Pedang Bunga Mei 4

Eps 4 Pedang Bunga Mei - Gu Long

Baca online Pedang Bunga Mei - Gu Long

Cersil Pedang Bunga Mei - Gu Long.

Sekaligus dia meminum dua cangkir arak itu kemudian tangannya melayang, cangkir kosong itu melayang kembali, seperti panah melesat ke perahu itu.

Terlihat dua cangkir arak terbang ke perahu Cheng Yi-qing dan menancap di dinding perahu, seluruh cangkir masuk ke dalam dinding perahu.

Tapi cangkir-cangkir itu tidak pecah sama sekali.

Wu Hen-sheng membentak.

"Harap beri jalan!"

Perahu dengan cepat bergerak ke depan, Cheng Yi-qing mengangkat tangannya kemudian berkata.

"Beri jalan!" 462 Tapi waktu itu terdengar suara ledakan besar. Perahu besar Wu Hen-sheng terbelah di tengah. Air masuk ke dalam perahu, tiang perahu roboh, bau bahan ledakan menusuk hidung, ternyata perahu Wu Hen-sheng sudah diledakkan. Awak perahu banyak yang terkena ledakan, terdengar suara teriakan, Jiao Qi-niang dan Wu Hen-sheng berada di kepala perahu, karena getaran hebat akibat ledakan hampir saja membuat mereka terjatuh. Mereka mengibas-ngibaskan tangan mengusir asap tebal, ketiga perahu perompak itu telah berlayar menjauh, Wu Hen-sheng berteriak.

"Kurang ajar!"

Dia memegang tangan Jiao Qi-niang dan meloncat, mereka mengejar ketiga perahu itu dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh.

Angin laut berhembus dengan kencang, ketiga perahu perompak berlayar dengan cepat.

Ketua Wu Ji Dao pun tidak kalah cepat, mereka semakin mendekati perahu perompak itu.

Ilmu meringankan tubuh Wu Hen-sheng463 benar-benar telah mencapai tahap yang tidak terhitung, Jiao Qi-niang berada di bawahnya tapi dia membantu suaminya dari bawah.

Jarak mereka semakin dekat dengan tiga perahu itu.

Jiao Qi-niang tiba-tiba teringat Qing Er masih berada di perahu itu, sewaktu dia membalikkan kepala untuk melihat, perahu besar mereka telah tenggelam.

Seorang gadis terlihat berada di atas sebuah papan mengikuti gelombang laut.

Ternyata itu adalah putri tersayangnya, dalam hati dia berpikir.

"Ilmu meringankan tubuh Zhang Qing sangat bagus, tidak akan terjadi sesuatu padanya."

Maka dengan tenang dia mengikuti suaminya mengejar perahu itu.

Cheng Yi-qing melihat suami istri Wu Ji Dao menginjak gelombang dengan kecepatan sangat tinggi mereka terus mengejar perahu, dia terkejut, dan memerintahkan anak buahnya menambah kecepatan.

Sambil memerintahkan anak buahnya yang berbaju kuning untuk bersiap-siap mencari posisi yang menguntungkan.

Begitu suami istri Wu Ji Dao datang, harus segera menghantam mereka.

Anak buahnya yang berbaju kuning464 adalah orang-orang pilihan dan mereka juga telah terlatih.

Melihat Wu Hen-sheng datang dengan cepat mereka terkejut, tapi karena mereka telah menyusun rencana, maka gerakan mereka tidak kacau.

Karena perahunya telah dihancurkan, maka hal ini membuat Wu Hen-sheng marah, sambil menarik Jiao Qi-niang, mereka seperti dua ekor burung besar menukik ke bawah….

Baru selesai mengatur anak buahnya, Cheng Yi-qing melihat mereka turun, dia terkejut tapi tempat di mana Wu Hen-sheng mendarat adalah di ujung perahu.

Di sana ada tiga orang berbaju putih, dari tiga penjuru mereka segera mengeluarkan senjata, gerakan mereka benar-benar teratur.

Terlihat lengan baju Wu Hen-sheng berkibar, 3 senjata beserta dengan orangnya telah terbang dan jatuh ke laut.

Mereka tidak perlu mencari selamat dengan terjun ke laut karena sebelum masuk kelaut mereka sudah mati.

Cheng Yi-qing sama sekali tidak menyangka kalau ketua Wu Ji Dao memiliki ilmu silat begitu tinggi, dia merasa sedikit465 terkejut.

Di ujung perahu sudah ada 5 orang berbaju kuning dan telah mengepung Wu Hen-sheng, dia segera memerintahkan anak buahnya.

"Cepat kendalikan kemudi!"

Dia mengangkat pedangnya dan berlari ke ujung perahu.

Perompak Huang Zi Sha terkenal dengan teknik menyelamnya, sebelum disatukan dengan Yu Gu-mo, mereka sangat memperhatikan keahlian anak buahnya dalam hal menyelam.

Perahu Wu Hen-sheng telah meledak, itu karena hasil kerja seorang anak buahnya, hanya saja Wu Hen-sheng tidak mengetahuinya.

Mereka sangat paham dalam hal menyelam.

Melihat formasi yang disusun oleh kelima orang itu, Cheng Yi-qing berpikir kalau formasi itu akan membuat Wu Hen-sheng berhenti bergerak.

Tapi Wu Hen-sheng tetap tertawa dingin, kedua lengan bajunya dikibaskan, dengan dua tenaga besar dia membuat lima pedang itu berantakan.

Kemudian Jiao Qi-niang berlari ke arah mereka dan membunuh mereka satu per satu.

Karena barisan mereka berhasil466 dipecahkan, sisa empat orang lainnya tersapu dan masuk ke dalam laut.

Wu Hen-sheng mengumpulkan tenaganya tapi tiba-tiba dia merasa dadanya sedikit sakit....

walau pun sedikit tapi tetap terasa aneh, karena tubuh Wu Hen-sheng adalah tubuh yang tidak bisa terluka dan rusak.

Sekarang dia merasakan sakit ini, artinya racun dalam arak tadi mulai bereaksi.

Waktu itu juga dia teringat kalau racun itu adalah racun yang diberikan oleh Yu Gu-mo, berarti racun itu adalah racun ganas.

Perahunya telah hancur, kalau ingin melarikan diri dari laut luas ini harus dilakukan sebelum racun benar-benar menyebar.

Setelah memusnahkan musuh dan merebul perahu ini, dia bisa melakukannya.

Dia menarik tangan Jiao Qi-niang dan mereka masuk ke dalam perahu.

Orang yang berada di baris terdepan adalah Cheng Yi-qing, kedua telapak tangan Wu Hen-sheng didorong keluar, dan menyerang ke dada lawan.

Jiao Qi-niang meloncat melewati kepala Cheng Yi-qing lalu turun ke dalam perahu.

Melihat serangan lawan begitu cepat, Cheng Yi-qing terpaksa mengeluarkan467 telapaknya, dua tenaga saling beradu, Cheng Yi-qing mundur beberapa langkah dan dadanya terasa sakit.

Sebelum Cheng Yi-qing bernaung di bawah Yu Gu-mo, dia adalah ketua Huang Zi Sha, ilmu silatnya yang tinggi terkenal di Huang Hai.

Terakhir setelah dia takluk kepada Yu Gu-mo tapi dia tetap menjadi orang terkuat di bawah pimpinan Yu Gu-mo.

Baru mengeluarkan satu jurus, dia telah kalah, hal ini benar-benar membuatnya terkejut.

Sebenarnya Wu Hen-sheng hanya meng gunakan 60% tenaganya, sekarang dia tertawa, satu tangannya diangkat, dia menyerang dengan tenaga besar kepada Cheng Yi-qing.

Cheng Yi-qing seperti berada di atas tubuh harimau, dan tidak bisa turun, dengan terpaksa dia menyambut serangan ini.

Rambutnya satu per satu berdiri, baju kuning memenuhi udara, seperti sebuah layar.

Suaranya terdengar galak, sebenarnya dalam hati dia merasa takut, apakah pukulan yang dilakukan dengan sekuat tenaga ini bisa menahan serangan orang yang menyerangnya seperti asal-asalan?468 Begitu tenaga telapaknya baru dikeluarkan, Wu Hen-sheng telah menarik sebelah tangannya, Cheng Yi-qing merasa tenaga telapaknya tersedot dan tidak bisa dihentikan lagi!

Kemudian sebelah tangan Wu Hen-sheng dilayangkan lagi, membuat tenaga besar yang dikeluarkan Cheng Yi-qing bergeser ke sebelah kiri, akan menghantam 3 orang berbaju kuning.

Cheng Yi-qing melihat ketiga orang demi dirinya akan celaka, tapi dia tidak bisa menarik kembali tenaganya, karena merasa cemas keringatnya mengalir dengan deras.

Ketiga orang itu telah terkena pukulan Cheng Yi-qing.

Mereka mati dengan terbaring di bawah, ini adalah ilmu yang telah mencapai tahap tinggi.

Ilmu ini benar-benar bagus, membuat orang yang berniat mengepung Wu Hen-sheng hanya bisa berdiri dengan bengong.

Keadaan di dalam perahu berbeda dengan di luar.

Jiao Qi-niang seperti seekor kupu-kupu terbang ke sana dan ke sini sambil menotok.

Kadang-kadang dia pun menyerang, sekali menyerang ada 4-5 orang terluka,469 walaupun mereka berbaju kuning dan prajurit terpilih, tapi tetap tidak bisa melawan Jiao Qi-niang.

Xin Jie berada di dalam perahu, sewaktu perahu meledak dia tergetar dan keluar dari gudang.

Gelombang besar membawanya ke laut.

Dia masih dalam keadaan ditotok dengan posisi yang memalukan.

Dia tidak bisa bergerak, satu gelombang datang diikuti dengan gelombang lain.

Dia sama sekali tidak berdaya, kelihatannya dia akan mati tenggelam di laut.

Sewaktu dia merasa dia semakin tenggelam ke dasar laut, tiba-tiba ada sebuah gelombang yang mengangkatnya ke permukaan, Bau air laut yang amis dan terasa asin masuk kr dalam hidung, telinga, dan mulutnya.

Dia merasa seluruh tubuhnya membengkak.

Semakin lama dia merasa semakin sesak.

Tenggorokan seperti ada yang mencekik dengan kencang dan semakin kencang....

Waktu itu dari benaknya melintas bayangan beberapa orang, ayah dan ibunya yang telah dibunuh, Paman Mei yang baik,470 wajah Hou Er yang terlihat sedih, semua lewat di dalam pikirannya, terakhir dia melihat bayangan Jin Mei Ling.

Tiba-tiba Xin Jie berpikir.

"Dimana dia sekarang berada?"

Tapi semua bayangan itu segera menghilang, di depannya hanya ada kegelapan, kematian sudah berada di depannya....

Tiba-tiba datang sebuah gelombang dari bawah membuat kepala Xin Jie yang tenggelam terangkat keatas permukaan laut.

Dia tidak bisa berbuat apa pun, tidak bisa memberontak karena jian darahnya masih ditotok belum dibuka.

Tiba-tiba teriakan senang terdengar melewati gelombang masuk ke telinganya.

Kemudian dia merasa di bawah ketiaknya ada yang memukulnya dengan benda berat, rasanya sakit sekali tapi dia merasa jalan darahnya telah terbuka.

Kedua tangannya bisa digerakkan, kepalanya bisa keluar dari laut, di depannya tampak Zhang Qing yang sedang menginjak papan dan melewatinya.

Dia melihat benda yang dilempar oleh Zhang Qing untuk membuka nadinya, ternyata hanya sebuah papan kecil!471 Tapi tubuh Zhang Qing basah kuyup, wajahnya yang merah tampak sangat senang, dia melihat Xin Jie.

Rambut panjangnya berantakan tertiup angin, tapi dia benar-benar cantik!

Xin Jie meloncat, Zhang Qing mengambil papan yang terapung di laut lalu melemparnya lagi.

Dan Xin Jie mendarat di atas papan itu, sambil mengambil nafas, dia berdiri di atas papan yang terapung itu.

Mereka berdua tidak bicara, mereka berdua mengikuti gelombang laut.

Jarak mereka semakin dekat, mereka berdua hanya saling pandang, seolah yang lainnya tidak ada.

Di perahu perompak, Wu Hen-sheng mulai membunuh orang-orang di kapal itu, Cheng Yi-qing terluka parah, sewaktu Wu Hen-sheng dengan gesit membunuh, dadanya mulai terasa sesak, diam-diam dia terkejut, keganasan racun itu tidak bisa dikuasai dengan tenaga dalamnya lagi.

Kemudian dia melihat perompak dari perahu kedua sedang meloncat ke perahu yang ditumpanginya.

Kelihatannya bala bantuan datang dari perahu yang lainnya.

Walaupun Jiao Qi-niang berada di atas472 angin, tapi bila ingin membunuh semua perompak, bukan hal mudah.

Dia marah dan cemas.

Dengan sekuat tenaga dia mendorong kedua tangannya, segera beberapa orang terjatuh ke dalam laut.

Kali ini Wu Hen-sheng memakai tenaga sekuatnya, hal ini membuat para perompak menjadi terkejut....

Tiba-tiba dari arah timur, terdengar suara seperti derap langkah ribuan kuda yang sedang berlari.

Awan hitam dengan cepat menutupi langit, langit pun menjadi gelap.

Gelombang besar berdatangan, hujan mulai turun....

Angin topan dengan cepat datang, awan hitam belum menutup semua langit.

Angin kencang terus berhembus, gelombang sudah setinggi 3-4 meter dan terus menggulung masuk ke dalam perahu.

Layar yang terpasang karena angin besar membuat tiang perahu menjadi miring.

Cheng Yi-qing yang telah lama hidup di laut sangat mengerti keadaan ini.

Bila layar diturunkan, akan mengurangi separuh dari bahaya yang menyerang.

Karena itu sambil menahan rasa sakit dia menyuruh anak buahnya menurunkan layar, tapi layar473 telah tertiup angin kencang, dan tidak bisa diturunkan.

Walaupun dengan puluhan tenaga awak kapal, layar tetap tidak bisa diturunkan.

Keadaan sangat berbahaya, Wu Hen-sheng tampak masih terus membunuh.

Suara teriakan dan hembusan angin kencang membuat Cheng Yi-qing yang berpengalaman di laut menjadi panik.

Hujan besar mulai turun, tiba-tiba terdengar suara besar, ternyata perahu bagian kepala terkena hempasan batu karang.

Karena tabrakan ini sangat keras maka perahu bagian depan langsung hancur.

Kemudian tiang perahu pun patah, perahu oleng.

Gelombang besar menyapu dengan tidak berperasaan.

Manusia dan benda-benda yang ada di perahu itu tersapu masuk ke dalam laut!

Tapi hanya ada satu orang yang tidak tersapu ke laut, dia adalah ketua Wu Ji Dao, karena kesepuluh jarinya menancap dengan erat ke dalam perahu yang sudah oleng ini.

Gelombang yang satu lewat, disusul dengan gelombang kedua, dia melihat ke sekeliling, jarak pandangnya hanya sejauh 30 meter.

Tidak tampak bayangan Jiao Qi-niang begitu pula di dua perahu lainnya.474 Jiao Qi-niang telah menghilang!

Walaupun ketua Wu Ji Dao mempunyai ilmu tinggi, dan tubuhnya tidak pernah rusak, tapi dia tetap tidak bisa melawan kekuatan alam.

Dia hanya bisa mengandalkan kekuatan sepuluh jarinya, karena itu dia tidak sampai tersapu ke laut.

Angin topan dan gelombang laut sangat dahsyat, angin berhembus semakin kencang dan ombak semakin tinggi, perahu yang telah miring ini tidak mampu menahan serangan gelombang ganas.

Terdengar suara besar perahu terbalik dan sekali lagi membentur batu karang dan langsung hancur berantakan, tidak lama kemudian perahu itu tenggelam ke dasar laut.

Ooo)*(ooO BAB 14 Tiga dewa dunia luar Xin Jie dan Zhang Qing terapung mengikuti gelombang laut.

Hati mereka dipenuhi dengan rasa senang.

Tiba-tiba langit menjadi gelap, gelombang laut pun membesar kemudian disusul dengan angin besar melanda.

Dengan ilmu meringankan tubuh 'Fu Ying An Xiang', Xin Jie tetap475 tidak bisa berdiri tetap.

Terdengar Zhang Qing berteriak, sebuah gelombang besar menghantamnya ke belakang....

Xin Jie merasa darahnya bergolak.

Dia melupakan keselamatannya sendiri dan lupa kalau saat itu dia sedang berada di lautan luas.

Dia melangkah dua kali.

Walaupun tubuhnya basah, dia bisa meloncat beberapa meter jauhnya.

Dia berlari ke arah Zhang Qing....

Tiba-tiba sebuah gelombang besar datang lagi.

Xin Jie meloncat dengan mengandalkan arus gelombang, sekarang dia terbawa oleh gelombang.

Dia melihat Zhang Qing yang tergulung oleh gelombang.

Dan terus tenggelam, dia tidak mendengar suara angin lagi, dia tenggelam ke dasar laut.

Angin topan begitu besar, datang sangat cepat pergi pun sangat cepat.

Awan hitam sudah menghilang, matahari muncul kembali, gelombang ganas telah reda.

Perahu yang oleng tampak terapung di permukaan laut.

Pelangi tampak di kejauhan.

Pelan-pelan Xin Jie membuka matanya.

Dia merasa sedang terbaring di sebuah pantai.

Gelombang kecil masih terus mengenai kakinya, tapi otaknya terasa476 kosong, dia tidak ingat apa pun.

Tangan kiri memegang tangan kanannya.

Dia merasa nadinya masih berdenyut, yang lainnya....

Tiba-tiba dia memikirkan pertanyaan ini.

"Seperti mimpi, mimpi yang tidak ada hubungannya, mimpi.... mimpi.... sedih.... tawa.... semua hanya mimpi...."

Dua burung putih menukik dengan rendah.

Mereka dengan aneh melihat ke arah Xin Jie.

Kemudian terbang dan pergi dari sana sambil mengeluarkan suara aneh.

Tapi....

dalam mimpi ada sesuatu yang tertangkap otaknya.

Ada keindahan, ada kebenaran, anehnya dia hanya memikirkan keindahan dan benar.

Semakin lama otaknya bisa berpikir dengan jernih.

Pikirannya yang beku sekarang bisa berpikir jauh.

Dia mulai mengingat satu persatu.

Dia teringat pada Qing Er yang lucu yang tenggelam ke dasar laut.

Penghinaan kepada-nya.

"Semua ini berawal dari suami istri Wu Hen-sheng."

Tapi dia pun teringat pada ilmu Wu Hen-sheng yang tinggi.

Setelah berlatih ilmu silat selama 10 tahun, satu jurus pun477 tidak sanggup menyambut jurus Wu Hen-sheng.

Dia merasa ilmu silat yang diajarkan Qi-mao Shen-jun tidak berguna.

Keadaan tidak memberinya kesempatan untuk terus berbaring dan dia berpikir, akhirnya dia berdiri dan melihat ke sekeliling.

Ternyata tempatnya adalah sebuah pulau terpencil.

Dia mengira luas pulau ini tidak mencapai 10 kilometer persegi, tapi di tengah pulau terdapat gunung yang berdiri dengan tegak.

Dia teringat tadi sebelum jatuh ke laut, dia menutup nadi-nadi dalamnya dengan menggunakan tenaga dalam.

Jika tidak sudah sejak tadi dia mati terendam air, sekarang dia merasa kelelahan.

Xin Jie berusaha berjalan ke tengah pulau.

Ketika dia berusaha melewati gunung yang berbentuk seperti tunas bambu, dia merasa pusing.

Dia merasakan seperti berada di bawah laut lagi.

Akhirnya dia benar-benar tidak bisa berjalan lagi, terpaksa dia duduk dan dengan tenaga dalam yang dianggapnya tidak berguna, berusaha mengembalikan tenaganya.

Tidak lama kemudian dia merasa keadaannya agak lumayan.

Dengan aneh dia berdiri dan terpaku, karena dia merasa batu-batu itu478 terlihat gelap....

tadinya dia mengira mungkin dia telah salah lihat atau karena dia merasa terlalu lelah.

Begitu berbalik untuk melihat, jalan dilaluinya tadi pun sudah tidak ada.

Di sekeliling hanya ada kegelapan.

Semua batu dan pohon seperti asli tapi juga seperti palsu.

Xin Jie mendapatkan warisan ilmu Qi Yi dari Qi-mao Shen-jun.

Berbagai macam ilmu silat sangat dipahaminya.

Dia sadar dia berada dalam barisan yang telah tersusun.

Dari sini dapat diketahui ada orang berilmu silat tinggi yang tinggal di sini.

Di antara Qi Yi milik Qi-mao Shen-jun, teknik yang paling dikuasainya adalah ilmu catur.

Ilmu caturnya dengan kemampuan catur orang lain tidak sama.

Dia selalu memikirkan semua susunan catur, maka dia sangat memahami bermacam-macam formasi catur yang disusun oleh orang lain.

Karena Xin Jie menguasai ilmu Mei Shan-ming, dia melihat bahwa formasi ini menggunakan bebatuan alami.

Formasi ini sama seperti ilmu 'Qi Men Wu Xing Chen' di Zhong Yuan.

Dia melihat formasi itu sebentar kemudian bangun dan berjalan ke arah kiri yang bernama 'Jin Men' (pintu479 emas) untuk masuk.

Kemudian formasi itu berputar ke kiri lalu kanan kemudian berbelok.

Dia berhasil keluar dari formasi yang bernama pintu tanah.

Tapi begitu dia berbelok, dia kembali ke tempat semula.

Hal ini membuat Xin Jie merasa aneh.

Dalam hati dia berpikir.

"Formasi apakah ini?"

Sewaktu dia sedang berpikir, tiba-tiba terdengar suara kecapi yang dipetik seseorang.

Nada kecapi ini sangat tinggi seperti bukan berasal dari senar biasa.

Xin Jie mendengarnya dengan seksama.

Awalnya nada kecapi itu tinggi dan cepat seperti kuda yang sedang berlari, kemudian nada kecapi semakin kencang, berarti orang yang memainkan kecapi semakin marah.

Suara kecapi semakin cepat, sepertinya orang itu berniat menghancurkan dunia ini.

Dari asap yang timbul di antara bebatuan, Xin Jie tahu kalau suara kecapi itu berasal dari tengah-tengah bebatuan.

Karena itu sambil mendengar dia mulai mencari sumber suara itu.

Setelah berputar-putar....

akhirnya suara kecapi semakin dekat.

Begitu melewati480 sebuah batu besar, dia merasa sumber suara kecapi itu berada di bawah batu gunung itu.

Di tengah-tengah formasi asap semakin menipis, Xin Jie bisa melihat dengan jelas.

Seorang biksu tua berwajah marah duduk di atas sebuah batu sambil memetik kecapi.

Kecapi itu bercahaya emas, terbuat dari tembaga asli.

Pantas nadanya begitu tinggi.

Kelihatannya teknik memetik kecapi pak tua itu sangat tinggi.

Dia berkonsentrasi memetik kecapi, tapi ketika tangannya memetik kecapi, lengan bajunya membawa suara angin kencang, benar-benar terdengar sangat gagah.

Janggut pak tua itu dari warna putih berubah menjadi warna kuning.

Kelihatannya dia telah berusia seratus tahun lebih tapi dia terlihat masih seperti berusia 50-60 tahun dan dia masih tampak gagah.

Wajahnya merah bercahaya, sangat sehat.

Hal ini membuat Xin Jie merasa aneh.

Sepertinya kecapi itu akan selesai dimainkan, karena itu suaranya seperti suara gelombang tsunami, seperti suara gempa yang membuat siapa pun menjadi takut.

Tiba-tiba suara kecapi berhenti.

Pak tua itu sepertinya semakin marah, kemudian481 kecapi pun dipukulnya.

Kecapi terbuat dari tembaga asli dipukul menjadi gepeng, kemudian dia membalikkan tangan memukul batu.

Batu besar yang ada di sisinya segera hancur lebur!

Xin Jie benar-benar terkejut.

"Aku belum pernah melihat ilmu pukulan seperti pak tua ini. aku yakin orang yang bernama Wu Hen-sheng pun belum tentu bisa memukul batu begitu besar hingga hancur lebur seperti itu. Tidak disangka di pulau seperti ini ada orang seperti itu, apakah...."

Tiba-tiba pak tua ini melambaikan tangan ke arah tempat sembunyi Xin Jie berkata.

"Anak kecil, apakah kau telah cukup mendengarkan semuanya? hayo keluar!"

Tadinya Xin Jie mengira tempat sembunyinya sangat tertutup, tidak disangka pak tua ini tanpa perlu mengangkat kepala bisa mengetahui dia berada di sana.

Terpaksa dia meloncat keluar dari tempat sembunyinya.

Pak tua itu melihat Xin Jie sebentar kemudian dengan tertawa berkata.

"Makanlah dulu!"

Dia memberikan 2 buah-buahan berwarna hijau, yang diambilnya dari bawah.

Xin Jie melihat sorot mata pak482 tua ini sangat bersemangat dan dia tertawa kepadanya, selain itu masih menyuruhnya makan, dia merasa senang juga terkejut.

Ternyata semenjak Xin Jie terkena musibah sampai saat ini belum ada secuil makanan pun yang masuk ke dalam perutnya.

Sekarang begitu pak tua itu menyuruhnya makan, dia baru merasa kalau perutnya kosong.

Buah berwarna hijau itu tampak berkilau dan menarik, membuat air liurnya menitik.

Dengan cepat Xin Jie menerima buah itu.

begitu digigit, ternyata rasa buah hijau ini manis dan wangi, benar-benar sangat enak.

Tiba-tiba dia berpikir.

"Mengapa dia bisa tahu kalau aku lapar?"

Karena itu dia segera melihat ke arah pak tua itu.

Pak tua itu tertawa kepadanya.

Sikap pak tua itu benar-benar sangat baik, tapi mengapa nada petikan kecapinya seperti marah?

Siapa yang telah membuat pak tua ini marah?

Sesudah memakan 2 buah itu, tiba-tiba pak tua itu berkata.

"Buah dewaku ini bukan buah sembarangan. Melihatmu berjalan dengan sangat mantap, sepertinya kau telah belajar ilmu silat selama puluhan tahun.483 Coba kau atur nafas, kau akan tahu khasiat buah tadi."

Xin Jie merasa pak tua itu penuh dengan wibawa.

Walaupun 2 buah-buahan tadi tidak membuat perut Xin Jie kenyang tapi Xin Jie tetap menuruti pesan pak tua itu.

Dia duduk bersila dan mulai mengatur nafas.

Xin Jie mulai merasakan tubuhnya nyaman dan ringan, rasa lapar pun hilang, buah itu ternyata sangat banyak gunanya.

Pak tua itu malah terkejut dan berteriak.

Xin Jie yang sedang duduk bersila bersikap sangat serius.

Di atas kepala muncul asap putih.

Itu adalah ilmu tertinggi dan biasanya orang yang sudah berlatih seperti itu telah mempunyai latihan silat selama 40-50 tahun, kepandaian pemuda yang begitu tinggi ini, membuat biksu tua ini terkejut.

Setelah mengatur nafas, Xin Jie meloncat berdiri dan berlutut kepada pak tua.

"Terima kasih, Tetua telah memberikan hadiah begitu besar. Hingga aku mendapatkan manfaat sangat besar."

Pak tua itu tertawa.

"Anak kecil, kau baru tahu khasiat buah itu!"

Xin Jie menjadi malu.484 Pak tua itu berkata lagi.

"Anak, tenaga dalammu lumayan bagus, kelihatannya kau bukan orang Wu Ji Dao juga bukan orang Xiao Ji Da, apakah selain kami bertiga yang sudah tua bangka ini masih ada orang berilmu silat tinggi?"

Xin Jie yang pada dasarnya adalah orang pintar, segera mengetahui kalau pak tua yang ada di depannya tentu salah satu dari Shi Wai San Xian yang bernama 'Pin Fan Shang-ren'. Dia segera memberi hormat.

"Aku Yang rendah memberi hormat kepada Pin Fan Shang-ren."

Xin Jie telah diberitahu oleh Paman Mei sebelumnya, kalau dia sama sekali tidak boleh membocorkan namanya, dia terpaksa menyetujuinya.

"Aku hanya belajar ilmu silat sederhana, sama sekali tidak bisa menandingi Shi Wai San Xian."

Ini adalah kata-kata dari lubuk hatinya, karena dia memang telah kehilangan kepercayaan kepada ilmu silatnya sendiri. Tapi pak tua itu malah marah dan berkata.

"Kau masih muda tapi tidak jujur. Aku tahu di dalam hatimu pasti berpikir ilmu gurumu sangat tinggi. Tapi485 apakah dia lebih hebat dari Shi Wai San Xian?"

Xin Jie segera berkata.

"Ini adalah perkataanku sejujurnya. Aku mengeluarkan jurus yang telah kupelajari sejak lama. Tapi begitu Wu Hen-sheng mengeluarkan satu jurus, aku tidak sanggup menerimanya, ahli...."

Xin Jie menarik nafas panjang.

Dia sama sekali tidak tahu justru inilah yang paling dipikirkan oleh Pin Fan Shang-ren.

Xin Jie adalah orang yang sangat angkuh, setelah beberapa kali tertangkap oleh Wu Hen-sheng dan disiksa, dia merasa kecewa dan sudah tidak percaya diri lagi.

Karena itu setelah bertemu dengan Pin Fan Shang-ren, dia sangat hormat dan juga takut kepadanya.

Dengan aneh Pin Fan Shang-ren bertanya.

"Kau pernah bertarung dengan Wu Hen-sheng?"

Xin Jie mengangguk. Pin Fan Shang-ren berpikir sejenak, dia berniat menotok nadi di bawah dada, Xin Jie berteriak terkejut.

"Tetua, Anda...."

Terlihat kedua bahunya diangkat, Dia berusaha menghindar.

Tapi tiba-tiba tangan486 kiri Pin Fan Shang-ren berganti arah.

Datang dari sisi lain, dia tetap ingin menotok dada Xin Jie.

Dengan menggunakan tenaga kakinya, Xin Jie mundur beberapa meter untuk menghindar, Dikatakan Xin Jie menghindar tapi Pin Fan Shang-ren masih tetap duduk dan tidak mengejarnya.

Mata Xin Jie membelalak terkejut.

Dia balik berpikir, tadi melihat cara menotok Pin Fan Shang-ren siapa pun tidak akan bisa menghindar.

Pin Fan Shang-ren sepertinya juga sedang berpikir, seperti ada hal yang mengganggunya.

Tidak lama kemudian dia melihat Xin Jie.

Dia tersenyum tapi tampak seperti banyak hal yang belum dimengerti olehnya.

Xin Jie menjadi bingung.

Tapi Pin Fan Shang-ren sudah berkata.

"Aku tidak akan bertanya siapa gurumu, yang ingin kutanyakan adalah apakah Wu Hen Shen menotokmu dengan cara mengibaskan lengan bajunya?"

Kemudian badan Pin Fan Shang-ren condong ke depan.

Dalam kelebat bayangan lengan baju, jari kelingkingnya sudah menotok Xin Jie.

Xn Jie teringat dengan cara seperti487 itulah Wu Hen-sheng menotoknya.

Sampai sekarang dia belum tahu cara ini disebut 'Fei Xie' jurus yang telah lama musnah dari dunia persilatan.

Xin Jie mengangguk.

Wajah Pin Fan Shang-ren terlihat senang.

"Dengan kemampuan ilmu silatmu, tidak mungkin dalam satu jurus kau langsung kalah. Mungkin kau terlalu tegang maka bisa terjadi hal seperti itu. Aku sudah 10 tahun tidak bertemu dengan Wu Hen-sheng, dia pasti mempunyai ilmu silat baru, tidak disangka dia tetap memakai ilmu 'Fei Xie' yang telah kuno itu. Ha, ha, ha! 'Fei Xie' miliknya memang lihai tapi juga bukan sebuah ilmu yang dasyat!"

Wajahnya tampak senang.

Xin Jie memang sangat membenci Wu Hen-sheng, tapi dia kagum terhadap ilmu silatnya.

Sekarang melihat Pin Fan Shang-ren menganggap remeh totok lengan baju milik Wu Hen-sheng, dia merasa senang tapi juga sedikit ada rasa tidak percaya.

Pin Fan Shang-ren melihatnya sebentar lalu tersenyum.

Kedua tangannya bergerak, tangan kirinya ke bawah dan kelima jarinya dibentuk seperti cakar elang.488 Xin Jie yang pintar langsung tahu kalau jurus yang digunakan oleh Pin Fan Shang-ren adalah cara untuk memecahkan totokan Fei Xie.

Tangannya ikut bergerak.

Dia memang sangat gembira.

Pin Fan Shang-ren mengangguk seperti memuji kepintaran Xin Jie.

Tidak lama kemudian dia bertanya.

"Anak kecil, apakah kau tahu berapa usiaku?"

Dari kegagahan dan janggut panjangnya yang telah menguning, Xin Jie tidak bisa menebak berapa usianya. Maka dengan sikap bingung dia hanya bisa menggelengkan kepala.

"Aku sendiri pun tidak tahu berapa usiaku. Yang pasti 20 tahun yang lalu, Wu Hen-sheng memberiku kecapi ini. Waktu itu dia mengatakan kalau kecapi ini adalah hadiah untuk ulang tahunku yang ke-180. Tidak disangka kecapi ini adalah sebuah benda kuno dan mahal."

Xin Jie terkejut karena pak tua ini ternyata telah berusia 200 tahun, pantas ilmu silatnya begitu lihai sekarang dia telah mengerti....

Ternyata jika tenaga dalam telah489 dilatih hingga mencapai ratusan tahun, wajahnya akan terlihat awet muda.

Tapi juga ada pengecualian, seperti ketua Wu Ji Dao, Wu Hen-sheng, karena dia telah memakan buah dewa maka dia terlihat masih berusia sekitar 30-40 tahun.

Dan Pin Fan Shang-ren walaupun telah mempunyai tenaga dalam yang berusia 180 tahun, dia bisa membuat dirinya terlihat awet muda.

Dia masih terlihat sangat bersemangat, tapi tetap tampak lebih tua dari Wu Hen-sheng.

Ini adalah satu-satunya kelebihan ketua Wu Ji Dao.

Sewaktu Xin Jie sedang memikirkan hal itu, Pin Fan Shang-ren berkata.

"Wu Hen-sheng hanya mengandalkan buah dewa itu, maka dia disebut Shi Wai San Xian."

Pin Fan Shang-ren lebih kuat karena dia lebih tua ratusan tahun dari Wu Hen-sheng, hanya karena Wu Hen-sheng lebih muda dari kedua dewa itu maka dia bisa menjejerkan namanya dengan dua dewa lainnya.

Penghinaan Pin Fan Shang-ren kepada Wu Hen-sheng membuat Xin Jie merasa senang, tapi dia juga merasa aneh, mengapa Pin Fan Shang-ren sangat memperhatikan490 ilmu silatnya?

Sepertinya Pin Fan Shang-ren telah lama tidak bicara dengan siapa pun, dan sepertinya dia berjodoh dengan Xin Jie, maka dia berkata lagi.

"40 tahun yang lalu kami bertiga pernah bertarung di Wu Ji Dao, dan Wu Hen-sheng menang karena dia telah makan buah dewa sehingga membuatnya awet muda, tapi mengenai ilmu silat, akulah yang menang. Wu Hen-sheng sendiri pun mengakuinya, hanya Guru Hui yang tidak mau mengakui kekalahannya, tapi apakah orang setuaku harus benar-benar bertarung? Biksuni tua jahat itu telah menyusun formasi aneh yang membuatku telah terkurung selama 10 tahun di sini. Formasi ini sangat aneh, selama 10 tahun aku masih belum bisa memecahkannya. Besok pukul 12 adalah waktu perjanjianku dengan Guru Hui untuk bertemu, mungkin aku akan menggunakan tenaga dalam yang telah kukumpulkan selama 60 tahun untuk menghancurkan pulau ini."

Xin Jie baru mengerti, ternyata Pin Fan Shang-ren sedang bertaruh dengan Guru Hui, pantas nada kecapinya seperti marah.

Usianya sudah begitu tua tapi masih ingin491 menang, sudah hidup selama 200 tahun, tapi perilakunya masih seperti itu, kalau dia menghancurkan pulan ini, apakah dia sanggup melakukannya?

Kalau di sini adalah pulau Xiao-ji-dao, di manakah Guru Hui?

Pin Fan Shang-ren tidak mau tahu apa yang sedang dipikirkan Xin Jie, dia hanya tahu kalau dia telah 10 tahun tidak bicara dengan siapapun.

Kali ini dia mempunyai kesempatan untuk bercakap-cakap, dan terus menerus memuji dirinya sendiri.

Xin Jie dengan tenang mendengarnya, akhirnya dia malah merasa malu dan berkata.

"Adik, usiamu masih muda tapi ilmu silatmu begitu tinggi, benar-benar jarang kutemui, tidak disangka di Zhong Yuan masih ada yang bisa mengajarmu, ilmunya pasti lebih tinggi darimu."

Kalau orang biasa dipuji oleh Shi Wai San Xian, orang itu akan merasa senang tapi wajah Xin Jie tetap datar, karena dia sudah tidak percaya lagi dengan ilmu silatnya.

Pin Fan Shang-ren merasa sangat berjodoh dengan Xin Jie, sekarang dia memanggil Xin Jie dengan sebutan adik, sebenarnya kalau dilihat dari umur, Xin Jie492 harus memanggilnya dengan sebutan buyut, sekarang dia malah dipanggil adik, bukankah ini sangat lucu?

Melihat Xin Jie seperti kecewa, dia segera berkata.

"Kau mengira kau kalah dari Wu Hen-sheng karena ilmu silatmu terlalu rendah, kau telah melupakan satu hal!"

"Apa yang telah kulupakan?"

Tanya Xin Jie.

"Kau melupakan tenaga dalam Wu Hen-sheng, dia pernah makan buah dewa, ditambah lagi dia telah berlatih selama 100 tahun, sedangkan kau baru berumur 20 tahun lebih, mana bisa mengalahkannya?"

Sebenarnya Xin Jie sangat pintar, karena kalah dari Wu Hen-sheng dengan tragis, membuatnya kehilangan kepercayaan diri, sekarang mendengar kata-kata Pin Fan Shang-ren, alasannya sangat tepat mengenai hatinya, sekarang dia mengerti keadaannya, dan dia sudah melupakan ilmu silatnya sendiri.

Tapi setelah dipikir ilmu silatnya dibandingkan dengan ilmu silat orang lain yang selisihnya ratusan tahun, mungkin selama hidupnya dia tidak akan bisa493 menyusul, dan dia merasa kecewa lagi.

Pin Fan Shang-ren bertanya.

"Kau lihat batu ini, bagaimana menurutmu?"

Dia menunjuk batu besar itu.

Batu itu adalah batu keras, dia merasa aneh, mengapa Pin Fan Shang-ren menanyakan tentang batu ini?

Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren mengeluarkan tangannya, dia menepuk batu itu dan batu itu langsung hancur.

Xin Jie melihat cara Pin Fan Shang-ren menghancurkan batu, terlihat sangat biasa.

Tapi pada saat digunakan oleh Pin Fan Shang-ren terlihat sangat dahsyat.

Ini adalah jawaban terbaik untuk Xin Jie mengenai ilmu silat.

Dengan senang Pin Fan Shang-ren berkata lagi.

"Kau harus percaya kepadaku, jujur bicara kau jangan menganggap Wu Hen-sheng terlalu tinggi, aku tidak perlu mengajarkan kepadamu bagaimana caranya untuk menang, dengan ilmu yang kau kuasai sekarang kau bisa bermain dengannya dalam ratusan jurus, aku jamin hal ini."

Pikiran Xin Jie menerawang jauh, sekarang dia tampak menggelengkan kepala, artinya dia tidak percaya tapi dalam hati494 dia berpikir.

"Wu Hen-sheng mengandalkan buah itu, tapi ilmu telapaknya sangat tinggi, Pin Fan Shang-ren pun berilmu tinggi, kalau dia tidak mengajarku satu atau dua jurus, mana mungkin aku bisa bertarung dengan Wu Hen-sheng dalam ratusan jurus?"

Pin Fan Shang-ren melihat pemuda itu tidak percaya kata-katanya, dia marah.

"Kau tidak percaya dengan omonganku?"

Xin Jie menjawab.

"Tetua memang mempunyai ilmu silat tinggi, tapi aku dengan Wu Hen-sheng terlalu jauh perbedaannya, aku rasa ini tidak mungkin."

Pin Fan Shang-ren sangat marah, dia bertanya.

"Apakah benar menurutmu?"

Xin Jie melihat wajah marah Pin Fan Shang-ren, tapi tetap menjawab.

"Aku yakin seperti itu."

Dalam hati dia berpikir.

"Pin Fan Shang-ren telah melewati masa 3x60 tahun, tapi sifatnya masih keras seperti ini, kalau dia masih muda akan seperti apakah sifatnya?"

Melihat Pin Fan Shang-ren bersikap begitu serius Xin Jie mendekatinya, tiba-tiba sebelah tangan Pin Fan Shang-ren dibalikkan dan mencengkram nadi Xin Jie.

Gerakannya sangat cepat, dengan495 sekuat tenaga Xin Jie melawan tapi dia tetap tidak dapat menghindar, apalagi dia sama sekali tidak ada persiapan.

Karena tangannya tercengkram, tubuhnya terasa lemah, dia tidak bertenaga.

Tapi sesaat kemudian dia merasa ada aliran hawa panas masuk melalui nadi dan masuk ke dalam tubuhnya.

Tubuhnya memang tidak bertenaga tapi tangan dan kakinya terasa nyaman, benar-benar sangat nyaman.

Kemudian aliran panas itu semakin kencang dan masuk ke seluruh bagian tubuhnya dengan deras.

Diam-diam Xin Jie melihat Pin Fan Shang-ren, wajahnya serius, sudut mulutnya tampak terangkat dia tertawa senang.

Kemarahanya sudah tidak terlihat, kepala botaknya yang merah terlihat ada kepulan asap berwarna putih.

Xin Jie adalah orang pintar, dia tahu kalau tadi Pin Fan Shang-ren hanya berpura-pura.

Dia hanya pura-pura marah.

Dan dengan cara ini dia bisa mengalirkan hawa murninya kepada Xin Jie.

Tidak lama kemudian, telapak tangan Pin Fan Shang-ren dilepaskan dan dia tertawa keras.

"Sekarang kau harus mengatur nafas dulu selama satu putaran,496 setelah itu kau boleh coba-coba memukul batu itu."

Xin Jie mengikuti saran Pin Fan Shang-ren, setelah satu putaran mengatur nafasnya, dia mencoba memukul untuk memecahkan batu keras itu.

Ternyata Xin Jie bisa menghancurkan batu itu, dia kaget dengan kemajuan ilmu silatnya.

Dengan cara memasukkan hawa murni ke dalam tubuhnya, Pin Fan Shang-ren telah memberikan latihan tenaga dalamnya selama 20 tahun lebih kepada Xin Jie, kalau Xin Jie berlatih sendiri tentu akan menghabiskan waktu selama 60 tahun, pantas Xin Jie terkejut hingga matanya membelalak.

Xin Jie segera berlutut di depan Pin Fan Shang-ren, tapi Pin Fan Shang-ren segera memapahnya bangun, dan tertawa terbahak-bahak.

"Anak kecil, tidak perlu berterima kasih kepadaku, semua ini juga dibantu tenaga dalam yang diajarkan oleh gurumu, jadi memudahkan hawa murniku masuk ke dalam tubuhmu, gurumu benar-benar seorang pesilat hebat, kalau tidak ada dasar tenaga dalam ini aku rasa apa yang kulakukan akan percuma saja. Kau harus497 percaya kalau tenaga dalam yang diajarkan gurumu tidak berada di bawah Wu Hen-sheng."

Xin Jie melihat wajah merah yang tampak berseri-seri di depannya.

Darahnya terus bergejolak, sekarang kalau Pin Fan Shang-ren menyuruhnya mati, dia akan rela melakukannya.

Pin Fan Shang-ren berkata lagi.

"Dari tenaga dalammu, aku bisa menebak kalau perguruanmu adalah perguruan yang mengutamakan pedang dan sangat lihai, coba kau peragakan ilmu pedangmu supaya aku bisa melihat."

Diam-diam Xin Jie berpikir.

"Ternyata dia pun menyukai ilmu silat, kalau aku memperagakan ilmu silat yang diajarkan Paman Mei, seumpama terjadi kesalahan atau kekurangan Pin Fan Shang-ren pasti akan memberikan petunjuk padaku, ini adalah kesempatan bagus."

Segera dia memungut sebuah bambu kuning yang tergeletak di tanah, kemudian dengan menganggap bambu itu adalah pedang.

Dengan miring dia menusuk keluar, bambu kuning mengeluarkan bunyi kebasan, ini adalah jurus Qi-mao Shen-jun yang498 bernama 'Mei-hua San Long'.

Jurus Mei-hua San Long adalah jurus Qi-mao Shen-jun bagian ketiga.

Sekarang Xin Jie dengan sepenuh hati memperagakannya, ujung pedang menggores kebawah batu sedalam setengah meter.

Kali ini Xin Jie yang merasa terkejut, karena dia ingat, Mei Shan-ming pernah mengatakan.

"Kalau kau bisa berlatih hingga bisa mengerahkan tenagamu keujung pedang, itu baru disebut serangan dasyat, tapi kalau ingin berlatih hingga mencapai tingkat ini, kau harus memiliki latihan silat yang telah mencapai 60 tahun, walaupun kau pintar, tapi untuk orang seusiamu tidak akan bisa mencapai tahap ini."

Sekarang Xin Jie bisa mencapai tahap ini, dia merasa sangat senang yang tidak terkirakan.

Satu jurus Mei-hua San Long baru selesai dimainkan, pergelangan tangannya dibalikkan, bambu itu telah berubah menjadi banyak bayangan dan dari jauh terlihat ujung bambu terhentak-hentak membentuk sekuntum demi sekuntum bunga Mei-hua, diiringi teriakan, ujung bambunya499 dijulurkan.

Jurus ini benar-benar sangat bagus, kalau dilancarkan terhadap musuh, sewaktu sedang mengikuti bayangan pedang, ujung pedang tahu-tahu telah berada dekat tenggorokan lawan dan tidak mungkin bisa dihindari, ini adalah jurus Qi-mao Shen-jun yang bernama Leng Mei Fei Mian.

Qi-mao Shen-jun sangat menyukai Mei-hua, suatu hari dia menemukan sebuah pohon Mei-hua yang berada di sisi jalan di balik sebuah batu.

Bunga Mei-hua itu seperti takut kalau orang akan tahu keberadaannya, maka pohon itu mengeluarkan tangkainya yang panjang dengan miring.

Di sisi jalan kalau ada orang lewat dan tidak berhati-hati maka dia akan terkait tangkai Mei-hua itu.

Waktu Mei Shan-ming melihatnya, segera dia menciptakan jurus ini.

Mei Shan-ming menyukai Mei-hua, dia orang pintar sehingga bisa menciptakan jurus seperti ini.

Pin Fan Shang-ren sangat menyukai pemuda itu, dengan tersenyum dia melihat Xin Jie yang sedang memperagakan ilmu pedangnya dengan menggunakan bambu.

Dia memperagakan jurus-jurus bagus, dia tahu kepercayaan diri Xin Jie telah kembali.500 Tapi begitu melihat Xin Jie memperagakan 'Leng Mei Fei Mian' dia terkejut.

Ilmu silat Pin Fan Shang-ren yang telah mencapai tahap tertinggi, jurus pedang dari perkumpulan mana juga, sekali jurus itu dikeluarkan dia akan segera tahu.

Ini ada untung juga ada ruginya, tapi jurus "Leng Mei Fei Mian' ini benar-benar di luar dugaannya.

Benar-benar membuatnya terkejut, dia adalah seorang pesilat tertinggi, segera melihat sisi bagus dari jurus ini, dia membentak.

"Kalau aku mengeluarkan jurus Wu Gang untuk menebang pohon, bagaimana?"

Xin Jie baru menyelesaikan jurus 'Leng Mei Fei Mian' tiba-tiba mendengar kata-kata Pin Fan Shang-ren, dia segera menegakkan bambunya dan hanya berdiri dengan bengong.

'Wu Gang menebang pohon' adalah jurus sangat biasa, jurus biasa ini tidak akan bisa menahan jurus yang dimainkannya tadi, tapi jurus mudah itu akan dipakai sekarang.

Qi-mao Shen-jun dulu menciptakan jurus ini dia telah memikirkan semua jurus dari semua perkumpulan, sehingga menciptakan jurus ini untuk menghadapi501 semua jurus yang berasal dari semua perkumpulan ternama, tapi sekarang dia dikalahkan oleh Pin Fan Shang-ren dengan sebuah jurus biasa, Mei Shan-ming pun pasti tidak akan menyangkanya.

Tiba-tiba Xin Jie memperagakan jurus ke-6 yaitu 'Ta Xue Xun Mei' (menginjak salju, mencari bunga mei).

Pin Fan Shang-ren tertawa.

"Aku akan menggunakan jurus 'Heng Fei Du Jiang' (terbang menyebrangi sungai)."

Xin Jie terpaku lagi, jurus ini memang bisa memecahkan jurus Ta Xue Xun Mei, dalam hati mulai timbul rasa ingin tahunya.

Jurus 'Heng Fei Du Jiang' sangat bagus, tapi bukan ilmu pedang terbaik.

Jurus-jurus Mei Shan-ming kebanyakan diciptakan untuk menghadapi perkumpulan besar.

Jurus-jurusnya memang bagus, tapi Mei Shan-ming tidak pernah terpikirkan dengan jurus biasa bisa memecahkan semua jurusnya.

Dan semua ini telah terlihat oleh mata Pin Fan Shang-ren yang tajam, maka dengan jurus biasa dia bisa memecahkan semua jurus-jurus Xin Jie.

Karena Xin Jie sangat ingin tahu, dia502 terus memperagakan beberapa jurus lagi, semua jurus yang dikeluarkan adalah jurus-jurus bagus, tapi semua itu bisa diatasi oleh Pin Fan Shang-ren, sebenarnya Pin Fan Shang-ren sendiri diam-diam terkejut dengan ilmu yang diperagakan oleh Xin Jie.

Mereka berdua, yang satu dengan bambu memperagakan ilmu silatnya, yang satu menggunakan lidah dan kata-kata, terus bertarung, setelah melewati 20 jurus, Xin Jie mulai mengeluarkan jurus-jurus penting, Pin Fan Shang-ren mulai menggerakkan kedua tangannya, mulailah 'Qiu Zhi Jian Shi' dan 'Da Yan Shen Jian' saling mengadu ilmu pedang.

'DaYan Shen Jian' berjumlah 10 jurus, tapi setiap jurusnya mempunyai perubahan sebanyak 5, maka total semua jurusnya adalah 50 jurus.

'Da Yan Shen Jian' adalah jurus yang dikumpulkan oleh Pin Fan Shang-ren selama hidupnya.

Ilmu silatnya aneh tapi juga bagus.

Walaupun 'Qiu Zhi Jian Shi' berubah-udah dengan aneh, tapi tangan Pin Fan Shang-ren hanya bergerak sedikit.

Kegagahan 'Qiu Zhi Jian Shi' segera habis.

Sambil memperagakan ilmunya sendiri, Xin Jie pun melihat jurus-jurus Pin Fan503 Shang-ren, ditambah dengan dasar ilmu pedang yang kuat, walaupun 'DaYan Shen Jian' berubah-ubah tapi jurus-jurus itu sangat mudah diingat, memang ada banyak bagian yang tidak dimengerti, tapi semua jurus tadi sudah diingat-nya.

'Da Yan Shen Jian' telah selesai diperagakan oleh Pin Fan Shang-ren, tapi dia ingin sekali lagi mengulanginya.

Dia ingin Xin Jie lebih mudah mengingatnya.

Semakin bertarung Pin Fan Shang-ren semakin merasa yakin kalau guru Xin Jie adalah seseorang yang berbakat luar biasa.

Dia menduga kalau guru Xin Jie adalah seorang yang berbakat di dunia persilatan Zhong Yuan yaitu Qi-mao Shen-jun.

'Qiu Zhi Jian Shi' telah mencapai jurus terakhir, 10 jurus terakhir terkumpul dari semua ilmu silat Mei Shan-ming.

'Hari Mei Tu' dikeluarkan, seperti banyak bayangan pedang menyerang, lawan tidak bisa berjaga.

Kalau Pin Fan Shang-ren mengeluarkan jurus untuk berjaga itu sangat mudah, tapi bila ingin menyerang dia tidak akan sanggup.

Hal ini membuatnya504 terpaku.

Dua menit kemudian tangan kiri Pin Fan Shang-ren dilambaikan, dan tangan kanan dengan pelan dikeluarkan.

Jurus ini tidak bernama, tapi sangat tepat untuk memecahkan Han Mei Tu.

Jurus ini bisa menyerang nadi dibahu Xin Jie, waktu dan posisinya diatur oleh Pin Fan Shang-ren dengan tepat.

Benar-benar jurus aneh.

Sewaktu Xin Jie sedang mengagumi jurus itu, tiba-tiba terdengar suara tawa aneh keluar dari tempat yang lebih tinggi.

"Ternyata biksu tua sudah mulai menerima murid, mungkin karena dia takut ilmu silatnya akan terkubur bersama formasi ini, dan menginginkan seorang penerus."

Xin Jie membalikkan kepala untuk melihat, di kejauhan terlihat ada seorang biksuni yang sedang duduk di atas sebuah batu. Dia tertawa dingin.

"Biksu tua, hanya tinggal satu jam lagi waktumu."

Saat itu Pin Fan Shang-ren sedang merasa senang dengan jurus-jurus yang sedang dikeluarkan olehnya. Mendengar kata-kata biksuni itu tawanya segera menghilang, wajahnya tampak marah,505

"Biksuni tua, kau jangan keterlaluan, masih ada waktu satu jam lagi!"

Biksuni itu tertawa panjang, seperti seekor naga yang terus berteriak dia berkata.

"Aku hanya membentuk sedikit formasi, dan kau tidak bisa memecahkannya, benar-benar memalukan!"

Pin Fan Shang-ren benar-benar marah dan membentak, bentakan ini adalah salah satu jurus dalam agama Budha yang bernama 'Auman singa'.

Teriakan ini membuat jantung Xin Jie ikut bergetar, terdengar dia marah.

"Jangan senang dulu, kalau aku sudah marah, aku akan membuat pulau ini tenggelam, walaupun harus menghabiskan 60 tahun tenaga dalamku, aku rela melakukannya."

Biksuni tua itu seperti terpaku, tapi dia segera tertawa dingin.

"Aku akan membocorkan sedikit rahasia, formasi ini bernama 'Gui Yuan Si Xiang' kalau kau menganggap ini adalah formasi 'Qi Men Wu Hang', kau salah besar!"

Kemudian dia menggoyangkan sedikit tubuhnya dan menghilang dari sana.

Pin Fan Shang-ren merasa malu, ternyata selama 10 tahun ini dia selalu menganggap batu-batu yang menyusun506 formasi ini adalah formasi 'Qi Men Wu Hang', karena itu pula dia tidak bisa memecahkannya, dia hanya bisa menarik nafas.

Xin Jie adalah seorang yang lincah, dia tahu kalau biksuni tua tadi adalah ketua Xiao-ji-dao, yaitu Guru Hui.

Dia juga tahu antara Guru Hui dan Pin Fan Shang-ren sedang bertaruh dengan jangka waktu 10 tahun.

Tapi Pin Fan Shang-ren tidak sanggup memecahkannya, maka Xin Jie pun mencemaskan kedaan Pin Fan Shang-ren.

Pertama kali saat terdampar di pulau ini dan dia masuk ke dalam formasi itu, dia pun mengira kalau formasi yang terbentuk adalah 'Qi Men Wu Hang', begitu mendengar ucapan Guru Hui, yang mengatakan bahwa formasi yang dibentak adalah formasi 'Gui Yuan Si Xiang', hatinya bergetar.

Dulu Qi-mao Shen-jun pernah menjelaskan aturan dalam bermain catur.

Mei Shan-ming pernah memberitahu Xin Jie tentang dasar dari berbagai macam formasi.

"Hanya Gui Yuan Si Ziang adalah sebuah formasi kuno yang diturunkan dari Dinasti Qing, sekarang tidak ada yang bisa melakukan formasi ini." 507 Tapi Mei Shan-ming memberitahu semua informasi yang dia ketahui, untuk formasi ini Mei Shan-ming hanya mengerti 80% saja. Dia pernah dengan sombong mengata-kan.

"Di dunia ini kecuali aku, tidak ada seorang pun yang bisa memecahkan formasi iniwalaupun aku tidak mengerti hingga 100%."

Waktu itu Xin Jie mendengar Mei Shan-ming hanya mengerti 80% nya saja, karena itu dia tidak terlalu ingat formasi ini.

Pin Fan Shang-ren malah belum pernah mendengar nama formasi ini, maka dia tidak tahu cara pemecahannya dan dia pun tidak memperhatikan Xin Jie yang berada di sisinya....

saat itu Xin Jie sedang menatap langit dengan penuh konsentrasi.

Suasana menjadi hening, hanya terdengar desiran angin laut dan suara gelombang.

Waktu terus berjalan, Pin Fan Shang-ren seperti tersadar dari lamunannya, dia menatap langit, waktu yang tersisa hanya tinggal setengah jam lagi.

"Mengenal kata ini adalah hal yang diinginkan manusia, ada beberapa orang yang508 tidak tertarik menjadi terkenal.... termasuk orangorang kalangan Budha yang telah berlatih ilmu silat."

Pin Fan Shang-ren mempunyai ilmu silat yang umurnya 3 x 60 tahun, dia hanya ingin mencari tahu tentang ilmu silat.

Tapi mengenai ajaran Budha yang lebih mendalam tidak pernah dipikirkannya.

Sewaktu dia teringat waktu yang tersisa tinggal setengah jam lagi, dia akan mengakui kekalahannya di depan Guru Hui.

Dia segera meloncat, sekarang dia baru teringat pada pemuda itu....

Xin Jie masih tampak terpaku dan sedang berpikir, sebuah ranting layu berada dalam genggaman tangannya.

Dia sedang menggores-gores, lalu dia menghapus dengan kakinya lagi.

Kadang dia menatap langit dan kembali terdiam.

Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren berkata pada Xin Jie.

"Anak kecil, lebih baik kau cepat tinggalkan pulau ini, semakin jauh semakin baik."

Mungkin karena dia melihat Xin Jie tidak mendengar kata-katanya, maka dia merasa aneh.

Dia baru ingat kalau Xin Jie sama seperti dirinya terjebak dalam formasi ini, maka dia pun menertawakan509 kebodohannya, mengapa dia menjadi begitu pikun?

Lalu dia berjalan ke sisi Xin Jie, melihatnya sedang memainkan sesuatu.

Dengan ranting kayu, tampak Xin Jie sedang menarik sebuah garis teratur, jumlah garis itu ada puluhan, dan sangat tidak teratur.

Karena tidak mengerti dia hanya melihat, janggutnya yang putih tampak berkibar-kibar ke leher Xin Jie, tapi sepertinya Xin Jie tidak merasakannya.

Tiba-tiba Xin Jie berteriak dengan suara kecil, dia menghapus semua garis yang dia buat dengan kakinya, seperti sedang berusaha mengingat sesuatu.

Pin Fan Shang-ren menjadi serba salah.

Tadinya dia telah mengambil suatu keputusan, karena pemuda inilah maka dia pun menjadi ragu dengan keputusannya.

Keputusannya tadi adalah akan menghancur kan pulau ini hingga tenggelam, ini adalah satu-satunya cara supaya dia bisa memenangkan taruhan.

Apa akibat selanjutnya, dia tidak memperhitungkannya.

Tapi bila dia menghancurkan pulau510 ini, Xin Jie pasti akan mati, dalam hati Pin Fan Shang-ren berpikir.

"Aku adalah salah satu dari Shi Wai San Xian, tapi aku tidak boleh menyuruh pemuda ini mengantarkan nyawanya, tapi masa aku harus kalah dari biksuni tua itu?"

Kalau orang lain pasti akan memikirkan bagaimana mencabut formasi batu itu tapi yang dia pikirkan adalah apakah harus menggunakan cara ini atau tidak.

Sekarang Pin Fan Shang-ren tidak bisa mengambil keputusan, Xin Jie masih terus menggores sepertinya tidak ada hasil sedangkan waktu terus berjalan.

Pin Fan Shang-ren menatap langit, dia merasa waktu yang ada sudah tidak banyak lagi.

Tepat baginya untuk menghancurkan gunung batu itu tapi dia masih sempat mengambil keputusan, tiba-tiba ada kilat menyambar, hati seperti simpul mulai terbuka.

"Mengapa aku harus menghancurkan pulau ini dengan tenaga dalam yang kukumpulkan selama 60 tahun? Kalau aku menghancurkan gunung batu.... kecuali di tempat tinggi, dengan demikian pulau ini tidak akan hancur, tapi formasi itu akan hancur kemudian aku dan biksu tua itu akan511 bertarung, untuk apa aku harus merasa malu?"

Sebenarnya dia belum pernah merasa malu.

Karena itu dia bersiul panjang, wajahnya yang merah dan bercahaya memperlihatkan kegagahannya, janggutnya yang putih walaupun tidak ada angin tapi terus bergerak-gerak, ternyata dia mengumpulkan tenaga dari seluruh tubuhnya.

Pin Fan Shang-ren menepuk sebuah batu berbentuk panjang, batu itu pun hancur berantakan.

Yang satu lagi terguling didorong olehnya, sewaktu akan terguling terdengar suara besar.

Dengan bangga dia melihat Xin Jie, tapi sepertinya Xin Jie tidak mendengar suara besar itu.

Pin Fan Shang-ren mendekati Xin Jie untuk melihat, tampak di tanah ada ratusan garis, lebih banyak dari garis tadi dan sepertinya lebih rumit dari garis tadi.

Goresan Xin Jie meninggalkan jejak sedalam 1 sentimeter.

Kemudian dihapus lagi, seakan garis itu tidak berguna, sisa goresan tampak berbekas.512 Pin Fan Shang-ren tetap tidak mengerti, dia membalikkan badan memukul sebuah batu besar lagi.

"Tetua, nanti dulu...."

Xin Jie meloncat, dia melarang Pin Fan Shang-ren memukul batu besar lagi. Setelah dilihat ternyata wajah Xin Jie berseri-seri sambil memanggilnya, dia berhenti memukul. Pelan-pelan Xin Jie berkata.

"Akhirnya aku bisa menemukan rumus formasi Gui Yuan Si Xiang...."

Pin Fan Shang-ren melihat Xin Jie dengan aneh, bagaimana pun dia tidak percaya kalau pemuda yang baru berusia 20 tahunan ini dalam waktu setengah jam bisa memecahkan formasi yang selama 10 tahun ini dia sendiri pun tidak sanggup memecahkannya.

Ooo)*(ooO BAB 15 10 jurus Da Yan Bulan sudah menggantung di tengah langit, waktu perjanjian antara Pin Fan Shang-ren dan Guru Hui sudah tiba.

Dengan ranting pohon dia menunjuk beberapa garis terluar dan berkata.

"Dari sini masuk, lalu513 berbelok ke kiri 3 kali dan ke kanan 4 kali, kita akan berada di tengah formasi, tapi sewaktu akan keluar, keadaan di sana tidak akan sama...."

Kemudian Xin Jie menunjuk beberapa garis yang terlihat acak-acakan katanya.

"Dari tengah formasi ini kita bisa keluar, berbelok ke kiri dua kali, setelah itu di sana pasti ada sebuah batu buatan manusia...."

Yang perlu diketahui kebanyakan batu di sana adalah batu yang terbentuk secara alami, tapi banyak juga batu yang ditambah seseorang. Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren berteriak.

"Benar! Benar! Kemarin ini saat aku berjalan di jalan itu aku menemukan batu yang ditambah oleh manusia.... kau benar-benar sangat pintar, mari kita berjalan keluar dari sini!"

Mungkin karena selama 10 tahun ini setiap jalan telah dicoba oleh Pin Fan Shang-ren.

Walaupun dia tidak bisa keluar dari formasi ini tapi dia tahu dengan jelas setiap jalannya, maka begitu mendengar Xin Jie berkata seperti itu, dia langsung percaya kepada kata-kata Xin Jie.

Xin Jie tertawa.

"Tapi aku hanya514 mengerti formasi kuno ini sekitar 70% saja, kalau formasi ini belum lengkap kita tetap tidak bisa keluar."

"Biar kita coba dulu."

Xin Jie bangun dan melihat arah, kemudian dia berjalan ke arah timur ke arah batu ketiga. Pin Fan Shang-ren mengikutinya dari belakang, sambil berjalan dia berpikir.

"Mengapa pemuda ini masih begitu muda, tapi bisa mengetahui formasi kuno dan tepat 10 tahun kemudian membawaku keluar dari formasi ini, apakah karena semua ini Tuhan yang mengatur?"

Setiap kali bila Xin Jie berada di persimpangan jalan, dia selalu mengangguk, sepertinya semua seperti dugaannya, karena itu dia tidak ragu dan terus berjalan.

Melihat wajahnya yang berseri-seri, Pin Fan Shang-ren tahu masih ada harapan untuk mereka.

Mereka telah berjalan hampir 5 kilometer, luas pulau itu paling-paling hanya 10 kilometer persegi.

Tapi di dalam formasi ini mereka seperti tiada habisnya berjalan dan berbelok-belok.

Dulu Pin Fan Shang-ren juga sering mencoba-coba, paling-515 paling dia hanya bisa berjalan sampai 1 kilometer dan kembali ke tengah formasi.

Sekarang mereka telah berjalan lama tapi mereka tidak kembali ke tempat semula, dan dia jadi lebih percaya lagi kepada Xin Jie.

Xin Jie keluar dari antara dua batu, dia melihat di depan ada sebuah batu agak kecil, dia berpesan kepada Pin Fan Shang-ren.

"Tetua, harap Anda menghancurkan batu itu!"

Pin Fan Shang-ren melihat batu itu bukan batu asli dari sana, pasti Guru Hui yang menumpuknya, dia tidak tahu mengapa Xin Jie menyuruhnya untuk menghancurkan batu itu, tapi dia tetap mengikuti permintaan Xin Jie lalu pelan-pelan dia memukul menghancurkannya.

Tenaga telapak yang dikeluarkan, tenaganya sangat dasyat, sebuah batu besar langsung hancur, pecahan batu beterbangan hingga beberapa puluh meter, suaranya begitu dasyat!

Diam-diam Xin Jie memuji, sepertinya di dunia ini tidak ada orang kedua yang mempunyai kekuatan seperti ini!

Melihat batu sudah dihancurkan, dengan teliti Xin Jie melihat ke tempat516 batu itu, benar saja di sana ada sebuah jalan kecil yang tersembunyi, kalau batu itu tidak dihancurkan, jalannya tidak akan terlihat.

Mereka berdua melewati jalan kecil itu, setiap menemukan batu buatan manusia, Pin Fan Shang-ren selalu memecahkannya, dan Xin Jie yang membawa jalan.

Merasa mereka berjalan ke arah jalan yang benar, hati Pin Fan Shang-ren semakin girang, tapi wajah Xin Jie malah terlihat datar, dia tampak sangat serius, Pin Fan Shang-ren merasa aneh.

Setelah memutari dua batu besar, tiba-tiba di depan mereka terlihat cahaya terang, setelah berjalan agak lama, mereka menemukan batu lagi.

Pikir Pin Fan Shang-ren mungkin sekarang mereka telah sampai di pinggir formasi, tapi dia melihat Xin Jie semakin tegang dan serius.

Setelah memutari sebuah batu, langit tampak lebih terang, cahaya bulan sepertinya bertambah terang.

Di sekeliling terlihat gelombang putih, ternyata mereka berhasil keluar dari formasi batu-batuan itu.

Xin Jie melihat kesekeliling, wajah517 tegangnya tampak mengendur, dia menarik nafas.

"Ternyata Guru Hui pun tidak menguasai formasi ini dengan sempurna. Kalau tidak aku pun tidak dapat mencari jalan keluar dari formasi ini."

Formasi ini telah 10 tahun mengurung Pin Fan Shang-ren, sekarang telah berhasil keluar dari formasi ini, dia pun menarik nafas panjang.

Bulan berada di tengah langit dan tampak terang, gelombang di kejauhan mengeluarkan suara.

Angin laut membawa rasa asin yang kental dan terus berhembus, membuat semangat bertambah.

Kekesalan dan kemarahan karena telah terkurung selama 10 tahun tertiup jauh oleh angin laut lalu menghilang, hatinya menjadi segar.

Pin Fan Shang-ren jarang mau memperbaiki kekurangannya, selama 180 tahun dia memang mempunyai sifat seperti itu, dia terbiasa dengan sikap masa bodoh, sambil tertawa dia melihat ke arah Xin Jie.

"Kau adalah murid Qi-mao Shen-jun, kau pasti mengetahui ilmu berantakan yang membuat orang bingung."

Selama 10 tahun dia terkurung dan tidak sanggup keluar, sekarang dia masih518 berani menyebut ilmu itu adalah ilmu acak-acakan. Xin Jie menjawab.

"Aku hanya menguasai sedikit rumus formasi itu, kita beruntung masih bisa keluar dari formasi kuno ini."

Pin Fan Shang-ren tertawa panjang.

"Anak kecil, jangan terlalu rendah hati, apakah ilmu silat yang telah kuajarkan tadi telah kau ingat? Ilmu itu bernama 10 jurus Da Yan."

Xin Jie mengangguk.

"Aku merasa sangat berterima kasih kepada Tetua karena telah mengajariku ilmu silat...."

Kata-kata Xin Jie berasal dari lubuk hatinya yang terdalam.

"Hanya ada sebagian yang tidak kumengerti."

Melihat Xin Jie begitu bersungguh-sungguh Pin Fan Shang-ren tertawa.

"Aku menyukai beberapa jurus pedang, apalagi dengan tiga jurus terakhirmu, kalau benar-benar dipelajari yang bisa menyambut jurus itu bisa dihitung dengan jari."

Pin Fan Shang-ren benar-benar gembira.

Xin Jie tahu kalau Pin Fan Shang-ren bukan sekedar omong kosong atau sombong, 'Da Yan Shen Jian' memang sangat bagus,519 kalau dia bisa mendapatkan ilmu ini dan digabung dengan ilmu pedangnya, maka akan membuat kedua ilmu itu saling mendukung.

Tiba-tiba terdengar suara panjang yang memecah kesunyian langit, suara itu benar-benar mengejutkan siapa pun.

Bila dari awal mendengarnya sepertinya berasal dari tengah pulau, tapi begitu suara itu tidak terdengar tampak sesosok bayangan turun di depan mereka dengan jarak 10 meter, ilmu meringankan tubuhnya begitu hebat dan bila dilihat orang persilatan mungkin tidak akan ada yang percaya.

Ilmu meringankan tubuh seperti milik Xin Jie saja, orang-orang sudah merasa kagum, apalagi ilmu meringankan tubuh orang itu.

Perasaannya mengatakan kalau dia adalah salah satu dari 3 dewa, yang bernama Guru Hui.

Dari pantulan cahaya bulan, ternyata benar yang datang adalah seorang biksuni tua, dengan bajunya yang terlihat usang dan compang-camping, tapi terlihat bersih.

Dia duduk tenang melihat Pin Fan Shang-ren.

Dia adalah Guru Hui.

Pin Fan Shang-ren melihat orang yang520 telah mengurungnya selama 10 tahun, sekarang ini berada di hadapannya, dia tertawa.

"Biksuni tua, dengan segala cara kau ingin mengalahkanku, tapi Tuhan memang mempunyai mata, Dia tidak memberi kesempatan kepadamu. Ha ha ha!"

Wajahnya tampak senang. Alis biksuni tua itu terangkat dan berkata.

"Aku sudah begitu tua, pertama kalinya aku mendengar kalau taruhan ini harus dibantu oleh generasi muda maka kau bisa menang."

Biksuni tua itu mengira kalau kata-katanya membuat Pin Fan Shang-ren yang selalu ingin menang menjadi marah. Tapi Pin Fan Shang-ren malah tertawa.

"Dulu kita memang bertaruh dan tidak ada aturan tertentu, tidak disebutkan tidak boleh ada orang yang membantuku keluar dari formasi itu bukan!"

Guru Hui tertawa dingin dan berkata pada Xin Jie.

"Tidak disangka bocah ini bisa memecahkan formasiku, kau harus tahu kau masuk pulau ini tanpa ijin lalu masuk ke dalam formasiku, berarti kau telah melanggar dua kali, itu benar-benar tidak bisa dimaafkan, aku ingin tahu siapa yang521 telah kurang ajar kepada biksuni tua ini?"

Sifat Xin Jie memang keras, mendengar biksuni terus mendesaknya dia sudah tidak hormat lagi kepadanya, dan dia memprotes.

"Aku masuk ke pulau ini karena memang tidak sengaja telah terdampar, kalau dengan alasan ini Tetua terus menghinaku, aku tidak akan terima begitu saja!"

Guru Hui sepertinya sangat terkejut, dia melihat Xin Jie lagi, tiba-tiba dia tertawa panjang, awalnya suara itu terdengar rendah semakin lama semakin besar, seperti banyak suara yang bersatu membuat tanah bergetar dan gunung pun bergoyang.

Dengan getaran tenaga dalam Guru Hui, Xin Jie merasa telinganya seperti ditusuk jarum dan kepala dipukul dengan palu, semakin lama dia tidak kuat menahan serangan itu.

Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren membentak dan memutuskan suara Guru Hui, Pin Fan Shang-ren berkata.

"Kau memang selalu banyak aturan, kalau bukan karena anak ini ada di sini, mungkin sejak tadi pulau ini telah tenggelam ke dasar laut."

Guru Hui melihat Pin Fan Shang-ren522 dan berkata pada Xin Jie.

"Kau bisa menerima suara tawaku, artinya kau mempunyai ilmu silat yang cukup lumayan, tapi apakah kau sanggup menerima ketiga jurusku?"

Ilmu silat Guru Hui memang sangat tinggi, tapi dalam keadaan seperti ini, walaupun ada pisau diarahkan ke lehernya, dia tidak akan mau mundur begitu saja, karena itu dia protes lagi dan berkata.

"Aku memang tidak tahu diri, baiklah aku akan coba-coba menerima beberapajurus Tetua!"

Guru Hui tidak menjawab, tidak terlihat kakinya menggunakan tenaga, dia sudah terbang dengan satu lengan baju dikibaskan dan lengan baju lainnya menutupi tubuhnya.

Walaupun Xin Jie telah mengisi seluruh tubuhnya dengan tenaga, tapi saat menghadapi jurus-jurus Guru Hui dia tetap mengalami kesulitan.

Perasaan ini sama seperti saat dia menghadapi ketua Wu Ji Dao, tapi ilmu Xin Jie sekarang sudah bukan ilmu "

Yang dulu lagi, menghadapi keadaan seperti itu dia berusaha menenangkan dirinya, dia tidak banyak tanya lagi kepada musuh, tangan kirinya523 digerakkan tangan kanan mengeluarkan jurus, dia berniat menotok nadi di bahu Guru Hui!

Kalau satu hari yang lalu mungkin pukulan Xin Jie bisa disambut oleh biksuni tua itu, seperti Wu Hen-sheng dengan begitu mudahnya menangkap pergelangan tangan Xin Jie tapi Xin Jie yang sekarang telah mengeluarkan kepalan tangan seperti angin, seperti disertai angin dan kilat.

Guru Hui merasa aneh, lengan bajunya dilambaikan, bajunya yang compang camping seperti sebuah pentungan besi turun menyapu Xin Jie.

Kain dari lengan baju sepertinya tidak bertenaga, hanya menyapu sebentar, tapi tenaga yang keluar ternyata sangat besar.

Xin Jie melihat jurus itu, jurus biksuni itu seperti jurus Wu Dang, dalam menghadapi jurus-jurus Zhong Yuan, Xin Jie telah mempelajarinya beberapa kali, karena itu dia tidak ragu lagi mengeluarkan jurus 'An Xiang Fu Ying'.

Gerakan tubuhnya berubah, dia berhasil keluar dari jurus lengan baju Guru Hui.

Jurus itu adalah salah satu dari jurus524 Qi-mao Shen-jun yang sengaja diciptakan untuk menghadapi Wu Dang.

Tenaga kepalan Guru Hui sangat besar tapi dengan tenang Xin Jie bisa mengatasi jurus-jurus bagus itu.

Pin Fan Shang-ren yang berada di sisi tertawa terbahak-bahak dan juga terus memuji Xin Jie, karena itu Guru Hui bertambah marah, tangan dengan kelima jari dibuka membawa angin kencang untuk mencengkram.

Xin Jie telah mendapatkan pengalaman tentang masalah ini, tangan kanannya dengan menggunakan jari yang dianggapnya pedang, lalu mengeluarkan jurus 'Mei-hua San Long' untuk menahan serangan Guru Hui.

Cakaran jari Guru Hui adalah salah satu dari 3 jurus membunuh, tapi melihat Xin Jie menggunakan tangannya sebagai pengganti pedang lalu menggores ke sisi, dalam hati Guru Hui berkata.

"Kau benar-benar cari mati!"

Karena itu dia membalikkan kelima jarinya lalu mencakar kesamping, tapi tangan kanan Xin Jie juga sudah dibalikkan, dia pun dengan cepat mencengkram nadi Guru Hui.

Guru Hui yang berilmu tinggi mengarahkan tangannya ke525 bawah, jurus rahasia ketiga sudah dikeluarkan....

kelima jari seperti cakar elang, siap mencakar bahu Xin Jie, jaraknya tinggal 1 inchi lagi....

Bersamaan dengan itu jurus 'Mei-hua San Long' pada jurus ketiga sudah dikeluarkan Xin Jie, jari tengah dan jari telunjuk ditegakkan, seperti senjata untuk menotok Guru Hui....

Terdengar suara PASH, dua lengan beradu, Guru Hui diam tidak bergerak, tapi Xin Jie mundur 3 langkah.

Xin Jie terkejut karena Guru Hui memiliki tenaga dalam begitu kuat, Guru Hui terkejut karena serangan 3 jurusnya berturut-turut bisa dipecahkan oleh Xin Jie.

Pin Fan Shang-ren terus memuji.

Guru Hui terbang dengan ekspresi dingin, kedua lengan bajunya terbuka, dia berhenti di udara, berputar lalu turun untuk menyerang, gerakan itu benar-benar indah.

Kali ini Guru Hui benar-benar marah, dia mulai mengeluarkan ilmu silat andalannya yang bernama 'Cang Jiu Qi Shi' (tujuh jurus Jiu=burung hutan), kedua526 lengan bajunya sudah mengerahkan 80% tenaga....

Xin Jie merasa tenaga telapak datang dari empat penjuru mata angin, sampai bagian belakang tubuhnya pun terasa ada angin kencang menyerang....

ini adalah jurus misterius 'Cang Qiu Qi Shi', Xin Jie benar-benar tidak tahu bagaimana cara menghindarinya.

Semua jurus yang telah dipelajari Xin Jie berkelebat dalam benaknya tapi tidak ada satu pun jurus yang cocok untuk menahan serangan jurus Guru Hui, dalam keadaan sangat terjepit, tiba-tiba dia teringat sesuatu....

Segera kedua tangannya diangkat ke pinggir dengan posisi lurus, kemudian disatukan ditengah, tiba-tiba dibalikkan.

Bayangan telapak memenuhi udara dan menyambut serangan Guru Hui.

Jurus yang digunakan Xin Jie adalah salah satu dari jurus Da Yan Jian Shi yang baru saja diajarkan oleh Pin Fan Shang-ren.

Guru Hui merasa tangan lawan menutup membuka, menutup lalu membuka lagi, lalu keluar bayangan telapak yang sangat banyak, serangannya sama sekali tidak527 terlihat, tidak ada celah untuk dimasuki....

Kedua tangan Guru Hui tiba-tiba tidak menyerang lagi, dia meloncat setinggi 5-6 meter, dan dia berkata dengan dingin kepada Pin Fan Shang-ren.

"Biksu tua, ini adalah salah satu jurus dari 10 jurus DaYan."

Pin Fan Shang-ren merasa sangat senang, karena Xin Jie dengan lincah bisa menggunakan ilmu yang baru saja dia ajarkan, dia tertawa.

"Kalau memang betul, lalu mengapa?"

Guru Hui berkata lagi.

"Tadi aku berjanji kalau kita hanya akan memainkan 3 jurus, kau boleh pergi sekarang."

Dia berkata pada Pin Fan Shang-ren.

"Aku benar-benar tidak tahu diri karena masih harus melawan 10 jurus DaYan milikmu."

"Tanganku sudah gatal, apakah kita pun akan bermain beberapa jurus supaya kekesalanku bisa terlampiaskan?"

Guru Hui tidak menjawab, tubuhnya mulai bergoyang, tangan kiri dan tangan kanannya terjulur keluar, kedua kakinya pun bergerak, dalam waktu singkat dia telah berganti 7 jurus, tangannya pun sudah menyerang dengan 7 jurus.528 Ketujuh jurus ini sangat kuat, Xin Jie pernah melihat ilmu Wu Hen-sheng dan Pin Fan Shang-ren, dia mengira di dunia ini ilmu silat yang aneh dan dalam hanya milik mereka berdua, ternyata gerakan kaki Guru Hui juga begitu dahsyat, benar-benar di luar dugaannya.

Maka diapun melupakan keberadaannya, dengan penuh perhatian dia melihat pertarungan yang terjadi antara kedua pesilat tinggi itu.

Kedua kaki Pin Fan Shang-ren sama sekali tidak bergeser, tubuh bagian atasnya condong kedepan, kebelakang, kekiri, dan kekanan, terus bergoyang.

Dia bisa memecahkan jurus-jurus Guru Hui satu per satu dan masih sempat menyerang dengan 5 jurus.

Xin Jie melihat dengan teliti, dia melihat gerakan Guru Hui, gerakan tangannya memang bagus, tapi tidak sebagus langkah kakinya, kakinya maju dan meloncat, ilmunya benar-benar sangat tinggi, dengan kemampuan ilmu silat Xin Jie sekarang dia hanya tahu kalau ilmu Guru Hui sangat bagus tapi tidak tahu bagaimana cara melakukannya.

Setiap kali Guru Hui mengeluarkan529 jurus, dia pasti akan mengingatnya, seakan dia sendiri yang sedang berhadapan langsung dengan Guru Hui.

Dia pun berpikir bagaimana cara menahan serangan Guru Hui, setelah berpikir dia baru melihat bagaimana cara Pin Fan Shang-ren membalas serangan Guru Hui.

Jurus-jurus mereka ternyata lebih bagus dari yang dia bayangkan semula.

Dia tenggelam melihat jurus-jurus mereka.

Mungkin semua ini sudah diatur oleh Tuhan, walaupun Pin Fan Shang-ren telah menurunkan ilmu 'Da Yan 10 jurus' kepada Xin Jie, tapi 'DaYan Jian Shi' adalah kumpulan jurus terbaik dari Pin Fan Shang-ren.

Terjadi perubahan terus-menerus, walaupun Xin Jie seorang berbakat, tapi kalau harus mempelajari semuanya sendiri, harus dilakukan selama 30 tahun dia baru akan mengerti.

Sekarang melihat kedua pesilat sedang bertarung, tidak sangka dia telah mengerti lebih banyak tentang jurus 10 jurus Da Yan.

Dia hanya sempat mengedipkan matanya sebentar, mereka berdua telah beradu ratusan jurus, tubuh bergerak dengan cepat, jurus dikeluarkan sangat cepat, kalau orang persilatan tidak melihatnya sendiri530 mungkin mereka tidak akan percaya.

Sejak tadi hingga saat ini telah lewat ratusan jurus, tapi Pin Fan Shang-ren selalu berjaga dan jarang menyerang, tiba-tiba dia bersiul panjang, telapak berganti dengan jari.

Jari dianggap sebagai pedang, dia menyerang Guru Hui dengan arah yang aneh.

Pin Fan Shang-ren mulai menggunakan jurus Da Yan Jian Fa.

'10 jurus Da Yan' adalah ilmu tertinggi dan tidak ada duanya di dunia ini, begitu Pin Fan Shang-ren menggunakan jurus ini, bagaimana kedahsyatan ilmu ini tentu bisa dibayangkan, keadaan berubah, jurus-jurus Guru Hui tidak bisa digunakan lagi, dia yang tadinya menyerang sekarang berjaga, posisi sudah berbalik.

Hanya dalam waktu singkat puluhan jurus telah berlalu.

'10 jurus Da Yan' dikeluarkan untuk menyerang, tapi tetap tidak bisa melukai Guru Hui sedikit pun.

Xin Jie melihat Pin Fan Shang-ren memperagakan '10 jurus Da Yan' terlihat sangat gagah, dia seperti melihat dirinya sendiri sedang bertarung, tangan dan kakinya terus bergerak, secara tidak sengaja dia telah mengerti perubahan yang531 terjadi dengan aneh.

Bersamaan waktu itu dia juga melihat Guru Hui hanya berjaga tidak bisa menyerang.

Tapi jurus '10 jurus Da Yan' tetap tidak sanggup melukainya.

Semua ini karena Guru Hui mengandalkan langkah-langkah anehnya.

Xin Jie melihat langkah-langkah Guru Hui, tapi dia tetap tidak mengerti.

Dia tidak tahu kalau itu adalah ilmu andalan Guru Hui yang bernama Ji Mi Shen Bu' (langkah sakti siluman bertanya), dalam memperlajari jurus langkah ini Guru Hui banyak menemui kesulitan.

Guru Hui mendapatkan jurus ini dari sebuah buku kuno, kemudian dalam jangka waktu panjang disusunnya kembali.

Mana mungkin Xin Jie akan mengerti dalam waktu singkat?

Mereka berdua telah bertarung ribuan jurus, bermacam-macam jurus dikeluarkan, Xin Jie yang berada di sisi terus menatap pertarungan mereka hingga lupa pada segalanya.

Tiba-tiba dari jauh terdengar siulan, siulannya tajam dan tinggi, tapi bisa menutupi suara gelombang besar.

Suara ini terdengar dengan jelas oleh setiap orang532 yang berada di pulau itu.

Begitu mendengar suara siulan itu, hati siapa pun akan merasa tenang dan nyaman, dan membuat orang enggan untuk bergerak.

Sampai-sampai Guru Hui dan Pin Fan Shang-ren pun berhenti bertarung lalu mendengar siulan itu.

Xin Jie merasa aneh dan terkejut.

Dari ekspresi wajah Guru Hui yang terlihat aneh dan terkejut, dia merasa ada sesuatu, tapi wajah Pin Fan Shang-ren terlihat aneh dan dia menatap langit.

Xin Jie mengikuti arah pandangan Pin Fan Shang-ren ke langit, langit terlihat hitam, hanya ada beberapa bintang, tidak ada yang aneh di sana.

Tapi suara tinggi dan tajam itu terus terdengar, terdengar suara tapi tidak ada sosoknya, mereka merasa aneh.

Xin Jie melihat Pin Fan Shang-ren, wajah Pin Fan Shang-ren pun tampak aneh, kemudian dia bersiul panjang, menyatu dengan suara siulan tadi.

Awalnya siulan itu tidak sama, sepertinya Pin Fan Shang-ren sedang memberikan pendapat yang berbeda, kemudian siulan Pin Fan Shang-ren semakin mirip533 dengan siulan tadi.

Xin Jie melihat wajah Pin Fan Shang-ren, sekarang dia tampak tenang, kemudian kedua siulan itu pun menjadi sangat tenang, Guru Hui dengan wajah serius berdiri di sisi.

Tiba-tiba terdengar teriakan bangau, dari kejauhan terlihat ada seekor burung bangau terbang ke arah mereka.

Begitu dekat terlihat di atas ada seorang biksu tua kurus, ternyata dia yang bersiul tadi.

Biksu itu tinggi, dia duduk di punggung bangau, dia lebih tinggi dari orang biasa dan sangat kurus.

Dia seperti sebatang bambu, tapi janggutnya sangat lebat.

Melihat kedatangannya Guru Hui sangat terkejut, kelihatannya dia tidak mengenal biksu yang baru datang itu, tapi wajah Pin Fan Shang-ren terlihat tenang dan serius, pelan-pelan dia mendekati bangau besar itu.

Bangau berputar-putar, lalu mendarat ke bawah, kedua sayapnya dibentangkan mencapai 5-6 meter, angin yang dikepak-kepakkan dari sayapnya membuat pasir beterbangan.534 Biksu tua itu membawa 'ikan kayu' (alat untuk memukul di kuil dan berbentuk seperti ikan), entah terbuat dari apa alat itu.

Kalau diketuk suaranya nyaring bisa mencapai beberapa kilometer dan terdengar sangat nyaring.

Pin Fan Shang-ren memberi hormat kepada biksu tua dan membalikkan kepala melihat Guru Hui, tapi dia tidak bicara sepatah kata pun.

Kemudian dia naik ke punggung bangau itu, dia mengangguk kepada Xin Jie.

Bangau itu mengepakkan sayapnya dan terbang ke langit.

Biksu kurus itu melihat Xin Jie, wajahnya terlihat kaget.

Sebelum pergi dia masih terus menatap Xin Jie, tiba-tiba dia membaca.

"Harimau meloncat naga terbang, di hari esok, bangau akan berteriak pergi ke Hu Bei."

Bangau putih terbang sebentar telah mencapai ratusan meter, tapi kata-kata biksu tua itu tetap terdengar jelas.

Guru Hui terus melihat biksu tua itu pergi, sampai bangau itu terbang ke atas dia masih tidak mengerti, tapi sewaktu dia melihat Xin Jie, dia tersenyum.

Tiba-tiba kedua lengan bajunya dikibaskan, di pantai itu dia memperagakan535 'Ji Mo Shen Bu' miliknya yang sakti.

Terdiri dari 49 langkah, kemudian terbang ke atas, setinggi 30 meter, dan dia pergi tanpa pamit.

Xin Jie berjalan mendekati pantai, di atas pasir terlihat jejak kaki sedalam beberapa sentimeter.

Dalam hati Xin Jie merasa senang, dia tahu Guru Hui sengaja meninggalkan jejak kakinya di atas pasir dengan tujuan mengajarkan kepada Xin Jie ilmu langkah kakinya.

Karena merasa terlalu senang Xin Jie malah terpaku.

Dari jauh terdengar suara.

"Ji Mo Shen Bu berjodoh denganmu, aku turunkan ilmu itu untukmu, dalam waktu setengah jam ini apakah kau bisa mengerti atau tidak, semua harus mengandalkan bakatmu,"

Sambil berkata seperti itu Guru Hui telah pergijauh. Xin Jie tidak mengerti.

"Mengapa harus dalam waktu setengah jam menguasai semuanya?"

Tapi dia sudah berlutut memberi hormat dan mengucapkan terima kasih, kemudian dia pergi ke pantai untuk memperhatikan langkah-langkah yang ditinggalkan oleh biksuni tua itu.536 Dengan kepintaran dan ilmu silat yang dmiliki Xin Jie, dia masih sulit untuk mengerti, kalau bukan karena dia telah melihat beberapa kali saat biksuni itu memperagakannya, Xin Jie sama sekali tidak akan mengerti.

'Ji Mo Shen Bu' memang hebat, membuat Xin Jie tertarik kepada jurus ini, semakin sulit dimengerti dia malah tampak semakin senang.

Waktu setengah jam dengan cepat berlalu, Xin Jie masih tenggelam dalam memperhatikan jejak langkah biksuni tua itu.

Dari jauh terlihat ada gelombang besar yang datang, semakin lama semakin kencang dan semakin tinggi.

Hanya dalam waktu singkat gelombang besar datang menyerbu pantai.

Xin Jie sedang memikirkan 5 langkah terakhir dari 'Ji Mo Shen Bu', kelima langkah ini adalah titik terpenting dalam Ji Mo Shen Bu, dan tentunya paling sulit, maka dia berkonsentrasi penuh dalam mempelajarinya, gelombang datang bergulung-gulung, dia masih tidak merasakannya.

Xin Jie membuka sepatunya, dia537 mengikuti jejak langkah biksuni tua itu saat berjalan.

Dengan mempraktekannya secara langsung dia segera mengerti 5 langkah terakhir dari Ji Mo Shen.

Dia ingin meloncat tapi kakinya terasa dingin, begitu membalikkan kepala untuk melihat, dia lebih terkejut lagi, karena gelombang besar mendekatinya.

Dengan ilmu 'An Xiang Fu Ying' dia terbang sekitar 20 meter, begitu kakinya menapak tanah, air telah memenuhi pantai tadi.

Gelombang naik begitu cepat, membuat lututnya basah, Xin Jie meloncat lagi, meninggalkan pantai.

Kemudian dia berlari puluhan meter dan baru berhenti, terlihat gelombang telah baik hingga ke tempat di mana tadi dia berdiri, dan sudah dipenuhi dengan air laut.

Ji Mo Shen Bu yang ditinggalkan biksuni tua tadi, secara otomatis terhapus air laut tidak tersisa.

Pantas biksuni tua itu mengatakan kalau dia harus mengerti dalam waktu setengah jam.

Melihat keindahan laut, Xin Jie merasa dadanya terasa lapang dan luas, karena terpengaruh dengan situasi ini maka Xin Jie pun bernyanyi dengan gagah.538 Xin Jie berpikir, sehari kemarin dia masih terkurung perasaan antara laki-laki dan perempuan, sekarang laut telah membuatnya harus berlapang dada besar dan diam-diam dia telah bertekad dia harus melakukan hal penting, untuk hubungan cinta, adalah hal terakhir yang dia pikirkan.

Malam telah berlalu, di ufuk timur muncul sedikit cahaya terang, matahari mulai terbit.

Tanpa terasa, Xin Jie berjalan dari arah timur kebarat pulau itu.

Dalam hati dia berpikir, dengan cara apa dia bisa meninggalkan pulau ini.

Begitu melihat laut, gelombang sudah mereda.

Langit bersih tanpa awan, cuaca membaik.

Ada sesuatu yang menarik perhatiannya, di pantai ada sebuah perahu layar yang sedang berlabuh.

Dengan cepat Xin Jie melihat perahu itu.

Di depan perahu di atas pasir tertulis.

"Dari pulau ini teruslah berlayar ke barat. Sekarang angin barat berhembus sangat kencang. Dalam waktu satu hari kau akan tiba di daratan."

Itu adalah tulisan Guru Hui. Perahu layar itu disiapkannya untuk Xin Jie. Xin539 Jie terkejut dan berpikir.

"Benarkah dalam waktu satu hari aku akan tiba di daratan? Berarti pulau kecil ini letaknya tidak jauh dari daratan."

Xin Jie melihat ke kejauhan.

Benar, di seberang sana terlihat bayangan gunung tapi tidak begitu jelas, gunung berwarna biru muda.

Itu sangat jelas terlihat.

Xin Jie kembali kepulau, dia berlutut dan pamit untuk pulang, kemudian dia menaiki perahu layar yang telah disiapkan oleh Guru Hui.

Angin barat berhembus sangat kencang.

Perahu meluncur dengan tenang dan cepat.

Layar perahu tertiup angin kencang, hanya dalam waktu singkat dia telah meninggalkan pulau itu.

Begitu Xin Jie melihat, pulau tadi sudah menjadi sebuah titik hitam, tapi batu tertinggi di pulau itu masih terlihat walaupun tidak jelas.

Chang Jiang mengalir di daerah Wu Han.

Cabang Sungai Chang Jiang disebut Han Shui.

Kota Wu Chang, Han Gou, dan Han Yang adalah 3 kota terpenting di propinsi Hu Bei.

Kota-kota itu sangat ramai, banyak orang berlalu lalang di ketiga kota itu.

Semenjak Qi-mao Shen-jun muncul540 kembali di dunia persilatan, di Wu Han terjadi beberapa peristiwa yang menggegerkan dunia persilatan.

Pendekar-pendekar selalu berkumpul di Wu Han.

Pesilat-pesilat tangguh datang dari semua penjuru.

Mereka ingin tahu, apakah benar Qi-mao Shen-jun muncul kembali?

Apalagi kelima perkumpulan yang dulu membunuh Qi-mao Shen-jun, mereka benar-benar sangat ingin tahu, maka keadaan di kota Wu Han terasa tegang.

Sekarang ini adalah akhir dari musim panas, udara di Wu Han memang belum dingin, tapi terasa ada angin sejuk.

Hari ini dari tengah sungai muncul sebuah perahu kecil.

Perahu itu mendekati pelabuhan dan berjalan sangat lamban.

Karena perahu berjalan melawan arus, maka perahu itu tampak seperti tidak berjalan.

Perahu yang ada di sungai itu sangat banyak, tapi perahu seperti hanya berputar-putar mendekati daratan.

Dari perahu itu turun seorang pemuda yang berusia sekitar 20 tahun, bajunya berwarna hijau.

Perlahan-lahan dia naik ke darat.

Gerakannya sangat mantap.

Pemuda ini seperti tidak mau sampai541 terhalang oleh orang-orang yang sedang berjalan.

Begitu naik ke darat, dia melewati jalan itu dan berjalan ke Han Gou.

Jika dilihat dengan teliti, sikap pemuda itu tampak percaya diri.

Dia sangat bersemangat, wajahnya tampan, tubuhnya tegap, gerakannya luwes, benar-benar sangat gagah.

Satu-satunya kekurangan adalah wajahnya terlihat sedikit pucat.

Pemuda itu berjalan sangat cepat, hanya sebentar dia sudah berada di tengah kota.

Sekarang adalah siang, udara terasa sedikit pengap.

Jika ada angin besar berhembus ke tengah kota mungkin udara akan terasa agak lumayan sejuk, tapi di luar kota, angin besar menggulung pasir kering membuat udara dipenuhi dengan pasir.

Tapi pemuda yang baru saja masuk kota bajunya tampak bersih, tidak ada debu atau pasir yang menempel, benar-benar sangat aneh.

Di depan adalah jalan menuju arah timur.

Pemuda itu tanpa berpikir panjang berjalan ke arah timur menuju toko perhiasaan Shan Mei yang baru dibuka.

Begitu dekat dengan toko Shan Mei, pemuda itu sepertinya sangat terkejut.542 Langkahnya dipercepat dan memanggil.

"Kakak Zhang...."

Dari toko perhiasaan muncul seorang laki-laki setengah baya. Dengan senang dia berteriak.

"Bos Xin, Anda sudah pulang? Setiap hari aku menunggu kepulangan Anda, sampai mata ini rasanya hampir buta...."

Dari sorot matanya tampak dia sangat sedih. Pemuda itu bertanya dengan aneh.

"Ada apa? Kakak Zhang...."

Laki-laki bermarga Zhang itu dengan nada sedih menjawab.

"Paman Hou.... dia.... dia telah meninggal...."

Pemuda bermarga Xin itu sepertinya sangat terkejut.

Dia mendekati laki-laki bermarga Zhang.

Xin Jie menggunakan ilmu menggeser tubuh, dengan cepat dia telah bergeser.

Jika ada orang yang bisa ilmu silat melihat gerakannya, orang itu pasti akan terkejut.

Pemuda itu mencengkram baju laki-laki bermarga Zhang.

Dengan gemetar dia bertanya.

"Apa.... apa yang kau katakan barusan.... Paman Hou Er telah meninggal...."

Karena dicengkram baju bagian lehernya, membuat marga Zhang ini tidak543 bisa memberontak. Dia segera menjawab.

"Benar, ceritanya sangat panjang. Kita masuk kedalam dulu. Aku akan menceritakan semuanya kepada Tuan"

Pemuda bermarga Xin itu sangat ingin tahu. Dia bertanya.

"Mengapa Paman Hou bisa meninggal? Mengapa?"

Laki-laki bermarga Zhang itu terkejut. Dengan suara gemetar dia menjawab.

"Dia meninggal...."

Baru saja selesai bicara, pemuda bermarga Xin itu sudah roboh.

Dia pingsan.

Laki-laki bermarga Zhang itu terkejut.

Dengan cepat dia memapah pemuda bermarga Xin dan membawanya masuk, kemudian menyuruh pelayan menunggu Xin Jie.

Dia sendiri pergi ke dapur untuk membuat air jahe dicampur gula merah untuk diberikan kepada pemuda bermarga Xin itu.

Sebelum air gula jahe selesai dimasak, pemuda itu sudah siuman.

Dia bertanya kepada pelayan lainnya.

"Mengapa Paman Hou bisa meninggal?"

Pemuda itu adalah bos toko perhiasan Shan Mei, bernama Xin Jie.

Setelah dia meninggalkan pulau kecil itu, dengan cepat dia kembali ke Wu Han.

Tidak disangka544 Paman Hou yang sangat baik kepadanya sejak dia kecil sudah meninggal, karena itu juga maka tiba-tiba dia bisa pingsan.

Xin Jie bertanya kepada pelayan itu.

Jawab pelayan itu.

"Sepuluh hari yang lalu, di suatu pagi, sewaktu Kakak Zhang ke sumur, dia melihat Paman Hou terbaring di sana ternyata dia sudah meninggal. Tadinya kami mengira Paman Hou terkena serangan jantung, terakhir setelah dilihat ternyata di punggungnya banyak bekas luka dalam. Kami baru tahu kalau dia meninggal karena diserang seseorang. Kakak Zhang merasa takut dan cemas, dia mengira karena Bos berteman dengan orang persilatan malka terjadilah bencana ini. Dia juga takut penjahat itu akan kembali lagi. Kemarin Paman Hou baru saja dikebumikan. Untung hari ini Bos Xin sudah kembali!"

Hati Xin Jie benar-benar terasa sangat sakit. Dia menghentakkan kaki dan berdiri, lalu bertanya.

"Di mana Paman Hou dikebumikan?"

Laki-laki bermarga Zhang itu menarik nafas.

"Aku tahu Bos Xin sangat menghormati Pak Hou, karena itu aku mengambil keputusan mengadakan upacara545 besar-besaran untuk mengebumikan Pak Hou. Kuburannya ada di luar kota, tidakjauh dari sini."

Xin Jie mengangguk.

Dia keluar dari kamar.

Zhang ingin melarangnya karena Xin Jie baru saja siuman, dia takut Xin Jie tidak kuat berjalan.

Xin Jie melihat rasa cemas dari marga Zhang.

Dengan pandangan berterima kasih sambil berjalan keluar.

Begitu sampai di luar kota, dia mengikuti petunjuk Tuan Zhang, dan menemukan gunung itu, lalu melihat ada sebuah kuburan besar.

Dia segera berlari ke arah sana.

Sejak kecil Xin Jie sudah tidak mempunyai ibu dan ayah.

Satu-satunya saudaranya adalah Paman Mei dan Paman Hou.

Setelah dia dewasa, dia menganggap mereka berdua seperti ayah dan paman sendiri dan dia sangat menghormati mereka.

Kabar duka mendalam seperti ini mana mungkin dia tidak sedih?

Tadi dia berusaha untuk tidak meneteskan air mata.

Sekarang setelah melihat nisan Paman Hou, air mata pun sudah tidak terbendung lagi.

Dia adalah seorang pesilat, walaupun merasa sedih tapi dia masih bisa menahan kesedihannya, berdiri terpaku di depan546 kuburan Paman Hou.

Xin Jie belum pernah mengalami kesedihan seperti ini selama hidupnya.

Sewaktu kecil, ayah dan ibunya terbunuh di depan matanya.

Dia terkejut dan bengong.

Sekarang setelah dewasa perasaan seperti inilah yang membuatnya sangat sedih.

Xin Jie berdiri terpaku di depan kuburan Hou Er.

Sorot matanya bengong.

Masih terlihat bekas air mata di sudut matanya.

Sekarang semua sikap waspadanya hilang.

Jika ada orang menyerangnya, dia pasti akan mati.

Dia terus bicara sendiri.

Otaknya terus berpikir siapa yang telah membunuh Paman Hou?

Ada hal yang tidak dia mengerti, mengapa Paman Hou yang mempunyai ilmu silat bisa terbunuh?

Dia ingin membongkar kuburan Paman Hou dan memeriksa mayatnya lalu mencari tahu siapa yang telah membunuh Paman Hou, tapi dia tidak bergeming.

Tiba-tiba tangannya menepak papan nisan dan berkata.

"Jika aku bertemu dengan orang yang telah membunuh Paman Hou, aku akan mencincangnya sampai hancur!"

Setelah bersumpah seperti itu, dia segera membalikkan badan dan turun gunung.547 Tiba-tiba sudut matanya melihat ada sesosok bayangan yang bergerak dari arah hutan.

Karena dia sedang merasa sedih, dia selalu curiga kepada sekelilingnya.

Karena itu dia segera masuk ke dalam hutan.

Begitu masuk ke dalam hutan, terlihat ada 2 orang laki-laki sedang bertarung.

Mereka sedang bertarung dengan hebat, mereka tidak tahu Xin Jie telah berjalan mendekati mereka.

Xin Jie bersembunyi di balik sebuah pohon.

Terlihat salah satu dari mereka berperawakan sangat tinggi dan besar.

Wajahnya dipenuhi cambang.

Dia membawa sebuah pedang dan menyerang lawannya.

Lawannya membelakangi Xin Jie, sehingga Xin Jie tidak bisa melihat wajahnya.

Dia hanya memegang kayu sepanjang 75 sentimeter dan bertarung dengan laki-laki bercambang itu.

Orang yang memegang ranting itu, seperti tidak bisa bergerak leluasa, apalagi tangan kanannya kurang lincah.

Langkah kakinya sedikit terpincang-pincang.

Ilmu pedangnya sangat bagus, mereka hanya dalam waktu singkat telah bertarung beberapa jurus.

Senjata mereka tidak pernah548 beradu.

Pantas sejak tadi Xin Jie tidak tahu ada orang yang sedang bertarung di hutan.

Pertarungan mereka berjalan dengan diam-diam.

Karena dia tidak bisa bergerak dengan lincah, laki-laki yang memegang kayu berada di pihak yang dirugikan.

Sekarang dia dipaksa mundur hingga ke pinggir hutan.

Laki-laki bercambang membentak.

"Aku ingin tahu kau akan kabur kemana...."

Pedangnya mengarah pada laki-laki yang memegang ranting.

Sejak awal Xin Jie melihat mereka bertarung, tidak mendengar mereka bersuara.

Sekarang mendengar laki-laki itu membentak, nafasnya sangat kuat.

Dia terkejut.

Melihat orang yang memunggunginya, dengan sedikit berjongkok dia sudah meluncur.

Dia berhasil terlepas dari serangan laki-laki bercambang.

Dia membalikkan kepala bersiap lagi menerima serangan laki-laki bercambang.

Sekarang Xin Jie baru melihat wajahnya dengan jelas.

Umurnya sekitar 21-22 tahun.

Wajahnya tampan.

Walaupun sudah terluka tapi dia berusaha untuk menang.

Melihat hal ini Xin Jie jatuh iba.549 Setelah berhasil menghindari serangan laki-laki itu, terlihat dia seperti kesakitan.

Xin Jie melihat dia telah ditotok, maka tubuh bagian atasnya tidak bisa bergerak dengan lincah tapi tangan kirinya tetap berusaha memegang kayu.

Dalam hati Xin Jie benar-benar terkejut karena orang itu masih bisa bertahan.

Hatinya segera tergerak.

Dia memetik ranting kayu yang sudah layu.

Tampak laki-laki bercambang itu menusukkan pedangnya lagi.

Tiba-tiba tangan kiri pemuda itu melambai.

Di depannya ada jaring kayu.

Apalagi tangan yang memegang kayu adalah tangan kiri, benar-benar sangat aneh.

Beberapa kali laki-laki itu menyerang, tapi selalu tertutup.

Hal ini membuat Xin Jie terkejut.

Dengan cepat tangan Xin Jie menyentil kayu yang dipetiknya tadi, secepat kilat kayu itu terus meluncur.

Cara Xin Jie menggunakan tenaganya sangat tepat.

Terlihat ranting kayu itu mengenai ketiak kanan dan tulang rusuk ke-11 pemuda itu.

Tubuh pemuda itu tampak ringan.

Tangan kirinya melayang.

Langit terlihat550 dipenuhi dengan bayangan pedang.

Tiba-tiba ada ranting yang memukul laki-laki bercambang itu.

Dengan cepat laki-laki itu melambaikan pedangnya.

Jurus yang dikeluarkan adalah jurus andalannya, terlihat ranting kayu itu meluncur ke bawah kemudian membawa angin besar mencari celah untuk masuk.

Sepertinya laki-laki itu tidak sanggup menahan kayu itudan tidak berani menganggap remeh kayu ini.

Jika mengenai tubuhnya maka tubuhnya akan berlubang.

Xin Jie yang berada di pinggir tidak berniat ingin membantu, tapi tiba-tiba dia berlari masuk ke dalam hutan dan berkata.

"Kalian berhenti!"

Dia sudah mengeluarkan satu pukulan.

Pemuda itu melihat ada orang berlari mendekati mereka kemudian mengeluarkan pukulan untuk menghentikan pertarungan.

Dia segera mundur beberapa meter.

Xin Jie sudah memberi hormat kepada laki-laki bercambang itu.

"Apakah Kakak adalah Zhong Zhou Yi Jian Meng Fei?"

Laki-laki bercambang itu mengangguk. Xin Jie tersenyum dan berkata lagi.

"Sudah lama aku mendengar nama besar...."551 Zhong Zhou Yi Jian menarik nafas dan berkata.

"Sudahlah, sudahlah!"

Dia melempar pedangnya itu kepada pemuda itu dan membalikkan badan berlalu dari sana. Ooo)*(ooO Bersambung....

Jilid ke Dua BAB 16 He Luo Yi Jian Xin Jie melihat sosok punggung laki-laki itu, dia tersenyum lalu membalikkan kepala melihat pemuda itu.

Pedang panjang itu dilempar, begitu pedang mendekatinya, pemuda itu baru meloncat dan menyambut pedang itu.

Xin Jie tersenyum dan memuji.

"Ilmu meringankan tubuh Kakak sangat.... Ah! Apakah kakak bermarga Wu?"

Pemuda itu sedikit terkejut dan menjawab.

"Benar, aku bermarga Wu, mengapa Kakak bisa tahu?"

"Kau benar Kakak Wu, aku bermarga Xin, namaku Jie. Guruku yang bernama Mei Shan-ming dan Tetua Wu adalah teman baik!"

Pemuda bermarga Wu itu sangat senang dan berkata.

"Ternyata Kakak Xin adalah murid Paman Mei...."

Ternyata dia pun memanggil Mei Shan-ming dengan sebutan paman.

Ternyata pemuda ini adalah putra Wu Zhao-yun.

Wu Zhao-yun mati karena dikepung oleh 5 perkumpulan553 pedang.

Semenjak ayahnya meninggal, Wu Ling-feng diangkat anak oleh seorang pesilat tangguh.

Dia diajarkan ilmu silat, tapi yang diajarkan kepadanya adalah ilmu silat peninggalan Wu Zhao-yun.

Maka itu ilmu silat Wu Ling-feng sama dengan ayahnya.

Wu Ling-feng baru berkelana di dunia persilatan.

Dia mendengar Qi-mao Shen-jun muncul kembali.

Mei Shan-ming adalah teman baik ayahnya maka dia segera datang untuk melihat kebenarannya.

Tepat saat itu Paman Hao dikebumikan, sejak kecil dia sangat akrab dengan Paman Hou maka dia datang ke kuburannya untuk bersembahyang.

Ketika sedang merasa sedih tiba-tiba dia diserang oleh seorang laki-laki.

Laki-laki itu adalah Zhong Zhou Yi Jian Meng Fei.

Meng Fei menotok pundak kanannya dan mencabut pedangnya.

Karena Wu Ling-feng sedang bersedih, dia tidak bersikap waspada saat ada orang menyerangnya.

Terpaksa dia menutup nadinya sendiri dan memotong ranting untuk bertarung dengan Meng Fei.

Mungkin Meng Fei merasa malu karena dengan cara tidak jujur dia menyerang Wu Ling-feng.

maka dia memaksa554 Wu Ling-feng bertarung di hutan, takut ada yang melihat dan dia bertarung tanpa bersuara.

Karena Wu Ling-feng harus menutup nadinya, dia lebih-lebih tidak bisa bersuara.

Mereka berdua bertarung tanpa bersuara.

Jika bukan karena kejelian mata Xin Jie, mungkin dia tidak akan melihat kedua orang itu.

Nafas Wu Ling-feng semakin lemah, dia terus dipaksa bertarung oleh Meng Fei.

Wu Ling-feng hanya bisa bertahan, tapi tiba-tiba nadi yang ditotok terkena sentilan kayu Xin Jie, maka dengan jurus-jurus Wu Zhao-yun dia berhasil memaksa Meng Fei mundur.

Sebenarnya ilmu silat Wu Ling-feng berada di atas Meng Fei tapi karena dia ditotok maka gerakan Wu Ling-feng tidak leluasa.

Setelah Xin Jie membuka totokan-nya, Meng Fei menjadi tidak tenang, ditambah lagi ada orang yang ikut campur, maka dia merasa malu kalau terus berada di sana, dia membalikkan badan dan segera pergi dari sana.

Secara garis besar Wu Ling-feng menceritakan keadaannya.

Xin Jie mengangguk dan berkata.

"Meng Fei adalah adakah murid Ku An Shang-ren dari E Mei. Dulu 5 perkumpulan itu membunuh ayahmu.555 Aku yakin kau pasti sudah tahu. Karena Meng Fei melihat pedangmu yang bernama 'Duan Hun Jian', maka dia berani menyerangmu."

Wu Ling-feng benar-benar sedih dan berkata.

"Seharusnya tadi Kakak jangan melepaskan bocah itu, hanya saja aku tidak tahu kalau dia adalah orang E Mei. Kalau saja aku tahu, aku sangat ingin mencincangnya."

Xin Jie mengangguk.

"Aku hanya membiarkannya pergi, selain meminjam mulutnya untuk memberitahu seluruh dunia persilatan bahwa murid Duan Hun Jian dan murid Qi-mao Shen-jun berniat membalas dendam. Dendam berdarah 10 tahun yang lalu!"

Mereka terus mengobrol dan saling mengagumi. Mereka langsung merasa sangat akrab. Wu Ling-feng tertawa.

"Apakah sentilan kayu tadi berasal dari Kakak Xin?"

Xin Jie mengangguk, tapi dia melarang Wu Ling-feng berterima kasih kepadanya dan dia berkata.

"Tahun ini aku berumur 20 tahun, apakah Kakak Wu...."

"Aku berusia 21 tahun. Kalau tidak keberatan, aku memanggilmu adik,556 bagaimana?"

Xin Jie setuju. Wu Ling-feng ternyata bermaksud sama. Perasaan mereka bertambah dalam lagi. Tiba-tiba Wu Ling-feng bertanya.

"Adik, di dunia persilatan ada gosip yang mengatakan kalau Paman Mei muncul kembali di Wu Han, apakah itu benar? Apakah keadaan Paman Mei baik-baik saja? Apakah aku bisa mengunjungi beliau?"

"Aku akan memberitahukan Kakak,"

Janji Xin Jie.

Dia memberitahu bahwa Qi-mao Shen-jun terluka di Wu Hua Shan.

Dia juga memberitahu tugas-tugas apa saja yang harus dilakukannya.

Wu Ling-feng mendengar demi ayahnya Paman Mei terluka dan cacat.

Dia merasa sedih.

Mereka berdua bersumpah akan membalas dendam demi Wu Zhao-yun dan Mei Shan-ming.

Terakhir membuat dunia persilatan sekali lagi menjadi kacau.

Mereka berdua turun gunung.

Sebelumnya sekali lagi mereka bersembahyang ke makam Paman Hou.

Mereka berunding akan mencaritahu dulu siapa yang telah membunuh Paman Hou.

Wu Ling-feng mengira 5 perkumpulan lah yang membunuh557 telah Paman Hou dengan tujuan memancing Mei Shan-ming keluar lalu menyuruh Meng Fei menunggu di kuburan Hou Er untuk membunuh mereka.

Xin Jie tahu kalau identitasnya belum terbongkar dan tahu kalau Paman Hou bukan dibunuh oleh 5 perkumpulan.

Apalagi ilmu yang dimiliki Paman Hou walaupun ketua 5 perkumpulan datang untuk membunuhnya belum tentu bisa membunuh Paman Hou.

Sambil berjalan mereka terus mengobrol.

Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan toko perhiasan Shan Mei.

Tuan Zhang datang menyambut.

Melihat Xin Jie membawa seorang pemuda dan di punggungnya terselip pedang panjang, dia mengira ada orang dunia persilatan yang datang dan berkata.

"Bos Xin, Tuan sudah pulang."

Dia tidak menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan Paman Hou karena takut Xin Jie akan menjadi sedih lagi.

Xin Jie menyuruh pelayan membereskan kamar untuk Wu Ling-feng.

Wu Ling-feng bertanya kepada kasir.

"Beberapa hari ini di daerah Wu Han apakah ada kabar penting yang beredar?" 558 Kasir Zhang segera mengangguk.

"Ada dan sangat banyak, tadi aku terburu-buru jadi belum sempat memberitahu Bos Xin."

Dia berkata lagi.

"Katanya Qi-mao Shen-jun muncul kembali di dunia persilatan. Hal in menarik perhatian orang dunia persilatan. Hal yang paling menggegerkan adalah 3 hari yang lalu, kantor perjalanan milik Tombak Perak Meng Bo-qi diserang dan Tuan Meng mati saat itu juga. Pembunuhnya meninggalkan pesan sebelum pergi. Semua ini adalah karena perbuatan 'Hai Tian Shuang-sha'. Berita ini membuat geger seluruh kota Wu Han."

Wajah Xin Jie berubah katanya.

"Kedua siluman itu jauh-jauh datang ke Wu Han, apakah karena mereka berniat bangkit kembali?"

Kasir Zhang menjawab.

"Aku tidak mengerti hal ini, tapi kelihatannya orang persilatan sangat ketakutan. 5 perkumpulan tidak berani banyak bicara tapi ada juga yang berani mengeluarkan kata-kata ingin menghajar kedua siluman itu."

Hati Xin Jie benar-benar kacau.

"Aku tahu dunia persilatan akan kembali kacau."

Dia berpesan kepada pelayan untuk559 memanggil Wu Ling-feng dan makan malam lalu memberitahu hal-hal yang terjadi di dunia persilatan.

Wu Ling-feng sudah lama tinggal di gunung, dia tidak tahu siapa yang disebut 'Hai Tian Shuang-sha'.

Sepertinya dia juga tidak tertarik.

Xin Jie tidak banyak bicara tapi dia sudah menyusun rencana.

Hari kedua pagi, begitu Xin Jie dan Wu Ling-feng bangun, Xie Jie memberi saran agar Wu Ling-feng mengganti penampilannya menjadi seorang pelajar agar tidak menarik perhatian orang.

Wu Ling-feng merasa ide Xin Jie masuk akal.

Dia mengganti bajunya dan 'Duan Hun Jian' yang terlihat sangat mencolok disimpan di kamarnya.

Dia ikuti Xin Jie keluar rumah.

Karena sudah sebulan lebih Xin Jie meninggalkan Wu Han, teman-teman yang kenal dengannya pasti akan merasa curiga, maka dia memutuskan untuk berkunjung dan membuat alasan masuk akal bagi mereka.

Begitu tiba di kota bagian timur, perusahaan biro perjalanan Xin Yang tampak sangat sepi.

Mungkin karena pemimpin mereka baru dikebumikan, maka di depan560 pintu masih tergantung lampion dan kain putih, suasana itu bertambah sepi dan sedih.

Mereka berjalan memutar sedikit, Xin Jie berniat mengunjung kantor biro perjalanan Wu Fei untuk bertemu dengan Jiu Gong Dan, Fan Zhi Cheng.

Begitu tiba di depan pintu kantor itu, dikantor tampak sangat sibuk.

Dia bertanya kepada salah satu pelayan di sana.

"Apakah Ketua Fan ada?"

Pelayan itu mengangguk dan menunjuk ke arah sana.

Ternyata Fan Zhi Cheng sedang mengobrol dengan seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahunan.

Fan Zhi Cheng melihat Xin Jie dan Wu Ling-feng, dia mengangguk dan berjalan mendekat.

Fan Zhi Cheng tertawa tapi wajahnya tampak kelelahan.

Sikapnya penuh dengan kekhawatiran.

Xin Jie sudah bisa menebak apa yang terjadi, tapi dia tetap pura-pura bertanya.

"Sudah lama kita tidak bertemu, apakah Kakak Fan baik-baik saja? Aku baru pulang dari Si Chuan...."

Dia sengaja berhenti bicara, melihat reaksi Fan Zhi Cheng seperti tidak mendengar perkataannya, dalam hati dia ingin tertawa.561 Dia berkata lagi.

"Aku tidak menduga kalau Kakak Meng bisa terbunuh. Aku belum memberikan ucapan bela sungkawa, hatiku merasa sangat tidak tenang."

Fan Zhi Cheng menarik nafas.

"Hai Tian Shuang-sha benar-benar kejam. Mereka ingin membuat nama mereka terkenal lagi tapi tidak perlu sampai harus mencari 2 kantor biro perjalanan milik kami. Mungkin malam ini atau besok, nyawaku juga akan melayang!"

Xin Jie pura-pura terkejut dan bertanya.

"Apa? Hai Tian Shuang-sha ingin membunuh Kakak Fan?"

Fan Zhi Cheng mengangguk. Dari balik baju bagian dadanya dia mengeluarkan sehelai kertas undangan berwarna putih dan berkata lagi.

"Undangan pengejar roh milik Hai Tian Shuang-sha dikirim kepadaku, tidak perlu membutuhkan waktu 20 jam lagi, mereka pasti akan datang...."

Dia memberikan kertas undangan putih itu kepada Xin Jie.

Di atas kertas undangan itu tergambar sebuah anak panah.

Yang bertanda tangan adalah 2 gambar pak tua.

Kedua-duanya cacat.

Tidak dipungkiri lagi kalau yang mengirim undangan itu adalah562 Hai Tian Shuang-sha.

Hati Xin Jie terus bergejolak.

Sikapnya sedikit berubah tapi mulutnya tetap berkata.

"Apakah ini adalah perintah mengejar roh?"

Fan Zhi Cheng mengangguk.

"Karena perintah mengejar roh sudah berada di tanganku, maka aku mengundang 2 pesilat tangguh datang ke sini. Aku berharap mereka bisa membantuku melawan mereka. Dan mereka telah setuju. Mari, Bos Xin aku kenalkan kepada mereka."

Dia menunjuk laki-laki agak tinggi dan berusia setengah baya.

"Dia adalah pesilat tangguh dari Dian Cang-pai Chong Zhao. Dan ini adalah orang yang baru terkenal dia bernama Lu Xing Kong."

Kemudian dia juga memperkenalkan mereka kepada Xin Jie.

Xin Jie tidak lupa memperkenalkan Wu Ling-feng kepada mereka.

Mereka mengobrol sebentar, lalu Xin Jie segera pergi dengan Wu Ling-feng.

Sepanjang perjalanan pulang Xin Jie berkata kepada Wu Ling-feng.

"Kakak, sekarang kau tahu kalau Hai Tian Shuang-sha bukan sembarangan orang. Aku563 mempunyai sebuah ide...."

Dia menceritakan rencananya. Wu Ling-feng mengangguk.

"Ide yang bagus!"

Mereka berjalan-jalan sebentar kemudian kembali ke Shan Mei.

Setelah makan, mereka mengobrol sebentar lalu kembali ke kamar untuk bersiap-siap.

Begitu tengah malam tiba, di toko perhiasan Shan Mei ada yang bertepuk tangan, kemudian muncul 2 bayangan orang seperti kucing naik ke atap rumah.

Begitu mereka melihat sebentar langsung pergi secara bersamaan.

Bulan di atas langit bersinar tidak begitu terang tapi hutan terlihat dengan jelas.

Dengan bantuan cahaya bintang, wajah mereka tertutup oleh sehelai kain, hanya terlihat 2 mata.

Kedua bayangan itu berkelebat, lalu segera menghilang dalam kegelapan.

Malam sudah larut, kantor perjalan Wu Wei masih tampak terang benderang.

Di malam begitu gelap terlihat cahaya begitu terang.

Tiba-tiba di atas atap rumah Wu Wei terdengar siulan kemudian suara aneh564 terdengar membentak.

Fan Zhi Cheng....

Dia baru selesai bicara, di bagian barat ada sesosok bayangan terbang ke atas setinggi 10-12 meter.

Dia berhenti di atas sebentar lalu berputar setelah itu baru turun.

Jurus itu memang terlihat sangat indah, dari gerakan tubuh dan gayanya memang menakjubkan.

Dengan cepat bayangan itu berada di atap rumah.

Orang itu baru sampai di atas genting, dia sudah membentak.

"Saudara Jian, kalian begitu terkenal, mengapa harus bersembunyi?"

Baru saja selesai bicara, dari kiri muncul 2 orang yang tertawa. Yang satu membentak.

"Bocah, apakah kau adalah orang yang diundang oleh Fan Zhi Cheng?"

Suara aneh dan tinggi membuat telinga tidak nyaman saat mendengarnya. Suara mereka penuh dengan tenaga seperti petir di siang bolong. Orang yang di depan segera menjawab.

"Apakah Jiu Gong Shen Dan sanggup mengundangku?"

Orang itu berkata.

"Kalau kau bukan565 orang yang membantu Fan Zhi Cheng, cepat mundur! Setelah membereskan dia...."

Tapi orang itu sudah memotong.

"Jangan banyak bicara!"

Kedua orang itu seperti terpaku. Orang pertama tertawa terbahak-bahak.

"Tidak disangka! Ha ha ha...."

Tawanya seperti teriakan setan, sangat menusuk telingat!

Mungkin dia benar-benar marah, dengan ilmu 'She Hun Gui Yin' (mengambil roh bersuara setan) dia berniat melukai lawannya.

Suara tawa itu semakin tinggi.

Orang di depannya tampak tergetar.

Sepertinya dia sudah tidak tahan dengan suara itu!

Tiba-tiba di dalam kegelapan ada yang membentak.

"Diam dan berhenti tertawa!"

Kata-katanya singkat tapi sangat jelas, seperti naga tua yang sedang berteriak tapi juga tenang.

Orang yang sedang tertawa itu terpaku dan berhenti berteriak.

Orang yang menggunakan ilmu 'She Hun Gui Yin' berhenti tertawa dan melihat ke arah dimana orang itu bersuara.

Tampak bayangan seseorang keluar.

Dia sangat luwes dan berkesan bersih.566 Dengan bantuan sinar bulan terlihat wajahnya ditutup oleh sehelai kain hitam.

Tangannya memegang sebuah pedang, perawakannya sedang, boleh dikatakan malah agak kurus.

Suara aneh itu terdengar lagi.

"Pak Tua Fan membeli begitu banyak pesilat tanguh, malam ini kalian boleh mencoba bertarung dengan Hai Tian Shuang-sha."

Hai Tian Shuang-sha, Tian Fei bisu, maka Tian Can yang selalu memerintah. Jiao-hua baru selesai bicara, orang yang wajahnya ditutup berkata.

"Malam ini kami pun ingin mengenal ilmu dari sepasang orang cacat, apakah benar ada yang istimewa?"

Tian Fei Jiao-lao entah mengeluarkan apa, dia meloncat ke depan orang yang wajahnya ditutup kemudian dengan sebelah tangan menyerang dengan membawa angin kencang.

Orang yang wajahnya ditutup melihat wajah Tian Fei yang tidak mempunyai hidung juga mulut.

Dia terkejut.

Dia mundur 5 langkah untuk menghindari desakan angin.

Jiao-lao masih berniat mengejar tapi Tian Fei sudah memberi kode dengan567 tangannya.

Kedua saudara itu saling mengerti maksud masing-masing.

Jiao-lao iap meloncat turun.

Mungkin maksud Jiao-hua, di atas masih ada orang maka dia menyuruh Jiao-lao memeriksanya.

Tapi orang yang wajahnya ditutup, dengan suara jernih menghalangi She Hun Gui Yin bersiul panjang lagi.

Seperti suara naga terbang.

Jiao-lao memang tuli dan tidak bisa mendengar tapi genting yang diinjaknya terus bergerak, membuatnya membalikkan badan untuk melihat.

Tangan kanan orang yang wajahnya ditutup itu memegang pedang, tangan kirinya memegang ujung pedang, kemudian dia melipat pedang membentuk sebuah lingkaran.

Begitu tangan kirinya melepas ujung pedang, pedang bergetar.

Ujung pedang terus meloncat-loncat, di langit hitam tergores 7 kuntum Mei-hua.

Tian Can dan Tian Fei sangat terkejut karena mereka tahu ini adalah tanda dari Qi-mao Shen-jun, Mei Shan-ming.

Hai Tian Shuang-sha dan Qi-mao Shen-jun sama-sama terkenal di dunia persilatan, tapi mereka belum pernah saling bertemu.

Beberapa hari ini Qi-mao Shen-jun568 dikabarkan muncul kembali di dunia persilatan, mereka juga telah mendengar berita ini.

Sekarang orang yang wajahnya ditutup kain itu bisa mengeluarkan 7 kuntum Mei-hua dengan pedangnya.

Mereka merasa sangat aneh.

Tian Can berpikir.

"Pedang orang itu bukan benda yang lentur, tapi dia bisa melipatnya membentuk sebuah lingkaran dan tidak sampai terputus. Tenaga orang ini benar-benar kuat. Apakah benar Qi-mao Shen-jun muncul kembali di dunia persilatan?"

Orang yang wajahnya ditutup itu berkata.

"He Luo Yi Jian, Guan Zhang Ba Jiu Hao, Hai Mei Chun Qi Mio, Shi Wai San Xian, Jiu Hao walaupun berada di Guan Zhong, mereka pun harus tetap menghormati Qi-mao Shen-jun."

Kemudian dia meloncat, seperti sebuah bola dia melenting ke tempat jauh dan suara tawanya terus mengikuti.

"Jika Hai Tian Shuang-sha tidak takut, ikutilah denganku."

Jiao-hua tertawa terbahak-bahak.

"Kita biarkan Pak Tua Fan hidup semalam lagi."

Dia memberi isyarat kepada Jiao-lao.569 Kedua orang cacat itu seperti meteor dengan cepat mengejar laki-laki yang wajahnya ditutup itu.

Tidak lamajejak mereka pun menghilang.

Di atas genting ternyata masih ada satu orang lagi yang wajahnya ditutup.

Melihat mereka bertiga sudah pergi dari sana, dia membuka kain penutup wajahnya.

Wajahnya yang tampan terlihat jelas.

Dia adalah Wu Ling-feng.

Wu Ling-feng mendengar situasi sebentar lalu bicara sendiri.

"Mengapa saat di atas genting kita harus terus mengeluarkan suara ribut, malam seperti ini sedikit suara pun tidak akan terdengar."

Angin malam mengantarkan suara senjata saling beradu.

Wu Ling-feng terkejut.

Segera meloncat dari atas genting dan masuk ke pekarangan rumah Fan Zhi Cheng.

Begitu masuk ke pekarangan, di rumah tidak terpasang lampu, suasana sangat gelap.

Baru saja dia akan berjalan kakinya tersandung sesuatu dan dia hampir jatuh.

Karena memiliki kuda-kuda kuat maka tidak sampai jatuh terjengkang, tapi cukup mengeluarkan suara keras.570 Tiba-tiba CES, korek api dinyalakan.

Dalam teranganya sinar korek api, Wu Ling-feng terkejut hampir berteriak, karena dia tersandung badan seseorang.

Begitu mendekatkan sinar koreknya ternyata itu adalah tubuh dari orang yang diundang oleh Fan Zhi Cheng, yang bernama Lu Xing Kong.

Wu Ling-feng pernah bertemu dengannya sekali, maka dia bisa langsung mengenalinya.

Di tubuh Lu Xing Kong tidak ada luka senjata, di dagu ada setetes noda darah, seperti terkena senjata rahasia beracun.

Wu Ling-feng tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Dia segera membawa korek dan terus berjalan.

Rencana mereka yang diberitahu Xin Jie adalah Xin Jie akan memancing Hai Tian Shuang-sha pergi dari sana, dan Wu Ling-feng akan menolong Fan Zhi Cheng....

dan Wu Ling-feng ingin menggunakan kesempatan ini bertanya mengenai Dian Cang-pai kepada Zao Zi Chong.

Sekarang Lu Xing Kong mati di depan pintu, benar-benar membuatnya tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi.

Dengan hati-hati dia masuk ke dalam rumah.

Di dalam ada cahaya api, di meja571 tampak seseorang sedang menelungkupkan wajahnya.

Begitu badannya dibalikkan, ternyata dia adalah Fan Zhi Cheng!

Wajah Fan Zhi Cheng sudah menghitam.

Di tubuhnya tidak ada bekas luka tapi Wu Ling-feng tahu ini dia mati karena totokan Dian Cang-pai Qi Jue Shou.

Wu Ling-feng tidak bodoh.

Melihat keadaan seperti itu, dia langsung menaruh curiga kepada pesilat tangguh Dian Cang-pai Zao Zi Chong.

Dia meletakkan korek api.

Kedua tangannya dikedepankan untuk melindungi dadanya, dia menendang daun pintu, tapi di dalam kamar kosong, tidak ada siapa pun.

Begitu dia akan maju 2 langkah lagi, tiba-tiba di depan terdengar suara angin.

Dia salto ke belakang.

Ada dua senjata rahasia lewat di depannya dan sekarang menancap di tembok.

Wu Ling-feng telungkup ke lantai.

Dia membiarkan matanya untuk terbiasa melihat kegelapan.

Ruangan itu kosong, tapi di sudut kamar seperti ada seseorang yang sedang telungkup.

Begitu Wu Ling-feng membawa korek apinya mendekat, di lantai ada sesosok572 mayat.

Bagian dadanya masih terasa hangat, sepertinya dia baru mati.

Begitu melihat wajahnya, ternyata dia adalah pesilat tangguh Dian Cang-pai, Zao Zi Chong.

Dadanya terluka sepertinya terkena luka pedang.

Semua kecurigaannya ternyata salah.

Wu Ling-feng terpaku, tapi dia melihat tangan Zao Zi Chong sepertinya memegang sesuatu.

Ternyata itu adalah sebuah paku Shang Men.

Kelihatannya tadi dia ingin melemparkan senjata rahasia itu tapi sudah kehabisan tenaga dan sebelum melempar dia sudah kehabisan nafas.

Wu Ling-feng melihat dua senjata rahasia yang tertancap di tembok.

Kedua senjata rahasia itu persis seperti milik Shang Men Ding.

Artinya senjata rahasia tadi berasal dari tembakan Zao Zi Chong.

Perubahan ini membuat Wu Ling-feng menjadi bingung.

Dia terpaku melihat mayat Zao Zi Chong.

Fan Zhi Cheng mati karena jurus Qi Jue Shou, artinya Zao Zi Chong lah yang telah membunuh Fan Zhi Cheng.

Lu Xing Kong mati lebih awal dibandingkan Fan Zhi Cheng, mungkin juga Zao Zi Chong yang membunuh mereka.

Tapi mengapa Zao Zi573 Chong berniat membunuh mereka?

Benarkah dia diundang oleh Fan Zhi Cheng untuk berhadapan dengan Hai Tian Shuang-sha?

Jika mereka dibunuh oleh Zao Zi Chong, siapa yang telah membunuh Zao Zi Chong?

Tiba-tiba dia melihat sesuatu.

Laci di meja Fan Zhi Cheng tampak berantakan.

Lemari di dekat dinding pun sudah terbuka.

"Pasti karena barang mahal milik Fan Zhi Cheng, sehingga mereka saling membunuh...."

Pikir Wu Ling-feng. Tiba-tiba dia teringat dia pernah mendengar suara senjata saling beradu. Jika Fan Zhi Cheng dan Lu Xing Kong sudah mati, lalu Zao Zi Chong mati tidak lama kemudian....

"Benar! Senjata dari dua orang saling beradu, yang satu pasti milik Zao Zi Chong, yang satu lagi pasti milik orang yang membunuh Zao Zi Chong.... mungkin orang itu belum keluar dari rumah ini. Aku harus mencari tahu...."

Baru saja dia melangkah keluar, dari luar masuk seseorang. Wu Ling-feng berdiri, menatap orang yang sedang memegang pedang dan dengan dingin berkata.

"Cara yang sangat sadis, kau574 sekaligus membunuh 3 orang!"

Kalau dia tidak bicara, Wu Ling-feng masih dalam keadaan bingung, setelah bicara, Wu Ling-feng langsung tahu kalau orang itulah yang telah membunuh Zao Zi Chong.

Dia melihat pedang yang dipegangnya masih ada darah yang menetes, dia tidak salah lagi, Wu Ling-feng segera membentak.

"Siapakah Tuan?"

Orang itu tertawa keras.

"Apakah nama Kong-dong San Jue Jian, tidak kau kenal?"

Begitu mendengar nama Kong-dong, darah Wu Ling-feng langsung mendidih, tapi dia tetap menjawab dengan dingin.

"Aku belum pernah mendengar nama itu, siapa nama Tuan?"

"Orang-orang memanggilku Tian Jue Jian, Zhu Ge-ming."

Wu Ling-feng tiba-tiba membentak.

"Zhu Ge-ming, harap keluarkan barang berharga milik Tuan Fan!"

Kedua matanya terus melihat Zhu Ge-ming.

Wajah Zhu Ge-ming tampak berubah, dia membalikkan tubuh dan segera berlari dari sana.

Wu Ling-feng bisa memastikan kalau tebakannya tidak salah, maka tanpa berpikir575 panjang lagi, dia langsung mengejar Zhu Ge-ming.

Zhu Ge-ming berlari ke arah utara, Wu Ling-feng berpikir.

"Hai Tian Shuang-sha berilmu silat tinggi, Adik Xin tidak akan kalah."

Karena itu dia terus mengejar Zhu Ge-ming. Dia terus mengejar dan menemukan jejak kaki ketua Kong-dong-pai, Jian Shi Li-e. Tapi dia tetap berpikir.

"Kalau tidak masuk ke kandang harimau, mana mungkin bisa mendapatkan anak harimau."

Karena itu dia terus mengejar, tapi sepanjang jalan dia memberikan tanda supaya Xin Jie bisa melihat tanda itu dan mengikuti jejaknya.

Tiga mayat yang tergeletak di kantor biro perjalanan Wu Wei bila ditemukan oleh orang-orang, mereka pasti menganggap kalau mereka bertiga telah dibunuh oleh Hai Tian Shuang-sha.

Seumur hidup, mereka selalu membunuh banyak orang, ditambah 3 orang lagi tidak masalah untuk mereka.

Orang yang wajahnya ditutup itu memancing Hai Tian Shuang-sha keluar kota, setelah keluar dari kota, dia berlari lebih cepat.

Hai Tian Shuang-sha melihat orang yang mengaku sebagai Qi-mao Shen-jun576 berlari sangat cepat.

Dalam hati mereka berpikir.

"Apakah benar dia adalah Mei Shan-ming?"

Karena mereka ingin tahu maka mereka pun ikut mengejar.

Guan Zhong Jui Hao dan Qi-mao Shen-jun memiliki nama yang sejajar, sekarang melihat ilmu meringankan tubuh Qi-mao Shen-jun begitu hebat, mereka berniat untuk bersaing.

Tangannya dilayangkan kedua bersaudara itu telah mengejarnya.

Mereka bertiga adalah pesilat tangguh, sekali berlari hanya terdengar suara kelebatnya angin, tidak lama kemudian mereka telah berada di kota bagian barat di sebuah gunung yang bernama Gui Shan.

Sepertinya Qi-mao Shen-jun ingin naik ke gunung itu.

Dia membalikkan kepala dan berkata.

"Gunung Gui sangat tinggi dan berbahaya, apakah kalian berdua tertarik kepada-ku sehingga malam seperti ini berniat bermain ke sana?"

Hai Tian Shuang-sha sangat berpengalaman, dalam hati mereka telah curiga dengan rencana musuh memancing mereka, tapi nama Qi-mao Shen-jun terlalu hebat, maka mereka tidak berani bertindak ceroboh, mereka melepaskan pikiran masing-577 masing, tapi bersatu mengejar Mei Shan-ming.

Qi-mao Shen-jun naik ke Gunung Gui.

Awalnya Hai Tian Shuang-sha terpaku, akhirnya Jiao-hua berkata.

"Aku ingin tahu apakah Qi-mao Shen-jun bisa menghadapi kami berdua?"

Dalam suara siulan yang aneh mereka seperti berebut naik gunung.

Gunung Gui sangat tinggi dan berbahaya, walaupun ilmu meringankan tubuh mereka sangat tinggi dan terus mengejar tanpa terasa begitu sampai di tengah gunung, hari telah terang.

Qi-mao Shen-jun yang berada di depan mereka, takut kalau mereka tidak bisa menemukannya, maka dia sering membalikkan kepala untuk memanas-manasi mereka.

Sebenarnya dia tidak perlu merasa khawatir karena Hai Tian Shuang-sha telah disiksa olehnya, maka mereka bertekad tidak akan mau melepaskan Qi-mao Shen-jun begitu saja.

Qi-mao Shen-jun terus berlari, sepanjang jalan dia terus berpikir.

"Apakah aku harus membuka penutup wajahku supaya mereka tahu kalau aku adalah putra Xin Jiu Peng."

Tapi dia berpikir lagi.

"Sekarang aku578 memalsukan identitas Qi-mao Shen-jun, lebih baik mereka tidak perlu tahu kalau aku adalah putra Xin Jiu Peng, sampai keadaan terakhir aku baru akan memberitahu mereka kalau putra Xin Jiu Peng akan membalaskan dendam ayah dan ibunya!"

Mengingat kembali ayah dan ibunya, hatinya dipenuhi dengan amarah, gerakan tubuhnya menjadi lamban, Hai Tian Shuang-sha sudah dekat, tinggal beberapa meter lagi. Xin Jie berpikir.

"Waktu yang berlalu cukup lama, Fan Zhi Cheng pasti telah lolos dari bahaya."

Pikiran ini membuatnya berhenti berlari dan membalikkan tubuh.

Hai Tian Shuang-sha melihat Qi-mao Shen-jun tiba-tiba berhenti berlari, mereka pun ikut berhenti di sebelah kiri dan kanan Qi-mao Shen-jun.

Ketiga orang itu saling berhadapan, jarak mereka tidak lebih dari 5 meter.

Xin Jie tertawa angkuh.

"Kalian berdua memang mempunyai hobi naik gunung, akhirnya kalian bisa naik gunung ini bersama dengan Mei Shan-ming."

Tian Can dan Tian Fei telah tersiksa579 selama satu malam mengejar Qi-mao Shen-jun, mereka merasa marah. Kedua wajah mereka yang jelek bertambah jelek lagi. Jiao-hua memben-tak.

"Qi-mao Shen-jun memancing kami ke sini...."

Hari telah terang.

Dari balik penutup wajahnya, Xin Jie bisa melihat Hai Tian Shuang-sha, wajah mereka masih sama seperti 10 tahun yang lalu, sama sekali tidak berubah.

Dia teringat pada ayah dan ibunya yang telah meninggal, tubuhnya gemetar, perkataan Jiao-hua tidak ada satu pun yang didengarnya.

Dia berhenti bicara sebentar, Tian Can melihat wajah Qi-mao Shen-jun datar, dia mengira Qi-mao Shen-jun tidak menganggap mereka, karena itu wajah mereka seperti api yang ditambah dengan minyak, kobarannya bertambah besar, Jiao-hua berteriak.

"Kau tidak perlu bersikap begitu sombong, kami Hai Tian Shuang-sha akan membuat darahmu mengucur di gunung ini."

Kata-kata ini membuat Xin Jie marah karena kata-kata ini sangat menusuk telinganya, dia tertawa panjang dan terdengar sedih, tangannya sudah menyerang ke arah Tian Can Jiao-hua.580 Dari balik tawa Xin Jie, Tian Can bisa merasakan ada kesedihan, dalam hati dia merasa bingung, dia berusaha menghindari serangan Xin Jie.

Jiao-lao yang berada di sisi malah menyambut serangan itu, Xin Jie tidak mundur, telapak tangan kirinya dan kepalan tangan kanannya bersamaan menyerang.

Jurus 'Lei Dong Wan Wu' dilancarkan, (guntur menggerakan benda).

Tian Can Jiao-hua tidak menghindar, dia maju setengah-langkah, kemudian kakinya menendang lutut Xin Jie.

Kaki Xin Jie seperti terpaku rapat di tanah gunung itu, kedua kepalan tangannya terus menyerang berturut-turut sebanyak 8 kali.

Angin kepalan terasa sangat keras.

Tian Can Jiao-hua terus mundur, dengan semua daya upaya dia baru bisa menghindar.

Sekarang dia percaya kalau orang yang wajahnya ditutup itu adalah Qi-mao Shen-jun, kalau satu lawan satu dia tidak akan bisa menang!

Karena itu dia memberi kode kepada Jiao-lao mereka langsung bergabung.

Jiao-lao menyerang nadi 'Zhang Men', Xin Jie tertawa, tangan kirinya keluar, dia581 berniat memecahkan jurus itu, tapi kedua telapak Jiao-lao telah membelah, tangan kiri menyerang ketiak kiri Xin Jie, tangan kanannya dibalik, kedua jarinya siap menotok.

Satu jurus dengan 3 perubahan, dan terus menyerang pada dua nadi penting.

Hal ini membuat Xin Jie sedikit terkejut.

Tiba-tiba di belakang Xin Jie terasa ada angin besar yang menyerang, sepertinya Jiao-hua menyerang dari belakang, dan Xin Jie sangat terkejut, ternyata tempat di mana Jiao-hua menyerangnya adalah jalan mundur baginya.

Dengan cepat tangan kiri Xin Jie menahan, dan sangat tepat menutup jurus Jiao-lao, tangan kanannya dengan cepat mengayun, jurus ini sangat tepat untuk memecahkan serangan Jiao-hua, tapi sayang dia terlambat, dan tenaga yang dikeluarkan tidak cukup, dia hampir terjatuh dan mundur sepuluh langkah lebih.

Ketiga orang itu terus mengeluarkan jurus-jurus aneh, kalau ada orang yang melihat dari sisi, dia pasti akan mendapatkan banyak kejadian aneh.

Hai Tian Shuang-sha merasa lawannya benar-benar mempunyai ilmu tinggi, mereka582 pun lebih berhati-hati, kepalan tangan mereka terus diluncurkan.

Ilmu silat Xin Jie sekarang berada di atas mereka, tapi kalau mereka bergabung, akan membuat Xin Jie sulit menyerang.

Hati Hai Tian Shuang-sha saling mengarti, apalagi saat mereka berdua bergabung, tenaga mereka benar-benar sangat dahsyat.

Tapi dengan sedikit tenaga Xin Jie tetap bisa memaksa mereka mundur.

Matahari telah berada di tengah langit, mereka bertiga masih terus bertarung, sudah hampir satu jam pertarungan itu berlangsung, Xin Jie dipaksa mereka berdua mundur terus.

Di belakangnya adalah jalan gunung.

Mereka memaksa Xin Jie terus naik ke gunung.

Sekarang Xin Jie berada di puncak gunung.

Di puncak Gunung Gui tidak ada awan, hari terlihat sangat cerah.

Pohon-pohon di kedua sisi jalan tampak bergoyangan dari celah daun tampak 3 bayangan manusia.

Mereka seperti kelinci yang melompat-lompat, seperti burung yang turun ke bawah.

Ketiga bayangan manusia itu tampak panjang.

Angin sepoi-sepoi berhembus, langit583 berubah, ada awan menutupi bayangan ketiga orang itu.

Ketiga bayangan itu berubah menjadi tiga titik hitam.

Tiba-tiba terdengar suara SRENG, sebuah kilauan terlihat, mungkin ada senjata terjatuh.

Ketiga bayangan itu berubah lagi, mereka bergeser ke arah dua pohon itu.

Bila dilihat dengan teliti ternyata orang yang wajahnya ditutup itu sudah mencabut pedang dan sekarang dengan erat memegangnya.

Angin bertiup lagi, pohon terus bergoyang-goyang, dan tampak celah daun lebih melebar lagi.

Awan mengikuti hembusan angin, mereka tidak bisa menutupi matahari lagi, dan matahari terus menyinari mereka, bayangan mereka tampak lebih pendek.

Matahari keluar dari balik awan, tiba-tiba terlihat cahaya, pedang dari orang yang wajahnya ditutup itu, walaupun ada orang yang tidak bisa ilmu silat melihat jurus orang itu, mereka akan merasa kalau ilmu pedang orang itu sangat bagus.

Semenit demi semenit telah berlalu, pertarungan mereka masih tampak alot.

Diam-diam Hai Tian Shuang-sha merasa584 terkejut, dengan gabungan tenaga, mereka berdua bertarung dengan Qi-mao Shen-jun, ternyata Qi-mao Shen-jun tidak kalah tapi juga tidak bisa menang dari mereka.

Matahari telah bergeser ke arah barat, bayangan mereka bertiga mengikuti matahari yang berubah arah, dari pendek menjadi panjang lagi lalu terlihat ada di atas batu.

Sewaktu matahari telah berada di barat, mereka telah bertarung sebanyak 3.000 jurus.

Pedang Xin Jie telah mengeluarkan jurus "Mei-hua San Long'.

Dalam bayangan pedang, dia telah membuat Hai Tian Shuang-sha mundur beberapa langkah.

Xin Jie menarik nafas berusaha mengatur nafasnya.

Semalaman telah berlari, setengah hari harus bertarung, tenaga Xin Jie hampir habis, dia melihat Hai Tian Shuang-sha, sepertinya.mereka tidak lelah, dalam hati dia mengagumi kedua orang cacat itu.

Jiao-lao bersiul panjang, dua kali siulan dia telah naik ke atas, dia menyerang.585 Xin Jie dipaksa lagi untuk mundur, Tian Can dan Tian Fei sepertinya mempunyai rencana jahat, mereka terus menyerang bagian kanan Xin Jie, membuat Xin Jie terus mundur hingga mendekati jurang yang ada di sebelah kiri.

Tidak sampai 10 jurus Xin Jie telah mundur hingga ke sisi jurang.

Tempat di mana dia berdiri dengan jurang tidak mencapai 15 meter.

Tapi Xin Jie telah mengetahui rencana busuk mereka, beberapa kali dia meloncat berniat melewati kepala mereka supaya dia tidak dekat dengan jurang.

Tapi Hai Tian Shuang-sha sangat berpengalaman, dengan telapak tangan mereka selalu menyerang atau dengan jurus-jurus aneh menahan Xin Jie pergi dari sana.

Jiao-hua dan Jiao-lao sekali lagi menyerang, kedua kaki Xin Jie berdiri dengan kuat.

Dia menerima 3 jurus lagi tapi saat itu juga mundur beberapa meter.

Hai Tian Shuang-sha mendorong Xin Jie dengan telapak tangan mereka.

Xin Jie mengangkat pedangnya, salah satu jurus 'Da Yan Shen Jian' dikeluarkan.

Dalam hembusan angin jurus pedang dikeluarkan sebanyak 10 jurus lebih.

Tiba-tiba jurus Xin Jie berubah lagi, dia masuk586 pada bagian kedua jurus 'Da Yan Shen Jian'.

Ilmu 'Da Yan Shen Jian' sangat dalam, perubahan terjadi terus menerus, Hai Tian Shuang-sha harus melenting ke belakang baru bisa menghindari jurus itu.

Xin Jie telah mengeluarkan jurus andalan '10 jurus Da Yan', tenaga yang dikeluar-kan sangat dahsyat.

Dia sendiri pun ikut merasa terkejut dan mundur beberapa langkah.

Dia lupa kalau sekarang dia berada di sisi jurang.

Dia baru ingat posisinya sekarang, dengan ujung kaki dia meloncat, dia berniat maju ke depan.

Tapi Hai Tian Shuang-sha sudah melenting dan sekarang sedang meluruskan tubuh, tidak ada kesempatan bagi Xin Jie untuk berlari meninggalkan sisi jurang.

Mereka bersama-sama menyerang.

Hari telah menjelang sore, matahari yang berwarna merah menyinari pedang Xin Jie, dan mengeluarkan kilau yang sangat menyilaukan.

Melihat Hai Tian Shuang-sha menyerangnya, Xin Jie terkejut, dia ingin menarik tubuhnya yang akan meloncat, pedangnya bergetar, menimbulkan banyak587 bayangan pedang.

Jurus ini disebut 'Da Yan Shen Jian' bagian 'Wu Huan Xing Yi' (benda bertukar bintang berpindah).

Jurus pedang baru dikeluarkan, dia segera menghentikannya, dengan cepat dia mengganti dengan jurus 'Xian Yun Tan Ying' dan membalikkan tangan menyerang ke arah tangan dan pergelangan musuh.

'10 jurus Da Yan' jika dikeluarkan tidak boleh berhenti dan juga harus bergerak dengan cepat, sebuah jurus belum habis harus segera diganti jurus seterusnya, dengan cara seperti itu tenaganya akan bertambah dasyat.

Jiao-hua tidak menyangka kalau jurus pedang Xin Jie begitu indah, sepertinya Xin Jie akan terlepas dari bahaya, dalam hati dia berpikir.

"Qi-mao Shen-jun benar-benar mempunyai kepandaian tinggi, hari ini adalah kesempatan baik, kami harus bisa mengalahkan dan memusnahkan ilmunya, supaya kelak akan berkurang lagi seorang musuh kuat."

Sifat Tian Can sangat keras, mereka telah berencana seperti itu, dan segera membentak, mengeluarkan tangan kuat mennyambut serangan Xin Jie dengan588 pedangnya.

Jurus-jurus Xin Jie bertujuan memaksa Hai Tian Shuang-sha mundur supaya dia bisa terlepas dari tempat berbahaya itu, maka serangan yang dilakukan pun sangat cepat.

Tapi dia tidak memakai semua tenaganya, sekarang melihat Jiao-hua merebut pedangnya, Xin Jie terkejut, tapi pedangnya telah dipegang Jiao-hua.

Dengan cepat Xin Jie mengeluarkan tenaga dalamnya, pedangnya terus bergetar dan mengeluarkan suara, tapi tangan Jiao-hua seperti terbuat dari emas!

Begitu Jiao-hua memegang pedang, tangannya menyerang wajah Xin Jie!

Terdengar suara CHA, CHA, pedang panjang Xin Jie yang dipegang Jiao-hua putus, Xin Jie melenting untuk menghindari serangan Jiao-hua.

Angin serangan telapak itu terasa sangat kencang, membuat penutup wajah Xin Jie terlepas, dengan cepat Xin Jie mengambil kembali kain penutup wajahnya, kain berada di tangannya dan dikepal.

Dengan cepat dia melambaikan lengan bajunya untuk menutupi wajahnya, dia sepertinya tidak ingin kedua cacat itu589 melihat wajahnya....

sebenarnya wajah Xin Jie tidak ditutup pun tidak menjadi masalah, hanya saja bila penutup wajahnya terlepas, otomatis orang itu akan menutup wajahnya dengan tangan.

Xin Jie merasa ada angin besar menyerangnya, dari sudut mata dia melihat Jiao Hao datang menyerang, kalau tidak segera menghindar Xin Jie akan terluka parah, tapi kalau ingin menghindar dia harus mundur, tidak ada cara yang tepat!

Dalam waktu begitu sempit terpaksa Xin Jie mengambil jalan mundur, dia melenting ke belakang, sewaktu tubuhnya berada di tengah udara, dengan tenaga dalamnya dia membuka penutup wajahnya dan berusaha mengait tangan lawan yang menyerang.

Jiao-hua sepertinya sudah tahu kalau Xin Jie akan berbuat seperti itu, tangan kanannya dibalikkan, malah berbalik menangkap tangan Xin Jie.

Begitu Jiao-lao berhasil menangkap kain penutup wajah itu, dia merasa ada tangan yang mencengkramnya dengan kuat.

Xin Jie merasa caranya gagal, terpaksa dia melepaskan tangan dan pasrah590 jatuh ke dalam jurang.

Tapi dari sudut matanya dia melihat telapak Jiao-hua mengeluarkan darah dan kulitnya sobek, mungkin karena tadi dia dengan paksa merebut pedang.

Dia melihat ke atas, sepertinya dia akan terjatuh beberapa puluh meter dari bibir jurang.

Tapi dia masih sempat melihat wajah Hai Tian Shuang-sha yang menoleh ke arah jurang.

Dia sangat marah, tapi dia hanya bisa menarik nafas panjang, mengingat dendamnya yang belum terbalas, dan sekarang dia harus mati, maka dia pun merasa sedih....

Dari atas terdengar tawa senang, tapi suara tawa itu semakin jauh.

Apakah karena Hai Tian Shuang-sha telah pergi?

Atau karena dia jatuh ke jurang yang dalam dan dalam....

Ooo)*(ooO BAB 17 Lembah teratai suci dan sepi Di sebelah barat Chang Jiang ada sebuah kota besar….bernama Han Yang.

Di utara kota Han Yang ada sebuah gunung bernama Gui Shan (Gunung Kura-Kura), gunung itu dengan She Shan (Gunung591 Ular) yang ada di Wu Chang letaknya saling berhadapan.

Di sebelah utara kota Han Yang ada sebuah danau bernama Xi Yue Hu, pemandangan di sana sangat indah.

Di sisi danau itu ada sebuah kuil kecil.

Kuil itu terletak di atas gunung, dan jarang ada orang yang datang kesana.

Mungkin yang tahu keberadaan kuil ini pun tidak terlalu banyak.

Sekarang adalah musim gugur, matahari masih menggantung di tengah langit, tapi rumput-rumput di sisi jalan telah layu.

Hal ini memberitahu kepada kita bahwa musim gugur akan berlalu.

Sore hari.

Matahari yang telah lelah membawa sinar merahnya memudar.

Pohon-pohon bambu memancarkan kilauannya.

Cat dinding kuil itu tampak telah terkelupas sehingga menimbulkan warna terang, karena disinari oleh matahari maka dinding itu tampak seperti baru dicat.

Di atas pintu kuil tertulis 'Shui Yue An' (kuil air bulan).

Di bawah papan nama 'Shui Yue An', tampak seorang biksuni berbaju putih sedang duduk di depan pintu.

Tubuhnya yang592 berperawakan panjang tampak kalau dia memiliki sosok langsing dan ringan.

Kedua matanya memandang ke arah jauh, sorot matanya bening seperti mengandung air mata.

Di bawah bulu matanya yang panjang dan lentik, tampak hidung yang mancung dan kecil.

Ditambah dengan mulutnya yang kecil, kecantikannya seperti kecantikan seorang gadis tapi kepalanya yang botak menjadikannya tampak aneh.

Keadaan aneh.

Kulitnya yang mulus dibungkus dengan baju biksuni berwarna putih, membuat bajunya yang besar dan longgar tampak bagus.

Sinar matahari menyorot tubuhnya, tapi hatinya seperti berada beberapa meter di dalam salju.

Dari balik air matanya dia melihat seraut wajah tampan dan tubuh yang bergerak lincah, mata besar yang penuh dengan perasaan....

Dia terus memanggil.

"Kakak Jie, Kakak Jie...."

Dia adalah Jiu Mei Ling....

bukan, sekarang dia bernama Biksuni Jing Lian (teratai suci).

Sorot matanya melihat awan di sebelah593 barat, awan dan bintang seperti bersatu dan membentuk bulatan, akhirnya bentuknya pun memudar.

Dalam hati dia berpikir.

"Menurut orang kuno 'awan putih angin hijau' sebenarnya bukan hanya awan putih saja, semua hal yang ada di dunia ini, selalu berubah. Begitu melihat dia berubah, semua akan kembali ke semula, tidak tersisa sedikit pun."

Dari dalam kuil terdengar guru tua sedang mengetuk ikan kayunya, membuat sore itu bertambah tenang.

Tiba-tiba sorot matanya melihat setitik bayangan, dia mengusap-usap matanya, menghapus air matanya yang terus berlinangan, dan membuka matanya lebar-lebar untuk melihat....

Dari bibir jurang tampak ada bayangan seseorang yang meloncat ke bawah, dia melihat itu adalah bayangan manusia.

Kepala berada di bawah dan kaki berada di atas, dia terjatuh ke jurang.

Dia tahu jurang itu sangat dalam, mungkin ada ribuan meter dalamnya, jangankan sampai terjatuh, melihat ke bawah saja pada saat mendengar ada suara datang594 dari bawah akan membuat siapa pun merasa pusing dan hati bergetar.

Kalau orang itu terjatuh kejurang apakah orang itu bisa bertahan hidup?

Karena terkejut hampir saja dia berteriak, tapi ada hal aneh terjadi, orang itu membalikkan badannya, kakinya sekarang berada di bawah, kepalanya berada di atas, kemudian kedua kakinya terus bergerak.

Pada awal melihatnya sepertinya orang itu akan mati, tapi begitu dengan teliti melihat, kecepatan jatuhnya semakin melambat.

Jing Lian adalah orang dunia persilatan, sekali melihat dia sudah tahu bahwa tendangan orang itu yang membuat gerakan jatuhnya melambat.

Orang itu turun dengan pelan, tubuhnya dengan miring melayang, dia tidak pernah melihat semua ini Tubuhnya turun dengan lurus, lalu pelan-pelan turun dengan miring.

Benar-benar ilmu meringankan tubuh yang hebat.

Di bawah adalah jurang yang dalamnya ribuan meter, kalau terjatuh ke dalam sana, sekalipun dewa, tetap akan mati.

Orang itu dengan perlahan melayang, dia ingin turun595 di hutan bambu itu.

Sewaktu dia turun ke arah pohon bambu, dia mendengar teriakan perempuan, suara itu mengandung tenaga hebat, membuat hatinya bergetar, tapi karena dia harus berkonsentrasi, dia tidak bisa memecah pikirannya maka dia hanya bersiul panjang.

Kedua kakinya berada di atas pohon bambu itu sebentar dan ....

Sewaktu orang itu turun, Biksuni Jing Lian telah melihat wajah orang itu, maka dia terkejut dan berteriak.

Hampir dia berteriak.

"Kakak Jie...."

Saat dia hampir bersuara, dari dalam kuil terdengar suara lonceng, suara lonceng itu terus bergema di lembah, dia segera tersadar dan ingat kalau dia telah mencukur rambutnya, dia telah menjadi seorang biksuni!

Tapi orang yang berada di atas pohon bambu wajahnya tampan, orang itu adalah Kakak Jie yang setiap hari dirindukannya.

Mana mungkin tidak akan membuat jantungnya berdebar-debar?

Dia tidak tahu mengapa selama dua bulan dia tidak bertemu Kakak Jie, ilmu silat Kakak Jie nya sudah bertambah tinggi,596 kemudian dia menekuk satu kakinya dan meloncat, dia seperti sebuah bola meloncat ke atas.

Biksuni Jing Lian sangat terkejut, dalam hati dia berpikir.

"Ilmu meringankan tubuh Kakak sangat tinggi tapi kalau ingin meloncat keatas lagi, rasanya mustahil!"

Biksuni itu berusaha menahan teriakannya, tapi wajahnya yang cantik penuh dengan kekhawatiran.

Tapi Xin Jie dengan mantap sudah berada di tengah jurang, walaupun dinding sangat licin, tapi ada lekukan di dindingnya, dan Xin Jie menapak di batu yang menonjol, kalau dari jauh melihat, Xin Jie seperti menempel di dinding jurang.

Dia tetap mengumpulkan nafas dan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi, sekali lagi meloncat, akhirnya sosoknya tidak tampak lagi.

Kalau ada yang menceritakan kepada orang lain tentang apa yang terjadi tadi, mereka pasti tidak akan percaya kalau di dunia persilatan ini ada ilmu meringankan tubuh begitu tinggi.

Jing Lian melihat semuanya, tapi dia tidak mempunyai kesempatan mengatakannya pada orang lain.597 Sebenarnya terkejut oleh ilmu meringankan tubuh tinggi Xin Jie tidak lebih besar dari tekanan batinnya.

Sekarang dia hanya bisa bengong, tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

Dia tidak berpikir kalau ilmu meringankan tubuh yang begitu hebat, dimiliki oleh pemuda berwajah tampan yang selalu dirindukannya.

"Kakak Jie, kita akan berpisah selamanya, seperti awan dan kabut bila tertiup angin akan menghilang hingga tidak tampak...."

"Tapi aku ingin sekali lagi bertemu denganmu. Walaupun hanya sebentar tapi aku sudah merasa puas...."

"Mulai sekarang aku adalah orang di luar dunia ini, berhati tenang seperti air dan bersih. Tentang dirimu, kau pasti masih mempunyai banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Setiap hari aku akan berdoa untukmu.... berdoa agar kebahagian selalu bersamamu.... semuanya...."

Air matanya mengalir dari sudut matanya yang indah mengalir ke wajahnya lalu menetes ketan ah.

Tanah kering segera menghilangkan tetesan air matanya.

Dia berdiri, berjalan dengan gontai598 dan perlahan.

Bayangan putih berada di lembah, seperti sekuntum bunga teratai putih....

seperti namanya sekarang.

Matahari sudah terbenam.

Suasana akan segera menjadi menjadi gelap, Danau Xi Yue tampak sedikit terang.

Angin malam terus berhembus di lembah itu, membuat siapa pun merasa dingin.

Bayangan seseorang turun seperti anak panah....

dia tidak bermaksud berlari dengan cepat seperti anak panah melainkan naik ke atas jurang dengan bersusah payah seperti panah.

Dengan bersusah payah dia menaiki jurang itu, kemudian kedua tangannya terangkat.

Dia sudah berada di sisi jurang.

Walaupun sedikit mengalami kesulitan tapi cara seperti ini jarang terlihat.

Dia berdiri tegak kemudian menarik nafas panjang.

Mungkin sejak tadi dia menahan nafas, membuat wajahnya sedikit merah.

Dia berkata pada dirinya sendiri.

"Ilmu Ji Mo Shen Bu benar-benar sangat berguna. Jika tadi aku tidak menggunakannya, mungkin sekarang aku sudah mati di dasar jurang."

Dia membalikkan tubuh, berjongkok599 untuk melihat ke bawah.

Di bawah jurang hanya tampak awan dan kabut, tidak tampak dasarnya, hanya terdengar suara air mengalir dan mengenai batu-batuan.

Jika tidak ada hutan bambu, walaupun dia mempunyai ilmu silat tinggi dia tetap akan mati karena Hai Tian Shuang-sha.

Dia memikirkan kembali teriakan perempuan yang didengarnya tadi.

Teriakannya terdengar penuh kecemasan dan terkejut.

Suara itu seperti sangat dikenalnya!

Tapi karena dia sedang mengumpulkan nafas, dia tidak sempat melihat kekiri atau kekanan.

Sekarang dia baru teringat hal tadi, apakah di bawah jurang tadi tinggal seseorang?

Tapi itu tidak mungkin.

Apakah teriakan tadi hanya ilusinya?

Xin Jie kebingungan dan menggelengkan kepala.

Lalu dia berkata.

"Mei Ling! Kau berada di mana sekarang...."

Di dalam kabut tebal, seorang gadis cantik terus melihat ke arahnya dengan penuh perasaan, hampir saja dia berlari kesana.

Tiba-tiba wajah yang cantik itu berubah menjadi 2 wajah yang jelek.

Dia langsung menghentikan laju tubuhnya.600 Karena berhenti tiba-tiba, sebuah batu besar tertendang masuk ke dalam jurang dan lalu menghilang ke dalam awan dan kabut.

Suara batu yang jatuh ke dasar jurang tidak terdengar sama sekali.

Dia terkejut dan diam-diam marah kepada dirinya...."

Xin Jie, Xin Jie, mengapa kau begitu bodoh?

Dendam ayah dan ibu belum terbalas, tapi otakmu hanya dipenuhi dengan perasaan antara laki-laki dan perempuan.

Bagaimana dengan perintah Paman Mei, kematian Paman Hou...."

Mengingat hal-hal itu, keringatnya terus mengalir.

Angin malam terus berhembus dengan dingin.

Dia memegang tangannya yang berkeringat dingin, tubuhnya bergerak seperti asap lalu menghilang dalam kegelapan.

Kemunculan Qi-mao Shen-jun, Hai Tian Shuang-sha, lalu dua kali membunuh orang-orang, membuat kota Wu Han sangat tegang.

Ditambah lagi dengan masalah yang terjadi antara Wu Dang dan Kong-dong, kedua perkumpulan itu saling menyerang.

Orang-orang merasa dunia persilatan akan banjir darah lagi.

Semenjak Tombak Perak Meng Bo-qi dan601 Jiu Gong Shen Dan Fan Zhi Cheng terbunuh, kantor biro perjalanan di kota Wu Han tutup semua.

Semua orang mengira dengan kemunculan Hai Tian Shuang-sha, pasti akan terjadi hal yang lebih hebat lagi.

Tapi semenjak Fan Zhi Cheng terbunuh, Hai Tian Shuang-sha pun menghilang.

Dunia persilatan menjadi tidak tenang.

Di propinsi An Hui, di sebuah jalan, di suatu sore hari, ada seseorang.

Oh, bukan, harus dikatakan sesosok manusia dan seekor kuda.

Kuda berwarna putih bersih, tidak tercampur dengan warna lain.

Penunggangnya memakai baju pelajar bersih.

Udara dipenuhi pasir tapi bajunya tetap tampak bersih.

Di punggungnya terselip sebuah pedang panjang.

Jika dilihat dengan teliti, kau pasti akan terkejut.

Pelajar penunggang kuda itu begitu tampan.

Wajahnya yang putih tampak kemerahan, benar-benar seperti seekor naga berjalan harimau meloncat.

Sepertinya dia adalah orang yang mempunyai ilmu tenaga dalam tinggi.

Kuda berlari dengan cepat, tiba-tiba dia berteriak tertahan, kuda itu dengan cepat berhenti.

Matanya melihat sebuah pohon besar yang ada di sisijalan.602 Pohon itu terukir sebuah gambar pedang.

Ujung pedang menunjuk ke arah utara.

Gambar pedang itu tidak terukir dengan dalam.

Jika tidak diperhatikan dengan benar, tidak akan tampak.

Langit sudah gelap, kuda berlari lebih cepat lagi.

Mengapa pelajar itu bisa melihat dengan jelas?

Dia menatap langit kemudian berkata pada dirinya sendiri.

"Sepanjang jalan Kakak Wu telah memberi tanda dan menyuruhku pergi ke arah utara. Dia pasti menemukan sesuatu, hanya saja sekarang sudah malam, aku harus mencari suatu tempat untuk beristirahat semalam."

Kebetulan jalan itu sangat terpencil.

Kuda sudah berlari hingga 1 kilometer lebih, tapi tetap tidak tampak ada penginapan di dekat sana.

Rumah petani pun tidak ada, hanya ada batu batuan dan hutan di sepanjang jalan.

Burung malam terus berteriak, membuat bulu kuduk merinding.

Hari semakin malam, di sekeliling sana semakin sepi, hanya terdengar suara kuda berlari.

Pelajar penunggang kuda itu memang tidak tampak takut tapi dia tampak cemas.603 Tiba-tiba di tempat tidak jauh dari sana terdengar suara teriakan kesakitan.

Walaupun suara itu tidak keras tapi cukup menusuk telinga.

Pelajar itu menjadi tegang.

Suara teriakan terdengar lagi.

Di sekeliling sana adalah kuburan.

Sinar bulan tidak begitu terang tapi pada saat menyinari peti mati yang tampak kuno dan tua, menjadikan suasana disana sangat menakutkan.

Kudanya pun seperti takut dengan keadaan seperti ini.

langkah larinya menjadi perlahan.

Suara teriakan ketiga terdengar lagi.

Pelajar itu melihat ada 2 bayangan manusia.

Dua bayangan orang yang tinggi dan panjang.

Mereka berbaju putih dan tampak ditambal-tambal.

Anehnya mereka memakai topi merah tinggi, ditambah dengan perawakan mereka yang tinggi, mungkin tinggi mereka ada sekitar 3 meter.

Dua wajah yang sama, berwarna kuning, kedua mata tampak menonjol.

Wajah mereka seram tidak seperti wajah manusia.

Mereka naik kuda.

Kedua lutut tidak ditekuk sama sekali.

Mereka seperti terbang.

Burung malam terus berteriak menambah suasana menjadi604 menakutkan.

Pelajar yang berada di atas kuda berusaha menenangkan diri, tapi kuda yang ditungganginya mulai ketakutan kepada kedua orang itu.

Kuda terus mundur.

Kedua setan itu tiba di hadapan pelajar.

Mereka terasa membawa angin dingin, membuat pelajar itu gemetar karena kedinginan.

Kedua tangannya memegang tali kekang kuda dengan erat, keringat dingin terus menetes.

Dia berusaha menarik nafas dan membentak.

"Siluman mana yang berpura-pura menjadi setan untuk menakuti-nakutiku! Aku, Xin Jie ada di sini!"

Xin Jie bukan nama seorang dukun, untuk apa dia berteriak?

Tapi manusia memang seperti itu, apa dia sengaja berteriak supaya mengusir ketakutannya?

Tapi suara bentakan itu terasa kalau tenaga dalam orang itu sangat tinggi.

Udara di sekeliling tergetar hingga berdenging.

Kedua setan itu saling berpandangan.

Mereka melayang melewati Xin Jie, terdengar setan sebelah kiri berkata.

"Lao Er, apakah kau telah salah melihat? Kemampuan orang ini sudah berada pada tahap ilmu menarik sorotan mata orang605 lain, apakah karena dia takut kita berpura-pura menjadi setan? Tadi teriakannya seperti teriakan singa, jika tidak berlatih selama 10 tahun hingga mempunyai tenaga dalam seperti ini, dia tidak akan bisa bersuara seperti tadi."

Setan kanan berkata.

"Lebih baik kita pergi dari sini secepat mungkin!"

Suaranya menjauh. Xin Jie melihat kedua setan itu. Dia marah tapi juga merasa tenang. Tali kekang yang masih dipegangnya sudah gepeng. Pikir Xin Jie.

"Dua orang yang berpura-pura menjadi setan, ilmu meringankan tubuh mereka sangat bagus, tapi siapakah mereka sebenarnya?"

Sambil berpikir, tali kuda dipegang semakin kencang.

Kuda putih itu berlari dengan cepat.

Semenjak Xin Jie mendapatkan ilmu dari Pin Fan Shang-ren, kemampuan ilmu silatnya bertambah satu kali lipat dari semula.

Walaupun sinar bulan tidak begitu terang tapi matanya bisa melihat dengan sangat jeli.

Dia melihat di dalam hutan terdapat sebuah rumah, karena itu dia merasa sangat senang.

Jalan hutan606 berkelok-kelok, dia melihat ada sebuah kuil kecil di hutan itu.

Hutan sangat gelap.

Xin Jie mengikat kudanya di sebuah pohon dan pelan-pelan mendekati kuil tua itu.

Tiba-tiba dia merasa tegang.

Setiap maju selangkah sepertinya dia tambah mendekati bahaya.

Xin Jie seperti mempunyai firasat.

Begitu dia memegang pintu kuil itu, dia tidak berusaha mendorong pintu....

Akhirnya dia mengetuk pintu kuil, tapi pintu itu ternyata terbuka sendiri.

Dan pintu sama sekali tidak terkunci.

Di dalam kuil sangat gelap dan tercium bau busuk.

Ini bukan tempat tinggal manusia.

Baru saja dia melewati pintu dan berniat mengambil korek api, tiba-tiba ada yang menyerangnya....

Tangan Xin Jie yang berada di balik baju bagian dada tidak sempat dikeluarkan.

Kedua kakinya tidak bergerak.

Dia segera melenting ke belakang.

Tubuhnya membentuk sudut siku-siku.

Jika yang menyerangnya tadi adalah senjata rahasia, pasti senjata itu telah lewat....

Tapi tidak terdengar suara senjata rahasia yang lewat.607 Baru saja Xin Jie akan bergerak, bagian perutnya diserang lagi.

Kali ini Xin Jie segera tahu kalau yang menyerangnya adalah sebuah tangan dan itu adalah 2 jari yang mencoba menotok nadinya.

Xin Jie sangat terkejut, dalam kegelapan orang itu bisa mengetahui posisi nadinya dengan tepat.

Tangan dia tidak ragu-ragu berbalik menangkap tangan lawannya, tapi lawannya bisa merubah gerakan dalam waktu singkat, ternyata orang itu sangat gesit dan mempunyai ilmu silat tinggi.

Jika tempat yangbegitu gelap, bisa melihat Xin Jie membuka kelima jarinya dan menotok di 5 titik nadinya.

Cara ini benar-benar menunjuk-kan kalau ilmu Xin Jie adalah ilmu yang sangat tinggi.

Dalam kegelapan tidak tampak apa pun, tapi orang yang menyerang Xin Jie bisa mengetahui semua gerakan Xin Jie dengan jelas.

Xin Jie mencoba mencakar, tapi kelima nadinya terancam tertotok oleh lawannya.

Kemudian terdengar orang itu bersuara, kemudian terjatuh....

Xin Jie terkejut dan mundur 2 langkah.

Xin Jie merasa cakarnya tidak mengenai sasaran dan lawan dengan608 jurus aneh seperti seekor ikan lolos dari cengkramannya dan sempat memukul perut Xin Jie....

Yang membuat terkejut adalah pukulan ini sangat lembut tidak bertenaga.

Xin Jie hanya merasa sedikit sakit tapi tidak sampai terluka.

Dia berdiri dengan bengong, lawan sudah membentak.

"Penjahat tua tidak tahu malu, apakah kau berniat membunuh semua orang...."

Suaranya terdengar masih sangat muda seperti suara anak-anak kemudian terdengar nafasnya terengah-engah.

Xin Jie bingung tapi matanya mulai bisa menangkap bayangan seseorang.

Mungkin karena dia sudah terbiasa dalam kegelapan.

Walaupun tidak begitu jelas tapi dia bisa melihat orang itu setengah berbaring di bawah, sepertinya dia sedang sakit berat.

Tiba-tiba CESS', korek api dinyalakan.

Ruangan itu menjadi terang.

Api dari korek yang dipegang Xin Jie, orang itu berada di dalam gelap, karena itu Xin Jie tidak bisa melihat orang itu tapi segera dia berteriak terkejut.

Begitu korek didekatkan, Xin Jie baru609 bisa melihat yang sedang terbaring di bawah adalah seorang remaja, rambutnya berantakan.

Sepertinya dia baru berumur sekitar 15-16 tahun.

Bajunya sangat kotor dan ditambal-tambal.

Dia persis seperti seorang pengemis kecil.

Sekarang dia membuka matanya lebar-lebar.

Matanya yang besar melotot melihat Xin Jie, dan sepertinya dia juga sangat terkejut.

Ternyata remaja ini walaupun wajahnya kotor, rambutnya berantakan, tapi jika dilihat lagi dengan teliti, kedua alisnya seperti dilukis, hidungnya besar, bibir merah, gigi putih dan rata.

Walaupun wajahnya kotor tapi dari kulit lehernya tampak kalau kulitnya halus, seperti seorang tuan mu da yang kaya.

Remaja itu bertanya.

"Ada hubungan apa antara kau dan Penjahat Tua Li?"

"Apa? Siapa Penjahat Tua Li?"

Remaja itu menggelengkan kepala.

"Kau bukan orang yang disuruh Penjahat Tua Li.... Aku tanya kepadamu, apakah ketika kau masuk ke sini, kau tidak tahu kalau aku ada di sini?"

Xin Jie tertawa di dalam hati.

"Jika aku adalah orang suruhan Penjahat Tua Li,610 aku juga tidak akan tahu kalau kau berada di dalam kuil ini."

Tapi mulutnya menjawab.

"Aku tidak kenal siapa Penjahat Tua Li yang kau sebut tadi."

Remaja itu seperti menahan sakit saat berbicara. Mendengar kata-kata Xin Jie tadi, dia mengeluh.

"Kalau begitu aku bisa tenang!"

Tiba-tiba dia kram dan terjatuh ke lantai.

Begitu mendekatnya untuk melihat, kedua alisnya berkerut seperti menahan sakit.

Xin Jie berjongkok untuk melihatnya.

Mungkin karena merasa sangat sakit, air matanya menetes dari mata remaja itu, membuat debu yang menempel di wajahnya terhapus.

Kulit putih wajahnya tampak jelas.

Xin Jie merasa remaja itu pasti anak orang kaya, mengapa dia berpenampilan seperti seorang pengemis dan terbaring di kuil terpencil ini?

Sepertinya dia terluka parah.

Remaja itu terus meneteskan keringat dingin.

Dia tidak tega lalu memegang wajahnya.

Wajahnya terasa sangat dingin.

Tiba-tiba di belakang mereka ada yang berkata dengan dingin.

"Penjahat tidak tahu malu, hentikan perbuatanmu!" 611 Terasa ada angin kencang menyerang di belakang Xin Jie. Dengan bantuan cahaya korek, Xin Jie melihat kedua kaki orang itu telah memasang kuda-kuda. Dia tidak bergerak, tapi dia sudah menotoknadi 'HuaGai'. Orang itu tertawa dingin. Suasana itu membuat siapa pun merasa merinding, tapi dia sama sekali tidak menyerang Xin Jie. Tiba-tiba terasa ada angin kencang mencengkram pundak kiri Xin Jie. Jika jari Xin Jie dimajukan, dia bisa menotok lawan tapi pukulan di pundak akan membuatnya mati. Sepertinya jurus ini bukan berasal dari belakang Xin Jie melainkan serangan dari temannya. Mereka berdua sangat kompak dan teratur. Xin Jie memasang kuda-kuda dan punggungnya menghadap musuh. Pinggangnya bergerak 2 kali, satu tangan dengan 4 jarinya sudah menotok lawan. Terdengar orang yang menyerangnya tidak berhasil menyerangnya, dia meloncat ke belakang tapi api dari korek yang dipegang Xin Jie sedikit pun tidak bergoyang. Perlahan-lahan Xin Jie membalikkan tubuhnya. Begitu membalikkan tubuh, mereka612 bertiga terkejut.... Ternyata dua orang yang menyerang Xin Jie adalah 2 orang yang tadi berpura-pura menjadi setan. Tapi mengapa setelah mereka pergi lantas kembali lagi? Setelah melihat dengan jelas kalau orang itu adalah Xin Jie, mereka sama-sama terkejut. Orang yang berada di kiri tertawa kering. Wajahnya yang kuning terpasang mata memancarkan kemarahan. Api menyinari topi tingginya yang berwarna merah, membuat siapa pun yang melihatnya merasa takut. Orang yang berada di kanan wajahnya mirip sekali dengan orang yang berada di sebelah kiri, hanya saja wajahnya sedikit berwarna hitam. Dia berkata dengan dingin.

"Apakah Penjahat Tua Li ingin membunuh?"

Karena marah, meja sembahyang dibelah dengan tangannya.

Xin Jie pernah melihat ilmu meringankan tubuh mereka berdua, tidak disangka tenaga telapak mereka pun begitu lihai.

Dia terus dituduh sebagai anak buah Penjahat Tua Li.

Walaupun tahu mereka telah salah paham kepadanya tapi melihat mereka begitu galak, dia merasa tidak perlu613 menjelaskan keadaan sebenarnya.

Xin Jie tidak sudi melihat kedua orang ini.

Dia hanya membalikkan kepalauntuk melihat remaja itu.

Remaja itu sepertinya telah melewati masa sakit yang amat sangat.

Dia mulai bisa bicara.

Melihat kedua laki-laki yang galak itu seperti melihat orang yang dekat dengannya.

Sambil menangis dia berkata.

"Paman Jin...."

Air matanya sudah menetes.

Kedua orang itu berebut mendekat lalu menggendong remaja itu ke dalam pelukan mereka.

Mereka terus mengelus-elus rambutnya yang berantakan.

Mulut mereka terus berkomat kamit.

Apa yang mereka katakan, Xin Jie tidak mengerti.

Melihat kedua laki-laki jelek itu bisa mengeluarkan kasih sayang yang kental, kebenciannya sudah menghilang.

Topi tinggi berwarna pun tidak terlalu mencolok mata lagi.

Remaja itu seperti anak yang kelelahan lalu diam di pangkuan ibunya.

Dia menangis tersedu-sedu sepertinya sangat sedih.

Laki-laki yang wajahnya agak hitam itu berkata.

"Anak baik, kami benar-benar telah menyusahkanmu...." 614 Remaja itu melihatnya sambil berlinangan air mata dan berkata.

"Akhirnya aku mampu menjaga sarung pedangku dengan baik dan tidak direbut oleh penjahat tua itu...."

Laki-laki yang wajahnya agak kuning berteriak.

"Anak baik, untung kau bisa mencari tempat sebagus ini. Tadi paman sudah beberapa kali lewat tempat ini, lalu pada saat kembali lagi baru bisa menemukan tempat ini. Ketua kita benar-benar hebat."

Suaranya tinggi tapi gagah.

Remaja itu melihatnya.

Wajah yang kotor menggesek baju bagian dada laki-laki tersebut.

Wajahnya menjadi bersih dan putih.

Xin Jie baru bisa melihat dengan jelas remaja ini.

Sepertinya dia baru berusia 15-16 tahun tidak lebih dari 12 tahun.

Wajahnya kecil tapi sikapnya tabah dan tegar.

Hanya sebentar di terdiam, lalu menangis lagi dan berkata.

"Tapi penjahat tua itu sepanjang jalan bergiliran mengejarku. Aku merasa takut dan lelah.... Penjahat Tua Li memukulku dengan telapaknya. Jika bergerak, aku meras sangat kesakitan...."

Melihat remaja ini terluka hingga seperti ini, kedua laki-laki itu615 benar-benar marah.

Kedua alis mereka yang jelek berkerut menjadi satu, dan mereka tampak lebih jelek lagi.

Telapak tangan dari laki-laki berwajah yang lebih kuning memukul ke arah tumpukan tanah, membuat pasir beterbangan dan berkata.

"Lao Er, dendam ini harus kita catat dalam kepala kita...."

Dia kembali berkata pada remaja itu.

"Peng Er, Paman akan membantumu membalas dendam, jangan menangis lagi. Semua ketua Gai-bang adalah pahlawan. Jangan mudah meneteskan air mata. Coba paman periksa lukamu."

Dari nada bicaranya, Xin Jie bisa merasakan ada perasaan hangat.

Kedua laki-laki itu membuka baju remaja itu.

Wajah mereka segera berubah, ternyata luka remaja ini bukan luka ringan.

Laki-laki berwajah kuning tiba-tiba dengan cepat menotok dada remaja itu, dia ditotok hingga 12 kali kemudian menarik nafas panjang lalu berdiri.

Laki-laki berwajah hitam berkata.

"Peng Er, paman akan membuat darah bekumu menyebar. Atur nafasmu, maka kau akan cepat sembuh."

Kata laki-laki berwajah kuning,616

"Marga Li benar-benar tidak berperasaan. Baik, kita lihat saja nanti!"

Baca Juga: Pendekar Bayangan Setan 8

Baca Juga: Pendekar Riang 9

Related Posts:

Disqus Comments

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert

© 2017 cerita silat online - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger