang mengawasi wajah Kh oIt khi sampai terbelalak lebar-lebar tanpa berkedip.
"Ini dia pedangmu, cepat ambil pedang ini dan keluar!"
Perintah Kho It khi lagi dingin.
"Keluar? Keluar kemana?"
Ku See hong tidak habis mengerti.
Walaupun usia Kho It khi masih muda, namun sikap maupun tindak tanduknya tak berbeda jauh dengan raja akhirat kecil.
Mendengar pertanyaan tersebut, dia lantas mendengus dingin, serunya makin ketus.
"Keluar dan tinggalkan tempat ini!"
"Tinggalkan tempat ini... tinggalkan tempat ini..."
Gumam Ku See hong lirih.
Mendadak ia mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak, suaranya sangat keras bagaikan gunung karang yang berguguran, membuat seluruh ruangan bergetar sangat keras.
Terkesiap juga hati Kho It khi mendengar suara tertawa tersebut, segera pikirnya.
"Tenaga dalam yang dimilikinya begitu sempurna, mengapa ia bisa terhajar ilmu pukulan Hou kut jian jun im kang dari Ban sia kaucu dengan begitu mudah..?"
Mendadak Ku See hong menghentikan gelak tertawanya, lalu berseru dengan lantang.
"Adik cilik, tolong tanya kaukah yang telah menyelamatkan selembar jiwaku?"
"Bukan aku!"
Jawab Kho it khi singkat. Àdik cilik, cepatlah kau memberitahukan kepadaku, siapa yang telah menyelamaskan jiwaku?"
Walaupun Kho It khi ingin sekali memberi tahukan kepadanya bahwa manusia berkerudung warna warni yang telah menyelamatkan jiwanya, akan tetapi dia pun tak berani membangkang perintah dari encinya, maka kembali sahutnya dengan ketus.
"Tidak tahu!"
Kini Ku See hong benar-benar dibuat kebingungan oleh ucapan Kho It khi yang sangat aneh tersebut, sesudah terkejut dan termangu beberapa saat, diapun bertanya.
`Kalau begitu kau bukan orang yang menghuni di rumah ini?" ' Kau tak usah banyak bertanya lagi"
Tukas Kho It khi semakin ketus 'ambil pedang milikmu dan segera pergi dari sini"
Sejak mengembara didalam dunia persilatan, belum pernah Ku See hong menjumpai sikap yang begini aneh dari seorang bocah cilik, sebagai seorang lelaki yang tahu membedakan mana budi dan mana dendam, tentu saja dia merasa enggan untuk meninggakkan tempat tersebut dengan begitu saja, sehabis menerima budi kebaikan orang.
Maka sambil berusaha keras menahan rasa kesal dalam hatinya, dia berkata lagi pelan.
"Saudara cilik, harap kau sudi membantu-ku, beritahu kepadaku siapa yang telah menolongku? Bersedia bukan?"
Kho It khi segera berkerut kening sambil menarik wajahnya dia berseru amat gusar.
"Kau ini bagaimana sih? Mengapa tak bisa menerima perkataan orang? Suruh kau jangan bertanya dan segera tinggalkan tempat ini, mengapa kau masih saja ngebacot tiada hentinya?"
Hawa amarah yang berkobar dalam dada Ku See hong benar-benar dibuat membara oleh ucapan bocah tersebut, ia segera tertawa dingin.
"Heeehhh...heeehhh...heeehhh... sejak mengembara di dalam dunia persilatan belum pernah kujumpai seorang bocah yang berusia muda macam kau tapi jumawanya bukan kepalang"
"Hmmm, aku toh suruh kau pergi dari sini, salahkah tindakanku ini?"
Kho It khi telah membentak dengan marah. Ku See hong jadi tertegun, kemudian pikirnya.
"Benar juga perkataan ini, tempat ini kan rumah tinggalnya, dia memang berhak untuk menyuruhku pergi dari sini, tapi... apakah aku harus menerima budi kebaikan orang dengan begitu saja?"
Mendadak terdengar Kho It khi bertanya.
"Hei, orang she Ku, sepanjang hidupmu berapa banyak gadis yang pernah kau kenal?"
Ku See hong benar-benar dibuat beringas oleh pertanyaan tersebut, mendadak satu ingatan melintas dalam benaknya, kemudian katanya sambil tertawa.
"Saudara cilik, buat apa kau menanyakan masalah ini?"
"Baik, baik, kau pergi saja dari sini!"
Akhirnya Kho It khi membentak lagi dengan wajah sedingin es. Ku See hong sungguh dibikin kebingungan oleh sikap lawannya, tapi ia pun merasa amat kesal, kembali ia menegur ketus.
"Andaikata aku hendak tetap berada disini, mau apa kau?"
"Akan kuusir kau dengan kekerasan, tak usah banyak bicara lagi, ambil kembali pedangmu!"
Dia lantas menyodorkan pedang Ang soat kiam tersebut kehadapan anak muda tersebut, dalam dorongan inilah terasa ada segulung tenaga tekanan yang beratnya mencapai ribuan kati menekan diatas dada Ku See hong...
Tak terlukiskan rasa kejut Ku See hong menghadapi kejadian semacam ini, dia tak menyangka dengan usianya yang masih begitu muda, ternyata tenaga dalamnya sudah mencapai tingkatan sedemikian hebatnya, buru-buru dia mengerahkan tenaga dalamnya ke dalam lengan kiri, lalu dengan entengnya pedang Ang soat kiam tersebut diterima dan disisipkan dibelakang bahu, lalu sambil turun dari pembaringan katanya dingin.
"Bila kau bersikeras menolak untuk memberitahukan siapa penolongku, terpaksa aku harus bersikap kurang hormat dengan menerobos masuk ke dalam ruangan dalam.
Berbicara sampai disitu, dia benar-benar beranjak dan melangkah ke ruang dalam.
Bayangan manusia berkelebat lewat, tahu-tahu Kho It khi telah menghadang dihadapan nya sambil membentak.
"Berhenti! Orang she Ku, kau adalah seorang tokoh yang bernama besar dalam dunia persilatan, mengapa sikapmu tak tahu sopan? Apakah kau anggap dengan nama besarmu itu lantas kau boleh bertindak sewenang-wenang... ?"
Merah dadu selembar wajah Ku See hong karena dampratan tersebut, dia lantas menghela napas sedih.
"Saudara cilik, kau memang seorang bocah yang luar biasa, sebelum aku pergi dari sini, aku hanya mohon bertanya akan satu hal. Tolong tanya apakah arang yang menolongku adalah orang yang melarang kau menberi tahukan nama dan julukannya kepadaku? Atau hal ini atas prasangkamu sendiri?"
Pelan-pelan paras mukah Kho It khi berubah menjadi lembut kembali, katanya pula.
' Aku pun ingin memohon satu hal kepadamu, harap kau selanjutnya jangan datang kemari lagi, sebab tempat ini adalah neraka dunia, orang yang berani datang kemari hanya akan memperoleh jalan kematian."
Yaa, memang orang yang menolongmu yang melarang aku memberitahukan nama dan julukannya kepadamu, oleh karena dia menyayangi jiwaku maka ia baru menolong mu, tapi kau jangan salah sangka, bila ingin menyelidiki keadaan disini berarti kau akan menghantar nyawamu dengan percuma, sebab sampai di alam baka pun kau tak akan mengetahui siapa penolongmu itu, nah aku hanya bisa berkata sampit disini saja, pergilah sekarang!' Ku See hong benar-benar merasa kagum terhadap kecerdikan bocah ini, kelincahan serta ketajaman lidahnya sukar ditemukan di kolong langit, apalagi dilihat dari tenaganya sewaktu melemparkan pedang serta ilmu meringankan tubuhnya sewaktu menghadapi jalan perginya, boleh dibilang semuanya merupakan kepandaian seorang jago lihay dalam dunia persilatan.
Siapakah yang telah mengajarkan kepandaian sakti itu kepadanya?
Andaikata ia diberi waktu sepuluh tahun untuk melatih diri, niscaya kelihayannya tak terlukiskan dengan kata-kata.
"Heran, siapakah yang telah menyelamat kan jiwaku tapi melarang aku mengetahui nama julukannya?"
Demikian pemuda itu berpikir keheranan.
"Kalau ditinjau dari perabot dalam ruangan itu serta bau aroma yang tersiar dalam disekitar sini, sudah jelas kamar ini kamar tinggal seorang perempuan, tapi siapakah dia?
Kenalkah aku dengannya?
Setelah berhenti sejenak, ia berpikir lebih jauh.
"Dalam hidupku, banyak perempuan yang pernah kukenal tapi diantara mereka hanya Keng Cin sin yang telah mati, Him Ji im yang terperangkap dalam sarang Ban sia kau serta Im Yan cu yang hangat saja yang bersedia mengorbankan nyawanya untukku"
Teringat akan Im Yan cu, Ku See hong lantas bergumam dihati.
"Mungkinkah Im Yan cu mengetahui keadaan yang sebenarnya, baiklah kutanya kan saja persoalan ini kepadanya nanti, kalau toh orang lain tidak bersidia memberi tahukan nya, toh aku tak bisa memaksa dengan menggunakan kekerasan..."
Ketika ingatan itu melintas lewat dalam benaknya, akhirnya Ku See hong menghela napas panjang, katanya kemudian dengan perasaan apa boleh buat.
"Baiklah, sekarang juga aku akan pergi, tapi nama saudara cilik tentunya boleh kuketahui bukan?"
"Namaku seperti juga nama orang yang menolongmu, tak ingin diketahui siapapun, harap kau suka memakluminya!"
"Saudara cilik, kalau begitu kita berjumpa lagi di lain waktu, selama hayat masih dikandung badan, aku orang she Ku akan mencari tahu siapakah tuan penolong yang telah menyelamatkan jiwaku ini!"
Selesai berkatr, tidak nampak gerakan apa yang digunakan Ku see hong, tahu-tahu ia sudah melayang keluar dari ruangan, kemudian sekali melejit badannya berada diatas atap rumah, sorot matanya yang tajam dengan cepat memperhatikan sekejap sekeliling tempat itu.
Tampak bangunan rumah yang ada disana sambung menyambung sampai dikejauhan sana, tapi suasana gelap gulita dan sunyinya lura biasa, diantara hembusan angin yang menggoyangkan pepohonan, hanya terdengar bunyi burung malam...
Mendadak suasana suram, sepi dan seram yang mencekam sekeliling tempat itu, tak kuasa Ku See hong menghela napas sedih, gumamnya.
"Yaa, seperti apa yang dia katakan, tempat ini memang neraka dalam dunia, neraka dalam dunia! Aaaai... hidup manusia bagai-kan dalam impian, seperti juga aku sekarang, apa yang kualami selama 751 ini ibarat suatu impian buruk, tapi impian buruk ini merupakan impian yang sukar kupahami..."
Sekali lagi Ku See hong menghela napas panjang, tubuhnya segera berkelebat sejauh puluhan kaki, lalu dalam beberapa kali lompatan saja, bayangan tubuhnya sudah lenyap dibalik kegelapan.
Tak lama setelah bayangan tubuh Ku See hong lenyap dari pandangan, dari balik kegelapan terdengar suara helaan napas sedih, lalu kedengaran seseorang bergumam.
"Hidup manusia bagaikan dalam impian, kalau begitu aku lagi-lagi bermimpi buruk, tapi... impian ini masih berlangsung terus, masih berkembang terus, entah bagaimana akhir dari impianku ini... ?"
Bayangan langsing dibalik kegelapan tersebut bukankah si manusia berkerudung itu?
Kini kelopak matanya sudah mengembang penuh air mata...
Dengan membawa perasaan sedih yang mencekam, dia pun berlalu dari situ tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Kini, waktu menunjukkan kentongan ke lima, fajar baru saja menyingsing di langit timur...
oooo0dw0oooo Dalam pada itu setelah Im Ya cu menelan pil Im hwee si hun wan, berhubung obat itu sudah mulai bekerja, kesadarannya lambat laun semakin memudar, sepasang matanya dipejamkan rapat-rapat, dadanya bergelom-bang naik turun tiada hentinya, wajah yang memucatpun kini telah berubah menjadi semu merah.
Apakah nasibnya begitu tragis?
Apakah kehormatanya akan hilang digagahi manusia brutal tersebut?
Sepasang mata cabul si pedang ular perak Ciu Heng thian telah memancarkan sorot mata rakus yang menjijikkan, sambil mengamati seluruh tubuh Im Yan cu dari atas hingga ke bawah, ia perdengarkan suara tertawa cabulnya yang menggidikkan.
-oooo0dw0oooo-
Jilid 23
"HEEEEHHH...
heeehhh....
heeeehhh....
aku Ciu Heng thian memang betul-betul bernasib baik, heeehhh...
heeeehhh...
setelah merasakan perawannya, sebentar akupun akan merasakan perawannya Him Ji im, heeeehh...
heeeehhh...' Tiba-tiba Im Yam cu merintih lirih, sepasang matanya dibuka kembali, mukanya semakin membara, napasnya tersengkal-sengkal dan sepasang payudaranya bergerar keras.
Menyaksikan hal itu, Pedang ular perak Ciu Heng thian tertawa cabul, ejeknya.
"Sudah sampai waktunya lm Yan cu?"
Seraya berkata, Ciu Heng thian meletakkan pedang ular peraknya ke tanah, kemudian bersiap-siap melepaskan pakaian yang dikenakan...
Im Yam cu merasakan napsu birahinya memuncak, suatu perasaan aneh menyelimuti seluruh tubuhnya membuat dia tak kuasa menahan diri, akhirnya dia mulai berkelejet, makin lama makin keras dan tubuhnya makin lama semakin gatal, saat itu kesadarannya masih utuh, hingga bisa dibayangkan betapa sedih, marah, benci dan dendamnya dia.
Mendadak....
Im Yan cu merasakan munculnya segulung hawa darah dari bawah perutnya yang menjalar ke empat anggota badannya, lalu peredaran darah dalam tubuhnya membara seperti dibakar api, jalan darahnya yabng tertotok segdera bebas kembaali, tapi dia tak sanggup menahan kobaran api birahi yang semakin menguasahi seluruh tubuhnya..Im Yan cu menggigit bibir kencang-kencang dengan kesadaran otaknya ia berusaha keras menahan dan melawan kobaran api birahi, mendadak gadis itu menjerit keras kemudian menerjang Ciu Heng thian dengan kalap, ke sepuluh jari tangannya dipentangkan 753 lebar-lebar lalu menyambar sepuluh jalan darah kematian ditubuh Ciu Heng thian.
Menghadapi ancaman tersebut, Ciu Heng thian tertawa terbahak-bahak, serta merta dia mengigos kesamping, sementara tangan kirinya melepaskan sebuah sapuan cepat.
Kasihan lm Yan cu, waktu itu api birahinya sudah semakin membara, serangan yang dilancarkan secara tiba-tiba ke tubuh Ciu Heng thian tak lebih hanya berdasarkan kesadarannya yang masih ada serta usahanya mengendalikan diri dengan sekuat tenaga.
Akan tetapi serangan dari ke sepuluh jari tangannya kini sama sekali tak bertenaga, gerakannya pun sangat lamban, apa lagi termakan sapuan Ciu Heng thian, tak ampun lagi seluruh tubuhnya bergoncang keras dan nyaris jatuh terjerembab ke atas tanah.
Im Yan cu berpekik sedih, seluruh tubuh nya menerjang dua kaki kemuka dan menumbuk ke atas sebatang pohon di hadapannya, gadis itu ingin membunuh diri dengan menerjang pohon, baginya lebih baik mati daripada kehormatannya direnggut orang.
kini Ciu Heng-thian sudah melepaskan seluruh pakaian yang dikenakan, tapi ia tak mengira kalau kesadaran Im Yan-cu masih dapat bertahan begitu kuat, walaupun daya kerja obat perangsangnya sudah menyebar keseluruh badan, namun ia masih sanggup mempertahankan diri dengan tangguh.....
Menyaksikan gadis itu menumbukkan kepalanya keatas pohon, untuk menyelamatkan gadis itu tak sempat lagi.
Tampaknya Im Yan-cu segera akan tewas dengan kepala remuk....
Mendadak, pada saat itulah dari tujuh delapan kaki dihadapannya berkumandang suara teriakan keras.
"Im moay, mengapa kau...."
Berbareng dengan menggemanya suara tersebut, sebsosok bayangan manusia sudah muncul di sisi tubuh Im Yan cu, lalu sekali 754 menyambar, orang itu sudah memeluk tubuh si gadis kencang-kencang.
Mendengar suara teriakan yang sangat dikenal itu, buru-buru Im Yan cu mendongakkan kepalanya, sorot mata yang penuh kepedihah, kemurungan tapi hangat dan penuh perasaan cinta nampak sedang menatap kearahnya lekat-lekat.
Im Yan cu segera berpekik sedih.
"Engkoh Hong, kaukah? Apakah kita telah bersua di alam baka ...."
Sudah jelas dia tak percaya kalau orang yang berada dihadapannya sekarang adalah Ku See hong, kekasihnya yang berada di ambang pintu kematian dan malah mengira kepalanya sudah menumbuk di atas pohon dan tewas, hingga arwah mereka berdua kembali di alam baka.
Ternyata sepeninggal dari gedung yang sepi dan mengerikan itu, Ku See hong langsung berangkat ke kamarnya dipenginapan Yang tang, tapi ketika ia melompat masuk ke ruangan, walaupun cahaya lentera bersinar terang benderang, namun tak nampak sesosok bayangan manusiapun, bahkan ia menyaksikan noda darah dimana-mana serta tanda bekas pertarungan.
Maka dengan perasaan cemas, pemuda itu mencari jejak kanglam siang hou dan Im Yan cu, akan tetapi bayangan tubuh mereka tak dijumpai, ketika ia mencari keluar kota sebelaj timur inilah, dalam heningnya suasana pagi, mendadak pemuda itu menangkap suara tertawa cabul yang menggidikkan hati....
Tenaga dalam yang dimiliki Ku See hong sekarang telah mencapai pada puncak kesempurnaan, pendengaran maupun keta-jaman matanya sangat luar biasa, kendati pun ada suara tertawa lirih yang bergema dari setengah li jauhnya ia masih bisa mendengar dengan jelas, apabila Ciu Heng-thian termasuk juga seorang yang bertenaga dalam sempurna, tanpa disadari hawa murninya ikut terpancar lewat gelak tertawa cabulnya, itulah sebabnya suara tertawa mana telah tersiar ke tempat yang lebih jauh lagi.
Mendadak Ku See-hong mendengar lagi suara jeritan ngeri dari seorang gadis, suara tersebut amat dikenal olehnya, membuat ia terperanjat dan mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya menerjang kearah mana berasalnya suara tersebut.
Tatkala ia tiba di tempat tujuan, kebetulan Im Yan cu sedang bersiap-siap melakukan bunuh diri.
Tak terlukiskan rasa kaget dan terperajat Ku See-hong, setelah menyaksikan sorot mata Im Yan cu yang merah membara terpengaruh api birahi, buru-buru serunya.
"Adik Im, adik Im, kita masih hidup kau... kenapa kau ....? kenapa Kau...?"
Ku See hong adalah pemuda yang amat perasa, pada mulanya dia memang menaruh kesan jelek terhadap Im Yan cu, tapi semenjak ia terkena pukulan Hoa kut jian hun im kang, lalu Im Yan cu merawatnya dengan penuh kasih sayang, selangkah pun tak pernah berpisah, kesemuanya itu mendatangkan perasaan baru baginya, bahkan diapun dapat merasakan pula keindahan dari sifat kewanitaan Im Yan-cu.
Tanpa disadari olehnya, timbullah rasa cintanya didalam hati.
Bisa dibayangkan, betapa pedih dan sakit hatinya setelah menyaksikan keadaan Im Yan cu sekarang.
Im Yan cu sendiri pun merasa sangat gembira setelah menyaksikan kekasihnya muncul didepan mata dalam keadaan segar bugar, sambil berusaha menahan kobaran api birahi dalam hatinya, ia berpekik sedih.
"Oooh engkoh Hong, aku gembira sekali menyaksikan kau dapat segar kembali, tapi aku .....aku telah diberi obat Im hwee si hun wan oleh bajingan itu...' Sejak muda Ku See hong sudah mengembara didalam dunia persilatan, ia terlalu banyak mendengar kisah-kisah aneh dalam dunia persilatan, tak terlukiskan rasa kaget dan tercekat hatinya setelah mendengar ucapan tersebut, segera teriaknya pedih.
"Adik Im, kau sudah menelan Im hwee si hun wan..."
Im Yan cu tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang obat perangsang tersebut, apa yang pernah diterangkan Ciu Heng thian kepadanya pun tidak begitu dipercayai olehnya, setelah api birahi membakar seluruh tubuhnya, ia baru merasakan keadaan tak beres.
Maka ia benar-benar putus asa setelah mendengar teriakan Ku See hong sekarang.
Walaupun demikian ia toh bersyukur juga sebab akhirnya ia dapat mempersembahkan kesuciannya yang paling berharga untuk pemuda idaman hatinya, diapun bersyukur kehormatannya tak sampai lenyap ditangan bajingan cabul, sekalipun setelah menikmati tiga kali sorga dunia ia harus mati.
Semuanya itu akan diterima dengan rela.
oooo0dw0oooo BAB 35 API birahi yang membakar seluruh tubuhnya, memaksa Im Yan cu berusaha keras untuk mempertahankan kesadarannya, dengan tersengkal-sengkal dia berkata.
"Engkoh Hong, bunuh bajingan itu, jangan perdulikan mati hidupku lagi ....."
Dalam pada itu, pedang ular perak C iu Heng-thian masih berdiri tertegun seperti patung kayu semenjak menyaksikan kemunculan Ku See hong yang mendadak, ia benar-benar kelewatan terkejut bercampur ngeri.
Semalam, dengan mata kepala sendiri ia saksikan Ku See-hong masih tergeletak ditanah dalam keadaan sekarat, ajal sudah berada di ambang pintunya tapi kini pemuda itu muncul dalam keadaan segar bahkan nampak lebih perkasa dari pada keadaan dulu, bayangkan saja sampai di manakah rasa terperanjatnya waktu itu.
Dengan airmata bercucuran Ku See hong berkata parau.
"Adik Im, bersabarlah untuk sementara waktu, segera akan kubunuh bajingan itu, kemudian akan kucarikan akal untuk menyembuhkan keadaanmu itu, bersabarlah dulu"
Pedang ular perak Ciu Heng thian tertawa seram, suara tertawanya melengking aneh tak sedap didengar, tiba-tiba ia menimbrung.
"Orang she Ku, kau memang sangat hebat, berulang kali berhasil lolos dari mara bahaya, heeeehh ...heeehh... heeeehh.. tapi hari ini, hmmmm, Jangan harap kau bisa lolos lagi dari cengkeraman aku orang she Ciu."
Im Yan cu amat terperanjat sesudah mendengar perkataan itu, dia tahu ilmu silat yang dimiliki penjahat muda itu sangat lihay, senggupkah engkoh Hongnya menangkan dia?
Kendatipun dalam berapa bulan belakangan ini dia sering mendengar tindak kepahlawan dari Ku See hong namun belum pernah menyaksikan kelihayan ilmu silatnya dengan mata kepala sendiri.
Malah berapa bulan berselang, Ku See hong masih kalah di tangannya, mungkinkah selama berapa bulan yang amat singkat ini kepandaian silatnya telah peroleh kemajuan yang sangat pesat?
"Engkoh Hong, sanggupkah kau...
untuk..
untuk mengungguli dia?"
Seru Im Yan cu cemas.
Ku See-hong terharu sekali oleh ucapan tersebut, dia sendiri masih bergelut dengan maut, tapi gadis itu tak pernah melupakan keselamatan jiwanya, cinta kasih sedalam ini benar-benar tak terlukiskan dengan kata-kata...
"Tak usah kuatir adik Im"
Bisik Ku See hong kemudian pelan.
"dia pernah keok ditanganku..."
"Engkoh Hong, hati-hati dengan tipu muslihatnya, aku..."
Belum habis si nona itu berbicara, Ciu Heng thian telah menukas dengan gelak tertawanya yang mengerikan.
"Heeeehhh ...
heeeehhh....
heeehhh, tak usah mengibul dulu orang she Ku, siapa yang bakal mampus masih sukar ditentukan sekarang.
Walaupun suaranya masih keras, akan tetapi nada pembicaraannya, sudah demikian lemah dan tak menentu.
Rupanya Ciu Heng thian sedang dicekam perasaan kaget dan terkesiap pada saat itu, karena dalam pertarungannya melawan Im Yan cu tadi, ia telah merasakan luka dalam yang cukup parah.
Sampai dimanakah taraf kepandaian silat yang dimiliki Ku See hong, ia pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, itu berarti saat ini dia sudah bukan tandingan nya lagi.
Untuk menghadapi keadaan tersebut, dia lantas berencana untuk mencelakainya dengan obat pemabuk, siapa tahu lagi-lagi busahanya digagadlkan oleh Im Yaan cu.
Mencoronbg sinar tajam yang menggidikkan hati dari balik mata Ku See hong, ia mendengus dingin dengan suara sinis, kemudian katanya menyeramkan.
"Ciu Heng thian, hari ini kau sudah di takdirkan untuk mampus."
Kemudian seolah-olah malaikat elmaut yang telah mempersiapkan cengkeraman mautnya, selangkah demi selangkah ia mendekati Ciu Heng thian.
Sorot matanya yang berapi-api penuh pancaran hawa marah dan napsu membunuh, menatap tajam wajah Ciu Heng thian tanpa berkedip, di mbangi raut wajahnya yang dingin menggidikkan, keadaan si anak muda itu sekarang betul-betul mengerikan.
Betapapun sombong dan tekeburnya Ciu Heng thian, tak urung hatinya merasa ngeri juga hingga bulu kuduknya pada bangun berdiri, dengan langkah yang gemetar mengikuti gerak maju Ku See hong, selangkah demi selangkah dia mundur terus ke belakang...
"Orang she Ciu"
Jengek Ku See hong dengan sinis.
"Kini kau dapat merasakan bagaimana rasanya menghadapi maut, haahhh... haaaahhh....Anak muda itu mendongakkan kepalanya dan memperdengarkan suara gelak tertawanya yang memekikkan telinga ...... Suara tertawanya keras seperti pekikan setan, seperti juga jeritan beribu-ribu ekor monyet, keras, tajam, amat memekikkan telinga .... Dalam gelak tertawa itu terdengar penuh hawa kesedihan yang sangat tebal ..... Tapi seperti juga hawa sesat yang membumbung ke angkasa, membuat sua-sana bertambah menyeramkan. Tiba-tiba suara tertawa itu berhenti.... Secepat sambaran kilat sepasang telapak tangan Ku See hong telah melepaskan serangkaian pukulan berantai.... Dua gulung angin puyuh yang sangat deras dengan di ringi desingan suara yang tajam seperti ombak besar yang menggulung di tengah samudra, meluncur dan menyapu tiada hentinya. Kekuatan itu sangat dahsyat melebihi kekuatan biasa, selain datang beriring, munculnya pun dari suatu sudut posisi yang aneh, tepat dan tetap menggulung ke tubuh Ciu Heng thian. Tak terkirakan rasa kaget Ciu Heng thian menghadapi serangan tersebut, sebab kekuatan serangan dari Ku See hong sekarang berapa kali lipat lebih dahsyat dari pada keadaan semula, dimana angin serangan menyambar lewat, seketika itu juga Ciu Heng thian merasakan datangnya tekanan hawa panas yang dahsyat dari sekeliling tubuhnya dam menggencetnya keras-keras, membuat napas nya menjadi amat sesak. Angin pukulan yang dilepaskan Ku See hong memang sangat aneh, serangan itu muncul dan menggencet dari empat arah delapan penjuru, hebatnya bukan alang kepalang. Ciu Heng thian tak berani menyambut serangan tesebut dengan kekerasan, cepat-cepat dia berputar kencang. Didalam perputaran itu, sepasang telapak tangannya melepaskan pula serentetan angin pukulan yang lembut. membuat seluruh tubuhnya berubah seakan-akan sebatang anak panah yang meluncur keluar secepat sambaran kilat. Ku See hong berkerut kening, sambil membentak keras tubuhnya ikut melambung ke udara, ditengah angkasa mendadak sepasang telapak tangannya diayunkan kedepan dan segulung angin pukulan yang dingin dan kuat dengan membawa hawa pukulan dahsyat langsung menyapu ke depan. Waktu itu Ciu Heng thian masih berada di udara, merasakan datangnya angin pukulan yang mengejar ke arahnya, ia tak berpikir panjang, sepasang kakinya mendadak berputar lalu bagaikan sebuah tong bulat menggelinding cepat ditanah. Disaat sepasang kakinya baru saja menempel di atas tanah, 'Sereeet!"
Pada saat yang hampir bersamaan pula Ku See hong telah melayang turun pula ketanah.
Rasa terperanjat Ciu Heng thian saat ini benar-benar membuat nyalinya rontok, seluruh semangat untuk bertempurnya kontan tersapu lenyap hingga tak berbekas.
Sementara itu, Im Yan cu sedang merintih kesakitan, akan tetapi sewaktu sepasang matanya yang merah membara dapat melihat betapa lihaynya ilmu silat yang dimiliki Ku See hong, ia menjadi gembira sekali, rasa kuatirpun segera lenyap tak berbekas.
Ku See hong sendiri mau tak mau harus mengagumi juga kelihayan ilmu silat lawannya setelah secara beruntun dua kali Ciu Heng Thian berhasil meloloskan diri dari ancamannya, kini paras 761 mukanya berubah semakin mendingin, bentakan keras menggelegar memecahkan keheningan.
Sepasang telapak tangannya di dorong sejajar dada, diantara getaran yang sangat aneh, dua gulung angin pukulan yang dasyat bagaikan ambruknya bukit karang, secara ganas dan dahsyat menghantam tubuh Ciu Heng thian..
Ku See hong bertekad untuk membinasa-kan musuhnya dalam ujung telapak tangannya, makanya setiap serangan yang dilepaskan hampir semuanya disertai tenaga pukulan yang ganas, dahsyat dan mengerikan.
Ngeri juga perasaan Ciu Heng thian setelah dilihatnya serangan lawan kian lama kian bertambah dahsyat, ia sadar andaikata salah satu diantara pukulan tersebut sampai menyerempet tubuhnya, sudah dapat dipastikan ia bakal terluka parah.
Cepat-cepat tubuhnya berputar kencang, kemudian berkelit kesamping .....
Tatkala Ku See hong melepaskan serangannya barusan, dia memperhitungkan ke arah manakah musuhnya akan menghindar, maka setelah menyaksikan keadaan tersebut, gerakan serangannya segera diubah dengan cepat.
Kaki kirinya berputar kencang, lengan kanannya digetarkan sementara telapak tangan kirinya disodok ke depan, hawa tekanan disekeliling arena segera bertambah hebat, gulungan angin pukulan selapis demi selapis berputar tiada hentinya, langsung menggulung tubuh Ciu Heng thian.
Sama sekali tak terduga oleh Ciu Heng thian kalau musuhnya dapat merubah gaya serangan secepat itu, dalam keadaan demikian dia benar-benar dipaksa untuk menyambut serangan lawan dengan kekerasan.
Dalam keadaan apa boleh buat, bbersamaan dengadn gerak menghinadarnya tadi, habwa sakti tay ih kun goan khikang segera di himpun mengelilingi seluruh tubuhnya.
"Hiaaatt..!' bentakan nyaring membelah angkasa. Dengan cepat telapak tangan kirinya berputar satu lingkaran, kemudian.
"Wees"
Segulung angin puyuh yang amat dahsya.t menyambar ke muka.
Sedangkan telapak tangan kanannya pun melepaskan serangkaian pukulan secara aneh.
Beberapa puluh gulung hawa pukulan lembut dengan cepat menyambar pula ke depan.
Dalam satu jurus dengan dua gerakan yang berbeda, semuanya dilakukan dengan manis dan sakti.
Mendadak.
...bergema suara benturan nyaring yang menggetarkan seluruh permukaan tanah.
Menyusul kemudian...
' Blaammm, blaamm blaamm....."
Terjadi serentetan ledakan yang beruntun.
Hawa sakti berputar kencang lalu menyebar ke empat penjuru, angin puyuh dahsyat yang menyesakkan napas menyelimuti seluruh angkasa yang kosong dan bergetar tiada hentinya.
Sesudah itu"
"plaaak, plaak, plaaak.... plaaak.."
Kembali berkumandang suara ledakan-ledakan nyaring.
Tersapu oleh hawa sakti yang menyebar ke empat penjuru, batang batang pohon di sekeliling tempat itu jadi tersambar hingga patah dan bertumbangan ke atas tanah.
Dalam bentokan tersebut, Ku See Hong hanya merasakan dadanya bergetar keras, lalu tubuhnya terdorong mundur sejauh dua langkah dari posisi semula.
Sebaliknya Ciu Heng thian tersapu oleh kekuatan itu hingga tubuhnya mencelat tiga kaki lebih.
"Uuaak...Uaak ....!"
Berturut-turut dia muntah darah dua kali, dadanya berombak dan naik turun amat kencang, wajahnya pucat pias, wajahnya menyeringai seram, kulit wajahnya mengejang keras menahan penderitaan yang hebat.
Ku See Hong menyeringai seram, sambil tertawa dingin tiada hentinya selangkah demi selangkah dia berjalan mendekati Ciu Heng thian.
Mencorong sinar buas yang penuh kebencian dari balik mata Ciu Heng thian, rasa benci dan mendendam yang hebat membuat wajahnya kelihatan bertambah mengerikan.
Mendadak Ku Seng hong mengangkat kembali telapak tangannya yang tak berperasann itu dan "Weess, Weess...!"
Dua gulung angin pukulan telah dilepaskan.
Dua gulung angin yang maha dahsyat bagaikan amukan ombak ditengah samudra langsung meluncur dan membabat semua benda yang dijumpainya.
Bersamaan waktunya yang dilepaskannya ke dua buah pukulan tadi.
"Cring..!"
Cahaya tajam disertai bunyi gemerincing memecahkan keheningan.
Tahu-tahu Ciu Heng thian telah meloloskan pedang ular peraknya lalu diantara ayunan senjatanya yang kuat, selapis cahaya keperak-perakan yang tebal menyelimuti seluruh angkasa.
Dengan begitu, angin pukulan yang dilepaskan oleh Ku See hong pun segera membentur diatas kabut pedangnya..
Blaam!
Blaaam!
Blaaam!
beruntun terjadi lagi suara ledakan berantai yang memekikkan telinga.
Hawa pukulan yang dilepaskan oleh Ku See hong ternyata lenyap tak berbekas ketika membentur di atas kabut pedangnya yang sangat aneh itu.
Ciu Heng thian tidak bertindak sampai di situ saja, pedang peraknya segera dibalik sambil berputar kencang, cahayanya berkilauan memancar ke mana-mana, dua gulung hawa pedang disertai suara desingan tajam melancur keluar dari bayangan pedang dan menyambar tubuh Ku See hong .....
Gerakan yang cepat, serangan yang tepat pada hakekatnya jarang ditemui dalam dunia persilatan.
Ku Se hong yang menyaksikan kejadian tersebut menjadi amat terkesiap, ia tak menyangka dalam keadaan luka parah, musuhnya masih sanggup menciptakan hawa pedang untuk melindungi diri, dari sini bisa disimpulkan bahwa kesempurnaan tenaga dalamnya memang sangat mengagumkan....
Ku See hong tak berani berayal, sepasang telapak tangannya bekerja keras, dalam waktu yang amat singkat itu secara beruntun dia telah melancarkan lagi enam buah pukulan berantai menyusul itu badannya berkelit ke samping.
"Sreeet! Sreet!r"
Dua gulung hatwa pedang menemqbusi angin pukurlan yang dilepaskan Ku See hong dan menerjang batang pohon siong yang tumbuh dua kaki dibelakangnya.
Seketika itu juga pohon tersebut tersambar hingga muncul dua buah lubang besar, rupanya hawa pedang yang dipancarkan oleh Ciu Heng thian itu telah mempergunakan segenap hawa murni yang dimilikinya, hebatnya bukan kepalang, dalam anggapannya Ku See hong yang sombong pasti akan menyongsong serangan tersebut dengan kekerasan, sungguh tak disangka pihak lawan justru berkelit ke samping.
Menyaksikan ke dua gulung hawa pedang menyerempet dari sisi tubuhnya, diam-diam Ku See hong berpekik.
"Syukur aku lolos!"
Saking kagetnya peluh dingin sampai jatuh bercucuran membasahi seluruh tubuhnya.
Ciu Heng thian telah menghimpun segenap kekuatannya untuk melepaskan dua gulung hawa pedang itu, dalam keadaan begini ia sama sekali tak berkesempatan lagi untuk menyisakan kekuatan untuk melindungi diri.
Begitu hawa pedang menembusi angin pukulan, segulung angin puyuh yang maha dahsyat segera menindih ke atas, menanti dia hendak memutar pedangnya untuk mencegah, keadaan sudah terlambat.
Serentetan jeritan ngeri yang memilukan hati berkumandang memecahkan keheningan.
Seluruh badan Ciu Heng thian bagaikan layang-layang yang putus benangnya terpental sejauh empat kaki dari posisi semula dan jatuh terduduk di atas tanah, secara beruntun dia muntah darah tiga kali, paras mukanya berubah semakin mengerikan.
Secepat sambaran petir Ku See hong menerjang ke muka, sepasang telapak tangannya diangkat bersama ke udara, tampaknya dia hendak menghajarnya sampai mampus.
Mendadak suara gelak tawa keras yang menusuk pendengaran bergema memenuhi angkasa.
Didalam keadaan yang kritis, Ciu Heng thian menjejakkan sepasang kakinya ke tanah, pedang ular perak berputar, menciptakan kabut cahaya bagaikan bukit, lapis demi lapis bagaikan amukan ombak ditengah sungai, menggulung dan menerjang tubuh Ku See hong tiada habisnya.
Tindakan yang licik dan jahat ini sungguh diluar dugaan siapapun...
Jurus pedang itu selain aneh sakti, pun mendatangkan suatu kekuatan yang membuat orang jadi bingung.
Yang satu menubruk, yang lain menyongsong, kedua belah pihak sama-sama bergerak dengan kecepatan luar biasa, tampaknya tubuh Ku See hong segera akan membentur bayangan pedang yang berlapis-lapis bagaikan bukit itu.
Ku See hong memang seorang pemuda yang berkepandaian tinggi, disaat yang amat kritis itulah mendadak sepasang telapak tangannya diayunkan ke muka dengan kekuatan hebat.
"Blaammm !' suatu ledakan dahsyat kembali berkumandang memecahkan keheningan.
Termakan oleh hawa pukulan yang amat tajam dari Ku See hong itu, sebuah liang sedalam tiga depa segera muncul diatas permukaan tanah, diantara pasir dan debu yang beterbangan di angkasa, tubuh Ku See hong melambung setinggi tujuh kaki ke udara.
Dalam melancarkan serangannya tadi sebetulnya Ciu Heng thian mempunyai dua maksud jahat, pertama dia hendak membunuh lawan secara mendadak, dan ke dua dia ingin menggunakan kesempatan tersebut untuk melarikan diri, sebab waktu itu sekujur badannya sudah penuh dengan luka sedang jurus serangan yang dipakai sekarang pun merupakan jurus ampuh terakhir yang dimilikinya.
Oleh sebab itu disaat sepasang telapak tangan Ku See hong menghantam pemukaan tanah tadi, mendadak Ciu Heng thian menarik kembali pedang ular peraknya, kemudian bagaikan segulung asap dia langsung kabur ke arah dalam hutan.
Waktu itu tubuh Ku See hong masih berada ditengah udara, ketika dilihatnya Ciu Heng thian hendak melarikan diri, mendadak dia berpekik nyaring, suaranya keras bagaikan pekikan naga sakti yang membumbung ke udara dan memancar ke empat penjuru.
Seluruh hutan tersebut seakan-akan di sapu oleh hembusan angin puyuh, dengan cepat menimbulkan suasana yang amat mengerikan.
Pekikan itu makin lama semakin meninggi, kini nadanya begitu memedihkan, begitu mendendam dan hawa seram menyelimuti suasana.
Baru saja pekikan itu berkumandang, Ku See hong telah berjumpalitan di tengah udara, bagaikan seekor burung raksasa, dia melakukan pengejaran ke muka Tubuhnya meluncur ke ujung dahan pohon setelah berputar tiga kali diudara, badan nya segera meluncur kebawah dan menyambar ke atas batok kepala Ciu Heng thian.
Pekikan nyaring yang menusuk pendengaran kembali bergema memecshkan keheningan.
"Cri nggg ....!"
Suara gemerincing nyaring membelah angkasa.
Kini Ku See hong telah mencabut keluar pedang mestikannya yang memancarkan cahaya tajam, pedang sakti Hu thian seng kiam.
Pada saat pedang Hu thian seng kiam di lolosksn dari sarungnya inilah, tubuh Ku See hong seperti seekor rajawali raksasa menyambar ke bawah dengan cepat, ujung bajunya berkibar-kibar terhembus angin, kecepatannya sungguh membuat orang merasa bergidik.
Selapis cahaya tajam yang amat menyilaukan mata memancar keluar dari pedang Hu thian seng kiam ditangan Ku See hong, cahaya itu seperti bianglala yang membelah angkasa, menerjang ke muka tiada habisnya bagaikan ombak berkejaran disungai.
Mimpi pun Ciu Heng thian tak pernah menyangka kalau tenaga dalam yang dimiliki Ku See hong dapat memperoleh kemajuan yang begini pesat, hanya didalam puluhan hari saja.
Menanti dia sadar akan bahaya yang mengancam, selapis cahaya merah yang menyilaukan mata, dengan membawa hawa pedang yang dingin dan tajam telah meluncur tiba didepan mata.
Justru pedang yang maha sakti dan mengerikan hati itu sangat dikenal olehnya, tempo hari didalam jurus serangan inilah dia hampir saja mampus, jurus serangan itu dikenal olehnya sebagai jurus Hui hong cha ki hiat seng wi (bianglala muncul bau amisnya darah memancar), suatu jurus tangguh dari ilmu pedang Cong ciong ciat mia kiam si.
Dalam kejut dan ngerinya, cepat-cepat dia memutar pedang ular peraknya sambil menyurut mundur.
cahaya pedang yang berlapis-lapis melingkar di depan badan dan berputar kekiri mengikuti gerakan tubuhnya.
Tatkala cahaya pedang Ku See tong sudah hampir menyentuh diatas tubuhnya....
Tiba-tiba Im Yan cu yang berada berapa kaki dari arena pertarungan memperdengarkan suara tertawa yang tinggi melengking seperti suara tertawa orang gila.
Pikiran dan perhatian Ku See gong segera bercabang, sedang gerakan pedang Hu thian seng kiamnya pun turut menjadi agak lamban ......
Meski begitu, Jeritan ngeri yang memilukan hati toh bergema juga memenuhi angkasa.
Ditengah percikan darah segar, yang memancar kemana-mana, lengan kiri Ciu Heng thian sebatas bahu telah terpapas oleh batang pedang Ku See hong hingga terpotong-potong menjadi tujuh delapan bagian.
Sekujur badan Ciu Heng thian gemetar amat keras, wajahnya yang sudah mengeri-kan, kini memancarkan sinar kebuasan, benci, dendam dan perasaan lain yang bercampur aduk.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, ia segera membalikkan badan dan melarikan diri terbirit-birit.
Ku See hong tidak berniat melakukan pengejaran, cahaya berkilauan yang memancarkan keluar dari pedang Hu thian seng kiam pun segera menjadi sirap kembali.
Tubuhnya berputar dengan cepat, ia saksikan Im Yan cu dengan rambut yang terurai kalut, pakaian yang terbuka dan keadaan yang mengerikan sedang berlarian mendekat, kemudian menubruk ke tubuhnya.
Tak terkirakan rasa sedih dan sakit hati Ku See hong setelah menyaksikan keadaan gadis itu, bibirnya yang berdarah, matanya yang merah membara, sungguh membuat orang merasa seram.
Di ringi jeritan lengking yang sangat keras gadis itu memeluknya lalu merangkul dengan penuh napsu.
Kiranya waktu Ku See hong sedang bertarung sengit tadi, daya kerja Im hwee si hun wan yang bersarang dalam tubuh Im Yan cu telah mulai bereaksi, api birahi bagaikan gelombang samudra, segulung demi segulung menerjang datang tiada hentinya, semakin lama semakin menghebat dan makin lama semakin dahsyat.
Untuk menguasai kobaran api birahi tersebut, gadis itu seperti menggigit lidahnya keras-keras untuk tetap berusaha mengendalikan kesadaran otaknya, namun racun obat itu kelewat hebat, akhirnya kesadaran tak dapat dikendalikan lagi, hampir saja jadi gila.
Berada dalam pelukan Ku See hong Im Yan cu tersengkal-sengkal tiada hentinya, mendadak ia mengangkat kepalanya, sorot mata yang merah berapi karena kobaran api birahi memancarkan suatu permohonan yang amat besar, ia menatap wajah Ku See hong tanpa berkedip.
Ku See hong sadar, pil Im hwee sin hun wan merupakan obat perangsang paling jahat di dunia ini, tentu saja diapun mengetahui apa arti dari sinar permohonan yang di pancarkan lewat sorot mata Im Yan cu.
Tapi, bila hal itu dibiarkan berkembang lebih jauh, maka darah yang mengalir dalam tubuh gadis itu pasti akan terpengaruh oleh api birahi sehingga mendidih, dimana pada akhirnya nadi akan pecah dan menyebabkan kematian yang tragis untuk dara tersebut.
Sebaliknya bila dia memuaskan kobaran napsu birahinya, tiga kali kemudian setelah hubungan seks berlangsung, gadis itu akan kehabisan hawa Im khinya yang ber akibat kematian juga.
Meski hubungan yang akan berlangsung sekarang baru untuk pertama kalinya, akan tetapi kerugian dalam hal hawa Im goan nya sudah pasti tak dapat dihindari.
Ketika hubungan seks yang pertama kalinya berakhir, sebagian dari kepandaian silat gadis itu akan punah.
Hubungan seks ke dua selesai berlangsung, segenap ilmu silat yang dimilikinya akan punah.
Bila Hubungan seks yang ke tiga selesai dilangsungkan dia akan kehabisan sumsum dan tewas.
"Aaaai... berada dalam keadaan demikian, bagaimana mungkin dia tega untuk melakukan perbuatan tersebut?."
Membayangkan untung ruginya, tanpa terasa air mata jatuh bercucuran membasahi wajah Ku See hong. setelah menghela napas sedih katanya.
"Adik Im, tak bisakah kau untuk mengendalikan diri sebentar lagi?"
Waktu itu, didalam benak Im Yan Cu hanya terpengaruh oleh dorongan napsu birahi, boleh dibilang kesadaran otaknya sudah hampir punah tak berbekas, dengan penuh penderitaan dia merintih lalu menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Adik Im"
Kembali Ku See hong berkata dengan sedih. ' tahukah kau bila keadaan seperti ini berlangsung terus, kau bisa musnah. Aku tak tega.... Aku tak tega...."
"Engkoh Hong, kau tak usah memikirkan aku lagi"
Pekik Im Yan cu sambil merintih dan menangis.
"kau ..... cepatlah sedikit.. aku... aku benar-benar tak tahan...."
Sepenuh tenaga Ku See hong memeluk tubuhnya, sementara air mata bercucuran amat deras, sakit hati dan penderitaan yang di alaminya sekararg betul-betul tak terlukiskan dengan kata-kata.
Mendadak Im Yan cu memperdengarkan lagi suara tertawa cabul yang mengerikan, mendadak sepasang lengannya yang kuat seperti jepitan baja memeluk tubuh Ku See hong semakin kencang.
Ku See hong tahu, sisa kesadaran yang terus dipertahankan sedari tadi, kini sudah terbakar punah oleh kobaran api birahi yeng amat luar biasa, dia menghela napas panjang.
"Aaai, sudah, sudahlah, tampaknya aku Ku See hong sudah ditakdirkan untuk hidup menderita seorang diri...."
Sekarang Im Yan cu sudah dipengaruhi oleh aliran hawa napsu yang menyusup ke seluruh bagian tubuhnya dan memunahkan satu-satunya kesadaran yang ada, dikala kecerdasan dan kesadaran sudah punah, maka yang berkuasa kini tinggal napsu birahi, hampir gila gadis itu jadinya.
Dia mulai meraung-raung dengan suara rendah.
Ia sudah tidak memperdulikan harga dirinya sebagai seorang gadis lagi, dia tak tahu apa artinya malu.
Sekarang, dia hanya tahu membutuhkan kepuasan seks baginya, membutuhkan kepuasan untuk menghilangkan siksaan yang membara didalam tubuhnya.
Sepasang tangan Im Yan cu sudah mulai meraba tak sopan, tangannya mulai menggerayangi sekujur badan anak muda tersebut....
"Adik Im, kita tak boleh melakukannya disini"
Akhirnya Ku See hong berbisik lirih.
Pada hakekatnya Im Yan cu sudah tidak mendengar ucapan dari Ku See hong lagi, dia hanya tertawa jalang tiada hentinya.
Suara tertawanya tak berbeda jauh dengan suara tertawa perempuan-perempuan nakal, begitu jalang, begitu genit dan mendirikan bulu roma.
Manusia biasa baik atau buruk, semuanya tergantung pada kesadaran seseorang dalam berpikir, bila kesadaran orang itu sudah punah, maka semua perbuatan yang mereka lakukan hanya berdasarkan dorongan napsu birahi, tak bisa membedakan lagi mana yang baik dan mana yang cabul.
Olen sebab itu, kawanan manusia laknat yang keji dan bermoral rendah boleh di bilang manusia-manusia yang tak berakal budi lagi, mereka tak jauh berbeda dengan kawanan makhluk yang disebut hewan.
Melihat persoalannya telah berkembang menjadi begini, tentu saja Ku See hong di desak untuk memilih jalan yang paling punya harapan, kalau tidak bila dibiarkan berapa saat lagi, niscaya gadis itu akan pecah nadi-nadinya dan tewas.
Dipeluknya tubuh gadis itu, lalu berjalan menuju ke tengah hutan yang lebat di depan sana, ketika tiba di sebuah tanah berumput ia tak berani membuang waktu lagi, tangannya dengan cepat melepaskan pakaian yang dikenakan gadis itu...
Im Yan cu berulang kali memperdengarkan suara tertawa jalangnya yang melengking, sepasang tangannya yang putih dan halus mulai melakukan gerakan-gerakan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
Dalam waktu singkat, tubuhnya yang putih dan halus sudah muncul dalam keadaan bugil...
Dia mulai melakukan gerakan-gerakan erotik yang menyeramkan, sekujur tubuhnya gemetar keras, dari sini bisa dibayangkan sampai dimanakah dahsyatnya api birahi yang sedang membakar dalam tubuhnya.
Mula-mula yang terlihat lebih dahulu adalah sepasang payudaranya yang besar dan montok.
Ia berbaring dengan kepala menghadap ke atas, rambutnya yang panjang dan hitam terurai di atas tanah berumput yang lembut.
Dengan termangu-mangu Ku See-hong memperhatikan sekejap tubuh si nona yang bugil tapi indah itu, lama-lama kemudian...
Berbicara sejujurnya, entah dia atau gadis itu, sekalipun berada dalam keadaan sadar, bila kedua belah pihak sudah berada dalam puncak birahi, tanpa bisa dicegah mereka akan tetap melakukan hubungan tersebut, apalagi dalam keadaan seperti sekarang.
Ku See-hong menghela napas sedih, seluruh tubuhnya mulai...
Dunia serasa bergoncang, jagad bagaikan berputar, selanjutnya berlangsunglah suatu adegan yang syahdu yang menggairahkan...
Ketika cahaya matahari yang panas menembusi dedaunan yang rimbun dan menyoroti tubuh mereka, nampak sepasang muda mudi yang berada dalam keadaan bugil itu telah bersatu menjadi satu tubuh...
Keadaan Im Yan cu ibarat seekor ikan leihi yang terkena terpancing, dia bergoyang melompat, bergeser dan bergaya tiada hentinya.
Suara tertawa yang melengkingpun berkumandang mengimbangi setiap gerakan yang dilakukan.
Ku See-hong mulai terengah-engah, seluruh tubuhnya telah melakukan gerakan purbakala yang tidak beraturan, naik, turun, bergeser ke kiri, bergeser ke kanan...
Namun sekarang, ia tidak merasakan kenikmatan, malah sebaliknya amat menderita.
Tiap kali berkumandang suara tertawa jalang yang setengah menggila itu, Ku See-hong merasakan hatinrya bagaikan ditembusi oleh serentetan anak panah yang tajam.
Hatinya terluka dan mulai mengucurkan darah kental.
Air mata telah jatuh bercucuran, meleleh dan menetes di atas badan Im Yan cu.
Sebaliknya Im Yan cu merasakan kegembiraan dan kenikmatan yang luar biasa, dia seperti lupa kalau hubungan yang dilangsungkan sekarang adalah hubungan yang pertama kali dilakukan, dia seperti sudah melupakan rasa sakitnya ketika selaput daranya pecah dan berdarah.
Bila sepasang lelaki perempuan melangsungkan permainan cinta seperti ini, maka yang dicari pada umumnya adalah kepuasan dan kegembiraan, tapi perasaan mereka berdua justru saling berlawanan, yang seorang menderita sedang yang lain merasa gembira.
Ku See-hong telah lemas dan kehabisan tenaga, namun Im Yan cu yang masih dipengaruhi oleh napsu birahi, tetap menggerakkan tubuhnya seperti orang kalap.
Akhirnya...
ia berhasil juga mencapai puncak kepuasannya, kobaran napsu birahi yang membara dalam dadanya seakan-akan telah meletus dan membuyar...
Padahal, setiap detik dia merasakan kegembiraan dan kenikmatan, berarti usianya diperpendek beberapa tahun.
Dikala kepuasan telah tercapai, berarti malaikat elmaut sudah semakin mendekati dirinya.
Tengah hari sudah lewat, kini napsu birahi yang membakar dalam tubuh Im Yan cu sudah pudar, kesadaran serta akal budinya telah pulih kembali, namun gadis itu kelewat lemas, kelewat lelah dan kehilangan banyak tenaga, hampir saja ia terlelap tidur.
"Adik Im, adik Im!"
Ku See-hong segera berteriak keras-keras. Air mata bercucuran membasahi wajah Im Yan cu, pekiknya pedih.
"Engkoh Hong..."
Kata-kata selanjutnya tak mampu dilanjutkan lagi, tenggorokannya seperti tersumbat oleh kepedihan hatinya.
"Adik Im, kau tak usah sedih"
Bisik Ku See hong.
"dalam dua hari mendatang aku pasti akan mencarikan obat mujarab untuk memunahkan racun yang mengeram dalam tubuhmu"
"Engkoh Hong, tidak menjadi soal kalau aku harus mati"
Sahut Im Yan cu sedih, ' walaupun aku hanya dapat berkumpul denganmu dalam waktu singkat, namun aku merasa puas sekali, apalagi kalau aku bisa memperoleh cintamu yang murni .....
" ' Adik Im, kau pasti akan tertolong, kau tak usah memikirkan hal-hal seperti itu, jangan kelewat cepat putus asa."
Dari ucapan sang pemuda yang begitu memedihkan hati, Im Yan cu sudah tahu kalau tiada harapan hidup lagi baginya, setiap orang yang sedang menghadapi kematian, hatinya tentu akan merasa sedih dan kosong, kecuali bila orang itu rela mengorbankan diri.
Begitu juga keadaan Im Yan cu sekarang menghadapi keputusan asaan, tanpa terasa dia menangis dengan sedih, suaranya begitu memilukan hati membuat siapa pun akan turut bersedih hati bila mendengarnya.
Dengan sinar mata yang memancarkan kelembutan, dia menatap wajah Ku See hong lekat-lekat, seakan-akan dalam waktu yang amat singkat itu dia ingin mengingat baik-baik wajah kekasihnya ini dan membawanya sampai ke akhirat.
"Engkoh Hong, cintakah kau kepadaku?"
Tiba-tiba ia bertanya dengan sedih. Ku See hong tidak habis mengerti apa sebabnya dia mengajukan pertanyaan tersebut dalam suasana begini, namun dia toh menjawab juga.
"Adik Im, aku cinta kepadamu!"
Kembali Im Yan cu bertanya.
"Engkoh Hong, tahukah kau setelah kematianku nanti, arwahku akan masuk ke sorga atau neraka? Sepanjang hidupku, sudah banyak manusia yang mati ditanganku tapi aku tahu orang yang mati ditanganku semua nya adalah orang-orang jahat yang sudah banyak melakukan perbuatan keji dan terkutuk di dunia ini"
Ku See hong mengerti, semangat maupun pikiran gadis itu sekarang amat kalut, tak heran kalau apa yang diucapkan juga kacau dan tidak karuan, tapi pemuda tersebut tak ingin membuatnya sedih, dia berupaya keras untuk memberikan kehangatan kepadanya sedapat mungkin.
Dengan lembut Ku See hong berkbata.
"Adik Im, kau tak bakal amasuk neraka!"
"Benarkah itu? benarkan aku tak akan masuk neraka?"
Im Yan cu tersenyum manis.
"Adik Im, buat apa kau menanyakan tentang persoalan ini.?"
Im Yan cu segera tertawa.
"Engkoh Hong, aku takut bila arwahku disekap dalam neraka sehingga dikemudian hari aku tak bisa keluar lagi untuk mencarimu, suasana semacam ini pasti amat sepi dan menderita."
Ku See hong menghela napas panjang, diam-diam pikirnya.
"Ooooh Thian, mengapa kau hendak merenggut nyawanya? lihatlah, dia begitu menawan..."
Berpikir sampai disitu, cepat dia menjawab sambil tertawa.
"Adik Im, aku pasti akan seringkali menemani kau! Aku akan berusaha untuk selalu berada disampingmu"
Im Yan cu memutar sepasang biji matanya yang jeli beberapa waktu, lalu katanya lagi.
"Engkoh Hong, orang bilang antara alam dunia dan alam baka terbagi oleh suatu jurang yang sangat dalam, bagaimana mungkin kau bisa datang mendampingi diriku?"
"Adik Im, kata orang selama ini cuma kata gurauan belaka, padahal orang yang telah mati, arwah merekapun berada ditempat yang sama, hanya bedanya orang yang belum mati mempunyai wujud badan kasarnya dan mempunyai daya hidup, sedangkan orang yang sudah mati tak mempunyai wujud kasarnya, arwah tersebut tak bisa terikat di suatu tempat saja, mereka dapat bergerak ke sana kemari sekehendak mereka sendiri"
"Engkoh Hong, aku tidak memahami apa yang kau katakan itu"
Seru Im Yan cu tidak mengerti.
"yang kau maksudkan sebagai arwah itu benda macam apa? Tadi kau bilang dia bisa melayang kian kemari menurut kehendaknya sendiri, lantas bagaimana caranya kita dapat selalu berada bersama-sama?."
"Adik Im, arwah adalah roh, sesuatu yang tak berwujud dan tak nampak, keadaannya seperti perasaan kita sekarang, maya bentuk nya dan sukar di lukiskan dengan suatu perkataan, arwah adalah roh yang berada dalam tubuh manusia, dalam diri kita sendiri, sedangkan daging dan tubuh sebetulnya adalah benda byang mati, justdru karena dimasauki roh atau arbwah maka tubuh itu menjadi sesuatu yang hidup, dan karena ditunjang dan digerakan oleh roh, maka tubuh tersebut baru dapat melakukan pelbagai perbuatan maupun pekerjaan.
"Jadi kalau ada orang mengatakan sudah tak punya arwah lagi, berarti dia sudah mati, tubuhnya tak dapat bergerak lagi"
Im Yan cu segera tertawa merdu.
"Engkoh Hong, sekarang aku sudah tahu, tapi bagaimana caranya untuk membawa sealu arwahku disisimu?"
"Adik Im, yang dimaksudkan sebagai roh atau arwah adalah sesuatu yang bersifat tak menetap, roh itu melayang kesana kemari, tapi kita pun dapat membuat roh selalu berada disisi kita."
"Caranya yakni membawa jasad tubuh itu ke suatu tempat dan menyimpannya di sana kemudian selamanya aku akan menetap di sana, bukankah hal ini berarti pula kalau rohmu selalu berada disisiku?"
Im Yan cu menjadi amat girang, segera serunya.
"Engkoh Hong, apakah kau hendak membuatkan sebuah kuburan yang sangat indah bagiku, kemudian membangun sebuan rumah disamping kuburan tersebut dan selamanya kau akan menetap di sana?"
"Adik Im, aku memang bermaksud demikian, cuma dendam darahku harus dituntut lebih dulu, setelah itu aku akan membangun rumah gubuk dan menemanimu untuk selamanya." 'Engkoh Hong, bagaimana kalau kaupun ajak Him Ji im untuk tinggal bersama kau?"
Tiba-tiba Im Yan cu berseru.
ooo0dw0ooo BAB 36 MENDENGAR gadis itu menyinggung kembali soal Him Ji im, tat kuasa Ku See hong menghela napas panjang, lagi sorot matanya pelan-pelan dialihkan ke tempat kejauhan sana, memandang awan putih yang melayang di angkasa, hatinya terasa lebih sedih dan pedih.
Mendadak Im Yanr cu berkata lagti.
"Engkoh Hong, bukankah kau bilang masih ada seorang lagi yang bernama Keng Cin sin dari istana Huan mo kiong di laut Lam hay?"
Keng Cin sin adalah gadis pertama yang tertanam dalam hati pemuda itu, dia merupakan gadis yang paling dicintai dan paling di hormati Ku See hong selama ini, menyinggung soal gadis itu, perasaan Ku See hong makin bertambah pedih, air matanya bercucuran semakin deras lagi.
Sambil menghela napas sedih, kembali Im Yan cu berkata.
"Engkoh Hong, apakah Keng Cin sin telah tiada?"
"Ya, dia memang sudah meninggal"
Suara Ku See hong kedengaran amat gemetar, namun aku tak pernah menyaksikan sendiri jenazahnya.
"Engkoh Hong, aku mati masih mendingan tapi kau .... kau bakal kesepian, aaah, betul! Masih ada Him J i im, kau harus segera menolongnya, kau pun harus mencari tulang belulang Keng Cin sin dan menguburnya bersamaku, dengan begitu aku akan mendapatkan seorang teman, sedang kau yang berada didunia inipun ada Him Ji im yang bakal merawatmu, dengan demikian aku dan Keng Cin sin yang berada di alam baka pun tak akan terlalu menguatirkan dirimu"
Diam-diam Ku See hong merasa kagum bercampur terharu, dia dapat merasakan kalau gadis tersebut jauh berbeda dengan gadis-779 gadis lain, seakan-akan tidak menaruh perasaan cemburu terhadap perempuan lainnya, meski yang lainpun merupakan saingan baginya, penampilan semacam ini sudah jelas memperlihatkan kalau dia bukan seorang perempuan biasa.
Aaaai....
Tapi, mengapa Thian tidak adil?
Kalau begiut, bila ia dapat memperistri tiga orang kekasih yang cantik jelita dan hidup berbahagia sepanjang tahun, bukahkah kejadian ini merupakan suatu peristiwa yang hebat?"
Sekarang, Him Ji im masih berada di dalam sarang iblis, jiwanya berada di ujung tanduk, sekarang kini diapun seperti memperoleh suatu firasat tak baik, siapa tahu gadis itu sudah tiada....
Teringat sampai ke situ, Ku See hong merasa amat sedih dan kosong, tanpa terasa dia menghela napas panjang.
Ia benci, bencinya bukan alang kepalang, membenci kepada langit, juga membenci kepada bumi.
Baru dalam keadaan seperti ini dia dapat merasakan makna yang sesungguhnya dari bait-bait syair dalam lagu "'DENDAM SEJAGAD'"
Sementara itu, Im Yan cu sudah kelihatan lelah sekali, berulang kali dia menguap lebar, sedang suara bisikannya ikut bertambah lirih.
"Engkoh Hong, setelah aku mati nanti tolong kau suka menyampaikan berita tentang kematianku ini kepada guruku..."
Mendengar ucapan tersebut, satu ingatan tiba-tiba melintas didalam benak Ku See hong, buru-buru serunya.
"Adik Im, apakah gurumu masih berada di tebing Hay jin gay? Dia orang tua pasti dapat mencarikan akal untuk menyelamatkan dirimu"
Kesadaran dan akal budi Im Yan cu ketika itu sudah makin lama semakin bertambah lemah, pada hakekatnya apa yang diucapkan Ku See hong sudah tak dapat di tangkap olehnya.
Tapi dalam keadaan begini gadis itu masih bergumam lagi.
"Engkoh Hong, apakah luka pukulan Hou kut jian hun im kang yang kau derita telah sembuh kembali.?"
Tiba-tiba Ku See hong menepuk kepala sendiri sambil berteriak.
"Aaah, mengapa aku bodoh begini? Orang itu dapat menyembuhkan aku dari pengaruh pukulan Hou kut jian hun im kang, berarti dia dapat juga menyembuhkan racun cabul tersebut, mengapa aku tidak berusaha untuk mohon kepadanya....?"
Im Yan cu sudah terlelap tidur, sekali memejamkan mata, dia baru akan mendusin kembali dari tidurnya dua hari kemudian.
ooo0dw0ooo MATAHARI telah terbenam dilangit sebelah barat, sinar yang berwarna keemas-emasan menarik ke seluruh angkasa.
Suasana senja yang indah dan lembut itu seakan-akan mendatangkan suatu perasaan yang pedih dan murung dihati orang.
Hari ini udara sedikit agak luar biasa, langit serasa mengering dan mati, tiada hembusan angin yang lewat.
seluruh benda disekeliling situ bagaikan turut lesu dan letih.
Dalam suasana senacam inilah, ditengah angkasa yang hening, tiba-tiba berkumandang suara nyanyian yang keras tapi bernada memedihkan hati orang...
Dendam kesumat menbentang bagai Jagat Bukit tinggi berhutan lebat ditepi sebuah kuil Sungai besar didepan kuil berombak besar.
Dendam kesumat sepanjang abad.
Dendam kesumat membentang bagai jagad.
Burung gagak bersarang di rumput dikala senja.
Cinta kasih berlangsung dari muda sampai tua.
Memetik kampak membuat lagu.
Nadanya dendam!
Menitik air mata darah untuk siapa?
Hati pilu menanggung derita, menyesal sepanjang masa.
Dendam kesumat membentang bagai jagad.
Ji koan pernah berbuat salah.
Menyandang golok menunggang kuda, apalah gunanya?
Salju terbang air laut semuanya terasa hambar.
Dendam kesumat membentang bagai jagad Curah hujan membuyarkan awan.
Air mengalir akhirnya surut.
Dendam kesumat tak akan pernah luntur.
Suara nyaring yang begitu memilukan, begitu memedihkan mengalun di udara dan memancar ke empat penjuru.
Dari irama dan nada nyanyian tersebut, seakan-akan dia hendak mengutarakan rasa dendam yang membara di dalam dadanya.
Kesepian...
Kesedihan...
Kesengsaraan...
Sisa sinar matahari meninggalkan suasana yang makin suram di seluruh permukaan jagad.
Senja telah menjelang tiba, sesosok bayangan yang memanjang tiba-tiba muncul di atas permukaan tanah, Ku See hong dengan membawa si nona yang tertidur pulas sedang berjalan pelan menelusuri jalan.
Rupanya Ku See hong sedang membopong Im Yan cu menuju ke arah kota, dia hendak menuju ke gedung yang seram dan terpencil untuk memohonkan pertolongan bagi gadis itu.
Tapi gedung yang besar dan lebar itu ditemukan berada dalam keadaan kosong tanpa penghuni meskipun barang-barang keperluan sehari-hari masih terlihat dalam ruangan itu, akan tetapi tak sesosok bayangan manusia pun yang nampak.
Bahkan si bocah lelaki itupun tak diketahui sudah pergi ke mana, dia harus menunggu selama berjam-jam lamanya sebelum membopong kembali Im Yan cu dan berlalu dari situ.
Tapi dari sementara kawanan jago yang berbisik-bisik, dia mendapat tahu kalau malam nanti di lembah Yu cui kok diluar kota sana akan terjadi suatu pertarungan sengit, sekawanan jago-jago persilatan di dunia saat ini hendak mengerubuti seorang manusia berkerudung warni warni.
Maka Ku See hong lantas teringat akan manusia aneh dalam gedung menyeramkan itu, siapa tahu kalau dia pun telah berangkat ke lembah Yu cui kok untuk menonton keramaian?
Karena berpendapat demikian, Ku See hong dengan membopong Im Yan cu segera berangkat menuju ke lembah tersebut, dia berharap bisa menjumpai si bocah itu lagi, kemudian memohon kepadanya agar memperkenalkan manusia aneh itu kepadanya.
Begitulah, sambil membopong In Yan cu dan menyanyikan lagu "DENDAM SEJAGAD"
Selangkah demi selangkah Ku See hong berjalan menyelusuri hutan yang sepi, suara nyanyian yang mengenaskan itu dengan cepat menambahkan suasana yang memedihkan di senja itu.
Sebagaimana diketahui, bait-bait dalam lagu ' dendam sejagad"
Yang dibawakan Ku See hong itu sesungguhnya mengandung arti yang sangat mendalam, itulah sebabnya dia berjalan sambil menyanyikan lagu itu, dia tak tahu dimanakah letak lembah Yu cui kok tersebut, maka dia ingin memancing kedatangan para jago persilatan tersebut dengan lagunya, agar merekalah yang memberi petunjuk kepadanya dimtana letak Yu cui kok yang dimaksudkan.
Padahal, ingatan semacam itu sangat berbahaya, sebab jago persilatan didunia sekarang menaruh perasaan dendam dan permusuhan terhadapnya, mereka sangat berharap dapat mengetahui jejaknya, bahkan tidak berada dibawah manusia berkerudung itu .....
Penampilannya secara sengaja sekarang sudah dapat dipastikan akan memancing datangnya keributan dari kawanan jago persilatan tersebut.
Disaat suara nyanyiannya belum selesai di bawakan ......
Suara pekikan-pekikan nyaring secara tiba-tiba berkumdang dari lembah bukit disebelah depan situ..
Menyusul kemudian terlihat ada empat sosok bayangan manusia yang meluncur ke hadapan Ku See Hong dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat, salah satu diantaranya yang berwarna abu-abu paling cepat bergerak, seperti hembusan angin lembut dalam sekejap mata telah tiba ditempat tujuan.
Dia adalah seorang sasterawan setengah umur yang berwajah tampan, berparas putih dan menggembol sebilah Pedang berwarna hitam dipunggungnya, orang itu bukan lain adalah salah seorang diantara dua murid murtad Bun ji koan su, yakni Thi bok sin kiam (pedang sakti kayu besi) Cu Pok ....!
"Sreeet Sreeet...!
Sreeet...!"
Secara beruntun dari arah belakang berdatangan lagi tiga sosok bayangan manusia.
Kakek yang kurus lagi pendek, dia adalah Hiangcu nomor satu dari ruang Sin hwe tham dalam perkumpulan Ban sia kau yang terkenal karena kelihayan ilmu silatnya serta kesaktian gerakan tubuhnya ....
Kun thian ciang Tan Khong lun.
Dua orang sisanya adalah manusia aneh bertubuh kurus kering yang berperawakan jangkung, dandanannya aneh, gerak geriknya kebanci-bancian, mereka tak lain adalah dua orang pelindung hukum kesayangan dari Thi bok sin kiam Cu Pok.
Si kakek berjubah merah darah yang berada di sebelah kiri adalah Ang yang kui (setan merah) Sin Sau si.
Sedang Kakek-kakek berbaju hijau yang berada disebelah kanan bernama Lik Im lok si (setan hijau) Sin Eng siang.
Kedua orang itu bersaudara, ilmu silatnya lihay dan keji, mereka termasuk manusia penting dalam perkumpulan Ban sia kau.
Setelah menyaksikan orang-orang munculkan diri dihadapannya sekarang terasa bergidik juga hati Ku See-hong dibuatnya, sebab dia cukup menyadari kalau ilmu silat yang dimiliki ke empat orang itu benar-benar luar biasa hebatnya.
Dalam sekilas lintas pemeriksaannya dia sudah merasakan kalau diantara beberapa orang yang hadir, maka tenaga dalam yang dimiliki Thi bok sin kiam Cu Pok termasuk yang paling hebat, membuat orang sukar untuk mengukur sampai dimanakah taraf kepandaian yang sebenarnya.
Kemudian orang yang menempati urutan ke dua adalah si kakek kurus dan pendek itu---Kun thian ciang Tan Khong lun.
Tapi sewaktu Ku See hong menyaksikan dandanannya, hanya menempati urutan ke tiga dalam perkumpulan Ban sia kau, hal ini membuatnya tercengang dan tidak habis mengerti.
Ketika sinar mata Ku See hong dialihkan ke wajah Kun thian ciang Tan Khong lun tadi, kebetulan sekali sorot matanya juga lagi memandang kearahnya.
Ku See hong dapat menyaksikan dengan jelas sorot matanya yang tajam, namun hal ini semakin membuatnya merasa keheranan.
Mendadak si pedang sakti kayu besi Cu Pok mendengus dingin, kemudian tegurnya.
"Barusan, kau yang membawakan lagu dendam sejagad itu?"
Dengan wajah sedingin es, Ku See hong memperhatikan beberapa kejap pula ke arahnya, kemudian menyahut.
"Kalau benar kenapa, kalau tidbak kenapa?"
Sorot mata Pedang sakti kayu besi Cu Pok yang tajam, mendadak memancarkan sinar kebuasan, dia meneliti tubuh Ku See hong beberapa kejap lalu memperhatikan pula Im Yan cu yang berada dalam bopongan, sekilas perasaan tercengang sempat menghiasi raut wajahnya.
Tiba-tiba ia mendongakkan kepalanya, lalu memperdengarkan suara tertawanya yang menyeramkan .....
Suara tertawanya sangat keras, memekikkan telinga, menggetarkan sukma dan seakan-akan menggoncangkan seluruh jagad.
Dalam gelak tertawa tersebut, terdengar pula nada angkuh, sombong, takabur dan kejinya yang sukar dilukiskan dengan kata-kata.
Mendadak ia berhenti tertawa ....
"Maaf, maaf ..!"
Serunya kemudian lantang. Sesudah berhenti sejenak, lanjutnya kembali.
"Kalau begitu, kaulah yang disebut Leng hun koay seng Ku sute yang namanya menggetarkan dunia persilatan dewasa ini? Harap kau sudi memaafkan sikapku yang punya mata tak mengenal bukit Thay san, harap Ku sute sudi memaafkan"
Ku See hong merasakan darah yang mengalir dalam tubuhnya mendidih keras, ia benar-benar sangat gusar sesudah mendengar gelak tertawanya yang aneh, terutama ucapannya barusan.
Dengan cepat dia menghimpun segenap tenaga yang dimilikinya dan berusaha untuk menenangkan perasaan hatinya yang bergolak.
Selang beberapa saat kemudian, dia baru berseru dengan perasaan terperanjat.
"Jadi kau adalah Pedang sakti kayu besi Cu Pok!"
Sekali lagi Pedang sakti kayu besi Cu Pok mendongakkan kepalanya dan tertawa seram.
"Haahhh... haaahh... hahh... rupanya dia masih belum melupakan kami berdua..."
Mencorong sinar buas yang menggidikkan hati dari balik mata Ku See hong, dia mendengus dingin, kemudian dengan nada sinis dan sama sekali tak berperasaan teriaknya.
"Murid durhaka, hari ini kau tak akan lolos dari kematian, bersiap-siaplah untuk mampus!"
Thi bok sin kiam (pedang saktib kayu besi) Cu Pok mengulumkan sekulum senyuman yang sinis lagi licik.
"Heehhh.. heehhh...... heeehh.. padahal kita sesama saudara seperguruan baru pertama kali ini bersua, buat apa kau melototi aku dengan wajah gusar? Heeehh... heeehhh... tolong tanya apakah belakangan ini suhu dia orang tua berada dalam keadaan sehat walafiat...?"
Sekali lagi Ku See hong merasakan darah yang mengalir didalam dadanya mendidih keras, dia betul-betul tak sanggup untuk mengendalikan kobaran hawa amarahnya lagi, dengan suara yang keras, dia membentak nyaring.
"Kau bajingan keparat yang tak tahu malu, bila kau masih memiliki sedikit perasaan saja, tak mungkin kau akan berbuat bejad dengan menghianati perguruanmu"
Pedang sakti kayu besi Cu Pok kembali mendehem beberapa kali, dengan senyum tak senyum katanya.
"Ku sute, kau memang seorang manusia yang benar-benar lupa budi, seandainya kami dua bersaudara tidak meninggalkan perguruan, bagaimana mungkin kau bisa menjadi hebat dan lihay seperti hari ini?"
Heeeehh...... Heeeehh...... heeeehh...... apakah suhu sudah berangkat ke alam baka untuk beristirahat selamanya?" -ooo0dw0ooo-
Jilid 24 TIBA-TIBA Ku See hong menangkap kembali sorot mata yang sangat aneh memancar keluar dari balik mata Kun thian ciang Tan Khong lun, dia seperti lagi memberi tanda rahasia kepadanya berulang kali.
Ku See hong sebagai seorang pemuda yang cerdik dengan cepat dapat menangkap maksudnya, dia menjadi amat terperanjat, segera pikirnya dengan cepat.
"Ilmu silat yang dimiliki penghianat itu sangat lihay, kenapa aku bersikap bodoh dengan termakan oleh hasutannya yang sengaja hendak mengobarkan amarahku, jika sebentar pertarungan berlangsung dan keadaan tidak menguntungkan bagiku, bukankah aku akan menyesal sepanjang masa?"
Berpikir sampai disitu, dengan cepat anak muda itu berusaha keras untuk menenangkan kembali hatinya, kemudian dengan kening berkerut dan sekulum senyuman sinis menghiasi ujung bibirnya, dia mendengus berat-berat, lalu tertawa dingin.
Selang berapa saat kemudian, dengan hawa pembunuh yang menyelimuti seluruh wajahnya, dia berseru ketus.
"Tak ada salahnya untuk memberi tahukan kepadamu, suhu telah mencapai kesempurnaan dan kembali ke alam baka, tapi sebelum meninggalnya beliau telah berpesan kepadaku untuk membersihkan perguruan dari semua manusia-manusia penghianat Hmmm! Cu Pok, mengapa kau tidak segera berlutut untuk menerima kematian?"
Perubahan demi perubahan yang terjadi membuat Ku See hong bersikap lebih waspada dan serius.
Tampaknya perbuatan sikap yang sangat mendadak ini cukup membuat kawanan iblis itu merasa terkesiap, mereka tidak habis mengerti, mengapa anak muda tersebut dapat menunjukkan perubahan sikap hanya didalam beberapa saat saja.
Sementara itu si setan merah Ang yang si kui dan setan hijau Lik im pok si telah memperdengarkan suara tertawa anehnya yang sangat mengerikan.
Suara tertawa itu seperti jeritan setan, seperti juga lolongan serigala, menjulang di angkasa dan amat tak sedap didengar.
Dengan perasaan terkesiap Ku See hong segera berpikir.
"Tampaknya peristiwa yang terjadi pada hari ini tidak gampang diselesaikan, sekarang aku cuma seorang diri..."
Tiba-tiba Ang yang kui si, Sin siau si memperdengarkan suara tertawanya yang menggidikkan hati, kemudian serunya menyeramkan.
"Dengan mengandalkan kecongkakanmu sewaktu berbicara tadi, kami dua bersaudara jadi berhasrat sekali untuk meneoba kepandaianmu lebih dulu, ingin kuketehui sampai dimanakah kehebatan ilmu silatmu itu sehingga begitu berani tidak memandang sebelah matapun kepada orang lain' Ku See hong menyipitkan sepasang matanya menjadi satu garis, kemudian mendengus sinis. ' Hmmm setan-setan gentayangan dari dalam neraka pun berani melancong ke alam semesta ini, hmmm, sayang kalian telah berjumpa denganku hari ini, tampaknya saat sial buat kalian sudah tiba, heehh... heeehhh... heeehhh...."
Sinar buas segera mencorong keluar dari mata Ang yang kui si dan Lik im pok si, tampaknya mereka sudah dibikin marah dan bersiap-siap melancarkan serangan.
Tapi si Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera mendengus dingin, kedua orang itu pun segera menarik kembali hawa amarah-nya dan mengundurkan diri ke belakang.
Setelah itu Cu Pok baru berkata sambil menyeringai seram.
"Ku See hong, aku orang she Cu masih mengingat diri kita sebagai sesama seperguruan, karena itu tak ingin menyulitkan dirimu, asal kau bersedia memberi tahukan bait lagu gurumu itu kepadaku, urusan pasti akan beres sampai disini saja"
Ku See hong tertawa dingin.
"Hemmm, hubungan sesama seperguruan, haaahh... haaaahhh.... haaaahhh... boleh saja aku beritahukan bait lagu itu kepadamu, cuma suhu pun pernah berpesan. Setelah bersua dengan kalian, dia bila kalian menginginkan bait lagu tersebut, silahkan kamu berdua berangkat ke akhirat, disanalah suhu akan mengajarkan sendiri kepada kalian, sebab aku hanya seorang adik seperguruan kalian, aku tak bisa mewakili guru untuk memberi pelajaran kepada kakak seperguruan, heeehhh...heeehhh...heeehh...."
Setelah tertawa dingin tiada hentinya, kembali dia berkata.
"Sekarang bersiap-siaplah untuk berangkat ke akhirat, suhu sudah menantimu di situ untuk memberi pelajaran lagu kepadamu."
Selesai berkata, tubuhnya secepat kilat berjumpalitan sejauh tujuh delapan kaki dari posisi semula, kemudian dengan cepat membaringkan tubuh Im Yan Cu ke atas tanah.
'Baru saja Ku See hong menggerakkan tubuhnya Ang Yang kui si dan Lik Im pok si segera mengira anak muda itu hendak meloloskan diri, serentak mereka tertawa seram, tubuhnya yang kurus kering bagaikan sukma gentayangan langsung menerjang ke arah tubuh Ku See hong.
Dengan suatu gerakan secepat kilat Ku See hong membalikkan badannya, tidak nampak bagaimana dia bertindak, seakan-akan besi 790 semberani yang menghisap benda logam saja, dia langsung menerjang ke tubuh kedua orang manusia aneh tersebut.
Menyaksikan gerakan tubuh yang begitu cepat tapi hebat dari Ku See hong, Ang yang kui si maupun Lik Im pok si berteriak aneh, serentak mereka memisahkan diri ke arah kiri dan kanan, kemudian dengan ke empat cakar setannya menyerang ke muka.
Ditengah hembusan angin puyuh yang menderu-deru, serangan kedua orang itu tiba-tiba berubah pula setelah sampai ditengah jalan, kini secara ancaman tadi miring ke samping kiri dan kanan lalu menerjang ke muka.
Dalam waktu singkat selapis hawa pukulan yang sangat kuat dan menyesakkan napas muncul dari empat arah delapan penjuru dan langsung mengurung seluruh badan Ku See hong.
Dengan sinis Ku See hong tertawa dingin, tubuhnya mengigos ke samping dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat, itulah gerakan tubuh Mi khi biau tiong yang amat lihay, hanya dalam beberapa kali jumpalitan saja dia sudah menyingkir kesamping.
Im yan siang si, sepasang setan merah dan hijau baru terperanjat sesudah ancamannya mengenai sasaran yang kosong, serentak mereka berpekik aneh, lalu cakar setan yang kurus dan panjang diayunkan berulang kali kedepan.
Ada yang mencakar, ada yang membacok ada yang menusuk, gerak demi gerakan, tendangan semuanya dilepaskan dengan kecepatan luar biasa.
Dalam waktu singkat, Ku See hong sudah menyambut datangnya puluhan jurus serangan tersebut.
Seketika itu jika seluruh angkasa diliputi oleh hawa pukulan yang tajam dan maha dahsyat, suara gemuruh yang memekikkan telinga disusul dengan gulungan hawa pukulan yang tajam menggidikan hati bersama-sama menggulung tubuhnya.
Serangan demi serangan yang dilancarkan Im yang siang si semuanya diakukan dengan kecepatan luar biasa, jurus serangannya pun aneh tapi sakti, yang lebih hebat lagi adalah jurus serangan yang digunakan semuanya sama, seakan-akan mereka sudah mempunyai ikatan batin yang hebat hingga kedua belah pihak bisa menduga apa selanjutrya yang bakal dilakukan rekannya.
Ku See hong melambung dan melompat kian kemari meloloskan diri dari ancaman selapis hawa pukulan yang maha dahsyat di bawah kilauan bayangan setan segera menerjang ke depan seperti ombak samudra yang menyapu daratan dan menyergap musuh-musuhnya.
Tiba-tiba Ku See hong berkerut kening, tiba-tiba saja sepasang tangannya digetarkan keras-keras, seluruh tubuhnya segera berubah menjadi enteng bagaikan selembar bulu yang tipis dan melayang kian kemari diombang ambingkan oleh hawa pukulan lawan yang kuat.
Rupanya belakangan ini Ku See hong telah berhasil memahami rahasia dari ketiga macam ilmu sakti yang diajarkan Bun Ji koan su kepadanya itu, ilmu meringankan tubuh yang sangat enteng ini tak lain adalah perubahan yang berhasil dipecahkan olehnya dari ilmu gerakan tubuh Mi khi biau tiong.
Im yan siang si, sepasang setan merah dan hijau merupakan manusia-manusia bengis yang berhati kejam, mendadak mereka berdua berputar tiga kali, begitu meninggal-kan permukaan tanah, mereka segera menerjang ke arab Ku See hong dengan dahsyatnya, sepasang telapak tangan mereka secepat sambaran petir melakukan tiga kali serangan yang aneh dan ganas mengimbangi gerakan melambung yang mereka lakukan.
Serangan semacam ini amat ganas lagi keji.
kekuatannya seperti air yang menerjang keluar dari bendungan yang jebol.
deras, kuat dan mengerikan hati.
Mendadak...
Ku See hong menengadah lalu memperdengarkan pula suara pekikan panjang yang amat keras.
Sepasang lengannya melakukan suatu gerakan yang sangat aneh ditengah udara, lalu dari seluruh badannya segera memancar ke luar selapis cahaya aneh yang menyilaukan mata.
Thi bok sin kiam Cu Pok yang menyaksikan kejadian tersebut menjadi amat terperanjat, dia segera membentak keras-keras.
"Kalian berdua cepat mundur"
Rupanya dia tahu kalau musuhnya sedang bersiap-siap melancarkan serangan dengan tiga gerakan Hoa han seng huan yang maha dahsyat tersebut.
Ditengah teriakan mana, secepat kilat Thi bok sin kiam Cu Pok melambung ketengah udara, sepasang telapak tangannya pun secara beruntun melepaskan beberapa buah pukulan dahsyat bagaikan angin puyuh yang sangat mengerikan.
Segulung demi segulung hawa pululan tanpa wujud yang dahsyat, seperti ambruk-nya bukit karang langsung menerjang ke muka dengan membawa desingan serta angin puyuh yang menderu-deru.
Tapi, dikala Cu Pok melepaskan pukulan-nya tadi, Ku See hong telah menggunakan pula jurus Jin hay bu seng (lautan manusia tumbuh tenggelam), salah satu gerakan dari tiga gerakan Hoa han seng huan untuk melancarkan serangan .....
Dua gulung hawa sakti yang berwarna putih dan menyilaukan mata, bergerak dari kiri dan kanan langsung menerjang ke bagian tubuh yang mematikan di tubuh Ang Yang kui si serta lik im pok si.
Perlu diketahui, bila gerak serangan Ho han seng huan telah dilancarkan dan cahaya berkilat sudah melintas di angkasa, maka sang korban sulit untuk meloloskan diri lagi dari kedahsyatan serangan tersebut.
Betul, si pedang sakti kayu besi Cu Pok telah melepaskan pukulan untuk memberi pertolongan, namun sayang gerak serangan itu masih terlambat juga sedetik.
Dua kali jeritan ngeri yang mengerikan hati segera berkumandang memecahkan keheningan..
Tubuh Ang Yang kui si Sin Siau si dan Lik im pok si Sin Eng siang segera terlempar ke tengah udara lalu bergulingan diatas tanah.
Dada mereka sudah hancur dan darah segar memancar keluar ke empat penjuru, dua setan yang dilahirkan pada saat yang hampir bersamaan itu, kini berangkat kembali ke akhirat pada saat yang hampir bersamaan pula.
Di tengah jeritan ngeri yang memilukan hati ..
Secara kebetulan, angin pukulan yang dilepaskan si Pedang sakti kayu besi Cu Pok juga menghantam telak di tubuh Ku See hong.
"Blaaam, blaaammm, blaaam...!"
Serentetan bunyi ledakan keras bergema memecahkan keheningan.
Desingan angin pukulan yang amat dahsyat dengan membawa suara yang tajam langsung menyebar ke empat penjuru.
Ku See hong hanya merasakan datangnya segulung angin pukulan tak berwujud yang menerjang masuk ke dalam jaring hawa murni yang menciptakan lewat gerakan Ho han seng huan, langsung menekan ke tubuhnya dengan kekuatan yang menyesak-kan napas..
Tak kuasa tubuhnya segera terpental sejauh tiga kaki dari tempat semula, namun tubuhnya sama sekali tidak mengalami cedera apa-apa.
Wajah si pedang sakti kayu besi Cu Pok yang mengerikan tiba-tiba berubah sangat hebat dan nampak menyeringai lebih menyeramkan, dia bukan terluka oleh benturan tersebut sebaliknya merasakan suatu perasaan terkesiap yang luar biasa sekali, tapi hanya dalam waktu singkat paras mukanya telah pulih kembali seperti sedia kala..
Sambil mengulumkan senyuman licik yang rendah dan berat, dia segera berkata.
"Sungguh tak kusangka dia telah mewariskan pula segenap ilmu simpanannya kepadanya.."
"Mana, mana!"
Ku See hong tertawa dingin, dengan wajah yang tenang.
"aku hanya mempelajari tiga macam kepandaian sakti saja. Kan kun mi siu khikang, tiga gerakan Hoo han seng huan serta gerakan tubuh Mi khi biau tiong sin hoat, heeeehh... heeehh... heeeehh... aku rasa kaupun sudah pernah mempelajarinya bukan!"
Berbicara sampai di situ, kembali Ku See hong memperdengarkan suara dengusan dinginnya yang amat sinis.
"Hmmm... murid murtad yang bermoral bejad dan bderhati binatang, mana mungkin punya rejeki sebaik itu untuk mempelajari ilmu-ilmu rahasia semacam ini, haaah... haahhh.... haaahhh..."
Dari balik mata Pedang Sakti kayu besi Cu Pok segera mencorong keluar sinar buas yang keji, setelah tertawa seram katanya lagi.
"Kalau begitu, dengan membawa ke tiga macam ilmu sakti tersebut, pergilah ke akhirat dan pamerkan kemampuanmu itu di depan guru setan tersebut?"
Sepasang telapak tangan si Pedang sakti kayu besi Cu Pok berputar membentuk satu gerakan busur, kemudian didorong ke muka.
Segulung angin pukulan yang amat dahsyat dengan cepat meluncur dan menggulung ke muka.
Serangan ini dilancarkan sangat tiba-tiba, kekuatannya pun sangat mengerikan.
Mencorong sinar tajam yang menggidikkan hati dari balik mata Ku See hong, sepasang telapak tangannya segera diayunkan silih berganti, angin puyuh yang dahsyat seperti jaringan langit dan perangkap bumi segera meluncur ke depan menyongsong datangnya ancaman tersebut..
Ketika pedang sakti kayu besi Cu Pok selesai melepaskan pukulan tadi, sambil tertawa seram dia sudah menerjang ke muka, kemudian 795 menyelinap ke sisi kanan Ku See hong, telapak tangan kirinya secara aneh segera melepaskan pukulan lagi dengan jurus Thian gwa lay im (awan tebal dari luar langit) mengancam bagian tubuh yang mematikan di tubuh Ku See hong.
Anak muda itu sangat terperanjat , dia sama sekali tak menyangka kalau tenaga dalam nya telah mencapai tingkatan yang begitu sempurna, ditengah amukan dinding hawa murni yang tajam dan menyelimuti angkasa, dia mengigos ke samping kemudian balas menerjang pula kedepan...
Rupanya si pedang sakti kayu besi Cu pok pun menyadari kalau Ku See hong telah berhasil menguasai ilmu Kan kun mi siu khikang dan menerima kesaktian atas hawa im dan hawa yang yang saling bertautan, sekalipun dia menyerang dengan kekuatan yang hebat, belum tentu sanggup menghajarnya sampai mampus.
ltulah sebabnya dia lantas bertekad untuk menyelesaikan pertarungan tersebut dengan sesuatu pertarungan jarak dekat, dia pun melepaskan pukulan lebih dulu dengan tujuan memancing lawannya masuk perangkap.
Dalam kejutnya tadi, Ku See hong segera berputar ke kiri, sementara telapak tangan kanannya menyaru ke samping membacok urat nadi pada pergelangan tangan kiri lawan.
Bagaimana pun jua, selama beberapa waktu si Pedang sakti kayu besi Cu Pok pernah menerima beberapa pelajaran sakti dari Bun ji koan su, ilmu silat yang dimilikinya sekarang selain sakti juga luar biasa sekali.
Mendadak telapak tangan kirinya berputar membentuk satu gerakan setengah busur, kemudian di ringi desingan angin tajam, tangannya itu bergerak bagaikan seekor ular sakti menerobos masuk lewat celah-celah kosong diantara tangkisan tangan kanan Ku See hong dan langsung menotok jalan darah Khi hay hiatnya.
Jurus serangan ini sakti dan luar biasa, juga terhitung sebagai suatu serangan yang kejam.
Paras muka Ku See hong berubah hebat, dengan cepat dia melangkah mundur dengan ilmu tujuh bintang.
dalam sekali ayunan badan, dia sudah mundur sejauh beberapa kaki.
Kali ini, Ku See hong tidak membiarkan musuhnya menguasai keadaan lagi, sepasang telapak tangannya segera diayunkan ke muka, sepuluh jari tangannya dipentangkan dan disentilkan ke muka..
Segulung desingan angin tajam dengan membawa hawa serangan yang dahsyat langsung menerjang kemuka secepat kilat dan mengancam sepuluh buah jalan darah kematian ditubuh Thi bok sin kiam Cu Pok.
Dikala Ku See hong masih melancarkan serangan dengan kekuatan yang maha dahsyat itu, dengan suatu gerakan cepat Cu Pok telah meloloskan pedang sakti kayu besinya, tangan kanannya digetarkan, serentetan cahaya tajam yang menyilaukan mata kontan memancar keluar dari tubuh pedang tersebut, lalu desingan angin tajam menderu-deru seperti gulungan ombak sarnudra langsung menyambar ke arah sepuluh desingan angin jari yang sedang meluncur tiba itu.
Ketika sampai ditengah jalan, serentetan hawa sakti itu segera saling membentur satu sama lainnya, hawa sakti yang di lancarkan Ku See hong ketika saling membentur dengan hawa pedang yang lunak, tahu-tahu saja lenyap tak berbekas seperti batu yang tenggelam ditengah samudra saja.
Sejak mengetahui musuhnya meloloskan pedang sakti kayu besi, Ku See hong sudah tahu bahaya, dia melompat mundur dengan cepat dan tangan kanannya menyambar ke belakang.
"Cri ngg...!"
Bunyi gemerincingan nyaring memenuhi angkasa.
Kini pedang sakti Hu thian seng kiam telah diloloskan dari dalam sarungnya, hawa pedang yang bercahaya tajam seketika menembusi angkasa yang gelap.
Dengan pedang Hu thian seng kaim di tangan kanannya, Ku See hong berdiri diatas satu kaki, sedang tangan kirinya melakukan suatu gerakan dengan kedua jari tangannya diletakkan sejajar dengan alir mata.
Sorot mata yang tajam, kening yang berkerut serta tubuh yang memancarkan hawa sakti tanpa menimbulkan suatu kewibawaan yang luar biasa sekali.
Setelah menyaksikan gerakan pedang yang diciptakan Ku See hong, ternyata Cu Pok tak berani menyerang secara gegabah, pedang sakti kayu besi yang berada dalam cekalannya diluruskan sejajar dada, kakinya berdiri setengah berjongkok, sedangkan sepasang matanya yang keji sedang mengawsi wajah Ku See hong tanpa berkedip, tanpa terasa dia pun memperluhatkan suatu hawa seram yang menggidikkan.
Untuk sesaat empat marta yang tajam saling berpandangan tanpa berkedip...
Seluruh jagad menjadi hening, sepi dan tak kedengaran sedikit suarapun, begitu sepi, dan heningnya seperti mati, membuat orang merasakan suatu keseraman, ketegangan dan kengerian yang mencekam.
Pertama-tama Si Pedang sakti kayu besi Cu Pok yang melancarkan serangan paling dulu, dia membentak nyaring, pelan-pelan pedang kayu besi yang berada ditangan kanannya digerakkan menusuk ke jalan darah Sim kan hiat di tubuh Ku See hong.
ooo0dw0ooo BAB 37 SERANGAN pedang itu kelihatannya seperti biasa dan sederhana, sedikitpun tidak disertai kekuatan apapun, padahal sesung-guhnya mengandung suatu daya penghancur yang amat jahat dan luar biasa, asal pihak lawan berani memandang enteng sudah pasti tak akan lolos dari serangan mautnya itu.
Menyaksikan gerakan pedang yang dilan-carkan musuh, Leng hun koay seng Ku See hong segera merasakan hatinya menjadi sangat berat dan tegang..
dia tahu murid murtad dari gurunya Bun ji koan su ini memiliki ilmu silat yang sangat hebat, apakah dia dapat menangkan musuh, hingga sekarang masih merupakan suatu tanda tanya besar..
Baru saja ingatan tersebut melintas didalam benaknya, pedang kayu besi dari Cu Pok sudah menusuk tiba, walaupun Ku See hong masih tetap berdiri tegap bagaikan batu karang, sekejap pun tanpa berkedip dia mengawasi gerakan pedang tersebut lekat-lekat.
Kun thian ciang Tan Khong lun yang menyaksikan jalannya pertarungan dari sisi arena merasa amat kagum sekali dengan ketajaman mata Ku See hong, sebetulnya dia kuatir kalau anak muda itu tak mampu menandingi kelihayan musuhnya, tapi sekarang ia sudah tidak merisaukan hal itu lagi.
Setelah si Pedang sakti kayu besi Cu Pok menyaksikan Ku See hong sama sekali tidak terpancing oleh gerakan pedangnya itu, hawa sakti yang semula disembunyikan dibalik jurus serangan itu segera dipancarkan keluar melalui gerakan yang tak berubah pula.
Segulung desingan hawa pedang yang tajam dan dahsyat, secepat sambaran petir meluncur ke muka.
Sementara itu, selisih jarak antara mereka berdua hanya satu depa saja, begitu hawa pedang meluncur keluar, sesungguhnya sukar buat lawan untuk menghindar.
Akan tetapi, Ku See hong sudah menduga kalau lawannya bakal melepaskan serangan dengan hawa pedangnya itu, maka disaat hawa pedang musuh meluncur ke depah, kaki kirinya segera bergerak ke kiri, sedang tubuhnya pun ikut berputar pula ke akiri.
Creeet....!' Hawa pedang yang dipancarkan oleh Cu Pok, dengan cepat menyambar lewat persis melalui sisi tubuhnya.
Kembali Ku See hong menggeserkan kakinya diantara getaran tangan kanannya, serentetan suara pekikan nyaring memenuhi angkasa, kemudian muncul beribu-ribu cahaya pedang yang tajam mengurung bagian kiri tubuh Cu Pok yang mematikan.
Pedang sakti kayu besi Cu Pok tertawa dingin, tubuhnya seperti gerakan setan gentayangan bergerak melewati sisi kanan musuh, lalu pedang kayu besinya melepas-kan serangan balasan dengan menusuk jalan darah Khi hay hiat ditubuh Ku See hong.
Jurus serangan yang dilakukan saat ini benar-benar sangat lihay dan luar biasa, menghindari sambil menyerang, hampir boleh dibilang gerakan mana dilakukan bersamaan waktunya, ditambah pula serangan itu dilakukan dengan gerakan setengah berjong-kok, membuat orang sukar untuk menduga sebelumnya.
Ku See hong sangat terperanjat, cepat tubuhnya melambung dan meluncur ke atas kepala Cu Pok.
Cu Pok yang sedang berdiri setengah ber jongkok dengan cepat menegakkan tubuhnya kembali, pedang kayu besinya ditarik kembali lalu menusuk lurus keatas.
Secara beruntun dia lepaskan tiga jurus serangan, semuanya merupakan gerakan tusukan lurus keatas, kecepatannya luar biasa sekali.
Ku See hong yang melambung ke udara, mendadak berjumpalitan beberapa kali, dengan kepala dibawah kaki diatas sebetul nya dia hendak melancarkan sergapan balasan ke arah Cu Pok, siapa tahu dia kena kedahuluan, sesosok bayangan hitam yang menyilaukan mata tahu-tahu sudah tiba di depan mata.
Rasa terperanjat Ku See hong kali ini tak terlukiskan dengan kata-kata, cepat dia menghimpun kembali hawa murninya, tubuh yang masih melambung di udara, sekali lagi meluncur ke lima enam depa lebih tinggi dari posisi semula.
Cu Pok yang merasakan posisinya lebih menguntungkan sudah barang tentu tak rela membiarkan musuhnya berhasil lolos dari cengkeraman mautnya, tiba-tiba pedang kayu besinya memancarkan selapis kabut cahaya berwarna hitdam yang amat menyilaukan mata, desingan hawa serangan yang tajam bergerak dari bawah menuju keatas, langsung menerjang diri Ku See hong.
Untuk kesekian kalinya Ku See hong melambung kembali ke udara, sementara pedang Hu thian seng kiam ditangannya dengan membawa hawa serangan yang dahsyat telah menembus masuk ke balik kabut cahaya hitam lawan seperti seekor naga emas.
'Cri ing!
Cri ing!
Traaang!
Traaanggg...
benturan dua bilah pedang itu menimbulkan serangkaian bunyi yang amat memekikkan telinga.
Menyusul kemudian...
dua kali dengusan tertahan bergema diudara, bayangan manusia pun saling berpisah.
Ku See hong dan Cu Pok masing-masing berdiri satu kaki jauhnya dari posisi semula, di atas lengan kanan masing-masing yang membawa pedang sama-sama muncul sebuah robekan sepanjang tiga inci, darah kental sedang meleleh keluar tiada hentinya dan membasahi sebagian pakaian yang mereka kenakan.
Didalam bentrokan yang berlangsung barusan, kedua belah pihak sama-sama melalukannya dengan satu kecepatan yang luar biasa, sedemikian cepatnya sampai Kun thian ciang Tan Khong lun yang memiliki kepandaian silat amat lihay pun tak sempat melihat dengan jelas bagaimana terjadinya peristiwa hingga kedua belah pihak sama-sama terluka.
Dalam pada itu si Pedang sakti kayu besi Cu Pok betul-betul merasa terperanjat sekali, selama ini dia tersohor dalam dunia persilatan sebagai jago pedang sakti, tak nyana pada malam ini dia harus menderita kekalahan diujung pedang Ku See hong.
Padahal kalau dibicarakan yang sesungguh nya, menang kalah masih belum bisa ditentukan diantara mereka berdua, tapi berhubung Ku See hong yang menyerang dari tengah udara dengan posisi yang lebih jelek, sedang Cu Pok berada di daratan menempati posisi yang lebih menguntungkan, maka meski hasil pertarungan itu seri, namun boleh dibilang juga kalau kepandaian silat dari Ku See hong terhitung jauh lebih tinggi.
Tapi Ku See hong yang tinggi hati ini merasa sedih sekali, rasa sedihnya malah tidak berada di bawah keadaan Cu Pok.
Jurus serangan ryang dia perguntakan tadi, sebetulnya dipelajari dari dalam kitab Pedang warisan Hu to lo jin.
dan dia yang mengandalkan pedang Hu thian seng kiam ternyata belum berhasil menangkan Cu Pok, bila keadaan semacam ini dibiarkan berlangsung terus, bagaimana mungkin dia mampu menghadapi manusia manusia laknat lainnya didunia ini?
Bagaimana mungkin dia dapat membalaskan dendam buat suhunya?
Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera mencibirkan-bibirnya sambil memperdengar-kan suara tertawa dingin menggidikkan hati, kemudian serunya.
"Ku sute, ilmu pedangmu memang benar-benar sangat hebat, tolong tanya apakah kau berhasil mempelajarinya dari suhu?"
Cu Pok yang licik dan banyak tipu muslihatnya ini, tampak sudah dapat menduga kalau jurus pedang yang di gunakan Ku See hong barusan sebetulnya bukan ajaran dari Bun ji koansu.
Ku See hong mendengus dingin dengan nada sinis.
"Hmm, terang kuberitahukan kepadamu ilmu pedang ini kuperoleh dari Si hong lo jin, jurus yang barusan kugunakan tak lebih hanya satu jurus serangan yang paling rendah dan mudah. Cu Pok lebih baik serahkan saja nyawa anjingmu itu, aku orang she Ku tak bakal mengampuni murid murtad seperti kau!"
Begitu si pedang sakti kayu besi Cu Pok mengetahui kalau jurus pedang yang digunakan Ku See hong adalah jurus pedang ciptaan Si hong lo jin, seorang jago pedang kenamaan pada dua ratus tahun berselang, paras mukanya segera berubah hebat, tapi hanya sebentar saja telah lenyap kembali tak berbekas.
Sekulum senyuman seram segera menghiasi bibirnya, sambil tertawa dingin ia berkata.
"Ku sute, rejekimu benar-benar amat bagus, sudah mendapatkan pedang mestika Ang soat po kiam, mendapat warisan ilmu silat dari 802 Si hong lo jin pula, cuma kau harus tahu perubahan selama sepuluh tahun saja sudah amat banyak apalagi sampai ratusan tahun.
Dulu, ilmu pedang Si hong lo jin memang hebat dan di akui sebagai kepandaian maha sakti, tapi sekarang, hmm..
kepandaian tersebut sudah menjadi ilmu pedang paling jelek yang tak ada harganya sama sekali.
"Kau tahu, jurus pedang yang barusan ku pakai itu tak lebih cuma jurus serangan yang terjelek yang kumiliki, hmmm .... hmm.. malam ini, jangan harap kau lolos dari tanganku melebihi sepuluh jurus, tapi mengingat kita punya hubungan sesama saudara seperguruan, asal kau bersedia menceritakan bait lagu Dendam sejagad kepadaku, tentu saja aku pun tak akan menyusahkan kau"
Dengan sekuat tenaga Ku See hong berusaha untuk mengendalikan kobaran hawa amarahnya, setelah tertawa dingin ia berseru;
"Murid murtad, Kau benar-benar kelewat jumawa dan takabur, betul-betul seorang manusia yang tak tahu malu Hmmm, hmm ...... maksud baikmu itu biar aku seorang she Ku terima dalam hati saja. Sekarang tak usah banyak bicara lagi, lebih baik kita selesaiken persoalan kita dengan adu kepandaian saja"
Pedang sakti kayu besi Cu Pok memutar sepasang biji matanya yang licik bagaikan rase itu dan melirik sekejap ke arah Im Yan cu tergeletak ditanah, kemudian setelah menyeringai seram ujarnya.
"Ku sute, aku hanya mengagumi atas kegagahanmu serta bakatmu yang bagus, ini bukan berarti aku benar-benar takut kepadamu. Hmmm. Asal kau bersedia mengungkap kan isi bait syair dari lagu Dendam sejagad sudah pasti aku tak bakal mengesampingkan kebaikanmu itu, bahkan luka yang di derita nona itupun akan kutolong dan kusembuhkan'"
Si Pedang kayu besi Cu Pok adalah seorang manusia yang licik dan banyak tipu muslihatnya, setelah terjadi bentrokan sebanyak beberapa jurus tadi, dia sudah tahu kalau kepandaian silat yang dimilikinya tak mungkin bisa menangkan Ku See hong, sekalipun dapat memenangkan pemuda itu mustahil dia bisa memaksa lawannya untuk memberitahukan isi bait syair dari lagu Dendam sejagad.
Oleh sebab itu, otaknya yang licik lantas berputar kian kemari mencari akal, kebetulan dia menyaksikan Im Yan cu yang tergelapar di tanah, satu ingatan telah melintas dalam benaknya dan dia hendak memperalat gadis tersebut untuk mencapai ke inginannya.
Dia tahu luka yang diderita Im Yan cu tak mungkin bisa disembuhkan oleh Ku See hong, maka dia menggunakan hal mana untuk menguasahi si anak muda tersebut.
Padahal bicara yang sebenar-benarnya, hingga kini si Pedang sakti kayu besi Cu Pok masih belum tahu luka apakah yang di derita oleh Im Yan Cu .
...
Ku See hong merasakan hatinya bergetar keras, segera pikirnya didalam hati.
'Yang ditelan oleh Im Yan cu adalah obat perangsang lm hwee si hun wan, konon dalam dunia persilatan belum ada obat penawar untuk racun tersebut, tapi si pedang ular perak Ciu Heng thian adalah anggota Ban sia kau mereka, siapa tahu .....
Belum habis dia berpikir, Pedang sakti kayu besi Cu Pok telah berkata lagi sambil tertawa dingin.
"Ku sute, kau ingin apa?
Apakah kau senang menyaksikan kekasihmu yang cantik jelita itu tewas dengan begitu saja?'' Kini, Ku See hong benar-benar merasa serba salah, berulang kali gurunya Bun ji koan su Him Ci seng telah berpesan kepada nya agar bait lagu tersebut jangan diberitahukan kepada orang lain, apalagi terhadap seorang murid murtad semacam dia, hal ini sudah tentu lebih lebih tak boleh.
Tapi, Im Yan cu mempunyai budi dan cinta yang amat mendalam terhadap dirinya, apalagi dia pun mengutarakan apakah gadis itu harus dibiarkan mati secara mengenas-kan.
"Aaai... suhu.... wahai suhu.... mungkin aku akan melanggar pesan terakhirmu secara terpaksa ....."
Sementara itu, sepasang mata Pedang Sakti kayu besi Cu Pok yang tajam bagaikan sembilu sedang mengawasi perubahan wajah Ku See hong dengan seksama, dia tahu si anak muda itu sudah termakan oleh ucapan sendiri.
"Ku sute!"
Katanya kemudian sambil tertawa dingin, ' lebih baik bersikaplah lebih cerdik, kalau tidak, bila Ban sia kaucu sampai bertemu dengan kau, maka kau pun tak bakal lolos dari pancingan obatnya, bila sampai, terjadi begitu apa yang dia suruh pasti akan kau lakukan, apakah kau anggap rahasia lagu dendam sejagad itu bisa kau rahasiakan terus untuk selamanya?
"Sebaliknya jika aku yang mendapatkan bait lagu tersebut, Setelah kitab pusaka Cong ciong pit kip ditemukan akupun tak akan mengangkangi kitab tersebut seorang diri"
Padahal Si Pedang Sakti kayu besi Cu Pak mempunyai rencana yang benar-benar amat keji, dia berencana bila Ku See hong telah mengungkapkan isi bait lagu dari "Dendam sejagad"
Tersebut, maka dia akan segera membunuhnya. Mendadak Ku See hong bertanya dengan suara dingin.
"Benarkah kau mempunyai keyakinan untuk bisa mengobati penyakitnya. ."
Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera tertawa.
"Asal Ku sute bersedia menerangkan penyakit macam apakah yang diderita olehnya, tanggung aku dapat menyembuhkan nya!"
Paras muka Ku See hong berubah agak memerah, lalu dengan nada tergagap katanya.
"Dia telah menelan obat perangsang Im hwee si hun wan nilik si pedang ular perak Ciu Heng thian"
Begitu tahu akan pil beracun Im hwee si hun wan' diam-diam Pedang sakti kayu besi Cu Pok merasa terperanjat sekali, segera pikirnya didalam hati.
"Konon didalam kitab pusaka Ban sia cinkeng milik sumoay pun tidak dicantumkan obat penawar untuk pil tersebut, bagaimana mungkin aku bisa mengobatinya.?"
Cu Pok yang licik, kendatipun dalam hati berpikir demikian, namun diluarnya dia tertawa terbahak-bahak.
"Haaahhh.. haaahhh... haaahhh!"... Ku sute, rejekimu benar-benar besar sekali ...."
Begitu mendengar ucapan tersebut, Ku See hong segera mengetahui apa yang dimaksud kan, paras mukanya berubah hebat, serunya kemudian dengan suara dingin.
"Dia sudah menjadi istri Aku orang she Ku, aku harap kau jangan sembarangan berbicara, apakah kau mempunyai keyakinan untuk menyembuhkan penyakit tersebut?"
Satu ingatan dengan cepat melintas dalam benak Pedang Sakti kayu besi Cu Pok. Cepat sahutnya sambil tertawa.
"'Bagi pandangan sementara orang persilatan, pil beracun tersebut merupakan pil yang tiada harapan bisa dipunahkan, tapi aku justru mengetahui kalau obat tersebut bisa ditawarkan dengan sejenis obat-obatan, dan hanya obat-obatan itu saja yang bisa menyembuhkan.."
"Obat apakah itu"?"
Buru-buru Ku See hong bertanya.
Pedang Sakti kayu besi Cu Pok termenung dan berpikir sebentar kemudian jawabnya.
' Menurut apa yang kuketahui, obat tersebut hanya terdapat disuatu tempat saja, asal kau bersedia memberrikan isi dari bait lagu Dendam sejagad kepadarku, tentu saja aku pun akan memberi petunjuk kepadamu untuk pergi mencari obat itu "
"Baik"
Sahut Ku See hong dengan cepat.
"Asal kau bisa mendapatkan obat tersebut, dan mampu memunahkan pengaruh racun tersebut, sudah pasti aku orang she Ku akan memberitahukan isi bait lagu Dendam sejagad kepadamu!"
Diam diam Pedang sakti kayu besi Cu Pok merasa kegirangan, tapi dengan licik dia berkata lagi.
' Hal bagaimana mungkin bisa kulakukan untuk mengobati dia, aku harus ....
sedang kau....
heeehh..
heeehh..."
Tentu saja Ku See hong memahami maksud perkataannya itu, dengan gusar segera bentaknya.
"'Mengapa sih kau banyak curiga? Kapan aku orang she Ku pernah mengingkari janji?"
"Mana, mana"
Pedang sakti kayu besi Cu Pok tertawa licik, aku rasa ku sute, tentu bukan manusia seperti itu...cuma....."
Waktu, itu, pikiran Ku See hong sudah dibikin kalut oleh keadaan Im Yan cu yang semakin parah, apa yang dipikirkan olehnya sekarang hanyalah bagaimana caranya untuk menyembuhkan kembali Im Yan cu dari pengaruh racun, sudah barang tentu dia pun tak pernah membayangkan jika pihak musuh akan menggunakan akal licik untuk menipunya.
Buru-buru tanyanya lagi dengan cemas.
"Cuma kenapa? Cepat kau katakan!" ' Maksudku, lebih baik kita melakukan pertukaran saat ini juga..
" ' Kau maksudkan, sekarang juga aku memberitahukan bait lagu tersebut kepada-mu dan kau akan memberitahukan tempat di mana obat tersebut bisa didapat kan kepada ku?"
Tukas Ku See hong cepat. Pedang sakti kayu besi Cu Pok tertawa terbahak-bahak.
"Haaahhh. ...haaahhh... Ku sute memang seorang pintar, memang demikian maksud hatiku, bagaimana pendapatmu tentang usulku ini?"
Kontan saja Ku See hong tertawa dingin.
'Heehhh ....
Heeehh....
heehhh, ...enak benar kalau berbicara, aku toh belum tahu apakah obat tersebut benar-benar dapat memunahkan pengaruh dari racun Im hwee si hun wan atau tidak?
Boleh saja kalau kau menghendaki isi bait lagu tersebut, tapi bait lagu itu baru akan kuberikan setelah ia terbukti sembuh nanti "
"Yaa, tak heran kalau kau mencurigai diriku dalam hal ini, tapi begitupun boleh juga, sekarang kau boleh menyalin dulu bait syair dari lagu tersebut diatas secarik kertas, besok kentongan ketiga aku akan menunggu mu di kuil Toa an ku bio di barat kota, kemudian kita akan saling bertukar barang!"
"Tapi kau boleh pergi hanya setelah racun yang mengeram didalam tubuhnya punah sama sekali."
"Ooh tentu saja begitu, soal ini tak usah kau kuatirkan!"
Kata Pedang sakti kayu besi Cu Pok sambil tertawa.
"Ucapan seorang kuncu....
"seru Ku See hong lantang.
"Bagaikan kuda dicambuk..."
Sambung pedang sakti kayu besi Cu Pok cepat.
Selesai berkata, Cu Pok segera berpaling, kemudian dengan sorot mata yang memancarkan cahaya buas melotot wajah Kun thian ciang Tan Khong lun lekat-lekat, sementara tubuh iblisnya selangkah demi selangkah bergeser ke depan.
Kun thian ciang Tan Khong lun tahu kalau pihak musuh hendak membinasakan dia, hatinya sangat gelisah sekali, dalam keadaan demikian mau tak mau dia harus memper-lihatkan asal usul sebenarnya.
karena dia tahu, kalau tidak bertindak demikian, Cu Pok tidak akan melepaskan dirinya dengan begitu saja.
Sementara itu Ku See hong yang menyaksikan Cu Pok telah menggeserkan tubuhnya mendekati Tan Khong lun dia segera membentak keras.
'Cu Pok, berhenti kau!
Mengapa kau harus membunuh selembar nyawa manusia yang tak berdosa??' Rupanya semenjak tadi Ku See hong mendapat tanda dengan kerlingan mata dari Tan Khong lun, dia tahu orang tersebut, bukan manusia jahat, itulah sebabnya dia berusaha mencegah peristiwa berdarah sampai terjadi.
Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera berpaling, kemudian jawabnya.
"Ku sute, apakah kau menginginkan diriku memperoleh banyak kesulitan dikemudian hari?
Membunuh orang ini sama untungnya buat kita berdua, kalau tidak, andaikata dia sampai melaporkan kejadian ini kepada Ban sia kaucu, maka pertemuan kita besok malam jangan harap bisa diselenggarakan lagi...?
Belum habis dia berkata, Kun thian ciang Tan Khong lun telah membentak nyaring.
"Ku sauhiap, jangan percaya dengan obrolan itu, kau harus menyadari betapa licik dan berbahayanya dunia persilatan ini, apa lagi berjanji dengan manusia jahat yang licik dan banyak tipu muslihatnya seperti dia, mengapa kau tidak memohon bantuan saja kepada manusia berkerudung warna warni."
Begitu mendengar ucapan tersebut, Ku See hong segera sadar kembali dari impian.
Tak terlukiskan rasa gusar Pedang sakti kayu besi Cu Pok setelah menyaksikan Tan Khong lun menghancurkan rencana bagusnya, sambil tertawa dingin dia segera berseru.
"Tan hiangcu, nyalimu sungguh sangat besar hari ini, aku akan menyuruh kau mampus dengan tubuh tercincang menjadi berkeping-keping!"
Tiba-tiba Kun thian ciang Tan Khong lun mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.
Suaranya keras dan melengking seperti ada beribu-ribu ekor kuda yang lari bersama-sama, begitu keras dan tajamnya sampai menggetarkan telinga siapapun.
Sudah jelas, seorang hiangcu tak mungkin bisa memiliki tenaga dalam yang begitu sempurna.
Pedang sakti kayu besi Cu Pok merasa terperanjat sekali, dengan cepat dia berpikir.
"Jangan-jangan orang ini adalah mata-mata yang sengaja diselundupkan kemari?"
Berpikir demikan, paras muka Cbu Pok berubah hdebat, hawa napsau membunuhnya bberkobar, segera bentaknya keras-keras.
"Tan Khong lun, sebenarnya siapakah kau?"
Kun thian ciang Tan Khong lun menghentikan gelak tertawanya, kemudian menjawab dengan suara dingin.
"Cu Pok, kau benar-benar kelewat memandang tinggi dirimu sendiri, haaahh....
haaahhh...haaaahhh...
kau ingin mengetahui nama lohu?
Huuh, dengan akhlak yang bejad dan moralmu yang sudah bobrok, masih belum pantas bagimu untuk mengetahuinya, aku lihat nasib sialmu sudah tiba pada malam ini' Hampir meledak dada pedang sakti kayu besi Cu Pok sesudah mendengar perkataan tersebut, ia segera tertawa seram dengan suara yang memekikkan telinga ....
Mendadak pedang kayu besinya diputar menciptakan selapis cahaya hitam yang amat menyilaukan mata, kemudian secara ganas dan tak kenal ampun, dia tusuk tubuh Tan Khong lun' Sekalipun Kun thian ciang Tan Khong lun merupakan seorang jagoan yang berilmu sangat tinggi, namun terhadap Cu Pok dia tak berani memandang enteng..
Sambil membentak keras, sepasang telapak tangannya diayunkan kemuka, lalu secepat kilat melepasken sebuah pukulan dahsyat ke depan.
Ketika telapak tangannya diayunkan, sama sekali tidak terasa ada suatu yang hebat, tapi begitu pukulan sudah dilepaskan, terasalah angin puyuh yang maha dahsyat di ringi desingan suara tajam bagaikan amukan ombak ditengah samudra langsung menggulung ke muka.
Paras muka pedang sakti kayu besi Cu Pok berubah hebat setelah menyaksikan datang nya serangan tersebut, dia tertawa seram, seluruh tubuhnya, bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya, berikut senjatanya yang meleburkan jadi satu, menembusi angin pukulan lawan yang kuat bagaikan baja dan langsung menusuk badan Tan Khong lun..
"Sreeet sreeet"
Desingan angin tajam berhembus lewat persis disisi tubuhnya ...."
Sementara itu, Kun thian ciang Tan Khong lun sudah menyelinap kesamping dengan kecepatan bagaikan sambaran petir, dengan demikian ancaman pedang dari Cu Pok pun mengenai sasaran kosong.
Sekali lagi diar tertawa seram, telapak tangan kirinya diayunkan kemuka, selapis hawa khikang yang kuat berbentuk cahaya bintang, dengan membawa desingan angin yang dingin menusuk tulang, bagaikan sambaran bayangan petir menerjarg tubuh Kun thian ciang.
Sekali lagi Kun tian ciang Tan Khong lun menyelinap ke samping dengan suatu gerakan aneh, untuk kedua kalinya dia berhasil meloloskan diri dari ancaman tersebut.
Tapi pedang kayu besi Cu Pok kembali menyambar ke muka mengikuti gerak serangan tersebut, bagaikan membacok tiba secara ganas.
Serangan ini benar-benar dilakukan dengan kecepatan bagaikan sambaran petir, dengan kening berkerut Kun thian ciang Tan Khong lun berputar cepat sekali lagi, dia meloloskan diri dari ancaman tersebut.
"Weeesss....!"
Telapak tangan kiri Cu Pok secara beruntun melancarkan tiga buah serangan berantai.
Begitu ke tiga buah serangan tersebut di lepasken, seluruh angkasa segera dipenuni oleh hawa serangan yang tajam dan dahsyat bagaikan air bah yang menjebolkan bendungan, secara terpisah dan muncul dari sudut yang tak terduga menggulung tiba.
Seketika itu juga, hawa tekanan yang menyelimuti sekeliling tempat itu menjadi makin dahsyat.
Meledak juga amarah Kun thian ciang Tan Khong lun setelah digencet oleh serangkaian serangan berantai tersebut, sambil memben-tak keras, tiba-tiba saja sepasang telapak tangannya berubah menjadi beribu pasang bayangan tangan yang mengepung sekitar tempat itu dengan pukulan tanpa wujudnya, kehebatannya tak terlukiskan dengan kata-kata.
Diam-diam Pedang sakti kayu besi Cu Pok merasa girang sekali setelah menyaksikan kejadian tersebut, pikirnya.
"Kali ini, kau akan segera mampus!"
Ternyata Cu Pok telah dipaksa untuk mengeluarkan hawa pukulan panasnya.
Jit han ji khi sinkang (hawa sakti dua unsur panas dingin) yang termashur karena keganasan serta kedahsyatannya.
Akan tetapi, kenyataannya tidak segam-pang seperti apa yang dibayangkan semula, hanya dalam waktu singkat hawa pukulan dari kedua belah pihak telah saling membentur satu sama lainnya.
"Blaaammm....!"
Suatu ledakan dahsyat yang memekikkan telinga segera berkuman-dang mencekam keheningan, menyusul kemudian bumi seraya turut bergoncang keras, hawa tajam menyebar ke empat penjuru di tengah desingan angin yang amat tajam itu.
Tubuh Ku thian ciang Tan Khong lun bergoncang keras, kemudian dengan sempoyongan mundur sejauh empat lima langkah dari posisi semula.
Sebaliknya si pedang sakti kayu besi Cu Pok sendiri pun merasakan lengannya menjadi sakit sekali sehingga tanpa terasa tubuhnya mundur sejauh tiga langkah.
Dalam keadaan demikian, serangan dahsyat yang telah dipersiapkan pun tak mampu untuk dilepaskan kembali.
Cu Pok, gembong iblis yang amat termashur karena kedahsyatan dan kehebatannya itu benar-benar dibuat kagetnya bukan kepalang, dia sama sekali tidak menduga kalau tenaga dalam yang dimiliki seorang hiangcu bisa berada jauh diatas kemampuan empat orang Thamcu maupun Pedang ular perak Ciu Heng thian.
Sebaliknya Kun thian ciang Tan Khong lun yang baru saja menerima sebuah pukulan nya, merasakan juga hawa darah didalam rongga dadanya bergolak keras sekali, diam-diam ia segera berpikir.
"Sungguh berbahaya, seandainya aku tidak cepat mengetahui gelagat sehingga mengerahkan hawa khikang untuk melindungi badan, mungkin aku sudah akan terluka di tangannya sedari tadi, tenaga dalam yang di miliki bajingan ini benar-benar tak boleh dianggap enteng"
Mendadak Pedang sakti kayu besi Cu Pok tertawa dingin dengan suara yang mengerikan, kemudian berkata.
"Heeehhh....heeehhh...heeehhh.... benar-benar tenaga dalam yang amat dahsyat, sungguh kemampuan yang hebat, hampir saja aku orang she Cu salah melihat!" 'Cu Pok"
Balas Kun thian ciang Tan Khong lun sambil tertawa dingin.
"kurangilah ngebacotmu yang tak ada gunanya itu, jangan dikira aku orang she Tan adalah bocah berumur tiga tahun?' "
Mana, mana!' Pedang sakti kayu besi Cu Pok tertawa.
"kecerdasanmu dan kelicikanmu sungguh diluar dugaan siapapun, cuma kaupun jangan berharap bisa hidup sampai selewatnya hari ini"
Kun thian ciang Tan Khong lun mendongakkan kepalanya, lalu tertawa terbahak-bahak.
"Haaahhh...haaahhh... haaahh... Cu Pok, kalian Ban sia kau boleh dibilang ibaratnya perahu yang karam dalam selokan, tapi dengan kemampuan yang kau miliki itu, aku pikir masih belum mampu mengapa-ngapakan diriku, paling baik lagi kalau kau menggoyangkan ekormu dan cepat-cepat lari naik keatas jepitan sepasang paha pada perempuan jalang itu."
Oleh cemoohan dan ejekan lawan yang sinis dan amat tak sedap didengar itu, Pedang sakti kayu besi Cu Pok berubah wajahnya menjadi hijau membesi, dengan sepasang mata memancarkan cahaya buas yang penuh kekejaman, dia melototi wajah Tan Khong lun tanpa berkedip.
Sementara itu, Leng hun koay seng Ku See hong telah berjalan maju ke muka, setelah tertawa dingin ujarnya.
"Cu Pok, malam ini kau jangan harap bisa meloloskan diri dari sini dalam keadaan selamat!"
Sekarang, Pedang sakti kayu besi Cu Pok baru menyadari betapa gawatnya situasi, seandainya dia sampai dikerubuti oleh dua orang jago tersebut, boleh jadi sulit baginya untuk meloloskan diri dalam keadaan selamat.
Mendadak dia tertawa seram lalu katanya.
' Ku sute, mengapa sih kau begitu tak percaya dengan ucapanku?
Orang bilang naik bukit mencari harimau, kita sama sesama saudara perguruan, masa aku akan mengakalimu dengan siasat licik?"
"Co Pok` seru Ku See hong sinis.
"kau si bajingan terkutuk yang licik dan berhati keji, lebih baik tak usah menggunakan siasat licik 814 untuk membohongi diriku lagi, aku orang she Ku sudah mengetahui akan seluk belukmu yang sebetulnya."
Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera menghela napas panjang.
"Aaaai, sudah, sudahlah, kalau toh kau berkata demikian, aku juga tak bisa berbuat apa-apa lagi. Cuma aku ingin menjual muka sedikit untukmu, akan kuberitahukan kepadmu apa nama obat-obatan tadi dan di manakah bisa menemukan obat-obatan itu, kau boleh pergi mencarinya sendiri, seandai nya benar-benar dapat memunahkan racun ditubuhnya, sebagai rasa terima kasihmu, kau boleh serahkan syair lagu tersebut kepada ku, setuju?"
Pancingan dengan obat-obatan tersebut benar-benar merupakan suatu pancingan yang besar sekali pengaruhnya bagi Ku See hong, yaaa!
Hal ini memang tak bisa disalahkan sebab dia amat mencintai Im Yan cu..
Oleh karena dia adalah seorang pemuda yang sangat mengingat budi, sikap Im Yan cu terhadapnya pun penuh dengan rasa cinta yang amat mendalam, ditamtah lagi dia telah memberikan kehormatannya kepadanya, itu berarti gadis itu sudah menjadi istrinya, sudah barang tentu dia tak akan membiar-kan nyawa gadis itu terancam.
"Tak ada salahnya kaIau kau sebutkan dahulu"
Kata Ku See hong dingin "seandainya benar-benar bisa mendatangkan hasil seperti yang diharapkan, aku orang she Ku tak akan mengingkari janji!"
Dalam hati kecil si Pedang sakti kayu besi Cu Pok segera terlintas suatu niat jahat yang amat keji, hanya niatnya itu tak sampai diperlihatkan diluar wajahnya..
"Baik, baik. baik. akan segera kuucapkan' katanya kemudian.
"Obat itu bernarna Im cu cau, tinggi rumput tiga depa dengan ujungnya tumbuh tiga lembar daun, daun itu berbentuk seperti mutiara dengan enam buah ruas bulat yang beruntun, cuma yang berguna bukanlah rumputnya melainkan kuncup bunga seperti sebuah mutiara yang muncul ditengah-tengah antara tiga lembar daun Im cu cau tersebut.
"Rumput ini hanya tumbuh ditempat yang basah, lembab dan gelap, belakangan ini kebetulan aku sedang berpesiar diselat Im leng san dan menemukan rumput Im cu cau tersebut, sebetulnya aku ingin mengambilnya untuk dibuat bahan obat, tapi berhubung kuncup bunga itu belum muncul, maka sampai sekarang rumput itu belum sempat kuambil."
"Orang awam tiada yang tahu apa kegunaan dari rumput Im cu cau tersebut, akan tetapi berhubung aku telah mendapat kan se
Jilid kitab Khi leng cau su, maka aku baru mengetahui kegunaan istimewa dari rumput obat itu"
Sedemikian bersungguh-sungguhnya dia mengucapkan perkataan itu, membuat orang lain mau tak mau harus mempercayai juga. Dengan suara dingin Ku See hong berkata lagi.
"Bolehlah aku meminjam sebentar kitab Ki leng cau su mu itu?"
Pedang sakti kayu besi Cu Pok menghela napas panjang.
"Aaaai.. Ku sute, mengapa kau tidak mempercayai aku?"
Kitab Ki leng Cau su adalah sebuah kitab yang berharga sekali, kitab itu tak pernah kubawa kemana-mana, bila kau masih saja curiga, aku tak bisa berkata apa-apa, mau percaya atau tidak terserah kepadamu sendiri, sekarang maaf kan aku untuk mohon diri lebih dulu, moga-moga saja apa yang kau kehendaki bisa sukses "
Selesai berkata dia lantas melejit ke tengah udara, lalu dalam beberapa kali lompatan saja sudah lenyap dibalik kegelapan sana. Ku See hong segera berpikir sepeninggalan orang itu.
"Sebagai manusia yang keji licik dan berhati busuk, sudah pasti pedang sakti kayu besi tak akan bersikap sedemikian baiknya kepadaku, cuma dia toh sudah menerangkan bentuk rumput Im cu cau dan tempat tumbuhnya, apa salahnya kalau aku pergi ke sana untuk melakukan penyeli-dikan? Toh syair dari lagu dendam sejagad belum kusampaikan kepadanya, andaikata dia cuma membual, paling banter aku hanya membuang waktu saja dengan sia-sia."
Sementara itu, Kun thian ciang Tan Khong lun sudah menjura sambil berkata.
"Nama besar Kun sauhiap sudah termashur dalam dunia persilatan, setelah berjumpa hari ini lohu baru merasakan kalau orang itu memang cocok dengan nama besarnya, selain berilmu silat sangat tinggi, kau pun gagah dan berjiwa besar"
Ucapan tersebut diutarakan Kun thian ciang Tan Khong lun tanpa disertai suatu maksud tertentu atau bernada mengumpak, semuanya muncul dari dasar hati yang tulus.
Mendengar perkataan tersebut, Leng hun koay seng Ku See hong segera menjura dan menjawab dengan nada merendah.
"Tidak berani! Tidak berani! Aku orang she Ku cuma seorang kuli silat kasaran, bagaimana mungkin aku berani menerima pujian dari saudara .....?"
Setelah berhenti sejenak, lanjutnya.
"Bolehkah aku orang she Ku bertanya, siapakah nama saudara yang sebenarnya?"
Waktu itu, Kun thian ciang Tan Khong lun sudah tahu kalau dia tak mungkin bisa lebih jauh menyamar dalam perkumpulan Ban sia kau, maka sekalipun indentitas yang sebenarnya diutarakan juga tak akan berpengaruh apa-apa.
Karena berpendapat demikian, dengan lantang dia menyahut.
'Berkat sanjungan dan pujian dari kawan-kawan dunia persilatan, mereka menyebutku Thian ku tee ciang Khong Tang lun."
Mendengar nama tersebut, Leng hun koay seng Ku See hong tertawa terbahak-bahak.
'Haaahhh...haaahhh...haaahhh...
selamat berjumpa, selamat berjumpa!
Rupanya saudara adalah Thian kun tee ciang Khong Tang lun tayhiap yang sudah termashur sejak dua puluh tahun berselang'' Rupanya orang yang menyamar sebagai seorang hiangcu dibawah pimpinan Sin hwee tham dalam perkumpulan Ban sia kau dan memakai nama Kun thian ciang Tan khong lun ini tak lain adalah seorang pendekar besar dari luar perbatasan yang namanya sudah termashur dalam dunia persilatan semenjak puluhan tahun berselang, si pukulan langit dan bumi Khong Tang lun.
Sambil tertawa Pukuluan langit dan bumi Khong Tang lun berkata.
"Kalau orang sudah tua maka dia semakin tak berguna, apalagi setelah berjumpa dengan Ku sauhiap malam ini, aku makin menyadari bahwa ombak belakangan sungai Tiangkang akan selalu mendorong ombak didepannya, coba kalau bukan dikarenakan dunia persilatan dewasa ini dipenuhi oleh kaum durjana, kaum manusia laknat dan gembong iblis berhati keji, lohupun tak bakal akan munculkan diri untuk memperilhatkan kejelekanku di depan umum."
"Khong tayhiap berjiwa besar dan berbudi luhur, aku sungguh merasa kagum sekali"
Ucap Ku See hong cepat.
"Yaa, dunia persilatan dewasa ini sudah makin mendekati kiamatnya, sebagai anggota persilatan memang sewajarnya bila kita menyumbang kan sedikit tenaga untuk menyelamatkan keadaan ini, Tolong tanya Khong tayhiap, apa maksudmu sehingga menyusup ke dalam perkumpulan Ban sia kau?"
"Tujuan lohu menyelundup ke dalam perkumpulan Ban sia kau adalah akan membuat pahala bagi khalayak ramai, cuma saja saat ini lohu hanya menerima perintah orang sehingga keadaan yang sejelasnya tak mungkin bisa ku utarakan dalam hal ini, harap Ku sauhiap sudi memakluminya..."
Terkejut juga Ku See hong setelah mengetahui kalau jago tua itupun melaksanakan perintah orang, segera dia berpikir.
"Dengan kedudukannya sebagai seorang pendekar besar yang termashur pun masih rela tunduk dibawah perintah orang, kejadian 818 ini sungguh membuat orang tidak habis mengerti, kalau begitu ilmu silat yang di miliki pihak lawan pasti lihay sekali"
Berpikir sampai disitu, dia segera berkata dengan suara nyaring.
"Aaah... mana... mana, aku tak ingin menyelidiki rahasia orang lain, toh urusannya tidak menyangkut diriku" 'Ku sauhiap, apakah kau agak menaruh curiga kepada lohu, apa sebabnya sampai rela menuruti perintah orang? "
"Padahal majikan yang memberi perintah kepada lohu itu adalah seorang jago yang berbakat bagus, entah didalam bidang apa saja, semuanya dapat membuat orang merasa kagum, bahkan dia mempunyai tekad yang amat besar untuk menyelamatkan dunia persilatan dari kehancuran, menegak kan keadilan dan kebenbaran bagi umat dpersilatan dan amelenyapkan kaubm durjana dari muka bumi, dia sangat berharap segenap kekuatan lurus yang ada dalam dunia ini bisa bersatu padu untuk melakukan perbuatan besar ini"
Ku See hong merasakan hatinya dipengaruhi oleh gejolak emosi setelah mendengar perkataan itu, segera tanyanya dengan lantang.
"Khong tayhiap, bolehkah aku tahu siapakah orang itu?"
Tergerak hati si pukulan langit dan bumi Khong Tang lun setelah mendengar ucapan tersebut, segera sahutnya dengan lantang.
"Dia adalah ketua dari perguruan Hiat mo bun, yakni manusia berkerudung warna warni yang amat misterius itu"
"Khong tayhiap, dapatkah kau mengajak ku untuk bertemu dengannya? Aku orang she Ku ingin memohon bantuan darinya !' seru Ku See hong dengan perasaan cemas.
"Ku sauhiap. apakah kau ingin memohon bantuannya untuk menyembuhkan penyakit yang diderita oleh Hujinmu itu?"
"Benar, benar! Harap kau sudi mengajakku untuk pergi menjumpainya, tentu kau bersedia bukan? Setelah sangsi sejenak, si Pukulan langit dan bumi Khong Tang lun berkata sambil menghela napas.
"Yang diderita oleh istrimu adalah obat perangsang paling jahat dalam dunia persilatan dewasa ini, aku tidak tahu apakah Buncu sanggup mengobatinya atau tidak, cuma dengan kemampuan yang dimilikimya itu, aku pikir mungkin masih ada setitik harapan, tapi sulitnya Buncu kami tak sudi bertemu dengan orang diluar perguruan, bagaimanakah baiknya sekarang?"
Mendengar itu, Ku See hong segera berpikir.
"Konon dia adalah seorang pendekar yang berjiwa luhur, masa dia tak sudi menolong orang yang sedang sakit parah, Hmm hmm?
rupanya dia pun seorang manusia yang lebih suka mencari nama dan pahala, aaaai!
Oooh Thian, mengapa didalam dunia persilatan selalu bermunculan manusia-manusia sema-cam ini?' Mendadak terdengar Thian kun tee ciang Khong Tang lun berteriak keras.
"Ahaa, ada jalan!"
Kemudian dengan wajah berseri karena girang, terusnya.
"Ku sauhiap, bersediakah kau untuk menggabungkan diri dengan perguruan Hiat mo bun kami?"
"Sayang aku orang she Ku masih mempunyai tugas perguruan yang belum selesai kulakukan, terima kasih atas maksud baikmu itu"
Sebagaimana diketahui, Ku See hong adalah seorang manusia yang aneh dan berjiwa keras, bagaimana mungkin dia sudi bertekuk lutut dibawah perintah orang lain.
Si Pukulan langit dan bumi Khong Tang lun menghela napas sedih sehabis mendengar kata-kata mana, ujarnya.
"Sayang, benar-benar amat sayang! Kalau perguruan Hiat mo bun bisa mendapat bantuan dari Ku sauhiap, sudah pasti perjuangan kami untuk menegakkan keadilan dan kebenaran akan berjalan semakin lancar, hasil yang diperoleh pun akan bertambah luas"
Ku See hong mendengus dengan dingin, katanya.
"Khong tayhiap, kau tak usah banyak berbicara lagi, aku orang she Ku sudah terbiasa hidup bebas tanpa ikatan dari siapapun, bilamana tiada persoakan yang lain lagi aku orang she Ku akan segera memohon diri lebih dulu"
Selesai berkata Ku See hong berjalan mendekati Im Yan cu, membungkukkan badan dan membopongnya bangun.
Memandang wajah cantik si nona yang sedang tertidur nyenyak, apalagi teringat kalau enam hari kemudian dia bakal mati, tak kuasa lagi air matanya segera jatuh bercucuran dengan derasnya...
Si pukulan langit dan bumi Kong Tang lun yang menyaksikan hal itu hanya bisa menghela napas sedih.
Helaan napas itu entah berarti turut bersedih atas musibah yang menimpa anak muda tersebut, ataukah berarti kekecewaan nya karena gagal menarik Ku See hong untuk bergabung dengan pihaknya.
Pada saat itulah, mendadak dibawah rembulan tampak ada dua sosok bayangan manusia berkelebat mendekat, ketika empat mata mereka yang tajam menangkap wajah Ku See hong serta si pukulan langit dan bumi Khong Tang lun, mereka kelihatan seperti tertegun, kemudian salah seorang diantara nya segera menjerit kaget.
"Kau... bukankah kau adalah Ku See hong, Ku sauhiap?"
Kalau di dengar dari nada suaranya yang gemetar, bisa diketahui betapa terkejut dan bergembira hati orang itu.
Sekali lagi Ku See hong mendongakkan kepalanya dan memandang wajah orang itu, kemudian sambil manggut-manggut katanya.
"Kanglam sianghou, aaaah! Dua bersau-dara Hoo, apakah kalian sudah tidak kenal lagi dengan aku orang she Ku?"
Kedua orang itu tak lain adalah Kanglam Siang hou. Terdengar Pek lek jiu Hoo Kian segera tertawa terbahak2, kemudian ujarnya. -ooo0dw0ooo-
Jilid 25
"KU SAUHIAP, kau ... kau sudah menjadi sehat walafia't kembali? Apakah kita sedang berjumpa dalam alam impian?' Ku See hong menghela napas sedih.
"Saudara Ho, walaupun kita masih berada dalam dunia, tapi apa bedanya antara kenyataan dengan impian."
Mendadak terdengar Siang hong kek Hoo Gi menjerit kaget.
"Ku sauhiap, bagaimana keadaan nona Im? Apakah dia .... dia telah tewas ...."
Rupanya setelah mendengar perkataan Ku See hong yang amat memilukan hati itu, apalagi setelah dilihatnya Im Yan cu yang berada dalam pelukannya sama sekali tak berkutik, bahkan dengusan napasnya pun tak kedengaran lagi, mereka telah mengira Im Yan cu sudah meninggal dunia...
Ketika Ku see hong mendengar perkataan tersebut, dia nampak semakin sedih.
Jawabnya dengan suara yang memilukan hati.
"Dia belum mati, tapi tidak lama lagi jiwanya akan meninggalkan dunia ini ..."
Ketika berbicara sampai disitu, Ku See hong tdak dapat menahan rasa sedihnya lagi, dua titik air mata segera jatuh berlinang membasahi pipinya ... Dengan perasaan gelisah pek lek jiu Ho Kian berseru.
"Ku sauhiap, kenapa dengan nona lm, apakah dia sudah kena dihantam oleh manusia laknat?"
"Ia telah dicelakai oleh pedang Ular perak Ciu Heng thian, dicekoki sebuah obat beracun...."
"Ku sauhiap, racun apakah itu? Apakah tiada obat penawar yang bisa memunahkan racun itu?"
Tanya Sian hong kek Ho Gi dengan cemas. Ku See hong manggut-manggut, jawabnya amat sedih.
"Yaa, memang sejenis obat beracun yang sudah tiada obat penawarnya lagi didunia ini' "
Pasti ada, pasti ada!"
Buru-buru Pek lek jtu Hoo Kian berseru.
"setiap racun yang ada didunia ini sudah pasti ada obat penawarnya, hanya bedanya dalam hal waktu saja, cepat tertolongnya atau terlambat diselamatkan nya"
Sian hong kek Hoo Gi turut berkata lagi.
"Ku sauhiap, bukankah kau sudah terkena pukulan beracun Hoa kut jian hun im kang dari Ban sia kaucu ? Biasanya barang siapa terkena pukulan beracun yang jahat itu, tipis harapan untuk hidup terus, tapi kenyataan nya bukankah kau pun tertolong ?"
Mendengar perkataan tersebut, buru-buru Ku See hong bertanya.
"Saudara Ho, tahukah kalian siapa yang telah menyelamatkan diriku itu .... ?"
Pertanyaan mana segera membuat Kanglam siang hou tertegun, kemudian pikirnya dalam hati.
"Aneh, masa dia tidak tahu siapa yang telah menyelamatkan jiwanya? Atau mungkin bukan dia, aaah betul, kalau begitu dia tak ingin diketahui jejaknya olehnya, maka setelah berhasil menyelamatkan jiwanya, ia pun berlalu ..."
Berpikir sampai disitu, Kanglam siang hou segera saling berpandangan sekejap, sementara ke empat buah sorot matanya masing-masing memancarkan sinar mata bertanya, seakan-akan mereka hendak berkata, perlukah untuk memperlihatkan surat yang ditinggalkan manusia berkerudung itu kepada anak muda tersebut?
Mendadak Thian kun tee ciang Khong Tang lun berjalan mendekat, kemudian ujarnya sambil tertawa nyaring.
"Kang lam siang hou, apakah kalian hendak berangkat ke lembah Yu cui kok...?"
"Terima kasih banyak atas bantuanmu semalam"
Kata Sian hong kek Ho Gi cepat.
"berhubung kami berdua sedang sibuk mencari nona Im Yan cu dan Ku See hong sauhiap, hingga kini belum berangkat ke lembah Yu cui kok?"
"Tahukah kalian mengapa lohu mengajak kalian berdua berangkat ke lembah Yu cui kok? "
Kami berdua tidak tahu, harap cianpwe memberi petunjuk kepada kami! " 'Bukankah kalian berdua mempunyai Jim sim siau kiam ?"
Tanya Khong Tang lun tiba2. Sian hong kek segera menjerit kaget. ' Aaaah, jadi cianpwe adalah anggota Hiat mo bun ?"
Teriaknya.
"Benar, lohu tak lebih hanya seorang anggota Hiat mo bun yang bergabung lebih duluan dari pada kalian, sekarang sedang mendapat perintah dari buncu untuk menyelidiki organisasi dalam perkumpulan Ban-sia kau."
"Harap cianpwe sudi memberitahukan, siapa nama aslimu"
Pinta Sian hong kek Ho Gi dengan girang.
"Lohu adalah si pukulan langit dan bumi Khong Tang lun"
"Aaaaaah, kau .... kau adalah pukulan langit dan bumi Khong Tang lun tayhiap!' Mendadak terdengar Ku See hong mendengus dingin dengan nada sinis, kemudian tegurnya.
"Kanglam Siang hou, rupanya kalian juga anggota dari perguruan Hiat mo-bun"
"Benar, benar, benar!"
Jawab Pek lek jiu Ho Kian dengan cepat.
"Ku sauhiap, kami dua bersaudara adalah anggota Hiat mo bun, buncu kami memiliki ilmu silat yang sangat tinggi apalagi dia ....' Belum habis dia memuji-muji kehebatan Hiat mo Buncu mendadak Ku See hong sudah mendongakkan kepalanya sambil tertawa nyaring.
Dibalik suara tertawanya itu kedengaran penuh dengan rasa sedih, perih dan mengenaskan.
Sian hong kek Ho Gi benar-benar tidak habis mengerti apa sebabnya Ku See hong seperti tidak begitu senang mendengar persoalan tentang Buncunya, buru2 dia berkata.
"Ku sauhiap, mengapa kau ?' Ku See hong berhenti tertawa, lalu menjawab dingin.
"Dua bersaudarar Ho, banyak tertima kasih atas budi kebaikanmu diwaktu-waktu lalu yang sempat merawat diriku, budi kebaikan ini sudah pasti akan kubayar di kemudian hari, sekarang aku hendak memohon diri lebih dahulu."
Selesai berkata, dia lantas membopong Im Yan cu kedalam bopongannya dan siap berlalu dari sana. Buru-buru Pek lek jiu Ho Kian berseru.
"Ku Sauhiap, harap kau jangan pergi dulu, siaute ingin menanyakan sesuatu hal lebih dulu kepadamu."
Pelan-pelan Ku See hong membalikkan tubuhnya, lalu berkata dengan suara dingin.
"Saudara Ho, kau hendak bertanya apa, cepat katakan, aku orang she Ku tidak mempunyai banyak waktu senggang untuk berbicara."
"Ku sauhiap, tahukah kau siapa yang telah menyelamatkan selembar jiwamu?"
"Bukankah tadi aku sudah menanyakan persoalan ini kepada kalian...."
"Orang yang telah menolong jiwamu itu tak lain adalah Hiat mo Buncu, yakni manusia berkerudung warna warni itu."
Ucapan tersebut segera membuat Ku See hong menjadi tertegun, tapi sesaat kemudian katanya sambil tertawa dingin.
"Budi pertolongannya pasti akan kubalas dikemudian hari!"
Rupanya dalam hati Ku See hong telah tertanam suatu pendapat kalau manusia berkerudung warna warni itu sebenarnya adalah manusia munafik yang berpura-pura sok mulia dan bijaksana.
oooo0dw0oooo BAB 38 SEPERTI diketahui, sewaktu masih berada didalam gedung yang terpencil lagi diselimuti misterius itu, dia pernah dibikin mendongkol hatinya , oleh perkataan-perkataan Kho It ki, kemudian diapun merasakan pula suasana serba rahasia yang diperlihatkan penolong nya itu selama ini.
Semuanya itu segera mendatangkan suatu perasaan yang amat tidak leluasa baginya, otomatis dia pun menaruh kesan kurang baik terhadap manusia berkerudung itu.
Kemudian, pada malam ini dia telah berjumpa dengan Thian kun tee ciang Khong Tang lun, ucapan jagoan tua yang kelewat mengunggulkan majikannya itu kontan saja membangkitkan rasa mendongkol di dalam hatinya.
Apalagi setelah diketahui sekarang bahwa manusia berkerudung yang misterius itulah yang telah menyelamatkan jiwanya, suatu kobaran api amarah yang tak diketahui darimana munculnya dengan cepat memba-kar seluruh tubuhnya.
Pek lui jiu Ho Kian berkata lagi.
"Buncu kami tidak akan menerima pembalasan budimu itu, tapi siaute tahu antara Buncu kami dengan dirimu sudah pasti mempunyai suatu hubungan yang luar biasa" . Ketika Thian kun tee ciang Khong Tang lun mendengar Ho Kian mengatakan kalau antara Ku See hong dan Buncu mereka mempunyai hubungan yang luar biasa, dengan gusar dia segera menegur.
"Ho Kian, apa yang telah kau katakan? Belum lagi menjadi anggota perguruan, besar betul nyalimu untuk mengatakan hal yang bukan-bukan, siapa bilang kalau Buncu kita mempunyai hubungan dengan orang lain?"
"Khong tayhiap, keadaan yang sesungguhnya masih belum kami ketahui secara jelas"
Ucap Pek -lui jiu Ho Kian pelan.
"apa yang kami ujarkan hanya merupakan suatu dugaan dan Ku sauhiap sendirilah yang akan membuktikan akan hal ini."
Thian kun tee cing Khong Tang lun tertawa dingin.
"Heeehhh... heeehhh... heeehhh... Kanglam Sianghou, siapakah yang menjadi sponsor kalian untuk memasuki perguruan kami ini, Hiat mo bun tidak membutuhkan manusia yang tak setia terhadap Buncunya macam begitu."
Kembali Pekd lui jiu Hoo Kiaan tertawa.
"Sastrawan berbaju perlente Hoa siong si locianpwee yang merupakan sponsor kami, dan lagi kamipun sama sekali tidak mempunyai niat untuk tidak setia kepada Buncu."
Ketika Ku See hong mendengar nama jin siusu (sastrawan berbaju perlente) di singgung, paras mukanya segera berubah, segera serurya dengan terkejut.
"Apa? jadi Sastrawan berpakaian perlente Hoa Siong si locianpwe juga telah bergabung dengan Hiat mo bun?"
Dia benar-benar merasa terperanjat sekali setelah sastrawan berpakaian perlente yang sejak tiga puluhan tahun berselang sudah 827 termashur dalam dunia persilatan pun telah bergabung dibawah komando manusia berkerudung tersebut, bagaimana mungkin dia tak kaget setelah mengetahui akan hal ini?' Sekarang Ku See hong telah mampunyai semacam pandangan yang lain lagi terhadap manusia berkerudung tersebut, tentu saja pandangan mana menyangkut kemampuan orang tersebut untuk mengendalikan begitu banyak jago lihay.
Sambil tertawa, Thian kun tee ciang Khong Tang lun berkata.
"Bukan hanya sastrawan berbaju perlente saja yang telah bergabung dengan Hiat mo bun, bahkan ke empat gembong iblis dari pulau Tang hay to pun sudah menjadi anggota perguruan kami.."
Khong Tang lun! "
Dengan suara dingin Ku See hong segera berkata.
"Sebenarnya aku orang she Ku sangat menghormati dirimu, tapi tak kusangka kalau kau adalah seorang manusia yang pandai menjilat pantat.
Hmmm ...
Bila ada kesempatan, aku orang she Ku tentu akan menantang Buncu dari Hiat mo bun kalian itu untuk bertarung, aku ingin tahu manusia berkepala tiga berlengan enam apakah dia itu.
Thian kun tee ciang Khong Tang lun menjadi naik pitam sesudah mendengar ucapan itu, diapun berteriak keras.
"Ku See hong, pada mulanya lohu masih mengira kau adalah seorang pendekar besar yang mempunyai maksud luhur, rupanya kaupun tak lebih cuma seorang manusia latah Hmmm, dengan mengandalkan ilmu silatmu itu untuk menangkan lohu saja sudah sukar, masih berani berbicara besar untuk bertarunbg melawan Buncud kami"
Pek lui jiu Ho Kian kuatir kalau pembicaraan yang semakin meruncing bisa mengakibatkan bentroknya dua orang jago tersebut, buru-buru dia menengahi.
'Ku sauhiap, Buncu kami mempunyai hubungan yang luar biasa dengan dirimu.."
"Aku orang she Ku tidak kenal dengannya, kalian tak usah banyak berbicara lagi"
Tukas Ku See hong dengan suara dingin.
"Ku Sauhiap, entah selama hidupumu berapa orang perempuan yang pernah kau kenali? Siapakah diantara mereka yang paling akrab denganmu ?" . Ku See hong salah menyangka kalau lawan sedang mengejeknya, sambil tertawa dingin segera sahutnya.
"Satu laksa orang, mau apa kau? Jumlah ini tidak akan terlalu banyak bukan?"
Mendadak ia mendongakkan kepalanya lalu memperdengarkan suara tertawa panjang yang amat menusuk pendengaran.
Tanpa menyapa atau berbicara lebih jauh lagi, dia membopong tubuh Im Yan cu dan segera berlalu dari situ.
Buru-buru Pek lui jiu Ho Kian berseru.
"Ku sauhiap!' Ku sauhiap! Harap kau tunggu sebentar lagi, aku orang she Ho ada suatu benda yang hendak kuserahkan kepadamu"
Tapi Ku See hong sudah tidak memperdulikan mereka lagi, tanpa berpaling dia meneruskan perjalanannya, dalam waktu singkat dia sudah berada lima enam kaki jauhnya dari tempat semula.
Pada saat itulah...
Mendadak ditengah keheningan malam yang mencekam seluruh jagad, berkumandang suara genta yang dibunyikan bertalu-talu.
"Tingg!
Taang!
Tinggg!
Taaang..!
Suara genta itu munculnya amat mendadak sekali dan segera membelah keheningan yang mencekam disekeliling tempat itu..Bunyi genta itu secara beruntun berkumandang sampai puluhan kali banyaknya, suara yang nyaring mengalurn diseluruh angkasa, membuat sqesuatu yang semrula hening, kini dicekam oleh keadaan yang benar-benar mengerikan sekali.
Begitu mendengar suara genta itu, paras muka Thian Kun tee ciang Khong Tang lun berubah hebat, cepat-cepat serunya kepada Kanglam Siang hou.
"Buncu kami sudah berada di lembah Yu cui kok dan mengeluarkan perintah bahaya utuk mengumpulkan sepuluh jago Hiat mo bun, mari kita segera berangkat ke sana!"
Sembari berkata dia sudah melejit ketengah udara dan meluncur ke depan dengan kecepatan luar biasa.
Ketika Ku See hong mendengar suara genta tersebut, dengan perasaan tercengang diapun menghentikan gerakan tubuhnya tanpa terasa.
Pada saat itulah Kang lam siang huu sudah lewat disisi tubuhnya, mendadak Pek lui jiu Ho Kian menyerahkan secarik kertas kepada Ku See hong sambil berkata.
"Ku sauhiap, surat ini di tinggalkan kepada nona Im oleh manusia berkerudung tersebut sewaktu menolong dirimu, setelah kau membaca isi surat tersebut dan dipikir sebentar, bisa jadi kau akan segera mengenali siapakah dia.
"Untuk penyakit yang diderita oleh nona Im sekarang, kemungkinan besar hanya manusia berkerudung itu yang dapat menolongnya, tak ada salahnya bila kau pergi mencarinya. Kami dua bersaudara sudah menjadi anggota Hiat mo bun, sekarang Buncu ada perintah untuk mengumpulkan kami, untuk sementara kami akan berpisah dulu sampai disini, sampai jumpa lagi lain kesempatan."
Selesai berkata, Kanglam sianghou segera mengerahkan ilmu meringankan tubuh masing-masing dan mengikuti dibelakang Thian kun-tee-ciang Khong Tang lun untuk berlalu dari situ.
Dalam waktu singkat mereka sudah lenyap dibalik kegelapan sana...
Malam sudah semakin kelam, bintang bertaburan diangkasa membiaskan cahaya yang redup.
Rembulan tergantung pula diawang-awang dan memancarkan cahaya biru yang lembut.
Waktu itu, kentongan pertama baru saja menjelang tiba.
Sambil berdiri tegak, Ku See hong membuka kertas itu dan segera membaca isinya.
"Adik Im Yan cu. Racun Hou kut jian hun im kang yang diderita olehnya besok akan segera hilang dan kesehatannya akan pulih kembali seperti sedia kala, selain sembuh diapun akan berubah menjadi seorang jagoan yang gagah bagaikan naga dan harimau. Aku tahu dia amat berterima kasih kepamu, dia mencintamu, aku harap kaupun dapat mencintainya dan memeliharanya agar hatinya yang terluka bisa memperoleh sedikit kehangatan dan hiburan. Aku harap surat ini jangan sampai kau bocorkan ke padanya, jangan biarkan dia tahu tentang hal ini, sebab hal tersetut bisa jadi akan mencelakainya dan diriku, seorang manusia bernasib jelek yang berada diujung langit, moga-moga kalian bahagia selalu' Selesai membaca isi surat tersebut, Leng hun-koay-seng Ku See-hong segera berdiri mematung, bagaikan sedang mengigau saja gumamnya. 'Siapakah dia? siapakah dia?"
Dengan cepat dia melamun kembali ke dalam kenangannya belasan tahun berselang, berbagai pikiran seperti gulungan ombak di tengah samudra menerpa dan menerjang lewat tiada hentinya....
Dari balik nada surat tersebut, bukankah dengan jelas terpetik suatu ungkapan perasaan cinta yang mendalam sekali?
perempuan itu tidak cemburu, tidak iri, melainkan dalam hatinya justru menyimpan suatu kepedihan, suatu penyesalan yang amat mendalam...
Siapakah dia..?
Teka-teki tersebut serasa menusuk benaknya, akan tetapi ia tak mampu menjawab.
Suara dari Pek lui jiu Ho Kian seolah-olah berkumandang kembali disisi telinganya.
"Ku sauhiap, dalam hidupmu beberapa orang perempuan yang kau kenal? Perempuan manakah yang mempunyai hubungan paling akrab denganmu?"
Im Yan cu, Him Ji im, Keng Cin sin, Ketika bedrpikir sampai daisitu, Ku See hbong menjerit kaget.
"Aaaah. diakah! Mungkinkah Keng Cin sin. Mungkinkah Keng Cin sin yang telah mati...? Apakah dia masih hidup? Mungkin kah dia masih hidup...?"
Tanpa terasa Ku See hong terbayang kembali kenangannya pada setahun berselang.
Peristiwa tragis yang dialaminya dalam istana Huan mo kiong dilaut Lam hay.
Disisi telinganya seakan-akan berkumandang lagi suara jeritan lengking yang menyayatkan hati dan memilukan hati dari gadis tersebut.
"Engkoh Hong, cepat lari, sampai di alam baka pun adik Sin mu selamanya tetap mencintaimu, kau cepat lari..."
Menyusul jeritan itu berkumandang pula suara jeritan yang memilukan hati, suara jeritan orang yang mendekati saat ajalnya.
"Engkoh Hong .... adik Sin akan akan berangkat selangkah lebih dulu .... kau..."
Tiba-tiba jeritan tersebut berhenti sampai ditengah jalan.
"Adik Sin kau... kau tak akan mati... kau tak mungkin mati, Thian tak akan menyuruh kau mati."
Berpikir sampai disitu, dengan suara yang keras Ku See hong berteriak keras.
"Benar! Dia pastilah adik Sin, sudah pasti benar ...."
Dia mengalihkan kembali sorot matanya ke atas kertas surat itu dan sepatah demi sepatah kata dibaca kembali, ketika terbaca sampai Manusia bernasib jelek dari ujung langit, dia menjerit sedih, butiran air mata jatuh bercucuran dengan derasnya memba-sahi pakaian yang dikenakan Im Yan cu.
Keng Cin sin, adalah kekasih hatinya yang paling berkesan dalam benaknya, kekasih pertamanya yang tak pernah akan terlupakan olehnya, apalagi pada waktu itu hatinya baru saja terluka, begitu memilukan hati..
Dia merasa Keng Cin sin yang begitu anggun, begitu cantik, benar-benar mempesonakan hati, begitu mendalam membekas dalam benaknya, biar langit ambruk, biar samudra mengering, dia tak akan pernah melupakan cintbanya kepada gaddis tersebut.
Kaini Ku See hong merasa seakan-akan mendengar suaranya, seakan-akan menyaksikan bayangan tubuhnya, seakan-akan mengendus bau perawannya yang harum dan aneh..
Dia memeluk tubuh Im Yan-cu kencang-kencang, dalam lamunannya dia mengira dia adalah Keng C in sin.
Aaai...
Keng Cin sin benar-benar telah menempati hampir seluruh bagian tubuhnya.
Yaa, sampai mati Ku See hong tetap mencintainya dan bisa sampai melakukan senggama dengan Him Ji im, bukankah hal itupun disebabkan dia salah menganggap dia sebagai Keng Cin sin?
Pelan-pelan Ku See-hong menjadi sadar kembali, ketika dia mengenali gadis yang berada dalam pelukannya adalah Im Yan cu, hatinya terjerumus kembali dalam kesedihan yang mendalam.
Dia teringat pula akan Him Ji-im yang berada dalam sarang harimau, Im Yan-cu yang berada diambang pintu kematian dalam pelukannya.
Dua orang itu semuanya sudah pernah melakukan hubungan suami istri dengannya..
Him Ji-im adalah puteri tunggal gurunya Bun-ji koan su Him Ci seng, riwayat hidup-nya amat mengenaskan.
Sedangkar Im Yan-cu adalah tuan penolongnya, seorang yang sangat mencintai dirinya.
Kini, sudah ada tiga orang perempuan yang memenuhi benaknya, bagaimana mungkin seorang lelaki bisa memberikan hatinya untuk tiga perempuan?
Ku See hong merasakan hatinya mulai mengucurkan darah dan merasakan pikiran nya kalut, kalut sekali.
Mendadak...
Setitik cahaya kebahagiaan muncul, secara tiba-tiba dari balik mata Ku See hong, kembali dia bergumam.
' Aku tak akan melepaskan siapapun diantara mereka, aku mencintai mereka semua!"
Tapi mungkinkah harapannya itu bisa terwujud seperti apa yang dia harapkan?
Perjalanan hidup manusia kadang kala harus melalui jalan yang tak rata, sering kali banyak durinya, banyak bukit yang tinggi dengan batu-batu cadas yang menghadang, Kehidupan manusia pun tidak selalu bahagia, tidak selalu berhasil mencapai kepuasan, bahkan sering kekecewaran yang muncul, kesedihan dan qkegagalan yang rdi peroleh.
"Aku hendak mencari manusia berkerudung itu dan membuktikan apakah dia benar-benar adalah Keng Cin sin..."
Bergumam sampai disitu, pelan-pelan dia mulai bergerak kedepan menuju kebalik kegelapan... Mendadak dari belakang tubuhnya berkumandang suara bentakan yang amat menusuk pendengaran.
"Berhenti kau!"
Ketika mendengar suara bentakan tersebut perasaan Ku See hong yang bergolak dan hatinya yang serasa kalut oleh rerasaan tadi seketika itu juga tersapu lenyap hingga tak berbekas.
Ketika dia membalikkan badan dan memandang kearah mana berasalnya suara bentakan tersebut, dengan cepat pemuda itu berdiri tertegun.
"Kemari kau!"
Suara bentakan yang menggeledek kembali bergema memekikkan telinga...
Entah sejak kapan, berapa kaki dihadapan Ku See hong sekarang telah berdiri seorang perempuan yang berambut panjang warna putih, mukanya cantik seperti kemala dan sama sekali tak nampak kerutan, bajunya indah dan halus berwarna biru.
Barusan Ku See hong tertegun karena bentuk wajah perempuan itu aneh sekali bila dilihat dari rambutnya yang telah beruban, dia seharusnya seorang perempuan tua yang telah lanjut usia, akan tetapi kalau dilihat dari raut wajahnya, justru mirip sekali dengan seorang gadis muda yang baru berusia dua puluh tahunan.
Sepasang matanya yang jeli memancarkan cahaya tajam yang sangat menggidikkan hati, membuat dia berwibawa sekali.
Ketika sorot mata Ku See hong saling membentur dengan sorot matanya itu, diam-diam dia merasa hatinya bergidik, sebab sorot matanya itu benar-benar kelewat tajam, sehingga membuat orang tak berani berta-tapan muka secara langsung dengan nya.
Ku See hong tahu kalau ilmu silat yang dimiliki perempuan berambut putih itu pasti lihay sekali, padahal dia mana tahu kalau perempuan itu sebenarnya adalah manusia paling aneh yang berilmu silat paling tinggi didunia saat ini.
Ku See hong yang berwatak angkuh dan tinggi hati, merasa mendongkol sekali karena suara bentakan dan tatapan mata perempuan tersebut, segera tegurnya dingin.
"Siapakah kau? Mengapa kau bersifat begitu angkuh dan takabur dihadapanku?"
Mendengar teguran mana, perempuan berambut putih itu nampak seperi agak tertegun, rupanya dia tidak menyangka kalau Ku See hong bernyali begitu besar.
Terdengar perempuan itu membentak lagi keras-keras.
"Kau si manusia laknat, sudah berani mengganggu anak gadis orang, suka mempermainkan lagi, Lo nio akan segera membinasaksn dirimu disaat ini juga!"
Mendengar perempuan tersebut membaha-sai diri sendiri sebagai "lo nio"
Ku See hong merasakan hatinya bergetar keras, tapi dengan wajah gusar dia berseru pula.
"Kau jangan menfitnah orang dengan seenaknya sendiri, aku orang she Ku adalah seorang lelaki sejati, aku tak akan membiarkan perempuan semacam kau menegur aku dengan semaunya sendiri"
Dengan cepat perempuan berambut putih itu dipengaruhi oleh keangkuhan Ku See hong, dia seakan-akan teringat kembali dengan peristiwa yang terjadi pada lima puluh tahun berselang, lelaki yang telah menghancur leburkan hatinya pun mempunyat kegagahan dan watak persis seperti pemuda tersebut..
Dengan wajah berubah hebat perempuan berambut putih itu segera menegur.
"Siapakah kau? Cepat jawab!' "
Siapa pula dirimu? Mengapa tidak menyebutkan dirimu sendiri lebib dahulu?"
Saking gusarrya lalu tubuh perempuan berambut putih itu sampai gemetar keras, di ringi bentakan nyaring tubuhnya menerjang ke 836 muka, tangan kirinya menyapu ke muka dan mencengkeram pergelangan tangan Ku See hong.
Anak muda itu benar-benar merasa terperanjat, dia tak menyangka kalau pihak lawan memiliki gerakan tubuh yang cepat, sehingga belum lagi ingatan untuk menghindar sempat melintas, persendian tulang tangan kanannya, sudah terlanjur dicengkeram.
Seketika itu juga dia merasakan separuh tenaga yang berada ditubuh sebelah kanannya lenyap tak berbekas, tapi tangan kirinya masih memeluk tubuh Im Yan cu kencang-kencang.
"Kau bersedia untuk menjawab atau tidak!"
Bentak perempuan berambut putih itu lagi.
Perlu diketahui, Ku See hong sudah merupakan jagoan lihay dalam dunia persilatan dewasa ini, dia sama sekali tidak menyangka kalau tangannya bakal kena di cengkeram orang dengan begitu mudah, dari sini dapat diketahui kalau ilmu silat yang dimiliki orang itu benar-benar luar biasa sekali.
"Aku tak akan berbicara, aku tak akan berbicara, mau apa kau?"
Bentak Ku See hong dengan marah. Perempuan berambut putih itu mengangkat tangan kanannya yang putih lalu mengancam.
"Jika kau tidak berbicara lagi, lonio akan segera menghajar batok kepalamu sampai hancur"
Ku See-hong tertawa sedih.
"Ilmu silat yang dimiliki aku orang she Ku tak bisa menangkan orang, biar matipun aku tak akan menyesal, tapi caramu memaksa orang sungguh membikin hati tak puas."
Memdengar perkataan itu, perempuan berambut putih tersebut menjadi tertegun, rupanya senyuman sedih yang menghiasi wajah Ku See hong sekarang diliputi kekecewaan, kepedihan hati dan kekesalan, sebagai seorang yang pernah merasakan hal tersebut, 837 tentu saja perempuan berambut putih itu dapat menyelami sampai dimanakah perasaan orang.
Mendadak dia merubah nada suaranya menjadi jauh lebih lembut, ujarnya pelan.
"Siapakah kau? Mengapa kenal dengannya? Kini bagaimanakah keadaannya?"
Pertanyaan yang diucapkan secara beruntun itu kontan saja membuat Ku See hong menjadi bingung, lantas siapakah perempuan ini?
Dalam pada itu perempuan berambut putih itu sudah mengendorkan cengkeraman nya pada persendian tulang kanan Ku See hong.
Dengan suara lantang anak muda itu segera menjawab.
"Aku adalah Leng bun koay seng Ku See hong, mengenai dua pertanyaan berikutnya maaf kalau aku tak sanggup memberi jawaban."
Begitu mendengar nama si anak muda tersebut, paras muka perempuan berambut putih itu berubah hebat segera bentaknya keras-keras.
"Kau ..... kau adalah murid Bun ji koan su"
Sewaktu mengucapkan perkataan tersebut, seluruh badannya gemetar keras, seakan-akan hatinya merasa terperanjat sekali.
Ku See-hong menjadi sangat keheranan setelah menyaksikan keadaannya itu, seru nya dengan lantang.
"Ya, betul, guruku adalah Bun ji koan su"
Hawa napsu membunuh yang mengerikan dengan cepat menyelimuti seluruh wajah perempuan berambut putih itu, bentaknya keras-keras.
"Gurumu si setan tua itu kini .... kini berada dimana? Cepat katakan!"
Ku See-hong semakia terperanjat lagi, belum pernah ada orang yang berani memaki gurunya, lantas siapa perempuan ini?
Mengapa wajahnya berubah menjadi begitu mengerikan setelah mengetahui kalau dia adalah murid Bun-ji-koan-su?
Berpikir sampai disitu, anak muda tersebut mendengus dingin, kemudian katanya dengan suara ketus.
"Siapakah kau?
Berani benar memaki guruku dengan kata-kata begitu tak sopan!
' Perempuan berambut putih itu tahu kalau terhadap manusia macam Ku Sue hong, ia tak boleh bersikap kelewat mendesak, terpaksa tanyanya dengan suara gemetar.
"Apakah gurumu...
gurumu tak pernah menyinggung tentang Lo nio--aaah!
Dia tak akan berbuat demikian, dia tak akan berbuat demikian, dia adalah lelaki yang tak punya liangsim...
Setelah mendengar perkataan itu, Ku See hong baru merasa terperanjat, dia segera berseru tertahan..
"Kau.. kau.... kau adalah guru Im Yan cu Seng sim cian li (perempuan suci berhati mulia) Hoa Soat kun locianpwe?"
Yaa benar, perempuan berambut putih ini memang Seng sim cian li Hoa Soat -kun, kekasih Bun ji koan su yang diceritakan kakek itu menjelang saat ajalnya.
Begitu mendengar Ku See hong dapat menyebutkan namanya, hal ini membuktikan kalau Bun ji koan su belum melupakan dirinya Seng sim cian li Hoa Soat kun, segera terbayang kembali akan kenangan lamanya "Ku See hong!"
Serunya kemudian dengan suara gemetar.
"Kau tahu tentang kejadian masa lampauku? Sekarang dia berada dimana? Cepat beritahu kepadaku! Lo nio hendak mencarinya untuk membuat perhitungan"
Pada mulanya Ku See hong tidak tahu, siapakah perempuan berambut putih itu, sekarang dia sudah tahu bahwa orang ini adalah 839 orang yang dipesan gurunya menjelang saat ajalnya sebagai gurunya yang kedua Seng sim cian li Hoa Soat kun.
Sampai dimanakah sedihnya tragedi cinta yang dialami perempuan ini, Ku See hong sudah mengetahui dengan jelas, dia menaruh raga simpatik yang mendalam terhadap Seng sim cian li ini, memandang rambut panjangnya yang telah beruban, pemuda itu semakin tahu kalau dalam masa lima puluh tahun yang panjang ini, entah berapa banyak kesedihan dan kemurungan yang dialaminya.
Tapi dia pun tahu, perempuan itu pasti belum pernah melupakan gurunya, bisa jadi setiap saat setiap waktu ia masih teringat akan dirinya, tapi kini, gurunya sudah tidak berada dalam dunia lagi.
Berpikir sampai disitu, tak dapat dibendung air mata Ku See hong jatuh bercucuran membasahi wajahnya, dengan sedih dia berkata.
"Hoa locianpwe, guruku telah meninggal kan dunia ini sejak setahun berselang"
Berita ini disambut oleh Seng sim ciang li Hoa Soat kun bagaikan sambaran guntur ditengah hari bolong, dia memang sangat mencintainya, tapi wataknya yang aneh telah mengendalikan kesemuanya itu, mendadak saja perempuan itu memperdengarkan suara tertawa aneh yang tajam, seram dan amat memekikkan telinga.
Suara tertawanya itu penuh mengandung kesedihan yang memilukan hati, seperti ibu yang menangis kematian anaknya, seperti juga jeritan monyet diselat Wu shia, memilukan, mengharukan dan sanggup membuat setiap orang turut mengucurkan air mata.
Mendadak ia berhenti tertawa.
Setelah itu dengan wajah sedingin es Seng sim cian li Hoa soat kun berkata dingin.
"Apakah manusia yang tidak berperasaam itu berpesan kepadamu agar datang untuk memenuhi janjinya yang diucapkan pada lima puluh tahun berselang?"
"Tidak! Tidak!"
Sahut Ku See hong cepat.
"harap locianpwe jangan salah paham, suhu ku bilang dia sangat mencintaimu."
Ucapan mana kembali disambut oleh Seng sim cian li Hoa Soat kun dengan gelak tertawa yang menyeramkan.
"Betul-betul seurang manusia yang tak punya liangsim, tampaknya dia pun berhasil mendidik seorang murid yang tak punya liangsim juga seperti kau?, hmmm, bagaimana keadaan Im Yan cu sekarang? Cepat katakan! Kalau tidak, aku akan segera membinasakan dirimu."
Sejak tahu kalau perempuan ini adalah calon gurunya, terhadap bentakan maupun umpatan dari perempuan tersebut boleh di bilang ia tidak mengambil perduli.
Selain itu dia juga tahu kalau wataknya yang aneh sebagian besar timbul akibat patah hati yang dialaminya dulu, dalam hal ini, suhunya pernah mengutarakan perasaan menyesal yang mendalam, bahkan menjelang ajalnya dia masih sempat berpesan agar ia jangan kelewat berbuat kasar hingga melukai hatinya lagi.
Maka setelah mendengar perkataan itu, Ku See hong berkata dengan perasaan sedih.
"Hoa cianpwe, Im moay sudah terkena racun cabul orang jahat, enam hari lagi jiwa nya akan melayang"
"Racun apakah itu? Cepat katakan!"
Bentak Seng sim cian li Hoa Soat kun dengan suara keras. Agak memerah paras muka Ku See hong sahutnya sedikit tergagap.
"Obat itu Adalah ......"
Sesungguhnya dia merasa malu untuk mengucapkan hal yang sebenarnya. Dengan perasaan gelisah, Seng sim cian li Ho Soat kun mendesak lebih jauh.
"Obat apa? ayo katakan cepat!' Ku See hong tahu bahwa obat tersebut harus diberitahukan dengan secepatnya, terpaksa diapun berkata. Òbat beracun itu adalah Im hwee si hun wan!"
"Apa? Im hwee si hun wan?"
Jerit Seng sim cian li Hoa Soat kun dengan perasaan kaget.
"Ya, dia kena dipaksa minum obat tersebut oleh Hu kaucu dari Ban sia kau, yakni si Pedang ular perak Ciu Heng thian!' "
Jadi kalau begitu antara kau dengan dia?"
Ku See hong mengerti apa yang dimakud oleh perempuan tersebut, maka, jawabnya cepat dengan suara lantang.
"Adik Im menaruh budi kebaikan kepadaku, tentu saja aku pun tak dapat berpeluk tangan belaka membiarkan dia mati, tak usah kuatir locianpwe, aku bukan seorang yang melupakan budi, aku bertekad akan bertanggung jawab atas perbuatanku ini."
Tadi, Seng sim cian li Hoa Soat kun masih merasa kuatir apabila keperawanan Im Yan cu terjatuh ke tangan orang lain, legalah hatinya setelah mendengar pengakuan dari pemuda tersebut.
Akan tetapi dia pun menahan napas lagi dengan amat sedihnya, karena dia tahu pil Im hwee si hun wan itu terlampau jahat, dia sendiripun tidak berkeyakinan dapat memunahkan pengaruh dari racun tersebut...
Mendadak...
Seng sim cian li Hoa Soat kun tertawa dingin, kemudian serunya dengan nada menyeramkan.
"Betul-betul seorang lelaki tak kenal budi yang pandai membujuk rayu, kalau kau mengatakan mencintai dia, mengapa kau masih menyebut nama Keng Cin sin? Siapa kah dia?"
Ternyata sewaktu Ku See hong selesai membaca surat tersebut dan sedang termenung sambil melamun tadi, secara diam-diam Seng sim cian li Hoa Soat kun sudah menyelinap datang dibelakang tubuhnya, oleh sebab itu semua tindak tanduk maupun ucapannya dapat didengar olehnya dengan amat jelas.
Mendengar ucapan tersebut, paras muka Ku See hong berubah hebat, lalu sahutnya agak tergagap.
"Keng Cin sin itu seorang yarg kucintai, dia adalah gadis yang pertama kali kucintai, sayang nasibnya terlampau menyedihkan.."
Tidak menanti pemuda itu menyelesaikan kata-katanya, Seng sim cian li Hoa Soat kun telah menukas dengan suara yang keras.
"Kau lelaki tak berperasaan, apakah kau anggap lantaran dia sudah tak ada harapan lagi untuk ditolong, maka setelah merenggut kehormatannya, sekarang hendak mengejar perempuan lain? Tadi kau masih bilang akan bertanggung jawab? Hmmmm, selama ini lo nio tidak akan membiarkan manusia macam kau untuk hidup lebih jauh"
"Locianpwe harap kau bersedia uutuk mempercayai aku, aku bukan manusia seperti itu, karena aku tak mampu untuk memunahkan racun Im hwee si hun wan yang bersarang dalam tubuhnya, maka aku baru lari kesana kemari sambil berusaha untuk mencari orang yang dapat menyembuhkan penyakitnya itu."
"Apakah racun Im hwe si hun tan yang di dapnya baru kambuh satu kali?' "
Yaa, tengah hari tadi baru kambuh sekali, apakan locianpwe dapat menyembuhkan penyakit itu?"
Seng sim cian li Hoa Soat kun segera tertawa dingin.
"Bisa ditolong atau tidak, apa sangkut pautnya dengan dirimu? Heeehh... heeehh... heeeehhh... toh kau lebih senang jika dia bisa sekalian mampus bukan?"
"Hoa locianpwe, apakah kau benar-benar begitu tak percaya dengan diriku?"
"Tak usah banyak bicara lagi"
Bentak Seng sim cian li Hoa Soat kun dengan gusar.
"cepat serahkan dia kepadaku, untuk sementara waktu lo nio akan mengampuni selembar nyawamu untuk malam ini."
Ku See hong menghela napas sedih.
"Aaaaai Hoa cianpwe, Im Yan cu sudah menjadi istriku, bila kau tidak yakin bisa menyembuhkan lukanya, aku tak akan membiarkan kau untuk membopongnya!"
Mendengar ucapan mana, Seng sim cian li Hoa Soat kun segera tertawa seram.
"Heeeh...heeehh... heeeeh....siapa bilang kalau murid kesayanganku ini adalah istrimu? Malam ini tampaknya lo-nio harus memberi pelajaran sebaik-baiknya kepada mu!"
"Hoa cianpwe, harap kau sudi memandang diatas wajah guruku untuk mengijinkan boanpwe membawanya mencari penyembuhan!"
Pinta Ku See hong dengan merengek. Sekala lagi Seng sim cian li Hoa Soat kun tertawa seram.
"Heeehh...heeehhh...heeeeh... kau si bocah keparat betul-betul tak tahu diri, guru setanmu itu adalah musuh besarku yang paling kubenci, kini dia sudah mampus, maka aku hendak membuat perhitungan lebih dulu denganmu, kemudian baru pergi menghancur lumatkan tulang belulangnya."
"Hoa locianpwe, kau benar-benar tak berperasaan, padahal sebelum ajalnya suhu masih memperlihatkan rasa cintanya yang begitu mendalam terhadap dirimu."
Mendadak paras muka Seng sim cian li Hoa soat kun berubah hebat, tanyanya cepat.
"Apa yang telah dikatakan gurumu menjelang saat ajalnya?"
"Suhu boanpwe berpesan, apabila bertemu denganmu dikemudian hari, aku harus menyampaikan perasaannya kepadamu."
Seng sim cian li Hoa Soat kun mendengus dingin.
"Hmmm, coba kau katakan!"
Ku See hong bukan seorang bocah bodoh, sudah barang tentu diapun tahu kalau perempuan ini masih menaruh perasaan cinta terhadap gurunya, maka dengan suara lantang dia berkata.
"Suhu bilang.
Dia menyesal sekali atas perbuatannya dulu, ia tidak seharusnya melukai hatimu dimasa itu, tapi sayang ajalnya sudah semakin dekat sehingga tak dapat menyampaikan rasa menyesalnya kepadamu agar kau menjatuhkan hukuman yang setimpal kepadanya."
Tapi diapun bilang.
Seandainya kau masih teringat dengan sakit hatimu dimasa lalu dan bertekad hendak membalas dendam, tulang belulangnya masih berada dalam kuil kuno Si hun bio, setiap saat kau boleh menghukum tulang belulangnya dan dia tak pernah akan mendendam.
"Akhirnya diapun berpesan, Kalau semasa masih hidupnya dulu ia tak dapat menerima cintamu, tapi setelah berada di alam baka, dia masih tetap akan mencintaimu, selalu mendoakan agar bahagia, moga-moga didalam penitisan yang akan datang, ia dapat merasakan kehidupan yang berbahagia dengan kau sebagai suami istri yang saling mencintai"
Paras muka Seng Sim cian li masih tetap sedingin es dan sama sekali tak berperasaan, padahal hatinya sudah ditusuk-tusuk oleh ucapan tersebut sehingga berlubang-lubang.
oooo0dw0oooo BAB 39 HATINYA kini sudah berlumuran darah kental yang meleleh dan menodai seluruh perasaannya.
Kesedihan yang terpendam dalam hati, betul-betul merupakan suatu penderitaan yang mendalam.
Walaupun dimasa lampau dia harus merasakan penderitaan dan siksaan batin akibat rasa cinta dan bencinya yang bercampur aduk, tapi setelah mendengar perkataan itu, dia bersedia untuk memaafkan kesalahannya, tapi sifatnya yang aneh serta jiwanya yang sempit membuat dia mengendalikan perasaan mana.
Ketika dilihatnya perempuan itu sama sekali tidak terpengaruh oleh perkataannya, maka ujarnya lebih jauh.
'Hoa cianpwe, aku tahu kalau perkataan itu semua diucapkan oleh suhu dari lubuk hatinya, orang bilang Burung yang hampir mati akan berpekik pilu, orang yang akan mati mengucapkan perkataan yang bajik, apalagi pada waktu itu suhuku diliputi kesedihan rasa menyesal menghiasi wajah nya, segala sesuatunya itu tak terlukiskan dengan perkataan apapun jua..Dia orang tua pun berpesan kepadaku.
"harap kau bisa membantunya untuk membalas dendam, tapi diapun tahu bahwa kau tak akan mengabulkan, oleh sebab itu pada akhirnya dia hanya minta kepadamu agar sudi menerimaku sebagai muridmu dan mempelajari ilmu Hay jin ciang..."
Mendadak paras muka Seng sim cian li Hoa soat kun berubah hebat, bentaknya keras-keras.
"Kau si bajingan laknat, tak nyana kalau kau pun mempelajari juga kelicikan dari gurumu itu, kau... cepat kau pergi dari sini! Malam ini lo nio tak ingin membunuhmu."
Didengar dari nada suaranya yang gemetar, jelas sekali betapa bergolaknya perasaan perempuan itu kini. Dengan setengah memohon kembali Ku See hong berkata.
"Ho cianpwee, musuh besar guruku dan musuh besarku hanya bisa ditaklukkan oleh ilmu Hay jin ciang mu. kumohon kepadamu sudilah kau wariskan kepandaian itu kepadaku!"
Ternyata Seng sim cian li Hoa Soat kun waktu itu sudah menaruh salah paham lagi terhadap Bun ji koan su.
dia menganggap orang itu tidak benar-benar menyesal, melainkan hanya berpikir demi kepentingan sendiri..
itulah sebabnya dia sengaja mengucapkan kata-kata semacam itu agar hatinya menjadi terharu.
Perlu diketahui, bila seseorang sudah menaruh perasaan cinta dan benci terhadap orang lain, seringkali dia menaruh semacam perasaan tak percaya terhadap perkataan dari kekasihnya, apalagi watak Bun ji koan su begitu dingin terhadap cintanya.
Maka setelah Ku See hong menyingkap kalau ia diminta mewariskan ilmu Hay jin ciang yang telah didalami dan diselami selama lima puluhan tahun itu, tak bisa dihindari lagi timbulnya perasaan curiga dalam hati kecilnya.
Dengan suara keras Seng sim cian li Hoa Soat kun membentak nyaring.
"Manusia laknat, mengapa kau tidak segera pergi ? Kalau kau tidak angkat kaki, jangan salahkan jika aku menghancur lumatkan pula tulang belulangmu sehingga harus menjadi bubur."
Buru-buru Ku See hong merogoh kedalam sakunya dan mengeluarkan sebuah bungkusan yang diletakkan diatas perut Im Yan cu, ketika bungkusan itu dibuka, ternyata isinya hanya sepotong kutungan pedang.
Dibawah cahaya sinar rembulan dan bintang, nampak kutungan pedang itu masih memancarkan cahaya tajam.
Dengan suara lantang kembali Ku See hong berkata.
"Hoa locianpwe, bila kau tidak percaya dengan suhuku, coba kau lihat, Inilah kutungan pedang pada lima puluh tahun berselang, sampai sekarang dia menyimpan nya dengan teliti, sebelum mati dia serahkan kutungan pedang itu kepadaku sambil berpesan.
Dulu dia 847 telah mematahkan pedangmu, maka aku diperintahkan untuk menyambung kembali pedang tersebut hingga utuh kembali, agar bisa mengurangi rasa sedih mu dahulu....
Dalam sekilas pandangan saja Seng sim cian li Hoa Soat kun sudah dapat mengenali kembali kutungan pedang itu sebagai miliknya, rasa dendam dan amarahnya yang terpendam selama banyak tahun segera berkobar kembali, selapis cahaya hijau kebiru-biruan segera menyelimuti wajahnya, serentetan cahaya yang tajam dan penuh hawa pembunuhan pun segera mencorong keluar dari balik matanya..
Dia mendongakkan kepalanya lau tertawa seram...
Mendadak tubuhnya menerjang kehadapan Ku See hong, lalu telapak tangan kanannya secepat kilat ditekan ke atas dada anak muda tersebut, sementara tangannya yang kiri dengan cepat menyambar ke tubuh Im Yan cu yang berada dalam bopongan anak muda itu.
Mimpipun Ku See hong tidak menyangka kalau Hoa Soat kun bakal turun tangan sedemikian kejinya terhadap dia, belum sempat ingatan untuk menghindar lewat dalam benaknya, tahu-tahu dadanya sudah terasa sakit sekali, seluruh kekuatan yang ada dalam tubuhnya menjadi punah hingga tak berbekas, Im Yan cu yang berada di tangannya pun tahu-tahu sudah tidak berada lagi didalam pelukannya.
Kembah berkumandang suara gelak tertawa panjang yang memilukan hati, seperti kuntilanak saling mengikik di tengah malam buta...
Seng sim cian li Hoa Soat kun sambil membopong tubuh Im Yan cu sudah meluncur ke depan secepat sambaran kilat.
Menanti kekuatan yang dimiliki Ku See hong telah pulih kembali, dia baru berteriak keras.
"Hoa cianpwe, kau hendak ke mana?"
Mendadak dari kejauhan sana berkuman-dang suara seruan sedih yang membawa nada kepiluan.
"Bocah cilik, bila lo nio tak dapat menyelamatkan jiwanya, aku pasti akan datang lagi untuk mencari dirimu!"
Suara itu berasal dari tempat kejauhan sana dan menggema tiba dengan tajamnya.
Setelah itu suasana pulih kembali.
Dalam keheningan yang menyeramkan dan menggidikkan hati...
Ditambah pula diatas tanah membujur dua sosok mayat dari pelindung hukum Ban sia kau, tanpa disadari telah menambah seram dan ngerinya suasana disitu...
Menyaksikan kesemuanya itu, Ku See hong hanya bisa memperdengarkan suara helaan napas panjang yang memedihkan hati.
Perasaannya sekarang adalah hampa, kosong dan tak tahu apa yang harus di perbuat, dia memandang ke angkasa menyaksikan awan yang berkuntum-kuntum dilangit, mendadak dari ujung langit, meleset lewat setitik cahaya bintang.
Dengan perasaan bergetar keras, dia segera berpikir.
"Lebih baik aku mencari wanita kerudung warna warni lebih dulu, coba kulihat apakah dia mampu untuk menyembuhkan keracunan akibat Im hwee si hun wan? Sekalian akau menyelidiki apakah dia adalah Keng C in sin dari istana Huan mo kiong di Lam hay yang sudah mati atau bukan, jika dia bukan Keng Cin sin atau tak dapat menyembubkan keracunan dari Im Yan cu, aku akan mencari rumput Im cu cau tersebut sambil beradu nasib, siapa tahu kalau ucapan dari murid murtad Thi bok sin kiam Cu Pok adalah ucapan yang sebenarnya?"
Dengan cepat sekali Ku See hong mengambil keputusan, lalu dengan suatu gerakan yang cepat bagaikan sambaran petir dia melesat menuju kearah puncak tebing yang berlapis-lapis disebelah kiri sana.
Kurang lebih seperminum teh kemudian, Ku See hong telah memasuki tanah perbukitan tersebut, kemudian berhenti disebuah lembah dan mulai memperhatiken keadaan disekeliling sana dengan pandangan tajam.
Tapi suasana disitu amat sepi, hening dan tak kedengaran sedikit suarapun.
Angin malam berhembus kencang mendatangkan perasaan dingin bagi siapa pun yang merasakannya, bayangan pepo-honan yang memanjang ditanah seolah-olah cakar setan yang siap mencengkeram setiap orang yang datang untuk menghantar kematian.
Mendadak....
Suatu jeritan ngeri yang menyayatkan hati berkumandang datang dari puncak bukit di sebelah kiri sana.
Ku See hong segera mendongakkan kepala dan menghela napas panjang, kemudian sambil mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya dia bergerak menuju ke arah mana berasalnya suara jeritan tadi.
Berhubung selama berapa waktu belakangan ini dia harus merasakan empat kali siksaan dari ilmu beracun Hou kut jian hun im kang, hal mana membuat hawa darah Tee liong-hiat-poo yang terpendam dalam tubuhnya serta tenaga murni dari Bun-ji-koan su selama ratusan tahun menjadi melumer dan bercampur dengan hawa murninya, kesemuanya itu tanpa terasa telah menambah ketangguhan tenaga dalamnya.
Tampak tubuhnya bargerak secepat sambaran kilat, enteng seperti selembar kapas, setiap kali melompat puluhan kaki sudah dilalui tanpa terasa, kehebatannya berar-benar mengagumkan.
Kesempurnaan ilmu meringankan tubuh yang dimilikinya kini boleh dibilang tiada keduanya dikolong langit dewasa ini, mungkin 850 orang dalam dunia persilatan yang memiliki ilmu meringankan tubuh seperti itu pun sulit untuk ditemukan.
Tentu saja diantaranya termasuk juga jago-jago lihay seperti Seng sim cian li Hoa Soat-kun.
Perlu diketahui, Ku See-hong memiliki bakat yang bagus, di tambah pula sudah pernah makan obat mestika pembersih darah, hal ini membuat seluruh tubuhnya sudah berubah seolah-olah menjadi manusia lain, itulah sebabnya kesempurnaan ilmu meringankan tubuh yang dimilikinya sudah tak mungkin bisa ditandingi oleh siapa pun.
Dibawah cahaya rembulan dan bintang, tampak dia berkelebat seperti sambaran petir, sebentar melompat sebentar turun, makin lama semakin cepat, sepasang kakinya bagaikan tidak menempel diatas permukaan tanah saja, dengan kecepatan yang luar biasa tubuhnya meluncur terus kearah depan.
Dalam waktu singkat Ku See hong sudah tiba di depan sebuah selat yang sempit, ketila sorot matanya dialihkan ke depan.
Dilihatnya, seluruh selat sudah dipenuhi oleh bayangan manusia, bahkan di setiap setiap sudut dan tempat kegelapan pun seakan-akan berkumpul bayangan manusia dalam kelompok demi kelompok.
Menyaksikan hal itu, Ku See-hong segera berpikir.
"Tampaknya orang-orang itu adalah kawanan jago lihay dari berbagai daerah di dunia persilatan, mereka datang berkumpul mungkin saja dikarenakan kitab pusaka serta mutiara sakti Thian-hong-im yang sincu milik manusia berkerudung warna-warni itu, tapi mengapa ada juga sekelompak manusia yang cuma mendekam saja tak berkutik disini..."
Berpikir sampai disitu, dia lantas mengalihkan pandangan matanya ke arah lembah sempit tersebut, tak tahan dia segera memuji.
"Benar-benar sebuah lembah Yu-cui-kok yang indah menawan hati."
Lembah Yu cui kok dikelilingi oleh bukit yang tinggi dari tiga bagian, pepohonan tumbuh dengan suburnya, batuan cadas berserakan dimana-mana, dengan sebuah air terjun yang amat besar, kabut tebal hampir menyelimuti seluruh permukaan lembah tersebut .....
Di sebelah kanan air terjun tampak sebuah bangunan loteng yang dibangun menempel pada dinding bukit, rumput tebal tumbuh dengan suburnya dimana-mana.
Jembatan batu dengan pagar bambu, kolam teratai dengan aneka bunga, semua nya menambah keindahan tempat itu.
Ketika angin malam berhembus silir semilir, terendus bau harum bunga yang menyegarkan.
Di depan sana terdapat sebuah kolam berbentuk separuh rembulan yang luasnya tiga kaki yang persis mengelilingi bangunan loteng tersebut, aneka bunga teratai tumbuh ditepi kolam, air yang jernih dengan riak yang kecil membuat suasana disitu makin mempersonakan hati.
Tempat itu, tak malu disebut sebagai sorga dunia.
Ditengah-tengah kolam terdapat sebuah jembatan bambu berbentuk setengah busur, pada ujung jembatan terkapar bersosok-sosok mayat yang berserakan dimana-mana, mungkin orang orang itu hendak menyerbu ke dalam jembatan bambu itu tapi berhasil dibinasakan orang.
Ku See hong memandang sekejap ke arah mayat-mayat yang berserakan di mana-mana, hatinya amat terkesiap, sebab sebagian besar dari mayat itu tewas dengan batok kepala yang hancur dan isi benak yang berserakan dimana-mana, jumlahnya tiga empat puluh orang lebih.
Pada saat inilah dia baru mengerti, apa sebabnya kawanan jago persilatan yang berada di sekeliling tempat itu tak berani maju ke depan dan melakukan penyerbuan.
Suasana di dalam bangunan berloteng itu amat hening, sepi dan tak kedengaran sedikit suarapun..
Lembah sempit yang penuh diliputi suasana seram ini seakan-akan telah dilapisi oleh hawa pembunuhan yang membuat hati orang merasa amat bergidik...
Ku See hong merasa terkejut bercampur tercengang, empat penjuru sekeliling bangunan loteng itu sama sekali tak nampak seorang manusia pun yang melakukan penjagaan, tapi anehnya mengapa kawanan jago persilatan itu tak seorang pun yang berani melakukan tindakan secara gegabah....
Disaat Ku see hong masih merasa terkejut bercampur keheranan itulah, mendadak tampak sesosok bayangan manusia berkelebat lewat dan mendekati tempatnya berdiri.
Ku See-hong memiliki tenaga dalam yang sempurna dengan ilmu silat yang amat tinggi, pendengarannya tajam sekali, begitu mendengar suara desingan, dia segera tahu kalau ada orang yang secara diam-diam menghampirinya.
Dengan suatu gerakan cepat dia segera membalikkan badan, sorot matanya dengan memancarkan cahaya tajam yang menggidik kan hati segera menyapu ke arah depan...
Seorang manusia aneh berbaju hitam yang mengenakan topeng berwarna warni berdiri kaku dihadapannya.
orang itu nampak berwajah aneh, jelek dan amat tak sedap dipandang.
Sewaktu ia menyaksikan Ku See hong membalikkan tubuhnya dengan kecepatan tinggi, dari balik matanya segera memancar keluar serentetan cahaya kaget bercampur tercengang.
Manusia aneh itu tidak asing buat Ku See hong, sebab dia pernah berjumpa dengan manusia aneh berkerudung itu setahun berselang, 853 ketika dia baru keluar dari kuil kuno setelah memperoleh pelajaran ilmu silat dari Bun ji koan su.
Orang ini tak lain adalah salah satu di antara dua murid murtad dari Bun ji koan su yakni Jian-hun-kim ciang (pukulan emnas pembabat sukma) Tu Pak kim, tapi Ku See-hong sama sekali tidak tahu kalau orang ini bukan lain adalah murid durhaka guru nya yang harus dibunuh.
Jian-hun-kim-ciang Tu Pak kim nampak agak tertegun, kemudian sambil tertawa ringan katanya.
"Leng hun koay seng Ku See hong, tampaknya kemajuan ilmu silat yang kau peroleh belakangan ini sungguh pesat sekali"
Ilmu silat yang dimiliki Ku See hong saat ini memang terhitung nomor wahid dikolong langit dewasa ini, tentu saja dia tak perlu takut lagi untuk menghadapi manusia aneh berkerudung tersebut.
Sekulum senyuman yang amat dingin segera tersungging diujung bibirnya, lalu berkata.
'Mana, mana, setahun kita berpisah tentunya kau baik-baik bukan!
Mengapa wajahmu masih saja mengenakan topeng kulit manusia?
Apakah kau kuatir wajah aslimu ketahuan orang?"
Jian hun kim ciam Tu Pak kim tertawa seram. 'Heehh.... Heehh.... Heehh.... Benar, benar sekali, wajahku memang jelek dan kuatir ketahuan orang"
"Hmmm, apakah kedatanganmu malam ini hendak mencari gara-gara dengan aku orang she Ku?"
Kembali Ku See hong mendengus dingin. Jian hun kim ciang Tu pak kim tertawa ringan.
"Tidak berani, tidak berani, oleh karena kulihat kau hanya berdiri kaku di sini dan kuatir kau disergap orang, maka aku datang memberi peringatan untukmu"
"Maksud baik anda biar kuterima di hati saja"
Jawab Ku See hong ketus dan dingin. Mendadak Jian hun kim ciang Tu pak kim bertanya.
"Saudara Ku, apa kedatanganmu disebabkan benda mestika dari perguruam Hiat mo bun?'..
"Karena apa pula kau datang kemari?"
Ku See hong balik bertanya dengan ketus. Jian hun kim ciang Tu pak kim segera tertawa tergelak.
"Haaahhhh.... Haaahhh.... Haaaihhh, kalau begitu sama-sama, sama-sama....."
"Kalau toh kedatanganmu disebabkan benda mestika tersebut, dan kini semuanya sudah berada didepan mata, mengapa kalian belum juga turun tangan!?"
"Heehh...heeehhhh...heeehh, apa sih salahnya membiarkan orang lain turun tangan lebih duluan? Bagaimana dengan kau?"
Tentu saja Ku See hong tahu kalau orang inipun dibikin keder oleh banyaknya mayat yang bergeletakan di atas tanah dan bagi orang ini tampaknya licin dan banyak akal, ilmu silatnyapun amat lihay, ia tak sudi menyerempet bahaya demi orang lain.
Maka dengan suara menyindir Ku See hong menjengek.
"Waaah, kalau begitu kau benar-benar berjiwa besar, Kalau aku? Hmm, akan ku tunggu sampai semua orang pada mampus, kemudian aku orang she Ku baru menjadi nelayan yang beruntung..." 'Cuma pada akhirnya toh masih ada aku seorang akan saling berebut denganmu?' Ku See hong menjengek dingin.
"Hmm, tak ada salahnya bagi aku orang she Ku untuk menghabisi dirimu lebih dulu' Jian hun kim ciang Tu Pak kim segera tertawa dingin.
"Mana, mana, aku ingin sekali menyaksi-kan kemajuan yang berhasil kau capai dalam setahun ini, ingin kuketahui seberapa jauhkah kemajuan yang kau peroleh dalam ilmu silatmu sehingga sikapmu sombong dan takabur..."
"Bagus sekali!"
Ku See hong tertawa.
"aku orang she Ku tak akan membuat kecewanya orang."
Sembari berkata, mendadak dia mengayunkan telapak tangannya melancarkan sebuah pukulan, segulung angin tajam yang amat dingin dengan cepat meluncur ke depan.
"Saudara Ku, tampaknya tenaga pukulanmu benar-benar sudah memperoleh kemajuan yang pesat"
Jengek Jian hun kim ciang Tu Pak kim sambil tertawa dingin.
Dia pun mengebaskan ujung bajunya untuk membendung datangnya ancaman, di ringi benturan nyaring, pukulan dahsyat dari Ku See hong telah berhasil dipunahkan olehnya dengan mudah.
"Hmm, aku baru memakai tenaga sebesar tiga bagian saja, ayo sambutlah sebuah pukulanku sekali lagi!"
Jengek Ku See hong dengan suara amat sinis.
Sembari berkata, Ku See hong mengayunkan kembali telapak tangan kirinya dengan jurus serangan yang sama sekali tak berubah.
Mendadak terasa getaran yang amat keras, kemudian menyusul munculnya segulung tenaga pukulan yang maha dahsyat menerjang ke depan.
Jian hun kim ciang Tu Pak kim tertawa seram.
"Heehh.. heehh.. heehh... pukulan inipun tak akan mampu berbuat apa-apa atas diriku"
Walaupun dia berkata demikian, akan tetapi sepasang telapak tangannya digetarkan sebanyak tiga kali sebelum berhasil memunahkan tenaga pukulan tersebut. Ku See hong tertawa ringan.
"Seranganku barusan hanya menggunakan tenaga sebesar lima bagian saja, berikut ini akan kupakai tenaga sebesar delapan bagian dan kupaksa kau untuk mundur dengan sempoyongan" -ooo0dw0ooo-
Jilid 26 SELESAI berkata, Ku See hong kembali mengayunkan telapak tangan kirinya melancarkan serangan.
Seketika itu juga terasa deruan angin puyuh yang melanda seluruh angkasa, desingan angin yang dingin dan tajam seperti amukan guntur dan petir yang di sertai amukan angin puyuh, seperti selembar jaringan yang sangat besar muncul dari suatu sudut yang aneh dan mengurung tubuh Tu Pak kim dari empat arah delapan penjuru.
Mencorong sinar tajam yang menggidikkan hati dari balik mata Jian hun kim ciang Tu Pak kim, secepat sambaran petir tubuhnya segera berkelit ke samping.
Dari balik mata Ku See hong pun sudah terpancar keluar sinar api dendam yang amat benci dan menggidikkan hati, setelah tertawa dingin serunya lantang.
"Sekarang sudah tiba saatmu untuk melepaskan topeng palsumu itu..."
Terkesiap bukan buatan perasaan Jian hun kim cian Tu Pak kim setelah mendengar seruan itu, segera pikirnya.
"Jangan-jangan dia sudah mengetahui siapakah aku?"
Ku See hong sesungguhnya bukan seorang pemuda yang bodoh, semenjak manusia aneh berkerudung itu meneter dan mendesaknya dengan pelbagai pertanyaan yang menyangkut masalah tentang gurunya di muka kuil kuno dulu, sudah timbul perasaan curiga dari 857 dalam hatinya, apalagi setelah orang itu mampu menyebutkan ke tiga macam kepandaian sakti andalan dari gurunya.
hal mana menyebabkan dia semakin menduga kalau antara orang ini dengan gurunya pasti mempunyai suatu hubungan tertentu.
Apalagi setelah menyaksikan kepandaian silatnya yang begitu hebat dan luar biasa, Ku See hong segera menduga kalau orang besar kemungkinannya adalah salah satu di antara dua murid murtad gurunya.
Sebab malam ini adalah pertemuan mereka yang kedua, bila dia mencoba untuk membayangkan kembali semua jurus serangan yang dipergunakan orang ini dengan Thi bok sin kiam Cu pok, maka akan di jumpai banyak sekali persamaan, itulah sebabnya dia lantas melancarkan tiga pukulan secara beruntun untuk memaksa dia mundur sambil menghindar kan diri.
Alhasil gerakan tubuh yang digunakan orang ini sewaktu menghindar tadi tidak jauh berbeda dengan gerakan tubuh Cu pok, kalau tidak bisa dibilang mirip sekali, karenanya Ku See hong pun menjadi sadar dan paham kembali atas semua duduknya persoalan.
Mendengar ucapan tadi, Jian hun kim ciang Tu pak kim tertawa licik, kemudian berkata.
"Apa sih maksud pembicaraanmu itu? Aku tidak habis mengerti?"
Ku See hong segera mendengus dingin dengan suara yang amat sinis dan dingin.
"Hmmmm, dihadapan orang yang jujur berbuatlah jujur, aku rasa ada baiknya jika kau melepaskan topeng kulit manusia itu lebih dahulu, agar bisa kulihat bagaimana kah tampang asli dari seorang murid murtad semacam kau, kemudian aku akan menyuruh kau mampus dalam keadaan yang paling mengenaskan!"
Melihat semua usahanya sudah terbongkar dan gagal total, Jian hun kim-ciang Tu pak kim segera mendongakkan kepalanya dan tertawa terkekeh dengan liciknya.
'Heeehhh..
.heeehhh.....heeehhh ..
mana...
mana, rupanya Ku sute juga sudah kenal dengan aku sang kakak seperguruan yang tidak becus ini"
"Tu pak kim! Malam ini, jangan harap kau bisa meloloskan diri dari kematian nya yang mengenaskan!"
Seru Ku See-hong lagi dengan suara amat sinis. Sekali lagi Jian hun kim ciang Tu pak kim tertawa terbahak-bahak.
"Haaahhh...haa...haahh..haaahhh... Ku See hong, pada malam ini kaupun jangan harap bisa meloloskan diri dari jebakan mautku dengan selamat"
Seusai berkata, tiba-tiba saja Jian hun kim ciang Tu pak kim memperdengarkan suara pekikannya yang sangat aneh...
Dari empat penjuru tempat kegelapan segera bermunculan bayangan manusia, diantaranya ada enam tujuh sosok bayangan manusia yang segera meluncur datang dengan kecepatan luar biasa.
Ku See hong mencoba untuk memperhatikan wajah orang itu, tapi dengan cepat hawa darahnya menggelora dengan hebatnya, seluruh darah yang mengalir didalam tubuh nya seolah-olah sudah mendidih semua..Ternyata ke tujuh orang itu adalah orang-orang dari Thi kiong pang dan Jian khi pang yang telah membinasakan ayah ibunya serta memunahkan perkumpulan Kim to pang..
Dengan sangat bangga Jian hun kim ciang Tu pak kim tertawa licik, kemudian serunya..
"Ku sute, kau kenal dengan orang-orang itu? Mereka adalah ketujuh orang tongcu dari Thi kiong pang dan Jian khi pang, heehhh. heeehhh...."
"Ku sute, aku lihat paling baik jika kau membicarakan dahulu nilai dari selembar nyawamu itu dengan kami"
"Terima kasih atas kedatangan ketujuh sosok sukma gentayangan tersebut, aku orang she Ku akan mempersilahkan mereka segera berangkat, dan terima kasih juga atas usahamu ini sehingga tak perlu aku berepot-repot lagi mencari mereka."
Ucapan mana diutarakan dengan suara yang dingin sekali seperti suara salju. Jian hun kim ciang Tu pek kim tertawa.
"Belum tentu begitu! Dengan kepandaian silat yang kau miliki sekarang, untuk mengungguli diriku pun sudah sulit, apalagi ditambah dengan kerubutan mereka bertujuh? Aku lihat lebih baik kita berbincang-bincang lebih dulu, daripada masing-masing pihak harus saling menyinggung perasaan masing-masing orang"
Ku See hong tahu bahwa apa yang hendak dibicarakan dengannya tetap sama seperti apa yang dibicarakan Thi bok sin kiam Cu pok dengan dirinya tempo hari.
Sepuluh hari itu secara diam-diam Ku See hong sudah menghimpun tenaga dalamnya siap melancarkan serangan dengan memper-gunakan ilmu silat sakti Hoo han seng huan, dia berencana untuk menghancurkan beberapa orang musuh tangguhnya dengan suatu serangan kilat yang paling cepat.
Dengan paras muka yang sama sekali tak berubah, dia lantas berkata dengan sinis.
"Ketujuh orang yang kau undang kehadirannya ini pada hakekatnya merupakan barang rongsokan, kalau tidak percaya silahkan saja dilihat sendiri ....."
Berbicara sampai disitu, Ku See hong telah menghimpun hawa murninya sampai sebatas kemampuan yang di milikinya, hawa pempunuhan yang amat tebal pun sudah menyelimuti seluruh wajahnya.
Mendadak, pada saat itulah ....
"Ting! Tang! Ting! Tang!"
Tiba-tiba saja dari balik bangunan loteng itu berkumandang suara genta yang dibunyikan bertalu-talu...
Bersamaan dengan bergemanya suara genta tersebut, cahaya lentera segera menerangi seluruh bangunan loteng itu dan menyinari hampir setiap sudut lembah sempit itu, tempat dimana beberapa orang itu berdiri sekarang pun kena di soroti oleh cahaya lentera yang lemah itu sehingga segala sesuatunya terlihat jelas.
Begitu mendengar suara genta, ke tujuh orang Tongcu dari Jian khi pang dan Thi kiong pang itu segera melompat mundur ke belakang dan menyembunyikin diri di balik kegelapan.
Sesungguhnya Ku See hong hendak membinasakan ke tujuh orang ini diujung telapak tangannya, tapi ke tujuh sosok sukma gentayangan itu seakan-akan sudah dibikin terkejut oleh bunyi genta itu, sehingga kaget dan mengundurkan diri.
Dalam keadaan demikian, terpaksa Ku See hong hanya bisa menyumpah sambil mengendorkan kembali hawa murninya.
Jian-hun kim ciang Tu pak kim sendiripun segera tertawa sesudah mendengar suata genta tersebut, ujarnya.
"Ku sute, persoalan diantara kita lebih baik kita bicarakan lagi di kemudian hari, sekarang maaf kalau aku harus mohon diri lebih dahulu untuk sementara waktu!"
Seusai berkata, dengan suatu gerakan tubuh yang aneh sekali, secepat kilat dia menyelinap masuk ke balik kegelapan sana.
Dalam keadaan begini terpaksa Ku See hong harus menyembunyikan diri dibawah sebatang pohon siong, kemudian dari situ dia melayang naik ke puncak bukit setinggi lima enam kaki dan mengawasi bangunan berloteng dihadapannya tanpa berkedip..Suara genta telah dibunyikan sepuluh kali, suaranya yang menggema di seluruh lembah bukit tersebut mendatangkan suara gaung yang sangat nyaring.
Mendadak dari balik bangunan rumah tersebut muncul sepuluh orang manusia yang mengenakan topeng tengkorak diatas wajah masing-masing, perawakan tubuh mereka tak menentu, ada yang tinggi ada pula yang pendek, mereka berbaris dalam dua barisan dan pelan-pelan bergerak menuju ke tanah lapang di muka bangunan berloteng tersebut.
Kemudian mereka membentuk satu lingkaran disitu dan duduk bersila diatas rumput.
Mendadak, pada saat itulah ......
Muncul kembali seorang bocah lelaki berwajah tengkorak, ditangannya memegang sebuah hiolo kemala yang sama sekali tiada cacadnya, hiolo itu berwarna hijau dan memantulkan sinar gemerlapan.
Dari balik hiolo itu tersiar bau dupa yang sangat harum dan menyebar diangkasa mengikuti hembusan angin, ketika terpantul oleh cahaya lentera dari baltik bangunan loteng itu, terbentuklah kabut berwarna warni yang pelan-pelan melayang ke udara.
Pemandangan semacam itu benar-benar sangat indah.
Bocah lelaki yang menggenggam hiolo kemala itu pun pelan-pelan berjalan menuju ke tengah lingkaran tadi dan meletakkan hiolo kemala tersebut diatas tanah.
Dari arah bangunan berloteng itu berkumadang suara seruan yang amat merdu merayu.
Hiat mo menggetarkan dunia persilatan...
Tengkorak membuat setan ketakutan....
Sepuluh orang manusia bertopeng tengkorak yang mengelilingi hiolo kemala itu segera bangkit berdiri, kemudian merekapun bersama-sama berteriak.
Hiat mo menggetarkan dunia persilatan...
Tengkorak membuat setan iblis ketakutan Ucapan yang serius dan berat segera menggema di udara dan mengalun tiada henti nya.
Bersamaan dengan berakhirnya suara tadi, dari balik bangunan loteng itu segera melayang turun sesosok bayangan manusia yang berperawakan langsing dan kecil.
Orang itu memgenakan baju berwarna putih, dibawah cahaya lentera yang terpancar keluar dari balik bangunan itu, tampak ujung bajunya terhembus angin, keadaannya tidak jauh berbeda dengan bidadari yang baru turun dari kahyangan.
Dengan suatu gerakan yang amat lembut perempuan itu melayang turun disamping hiolo kemala tersebut, yakni disisi bocah lelaki yang mengenakan kain kerudung tengkorak itu.
Ia memakai sebuah kain cadar warna-warni yang ditengahnya disulami dengan sebuah tengkorak yang sedang menyeringai seram, sementara disekelilingnya dilingkari oleh dua belas kuntum bunga Bwee.
Dia tak lain adalah Hiat mo Buncu, yaitu manusia berkerudung warna-warni.
Setelah melayang turun dihadapan hiolo kemala tersebut, manusia berkerudung warna-warni itu segera meluruskan sepasang telapak tangannya yang putih halus itu di atas hiolo tersebut.
Kemudian suasana menjadi sangat hening, agaknya dia sedang membaca mantera, atau mungkin juga sedang membaca doa.
Mendadak ...
Manusia berkerudung itu mengangkat tinggi-tinggi hiolo kemalanya sambil berseru lantang.
"Hiolo kemala merubah amisnya darah ! "
Menyusul seruan mana, kesebelas orang manusia berkerudung tengkorak itu sama-sama mengangkat sepasang tangannya ke atas sambil berseru pula dengan lantang.
"Hiolo kemala merubah amisnya darah!' "Blaaam ....!"
Pada saat inilah dari dalam hiolo kemala tersebut terdengar suara ledakan keras disusul menyemburnya asap tebal berwarna merah setinggi tiga kaki ke tengah udara dan menyelimuti 863 seluruh angkasa, kemudian bagaikan selapis hujan darah menyebar ke mana-mana.
Secara lamat-lamat kawanan jago persilatan yang bersembunyi di sekitar tempat itu segera merasa se akan akan mengendus bau amisnya darah kental.
"Pedang bayangan darah penggetar jagat!"
Kembali manusia berkerudung itu berseru.
Entah sejak kapan ditangan ke dua belas anggota Hiat mo bun itu sudah bertambah dengan sembilan pedang sepanjang dua depa lima enam inci yang memancarkan cahaya tajam.
Kini sambil mengangkat pedang itu tinggi-tinggi di angkasa, mereka turut berseru lantang.
"Pedang bayangan darah penggetar jagad!' Kecepatan mereka dalam meloloskan pedang, sungguh merupakan suatu yang luar biasa sekali. Setelah itu secara beruntun manusia berkerudung itu meneriakkan kembali, beberapa patah kata yang disusul oleh ke sebelas orang manusia berkerudung tengkarak itu. Dunia persilatan menghormati bunga Bwee! Keseraman berubah menjadi ketenangan. Habis gelap terbitlah terang!"
Hawa kegagahan menyelimuti angkasa!' Kebersihan melebihi sinar rembulan!"
Ketika mereka mengucapkan kelima patah kata itu, pedang ditangan masing-masing diputar menciptakan selapis cahaya pedang yang berkilauan, masing-masing orang membentuk dua belas kuntum bunga bweeditengah udara.
Kemudian bersamaan dengan lenyapnya cahaya pedang, tahu-tahu pedang mereka telah dimasukkan kembali ke dalam sarung..
Kejadian mana dengan cepatnya membuat para jago yang bersembunyi disekeliling tempat itu merasa terkesiap sekali, sebab mereka dapat melihat betapa enteng dan cepatnya ke dua belas anggota perguruan Hiat mo bun itu menggerakkan pedang sambil membentuk gerakan bunga bwee di tengah udara.
Ke dua bbelas kuntum budnga bwe itu seaakan-akan dua beblas gerakan jurus pedang yang sakti dan luar biasa.
Setiap gerakan jurus pedang itu hampir boleh dibilang mencangkum inti sari dari seluruh ilmu pedang yang ada didunia ini, selain gerak penyerangan juga terdapat gerak pertahanan yang membuat orang sukar untuk mematahkannya, sudah barang tentu hal ini segera membuat semua orang merasa terperanjat sekali.
ooo0dw0ooo BAB 40 DI SAAT pedang sudah dimasukkan kembali ke dalam sarungnya, manusia berkerudung itu kembali berseru dengan suara nyaring.
"Silahkan saudara sekalian untuk duduk!"
Maka kedua belas anggota Hiat mo bun pun bersama-sama duduk bersila diatas tanah.
Ku See hong yang berada di puncak dahan pohon siong dapat menyaksikan kesemuanya itu paling jelas, walaupun mereka semua menggunakan topeng tengkorak, namun Ku See hong masih dapat mengenali beberapa orang diantaranya.
Seperti misalnya si bocah lelaki itu, dia tak lain adalah Kho It khi yang pernah dijumpai nya dalam bangunan rahasia tersebut, sedang kan tiga orang yang duduk di sebelah selatan hiolo kemala itu bukan lain adalah Pek lui jiu Ho Gi dan Thian kun tee ciang Khong Tang lun.
Sedangkan ke delapan orang lainnya sama sekali tidak dikenali olehnya .....
Sedangkan manusia berkerudung itu, jika ditinjau dari potongan tubuh, nada suara serta sepasang biji matanya, dia merasa begitu mengenalinya sehingga pada hakekat nya tidak jauh berbeda dengan Keng Cin sin dari istana Huan mo kiong di Lam hay.
Kini, Ku See hong terpengaruh kembali oleh kenangan masa silam yang penuh dengan kepedihan yang tak terlukiskan dengan kata-kata.
Keng Cin sin adalah kekasihnya yang paling dicintai dan paling dihormati, walaupun dunia ini sudah mengalami sesuatu perubahan yang amat besar, namun rasa cintanya terhadap gadis itu selamanya tak pernah berubah lagi.
Pada saatd inilah, kedua belas orang anggota Hiat mo bun itu sama-sama bangkit berdiri, kemudian terdengar bocah lelaki itu berkata dengan suara lantang.
"Saudara sesama Hiat mo bun, pertemuan yang diselenggarakan pada malam ini sebenarnya hendak dilaksanakan pada bulan satu tanggal satu tahun depan dipuncak Kiam hong bukit Hong san, tapi berhubung situasi dalam dunia persilatan belakangan ini telah mengalami perubahan besar dan terancam oleh mara bahaya, pertemuan ini terpaksa dipercepat pelaksanaannya. Tujuan dan cita-cita dari kita Hiat mo bun telah diutarakan melalui kesembilan patah kata tadi, apa yang dirundingkan didalam gedung tadi pun sudah cukup dipahami kalian semua, rasanya kini pun tak usah banyak berbicara lagi. Sekarang yang hendak kuutarakan kepada kalian adalah soal telah bergabungnya kalian dengan perguruan kita ini, aku rasa sebagai seorang anggota yang baik adalah melaksakan peraturan perguruan yang ada dan menjalankan perintah tanpa membantah, barang siapa berani membangkang maka dia akan dijatuhi hukuman mati. 'Tapi perguruan kita selamanya mengutamakan kebajikan dan kebesaran jiwa terhadap orang lain peraturan kami pun tidak membedakan tinggi rendahnya kedudukan setiap anggota dalam parrai, oleh karena tugas perguruan kita sangat berat, maka apabila diantara kalian ada yang merasa dirinya tak mampu menyelesaikan tugas dari perguruan, sekarang masih ada kesempatan bagi kalian untuk mengundurkan diri!"
Semua anggota Hiat mo bun yang duduk mengelilingi hiolo kemala itu segera menyahut bersama.
"Kami tak usah berpikir panjang lagi, kami akan melaksanakan semua perintah dari perguruan tanpa membantah' Mencorong sinar tajam dari balik-mata kecil Kho It khi yang tertutup oleh kain kerudung tengkorak, katanya lebih jauh.
"Kalau toh kalian tidak ada usul lain, maka selanjutnya bila ada yang berani melanggar peraturan perkumpulan atau berhianat, dia akan dihukum dengan memunahkan segenap kepandaian silat yang di milikinya"
Perlu diketahui sebagai seorang jago silat, biasanya mereka rmemandang ilmu yang dimilikinya jauh lebih berharga daripada nyawa sendiri, bila kepandaian mereka sampai dipunahkan maka rasanya jauh lebih tersiksa daripada mati.
Oleh sebab itu bila hukuman tersebut diterapkan bagi seorang yang belajar silat, boleh dibilang hukuman mana merupakan suatu hukuman yang paling keji dan ditakuti.
Manusia berkerudung warna warni itu segera berkata pula dengan suara nyaring.
'Terima kasih banyak atas kesediaan kalian untuk berbakti dengan perkumpulan kami dan bersama-sama kita menyelamatkan umat persilatan dan mencarikan kebahagiaan untuk semua manusia.
"Aku tahu kalau kemampuanku terbatas dan tidak mampu berbuat banyak, itulah sebabnya kumohon bantuan dari kalian semua untuk bersama-sama membangun kebenaran didunia ini, moga-moga saja mulai saat ini kalian dapat bersikap ksatria dan menolong kaum lemah. Merupakan manusia-manusia luar biasa didalam dunia persilatan, kalian pasti dapat melaksanakan tugas demi perkumpulan kita ini dengan sebaik-baiknya, kini akupun tak akan banyak bicara lagi, mari kita bersama-sama merundingkan langkah pertama perkumpulan kita terjun ke dunia persilatan."
"Seorang manusia berkurudung tengkorak yang mengenakan pakaian perlente segera bangkit berdiri, dia adalah Sastrawan berpakaian perlente Hoa Siong si yang namanya sudah termashur semenjak tiga puluhan tahun berselang.
Dengan suara lantang serunya.
"Keberaran jiwa bangsa dan kemuliaan hatimu, sungguh membuat kami merasa kagum bercampur hormat"
"Langkah pertama yang harus dilakuan oleh Hiat mo bun kita sekarang adalah melakukan suatu tindakan yang tegas, sebab dunia persilatan sudah terlalu dipengaruhi oleh kawanan manusia laknat, yang berjiwa rendah, kawanan laknat tersebut kini sudah bergabung di dalam satu kelompok kekuatan untuk berbuat keja-hatan, seperti misalnya Ban sia kau, Jian khi pang, Thi kiong pang...
"Kini mereka telah saling berkomplot untuk bersama-sama melakukan kejahatan meracuni dunia persilatan, apalagi bila kita biarkan manusia semacam itu berkembang lebih besar lagi, bisa jadi keadaan dikemudian hari dapat berubah semakin tidak menguntungkan buat kita"
Manusia berkerudung warna-warni itu segera manggut-manggut..
"Perkataan dari Hu buncu memang benar, masih ada siapa lagi yang hendak mengajukan usul, harap segera disampaikan agar kita bisa membicarakannya'?
Seorang manusia berperawakan tinggi kurus segera bangkit berdiri lalu katanya dengan suara parau.
"Tadi Hu buncu sudah bilang, musuh kita yang terutama adalah orang-orang dari Ban sia kau dan Jian khi pang serta Thi kiong 868 pang, tapi masih ada satu kelompok kekuatan lagi yang tak boleh di biarkan lewat.
"Kekuatan yang kumaksudkan adalah orang-orang Huan mo kiong di lautan Lam hay, beberapa tahun berselang, Han thian it kiam Cia Cu kim telah mengutus empat orang thamcu nya untuk melakukan pembasmian terhadap sisa-sisa manusia yang masih setia terhadap Kim to pang, dalam pembasmian mana, konon mereka telah berhasil merampas kembali pedang pendek huan mo kiam dari tangan San tian hanjiu Sangkoan It.
"Aku tahu bahwa orang-orang Huan-mo kiong di lam hay sudah lama mempunyai ambisi untuk menyerbu ke daratan Tiong-goan, bahkan banyak sekali sampah masya-rakat yang berhasil mereka jaring agar berpihak kepada mereka, kini pedang Huan mo kiam sudah berhasil direbut kembali, berarti janji Hu hay-it kiam Cia Long-po dengan jago pedang nomor wahid dikolong langit tempo dulu Thio Pak san telah menjadi batal.
"Kini satu tahun sudah lewat, kekuatan yang berhasil mereka himpun selama inipun sudah semakin menghebat, bisa jadi cita-cita mereka untuk menyerbu daratan Tionggoan pun sudah akan segera di mulai.. Tentu saja, dengan kekuatan Hiat-mo bun kita tangguh dan luar biasa, kita tak usah takut terhadap manusia-manusia laknat dari Huan mo kiong di Lam-hay, tapi yang paling kita kuatirkan sekarang adalah persekongkolan antara orang-orang Huan mo kiong di Lam hay dengan pihak Ban sia kau, Jian khi pang dan Thi kiong pang untuk melawan kita"
Mendadak dari balik mata manusia berkerudung yang jeli secara lamat-lamat terpancar keluar serentetan cahaya dendam dan benci yang luar biasa, tapi sinar kebencian itu tidak diketahui oleh para anggota perkumpulannya, satu-satunya orang yang melihat akan hal tersebut hanya Ku See hong, tapi justru karena pula dendam lamanya menjadi berkobar kembali..
"Kongsun sianseng"
Terdengar manusia berkerudung itu berkata.
"aku sangat mengetahui tentang keadaan dalam istana Huan mo kiong, pada sebulan berselang, mereka sudah melakukan penyerbuan secara besar-besaran ke daratan Tionggoan, mungkin didalam beberapa hari belakangan ini mereka sudah akan sampai disini. Ùsul dari Kongsun sianseng itu memang pantas diperhatikan oleh perguruan kita serta segera melakukan suatu tindakan dengan cepat..tapi entah bagaimana pula dengan pendapat saudara sekalian untuk mencegah terjadinya persekongkolan itu?"
Thian kun tee ciang Khong Tang-lun segera bangkit berdiri, kemudian menjawab.
'Lapor Buncu, pepatah kuno mengatakan siapa yang turun tangan lebih dulu dia lah yang tangguh, siapa yang turun tangan bela-kangan dia akan celaka, aku rasa kita tak boleh menunggu sampai mereka benar-benar sempurna dan menyerang kita duluan, bahkan kita harus menyerbu dan menghan-curkan mereka, agar bibit bencana di kemudian hari dapat teratasi' "Maksud Khong tayhiap, kita harus membagi-bagi ke dua belas orang anggota perkumpulan kita ini menjadi dua kelompok dan masing-masing kelompok menyerbu dan menghancurkan mereka secara terpisah?"
Thian kun tee ciang Khong Tang lun manggut-manggut.
"Perkataan Buncu memang betul, itulah yang lohu inginkan"
Manusia berkerudung warna-warni itu segera menyapu sekejap ke wajah semua orang, kemudian katanya.
"Bun jin (anggota perguruan) sekalian, adakah sesuatu usul dari kalian atas pendapat dari Khong tayhiap itu"
Sastrawan berbaju perlente Hoa Siong si bangkit berdiri, lalu sahutnya dengan suara nyaring.
"Usul dari Khong Lote itu sangat hebat, cuma hal ini akan menyebabkan kekuatan dari Hiat mo bun kita tak dapat terhimpun menjadi satu kelompok. Tapi, . kecuali dengan cara begini, rasanya 870 memang sukar untuk menemukan cara lain yang lebih baik lagi, tapi tak ada salahnya kalau kita bersama-sama memikirkannya sebentar"
"Ucapan Hu-buncu memang benar, persoalan ini menyangkut nasib dari seluruh umat persilatan, lebih baik kalian mempertimbangkan lebih dahulu sebelum mengambil keputusan"
Ujar manusia berkeru-dung warna-warni pula cepat. Kho It khi yang berada disisinya mendadak bertanya.
"Tolong tanya buncu, apakah kau mempunyai pendapat lain?"
"Menurut pandanganku yang cetek, lebih baik kita dua belas orang berkelompok untuk bersama-sama, menghancurkan salah satu kekuatan yang ada lebih dulu, kemudian baru berusaha untuk melenyapkap kekuatan yang lain, dengan demikian maka kekuatan kita pun tak akan sampai tercerai berai.
"Sebab sebelum kita saling berjumpa dengan kedua kelompok kekuatan ini, kita orang-orang Hiat mo bun masih belum berani mempunyai suatu keyakinan untuk menang, bila kita harus membagi-bagi kekuatan sehingga kekuatan yang ada bertambah lemah, bukankah hal ini justru akan semakin merugikan kita sendiri? Entah bagaimanakah menurut pendapat kalian?"
Sastrawan berbaju perlente Hoa Siong.si segera berseru-lebih dahulu.
"Bagus sekali, jawaban dari Buncu memang lihay, lohu merasa tak mampu untuk menandinginya."
Maka semua orangpun bersama-sama menyetujui usul ini. Menyaksikan hal ini, manusia berkerudung warna-warni itu segera tertawa cekikikan, katanya.
"Hoa hu buncu, kau terlalu memuji, apa yang kulakukan sekarang tak lebih hanya merupakan penerus dari gagasanmu tadi"
Pada saat inilah, mendadak .... Leng hun koay seng Ku See hong yang berada diatas dahan pohon siong berteriak bagaikan orang gila.
"Adik Sin! Kau adalah adik Sin, aku tahu, aku tahu kau adalah ......."
Ditengah teriakan-teriakan yantg keras dan memekakkan telinga.
Ku See hong melayang turun dari atas pohon siong, kemudian bagaikan sambaran kilat cepatmya meluncur kebawah dan di dalam waktu singkat sudah berada didepan jempatan bambu itu.
Disaat dia melayang turun dari pohon itulah, lamat lamat Ku-See liong merasa pula dari atas pohon yang sama melesat keluar sesosok bayangan manusia.
Ketika orang itu gagal mencengkeram tubuh Ku See hong, sambil menghela napas sedih gumamnya.
"Tiada jago lihay dan orang2 gagah di dunia ini yang bisa lolos dari soal cinta. Aaai.... mungkin orang ini dapat melenyapkan badai berdarah yang kini semakin mengancam keselamatan dunia."
Ternyata di atas puncak pohoh itu bersembunyi seorang pendeta tua yang memakai lhasa berwarna kuning, (tentang asal usul orang ini, akan diceritakan pada bagian lain dari cerita yang sama) Tatkala kedua belas anggota Hiat mo bun itu mendengar teriakan yang kalap serentak mereka mengalihkan sorot matanya kedepan.
Begitu manusia berkerudung berwarna warni itu tahu kalau yang datang adalah Leng hun koay seng Ku See hong, hatinya terperanjat sekali sehingga sekujur tubuhnya gemetar keras.
Kanglam siang hou, Kho It khi maupun Thian kun tee ciang Khong Tang lun berempat kenal dengan Ku See hong, melihat kemunculan si anak muda itu, mereka lantas menghela napas panjang sambil berpikir.
"Aaaai, habis sudah! Tampaknya dia akan tewas pula di ujung pedang Jui sim kiam....."
"Sreeeet! Sreett " .....desingan angin tajam yang amat memekikkan telinga segera bergema memecahkan keheningan. Ada empat anggota Hiat mo bun yang mengayunkan tangannya bersama-sama, kilauan cahaya putih segera meluncur ke depan dengan kecepatan luar biasa.. Dalam waktu singkat, ke empat cahaya putih tadi sudah mengurung seluruh batok kepala Ku See hong. Kini, ilmu silat yang dimiliki Ku See hong telah mencapai pada puncaknya, walaupun pikirannya sedang kalut, namun setelah menyaksikan datangnya cahaya putih itu, dia segera menyadari apa gerangan yang terjadi, sepasang telapak tangannya diayunkan bersama ke depan melepaskan pukulan-pukulan dahsyat. Rupanya dia dapat merasakan betapa anehnya keempat gulung cahaya putih yang menyambar datang itu, maka ia tak berani menyambut dengan kekerasan, siapa tahu Ke empat gulung cahaya putih itu seakan-akan dikendalikan seseorang saja.
"Sreet!"
Segera menyambar lagi membelah angkasa.
Kemudian setelah membentuk segulung gerakan lingkaran busur di angkasa, cahaya putih tadi kembali menyambar ke arah jalan darah kematian di tubuh Ku See hong..
Mendadak Ku See hong berpekik nyaring, tubuhnya melejit kembali ke tengah udara dan meluncur ke muka dengan kecepatan bagaikan sambaran kilat.
Untuk ke dua kalinya serangan dari ke empat gulung cahaya putih itu mengenai sasaran yang kosong.
Tapi yang paling hebat adalah senjata rahasia tersebut, di ringi suara aneh ternyata benda tadi mengikuti terus dibelakang Ku See hong kemanapun pemuda itu hendak berkelit.
Selama hidup belum pernah Ku See hong mienjumpai senjata rahasia yang begitu lihaynya, sebab jago persilatan yang paling lihay pun di dunia ini hanya mampu berputar dua kali di udara setelah melancarkan sergapan, bahkan kekuatannya makin lama semakin bertambah lemah..
Tapi kenyataannya, ke empat senjata rahasia tersebut justru dapat menyerang makin lama semakin bertambah dahsyat.
Berpikir sampai disitu, tubuhnya lantas melengking sambil berkelejit, setelah itu melayang turun ke bawah, Pada saat itulah terdengar seorang perempuan berseru dengan perasaan gelisah.
"Cepat melayang ke atas!"
Begitu mendengar peringatan mana, sepasang matanya segera dapat menangkap empat buah rantai emas yang secara rapat sekali mengancam bawah kakinya, ternyata rantai emas itu merupakan rantai yang mengendalikan senjata rahasia yang digunakan ke empat orang anggota Hiat-mo bun itu.
Ku See hong merasa amat terperanjat, sebab bukan saja ke empat rantai emas itu merupakan rantai yang mengendalikan senjata rahasia, bahkan rantai itu sendiri juga merupakan sejenis senjata tajam yang bisa digunakan untuk membunuh orang, apabila pandangan mata korbannya kurang awas, maka jika sampai merosot ke bawah, niscaya dia akan menemui celaka.
Maka Ku See hong harus mengikuti suara peringatan yang dikirim dengan melalui ilmu menyampaikan suara itu untuk melejit ke tengah udara, kemudian sesudah berganti napas, badannya sekali lagi melejit setinggi satu kaki lima enam depa ke tengah udara.
Tubuhnya yang berada ditengah udara secara beruntun melakukan beberapa kali jumpalitan, suatu demontrasi ilmu meringankan tubuh yang amat lihay pun akhirnya muncul dari tubuh Ku See hong, begitulah, ditengah udara secara beruntun dia menghindari serangan dari ke empat gulung cahaya putih itu sebanyak enam kali.
Kontan saja demontrasi ilmu meringankan tubuh ini membuat para jago yang bersembunyi disekitar tempat itu serta para anggota Hiat mo bun menjadi terperanjat sekali.
Setelah berhasil menghindari enam sergapan musuh yang secara beruntun, serangan ke tujuh telah menerjang kembali, maka segera pikirnya didalam hati.
Baca Juga: Si Pisau Terbang Pulang 3
Baca Juga: Medali Wasiat 10