Ceritasilat Novel Online

Duri Bunga Ju 7

Eps 7 Duri Bunga Ju - Gu Long

Baca online Duri Bunga Ju - Gu Long

Cersil Duri Bunga Ju - Gu Long.

"Kau mengatakan.... kau mengatakan tanda di atas pantat dia?"

Dengan seorang wanita membicarakan pantat laki-laki, ini....

ini aliran dari mana?

Tapi ini adalah kuncinya, kunci yang tidak bisa tidak dibicarakan, dia jadi tidak bisa banyak memperdulikannya.

Xu Jia-rong dengan wajah merah menganggukkan kepala.

"Bisakah kau mengatakannya lebih jelas, aku sudah jadi bingung, walau aku tahu dipan.... ditubuhnya ada tanda, apa urusannya dengan aku?"

Xiao Dai tidak dingin lagi, dia sudah masuk ke dalam masalah yang ruwet ini. Xu Jia-rong menenangkan jalan pikirannya, berkata.

"Sederhana sekali, Ouwyang Wu-shuang telah mengenal tanda ditubuhnya Li Yuan-wai, dan Li Yuan-wai mengira kau meniru tandanya dia dan melakukan hal itu."

"Kacau, satu-satunya tanda yang dia punya itu orang lain mana bisa menirunya? Sitelur kura-kura ini mengapa mencurigai aku.... aku yang melakukannya? Dimana ada aturan begini, sungguh tidak masuk akal...."

Xiao Dai jelas marah sampai tidak tertahan.

"Hal ini juga tidak bisa menyalahkan dia, karena sesungguhnya hanya kau seorang yang tahu rahasia itu."

"Kalau begitu bagaimana kau juga tahu?"

Xiao Dai bertanya satu pertanyaan yang paling tidak boleh ditanyakan, mungkin dia bertanya tidak ada maksud, hanya mengikuti pembicaraan lawan, tapi dia mendengar ini, wajahnya sudah merah karena malu.

"Aku.... aku mendengar dari dia."

Xu Jia-rong suaranya seperti suara nyamuk.

"Ooo!"

Xiao Dai walau Ooo sekali, tapi seorang idiot pun bisa mendengar Ooo ini sangat terpaksa, sangat tidak sepaham.

"Kau.... kau jangan berlagak aneh seperti itu, sungguh, beberapa hari lalu saat Ouwyang Wu-shuang menghadang Li Yuan-wai, aku kebetulan ada di sana, jadi semua ini aku bisa tahu."

"Anjing tidak bisa merubah kebiasaan memakan kotoran."

Xiao Dai sudah beberapa kali mengalami petaka, seharusnya orangnya sudah berubah, tapi kebiasaannya dengan tidak sadar muncul kembali.

"Aku hanya sekali Ooo saja, hai, aku rasa rupanya kau sekarang barulah aneh."

Xu Jia-rong suka pada orang yang kocak, humor, juga suka perkataan yang lucu, humor. Sekarang dia baru mengerti, orang yang bisa jadi temannya Li Yuan-wai, sifat mereka akan begaimana.

"Bagaimana kau bisa menentukan dengan pasti orang yang dikatakan Ouwyang Wu-shuang bukan Li Yuan-wai?"

Tanya Xiao Dai setelah berpikir sebentar.

"Karena.... karena aku tahu ada seorang yang wajahnya juga bulat, tubuhnya sedikit gemuk, di tempat yang sama juga.... juga mempunyai tanda yang sama...."

Kata Xu Jiarong dan telinganya menjadi merah, tapi ada nada marah. Dengan merasa aneh Xiao Dai melihat tingkahnya, dia seperti telah mengerti sesuatu.

"Kau ingin mengatakan yang benar-benar berdosa adalah orang itu?"

"Benar."

"Bi.... bisa ada hal yang begitu kebetulan....?"

Xiao Dai bicara pada diri sendiri.

"Sekarang kau sudah mengerti salah paham antara kau dengan dia, bukan!"

"Lalu Li Yuan-wai yang diusir dari Gai-bang bagaimana masalahnya?"

Tanya Xiao Dai tidak mengerti.

"Juga karena masalah itu, Ouwyang Wu-shuang sudah melaporkan masalahnya pada Gai-bang, perkumpulan Gaibang paling tidak bisa menerima pelanggaran kesusilaan, ditambah di dalam perkumpulan mereka sudah ada pengkhianat, sehingga Li Yuan-wai terpaksa jadi buronan."

Lalu Xu Jia-rong menceritakan kejadian yang dialaminya dari awal sampai akhir, Xiao Dai mendengarnya sampai wajahnya berubah-rubah tidak menentu.

Simpul itu pada akhirnya bisa dilepaskan.

Salah paham juga pasti pada suatu hari bisa jadijelas.

Xiao Dai sudah tahu mengapa Ouwyang Wu-shuang dengan segala kemampuannya menginginkan nyawa Li Yuan-wai.

Ini adalah salah paham yang sebesar langit, juga adalah hal yang membuat orang ingin tertawa tidak bisa ingin menangis juga susah.

Walau dia sudah kehilangan cintanya terhadap Ouwyang Wu-shuang, tapi juga berharap pada suatu hari dia bisa menyadarkannya.

Tapi dia tahu itu sudah sangat sulit, karena ketika dia tahu Ouwyang Wu-shuang adalah orang Perkumpulan Bunga Ju, banyak kejadian yang nyata sudah tidak bisa kembali lagi.

Bagaimana pun Perkumpulan Bunga Ju sudah menjadi sasaran harus dimusnahkan oleh semua orang, dirinya dan Li Yuan-wai mungkin masih bisa memaafkan semua permusuhan, dan tidak meminta tanggung jawabnya, tapi Gai-bang, Wu Dang, dan banyak lagi orang-orang dunia persilatan yang mati di tangannya, famili dan teman, mereka mana bisa melepas dia?

Ketika simpul telah terbuka, alis bisa kembali terangkat.

Salah paham setelah jelas, perasaan hati tentu saja tidak kesal lagi.

Walau Xiao Dai belum bertemu dengan Li Yuan-wai, tapi di dalam hatinya dengan diam-diam sudah berkata.

....

Hartawan busuk, kelihatannya kesusahan yang kau terima tidak lebih ringan dibandingkan denganku, harap jagalah dirimu yang gemuk itu, jangan sampai dipotong orang, paling bagus aku masih bisa mencicipi masakan, Harum Sedap Tiga Li itu.

Xiao Dai merasa makin dilihat makin merasa wanita ini cantik, walau dia sedikit dingin, tapi dia tahu hatinya yang hangat.

Di dalam hati dia mengeluh berkata.

"Hartawan busuk, kau sungguh punya kepintaran, disaat dikejar-kejar akan dibunuh oleh orang, malah masih ada kesempatan mendapat wanita yang begitu cantik."

Xu Jia-rong yang dilihat oleh Xiao Dai jadi merasa sedikit malu, dia terus terang berkata.

"Apa kau biasa begini melihat orang?"

Baru saja dia mau mengoloknya, Xiao Dai teringat sebuah kata tua? Istri teman, tidak boleh mengoloknya, dia mengeluh sekali berkata.

"Tidak, aku hanya ada satu perasaan...."

"Perasaan apa?"

"Perasaan, nasib kotoran anjing dengan nasib asmara mengapa bisa bertalian menjadi satu, dan mereka justru bisa menimpa dirinya 'pusaka hidup' itu,"

Kata Xiao Dai sambil tertawa. Xu Jia-rong terdiam sejenak, tapi dengan serius berkata.

"Apa kau sudah puas melihatnya?"

"Melihat apa?"

Xiao Dai sengaja mengoloknya.

"Kau sudah mengerti malah sengaja bertanya,"

Kata Xu Jia-rong pura-pura marah.

"Ha.... ha.... baik, baik, nona Xu, kau sungguh membuat aku kagum, seorang wanita bisa begitu berani mengutarakan perasaan dirinya, mana aku tega mentertawakan"

Lalu dengan serius dia melanjutkan.

"Hartawan busuk itu tahu tidak perasaanmu?"

Xu Jia-rong menggelengkan kepala berkata.

"Kupikir dia tidak tahu, sampai saat untuk melarikan diri juga tidak ada, mana ada waktu dia memikirkan yang lain?"

"Si goblok itu, pusaka hidup, dia.... dia itu otaknya penuh dengan air tepung tapioka."

Xiao Dai tidak sadar memakinya.

"Tapi tidak bisa menyalahkan dirinya, bagaimana pun aku dengan dia sangat singkat berhubungan."

"Singkat kentut, kita hubungan paling banyak juga hanya dua jam, tapi aku langsung bisa melihatnya, apa dia begitu bodoh?"

Kata Xiao Dai dengan melotot.

Dia sudah terbayang satu wajah yang bulat, sepasang mata yang jika tertawa memikat orang.

Tiba-tiba Xiao Dai juga teringat seseorang, seorang wanita yang sepanjang tahun tinggal di dalam gunung.

0ooo(dw)ooo0 Banyak masalah yang kejadiannya tidak ada aturan.

Seperti kejadian ini, siapa pun tidak tahu Tangan Cepat Xiao Dai bisa bertemu dengan Xu Jia-rong.

Li Yuan-wai justru bertemu dengan Qi Hong.

Sama disatu warung teh.

Sama satu rumah bambu, meja bambu, kursi bambu, serta bos yang tubuhnya seperti bambu itu.

Dihari senja yang sama setelah Xiao Dai dan Xu Jiarong pergi.

Li Yuan-wai dan Qi Hong juga masuk, hanya tidak duduk di mejayang sama.

"Kak Qi Hong, aku telah memikirkan ceritamu, aku juga akan mempertimbangkan usulmu, tapi masih banyak pertanyaan antara aku dan dia, semua harus bertemu muka dulu baru bisa jelas, sekarang aku menyanggupimu, aku.... aku pasti memberi dia kesempatan untuk menjelaskannya boleh tidak?"

Kata Li Yuan-wai setelah berpikir lama. Wajah Qi Hong yang putih terkilas warna merah, dengan pelan berkata.

"Terima kasih."

Li Yuan-wai mengeluh sambil mengambil cangkir teh yang kasar itu, baru saja akan minum, dia melihat tubuh bos yang seperti bambu, maka dia menaruhnya kembali.

Perlahan melambaikan tangan, Li Yuan-wai pada bos berkata.

"Kau.... kau di dalam cangkir ini, selain daun teh, tidak menaruh benda yang lain lagi kan?"

"Tuan, kau sungguh pintar bergurau,"

Kata bos warung.

Dia juga tertawa, ternyata Li Yuan-wai sekarang terhadap sekelilingnya selalu timbul curiga, apa lagi terhadap penjual makanan, dia sudah mengalami pil pahit, ibarat 'Sekali digigit ular, sepuluh tahun takut pada tali sumur.' "Apa rencanamu selanjutnya...."

Tiba-tiba Li Yuan-wai bertanya.

"Aku juga tidak tahu, dunia persilatan begitu besar, di lautan manusia ini, harus kemana mencari orang itu?"

Qi Hong sekali teringat hal ini, jadi merasa sakit kepala.

"Dasar brengsek, dia selalu melakukan perbuatan, setelah buang air besar tidak membersihkan pantatnya...."

Li Yuanwai marah memaki. Qi Hong malu, wajahnya sampai menjadi merah karena malu, di dalam pikirannya Li Yuan-wai bukan hanya bisa mengatakan yang aneh-aneh, juga pintar memaki orang.

"Ma.... maaf, aku lupa memaki dia sama saja dengan memakimu, hai.... aku ini selalu saja lupa beberapa hal.... kak Qi Hong, maaf, maaf...."

Li Yuan-wai merasa malu lalu memukul-mukul keningnya sendiri.

"Aku tidak menyalahkanmu."

"Baguslah, baguslah, sesungguhnya Xiao Dai ini juga brengsek, mengapa dia meninggalkan kau sendirian.... ini sungguh.... ini sungguh kurang ajar!"

"Itu juga hal yang tidak dapat ditahan, nonaku butuh bantuannya."

"Nonamu?!"

Tanya Li Yuan-wai tidak mengerti.

"Betul! Nonaku, adalah orang yang menyelamatkan Xiao Dai dari sungai!"

"Siapa nonamu itu?"

Tanya Li Yuan-wai aneh.

"Aku hanya tahu dia marga Zhan namanya Feng, ilmu pengobatannya sangat hebat...."

Perkataan Qi Hong belum habis, Li Yuan-wai hampir saja jatuh ke tanah dari kursi bambunya. Matanya melotot sebesar bel tembaga, dengan serak bertanya.

"A.... apa? apa katamu?"

"Aku kata nonaku namanya Zhan Feng, a.... apa ada yang salah?"

"Ti.... tidak ada...."

Li Yuan-wai mulutnya berkata demikian, tapi dihatinya tidak berpikir demikian.

....

Xiao Dai, kau ini sialan sungguh tidak hanya ada satu kemampuan saja, Ma Ge Ba Zi wanita yang aku kenal, mengapa kau juga bisa mengenalnya?

"Kak Qi Hong, aku tiba-tiba ingat cerita yang kau katakan, sungguh....

sungguh aku mau mendengarnya, bisakah kau menceritakannya lebih jelas lagi?

Maksudku nonamu itu bagaimana bisa menolong sibre....

bukan, menolong Xiao Dai?"

Tanya Li Yuan-wai menahan hati yang berdebar.

Wanita seperti Qi Hong, di dalam hatinya sekarang ini kecuali Xiao Dai, mungkin sudah tidak bisa menampung hal lain.

Satu-satunya keinginan dia, satu-satunya harapan dia, semuanya sudah dipasrahkan pada dirinya Xiao Dai, dia berharap ada orang yang bisa bicara dengannya mengenai diri Xiao Dai.

Dan didunia ini satu-satunya orang yang bisa memberi tahu dan jadi lebih mengenal Xiao Dai, hanya Li Yuan-wai saja.

Makanya tentu saja dia dengan gembira menceritakan segala sesuatu mengenai Xiao Dai.

Matanya telah diselimuti selapis embun.

Wajahnya telah bersinar putih bersih.

Dia mulai menceritakan segala sesuatu yang dia ketahui tentang Xiao Dai.

Li Yuan-wai dengan teliti mendengarkan.

Tentu saja dia bisa mengerti perasaan orang yang bercerita, cintanya yang mengalir, dan perasaannya yang tidak dapat diputuskan.

Sejak dahulu, perasaan antara laki-laki dan wanita adalah bahan cerita yang paling bagus.

Walau itu sekelumit cerita cinta yang paling alami, yang paling tidak ada perubahan, yang paling biasa, tapi juga dapat memikat orang.

Apa lagi orang yang menceritakan adalah cerita tentang dirinya, dan orang yang mendengar ceritajuga mengenal orangnya.

0ooo(dw)ooo0 Diwarung teh tidak ada tamu lain.

Bos warung juga duduk disamping, menegakan tubuhnya yang seperti bambu itu, mengangkat kupingnya, terjerumus ke dalam cerita yang indah dan sedih ini.

Ceritanya tidak panjang, tapi mengharukan orang.

Li Yuan-wai akhirnya mengerti perihal kejadian Xiao Dai yang tidak diketahui orang.

Sekarang dia mempunyai semacam perasaan, merasakan dirinya dan Xiao Dai sepertinya diombang-ambing orang, dan selangkah demi selangkah melangkah masuk ke dalam perangkap yang tidak terlihat.

Orang yang bersembunyi dikegelapan itu, tidak diragukan adalah setan jahat yang menakutkan sekali.

Siapa dia itu?

Ouwyang Wu-shuang?

Zhan Feng?

Atau orang yang memulai semua ini, Walet Tidak Kembali Yuan Di?

Li Yuan-wai tidak bisa memikirkannya, sepertinya semua orang juga ada kemungkinannya, tapi juga sepertinya tidak mungkin.

Dia sudah menyerah, karena ini sungguh hal yang sangat melelahkan otak.

Dia tahu masalahnj'a pasti pada suatu hari akan menjadi terang.

0ooo(dw)ooo0

"Aku pernah dengar nama Tangan Cepat Xiao Dai, aku juga pernah melihat orangnya."

Kata-kata ini adalah diucapkan oleh bos warung. Li Yuan-wai meloncat dari kursinya, Qi Hong juga hampir saja menggenggam pecah cangkir teh di tangannya karena kata-kata ini.

"Kau.... kau bilang apa?"

Li Yuan-wai maju ke depan, sepasang tangannya menggoyang-goyang bahu bos warung dengan kuatnya.

"Tuan, pelan sedikit, pelan sedikit, Ge Lao Zi De seluruh tulang tubuh ku hampir lepas digoyangmu...."

Li Yuan-wai melepaskan tangannya, sedikit merasa kaget.

Dengan wajah seperti kuda bos warung bergoyanggoyang, mukanya berubah jadi sedikit pucat, juga menjadi jelek.

Tapi dia tidak berani marah, karena dia telah melihat satu hal di matanya Li Yuan-wai.

Yaitu jika dia tidak menjelaskan perkataan yang tadi keluar dari mulutnya, orang dihadapannya yang kelihatannya penyabar ini, mungkin mengoyaknya.

Ada semacam orang yang paling suka mencuri dengar pembicaraan orang.

Apa lagi orang semacam bos Ma ini, dia ada kebiasaan ini.

"Tuan, masalahnya begini, aku marga Ma, orang lain semua memanggil aku Lao Ma, aku seorang diri di jalan raya ini membuka warung the, sudah ada dua puluh tiga tahun lamanya...."

Kata-kata Bos Ma belum habis, Li Yuan-wai sudah tidak sabar sampai keningnya berkeringat. Dia menggoyang-goyangkan tangannya berkata.

"Baik, baik, bos Ma kau cepat katakan saja yang perlu, bisa tidak? Kapan kau bertemu dengan sibrengsek itu? Dan dia pergi kearah mana?"

Boa Ma melototkan sepasang mata kudanya, berkata.

"Tuan, buat apa kau terburu-buru? Semua hal itu ada ujung pangkalnya, jika tidak ada kepala Zhang Jiang, mana ada ekor Zhang Jiang? Kau ini orang di bawah aliran hanya tahu Zhang Jiang beribu li, jika tidak tahu dimana mata airnya, mengalir melalui berapa provinsi, dan dari mana masuk kelautnya, itu tidak akan berarti apa-apa...."

Li Yuan-wai sungguh tidak terpikirkan didunia ini ada orang yang se cerewet ini, tapi dia tidak berani membuka mulut lagi, karena dia telah menyadari jika dirinya mendesak lagi supaya dia cepat mengatakan, mungkin dia akan menceritakan tentang Huang He.

Melihat Li Yuan-wai diam tidak berkata, bos Ma berkata lagi.

"Masalahnya begini, aku ini, aku ini sudah biasa sendirian, setahunan tidak menemukan orang untuk diajak bicara, makanya, lama-kelamaan jadi sangat suka mendengar orang berbincang, seperti cerita nona ini, ceritanya sudah membuat aku sangat terharu...."

Li Yuan-wai terus menerus mengusap keringat, di dalam hatinya sudah habis-habisan memaki bos Ma ini.

Qi Hong juga sudah merasa tidak sabar merubah posisi duduknya.

Sakit stroke ketemu tabib alon, kecuali di dalam hati berteriak pada langit masih bisa berbuat apa lagi?

Begitu menyapu melihat pada Li Yuan-wai dan Qi Hong, bos Ma berkata lagi.

"Masalahnya begini...."

Li Yuan-wai dengan tidak bisa marah bersamaan berkata dengan dia.

"Iiih? Tuan kau mengapa bisa tahu aku akan mengatakan apa?"

Kata Bos Ma.

"Bos Ma, majikan Ma, tuan besar Ma, kata-kata ini kau sudah mengatakannya delapan puluh kali...."

Kata Li Yuanwai hampir saja menangis. Qi Hong sudah dibuat tertawa. Bos Ma juga merasa canggung, setelah he he dua kali berkata.

"Tuan kau ini sungguh lucu, he he, sungguh lucu...."

Lucu? Sialan, nanti jika kau tidak bisa menjelaskannya, aku akan memukulmu, itu baru lucu, Li Yuan-wai bergumam di dalam hati.

"Betul, hari ini, betul hari ini, disaat hampir siang hari, yang kalian bicarakan itu.... itu yang namanya apa.... namanya apa...."

"Tangan Cepat Xiao Dai betul tidak?"

Qi Hong menyela.

"Betul, betul, betul dia, Tangan Cepat Xiao Dai, Ge Lao Zi De nama ini sungguh aneh, mengapa ada orang mengambil nama ini? Sulit dipikirkan, aku sungguh tidak bisa memikirkannya...."

Bos warung berkata sambil menggelengkan kepala. Li Yuan-wai meloncat, dia dengan kesal ingin sekali menampar dua kali orang ini berkata.

"Bos Ma, di sini ada sepuluh liang perak, jika kau bisa sekali gus mengatakan apa yang ingin kami dengar, sepuluh liang perak ini jadi milikmu."

Habis bicara, Li Yuan-wai sudah mengeluarkan uang perak 'pak' satu suara ditaruh di atas meja.

Ternyata sekarang dia baru sadar alasan lawan memperlambat perkataannya.

Uang, benda ini sampai setan juga bisa mendorong gilingan batu, apa lagi manusia?

"Siang hari ini Tangan Cepat Xiao Dai dengan lukanya, di sini setelah minum satu mangkuk teh pergi kearah utara."

Dua kata yang begitu mudahnya, sehabis bos Ma berkata, Li Yuan-wai sudah menarik Qi Hong keluar dari warung teh ini, dengan kecepatan tinggi lari kearah utara.

"Ge Lao Zi De sungguh seperti pantat terbakar."

Bos Ma berkata sambil mengambil uang perak, digigit sekali dimulut untuk membuktikan tidak palsu, lalu bicara lagi pada diri sendiri.

"Mengapa perkataanku belum habis sudah langsung pergi? disisinya masih ada seorang gadis cantik yang namanya Xu Jia-rong."

Dia berkata pada dirinya, Li Yuan-wai dan Qi Hong tentu saja tidak bisa mendengarnya.

Jadi tidak tahu sepasang 'pusaka hidup' disaat bertemu nanti bisa ada kejadian apa.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai berlari sudah cukup cepat.

Tapi dia melihat ternyata larinya Qi Hong juga tidak lebih lambat dari dirinya, juga dia masih dengan entengnya berkata sambil berlari.

"Kau sudah tidak menginginkan kuda itu lagi?"

"Kuda....? Oww, dari pada menunggangi kuda tua yang sudah tidak bisa lari, aku.... aku lebih suka berlari sendiri saja.... jadi sekalian saja.... sekalian saja berikan pada bos Ma itu...."

Jawab Li Yuan-wai dengan terngengah-engah.

"Mengapa kau begitu terburu-buru?"

"Aku.... aku, bagaimana bisa tidak terburu-buru? Kau tidak.... tidak tahu si.... sibrengsek itu, sampai dewapun tidak bisa menebak, dia.... dia nanti bakal terjadi hal apa, sekarang orang di dunia persilatan pada ingin membunuhnya, mungkin seperti ikan mas yang lewat disungai.... begitu banyaknya, lebih cepat dapat mengejar.... mengejar dia aku.... aku baru bisa tenang...."

Lambat laun, Qi Hong juga mempercepat langkahnya, juga tidak bicara lagi.

Li Yuan-wai dengan susah payah mengejar dari belakang.

Kelihatannya Qi Hong sekarang lebih terburu-buru dari pada dia.

