Ceritasilat Novel Online

Duri Bunga Ju 1

Eps 1 Duri Bunga Ju - Gu Long

Baca online Duri Bunga Ju - Gu Long

Cersil Duri Bunga Ju - Gu Long.

Duri Bunga Ju Ju Hua Di Ci Karya Asli .

Gu Long BAB Di jalan raya Chuan Shan Li Yuan-wai (Hartawan Li).

Sebenarnya dia bukan seorang hartawan, dia hanya nama seorang lelaki.

Laki-laki ini perawakannya persis seorang hartawan, tubuhnya gemuk bulat....

jika dilihat dari sebelah belakang, hartawan kebanyakan perawakannya memang seperti ini, pendek atau tinggi.

Tapi jika bersikukuh ingin melihat wajahnya, tentu orang akan sangat kecewa.

Wajahnya masih tetap bulat, alisnya yang melengkung, mata yang bisa membuat tertawa, hidung yang kecil munggil, sepasang kuping yang besar, dipadukan dengan mulut yang sepanjang tahun tertawa terus dan tidak dapat ditutup, tampak tidak tampak seperti hartawan, malah tidak jauh berbeda seperti Budha Mi Le.

Orang ini usianya delapan-sembilan belas tahun, pakaian yang dikenakan kelihatannya cukup berkwalitas, tidak cocok dengan tubuhnya, karena dia tingginya hanya lima che, jadi baju yang dipakai karena sedikit kepanjangan, terpaksa lengan baju, celana semuanya digulungnya, tampak kain lapis bagian dalam yang putih sudah menjadi kusam.

Kakinya mengenakan sepasang sepatu alas tinggi dari kain katun bertuliskan huruf Fu, benar-benar harus angkat tangan padanya, dandanan begini setiap orang yang melihatnya tidak akan tahan untuk tidak tertawa, juga semua orang akan tahu dia selain bukan hartawan, bajunya entah mendapat pinjam dari mana, kalau tidak pasti baju itu dibeli dengan murah ditukang loak dan asal memakainya saja.

Jika mendengar ceritanya, ketika orang tuanya memberi dia nama ini, adalah berharap suatu hari nanti dia benarbenar bisa menjadi seorang hartawan, tidak ada keinginan lain lagi.

Termasuk dia sendiri, empat generasi sebelumnya tidak pernah di dalam dadanya bisa menyimpan beberapa liang perak yang bisa dipertahankan tiga sampai lima hari.

Mungkin karena takut miskin!

Maka orang tuanya semenjak dia masih di dalam perut ibunya, nama ini sudah diberikan.

Jika saja yang lahir seorang anak wanita tentu akan dipanggil Li Duo-yin (Li yang banyak uang), pikiran mistik ini benar-benar jarang diketemukan.

Sayang sampai sekarang usianya tidak sesuai dengan pakaiannya, Li Yuan-wai kecuali wajahnya seperti hartawan, rasanya seorang pelayan hartawan pun tidak akan tampak seperti dia miskinnya.

0ooo(dw)ooo0 Wang Dai (Wang bodoh), sama usianya delapansembilan belas tahun.

Namanya Dai, tapi romannya sedikitpun tidak terlihat idiot, malah sebaliknya, sekali lihat orang akan tahu orang ini lihainya melebihi orang yang sangat lihai.

Wajahnya sulit dilukiskan, mukanya kurus, matanya tidak besar tapi bersemangat, dipadu dengan hidung, mulut, keseluruhannya adalah bentuk orang yang nakal dan banyak akal.

Dulu, karena orang kampung kurang berpengetahuan, orang tuanya tidak tahu bagaimana memberi nama untuk anaknya dan meminta orang memberinya nama, siapa yang tahu orang yang memberi nama ini, berharap dia tampak kelihatan bodoh tapi sebenarnya pintar!

Sebuah nama dengan orangnya sering saling berlawanan, sangat tidak sepandan.

Misalnya saja ada orang yang namanya Wang Ying Jun (Wang Tampan), tapi tampangnya sedikitpun tidak terlihat bagian mana tampannya, ada yang namanya Guo Zhang Shou (Guo Panjang umur), tapi malah sebelum dewasa orangnya sudah mati.

Apakah bisa dikatakan Tuan dilangit sedang nganggur tidak ada kerjaan, menciptakan manusia untuk dipermainkan?

Karena sudah terbiasa orang memanggil dia Wang Dai, jadi dia sudah tidak merasa canggung lagi, di dalam hatinya malah dia berharap paling bagus orang lain menganggap dia idiot!

Karena dengan menganggap sebagai babi, bisa memakan macan yang pintar.

Wang Dai dan Li Yuan-wai adalah teman main sejak masih ingusan, hubungan dua orang pada suatu saat pernah kental seperti madu ditambah minyak, kentalnya sampai tidak terpisahkan.

Tapi dalam segala sesuatu keduanya malah saling berlawanan.

Dikatakan berlawanan, tapi lebih pantas dikatakan serasi, karena saat mereka berdua bertemu, mereka saling mengalah.

Li Yuan-wai gendut pendek, kotor, uang satu sen pun tidak punya, mulutnya selalu tertawa.

Wang Dai adalah tinggi kurus, hobi kebersihan, kantongnya penuh uang, kata-katanya lucu.

Tidak tahu bagaimana jika mereka berdua bersama-sama sedang menghadapi musuhnya?

Yang aneh adalah ketika mereka sedang tidak bersama, justru saling merindukan satu dengan yang lainnya.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai pada usia sepuluh tahun telah diterima oleh ketua perkumpulan pengemis, Raja Pengemis mengambil murid padanya, juga merupakan murid satu-satunya.

Raja Pengemis tidak memaksa dia masuk menjadi pengemis, tapi dia satu-satunya Kepala bagian hukum di dalam Perkumpulan Pengemis.

Ketika menginjak usia tujuh belas tahun Raja Pengemis sudah tidak punya lagi keahlian yang bisa diajarkan padanya, yang harus dipelajari dia semua sudah bisa.

Dua tahun ini dia sendirian berkelana di daerah selatan sungai, dimanapun dia tinggal dia sangat bebas menikmatinya.

Kecuali bajunya tidak ada tambalan, dipinggangnya tidak ada ikatan, tapi Li Yuan-wai benar-benar seperti anggota Perkumpulan Pengemis, ayam pengemis, godok daging anjingnya malah sangat termasyur, sampai-sampai pejabat tinggi pengawas utusan raja jika kebetulan pulang ke Yang Zhou, begitu mendengar Li Yuan-wai dipinggir jembatan Xi Hu mengadakan pesta daging anjing, segera dia menyamar pergi untuk menikmati pestanya.

Sekarang, dia sedang duduk di atas batu besar yang ada dipinggir kali, memandang riuh busa gelombang air yang mengalir, dia sudah duduk beberapa jam lamanya.

Senyum diwajah sudah menghilang, digantikan dengan tiga bagian kecewa, tujuh bagian gelisah, sikap yang ingin mati tidak mau hidup ini, membuat orang yang melihat dan yang mengenal padanya, pasti mulutnya menganga terkejut, pasti mengira dia sakit karena kekenyangan, atau di sana sedang melatih silat mengobati sakit.

Dia pernah berkata jika seseorang hidup didunia tapi tidak bisa makan, itu adalah hal yang paling menyedihkan.

Jika bukan sakit perut kekenyangan, sulit menerka hal apa lagi yang bisa membuat ekspresi wajahnya begitu sakit.

Di jalan raya Chuan Shan.

Seluruh baju sutranya Wang Dai sudah basah kuyup, dia sedang memacu kudanya dengan cepat.

Dari Luo Yang melawan arus kali ke Feng Ling Du, lalu dari Feng Ling Du menganti kuda ke Bao Ji, dalam perjalanan ini dia telah mengganti kuda Monggol murni lebih dari dua puluh ekor, siang malam tidak berhenti melanjutkan perjalanan.

Orang yang tidak tahu, tentu mengira orang ini gila, berjalan terus menguber waktu, kecuali mau pergi sangseng tidak terpikirkan lagi alasan yang lebih baik, orang yang mengenalnya, mengatakan bocah ini biasanya tenang, didunia ini tidak ada lagi persoalan yang dapat membuat dia melarikan kuda seperti ini cepatnya, kecuali dia mendapat penyakit gila mendadak.

Tujuh hari tujuh malam penuh, sampai matanya juga belum pernah ditutup, wajah yang tadinya kurus, sekarang tampak lebih kumal, kumalnya sampai menakutkan orang.

Semua ini Wang Dai masih bisa menahannya.

Ketika mengikuti Hakim Setan Ni Da Hai berlatih silat demi belajar Gui Xi Da Fa (Menahan nafas cara kura-kura) dalam waktu tujuh kali tujuh empat puluh sembilan hari penuh dia tidak makan, tidak bergerak, mengubur diri dalam pasir, akhirnya semua dapat dilewatinya.

Di antara diam dan bergerak, tetap bergerak yang lebih dapat diterima.

Walau seluruh tubuhnya seperti akan hancur, di dalam otaknya yang dipikirkan hanya satu, bagaimana bisa secepatnya sampai ke kota Bao Cheng....

kota paling kecil di seluruh negeri.

Orang dulu bilang pak bupati memukul pantat, seluruh kabupaten terkejut, yang dimaksud adalah tempat ini, apalagi si cantik Bao Si juga lahirnya di tempat ini.

Mmm, melihat Wang Dai yang begitu gelisah dan terburu-buru, semua tingkah lakunya seperti hendak merebut pengantin....

jika Bao Si kembali hidup.

0ooo(dw)ooo0 Kabupaten Ping Yang hanya berjarak setengah hari perjalanan dari Bao Cheng.

Di dalam penjara besar kantor bupati, satu obor cemara sedang terbakar, satu bayangan ditembok hijau yang begitu panjangnya, dengan udara berbau busuk, membuat orang ingin muntah, keadaan menyeramkan, membuat orang tambah gemetar walau tidak kedinginan.

Dipojok tembok penjara besi, seorang tawanan duduk bersandar, rambutnya acak-acakan, berpakaian baju tahanan.

Rantai dikakinya yang berat, terkait satu bola besi besar, dilehernya ada penjepit papan, sepasang tangannya diborgol.

Samar-samar wajahnya bisa terlihat jelas, alisnya tebal panjang, hidung lurus, mulut persegi tertutup rapat, mata hitam putih yang terbagi jelas malah sangat tenang memandang kesuatu titik.

Orang muda yang begitu tampan, berusia sekitar dua puluh empat-lima tahun, pembagian wajah yang jelas, memberi kesan orang ini mudah untuk didekati.

Walau sedang duduk, atau berdiri gampang mengingat orang seperti ini, kecuali itu tubuhnya agak sedikit kurus tapi gagah.

Di dalam penjara, hanya ada dia seorang yang tinggal di sana, sampai satu sipir pun tidak terlihat, yang tersisa hanya itu dua ekor tikus kecil, sedang memutar empat mata pencurinya, dengan tidak bersuara meluncur kepiring yang terisi nasi putih dan buah asin yang belum disentuh, dia menundukkan kepala dan makan.

Yuan Ling, namanya, berumur dua puluh lima tahun, orang kantor Ji Nan.

Tinggi.

tujuh che dua cun.

Ciri ciri.

Tampan tegap, senang berpakaian putih, dipergelangan tangan kanan ada tahi lalat merah sebesar sebutir beras.

Tempat lahir.

Tidak jelas, bisa bersilat, mahir menggunakan segala senjata.

Perkara.

Demi merebut warisan kakek, pertama meracun mati keponakan yang berumur empat tahun Yuan Xing, lalu gagal memperkosa kakak ipar yang bermarga Chao, lalu ketika akan melakukan kejahatan ditangkap dan diantarkan ke kantor pemerintah oleh tetangganya, Li Wei San, He Zhao Liang, marga Dong, Ma Hai Cheng empat orang.

Setelah diperiksa oleh kantor setempat memang terbukti, tiga kali persidangan dia mengaku semuanya, tidak menyangkal kejahatannya.

Vonis.

Dipenggal.

Tempat eksekusi.

Kabupaten Ping Yang.

Pejabat algojo.

Song Shi Ting.

Ini adalah catatan yang dikirimkan ke kabupaten Ping Yang dari kantor Kai Ping, dipapan pengumuman di depan kantor keamanan kabupaten sudah ditempel keputusannya, kertasnya sudah tidak utuh ada yang robek.

Dikejauhan terdengar suara nyanyian entah dari rumah siapa?

"Bulan di Zhong Qiu terang Ye, Bersih menggantung dilangit Na, Sedikit kemarahan dan kesedihan timbul Ya, Hanya karena tidak ada orang yang menemani, ....

Kamar kosong masih ditunggu sendirian Wa, Takut melihat hari bagus bulan terang." 0ooo(dw)ooo0 Bulan enam tanggal tujuh belas, negatif.

Li Yuan-wai, dari hari baru terang sampai tengah malam, duduk menunggu tidak bergerak di rumah kecil Diao Yu, wajahnya yang bulat seperti bulan purnama dilangit, benar-benar mirip, hanya wajahnya tampak pahit, wajah bulan sedih.

Mendadak....

Derap telapak kuda dari jauh terdengar, begitu terburuburu, memukul perasaan orang.

Tertawalah Li Yuan-wai sambil bergumam.

"Xiao Dai, kau anak kura-kura akhirnya tiba juga, bagus, benar itu adalah kau. Jika tidak, perduli siapa dia, aku akan melemparkan ke dalam kali yang telah aku pandang seharian, ikan mas kembang-kembang itu baru saja muncul kepermukaan air melihat aku!"

Dia meloncat turun dari kuda, kudanya sudah lelah, orangnya juga lebih kelelahan.

Sepasang matanya cekung ke dalam, tapi tetap bersinar, Wang Dai melotot lama sepatah pun tidak berkata pada Li Yuan-wai.

Sahabat sehidup semati kadang kala seperti sepasang suami istri tua yang hidup bersatu seumur hidup, mereka tidak perlu berkata-kata, sudah bisa mengerti perasaan masing-masing.

Dari sorot matanya, dari ekspresi wajahnya, Li Yuan-wai sudah dapat membaca apa yang ingin dia tanyakan, apa yang dia ingin katakan, perlahan dia menganggukkan kepala, tawanya menghilang lagi.

Li Yuan-wai sudah terbiasa melihat tawa yang memberi keberuntungan dari langit, Wang Dai benar-benar tidak pernah terpikir ketika dia tidak tertawa, wajahnya begitu buruk.

Dia tertawa, karena dapat melihat Li Yuan-wai tidak tertawa, bagi Wang Dai justru ini ada suatu kepuasan....

seperti....

main Majiang.

"di dasar laut meraih bulan kartu tunggal"

Mengambil sendiri kartu terakhir yang putih bersih dan licin, itulah perasaannya.

"Buk."

"Aduh."

Suara yang pertama adalah suara tinju memukul perut Wang Dai, suara kedua adalah suara dari mulut Wang Dai yang kesakitan.

Dia menekan perutnya, melihat pada kawannya, Wang Dai tidak berani lagi tertawa, karena dia tahu jika masih tertawa, tinju berikutnya pasti akan mendarat dihidungnya.

Hidungnya akan bengkok, seluruh wajahnya pasti akan membuat orang merasa lucu, walau mau pura-pura idiot, juga tidak perlu mengorbankan perut sendiri, manusia juga cuma punya satu hidung.

0ooo(dw)ooo0 Xu Jia-rong, perempuan, dua puluh lima tahun, putri Setan Asmara.

Wajahnya seperti dewi, postur tubuhnya seperti setan ini adalah kata kata yang paling bagus untuk melukiskan dirinya.

Sekarang seluruh tubuhnya memakai baju putih, sedang berdiri di atas tumpukan tanah kecil yang bisa memandang sekitarnya, di bawahnya adalah jalan raya Chuan San....

seperti naga malas terbaring di sana.

Tidak tahu dia sudah datang berapa lama, juga tidak tahu dia mau berdiri di sana berapa lama lagi.

Seperti sebuah patung, sebuah patung ukiran giok Guan Yin.

Jika bukan karena angin gunung meniup bajunya sampai bersuara keras, dan rambut panjangnya melambai lambai, siapapun tidak akan berpikir, itu manusia hidup yang berdiri di sana.

Matanya sedikitpun tidak ada perasaan, dengan wajah yang kaku tiba-tiba berjalan turun dari tumpukan tanah itu, tubuhnya berjalan hanya karena dia mendengar suara derap kaki kuda yang cepat dan kerap datang dari ujung jalan sana.

0ooo(dw)ooo0 Memandang pada gadis berbaju putih yang menghadang di jalan, Xiao Dai tidak mengerti.

Dia duduk di atas kuda, suaranya terdengar sedikit terkejut.

"Kau sedang menunggu aku?"

"Benar, walau kau terlambat, tapi akhirnya datang juga."

Suaranya begitu merdu, tapi begitu dingin. Seperti teh rumput hijau yang sehari semalam telah didinginkan dengan semangkok es, dingin sampai ke dalam hati, dan juga sedikit pahit.

"Kau kenal aku?"

"Xiao Dai kah?"

Tidak salah.

"Tangan Cepat Xiao Dai", di dunia persilatan orang yang pernah mendengar nama Wang Dai tidak sedikit, tapi yang kenal tidak banyak. Kecuali temannya, pasti musuh, kalau teman dirinya pasti kenal, dan kalau musuh, semuanya tentu telah terbaring di dalam peti mati.

"Aku tidak kenal denganmu, makanya kau tentu bukan temanku, jika kau bukan temanku, tentu musuhku, ditambah sepertinya kau sengaja menunggu aku di sini, kalau begitu coba katakan apa alasannya menunggu aku."

"Aku akan membunuhmu."

"Aku tahu, tapi tentu ada alasannya."

"Alasannya karena kau buru-buru datang, maka itulah alasan aku ingin membunuhmu."

Ini adalah kata-kata yang tidak berguna, tapi bagi telinga Xiao Dai ini bukan kata-kata yang tidak berguna, bukan saja kata-katanya berarti sekali, malah kata-kata yang menakutkan orang.

Karena alasan Wang Dai terburu-buru boleh dikatakan tidak ada orang yang tahu, sewaktu menerima surat yang dikirim merpati pos dari Li Yuan-wai, dirinya tidak pernah menunda-nunda waktu, sampaisampai suratpun belum habis dibaca, dia sudah keluar dari rumah.

Siapa yang membocorkan beritanya?

Dan siapa yang tahu keberadaan dirinya?

Li Yuan-wai?

Tidak mungkin, dia sedang gelisah seperti semut di atas kuali panas, takut dirinya tidak keburu datang.

Masalah ini kecuali Li Yuan-wai hanya dirinya yang tahu, mengapa bisa ada orang ketiga yang tahu?

Hati "Tangan Cepat Xiao Dai"

Terkejut, dia tidak mau bertarung jika tidak ada sebab yang pasti, itu juga sebabnya dia bisa hidup sampai sekarang, ilmu silat sebagus apapun sekali waktu akan terpeleset, terhadap musuh biasanya dia menyelidiki dulu seluk beluk musuhnya, baru dia mencoba mengalahkan musuhnya, makanya pada setiap musuhnya dia selalu dengan sekuat tenaga menyelidiknya, mencari tahu dengan segala cara.

Dia bukan saja ingin tahu ilmu silat dan aliran musuhnya, kebiasaan dalam kehidupan, sampai-sampai cara berjalan sehari-hari, langkahnya seberapa besar dia juga harus tahu, karena dengan demikian dia dapat menghitung saat pertarungan hidup mati, musuhnya bisa meloncat paling besar berapa jauh, supaya dirinya bisa mendahului lawan menunggu di sana untuk memberi satu pukulan yang mematikan.

Terhadap orang yang tidak tahu riwayatnya, yang sampai namanya pun tidak tahu dia merasakan tidak nyaman, dia membayangkan lawannya, selangkah demi selangkah memaksa dirinya mundur kebibir jurang, jika dia sampai jatuh ke jurang pasti tulang dan mayatnyapun tidak akan tersisa.

"Boleh aku tahu namamu?"

Dia mencoba bertanya.

"Tidak bisa."

"Kau sudah tahu namaku, kenapa tidak biarkan akupun tahu namamu? Bukankah ini sedikit tidak adil?"

"Aku tahu dirimu karena aku mau membunuhmu, kau menanyakan namaku, tentu mau menyelidiki dulu siapa lawanmu. Aku tidak akan memberi tahu namaku, karena aku tidak yakin dapat membunuhmu."

Wanita ini begitu terus terang.

Tapi juga telah terkena tipu.

Kalau orang terlalu banyak berkata pasti salah satu katakatanya akan salah.

Tujuan Xiao Dai telah tercapai, karena paling sedikit dia tahu satu hal, wanita ini sudah tidak yakin dapat membunuh dirinya.

Tertawa bisa dibagi banyak macam, tidak diragukan lagi, jika menemukan musuh yang memperlihatkan semacam tawa yang percaya diri, kita harus waspada.

Biasanya tertawa menandakan mempunyai banyak kesempatan untuk menang.

Tertawa bisa mengalahkan lawan, percaya tidak?

Melihat Xiao Dai tertawa dan begitu percaya diri, wanita itu mengeluh.

"Kau bukan saja seorang teman baik, juga seorang musuh yang menakutkan, orang di dunia persilatan juga mengatakannya demikian. Aku telah mencobanya, dan aku tidak yakin bisa membunuhmu, mungkin di kemudian hari aku akan mencoba menjadi temanmu."

"Teman kadang-kadang jauh lebih menakutkan dari pada musuh, karena musuh ada di tempat terang, teman sulit diduga, kau sangat pintar, jika kau tetap ingin membunuhku, jadilah temanku supaya lebih mudah berhasil, aku berharap kau punya syarat untuk menjadi temanku."

"Kita masih akan bertemu lagi, sampai pada waktu itu kau akan tahu namaku, bukan karena aku sengaja ingin misterius, tapi kita sekarang tidak perlu saling memberitahu nama dulu, dan lagi, aku sangat mungkin masih akan meneruskan niatku, mencari kesempatan membunuhmu."

"Apa aku sudah boleh pergi?"

"Tentu saja boleh, sekarang yang dapat aku lakukan juga cuma melepaskanmu."

"Tangan Cepat Xiao Dai"

Menunggang lagi kuda Monggolnya yang telah dia ganti untuk kedua puluh lima kalinya, pergi menjauh.

Xu Jia-rong melihat, dalam sekejap bayangannya tinggal satu titik diujung jalan, mendadak dia menjejakkan kakinya dengan marah berkata.

"Xiao Dai yang Pintar."

Sekarang terpikir olehnya, bahwa Tangan Cepat Xiao Dai sebenarnya bukan lawannya.

Seseorang yang menunggang kuda berlari sepuluh hari lebih, tidak pernah menutup mata, walau terbuat dari besi, mungkin juga sudah seperti besi yang berkarat dan akan hancur.

Tapi kenapa dia masih bisa tertawa?

Apa dia benar begitu percaya diri?

Orang yang tertipu, biasanya hanya ada dua reaksi.

Satu macam adalah mencaci maki, memarahi lawan atau diri sendiri, tapi orang macam ini lain kali masih ada kemungkinan tertipu lagi.

Satu macam yang lain adalah menganalisa penyebab mengapa dirinya tertipu, mencari alasan mengapa dirinya tertipu, dan orang macam ini seumur hidupnya tidak akan tertipu untuk kedua kalinya.

Xu Jia-rong adalah orang macam kedua, makanya dia seperti angin mengejar terus.

Supaya tahu apa benar dirinya ditipu, bagaimanapun teman atau musuh, tetap yang menentukan adalah dirinya sendiri, dia masih tetap berharap menjadi musuhnya.

Musuh setelah dibunuh selamanya tidak akan bisa menjadi teman, tapi teman menjadi musuh hanya ada dalam sekilas pikiran.

Dari teman kemudian menjadi musuh adalah yang paling menakutkan, karena seorang teman akan mengenal dirimu, sampai ketoilet dan memakai berapa lembar tisue, dia bisa tahu.

Xiao Dai, bukan saja bisa tahu keadaan seseorang lebih dari dia mengenal dirinya, ini adalah kepintarannya.

Dia telah menduga wanita berbaju putih itu setelah otaknya berputar, pasti akan mengejarnya.

Tapi dia sudah tidak ada waktu untuk melayani lagi, kecuali menghela kuda lebih cepat, dia sudah tidak mau memikirkan wanita itu lagi.

Sepasang kaki manusia jika ingin bertanding dengan empat kaki kuda, pasti tidak akan bisa menandinginya, apa lagi jika kuda telah lelah, bisa diganti dengan kuda lain, orang jika sepasang kakinya sudah lelah, tentu saja kakinya tidak bisa diganti kaki lain, dia hanya bisa berhenti untuk istirahat.

Keadaan ini semua orang juga tahu, Xiao Dai sendiri mana mungkin tidak tahu?

Jika sampai ini dia tidak tahu, maka dia benar-benar menjadi Wang Dai (Wang Idiot), bukan saja idiot tapi sangat idiot, sangat idiot sekali.

Makanya dia tidak takut diikuti, hasil dari mengikutinya, pasti adalah tidak berhasil.

0ooo(dw)ooo0

"Polisi Setan"

Tie Cheng Gong, empat puluh tahun lebih umurnya, tapi tuanya seperti orang tua enam puluh tahunan.

Sepanjang tahun otaknya berputar, tenaganya juga bekerja, lari ketimur kejar ke barat, semua demi mengejar dan menangkap para penjahat yang melanggar hukum, dia banyak diterpa angin, dijemur matahari, semua membuat dia sulit tidur nyenyak, tentu saja dia menjadi cepat tua?

Ilmu silatnya adalah "Cakar Elang Tenaga Besar"

Keahliannya membuat dia menjadi ternama, berapa banyak penjahat besar ketika melawan ditangkapnya, mati di bawah telapak tangannya, tentu saja semua keahliannya harus dipadukan dengan ketajaman matanya dalam hal menyelidik, daya ingatan, daya berpikirnya, melihat kepalanya yang telah botak, tidak salah lagi, kebanyakan waktunya, dihabiskan dengan menggunakan otaknya.

Kalau bukan bagaimana bisa disebut "Polisi Setan"?

sampai setan yang melanggar hukum, dia juga mampu menangkap dan mengadilinya!

Dia dengan Yuan Ershao (Tuan muda nomor dua Yan) bisa dikatakan sahabat kentalnya.

Suatu kali dia pernah menyelidik satu perkara, dia dihadang oleh enam penjahat yang paling sadis, enam penjahat itu bersama-sama menyerangnya di jalan Jiang Yin.

Enam orang penjahat berniat membunuhnya di tempat itu, sebenarnya dia tidak akan lolos dari jebakan yang telah disiapkan sebelumnya, ketika dia sudah putus asa, Yuan Ershao tepat waktunya datang menolong, bukan saja menarik dia kembali dari pintu neraka, sekaligus menangkap hidup-hidup sepasang penjahat, membunuh dua pasang lainnya.

Sejak saat itu, dua orang ini menjadi teman, teman sehidup semati.

Teman ada banyak macamnya, tidak diragukan lagi teman yang pernah menyelamatkan nyawanya adalah teman yang paling tidak mungkin berubah sifatnya.

Ketika dia melihat surat vonis yang dikirim ke kantor pusat dua provinsi Hu, dia mengetahui Yuan Ershao dijatuhi hukuman dipenggal kepala, dia benar-benar sangat terkejut, dia segera minta cuti tiga bulan, langsung berangkat tidak berhenti menuju ke kota Ping Yang.

0ooo(dw)ooo0 Hubungan antara manusia semakin hari semakin bertambah, perasaannya persis seperti sebotol arak bagus, jika disimpan makin lama, akan semakin keras dan semakin wangi.

Arak disimpan lama, jika tutupnya tidak ditutup dengan rapat, tentu akan menguap habis.

Tapi perasaan orang juga bisa berubah, dengan berlalunya waktu, jarak juga bisa mempengaruhinya.

Apa Polisi Setan Tie Cheng Gong akan menjadi orang yang menutup cocok botol itu dengan rapat?

0ooo(dw)ooo0 Di dalam penjara besar.

Tie Cheng Gong membawa setumpuk besar arsip, dia sedang jongkok di atas batang padi yang berjamur, wajahnya pun berjamur seperti tembok yang rusak terkupas.

Yuan Ershao------Yuan Ling sepatahpun tidak keluar, tetap memandang kosong dengan mata yang jernih.

"Ershao, kenapa kau begini terus, satu katapun tidak kau ucapkan? Sebagai laki-laki mati harus seperti seorang jantan, apa kau ingin mati dengan cara seperti ini?"

Jika seseorang sudah ingin mati, orang lain tentu saja tidak bisa berbuat apa-apa padanya.

"Aku hanya mohon padamu, mohon beritahu aku kejadian yang sebenarnya, di sini ada aku, apa kau masih tidak percaya, aku mampu untuk membereskannya?"

Tapi dia lupa lawannya juga mampu.

Tie Cheng Gong merasa gelisah sampai dia menarik kuat-kuat rambutnya sendiri, rambut yang tinggal sedikit itu.

Tie Cheng Gong bangkit berdiri, memandang pada wajah yang tampan itu, dia sungguh tidak mengerti teman lamanya kenapa berbuat begini, kedua orang itu masingmasing tahu peristiwa ini adalah peristiwa yang bohong besar dan lucu.

"Kalau kau tidak mau mengatakannya, aku sendiri akan menyelidiknya, aku pergi."

Mendengar Tie mau pergi, Yuan Ershao baru membalikkan kepala, di dalam matanya terkilas rasa terima kasih.

"Jangan putus asa, Lao Tie, jebakan ini terlalu sempurna, sempurnanya sampai aku sendiri juga percaya masalah ini aku sendiri yang melakukannya. Walau kau bisa menyelidik sampai jelas, orang lain mana mau percaya?" 0ooo(dw)ooo0 Naga Giok Yuan Ling, adalah panggilan orang-orang di dunia persilatan, teman dekatnya semua dengan hormat memanggilnya Yuan Ershao. Yang dimaksud Tuan muda kedua, tentu dia adalah anak nomor dua, di atasnya pasti ada satu kakak. Mengenai cerita dirinya adalah begini. 'Usia enam belas tahun dia pergi keluar rumah, dia menghancurkan tiga puluh enam gerombolan penjahat gunung Da Bie. Usia tujuh belas tahun, dia membunuh penjahat yang sudah merajalela diselatan sungai selama dua puluh tahun lebih, penjahat yang suka memakan hati anak kecil yang namanya Ku Dao Ren, dibunuhnya digunung Jiu You. Usia delapan belas tahun, ketua iblis dunia persilatan Tangis Tawa Dua Dewa, dipotong sebelah tangannya, dan juga disuruh bersumpah selamanya tidak melangkah keluar dari lembah Hei Feng. Usia sembilan belas tahun, sendirian naik kegunung Qing Cheng, bertarung dan dikeroyok Empat anggota Qing Cheng, hasilnya tidak tahu, tapi julukan Naga Giok semakin hari semakin terkenal, Empat anggota Qing Cheng setelah kejadian itu, sudah tidak tampak pernah meninggalkan gunung Qing Cheng. Usia dua puluh tahun, menangkap hidup-hidup dua orang di antara Enam Iblis Selatan Sungai, empat orang lainnya satu persatu terbunuh di jalan raya Jiang Yin. Usia dua puluh tiga tahun, bertarung dengan ketua Wu Dang dipuncak Cui Hua, setelah lima hari empat malam, ketua Wu Dang Xian Yun Dao Zhang memerintahkan semua murid Wu Dang generasi kedua ke bawah tidak terkecuali murid Dao, murid biasa, sejak hari itu jika bertemu dengan Naga Giok Yuan Ling harus memberi hormat seperti murid terhadap guru. Usia dua puluh empat tahun, ketua Shao-lin menyambut sendiri kedatangannya di depan jalan gunung Song Shan, di belakang gunung Shao Shi Ming Yue Tai, mereka menyeduh teh sambil berbincang bincang, berdiskusi tentang keadaan dunia persilatan. 0ooo(dw)ooo0 Perumahan Hui Yan hartanya banyak, perumahannya besar, di selatan kabupaten Ping Yang. Perumahan ini ternama dengan adanya kedua tuan muda Yuan, tuan muda besar Yuan Di, tuan muda kedua Yuan Ling. Sekarang pintu yang besar itu sudah ditutup hampir satu tahun, orang luar semuanya tidak tahu apa penyebabnya. Orang ternama di dunia persilatan yang datang berkunjung semuanya ditolak diluar oleh penjaga pintu, dan mengatakan tuan muda besar dan tuan muda kedua sedang ada urusan keluar, tanggal pulangnya belum ada kepastian. Tapi berita yang keluar dari para pelayan adalah begini.... Pada tahun lalu, tuan muda besar keluar mengunjungi temannya, lewat tiga hari mayatnya diantar kembali oleh orang, mayatnya tidak ada kepala, kusir gerobak kuda mengatakan dia dititipkan mayat itu oleh seorang wanita muda yang cantik. Tuan muda kedua sangat sedih, dia segera keluar mencari pembunuhnya, setelah lewat tiga bulan, dia baru pulang ke rumah tapi sedikit pun tidak menemukan jejak musuhnya. Sejak saat itu nyonya tuan muda besar membawa putranya meninggalkan perumahan dan tinggal dikabupaten Ping Yang, dia menyatakan sehari tidak menemukan pembunuhnya maka sehari dia tidak akan pulang ke perumahan Hui Yan. Ershao tidak bisa berbuat apa-apa, dia juga pindah keluar dan tinggal bersama mereka, supaya mudah mengawasi kakak ipar dan keponakannya yang masih kecil. Para pelayan semuanya tidak dibawanya, makanya perumahan yang begitu besar, yang tinggal hanya pengurus rumah dengan para pelayan yang merawatnya. Siapa tahu baru-baru ini tersebar berita, Ershao meracuni keponakannya, ditambah dengan ancaman golok memaksa ingin memperkosa nyonya tuan muda besar, tapi tidak berhasil, dia ditangkap oleh para tetangga dan dibawa ke kantor pemerintah, dalam tiga kali sidang, dia telah di jatuhi hukuman, lewat musim gugur dia akan dipenggal kepalanya. Membuat para pelayan perumahan benar-benar tidak dapat menduga apa yang terjadi. Pengurus rumah Qian Lao Die adalah segenerasi dengan ayah dua tuan muda, saat tuan dan nyonya masih hidup, dia sudah menjabat pengurus rumah sampai sekarang, tapi beberapa kali dia menengok kepenjara, Ershao selalu tidak mau mengatakan bagaimana kejadiannya, sampai terakhir kali karena ditekan terus, sekalian saja dia menolak menemui siapapun. Kelihatannya perumahan ini akan hancur, siapapun tidak mempunyai akal. Inilah gambaran semua kejadiannya. Yang didapat dari hasil penyelidikan Polisi Setan Tie Cheng Gong juga sama demikian. 0ooo(dw)ooo0

"Hartawan Li, aku sedetikpun tidak berani menunda perjalanan, akhirnya sampai juga, terlambatnya juga hanya beberapa jam, walau kau ingin memukul aku, juga tidak perlu memukul perutku! Itu adalah tempat untuk menaruh nasi dan sayur. Kasihani aku sudah sepuluh hari lebih tidak makan nasi dengan baik, dan lagi celana ku sudah robekrobek, cobalah pandang aku, dengan pantat telanjang aku menunggang kuda, maafkanlah keterlambatan ku!"

Dengan menahan diri, wajah Wang Dai tertawa berkata pada Li Yuan-wai.

"Aku memukulmu disebabkan oleh tawamu yang menyebalkan itu."

Li Yuan-wai berkata dengan wajah tidak berperasaan.

"Jadi, tertawa juga salah? Kalau begitu bukankah kau ini Budha Mi Le sudah dipukul orang menjadi tuan tujuh tuan delapan yang disembah dikuil?"

"Sudahlah, Xiao Dai, sebab aku menyuruhmu datang, dalam surat sudah memberitahumu, sekarang tinggal lima hari dari hari eksekusi, menurutmu persoalan ini harus bagaimana? Walau bagaimanapun kau harus mengambil keputusan."

Mengingat masalah ini, Xiao Dai bukan saja tidak bisa tertawa, malah sebaliknya ada perasaan ingin menangis.

"Kau pernah bertemu Ershao belum?"

"Di dalam penjara besar tidak seperti kau melihat-lihat kebun bunga, mana bisa kita sembarangan masuk, aku telah titip orang menanyakan, menurut sipir, Ershao tidak mau bertemu dengan siapapun, setiap hari dia bengong di dalam penjara."

"Apa artinya ini?"

"Kau tanya aku, aku harus tanya siapa? Biar bagaimanapun, perbuatan ini dia tidak mungkin melakukannya, jika bukan dia yang melakukannya, kenapa dia malah mengakuinya?"

Li Yuan-wai berkata.

"Masih ada lima hari, sekarang aku sudah datang biar aku yang menyelidiknya, jika waktunya tidak keburu, paling banyak menculik di tempat eksekusi."

"Omong kosong, jika bisa melakukan itu, untuk apa aku mencarimu? Kau yang makan daging, apa aku harus makan sayuran? Dengan melakukan ini apa Ershao apa bisa menerima? Jika dia mau, dari semula siapa yang bisa menahan dia?"

Dua orang itu jadi terdiam. Lewat beberapa saat....

"Yuan-wai, masalah ini apa di dunia persilatan banyak orang yang tahu?"

"Masih belum banyak orang yang tahu, karena ini hanya perkara biasa, walaupun namanya sama, teman-teman dikalangan sama sekali tidak akan mengira itu adalah Ershao."

"Dia melakukan ini apa dasarnya? Apa benar demi harta warisan? Tidak mungkin, dari analisa perbuatannya, jika tidak mau mengutarakan, sepertinya mau mengorbankan diri...."

Yuan-wai bergumam.

"Betul, kita cari dari mulai tujuannya, pertama kita pikir jika dia sudah mati, siapa yang mendapatkan keuntungan, jika dia telah mati, siapa yang paling gembira? Jika dia telah mati, menandakan arti apa? Dan juga memberi jalan pada siapa?"

Xiao Dai adalah orang paling pintar, sepertinya dia telah memegang pokok masalah. Mendadak.... Xiao Dai teringat sesuatu.

"Yuan-wai, kau menggunakan merpati pos menyuruh aku datang kesini, masalah ini apakah ada orang lain yang tahu?"

"Seharusnya tidak ada orang yang tahu, apa ada yang tidak benar?"

"Tidak apa-apa, aku hanya sekedar bertanya, jika tidak ada orang yang tahu terhadap kita, bisa dibilang mengerjakannya akan lebih mudah, aku selalu merasa masalah ini tidak sederhana, mungkin aku dan kau juga akan terlibat."

Setiap orang punya rahasia, dia tidak mengatakannya, tentu dia punya alasan untuk tidak mengatakanya, hanya tidak tahu kenapa Xiao Dai tidak mengatakan pada Yuanwai, diperjalanan dia telah dihadang oleh seorang wanita berbaju putih, dan jelas wanita berbaju putih itu tahu jejak Xiao Dai.

0ooo(dw)ooo0 Kabupaten Ping Yang di jalan kecil utara dalam satu hari telah mati empat orang, tiga pria satu wanita.

Laboratorium yang mengotopsi mayat tidak dapat menemukan penyebab kematian, terpaksa mengisinya dengan mati mendadak.

Semua tetangga tidak ada yang percaya, empat orang yang sehat walafiat, mana bisa dalam keadaan tidak ada gejala sedikitpun, mendadak dalam satu malam mati semua?

Polisi Setan Tie Cheng Gong lebih-lebih tidak percaya dengan empat orang ini, karena empat orang ini adalah saksi mata dalam perkara Ershao, kebetulan juga tidak akan begini kebetulan.

Wang Dai juga sudah sampai di kabupaten Ping Yang, tapi dia percaya, percaya empat orang ini pasti akan mati, hanya tidak terpikir mereka matinya begitu cepat.

Li Yuan-wai adalah orang pertama yang menemukan empat orang mati ini, karena ketika dia menemukan empat orang yang dia cari sudah mati tiga orang, buru-buru dia datang kepada orang keempat....

rumah Ma Hai Cheng, waktunya padajam sembilan malam.

"Ayahku pergi ketempat judi Fu Ling di jalan depan."

Seorang anak setengah besar mengatakan.

0ooo(dw)ooo0 Perjudian Fu Ling di jalan depan seperti juga perjudian didunia adalah sama, di dalamnya penuh dengan asap, bau kosmetik, bau keringat, ditambah teriakan, suara makian dan tawa gembira.

Hanya saja rumah perjudian ini lebih besar sedikit, ada lima enam meja, semuanya penuh dengan orang....

pria dan wanita, yang muda dan yang tua, sampai sampai anak setengah besar tapi tidak kecil juga ada di dalam sedang menonton keramaian.

Ada Pai Jiu, Da Xiao, Ya Bao.

Ekspresi wajah dikepala orang boleh dikatakan semuanya bisa terlihat di sini, serakah, penipuan, egois, menyesal, sedih, tentu saja masih ada gembira, bangga, dan semangat.

Hampir sejak ada yang namanya manusia, judi sudah ada, lempar batu bertaruh makanan, adu tenaga, bertaruh wanita.

Setelah menciptakan uang, uanglah yang paling bagus dipertaruhkan.

Tapi pertaruhan yang paling besar adalah pertaruhan nyawa orang.

0ooo(dw)ooo0 Tidak dapat dimengerti kenapa Ma Hai Cheng bisa punya begitu banyak uang perak, Li Yuan-wai berdiri disisinya sesudah melihat beberapa saat, telah melihat dia kalah sepuluh lembar lebih cek bernilai lima puluh liang perak.

Di depan muka umum dan ruangan besar, dia tidak berani memakai kekerasan, kelihatannya dia harus menunggu lagi!

Di dalam hatinya sudah memaki-maki delapan belas generasi nenek moyang Ma Hai Cheng.

Disaat Li Yuan-wai mencari akal bagaimana membawa Ma Hai Cheng keluar dan dengan mengompresnya.

Tampak sebuah sinar putih berkilat....

Ma Hai Cheng membelalakkan mata, jatuh di depan mejanya.

Seketika itu juga terjadi kekacauan di dalam ruang perjudian.

Li Yuan-wai, dengan cepat membalikkan kepala, terlihat begitu banyak orang, ada laki-laki ada perempuan, sama sekali tidak dapat membedakan siapa yang melempar senjata gelap itu, dan juga senjata gelap yang bagaimana?

Kenapa sampai sedikit suara membelah angin pun tidak ada?

Ma Hai Cheng mati begitu saja, mati di depan mata Li Yuan-wai.

Orang di dalam perjudian sudah bubar, siapa pun takut terlibat.

Tentu saja Li Yuan-wai mengikuti orang-orang, keluar dari Perjudian Fu Ling.

Hanya tidak ada seorangpun yang melihat dia dengan cepat mencabut sebuah jarum yang sangat besar dari belakang kepala Ma Hai Cheng.

Hanya karena Ma Hai Cheng kepalanya botak, walau hanya sebesar kacang wijen darah yang merembes keluar, juga tidak bisa lolos dari tajamnya mata Li Yuan-wai.

Dia sudah kembali ke jalan kecil utara.

Sebuah jalan jika dalam satu malam telah mati tiga orang, suara tangisnya bisa menggema keseluruh kota, tidak bisa dibayangkan nanti jika ditambah satu lagi, keadaannya akan bagaimana.

Orang mati biasanya ditaruh di dalam rumah, anggota keluarga menangis diruang duka.

Persis seperti yang diduga Li Yuan-wai, dia juga dengan lancar membuka genteng masuk ke dalam rumah.

Persis seperti yang diduga Li Yuan-wai, di tangannya sekarang telah bertambah tiga batang jarum bordil.

0ooo(dw)ooo0 Tidak aneh jika laboratorium tidak dapat menemukan sebab kematiannya, bukan saja empat orang ini luka mematikannya ada di dalam rambut di belakang kepala, juga senjata yang mematikannya sudah diambil oleh Li Yuan-wai.

Juga sudah dalam dugaan Wang Dai yang pintarnya sampai keluar minyak, juga orang yang ternama di seluruh dunia Polisi Setan Tie Cheng Gong dua orang semuanya tidak mendapatkan penyebab kematiannya.

0ooo(dw)ooo0 Cara membunuh orang ada lebih dari ratusan, bisa memikirkan dengan cara mematikan yang tanda-tandanya sulit diketahui orang, orang ini pasti sangat pintar, orang yang sangat menakutkan.

Jarum bordil tidak menakutkan orang, tapi jika seluruh jarum telah masuk ke dalam belakang kepala tentu bisa mematikan seketika, jadi akan ketahuan jarum bordil bukan hanya untuk membordil saja, tapi juga berguna sebagai semacam senjata gelap yang mematikan.

Li Yuan-wai dengan teliti membungkus dan menyembunyikan empat jarum itu.

Ketika bertemu dengan Xiao Dai, tidak tahu sebab apa dia tidak mau memberitahu bahwa dia telah menemukan senjata yang membunuh empat orang itu, sampai berpurapura seperti baru saja mendengar beritanya, dan siap berangkat untuk melihatnya.

Xiao Dai terus berkata bahwa pembunuh yang bersembunyi ini sangat menakutkan, juga sudah memberitahu Li Yuan-wai dan Polisi Setan Tie Cheng Gong yang datang karena masalah Ershao, dia telah berjanji dengannya pada waktu dan tempat akan bertemu mereka.

Dua orang ini bukankah sahabatnya yang paling baik?

Kenapa dua orang ini masing-masing menyimpan rahasia?

Dan semua rahasia ini sebenarnya adalah rahasia yang tidak perlu disembunyikan.

Jika hubungan teman sudah sampai tingkat demikian, apakah tidak menjadi mengecewakan?

Tapi kelakuan mereka berdua sedikitpun tidak terlihat ada jurang pemisah, atau ada timbul perasaan tidak senang.

0ooo(dw)ooo0 BAB Kakak dan adik sama-sama baik.

Beberapa tahun lalu.

Disatu senja hari.

Disatu kota kecil biasa, di jalan raya depan kota kecil dipinggir sebuah kebun bambu.

Dua anak kecil yang baru berusia delapan-sembilan tahun sedang berkelahi.

Yang satu sedikit gemuk, yang satu lagi tinggi kurus.

Keduanya berkelahi sampai lupa diri....

Seorang tua dengan sepasang tangan yang mantap dengan kuat memisahkan mereka berdua, setelah menanyakan alasan mereka berdua berkelahi, dijawab bahwa alasannya hanya karena saling mengejek nama, orang tua itupun tertawa.

Dengan satu tangan menuntun satu orang mereka duduk di bawah.

Orang tua itu mengutarakan kata-kata yang masuk akal!

Sehingga kedua anak itu menjadi malu dan menundukkan kepala.

Setelah melihat kedua anak saling memeluk dan juga bersumpah selanjutnya tidak akan berkelahi lagi, baru orang tua itu sambil tertawa, pergi meninggalkan mereka.

Itulah cerita tentang Wang Dai, Li Yuan-wai dengan Yuan Ling bertiga.

Di belakang hari, dua orang anak itu tumbuh besar dan masing-masing mendapat seorang guru hebat, saat bertemu lagi didunia persilatan, Yuan Ling sudah dipanggil orang dengan hormat sebagai Yuan Ershao.

Kebetulan sekali dalam satu pertemuan Wang Dai dan Li Yuan-wai bertemu dengan Yuan Ling, saat itu Yuan Ling sudah tidak mengenal mereka lagi, tapi Wang Dai dan Li Yuan-wai masih mengenalnya.

Setelah itu mereka bertiga menjadi sahabat lagi, sahabat yang sungguh-sungguh, sahabat yang tidak mempersoalkan untung rugi.

Walau Wang Dai di kemudian hari memperoleh julukan Tangan Cepat Xiao Dai, Li Yuan-wai juga telah menjabat sebagai Pengawas bagian hukum Gai-bang, tapi kecuali famili terdekat, orang luar tidak tahu bagaimana persahabatan di antara mereka bertiga.

0ooo(dw)ooo0 Setelah habis mendengar ceritanya, Polisi Setan Tie Cheng Gong baru tahu bahwa Xiao Dai dan Li Yuan-wai sama dengan dirinya, semua adalah temannya Yuan Ershao, karena masalah Yuan Ershao mereka sekarang datang.

Kepandaian dan ilmu silat ketiga orang ini semuanya nomor satu didunia persilatan, tapi terhadap masalah Ershao mereka tidak tahu apa-apa, empat hari lagi dari jadwal eksekusi, mereka masih belum bisa berbuat apa apa.

Sehingga Xiao Dai sebentar-sebentar meloncat, Polisi Setan geleng-geleng kepala, Li Yuan-wai berteriak-teriak gelisah.

0ooo(dw)ooo0 Rumah Yan letaknya di jalan kecil Utara.

Disebuah bangunan yang sederhana, kedua sampingnya ada dua kamar.

Begitu duduk di dalam ruangan, menatap meja makan ditengah ruangan, di atasnya ada bunga segar dan buahbuahan, ada plat yang bertuliskan "Tempat arwah almarhum suami Tuan Yuan Di", Polisi Setan tampak sedang merenung tidak bisa berbuat apa-apa.

Janda yang ditinggalkan Yuan Di bermarga Zhao, dia berpakaian putih, dikepalanya ada bunga beludru putih, dia keluar dari dapur sambil membawa baki dengan masakan di atasnya.

Orang yang pekerjaannya menyelidiki perkara biasanya mempunyai sepasang mata yang tajam, Polisi Setan juga tidak terkecuali, dia sudah melihat sepasang mata janda Zhao sedikit merah, rambutnya sedikit kacau, mungkin sudah menangis habis-habisan.

Janda Zhao itu berumur kira-kira dua puluh tiga-empat, wajahnya cantik seperti lukisan dibuku, tapi di mata Polisi Setan selalu merasa ada yang tidak beres pada dirinya, sepertinya wanita ini memberi kesan pada orang, dia sedang berpura-pura.

"Aku belum tahu ada hubungan apa tuan dengan almarhum suamiku! Sehingga merepotkan anda datang dan banyak mengeluarkan biaya, aku sangat berterima kasih sekali."

Habis berkata itu dia memberi salam.

"Nyonya ramah sekali, semua terjadi karena aku terlalu sembrono. Dulu aku dengan Yan Dashao (Tuan muda tertua) pernah berhubungan bisnis, jadi sudah lama kenal, kami sering berhubungan, dua tiga tahun terakhir ini karena sama-sama sibuk dan tidak tinggal disatu tempat, hubungan kami jadi sedikit renggang, maaf, berita duka ini terlambat aku dengar, beberapa bunga dan buah-buahan ini tidak seberapa harganya, aku harap Nyonya dalam keadaan baik sekali."

"Boleh tahu siapa nama Tuan?"

"Aku Tie Cheng Gong."

"Tuan Tie bagaimana bisa tahu aku tinggal di sini?"

"Ini.... aku mendengar seorang teman mengatakannya."

"Siapa teman Tuan Tie?"

"Ini.... nyonya belum tentu kenal dirinya, dia hanya seorang persilatan."

Sepasang mata janda Zhao sepertinya ingin memandang tembus diri Polisi Setan Tie Cheng Gong, membuat Tie Cheng Gong jadi malu.

Jika orang berbohong, hatinya pasti kosong.

Tie Cheng Gong dengan jelas tahu teori ini, jadi dia tidak berani bertatapan muka dengan nyonya besar yang bermulut tajam ini.

"Tuan Tie, aku pikir jika Tuan ada masalah yang ingin ditanyakan, silahkan katakan saja! Asalkan aku tahu, aku pasti memberitahukan pada Tuan."

Setelah berkata itu wajahnya seketika menjadi merah hijau, Tie Cheng Gong sama sekali tidak bisa membayangkan, bagaimana suatu hari dia bisa mendengar kata-kata yang begitu tajam, dan lagi orangnya sudah mengetahui kebohongan dirinya.

Kata-kata bohong seorang laki-laki jika terbongkar, perasaannya sama seperti orang tidak memakai celana di depan orang, apalagi lawan bicaranya adalah seorang wanita, didunia ini rasanya tidak ada lagi hal yang lebih dari 'Bau beras kering'.

Ceritanya akan lain, jika orang punya kebiasaan bicara secara terbuka.

Mungkin hanya Polisi Setan Tie Cheng Gong yang mempunyai masalah seperti ini!

"Sudah menjadi tugasku penyelidikan perkara ini, dalam masalah pribadi, aku dengan Yuan Ershao adalah teman lama, aku ingin sedikit membantu dia."

"Buktinya sudah jelas, perkaranya seberat gunung. Tuan Tie jika kau menaruh curiga, kau bisa membuka berkas dikantor pengadilan, atau bisa juga pergi menanyakan pada binatang berwajah manusia yang hatinya baik itu, walau aku seorang wanita lemah, Nama 'Polisi Setan' tidak akan menakutkan aku, silahkan tanya saja!"

"Nyonya, kejadian sebenarnya kau yang paling tahu, aku tidak mengerti apa alasanmu berbuat begini? Tapi ada satu hal yang aku yakin, yaitu kau pasti bisa bersilat, juga tidak lemah, kau bisa beritahukan padaku kapan kau mulai belajarnya?"

"Aku tidak bisa bersilat, pelayan keluarga Yuan dan orang yang kenal aku semuanya tahu, apa kau kira kau telah melihat....?"

"Ini adalah perasaanku, tentu saja aku sekarang juga bisa mencobanya, seperti yang kau katakan, sekarang perkara ini buktinya seperti gunung, walau pun dapat membuktikan kau bisa bersilat, juga tidak akan mempengaruhi apa apa, tapi perkara ini tidak akan merubah Ershao menerima hukuman lalu jadi selesai, aku tetap akan menyelidik dan membuktikannya."

"Betulkah? Aku harap gelar Polisi Setan jangan hancur di kota kabupaten Ping Yang ini."

"Aku ingin bertanya, seorang perempuan biasa bagaimana bisa tahu aku adalah Polisi Setan?"

"Itu adalah rahasiaku, kau juga bisa menyelidiknya bukan!"

"Nyonya, masih ada empat mayat lagi, permisi."

"Baik, aku sudah lama keluarkan perintah mengusir tamu, silahkan."

"Menyesal sekali, aku telah terlalu lama mengganggu, aku pasti akan kembali, dan lagi akan sangat cepat, harap lain kali saat aku datang lagi, kau bisa ganti sepasang sepatu, sepasang sepatu kecil kulit rusa ini, sepertinya kurang cocok dengan dandananmu."

Polisi Setan sedang duduk di dalam kedai teh, dia sedang menunggu Xiao Dai dan Li Yuan-wai, dibenaknya terisi bayangan janda Yuan Dashao.

Apa benar seorang wanita demi harta warisan jadi mencelakai adik ipar sendiri?

Yuan Ershao tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu, tapi kenapa dia tidak mau membela diri?

Apa seorang ibu tega meracun anaknya sendiri?

Bagaimana cara matinya Yuan Dashao?

Wanita ini diluaran tidak seperti berita yang terdengar bahwa dia tidak bisa bersilat, masalah ini apakah Yuan Ershao tahu?

Tadi saat pergi, dia menangis, untuk siapa dia menangis?

Semua masalah ini seperti benang kusut, untuk mengurainya mungkin tidak akan selesai dalam waktu singkat, dia hanya berharap Wang Dai dan Li Yuan-wai bisa cepat datang, hingga mereka bisa bersama-sama menyelidik masalah yang rumit ini.

0ooo(dw)ooo0 Tinggal tiga hari lagi.

Seorang yang ternama didunia persilatan, seorang pendekar muda yang paling muda akan dipenggal kepalanya dikota kabupaten Ping Yang ini, karena tersangkut perkara.

Berita ini akhirnya tersebar juga, bagaimana bisa tersebarnya?

Tidak ada orang yang tahu, juga tidak ada orang yang menyelidiknya, biar bagaimana pun beritanya sudah tersiar kedunia persilatan.

Sehingga....

Dunia persilatan bergolak.

Dunia persilatan menjadi ramai.

Dalam satu malam kota kabupaten yang sangat kecil ini menjadi ramai, setiap penginapan penuh dengan pelancong dan tamu dari orang orang dunia persilatan.

Orang-orang yang terlambat mendapat berita ini, tetap menyusul datang ke kota kecil ini, mereka seperti mengejar kehidupan, begitu terburu-buru seperti takut ketinggalan.

Tapi orang-orang ini, kebanyakan adalah hanya ingin melihat keramaian saja, tentu saja tidak sedikit pula, yang punya tujuan lain, apa tujuan mereka, tidak ada seorangpun yang tahu.

Manusia memang mempunyai satu penyakit yang sama yaitu suka akan keramaian, seperti "Tinggal diseberang melihat kebakaran".

"Menonton harimau berkelahi dari belakang gunung", semua menjelaskan penyakit setiap manusia. 0ooo(dw)ooo0 Tempat yang banyak orang, pasti banyak orang menggunakan kesempatan berjualan, tentu saja yang berjualan makanan juga yang paling banyak. Tapi pernahkah kau melihat orang berjualan makanan di tempat orang mati? Jika ada, orang ini pasti seorang gila, cara orang gila melakukan sesuatu pekerjaan, orang normal tentu saja tidak bisa menduganya. Menggelar barang dagangan di depan rumah orang yang sedang berduka cita, bukankah bisa dikatagorikan sebagai orang gila? Sebuah jalan kecil di utara, diseberang jalan agak kepinggir dari pintu rumah Yuan, di bawah talang air, ada sederetan rumah yang pendek bangunannya, ada seorang pendek menggelar dagangannya, tidak ada meja, hanya di depan dagangannya ditaruh lima enam kursi berkaki tinggi, yang dijualnya adalah tahu bau. Jika dilihat dengan lebih teliti, ternyata orang itu adalah Li Yuan-wai. Dia tidak perlu menyamar, karena tubuhnya sudah seperti pedagang kecil, apalagi pakaiannya agak kotor. Tanggungan barangnya adalah hasil dia berusaha sendiri dengan meminjam lima liang perak pada Wang Dai, jika dihitung lima liang perak ini, jumlah hutang dia pada Wang Dai sudah ada tiga puluh delapan kali lima liang perak, walau Wang Dai tidak pernah membuka mulut menagih, namun Li Yuan-wai sendiri yang sering mengucapkannya, karena dengan demikian baru dia dapat menyatakan dirinya masih sering mengingat akan hutangnya. Tidak perduli punya uang untuk bayar hutang atau tidak, asal berniat membayar, walau hanya mengatakannya dimulut, orang yang meminjamkan uang tentu akan tenang dan gembira, biasanya jika sudah menerima uang yang dipinjamkan, sudah seperti bapau daging dilempar ke anjing, mati-matian tidak mau mengaku meminjam. Mungkin dalam pikiran mereka, pasti pada suatu hari anjing akan bosan makan bakpau daging! Bisnis Li Yuan-wai lumayan juga, semua itu karena berita yang tersebar bahwa nyonya besar keluarga Yuan sudah meninggalkan Perumahan Hui Yuan dan pindah kesini. Seharian ini tidak tahu ada berapa banyak orang tidak putus-putusnya datang untuk mengucapkan bela sungkawa atas kematian Yuan Di Yuan Dashao, walau Dashao sudah mati hampir satu tahun dan sudah lama dimakamkan, beritanya malah baru-baru ini tersebar, di depan meja sembahyang arwah menyatakan bela sungkawa adalah satu niat. Yuan Dashao sewaktu hidup namanya walau tidak setenar Ershao, tapi sifat dia royal, suka membantu orang, hingga dirinya mendapat julukan Wu Hui Yuan. Wu Hui artinya adalah pasti tidak akan pulang dengan tangan kosong. Li Yuan-wai menggelar dagangan dan menjual tahu bau, ini adalah hasil perundingan Polisi Setan dan Tangan Cepat Xiao Dai, tujuannya adalah untuk mengawasi gerak-gerik nyonya besar keluarga Yuan, karena setelah Polisi Setan mengetahui dia bisa bersilat, selalu mengganggu pikirannya, dalam ingatannya, juga hasil dari dia pergi menyelidik ke perumahan Hui Yuan, semua orang tidak pernah mendengar nyonya Yuan bisa bersilat. Dari pagi sampai sore, janda Yuan Dashao selangkah pun tidak pernah keluar dari pintu. Tahu bau Li Yuan-wai malah telah terjual sampai lima, enam liang perak. Tidak ada orang yang dapat mengenal Li Yuan-wai, tentu saja, siapa yang mau memperhatikan seorang penjual jajanan? Jika ada orang yang tahu di sini Li Yuan-wai menjual tahu bau, mungkin gelaran dagangannya sudah hancur oleh desakan orang-orang, karena dia punya Jiao Hua Ji dan Qing Dun Geu Rou sudah ternama, jadi tahu baunya tidak akan terlalu jauh kwalitasnya. Mengawasi orang juga adalah sebuah ilmu, bukan saja harus tahu betul jejak semua orang yang diawasi, lebih-lebih harus mengetahui juga siapa saja yang pernah dia ajak bicara, dan juga kegiatannya. Li Yuan-wai didaerah Choan Shia sudah berkelana lama, setiap orang yang punya nama di dunia persilatan boleh dikatakan dia pasti kenal, itu juga alasan mengapa dia ditugaskan menjadi pengawas hukum di Gai-bang. Malam sudah larut, orang yang datang menyatakan turut bela sukawajuga sudah sedikit. Disaat itulah.... Li Yuan-wai melihat kejadian menarik. Seorang laki-laki bertopi lidah lebar tergesa-gesa masuk ke dalam rumah Yuan. Mata, hidung, dan wajahnya semua tertutup oleh lidah topi, yang terlihat hanya dagunya saja, perawakannya sedang. Melihat pakaian dan dandanannya sepertinya dia seorang persilatan. Dari luar terlihat dengan jelas orang itu maju ke depan mengambil hio sembahyang, janda Yuan Dashao dipinggir menghormat, yang aneh adalah seharusnya sembahyangnya cepat selesai, tapi setelah menghabiskan waktu sampai seperminuman satu cangkir teh, masih belum ada tandatanda orang itu mau pergi, kenapa begitu? Jawabannya hanya ada satu kemungkinan, yaitu orang itu sedang berbicara secara pelan dengan janda Yuan Dashao. Setelah menunggu seharian dan melihat kejadian ini, Li Yuan-wai jadi perhatian, walau tidak tahu apa yang dibicarakan mereka, tapi melihat dandanan orang yang misterius, di dalamnya pasti ada sesuatu yang aneh dan mencurigakan. Sekitar waktu habis makan nasi, orang itu lalu melangkah keluar, janda Yuan Dashao juga segera menutup pintu.

"Ta.... hu.... bau."

"Tuan, ambillah sepiring! Tahu digoreng dadakan."

Teriakan Li Yuan-wai sungguh sangat mirip, dia menampilkan tawanya yang khas, berkata pada orang yang datang bertopi itu.

"Hartawan Li, kau sungguh bersemangat, sesudah berdagang seharian, sudah waktunya pulang beristirahat."

Orang itu menjawab tidak memalingkan kepala, sambil berjalan menjauh sambil bicara.

Mulut Li Yuan-wai menganga besar, tawa Li Yuan-wai yang biasanya sangat lucu, sekarang malah memberi kesan bahwa dia telah menemukan hal yang diluar dugaannya, persis seperti dirinya tidak hati hati telah menginjak kotoran anjing.

Li Yuan-wai sudah seharian berjualan tahu bau, tidak ada satu orang pun yang mengenali dirinya, sekarang orang yang tidak jelas wajahnya, begitu berkata telah membongkar rahasia dirinya, dia merasa terkejut, sulit dibayangkan.

Dia melihat orang itu sudah berjalan hampir sampai ke ujung jalan, dan segera akan bergabung dengan orang-orang yang ramai di jalan raya.

Li Yuan-wai berteriak lagi, suaranya sangat besar sekali.

"Tahu bau, lah.... tahu bau, lah...."

Dua suara pendek, hanya huruf "lah"

Di belakang suaranya berirama panjang.

0ooo(dw)ooo0 Menunggu adalah semacam siksaan, apa lagi menunggu yang tidak tahu kapan selesainya.

Wang Dai sudah menunggu seharian, mulai dari Li Yuan-wai memikul tanggungannya, mulai jualan tahu bau, dia sudah duduk di dalam kedai makanan kecil ini.

Tempatnya diseberang tepat berhadapan dengan tempat jualan Li Yuan-wai.

Uang adalah barang yang menjadi kesayangan semua orang, dengan uang setan pun bisa mendorong gilingan, apa lagi manusia.

Makanya saat Bos toko kecil melihat cek dari bank Da Feng sebesar seratus liang perak berada di tangannya, jangan kata hanya menyewa tiga hari toko kecilnya, walau sepuluh hari atau setengah bulan, dia juga tidak akan berkata dua kali, dengan senang hati dia mempersilahkannya.

Teko arak di atas mejanya berserakan, satu di timur satu di barat mungkin sudah ada lebih dari sepuluh teko, kulit kacang juga bertaburan dimana-mana, disaat Xiao Dai diserang kantuk, dia mendengar teriakan Li Yuan-wai yang berbeda dengan yang pertama.

Dia melihat lewat jendela, tepat melihat orang yang bertopi lebar itu dengan cepat bercampur dengan orangorang.

Sekejap saja matanya yang mengantuk menjadi segar, dibandingkan orang biasa lebih segar lagi, dia segera mengejarnya, tapi orang itu sudah menghilang dikerumunan orang.

0ooo(dw)ooo0 Seseorang jika sudah sadar akan mati hidupnya, maka terhadap segala sesuatu urusan dunia, dia sudah tidak akan bersemangat lagi.

Orang yang bisa bunuh diri, tentunya seorang yang sabar.

Menghabisi nyawa orang mungkin tidak sulit, tapi jika menggunakan tangan sendiri, untuk mengakhiri nyawa sendiri, itu akan memerlukan keberanian yang cukup dan tabah.

Jika ada orang bunuh diri sekali tidak berhasil, akan dicoba kedua kalinya, ketiga kalinya, orang yang sudah bertekat untuk mati, siapa pun tidak akan dapat mencegahnya, juga tidak ada cara untuk mencegahnya, kematian ada kalanya buat seseorang bukanlah suatu akhir, tapi suatu permulaan.

0ooo(dw)ooo0 Yuan Ershao di dalam penjara telah mati bunuh diri....

Dia mati menabrakan diri pada tembok, keningnya hancur berantakan, wajahnya juga hampir tidak bisa dikenali lagi....

Matinya, jadi lebih meyakinkan kesalahannya....

Apakah dia takut akan dosanya jadi bunuh diri?

Atau malu bertemu orang?

Semua sudah tidak penting, karena orangnya sudah mati....

Seorang jantan tentu sulit dibunuh lawannya, meskipun sudah bersujud menyodorkan leher menunggu orang memenggalnya.

Dalam keadaan demikian, matinya seorang jantan, hanya dia sendiri yang bisa melakukannya.

Orang-orang persilatan yang datang melihat keramaian di kabupaten Ping Yang, merasa tidak menduga akhirnya akan jadi begini, rasa menyesal dan menyayangkan terdengar dimana mana, kebanyakan yang menyesal adalah mereka yang tidak bisa melihat wajah Yuan Ershao yang menggemparkan Jiang Nan, wajah yang tampan dan gagah itu.

Kebanyakan yang merasa kecewa adalah karena tidak dapat menyaksikan bagaimana hati dan ekspresi seorang pahlawan muda sebelum dieksekusi.

Siapa bilang manusia bukan makhluk yang paling kejam?

Di hati yang paling dalam, pembunuhan dan bau amis darah hampir setiap orang suka melihatnya.

Selesai mayatnya diotopsi, seluruh administrasi telah diselesaikan.

Mayat Yuan Ershao diserahkan pada satu satunya tuan rumah keluarga Yuan yang sekarang....

janda Yuan Dashao.

Jalan kecil Utara segera menjadi makin ramai, dari pagi sampai malam kelompok orang orang persilatan, tidak pernah putus-putusnya datang ke rumah Yuan untuk mengucapkan turut berbela sungkawa pada Yuan Dashao dan Yuan Ershao.

Orang yang punya perhatian bisa melihat janda Yuan Dashao sepertinya lebih sedih atas kematian Yuan Ershao dibandingkan Yuan Dashao, orang lain mungkin tidak ada perasaan ini, tapi perasaan pengurus rumah Yuan, orang tua Qian lain lagi.

Orang tua Qian ingat saat mayat tuan muda besar diantar ke rumah, nyonya besar malah tidak meneteskan air mata, tapi ketika menerima mayat Ershao, setelah melihat tahi lalat merah dipergelangan tangan kanannya Ershao, nyonya besar malah menangis tersedu-sedu dan hampir pingsan, keadaan yang tidak biasa ini, hanya bisa bergumam di dalam hati saja.

0ooo(dw)ooo0 Jika anjing melihat mulut seekor anjing lainnya sedang menggigit tulang, dia pasti akan menerkam merebutnya.

Seperti manusia, tidak bisa melihat janda kaya, melihat orang lain menjadi kaya, pasti matanyajuga akan menjadi merah.

Pagi-pagi sekali, saat Li Yuan-wai sedang memikul tanggungannya dan bersiap-siap berjualan di depan rumah Yuan, siapa tahu begitu tiba di tempat berjualannya, sudah ada dua puluh satu gelaran dagangan mendahuluinya, hampir semua jenis makanan ada, lebih-lebih lagi dia menemukan ada juga orang yang berjualan tahu bau, seluruh jalan kecil yang pendek itu hampir penuh dengan orang yang berjualan.

Dia merasa sudah berjalan paling pagi, tapi ternyata ada orang yang berjalan lebih pagi lagi.

Li Yuan-wai menjadi bengong, mungkin seluruh pedagang makanan kecil di seluruh kabupaten semuanya datang berjualan di sini, tidak bisa dibayangkan perasaannya dan dia tidak dapat berbuat apa apa.

Melihat tempat dia berjualan kemarin sudah di tempati oleh orang yang berjualan teh, dia sama sekali tidak punya akal, memangnya juga!

Dirinya mengandalkan apa marah pada orang itu?

Disaat susah menentukan mau mundur atau maju, Tangan Cepat Xiao Dai"

Entah datang dari mana tiba-tiba saja muncul, dengan tersenyum mendatangi salah seorang penjual teh yang sedang berjualan, memberikan selembar cek dan jempolnya menunjuk kearah luar.

Tampak penjual teh melihat keatas cek, sepasang matanya melotot, tidak melihat mengatakan sepatah kata pun, dia memikul dagangannya langsung melangkah keluar.

Li Yuan-wai buru-buru maju ke depan merebut kembali tempatnya.

"Sungguh sangat berharga tempat ini."

Xiao Dai tertawa pada Li Yuan-wai, sambil kembali ke toko makanan kecil yang kemarin dia sewa.

0ooo(dw)ooo0 Saatnya menyalakan lampu.

Tidak ada rasa ragu-ragu dan tidak ada rasa bersalah, kali ini Polisi Setan dengan leluasa mendatangi lagi rumah Yuan Dashao di jalan kecil Utara.

Orang telah datang walau bagaimana pun itu adalah tamu.

Orang tua Qian dan janda Yuan Dashao segera mempersilahkan Polisi Setan mengambil hio untuk sembahyang.

Polisi Setan mengusap dagunya, sedikit tidak sungkan berkata.

"Nyonya, aku ada satu permohonan."

Penampilannya sedikit lusuh, janda Yuan Dashao dengan perasaan sedih berkata.

"Orangnya sudah mati, jadi segala penghinaan dan nama buruknya sudah tidak ada artinya lagi, aku tidak mau banyak bicara, jika kau ingin menemuinya, dia ada di belakang meja sembahyang, orang tua Qian bisa menemanimu."

"Terima Kasih."

"Tidak usah, aku tidak ada alasan menghalangimu, juga tidak pantas mencegahmu, makanya kau tidak perlu terima kasih padaku."

"Bukan begitu, setelah Ershao meninggal, semuanya masih harus mengandalkan mu mengurusnya, malahan kami sebagai temannya tidak dapat membantu apa-apa."

"Aku tidak mau mengatakan aku berjasa, di sini tetap masih tanah warisan leluhur Yuan, semua urusan setelah dia mati malah orang tua Qian yang harus tanggung jawab, terus terang saja, sekarang orangnya sudah mati, sudah seharusnya aku meninggalkan rumah Yuan, aku belum pergi bukan untuk menunggumu, urusan pribadi atau urusan umum kau pasti ingin bertanya, tapi tetap seperti kata-kataku dulu, yang dapat aku katakan akan aku katakan, yang tidak dapat kukatakan tidak akan kukatakan, Polisi Setan harus menyelidik sendiri, kau curiga ada alasannya sendiri, aku juga ada alasan tidak bisa mengatakannya, kau adalah teman akrabnya, apa lagi aku adalah kakak iparnya, masalah tidak berperasaan, kau juga harus dapat maklum."

Perasaan yang tidak dapat diucapkan adalah perasaan yang paling tidak enak.

Polisi Setan mempunyai perasaan ini, tapi pertanyaan yang terlalu banyak juga harus perempuan ini yang bisa menjawabnya, sungguh dia tidak ingin bertanya, tapi tidak dapat tidak harus bertanya.

"Apakah benar Yuan Dashao sudah mati?"

"Dikepala mu ada satu kutu."

Pertanyaannya mendadak, jawabannya ngawur.

Pertanyaannya kurang hormat, jawabannya kurang ajar.

Orang yang lebih pintar, kadang kala makin bodoh.

Benar saja Polisi Setan menggaruk-garuk kepalanya.

Tentu saja dia tidak dapat menggaruk apa apa, karena kepala dia hampir botak.

Sehingga wajahnya jadi merah.

Orang yang mengatakan lelucon, harus dirinya tidak tertawa baru leluconnya bagus.

Nyonya besar seperti tidak terjadi apa-apa, wajahnya dingin menatap pemandangan ini.

0ooo(dw)ooo0 Memang, sudah jelas orang telah menjanda hampir satu tahun, dengan tanpa pikir menanyakan dia, benarkah suami mu sudah mati?

Orang ini jika bukan idiot, pasti orang gila.

Mana ada seorang wanita ingin jadi janda?

Dimana lagi ada wanita yang tidak mengenal suami sendiri?

Walau curiga, ini juga bukan pertanyaan yang dapat sembarangan ditanyakan, ini hampir tidak berbeda jauh dengah pertanyaan "Apa kau selingkuh dengan orang?"

Polisi Setan tidak idiot, lebih-lebih tidak gila.

Jadi tidak aneh, janda Yuan Dashao dengan tidak kentara meledek dia.

0ooo(dw)ooo0 Akhirnya tetap saja satu jawaban.

Untung saja sinar lampu yang redup menutupi wajah tuanya yang merah seperti pantat kera.

Sampai orang tua Qian juga mengagumi kesabarannya, diam-diam dia mengeluh berkata.

"Dua belah rusuknya tertancap pisau." 0ooo(dw)ooo0

"Anakmu Yuan Xing yang berumur empat tahun, benarkah dia yang meracunnya sehingga mati?"

Polisi Setan mengajukan satu pertanyaan lagi.

"Bukan."

Baru saja selesai bertanya, polisi Setan sudah sadar, dia telah melakukan kesalahan yang sama lagi, dia kesal sendiri, tidak tahu akan mendapat reaksi apa.

Satu kata ini, sungguh seperti dua halilintar disiang hari bolong menyambar dirinya sampai matanya berkunang kunang.

Mulutnya menganga bengong.

Apakah kau pernah lihat seorang nenek tua di dalam kerumunan orang banyak, bagaimana ekpresinya saat pantatnya dicolok dan diraba oleh seorang sembrono dari belakang?

Jika pernah melihatnya, itulah ekspresi Polisi Setan saat ini.

Siapa pun tidak akan menyangka jawaban janda Yuan Dashao adalah satu kata ini.

Orang tua Qian jugajadi bengong.

"Aku juga tidak tahu kenapa kematian Xing Er dituduhkan pada dia? Ini jelas salah paham. Pagi itu Xing Er mati, kejadiannya dia mati karena keracunan, tapi bukan karena diracun orang, tapi karena keracunan makanan."

Ini adalah salah paham? Salah paham yang sangat menakutkan! "Nyonya, bisakah menceritakannya lebih jelas lagi?"

Polisi Setan seperti menemukan pusaka, buru-buru berkata.

"Saat itu pengadilan dan pak Bupati tidak menyelidik dengan teliti, mungkin pejabat pembukuan mengira Xing Er diracun oleh dia, sampai aku juga mengira begitu, bukti Xing Er keracunan makanan adalah kejadian baru-baru ini."

"Apakah kau tidak pergi menjelaskannya? bagaimana kau bisa membuktikan bahwa Xing Er keracunan makanan?"

Polisi Setan bertanya lagi.

"Papan sudah menjadi perahu, hukuman mati telah dijatuhkan, kurang satu hukuman juga tidak berpengaruh, ketika Xing Er mati keracunan kebetulan saat itu aku sedang mempelajari buku bagian kesehatan dan dasar penting pengobatan tradisional, baru aku menemukan Xing Er keracunan makanan."

"Bagaimana ceritanya?"

Polisi Setan tanya lagi.

"Aku ingat pagi itu dia membawa satu ples madu untuk makanan kecil Xing Er, kemudian aku menyuruh Xing Er ke dapur menbantu aku membersihkan bawang. Orang rumah sangat suka makan bawang mentah rangkap kueh, makanya Xing Er juga makan dua buah bawang mentah. Tidak lama kemudian wajahnya menjadi hijau dan mati di pekarangan belakang, keadaannya persis seperti mati diracun orang, tapi penyebab utamanya adalah keracunan akibat makan madu dengan bawang mentah."

Cerita ini, membuat Polisi Setan dan orang tua Qian berdua mendengarnya sampai matanya melotot mulut menganga, tidak tahu harus berbuat bagaimana.

Cerita ini entah dari mana asalnya, dan siapa yang bisa mengerti madu lebah dimakan dengan bawang mentah bisa mematikan orang?

Walau seorang tabib pun belum tentu bisa tahu.

0ooo(dw)ooo0 Jika bukan janda Yuan Dashao yang mengatakannya sendiri, penyebab kematian Xing Er ini pasti diracun oleh Ershao, tidak ada seorangpun yang dapat membela dirinya.

Walau Ershao sudah mati, paling sedikit sudah dibuktikan dia bukanlah seorang yang sudah kehilangan prikemanusiaan, membunuh keponakan sendiri dengan meracunnya.

Tetapi, orangnya sudah mati, berarti masalahnya semua juga hilang, yang akan datang bagaimana, tidak tahu.

Wajah janda Yuan Dashao penuh dengan ekspresi misterius, sepertinya sedang mengenang sesuatu, juga seperti menyesalkan sesuatu.

Hanya sorot mata Polisi Setan yang menatap tajam wajah janda Yuan Dashao dengan penuh pertanyaan dan tidak mengerti, seperti sedang melihat satu gambar sampai terpesona.

0ooo(dw)ooo0 Tiba-tiba dia teringat sesuatu, janda Yuan Dashao juga menyadari udara disekeliling seperti berhenti, di dalam matanya terkilas suatu ketidak tenangan juga seperti tertutup sesuatu, dengan ketakutan dan gelisah dia berkata.

"Jika kau ingin melihat dia terakhir kalinya, sekarang kau sudah bisa pergi melihatnya, aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi, karena yang harus kau ketahui kau sudah tahu sekarang, sisanya ada hubungan dengan masalah pribadi, aku ada alasan untuk tidak memberitahumu."

"Aku mengerti, yang terakhir izinkan aku bertanya, apakah kau bisa menyulam?"

Kata kata ini lebih-lebih membuat orang bengong.

Orang tua Qian sungguh tidak mengerti apakah Polisi Setan ini orang waras atau bukan, dia ingin mengulurkan tangan mengusap keningnya, merasakan apakah dia sedang demam.

Dua pertanyaan terdahulu sudah tidak sopan, pertanyaan terakhir ini lebih lebih gila, apakah perkara Ershao dengan nyonya besar menyulam apa ada hubungannya?

0ooo(dw)ooo0 Sepertinya sulit menjawabnya, janda Yuan Dashao berpikir lama sekali.

"Wanita kebanyakan bisa menyulam, aku adalah wanita."

"Benarkah ada juga wanita yang tidak bisa menyulam?"

"Seharusnya ada."

"Terima kasih atas jawabanmu, aku pikir kita akan bertemu lagi, bukan?"

"Aku sekarang mau pergi, aku juga akan menunggumu, danau Dong Ting, Jun Shan. Orang tua, perumahan Hui Yuan suruh para pelayan jangan ada yang merubahnya, harus tetap seperti semula, nanti ada orang yang akan kembali lagi." 0ooo(dw)ooo0 Polisi Setan tidak jadi pergi kebelakang melihat Yuan Ershao terakhir kalinya, saat setelah janda Yuan Dashao keluar dari pintu, dia terus melihat keluar pintu memikirkan banyak hal. Siapa yang akan kembali lagi ke perumahan Hui Yuan? Dia sendiri? bukankah dia kembali ke danau Dong Ting Qun Shan? Jika bukan dia, ada siapa lagi? Yuan Dashao? Yuan Ershao? Dia kenapa mau memberitahukan pada dirinya penyebab kematian anaknya? Apakah dia mempunyai kepentingan membantu Ershao membersihkan kesalahan meracun keponakan? Tadi dia sedang memikirkan apa? Dan menyesal tentang apa? 0ooo(dw)ooo0

"Tahu bau yo, tahu bau yo...."

Melihat janda Yuan Dashao keluar pintu, Li Yuan-wai juga berteriak lagi, suaranya sangat besar, juga dua suara pendek.

Pas disaat suaranya berhenti, di depannya tercium bau harum, janda Yuan Dashao sudah duduk dibangku.

"Hartawan Li, orang memanggilmu begitu bukan? Tolong kau beri aku satu piring tahu bau, tehnya tidak perlu, baunya terlalu menyengat sudah menyulitkan orang, ditambah lagi dengan yang asam, sungguh aku tidak tahu bagaimana menelannya." 0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai, dipanggil juga Hartawan Li, adalah temanteman persilatan yang memanggil dia demikian. Sekarang wajahnya yang bulat sudah hampir menjadi panjang, sungguh menyesal dirinya menuruti ide bodohnya Tangan Cepat Xiao Dai dan Polisi Setan, dia datang kesini menyamar sebagai penjual tahu bau, tujuannya untuk mengawasi orang, siapa tahu dirinya malah diketahui orang, dia yang seharusnya barada di tempat gelap malah ada di tempat terang. Bukankah ini sama dengan doger monyet? Kemarin, pria yang bertopi itu sudah tahu akan dirinya, hari ini dia tadinya sudah tidak ingin menyamar lagi, justru Xiao Dai dan Polisi Setan mengatakan telah menunggu semalaman tidak melihat orang itu balik kembali, jadi tidak akan ada orang yang melihat penyamarannya lagi, sekarang pemeran utama wanitanya telah muncul, malah mau makan tahu bau nya lagi, jual atau tidak jual? 0ooo(dw)ooo0 Sesudah tertawa, wajah Li Yuan-wai kembali jadi bulat lagi, tawa khasnya tetap ada. Karena sudah terpikirkan olehnya dirinya tidak pernah melihat satu pagelaran sandiwara sampai setengah jalan tidak diteruskan lagi. Dan dia juga teringat ada seorang wanita pernah mengatakan padanya.

"Hartawan Li! apakah kau tahu asalkan wanita, mereka semua akan terpesona sampai tidak bisa berkata melihat tawamu?"

Maka dia tertawa.

"Nyonya muda besar, kau duduklah sebentar, tahunya aku ambil yang sedikit lebih tua dan wangi, aku akan menggorengkan lagi untukmu."

Menampilkan tawa yang menurut dirinya paling setimpal, mewakili Li Yuan-wai.

Tapi dia lupa satu hal, tidak ada seorang laki-laki pun yang bisa ketika sedang menangis tiba-tiba menghentikan tangisnya dan berubah menjadi tertawa, 'dari menangis jadi ke tawa' kata kata itu hanya berlaku untuk para wanita.

Disaat dia melihat nyonya besar dalam sekejap sudah duduk di depan dirinya, dia tidak bisa melihat ekspresi wajahnya sendiri, yang tidak lebih bagus dibandingkan saat menangis, sekarang mana bisa dia menampilkan tawanya yang sangat memikat itu.

0ooo(dw)ooo0 Dua orang yang tidak pernah bertemu, apa lagi seorang lelaki dan seorang perempuan, apa lagi dalam keadaan begini, sepertinya tertawa adalah jembatan yang paling bagus.

Nyonya muda besar tertawa, setelah melihat Hartawan Li tertawa.

Apalah tertawa bisa mempesonakan seluruh kota?

Li Yuan-wai sekarang sudah melihatnya.

Lelaki dengan wanita bertanding tertawa, kira-kira tawa siapa yang lebih memikat, bukankah ini pekerjaan yang gila-gilaan?

Maka Li Yuan-wai kalah, kalah sampai matanya melotot mulut menganga.

0ooo(dw)ooo0

"Tahu aku.... sudah matang."

"Betulkah? matang sedikit supaya mudah dicerna!"

"Yang aku katakan adalah tahu di penggorenganmu."

"Aku juga bilang tahu di penggorenganku."

"Apakah kau bisa beritahu aku, apa alasan kau jualan tahu?"

"Eee, karena ada orang yang suka makan tahuku."

"Apa kau bisa, jika tidak berjualan tahu?"

"Tidak bisa, karena aku sendiri juga suka makan tahu."

"Aku bisa mengeluarkan uang lima puluh kali lipatnya, membeli tempat jualanmu ini."

"Tidak, aku berharap bisajadi tersohor!"

"Mengapa kau begitu angkuh?"

"Benar, sebelum tercapai kehendakku, aku tidak akan berhenti."

Tanpa mencicipinya sedikitpun, janda Yuan Dashao bangkit berdiri, tawanya sudah menghilang, dilanjutkan dengan tawa dingin, sepasang tangan sedikit gemetar.

Li Yuan-wai malah tertawa, kali ini tawanya wajar, mungkin kalau nyonya besar tidak tertawa lagi, tidak ada yang bisa menandingi tawanya.

Ternyata tawa Li Yuan-wai sungguh "memikat", juga sangat seksi.

Tertawa ya tertawa, sepasang tangan Li Yuan-wai ditaruh di atas tanggungan, matanya menatap tajam sepasang mata nyonya besar.

Dua orang itu tegang berdiri di sana, udara pun menjadi tegang.

Situasinya semakin membeku, satu hawa pertempuran yang mematikan mengelilingi tempat jualan ini, lama sekali....

Keringat dikepala janda Yuan Dashao, setetes demi setetes turun ke bawah.

Li Yuan-wai lebih baik sedikit, keringat di wajah juga hanya beberapa butir menempel dikedua sisi hidung yang manis itu.

Siapa pun tidak berani mendahului bergerak, juga tidak berani sembarangan bergerak.

Sebab tidak berani mendahului bergerak adalah karena dua orang ini merasa tidak yakin mendahului bergerak bisa melumpuhkan lawannya, dan lagi jika sekali pukul tidak berhasil, dia akan mendapat serangan balik yang telah dipersiapkan lawannya, serangan baliknya ada kemungkinan satu serangan yang mematikan.

Keduanya tidak berani sembarangan bergerak, bergerak satu gerakan kecil saja bisa memberi peluang pada lawan untuk membalas.

Pertarungan pesilat tinggi sering ditentukan oleh satu gerakan salah yang amat kecil, malah satu nafas yang tidak stabil, urat syaraf disembarang tempat di seluruh tubuh yang mengalami kram, juga akan menjadikan situasi yang sulit dipulihkan.

0ooo(dw)ooo0 Tidak tampak ada senjata kedua orang itu.

Ada kala senjata yang tidak tampak, adalah senjata yang paling menakutkan.

Apa lagi pesilat tinggi, tidak memerlukan senjata untuk mematikan lawan, hanya mengangkat telapak tangan, menendang, sampai angin jari atau satu tiupan tenaga dalam, jangan kata manusia, sepuluh sapi juga dalam sekejap bisa menjadi bangkai yang kaku.

Inilah yang ditakuti dari seorang pesilat tinggi, karena seorang pesilat tinggi seluruh tubuhnya dari atas sampai ke bawah tidak ada satu pun yang bukan senjata, tidak ada satu tempatpun yang tidak bisa mematikan lawan.

0ooo(dw)ooo0 Tangan Cepat Xiao Dai meloncat, setelah dia mendengar dua kali teriakan Li Yuan-wai yang pendek itu.

Dia yang seperti kucing dengan lincah keluar dari dalam toko, tapi dia hanya melihat janda Yuan Dashao, bukan saja tidak melangkah menuju kearahnya, malah sepertinya sedang asyik mengobrol dengan Li Yuan-wai.

Dia menyandar ketembok, tampaknya seperti sedang menunggu seseorang.

Kali ini dia tidak berani sembrono lagi, kemarin dia tidak bisa mengikuti orang bertopi misterius itu, saat malam membicarakan hasil pertempuran, dia mendapat banyak omelan dari Li Yuan-wai dan Polisi Setan.

Hari ini jika tidak dapat mengikuti lagi, dia pasti tidak akan lolos mendapatkan cacian dari dua kura-kura itu, terpaksa dia berlarian disepanjang jalan.

Para pedagang kecil di jalan kecil Utara tiba-tiba terjadi sedikit keributan.

Dalam hati Tangan Cepat Xiao Dai berdebar-debar, tidak tahu apakah dirinya harus menghampirinya dan melihat apa yang terjadi.

Sebenarnya disudut tempat dia berdiri dapat melihat dengan jelas tempat jualan tahu bau Li Yuan-wai, sekarang para pedagang kecil itu sudah mengerubungi membentuk satu tembok manusia, tepat menghalangi pandangannya, melihat keributan mereka, mungkinkah orang berdua orang itu sudah mulai bertarung?

Xiao Dai menyesal, menyesal kenapa tadi pagi tidak mengambil lebih dua puluh lembar cek, mengusir pergi semua para pedagang kecil yang berkerumun yang entah dari mana datangnya, seperti si bopeng penjual teh itu.

0ooo(dw)ooo0 Sebuah busur yang ditarik penuh, jika waktunya terlalu lama akhirnya akan terlepas juga.

Li Yuan-wai berhadapan dengan janda Yuan Dashao, saat ini hawa pembunuhan di antara keduanya, persis seperti busur yang ditarik penuh, busur yang hampir putus.

Keringat Janda Yuan Dashao bercucuran.

Tawa Li Yuan-wai sudah hampir membeku.

Seperti patung bocah mas dan gadis giok dikuil.

Orang-orang yang menonton disekeliling tampak sudah terbawa oleh hawa pembunuhan yang menakutkan itu, mereka juga telah terdesak mundur sekitar satu zhang lebih, wajah setiap orang sudah tertempel selapis salju.

Tiba tiba....

"Ting"

Sebuah suara. Suara sebuah uang tembaga yang jatuh ke tanah. Suara ini tidak besar, tidak diragukan di dalam situasi hening di "medan pertempuran"

Ini, seperti suara guntur. Hawa pembunuhan menjadi buyar.

"Iii!"

Sambil menghembus nafas panjang, janda Yuan Dashao pelan-pelan berkata.

"Hartawan Li, kuakui sekarang aku tidak dapat membunuhmu, mungkin nasibmu sedang baik, tapi ini bukan satu kemenangan yang mutlak. Lewat hari ini, kita pasti akan bertemu lagi, saat itu kau pasti akan kalah, aku sekarang ingin pergi, apakah kau akan menghalangi aku?"

Li Yuan-wai tidak menjawab, hanya menggeleng gelengkan kepala.

Janda Yuan Dashao membalikkan tubuhnya.

Sesaat sebelum pergi dia menatap sekali pada uang tembaga itu, tampak seorang laki-laki yang berpakaian pelajar sedang memungutnya.

Li Yuan-wai juga melihat pada pelajar itu, saat sorot mata keduanya bentrok, disudut mulut orang itu tampak sedikit tersenyum.

Kerumunan orang telah bubar, Li Yuan-wai tetap berdiri di sana bengong dengan keras berpikir.

0ooo(dw)ooo0

"Walau tidak ada hasilnya, tapi satu pertempuran yang menegangkan telah berlangsung."

Entah kapan Polisi Setan sudah datang disisi Li Yuanwai berkata.

"Kau melihatnya?"

"Tentu, saat kalian berdua memulai aku sudah melihatnya."

"Yang aku katakan adalah tadi orang yang menjatuhkan uang tembaga itu."

"Tentu saja, seorang yang berpenampilan pelajar bukan?"

"Aku curiga dia itu sengaja."

"Bagaimana penjelasannya?"

"Saat itu kau tentu sudah melihatnya, kau tentu mengerti aku dengan janda Yuan Dashao seperti anak panah yang sudah ditarik tali busurnya mau tidak mau harus melepasnya. Hasil akhirnya aku juga tidak yakin bisa menundukkannya, bisa juga dua-duanya kalah dan luka, coba kau pikir sekali lagi, sampai kau sendiripun sudah terpengaruh oleh situasi saat itu. Ada siapa lagi yang bisa memisahkan kita? Walau orang itu tidak mau melihat salah satu dari kami terluka, dan dengan tidak kentara melepas situasi yang sekali sentuh langsung terjadi itu, kepintaran dan ilmu silat orang ini sungguh mengagetkan orang, siapakah dia? Kenapa aku selalu merasa hafal wajahnya, apa lagi tawanya."

Polisi Setan diam tidak bicara, juga jadi berpikir dengan keras.

0ooo(dw)ooo0 BAB Bunga Ju Siapa bilang seorang pahlawan tidak boleh mengucurkan air mata?

Karena seorang pahlawan tidak pernah meneteskan air mata di depan orang.

Li Yuan-wai dan Polisi Setan dua orang saat melihat jenazah Yuan Ershao walau tidak ada air mata, tapi malah membuat orang merasa lebih sedih dari pada berair mata.

Li Yuan-wai juga tidak dapat menahan dirinya, hampir seperti orang idiot bergumam sendiri.

"Ershao, aku tidak tahu kau berbuat demikian adalah benar atau salah, tapi aku tahu kau tidak akan rela pergi begitu saja. Kenapa? Kenapa tidak memberi kami satu kesempatan? Apa kau tidak percaya pada kami? Sialan, kau sungguh bodoh! Walau kau ingin mati juga harus tunjukan satu jalan jelas pada kami, supaya kami dapat menangkap orang yang diam-diam mencelakaimu! Xiao Dai sudah pergi menguntit kakak iparmu, sekarang kuncinya ada di atas dirinya, kami pasti akan menyelidik sampai berhasil demi membersihkan dosa yang ditimpahkan padamu, arwah pahlawan mu tidak jauh, bantu aku doakan aku...."

Air mata orang tua Qian bercucuran terus.

Bagaimana juga umur Polisi Setan lebih tua banyak dari pada Li Yuan-wai, dia lebih dapat menahan diri, meski wajahnya juga sedih.

Sedangkan perasaan orang muda lebih lepas, makanya Li Yuan-wai dengan marah berkata sendiri.

Biasanya orang yang lebih tua lebih bisa menahan diri, perasaannya tidak gampang ditampilkan diluar, tapi siapa pun tahu kesedihan Polisi Setan tidak lebih kurang dibanding dukanya Li Yuan-wai.

Ini juga perbedaan antara umur sembilan belas tahun dengan empat puluh tahun.

0ooo(dw)ooo0 Di Chen Ju ada sebuah warung teh.

Polisi Setan dan Li Yuan-wai sudah menunggu di sini selama tiga hari penuh.

Sudah tiga hari, Tangan Cepat Xiao Dai menguntit janda Yuan Dashao sekali pergi dia tidak pernah kembali lagi.

Perasaan dua orang itu persis seperti Xiao Dai seperti layang-layang putus tali, dengan susah payah menerbangkannya keudara, tapi sekali terbang tidak kembali lagi.

