Pedang Bunga Mei 3

Eps 3 Pedang Bunga Mei - Gu Long

Baca online Pedang Bunga Mei - Gu Long

Cersil Pedang Bunga Mei - Gu Long.

Mata mereka terlihat sangat bersemangat.

Dari sana dapat diketahui kalau mereka adalah pesilat berilmu tinggi, sepertinya pak tua itu berilmu paling tinggi.

Dia memikirkan bagaimana kedudukan dan masa depannya.

Dia tidak mau membuat orang persilatan marah, apalagi membuat marah pesilat-pesilat tangguh ini.

Sekarang tubuhnya pun terasa lemas, pundaknya terasa sakit, dia tidak ingin mencari musuh.

Karena itu dia berusaha tersenyum kepada pak tua itu dan bertanya.

"Apa anda ada keperluan apa denganku?"

Baru sajaberkata seperti itu, terasa Jin Mei Ling sedang menarik-narik lengan bajunya. Pak tua itu melihat Xin Jie lalu melihat Jin Mei Ling. Dalam hati dia309 berpikir dengan aneh.

"Ilmu silat pemuda ini begitu tinggi, siapakah dia? Aku belum pernah mendengar ada orang seperti ini. Anehnya mengapa dia terlihat begitu dekat dengan putri Jin Yi-peng, tapi malah bertarung dengan murid tertua Jin Yi-peng. Apalah dia kawan atau lawan?"

Setelah berpikir seperti itu, dia bermaksud menarik Xin Jie masuk ke dalam kubunya, dia memberi hormat dan menjawab.

"Aku adalah Tang Bin dari Si Chuan. Kali ini datang kesini karena ada sedikit perselisihan dengan Jin Yi-peng. Ilmu silat Tuan sangat bagus, siapakah nama dan marga Tuan? Dan siapa pula guru Tuan? Sepertinya Tuan dan Du Jun Jin Yi-peng ada perselisihan juga. Seharusnya ktia bisa menjadi teman."

Tang Bin sangat licik. Dia berusaha membuat Xin Jie berdiri di pihaknya. Xin Jie tertawa, Xin Jie sudah mengetahui maksud Tang Bin. Dia berkata.

"Aku tidak berniat bermusuhan dengan kalian."

Ternyata Xin Jie juga mengetahui tentang Si Chuan Tang Men.

Mereka sangat terkenal dengan senjata rahasia dan racunnya.

Orang-orang persilatan sangat310 takut kepada mereka.

Orang-orang Tang Men berhati sempit, jika ada sedikit perselisihan dengan mereka, mereka pasti akan membuat susah.

Jika membuat mereka marah, seumur hidup akan terus dicari mereka.

Xin Jie berkata.

"Ternyata pak tua adalah tetua Tang yang sangat terkenal. Aku memberi hormat kepada Anda, memberi hormat."

Dia menghindari 2 pertanyaan Tang Bin, tidak memberitahukan nama dan marganya. Dengan sikap sangat segan Xin Jie berkata lagi.

"Aku dan Jin Yi-peng tidak berselisih juga tidak ada permusuhan. Jika tetua Tang ingin membalas dendam, silakan, tapi Jin Yi-peng tidak ada di sini."

Tian Mo Jin Qi mendengar kalau ketiga orang itu adalah musuh gurunya, tapi sekarang ini dia sedang terluka parah dan tidak bisa bertarung.

Si Chuan Tang Men terkenal sangat kejam, apalagi Tang Bin adalah hantu penagih nyawa.

Sepertinya hari ini dia sulit lolos dari tangan mereka, dia pikir lebih baik mati dengan jantan sebagai seorang laki-laki sejati.

Sifatnya yang keras muncul.

Dia menahan dadanya311 yang terasa sakit, dengan cepat dia berlari ke depan mereka dan berkata.

"Jika kalian mencari guruku, lawanlah aku aku dulu, Jin Qi. Walaupun aku sudah terluka parah tapi aku tidak takut pada kalian begitu saja."

Tang Bin tertawa panjang.

"Baiklah, baiklah, Jin Yi-peng tidak ada, dan akan digantikan oleh muridnya atau putrinya pun sama. Ling Er, Man Er, biasanya kalian selalu mengeluh kalau sasaran kalian berlatih senjata rahasia kalian kurang bagus, sekarang ada 2 sasaran yang hidup untuk kalian berlatih."

Gadis itu tertawa keras.

"Paman kedua lebih menyayangi kami. Hei, Kakak Ling, kau tembak yang laki-laki dan aku akan menembak yang perempuan. Kita lihat siapa yang mengenai sasaran paling banyak?"

Pemuda itu adalah putra ketua Tang Men, bernama Du Lang Tang Ling (laki-laki beracun, Tang Ling). Dia tertawa dan menjawab.

"Aku tidak mau bertanding denganmu. Kau boleh menyerang gadis itu tapi jangan sampai mengenai wajah cantiknya, jika tidak aku akan memukulmu."

Yang satu bicara yang satu menjawab.

Mereka seperti menganggap Jin Qi adalah312 salah satu benda yang mereka simpan di dalam tas mereka.

Sifat Jin Qi memang aneh, semakin diejek, dia malah semakin tidak marah.

Dia hanya diam-diam mengatur nafas dan bersiap-siap menyerang.

Paling sedikit dia bisa membunuh salah satu dari mereka.

Tapi Jin Mei Ling sudah marah.

Kemarahan membuat wajah-nya merah.

Dia ingin melawan tapi Xin Jie pelan-pelan sudah menariknya.

Xin Jie tertawa.

"Aku sudah lama mendengar tetua Tang adalah salah satu tetua dunia persilatan yang terkenal. Aku sangat mengagumi Anda. Tapi setelah bertemu dengan tetua Tang, malah membuatku kecewa."

Wajah Tang Bin berubah.

Dia benar-benar tidak tahu identitas Xin Jie.

Dia hanya merasa pemuda itu berilmu silat sangat tinggi dan bahasanya terdengar tajam.

Dia seperti sangat berpengalaman, karena itu Tang Bin merasa aneh.

"Aku kira tetua hanya berselisih dengan Jin Yi-peng, lalu apa ada hubungan dengan yang lain? Apalagi mereka ini, yang satu adalah perempuan, yang satu lagi sudah terluka parah. Jika tetua bertarung sekarang, kelak jika kabar ini tersebar313 keluar, orang lain akan menganggap kalian mengambil kesempatan dalam kesempitan. Yang tua menekan yang muda. Aku kira pak tua tidak akan mau menanggung rasa malu ini!"

Kata-kata Xin Jie penuh dengan sindiran.

Wajah Tang Bin berubah.

Waktu dia mendarat, begitu melihat Jin Qi bertarung dengan pemuda itu, dia bermaksud menunggu hingga Jin Qi kalah atau Jin Qi merasa kelelahan, setelah itu dia baru akan bertarung dengan Jin Qi.

Jika Jin Qi mati, hanya tinggal Jin Mei Ling.

Dengan kekuatan mereka bertiga, membunuh Jin Mei Ling akan sangat mudah.

Dia menganggap Xin Jie bermusuhan dengan Jin Yi-peng.

Dia tidak tahu kalau hubungan di antara mereka sangat rumit.

Sekarang kata-kata Xin Jie seperti duri begitu menusuk daging, tepat mengenai sasarannya.

Tapi dia tidak mau berselisih dengan Xin Jie sebelum mengenal Xin Jie dengan baik.

Dia seorang yang kejam, jahat, juga licik.

Kemudian dia terdiam.

Du Lang Tang Ling tertawa sinis.

"Tuan bukan menantu Jin Yi-peng, lebih baikjangan ikut campur."314 Xin Jie tertawa terbahak-bahak.

"Jika aku adalah menantu Jin Yi-peng, bagaimana?"

Du Lang Tang Ling marah dan tangannya masuk ke dalam tasnya kemudian tangannya melambai.

Senjata rahasia berupa butiran kecil dilepaskan ke arah tenggorokan, pundak, dada, dan perut Xin Jie.

Tangannya kembali masuk ke dalam tas kemudian mengambil senjata rahasia lagi lalu dilepaskan lagi.

Semua dilakukan dalam waktu hampir bersamaan, benar-benar sangat cepat.

Ditambah lagi senjata rahasia itu tidak berwarna juga tidak bersuara.

Seumur hidupnya Qi-mao Shen-jun tidak pernah memakai senjata rahasia, tapi dia sangat hafal dengan semua senjata rahasia dari semua perkumpulan termasuk bagaimana cara mengatasinya, dia mewariskan ilmu ini kepada Xin Jie.

Di kamar batu itu, di dalam kegelapan, dia bisa melihat benda-benda di atas meja dengan jelas.

Apalagi sekarang hari begitu terang, dia tahu yang tadi dilemparkan adalah 3 senjata rahasia Tang Men, jarum beracun, pasir beracun, dan butiran beracun.315 Dia tertawa dingin.

Lengan bajunya yang lebar dikibaskan.

Karena pundak kirinya telah terkena pukulan Jin Qi, dia tidak leluasa bergerak tapi tangan kanannya masih bisa bergerak lincah.

Lengan bajunya membawa angin kencang membuat 6 butir bulatan beracun jatuh di tempat jauh, dan tubuhnya tidak bergeser sein chi pun.

Gerakannya membuat 3 orang Tang Men ini benar-benar terkejut.

Tian Mo Jin Qi sendiri merasa aneh.

Dia berpikir.

"Ilmu silat orang itu benar-benar sangat tinggi. Aku jarang melihatnya tapi mengapa saat dia bertarung denganku tadi sepertinya dia tidak sekuat sekarang?"

Dia tidak tahu pengalaman Xin Jie dalam menghadapi musuh sangat kurang, boleh dikatakan tidak ada sama sekali.

Biasanya orang persilatan walaupun tidak berpengalaman dalam bertarung, tapi pada saat belajar di perguruan sedikit banyak pasti pernah berlatih berkelahi dengan guru, adik, atau kakak seperguruannya.

Tapi Xin Jie tidak pernah mengalaminya.

Karena itu pada saat dia bertarung dengan Jin Qi, dia bersilat hanya bisa mengeluarkan 60% dari kemampuan ilmu silatnya.316 Sekarang dia menyambut senjata rahasia pemuda itu dengan berkonsentrasi penuh.

Dia bisa melihat senjata rahasia dengan jelas dibandingkan dengan orang lain.

Senjata rahasia Tang Men bisa terkenal karena senjata mereka tidak bersuara juga tidak berwarna.

Jika sudah seperti itu bagaimana orang bisa menghindar?

Xin Jie menganggap senjata rahasia Tang Men tidak menakutkan sama sekali.

Dia sedikit menyalahkan 'Paman Mei' nya mengapa selalu menganggap senjata rahasia Tang Men begitu hebat.

Tang Bin berlari ke depan Xin Jie.

"Aku yakin Tuan pasti mempunyai seorang guru hebat, tapi aku yakin di dunia persilatan ini yang pantas menjadi guru Tuan tidaklah banyak. Jika aku tidak salah menebak, apakah gurumu adalah 'Tian Xia Di Yi Jian' Jian Shen Pendekar Li?"

Dalam hati Xin Jie ingin tertawa.

"Matamu telah salah melihat."

Tang Bin melihat Xin Jie hanya diam, dia mengira tebakannya benar dan berkata lagi.

"Aku dan Pendekar Li saling mengenal dan aku juga kenal dengan beberapa kakak317 dan adik seperguruan Tuan, tapi mengapa aku tidak pernah bertemu dengan Tuan? Ngomong-ngomong, kita masih sekeluarga, mengapa Tuan harus ikut campur persoalan ini?"

Dia mengira kata-katanya benar, karena dia tidak mau berselisih dengan Kong-dong-pai juga tidak mau ada pesilat tangguh yang ikut campur dalam masalahnya.

Maka dia berharap Xin Jie jangan ikut campur dalam masalahnya.

Xin Jie malah tertawa terbahak-bahak.

"Perkataan tetua Tang tidak kumengerti. Siapa itu Pendekar Jian Shen Li, aku sama sekali tidak kenal dengannya. Masalah Tuan Tang, aku benar-benar tidak ingin campur tangan, aku hanya orang kecil tidak mempunyai guru terkenal, tapi...."

Xin Jie berhenti tertawa lalu melanjut-kan.

"Aku mempunyai sebuah permintaan, harap tetua Tang bisa memberikan keringanan padaku."

"Katakan saja!"

"Aku berharap hari ini tetua Tang bisa memberi keringanan demi diriku. Kelak aku pasti akan membalas kebaikan Tuan. Jika ada orang persilatan yang mengetahui318 hal ini, mereka pasti akan memuji jiwa besar tetuaTang begitu luas dan tidak sependapat dengan anak-anak muda ini."

Tang Bin tertawa dingin dan berkata.

"Kalau aku tidak mau memberikannya, bagaimana?"

"Kalau begitu aku akan lepas tangan, biar tetua Tang berhadapan langsung dengan keturunan Jin Yi-peng."

Begitu mendengar kata-katanya, kelima orang di sana terkejut.

Mereka tidak menyangka dia berani menjawab seperti itu.

Apalagi Jin Mei Ling, hatinya langsung terasa dingin.

Kemarahannya hampir membuatnya pingsan dan berpikir.

"Tidak disangka, aku begitu mencintainya, tapi yang kudapat hanya kata-kata seperti itu. Ya sudahlah, biar aku mati di depannya."

Dia terdiam. Tang Bin juga terpaku dan berpikir.

"Orang ini benar-benar pintar, melihat perubahan yang begitu cepat, dia memang tidak mau dirugikan."

Sambil tertawa Tang Bin menjawab.

"Kalau begitu, itu akan lebih baik, aku sangat berterima kasih kepada Tuan."

"Tapi,"

Xin Jie tertawa lagi.

"yang319 akan dihadapi tetua Tang Bin hanya keluarga Jin Yi-peng. Jika bukan dari keluarga Jin Yi-peng, aku kira Tuan Tang tidak akan mau bertarung dengan mereka."

"Itu sudah pasti,"

Tan Bin terus merasa kata-kata Xin Jie sangat aneh.

"Kalau begitu ini akan sangat baik karena yang ada di sini kecuali Tian Mo Jin Qi, sudah tidak ada keluarga Jin Yi-peng lagi,"

Kata Xin Jie. Tang Ling tertawa dingin.

"Mungkin masih ada satu."

"Aku kira tidak ada,"

Sanggah Xin Jie.

"Aku kenal Jin Yi-peng bukan hanya satu atau dua hari, apakah Nona Jin bukan putri Jin Yi-peng? Jika kau menganggap Tang Ling adalah orang bodoh, kau salah besar."

Xin Jie tertawa terbahak-bahak.

"Nona ini adalah istriku. Apakah dia adalah keturunan Jin Yi-peng atau bukan, masa aku tidak tahu? Tuan bukan orang bodoh, aku juga bukan orang bodoh."

Jin Mei Ling baru mengerti apa maksud perkataan Xin Jie.

Sifat Xin Jie sangat aneh.

Dia tidak pernah melakukan sesuatu yang dia kira dia320 tidak sanggup melakukannya.

Sekarang yang dipikirkannya adalah bagaimana cara melawan 3 pesilat tangguh itu karena saat itu dia juga sudah terluka.

Jin Mei Ling masih merasa lelah dan lapar.

Apalagi setelah menjadi istrinya, dia pasti merasa lemas.

Dalam keadaan seperti itu Tian Mo Jin Qi pasti akan bergabung dengannya, tapi dia sendiri pun sudah terluka parah.

Jika bertarung kesempatan menang sangat tipis.

Setelah berpikir lama, terpaksa dia menggunakan cara ini.

Setelah mendengar kata-kata Xin Jie, orang-orang Tang Men itu jadi terpaku.

Tang Ling marah dan membentak,"Kau mau menipu"

Paman Kedua, kita jangan termakan tipuannya. Tapi Tang Bin malah menundukkan kepalanya seperti berpikir, tiba-tiba dia berkata.

"Apakah perkataanmu benar?"

"Siapa yang berniat menipumu?"

Xin Jie balik bertanya.

"Aku adalah pesilat yang tidak bernama di dunia persilatan, tapi aku juga bukan orang yang senang berbohong."

Kedua alis Tang Bin tampak berkerut.321 Sorot matanya tajam seperti pisau dan terus melihat Xin Jie. Tiba-tiba dia berkata.

"Man Er, Ling Er, bereskan marga Jin itu."

Tang Ling dan Tang Man mengeluarkan cambuk emas.

Itu adalah salah satu senjata Tang Men.

Cambuk itu terbuat dari emas murni, bisa bersifat lembut, bisa menjadi senjata keras, tapi jurus-jurus yang dipakai tetap sama.

Nama Si Chuan Tang Men sangat terkenal, kecuali tiga senjata rahasianya, jurus cambuk emas yaitu 'Qi Sha Duo Ming Bian Fa' (cambuk pencabut tujuh nyawa) juga sangat terkenal.

Kelihaian orang Tang Men adalah melepaskan senjata rahasia dari tangan kiri, dan serangan cambuk digunakan saat bersamaan.

Orang bisa menghindari serangan cambuk, tapi tidak dapat menghindari serangan senjata rahasia.

Selama ratusan tahun Tang Men bisa berdiri kokoh di dunia persilatan.

Lima perkumpulan besar juga selalu memberi muka kepada mereka semua bukan tanpa alasan.

Cambuk mereka berdua dikeluarkan, mereka mulai bergerak.

Dua kilauan emas menotok ke arah Jin Qi.

Benar-benar senjata322 yang hebat.

Bisa menjadi senjata keras juga bisa menjadi senjata lembut untuk menotok.

Tian Mo Jin Qi bukan orang biasa.

Walaupun tubuhnya sudah terluka parah, tapi dia masih tetap terlihat tangguh.

Dia memutar tubuhnya, berhasil keluar dari celah kedua cambuk itu lalu menyerang Tang Ling dan Tang Man.

Dia membentak.

"Adik seperguruan, apakah kau tidak mau mengakui guru lagi?"

Tang Bin bertanya kepada Xin Jie.

"Jika nona ini bukan keturunan Jin Yi-peng, lalu dia keturunan siapa?"

Xin Jie ingin menjawab tapi Jin Mei Ling melepaskan pegangan tangan Xin Jie dan berkata.

"Jin Yi-peng adalah ayahku. Kalian boleh cari aku! Aku akan melayani kalian!"

Tang Bin tertawa terbahak-bahak dan berkata.

"Memang seharusnya seperti itu, jangan terus bersembunyi!"

Perkataannya baru selesai, dia menyerang dengan tangannya.

Dia tidak memakai senjata karena dia merasa itu tidak perlu.

Keadaan sudah berobah begitu.

Xin Jie ingin diam pun sudah tidak bisa.

Dia telah323 melihat Hai Tian Shuang-sha membunuh ibu dan ayahnya, karena waktu itu dia masih kecil dia tidak berdaya, keadaan sekarang ini sudah tidak sama.

Sekarang dia adalah seorang pemuda berilmu tinggi, mana mungkin dia akan membiarkan Jin Mei Ling bertarung mati-matian sendiri dengan orang lain.

Mungkin jika dia ikut bertarung, belum tentu dia akan kalah.

Dia bersiap-siap akan turun tangan.

Dan pertarungan besar akan terjadi segera.

Siapa yang akan mati, tidak ada seorang pun yang tahu.

Waktu itu muncul hal yang membuat siapa pun akan terkejut, membuat orang yang sedang bertarung segera menghentikan pertarungan.

Tiba-tiba muncul seorang gadis berpakaian tipis.

Dia sedang berjalan ke arah mereka, sambil berkata.

"Kalian jangan berkelahi! Perkelahian hanya akan membuat orang pusing!"

Xin Jie dan orang-orang di sana merasa terkejut, karena tempat pertarungan mereka sangat luas, entah sejak kapan gadis itu muncul di sana, mereka benar-benar tidak tahu.

Yang perlu diketahui, keenam324 orang itu adalah pesilat tangguh yang keberadaannya dihitung dengan jari.

Jangankan manusia, daun yang jatuh pun dapat mereka ketahui segera.

Mengapa baru sekarang mereka tahu kalau ada seorang gadis muncul di depan mereka?

Xin Jie melihat gadis ini berumur paling sedikit 15-16 tahun.

Dia memakai baju berkain tipis.

Kedua matanya indah seperti bintang, kulit seputih giok.

Tubuh yang dibalut kain tipis itu benar-benar molek, dia tidak seperti seorang manusia melainkan dewi yang baru turun dari langit.

Selain cantik, dia seperti sangat suci.

Xin Jie berpikir.

"Gadis ini benar-benar cantik. Di antara Adik Ling dan Adik Kun, tadinya aku mengira tidak ada yang bisa menandingi kecantikan mereka, tapi jika dibandingkan dengan kecantikan gadis ini, kecantikan mereka kalah jauh."

Kecuali Tang Bin, semua orang di sana tertarik dengan kecantikan gadis itu. Jin Mei Ling merapikan rambutnya yang berantakan. Diam-diam berpikir.

"Di antara aku dan gadis ini, siapa yang lebih cantik...."

Melihat ekspresi Xin Jie, dia hanya bisa menarik nafas.

"kelihatannya325 aku kalah cantik."

Tang Bin berpikir.

"dari mana datangnya gadis ini? Siapakah dia?"

Keenam pikiran mereka satupun tidak ada yang sama, tapi mereka sama-sama telah digetarkan oleh kehadiran gadis itu.

Dua belas mata tidak berkedip memandang gadis itu.

Gadis itu tertawa, terlihat giginya yang bersih dan rata.

Dia tertawa.

"Apa enaknya berkelahi? Jika kalian tidak ada kerjaan, kita main kucing-kucingan saja, untuk apa berkelahi? Kata ibu orang yang senang berkelahi bukan orang baik. Hei! Apakah kalian adalah orang baik?"

Pertanyaan ini membuat orang-orang di sana tidak bisa menjawab.

Tang Bin yang sudah lama berkelana di dunia persilatan dan selalu dijuluki si penagih nyawa.

Orang-orang dunia persilatan yang melihatnya seperti seekor ular.

Sekarang dia ternyata dianggap seperti anak-anak oleh gadis itu, dia benar-benar marah.

Kecantikan gadis itu memang tiada duanya dan sangat misterius.

Tang Bin telah bertemu dengan berbagai macam orang, tapi baru kali ini dia melihat gadis seperti ini.326 Hatinya berputar-putar memikirkan hal ini.

Dia berpikir dalam hati kalau gadis ini pasti bukan gadis sembarangan.

Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi Xin Jie sudah menyambung.

"Baiklah.... baiklah, kita akan bermain kucing-kucingan. Apakah Nona mau ikut bermain?"

Gadis itu tertawa.

"Kakak sangat baik, aku senang bermain kucing-kucingan, tapi sayang orang-orang selalu berlari dengan pelan, aku mudah sekali menangkap mereka. Kalian pasti bisa berlari lebih cepat dari mereka. Aku yang akan menjadi kucing dulu, siapa yang tertangkap, maka dia yang akan menjadi kucing. Apakah kalian setuju?"

Tang Bin tidak bersuara.

Tian Mo Jin Qi yang mempunyai sifat buruk, sampai tega membunuh ayah kandungnya sendiri.

Sekarang menyuruhnya bermain kucing-kucingan, kedua alisnya berkerut dan siap marah.

Tapi gadis itu sudah berlari ke depannya, sambil tertawa dia bertanya.

"Apakah Kakak mau ikut bermain?"

Dilihat dengan sorot mata seperti itu, dia seperti terhipnotis oleh mata itu, dengan gugup dia menjawab.

"Ayo, kita bermain!"327 Gadis itu bertanya kepada Tang Ling.

"Bagaimana denganmu?"

Tang Ling adalah orang yang gila perempuan. Sejak tadi dia sudah tertarik dengan kecantikan gadis ini. Begitu mendengar ajakannya, dia segera menjawab.

"Aku ikut.... ikut."

Wajah Tang Bin terlihat ragu karena di antara keenam orang di sana, pengalamannya yang paling banyak.

Awalnya saat dia melihat Xin Jie, dia sudah terkejut penasaran dengan asal usul pemuda itu.

Sekarang setelah melihat gadis itu, dia merasa lebih aneh lagi.

Jika gadis itu tidak mempunyai ilmu meringankan tubuh tinggi, mana mungkin secara tiba-tiba dia muncul di depan 6 orang pesilat tangguh, dan tempat ini adalah tempat yang luas!

Saat dia sedang terkejut, gadis ini sudah berada di depannya dan bertanya sambil tertawa.

"Kakak yang sudah tua, apakah Kakak juga akan ikut bermain?"

Wajah Tang Bin memerah.

Sejak lahir sampai sekarang, tidak ada yang memanggilnya kakak tua.

Sekarang dia dipanggil seperti itu oleh gadis ini, dia merasa malu, tapi panggilan itu enak328 didengar.

Diam-diam dia berpikir.

"Gadis ini benar-benar lucu."

Karena itu dia menjawab.

"Aku akan ikut bermain."

Tang Man melihat paman keduanya yang senang membunuh orang dengan mata tidak berkedip, sekarang malah ingin bermain kucing-kucingan, ternyata wajahnya pun bisa menjadi merah.

Dia tertawa.

Tang Bin melotot.

Tang Man segera berkata.

"Aku juga akan ikut bermain."

Wajah gadis itu penuh dengan tawa dan senyuman, dan dia berkata.

"Kalian semua ikut bermain, ini sangat baik."

Dia berjalan ke depan Xin Jie dan berkata.

"Kakak, tolong carikan sebuah sapu tangan untuk menutupi mataku."

Xin Jie melihat tawa gadis itu seperti bunga. Dia terpaku. Gadis itu tertawa lagi. Wajahnya menjadi merah. Jin Mei Ling marah dan cemburu. Tiba-tiba dia berkata.

"Aku tidak akan ikut bermain."

Xin Jie melihatnya lalu memberi isyarat tapi Jin Mei Ling tidak mau melihatnya. Gadis itu terpaku kemudian berkata.

"Jika kakak ini tidak ikut bermain, biarlah329 dia menjadi wasit tapi tidak boleh berbuat curang."

Tang Bin berlari ke depan Jin Mei Ling dan berkata dengan dingin.

"Kau tidak mau ikut pun tidak apa, tapi kau tidak boleh melarikan diri."

Gadis itu bertepuk tangan, tertawa.

"Kakak tua ini larinya cepat, lebih cepat dari A Hua dan A Gou."

Tang Bin mendengar gadis ini memujinya, dalam hati dia merasa sangat senang.

Tapi mendengar kecepatannya setara dengan A Hua (Kucing) dan A Gou (anjing), dia marah tapi tidak bisa berkata apa pun.

Xin Jie tertawa.

Tang Man membalikkan wajahnya.

Ternyata dia juga ingin tertawa, tapi takut dimarahi oleh paman keduanya.

Gadis itu melihat Xin Jie kemudian tertawa dan berkata.

"Hei! Cepat ikat sapu tangan ini di mataku."

Xin Jie mengeluarkan sehelai sapu tangan dari balik dadanya. Dia melihat wajah Jin Mei Ling berubah warna. Dia tertawa dalam hati.

"Rasa cemburunya benar-benar besar."

Dia memberikan sapu tangan itu dan330 berkata kepada gadis itu.

"Ikat sendiri."

Gadis itu cemberut. Dia mengambil sapu tangan itu dan berkata.

"Mengikat sendiri pun tidak apa, siapa yang membutuhkanmu?"

Tang Ling datang dan berkata.

"Biar aku membantumu mengikatnya."

Gadis itu masih cemberut dan berkata.

"Aku tidak butuh bantuanmu untuk mengikatnya."

Tang Bin seperti kembali ke masa beberapa puluh tahun yang lalu. Yaitu saat dia bermain kucing-kucingan di kuburan. Bantuan Tang Ling telah ditolak oleh gadis itu. Paman keduanya menertawakan dia.

"Jangan coba-coba menjilat!"

Jika kata-kata ini keluar dari mulut orang lain, Tang Ling pasti akan marah.

Tapi yang berkata seperti itu adalah Tang Bin, maka Tang Ling tidak berani marah, hanya terlihat dari wajahnya kalau dia marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Gadis itu telah mengikat sapu tangan itu sendiri dan berkata.

"Aku akan berhitung 3 kali, setelah selesai kita mulai bermain, kalian harus hati-hati."

Jin Mei Ling masih marah dia hanya331 berdiri di tempat jauh dan dia masih marah kepada Xin Jie karena berusaha menjilat gadis itu. Gadis itu sudah bertanya.

"Apakah sudah?"

Semua orang menggunakan kemampuan ilmu masing-masing. Tang Bin memben-tak.

"Jangan lari jauh-jauh."

Dia terus mengikuti Jin Qi karena takut kalau Jin Qi sampai kabur. Jin Qi melotot.

"Kau meributkan soal apa? Jika aku mau kabur, sejak tadi aku sudah kabur."

Gadis itu bertanya lagi.

"Apakah sudah?"

Xin Jie diam-diam berpikir.

"Aku ingin lihat dengan cara apa kau akan menangkap orang-orang ini, kecuali kalau kau mempunyai ilmu silat yang tinggi."

Dia berpikir kalau dia pun mempunyai ilmu meringankan tubuh yang tinggi, tapi jika mengejar orang-orang itu dengan mata tertutup, dan orang-orang pergi jauh sepertinya satu pun tidak akan tertangkap.

Diam-diam dia mengkhawatirkan gadis itu.

Baru saja selesai berteriak, dia sudah melayang.

Jin Mei Ling yang berdiri di332 tempat jauh benar-benar terkejut dan berpikir.

"Ilmu meringankan tubuh gadis ini bukan ilmu meringankan tubuh lagi melainkan ilmu terbang!"

Baju tipis berwarna putih tertiup angin.

Kaki gadis itu seperti tidak menapak tanah.

Dia terbang mengikuti arah angin.

Ooo)*(ooO BAB 10 Ketua pulau Wu Ji Gadis itu sekali lagi memperagakan ilmu meringankan tubuhnya, Tang Bin kembali menarik nafas dan berpikir.

"Untung tadi aku tidak bertindak ceroboh dan bisa berpikir, apakah hari ini aku telah bertemu dengan setan? Dari mana asalnya pemuda itu dan dari mana pula datangnya gadis itu? Yang satu terlihat kuat sedangkan yang satu lagi ilmu meringankan tubuhnya seperti hanya ada pada legenda-legenda. Hari ini mata dan telingaku terbuka lebar."

"Siapakah dia? Aku belum pernah mendengar ada orang yang mempunyai ilmu meringankan tubuh begitu lihai,"

Pikir Tang Bin, dia terus menebak-nebak.

Tiba-tiba dari belakang ada yang menepuknya karena333 terkejut dia segera membalikkan badan, ternyata gadis itu sudah ada di belakangnya, sambil membuka sapu tangannya dia tertawa.

"Aku berhasil menangkap satu, ternyata kakak tua, kali ini giliranmu yang menjadi kucing."

Dia berteriak lagi.

"Kalian cepat ke sini, aku berhasil mendapatkan satu."

Tapi sewaktu dia melihat yang tersisa hanya tinggal 3 orang dan kurang 2 orang, dengan aneh dia bertanya.

"Kemana yang lainnya?"

Tang Bin pun terus mencari, hanya terlihat Tang Ling dan Tang Man yang sedang berjalan ke arah mereka, sedangkan Tian Mo Jin Qi sudah berlari jauh, setelah dilihat lagi dengan benar ternyata Xin Jie dan Jin Mei Ling pun telah menghilang.

Karena terkejut Tang Bin berteriak.

"Ling Er, Man Er, cepat kejar mereka!"

Dia meninggalkan gadis itu, beberapa kali turun naik, dia terus mengejar Jin Qi. Gadis itu merasa aneh.

"Mengapa orang-orang itu seperti gila? Sedang asyik bermain kucing-kucingan tiba-tiba saja berhenti bermain."

Walaupun dia telah berusia 16 tahun tapi karena selalu ikut dengan ayah dan ibunya hidup di pulau334 terpencil, maka apa pun yang terjadi di sini, dia tidak mengerti sama sekali.

Kali ini dia datang ikut ayah dan ibunya ke Zhong Yuan.

Sepanjang perjalanan ibunya tidak mengijinkannya turun dari perahu.

Ketika menemukan teman bermain dia merasa sangat senang.

Apalagi pemuda dengan mata besar itu selalu melihatnya.

Membuat hatinya bergetar, tapi tiba-tiba semua orang itu pergi dari sana.

Tadinya dia ingin mengejar orang-orang itu kembali ke tempat semula, tapi dia tidak ingin memaksa mereka.

Maka sekarang dia hanya berdiri dengan bengong.

Tiba-tiba terdengar suara dari jauh yang berkata.

"Qing Er, cepat kembali ke perahu, kalau tidak segera kembali, ayahmu akan marah."

Suaranya terdengar lembut, dan sangat enak didengar di telinga, suara itu datang dari tempat jauh, tapi terdengar begitu jelas seperti bicara di sisi telinga.

Begitu mendengar gadis itu langsung tahu suara itu adalah suara ibunya, hidungnya berkerut dan lidahnya dijulurkan, dengan cepat dia berlari ke sisi sungai.

Begitu tiba di sisi sungai, dia335 berhenti.

Seperti sedang mengatur nafas, lalu dia segera berlari di atas permukaan sungai, dan terus berlari.

Sebenarnya di bawah kakinya tidak ada pohon, tapi dia bisa melewati sungai itu dengan ilmu meringankan tubuhnya yang hebat.

Siapa pun yang melihatnya tidak akan percaya dengan pandangannya.

Dia terbang ke sebuah perahu yang berhenti di tengah sungai.

Ukuran perahu itu lebih besar dibandingkan dengan perahu biasa yang berseliweran di sungai itu.

Dilihat dari luar akan terlihat setiap papan yang menyusun perahu itu begitu bagus dan kokoh, dan disambung satu sama lainnya dengan pas.

Perahu itu adalah perahu bagus, orang akan merasa.

"Walaupun datang gelombang besar, perahu itu akan tetap melaju dengan tenang."

Pintu perahu terbuat dari papan yang diukir, di balik pintu ada tirai berwarna putih.

Sekarang pintu perahu tampak terbuka, di ambang pintu berdiri seorang perempuan setengah baya yang masih tampak cantik, dia pun mengenakan baju tipis berwarna putih, dia terlihat sangat anggun.336 Gadis yang dipanggil Qing Er itu begitu tiba di perahu segera masuk ke dalam pelukan perempuan setengah baya itu dan memang-gil.

"Ibu!"

Dari sorot mata perempuan setengah baya yang masih tampak cantik itu, timbul perasaan kasih sayang. Pelan-pelan dia menepuk kepala Qing Er dan tertawa.

"Ayahmu marah dia mengatakan kalau kau tidak segera kembali, kami akan meninggalkanmu di sini."

Dengan manja Qing Er berkata.

"Aku hanya bermain sebentar di darat, mengapa ayah harus marah?"

Dia menyandar manja kepada ibunya.

Dengan tersenyum perempuan setengah baya itu menarik tangan putrinya masuk ke dalam perahu.

Di dalam perahu semua ruangan didekor dengan warna putih, semuanya terlihat sangat bersih.

Siapa pun yang masuk ke dalam perahu akan menghembuskan nafas lega dan semua rasa pusing akan hilang, lalu hati menjadi tenang.

Di kedua sisi perahu terlihat jendela yang dibuka lebar, di depan jendela tampak seorang pelajar setengah baya dia sedang337 berdiri sambil melihat keluar jendela.

Begitu mendengar ada yang masuk dia membalikkan tubuh, gadis itu dengan suara kecil memanggil.

"Ayah!"

Pelajar setengah baya itu tertawa.

"Apakah kau sudah puas bermain kucing-kucingan? Tapi sayang, orang-orang yang ikut bermain ternyata pergi semua tidak ada yang mau menemanimu bermain lagi."

Kedua alisnya yang panjang masuk ke rambut yang ada di sisi kepala, sudut matanya membawa aura membunuh.

Sudut mulutnya terlihat dingin, tapi sewaktu dia tertawa dia terlihat ramah dan mudah didekati.

Qing Er sepertinya takut kepada ayahnya, sifat nakalnya segera disimpan, dia menundukkan kepala dan terus memainkan sapu tangan yang terus dibawanya sejak tadi.

Mata pelajar itu melihatnya, dia bertanya.

"Dari mana kau dapatkan sapu tangan itu? Coba berikan padaku, ayah ingin melihatnya."

Gadis itu tidak berani membantah perintah ayahnya.

"Apakah sapu tangan ini yang kau pakai tadi untuk menutupi matamu?"

Sambil mengambil sapu tangan itu untuk dilihat dia338 menelitinya, tiba-tiba wajahnya berubah dan bertanya.

"Kemari."

Qing Er melihat ayahnya marah, karena takut matanya mulai menjadi merah. Perempuan setengah baya itu tiba-tiba tertawa.

"Mengapa kau marah?"

Pelajar setengah baya itu melambaikan sapu tangan itu dan sapu tangan itu terjatuh tepat di tangan perempuan setengah baya yang masih terlihat cantik, lalu berkata.

"Coba kau lihat!"

Perempuan itu melihatnya, dia pun sama terkejutnya dengan suaminya.

"Mengapa bisa dia?"

Qing Er mendekati ayahnya, pelajar setengah baya itu menunjuk keluar jendela dan berkata.

"Apakah dia adalah orang yang memberikan sapu tangan ini kepadamu?"

Qing Er melihat keluar jendela, melihat ada sebuah perahu kecil yang sedang bergerak di sungai itu.

Di atas perahu ada dua orang yang melihat ke arah perahu mereka dengan pandangan menyelidik, salah satu dari kedua orang itu adalah orang yang memberikan sapu tangan itu kepadanya.

Yang satu adalah pemuda dengan mata besar, sedangkan yang339 satu lagi adalah gadis yang tidak mau bermain kucing-kucingan dengannya.

Karena itu Qing Er segera mengangguk.

Ternyata Xin Jie sangat pintar, begitu gadis itu datang dia segera tahu kalau gadis itu bukan gadis biasa.

Kemudian gadis itu mengatakan ingin bermain petak umpet dengan mereka, dalam hati dia telah menyusun rencana, dia berpikir.

"Kesempatanku datang."

Karena itulah dia yang pertama kali bersedia bermain dengan gadis itu, dan dia tahu ketiga orang Tang Men itu pasti akan ikut bermain juga.

Benar saja, begitu Tang Bin, Tang Ling, dan Tang Man pergi untuk bersembunyi dan perhatian Tang Bin beralih ke Jin Qi, dia bertambah senang.

Dia berdiri di sisi Jin Mei Ling tidak bergerak sama sekali.

Karena mata gadis itu ditutup dia hanya bisa membedakan suara orang bergerak dan dia terus mengejar Tang Bin.

Dan gadis itu tidak akan menangkap Xin Jie dan Jin Mei Ling yang diam tidak bersuara.

Begitu gadis itu mengejar mereka, Xin Jie menarik tangan Jin Mei Ling berlari ke sisi sungai segera naik ke atas perahu.340 Perahu kecil itu dengan cepat berlayar hingga ke tengah sungai.

Dengan ilmu meringankan tubuh 'An Xiang Fu Ying' dia berhasil menguasai perahu itu.

Hanya dalam waktu singkat perahu telah meninggalkan daratan.

Dia merasa Tang Bin tidak akan bisa mengejar maka dia baru menghentikan perahu dan bertanya pada Jin Mei Ling.

"Apakah kau masih cemburu?"

Wajah Jin Mei Ling menjadi merah dan berkata.

"Siapa yang cemburu?"

Tapi diam-diam dia merasa sangat senang dan berpikir.

"Tadi aku sudah salah pengertian kepadanya."

Di dalam perahu itu disediakan dayung, tapi mereka berdua tidak bisa mendayung.

Perahu itu malah berputar-putar terpaksa mereka membiarkan perahu itu berjalan mengikuti arus sungai.

Diam-diam Xin Jie merasa sangat senang, karena dengan sedikit akalnya mereka berhasil melarikan diri.

Dia tidak tahu kalau sapu tangannya yang tersulam 7 kuntum bungai Mei-hua akan membuatnya repot.

Ternyata palajar setengah baya itu341 adalah ketua pulau Wu Ji yang bernama Wu Hen-sheng, dia juga disebut-sebut oleh orang persilatan sebagai 'Xian Fo' Shi Wai San Xin (tiga dewa dari dunia luar).

Wu Ji Dao (pulau Wu Ji) terletak di selat Hang Zhou.

Wu Ji Dao adalah sebuah pulau kecil.

Awalnya Zhang Yi Ge adalah ketua Wu Ji Dao, dia seorang terpelajar.

Karena sangat membenci dunia ramai maka dia melarikan diri ke pulau kecil dan terpencil itu.

Tidak sengaja dia telah memakan sebuah buah aneh dan selain itu dia pun mendapatkan sebuah buku rahasia peninggalan Pendekar Xie.

Zhang Yi Ge tinggal di Wu Ji Dao selama 10 tahun lebih dan dia berhasil menguasai ilmu setan dan roh.

Dia kembali ke Zhong Yuan dan melakukan beberapa hal yang membuat dunia persilatan menjadi geger.

Dia seperti seekor naga sakti, pada saat datang atau pergi tidak ada seorang pun yang tahu, karena itu orang-orang persilatan memberi julukan Pendekar Aneh Wu Hen-sheng, tapi tidak pernah ada seorang pun yang pernah melihat wajahnya.

Karena itu orang persilatan juga342 memanggilnya dengan sebutan Pin Fan Shang-ren, Pendeta Hui, dan dia disebut sebagai 'Shi Wai San Xian'.

Semenjak Wu Hen-sheng memakan buah aneh itu, ilmu silatnya bertambah tinggi, dalam kurun waktu beberapa puluh tahun wajahnya tidak berubah dan tidak bertambah tua.

Di suatu kesempatan yang tidak disengaja sewaktu dia sedang bermain ke Zhong Yuan dia bertemu dengan seorang perempuan berilmu silat tinggi, dan mereka saling jatuh cinta.

Kemudian mereka pun menjadi sepasang suami istri.

Perempuan itu adalah Nyonya Jiao Qi-niang.

Suami istri itu sering pergi berperahu, Jiao Qi-niang melahirkan seorang putri, yang diberi nama Zhang Qing.

Wu Hen-sheng menjadikan Wu Ji Dao sebagai pulau suci.

Dia mencari orang miskin untuk dijadikan pelayan.

Dia melewati kehidupannya dengan tenang.

Wu Hen-sheng tidak berniat merebut nama di dunia persilatan.

Dia juga tidak ingin kembali ke Zhong Yuan.

Tapi sewaktu Zhang Qing berusia 8 tahun dia terkena penyakit campak.

Wu Hen-sheng adalah seorang pesilat hebat, tapi dia343 tidak memiliki ilmu pengetahuan tentang ketabiban.

Sebenarnya campak adalah penyakit biasa, semua anak kecil pasti akan mengalaminya.

Tapi campak tidak bisa diobati dengan tenaga dalam.

Jiao Qi-niang sangat menyayangi putrinya, akhirnya mereka berdua pergi ke Zhi Jiang, membawa seorang tabib ke Wu Ji Dao untuk mengobati Zhang Qing.

Dalam perjalanan mereka bertemu dengan seorang perempuan kurus kering dan juga tampak gila.

Tapi ilmu silat perempuan itu sangat tinggi karena Jiao Qi-niang merasa aneh maka dia mendekati perempuan itu, ternyata perem-puan itu adalah adiknya yang paling kecil yang bernama Jiao Jiu Niang, karena merasa kasihan akhirnya dia membawa Jiao Jiu Niang ke Wu Ji Dao.

Tiap hari Jiao Jiu Niang hanya tertawa atau menangis, dia seperti gila.

Dan dia selalu membawa sapu tangan yang disulam 7 kuntum bunga Mei-hua, dia selalu memanggil.

"Mei Shan-ming, SHan-ming...."

Begitu Jiao Qi-niang mendengar nama Mei Shan-ming, dia tahu kalau Mei Shan-ming adalah 'Qi-mao Shen-jun' yang terkenal di dunia persilatan, maka dia pun menjadi344 marah.

Di antara 'Qi Yi' milik Qi-mao Shen-jun, ada satu Yi Yi' (teknik kesatu) yaitu tentang perempuan.

Semua orang persilatan sudah mengetahui semua hal tentang Qi-mao Shen-jun dan perempuan.

Jiao Qi-niang mengira adiknya telah dipermainkan oleh Qi-mao Shen-jun maka dia bisa menjadi gila seperti itu.

Begitu Jiao Jiu Niang meninggal, Jiao Qi-niang sangat membenci Mei Shan-ming, dia tidak tahu kalau Jiao Jiu Niang bisa menjadi gila karena kematian Mei Shan-ming, bukan karena hal-hal yang dia pikirkan selama ini.

Jiao Jiu Niang dan Mei Shan-ming adalah sepasang kekasih yang mempunyai hubungan sangat akrab.

Sewaktu di dunia persilatan tersebar kabar kalau Mei Shan-ming sudah meninggal di Wu Hua Shan, Jiao Jiu Niang seorang diri pergi ke Kong-dong-shan untuk membalas dendam, tapi dia tidak sanggup melawan Jian Shen Li-e, dia malah dihina dan diusir dari Kong-dong-shan.

Jiao Jiu Niang adalah seorang perempuan sangat cantik juga sombong.

Sekarang dia telah dihina sedemikian rupa,345 ditambah lagi kekasihnya sudah mati, maka dia pun menjadi gila.

Tidak lama kemudian gadis cantik itu pun meninggal dunia.

Tadinya Jiao Qi-niang ingin membalas dendam kepada Mei Shan-ming, tapi terdengar kabar kalau Qi-mao Shen-jun sudah mati, karena itu dengari kesal dia kembali lagi ke Wu Ji Dao.

Selama 7-8 tahun ini dia tidak pernah meninggalkan Wu Ji Dao, dan tiap hari mengajarkan ilmu silat kepada putrinya.

Sejak kecil Zhang Qing diajar ilmu silat tinggi oleh ayah dan ibunya, maka terbentuklah Zhang Qing seperti sekarang.

Sekarang dia mengikuti ayah dan ibunya berkeliling dengan perahu dan mereka bermain ke ZhongYuan.

Begitu tiba di darat Zhang Qing kembali dengan membawa sapu tangan yang sama dengan sapu tangan yang dibawa oleh Jiao Jiu Niang dulu.

Begitu Xin Jie melarikan diri dengan perahu kecil, Wu Hen-sheng masih sempat memuji kelincahan orang itu, tapi sekarang telah Zhang Qing mengatakan bahwa pemilik sapu tangan itu adalah pemuda bermata besar itu, maka Wu Hen-sheng segera346 berkata pada istrinya.

"Ternyata Mei Shan-ming belum mati, sekarang dia ada di dalam perahu kecil itu."

Begitu Jiao Qi-niang melihat keluar jendela, dia langsung marah, orang itu akan menipu gadis lain lagi, dia berkata.

"Yi Ge, orang semacam itu jangan diijinkan hidup di dunia ini, paling sedikit kita harus membasmi orang jahat itu."

Zhang Qing sedang berada dalam masa puber, begitu bertemu dengan pemuda bermata besar itu dia langsung menyukainya, sekarang mendengar kata-kata ibunya, dengan mata melotot dia menatap ibunya dan dia merasa apa-apa yang terjadi dalam dirinya.

"Mengapa ayah dan ibu sepertinya benci kepada pemuda itu?"

Wu Hen-sheng tertawa dingin dan menjawab.

"Itu sudah pasti."

Dia bergerak dan terbang melalui jendela.

Xin Jie mengangkat dayungnya, dia membiarkan perahu berjalan mengikuti arus sungai.

Dia bersandar ke dinding perahu tapi dia masih terus memikirkan gadis itu.

Jin Mei Ling cemberut dan berkata.

"Kau benar-benar payah!"347 Xin Jie menarik tangan Jin Mei Ling.

"Ada apa denganku?"

"Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu sekarang! Kau sedang memikirkan gadis tadi kan?"

Xin Jie tertawa.

"Benar, aku memang sedang memikirkan seorang gadis."

Dia mencium tangan Jin Mei Ling dan berkata lagi.

"Tapi aku tidak sedang memikirkan gadis tadi, aku sedang memikirkan gadis ini."

Jin Mei Ling tertawa manja.

"Kau memang jahat."

Tapi dalam hati dia merasa senang.

Mereka sedang mengobrol, apa pun tidak dipikirkan, bagi mereka di dunia ini hanya ada mereka berdua, kecuali pasangannya yang lain tidak menjadi masalah.

Paling sedikit Xin Jie merasa seperti itu sekarang karena gadis itu telah memberikan segalanya untuknya, dia harus baik kepada gadis ini.

Tapi Xin Jie sendiri sadar kalau perasaannya sekarang belum tetap, perasaannya kepada Jin Mei Ling lebih banyak perasaan berterima kasih348 dibandingkan dengan perasaan cinta.

Bagaimana perasaannya kepada Fang Shao-kun?

Dia mengira kalau dia sangat mencintai gadis itu, tapi sekarang gadis itu telah meninggal, gadis itu meninggal karena dirinya.

Tapi dia tidak mau karena nasib tragis gadis malang itu dia terus bersedih.

Dia mengeluh dalam hati.

"Dari pada dikatakan aku penabur cinta lebih baik aku dikatakan sebagai orang yang tidak mempunyai cinta, aku rasa itu lebih baik."

"Apakah semua ini karena kesalahanku?"

Xin Jie berpikir demikian.

"Sewaktu seorang gadis mengatakan padaku kalau dia mencintaiku, bagaimana aku harus menanggapinya?"

Tiba-tiba Jin Mei Ling melepaskan tangan dari genggamannya dan dari balik dadanya dia mengeluarkan sebuah buku, dia memberikan buku itu kepada Xin Jie.

"Buku ini lebih baik kau yang simpan."

Xin Jie melihat buku yang berisi tulisan tangan Jin Yi-peng yang berjudul 'Du Ji', dia berkata.

"Buku ini milik ayahmu, lebih baik kau sendiri yang menyimpannya."

Semenjak mendengar cerita Jin Yi-peng, Xin Jie lupa kalau ayah Jin Mei Ling349 adalah Hou Er.

Tapi begitu dia berkata demikian, diam-diam dia marah kepada dirinya sendiri, dia merasa bersalah pada Paman Hou, tapi perasaan seperti itu hanya sebentar, mungkin karena dia sedang merasa tidak tenang.

Jin Mei Ling memberikan 'Du Ji' kepada Xin Jie.

"Lebih baik kau yang menyimpannya, karena kalau aku yang menyimpannya aku merasa tidak nyaman."

Jin Mei Ling membereskan rambutnya yang berantakan tertiup angin dan tertawa manja.

"Milikku ya milikmu juga."

Xin Jie tertawa, dia menyimpan 'Du Ji"

Di balik baju bagian dadanya.

Pertama kali saat melihat buku itu, Xin Jie sudah tertarik dengan catatan di dalamnya.

Dia sangat senang membaca, dia sangat ingin mengetahui hal-hal baru dan ingin mempelajarinya lebih jauh.

Apa yang ada di dalam 'Du Ji' kebanyakan catatan tentang racun.

Dengan catatan inilah Jin Yi-peng bisa menguasai dunia persilatan dalam waktu lama, membuat orang-orang persilatan takut dan tunduk kepadanya.

Artinya 'Du Ji' ini bukan buku sembarangan.350 Manusia biasanya tertarik pada hal-hal yang tidak biasa.

Apalagi bagi seorang Xin Jie, dia adalah seorang yang sangat ingin mengetahui segala suatu hal, dan dia sangat serakah bila ingin mengetahui segala suatu hal.

Sewaktu dia menyimpan buku itu di balik dadanya, jantungnya berdegup dengan kencang karena merasa senang.

Matahari hampir terbenam, membuat air sungai yang tadinya berwarna kuning menjadi berwarna kuning keemasan dan tampak berkilau.

Gelombang air sungai terus datang bergulung-gulung, seperti ular kecil berwarna kuning yang terus bergerak.

Sinar matahari terbenam menyinari wajah Jin Mei Ling membuatnya bertambah cantik.

Dia menghindari sinar matahari dan dengan pelan berkata.

"Aku merasa sangat lapar, Kakak Jie, tolong carikan sedikit makanan untukku."

Sebenarnya Xin Jie pun merasa lapar, dia tertawa kecut dan berkata.

"Setiba di darat, kita akan makan besar...."

Jin Mei Ling berkata lagi.

"Aku ingin351 makan kuah ayam dan...."

Xin Jie menelan ludah.

"Benar, kuah ayam dan...."

Tiba-tiba dia berkata.

"Kita berlayar menuju perahu besar itu, siapa tahu mereka bersedia membagikan sedikit makanan kepada kita...."

Tapi tiba-tiba dia berhenti bicara.

Jin Mei Ling mengikuti pandangannya, dia melihat seseorang dengan baju berwarna putih terbang dari jendela perahu besar itu, seperti segumpal asap putih yang mengepul.

Anehnya mengapa asap putih itu terbang ke arah perahu mereka?

Wajah Xin Jie berubah, dia mengira asap putih itu adalah gadis tadi, dan berpikir.

"Mau apa dia datang ke sini? Apakah dia...."

Pemikirannya belum selesai, asap putih itu mendarat di atas perahu mereka.

Setelah Jin Mei Ling melihat dengan benar, ternyata asap putih itu adalah seorang pelajar setengah baya.

Tapi perahu kecil itu tidak bergoyang karena kedatangan laki-laki itu.

Xin Jie terkejut karena tiba-tiba mereka kedatangan seseorang, tapi perasaannya mengatakan kalau orang itu352 datang dengan bertujuan tidak baik.

Karena itu dengan pandangan dingin dia melihat pelajar itu.

Dan Xin Jie pun mempunyai perasaan kalau dia bukan lawan orang itu.

Dalam hati Xin Jie merasa cemas.

"Kalau dia tidak berniat baik kepada kami, aku tidak mempunyai kekuatan lagi berhadapan dengannya."

Inilah salah satu perbedaan Xin Jie dengan orang kebanyakan.

Dia dengan cepat bisa membandingkan kekuatannya dengan kekuatan orang lain.

Dan keputusan yang diambilnya selalu tepat.

Dia mempunyai otak dingin untuk berpikir jauh lalu memikirkan cara bagaimana menghadapi orang itu.

Wu Hen-sheng berdiri tegak di atas perahu kecil mereka.

Dia tampak tenang seperti patung batu, hanya terlihat bajunya yang bergerak-gerak karena tertiup angin sungai.

Jiao Qi-niang menjelaskan pada putrinya yang masih tampak terkejut mengapa hal ini bisa terjadi.

Wu Hen-sheng melihat Xin Jie.

Kedua matanya bersorot tajam, membuat hati Xin Jie tidak tenang, Xin Jie menertawakan dirinya sendiri.

"Mengapa aku353 jadi tidak berguna sampai-sampai takut kepada sorot mata orang ini?"

Demi membuktikan keberaniannya Xin Jie berdiri dan memberi hormat kepada tamu aneh berbaju putih itu.

"Tuan, apa ada perlu dengan kami?"

Wu Hen-sheng dengan tenang melihat Xin Jie, dalam hati dia terus berpikir.

"Apakah Qi-mao Shen-jun bisa menahan tiga jurusku?"

Karena Xin Jie terlihat masih terlalu muda, pantas kalau Wu Hen-sheng berpikiran seperti itu, karena itu dengan angkuh berkata.

"Bertarunglah denganku!"

Xin Jie terpaku, dia tidak mengerti mengapa tamu aneh ini menyuruhnya bertarung.

"Aku sama sekali tidak mengenalnya, dan tidak ada dendam dengannya."

Xin Jie diam-diam berpikiran seperti itu. Alis Wu Hen-sheng tampak berkerut dan berpikir.

"Dia adalah orang terkenal, tapi dia tidak bergerak, biar aku yang menyerangnya terlebih dulu!"

Karena itu tangan kiri Wu Hen-sheng dengan pelan menyerang ke arah Xin Jie.

Xin Jie adalah orang yang cepat mengetahui sesuatu, dia melihat serangan354 telapak Wu Hen-sheng, walaupun pelan dan tidak aneh, tapi perubahannya terlalu banyak sampai dia tidak berani untuk menyambutnya.

Karena dia tahu dengan tidak menyambut, jurus bertahan yang paling bagus.

Wu Hen-sheng tertawa dingin, dalam hati berpikir.

"Dia sudah tahu."

Tangan kanannya mendorong, kedua telapaknya penuh dengan tenaga, dia tidak mau memperpanjang waktu karena dia tahu kalau Qi-mao Shen-jun bukan orang biasa.

Dia malah ingin dengan tenaga yang dilatihnya selama puluhan tahun langsung memenangkan pertarungan ini.

Karena di sini adalah perahu kecil maka lawan tidak mempunyai tempat untuk menghindar, mau tidak mau serangan harus disambut.

Tapi karena Wu Hen-sheng telah memakan buah aneh dan dia juga telah mendapatkan rahasia ilmu silat, ditambah selama puluhan tahun berlatih maka tenaga telapaknya sangat besar.

Orang yang bisa menang darinya sepertinya belum ada selama ini.

Walaupun Xin Jie adalah orang berbakat dalam dunia persilatan, tapi dia masih muda355 dan kemampuannya masih jauh di bawah Wu Hen-sheng.

Xin Jie melihat telapak lawannya berwarna putih seperti giok, dalam hati dia merasa terkejut, dia tidak berpikir panjang lagi dengan cepat dia mengumpulkan tenaga dan meloncat ke atas.

Xin Jie tidak berpengalaman dalam bertarung, tapi dia mempunyai pola pikir yang tajam, kalau dengan keras dia menyambut telapak tangan Wu Hen-sheng, Xin Jie akan tergetar dan organ dalamnya akan hancur.

Perahu sangat kecil tidak ada tempat untuk berlindung, terpaksa dia meloncat tinggi untuk menghindari jurus Wu Hen-sheng.

Kedua tangan Xin Jie terbuka dia terbang ke atas.

Dan saat dia sedang berpikir bagaimana cara melawan musuh yang tiba-tiba menyerangnya, dia pun sadar sewaktu dia turun adalah saat penentuan hidup dan matinya.

Jin Mei Ling yang masih terkejut dia masih terduduk, dengan pandangan aneh dia melihat orang berbaju putih itu.

Orang itu mempunyai ilmu meringankan tubuh yang tinggi.

Sewaktu telapak Wu Hen-sheng356 menyerang, angin berhembus melewatinya, dia merasa ada tenaga kuat menyerangnya karena tidak bisa menjaga keseimbangannya maka dia terbawa angin kencang dan terjatuh ke dalam sungai.

Tubuh Xin Jie menekuk, dia berputar di udara, kemudian kepalanya turun terlebih dulu, dia menarik leher baju Jin Mei Ling dari sungai, kemudian dia meminjam tenaga untuk menarik Jin Mei Ling, kemudian meloncat lagi beberapa meter.

Kedua kakinya menendang, dia jatuh di depan perahu.

Dengan gerakan indah dia menolong Jin Mei Ling yang terjatuh ke dalam air.

Kelenturan tubuhnya benar-benar membuat orang terkejut.

Wu Hen-sheng diam-diam mengangguk.

"Ilmu silat pemuda ini benar-benar jarang ada di dunia persilatan, tapi sayang dia adalah orang yang tidak berperasaan, kalau hari ini aku tidak membasminya, kelak akan banyak gadis yang rusak di tangannya."

Jin Mei Ling basah kuyup dia marah dan kaget, tapi Xin Jie sedang sepenuh hati bersiap siaga, dalam hati Xin Jie berpikir.

"Siapakah sebenarnya orang ini? Tenaga357 telapaknya begitu kuat, tangannya pun putih seperti giok, apakah dia telah menguasai ilmu telapak tangan yang selama beberapa ratus tahun ini belum ada seorang pun yang bisa? Kalau tidak salah ilmu itu bernama Xuan Yu Tong Zhen'?"

Xin Jie tahu hidup dan matinya ditentukan saat ini.

Dia mengenang kembali peristiwa 10 .tahun lalu, sewaktu tangan Tian Can Jiao-hua berada di atas kepalanya tapi sekarang dia tidak mempunyai waktu banyak untuk berpikir jauh.

Dia melihat wajah orang itu dingin seperti es, kedua tangannya sudah melayang siap menyerang lagi.

Hati Xin Jie menjadi dingin dan dia bertanya.

"Tuan memaksa dan berusaha membunuhku, tapi di antara kita tidak saling kenal dan juga tidak ada dendam...."

Mata Wu Hen-sheng seperti air dengan penuh aura membunuh dia membentak.

"Jangan banyak cincong!"

Dia bersiap, tidak memberikan kesempatan kepada pemuda itu lolos dari tangannya.

Tiba-tiba terlihat sekelebat bayangan putih datang melewati permukaan air sungai datang ke arah mereka, dengan takut-takut358 berdiri di tengah-tengah, terdengar Wu Hen-sheng membentak.

"Qing Er, jangan ke sini!"

Zhang Qing dengan suara manja bertanya.

"Ayah! Mengapa...."

Mata Wu Hen-sheng tampak melotot melihatnya.

"Mengapa katamu?"

Xin Jie dan Jin Mei Ling terkejut dan bertanya-tanya.

"Ternyata orang ini adalah ayah gadis itu, tapi mengapa orang itu berniat membunuh kami?"

Xin Jie tidak mengerti. Zhang Qing tertawa manis dan menjawab.

"Ayah, umurnya masih begitu muda, mana mungkin dia adalah orang yang diceritakan oleh bibi kesembilan?"

Mungkin dia sudah tahu semua cerita tentang bibi kesembilan dari ibunya, dari awal hingga akhir tidak ada yang ditutup-tutupi, begitu melihat ayahnya akan membunuh Xin Jie dari jendela, dia tahu dengan kemampuan ilmu silat ayahnya, pemuda bermata besar itu tidak akan bisa bertahan terhadap serangan ayahnya, karena merasa cemas dia langsung terbang menuju perahu kecil itu.

Wu Hen-sheng tampak mengerutkan359 alisnya dan marah.

"Kau tahu apa, kalau aku...."

Tiba-tiba dia teringat, wajahnya selama berpuluh-puluh tahun ini tidak berubah, tapi bagaimana dengan dunia ini?

Apa bisa seperti dirinya yang tidak berubah?

Begitu pula yang terjadi pada Guru Fei yang tinggal di pulau Xiao Ji, dia pun tidak sanggup melakukannya.

Karena itu Guru Fei bersumpah tidak akan meninggalkan pulau Xiao Ji selangkah pun.

Memikirkan hal ini perasaan ketua Wu Ji Dao menjadi bangga.

Mata Zhang Qing tampak berputar, dia tahu ayahnya mulai tergerak oleh kata-katanya, Zhang Qing tertawa lagi, paling sedikit ayahnya harus bertanya secara mendetil kepada pemuda itu.

Ketua Wu Ji Dao merasa curiga, mengapa anak gadisnya membantu pemuda itu, apakah putrinya telah jatuh cinta kepada pemuda ini?

"Kalau bocah ini berani bertindak macam-macam kepada putriku, aku akan mengulitinya,"

Diam-diam dia berpikir seperti itu tapi kata-kata Qing Er pun masuk akal.

"bocah ini usianya paling360 sedikit sekitar 20 tahun lebih, mungkin benar dia bukan Mei Shan-ming."

Tanya jawab antara ayah dan putrinya ini membuat Xin Jie bertambah bingung, dengan aneh dia berpikir.

"Apa hubunganku dengan ayah dan putrinya ini? Siapakah yang mereka maksud dengan bibi kesembilan?"

Jin Mei Ling tampak cemberut dan marah, sepertinya gadis itu berada di pihak Xin Jie, dan Jin Mei Ling sama sekali tidak menyukainya.

"Lihat saja, pakaiannya begitu aneh, dia pasti bukan gadis baik-baik,"

Api cemburu membakar hatinya, dia tidak suka dengan gerak-gerik Zhang Qing.

Wu Hen-sheng tampak bergerak, dia berdiri di depan Xin Jie, Zhang Qing berteriak, tapi ayahnya tidak menyerang Xin Jie, dia hanya bertanya.

"Siapa pemilik sapu tangan itu?"

Xin Jie terpaku, Zhang Qing berkata.

"Sapu tangan milikmu yang kau gunakan untuk menutupi mataku tadi, punya siapa?"

Xin Jie segera mengerti dan menjawab.

"Itu milikku."

Wajah Wu Hen-sheng segera berubah,361

"Kalau itu punyamu, itu lebih baik."

Kedua tangannya membawa tenaga besar dan menyerang Xin Jie.

Xin Jie yang memang sudah bersiap sejak tadi melihat bahu Wu Hen-sheng bergerak dan ada tenaga besar yang menyerangnya, perahu begitu kecil, perahu itu oleng akhirnya terbalik.

Karena ayah dan putri ini tidak siap maka mereka pun mengikuti gerakan perahu oleng dan tercebur ke dalam sungai.

Karena di sungai tidak ada tempat untuk menapak, maka mereka terpaksa memegang perahu terbalik itu.

Ilmu ketua Wu Ji Dao sangat tinggi, tapi dia tetap tidak bisa bertahan lama di atas air.

Dia mengikuti arus sungai terus bergerak, kalau berhenti di atas air dia tidak akan sanggup.

Untuk kedua kalinya Xin Jie berhasil lolos dari tangannya, membuat ketua Wu Ji Dao itu marah.

Dia telah lama berlatih ilmu silat, semua ilmu telah berhasil dikuasainya, hanya saja dalam menghadapi kemanjaan putrinya dia tidak sanggup membiarkannya begitu saja.

Zhang Qing melihat ayahnya, maksud362 tatapannya adalah.

"Sekarang kita harus bagaimana?"

Ketua Wu Ji Dao tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia tidak sanggup terjun ke sungai untuk menangkap Xin Jie, karena itu kedua alisnya hanya bisa dikerutkan, kedua tangannya secara berturut-turut memukul air sungai, air sungai yang dipukul membentuk gelombang besar yang menakutkan.

Zhang Qing bertepuk tangan dan berkata.

"Bagus sekali, Ayah!"

Kedua kaki Wu Hen-sheng seperti terpaku di perahu yang terbalik itu, perahu terbalik itu tidak bergerak dan tetap tenang berada di permukaan air sungai.

Tapi air yang berada di sekeliling perahu yang telah dipukul ketua Wu Ji Dao menjadi gelombang besar yang terus menggulung-gulung.

Air membentuk tiang berwarna kuning dan terus naik ke atas.

"Aku mau lihat, kau bisa melarikan diri kc mana?"

Tapi di sekeliling perahu dan sungai itu tidak ada seorang pun. Dia berpikir.

"Bocah itu pasti sudah berenang ke darat."

Dia tidak tahu kalau Xin Jie tidak bisa berenang.

Dimana sebenarnya Xin Jie sekarang363 berada?

Dengan tenaga dalamnya yang besar, ketua Wu Ji Dao berhasil membuat perahu itu terseret gelombang ke darat, kedua tangannya terus mendayung dan memukul air, tiang air tampak naik dan turun.

Di kejauhan tampak beberapa perahu nelayan yang melihat keadaan itu, mereka terkejut dan berlutut, karena mereka mengira dewa laut muncul di sana.

Orang yang menggantungkan hidupnya di air, selalu menganggap dewa laut lah yang paling berhak atas hidup mereka, ada juga yang telah membeli dupa dan lilin untuk bersembahyang.

Perahu terus bergerak ke darat, tapi bayangan Xin Jie tidak terlihat.

Zhang Qing tertawa.

"Ayah! Orang itu pasti berenang ke sini!"

Wajah ketua Wu Ji Dao dingin seperti es, perahu kecil berganti arah, seperti panah yang terlepas dari busurnya dan terus melaju ke seberang.

Gelombang air sungai setelah lama baru berhenti dan keadaan kembali tenang.

Tiba-tiba ada gelombang datang lagi, lalu muncul dua kepala manusia, mereka tidak364 lain adalah Xin Jie dan Jin Mei Ling.

Ternyata sewaktu perahu terbalik, Xin Jie telah ada persiapan, satu tangannya memegang Jin Mei Ling, dia menahan nafas masuk ke dalam air.

Begitu perahu terbalik, ada ruang kosong di bawah perahu, karena itu mereka tidak tenggelam.

Dan masih bisa bernafas dengan lancar.

Walau harus dilakukan seharian tidak akan menjadi masalah bagi mereka.

Melihat Xin Jie begitu pintar, dalam hati Jin Mei Ling merasa senang dan dia tertawa manis.

Di dalam perut perahu kecil itu sangat gelap, Xin Jie tahu musuhnya belum pergi, maka dia tidak berani bernafas dengan bebas.

Dia juga mendengar air yang dipukul dengan keras.

Hal ini benar-benar membuatnya terkejut.

Kemudian dia merasa perahu bergerak, tidak lama kemudian kakinya seperti mengenai tanah, dia tahu kalau perahu sudah mendekati darat.

Begitu terdengar Zhang Qing bicara di atas perahu, dia tahu kalau gadis itu diam-diam telah membantunya.

Dalam hati dia merasa senang.

"Dia tahu kalau ayahnya365 akan melajukan perahu kecil ini ke seberang."

Karena itu dia menarik Jin Mei Ling masuk kembali ke dalam air.

Asalkan kakinya bisa menyentuh tanah, dia merasa lebih tenang.

Mereka menahan nafas lama di dalam air.

Mereka berdua adalah pesilat tangguh, dalam hal menahan nafas tidak sulit bagi mereka.

Begitu Xin Jie bisa memastikan kalau musuh sudah pergi, diam-diam dia baru berani menaikkan kepalanya.

Dia melihat ke sekeliling, di sana sudah tidak ada musuh, dia baru berani menarik nafas, lalu meloncat ke darat.

Kemudian dengan ilmu meringankan tubuh, dengan cepat mereka pergi ke tempat terpencil, dan dengan berhati-hati dia berkata.

"Kita masih beruntung!"