Bagaimana dia tidak terburu-buru?

Saat dia tahu orang yang dirindukannya itu sedang dalam keadaan berbahaya.

....

inilah cinta.

Cinta yang hanya melihat orang yang dicinta, tidak memikirkan diri sendiri, matipun tidak menyesal.

0ooo(dw)ooo0 BAB 28 Bertarung dan membunuh Keadaan apa yang sedang terjadi, apa menunggu ikan masuk ke dalam jaring?

Seharusnya ini adalah kumpulan dari harapan, gembira, semangat, dan juga kemarahan berikut sedikit rasa tersiksa.

Ikan walau sangat licin, tapi jika bertemu dengan jaring yang sudah disiapkan, bagaimana bisa melarikan diri?

Orang yang menyiapkan jaring memang sangat yakin, tapi jika ikan yang masuk kejaring adalah ikan hiu, ikan paus, atau seekor buaya besar, apa jaring ini bisa menariknya?

Semua orang juga ingin menangkap ikan besar yang bernama Li Yuan-wai, yang harganya sampai seratus ribu liang perak ini.

Jika Li Yuan-wai diumpamakan dengan seekor ikan, maka Tangan Cepat Xiao Dai tidak diragukan adalah seekor ikan hiu besar, buaya besar.

Manusia bisa makan ikan, ikan juga bisa makan manusia.

0ooo(dw)ooo0 Ada biksu, ada Dao, ada orang dunia persilatan yang matanya melotot hidungnya melintang.

Ada laki-laki, ada wanita, ada yang rambutnya putih wajahnya merah dan ada juga anak setengah besar yang masih ingusan.

Segerombolan orang ini bisa bersatu, adalah hal yang aneh, yang lebih aneh lagi adalah ekspresi wajah mereka.

Ada yang berharap, gembira, sedih, serakah, dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Siapa yang mereka tunggu?

Alasan apa yang membuat mereka dengan tidak berjanji dahulu bisa datang ketempat ini?

Jika kau pernah berkelana dua hari saja di dunia persilatan.

Jika matamu sedikit lincah saja.

Kau akan terkejut menemukan hal ini sungguh sulit bisa membuat orang percaya, tapi terpaksa harus percaya.

Karena kenyataannya yang ada dihadapan mata.

Dua orang biksu adalah adik seperguruan ketua Shao-lin masa ini yaitu Kong Ming, Kong Ling.

Orang yang berpakaian Dao dan dipunggungnya terselip pedang kuno sarungnya berukir cemara adalah Song-hua Dao-zhang sesepuh dari aliran Qing Cheng.

Yang lainnya sepasang suami istri tua yang wajahnya merah dan berambut putih adalah Du Sha yang ditakuti oleh aliran putih maupun hitam.

Mengenai anak setengah besar masih ingusan, sebenarnya adalah seorang kerdil, orang menyebutnya Sha Qian-dao, mengapa dipanggil Sha Qian-dao?

Tentu saja nama ini bukan diberikan oleh istrinya, tapi dia pernah bertarung dengan penjahat besar di utara sungai yang bernama Zhuan Ji Zuo, Zhuan Ji Zuo menggunakan golok besar yang beratnya tujuh puluh enam jin, ketika bertarung sudah melewati seribu jurus, Zhuan Ji Zuo mati kelelahan, sehingga nama Sha Qian-dao jadi tersohor.

Selain itu ada enam laki-laki dunia persilatan yang matanya melotot hidung melintang, orang menyebutnya Enam Setan Qi Lian, manusia yang bisa disebut iblis manusianya, pasti tidak mudah melawannya.

Dua belas orang ini tidak mungkin bisa bersatu.

Sekarang mereka bisa berkumpul dengan tenang, tentu saja membuat orang tidak bisa percaya, namun terpaksa harus percaya.

0ooo(dw)ooo0 Dimusim gugur yang udaranya segar.

Dimusim melancong, juga dimusim daun berguguran.

Juga adalah musim membunuh orang.

Dipinggir jalan ada pohon, daunnya berguguran.

Xiao Dai dan Xu Jia-rong sudah merasakan ada kesalahan.

Hawa udara yang mendesak, sudah mulai menaiki bukit kecil ini.

Ketika sedang akan menuruninya, mereka melihat dua belas orang ini, secara bersamaan di dalam hati timbul getaran yang aneh.

Mereka berjalan mendekat.

Setelah melihat dengan jelas siapa orang yang berdiri dikedua sisi jalan ini, wajah Xiao Dai terlihat ada ekspresi yang tidak bisa dibayangkan.

"Siapa mereka?"

Tanya Xu Jia-rong dengan pelan.

"Harap saja bukan orang-orang yang mencari kita,"

Kata Xiao Dai kaku dan menatap ke depan.

"Mengapa?"

Dia bertanya lagi.

"Karena mereka semua adalah pesilat kelas satu masa kini dari aliran putih dan hitam, siapa pun di antara mereka adalah orang keji yang sekali menghentakan kaki bisa menggetarkan dunia persilatan."

"Aku sudah dapat melihatnya, dua biksu itu adalah Kong Ming, Kong Ling dari Shao-lin, yang kerdil itu.... oh langit! Adalah Sha Qian-dao, dan.... dan Suami Istri Du Sha, ada apa ini? Mengapa mereka bisa bersama-sama?"

Xu Jia-rong mulai gelisah.

"Aku juga tidak paham."

Xiao Dai mengeluh.

Didunia ini orang yang dapat membuat Xiao Dai mengeluh, hal yang dapat membuat Xiao Dai mengeluh sudah tidak terlalu banyak.

Namun Xiao Dai sekarang sudah mengeluh.

Karena di antara sekelompok itu, walau siapa pun yang bertemu sudah pasti harus mengeluh, apa lagi sekarang bertemu sekaligus dua belas orang?

Sedikit berdebar, Xu Jia-rong berkata.

"Ki.... kita apa kembali saja? Atau memutar jalan?"

Tertawa sekali dengan pahit, Xiao Dai tetap menatap mereka berkata.

"Tidak, aku tidak akan kembali, tidak ada orang yang bisa membuat aku kembali, walau yang berdiri di depan aku itu adalah utusan pengambil roh dari raja akhirat, non.... nona Xu, kau boleh tidak mengikuti aku."

Terhadap Tangan Cepat Xiao Dai yang teman baiknya Li Yuan-wai, Xu Jia-rong bertambah mengenal lagi, terhadap perbuatan yang selamanya pantang mundur 'lebih baik patah dari pada bengkok' bukankah ini disebut jantan?

Dia tertawa berkata.

"Kau jangan sombong, jalan ini adalah satu-satunya jalan menuju perumahan Zhan Bao, mana bisa mengatakan aku tidak ikut denganmu?"

Hatinya kram sebentar, Xiao Dai pelan berkata.

"Kau.... kau, buat apa terlibat di dalam air keruh ini....?"

"Air keruh? mengapa bisa tahu ini adalah air keruh? Siapa tahu tujuan mereka adalah aku bukan kau, juga siapa tahu semuanya bukan."

Xu Jia-rong tertawanya sedikit terpaksa.

"Tolong bantulah aku? Nanti apa pun yang terjadi, jika aku ingin kau pergi, kau harus pergi ok?"

Kata Xiao Dai dengan berharap.

"Tidak."

Xiao Dai menghentikan langkah, dengan tegas berkata.

"Kalau begitu aku tidak akan maju lagi, atau aku segera balik."

Xu Jia-rong tentu saja tahu maksudnya Xiao Dai.

Tapi dia tidak bisa membiarkan nanti dia dimaki orang, juga tidak bisa membiarkan dia jadi kura-kura yang memasukan kepalanya, makanya dengan tidak bisa berbuat apa-apa dia menganggukkan kepala.

Bagaimana pun dia adalah orang persilatan, hanya orang persilatan yang mengerti nama lebih penting dari pada nyawa.

....

Li Yuan-wai, kau sibodoh, dia bisa begitu melindungi orang yang mencintai dirimu, dia mana bisa melukaimu?

Xu Jia-rong mengeluh di dalam hati.

Xiao Dai mendapatkan anggukan kepala tanda setuju, tapi dengan tidak tenang berkata.

"Aku bicara sungguhsungguh, nona Xu."

"Aku tahu, aku juga seorang yang setelah mengatakan pasti akan melakukannya."

Xiao Dai sudah tertawa, tapi dengan berkelakar berkata.

"Si pusaka hidup itu betul-betul bernasib kotoran anjing, jika aku mempunyai seorang teman wanita yang begini penurut, dalam mimpi juga pasti akan terbangun dengan tertawa."

Xu Jia-rong masih belum keburu berkata wajahnya jadi merah.

Dua belas orang itu sudah seperti angin dengan mendekat, setiap orang semuanya memandang pada Xiao Dai dan Xu Jia-rong, dengan sorot mata yang menyelidik, tidak mengerti, dan sulit berkata.

Sepasang tangannya Xiao Dai sudah dimasukan ke dalam lengan baju dilipat di depan dada.

Wajah tertawanya sudah menghilang, bukan saja menghilang, malah diganti dengan wajah yang dingin serius.

Xiao Dai melihat pada kelompok orang itu, dengan dingin berkata.

"Ada apa?!"

Dua kata ini keluar dari mulutnya terasa lebih dingin dari pada es, membuat hawa yang sudah membeku juga diselimuti rasa dingin, malah membuat orang dapat mencium suatu hawa pembunuhan.

Satu hawa kematian.

'Enam Setan Qi Lian' 'Suami Istri Du Sha' delapan orang mengambil posisi di depan.

'Sha Qian-dao' dan 'Song-hua Dao-zhang', Kong Ming, Kong Ling berada di belakang.

Jelas, orang aliran putih dengan orang aliran hitam selamanya terbagi dengan jelas, karena sesuatu alasan terpaksa bersatu.

"Kau siapa?"

Istrinya Du Sha sungguh buruk rupa sekali, dengan suara melengking dia bertanya. Xiao Dai melirik sekali, dengan nada mengejek berkata.

"Kalian berkelompok menghadang jalanku, malah bertanya aku siapa, mengapa? Mau merampok?! Merampok memang tidak ada kebiasaan melapor nama dahulu, betul tidak?"

Perkataan Xiao Dai menimbulkan dua macam reaksi dari kelompok orang ini.

Yang di belakang wajahnya menjadi merah kemudian berubah putih, dan yang di depan malah tertawa aneh.

Di dalam tawanya, Du Sha yang berrambut putih dengan seram berkata.

"Orang kecil, hebat, hebat, kau berani bicara demikian dengan istriku, benar-benar hebat, ha ha...."

"Apa sangat lucu?"

Xiao Dai dengan kaku berkata.

"Tentu.... tentu lucu.... ha ha.... orang kecil, kau.... kau tahu siapa kami?"

Tawanya Du Sha, siapa pun dapat mendengarnya, tampak sedang menahan amarahnya. Xiao Dai tidak terpengaruh, tapi kata-katanya hampir saja membuat dia tersedak.

"Jangan panggil aku orang kecil, Du Sha, kemampuanmu itu pasti tidak akan lebih dari padaku, Enam Setan Qi Lian, Sha Qian-dao, dan Shao-lin, Qing Cheng, cek cek.... sungguh perpaduan hitam putih, perkumpulan besar dunia persilatan...."

Tidak ada orang yang tertawa lagi.

Karena setiap orang seperti melihat setan menatap pada Xiao Dai yang wajahnya dingin, dan kata-katanya yang sinis.

Mereka jadi curiga, apakah orang ini sudah gila?

Bagaimana pun orang ini bisa mengenal setiap nama mereka sudah cukup membuat heran, dan lawan yang mengenal mereka sangat berani dengan tingkah dan bicaranya, kecuali setan mungkin orang ini gila.

Du Sha ingin sekali mengulurkan tangannya, mengusap kening orang ini, merasakan apa panas?

Jika dia tidak panas, mengapa berani dihadapan begitu banyak orang ini menghina dirinya?

"O....

orang kecil, cam....

campuran kecil, apa kau sialan ini sudah makan perekat?!

Mengapa beraninya berkata begini ter....

terhadap aku?"

Kata Du Sha dengan sangat marah. Dengan pandangan marah melihatnya, Xiao Dai berkata.

"Aku katakan sekali lagi, kau sialan tua jika tidak menjaga mulut lagi, jangan salahkan aku tidak mengatakannya terlebih dahulu, kau hati-hatilah sendiri."

Tubuhnya bergerak, tongkat diayunkan. Bersamaan waktu dengan diayunkannya tongkat Du Sha, setan kedua dari Enam Setan Qi Lian sudah menahan tongkat yang menyerang Xiao Dai.

"Tunggu, Du Sha, buat apa terburu-buru?"

Kata salah satu di antara Enam Setan Qi Lian.

"Betul, betul, orang tua, mengapa kau tidak sabar, tunggu setelah kami menanya dulu, setelah itu baru bergerak, orang ini berguna atau tidak juga tidak terlambatlah! Hi...."

Kata Istrinya Du Sha dengan membungkukan tubuh, dengan menampakkan gigi kuningnya tertawa berkata.

"O.... saudara kecil, kau sungguh lucu, apa tidak puas dengan nona cantik disisimu, mengapa? Malah menggigit kami suami istri 'tahu kering yang keras ini'? Mari, mari, bisakah beritahu aku siapa namamu? Dan mau kemana?"

Xu Jia-rong marah dia berteriak sekali, tapi dicegah oleh sorot mata Xiao Dai.

"Jangan urus siapa aku, aku hanya tanya kalian menghalangi jalanku apa maksudnya?"

Tanya Xiao Dai.

"Yoo, saudara kecil, kati tidak kelihatan bisa mempermainkan orang, kau sudah tahu siapa kami, buat apa bertindak misterius begitu? Silahkan menyebutkan namanya, siapa tahu kita bisa jadi teman?"

Kata Istri Du Sha dengan sikap menyebalkan.

"Tidak perlu, aku erang yang tidak suka bergaul, juga tidak suka bergaul dengan orang semacam kalian."

"He he"

Tertawa dua kali, istri Du Sha masih ingin bicara lagi, Enam Setan Qi Lian sudah seperti angin puyuh melabrak maju.

Enam golok kepala setan seperti datang dari neraka, menutup kearah tiga puluh enam titik penting ditubuhnya Xiao Dai.

Xiao Dai tertawa, mendorong jauh Xu Jia-rong.

Dia memutar tubuh, melempar lengan baju, mengerakan lengan, mengeluarkan serangan.

Dari enam buah golok jatuh tiga buah ke tanah, berikut tiga tangan yang putus.

Darah sudah mengalir, tangan sudah putus, dendam sudah terikat.

Xiao Dai berdiri di tempat semula seperti gunung, matanya sudah menjadi merah, merah setelah melihat bau amis darah.

Suara jeritan kesakitan sekarang sudah terdengar.

Oh langit, apa yang terjadi.

Siapa orang muda ini?

Mengapa bisa begitu hebat?

Ketika semua orang baru saja sadar apa yang terjadi, Enam Setan Qi Lian, tinggal tersisa tiga orang yang tidak terluka, mereka sudah seperti orang gila berteriak-teriak, dan juga maju menyerang dengan pukulan.

Disudut mulutnya tampak senyum dingin, Xiao Dai sepasang tangannya yang dilipat di dalam lengan baju baru saja akan dikeluarkan.

Mendadak....

"Berhenti"

Kong Ming, Kong Ling bersamaan berteriak.

Teriakan ini walau suaranya tidak keras, tapi terasa seperti guntur disiang hari, menggetarkan hati setiap orang, membuat kepala seperti jadi membesar.

Hmm....

Auman Singa dari Shao-lin sungguh luar biasa, tiga orang yang terputus tangannya, hawa murninya telah banyak terkuras, dengan adanya teriakan "Berhenti", mereka sudah tergetar hingga tidak bisa menahan diri, tenggorokannya terasa manis, darah telah merembes dari sudut mulutnya.

"Apakah Tuan Tangan Cepat Xiao Dai?"

Tanya Kong Ming yang di antara alisnya tersorot sinar dingin. Xiao Dai tertawa dingin berkata.

"Tangan Cepat Xiao Dai sudah mati."

Kong Ming mengeluh menyebutkan Amitaba sekali lalu berkata.

"Tuan kecil, mukamu berhawa pembunuhan yang sangat pekat, gerakannya juga kejam, sekali bergerak membuat cacat orang, apa tidak merasa ini melanggar aturan langit?"

"Biksu dari Shao-lin, tidak menjaga nama baik, bersatu dengan orang-orang seperti ini, apakah tidak memalukan aliran Budha?"

Tanya Xiao Dai. Walau pengetahuan Kong Ming lebih tinggi, ditanya begini oleh Xiao Dai, dia tidak tahu harus bagaimana menjawabnya, wajahnya yang kebapaan dan damai itu segera menjadi kaku dan malu.

"Shao-lin berbuat demikian karena terpaksa, Tuan muda telah salah paham, aku mau tanya apakah Tuan yang dijuluki Tangan Cepat Xiao Dai?"

Tanya Kong Ming mendesak.

"Terpaksa?"

Kata Xiao Dai tertawa sinis.

"Mengapa terpaksa? Kalian tidak mentaati larangan Budha, tanpa izin turun gunung, tidak mengikuti aturan kebenaran dunia persilatan, berkumpul melakukan kejahatan, terpaksa kentut, aku lihat otak kalian sudah sinting."

Xiao Dai berkata dengan angkuh, seharusnya dia lihat siapa yang dihadapinya.

Seperti sekarang perbuatan dia sudah kelewat batas, selain itu juga tidak masuk akal.

Karena Kong Ming bukan saja adalah adik seperguruan ketua Shao-lin, di dalam dunia persilatan juga termasuk dalam urutan sepuluh pesilat tertinggi.

Meski nama Xiao Dai lebih besar, juga sama sekali tidak pantas berkata seperti ini.

Tapi, setelah seseorang mengalami arti 'kehidupan' dan 'kematian', perubahan hatinya sudah bukan seperti orang biasa.

Apalagi sekarang dia sangat benci pada keroyokan, dia memandang rendah beberapa pesilat yang sudah lama ternama.

Bagaimana pun dia pernah mengalami pengeroyokan, dan hampir saja mati.

Bayangkan, orang yang mengeroyok dia adalah sesepuh lima generasi Dua Pengemis Cacad dari Gai-bang yang mungkin lebih senior dari pada Kong Ming.

Biksu terhormat bagaimana pun adalah biksu tingkat tinggi.

Wajah Kong Ming sudah menjadi merah seluruhnya, tapi tidak ada tanda kemarahan.

Karena yang dikatakan Xiao Dai adalah kenyataan dan menurut aturan.

Dia tertawa dengan pahit, menyebutkan lagi nama Budha, Kong Ming dengan menyatukan tangan berkata.

"Tuan muda, aku sangat menyesal, apa boleh buat perintah ketua juga terpaksa, beliau harus menurut pada plat perintah Bai Yu Diao Long, dan siapa yang bisa tidak menurut perintah? Makanya perkataan Tuan muda walau agak keterlaluan, aku juga terpaksa menerimanya...."

Bai Yu Diao Long?

Xiao Dai tahu barang itu mewakili kekuasaan dan kehormatan yang sangat agung.

Dia tahu pada sepuluh tahun yang lalu seluruh dunia persilatan, untuk menunjukan penghormatan pada Tabib Dewa Ahli Silat, tujuh perguruan besar dengan golongan aliran rimba hijau membuat sebuah plakat, walau tidak ada fakta hitam di atas putih, tapi tidak diragukan lagi Plakat itu mewakili rasa hormat dan kepatuhan.

Xiao Dai sedikit bengong tapi tetap dengan dingin berkata.

"Kalau begitu tujuan kalian semua adalah aku....?"

"Jika Tuan muda adalah Tangan Cepat Xiao Dai, ini adalah salah paham, tapi...."

Kong Ming melihat sekali pada tiga tangan yang terputus di tanah. Dia tahu salah paham ini sudah tidak bisa diselesaikan lagi. Tidak menyangkal, juga tidak mengaku, Xiao Dai bertanya lagi.

"Yang kalian tunggu adalah...."

"Li Yuan-wai,"

Kata Kong Ming.

"Li Yuan-wai?! Mengapa?"

Xiao Dai terkejut. Xu Jia-rong juga terperanjat.

"Kesatu, Li Yuan-wai berkhianat dan membunuh atasan. Kedua, Li Yuan-wai memperkosa wanita. Ketiga, Li Yuanwai mencelakai sesama seperguruan. Keempat, LiYuan-wai meracun dan membunuh rakyat. Kelima, Li Yuan-wai...."

"Cukup."

Xiao Dai menyela perkataan Kong Ming katanya.

"Orang ini sungguh harus dibunuh."

Tampak sekali sorot mata Xu Jia-rong tidak mengerti, Xiao Dai melanjutkan perkataannya.

"Asalkan orang itu melanggar satu saja apa yang biksu katakan, memang harus dibunuh, tapi.... semua ini apa kalian menyaksikan dengan mata kepala sendiri?"

"Tidak,"

Kong Ming terpaksa berkata demikian. Xiao Dai tertawa dingin sekali lagi.

"Tidak?! Kalau begitu kalian dengan bukti apa memastikan semua hal ini adalah Li Yuan-wai yang melaku kanny a?"

Kong Ming tidak bicara. Kong Ling malah berkata.

"Tuan ini siapa? Mengapa perkataannya membela Li Yuan-wai?"

Xiao Dai melihat dia sekali berkata.

"Tidak perlu urus aku siapa, aku juga tidak membela siapa pun, tapi aku ingin memberi nasihat pada kalian, walaupun kejadian ini dilihat dengan mata kepala sendiri, belum tentu itu benar, apalagi ini hanya berita di dunia persilatan?"

"Siapa sebenarnya Tuan ini?"

Kong Ling bertanya lagi. Xiao dai memandang kearah yang jauh berkata.

"Siapa aku tidaklah penting, malah kalian bisa menganggap aku adalah orang mati, yang paling penting adalah aku bukan orang yang kalian cari, jika tidak ada hal apa lagi, aku akan meneruskan perjalananku."

Di dalam kelompok orang ini, Kong Ming, Kong Ling, Song-hua Dao-zhang, dan juga Sha Qian-dao bisa dikatakan adalah orang-orang aliran putih.

Mereka bukanlah orang pemaksa, juga bukan petugas pemerintah, mereka tentu saja tidak ada alasan menghadang jalan orang untuk lewat.

Tapi Enam Setan Qi Lian, Suami Istri Dii Sha adalah penjahat besar, setan yang sungguh-sungguh jahat orang yang melakukan segala macam kejahatan.

Hanya karena kedudukan Kong Ming sangat tinggi, makanya mereka menahan amarah berdiri disisi menunggu.

Sekarang melihat Kong Ming dan kawan-kawan mundur kesamping, siap memberi jalan pada Xiao Dai, segera mereka membuat gerakan.

"Mau pergi? Jika didunia ini ada hal yang demikian mudahnya, apa kami Enam Setan Qi Lian masih bisa terjun di dunia persilatan? Telur kura-kura kecil, tidak perduli kau siapa, hari ini kecuali kau roboh di sini menjadi mayat, jangan harap bisa pergi...."

Salah satu dari Enam Setan Qi Lian yang tidak terluka berteriak. Melihat delapan orang ini berbaris menghadang jalan, Xiao Dai menggeleng gelengkan kepala berkata.

"Siapa kau?"

"Sialan, aku tuan Wen Shang Yi, kakak terbesar Enam Setan Qi Lian."

"Wen Shang Yi, hmmm, tidak, kau masih mempunyai rasa setia kawan sebagai tertua."

Tiba-tiba mata Xiao Dai melotot, berteriak.

"Anjing, Enam Setan Qi Lian kalian dengar baik-baik, 'banyak melakukan kejahatan pasti mati sendiri', satu tahun yang lalu sudah ada orang yang meminta padaku untuk membasmi habis kalian berenam bajingan yang tukang membunuh membakar, melakukan segala kejahatan, terhadap kalian aku sudah menyelidiknya, tapi selalu tidak bisa bertemu dengan kalian, yang lucu adalah kalian bukan cepat-cepat cari tempat untuk hidup tenang, tapi bersikukuh ingin cepat-cepat bereinkarnasi."

Wajah persegi Wen Shang Yi sudah menjadi merah padam karena marah. Xiao Dai memalingkan kepala pada Suami Istri Du Sha berkata.

"Dan kalian berdua, kalian sepasang suami istri juga tidak lebih baik dari mereka, Du Sha, aku juga beri satu saran buat kau, jika kau ingin hidup bersenang-senang beberapa tahun lagi, aku sarankan kau cepat membawa istri 'cantik mu sembunyijauh-jauh...."

Dilapangan seketika menjadi hening.

Karena Xiao Dai sedikit pun tidak berkedip melotot pada lawannya.

Karena ejekan dan hinaannya, seketika lawannya tidak bisa berpikir.

Orang yang tidak bersangkutan juga menahan nafas menunggu, menunggu sebuah angin topan.

Xiao Dai sudah gila?

Seseorang berani bersamaan menantang delapan orang ini jika bukan gila lalu apa?

0ooo(dw)ooo0 Sepasang tangan Xiao Dai yang ada di dalam lengan baju, telapak tangannya sudah berkeringat.

Tadi dia pertama kali berhasil menyerang, dia tahu semuanya karena mengandalkan tulisan satu huruf 'cepat', juga tidak diduga oleh lawannya, makanya dapat berhasil.

Kali ini dia sudah tidak begitu yakin, apa lagi ditambah Suami Istri Du Sha.

Tapi diwajahnya, sedikit perubahan juga tidak terlihat.

Dia sedang menunggu, menunggu lawan yang akan menyerang seperti air bah itu.

Dia sedang menunggu, menunggu lawan kehilangan kontrol.

Sebenarnya dia adalah orang yang bisa menunggu, apalagi saat sedang berhadapan dengan musuh.

Dia juga bukan orang yang biasa menyerang belakangan dalam pertempuran yang tidak bisa dihindarkan.

Sebab dia berbuat demikian, karena dia telah memikirkan kenyataan yang menakutkan.

Tadi disaat menyerang karena terlalu memakai tenaga, luka lamanya sudah terbuka, darah sudah merembes keluar dari luka lamanya.

Yang lebih fatal, dia merasa sakit dan kram, sudah membuat sepasang tangannya tidak mantap, malah sedikit gemetar, susah dikendalikan.

Dia tahu dia hanya bisa mengambil kesempatan disaat musuh sedang kehilangan kontrol, dengan mendadak menyerang, bertarung dengan seluruh kemampuannya, mungkin dia bisa membunuh tiga orang, mungkin dua orang, ini satu-satunya kesempatan 'mengambil modal'.

Saat segera akan dimulai.

Terdengar kata-kata Amitaba yang jernih.

Song-hua Dao-zhang melangkah seperti dewa keluar dari kelompok orang, menggunakan tangan mengusap pelan janggut panjang di bawah dagunya dengan tersenyum menganggukkan kepala pada semua orang.

Dia berkata.

"Sahabat, harap tunda dahulu pertarungan ini, aku ada satu pertanyaan pada Tuan kecil ini."

Enam Setan Qi Lian, Suami Istri Du Sha walau wajahnya ada sedikit rasa tidak senang, tapi berhubung kedudukan dan nama besarnya, terpaksa menahan amarah, diam tidak bicara.

Xiao Dai malah merasa heran berkata.

"Apa."

"Baik, apa sahabat kecil ini betul bukan Wang Dai yang dijuluki Tangan Cepat Xiao Dai?"

Xiao Dai mengerutkan alis, ini betul-betul pertanyaan yang membuatnya sulit menjawab.

Ingin mengaku, khawatir malah menimbulkan masalah yang lebih besar, karena dia tahu akhir-akhir ini di dunia persilatan tersebar kabar mengatakan dirinya adalah orang Perkumpulan Bunga Ju.

Tidak mengaku, di kemudian hari akan tersiar bukankah akan merusak namanya?

Berpikir dulu sebentar, dia mengangkat mata berkata.

"Dao Zhang, siapa aku ini terhadap keadaan dihadapan mata ini tidak ada bedanya, betul tidak?"

"Tidak, tidak sama, tentu saja tidak sama."

"Ooo?"

"Karena jika kau adalah Tangan Cepat Xiao Dai, aku masih ada banyak pertanyaan di dalam hati yang ingin ditanyakan, jika bukan, aku mungkin.... mungkin ingin tapi tidak bisa membantu."

"Song-hua Dao-zhang"

Du Sha dengan dingin berteriak sekali.

"Kau sudah membuang banyak waktu kami."

"Betulkah? Kalau begitu kau ingin bagaimana?"

Songhua Dao-zhang dengan tidak senang.

"Kau...."

"Aku mengapa? Du Sha, kau harus jelas kita melakukan ini atas perintahnya Bai Yu Diao Long, yang mau ditangkap hanya satu orang, Li Yuan-wai, mengenai orang lain, maaf, maaf kami tidak bisa bekerja sama denganmu,"

Kata Song-hua Dao-zhang nadanya semakin dingin.

"Sialan, Dao hidung kerbau, orang lain boleh takut padamu, aku Du Sha tidak takut, bagaimana? Apakah kau tidak senang pada kami? Bagus, sialan, kita bisa bertarung dahulu, lihat siapa yang lebih unggul?"

Du Sha berteriak marah.

"Setiap saat aku siap melayani,"

Kata Song-hua Daozhang sinis. Kong Ming mengulurkan tangan menghalang Song-hua Dao-zhang, Enam Setan Qi Lian juga menarik Du Sha.

"Lao Du, lao Du, mengapa orang sendiri malah ribut duluan? Sa.... sabarlah...."

"Setan tua Wen, kau lihat matanya yang tidak memandang orang, sialan, siapa takut padanya, apa bisa menerima hinaannya?"

Du Sha masih menggerutu.

"Dao Zhang kau berkatalah, pandanglah Bai Yu Diao Long, buat apa bersamaan pandangan dengan mereka?"

Sha Qian-dao yang belum pernah bicara pun menenangkan Song-hua Dao-zhang.

Ini adalah kesempatan, satu kesempatan 3'ang sekali lepas tidak akan kembali lagi.

Xiao Dai adalah orang yang sangat pandai mengambil kesempatan.

Ketika orang lain perhatiannya terfokus pada pertengkaran yang mendadak timbul ini....

'Telapak pisau sekali keluar, nyawa tidak kembali.' Cepatnya seperti kilat saja, bayangan Xiao Dai lewat dihadapan Enam Setan Qi Liari.

Dia terpaksa menyerang, karena sekarang atau nanti pun juga akan menyerang.

Dia terpaksa menyerang duluan, karena dia ingin melemahkan kekuatan musuh dahulu.

Tidak ada orang yang memperhatikan serangannya Xiao Dai.

Juga tidak ada orang yang melihat dengan jelas kejadiannya bagaimana.

Dua orang dari Enam Setan Qi Lian yang tangannya tidak putus, sudah mengeluarkan jeritan singkat, berurutan roboh ke tanah, seketika saat roboh Xiao Dai sudah menyerang lagi ke tiga orang lainnya.

0ooo(dw)ooo0 Wen Shang Yi dan suami istri Du Sha begitu melihat ada dua mayat yang tenggorokannya tersayat, mereka memalingkan kepala lagi, tampak Xiao Dai sedang matimatian menyerang tiga orang dari Enam Setan Qi Lian yang tangannya terputus.

'Bum' sebuah suara mengalir keatas, tiga orang bersamaan tanpa janji dahulu maju menerjang dengan marahnya.

"Telur.... telur kura-kura, kau ini bajingan yang suka nyolong menyerang, aku.... aku hari ini pertaruhkan nyawa denganmu...."

Wen Shang Yi mengejar-ngejar bayangan Xiao Dai, mengayunkan goloknya sambil memaki seperti orang gila.

Disudut sorot matanya, Xiao Dai melihat Wen Shang Yi dan Suami Istri Du Sha yang mengejar dan mendekat, Xiao Dai sedikit pun tidak mengendurkan tujuannya.

Telapak pisaunya seperti kembang api dibulan pertama, melayang ke langit, mendesak musuh, darah, juga seperti kembang api yang mengembang, menyembur keatas langit, mengalir ke tanah.

Ketika satu penyerangan terakhir Xiao Dai, dia sudah tidak keburu menghindar tongkat yang menyerang dari belakang tubuhnya, sedikit pun tidak ada rasa ragu, dia sekuatnya maju ke depan, berharap serangan tongkat dari belakang tubuh tenaganya bisa dikurangi seminim mungkin.

Dia sudah memutuskan, lebih baik menerima pukulan tongkat itu, tidak melepas musuh yang akan tewas itu.

Sehingga....

Terdengar suara teriakannya Xu Jia-rong, bercampur dengan suara Xiao Dai.

Berikut dengan suara jeritan yang mengerikan musuhnya.

Xiao Dai tidak bisa menghindar tongkat itu, seperti juga tiga orang yang diserang tidak dapat menghindarkan telapak pisau Xiao Dai yang datang menebas, hanya di antaranya ada perbedaan besar, semacam perbedaan mati dan hidup.

Berguling dua kali di bawah, Xiao Dai merangkak bangun dengan sudut mulutnya merembes keluar darah, dengan tawa pahit dia memandang sepasang mata Xu Jiarong yang kehilangan sinarnya, dengan tanpa tujuan menjelaskannya berkata.

"Aku masih baik...."

Benar dia masih baik, dibandingkan dengan musuhnya, betul-betul baiknya banyak, banyak sekali.

Dihadapannya, Wen Shang Yi dan Suami Istri Du Sha tiga orang seperti kehilangan roh saja memandang lima mayat yang malang melintang di atas tanah, wajah mereka sangat lucu, juga sungguh sulit digambarkan.

Bagaimana pun mereka sulit percaya, dalam waktu sekejap saja, lima orang yang bisa disebut pesilat tinggi di dunia persilatan, mati begitu saja, dalam sekejap dari orang hidup berubah jadi orang mati.

0ooo(dw)ooo0 Tidak ada teriakan, juga tidak ada makian.

Wen Shang Yi satu-satunya orang yang tersisa dari Enam Setan Qi Lian, dengan pelan membalikkan kepalanya, menatap tajam pada Xiao Dai.

Dengan menahan sakit dipunggung yang seperti dibakar api, Xiao Dai menggerakkan sudut mulutnya, tampak tertawa yang aneh berkata.

"Wen.... Wen laoda, aku sangat.... sangat menyesal, kau tahu aku terpaksaber.... berbuat demikian...."

Wen Shang Yi pelan menganggukkan kepala juga dengan aneh berkata.

"Aku tahu, ini adalah kejadian yang tidak disangka, apa kau.... kau adalah Tangan Cepat Xiao Dai?"

"Benar."

"Benar saja kau, benar saja kau belum mati, aku seharusnya dapat memikirkan ini, karena orang yang dapat memutuskan tangan tiga orang saudaraku di dalam serangan keroyokan Enam Setan Qi Lian, kecuali Tangan Cepat Xiao Dai memang tidak ada orang lain, yang lucu adalah aku sekarang baru terpikirkan.... baru terpikirkan...."

"Sekarang tahu juga masih belum terlambat,"

Kata Xiao Dai.

"Benar, tidak terlambat, sedikit pun tidak terlambat."

Golok kepala setan sudah melintang di depan dada, ini adalah posisi sebelum mengeluarkan serangan.

Tapi golok belum bergerak, tongkat sudah menyerang dulu, tongkat bergerak cepat, tapi satu sabuk panjang yang di dalamnya dianyam dengan benang mas lebih cepat lagi.

0ooo(dw)ooo0 Tidak diragukan lagi Xiao Dai adalah pesilat tinggi yang paling disegani di dunia persilatan sekarang ini.

Setiap orang yang belum ternama ingin membunuh dia supayajadi ternama.

Orang yang sudah ternama juga ingin membunuh dia untuk mengangkat namanya lebih tinggi lagi.

Inilah susahnya jadi orang jika ternama, juga merupakan kesulitan orang dunia persilatan.

Bagaimana pun semua orang tahu Tangan Cepat Xiao Dai tidak mempunyai musuh, karena setiap orang yang bermusuhan dengannya akan menjadi seorang mati.

Wen Shang Yi tahu akan hal ini, Suami Istri Du Sha tentu saja juga tahu akan hal ini.

Jika sudah menjadi musuhnya Tangan Cepat Xiao Dai, maka satu-satunya cara adalah membunuh dirinya.

Maka sebelum golok menyerang, tongkat sudah menyerang lebih dahulu.

Tongkat cepat, tapi sabuk panjang itu lebih cepat lagi.

Xiao Dai menahan sakit akibat luka lamanya sekarang ditambah luka baru, dia menatap tiga senjata pembunuh ini.

Di dalam hatinya sudah memperhitungkan akibat yang paling buruk, karena dia tahu dia tidak mempunyai tenaga lagi untuk mengalahkan musuh secara bersamaan.

Dia hanya bisa memperhitungkan orang yang mana yang bisa menjadi tumbal.

0ooo(dw)ooo0 Xu Jia-rong sudah bersiap-siap dengan pedang di tangannya, yang satu panjang dan yang satu pendek.

Sejak tadi dia ingin membantu Xiao Dai.

Tapi dia tidak berani sembarangan bergerak, bagaimana pun dia mengerti orang berkedudukan seperti Tangan Cepat Xiao Dai, walaupun mati, pada saat-saat tertentu tidak mau menerima bantuan orang lain, apalagi menerima bantuan dari seorang wanita.

Dia juga tahu persoalan ini tidak masuk akal, tapi jika benar-benar berdebat dengannya, dia pasti bisa mengeluarkan beberapa puluh alasan yang seperti benar tapi tidak, sama sekali tidak ada hubungannya.

Dia tahu punggungnya Xiao Dai telah terkena sebuah pukulan tongkat.

Sampai seberapa hebat pukulan tongkat itu bisa melukai Xiao Dai?

Dia tidak tahu.

Mengenai luka lamanya Xiao Dai terbuka lagi, tentu saja dia tidak tahu.

Jika tidak dia sudah dari tadi bergerak.

0ooo(dw)ooo0 Setiap orang tentu mengira Tangan Cepat Xiao Dai dengan mudah bisa menangkis atau menghindar serangan tiga senjata ini.

Malah musuhnya sendiri juga berpikir demikian, karena itu jurus pertama mereka masih belum sepenuhnya dilancarkan, sudah melancarkan jurus kedua.

Pertarungan pesilat tinggi ditentukan dalam hanya sekejap, waktu sekejap itu adalah hasil kumpulan dari waktu, pengalaman, keringat dan berikut latihan keras terus-menerus yang tidak diketahui orang.

Justru pandangan setiap orang semua salah, bukan saja salah, malah salah besar.

Xiao Dai sama sekali tidak menghindar, hanya sedikit saja memiringkan tubuh atasnya, supaya mendapatkan posisi menyerang yang paling menguntungkan.

Disaat sekejap sabuk membelit tubuh, Xiao Dai mengambil kesempatan kesalahan musuh yang sedikit bengong.

Walau bengongnya sangat singkat, singkatnya hampir saja tidak bisa dilihat, tapi buat Xiao Dai, itu sudah cukup, bagaimana pun saat inilah yang dia butuhkan.

Golok kepala setan menyabet membuat luka darah, satu golok ini paling sedikit seharusnya bisa menyabet habis setengah tubuh Xiao Dai.

Namun tenaga dia tidak cukup, hanya dapat menggores dada bagian depan, membuat tubuh sebelah kanan Xiao Dai menjadi lemah menggantung ke bawah.

Du Sha sangat licin, walau dia juga melihat Xiao Dai telah dibelit oleh sabuk sepanjang satu zhang istrinya, tapi masih keburu menghentikan gerakan majunya, tongkat yang tadinya menyapu melintang pada musuh dipaksa melindungi di depan tubuhnya, bersamaan itu dia menendang dua kali.

Keadaannya adalah sekali dimulai langsung sudah berakhir.

Dengan mengumpan tubuhnya Xiao Dai membuat lawannya salah perhitungan, dia mengambil kesempatan, gerakan yang sekali muncul langsung menghilang, menggunakan seluruh tenaganya, telapak pisau membabat melalui perutnya Wen Shang Yi, juga memukul patah tulang kaki kanannya Du Sha.

Namun keadaan dia sendiri juga tidak lebih baik, dada depan sebelah kanan terluka sepanjang satu cun lebih, darah telah membuat merah seluruh pakaiannya, selain itu perutnya juga terkena tendangan Du Sha, sekarang ini mungkin ususnya juga sudah menjadi simpul, sakitnya membuat dia bercucuran keringat dingin.

Yang paling parah, sabuk yang membelit dipinggangnya sudah mengikat dia sampai bernafas juga hampir tidak bisa.

Semua ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat, singkatnya hanya dalam waktu dua kedipan mata orang saja.

0ooo(dw)ooo0 Xiao Dai kesakitan dan terduduk di tanah, sekarang tenaga untuk menggerakkan jari tangannyajuga sudah tidak ada.

Dia tentu saja mengerti dia telah membuat musuh gentar sebesar apa.

Xiao Dai menutup matanya, disudut mulut Xiao Dai tampak semacam tawa yang dingin.

Benar, dia telah kembali modal, Enam Setan Qi Lian semuanya telah menjadi setan mati, selain itu ditambah satu kaki kanan Du Sha, apa lagi yang membuat dia tidak puas?

0ooo(dw)ooo0

"Lao Du.... lao Du aaa...."

Suara jeritan mengerikan ini mendadak terdengar.

Istrinya Du Sha sampai sekarang baru menyadari kaki kanannya Du Sha, dengan anehnya terayun-ayun mengikuti angin.

Ternyata dari tadi Du Sha hanya bisa berdiri di sana tidak bergerak, semua tubuhnya ditopang oleh tongkatnya, jika dia tidak mengatakan, orang lain sulit bisa melihat kaki kanan dia yang tulangnya sudah hancur.

"Pegang erat benda di tangan kau...."

Du Sha berteriak keras.

"Lao Du, kau.... kau mengapa?!"

Istri Du Sha gelisah bertanya.

"Tidak apa, hanya patah satu kaki."

Dikening Du Sha sudah mengucurkan keringat sebesar kacang, tapi dengan dingin berkata.

"Tangan Cepat Xiao Dai, kau.... kau, tidak salah dijuluki Tangan Cepat."

Xiao Dai memaksa membuka mata, dengan lemah berkata.

"Terima kasih, Du.... Du laoda, memang ba.... banyak orang juga mengatakan demikian...."

"Jangan mendekati dia...."

Istri Du Sha tiba-tiba berteriak keras.

Karena dia telah melihat Xu Jia-rong sedang mendekat Xiao Dai.

Xu Jia-rong tidak berani maju lagi, hanya bisa gelisah dan kesal, bagaimana pun jika dia tadi sudah tahu Xiao Dai bisa jadi begini, apa pun yang dikatakannya, dia akan bergerak.

Dan sekarang dia malah berdiri di sana sedikit pun tidak berani bergerak, hanya bisa gelisah.

"Semuanya tidak boleh mendekat."

Du Sha berteriak lagi.

"Nenek tua, tarik.... tarik bocah.... itu kesini."

Kong Ming, Kong Ling, berikut Song-hua Dao-zhang dan Sha Qian-dao juga menghentikan langkah ingin mendekat oleh teriakannya Du Sha.

Terhadap Kong Ming dan kawan-kawannya, Du Sha tampak berniat bermusuhan, dia seumur hidup berkelana dari aliran hitam sudah membentuk sifatnya, tidak percaya pada siapa pun.

Tidak ada orang yang berani menolong Xiao Dai, karena siapa pun tidak yakin dapat menolong dia.

Tubuhnya Xiao Dai ditarik di atas tanah dan ada bekas yang panjang, sampai disisi kaki Du Sha.

Dan di tanahnya juga ada bekas darah yang panjang.

Semua orang hanya dapat melihat, melongo melihat dia ditarik orang seperti anjing mati.

Di antaranya hati Xu Jia-rong juga seperti dirobek mengikuti tubuhnya Xiao Dai, ditarik menimbulkan bekas darah yang panjang.

Pasir kuning memenuhi luka, juga memenuhi wajah Xiao Dai yang sudah tidak berbentuk.

Dia terbaring di tanah menatap pada Suami Istri Du Sha, disudut mulutnya masih menggantung senyum yang sulit digambarkan, seperti mentertawakan diri sendiri, juga seperti mentertawakan musuhnya.

"Kau milikku, Tangan Cepat Xiao Dai kau adalah milikku.... ha.... ha.... aku akan beritahukan pada semua orang, Tangan Cepat Xiao Dai pernah berada di bawah kakiku, seperti anjing minta ampun, menggoyanggoyangkan ekor padaku...."

Teriak Du Sha dengan keji seperti gila.

Macam apa keadaan dirinya?

apakah setiap orang, semuanya merasa bangga bisa membunuh Tangan.

Cepat Xiao Dai?

Sekali tangkap dia mengangkat Xiao Dai dari tanah, Du Sha dengan melotot menampar sepuluh kali wajah Xiao Dai.

"Sialan, kau tertawa lagi, kau tertawa lagi ya?! Aku pukul.... pukul mati kau setan yang kejam ini.... kau balaslah, mengapa kau tidak membalas? Aku masih ada sebelah kaki, jika kau masih punya kemampuan patahkan lagi...."

Kepala Xiao Dai mengikuti gerakan tangan Du Sha bergoyang kekiri kekanan, darah dimulutnya juga beruntun mengikuti goyangan kepala menyebur keudara, menyembur kewajahnya Du Sha.

Dia sudah tidak sadar, sejak semula dia sudah tidak bisa mengeluarkan suara.

Sesudah lelah memukul, Du Sha melepaskan tangannya.

Xiao Dai tergeletak lagi di atas tanah.

Dengan sedikit waspada, Du Sha memperhatikan sekelilingnya sekali.

Tampak olehnya wajah-wajah kaku.

Dia menyadari kelakuan gilanya tadi telah menimbulkan rasa tidak senang beberapa orang.

"Teman Du, aku ada satu permohonan."

Song-hua Daozhang yang suaranya jernih itu terdengar. Suami Istri Du Sha dengan waspada berkumpul bersatu, bersama bertatapan.

"Ke, ke, Masalahnya begini, menurut kabar Tangan Cepat Xiao Dai adalah pembunuh nomor satu di Perkumpulan Bunga Ju, beberapa hari lalu telah membubarkan aliran Zhang Jiang, membunuh kepala pelatih Jiang Nan, mengalahkan Tiga Pedang Serangkai Wu Dang...."

"Lalu bagaimana?"

Kata Istri Du Sha dengan suara melengking.

"Aku.... aku ingin menghadapi dia."

"Inikah permohonanmu?"

Kata Du Sha.

"Betul."

"Song Hua, yang kau katakan lebih merdu dari pada nyanyian, kau ingin mendapat keuntungan tanpa bekerja?"

Kata Du Sha dingin.

"Sahabat Du mengapa berkata demikian?"

"Bagaimana kau ingin memperlakukan dia? Menghadapi Tangan Cepat Xiao Dai yang sudah setengah mati? Song Hua, jangan kira orang lain tidak ada yang tahu apa yang dipikir dihatimu, aku sudah mengatakan Tangan Cepat Xiao Dai adalah milikku, aku menukarnya dengan sebelah kaki, jika kau ingin ternama, caranyajuga bukan begini."

Buat diri Du Sha, dia sudah tidak senang terhadap Song Hua, hingga nada bicaranya sudah nampak tidak memandang sebelah mata.

"Kau.... kau mengapa bicara begitu?"

Kata Song Hua, dia mengira isi hatinya telah diketahui orang, wajahnya mencoba menahan malu dan marah.

"He he.... bagaimana, apa jika berbicara denganmu harus bersujud?"

"Baik, baik, kalau begitu terpaksa aku harus menghadapi mu dulu...."

Habis bicara, Song-hua Dao-zhang sudah menghunus pedang dari punggungnya.

"Kau berani...."

Istri Du Sha menghalang di depan.

"Song Hua, jangan lupa perjalananmu dan aku kali ini adalah melaksanakan perintah Bai Yu Diao Long, rasanya ketua perguruan anda sudah berikan pesan padamu, kami suami istri adalah pemimpin tugas ini, dan kau dengan Kong Ming, Kong Ling dan lainnya sebagai wakil."

Wajah Song-hua Dao-zhang yang bersih kurus terkilas satu perasaan hampa.

Dia tidak mengerti munculnya Bai Yu Diao Long bisa menimbulkan keadaan yang begini.

Seperti yang dikatakan, Kong Ming mendapat perintah dari ketua perguruan terpaksa harus taat, di bawah perintah Bai Yu Diao Long, siapa lagi yang bisa tidak menurut perintah?

Dengan tertawa dingin beberapa kali, istri Du Sha berkata.

"Bagus, kau tidak kecewa menjadi anggota Qing Cheng, bagaimana pun tahu mundur dan majunya, sekarang.... masih ada siapa yang tidak sependapat?"

Walau setiap orang ingin membunuh Tangan Cepat Xiao Dai dengan tangan sendiri.

Namun di bawah perintah Bai Yu Diao Long, siapa yang berani menentang perintah?

Sehingga tidak ada orang yang bicara lagi.

Tapi tidak, ada seseorang yang bisa bicara.

Juga malah ada dua orang berbicara bersamaan, yang dikatakan malah juga kata yang sama.

"Lepaskan dia". Dua kata ini tentu saja membuat semua sorot mata menuju kearahnya. 0ooo(dw)ooo0 BAB 29 Jalan hidup mati Ini adalah sebuah jalanan, orang yang berjalan di jalanan ini tentu saja tidak sedikit. Walau orang yang berlalu lalang tidak berani mendekati tempat yang kacau ini, tapi untuk berhenti dan menonton dari jauh adalah perasaan normal semua orang. Dari kerumunan orang melangkah keluar seorang laki laki dan seorang wanita. Yang laki-laki topi bambunya menutupi setengah wajahnya, tubuhnya sedikit gemuk, berbaju sutra. Yang wanita cantik, tapi wajahnya sedih. Dua orang ini dengan berani keluar dari kerumunan orang, seorang idiot pun pasti bisa berpikir, perkataan tadi pasti keluar bersamaan dari mulut dua orang ini. Yang laki laki tidak bisa dilihat wajahnya, yang wanita tidak ada orang yang kenal. Ketika semua orang sedang menduga-duga siapa kedua orang ini, mereka melihat yang wanita telah meneteskan air mata, dan menatap terus pada Tangan Cepat Xiao Dai yang terbaring tidak sadarkan diri di tanah.

"Berhenti...."

Du Sha berteriak.

"Siapa kalian?"

Istri Du Sha juga dengan waspada dan suara melengking bertanya.

"Dia.... dia apakah sudah mati?"

Qi Hong tidak tahan bercucuran air mata dengan tanpa sadar bertanya.

"Siapa kau? Dan siapa yang kau tanya?"

Istri Du Sha tidak menjawab malah balik bertanya.

"Aku.... aku Qi Hong, yang aku tanya.... tanya adalah orang yang.... yang disisi kaki kalian...."

Wanita ini berkata terus terang dan polos. Sebelah kaki istri Du Sha yang besar itu sudah menginjak di atas ulu hati Tangan Cepat Xiao Dai.

"Te.... teman."

Qi Hong tidak berani maju lagi.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai dari celah-celah topi bambunya melihat Xiao Dai yang tergeletak menghadap keatas.

Melihat nafas Xiao Dai yang lemah, hatinya ikut berdarah.

Belum lama ini dia masih ingin sekali membunuh orang itu dengan tangannya sendiri, namun ketika dia melihat rupa dia seperti sekarang, malah dia sendiri ingin sekali menggantikan orangku.

Bagaimana pun dia dengan Xiao Dai mempunyai hubungan persahabatan yang melebihi apapun.

Dia merasa bermacam-macam masalah yang menghalang di antara mereka, adalah benar-benar salah paham.

Li Yuan-wai memahami Xiao Dai sama seperti dia memahami dirinya mempunyai berapa jari kaki.

Sehingga dia tahu asal ada sedikit saja kemungkinan, ada sedikit saja tenaga, Xiao Dai tidak mungkin akan membiarkan sepasang kaki besar yang tampak bertahun-tahun tidak dicuci itu menginjak di atas dadanya.

Dia hanya dapat membiarkan hatinya berdarah, juga hanya dapat bengong melihat dia seperti anjing diinjak orang.

0ooo(dw)ooo0 Walau tidak melihat wajah di belakang topi bambu, tapi Suami Istri Du Sha bisa merasakan ada sepasang mata melotot memandang dengan penuh amarah, sakit, dan sorot mata yang menakutkan orang tersembunyi di dalamnya.

Hatinya tidak bisa menahan rasa ketakutannya, istri Du Sha tampaknya berani tapi nyatanya merasa takut dengan suara melengking berkata lagi.

"Kau.... kau siapa?"

"Kau tanya siapa? Apakah bertanya padaku?"

Suaranya Li Yuan-wai seperti datang dari akhirat.

"Si.... sialan, tidak bertanya padamu, memangnya bertanya pada siapa lagi? Kau yang sengaja bertindak misterius, apakah.... apakah kau bisa tidak bertemu dengan orang, tanpa menutupi wajah?"

Kata Du Sha sambil menahan kesakitan dan marah.

Memang tidak bisa menyalahkan dia untuk marah, bagaimana pun Suami Istri Du Sha di dunia persilatan bisa disebut penjahat besar di aliran hitam, mana bisa menerima, dipandang rendah oleh orang ini?

Sesungguhnya mereka benar menebaknya, Li Yuan-wai disaat ini sungguh tidak ingin dilihat orang.

"Benar, dia memang tidak ingin dilihat orang"

Mendengar suara ini kepala Li Yuan-wai, mulai menjadi sakit, seluruh maagnya keluar rasa asam.

Tidak perlu disangkal lagi, dia tahu Ouwyang Wushuang sudah datang, mendadak dia membalikkan kepala, yang nampak di depan matanya benar saja wajahnya yang membuat dia pusing, berikut dengan beberapa wanita buta yang cantik-cantik yang menakutkan orang.

"Sudah, tidak perlu menutupi lagi, walau kau digiling jadi puder, berubah jadi abu, aku tetap mengenalmu, hartawan besar kami, mengapa kau tidak lepaskan saja topi itu?"

Kata Ouwyang Wu-shuang dengan nada mengejek.

Perkataan ini sama saja seperti sebuah bom, menggetarkan hati setiap orang di lapangan.

Tiba-tiba Li Yuan-wai menyadari mata setiap orang yang ada di sana, semua sedang menatap dirinya, seperti sedang melihat satu setan, juga seperti melihat setumpukan besar perak.

"Li.... Li Yuan-wai, sungguh itu dirimu, sungguh itu adalah kau?"

Kata Xu Jia-rong dengan gembira.

"Jika bukan aku siapa lagi...."

Li Yuan-wai melepaskan topinya, menampilkan senyum yang lebih buruk dari pada menangis, berkata.

"Nona Xu, apa kau.... kau baik?"

Mata yang bersinar, wajah yang sedikit bulat, Xu Jiarong memperhatikan dia dengan teliti berkata.

"Aku.... aku baik, hanya kau sepertinya lebih kurus sedikit."

"Hai, disaat katel makannya dihancurkan orang, ditambah setiap saat harus menjaga orang mau melepas celanaku, aku pikir ingin gemuk juga tidak akan bisa...."

Xu Jia-rong tentu saja mengerti apa yang dia maksud, maka dia tertawa, tertawanya hampir saja menggigit robek bibirnya.

Lalu dia segera menghentikan tawanya, karena dia melihat sebelah tangan Qi Hong sedang dengan erat memegang lengan baju dia.

Wanita selalu paling sensitif, ada sedikit cemburu timbul, dia dengan pelan bertanya.

"Bisakah kenalkan orang yang berada disisimu?"

"Li Yuan-wai...."

Ouwyang Wu-shuang dingin memanggil.

"Kau selamanya tidak bisa merubah kebiasaan 'makan kotoran', kakak ini, aku nasehatkan kau paling baik jauhi orang ini."

Sejak dari mulai, sorot matanya Qi Hong tidak pernah meninggalkan Xiao Dai yang di tanah.

Menurut dia siapa pun orang-orang disekelilingnya, hal apa pun, keadaan apa pun, semuanya tidak bisa membagi perhatiannya, dia hanya memperhatikan sebelah kaki nenek tua itu sedang menginjak di atas ulu hatinya Xiao Dai.

Makanya perkataan Ouwyang Wu-shuang, tentu saja dia tidak mendengar.

Di matanya terkilas tawa keji, Ouwyang Wu-shuang menghibur dirinya berkata.

"Jika seseorang sudah berada diambang kematian tapi masih tidak tahu, itu barulah satu kesedihan."

Li Yuan-wai mengerti Ouwyang Wu-shuang adalah wanita macam apa, dia jadi tegang berkata.

"Xiao Shuang...."

"Jangan panggil aku begitu."

Ouwyang Wu-shuang berteriak berkata.

"Kau sudah kehilangan hak memanggil namaku."

"Bukan aku.... sungguh, Xiao Shuang, aku berani sumpah pasti bukan aku...."

Li Yuan-wai dengan sakit hati menjelaskan.

"Li Yuan-wai, kau bukan saja tidak tahu malu dan juga lucu, setan baru percaya kata-katamu, walau kau mengatakan sampai mulut menjadi rusak, juga jangan harap bisa menghilangkan ketetapan hatiku untuk membunuhmu."

Buat Li Yuan-wai, Ouwyang Wu-shuang adalah seekor kucing, dirinya adalah seekor tikus yang kasihan.

Tikus ketemu kucing kecuali bermain 'lari dan kejar' tidak ada permainan yang lain lagi.

Li Yuan-wai sudah putus harapan, karena dia tiba-tiba menyadari, entah kapan dirinya dan Qi Hong, Xu Jia-rong tiga orang sudah terjebak dalam kurungan orang lain.

Dan Kong Ming, Kong Ling, Song-hua Dao-zhang, dan sikerdil Sha Qian-dao sudah menutup semua jalan lolos, semua wajah mereka tertawa seperti seekor kucing, seekor kucing yang menemukan tikus.

Apa yang terjadi?

Dia tentu saja tidak mengerti orang-orang ini memang sedang menunggu dirinya.

Jika Kong Ming dan kawan-kawan digambarkan sebagai kucing, maka Li Yuan-wai sebagai tikus pun tidak bisa, hanya bisa mengumpamakan dia sebagai ikan, seekor ikan mati.

Karena tikus masih bisa berlari kesana kemari, seekor ikan mati sampai sedikit berontak pun tidak ada.

Den gan kemampuan Li Yuan-wai, jika ingin lolos dari kepungan yang seperti gentong besi ini, kecuali matahari terbit dari barat.

Dengan suara serak Li Yuan-wai mengeluh berkata.

"Ka.... kalian biksu, Dao Shi teman Sha Qian-dao, apakah.... apakah kalian juga sakit, juga ingin melepaskan celanaku?"

Di saat demikian masih bisa bicara lucu, mungkin hanya Li Yuan-wai yang bisa.

Tentu saja karena kata lucunya, ada orang yang tertawa, kecuali Qi Hong hanya Xu Jia-rong, hatinya Qi Hong tidak di sini, dia juga tidak bisa tertawa, makanya hanya terlihat Xu Jia-rong tertawa seperti bunga dimusim semi bergetar tidak karuan.

"Amitaba, Tuan sungguh adalah pengkhianat Gai-bang Li Yuan-wai?"

Wajah Kong Ming dengan sangat tidak enak dilihat dan satu tangan menyapa bertanya.

"Biksu besar, aku adalah Li Yuan-wai."

Sambil tertawa berkata.

"Tapi aku bukan pengkhianat Gai-bang."

"Ooo, kalau begitu Tuan juga pasti menyangkal menghina guru, berkhianat pada Gai-bang, melukai saudara seperguruan betul tidak?"

"Tentu."

"Kalau begitu merusak kehormatan orang, meracun orang tidak berdosa bagaimana menjelaskannya?"

"Apa yang dimaksud biksu besar?"

"Nona Ouwyang ini adalah korban yang dirusak kehormatannya, didusun San Jia diluar seratus li, empat nyawa cucu dan kakek dihabisi semua, apakah kau juga tidak mengaku?"

Kong Ming nadanya sudah semakin keras. Empat nyawa cucu dan kakek? Li Yuan-wai membelalakkan matanya, tentu saja dia tahu sekarang dia dituduh berbuat satu dosa lagi.

"Guru besar, biksu dilarang keras berbohong, dengan bukti apa menuduh Li Yuan-wai meracuni orang tidak berdosa?"

Kata Xu Jia-rong menyela.

"Nona siapa?"

Tanya Kong Ming membalikkan kepala.

"Xu Jia-rong, Te.... temannya dia."

"Nona Xu bagaimana bisa tahu, itu bukan perbuatan dia?"

"Saat kejadiannya aku juga ada di tempat."

"Betulkah? Jika nona temannya, siapa yang bisa menjamin kau tidak menyembunyikan perbuatannya?"

"Kau sembarangan bicara!"

Wajah Xu Jia-rong berubah berkata.

"Kau.... kau juga, darimana bisa tahu empat orang cucu dan kakek itu dia yang membunuhnya?"

Tertawa Kong Ming tanya.

"Apakah nona tahu Li Yuanwai di dunia persilatan paling mahir apa?"

"Paling mahir apa?"

Xu Jia-rong berkata pada diri sendiri.

"Dia.... dia orang ini kecuali bisa masak daging anjing sepertinya tidak ada kemahiran apa...."

"Terhadap tempat kejadian ada sisa satu katel daging anjing, dan setelah dibuktikan oleh orang yang bisa memasak daging anjing begitu enak, sepertinya hanya dia seorang."

Setelah Li Yuan-wai mendengar perkataan Kong Ming, seperti dipukul tongkat dengan keras oleh orang, bersamaan diam-diam bersumpah selanjutnya walau mati kelaparan, dia tidak akan makan daging anjing lagi.

"Apa kau tidak mengaku?!"

Kong Ming tanya lagi.

"Aku meng.... mengaku, oww, tidak, tidak, aku hanya mengaku satu katel daging anjing itu...."

Li Yuan-wai sudah melihat, tawa liciknya Ouwyang Wushuang, dia mengerti walau sekarang dilidahnya bisa tumbuh sekuntum bunga teratai, mungkin juga tidak bisa menyangkal dosa-dosa yang ditimpakan pada dirinya.

"Guru besar, kalian mau berbuat bagaimana?"

Xu Jiarong sudah merasakan keseriusan masalahnya.

"Tidak bagaimana, hanya ingin membunuh dan mencingcang saja."

Sha Qian-dao yang sejak tadi tidak buka mulut mendapatkan satu kesempatan membalas hinaan.

0ooo(dw)ooo0 Selama hidupnya manusia kadang bisa menemukan saat walau posisinya benar tapi tidak bisa berdebat.

Hanya saja Li Yuan-wai sedikit lebih sial, dia bukan kadang-kadang begitu, malah sering berada dalam posisi begitu.

Disaat begini, dia tentu saja tahu hanya ada satu akibatnya, yaitu siapa yang tinjunya besar, siapa yang tinjunya keras, siapa yang dipihak benar.

"Kalian tentu saja tidak akan menyerang bersamaan bukan?"

Tanya Li Yuan-wai mengeluh.

"Tentu saja,"

Kata Kong Ming tegas.

"Kalau begitu siapa yang duluan?"

"Tentu saja aku."

Sha Qian-dao melirik pada dia.

"Tidak, dia punya aku."

Istri Du Sha disisi tiba-tiba dengan buru-buru.

"Apa kau sanggup?"

Sha Qian-dao ingin sekali mencoba berkata.

"Kau ini kerdil Sha Qian-dao, mengapa aku tidak sanggup?"

"Nenek tua...."

Sha Qian-dao dingin berkata.

"Kau akan menyesal karena telah mengatakan kata ini...."

"Simpanlah! adatmu, jika aku tidak berani mengatakan, melayani tiga atau lima orang yang sepertimu, pasti tidak ada masalah."

Istri Du Sha sekali melanjutkan.

"Jangan kira apa yang dipikir olehmu tidak ada orang yang tahu, alasan yang hebat, sebenarnya...."

"Sebenarnya apa?!"

Kata Sha Qian-dao hampir saja meloncat.

"Mengapa? Kau menakut-nakuti siapa? Sebenarnya tujuan kau hanya pada hadiah seratus ribu liang perak itu."

Ternyata adalah masalah ini. Li Yuan-wai terpaksa kagum atas kehebatan yang namanya uang.

"Kau.... kau sembarangan bicara, aku hanya menuruti perintah Bai Yu Diao Long...."

Sha Qian-dao wajahnya yang aneh sudah menjadi merah.

"Puihh, siapa yang tidak tahu kau di Luo Yang punya utang seabrek-abrek, seharian sembunyi di dalam rumah tidak berani keluar dari pintu."

"Aku.... aku, sialan kau ini...."

Sha Qian-dao sungguh sudah lupa akan kedudukan dirinya.

Tidak bisa disalahkan, dia yang selalu merasa dirinya adalah kesatria, sekali dibongkar kejelekannya mana mungkin dia tidak marah?

Apa lagi dia bertubuh tidak normal, harga dirinya juga tidak boleh tersinggung.

Sebilah pisau kecil munggil berwarna perak putih, mengikuti tubuh Sha Qian-dao yang maju ke depan, cepatnya seperti meteor di malam hari sudah sampai ditenggorokan Istri Du Sha.

Serangan pisau ini telah membuat semua orang di lapangan khawatir.

Karena serangan ini diikuti hawa kemarahan yang tidak bisa dibendung.

Sekarang semua orang menyadari pisau Sha Qian-dao memang sangat menakutkan.

Dan untuk menghindar serangan pisau ini hanya ada satu akal, yaitu menggerakkan tubuh kesisi.

Istri Du Sha berteriak aneh, belum bisa berpikir banyak, dengan reflek melangkah tiga langkah kesisi tepat dapat menghindar serangan mendadak itu.

"Kau.... kau bajingan ini...."

Sha Qian-dao jelas marah sekali pada wanita ini, setelah serangan pertamanya tidak berhasil, dia sekaligus menyerang dengan tiga gerakan pisau lagi, setiap gerakannya semakin sadis, baru saja istri Du Sha memaki satu patah kata sudah terdesak hingga tidak bisa mengeluarkan suara lagi.

Di dunia persilatan memang tidak ada teman yang abadi, apalagi disaat situasi untung dan rugi.

Li Yuan-wai tidak menduga keadaannya akan berubah menjadi demikian.

Kong Ming dan kawan kawan juga tidak menyangka.

Dan hal yang juga tidak disangka terjadi lagi....

0ooo(dw)ooo0 Qi Hong seperti seekor macan tutul yang siap menerkam, disaat kakinya istri Du Sha sekali meninggalkan dadanya Xiao Dai, dia sudah maju menerkam.

Dia terpaksa melakukan ini karena tidak ada pilihan.

Karena tongkatnya Du Sha sudah turun.

Juga tangannya Ouwyang Wu-shuang sudah diayunkan dan jarum sudah keluar.

0ooo(dw)ooo0 Tongkat turun, turun ketulang punggungnya Qi Hong.

Jarum sudah sampai, menembus leher belakang Qi Hong.

Dan darah....

Darah segar yang merah, indah, panas, begitu saja bergumpal-gumpal menyembur mengenai wajah Xiao Dai yang kurus dan pucat.

Tubuhnya tengkurap di atas tubuhnya Xiao Dai, begitu lekatnya, begitu serasinya dan kokoh tidak dapat dipisahkan.

Dalam siraman darah panas, akhirnya dia bisa melihat Xiao Dai pelan-pelan membuka matanya.

"Oh.... kau?"

Kata Xiao Dai dengan lemah.

"Be.... benar aku, kau.... apa diluar dugaanmu?"

Qi Hong tersenyum dengan sedih.

"Kau.... kau berdarah...."

"Be.... benar, berdarah demi dirimu...."

Ini adalah pertempuran yang kalut.

Juga adalah pertempuran sengit.

Sepasang pedang satu pendek satu panjangnya Xu Jiarong berhadapan dengan sepasang pedang pendeknya Ouwyang Wu-shuang.

Kipas tulang giok sulam emasnya Li Yuan-wai menghadapi tongkatnya Du Sha.

Istri Du Sha sudah meninggalkan sabuk beranyam emas, sepuluh jarinya yang tajam-tajam bertarung menghadapi pisau perak di tangannya Sha Qian-dao.

Mengenai enam wanita buta juga telah didesak kepojok oleh Song-hua Dao-zhang, situasinya berimbang.

Kong Ming dan Kong Ling biksu tinggi dari Shao-lin yang satu-satunya tidak mendapat lawan berdiri disisi, tidak membiarkan siapa pun dan senjata apa pun mendekati sepasang kekasih yang berpelukan dengan eratnya itu.

Apa penyebab Song-hua Dao-zhang berubah?

Dan apa penyebab yang membuat Kong Ming, Kong Ling dengan sedihnya mengawal disisi?

0ooo(dw)ooo0

"Aku.... apakah kau sakit karena aku menindihmu"

Qi Hong bertanya lagi.

"Ti.... tidak."

Xiao Dai sedikit pun tidak berkedip menatap dia. Dengan pelan mengusap bekas darah diwajah Xiao Dai, Qi Hong dengan sedih berkata.

"Jadwal perahu sudah.... sudah sampai tapi tidak ada perahu.... perahu datang, nona.... merpati pos nona mengantar berita.... berita malah.... malah kehilangan jejak.... jejakmu, aku.... aku sangat gelisah, tidak dapat makan juga.... juga tidak dapat tidur...."

"Ma.... maka kau jadi me.... meninggalkan gunung...."

"Apa.... apa kau menyalahkan aku?"

Air matanya Xiao Dai sudah membasahi kedua pipinya, dia dengan serak berkata.

"Tidak, aku se.... senang kau datang...."

"Kalau be.... begitu baguslah...."

Tawa sedih Qi Hong berkata lagi.

"Kau.... kau menangis? Kau menangis ru.... rupanya sungguh.... sungguh jelek sekali.... aku.... aku hanya suka melihat kau.... kau tertawa, bisa.... bisakah tertawa lagi.... tertawa sekali lagi? Aku sudah.... sudah lama sekali tidak.... tidak lihat tawamu.... kau...."

Xiao Dai tertawa, tawanya membuat orang sedih.

"Aku bertemu.... bertemu dengan Li.... Li Yuan-wai, benar, dia benar.... benar seperti yang kau.... kau katakan.... adalah seorang yang.... yang lucu, aku.... juga telah menjernihkan.... banyak ke.... kesalah paham.... pahaman di antara kalian...."

"Qi Hong.... kau is.... istirahat sebentar.... ya, nan.... nanti baru bicara lagi...."

Hati Xiao Dai seperti hancur.

"Tidak, kau.... kau tahu.... aku tidak dapat istirahat.... aku ingin sekali.... ingin sekali mendengar kata kata.... mu, namun...."

Qi Hong memuntahkan darah lagi. Xiao Dai dengan susah payah bangkit duduk, tapi dengan hati-hati sekali memeluk dia.

"Terim.... terima kasih, begini enak.... enak sekali, aku berharap.... berharap sekali kau.... kau bisa selalu.... selalu begini memeluk aku, aku.... aku akan.... akan pergi.... pergi sekarang.

"Tidak, kau.... kau semangat sedikit, kau tidak boleh pergi...."

Kata Xiao Dai ketakutan sekali.

"Adik.... adik bodoh, aku juga tidak.... tidak ingin pergilah, tapi.... tapi ini.... ini siapa pun tidak.... tidak bisa berbuat apa apa.... ing.... ingat ka.... kata kata kakak, setelah.... setelah aku pergi kau.... kau sama sekali tidak boleh.... boleh sedih demi aku, dan.... dan.... jika bertemu nona.... tolong balas, terima, kasih.... untuk, .aku.... juga.... juga.... mohon.... mohon.... maaf.... aku.... aku.... keluar.... gunung.... tanpa izin.... izin...."

Xiao Dai dengan pikiran kosong terus menganggukkan kepala, mulutnya terus berkata.

"Kau.... kau tidak boleh pergi.... tidak boleh pergi, aku.... aku tidak mengizinkan kau pergi...."

Qi Hong tertawa tapi terasa sedih sekali suaranya semakin pelan berkata.

"Aku be.... beri tahu kau satu.... satu berita.... berita.... kau.... kau sebenarnya enam.... enam.... bulan.... lagi.... bisa jadi.... jadi.... jadi.... a.... ayah.... ta.... tapi.... sekarang.... aku.... aku.... se.... sedih sekali.... ma.... maafkan aku...."

Den gan lemah dia menutup matanya, disudut matanya meneteskan sebutir air matanya yang jernih.

Diwajahnya telah membeku senyum kepuasan yang walau matipun tidak menyesal.

Mulutnya yang pucat sedikit terbuka, apa yang masih ingin dia katakan?

Air mata yang panas Xiao Dai bercampur dengan darah diwajah dia, setetes demi setetes menetes di atas wajahnya, mekar bunga darah bercampur air mata.

Menggigit kuat bibir bawahnya, darah juga menetes keluar dari celah giginya, Xiao Dai tahu dia tidak lagi akan bicara.

0ooo(dw)ooo0 Senja hari selalu adalah waktu berpisah.

Dan senja dimusim gugur juga ada perasaan yang sedih.

Xiao Dai tubuhnya sudah lelah, hati sudah hancur, seluruh tubuh penuh luka.

Tapi dia ditopang dengan amarah yang memenuhi dada, dia bangkit berdiri.

Dia melihat pada setiap wajah kelompok yang sedang bertempur, akhirnya dia bertatapan dengan sorot mata Li Yuan-wai yang gelisah, perhatian dan pengertian.

Di dalam sekilas pandang itu, karena sudah terlalu banyak mereka saling berhubungan, suara hati mereka sudah mengerti maksud hati masing-masing.

Lalu dia membopong Qi Hong selangkah demi selangkah dengan susah payah pergi meninggalkan daerah pertarungan.

Disaat melewati Kong Ming, Kong Ling, dia hanya meninggalkan satu pesan.

"Aku bukan orang Perkumpulan Bunga Ju, aku bersumpah akan balas dendam."

Kong Ling ingin menghadang, tapi Kong Ming perlahan menggelengkan kepala.

Karena Kong Ming sudah percaya perkataan Xiao Dai, maka tidak ada alasan apa lagi untuk menghadang dia pergi?

Walau mereka tahu sekali Xiao Dai pergi, kerepotan di kemudian hari pasti tidak akan ada berhentinya, namun bagaimana pun, itu adalah masalah di kemudian hari.

0ooo(dw)ooo0 Matahari senja merah, merah seperti darah.

Xiao Dai yang hatinya hancur, melangkah bercampur setetes air mata darah, melangkah di matahari senja, langsung menuju ke kerumunan penonton yang berada dikejauhan.

Tidak ada satu orang pun yang bisa mengenal wajah aslinya lagi, karena seluruh wajahnya sudah dipenuhi oleh darah merah.

Tapi setiap orang tahu, dia adalah Tangan Cepat Xiao Dai, seorang yang hidup kembali dari ancaman kematian, Tangan Cepat Xiao Dai yang mengalami beberapa kali pertempuran tapi tetap berdiri tidak roboh.

Tentu saja mereka juga tahu wanita macam apa yang berada dalam pelukannya.

Sehingga ketika dia dengan susah payah mengeluarkan cek uang ingin menyewa sebuah kereta, setiap kusir berebut mengatakan bahwa keretanya paling cepat dan paling stabil.

0ooo(dw)ooo0 Xiao Dai naik kereta kuda pergi.

Mengapa dia bisa pergi meninggalkan teman yang paling baiknya?

Apakah dia tidak tahu Li Yuan-wai dan Xu Jia-rong masih sedang sengit bertarung?

Tentu saja dia tahu.

Sekarang dia sudah hilang kemampuan untuk bertarung.

Dia sudah berpikir, dengan teliti memikirkan.

Dari pada semuanya habis, mengapa tidak menyisakan sedikit tenaga.

Dia bukan seorang penakut, juga bukan kabur saat bertarung, yang paling penting adalah dia tidak boleh mati, jika mati dia tidak bisa membalas dendam.

Orang selalu harus mempunyai persiapan yang paling buruk, di dalam hati Xiao Dai, terus berdoa untuk Li Yuanwai dan Xu Jia-rong, berdoa berharap ada satu hari bisa bertemu lagi.

Jika tidak bisa, itu mungkin menjadi kesedihan bukan dia sendiri saja, tapi jadi kesedihan setiap orang yang terlibat dalam pertempuran ini.

Apa itu perasaan?

Dan apa itu cinta?

Apa itu benar-benar perasaan?

Dan apa itu benar-benar cinta?

Xiao Dai tidak tahu Qi Hong mati di tangan siapa, tapi dari mulutnya kusir dia mendapat tahu apa yang terjadi setelah dirinya pingsan, hatinya seperti jatuh ke dalam jurang yang dalam sekali.

Gelisah dan amarah menyerang hatinya, dia memuntahkan darah.

....

Ouwyang Wu-shuang, semula aku berniat mengampunimu, apa boleh buat kau sendiri mencari jalan untuk mati.

Benar, tadinya Xiao Dai tidak ingin membunuhnya, mengingat semua kejadian dahulu, tidak perduli itu adalah cinta atau dosa, dia sudah siap melupakannya.

Karena bagaimana pun dia pernah benar-benar mencintai dia, dia tidak berani mengakui itu adalah cinta kanak-kanak, seperti yang dikatakan Qi Hong.

Dia berpikir jika pernah ada cinta, maka tidak seharusnya ada benci, makanya dia dengan giat melupakan dia, malah melupakan ketika sebelum jatuh kesungai dia melihat sorot mata Ouwyang Wu-shuang yang membuat hatinya sakit.

Tapi sekarang dia ingin melupakannya juga sudah tidak bisa, bagaimana pun semua ini bukan persoalan sederhana yang terjadi antara dia dengan Ouwyang Wu-shuang, tapi melibatkan kematiannya Qi Hong, berikut satu nyawa baru yang tidak berdosa.

Keadaan jalan sangat jelek, kereta kuda selalu terombang-ambing.

Lukanya jadi sakit menyayat hati, semua membuat Xiao Dai berkeringat dingin.

Di dalam ruang kereta yang tertutup rapat, dia bersikukuh tetap memeluk tubuh Qi Hong yang masih sedikit hangat, begitu erat, begitu menggunakan tenaga, seperti takut sekali tidak hati-hati dia benar-benar akan jatuh.

Dengan erat dia menempelkan wajahnya pada wajah dia, air mata panas telah membasahi rambutnya, lehernya, bajunya.

Dia melepaskan seluruh kesedihannya, mengucurkan air mata tanpa suara.

Siapa bilang pahlawan tidak ada air mata?

Pahlawan tentu saja ada air mata, hanya saja pahlawan tidak meneteskan air mata dihadapan orang.

Dia terus memanggil-manggil Qi Hong di dalam hati, terus berdoa pada langit, berharap munculmiracle, namun....

Terpikir kejadian dulu sampai sekarang, karena rasa sedihnya Xiao Dai seperti ingin sekali mati saja.

Dia menyadari, terhadap Qi Hong dia merasa ada begitu banyak keasingan, yang dapat menjadi kenangannya malah begitu miskinnya.

Jalan habis, kereta sudah jauh.

Orang yang mati demi cinta selamanya tidak menyesal.

Bakal bagaimana orang yang hidup demi cinta?

0ooo(dw)ooo0 BAB 30 Diao Long muncul Di dunia persilatan sudah jarang terdengar pertempuran seru seperti sekarang.

Juga tidak tahu sudah berapa lama tidak ada pertempuran yang sebesar ini.

Xu Jia-rong dan Ouwyang Wu-shuang dua wanita ini, rambutnya sudah berantakan, bajunya robek-robek, ditubuh dua orang itu sudah terdapat luka, darah mengalir, keringat juga bercucuran, mereka semua mengerti ini adalah pertempuran antara hidup dan mati, juga satu pertempuran yang seimbang.

Sebenarnya Li Yuan-wai bukan tandingannya Du Sha, namun karena kaki Du Sha telah patah satu, gerakannya jadi tidak leluasa, di dalam pertarungan dia mendapat kemudahan besar, dalam waktu singkat mungkin tidak dapat membedakan siapa yang menang atau kalah.

Sha Qian-dao tubuhnya ringan fisiknya kuat, lawan dia istri Du Sha walau sepuluh cakar setannya sangat dahsyat, tapi sampai ujung bajunya juga tidak tersentuh, tentu saja pisau perak putihnya Sha Qian-dao juga tidak berhasil mengenai sasaran, dia melakukan serangan yang hebat, bersiap membuat lawan mati kelelahan.

Dilapangan yang paling enteng ialah Song-hua Daozhang, ilmu pedang enam wanita buta walau tidak lemah, tapi dibandingkan dengan dia seperti sinar kica-kica dengan bulan purnama.

Namun karena pertama, tidak ada dendam, kedua, tidak ada permusuhan, Song-hua Dao-zhang dengan santainya sembarangan melayani, dia hanya mencegah supaya lawan tidak bisa bergabung dengan Ouwyang Wushuang.

Kong Ming, Kong Ling dua biksu tinggi Shao-lin diamdiam mengawasi perubahan dilapangan, mereka tidak tahu akan membantu siapa, kedatangan mereka juga karena terpaksa, walau Li Yuan-wai adalah tujuannya, tapi itu juga hanya bisa dalam keadaan satu lawan satu.

Bagaimana pun dengan jumlah banyak melawan jumlah sedikit, yang besar menghina yang kecil bukan keinginan mereka, walaupun Li Yuan-wai ada seratus alasan harus mati.

Keadaan pertempuran berlangsung sengit.

Orang yang sedang asyik bertempur siapa pun tidak memperhatikan dilapang pertempuran tiba-tiba muncul seperti setan, seorang bercadar berbaju hijau.

Orang ini seluruh tubuhnya tertutup kain, kecuali sepasang mata yang bersinar terang, menyorot dengan dinginnya, hanya dua tangannya berada diudara, sepertinya dia tidak mau terkena sinar matahari.

Suara dinginnya terdengar.

"Kong Ming, Kong Ling?"

Satu rasa dingin menembus ketulang, Kong Ming merapatkan sepasang tangan berkata.

"Betul Kong Ming, Kong Ling dari Shao-lin."

"Bagus sekali."

Orang berbaju hijau berkata.

"Apa tujuan kalian datang kali ini?"

Nadanya bukan saja tidak bersahabat malah seperti menginterogasi. Mungkin tertekan oleh sikapnya lawan, Kong Ming malah tidak sadar membuka mulut berkata.

"Menerima perintah dari ketua menghabisi pengkhianat dunia persilatan Li Yuan-wai."

"Kalau begitu kalian masih menunggu apa lagi?"

Nadanya lebih dingin lagi. Kong Ling mendadak sadar, dia wataknya memang keras, dengan tidak tahan berkata.

"Siapa Tuan ini? Berani bersikap demikian bicara dengan kami bersaudara seperguruan, apa tidak merasa keterlaluan?"

Memang dengan kedudukan, nama besarnya Kong Ming, Kong Ling di dunia persilatan, di dalam dunia persilatan mungkin tidak ada beberapa orang yang pantas bicara dengan nada demikian pada mereka.

Hem....

sekali dengan dingin, orang bercadar berbaju hijau berkata.

"Apa betul?"

Lalu dia membalikkan pergelangan berkata lagi.

"Apa kalian kenal dengan benda ini?"

"Bai Yu Diao Long?! An.... anda ini siapa.?"

Kong Ming, Kong Ling dua orang kepalanya mengucurkan keringat dingin.

"Jangan perdulikan aku siapa, hanya aku mau tanya pada kalian, menurut tidak diatur?"

"Ini.... menurut berita Bai Yu Diao Long ada dua halaman...."

Kata Kong Ming gagap.

"Kau kira ini palsu?"

Orang berbaju hijau menyentikan jempol, Diao Long terbuat dari bahan giok bulat membelah dari tengah tiba-tiba muncul dua halaman.

"Bagaimana? Kalian berani menolak perintah?"

Kata Orang baju hijau dengan keras dan dingin.

"Aku tidak berani...."

Kong Ming, Kong Ling membungkuk tubuh mundur selangkah.

"Bagus."

Orang baju hijau tubuhnya tiba-tiba mengangkat, seperti terbang pergi sambil meninggalkan satu pesan.

"Orang yang datang nanti sekalian dihabisi."

Kong Ming, Kong Ling dua orang masih belum sadar, bayangannya orang berbaju hijau sudah menghilang.

Sudah datang?

Siapa yang akan datang?

Dengan gerakan dia yang hebat itu jangan kata satu Li Yuan-wai, walau lima Li Yuan-wai juga dia bisa dengan mudah membunuhnya, mengapa harus menggunakan tangan orang lain?

Ini pertanyaan yang sulit dimengerti.

Kong Ming, Kong Ling tidak terpikirkan semua ini, mereka hanya tahu di bawah perintah Bai Yu Diao Long, semua murid dari tujuh perguruan besar masa kini terpaksa harus menurut.

Bagusnya ketua sudah memerintahkan, dan Li Yuan-wai juga benar adalah pengkhianat dunia persilatan, karena memperdulikan kedudukan sendiri, mereka tidak ingin membunuh orang yang tidak seharusnya dibunuh, bukan saja itu bisa merusak pandangan dirinya, juga merusak nama baik Shao-lin.

0ooo(dw)ooo0 Keringat Li Yuan-wai seperti hujan turun, wajahnya yang bulat sudah berubah rupa.

Karena ketika dia melancarkan serangan dahsyatnya tidak sengaja dia melihat orang berbaju hijau dengan Kong Ming, Kong Ling yang bersikap menurut.

Dia sekarang sudah melihat mereka sedang jalan menuju kearah dirinya, dengan melakukan satu tipuan, dia meloncat keluar dari bayangan tongkat Du Sha, dia diam berdiri menunggu.

Du Sha yang satu kakinya sudah patah, mendadak kehilangan arah, tentu saja dengan senang menggunakan kesempatan ini untuk istirahat, bersamaan juga dengan tidak mengerti melihat Kong Ming, Kong Ling yang datang mendekat.

"Li Yuan-wai,"

Kong Ming dengan satu tangan menyapa berkata.

"Aku datang untuk menghadapimu."

Li Yuan-wai tertawa sedikit sedih berkata.

"Kalian sudah memastikan dosaku."

"Aku terpaksa demikian, buktinya sudah ada."

"Bagus sekali, kalau begitu mengapa kalian tadi bukan sekalian bersama-sama mengeroyokku?"

Wajah Kong Ming yang damai tampak berubah menjadi hijau merah berkata.

"Aku.... aku mana mungkin...."

"Tidak perlu menjelaskan."

Li Yuan-wai berkata.

"Dunia persilatan tidak menentu, aku sudah tahu orang-orang seperti kalian yang mengaku seorang pendekar dari perguruan ternama, sialan, aku Li Yuan-wai sungguh sudah jadi pusaka yang langka, sampai biksu dari Shao-lin juga datang ingin merebut hadiah, uang seratus ribu perak putih sungguh memikat orang!"

"Tu.... tuan mengapa begitu berkata melukai orang?"

Kong Ming tidak terpikirkan dia bisa berkata begitu kotor.

"Mengapa? Kalian ingin mendengar perkataan yang enak didengar?"

Kata Li Yuan-wai tidak dapat menahan amarahnya.

"Ku beritahu kau keledai busuk, kau jangan mengangap diri sendiri suci, secara bergiliran bertarung dengan keroyokan, dibandingkan dengan perampok juga tidak lebih baik, sialan, ayo, aku tidak akan jatuh kelelahan."

Kong Ming sejak masuk ke Shao-lin dan ternama, seumur hidupnya mungkin tidak pernah bertemu dengan orang yang berani berkata kasar dengannya, dia tergagap, marah sampai gemetar.

Sebenarnya siapa yang tahu Li Yuan-wai sengaja mengaku beberapa dosa yang sebenarnya tidak pernah dilakukan, ditambah menyaksikan Qi Hong yang meninggal, dia jadi kepalang tanggung, walau dihadapan yang mulia raja, dia juga pasti tetap memaki.

"Si...."

Kong Ming tetap saja tidak mau kehilangan kedudukannya, menelan kembali kata kata 'alan' di belakangnya, dengan melotot berkata.

"Aku tunggu kau, tunggu kau sampai selesai istirahat."

"Biksu besar Kong Ming."

Du Sha yang disampingnya tiba-tiba menyela berkata.

"Li Yuan-wai sangat licik, jangan beri dia kesempatan."

Du Sha melihat Kong Ming, Kong Ling dengan sendirinya datang menggantikan dirinya, mengira lawan telah merubah pandangannya, segera dia meninggalkan rasa tidak senangnya dengan baik hati dia mengingatkan.

"Kau kira aku ini siapa?"

Kong Ming tidak menerimanya.

Perkataan ini mengandung dua arti, satu adalah tidak memandang martabat orang.

Dua adalah mengejek orang yang tidak punya kemampuan.

Dengan sepatah kata, paku lembeknya dikembalikan, Du Sha marah sampai kepalanya mengepul asap, dimulutnya tidak berkata-kata, tapi di dalam hatinya sudah memaki Kong Ming habis-habisan.

Li Yuan-wai dengan tidak senang berkata.

"Apa maksudnya?"

"Aku tidak mau dikatakan orang, juga tidak mau mengambil kesempatan saat orang dalam bahaya, tunggu sampai kau sudah cukup istirahat, aku baru menghadapimu."

Jawab Kong Ming juga dengan rasa tidak senang.

"Puihh, mau apa, kau jangan pura-pura baik hati, mengatakannya kata-kata yang enak didengar, sebenarnya di dalam hatimu, cuma ingin membunuh aku, tidak perlu menunggu lagi, aku sekarang sudah sangat baik, bertempur giliran tetap saja bertempur giliran, sialan, mengapa begitu banyak alasannya?"

Li Yuan-wai memang Li Yuan-wai, dia semakin berkata semakin sombong, juga semakin berkata semakin membuat Kong Ming marah sampai 'satu Budha lahir, satu Budha naik langit'.

Manusia tetap manusia, walau Budha juga ada tiga bagiannya jiwa manusia, apa lagi Kong Ming cuma seorang biksu, mana bisa menerima kata-kata 'sekali sialan sekali lagi sialan'?

"Bagus, bagus, kau ini ba....

bajingan, jika demikian, silahkan,"

Kong Ming akhirnya tidak tahan lagi, mantel baju biksunya bergerak tanpa ada angin meniup.

"Silahkan apa? Ini kan bukan pergi kejalan melihat sandiwara, sialan dari tadi aku sudah menunggu...."

Perkataannya belum habis Li Yuan-wai sudah melemparkan segumpal jarum, tujuan yang diserangnya malah Du Sha yang berada disisi, Du Sha yang tidak siap mimpi juga tidak terpikir bisa ada serangan seperti ini.

Sekarang jarumnya Li Yuan-wai baru digunakan, bukan satu, tapi semuanya.

Dia sudah menunggu kesempatan ini, menunggu lama, alasan dia tidak mengeluarkan jarum pertama adalah senjata gelap harus ada jarak, kedua dia tidak yakin bisa berhasil.

Bagaimana pun Du Sha sudah lama ternama, dalam keadaan saling berhadapan, senjata gelap mana bisa disebut senjata gelap.

Dia sangat benci sekali pada Du Sha yang licik, akhirnya setelah mendapatkan satu kesempatan bagus yang sama sekali tidak akan meleset.

Empat puluh tiga jarum sialam yang ukurannya sama, benar saja satu pun tidak ada yang meleset semuanya mengenai tubuh, tenggorokan dan wajahnya Du Sha.

Sepertinya telah menemui setan, (mungkin benar telah menemui setan), Du Sha dengan wajah yang aneh melotot pada Li Yuan-wai sampai satu jeritan mengerikan, satu kata pun tidak bisa diucapkan, dengan tanpa bersuara lagi menghembuskan nafas terakhir.

Li Yuan-wai sama sekali tidak memperdulikan Kong Ming, Kong Ling dua orang.

Kenyataannya mereka juga tidak akan melakukan gerakan, karena mereka bukan orang yang mengambil kesempatan saat orang tidak siap, mereka telah dibuat terkejut oleh kejadian mendadak.

Dengan wajah yang sulit digambarkan, Li Yuan-wai berkata pada Du Sha yang masih berdiri tegak.

"Aku tidak akan mengatakan maaf, karena aku sedikitpun tidak menyesal, kau harus tahu 'dengan cara dia sendiri, dikembalikan pada dirinya', aku tahu, kau berniat menyerang seorang yang sama sekali tidak ada kemampuan menahan, dan juga kau telah membunuh seorang wanita yang punya harapan indah dimasa depan, seorang wanita yang membuat orang salut, yang tidak pernah terjun kemasyarakat...."

Tidak perduli menggunakan cara apa saja, bisa membunuh penjahat besar didunia hitam seperti Du Sha, bukan saja dapat menjadi ternama, malah sampai berjalan pun bisa berjalan dengan mengangkat dada.

Karena di dunia persilatan cara paling cepat untuk ternama salah satunya adalah bisa membunuh seorang seperti Du Sha.

Dan orang yang seperti Du Sha, di dunia persilatan sudah tidak banyak.

Sama seperti bisa membunuh Tangan Cepat Xiao Dai pasti akan jadi ternama.

Li Yuan-wai tidak terlihat gembira sedikit pun.

Bukan saja begitu, malah saat dia berkata, matanya telah menjadi merah, merahnya seperti segera akan meneteskan air mata.

Karena dia tahu walau dapat membunuh seratus orang orang ternama seperti Du Sha, tetap tidak dapat mengembalikan seorang Qi Hong, seorang Qi Hong yang biasa-biasa sekali.

Li Yuan-wai seumur hidupnya tidak pernah menyerang diam-diam, walau dia sering mendadak menyerang, tapi itu dalam keadaan saling berhadapan berebut mendahului menyerang.

Sekarang dia bisa melakukan begini hanyalah karena sangat benci pada perbuatan Du Sha.

Walaupun dia bergaul bersama Qi Hong hanya dalam waktu yang singkat, dia mengenalnya seperti sudah sangat mendalam, bukan hanya karena dia pernah menyelamatkan nyawanya, tapi karena dia seorang wanita yang sangat polos, sekali orang melihat bisa langsung mengenalnya.

Hatinya polos, terhadap masyarakat tidak membenci, dia hanya mempunyai cinta, dia tidak menyembunyikan perasaannya sendiri, dia wanita yang polos suci, didunia ini bisa ada berapa orang yang begitu?

Tadinya dia sudah membayangkan, jika suatu hari saat segala sesuatunya telah lewat, dia harus mengolok-olok percintaannya Xiao Dai dengannya yang begitu indah, begitu mengagumkan, begitu lucu.

Malah dia sudah siap mengarang sebuah lagu yang populer dikalangan pengemis 'Lian Hua Luo' (bunga teratai gugur) 'Shu Lai Bao' (menghitung rezeki datang) untuk mengolok Xiao Dai dengannya.

Namun ketika tongkatnya Du Sha memukul, semuanya menjadi musnah, sampai kesempatan untuk membalas budi pun menjadi hilang akibat pukulan tongkat itu, bagaimana dia tidak sakit hati?

Tidak benci sekali?

Apa lagi saat Xiao Dai akan pergi, dia membawa satu lirikannya, dia mengerti Xiao Dai begitu tidak berdaya dan sakit hati?

Dia tahu Xiao Dai akan kembali, akan menagih semuanya, tapi bagaimana pun itu masalah di kemudian hari, disaat ini Kong Ming dan Kong Ling telah menyatakan 'minta pelajaran', dia juga tahu jika ingin meninggalkan tempat ini dengan selamat, sudah tidak mungkin.

Karena menurut yang dia tahu dua orang biksu tinggi dari Shao-lin ini pernah mengalahkan banyak orang dunia persilatan yang namanya dan ilmu silatnya lebih tinggi dari dirinya.

Sehingga dia sudah yakin dirinya tidak akan selamat.

Sehingga dia baru berani memaki dengan kata-kata sialan.

Sehingga dia mengambil kesempatan yang tepat, sekali gerak membunuh Du Sha.

Membunuh satu sudah balik modal, menyembelih sepasang untung satu, bagaimana pun ini adalah situasi hati setiap orang yang akan mati.

Sekarang diperjalanan keakhirat sudah ada teman tentu saja dia tidak akan merasa kesepian.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai membalikkan tubuh dengan tenang melangkah maju ke depan Kong Ming.

Dia berdiri, tersenyum.

Dia membuka kipasnya, sungguh seperti hartawan betulan, perlahan mengipas-ngipas, dengan tenang berkata.

"Maaf membuat kau lama menunggu."

Kong Ming walau sudah tidak memperdulikan urusan keduniawian, tapi tetap tidak bisa mengerti orang ini.

"Tidak."

Dia hanya bisa mengatakan ini.

"Kalau begitu, apakah kita bisa mulai apa yang kau katakan 'minta pelajaran' itu?"

"Terserah,"

Kong Ming juga hanya bisa mengatakan ini. Li Yuan-wai menutup kipasnya, berkata.

"Aku pikir kau pasti tidak akan memulai duluan benar tidak?"

"Tentu saja,"

Kong Ming tetap hanya mengatakan ini.

"Aku tahu, karena kau harus menjaga kedudukanmu...."

Li Yuan-wai berkata.

"Tapi ada kalanya, merasa lebih tinggi malah hilang keunggulan...."

Li Yuan-wai saat sampai mengatakan ketinggalan sudah bergerak, kata terakhir habis dikatakan, kipasnya dia sudah sampai ditenggorokannya Kong Ming.

Ini adalah kebiasaannya, juga cara lama.

Namun cara ini terhadap orang biasa masih bisa berhasil mendapat keunggulan.

Sedang yang dia sekarang hadapi sama sekali bukan orang biasa.

Makanya kipas dia baru saja sampai tengah jalan sudah berhenti, malah dengan cepat ditarik kembali memotong melintang.

Karena tasbih di tangan Kong Ming sudah lebih dulu sampai di depan dadanya.

Tadinya keunggulan, malah jadi sebaliknya, bertahan.

Ilmu silat sungguh yang terpenting adalah kesuksesannya, Li Yuan-wai terkejut sampai keluar keringat dingin, dengan pas-pasan dia menangkis tasbih yang hampir mengenai dadanya.

Dalam setengah jurus ini langsung terlihat siapa yang lebih unggul, kenyataannya sangat jelas, bertarung dengan Kong Ming, Li Yuan-wai sudah mengerti telah menghadapi seorang pesilat yang paling tangguh seumur hidupnya.

Dengan tidak berubah dari posisi semula, Kong Ming menggenggam tasbih, menyapa dengan satu tangan, tidak terus menyerang berkata.

"Bisakah tuan mendengar sebuah perkataanku?"

Li Yuan-wai dengan wajah pahit suara serak berkata.

"Sil.... silahkan katakan."

"Dengan dosa anda yang sampai seluruh dunia mengejarnya, sungguh tidak bisa diampuni, jika kau bisa memotong sebelah tanganmu dan membiarkan aku merusak hawa Dan Tianmu, lalu bergabung dengan Budha, maka aku akan menjamin sisa hidupmu."

Kong Ming sungguh seorang biksu tinggi, hati manusianya bisa terlihat dari sini. Beberapa saat memikirkan, Li Yuan-wai berkata.

"Aku tidak tahu apakah di Shao-lin menyembah Budha hidup Ji Gong?"

Kong Ming dengan tidak mengerti berkata.

"Mengapa Tuan bertanya demikian?"

Dengan terawa pahit Li Yuan-wai berkata.

"Jika ingin seorang pengemis dijadikan biksu, yang dia sembah tentu saja budha hidup Ji Gong."

Kong Ming diam, dia sedang berpikir maksud perkataan lawannya. Li Yuan-wai pelan batuk sekali berkata lagi.

"Aku.... aku, bisakah menjadi seorang biksu tukang makan daging anjing?"

Wajah Kong Ming sudah berubah, bagaimana pun dia tidak terpikir Li Yuan-wai sampai saat yang penting ini masih berani mengejek dirinya.

"Tuan sungguh tidak bisa dinasehati,"

Katanya sedikit marah.

"Kau.... kau, lebih baik bunuhlah aku!"

Kata Li Yuan-wai mengeluh dan tertawa pahit.

"Kelihatannya Budha pemaaf juga tidak bisa menyadarkanmu, orang yang tidak ada jodoh ini, silahkan kau serang lagi,"

Kong Ming juga mengeluh sekali.

Menyuruh orang yang makan daging anjing menjadi biksu, seperti ingin menghentikan berjudi dari seorang penjudi sulitnya.

Apa yang dikatakan Li Yuan-wai adalah kenyataan, apalagi masih harus memotong sebelah tangannya dan menghapus ilmu silatnya, tidak mungkin dia bisa menerimanya, juga tidak bisa disalahkan, dia mengatakan lebih baik lawan membunuh dirinya.

Tidak ada variasi, juga tidak berebut duluan menyerang, Li Yuan-wai dengan sungguh-sungguh menyerang tiga serangan jari, dan dengan kipas sebagai tongkat menyapu melintang.

Dia tahu tipu muslihat, variasi apa pun yang digunakan pada Kong Ming semuanya tidak akan berguna, sehingga dia hanya bisa dengan sekuat kemampuan menggunakan posisi saat dulu latihan silat, menyerang lawannya.

Namun yang dia hadapi adalah biksu tinggi Shao-lin yang ternama dengan jurusnya, dia mana bisa melawannya?

Sehinggajurus kipasnya tidak berhasil.

Namun tiga jarinya tepat mengenai.

Karena Kong Ming hanya menyerang dengan tigajari tangan, tepat menerima tiga jarinya.

Seperti menerima tiga palu besi, juga seperti menerima tiga halilintar.

Tubuhnya Li Yuan-wai seperti layang-layang putus tali terbang keluar, sebuah aliran darah sudah dimuntahkan dari mulutnya.

'Telapak penakluk iblis', sebuah jurus yang hebat dari Shao-lin.

Menurut kabar 'Telapak penakluk iblis' asal berhasil sampai tingkat tujuh, sudah cukup bisa menghancurkan patung batu singa yang berada di depan gerbang pintu orang kaya.

Apa kesuksesan Kong Ming tidak hanya sampai tingkat tujuh?

Jika tubuh Li Yuan-wai terbuat dari batu juga!

Dia mana bisa menahan tiga jari dari Kong Ming?

Apa lagi dia bukan terbuat dari batu, sehingga dari mulutnya memuntahkan darah segar, langsung terbang jauh.

0ooo(dw)ooo0 Xu Jia-rong dalam posisi unggul.

Karena luka pedang ditubuhnya hanya satu, yaitu didekat lututnya.

Dan tubuhnya Ouwyang Wu-shuang ada tiga luka yang panjang pendeknya tidak sama, terus mengeluarkan darah, masing-masing dibahu, paha dan pundak.

Jika wanita bertarung mati-matian biasanya membuat laki-laki mengeluarkan lidah.

Apa lagi dua wanita yang ilmu silatnya tinggi, jurus pedangnya melebihi orang biasa ketika kedua wanita sedang bertarung pedang, membuat orang merasa keuletan, ketahanan, malah keganasannya, rasanya laki laki juga tidak bisa menandinginya.

Pedang pendek terbang menari, pedang panjang melayang-layang.

Xu Jia-rong yang seluruh tubuhnya sudah melebur ke dalam jurus pedang, hati dan semangatnya, pedang dan hawa semua sudah bersatu pada akhir penyerangan, dia yakin tidak lebih dari sepuluh jurus pasti bisa mengalahkan lawannya.

Namun dia tidak tahu apa yang telah terjadi.

Tiba-tiba melihat tubuh Li Yuan-wai yang agak gemuk jatuh mengeluarkan suara, 'buk', suara jatuhnya sejauh lima che disisinya.

Xu Jia-rong tidak perdulikan lagi niatnya membunuh musuh, juga tidak perdulikan pedang pendeknya Ouwyang Wu-shuang miring menyabet kearah dadanya, dia memutar tubuh meloncat kesisi.

Darahnya mengalir, dalam keadaan bingung dan terkejut iga kirinya bertambah lagi satu luka pedang kira-kira sepanjang satu cun.

Dia datang kesisi Li Yuan-wai, melupakan sakit, juga lupa Ouwyang Wu-shuang datang mengejar, dia buru-buru berjongkok memeriksa.

Satu wanita lagi yang demi cinta lupa akan bahaya mengancam dirinya.

Kesedihan segera akan terjadi....

Karena pedang pendek di tangan kanan Ouwyang Wushuang sudah seperti taring setan, lurus menusuk kearah punggung dia.

Mendadak....

Seperti pelangi yang datang dari luar angkasa.

Sebuah pedang sempit dengan tepat dan tepat waktu menangkis keatas.

'Ting' terdengar satu suara, dua pedang beradu menimbulkan kembang api, hanya tinggal lima hun lagi Xu Jia-rong akan mati di tempat.

"Siapa kau? Untuk apa kau lakukan ini? Kau tahu tidak, yang kau lakukan ini kau akan membayarnya segera?"

Ouwyang Wu-shuang dengan galaknya bertanya pada orang berbaju pelajar yang sedang memegang pedang, jelas dia marah sekali pada orang ini, karena dia tidak berhasil menusuk mati musuh dengan pedangnya.

Orang berbaju pelajar sama sekali tidak memperdulikan teriakannya, dengan cepat dia membalikkan kepala, melayangkan jarinya dengan cepat sekali menotok delapan titik jalan darah besar didada Li Yuan-wai yang tergeletak di tanah.

Lalu dengan pelan dan penuh sayang berkata pada Xu Jia-rong.

"Jangan sekali-kali menggerakkan dia."

Xu Jia-rong sekarang baru mengangkat kepalanya, dengan berlinang air mata, dia sadar tadi dirinya hampir saja mati karena kebodohannya.

Dengan pelan mengatakan 'terima kasih' dia tidak tahan lagi melihat Li Yuan-wai yang tidak sadarkan diri, dan wajah bulat Li Yuan-wai hampir berubah jadi wajah kuda, bukan saja pucat, malah sedikit kram, tampak jelas lukanya parah sekali, sampai dalam keadaan pingsan juga merasa kesakitan.

Orang mengatakan, yang menonton bisa melihat dengan sadar, yang terlibat tidak sadar.

Kong Ming, Kong Ling ketika melihat Ouwyang Wushuang menusuk dengan pedang pada punggung dihati Xu Jia-rong, mereka juga akan menghadang tapi tidak keburu.

Dan kemunculannya orang berbaju pelajar seperti muncul dari dalam tanah, bukan saja mereka tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana dia menggerakkan pedang menangkis, malah sampai bagaimana datangnya juga tidak tahu, gerakan semacam ini, jurus pedang semacam ini, jika tidak melihat dengan mata kepala sendiri, mereka juga sulit mempercayainya, bagaimanapun mereka adalah pesilat tinggi yang langka di dunia persilatan.

Kong Ming, Kong Ling adalah penonton.

Tentu saja Ouwyang Wu-shuang orang yang terlibat.

Dia sama sekali tidak memikirkan orang berbaju pelajar bagaimana munculnya, dia hanya tahu orang ini bukan saja menggunakan pedangnya telah menolong Xu Jia-rong, menolong Li Yuan-wai, malah dengan sombongnya malas menjawab pertanyaannya.

Sehingga, dia tidak bisa menahan amarah yang mendadak timbul di dalam hati.

Sepasang matanya tampak mengeluarkan sinar pembunuhan.

Pedangnya melayang, jarum keluar lagi.

Saat ini, orang berbaju pelajar sedang membelakangi Ouwyang Wu-shuang.

Saat ini, kepala Xu Jia-rong sedang menunduk.

0ooo(dw)ooo0 Julukan Ouwyang Wu-shuang adalah Lan Hua-shou.

Lan Hua-shou artinya tangannya dapat menggunakan jarum sulam dengan hebat, bukan saja dapat menggerakkan jarum menyulam dengan cepat, juga dapat menggunakan jarum mengambil nyawa orang.

Jarum semacam ini tidak diragukan lagi adalah senjata gelap yang paling dahsyat, paling tidak bersuara, paling membuat orang sulit menghindarnya.

Terhadap jarum sulamnya dia sangat yakin sekali, dia tahu tidak pernah ada orang yang dapat menghindarkan jurus Man Tian Hua Yu (Langit penuh hujan kembang) dalam keadaan tidak ada persiapan.

Tawa keji sudah muncul diwajahnya, dia seperti telah melihat tiga orang akan mati, tiga orang ini tentu saja termasuk Li Yuan-wai yang berada di atas tanah.

Karena jarum sudah keluar, jurus jarum sulam Man Tian Hua Yu sudah dilancarkan.

0ooo(dw)ooo0 Didunia ini tidak ada hal yang mutlak.

Tidak ada orang baik yang mutlak, juga tidak ada musuh yang mutlak.

Disaat kau merasa paling yakin, sering terjadi hasil yang 'mutlak' tidak terpikirkan olehmu.

Seberapa besar daerah yang tercakup oleh enam puluh dua buah jarum sulam?

Jangan kata tiga orang, walau tiga ekor sapi, jika titik berbahayanya terkena jarum sebanyak ini, pasti mati tidak diragukan lagi.

Orang berbaju pelajar itu telah terkena jarum, semua jarum tepat mengenai punggung nya.

Namun dia yang pasti mati malah tidak mati, karena walau semua jarum mengenai dia, hanya mengenai bajunya saja, baju mendadak menggelembung.

Ouwyang Wu-shuang seperti melihat setan mundur kebelakang sejauh tujuh, delapan langkah.

Dia masih tetap tertawa, hanya saja tertawanya itu sudah tidak ada rasanya.

Karena di dalam matanya penuh dengan rasa ketakutan, diwajahnya yang tertulis adalah ketakutan, dan sudut bibirnya yang tertawa tidak keburu berubah jadi wajah lain.

Tenggorokannya seperti dipenuhi oleh pasir, suara yang tadinya merdu berubah jadi serak sangat tidak enak didengar.

"Huo.... Huo Long Qi (hawa naga api), itu.... itu kau?!"

Orang berbaju pelajar berbalik menghadap nya, menggetar jatuh jarum sulam di atas tubuhnya. Wajah yang cakap tidak bisa menahan amarahnya, dengan dingin berkata.

"Benar, Huo Long Qi, pengetahuanmu cukup luas."

Didunia persilatan orang yang mengusai Huo Long Qi hanya satu orang, yaitu yang semua orang dengan hormat menyebutnya Yuan Ershao Yuan Ling.

"Kau.... kau, apa Yuan Ershao?!"

Kata Ouwyang Wushuang sedikit tenang.

"Siapa aku tidak penting, yang paling penting adalah kau, orang yang berhati lebih beracun dari pada ular dan kalajengking, sampai orang pingsan akan mati juga tidak mau mengampuni,"

Kata Orang berbaju pelajar dengan sorot mata dingin.

"Bagus, bagus, benar saja kau tidak mati, kau masih berani berpura-pura mati dengan tujuan membohongi orang, demi merebut harta warisan, kau membunuh kakak, memperkosa kakak ipar, membunuh keponakan dan mengira tidak ada orang lagi yang berani menghukummu?"

Orang berbaju pelajar seperti terkena geledek, mulutnya tidak bisa bicara. Ouwyang Wu-shuang tertawa keji pada Kong Ming, Kong Ling berdua yang datang mendekat berkata.

"Guru besar berdua, Shao-lin sejak dulu sangat anti pada orang yang berdosa besar, penjahat pemerkosa berada didunia persilatan, sekarang orang yang berdiri di sana adalah terdakwa yang divonis mati dari kabupaten Ping Yang, yang perkaranya bisa diselidiki, Ouwyang Wu-shuang seorang wanita lemah, mohon pada dua orang guru besar tegakan kebenaran, lakukan hukum, basmi orang ini."

Matinya Yuan Ling sudah tersebar didunia persilatan, tentu saja dosanya tidak ada orang yang mau membela, setiap orang tahu.

Ketika Kong Ming, Kong Ling berdua mendengar katakata Ouwyang Wu-shuang, tidak terasa saling berpandangan dan maju beberapa langkah.

Kenyataannya sangat jelas, jika orang ini benar adalah Yuan Ershao, Kong Ming, Kong Ling berdua pasti tidak akan membiarkan dia membunuh Ouwyang Wu-shuang, apalagi mereka telah teringat pada orang bercadar yang memegang Bai Yu Diao Long, kata-katanya saat mau pergi.

"Ouwyang Wu-shuang, kau pintar sekali", kemudian orang berbaju pelajar memalingkan kepala, berkata pada Kong Ming, Kong Ling.

"Dua orang guru besar, apa kalian sudah mengambil keputusan, benar tidak?"

"Amitaba"

Kong Ming menyebut nama Budha berkata.

"Apa anda benar Yuan Ershao?"

Yuan Ershao tertawa pahit berkata.

"Benar aku Yuan Ling."

Walau sudah terpikir orang ini adalah Yuan Ling, tapi mendengar dia mengaku, Kong Ming dan Kong Ling juga merasa terkejut.

Bagaimana pun, tahun itu Yuan Ershao di belakang gunung Shao-lin berdiskusi pedang, setelahnya ketua Shaolin pernah mengeluarkan perintah, setiap murid dan anggota Shao-lin di kemudian hari jika bertemu Yuan Ling harus memberi hormat sebagai murid, Kong Ming dari Kong Ling tidak bisa lupa, namun sekarang keadaannya menjadi demikian rumit dan kaku, sesaat dua orang itu tidak tahu harus berbuat apa.

Dengan tergagap Kong Ming, Kong Ling dengan hormat satu tangan berkata.

"Bertemu Yuan Ershao."

Mereka berdua adalah adik seperguruan ketua, melakukan hal itu tentu saja sebagai tanda menghormat satu generasi.

"Tidak berani, harap dua guru besar maklum penyamaran ini,"

Kata Yuan Ling balas hormat.

Setelah saling memberi hormat, selanjutnya tentu saja harus membicarakan hal serius, namun sungguh sulit membuka mulut, baik Yuan Ling atau Kong Ming, Kong Ling.

Pertarungan Song-hua Dao-zhang dengan enam wanita buta tampak seperti main-main.

Hingga perubahan yang terjadi dilapangan, diajuga bisa melihatnya dengan jelas.

Sekarang dia sudah menghentikan pertarungan dan datang menuju Kong Ming, Kong Ling.

Tiba-tiba enam wanita buta itu juga dipanggil ke samping Ouwyang Wu-shuang.

Song-hua Dao-zhang setelah memperhatikan sebentar orang berbaju pelajar, dengan nada sombong sekali berkata.

"Benarkah anda Yuan Ling yang karena takut dosanya hingga berpura-pura mati?"

Siapapun bisa mendengar, nada memandang rendah di dalam perkataannya.

(Karena Yuan Ling pernah mengalahkan Qing Cheng Si Zi, dan Song-hua Dao-zhang adalah paman seperguruan Qing Cheng Si Zi, ketika terjadi peristiwa itu dia sedang berkelana diluar, sehingga persoalan ini terus ditaruhnya di dalam hati.) Yuan Ling sudah mendengar hatinya Song-hua Daozhang yang sempit, begitu mendengar perkataannya, dia sudah tahu kerepotan sudah datang, tapi dia terpaksa bersoja berkata.

"Kiranya Song-hua Dao-zhang yang berada dihadapanku, benar aku adalah Yuan Ling."

"Bagus sekali, hayo cabut pedangmu."

"Mengapa?"

"Membunuh kakak, memperkosa kakak ipar, membunuh keponakan, apa sudah cukupkah?"

Sejak semula, Yuan Ershao sudah tahu orang lain tidak boleh tahu masalah pura-pura mati dirinya, sekarang karena menolong Li Yuan-wai, orang lain jadi tahu jati dirinya, sungguh hanya karena terpaksa, tapi tidak terpikir kerepotan datangnya begitu cepat.

Saat ini bukan saatnya untuk menjelaskan.

Saat ini satu-satunya yang dapat dilakukan juga hanya mencabut pedang.

Namun apa pedangnya Yuan Ershao bisa dicabut?

Sekali dia mengeluarkan pedang sama saja menyatakan dirinya bersalah, ini pasti akan lebih membuat semua orang bertambah marah.

Pedang Yuan Ershao ada di dalam baju panjangnya.

Setiap orang tahu dia menggunakan pedang, tapi sedikit sekali orang tahu mengapa pedangnya digantung di dalam baju.

Song-hua Dao-zhang tenang menunggu, menunggu Yuan Ershao mengeluarkan pedang.

Dia tahu dia pasti mengeluarkan pedangnya, karena dia adalah Yuan Ershao, Yuan Ershao pasti tidak akan diam setelah ada orang menantangnya.

Kong Ming, Kong Ling juga menunggu, mereka berdua sama sekali tidak terpikir ditengah jalan bisa keluar Songhua Dao-zhang mengambil alih posisi panas ini.

Ouwyang Wu-shuang juga menunggu, dengan sorot mata licik menunggu, karena hanya dia yang tahu banyak rahasia yang orang tidak tahu.

Dengan tidak dapat berbuat apa-apa mengeluh sekali, Yuan Ershao mengatakan satu kata yang paling tidak ingin dikatakan.

"Aku tidak bisa."

Tidak hanya Song-hua Dao-zhang, Kong Ming dan kawan-kawannya juga terkejut, sampai Xu Jia-rong yang masih menjaga disisi Li Yuan-wai juga dengan tidak mengerti memandang Yuan Ling.

Karena yang dia tahu persoalan Yuan Ershao walau mendapat tuduhan yang bersalah lebih besar lagi, juga tidak akan sampai tidak berani menerima tantangan, bagaimanapun nama adalah nyawa utama seorang pesilat, berkelana di dunia persilatan tidak perduli aliran hitam atau putih, keatas sampai pesilat tinggi, ke bawah sampai bajingan tingkat kesembilan, disaat orang menantang mengatakan tiga kata ini tidak bedanya dengan kehilangan segalanya.

"Kau adalah orang penakut?"

Song-hua Dao-zhang dengan hina.

"Kau tahu aku bukan?"

Kata Yuan Ershao dengan pasti.

"Kalau begitu, mengapa kau tidak berani mencabut pedang?"

"Apa itu perlu aku mengatakan, orang yang di dalam hatinya salah, mana berani menghadapi pedang kebenaran?"

Kata Ouwyang Wu-shuang tertawa sinis.

"Ouwyang Wu-shuang, jangan kira siasat licikmu bisa berhasil, terhadap kau aku sudah mengumpulkan banyak bukti, kau tunggu saja, tidak perlu lama lagi, dihadapan orang di seluruh dunia aku akan membongkar siasatmu,"

Kata Yuan Ershao, terhadap wanita ini dia sudah terlalu benci.

"Betulkah? Yuan Ershao ku, dimana aku mempunyai masalah yang memalukan orang? Aku tidak ada kakak, tidak ada kakak ipar, juga tidak ada keponakan?"

Ouwyang Wu-shuang dengan amannya berdiri di belakang Song-hua Dao-zhang dan Kong Ming, Kong Ling dengan licik tertawa.

"Aku pikir kau seharusnya yang dipanggil Bunga Ju, baru betul,"

Kata Yuan Ershao dengan sorot mata dingin.

"A.... apa maksudnya?"

"Karena kau pemimpin Perkumpulan Bunga Ju."

Setiap orang juga tahu Perkumpulan Bunga Ju akhirakhir ini di dunia persilatan menimbulkan gejolak berdarah.

Kelakuan dia yang suka membunuh, menyeramkan hingga sampai anak kecil yang menangis di malam hari juga akan berhenti jika mendengar nama Perkumpulan Bunga Ju.

Makanya Perkumpulan Bunga Ju dua kata telah membuat Song-hua Dao-zhang dan kawan-kawannya terkejut sekali.

0ooo(dw)ooo0 Tidak menyangkal, juga tidak mengaku, Ouwyang Wushuang berkata.

"Sudahlah, Yuan Ershao, kau tidak merasa, apa yang kau katakan sangat kekanak-kanakan?"

Yuan Ershao dengan tidak bisa berbuat apa-apa tidak memperdulikan dia lagi, menatap pada Song-hua Daozhang dan Kong Ming, Kong Ling berkata.

"Kalian bertiga, Yuan Ling seumur hidup perbuatannya terbuka, sebulan kemudian pasti akan menunggu digunung Yu Qian Ping Yang, mengenai kesalahan yang dituduhkan pada Yuan Ling, disaat itu juga sekalian akan menjelaskannya pada orang sedunia."

"Baru saja mengatakan kau kekanak-kanakan, kali ini kau malah mengatakan hal yang tidak ada gunanya, mungkin hanya idiot yang percaya siasat mundurmu."

Ouwyang Wu-shuang selamanya refleknya paling cepat, mulutnya paling beracun.

"Amitaba, Yuan Ershao, aku selalu percaya perkataan dan kelakuanmu, apa boleh buat hari ini Bai Yu Diao Long sudah muncul, mungkin sulit melanggar perintah...."

Kata Kong Ming maju selangkah. Bai Yu Diao Long? Yuan Ling di dalam hati bergetar. Ouwyang Wu-shuang terkejut.

"Benar, orang yang memegang Bai Yu Diao Long baru saja muncul, bersamaan memerintahkan aku harus.... harus membuat Yuan Ershao...."

Wajah Yuan Ling sudah berubah, tertawa tidak ada suara berkata.

"Betulkah mau membunuh aku dulu?"

"Namun dia ada anak atau murid, apa lagi.... apa lagi tahun itu almarhum guru pernah berpesan hanya mengenal plat perintah tidak mengenal orangnya."

Yuan Ershao terdiam.

Dia tidak tahu Bai Yu Diao Long mengapa bisa muncul lagi di dunia persilatan.

Dia juga tidak pernah mendengar Zhan Long pernah mengatakannya.

Tapi dia tahu di bawah perintah Bai Yu Diao Long ada satu aturan, yaitu dia hanya membunuh orang yang dosanya tidak bisa diampuni.

Sekarang bukankah dirinya orang yang dosanya tidak bisa diampuni?

Istri Du Shan sepuluh jari tangannya yang mempunyai kuku panjang dan tajam itu dibandingkan dengan pisau di tangan Sha Qian-dao masih jauh lebih tajam.

Mereka sudah lupa segalanya, mereka sudah bertarung sembilan ratus lima puluh enam jurus.

Namun kali ini yang kelelahan malah Sha Qian-dao sendiri.

Tidak ada lain alasan untuk kalah saja.

Disaat jurus ke sembilan ratus tujuh puluh tiga, istri Du Sha sengaja memberi satu kekosongan, pahanya tersabet satu pisau.

Dan harga satu goresan pisau ini malah membuat Sha Qian-dao menyesal selamanya.

Karena istri Du Sha mengambil kesempatan menyentik racun Ying Feng Dao (jatuh mengikuti angin) yang tersembunyi di dalam kukunya masuk ke dalam hidung dia.

Disaat menutup matanya, Sha Qian-dao merasa mata dia mungkin seumur hidup sulit dibuka kembali.

0ooo(dw)ooo0 Setelah menendang hancur hidung Sha Qian-dao, istri Du Sha dengan bencinya meludah.

"Sialan?! Hanya mengandalkan paku sepanjang tiga cun?! Sialan kau ini sungguh sungguh Sha Qian-dao, puihh, orang yang meminjamkan uang pada kau sungguh buta, kelihatannya nama busukmu Sha Qian-dao akan terus dibawa kehadapan raja neraka...."

Makiannya belum habis sudah berhenti.

Karena tiba-tiba dia menyadari dilapangan sudah tidak ada orang yang bertempur lagi.

Mendadak dia membalikkan kepala, dari kejauhan dia menemukan lagi dilapangan keadaannya sudah berubah menjadijanggal.

Apalagi dia menemukan suaminya berdiri di sana sedikit pun tidak bergerak.

Di dalam hatinya timbul gejala yang tidak enak, dia selangkah demi selangkah mendekati Yuan Ershao dan mereka, tentu saja matanya menatap tajam pada Du Sha.

Semakin dekat hatinya semakin tidak tahan berdebar.

Sama sekali tidak terpikir olehnya Du Sha telah mati, karena orang mati tidak akan berdiri.

Namun orang hidup harus bernafas, mengapa dadanya sedikit pun tidak bergerak?

Ketika masih remaja menjadi suami istri setelah tuajadi teman.

Tidak perduli suami istri macam apa, setelah melalui waktu yang panjang, yang paling mereka takuti paling tidak tahan adalah disaat begini.

Orang dilapangan tidak ada yang tahu dia telah mendekat.

Mungkin ada orang yang tahu, tapi tidak ada orang yang terpikir dia akan melakukan apa.

Karena dia hanya bengong, dengan wajah tanpa ekspresi berdiri di depan Du Sha, dia melihat pada jarum sulam yang memenuhi wajah dan tubuhnya.

Perkumpulan Bunga Ju?

Siapa yang sedang mengatakan Perkumpulan Bunga Ju?

Perkumpulan Bunga Ju pernah membunuh banyak orang, dan orang yang mati di tangan Perkumpulan Bunga Ju banyak sekali yang mati seperti ini dipaku oleh jarum seperti ini.

Suami Istri Du Sha kali ini menghadang untuk membunuh Li Yuan-wai memang atas perintah dari Bai Yu Diao Long.

Namun mereka juga mengincar hadiah uang seratus ribu liang perak itu.

Uang hadiah itu dikeluarkan oleh Perkumpulan Bunga Ju, mengapa jarumnya Perkumpulan Bunga Ju bisa mengambil nyawanya Du Sha?

Pikiran istri Du Sha sudah kacau, apapun tidak dipikir, dia hanya tahu orang berbaju pelajar itu menyebut Ouwyang Wu-shuang adalah Bunga Ju, adalah orang yang memerintah Perkumpulan BungaJu.

Sehingga semua orang sedang membicarakan apa sudah tidak penting, yang penting adalah dia ingin balas dendam, balas dendam untuk Du Sha yang dipaku jarum.

Kejadiannya sangat mendadak.

Istri Du Sha seperti panah meluncur kepada Ouwyang Wu-shuang, sepuluh jari tangannya yang tajam bergerak melingkar besar dan kecil diudara.

Tidak ada orang yang tahu apa yang terjadi, juga tidak ada orang yang tahu mengapa dia seperti menjadi gila, menginginkan nyawanya Ouwyang Wu-shuang.

Sehingga keadaan dilapangan jadi kacau balau.

Apa lagi enam wanita buat yang berada di belakang Ouwyang Wu-shuang juga tidak tahu apa yang terjadi, mereka hanya dapat merasa ada orang yang menyerang, mengenai siapa yang menyerang mereka tentu saja tidak mungkin tahu.

Sehingga enam bilah pedang buta juga melayang layang.

Melayang di dalam kerumunan orang, melayang pada setiap orang yang berada dekat dengan mereka.

Song-hua Dao-zhang tanpa tahu sebabnya melayani dua orang.

Kong Ming, Kong Ling menghindar dari empat orang lainnya.

Dan Ouwyang Wu-shuang dengan terpincang-pincang, dengan meloncat-loncat pedang pendeknya melindungi diri, keringat dingin bercucuran, kacaunya sampai waktu untuk memaki orang juga tidak sempat, dia didesak berputar-putar tidak karuan oleh istri Du Sha.

Pedang tombak tidak bermata, orang berkelahi tidak ada tangan bagus.

Pertempuran kacau ini yang paling pertama selesai adalah grupnya Song-hua Dao-zhang, lawannya sudah jatuh tergeletak di tanah, matanya kosong sampai mati pun juga sulit menutup.

Darah telah tampak ditengah alis, pedang menetes darah, menetes jatuh kepasir kuning.

Song-hua Dao-zhang seperti kehilangan apa, karena tadi sebuah pedang itu walau tidak ada suara, tapi sangat lambat, hanya....

hanya sibuta baru tidak melihat, juga hanya sibuta baru sampai bodohnya menabrak ujung pedang menggunakan kepala.

Dia tidak berniat membunuh mati, tapi apa boleh buat dia benar-benar buta, yang tidak beruntung adalah dia sudah lupa dia itu buta.

Kelompok kedua yang sudah selesai tentu saja kelompok Kong Ming.

Empat wanita buta masing-masing terkena 'Fu Mo Zhang' (Telapak penakluk iblis) 'Jin Gang Qian' (Tinju emas) dan 'Du Xin Zhi' (jari tangan menembus hati), mereka sudah kehilangan kemampuan bertempur lagi, jatuh terduduk terengah-engah.

"Kau.... kau sudah gila, ne.... nenek tua kau.... kau bicaralah, dengan diam tidak bicara mencari orang bertarung.... ini termasuk aturan apa?!"

Ouwyang Wushuang menggunakan kesempatan sesaat merubah jurus dengan suara serak berteriak keras.

"Wanita hina, kau sekalian saja bunuh aku!"

Istri Du Sha melingkar tiga puluh enam lingkaran yang mematikan menyerang lagi, dengan keras berteriak, memaki.

"Se.... stop, Du Sha bukan aku yang bunuh."

Ouwyang Wu-shuang sudah mengerti, sekuat tenaga menyerang dua belas pedang dengan keras berteriak.

"Setan baru percaya perkataan kau."

Tetap setiap jarinya menusuk ketitik bahaya Ouwyang Wu-shuang.

"Nenek tua.... kau.... kau sudah gila.... Du Sha di.... dibunuh Li Yuan-wai...."

Menghindar beberapa serangan bertubi tubi, Ouwyang Wu-shuang menjadi marah. Li Yuan-wai? Istri Du Sha mendadak berhenti.

"Benar, benar Li Yuan-wai yang membunuhnya, kalau tidak percaya kau boleh tanya mereka."

Biksu tidak berbohong, apa lagi biksu setinggi Kong Ming juga tidak akan bohong.

Istri Du Sha membalikkan tubuh dengan sedih sekali, tapi dia hanya menemukan bekas darah yang memenuhi lapangan.

Karena Li Yuan-wai sudah tidak ada dilapangan, seperti lenyap diudara, sampai selembar rambut pun tidak tertinggal.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai tentu saja tidak akan lenyap begitu saja.

Disaat pertempuran kacau dimulai, Yuan Ershao sudah membungkuk membopong dia, pada Xu Jia-rong memberi tanda dengan mata dengan cepat meninggalkan tempat ini.

Yuan Ershao terpaksa pergi, dia lebih suka mendapat julukan pengecut, daripada tinggal.

Karena jika dia tidak pergi, maka Li Yuan-wai akan mati.

Karena Li Yuan-wai hanya tampak menghembuskan nafas, tidak, tampak menghirup nafas, tinggal di sini lebih lama akan lebih sedikit harapan menolongnya.

0ooo(dw)ooo0 Yuan Ershao seorang pendekar angkuh, seorang aneh sepanjang generasi.

Sejak umur enam belas tahun dengan sebatang pedang berkelana di dunia persilatan, mengalami pertempuran besar kecil empat puluh dua pertempuran, dari yang kecil menghadapi penjahat besar dialiran hitam, sampai yang besar berdebat pedang di Shao-lin, berhadapan dengan semua pesilat didunia persilatan, tangan dia tidak pernah gemetar.

Karena jika tangan yang menggenggam pedang gemetar, dia pasti telah mati empat puluh dua kali.

Tapi sekarang tangannya gemetar tidak bisa dikendalikan, malah sampai tenaga untuk mengetuk Perkumpulan Bunga Juga sepertinya tidak ada.

"Yuan.... Yuan Ershao, kau tidak merasa tidak enak tubuh! Mengapa wajahmu begitu tidak enak dipandang?"

Tanya Xu Jia-rong disisi dengan perhatian.

Melihat sekali Li Yuan-wai yang ada di atas tangannya, Yuan Ling dengan mengangkat keberaniannya yang paling besar, pelan mengetuk pintu.

Pintu rumah siapa ini?

Mengapa tangan yang mengetuk pintu itu gemetarnya begitu lihay?

0ooo(dw)ooo0 Yang membuka pintu adalah seorang pelayan cantik.

"Kalian cari siapa?"

"Maaf, tolong laporkan pada nona Zhan, seorang kenalan lama yang bermarga Yuan datang bertamu,"

Kata Yuan Ershao menganggukkan kepala.

"Marga Yuan?!"

"Benar, marga Yuan."

"Silahkan masuk dulu ikuti aku."

"Terima kasih."

Pelayan wanita sambil membawa jalan, sambil terus terus membalikkan kepala. Menenbus pekarangan depan yang penuh dengan bunga Ju, sampai disatu bangunan yang munggil, sipelayan berkata.

"Silahkan tunggu sebentar"

Lalu pergi keluar. Xu Jia-rong dengah wajah tidak menentu perlahan bertanya.

"Yuan Ershao, apa Li.... Li Yuan-wai masih bisa ditolong?"

Yuan Ling dengan teliti memandang pada wanita yang cintanya buta tapi dingin ini, dengan tertawa pahit berkata.

"Asal.... asal kenalan lamaku ini mau mengobati, dia akan tertolong."

"Kalau demikian ilmu pengobatan temanmu sangat tinggi?"

Kata Xu Jia-rong dengan gembira.

"Benar, sangat tinggi, asal orang masih bernafas, dia ada akal.... hanya.... hanya tidak tahu dia mau tidak...."

Yuan Ling mengeluh.

"Mengapa?! Bukankah dia temanmu?"

"Hai, semakin banyak teman semakin sulit buka mulut...."

"Mendengar kata-katamu tadi, apakah temanmu seorang wanita?"

"Benar, tadinya aku bisa mencari kakaknya, mereka kakak beradik ilmu pengobatannya sama tinggi."

Sedikit mengerti, Xu Jia-rong berkata.

"Kalau begitu mengapa kau tidak mencari kakaknya?"

Yuan Ling menatap lautan bunga Ju diluar bangunan berkata.

"Kakaknyaa dan satu temanku sampai sekarang tidak diketahui nasibnya."

Yuan Ershao terkenang memikirkan Zhan Long yang tampan, dan Polisi Setan Tie Cheng Gong yang tua penuh pengalaman.

Di dalam bangunan masuk seorang pelayan yang umurnya lebih besar sedikit.

Kabar yang dia bawa malah membuat orang gelisahnya sampai bercucuran keringat.

Menurut kata-katanya Zhan Feng pergi kebelakang gunung memetik bunga Ju sejak pagi pagi sekali keluar sampai sekarang masih belum kembali.

"Maaf, biasanya berapa lama nonamu pergi kegunung belakang memetik bunga Ju?"

Tanya Xu Jia-rong gelisah.

"Tidak tentu, suka sehari, ada kala dua tiga hari, aku juga tidak bisa memastikannya."

Yuan Ling melihat pada Li Yuan-wai yang wajahnya pucat, dengan nekad berkata.

"Tolong kau tunjukan jalan digunung belakang."

"Mau apa?"

Pelayan wanita itu tidak mengerti.

"Aku ingin mencari dan minta tolong nonamu, karena.... karena temanku mungkin tidak bisa bertahan terlalu lama."

"Yuan Ershao...."

Kata Xu Jia-rong gelisah.

"Aku mengerti, kau tidak perlu banyak bicara."

"Jika demikian, silahkan ikut dengan aku."

Pelayan wanita itu membalikkan tubuh segera pergi.

0ooo(dw)ooo0 Gunungnya berbahaya, jalannya terjal.

Semua ini tidak menyulitkan Yuan Ershao.

Disepanjang jalan dia seperti berlari terbang, di dalam hati hanya ada satu pikiran, yaitu secepatnya ketemu Zhan Feng.

Dia sudah melupakan segalanya, melupakan antara dia dengan dirinya ada banyak hal yang tidak diketahui orang.

Ketika dia pertama bertemu dengan Zhan Feng, itu juga disaat senja, satu senja yang seperti sekarang indah penuh dengan awan warna warni.

Tahun itu dia masih remaja, dengan darah yang bergolak dengan sebatang pedang berkelana di dunia persilatan, juga dengan semangat tinggi menghadapi semua pahlawan didunia.

Pemuda seperti dia tentu saja juga ada semacam kesombongan, kesombongan menganggap rendah dunia, sedikit kekanak-kanakan, karena disaat itu dia telah mengalahkan.

Qing Chcng Si Zi hingga namanya menggemparkan dunia persilatan.

Pertama bertemu, tidak dapat disangkal dia telah sangat tertarik oleh kecantikannya Zhan Feng.

Namun keangkuhan yang sulit dijelaskan itu, dan keangkuhan yang tanpa alasan itu membuat dia sampai benar-benar memandang pun tidak pernah.

Zhan Long ada seorang teman yang baik.

Tidak hanya sekali setelah minum arak dia pernah dengan berkelakar berkata pada Yuan Ling.

"Aku berani dengan sombong berkata, didunia ini tidak ada seorang pria pun bisa tidak terpikat oleh adikku."

Ini sepertiga semacam tantangan. Semacam tantangan yang membuat Yuan Ling tidak bisa menundukkan kepala.

"Saudara Zhan, kau telah memandang rendah semua pria didunia, paling tidak aku marga Yuan percaya aku bukan orang macam itu."

"Xiao Yuan, kau bukan hanya bisa menuntun hidung kerbau (Menunjuk pada Qing Cheng Si Zi), juga bisa membual."

"Kau tenanglah, saudara Zhan, aku menganggap diriku adalah seorang pria besi tulen, pasti tidak akan terikat oleh perasaan, apa lagi terpikat oleh adikmu, walau aku seumur hidup tidak beristri dan menjadi biksu, he he.... juga tidak ada satu hari memohon padamu."

Ini adalah kata-kata kelakar, juga kata-kata arak, juga adalah kata-kata iseng yang tidak tahu ujung pangkalnya.

Dua orang laki-laki, berteman baik pula, disaat minum arak sering saling mengolok.

Apa boleh buat kata-kata arak yang iseng ini telah didengar orang.

Dan orang yang mendengar kata-kata ini justru Zhan Feng yang hatinya tinggi melebihi langit, cantiknya tidak seperti manusia biasa.

Sehingga dia tidak ada alasan harus menerima olokan, penghinaan ini.

Sehingga dia membagi dua Perumahan Zhan Bao.

Sebab yang paling utama adalah dia tidak bisa mengerti hati aneh laki-laki mengapa lebih mengutamakan teman tapi tidak mau famili.

Apa yang bisa Yuan Ling katakan?

Dia hanya bisa menyesal meninggalkan perumahan Zhan Bao.

Namun masalahnya belum selesai.

Seorang wanita seperti Zhan Feng, tentu saja ada harga diri yang amat tinggi, ketika harga dirinya diinjak-injak orang, masalah yang dia lakukan tentu saja membuat orang tidak bisa memikirkannya.

Dia mulai dengan rencana gila-gilaan.

Dia mengumpulkan semua keterangan mengenai Yuan Ling, termasuk silsilah, famili, kebiasaan, hobi.

Dia menemukan satu rahasia yang dapat digunakan, seorang yang demi dirinya bisa mengorbankan nyawanya....

Yuan Di.

Sebenarnya ini juga hanya mendorong perahu mengikuti arus, karena Yuan Di setelah menemukan Yuan Ling bukanlah adik kandungnya, karena iri timbul hati membenci.

Sehingga Yuan Ling terjerumus ke dalam jaring perangkap yang penuh dengan iri, dendam, balas dendam, menanggung dosa membunuh kakak, memperkosa kakak ipar, membunuh keponakan.

Karena mereka telah menghitung dengan tepat setiap langkah yang bisa Yuan Ling langkah, mulai dari Yuan Di meninggalkan rumah, lalu mati, Yuan Ling demi mengejar pembunuh dimana-mana terjerumus ke dalam jebakan, mereka mengerti seluruh keadaan hati dia.

Buat Yuan Ling dia mengira menyuap bupati, saksi, menciptakan dakwaan memperkosa kakak ipar, membunuh keponakan, tadinya mengira bisa mengumpan keluar pembunuh yang sembunyi, siapa tahu semua ini malah juga membuat Zhan Feng dan kawan-kawan memperoleh tambahan bukti, menggunakan banyak uang menyuap pejabat pusat mengganti bupati, sampai empat orang saksi yang paling penting yang bisa membuktikan juga telah ditutup mulutnya dengan dibunuhnya oleh Yuan Di.

Sehingga satu perkara palsu jadi perkara betulan.

Satu siasat mengumpan musuh berubah menjadi seratus mulut juga tidak bisa dibantah, satu siasat yang malah membelengu sendiri.

Ketika cinta terjadi, kekuatannya yang dahsyat itu sama sekali bukan dengan kebencian bisa menahannya.

Saat Zhan Feng mengira Yuan Ershao takut dihukum, hingga bunuh diri dengan menabrakan kepalanya pada tembok, kebencian yang memenuhi dada, amarah malu sudah lenyap, dilanjutkan dengan dia tiba-tiba menyadari dia tidak tahu sejak kapan mulainya sudah mencintai orang itu, dan juga cintanya begitu dalam.

Dia tidak berani menyesal, juga tidak bisa menyesal.

Karena dia telah terjerumus ke dalam kubangannya Ouwyang Wu-shuang dan Yuan Di.

Dia menemukan mereka sama seperti permen karet, sekali menempel ditubuh mau membuangnyajuga tidak bisa.

Dia tidak bisa berbuat apa-apa, tidak ada bantuan, juga kenyang dengan ancaman mereka akan menyebarkan masalah ini kedunia.

Hati nuraninya sangat tersiksa, karena dia menemukan dia telah kehilangan bencinya.

Dia tidak berani sekali salah terus-terusan salah, juga selangkah demi selangkah dia melangkah mundur kembali.

Apa lagi ketika dia mengetahui Yuan Ershao hanya berpura-pura mati, hatinya bergejolak menjadi-jadi.

0ooo(dw)ooo0 Zhan Feng dengan menarik tubuhnya yang lelah, sedang selangkah demi selangkah jalan kembali.

Di tangannya ada satu keranjang bunga Ju liar yang dipetik dari gunung.

Saat ini dia sedang melangkah di jalan kecil gunung disenja hari, perasaan orang terhadap ini hanyalah satu macam....

persis seperti dewi khayangan sedang turun meniti tangga langit.

Namun dewi gembira ini, mengapa wajah dia kelihatan begitu sedih?

Sepasang alisnya juga mengapa tidak terbuka?

Bagaimana dia bisa gembira?

Dan dia mana bisa tidak sedih?

Demi kakaknya yang lama tidak kembali dia jadi gelisah, lalu dia dibujuk berikut ditipu oleh Ouwyang Wu-shuang yang merampas Bai Yu Diao Long nya.

Juga demi hilangnya Xiao Dai dia jadi pusing, disaat dia mengira hanya dia yang bisa menghadapi Ouwyang Wushuang dan Yuan Di.

Juga karena bayangan Yuan Ershao, otaknya menjadi sedih dan pusing, karena bayangan orang itu dihari terakhir ini menyiksa hingga dia hampir menjadi gila.

Ada begitu banyak kepusingan, ditambah disiksa oleh cinta, walau Li Yuan-wai sekali pun mungkin juga tidak bisa ketawa.

Baru saja membelok ditikungan, mau turun satu langkah lagi.

Zhan Feng sudah menemukan seorang berbaju pelajar dengan tegap berdiri ditengah jalan, sedikit pun tidak berkedip dengan kepala penuh dengan keringat sedang memperhatikan dirinya.

Sedikit tidak tenang, tapi terpaksa dia melanjutkan jalannya maju ke depan.

Jalan, jalan terus, dia sudah sampai di depan orang itu, yang aneh adalah orang itu tidak ada sedikit maksud memberi jalan.

Tidak tahan bergolak amarah di dalam hati Zhan Feng dengan keras melotot berkata.

"Maaf, harap beri jalan."

"Apa kabar, nona Zhan,"

Kata Orang itu dengan serak.

Suara yang menggitu hafal dan juga asing?

Keranjang bunga Ju di tangannya tidak bisa dipegang erat lagi.

Berkuntum-kuntum bunga Ju bertaburan di atas tanah, dan, keranjang bunga itu berguling ke bawah terus.

"Ini.... ini kau?!"

"Betul, betul aku."

Air mata Zhan Feng seperti butir mutiara jernih.

Dan orang itu sepertinya juga ada semacam emosi yang sulit dibendung.

0ooo(dw)ooo0 Mendadak dia tersadar....

Zhan Feng memalingkan kepala mengangkat lengan baju mengusap air mata dengan dingin berkata.

"Harap beri jalan...."

"Kau.... kau tega?!"

Kata orang itu mengeluh sekali.

"Aku mohon kau dapat mengulurkan tangan menolong temanku...."

"Itu adalah temanmu, apa urusannya dengan aku?"

Kata Zhan Feng tetap dengan tidak ada perasaan.

"Apakah.... apakah kau masih marah oleh kata-kata kelakar sehabis minum arak tahun itu?"

Zhan Feng diam.

"Apakah.... apakah kau sampai sekarang masih belum reda marahnya?"

Kata Orang itu lagi. Hati Zhan Feng bergetar. Mengeluh lagi, orang itu hampir dengan memohon berkata.

"Jika aku benar mempunyai hal yang merugikanmu, nona Zhan aku pikir.... aku pikir hukumlah aku sampai...."

"Kau.... kau tahu...."

Kata Zhan Feng tidak sadar. Dengan menganggukkan kepala orang itu berkata.

"Aku tidak salahkan kau, sungguh, aku tidak ada sedikit niat menyalahkanmu, segalanya hanya salahku berbicara tidak aturan, lagi pula jika tidak ada kau masalahnya tetap akan terjadi."

Zhan Feng tentu saja tahu orang seperti dia amat sombong, bisa berkata dengan memohon, adalah hal yang tidak mudah.

Dia bukan orang lain, dia adalah orang yang di dunia persilatan dihormati, Yuan Ershao Yuan Ling!

Salju dimusim dingin sudah melebur, walau musim semi ini datangnya sedikit terlambat.

Tidak perlu lagi mempertahankan harga diri, kerena dia sudah tahu cinta dengan benci bedanya hanya segaris benang.

Apalagi, apalagi orang itu setelah tahu apa yang telah dia lakukan, malah bisa memaafkan, yang seorang biasa belum tentu bisa melakukannya.

"Kau.... kau mengapa...."

Kata Zhan Feng tergagap gagap.

Yuan Ershao menatap dia, di dalam matanya ada pengertian, ada cinta, juga ada sinar yang bisa meleburkan orang.

Zhan Feng yang disorot oleh pandangan seperti ini jadi menundukkan kepala, wajahnya menjadi merah.

"Aku sudah bukan seorang remaja, kau juga mengerti aturan melukai orang sama juga melukai diri sendiri."

Yuan Ershao mengerahkan keberanian terbesarnya, menjilat bibir yang kering berkata.

"Yang.... yang penting aku menemukan.... aku menemukan...."

Di dalam hati Zhan Feng seperti ada rusa kecil yang meloncat-loncat, dia sudah mengangkat kepalanya, sepasang mata yang jernih sekali sedikit pun tidak berkedip melihat dia.

Dia sedang menunggu, menunggu kata kata yang sampai mimpi pun ingin mendengarnya.

Dia sedang berharap, harapan kata-kata yang dikira selamanya tidak mungkin bisa didengar.

Yuan Ershao akhirnya mengatakannya juga.

"Aku.... aku menemukan, aku telah jatuh cinta padamu."

Air matanya Zhan Feng sudah bercucuran, kali ini dia tidak mengusapnya lagi, begitu saja membiarkan bercucuran.

Yuan Ershao hatinya sudah tidak tenang, pikirannya sudah kacau.

Tiba-tiba dia menyadari dia salah berkata lagi.

"Kau.... kau bisakah melepas benda diwajah kau? Kau.... kau bisakah mengatakannya sekali lagi?"

Ketika Yuan Ershao mendengar kata-kata ini, dia telah memeluknya.

Bersamaan dia juga merasakan air mata orang dalam pelukannya begitu panas bergolak.

Segala siksaan dan kesulitan sepertinj'a telah berlalu.

Disaat perasaan cinta telah matang bukankah seperti kata-kata Airnya datang sungai pun jadi' Masalahnya bisa tidak memhilangkan halangan di dalam hati, masalahnya ada di, bisa tidak menghilangkan kesombongan diri, harga diri yang sama sekali tidak ada hubungannya.

Bila tidak sungai ini bukan saja tidak jadi, jika tidak baik mengaturnya malah bisa jadi air bah.

Kau seorang remaja?

Kau sedang dalam jatuh cinta?

Mengapa bukan segera katakan padanya?

0ooo(dw)ooo0 BAB 31 Pertemuan gembira Masih tetap bangunan megah berderet.

Masih tetap bunga Ju memenuhi kebun.

Xiao Dai melawan arus naik keatas, kembali kepegunungan Emei sudah tujuh hari penuh.

Selama tujuh hari dia duduk sendirian dipinggir kali, menjaga satu gundukan tanah kuning, pagi menyambut matahari pagi, malam mengantar matahari senja.

Jika haus, mengambil air kali, jika lapar, memetik sayuran liar.

Selain itu, dia seperti patung batu diam bermeditasi.

Dia tahu dia melakukan ini tidak ada banyak artinya, makanya dia membuat satu batasan....

tujuh hari.

Dia ingin menggunakan waktu tujuh hari sedetik pun tidak meninggalkan tempat, menemani Qi Hong.

Menemani dia melihat gunung, melihat air, melihat matahari terbit, mendengar suara serangga.

Karena di dalam legenda seseorang setelah mati dalam waktu tujuh hari, arwah dia masih bisa bersatu, juga dapat merasakan, dia tidak ingin Qi Hong kesepian, sedih melewati tujuh hari ini, makanya dia menemaninya.

0ooo(dw)ooo0 Darah telah membeku, luka telah menutup.

Dia harus berterima kasih pada Zhan Feng yang meninggalkan obat pada waktu itu, jika tidak luka Xiao Dai pasti akan infeksi, akhirnya tidak bisa sembuh secepat ini.

Juga untung kondisi tubuhnya sangat bagus, mengalami beberapa kali bahaya, luka parahnya tidak terhitung tapi masih bisa bertahan sampai sekarang, jika diganti oleh siapa saja mungkin sudah mati tiga kali lebih.

Angin sedang menangis, hujan telah turun.

Angin musim gugur hujan musim gugur adalah paling menyedihkan.

Xiao Dai bangkit berdiri, karena sudah penuh tujuh hari, sekarang sudah saatnya untuk pergi.

Dia terpaksa harus pergi, hanya karena Li Yuan-wai masih menunggu dia, menunggu dia masih hidup?

Atau dalam keadaan mati menunggu dia?

Dia tidak tahu.

Tidak perduli Li Yuan-wai masih hidup atau sudah mati, dia pasti menunggunya.

Karena saat Xiao Dai meninggalkan, dia sudah memberitahu, dirinya pasti akan kembali.

Walau tidak mengatakan sendiri, tapi disaat sepasang mata dia dengan dia bertatapan, dia yakin Li Yuan-wai sudah mengerti.

Inilah janji tanpa kata.

Semacam janji tanpa kata yang dipupuk dengan waktu yang lama sekali.

0ooo(dw)ooo0 Tiang perahu telah tampak, masih tetap perahu yang membawa dia kesini.

Xiao Dai diam menunggu perahu pelan-pelan mendekat dipelabuhan kecil yang dibuat oleh batu.

Dia sepertinya sudah dapat mendengar para awak perahu berkelakar, namun wajahnya yang tadinya kaku malah pelan pelan berubah membawa hawa pembunuhan.

Karena pengalamannya memberitahu, diperahu ini pasti ada orang yang tidak biasa.

Perasaan ini sulit dikatakan, mungkin ini adalah reflek.

Dia sudah lama berkecimpung di dunia persilatan, banyak orang juga bisa mencium bau bahaya.

Perahu semakin dekat, di dalam hati Xiao Dai perasaannya akan memdapat masalah semakin kuat, malah dia sudah merasa gemetar ringan yang tidak berasa.

Ada siapa di dalam perahu?

Dan ada siapa yang bisa tahu dirinya ada di sini?

Apakah orang yang datang adalah teman?

Atau....

musuh?

Disaat ini walau Tangan Cepat Xiao Dai adalah Lo Han yang terbuat dari besi?

Dia juga sama sekali tidak dapat menghadapi pertarungan yang amat sengit.

Bagaimana pun setelah mengalami pertarungan berturutturut, ilmu silatnya sudah berkurang sampai tiga puluh persen akibat luka lama dan luka baru.

Jika orang yang datang adalah musuh bukan teman, mana bisa dia menahan pertarungan sekali lagi?

Keringat dingin Xiao Dai sudah tampak, dia juga terpikir masalah yang menakutkan ini.

Musuh yang lebih keji, lebih kuat dia juga tidak takut, namun sekarang dia hanya bisa bersembunyi, bersembunyi dicabang-cabang pohon besar.

Karena dia harus melihat dulu siapa yang datang ini?

Karena dia harus menjaga dirinya yang bertujuan untuk melakukan pembalasan.

0ooo(dw)ooo0 Perahu berhenti, orangnya turun.

Xiao Dai membuktikan perasaannya, dari celah-celah cabang pohon, dia telah melihat Hao Shao-feng yang menduduki posisi kedua di Gai-bang, berikut Delapan Besar Dewa Langit sembilan orang dengan hati-hati melangkah, mengendap-endap berpencar.

Mengapa mereka bisa mencari sampai kemari?

Punggung Xiao Dai jadi dingin, akhirnya dia percaya Gai-bang sungguh tidak bisa dianggap remeh, siapa yang berdosa pada Gai-bang, dia bakal tidak beruntung, mereka seperti ditempel oleh setan dendam, kecuali membunuh habis mereka, mungkin cara apapun juga tidak ada.

Mereka memeriksa di dalam rumah dan diluar rumah semua tidak bisa menemukan orang yang dicari.

Karena ketika mereka memeriksa ke dalam rumah Xiao Dai sudah meluncur naik keatas pohon.

Api menerobos keatas, asap tebal menutup langit.

Hao Shao-feng merasa kehilangan jejak, dengan sangat marahnya dia memerintahkan membakar rumah, masalah ini Xiao Dai sedikit pun tidak menyangka.

Rumah kecil yang bagus, bonsai yang cantik, dan gudang buku yang telah menghabiskan waktu seumur hidupnya Qi Hong, di bawah ganasnya api, semua telah menjadi abu.

Api membakar, menyorot sepasang mata Xiao Dai menjadi merah.

Dia tahu api ini pasti akan berlanjut, dia akan membakar setiap cabang Gai-bang.

Namun dia sekarang hanya bisa bengong melihat musuhnya membakar, membakar habis satu-satunya tempat yang menjadi kenangan.

Air mata telah mengalir, bibir telah pecah.

Di dalam hati Xiao Dai diam-diam bersumpah dia pasti akan membangun rumah kembali di sini, tapi dia juga tahu dia sudah tidak bisa mengembalikan segalanya seperti semula.

Bagaimana pun rumah yang dulu, baru ada kehangatan dan kenangan terhadap Qi Hong.

0ooo(dw)ooo0 Air sungai terasa dingin, tapi hati Xiao Dai malah membara.

Jika air sungai tidak dingin, Xiao Dai bisa terbakar habis oleh api amarah yang memenuhi dadanya.

Seluruh tubuhnya berendam di dalam air, ditubuhnya diikat dengan tali rami sebesar jempol, dan ujung tali lainnya terikat diperahu itu.

Dia terpaksa melakukan ini.

Dia tidak ada kemampuan untuk bertempur lagi, juga tidak ada tenaga untuk mendaki gunung melewati jurang.

Dia hanya punya satu cara ini untuk bisa lolos dan tidak perlu banyak menggunakan otot.

Sejak turun ke sungai sampai sekarang sudah memakan waktu empat jam.

Dan di dalam empat jam ini, yang dia andalkan hanya tekad membalas dendam.

Jika tidak dimusim gugur, dia tidak tahu dirinya bisa terus berendam diair sungai yang dingin ini.

Bintang berkedip, malam telah larut.

Bintang-bintang yang berkedip mirip sekali dengan mata kekasih.

Dalam keadaan begitu Xiao Dai terbayang lagi wajah yang walau tidak bisa dikatakan cantik, tapi telah memberi orang ketenangan hidup seperti angin musim semi.

Mengapa disaat kehilangan kawan bicara, kenangan baru seperti gelombang terus muncul.

Mengapa disaat segalanya akan dimulai, harapan itu langsung lenyap?

Xiao Dai selamanya tidak mengerti masalah yang kelihatannya ruwet tapi ternyata sederhana sekali, masalah yang sederhana sekali tapi ruwetnya sulit dimengerti.

Betulkah ini untuk kehidupan manusia yang tidak berdaya.

Xiao Dai sedih dan tidak ingin memikirkannya, namun jika tidak memikirkannya bagaimana bisa melewatkan malam yang panjang ini?

Dia tidak bisa menutup matanya, juga tidak bisa membiarkan dirinya tidur.

Air sungai itu sangat deras, setiap saat bisa membuat tenggelam orang yang kurang pintar.

Dia hanya bisa berpikir, berpikir kapan perahu ini menepi, berpikir setelah perahu menepi bagaimana mencari kabar hidup matinya yang lain.

0ooo(dw)ooo0 Seumur hidup Li Yuan-wai tidak pernah mengalami luka yang begini parah.

Juga seumur hidupnya, belum pernah dia tidur di atas ranjang yang begitu elegan, mewah, nyaman.

Ketika sepasang matanya dibuka, perasaan pertama yang dirasa adalah sakit, seluruh tubuhnya sakit, sepertinya seluruh tulang ditubuhnya telah hancur.

Setelah sakit, perasaan dia menjadi nyaman, setiap poriporinya terasa hangat sekali!

hidungnya mencium bau tubuh seseorang yang harumnya seperti bunga anggrek, bau tubuh seperti ini hanya ada pada seorang gadis.

Dan dipundaknya yang terbuka ada kepala yang licin, lembut, juga sangat cantik dan dingin sedang tertidur di atasnya.

Perasaan dia sekarang adalah sakit, nyaman, ditambah sedikit gatal.

Tiba-tiba nafasnya memburu, karena rambut wanita itu telah masuk kelubang hidungnya, akhirnya dia tidak tahan dan bersin sekali, hingga membangunkan Xu Jia-rong yang tertidur lelap.

Di dalam hatinya diam-diam dia memaki dirinya, Li Yuan-wai dengan gugup berkata.

"Hai.... maaf, maaf, kau tidur lagi saja, tidur lagi, kali ini aku akan menahan, aku tidak akan bersin lagi...."

Xu Jia-rong mengangkat kepalanya, dia terkejut, gembira, bengong sebentar berkata.

"Kau sudah bangun?!"

Seperti tertawa pencuri Li Yuan-wai berkata.

"Jika tahu.... he he.... aku lebih baik tidak bangun...."

Xu Jia-rong melihat dengan mata putihnya, dia ingin marah dan ingin tertawa berkata.

"Kau.... kau, orang sudah sampai begini, sekarang masih ada semangat melucu? Kau tahu tidak seberapa parah lukamu? Sudah pingsan berapa lama?"

Li Yuan-wai mengingat-ingat sambil menggelengkan kepala. Sepasang tangan Xu Jia-rong membereskan rambutnya, membenarkan selimut, dia berkata.

"Seluruh jeroan kau telah berpindah tempat, sikut kananmu keseleo, pingsan selama tiga hari tiga malam, bagusnya Yuan Ershao datang tepat waktu, ditambah kemahiran ilmu pengobatan nona Zhan, jika tidak.... hemm, nyawa kecilmu ini sudah dari dulu melapor pada raja akhirat...."

"Yuan Ershao?! Nona Zhan?! Apa.... apa yang terjadi?"

Lalu Xu Jia-rong menceritakan dengan jelas, peristiwa setelah meninggalkan Li Yuan-wai, sampai yang mendengarnya bercucuran keringat dingin.

Setelah Li Yuan-wai mengerti segalanya, mendadak terpikir satu hal yang merisaukan, sehingga wajahnya hampir menjadi buah paria.

Xu Jia-rong terus melihat perubahan wajah Li Yuan-wai, juga terus menyelidik apa yang dia pikirkan, lalu dia tertawa, tertawanya ada sedikit mempermainkan.

"Kau.... kau tertawa apa?"

Tanya Li Yuan-wai seperti menjadi pencuri kecil, ditangkap orang merasa ketakutan.

"Tidak apa-apa, aku hanya mentertawakan kau, orang yang sering melakukan segi tiga...."

"A.... apa segi tiga?"

Li Yuan-wai hampir saja pingsan.

"Cinta segi tiga!"

Kata Xu Jia-rong memiringkan kepala menahan tawa.

"A.... apa maksudnya?"

"Sudahlah, kau juga tidak perlu pura-pura lagi hartawan besar, nona Zhan Feng sudah menceritakan pada kami mengenai 'Feng palsu dan Huang bohong' hubungan antara dia denganmu, kau juga tidak perlu malu, sebenarnya waktu itu dia juga terpaksa...."

"Aku.... Ershao dia...."

Li Yuan-wai hampir saja menggigit lidahnya.

"Apa yang ingin kau katakan?"

Xu Jia-rong jadi tertawa.

"Aku.... aku bisa berkata apa? Aku hanya ingin tidur."

Habis bicara dia benar-benar menutup matanya, dan juga menutup kepalanya dengan selimut.

0ooo(dw)ooo0 Sering dengar orang berkata 'mantu buruk akhirnya juga harus bertemu dengan mertua'.

Li Yuan-wai walau bukan seorang wanita, tapi dia sudah bisa menyimak 'mertua' ini sungguh sulit ditemui.

Sejak kemarin malam bangun, dia terus tidak menutup matanya kembali.

Xu Jia-rong menjaga disisinya semalaman, dengan terus terang menceritakan perasaan dirinya, menceritakan kisah Yuan Ershao dan Zhan Feng dan lika likunya, malah juga memberi tahu, dia mengerti Li Yuan-wai pasti bukan pemerkosa seperti dimulutnya Ouwyang Wu-shuang.

Tidak diragukan lagi dia adalah seorang wanita yang berani mengatakan cinta, berani mengatakan benci.

Bertemu dengan seorang wanita yang begitu cantik, dan begitu terus terang, kecuali Li Yuan-wai menyerah, dia masih bisa berbuat apa lagi?

Bagaimana pun demi dirinya hampir saja dia diperkosa orang, demi dirinya hampir saja mati di bawah pedangnya Ouwyang Wu-shuang, bagaimana pun orang telah menjaga disisinya selama tiga hari tiga malam selangkah pun tidak meninggalkan.

Sekarang dia sedang menunggu, menunggu Yuan Ershao dan Zhan Feng 'mertua'.

Baca Juga: Neraka Hitam 1

Baca Juga: Legenda Pendekar Ulat Sutera 1

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert