Eps 7 Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen
Baca online Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen
Cersil Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen.
"Mengapa tidak? Ketua Bai Tuo Shan yang telah membunuh ayah Jiang Xue Jun. Xue Jun sudah meninggal dan aku pernah bersumpah akan membantunya membalas dendam, hanya saja waktunya belum tepat dan aku sudah menahannya sampai sekarang. Sebenarnya aku ingin bergabung dengan keluarga Shang Guan untuk balas dendam tapi sekarang..."
Kata Mu Juan Juan.
"Sekarang mungkin Nona Shang Guan belum bisa bergabung tapi ini adalah kesempatan yang baik karena Ketua Bai Tuo Shan menyuruh putranya dan 2 anak buahnya pergi ke Kun Lun Shan. Dia mengira dia sudah didukung oleh Gai Fu Tian, maka rencana ini pasti berhasil. Kau boleh pergi menyusul sebelum mereka tiba di Bai Tuo Shan."
"Aku tidak takut bertarung dengan Ketua Bai Tuo Shan, aku hanya khawatir dengan luka kakek..."
"Kau tenang saja. Luka kakekmu, ada pamanmu yang mengurusnya."
Kemudian Mu Juan Juan berkata lagi.
"Sebenarnya seharusnya pamanmu yang membantu secara sembunyi, tapi sekarang ini dia tidak bisa pergi, karena itu hanya kau yang bisa pergi. Apakah kau takut?"
Kata Wei Tian Yuan.
"Aku melakukan pekerjaan apa pun selalu seorang diri. Baiklah, aku pergi sekarang!"
Mu Juan Juan tertawa dan berkata.
"Tidak perlu tergesa-gesa. Besok berangkat pun itu tidak terlambat."
Kata Wei Tian Yuan.
"Benar juga, sesudah kita beres-beres dengan kakek, baru aku akan pergi."
Qi Yan Ran tertidur di atas punggung putranya karena Qi Le Ming takut ayahnya akan mengalami perubahan.
Dia sengaja menotok urat tidur ayahnya supaya ayahnya bisa tidur dengan nyenyak dan beristirahat.
Kata Qi Le Ming.
"Tian Yuan, kau tenang saja, kakekmu biar aku yang mengurusnya. Lebih baik kau sekarang turun gunung, besok aku akan mencari kesempatan agar Nona Shang Guan dan kau bisa bertemu."
Tiba-tiba Mu Juan Juan teringat sesuatu, dia bertanya kepada Wei Tian Yuan, 'Tadi kakek pada saat bertemu denganku, langsung mengatakan 'bukan kau', apa arti dari kata-kata ini? "
"Sebelum dia bertemu dengan bibi, dia mengira kaulah yang telah membunuh Paman Ding."
Kata Mu Juan Juan.
"Aku juga pernah dengar bahwa Ding Bo dibunuh oleh seseorang tapi mengapa kakekmu mencurigaiku? Apakah pembunuh itu mirip denganku?"
"Benar, kakek melihat sendiri kedua perempuan itu yang membunuh Ding Bo. Yang satu mirip dengan Nona Shang Guan tapi terakhir kakek mengatakan dia tidak begitu mirip. Yang satu lagi sangat mirip, boleh dikatakan hampir sama."
Tanya Mu Juan Juan.
"Mengapa kakek begitu melihatku segera tahu bahwa dia salah?".
"Menurut kakek, orang yang memalsukanmu usianya lebih tua darimu."
Segera Mu Juan Juan menjadi curiga.
"Usianya lebih tua, tapi dia berani menyamar menjadi diriku, itu sangat tidak mudah. Wajah bisa dipalsukan tetapi ilmu silat dan ilmu meringankan tubuh dengan cara apa dia bisa memalsukannya?"
"Benar, dua hari yang lalu sewaktu aku dan Fei Feng naik gunung sempat bertemu dengan perempuan itu. Waktu itu aku tidak bisa lihat dengan jelas tapi aku yakin denganmu, hanya saja aku merasa aneh. Aku mengira dia adalah kakakmu tapi Fei Feng mengatakan bahwa usianya lebih tua dari kakakmu. Untung dia bisa melihatnya dengan jelas."
Sesudah Mu Juan Juan mendengar cerita Wei Tian Yuan, dia berpikir dan berteriak.
"Celaka!"
"Apa yang celaka?"
"Aku ingat pada seseorang."
"Siapakah dia?"
Jawab Mu Juan Juan.
"Tapi itu pun belum pasti. Sekarang aku akan mencari dia, nanti aku akan ceritakan padamu."
Dalam hati Wei Tian Yuan berpikir.
"Kun Lun Shan begitu luas bagaimana kau bisa bertemunya? Ilmu silat siluman itu berada di atas bibi Mu."
Sepertinya Qi Le Ming sudah tahu siapa orang itu. Dia berkata.
"Juan Juan, bukan kau tidak bisa bertemu dengan dia, tapi aku takut..."
"Apakah kau takut aku akan kalah darinya? Tidak perlu merasa khawatir, aku yakin dia tidak akan bisa melukaiku."
Kata Qi Le Ming.
"Tapi hal ini sangat sulit tidak bisa menjamin tidak melukai siapa-siapa."
"Tidak perlu merasa khawatir, aku tidak akan keterlaluan dalam melakukannya."
Kata Qi Le Ming.
"Baik, pergilah! Kita harus tahu asal usulnya."
Mu Juan Juan sudah pergi, Wei Tian Yuan masih tidak mengerti dia merasa aneh.
Dia tidak tahu siapa yang mereka maksud juga tidak tahu apa yang mereka omongkan.
Tidak boleh ingin tahu mengenai masalah pribadi orang lain.
Ini adalah aturan persilatan biarpun ada hubungan paman dan keponakan.
Dan tadi juga Mu Juan Juan mengatakan setelah dia kembali dari sana, dia akan menceritakan semuanya karena itu Wei Tian Yuan tidak ingin banyak bertanya.
Dia hanya bertanya.
"Paman, mengapa kau tahu bibi pasti akan bertemu dengan orang itu?"
Jawab Qi Le Ming.
"Jika aku tidak salah menebak, kedua penjahat tadi juga berada di bawah pimpinan orang ini, hanya saja orang ini tidak mau muncul."
Wei Tian Yuan tahu orang yang dimaksud oleh pamannya adalah seorang perempuan, dia menebak sendiri.
"apakah dia adalah Ketua Bai Tuo Shan? Jika dia memang Ketua Bai Tuo Shan, mengapa Mu Juan Juan begitu yakin orang itu tidak akan melukai dia. Jika bukan Ketua Bai Tuo Shan, mengapa dia bisa mengatur dua orang anak buah Bai Tuo Shan?"
Walaupun dia tidak tahu siapa orang yang dimaksud itu, tapi dia tahu Mu Juan Juan pasti bisa mencari orang itu hingga dapat.
Dua anak buah Bai Duo Shan, Nan Gong Xi dan Wu Ying Yang harus mengantar Yu Wen Hao pulang dan keadaan Yu Wen Hao sekarang ilmu silatnya sudah dimusnahkan oleh Qi Le Ming.
Dia tidak dapat berjalan dengan cepat, Mu Juan Juan pasti bisa segera menyusul mereka.
Jika sudah menyusul mereka, dari mulut mereka akan segera diketahui mengenai keberadaan orang itu.
Tanya Qi Le Ming.
"Tian Yuan, kau sedang memikirkan apa?"
"Aku berharap kakek cepat sembuh."
"Kau tidak perlu berpikir apa-apa, tapi aku memikirkan putriku. Tian Yuan aku ingin bertanya sesuatu."
Wei Tian Yuan kaget, apa yang akan ditanyakan oleh paman pasti ada hubungannya dengan adik seperguruan. Benar saja Qi Le Ming bertanya.
"Apakah di Yang Zhou kau pemah bertemu dengan adik seperguruanmu?"
"Pernah!"
Qi Le Ming bertanya.
"Apakah semenjak meninggalkan Yang Zhou kau selalu bersama-sama dengan Shang Guan Fei Feng?"
"Benar."
Kata Qi Le Ming.
"Aku mendapat kabar, entah benar atau tidak tapi menurutku mungkin ini palsu. Aku ingin bertanya supaya bisa ada jawaban pasti."
Wei Tian Yuan merasa aneh dan bertanya.
"Mengapa paman bicara begitu aneh, ini tidak seperti biasanya."
Apakah dia ingin memarahiku karena putrinya? "Paman katakanlah!"
"Katanya Nona Shang Guan sudah melukai putriku, apakah ini benar?"
Wei.Tian Yuan meloncat dan menjawab.
"Tidak, siapa yang mengatakan seperti itu?"
"Kata Sheng Gong Bao."
Kata Wei Tian Yuan.
"Kata-kata Sheng Gong Bao tidak boleh dipercaya. Dia selalu membuat gossip di dunia persilatan, apakah paman tidak tahu mengenai sifat Shen Gong Bao?"
Kata Qi Le Ming.
"Tadinya aku tidak percaya, tapi dalam hati aku merasa sedikit curiga."
"Paman, aku selalu bersama Fei Feng, jika terjadi hal seperti itu, masa aku tidak mencegahnya melukai adik seperguruan?"
"Aku tidak curiga kau akan mendukung Fei Feng bila dia ingin melukai adikmu."
Kata Wei Tian Yuan.
"Karena itu kau bertanya apakah aku selalu bersama dengan Fei Feng? Paman, apakah kau curiga kepada Nona Fei Feng' Dengan alasan apa dia harus melukai adik?"
"Kau jangan curiga, aku hanya mengulangi k ata-kata dan Sheng Gong Bao. Bukan berarti aku setuju atau percaya begitu saja kepada kata-katanya."
"Baiklah paman, katakanlah apa yang sudah dikatakan Shen Gong Bao?"
"Menurut Sheng Gong Bao, Nona Shang Guan demi mendapatkan dirimu, dia ingin membasmi musuh cintan ya. Walaupun salah membunuh itu pun tidak menjadi masalah, orang pertama menjadi korbannya adalah Jiang Xue Jun, kedua giliran putriku."
Wei Tian Yuan marah dan berkata.
"Sheng Gong Bao benarbenar bicara sembarangan, Fei Feng bukan orang seperti itu. Waktu Jiang Xue Jun mati, aku tidak berada di sana tapi orang-orang di sana bisa menjadi saksi. Sesudah Jiang Xue Jun membunuh Xu Zhong Yue, kemudian dia bunuh diri, mengapa mengatakan bahwa Nona Shang Guan yang membunuh dia?"
"Keponakan, kau jangan marah. Aku juga tahu dia sering membuat gossip karena itu aku hanya ingin mencari tahu."
"Menurut Sheng Gong Bao, Nona Shang Guan dengan senjata yang sudah diben racun melukai adikmu, untung Biksuni Yao Guang dari Hua Shan Pai lewat kemudian mengusir Fei Feng dan menolong adikmu. Aku pemah bertanya kepada orang lain dan katanya benar, Biksuni Yao Guang pemah bersama dengan seorang perempuan yang masih muda menginap di sebuah penginapan. Mereka naik kereta dan Yao Guang memapah perempuan itu turun. Perempuan itu wajahnya pucat seperti sudah terkena racun, yang pasti orang itu tidak kenal dengan Yao Guang dan putriku. Dia hanya mengatakan biksuni setengah baya dan perempuan yang masih muda. Umur mereka dan wajah mereka cocok dengan kata-kata Sheng Gong Bao."
Kata Wei Tian Yuan.
"Di mana tempatnya?"
"Sebuah kota kecil di dekat Feng Ling Du."
Kata Wei Tian Yuan.
"Fei Feng belum pemah menggunakan senjata rahasia, apalagi senjata rahasia yang sudah diberi racun. Kalau orang itu betul, pasti adik sudah dilukai orang lain. Kota Feng Ling Du adalah ke arah Hua Shan, mungkin Biksuni Yao Guang mengantar adik ke Hua Shan untuk beristirahat dan berobat karena Yao Guang adalah ahli racun. Paman boleh tenang jika masalah di sini sudah beres, kita sama-sama pergi ke Hua Shan dan bertanya kepada Biksuni Yao Guang. Kita akan tahu cerita yang sebenarnya."
Qi Le Ming mengangguk juga menarik nafas, dia berkata.
"Terhadap anak Yu, aku belum pernah menjalankan tugas sebagai seorang ayah, ini betul-betul memalukan. Aku bukan takut Yao Guang tidak bisa mengobati dia, aku takut dia tidak mau mengakui aku sebagai ayahnya."
Kata Wei Tian Yuan.
"Perasaannya sangat aneh, aku kira adik pasti mengerti tentang hal ini. Dia akan memaafkanmu."
"Ibunya berada di keluarga Chu, apakah dia baik-baik?"
"Baik, Paman Chu sangat baik kepada adik. Ada satu kabar gembira yang ingin kusampaikan."
"Apakah ini mengenai anak Yu dan Chu Tian Shu, aku sudah tahu tentang ini."
"Apakah paman setuju dengan pernikahan mereka?"
Jawab Qi Le Ming.
"Persilisihan di antara aku dan Chu Tian Shu, aku tidak akan kututup-tutupi di depanmu, tadinya aku masih canggung kepada Chu Qing Song. Tapi untuk pernikahan ini, bibimu yang rajin mencomblangi, aku merasa bibimu betul juga, setelah menjadi besan ketidakharmonisan akan menghilang di antara kami. Aku sudah mengerti tentang hal ini, biarlah bibimu dan Nona Shang Guan yang menjadi mak comblang."
Wei Tian Yuan merasa aneh.
"Aku mengira karena Adik Yu dan Chu Tian Shu selalu bersama dan dengan sendirinya mereka jadi saling mencintai, temyata ada faktor dari luar membuatnya seperti ini. Fei Feng ikut campur, mengapa dia tidak pemah bicara kepadaku mengenai hal ini?"
Kata Qi Le Ming.
"Aku takut kakek tidak setuju dengan hal ini."
Kata Wei Tian Yuan.
"Kakek sangat menghormati Chu Qing Song. Dia juga menyayangi dan selalu melindungi Chu Tian Shu. Pada saat Chu Tian Shu terkena jarum Jin Hu, kakeklah yang mengobatinya hingga sembuh." . Kata Qi Le Ming.
"itu 2 hal yang aku tahu, kakek menginginkan anak Yu menikah denganmu, tapi sekarang kau sudah mempunyai Nona Shang Guan, ayah pun sudah tahu mengenai ini. Mungkin dia tidak akan marah tapi hanya merasa tidak enak di dalam hatinya."
Kata Wei Tian Yuan.
"Ilmu silat dan ilmu sastra Chu Tian Shu sangat lengkap dan lebih hebat dariku. Adik memilih dia itu adalah nasib baiknya. Aku percaya kakek pasti menyukai cucu menantunya ini."
"Semoga saja begitu."
Sambil berbicara mereka melewati belahan es di bawah.
Qi Le Ming menggendong ayahnya, dia takut ayahnya gemetar, dia memegang ayahnya dengan erat.
Kemudian dia mencoba memeriksa nadi tangan ayahnya.
Dia menunduk seperti berpikir.
Wei Tian Yuan kaget dan bertanya.
"Apakah penyakit kakek mengalami perubahan?"
"Tidak, nadinya normal tapi..."
"Tapi apa?"
Jawab Qi Le Ming.
"Dia sudah berumur. Waktu penyembuhannya akan lebih panjang dari yang aku perkirakan."
Kata Wei Tian Yuan.
"Kakek sudah makan obat Yang He Wan dari keluarga Shang Guan. Jika bisa mendapat seperti obat itu lagi...."
Tiba-tiba dia seperti teringat sesuatu dan berteriak.
"Aku baru ingat."
Lanjut Wei Tian Yuan.
"Obat keluarga Chu yaitu Bao Zhen Zhao Wan."
Qi Le Ming tertawa kecut dan berkata.
"Dari Yang Zhou ke sini memerlukan waktu paling sedikit harus berjalan selama satu bulan."
Kata Wei Tian Yuan.
"Keluarga Chu pun sudah pergi meninggalkan Yang Zhou."
"Mereka pergi kemana?"
"Mereka meniggalkan rumah untuk menghindari musibah. Karena cepat-cepat meninggalkan Yang Zhou, mereka juga tidak memiliki rencana pasti akan pergi kemana. Tapi sepertinya mereka akan meninggalkan Jiang Nan."
"Apakah anak Yu ikut bersama mereka?"
Lanjut Qi Le Ming.
"Mereka meninggalkan Jiang Nan, apakah mereka akan ke tempat ini?"
Dia berpikir.
"Apakah anak Yu dan Chu Tian Shu akan pulang? Jika dia pulang ke rumah kemungkinan dia akan datang bersama Chu Tian Shu untuk mencari kakek ke sini."
Wei Tian Yuan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh paman gurunya.
Dia ingin mendapatkan obat keluarga Chu, di samping itu, dia juga ingin bertemu dengan putrinya.
Dalam hati Wei Tian Yuan juga menarik nafas, dia tidak berani memberitahu bahwa Ding Bo pemah menyuruh Shu Yu pulang, tapi Shu Yu sudah memastikan baru tahun depan pulang bersama ibunya.
Wei Tian Yuan mengira Qi Shu Yu dan Chu Tian Shu tidak akan ke sini karena mereka tidak pulang ke keluarga Qi, juga tidak tahu apa yang sudah terjadi dalam keluaga Qi.
Atau bahkan ke sini untuk mencari kakek.
Ternyata dia salah!
Chu Tian Shu dan Qi Shu Y u sudah pulang ke keluarga Qi dan Chu Tian Shu sekarang berada di gunung Kun Lun.
Sekarang Chu Tian Shu saat ini juga sedang memikirkan Wei Tian Yuan.
"Wei Tian Yuan pemah salah paham kepadaku, tapi sekarang dia sudah mempunyai Nona Shang Guan. Kesalahpahaman ini sudah seharusnya hilang. Nona Shang Guan pemah menolongku dan aku berhutang budi kepadanya. Aku harus berterima kasih kepada mereka."
Yang pasti dia datang ke Kun Lun Shan bukan untuk berterima kasih.
Hari itu di keluarga Qi, di kediaman Qi dia terkena racun orangorang Bai Tuo Shan.
Sebelum pingsan, dia hanya ingat Yu Xu Zi dan Bao Ling Hui menggotongnya masuk ke sebuah kereta kuda.
Terakhir dia baru tahu bahwa hari itu secara kebetulan mereka bertemu dengan Biksuni Yao Guang dan muridnya yang menjadi orang biasa, yaitu Qing Luan.
Karena pertolongan mereka nyawa dia dan Shu Yu tertolong.
Karena racun yang mereka isap sangat berat dan harus memakan waktu yang panjang untuk berobat maka Yao Guang membawa Shu Yu pulang ke Hua Shan.
Tapi Chu Tian Shu sendiri dirawat oleh murid Yao Guang, Qing Luan.
Yu Xu Zi menemukan surat yang ditinggalkan Qi Yan Ran di kediaman Qi.
Isinya sangat sederhana, hanya memberitahu Wei Tian Yuan bahwa demi membalas dendam Ding Bo, dia keluar rumah.
Ding Bo dibunuh oleh orang-orang Bai Tuo Shan.
Yu Xu Zi dan muridnya juga Qing Luan mengira kalau Qi Yan Ran akan membalas dendam Ding Bo, maka dia pasti akan pergi ke Bai Tuo Shan.
Qing Luan mencari Ding Bo karena ingin tahu mengenai keberadaan keluarganya.
Ding Bo sudah meninggal, dia hanya bisa bertanya kepada Qi Yan Ran.
Yu Xu Zi juga berpikir jifca luka Chu Tian Shu sudah membaik, mereka bisa membantu Qi Yan Ran, karena itu mereka berempat bersama-sama menempuh perjalanan ke utara.
Yu Xu Zi tahu maksud Yao Guang yang menyuruh muridnya mengurus Chu Tian Shu, tapi dia juga mempunyai rencana sendiri karena itu dia menerima pengaturan Yao Guang begitu saja.
Begitu Chu Tian Shu sadar dia sudah tahu mengenai rencana Yao Guang dan Chu Tian Shu merasa sangat malu.
Sepanjang jalan karena Qing Luan merawat Chu Tian Shu dengan telaten, maka hanya dalam 6 hingga 7 hari luka Chu Tian Shu sudah sembuh.
Anehnya Qing Luan malah bersikap sangat dingin kepada Chu Tian Shu.
Sepanjang perjalanan dia diam terus, dia hanya berbicara kepada Bao Ling.
Hui.
Supaya tidak dicurigai, Qing Luan sengaja mendekati Bao Ling Hui dan tidak berbicara dengan Chu Tian Shu.
Hari ke-8 mereka bertemu dengan seseorang yang mereka kenal.
Orang itu adalah bawahan Shang Guan Yun Long, bernama Shen Hong.
Dia diperintahkan oleh tuannya ke Yang Zhou untuk mencari nonanya.
Sewaktu terjadi keributan di keluarga Chu, dia pun berada di sana.
Chu Tian Shu merasa aneh dan bertanya.
"Bukankah kau bersama dengan nonamu sudah meninggalkan Yang Zhou? Nonamu kemana?"
Jawab Shen Hong.
"Nona dan Wei Tian Yuan sudah pulang."
Ternyata begitu turun dari Hua Shan, Shen Hong berpisah dengan mereka.
Dia masih ada pekerjaan yang sudah dipesan oleh tuannya.
Tugasnya adalah menghubungi 3 ketua perkumpulan.
Dalam tugas itu dia sudah mengetahui rencana busuk Gai Fu Tian.
13 ketua, 11 ketua sudah terima perintah Gai Fu Tian dan mereka sudah berangkat ke Kun Lun Shan.
Dua ketua lagi karena tidak ingin ikut berkumpul, mereka memberitahu rencana busuk Gai Fu Tian kepada Shen Hong.
Dua ketua ini juga tidak tahu semua rencana Gai Fu Tian, hanya tahu Gai Fu Tian sudah mengkhianati ketua mereka..Karena itu Shen Hong dengan cepat kembali ke Kun Lun Shan.
Yu Xu Zi juga mengenal Shen Hong.
Sesudah makan malam, mereka berdua beralasan melihat keadaan supaya memudahkan keberangkatan esok hari.
Mereka berdua keluar dari tenda.
Karena Chu Tian Shu sudah tertidur lama dan merasa lebih sehat, maka dia juga keluar tenda, tidak sengaja terdengar pembicaraan mereka.
Karena mereka sedang membicarakan dirinya.
Kata Yu Xu Zi.
"Yao Guang ingin menjodohkan Chu Tian Shu dengan Qing Luan, tapi aku lebih suka Qing Luan menikah dengan muridku."
Setelah Chu Tian Shu mendengar semua itu, dia baru tahu ternyata Yu Xu Zi mempunyai rencana lain. Shen Hong tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Ternyata biksuni pun menggunakan cara ini!"
Kata Shen Hong lagi.
"Nonaku pun dengan cara ini mencomblangi orang lain, tapi nonaku menggunakan teknik lebih tinggi dari Yao Guang."
Tanya Yu Xu Zi.
"Dia mencomblangi siapa?"
Jawab Shen Hong.
"Kau tentu bisa menebaknya, dia mencomblangi Qi Shu Yu dan Chu Tian Shu."
Kata Yu Xu Zi.
"Apakah kau bisa menjelaskannya kepadaku?"
Kata Shen Hong.
"Sewaktu Chu Tian Shu berada di Bei Jing dia pemah terkena senjata beracun milik Yu Wen Hao. Tempat kejadiannya adalah di rumah nonaku. Tepat sewaktu dia terkena jarum beracun, nona kembali ke rumah. Sebenarnya nona bisa menolong Chu Tian Shu tapi dia menyerahkan tugas ini kepada Qi Shu Yu."
Tanya Yu Xu Zi.
"Apakah Qi Shu Yu pun berada di sana?"
"Benar.
Sebelum Chu Tian Shu terkena racun, dia sudah pingsan.
Nonaku m emindahkan m ereka k e s ebuah k uil t ua d an m eninggalkan o bat penawar.
Karena Chu Tian Shu terkena racun lebih ringan, dia lebih cepat sembuh.
Untuk merawat Qi Shu Yu terpaksa harus dia yang melakukannya.
Dalam hati Chu Tian Shu tertawa kecut.
"Aku benar-benar bodoh, ternyata Fei Feng adalah dewa penolongku."
Kemudian dia berpikir lagi.
"Walaupun dia tidak mencomblangi, aku tetap akan menyukai Adik Yu."
Kata Shen Hong.
"Mungkin nona dan Wei Tian Yuan sudah pulang ke Kun Lun Shan, apakah kau mau menitip pesan menyuruh Wei Tian Yuan ke Bai Tuo Shan menemui kakeknya?"
"Tidak perlu, aku dan Qi Yan Ran bergabung pun pasti bisa mengalahkan Ketua Bai Tuo Shan. Jika sudah beres kita akan pergi ke Xing Su Hai mengunjungi tuanmu." ---ooo0dw0ooo---C. Rahasia yang Tak Ingin Dibongkar Kata Shen Hong.
"Ada suatu kabar, apakah Kakak sudah tahu?"
"Kabar tentang apa?"
"Ilmu silat Qi Le Ming sudah pulih kembali."
Tanya Yu Xu Zi lagi.
"Kalau begitu, apa yang akan terjadi?"
"Qi Le Ming sudah pulih, dia akan membantu ayahnya membalas dendam. Mungkin sekarang dia sudah berada di Bai Tuo Shan."
Kata Yu Xu Zi.
"Bukankah itu lebih baik? Ilmu silat Qi Le Ming lebih hebat dari ayahnya. Bila ada dia di samping ayahnya, aku merasa yakin kita bisa menang dari Ketua Bai Tuo Shan."
"Ilmu silat putranya sudah piluh, ayahnya pun pasti akan senang tapi bagi kalian mungkin ini tidak sama."
Yu Xu Zi tertawa kecut dan berkata.
"Apakah kau takut Qi Le Ming masih dendam kepadaku? Perselisihan antara aku dan dia sudah dibereskan."
Kata Shen Hong.
"Bukan dendam kepadamu, tapi aku takut dia tidak suka bertemu dengan Chu Tian Shu."
"Apakah dia tidak suka Chu Tian Shu menjadi menantunya?"
"Aku tidak berani mengatakannya."
Kata Yu Xu Zi.
"Yang aku dengar malah sebaliknya, katanya dia sudah menuruti kata-kata istrinya, Yin Hu, dan sudah setuju berbesan dengna keluarga Chu."
Kata Shen Hong.
"Semua hal akan berubah. Belum tentu Qi Le Ming ingin Chu Tian Shu menjadi menantu, melainkan Chu Tian Shu bila sudah tiba di Bai Tuo Shan tidak ingin lagi menjadi menantu Qi Le Ming."
Di tempar lain Chu Tian Shu ingin tertawa.
"Apa sebabnya? Apakah kau lebih mengerti aku dari diriku sendiri?"
Yu Xu Zi terpaku dan bertanya.
"Kata-katamu sangat aneh, ada apa sebenarnya?"
Jawab Shen Hong.
"Karena di Bai Tuo Shan tersimpan sebuah rahasia. Rahasia itu jika diketahui oleh Chu Tian Shu mungkin hatinya akan berubah karena itu Qi Le Ming tidak suka bertemu dengan Chu Tian Shu di Bai Tuo Shan."
Kata Yu Xu Zi.
"Rahasia apakah itu, bisakah kau beritahu kepadaku?"
"Aku sudah terlalu banyak berkata-kata, kau pun akan ke Bai Tuo Shan, nanti kau boleh bertanya kepada suami istri Qi Le Ming. Sebaiknya jangan ada Chu Tian Shu pada saat bertanya."
"Kata-katamu semakin membuatku aneh. Jika Qi Le Ming tidak mau memberitahu, apakah istrinya akan memberitahu hal ini kepadaku?"
"Kakak, dengar-dengar katanya kau sangat pandai bermain catur."
Yu Xu Zi tertegun dan bertanya.
"Apa hubungannya semua ini dengan bermain catur?"
Jawab Shen Hong.
"Jika bermain catur, kadang-kadang terjadi permainan yang rumit dan dalam permainan catur jarang terjadi seri, apakah ini benar?"
Kata Yu Xu Zi.
"Benar, seratus kali main catur jarang mendapatkan satu kali permainan seri tapi ini...."
Shen Hong berkata.
"Ada pepatah mengatakan . pemainnya bingung, yang berada di sisi malah dapat melihatnya dengan sangat jelas situasinya. Begitu terjadi permainan yang rumit, jika ada seseorang yang pintar membantu bermain catur dan memberitahu, maka kedua pecatur ini tidak akan kebingungan."
Yu Xu Zi seperti sedikit mengerti apa yang dimaksud oleh Shen Hong, dia berkata lagi.
"Apakah keinginan Nyonya Qi dalam permainan catur kali ini, hasilnya adalah seri?"
"Benar, karena sekarang ini permainan catur sedang dalam keadaan menentukan. Nyonya Qi memberitahu rahasia ini kepadamu berarti membiarkan kau yang berada di sisi melihatnya, juga berharap kau memberi petunjuk sehingga membuat kedua pihak mendapatkan hasil seri."
Kata Yu Xu Zi.
"Biasanya orang yang bermain catur, tidak senang bila orang memberi petunjuk, bisa-bisa malah mengusir orang yang cerewet itu."
Kata Shen Hong.
"Harus dilihat siapa yang di pinggirnya itu?"
"Kau menganggap akulah yang paling cocok melakoni peran ini?"
"Aku pikir itu benar. Pertama, kau tidak bermain catur. Kedua, kau dan orang yang bermain catur itu mempunyai hubungan erat."
Hati Yu Xu Zi tergerak dan bertanya,"
Apakah kedua pihak itu, kecuali pecatur juga masih ada orang lain?"
"Kau benar, kecuali kedua pecatur ini, mungkin masih ada pihak ketiga. Mungkin juga ada orang yang mempunyai hubungan dengan kedua pecatur ini."
Dalam hati Chu Tian Shu berpikir.
"Semakin mendengar perkataan mereka, aku semakin bingung. Mengapa permainan catur begitu rumit dan membin gun gk an ?"
Tapi Yu Xu Zi mengerti apa yang dimaksud oleh Shen Hong. Dia berkata.
"Apakah aku dan kedua pecatur ini saling kenal dan mereka tak lain adalah temanku?"
"Benar, kemungkinan malah teman baikmu."
"Aku mengira yang bermain catur pasti bukan seorang biksu atau biksuni. Teman baikku adalah Chu Qing Song. Apakah yang mati diperhitungkan juga?"
"Ya, diperhitungkan juga."
"Adik seperguruan Chu Qing Song sebelum meninggal adalah teman baikku juga. Lalu siapa lagi pihak ketiga yang dimaksud?"
Shen Hong tersenyum tapi tidak menjawab. Yu Xu Zi melihat dia tertawa dengan aneh dan tiba-tiba dia teringat. Dia berkata.
"Tidak bertarung, tidak pernah kenal, ini adalah pihak ketiga. Jika dia adalah temanku, dia adalah keluarga Qi."
Kata Shen Hong tersenyum.
"Jika Biksu menebak seperti itu, silakan saja. Apakah benar atau salah aku pun tidak tahu, ingin menjawabnya pun tidak mungkin. Maaf, aku hanya bisa bercerita sampai di sini, jika diteruskan aku akan melanggar aturan dari nona."
Walaupun dia tidak berani menjawab tapi dari kata-katanya dapat diketahui bahwa tebakan Yu Xu Zi sudah benar.
Tidak sengaja Chu Tian Shu mendengar percakapan mereka.
Hatinya dipenuhi dengan pertanyaan, dia kembali lagi ke tendanya tapi tidak bisa tidur.
Dia' menyimpulkan pikiran yang kacau dan data-data yang dikumpulkan adalah sebagai berikut.
"Pertama, rahasia ini berhubungan dengan tiga pihak."
"Kedua, Yu Xu Zi dengan orang-orang tiga pihak ini mempunyai hubungan erat."
"Ketiga, teman baik Yu Xu Zi adalah ayah dan paman guru."
Dari kata-kata Shen Hong, dia sudah tahu kedua pihak itu bukan ayah dan paman gurunya.
"Keempat, kemungkinan keluarga Qi juga termasuk ke dalamnya, tapi ini belum terbukti."
"Keluarga Chu, jika bukan ayahku, hanya aku dan adikku, tapi mendengar kata-kata mereka sepertinya yang dimaksud adalah aku.aneh! Di Bai Tuo Shan ada rahasia apa? Apa hubungannya denganku?"
Pikir Chu Tian Shu.
Dia benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Tapi dari kata-kata Shen Hong sepertinya yang paling tahu semua rahasia ini adalah Fei Feng.
Pertama, dia mempunyai banyak pertanyaan belum terjawab.
Kedua, dia merasa canggung terhadap Qing Luan.
Ketiga, dia ingin berterima kasih kepada Fei Feng karena sudah menolongnya dan ingin bertemu dengan Wei Tian Yuan.
Dia mengambi keputusan bahwa dia tidak akan ikut dengan mereka ke Bai Tuo Shan tapi ikut dengan Shen Hong pulang ke Xing Su Hai.
Hari kemudian karena Yu Xu Zi merasa dia sudah sembuh, dengan senang dia mengijinkannya.
Dia dan Shen Hong sepanjang jalan selalu bersama-sama.
Chu Tian Shu tahu aturan dunia persilatan yaitu dia tidak akan menanyakan rahasia yang dibicarakan Shen Hong kepada Yu Xu Zi.
Hari ini mereka sudah sampai di Kun Lun Shan, tiba-tiba ada 2 orang sedang menggotong tandu.
Menuruni gunung selangkah demi selangkah, mereka berjalan dengan tenang sepertinya tidak perlu berjalan cepat.
Tapi hanya sekejap sudah melihat jelas siapa orangorang tersebut.
Chu Tian Shu kaget dan berkata.
"Ilmu silat mereka berdua sangat tinggi."
Berjalan di gunung es jika tidak berhati-hati maka akan terpeleset jatuh, jika ilmu meringankan tubuh mereka tinggi, maka akan sangat mudah berjalan di gunung es layaknya berjalan di tanah biasa.
Chu Tian Shu dan Shen Hong adalah pesilat, begitu melihat cara mereka berjalan saja mereka sudah merasa kaget.
Orang yang menggotong tandu semakin mendekat.
Tiba-tiba Shen Hong berkata.
"Bukan orang golongan kami."
Tapi kedua orang itu sudah melihat mereka, segera mereka berhenti dan meletakkan tandu.
Pemuda yang berada di dalam tandu, bangun kemudian duduk.
Kali ini mereka benar-benar bertemu dengan musuh, pemuda itu tertawa dingin dan berkata.
"Orang bermarga Chu, kau belum mati, masih berani datang ke sini?"
Chu Tian Shu juga marah.
"Kau pasti tidak menyangka akan bertemu denganku di sini. Kau masih mempunyai berapa buah jarum beracun lagi, ayo keluarkan semua! Aku sedang mencarimu untuk membuat perhitungan!"
Ternyata pemuda yang berada di dalam tandu tak lain adalah putra Ketua Bai Tuo Shan, Yu Wen Hao.
Yang menggotong tandu adalah Nan Gong Xi dan Wu Ying Yan.
Ilmu silat Yu Wen Hao sudah dimusnahkan oleh Qi Le Ming, jika hanya berjalan masih bisa tapi untuk bertarung dia tidak mampu.
Dia tidak ingin Chu Tian Shu tahu rahasia ini maka dia berkata.
"Untuk menghajarmu tidak perlu aku yang turun tangan, kalian berdua, ini adalah kesempatan untuk menebus kesalahan kalian. Cepat hajar dia!"
Di Kun Lun Shan, Nan Gong Xi dan Wu Ying Yang sudah dikalahkan, apalagi tuan muda mereka ilmu silatnya sudah dimusnahkan.
Apa yang harus mereka laporkan kepada ketua mereka.
Sekarang begitu mendengar perintah tuan muda segera mereka menjawab.
"Turut perintah!"
Nan Gong Xi mengenal Shen Hong. Shen Hong membentak.
"Mengapa kalian datang ke Kun Lun Shan?"
Nan Gong Xi tertawa dan berkata.
"Kau tanyakan saja kepada Gai Fu Tian. Aku beritahu hal ini kepadamu, jangan campur tangan jika tidak tuan muda kami tidak akan melepaskanmu. Tuah barumu, Gai Fu Tian juga tidak akan melepaskanmu!"
Dia sengaja mengatakan Gai Fu Tian menggantikan posisi Shang Guan Yun Long supaya semangat bertarung Shen Hong patah.
Walaupun Shen Hong kaget mendengarnya, keterkejutannya berubah menjadi kemarahan.
Dia terpaku kemudian dia membentak.
"Aku akan bertarung hingga mati dengan kalian."
Suaranya seperti guntur, tangan seperti petir, benar-benar siap bertarung sampai mati. Wu Ying Yang maju ke depan dan berkata.
"Kakak Nan Gong, aku ingin mencoba Da Shuai Bei Shou milik Tuan Shen."
Nan Gong Xi juga berkata.
"Aku juga ingin melihat totokan keluarga Chu yang terkenal, kita bertukar posisi."
Chu Tian Shu dan Nan Gong Xi sama-sama memakai Pan Guan Bi.
Pan Guan Bi milik Chu Tian Shu panjangnya 1.5 meter 1 inchi.
Pan Guan Bi Nan Gong Xi lebih pendek hanya 1 meter 4 inchi.
Sama-sama Pan Guan Bi tapi cara pemakaiannya tidak sama.
Nan Gong Xi dengan cara silang memakai Pan Guan Bi, begitu menyerang tangan kiri dan tangan kanan sudah bergerak menotok.
Chu Tian Shu membentak.
"Tenyata adalah Pan Guan Bi yang menotok 4 titik sekaligus, tapi sayang ilmu silatmu belum terlatih dengan sempurna."
Empat pena saling beradu, mengeluarkan suara yang menggetarkan gendang telinga. Dengan dingin Nan Gong Xi berkata.
"Yang mana tidak sempurna, aku ingin tahu."
"Setahuku cara menotok keluarga Lian yang paling tinggi adalah 4 pena sekaligus menotok ke 8 titik!"
Ternyata Shan Xi keluarga Lian adalah keluarga yang terkenal dengan totokan nadinya.
Guru Nan Gong Xi adalah ketua perkumpulan Lian Zheng Hu.
Dalam ilmu totok dialah yang paling sempurna.
Boleh dikatakan dia sudah mendapatkan semua ilmu keluarga Lian.
Dia mendengar kata-kata Chu Tian Shu seperti itu.
Segera dengan dingin dia berkata.
"Empat pena menotok ke 8 titik harus 2 orang bergabung, kau mengerti...."
Kata-katanya belum habis, dia sudah melihat Chu Tian Shu menggeleng-gelengkan kepala dan seperti menertawakan dia.
Tiba-tiba Nan Gong Xi teringat kepada sebuah cerita menyangkut perkumpulannya.
Tiga puluh tahun yang lalu, gurunya yang bernama Lian Zheng Hu dan paman guru yang bernama Lian Zheng Bi bergabung melawan pesilat tangguh nomor satu dunia yang bernama Jin Shi Yi.
Jin Shi Yi seorang diri bisa menotok dan mengalahkan guru dan paman guru.
Katanya Jin Shi Yi dengan kedua tangan bisa memegang pena mereka, di mulut menggigit satu pena dan jari kaki menjepit satu pena.
Dia mendengar cerita ini setelah berkelana di dunia persilatan tapi dia masih setengah percaya.
Dia balik bertanya kepada Chu Tian Shu.
"Apakah kau bisa memakai 4 kuas sekaligus?"
Jawab Chu Tian Shu.
"Aku tidak bisa, tapi ilmu totok keluarga Chu tidak perlu memakai banyak pena. Hanya ilmuku belum sempurna, bila sudah sempurna satu pena pun sudah cukup."
Tibatiba penanya sudah berubah menjadi beribu-ribu bayangan. Cara yang aneh ini membuat Nan Gong Xi sulit menebak gerakan berikutnya dari Chu Tian Shu. Nan Gong Xi memuji.
"Benar-benar pena sakti yang tidak ada duanya di dunia ini, tapi kau belum tentu bisa mengalahkanku!"
Kata-kata ini bukan sekedar omong kosong-, walaupun 2 kuas menotok 4 titik tidak bisa menyaingi kesaktian pena Chu Tian Shu, tapi pengalaman menghadapi musuh, dia lebih berpengalaman.
Apalagi tenaganya pun lebih tinggi dari Chu Tian Shu.
Pena Chu Tian Shu lebih panjang 4 ichi, seharusnya lebih banyak keuntungan tapi karena tenaga kurang, kelebihan ini tidak terlihat.
Sebaliknya pena Nan Gong Xi yang lebih pendek, bisa terlihat kelebihannya.
Pena Chu Tian Shu yang aneh dan berubah-ubah beradu dengan pena Nan Gong Xi yang kejam dan ganas.
Empat pena beradu, tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang.
Sheng Hong dan Wu Ying Yang juga bertarung dengan sengit.
Ilmu silat Shen Hong adalah ilmu silat Da Shuai Bei Shou, ilmu silat Wu Ying Yang adalah jurus cakar elang.
Kedua pihak menggunakan ilmu silat bertenaga yang keras.
Waktu menunjukkan sudah hampir habis setengah batang dupa yang dibakar.
Chu Tian Shu dan Nan Gong Xi masih saling menyerang juga saling bertahan.
Kelihatannya mereka belum merasa lelah, sebaliknya Shen Hong dan Wu Ying Yang sudah mulai berkeringat dan lelah.
Shen Hong membentak.
"Aku akan bertarung denganmu sampai mati."
Terdengar 'FENG' keempat telapak tangan saling beradu, kedua-duanya tidak menarik kembali telapak masing-masing, jika sudah begitu pasti tenaga yang besar yang akan menang.
Tapi mereka berdua memiliki tenaga sama dan masing-masing tidak mau mundur sedikit pun.
Yu Wen Hao yang berada di pinggir melihat kesempatan muncul.
Segera dia mengeluarkan jarum beracun, lalu disentilnya tiga batang jarum beracun kemudian dilempar ke Chu Tian Shu, 3 batang lagi dilempar ke arah Shen Hong.
Ilmu silatnya sudah dimusnahkan tapi tenaga untuk melempar senjata rahasia masih ada dan masih bisa tepat mengenai sasaran.
Chu Tian Shu dan Nan Gong Xi sedang bertarung dengan ketat.
Nan Gong Xi maju terus dan pena Chu Tian Shu berputar-putar seperti naga berenang.
Jarum yang ditembak ke arah Chu Tian Shu tidak bertenaga, karena terhembus oleh angin pena segera jarum beracun itu hancur menjadi tepung.
Tiga batang jarum yang dilempar'ke arah Shen Hong, karena semua tenaga Shen Hong terkumpul di telapak tangannya, kedua kaki seperti kayu terpaku di tanah, dari 3 jarum beracun, hanya satu yang bisa dihindari, 2 batang lagi tertusuk hingga masuk ke dalam tubuhnya.
Shen Hong marah, 2 telapak dikendurkan dan dia mundur 3 langkah.
Dia membentak.
"Kura-kura, aku akan membunuhmu dulu!"
Tapi Wu Ying Yang seperti bayangan mengikuti dia terus.
Tangan Shen Hong tidak bisa memukul Yu Wen Hao, terpaksa dia bertarung lagi dengan Wu Ying Yang.
Wu Ying Yang tahu sebelum racun itu menyebar Shen Hong akan membuat dia dan tuan mudanya terluka.
Tapi Wu Ying Yang tidak ingin cepat-cepat memenangkan pertarungan ini, dia hanya membuat Shen Hong tidak bisa terlepas dari dia.
Suara Shen Hong mengingatkan Chu Tian Shu.
Dia dan Nan Gong Xi sama kuat tapi jika ingin lepas dari Nan Gong Xi dia masih bisa.
Segera dia mengeluarkan sebuah serangan yang membuat Nan Gong Xi menyambutnya kalang kabut.
Pada saat itulah Chu Tian Shu mendekati Yu Wen Hao.
Ilmu silat Yu Wen Hao sudah musnah, dia ingin menghindar tapi tidak sanggup.
Sebelum Chu Tian Shu menangkap kakinya, dia sudah lemas karena ketakutan.
Pada waktu itu juga, tiba-tiba ada pasir kuning menghembus ke arah Chu Tian Shu.
Chu Tian Shu melihat tidak ada angin, tapi ada pasir segera dia sadar akan terjadi sesuatu.
Dengan telapak tangan yang kosong dia mengeluarkan gerakan mendorong pasir ini tapi dia sudah menghisap kabut racun dan kepalanya terasa pusing.
Chu Tian Shu bertekad ingin mati bersama dengan Yu Wen Hao.
Walaupun kepalanya pusing dia tetap menyerang Yu Wen Hao.
Tapi Yu Wen Hao sudah roboh dulu dan pena Nan Gong Xi sudah menyerang ke belakang tubuh Chu Tian Shu.
Keadaan sangat berbahaya.
Tiba-tiba ada seseorang menghalangi aksinya di tengah-tengah mereka.
Kedatangan Mu Juan Juan sangat tepat pada waktunya.
Lengan baju dikibaskan, menahan serangan pena Chu Tian Shu.
Karena Chu Tian Shu kenal dengan dia terpaksa berhenti.
Nan Gong Xi kaget dan berkata.
"Nyonya Besar, kau, kau mengapa..."
Kata-katanya belum habis segera badannya terasa lemas dan tidak bertenaga lagi. Sekarang dia baru melihat dengan jelas dan menarik nafas.
"Ternyata aku salah melihat orang!"
Perubahan begitu tiba-tiba, Wu Ying Yan yang sedang bertarung dengan Shen Hong juga merasa kaget.
Shen Hong menyerang dengan sekuat tenaga, sekaligus ingin menggulung dia.
Shen Hong juga sudah kehabisan tenaga.
Dia dan Wu Ying Yang sama-sama pingsan.
Yu Wen Hao hampir mati, dia mengira Mu Juan Juan datang untuk menolong dia.
Dia sangat senang dan berkata.
"Terima kasih, Bibi. Bocah tengik ini di...."
Chu Tian Shu juga kaget dan senang. Dia berkata.
"Nyonya Qi, mengapa kau tidak membiarkanku..."
Mereka berdua hanya berkata separuh, Mu Juan Juan sudah tertawa dan berkata.
"Tian Shu, mengapa kau memanggilku Nyonya Qi? Walaupun Shu Yu bukan aku yang melahirkan, sepertinya kau harus memanggilku dengan sebutan mertua."
Kemudian dia berkata kepada Yu Wen Hao.
"Dia bukan bocah tengik, dia adalah menantuku, apakah kau tahu itu?"
Yu Wen Hao sangat terkejut.
Chu Tian Shu sudah menghisap sedikit kabut racun.
Kepala semakin terasa pusing dan penglihatannya semakin kabur.
Yang didengar dari kata-kata Mu Juan Juan hanya yang terakhir yaitu.
"Keponakan dari kakak biarpun tidak sedekat menantu, tapi dia sudah dimusnahkan ilmu silatnya. Walaupun tidak memandang masih keluarga, akupun tidak mengijinkanmu membunuh dia."
Di antara mereka berempat, tiga orang sudah pingsan. Yang tidak pingsan hanya Nan Gong Xi, dia mempunyai ilmu paling tinggi. Tapi tenaga dalamnya pun tidak bisa keluar.
"Tadi kau memanggilku apa?"
Tanya Mu Juan Juan. Tiba-tiba ada suara yang menyahut.
"Juan Juan, kau harus tahu dia memanggil siapa? Benar, akulah orang yang berada di belakang mereka. Jika kau mau menyusahkan mereka, hadapi aku dulu."
Yin Hu palsu dan Yin Hu asli muncul bersamaan.
Benar salah, benci sayang, semua bercampur.
Apa yang akan terjadi.
---ooo0dw0ooo---BAB 11 Setelah diculik bertemu kembali Muncul di rimba yang sepi Kesalahan dilakukan sendiri A.
Shang Guan Fei Feng Pergi Mu Juan Juan terkejut dan berkata.
"Apakah kau adalah orang yang aku belum pernah..."
Perempuan itu dengan suara tajam dan kencang, seperti pisau memotong kata-katanya.
"Siapa aku, kau tidak perlu tahu dan aku pun tidak akan mengakuimu!"
"Ternyata kau masih hidup, apakah aku boleh melihat mukamu?"
Dengan dingin perempuan itu berkata.
"Aku sudah tua dan juga jelek, aku takut kau akan kaget bila melihatku. Kau anggap saja aku sudah mati."
Mu Juan Juan baru ingat bahwa orang ini paling tidak suka bila ada orang yang menyebutnya tua. Segera Mu Juan Juan berkata.
"Aku tidak bermaksud begitu, jika kau tidak suka..."
Ucap perempuan itu.
"Kau mau memanggilku dengan sebutan apa pun, aku tidak peduli."
"Kalau begitu, apakah aku boleh melihat mukamu?"
Tanggap perempuan itu.
"Apakah kau akan bertarung denganku?"
"Aku tidak berani."
Kata perempuan itu lagi.
"Bila kau tidak berani, kita tidak perlu saling bertatap muka. Chu Tian Shu boleh kau bawa pergi, tapi Yu Wen Hao, tinggalkan dia!"
Nan Gong Xi kaget dan berkata.
"Tetua melepaskan Chu Tian Shu, bagaimana aku harus menjelaskannya kepada ketua?""
Perempuan itu menjawab.
"Kalian berdua tidak menjalankan rencanaku dengan baik, apakah kalian masih berani hidup?"
Terlihat pasir kuning turun, dalam waktu singkat Nan Gong Xi dan Wu Ying Yang sudah, bergelimangan darah.
Racun yang dipakai oleh Mu Juan Juan jauh lebih hebat dibandingkan dengan perempuan ini.
Tapi kekejaman yang diperlihatkan olehnya membuat Mu Juan Juan menjadi merinding.
Segera dia mengangkat Shen Hong dengan tangan kiri, dan Chu Tian Shu di sebelah kanannya.
Dengan cepat dia meninggalkan tempat itu.
---ooo0dw0ooo---Hari sudah gelap, Wei Tian Yuan masih menjaga kakeknya di sisi tempat tidur, dan juga menunggu bibi seperguruannya pulang.
Bibi seperguruannya belum pulang, paman seperguruannya sudah datang.
Qi Le Ming membantunya mencari Fei Feng.
Dia dan Wei Tian Yuan tinggal di sebuah penginapan.
Jarak dari penginapan ke istana es Shang GuanYun Long kurang lebih satu kilometer, tapi paman gurunya kembali dengan cepat, ini di luar perkiraannya.
Kepergian dan kepulangan pamannya hanya menghabiskan waktu setengah jam.
Qi Le Ming tidak mengatakan apa pun, hanya memberi dia sehelai kertas.
Surat itu adalah berisi tulisan Shang Guan Fei Feng.
Surat itu berisi demikian .
semua hal di dunia ini seperti permainan catur.
Jika ingin bidak catur bisa terlepas dari kepungan, simpul pun bisa dilepaskan.
Dalam hati Wei Tian Yuan berpikir.
"Simpul yang dimaksud Fei Feng pasti simpul antara ayahnya dan kakek."
Wei Tian Yuan mengira dia mengerti apa yang dimaksud dengan simpul itu, tapi kalimat ini masih ada setengah yang tidak dimengerti.
"Apakah dia mengatakan sesuatu?"
Tanya Wei Tian Yuan. Jawab Qi Le Ming.
"Tidak, tapi aku mengira kau pasti mengerti apa yang dimaksud olehnya. Dia ingin setelah kau pulang dari Bai Tuo Shan baru menemui dia. Jika waktu itu hatimu belum berubah, pastinya simpul ini akan terbuka."
Dalam hati Wei Tian Yuan berpikir.
"Mengapa Shang Guan Fei Feng selalu curiga bahwa aku akan berubah perasaan terhadapnya?"
Belum habis berpikir, terdengar suara langkah kaki orang yang berjalan. Suara ini datang berasal dari 2 orang. Terdengar Mu Juan Juan tertawa dam berkata.
"Coba kalian tebak aku membawa siapa ke sini?"
Qi Le Ming memang tidak bisa menebak, dia berpikir.
"Apakah bibinya ikutnya ke sini?"
Pertanyaan itu segera terjawab.
Yang berada di belakangnya adalah Chu Tian Shu.
Racun yang terhisap oleh Chu Tian Shu sudah dibersihkan oleh Mu Juan Juan.
Karena hubungan keluarga Chu dan keluarga Qi masih belum selesai.
Dia berdiri di depan Qi Le Ming, dia merasa serba salah.
Mu Juan Juan tertawa dan berkata.
"Jangan malu, ke sinilah untuk bertemu dengan..."
Yang dia maksud adalah mertua. Seharusnya Chu Tian Shu dan Qi Le Ming sudah tahu tentang hal ini, tetapi Qi Le Ming belum menunggu habis perkataannya sudah memotong. Kata Qi Le Ming.
"Ternyata keponakan Chu, jangan sungkan. Apakah kau tahu aku sedang menunggu bantuanmu?"
Biarpun Qi Yan Ran terluka dia pun membutuhkan obat dari keluarga Chu.
Chu Tian Shu sudah tahu dari Mu Juan Juan, yang membuat Chu Tian Shu merasa aneh adalah Qi Le Ming sudah menganggap dia sebagai keluarga.
Tapi sepertinya belum ingin menganggap dia sebagai menantu.
"Tetua Qi mengalami musibah, bibi sudah memberitahukan ini kepadaku,"
Kata Chu Tian Shu.
"Tiga butir obat ini harap paman mau menerimanya. Sayang, aku tidak membawa banyak, apakah cukup untuk dimakan?"
Qi Le Ming tertawa dan menjawab.
"Dua butir saja sudah cukup, tapi obat ini begitu mahal...."
Kata Chu Tian Shu.
"Tetua Qi pemah menolong nyawaku, sedikit obat ini tidak sebanding dengan budinya."
Mu Juan Juan tidak tahan lagi, dia berkata.
"Apa itu bibi? Apa itu paman? Apa itu keponakan? Apa itu tetua? Kalian ini bagaimana? Dia dan anak Yu saling mencintai dan aku sudah mewakili semua orang menyetujui pernikahan ini. Mengapa sekarang menantu dan mertua masih begitu canggung?"
Tanya Qi Le Ming.
"Keponakan Chu, apakah kau benar-benar menyukai anakku, Shu Yu?"
Chu Tian Shu menundukkan kepala dan menjawab.
"Aku tidak berani merangkak naik untuk mencari kedudukan, tapi bila Paman mengijinkan...."
Kata Qi Le Ming.
"Yang menikah denganmu bukan aku, aku pun tidak bertanya kepadamu, apakah kau pantas bersanding dengan anak Yu, Aku hanya bertanya apakah kau benar-benar menyukai Shu Yu? Mengapa harus mengatakan merangkak naik!"
Kata Mu Juan Juan.
"Mengapa kau begitu kaku? Chu Tian Shu sedang m eminta i jin untuk menikah dengan anak Yu. Bila dia tidak suka kepada anak Yu apakah dia akan minta ijin kepadamu."
"Aku tetap ingin dia yang menjawab sendiri."
Wajah Chu Tian Shu memerah dan berkata.
"Benar, benar."
"Kakek Shu Yu terkena tipuan orang-orang Bai Tuo Shan, sekarang aku tidak bisa pergi ke Bai Tuo Shan untuk membuat perhitungan. Apakah kau mau pergi bersama dengan Wei Tian Yuan?"
Chu Tian Shu mengira ini hanya syarat bila ingin menikah dengan Shu Yu. Dia pun ingin mengetahui 'rahasia' Bai Tuo Shan. Chu Tian Shu berkata.
"Aku sudah beberapa kali dilukai oleh orang-orang Bai Tuo Shan, walaupun aku tidak bisa banyak membantu Kakak Wei, tapi aku berharap bisa pergi bersamanya."
Kata Qi Le Ming.
"Baiklah, jika sudah kembali dari Bai Tuo Shan dan kau tidak berubah perasaanmu kepada kepada anak Yu, kita baru bicara serius mengenai panggilan mertua dan menantu."
Jawaban dia membuat Chu Tian Shu merasa aneh.
"Mengapa dia curiga jika aku kembali dari Bai Tuo Shan perasaanku bisa berubah?' Wei Tian Yuan lebih-lebih merasa sangat aneh.
Mengapa katakata Qi Le Ming dengan surat Shang Guan Fei Feng sama?
Tanya Chu Tian Shu.
"Kapan kami harus berangkat?"
Jawab Qi Le Ming.
"Besok pagi."
Chu Tian Shu tidak bicara lagi tapi Mu Juan Juan bisa membaca raut wajahnya. Segera Mu Juan Juan bertanya.
"Apakah kau masih ada hal lain yang ingin disampaikan?"
Jawab Chu Tian Shu.
"Sewaktu aku di ibukota, Nona Shang Guan pemah menolong nyawaku, aku ingin berterima kasih kepadanya setelah itu baru pergi. Tapi sekarang sudah malam, apakah dia sudah tidur? Kakak Wei, apakah kau bisa membantuku memberitahu Nona Shang Guan?"
Wei Tian Yuan juga ingin bertemu dengan Shang Guan Fei Feng tapi tidak bisa. Dia hanya bisa tertawa kecut. Kata Chu Tian Shu.
"Apakah Kakak Wei tidak bisa menemaniku pergi?"
Kata Wei Tian Yuan.
"Lebih baik kau mengajak bibi saja."
Kata Qi Le Ming.
"Tidak perlu ke sana. Ada satu hal yang belum aku beritahu kepadamu. Begitu surat ini diberikan kepadaku, Shang Guan Fei Feng langsung pergi."
Wei Tian Yuan terpaku dan bertanya.
"Dia ke mana?"
"Dia ingin cepat-cepat membalaskan dendam ayahnya. Dia berangkat dulu pergi ke Bai Tuo Shan."
Wei Tian Yuan kaget dan berteriak.
"Dia seorang diri pergi ke Bai Tuo Shan?"
Qi Le Ming tersenyum dan berkata.
"Tidurlah. Besok pagi kalian berangkat lebih awal mungkin bisa mengejar dia."
Wei Tian Yuan ingin pergi sekarang juga, tapi Chu Tian Shu harus istrirahat untuk memulihkan kondisinya.
Terpaksa dia menunggu beberapa waktu lagi.
Selama beberapa jam dia berbaring di tempat tidur, tapi matanya terbuka hingga esok harinya.
Begitu Wei Tian Yuan dan Chu Tian Shu pergi, Mu Juan Juan bertanya kepada suaminya.
"Apa yang terjadi?"
"Yang mana yang kau maksud?"
"Le Ming, kau jangan membohongiku. Kau harus mengerti apa yang kumaksud."
Lama Qi Le Ming terdiam dan tiba-tiba dia berkata.
"Juan Juan, sekarang kita adalah suami istri yang sah, aku berpikir di masa lalu benar-benar aku sudah bersalah kepadamu."
"Mengapa masa lalu harus diungkit lagi?"
Jawab Qi Le Ming.
"Ada pepatah mengatakan . masa lalu harus selalu diingat. Masa lalu akan menjadi guru di masa sekarang. Pengalaman dulu kadang-kadang diingat pun itu tidak ada salahnya."
Dia melanjutkan.
"Sebenarnya, semenjak kita berkenalan, aku sudah merasa kita sangat cocok."
Mu Juan Juan berkata dengan hati penuh kegembiraan.
"Jangan mengatakan seperti itu."
Tapi wajah Qi Le Ming sangat serius dan berkata.
"Sebenarnya aku suka kepadamu, tapi tidak berani bicara kepada ayahku."
"Aku tahu kau pasti banyak mengalami kesulitan."
"Kau belum tahu apa yang kumaksud. Jangan memotong perkataaanku, aku belum habis bercerita."
Hati Mu Juan Juan tergerak, tiba-tiba dia sadar mengapa Qi Le Ming mengungkit masa lalu, bukan meminta maaf. Mu Juan Juan menahan gejolak hatinya dan diam. Qi Le Ming berkata.
"Kemudian ayahku melamar seorang gadis, dia bermarga Zhuang. Keluarga Qi dan Zhuang adalah keluarga yang terhormat. Zhuang Ying Nan adalah seorang gadis yang cantik dan ilmu silatnya begitu lihai, boleh dikatakan jarang ada perempuan seperti itu. Aku tidak berani membantah ayahku karena tidak ada alasan yang tepat untuk menolak. Jujur bicara, aku sedikit bermimpi, siapa gadis yang kusuka, kau atau Zhuang Ying Nan. Akhirnya aku setuju dengan pernikahan itu."
"Le Ming, aku tidak menyalahkanmu."
"Aku tahu, tidak ada yang salah. Yang salah adalah kita salah jodoh, jika sejak awal Zhuang Ying Nan menikah dengan Chu Jin Song dan aku menikah denganmu, kita semua tidak akan tersiksa seperti ini!"
"Sekarang kan belum terlambat."
"Aku tidak mau anak Yu mengulangi lagi sejarah seperti kita."
"Jadi kau ingin menguji apakah Chu Tian Shu benar-benar menyayangi anak Yu?"
"Benar, karena sekarang dia belum tahu masalah sebenarnya, begitu dia tahu, dan dia tetap mencintai anak Yu, aku baru merasa tenang."
Tanya Mu Juan Juan.
"Kau curiga dia masih mencintai Jiang Xue Jun?"
"Wei Tian Yuan dan Chu Tian Shu pernah mencintai Jiang Xue Jun. Mungkin Wei Tian Yuan perasaannya lebih dalam tapi perasaan yang dalam atau dangkal seperti orang meminum air, ingin dingin atau hangat, tidak bisa menebaknya."
Kata Mu Juan Juan.
"Perasaan pun bisa berubah."
Kata Qi Le Ming.
"Benar, jika tidak diuji, kita mana bisa tahu?"
Kata Mu Juan Juan.
"Kalau begitu, aku yang. sudah menjodohkan dua pasang muda mudi, mungkin itu salah."
"Sekarang kita belum tahu keadaannya seperti apa,' tapi pada akhirnya akan terjadi seperti apa, aku tidak akan menyalahkanmu. Aku tahu niat baikmu, kau ingin mencairkan permusuhan anatara keluarga Qi dan Chu. anak Yu dan Chu Tian Shu memang sangat serasi."
Kata Mu Juan Juan.
"Seperti dulu kau dan Zhuang Ying Nan."
Kata Qi Le Ming.
"Memang mirip, tapi dilihat dari luar seperti itu, apakah di dalamnya juga sama?"
"Kau menyuruh Tian Yuan dan Chu Tian Shu ke Bai Tuo Shan, apakah ini tidak berbahaya? Kita jangan menghitung kekuatan Bai Duo Shan dulu, yang tersisa dari permainan catur adalah bagaimana cara kita membereskannya?"
Kata Qi Le Ming.
"Ada pepatah berkata . M elepaskan lonceng yang diikat, membutuhkan orang yang mengikat lonceng itu. Kau dan aku sepertinya juga harus pergi ke Bai Tuo Shan tapi kita tidak bisa pergi bersama mereka, juga tidak bisa memberitahu kepada mereka tentang kepergian kita."
Mu Juan Juan berkata.
"Melepaskan lonceng yang diikat, membutuhkan orang yang mengikat lonceng itu, apakah kau sudah tahu bahwa aku yang membuat sandiwara di Bai Tuo Shan?"
Qi Le Ming tertawa dan menjawab.
"Ada pepatah berkata . Yang paling tahu sifat sang istri adalah suaminya.sendiri. Walaupun kau tidak mengatakannya, aku pun tidak bisa dibohongi olehmu."
"Aku bukan ingin membohongimu, tapi...."
"Tidak perlu dijelaskan lagi, aku sudah mengatakannya, apa pun yang kau lakukan, aku tidak akan menyalahkanmu."
"Tapi hatiku merasa tidak tenang."
"Apakah kau merasa bersalah kepada Xue Jun?"
"Hidup Xue Jun terlalu menyedihkan. Walaupun sandiwara di Mi Mo Ya bukan aku yang merencanakan tapi sedikit banyak aku pun harus bertanggung jawab."
"Karena itu aku berharap Chu Tian Shu dan anak Yu bisa menikah. Berilah mereka kesempatan untuk memilih, bagi Jiang Xue Jun ini semua sangat adil."
"Kapan kita bisa berangkat?"
"Begitu mereka pergi, kita pergi juga menguntip dari belakang."
Kata Mu Juan Juan.
"Ayah masih sakit, siapa yang akan mengurusnya?"
Kata Qi Le Ming.
"Kau tenang saja, Shang Guan Yun Long dan ayah hanya bertarung sebentar tapi di depan putrinya dia sudah setuju membantuku untuk mengurus ayah."
Tanya Mu Juan Juan.
"Shang Guan Yun Long menyuruhmu membantu putrinya?"
Jawab Qi Le Ming.
"Benar. Ayah dan Shang Guan Yun Long sebenarnya saling mengagumi dan saling menyayangi, tapi sifat mereka sama-sama keras. Jika ada orang ketiga, siapa pun orang itu, kata-kata yang tersimpan di hati tidak akan mereka keluarkan dan aku menjamin itu. Begitu kita pergi dua orang tua ini akan berbaikan kembali seperti dulu."
Tiba-tiba Mu Juan Juan menarik nafas dan berkata.
"Kita pernah ditolong oleh Shang Guan Yun Long. Aku dan Fei Feng sangat cocok, jujur bicara, aku sedikit mengkhawatirkan dia."
Tanya Qi Le Ming.
"Apakah Wei Tian Yuan lebih cepat berubah perasaannya dibandingkan dengan Chu Tian Shu?"
"Chu Tian Shu pun sangat ingin mengejar Jiang Xue Jun, tidak bisa dibandingkan dengan perasaan Wei Tian Yuan dan Xue Jun yang tumbuh bersama."
Kata Qi Le Ming.
"Benar, Wei Tian Yuan sangat mencintai Jiang Xue Jun."
Kata Mu Juan Juan.
"Yang aku tahu, Shang Guan Fei Feng mencintai Wei Tian Yuan tidak kalah dengan Xue Jun mencintai Wei Tian Yuan. Jika Tian Yuan tahu Shang Guan Fei Feng memakai cara..."
Kata Qi Le Ming.
"Dia hanya ingin mendapatkan orang yang dia cintai dengan cara itu, aku merasa cara Shang Guan Fei Feng itu tidak keterlaluan."
Kata Mu Juan Juan.
"Dulu demi mendapatkanmu, aku juga memakai semua cara yang terpikir olehku. Tapi kau pun mau memaafkanku. Apakah Tian Yuan bisa memaafkan Shang Guan Fei Feng?" ---ooo0dw0ooo---Wei Tian Yuan tidak tahu ada yang mengkhawatirkan dia. Hal yang sangat ingin dia lakukan sekarang ini adalah mengejar Fei Feng. Tapi dia tidak mendapatkan jejak Fei Feng. Sampai hari ini sudah hari ke-5 dia berjalan bersama-sama dengan Chu Tian Shu. Perselisihan antara Wei Tian Yuan dan Chu Tian Shu sudah hilang. Sepanjang jalan mereka bisa bercanda, hal ini membuat mereka tidak kesepian. Apa yang terjadi di Bei Jing, Chu Tian Shu pun sudah memberitahukannya kepada Wei Tian Yuan. Yang paling membuat Wei Tian Yuan tidak mengerti adalah.
"Ternyata Shang Guan Fei Feng yang pernah menolong Chu Tian Shu, mengapa dia tidak mengatakannya kepadaku?"
Di Bei Jing terjadi banyak hal, tapi apa pun mengenai Chu Tian Shu itu bukan hal kecil, sepertinya Shang Guan Fei Feng memang sengaja tidak memberitahu.
Tiba-tiba dia teringat Shang Guan Yun Long yang melarang putrinya berhubungan lagi dengan dia.
Shang Guan Yun Long pernah berkata.
"Jangan membiarkan orang mengira dengan segala cara kau ingin mendapatkan dia."
Shang Guan Fei Feng menolong Chu Tian Shu, tapi dia sendiri tidak muncul.
Sebaliknya membuat rencana supaya Chu Tian Shu dan Qi Shu Yu berteman, membuat mereka yang berada di dalam kesulitan, bisa tumbuh perasaan yang dalam.
Apakah itu bukan berarti melakukan dengan segala cara?
Mengingat ini, dalam hati Wei Tian Yuan merasa ingin tertawa.
"Apa pun yang dimaksud oleh Shang Guan Fei Feng dalam melakukan hal ini mungkin dia takut Shu Yu terus mengikutiku, lalu memakai cara ini. Tapi cara ini juga tidak merugikan orang lain dan menguntungkan diri sendiri. Jika cara ini ada kebaikan untuk banyak pihak, lebih baik dia tidak memberitahu kepadaku tentang caranya ini. Mungkin dia takut aku akan menertawakan dia."
Wei Tian Yuan berpikir lagi.
"Pantas dia terus menerus menanyakanku, jika aku tahu dia melakukan hal yang tidak baik terhadapku, apakah aku mau memaafkan dia? Mungkin yang dia maksud adalah hal ini."
Entah mengapa tiba-tiba dia terpikir kepada Xue Jun.
"Kakek pemah mempercayai gossip itu, dia mengira Xue Jun mati karena diracun oleh Shang Guan Fei Feng.
Untung aku tahu yang sebenarnya, aku bisa membela Shang Guan Fei Feng di depan kakek.
Untung aku tahu tentang kematian Xue Jun yang memang tidak ada hubungannya dengan Shang Guan Fei Feng, jika tidak aku juga akan salah paham kepadanya.
Tapi jika Xue Jun belum mati, apakah Shang Guan Fei Feng juga akan memakai cara ini membuat aku dan Xue Jun berpisah?
Seperti yang dia lakukan untuk memisahkan aku dan adik seperguruanku?
Dia gemetaran, tapi akhirnya dia berpikir.
"Mengapa aku curiga kepada Shang Guan Fei Feng? Perasaanku terhadap Xue Jun dan perasaanku terhadap adik tidak sama. Dari awal Shang Guan Fei Feng sudah tahu, dia tidak akan melakukan hal seperti itu."
Apa yang sedang dipikirkan, tidak b erani dia Ungkapkan kepada Chu Tian Shu.
Rahasia yang tersimpan di dalam hati Chu Tian Shu dia tidak bisa bicarakan dengan Wei Tian Yuan.
Sepanjang jalan mereka selalu bersama, hari ini mereka sudah sampai Bai Tuo Shan.
Mendaki gunung hingga ke puncak dengan ilmu meringankan tubuh, mreka membutuhkan waktu 2 hari.
Gunung utama Bai Tuo Shan bernama Luo Duo Shan (gunung unta).
Puncak gunung tertutup oleh es.
Dari jauh dilihat benarbenar seperti seekor unta besar.
Kepala mengarah ke timur, ekor di sebelah barat.
Tubuh penuh dengan bulu putih.
Hari ini, pagi-pagi rhereka sudah mulai mendaki gunung, sore hari baru tiba di tengahtengah'-gunung.
Walaupun tenaga dalam mereka tinggi tapi sekarang mereka juga merasa lelah.
Mereka mencari tempat yang datar untuk memasang tenda dan bersiap-siap tidur.
Udara di pegunungan sangat dingin, makanan yang mereka bawa sudah membeku seperti es batu yang dingin dan keras.
Kata Wei Tian Yuan.
"Sudah beberapa hari kita makan tidak enak, aku akan berburu ayam salju sebanyak 2 ekor untuk makan malam kita."
Kata Chu Tian Shu.
"Hari udah 1arut begini, apakah masih ada ayam salju yang muncul?"
Jawab Wei Tian Yuan.
"Justru harus hari hampir gelap maka ayam-ayam itu akan kembali ke kandangnya. Dengan mudah kita menangkapnya. Pengalaman bcrburuku lebih banyak. Memasak air dan menyalakan api, kau saja yang mengerjakannya."
Chu Tian Shu tahu Wei Tian Yuan meninggalkan pekerjaan yang ringan untuknya karena Chu Tian Shu tidak bisa berburu, terpaksa dia setuju dengan pembagian tugas seperti itu.
Nasib Wei Tian Yuan lumayan bagus, baru berjalan beberapa langkah dia sudah menemukan seekor ayam.
Tapi ayam itu sempat melihat dia, dengan cepat ayam itu berlari masuk ke dalam pagoda es.
Di pegunungan es itu ada semacam es yang tidak bisa mencair karena itu semakin lama es semakin menumpuk.
Semakin menumpuk maka es semakin tinggi, berbentuk seperti tiang, seperti pagoda.
Yang berada di depan mata Wei Tian Yuan adalah tiang es dan pagoda es.
Terdapat puluhan lebih tiang dan pagoda es tersusun seperti gambar.
Karena mengejar ayam salju, Wei Tian Yuan juga masuk ke dalam pagoda-pagoda.
Tiba-tiba dia mendengar ada seseorang yang menarik nafas.
Hati Wei Tian Yuan bergerak.
"Apakah Fei Feng pura-pura menjadi Xue Jun untuk mengejutkanku lagi?"
Karena sewaktu malam hari di Bao Ding (nama tempat), di kampung halaman dia juga pernah mengalami kejadian yang sama.
Begitu dia mendengar ada perempuan yang menarik nafas, segera dia mengejarnya.
Dia sempat melihat bayangan Xue Jun tapi sayang orang itu tidak terkejar.
Malah bertemu dengan musuh yang kuat dan untungnya Fei Feng muncul.
Mereka bergabung baru bisa mengalahkan musuh yang kuat itu.
Terakhir dia baru tahu bahwa perempuan seperti Xue Jun itu tak lain adalah Shang Guan Fei Feng.
Dia sengaja berdandan seperti Xue Jun dan mengikuti Wei Tian Yuan.
Walaupun pada akhirnya dia tahu bahwa orang itu bukan Xue Jun.
tapi bila mengingat kejadian malam itu, dia masih curiga bahwa orang itu adalah Xue Jun bukan hanya ilusinya.
Bukan karena dia tidak mempercayai kata-kata Shang Guan Fei Feng, melainkan dia terlalu merindukan kepada Xue Jun.
Di dalam hati Wei Tian Yuan, dia berharap Xue Jun masih hidup walaupun itu berbentuk roh atau setan, dia tetap akan merasa senang.
Keadaan seperti itu terjadi lagi.
"Baiklah, apakah kau orang atau setan, aku harus menangkapmu!"
Begitu dia membalikkan kepala terlihat ada seorang perempuan berdiri di bawah pagoda es. Wajahnya tertutup oleh kain tipis berwarna hitam.
"Xue...Jun"
Belum keluar dari mulutnya, Wei Tian Yuan sudah terpaku karena perempuan ini memakai baju Xue Jun dan dia sangat mengenal baju ini.
Tapi perempuan itu bukan Xue Jun.
walaupun dia menutup wajahnya dengan kain tipis berwarna hitam tapi Wei Tian Yuan tetap bisa mengenalinya.
Perempuan itu bersembunyi di antara pagoda es tapi tetap terkejar oleh Wei Tian Yuan.
Dia bukan Xue Jun juga bukan Shang Guan Fei Feng.
Satu-satunya yang bisa dibuktikan oleh Wei Tian Yuan adalah dia berwajud orang bukan setan.
Karena di dinding es jurang itu tampak bayangannya.
Menurut takhyul setan tidak mempunyai bayangan.
"Siapa kau?"
Suara Wei Tian Yuan sedikit gemetar.
"Mengapa kau harus tahu siapa aku ini?"
Suara perempuan itu sangat datar.
Terkejut pun tidak.
Sepertinya bertemu dengan Wei Tian Yuan sudah termasuk ke dalam perhitungannya.
Wei Tian Yuan terpaku, dia tidak tahu harus bagaimana menjawabnya.
Terpaksa dia bertanya apa yang dia ingat.
"Bajumu ini...bagaimana kau menjelaskannya?"
"Apakah memakai baju ini adalah suatu kesalahan?"
"Bajumu ini seperti, seperti..."
"Seperti apa?"
"Seperti baju milik temanku."
"Kau kira aku sudah mencuri baju darinya?"
"Bukan...."
Wei Tian Yuan sudah melihat dengan jelas. Baju ini hanya mirip karena baju Xue Jun terdapat noda darah.
"Bila bukan apa yang harus ditanya lagi?"
"Hanya sedikit terasa.aneh, aneh..."
Wei Tian Yuan tidak tahu harus bagaimana membicarakannya. Dalam hati dia berpikir.
"perempuan misterius ini pasti kenal dengan Xue Jun dan pernah melihat baju ini."
Wei Tian Yuan belum memikirkan susunan kata yang akan dia ucapkan, perempuan itu tiba-tiba membuka telapaknya.
Di telapak dia terdapat sebutir batu berbentuk hati.
Wei Tian Yuan seperti orang kesurupan tiba-tiba meloncat dan mendekati perempuan itu.
Perempuan itu menghindar ke belakang batu es.
Dengan santai berkata.
"Apakah ini adalah benda kepunyaan temanmu? Bila benar, kau tidak boleh merebutnya!"
Ternyata batu ini adalah benda kenangan masa kecil Wei Tian Yuan dan Xue Jun.
Sebenarnya batu itu ada 2 buah.
Bentuk dari 2 buah batu ini sama.
Aneh lagi motifnya pun sama.
Mbtifnya berbentuk burung.
Wei Tian Yuan menamakannya batu Yuan Yang.
Dia menyimpan satu, satu lagi dia berikan kepada Xue Jun.
Walaupun langit hampir gelap, tapi cahaya yang dipantulkan dari tembok es membuat dia dapat melihat dengan sangat jelas bagaimana motif batu itu.
Wei Tian Yuan tidak percaya di dunia ini ada batu lain yang bisa begitu mirip.
Batu itu pasti milik Xue Jun.
"Dari mana kau dapatkan ini?"
Perempuan itu tidak menjawabnya malah keluar dari pagoda es.
Ilmu silatnya cukup tinggi ---ooo0dw0ooo---B.
Bunga Terapung dengan Sendirinya, Air Mengalir dengan Sendirinya Wei Tian Yuan segera menyusul dan berteriak.
"Kau pasti tahu tentangnya. Apakah dia sudah mati atau masih hidup? Tolong beritahu hal ini kepadaku...."
Perempuan itu tidak berhenti melangkah, juga tidak membalikkan kepalanya. Dia hanya menarik nafas dan berkata.
"Bunga terapung dengan sendirinya dan air pun mengalir dengan sendirinya. Mengapa kau masih begitu ngotot?"
"Bunga terapung dengan sendirinya."
Hati Wei Tian Yuan tergetar dan dia terus berpikir.
"Apakah Xue Jun masih hidup?"
Wei Tian Yuan berteriak.
"Di mana dia berada? Di mana?"
Perempuan itu hanya berkata.
"Ikutilah aku!"
Pertanyaan yang lain yang ditanyakan oleh Wei Tian Yuan tidak dijawab oleh perempuan itu.
Wei Tian Yuan terus mengikuti perempuan itu dan masuk ke pegunungan yang penuh dengan es.
Pohon di pegunungan sangat besar dan tinggi.
Batu-batu dan batu es dengan bentuk yang bermacam-macam membuat mata menjadi lelah tapi Wei Tian Yuan tidak mempunyai waktu untuk menikmati indahnya pemandangan itu.
Matanya hanya melihat perempuan itu terus.
Tiba-tiba di hadapannya tampak jurang yang sangat berbahaya dan gelap.
Perempuan itu pun berhenti melangkah.
Wei Tian Yuan kaget dan berkata.
"Di sini bayangan setan pun tidak ada, untuk apa kita datang kemari?"
Jawab perempuan itu.
"Memanjatlah ke atas dan lihatlah."
Wei Tian Yuan baru melihat bahwa tempat dimana dia berdiri adalah jurang yang terjal.
Tempat itu seperti tempat yang sudah terbelah oleh pedang, segera dengan ilmu meringankan tubuh dia memanjat ke atas dan melihat ke bawah.
Begitu melihat, dia langsung berhenti melangkah.
Dia baru saja keluar dari hutan es yang gelap, sekarang matanya tiba-tiba menjadi terang.
Ternyata di bawah adalah lembah kecil, dengan permukaan tanah yang agak rata dan dari pegunungan seberang terdapat sebuah sungai kecil yang mengalir ke sebuah danau kecil.
Di belakang danau terdapat bunga liar.
Di dalam danau ada air yang bening dan bunga yang berjatuhan.
Sekarang bulan sudah berada di tengah-tengah langit.
Sekeliling lembah terbentuk dinding es.
Sinar bulan menyinari salju, pantulan sinar dari danau saling memancarkan cahaya, penglihatan Wei Tian Yuan tidak sama dengan orang biasa.
Keadaan di"lembah itu bisa dia lihat dengan jelas.
Yang membuat dia terpaku bukan pemandangan itu tetapi seorang gadis yang berbaju putih sedang duduk di pinggir danau.
Dia sedang memungut bunga yang jatuh selembar demi selembar dan melemparkannya ke danau.
Apakah perempuan misterius itu sengaja membawanya untuk melihat lukisan alam ini?
Karena gadis yang melempar bunga itu bukan orang lain, dia adalah orang yang membuat Wei Tian Yuan merindukannya pagi dan malam.
Dia adalah Jiang Xue Jun.
Wei Tian Yuan terpaku, kemudian berteriak.
"Xue Jun, Xue Jun, ternyata kau masih hidup! Aku di sini, apakah kau bisa melihatku? Lihatlah aku!"
Jiang Xue Jun berdiri, tubuhnya seperti oleng, bunga yang dipegang olehnya berjatuhan ke danau.
Dia mengangkat kepalanya, wajahnya terlihat kebingungan.
Tubuh Wei Tian Yuan menempel di sisi jurang.
Badan depan sudah keluar ke j urang, dia tidak tahu apakah Xue Jun sudah melihat dia atau tidak, tapi dari gerakan Xue Jun bisa dipastikan bahwa Xue Jun sudah mendengar suaranya.
"Xue Jun, Xue Jun, aku mencarimu sudah sekian lama, apakah kau dengar? Jawablah, jawablah!"
Jiang Xue Jun tidak menjawab.
Apakah karena Xue Jun terlalu senang hingga tidak bisa menjawabnya?
Tapi dia hanya terdiam sebentar, kemudian seperti seekor binatang yang terkejut dia masuk ke dalam semak-semak.
Hanya terlihat bunga-bunga liar yang bergoyangan tapi sudah tidak terlihat Xue Jun lagi.
Di belakang danau adalah lembah yang penuh dengan awan dan.
kabut.
Dia pasti sudah berlari masuk ke dalam lembah itu.
Wei Tian Yuan membalikkan kepala dan berteriak.
"Kau membawaku ke sini, kau pasti mempunyai cara untuk membantuku supaya bisa bertemu dengan Xue Jun?"
Wei Tian Yuan ingin meminta bantuan kepada perempuan yang misterius itu.
Begitu dilihat ternyata perempuan itu sudah menghilang.
Jiang Xue Jun pun menghilang.
Satu-satunya orang yang bisa membantunya pun ikut menghilang.
Apakah dia harus berhenti sampai disini?
Tidak!
Bagaimana pun dia tidak ingin berhenti untuk mencari.
Di atas jurang terdapat sebuah pohon pinus yang menjorok keluar.
Di atas pohon pinus itu masih terdapat pohon rotan yang merambat, Wei Tian Yuan menarik antara salah satu akar pohon rotan.
Semakin ditarik, rotan itu semakin panjang karena tempatnya berdiri tidak bisa mundur.
Karena itu dia tidak menarik semua rotan hingga ke ujungnya tapi diperkirakan oleh Wei Tian Yuan akar itu mencapai beberapa puluh meter.
Di bawah lembah ada sebuah pohon besar, pohon besar itu sangat tinggi.
Tiba-tiba Wei Tian Yuan mempunyai akal, jika dia memegang rotan itu dia akan terayun-ayun seperti bermain ayunan.
Dia bisa turun ke atas pohon besar itu.
Apalagi rotan yang tumbuh di gunung es tampaknya lebih kuat, dipotong oleh pisau pun tampaknya sulit untuk putus.
Untuk menahan beban satu orang mungkin rotan ini masih bisa.
Dengan cara seperti ini dia turun ke bawah tapi pasti sangat membahayakan, tapi Wei Tian Yuan walaupun menyuruh dia untuk mengetuk pintu dewa kematian pun dia tidak akan menolaknya, apalagi hanya sedikit menempuh bahaya seperti ini.
Dia tidak berpikir panjang lagi, segera dia memegang ujung rotan, dengan sekuat tenaga ditariknya kemudian diayun-ayunkan ke depan.
Tubuh Wei Tian Yuan melayang-layang di tengah-tengah udara, tiba-tiba dia merasa badannya ringan, ternyata rotan liar yang liat itu putus.
Wei Tian Yuan seperti layang-layang yang benangnya putus.
Jatuh ke bawah jurang yang dalamnya tidak ada seorang pun yang tahu!
Perempuan yang misterius itu tertawa dingin dan berkata.
"Wei Tian Yuan setelah kau menjadi setan baru bisa bertemu dengan Jiang Xue Jun. tapi tenang saja apa yang aku janjikan pasti akan kutepati. Aku akan mengatur pertemuan antara setan, supaya kau bisa bertemu Xue Jun di tempat dewa kematian. Dan bisa bertemu dengan teman baikmu serta musuh cintamu di sana."
Dia tertawa dingin, tangannya memegang sebilah pisau.
Rotan yang liar dan kuat itu dipotongnya dengan pisau ini.
---ooo0dw0ooo---Di atas es menyalakan api bukan hal yang mudah.
Es yang keras dimasak menjadi air yang mendidih.
Waktunya lebih panjang lagi.
Chu Tian Shu berjalan hilir mudik mencari dan mengumpulkan setumpuk ranting kering.
Batu dia pukul-pukulkan supaya keluar percikan api.
Dengan susah payah baru bisa menyalakan rantingranting pohon itu dengan api.
Dia selalu membawa poci karena itu es yang dia pahat dimasukkannya ke dalam poci untuk membuat air panas.
Bulan sudah terbit di tengah-tengah langit.
Dia menunggu lama tapi Wei Tian Yuan belum muncul juga.
Hati Chu Tian Shu terasa kecut.
Dia berkata.
"Apakah dia sudah mendapatkan ayam salju? Mungkin sebelum sempat memakan ayam salju, air yang berada di dalam poci itu sudah menjadi es lagi. Cuaca begitu dingin, minum air es sangat tidak enak!"
Setelah menunggu, Wei Tian Yun tetap tidak muncul. Perut Chu Tian Shu sudah mulai berbunyi, terpaksa dia minum air putih dengan kue yang terbuat dari beras. Dalam hati dia ingin tertawa.
"Sepertinya hari ini pun aku tidak bisa makan ayam salju."
Sesudah makan, dia duduk di sisi api unggun, karena hangat tidak terasa dia sudah tertidur. Tiba-tiba dia mendengar ada suara orang yang melangkah menuju tempatnya. Dengan marah Chu Tian Shu berkata.
"Tian Yuan, sekarang kau baru pulang! Kau makan sendiri saja ayam salju itu, aku mau tidur!"
Anehnya, suara langkah itu sudah berada di depannya tapi tidak terdengar jawaban Tian Yuan.
Chu Tian Shu membuka matanya, dia melihat ada seseorang yang wajahnya tertutup kain tipis, berdiri di depannya.
Wei Tian Yuan tidak mungkin menutup wajahnya dengan kain!
Apakah dia sedang bermimpi?
Segera dia menggosokkan matanya, sekarang sudah jelas yang datang bukan Wei Tian Yuan.
Dari bentuk badannya, Chu Tian Shu tahu dia adalah seorang perempuan.
Segera rasa kantuknya hilang, dia berdiri dan bertanya.
"Siapa kau?"
Perempuan itu tidak mengatakan apa pun, hanya membuka telapaknya.
Di genggamannya ada sedikit sobekan kain, Chu Tian Shu mengenali kain itu.
Kain itu sama seperti corak baju milik Wei Tian Yuan.
Chu Tian Shu sangat terkejut.
Segera dia berteriak.
"Apakah terjadi sesuatu pada Wei Tian Yuan?"
Jawab perempuan itu.
"Aku tidak tahu siapa yang kau maksud. Aku hanya melihat ada seseorang sedang mengejar ayam salju dan terjatuh ke dalam jurang."
Tanya Chu Tian Shu.
"Sekarang bagaimana keadaannya?"
Jawab perempuan itu.
"Aku tidak bisa turun ke jurang itu. Aku tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati. Tapi aku berpikir jika masuk ke hutan yang penuh es dengan dia pasti datang dengan teman karena itu aku ke sini karena melihat ada cahaya api."
Kata Chu Tian Shu.
"Sekarang dia berada di mana...."
Perempuan itu tidak menunggu Chu Tian Shu habis berkata, dia berkata.
"Ikutilah aku!"
Menolong orang seperti menolong api.
Chu Tian Shu tidak ada waktu untuk berpikir, segera dia ikut dengan perempuan itu pergi.
Baru berjalan sebentar, Chu Tian Shu sudah tahu ilmu meringankan tubuh perempuan itu sangat tinggi.
Sekarang dia mulai merasa .
tenang.
Dia mulai mencurigai perempuan itu.
Ilmu meringankan tubuhnya tinggi, tidak aneh dia bisa bertahan hidup di pegunungan salju yang begitu tinggi.
Dia pasti bukan perempuan biasa.
Yang paling membuat Chu Tian Shu aneh adalah perempuan itu menutup wajahnya dengan kain tipis tapi sepertinya Chu Tian Shu mengenalnya dan suara yang dia keluarkan sangat aneh.
Sekali mendengar sudah tahu bahwa dia berbicara seperti ada tangan yang memegang tenggorokannya.
"Apakah dia adalah seseorang yang kukenal? Dia tidak mau aku mengenali wajah dia yang sebenarnya."
Chu Tian Shu bertanya.
"Nona, apakah kau berasal dari Tiongkok bagian tengah? Apakah rumahmu berada di sini?"
Perempuan itu berkata.
"Apakah kau harus mengetahui identitasku, baru mau menolong temanmu itu?"
Chu Tian Shu tidak menyangka bahwa perempuan itu malah akan balik bertanya dengan tajam. Terpaksa dia berkata.
"Nona, bukan aku curiga kepadamu, aku hanya merasa sedikit aneh!"
Dengan dingin perempuan itu berkata.
"Aku datang membantumu menolong temanmu, bukan untuk menjawab keanehan hatimu. Apakah kau tahu aturan dj sini jika tidak menyangkut nyawa seseorang, aku sama sekali tidak mau bertemu dengan laki-laki asing."
Suku bangsa di sisi perbatasan mempunyai banyak peraturan yang aneh.
Perempuan keluar rumah harus menutup wajah jika tidak terlalu penting tidak boleh bertemu dengan laki-laki asing.
Dalam hati Chu Tian Shu berpikir.
"Jika dia adalah salah satu dari orang Bai Tuo Shan, walaupun menempuh bahaya aku juga harus tetap pergi. Jika tidak, Wei Tian Yuan benar-benar mendapat musibah siapa yang menolong dia jika bukan aku?"
Malam ini malam bulan purnama, Chu Tian Shu dan perempuan itu berjalan ke arah jurang itu.
Dari balik semak-semak dia masih bisa melihat tetesan darah.
Baju Wei Tian Yuan terkait di sini.
Tidak perlu dijelaskan oleh perempuan itu pun Chu Tian Shu sudah terpikir.
"Di mana Wei Tian Yuan?"
Jantung Chu Tian Shu berdetak lebih cepat.
"Malam ini malam purnama, bulan sangat terang...."
Perempuan itu berkata pada diinya sendiri, dia mengangkat kepala tapi tidak melihat Chu Tian Shu. Kata Chu Tian Shu.
"Hai, aku sedang berbicara denganmu, apakah kau dengar? Temanku berada di mana?"
Perempuan itu seperti tidak mendengarkan kata-katanya. Dia berkata.
"Malam ini terang bulan, aku pikir kau pasti bisa melihat dia."
Chu Tian Shu mengikuti sorot matanya. Dia baru tahu bahwa di batu itu terlihat bentuk seperti alis. Tanya Chu Tian Shu.
"Apakah dari mulut gua ini bisa melihat keadaannya?"
Jawab perempuan itu.
"Sudah lewat 1 jam, aku tidak tahu apakah dia masih terbaring di sana. Tapi kau bisa melihatnya sendiri, mengapa harus bertanya kepadaku?"
Chu Tian Shu merasa curiga.
"Wei Tian Yuan mengejar ayam salju, mengapa bisa terjatuh ke dalam jurang ini? Tapi aku sudah datang, aku ingin tahu apa yang sudah terjadi?"
Ilmu meringankan tubuh Chu Tian Shu tidak sebaik Wei Tian Yuan karena itu dia takut akan terjadi sesuatu.
Dengan erat dia memegang Pan Guan Bi nya, takut bila dia ikut terjatuh ke bawah, Pan Guan Bi itu bisa ditancapkan ke dinding jurang.
Paling sedikit bisa menahan berat tubuhnya, alasan lain adalah untuk berjagajaga.
Perempuan ini tahu apa maksud dari Chu Tian Shu mengeluarkan Pan Guan Bi.
Dalam hati dia berpikir.
"Bila kau suidah melihat ke bawah, kau akan merasa terkejut dan senang."
"Baiklah, aku akan menunggu kesempatan untuk turun tangan. Aku tidak mempunyai tenaga untuk memanjat, aku ke sana untuk beristirahat sebentar. Jika kau sudah turun baru panggil aku."
Perempuan itu mencari sebuah batu besar untuk duduk.
Begitu Chu Tian Shu lihat dari atas, perempuan itu sudah menghilang.
Chu Tian Shu menarik nafas, dia menertawakan dirinya karena terlalu curiga dan melangkah masuk ke dalam lubang itu.
Begitu kepalanya dijulurkan, dia sudah bisa melihat ke bawah lembah itu.
Dia melihat seorang gadis berbaju putih sedang berlutut.
Gerakannya aneh seperti sedang mengubur sesuatu.
Awalnya tidak begitu jelas melihat keadaan di sana.
Dia hanya merasa mengenali gadis berbaju putih itu.
Tapi dia melihat lebih teliti lagi, jantungnya hampir copot.
Dia, dia adalah Jiang Xue Jun!
Mulut Chu Tian Shu menganga, belum sempat berteriak dia sudah mencium ada wewangian.
Di bawah hidungnya, di dinding jurang itu terdapat 4 aksara 'Hati-hati terkena tipuan'.
Empat aksara ini diukir dengan ujung pedang.
Mungkin ingin dia memperhatikan 4 aksara ini, maka diulas oleh pemerah pipi.
Pemerah pipi ini mengeluarkan wangi yang menyengat.
Sebenarnya sejak awal dia sudah harus tahu karena dia terus memperhatikan.
Jika orang itu adalah Wei Tian Yuan biarpun aksara ada di bawah hidungnya, dia juga tidak akan memperhatikannya.
Tapi begitu dia melihat 4 aksara ini, walaupun Xue Jun muncul di depan matanya, dia sudah mengalihkan perhatiannya.
Untung dia cepat mengalihkan perhatian karena tiba-tiba ada sebatang kayu dari belakang memukulnya.
Tubuhnya terdorong hampir jatuh keluar jurang itu, segera dengan tangannya dia menjepit kayu itu.
Orang yang mendorongnya dengan kayu pasti perempuan yang wajahnya tertutup oleh kain.
Ternyata perempuan ini sangat mengetahui kondisi di tempat ini.
Dia datang dari arah lain.
Dengan diam-diam sudah melangkah di belakang Chu Tian Shu.
Untung 4 aksara itu memperingai dia, biarpun agak telat tapi tepat sehingga bisa menolong nyawanya.
Pan Guan Bi di tangan kiri, sudah dia tancapkan ke dalam dinding jurang untuk menahan badannya.
Kayu yang dipegang perempuan itu dijepit di ketiaknya badan perempuan itu juga tertarik hampir keluar dari jurang.
Segera terjadi pertarungan sengit di sisi jurang.
Pertarungan di sisi jurang yang kuat dan yang lemah.
Tenaga Chu Tian Shu lebih besar dari perempuan itu, tapi yang kuat bukan dia melainkan perempuan itu karena kondisi dan tempat tidak menguntungkan bagi Chu Tian Shu.
Dia hanya mengandalkan Pan Guan Bi menahan berat badannya.
Ujung jari menahan ke dinding jurang.
Chu Tian Shu hanya bisa menahan serangan perempuan itu dengan Pan Guan Bi yang satunya lagi.
Perempuan itu hanya setengah badan terjulur ke luar jurang.
Sepasang kakinya masih bisa menahan berat badannya, tidak seperti Chu Tian Shu badannya sudah bergelantungan di udara.
Perempuan itu menarik kayu dari ketiak Chu Tian Shu dan memukul kepala Chu Tian Shu.
Dengan susah payah Chu Tian Shu menahan dengan Pan Guan Bi nya karer.a tenaga perempuan itu lebih besar, dia harus memakai pena yang satu lagi.
Harus lebih dalam menancapkan penanya baru bisa menahan berat badannya.
Sepertinya tidak Chu Tian Shu akan bisa bertahan lagi.
Hatu Chu Tian Shu menciut, dia berpikir.
"Aku mati tidak tahu alasan kematianku sendiri. Di jurang yang dalam ini siapa yang berniat untuk membunuhku, aku pun tidak tahu?"
Berpikir sampai di sini segera dia melepaskan sebelah Pan Guan Bi dan melemparkan ke perempuan itu, supaya mereka mati bersama-sama.
Karena lemparan Chu Tian Shu dilakukan dengan sekuat tenaga, Pan Guan Bi pun dengan tajam melesat menuju perempuan itu.
Dengan kayu, dia menahan pena Chu Tian Shu.
Tapi kayunya melayang, tangannya pun bergetar.
Pan Guan Bi melewati pundaknya kemudian merobek bajunya.
Lukanya terlihat di bahunya dan Pan Guan Bi menancap di dinding jurang.
Perempuan itu marah sekaligus kaget.
Tubuhnya segera ditarik ke posisi yang lebih aman.
Dia marah.
"Bocah tengik! Kau ingin mati bersama denganku, tapi sayang kau tidak mempunyai Pan Guan Bi yang ketiga. Sementara ini aku akan membiarkanmu hidup, kelak aku akan mengambil nyawamu lagi!"
Chu Tian Shu hanya mempunyai sebuah Pan Guan Bi yang menahan berat badannya.
Pena ini menancap sangat dalam, jika ditarik keluar Chu Tian Shu pasti akan terjatuh.
Jika perempuan itu menyerang lagi dia sudah tidak mempunyai senjata untuk melawan.
Di pegunungan banyak pepohonan.
Setelah perempuan itu mengobati dirinya sendiri dan mengatur nafas, dengan belati dia membuat kayu sebesar tangan.
Chu Tian Shu bergelantungan di sisi jurang, tenaganya semakin lemah, badannya bergoyangan.
Walaupun perempuan itu tidak membunuhnya, angin tetap akan meniupnya hingga terjatuh.
Perempuan itu seperti kucing sedang mempermainkan tikus, dengan kayu dia menusuk-nusuk Chu Tian Shu dan berkata.
"Langsung membunuhmu terlalu enak, aku harus menyiksamu terlebih dulu."
Dengan belati dia menajamkan kayu itu.
Kelihatannya dia ingin menusuk Chu Tian Shu hingga terluka parah baru memukul dia jatuh ke dalam jurang.
Chu Tian Shu tidak ingin disiksa seperti itu, lebih baik dia melepaskan tangan dan jatuh sendiri ke dalam jurang.
Tiba-tiba terdengar suara perempuan berteriak "Yi".
Hal yang aneh sedang terjadi.
Tubuhnya yang keluar dari jurang, kedua kali dia menarik kembali.
Chu Tian Shu merasa aneh.
"Apa yang seddang dia kerjakan?"
Angin berhembus membawa suara yang aneh.
Suara ini seperti suara tawa seram seorang perempuan.
Suara tawa ini membuat bulu kuduk merinding.
Kadang terdengar kadang tidak, kadang dari arah timur, kadang dari arah barat benar-benar membuat orang terkejut dan takut.
Walaupun Chu Tian Shu juga takut hingga bulu kuduknya berdiri, tapi dia juga mengerti perempuan yang wajahnya ditutup kain itu sangat takut dengan suara ini.
Dia ketakutan seperti belalang menangkap tonggeret, burung berada di belakang sedang menunggu.
Bila memang benar suara itu adalah suara orang, sepertinya dia bukan kawan melainkan lawan.
Kalau dia masih ingin menusuk Chu Tian Shu dengan kayu, tubuhnya harus dijulurkan keluar dari jurang, ini adalah kesempatannya menyerang dari belakang.
Perempuan itu melihat ke sekelilingnya, tidak terlihat ada orang tapi suara itu tidak henti-hentinya masuk ke dalam gendang telinga.
Perempuan yang wajahnya ditutup secarik kain itu semakin ketakutan, karena terus mendengar suara tawa ini dia membentak.
"Kau orang atau setan? Keluarlah! Aku tidak takut kepadamu!"
Setan perempuan itu tidak muncul.
Karena takut, akhirnya perempuan misterius itu melarikan diri.
Chu Tian Shu yang tergantung di tepi jurang terus sedang mendengarkan perubahan yang terjadi.
Suara tawa menghilang, perempuan yang wajahnya tertutup sudah tidak ada.
Tapi Chu Tian Shu tetap tidak bisa naik karena dinding jurang adalah es dan sangat licin.
Bila kuas dicabut dia pasti akan terjatuh.
Tiba-tiba ada rotan mengikuti arah angin berhembus ke depan Chu Tian Shu.
Chu Tian Shu sudah tidak kuat lagi dia memegang rotan itu, walaupun mungkin itu adalah perangkap yang dipasang untuknya, tapi dia sudah tidak mempunyai pilihan lain.
Dia memanjat melalui rotan itu dan naik ke atas.
Dalam waktu yang singkat bagi Chu Tian Shu seperti satu tahun.
Dapat dikatakan setiap menit setiap detik dia terancam dengan kematian.
Bila perempuan yang ditutup wajahnya itu belum pergi, dia akan terus menjaga jurang itu.
Dengan pisau belatinya, dia akan memotong rotan itu, Chu Tian Shu akan terjatuh dan hancur berantakan di dalam jurang itu.
Akhirnya sampai juga di atas jurang itu, begitu kakinya menginjak tanah, dia baru merasa tenang, sepertinya dia sudah berhasil melarikan diri dari cengkraman dewa kematian.
"Siapa yang sudah menolongku? Apakah kita bisa bertemu?"
Gunung terdiam, hanya terdengar suara angin. Dia pernah memanjat Gunung Kun Lun, suara angin di gunung sering mengeluarkan suara yang aneh, sekarang dia juga merasa curiga.
"Suara tadi, apakah itu hanya suara angin? Perempuan yang wajahnya ditutup, sepertinya sudah aku salah menafsir."
Chu Tian Shu beristirahat sebentar untuk memulihkan tenaga.
Dia melangkah ke tempat tertancapnya penanya kemudian dia mencabut p ena itu.
Dengan rotan dia menggulung pena lainnya dan mengumpulkan kedua pena itu.
Bulan sudah berada di tengah langit, sinar bulan begitu terang.
Dia sudah keluar dari cengkraman kematian, sekarang baru bisa melihat ke sekelilingnya.
Jiang Xue Jun juga sudah menghilang.
"Apakah gadis berbaju putih itu yang mirip dengan Jiang Xue Jun, hanya perasaanku saja yang salah melihat? Bukan sungguhan? Tapi aksara 'hati-hati terkena tipuan' siapakah yang menulis? Di mana Wei Tian Yuan? Apakah Wei Tian Yuan juga terkena tipuan perempuan yang wajahnya ditutup kain itu?"
Benaknya dipenuhi dengan pertanyaan, dia turun dari jurang itu dan ingin kembali ke tendanya.
Tiba-tiba terdengar ada yang berjalan menuju arahnya.
Apakah dia adalah perempuan yang wajahnya ditutup kain kembali lagi?
Dia memegang penanya dengan erat dan maju ke depan.
Dengan tertawa dingin Chu Tian Shu berkata.
"Untung aku tidak mati, aku tidak akan terkena tipuanmu lagi!"
Kata-katanya belum selesai, gadis berbaju putih itu sudah berdiri di hadapannya. Dia tertawa dan berkata.
"Kau mengira aku ini siapa?"
Chu Tian Shu hampir tidak percaya dengan penglihatannya sendiri! Gadis berbaju putih itu wajahnya tidak tertutup, dia adalah Jiang Xue Jun! Chu Tian Shu senang sekaligus kaget dan berkata.
"Ternyata kaulah yang mengusir perempuan jahat itu!"
Xue Jun terpaku dan bertanya.
"Kau mengatakan apa?"
Jawab Chu Tian Shu.
"Perempuan jahat itu ingin membunuhku tapi dia terkejut oleh suara tawa yang menyeramkan, apakah itu bukan suara tawamu?"
Kata Xue Jun.
"Itu bukan aku!"
Kata Chu Tian Shu.
"Ini sangat aneh? Kalau bukan kau, lalu siapa dia?"
Jawab Jiang Xue Jun.
"Perempuan yang wajahnya tertutup itu aku sempat melihatnya melarikan diri, tapi aku tidak melihat ada orang ketiga. Apakah kau sudah salah dengar, mungkin itu adalah suara angin yang melewati lubang-lubang batu. Kadang akan mengeluarkan suara yang aneh, bahkan kadang seperti orang yang sedang menangis!"
Chu Tian Shu masih ragu. Dalam hati dia berpikir.
"Apakah benar aku sudah salah mendengar?"
Kata Jiang Xue Jun.
"Sudah lama kita tidak berjumpa, apa kabar? Katanya kau sudah bertunangan dengan Qi Shu Yu, selamat!"
Wajah Chu Tian Shu memerah, dan berkata.
"Xue Jun, aku tidak menyangka kau masih hidup, ini bagus sekali. Setelah pertarungan di Mi Mo Ya kau pergi ke mana? Mengapa bisa berada di sini?"
Pertanyaan datang bertubi-tubi masih ada satu pertanyaan yang dia belum tanyakan.
Xue Jun bersembunyi di hutan yang penuh es dan lembah yang begitu sepi.
Mengapa dia tahu keadaan dunia luar?
Tapi pertemuan kali ini walaupun sangat menyenangkan tapi tidak seperti dulu lagi.
Sewaktu dia tahu Xue Jun mencintai Wei Tian Yuan hatinya begitu terguncang karena itu dia dengan senang hati bisa menerima ucapan selamat dari Xue Jun.
Kata Xue Jun.
"Aku tahu di hatimu masih banyak pertanyaan, tapi aku tidak ingin menjawabnya, hal tentang kematianku tidak perlu diungkit lagi."
Chu Tian Shu terpaku, dalam hati dia berpikir.
"Benar, Wei Tian Yuan dan Fei Feng juga sudah bertunangan, apakah masih harus mengungkit-ungkit masa lalu?"
Chu Tian Shu berkata.
"Baiklah, hal yang sudah lewat tidak perlu diungkit lagi. Sekarang, apakah kau ingin tahu mengapa aku bisa ditipu oleh perempuan yang wajahnya ditutup kain itu?"
Jawab Xue Jun.
"Aku tahu, tapi perempuan itu tidak berbohong semuanya kepadamu."
Chu Tian Shu kaget dan berkata.
"Apakah Kakak Wei, dia, dia benar..."
Kata Jiang Xue Jun.
"Benar, Wei Tian Yuan benar-benar terjatuh ke dalam jurang. Jurang tempat kau hampir jatuh tadi."
Kata Chu Tian Shu.
"Pasti dia juga terkena tipuan perempuan itu. Sekarang bagaimana keadaan Wei Tian Yuan?"
Jawab Jiang Xue Jun.
"Kau tenang saja, dia masih hidup. Aku butuh bantuanmu, ikutilah aku!"
Chu Tian Shu tertawa kecut dan berkata.
"Jurang begitu dalam, ilmu meringakan tubuhku tidak tinggi, bagaimana aku bisa ikut denganmu turun ke sana?"
"Siapa yang mengatakan bahwa kita akan turun ke dalam jurang?"
"Apakah ada jalan lain?"
"Benar, jika tidak bagaimana aku bisa naik ke sini? Hanya mengandalkan ilmu meringankan tubuh yang hanya tidak seberapa ini, itu tidak mungkin."
Ilmu meringankan tubuhnya tidak berbeda jauh dengan Chu Tian Shu.
Ini adalah perkataan yang jujur, sekarang Chu Tian Shu percaya bahwa suara tertawa tadi adalah suara angin, bukan suara tawa orang.
Karena perempuan yang dia kenal selain Jiang Xue Jun siapa lagi yang mau menempuh bahaya demi menolongnya?
Tapi Jiang Xue Jun juga tidak mempunyai ilmu meringankan tubuh yang tinggi.
Dia ikut dengan Xue Jun memanjat rotan naik dan melewati batu-batu yang berbahaya.
Memutar ke dinding yang berada di sebelah sana, dia melihat ada sebuah gua.
Mulut gua itu penuh dengan rumput liar.
Bila Xue Jun yang membawa jalan, walaupun dia melewati mulut gua itu, dia juga tidak akan tahu.
Kata Jiang Xue Jun.
"Untung perempuan yang wajahnya ditutup itu tidak tahu di sini ada gua, kalau dia tahu, dia pasti sudah mencari gara-gara denganku."
Tanya Chu Tian Shu.
"Apakah kau tahu siapa dia itu?"
"Aku tidak dilukai, walaupun Wei Tian Yuan dilukai, tapi dia tidak mati. Aku malas menanyakan siapa dia itu."
Sepertinya Xue Jun sudah tahu siapa perempuan tadi, h anya dia tidak mau mengatakannya saja.
Chu Tian Shu pun tidak menanyakan tentang dia lagi.
Gua itu panjang dan juga sempit, semakin berjalan semakin terjal dan di dalam gua banyak terdapat batu-batu yang menonjol, bisa dijadikan tempat untuk berpegangan supaya tidak terjatuh.
Walaupun merasa lelah karena tenaga Chu Tian Shu belum pulih, tapi dia tetap ingin melanjutkan perjalanan.
Kira-kira setelah berjalan setengah jam, mereka sudah keluar dari gua.
Di depan tampak ada cahaya, lembah yang terlihat dari atas juga tidak begitu terlihat tinggi lagi.
Chu Tian Shu menginjak tanah selalu terasa empuk seperti ada bau juga seperti tercium wangi.
Xue Jun menjelaskan, Chu Tian Shu baru mengerti bahwa di lembah ini penuh dengan daun-daun yang jatuh.
Semakin lama semakin menumpuk, jadilah tanah seperti ini.
Di lembah itu udara sangat hangat karena itu air di sana tidak membeku menjadi es.
Terlihat Wei Tian Yuan berbaring di bawah.
Di sisinya tampak sebatang pohon sebesar tangan, pedang masih dipegangnya, tapi sepanahnya menancap ke dalam tanah.
Kata Jiang Xue Jun.
"Nasib dia memang bagus, dalam jarak beberapa puluh meter, dia memotong pohon yang terjulur keluar dari jurang. Dengan begitu, kecepatannya saat jatuh dapat diperlambat. Waktu dia jatuh, pedangnya yang menancap terlebih dulu. Tenaganya berkurang lagi, jika tidak nyawanya sudah melayang."
"Dia sudah pingsan berapa lama?"
"Kira-kira satu jam lebih."
"Mengapa dia belum sadar juga?"
"Tenanglah, aku sudah memberi obat kepadanya. Obat ini membuat dia tertidur pulas. Setelah cukup tidur, dia akan cepat pulih. Besok pagi dia akan merasa lebih baik. Tian Shu, kau yang mengurus dia. Jangan mengatakan kepadanya bahwa akulah yang menolongnya."
Chu Tian Shu kaget dan berkata.
"Kalian dengan susah payah baru bertemu, mengapa tidak menunggu dia bangun baru pergi?"
"Bunga terapung dengan sendirinya dan air mengalir juga sendirinya, jangan begitu ngotot!"
Kata Chu Tian Shu.
"Xue Jun, kalian berteman dalam suka dan duka. Aku tahu bahwa Tian Yuan benar-benar mencintaimu, hanya dia mengira kau sudah mati, dia baru, baru..."
Kata Xue Jun.
"Aku sudah katakan masa lalu jangan diungkit lagi. Aku pergi dulu!"
"Kau mau ke mana?"
"Aku pun tidak tahu, tapi pasti ada tempat untukku pergi."
Chu Tian Shu menarik nafas terpaksa membiarkannya pergi. Begitu Wei Tian Yuan sadar, dia berteriak.
"Xue Jun, Xue Jun, mengapa jadi Tian Shu?"
"Kau mungkin bermimpi, mana mungkin ada Xue Jun?"
"Aku melihatnya. Chu Tian Shu, apakah kau adalah temanku?"
"Tentu saja."
"Baiklah, sekarang kau harus berkata jujur jika tidak, walaupun kau sudah menolongku, aku tetap akan putus hubungan denganmu."
Terpaksa Chu Tian Shu berkata.
"Dia sudah pergi."
Wei Tian Yuan terpaku, setelah lama ia baru berkata.
"pergi...? Xue Jun benar-benar tega meninggalkanku."
Kata Chu Tian Shu.
"Bila bertemu lalu kau akan bagaimana? Bukankah kau sudah mempunyai Nona Shang Guan? Tian Yuan, aku harap kau jawab dengan jujur, kau lebih suka kepada siapa?"
Pertanyaan ini jika ditanyakan 3 bulan yang lalu, dia pasti akan menjawab Xue Jun, tapi sekarang menyuruh dia menjawab jujur, dia harus memikirkan terlebih dulu baru menjawab.
"perasaan ini tidak bisa dibanding-bandingkan, mereka berdua begitu baik kepadaku. Mana bisa aku menjawab mana yang lebih kusuka."
"Kau tidak bisa menikahi dua-duanya."
Kata Wei Tian Yuan.
"Kalau begitu aku tidak akan menikahi duaduanya, aku akan menjadi biksu."
"Jawabanmu terlalu kekanak-kanakan. Tapi jika aku menjadi dirimu, aku juga pasti akan sulit untuk memilih, lebih baik biarkan dengan sendirinya."
Wei Tian Yuan terdiam, kemudian dia berkata.
"Mengapa kau bisa mencariku hingga ke sini?"
"Seperti dirimu, aku pun tertipu oleh perempuan yang wajahnya tertutup kain,"
Segera dia bercerita kepada Wei Tian Yuan apa yang sudah terjadi padanya. Wei Tian Yuan mendengarkan dengan seksama, setelah mendengar semua cerita itu, tiba-tiba dia bertanya.
"Kau mengatakan sepertinya kau kenal dengan perempuan itu, apakah benar?"
"Benar, seperti seseorang yang pemah kutemui satu atau dua kali, tapi tidak sering, bila tidak aku pasti akan langsung tahu siapa perempuan itu."
Tiba-tiba Wei Tian Yuan ingat bahwa Chu Tian Shu hanya satu dua kali bertemu dengan Shang Guan Fei Feng, pada malam di Yang Zhou, pada saat ada pertarungan di kediaman keluarga Chu, walaupun hanya bertemu sekali, Chu Tian Shu pasti akan ingat kepadanya.
Tapi Wei Tian Yuan sangat mengenal Fei Feng, walaupuin Fei Feng menjadi siapa pun, dia pasti akan mengenalnya, sekarang dia teringat dengan bayangan Shang Guan Fei Feng, juga teringat pada bayangan perempuan yang misterius itu, akhirnya dia mengambil suatu kesimpulan .
perempuan itu bukan Shang Guan Fei Feng, tapi begitu Chu Tian Shu mengatakan seperti mengenalnya, pendirian Wei Tian Yuan mulai goyah.
Bila perempuan tadi adalah Fei Feng dia harus bagaimana?
Kali ini dia tidak berani berpikir lebih jauh, juga tidak bertanya lagi kepada Chu Tian Shu.
"Apakah 4 aksara yang tergores di dinding jurang itu adalah tulisannya j uga...."
Jawab Chu Tian Shu.
"Tulisannya tidak mirip dengan tulisan seseorang yang aku kenal, aku pun tidak tahu siapa yang sudah menolongku."
Wei Tian Yuan seperti mendapatkan akar permasalahan, dia berkata.
"Bawalah aku ke sana untuk melihatnya!"
"Apakah kau mampu untuk berjalan?"
"Bila harus naik ke atas, aku tidak sanggup, bukankah tadi kau mengatakan ada gua menuju ke sini, kita lewat gua itu lagi, pasti tidak akan terlalu sulit."
"Ayo, kita jalan!"
Sesampainya di atas gunung, Wei Tian Yuan duduk bersila, mengatur nafas, dan berkata.
"Ayo kita naik ke tempat yang ada lubang itu."
Segera dia melihat keempat aksara itu, sekarang dia tidak seperti seseorang yang mendapatkan titik terang, malah seperti menelan obat yang pahit. Kata Wei Tian Yuan.
"Ini adalah tulisannya, tulisan dia!"
"Dia itu siapa?"
"Shang Guan Fei Feng." 'Hati-hati terkena tipuan', keempat aksara ini diukir sendiri oleh Shang Guan Fei Feng, dia pasti bukan perempuan misterius itu, di dunia ini tidak ada orang yang ingin tertipu oleh orang lain, tapi dia meninggalkan aksara itu agar orang lain lebih hati-hati. Tanya Chu Tian Shu.
"Bagaimana kemampuan ilmu meringankan tubuh Nona Shang Guan Fei Feng?"
"Lebih baik dari diriku,"
Wei Tian Yuan mengerti apa yang dimaksud oleh Chu Tian Shu, dia menarik nafas kemudian berkata.
"suara tawa yang kau dengar mungkin itu bukan suara angin mungkin itu adalah suara Shang Guan Fei Feng yang berpura-pura bersuara seram agar menakuti perempuan itu, dia tidak mencariku, aku pun tidak mempunyai cara lain untuk menemukannya."
Wei Tian Yuan teringat kepada Xue Jun yang menghindar darinya, sekarang Shang Guan Fei Feng pun menghindarinya, dia merasa kesal.
"Mereka semua sudah berada di Bai Tuo Shan, kita pasti akan bertemu dengan mereka."
"Apakah kau merasa lapar, setelah semalam tersiksa, sekarang aku mulai merasa lapar."
Kata Wei Tian Yuan.
"Obat yang diberikan oleh Xue Jun entah obat apa, aku tidak tahu, yang aku tahu sekarang aku tidak merasa lapar."
Kemudian dia tertawa kecut.
"aku berjanji kepadamu menangkap 2 ekor ayam salju, sekarang itu hanyalah janji kosong."
Kata Chu Tian Shu.
"Aku masih mempunyai makanan kering, tapi tidak kubawa kemari, masih tersimpan di tenda, tidak bisa m akan daging ayam salju, tidak apa-apa, lebih baik kita kembali ke tenda dan makan makanan kering itu."
Selain itu Wei Tian Yuan masih meninggalkan bungkusannya di sana.
Mereka .berjalan memasuki hutan, .sebelum tiba di tenda, tibatiba ada angin yang berhembus mengantarkan suara teriakan yang keras.
Chu Tian Shu terkejut dan berkata.
"Tian Yuan, coba kau dengarkan, kali ini aku tidak salah dengar."
Mereka berlari menghampiri suara itu, mereka mendengar lebih jelas lagi, suara itu adalah suara perempuan.
"Tolong! Tolong!"
Suara itu membuat bulu kuduk merinding "Kali ini kau berani mencelakaiku, guruku tidak akan mengampunimu!"
Perempuan itu mungkin melihat tidak ada orang yang bisa menolongnya, dia berbalik mengancam orang yang akan mencelakakannnya, kali ini Chu Tian Shu mendengar sepertinya dia kenal dengan suara ini.
Kata Wei Tian Yuan.
"Suara itu sepertinya berasal dari perempuan yang wajahnya tertutup kain."
Tapi sekarang ini suaranya tidak seperti orang yang bicara dengan tenggorokan yang dicekik.
Dengan cepat mereka sudah tahu bahwa dia memang perempuan misterius yang wajahnya ditutup dengan kain.
Kain itu belum tersingkap, tapi kain itu sudah sobek karena Pan Guan Bi, darah sudah mengering tapi bekas lukanya tampak jelas terlihat.
Perempuan itu digantung oleh orang itu di sebatang pohon, Chu Tian Shu marah dan berteriak.
"Kau benar-benar jahat!"
Segera dia berjalan ke depan dan menyobek kain penutup wajahnya.
---ooo0dw0ooo---C.
Shang Guan Fei Feng dan Yin Hu Palsu Begitu tutup wajah itu terbuka, Chu Tian Shu seperti bertemu dengan setan, terlihat mulutnya menganga, tapi tidak keluar teriakan, dia seperti orang bodoh.
Perempuan itu tidak jelek, malah boleh dikatakan sangat cantik mengapa saat Chu Tian Shu melihatnya seperti melihat setan?
Karena perempuan itu tidak lain adalah Shang Guan Fei Feng, semua ini benar-benar di luar dugaannya!
Tiba-tiba Wei Tian Yuan berteriak.
"Tidak benar,!"
Dia mengambil sebongkah es batu, menggosokkannya ke wajah perempuan itu.
Wajah perempuan itu digosok oleh bongkahan es batu hingga mengeluarkam darah, dan esnya pun ikut mencair.
Terlihatlah wajah aslinya.
Dia bukan Shang Guan Fei Feng, dia adalah mantan kakak ipar Xu Zhong Yue, Zhao Qing Mei.
Suami Zhao Qing Mei meninggal pada usia muda, adiknya, Hong Mei menikah, memasuki tahun kedua pernikahannya, suami Zhao Qing Mei sudah meninggal, dia tidak memiliki anak, begitu suaminya meninggal, dia tinggal dengan adiknya, tak Iama kemudian adiknya pun meninggal, sang kakak naik posisi, dia seperti menjadi nyonya rumah keluarga Xu.
Chu Tian Shu marah dan berkata.
"Siluman, mengapa kau menyamar menjadi Shang Guan Fei Feng?"
Bila Zhao Qing Mei hanya menutup wajahnya atau menyamar menjadi Shang Guan Fei Feng, dia masih bisa mengerti, karena dia mempunyai alasan takut dikenali oleh Chu Tian Shu.
Mengapa Zhao Qing Mei menyamar menjadi Shang Guan Fei Feng?
Chu Tian Shu tidak mengerti alasannya, karena itu dia masih terus bertanya, Zhao Qing Mei tahu bahwa kali ini dia tidak akan diampuni, dengan dingin dia menjawab.
"Aku tidak bisa membunuhmu, bunuh saja aku, mengapa harus bertanya terus?"
Chu Tian Shu marah dan berkata.
"Aku tidak mempunyai dendam denganmu, mengapa kau begitu ingin mencelakakanku?"
Zhao Qing Mei tidak menjawab. Kata Wei Tian Yuan.
"Kau ingin mati, tapi aku tidak menginginkan kau cepat mati, Tian Shu, dengan Pan Guan Bi mu, putuskan nadi-nadinya, kita gantung dia dan pergi dari sini!"
Zhao Qing Mei kaget dan berteriak.
"Wei Tian Yuan, kau bukan manusia!"
Wei Tian Yuan tertawa dan berkata lagi.
"Semua ini aku pelajari darimu, bila dibandingkan dengan cara kerjamu yang. kejam, aku masih kalah jauh."
Chu Tian Shu mengangkat Pan Guan Bi nya dan membentak dengan keras.
"Katakan!"
Jawab Zhao Qing Mei.
"Baiklah, aku akan mengatakan semuanya."
Dia seperti ingin melampiaskan kemarahannya, dia berteriak.
"Semua ini ada hubungannya dengan Xue Jun, aku ingin membunuhnya!"
Wei Tian Yuan marah dan berkata.
"Xue Jun sudah melakukan kesalahan apa sehingga kau begitu membencinya?"
Jawab Zhao Qing Mei.
"Xu Zhong Yue sudah berjanji akan menikahiku, bila bukan karena siluman kecil Jiang Xue Jun muncul dan membuat Xu Zhong Yue berubah perasaannya, aku bisa menjadi orang paling kaya di Luo Yang, bukankah semuanya itu sangat bagus? Bila Jiang Xue Jun benar-benar menjadi Nyonya Xu, itu tidak apa-apa, tapi begitu dia masuk ke keluarga Xu, dia hanya membawa bencana, dia membuat seluruh keluarga Xu berantakan, membuatku menjadi kehilangan orang yang bisa kuandalkan, mengapa aku tidak boleh membencinya?"
Ternyata Zhao Qing Mei dan adik iparnya mempunyai hubungan gelap, adiknya sendiri pun diracun hingga meninggal, tapi tidak diketahui oleh Xu Zhong Yue, dengan berbagai cara dia membuat Xu Zhong Yue mau menikahinya, tapi tak disangka daging empuk yang dia kira pasti akan masuk ke dalam mulutnya bisa direbut oleh Jiang Xue Jun.
Dengan marah Wei Tian Yuan berkata.
"Xu Zhong Yue meracuni ayah dan ibu Xue Jun hingga meninggal, memaksa Xue Jun agar mau menikah dengannya, dia memang harus mati!"
Chu Tian Shu merasa sedikit iba kepadanya, dan berkata.
"Xu Zhong Yue memang harus mati, tapi dia...."
Sela Wei Tian Yuan.
"Kau kira dia hanya ingin kita mati? Dia sudah membunuh seseorang!"
Chu Tian Shu baru mengerti dan berkata.
"Apakah yang kau maksud itu Ding Bo?"
Jawab Wei Tian Yuan.
"Benar, Ding Bo dibunuh oleh dua orang siluman, salah satunya adalah dia, yang satu lagi memalsukan Yin Hu, dia memalsukan Fei Feng!"
Zhao Qing Mei tidak mengatakan apa pun, berarti dia mengakui semua yang dikatakan oleh Wei Tian Yuan. Chu Tian Shu baru mengerti dan berkata.
"Aku sudah tahu semenjak dia menyamar menjadi Fei Feng, dia belum sempat mengembalikan wajah aslinya. Karena itu dia terus memalsukan dirinya sebagai Shang Guan Fei Feng."
Mengubah bentuk wajah adalah salah satu cara menyamar dengan cara menambah kulit wajah, bila belum pada saatnya kemudian dia sudah membuka kulit tambahan itu dengan paksa, akan menimbulkan rasa sakit, karena itu walaupun dia tidak bisa menipu Wei Tian Yuan, dia terus menggunakan wajah Shang Guan Fei Feng.
Kata Wei Tian Yuan.
"Ding Bo dan Xue Jun tidak ada hubungannya, mengapa kau harus membunuhnya?"
Jawab Zhao Qing Mei.
"Karena aku takut tidak bisa membunuh kalian."
Tanya Chu Tian Shu.
"Apakah setelah membunuh Ding Bo kau bisa membunuh kami?"
Jawab Zhao Qing Mei.
"Bila aku tidak membunuh kalian, Ketua Bai Tuo Shan yang akan membunuh kalian, dia berjanji akan membantuku membalas dendam, aku pun berjanji akan membantunya."
Chu Tian Shu sudah mengetahui semua ini dari Wei Tian Yuan, Qi Yan Ran sudah salah sangka kepada Shang Guan Yun Long, ladinya Chu Tian Shu masih bisa menaruh rasa iba kepada Zhao Qing Mei, sekarang Chu Tian Shu pun mulai sewot, dia berkata.
"Cara yang sangat keji, dua pesilat tangguh di dunia ini pun hampir diadu domba, Kakak Wei, kita lihat dengan cara apa kita bisa menyiksanya."
Jawab Wei Tian Yuan.
"Masih ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan kepadanya."
Dari balik pakaian Zhao Qing Mei dia mengeluarkan batu Yuan Yang. Wei Tian Yuan bertanya kepadanya.
"Dari mana kau mendapatkan batu ini?"
"Tentu saja dari Jiang Xue Jun."
"Mengapa dia memberikannya kepadamu, pasti kau yang telah merampas dari tangannya!"
Yang membuat Wei Tian Yuan merasa aneh, mengapa Zhao Qing Mei bisa mengambil benda kesayangan milik Xue Jun, mengapa Zhao Qing Mei tidak membunuh Xue Jun? Dia ingin tahu keberadaan Xue Jun.
"Tebakanmu benar, Jiang Xue Jun pemah jatuh ke tanganku, aku benci biksuni tua itu!"
Setelah mengatakan seperti itu, tiba-tiba dia berhenti bicara, Wei Tian Yuan ingin bertanya siapakah biksuni tua yang dimaksud olehnya, Zhao Qing Mei tiba-tiba berteriak.
"Guru, cepat kemari!"
Wei Tian Yuan terkejut, dia sudah mendengar ada suara aneh yang datang dari hutan. Begitu Zhao Qing Mei berteriak, benar saja ada seseorang yang membentak.
"Siapa yang berani menghina muridku?"
Orang itu datang dengan cepat, pertama kali mendengar suaranya sepertinya dia masih berada di hutan, dalam sekejap suaranya seram yang sudah membuat gendang telinga Wei Tian Yuan dan Chu Tian Shu sakit, dan orang itu sudah muncul di hadapan mereka, dari suaranya dapat diketahui bahwa dia adalah seorang prempuan yang sudah berumur.
Orangnya belum tiba, senjata rahasianya sudah dikeluarkan, pasir kuning menutup kepala Wei Tian Yuan dan Chu Tian Shu.
Sewaktu Wei Tian Yuan berada di Kun Lun Shan, dia pemah diserang oleh perempuan itu, Wei Tian Yuan sudah mengetahui senjata rahasianya yaitu pasir beracun, segera dengan telapak tangan yang kosong Wei Tian Yuan membelah udara.
Dia menggabungkan tenaganya dengan Chu Thian Shu cukup untuk menangkis serangan pasir kuning itu.
Mereka berdua segera maju menyerang, memang benar, seorang perempuan tua yang usianya kira-kira 50 tahun lebih, wajahnya sangat mirip dengan Yin Hu.
Wei Tian Yuan membentak.
"Ternyata pembunuh utama Ding Bo adalah kau!"
"Kalau memang benar aku, memangnya mengapa"
Dia mengayunkan tongkat kepala naganya, menahan Pan Guan Bi milik Chu Tian Shu, kemudian menyerang ke arah Wei Tian Yuan Wei Tian Yuan sangat marah, telapak dan kapalan tangannya menyerang dari kiri dan kanan, tapi saat itu Wei Tian Yuan merasa karena perutnya sangat lapar, tenaga yang dikeluarkan tidak sebesar biasanya, sekarang karena marah tenaganya lebih besar dari biasanya.
Kepalan dan telapak tangan berbarengan menyerang seperti kapan yang membelah gunung, palu besar menghancurkan batu.
Perempuan tua itu tidak mengira Wei Tian Yuan akan begitu ganas menyerangnya dan juga sangat berani, dia merasa sedikit terkejut.
Tubuh perempuan tua itu sangat ringan, ilmu silatnya pun begitu tinggi, lebih tinggi dari Wei Tian Yuan, Chu Tian Shu bergabung dengan Wei Tian Yuan baru bisa mengimbanginya, tapi perempuan tua itu juga jika ingin melepaskan senjata rahasianya tidak akan bisa karena tangannya sibuk meladeni serangan Wei Tian Yuan dan Chu Tian Shu.
Tiba-tiba Wei Tian Yuan merasa sedikit pusing, ternyata walaupun perempuan tua itu tidak melepaskan senjata rahasianya, tetapi tongkat kepala naganya sudah direndam ke dalam sejenis obat.
Obat ini memancarkan aroma yang membuat orang merasa mabuk, begitu tongkat diayunkan, aroma ini mengikuti kibasan angin menyebar ke mana mana, walaupun hanya tercium sedikit, pada awalnya gejalanya tidak teia.su Biasanya ilmu silat Wei Tian Yuan walaupun wewangian itu dibakar, sekalipun terhisap dia tidak akan pingsan, tapi sekarang ini tenaganya sudah berkurang, walaupun tidak pingsan, tapi keadaan seperti ini sangat mengganggu.
Ilmu silat Chu Tian Shu di bawah Wei Tian Yuan, dia merasa lebih terganggu lagi, pena dan tongkat saling beradu, Pan Guan Bi milik Chu Tian Shu dipukul dengan tongkat perempuan tua itu dan terlepas dari tangannya.
Wei Tian Yuan maju untuk membantu Chu Tian Shu, dengan jurus cakar naganya dia mencengkram ujung atas tongkat, telapak kirinya mengeluarkan jurus Da Shuai Bei Shou, kedua jurus ini adalah jurus keluarga Qi, walaupun Wei Tian Yuan menyerang dengan ganas, tapi itu adalah tenaganya yang terakhir, dia sendiri merasa tidak yakin apakah dia masih bisa bertahan bila dipukul oleh tongkat itu.
Tiba-tiba ada angin berhembus mengantarkan suara yang lembut dan nyaring, ada seseorang yang mengucapkan.
"A Mi Ta Ba!"
Walaupun suaranya lembut, tapi membuat perempuan tua itu terkejut, segera tangan Wei Tian Yuan dapat mencengkram tongkatnya, dengan jurus Da Shuai Bei Shou, dia mematahkan tongkat itu menjadi dua bagian, perempuan tua itu segera melemparkan tongkatnya yang tersisa separuh di tangannya, dia meloncat beberapa meter, segera dia lari dan masuk ke dalam hutan.
Pada saat Wei Tian Yuan mematahkan tongkat itu, tenaganya benar-benar sudah habis, sekarang dia merasa tangan dan kakinya sangat lemah, dia tidak dapat mengejar perempuan tua itu.
Setelah keadaan tenang, dia berkata.
"Terima kasih, Tetua sudah membantu, apakah kami bisa bertemu dengan Anda?"
Hutan itu sepi, tidak ada yang menjawab. Chu Tian Shu berkata pada dirinya sendiri.
"Itu pasti biksuni tua yang ditakuti oleh siluman tua itu."
Tanya Wei Tian Yuan.
"Biksuni tua yang mana?"
Jawab Chu Tian Shu.
"Biksuni tua yang disebut-sebut oleh Zhao Qing Mei."
Sekarang mereka baru bisa menolehkan kepala, mereka melihat Zhao Qing Mei terbaring di bawah, dia sudah tidak bisa begerak, dengan tongkat yang tinggal separuh Wei Tian Yuan menyentuh Zhao Qing Mei, ingin mengetahui apakah dia masih hidup atau sudah m ati, tapi tubuhnya sudah membeku, dia sudah mati.
Kata Chu Tian Shu.
"Dia sendiri yang berbuat dosa, memang dia tidak bisa dibiarkan hidup terus."
Di bawah tumpukan salju mereka menguburkan dia. Sekarang Wei Tian Yuan sudah tenang, kemudian dia berkata.
"Menurut ucapan Zhao Qing Mei, sepertinya kali ini Xue Jun ditolong oleh biksuni tua itu dari tangan Zhao Qing Mei."
Biksuni tua itu tidak ingin memperlihatkan dirinya, Shang Guan Fei Feng pun entah menghilang ke mana dan tidak ada jejaknya, terpaksa mereka kembali lagi ke tenda.
Ada suatu hal yang membuat mereka terkejut sekaligus senang.
Karena begitu mereka tiba di tenda, mereka mencium harum daging.
Tumpukan api belum padam, di sisi tumpukan api terdapat dua buah batu yang tinggi, sebatang ranting pohon yang tajam menusuk 2 ekor ayam salju yang gemuk, dua batu ini menjadi penyangganya, ranting kayu diletakkan di atas 2 buah batu itu, dua ekor ayam salju sedang dipanggang, harumnya menyebar ke mana-mana.
Chu Tian Shu meloncat dan berkata.
"Kakak Wei, kau tidak bisa menangkap ayam salju, tapi ada yang membuatkan ayam panggang untuk kita."
Kata Wei Tian Yuan.
"Ini pasti dibuat oleh Shang Guan Fei Feng."
Sorot matanya menerawang ke tempat jauh. Kata Chu Tian Shu.
"Siapa pun yang membuatnya tidak masalah yang penting kita makan dulu!"
Dia mengambil seekor ayam, dan seekor lagi dia lemparkan kepada Wei Tian Yuan. Baru saja Wei Tian Yuan menggigit sekali, dia mengerutkan dahinya dan berkata.
"Ayamnya sedikit gosong dan terasa pahit."
Chu Tian Shu tertawa dan berkata.
"Aku tidak merasakan seperti itu, ada pepatah yang mengatakan . bila sudah merasa lapar, jangan memilih-milih makanan. Mengapa kau masih cerewet, apalagi yang menyediakan ayam panggang ini adalah kekasihmu sendiri!"
"Aku tidak mengatakan ini tidak enak."
"Lalu mengapa kau mengerutkan dahimu?"
"Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres."
"Apa yang tidak beres?"
"Fei Feng adalah seorang yang sangat teliti, ilmu meringankan tubuhnya pun lebih tinggi dari kita."
Chu Tian Shu menjadi bingung dengan perkataan Wei Tian Yuan, dia bertanya lagi.
"Apa yang kau maksudkan sebenarnya?"
"Ilmu meringankan tubuhnya sangat tinggi, dia bisa mendengarkan langkah kaki kita, baru pergi bila dia memang tidak mau bertemu dengan kita, apakah kau sudah mengerti maksudku?"
Kata Chu Tian Shu.
"Kau ingin menerangkan mengapa ayam ini bisa begitu gosong?"
Jawab Wei Tian Yuan.
"Benar, sebelum kita kembali ke sini, bila ayamnya memang sudah matang, dia akan memindahkannya dan meletakkannya di atas batu itu, bila ayamnya belum matang , sewaktu kita pulang dan dia mendengarkan langkah kaki kita kemudian pergi, ayam ini tidak akan begini gosong."
Kata Chu Tian Shu.
"Apakah kau curiga, dia sudah bertemu dengan sesuatu yang membahayakan, apalagi guru Zhao Qing Mei melarikan diri karena ada biksuni tua itu, siapa lagi yang berniat mencelakakannya? Kurasa lebih baik perut kita kenyang dulu, baru mencari jawabannya, bila dia memang ingin bersembunyi darimu, kau pun tidak akan bisa menemukan jejaknya."
Setelah perut kenyang tubuh pun terasa segar, Chu Tian Shu membongkar tendanya, mereka siap mendaki ketempat yang lebih tinggi lagi. Wei Tian Yuan berkata.
"Tunggu sebentar!"
Chu Tian Shu melihat Wei Tian Yuan berjalan mondar-mandir di sisi hutan dan terus melihat ke bawah seperti sedang mencari sesuatu, Chu Tian Shu menarik nafas, mengira Wei Tian Yuan sedang mencari jejak Shang Guan Fei Feng.
Tiba-tiba Wei Tian Yuan berkata.
"Coba kau lihat ke sini!"
Chu Tian Shu menghampiri dan melihat yang ditunjuk oleh Wei Tian Yuan, di bawah tanah banyak tumpukan daun yang berguguran, dengan hati-hati Wei Tian Yuan menyibakkan daundaun itu ke pinggir, begitu daun tersibak, di atas salju tampak jejak kaki yang tidak teratur, yang satu besar dan yang satu kecil.
Kata Chu Tian Shu.
"Jejak kaki yang kecil ini pasti milik Nona Shang Guan Fei Feng, tapi jejak kaki yang besar ini, kau tahu milik siapa?' Jejak kaki itu walaupun tidak jelas, tapi bisa terlihat ilmu silat apa yang dipakai oleh orang-orang itu.
Jawab Wei Tian Yuan.
"apakah kau sudah melihatnya? Aku tidak bisa menebak siapa orang yang lainnya itu, yang kutahu orang itu seorang pesilat pedang yang sangat tangguh, dan ilmu meringankan tubuhnya hampir sama dengan Shang Guan Fei Feng, sebelum kita tiba di tempat ini, mereka sempat beradu pedang di sini."
Tanya Chu Tian Shu.
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Jejak kakinya lebih dangkal dari Shang Guan Fei Feng, bila tidak terjadi pertarungan yang seru, di atas tanah ini tidak akan tertinggal jejak kaki mereka."
Kita tahu bagaimana kemampuan ilmu meringankan tubuh Shang Guan Fei Feng, bila sudah lelah tidak akan meninggalkan jejak kaki, kemampuan Wei Tian Yuan masih pas-pasan untuk mencapai tingkat seperti itu, sedangkan Chu Tian Shu malah tidak bisa.
Kata Wei Tian Yuan.
"Melihat jejak kaki ini, kita bisa menebak, bahwa ilmu pedang orang itu sebentar ringan sebentar berat, ada persamaan dengan jurus Pedang Bayangan milik Shang Guan Fei Feng, aneh, apakah di Xi Yu masih ada ilmu pedang yang jurusnya hampir sama dengan ilmu pedang Shang Guan Fei Feng? Kita ikuti jejak ini untuk menyusuri langkah mereka."
Jejak kaki itu kadang muncul kadang menghilang, mereka terus mengikuti, berjalan memutar ke sekeliling, ternyata mereka baru sadar bahwa mereka kembali lagi ke tempat di mana mereka dicelakakan oleh Zhao Qing Mei, hanya berbeda beberapa meter.
Jejak kaki sudah tidak terlihat.
Kata Chu Tian Shu.
"Apakah mereka masuk ke dalam gua itu dan turun ke lembah?"
"Shang Guan Fei Feng tidak akan sebodoh itu, dia tidak bisa menghindari serangan orang itu, bila di tanah datar, dia bisa mengandalkan tubuhnya yang ringan, tapi bila berada di dalam gua yang sempit, dia tidak akan leluasa bergerak, malah akan ditangkap oleh orang itu."
Shang Guan Fei Feng menghilang, lalu siapa musuh yang kuatnya?
Wei Tian Yuan tidak bisa menebaknya, sekarang dia seperti seekor semut yang berada di dalam kuali yang panas.
Siapa orang itu Wei Tian Yuan tidak bisa menebaknya, dalam mimpi Shang Guan Fei Feng sendiri pun dia tidak menyangkanya.
---ooo0dw0ooo---Pada saat dia sedang membakar ayam, dari depan muncul bayangan seseorang, Shang Guan Fei Feng tahu di lembah ini ada seorang biksuni tua mempunyai ilmu silat yang sangat tinggi, awalnya dia mengira yang datang adalah biksuni tua itu, tapi begitu dia melihat bayangan itu adalah bayangan seorang laki-laki.
Kemudian Shang Guan Fei Feng meloncat, membalikkan kepalanya untuk melihat.
Apakah kau tahu siapakah dia?
Dia adalah panglima pengawal istana, Mu Zhi Yao, dia berdiri di hadapan Fei Feng.
Mu Zhi Yao pun terkejut melihat Shang Guan Fei Feng, dia datang ke tempat ini karena melihat ada cahaya api, dia mengira sudah tiba di Bai Tuo Shan, di sana pasti ada murid-murid Bai Tuo Shan, tidak disangka yang ditemuinya malah Shang Guan Fei Feng.
Dia terkejut, kemudian langsung tertawa.
"Nona Shang Guan, kau tentu tidak menyangka bertemu denganku di sini bukan?"
Sewaktu terjadi pertarungan di Mi Mo Ya, Mu Zhi Yao menjadikan Xu Zhong Yue sebagai umpan, dia ingin memancing seekor ikan besar, yaitu Wei Tian Yuan, tidak disangka Shang Guan Fei Feng datang dengan Panji Bayangannya, dia menghancurkan semua rencana yang sudah disusunnya dengan rapi!
Sekarang kehadiran Shang Guan Fei Feng seperti mencungkil luka lama, Mu Zhi Yao seperti ditusuk lagi, dia marah dan membentak.
"Di mana Wei Tian Yuan?"
"Aku harap kau jangan mencarinya lagi!"
"Bukankah kau datang bersama dengannya?"
"Kau saja masih kalang kabut untuk menghadapiku, kau masih mau mencarinya? Kau mau cari mati?"
Mu Zhi Yao baru mengerti apa maksud dari Shang Guan Fei Feng. Mu Zhi Yao tidak marah malah sebaliknya dia tertawa, dan berkata.
"Nona Shang Guan, di sini bukan Mi Mo Ya, juga bukan di Xing Su Hai, disini Panjimu tidak akan berguna, lebih baik perlihatkan saja Pedang Bayanganmu kepadaku!"
"Jika ingin melihat Pedang Bayanganku, itu sangat mudah, sekarang lihatlah!"
Tanya Mu Zhi Yao.
"Di mana pedangmu?"
Tiba-tiba terlihat kilauan cahaya, Fei Feng mengambil es yang menjorok keluar menjadikannya sebagai pedang dan mulai menusuk ke tenggorokan Mu Zhi Yao.
Sebenarnya Shang Guan Fei Feng membawa pedang hanya saja tidak dia keluarkan, Mu Zhi Yao tidak tahu bahwa pedang itu adalah Pedang Bayangan, Pedang Bayangan belum tentu harus menggunakan pedang, tapi yang menyeranganya adalah sebatang es yang berkilau.
Kedua pesilat tangguh saling bertarung, perkiraan terhadap kekuatan musuh harus tepat, bila terjadi kesalahan akan menyebabkan luka yang mematikan, walaupun ilmu silat Mu Zhi Yao tinggi, dia pun dibuat tidak kalang kabut oleh serangan Shang Guan Fei Feng.
Shang Guan Fei Feng mengeluarkan jurus kilat, sekali menyerang sudah mengeluarkan 36 jurus pedang, tapi semua jurusnya tidak ada satu pun yang mengenai Mu Zhi Yao, dalam hati Shang Guan Fei Feng kagum kepadanya, dia juga berpikir.
"Menurut orang-orang katanya keluarga Mu mempunyai jurus Nie Yun, jurus yang paling hebat adalah jurus langkah kaki dan pedang yang kompak, sekarang dia belum menggunakan pedangnya, aku tidak bisa menang dari dia, hari ini sepertinya aku akan celaka!"
Sekarang pedang Mu Zhi Yao sudah dicabut, terlihat ujung pedangnya bergetar dan sekaligus mengeluarkan tenaga, dapat dibayangkan betapa besar tenaga dalamnya, semua tenaga dikumpulkan di ujung pedangnya, tapi jurus pedang yang dikeluarkan olehnya begitu ringan, walaupun Shang Guan Fei Feng tidak tertusuk, tapi pedang es yang digenggamnya mulai mencair.
Shang Guan Fei Feng meloncat ke udara, dia mencabut pedang sebenarnya, kaki belum mencapai tanah, di tengah udara dia sudah menusuk.
Mu Zhi Yao membentak.
"Datang tepat pada waktunya!"
Pedang sudah dikeluarkan, ujung pedang Shang Guan Fei Feng dengan ringan menotol ke belakang pedang Mu Zhi Yao, lalu turun ke bawah, Fei Feng bisa menghindari serangan Mu Zhi Yao.
Kaki Shang Guan Fei Feng belum menapak dengan benar, Mu Zhi Yao sudah menyerangnya, cahaya pedang membentuk horizontal menyapunya, Shang Guan Fei Feng seperti ingin jatuh, tapi jurus pedangnya sangat aneh, begitu tubuhnya akan jatuh, dia malah menyerang Mu Zhi Yao, arahnya tidak dapat ditebak datang dari mana, dengan cepat Mu Zhi Yao menghindar, tapi gerakan Shang Guan Fei Feng licin seperti seekor ikan yang berenang, dia sudah lolos dari lingkaran pedang.
Mu Zhi Yao mengira Shang Guan Fei Feng datang dengan Wei Tian Yuan, karena di tempat itu ada tenda, dalam hati Mu Zhi Yao berpikir.
"Ilmu pedangnya tidak berbeda jauh tingkatannya denganku, bila Wei Tian Yuan datang kemudian mereka berdua bergabung, aku tidak akan bisa bertahan lagi, lebih baik sekarang aku menyerang dan berusaha membunuhnya!"
Serangan pedang mereka hampir setara, hanya dalam 1 hal saja tenaga Mu Zhi Yao lebih besar, Shang Guan Fei Feng menjadi sedikit kewalahan menahan serangan Mu Zhi yao.
Sebenarnya kalau ingin mengetahui siapa yang menang atau kalah dapat dibuktikan setelah ratusan jurus dikeluarkan, Mu Zhi Yao khawatir bila Wei Tian Yuan segera datang, Shang Guan Fei Feng pun takut Wie Tian Yuan akan segera kembali ke tendanya, dia tahu bahwa Wei Tian Yuan jatuh ke jurang dan terluka, dia pun tahu bahwa Jiang Xue Jun telah mengobati lukanya, yang tidak dia ketahui bagaimana keadaan Wei Tian Yuan sudah pulih atau belum, bila belum, pada saat dia pulang dan bertemu dengan Mu Zhi Yao, bukankah itu sama saja dengan mengantar Kematian?
Lagi pula sekarang dia belum ingin bertemu dengan Wei Tian Yuan Ketika serangan dari Mu Zhi Yao agak menurun, keadaan Shang Guan Fei Feng yang tadinya hanya bertahan sekarang mulai menyerang dia terus menyerang Mu Zhi Yao hingga mundur beberapa langkah, kemudian dia membalikkan tubuhnya dan lari.
Mu Zhi Yao membentak.
"Kau ingin melarikan diri? Jangan harap, di Bai Tuo Shan kau bisa melarikan diri?"
Shang Guan Fei Feng tertawa dan menjawab.
"Kalau kau berani, boleh kejar aku, kita coba bertanding ilmu meringankan tubuh!"
Mu Zhi Yao marah.
"Kemana pun kau melarikan diri, aku akan menangkapmu!"
Mu Zhi Yao juga pernah berpikir, mungkin Shang Guan Fei Feng akan memancing dia ke tempat Wei Tian Yuan.
Tapi di Bai Tuo Shan kesempatan untuk bertemu dengan murid-murid Bai Tuo Shan lebih banyak peluangnya dibanding bertemu dengan Wei Tian Yuan.
Jika mereka berdua bergabung, dia percaya bahwa mereka masih bisa menahan seratus hingga dua ratus jurus.
Jika tidak, dia masih bisa melarikan diri, karena itu dia tetap mengejar Shang Guan Fei Feng.
Shang Guan Fei Feng berlari sambil terus bertarung.
Tanpa di sengaja dia berlari ke tempat Wei Tian Yuan yang terjatuh semalam.
Tiba-tiba Shang Guan Fei Feng teringat.
"Kalau luka Wei Tian Yuan sudah sembuh, menurut perkiraanku sekarang dia pasti masih berada di sisi Jiang Xue Jun. Aku tidak boleh lari ke tempat Xue Jun, apalagi harus melewati gua itu, itu sangat berbahaya."
Tadinya dia ingin memancing Mu Zhi Yao ke lembah itu.
Di sana adalah tempat tinggal biksuni tua.
Jika biksuni tua itu mau membantunya, ada dua orang Mu Zhi Yao juga tidak akan bisa menandinginya.
Fei Feng tampak ragu, tiba-tiba terdengar ada suara orang yang sedang berbicara.
Fei Feng berlari ke depan, sekarang dia sudah mendengarnya dengan jelas.
"Sepanjang jalan tidak ada kabar dari Tetua Qi, apakah dia sudah datang? Bila sudah, bagaimana kita bisa bertemu dengan beliau?"
Ini adalah suara seorang gadis. Dalam hati Fei Feng berpikir.
"Ternyata dia adalah murid Yao Guang, Qing Luan. Yang dia maksud dengan Tetua Qi, mungkin adalah kakek guru Wei Tian Yuan, Qi Yan Ran. Aneh, mengapa dia mencari Qi Yan Ran? Oh... aku sudah mengerti..."
Terdengar seseorang orang lagi yang berkata.
"Kau tenang saja, guru pasti memiliki cara untuk mencarinya."
Yang berkata tadi sepertinya adalah seorang pemuda. Kemudian terdengar gurunya berkata.
"Biksuni Yu Qing tinggal tidak jauh dari sini, bila bertemu dengannya aku percaya dia akan tahu kabar dari Tetua Qi."
Shang Guan Fei Feng sangat senang.
"Mereka datang tepat pada waktunya."
Karena mereka bertiga kenal dengannya.
Yang terakhir bicara adalah Tetua Wu Dang, Yu Xu Zi.
Pemuda itu adalah murid baru Yu Xu Zi yang bernama Bao Ling Hui.
Bao Ling Hui pun teman baik dari Chu Tian Shu.
Sedangkan Qing Luan, mereka pemah bertarung.
Shang Guan Fei Feng segera berlari ke arah mereka.
Mu Zhi Yao juga ikut mengejar dari belakang.
Qing Luan melihat Shang Guan Fei Feng dikejar oleh Mu Zhi Yao.
Dia kaget dan berkata.
"Kakak Bao, Nona Shang Guan adalah dewa penolongku, cepat kau...."
Kata-katanya belum habis, Mu Zhi Yao dan Shang Guan Fei Feng sudah ada di depan mata mereka.
Tapi Bao Ling Hui sudah tahu hal itu.
Tidak perlu Qing Luan mengatakannya, dia sudah mengerti apa yang dimaksud oleh Qing Luan.
Dia memandang gurunya dan berkata.
"Guru, hanyalah kaulah yang bisa membantu Nona Shang Guan!"
Ternyata malam itu di Yang Zhou, awalnya Qing Luan mengikuti gurunya bertentangan dengan Wei Tian Yuan.
Terakhir kaki tangan Mu Zhi Yao datang menyerang, semua orang berada di sana.
Hua Shan Pai baru tahu bahwa mereka telah, tertipu oleh orang jahat.
Qing Luan bertarung dengan Shang Guan Fei Feng dan Qi Shu Yu.
Dalam pertarungan itu karena ilmu silat Qing Luan kurang tinggi, Shang Guan Fei Feng malah selalu melindungina.
Shang Guan Fei Feng tiba-tiba berlari ke depan Qing Luan dan berkata.
"Apa yang ingin kau ketahui, akil-bisa memberitahukannya kepadamu!"
Qing Luan terkejut dan bertanya.
"Apakah kau tahu aku ingin mengetahui tentang apa?"
Fei Feng menjawab.
"Bukankah kau ingin tahu tentang keberadaan keluargamu?"
Kata Qing Luan.
"Benar, guru tolong cegat orang itu!"
Kata Shang Guan Fei Feng.
"Ada orang yang ingin membunuhku, aku tidak bisa mengatakannya sekarang!"
Yu Xu Zi tertawa dan berkata.
"Bicaralah dengan tenang, tidak ada yang ingin membunuhmu!"
Kata Mu Zhi Yao.
"Yu Xu Zi, kau jangan ikut mengurusi masalah orang lain!"
"Maaf, aku mempunyai penyakit aneh, jika sudah menyangkut muridku, aku harus turut campur!"
Mu Zhi Yao mengerutkan dahi dan berkata.
"Dia bukan muridmu, dia adalah putri Shang Guan Yun Long."
"Kata-kataku belum habis, teman muridku juga harus kuurus!"
Mu Zhi Yao tidak tahan lagi, dengan tertawa dingin dia berkata.
"Apakah kau tahu siapa itu Shang Guan Fei Feng?"
"Bukankah tadi kau sudah memberitahukannya kepadaku? Dia adalah putri Shang Guan Yun Long."
"Dia adalah kekasih Wei Tian Yuan!"
"Apa hubungannya denganku?"
"Apakah Qi Le Ming mempunyai hubungan denganmu? Paman guru Wei Tian Yuan adalah Qi Le Ming, apakah kau lupa siapa yang sudah menghancurkan wajahmu?"
Dengan santai Yu Xu Zi menjawab.
"Hutang yang dulu apakah harus diurus lagi atau tidak, itu masalahku. Tapi hutang yang sekarang tetap harus diurus, kau menghina teman muridku. Jika aku tidak turut campur masalah ini, apakah muridku bisa menghormatiku?"
Kesabaran Mu Zhi Yao sudah sampai pada batasnya, segera dia meledak.
"Pantas waktu di Bei Jing, kau tidak mau membantuku ternyata kau sudah bersekongkol dengan Qi Le Ming dan Wei Tian Yuan. Baiklah, bila kau mau turut campur, silahkan!"
Berbareng berkata itu segera pedangnya ditusukkan ke arah Yu Xu Zi.
Sekali mengeluarkan jurus, dia mengeluarkan ilmu silat yang paling dibanggakan oleh keluarga Mu yaitu Nie Yun Jian Fa.
Terlihat di sekelilingnya ada bayangan pedang.
Yu Xu Zi tidak melihat ke arah pedang berkilauan.
Hanya dengan menusuk lurus dan datar kearah Mu Zhi Yao.
Jurus itu kelihatannya sangat sederhana dan tidak aneh, tapi ini adalah jurus yang sangat ganas dan kejam.
Hati Mu Zhi Yao bergetar, dalam hati dia berpikir.
"Yu Xu Zi di anatara 5 tetua Wu Dang itu, dia yang paling muda, tapi jurus pedangnya adalah jurus yang paling lihai, namanya bukan omong kosong!"
Ternyata serangan Yu Xu Zi memakai inti dari jurus Wu Dang yaitu Qi Shi Er Shou Lian Huan Duo Ming Jian Fa ( 72 jurus pukulan dan jurus pedang perengut nyawa).
Sekali keluar dikeluarkan seperti air sungai Yang Ze yang bergulung-gulung.
Teknik jurus pedang ini walaupun tidak mirip teknik Nie Yun Jian Fa yang berubah-rubah dengan aneh, tapi jurus ini lebih ganas dan kejam.
Awalnya Qing Luan dan Bao Ling Hui mengkhawatirkan keadaan gurunya, tapi tak lama kemudian mereka sudah bisa dilihat dengan jelas.
Walaupun gurunya tertutup oleh bayangan pedang tapi sebenarnya gurunya di atas angin.
Walaupun tidak menang, tapi juga tidak kalah.
Tanya Qing Luan.
"Kakak Shang Guan, apakah kau bisa melanjutkan kata-katamu tadi?"
"Untung kau bertemu denganku, jika tidak perjalananmu akan sia-sia. Tetua Qi tidak ada di Bai Tuo Shan, dia berada di Xing Su Hai, di rumahku."
Tanya Qing Luan.
"Apakah dia menceritakan tentang keluargaku?"
"Dia tidak bercerita, tapi ada seseorang yang menceritakannya kepadaku. Dia paling akrab dengan Ding Bo. Sebelum Ding Bo meninggal, semua rahasia diiungkapkan kepadanya."
Dalam hati Qing Luan berpikir.
"Apakah dia adalah Wei Tian Yuan? Mengapa dia tidak langsung mengatakan nama orang itu, tapi harus berputar-putar dulu?"
Qing Luan tidak tahu bahwa Shang Guan Fei Feng sedang merasa sedih, sehingga dia tidak mau mengucapkan nama Wei Tian Yuan. Kata Qing Luan.
"Sama saja, tolong beritahu kepadaku!"
Kata Fei Feng.
"Baiklah...."
Dia hanya berkata demikian, suaranya seperti membeku. Kata Qing Luan.
"Kakak Shang Guan, mengapa kau berhenti bicara?"
Shang Guan Fei Feng seperti sedang mendengarkan sesuatu. Tiba-tiba dia berkata.
"Orang itu sudah datang, dia yang akan menceritakannnya kepadamu!"
Qing Luan melihat ke depan, tapi tidak melihat ada bayangan orang.
Dia membalikkan kepala ingin bertanya kepada Shang Guan Fei Feng tapi Shang Guan Fei Feng sudah menghilang.
Yang datang adalah Wei Tian Yuan.
Belum sempat menginjak tumpukan es, tapi tidak terlihat adanya jejak kaki.
Es yang diinjak karena pecah mengeluarkan suara yang ringan dan terdengar oleh Shang Guan Fei Feng tapi Qing Luan tidak mendengarnya.
Qing Luan tidak mendengar suara langkah kaki Wei Tian Yuan tapi Wei Tian Yuan sudah mendengar suara senjata sedang beradu.
Menurut pengalamannya, suara ini berasal dari 2 pesilat tangguh yang sedang bertarung.
"Itu pasti Shang Guan Fei Feng!"
Jantungnya berdebar-debar.
Segera dia mempercepat langkahnya, seperti sebuah panah dengan cepat melesat.
Chu Tian Shu sampai tertinggal di belakang.
Tapi sayang dia tetap terlambat datang.
ShangGuan Fei Fcngsudah menghilang, yangmunculdi depan mata adalah hal yang yang dia tidak pikirkan sebelumnya.
Setelah mendengar langkah Wei Tian Yuan yang berjalan ke sana, Shang Guan Fei Feng baru merasa tenang meninggalkan (Jing Luan.
Yu Xu Zi dan Mu Zhi Yao masih bertarung, sepertinya Yu Xu Zi tetap berada di atas angin, apalagi Wei Tian Yuan sudah berjalan ke arah sana, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi oleh Shang Guan Fei Feng.
Tapi Shang Guan Fei Feng membuat kesalahan.
Benar, Yu Xu Zi berada di atas angin tapi dia belum 100% menang.
Ilmu pedang mereka masing-masing memiliki kelebihan, tenaga dalam mereka pun hampir sama.
Karena sebelumnya Mu Zhi Yao sudah bertarung dengan Shang Guan Fei Feng maka Yu Xu Zi lebih beruntung.
Tapi ada sesuatu yang Yu Xu Zi tidak bisa menyaingi Mu Zhi Yao, yaitu tubuh yang lincah dengan ringan.
Yu 'Xu Zi dan Mu Zhi Yao melihat Shang Guan Fei Feng meninggalkan tempat itu, kemudian mereka merasa ada orang lain yang datang.
Dua pihak takut bila ada orang yang datang itu adalah teman musuh.
Mu Zhi Yao mengambil kesempatan, begitu badan digerakan dia keluar dari lingkaran dan mengarah ke arah Qing Luan.
Jika Ahang Guan Fei Feng m asih b erada d i s isi Qing L uan, M u Z hi Y ao t idak a kan b erani menyerang Qing Luan.
Tapi sekaramg Qing Luan tidak ada yang melindungi, yang ada hanya Bao Ling Hui dengan ilmu silat yang lebih rendah dari Qing Luan.
Mu Zhi Yao bergerak dengan cepat, hanya terdengar suara sobekan baju, lengan baju Qing Luan sudah disobek Mu Zhi Yao.
Bersamaan waktu itu, Bao Ling Hui dengan segenap kekuatannya melindungi Qing Luan.
Walaupun ilmu silatnya tidak bisa melindungi Qing Luan, tapi dengan badannya dia masih bisa melakukannya.
Dan Wei Tian Yuan sudah tiba.
Karena gerakannya sangat cepat, Bao Ling Hui segera sudah tertangkap oleh Mu Zhi Yao.
Tangan kirinya mencengkram Bao Ling Hui, tangan kanannya ingin mencengkram (Jing Luan.
Pada waktu itu Wei Tian Yuan seperti sebuah panah yang dilepaskan ke arahnya.
Dengan ringan Qing Luan sudah dibawa ke pinggir, karena Mu Zhi Yao sudah tahu bagaimana kelihaian Wei Tian Yuan, dia tidak berani dengan sebelah tangan melawan Wei Tian Yuan.
Yu Xu Zi pun tidak berani menyerang, dengan pedang dia menunjuk ke arah Mu Zhi Yao.
"Panglima penjaga istana, ternyata mempunyai cara yang begitu keji!"
Mu Zhi Yao tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Temannya murid, bukankah kau pun harus mengurusnya? Apalagi muridmu sendiri, kau tentu harus lebih mengurusnya? Bagaimana bila kita berdagang?"
"Apa yang kau inginkan?"
"Kau tangkap Wei Tian Yuan lalu serahkan kepadaku, aku akan melepaskan muridmu!"
Kata Yu Xu Zi.
"Kentutmu!"
"Baiklah, kalau kau tidak mau, aku akan membawa muridmu pergi!"
Tiba-tiba Wei Tian Yuan maju menghampirinya dan berkata.
"Akulah yang akan berdagang denganmu!"
Mu Zhi Yao sudah pasti tidak akan percaya, dengan dingin dia berkata.
"Wei Tian Yuan, kau ingin melakukan permainan apalagi?"
"Bukan permainan, tapi sungguhan! Bukankah kau ingin menangkapku untuk mendapatkan jasa besar di kerajaan? Sekarang dengan rela aku ditukar dengan Bao Ling Hui."
Kata Mu Zhi Yao.
"Baiklah, musnahkan ilmu silatmu sendiri. Aku akan mengembalikan Bao Ling Hui."
Kata Wei Tian Yuan.
"Memusnahkan ilmu silat? Bila aku sendiri yang melakukannya akan susah, dan syaratmu terlalu berat juga keterlaluan."
Kata Mu Zhi Yao.
"Kalau begitu bagaimana kau bisa menyerahkan diri kepadaku? Yang aku mau adalah Wei Tian Yuan yang sama sekali tidak bisa ilmu silat lagi!"
Tanggap Wei Tian Yuan.
"Kalau begitu aku akan berdiri tidak bergerak, kaulah yang harus menotok nadiku. Bila nadiku sudah ditotok, aku tidak akan bisa menggunakan ilmu silat lagi."
Dalam hati Mu Zhi Yao berpikir.
"Ada Bao Ling Hui yang menjadi sanderaku, Wei Tian Yuan pasti tidak akan berani berbuat macammacam."
Kemudian dengan tangan kanan dia mengeluarkan pedang dan berkata.
"Sekarang aku akan menggunakan pedang menusuk nadimu."
Kata Wei Tian Yuan.
"Tidak apa-apa, aku hanya meminta agar kau menotoknya dengan agak ringan, jangan mengenai tulangku."
Segera Mu Zhi Yao mengatur nafas, menyalurkan tenaga melalui ujung pedang menusuk nadi yang berada di bahu! Tiba-tiba Wei Tian Yuan berkata.
"Kau tidak menepati janji!"
Wei Tian Yuan mengayunkan kepalan.
Mu Zhi Yao menjadikan Bao Ling Hui sebagai perisai, terdengar kepalan tangan Wei Tian Yuan benar-benar memukul badan Bao Ling Hui.
Sangat aneh, dengan kepalan tangan dia memukul badan Bao Ling Hui tapi yang terkena malah Mu Zhi Yao, sebaliknya Bao Ling Hui sedikit pun tidak merasa sakit.
i Ternyata ilmu yang dipakai oleh Wei,Tian Yuan adalah Ge Wu Zhuan Gong sejenis dengan ilmu memukul kerbau di balik gunung.
Ilmu silat ini adalah ilmu keluarga Qi, juga salah satu di antara 7 ilmu silat aneh di dunia persilatan.
Jika ilmu silat ini bisa terlatih hingga mencapai tingkat tertinggi, tahu yang diletakkan di atas batu dan yang dipukul adalah tahu tapi bukan tahu itu yang hancur melainkan batu yang berada di bawah tahu itu.
Walaupun Wei Tian Yuan belum mencapai pada tingkat tertinggi, dia juga takut tenaga dalamnya tidak sekuat Mu Zhi Yao dan jurus ini pun belum tentu berhasil, terpaksa dipakainya sedikit akal.
Mu Zhi Yao menggunakan satu tangan mencengkram Bao Ling Hui dan Wei Tian Yuan memancing' Mu Zhi Yao mengeluarkan pedang menotok nadinya.
Karena Mu Zhi Yao sedang berkonsentrasi mengumpulkan tenaga dalamnya ke ujung pedang, tangan yang mencengkram Bao Ling Hui pasti tidak akan begitu bertenaga.
Oleh karena tenaga yang berkurang inilah, Mu Zhi Yao tidak bisa menahan ilmu Ge Wu Zhuan Gongnya Wei Tian Yuan.
Begitu tangan Mu Zhi Yao bergetar, cengkramannya pun agak longgar dan dengan cepat Yu Xu Zi sudah menggerakan pedang secepat kilat.
Tepat sewaktu Mu Zhi Yao ingin menusuk ke pundak Wei Tian Yuan, pedang Yu Xu Zi sudah menghalangi pedang Mu Zhi Yao.
Bao Ling Hui terjatuh, dengan ringan Wei Tian Yuan mendorong Bao Ling Hui terbang ke tempat jauh.
Dorongan ini dilakukan dengan tenaga aneh.
Bao Ling Hui seperti diangkat oleh tangan yang tidak terlihat, dengan sangat ringan turun ke tanah, sedikit pun tidak terluka.
Hati Mu Zhi Yao sangat terkejut, dia berteriak.
"Baiklah, kalian banyak orang, kalian semua bersatu melawanku!"
Dia pikir Yu Xu Zi adalah Tetua Wu Dang, dia ingin dengan katakata ini membuat Yu Xu Zi tidak membantu Wei Tian Yuan.
Jadi dia bisa bertahan untuk sementara karena orang-orang Bai Tuo Shan setiap saat bisa datang.
Yu Xu Zi ingin menerima tantangan ini tapi tiba-tiba Wei Tian Yuan berkata.
"Orang ini membunuh ayahku, aku akan membuat perhitungan dengannya. Guru Yu Xu Zi, tolong serahkan orang ini kepadaku!"
"Tiga belas tahun yang lalu, pada malam itu kau mendapatkan kabar dari Xu Zhong Yue. Kau membawa 8 orang pengawal istana menyerang rumahku dan membunuh ayahku. Aku sudah menyelidikinya dengan jelas, apakah kau mengakui semua ini!"
Wei Tian Yuan membentak. Dalam hati Mu Zhi Yao berpikir.
"Daripada bertarung dengan Yu Xu Zi lebih baik bertarung dengan Wei Tian Yuan."
Segera Mu Zhi Yao tertawa dingin dan berkata.
"Ayahmu adalah burunon istana. Demi raja, dengan cara apa pun bila tidak melanggar hukum harus kulakukan, mengapa aku harus membantah semua ini?"
Wei Tian Yuan juga tertawa dingin dan berkata.
"Tapi caramu tidak berguna di sini. Dengan darah ayahku, kau mendapat jabatan tinggi. Hutang ini harus kita selesaikan hari ini juga!"
Kata Mu Zhi Yao.
"Baiklah, menurut aturan dunia persilatan balas dendam demi ayah memang masuk akal, tapi aku tidak pernah mendengar balas dendam harus diwakili oleh orang lain!"
Dengan dingin Wei Tian Yuan menjawab.
"Sejak kapan aku pemah mengatakan balas dendam harus diwakilkan oleh orang lain? Aku dan kau, satu lawan satu kalau belum ada yang mati tidak boleh berhenti!"
Kata Mu Zhi Yao.
"Guru Yu, bagaimana menurutmu?"
Jawab Wei Tian Yuan.
"Ini adalah masalah antara aku dan kau, tidak ada hubungan dengan Guru Yu Xu Zi!"
Kata Mu Zhi Yao.
"Lebih baik kita berbicara dulu, misalkan Wei Tian Yuan mati di atas pedangku, kemudian Yu Xu Zi menyerangku lagi, aku tidak bisa menahan serangan secara bergiliran seperti ini."
Wei Tian Yuan tertawa dingin.
"Kau sangat sombong, tapi untuk ketenangan hatimu aku akan meminta persetujuan dengan Guru Yu."
Kata Yu Xu Zi.
"Kau tanya dulu padanya, apa maunya?"
Jawab Mu Zhi Yao.
"Bila aku bisa mengalahkan Wei Tian Yuan, di kemudian hari baru membuat perhitungan lagi denganku, bagaimana?"
Yu Xu Zi khawatir bila Wei Tian Yuan bertarung sendiri dengan dia, tapi melihat mata Wei Tian Yuan yang penuh kepercayaan dalam hati dia berpikir.
"Wei Tian Yuan adalah penerus orang nomor kesatu di dunia persilatan yaitu Qi Yan Ran. Bila dia yakin bisa membunuh Mu Zhi Yao, dia tidak akan begitu percaya diri."
Yu Xu Zi menjawab.
"Baiklah, aku turuti kemauanmu, tapi aku juga harus berkata, kalau-kalau bertarung hanya separuh babak, kemudian kau kabur, jangan salahkan bila aku ikut turun tangan!"
Mu Zhi Yao tertawa terbahak-bahak.
"Apakah kau takut aku akan kabur? Aku lebih takut Wei Tian Yuan yang kabur. Hai, Wei Tian Yuan tidak mati tidak kabur, ini adalah kata-katamu!"
Wei Tian Yuan membentak.
"Benar, mulailah!"
"Baiklah!"
Terlihat cahaya pedang berkilauan, hanya sebentar sudah melihat Wei Tian Yuan terkurung di dalam lingkaran pedang Mu Zhi Yao.
Nie Yun Jian Fa sebentar panjang sebentar pendek, sebentar ringan, benar-benar membuat orang sulit menebak perubahan selanjutnya.
Yu Xu Zi yang di pinggir melihat, juga merasa kaget.
"Tidak disangka, sesudah bertarung begitu sengit denganku, dia masih bisa mengeluarkan jurus yang begitu aneh. Berbeda dengan jurus yang dipakainya saat melawanku. Aku hanya takut Wei..."
Belum sempat berpikir, Wei Tian Yuan sudah mengeluarkan pedang dan membalas.
Pedang Mu Zhi Yao menang karena panjang dan pendek dimainkan secara bersamaan.
Tapi Wei Tian Yuan pun tidak kalah.
Tiba-tiba pedang Wei Tian Yuan seperti pelangi putih menusuk ke dada Mu Zhi Yao.
Walaupun jurus ini membutuhkan tenaga yang besar, tapi ini hanyalah jurus biasa.
Chu Tian Shu yang berada di pinggir melihat pun mengerutkan dahi.
"Jurus ini sama sekali tidak ada perubahan yang aneh, mana bisa menahan jurus Mu Zhi Yao yang berubah ratusan kali?"
Tapi di luar dugaan, Mu Zhi Yao malah mulai merasa sedikit ketakutan.
Segera dia mengubah jurus, cahaya pedang berkurang tapi tetap menggunakan satu jurus 7 perubahan.
Walaupun hanya dia sendiri tapi jurusnya terus menerus berubah.
Wei Tian Yuan tidak meladeni perubahan ini, dia langsung menusuk ke pundak kiri Mu Zhi Yao.
Kali ini seperti jurus Song Shan yaitu Qian Gu Ren Long (Ribuan jaman manusia naga) sepertinya jurus berasal dari jaman yang berbeda dari jurus Qian Gu Ren Long.
Yu Xu Zi memuji.
"Serangan dibuat berat tapi sangat ringan, siapa pun yang melihat mengira ini adalahjurus biasa tapi akan menang dengan teknik aneh. Dengan besar mengalahkan kecil. Benar-benar cara pedang yang bagus."
Belum habis kata-kata Yu Xu Zi, terdengar Mu Zhi Yao berkata.
"Belum tentu bisa menahan seranganku!"
Dia mengubah lagi jurus pedangnya.
P edang dimainkan semakin cepat dan berubah-ubah, sebentar ke depan kemudian belakang, kadang kiri kadang kanan.
Tapi Wei Tian Yuan kokoh seperti sebuah gunung, sama sekali tidak tergoyahkan.
Caranya berbeda, sebaliknya dengan Mu Zhi Yao.
Ujung pedangnya seperti dipasang oleh besi yang berat.
Hanya menunjuk ke arah timur, menggambar ke barat dan gerakan semakin lambat, jurus yang sangat biasa.
Hati Bao Ling Hui sangat tenang, dia bertanya kepada gurunya.
"Guru sering berkata, berat sangat biasa dan besar tenaga adalah cara pedang yang tertinggi. Apakah jurus yang dipakai Kakak Wei sekarang adalah..."
Kata Yu Xu Zi.
"Betul, dia sudah mencampurkan cara-cara pedang yang lebih tinggi lagi, tapi..."
Tapi apa?
Dia tidak melanjutkan kata-katanya.
Ternyata walaupun Wei Tian Yuan bisa menguasai i Imu pedang ini tapi dia belum pernah belajar dari gurunya, untuk mencapai tingkat tertinggi sangat tidak mudah, tapi juga cukup untuk melawan Mu Zhi Yao.
Kata-kata Yu Xu Zi tidak sinkron, tapi Bao Ling Hui mengerti apa yang dimaksud oleh gurunya.
Tapi dia tetap khawatir dan kalau dipikir-pikir gurunya pasti tidak akan berbohong kepadanya.
Yu Xu Zi tidak salah lihat, juga tidak menyangka bahwa Mu Zhi Yao masih menyimpan satu jurus yang sangat aneh.
Ilmu ini jika tidak terpaksa tidak akan dipakainya, dapat dikatakan ilmu ini adalah ilmu yang bisa menolong nyawanya.
Mu Zhi Yao terus menyerang Wei Tian Yuan, tapi tidak bisa mengalahkan dia.
Tiba-tiba Mu Zhi Yao menggigit lidahnya dan darah disembur keluar, sangat aneh, begitu dia membuang darah itu, pedang yang dia pakai bertambah tenaga lagi.
Walaupun Wei Tian Yuan masih bisa menahan serangannya, tapi karena pedangnya sangat cepat, dia mulai tidak bisa bertahan.
Ternyata ilmu yang dipakai Mu Zhi Yao adalah ilmu sesat Tian Mo Jie Ti Fa.
Merusak salah satu bagian tubuh, membuat tenaga dalam akan bertambah satu kali lipat.
Tenaga dalam Wei Tian Yuan sebenarnya berada sedikit di bawah Mu Zhi Yao, karena Mu Zhi Yao tadi sudah 2 kali bertarung, tenaganya sudah terkuras.
Sekarang Wei Tian Yuan lebih kuat dari dia.
Wei Tian Yuan dengan berat, biasa dan besar, cara pedang ini mengimbangi pedang Mu Zhi Yao yang selalu berubah dari kiri ke kanan.
Sekarang tenaga dalam Mu Zhi Yao sudah bertambah satu kali lipat.
Wei Tian Yuan sekarang berada di bawah angin lagi.
Sekarang Yu Xu Zi juga ikut kaget.
Sesudah Mu Zhi Yao menggunakan Tian Mo Jie Ti Fa, dia pasti akan sakit berat.
Tapi sekarang jika Wei Tian Yuan mati di bawah pedang Mu Zhi Yao, walaupun Mu Zhi Yao mati juga, tetap tidak bisa menggantikan nyawa Wei Tian Yuan!
Jika Yu Xu Zi mengeluarkan serangan, Wei Tian Yuan pasti terlepas dari bahaya ini, tapi Yu Xu Zi adalah Tetua Wu Dang harus menepati janji.
Mu Zhi Yao menyerang semakin cepat, Wei Tian Yuan berkali-kali dalam bahaya.
Yu Xu Zi h ampir tidak tahan lagi, tiba-tiba terdengar suara 2 senjata saling beradu.
Ujung pedang Mu Zhi Yao melewati ketiak Wei Tian Yuan, hanya berjarak beberapa centimeter bisa menusuk tulang rusuk Wei Tian Yuan.
Yu Xu Zi sangat kaget, hampir dia mengeluarkan jurus untuk membantu Wei Tian Yuan.
Untung dia masih bisa menahan diri.
Dari jurus berbahaya ini dia mulai melihat pertarungan ini mulai berubah.
Dia merasa aneh, sebenarnya Mu Zhi Yao bisa menusuk Wei Tian Yuan, mengapa dia bisa meleset?
Menurut perhitungan Mu Zhi Yao memakai Tian Mo Jie Ti Fa baru sebentar, dia masih bisa lebih kuat lagi.
Dalam beberapa jurus seharusnya Mu Zhi Yao bisa menang, tapi selalu gagal.
Makin lama Wei Tian Yuan bisa mengimbangi dia lagi, tiba-tiba tenggorokan Mu Zhi Yao mengeluarkan suara hem, hem...dan di sudut bibir sudah mengeluarkan ludah.
Suara terengah-engah membuat orang yang menonton pertarungan bisa mendengarnya, tapi aneh Mu Zhi Yao sama sekali tidak berkeringat.
Jurus pedangnya tetap cantik, dia juga tidak seperti kelelahan.
Kata Bao Ling Hui.
"Guru, dia seperti sedang mengantuk, apa yang terjadi?"
Semua orang sudah melihat Mu Zhi Yao mulai menguap. Jurus pedang pun semakin pelan. Kata Yu Xu Zi.
"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi."
Yu Xu Zi tidak tahu, tapi Wei Tian Yuan tahu.
Dia tahu ini semua karena obat bius yang biasa diminum olehnya mulai habis kadarnya dan dia mulai ketagihan.
Mu Zhi Yao terus menerus menguap, tangan kiri yang tidak memegang seperti mencari sesuatu di dalam baju.
Segera dia mengeluarkar sebutir obat, karena Wei Tian Yuan terus menyerang, obat yang dia pegang tidak bisa masuk ke dalam mulutnya.
Dia segera melemparkan obat itu ke atas langit lalu membuka mulut menyambutnya.
Tapi Wei Tian Yuan lebih cepat lagi.
Dengan ilmu menangkap naga, obat itu sudah terjatuh d tangannya.
Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.
"Sekali minum pil dewa. gembira seperti dewa, apakah betul?"
Mu Zhi Yao dengan terengah-engah berkata.
"Kembalikan kepadaku, kalau tidak, aku akan membunuhmu!"
Kata Wei Tian Yuan.
"Tidak makan pil dewa, apakah kau biss membunuhku? Maaf, aku tidak akan memberikan kepadamu, kalau kau mau senang, kecuali..."
Tanya Mu Zhi Yao.
"Kecuali apa?"
Wei Tian Yuan menyentil obat itu jauh-jauh dan berkata.
"Kecuali kau seperti anjing, merangkak ke depanku, aku tidak akan menghalangimu memungut obat itu."
Mu Zhi Yao adalah panglima pasukan istana, mana bisa merangkak seperti anjing?
Dia marah hingga mata membalik menjadi putih.
Tapi jika sudah ketagihan, perasaannya lebih sakit daripada disiksa Mu Zhi Yao berteriak dan membalikkan badan loncat keluar, air mata, ingus semua mengalir keluar.
Dia bergoyang-goyang, baru beberapa langkah sudah terjatuh.
Dia roboh, tangan kaki menari seperti orang gila, kemudian dia tertawa terbahak-bahak dan bernyanyi.
"Layang-layang, aku melayang di atas awan. Kakak Zhang (dewi yang di dalam bulan) membuka pintu bulan, bernyanyi dan menari hingga semalaman."
Yu Xu Zi menarik nafas dan berkata.
"Mimpi apa? Mimpi melayang di awan? Satu kakimu sudah berada di depan pintu dewa kematian."
Mu Zhi Yao sambil mengeluarkan air mata dan ingus, suara tawa menjadi suara tangis dan berkata.
"Pil dewa, pil dewa, aku mau pil dewa, setelah minum pil dewa, gembira seperti dewa, menjadi setan pun hati rela."
Benar saja dia seperti seekor anjing merangkak ke tempat pil dewa itu.
Semua orang saling memandang, tidak ada yang menyangka panglima pasukan istana benar-benar seperti anjing merangkak.
Tadinya Wei Tian Yuan ingin membunuh dia untuk membalas dendam ayahnya, tapi sekarang pedang tajam yang dipegang Wei Tian Yuan juga tidak bisa menusuknya.
(gb 45la ) Yu Xu Zi tidak tega melihat keadaan seperti itu.
Dia mengambil segumpal salju menyiram ke wajah Mu Zhi Yao dan membentak.
"Siapa yang menjadikanmu seperti ini? Cepatlah sadar!"
Mu Zhi Yao terbengong, masalah puluhan tahun yang terjadi muncul di hatinya. Dia berteriak.
"Yu Wen Lei, kau mencelakakanku, Yang Yan, aku menyesal tidak mendengar kata-katamu!"
Suaranya semakin kecil, kemudian kakinya lurus. Yu Xu Zi memeriksa hidungnya, nafas sudah berhenti. Yu Xu Zi berkata.
"Satu hal yang aku selalu tidak mengerti, sekarang aku baru mengerti."
Tanya Bao Ling Hui.
"Guru, kau mengerti tentang apa?"
Kata Yu Xu Zi.
"Sebenarnya Mu Zhi Yao adalah keturunan orang kaya dan terkenal. Nie Yun Jian Fa keluarga Mu juga terkenal di dunia persilatan. Ayahnya Mu Yang Bo sangat lurus, 30 tahun yang lalu dia adalah ketua dari 7 perkumpulan. Dari dulu aku selalu tidak mengerti, keadaan keluarga seperti keluarganya mengapa bisa jadi seperti itu menjadi kaki tangan kerajaan dan mengkhianati orangorang persilatan. Sekarang aku baru mengerti dia salah berteman dan kecanduan obat. Ketua Bai Tuo Shan, Yu Wen Lei membuat obat dewa dan mendapat keuntungan besar. Dia harus mencari orang-orang yang berada di kerajaan untuk melindungi dia. Dia bersengkongkol dengan pemerintahan, itu sudah pasti, mungkin masih tidak cukup karena itu dia memperalat Mu Zhi Yao. M cmbuat Mu Zhi Yao kecanduan obat dan menguasainya. Selangkah demi selangkah semakin terjerumus."
Kata Wei Tian Yuan.
"Awalnya mungkin tertipu, tapi belakangan mungkin haus kekuasaan tapi malah terjerumus sendiri."
Kata Yu Xu Zi.
"Benar, dia tidak bisa melawan kecanduannya, membuktikan bahwa imannya kurang kuat. Orang yang imannya kurang kuat baru ada kesempatan membuat orang jahat masuk. Semua ini harus dia yang tanggung."
Kata Bao Ling Hui.
"Apakah Yang Yan ( Nyo Yam )adalah Ketua Tian Shan Pai?"
Jawab Yu Xu Zi.
"Benar."
Tanya Bao Ling Hui.
"Mu Zhi Yao berkata menyesal tidak mendengar kata-kata Yang Yan, sebenarnya apa maksudnya?"
Jawab Wei Tian Yuan.
"Aku pernah mendengar kakek guru mengatakan bahwa 30 tahun yang lalu sewaktu Mu Zhi Yao mulai memakan pil dewa, Yang Yan pemah dengan cara yang aneh membantunya menghilangkan racun pil itu."
Tanya Bao Ling Hui.
"Cara aneh apa?"
Jawab Wei Tian Yuan.
"Dia mengumpulkan pil dewa Mu Zhi Yao dan membawa Mu Zhi Yao kejurang. Begitu ketagihan, badannya Iemas tidak bertenaga. Mu Zhi Yao tidak bisa turun dari gunung dan 2 hari tidak makan. Terakhir ayahnya baru membawanya pulang, tadinya Yang Yan dan ayahnya mempunyai sedikit selisih. Katanya karena hal inilah, ayali Mu Zhi Yao sangat berterima kasih kepada Yang Yan dan perselisihan pun mencair. Mereka menjadi teman baik."
Wei Tian Yuan terus berbicara.
"Kakek guru dan aku mcngna Mu Zhi Yao sudah terlepas dari kecanduan pil dewa, aku pun selalu menganggap dia adalah orang yang mementingkan kekayaan, kemudian tidak setia kawan, tadi saat dia mengeluarkan pil dewa, aku baru tahu bahwa dia masih kecanduan pil itu."
Kata Yu Xu Zi.
"Mungkin karena Ketua Bai Tuo Shan takut pergi ke Xing Su Hai, maka dia berusaha mengadu domba kakek gurumu dan Shang Guan Yun Long, dia pun ingin meminjam kekuatan kerajaan, dan dia mengundang Mu Zhi Yao datang ke sini untuk merundingkan suatu rencana besar."
Kemudian mereka memeriksa tubuh Mu Zhi Yao, ternyata benar ada sepucuk surat, surat itu ditulis oleh Ketua Bai Tuo Shan dan ditujukan kepadanya, masih ada hal yang tidak disangka oleh Yu Xu Zi, Ketua Bai Tuo Shan masih menyuruh Mu Zhi Yao membantunya menjual pil dewa.
Ketua Bai Tuo Shan sudah membuat panglima pasukan istana menjadi kecanduan.
Tulisan yang berada di dalam surat itu bila dibaca sekilas tidak akan mengerti apa yang dimaksud di dalamnya, tapi karena mereka sudah mengetahui tujuan Ketua Bai Tuo Shan, sekali membaca surat itu mereka langsung mengerti.
Tanya Bao Ling Hui.
"Apakah Mu Zhi Yao membawa anak buahnya ke sini?"
Jawab Yu Xu Zi.
"Karena dia adalah panglima pasukan kerajaan istana, kali ini dia bertemu dengan Ketua Bai Tuo Shan pasti secara sembunyi-sembunyi, tidak memberitahu kepada siapa pun, mereka baru merencakan semua ini setelah kepulangan orang-orang Bai Tuo Shan dari Xing Su Hai."
Tanya Bao Ling Hui.
"Kalau begitu, apakah kita masih harus mencari biksuni itu?"
Tanya Wei Tian Yuan.
"Biksuni yang mana?"
Jawab Yu Xu Zi.
"Di lembah ini tinggal seorang biksuni tua, ilmu silatnya sangat tinggi, nama Budhanya adalah Yu Qing, setahuku, semasa hidup ayahmu, beliau bersahabat dengan biksuni ini."
Kata Wei Tian Yuan.
"Pantas saja!"
"Pantas apa?"
"Ayahku dan ayah Xue Jun adalah teman, biksuni ini adalah teman ayahku, pasti dia pun adalah teman Paman Jiang, pantas dia menerima Xue Jun tinggal di sana."
Tanya Bao Ling Hui.
"Ternyata Xue Jun masih hidup?"
Dulu dia pemah menaruh hati kepada Jiang Xue Jun, walaupun dia berusaha melupakan Xue Jun, tapi Bao Ling Hui masih tetap memperhatikan dia.
Wei Tian Yuan menceritakan keadaan yang dia alami bersama Chu Tian Shu kepada mereka, Yu Xu Zi mendengarkannya dengan seksama, kemudian dia bertanya.
"Orang yang mirip Yin Hu, apakah karena biksuni tua itu yang datang, maka dia melarikan diri?"
Jawab Wei Tian Yuan.
"Benar, tapi aku hanya mendengar suaranya saja, tidak melihat orangnya, tapi aku pikir...."
Kata Yu Xu Zi.
"Tidak perlu ditebak lagi, dia pasti Biksuni Yu Qing."
Sesaat dia tampak berpikir kemudian Yu Xu Zi berkata lagi.
Baca Juga: Misteri Pulau Neraka 12
Baca Juga: Hikmah Pedang Hijau 6