Xin Jie menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, diam-diam Jin Mei Ling memuji.

"Ilmu meringankan tubuhnya memang sangat tinggi."

Dia memasukkan tangannya ke dalam genggaman tangan Xin Jie, kalau tidak dia tidak akan bisa mengejar kecepatan Xin Jie.

Dia telah menyerahkan tubuh dan jiwanya kepada pemuda ini.366 Baju mereka basah, sewaktu mereka bergerak baju mereka tertiup angin hingga bersuara berkelebat.

Suara itu membuat Jin Mei Ling tidak nyaman, dia marah sambil menarik-narik bajunya yang basah.

Xin Jie tertawa melihat kelakuannya.

Mereka merasa selama 2 hari berturut-turut telah melewati banyak bahaya....

Tiba-tiba di belakang mereka ada sesosok bayangan putih dan sudah menotok nadi Xin Jie di bagian punggungnya.

Jin Mei Ling merasa tubuh Xin Jie yang tadinya melaju dengan kencang sekarang tiba-tiba berhenti, karena dia tidak bisa berhenti secara tiba-tiba, maka tubuhnya masih melaju.

Dia merasa aneh dan bertanya.

"Ada apa?"

Sewaktu dia membalikkan tubuhnya untuk melihat, ternyata ada bayangan putih yang tampak berkilau, kemudian Jin Mei Ling mendengar ada suara dari udara yang berkata.

"Nona, orang ini akan kubawa dulu, tapi semua ini untuk kebaikanmu...."

Jin Mei Ling merasa kepalanya pusing, di sekelilingnya terasa sepi tidak terlihat367 sesosok bayangan pun, dari mana asalnya suara itu? "Apakah orang itu bisa mendatangkan suara dari jauh?"

Dia bertambah bingung. Angin sepoi-sepoi berhembus, di bumi ini sepertinya hanya tinggal dia sendiri saja. Kesepian, kesendirian, dan rasa terkejut bercampur menjadi satu.

"Kakak Jie, kau ada di mana?"

Dia seperti orang gila mengejar bayangan putih itu.

Dia telah berada di sisi sungai, air sungai mengalir ke timur, di tengah sungai terlihat ada perahu besar yang sedang berlayar.

Sepotong kayu hangus berguling ke bawah kakinya.

Lalu Jin Mei Ling memungutnya, hatinya bertambah sedih.

"Kayu ini adalah kayu yang kemarin kugunakan untuk membuat api unggun untuk menghangatkan Kakak Jie, sekarang dimana kau berada?"

Air matanya mengalir membasahi wajahnya.

Selama dua hari dia berjuang untuk hidup dan mati, perasaan cintanya seperti air, seperti mimpi di dalam hati, tapi orang yang diimpikannya itu dimana sekarang368 berada?

Karena selama dua hari tidak makan dan minum, ditambah lagi sekarang Xin Jie menghilang, membuat Jin Mei Ling tidak tahan dengan keadaan ini, akhirnya dia pun pingsan.

Ooo)*(ooO BAB 11 Tiga pedang Kong-dong Dalam keadaan pingsan Jin Mei Ling seperti mendengar suara orang.

Mulutnya terasa pahit, seperti ada yang mencekokinya dengan obat.

Kemudian suara orang yang sedang berbicara terdengar dengan jelas, baru saja dia akan membuka matanya, dia merasa ada tangan yang memegang tubuhnya.

Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang kasar dan serak.

"Lao Wang, kau harus berjanji, karena aku yang pertama menemukan gadis ini, maka aku yang pertama menikmatinya, untuk apa kau terus memegangnya? Kau tidak boleh memegangnya,"

Kata orang pertama.

"Baiklah! Baiklah! Aku tidak akan memegangnya,"

Orang itu tertawa.

"Tapi harus cepat, setelah kau menikmatinya baru369 aku, kalau Sun Lao Er keburu datang, kita tidak akan kebagian."

Semua perkataan mereka terdengar jelas oleh Jin Mei Ling, diam-diam dia merasa marah.

"Mereka tidak punya mata, mereka hanya cari mati!"

Dia sengaja terus memejamkan matanya. Orang pertama tertawa keras.

"Aku tidak pernah melihat ada orang yang begitu tidak sabaran, gadis ini belum sadarkan diri, kalau sekarang kita pakai, mana akan terasa enak?"

Tidak lama kemudian orang yang satunya lagi sepertinya sudah tidak sabar.

"Baiklah! Baiklah! Aku akan mengikuti saranmu, tapi kau harus berjanji, gadis ini milikku, kalau kau ingin memakainya, serahkan dulu sejumlah uang kepadaku."

Orang yang satu lagi terdengar tertawa.

"Permintaan Zhao Lao-da bukan masalah bagiku, aku lihat gadis ini lebih cantik dari gadis-gadis yang ada di tempat pelacuran, satu kali pakai harus membayar 1 tail perak, pasti bisa kudapatkan!"

Diam-diam Jin Mei Ling bertambah marah, karena takut tenaganya belum pulih, maka dia memutuskan untuk tetap diam.

Dia370 menyipitkan matanya, dia merasa masih tergolek di tempat terbuka, hanya saja sekarang langit sudah gelap.

Hanya ada dua laki-laki kasar yang sedang berdiri di depannya.

Zhao Lao-da telah membuka baju bagian atasnya dan dia mulai membuka baju Jin Mei Ling sambil berkata.

"Lao Wang, kau jangan berdiri terlalu dekat!"

Lao Wang tertawa matanya terus menatap tubuh Jin Mei Ling yang masih terbaring tidak berdaya, dia berkata.

"Aku akan berdiri di tempat agak jauh."

Tapi kakinya sama sekali tidak beranjak dari tempatnya, tawanya belum berhenti, dia mendengar teriakan ternyata Zhao Lao-da sudah melayang jauh, kemudian jatuh terjeng-kang tanpa suara, tampak dia sudah mati.

Lao Wang terus mundur dan melihat ke sekeliling, perempuan yang mereka temukan masih terbaring tidak bergerak.

Dia takut juga kaget, karena dia mengira ada setan yang mengganggu mereka, segera dia berlutut dan mulutnya membaca doa-doa.

Jin Mei Ling merasa ingin tertawa, tadi sewaktu Zhao Lao-da baru menindihnya,371 tangan kanan Jin Mei Ling melayang dan mengenai dada Zhao Lao-da.

Walaupun tenaganya belum pulih, tapi orang seperti Zhao Lao-da mana bisa tahan terhadap pukulannya, Zhao Lao-da langsung mati karena pukulan Jin Mei Ling.

Lao Wang tidak tahu kalau gadis itu mempunyai ilmu silat tinggi, dia malah merasa ada setan yang datang, maka dia segera berlutut dan mulutnya komat kamit membaca doa, seperti meminta perlindungan dari Tuhan.

Sewaktu dia sedang komat kamit membaca doa, dadanya terkena pukulan seseorang dan terpelanting ke tempat jauh.

Dia berteriak dan berusaha bangun untuk melarikan diri, tiba-tiba ada yang memben-tak.

"Diam di tempat!"

Kedua kaki Lao Wang terasa lemas dan dia berlutut lagi, begitu membalikkan kepala untuk melihat, ternyata yang bicara adalah ketua kedua dan yang sehari-harinya ditakuti orang dia adalah Sun Chao-yuan.

Ternyata Lao Wang dan Zhao Lao-da adalah perompak sungai Chang Jiang, sewaktu perahu mereka berlabuh di sisi selat, saat itu Lao Wang dan Zhao Lao-da372 sedang berpatroli, mereka melihat ada seorang gadis cantik sedang terbaring di sisi sungai.

Mereka berdua bukan orang baik-baik begitu melihat ada gadis cantik terbaring tidak berdaya, segera timbul niat jahat mereka.

Karena Zhao Lao-da sudah mati, Lao Wang berteriak, dan Sun Chao-yuan yang sedang berpatroli di daerah sana, begitu mendengar teriakan Lao Wang, segera lari ke tempat mereka.

Dia melihat ada seorang gadis cantik terbaring di bawah, di sisi sana ada mayat, dan Lao Wang sedang berlutut sambil berkomat kamit.

Sun Chao-yuan menjadi marah lalu dia pun menendang Lao Wang.

Begitu melihat yang datang adalah Sun Chao-yuan, Lao Wang merasa lebih takut kepada Sun Chao-yuan dibandingkan melihat setan.

Begitu melihat orang itu hati Jin Mei Ling menjadi sangat senang dan berpikir.

"Ternyata kalian memang orang seperti itu."

Sun Chao-yuan dan Jin Qi adalah teman baik, sewaktu Jin Qi baru berkelana di dunia persilatan, dia sudah mengenal orang itu dan Sun Chao-yuan pun pernah bertemu373 dengan Jin Yi-peng.

Karena itu Jin Mei Ling bisa mengenal Sun Chao-yuan, sekarang dia merasa sedikit tenang.

Begitu Sun Chao-yuan melihat mayat Zhao Lao-da dia merasa terheran-heran, karena luka Zhao Lao-da diakibatkan pukulan seorang pesilat tangguh.

"Mungkin kedua orang bodoh ini tadi melecehkan gadis itu, dan secara kebetulan ada pesilat tangguh yang lewat sini dan melihat...."

Kemudian dia melihat gadis yang sedang terbaring itu, semua pikirannya tadi ditarik kembali.

Langit penuh dengan bintang dan ada bulan sabit, tapi dia masih bisa melihat gaun gadis yang berwarna hijau, mata besar dan mulut kecil gadis itu.

"Ternyata dia,"

Dalam keterkejutannya Sun Chao-yuan merasa takut dan diam-diam dia berpikir.

"Mengapa dia bisa ada di sini? Baju dan rambutnya berantakan dan dia begitu kotor?"

Tapi dia pun memikirkan.

"Kedua orang bodoh itu telah melakukan apa kepadanya sampai dia harus membunuh mereka?" 374 Dia masih terkejut dan takut tapi dia tetap berjalan mendekat dan menyapa.

"Apa kabar Nona Jin?...."

Jin Mei Ling tertawa dingin tapi tidak menjawab.

Lao Wang melihat ketua keduanya begitu menghormati gadis itu, keringat dinginnya terus mengucur dan tubuhnya gemetar.

Jantung Sun Chao-yuan terus berdegup dengan kencang karena dia takut putri Du Jun ini sedang menyusun suatu rencana.

Dia tidak boleh berbuat salah kepada Tian Mo Jin Qi, apalagi kepada Du Jun Jin Yi-peng, dia takut kalau Jin Mei Ling akan marah kepadanya.

Maka dengan sikap rendah hati dia berkata.

"Aku tidak tahu kalau Nona Jin berada di sini, aku mohon maaf. Aku berharap Nona sudi naik ke kapal kami...."

Sun Chao-yuan adalah wakil ketua perompak Chang Jiang, jumlah anak buahnya ada ribuan, sekarang tampak dia begitu menghormati Jin Mei Ling, dari sini dapat diketahui kalau kedudukan Du Jun dan Tian Mo Jin Qi di dunia persilatan.

Jin Mei Ling bangun sambil tertawa dingin, tapi dia merasa kakinya seperti375 melayang.

Dia tidak terluka hanya saja selama dua hari ini perutnya tidak diisi makanan dan kosong.

Dia menunjuk Lao Wang dan berta-nya.

"Apakah orang itu adalah salah satu anak buahmu? Aku kira seharusnya...."

Jin Mei Ling belum selesai bicara, Sun Chao-yuan sudah menjawab.

"Benar, benar."

Kemudian dia membalikkan badan, dengan jurus 'Tie Sha Zhang' (telapak pasir besi) dia membelah kepala Lao Wang.

Hal ini membuat Jin Mei Ling terkejut, sebenarnya Jin Mei Ling hanya ingin Sun Chao-yuan menghukum Lao Wang tapi Sun Chao-yuan malah membunuhnya.

Jin Mei Ling merasa orang itu patut untuk dikasihani paling-paling dia hanya mengucapkan dua kata kasar.

Tapi Jin Mei Ling berpikir lagi.

"Aku kasihan kepadanya tapi siapa yang akan mengasihaniku?"

Karena itu perasaan kasihan di hatinya segera lenyap, dia ikut Sun Chao-yuan berjalan.

Kalimat yang dikeluarkan Sun Chao-yuan bertujuan menjilatnya, tapi semua itu tidak membuat Jin Mei Ling merasa senang atau sombong.

Xiao Shen Long melihat Sun Chao-yuan376 datang membawa seorang gadis kusam naik perahu.

Dia tahu biasanya Sun Chao-yuan adalah seorang yang sangat teliti, sekarang tetap saja dia merasa aneh.

Sun Chao-yuan telah melihat sikap Xiao Shen Long, maka sambil tertawa dia berkata.

"Kakak harus tahu, hari ini adik telah mengundang seorang tamu agung."

Xiao Shen Long, He Xin Xiong terus menatap Jin Mei Ling tapi dia tidak melihat apa istimewanya gadis ini. Xiao Shen Long berpikir.

"Mengapa gadis ini seperti orang idiot?"

"Nona ini adalah adik seperguruan Pendekar Jin Qi, dia juga putri Du Jun, Nona Jin."

Dengan aneh He Xin Xiong hanya menjawab.

"Oh!"

Dan dia mengalihkan sorot matanya yang berhenti di tubuh Jin Mei Ling yang berlekuk indah, sambil tertawa dia berkata.

"Angin apa yang membawa Nona Jin datang kemari? Silakan duduk."

Sikapnya kasar dan tidak bisa membaca situasi.

Dia menganggap kedua kalimat tadi sudah menunjukkan sikap sungkannya, tapi alis Sun Chao-yuan tampak berkerut karena dia takut akan membuat nona ini marah dan377 tidak suka kepada mereka.

Tapi Jin Mei Ling sepertinya tidak mendengar, karena yang sedang dipikirkannya sekarang ini hanya Xin Jie.

Hanya dalam waktu singkat meja telah dipenuhi dengan banyak macam sayur, karena merasa sangat lapar, Jin Mei Ling langsung melupakan semua masalah dan makan dengan lahap.

Diam-diam Sun Chao-yuan tertawa.

"Nona ini makan dengan lahap benar-benar membuat orang merasa terkejut, seperti sudah 3 hari tidak makan."

Xiao Shen Long melihat kelakuan Jin Mei Ling, dia merasa sangat senang sambil tertawa dia juga ikut makan dan minum, diam-diam dia berpikir.

"Sifat nona ini benar-benar terbuka."

Tapi Jin Mei Ling hanya makan sebentar, dia meletakkan sumpitnya, kedua matanya dengan bengong menatap kegelapan di luar, kedua alisnya dikerutkan.

Xiao Shen Long adalah seorang laki-laki kasar melihat hal ini dia segera berpikir.

"Mengapa perempuan ini tiba-tiba terlihat sedih? Seperti merasa sedih karena ditinggal mati suaminya."

Tapi karena takut378 kepada 'Du Jun' dan 'Tian Mo', dia hanya memikirkannya di dalam hati, dan tidak berani mengungkapkannya.

Memang tadi Jin Mei Ling merasa sangat lapar, begitu ada makanan langsung disambarnya, tapi ketika makanan itu masuk ke dalam perut, dia merasa agak tenang, dan kesedihan muncul kembali.

Di atas meja masih terhidang sayur yang enak, tapi dia tidak bisa makan lagi.

Diam-diam Sun Chao-yuan merasa aneh.

"Nona Jin terlihat sangat sedih, bajunya berantakan, apakah Nona Jin yang mempunyai ilmu silat tinggi dan adik dari Tian Mo yang ditakuti semua orang ini, telah dirugikan oleh orang lain?"

Bai-long lebih berpengalaman dalam hal ini, dalam hati dia berpikir.

"Lebih baik aku suruh nona ini pergi karena aku yakin orang yang telah merugikan nona ini pasti bukan orang biasa."

Karena itu sambil tertawa dia berka-ta.

"Nona Jin, hendak pergi ke mana? Apakah kami bisa mengantarkan Nona?"

Walaupun banyak hal yang ingin dia ketahui tapi mereka tidak berani menanyakannya secara langsung.379 Pertanyaan ini membuat Jin Mei Ling menjadi bengong, dia menarik nafas panjang, apa yang terjadi selama 2 hari ini, satu per satu seperti sebuah pisau mengiris hatinya.

Tidak terasa di depan orang yang tidak dikenalnya dia meneteskan air mata.

"Dunia ini begitu luas, kemana aku akan pergi?"

Mata Jin Mei Ling tampak tidak bersemangat.

"Aku telah memberikan semua hidupku kepadanya.... Tapi dimana sekarang dia berada?"

Gadis ini telah dimabuk cinta, dan merasa di dunia ini tidak ada lagi hal penting, walaupun hari terang tapi dia menganggapnya gelap.

Kegembiraan besar dianggapnya sebagai kesedihan.

Tidak ada kata-kata yang bisa mempengaruhinya, alasannya hanya satu, dia telah kehilangan orang yang dia cintai.

Perasaan seperti ini lebih parah dibandingkan saat kehilangan dirinya sendiri.

Xiao Shen Long, He Xin Xiong dan Sun Chao-yuan tidak tahu bahwa pendekar perempuan dengan ilmu tnggi ini sekarang kondisinya lebih lemah dibandingkan perempuan biasa.

Mereka melihatnya terpana, Sun Chao-380 yuan tidak berani bertanya juga tidak ingin bertanya, rasanya itu lebih aman baginya sekarang.

Dalam hati He Xin Xiong terus marah-marah.

"Mengapa perempuan ini terus menangis? Membuat orang yang melihatnya menjadi kesal."

Dia meletakkan cangkir araknya dan dengan kasar berkata.

"Kalau Nona ada masalah, beritahukan saja kepada kami, mungkin kami bisa membantu Nona."

Sun Chao-yuan mendengar tawaran Xiao Shen Long dalam hati dia berpikir.

"Hal yang tidak bisa orang lain lakukan, apakah kami bisa membantunya?"

Setelah mendengar penawaran He Xin Xiong, Jin Mei Ling menghapus air matanya, lalu dia pun menjelaskan keadaannya mengapa dia bisa menangis di depan kedua laki-laki ini.

Tapi hatinya tergerak lagi dan berkata.

"Aku ada perlu, mohon Kakak bisa membantuku."

Panggilan kakak ini membuat tubuh Xiao Shen Long menjadi melayang, mulutnya yang besar tampak terbuka dan dia tertawa.

"Nona ada perlu apa? Aku akan berusaha membantu sebisa mungkin selama aku masih berada di daerah yang kukuasai." 381 Kata-katanya bukan sekedar kata bohong, karena dia adalah ketua perompak Chang Jiang, maka orang-orang dari garis hitam maupun putih berusaha berteman dengannya, tapi Sun Chao-yuan terlihat sangat cemas, dalam hati dia berpikir.

"Kakak, kakak! Masalah yang ditemui nona ini mana mungkin kau bisa membantunya?"

Jin Mei Ling tertawa, tapi tawanya pun terlihat sedih. Kata Jin Mei Ling.

"Kalau begitu, aku meminta Kakak mengantarku ke kota Wu Han."

Sun Chao-yuan bertanya.

"Setelah pergi ke Wu Han, Nona akan pergi ke mana?"

Dia terkejut karena permintaan Jin Mei Ling begitu sederhana, He Xin Xiong tertawa keras.

"Ini terlalu mudah."

Mereka berdua tidak menyangka kalau permintaan pendekar perempuan yang begitu terkenal ini begitu mudah dan sederhana. Jin Mei Ling menundukkan kepalanya, kemudian berkata lagi.

"Aku meminta kalian menyiapkan sebuah perahu dan beberapa awak kapal."

Sun Chao-yuan merasa aeh.

"Perahu milik ayahnya adalah perahu terbagus yang382 pernah kulihat, mengapa sekarang dia meminta kami untuk menyiapkan perahu lainnya? Apakah dia bertengkar dengan ayahnya dan melarikan diri dari ayahnya?"

Walaupun Sun Chao-yuan sangat pintar dan lincah tapi dia tidak akan menyangka kalau perahu Jin Yi-peng yang merupakan perahu terbagus di Chang Jiang, telah tenggelam dan hancur.

Karena itu dengan aneh dia berta-nya.

"Nona ingin kami menyiapkan sebuah perahu, apakah Nona ingin bermain-main di sekitar sini?"

Xiao Shen Long memang tidak pandai berkata-kata.

"Aku dengar dari Adik Sun kalau ayah Nona mempunyai kapal terbagus di Chang Jiang ini, mengapa Nona tidak memakai perahu itu saja?"

Jin Mei Ling tampak mengerutkan alisnya tapi tidak menjawab pertanyaan He Xin Xiong. Dia hanya menjawab.

"Aku ingin pergi melaut, maka aku meminta kalian mencarikan beberapa awak kapal yang berpengalaman."

Sejak kecil dia selalu mengatur orang, sekarang dia meminta bantuan orang, tapi nada yang keluar seperti nada memerintah.383 Xiao Shen Long berkata.

"Itu sangat mudah, anak buahku terdiri dari bermacam-macam orang, mereka terbiasa hidup di air.

Dia tidak banyak bertanya, pertanyaannya yang tidak dijawab Jin Mei Ling tidak ditaruh di hati, tapi Sun Chao-yuan berpikir.

"Semua ini pasti ada alasannya."

"Tapi lebih baik aku tidak perlu tahu apa alasannya dia melakukan semua ini, kalau dia tidak mau menjawab pertanyaan kakak, berarti dia tidak mau kita sampai mengetahui alasannya, untuk apa kami terus menanyakannya? Hanya saja nona ini ingin keluar dari Chang Jiang, untuk apa dia melakukannya? Hal ini membuatku tidak mengerti."

Dalam hati Sun Chao-yuan berpikir seperti itu, tapi dia menjawab.

"Kalau Nona ingin pergi ke kota Wu Han, pasti ada hal penting di sana, kita tidak perlu berlabuh di sisi sungai, malam ini juga kita berangkat."

Dia tidak ingin Jin Mei Ling terus berada di perahu mereka. Dengan senang Jin Mei Ling menja-wab.

"Itu lebih baik."

Karena Sun Chao-yuan telah memerintahkan supaya perahu berlayar, pada384 hari kedua siang, perahu telah tiba di kota Wu Han.

Rencana Jin Mei Ling adalah menengok terlebih dulu toko Xin Jie, karena dia tahu Xin Jie memiliki toko perhiasan Shan Mei, sebenarnya dia ingin tahu siapa sebenarnya Xin Jie itu.

Hubungannya dengan Xin Jie memang dekat tapi apa pun mengenai Xin Jie dia tidak tahu terlalu banyak.

Dia ingin tahu keadaan Xin Jie dan ingin mencari tahu tentangnya, mengapa pendekar berbaju putih dan mempunyai ilmu silat tinggi itu menyimpan dendam kepada Xin Jie.

Kemudian dia akan berlayar ke timur untuk mencari Xin Jie.

Dia terus berpikir seperti itu, sewaktu di darat dia melihat sebuah perahu besar milik pendekar berbaju putih berlayar ke arah timur, Xin Jie pasti telah diculik dan ada di dalam perahu itu.

Perahu telah tiba di kota Wu Hem, Sun Chao-yuan berpesan.

"Kalau Nona ada perlu, silakan ke darat, paling terlambat malam ini hingga esok pagi kami pasti akan menyiapkan perahu beserta awak kapalnya untuk Nona."

Kekusaan Sun Chao-yuan di daerah Chang Jiang sangat besar,385 mempersiapkan sebuah perahu adalah hal mudah baginya.

Jin Mei Ling mengangguk dan mengucapkan terima kasih.

Dengan terburu-buru dia meninggalkan perahu, orang-orang melihat gadis cantik itu begitu sedih, orang yang ada di sepanjang jalan melihatnya dengan sorot mata aneh.

Dia marah karena pandangan aneh mereka, tapi tidak banyak yang bisa dia lakukan.

Dia ingin menyewa sebuah kereta, tapi dia tidak mempunyai uang.

Kalau dia tidak menyewa kereta dia tidak akan tahu jalan menuju toko perhiasan Shan Mei, dia malas bertanya-tanya kepada pejalan kaki yang selalu memandangnya dengan sorot mata aneh.

Sejak kecil dia selalu dimanja, dia tidak mengetahui hal-hal mengenai dunia persilatan, dia tidak tahu harus berbuat apa.

Karena itu hal kecil seperti ini saja tidak bisa diatasinya.

Dia marah dan juga cemas, maka dia hanya berjalan di sepanjang jalan itu....

tidak sengaja dia berhasil menemukan toko perhiasan Shan Mei.386 Tapi diam-diam dia berpikir.

"Dengan keadaanku seperti sekarang ini, kalau pergi ke toko perhiasan, para pelayan toko itu pasti akan menganggapku orang gila, mana mungkin mereka akan memberitahuku tentang Xin Jie?"

Melihat orang yang berlalu lalang di depan toko, dia menjadi bingung, dia terus berjalan dan melihat ada sebuah rumah sangat besar, pintu rumah itu terbuka, di depan pintu terikat beberapa ekor kuda.

Kedua laki-laki tegap sedang berjongkok di sisi pintu, dalam hati Jin Mei Ling berpikir.

"Siapa pemilik rumah ini?"

Dia mendekat dan di atas rumah itu tertulis empat huruf dengan cat emas 'Wu Wei Biao Ju' (kantor perjalanan Wu Wei).

Karena ini untuk pertama kalinya dia melihat kantor perjalanan, maka dengan aneh dia terus melihat, dia juga mendengar ada dua orang itu seperti sedang berdebat sambil berjalan keluar dari rumah besar itu.

Salah satunya adalah Sun Chao-yuan, melihat keadaan itu, segera timbul suatu ide dalam pikiran Jin Mei Ling.

"Aku akan menyuruhnya membawaku ke toko perhiasan387 Shan Mei."

Saat itu Sun Chao-yuan pun melihatnya dan langsung lari ke depannya.

"Nona, cepat pergi dari sini!"

"Mengapa?"

Tanya Jin Mei Ling.

"Nanti kita baru bicara,"

Jawab Sun Chao-yuan dengan terburu-buru. Melihat sikap Sun Chao-yuan seperti itu, Jin Mei Ling berpikir.

"Ada apa? Apakah ada hubungannya denganku?"

Karena itu dia hanya diam dan ikut Sun Chao-yuan pergi dari sana. Orang yang ikut keluar dengan Sun Chao-yuan berteriak dari belakang.

"Kakak Sun, aku titip hal ini kepadamu, jangan lupa!"

Sun Chao-yuan menjawab.

"Aku akan bertanggung jawab dalam hal ini tapi Kakak Fan jangan masukkan hal ini menjadi masalahku!"

Ternyata orang itu adalah ketua biro perjalanan yang bernama Jiu Gong Shen Dan Fan Zhi Cheng.

Dia dan Sun Chao-yuan adalah teman baik, maka begitu Sun Chao-yuan datang ke Wu Han dia berkunjung ke tempatnya.

Begitu Sun Chao-yuan tiba di kantor388 perjalanan Wu Wei, Fan Zhi Cheng dengan terburu-buru memberitahu.

"Kakak Sun, tepat sekali kau datang."

"Ada apa?"

Jawab Fan Zhi Cheng.

"Selama dua hari ini di kota Wu Han telah terjadi banyak hal, pertama bos toko perhiasan Shan Mei tiba-tiba saja menghilang, menurut gosip yang beredar dia telah diculik...."

"Apakah itu adalah hal penting?"

Tanya Sun Chao-yuan. Fan Zhi Cheng berkata lagi.

"Kakak Sun, Xin Jie ini bukan pedagang biasa, dia adalah temanku, dia pun berteman dengan Kong-dong San Jue, Di Jue Yu Yi-fei."

"Kalau dia sampai diculik, apakah berarti ada sesuatu yang tidak beres?"

Sun Chao-yuan tertawa.

"Apakah Kakak Fan curiga aku yang telah menculiknya?"

Fan Zhi Cheng tampak mengerutkan alisnya.

"Aku tidak bermasalah dengannya, hanya saja kemarin tiba-tiba Yu Yi-fei datang ke Wu Han...."

Sun Chao-yuan berkata.

"Bukankah Yu Yi-fei telah kembali ke Kong-dong-shan?"

Ternyata semua berita itu telah diketahuinya termasuk apa yang terjadi di389 Huang He Lou.

"Sebenarnya aku pun mendengar kalau dia kembali ke Kong-dong dan melaporkan kejadian di sini, kejadian dia berselisih dengan Wu Dang, lalu melaporkan tentang munculnya kembali Qi-mao Shen-jun kepada gurunya, Jian Shen Li-e, tapi kemarin dia ikut dengan Kong-dong San Jue, Tian Jue Jian, Tuan Zhu Ge dan Ren Jue Jian, Nona Shu kembali ke Wu Han, mungkin mereka bertemu dalam perjalanan."

Sun Chao-yuan dengan aneh berkata lagi.

"Kong-dong San Jue ada di Wu Han, berarti kita bisa menonton keramaian lagi."

Fan Zhi Cheng tampak mengerutkan alisnya dan berkata.

"Begitu Di Jue-jian tiba di sini, dia mendengar kalau bos toko perhiasan Shan Mei, Xin Jie menghilang, dia marah dan langsung mencariku, lalu mengatakan kalau masalah ini pasti ada hubungannya dengan perempuan, dan mereka ingin memeras uang Xin Jie...."

Sun Chao-yuan marah dan berkata.

"Mengapa Kakak Fan berkata seperti itu? Yang harus Kakak ketahui walaupun aku adalah seorang perompak tapi perompak pun mempunyai aturannya sendiri, begitu pula390 dengan kami, walaupun di darat ada banyak barang berharga tapi kami tidak akan melirik-nya."

"Aku pun berkata seperti itu, aku rasa hilangnya Bos Xin ada hubungannya dengan seseorang."

"Siapakah dia?"

Tanya Sun Chao-yuan. Fan Zhi Cheng memberi isyarat.

"Dia adalah guru gadis itu."

Bai-long menggebrak meja dan berkata.

"Sangat aneh, Xin Jie adalah seorang pedagang apa hubungannya dengan mereka?"

Jiu Gong Shen Dan memberitahu, saat di Huang He Lou, Xin Jie telah bertemu dengan orang aneh itu dan dia diundang olehnya, tapi Xin Jie tidak mau mendengar nasihatnya, lalu pergi untuk menepati undangannya.

Dia memberitahu semua kepada Sun Chao-yuan, kemudian berkata.

"Menurutku, Bos Xin hilang pasti ada hubungannya dengan Du Jun."

Sun Chao-yuan ingin mengatakan.

"Jin Mei Ling pun sedang mencarinya."

Tapi kata-kata ini tidak keluar karena dia memang orang yang tidak banyak bicara. Fan Zhi Cheng berkata lagi.

"Tapi Yu Yi-fei tetap menuduh bahwa pelakunya391 adalah anak buah He Xin Xiong dan Sun Chao-yuan."

Sun Chao-yuan tertawa dingin. Fan Zhi Cheng berkata lagi.

"Pagi ini, Yu Yi-fei beserta kakak dan adik seperguruannya telah pergi ke Wu Dang Shan, sebelum dia pergi dia telah berpesan kepadaku kalau harus mencari orang bermarga Xin itu, tapi jujur bicara, hilangnya marga Xin itu, benar-benar sedikit aneh."

Dia terdiam sebentar, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu lalu baru berkata.

"Orang ini memang sedikit aneh, tapi aku tidak mengerti kalau Du Jun ingin mencari kesalahannya, untuk apa dia mengundang marga Xin ini datang ke perahunya? Apalagi Du Jun sama sekali tidak beralasan menghadapinya."

Diam-diam Sun Chao-yuan juga berpikir.

"Apakah antara Jin Mei Ling dan Xin Jie ada suatu hubungan? Mungkinkah Jin Mei Ling datang ke sini pun ada hubungannya dengan Xin Jie?"

Dia hanya duduk sebentar langsung pamit, Jiu Gong Shen Dan terus meminta tolong kepadanya untuk mencarikan Xin Jie, dari kata-kata yang diucapkan Fan Zhi392 Cheng sepertinya dia masih curiga kalau Xin Jie telah diculik oleh Sun Chao-yuan.

Pastinya Sun Chao-yuan tidak suka dan dia pun berjalan menuju pintu, tiba-tiba dia melihat Jin Mei Ling, dia takut Fan Zhi Cheng akan mengenalinya sebagai putri Jin Yi-peng, maka dia pun .cepat-cepat menghampiri Jin Mei Ling.

Dan menariknya pergi dari sana.

Setelah agak jauh Jin Mei Ling berta-nya.

"Apayang terjadi?"

Tapi Sun Chao-yuan tidak mau memberitahu, dia hanya membicarakan hal lain, karena dalam hati Jin Mei Ling hanya ada Xin Jie dia tidak merasakan hal yang aneh.

Baru saja berjalan dua langkah, Jin Mei Ling bertanya.

"Apakah kau tahu kalau di sekitar sini ada toko perhiasan Shan Mei?"

Sun Chao-yuan benar-benar terkejut dan berkata.

"Ada apa?"

Jin Mei Ling berkata lagi.

"Aku ingin pergi ke toko perhiasan Shan Mei, tapi aku tidak tahu jalan, apakah kau bisa mengantarku ke sana?"

Sun Chao-yuan pura-pura bertanya.

"Nona ingin pergi ke sana, apakah ingin393 membeli perhiasan? Aku pernah mendengar nama toko itu tapi tidak tahu harus jalan ke mana saja."

Jin Mei Ling dengan cemas bertanya.

"Jadi kau pun tidak tahu jalan?"

"Tidak apa,"

Kata Sun Chao-yuan.

"Aku akan menyiapkan sebuah kereta untuk Nona."

Dalam hati dia berpikir.

"Melihat nona ini begitu cemas, dia pasti mempunyai hubungan erat dengan pemilik toko perhiasan marga Xin itu, lebih baik aku menghindar dari masalah ini."

Sun Chao-yuan selalu memikirkan kepentingannya sendiri dan selalu menghindari hal-hal yang merepotkannya, dia memberi sedikit uang kepada orang yang sedang berjalan, dan menyuruhnya menyewakan sebuah kereta bagi mereka.

Wajah Jin Mei Ling menjadi merah, dalam hati dia merasa cemas, tapi dia tidak bisa memberitahu kepada Sun Chao-yuan bahwa dia tidak punya uang sepeser pun, dan lebih tidak mungkin setelah naik kereta tiba di depan toko perhiasan Shan Mei lalu menyuruh pelayan toko Shan Mei membayarkan ongkos kereta.

Jantungnya berdebar-debar, kereta394 telah tiba, Sun Chao-yuan mengeluarkan uang dan memberikannya pada kusir lalu berpesan.

"Nona ini hendak pergi ke toko perhiasan Shan Mei, apakah kau tahu jalan?"

Kusir itu melihat uang yang disodorkan kepadanya segera dia mengangguk dan menjawab.

"Aku tahu toko itu, aku tahu jalan ke sana, harap Tuan bisa tenang."

Jin Mei Ling melihat Sun Chao-yuan telah membayar ongkos kereta, dalam hati dia merasa tenang. Dia pun segera meloncat ke dalam kereta dan berteriak.

"Ayo cepat jalan!"

Dia berpamitan kepada Sun Chao-yuan. Begitu tiba di depan toko perhiasan Shan Mei, kusir memberitahu Jin Mei Ling.

"Bos Shan Mei, Xin Jie telah diculik oleh perampok, sekarang toko ini tutup."

Benar saja pintu toko tampak tertutup rapat, tapi Jin Mei Ling turun dari kereta dan mengetuk pintu toko.

Tidak lama kemudian dari celah pintu, muncul sebuah kepala.

Orang itu melihat ke luar ternyata ada seorang gadis di sana, dia segera membuka pintu lebih lebar lagi.

Pelayan toko bertanya.

"Nona mencari siapa?" 395 Ini adalah kata-kata paling sederhana, tapi Jin Mei Ling tidak bisa menjawab, karena dia sendiri pun tidak tahu akan mencari siapa. Akhirnya dia menjawab.

"Aku mencari pengurus toko ini."

Kepala pelayan itu melihatnya, baru berkata.

"Silakan Nona tunggu sebentar."

Tapi pintu toko ditutupnya kembali. Dengan kesal Jin Mei Ling berdiri di sisi jalan. Tidak lama kemudian pelayan tadi muncul kembali dan berkata.

"Silakan masuk!"

Jin Mei Ling merapikan rambutnya.

Melihat gadis yang datang ke toko majikannya adalah seorang gadis cantik, maka pelayan itu tidak masuk ke dalam.

Di dalam terlihat ada meja penerima uang.

Di sisi-sisinya terdapat beberapa kursi besar terbuat dari kayu.

Sewaktu Jin Mei Ling masuk dan duduk di dalam, pelayan itu dengan gesit melayaninya.

Untuk pertama kalinya Jin Mei Ling datang ke tempat seperti ini.

Pelayan itu sendirian melayani orang yang tidak dikenalnya hati Jin Mei Ling tidak tenang.

Pelayan terus berdir untuki melayaninya.

Jin Mei Ling hanya menundukkan396 kepalanya, dia memikirkan Xin Jie.

Tiba-tiba ada seseorang yang terbatuk.

Sewaktu dia menengadahkan kepalnya untuk melihat, ada seorang pak tua kurus sedang melihatnya dengan sorot mata aneh.

Tapi entah kenapa hatinya merasa ada desiran aneh.

Dia merasa kalau sorot mata pak tua kurus itu seperti ada suatu kekuatan yang membuatnya tidak bisa melawan.

Sorot mata pak tua itu dengan sorot mata Xin Jie sama.

Pak tua kurus itu bertanya.

"Nona ada keperluan apa datang ke toko ini?"

"Aku.... aku dan Bos Xin.... Bos Xin adalah teman,"

Jin Mei Ling menjawab dengan gugup. Dia tidak tahu bagaimana baru bisa mengungkapkan maksud kedatangannya. Wajah pak tua itu sedikit berubah dan berkata.

"Bos Xin tidak ada di rumah. Ada perlu apa Nona mencarinya?"

"Aku tahu,"

Jawab Jin Mei Ling.

"Nona tahu apa?"

Mata pak tua itu segera membesar.

"Aku tahu dia tidak ada di sini. Aku hanya ingin bertanya tentang sesuatu...."

"Apa marga Nona?"

"Aku bermarga Jin."397 Wajah pak tua itu segera berubah dan bertanya.

"Nona mempunyai hubungan apa dengan Jin Yi-peng?"

Dalam hati Jin Mei Ling merasa aneh.

"Mengapa orang ini bisa mengenali ayahku? Kelihatannya dia hanya pelayan toko perhiasan Shan Mei, tapi cara bicaranya tidak seperti pelayan."

Tapi nada bicara pak tua itu seperti menyimpan suatu kekuatan besar mau tidak mau dia harus menjawab pertanyaan pak tua ini. Dia tampak ragu sebentar tapi segera menjawab.

"Dia adalah ayahku."

Wajah pak tua itu benar-benar terlihat aneh. Wajahnya terus bergerak-gerak. Dia tetap berdiri di sana tapi tidak bicara lagi. Tiba-tiba dia maju selangkah, menunjuk Jin Mei Ling.

"Apakah di pusar kirimu ada sebuah karang hitam sebesar butiran beras?"

Jin Mei Ling terkejut, dia meloncat dari kursinya dan berpikir.

"Mengapa pak tua ini bisa tahu tentang tanda lahirku?"

"Kakak Xin saja tidak tahu,"

Dia hanya menyimpan pertanyaan aneh ini di dalam hati dan dia tidak menjawab.398 Jantung pak tua ini terus berdebar-debar.

Matanya terus melihat Jin Mei Ling tanpa berkedip.

Dia menunggu jawaban Jin Mei Ling, dia hanya berdiri sambil terus melihat pak tua kurus itu, ekspresinya aneh dan serius.

Ooo)*(ooO BAB 12 Penyesalan seumur hidup Tiba-tiba pak tua itu menarik nafas panjang, sorot matanya yang tadinya galak berubah menjadi sangat lembut, tubuhnya yang tampak tegang sudah mengendur.

Dengan lemas dia menjatuhkan dirinya di sebuah kursi.

"Apakah ibumu, apakah dia.... dia baik-baik saja?"

Sewaktu pak tua itu menanyakan tentang ibunya, sikapnya seperti sulit untuk mengungkapkannya.

Jin Mei Ling tampak ragu, dalam hatinya timbul sebuah firasat, tapi firasat ini membuatnya terkejut dan bingung, akhirnya dia menjawab.

"Ibuku sudah lama meninggal."

Kedua mata pak tua itu tampak berkaca-kaca, apakah itu adalah air mata399 kebahagiaan atau air mata kesedihan?

Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi sepertinya dia berusaha untuk menahannya.

Dengan terburu-buru dia bangun, sepertinya dalam waktu singkat dia telah menjadi sangat tua dan lemah.

Kemudian dia masuk ke dalam, meninggalkan Jin Mei Ling yang masih terpana.

Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa pak tua itu merasa sangat sedih.

Kepada putri kandungnya sendiri dia tidak mau mengungkapkan apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu.

Dia tidak mau gara-gara tahu keadaan sebenarnya, putrinya akan terpukul, dia juga tidak mau karena mempunyai ibu seperti itu, maka putrinya akan malu.

Maka dia pun memutuskan untuk berlalu dari hadapan putrinya.

Yang pasti Hou Er tidak tahu kalau dulu istrinya menyimpan banyak masalah, bahkan dia tidak tahu sewaktu dia masih muda dia telah tidak sengaja melakukan semua ini, sehingga membuatnya sedih seumur hidup.

Jin Mei Ling masih terpaku, pelayan hanya bisa melihatnya terus, dia baru ingat apa tujuannya datang ke sini, dalam hati dia400 telah bertekad.

"Kalau kalian tidak mau memberitahuku, aku akan mencari tahu sendiri."

Begitu malam tiba, dengan kemampuan ilmu silatnya, dia masuk lagi ke toko perhiasan Shan Mei untuk mencari tahu identitas Xin Jie yang sebenarnya.

Hal ini penting baginya.

Sekarang Hou Er berada dalam keadaan sedih dan lemah, dia sedang kebingungan, dia dilanda perasaan yang dalam.

Pertama kali saat dia melihat gadis berbaju hijau itu, hatinya sudah bergejolak, tapi begitu dia membuktikan kalau gadis yang duduk di depannya adalah putri kandungnya sendiri, dia malah berusaha menahan gejolak hatinya.

Semua orang tua di dunia ini memang selalu begitu, mereka selalu berusaha menahan kesedihan terbesar mereka.

Tidak ingin putra dan putri mereka sampai dihina.

Tapi Jin Mei Ling tidak tahu perasaan Hou Er, walaupun kepada orang tua kurus itu dia merasa ada suatu perasaan yang sulit diungkapkan.

Tapi dia tidak mempedulikannya.

Perasaan ini hanya diam di dalam hatinya dan tidak berubah, tapi perasaannya401 kepada Xin Jie memang kuat, karena itu dia kembali lagi ke sisi sungai.

Pukul satu.

Pukul dua malam....

Jin Mei Ling menghitung jumlah tabuhan genderangn penjaga malam.

Kemudian dia mengencangkan baju dan gaunnya diselipkan ke dalam sepatu, dia mencoba gerakan tubuhnya apakah leluasa atau tidak.

Kemudian dia seperti seekor kucing lari ke atas genting.

Dia sudah mengingat arah ke toko perhiasan itu tak lama kemudian dia tiba di depan toko 'Shan Mei', walaupun dia tahu di toko itu para pelayannya hanya pelayan biasa tapi mata pak tua yang tadi pagi dilihatnya membuatnya lebih berhati-hati pada saat menggerakkan tubuhnya.

Berusaha untuk tidak mengeluarkan suara.

Dari kejauhan terdengar kucing mengeong, membuatnya teringat musim semi telah tiba.

"Musim semi...."

Adalah kata-kata yang menarik, tapi sorot matanya seperti elang yang sedang mencari mangsa.

Lampu di toko itu telah padam, membuat toko menjadi gelap.

Dia bisa mendengar degup jantungnya402 sendiri yang berdebar-debar, walaupun mempunyai ilmu silat tinggi tapi ini adalah pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini, dan dia merasa tegang.

Dia berdiri di atas atap, beberapa kali dia ingin meloncat turun, tapi dia merasa enggan, karena dia bingung bagaimana cara menjalankan tujuannya.

Pengalaman di dunia persilatan tidak cukup sehari dua hari saja bisa dipelajari, apalagi dia baru saja terjun ke dunia persilatan, dia belum mengerti sama sekali.

Awalnya dia merasa dia telah menyusun suatu rencana bagus tapi sewaktu akan melaksanakannya malah susah dan tidak semudah seperti yang dia bayangkan.

Karena itu dia kebingungan sambil menatap langit, Bulan dan bintang seperti sedang mengedipkan matanya menertawakan tingkahnya.

Tiba-tiba di belakangnya terdengar suara orang terbatuk, dengan cepat dia membalikkan badan, ada seorang pak tua kurus, dengan dingin menghadapinya, dan bertanya.

"Kau datang lagi ke sini mau apa?"

Ternyata orang itu adalah pak tua403 yang tadi pagi ditemuinya, Jin Mei Ling berpikir.

"Ilmu silat pak tua ini sangat tinggi, dia berada di belakangku, tapi aku masih belum sadar."

Pak tua Hou Er berpikir.

"Malam-malam seperti ini dia datang lagi, entah apa keinginannya? Apakah dia sudah tahu siapa aku ini?"

Jin Mei Ling bersiap siaga tapi tidak menjawab pertanyaan Hou Er, Hou Er masih terus menatapnya, dan bertanya lagi.

"Mau apa kau datang lagi ke sini?"

Hati Hou Er benar-benar kacau, di satu sisi dia berharap gadis di depannya ini tahu kalau dia adalah ayah yang sebenarnya, tapi di sisi lain dia berharap supaya putrinya ini selamanya tidak akan tahu siapa dirinya.

Jin Mei Ling terdiam sebentar kemudian baru berkata.

"Aku berharap Anda mau memberitahu kepadaku identitas Xin Jie, aku adalah...."

Dia malu mengatakan hubungannya dengan Xin Jie, dengan cepat dia menyambung lagi.

"Aku ingin tahu siapa sebenarnya dia?"

Dengan susah payah dia akhirnya bisa404 mengatakan semuanya, dan dia menganggap kata-katanya tepat.

Tapi dia tidak berpikir malam-malam seperti ini masuk ke rumah orang lain hanya untuk menanyakan suatu pertanyaan aneh, mana mungkin orang akan memberikan jawaban jelas kepadanya?

Hou Er dan dia mempunyai hubungan ayah dan anak, tapi Hou Er tetap tidak akan memberitahu identitas Xin Jie karena semua ini ada hubungannya dengan rencana Mei Shan-ming yang telah disusun selama 10 tahun, mana mungkin dia mengatakan rencana dari orang yang telah menolongnya?

Sekalipun yang bertanya adalah putrinya sendiri.

Apalagi Jin Mei Ling tidak secara terus terang bertanya padanya, membuat Hou Er bertambah curiga dan berpikir.

"Apakah dia diperintahkan oleh Du Jun melakukan semua ini?"

Apa yang ada di dalam benak ayah dan anak ini sangat berbeda, karena itu Hou Er berkata.

"Kau adalah seorang gadis, mengapa malam-malam seperti ini menanyakan identitas seorang laki-laki? Hayo cepat pulang!"

Dari nada bicaranya terdengar kalau dia menyayangi putrinya.

Tapi Jin Mei Ling tidak merasakannya,405 dia tidak menyangka kalau pak tua yang ada di depannya sekarang ini adalah ayah kandungnya.

Tapi Tuhan selalu bergurau, yang dipikirkan oleh Jin Mei Ling adalah Xin Jie, kecuali Xin Jie dia tidak peduli dengan orang lain, kelincahan dan kepintarannya terhalang karena memikirkan Xin Jie.

Dia marah kepada pak tua itu karena tidak mau memberitahu kepadanya tentang identitas Xin Jie.

"Kalau kau melarangku aku tidak akan sungkan-sungkan membunuhmu!"

"Kau tidak mau mendengar kata-kataku?"

Diam-diam Jin Mei Ling berpikir, 'Mengapa aku harus mendengar kata-katamu?' Sekarang pikirannya sudah kacau, perasaannya terus bergejolak dan berpikir.

"Kau tidak mau aku tahu tentang Xin Jie, biar aku membunuhmu dulu!"

Dia terlalu keras kepala karena perasaannya terlalu bertumpuk dan dia berteriak.

"Ada hak apa kau melarangku?"

Kedua tangannya mendorong, dorongan itu dilakukan dengan sepenuh tenaga kepada Hou Er.406 Dia sama sekali tidak tahu kalau lawannya sekarang ini adalah ayah kandungnya.

Hou Er juga tidak menyangka kalau Jin Mei Ling kan menyerangnya secara tiba-tiba.

Begitu dia merasakan angin dari telapak tangan sudah berada di depannya, otomatis Hou Er menahan dengan tangannya.

Dia lupa bahwa kedua tangannya telah kehilangan ilmu silat, mana mungkin tangan Hou Er bisa menahan serangan dari Jin Mei Ling yang telah dididik selama 10 tahun oleh Du Jun?

Apalagi Jin Mei Ling mengira ilmu silat Hou Er lebih tinggi darinya, maka dia mengerahkan seluruh tenaganya.

Jin Mei Ling melihat Hou Er mengangkat tangannya untuk menahan serangannya, hatinya bergerak, Jin Mei Ling takut kalau dia tidak bisa bertahan terhadap pukulan Hou Er, tangan kirinya bertahan, tangan kanannya menyerang lagi.

Tapi tangan kirinya hanya mengenai sepasang tangan yang tidak bertenaga.

Di dalam keterkejutannya, kedua tangannya telah memukul dada lawannya.

Hou Er tidak kuat menahan serangan itu, darah muncrat dari mulutnya dan407 mengenai baju Jin Mei Ling yang berwarna hijau.

Jin Mei Ling merasa bersalah, dia tidak mengerti mengapa dalam satu kali pukul dia berhasil membuat pak tua itu roboh, dia berpikir.

"Ilmu meringankan tubuhnya berada di atasku, tapi mengapa hanya satu kali pukul, dia langsung roboh...."

Hou Er sudah lemah sambil menarik nafas dia menatap langit, matanya semakin buram, dia tahu lukanya parah, dia menarik nafas, nasibnya telah diatur demikian rupa.

"Mengapa aku harus mati di tangan putriku sendiri?"

Dia mengangkat tangannya dan berkata.

"Kemarilah!"

Jin Mei Ling merasa ada tenaga kuat yang mendorongnya supaya dia mendekati pak tua yang sekarat itu, Hou Er melihat wajah putrinya. Dia merasa sedih, senang, dan juga marah.

"Apakah sampai sekarang kau masih belum tahu siapa aku ini? Aku adalah...."

Dia tidak ingin mengatakan mengenai hubungan mereka, karena itu akan membuat putrinya merasa menyesal seumur hidupnya, Hou Er berpikir.

"Aku harus memaafkan dia, karena408 dia tidak tahu apa pun, kalau aku membuatnya menyesali tindakannya seumur hidupnya, sampai mati pun aku tidak bisa memejamkan mata dengan tenang, aku belum melaksanakan tugas-ku sebagai seorang ayah, sekarang adalah kesempatan terakhirku."

Dia menahan kesedihan yang paling menyesakkan dada.

Sewaktu dia akan mati, di dalam hatinya masih tersimpan sebuah rahasia yang belum sempat diungkapkan.

Tiba-tiba saja pikiran Jin Mei Ling sekarang lebih terbuka, dia terus memikirkan kata-kata pak tua itu, tadinya dia tidak mengerti, sekarang dia telah mengerti semua.

Walaupun sikap mengertinya itu malah membuatnya sedih.

"Dia.... apakah dia ayahku?"

Dia tidak mempunyai suatu perasaan apa pun kepada ayahnya, malahan dia merasa sedikit benci, tapi sekarang hubungan ayah dan anak ini datang seperti air bah, tiba-tiba dia bicara.

"Aku.... aku telah membunuh ayahku sendiri."

Dia menangis seperti seekor burung karena terus berkicau akhirnya muntah darah.

Dia mendekat dan menangis di tubuh pak tua itu, sekarang dia telah melupakan409 Xin Jie, melupakan semua.

Sebuah tenaga besar telah mendorongnya masuk ke jurang yang lebih menyedihkan lagi.

Hou Er tersenyum untuk terakhir kalinya, darah dan air liur keluar dari sudut mulutnya akhirnya dia meninggalkan dunia yang selalu membuatnya sedih.

Hou Er mati dengan tersenyum, apakah senyum ini adalah senyum kebahagiaan ataukah senyum kesedihan?

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang hal ini.

Memasuki bulan ketiga.

Di kota Han Yang di sebelah utara terdapat sebuah kuil biksuni kecil.

Kuil itu telah bertambah seorang biksuni muda.

Setiap lonceng pagi berbunyi hingga malam suara tambur dipukul, selama berbulan-bulan biksuni muda itu menangis tiada hentinya.

Dia selalu bekerja keras, lebih keras dari biksuni lainnya.

Dia seperti menyiksa dirinya sendiri dengan tujuan menghapus kesedihan jiwanya.

Tapi begitu malam tiba, sewaktu orang melewati belakang kuil itu mereka akan melihat biksuni itu sedang berlatih ilmu tenaga dalam di dinding, di atap kuil, atau di atas pohon, dia berlatih ilmu meringankan tubuh410 yang tinggi.

Setiap bulan purnama, dia sendirian berada di bawah sinar bulan, menarik nafas seperti sulit menyelesaikan banyak masalah di dunia ini.

Dia tidak lain adalah Jin Mei Ling yang terus menyesali perbuatannya.

Dia tidak mendapatkan alasan apa pun supaya bisa memaafkan perbuatannya, karena dia telah membunuh ayah kandungnya sendiri.

Walaupun secara tidak sengaja dia telah membunuh ayahnya, tapi hati nuraninya tidak pernah memaafkan perbuatannya.

Karena itu dia meninggalkan semuanya, meninggalkan kerinduannya kepada Xin Jie, dan tinggal di kuil itu.

Kesepian di kuil itu adalah kesepian yang panjang, apakah dia mampu bertahan menghadapi semua ini?

He Xin Xiong dan Bai-long telah menyiapkan perahu untuknya, tapi setelah ditunggu-tunggu Jin Mei Ling tidak muncul, karena itu akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan Wu Han.

Semua ini adalah harapan dari Sun Chao-yuan, dia tidak mau usaha yang dirintisnya di daerah air karena tidak mau411 meladeni perilaku orang-orang persilatan dia akan mendapatkan kesulitan.

Tapi kadang-kadang dia pun berpikir mengapa seorang bos toko perhiasan bisa berhubungan dengan orang terkenal di dunia persilatan?

Dan kelihatannya juga Jin Mei Ling mempunyai hubungan khusus dengan Xin Jie.

Tiga bulan kemudian, 13 toko perhiasan yang berada di sepanjang Chang Jiang semua tutup secara misterius.

Nama Xin Jie kecuali di tiga kota itu, di daerah lainnya sama sekali tidak terdengar lagi.

Sampai sekarang tidak ada seorang pun yang mengingat nama Xin Jie di kota Wu Han.

Jiu Gong Shen Dan, Fan Zhi Cheng dan Tombak Perak Meng Bo-qi yang biasanya tertarik dengan hal-hal yang terjadi di dunia persilatan, malah sudah melupakan tuan muda kaya itu.

Apakah benar nama Xin Jie memang sudah menghilang dari dunia persilatan?

Pertanyaan ini tidak ada seorang pun yang bisa menjawabnya.

Kong-dong San Jue pergi ke Wu Dang, di tempat Jie Jian Chi (kolam melepas pedang) mereka terkurung selama 6 jam.

Oleh412 kesembilan murid Zhi Yang yang mempunyai jurus 'Jiu Gong Jian Zhen' (formasi 9 pedang), Ren Jue Jian Su Yang Xue karena ilmu silatnya paling rendah dia terpukul di bagian punggung dan muntah darah.

Ling Feng Jian Ke menertawakan 'Kong-dong San Jue Jian' kemudian mengusir mereka turun gunung.

Pendeta Zhi Yang pura-pura tidak tahu, karena dia juga ingin mengambil kesempatan ini mengalahkan Kong-dong-pai.

Tujuannya tidak lain adalah memantapkan kedudukannya di dunia persilatan.

Alasan kedua adalah dia ingin mengambil alih sebuah benda sakti yang dulu pernah ditemukan olehnya bersama dengan Jian Shen Li-e.

Untuk pertama kalinya Kong-dong San Jue Jian dikalahkan dengan memalukan, mereka harus turun gunung.

Ren Jue Jian Su Yang Xue bernafas dengan terengah-engah.

Walaupun dia telah minum banyak obat yang dibuat Kong-dong Pao untuk mengobati luka dalam, tapi obat-obat itu sepertinya tidak manjur.

Tian Jue Jian Zhu Ge-ming dan Di Jue-jian, Yu Yi-fei sama-sama menyukai Su Yang Xue, melihatnya dia terluka hingga413 seperti itu, mereka pun bingung entah apa yang harus mereka lakukan untuk menolong adik sepergu-ruannya.

Mereka marah karena Wu Dang Pai dengan jumlah lebih banyak menyerang mereka yang hanya bertiga, sekarang Kong-dong-pai telah bermusuhan dengan Wu Dang Pai, dan perselisihan ini di kemudian hari pun tidak selesai-selesai.

Mereka berdua tahu kalau adik mereka dibawa ke Kong-dong-pai untuk diobati, lukanya akan sulit sembuh.

Tian Jue Jian Zhu Ge-ming dari luar terlihat jujur, tapi dalam hatinya dia adalah orang yang tidak berperasaan.

Tapi hubungannya dengan orang persilatan sangat luas, di mana-mana dia kenal dengan orang persilatan.

Maka dia pun segera teringat pada seseorang dan berkata pada Yu Yi-fei.

"Kita cari Tabib Lu Qiang."

Yu Yi-fei setuju.

"Kalau Kakak tidak mengatakannya aku malah lupa ada tabib yang begitu hebat. Luka adik pasti akan sembuh, asal dia mau berobat dia pasti akan sembuh, tapi aku dengar sifat pak tua itu aneh!"

Tian Jue Jian tertawa dan berkata.

"Orang ini sifatnya memang aneh, kalau dia414 tidak mau mengobati pasien, meski kau pukul dia sampai mati pun dia tetap akan menolak mengobati pasien itu. Tapi tabib ini sangat akrab denganku, aku rasa kalau aku minta tolong kepadanya dia pasti mau menolongku. Dari sini menuju Gunung Jing harus menempuh 2 hari perjalanan. Apalagi sekarang kita membawa adik yang sedang terluk;i, kita harus segera berangkat sekarang."

Mereka berdua menunggang kuda dan menyewa sebuah kereta untuk Sun Yang Xuc.

Mereka berjalan dari pagi hingga malam menuju Gunung Jing untuk mengunjungi tabib terkenal yang bernama Lu Qiang dan mengobati luka Sun Yang Xue, ternyata pukulan itu telah melukai organ dalamnya.

Tidak sembarangan tabib bisa mengobati luka seperti ini.

Gunung Jing berada di propinsi Hu Bei, Jing Shan adalah sebuah kota kecil yang tidak begitu ramai.

Tabib Lu Qiang tinggal di luar kota Jing Shan.

Sifatnya aneh, orang yang tidak dia sukai walaupun mati di depannya, dia tetap tidak akan mengobatinya.

Ilmu silatnya biasa, tapi ilmu pengobatannya sangat415 tinggi.

Orang terkenal di dunia persilatan banyak yang diobatinya hingga sembuh.

Maka walaupun banyak yang tidak suka kepada sifatnya yang aneh tapi mereka pun tidak bisa berbuat banyak.

Tian Jue Jian, Zhu Ge-ming menunggang kuda berjalan di sisi kanan kereta.

Matahari baru saja terbenam, awan merah memenuhi langit, sekarang adalah musim semi.

Walaupun udara tidak terlalu panas tapi karena sepanjang jalan mereka berkuda dengan tergesa-gesa maka mereka berkeringat deras.

Dia mengeluarkan sapu tangan untuk mengelap keringatnya.

Melihat hutan bambu begitu luas seperti dinding berwarna hijau.

Di Jue-jian, Yu Yi-fei dengan senang berkata.

"Apakah itu adalah rumah Tabib Lu Qiang?"

"Benar!"

Jawab Zhu Ge-ming. Mereka menyuruh kusir memacu kereta lebih cepat lagi. Kereta berhenti di luar hutan bambu, Zhu Ge-ming berkata.

"Biar kita berjalan kaki dari sini, nanti pak tua itu bisa marah."

Yu Yi Feng turun dari kudanya, dari416 dalam kereta dia memapah Su Yang Xue keluar.

Wajah Su Yang Xue yang cantik sekarang tampak sangat pucat.

Pipinya yang biasa merah sekarang tidak berona.

Hal ini membuat hati Yu Yi-fei terasa sakit.

Dia ingin menggendong Su Yang Xue.

Tapi Zhu Ge-ming sudah datang menghampiri mereka, tangan kanannya segera memapah Su Yang Xue, Yu Yi-fei hanya bisa tertawa kecut, mereka memapahnya masuk ke dalam hutan.

Di dalam hutan bambu ada sebuah jalan setapak yang terbuat dari batu kerikil.

Jalan itu menghubungkan beberapa kamar tabib sakti itu.

Hutan bambu itu sangat sepi, hanya terdengar suara burung berkicau dan suara serangga.

Langkah mereka ketika menginjak batu kerikil mengeluarkan suara C RAK, C RAK, CRAK....

Dinding rumah terbuat dari bilik bambu, di atas dinding terdapat lapisan tanah tipis, di dalam tanah terlihat banyak ulat, keadaan ini sangat aneh.

Pelan-pelan pintu pun diketuk.

Tapi setelah mengetuk sebanyak 30-50 kali dari dalam tidak terdengar suara apa pun.

Yu417 Yi-fei berkata.

"Apakah Pak Tua Lu sedang pergi?"

Zhu Ge-ming menggelengkan kepalanya dan menjawab.

"Tidak mungkin, sudah 10 tahun ini belum pernah aku mendengar dia pergi,"

Dia melihat ke sekeliling dan berkata lagi.

"Lihat, pintunya tidak dikunci, kalau dia pergi, rumah ini pasti ada yang mengurusnya."

Karena itu dia terus mengetuk pintu. Baru beberapa kali ketuk, pintu terbuka, mungkin karena pintu tidak terkunci dengan baik maka dengan mudah terbuka, Zhu Ge-ming berkata.

"Lao Er, bagaimana kalau kita masuk untuk melihat-lihat?"

Begitu tiba di halaman, tetap tidak terdengar ada suara seseorang, Zhu Ge-ming berteriak.

"Apakah Pak Tua Lu ada di rumah?"

Kecuali suara burung, tetap tidak ada yang menjawab. Dia mulai merasa curiga, dan berkata pada Yu Yi-fei.

"Tolong pegang Adik Su dulu, aku akan masuk untuk melihat-lihat, aku takut telah terjadi sesuatu di sini."

Kata-katanya belum selesai, tiba-tiba dari dalam rumah ada suara dingin yang418 berkata.

"Cepat keluar!"

Walaupun hanya bicara seperti itu, tapi membuat hati siapa pun yang mendengarnya terasa dingin. Zhu Ge-ming mendengar nada bicaranya bukan gaya bicara tabib sakti, karena itu dia bertanya lagi.

"Siapakah Tuan ini? Aku adalah Kong-dong San Jue, sengaja datang ke sini untuk mengunjungi Tuan Lu."

Dia mengira dengan nama besar Kong-dong San Jue dia bisa membuat orang itu merasa terkejut. Tapi orang itu tetap dengan dingin menjawab.

"Aku bilang keluar, apakah kalian tidak mendengarnya?"

Kemudian terlihat jendela dibuka, dari jendela itu muncul wajah seseorang, dia sangat pucat dan pucatnya lebih parah dari Su Yang Xue.

Melihat wajah itu, Yu Yi-fei dan Zhu Ge-ming segera bergetar dan bertanya secara bersamaan.

"Siapa kau?"

Orang itu tertawa panjang dan dingin, sorot matanya dengan cepat berputar, dia melihat wajah Su Yang Xue dan memuji.

"Cantik sekali!"

Tian Jue Jian dan Di Jue-jian benar-benar marah, tapi orang itu sama sekali tidak menganggap mereka. Dia melihat wajah419 Su Yang Xue sebentar kemudian dia marah lagi.

"Mengapa kalian masih disini? Pak Tua Lu tidak ada waktu untuk mengobati kalian, cepat pergi!"

Setelah tiga kali berturut-turut dia menyuruh mereka pergi, Yu Yi-fei membentak.

"Siapa nama teman? Harap teman sudi memberitahukannya kepada kami."

Sepertinya orang itu tidak mengerti, dia tetap dengan dingin berkata.

"Aku akan hitung sampai 10 kalau kalian tidak pergi, aku tidak akan sungkan-sungkan lagi kepada kalian!"

Kemudian dia mulai berhitung.

"Satu, dua, tiga...."

Wajah Yu Yi-fei telah dipenuhi dengan aura membunuh, tapi melihat keadaan Su Yang Xue, dengan terpaksa dia berkata.

"Kakak, kita keluar dulu."

Zhu Ge-ming pun memikirkan keselamatan Su Yang Xue, dia mengangguk setuju, maka mereka bertiga pun keluar dari tempat itu.

Pada saat mereka keluar, orang itu telah berhitung sampai sepuluh.

Orang itu tertawa terbahak-bahak, Tian Jue Jian, Zhu Ge-ming dan Di Jue-jian,420 Yu Yi-fei belum pernah dihina sampai sedemikian rupa, karena itu Yu Yi-fei berkata.

"Aku akan lihat dulu ke dalam."

Dia tahu kalau orang itu adalah orang kuat maka dia pun mengeluarkan pedangnya.

Ilmu pedangnya telah mengalami puluhan tahun pengalaman.

Jurus Kong-dong 'Shao Yang Jin Yi Shi' adalah jurus terkenal di dunia persilatan, karena itu pedang membuatnya lebih berani.

Dia masuk kembali ke halaman, ilmu meringankan tubuhnya lumayan tinggi.

Sewaktu turun dia sama sekali tidak mengeluarkan suara.

Tapi orang itu sudah terbang keluar melalui jendela, ilmu meringankan tubuhnya berada di atas Yu Yi-fei.

Hal ini membuat Yu Yi-fei merasa terkejut, orang itu dengan dingin berkata.

"Apakah kau pernah mendengar nama Tian Mo Jin Qi? Apakah ada orang yang masih bisa hidup setelah berhadapan dengannya?" 'Tian Mo Jin Qi', keempat kata ini menggetarkan Yu Yi-fei, diam-diam dia berpi-kir.

"Ternyata dia adalah 'Tian Mo Jin Qi'."

Wajah Yu Yi-fei mulai tampak ketakutan. Tian Mo Jin Qi berkata lagi.

"Aku421 masih memandang muka Jian Shen Li-e, kau adalah orang pertama yang bisa hidup, cepat keluar!"

Di Jue-jian adalah seorang yang sombong, tapi sekarang ini dia telah bertemu dengan orang seperti itu, dia tampak berpikir sebentar tanpa bicara apa pun, lalu dia keluar lagi.

Diam-diam Tian Mo Jin Qi menghapus keringatnya wajahnya tampak seperti kesakitan, dia kembali ke dalam kamar melalui jendela.

Gerakannya terlihat lamban.

Di dalam kamar ada sebuah dipan, di atas dipan duduk seorang pak tua kurus, dia duduk bersila, dan matanya terpejam.

Apa yang terjadi di luar, sepertinya dia tidak mendengarnya sama sekali.

Tian Mo Jin Qi berjalan ke depan pak tua itu dan berkata.

"Hei marga Lu, dengar, apakah kau tahu nadi 'Bai Hai' dan bagaimana caraku menotoknya? Tidak ada seorang pun yang bisa membuka totokan itu, kalau kau tidak mau mengobatiku. Aku, marga Jin tidak akan mati, tapi kau marga Lu tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama." 422 Ternyata sewaktu Tian Mo Jin Qi bermain petak umpet dia mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri, Tang Bin, Tang Ling, dan Tang Man terus mengejarnya dari belakang. Tapi karena ilmu meringankan tubuh mereka tidak setinggi Tian Mo Jin Qi maka mereka tidak bisa mengejarnya. Tapi tidak lama Tian Mo Jin Qi berlari, dia mulai merasa bagian di antara dada dan perutnya sangat sakit. Tenaganya pun berkurang, ternyata dia telah terkena pukulan Xin Jie, sekarang dia kesakitan, apalagi dia sedang terluka, kalau dia berlari lebih cepat lagi maka lukanya akan bertambah parah. Begitu melihat orang-orang Tang Men tidak mengejarnya lagi, dia mencari sebuah tempat terpencil untuk mengatur nafasnya. Tulang tangan dan kakinya serasa hancur, dengan terkejut dia berpikir.

"Tenaga telapak marga Xin benar-benar sangat lihai!"

Dia pun tahu kalau luka ini tidak cepat-cepat diobati kelak akan sulit untuk disembuhkan.

Di dalam kecemasannya dia teringat pada tabib sakti Lu Qiang, karena423 itu dia segera pergi ke Jing Shan dan meminta Lu Cjiang mengobati lukanya.

Tapi ketika tabib sakti itu mendengar nama 'Tian Mo Jin Qi' dia tidak mau mengobatinya.

Pastinya Tian Mo Jin Qi marah besar, dia segera bertarung dengan Tabib Lu.

Walaupun dia telah terluka dalam, tapi Tabib Lu tetap tidak bisa melawannya.

Hanya dalam 3-5 jurus, Tabib Lu berhasil ditotok di bagian kepalanya.

Kemudian dia didudukkan di atas dipan, dengan cara apa pun Tian Mo Jin Qi mengancamnya, Tabib Lu tetap tidak bergeming.

Dia hanya duduk bersila dan memejamkan matanya.

Sepatah kata pun dia tidak bicara.

Karena itu Tian Mo Jin Qi sangat marah, tapi Tabib Lu seperti tidak melihatnya.

Saat itu Kong-dong San Jue datang, Tian Mo Jin Qi benar-benar terkejut, karena dia tahu sekarang ini dia tidak akan bisa melawan Kong-dong San Jue.

Karena kalau dia bertarung lagi maka lukanya akan bertambah berat.

Karena itu tadi dengan beberapa kalimat dia membuat Yu Yi-fei takut dan mundur dari sana, dan diam-diam dia merasa senang.

Tapi karena tabib sakti itu tidak mau424 mengobatinya maka dia merasa sangat cemas, kalau hanya luka dalam biasa dia bisa mengobatinya sendiri.

Tapi pukulan Xin Jie bukan pukulan biasa, tidak sembarangan tabib bisa mengobati lukanya.

Di Jue-jian berlari ke dekat dinding dan berkata pada Tian Jue Jian.

"Orang tadi adalah Tian Mo Jin Qi. Kakak, sekarang kita harus bagaimana?"

Tian Jue Jian tampak berpikir sebentar lalu menjawab.

"Dia datang ke sini pasti mencari tabib sakti, artinya dia juga sedang terluka, Lao Er, kita tinggalkan adik di hutan bambu dulu, lalu kita masuk lagi ke sana untuk melihat lebih jelas, dia juga manusia, masa kita berdua tidak bisa mengalahkan dia?"

Yu Yi-fei setuju dan segera menyandarkan Su Yang Xue di sebuah pohon bambu besar.

Tian Jue Jian memberi kode dengan tangan, mereka kembali ke halaman tadi.

Dari jendela mereka melihat Tian Mo Jin Qi sedang berpikir dengan diam.

Tian Jue Jian melemparkan sebuah batu.

Kong-dong-pai adalah salah satu dari 5 perkumpulan besar pemakai ilmu pedang.

Jian Shen Li-e tidak suka menggunakan425 senjata rahasia.

Maka anggota Kong-dong-pai yang menggunakan senjata rahasia bisa dikatakan sangat sedikit.

Senjata rahasia mereka paling-paling semacam batu kerikil.

Mereka adalah perkumpulan besar tentu saja harus menjaga gengsi mereka di dunia persilatan.

Batu adalah senjata rahasia yang paling sederhana, mana mungkin akan mengenai Tian Mo Jin Qi.

Dia hanya melambaikan tangannya batu itu telah dipukul hingga menjauh.

Dan tubuhnya sama sekali tidak bergeser, ternyata dia sedang kesakitan rasanya seperti mau pingsan.

Tian Jue Jian, Zhu Ge-ming melemparkan batu sebenarnya dia pun tidak berharap bisa mengenai Tian Mo Jin Qi.

Karena itu sekarang dia tidak merasa aneh.

Maksudnya melemparkan batu adalah hanya untuk mengejutkan Tian Mo Jin Qi supaya dia keluar dari jendela.

Sekarang dia hanya diam dan tidak membalas apa pun, justru hal ini malah membuat Zhu Ge-ming merasa aneh.

Tiba-tiba Yu Yi-fei berkata pada Zhu Ge-ming.

"Siluman itu datang mencari Tabib Lu, semua ini pasti karena dia telah426 terluka parah dan sekarang ini dia tidak bisa bergerak, bila kita ingin mengalahkan siluman itu, ini adalah kesempatan baik, bagaimana menurut Kakak?"

Zhu Ge-ming tampak berpikir sebentar lalu berkata.

"Kelihatannya kita memang harus bertarung, walaupun dia sedang terluka atau tidak, tapi...."

"Apa lagi?"

Tanya Yu Yi-fei.

"Kalau kita bertarung di dalam rumah, pasti tabib sakti tidak akan suka, nanti malah dia tidak mau mengobati luka adik."

Yu Yi-fei merasa kata-kata Zhu Ge-ming masuk akal, walaupun dia tidak kenal dengan tabib sakti itu tapi tentang sifat anehnya, Yu Yi-fei sedikit banyak pasti tahu.

"Kalau begitu sekarang kita harus bagaimana?"

Dengan cemas Yu Yi-fei bertanya lagi.

"kita meninggalkan adik di hutan bambu, apakah tidak akan membahayakannya?"

Dia teringat bahaya yang mengancam Su Yang Xue bila mereka meninggalkannya cukup lama. Mendengar kata-kata ini Zhu Ge-ming merasa panas, tapi dia berpura-pura berkata.

"Aku rasa tidak akan terjadi427 apa-apa."

Kemudian dengan nada keras dia berkata.

"Kalau kau merasa tidak tenang, kau boleh keluar untuk melihat keadaan adik."

Dalam hati sebenarnya Yu Yi-fei merasa marah, tapi dia memilih berpura-pura tidak peduli, dia menjawab.

"Baiklah, aku akan lihat dulu keadaan adik, Kakak di sini saja, menunggu datangnya kesempatan."

Lalu dia pun keluar.

Zhu Ge-ming merasa mulai menyesal, seharusnya dia tidak memberikan kesempatan kepada Yu Yi-fei untuk berduaan dengan Su Yang Xue.

Mereka bersaing merebut hati Su Yang Xue, tapi Su Yang Xue tidak menyukai mereka, malah membenci mereka.

Ini adalah isi hati seorang gadis, kalau memberitahu kau mencintai mereka, mereka akan menganggap kau tidak penting.

Walaupun mereka sebenarnya mencintaimu.

Tian Mo Jin Qi semakin merasa tidak enak, nafasnya tidak teratur.

Dia melihat tabib sakti yang masih diiduk di atas dipan.

Dia sadar kalau menyuruh tabib itu mengobatinya, dia pasti tidak mempunyai harapan, ditambah lagi Kong-dong San Jue siap menyerangnya.428 Dia adalah orang kejam, bila melakukan sesuatu asalkan tujuannya tercapai dia akan melakukan dengan segala cara.

Bahkan ayah kandungnya sendiri pun tega dibunuhnya, apalagi orang lain.

Sekarang hawa membunuhnya sudah muncul dan berpikir.

"Orang ini tidak mau mengobatiku aku pun akan membuatnya tidak akan bisa mengobati orang lain selamanya."

Karena itu sambil menahan sakit dia berdiri dengan cepat dia berdiri di depan dipan, dan mengangkat tangannya, siap memukul kepala tabib sakti itu.

Kemudian dengan cepat dia keluar dari jendela lain, lalu menghilang ke tempat jauh.

Tian Jue Jian hanya bisa melihat Tian Mo Jin Qi tapi tidak bisa melihat tabib sakti yang sedang duduk di atas dipan.

Sekarang dia melihat Tian Mo Jin Qi tiba-tiba pergi, tiba-tiba dia merasa aneh.

Tanpa berpikir panjang lagi dia masuk melalui jendela, dia melihat tabib sakti telah roboh dengan cemas dia bertanya.

"Tuan Lu, apa yang telah terjadi?"

Dengan lemah tabib sakti itu membuka matanya, cahaya matanya telah redup, dia429 berusaha bicara.

"Cepat ambil obat di rak bagian kanan, botol ketiga, cepat!"

Ternyata pukulan Jin Qi di kepalanya telah membuatnya luka parah, tapi juga berhasil membuka totokan Tian Mo Jin Qi, sekarang dia bisa bicara dan bergerak.

Dengan cepat Zhu Ge-ming mengambil obat di rak kanan dan mengambil botol berwarna hijau yang berbentuk kuno.

Tabib sakti itu berpesan lagi.

"Cepat keluarkan 3 butir lalu letakkan ke dalam mulutku!"

Zhu Ge-ming mengeluarkan 3 butir obat dari dalam botol itu. Obat itu sangat harum, dia berpikir.

"Sepertinya ini adalah obat luka dalam yang bernama 'Cui Hun Wan'."

Ternyata 'Cui Hun Wan' yang dimiliki tabib sakti ini adalah obat khusus untuk mengobati luka dalam.

Semua orang persilatan tahu tentang hal ini.

Tapi obat ini jarang dipakai, karena itu setelah mengeluarkan 3 butir obat dan dimasukkan ke dalam mulut tabib sakti, sisa obat beserta botolnya dimasukkan ke dalam baju bagian dadanya.

Setelah memakan tiga butir obat itu,430 kelihatannya kondisi tabib sakti itu berangsur sembuh, dia berusaha duduk, dia memejamkan mata untuk beristirahat.

Lalu dia membuka mata dan menarik nafas panjang.

"Apakah Tuan Lu merasa lebih baik?"

Tabib itu menggelengkan kepala nya.

"Tian Mo Jin Qi benar-benar kuat, walaupun dia telah terluka parah, tapi dia tetap memiliki ilmu silat tinggi, kepalaku terkena pukulannya, sekalipun yang datang adalah dewa, tetap tidak akan bisa menolongku."

Zhu Ge-ming berusaha menghibur.

"Tidak seperti itu...."

Tabib itu marah dan berkata.

"Aku lebih tahu darimu!"

Karena marah malah membuatnya bertambah lelah, kemudian dia terbatuk, dan berkata.

"Aku sudah tidak kuat lagi.... tapi sayang ilmuku tidak ada yang meneruskan...."

Dia mulai berhenti bernafas.

Kepala bila telah terkena pukulan, akan terasa pusing, apalagi dipukul oleh Tian Mo Jin Qi yang mempunyai ilmu silat tinggi dan tenaga dalamnya pun sangat kuat.

Tabib sakti masih bisa bicara itu termasuk431 suatu keberuntungan, karena dia masih sempat meminum 'Cui Hun Wan'.

Karena kematian tabib sakti membuat Zhu Ge-ming kalang kabut, dia berpikir.

"Tidak disangka aku datang hanya untuk melihatnya mati, benar-benar sial!"

Di luar rumah terdengar ada suara kuku saling beradu, ini adalah kode sesama pesilat, begitu terdengar oleh Zhu Ge-ming dia tahu bahwa Yu Yi-fei menyuruhnya kembali.

Dia melihat di rak masih terlihat ada beberapa botol berwarna hijau, dia mengambilnya lalu pergi dari sana.

Tapi dia berpikir lagi.

"Walau aku mengambil botol ini tapi aku tidak tahu bagai-mana cara memakannya, bukankah perbuatanku hanya sia-sia?"

Karena itu dia tidak jadi mengambil botol itu dan berlari ke luar rumah.

Sewaktu dia berlari melalui pagar pendek yang terbuat dari bambu, dalam hati dia terkejut karena di luar pagar di sebuah tanah kosong, kecuali ada Yu Yi-fei dan Su Yang Xue yang sedang terluka, ternyata ada tiga orang lainnya berdiri di sana.

Mereka memakai baju pendeta berwarna biru, seseorang menyandar di tubuh mereka, dia432 memakai baju biasa, kelihatannya dia juga sedang terluka.

Karena itu dengan cepat dia berlari ke depan Yu Yi-fei, ternyata mereka adalah orang-orang Wu Dang, Pendeta Ling Feng dan para muridnya.

Ternyata yang terluka parah adalah Shen He Zhan Pin.

Shen He Zhan Pin terkena pukulan Yu Yi-fei dan dia terluka berat.

Walaupun dia telah lama beristirahat dan berobat di Wu Dang Shan, tapi lukanya tidak membaik.

Karena itu mereka segera teringat pada tabib sakti Lu Qiang, dan mereka datang ke sana untuk berobat.

Sekarang mereka saling bertemu, dalam hati mereka masih menyimpan dendam tapi mereka tahu kalau kedatangan mereka ke sini adalah untuk berobat.

Kedua pihak saling memandang dalam waktu lama, Pendeta Ling Feng hanya diam dan memapah Shen He Zhan Pin ke arah rumah Lu Qiang.

Tian Jue Jian berbisik.

"Ayo, kita cepat pergi dari sini!"

Melihat sikap Zhu Ge-ming yang serius Yu Yi-fei tahu sesuatu telah terjadi,433 maka dia segera membawa Su Yang Xue masuk ke hutan bambu.

Dia mendengar nafas Su Yang Xue semakin berat, seperti sulit menghirup udara, dengan cemas dia bertanya.

"Bagaimana dengan luka adik?"

"Tidak apa,"

Jawab Zhu Ge-ming, dengan senang dia berkata lagi.

"Aku telah mengambil sebotol obat 'Cui Hun Wan' milik tabib sakti."

Yu Yi-fei merasa aneh.

"Mengapa tabib sakti tiba-tiba menjadi begitu baik? Malah memberikan sebotol Cui Hun Wan kepada kakak?"

Tiba-tiba dia berteriak.

"Celaka sepertinya nafas adik berhenti!"

Mereka melewati hutan dan tiba di depan kereta, melihat di belakang tidak ada siapa pun, dia segera mengeluarkan botol hijau itu dan berkata.

"Berikan 3 butir obat ini kepada adik, keadaannya akan membaik."

Kata-katanya belum selesai, dari hutan bambu muncul bayangan seseorang, lalu berhenti di depan mereka dan tertawa dingin.

"Kong-dong San Jue kalian memang kejam, kalian berani membunuh tabib sakti!" 434 Melihat botol yang dipegang Zhu Ge-ming dia berkata lagi.

"Juga masih berani mencuri Cui Hun Wan milik orang lain, Jian Shen Li-e ternyata mengajar muridnya sangat baiknya!"

Mendengar tabib sakti telah mati, Yu Yi-fei merasa terkejut. Zhu Ge-ming dengan dingin menjawab.

"Pendeta Wu Dang benar-benar lihai memfitnah orang!"

"Bilakah aku memfitnahmu!"

Kata Pendeta Ling Feng. Dia masuk ke hutan bambu, Zhu Ge-ming segera memerintahkan Yu Yi-fei yang masih terpaku.

"Cepat, masuk ke dalam kereta!"

Ooo)*(ooO BAB 13 Perebutan kekuasaan Kesadaran Xin Jie belum habis, tapi dia tidak bisa bicara, tangan dan kakinya tidak bisa digerakkan.

Karena dibawa terbang oleh Jiao Qi-niang, dia hanya mendengar suara desiran angin yang terus berhembus.

Kecepatan terbang Jiao Qi-niang, dibandingkan dengan ilmu meringankan435 tubuhnya yang bernama 'An Ying Fu Xiang', keduanya sangat tinggi, karena itu Xin Jie merasa Qi Niang mempunyai ilmu silat yang tidak terbatas.

Dia teringat pada keselamatannya dan berpikir.

"Apa kesalahanku? Mengapa mereka terus mendesakku?"

Dia ingin menarik nafas, tapi bernafas pun sulit.

Kaki dan tangannya mulai terasa kaku.

Rasa sakitnya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Ini adalah pertama kalinya Xin Jie ditotok oleh orang lain.

Dalam kecemasannya, dia masih bisa marah.

"Kali ini jika aku masih bisa hidup, kelak aku harus lebih rajin berlatih ilmu silat. Supaya orang-orang ini bisa terbuka matanya!"

Tapi siapa yang telah menotoknya, laki-laki atau perempuan, dia belum tahu.

Sekarang dia mulai mencium wangi yang manis.

Itu adalah bau harum yang keluar dari tubuh Jiao Qi-niang.

Dia menarik nafas dalam-dalam dan berpikir.

"Bau harum ini sama dengan bau harum dari tubuh Adik Ling."

Dia menarik nafas lagi, tiba-tiba teringat pada Jin Mei Ling.

"Sekarang dia pasti merasa sangat sedih." 436 Pikirannya menjadi kacau. Suara desiran angin di telinganya kemudian seperti berhenti. Dia melihat ke sekeliling, ternyata mereka berada di sebuah perahu. Xin Jie menjerit.

"Mengapa kembali lagi ke sini?"

Jiao Qi-niang melempar Xin Jie ke lantai perahu.

Xin Jie yang tidak bisa bergerak, terpaksa dia hanya diam.

Tubuhnya masih terasa sakit, untuk mengatur gerakannya dia sudah tidak sanggup.

Kecuali dalam keadaan sadar, dia benar-benar seperti orang cacat.

LebihOlebih lagi sekarang kaki dan kedua tangannya terasa kaku karena telah ditotok, sewaktu sedang berlari, dia ditotok dengan tangan dan kakinya sedang bengkok, sekarang dia tergeletak di bawah, gerakannya benar-benar jelek.

Tadi Wu Hen-sheng telah menghabiskan banyak tenaga mengelilingi Chang Jiang dan dia terus memukul air hingga naik ke atas membentuk tiang, tapi dia tidak berhasil menemukan Xin Jie, karena itu dengan masih marah dia membawa Zhang Qing kembali ke perahu.

Ternyata orang yang ingin ditangkapnya sedang terbaring di perahu.437 Jiao Qi-niang tertawa.

"Biasanya kau selalu mengatakan aku bodoh, kali ini giliranku yang akan berkata seperti itu."

Wu Hen-sheng tertawa kecut.

"Orang ini sangat licik!"

Zhang Qing melihat pada pemuda bermata besar yang berhasil ditangkap oleh ibunya.

Dia terkejut dan merasa senang.

Dia takut ayah dan ibunya akan menghukumnya kalau tahu dia senang bertemu Xin Jie kembali.

"Apakah kau sudah bertanya dengan jelas kepadanya?"

Tanya Jiao Qi-niang.

"Sapu tangan itu memang miliknya, dia mengakuinya,"

Jawab Wu Hen-sheng. Dengan marah Jiao Qi-niang berkata.

"Aku akan membawa ke pulau, lalu di depan pusara adik kita akan membunuhnya. Dan kita akan menggunakan mayatnya untuk bersembahyang pada adik supaya dia merasakan bagaimana perasaannya jika ditinggal kekasih."

"Mengapa kita kembali ke pulau? Bukankah ayah mengatakan kalau kita akan bermain sepuasnya. Sekarang belum sempat bermain, kita harus kembali. Pulau itu begitu kecil, di sana sangat membosankan," 438 ucap Zhang Qing dengan ketus.

"Kau mengatakan kalau Wu Ji Dao membosankan. Di dunia persilatan orang yang ingin ke Wu Ji Dao jumlahnya mencapai ribuan sampai puluhan ribu!"

Xin Jie terkejut dan berpikir.

"Ternyata orang ini adalah ketua Wu Ji Dao, tapi kapan aku pernah melakukan kesalahan kepada 'Dong Hai San Xian'?" (tiga dewa laut timur) Zhang Qing dengan manja berkata lagi.

"Itu urusan mereka kalau mau ke Wu Ji Dao, buat aku...."

Wu Hen-sheng mengerutkan alisnya tidak senang.

"Jangan banyak bicara lagi! Kau masih memiliki banyak kesempatan datang ke Zhong Yuan. Kali ini kita harus pulang dulu."

Mata Zhang Qing menjadi merah. Air matanya telah memenuhi matanya yang indah. Jiao Qi-niang memeluk putrinya. Dengan lembut dia berkata.

"Anak bodoh, jangan cemas! Ayah dan ibu tidak akan membiarkanmu tinggal di pulau itu seumur hidup hidupmu."

Dia tertawa dan berkata lagi.

"Kelak kau akan menikah.

Setelah menikah, kau bisa439 bermain kemanapun yang kau suka.

Wajah Zhang Qing menjadi merah, mengapa dia selalu teringat pada pemuda bermata besar dan sekarang tergeletak di bawah.

"Jika pemuda ini terus menemaniku bermain, tentu akan sangat menyenangkan."

Tapi begitu teringat setiba di pulau, dia akan dibunuh oleh ayah dan ibu karena memikirkan pemuda itu, dia menjadi sedih lagi. Jiao Qi-niang mengelus-elus rambut putrinya sambil menunjuk Xin Jie.

"Ingat, kau tidak boleh menikah dengan orang seperti ini. Dia bermarga Mei dan bernama SHan-ming. Gara-gara dia, bibimu meninggal, sekarang ibu harus membunuhnya untuk membalaskan dendam bibimu."

Sekarang Xin Jie mengerti.

"Ternyata apa yang telah dilakukan oleh Paman Mei, dikira aku yang melakukannya dan sekarang semua itu diperhitungkan kepadaku, aku benar-benar sial."

Tapi dia berpikir lagi.

"Jika tidak ada Paman Mei, sekarang aku pun sudah mati? Mungkin aku sudah mati di Wu Hua Shan. Sekarang aku akan mati menggantikannya,440 aku rela melakukannya."

Dia berpikir lagi.

"Aku mati dengan keadaan tidak berharga. Sebenarnya apa yang telah dilakukan Paman Mei kepada bibi ke-9? Apakah dia ditinggalkan begitu saja? Apakah Paman Mei meninggalkan bibi ke-9 begitu saja?"

Tiba-tiba dia teringat ketika Mei Shan-ming membawanya pulang dari Wu Hua Shan, di ruang depan Paman Hou pernah mengatakan pada Mei Shan-ming tentang seorang perempuan.

Waktu itu dia tidak mengerti apa maksud perkataan mereka, sekarang dia baru mengerti semuanya dan berpikir.

"Bibi ke-9 setelah mendengar berita kematian Paman Mei, dia baru pergi. Mungkin kematian bibi ke-9 karena alasan lain. Ketua Wu Ji Dao berilmu silat tinggi tapi bertindak ceroboh, tidak bertanya dengan jelas langsung mengira kalau Paman Mei yang menyebabkan bibi ke-9 meninggal. Ini benar-benar hanya salah paham."

Otaknya bisa berpikir, tapi mulutnya tidak bisa bicara karena itu keringatnya terus mengucur. Jiao Qi-niang tertawa dingn.

"Ternyata kau takut mati."

Dia bertepuk441 tangan 2 kali. Dari luar ada 2 orang laki-laki bertubuh tegap masuk. Jiao Qi-niang berpesan.

"Kita kembali lagi ke timur dan bersiap-siap untuk pulang."

Kedua laki-laki itu dengan hormat menjawab perintah Jiao Qi-niang. Jiao Qi-niang berkata lagi.

"Taruh orang ini di gudang. Beri dia bubur tiap hari, jangan sampai mati kelaparan."

Xin Jie benar-benar marah.

Dia adalah seorang yang bisa membedakan budi dan dendam.

Orang yang berbuat baik kepadanya, akan selalu diingat dan harus dibalas budinya.

Tapi jika orang berbuat jahat kepadanya, dia akan selalu ingat untuk membalas perbuatannya.

Sekarang dia benar-benar dendam kepada Jiao Qi-niang dan berpikir.

"Jikalau kali ini kalau aku tidak mati, aku pasti akan membalas perbuatan ini."

Dia sudah bertekad akan membalas semua perbuatan ini.

Kemudian seperti sebuah papan dia digotong keluar.

Sewaktu dia digotong meninggalkan runangan itu, dia masih sempat melihat sepasang mata terang milik gadis berbaju putih itu.

Saat itu dia sedang442 melihat Xin Jie.

Wajahnya menyiratkan rasa kasihan dan perhatian kepadanya.

Xin Jie tersentuh melihatnya.

Tapi waktunya begitu singkat untuk merasakannya, Xin Jie sudah digotong keluar.

Kedua laki-laki kasar itu tidak menganggap Xin Jie sebagai manusia tapi barang.

Hanya sempat melihat langit sebentar kemudian dia dilempar ke dalam gudang perahu yang gelap.

Dia seperti seonggok mayat yang telah membeku dan terbaring di gudang itu.

Lemparan mereka lebih keras dan jauh, membuat seluruh tulang persendian Xin Jie terasa sakit, di dalam gudang tercium bau ruangan yang telah lama tidak dibuka, membuatnya ingin muntah.

Xin Jie tidak menyangka dia akan terperangkap seperti ini.

Dia ingin sekali membuka totokan ini, tapi totokan ini menggunakan totokan istimewa dari Wu Ji Dao.

Orang yang telah ditotok tidak akan sanggup mengatur nafas untuk membuka totokan.

Totokan ini tingkatnya berada di atas totokan Dian Cang-pai.

Xin Jie sadar usahanya sia-sia belaka.

Dia terdiam untuk mengurangi gerakan yang tidak perlu.443 Selang beberapa lama ada seorang laki-laki kasar masuk ke gudang itu.

Dia membawa semangkuk bubur lalu membuka mulut Xin Jie, semua bubur ditumpahkan ke dalam mulutnya.

Bubur itu sangat panas membuat tenggorokannya terbakar.

Dengan terpaksa dia menelan karena untuk memuntahkannya juga sangat sulit.

Sepertinya laki-laki itu tertarik dengan pekerjaan ini, sebentar-sebentar dia datang untuk memberinya makan.

Terakhir Xin Jie merasa perutnya kembung karena dijejali bubur terus tapi laki-laki kasar itu tetap menumpahkan bubur ke dalam mulutnya.

Setelah berlangsung selama 6-7 kali, dia sudah tidak tahan lagi.

Apalagi bubur panas itu telah membakar tenggorakannya, rasa sakitnya benar-benar sudah tidak tertahankan lagi.

Semua ini menambah kebenciannya kepada Jiao Qi-niang.

Tiba-tiba terdengar langkah orang datang.

Dia mengira itu adalah langkah orang yang datang untuk memberinya makan lagi, maka dia pun memejamkan matanya rapat-rapat.444 Kali ini tangan yang memegang wajahnya bukan tangan kasar melainkan sepasang tangan putih dan harum.

Xin Jie membuka matanya.

Selama 10 tahun berlatih di kamar batu membuatnya bisa melihat dengan jelas sekalipun berada di tempat gelap.

Di depannya ada seraut wajah cantik.

Wajah itu tertawa seperti bunga yang baru mekar.

Xin Jie sudah sangat senang.

Dia mempunyai pandangan tersendiri pada saat menikmati 'keindahan'.

Apalagi selama ini dia telah terpengaruh oleh Mei Shan-ming, dia sangat memuji kecantikan seorang gadis.

Perasaan ini tidak sembarangan orang bisa mengerti.

Perasaan ini juga membuatnya tersiksa.

Sekarang dia melihat kecantikan wajah di depannya.

Sama sekali tidak ada perasaan mesum terbersit di benaknya.

Yang ada hanyalah keinginan untuk lebih dekat.

Pikiran mesum dan ingin lebih dekat, sangat berbeda sekali artinya.

Tapi yang mengerti hal ini sangat sedikit.

Zhang Qing melihat Xin Jie yang terus menatapnya.

Dia tertawa manis.

Hal ini membuat tekadnya bulat.

"Lepaskan dia, biarkan dia pergi dari sini." 445 Dalam hati Zhang Qing timbul perang batin. Dia sadar jika dia melepaskan pemuda bermata besar ini, maka selamanya dia tidak akan bisa bertemu lagi dengan pemuda ini. Tapi dia juga tidak tega kalau Xin Jie sampai dibunuh oleh ayah dan ibunya. Walaupun dia pernah berbuat salah, tapi semua itu masih bisa dimaafkan. Seorang gadis suci, dalam menghadapi perbedaan cinta dan benci, dia lebih bisa membedakan dengan jelas dibandingkan membedakan mana yang benar dan mana yang salah salah. Zhang Qingpun seperti itu. Diam-diam dia memberitahu.

"Aku akan melepaskanmu. Dari sini masih dekat dengan daratan. Kau pasti bisa meloncat ke dalam air dan mencapai darat tapi kau harus bergerak cepat."

Jari kanannya menekan nadi Xin Jie.

Tangan kirinya dengan cepat menepuk dada dan ketiak Xin Jie.

Xin Jie bisa berdiri sekarang.

Dia berdiri di depan Zhang Qing.

Dia bisa mencium harum yang keluar dari tubuh Zhang Qing.

Langit dan bumi seperti dipenuhi dengan bau harum ini.

Di depan Xin Jie ada seraut wajah cantik.

Mereka bisa mendengar446 suara detak jantung masing-masing.

Xin Jie berdiri.

Otaknya kosong.

Dia tidak tahu apa yang harus diucapkannya sekarang.

Setelah lama, Zhang Qing dengan cepat berkata.

"Cepat pergi dari sini! Jika ketahuan oleh ayahku, kau tidak akan bisa lari dari sini selamanya!"

Sebenarnya gadis itu tidak mau Xin Jie pergi.

Xin Jie mencium pipi gadis ini, lalu dia lari dari gudang perahu itu.

Zhang Qing memegang pipi yang telah dicium oleh Xin Jie tadi.

Dia merasakan kehangatan memenuhi hatinya.

Di luar sangat gelap.

Perahu berlabuh di sisi sungai.

Seperti yang dikatakan Zhang Qing, letak perahu dari daratan tidak terlalu jauh.

Tapi jaraknya itu pun sudah mencapai 20 meter.

Kedua tangannya dibuka.

Dia terbang melewati jarak 20 meter.

Bagi Xin Jie hal ini tidak sulit dilakukan, sekali meloncat dia bisa mencapai 15 meter, kemudian kedua kakinya meloncat lagi.

Gerakannya terlihat begitu lincah.

Di dunia persilatan Zhong Yuan jarang terlihat pesilat seperti ini.

Di dalam kesunyian ada yang berkata.

"Baik sekali."

Suaranya447 menggema ke mana-mana. Sewaktu Xin Jie menapak tanah, di depannya sudah berdiri seseorang berbaju putih. Pikir Xin Jie.

"Apakah gadis itu tidak ingin aku pergi maka dia ikut ke sini?"

Tapi begitu diperhatikan dengan benar, rohnya seperti keluar dari raganya.

Ternyata yang berdiri di depannya sekarang dan sedang tertawa dingin kepadanya adalah ketua Wu Ji Dao, bukan orang yang dipikirkannya tadi.

Wu Hen-sheng membentak.

"Kau berani pergi!"

Xin Jie sadar dia tidak akan bisa meloloskan diri lagi, maka dia pun berkata pada ketua Wu Ji Dao.

"Tuan sudah salah paham kepadaku...."

Tawa keras ketua Wu Ji Dao memotong kata-katanya, tiba-tiba dia ingin mencoba kekuatan Ketua Wu Ji Dao, kedua tangannya dijulurkan, sepuluh jarinya dibuka.

Jari telunjuk, jari tengah, dan ibu jari menotok Wu Hen-sheng.

Lima jari kiri menotok ke wajah Wu Hen-sheng, lututnya sedikit dibengkokkan dan menendang alat vital Wu Hen-sheng.448 Pukulan itu adalah hasil latihannya selama 10 tahun.

Tawa Wu Hen-sheng belum berhenti, tubuhnya mundur, tapi Xin Jie maju mengikuti mundurnya Wu Hen-sheng.

Sebenarnya dia bisa memperoleh kesempatan tapi apa boleh buat ilmu meringankan tubuh Wu Hen-sheng sangat tinggi.

Dia selalu menjaga jarak dengan Xin Jie, membuat Xin Jie tidak leluasa bergerak, dalam waktu singkat mereka telah mundur 30-40 meter.

Tenaga Xin Jie mulai terkuras, tapi tubuh ketua Wu Ji Dao telah berputar, lengan bajunya tampak berkibar dan menotok nadi belakang Xin Jie.

Lengan bajunya berkibar dengan cepat, dia menotok dengan menggunakan lengan bajunya yang berkibar, ilmunya adalah ilmu yang telah lama musnah di dunia persilatan.

Tapi dia sama sekali tidak mengeluarkan serangan.

Xin Jie terdiam, dia hanya berdiri, seperti patung.

Ilmu silat Wu Hen-sheng memang sangat tinggi, tapi dia tetap tidak bisa sekaligus menotok Xin Jie.

Sekarang karena Xin Jie sudah kelelahan dan cara yang449 digunakan oleh Wu Hen-sheng, sebelumnya tidak pernah didengar atau dilihat, maka dia pun tidak dalam keadaan siap.

Karena berbagai macam alasan, dalam satu jurus dia telah berhasil menaklukkan Xin Jie, dalam hati Xin Jie memarahi dirinya, rasa cemasnya begitu besar dan sulit dilukiskan.

Dia berpikir.

"Tidak disangka, aku mengira aku bisa berkelana di dunia persilatan dengan modal ilmu silat yang diajarkan Paman Mei, ternyata hanya dalam satu jurus ketua Wu Ji Dao aku tidak bisa bertahan sama sekali."

Suara tawa ketua Wu Ji Dao telah berhenti, dia membawa Xin Jie pergi dengan cara mengepit di ketiaknya.

Zhang Qing yang sedang sedih berdiri di sisi perahu, sambil melihat air sungai yang mengalir.

Bintang dan bulan memenuhi langit, juga terlihat kegelapan di tempat jauh.

"Pemuda itu telah pergi, hanya tinggal aku seorang diri, sambil melihat sungai yang luas ini."

Seumur hidupnya, baru pertama kali dia merasakan kesepian.

Tiba-tiba dia melihat ada bayangan di450 darat, bayangan putih yang berkilau, gerakann-nya lebih cepat dari kilat.

Kemudian bayangan itu sudah berada di depannya, melihat gerakan bayangan itu yang begitu cepat, tidak perlu dipikir lagi dia tahu kalau itu adalah ayahnya.

"Ayah kembali lagi ke darat, untuk apa? Apakah ayah tahu kalau Xin Jie telah melarikan diri?"

Pikiran itu baru saja terbersit di benaknya, bukti sudah terjawab, ketua Wu Ji Dao datang membawa Xin Jie kembali ke perahu.

Ayahnya melihat Zhang Qing yang masih berdiri dengan bengong kemudian dia melempar Xin Jie ke bawah.

Jantung Zhang Qing hampir copot, dia benar-benar terkejut.

Pelan-pelan ketua Wu Ji Dao berjalan ke depannya dan berkata.

"Apa yang telah kau lakukan di sini? Cepat ikut aku masuk ke dalam!"

Wajahnya dingin seperti es, ayahnya benar-benar terlihat sangat marah.

Seperti kejadian pertama, Xin Jie kembali dilempar ke dalam gudang, kali ini malah lebih parah.

Karena kedua tangannya ke depan dan kesepuluh jarinya terbuka.

Tangan kanannya bengkok keadaannya benar-451 benar parah, lebih jelek dibandingkan pada saat dia tergeletak di bawah sebelumnya.

Kedua laki-laki kasar itu tetap memaksanya makan bubur panas, kesempatannya melihat matahari adalah saat dia membuang air besar.

Dia memakai kesempatan ini untuk menghitung hari.

Sudah lewat sekitar 5-6 hari, Xin Jie benar-benar tersiksa, dia sudah tidak seperti seorang manusia.

Kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan, tapi otaknya masih bisa berpikir dengan lincah.

Karena kepada orang yang dibencinya, dendamnya semakin dalam, kepada orang yang dicintainya kerinduannya semakin bertambah.

Sekarang dia mengerti kekuatan cinta, ternyata lebih hebat dari benci.

Karena orang yang dicintainya lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan orang yang dibencinya, karena itu terhadap hal-hal yang terjadi telah memberi banyak perubahan kepadanya.

Jin Mei Ling adalah orang yang paling dia rindukan, di dalam benaknya selalu muncul bayangan cantik, setiap kali teringat padanya dia juga teringat pada Jin452 Mei Ling.

Melewati malam yang sepi, dia menghargai terhadap apa yang telah diberikan Jin Mei Ling.

Dia juga tidak akan melupakan Fang Shao-kun.

Tapi bayangan yang paling jelas adalah wajah Zhang Qing yang cantik.

Sekarang dimana dia berada, sudah beberapa hari ini dia tidak bertemu dengan Zhang Qing.

"Aku yakin dia pasti dimarahi ayah dan ibunya yang galak."

Xin Jie berdoa untuk orang yang dia cintai.

Dia lupa dengan keadaannya sendiri, dan juga telah melupakan dendamnya.

Zhang Qing memang dimarahi oleh ketua Wu Ji Dao dan istrinya.

Lalu dia dikurung di dalam perahu tapi dia tetap tidak bisa melupakan pemuda bermata besar itu.

Perahu telah keluar dari Chang Jiang dan sekarang mulai berlayar ke laut.

Ketua Wu Ji Dao melihat keluar, di depan terbentang laut timur yang luas seperti menyambung dengan langit.

Langit yang menyambung dengan laut, membuat laut bertambah luas, hatinya menjadi tenang, dia453 bergurau dengan istrinya.

"Kita hampir tiba di rumah!"

Jiao Qi-niang tertawa, tapi Wu Hen-sheng sudah mengerutkan dahinya dan berkata.

"Kali ini kita kembali ke pulau kita harus benar-benar mengajar Qing Er!"

Jiao Qi-niang tertawa.

"Apa yang kau tertawakan?"

Tanya Wu Hen-sheng dengan aneh.

"Aku tertawa karena ada perompak yang tidak tahu diri dan mereka ingin merampok kapal kita,"

Jiao Qi-niang menunjuk keluar jendela, dan berkata lagi.

"Dua hari ini kita merasa kesal, hari ini kita bisa melampiaskan nya."

Benar saja di kejauhan terlihat 3 titik hitam, karena tadi Wu Hen-sheng tidak memperhatikannya maka dia tidak melihat, karena itu dia merasa aneh.

"Benar-benar aneh, di daerah Dong Hai ada perompak yang tidak mengenal kita?"

"Mungkin bukan,"

Jawab Jiao Qi-niang.

Angin laut berhembus dengan kencang, ketiga kapal itu seperti tidak berlayar, tapi sebenarnya ketiga perahu itu berlayar dengan cepat, tidak sampai satu jam, mereka sudah bisa melihat bentuk perahu itu.454 Perahu itu membentuk formasi satu perahu di depan dan dua perahu di belakang lalu berbaris menjadi satu.

Ketua Wu Ji Dao tertawa dan berkata.

"Bagus juga!"

Ilmu silatnya tinggi dia sama sekali tidak menaruh hati terhadap perbuatan para perompak itu.

Dengan tenang dia duduk didekat jendela, membiarkan ketiga kapal itu mengelilingi perahunya.

Kemudian dari ketiga kapal itu, masing-masing muncul laki-laki berbaju ketat dan mengeluarkan tanduk sapi lalu meniupnya, suaranya WU!

WU!

WU!, menggema dengan jelas di laut luas.

Jiao Qi-niang tertawa.

"Para perompak itu tampak sangat jaya, entah mereka dari perkumpulan mana?"

Nadanya seperti tertawa menghina dan meremehkan.

Setelah meniup tanduk sapi, ketiga laki-laki itu berdiri di pinggir kemudian dari dalam perahu muncul banyak laki-laki berpakaian ketat.

Begitu keluar dari perahu mereka membentuk menjadi dua baris, begitu banyak orang tapi mereka tanpa suara keluar dari perahu masing-masing.455 Suami istri Wu Ji Dao mulai merasa aneh, kata Jiao Qi-niang.

"Aku belum pernah melihat perompak dengan cara seperti ini merampok perahu."

Kata-katanya belum selesai, dari setiap perahu muncul kembali laki-laki berbaju kuning. Jiao Qi-niang berkata lagi.

"Mengapa mereka mengenakan seragam?"

Para perompak mengenakan seragam panjang dan memang belum pernah dilihat sebelumnya. Sambil memegang dagu, ketua Wu Ji Dao berkata.

"Apakah mereka adalah perompak Huang Hai (laut kuning), tapi...."

Dia tampak berpikir sebentar dan melanjutkan lagi.

"itu pasti mereka. Jika mereka adalah para perompak Huang Hai, mereka tidak akan berani merampok perahu ini."

Tanya Jiao Qi-niang.

"Ada yang yang menyebut mereka dengan Huang Zi Sha, Jin Zi Sha, dan lainnya. Bukankah mereka selah tunduk kepada 'Yu Gu-mo' dan kedengarannya mereka jarang keluar dari Huang Hai untuk merampok. Mengapa sekarang mereka datang ke Dong Hai?"

Nada bicara Wu Hen-sheng seperti456 tidak peduli tapi nada penghinaan tidak terdengar lagi.

Kata-katanya baru selesai, tampak ada sehelai bendera berwarna hitam dengan gambar 2 tulang tenggorak putih, dinaikkan dengan pelan-pelan ke tiang bendera.

Ketua Wu Ji Dao tertawa kepada Jiao Qi-niang.

"Mereka terdiri dari bermacam-macam orang."

"Biasanya perampok membunuh orang tanpa mengedipkan mata, mengapa sekarang mereka tampak begitu teratur? Mereka pasti telah bertekuk lutut kepada Yu Gu-mo."

Dia bertanya kepada ketua Wu Ji Dao.

"Apakah kau tahu Yu Gu-mo itu seperti apa?"

Ketua Wu Ji Dao tertawa.

"Mana mungkin aku tahu identitas para siluman?"

Dia melihat perahu itu dan berkata lagi.

"Sepertinya Yu Gu-mo adalah orang yang lumayan."

Orang yang bisa dipuji oleh ketua Wu Ji Dao berarti orang itu hebat. Dengan curiga Jiao Qi-niang berkata lagi.

"Kau telah lama tidak berkecimpung di dunia persilatan, mengapa kau bisa tahu dia orang yang lumayan?"

"Awalnya aku pun tidak tahu. Beberapa457 tahun lalu, tukang kebun Lao Liu pergi membeli bibit Tao Hua. Sewaktu kembali ke Wu Ji Dao, dia memberitahuku bahwa perompak-perompak di Huang Hai bertekuk lutut kepada Yu Gu-mo, sampai-sampai Gong Shi Zhan yang terkenal pun tunduk kepadanya. Aku sempat merasa aneh tapi tidak menaruh perhatian besar terhadap hal ini. Tidak disangka, hari ini kita bertemu dengan mereka."

Jiao Qi-niang tertawa.

"Apakah mereka tidak mengenal kita? Jauh-jauh datang dari Huang Hai ke Dong Hai, apakah mereka sengaja mencari kita? Aku ingin lihat dia orang seperti apa?"

Ketua Wu Ji Dao tertawa kata-nya.

"Kemampuannya pasti berada di bawahmu. Kalau kau ingin menjadi perampok, semua perampok pasti akan pensiun."

Mereka masih terus bergurau.

Mereka sama sekali tidak menaruh perhatian kepada para perompak itu.

Tiga perahu tampak mendekat.

Gerak-gerik para perompak di perahu itu terlihat jelas.

Semakin lama ketiga perahu itu semakin mendekat, sekarang hanya berjarak 70-80 meter lagi.

Ada yang meniup tanduk sapi, bendera sudah458 diturunkan, kecepatan perahu diperlambat.

Kelihatannya para perompak itu mengikuti kapal mereka.

Dia tertawa.

Dari perahu pertama muncul seseorang.

Dia berusia sekitar 40 tahunan.

Wajahnya kuning, bajunya panjang berwarna kuning, membuat penampilannya aneh.

Tapi orang-orang di perahu itu sepertinya sangat menghormati orang itu.

Wu Hen-sheng berpikir.

"Orang ini pasti pemimpinnya."

Orang itu menghadap ke arah ketua Wu Ji Dao. Dia memberi hormat dan berkata.

"Aku adalah ketua Huang Zi Sha, Cheng Yi-qing datang memberi hormat kepada suami istri ketua Wu Ji Dao."

Perahu berada di tengah laut, otomatis angin laut sangat kencang.

Dalam jarak 40-50 meter, suara Cheng Yi-qing terdengar begitu jelas.

Dari sini dapat diketahui kalau tenaga dalamnya sangat kuat.

Wu Hen-sheng tertawa dingin dan berkata.

"Sampaikan kepada ketua kalian, telah lama aku mendengar nama besarnya hanya tidak ada waktu untuk berkunjung."

Jiao Qi-niang melihat Cheng Yi-qing mempunyai ilmu begitu tinggi tapi tunduk kepada Yu Gu-mo, karena itu perasaan459 menganggap enteng musuh segera menghilang.

Orang-orang di perahu perompak melihat Wu Hen-sheng tetap duduk dan tidak bergerak, mereka marah dan mulai ribut.

Tapi begitu tangan Cheng Yi-qing diangkat keatas, mereka segera terdiam.

"Ketua kami mengundang Ketua Wu Ji Dao untuk mengobrol, harap Ketua sudi memenuhi undangan ini,"

Kata Cheng Yi-qing.

"Kebaikan dari ketua, aku terima dengan senang hati, hanya saja kami ada perlu penting dan harus segera kembali ke pulau. Harap ketua kalian bisa memakluminya."

Dengan kedudukannya sebagai ketua Wu Ji Dao, dia begitu ramah mengobrol dengan perompak. Dapat diketahui kalau wibawa Yu Gu-mo sangat besar di wilayah laut.

"Kalau begitu aku akan bersulang untuk suami istri ketua Wu Ji Dao, dan menyampaikan rasa hormat Anda kepada ketua."

Dia menuang arak ke dalam 3 cangkir yang terbuat dari kristal bening kemudian kedua tangannya melayang.

Kedua cangkir460 yang berisi arak terbang keluar.

Cangkir terbuat dari kristal bening dan arak yang dituangkan berwarna hijau muda, dua cahaya hijau terbang ke arah perahu Ketua Wu Ji Dao.

Arak tidak tumpah setetes pun.

Dua perahu mendekat lagi.

Tapi dari jarak 40-50 meter, dengan menggunakan tenaga dalamnya, Cheng Yi-qing bisa mengantarkan cangkir arak itu kepada ketua Wu Ji Dao, benar-benar sebuah tenaga dalam yang hebat.

Wu Hen-sheng tertawa dingin.

Lengan bajunya tampak melambai, tenaga lembut dikeluarkan.

Dua cangkir itu berhenti di tengah-tengah udara, lalu perlahan-lahan turun ke atas meja.

Tenaga dalam begitu tinggi membuat perompak-perompak itu hanya bisa terbelalak.

Tapi wajah Cheng Yi-qing tidak berubah.

Dia berkata lagi.

"Silakan!"

Arak di cangkir diminumnya.

Wajah Wu Hen-sheng seperti tidak enak, karena dia memang merasa serba salah.

Dia tahu Yu Gu-mo mempunyai ilmu silat tinggi dan dia sangat memahami beratus jenis macam racun, apakah arak ini pun461 beracun?

Tapi arak itu berwarna sangat hijau, sepertinya itu adalah arak bagus.

Ketika dia sedang berpikir, Cheng Yi-qing sudah minum habis arak dalam cangkirnya.

Ketua Wu Ji Dao tidak mau kalah.

Dia berpikir tenaga dalam Jiao Qi-niang belum mencapai tahap menolak racun, tapi tenaga dalamnya telah mencapai tahap menolak racun, apa pun racun yang masuk ke dalam tubuhnya dia bisa menekan racun itu hingga keluar.

Maka dia pun berkata.

"Istriku tidak senang minum, biar aku yang mewakilinya minum."

Baca Juga: Kemelut Di Ujung Ruyung Emas 12

Baca Juga: Golok Bulan Sabit 3

Related Posts:

Disqus Comments

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert

© 2017 cerita silat online - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger