Ceritasilat Novel Online

Elang Pemburu 4

Eps 4 Elang Pemburu - Gu Long

Baca online Elang Pemburu - Gu Long

Cersil Elang Pemburu - Gu Long.

"Maka kau tak pernah menanyakan kabar beritanya?"

"Kalau kau pun tidak bertanya, tentu saja aku merasa sangat lega,"

Sahut Po Ing.

"Apalagi ada baiknya juga bila kami berdua berpisah berapa saat, daripada tiap hari hidung menyenggol hidung, mata menyenggol mata, lama kelaman jadi bosan juga!"

Tiba tiba manusia berbaju abu abu itu menyela.

"Masuk diakal juga perkataanmu itu. Suami istri memang harus diingat dalam hati saja, ketimbang tiap hari ketemu dan beradu mulut!"

Walaupun dia sedang tersenyum tapi wajahnya kelihatan sangat lelah, paras mukanya kelihatan jauh lebih hitam ketimbang barusan. Matanya juga mulai nampak kekuning-kuningan.

"Walaupun si baju hijau telah pergi, tapi dia toh tak ada sangkut pautnya dengan kasus ini. Padahal kasus pembunuhan ini telah terbongkar dan selesai sampai di sini,"

Kata manusia berbaju abu-abu itu. Kemudian setelah melihat Po Ing sekejap, tambahnya.

"Aku lihat wajahmu mulai pucat dan kurang sehat. Konon ilmu memasak dari nona besar Oh sangat hebat dan sangat berguna untuk menambah kekuatan lelaki. Kenapa kau tidak mencarinya untuk makan barang satu dua mangkuk?"

Po Ing tersenyum. Dia pun sedang memandang wajah orang berbaju abu abu itu; pandangan penuh rasa kuatir dan perhatian.

"Kau juga mesti baik baik jaga diri,"

Pesannya.

"Obat paling manjur untuk mengobati penyakit ginjalmu adalah "istirahat dengan tenang."

Lebih baik jangan banyak marah dan mengumbar emosi.

"tidak baik untuk kesehatan badanmu."

Manusia berbaju abu abu itu tersenyum.

"Aku tahu, asal kau tidak selalu mencari gara gara di luaran, mungkin aku pun tak perlu marah marah lagi,"

Katannya.

Selesai berkata, ia segera bertepuk tangan dua kali, dari balik tembok pekarangan tiba-tiba melayang masuk sebuah tandu.

Tandu bersama penandunya melayang masuk dengan kecepatan tinggi.

Bukan hanya cepat, gerakan badannya juga amat ringan, sedemikian ringannya seolah olah tandu dan penandunya hanya terbuat dari kertas biasa.

Manusia berbaju abu abu itu segera naik ke dalam tandu.

Orang bersama tandunya kembali melayang di udara dan meluncur keluar dari pagar pekarangan.

Dari kejauhan sana, terdengar ia berseru lagi.

"Jangan lupa, orang yang memakai cincin besi berwarna hitam itu besar kemungkinan adalah satu komplotan dengan si baju hijau. Biarpun kali ini dia tidak turun tangan, jika ia sampai turun tangan, mungkin kau akan semakin kerepotan!"

Organisasi rahasia apakah yang dimaksud?

Untuk sementara waktu Po Ing tak ingin memikirkannya.

Bagaimana pun juga persoalan itu adalah persoalan dalam kisah cerita yang lain.

TAMAT Lanjutan seri ini Sarang Perjudian

Tiraikasih WEBSITE

http.//kangzusi.com

Baca Juga: Pendekar Setia 1

Baca Juga: Renjana Pendekar 1

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert