Eps 5 Pedang Bunga Mei - Gu Long
Baca online Pedang Bunga Mei - Gu Long
Cersil Pedang Bunga Mei - Gu Long.
"Hei, kau belum pergi dari sini...."
Dia melihat Xin Jie masih berdiri di belakang mereka.... Dia menganggap Xin Jie adalah Penjahat TuaLi. Xin Jie baru saja akan menjawab, remaja itu segera berkata.
"Paman Jin, dia bukan...."
Di belakangnya ada yang menjawab.
"Dia memang bukan Penjahat Tua Li, sedangkan aku adalah Penjahat Tua Li."
Laki-laki berwajah hitam segera memberi tanda kepada temannya dan berkata dengan suara kecil.
"Peng Er jangan takut. Cepat atur nafasmu, paman akan melindungimu."
Xin Jie berbalik melihat. Di depan kuil berdiri 3 orang, tapi mereka tidak bicara sepatah kata pun. Laki-laki berwajah kuning segera mendekat. Dia melihat ketiga orang itu dan berkata.
"Kalau kalian tahu diri, keluarlah!"
Ketiga orang itu melihat laki-laki berwajah hitam melindungi remaja itu.
Mereka tertawa dingin dan bersama-sama keluar dari balik pintu.617 Laki-laki berwajah kuning melihat Xin Jie sekali, lalu dia pun keluar.
Terdengar suara bentakan.
"Jin Lao-da, maaf!"
Kemudian suara telapak berbunyi.
Mereka sudah bertarung.
Di luar kuil, Jin Lao-da melawan ketiga orang itu, tapi dia sama sekali tidak merasa takut.
Telapaknya sangat kuat, membuat ketiga orang itu tidak bisa mendekat ke dalam kuil.
Xin Jie berpikir.
"2 bersaudara Jin ini ilmu silatnya benar-benar tinggi. Mengapa mereka memanggil anak itu dengan sebutan ketua? Sarung pedang apa yang mereka maksud? Penjahat TuaLi.... apakah dia?"
Ternyata 3 orang itu, 2 orang menggunakan ilmu telapak Kong-dong.
Siapakah Penjahat Tua Li yang dimaksud?
Dia pasti adalah ketua Kong-dong-pai, Jian Shen Li-e.
Berpikir sampai di sana, darah Xin Jie langsung bergejolak.
Wajahnya yang pucat segera berubah menjadi seperti orang mabuk.
Sorot matanya tajam, membuat orang tidak berani melihatnya secara langsung.
Li-e, adalah orang yang mencelakai Paman Mei.
Xin Jie segera mendukung perbuatan Jin618 Lao-da.
"Benar, pasti dia! Dengan jumlah lebih banyak menindas yang lebih sedikit, yang tua menindas yang kecil, ini memang caranya dari dulu...."
Xin Jie berkata pada dirinya sendiri.
Kepalan tangannya terus bergerak-gerak.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara siulan.
Ada 2 bayangan yang turun.
Xin Jie melihat dari tempat gelap dan dia terkejut.
Ternyata orang yang ada di sebelah kiri masih muda dan wajahnya tampan.
Dia adalah Kong-dong San Jue, Di Jue-jian Yu Yi-fei.
Yang ada di sebelah kanan agak tua.
Dari caranya berjalan tampak ilmunya lebih tinggi.
Yu Yi-fei membentak ketiga orang itu.
"Adik Shi, tahan dia."
Dia seorang diri masuk ke dalam kuil.
Remaja yang masih ada di dalam kuil sedang duduk bersila untuk mengatur nafas.
Laki-laki berwajah hitam yang berada di sisinya, sedang melihat remaja ini dengan cemas, tapi dia tidak bisa membantu apa pun.
Tiba-tiba dia mengeluarkan telapaknya, sepertinya dia ingin membantu remaja itu supaya lebih cepat pulih.619 Waktu itu, pintu kuil dibuka seseorang dan ada dua orang masuk sambil membawa pedang panjang.
Orang pertama mencoba mencengkram remaja itu....
Laki-laki berwajah hitam itu, sebelah tangannya menekan punggung remaja itu, sedangkan tangan yang lainnya mencengkram tangan orang itu.
Dia sama sekali tidak membalikkan kepala untuk melihat.
Orang itu berteriak, orang itu terjatuh tapi pedangnya sudah ditusuk ke depan 3 kali.
Dia adalah salah satu dari Kong-dong San Jue Jian, Tian Jue Jian, Zhu Ge-ming.
Yu Yi-fei berjaga-jaga di pintu supaya musuh tidak bisa melarikan diri.
Tian Jue Jian, Zhu Ge-ming adalah orang terkuat dalam 'Kong-dong 3 Jue Jian'.
Tiga tusukan pedangnya membuat Xin Jie yang telah melihatnya terus mengangguk-angguk.
Dalam hati dia berpikir.
"Ilmu pedang orang ini lebih tinggi dan lebih bagus dari Yu Yi-fei. Dia pasti kakak seperguruan Yu Yi-fei."
Tapi laki-laki berwajah hitam itu sama sekali tidak melihat ke arah Zhu Ge-ming.
Dia berkonsentrasi membantu remaja itu memulihkan lukanya.620 Xin Jie terkejut.
Dalam hati berpikir, 'Meskipun ilmu silatmu tinggi, tapi kau tidak boleh bertindak ceroboh.' Waktu itu pedang Zhu Ge-ming hampir mengenai wajah laki-laki berwajah hitam itu,,,yaitu Jin Lao Er....
tiba-tiba dia membalikkan tangan untuk mencengkram.
Ternyata dia mencengkram pedang Zhu Ge-ming....
Zhu Ge-ming sangat berpengalaman.
Melihat cengkraman Jin Lao Er datang menyerangnya, telapak Jin Lao Er berwarna kehitaman, dia terkejut.
Dia segera menarik kembali jurus yang telah dia keluarkan.
Diam-diam Xin Jue terkejut.
Dia pernah mendengar dari Paman Mei, di Si Chuan ada ilmu sangat istimewa, bernama Yin Feng Hei Sha Zhang'!
(telapak pasir hitam dan angin gelap).
Mereka terlatih bisa mencengkram senjata lawan dengan tangan kosong.
Ini adalah ilmu dengan kemampuan sangat tinggi.
Tapi selama ratusan tahun ini ilmu seperti itu sudah musnah dan sudah lama tidak ada yang menggunakannya lagi.
Tidak disangka cengkraman Jin Lao Er tadi berasal dari ilmu yang sudah lama musnah dan dengan621 lancar dia bisa menggunakannya.
Untung Zhu Ge-ming dengan cepat menarik kembali jurusnya.
Jika tidak, pedangnya walaupun bukan terbuat dari besi biasa tapi pasti tidak akan bisa menahan cengkraman Yin Feng Hei Sha Zhang!
Yu Yi-fei sepertinya juga sempat melihat serangan telapak Jin Lao Er.
Dia langsung mendekat.
Dengan pedang dia menusuk ke arah Jin Lao Er bersama dengan serangan Zhu Ge-ming.
Tian dan Di, kedua pedang menyatu, tenaganya pasti sangat kuat.
Apalagi kedua pedang itu sangat cocok.
Jin Lao Er sekuat tenaga berusaha menahan.
Wajah remaja itu mulai merah, sepertinya dia bisa mengatur nafasnya dan sekarang tiba di saat yang menentukan.
Jin Lao Er tidak berani bertindak ceroboh.
Satu tangannya mulai tidak bisa bertahan.
Zhu Ge-ming yang licik sering mengambil kesempatan dalam kesempitan, dia menyerang remaja yang sedang mengatur nafas, membuat Jin Lao Er menjadi kalang kabut.
Yu Yi-fei dengan jurus 'Feng Huang Zhan Chi' (phoenix mengepak sayap) terus622 menyerang ke pundak kiri Jin Lao Er.
Zhu Ge-ming menyerang Jin Lao Er di bagian lain.
Jika Jin Lao Er menghindari jurus Yu Yi-fei, dia akan terkena ujung pedang Zhu Ge-ming.
Jurus-jurus mereka sangat kejam.
Jin Lao Er sedang menyalurkan tenaganya kepada remaja itu, tapi dia pun sangat berpengalaman.
Begitu pedang Zhu Ge-ming diangkat ke atas, Jin Lao Er segera tahu apa yang diinginkannya.
Terdengar raungan, satu tangan mengeluarkan jurus 'Jin Feng Hei Sha Zhang'.
Dia mencengkram pedang Yu Yi-fei.
Tapi Zhu Ge-ming malah tertawa dingin.
Pedang panjangnya dibalikkan lalu menusuk ke tulang rusuk Jin Lao Er.
Jin Lao Er tidak bisa bertahan lagi.
Terdengar ada suara DING, Zhu Ge-ming mundur 3 langkah.
Tangan Yu Yi-fei yang memegang pedang dicengkram oleh seseorang yangwajahnya tertutup kain.
Mata Jin Lao Er yang besar terus melotot melihatnya.
Ooo)*(ooO BAB 18 Pedang dari barat Ternyata telapak besi Jin Lao Er623 hampir mencengkram pedang Yu Yi-fei dan pedang Zhu Ge-ming hampir asja mengenai Jin Lao Er, sesosok bayangan meloncat dari dalam kegelapan.
Tubuhnya berkelebat, dia mendarat di depan ketiga orang itu.
Sekali tangannya dikeluarkan, dia sudah mencengkram tangan Yu Yi-fei kemudian dengan menggunakan pedang Yu Yi-fei dia menahan pedang Zhu Ge-ming....
Karena itu Jin Lao Er hanya mencengkram tempat kosong.
Tangan Yu Yi-fei sudah ditotok dan sekarang terasa lemas.
Zhu Ge-ming merasa ada tenaga lembut mengalir melalui pedangnya dan masuk ke tangannya, karena terkejut tanpa terasa dia mundur 3 langkah.
Kuil menjadi sepi, hanya terdengar nafas remaja itu yang berat....
mungkin dia sudah mencapai tahap akhir dalam penyembuhan.
Di luar kuil terdengar siulan pendek dan cemas.
Mendengar siulan itu wajah Zhu Ge-ming dan Yu Yi-fei tampak berubah.
Zhu Ge-ming tiba-tiba menusuk orang yang wajahnya ditutup.
Karena jarak mereka sangat dekat, walaupun dia seorang dewa, hanya ada satu jalan di mana dia bisa624 meloloskan diri....
yaitu melepaskan tangan yang masih memegang Yu Yi-fei.
Pada saat orang yang wajah ditutup itu melepaskan tangannya, Zhu Ge-ming menarik tangan Yu Yi-fei dan membentak.
"Kita pergi dari sini!"
Terdengar teriakan Jin Lao-da dari luar.
"Mau lari ke mana kalian!"
Kemudian terdengar suara orang terjatuh.
Lalu kembali hening.
Jin Lao-da masuk sambil menundukkan kepala topi merahnya yang tersenggol kusen pintu yang membuatnya miring.
Dia membetulkan letak topinya.
Dengan suara kecil dia bertanya.
"Lao Er, apakah Peng Er sudah selesai mengatur pernafasannya? Penjahat Tua Li itu sepertinya akan segera datang. Kita harus cepat-cepat pergi dari sini...."
Dia melihat Jin Lao Er tidak menjawab.
Tampak sedang membantu remaja itu melewati proses akhir.
SEHHHT.
Suara itu dikeluarkan oleh Jin Lao Er.
Dia sudah meloncat bangun.
Remaja itu membuka matanya, lalu Jin Lao Er berlutut kepada orang yang wajahnya ditutup....
yang pasti dia adalah Xin Jie625 yang tidak mau dikenali oleh Yu Yi-fei.
"Tuan adalah orang yang bisa membuat Jin Lao Er berlutut, mulai sekarang kami dari Gai-bang berhutang budi kepada Tuan. Siapakah nama Tuan?"
Mungkin tadi Xin Jie sudah memberitahu kepada mereka tapi mereka tidak mau mendengarnya. Xin Jie sudah membuka penutup wajahnya dan tertawa terbahak-bahak. Dia memapah Jin Lao Er dan berkata.
"Margaku adalah Xin, bernama Jie, untuk apa namaku harus diingat-ingat?"
Tapi Xin Jie merasa dia harus lebih terbuka dengan sikap mereka. Jin Lao-da memberi hormat kepada Xin Jie dan membalikkan kepala berkata kepada Jin Lao Er.
"Kita harus pergi sekarang juga."
Jin Lao-da menuntun remaja itu keluar dari kuil.
Xin Jie ikut keluar.
Jin Lao-da melihat jalan di sisi hutan, kemudian jalan di sebelah kanan pohon, dan ranting-ranting yang sepertinya sengaja diinjak-injak untuk meninggalkan jejak.
Dia menatap langit.
Cahaya bulan tidak begitu terang, bulan berada di tengah-tengah langit.
Tiba-tiba dia menarik nafas.
Jin Lao Er berlutut di depan remaja itu, dengan626 mimik sangat serius dia berkata.
"Ketua Gai-bang ke-14 dengarlah, penjaga ke-13 Jin Yuan Bo dan Jin Yuan Zhong pada saat bulan naik ke tengah, tugas kami sudah selesai. Kami tidak bisa berada di Gai-bang lagi, harap ketua Gai-bang menuruti peraturan untuk mencari penjaga pengganti. Kami sekarang harus pamit, harap ketua dengan ilmu dan kepintaran Ketua bisa membuat Gai-bang lebih makmur dan maju."
Setelah laporan selesai, remaja itu memeluk tangan Jin Lao-da dan berkata.
"Paman, jangan pergi! Jangan tinggalkan Peng Er! Aku tidak mau menjadi ketua Gai-bang. Aku ingin bersama-sama dengan Paman."
Dia sudah menangis.
Tadi wajah Jin Lao-da terlihat sangat serius, sekarang dia tampak mengelus-elus kepala remaja itu.
Wajahnya yang jelek mengeluarkan cahaya penuh perasaan.
Setelah lama dia baru berkata kepada remaja itu.
"Peng Er, ketua Gai-bang tidak boleh mudah menangis. Ketua Gai-bang terdahulu telah memberikan kedudukan ini kepadamu, apa pesannya, kau masih ingat? Jangan menangis lagi!"
Jin Lao Er melihat Peng Er menahan627 air matanya yang akan terjatuh. Dia menarik nafas panjang dan memegang tangan Peng Er.
"Peng Er, kelak Gai-bang bisa berjaya atau tidak, semua harus dilihat apakah kau bisa menjadi pemimpin Gai-bang? Semua pahlawan hebat harus sering diuji dulu baru bisa sukses. Ketika kau merasa kesulitan, kau harus berpikir bahwa di dunia ini masih banyak pahlawan yang sedang tersiksa. Maka kau tidak akan kehilangan keberanianmu. Peng Er, paman harus berpisah denganmu karena ini adalah peraturan perkumpulan. Kelak kau harus bisa menjaga dirimu sendiri. Apakah kau mengerti?"
Peng Er pelan-pelan mengangguk. Air matanya akhirnya tidak menetes lagi. Jin Lao Er berkata lagi.
"Aku tahu orang-orang perkumpulan kita dan Li-e selalu mengejarmu, asalkan kau bisa lari ke Hu Bei ke kuil Guan Di, dengan tanda milik ketua Gai-bang itu, kau pasti akan didukung oleh ketua cabang di selatan. Waktu itu kau tidak perlu takut lagi kepada Li-e dan lain-lainnya."
Jin Lao-da menunjuk jalan di sebelah kiri dan berkata kepada Peng Er.
"Paman628 akan berjalan ke arah sini."
Dia menunjuk jalan sebelah kiri yang sengaja meninggalkan jejak kaki.
"Kau berjalan ke arah sini."
Peng Er mengangguk, tapi dia tidak bergerak. Kedua lengan Jin Lao-da mendorongnya dan berkata.
"Pergilah!"
Dengan angin telapak itu, Peng Er telah didorong jauh.
"Sampai bertemu lagi. Paman Jin...."
Suara Ping Er seperti anak-anak terdengar sendu. Bayangannya menghilang dalam kegelapan. Jin Lao-da menarik nafas dan berkata kepada Jin Lao Er.
"Kita juga harus pergi!"
Kemudian dia berkata kepada Xin Jie.
"Sebentar lagi Jian Shen Li-e akan datang...."
Xin Jie yang pintar dan lincah, dia mengerti maksud perkataan mereka. Dia berkata.
"Kakak Jin tenanglah, aku dan Pak Tua Li pun mempunyai dendam."
Artinya dia tidak akan membocorkan arah Peng Er pergi kepada Li-e. Jin Lao-da berkata.
"Jaga diri Tuan."
Dia menarik tangan saudaranya.
Tidak629 terlihat kaki mereka bergerak tapi mereka sudah meloncat tinggi dan segera menghilang.
Dua topi merah mereka yang tinggi pun menghilang dalam kegelapan.
Xin Jie tiba-tiba merasa suara mereka jadi tidak begitu menusuk telinganya.
Wajah mereka yang jelek pun tidak membuatnya terlalu terkejut.
Dua saudara itu mempunyai ilmu silat tinggi, dan mereka mempunyai sifat setia.
"Totokan Peng Er tadi sangat aneh. Dengan menggunakan ilmuku sekarang ini, aku masih tidak sanggup menahan serangannya...."
Dia teringat kalau Peng Er pergi seorang diri, tiba-tiba dia merasa tidak enak.
"Ini benar-benar aneh, mengapa ketua Gai-bang mewarisi jabatan ketua kepada seorang anak yang penampilannya seperti anak orang kaya...."
Tiba-tiba terdengar suara siulan kuat.
Siulan ini membawa suasana dingin, membuat hati orang merasa tidak enak.
Mendengar suara siulan itu, Xin Jie merasa itu pasti suara Jin Shen Li-e yang telah tiba di tempat itu.
Dia diam di tempat630 gelap, entah mengapa dia merasa sedikit tegang.
Siulannya hanya terdengar satu suara, tapi suara itu terus terdengar dan tidak berhenti.
Xin Jie terganggu oleh satu pertanyaan.
"Jika siulan itu berasal dari Li-e, berarti ilmu silatnya benar-benar sangat tinggi. Tapi apakah selama 10 tahun ini ilmunya maju begitu pesat? Hanya mendengar siulannya saja, aku sudah tahu dia telah berlatih sampai tahap 'Hun Yuan Gui', apakah benar...."
Baru saja dia berpikir sampai sana, di tempat yang tidak terlalu jauh dari sana terdengar suara kelebat angin yang terbawa oleh baju.
Bayangan seseorang tiba dan dia seperti terbang.
Dia berhenti di depan pintu kuil.
Dia terbang begitu cepat dan bisa tiba-tiba berhenti, tapi tidak membuat debu beterbangan.
Xin Jie yang berada di tempat gelap, benar-benar memuji kelihaiannya.
Orang ini melihat jalan bercabang kemudian membalikkan kepala seperti menunggu temannya yang belum datang.
Tidak lama kemudian, 2 bayangan lainnya turun lagi.
Walaupun gerakan mereka cepat, tapi631 mereka sepertinya terengah-engah dan sangat terburu-buru.
Xin Jie diam-diam melihat kelakuan mereka.
Orang pertama berjanggut datang dengan terbang, tubuhnya sangat kurus, di punggungnya terselip pedang panjang.
Pita pedang berwarna krem terus berkibar tertiup angin.
Begitu melihat wajahnya, dia mempunyai dahi lebar, sorot matanya seperti elang.
Dia tampak licik.
Xin Jie berpikir.
"Benar memang dia!"
Pak tua ini persis seperti yang diceritakan Paman Mei. Hanya kedua cambangnya sudah memutih seperti salju. Li-e melihat jalan kecil yang meninggalkan banyak jejak kaki. Dengan licik dia berkata.
"Jin Lao-da, Jin Lao Er kalian sudah ada di depanku tapi masih ingin berbuat macam-macam!"
Dia menunjuk ke arah kanan kemudian membawa kedua orang itu untuk mengejar.
Xin Jie memuji perhitungan Jin Lao-da, mereka benar-benar telah menipu Pak Tua Li, dia pun dengan cepat menutup wajahnya dengan kain.
Dia tidak bisa menguasai ketegangan hatinya.
Sewaktu mengikat kain di wajahnya, harus632 menghabiskan waktu lama baru bisa mengikat dengan benar.
Li-e dan lainnya telah berlari sejauh 5 meter lebih....
Terdengar Xin Jie bersiul, dia meloncat setinggi 10 meter kemudian di tengah udara tubuhnya menekuk.
Dengan cepat dia menyusul dan turun di depan Li-e.
Jika dikatakan Xin Jie takut kepada ilmu silat Li-e yang tinggi lalu menjadi tegang, sebenarnya tidak seperti itu.
Shi Wai San Xian, Guru Hui pun mempunyai ilmu silat tinggi, Xin Jie masih bisa menerima 3 jurusnya.
Walaupun Li-e ini mempunyai ilmu silat lebih tinggi dari perkiraan Xin Jie, mana mungkin dia merasa takut?
Apalagi dendam Paman Mei terus berkobar di dalam hatinya.
Mungkin karena siang malam Xin Jie selalu teringat ingin membalas dendam pada 5 perkumpulan itu, begitu hal ini terjadi di depan matanya dia malah tegang.
Sewaktu dia meloncat turun, ketegangannya sudah menghilang.
Dia berhenti di depan Li-e....
Li-e tidak berlari dengan kecepatan tinggi karena di belakangnya masih ada 2 orang yang ilmunya lebih rendan darinya.
Tapi bisa dikatakan itu saja sudah termasuk633 sangat cepat.
Terdengar suara HU.
Seseorang meloncat melewati kepalanya dan turun di depan Li-e.
Dia pun segera berhenti.
Di depannya ada seseorang yang wajahnya ditutup kain, hanya terlihat sepasang matanya yang bercahaya.
"Guru, ini dia...."
Di belakangnya ada seseorang berteriak.
Orang itu adalah Tian Jue Jian Zhu Ge-ming, sedangkan yang satunya lagi adalah Di Jue-jian, Yu Yi-fei.
Mungkin mereka sudah menceritakan semuanya kepada Li-e tentang orang yang wajahnya ditutup yang menghalangi serangan mereka di dalam kuil tadi.
Mata Li-e seperti seekor elang menatap dengan galak ke arah Xin Jie dan berkata kepada dua orang itu.
"Kalian berdua kejar dulu remaja itu, sebentar lagi aku akan menyusul kalian."
Dia terdengar penuh percaya diri dan sombong.
Zhu Ge-ming menarik tangan Yu Yi-fei lari ke depan.
Dia mengira orang yang wajahnya ditutup itu akan menghalangi mereka, tapi ternyata tidak.
Hanya sepasang matanya mengeluarkan cahaya aneh dan terus melihat Li-e.634 Zhu Ge-ming dan Yu Yi-fei sudah pergi jauh.
Kedua lengan baju Li-e diturunkan, sepertinya dia bersikap masa bodoh, tapi sebenarnya dia sedang berpikir siapakah orang yang wajahnya ditutup ini?
Dia berani mengajak 'Pedang nomor satu' bertarung.
Xin Jie mengangguk, Mei Shan-ming sudah dianggap seperti ayahnya sendiri.
Musuh Mei Shan-ming adalah musuhnya juga.
Walaupun dia tidak tahu bagaimana wajah 5 ketua perkumpulan, tapi Xin Jie menganggap mereka hanya orang kerdil yang tidak tahu malu, seperti orang yang telah membunuh ayah dan ibunya....
Hai Tian Shuang-sha!
Lengan baju Li-e diturunkan, dia menunggu lawan menyerang dulu.
Karena selama 10 tahun ini dia adalah orang nomor satu di dunia persilatan, dia tidak sudi menyerang dulu.
Tapi sekarang dia melihat lawannya juga tidak menyerang, dia merasa sedikit aneh.
Waktu itu juga, tangan orang yang wajahnya ditutup itu dijulurkan, kemudian dia menyerang ke dada Li-e.
Kepalan tangannya belum sampai, angin kencang telah membuat bajunya terus bergerak-635 gerak.
Li-e tertawa panjang.
Dia tidak mundur malah maju.
Dia bergeser sedikit kesamping, kedua jarinya berniat mencolok mata orang yang wajahnya ditutup itu.
Xin Jie tidak membiarkan jari orang itu mencolok matanya.
Tangan yang sudah dijulurkan tidak ditariknya kembali, tapi telapak tangan kanannya dibuka dan digerakan miring.
Perubahan jurusnya begitu cepat, menunjukkan bahwa dia adalah pesilat tangguh.
Jian Shen Li-e merobah dari gerakan mencolok menjadi menepis, bersamaan waktu itu, kepalan tangan dari bawah ditarik ke atas.
Jurus ini disebut jurus 'Tian Huo Liao Yuan'.
(api langit terbakar luas).
Dari jurus Kong-dong Shen Quan.
Jurus Tian Huo Liao Yuan adalah jurus bertahan dilanjutkan menyerang balik, jurus itu digunakan oleh Jian Shen Li-e, jurus itu bertambah dahsyat, membuat orang sulit melihatnya.
Kepalan baru saja dikeluarkan, keseimbangan tubuhnya menghilang.
Dengan musuh seperti itu, kepalan tangannya yang baru akan tiba sudah berganti gerakan.
Li-e636 sangat berpengalaman, walaupun dia kehilangan keseimbangan tapi tenaga telapaknya tetap dikeluarkan.
Dia berusaha mengembalikan keseimbangan badannya.
Pukulan telapaknya menyerang bagian pinggang musuhnya.
Dalam serangan ini sepertinya Li-e berada di pihak dirugikan, tapi sebenarnya Xin Jie yang harus memiringkan tubuhnya baru bisa menghindari pukulan Li-e.
Xin Jie memuji pengalaman Li-e yang dapat mengubah jurus dengan cepat.
"Jika aku berada dalam keadaan kurang seimbang, aku akan kerepotan dan mengganggu pertarunganku."
Pergantian jurus membuat posisinya dari berdiri berganti arah.
Lengan baju Li-e dilambaikan.
Sebuah pedang panjang berkilau sudah berada di tangannya.
Xin Jie mundur setengah langkah.
Melihat pedang Li-e yang panjang dan berbentuk kuno, cahaya biru tampak memancar dari pedang.
Sebilah pedang yang sangat bagus.
Dalam hati Xin Jie memuji.
"Apakah pedang saktinya lebih bagus dari 'Mei Xiang Jian' milik Paman Mei?"
Ketika Xin Jie baru berkelana di637 dunia persilatan, Qi-mao Shen-jun Mei Shan-ming pernah berkata padanya.
"Li-e telah mendapatkan sebilah pedang kuno dan bagus. Katanya pedang itu disebut 'Qi Hong Jian'. Pedangku bernama Mei Xiang Jian. Walaupun pedang itu bagus tapi tetap tidak akan bisa mengalahkan 'Qi Hong Jian', kecuali pedangku telah direndam dengan air daun 'Qian Nian Zhu Zu' (bambu merah seribu tahun) setelah direndam baru bisa menandingi Qi Hong Jian. Kebetulan di belakang rumah kita ada sebuah pohon "
Qian Nian Zhu Zu.
Setelah diambil bisa merendam Mei Xiang Jian.
Tahun depan setelah kau kembali.
Pedang ini akan kuberikan kepadamu dengan 'Mei Xiang Bao Jian', kau bisa membuat nama Qi-mao Shen-jun kembali terkenal."
Mei Shan-ming dengan senang menceritakan semuanya. Karena itulah Xin Jie terus memperhatikan cahaya biru yang memancar dari pedang Li-e. Dalam hati Xin Jie berpikir.
"Jika bertarung dengan pedang, aku pasti akan kalah pedang, aku harus menggunakan serangan cepat untuk mengatasi lawan. Pantas Paman Mei menasihatiku supaya jangan bertarung secara terang-638 terangan dengan lima ketua perkumpulan.... tapi hari ini aku telah bertemu dengan salah satu dari mereka, bagaimanapun aku harus mencoba lebih dulu."
Karena itu dia tidak ragu lagi dan siap mencabut pedangnya. Bersamaan itu Li-e dengan suara seram berkata.
"Bocah tengik, mana pedangmu!"
Xin Jie dengan cepat mengeluarkan pedangnya.
Karena Li-e adalah jago pedang nomor satu di dunia persilatan, mana mungkin dia akan menyerang dulu.
Dia sedang menunggu serangan Xin Jie.
Xin Jie mengumpulkan tenaga dan dia bersiul panjang.
Suara siulannya terdengar dingin seperti ada angin dingin berhembus hingga menusuk tulang.
Tangan kanannya memegang pedang dengan arah horisontal.
Pedangnya yang putih saat berada dalam kegelapan terus berkembang dan mengeluarkan suara HU, HU, HU!
Wajah Li-e segera berubah, karena dia melihat dengan jelas gerakan Xin Jie.
Ujung pedangnya menggambar 7 kuntum bunga Mei-hua, sangat jelas dan rapi, sedikitpun tidak terjadi kesalahan.
Hampir saja Li-e639 berteriak.
"Mei Shan-ming!"
Kemudian cahaya menghilang.
Xin Jie terbang ke depan.
Posisinya tidak digeser.
Qi-mao Shen-jun telah muncul kembali ke dunia persilatan, Li-e pernah mendengar hal ini.
Tapi 10 tahun yang lalu Mei Shan-ming sudah mati di tangan mereka berempat.
Gosip ini memang membuatnya tidak tenang.
Tapi dia selalu menganggap ada orang yang memalsukan identitas Qi-mao Shen-jun.
Orang yang ada di depannya dengan wajah ditutup kain, benar-benar telah mengeluarkan keistimewaan Qi-mao Shen-jun dan tenaga dalam orang ini juga tinggi.
Apakah....
Pedang lawan seperti kilat menyerang.
Dia berpikir.
"Paling sedikit orang ini pasti mempunyai hubungan dengan Mei Shan-ming. Lebih baik aku bunuh dia dulu, kalau tidak nanti dia akan membuatku repot."
Aura membunuhnya sudah muncul, dia bersiul panjang.
Dengan pedang panjang berwarna biru, dia terus menyerang lawan.
Orang yang wajahnya ditutup itu mengubah jurusnya.
Li-e juga mengubah jurus, dari bentuk jari berniat untuk menotok.
Angin yang dihasilkan dari pedang640 terus membawa suara.
Xin Jie baru saja berganti jurus.
Melihat Li-e mengubah jurusnya, segera jurus 'Feng Long Mei Ying' dikeluarkan, (angin meniup bayangan Mei-hua).
Jurus 'Li Feng Chao Yang' dilancarkan, saat itu tepat jurus Xin Jie 'Feng Long Mei Ying' dikeluarkan, keadaan ini membuat pedang Li-e bergeser dan ujung pedang Xin Jie sudah berada didepan ditenggorokan dengan jarak 3 centimeter, begitu Xin Jie mengeluarkan jurus ini, tampaknya Li-e sudah mengetahuinya maksudnya, maka begitu jurus Li Feng Chao Yang dikeluarkan, dia langsung meloncat ke atas.
Dengan posisi yang menguntung dia menusuk lagi.
Terpaksa Xin Jie mengeluarkan jurus 'Ca Jing Mei Mian'.
Tapi Li-e sudah mengetahui jika dia tidak mengganti dengan jurus, 'Gui Jian Fei Ling' pedang miliknya akan meleset, dan ujung pedang musuh akan menusuk di tempat yang tidak bisa dihindarinya.
Li-e sudah tertekan dengan tindakan Xin Jie, tapi dia selalu mempunyai pandangan tepat untuk mengubah jurus, maka dia berhasil menghindari bahaya.641 Li-e menarik kembali jurusnya dan meloncat sejauh 3 meter.
Tiga jurus telah dimainkan, ujung pedang tidak mengena tubuh siapapun.
Tapi Li-e telah dua kali berada dalam bahaya.
Xin Jie berpikir, 'Li-e sangat gesit, sedangkan dia sendiri belum pernah bertarung dengan musuh yang seperti ini, tapi jurus-jurus pedangnya memang setingkat di atas jurus orang lain, tidak seperti yang diceritakan Paman Mei.
Apakah selama 10 tahun ini, ilmunya maju pesat?
Dulu dia baru berkelana di dunia persilatan, dia pernah berpikiran ingin seorang diri bertarung dengan 5 ketua perkumpulan.
Sekarang jika bukan karena dia pernah terdampar di pulau kecil itu, lalu mendapatkan tambahan ilmu dari Guru Hui dan Pin Fan Shang-ren, mungkin sekarang ini melawan pun dia tidak akan bisa memang.
Di pihak lain Li-e benar-benar terkejut.
"Jurus-jurus bocah ini semuanya adalah jurus Qi-mao Shen-jun.
Tapi malah lebih aneh dari jurusnya yang dulu, sepertinya setiap jurusnya khusus untuk menekan jurus-jurus ilmu pedang Kong-dong.642 Apakah benar....
"Hei!...."
Suara dingin terdengar lagi.
Tiba-tiba Li-e mendengar tawa dingin seperti tawa Qi-mao Shen-jun 10 tahun lalu.
Hatinya bergetar.
Dengan jurus-jurus Qiu Zhi Jian Fa, Xin Jie terus menyerang Li-e.
Bayangan pedang terus datang seperti gelombang laut.
Jian Shen Li-e adalah jago pedang pedang nomor satu di dunia saat ini, pasti ilmu pedangnya sangat tinggi.
Dia membentak, tenaga-nya telah terkumpul di ujung pedang.
Warna pedang birunya lebih memanjang.
Cahaya biru itu sepertinya bisa terlepas dari pedang.
Di dalam serangannya ada pertahanan juga.
Begitu pedang Xin Jie beradu dengan cahaya biru itu, pedangnya segera dimiringkan supaya tidak beradu dengan pedang Xin Jie.
Tapi dari pedang terasa ada hawa dingin yang menerpa.
Hal ini membuat Xin Jie terkejut.
Dia mundur 3 langkah dan memeriksa pedangnya.
Ternyata pedangnya telah cacat sebesar kacang hijau.
Sekarang Xin Jie baru sadar bagaimana hebatnya pedang itu.
Dia terpaku dan berhenti bertarung.
Tiba-tiba dari sisi kiri643 hutan muncul seseorang.
Di bawah sinar bulan terlihat sangat jelas, dia adalah Di Jue-jian Yu Yi-fei.
Dipekakan Yu Yi-fei seperti ada seseorang yang sedang tidak sadarkan diri.
Dia adalah Tian Jue Jian Zhu Ge-ming.
Wajah Jin Shen Li-e seperti warna tinta, membuat orang yang melihat merasa takut.
Pelan-pelan dia mendekati Yu Yi-fei dan melihat rambut Yu Yi-fei yang berantakan, bajunya compang camping, benar-benar tampak sangat memalukan.
Melihat wajah gurunya, pelan-pelan dia berkata.
"Jin Lao-da.... Jin Lao Er...."
Li-e melotot. Yu Yi-fei tidak berani meneruskan kata-katanya, tapi melihat orang yang wajahnya ditutup itu, dia tetap melihat dengan aneh. Dalam hati berpikir.
"Siapa yang bisa bertarung lama dengan orang nomor satu ini dan tidak terluka?"
Li-e melihat Zhu Ge-ming yang tidak sadarkan diri lalu melihat baju bagian kirinya compang camping.
Begitu bajunya dibuka, ternyata pundak Zhu Ge-ming terlihat bekas telapak tangan berwarna hitam dan kelima jarinya sangat jelas644 terlihat.
Xin Jie pun melihatnya.
Dia segera tahu kalau itu adalah perbuatan Jin Lao-da, tapi dia tetap berdiri dan tidak bersuara.
Li-e memeriksa luka Zhu Ge-ming dengan wajah merah.
Sebenarnya dalam hati dia sedang memikirkan sesuatu.
"Mei Shan-ming dibunuh olehku sendiri, itu tidak salah. Apakah orang ini adalah muridnya? Tidak mungkin! Sama sekali tidak mungkin karena tenaga dalamnya berumur 60 tahun. Kalau begitu siapa dia sebenarnya?"
Ilmu silat Xin Jie adalah ilmu Qi-mao Shen-jun, ini pasti tidak salah. Melihat bekas telapak di pundak Zhu Ge-ming, dia melihat sebentar lalu berkata.
"Awas kau, Jin Lao-da, Jin Lao Er...."
Sebenarnya yang sedang dia pikirkan sekarang ini adalah siapa orang yang wajahnya ditutup ini?
Xin Jie tetap berdiri tidak bergerak.
Tubuhnya yang kurus berdiri dengan posisi tegap.
Sepasang matanya yang dingin terlihat dari balik penutup wajahnya.
Tiba-tiba Li-e membentak Yu Yi-fei.
"Ayo, kita pergi dari sini!"
Dia sama645 sekali tidak melihat Xin Jie lagi, segera berbalik ke arah dua bersaudara Jin pergi.
Yu Yi-fei memapah Zhu Ge-ming mengikuti Li-e pergi.
Sebelum pergi dia sempat melihat orang yang wajahnya ditutup kain dengan pandangan aneh.
Kepergian Li-e adalah keputusan yang diambil dengan cepat.
Ilmu silat orang yang wajahnya ditutup itu terus mengganggu pikirannya.
Dia tetap tidak percaya Qi-mao Shen-jun yang mati bisa hidup kembali.
Tapi orang ini memakai ilmu silat yang terkenal itu yaitu 'Qiu Zhi Jian Shi'.
Sebenarnya dia ingin mempertaruh-kan nama baiknya dan bertarung dengan orang yang wajahnya ditutup itu.
Dia pergi, supaya nama baiknya tetap terjaga.
Xin Jie tetap berdiri di sana.
Dia tidak mengejar dalam hati berpikir.
"Aku harus menunggu pedang Mei Xiang selesai diperbaiki, baru aku akan membalas dendam."
Bayangan Yu Yi-fei baru saja menghilang, Xin Jie mendengar suara kelepak baju terbawa angin.
Ternyata dijalan itu ada seseorang sedang berlari menuju ke arahnya.
Setelah berada dekat dengan kuil itu,646 langkah orang itu menjadi pelan.
Di bawah sinar bulan terlihat orang itu mengenakan baju berwarna hijau, sangat luwes, dan berwajah tampan.
Sepasang matanya memancarkan sinar kepintaran.
Dia adalah Wu Ling-feng yang berpisah dengan Xin Jie.
Xin Jie melihat Li-e sudah pergi jauh, dia berjongkok di balik sederetan pohon sebagai pelindungnya.
Dia menggunakan ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi, memutar dari belakang dan masuk ke dalam kuil.
Ketika Wu Ling-feng bersiap membuka pintu, keadaan di sana yang dingin membuat wajah Wu Ling-feng yang tampan terlihat tegang.
Xin Jie berputar ke belakangnya dan mencabut pedang.
Suara pedang dikeluarkan dari sarung, seperti air danau yang tenang kemudian dilempar dengan batu kecil.
Wu Ling-feng segera membalikkan badan dengan cepat.
Tangannya siap memegang pedang.
Xin Jie membuka penutup wajahnya dan tertawa terbahak-bahak.
Wu Ling-feng ikut tertawa dan berkata.
"Ternyata kau, Adik Jie. Kau nakal sekali, benar-benar membuatku terkejut."647 Xin Jie berkata.
"Hari itu kau lari, aku sendirian bertarung dengan Hai Tian Shuang-sha. Hampir saja terbunuh."
Wu Ling-feng sangat terkejut dan berkata.
"Aku kira dengan ilmu meringankan tubuhmu yang tinggi bisa memancing mereka, dan tidak akan terjadi masalah. Apa benar kau bertarung dengan mereka...."
Xin Jie menceritakan bagaimana serunya pertarungan antara dia dan Hai Tian Shuang-sha.
Wu Ling-feng yang tadinya tegang bertambah tegang lagi.
Sambil bercerita, Xin Jie berusaha bergurau, akhirnya Wu Ling-feng ikut tertawa dan berkata.
"Adik Xin, kau memang beruntung."
Sejak kecil sifat Xin Jie memang pendiam, tapi di depan saudara yang baru dikenalnya, dia berubah menjadi periang. Wu Ling-feng juga menceritakan keadaannya. Terakhir dia berkata.
"Aku mengejar Zhu Ge-ming dan bertemu dengan penjahat tua Li-e, karena itu aku terus memberi tanda di sepanjang jalan agar kau bisa menyusulku. Aku baru tahu kalau ternyata Li-e dan Gai-bang mempunyai permusuhan.... Maka sepanjang jalan aku terus mengejar mereka. Tapi begitu tiba di sini, aku malah648 kehilangan jejak mereka. Untungnya aku bisa bertemu denganmu."
Xin Jie menceritakan bagaimana dia bertarung dengan Li-e. Kata Wu Ling-feng.
"Ternyata kau telah bertemu dengannya...."
Wu Ling-feng teringat kalau ilmu Xin Jie belum bisa mengalahkan Li-e.
Jika hanya mengandal-kan tenaga sendiri membalaskan dendam ayah-nya, sepertinya cita-citanya tidak akan tercapai.
Wu Ling-feng bingung dan hanya bisa menarik nafas.
Xin Jie mendengar tarikan nafas ini.
Dia pura-pura berkata.
"Apakah kau ingat kalau 10 hari lagi kelima perkumpulan akan mengadakan rapat di Tai Shan? Mari kita jalan-jalan ke sana supaya semua orang tahu kalau 'Duan Hun Jian' masih mempunyai keturunan. Kakak, ayo kita pergi sekarang!"
Kata-kata Xin Jie menambah semangat Wu Ling-feng. Alisnya berkerut. Dia berkata.
"Ilmuku memang belum seberapa, tapi orang-orang kerdil dari 5 perkumpulan itu harus tahu sampai di mana keahlian Duan Hun Jian."
Xin Jie tertawa dan berkata.
"Kakak, ayolah kita pergi sekarang." 649 Matahari menyinari bumi dengan terang. Embun bekas semalam meresap masuk ke dalam pasir kering berwarna kekuningan. Begitu pasir terjemur oleh sinar matahari, uap bermunculan membuat pemandangan yang indah bertambah indah lagi. Dua kuda putih berjalan di atas jalan itu. Matahari yang bersinar terang menyinari bulu kuda berwarna putih. Penunggang kuda itu masih begitu muda dan tampan. Anehnya lagi, mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Pemuda berbaju putih yang berada di sebelah kanan berpikir.
"Xin Jie.... Xin Jie! Musuh di depanmu adalah siluman nomor satu di dunia. Kau harus berhati-hati dan jangan bertindak ceroboh...."
Dia pun teringat ketika dia dipaksa Hai Tian Shuang-sha hingga jatuh ke dalam jurang.
Dia menarik nafas panjang.
Sebenarnya jika ada yang memberitahu, dengan sendirian dia bertarung dengan Hai Tian Shuang-sha sampai ribuan jurus tapi tidak kalah.
Mungkin hal ini akan menggegerkan dunia persilatan.
Pemuda yang ada di sebelah kanan berpakaian biru dan tidak kalah tampan, dia berkata pada dirinya sendiri.
"Ayah di650 surga lindugilah putramu. Anakmu akan membunuh musuh yang telah membunuh ayah...."
Kuda berlari dengan terburu-buru.
Sepanjang jalan mereka terus mengobrol, mereka tidak merasa kesepian.
Ilmu silat Jin Shen Li-e benar-benar sangat tinggi, tenaga dalam maupun ilmu silatnya adalah ilmu tertinggi, tapi hal ini malah membuat Xin Jie bertambah semangat.
Mungkin 10 tahun yang lalu, kemampuan Li-e berada di bawah Paman Mei.
Dalam hati Wu Ling-feng merasa sangat tenang.
Dia sadar ilmu silatnya berada di bawah Li-e, apalagi Li-e masih memiliki 3 orang murid yang ilmu silat juga kuat.
Tapi Wu Ling-feng adalah seorang yang keras kepala.
Dia tidak takut untuk membalas dendam.
Beberapa hari ini Wu Ling-feng sangat mengagumi ilmu silat Xin Jie yang sakti.
Paling sedikit tenaga dalam Xin Jie sudah mencapai tahap bisa menarik sorot mata orang lain.
Mereka berjalan dari Hu Bei ke arah He Nan.
Di tengah-tengah perjalanan mereka terhadang oleh keberadaan Gunung Tong Po.651 Jika mengikuti arah jalan besar harus berjalan sejauh 100 kilometer lagi, karena itu mereka sepakat untuk melintasi gunung, jaraknya akan lebih dekat.
Dengan ilmu silat mereka yang hebat, mereka pun mulai berjalan ke arah gunung.
Bisa mengurangi 1 hari perjalanan.
Begitu tiba di gunung, mereka tidak bisa berjalan perlahan lagi dan membiarkan kuda berlari dengan kencang.
Hanya dalam waktu singkat mereka sudah menghilang di balik Gunung Tong Po.
Ooo)*(ooO BAB 19 Guan Zhong Jiu Hao Sekarang musim gugur, angin di gunung berhembus sangat kencang, tapi hutan di Gunung Tong Po tidak sama.
Hutan di sana gundul, kadang-kadang hanya tampak 1-2 pohon.
Daun-daun pun tampak layu, tampak seperti kedinginan.
Satu-satunya yang terasa adalah cuaca yang bagus.
Langit biru, tidak hujan.
Sepanjang jalan mereka tertawa dan saling bergurau.
Tiba-tiba jalan di depan menyempit, hanya ada satu jalan dan jalan ini hanya652 bisa dilewati oleh seekor kuda dan satu orang.
Mereka berhenti lalu turun untuk melihat-lihat.
Begitu lewat jalan itu keadaan jalan di sana tiba-tiba menurun kemudian tampak ada hutan kecil.
Karena itu mereka berjalan pelan-pelan.
Wu Ling-feng berada di depan dan berjalan melewati jalan kecil ini.
Jalan kecil panjangnya ada 100 meter.
Di sisi jalan tampak banyak semak.
Keadaan ini tidak sama dengan jalan yang mereka lewati tadi.
Ketika mereka baru saja berjalan hingga di tengah jalanan, tiba-tiba terdengar suara senjata saling beradu dan terdengar ada suara jeritan dan tangisan.
Suara itu terdengar dari dalam hutan tidakjauh dari sana.
Mereka terpaku dan kuda dilarikan lebih cepat lagi.
Tapi karena jalan terlalu sempit, kuda tidak berani berlari dengan cepat.
Kuda hanya bisa meringkik untuk protes tapi tetap tidak berjalan lebih cepat.
Suara senjata beradu semakin jelas terdengar.
Xin Jie berkata.
"Sepertinya ada 3 orang yang sedang bertarung...."
Mungkin dia mendengar ada 3 suara senjata yang653 beradu.
Ada 3 suara tidak sama.
Wu Ling-feng mengangguk.
Suara senjata tiba-tiba berhenti, hanya tersisa suara gema yang masih bergaung di udara.
Mereka berdua merasa terkejut.
Suara ini tidak sembarangan pesilat bisa melakukannya, karena itu mereka segera turun dari kuda dan lari ke pinggir hutan.
Mereka melihat ada 2 orang laki-laki sedang bertarung, di pinggir ada seorang perempuan sedang duduk dan menangis.
Ketika dilihat dengan teliti lagi, ada seorang laki-laki yang sedang memeriksa kereta di pinggir, di bawahnya banyak mayat yang bergelimpangan!
Mereka kembali melihat orang yang sedang bertarung.
Orang yang memunggungi mereka membawa 2 jenis senjata.
Tangan kiri memegang pedang, tangan kanan memegang palu besar.
Sedangkan orang yang berhadapan dengannya, adalah seorang laki-laki berumur sekitar 40 tahunan, dia memegang pedang.
Karena ada 3 jenis senjata saling beradu, maka terdengar 3 suara yang berbeda.
Orang yang memegang pedang panjang itu berilmu tinggi.
Dia berada di atas654 angin.
Pedang panjangnya bergerak sebentar ke bawah sebentar ke atas.
Laki-laki yang memegang 2 senjata itu sepertinya sudah tidak kuat lagi.
Dia terus bergerak mundur.
Tiba-tiba orang yang memegang pedang panjang membentak.
Pedangnya menepis.
Orang yang memakai 2 senjata itu sepertinya tidak berniat bertarung lagi.
Dia mundur terus, berusaha menghindari serangan orang itu.
Tapi lawan tetap menyerang dengan pedangnya yang panjang.
Orang yang memegang 2 senjata itu tidak menyangka kalau dia akan terus diserang.
Dia terus menghindar tapi tangan kanan yang memegang palu, malah berusaha menotok tangan lawannya, jurusnya adalah sebuah serangan pancingan.
Pedang panjang lawannya terus menepis.
Laki-laki yang membawa 2 senjata itu tidak menyangka kalau lawan begitu cepat mengubah jurusnya.
Sepertinya dia tidak sempat untuk menghindar, terpaksa pedang dan palu besar itu disatukan untuk menahan jurus pedang.
Tiga senjata beradu.
Laki-laki655 setengah baya yang bersenjatakan pedang panjang tertawa dan terdengar suara JIAT.
Orang yang mengunakan pedang dan palu sudah meloncat tinggi.
Diiringi suara tertawa, laki-laki yang memakai pedang itu menendang beberapa kali.
Karena diserang secara tiba-tiba, terdengar tendangannya mengenai laki-laki yang memakai 2 senjataku, lalu dia pun roboh.
Tiba-tiba laki-laki yang sedang memeriksa kereta berlari menghampirinya lalu memapah laki-laki yang terjatuh itu, kemudian membentak.
"Tuan benar-benar memiliki ilmu silat tinggi. Terimalah serangan telapakku...."
Tapi pedang laki-laki setengah baya itu sudah dimasukkan ke dalam sarung. Dia berkata.
"Shan Zuo Shuang Hao, kalian memiliki ilmu silat tinggi, mengapa bisa berada di Gunung TongPo?"
Mendengar kata-kata ini, Xin Jie sedikit terkejut.
Kedua laki-laki itu ternyata adalah perampok terkenal di Shan Dong.
Yang satu bernama Tangan Pemetik Bintang, Si Kong Zhong.
Yang satu lagi bernama Pedang Sakti Palu Emas, Lin Zhao656 Gao.
Dulu Paman Mei pernah memuji ilmu silat mereka.
Apalagi si Tangan Pemetik Bintang, dia adalah siluman yang sangat lihai.
Tapi laki-laki setengah baya itu ternyata bisa mengalahkan mereka, membuat siapa yang melihatnya terkejut.
Ketika Xin Jie sedang berpikir, laki-laki yang membawa palu emas....
dia adalah si Tangan Pemetik Bintang dengan terkejut bertanya.
"Ilmu silat Tuan sangat baik, tapi...."
Laki-laki setengah baya itu seperti sudah tahu apa maksud si Tangan Pemetik Bintang, dia berkata.
"Kakak Si Kong tidak perlu salah paham kepadaku. Aku bermarga Xie, bernama Chang Qin...."
Si Ma Kong berteriak terkejut. Orang yang tadi tertendang pun sudah berdiri. Si Kong Zhong berkata.
"Tidak disangka Tuan adalah ketua Dian Cang-pai, Luo Ying-jian, Pendekar Xie!"
Xie Chang Qin tertawa kecil dan berkata.
"Shan Zuo Shuang Hao selalu menepati janji. Aku tahu mengapa kalian merampok di gunung ini. Merampok orang yang tidak bisa ilmu silat dan membunuh penumpang yang berjumlah 7 orang.657 Bukankah tindakan kalian terlalu kejam?"
Shan Zuo Shuang Hao tidak menyangka kalau Dian Cang-pai berada di daerah Hu Bei.
Sudah lama mereka mendengar nama besar Luo Ying-jian, mereka memang sudah merasa gentar.
Tidak disangka lawan memarahi mereka dengan nada keras.
Hal ini membuat mereka marah.
Si Kong Zhong tertawa dingin.
"Kami adalah perampok, tentu saja kalau perlu kami akan membunuh. Jika Pendekar Xie tidak tega...."
Dia menunjuk mayat-mayat yang bergelimpangan itu. Xie Chang Qin melihat 7 orang yang sudah lama mati. Dengan dingin dia berkata.
"Aku bermarga Xie meminta petunjuk dari kalian berdua!"
Badannya bergoyang, pedang dikeluarkan.
Si Tangan Pemetik Bintang tertawa terbahak-bahak.
Dia menendang dan membuka nadi Lin Zhao Gao kemudian 2 kepalannya dilayangkan.
Dia bertarung dengan tangan kosong.
Xie Chang Qin melihat lawan tidak menggunakan senjata, dia juga memasukkan kembali pedangnya kemudian mundur658 beberapa meter!
Dengan cepat Kepalan Besi Si Kong Zhong bergerak.
Jurus 'ular beracun keluar dari sarang' dikeluarkan, dia segera menyerang.
Luo Ying-jian memandang remeh kepada Tangan Pemetik Bintang.
Kedua telapaknya disatukan, tubuh bagian bawah tidak bergerak, tubuh bagian atas bergeser beberapa kaki.
Kemudian ledua telapaknya menyerang ke arah kedua sisi tulang rusuk Si Kong Zhong.
Si Tangan Pemetik Bintang segera menghentikan laju tubuhnya dan memukul pinggang Xie Chang Qin.
Tubuh bagian bawah Xie Chang Qin tetap tidak bergerak.
Dengan menggunakan tenaga pinggang, dia bergerak sedikit ke belakang kemudian tangan kirinya diputar dan menyerang nadi Tangan Pemetik Bintang.
Tangan kanan menyerang ke tengah alis Si KongZhong.
Mereka berdua terus bertarung.
Xin Jie dan Wu Ling-feng sedang berunding saat itu.
Wu Ling-feng mendengar kalau laki-laki setengah baya itu adalah salah satu dari 5 ketua perkumpulan, api dendam segera659 membara.
Dia ingin segera bertarung dengannya.
Xin Jie langsung menariknya.
Dengan suara kecil dia berkata.
"Kakak, jangan terlalu gegabah. Dulu yang membunuh paman adalah ayah orang ini.... Hui Heng Jian Xie Xing! Orang ini...."
Tadinya dia ingin memuji kehebatan Xie Chang Qin, tapi dia teringat kalau Xie Chang Qin lah yang menotok Paman Mei hingga terluka.
Walaupun Xin Jie tahu Xie Chang Qin terpaksa melakukannya tapi dia tetap marah dan tidak meneruskan kata-katanya.
Mereka sedang berbicara.
Xie Chang Qin dan Ze Xing Shou bertarung sekali lagi.
Wu Ling-feng tahu yang membunuh ayahnya bukan orang ini melainkan ayah dari orang ini.
Tapi dia tetap marah.
Setelah mendengar kata-kata Xie Chang Qin yang mengandung kebenaran, dia mulai bersimpati kepadanya.
Mereka sekali lagi bertarung.
2 orang yang berada di atas pohon berharap Xie Chang Qin bisa menang.
Xie Chang Qin melancarkan jurus 'Qi Jue Shou Fa'.
Pancaran tenaga yang keluar sangat dahsyat.
Ze Xing Shou tidak mau kalah dia mengeluarkan ilmu andalannya, yaitu jurus '18 jurus Ze Xing'.
Mereka660 berdua adalah pesilat tangguh dunia persilatan.
Pertarungan ini benar-benar sangat mendebarkan.
Xin Jie yang berada di atas pohon diam-diam memuji.
Setiap kali Ze Xing Shou menyerang Luo Ying-jian, Xin Jie selalu memikirkan jurus-jurus tangkisan yang akan dikeluarkan Xie Chang Qin.
Sebaliknya pada saat Xie Chang Qin menyerang Si Kong Zhong, Xin Jie pun berpikir demikian.
Xin Jie memang mempunyai ilmu silat sangat tinggi.
Saat melihat pertarungan mereka berdua, dengan cepat dia bisa memikirkan cara untuk mengatasinya.
Tapi dia juga memuji 2 orang yang sedang bertarung itu ternyata sangat berpengalaman!
Apalagi Si Kong Zhong, tidak ada satu jurus pun dari Xie Chang Qin yang bisa menipunya, dia mengeluarkan jurus sangat cepat dan ganas, benar-benar membuat orang merasa tegang.
Pepatah mengatakan.
30% pengalaman 70% ilmu silat, benar-benar terbukti.
Semakin bertarung jurus yang mereka keluarkan semakin cepat.
Posisi Xie Chang Qin sekarang berada di atas angin.661 Tiba-tiba terdengar suara kuda datang.
Hanya sebentar sudah tampak siapa yang datang.
Mereka berjumlah 2 orang.
Orang pertama berumur sekitar 70 tahunan.
Begitu datang dia langsung mendekat.
Sepertinya dia datang kesana karena mendengar ada suara senjata saling beradu.
Dia segera memberi tanda kepada orang yang ada di belakangnya....
2 orang yang sedang bertarung di dalam hutan mulai tampak siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Xie Chang Qin mulai mengeluarkan jurus 'Qi Jue Shou Fa' nya yang paling lihai, membuat Si Si Kong Zhong berada dalam bahaya.
Terpaksa dengan jurus-jurus '18 jurus Ze Xing' yang terdiri 3 bagian berusaha menyelamatkan diri, jurus 'Gui Jian Fei', 'Lei Dong Wan Wu' dan 'Tian Lao Tao' dikeluarkan agar bisa menahan serangan Xie Chang Qin.
Di luar hutan terdengar ada yang membaca puisi.
"Langit sedikit hijau. Awal bulan terasa lebih dingin...."
Suara itu baru terdengar, wajah Shan Zuo Er Hao segera berubah. Wajah Xie Chang Qin pun berubah. Dia berhenti bertarung dan meloncat.
"Ilmu Shan Zuo sudah kulihat. Aku masih ada662 keperluan lain, aku akan pergi dulu."
Baru saja selesai bicara dia sudah melesat keluar dari hutan itu.
Xin Jie dan Wu Ling-feng yang bersembunyi di balik hutan melihat yang datang membaca puisi itu adalah seorang pak tua yang baru saja datang.
Umurnya sudah 70 tahunan tapi dia tidak tampak kaku dan tua.
Dari nada bicaranya, terdengar nafasnya masih bertenaga.
Luo Ying-jian Xie Chang Qin keluar dari hutan berlari ke hadapan pak tua itu dan berkata.
"Ternyata adalah Pahlawan Tua Ren. Anda juga seorang ternama, mengapa terus menipuku?"
Pak Tua bermarga Ren itu tertawa dingin.
"Luo Ying-jian adalah urusan Dian Cang-pai. Dia sendiri yang berniat masuk perkumpulan kami, mengapa Anda yang menjadi ketuanya selalu mencari ribut dengan kami. Apakah Anda tidak takut kalau sampai ditertawakan orang?"
Dua orang yang ada di atas pohon begitu melihat Pak Tua Ren datang dan Xie Chang Qin tampak begitu sewot.
Mereka menduga mungkin ada sesuatu yang menyangkut nama baik Dian Cang-pai yang telah menyinggungnya, mereka pun tidak663 tahu siapa sebenarnya pak tua itu?
Dua orang yang ada di atas pohon menjadi bingung.
Xie Chang Qin tertawa.
"Tertua Ren, bukan aku ingin mencari masalah, kali ini aku mohon maaf!"
Kata-kata Xie Chang Qin mengandung kemarahan.
Tapi Ren Zhao Xian tidak marah.
Dia hanya tertawa dan membalikkan tubuhnya kemudian melambaikan tangan kepada laki-laki setengah baya yang ada di belakangnya.
Mereka terbagi kekiri dan kanan.
Melihat keadaan ini, Xie Chang Qin tertawa dingin.
"Jangankan hanya kalian berdua, ketua kalian datang pun aku akan tetap bertarung!"
Ren Zhao Xian tetap diam kemudian tangannya melayang.
Kedua lengan bajunya tampak berkibar.
Angin kencang membuat pohon kecil yang berada dalam jarak 10-15 meter menjadi bengkok.
Kemudian Ren Zhao Xian mengeluarkan nafas dan suara, membuat pohon kecil itu tercabut hingga ke akarnya.
Pohon kecil sebesar mangkuk pun terbang mengikuti arah tenaga telapaknya.
Jurus ini mengandung gerak silat tinggi.
Yang membuat orang terkejut adalah664 pada saat tenaga telapak yang ditarik kembali, tenaganya tidak berkurang sedikit pun, padahal tadi dia sudah mengeluarkan tenaga telapak.
Dengan cepat tubuh Xie Chang Qin melesat seperti panah yang terlepas dari busurnya dan dia berdiri di tengah udara.
Pedang secepat kilat berputar ke arah pohon kecil itu.
Pohon dengan pelan-pelan terbang ke tangan Ren Zhao Xian.
Pohon yang disambutnya terputus karena pedang Xie Chang Qin.
Xie Chang Qin sudah tidak bisa diam.
Sepertinya dia sangat marah.
Ren Zhao Xian berkata dengan dingin.
"Hei marga Xie, kau jangan terlalu sombong! Dengarkan dengan jelas, 'Guan Zhong Ba Jiu Hao', He Luo Wei Yi Jian, Hai Nui Chun Qi Miao, Shi Wai You San Xian, sekarang He Luo Yi Jian sudah meninggal. Shi Wai San Xian tidak berada di Zhong Yuan. Qi-mao Shen-jun katanya muncul kembali tapi itu hanya sekedar gosip. Di dunia persilatan sekarang ini Guan Zhong Jiu Hao yang menjadi pemimpin dunia persilatan...."
Belum habis berkata, Xie Chang Qin665 sudah membentak.
"Jangan banyak bicara! Kau didukung Hai Tian Shuang-sha, lalu kau mau apa?"
Ren Zhao Xian tertawa dingin.
"Tetua Hai Tian Shuang-sha siap membentuk Jiu Hao. Kau dengar, Guan Zhong Jiu Hao kecuali Hai Tian Shuang-sha dan dua orang lagi yang sudah pensiun, semua berjumlah 4 orang, ditambah lagi dengan 5 orang, mereka adalah Shan Zuo Shuang Hao, aku dan Kakak Bai...."
Dia menunjuk laki-laki setengah baya itu dan berkata.
"Masih ada satu lagi, dia adalah adik seperguruanmu Lu Fang, Adik Lu!"
Kali ini kepergian Xie Chang Qin adalah untuk menangkap orang yang mencuri buku rahasia Dian Cang-pai, dia adalah adik seperguruannya yang bernama Lu Fang.
sekarang mendengar Lu Fang masuk menjadi anggota Guan Zhong Jiu Hao, dia terkejut dan tidak bisa bicara!
Ren Zhao Xian tertawa.
"Kami tidak memaksanya, dia sendiri yang suka rela masuk ke perkumpulan kami. Lihatlah...."
Kemudian dari balik baju bagian dada dia mengeluarkan sepucuk surat yang666 tersimpan dalam amplop lalu melemparkannya.
Xie Chang Qin menyambut surat itu dan membacanya sekilas.
Dia tahu surat itu berisi tulisan tangan adik seperguruannya.
Dia benar-benar kecewa.
Tapi dia tetap bertanya.
"Mana buku rahasia Dian Cang-pai?"
"Itu adalah urusan Adik Lu, aku tidak tahu. Hei marga Xie, kalau kau terus mencari masalah dengan kami dan selama ini aku selalu mengalah, maksudku tidak lain adalah aku ingin meminjam mulutmu supaya kabar ini tersebar ke seluruh penjuru dunia persilatan kalau Guan Zhong Jiu Hao akan muncul kembali dan akan berjaya lagi. Jika aku benar-benar ingin bertarung denganmu, apakah kau masih bisa hidup sampai sekarang?"
Ren Zhao Xian berkata lagi.
"Hari ini aku harus memberimu sedikit pelajaran. Biar semua orang tahu kalau Guan Zhong Jiu Hao bukan perkumpulan yang mudah dihina. Lima perkumpulan harus bertekuk lutut kepada kami...."
Baru habis berkata, Xie Chang Qin tertawa panjang kemudian berkata.
"Itu667 lebih baik! Kita lihat dulu seperti apakejayaan Jiu Hao!"
Tubuhnya baru akan bergerak, Ren Zhao Xian sudah berkata dingin.
"Hei marga Xie, kau harus berpikir dengan jelas dan jernih, kami berempat, 2 berada di depan 2 berada di belakang akan bertarung denganmu, apakah kau masih bersikap keras kepala?"
Xie Chang Qin melihat Shan Zuo Shuang Hao berdiri di belakangnya, satu di kiri dan satu di kanan, tidak jauh darinya. Dalam hati Xie Chang Qin berpikir.
"Ingin melarikan diri pun rasanya sudah tidak mungkin."
Dia memang orangnya polos dan tidak banyak bicara.
Pedangnya menyerang Ren Zhao Xian.
Ternyata semenjak Lu Fang mencuri buku dan melarikan diri dari perguruan, Xie Chang Qin sudah lama mengejarnya.
Sepanjang jalan dia hampir berhasil ditangkap tapi selalu ada orang luar yang diam-diam membantu Lu Fang meloloskan diri.
Dia mengejar adik seperguruannya hingga ke perbatasan Hu Bei lalu bertemu dengan Ren Zhao Xian.
Karena pernah bertemu satu kali, Ren Zhao Xian memberitahu kepada Xie Chang Qin bahwa Lu668 Fang telah melarikan diri ke arah Tong Po Shan.
Karena itu Xie Chang Qin mengejarnya sampai ke sini dan secara kebetulan dia melihat Shan Zuo Shuang Hao sedang merampok dan membunuh kereta yang lewat, karena itu Xie Chang Qin ikut campur masalah ini.
Ternyata Ren Zhao Xian sengaja menipu Xie Chang Qin datang kemari untuk dikepung dan dibunuh di sana.
Sekarang Xie Chang Qin baru sadar dengan rencana busuk Ren Zhao Xian, tapi apa daya dia hanya bisa pasrah.
Xie Chang Qin dikepung oleh 4 orang.
Hanya dalam beberapa jurus, dia berhasil disudutkan.
Xin Jie dan Wu Ling-feng berunding sebentar.
Xin Jie segera memberi tanda kepada Wu Ling-feng.
Dia segera menutup wajahnya dan meloncat turun dari pohon.
5 orang yang sedang bertarung di bawah pohon segera berhenti bergerak karena Xin Jie tiba-tiba saja masuk ke arena pertarungan.
Orang yang datang itu wajahnya ditutup kain dan di atas kain tersulan 7 kuntum Mei-hua.
Orang yang baru datang itu berkata dengan dingin.
"Apa bagusnya Guan669 Zhong Jiu Hao? Umur Mei Shan-ming memang sudah tua, tapi.... Hei, hei!"
Xin Jie sengaja berkata seperti itu mengakhiri perkataannya supaya orang-orang di sana merasa merinding.
Empat orang anggota Guan Zhong Jiu Hao itu tampak terpaku.
Wajah Luo Ying-jian berubah.
Setiap saat, setiap waktu, persoalan ini selalu membuat resah hatinya.
Dia merasa menyesal, dan penyesalannya selalu menusuk perasaan.
Tidak disangka, hari ini dia bertemu kembali dengan orang yang 10 tahun lalu dilukainya hingga mati.
Orang ini menutup wajahnya.
Xin Jie melihat mereka dengan dingin, tiba-tiba dia mengerti bagaimana perasaan Xie Chang Qin.
Tapi hanya sebentar, dia berkata dingin.
"Guan Zhong Jiu Hao berniat muncul kembali, apakah hanya dengan mengandalkan orang tidak berguna, apa semua rencana kalian bisa terlaksana? Jujur bicara, aku Mei Shan-ming, orang pertama yang tidak bisa menerimanya. Apakah dengan ilmu silat seperti yang kalian miliki berniat mengangkat nama kalian sejajar dengan nama-ku?"
Kata-katanya terdengar sangat angkuh.670 Awalnya Ren Zhao Xian sedikit terkejut, tapi setelah mendengar kata-kata ini, dia marah dan membentak.
"Apakah rohmu yang sudah mati di bawah pedang 5 perkumpulan, ingin berjaya kembali? Ha, ha, ha!!"
Xin Jie merasa disindir dan dihina, hal ini membuatnya marah dan berkata.
"Jika hal itu benar, lalu kau mau apa?"
Karena Ren Zhao Xian terlalu marah, melihat Xin Jie pun marah karena kata-katanya, segera tawanya berubah menjadi seperti suara simbal beradu.
Dengan cepat Ren Zhao Xian berhenti tertawa kemudian kedua telapaknya diangkat.
Jurus 'Han Xin Zhang Li' (tenaga telapak hati dingin) dilancarkan.
Dia mengira dengan mengeluarkan jurus ini secara tiba-tiba, Qi-mao Shen-jun tidak akan bersiap.
Xin Jie tertawa dingin.
Dia tidak mundur melainkan maju selangkah, kemudian tangan kirinya diayun.
Sebuah tenaga kuat dikeluarkan....
Dua tenaga saling beradu.
Tangan Xin Jie sekali lagi melambai.
Ren Zhao Xian merasa tenaga telapak lawan lebih kuat dibandingkan miliknya bahkan beberapa kali671 lipat.
Karena terkejut, dia terdiam.
4 orang yang melihat kejadian itu hatinya menjadi bergetar.
Mereka berpikir Qi-mao Shen-jun ternyata tidak benar-benar mati di tangan 5 perkumpulan.
Dia benar-benar mempunyai ilmu silat tinggi.
Shan Zuo Shuang Hao sudah tidak sabar.
Dengan telapaknya dia menyerang tangan Xin Jie.
Xin Jie tertawa dingin.
Telapaknya sedikit dilambatkan kemudian dengan cara menempel, mennyambut telapak Lin Zhao Gao.
Ilmu Xin Jie berhasil setelah dibantu oleh Pin Fan Shang-ren hingga tenaga dalamnya bertambah 60 tahun layihan.
Apalagi dia telah mewarisi ilmu Mei Shan-ming yang sebenarnya, sekali digunakan dengan mudah dia mengalahkan Ren Zhao Xian dan Lin Zhao Gao.
Tapi karena dia mengatas namakan Qi-mao Shen-jun, maka dia selalu menggunakan tenaga dalam untuk menahan serangan mereka berdua.
Ren Zhao Xian dan Lin Zhao Gao adalah dua siluman terkenal, ilmu silat mereka tinggi dan sering membuat geger dunia persilatan.
Sekarang mereka berdua telah bergabung, tapi apa hasil yang mereka672 dapatkan?
sudah bisa diduga!
Xin Jie mengeluarkan nafas kemudian mengumpulkan tenaga lagi.
Ternyata dia sudah mengeluarkan 80% tenaganya.
Ren Zhao Xian dan Lin Zhao Gao tidak menyangka kalau Qi-mao Shen-jun mempunyai tenaga dalam begitu hebat.
Mereka menambah serangan dan kekuatannya.
Si Kong Zhong adalah orang yang sangat berpengalaman.
Begitu melihat Xin Jie, dia tahu kalau Xin Jie menyambut serangan mereka dengan terpaksa.
Sambil tertawa dingin dia melangkah ke depan satu langkah.
Hu!
Telapak Si Kong Zhong menepis.
Hati Xin Jie tergetar tapi dia tetap menyambutnya.
Si Kong Zhong dijuluki Ze Xing Shou (tangan memetik bintang).
Bisa dibayangkan bagaimana kehebatan tenaga telapaknya.
Begitu menyambut serangannya, Xin Je merasa jantungnya berdebar dengan kencang.
Kemudian dia menarik nafas panjang untuk mengatur nafas.
Sekarang seluruh tenaga dalamnya dikerahkan.
Ilmu silat Xin Jie sekarang ini bisa dikatakan terkenal di dunia persilatan, tapi 1 orang melawan 3673 pesilat tangguh sepertinya dia akan merasa sedikit kerepotan.
3 orang 'Guan Zhong Jiu Hao' ikut bertarung, hanya Bai Feng Shang yang masih berdiri di sana.
Bai Feng Shang dengan ilmu silatnya yang tinggi selalu malang melintang di dunia persilatan.
Ilmu silatnya paling tinggi dan paling licik.
Berdasarkan pengalaman dan ilmu silatnya, dia melihat Qi-mao Shen-jun bertarung dengan sekuat tenaga.
Jika dia ikut bertarung, Qi-mao Shen-jun pasti akan terluka disisi sana masih ada Luo Ying-jian, Xie Chang Qin.
Jika dia ikut bertarung lawan pasti tidak lepas tangan begitu saja, dalam keadaan seperti itu belum dapat dipastikan siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Karena itu sejak tadi dia memutuskan tidak ikut bertarung.
Tiba-tiba Xin Jie membentak.
Ternyata nafasnya mulai terasa sesak dan dia pun mulai mundur.
begitu Xin Jie menarik telapak tangannya dan mundur, mereka bertiga tidak akan bisa menyerangnya dengan kompak.
Xin Jie dia bisa menjaga diri dengan kemampuan ilmu silatnya sekarang ini.
Tapi jika Ren Zhao Xian dan Si Kong Zhong menarik674 telapak mereka dan Xin Jie menyerang dengan tenaga dalamnya, mereka bertiga pasti akan terluka parah.
Dari luar tampak kalau Xin Jie berada di pihak yang dirugikan, tapi sebenarnya keadaan ketiga orang itulah seperti naik ke atas macan dan tidak bisa turun.
Dengan nama Qi-mao Shen-jun Xin Jie tidak akan menarik telapak tangannya dan mengalah, karena itu dia berusaha untuk terus melawan.
Bai Feng Shang yang berada di pinggir sudah tidak tahan lagi terus diam.
Dia maju selangkah lalu menarik nafas, siap untuk menerjang....
Menurut pendapatnya Xie Chang Qin pasti mencegah.
Dari sudut matanya dia melihat wajah Xie Chang Qin terpaku.
Tangan yang memegang pedang masih terjuntai ke bawah, seperti sedang kebingungan melihat pertarungan itu.
....
Bai Feng Shang benar-benar senang.
Tangan kanannya pelan-pelan mendorong dan tangan diangkat keatas.
Tapi dari sisi hutan datang seseorang.
Telapak kiri berputar, telapak kanannya pun berputar.
Satu jurus dengan 2 perubahan,675 menyambut telapak Bai Feng Shang.
Nama Qi-mao Shen-jun sangat terkenal 30 tahun yang lalu, bisa dikatakan dia adalah nomor satu di dunia persilatan.
Sekarang Bai Feng Shang menyangka Xin Jie adalah Qi-mao Shen-jun, dia tidak berani bertindak ceroboh.
Telapaknya memukul, walaupun tidak membawa suara angin tapi tenaganya sangat dahsyat, cukup untuk menghancurkan batu atau sejenisnya.
Wu Ling-feng yang berada di atas pohon melihat Xin Jie berada dalam bahaya.
Dia tidak tahan lagi, dia meloncat turun dari pohon dan menyambut serangan Bai Feng Shang.
Dulu He Luo Yi Jian Duan Hun Jian Wu Zhao-yun adalah pesilat nomor satu di daerah Hua Bei.
Tenaga telapaknya sangat dasyat.
Sejak kecil Wu Ling-feng mengikuti seorang pesilat tangguh untuk mempelajari ilmu silat ayahnya.
Ilmu telapaknya cukup lumayan, satu jurus dengan 2 perubahan.
Dia mengait kedua tangan Bai Feng Shang.
Bai Feng Shang merasa di depannya terhalang seseorang, telapak tangan orang yang menghalangi sudah tiba, udara terasa berputar.
Suaranya membuat orang terkejut.676 Bai Feng Shang tidak menyangka kalau tenaga telapak orang ini begitu kuat, segera tangan kirinya ditarik sekali lagi setelah itu mendorongnya.
Telapak tangannya ditarik dan didorong sambil mengerahkan seluruh tenaga.
Bai Feng Shang tidak tahu apakah dia kawan atau lawan, karena itu dia sangat berhati-hati.
Tapi karena tenaga lawan terlalu besar, dengan sepenuh hati dia juga mengayunkan tangannya.
Kali ini dia menghadapi perlawanan yang keras.
Dengan keras melawan keras.
Wu Ling-feng merasa tenaga lawannya yang besar membuat tubuhnya naik beberapa meter, Bai Feng Shang juga tidak sanggup menahan tenaga yang membalik.
Dia juga mundur beberapa meter.
Begitu beradu tenaga, Wu Ling-feng mengetahui kalau ilmu silatnya masih berada dibawah lawannya.
Dia segera mencabut pedang Duan Hun Jian, membuat percikan bunga berada di mana-mana.
Bai Feng Shang melihat musuh mengeluarkan senjata.
Dia melenting, kedua tangannya diputar.
Sebuah tongkat besi dengan panjangnya 1.5 meter berada di677 tangannya.
V/u Ling Feng yang berada di tengah udara melihat cara Bai Feng Shang mengambil senjata begitu cepat.
Dia tahu cara lawan menggunakan senjatanya pasti sangat lihai, karena itu dia segera menyerang dari atas ke bawah.
Bai Feng Shang membentak.
Tongkat besi beradu dengan pedang dan mengeluarkan suara memekakkan telinga orang hingga seperti hampir tuli.
Mereka berdua lalu bertarung.
Luo Ying-jian Xie Chang Qin berdiri terpaku, dia teringat kembali peristiwa dulu.
Pertarungan yang terjadi di depan mata, dia seperti tidak melihat dan mendengarnya.
10 tahun yang lalu, di Wu Hua Shan di Gunung Kun Lun, di lembah itu Qi-mao Shen-jun bertarung seorang diri melawan ketua 5 perkumpulan.
Dari Kun-lun-pai Pendekar Zhao karena mengepung Wu Zhao-yun, dia terluka parah dan mati.
Ayah Xie Chang Qin pun meninggal.
Demi nama dan keselamatan nyawanya dengan segala cara dia berusaha menotok Shen-jun yang sedang bertarung dengan 3 ketua perkumpulan.
Selama 10 tahun, hal ini seperti ular beracun yang selalu menggigit hatinya....678 Dia memperagakan jurus menyerang.
Mungkin itu adalah jurus 'Qi Jue Shou Fa' yang dipakainya dulu untuk menotok Mei Shan-ming.
Tiba-tiba dia seperti orang gila dan nanar terus melihat sepasang tangannya.
Dia merasa sepasang tangannya berlumuran dengan darah.
Wajahnya mengeluarkan ekspresi menakutkan.
Terdengar TANG, mungkin tongkat besi dan pedang beradu lagi.
Dia terkejut dan seperti terbangun dari mimpi.
Melihat Wu Ling-feng dan Bai Feng Shang sedang bertarung sengit, Qi-mao Shen-jun bertarung dengan Shan Zhou Shuang Huo dan Ren Zhao Xian.
Segera satu pikiran melintas di benaknya.
Wajahnya yang tampan segera berubah menakutkan.
Dia melihat pertarungan antara Wu Ling-feng dan Bai Feng Shang.
Dia tahu kalau kedua oang itu dalam waktu singkat tidak akan saling mengalahkan.
Dia melihat ke arah Qi-mao Shen-jun.
Peristiwa 10 tahun lalu terus membayanginya.
Tiga pesilat dari 3 perkumpulan sekarang berubah menjadi Shan Zuo Shuang Hao dan Ren Zhao Xian.679 'Qi-mao Shen-jun sepertinya tidak menaruh dendam kepadaku,' pikirnya, 'Tapi pukulanku dulu telah membuatnya kehilangan semua ilmu silatnya.
Mengapa dia....
' 'Sekarang jika aku menotok Tian Ling dan Tian Zu dengan jurus 'Qi Jue Shou Fa', orang yang terbuat dari besi pun pasti akan mati.
Kali ini aku harus lebih kuat menotoknya.' 'Tidak!
Di antara kami tidak ada dendam kesumat, mengapa aku harus terus mencelakainya?' pikiran ini terbersit keluar, membuat wajahnya menjadi merah, 'tapi jika aku tidak membunuhnya sekarang, dia yang akan membunuhku!
Qi-mao Shen-jun adalah orang yang sangat kejam!' Dia memberi alasan untuk menenangkan dirinya sendiri.
Pikiran itu terus menerus melintas diotaknya, membuat wajahnya yang tampan terus berubah.
'Umurku belum terlalu tua, mengapa aku harus takut mati?' dia berkata pada dirinya sendiri, tiba-tiba dia teringat sesuatu karena pikiran seperti inilah dia baru berani menotok Mei Shan-ming....
'Untuk apa keselamatan nyawa dan680 nama baik?' Pertamakah dia mencelakai Mei Shan-ming, dia sering menyesali perbuatannya.
Sekarang jika teringat kembali, dia merasa semua perbuatannya sangat menusuk mata.
Dia benar-benar merasa gelisah.
Walaupun 10 tahun ini dia selalu menyalahkan dirinya sendiri tapi begitu ada 'kesempatan' datang, pikiran dulu muncul kembali.
Tiba-tiba dia teringat bagaimana rasa sakit batinnya karena penyesalan yang mendalam, dia mengumpulkan tenaga di seluruh tubuhnya.
'Aku tidak boleh terus membuat kesalahan.
Apakah penyesalan yang kuderita selama 10 tahun ini masih tidak cukup?' Dia menghentakkan kakinya.
Pedang ditancapkan ke tanah.
Tanah keras terbelah menjadi lubang besar.
Ooo)*(ooO BAB 20 Sebelum pertarungan Angin gunung meniup dedaunan, menghasilkan suara, SHA SHA SHA.
Cuaca begitu cerah, langit berwarna biru, di sebelah barat tampak segumpal awan putih681 yang sedang berhenti di sana.
Awan putih membuat langit bertambah biru lagi.
Xie Chang Qin menatap langit, jantungnya berdebar-debar, dia terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Apakah aku harus membantu Qi-mao Shen-jun?"
Satu menit yang lalu dia masih berpikir.
"Apakah aku harus membunuhnya lagi?"
Ini berarti jalan pikirnya berubah seratus delapan puluh derajat dari semula.
Kalau dia mengatakannya, mungkin dia pun akan merasa terkejut, karena semenjak 10 tahun yang lalu, pertama kali dia melihat Qi-mao Shen-jun, dia sudah merasa kagum.
Kekagumannya sudah berlangsung selama 10 tahun, bukan karena dia telah membunuh Qi-mao Shen-jun maka kekagumannya menjadi pudar, di dalam hatinya kekagumannya malah semakin mendalam.
Tapi kalau teringat kejadian 10 tahun lalu, dia segera mengubah pikirannya.
Dia berusaha berpikir kalau Mei Shan-ming adalah orang yang angkuh, jahat, dan juga kejam.
Dengan cara seperti itu dia baru bisa memaafkan perbuatannya sendiri.682 Sekarang telah terjadi perang batin dalam hatinya, dia ingin membantu Qi-mao Shen-jun tapi pada saat dia bersiap-siap akan membantu, dia menjadi ragu lagi.
Karena dia tidak mau mengakui kesalahan yang dilakukannya dulu.
Tiba-tiba terdengar suara HEI.
Xie Chang Qin melihat Qi-mao Shen-jun sedang bertarung dengan Shan Zuo Shuang Hao dan Ren Zao Xian.
Dan mereka sudah berada dalam tahap berbahaya.
Dulu Qi-mao Shen-jun bertarung dengan 3 ketua perkumpulan, sekarang dia bertarung dengan Shan Zuo Shuang Hao dan Ren Zao Xian, keadaannya tidak berubah seperti keadaan 10 tahun lalu pada saat bertarung dengan 3 ketua perkumpulan.
Dari sini bisa tampak bagaimana kekuatan Xin Jie sebenarnya, dia benar-benar hebat.
Tiba-tiba dari dalam hutan muncul seseorang, dia tertawa panjang, usianya sekitar 30 tahun, berbaju kuning, tapi kakinya diikat, tampak benar-benar sangat aneh.
Pada saat melihat orang itu wajah Xie Chang Qin berubah, orang itu melayangkan telapak tangannya.
Dan terdengar suara683 yang membawa angin kencang, menyerang Qi-mao Shen-jun.
Saat itu Xin Jie sedang bertarung dengan posisi satu lawan tiga, keadaan masih seimbang, sekarang ditambah dengan sebuah serangan telapak, dia merasa dia sudah tidak dapat menghindar lagi.
Xin Jie pasti akan terluka berat.
Karena melakukan gerakan terburu-buru dan tidak berkonsentrasi, dia merasa tenaga itu datang menghampirinya.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara bentakan.
"Pengkhianat, apakah kau tidak kenal denganku?"
Xie Chang Qin membawa pedang, meloncat dan menghampiri orang itu, ujung pedangnya menunjuk ke arah pergelangan tangan orang itu.
Waktu itu Xin Jie dengan bersiul, tenaganya dikerahkan lagi, kedua tangannya yang sejak tadi disatukan tiba-tiba terpisah, sekarang jarak kedua telapaknya hanya sekitar setengah meter.
Ren Zao Xian dan Shan Zuo Shuang Ha terkejut, tapi mereka tidak mau kalah.
Mereka menambahkan tenaga pada telapaknya, dan telapak mereka didekatkan....
tapi tiba-tiba telapak mereka seperti terkena magnet,684 sedikit pun tidak bisa didekatkan.
Terdengar Xin Jie bersiul lagi, kemudian dia menggoyangkan tubuhnya, kedua tangannya dilambatkan, dia membuat tenaga telapak lawan ditarik ke belakang, dan dia maju satu langkah.
Shan Zuo Shuang Hao merasa tenaga dalam lawan tiba-tiba menghilang, karena tidak bisa menjaga keseimbangannya, mereka terdorong kedepan, setelah maju beberapa langkah mereka baru bisa berdiri tetap.
Mereka membuat pasir kuning di sana beterbangan.
Kali ini sudah tampak hasil pertarungan, Walaupun Shan Zuo Shuang Hao dan Ren Zao Xian merasa sedikit malu, tapi mereka juga merasa lebih santai, karena merka tahu kalau terus bertarung, tidak akan ada hasil yang memuaskan.
Xin Jie dengan wajah masih ditutup topeng melihat ke kiri, Xie Chang Qin terus memegang pedang sambil menatap marah kepada orang yang baru datang.
Xin Jie tahu kalau orang yang baru datang itu adalah pengkhianat Dian Cang-pai, Lu Fang.
Lalu dia melihat kekanan, kedua telapak Bai Feng Shang masih berputar,685 jurus pedang Wu Ling-feng terus dikeluarkan, sepertinya membentuk lingkaran yang semakin mengecil.
Xin Jie tahu ilmu silat Wu Ling-feng berada di bawah Bai Feng Shang, tapi jurus pedang Wu Ling-feng yang bernama '72 jurus Duan Hun Jian' belum diselesaikan, Wu Ling-feng tidak bisa dikalahkan sementara, maka dia membalikkan kepala, melihat pertarungan Xie Chang Qin....
Xie Chang Qin sedang bertarung dengan pengkhianat sekaligus adik seperguruannya, terdengar dia membentak.
"Pengkhianat! Cepat serahkan dirimu!"
Ujung pedangnya menusuk kepundak kiri Lu Fang, Lu Fang melipat wajahnya, dia maju kekanan setengah langkah, tangan kirinya dibalik menghadap atas, dia mengambil pedang dari punggungnya, kedua pedang saling beradu dan bergetar hingga kesamping.
Lu Fang mengambil kesempatan ini untuk maju selangkah.
Tangan kiri Lu Fang memegang pedang, dia berkata dengan dingin.
"Xie Chang Qin, hubungan kita sebagai kakak adik seperguruan mulai hari ini putus, jadi semenjak hari ini apa pun yang kulakukan686 Kakak tidak perlu ikut campur...."
Sejak tadi dia menjelaskan bahwa hubungan mereka sebagai kakak adik seperguruan sudah putus, tapi karena sudah puluhan tahun terbiasa memanggil kakak maka dia tetap memanggil Xie Chang Qin dengan sebutan kakak seperguruan.
Xie Chang Qin tidak bergerak, tapi dari tangan kirinya dia mengeluarkan sebuah plakat kecil dan berkata.
"Lu Fang, apakah setelah melihat plakat suci milik perguruan, kau tidak mau berlutut?"
Wajah Lu Fang tampak sedikit bergetar, tapi dengan cepat wajahnya yang dingin kembali seperti semula lagi, dengan nada menyeramkan dia berkata.
"Sejak tadi sudah kukatakan, Lu Fang telah resmi keluar dari Dian Cang-pai, apa gunanya plakat suci milik perguruan diperlihatkan padaku?"
Karena meremehkan plakat suci milik perguruan, Xie Chang Qin marah dan tubuhnya bergetar, dia membentak.
"Kau.... kau berani...."
Karena sangat marah dia tidak bisa meneruskan kata-katanya.
Ren Zao Xian dengan pandangan seram terus melihat Xie Chang Qin, karena marah687 dia sampai membelalakkan matanya seperti akan meloncat keluar.
Sebelah tangan Ren Zao Xian diayunkan, setitik cahaya, terbang ke arah nadi di punggung Xie Chang Qin.
Karena tangan kiri Xie Chang Qin masih memegang plakat suci milik perguruan, maka nadi di punggungnya sama sekali tidak terjaga, karena dipenuhi dengan amarah, telinga dan matanya kurang waspada, senjata rahasia sudah sampai di depan....
Tapi senjata rahasia itu hanya berbunyi TING, lalu terjatuh seperti telah terbentur oleh sesuatu.
Suara itu membuat Xie Chang Qin terkejut, lalu dia pun melihat ke bawah.
Ternyata benda untuk memukul senjata rahasia itu hingga tidak sampai menyerangnya hanya sebutir pasir.
Tidak perlu dicari lagi siapa yang telah menembakkan pasir itu, dia pasti Xin Jie.
Pertarungan antara Wu Ling-feng dengan Bai Feng Shang pun sudah terhenti.
Lu Fang tiba-tiba memberi kode, Shan Zuo Shuang Hao yang memunggungi Xie Chang Qin secara bersamaan membalikkan telapaknya dan menyerang.
Kedua tenaga angin menjadi satu, dan menyerang Xin Jie....688 Ren Zao Xian kedua tangannya dalam waktu bersamaan mengeluarkan angin dingin lalu menyerang Xie Chang Qin yang masih dalam keadaan terkejut....
Di luar dugaan, Lu Fang membalikkan tangan menusuk Wu Ling-feng yang berada di belakangnya dengan jurus 'Qi Qin Zhan Yi' (7 unggas beterbangan).
Jurus ini sangat aneh.
Wu Ling-feng baru saja membalikkan tangan berniat melawan tapi dia merasa di belakang ada yang menyerang, mungkin Bai Feng Shang mengambil kesempatan ini juga menyerangnya.
Kelima orang itu sepertinya sudah berjanji, mereka bersama-sama menyerang musuh.
Jurus-jurus mereka benar-benar ganas dan licik.
Wu Ling-feng, Xin Jie, dan Xie Chang Qin sekali kali masuk dalam bahaya....
Pertama-tama Xin Jie merasa tenaga Shan Zuo Shuang Hao menyerang ke dadanya.
Dia tahu ilmu kedua orang itu sangat tinggi, kedua kakinya segera meloncat ke atas, sebelah tangan-nya mengerahkan tenaga.
Dia berusaha menghin-dari bahaya yang datang, sebelum mendarat sebilah pedang sudah berada di tangannya.689 Begitu tersadar, Xie Chang Qin dengan tergesa-gesa mengeluarkan serangan.
Karena pengalamannya sangat banyak, tanpa berpikir panjang lagi, pedang dikeluarkan dan menyerang pundak Ren Zao Xian.
Sebenarnya jurus ini bukan serangan pedang.
Jurus ini dilancarkan untuk menyelamatkan diri dan bertahan.
Dari sudut mata, dia melihat Wu Ling-feng berada dalam bahaya....
'Qi Qin Zhan Yi' digerakan dengan tangan kiri, jurus Lu Fang memang aneh, apalagi Wu Ling-feng tidak berpengalaman.
Hal ini membuatnya bengong seperti tidak tahu masalah, lebih celakanya telapak Bai Feng Shang sudah berada di belakangnya.
Walaupun jurus ini sangat aneh, tapi harus melihat siapa lawannya.
Jika posisi ini digantikan oleh Xin Jie, yang pengalamannya memang masih sedikit, menghadapi keadaan seperti ini, tentu jurus 'Qiu Zhi Jian Shi' akan dikeluarkannya.
Jurus 'Qi Qin Zhan Yi' milik Lu Fang pasti akan bisa dikalahkan, dan Lu Fang pasti akan terancam bahaya.
Sekarang, serangan yang berbahaya adalah serangan telapak Bai Feng Shang kepada Wu Ling-feng.
Xin Jie690 dengan mudah menghindari serangan Shan Zuo Shuang Hao, dan dia tidak melihat bahaya yang mengancam Wu Ling-feng.
Begitu dia melihat, Xie Chang Qin sudah mendekat....
Xie Chang Qin melihat bahaya yang mengancam Wu Ling-feng.
Entah mengapa keadaan itu membuatnya melupakan segala persoalan yang menggangu dan jurus pedang yang dilancarkan ditarik kembali, dia tidak berusaha menghindari serangan telapak Ren Zao Xian dan dia meloncat.
Dengan jurus 'Qi Qin Zhan Yi' dia mendekat Bai Feng Shang.
Terdengar DASH, telapak Ren Zao Xian mengenai kaki kirinya tapi dia tetap meloncat ke arah sana.
Ketika Xie Chang Qin mengeluarkan jurus pedangnya, tenaga telapak Ren Zao Xian telah ditarik 50% nya, karena itu walaupun terkena tendangan Xie Chang Qin tetapi dia tidak sampai terluka berat.
Ilmu 'Qi Qin Zhan Yi' yang dimainkan oleh ketua Dian Cang-pai, tenaga yang dikeluarkan lebih dasyat lagi, yang tampak hanyalah bayangan pedang seperti 7 ekor unggas yang sedang mengepakkan keempat belas sayapnya.691 Bai Feng Shang terpaksa menarik kembali telapaknya dan mundur 3 langkah untuk menghindari serangan Xie Chang Qin.
Xie Chang Qin meloncat melewati kepalanya dan mendarat.
Tubuhnya sempoyongan karena kaki kirinya terluka.
Waktu itu terdengar suara 'TING, TING'.
Wu Ling-feng yang berada dalam bahaya, dia mengeluarkan ilmu pedang Duan Hun Jian untuk membantu jurus Qi Qin Zhan Yi.
Rencana busuk 5 Hao dalam Guan Zhong Jiu Hao meleset dari perkiraan semula....
kecuali kaki Xie Chang Qin yang terluka yang lainnya masih dalam keadaan baik.
Walaupun Wu Ling-feng mengetahui yang telah membunuh ayahnya bukan Xie Chang Qin, walau bagaimanapun dia tidak mau bahu membahu menghadapi musuh dengan putra dari orang yang telah membunuh ayahnya.
Xin Jie mempunyai pikiran serupa.
Tapi keadaan membuat mereka mau tidak mau harus bersatu.
Semua hal di dunia ini selalu berseberangan dengan kenyataan sebenarnya.
Pikiran Wu Ling-feng adalah pendapatnya sendiri.
Sebenarnya dulu ayah Xie Chang692 Qin yang bernama Xie Xing, walaupun pernah ikut mengepung Duan Hun Jian Wu Zhao-yun tapi dia mati di tangan Wu Zhao-yun.
Menurut Xie Chang Qin sendiri, Wu Ling-feng adalah putra dari pembunuh ayahnya.
Hanya saja dia sekarang belum tahu nama Wu Ling-feng sebenarnya.
CES!
Duan Hun Jian milik Wu Ling-feng membawa angin dingin menyambar ke dada Bai Feng Shang.
Suara yang tajam dan menusuk telinga dikeluarkan oleh Xin Jie.
Tenaga dalam yang besar disalurkan melalui ujung pedang.
Dalam jarak 2.5 meter dengan Shan Zuo Shuang Hao, membuat mereka merasa ada tenaga yang menyerang terasa ke wajahnya.
Angin ini membuat baju Si Kong Zhong dan Lin Zhao Gao terus berkibar ke belakang.
Mereka adalah pesilat tangguh tapi cara yang dilakukan Xin Jie, baru pertama kali mereka melihatnya, diam-diam mereka menjadi takut.
Xie Chang Qin mengimbangi dengan jurus 'Heng Fei Du Jiang' dan menyerang Bai Feng Shang.
Mereka bertiga masing-masing bertarung.
Bai Feng Shang melihat ilmu pedang musuh terus berobah dan sulit693 ditekan.
Dia berusaha mundur untuk menghindari serangan ujung pedang Xie Chang Qin yang berada tepat di depannya.
Tiba-tiba dia merasa di belakangnya ada angin dingin menyerang.
Menurut pengalamannya, ujung pedang musuh tidak lebih dari 10 sentimeter di belakangnya.
Bila dia bergerak sedikit, sama dengan sengaja mengantarkan kematiannya.
Terpaksa dia mengeluarkan tenaga untuk menyerang sambil bertahan, tubuh Wu Ling-feng sedikit dimiringkan untuk menghindari serangan musuh.
Pedang tetap diluncurkan tapi mereka berdua sudah meloncat kekiri dan juga ke kanan.
Ternyata hanya lengan baju Bai Feng Shang berhasil dipotong dan hilang separuh.
Pedang Xie Chang Qin tampak hanya dilambaikan.
Dengan jurus sangat biasa, dia memaksa Bai Feng Shang menjadi kelabakan.
Semua karena pengalamannya.
Terdengar suara orang marah.
Ren Zao Xian dan Lu Fang sudah mendekati mereka.
Apalagi Lu Fang, kedua matanya mengeluarkan aura membunuh.
Kelihatannya dia berniat dengan jumlah banyak membunuh kakak seperguruannya.
Keempat orang694 lainnya pun berencana seperti itu.
Kelima orang itu sudah menyerang.
Shan Zuo Shuang Hao juga mengeluarkan senjata.
Semenjak Hei Tian Shuang-sha membubar kan Guan Zhong Jiu Hao, mereka vakum selama 10 tahun.
Begitu mereka berniat kembali lagi ke dunia persilatan, mereka lebih ketat memilih para anggotanya.
Kelima anggota baru ini sekarang sudah bersatu.
Tenaga mereka pasti sangat dahsyat.
Serangan dari 5 orang ini bertenaga sangat kuat.
Tenaga dalam mereka memang sangat dahsyat apalagi Bai Feng Shang dan Ren Zao Xian.
Walaupun hanya menggunakan tenaga dari 2 telapak tangan, tapi benar-benar membuat orang sulit untuk bertahan.
Xie Chang Qin melihat ilmu gabungan Guan Zhong Wu Hao sangat kuat, diam-diam dia terkejut.
"Dulu 4 ketua bergabung juga rasanya tenaga mereka tidak begitu dasyat! Sepertinya hari ini...."
Untuk pertama kalinya Wu Ling-feng bertemu dengan hal seperti ini.
Rasa tegang membuat tangannya terus berkeringat.
Tapi ketujuh orang ini sudah salah tafsir.
Mereka tidak tahu sampai di mana695 kemampuan ilmu silat Xin Jie sekarang....
Terdengar suara melengking tinggi.
Kedua mata yang berada di atas kain penutup wajah mengeluarkan cahaya yang membuat orang melihatnya menjadi bergetar.
'Da Yan Shi Shi' sudah dikeluarkan....
Karena lawannya bukan berasal dari 5 perkumpulan maka ilmu 'Qiu Zhi Jian Fa' milik Mei Shan-ming tidak bisa menekan ilmu silat yang mereka gunakan sekarang.
Karena itu Xin Jie mengeluarkan ilmu 'Da Yan Shi Shi'.
Ketika Pin Fang Shang-ren mengajarkan ilmunya kepada Xin Jie, dia memuji ilmunya adalah ilmu nomor satu di dunia ini, setiap kali menggunakan ilmu ini, Xin Jie selalu merasakan kehebatannya dan tenaga yang dikeluarkan pun sama dahsyatnya.
Pedang diturunkan.
Ini adalah jurus 'Fei Ge Liu Zhou'.
Pedang bergerak seperti kuda berlari di langit.
Kelihatannya ilmu silat Xin Jie sudah lebih maju lagi dibandingkan ketika dia bertarung dengan 'Hai Wai Shuang-sha'.
Di depannya sekarang ini adalah Shan Zuo Shuang Hao, Si Kong Zhong mengayunkan senjatanya menutup kekiri dan Lin Zhao Gao696 menutupi kelemahannya dengan pedang dan palu.
Tiga senjata itu membentuk dinding besi dan tembaga, sama sekali tidak tampak ada kelemahan.
Jika pedang Xin Jie menerjang maju, dia akan terhalang oleh ketiga senjata itu, tapi di luar dugaan.
'CES'!
Ujung pedang Xin Jie bisa menemukan lowongan dan masuk ke dalamnya!
Pedang mengarah kedepan tenggorokan Lin Zhao Gao.
Tapi tidak terdengar ada suara senjata beradu.
Karena itu Lin Zhao Gao benar-benar terkejut dan melenting ke belakang.
Tapi pedang Xin Jie sudah ditarik kembali.
Hanya meninggalkan bekas goresan pedang di tenggo-rokkan Lin Zhao Gao.
Begitu Lin Zhao Gao meloncat, dia baru merasa sakit.
Darah menetes dari tenggorokannya.
Jika tusukan itu satu sentimeter lebih dalam....
Shan Zuo Shuang Hao kebingungan karena berhasil terpukul.
Mereka tidak terima keadaan ini kemudian saling memandang dan bersama-sama mengayunkan senjata.
Xin Jie tertawa dingin.
Ilmu pedangnya secara horisontal menusuk.
Tangan yang memegang pedang tampak kokoh seperti gunung, tapi ujung pedang terus697 meloncat-loncat di dalam pusaran angin kencang.
Ini adalah jurus 'Xian Yun Tan Ying' salah satu dari jurus 'Da Yan Shi Shi'.
Di sebelah sana, Xie Chang Qin dan Wu Ling-feng, kedua-duanya sedang bertarung dengan Ren Zao Xian, Bai Feng Shang, dan Lu Fang.
Di hembusan tenaga telapak yang kuat dari Ren Zao Xian dan Bai Feng Shang, membuat Duan Hun Jian tidak bisa berkembang.
Apalagi ilmu pedang dari tangan kiri Lu Fang sangat aneh.
Tapi untung Xie Chang Qin mengetahui ilmu dasarnya.
Dia masih bisa bertahan dengan terpaksa.
Orang bodoh pun tahu jika selalu terkena pukulan itu adalah cara paling berbahaya.
Tapi Wu Ling-feng sudah terlanjur, pedang Duan Hun Jian berhadapan dengan telapak Ren Zao Xian yang menyerangnya.
Sebuah kilauan putih tiba-tiba berada di depan Bai Feng Shang.
Ini adalah '72 jurus Duan Hun' bagian menyelamat-kan diri bernama 'Gui Wang Ba Huo'.
Tenaga Ren Zao Xian tidak bisa ditarik kembali dengan tiba-tiba dan Bai698 Feng Shang telah diserang oleh Wu Ling-feng, begitu sampai, entah apa yang harus dia lakukan.
Melihat keadaan seperti itu, Lu Fang benar-benar terkejut.
Dia melayangkan pedangnya berniat menusuk Wu Ling-feng.
Xie Chang Qin yang berpengalaman, begitu melihat Wu Ling-feng mengeluarkan jurus seperti itu, dia mengerti apa maksudnya.
Berarti posisi ini dari bertahan berubah menjadi menyerang, karena itu dia pun memapaki pedang Lu Fang.
Dua pedang beradu mengeluarkan percikan api dan mengeluarkan suara 'CES'!
Setelah terdengar dua suara 'CES', Lu Fang dengan sempoyongan mundur selangkah.
Mengenai ilmu silat, dia memang berada di bawah kakak seperguruannya.
Bersamaan itu, Bai Feng Shang berusaha menghindari ujung pedang Wu Ling-feng.
Tapi Wu Ling-feng segera mengeluarkan 5 jurus lagi.
Lima kali menyerang, sekarang mereka dari posisi bertahan berganti menjadi menyerang.
Begitu Ren Zao Xian dan Lu Fang mulai menyerang, posisi Xie Chang Qin dan Wu Ling-feng berada dalam posisi tidak699 menguntungkan.
Hanya saja mereka tidak selalu berada di bawah pukulan mereka.
Ren Zao Xian berniat ingin cepat menyelesaikan pertarungan ini.
Lu Fang dan Bai Feng Shang juga mempunyai pikiran seperti itu, karena itu yang satu tampak mengayunkan dua kepalan tangannya, satu pedang menutup bagian belakang.
Suara kepalan dan bayangan pedang memenuhi arena pertarungan....
Waktu itu terdengar suara sesuatu terkena pukulan.
Kemudian 'CIANG, terdengar suara rintihan kesakitan.
Membuat mereka bertiga bersama-sama menghentikan serangan dan membalikkan kepala untuk melihat.
Ternyata tangan kanan Lin Zhao Gao terjulur ke bawah.
Tangan kiri yang memegang pedang, lepas dan terjatuh.
Baju bagian pundaknya sobek dan tampak bekas luka.
Senjata Si Kong Zhong tidak dikeluarkan tapi baju depan, mulai dari bagian leher sampai tangan sudah tidak berbentuk karena telah menjadi compang camping.
Tangan Qi-mao Shen-jun memegang pedang, dia berdiri dengan tegar, melihat Shan Zuo Shuang Hao.
Dalam Jiu Hao, Ren700 Zao Xian termasuk anggota yang menjabat kedudukan tinggi, sekarang dia adalah pemimpin.
Dalam hati dia berhitung-hitung.
"Qi-mao Shen-jun muncul kembali di dunia persilatan, ilmu silatnya memang sangat tinggi. Xie Chang Qin pun bukan orang sembarangan, ilmu pedang anak muda ini pun lumayan bagus. Sekarang Adik Lin terluka, jika terus bertarung, kami tentu akan kalah...."
Karena memikirkan ini, dia berteriak kepada teman-temannya.
"Ayo, kita pergi!"
Sebelum melarikan diri dia menyerang dengan telapak Xiao Yue Han Xin Zhang' kepada Wu Ling-feng.
Lu Fang melihat Wu Ling-feng adalah orang yang terlemah ilmu silatnya, pedangnya segera diayunkan.
Bai Feng Shang dan Si Kong Zhong segera menggunakan kesempatan ini menerobos melarikan diri.
Xin Jie tertawa dingin.
Dia tidak menghalangi mereka.
Xie Chang Qin melihat Xin Jie tidak bergerak, dia juga tidak bergerak.
Wu Ling-feng menghindari 'Xiao Yue Han Xin Zhang' milik Lu Fang, Ren Zao Xian meloncat tinggi.
Begitu mendarat, Guan Zhong Wu Hao sudah berlari jauh.701 Guan Zhong Jiu Hao baru saja muncul, sudah bertemu dengan orang-orang terkenal, mereka benar-benar merasa sial.
Begitu muncul mereka harus berhadapan dengan Qi-mao Shen-jun.
Keadaan menjadi hening.
Xin Jie melihat orang yang dibunuh oleh Shan Zuo Shuang Hao berjumlah 10 orang lebih.
Mayat bergelimpangan di mana-mana, darah mengalir disana sini, benar-benar tampak sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan.
Tiba-tiba Wu Ling-feng berteriak.
Ternyata Luo Ying-jian Xie Chang Qin juga sudah pergi diam-diam.
Mereka melihatnya di kejauhan tapi tetap bisa membedakannya.
Wu Ling-feng berkata.
"Adik Jie, Xie Chang Qin berjiwa besar.... tapi dia tetap orang yang telah membunuh Paman Mei, mana boleh kita...."
Dia tidak ingni meneruskan bahwa Xie Chang Qin adalah putra dari pembunuh ayahnya. Tanpa terasa dia sudah tidak membenci Xie Chang Qin lagi. Xin Jie saat itu sedang berpikir.
"Musuh' yang sejak tadi bahu membahu dengan kami melawan musuh ternyata adalah orang yang berniat membunuh Paman Mei.'702 Angin gunung mengantarkan suara tangisan yang sangat memilukan.
Seorang perempuan berhasil selamat dari tragedi berdarah itu.
Mereka berdua berbalik dan mendekati perempuan itu.
Seorang perempuan berbaju hijau menangis tersedu-sedu.
Perempuan itu tampak masih muda, paling-paling usianya sekitar 17-18 tahun.
Tubuhnya yang langsing terus bergetar menangis membuat siapa pun yang melihatnya akan merasa kasihan.
Tubuh yang berada di depannya adalah tubuh seorang pak tua, berjanggut putih, dadanya tertusuk pisau.
Sepertinya dia sudah lama meninggal.
Mungkin dia adalah ayahnya.
Begitu sampai di belakang gadis itu, gadis itu masih belum merasakan kedatangan mereka.
Suara tangisannya tetap terdengar.
Akhirnya Wu Ling-feng memanggil.
"Nona, penjahat-penjahat itu sudah pergi...."
Perempuan itu seperti sangat terkejut.
Pelan-pelan dia membalikkan kepala.
Begitu kepalanya dibalikkan, benar-benar membuat Wu Ling-feng dan Xin Jie terkejut karena perempuan itu sangat cantik.
Wajahnya berbentuk lonjong, alisnya kecil dan703 melengkung, hidungnya mancung, kulitnya putih dan mulus, matanya besar, sekarang dipenuhi dengan air mata, hal ini semakin membuat orang yang melihatnya merasa iba.
Jantung Wu Ling-feng berdebar-debar seperti busur yang diam tiba-tiba ditarik.
Dia bergetar dan berpikir.
"Gadis ini benar-benar cantik."
Seperti yang dikatakan orang-orang, menambah 1 cm terlalu tinggi, dikurangi 1 cm tampak jelek.
Jika wajah diberi bedak akan tampak terlalu putih, jika pipi diberi pemerah pipi akan terlalu merah.
Xin Jie sempat merasa gadis ini sangat cantik, lebih cantik dari Fang Shao-kun, lebih cantik dari Jin Mei Ling.
Sepertinya hanya putri ketua Wu Ji Dao, Qing Er baru bisa dibandingkan dengan gadis ini.
Beberapa bayangan cantik berkelebat diotak Xin Jie.
Sikap manja Fang Shao-kun, sikap lembut Jin Mei Ling, kecantikan Qing Er, semua ini pantas untuk dikenang.
Tapi semua ini hanya ilusi karena Fang Shao-kun dan Qing Er sudah tenggelam di laut yang luas.
Jin Mei Ling entah berada di mana sekarang.
Gadis itu sedang menangis sedih.
Dia704 melihat ke belakang, kepada dua orang laki-laki yang berdiri dibelakangnya.
Dia segera berhenti menangis.
Matanya penuh dengan air mata, dia melihat, seorang laki-laki dengan wajah ditutup kain, sedangkan yang satu lagi seorang pemuda yang sangat tampan.
Tiba-tiba wajah gadis ini menjadi merah.
Dia sendiri pun tidak tahu apa sebabnya.
Hatinya menjadi kacau, karena sorot mata pemuda tampan itu memancarkan perhatian kental, membuatnya tidak sanggup melihat pemuda itu.
Akhirnya dia menangis lagi.
Xin Jie tersadar dari lamunannya.
Dengan cepat dia menyimpan pedangnya.
Melihat gadis itu masih menangis, wajah Wu Ling-feng tampak sangat cemas.
Dia segera berpikir dan mengerti apa yang sedang dipikirkan Wu Ling-feng.
Xin Jie mendekatinya.
Suara langkah kakinya membuat gadis itu mengangkat kepalanya.
Dia melihat kain penutup wajah tersulam 7 kuntum bunga Mei-hua.
Dia merasa takut dan sedikit mundur.
Xin Jie bertanya.
"Siapa nama Nona? Mengapa Nona bisa bertemu dengan para perampok itu?"
Gadis itu berhenti menangis.
Sambil705 tersedu-sedu dia menceritakan semuanya.
Xin Jie yang bertanya tapi saat dia menjawab, matanya selalu menatap Wu Ling-feng.
Sepertinya dia takut kepada Xin Jie.
Ternyata nona ini bermarga Su, dan bernama Hui Zhi.
Ayahnya bernama Su Hong Tao adalah seorang pejabat kerajaan, umurnya sekitar 40 tahun, istrinya sudah meninggal.
Dia hanya mempunyai seorang pvitri dan sangat menyayangi putrinya.
Semenjak istrinya meninggal, karena sangat menyayangi almarhum istrinya, maka dia tidak berniat menikah lagi.
Mereka hanya hidup berdua.
Dengan gaji pas-pasan untuk kehidupan sehari-hari, walaupun memiliki jabatan lumayan tinggi, tapi Su Hong Tao yang dilahirkan dari keluarga miskin dan tidak mempunyai sanak saudara lebih memilih hidup sederhana.
Ditambah lagi sifatnya yang perasa dan tidak mengerti apa itu korupsi, walaupun jabatannya tinggi tapi kedua tangannya tetap kosong, tidak mempunyai harta apa pun.
Melihat pejabat lainnya yang melakukan korupsi besar-besaran.
Su Hong Tao yang bercita-cita luhur ingin mengabdikan hidupnya kepada negara, dia706 merasa terpukul, akhirnya dia mengambil keputusan melepaskan jabatannya, membawa putri semata wayangnya kembali kekampung halaman untuk menghabiskan sisa hidupnya.
Walaupun di kampung halaman, dia tidak mempunyai sanak saudara.
Tapi yang disebut kampung halaman tanah pun terasa bersahabat.
Kelak bila dia tua dan meninggal disana, dia ingin dikubur di kampung halamannya.
Shan Zuo Shuang Hao telah salah sangka, dia mengetahui kalau Su Hong Tao adalah pejabat yang berkedudukan lumayan tinggi, tidak disangka Su Hong Tao hanya pejabat miskin.
Mereka melihat kereta Su Hong Tao berjalan ke arah ke Tong Po Shan, secara kebetulan Ren Zao Xian memerintahkan mereka berkumpul di Tong Po Shan untuk mengepung Luo Ying-jian, Xie Chang Qin, sepanjang jalan mereka mengikuti Su HongTao.
Barisan Su Hong Tao hanya terdiri dari sebuah kereta, tidak mirip dengan rombongan pejabat yang akan pulang kampung.
Semakin sedikit kereta yang mengiringi, maka semua barang berharga pasti berada di dalam kereta itu, itulah707 yang dipikirkan Shan Zuo Shuang Hao.
Maka mereka pun berniat untuk merampoknya.
Su Hong Tao dan semua pelayannya dibunuh, tapi Shan Zuo Shuang Hao tidak berhasil memperoleh sesuatu.
Baru saja mereka akan bertanya kepada Su Hong Tao, mereka malah bertemu dengan Xie Chang Qin, akhirnya mereka pun bertarung.
Su Hui Zhi terus menangis di atas tubuh kaku ayahnya.
Apa yang terjadi di sekelilingnya tidak tahu dengan jelas.
Menghadapi gadis yang terus menangis, Xin Jie dan Wu Ling-feng tidak bisa berbuat apa-apa.
Wu Ling-feng melihat Xin Jie, lalu melihat Su Hui Zhi.
Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi Xin Jie sudah berkata.
"Kakak, coba beri nasehat pada dia."
Wajah Wu Ling-feng memerah tapi dia tetap berkata kepada Su Hui Zhi.
"Nona jangan bersedih lagi, sekarang kita harus menguburkan dulu mayat ayah Nona!"
Nona Su mulai berhenti menangis.
Xin Jie dan Wu Ling-feng menggali lubang untuk membuat kuburan menggunakan pedang, lalu mayat Su Hong Tao pun dikuburkan di sana.
Lalu mereka menggali sebuah lubang708 besar, mayat kusir dan para pelayan dikuburkan di sana.
Di bawah pohon, Wu Ling-feng meletakkan sebuah batu besar, bersiap mengukir huruf di atas batu besar itu.
Xin Jie mengambil sebuah batu besar lalu dengan tenaga dalamnya dia mulai mengukir huruf.
Kuburan pejabat pemerintah, Su HongTao.
Dia menggunakan tenaga dalam mengukir huruf-huruf itu, debu-debu pun beterbangan.
Huruf itu seperti diukir dengan golok.
Orang yang sanggup melakukan hal seperti ini bisa dihitung denganjari.
Selesai mengukir, dia menarik nafas dalam.
Dia merasa ada kepuasan tersendiri.
Su Hui Zhi tidak melihat atraksi mengukir di atas batu.
Dia terus menatap Wu Ling-feng dengan matanya yang masih penuh dengan genangan air mata.
Wajahnya tampak aneh, apakah saat itu dia sedang merasa sedih atau senang?
Sampai mereka berdua menyelesaikan hal ini, Nona Su baru mengucapkan terima kasih kepada mereka.
"Kalian telah menolongku juga sudah membantuku menguburkan ayahku. Aku akan selalu709 mengingat budi ini seumur hidupku. Aku akan berlutut untuk memberi hormat, terimalah rasa hormatku!"
Wu Ling-feng berniat memapahnya tapi dia merasa itu tidak pantas, maka kedua tangannya hanya tergantung di tengah-tengah.
Untung Xin Jie dengan cepat menggunakan tenaga dalamnya mengayunkan lengan baju.
Tenaga dalam yang tidak tampak ini mengangkat gadis itu supaya tidak berlutut.
Nona Su tidak memiliki keluarga lagi.
Setelah berpikir agak lama, dia baru teringat ada seorang bawahan ayahnya yang sangat setia, dia berada di Ji Niang dan menjabat sebagai walikota.
Maka Wu Ling-feng dan Xin Jie mengambil keputusan akan mengantarkan Nona Su ke Ji Niang.
Kecuali merasa berterima kasih, Su Hui Zhi tidak memiliki pendapat lain, akhirnya mereka bertiga berangkat ke Ji Niang.
Pertama saat melihat Nona Su, hati Wu Ling-feng sudah berdebar-debar.
Walaupun Xin Jie berada di sisi mereka, tapi sepanjang jalan perhatiannya kepada Nona Su sangat tampak jelas.
Teringat pada710 ayahnya yang telah meninggal, dan dia hanya sebatang kara, maka di dalam kereta dia terus menangis.
Melihat perhatian Wu Ling-feng kepadanya, kecuali rasa terima kasih, dia pun merasakan adanya kehangatan.
Karena mengantar Nona Su ke Ji Niang terlebih dahulu, maka mereka menghabiskan waktu beberapa hari di perjalanan.
Setelah dihitung-hitung, ternyata rapat di Tai Shan akan berlangsung 5 hari lagi.
Kereta berhenti di depan rumah walikota.
Nona Su membawa kartu ayahnya, menyuruh pengawal membawa mereka masuk.
Karena waktu sudah sangat mendesak, maka Wu Ling-feng dan Xin Jie segera berpamitan.
Selama beberapa hari berjalan bersama mereka maka Nona Su tahu kalau mereka adalah para pendekar yang menegakan kebenaran dan keadilan.
Jika menahan kepergian mereka, rasanya itu pun akan percuma, maka dengan menangis dia mengantarkan kepergian mereka.
Melihat cucuran air mata itu, Wu Ling-feng merasakan ada perasaan yang berbeda.
"Setelah kalian menyelesaikan urusan penting itu, kalian harus segera ke sini untuk menengokku...."
Dia menangis lagi, dari dalam rumah711 terdengar suara ribut-ribut.
Mungkin walikota datang menjemput Nona Su, pengawal-pengawal menyambut kedatangannya.
Xin Jie mengucapkan selamat tinggal dan berpesan agar Nona Su bisa menjaga diri baik-baik.
Dia menarik tangan Wu Ling-feng dan berkata.
"Ayo kita pergi sekarang!"
Mereka meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa.
Keluar dari pintu kota, mereka masih terdiam tidak berbicara sepatah kata pun.
Xin Jie melihat Wu Ling-feng menjadi seperti itu, dia sengaja bertanya.
"Kakak, sekarang kita akan pergi ke mana?"
Wu Ling-feng terkejut. Setelah lama dia baru menjawab.
"Bukankah kita akan pergi.... ke Tai Shan?"
Xin Jie tertawa misterius.
Wajah Wu Ling-feng segera menjadi merah.
Dengan cepat mereka menghilang dalam kepulan debu kuning yang bergelombang.
Walaupun cuaca sangat cerah, tapi di Hua Zhong masuk musim gugur.
Matahari berada di tengah-tengah langit tapi udara terasa dingin.
Tai Shan adalah sebuah gunung yang712 sangat besar.
Jalan masuk ke gunung mencapai 1 kilometer.
Karena banyak pengunjung datang ke sana maka jalan pun sangat lebar.
Di sisi jalan, tidak jauh pasti tampak ada pohon-pohon yang saling berhadapan.
Bayangan pohon hampir menutupi semua jalan.
Di sebelah kiri adalah sebuah padang rumput.
Karena keadaan tanah subur, walaupun memasuki musim gugur tapi rumput di sana masih sangat hijau.
Angin berhembus membawa suara gemerisik daun.
Di depan adalah jalan kecil berkelok-kelok seperti ular.
Orang yang mempunyai penglihatan bagus akan melihat ujung jalan itu adalah hutan batu yang berkilau.
Sepanjang jalan, suara kuda dan suara lonceng terus terdengar, mungkin rapat Tai Shan yang terkenal membuat perhatian orang dunia persilatan tertuju kesana dan mereka datang memenuhi undangan.
Rapat Tai Shan akan diadakan esok hari.
Rapat ini menentukan generasi muda dari 5 perkumpulan.
Orang yang berpengalaman mengetahui rapat Tai Shan ini tersimpan banyak bahaya.
Jika keadaan713 tidak terkendali, akan terjadi pertumpahan darah antar perkumpulan.
Akibat yang paling enteng adalah hanya akan membuat 5 perkumpulan terpecah.
Yang berbahaya adalah munculnya 'Qi-mao Shen-jun'.
Ooo)*(ooO BAB 21 Rapat Tai Shan Matahari masih terus bersinar.
Suara langkah kuda berlari terdengar jelas.
Sekarang waktu menunjukkan pukul satu siang.
Dari sisi jalan muncul 2 ekor kuda dengan 2 penunggang.
Mereka sama-sama masih muda, sama-sama tampan, sama-sama bertubuh bagus dan gagah.
Dengan tegak mereka menunggang kuda.
Di bawah sinar matahari, wajah mereka tampak berwarna krem, dibawah tampak bayangan pendek.
Kedua orang itu sepertinya datang untuk menyaksikan rapat Tai Shan yang bergengsi ini.
Apalagi orang yang berada di sebelah kiri, di punggungnya terselip sebilah pedang.
Dia seperti orang persilatan.
Mungkin karena kelelahan disepanjang perjalanan, mereka berdua tidak ada yang membuka mulut untuk bicara atau mengobrol.714 Hanya terdengar suara derap langkah kuda berlari.
Mereka menunggang kuda dengan tergesa-gesa.
Rapat Tai Shan memang sangat terkenal, ini adalah rapat yang kedua kalinya.
Pertama kali rapat dilangsungkan 15 tahun yang lalu.
Waktu itu 5 perkumpulan besar berkumpul.
Di Tai Shan semua orang persilatan memilih 'Jago pedang nomor di dunia persilatan'.
Ketika itu Guan Zhong Jiu Hao adalah perkumpulan yang berantakan.
Mereka tidak ikut rapat ini.
Shi Wai San Xian tidak berada di Zhong Yuan mereka juga tidak ikut.
Zhong Zhou Qi-mao Shen-jun karena angkuh, dia tidak ingin bergaul dengan 5 perkumpulan.
Hanya Duan Hun Jian Wu Zhao-yun datang sendiri ke Tai Shan.
Dengan kemampuan ilmu silat Wu Zhao-yun, kelima perkumpulan itu sadar mereka tidak akan bisa mengalahkannya, karena itu Li-e dari Kong-dong-pai mengusulkan agar 5 perkumpulan bergabung membunuh Wu Zhao-yun.
Karena itu Xie Xing dari Dian Cang, Ling Kong dari Kun Lun, Chi-yang Zi dari Wu Dang, Ku An Shang-ren dari E Mei, dan Jian Shen Li-e bergabung untuk membunuh715 Duan Hun Jian Wu Zhao-yun di depan air terjun Tian Kun.
Jian Shen Li-e akhirnya mendapatkan gelar Jago pedang nomor satu di dunia persilatan'.
15 tahun kemudian rapat Tai Shan diselenggarakan lagi.
Walaupun sudah ditentukan kalau peserta yang pernah ikut rapat Tai Shan pertama tidak boleh ikut pada pertandingan Tai Shan kali ini tapi orang-orang dari kelima perkumpulan yang terdiri dari pesilat tangguh, pasti akan terjadi pertikaian lagi di Tai Shan.
Masing-masing mempunyai keinginan tersendiri, mereka seperti panah yang akan dilepaskan dari busurnya.
Kedua pemuda itu berada di persimpangan jalan dan sedang beristirahat sebentar.
Pemuda yang berada di sebelah kiri berkata.
"Adik Xin, dataran ini tiba-tiba berubah, aku mendengar ada suara air mengalir, sepertinya air itu bersih dan dingin. Bagaimana kalau kita membersihkan tubuh dulu?"
Mereka tidak lain adalah Xin Jie dan Wu Ling-feng yang datang terburu-buru.
Xin Jie tersenyum.
Dia melihat ke depan.
Jarak 20-30 meter dari sana jalan terpotong oleh sebuah sungai yang lumayan716 lebar, hanya ada sebuah jembatan yang menghubungkan kedua sisi sungai itu.
Di satu sisi jembatan adalah bentangan hutan.
Mereka terus berjalan.
Sekarang mereka telah berada di sisi sungai.
Pemandangan di sana yang begitu indah, membuat mereka hanyut dalam pesona keindahan alam.
Mereka beristirahat sebentar lalu berjalan menyebrangi jembatan dan masuk ke dalam hutan.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh.
Mereka terpaku.
Setelah menelusuri jalan itu, ternyata di depan sana ada sebuah air terjun.
Berdiri dengan jarak 60 meter pun suara air terjun masih terdengar keras.
Dari jauh air terjun itu tampak seperti sehelai kain putih panjang, yang terjurai turun dan mengeluarkan suara gemuruh.
Air terjun itu sangat tinggi.
Mata Wu Ling-feng melihat lebih cepat, dia menunjuk air terjun dan berkata.
"Ini adalah air terjun Tian Kun."
Benar saja, Xin Jie melihat air terjun itu.
Di atas air terjun terdapat tulisan 'Tian Kun Bao' (Bao=air terjun).
Tapi begitu membalikkan kepala untuk melihat, tampak wajah Wu Ling-feng berubah.717 Xin Jie pernah mengalami peristiwa seperti ini.
Dia mengerti bagaimana perasaan Wu Ling-feng sekarang ini, tapi apa yang bisa dia katakan sekarang kepada Wu Ling-feng?
Tiba-tiba Wu Ling-feng menghentikan kudanya lalu turun.
Xin Jie segera mengikutinya.
Setelah berjalan kira-kira 10 meter, Wu Ling-feng baru berhenti.
Wu Ling-feng menaiki sebuah batu besar.
Xin Jie melihat di permukaan batu besar penuh dengan goresan pedang dan bekasnya tampak masuk ke dalam batu.
Xin Jie menarik nafas.
Dia seperti melihat lukisan bergerak orang yang sedang bertarung.
Dia melihat Duan Hun Jian sedang bertarung dengan 5 orang pesilat tangguh.
Darah membasahi air terjun itu.
Wu Ling-feng meraung keras tengah kerasnya suara air terjun.
Dia memukul-mukulkan tangannya.
Angin dari kepalan membuat air yang mengalir kencang terbagi menjadi 2.
"Tenaga telapak yang bagus!"
Tiba-tiba dari sebelah kiri ada yang berseru seperti itu.
Wu Ling-feng dan Xin Jie melihat ada yang datang, ternyata dia718 adalah Kong-dong-pai Yu Yi-fei bersama dengan seorang laki-laki.
Begitu mereka telah dekat, Xin Jie dan Wu Ling-feng baru melihat ternyata laki-laki itu adalah marga Shi yang pernah menghalangi mereka di Jin Lao-da di kuil usang itu.
Yu Yi-fei datang dengan berlari.
Dari jauh dia tertawa dan berkata.
"Apa kabar Bos Xin...."
Xin Jie tersenyum.
"Baik, baik, terima kasih!"
Kemudian dia berkata lagi.
"Pendekar Yu datang ke sini pasti untuk mengikuti rapat Tai Shan bukan?"
Yu Yi-fei tertawa.
"Bos Xin benar-benar sangat menyukai ilmu silat, tidak disangka Anda malah datang lebih awal!"
Xin Jie melihat Yu Yi-fei sama sekali tidak menanyakan masalah pertarungan di kuil itu.
Dalam hati dia ingin tertawa.
Xin Jie tahu Yu Yi-fei terus mengalami kegagalan maka dia sikap angkuhnya sudah banyak berkurang.
Maka dia menjawab.
"Oh, tidak! Aku hanya ingin melihat para pahlawan saja."
Yu Yi-fei tertawa keras.
"Mengapa Bos Xin tidak mengatakannya padaku, sia-sia aku datang keWuHan!" 719 Sebulan yang lalu, Xin Jie dan Yu Yi-fei berjanji akan bertemu di Wu Han lalu bersama-sama pergi ke Tai Shan. Tapi karena perjalanan Xin Jie tidak menentu, dia jadi melupakan perjanjian mereka. Sekarang mendengar kata-kata Yu Yi-fei, wajahnya berubah, untung Yu Yi-fei tidak menyadarinya. Xin Jie bersiap-siap akan berbohong. Yu Yi-fei berkata lagi.
"Oh ya! Kasir toko Anda mengatakan kalau Anda selama setengah bulan tidak pernah kembali ke toko...."
Xin Jie tersenyum dan berkata.
"Aku mendapat order besar, karena itu aku sangat sibuk. Untung urusan dagangku bisa selesai tepat pada waktunya, kalau tidak, aku akan terlambat datang ke sini! Aku melakukan jual beli sebutir permata sebesar kepalan tangan. Aku pedagang perhiasaan saja belum pernah melihat ada batu perhiasaan sebesar itu!"
Karena melihat Yu Yi-fei ragu, maka Xin Jie menambahkan kata-kata itu. Tidak disangka Yu Yi-fei percaya dan berkata.
"Masa? Apa benar ada batu sebesar itu? Lain kali aku ingin melihatnya." 720 Xin Jie segera mengalihkan pembicaraan dan berkata.
"Ini adalah temanku, dia bernama Wu Ling-feng."
Dia mengenalkan Wu Ling-feng pada Yu Yi-fei.
Wu Ling-feng melihat Xin Jie begitu lincah, dalam hati dia benar-benar kagum kepada Xin Jie.
Dia berpura-pura tidak mengenal Yu Yi-fei lalu mendekatinya untuk menyapa.
Yu Yi-fei memperkenalkan laki-laki bermarga Shi itu, dia bernama Si He Kang.
Dia adalah adik seperguruan Yu Yi-fei.
Yu Yi-fei tertawa dan berkata.
"Ilmu silat Kakak Wu benar-benar lumayan...."
Xin Jie tersenyum.
"Kakak Wu adalah teman baruku, pukulannya memang sangat terkenal...."
Yu Yi-fei mengangguk.
"Tadi aku melihat sendiri pukulannya. Dia bisa dikatakan seorang jago tangguh!"
Wu Ling-feng segera berkata.
"Jangan terlalu memuji, Anda terlalu memuji!"
Tapi dalam hati dia benar-benar kagum dengan kejelian dan pengalaman Yu Yi-fei.
"Kali ini aku datang ke sini bersama dengan guru dan kakak seperguruanku...."
Xin Jie pura-pura menjawab.
"Oh ya?"721 Yu Yi-fei berkata lagi.
"Menurutku, rapat Tai Shan kali ini pasti akan terjadi pertarungan sengit! Waktu itu keadaan pasti akan kacau, Kakak Xin tidak bisa ilmu silat, apakah sanggup melindungi diri sendiri...."
Xin Jie tersenyum dan bertanya.
"Aku juga pernah mendengar munculnya Gong Zhong Jiu Hao dan Qi-mao Shen-jun, apakah mereka lebih kuat dari gurumu?"
Yu Yi-fei tertawa kecut menjawab.
"Semoga mereka tidak lebih kuat dari guruku."
Dia berkata lagi.
"Aku harus segera kembali ke tempat guruku untuk bertemu dengan pahlawan-pahlawan dari masing-masing perkumpulan. Kita berpisah dulu sementara."
Xin Jie mengangguk. Setelah mengantarkan kepergian Yu Yi-fei dan Shi, Xin Jie tertawa kepada Wu Ling-feng.
"Rencana ita akan terlaksana pada saatnya. Qi-mao Shen-jun dan He Lao Yi Jian akan berada di tempat itu. Lima perkumpulan akan merasa sangat terkejut."
Mereka menunggang kuda kembali dan berlari menuju atas gunung.722 Pertarungan pedang dilaksanakan di puncak Tai Shan.
Mereka membedakan arah kemudian menambah kecepatan lari kuda mereka.
Tiba-tiba dari belakang terdengar suara orang berlari.
Mereka berdua merasakan kalau orang itu bukan orang biasa.
Dengan sedikit terpana mereka membalikkan kepala untuk melihat tapi tidak ada siapa pun yang sedang berjalan.
Hanya sebentar orang itu sudah mengejar kuda mereka.
Hal ini membuat Xin Jie dan Wu Ling-feng merasa terkejut.
Jalan ke Tai Shan memang lebar, tapi tanjakan itu hanya bisa memuat 2 ekor kuda.
Orang yang sedang berjalan itu seperti tidak tahu ada kuda yang sedang berjalan.
Karena tidak sempat berhenti, dia berteriak dan meloncat ke atas kepala Wu Ling-feng dan Xin Jie.
Wu Ling-feng dan Xin Jie melihat aksinya, orang itu adalah Zhu Ge-ming.
Mereka saling memandang lalu tertawa, setelah itu mereka kembali meneruskan perjalan mereka.
Begitu sampai di Re Guan Feng, di sana tampak banyak orang.
Karena takut jika muncul di tempat umum akan terjadi723 sesuatu, akhirnya mereka mengambil keputusan pergi ke sebelah utara Tai Shan untuk bermain dulu di Zhang Ren Feng.
Zhang Ren Feng adalah gunung yang sangat berbahaya, banyak batu-batu dan semak berduri.
Dengan susah payah mereka baru bisa sampai di puncak.
Tai Shan adalah tempat sangat terkenal apalagi puncak ini.
Walau sekarang musim gugur tapi pemandangan di sana tetap indah seperti lukisan.
Mereka berdiri di puncak gunung, mereka baru merasakan diri mereka sangat kecil dan dunia begitu luas.
Mereka teringat pada dendam keluarga, dendam guru, dalamnya rasa dendam mereka seperti lautan.
Mereka mengelu-arkan siulan panjang.
Xin Jie adalah orang agak teliti.
Walaupun bersiul tapi dia berusaha tidak mengeluarkan tenaga dalamnya.
Tapi siulannya tetap lebih kuat dari orang biasa dan suara siulan mereka menyebar ke tempat jauh.
Tiba-tiba terdengar suara bentakan dan suara orang terkejut.
Mereka sedikit terpaku lalu melihat.
Tampak di tengah-tengah gunung ada 2 orang, sepertinya724 mereka sedang bertengkar.
Xin Jie memberi tanda, lalu mereka berdua turun dan mencari sebuah batu besar untuk bersembunyi.
Tampak ada seseorang dengan wajah ditutup, dia sedang bertengkar dengan seorang pak tua yang berumur sekitar 60 tahun.
Pak tua itu berkata.
"Aku bermaksud baik melarangmu bunuh diri, tapi kau malah tidak tahu diri...."
Kata-katanya belum selesai, orang yang wajahnya ditutup itu sudah memotong kata-katanya.
Dia tidak bicara, hanya berteriak kemudian berlari seperti terbang, masih terdengar suara tangisan!
Pak tua itu hanya bisa marah.
"Dasar orang gila!"
Xin Jie dan Wu Ling-feng bingung tapi mereka melihat di bawah ada sebilah pedang.
Mereka baru sadar, sepertinya orang yang wajahnya ditutup itu ingin bunuh diri tapi pak tua itu berniat menolongnya.
Mereka merasa aneh, apa yang membuat orang yang wajahnya ditutup itu ingin bunuh diri?
Pak tua itu melihat orang yang wajahnya ditutup membalikkan badan dan ingin pergi dari sana.
Dia terpaku kemudian725 menarik nafas.
Pedang itu dipungutnya, lalu dia pun pergi.
Wu Ling-feng dan Xin Jie yang sedang bersembunyi di balik batu besar terkejut karena orang ini berjalan ke arah mereka bersembunyi.
Mereka tidak bisa menghindar lagi.
Otak Xin Jie bekerja dengan cepat.
Dia tahu pak tua itu tidak berniat jahat, lebih baik mereka keluar dari tempat persembunyian.
Dia menepuk pundak Wu Ling-feng, tapi Wu Ling-feng salah menangkap maksud Xin Jie.
Dia berdiri, kemudian tangannya mengeluarkan pedang.
Pak tua itu memang tidak sengaja berjalan ke arah persembunyian mereka.
Melihat ada pedang menghadangnya, dia terkejut dan tanpa terasa jadi mundur.
Wu Ling-feng mengayunkan pedangnya.
Warna merah tampak berkilau, benar-benar membuat orang terkejut.
Tiba-tiba pak tua itu berteriak.
"Duan Hun Jian...."
Ooo)*(ooO Matahari sudah terbit.
Tapi kabut masih sangat tebal.
Rapat Tai Shan pada hari pertama sudah dimulai.
Di depan Re Guan Feng, semua pendekar telah berkumpul.
Tai Shan sangat tinggi.
Pemandangan saat726 matahari terbit tampak lebih indah lagi.
Cahaya memancar dari atas langit.
Awan berwarna putih membawa matahari, perlahan-lahan naik.
Semua pesilat tenggelam dalam pesona keindahan ini.
Pembawa acara rapat Tai Shan berasal dari Wu Dang Pai.
Diringi suara genderang dengan gagah dipukul, dia adalah Chi-yang Zi yang dari Wu Dang.
Maksud rapat Tai Shan adalah bersahabat dengan kemampuan ilmu silat masing-masing, tidak menentukan dari perkumpulan mana, tapi ada berapa orang yang ilmu silatnya bisa melebihi kemampuan 5 perkumpulan itu?
Daripada mengatakan perkumpulan semua orang dunia persilatan, lebih baik menyebut kalau rapat ini adalah rapat untuk 5 perkumpulan bertanding.
Tapi rapat ini memang sebuah rapat besar.
Hanya diselenggarakan 10 tahun sekali, tidak ada seorang pun yang berniat melepaskan kesempatan ini.
Dengan gagah Chi-yang Zi berjalan ke tengah lapangan.
Dia berkata.
"15 tahun yang lalu, diadakan 'Tai Shan Jian Hui' pertama (Rapat pedang Tai Shan). Akhirnya Pendekar Li dari Kong-dong-pai727 mendapatkan gelar jago pedang nomor satu dunia persilatan"
Kata-katanya berhenti sebentar. Orang-orang Kong-dong-pai bersorak kegirangan. Chi-yang Zi tersenyum dan berkata lagi.
"15 tahun kemudian yaitu hari ini, semua orang dunia persilatan berkumpul kembali di sini lagi dan kita akan memilih raja pedang baru. Tapi ada satu peraturan yang berlaku di sini, siapa pun yang pernah mengikuti rapat Tai Shan terdahulu, tidak akan diperbolehkan mengikuti pertandingan ini kembali!"
Dia berkata dengan iringan suara teriakan dari Kong-dong-pai.
Tapi suaranya tetap dengan jelas masuk ke telinga setiap orang, berati ilmu silatnya memang bukan ilmu silat biasa!
Kemudian Chi-yang Zi berkata lagi.
"Kita orang dunia persilatan tidak perlu banyak aturan yang berlebihan, sekarang kita akan memulai pertandingan ini!"
Banyaknya pendekar yang memenuhi puncak Re Guan Feng, tapi kebanyakan mereka hanya ingin menonton.
Begitu Chi-yang Zi mundur, mereka terus mengobrol.728 Yang paling menarik perhatian di sana adalah E Mei dan Kun Lun, tidak ada seorang pun dari kedua perkumpulan ini yang ikut pertandingan.
Kedua dari Dian Cang-pai hanya Lu Feng yang hadir.
Peserta dari Kong-dong dan Wu Dang lah yang paling banyak.
Tiba-tiba di Re Guan Feng muncul seorang biksu tua dan 2 orang biksu muda.
Para pendekar melihat kedatangan mereka, dan orang-orang di sana segera terdiam.
Biksu tua menaiki gunung, dia berkata.
"A Mi Ta Ba, maaf aku datang terlambat!"
Chi-yang Zi segera menyambut.
"Ku An Shang-ren, sudah 10 tahun kita tidak bertemu...."
Ku An Shang-ren tertawa dan berkata.
"Sesama orang Budha tidak perlu merasa sungkan. Kali ini aku turun gunung hanya untuk menepatijanji 15 tahun lalu."
Wajah Chi-yang Zi menjadi merah. Dia duduk dengan diam. Melihat Ku An Shang-ren membawa kedua muridnya, para pendekar mulai ribut lagi. Begitu suara para pendekar mereda, Chi-yang Zi berteriak.
"Tai Shan Jian Hui729 sudah dimulai. Pahlawan mana yang pertama ingin...."
Tiba-tiba dari kerumunan orang ada yang membentak dan seseorang meloncat keluar. Dia menyela kata-kata Chi-yang Zi dan berteriak.
"15 tahun yang lalu, Tian Shan Jian Hui yang mulai pertarungan adalah Tetua Hong. Apakah pesilat-pesilat diluar dari 5 perkumpulan, datang hanya untuk menonton?"
Kata-kata ini terdengar sangat sombong. Kelima perkumpulan terkena sindirannya. Dengan suara keras dia berkata.
"Ternyata kau adalah Shan Zuo Shuang Hao, Tuan Lin. Aku minta maaf bila pelayanan yang kurang memuaskan!"
Lin Shao Gao dengan sombong tertawa.
"Aku bermarga Lin, berani bertanding dengan pendekar mana pun."
Sebenarnya ini hanya kata-kata biasa, tapi karena dia kurang pintar bicara, apalagi terdengar sangat sombong, orang-orang di sana malah mengira kalau dia adalah orang yang sangat sombong.
Tapi karena mendengar nama Shan Zuo Shuang Hao, orang-orang itu hanya bisa marah di dalam hati.730 Tiba-tiba ada sesosok bayangan meloncat keluar.
Ddengan marah dia berkata.
"Tuan terlalu sombong, apakah Tuan mempunyai kelebihan dari orang lain?"
Ternyata yang keluar adalah Ti Jue Jian Yu Yi-fei.
Kemunculan Yu Yi-fei di arena pertandingan, menandakan rapat Tai Shan segera dimulai dan banyak pendekar mundur beberapa langkah.
Lin Shao Gao tertawa panjang.
Pedang dikeluarkan.
Karena dia memegang pedang dengan tangan kiri, maka jurus-jurus yang dikeluarkan pun terasa sangat aneh.
Yu Yi-fei tertawa dingin.
Pedangnya dengan membawa cahaya menyerang ke ketiak kiri Lin Shac Gao.
Tapi jurus Lin Shao Gao yang bernama 'Shou Yang Jai Ying' sudah menghalangi gerak Yu Yi-fei.
Yu Yi-fei muncul karena ditunjuk oleh Li Peng dan dia mengajarkan cara menekan musuh, dengan tenang dia terus menusuk ke depan dada Lin Shao Gao.
Lin Shao Gao tidak mengubah jurus-jurusnya.
Dia ingin dengan cara 'Kong Que Kai Pin' (burung merak membuka ekor), menutup jurus pedang dan dengan jurus pedang kiri menyerang Yu Yi-fei.
Pedang Yu731 Yi-fei tidak menepis dan menusuk, tiba-tiba berubah menjadi jurus 'Li Feng Cao Yang' (burung phoenix menghadap matahari).
Lin Shao Gao tidak menyangka kalau Yu Yi-fei bisa mengeluarkan jurus itu, dia sedikit terkejut.
Dia bersalto tapi telapak kanannya dengan ilmu menepak diarahkan ke atas.
Karena jurus Yu Yi-fei meleset, dan jurus musuh hampir tiba, dengan cepat dia meloncat ke atas tapi pedangnya menusuk ke bawah 10 kali lebih.
Tubuh Lin Shao Gao sudah sangat dekat.
Dia tidak bisa menghindar lagi, dia bersuara.
Tangan kirinya mengeluarkan jurus 'Tai Gong She Wang', terbentuk sebuah layar terang.
Pedang terus bergerak, benar-benar terasa tenaga dalamnya yang kuat.
Terdengar suara angin CHA, CHA, beberapa kali.
Pedang Yu Yi-fei diangkat 1 meter.
Dan Lin Shao Gao sudah berdiri.
Bila pesilat tangguh bertarung keadaan memang tidak sama.
Apalagi Lin Shao Gao berada dalam bahaya, bila mendapatkan kemenangan benar-benar terasa indah.
Para pesilat yang disekeliling sana732 melihat keadaan ini, mereka benar-benar kagum dan terus bersorak.
Dengan susah payah akhirnya Yu Yi-fei baru bisa berada di posisi menguntungkan, tapi kesempatan itu diambil kembali oleh Lin Shao Gao, karena itu dia merasa kecewa, dan tidak berani bertindak sembarangan.
Dia sadar ilmu silatnya berada di atas musuh, tapi karena telah kehilangan kesempatan maka dia tidak berani menganggap remeh kepada lawan.
Mereka memegang pedang dan berdiri saling berhadapan.
Keadaan sangat tegang, seperti sebuah panah siap dilepaskan.
Waktu itu tiba-tiba dari kerumunan orang muncul seorang pak tua yang berusia sekitar 60 tahunan.
Dia berteriak.
"Berhenti! Berhenti!"
Yu Yi-fei dan Lin Shao Gao yang berdiri berhadapan walaupun mendengar suara pak tua itu tapi mereka tetap berkonsentrasi penuh menghadapi lawannya.
Pak tua itu tertawa panjang, pelan-pelan dia masuk ke tengah lapangan, semua orang melihat orang tua itu seperti orang tua normal lainnya.
Tapi karena ekspresi733 wajahnya seperti itu dia tampak sadis dan menakutkan.
Apalagi tawanya sangat aneh, walaupun sekarang adalah siang hari tapi melihat wajahnya membuat siapa pun menjadi dingin.
Waktu itu Yu Yi-fei dan Lin Shao Gao sudah menarik kembali pedang masingmasing, kemunculan pak tua itu menarik perhatian semua orang.
Pendeta Chi-yang tertawa dingin dan berkata.
"Apakah Tuan datang untuk bertanding pedang?"
Pak tua itu membalikkan kepala dan melotot kepada Pendeta Chi-yang.
Pendeta Chi-yang yang berilmu silat tinggi, setelah melihat sorotan pak tua itu, dia merasa hatinya bergetar lalu mengalihkan pandangannya.
Pendeta Chi-yang memang seorang pendeta agama Budha, tapi seumur hidupnya dia pernah melakukan beberapa hal yang sangat memalukan, maka sewaktu pak tua itu melotot kepadanya, dia merasa hatinya sedikit bergetar.
Pak tua itu membalikkan kepala dan tertawa aneh kepada Li-e, lalu selangkah demi selangkah berjalan mendekati Li-e.
Pak tua itu benar-benar aneh dan734 seperti orang tidak normal.
Li-e melihat dia berjalan ke arahnya, dia memang tidak takut tapi perasaannya tidak enak.
Li-e adalah 'Tian Xia Di Yi Jian' mana boleh dia bersikap takut kepada pak tua itu.
Maka dia pun terus melihat pak tua yang sedang berjalan mendekatinya.
Setelah berada di depan Li-e, pak tua itu baru berhenti, wajahnya tampak bergerak-gerak, matanya memancarkan cahaya menakutkan.
Dalam hati Li-e benar-benar terkejut, pak tua itu bertanya.
"Apakah kau adalah Jian Shen Li-e?"
Li-e bersikap sombong dan dingin tapi dia tidak menjawab, tubuhnya tegak lurus tidak bergerak.
Kepalanya hanya sedikit dianggukan, kemudian ditegakkan kembali, dia sudah menjawab pertanyaan pak tua itu.
Pak tua itu tertawa panjang lagi dan berteriak.
"Sudah 14 tahun berlalu tapi aku masih mengingatmu!"
Semenjak kemunculan pak tua itu, dia sudah menarik perhatian banyak orang, maka tidak ada seorang pun yang bicara di sana, semua terus menatapnya, dia sedang tertawa aneh.
Pak tua itu kemudian menangis seperti735 burung malam.
Di dalam kesepian membuat siapa pun yang mendengarnya ikut sedih dan hati terasa dingin.
Li-e melihat pak tua itu, sepertinya dia mempunyai dendam yang dalam, tapi dia merasa tidak mempunyai dendam apa pun dengan pak tua ini.
Pak tua itu tiba-tiba menjulurkan tangan kanannya, di depan Li-e berteriak.
"Lihat tanganku...."
Li-e menundukan kepala melihat tangannya, tapi dia tidak melihat apa pun di sana.
Secepat kilat tangan kiri pak tua itu dibalikkan, sebuah pisau belati dikeluarkan dari lengan bajunya, dan dia menusuk perut Li-e.
Karena Li-e sedang tertarik pada tangan kanan pak tua itu, dan saat itu dia tidak melihat ada sesuatu yang aneh atau menakutkan, tapi dia adalah orang yang sangat berpengalaman, maka dia tahu kalau dia ditipu.
Pisau belati itu sedikit lagi hampir mengenai Li-e, tapi tangan Li-e sudah dibalikkan ke atas.
Jurus ini membuat Li-e berada dalam736 bahaya, terdengar suara TAK, belati di tangan pak tua telah patah menjadi dua.
Tiba-tiba ada bayangan seseorang, kelihatannya dia ingin membantu pak tua itu.
Li-e tertawa dingin, kemudian tangan kanannya melayang, terdengar teriakan pak tua itu, tubuhnya pun terpelanting sejauh 3 meter lebih.
Orang yang datang masih berada di tengah udara dia tidak keburu menolong pak tua itu, dia terbang dan membentak, lalu mendarat untuk menolong pak tua yang hampir roboh.
Untung Li-e tidak mengerahkan seluruh tenaganya, maka pak tua itu hanya muntah darah 2 kali.
Dia masih mampu berdiri.
Para pendekar di sana terbengong-bengong melihat peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba.
Suasana pun menjadi hening.
Li-e berhasil lolos dari bahaya, tapi karena hatinya terkejut dia pun berkeringat dingin, dengan marah dia berkata.
"Aku dan Tuan tidak ada permusuhan, mengapa Tuan berniat membunuhku?"737 Pak tua itu membentak.
"Penjahat Li, di antara kita tidak ada kompromi lagi, kita mempunyai permusuhan yang sangat dalam"
Dia membentak lagi.
"Hari ini dalam rapat Tai Shan ini aku akan membeberkan kejahatanmu kepada semua orang yang ada di sini, kalau tidak, mati pun aku tidak akan bisa menutup mata."
Kemudian seperti orang tidak waras dia berkata kepada Li-e.
"Penjahat tua, peristiwa 15 tahun lalu di depan air terjun Tian Kun, apakah kau masih mengingatnya? Kalian adalah para pendekar besar, aku yakin kalian akan melupakan peristiwa kecil seperti itu, tapi aku, Xu Zhong akan selalu ingat pada kejadian saat itu! Majikanku mati dengan menyedihkan, tapi kalian selama 10 tahun ini hidup tenang di luar sana. Tuhan, kasihanilah aku, turunan majikanku telah tumbuh dewasa, aku merasa menyesal mengapa tadi aku tidak berhasil membunuhmu. Tapi kelak akan ada orang yang bisa mengambil nyawamu…."
Semua pendekar mendengar kejadian Tian Kun Bao, dan segera menghubungkan dengan peristiwa 15 tahun yang lalu.
Pendekar Zhong Yuan, Duan Hun Jian738 Wu Zhao-yun mati di Tian Kun, mereka segera terdiam.
Li-e menjadi pucat.
Dulu Duan Hun Jian Wu Zhao-yun mati di depan air terjun Tian Kun, semua orang mengetahui peristiwa itu, tapi tidak ada seorang pun yang tahu detilnya peristiwa itu.
Pak tua itu mendengar semua orang terdiam, dengan suara aneh tapi terdengar tenang dia berkata lagi.
"Aku bernama Xu Zhong, aku adalah pelayan Wu Zhao-yun. Pendekar Wu. 15 tahun lalu 5 perkumpulan mengajak semua jago pedang bertarung ilmu pedang. Waktu itu Pendekar Wu baru berusia 40 tahun lebih, dia pun diundang datang dan akhirnya Pendekar Wu pergi ke Tai Shan!"
"Waktu itu Pendekar Wu mempunyai sebuah keluarga bahagia dan seorang putra yang baru berusia 6 tahun, tapi setelah melewati tahun kedua istri Pendekar Wu meninggal. Karena itu aku mengurus putranya, anak itu pintar dan lincah, benar-benar turunan Wu yang baik!"
Para pendekar yang mendengar cerita tentang kematian Wu Zhao-yun dan segala detilnya, mereka merasa tertarik, dan tidak ada seorang pun yang bersuara.739 Xu Zhong berhenti bicara sebentar, kemudian dia membentak.
"Penjahat tua, lihat dengan jelas, ini adalah putra Wu Zhao-yun, namanya adalah Wu Ling-feng, dia adalah orang yang akan menagih nyawa kalian...."
Dia menunjuk pemuda yang sedang memapahnya.
Wajah Li-e pucat karena menahan marah, tangan kanannya sudah memegang pegangan pedang, tapi mengingat kedudukannya sekarang, di depan umum dia tidak berani membunuh seorang pak tua yang rendah.
Mungkin karena Xu Zhong merasa emosi, dia muntah darah lagi, dengan gemetar dia berkata.
"Pendekar Wu dijuluki Duan Hun Jian, di antara 5 perkumpulan besar tidak ada yang bisa mengalahkan beliau! Karena itu beliau terlalu percaya diri, sewaktu dia pergi ke pertandingan Tai Shan, beliau pergi seorang diri, hingga senjatanya yang bernama 'Duan Hun Jian' pun tidak dibawanya!"
"Tadinya orang dari 5 perkumpulan mengira Pendekar Wu tidak akan datang untuk menepati janji, tapi Pendekar Wu adalah seorang yang bisa dipercaya, dengan tepat waktu dia tiba di sana, semua orang740 tahu kalau dia datang maka gelar 'Tian Xia Di Yi Jian' akan jatuh ke tangannya, maka ke 5 perkumpulan itu menjadi ketakutan, mereka membuat rencana busuk!"
Xu Zhong terdengar sangat marah.
"Waktu itu aku dan Pendekar Wu bersama-sama turun gunung, dan Wu Ling-feng dititipkan kepada seorang teman Pendekar Wu, saat itu adalah sehari sebelum rapat, aku dan Pendekar Wu sedang berjalan-jalan di sisi air terjun Tian Kun. 5 ketua perkumpulan juga datang bersama-sama kesana, sepertinya Pendekar Wu tidak menginginkan aku berada di sana, beliau menyuruhku menyingkir, tapi mana mungkin aku bisa tenang maka aku pun tidak pergi dari sana, aku tidak mau meninggalkan Pendekar Wu seorang diri, Pendekar Wu melihat 5 ketua perkumpulan sedang mendekatinya, dia membentak ku, 'Kalau kau masih menganggap aku adalah majikanmu, cepat tinggalkan tempat ini!' dengan terpaksa aku bersembunyi di antara batu-batuan."
"Lima ketua perkumpulan itu adalah Li-e, Chi-yang, Ku An, Xie Xing, dan Ling Kong. Ha ha ha! Aku tidak akan pernah741 lupa!"
Li-e terdiam dalam hati dia berpikir bagaimana supaya rahasianya tidak terus dibocorkan. Xu Zhong terus bercerita.
"Dengan merasa sungkan Pendekar Wu menyambut kedatangan 5 ketua itu, kelima orang itu sangat ingin mengetahui siapa yang akan kalah dan siapa yang akan menang! Sedangkan aku kalau tidak mendengar perintah majikanku, mungkin aku pun aku dibunuh mereka, kalau sampai aku terbunuh, hari ini aku tidak bisa membeberkan semuanya kepada kalian!"
"Karena di antara keenam orang itu tidak ada kesepakatan, maka Ku An Shang-ren mengeluarkan sebuah ide, awalnya mereka akan beradu tenaga dalam, tentu saja Pendekar Wu setuju!"
Tapi cara dari kelima perkumpulan itu adalah di antara kelima orang itu, akan dipilih 4 orang untuk beradu telapak tangan dengan Pendekar Wu, sedangkan satu orang lagi akan penjadi wasit.
Lalu berhitung hingga angka 30, kedengarannya aturan ini benar-benar adil, bukan?"
"Pendekar Wu tidak mengetahui742 rencana busuk mereka, dia mengeluarkan telapak tangannya. Di antara kelima orang itu hanya Ling Kong yang tidak beradu telapak tangan, dia yang akan berhitung, sewaktu baru berhitung sampai 20, posisi Pendekar Wu sudah berada di bawah angin."
"Begitu hitungan sampai 30 untuk sementara dihentikan, tapi empat ketua itu adalah pesilat tangguh, mana mungkin Pendekar Wu bisa tahan?"
"Tiba-tiba kedua mata Pendekar Wu terbuka, segera tenaga dalamnya ditambah dan terus bertahan hingga hitungan 21,22, wajah Ling Kong berubah, seperti ada keputusan sulit yang harus segera diambilnya, hingga akhirnya dia bisa mengambil keputusan, dan hitungan sudah sampai pada angka ke-30! Saat itu aku tidak mengerti mengapa Ling Kong Bu Xu bisa berekspresi seperti itu, lama-lama aku bani mengerti, ternyata itu memang rencana busuk mereka berlima. Rencana mereka adalah sewaktu Pendekar Wu sedang berkonsentrasi beradu telapak tanaga, Ling Kong Bu Xu lah yang akan menyerang Pendekar Wu, tapi Ling Kong adalah orang lurus, dia tidak tega melakukan hal ini." 743 semua pendekar di sana berteriak terkejut, wajah Li-e bertambah pucat karena berusaha meredam emosinya. Tapi dia tetap diam, tidak berkata sepatah kata pun. Pak tua itu melanjutkan lagi.
"Pendekar Wu meloncat dan berkata, 'Adu tenaga dalam sudah selesai, apa lagi yang akan kalian inginkan padaku?'"
"Li-e tidak menyukai Ling Kong Bu Xu karena dia tidak melakukan rencana mereka maka dia pun melotot ke arah Ling Kong!"
Para pendekar kembali berteriak, mereka benar-benar tidak menyangka, nafas Xu Zhong terdengar semakin lemah, Wu Ling-feng menepuk-nepuk punggungnya dengan pelan dan menyuruhnya supayajangan terus bicara.
Tapi Xu Zhong menggelengkan kepalanya, dengan suara lemah dia terus bercerita.
"Wajah Ling Kong Bu Xu sedikit berubah, tapi Li-e sudah berputar menghadapi Pendekar Wu, dia meminta bertanding ilmu pedang. Julukan Pendekar Wu adalah He Luo Yi Jian dan Duan Hun Jian, artinya ilmu pedang beliau sangat tinggi. Tentu saja kelima ketua itu tidak akan meremehkan julukan beliau. Karena itu744 kelima orang itu menyerang beliau yang hanya seorang diri. Karena Duan Hun Jian milik Pendekar Wu tidak dibawa, terpaksa beliau mengambil sebatang ranting sebagai pengganti pedang lalu bertarung dengan kelima ketua itu!"
"Seumur hidupku baru pertama kali aku melihat pertarungan yang begitu dahsyat, formasi yang ke 5 orang itu dibuat sangat aneh, sepertinya mereka hanya berjaga tapi berjaga dengan kokoh seperti tembok besi."
"Yang rugi adalah Pendekar Wu, beliau tidak membawa pedang, sebatang ranting apa gunanya, maka beliau berusaha merebut salah satu senjata mereka dan tidak berhasil, karena kelima orang itu pun adalah pesilat tangguh, mereka tidak akan gampang tertipu."
Suara Xu Zhong semakin kecil dan lemah, luka dalamnya semakin berat. Wu Ling-feng menyuruhnya beristirahat dulu, tapi Xu Zhong berteriak.
"Biarkan aku terus bercerita! Biarkan aku terus bercerita!"
Wajahnya tampak bergetar, bentuk wajahnya tampak sangat menakutkan.
Wu Ling-feng melihat Li-e, Chi-yang, dan745 Ku An, mereka seperti sedang berpikir, tapi wajah mereka pucat dan tidak berekspresi.
Tiba-tiba tangan Li-e bergoyang, murid Kong-dong-pai, Shi He Kang segera mengerti maksud gurunya, dia keluar dari kerumunan orang, Xu Zhong sudah tahu dia pasti disuruh oleh Li-e untuk membunuhnya, maka dia semakin marah, dia membentak dan melotot kepada Shi He Kang....
Melihat mata Xu Zhong yang merah dan melotot kepadanya, Shi he kang merasa takut, tiba-tiba Wu Ling-feng yang berada di sisi Xu Zhong meraung.
"Berhenti!"
Suara itu membuat Shi He Kang takut, pedangnya pun terjatuh.
Xu Zhong melihat pedang Shi He Kang yang terjatuh dia tertawa puas!
Walaupun Shi He Kang merasa malu, tapi dia masih berdiri dengan terpaku.
Semua pendekar yang melihat peristiwa itu, mereka menjadi tidak suka kepada Li-e.
Xu Zhong membentak, dia membuka mulut dan berkata.
"Beberapa kali Pendekar Wu berusaha merebut pedang tapi selalu gagal, aku benar-benar merasa cemas, aku ingin sekali membantu beliau, tiba-tiba Ling Kong Bu Xu seperti tidak tega melihat746 Pendekar Wu tanpa senjata, dia sedikit melonggarkan jurusnya, walaupun ilmu silatku tidak hebat, tapi aku bisa melihat kalau dia sengaja melakukannya, ini adalah kesem-patan baik, dan langsung dimanfaatkan oleh Pendekar Wu, beliau berhasil keluar dari formasi itu!"
"Waktu itu Pendeta Chi-yang sudah menusuk Pendekar Wu tapi Pendekar Wu berhasil keluar dari formasi pedang mereka. Satu tangannya menepuk tangan Chi-yang dan pedang berhasil direbutnya."
Semua pendekar dengan sepenuh hati mendengarnya, mereka secara bersamaan melihat ke arah Pendekar Chi-yang, wajah Chi-yang bertambah pucat dan tua.
Dan juga menjadi merah!
"Karena Pendekar Wu telah memegang pedang, dia sepeti harimau yang tumbuh sayap, tapi Hui Feng Jian Xie Xing tiba-tiba menusuk Ling Kong Bu Xu!"
"Ling Kong Bu Xu sudah tahu kalau beberapa kali dia melepaskan Pendekar Wu, dia sulit menjelaskan alasannya, tepat di sisinya adalah Ku An Shang-ren, dengan pedang dan telapak, didukung dengan jurus pedang Xie Xing, mereka menyerang,747 perubahan di arena pertarungan terus terjadi. Ling Kong Bu Xu tidak tahu kalau di depan dan di belakangnya diserang, dia segera terkena serangan pedang Xie Xing."
"Pendekar Wu mengetahui kalau Ling Kong Bu Xu beberapa kali telah menolongnya, hingga sekarang dia malah terluka, dia membentak dan pedang pun ditusukkan ke arah Xie Xing."
"Karena jurus yang dikeluarkan oleh Pendekar Wu dalam keadaan marah, pasti jurus itu mengerahkan seluruh tenaganya, tapi beliau lupa kalau di belakangnya masih ada dua orang musuh kuat."
"Pedang Li-e menepis dengan kuat, Pendekar Wu terkejut, dia berjongkok untuk menghindar tapi pedangnya sudah beradu dengan pedang Xie Xing."
"Tubuh Pendekar Wu menjadi lemas, tenaganya tidak bisa dikerahkan, pedang Xie Xing terbang keatas, pedang Pendekar Wu terlepas dari tangannya."
"Karena pedang Pendekar Wu terlepas dari tangannya, maka keadaan Pendekar Wu bertambah berbahaya. Ling Kong Bu Xu bersiul dan meloncat ke atas, dia mengejar pedang yang terlepas itu. Sepertinya dia748 ingin mencengkram pedang dan dikembalikan kepada Pendekar Wu."
"Pendekar Zhao yang biasanya dipanggil Ling Kong Bu Xu memiliki ilmu meringankan tubuh sangat tinggi, hanya sebentar dia berhasil mengambil kembali pedang. Tapi tiba-tiba terdengar suara teriakan. Dengan cepat dia jatuh menukik ke bawah."
"Waktu itu aku masih berada di tempat persembunyian dan merasa sangat cemas, siapa yang telah membunuh dia, aku sendiri pun tidak tahu. Aku baru tahu ternyata dia terkena lemparan senjata rahasia berbentuk ring."
"Tubuh Pendekar Zhao terus menukik ke bawah. Di bawah adalah dasar Tian Kun Bao. Jika sampai jatuh ke sana, sudah pasti nyawanya tidak akan tertolong lagi."
"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri beberapa kali Pendekar Zhao berusaha bertahan, tapi dia tidak berhasil meloncat kembali ke sisi jurang. Aku melihat sewaktu dia terjatuh ke bawah, dia berusaha melemparkan pedang itu ke atas."
"Pendekar Wu melihat Pendekar Zhao terus berusaha menolongnya, melihat dia749 dalam bahaya, dia menjadi cemas dan segera menghampiri untuk menolongnya."
"Pedang yang telah dilempar oleh Pendekar Zhao disambut oleh Pendekar Wu. Dia berada pada posisi di pinggir jurang."
"Pendekar Wu melihat ke bawah dan berniat menarik Pendekar Zhao. Aku melihat jarak mereka hanya tinggal beberapa centimeter lagi, tangan Pendekar Wu bisa mencapai sanggul Pendekar Zhao, tapi tetap tidak dapat dilakukan. Karena tidak dapat mencapai Pendekar Zhao, maka Pendekar Wu berteriak sekuat tenaga. Xie Xing dan Li-e, dengan 3 pedang menyerang kaki Pendekar Wu. Pendeta Chi-yang dengan telapak tangannya memukul punggung Pendekar Wu."
"Pendekar Wu tidak menyangka dalam di saat begitu menyedihkan, dia telah diserang oleh 3 pesilat tangguh. Tempat di mana Pendekar Wu berdiri adalah sisi ujung jurang dan sangat berbahaya."
"Dewa sendiri sekalipun tidak sanggup menahan serangan dari 3 arah itu! Hatiku serasa ingin meloncat keluar. Pendekar Wu berteriak tidak senang. Tangan kirinya mendorong ke belakang dan langsung meloncat kedepan. Tangan kanannya750 menggunakan ilmu 'Xiao Tian Xing', mengerahkan tenaga dalam."
"Serangan terakhir dari Pendekar Wu merupakan kumpulan seluruh tenaganya. Bisa dikatakan tenaga itu bisa membelah gunung dan batu. Hui Feng Jian Xie Xing terkena pukulan Pendekar Wu dan terbang sampai beberapa meter."
"Pedang yang dilempar ke arah Li-e. Li-e sendiri tidak menyangka lawan berada dalam keadaan berbahaya tapi masih bisa mengeluarkan jurus-jurus aneh. Pedang Li-e digetarkan dan terlepas sejauh beberapa meter."
"Pedang panjang itu masih terus melaju dengan cepat dan dengan tenaga penuh. Pedang melesat ke arah Chi-yang Zi yang sedang menyerang dengan jurus telapak. Karena melihat pedang datang begitu cepat, dia tidak berani memukul dengan telapaknya. Dia berjongkok untuk menghindar. Tapi sanggulnya tertebas separuh."
"Pedang masih terus melaju dengan cepat setelah itu baru terjatuh kebawah. Sewaktu aku mencari-cari Pendekar Wu, ternyata beliau sudah menghilang.751 Sepertinya dia jatuh ke dalam jurang karena saat itu Li-e berdiri di sisi jurang sambil melihat ke bawah."
"Ku An Shang-ren saat itu sedang memeriksa luka Xie Xing. Tian Kun Bao menjadi sunyi. Beberapa kali aku ingin keluar dari tempat persembunyianku untuk membalas dendam tapi aku masih teringat pada putra Tuan Wu yang dititipkan di rumah teman beliau, dengan terpaksa aku diam-diam aku melarikan diri dari sana."
"Sesampai di rumah teman Pendekar Wu, teman itu memberitahu kepadaku bahwa putra Tuan Wu beberapa hari yang lalu telah menghilang. Kabar ini benar-benar bagaikan petir menyambar di siang bolong. Harapan terakhirku pun pupus. Dendam yang dalam membuatku bisa bertahan sampai 14 tahun. Ternyata Tuhan masih sayang kepadaku. Kemarin di puncak Zhang Ren, secara kebetulan aku bertemu dengan tuan muda yang telah tumbuh dewasa. Keluarga Wu masih ada penerusnya, matipun aku tidak akan merasa menyesal. Aku siap membunuh Li-e dan kaki tangannya untuk membalaskan dendam Pendekar Wu sekalian membalas budi Pendekar Zhao!" 752 Semua cerita telah dibeberkan oleh Xu Zhong. Para pendekar mendengarkannya dengan sepenuh hati. Mereka tidak menaruh curiga sedikit pun, mereka tidak menyangka kalau orang yang disebut pemimpin dunia persilatan ternyata hanya orang berjiwa kerdil. Re Guan Feng yang luas sekarang menjadi hening dan sunyi. Walaupun sekarang siang hari tapi di tempat tinggi itu, angin terus berhembus. Daun-daun pohon cemara berbunyi gemerisik seperti suara gelombang. Keadaan bertambah menyedihkan. Ooo)*(ooO BAB 22 Persendian berubah Tiba-tiba terdengar tarikan nafas panjang. Di tempat sunyi seperti itu terdengar menyebar hingga ketempat jauh. Para pendekar secara bersamaan melihat sumber suara itu. Tapi yang tampak hanya hutan tidak ada bayangan seorang pun. Dari dalam hutan tampak ada seseorang yang sedang duduk. Pohon dan ranting menghalangi pandangan setiap orang. Dia berada dalam kesedihan. Wajah yang tampan. Dia adalah Luo Ying-jian Xie Chang Qin. Dia datang ke puncak gunung itu sudah753 lama. Semua kata-kata Xu Zhong sudah didengarnya. Begitu mendengar Ling Kong Bu Xu walaupun berada dalam kesulitan tapi masih bisa membela kebenaran, dia benar-benar merasa pedih. Karena kesalahannya maka dia merasa menyesal seumur hidup, dia hanya bisa menarik nafas panjang. Tiba-tiba Li-e membaca.
"Wu Jian Zhen Zhong Yuan...."
Kata-katanya baru selesai, daun-daunan segera bergoyangan.
15 tahun yang lalu ketika 5 perkumpulan mengepung Qi-mao Shen-jun, mereka sudah memperkirakan bahwa keturunan orang aneh itu pasti akan datang untuk membalas dendam, karena itu mereka membuat sebuah rumus....
Wu Jian Zhen Zhong Yuan.
Bila salah satu dari 5 orang dari 5 perkumpulan itu mendengar kata-kata ini, maka orang itu dengan cepat harus masuk ke dalam formasi pedang untuk menghadapi orang yang berniat membalas dendam kepada mereka.
Tadi Li-e mendengar tarikan nafas panjang itu, dia berpikir yang datang pasti Xie Chang Qin, karena itu dia mencoba mengucapkan kata-kata sandi mereka.
Xie Chang Qin yang berada di pohon itu pasti sudah mendengarnya, maka hatinya754 pun bergejolak.
Saat itu, pelayan setia Pendekar Wu yang bernama Xu Zhong berada dalam kondisi sangat lemah.
Dia mencoba menghirup udara dalam-dalam dan berteriak.
"Ayo, bunuh mereka! Bunuh penjahat-penjahat itu!"
Dari kerumunan para pendekar, banyak iblis yang membunuh orang tanpa berkedip.
Sekarang mereka ikut merasa sedih dan tanpa terasa meneteskan air mata.
Pak tua itu menghembuskan nafas terakhirnya lalu roboh kebawah.
Wu Ling-feng sudah tidak tahan lagi.
Dengan Duan Hun Jian miliknya dia bertingkah seperti orang gila menyerang Li-e.
Li-e dengan sabar meladeninya.
Xu Zhong terluka.
Xin Jie melihatnya, tapi dia adalah orang yang sangat teliti.
Dia berpikir bila saatnya belum tiba, tidak bisa memakai nama keturunan Xin Jiu Peng atau Qi-mao Shen-jun muncul di sana, karena itu dia tetap berada didalam kerumunan orang-orang.
Sekarang melihat Wu Ling-feng meloncat keluar untuk bertarung, Xin Jie menjadi cemas.
Dia melihat semua orang memperhatikan dengan konsentrasi penuh755 melihat ke arah arena pertarungan.
Hatinya tergerak, dengan cara paling cepat dia membuka baju luarnya yang berwarna abu hanya dengan baju hijau panjang.
Dia menutup wajahnya dengan secarik kain dan melempar baju abu itu ke sisi hutan, kemudian dia masuk ke medan pertarungan.
Gerakan Xin Jie sangat cepat, pendekar-pendekar tidak melihat kedatangannya karena saat itu mata mereka sedang terpaku melihat pertarungan.
Tapi Xin Jie lupa bahwa di hutan, Luo Yin Jin Xie Chang Qin sedang duduk di atas pohon.
Xie Chang Qin yang berada di atas pohon melihat semuanya.
Dia benar-benar terkejut!
Dia pernah bertemu dengan Qi-mao Shen-jun.
Dia bisa lolos dari maut tapi sekarang dia melihat suatu hal yang telah membuat dunia persilatan geger, ternyata dia adalah seorang pemuda tampan.
Mungkin karena alasan itu dia selalu menutupi wajahnya.
Jika pemuda itu adalah turunan Qi-mao Shen-jun, mengapa dia mempunyai ilmu begitu tinggi dan aneh?
Hal ini membuatnya tidak mengerti.756 Qi-mao Shen-jun muncul seperti setan di Re Guan Feng.
Hal ini membuat para pendekar terkejut.
Mei Shan-ming belum pernah bicara.
Dia hanya tertawa dingin dan mengayunkan pedang panjangnya.
Matahari menyinari pedang itu, memantulkan cahaya menyilaukan dan menusuk mata.
Li-e pernah bertemu satu kali dengan Qi-mao Shen-jun dia tidak merasakan apa-apa, tapi Ku An Shang-ren dari E Mei, Chi-yang Zi dari Wu Dang, hanya mendengar Qi-mao Shen-jun muncul di dunia persilatan.
Mereka tidak pernah melihat dengan mata kepala mereka sendiri.
Sekarang Qi-mao Shen-jun berdiri tegak di depan mereka.
Mereka benar-benar terkejut.
Sorot mata Qi-mao Shen-jun melihat kedua pesilat itu.
Hal ini membuat tangan mereka berkeringat dingin.
Para pendekar di sana adalah orang-orang tersohor, otomatis mereka tahu siapa orang nomor satu di dunia ini, ada yang setengah percaya ada yang percaya, mereka dengan diam menyaksikan semuanya.
Dalam waktu satu hari, di puncak Gunung Tai757 semua orang terkenal hampir hadir semua.
Hal ini jarang terjadi di dunia persilatan.
Dengan Duan Hun Jian di dalam genggamannya, Wu Ling-feng menyerang dengan jurus yang paling dikuasainya.
Tenaga dalam Li-e walaupun tinggi tapi dia belum bisa membalas menyerang.
Kedua mata Wu Ling-feng seperti akan meloncat keluar.
Dia mengeluarkan jurus 'Gui Wang Ba Hua'.
Li-e mulai bersuara.
Dia menarik nafas panjang.
Pedangnya terus bergetar.
'Qi Hong Jian' dengan cepat menahan serangan pedang Wu Ling-feng.
Sekarang dia balas menyerang.
Qi-mao Shen-jun tertawa dingin.
Tangan kanan memegang pedang.
Dia menyambut serangan Li-e.
Bukannya dia tidak tahu kesaktian Qi Hong Jian, karena itu dengan tenaga dalam dan konsentrasi penuh dia menghadapi Li-e.
'Qi Hong Jian' terus berloncatan di depan matanya, tapi pedang itu tidak bisa mengenai senjata Qi-mao Shen-jun.
Li-e pernah bertarung dengan Qi-mao Shen-jun maka dia bergerak sangat hati-hati dan berusaha mundur.
Tapi pedang Qi-mao Shen-jun terus meloncat-loncat.
Qi Hong758 Jian meloncat setengah meter, Qi-mao Shen-jun tertawa panjang.
Para pendekar terkejut.
Jago pedang nomor satu di dunia ini hanya dalam satu jurus berada dalam posisi dirugikan.
Tenaga dalam begitu tinggi, hanya Qi-mao Shen-jun yang bisa melakukannya.
Li-e meloncat mundur beberapa meter dan berteriak.
"Wu Jian Zhen Zhong Yuan!"
Tapi suaranya terdengar gemetar.
Ku An, Chi-yang Zi membawa pedangnya.
Xie Chang Qin yang masih berada di atas pohon tampak ragu tapi dia adalah laki-laki sejati, dia tidak boleh mengingkari janji....
dia tidak menginginkan ujung kakinya mengeluarkan tenaga, tubuhnya sudah meloncat keatas dan turun ketengah lapangan.
Li-e mengangguk kepadanya berkata.
"Apa kabar, Kakak Xie?"
Xie Chang Qin mengangguk dengan terpaksa, dia sudah mengeluarkan pedangnya.
Xin Jie tahu dari Qi-mao Shen-jun bagaimana lihainya formasi pedang mereka, apalagi untuk posisi berjaga, pertahanannya lebih kuat dari dinding besi sekalipun.
Mereka berempat sedang menyusun759 formasi, hal itu tampak biasa dan alami, Xie Chang Qin sendiri sudah berdiri di posisinya.
Ketua Dian Cang-pai sudah tiba, membuat para pendekar merasa terkejut, apalagi semenjak pertarungan di Tong Po Shan, Lu Fang dan Lin Shao Gao berusaha melarikan diri dengan susah payah, sekarang melihat lawan berada di tempat itu, hati mereka menjadi dingin.
Qi-mao Shen-jun bersiul, pedang digetarkan seperti ada bunga yang bertebaran.
Ilmu warisan Wu Ling-feng pun tidak tampak lemah, Xin Jie tiba-tiba menyerang Chi-yangZi.
'Qi Hong Jian' milik Li-e diangkat, formasi pedang segera dimulai, cahaya pedang membentuk seperti jala, benar-benar formasi pedang yang hebat.
Xin Jie datang dengan mengayunkan pedang, ilmu 'Han Mei Tu Rui' tiba-tiba berubah menjadi 'Leng Mei Fei Mian', dia menyerang Li-e.
Sedangkan Wu Ling-feng mencari Ku An Shang-ren, gabungan tenaga kedua orang itu benar-benar dasyat dan juga mengejutkan semua orang di sana.760 Xin Jie tidak berjaga tapi terus menyerang, pedangnya bergerak semakin cepat, sampai pada saat terakhir 'Mei-hua San Long' dikeluarkan, pedang mengeluarkan suara WUSH, WUSH, WUSH.
Janggut panjang Chi-yang bergerak-gerak bukan karena angin melainkan karena dia sedang mengumpulkan tenaga dalamnya.
Dengan posisi agak miring, Wu Ling-feng secepat kilat menusuk, terdengar TANG, ini pertama kalinya salah satu senjata dari keenam orang itu beradu.
Dalam pertarungan itu Xin Jie menyerang Xie Chang Qin, pastinya Xie Chang Qin yang dijuluki Luo Ying-jian memiliki ilmu meringankan tubuh yang tidak lemah, beberapa kali dia bergeser dari tempatnya.
Karena tusukannya meleset, Xin Jie dengan miring menyerang lagi, dalam keadaan seperti itu Xin Jie masih bisa melihat Qi Hong Jian yang tajam, dalam hati dia merasa terkejut, pergelangannya ditarik, tenaga dalamnya dialirkan ke dalam pedang.
Li-e dengan ringan berjalan, dia hanya menggerakkan ujung pedangnya saja.
Walaupun tenaga dalam Xin Jie761 dialirkan ke dalam pedang, tapi Qi Hong Jian adalah sebuah pedang sakti, Qi Hong Jian berhasil digetarkan oleh Xin Jie, Li-e benar-benar terkejut dengan kemampuan ilmu silat dan tenaga dalam Xin Jie.
Pedang Xin Jie diputar membentuk lingkaran, bergerak dari kanan ke kiri, kemudian berhenti di depan.
Dia tertawa dingin, telunjuknya menyentil, ujung pedang dengan jarak sekitar 3 sentimeter terputus dan pedang Li-e terbang ke arah Pendeta Chi-yang.
Chi-yang segera mengayunkan pedangnya, menepak pedang itu hingga terjatuh ke tanah, pedang Wu Ling-feng datang ke depannya dengan jarak tidak lebih dari 7 sentimeter.
Dengan cepat Chi-yang menghirup udara, dadanya ditarik ke dalam dan kakinya tidak bergerak, tapi terdengar suara SREK, baju bagian dada robek karena tergores.
Di dalam pertarungan sengit ini, Qi-mao Shen-jun menggunakan 'Li Guang Shi Shi' ujung pedang membawa angin dingin dan keluar ke arah tempat yang dilewati Li-e.
Hati Li-e benar-benar merasa senang, dia meletakkan Qi Hong Jian, dia berniat762 memutuskan pedang Qi-mao Shen-jun, tapi Xin Jie malah tertawa dingin, pedangnya ditarik, tubuhnya berputar.
Qi Hong Jian hanya lewat dan hanya mengenai sedikit ujung pedangnya, pedang yang putus segera menjadi pedang lancip lagi, hanya saja pedang itu lebih pendek 3 sentimeter dari panjang semula.
Qi-mao Shen-jun bersiul lagi, jurus pedangnya tiba-tiba berubah, cahaya pedang segera berhenti, tiba-tiba gerakan pedang Qi-mao Shen-jun menjadi lambat, tapi cahaya pedang seperti gelombang yang menerjang darat.
Ujung pedang masih bergetar dan pedang sepertinya mencari nadi-nadi penting di dada dan perut.
Ini adalah jurus 'Da Yan Shen Jian' yang berna-ma 'FangShengBu Xi'.
Ilmu 'Da Yan Shen Jian' terdiri dari 10 jurus, dalam satu jurus mempunyai 5 perubahan, maka bila 10 jurus Da yan akan mempunyai 50 kali perubahan.
Jurus pertama Qi-mao Shen-jun baru dikeluarkan, dan telah membuat 5 kali perubahan.
Lima perubahan ini seperti ada 5 orang dalam waktu bersamaan mengeluarkan satu jurus, dan setiap orang itu menyerang763 dengan jurus tidak sama dan sangat kuat.
4 ketua perkumpulam melihat jurus yang dikeluarkan Qi-mao Shen-jun sangat kuat, di dalamnya terdiri dari jurus menepis, menotok, menusuk, dan menggores, benar-benar tampak aneh terjadinya.
Mereka dengan terpaksa keluar dari formasi untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
Tampak empat pedang saling beradu dan mengeluarkan suara TANG, kemudian keempat pedang dan keempat orang itu meloncat, dengan tenaga loncatan ini mereka membuat layar pedang dan dengan bersusah payah membendung jurus itu.
'Da Yan Shen Jian' dikeluarkan, jurus-jurus aneh terus dikeluarkan.
Keempat ketua itu adalah para pesilat yang berpengalaman, dengan sepenuh hati mereka baru bisa menahan serangan Xin Jie dan Wu Ling-feng.
Dari keempat orang itu Xie Chang Qin lah yang paling tidak berniat bertarung.
Tapi karena dia adalah seorang laki-laki sejati, dia pernah bertarung dan pernah berjanji, dia pasti akan menepati janjinya, hal ini dilakukannya supaya tidak menjadi764 bahan pembicaraan orang lain.
Apalagi setelah bertarung dia merasa semakin bersemangat.
Jurus-jurus 'Qi Jue Shen Fa' dengan lancar dikeluarkan.
Yang bertahan paling kuat adalah E Mei, Ku An Shang-ren, jurus-jurus E Mei yaitu 'Bao Yu Jian Fa' membentuk pertahanan kuat seperti tembok besi, hanya orang seperti Li-e yang mempunyai tenaga dalam kuat dan dengan pedang Qi Hong Jian baru bisa melancarkan beberapa jurus.
Pertarungan seperti ini memang jarang terjadi di dunia persilatan, 15 tahun yang lalu, ketika 5 perkumpulan bergabung, mereka berhasil memukul Wu Zhao-yun dan Qi-mao Shen-jun, dan mereka melakukannya di tempat sepi, jarang ada orang yang menonton, sekarang 4 perkumpulan bertarung dengan generasi penerus Qi-mao Shen-jun dan Duan Hun Jian, keadaan benar-benar sangat ramai.
Generasi muda dari empat perkumpulan hanya bisa berdiam diri, mereka tidak ada kesempatan membantu.
Yu Yi-fei masih ingat Wu Ling-feng yang tempo hari datang bersama dengan BosXin.
Wu Ling-feng adalah turunan dari Wu765 Zhao-yun maka dia bertarung melawan keempat ketua untuk membalaskan dendam ayahnya, dia teringat kepada Xin Jie dan mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat mencari Bos Xin, tapi Bos Xin tidak ada di mana pun.
Dia tidak tahu kalau Xin Jie adalah Qi-mao Shen-jun, apalagi saat itu Xin Jie menutup wajahnya dan sudah berganti baju!
Tiba-tiba dari tengah gunung ada yang bersiul panjang, kemudian datanglah seseorang dengan meloncat.
Anehnya orang itu pun menutup wajahnya, dan dia datang dengan terburu-buru, seperti orang gila.
Karena Re Gan Feng telah dipenuhi dengan para pesilat maka jalan masuk laki-laki itu terhalang mereka, tapi dia tetap menerjang masuk.
Yang berdiri di posisi utara adalah seorang laki-laki bernama Fei Tian Hu, dia diterjang oleh orang yang wajahnya ditutup, dia sampai mundur beberapa langkah, baru bisa berdiri tegap.
Fei Tian Hu melihat orang yang wajahnya ditutup itu datang dengan mendesak kesana sini, dia marah dan membentak.
"Siapa kau? Mengapa datang dengan cara766 seperti itu? Apakah kau mau cari mati?"
Orang yang wajahnya ditutup itu mendengar, lalu dia pun memukul Fei Tian Hu, melihat orang yang datang dengan cara seperti itu ditambah kemarahannya, dia pun balas memukul.
BUG!
Tenaga dalam orang yang wajahnya ditutup itu benar-benar sangat kuat, pergelangan tangan Fei Tian Hu segera patah dia berteriak lalu roboh.
Pada saat masih terpaku, orang yang wajahnya ditutup itu berlari masuk ke arena pertarungan, dia membawa pedang sambil berlari.
Dalam kesibukan Xin Jie bertarung, Wu Ling-feng melihat kalau orang yang wajahnya ditutup itu adalah laki-laki yang kemarin berniat bunuh diri di Chang Re Fang.
Kesempatan ini dipakai oleh Wu Ling-feng dan Xin Jie untuk keluar dari formasi pedang.
Orang yang wajahnya ditutup itu malah menyerang Wu Ling-feng dan Xin Jie.
Mereka menerima beberapa jurus, formasi keempat ketua itu berganti lagi.
Karena orang yang wajahnya ditutup itu beberapa kali menyerang tapi tidak767 berhasil maka dia pun membentak dan membalikkan tubuhnya untuk menusuk, dia menyerang Ku An dan Li-e.
Baca Juga: Golok Yanci Pedang Pelangi 6
Baca Juga: Kilas Balik Merah Salju 3