"Aku mau mencari dia."

Li Yuan-wai bangkit berdiri.

"Cari kemana? Ke Jun Shan? Walau janda Yuan Dashao pernah berkata akan kembali ke Jun Shan, Xiao Dai tidak idiot, jika menemukannya akan pergi jauh dia pasti akan memberitahu kita."

"Aku takut Xiao Dai terkena jebakan wanita itu."

"Dia tidak tahu Xiao Dai adalah satu komplotan dengan kita."

"Betulkah? Kau orang tua jangan lupa dulu aku juga di tempat gelap, tapi pria yang bertopi itu, dan juga dia bukankah semuanya tahu?"

"Mungkin dia sudah tahu kau dengan Ershao bersahabat."

"Tidak mungkin, aku dengan Ershao jarang bertemu, dia seharusnya tidak tahu, jika tahu pun hanya aku dan Xiao Dai berdua, dia belum pernah bertemu dengan kita, juga tidak kenal kami berdua, mana bisa hanya sekali pandang langsung mengenal aku?"

"Sudahlah, Hartawan Li, sekali tampil merk emas "wajah tawa memikat"

Mu, kecuali seorang buta, pasti semua orang tahu yang ada di depan mata adalah asli dirimu."

"Jika benar demikian, orang yang tidak tampak itu sangat mungkin tahu Xiao Dai bersama kita, justru tidak tahu penguntitan Xiao Dai, mungkinkah telah terjadi sesuatu?"

"Tentang ini kau tenang saja, Xiao Dai terkenal sebagai 'belut' yang sangat licin, dia menguntit orang jika bisa diketahui orang, itu baru kejadian diluar dugaan."

"Jika tidak terjadi hal diluar dugaan, kenapa sampai sekarang sedikit berita juga tidak ada?"

Polisi Setan juga mulai khawatir.

0ooo(dw)ooo0 Orang mati telah kembali hidup.

Ini adalah hal yang sulit dipercaya orang.

Kecuali sebenarnya orang ini belum mati, jika tidak setiap orang setelah mati bisa hidup kembali, tidak tahu kacaunya akan bagaimana dunia.

Yuan Di, Yuan Dashao telah kembali ke perumahan Hui Yuan.

Tidak perlu dikatakan lagi, perumahan yang punya nama begitu besar, setiap orang juga sulit mempercayainya.

Beritanya sudah tersebar, orang-orang dunia persilatan lebih-lebih sulit mempercayainya, apa lagi orang-orang yang pernah datang menyatakan bela sungkawanya, tidak bisa tertawa, menangis pun susah.

Orang yang paling gembira tentu saja orang tua Qian, karena perumahan Hui Yuan mempunyai majikan lagi.

Menurut penuturan Yuan Dashao, tahun lalu saat dia pergi mengunjungi teman, dia mengalami penghadangan dan penyerangan oleh seorang yang pakai cadar, ilmu silatnya sangat tinggi, didunia persilatan mungkin sulit mencari seorang yang bisa menandinginya, ketika itu dirinya ditawan dan dikurung dalam satu perumahan yang tidak diketahui namanya selama satu tahun.

Pakaian yang dibawa seluruhnya dirampas oleh orang yang bercadar itu, jadi terjadilah peristiwa mayat tidak berkepala yang diantar ke rumahnya sendiri.

Yang lucu adalah setelah dirinya dianggap mati satu tahun, orang yang bercadar itu melepaskan dirinya, sedikitpun tidak terluka dan dia akhirnya kembali ke rumah.

0ooo(dw)ooo0 Kejadian ini bagi Polisi Setan dan Li Yuan-wai terasa sangat diluar dugaan.

Juga terkejut terbengong-bengong tidak dapat berkata.

Yuan Dashao menghindar tidak mau menerima tamu, setiap tamu yang berkunjung semuanya kembali dengan kecewa.

Beruntung Polisi Setan dan Li Yuan-wai mendapat berita lebih banyak dari orang tua Qian dibanding orang lain.

0ooo(dw)ooo0

"Tuan muda besar jadi gila."

Polisi Setan dan Li Yuan-wai tertegun.

"Tuan muda besar setelah kembali, mengetahui kejadian Tuan muda kedua, dia jadi emosi terus, mendengar lagi anak tunggalnya juga telah mati, dia akhirnya jadi gila, Orang yang sehat sekarang syarafnya jadi terganggu, semuanya tidak tahu, sungguh tidak tahu keluarga Yuan telah berbuat dosa apa, di dalam perumahan kembali dirundung kesedihan. Hai.... tidak tahu dari mana asalnya!"

"Ada kabar nyonya besar tidak?"

Polisi Setan bertanya.

"Saat nyonya besar pergi, tuan Qian juga ada di tempat, sampai sekarang sedikit kabarpun tidak ada yang sampai ke rumah, aku pikir jika dia sudah tahu Tuan muda besar tidak mati, seharusnya dia cepat kembali, sungguh tidak mengerti semula kenapa bisa menganggap mayat itu adalah Tuan muda besar, bukankah ini lelucon yang sangat besar."

"Orang tua Qian, apakah kau tahu bahwa nyonya besarmu bisa bersilat? Dan lagi akhir akhir ini apakah kelakuannya ada yang tidak biasa?"

Li Yuan-wai bertanya lagi.

"Nyonya besar bisa bersilat dari dulu aku tidak pernah mendengarnya, aku juga tidak tahu kenapa dia bisa bersilat, dulu urusan di rumah dia jarang mengurusnya, tapi dapat dikatakan dia adalah wanita yang baik, kehidupan seharihari Tuan muda besar dan Tuan muda kedua, dia yang mengurusnya. Ketika dia melihat mayat Tuan muda besar pulang, orangnya juga jadi berubah, perubahannya hampir seperti berganti orang, seharian dia tidak berkata sepatah katapun. Lalu dia membawa majikan kecil pindah kejalan kecil Utara, kami sebagai pelayan berpikir mungkin dia takut melihat barang-barang peninggalan suaminya, jadi terpikir lagi mengenai hal lain, aku tidak melihat ada yang tidak biasa."

"Menurut pandanganmu, apa mungkin Tuan muda kedua memperkosa kakak ipar?"

Polisi Setan bertanya lagi.

"Dua orang Tuan muda itu semuanya aku marga Qian yang melihat mereka tumbuh besar, Tuan muda kedua tidak mungkin melakukan perbuatan begitu. Memang tidak salah nyonya besar adalah seorang wanita yang sangat cantik, tapi sikap Tuan muda kedua terhadap kakak ipar seperti ibu menghormati dia, perbuatannya selamanya terbuka, jika mengatakan Tuan muda kedua dengan amcaman pisau memperkosa nyonya besar, dibunuhpun aku tidak akan percaya." 0ooo(dw)ooo0 Tangan Cepat Xiao Dai hampir gila. Dia sudah empat hari penuh tersesat di dalam pegunungan ini. Luas pegunungan ini tidak besar, tapi sangat tinggi, berada empat puluh li diluar kota kabupaten Ping Yang. Di seluruh pegunungan bertebaran batu batu aneh, dimana-mana terdapat jurang dalam dan tebing tinggi. Penduduk setempat menyebutnya Hei Wu Shan (Gunung kabut hitam). Hanya karena di sini sepanjang tahun diselimuti kabut yang hitam. Orang yang tinggal disekitar semuanya tahu gunung ini, tidak mudah masuk kegunung, karena sangat mudah tersesat, kecuali orang yang hafal betul jalan-jalannya, baru yakin bisa keluar dari gunung ini. Xiao Dai sama sekali tidak terpikirkan oleh dirinya bagaimana dia bisa ditipu masuk kegunung ini. Menguntit ialah mengikuti jejak orang. Saat Xiao Dai memastikan nyonya besar telah masuk kegunung ini, tentu saja dengan tidak ragu-ragu dia mengikutinya masuk, dia juga takut kehilangan jejak setelah pulang nanti tidak bisa bertanggung jawab, setelah hari mulai gelap, baru dia sadar orang yang jalan di depan sudah tidak tahu kemana arahnya, ingin kembali sudah tidak tahu dari jalan mana tadi dia masuk. Sehingga dia seperti sibuta mendorong gilingan di dalam kabut hitam ini berputar empat hari. Untung digunung ini masih ada buah-buahan untuk mengisi perut dan menghilangkan dahaga. Dia sungguh tidak bisa membayangkan berapa lama lagi dirinya akan terkurung digunung setan yang seperti kotak umpet ini. Dia juga tahu dirinya pasti bisa keluar dari sini, hanya soal waktunya saja, cepat atau lambat. Dia justru tidak bisa menahan kesabaran untuk perlahanlahan mencari jalan keluar, karena dia tahu diluar sana masih banyak pekerjaan menunggunya, dan juga Hartawan Li dan Polisi Setan sekarang pasti sudah gemas ingin menelan dirinya. 0ooo(dw)ooo0 Disatu malam lagi. Memandang bulan yang purnama, Xiao Dai sudah kelelahan, haus, dan lapar. Sungguh tidak terpikirkan kenapa dirinya begitu sial, sepuluh hari lebih menunggang kuda, walau tidak memakai sepasang kakinya, tulang di seluruh tubuhnya juga rasanya seperti akan berantakan. Sampai di tempat yang dituju, tadinya dia ingin mendapatkan tugas yang ringan, membiarkan Hartawan Li di bawah terik mata hari berjualan tahu bau, sedang dirinya bersembunyi dengan enteng menguntit dan mengawasi keadaan, hanya dua hari dia bisa dengan santai minum arak tua, siapa tahu sekarang dia malah dipermainkan oleh janda Yuan Dashao seperti doger monyet, memancingnya masuk ke gunung setan yang burungpun tidak bisa berak di sini, sekali putar sampai berjalan empat hari penuh. Sepasang kaki terus mencari jalan keluar, terasa seperti mau patah karena berlari, dipikir pikir, jika tadinya tahu dirinya bakal begini, lebih baik dia jualan tahu bau, bukankah tugas 'mengawasi dan menguntit' ini akan jatuh pada Hartawan Li, dengan begitu sekarang yang menikmati indahnya bulan dan pijat kaki bukan jadi dia yang mengalami. Sekali salah perhitungan, jadi kalah seluruhnya, kekesalannya Xiao Dai jangan dikatakan lagi. Memandang bulan yang sangat bulat, dengan sendirinya terbayang wajah Hartawan Li yang bulat itu. Terbayang wajah Hartawan Li selanjutnya jadi terbayang muka tertawanya. Sepertinya bulan juga sedang tertawa, sedang mentertawakan dirinya. Sepertinya bulan sedang memberitahu dirinya.... orang idiot sampai namanya juga Dai (idiot), kenyataan ini selamanya tidak bisa tidak harus diakui oleh dirinya sendiri. 0ooo(dw)ooo0 Bulan seperti kue yang besar, sungguh ingin sekali dia menggigitnya. Jika orang sudah kelaparan, halusinasinya pun sangat tidak masuk akal. Itu pikiran Tangan Cepat Xiao Dai saat ini. Bayangan gunung yang hitam, batu aneh dan cadas yang hitam kelam. Dengan kedua mata lapar dia memandangnya, sepertinya semua jadi hitam. Tidak! Bukan hitam kelam. Karena Xiao Dao menemukan setitik terang api, tepat di antara celah bebatuan aneh itu. Kakinya bergerak lagi, secepat kilat. 0ooo(dw)ooo0 Ada titik terang pasti ada orang, tidak salah. Di tempat dimana ada orang pasti ada makanan, tidak salah. Masalahnya bukan babi hutan di atas panggangan api, kambing liar, tapi sepasang kaki.... sepasang kaki manusia. Xiao Dai muntah, yang dimuntahkan semuanya air asam. Dua orang itu persis seperti ditumpahkan dari satu cetakan, sama jelek rupanya, sama-sama menakutkan orang, dua wajah yang sama-sama putih pucat, alisnya jatuh ke bawah mata menonjol, gigi putih di dalam mulut yang besar seperti gergaji.

"Kau sudah datang, tapi terlambat, yang enak sudah habis dimakan, tinggal ini semua."

Orang yang dikiri berkata sambil memandang dingin pada Xiao Dai.

Kata kata yang dikeluarkan aneh, nadanya datar, didengar oleh telinga, membuat bulu kuduknya berdiri.

Xiao Dai tidak menjawab, dalam keadaan begini kau ingin dia mengatakan apa?

Dia sungguh curiga terhadap dua orang ini apakah orang hidup, di tempat seperti ini, keadaan yang seperti ini, menampilkan situasi yang sangat tidak serasi.

"Kenapa kau tidak bicara? Apakah kau tahu aku dengan dia sudah mencarimu digunung ini selama dua hari?"

Kata seorang lagi dengan menyeramkan. 0ooo(dw)ooo0

"Kanibal Gigi Gergaji Bersaudara?"

Xiao Dai ingat sekarang, juga tidak terasa bertanya.

"Mata yang tajam, saudara kecil, walau aku dengan temanku tidak tahu siapa kau, melihat kau sekali pandang bisa menyebutkan nama kami, mmm, tidak salah.... he he.... tidak salah, pasti tidak salah."sambil bicara, sambil sepasang mata yang seperti mata ikan mati dia memperhatikan dari atas sampai bawah Xiao Dai, kek kek tertawa aneh. Berturut-turut mengatakan 'tidak salah' tidak tahu apakah maksudnya benar-benar mata Xiao Dai tajam, atau ada maksud lain.

"Karena apa? Kalian sepertinya sengaja menunggu aku di sini."

"Hanya untuk membawa kau keluar dari sini, tentu saja membawa kau keluar dari sini sesudah ada di dalam perut kami."

Gle.... k terdengar satu suara menelan liur. Melihat gerakan lawan menelan, Xiao Dai merasa dirinya seperti benar-benar sudah masuk keperutnya orang itu.

"Bagaimana kalian bisa tahu aku ada di sini? Siapa orang yang memberitahu kalian? Walau kalian ingin memakan aku, paling sedikit juga harus mengatakan alasannya bukan? Dibunuh sebelum dijelaskan dulu itu kan kurang baik?"

"Tentu, tentu, pasti akan memberitahumu dulu, jika tidak setelah kau dimakan dan masuk ke dalam perut, di dalam sana matipun kau tidak bisa menutup mata dan di dalam sana tentu melakukan perbuatan nakal, membuat kami jadi sakit perut, tentu tidak menguntungkan!"

"Adik, cepat katakan, makin aku melihat Tuan muda ini makin merasa hatiku tambah gemas sulit menahannya."

"Kak, baik, sekarang aku segera mengatakannya, kau jangan gelisah."

Gigi Gergaji bersaudara ini sepuluh tahun yang lalu adalah penjahat yang sudah ternama didaerah utara Huai, mereka sangat suka makan daging manusia, perbuatannya sangat keji diluar aturan persilatan, disaat orang-orang golongan lurus dunia persilatan akan menumpasnya, mereka berdua menghilang dan bersembunyi, tidak tahu pergi kemana, tidak terduga Tangan Cepat Xiao Dai bisa bertemu dengan mereka di gunung Kabut Hitam.

"Saudara kecil, lebih baik kami panggil dirimu Tuan muda saja, Tuan muda, kami bersaudara, juga melaksanakan tugas yang diperintahkan orang, yang memerintah tentu saja pemimpin kami, jika bukan, mana bisa menunggu di sini selama dua hari? Apa ceritanya sudah cukup?"

"Siapa pemimpin kalian?"

"He! He he! Soal ini kau tidak perlu tahu, sebenarnya kami sendiri juga tidak tahu, jadi bagaimana bisa memberitahu padamu, pokoknya.... pokoknya setelah kau sampai di raja akhirat sana katakan saja pemimpin kami yang memerintahkan cukup! Sudah habis bicaranya, Tuan muda kecil kau ingin cara apa matinya? Digoreng? Dipanggang? Atau dimasak? Beritahu kami saja, kami pasti akan menurut apa yang kau inginkan."

Tumbuh sampai sebesar ini, Xiao Dai sama sekali tidak pernah berpikir ada satu hari dia bisa dipermainkan orang seperti ini, ada orang yang mau memakan dirinya.

"Aku rasa aku mohon pada kalian juga tidak ada gunanya, benar bukan? Baiklah! Bagaimanapun juga aku sudah lapar sekali sampai kepalaku jadi pusing, 'Orang makan orang' mari kita lihat siapa yang memakan siapa...."

Perkataannya belum habis, tampak sebuah tenaga telapak tangan secepat meteor meluncur sampai di depan tenggorokan orang tertua Gigi Gergaji Bersaudara, begitu cepatnya sehingga tenaga itu ingin mendarat ditenggorokan lawannya.

Dengan berteriak aneh satu kali, reflek orang tertua sangat cepat, dia mundur kebelakang jauh sekali baru berhasil menghindarkan serangan telapak itu.

Tampak dia marah dan berteriak-teriak.

"Adik, adik, Tuan muda ini sangat keras, hati-hati!"

Disaat orang yang dipanggil adik tertegun, Tangan Cepat Xiao Dai tidak terus mengejar orang pertama, malah membalikkan tubuh, tenaga telapak yang seperti jaring menyerang lagi pada si adik.

Dengan sekuat tenaga menangkis serangan musuh, si adik Gigi Gergaji sudah mengeluarkan sebuah tongkat yang terbuat dari tulang manusia, membuat lingkaran sinar, menangkis serangan Xiao Dai.

Si abang yang baru saja didesak mundur, segera seperti angin kencang menggulung kembali, sepasang tangannya menggenggam dua tongkat Gigi srigala, paku panjang di atas tongkat disorot sinar bulan mengeluarkan sinar biru hijau, tidak perlu dikatakan lagi, asal menyentuh sedikit, mungkin sudah akan merengut nyawa.

Sudut mulut Tangan Cepat Xiao Dai mengulum senyum, tangannya berdiri seperti pisau, lurus dipotongkan ke depan, kaki kirinya menendang kebelakang, jurusnya sedikit aneh, ada sedikit mirip Ayam Mas Berdiri disatu Kaki.

Si adik Gigi Gergaji baru saja melihat Xiao Dai menyatukan tangannya seperti pisau, otaknya belum berpikir, tongkat tengkorak yang terbuat dari besi di tangannya, malah sudah patah menjadi dua, baru saja terdengar suara patah, satu bayangan telapak sudah sampai di depannya tidak sampai satu che, dia buru-buru mundur kebelakang, hampir saja dadanya dibelah juga.

Tapi si abang tidak begitu beruntung, Xiao Dai bersamaan menendangkan kaki kiri ke belakang, sulit dipercaya, tangan lain Xiao Dai telah menyilang menyabet kepalanya, walau tongkat Gigi Serigala sekuatnya diangkat ke atas menangkis tangan itu, tapi tidak bisa menghindar tendangan kaki lawannya.

Tubuhnya sempoyongan memuntahkan darah segar, si abang Gigi Gergaji jatuh terduduk di bawah sejauh satu zhang lebih.

Semua kejadiannya sangat cepat, berakhirnya juga cepat, hanya dalam waktu beberapa kedipan mata.

"Kau.... kau.... kau siapa?"

Kata siabang Gigi Gergaji sambil batuk. Mengusap-usap belakang kepalanya, Tangan Cepat Xiao Dai perlahan berkata.

"Ternyata kalian bisa juga mengucurkan darah! Aku kira aku telah bertemu setan, hmmm, bisa mengucurkan darah, perkaranya jadi gampang, bisa mengucurkan darah artinya kalian adalah manusia hidup, jika manusia hidup jadi tidak begitu menakutkan, manusia hidup bisa berubah jadi manusia mati, manusia mati tidak bisa berubah jadi manusia hidup betul kan? Aku siapa? Sekarang kalian baru terpikir untuk menanyakan siapa aku? Aku Tuan muda, bukankah kalian demikian memanggilku?"

Melihat ekspresi Xiao Dai yang sudah unggul masih mempermainkan, siabang Gigi Gergaji muntah darah lagi, nafas terengah engah, sampai tidak bisa bicara.

Tiba-tiba siadik dengan wajah aneh mundur, dengan ketakutan berkata.

"Xiao Dai! Kau adalah Tangan Cepat Xiao Dai?"

"Jangan takut, jangan takut, tidak ada yang perlu ditakutkan, yang makan daging manusia adalah kalian, aku tidak bisa makan daging manusia, mari mari, jika kau sudah tahu siapa aku, jadi harus tahu kebiasaanku, 'sekali telapak pisau keluar, tidak ada nyawa yang akan kembali'. Sekarang aku yang harus tanya kalian ingin bagaimana cara matinya, apa ingin aku yang mewakili? Atau kalian sendiri yang melakukannya?"

"Tangan Cepat Xiao Dai' 'sekali telapak pisau keluar, tidak ada nyawa, tidak akan kembali'...."

Si abang Gigi Gergaji sambil batuk, sambil membaca dengan suara pelan.

Tiba-tiba, sesudah terpikir lagi, wajah yang tadinya sudah putih pucat, sekarang sampai sedikit warna darahpun tidak ada.

Gigi Gergaji sangat sadis, tapi hanya kepada orang yang lebih lemah, setelah bertemu orang yang lebih kuat dari dirinya malah tidak bisa bertindak sadis.

Setiap orang didunia persilatan semuanya tahu Tangan Cepat Xiao Dai tidak punya musuh, hanya ada teman, artinya tidak punya musuh karena orang yang jadi musuh Xiao Dai semuanya sudah mati.

Kedua bersaudara ini sudah biasa membunuh orang, ketika sampai waktunya ada orang ingin mengambil nyawanya, perasaannya sangatlah berbeda sekali, yang lucu adalah Gigi Gergaji Bersaudara ini tadinya tidak tahu bahwa algojo telah ada di depan matanya, disebelah kiri memanggil Tuan muda, disebelah kanan Tuan muda, terus mempermainkan.

0ooo(dw)ooo0

"Aku pikir mungkin kalian sekarang sudah bisa ingat siapa pemimpin kalian? Hmm, apa bisa beritahu aku?"

Xiao Dai melirik sepasang saudara kembar ini.

"Tangan Cepat Xiao Dai, apakah jika kami telah memberitahu, kami dapat meninggalkan tempat ini dengan selamat?"

Kata di mata siadik terkilas sorot mata sedikit harapan.

"Permintaan kalian sedikit keterlaluan, dengan perbuatan kalian dulu, dan kebiasan buruk suka makan daging manusia, membunuh kalian tidaklah berlebihan, kalian katakan saja! Nanti aku akan mempertimbangkan keadaan...."

Tiba-tiba satu titik bintang dingin dengan membelah udara langsung menyerang belakang kepala Tangan Cepat Xiao Dai.

Dengan menundukkan kepala sambil membalikkan tubuh, Xiao Dai seperti anak panah lepas dari busurnya terbang menuju kearah tempat yang mengeluarkan senjata gelap.

Disaat hampir mendekat dengan batu besar itu, satu bayangan orang loncat terbang keatas udara, bersamaan itu paling kurang sepuluh senjata gelap datang menyerang kearah Xiao Dai.

Tubuh Ziao Dai yang terbang maju ke depan tetap maju tidak mengurangi kecepatannya, sepasang tangan terus dibolang-balingkan menghalau, bergumpal-gumpal tenaga angin telah mementalkan bermacam-macam senjata gelap itu entah kemana.

Xiao Dai selamanya merasa sangat percaya diri terhadap kemampuannya mengejar lawan, tapi kali ini dia sudah tidak yakin.

Kerena dia melihat orang di depannya, tubuhnya ringan seperti burung walet, dan juga gayanya sangat indah, kecepatannya lebih-lebih sangat cepat, dalam waktu sekejap mata sudah meninggalkan dirinya jauh sekali.

0ooo(dw)ooo0 Pengejarannya gagal.

Dihitung dengan kali ini sudah ketiga kalinya, Xiao Dai marah sampai ingin mati saja di tempat bebatuan ini dengan membenturkan kepala.

Dia tidak berani membayangkan nanti setelah bertemu dengan Li Yuan-wai, bagaimana menjelaskan hal ini, jangan kata orang lain tidak akan percaya, sampai dirinya sendiri juga tidak percaya ini adalah kenyataan, Tangan Cepat Xiao Dai arti yang dikandung empat huruf ini bukan hanya tangannya Xiao Dai cepat, kaki Xiao Dai juga cepat dan sudah sangat ternama, hanya karena Kaki Cepat Xiao Dai tidak lebih enak didengar dibanding Tangan Cepat Xiao Dai, makanya semua orang baru memanggil dirinya Tangan Cepat Xiao Dai, apa lagi Kaki Cepat Xiao Dai didengar oleh orang yang tidak tahu alasannya, akan mengira kaki cepat adalah melarikan dirinya sangat cepat.

Hal yang mudah ditebak, begitu Xiao Dai kembali ketempat semula, sepasang Gigi Gergaji Bersaudara sudah menghilang.

Saat matahari baru saja terbit, Xiao Dai sudah meloncat turun dari batu besar itu.

Dia terus bolak balik di tempat ketika mendapat serangan senjata gelap dengan teliti dia mencari-cari di tanah, dia mencoba menemukan senjata rahasia itu, karena dia selamanya tidak mau berada di tempat terbuka hingga mendapat serangan lawan, sedang lawannya berada di tempat gelap.

"Bisa lebih mengerti sedikit terhadap musuh, akan menambah kesempatan bagi dirinya hidup terus."

Ini adalah kata-kata pedoman hidup Tangan Cepat Xiao Dai, orang juga banyak yang tahu kata-kata ini, sampaisampai ada orang sengaja mentato kata-kata ini ditubuh atau di anggota tubuh mereka!

0ooo(dw)ooo0 Senjata rahasia itu jumlahnya sebelas buah, kemarin malam saat bentrok dengan tangan Xiao Dai, dia sudah menghitungnya dengan jelas.

Sekarang sebelas senjata gelap sudah tampak di bawah sorot sinar matahari yang baru terbit, senjata itu berjajar di atas batu yang datar.

Empat buah Jili besi (semacam buah yang berduri), tiga buah Suo baja (bentuk yang kedua ujungnya tajam), dua buah bintang, sebilah belati, masih ada satu lagi bunga Ju.

Senjata rahasia bunga Ju ini sepertinya terbuat dari lempengan baja, sangat tipis, disekelilingnya sangat tajam sekali, berwarna putih perak.

Melihat bunga Ju ini, Xiao Daijadi tertegun.

Selama beberapa tahun berkelana didunia persilatan, dia sudah bertemu dengan orang, tidak dapat dihitung, tapi tidak pernah mendengar ada orang yang memakai senjata rahasia berbentuk bunga Ju.

Beberapa senjata yang lain sudah umum, tidak susah untuk dapat menduganya.

Untuk menebak siapa orang berbaju hitam yang kemarin itu adalah hal yang membuatnya sakit kepala.

Tapi Xiao Dai kemudian tertawa, karena dia paling sedikit sudah tahu.

Didunia persilatan orang yang dapat sekali gus melepas sekian banyak senjata gelap tidaklah banyak.

Orang itu adalah seorang wanita, tapi pasti bukan janda Yuan Dashao, karena perawakan dia sedikit lebih matang dari pada janda Yuan Dashao.

Walau di malam hari, gerakannya juga sangat cepat, tapi bagi seorang lelaki seperti dia seorang wanita adalah sangat sensitif, walau kau pakai gentong kayu menutupi seluruh badannya, dengan mengandalkan perasaan saja, dia sudah dapat menerka di dalamnya adalah wanita atau laki laki.

Li Yuan-wai pernah mengolok-oloknya berkata, di dalam gentong kayu walau diisi dengan seekor anjing kecil, Xiao Dai juga dapat menebak anjing itu jantan atau betina!

Seseorang pintar atau tidak pintar tidak dapat ditentukan oleh namanya.

Tangan Cepat Xiao Dai malah bernyanyi berdendang, lagunya adalah lagu yang enak, hanya sajaknya diayang mengarang sendiri.

Seorang wanita sangat seksi, larinya juga sangat cepat.

Serangan senjata rahasianya sangat hebat, lebih-lebih dapat melepas bunga Ju.

Begitulah Xiao Dai, kepandaiannya tidak sedikit, di dalam keadaan susah bisa membuat hiburan yang orang lain tidak bisa melakukannya, makanya Xiao Dai adalah Xiao Dai.

Dia sudah jalan lagi, berjalan mengikuti arah wanita yang kemarin malam itu menghilang.

Karena dia sudah mengerti, arah pergi wanita itu adalah arah keluar masuk, seseorang saat melarikan diri pasti lari mengarah keluar pintu, bila dia hafal akan tempat ini.

0ooo(dw)ooo0 Hartawan Li dan Polisi Setan sudah kembali lagi ke perumahan Hui Yuan.

Mereka ingin melihat Yuan Dashao yang sudah gila, lebih-lebih ingin menemukan sesuatu pada dirinya.

Walau Ershao mati bunuh diri, tapi asal kejadiannya karena hilangnya Yuan Dashao, dan menyebarnya berita yang salah bahwa Yuan Dashao telah mati.

Tentu saja ini adalah dua hal, juga sama sekali tidak ada hubungannya, tapi mereka berdua tetap saja merasakan ada sesuatu yang tidak benar, semacam perasaan yang timbul begitu saja.

Orang yang berjalan di malam hari, sudah tahu di belakang tidak ada apa-apa, tapi malah selalu saja tidak tahan untuk menengok kebelakang beberapa kali, Hartawan Li dan Polisi Setan persis berada dalam keadaan demikian, mereka benar-benar berharap sesekali menengok kebelakang, dapat melihat sesuatu, walau setan juga boleh.

0ooo(dw)ooo0 Orang tua Qian membawa mereka berdua, baru saja masuk ke pekarangan belakang, langsung melihat Yuan Dashao dengan rambut acak-acakkan lari keluar dari kamarnya sendiri, melewati tembok benteng, terus lari menuju kebelakang gunung, sambil tertawa dan berteriak, mulutnya komat-kamit tidak tahu berkata apa.

Hartawan Li mau bergerak, tapi ditahan oleh Polisi Setan.

"Tidak apa-apa, Tuan muda besar setelah gila sering jadi begini, sebentar lari ketimur sebentar lari ke barat, setelah beberapa saat dia baru pulang kembali,"

Kata orang tua Qian sambil mengeluh.

"Meski orangnya telah hilang ingatan, tapi ilmu silatnya tetap masih ada, polisi Tie, kau lihat gerakan Yuan Dashao tadi sungguh sangat cepat, keluarga Yuan dua bersaudara sungguh orang hebat yang jarang ada didunia persilatan, hai! Satu meninggal, yang satu jadi gila...."

Wajah Hartawan Li tadinya masih ada senyum, sekali menyebut Ershao, walau ingin berpura-pura, juga tidak bisa menampilkan senyumnya yang khas, dengan bengong berkata pada Polisi Setan.

Polisi Setan tidak menjawab, dia hanya terus memandang kearah perginya Yuan Dashao sambil memikirkan sesuatu.

Beberapa hari mereka sudah hidup bersama, Hartawan Li sedikit banyak sudah mengerti kepada polisi yang setan pun bisa ditangkapnya, Li Yuan-wai mengangkat bahu tidak merasa tersinggung.

0ooo(dw)ooo0 Ini adalah kamar baca yang luas, tapi berantakan.

Orang tua Qian menemani Hartawan Li dan Polisi Setan dengan santai melihat-lihat dekorasi disekelilingnya.

Polisi Setan melihat di atas meja ada sebuah gambar bunga Ju yang belum selesai digambar tapi jelas tintanya sudah kering lama, pada orang tua Qian berkata.

"Apakah Yuan Dashao sangat suka bunga Ju?"

Li Yuan-wai sekarang baru menemukan pada dinding kamar baca ini, tergantung gambar bunga Ju hingga tujuh buah, yang kuncup, yang sedikit mengembang, yang mengembang, yang putih, yang kuning, yang disembur tinta, yang digambar dengan teliti.

Sesaat seperti berada dikebun bunga Ju.

"Betul Tuan muda besar sangat suka bunga Ju, juga suka menggambar bunga Ju."

Apa anehnya seseorang suka bunga Ju?

Ini sama seperti ada orang suka makan daging panggang, ada orang suka makan ikan.

Seorang yang sedang menyelidik perkara terhadap apa pun dia pasti merasa curiga, Li Yuan-wai merasa sedikit geli, maka tertawalah dia.

Dengan memiringkan kepala, Polisi Setan melotot pada Hartawan Li, dengan dingin berkata.

"Apa ada yang lucu? Hartawan besar?"

Hartawan Li terkejut, sedikit gagap berkata.

"Tertawa.... tertawa tidak.... tidak melanggar hukum bukan? Aku hanya membayangkan nadamu bicara, sepertinya orang suka bunga Ju juga tidak boleh, aku ingin tertawajadi tertawalah."

"Aku menemukan sesuatu yang mencurigakan jadi terus menyelidiknya, seseorang, hal, tempat, benda yang khusus, ini juga cerita pengalaman puluhan tahun aku menyelidiki perkara, kau Hartawan miskin masih muda tidak tahu apa apa, kau harus ingat perhatikan segala sesuatu yang ada disekeliling, di kemudian hari baru tidak akan rugi terkena tipu orang, tidak mendengar...."

"Tidak mendengar kata orang tua, rugi di depan mata betul kan? Kepala polisi besar, kau ampunilah aku! Tadi aku hanya tertawa sekali, anda tuan besar jadi di depan tiga raja, di belakang lima kaisar mengajar orang, itu bukankah menyiksa orang...."

Melanjutkan kata yang belum habis dikatakan, Hartawan Li dengan wajah tersenyum-senyum, seperti petasan berantai berkata-kata.

Menunggu adalah hal yang sangat melelahkan orang.

Sesudah menunggu sehari, masih belum melihat Yuan Dashao kembali.

Hartawan Li dan Polisi Setan terpaksa dengan sedikit kesal kembali ke kota kabupaten Ping Yang.

Juga disaat mereka meninggalkan perumahan Hui Yuan.

Yuang Dashao sudah kembali.

Kejadian didunia ini suka begitu, dengan sengaja menunggu, sering menunggu tanpa hasil.

0ooo(dw)ooo0 Sepertinya disetiap kota, disetiap sudutnya pasti ada pengemis.

Bukan setiap pengemis adalah anggota Gai-bang, tapi di tempat yang ada pengemisnya kau pasti dapat menghubungi orang Gai-bang.

Dikota kabupaten Ping Yang pengemis di dalam radius tiga ratus li semuanya menerima Plat Bambu Perintah dari Li Yuan-wai, begitu menemukan orang yang berpakaian dan dandanannya seperti Tangan Cepat Xiao Dai, harus segera melapor.

Hanya dengan perkataan saja, sungguh sulit menggambarkan seseorang dengan persis.

Makanya, dikota kabupaten Ping Yang dalam radius tiga ratus li setiap remaja yang berpakaian mewah asal berada di jalanan, sehari paling sedikit bisa terjadi lima kali lebih....

ditanya orang.

"Apakah kau Tangan Cepat Xiao Dai?"

Makanya semua orang tahu Tangan Cepat Xiao Dai sudah datang disekitar kota kabupaten Ping Yang, ini adalah kabar yang dikatakan kecil tidak besarpun tidak.

Didunia kalangan dunia persilatan, yang dipuja adalah seorang pahlawan, yang dikagumi rata-rata pendekar muda, nama besar Tangan Cepat Xiao Dai sudah cukup disebut pahlawan, dia adalah pendekar muda, makanya semua orang memperhatikan, takut tidak ada kesempatan bertemu dengan orang terkenal didunia persilatan ini.

0ooo(dw)ooo0 BAB Musibah bercadar Xiao Dai akhirnya berhasil keluar dari pegunungan, tapi bajunya yang mewah sudah kotor dan robek-robek.

Tempat dia keluar tepat kebalikan arah ke kota kabupaten Ping Yang itulah kota Xiang Yang.

Melihat gerbang kota dia sangat gembira, hampir saja berteriak, sepertinya dia sudah melihat semeja masakan yang enak sedang menunggu dia, di dalam hatinya sedang memikirkan bagaimana caranya menelan habis semua masakan enak itu.

Tepat disaat dia menginjakkan kaki di atas jalan raya itu dan bersiap-siap melangkah maju, di dalam hutan disisi jalan keluar seorang gadis besar yang berpakaian pelayan, gadis itu berjalan menghampirinya.

Kaki Xiao Dai tidak lagi bergerak setengah langkah pun, karena dia tahu gadis besar itu pasti mengarah padanya, sebab disekitar sini satu bayangan setan pun tidak ada.

"Tuan muda, apakah marga Wang? Orang menyebutnya Tangan Cepat Xiao Dai?"

Melihat wanita yang cantik, setiap laki laki pasti akan memperhatikannya dua kali.

Xiao Dai bukan saja melihat dua kali, malah sedang menikmati dengan menatapnya.

Terhadap wanita cantik, Xiao Dai mempunyai satu kebiasaan, mulutnya suka mengatakan kata-kata nakal, sedikit menikmati tahu yang tidak merusak pemandangan, terhadap wanita falsafahnya adalah 'nakal tapi tidak bejad'.

Makanya makanan enak satu meja penuh itu, seketika berubah jadi tahu satu meja penuh, yang merah, yang didinginkan, yang pedas, sampai ada juga kembang tahu, tahu otak....

Ini adalah tahu yang diantar ke depan pintu.

0ooo(dw)ooo0

"Benar aku marga Wang, juga disebut Tangan Cepat, Xiao Dai, hanya teman aku yang menyebut begitu, bagaimana nona bisa tahu?"

"Jika kau benar marga Wang dan juga disebut Tangan Cepat Xiao Dai kalau begitu tidak salah lagi, nyonya aku ingin mengundang mu, ada yang dibicarakan, mohon sudi menerimanya."

"Siapa nyonyamu? Kenapa dia bisa tahu aku ada di sini? Dia ingin bertemu dengan aku ada masalah apa?"

Xiao Dai berturut-turut bertanya.

"Semua pertanyaan ini aku tidak bisa menjawabnya, mohon maaf, aku pikir setelah kau sampai di tempat pasti akan mengerti semuanya? "Kau tidak katakan? Maaf, aku tidak biasa janji bertemu dengan orang asing."

Xiao Dai lalu melangkah.

"Kau takut?"

"Tidak, perutku lapar, perut orang sekali lapar, maka tidak ada gairah terhadap apa pun, apa lagi makan tahu tidak akan kenyang."

Gadis itu tidak mengerti arti kata-kata bodoh, dengan gelisah berkata.

"Perutmu lapar, majikanku sudah tahu dan sudah menunggu dengan menyediakan makanan."

Xiao Dai yang sudah pergi jauh, tertawa berkata.

"Didunia ini tidak ada makan siang gratis, aku lebih baik mengeluarkan uang sendiri mengundang diri sendiri." 0ooo(dw)ooo0 Orang yang pandai tahu aturan ini, makanya Xiao Dai jarang membiarkan orang mengundangnya makan, 'pertemuan tidak ada pertemuan yang baik, pesta tidak ada pesta yang baik.' Kata-kata orang dulu Xiao Dai selalu mengingatnya dihati. Makanya dia lebih senang mengeluarkan uang mengundang dirinya sendiri, karena pertama uang dia banyak, kedua tidak boleh melihat wajah orang, ketiga, lebih-lebih bisa memilih makanan apa saja yang dirinya suka. Walau kau suka makan tahu, juga boleh minta satu meja bermacam-macam tahu, orang lain tidak bisa melarangnya. Gadis besar mengeluarkan satu cermin, menghadapkan ke matahari menyorotkan kearah gerbang kota digoyanggoyangnya, Xiao Dai karena membelakangi gadis besar makanya tidak melihatnya. Setelah masuk ke kota Xiang Yang, Xiao Dai melangkah menuju ke restoran yang paling besar. Baru saja sampai pintu, sudah dihadang oleh seorang pria penyambut tamu yang berdiri di depan pintu. Melihat dirinya sangat berantakan, mudah dibayangkan beberapa hari tidak mandi, tidak pernah mengurut jenggot, wajahnya siapapun tidak ada yang mau melihatnya. Memang orang memandang rendah padanya, dianggapnya dia ingin makan gratis. Dia tidak berkata apa-apa, dia mengeluarkan dari sakunya sebuah perak sekitar tiga puluh liang digoyanggoyangkan di depan pria itu.

"Maaf, restoran kami sudah penuh, harap anda ke restoran lain sajalah!"

Kata-katanya bukan saja ramah, juga masuk di akal.

Walau Xiao Dai sangat tidak senang, juga terpaksa melangkah pindah ke tempat lain.

0ooo(dw)ooo0 Sungguh tidak terpikirkan bisa bertemu hal yang aneh ini.

Didunia ini sungguh ada kota ada uang tapi tidak bisa membeli makanan.

Dengan membawa uang perak Xiao Dai sudah lari ke lima restoran dan rumah makan.

Semua jawabannya sama.

Dia sungguh sangat marah, juga lapar sekali, kakinya lebih-lebih sudah sangat lelah.

Tiba tiba....

Xiao Dai melihat di dalam gang ada yang jualan mie dipinggir jalan, dengan merk kain yang besar sekali, di atasnya tertulis 'Mie Daging Sapi Asli'.

Dia tertawa, uang peraknya dilempar lalu diterima oleh tangannya dengan sangat mantap sekali, Xiao Dai melangkah menuju penjual mie dipinggir jalan itu, mulutnya berdendang lagi lagu.

0ooo(dw)ooo0 Bau wangi daging sapi menerpa hidung, sungguh menggairahkan, hidungnya menciumcium, Xiao Dai menunggu pedagang itu memasak mie, liurnya hampir saja mengucur keluar.

"Ibu, aku tidak percaya ada uang tidak bisa membeli makanan, restoran besar, rumah makan kecil semuanya penuh tamu, bagus, aku Xiao Dai makan daging atau makan sayuran tidak ada pantangan, mie daging sapi dipinggir jalan sama bisa mengisi perut, kasihan kuil jeroan ku ini, bukan saja sudah lama dan tidak pernah diperbaiki, hampir saja roboh!"

Xiao Dai sambil bergumam, sambil menunggu semangkok super besar mie daging sapi itu diantar ke depannya.

Xiao Dai di dalam hatinya sangat senang, karena setelah lapar lima hari bisa makan satu mangkok mie daging sapi yang panas, pedas, apa masih tidak bisa gembira?

0ooo(dw)ooo0 Satu derap kaki kuda, cepat laksana tambur, melabrak masuk ke dalam gang ini.

Bersamaan terdengar teriakan seperti ayam, datang dari mulut pria kurus penunggang kuda.

"Minggir minggir hei! Orang yang di depan minggir hei! Kuda ini sudah gila, aku sudah tidak bisa mengendalikannya ya!...."

Suara yang begitu sangat gelisah, keadaan yang begitu membahayakan.

Di tempat jualan, dua tamu lain dan Xiao Dai sudah meninggalkan kursi berdiri nempel ke tembok, pedagang itu baru saja menaruh semangkok super besar mie daging sapi itu di atas meja, dia juga ketakutan dan membalikkan tubuh menempel ketembok, gayanya persis seperti huruf 'X' yang besar sekali.

(Jika kau mau berpikiran serong juga boleh.) sesungguhnya itu hanya sabuk pedagang yang menggantung ke bawah, sepertinya yang jadi pedagang sabuknya selalu panjang, supaya mudah mengelap meja.

0ooo(dw)ooo0 Xiao Dai jadi bengong, hal ini sungguh sangat tidak masuk akal.

Lapar lima hari, telah lari keseluruh restoran di jalan raya kota, membawa perak yang putih tidak bisa mendapatkan makanan untuk dimakan, dengan susah payah menemukan 'Restoran besar terbuka', melihat sudah dapat makan semangkok super besar mie daging sapi.

Tapi justru bisa terjadi hal yang kebetulan ini, seekor kuda gila, seorang pria yang gegabah, serentetan suara 'si li hua la', selantai tumpahan kuah baso dan mie daging sapi, satu keadaan yang kacau balau.

Tentu saja, Xiao Dai harus meneruskan laparnya.

Apa yang disebut menangis dan tertawa pun tidak bisa?

Apa yang disebut tangis dan tawa pun bukan?

Begitulah rupanya Xiao Dai sekarang.

Selesai itu artinya semuanya habis.

Tangis dan tawa tidak bisa bagaimanapun jauh lebih baik dari pada ingin menangis tapi tidak ada air mata.

Makanya Xiao Dai menjejalkan uang perak di tangan ke dalam dadanya penjual mie daging sapi, begitulah dia orangnya, tidak dapat melihat orang sedih, walau sekarang yang seharusnya sedih adalah dirinya sendiri.

Uang bukanlah segalanya, ada kalanya uang tidak bisa dibelikan barang.

Xiao Dai menyesal sekarang, menyesal kenapa tadi tidak membiarkan saja orang mengundang dirinya makan, bila sudah tahu begini, dia lebih baik pergi saja makan, walau pesta tidak ada pesta yang baiklah, paling sedikit bisa makan kenyang dahulu.

Sambil jalan, sambil berpikir, Xiao Dai terpikir gadis besar yang menghadang jalan tadi.

0ooo(dw)ooo0

"Apakah kau ingin makan mie? Ayo datang ke rumahku saja, nanti aku masakan mie untukmu."

Xiao Dai melihat gadis besar itu di jalan keluar gang, dan pria kurus penunggang kuda gila tadi di belakang gadis besar itu.

Kuda itu sekarang tidak terlihat gila sedikitpun, dan wajah pria itu lebih-lebih tidak terlihat gusar seperti tadi.

Melihat dua orang seekor kuda diseberang, jika masih belum mengerti, Xiao Dai benar benar idiot jadinya.

Xiao Dai tidak idiot, sebaliknya, dia sangat pintar dan juga refleknya cepat, makanya dia tertawa, belajar cara tertawanya Li Yuan-wai.

"Apakah rasa masakan mu bisa lebih enak dibanding rasa mie daging sapi tadi?"

Xiao Dai tertawa di dalam hati, tapi berkata dengan serius.

"Tentu saja, aku juga bisa memasak sepuluh lipat lebih besar dari pada yang kau tadi mau mentraktir, hanya tidak tahu apakah kau mau makan atau tidak?"

"Mau, mau, aku sekarang sangat ingin makan mie daging sapi yang kau buat, apakah sekarang kita pergi ke rumahmu." 0ooo(dw)ooo0 Ada orang mengatakan, walau induk ayam di rumahmu hari ini telah bertelor berapa butir, orang Gai-bang pasti bisa mengetahuinya. Ini belum tentu benar, tapi membuktikan mata-matanya Gai-bang sangat banyak, beritanya juga sangat cepat. Saat Li Yuan-wai menerima laporan, mengatakan dikota Xiang Yang ada seorang yang dandanannya kacau wajahnya kotor, tidak dapat makan mie daging sapi, malah menjejalkan tiga puluh liang perak diberikannya pada penjual mie. Dia segera dengan cepat pergi ke kota Xiang Yang. Tiga puluh liang perak, jangan kata makan semangkok mie daging sapi, membeli seekor sapi pun masih bisa. Kebiasaan tidak bisa melihat orang lain susah, dan juga dimana-mana suka menghambur-hamburkan uang, kecuali Xiao Dai, ada siapa lagi? Pertanyaannya adalah Xiao Dai biasanya suka bersih, dan suka memakai pakaian mewah, masalah ini beda dengan yang diberitakan. Tapi bagaimanapun, ada harapan lebih baik dari pada tidak ada harapan, di dalam situasi telah menunggu selama lima hari penuh, tidak ada berita, Li Yuan-wai memaksakan dirinya pergi, untuk membuktikan apakah benar dia itu Xiao Dai atau bukan, dan lagi pulang pergi dari kota Xiang Yang ke kota kabupaten Ping Yang cuma butuh satu hari, tidak dapat dihitung jauh, dari pada menunggu lebih baik mencoba mencarinya. Li Yuan-wai sudah pergi, di dalam kota kabupaten Ping Yang tinggal Polisi Setan sendiri. 0ooo(dw)ooo0 Setelah Li Yuan-wai pergi, di dalam penginapan Polisi Setan minum arak sendirian. Satu bayangan orang berkelebat, di dalam kamar telah ada satu pemuda berbaju pelajar yang sangat tampan berwajah putih. Orang ini juga adalah orang yang waktu itu menjatuhkan uang tembaga, karena suara uang tembaga jatuh ke tanah jadi membuyarkan pertarungan di antara Li Yuan-wai dengan janda Yuan Dashao. Polisi Setan tidak terkejut, dia juga sepertinya sudah tahu orang ini akan datang.

"Duduklah, Li Yuan-wai baru saja pergi."

"Aku tahu, aku melihat dia keluar dari gerbang kota."

"Apakah mau minum arak?"

"Tidak, aku tidak ada selera, kau minum saja sendiri."

Siapa orang ini?

Tampaknya dia temannya Polisi Setan Tie Cheng Gong.

Ada rahasia apa di antara mereka?

Mengapa menunggu Li Yuan-wai pergi dulu, baru dia datang?

Untuk apa dia membuyarkan pertarungan antara Li Yuan-wai dengan janda Yuan Dashao?

Apa yang dibicarakan Pemuda berbaju pelajar dengan Polisi Setan di dalam kamar?

Tidak ada orang yang tahu, karena pintu kamar juga terbuka.

Lama....

orang ini baru keluar dari kamar Polisi Setan, katanya kepada Polisi Setan.

"Kau juga sama, masalah ini tidak bisa hanya ditujukan pada keluarga Yuan, aku curiga masih ada siasat yang lebih besar di belakangnya, kau sudah terlibat di dalam pergolakan ini, mungkin setiap saat akan membahayakan nyawamu."

"Aku tahu, aku sudah bertekad walau harus mati."

Setelah pemuda berbaju pelajar itu pergi, wajah tua Polisi Setan yang penuh dengan getir pahitnya kehidupan, berkilas satu wajah yang rela mati demi kebenaran.

Apa yang ingin dikerjakannya?

Apa dia telah menduga....?

0ooo(dw)ooo0 Gadis besar itu benar-benar telah memasak mie untuk Xiao Dai.

Bukan semangkuk mie daging sapi, tapi sekatel besar penuh mie daging sapi.

Apakah bisa dibayangkan jika seseorang telah kelaparan selama lima hari, barapa banyak dia dapat....?

Lima jin mie, enam jin daging sapi, ditambah satu katel penuh kuah, sampai satu butir bawang kembang pun tidak tersisa, semuanya telah masuk ke dalam perut Xiao Dai.

Sekarang, Xiao Dai sedang mengusap-usap perutnya dengan dua tangannya, sampai berdiri juga susah.

Tubuh Xiao Dai sedikit kurus, tapi kepandaian dalam soal makan, sungguh sulit mencari orang yang bisa menandinginya.

Dengan menghembuskan nafas puas, lalu mulutnya berbunyi dua kali karena kekenyangan, dia memaksa bangkit berdiri sambil menggeliatkan tubuhnya, Xiao Dai mulai memperhatikan ke sekeliling kamar itu, hiasan dan gadis besar diseberang sana berikut laki-laki yang menunggang kuda tadi.

Laki-Laki kurus itu dan gadis besar juga dengan mata yang aneh memandang Xiao Dai, tidak terpikir oleh mereka, mie dan daging sapi yang begitu banyak, bisa masuk ke dalam perut Xiao Dai yang bertubuh kurus.

Biasanya makanan sebanyak itu, walau lima pria besar juga belum tentu bisa menghabiskannya.

"Wajah kalian berdua tampak kurang sopan, tapi aku tidak marah pada kalian, bila ada kesempatan aku juga mau membuat kalian kelaparan selama lima hari, mungkin kalian makan tidak lebih sedikit dari pada aku, seumur hidupku sungguh tidak pernah makan mie daging sapi seenak ini, eee.... caramu memasak sungguh kwalitas kelas satu...."

Seseorang makan tidak boleh terlalu kenyang, jika makan terlalu kenyang maka penyakit lamanya akan kambuh.

Begitu juga dengan Xiao Dai, saat dia kelaparan matanya terasa gelap tapi dia masih tidak lupa makan tahu, apa lagi setelah kenyang makan.

"Betul, bukankah kau mengundang aku makan besar? Kenapa malah memberi aku makan mie daging sapi? Dimana majikan kalian?"

"Tunggulah sebentar, majikanku sebentar lagi juga akan kembali, karena sayurnya sudah dingin jadi sudah diangkat semua, siapa yang tahu kapan dia akan datang! Maka terpaksa aku memasak mie,"

Jawab Gadis besar dengan merdu.

"Bisakah beritahu aku, kenapa kalian bisa tahu aku akan mengambil jalan yang mana, atau apakah kau sengaja menunggu aku?"

"Jujur saja, kami juga tidak tahu kau keluar lewat jalan mana, tapi setiap jalan keluar gunung Kabut Hitam, majikan kami sudah menyuruh orang menjaga di sana, asal kau keluar kami pasti dapat melihatmu,"

Kata Gadis besar itu sambil tertawa.

"Siapakah majikan kalian? Apakah kau sampai sekarang masih belum mau mengatakannya?"

"Maaf."

"Kau menahan orang terus, tidak kau akan susah melahirkan anak!"

Gadis besar tetap saja seorang wanita, wajahnya menjadi merah.

"Kau.... kenapa kau bisa bicara begitu?"

"Aku tidak merasakan berkata salah, siapa suruh kalian mempermainkan aku, coba jelaskan, kenapa semua restoran dikota Xiang Yang bisa mendengarkan kalian, dan tidak mau menerimaku."

Begitu berkata dia sudah membongkar perbuatannya, gadis besar itu sedikit malu berkata.

"Delapan puluh persen bisnis dikota ini adalah milik majikan kami, walau ada beberapa bukan milik majikan kami, tapi semuanya ada hubungan bisnis dengan kami, itulah sebabnya mereka mau mendengar kata-kata kami. Kau jangan salah paham, kami tidak ada maksud mempermainkanmu, tapi hanya ingin mengundangmu datang kemari, jadi terpaksa kami menggunakan siasat ini, harap dimaafkan...."

"Tidak aneh, ketika aku telah masuk ke rumah makan, uang perak yang begitu putih juga tidak ada yang mau. Melihat keadaan kamar ini, pajangannya, dekorasinya, hmmm, majikan kalian memang punya kemampuan tinggi."

Walau kamar ini tidak begitu besar, tapi dekorasinya sangat mewah, sangat teliti dan berseni, semua pajangannya jika bukan emas tentu perak, lentera kristal, perabotan kayu Tan, ini hanya salah satu kamar makan, kamar lainnya bisa dibayangkan.

0ooo(dw)ooo0

"Saudara, siapakah marga anda? Tadi perananmu sungguh hebat! Aku lihat pemeran utama dan juga pemilik sandiwara Hai Tang Lian Shao Tang, rasanya dia juga tidak sebagusmu!"

Xiao Dai mengalihkan sasarannya, mulai mempermainkan pria penunggang kuda tadi. Pria itu wajahnya menjadi merah, tapi dengan terbuka betkata.

"Aku Zhao Ji, perbuatanku memalukan saja."

Xiao Dai terkejut berkata.

"Pecut Terbang Zhao Ji?"

"Benar."

"Tidak diduga, sungguh tidak diduga pesilat nomor satu Perguruan Bai Sheng bisa bertemu denganku di sini, beruntung bisa bertemu, beruntung bisa bertemu."

"Terima kasih." 0ooo(dw)ooo0 Berendam di dalam baskom mandi, sebenarnya hal yang menyenangkan, tapi jika di dalam hati banyak pertanyaan, dan menjadi benang kusut di dalam hati, mana bisa dia mandi dengan perasaan tenang dan merasakan kenikmatannya? Setelah tahu tuan rumah harus empat jam lagi baru bisa pulang, Xiao Dai menuruti usulan gadis besar untuk mandi dulu, ini juga persoalan yang paling diinginkannya, karena dia suka bersih sudah hampir menjadi kebiasaan gila bersih. Walau Xiao Dai berendam di dalam tong air, otaknya terus memikirkan banyak masalah. Kejadian beberapa hari ini, seperti terbayang kembali membentang di depan matanya, satu persatu kejadian yang tidak dapat dipikirkan itu dengan perlahan terpikirkan membuat dia jadi bertambah pusing. Tidak terpikirkan olehnya siapa tuan rumah perempuan yang mengajaknya? Juga tidak terpikirkan olehnya siapa wanita berbaju hitam yang ingin membunuhnya itu? Lebih-lebih tidak terpikirkan olehnya bagaimana janda Yuan Dashao dapat memancing dia masuk kegunung Kabut Hitam itu, yang setanpun tidak mudah bisa keluar dari sana, mengapa dia mau mengikuti dia dari belakang? Masih ada, siapa wanita yang menghadang dia di jalan raya Chuan Shan itu? Empat wanita ini apa ada hubungannya tidak di antara mereka? Terpikir wanita, dia tertawa, karena dia terpikir lagi gadis besar, masih sangat lugu, bukan saja memasakan sekatel besar mie daging sapi buat dirinya, masih ditambah sepiring penuh tahu. Xiao Dai memang orangnya begitu, peristiwa apapun yang terjadi, dia selalu memulai dengan memikirkan dari wanita. 0ooo(dw)ooo0 Xiao Dai yang biasanya selalu pintar, kali ini ternyata tolol, dan tololnya sampai keterlaluan. Dia menyesal, menyesal tidak seharusnya menuruti usulan gadis besar itu, untuk pergi mandi. Dia juga benci pada diri sendiri kenapa begitu takut kotor, kotor sedikit kan tidak akan mematikan orang, dia bersumpah selanjutnya akan merubah kebiasaan gila bersihnya, belajar seperti Li Yuan-wai yang tidak perduli dengan kebersihan. Jika Li Yuan-wai menggantikan dirinya tentu tidak akan tertipu seperti ini. Disaat Xiao Dai masih berendam digentong kayu bulat mandi dan akan keluar, gadis besar mendorong pintu kamar mandi, membukanya sampai mengeluarkan suara keras. Matanya tidak melirik kesamping, disudut mulutnya sedikit menyungging senyuman yang mentertawakan, setelah masuk langsung dia keluar lagi. Memang kejadiannya tidak begitu menakutkan, saat tubuh Xiao Dai berada di dalam tong mandi, adalah saat yang tepat bisa membunuhnya, tapi gadis besar itu malah keluar begitu saja, yang membuat dia gemas adalah gadis itu membawa pergi baju baru yang telah di siapkan, juga baju bekas pakainya, semua dibawa satu pun tidak disisakan. Xiao Dai melihat setiap gerak geriknya, dia menjadi bengong. Tenggorokan sudah hampir tidak bisa bersuara lagi karena berteriak-teriak, sepertinya orang di dalam rumah ini semuanya sudah hilang, sedikit pun tidak ada sahutan. Tapi Xiao Dai tahu mereka masih ada, semua sedang menunggu kelucuan yang akan dibuat olehnya. Sekarang dia baru tahu ternyata mandi adalah satu hal yang sangat menyedihkan. Xiao Dai sampai berkhayal mengapa manusia bukan binatang, kalau binatang maka tidak perlu mandi! Biasanya dia sangat yakin akan kepintaran dirinya, sekarang dia baru sadar dia begitu bodoh, bodohnya sampai satu akal pun tidak bisa dipikirkannya.

"Mengapa! mengapa! bagaimana pun kalian harus mengatakan alasannya! Hei! Walau orang hukuman, dipengadilan juga memakai celana mendengarkan pak hakim menjatuhkan putusannya.... kalian dengar, jika masih tidak mengembalikan bajuku, aku akan mencaci, sekarang...."

Wajah gadis besar akhirnya muncul juga, wajah dengan penuh tawa.

"Makilah! Jika kau ingin berendam sampai busuk di dalam sana, maka kau makilah!"

Xiao Dai diam tidak berani bersuara, matanya penuh berharap, tapi di dalam hatinya sudah mencaci maki gadis besar dari ujung kepala sampai telapak kaki tidak kurang dari delapan ratus kali.

"Kau ingin tahu mengapa aku melakukan semua ini kan?"

Xiao Dai buru-buru menganggukkan kepala.

"Bukankah kau sangat pintar? Seharusnya dapat menebaknya?"

Xiao Dai buru-buru menganggukkan kepala lagi, tapi dilanjutkan menggeleng geleng kepala.

"Iii? Bukankah kau sangat pintar dengan tidak langsung memaki orang? Dan juga mengatakan yang orang sama sekali tidak mengerti? Kenapa kau tidak buka mulut lagi, apa sudah gagu?"

Ternyata Xiao Dai yang yang sudah makan tahu orang selama setengah hari, melihat mata gadis besar itu berputar dia jadi mengerti, maka timbul niat membalasnya.

Diam-diam Xiao Dai bersumpah, bersumpah tidak akan makan tahu wanita lagi dan berkata yang bukan-bukan.

"Nona besar, aku tidak bersungguh-sungguh, aku sudah tahu salah, lain kali aku tidak berani lagi, setuju?"

Memanggil nona besar, sungguh satu perbuatan yang sulit bagi Tangan Cepat Xiao Dai.

"Menyebalkan, jadi kau masih ingin berkata lain kali?"

Gadis besar melotot dengan bulat.

"Ya, ya, aku memang menyebalkan, aku sekarang sudah minta maaf, kau telah mempermainkan aku setengah harian, sekarang kemarahan ku sudah mereda, tolong, tolong, bajunya mohon bisa dikembalikan?"

Kata Xiao Dai seperti ingin menangis saja.

"Tidak segampang itu."

"Apa mungkin kau menganggap bajuku adalah barang pusaka sehingga dipegang terus?"

Perkataannya baru habis, Xiao Dai bengong lagi, apa yang dikatakan 'Sungai dan gunung mudah dibentuk, sifat asli manusia sulit dirubah'.

Satu masalah belum beres, penyakit lama Xiao Dai malah kambuh lagi.

Sungguh dia ingin sekali menggigit lidahnya sendiri, Xiao Dai dengan bengong memperhatikan reaksi gadis besar.

Benar saja, wajah gadis besar jadi berubah, dia merasa marah sampai menjejakkan kakinya.

Gadis besar tidak menjawab segera bajunya xiao Dai ditaruh sambil mengambil satu kursi duduk di depan pintu.

Xiao Dai juga tidak berani membuka mulut, dua orang itu begitu saja bersitegang, terjadilah situasi yang menggelikan, situasi yang aneh.

0ooo(dw)ooo0 Kulit lelaki pasti lebih tebal dari pada kulit wanita.

Xiao Dai tertawa lagi, tertawa mengejek.

Semacam tertawa yang tidak dapat ditahan, mencoba menarik perhatian, tentu saja masih jauh tidak menarik dibanding tertawanya Li Yuan-wai.

"Apakah kau suka melihat laki-laki mandi?"

Kata Xiao Dai sambil tertawa.

"Tidak tahu malu!"

"Kalau begitu pasti suka melihat laki laki tidak memakai baju?"

"Menyebalkan!"

"Kalau semuanya bukan, tolong beritahu aku, apa maksudmu duduk di sini?"

Sedikit memiringkan kepala, Xiao Dai nerkata sambil tertawa.

"Aku hanya ingin membuatmu malu saja, melihatmu sampai kapan baru bisa sadar dan menyesali mulut sendiri yang lancang itu."

Dengan sedikit hati-hati, gadis besar itu tidak mengerti, sudah sampai saat ini Xiao Dai yang menyebalkan ternyata masih bisa tertawa.

"Sudahlah! Laki-laki keluar dari tempat mandi tidak ada yang bagus dilihat, kenapa kau tidak pergi saja?"

Kata Xiao Dai sambil mengeluh.

"Kau bisa begitu tidak tahu malu?"

"Aku mengatakannya dengan sungguh-sungguh, aku tidak merasa ini memalukan, karena aku sudah memberitahu, aku mau keluar sekarang."

"Kau berani? Kau berani di depan seorang wanita, se.... sehelai pun tidak memakai....?"

"Mengapa tidak, kalau begitu coba kau lihat apakah aku berani tidak."

Habis bicara Xiao Dai benar-benar berdiri.

Gadis itu tidak menyangka Xiao Dai benar-benar berani berdiri, melihat setengah tubuh atas Xiao Dai muncul di atas tong mandi, dia menjadi ketakutan sampai sepasang tangannya menutup mata, dia lari keluar, sampai baju yang ada di bawah juga lupa dibawa.

0ooo(dw)ooo0 Laki laki dan wanita sebenarnya sama, jika yang satu masuk, yang satu akan keluar, yang satu keras, yang satu akan lunak.

Pihak yang masuk biasanya laki laki, dan dipihak yang mundur umumnya wanita.

Maka ketika Xiao Dai berdiri, gadis besar itu berlari keluar.

Jadi Xiao Dai sudah menang di dalam adu kepintaran antara laki laki dengan wanita ini.

Tentu saja kadar kemenangan ini kurang membanggakan, tapi ini merupakan perbedaan antara laki laki dan wanita.

Jika keadaannya dibalikkan, siapa pun laki-laki itu pasti tidak akan lari, walau mau lari juga akan lari perlahan, dan pasti akan menunggu orangnya sudah seluruhnya berdiri, setelah dirinya melihat dengan jelas, baru lari dengan merasa masih kurang puas.

0ooo(dw)ooo0 Ditengah perjalanan antara kota kabupaten Ping Yang dengan kota Xiang Yang.

Di depan hutan campuran.

Li Yuan-wai memandang orang berbaju hitam yang bercadar di depannya, sepatah pun tidak berkata, dia terus melotot pada dirinya dengan tertegun dan merasa sedikit kebingungan.

"Hartawan Li, jika kau ingin menikmati sisa hidupmu yang enak, paling baik kau tinggalkan kabupaten Ping Yang."

"Tuan, dihari matahari terang benderang kau memakai cadar menghadang jalanku, tidak ada alasan mengatakan kata-kata ini, aku sungguh jadi terkejut! Aku tentu saja ingin menikmati sisa hidupku, aku masih sangat muda, tapi perkataanmu membuat aku bingung, bisakah kau beritahu aku sebabnya?"

Li Yuan-wai dengan Xiao Dai nada perkataannya sama.

"Jangan sok pintar, nasihatku ini paling baik kau mempercayainya."

"Betulkah? Kau tidak mengatakan alasannya, aku mungkin tidak bisa menurutinya."

"Jangan kira karena kau adalah satu-satunya murid Raja Pengemis, sehingga punya sandaran, aku mengatakan demikian justru karena kau masih muda."

Dengan suara kaku orang bercadar itu berkata.

"Apa kau temanku?"

"Bukan,"

Kata Orang berbaju hitam tertegun sebentar baru.

"Kalau begitu kau musuhku?"

"Jika kau tidak mendengar kata-kata ku, aku akan menjadi musuhmu."

"Aku pasti mengenalmu, aku dapat merasakannya, kenapa tidak lepaskan saja cadarmu? Kau takut apa?"

Tanya Li Yuan-wai agak mendesak.

"Lucu, kenapa aku bisa takut padamu, aku bercadar tentu ada alasannya, jangan banyak bicara yang tidak ada gunanya, kau mau tidak meninggalkan kabupaten Ping Yang?"

"Tiba-tiba saja aku menpunyai satu keinginan, apakah kau mau mendengarnya? aku ingin sekali melihat wajah aslimu, aku berani bertaruh, kau jangan menyangkal, aku pasti pernah bertemu denganmu."

"Sudah pernah bertemu"

Tiga kata masih menggelinding dimulutnya, Li Yuan-wai sudah menyerang tujuh belas kali, tongkat pemukul anjing di tangan kanannya telah digerakan sampai anginpun tidak bisa tembus, lima jari tangan kirinya dibuka, menyerang orang bercadar.

'Mengalahkan lawan dengan bergerak lebih dulu', Li Yuan-wai selamanya tidak akan lupa dua kata ini, apa lagi saat dia tahu pasti harus bertarung dengan lawan.

Makanya dia mendahului menyerang.

Orang yang bercadar tidak menduga saat orangnya berkata ditengah jalan, tiba-tiba bisa menyerang, disaat mendadak ini orang bercadar jadi kelabakan, hampir saja dia tidak bisa lolos dari sergapan ini, tapi mantel depan, lengan bajunya sudah robek ditiga tempat, semua ini akibat serangan tongkat pemukul anjing itu.

Segera orang bercadar mencabut pedang panjang dipunggung dan membalas menyerang, orang bercadar itu sangat marah katanya.

"Li Yuan-wai kau sangat licik, apa kau ternama karena selalu mencuri menyerang?"

"Tuan bercadar, jangan menyalahkan aku? Kalau mau menyalahkan salahkan dirimu yang tidak menyelidik kebiasaan aku, jika Li Yuan-wai berkelahi dengan orang, apa kau pernah dengar aku membiarkan orang menyerang duluan?"

Tiga jurus lima gerakan sekaligus dilancarkan Li Yuanwai sedikitpun tidak memberi peluang, sambil berkata sambil menyerang terus.

Orang bercadar itu sungguh bisa dikatakan jago silat kelas satu, mula-mula karena tidak ada persiapan dia sedikit kelabakan, setelah beberapa jurus sedikit demi sedikit dia bisa membalikkan keadaan buruknya, tangan kiri mengunakan pedang, tangan kanan melakukan pukulan, dengan gerakan yang aneh untuk sementara kedudukan menjadi seimbang dengan Li Yuan-wai, tidak bisa ditentukan siapa yang unggul siapa yang di bawah angin, keduanya berkelahi dengan seru.

Li Yuan-wai semakin bertarung semakin terkejut, dia menyadari lawannya bukan saja tenaga dalamnya tinggi tapi jurus pedangnya juga aneh, tangan kanan sering tibatiba menyerang, seperti keluar dari neraka membuat orang sulit menghindarnya.

Dia menguras semua ingatannya, belum pernah dia mendengar ada orang dunia persilatan yang tangan kirinya menggunakan pedang dan bersamaan bisa menyerang dengan pukulan kanannya.

Untung saja 'Delapan belas langkah mabok' miliknya masih bisa mengatasi, setiap berada dalam keadaan berbahaya, langkahnya dapat menghindarkan serangan aneh lawannya.

Pelapor dipukul jadi terdakwa, dengan berlalunya waktu, Li Yuan-wai semakin merasakan desakan lawan pada dirinya semakin berat.

Mula-mula dia unggul karena menyerang terlebih dulu, sekarang dia hanya bisa bertahan, selama ini 'Tujuh Puluh Dua Jurus Tongkat Pemukul Anjing' yang ternama dengan kelincahannya dan santai, merasa sulit menangkis jurus pedang yang aneh itu, hatinya makin terkejut menjadikan permainannya makin tidak bisa berkembang.

Sampai hari ini dia baru merasa tongkat pemukul anjingnya menjadi begitu berat.

Sebaliknya orang bercadar itu tidak saja sudah mengambil inisiatif penyerangan, juga sudah mempunyai kesempatan sambil bertarung sambil berkata.

"Li Yuan-wai, kau dan aku tidak ada dendam, lagi tidak ada permusuhan, aku sungguh tidak mau mengeluarkan jurus membunuh, asalkan kau mau meninggalkan kabupaten Ping Yang, mengapa kau tidak mau menyetujuinya?"

"Kau ingin aku meninggalkan kabupaten.... Ping Yang.... apa maksudnya?"

Li Yuan-wai sambil menangkis, sambil terengah-engah menjawab.

"Itu semua kau tidak perlu tahu, aku hanya menasihatkan 'Masalah timbul hanya karena memaksa melibatkan diri', dan hasil melibatkan diri akan membahayakan diri sendiri."

"Aku mengerti maksud.... mu, tapi masalah keluarga.... Yuan, apa hubungannya denganmu? Kau bukankah anjing.... menangkap tikus, mengurusi yang bukan urusanmu?!"

Dengan menambah tekanan menyerang, orang bercadar sepertinya sudah tidak sabar bertarung lebih lama lagi.

"Kau mencari mati sendiri, jangan salahkan diriku."

Bersamaan itu sorot matanya sudah mengandung sinar pembunuhan, satu gerakan ingin membunuh mati Li Yuanwai.

Dalam pertarungan pesilat tinggi, tidak boleh lengah sedikitpun, semuanya keras lawan keras, siapa yang tenaga dalamnya lebih dalam, ilmu silatnya lebih tinggi, itulah pemenangnya.

Tepat disaat Li Yuan-wai sudah kehabisan tenaga menangkis, dia sudah tidak tahu harus bagaimana menghadapi gulungan sinar pedang yang tidak ada putusnya dari orang bercadar itu.

"Berhenti"

Dua orang yang sedang bertarung bersama-sama mundur kebelakang, memandang pada seorang gadis berbaju putih yang tiba-tiba datang.

Dialah Xu Jia-rong, yang waktu itu di jalan raya Chuan Shan menghadang Tangan Cepat Xiao Dai, wanita itu muncul tepat dengan wajahnya yang dingin.

Orang bercadar itu bergetar.

Li Yuan-wai malah tertegun.

Orang bercadar yang bergetar karena kedatangan gadis ini, kelakuannya sangat mirip dengan seseorang yang sering dia dengar.

Li Yuan-wai tertegun karena kecantikan wanita ini, dia adalah seorang laki-laki, seorang 'lelaki besar' usia sembilan belas tahun, lelaki besar semuanya suka melihat wanita cantik, apa lagi wanita cantik ini kedatangannya sepertinya bersahabat, juga menolong tepat waktunya.

0ooo(dw)ooo0 Polisi Setan Tie Cheng Gong datang lagi ke perumahan Hui Yuan.

Dia sekarang duduk lagi di dalam kamar baca Tuan muda besar Yuan, orang tua Qian tetap menemani di sampingnya.

Hari ini dia tidak tahu apakah bisa berhasil bertemu dengan Yuan Dashao atau tidak.

Karena orang tua Qian berkata Tuan muda besar sudah keluar seharian dan masih belum pulang.

Apa gunanya menengok seorang gila?

Kenapa Polisi Setan berulang-ulang datang ke perumahan Hui Yuan, sepertinya ingin bertemu dengan Tuan muda besar Yuan yang sudah gila itu?

0ooo(dw)ooo0 Ini adalah sebuah jarum, sebuah jarum sulam.

Jarum ini terpaku di atas kusen jendela....

jendela kamar baca Yuan Dashao.

Dan sepasang mata Polisi Setan menatap terus jarum ini, sepertinya itu bukan jarum, tapi adalah sebuah buku yang membuat orang kagum.

Sebuah jarum, sebuah jarum sulam yang biasa, apa anehnya?

Walau sebuah jarum emas!

Juga tidak seharusnya bisa membuat Polisi nomor satu di Jiang Nan ini lupa diri.

Tapi jika jarum ini muncul di kamar baca seorang laki laki yang sudah gila, tentu ini suatu keanehan.

Karena ini adalah kamar baca bukan kamar sulam, dan majikan wanitanya juga tidak ada, makanyajarum ini tidak seharusnya ada di sini.

Lagi pula beradanya jarum ini tidak benar, bagaimana jarumnya bisa terpaku miring di kusen?

Posisinya tepat berada sebatas leher keatas, jika orang tepat berdiri dipinggir jendela memandang jauh keluar.

Yang paling penting lagi adalah saat dulu dia datang kesini, dia tidak pernah menemukan jarum ini, daya ingat Polisi Setan, dan daya penyelidikannya tentu saja tidak diragukan.

Polisi Setan teringat kata-kata Li Yuan-wai.

....

Empat orang di jalan kecil Utara semuanya mati oleh jarum sulam....

Dia sudah tidak bisa menahan diri lagi, kata-kata itu sepertinya membuktikan mungkin Yuan Dashao telah mengalami sesuatu, sampai katanya telah dibunuh orang dan mayatnya dipindahkan ke tempat lain.

Di depan jendela dia menirukan berbagai gaya, kesimpulan yang didapatkan adalah.

....

Jika Yuan Dashao berdiri di depan jendela sedang memandang keluar, dan ada orang bersembunyi diluar jendela di belakang gunung, jarum sulam yang dilepaskan orang itu menembus pelipis Yuan dashao dan menancap miring dikusen jendela, tentu saja tenaga orang ini sangat kuat sekali.

Polisi Setan dengan hati-hati mencabut jarum itu dan menyimpannya dengan baik, dengan cepat dia pulang, dia perlu dengan cepat memberitahukan penemuan ini pada seseorang.

0ooo(dw)ooo0 BAB Air mata cinta Xiao Dai dan Li Yuan-wai adalah teman sejak kecil, mereka bersama-sama main tanah liat, memakai celana pendek, tumbuh besar bersama.

Mereka berdua bersamaan waktu mendapat guru, bersamaan waktunya belajar, tentu saja bukan dari seorang guru.

Satu cinta segi tiga yang rumit.

Ada kalanya mereka bersama-sama mengerjakan satu hal bukan hal yang tidak baik, ada kala bersama-sama mengerjakan satu hal malah jadi tidak baik, dan yang tidak baik ini sangat banyak.

Tidak baik dikatakan, tidak baik dijelaskan, tidak baik mengurusnya, lebih-lebih tidak baik berpisah.

0ooo(dw)ooo0 Mimpipun tidak akan terpikirkan dirinya akan diundang makan oleh Ouwyang Wu-shuang (Ouwyang yang tidak ada duanya).

Xioa Dai kenal dengan Ouwyang Wu-shuang, Li Yuanwai juga kenal Ouwyang Wu-shuang, karena Ouwyang Wu-shuang adalah wanita yang dicintai Xiao Dai dan Li Yuan-wai secara bersamaan.

Xiao Dai kembali menyesal lagi, menyesal tidak seharusnya menerima undangan makan ini.

Menyesal tidak percaya dengan kata-kata orang dulu bahwa 'Tidak ada pesta yang baik'.

Menyesal tidak seharusnya dia makan tahu, makan tahu pelayannya Ouwyang Wu-shuang.

Lebih-lebih tidak seharusnya dia mandi, karena pelayan yang bernama Xiao Cui itu pasti akan mengabarkan bahwa dirinya hampir saja tidak mempunyai celana untuk dipakai menghadap majikannya.

Xiao Dai ingin setelah kejadian ini, mencari seorang tukang ramal untuk meramalkan nasibnya setahun ini, ditahun ini dia bertentangan dengan apa, kenapa sejak dirinya menerima surat dari merpati pos Li Yuan-wai, dia menjadi sial terus, dan juga nasib sialnya semakin lama semakin banyak, dan semakin aneh.

0ooo(dw)ooo0 Kulit wajah Xiao Dai yang setebal tembok telah menjadi merah, saat berhadapan dengan orang yang dicintai bersama-sama Li Yuan-wai.

Ini juga satu berita baru, tidak lebih kecil dengan berita Xiao Dai tidak bercelana, karena orang yang kenal Xiao Dai, semuanya tahu Xiao Dai hanya bisa membuat orang menjadi merah wajahnya, tapi orang lain tidak pernah melihat wajah Xiao Dai menjadi merah.

"Xiao Dai, apa kabar,"

Kata Ouwyang Wu-shuang. Xiao Dai tetap saja Xiao Dai, dia masih mempunyai satu kelebihan yaitu pura-pura bodoh.

"Tidak baik."

Tertawalah Ouwyang Wu-shuang yang sebenarnya tidak cantik, tapi wajahnya mempunyai kesan yang sulit dikatakan orang membuat orang sekali melihat dia merasa dia sangat special, dan juga bisa menimbulkan perasaan setelah melihat sekali ingin melihat kedua kali, ketiga kali....

tawanya, tawa dia seperti juga tawa Li Yuan-wai bisa memikat orang, tawa yang bisa memikat tidak perduli berbeda jenis atau sama jenis.

Beberapa tahun ini, Xiao Dai mati-matian ingin belajar menirukan tawanya Li Yuan-wai, ternyata alasannya adalah ini, ternyata tawanya Ouwyang Wu-shuang dan tawanya Li Yuang Wai begitu menarik.

"Kenapa tidak baik?"

"Tadinya baik, tapi setelah melihat kau jadi tidak baik?"

"Apakah kau masih mencintai aku?"

Tanya Ouwyang Wu-shuang sambil menatap tajam pada Xiao Dai.

Wanita yang begitu memikat, begitu polos, walau dia dengan Xiao Dai dan Li Yuan-wai sama berusia sembilan belas tahun, paling banter hanya dipanggil wanita besar, tapi wanita besar sekali menikah orang, begitu bertemu dengan kekasih lama, tidak mengatakan "Apakah benci padaku?"

Malah sebaliknya berkata.

"Apakah masih mencintai aku?"

Apakah tidak bisa dikatakan kepolosannya sangat lucu.

Xiao Dai jadi merasa bodoh ditanya begitu, dia sungguh tidak terpikirkan lawan bicaranya bisa bertanya dengan pertanyaan yang begitu blak-blakan, dia tidak ingin berkata bohong pada Ouwyang Wu-shuang.

Mau mengatakan tidak cinta, nyata kata-kata itu berlawanan dengan hatinya.

Mau mengatakan cinta, mana bisa kata-kata itu keluar dari mulutnya, dia adalah nyonya yang telah bersuami.

Makanya Xiao Dai tidak bisa menjawab pertanyaan ini, dia diam tidak berkata.

"Cinta atau tidak cinta, satu, dua huruf yang pendek itu apakah membuat kau sulit menjawabnya?"

Ouwyang Wushuang seperti memaksa Xiao Dai harus mengatakannya.

Xiao Dai terpikir lagi 'tahu'.

Terpikir dulu kenapa bukan dirinya saja yang jualan tahu bau, jualan tahu bau tidak perlu kemahiran yang memadai!

Jika yang jualan tahu bau adalah dirinya, maka sekarang, semua kejadian ini akan terjadi pada diri Li Yuan-wai, dan semua pertanyaan yang mendesak ini, biar giliran Li Yuanwai yang menjawabnya.

Kalau sudah begini dia tidak bisa pura pura bodoh lagi, Xiao Dai terpaksa memaksakan diri menjawabnya.

"Dulu cinta, sekarang tidak bisa cinta, juga tidak berani cinta."

"Kau mengatakan demikian berarti di dalam hatimu masih mencintai aku bukan?"

"Sepertinya begitu!"

"Kenapa tidak bisa mencintai juga tidak berani mencintai aku? Apa hanya karena aku adalah wanita yang telah menikah? mencintai itu tidak berdosa, walau kau masih mencintai aku, itu juga hal yang sangat wajar, siapa pun tidak bisa melakukan tindakan apa-apa padamu, kenapa kau tidak berani mengatakannya? Apa lagi kau hanya mencintai seseorang seperti apa adanya. Laki-laki wanita sama saja, walau dirinya telah menikah, masih juga berharap orang lain tetap mencintai dirinya, inilah ego, juga berkhayal.

"Jika kau tetap masih mencintai aku, pasti kau akan menurut kata-kataku, dan membantu aku bukan?"

Kata Ouwyang Wu-shuang dengan penuh keyakinan.

Xiao Dai takut melihat Ouwyang Wu-shuang, takut lihat tawanya yang memikat itu, juga takut melihat matanya yang bisa bicara itu, tapi dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melihatnya, tidak melihat tawanya, tidak melihat matanya yang bisa bicara itu.

Dia menganggukkan kepala, walau hanya sedikit.

Ouwyang Wu-shuang merasa puas, satu keyakinan yang memuaskan, puas atas egonya sendiri dan khayalannya.

0ooo(dw)ooo0 Seorang wanita yang telah menikah, ketika dia merasa masih bisa menyuruh lelaki lain melakukan perintahnya, tentu saja akan merasa bangga, juga tentu saja cukup bersyarat untuk tertawa, tawanya adalah tawa yang keluar dari dalam hati.

0ooo(dw)ooo0 Ouwyang Wu-shuang tertawa dengan gembira.

Didunia ini siapapun yang mendapat kesulitan, asal Tangan Cepat Xiao Dai menganggukkan kepala dan menyanggupi akan membereskannya, maka kesulitan itu segera bukan menjadi kesulitan lagi.

Karena Tangan Cepat Xiao Dai adalah pakarnya membereskan kesulitan, dan lagi dia adalah pakarnya pakar!

Melihat Xiao Dai diam tidak bicara, Ouwyang Wushuang tetap tertawa keras, tapi dia lupa tawanya sekarang sudah sangat berbeda dengan tawanya yang dulu yang memikat itu.

"Kenapa kau tidak bertanya padaku, apa masalahku yang harus kau kerjakan, dan membereskan?"

"Cinta walaupun tanpa syarat, tapi ada harganya, harga itu adalah pengorbanan, buat apa aku bertanya? Kau ingin aku membantu, pasti kau akan memberi tahu aku, aku sudah menerima permintaanmu, jadi semampuku akan kulakukan, kau dan aku pernah berkenalan, aku tahu kau tidak akan memaksaku melakukan hal yang tidak mau aku lakukan, aku tahu kau juga tidak akan mengusulkan hal yang tidak dapat aku lakukan, betul tidak?"

Kata Xiao Dai dengan berat tapi juga tidak dapat berbuat apa-apa, jngin menjelaskan atau menjawabnya.

"Bagus sekali, berpisah satu tahun kau masih tetap tidak berubah, tetap seperti Xiao Dai yang aku kenal, tapi kenapa setelah bertemu dengan aku, tertawamu sekarang bisa begitu lain? Begitu tidak bergairah?"

"Wu-shuang, mohon jangan membicarakan ini lagi, apa kau tidak merasa kata-katamu sekarang sudah berlebihan? Katakan saja! kau ingin aku mengerjakan apa untukmu?"

Sejak berpisah dengan Wu-shuang, entah berapa ratus berapa ribu kali nama ini diteriakan Xiao Dai di dalam hati, dia mengira seumur hidupnya tidak lagi akan bertemu dengan orang yang bernama ini, tapi dunia ini sepertinya betul kecil sekali.

Setelah tawanya berhenti, Ouwyang Wu-shuang dengan pandangan kosong berkata.

"Aku hanya mempunyai dua persoalan, Xiao Dai, kau tahu, aku selamanya tidak pernah memohon pada orang, tapi hari ini aku minta kau membantuku, jika kau benar masih mencintai aku, aku tidak berharap kau menolakku. Hal pertama adalah aku minta kau bunuh Li Yuan-wai. Hal kedua kau harus kembali ketempat kau datang, melupakan semua masalah di sini. 0ooo(dw)ooo0 Masalah apa ini? Mengapa Ouwyang Wu-shuang menginginkan Xiao Dai membunuh Li Yuan-wai? Seharusnya dia tahu Li Yuan-wai dan Xiao Dai adalah sahabat karib, akrabnya sudah seperti saudara sekandung. Permintaannya bukan saja lucu, dan juga keterlaluan, sekali pun dia tidak mencintai Li Yuan-wai juga tidak perlu harus minta nyawa Li Yuan-wai! Siapa pun tahu meskipun sebilah golok sudah diancam pada leher Xiao Dai, dia tetap tidak akan menghianati Li Yuan-wai. Kalau begitu mungkin Ouwyang Wu-shuang sudah jadi gila, bagaimana bisa mengatakan kata-kata ini? 0ooo(dw)ooo0 Diluar dugaan, jawaban Xiao Dai ternyata lebih-lebih membuat orang sulit membayangkan.

"Aku sudah menduga pekerjaan apa yang kau ingin aku lakukan. Membunuh Li Yuan-wai, aku bisa menerima permintaanmu. Aku juga sebenarnya harus kembali ketempat aku datang, di sini sungguh tidak ada sesuatu yang bisa membuat aku bertahan."

Ouwyang Wu-shuang sangat puas, kepuasannya terpampang jelas diwajahnya, tapi kali ini dia tidak tertawa, tidak tersenyum, juga tidak ada tawa lupa diri, kenapa?

Padahal sekarang dia seharusnya bisa tertawa!

Mengapa Xiao Dai juga bisa menerima permintaan Ouwyang Wu-shuang yang keterlaluan dan tidak masuk akal ini?

Apa mungkin Ouwyang Wu-shuang sudah gila, atau apakah Xiao Dai juga sudah gila?

Apa betul Xiao Dai masih ingat kejadian diperjalanan Chuan Shan, ketika dia dihadang oleh orang?

Apa dia sungguh mencurigai berita ini telah dibocorkan oleh Li Yuan-wai?

Bagaimana dia bisa meninggalkan tempat ini?

Disaat semua masalah masih belum jelas?

Melihat wanita yang sangat dirindukannya, orang sangat mudah menjadi tersesat, apakah Xiao Dai sudah tersesat?

"Setelah urusannya beres, aku akan mencarimu, aku akan datang ketempat tinggalmu, kau juga tahu kata-kata yang aku keluarkan pasti akan kulakukan, walau aku seorang wanita."

"Bagus sekali, tapi apa suamimu mengizinkan kau pergi?"

"Dia tidak dapat mengekang aku, asal aku senang, aku boleh pergi ketempat dimana saja aku ingin datang."

"Kalau begitu sekarang aku akan berangkat, pergi mengerjakan permintaanmu yang pertama."

"Baik, sampai jumpa, sampai jumpa ini adalah harapanku dapat dengan cepat 'sampai' 'jumpa', mengatakan dengan sesungguhnya aku sedikit tidak sabar."

"Aku tahu." 0ooo(dw)ooo0 Xiao Dai sudah pergi, meninggalkan rumah Ouwyang Wu-shuang. Kemana dia harus pergi? pergi membunuh Li Yuan-wai. Kenapa dia tidak menanyakan siapa suami Ouwyang Wu-shuang? Dan juga kenapa dia tidak menanyakan pada Ouwyang Wu-shuang, dengan cara apa dia bisa tahu dirinya tersesat di gunung Kabut Hitam? Apa benar pengaruh wanita begitu besar? Sampai Tangan Cepat Xiao Dai juga bisa tersesat oleh tawa Ouwyang Wu-shuang yang memikat? Xiao Dai selalu mengira dirinya paling pintar, tapi kenapa dia sekarang begitu bodoh sampai bisa menerima permintaan Ouwyang Wu-shuang? Anak usia tiga tahun pun juga seharusnya dapat melihat di dalam masalah ini pasti ada yang tidak benar, tapi dia malah tidak dapat melihatnya? Xiao Dai baru saja meninggalkan pintu. Wajah Ouwyang Wu-shuang segera menjadi sedih, karena dia teringat pada Li Yuan-wai, yang tubuhnya sedikit gemuk, wajahnya sedikit berantakan, dan juga senyumnya yang menyebalkan. Dia teringat tentang semuanya, semua yang tidak dapat dilupakan, makanya di dalam matanya sedikit demi sedikit timbul selapis kabut tipis, akhirnya dia meneteskan air mata. Tiba tiba.... Ouwyang Wu-shuang menghapus air matanya, air mata rindu. Saat ini sinar matanya berobah, seperti ada api kemarahan yang menyala, semakin membakar semakin membesar, sungguh membuat orang yang melihatnya menjadi takut, sampai wajahnya pun menggigit-gigit gigi. Dia bergumam, berkata.

"Tidak ada orang yang boleh memperlakukan aku begini, tidak ada orang yang boleh memperlakukan aku begini...." 0ooo(dw)ooo0 Ilmu silat Li Yuan-wai tidak setinggi Tangan Cepat Xiao Dai, tapi nasib Li Yuan-wai lebih baik dari pada Xiao Dai. Karena setiap kali Li Yuan-wai dalam keadaan berbahaya, saat nyawanya dalam bahaya, dia selalu dapat luput dari bahaya itu dan selamat.

"Di dalam hidupnya dia banyak berhutang budi pada orang"

Kata-kata ini adalah kata-kata Xiao Dai saat mengolok-olok Li Yuan-wai.

Sekarang Li Yuan-wai telah berhutang budi lagi pada orang, dan orang berjasa ini adalah seorang wanita cantik, Li Yuan-wai sungguh berterima kasih pada ayah dan ibunya yang telah memilih waktu yang bagus dan melahirkan dirinya pada saat yang baik.

"Kebetulan."

Munculnya wanita ini juga sungguh sangat kebetulan.

"Siapa kau?"

Tanya orang berbaju hitam bercadar sedikit bingung.

"Orang yang lewat."

"Bukan."

"Apa kau adalah temannya Hartawan Li?"

"Bukan."

"Apa kau bermusuhan dengan aku?"

"Tidak ada."

"Kau bukan temannya Hartawan Li, dan juga tidak bermusuhan dengan aku, lalu mengapa kau melibatkan diri, apa maksudnya?"

Orang bercadar tampak marah, katanya.

"Orang persilatan tentu saja mengurus masalah dunia persilatan, aku ingin tanya pada kalian sebenarnya apa yang menjadi masalah?"

Jawaban yang beraturan ini sungguh hebat.

Li Yuan-wai seperti lupa keadaan dirinya sedang dalam bahaya, dia tertawa.

Orang bercadar mendengar jawaban ini, dan melihat kelakuan Li Yuan-wai, menjadi marah sekali.

"Apa kau mampu? Jika tidak mampu, kau harus tahu diri, kau sudah melanggar larangan besar dunia persilatan, hanya orang yang berkemampuan tinggi baru boleh melibatkan diri pada masalah dunia persilatan yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya."

"Aku tidak berani berkata aku mampu, tapi kalau untuk menyelamatkan nyawaku saja tidak masalah."

"Mungkin kali ini kau akan menyesal karena telah mengurus hal yang tidak seharusnya diurus."

"Aku tidak begitu memikirkannya, aku ingin tahu mengapa kalian bertarung di sini? Mungkin aku bisa menjadi penengah yang adil."

"Kau kira kau ini siapa? mengandalkan apa kau ingin menjadi wasit kami, dan kenapa kami harus memberitahu masalah kami'?"

"Tuan bercadar sudah mengatakan kami', maka aku dengan senang hati memberitahukan masalah mu dengan aku pada nona ini!"

Li Yuan-wai yang sudah lama berdiam diri, begitu ada kesempatan segera dia menyela.

Tapi perkataannya ada tiga puluh persen menggelitik orang, ini adalah penyakit lamanya, sama dengan Tangan Cepat Xiao Dai, semuanya tidak bisa dirubah.

"Hartawan Li, apakah baru sebentar saja kau sudah lupa tadi kau telah dipukul sampai hampir berteriak minta tolong? Lebih baik kau jangan banyak mulut lagi."

"Itu adalah keinginanmu, aku kan tidak pernah mencuri adik perempuanmu, kenapa kau begitu marah?"

"Aku lihat kau sedang mencari mati!"

Perkataannya baru saja habis, orang bercadar sudah tidak bisa menahan amarahnya, pedang di tangan kirinya mendadak digetarkan membuat gambar bunga, langsung memotong ke tubuh Li Yuan-wai.

Dengan memutar pinggang, memiringkan tubuh, Li Yuan-wai kembali menggunakan 'Delapan Belas Langkah Gila' melayang menghindar dari tusukan pedang yang tiba tiba ini.

"Hei! Hei Hei! Tuan bercadar, gerakanmu sungguh cepat! Kenapa jurusku seperti sudah berhasil kau ketahui semua? Jika mau menusuk mohon beritahu dulu! Kan ada orang ketiga di sini!"

"Tunggu dulu, jurus Pedang Kiri ini dari mana belajarnya?"Xu Jia-rong tiba tiba dengan keras bertanya.

"Apa maksudnya?"

Jawab orang bercadar sedikit tertegun.

"Yang aku tanyakan adalah jurus yang kau gunakan "Jurus Pedang Tangan Kiri"

Ini dari mana kau mempelajarinya?"

"Itu bukan urusanmu."

"Bukan urusan aku? Bukankah kau adalah Qin Shao Fei?"

"Siapa kau?"

Tanya orang bercadar merasa aneh dan terkejut.

"Aku siapa? Aku datang untuk membersihkan perguruan, orang yang akan menghukum murid yang berkhianat ini,"

Kata Xu Jia-rong dengan santai tertawa.

"Aku tidak kenal kau, lebih baik kau jangan mengurus yang bukan urusanmu."

"Aku Xu Jia-rong, Jago Pedang Tangan Kiri' adalah kakek luarku, bagaimana kau bisa katakan ini bukan urusanku?"

Baca Juga: Bara Maharani 4

Baca Juga: Anak Rajawali 4

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert