Ceritasilat Novel Online

Duri Bunga Ju 8

Eps 8 Duri Bunga Ju - Gu Long

Baca online Duri Bunga Ju - Gu Long

Cersil Duri Bunga Ju - Gu Long.

Dengan tertawa pedih Li Yuan-wai melihat Xu Jia-rong berkata.

"Kakak Rong." (Hai, sungguh cepat, sampai panggilan kakak Rong juga sudah digunakannya.) "Kakak Rong, nanti.... nanti kalau mereka datang, aku.... aku harus katakan apa?"

"Katakan apa? Aku mana tahu kau ingin mengatakan apa? Bagaimana pun kau tidak akan mengatakan kau masih mencintai nona Zhan lah?"

Kelihatannya Li Yuan-wai sudah bertemu dengan orang lihai, kemampuan Xu Jia-rong mengolok orang tidak lebih rendah dari pada dia.

"Hai, kau.... kau ampunilah aku boleh tidak? Sialan, ini.... ini dari mana memulainya...."

"Apa katamu?!"

Xu Jia-rong melotot.

"Kata.... aku mengatakan apa!"

Li Yuan-wai buru-buru menyangkal.

"Aku jelas-jelas mendengar kau memaki orang."

Memaki orang?

Li Yuan-wai jadi bodoh.

Dia ingat Xu Jia-rong pernah mengatakan dia suka akan gurauan dan lucunya.

Mengapa sekarang satu kata kasar yang keluar begitu saja, dia sudah melototkan matanya?

"Non....

nona besar, aku itu....

itu hanya kata kebiasaan, aku mana berani memakimu, dan dimana tega memakimu...."

Li Yuan-wai dengan wajah pahit diam-diam berkata.

"Sialan, kelihatannya selanjutnya aku jadi orang hukuman, lebih baik buru-buru mengikat tali gantung diri...." 0ooo(dw)ooo0 Empat orang, satu ranjang. Tentu saja yang terbaring di atas ranjang hanya Li Yuanwai seorang. Walau masalahnya sudah dibicarakan, salah paham telah jernih, tapi ketika Li Yuan-wai berhadapan dengan Yuan Ershao dan Zhan Feng tetap saja ada kekakuan yang sulit dikatakan. Yuan Ershao yang sudah membuka penyamarannya, demi meredakan situasi sengaja mengeluh berkata.

"Mengapa, hartawan besar, apakah kau masih memikirkan kelinci itu?"

"Sialan, lain kali.... lain kali walau aku mati kelaparan juga tidak akan menangkap kelinci lagi, kelinci tidak tertangkap hampir saja jadi musuh cinta Ershao, kasihan aku, bertarung bukan lawanmu, muka juga tidak setampanmu, makanya, makanya terpaksa dengan mengepal sepasang tangan memberikan wanita cantik seperti dewi ini padamu...."

Perkataan Li Yuan-wai masih belum habis, tiba-tiba dia merasakan pahanya dicubit orang dengan keras, dia berteriak seperti babi disembelih.

"Ingin mati...."

Kata Xu Jia-rong melotot dengan tertawa manis.

"Aku.... aku entah dapat rezeki apa, kelihatannya di kemudian hari sampai kebebasan bicara juga tidak...."

Li Yuan-wai dengan wajah pahit mengusap-usap pahanya. Zhan Feng tertawa terkekeh-kekeh, berkata.

"Hartawan besar, kau sekarang sedang mendapat rejeki bunga, nona Rong kau harus baik-baik mengawasi dia ya, sepasang matanya, aku dengar telah memikat banyak nona lho."

Mata Li Yuan-wai dipejamkan, karena dia melihat tangannya Xu Jia-rong mengulur datang.

Dulu selalu Li Yuan-wai yang 'makan tahu' wanita, tidak terpikir olehnya, kalau wanita 'makan tahu' laki laki, jauh lebih menakutkan.

"Bagus, Ershao, kau.... kau, sesudah ada orang baru segera meninggalkan aku teman sehidup semati, sialan! Li Yuan-wai sungguh tidak hati-hati berteman.... tidak hatihati berteman waww!"

Tidak bisa melawan wanita, Li Yuan-wai terpaksa menfokuskan laki-laki.

"Teman lamaku, ini sungguh-sungguh, aku selalu dengan tulus berterima kasih padamu demi aku telah mengalami banyak kesulitan!"

Yuan Ershao cepat-cepat menjelaskan. Hemm.... Li Yuan-wai dengan tidak senang berkata.

"Mmm, kata-kata ini masih enak didengar, jika tidak lukaku ini jadi tidak tahu pada siapa mengadunya, sebenarnya dibandingkan dengan Xiao Dai...."

Teringat Xiao Dai, Li Yuan-wai sudah kehilangan semangat berguraunya, seluruh wajahnya segera menjadi lemas.

Waktu dipertarungan gedung Wang Jiang, Xiao Dai sekarat masuk kesungai, saat itu untung ditolong oleh Zhan Feng, namun kali ini....

Setiap orang tahu hubungan antara Li Yuan-wai dengan Xiao Dai.

Setiap orang juga tentu bisa merasakan keadaan hati dia sekarang ini.

Sehingga kegembiraan menjadi tidak ada lagi.

Udara seperti membeku, dan, wajah setiap orang juga timbul kesedihan.

Setelah lama, Zhan Feng terkilas satu sinar.

"Aku pikir.... aku pikir aku tahu dia mungkin pergi kemana...."

Setelah melihat kesekeliling pada semua orang berkata lagi.

"Jika Qi Hong mati demi dirinya, maka dia akan membopongnya kembali ke Gunung E Mei, karena dia tahu Qi Hong hidup di sana, tumbuh di sana, maka sangat mungkin Xiao Dai juga akan mengubur dia di sana."

Tidak diragukan lagi, setiap orang juga menyetujui pandangannya.

Namun ini hanyalah perkiraan, jika tidak dibuktikan siapa pun tidak berani menjaminnya.

0ooo(dw)ooo0 Orang-orang di dalam perumahan Zhan Bao, sekarang ada semacam kegembiraan yang tidak bisa disembunyikan terutama pelayan wanitanya.

Karena Zhan Feng telah memerintah untuk merobohkan benteng yang memisahkan pekarangan depan dengan pekarangan belakang.

Memang kakak beradik bisa berselisih sampai sedemikian rupa, tapi bagaimana pun mengatakannya kakak beradik tetap saja kakak beradik, dimana ada aturan seumur hidup saling tidak berhubungan.

Tapi yang membuat orang gelisah adalah Tuan muda besar, sampai sedikit beritanya juga tidak ada.

Disaat semua orang sibuk membongkar tembok benteng, diperumahan datang seorang tamu, seorang tamu yang nafasnya tinggal satu-satu dan datangnya digotong orang.

Ketika Yuan Ershao melihat yang digotong adalah Polisi Setan Tie Cheng Gong, dia sungguh tidak percaya pandangan matanya sendiri.

Walau ilmu pengobatan Zhan Feng sangat hebat, tapi setelah melihat kondisi Polisi Setan dia hanya bisa menyesal menggelengkan kepalanya pada Yuan Ershao.

Ini artinya sangat jelas, dia tidak bisa menolongnya.

Jika Zhan Feng tidak bisa menolongnya, mungkin dewa pun pasti tidak bisa menolongnya.

Yuan Ershao memeluk tubuh Polisi Setan yang hanya tersisa kulit pembungkus tulang, sepasang tangannya gemetar, dengan tersedak-sedak berkata dipinggir telinga.

"Lao Tie, lao Tie, kau bangunlah, kau bangunlah aaa...."

Polisi Setan dengan susah membuka mata, dia telah melihat dengan jelas Yuan Ershao, dia tertawa yang wajahnya lebih tidak enak dipandang, dibandingkan menangis.

"Lao Tie, beritahu aku, beritahu aku bagaimana kau melarikan diri? Dimana Zhan Long? Apa Zhan Long tidak bersamamu?"

"Er.... shao, melihat.... melihat kau aku.... aku sungguh gembira, aku telah.... telah membuktikan be.... benar kakak kau yang karena iri jadi benci.... mencelakakan mu...."

"Lao Tie, semua ini aku sudah tahu, sekarang asal kau beritahu aku Yuan Di mengurung kalian dimana? Betulkah Zhan Long dikurung bersamamu?"

"Zhan Long ta.... tadinya dikurung ber.... bersamaku.... la.... lalu.... dipindahkan.... ke.... kes atu tempat.... yang aku pun tidak tahu dimana, kau.... kau beritahu aku, anaknya.... Yuan Di, se.... sebenarnya.... bagaimana matinya....?"

Didunia ini ada satu macam orang, mereka mati juga harus tahu kebenarannya, apalagi orang yang menyelidik menangkap orang, mereka pasti tidak puas jika dihatinya masih ada sedikit pertanyaan belum terjawab.

Polisi Setan adalah orang semacam itu, dia ingin membuktikan, dia ingin mendengar dengan telinga sendiri Yuan Ershao mengatakannya, karena perkara ini telah menjadi perkara terakhir dia, juga perkara yang selamanya tidak bisa diselesaikan, sehingga mana bisa dia mati sebelum perkaranya jelas, walau dia ada seratus, seribu alasan percaya Yuan Ershao tidak seperti yang dikatakan Yuan Di, tapi terhadap seorang anak yang mati mendadak di dalam kejadian dan waktunya juga terlalu banyak kebetulan.

Dicurigai oleh seseorang, apalagi dicurigai oleh seorang teman lama pasti adalah satu hal yang sangat menyakitkan hati.

Namun Yuan Ershao tentu saja mengerti Polisi Setan adalah seorang polisi yang jujur dan tegas, terhadap pendiriannya, dia bukan saja tidak marah malah sebaliknya dengan menggunakan nada yang pasti berkata.

"Lao Tie, Yuan Ling dengan kepala di atas leher ini menjamin."

Ada ekspresi seperti menanggalkan beban berat, Polisi Setan dengan tertawa sedih berkata.

"Jika.... jika demikian, Aku.... aku bisa dengan.... dengan tenang pergi, aku paling.... paling takut punya hu.... hutang pada orang...."

Polisi Setan telah mati, bisa dikatakan dia mati demi Yuan Ershao.

Karena dia pernah hutang pada dia, hutang budi pada dia yang telah menolong nyawanya.

Dia juga pernah hutang pada Zhan Long, hutang budi pada Zhan Long yang telah menolong nyawanya.

Dia telah membalas budi pada Yuan Ershao, dengan mengorbankan nyawanya.

Namun terhadap Zhan Long?

Dia gunakan apa untuk membalas budinya?

Matinya Polisi Setan Tie Cheng Gong buat Yuan Ershao tidak diragukan adalah pukulan yang amat berat, juga satu beban yang sangat berat.

Karena setelah tahu semua ini dimulai oleh kakaknya sendiri, dia sudah membatalkan niat balas dendamnya, malah sudah siap seumur hidup ini tidak kembali ke Perumahan Hui Yuan.

Yuan Di boleh tidak setia kawan, tapi dia sama sekali tidak bisa tidak harus setia kawan.

Namun sekarang Polisi Setan mati dipelukannya, sudah membuat dia tidak tahu harus berbuat apa.

Dia tidak bisa membunuh saudaranya sendiri, tapi dia tidak bisa tanggung jawab pada teman yang telah mati.

Maka dia telah terjerumus ke dalam kesedihan yang sulit digambarkan.

Dia menarik kuat rambutnya, karena kepala dia sakitnya sudah tidak bisa ditahan.

Zhan Feng tentu saja mengerti kesulitan di dalam hati dia sekarang ini, namun dia juga hanya dapat mengeluh tidak berdaya.

Bagaimana pun dia juga tidak tahu harus bagaimana mengatur masalah ini.

0ooo(dw)ooo0 Dalam marahnya Yuan Ershao ingin sekali membunuh orang, membunuh Yuan Di.

Matanya sudah merah dibakar amarah di dalam hati, merahnya menakutkan orang.

Dia berdiri di depan pintu lama sekali, lama sekali....

Setelah itu dari mulutnya Zhan Feng dia mengetahui penyebab kematiannya Polisi Setan, dia sudah terus berdiri di sana, menatap langit musim gugur dan serangga terbang sedikit pun tidak bergerak.

Setelah diperiksa Zhan Feng, ternyata Polisi Setan paling sedikit sudah tiga bulan tidak diberi nasi sebutirpun, maka dia sampai menjadi kurus tinggal kulit pembungkus tulang, selain itu dia telah terkena racun yang bekerja lambat, racun menakutkan yang bisa membuat daging orang mengerut dan kram.

Tidak perduli siapa pun yang bersifat sekeji ini haruslah mendapat pembalasan.

Sehingga Yuan Ershao sudah mengambil keputusan, semacam keputusan yang sangat menyakitkan hati namun terpaksa dilakukannya.

Zhan Feng terus diam menemani disisinya, dia ingin membujuknya jangan pergi, tapi tidak bisa.

Karena dia tahu pria semacam dia, sekali memutuskan, pasti tidak bisa dibujuk oleh wanita semacam dirinya, walau dia yakin, seyakin yakinnya bisa membujuk semua pria yang ada dikolong langit ini.

Sehingga dia dengan perlahan berjalan menghampirinya, menggunakan suara yang seperti memberi semangat tapi juga tidak dapat berbuat apa-apa berkata.

"Aku menunggumu."

"Aku menunggumu."

Tiga kata ini sudah memenuhi segalanya.

Memenuhi perasaan terhadapnya, yakin tehadap dia, juga doa untuknya.

Masih ada perkataan apa lagi yang lebih sempurna?

Disaat ini.

0ooo(dw)ooo0 Angin menderu-deru di atas hutan.

Suaranya terdengar terasa menyeramkan, seperti teriakan histeris, membuat bulu roma berdiri yang sulit dikatakan.

Di sini ditepi jurang, juga puncaknya sebuah gunung.

Dia sendirian berdiri dikelilingi gunung-gunung, tidak tahu mengalami berapa tahun.

Yuan Ling ingat ketika masih kecil sekali, dia sering berdua dengan Yuan Di, dari pintu belakang Perumahan Hui Yuan, menelusuri jalan gunung mendaki keatas sini dan mengambil telur burung.

Sekarang dia juga sendirian berdiri dipuncak gunung, melawan serangan angin gunung, mengenang kembali masa kecilnya.

Sejak mulai dewasa, Yuan Ling sudah merasakan Yuan Di bersifat ganda, di depan orang dia adalah kakak yang baik, di belakang orang dia selalu mempermainkan dirinya.

Selamanya dia tidak pernah punya mainan yang utuh milik pribadinya, karena setiap kali dia mendapatkan mainan baru, Yuan Di yang menjadi kakak selalu mengambil kesempatan disaat lengah merebutnya, setelah barangnya menjadi rusak, baru mengembalikan pada dirinya.

Sampai tahun mulai belajar silat, keadaan begini lebih jelas lagi, setiap kali mendapat pujian dari ayah ibu atau guru, setelahnya pasti mendapatkan amarah, pukulan dan tendangan keras dari dia, dia tidak tahu sifat apa ini, tapi dia sudah dapat belajar dari pengalamannya, dia tidak berani dihadapannya menunjukan suatu keberhasilan.

Keadaan begini terus berlanjut sampai umur tujuh tahun, semua berakhir setelah dirinya meninggalkan rumah pergi berguru pada orang.

Sekarang ini dia telah berdiri di sana dalam waktu yang tidak singkat.

Dia menunggu sambil memperhatikan jalan gunungku, menunggu kedatangannya Yuan Di.

Dia tahu, setelah Yuan Di mendapat kabar dari Qian laodie bahwa dirinya pernah pulang dan menitipkan pesan, dia pasti akan datang.

Karena di antara mereka harus ada penyelesaian, tidak perduli penyelesaian macam apa.

Yang aneh adalah semakin lama, tiba-tiba dia merasa amarah di dalam dadanya semakin mereda, malah akhirnya ingin segera turun gunung.

Jika manusia dengan manusia harus menggunakan kepandaian saling mengalahkan, tentu saja ini sandiwara yang sadis.

Disaat Yuan Ling hampir saja melepaskan segala kemarahannya, dia sudah melihat Yuan Di dari bawah gunung datang dengan cepat.

Sehingga hatinya tidak tertahan berdebar, daging diwajahnya juga dengan tidak sadar mengikuti debaran hatinya menjadi kram.

Benar, dia sudah lama, lama sekali tidak melihatnya, tidak melihat satu-satunya saudara didunia ini.

0ooo(dw)ooo0 Angin gunung dingin meniup.

Tempat main waktu kanak-kanak.

Sama dua orang ini sudah tidak kecil lagi.

Yuan Di kelihatannya sangat tenang, tenangnya menakutkan orang.

Warna sedih di dalam mata Yuan Ling sangat pekat, pekatnya seperti ingin mati.

Mereka diam saling menatap, siapa pun tidak bicara.

Karena disaat ini bicara apa pun tidak ada gunanya, bicara apa pun tidak akan merubah kenyataan yang sudah terjadi.

Namun bisakah tidak bicara?

"Dage, Yuan Ling...."

"Tutup mulut, kau tidak bermarga Yuan, kau juga tidak pantas bermarga Yuan, hayo cabut pedangmu...."

Yuan Ling baru saja bicara sudah dipotong dengan dinginnya oleh Yuan Di. Yuan Ling mengeluh menggelengkan kepala berkata.

"Aku tidak bisa."

"Tidak bisa?!"

"Benar, aku.... aku tidak bisa, walau aku pernah berharap aku bisa, namun.... namun, bagaimana pun kita adalah saudara!"

"Saudara?! Ha.... ha.... apa kau tidak salah, siapa saudaramu? Saudara bisa membunuh keponakan kandung sendiri? cepat cabut pedangmu, hari ini aku ingin menghadapi orang persilatan yang dianggap paling hebat Yuan Ershao, sebenarnya dimana kehebatannya."

"Keponakan mati adalah sudah nasibnya, kakak telah salah paham...."

"Salah paham? Ha.... ha.... salah paham seberapa besar, siapa yang percaya salah paham yang kau katakan itu?"

Yuan Di tertawa keras, pada langit berkata lagi.

"Oh anakku, kau lihatlah, buka matamu lihatlah, ayah akan membalaskan dendammu, ayah balaskan dendam kau ah...."

Yuan Ling tidak terasa mundur dua langkah dengan suara ketakutan berkata.

"Kakak, kakak, kau harus percaya padaku...."

"Percaya?! Aku hanya percaya pada diriku sendiri."

Teriak Yuan Ling dengan keras.

"Ke.... kebenaran masalah ini kau.... kau boleh tanyakan pada adik ipar di rumah kakak ipar, adik ipar melihat sendiri.... sendiri keponakan mati mendadak...."

Yuan Di mendadak menghentikan tertawa kerasnya, dengan dingin dan keji melihat Yuan Ling, lalu mengatakan kata-kata yang hampir saja membuat pingsan Yuan Ling.

"Tanyakan pada kakak iparmu?! Apakah kau tidak tahu seluruh keluarga delapan belas orang di Jun Shan Dong Ting tidak satu pun yang selamat, semua mati terbakar?"

Yuan Ling gemetar seperti kedinginan sampai berdiri pun sulit, 'duk, duk, duk dia mundur tiga langkah. Suaranya lemas dan lemah.

"Ini.... ini mana mungkin? Mana mungkin?"

Dia tentu saja tahu, mengapa Yuan Di berusaha mencelakakan dirinya, hanya karena iri jadi timbul benci, yang dia benci juga hanya dia seorang diri, Yuan Di pasti tidak akan sampai hati melampiaskan kemarahannya, membunuh orang lain untuk menutupi segala tindak tanduknya.

Jika dia tidak mempunyai alasan, juga tidak mungkin melakukan perbuatan ini, maka, maka mengapa sampai bisa terjadi perkara sadis, pembunuhan delapan belas jiwa di Jun Shan Dong ting.

Yuan Ling seperti jatuh ke dalam jurang yang dalamnya puluhan ribu zhang, dia hanya bisa bergumam mengucap.

"Mana mungkin?"

Dua kata ini.

Saat seperti ini adalah saat seseorang yang jiwanya sangat tidak stabil.

Lebih-lebih adalah saat yang paling lemah, yang paling tidak ada pertahanan jika diserang.

Sehingga sebilah pedang, sebilah pedang di tangan Yuan Di tiba-tiba dengan tidak ada gejalanya sama sekali, seperti datang dari alam luar muncul di depan ulu hatinya Yuan Ling.

Ini adalah satu serangan mematikan.

Karena waktu dan arah serangan pedang ini sudah sampai diluar perkiraan.

Yuan Ling bukan dewa, dewa pun sulit menghindarkan serangan pedang ini.

Ilmu silatnya Yuan Di sama sekali bukan lawannya Yuan Ling.

Masalah ini tidak perlu orang lain mengatakan, dia sendiri juga tahu.

Maka dia giat melatih jurus serangan pedang ini, dia sudah menghabiskan waktu dua tahun penuh.

Seorang mau menghabiskan waktu dua tahun hanya untuk melatih satu jurus pedang, maka tidak diragukan serangan pedang itu, buat orang lain tidak akan bisa menghindar.

Sehingga sekali pedang menyerang, darah telah menyembur.

Darah segarnya Yuan Ling telah menyembur, dia sudah mundur sampai ditepi jurang, duduk di tanah.

Walau dia tidak bisa menghindar serangan pedang ini, tapi dalam sekejap dapat menghindar pedang itu tidak sampai menusuk kejantung.

Dia melihat Yuan Di yang selangkah demi selangkah maju mendesak, di dalam hati dia sudah tahu, dewa mati juga sedang datang selangkah demi selangkah mendekat pada dirinya.

Serangan pedang tadi telah melukai organ dalam Yuan Ling, darah segar juga sudah memerahkan baju panjangnya, ketika pedang panjang diangkat lagi, dia malah menyadari dirinya hanya bisa dengan lemah melihat Yuan Di, tidak bisa menggunakan kemampuannya menghadang.

Sehingga ketika pedang datang lagi, langsung menuju tenggorokannya.

Dengan pasrah Yuan Ling tertawa sedih menutup mata, malah membusungkan dada.

Dia sudah siap mati, mati di bawah pedang saudaranya sendiri.

Dia menyesal pada temannya (Polisi Setan), tentu saja hanya dengan kematian baru membuat pelunasan yang paling baik.

Dia tidak bisa membersihkan dosanya sendiri, tentu saja dengan kematiannya baru dapat menghapus penyesalannya pada masyarakat.

0ooo(dw)ooo0 Pedang sudah datang lagi, darah pasti menyembur lagi.

Pedang telah mengenai tubuh, menusuk ke dalam perutnya pelayan tua Qian laodie yang tiba-tiba terbang menerjang.

Darah menyembur lagi, tapi itu adalah darah yang bergolak, darah yang dipersembahkan demi kesetiaannya pada majikan.

Yuan Di, Yuan Ling bersamaan terkejut dan bengong.

"Jang.... jangan cabut pedangnya, tuan muda besar, pelayan tua.... ingin bicara...."

Jika pedang dicabut orang pasti langsung mati.

Yuan Di terkejut mundur beberapa langkah, tidak berani percaya, juga tidak bisa percaya melihat pada pelayan setia yang rambutnya telah beruban yang telah melayani keluarga Yuan tiga generasi ini, bersamaan dengan sedih berkata.

"Lao.... laodie, oh langit...." .... Qian laodie berumur enam tahun ketika masuk ke keluarga Yuan, sampai sekarang sudah berumur enam puluh tujuh tahun, di dalam waktu enam puluh satu tahun yang dipersembahkan dia pada keluarga Yuan tentu saja bukan hanya perasaan 'majikan' dengan 'pelayan' saja, Yuan Di, Yuan Ling menghormatinya, hubungannya bukan hanya di atas permukaan saja.

"Tuan.... tuan muda besar, kau.... kau sama sekali tidak boleh membunuh Tuan muda kedua. Tubuh Qian laodie telah basah oleh keringat dingin, wajah yang banyak keriput juga sudah berubah karena sakitnya.

"Lao.... laodie, mengapa? Mengapa? Kau.... kau tahu tidak dia telah membunuh anak Xing? kau tahu tidak anak haram ini demi merebut harta warisan keluarga Yuan telah membunuh anakXing?!"

Yuan Di sedih tidak terhingga, dengan gelisah dan ketakutan memandang dia, dan dia teringat Qian laodie sejak kecil sangat menyayangi dirinya.

Benar, Qian laodie selalu lebih menyayangi Yuan Di, disaat kanak-kanak setiap ada makanan lezat, mainan bagus sering Yuan Ling tidak mendapatkan, tapi asal Yuan Di membuka mulut Qian laodie selamanya tidak pernah berkata'tidak'.

Qian laodie tertawa sedih berkata.

"Tu.... tuan muda besar kau telah salah paham.... si.... siapa yang beritahumu Tuan muda kedua bukan darah da.... daging keluarga Yuan?"

"Salah paham?! Ada salah paham apa? Laodie, itu aku dengar sendiri...."

Wajah Yuan Di sudah berubah.

"Kau.... kau sudah dengar apa.... apa?"

"Aku.... suatu kali mendengar ibuku berkata pada ayah jika sudah tahu nak Ling sulit diasuh, lebih baik bawa pulang saja ibunya.', apa.... apa lagi ayah ibu dan.... dan kau selalu lebih sayang padaku, dilihat dari banyak kelakuan ini kelihatannya dia.... dia tentu saja anak ha.... anak pungut....!"

Yuan Di curiga. Air mata tua bercucuran, Qian laodie duduk menyandar dilengannya Yuan Ling, mengeluh sekali berkata.

"Tuan.... tuan muda besar, apa kau.... kau maukah mendengar cerita yang sebenarnya, kau.... kau percaya pada laodie?" 0ooo(dw)ooo0 Keluarga Yuan turun temurun hanya punya anak tunggal, dan semua majikan laki laki umurnya tidak lewat dari empat puluh tahun, ini mungkin semacam kebetulan, tapi adalah kenyataan yang tidak bisa didebat. Sampai pada masa ayah mereka berdua, dia menikah pada usia muda, namun setahun, dua tahun, lima tahun, sepuluh tahun telah lewat, majikan wanita selalu tidak tampak mengandung, keadaan demikian tentu saja bisa membuat orang gelisah sekali, seperti gila. Walau ayah ibu mereka saling mencintai, namun tidak ada turunan adalah dosa besar, sehingga membuat sepasang suami istri ini terjebak dalam bayangan ketakutan. Sehingga rencana 'pinjam perut melahirkan anak' di bawah persetujuan sang majikan wanita, sudah memutuskan. Sehingga siapa pun tidak tahu majikan keluarga Yuan diluar sudah beristri lagi. Namun lewat setahun, suami istri Yuan dari penuh harapan berubah jadi murung. Dalam keadaan tidak bisa berbuat apa apa mereka mengambil seorang anak asuh.... Yuan Di. Nasib sulit diduga, bersamaan dengan semua orang sudah tidak ada harapan ternyata ada berita, Yuan Ling lahir setelah setengah tahun berlalu. Ikatan yang tanpa perasaan pasti adalah sandiwara sedih, ibunya Yuan Ling setelah mendapat hadiah uang yang cukup banyak diam-diam pergi meninggalkan anaknya. Entah karena perasaan apa, suami istri keluarga Yuan dan laodie sejak kecil malah lebih menyayangi Yuan Di, selain itu Yuan Ling tubuhnya lemah sering sakit, terhadap majikan wanita yang tidak pernah mengasuh anak tentu saja menjadi beban yang berat. Suatu kali ibu kandung Yuan Ling merasa rindu pada anaknya, dia tidak hanya sekali menyatakan, ingin kembali kekeluarga Yuan, tapi dengan teguh majikan laki-laki menolaknya, akhirnya dia mati dengan sedih. Tadinya ini adalah sebuah rahasia, sebuah rahasia yang hanya laodie seorang yang tahu, karena suami istri keluarga Yuan mati muda. Namun rahasia yang didapat Yuan Di, dia mengira dirinya yang paling benar hingga berubah menjadi pertengkaran, saling bunuh antara saudara sendiri. 0ooo(dw)ooo0 'Pelapor menjadi tertuduh', yang putih menjadi hitam. Yuan Di memandang pedang panjang yang menancap didadanya laodie, selangkah demi selangkah mundur kebelakang.... Pada wajahnya sedikit warna darah pun tidak ada, pucat seperti kertas putih, dan juga tubuhnya seperti tersambar petir, gemetar terus. Setiap kata, setiap huruf yang dikatakan Qian laodie, semuanya seperti tongkat dengan keras memukul hatinya, dia sudah tidak mampu menerima kenyataan ini, kenyataan yang bercucuran darah. Karena bagaimana pun dia tidak menyangka dirinya terus-terusan memaki orang lain anak haram, ternyata dirinya yang benar-benar anak haram. Maka dia mulai tertawa yang mendirikan rambut orang, pelan-pelan tawa itu berubah menjadi semacam tawa keras yang menyakitkan telinga. Akhirnya dia sudah tidak bisa menghentikan tawa keras itu, bersamaan sorot matanya juga semakin hampa.... Dia dengan sempoyongan meninggalkan tebing gunung. Angin tetap bertiup, hanya saja suara angin lebih condong menjadi suara tawa keras sedih, dan teriakan teriakan "Anak haram, aku adalah anak haram, aku adalah anak haram....". 0ooo(dw)ooo0 Disudut mulutnya Qian laodie sudah mengeluarkan darah. Dia dengan susah payah menggunakan suara serak berkata.

"Tuan.... tuan muda kedua, Tuan muda besar dia.... dia kali ini benar.... benar benar jadi gila.... karma., .karma...."

Hati Yuan Ling berat seperti tertindih timah berat, dengan sangat gelisah berkata.

"Lao.... laodie, anda is.... anda is.... istirahat sebentar, jangan bi.... bicara, aku bopong anda tu.... turun gunung."

Dengan sedih menggelengkan kepala, Qian laodie berkata.

"Tidak.... tidak ada gunanya, laodie aku.... aku akhirnya ti.... tidak mengecewakan kel.... keluarga Yuan tiga generasi...."

Mati ada banyak macamnya, mati setia, mendapat kesetiaan bagaimana tidak membuat orang menjadi hormat?

Orang tua ini dengan senyum yang polos mati dilengannya Yuan Ling, seperti yang dia katakan, dia tidak mengecewakan keluarga Yuan tiga generasi, mati di tempatnya, mati diwaktu yang tepat, lebih-lebih matinya menggemparkan, matinya membuat orang menghormat.

Mengikuti goyangnya kereta kuda, seluruh tulang ditubuhnya Xiao Dai seperti akan berantakan.

Setelah perahu menepi dia sudah menghilangkan jejaknya, dia menyewa kereta kuda yang berlari dengan kencangnya, dia terburu-buru dalam perjalanan hanya ada satu alasan, yaitu dia harus secepatnya bertemu Zhan Feng, karena hanya Zhan Feng yang bisa dengan cepat menyembuhkan luka lama dan luka baru di seluruh tubuhnya.

Sehingga tujuannya tentu saja adalah Perumahan Zhan Bao.

"Tuan."

Sikusir memanggil pada ruangan kereta yang ditutup rapat itu.

"Ada apa?"

Xiao Dai menyandar dipuluhan bantal empuk dengan malas menjawab.

"Begini, tuan, kita orang bisa tidak makan tidak minum dan terus berjalan, tapi binatang harus berhenti minum air, dan makan, jika tidak belum sampai di tujuan, empat kakinya sudah mengejang, ini.... ini di kemudian hari kami tua muda mengandalkan apa untuk hidup....?"

Sikusir cerewet, tapi yang dikatakannya adalah kenyataan.

"Jadi menurutmu?"

"Menurut aku di.... di depan sepuluh li lagi ada satu toko terpencil, dan tuan bisa turun kereta melemaskan otot, kencing atau apalah, aku bisa memberi rumput untuk Hei Mao ini makan, ini tidak menghabiskan banyak waktu, kau lihat ini bisa tidak?"

Bisakah tidak bisa?

Xiao Dai walau tidak mau kencing, juga terpaksa setuju, jika tidak kudanya benar-benar kelelahan dan tidak bisa lari lagi, kemana lagi dia menyewa kereta kuda di tempat terpencil ini?

0ooo(dw)ooo0 Tidak ada merk, lebih-lebih tidak ada tulisan rumah arak.

Tiga rumah rumput berdiri disisi jalan sangat menyolok mata, apalagi terhadap orang yang dalam perjalanan, bisa berhenti untuk istirahat, minum secangkir teh atau minum arak, ditambah beberapa potong daging ayam liar, tahu goreng dan lain lain, mungkin "Yue Bin Da Jiu Lou" (Menyenangkan tamu besar di gedung arak) juga tidak senyaman di sini.

Inilah rumah yang disebut oleh sikusir, toko terpencil, tapi ketika Xiao Dai telah melangkah keluar dari ruang kereta dia melihat ditoko ini sudah ada tiga orang pria setengah baya yang berdandan orang persilatan, mereka di sana sedang duduk di meja minum arak.

Karena ada waktu, Xiao Dai tentu saja masuk ketoko ini, mencari satu meja dan duduk.

Belum juga benar-benar duduk dia sudah menyadari tiga pasang mata yang aneh menyapu pada dirinya, disaat ini Xiao Dai berpendirian lebih baik kurang satu masalah dari pada lebih satu masalah, memaksa menahan amarah yang selalu diawasi oleh orang, dia memanggil bos toko.

"Ada apa?"

Bos toko yang seperti orang liar, berambut tidak karuan, wajahnya bengis, keluar dari dalam ruangan, sambil mengeratkan tali pinggang dengan sungguh 'ramah' bertanya.

"Kau bos toko ini?!"

"Mengapa?! Tidak mirip?!"

Ternyata ini juga bisnis monopoli, tingkahnya bos toko menakutkan orang.

Bertemu dengan raja gunung semacam ini, cara yang paling baik adalah kurangi buka mulut.

Xiao Dai hanya pesan satu teko arak.

Araknya sampai, cangkirpun penuh.

Belum lagi arak diminum, kusir diluar sudah menyiapkan rumput untuk kuda, telah memberi makan kudanya, dia juga masuk ketoko.

Namun dia merasa aneh berkata.

"Iri?! Kapan bosnya telah ganti orang? Aneh, beberapa hari lalu aku masih lewat sini, juga pernah berhenti, saat itu.... saat itu bosnya masih sepasang suami istri muda....?"

"Iii, apa iii? Sialan, apa orang tidak bisa mendapat mala petaka, ada sakit, ada masalah, bos di sini telah kaya, telah pindah ketempat lain, sekarang di sini aku yang buka toko, kau suka silahkan datang, jika tidak suka silahkan pergi sana."

Sejak dahulu pedagang dan pengelana, orang yang banyak tahun kerjanya diluar, semuanya tahu kapan waktu harus bicara, kapan waktunya tidak bisa bicara.

Kusir itu cerewet terdiam, saat ini dia benar-benar tidak berani membuka mulut lagi, setelah membayar harga makanan yang dibeli, membawa asinan yang telah dibungkus, dia keluar dari toko.

Kelihatan di dalam pikirannya dikereta sendiri terasa lebih nyaman.

Pendengaran Xiao Dai biasanya juga tidak jelek, seorang pesilat tinggi seperti dia pendengarannya mana bisa jelek?

Walau satu suara yang sangat pelan dan pendek terdengar dari dalam, dia di dalam hati mengeluh sekali, karena dia tahu telah bertemu dengan satu masalah yang mau tidak mau harus dia harus melibatkan diri.

Suara itu adalah suaranya seorang wanita, dan juga adalah satu suara yang siap teriak minta tolong dan tiba-tiba mulutnya dibungkam orang.

Seorang bos toko yang seperti orang liar, tiga pria persilatan yang rupanya tidak pantas, ditambah suami istri muda yang tadinya bos di sini tidak muncul....

Xiao Dai tidak perlu pikir lama, dia sudah tahu apa yang telah terjadi.

"Tol.... mmm...."

Satu suara lagi yang dibungkam, suara kali ini lebih jelas. Xiao Dai mendorong kursi, pelan-pelan bangkit berdiri.

"Mau apa?!"

Satu di antara tiga pria besar itu tiba-tiba merentangkan tangan menghadang, nada bicaranya tidak bersahabat.

"Kebelakang ingin kencing,"

Kata Xiao Dai dengan gagap.

"Kencing diluar saja."

Orang itu jelas tidak terpikir Xiao Dai bisa bicara begini, bengong dulu sebentar baru menjawab.

"Tidak.... tidak baiklah! Aku.... akukan bukan anjing liar...."

Kata Xiao Dai seperti anak terkena damprat.

"Cerewet benar?! Kalau tidak mau, kencing saja dicelana."

Teriak Orang itu melotot.

"Ini.... ini keterlaluan, kau.... kau kan bukan bos di sini, apakah aku pinjam.... pinjam sebentar kamar kecilmu bisa?"

Xiao Dai yang berpura-pura lembut sungguh mirip sekali. Kenyataannya orang itu jadi bungkam dibuatnya.

"Bos, kau ini sungguh keterlaluan, aku ini pinjam kamar kecilmu bukan pinjam istrimu, mengapa tidak boleh? Apalagi kata orang Air gemuk tidak jatuh pada ladang orang', air gemuk aku adalah barang bagus, air yang sudah disimpan lama, orang lain mau juga tidak ada, dimana ada orang yang bodoh begini....?"

Nada bicara Xiao Dai sudah berubah.

"Sialan, aku bilang tidak ya tidak...."

Bos yang diejek oleh Xiao Dai sama sekali tidak mendengar kata ejekannya.

"Tapi saat aku baru masuk, jelas melihat kau mengetatkan tali pinggang keluar dari dalam, apa betul kau kencing di dalam kamar? Kalau begitu, itu tidak sehat...."

Xiao Dai dengan tawar menyindir. Kali ini bos toko mengerti arti kata orang, sehingga dengan marah berteriak.

"Sialan, kau telur kura-kurajika tidak jaga mulut lagi, aku akan melempar kau keluar...."

Xiao Dai menggelengkan kepala berkata sendiri.

"Cek, cek, aku benar-benar telah masuk ketoko perampok."

Berkata lagi.

"Kata bos, kau tidak membolehkan orang kencing ya sudah, mengapa jadi marah begitu? Yang tidak jaga mulut adalah dirimu, kakak besar, ternyata kau di belakang telah menyembunyikan istri orang, jika tidak mengapa begitu tegang?"

"Aku kebiri kau ini telur kura-kura kecil...."

Belum habis bos bicara, sepasang tangan besar yang berambut diulurkan membelit leher Xiao Dai.

Tangan Xiao Dai selamanya paling cepat, walau dia dalam keadaan luka parah.

Disaat sepasang tangan bos toko mengulur, Xiao Dai sudah melintang melangkah dua langkah disaat tiga pria persilat itu masih belum tahu apa yang telah terjadi, dia sudah menjatuhkan mereka bertiga.

Dia membalikkan tubuh menundukkan kepala, sepasang tangan bos toko telah gagal.

Disaat ini tinjunya Xiao Dai telah dipukulkan dengan keras pada bagian di bawah perut yang menonjol besar.

Tidak ada satu orang pun di tempat itu terpukul keras bisa mengeluarkan suara dan bisa berdiri, makanya saking sakitnya bos toko sampai membungkukan tubuh, sepasang tangan menutup tempat itu, keringat dingin seperti kacang kuning dikening bercucuran.

"Mengebiri aku?! Sialan kau sudah gila, jika aku tidak mengebiri kau itu artinya nenek moyangmu sudah membakar hio tinggi-tinggi, kalian ini aliran rendah di dunia persilatan...."

Habis berkata, Xiao Dai sudah melewati gordin pintu, berdiri di depan pintu yang sepertinya satu kamar tidur.

Pandangan pertama yang dilihat dia adalah seorang pria agak gemuk yang bentuk tubuhnya persis seperti Li Yuanwai membelakangi pintu kamar sedang membungkukan tubuh menarik celana dari tanah.

Li Yuan-wai?!

Xiao Dai terkejut di dalam hati, tapi lalu mengerti, karena dia telah melihat dengan jelas satu bekas luka di atas pantat orang itu.

Sama sekali bukan tanda lahir Li Yuanwai.

Melihat di atas ranjang, benar seperti dugaannya, seorang wanita terlentang dengan baju robek di sana, mulut disumbat kain robek sedikit pun tidak bergerak.

Xiao Dai sabar menunggu, menunggu orang itu beres memakai celana.

Dan orang yang mirip dengan Li Yuan-wai itu masih belum tahu ada orang berdiri di depan pintu, sambil mengeratkan ikat pinggang sambil bergumam, Sialan, wanita ini sungguh tidak tahan ditekan, aku hanya nomor dua, kau sudah jadi mayat, diluar masih ada tiga, sekarang mereka sudah menepuk meja menyuruh cepat-cepat, nanti tidak tahu harus bagaimana membereskan urusan ini...."

Xiao Dai melihat orang yang sangat mirip Li Yuan-wai tapi bukan Li Yuan-wai, amarah di dalam hati sudah membakar sampai kealis.

Dia diam tidak bergerak memperhatikan orang di depannya, tapi siapa pun orang nya bisa melihat wajahnya penuh salju dingin, nafsu membunuh samar-samar nampak.

Sekarang wajah agak bulat orang ini ada ekspresi seperti melihat setan.

"Kau.... kau siapa?!"

"Lalu kau siapa?"

Xiao Dai sungguh malas banyak bertanya, tapi dia ingin tahu kelompok macam apa orang orang ini.

"Aku.... aku adalah Hartawan Li, kep.... kepala pengawas Jiang Nan Gai-bang, orang yang tahu lebih baik jangan terlibat...."

Xiao Dai baru benar-benar bertemu dengan setan.

Jika orang tidak pernah bertemu dengan Li Yuan-wai sangat mungkin tertipu olehnya, apa boleh buat Li Yuanwai yang matanya tumbuh di atas pantat mana mungkin bisa menipu Xiao Dai?

Tidak membicarakan yang lain, sampai di atas pantat Li Yuan-wai ada tanda lahir pun Xiao Dai tahu, orang ini bukankah keterlaluan?

0ooo(dw)ooo0 Kereta kuda tergerak lagi.

Di dalam ruang kereta Xiao Dai tetap bersandar pada puluhan bantal lembut yang nyaman, dengan dingin mengawasi Li Yuan-wai palsu yang hidungnya hijau wajahnya bengkak.

Di dalam hatinya sedang berpikir 'Terlalu banyak jalan malam, pasti akan bertemu setan', kata-kata ini sungguh sedikit pun tidak salah.

Dan si hartawan palsu ini meringkuk disudut ruang sedikit pun tidak berani bergerak, di dalam hatinya juga berdebar memikirkan apa sebenarnya maksud Xiao Dai, mengapa hanya menyisakan dirinya seorang?

"Sekarang, sudah waktunya memberitahu nama aslimu, mmm?"

Suara Xiao Dai sekali keluar, hati Huang Wei De itu bergetar.

"Aku...."

"Tadi tiga puluh tamparan itu adalah akibat berbohong, jika aku dengar lagi satu kata bohong, maaf aku akan mulai dari telingamu, sampai habis memotong alat di seluruh tubuhmu, kau bisa mengatakannya, aku juga bisa melakukannya, kau pikir-pikirlah, perkirakan kau harus lakukan apa, selain itu aku bisa beri tahu, aku bisa membedakan setiap perkataanmu yang mana yang benar dan yang mana yang bohong,"

Kata Xiao Dai seperti bisa memandang tembus hati orang.

"Aku.... aku dipanggil Huang Wei De."

"Aku lihat kau seharusnya dipanggil hina baru benar."

Xiao Dai menggelengkan kepala berkata.

"Kalian juga keji sekali, sudah membunuh suami orang masih giliran memperkosa istri orang, ini.... ini didunia ini mengapa ada kalian orang-orang seperti sampah, binatang."

"Anda.... anda bermarga apa?"

"Tidak perlu menjilat, mereka telah jadi orang mati, aku jamin kau juga tidak akan lama hidupnya, menyisakan kau karena aku harus mengejar waktu, dan juga aku ada pertanyaan padamu, sekarang kau beri tahu aku mengapa kau bisa berpikir menyamar sebagai Li Yuan-wai?"

"Ka.... karena banyak orang mengatakan aku mirip dengan dia...."

"Kau pernah bertemu dengan Li Yuan-wai?"

"Per.... pernah."

"Kapan? Dimana?"

"Du.... Kira kira dua setengah tahun yang lalu, di.... di Jembatan Dua Puluh Empat Yang Zhou."

Wajah Xiao Dai tidak ada ekspresi, sebenarnya di dalam hatinya berdebar-debar. Karena dua setengah tahun lalu dia sedang bersama Li Yuan-wai dan Ouwyang Wu-shuang berada didaerah Yang Zhou.

"Saat itu apakah hanya ada Li Yuan-wai seorang diri?"

Xiao Dai sedikit pun tidak meninggalkan tanda, bertanya lagi.

"Bu.... bukan, ma.... masih ada seorang wanita yang sekali tertawanya sangat cantik disisi dia."

"Wanita sekali tertawa sangat cantik?"

"Benar, wanita itu sungguh memuaskan...."

Huang Wei De seperti mengenang kembali kenangan indah, sama sekali tidak terpikir yang lainnya berkata begitu saja.

....

wanita yang seperti Ouwyang Wu-shuang tentu saja membuat orang sulit melupakannya.

Memuaskan?

Hal apa yang bisa membuat seorang lakilaki memberi penilaian begini pada seorang wanita?

Xiao Dai mendadak terpikir hal yang mengerikan.

Yaitu ketika dirinya bertemu lagi dengan Ouwyang Wushuang, dia malah menginginkan dirinya pergi membunuh Li Yuan-wai.

Terhadap masalah ini dia selamanya tidak percaya katakata Ouwyang Wu-shuang....

demi saling mencintai jadi harus menghapus bayangan gelap.

Sekarang dia sepertinya telah menemukan jawabannya, alasannya Ouwyang Wu-shuang ingin membunuh Li Yuanwai.

Laki-laki semuanya suka membicarakan kehebatan dirinya....

apalagi tentang petualangan cinta, sehingga mereka sering melupakan aturan ini 'Mala petaka datang dari mulut'.

Xiao Dai sangat luwes, juga sangat bersemangat memancing.

"Yang kau katakan puas sebenarnya seberapa puas? Sialan, bajingan seperti kau yang seharian menghancurkan orang mungkin bertemu dengan induk babi kau juga akan mengatakan puas."

"Aku.... aku.... kau apa dengan Li Yuan-wai berteman?"

Tanya bajingan ini juga mendadak terpikir dengan sedikit ketakutan.

"Tidak, dia pernah jadi musuhku, aku ingin membunuh dia, dia juga ingin membunuh aku,"

Kata Xiao Dai kaku.

"Bagus kalau begitu, bagus kalau begitu...."

Maka dengan bangganya dia bercerita, sampai dia sudah lupa nyawanya sudah diujung tanduk.

Dan yang mendengarnya tampak matanya terlihat terkejut, marah, seperti ingin sekali mengupas kulitnya.

Xiao Dai akhirnya mengerti masalah sebenarnya.

Ternyata malam ketika Ouwyang Wu-shuang diperkosa, dia terkena semacam racun obat perangsang kuat yang hanya bisa menggerakkan kaki tangan dengan pelan, tapi mata tidak bisa dibuka.

Sehingga dia walau tidak bisa melihat lawan, tapi bisa merasakan perawakan, dan tanda khusus lawan mainnya.

Yang dimaksud tanda khusus tentu saja adalah alasan mengapa dia memaksa ingin melihat pantatnya Li Yuanwai.

Juga tidak bisa disalahkan dia menuduh Li Yuan-wai.

Xiao Dai tidak tahu, jika dia tahu, sudah dari dulu dia.

memaksa memerosotkan celananya Li Yuan-wai memperlihatkan pada Ouwyang Wu-shuang untuk membuktikan, bagaimana pun tanda lahir di atas pantatnya Li Yuan-wai adalah datar licin, dan pelaku dosa sebenarnya adalah bekas luka yang menonjol.

Dua tanda yang berbeda ini bedanya sejauh seratus delapan li, yakin Ouwyang Wu-shuang bisa dengan mudah membedakannya.

Makanya seluruh masalahnya begitu menunjuk rusa sebagai kuda kacau tidak karuan.

Tentu saja jika ingin disalahkan juga harus disalahkan Li Yuan-wai, sejak Ouwyang Wu-shuang mengutarakan 'tanda', dia tidak mengerti tanda apanya.

Jika tidak jangan kata diperiksa orang, walau ingin dia telanjang pantat ditonton di jalanan mungkin dia juga dapat melakukannya.

Bagaimana pun juga dengan demikian, dia juga tidak akan mudahnya mendapat tuduhan pemerkosa, pengkhianat Gai-bang, dikejar-kejar orang seperti anjing di rumah duka, juga tidak akan ada orang demi memperebutkan hadiah uang seratus ribu liang perak sampai kepala pecah bercucuran darah, nyawa hilang.

Ketika kakinya Xiao Dai ditendangkan pada bawah perutnya Huang Wei De, dia baru mengerti dia telah kena tipu orang.

Dia bercucuran keringat dingin, dengan terbata-bata berkata.

"Kau.... kau ini.... kau ini sebenarnya.... siapa?"

"Tangan Cepat Xiao Dai, saudaranya Li Yuan-wai...."

Xiao Dai di tempat yang sama dia menambah satu tendangan lagi, ketika dia sudah memastikan 'dia' seumur hidup ini sudah tidak akan mampu lagi 'puas' baru dengan dingin berkata.

"Kau.... kau.... kau.... bukankah.... berkata.... de ngan dia adalah.... bermusuhan...."

"Kaulah tidak mendengarnya dengan baik, yang aku katakan adalah 'pernah' kata ini."

Huang Wei Dejadi pingsan.

Tidak tahu apakah dia pingsan karena sakit?

Atau setelah mendengar kata-kata Xiao Dai jadi pingsan?

'Bermaksud menanam bunga, bunganya tidak mekar, tidak bermaksud menancapkan pohoh Liu pohon Liu nya tumbuh rimbun."

Xiao Dai kembali bersandar lagi dipuluhan bantal nyaman, dia pelan-pelan menikmati kata kata peninggalan nenek rc^ang ini, dia merasa lega dirinya tidak emosi dan menyembelih Huang WeiDe.

Sekarang dia bertambah satu tugas lagi, yaitu berharap Li Yuan-wai tidak mati.

Dan juga paling baik bisa segera bertemu dengannya.

0ooo(dw)ooo0 BAB 32 Matinya bunga Ju 'Perumahan Zhan Bao' 'Gedung Zhan Feng'.

Bagaimanapun Xiao Dai tidak menyangka begitu hatinya ingin segera bertemu dengan Li Yuan-wai, langsung bisa bertemu dengan Li Yuan-wai.

Kejadiannya dua hari yang lalu.

Sekarang dia tinggal di kamar sebelahnya Li Yuan-wai, berdiri disisi jendela melihat senja dimusim gugur.

Dia dengan Li Yuan-wai berikut Xu Jia-rong mengobral mulut seperti air terjun saling menceritakan pengalaman masing-masing.

Tentu saja segala salah paham dan rasa tidak senang dia dengan Li Yuan-wai sudah berlalu.

Apa lagi Xiao Dai membawakan sebuah hadiah paling berharga, Huang Wei De yang mempunyai wajah bulat, perawakan agak gemuk yang sama seperti Li Yuan-wai, malah di tempat yang samajuga terdapat benda aneh.

Terbayang Li Yuan-wai yang pemalas itu ketika melihat Huang Wei De, begitu tercengangnya sampai Xiao Dai jadi ingin tertawa.

Dia menyadari Li Yuan-wai tetap Li Yuan-wai sedikit perubahan pun tidak ada, walau dia juga mengalami banyak siksaan dan kesulitan, tapi tetap masih bisa menghadapinya dengan tenang, disaat tertawa tetap seperti patung Budha Mi Le.

Tentu saja Xiao Dai juga mengerti bukan watak dia biasa berbuat begini, sebab utamanya mungkin dia telah menemukan cinta ketiga.

Bisa dicintai oleh seseorang bagaimana pun dibandingkan dengan membabi buta mencintai seseorang yang tidak mencintai dirinya jauh sekali lebih baik.

Xiao Dai mengeluh perlahan sepertinya melihat lagi wajah yang tidak terhitung cantik tapi suci seperti bunga teratai.

Dia tahu walau mengeliling dunia, juga akan sulit mendapatkan wanita seperti dia.

Kepompong sutra, kepompong sutra setelah mati baru sutranya habis!

Xiao Dai tidak tahan mengeluh.

"Xiao Dai, Xiao Dai, kau sialan ini mengapa sekali kembali ke kamar, tidak ada kabar beritanya lagi?! Kau cepat kesini, kau kan bisa jalan, sedang aku hanya bisa terbaring saja, tidak mungkin menyuruh aku merayap ke kamar sebelah!"

Di sebelah tembok Li Yuan-wai berteriak karena sudah tidak tahan.

Xiao Dai hanya bisa menggelengkan kepala tertawa pahit, terpaksa dia ke kamar sebelah.

Dia tahu jika tidak datang, Li Yuan-wai pasti bisa mencari akal membuat lobang besar ditembok dan merayap datang.

"Mengapa? Kau pemalas ini tidak bisakah membiarkan orang sedikit tenang? Iii! Istrimu pergi kemana? Mengapa tidak menamanimu?"

Begitu Xiao Dai masuk ke kamar Li Yuan-wai dengan tidak senang berkata. Li Yuan-wai membuat satu wajah setan, dengan telunjuk menutup mulutnya tanda hati-hati berkata.

"Anakku, pelankan suaramu bisa tidak? Jika dia mendengar kau memanggil dia istri, apa kau tidak ingin hidup lagi?!"

Xiao Dai telah duduk, melihat dia sekali berkata.

"Sudahlah, kau ini bocah sialan hanya membopong tampolong saja dianggap barang antik, mengapa? Aku kan tidak sama denganmu, untuk apa aku takut pada dia?"

"Hai, hai, kau.... kau, apa tidak bisa berkata yang lebih enak didengar? Apa itu tampolong barang antik segala, in.... ini apa dan apa!"

Kata Li Yuan-wai dengan susah hati.

Xiao Dai melihat kelakuan Li Yuan-wai, tidak tahan dengan gemas memaki "Penakut"!

"Dia sedang pergi untuk mempermak telur kura-kura itu, aku sendiri di sini sangat bosan, makanya kau harus datang kemari menemani aku, sekarang....

melihat wajahmu yang seperti buah paria, mulut burung gagak, jika dari tadi aku tahu, sialan lebih tidur saja...."

"Apa?! Nona Xu pergi mempermak bajingan tengik itu?! Hai, aku lihat tidak menunggu Ouwyang Wu-shuang muncul bajingan itu pasti sudah mati duluan, orang sehari makan tiga kali tidak jadi masalah, tiga kali dipermak tentu tidak akan tahan lama, kau pemalas ini harus menyuruh dia jangan bertindak terlalu keras, jika dia sampai mati maka persoalan kau dengan Ouwyang Wu-shuang tidak akan ada beresnya."

Li Yuan-wai membuat wajah yang seperti tidak bisa berbuat apa-apa berkata.

"Aku mana berani menasihati! Tapi sungguh bajingan itu juga benar-benar sial, waktu dulu hampir saja bajingan itu mati di tangannya, tapi dia dapat lolos, kali ini dia dapat ditangkap dan dibawa kesini olehmu, jika Xu Jia-rong tidak mempermaknya baru itu kejadian aneh!"

Xu Jia-rong berwajahnya dingin tapi hatinya polos, dia sudah menceritakan kejadian dirinya dengan Huang Wei De pada Xiao Dai dan Li Yuan-wai, maka terhadap tindakannya tiga kali sehari mempermak, mereka berdua juga tidak enak mencegah, bagaimana pun wanita mana pun tidak bisa menerima itu.

Ketika mengobrol Xiao Dai bertanya.

"Pusaka hidup, mengapa Yuan Ershao dan nona Zhan sudah pergi beberapa hari masih tidak melihat pulang kembali?"

"Mana bisa secepat itu, siapa suruh kau bocah, sepanjang perjalanan sembunyi di dalam kereta? Jika tidak diperjalanan kalian seharusnya sudah bertemu, sekarang mereka pergi ke Gunung E Mei memcarimu, kau malah datang kesini mencari mereka, sungguh kacau balau."

Xiao Dai mengeluh berkata.

"Lukaku setelah makan obat nona Zhan yang ditinggalkan untukmu sudah jauh lebih baik, tapi aku selalu merasa jika belum diperiksa aku merasa belum bisa tenang.... selain itu juga sungguh tidak tahu harus bagaimana bicara pada dia, bukan saja Qi Hong mati demi aku, masih ada enam gadis lagi yang perahunya hancur dan orangnya juga mati."

Li Yuan-wai tahu Tangan Cepat Xiao Dai, selamanya tidak pernah hutang pada orang.

Tidak saja tidak hutang uang pada orang, malah satu traktiran makan pun dia tidak mau berhutang.

Sekarang urusan Qi Hong, ditambah enam gadis yang dengan susah payah telah dilatih Zhan Feng, semuanya mati demi dia, beban berat yang menindih hati ini tentu saja membuat dia tidak bisa melupakan.

Saat ini Li Yuan-wai terpaksa mengikuti dirinya, ikut mengeluh.

Dia juga tahu jika tidak hati-hati dan ingin melampiaskan kepuasan mulutnya, maka dirinya baru benar-benar cermin Zhu Ba Jie, mencari keburukan sendiri.

0ooo(dw)ooo0 Berdirinya Perkumpulan Bunga Ju, membuat dunia persilatan yang sudah lama tenang kembali bergolak.

Maka muncul kembalinya Bai Yu Diao Long tentu saja membuat orang yang berperasaan seperti 'Hujan gunung akan datang angin memenuhi seluruh ruangan'.

Tujuh aliran besar masa kini yang dipimpin oleh Shaolin, telah mengadakan satu pertemuan yang belum pernah terjadi selama dua puluh tahun.

Dalam pertemuan itu yang didiskusikan mereka hanya ada satu, yaitu sebenarnya apakah mau menurut perintahnya Bai Yu Diao Long atau tidak.

Dari pada dikatakan pertemuan, lebih pantas dikatakan mengundang datang, satu satunya orang yang masih hidup yang pada tahun itu mengikuti masalah ini yaitu ketua masa kini aliran Dian Cang Wu, Wei Jian Ke.

'Orangnya ada, perintahnya berlaku, orangnya mati perintah batal' perkataan ini dikeluarkan Wu Wei Jian Ke sendiri dihadapan semua utusan tujuh aliran besar.

Sehingga masalahnya ada kesimpulannya, semua orang jadi mengerti kegunaan Bai Yu Diao Long sekarang hanya bisa mewakili lambang semangatnya Tabib Dewa Ahli Silat pada tahun itu, kenyataannya dia tidak ada hak untuk mengatur gerakan setiap aliran besar.

Dengan kata lain, sudah tidak ada orang yang menjunjung lagi Bai Yu Diao Long sebagai pemimpin.

Pertemuan kali ini berlangsung rahasia, tapi hasil pertemuan bukan rahasia.

Sehingga bersamaan dengan kabar ini pada dunia persilatan dari tujuh aliran besar, satu perkara pembunuhan telah terjadi.

Wu Wei Jian Ke yang berusia delapan puluh tujuh tahun membawa dua murid Dian Cang, dalam perjalanan pulang ke Dian Cang tidak ada satu orang pun yang selamat, semuanya mati di dalam penginapan.

Menurut hasil penyelidikan, mereka terkena racun lalu dibunuh orang, dan yang membuat orang terkejut adalah disisi tiga mayat ini ternyata ada sekuntum bunga Ju yang mekar, dan berikut dengan lambang Bai Yu Diao Long yang sudah tidak ada gunanya lagi.

Sekarang orang-orang baru menyadari orang yang memegang Bai Yu Diao Long adalah bunga Ju....

pemimpin Perkumpulan Bunga Ju.

Artinya sangat jelas, Perkumpulan Bunga Ju tadinya ingin menggunakan Bai Yu Diao Long bisa mengendalikan setiap aliran besar, tapi tidak berhasil dan menumpahkan kemarahannya pada Wu Wei Jian Ke.

Sehingga terhadap organisasi Perkumpulan Bunga Ju yang misterius ini, setiap aliran putih sudah timbul gerakan untuk membasminya.

Namun siapa anggota Perkumpulan Bunga Ju?

Siapa Bunga Ju?

Satu-satunya jejak hanya bisa didapat dari satu pertempuran di bukit tanah kuning, karena Kong Ming, Kong Ling dari Shao-lin dan Song-hua Dao-zhang dari Qing Cheng mendengar Yuan Ershao Yuan Ling menyebutkannya.

0ooo(dw)ooo0 Matahari yang lewat tengah hari, dimusim gugur menyorot ditubuh orang masih terasa hangat.

Hari ini bunga Ju di dalam kebun setiap kuntumnya terlihat mekar sangat indah.

Saat ini adalah waktu tidur siang, setiap orang yang tidak ada pekerjaan semuanya sedang istirahat.

Xiao Dai seorang diri bermain-main dilautan bunga Ju, sambil memikirkan masalahnya.

Lukanya sudah sembuh tujuh sampai delapan puluh persen, walau hanya tujuh, delapan puluh persen, sudah cukup menghadapi pesilat tinggi ternama didunia persilatan, karena nama Tangan Cepat Xiao Dai dalam beberapa kali pertempuran ini sudah seperti matahari ditengah langit, dia punya semangat tempur, ilmu silat yang tinggi, di dalam dunia persilatan sudah membuat orang yang mendengar saja menjadi ketakutan, bagaimana pun dia seperti kucing, punya sembilan nyawa, dengan keadaan bagaimana pun tidak bisa membuat dia mati.

Aliran udara mendadak seperti berhenti, Xiao Dai mendadak juga merasakan hawa kematian memenuhi lautan bunga Ju.

Dia tenang menunggu, bersamaan itu sepasang tangannya sudah dimasukan ke dalam lengan bajunya, ditopang di depan dada, ini adalah tanda bersiap menyerang, juga siap membunuh orang.

Dia tidak tahu siapa orangnya yang datang?

Dan ada berapa banyak?

Namun tekanan perasaan yang terasa sangat besar, membuat orang sulit bernafas, terbayang orang yang datang pasti tidak sedikit, dan juga pasti semuanya pesilat tinggi.

Ada beberapa lembar bunga Ju jatuh tanpa tertiup angin.

Bunga jatuh orang bergerak, puluhan bayangan orang seperti setan tiba-tiba muncul.

Walau kenalan lama, di dalam hati Xiao Dai malah sudah tahu tujuan kedatangan mereka.

0ooo(dw)ooo0 Ouwyang Wu-shuang di bawah kawalan orang datang menghampiri, wajahnya sedikit pun tidak ada ekspresi, di dalam matanyajuga tidak ada perasaan.

Dengan dingin dia melihat Xiao Dai yang diam berdiri, setelah lama dia baru membuka mulut.

"Aku terpaksa datang, karena cepat atau lambat tetap harus datang, kau pasti ingin membunuh aku, karena kau sudah tidak akan mengampuni aku lagi."

Di matanya Xiao Dai terkilas sinar sedih, dia berkata.

"Kau telah melakukan kesalahan yang tidak bisa dibenarkan lagi, walau sebab semua ini mungkin saja salah paham."

"Kau sudah tahu semua masalah ini?"

Ouwyang Wushuang bertanya.

"Benar, malah sudah tahu hal yang kau tidak tahu."

"Kau tahu mengapa aku mau membunuh Li Yuan-wai?"

"Benar, tapi aku bisa beritahu orang itu sama sekali bukan Li Yuan-wai."

"Bohong yang sangat lucu."

"Kau tidak percaya."

Ada semacam sikap yang tidak dapat berbuat apa apa tiba-tiba muncul, Ouwyang Wu-shuang berkata.

"Pembicaraan ini sudah tidak ada gunanya lagi, juga tidak bisa merubah kenyataan yang telah terjadi."

"Benar, ini sudah tidak ada artinya, juga tidak bisa merubah kenyataan yang telah terjadi...."

Xiao Dai teringat Qi Hong.

"Sayang aku tidak tahu dulu sebabnya kau ingin membunuh Li Yuan-wai, jika tidak mungkin masalahnya akan berbeda."

Xiao Dai berkata lagi.

"Mengenai kau menimpakan semua padaku, aku bisa tidak perdulikan, tapi terhadap kematian seorang wanita yang tidak berdosa, aku tidak bisa begitu saja tidak memperdulikan."

"Aku tahu, itu juga sebabnya aku datang, sekarang sudah tidak ada rahasia lagi, mengapa tidak panggil keluar Li Yuan-wai dan wanita itu, hari ini kita harus menyelesaikan semua persoalannya, tidak perduli kalian yang mati, atau aku yang meninggal."

Xiao Dai melihat orang-orang disekelilingnya, dia terkejut melihat orang-orang ini semuanya adalah penjahat besar j^ang ternama didunia persilatan. Ada sedikit kesedihan tergambar, dia berkata.

"Apakah orang-orang ini semuanya anggota Perkumpulan Bunga Ju? Apa kau juga. benar-benar adalah bunga Ju?"

"Terhadap orang lain aku sama sekali tidak akan mengaku, karena waktunya belum sampai, tapi terhadap kau, aku dengan, senang hati mengakunya, karena...."

Karena apa? Dia tidak mengatakan. Betulkah karena dia telah memandang Xiao Dai adalah orang yang segera akan mati? Xiao Dai juga tidak memperdulikannya, dengan dia tawar berkata.

"Luka Li Yuan-wai lebih parah, sementara aku tidak mau mengganggu dia dulu, aku pikir kau sudah datang kesini, tentu saja tidak takut dia melarikan diri, betul tidak?"

"Tentu saja, bagaimana pun hari ini pasti ada penyelesaian, hanya saja aku sama sekali tidak terpikir persahabatan kalian sama sekali tidak ada cacatnya, aku sangat terkejut."

"Aku sudah tidak ada musuh, mana bisa kehilangan teman lagi? Apalagi kau seharusnya terpikir di antara teman mungkin sesaat bisa salah paham jadi bermusuhan, tapi salah paham pasti pada satu hari akan bisa diuraikan."

Tidak ada musuh?

Apakah Xiao Dai sudah memutuskan akan membunuh Ouwyang Wu-shuang?

"Kalian bertiga kebetulan berada di Chuan Shan, yang tidak beruntung adalah aku telah memilih di sini sebagai berdirinya Perkumpulan Bunga Ju, di tempat tidur mana bisa membiarkan orang tidur nyenyak?

Ada satu perkataan bagus mengatakannya, kau adalah Ding (Tempat menancapkan hio yang besar yang ada di depan rumah) Li Yuan-wai adalah Tiang, siapa yang ingin ternama didaerah sini, pasti harus merangkul kalian berdua, apa boleh buat aku pasti harus membunuh Li Yuan-wai, tapi juga tidak bisa merangkul kau, makanya aku terpaksa membasmi kalian, mengenai Yuan Ershao kami sangat mengaguminya, dia malah bisa membuat Yuan Di jadi gila, berikut dengan wanita yang ditengah jalan mengundurkan diri, Zhan Feng."

Masalahnya sudah sampai di sini, tidak ada gunanya dibicarakan lagi. Xiao Dai mengeluh sekali berkata.

"Maukah kau ikut aku melihat seseorang?"

"Siapa?"

"Seorang yang kau sama sekali tidak bisa terpikir, tentu saja jika kau merasa punya keberanian, seperti yang kau katakan, bagaimana pun sudah tidak bisa merubah kenyataan yang sudah terjadi."

Seorang yang bisa memimpin Perkumpulan Bunga Ju pasti bukan seorang penakut.

Ouwyang Wu-shuang juga tahu Tangan Cepat Xiao Dai tidak pernah menggunakan siasat licik menghadapi musuhnya, sehingga, dia itu berani mengikuti Xiao Dai masuk kesebuah kamar.

0ooo(dw)ooo0 Matahari sore hari dimusim gugur tetap hangat.

Baju putih Ouwyang Wu-shuang telah penuh dengan bercak darah, dia kembali ketempat semula dengan Xiao Dai.

Baru saja dia telah menggunakan pedang pendeknya mencincang orang yang mirip Li Yuan-wai menjadi daging cingcang.

Tentu saja dia juga sudah mengerti sebuah kenyataan.

Anggota Perkumpulan Bunga Ju yang datang bersama Ouwyang Wu-shuang siapa pun tidak tahu apa yang telah terjadi, mereka hanya tahu tujuan mereka datang adalah harus membunuh Tangan Cepat Xiao Dai dan Li Yuanwai.

Sehingga di dalam mata setiap orang niat membunuhnya tetap masih membara, karena lawan mereka bukanlah lawan yang enteng, hanya dengan mempertahankan semangat tinggi, baru bisa membunuh musuhnya.

Sehingga hawa pembunuhan semakin kental.

Ouwyang Wu-shuang tidak bicara, tapi melihat wajahnya yang naik turun bergejolak, dalam hatinya sedang terjadi pertentangan.

Apakah pertarungan akan segera dimulai?

Mengapa dia tidak bisa mengendalikan emosi yang bergejolak?

Sepasang tangan Xiao Dai tetap dimasukan ke dalam lengan baju ditopang di depan dada, dia sedang menunggu, menunggu pertempuran yang tidak tahu kapan akan dimulainya, dia juga tahu pertempuran hari ini sekali dimulai pasti sengit, setelah selesai pasti ada yang tewas.

Dua belas banding satu, perbandingan yang tidak seimbang.

Xiao Dai mengenal dua belas orang itu, dua belas lawan yang jika diingatnya akan menakutkan, maka dia juga tahu dirinya tidak yakin dalam pengepungan ini masih bisa selamat.

Menunggu adalah satu siksaan, apalagi menunggu kematian.

Kening setiap orang sudah tampak sedikit keringat, setiap orang juga mengerti hidup dan mati segera akan ditentukan.

Tangannya Ouwyang Wu-shuang dengan pelan mencabut sebilah pedang.

Disaat yang tegang ini, Xiao Dai walau di dalam hatinya merasa tidak mengerti juga tidak ada waktu untuk memikirkannya.

Wajah Ouwyang Wu-shuang dengan cepat terkilas ekspresi aneh, lalu pada Xiao Dai berkata.

"Manusia selalu mempunyai banyak keadaan terpaksa, manusia juga suatu saat bisa salah melangkah, punggung setiap orang semua ada sepasang tangan yang tidak terlihat mendorongnya, mendorongnya pergi ketempat yang tidak dia senangi, mendorong berjalan kejalan yang tidak kau senangi, jika seorang pintar mungkin bisa lolos dari sepasang tangan itu, seorang bodoh mungkin didorong oleh sepasang tangan itu ke tebing jurang, akhirnya salah langkah dan tidak bisa ditarik kembali, sehingga yang ada hanya kematian...."

Xiao Dai tidak mengerti yang dikatakannya, sedikit pun tidak mengerti.

Namun dia telah mengerti kejadian nyata dihadapan matanya, yaitu tangan kanan Ouwyang Wu-shuang yang kosong tiba-tiba menebarkan lautan jarum.

Kematian, perkataan ini masih menggema diudara, pedangnya sudah dicabut dari dada seseorang, seorang anggota Perkumpulan Bunga Ju yang paling dekat dengan dia.

Dilanjutkan dengan jeritan mengerikan, teriakan marah bersamaan timbul.

"Aduh...."

"Aww...."

"Awas, wanita ini berbalik membantu musuh...."

"Ouwyang Wu-shuang, berani sekali kau...."

Setelah jarum sulam Man Tian Hua Yu reda, sebelas anggota Perkumpulan Bunga Ju tinggal tersisa tujuh orang.

Sehingga ada dua orang Perkumpulan Bunga Ju dengan berteriak menyerang Ouwyang Wu-shuang, tiga orang menyerang Tangan Cepat Xiao Dai, dua orang lainnya dengan cepat pergi, arah Gedimg Zhan Feng.

Perubahan yang mendadak terjadi ini, tidak memberi kesempatan pada Xiao Dai berpikir, karena pedang, tombak, godam, tiga macam senjata semuanya sudah mendekat ke tubuhnya.

Jian Xiong, Ji Ba, Chui Wang tiga orang ini adalah saudara angkat, juga penjahat besar didaerah Guan Zhong, serangan serentak tiga orang ini entah sudah berapa banyak pesilat tinggi ternama, keluarga besar dunia persilatan yang dikalahkan, sehingga banyak orang begitu mendengar nama mereka, sudah jadi sakit kepala, apalagi bermusuhan dengan mereka.

Lawan Ouwyang Wu-shuang adalah dua orang berbaju pelajar, satu hitam satu putih, dengan julukan Sastrawan Hitam Putih, juga adalah saudara berbeda marga.

Sastrawan Putih Shi Xiang, Sastrawan Hitam Gu Zuo Yi, dua orang karena kejamnya, liciknya jadi ternama, jujur saja, Ouwyang Wu-shuang satu lawan satu mungkin ada harapan menang, tapi jika dua orang ini bersatu maka dia pasti kalah.

Baru saja bertarung, sudah terlihat, karena dua kipas baja ukuran besarnya Sastrawan Hitam Putih telah mengurung rapat Ouwyang Wu-shuang, sepasang pedang pendek di tangannya hanya bisa menangkis dengan kelabakan, serangan pedangnyajuga tidak bisa dikeluarkan.

0ooo(dw)ooo0 Mengenai dua orang yang lari menuju Gedung Zhan Feng, kekuatannya paling lemah, orang menyebutnya Pria Besi, Wanita Perak, sepasang saudara, usia sekitar empat puluhan belum menikah, memimpin perkumpulan Rakit di Huang Ho.

Demikian, yang paling dikhawatirkan Xiao Dai adalah dua orang ini, karena Li Yuan-wai sedang terluka dan terbaring diranjang, bisakah Xu Jia-rong melawan dua orang yang dia sama sekali tidak tahu, apalagi pertarungan yang tidak tampak adalah pertarungan yang paling mengkhawatirkan orang.

0ooo(dw)ooo0 Dengan nyawa mengadu jiwa, dengan membunuh menghentikan pembunuhan.

Sejak serangan pertama dimulai, Xiao Dai sudah mengerti tidak boleh memperpanjang pertarungan.

Dia harus secepatnya membereskan musuh dihadapannya, baru ada tenaga membantu Ouwyang Wushuang atau Li Yuan-wai dan Xu Jia-rong.

Namun pedang, tombak, godam tiga macam senjata ini saling menutup tidak ada celahnya, dengan rapat menyerang, kerja sama yang erat, Xiao Dai kecuali terkurung tidak ada akal untuk mengalahkan musuhnya.

Darah telah mengalir, yang mengalir adalah darahnya Ouwyang Wu-shuang.

Ketika kipas bajarrya Sastrawan Hitam menyabet sisi pinggang Ouwyang Wu-shuang, bersamaan dengan mengalirnya darah, dia dengan bangga tertawa aneh berkata.

"Pelacur busuk, kau berani sekali dihadapan musuh menghianati Perkumpulan. He he.... walau kau adalah pemimpin, tapi sekali masuk Perkumpulan Bunga Ju, tidak perduli siapa pun tidak bisa berubah ditengah jalan, aturannya kau yang buat, akibat buruknya kau coba duluan...."

Darah mengalir lagi, punggung Ouwyang Wu-shuang terluka lagi sepanjang satu che lebih, ini adalah hasil Sastrawan putih. Rambut Ouwyang Wu-shuang sudah berantakan dengan keras berteriak.

"A.... aku wa.... walau mati, ju.... juga akan mengambil.... satu untuk dijadikan tumbal...." 0ooo(dw)ooo0 Beban Ouwyang Wu-shuang, Xiao Dai yang disisi sudah melihatnya dengan jelas. Dia gelisah, dia marah, tapi dia tidak bisa berbuat apaapa. Sehingga satu pikiran menakutan terkilas dikepala, dia sudah mengambil satu keputusan. Tiba-tiba dia tidak bergerak lagi, tidak memperdulikan tombak dan pedang menyerang dari belakang. Dia seperti jadi gila menerjang masuk ke dalam pelukan Chui Wang yang setelah sekali serangan tidak mengena siap kembali menyerang dengan godamnya. Tidak ada orang yang akan menggunakan jurus yang mematikan ini, karena ini adalah perbuatan gila. Walau dia bisa mengambil kesempatan saat kekosongan mengambil satu serangan mematikan pada Chui Wang, namun dia sama sekali tidak akan bisa menghindar serangan tombak dan pedang di belakangnya. Tapi demi cepat menyelesaikan cerita disisinya, Xiao Dai sudah tidak ada pilihan, dia juga terpaksa menggunakan jurus berbahaya untuk mendapat kemenangan. Darah menyembur seperti mata air, dari belakang pundak, bagian pantat Xiao Dai, tentu sajajuga dari tenggorokan, dadanya Chui Wang. Satu tusukan pedang dipundak belakang, satu tombak dibagian pantat ditukar dengan satu nyawanya Chui Wang, Xiao Dai beruntung dapat menghindar serangan berbahaya di belakangnya, juga mengambil kesempatan disaat pedang dan tombak masuk ke dalam daging dia menggunakan otot karena mendapat luka terjadi kram, mengunci dua macam senjata ini. Membalikkan tubuh, pinggang digoyang, dari sudut yang sulit dibayangkan, telapaknya Xiao Dai melewati sisi tubuh memotong masuk ke dalam perut Ji Ba. Ketika Jian Xiong dengan sekuat tenaga mencabut pedang panjang dipundak belakangnya Xiao Dai, dia sudah mendadak melihat tenggorokan Chui Wang menyembur darah, berikut ususnya Ji Ba sedang bergerak-gerak. Semua ini selesai dalam sekejap. Sekejap ada abadi. Kematian juga abadi. Tangannya Tangan Cepat Xiao Dai juga adalah abadi.... Saat Jian Xiong bengong, mulutnya teriak "Adik kedua, adik ketiga...."

Suaranya masih berkumandang, telapak tangannya Xiao Dai kembali seperti kilat membelok datang.

Buru-buru dia mengangkat pedang ingin menangkis, Jian Xioang kini baru menyadari seberapa cepat tangannya Tangan Cepat Xiao Dai, juga baru tahu arti sebenarnya Telapak Pisau Sekali Keluar Nyawa Tidak Kembali'.

Karena bersamaan dengan pedangnya baru diangkat setengah jalan, Jian Xiong sudah merasakan sakit dirobek di antara perut dan dadanya, dari ujung kepala sampai keujung kaki.

Sehingga suara teriakan "Adik kedua, adik ketiga...."

Mendadak terputus....

Jian Xioang selamanya sudah tidak bisa berteriak lagi.

Xiao Dai selamanya penuh yakin pada sepasang tangannya, dia tahu tidak perduli dalam keadaan bahaya apapun, asal tangan tidak putus, dan masih bisa bergerak, dia yakin bisa mempertahankan ketenaran 'Telapak Pisau Sekali Keluar, Nyawa Tidak Kembali'.

Namun terhadap kakinya, dia malah tidak begitu yakin.

Karena ketika dia ingin pergi menolong Ouwyang Wushuang yang dalam serangan dua kipas bajanya Sastrawan Hitam Putih, dia sudah sempoyongan hampir saja jatuh.

Tentu saja sebab dia sempoyongan hampir jatuh dikarenakan terluka oleh tombak dipantatnya sampai mengenai tulang.

Ini adalah kesalahan yang serius dan mematikan.

Dia hanya terlambat satu langkah, jarak satu langkah ini tidak ada bedanya dengan batas hidup dan mati.

0ooo(dw)ooo0 Ouwyang Wu-shuang juga sudah sampai titik tidak ada pilihan.

Dia memandang dua kipas baja satu atas satu bawah datang memotong melintang, dia sudah tahu pasti tidak bisa menghindar dari serangan berbarengan ini.

Sehingga di dalam sekejap dia juga telah memilih pilihan yang paling pailit, dia sudah melepaskan sebelah pertahanannya, bersamaan dengan menahan kipas baja dari atas ke bawah, pedang pendek lainnya dia sudah menusuk ke dalam perutnya Sastrawan Hitam.

Dengan diikuti suara hancurnya tulang, tulang pantatnya Ouwyang Wu-shuang telah hancur, dia duduk di tanah sambil menutup mata, ingin meredakan rasa sakit yang amat sangat, bersamaan juga menunggu serangan mematikan kedua kalinya Sastrawan Putih Shi Xiang.

Kipas baja yang dingin baru saja masuk ke dalam leher Ouwyang Wu-shuang, baru akan memotong tenggorokan, tapi satu fen pun tidak bisa maju memotong lagi.

Karena tangan yang memegang kipas telah putus, karena tangannya Xiao Dai.

Sastrawan Putih menjerit, mengayunkan tangan tunggalnya, dengan darah bercucuran, tubuhnya seperti anak panah meloncat melewati tembok benteng dan pergi, dia terpaksa melarikan diri, karena dia tahu dia sama sekali bukanlah lawan Tangan Cepat Xiao Dai, walau Xiao Dai juga luka parah.

0ooo(dw)ooo0 Sore hari dimusim gugur, matahari senja merah seperti darah segar.

Wajah Ouwyang Wu-shuang dipekakan Xiao Dai malah pucat sekali.

"Aku.... aku sudah melepaskan.... tangan yang tidak terlihat itu...."

Dengan nafas lemah dia berkata disisi telinganya Xiao Dai.

"Be.... betul,"

Kata Xiao Dai dengan sedih tersedu.

"Kau.... tahukah? Sampai se.... sekarang aku baru menyadari aku.... orang yang aku cinta, sela.... elalu kau...."

Suara dia semakin lemah.

"Kau.... kau.... kau bodoh sekali...."

Kata Xiao Dai dengan gemetar. Ouwyang Wu-shuang tertawa sedih berkata.

"Aku.... aku tahu kau.... kau juga selalu mencintaiku.... na.... namun.... nasib.... mera.... mempe rmainkan orang, justru.... kita se.... semua kenal Li.... Yuan-wai si.... sipemalas itu.... tolong sampaikan pada dia.... dia.... dia benar benar satu sapu besar, tapi.... juga adalah se.... seorang teman.... teman yang lucu."

Hati Xiao Dai sedang meneteskan darah, hanya bisa perlahan menganggukkan kepala.

"Orang.... orang tidak boleh salah langkah, se.... sekali salah langkah tiap lang.... langkah akan salah, wa.... wanita itu namanya.... namanya Qi Hong betul tidak? Aku.... aku juga akan.... akan beri tahu dia kau.... kau adalah.... pantas.... pantas dia cintai, Xiao.... Xiao Dai, ada dia.... menemani aku, aku.... aku sedih sekali, aku.... aku juga akan beri tahu dia.... rindunya kau pada dia...."

Xiao Dai dengan serak berkata.

"Aku.... aku tahu."

"Aku.... aku masih ada satu.... satu rahasia yang.... yang kau tidak tahu, yaitu aku.... aku bukan Bunga Ju, yang benar-benar Bunga Ju.... ada orang lain...."

"Aku tahu, Yuan Di sudah jadi gila, Perkumpulan Bunga Ju juga akan mengikuti gilanya dia, memjadi bubar baru benar."

"Tidak.... kau salah, yang benar-benar Bunga Ju bu.... bukan dia, si.... siapa dia, tidak.... ada satu orang pun yang.... yang tahu.... aku.... aku dengan dia semuanya.... adalah bo.... boneka orang itu, ka.... kami se.... selalu dikendalikan dia.... dia dengan obat, dia.... dia namanya Qin.... Qin Shao Fei, dia juga terus pura.... pura pura jadi bawahan kami, il.... ilmu silat dia.... tidak tinggi, tapi.... ilmu meringankan tubuhnya.... sangat bagus...."

Ini betul-betul yang diluar dugaan. Xiao Dai sudah mengangkat telinganya didekatkan kemulut Ouwyang Wu-shuang.

"Orang-orang di Perkumpulan Bunga Ju.... setiap orang.... orang juga.... dikendalikan.... dia dengan.... dengan obat, ma.... makanya terhadap pemberontakan.... aku, me.... mereka jadi ha.... harus membunuh a.... aku, kau ha.... harus cari.... cari.... orang itu, ji.... jika tidak Perkumpulan Bunga Ju se.... selamanya akan ada...."

"Dia.... dia punya tanda khusus apa?!"

Xiao Dai melihat Ouwyang Wu-shuang akan menghembuskan nafas terakhir, tidak terasa dengan keras teriak disisi telinganya. Memaksa membuka mata, Ouwyang Wu-shuang berkata.

"Ti.... tidak tahu...."

Tidak tahu?! Xiao Dai sekali mendengar kata ini jadi bengong.

"Xiao.... Xiao Dai, aku.... aku ada satu permintaan ter.... terakhir, be.... beberapa pe.... pelayan wa.... wanita bu.... buta aku itu, me.... mereka semua a.... ada satu sejarah yang.... yang menyedihkan, kau.... kau harus jan.... janji pada aku me.... melepaskan mereka"

Terhadap orang yang segera akan mati Xiao Dai mana tega menolak permintaan terakhirnya? Makanya dia dengan pasti berkata.

"Aku janji padamu, kau.... kau tenanglah."

"Dikehidupan ini kita sudah tidak bisa bersama, harap dikehidupan yang akan datang."

Ouwyang Wu-shuang setelah habis mengatakan ini tidak pernah membuka mulut lagi.

Dia sudah mati, mati di dalam matahari senja, mati di dalam pelukan Xiao Dai.

0ooo(dw)ooo0 Xiao Dai perlahan menaruh dia, bangkit berdiri.

Dengan tanpa ekspresi membalikkan tubuh, menghadap pada Kong Ming, Kong Ling dan Song-hua Dao-zhang berkata.

"Sekarang giliran kalian, ayo!"

Kepala Kong Ming yang botak bersih karena merasa bersalah mulai berkeringat, dia perlahan menyebut Budha, berkata.

"Anda.... anda salah paham pa.... pada kedatangan kami...."

"Betulkah?"

Xiao Dai dengan sorot mata hina melihat pada Song-hua Dao-zhang berkata.

"Kau bukan mencari aku?"

Ada sedikit rasa tidak senang Song-hua Dao-zhang memaksa menahannya berkata.

"Teman kecil, pendidikanku masih kurang mohon bisa dimaafkan."

Jika ini juga dianggap minta maaf, maka cara perminta maaf ini juga tidak diragukan adalah tidak sepenuh hati.

Tapi Xiao Dai sudah menerimanya, karena dia tahu bisa membuat orang seperti Song-hua Dao-zhang mengeluarkan perkataan ini tidak bedanya seperti pohon besi berbunga, seratus tahun pun sulit terjadi.

"Kalau begitu alasan kalian bertiga datang kesini....?"

"Aku.... aku khusus datang mengembalikan Bai Yu Diao Long, untuk keturunannya Tabib Dewa Ahli Silat, tidak diduga.... tidak diduga malah bertemu dengan anda...."

Kata Kong Ming.

"Kalian sudah berapa lama datang?"

"Kami baru saja sampai...."

Cukup, dari kata-kata ini Xiao Dai sudah tahu mereka pasti bukan baru saja sampai.

Hanya saja Xiao Dai bagaimana pun tidak bisa mengerti orang yang menyatakan dirinya aliran putih, hanya bisa menonton saja pertempuran berdarah ini terjadi.

"Jika kalian bisa tenang, berikan saja Bai Yu Diao Long itu pada ku, jika tidak silahkan kalian datang lagi dilain hari, tuan rumah tidak di tempat, maaf aku tidak bisa menentukan sendiri menerima tamu,"

Kata Xiao Dai dingin.

Didunia persilatan masa kini orang yang berani kerkata dengan nada seperti ini, kelakuan seperti ini pada tiga orang ini mungkin hanya Xiao Dai seorang.

Namun tiga orang ini juga malah tidak merasa tersinggung.

Hanya orang yang di dalam hatinya merasa bersalah baru bisa tidak tersinggung oleh perkataan ini.

Lalu Xiao Dai menerima Bai Yu Diao Long, dia membalikkan tubuh langsung pergi, sampai memandang satu kali lagi juga tidak.

Di depan Gedung Zhan Feng Li Yuan-wai dengan dibantu oleh Xu Jia-rong, telah lama berdiri.

Xiao Dai tentu saja tahu Xu Jia-rong telah membereskan lawannya, jika tidak dia mungkin sudah dari tadi tidak memperdulikan Kong Ming, Kong Ling dan Song Hua DaoZhang.

"Kau.... kau tidak apa apa?"

Li Yuan-wai walau hanya mengatakan perkataan ini, tapi matanya telah memberi tahu Xiao Dai, yang ingin dia katakan pasti bukan hanya kata-kata ini saja.

"Dia.... dia sudah mati,"

Kata Xiao Dai dengan sedih.

"Tadi saat turun tangga aku sudah melihatnya."

"Aku sudah membukakan simpul mati untuk kau."

"Terima kasih."

"Dia ingin aku beritahu kau satu perkataan."

"Perkataan apa?!"

"Saat dia sekarat dia berkata kau adalah sapu besar, bersamaan juga adalah teman yang lucu, tapi aku hanya mengaku kau adalah sapu besar, tapi tidak tahu dimana lucunya dirimu...."

"Me.... mengapa?"

"Semua masalah ini timbul karena tanda sialan dipantatmu itu."

Ini adalah perkataan lucu yang bisa membuat orang mencari gigi di seluruh lantai.

Namun Li Yuan-wai dan Xu Jia-rong bagaimana bisa tertawa?

Bagaimana pun mereka tahu perkataan lucu ini terbentuk oleh darah dan air mata Xiao Dai.

0ooo(dw)ooo0 BAB 33 Sinar fajar tampak Arak.

Arak bisa menawarkan beribu ribu kesusahan.

Xu Jia-rong dan Li Yuan-wai tidak bisa menolak Xiao Dai, terpaksa menemani dia minum arak.

Arak bisa melukai tubuh, juga melukai tubuh yang terluka.

Tapi saat Xiao Dai ingin minum arak, walau Li Yuanwai harus menggadaikan celananya juga harus berusaha mendapatkan arak.

Karena hanya disaat Xiao Dai ingin minum arak, dia baru mengatakan isi hatinya, dan sekarang yang paling diinginkan Li Yuan-wai adalah ingin tahu apa yang dikatakan Ouwyang Wu-shuang sebelum mati.

Saat nama Qin Shao Fei disebutkan dari mulutnya Xiao Dai, Xu Jia-rong dan Li Yuan-wai bersamaan hatinya terkejut, hampir saja tidak bisa memegang cangkir arak di tangan.

"Kau.... kau tidak salah dengar?"

Tanya mereka bersamaan.

"Apa kalian kenal?!"

Di mata Xiao Dai membakar api harapan. Li Yuan-wai saling memandang berkata.

"Apa kau memastikan tidak salah dengar?"

"Sialan, apa dia biasa dipanggil Qin Xiao 'Fei'?"

Kata Xiao Dai sudah tidak tahan marah.

Li Yuan-wai sudah tertawa, karena dia tahu saat Xiao Dai bisa memaki orang, artinya dia sementara meninggalkan segala kepusingan.

Tadinya dia mengira didunia ini tidak ada orang yang bisa mengenal Qin Shao Fei, yang mendengar pun belum pernah, tidak diduga Li Yuan-wai dan Xu Jia-rong semua ternyata kenal, maka Xiao Dai bagaimana bisa tidak senang?

Namun ketika dia tahu Qin Shao Fei hanyalah seorang berbaju hitam yang bercadar, hatinya Xiao Dai kembali tenggelam kedasar jurang.

Bagaimana pun juga orang didunia ini, asalkan gembira, siapa pun bisa menyamar jadi orang berbaju hitam bercadar.

Sehingga Xiao Dai tidak mau bicara lagi, hanya ingin minum sepuasnya.

0ooo(dw)ooo0 Arak telah dituangkan penuh.

Xiao Dai mengangkat cangkir yang penuh dengan arak, tiba-tiba Xiao Dai mengajukan satu pertanyaan yang membuat Li Yuan-wai malu.

Dia berkata.

"Apa kau sudah lama tidak mandi?"

"Sem.... sembarangan, si.... sialan, kau bocah jangan merusak namaku...."

Li Yuan-wai melirik pada Xu Jiarong, wajah merah leher membengkak menyangkal.

"aku.... aku, sekarang dipaksa olehnya.... setiap hari mandi, ma.... malah setiap hari harus mandi tiga kali...."

Xiao Dai menggunakan sorot matanya bertanya melihat Xu Jia-rong. Xu Jia-rong yang dilihat oleh Xiao Dai sampai seluruh tubuhnya merasa tidak enak, dia berkata.

"Tidak ada seorang wanita su.... suka pada laki laki yang seperti seorang pengemis...."

Xiao Dai bangkit berdiri, dia mendatangi disisi Li Yuanwai menggerakkan hidungnya dengan kuat mencium bau.

"Mmm, ini bukan bau tubuh kau...."

"Kau ini sialan a.... apa maksudnya?! Aku mandi atau tidak apa urusannya dengan kau bocah? Apakah...."

Li Yuan-wai membuka mulutnya besar sekali, tiba-tiba seperti menyadari sesuatu, menggunakan satu mata yang dibuka sebesar telur ayam melihat pada Xiao Dai.

Karena dia teringat satu kata yang pernah dikatakan Xiao Dai.

....

Ada teman Gai-bang seperti kau, walau jaraknya sejauh satu li aku juga dapat menggunakan hidungku, mencium didaerah ini ada tidak orang yang sejenismu.

"Kita keluar saja, Gedung Zhan Feng ini jika juga terjadi bau darah dimana-mana, itu akan jadi sangat tidak pantas buat tuan rumah."

Baru saja turun dari loteng, sampai dipekarangan, sepuluh orang seperti roh sudah mengepung Xiao Dai dan kawan-kawannya.

Hao Shao-feng, Delapan Besar Dewa Langit, dan juga istri Du Sha, semua dengan sorot mata penuh dendam menatap Li Yuan-wai.

"Hao Shao-feng, setelah berpisah di gunung E Mei, apa kabar?"

Suara dingin Xiao Dai terdengar di malam hari membuat orang kedinginan.

"Kau.... mengatakan apa? Kau.... kau ini siapa?"

Tubuhnya Hao Shao-feng yang tinggi besar tidak tahan bergetar.

"Sudah satu bulan, sebulan yang lalu jika kalian bisa menemukan aku, aku pasti sulit bisa selamat, tapi sekarang kalian sudah melewatkan kesempatan itu...."

Dendam di mata Xiao Dai lebih membara dari pada mereka.

"Tangan Cepat Xiao Dai?! Kau...."

Hao Shao-feng mundur satu langkah.

"Kau tepat menebaknya, aku pikir kita harus selesaikan persoalan membakar rumah, berikut perselisihan antara kau dengan Li Yuan-wai."

"Ti.... tidak mungkin, tidak mungkin kau bisa begitu cepat tahu, dan juga sama sekali tidak mungkin mendahului aku sampai di sini...."

"Didunia ini hal yang tidak mungkin terlalu banyak, aku malah satu perahu dengan kalian meninggalkan tempat itu...."

Hao Shao-feng bagaimana pun tidak menyangka bagaimana Xiao Dai bisa satu perahu dengan dia meninggalkan Gunung E Mei."

Ketika Xiao Dai menceritakannya, dia ingin sekali menampar dirinya sendiri.

"Sebelum satu bulan dan setelah satu bulan he he.... aku pikir juga tidak terlalu bedajauh...."

Hao Shao-feng sudah mengetahui Xiao Dai tubuhnya terluka.

"Tidak, kau salah, satu bulan yang lalu hati dan tubuhku sangat lelah, dan sekarang...."

Xiao Dai melihat sekali pada pundak yang mengeluarkan darah berkata.

"Sekarang ini hanya luka luar, walau terhadap gerakan ada sedikit mengganggu, tapi menghadapi kau, masih lebih dari cukup...." 'kup' masih berkumandang diudara, tangannya Xiao Dai sudah seperti setan menyabet lewat tenggorokan dua orang dari Delapan Besar Dewa Langit. Sehingga terjadi satu pertarungan disaat dua orang jatuh, Hao Shao-feng berteriak-teriak histeris. 0ooo(dw)ooo0 Yang dihadapi Xiao Dai adalah Hao Shao-feng dengan dua orang dari Delapan Besar Dewa Langit, Li Yuan-wai juga memaksakan diri melawan dua orang. Mengenai Xu Jia-rong dengan sepasang pedang yang satu pendek yang satu panjang menyambut istri Du Sha dan dua orang lainnya. Setan sedang menangis, orang sedang berteriak. Baru saja habis mengalami pertarungan, lautan bunga Ju ini dijadikan merah lagi oleh darah segar. Istri Du Sha yang bisa menendang pecah kepalanya Sha Qian-dao, mimpi pun tidak menyangka Xu Jia-rong yang cantik tapi dingin ini punya ilmu silat yang begitu tinggi. Dia mana tahu Pria Besi Wanita Perak dibandingkan dengan Sha Qian-dao hanya lebih tinggi sedikit, dan baru saja sore hari tadi keduanya mati di bawah pedangnya Xu Jia-rong. Sehingga yang pertama mengeluarkan darah di tanah adalah kelompok dia. Dalam keadaan bahaya dia menghindar dari sepuluh jari yang tajam, pedang panjangnya Xu Jia-rong dengan membawa tetesan darah melewati dada seseorang, sambil membalikkan tubuh menyerang lagi, ketika jeritan seorang musuhnya masih belum berhenti, pedang pendeknya sudah dicabut lagi tiga kali dari perut musuhnya yang lain. Meski Li Yuan-wai yang paling lemah, tapi musuhnyajuga hanya bisa menggigit-gigi berusaha bertahan, bagaimana pun Delapan Besar Dewa Langit dari cabang bendera merah Gai-bang, kecuali delapan orang bersatu mungkin masih bisa melawan dia, sekarang hanya ada dua orang saja, mana bisa jadi lawan yang setimpal? Tapi musuhnya juga mendapat satu keuntungan besar, yaitu Li Yuan-wai sedang dalam keadaan terluka dalam, ilmu silatnya merosot tajam, maka kelompok pertarungan ini berjalan seimbang, saling menyerang. Tangan cepatnya Xiao Dai sejak mulai pertarungan sudah seperti jaring menutup pada Hao Shao-feng dan dua orang Delapan Besar Dewa Langit, dan jaring ini seperti terbuat dari puluhan ribu pisau tajam, sekali tidak hati-hati bisa-bisa dagingnya terbelah. Dua Pengemis Cacad sesepuh lima generasi dari Gaibang juga berada di bawah tekanan tangan cepatnya Xiao Dai, walau Hao Shao-feng adalah pesilat tinggi dari Gaibang, dia juga hanya bisa bertahan saja, mengenai dua orang lainnya dari Delapan Besar Dewa Langit tidak perlu dilihat lagi, ditubuhnya sudah terdapat beberapa luka sabetan telapak pisau. Semua orang yang tidak pernah mengalami kekalahan.... saat ini bara akan merasa dia masih kurang latihan. Orang baru akan merasakan kepandaiannya masih kurang apabila bertarung dengan pesilat yang kepandaiannya lebih tinggi dari dirinya, pemukul anjing sudah mengenai paha kiri kanan Xu Jia-rong, membuat dirinya terduduk di tanah. Tapi dia segera melepaskan dua buah jarum sulam yang segera menembus tenggorokan dua orang terakhir dari Delapan Besar Dewa Langit, kemudian dia mengangkat kaki, memutar menendang istri Du Sha, membuat terbang sejauh satu zhang lebih. Orang yang telah mencukur kepala musuh akhirnya dicukur juga oleh orang lain, istri Du sha telah menendang hancur kepala Sha Qian-dao, sampai matinya dia tidak percaya, setengah kepalanya bisa hancur ditendang orang. Dengan hati gugup Li Yuan-wai lari menghampiri Xu Jia-rong, tenggorokannya terasa kering, mulut pahit, apa pun tidak bisa dikatakan.

"Kau.... kau tidak apa-apa kan...."

Kata Xu Jia-rong bercucuran keringat dingin. Seharusnya ini perkataan Li Yuan-wai, tapi malah dia yang menanyakan dulu.

"Aku.... aku...."

Aku' setengah harian, Li Yuan-wai hanya bisa menganggukkan kepala artinya dirinya tidak apa-apa. Xu Jia-rong tertawa sedih berkata.

"Jang.... jangan tegang, a.... aku tidak akan mati, ka.... karena kau masih hutang sa.... satu katel Harum Sedap Tiga Li....?"

Li Yuan-wai tertawa, tertawanya lebih buruk tampaknya dari menangis. Dia berkata.

"Aku.... aku segera masak, segera masak.... da.... daging anjing pa.... paling bergizi...."

"Tapi.... juga.... juga.... paling panas ter.... ternyata kau ingin.... aku.... ingin kedua kaki aku jadi cacat.... supaya.... supaya bisa cari.... cari yang lain lagi be.... betul tidak?" 0ooo(dw)ooo0 Disaat Xu Jia-rong tidak perdulikan keselamatan dirinya, tepat saat dia memotong putus sepasang tangan istri Du Sha, dua orang Delapan Besar Dewa Langit yang sedang bertempur dengan Xiao Dai menggunakan kesempatan menyerangnya, dua buah tongkat pemukul anjing berhasil mengenai pahanya Xu Jia-rong, tapi nyawanya juga sudah melayang oleh serangan balik Xu Jia-rong. Semua kejadian ini terjadi hanya dalam sekejap, juga dalam sekejap selesai. Terhadap Hao Shao-feng, keadaan dia sekarang sudah sangat kacau, bagaimana pun tiga lawan satu sudah menderita kalah, maka dalam situasi satu lawan satu bagaimana dia bisa tidak kalah? Terhadap orang ini Xiao Dai sangat membenci, dari mulutnya Li Yuan-wai dia sudah tahu penyebab semua ini dimulai dari dia, sepasang telapak pisaunya sudah bertambah merepotkan, juga seperti kilatan sinar kilat, dari tubuhnya Hao Shao-feng yang tinggi besar menyemburkan darah. Sehingga ketika Xiao Dai mendengar Li Yuan-wai disisinya berteriak jangan bunuh dia', dia sudah berhenti. Dengan sorot mata tidak mengerti, yang sulit dijelaskan dia melihat Li Yuan-wai sekali, tubuh Hao Shao-feng hampir tidak ada yang utuh dengan lemah berkata.

"Me.... mengapa?"

Li Yuan-wai membopong Xu Jia-rong, dengan pahit berkata.

"Aku.... aku harap kau bisa mengembalikan nama baik ku."

Benar, sehari sebagai guru seumur hidup sebagai ayah, terhadap Gai-bang Li Yuan-wai sepertinya ada perasaan yang tidak bisa terlepas begitu saja, tentu saja dia berharap ada satu hari bisa kembali ke Gai-bang.

Hao Shao-feng sedih menundukkan kepala, melihat para bawahan setianya sudah bergelimpangan di tanah, dalam pikirannya semua telah gagal.

Setelah lama, dia menenangkan hati yang bergejolak dengan suara serak berkata.

"Ya.... ya sudah, di.... digedung rumah nenek moyang marga Chai.... di belakang ca.... cabang tiga puluh satu di.... di Jiu Jiang gurumu di.... dikurung di dalamnya, jika kau me.... menolong dia keluar da.... dari sana maka se.... semuanya akan jadi jelas...."

Darah sudah mengalir dari dalam mulutnya, selesai Hao Shao-feng bicara orangnya langsung roboh. Xiao Dai segera maju memeriksanya, lalu berkata.

"Dia sudah menggigit pecah racun obat yang disembunyikan di dalam mulutnya...."

Orang yang akan mati, perkataannya biasanya jujur.

Li Yuan-wai bagaimana pun tidak terpikirkan Hao Shaofeng sebelum mati bisa jadi sadar, mengatakan rahasia yang mengejutkan orang ini.

0ooo(dw)ooo0 Pertarungan yang terjadi terus, bagi orang hatinya kuat juga ada kalanya susah menerimanya.

Apalagi sekarang setiap orang telah mendapat luka cukup parah.

"Kemana dia pergi?"

Tanya Xiao Dai yang bersandar dikursi kelelahan.

"Membalut luka."

Jawab Li Yuan-wai.

"Mengapa kau tidak membantunya?"

"Aku.... bisakah aku pergi?"

"Mengapa tidak bisa pergi?"

"Sialan, aku lihat kau bocah sudah gila dipukul orang, dia.... tempat luka dia di.... di sini."

Li Yuan-wai menggunakan jari menunjuk pada paha. Xiao Dai baru saja ingin tertawa, tapi tidak jadi lukanya membuat dia kesakitan sampai mengeluarkan keringat. Dia berkata.

"Akhirnya semua bisa selesai, aku pikir sekarang aku sudah bisa tidur dengan nyenyak, sialan, saat pertarungan tadi, aku tidak merasakan sakit, sekarang begitu duduk aku merasa seluruh tulang ditubuhku rasanya akan hancur, dan juga di tempat terluka sakitnya serasa dibakar...."

"Telur kura-kura baru tidak sama denganmu, apa aku tidak...."

Perkataan Li Yuan-wai tiba-tiba ditarik kembali, dia bengong melihat kepintu kamar.

Perut Xiao Dai jadi kram, dia mengerti Li Yuan-wai berekspresi seperti ini pastilah bukan hal yang bagus, sekarang hari sudah akan terang, siapa orang yang datang ini?

"Apa kabar kalian berdua."

Orang ini seluruh baju panjangnya robek-robek, wajahnya kusut tapi tidak menutupi sifat pelajarnya.

"Si.... siapa kau? Ditengah malam begini datang ke rumah orang, apa mau curi barang?"

Li Yuan-wai dibuat terkejut, tidak terasa bicaranya sedikit menyinggung orang.

"Apa ada orang datang ke rumah sendiri mencuri barang?"

Kata orang itu tertawa santai.

"Apa katamu?"

Li Yuan-wai mengira dirinya salah dengar.

"Aku kata tidak ada orang yang datang ke rumah sendiri untuk mencuri barang?"

"Kau.... kau siapa?"

Li Yuan-wai sedikit bingung.

"Bodoh, hartawan besar mengapa kau masih tidak bisa memikirkan siapa dia?"

Xiao Dai bangkit berdiri.

"Apakah dia adalah Zhan Long?!"

"Kalau bukan dia siapa lagi?"

"Kau.... kau sungguh Zhan Long?!"

Tanya Li Yuan-wai terkejut. Dengan tertawa ringan, Zhan Long berkata.

"Aku rasa kau adalah Li Yuan-wai, dan yang ini pastinya Tangan Cepat Xiao Dai yang ternama itu?"

"Mana, mana, Saudara Zhan kau terlalu memuji,"

Kata Xiao Dai juga sangat gembira.

"Kalian berdua, pasti demi sahabatku Yuan Ershao datang kesini, oh betul, mengapa tidak terlihat Yuan Ershao? Dan juga adik ku Zhan Feng?"

Kata Zhan Long tertawa.

"Ershao dengan adik anda pergi ke Gunung E Mei, tidak tahu mengapa sampai sekarang masih belum pulang kembali, jujur saja pada saudara Zhan, karena masalah ini kami juga jadi khawatir!"

Kata Li Yuan-wai dengan wajah susah.

"Ooo, kalian berdua harap tenang saja, kudengar beberapa hari ini air sungai Zhang Jiang sedang meluap, mungkin mereka terhalang oleh banjir, setelah banjirnya surut mereka pasti akan cepat pulang, mengapa? Kalian berdua kelihatannya semua terluka?"

Li Yuan-wai kelihatannya lebih cerewet dari pada Xiao Dai.

Tampak dia d engan tidak basa-basi menceritakan semua peristiwa yang terjadi, Zhan Long yang mendengarnya sampai wajahnya berubah-rubah.

Ketika mendapat kesempatan ceritanya terhenti, tiba-tiba Xiao Dai menyela.

"Hartawan besar, kau ini mengapa? Mengapa tidak tanyakan dulu saudara Zhan bagaimana bisa lolos dari bahaya, malah terus menjilat saja?"

"Iii? Xiao Dai, kau ini.... kau ini mengapa jadi begitu sewot, aku dengan saudara Zhan begitu bertemu seperti kawan lama, di sini sedang asyiknya berkata-kata, mulut kau yang agung itu lebih baikjangan dibuka...."

Kata Li Yuan-wai pada Xiao Dai sambil membuat wajah setan dan tertawa.

"Sialan kau."

Xiao Dai yang disemprot oleh Li Yuanwai, sungguh jadi ingin menangis tidak bisa ingin tertawa pun tidak bisa. Zhan Long tertawa berkata.

"Atas perhatian kalian berdua, Zhan Long semuanya masih baik, kelompok penjahat itu tidak terlalu menyiksa, tapi Polisi Setan Tuan Tie, hai, sungguh tidak terpildrkan dia malah...."

Mereka pernah ditawan dalam satu ruangan, nasib mereka malah berbeda seperti bumi dan langit, Zhan Long tidak terasa menyesal. Situasi sedih memenuhi kamar, Li Yuan-wai mengeluh sekali berkata.

"Saudara Zhan jangan terlalu sedih, untungnya dalam pertempuran sengit tadi, akhirnya orangorang Perkumpulan Bunga Ju dapat dikalahkan, dapat membasmi para penjahat dunia persilatan ini juga bisa menghibur korban...."

Perkumpulan Bunga Ju benarkah sudah kalah?

Tidak salah, orang-orang Perkumpulan Bunga Ju yang mati sudah mati, yang kabur sudah kabur, yang gila sudah gila, bisa dikata telah kalah dan bubar.

Namun bagaimana dengan Bunga Ju?

Bunga Ju yang benar-benar memimpin semua Perkumpulan Bunga Ju tidak pernah tampil, bagaimana bisa menghibur korbannya?

Bunga Ju tidak mati, Bunga Ju pasti akan muncul lagi.

0ooo(dw)ooo0

"Mari, biar aku obati kalian berdua, siapa duluan?"

Ilmu pengobatannya Zhan Feng sudah sangat mengagumkan orang, ilmu pengobatannya Zhan Long lebih tinggi dari Zhan Feng, makanya saat Zhan Long ingin mengobati luka mereka, Li Yuan-wai buru-buru dengan tidak sabar berkata.

"Aku dulu, aku dulu, sialan, kasihan aku terluka parah sampai jeroanku berpindah tempat makanya harus obati aku dulu, he he.... sepan tasnya diobati dulu...."

Xiao Dai ingin sekali maju menampar dia, dengan kesal berkata.

"Sialan, ini kan bukan meminang istri, merebut pengantin wanita, lihat rupamu yang terburu-buru ini...."

"He he.... Xiao Dai, kau ini kan pahlawan besar yang menggemparkan dunia persilatan, dan pahlawan besar kemampuan menahan sakit, tentu saja lebih tinggi dari orang biasa, sabarlah sedikit, aku segera selesai, segera selesai...."

Kata Li Yuan-wai tertawa sambil berbaring di atas ranjang dulu. Zhan Long membungkuk memeriksa matanj'a Li Yuanwai, lalu memeriksa lidah dia berkata.

"Kau.... kau luka dalamnya sungguh tidak ringan.... sangat parah, di tanganku sekarang masih kurang satu obat utama...."

"O.... obat apa?!"

Wajah Li Yuan-wai seperti ibu meninggal, seperti mendengar kata-kata setan, suaranya serak seperti akan menangis.

Xiao Dai yang melihat di sisinya, sungguh gemas melihat wajah yang pengecut ini hampir saja dia muntah darah, dia 'puh' meludah sekali berkata.

"Li Yuan-wai.... kau sialan ini tabah sedikit bisa tidak? Lihat rupamu itu, aku.... aku sungguh tidak tahu mengapa bisa berteman dengan orang macam kau ini...."

"Sebenarnya juga tidak separah itu, aku bisa menggariti dengan obat lain, kau tidak perlu tegang."

Zhan Long juga dikejutkan oleh wajah seperti itu.

"Sau.... saudara Zhan, aku.... aku dimana bisa tidak tegang, kau.... kau tidak tahu setelah kau mengatakan ini, tiba-tiba seluruh tubuh jadi dingin, seperti.... seperti.... seperti jatuh ke kamar es dinginnya.... dinginnya menegang...."

Seluruh tubuh Li Yuan-wai benar saja mulai gemetar.

"Li Yuan-wai, kau pemalas ini lebih baik pergi mati sana, jangan ada di sini memalukan orang...."

Xiao Dai selamanya tidak pernah berpikir bagaimana Li Yuan-wai bisa begitu takut mati.

"Aku tidak mau, aku tidak mau mati, Xiao Dai, Xiao Dai kau harus tolong aku, kau harus tolong aku...."

Suaranya Li Yuan-wai yang didengar orang bisa membuat orang sesemutan.

"Aku sialan aku kan bukan seorang tabib bagaimana caranya menolongmu?! Seharusnya ini kau katakan pada saudara Zhan baru benar,"

Kata Xiao Dai dengan tidak senang.

"Tidak, Xiao Dai kau bisa menolong aku, masih ingat tidak kau? Kita waktu kecil digunung belakang kampung halaman ada semacam rumput kabarnya khusus untuk mengobati jeroan pindah...."

"Tidak pernah dengar,"

Kata Xiao Dai tanpa pikir.

"Ada, kau pasti pernah dengar, pasti pernah dengar, rumput macam itu pernah berubah warna.... kita pernah bersama-sama memetiknya...."

"Bisa berubah warna? Rumput malu malu!?"

Kata Xiao Dai semakin mendengar semakin bingung, juga semakin marah.

"Bukan, bukan, bunga yang tumbuh di rumput itu seperti bunga Ju, tapi dia ada durinya, kau.... kau ingat tidak?"

Li Yuan-wai gusarnya ingin sekali gantung diri. Mendadak.... Matanya Xiao Dai menjadi terang, dia berkata.

"Ooo, aku ingat sekarang, benar ada semacam rumput khusus untuk mengobati jeroan pindah tempat, sangat berkhasiat sekali, mmm, sangat berkhasiat...."

Zhan Long adalah seorang tabib, seorang tabib terhadap bermacam-macam rumput sangat tahu sekali, dia mengerutkan alis berpikir keras, tanpa sadar meninggalkan sisi ranjang mulai jalan-jalan.

Li Yuan-wai pelan-pelan bangkit duduk, menyander di tiang ranjang menggunakan mata yang seperti tertata tapi bukan tertawa memandang pada Zhan Long, sekarang mana ada wajah yang takut mati seperti tadi.

"Bunga Ju dimana ada durinya? Saudara Zhan kau tidak perlu pikir lagi, walau berpikir sampai kepala pecah juga tidak akan terpikir."

Xiao Dai melangkah kesisi ranjang, sepasang tangan dimasukan ke dalam lengan baju ditopang di depan dada.

"Hai, aku pernah lihat bermacam-macam rumput di seluruh dunia ini, tapi sungguh tidak terpikir ada semacam rumput yang dikatakan kalian berdua...."

Kata Zhan Long sesudah berhenti berjalan dan menggelengkan kepala.

"Tentu saja tidak ada, Qin Shao Fei...."

Li Yuan-wai tertawanya seperti seekor rase.

"Qin Shao Fei!? Siapa.... siapa Qin Shao Fei?"

Tanya Zhan Long, dengan wajah berubah.

"Kau."

Li Yuan-wai dengan pasti.

"Aku!? Aku adalah Zhan Long! Mengapa mengatakan kata-kata yang aneh ini?"

"Sedikitpun tidak aneh, orang bisa mempunyai sepasang tangan, sepasang kaki, tentu saja mungkin bisa mempunyai dua nama."

Li Yuan-wai seperti ingin menembus diri Zhan Long.

Setelah kehilangan ketenangannya, Zhan Long mundur sampai disisi pintu, ketika dia membalikkan kepala tiba-tiba melihat Xu Jia-rong dengan pandangan mata ingin membunuh, bukan saja telah menghalangi jalannya, sepasang pedangnyajuga sudah dicabut.

"Ka.... kalian, bagaimana bisa tahu!?"

Kata Zhan Long lemas.

"Kemarin, kemarin baru saja aku dan Li Yuan-wai ke taman bunga Ju, saat itu kami berkata wanita seperti Ouwyang Wu-shuang sungguh mirip dengan bunga Ju yang berduri, kemudian dia mati, sebelum dia mati telah memberitahu kami satu rahasia, yaitu dia bukan Bunga Ju, dan Bunga Ju yang benar adalah orang yang dipanggil Qin Shao Fei,"

Kata Xiao Dai yang sepasang tangannya ditopang di depan dada, siapa pun tahu jika sepasang tangannya ditopang di depan dada, telapak pisaunya bisa dengan kecepatan paling tinggi menyerang.

"La.... lalu bagaimana kau bisa tahu Qin Shao Fei adalah aku?"

"Waktu itu kau dengan bercadar meng.... mengusir aku dari bangunan tempat aku berteduh dari hujan, bukankah aku pernah berkata padamu aku pasti bisa mengenalmu?"

"Aku tidak percaya, kau tidak mungkin bisa mengenal aku."

"Penyamaran sesempurna apa pun pasti ada cacatnya...."

Kata Li Yuan-wai.

"Dimana cacatku?"

Li Yuan-wai tahu, jika dia tidak berkata lagi, bukan hanya Zhan Long yang bisa gusar sampai mati, mungkin sampai Xiao Dai juga tidak akan mengampuni dirinya.

"Alis."

"Apa alis? Alis ku mengapa?"

"Di alis kanannya Qin Shao Fei ada sehelai alis yang sangat panjang, dan juga putih, disaat tadi kau membungkukkan tubuh memeriksa lidahku, aku menemukan kau mempunyai sehelai alis putih, juga di tempat yang sama."

Zhan Long tidak sadar mengusap alis kanan dirinya.

"Jika kau ingin mencabut dia rasanya sudah tidak keburu...."

Li Yuan-wai selamanya belum pernah tertawa sebangga ini.

"Aku dulu seharusnya membunuhmu."

"Kau sudah kehilangan kesempatan yang paling baik, jika tadi kau menyerang, aku pasti telah menjadi mayat,"

Kata Li Yuan-wai mengeluh.

"Makanya aku terus memberi tanda pada Xiao Dai, hai, bocah ini mengaku dirinya pintar, sialan, menyiksa aku setengah harian membuat tekateki, mengatakan dia idiot dia malah tidak mengaku, sungguh hampir saja aku kencing dicelana, tapi sekarang.... sekarang dia ada disisiku, kau ingin bunuh aku, mungkin harus bunuh dia dulu baru bisa, apa kau bisa membunuh dia?"

"Aku tidak bisa,"

Katanya jujur.

"Katakan sebabnya?"

Xiao Dai sama sekali tidak memperdulikan ejekan Li Yuan-wai, dia bertanya pada Zhan Long.

Masalahnya sudah sampai begini, semua rahasia sudah menjadi bukan rahasia lagi.

Zhan Long sekali lagi menghela napas panjang berkata.

"Semua makhluk hidup, siapa yang bisa keluar dari kekuasaan dan nama?"

"Jika demi kekuasaan dan nama, mengapa aku dan Li Yuan-wai menjadi tujuanmu?"

Tanya Xiao Dai.

"Itu adalah urusan perasaan yang rumit yang tidak ada kejelasannya, antara Ouwyang Wu-shuang dengan kalian tidak ada hubungannya dengan aku."

"Lalu bagaimana dengan Yuan Ershao?"

Xiao Dai bertanya lagi.

"Itu juga tidak ada hubungannya dengan aku, hanya saja aku tahu Yuan Di sudah sejak dulu ingin mencelakakan dia."

"Kau adalah temannya, mengapa tidak memberitahukan dia, siasat Yuan Di?"

"Mengapa aku harus membocorkan? Zhan Feng adalah satu satunya adikku, karena dia membuat aku dengan adikku bermusuhan, Perumahan Zhan Bao dibagi dua, teman seperti ini boleh ada boleh tidak,"

Kata Zhan Long sedikit licik.

"Kau gunakan obat-obatan untuk mengendalikan Ouwyang Wu-shuang dan Yuan Di?"

Xiao Dai bertanya lagi.

"Betul, jika ingin menguasai dunia persilatan, mana mungkin bisa tanpa menguasai sedikit kekuatan?"

"Mengapa? Bukankah kau memiliki Bai Yu Diao Long?"

"Bai Yu Diao Long harus dua dijadikan satu, aku tidak ingin Zhan Feng tahu kelakuanku, akhirnya terpaksa aku menyuruh Ouwyang Wu-shuang memaksa sebagai pengganti nyawaku, berpura-pura tertangkap olehnya, dan dia berhasil mendapatkan setengah bagian lainnya dari tangan Zhan Feng, apa boleh buat...."

"Kalau begitu kau yang menyuruh orang membunuh Dian Cang Wu Wei Jian Ke?"

"Itu adalah keinginan Yuan Di."

"Kau tahu tidak masalah nona Zhan Feng dengan Yuan Ershao?"

Dengan tertawa sedih Zhan Long berkata.

"Hati wanita seperti jarum di dasar laut, apa yang bisa dilakukan lakilaki."

"Kau sebenarnya tidak usah datang, kalau kau tidak datang kami mungkin selamanya tidak akan tahu kau adalah Qin Shao Fei,"

Kata Xiao Dai.

"Cepat atau lambat kalian pasti akan terpikir padaku, karena aku telah melakukan satu kesalahan."

"Kesalahan apa?"

"Tidak seharusnya aku memberitahu Hao Shao-feng, setelah pertempuran di Bukit Tanah Kuning untuk pergi ke Gunung E Mei."

Benar, Qi Hong tinggal di Gunung E Mei, hanya orangorangnya keluarga Zhan yang tahu, jika bukan Zhan Feng yang membocorkan beritanya, maka hanya Zhan Long yang tahu, hanya saja kejadiannya berturut-turut, belum ada orang yang terpikir ke arah itu.

"Kabarnya kau tidak bisa silat, lalu ilmu silat kau ini...."

Kata Li Yuan-wai melihat matanya Xu Jia-rong yang penuh amarah, tidak sadar menyela.

"Dapat mencuri belajar, sebenarnya terhadap ilmu silat aku sejak kecil tidak berminat, tapi ilmu meringankan tubuh, aku bisa mahir, tidak ada orang yang tahu, setelah aku mempunyai ambisi menguasai dunia persilatan maka dengan segala cara aku mencari guru belajar silat, jika aku sedikit pun tidak ada kemampuan untuk melindungi diri, mana mungkin bisa mengendalikan mereka para penjahat dunia persilatan yang segala kejahatan apapun bisa dilakukan?"

"Kau.... kau, sungguh hina perbuatanmu."

Teriak Xu Jiarong melotot.

"Nona Xu, mengenai kakek luarmu, aku tidak merasa tidak bersalah, sesungguhnya dia sudah mengidap penyakit, memang setiap kali obat yang aku berikan adalah obat penawar racun, sebenarnya di dalamnya juga mengandung obat untuk menyembuhkan penyakit itu, dia dapat hidup lebih lama lagi dalam waktu yang panjang, kau seharusnya berterima kasih pada aku, baru benar, mengenai ilmu silat turun temurun boleh dianggap sajalah sebagai ongkos pengobatan."

Xu Jia-rong marah sekali, tapi apa boleh buat, setelah sesaat baru berkata lagi.

"Anggap kau mengatakannya masuk akal, hemm, Perkumpulan Bunga Ju membunuh orang sudah tidak terhitung, jadi akar permasalahan didunia persilatan, bagaimana pun ini adalah kenyataan, kau tidak bisa menghindar dari hukuman."

"Aku tidak berniat menghindar dari hukuman, orang yang dibunuh Perkumpulan Bunga Ju ada alasan yang kuat mereka harus mati."

"Jangan kau sembarangan berkata."

"Aku sama sekali tidak sembarangan berkata, Kupu-Kupu Bunga Si lu Lang, Srigala Wajah Putih Chen Ji Ping, malah Laki-Laki Besi Zhou Lian Shan, Wu Dang.... dan yang lainnya bisa mati, semua dilakukan oleh enam pelayan wanita buta Ouwyang Wu-shuang, mereka membalas dendam karena telah diperkosa, mengenai orang yang lainnya kalian saksikan sendiri semuanya adalah pengkhianat dunia persilatan mati pun tidak perlu disesalkan."

Zhan Long bercerita lagi.

"Mengenai semua orang-orang mengatakan Perkumpulan Bunga Ju perbuatannya keji, itu juga terjadi belakangan, menyeleweng dari garis tujuan setelah Ouwyang Wu-shuang dan Yuan Di meninggalkan aku."

Xiao Dai lama berpikir keras, akhirnya menghela napas berkata.

"Jujur saja, semua ini sepertinya ada hubungannya denganmu, juga sepertinya tidak ada hubungannya denganmu, terhadap uraianmu aku sungguh tidak tahu harus bagaimana menyimpulkannya, kabarnya Perkumpulan Bunga Ju bisa menyumbang untuk bencana dan kemiskinan yang tidak terhitung...."

"Aku malah tidak berani menerima penghargaannya, semua uang itu dikeluarkan oleh Zhan Feng."

"Terakhir, kau beritahu aku, jika Yuan Di tidak tahu siapa kau sebenarnya, bagaimana mungkin bisa melepaskanmu?"

Xiao Dai bertanya lagi.

"Aku hanya beritahu dia terkena racun, dan kebetulan aku adalah keturunannya Tabib Dewa Ahli Silat, jadi dia ingin aku mengobati racunnya, mana mungkin tidak melepaskan aku? Hanya aku tidak terpikir Polisi Setan bisa disiksa dia sampai mati, hal ini aku sejak semula tidak menyangka, jika tidak aku pasti ingin dia juga melepaskan Polisi Setan,"

Kata Zhan Long juga merasa sedikit menyesal.

"Si.... sialan, kau bisa berkata demikian, semua kesulitan harus diterima olehku, Xiao Dai dan juga Yuaji Ershao, apa semuanya tidak ada hubungannya denganmu?"

Li Yuanwai sungguh tidak bisa menerimanya.

"Menurutmu?"

"Aku.... aku bisa berkata apa lagi?"

Li Yuan-wai sungguh menyesal tidak tahu harus berbuat apa supaya bagus.

0ooo(dw)ooo0 Zhan Long sudah pergi.

Dia tidak mengatakan pergi kemana, tapi Li Yuan-wai dan Xiao Dai tahu, dia tidak akan kembali lagi.

Mereka terpaksa membiarkannya pergi, walau mereka tahu dia adalah Bunga Ju.

Bunga Ju memang adalah Pria Pagar Timur, dan siapa yang pernah mendengar bunga Ju ada durinya?

Hari sudah terang, malam yang panjang akhirnya berlalu.

Xiao Dai bertiga datang kepekarangan, membangunkan para pelayan Perumahan Zhan Bao, mulai membersihkan tempat yang berantakan.

Tamat.

Tiraikasih WEBSITE

http.//kangzusi.com

Baca Juga: Pedang Langit Dan Golok Naga 9

Baca Juga: Rahasia Ciok Kwan Im Gu Long

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert