Eps 8 Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen
Baca online Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen
Cersil Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen.
"Mungkin dalam keadaan seperti ini dia belum ingin bertemu denganmu."
Wei Tian Yuan mengerti apa yang dipikirkan oleh Yu Xu Zi, biksuni itu tidak ingin bertemu dengan Wei Tian Yuan semua ini karena Xue Jun, karena Xue Jun tidak ingin bertemu dengan Wei Tian Yuan, maka dia bersembunyi di lembah itu.
Wei Tian Yuan tetap berkata.
"Biksuni Yu Qing adalah teman lama ayahku, dia pun teman dari Guru Yu Xu Zi, apakah Guru akan memperkenalkannya kepadaku?"
Jawab Yu Xu Zi.
"Sifat biksuni ini sangat aneh...."
Kemudian dia membalikkan tubuhnya melihat ke arah jurang di sebelah sana, ternyata ada sebatang pohon pinus yang terikat, Yu Xu ZI tertawa kecut dan berkata.
"Biksuni itu menolak bertemu denganmu, aku pun sudah ditolak olehnya, seikat pohon pinus itu tanda bahwa dia menolak menerima tamu."
Tanya Bao Ling Hui.
"Guru, sekarang kita harus bagaimana?"
Dia dan Qing Luan kemampuan ilmu silatnya lebih rendah dan lemah, mereka datang ke tempat itu dengan rasa percaya diri yang kurang, menurut rencana Yu Xu Zi, mereka tidak akan ikut menyerang Ketua Bai Tuo Shan, rencana semula adalah setelah bertemu dengan Biksuni Yu Qing, meminta bantuan kepadanya untuk memberitahu kabar mengenai Qi Yan Ran, dan Yu Xu Zi akan menjadi asisten Qi Yan Ran.
Yu Xu Zi mengangguk dan berkata.
"Tetua Qi tidak datang ke sini, rencana harus diubah, tapi walaupun Tetua Qi tidak datang, untungnya ada Adik Wei. Adik Wei, menurut Nona Shang Guan Fei Feng kau mengetahui tentang keluarga Qing Luan, apakah ini benar?"
Jawab Wei Tian Yuan.
"Benar, Paman Ding dulu sering menceritakan semuanya kepadaku."
Kemudian diamemberitahukan kepada Qing Luan apa yang ingin dia ketahui.
Tidak di ceritakan bagaimana ceritanya , setelah semuanya jelas akhirnya Qing Luan memutuskan untuk kembali ketehnpat gurunya.
Kata Yu Xu Zi.
"Ling Hui, kau temani Qing Luan turun gunung."
Bao Ling Hui pun tahu di sini dia tidak bisa membantu gurunya, setelah gurunya mengatur seperti itu, ini pun demi kebaikannya, tapi karena hanya ada dia dan Qing Luan, dia merasa sedikit canggung.
Qing Luan melihat Bao Ling Hui dan berkata.
"Kakak Bao, maaf aku sudah merepotkanmu, bila kau tetap ingin menemani gurumu, aku akan pulang sendiri."
Terpaksa Bao Ling Hui menemani dia turun gunung, Yu Xu Zi tersenyum melihat murid kesayangannya dan Qing Luan turun gunung bersama-sama, Wei Tian Yuan menatap Chu Tian Shu, mereka berdua pun ikut tersenyum.
Di tempat yang dingin yang penuh dengan salju, tumbuhlah sebuah percintaan, dalam hati mencoba saling mengerti.
---ooo0dw0ooo---BAB 12 Membebaskan Ikatan Percintaan Mengandalkan Pedang Bayangan Membuka Jala Dunia Kembalikan Panjiku A.
Ketua Bai Tuo Shan Kebingungan Kata Chu Tian Shu.
"Apakah kita sudah bisa pergi?"
Tiba-tiba lewat seekor burung elang di atas langit.
Elang ini adalah sejenis elang pemakan bangkai.
Dia tahu di bawah sana ada bangkai, karena itu elang pemakan bangkai segera datang, peristiwa ini membuat Chu Tian Shu kaget.
Chu Tian Shu marah.
"Binatang!"
Kemudian menggunakan tenaga tangan memukulnya.
Burung itu mengeluarkan suara tapi Chu Tian Shu tetap tidak bisa mengusirnya.
Elang lapar itu kembali lagi.
Wei Tian Yuan mengambil es batu dan melemparkan kepada kepala elang itu, burung itu menjadi takut dan baru dia terbang jauh.
Hati Yu Xu Zi merasa tidak tega, dia berkata.
"Bagaimanapun Mu Zhi Yao terlahir dari keluarga yang mempunyai jurus pedang terkenal, kita kuburkan saja mayatnya."
Kata Wei Tian Yuan.
"Baiklah."
Tapi pandangan matanya segera tersangkut pada cincin yang dipakai di tangan kanan Mu Zhi Yao. Dalam hati dia berpikir.
"Cincin ini terlihat sedikit aneh, cincin terbuat dari bambu."
Kata Yu Xu Zi.
"Benar, cin cin tiu terbuat dari bambu yang tumbuh di gunung ini."
Bambu dari tempat lain berbentuk bulat, tapi bambu Bai Tuo Shan berbentuk kotak, warnanya seperti warna giok kuno, sangat bagus.
Wei Tian Yuan melepaskan cincin itu dan menyimpannya di balik bajunya.
Kata Chu Tian Shu.
"Buat apa kau mengambil benda itu?"
Dalam hati Chu Tian Shu berpikir.
"Perhiasaan teman boleh dijadikan kenang-kenangan, barang milik musuh untuk apa disimpan?"
Wei Tian Yuan menjawab.
"Apakah kau tidak merasa aneh, orang seperti Mu Zhi Yao memakai cincin terbuat dari bambu?"
Kata Yu Xu Zi.
"Benar, ambilah, mungkin nanti akan ada gunanya."
Chu Tian Shu berpikir sejenak, dia sudah rada bisa menebak maksud dari Wei Tian Yuan.
Di atas gunung Bai Tuo Shan terjadi hal yang membuat Bai Tuo Shan bergejolak.
Ketua Bai Tuo Shan, yaitu Yu Wen Lei menutup diri, dia sedang merasa kebingungan.
Dia membutuhkan ketenangan, membutuhkan otak yang dingin untuk bisa menghadapi keadaan yang sulit ini.
Tapi dia tidak bisa tenang, walaupun dia berusaha keras, otaknya tetap terasa kacau.
Persoalan yang telah terjadi di luar dugaannya, hal yang sudah terjadi begitu lama, tapi satu jam yang lalu dia baru mengetahuinya.
Dalam hidup ini, dia sudah biasa menghadapi banyak masalah besar, tapi kali ini masalah yang terjadi terlalu besar, pukulan ini membuatnya merasa tidak bisa tenang.
Ada persoalan yang baru saja terjadi.
Di otaknya mulai timbul pikiran ini lagi.
Satu jam yang lalu, dia tidak begitu bingung hanya mengkhawatirkan keadaan putranya saja.
"Mengapa anakku belum pulang hingga sekarang? Menurut perkiraanku, di Xing Su Hai ada Gai Fu Tian yang akan membantunya. Qi Yan Ran dan Shang Guan Yun Long sudah terluka, seharusnya semua berjalan lancar, mengapa dia belum pulang?"
Saat dia sedang gelisah, ada seseorang yang datang melapor.
"Putra tuan sudah kembali."
Kembali dengan cara digotong oleh tandu.
Anak buahnya memberitahu bahwa putranya ditemukan di bawah tanjakan itu.
Walaupun tempatnya tidak begitu jauh dari pusat tapi di sana adalah tempat orang-orang Bai Tuo Shan turun naik.
Sepertinya orang itu sengaja menaruh Yu Wen Hao di sana, dan sengaja membiarkan murid-murid Bai Tuo Shan dengan mudah menemukannya.
Tapi siapakah orang yang menaruh putranya?
Tidak ada seorang pun yang tahu.
Ketua Bai Duo Shan tidak mempunyai waktu untuk bertanya, segera dia melihat keadaan putaranya.
Sesudah melakukan pertolongan pertama, Yu Wen Hao mulai sadar tapi masih sedikit bingung dengan keadaan di sana.
Begitu sadar dia langsung memanggil.
"Mama."
Dan pada saat itu juga Ketua Bai Tuo Shan berjalan menghampirinya.
Ketua Bai Duo Shan mengerutkan dahi.
Dalam hati dia merasa kasihan sekaligus juga marah kepada putranya, karena tidak berguna.
Dia menggendong putranya dan menaruh telapak tangannya di punggung putranya.
Hawa hangat segar memasuki tubuh Yu Wen Hao dan dia berkata.
"Bangunlah anak Hao, aku adalah ayahmu."
Sekarang Yu Wen Hao baru benar-benar sadar dan berteriak.
"Ayah, kau harus membalaskan dendamku, ilmu silatku...."
Tidak perlu diteruskan lagi kata-katanya, sewaktu Ketua Bai Tuo Shan memasukkan tenaga dalamnya ke tubuh Yu Wen Hao, Ketua Bai Tuo Shan sudah tahu bahwa ilmu silat putranya sudah dimusnahkan oleh seseorang.
"Siapa yang memusnahkan ilmu silatmu?"
"Qi Le Ming."
Dia adalah Qi Le Ming, dendam ini sulit untuk dibalaskan, tapi Ketua Bai Tuo Shan berkata.
"Aku akan membalaskan dendammu. Sekarang Wu Ying Yang dan Nan Gong Xi berada di mana?"
Wajah Yu Wen Hao seperti sangat terkejut, badannya gemetaran. Dengan terpatah-patah dia berkata.
"Aku tidak tahu. Sewaktu terjadi hal ini sebenarnya mereka bersamaku, tapi begitu aku sadar aku hanya melihat genangan darah di bawah, tapi mereka tidak ada."
Mereka disiram oleh racun sehingga menjadi genangan darah oleh bibinya Mu Juan Juan.
Waktu itu Yu Wen Hao pingsan, dia pasti tidak mengetahuinya.
Berdasarkan perkataanya putranya, bukan hanya Qi Le Ming saja yang memusnahkan ilmu silatnya, yang lebih membuat Ketua Bai Tuo Shan terkejut adalah orang yang menjadikan Wu Ying Yan dan Nan Gong Xi menjadi genangan darah, sepertinya orang ini lebih lihai dari Qi Le Ming.
"Siapa yang sudah menolongmu dan mengantarkanmu pulang?"
Tanya Ketua Bai Tuo Shan. Jawab Yu Wen Hao.
"Ibu."
Ketua Bai Duo Shan mengerutkan dahi dan berkata.
"Aku bertanya siapa yang sudah menolongmu?"
"Bukankah tadi aku sudah kukatakan...."
Tiba-tiba ada suara yang berteriak dengan terburu-buru.
"Anak Hao, kau kenapa?"
Ternyata ibu Yu Wen Hao sudah datang. Yu Wen Hao merasa aneh.
"Aku, mengapa ibu tidak mengetahui keadaanku?"
Ayah ibunya menunggu dia untuk menjawab. Tapi dia masih kaget, dia malah balik bertanya kepada ibunya.
"Ibu, mengapa kau tidak memberitahukan hal ini kepada ayah?"
Nyonya Yu Wen terpaku dan berkata,"
Memberitahu tentang apa?"
Sekarang Ketua Bai Tuo Shan baru mengerti keadaan sebenarnya dan berkata.
"Dia berkata bahwa kau yang menolong dia dan membawanya pulang."
Mata Nyonya Yu Wen penuh dengan air mata dan berkata.
"Anak Hao, sebenarnya aku yang harus menemanimu pergi, apakah kau menyalahkan ibu karena tidak berada di sisimu?"
Dia masih mengira putranya sengaja berbicara seperti itu. Yu Wen Hao dengan berteriak berkata.
"Ibu, ternyata yang menolongku bukan ibu!!"
Nyonya Yu Wen pun kaget dan berkata.
"Mungkin Bibi Juan."
Kata Yu Wen Hao.
"Bukan Bibi Juan, karena Bibi Juan bersekongkol dengan mereka, tapi perempuan itu sangat mirip dengan ibu."
Nyonya Yu Wen segera mengetahui siapa yang dimaksud putranya. Dia menyalahkan suaminya.
"Apakah kau yang mencari dia lagi? Apakah kau tidak pusing dengan begitu banyak masalah yang telah terjadi?"
Ketua Bai Tuo Shan pun terlihat kebingungan dia melambaikan tangannya dan berkata.
"Biarkan aku merasa tenang sebentar Ilmu silat anak Hao sudah musnah, untung dia tidak terluka parah, sekarang hanya sedikit masuk angin. Kau yang menjadi ibu harus lebih memperhatikan dia lebih baik segera urus dia!"
Nyonya Yu Wen berkata.
"Anakmu juga sudah tidak mau di urus. Tapi dia tahu ada persoalan yang lebih penting yang harus di urus suaminya. Ketua Bai Tuo Shan tidak bisa diam saja. Dia kebingungan, dalam hati dia berpikir.
"Mu Rong Chiu dan Shi Kong Zhao, kedua kakak seperguruanku sudah mati. Wu Ying Yang dan Nan Gong Xi juga sudah mati. Aku sudah tidak mempunyai pembantu yang bisa di andalkan lagi, kalau Shang Guan Yun Long dan Qi Le Ming membalas dendam kepadaku, bagaimana aku bisa menahan serangan mereka?"
Dia sedang kebingungan, tiba-tiba ada orang yang mendorong pintu dan masuk.
Siapa yang begitu berani masuk tanpa seijinnya ?
Belum mendapat ijin sudah berani masuk ke dalam kamar rahasia ini?
Dia mengira orang itu pasti istrinya, kepala pun tidak diangkatkatnya dan berkata .
"Jangan menggangguku!"
Orang itu dengan dingin menjawab.
"Sepertinya kalimat ini 30 tahun yang lalu pun sudah pemah kau katakan kepadaku. Tapi kali ini aku datang untuk membantumu!"
Ketua Bai Tuo Shan sangat kaget dan berkata.
"Ternyata Kau ?"
Ternyata yang datang adalah seorang perempuan, wajahnya mirip dengan istrinya, tapi usianya lebih tua.
"Tidak disangka ternyata kau. Mengapa datang kemari ?"
Perempuan itu dengan dingin menjawab.
"Apakah aku tidak boleh datang kemari?"
Jawab Ketua Bai Tuo Shan.
"Hao Hao (Mu Hao Hao) tidak berada di sini. anak Hao sudah dimusnahkan ilmu silatnya dan dia digotong pulang dengan tandu. Hao Hao sedang mengurus anak Hao, apakah kau ingin bertemu dengan mereka?"
Perempuan itu berkata.
"Aku datang untuk bertemu denganmu"
Dia berkata lagi.
"Karena aku tahu Hao Hao tidak berada disini jadi aku sengaja mencarimu. Hari ini kita harus bicara dengan jelas!"
"Baiklah, aku juga ingin bertanya kepadamu, apukah kau yang mengantar anak Hao pulang?"
"Aku sudah menolongnya dengan sekuat tenaga, tapi musuh lebih kuat dariku."
Kata Ketua Bai Tuo Shan.
"Aku tahu yang memusnahkan ilmu silat anak Hao adalah Qi Le Ming."
"Baik sekali kalau kau sudah mengetahuinya, nyawa anakmu masih bisa tertolong, itu patut disyukuri. Qing Mei adalah muridku satu-satunya, dia juga sekarang sudah mati."
"Bagaimana dia bisa mati?"
"Aku menyuruhnya menyamar menjadu Shang Guan Fei Feng, tidak disangka dia malah bertemu dengan Shang Guan Fei Feng yang asli. Aku tidak sempat menolongnya."
"Rencana adu domba kalian...."
"Sudah diketahui oleh orang lain. Sekarang Qi Yan Ran di Xing Su Hai menjadi tamu dari Shang Guan Yun Long."
Tanya Ketua Bai Tuo Shan.
"Apakah mereka tidak tertipu?"
"Mereka memang bertarung, apakah mereka terluka? Bagaimana luka mereka, aku tidak tahu, tapi Shang Guan Fei Feng dan Wei Tian Yuan berani meninggalkan keluarga mereka dan datang ke sini. Pasti luka mereka tidak berat dan Qi Le Ming sepertinya juga sudah kemari!"
Kata Ketua Bai Tuo Shan.
"Hanya Qi Le Ming saja sudah membuat kami kalang kabut, jika kedua pak tua itu tidak luka berat, bagaimana...."
Kata perempuan itu.
"Kau sudah tahu keadaan ini sangat berbahaya, kita harus membicarakannya."
Ketua Bai Tuo Shan terdiam, setelah lama dia baru berkata.
"Sekarang keadaan sudah terjadi sedemikian rupa, apa yang bisa kita bicarakan lagi?"
Perempuan itu tertawa dingin.
"Apakah kau masih ingin menjaga rumah dan semua usahamu? Aku lihat sekarang kau sedang berpikir bagaimana cara agar jiwamu selamat? Adik Lei, kita pergi saja dari sini bersama-sama."
Kalimat yang terakhir terdengar sangat lembut. Tanya Ketua Bai Tuo Shan.
"Apakah kita harus meninggalkan mereka?"
"Aku hanya bisa lari denganmu, aku tidak punya kemampuan sebesar itu bisa melindungi semua keluargamu."
Ketua Bai Tuo Shan merasa serba susah, dia berkata.
"Kau jangan lupa, kau adalah bibinya Hao Hao!"
Perempuan itu marah dan berkata.
"Aku tidak lupa, hal yang sudah berlalu aku merasa seperti meminum air es di tengah udara yang dingin. Tiap tetes menitik di jantungku, aku sangat ingat, sebaliknya aku takut kau malah sudah lupa! Aku ingin bertanya kepadamu, dulu kau pernah berjanji apa kepadaku? Demi dirimu, aku diusir dari Bai Tuo Shan. Aku mengira jika pak tua itu mati, kau akan memenuhi janjimu akan memperistriku. Siapa yang tahu kau malah merayu perempuan itu, apakah kau tahu Hao Hao adalah keponakanku? Dan apakah Hao Hao pernah berpikir, dia melakukan ini maka dia sudah bersalah kepada bibinya? Aku dihina oleh generasi kalian. Selama 30 tahun ini aku tidak berani keluar, aku hanya hidup seperti hantu gentayangan. Kau membuat namaku menjadi busuk dan hancur. Kau menghinaku lebih-lebih dari pamanmu!"
Ketua Bai Tuo Shan membentak.
"Jangan diteruskan! Kata-kata ini apakah kau mengira bila sudah didengar oleh orang lain, menjadi enak didengarnya?"
"Kau juga tahu malu, lalu mengapa kau lakukan ini?"
"Sudahlah Xin Xin, aku minta maaf kepadamu. Masalah yang sudah lalu jangan diungkit lagi. Kau tadi baru berkata, kali ini kau pulang untuk membantuku, aku tidak ingin bertengkar denganmu."
Ternyata perempuan ini bemama Mu Xin Xin, dia adalah istri muda dari mantan Ketua Bai Tuo Shan, Yu Wen Bo(U Bun Po).
Yu Wen Lei adalah keponakan Yu Wen Bo.
Karena ingin mendapatkan kedudukan sebagai ketua, Yu Wen Lei bersekongkol dengan bibi Mu Hao Hao.
Yu Wen Lei karena dibantu oleh Mu Xin Xin, kedudukan mereka menjadi semakin kokoh, akhirnya hubungan mereka malah diketahui oleh Yu Wen Bo.
Tapi waktu itu kedudukan Yu Wen Lei sudah sangat kuat, Yu Wen Bo tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa mengusir Mu Xin Xin.
Sebelum Mu Xin Xin diusir, Mu Hao Hao sudah datang mencari bibinya.
Sewaktu Yu Wen Bo meninggal, Mu Hao Hao baru berumur 16 tahun.
Dia seperti sekuntum bunga begitu cantik.
Begitu Yu Wen Lei menjadi Ketua Bai Tuo Shan, dia mengambil keponakan dijadikan sebagai istrinya, dia tidak menginginkan bibinya lagi.
Mu Xin Xin melihat Yu Wen Lei meminta membantunya, hatinya pun merasa tidak tega.
Dia menarik nafas dan berkata.
"Seharusnya aku tidak meladenimu lagi tapi aku tidak tega melihatmu. Baiklah, asalkan kau menepati janji pertamamu, aku tidak akan mengingat lagi masa lalu. Cepatlah katakan, apakah kau mau ikut aku pergi jauh dari sini atau tidak?"
"Ini bukan masalah kecil, berilah aku waktu untuk berpikir."
Kata Mu Xin Xin.
"Ada pepatah yang mengatakan . asalkan gunung masih hijau, tidak perlu takut tidak ada kayu bakar. Aku nasihati dirimu, jangan pikir lagi rumah dan hasil kerjamu, mengenai Mu Hao Hao aku sudah menolong putranya dan membawa putranya pulang. Walaupun ilmu silatnya sudah musnah tapi nyawanya masih bisa tertolong, dia masih bisa menjadi orang biasa. Aku tidak bersalah kepada Mu Hao Hao."
Ketua Bai Tuo Shan tetap diam. Mu Xin Xin mengerutkan dahi dan berkata.
"Kau mau berpikir sampai kapan? Aku takut sebelum mengambil keputusan, kau sudah tidak bisa lari lagi."
Tiba-tiba ada yang melapor.
"Lapor Ketua, Panglima Mu datang!"
Ketua Bai Tuo Shan sangat senang dan berkata.
"Belum tentu, Mu Zhi Yao bisa membantuku!"
Kata Ketua Bai Tuo Shan.
"Paling sedikit aku bisa bersembunyi di antara pasukan pengawal istana."
Kata Mu Xin Xin.
"Semua hal di dunia ini tidak ada yang serba kebetulan, begitu kau mendapat bencana besar, dia sudah berada di depan matamu."
"Apa maksudmu?"
"Aku tidak bermaksud apa-apa, sekarang kau sudah mempunyai pendukung, apakah aku masih bisa memaksamu untuk ikut pergi denganku? Baiklah, berlindunglah pada Mu Zhi Yao, aku harap kau jangan meminta tolong lagi kepadaku!"
Ketua Bai Tuo Shan keluar dari ruangan rahasia dan bertanya kepada orang itu.
"Bagaimana kau tahu yang datang adalah Panglima Mu?"
"Karena dia memakai cincin bambu kotak. Aku ingat ketua pemah mengatakan...."
Kata Ketua Bai Tuo Shan.
"Benar,cincin itu adalah pemberianku. Jika ada cincin itu, dia bukan Mu Zhi Yao palsu."
Tapi panglima pengawal yang datang adalah Wei Tian Yuan.
Ketua Bai Tuo Shan adalah orang yang sangat teliti, walaupun dia berharap orang yang datang adalah Mu Zhi Yao, tapi karena kata-kata Mu Xin Xin tadi dia menjadi sedikit curiga.
Walaupun di mulut mengatakan tidak ada yang mencurigakan tapi di dalam hati dia masih merasa waswas.
Yu Wen Lei pun terkenal dengan ahli mengubah wajah, begitu keluar dari ruangan dan meneliti, benar saja panglima ini sedikit berbeda, walaupun cincin yang dipakainya adalah asli.
Yu Wen Lei merasa curiga, dia bertanya.
"Panglima Mu, angin apa yang membawamu datang kemari?"
Wei Tian Yuan tahu bahwa dia sedang diuji, dengan sengaja dia berkata.
"Bukankah kau sendiri yang menyuruhku datang ke sini?"
Kata Ketua Bai Tuo Shan.
"Benarkah? Akhir-akhir ini aku sering lupa, sudah tidak seperti dulu lagi, Panglima Mu, kau kelihatannya lelah, apakah kau sedang merasa tidak sehat?"
Jawab Wei Tian Yuan.
"Aku merasa sehat, tapi gunung ini terlalu dingin, aku belum terbiasa dengan keadaan di sini dan aku mengalami sedikit flu."
Wei Tian Yuan meniru logat Mu Zhi Yao, walaupun dia tahu dia tidak akan bisa meniru dengan sempurna, karena itu dia mengatakan bahwa dia sedang flu. Dalam hati dia berpikir.
"Sebentar lagi akan terjadi pertarungan, aku hanya bisa menutupi untuk serrlentara waktu."
Tanya Ketua Bai Tuo Shan.
"Panglima Mu, apakah kau ingin beristirahat dulu?"
Jawab Wei Tian Yuan.
"Flu adalah suatu penyakit biasa, tidak perlu beristirahat pun bisa sembuh sendiri, lebih baik kita membicarakan hal yang lebih penting."
"Tadi kita sudah mengobrol sampai di mana?"
"Mengenai aku yang menepati janji Ketua."
"Sepertinya aku pemah menulis sepucuk surat untukmu."
"Surat itu kubawa, apakah Anda ingin melihat surat yang anda sendiri?"
Mengapa Wei Tian Yuan masih saja menjawab pertanyaannya bukan segera mengeluarkan serangannya?
Wei Tian Yuan melakukan ini bukan tanpa sebab, pertama, Wei Tian Yuan menunggu bantuan dari orang yang ditunggunya.
Walaupun asisten Ketua Bai Tuo Shan yang sangat kuat sudah tumbang, tapi anak buahnya masih ada sekitar 300-500 orang, sedangkan di pihak Wei Tian Yuan hanya ada Yu Xu Zi dan Chu Tian Shu, bila langsung menyerang, mungkin sebelum bertemu dengan Ketua Bai Tuo Shan sudah kecapaian bertarung, karena itu Wei Tian Yuan memikirkan cara ini dengan cara menyamar menjadi Mu Zhi Yao untuk bertemu langsung dengan Ketua Bai-Tuo Shan, Yu Xu Zi dan Chu Tian Shu pasti tidak bisa datang bersama-sama dengannya, supaya tidak dicurigai, mereka sudah berjanji, begitu Wei Tian Yuan masuk ke pusat perkumpulan, dalam waktu setengah dupa yang dibakar, mereka datang untuk membantu Wei Tian Yuan, tapi mereka tidak akan masuk melalui pintu utama Kedua, Wei Tian Yuan pun harus menunggu waktu yang tepat karena Ketua Bai Tuo Shan memiliki ilmu silat yang sangat tinggi walaupun belum tentu Wei Tian Yuan kalah darinya, tapi bila terlalu meleset dari rencana semula, maka rencana yang telah di susun akan gagal Kapankah waktu yang paling tepat?
Pastinya adalah pada saat ketua Bai Tuo Shan tidak menaruh curiga lagi kepadanya dan tidak bersikap waspada kepadanya.
Wei Tian Yuan merasa saat ini Ketua Bai Tuo Shan berusaha mengorek identitasnya, apakah dia itu palsu atau asli.
bila dia tahu bahwa Wei Tian Yuan adalah Mu Zhi Yao yang palsu, mengapa hingga saat ini dia belum menyerangnya?
Wei Tian Yuan tidak tahu bahwa Ketua Bai Tup Shan sangat berpengalaman dan licik, sebelum mendapat kepastian yang mutlak dia harus menunggu kesempatan, rencana yang disusunnya lebih sempurna dia berkeinginan, tidak perlu mengeluarkan tenaga, bisa mengambil nyawa lawan, karena saat ini dia belum mengetahui siapa yang sudah menyamar menjadi Mu Zhi Yao, dia takut janganjangan yang menyamar adalah Qi Le Ming.
Ketua Bai Tuo Shan melihat dia mengeluarkan sepucuk surat dalam jarak 5 langkah dia sudah mencengkram surat itu.
Wei Tian Yuan merasa terkejut, dalam hati dia berfikir "Yang kulatih adalah ilmu menangkap cakar naga, walaupun dalam 5 langkah bisa mencakar benda, tapi bila dibandingkan dengan ilmunya, aku harus berlatih 3 tahun lagi, baru bisa setingkat dengannya."
Begitu Ketua Bai Tuo Shan melihat isi surat itu. dia segera tersenyum dan berkata.
"Benar, surat ini memang ditulis olehku. Tuan Mu jangan merasa tersinggung, kita hanya bertemu sekali 20 tahun yang lalu teknik mengubah wajah di dunia persilatan semakin canggih, aku harus berhati-hati, takut kalau-kalau ada yang memalsukan dirimu."
Wei Tian Yuan mengira Ketua Bai Tuo Shan belum mengetahui identitasnya, kemudian dia berkata.
"Apakah sekarang Anda sudah tidak curiga lagi kepadaku?"
Dalam hati Ketua Bai Tuo Shan ingin tertawa.
"Kau kira kau sudah berhasil menipuku? Malah kau yang masuk ke dalam perangkapku."
Ternyata sewaktu di Bei Jing, dia dan Mu Zhi Yao pemah bertemu secara rahasia, Wei Tian Yuan tidak mengetahui hal ini, begitu diuji oleh Ketua Bai Tuo Shan, dia sudah tahu, yang mana yang asli dan mana yang palsu.
Ketua Bai Tuo Shan memegang secangkir teh dan berkata.
"Panglima Mu, aku ingin meminta maaf, silakan diminum."
Wei Tian Yuan tidak berani minum teh yang dihidangkan, dia berkata.
"Lain kali saja, Anda harus hati-hati bicara, tidak perlu merasa sungkan."
Kata Ketua Bai Tuo Shan.
"Panglima Mu, bila kau tidak mau menerima permintaan maafku, artinya kau masih marah kepadaku, di mana ada tamu yang tidak mau menerima suguhan dari tuan rumah?"
Dalam hati Wei Tian Yuan berpikir.
"Bila aku tidak meminum teh ini, dia pasti akan curiga kepadaku, sekarang dia sudah menganggapku sebagai Mu Zhi Yao yang asli, dia tidak akan memberikan racun ke dalam teh ini."
Akhirnya Wei Tian Yuan memutuskan minum teh itu, sewaktu dia akan mengambil cangkir teh itu ada sebutir batu yang memecahkan cangkir itu.
Air teh tumpah dan segera mengeluarkan asap hijau, kebetulan batu yang memecahkan cangkir itu jatuhnya tersiram oleh air teh, batu yang rata itu segera berlubang karena tersiram air teh itu.
Orang bodoh pun bisa mengetahui bahwa air teh itu mengandung racun yang ganas.
Sewaktu cangkir teh pecah, di luar mangan terdengar suara yang ramai.
Orang-orang di luar berteriak.
"Ada pembunuh!"
"Cepat kemari!"
"Siluman perempuan, kau mau lari ke mana?"
Yang pertama berteriak ada pembunuh pada saat itu orangorang belum bisa melihat dengan jelas siapa pembunuhnya, teriakan kedua, artinya mereka sudah tahu ke mana pembunuh itu melarikan diri, teriakan ketiga dapat diketahui bahwa pembunuhnya adalah seorang perempuan.
Walaupun Bai Tuo Shan sudah tidak memiliki pembantu tangguh, tetapi kecepatan dan komunikasi antar anggota di sana tetap berlangsung sangat cepat dan ketat.
Ketua Bai Tuo Shan bergerak lebih cepat lagi.
Bila orang lain melihat cangkir yang dipegang tiba-tiba pecah oleh batu yang terbang ke dalam ruangan itu, pasti hanya bisa terkejut dan terbengong-bengong tapi tidak untuknya, dia membalikkan badan dan mulai menyerang Wei Tian Yuan.
Kedua telapak tangan saling beradu, tubuh Ketua Bai Tuo Shan bergoyang-goyang, Wei Tian Yuan terdesak hingga mundur 3 langkah ini bukan disebabkan tenaga Wei Tian Yuan lebih rendah dari dia, karena ilmu silat yang dipakai oleh Ketua Bai Tuo Shan adalah ilmu sesat Telapak tangan kanannya dilatih jurus Huo Yun htm (Pisau Api) Wei Tian Yuan menyenggol tangannya, seperti sudah menyenggol besi yang panas, dia-terkejut, terpaksa dia mundur, terlihat Wei Tian Yuan berada diposisi bawah angin.
Dengan cepat telapak tangan kiri Ketua Bai Tuo Shan digerakkan.
kali ini Wei Tian Yuan menghindar untuk tidak beradu telapak tangan dengannya, tapi telapak angin tidak dapat dihindari, angin yang keluar dari telapak kanan, terasa panas seperti api yang keluar dari tungku panas.
Sedang telapak tangan yang kiri dilatih jurus Han Bing Zhaug (Telapak Es), rasa dingin keluar dari telapak tangan kirinya, rasa dingin seperti keluar dari tempat es, dingin hingga menusuk tulang.
Begitu Wei Tian Yuan menerima kedua jurus ini, ketua Ban Tuo Shan sudah mengetahui bahwa orang itu bukan Qi Le Ming.
walaupun saat itu Wei Tian Yuan menggunakan jurus keluarga Qi.
Bisa menggunakan ilmu silat keluarga Qi, tapi kemampuannya berada di bawah Qi Le Ming, siapakah dia?
Ketua Ban Tuo Shan bisa langsung menebaknya.
Hati Ketua Bai Tuo Shan mulai merasa tenang, dengan dingin dia berkata.
"Aku kira siapa, ternyata kau orang yang bernama Wei, kau menyamar menjadi Mu Zhi Yao untuk mengelabui diriku, apakah perbuatanmu ini adalah perbuatan seorang pendekar sejati?"
Dia berkata begitu padahal dia sendiri menggunakan racun yang dimasukkan ke dalam teh, sekarang malah dia yang marah kepada Wei Tian Yuan. Wei Tian Yuan merasa marah dan berkata.
"Waktu itu kau memberikan racun dan senjata rahasia kepada Mu Zhi Yao, kau menyuruhnya membunuh ayahku, apakah perbuatanmu itu termasuk perbuatan seorang pendekar sejati?"
Ketua Bai Tuo Shan tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Ternyata kau datang untuk membalas dendam, baiklah, aku akan membuatmu cepat bertemui dengan ayahmu di alam sana!"
Sambil bicara dia sudah menyerang Wei Tian Yuan dengan juius yang bertubi-tubi.
Tapi yang tadi diteriakan pembunuh oleh murid-murid Bai Tuo Shan sudah kembali lagi, Seorang gadis mengenakan baju putih masuk ke dalam ruang tamu, dia bukan lain adalah Shang Guan Fei Feng.
Segera dia mengeluarkan jurus Pedang Bayangan dengan serangan yang aneh dan berubah-ubah, memukul mundur orangorang yang mencoba menghalangi jalannya.
Murid-murid Bai Tuo Shan melihat pedang yang diayunkan begitu ganas dan berbahaya mereka berhenti melangkah.
Wei Tian Yuan sudah tahu yang datang adalah Shang Guan Fei Feng tapi pada saat melihat Shang Guan Fei Feng tetap saja hatinya masih bergejolak.
Wei Tian Yuan berteriak.
"Kau sudah datang! Di mana Xue Jun?"
Shang Guan Fei Feng tidak menjawab malah berteriak.
"Hati-hati, telapak beracun!"
Fei Feng segera mengayunkan pedangnya, memaksa Ketua Bai Tuo Shan mundur.
Hati Shang Guan Fei Feng pun bergejolak, karena begitu terlihat Wei Tian Yuan, dia langsung menanyakan di mana Xue Jun, bagaimana perasaan Shang Guan Fei Feng saat itu, ada rasa sedih dan ada rasa khawatir bercampur-aduk ?
Shang Guan Fei Feng menahan kesedihannya dan berkata.
"Aku belum sempat bertemu dengan Xue Jun, tapi aku tahu dia ada di mana, sekarang kita harus menghadapi musuh, setelah selesai aku akan menemanimu mencari dia."
Ketua Bai Tuo Shan tertawa.
"Kalian masih ingin mencari Xue Jun, Xue Jun sudah dibunuh olehku!"
Walaupun 2 hari yang lalu Wei Tian Yuan sempat bertemu dengan Xue Jun, dia tetap merasa terkejut. Kata Shang Guan Fei Feng.
"jangan percaya kepada katakatanya!"
Kata Ketua Bai Tuo Shan lagi.
"Aku beritahu kepadamu, sejam yang lalu, dia sudah kuracun hingga mati, apakah kau mau melihat mayatnya?"
Suami istri Bai Tuo Shan ahli dalam permainan racun, walaupun Wei Tian Yuan tahu bahwa dia berbohong, hatinya tetap merasa tidak tenang, membuat hati Wei Tian Yuan tidak tenang ini memang tujuan dari Ketua Bai Tuo Shan.
Sebenarnya setelah kedatangan Shang Guan Fei Feng, posisi Ketua Bai Tuo Shan hanya bisa bertahan, tapi sekarang karena hati Wei Tian Yuan merasa tidak tenang, dia berbalik menyerang lagi, sekarang posisi mereka sama-sama kuat.
Shang Guan Fei Feng berteriak.
"Jangan terpancing oleh omongannya!"
Kecuali melihat keadaan Xue Jun yang sebenarnya hati Wei Tian Yuan baru merasa tenang. Tiba-tiba ada yang berkata.
"Yu Wen Lei, kau lihat siapa aku ini? Kau ingin mencelakaiku, tapi aku tidak mati."
Katua Bai Tuo Shan melihatnya, begitu pula dengan Wei Tian Yuan, ada seorang gadis yang lewat di depan jendela, tapi mereka benar-benar sudah melihatnya. Wei Tian Yuan berteriak.
"Xue Jun! Xue Jun!"
Xue Jun tidak menyahut, juga tidak masuk ke dalam ruangan. Kata Shang Guan Fei Feng.
"Sekarang kau boleh merasa tenang, cepat balaskan dendam ayahmu!"
Sekarang setelah hatinya merasa tenang, Wei Tian Yuan baru mengerti mengapa Xue Jun tidak mau masuk, dia berharap Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng bergabung untuk mengalahkan Ketua Bai Tuo Shan, dia tidak mau merepotkan mereka berdua.
Sekarang giliran Ketua Bai Tuo Shan yang tampak kebingungan.
Bagaimana caranya Xue Jun bisa masuk?
Ilmu silatnya tidak setinggi Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng, mengapa dengan penjagaan yang begitu ketat, dia masih bisa lewat di depan jendela?
Apakah semua anak buahnya sudah buta?
Walaupun di dalam hatinya banyak pertanyaan, tapi di wajahnya tidak terlihat perubahan, sebaliknya dengan dingin.dia berkata.
"Xue Jun sudah mati, kau kira di sini tidak ada orang sehingga dia bisa mondar mandir? Semua orang-orangku berada di luar, tidak perlu aku yangturun tangan untuk membunuhnya, anak buahku akan memenggal kepalanya, kalian berdua pun tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari sini!"
Kata-kata ini bukan sekedar ancaman, bila dalam waktu singkat Wei Tian Yuan dan Fei Feng tidak bisa membunuh Ketua Bai Tuo Shan, anak buahnya akan semakin banyak, mereka berdua akan terkepung dan diserang hingga mati.
Anehnya pada waktu Fei Feng baru datang, di sekeliling mereka sepertinya banyak suara, sekarang setelah dia berada di ruang itu dan bertarung, mengapa tidak terdengar ada suara dari luar?
Bahkan tidak ada seorang pun yang masuk.
Lagi-lagi Wei Tian Yuan merasa aneh, ada seseorang yang berkata, dan dia mengenal suara ini.
"Yang melewati batas gunung buatan, akan mati!"
Wei Tian Yuan menjadi sangat gembira, sebaliknya Ketua Bai Tuo Shan benar-benar merasa terkejut, ini adalah suara Qi Le Ming.
Sekarang Ketua Bai Tuo Shan baru mengerti mengapa anak buahnya tidak datang untuk membantunya, ternyata ada Qi Le Ming yang menjaga dari luar.
Ketua Bai Tuo Shan tidak bisa melihat keadaan di luar, bila dia melihatnya dia akan merasa sangat terkejut, karena di luar anak buahnya yang mati mencapai 30-40 orang.
Separuh dari mereka roboh karena ditusuk oleh pedang Qi Le Ming, dia tidak membunuh mereka hanya membuat mereka tidak bisa melawan.
Tapi bila tidak menghalanginya, dia pun tidak akan menotok mereka.
Separuh lagi dari mereka terkena serangan jarum rahasia milik Mu Juan Juan, dia tidak mengolesi jarum itu dengan racun, tapi jarum-jarum itu bisa membuat orang menjadi kaku dan tidak sadarkan diri.
Anak buah Bai Tuo Shan berjumlah 300 orang lebih, yang roboh hanya 1/10 nya saja , tapi semua cukup untuk membuat mereka takut dan kaget.
Kata Ketua Bai Tuo Shan.
"Qi Le Ming, kau ingin membunuhku, sekarang ini adalah kesempatan yang baik, masuklah!"
Tapi Wei Tian Yuan yang menjawab.
"Paman Guru, kau jangan masuk!"
Qi Le M ing mengerti maksud dari Wei Tian Yuan, Qi Le Ming tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Tian Yuan, aku tahu, kau tidak ingin mendapat bantuan dari orang lain, Yu Wen Lei, tidak perlu menggunakan cara ini untuk membuatku marah, bila aku memang ingin membunuhmu, sejak tadi kau sudah kubunuh!"
Kemudian dia melanjutkan lagi.
"Sudah beberapa kali kau mencoba mencelakaiku, sebenarnya aku ingin membuat perhitungan denganmu, tapi Wei Tian Yuan ingin membalaskan dendam ayahnya, itu lebih penting dibandingkan dengan perselisihan kita, karena itu kesempatan ini akan kuberikan kepada Tian Yuan, tapi kau jangan coba-coba melarikan diri, bila kau keluar dari ruangan ini, aku tidak akan sungkan-sungkan lagi untuk membunuhmu!
Kata Wei Tian Yuan.
"Tenang saja, Paman, dia tidak akan bisa melarikan diri!"
Orang-orang tidak bisa masuk.
Ketua Bai Tuo Shan pun sulit untuk bertahan, pantas Wei Tian Yuan begitu percaya diri.
Tapi kata-kata ini terlalu awal untuk dibicarakan.
Memang benar Ketua Bai Tuo Shan diserang oleh Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng, dan dia hanya bisa bertahan, tidak bisa menyerang mereka, melepaskan senjata rahasianya pun tidak bisa.
Tiba-tiba dalam pertarungan sengit ini, mereka mencium suatu harum yang aneh, seperti wangi madat, awalnya mereka tidak begitu memperhatikan, semakin lama semakin tercium, mereka harus mengatur nafas dan tidak berbicara.
---ooo0dw0ooo---B.
Dosa Yang Terlalu Besar Menghantar Kematian Bau yang aneh ini menyebar dengan sangat cepat, walaupun mereka menahan nafas tapi tetap merasa terganggu.
Perasaan mengantuk mulai menyerang, badan terasa tidak bersemangat, tapi ketua Bai Tuo Shan malah terlihat bersemangat.
Ternyata ini adalah pil dewa yang khusus, kekuatannya 10 kali lipat lebih hebat dari pil dewa biasa.
Ketua Bai Tuo Shan adalah orang yang menciptakan pil dewa.
Bau seperti ini sudah biasa baginya, dia sama sekali tidak terganggu.
Tapi dia juga kaget sekaligus senang.
Dalam hati dia berpikir.
"Obat semacam ini belum pemah ku buat, tidak disangka Mu Xin Xin sudah-meramunya menjadi obat seperti ini."
Bau ini keluar dari balik dinding. Ketua Bai Tuo Slmn tahu siapa yang berada di balik sana. Benar saja, suara Mu Xin Xin keluar dari dalam sana dan berkata.
"Jangan ragu lagi, kesempatan ini kita gunakan untuk melarikan diri, mengapa kau masih merasa ragu? Jika terlambat tidak akan ada kesempatan lagi!"
Ruangan di balik dinding adalah sebuah pintu rahasia, Ketua Ban Tuo Shan berusaha mendekati dinding itu, tapi sebelum dia bisa menekan tombol.
Dia sudah diserang lagi oleh Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng, dia hanya bisa bertahan.
Dia sudah tidak mempunyai kesempatan mencoba untuk mendekati tembok atau menekan tombolnya.
Dia mengerti Mu Xin Xin menyuruhnya masuk ke ruangan rahasia dan melarikan diri dengannya.
Tadinya dia menolak melakukan hal itu, sekarang dia malah ingin melakukannya.
Tapi kemudian tiba-tiba dia tidak ingin melarikan diri, dia seperti seorang penjudi yang serakah.
Berjudi sampai kalah total, dia ingin memenangkan kembali modal judi berikut dengan bunganya.
Karena itu dia masih ingin bertaruh lagi.
Perhitungannya adalah, jika Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng bisa dilumpuhkan, dia akan mempunyai sandera di tangannya, dia memiliki modal untuk tawar menawar dengan Qi Le Ming, paling sedikit dia bisa mempertahankan usaha dan rumahnya di Bai Tuo Shan.
Dia malah menyalahkan Mu Xin Xin mengapa tidak keluar untuk membantunya.
Mu Xin Xin seperti tahu jalan pikirannya, terdengar dia menarik nafas di dalam dan berkata.
"Kau belum sadar juga. Bila kau belum sadar, aku tidak bisa menemanimu beresiko lagi."
Dalam hati Ketua Bai Tuo Shan berpikir.
"Kau pergi dari sini, itu lebih baik supaya aku tidak dibuat pusing olehmu."
Karena sekarang kekuatan telapak tangan Wei Tian Yuan tinggal 30% dan jurus Shang Guan Fei Feng sudah tidak teratur, dengan kekuatannya sendiri dia bisa menangkap mereka, tidak perlu dibantu oleh Mu Xin Xin.
Tapi terjadi perubahan lagi di luar dugaan Ketua Bai Tuo Shan.
Tiba-tiba di antara bau obat pil dewa yang kental tercampur dengan sedikit wewangian.
Jika orang yang tidak peka, dia tidak bisa mencium bau tersebut.
Tadinya Wei Tian Yuan dan Fei Feng merasa kepala mereka pusing dan dalam keadaan setengah sadar, sekarang mereka tibatiba merasa mulai bisa bernafas dengan lancar dan kembali bersemangat.
Mereka berdua merasa sejak kepala mereka pusing dan setengah sadar hingga pikiran mereka kembali segar, semua ini seperti mimpi, mereka merasa aneh.
Mereka merasa sangat aneh tapi Ketua Bai Tuo Shan tahu wewangian ini adalah penawar dari obat pil dewa.
Penawar ini lebih manjur dibanding dengan penawar yang dia buat, tidak perlu ditanya lagi penawar ini buatan Yin Hu.
Benar saja, terdengar Mu Juan Juan di luar pintu berkata.
"Bibi, seumur hidup kau selalu membuat susah, semua ini karena Yu Wen Lei, mengapa sekarang kau masih mau membela dia?"
Ketua Bai Tuo Shan seperti mendengar ada yang menarik nafas, apakah Xin Xin masih bersembunyi di dalam ruangan rahasia itu? Dia berteriak.
"Xin Xin, dulu aku bersalah kepadamu, aku sudah tahu kesalahanku. Cepat, bantu aku!"
Mu Juan Juan yang berdiri di luar pintu tidak mendengar suara nafas ini. Dia berkata.
"Bibi, bila kau tidak membantunya, aku juga tidak akan membantu mereka. Bila kau masih tidak mau sadar juga, maaf aku akan berbuat tidak sopan terhadapmu."
Begitu Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng sadar, segera mereka menyerang lagi.
Bayangan telapak tangan, bayangan pedang berputar, segera mengurung Ketua Bai Tuo Shan di tengahtengah.
Sekang dia ingin melarikan diri sudah tidak ada waktu lagi.
Ketua Bai Tuo Shan berteriak.
"Xin Xin, kau adalah bibinya, mengapa kau takut kepadanya? Ilmu silatmu lebih tinggi darinya, cepat bantu aku!"
Tiba-tiba terdengar ada yang menarik nafas lagi, kali ini bukan suara Mu Xin Xin.
"Kalian berdua benar-benar tidak tahu malu, tapi kau adalah suamiku!"
Ini adalah suara Jin Hu, Mu Hao Hao.
Pintu rahasia tiba-tiba terbuka, dan Jin Hu keluar dari dalam.
Begitu dia keluar segera terdengar suara senjata rahasia dilepaskan, belum mencapai tanah sudah meledak.
Ini adalah senjata rahasia keluarga Mu, Jin Chen Du Wu (Kabut Jarum Emas Beracun).
Sekarang di dalam ruangan penuh dengan kabut asap.
Di dalam kabut itu masih terbawa banyak jarum seperti bulu sapi, jarum tampak berkilauan.
Angin pukulan telapak tangan Wei Tian Yuan bisa menghalau jarum-jarum ini, tapi asap kabut yang beracun dalam waktu singkat tidak bisa disapu bersih.
Asap memenuhi ruangan, mata Wei Tian Yuan tidak bisa dibuka.
Tiba-tiba dia merasa hawa panas dan dingin, dan ada udara dingin yang menyerangnya juga ada gelombang panas menyciluinyii Ternyata Ketua Bai Tuo Shan menggunakan kedua telapak tangannya bersamaan menyerang Wei Tian Yuan.
Tangan kanan menggunakan jurus Huo Yan Dao, tangan kiri menggunakan jurus Han Bing Zhatig.
Keempat telapak tangan saling beradu, Wei Tian Yuan mengerahkan seluruh tenaganya.
Wei Tian Yuan segera roboh, ketua Ban Tuo Shan pun muntah darah.
Shang Guan Fei Feng tidak tahan melihat Ketua Bai Tuo Shan berhasil melukai Wei Tian Yuan, segera pedang ditusukan.
Pundak kiri Ketua Bai Tuo Shan segera tertusuk, dia sudah terluka ditambah dilukai pedang lagi.
Tiba-tiba terdengar Jin Hu membentak.
"Apakah kau masih menginginkan nyawa Wei Tian Yuan?"
Shang Guan Fei Feng terkejut, segera dia menusukkan padang ke arah suara Jin Hu.
Ketua Bai Tuo Shan segera mengambil kesempatan itu, dia menekan tombol rahasia dan masuk bersembunyi ke dalam.
Sebenarnya Wei Tian Yuan tidak jatuh ke tangan Jin Hu.
Tenaga dalam Wei Tian Yuan sangat dalam, dia tidak akan pingsan dalam wuktu sesingkat ini.
Dia hanya terguling ke pojok.
Begitu Jin Hu memancing Shang Guan Fei Feng, dia segera masuk ke ruang rahasia.
Karena baju yang dia pakai adalah baju hitam dan ruangan dipenuhi dengan asap, Shang Guan Fei Feng hampir tidak bisa melihat bayangannya.
Tapi begitu menusuk ke tempat kosong dia sudah tahu bahwa Jin Hu sudah akan melarikan diri.
Jin Hu diam-diam mendekati tembok, tapi pintu rahasia lainnya tidak bisa dibuka.
Ternyata Ketua Bai Tuo Shan takut lawan mengikutinya masuk.
Begitu dia masuk, segera dikuncinya dari dalam.
Kecuali dinding diruntuhkan, tidak ada orang yang bisa membuka pintu rahasia ini.
Jin Hu menjadi marah sekali, adalah dalam keadaan berbahaya dia menolong suaminya, tapi sekarang suaminya tidak mau tahu apakah dia hidup atau mati.
Dia marah dan memukul tembok sambil berteriak.
"Cepat buka! Aku mau masuk!"
Dia juga berpikir Pedang Bayangan Fei Feng sangat lihai, dia hanya berharap pintu rahasia itu segera terbuka daripada menghadapi pedang bayangan Shang Guan Fei Feng yang sudah kembali menyerang.
Hanya gema yang dia dengar, ujung pedang Shang Guan Fei Feng sudah berada dekat sekali di punggungnya.
Ilmu silat Jin Hu tidak lemah, tapi dia tidak bisa menandingi ilmu pedang milik Shang Guan Fei Feng.
Terdengar suara baju yang sobek, lengan baju sudah sobek.
Senjata yang tersimpan di lengan bajunya tidak berhasil melukai Shang Guan Fei Feng.
Pedang Shang Guan Fei Feng mulai bergerak kembali, ilmu pedang itu bergerak menyerang musuh dan juga menjaga diri.
Karena diserang terus oleh Pedang Bayangan, dan tidak bisa masuk ke dalam ruang rahasia, terpaksa Jin Hu melarikan diri keluar.
Sesudah Jin Hu keluar, Shan Guan Fei Feng tidak mengejarnya.
Segera dia memapah Wei Tian Yuan, dia merasa kaki tangan Wei Tian Yuan mulai dingin, dipanggil pun tidak menyahut.
Shang Guan Fei Feng terkejut kemudian diperiksa nadi Wei Tian Yuan, ternyata nafasnya belum berhenti.
Segera Shang Guan Fei Feng menggendong dia keluar.
Begitu Jin Hu keluar dari ruangan itu.
Orang yang pertama dia temui adalah Chu Tian Shu.
Chu Tian Shu pemah dilukai oleh jarum beracunnya dan hampir mati karenanya.
Sekarang setelah bertemu dengannya lagi, tidak akan begitu gampang meloloskan diri.
Chu Tian Shu membentak.
"Jin Hu, kau juga harus kuperhitungkan!"
Segera dengan menggerakan penanya dia menotok. Tiba-tiba penanya ditahan oleh Yin Hu. Kata Yin Hu.
"Tian Shu, lihatlah wajahku, dia adalah kakakku."
Terpaksa Tian Shu membiarkan Jin Hu pergi. Jin Hu melihat Yin Hu dan berkata.
"Kau masih mau mengakui ku sebagai kakakmu?"
"Walaupun sejak kecil kita berpisah, tapi yang disebut adik kakak tetaplah adik kakak. Aku juga banyak membuat kesalahan, bila kau mau..."
"Aku tidak mau mendengar nasihat-nasihatmu, aku hanya minta satu hal kepadamu."
"Katakanlah!"
"Ilmu silat putraku dimusnahkan oleh suamimu. Dia tidak bisa tinggal di Bai Tuo Shan. Apakah kau mau membantuku mengurusnya seumur hidup?"
Mata Jin Hu terus memandangi Yin Hu. Wajah Jin Hu terlihat sangat aneh. Kata Yin Hu.
"Kakak, kau jangan bunuh..."
Kata Jin Hu.
"Kau kira aku akan bunuh diri? Aku masih belum mau mati, tapi kehidupan di dunia ini sulit untuk diperkirakan. Aku hanya bertanya kepadamu, apakah kau setuju dengan permintaanku?"
"Baik, kalau begitu aku setuju."
"Kalau begitu aku cukup tenang. Aku akan pergi!"
Segera dia membalikkan badan dan berlari dengan cepat Dia masuk ke ruangan tadi. Di ruangan itu asap belum bersih. Kata Qi Le Ming.
"Juan Juan, mengapa kau tidak melarangnya?"
Kata Yin Hu.
"Karena aku sudah tahu dia akan melakukan apa."
Dia teringat dengan raut wajah kakaknya yang aneh. Di matanya penuh dengan api kebencian. Yin Hu gemetar dan berkata.
"Seseorang bila sudah ingin melakukan suatu hal, dan kau melarangnya, mati pun dia tidak akan bisa menutup matanya."
Qi Le Ming tertawa kecut.
"Walaupun kalian sudah berpisah sejak kecil, tapi orang yang paling mengerti dia adalah dirimu."
Kata Yin Hu.
"Itu pasti, karena kami adalah saudara kandung, mengapa kau tahu bahwa aku mengerti tenteng dirinya?"
Kata Qi Le Ming tertawa.
"Jangan lupa kau dan aku adalah orang yang segolongan, sekarang kau sedang memikirkan apa Ingi'.'"
Yin Hu bengong, kemudian dia berkata.
"Aku sedang berpikir, bila sejak kecil aku berada di Bai Tuo Shan, aku juga akan seperti kakakku!"
Terlihat Shang Guan Fei Feng dan Wei Tian Yuan keluar dari ruangan itu. Shang Guan Fei Feng juga berpikir.
"Apakah aku pun adalah orang yang segolongan dengannya? Aku yakin Tian Yuan pasti akan berpikir seperti itu."
Qi Le Ming memeriksa nadi tangan Wei Tian Yuan, dan berkata.
"Dia terkena Han Bing Zhang milik Ketua Bai Tuo Shan."
"Benar."
Kata Qi Le Ming.
"Tian Shu, apakah kau masih memiliki Qiong Yu Wan?"
Obat ini adalah obat milik keluarga Chu dan khasiatnya sangat hebat.
"Masih tersisa 2 butir."
Qi Le Ming memberikan obat itu kepada Wei Tian Yuan dan berkata.
"aku akan membantunya melancarkan aliran darah, tapi begitu dia sadar karena tenaga dalamnya belum pulih dia masih akan merasa kedinginan."
Kata Shang Guan Fei Feng.
"Tidak apa-apa, aku ada Yang He Dan. Rasa dingin di Xing Su Hai masih bisa ditahannya."
Kata Qi Le Ming.
"Kalau begitu, 2 jam kemudian dia akan sadar."
Shang Guan Fei Feng melihat ruangan yang masih dipenuhi asap dan berkata.
"Semua masalah di sini belum selesai, jika 2 jam kemudian dia baru sadar, apakah Ketua Bai Tuo Shan akan...."
Yin Hu mengerti apa yang dimaksud oleh Shang Guan Fei Feng, dia berkata.
"Aku pikir Wei Tian Yuan tidak perlu membalas dendam sendiri."
Tebakan Yin Hu tidak salah, jika ada yang membantu Wei Tian Yuan membalas dendam, apa pun hasilnya sama saja.
Ketua Bai Tuo Shan lari ke ruang rahasia, dia melihat Mu Xin Xin duduk bersila di tempat tidur.
Di sisi ranjang terpasang sebuah lilin, cahaya lilin berwarna hijau membuat wajah Mu Xin Xin terlihat sangat genit.
Lampu di ruang rahasia tadinya memakai tutup entah sejak kapan sudah diganti oleh Mu Xin Xin dengan sebuah lilin.
Tapi Ketua Bai Tuo Shan tidak memperhatikan masalah sepele seperti ini.
Dia memanggil.
"Xin Xin!"
Mu Xin Xin membuka mata dan berkata.
"Kau tahu aku menyukai cahaya lilin. Pertama kali kita berhubungan, di kamar itu pun, aku memasang lilin."
Tertawa Ketua Bai Tuo Shan seperti terpaksa dan berkata.
"Apakah kau masih selalu mengingat masa lalu?"
Kata Mu Xin Xin.
"Kau bisa melupakannya, tapi aku tidak."
Kata Ketua Bai Tuo Shan.
"Dulu aku memang bersalah kepadamu, tapi yang lalu biarlah berlalu, mulai sekarang kita tidak akan berpisah lagi."
Tanya Mu Xin Xin.
"Apakah selamanya tidak akan berpisah? Apakah itu benar?"
Jawab Ketua Bai Tuo Shan.
"Benar, karena aku sudah tahu hanya kaulah yang selalu baik kepadaku, kau telah menyerahkan hatimu seluruhnya kepadaku. Aku pun akan berlaku sama kepadamu."
Kata Mu Xin Xin.
"Kata-kata ini sepertinya rasanya pemah kau katakan kepada Mu Hao Hao."
Ucap Ketua Bai Tuo Shan.
"Semua itu adalah kata-kata bohong, dulu kami memang berkasih-kasihan, tapi mana aku bisa melupakan budimu. Aku menyusulmu ke sini ini adalah bukti yang paling kuat."
Kata Mu Xin Xin.
"Aku memang sudah tahu, kau pasti akan menyusulku ke sini, karena itu aku menunggumu sejak tadi di sini."
Kata Ketua Bai Tuo Shan,"Xin Xin, kau harus membantuku."
Mu Xin Xin menhela nafas dan menjawab.
"Kau tidak mau mendengarkan nasehatku, sekarang baru meminta tolong kepadaku. Terlambat, semua ini sudah terlambat!"
Ketua Bai Tuo Shan mengira mungkin karena Xin Xin takut kepada musuh kuat yang berada di luar. Dia berseru.
"Tidak terlambat! Di sini masih ada sebuah rahasia yang belum kau ketahui."
Tanya Mu Xin Xin.
"Rahasia tentang apa?"
Jawab Ketua Bai Tuo Shan.
"Di sini masih ada sebuah terowongan rahasia yang bisa menyambung keluar. Tidak ada orang lain yang tahu tentang hal ini, aku bisa bersembunyi di sana untuk menyembuhkan luka, tapi kau harus mau mengurusku."
Luka dalam yang dialami Ketua Bai Tuo Shan sangat parah, dia harus dilindungi oleh Mu Xin Xin.
Walaupun ilmu silat Mu Xin Xin tidak sehebat d ia, tapi cara untuk melarikan diri sangat banyak.
Mu Xin Xin terdiam, kata Ketua Bai Tuo Shan lagi.
"Aku berkata yang sejujurnya, mengapa kau tidak mempercayaiku?"
"Bila lukamu sudah sembuh, mungkin kau ingin kembali menjadi ketua di sini."
Jawab Ketua Bai Tuo Shan.
"Tidak, aku hanya ingin bersamamu selamanya. Jika kau tidak setuju aku menjadi ketua, kita akan mencari tempat yang kau sukai dan kita tinggal di sana."
Mu Xin Xin terlihat sangat puas, dia berkata.
"Selamanya akan menemaniku, baik, ini sangat baik!"
Ketua Bai Tuo Shan juga sangat puas dengan jawabannya dan berkata.
"Baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang juga."
Kemudian dia membuka tombol jalan rahasia itu. Tiba-tiba mendengar suata 'FENG', asap hitam sudah muncul. Seorang perempuan berbaju hitam seperti setan muncul dari balik asap hitam itu.
"Kau pasti tidak mengetahui bahwa sejak dulu aku sudah mengetahui jalan rahasia ini."
Ketua Bai Tuo Shan sangat terkejut juga marah, dia membentak.
"Hao Hao, kau...."
Dia mengangkat telapaknya dan memukul.
Tiba-tiba dia mengetahui bahwa dia sudah kehilangan seluruh tenaganya.
Dia membalikkan badan dan melihat.
Keadaan Mu Xin Xin lebih parah dibanding dia.
Mu Xin Xin sudah pingsan, mata tertutup dan berbaring di atas tempat tidur.
Kata Jin Hu.
"Satu hal lagi yang tidak kau ketahui, aku sudah meramu semacam racun, khasiat racun ini sebaliknya dari pil dewa. Persamaannya adalah bisa membuat semangat seseorang membeku dan menciut, badan pun lemas. Sebaliknya, jika sudah terbiasa makan pil dewa, khasiat yang terjadi dalam tubuhnya akan lebih hebat lagi. Mengapa kau melototiku terus, apakah kau tidak suka bila aku kembali lagi ke sisimu?"
"Kita adalah suami istri yang sehidup semati, mengapa aku tidak suka bila kau kembali ke sisiku?"
Dengan dingin Mu Hao Hao menjawab.
"Apa? Suami istri sehidup semati? Bila bukan karena Juan Juan yang masih mengakuiku kakaknya, aku sudah mati di luar sana!"
Kata Ketua Bai Tuo Shan.
"Tadi aku pun tidak bisa menjaga diriku sendiri, bukan aku meninggalkanmu. Suami istri tidak ada dendam, kau jangan marah lagi!"
Kata Jin Hu.
"Apakah tenaga untuk membuka pintu juga tidak ada?"
Ketua Bai Tuo Shan tidak bisa menjawab. Dia hanya tertawa kecut kemudian berkata.
"Aku tahu kau pasti akan mempunyai cara untuk kembali ke sini, kembali ke sisiku."
"Mengapa?"
"Hanya kau paling baik kepadaku. Hao Hao, percayalah kepadaku, kau sangat baik kepadaku, aku juga pasti akan baik kepadamu. Mulai sekarang kita adalah suami istri tidak akan terpisahkan lagi!"
"Kata-kata seperti ini sepertinya pemah kau katakan juga kepada bibiku."
"Kita adalah suami istri yang sah, mana bisa dia menandingimu? Aku terpaksa saja meladeni dia, kalau kau tidak percaya, aku bisa segera membunuhnya!"
"Aku ke sini bukan menyuruhmu untuk membunuh bibiku!"
Kata Ketua Bai Tuo Shan.
"Kalau begitu, sekarang lebih baik. kita pergi, biarkan dia mati di sini!"
"Sekarang kau sedang membutuhkanku, kelak bagaimana?"
"Nanti juga sama."
"Tapi aku tidak percaya kepadamu!"
"Tempat ini makin cepat ditinggalkan makin baik. Dengan cara apa kau baru percaya kepadaku?"
"kau pemah berkata, selamanya tidak akan meninggalkanku!"
Dia mengangkat tangannya memukul ke kepala ketua Bai Tuo Shan. Ketua Bai Tuo Shan berteriak.
"Kau mau apa?"
Kata Jin Hu.
"Kalau kau mati, aku juga ikut kau mati. Bukankah dengan cara ini kita selama-lamanya bersama?"
Teriak ketua Bai Tuo Shan.
"Tidak, tidak, ada apa? Kau jangan, jangan..."
Belum habis bicara, Jin Hu sudah memukul kepala dia.
Ketua Bai Tuo Shan merasa kepalanya pusing, dia hampir pingsan.
Ketua Bai Tuo Shan kaget, Jin Hu lebih kaget lagi.
Ternyata tadi dia ingin membunuh suaminya, kemudian bunuh diri.
Tenaga yang dipukul ke kepala suaminya dengan sekuat tenaga, tapi kenapa dia merasa tenaga dia sudah hilang dan hilangnya sangat cepat.
Waktu dia mau memukul suaminya masih ada tenaga biasa, sekarang dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi.
Dia melihat bibinya, bibinya masih terbaring di tempat tidur.
Sepasang mata tertutup seperti tidur tapi mulutnya sedang tertawa dingin.
Ketua Bai Tuo Shan merasa pusing sesudah rasa pusingnya lewat dia berkata.
"Aku mengira kau benar-benar mau membunuhku!"
Jin Hu tertawa dan berkata.
"Aku mana tega membunuhmu, tapi hari ini kau telah membuat aku sedih, karena itu..."
Kata ketua Bai Tuo Shan.
"Aku tahu aku sudah bersalah kepadamu, tadi kau juga sudah menghukum aku. Sekarang berilah aku obat penawar!"
Jin Hu sangat mengerti kepintaran suaminya, tapi tenaga Jin Hu sudah hilang. Lama kelamaan suaminya pasti tahu, penawar di badan dia pasti diambil suaminya. Dalam hati dia berpikir.
"Aku akan peralat dia sekali lagi, tenaga untuk mengambil obat penawar masih ada."
Dia berikan sebutir obat kepada suaminya dan berkata.
"ambilah obat penawar ini, tapi kau harus setuju satu hal."
"Silakan nyonya beritahu!"
"Dia adalah bibiku, aku tidak tega dia terkena racunku, kau gendong dia keluar."
"Bukankah aku sudah berkata, biarkanlah dia mati sendiri disana?"
"Di sini dia pasti mati, kalau di luar mungkin dia masih bisa hidup. Hal ini baru bisa dikatakan biarlah dia mati sendiri."
Ketua Bai Tuo Shan mengira istrinya sedang mencoba dia dan dia berkata.
"Tidak perlu begitu repot-repot, kau takut dia mati kesakitan, biarlah aku membunuh dia dulu."
Jin Hu mengetahui keadaan sendiri, semakin lama semakin payah.
Dia adalah ahli racun, dia tahu dia sendiri sudah terkena racun.
Racun sudah masuk ke organ tubuh bagian dalam.
Hidup sudah pasti tidak mungkin, dia berputar-putar otaknya.
Terakhir dia berkata.
"Baiklah, kau mau membunuh dia, bunuhlah!"
Sesudah makan obat penawar, pernafasan ketua Bai Tuo Shan sepertinya agak lancar.
Segera dia menuju ke Mu Xin Xin dan memukul kepalanya.
Begitu dia memukul dia juga seperti Jin Hu merasa tidak ada tenaga.
Jin Hu masih bisa memukul dia sampai pingsan, tapi dia memukul kepala Xin Xin sedikit tenaga pun tidak ada.
Tiba-tiba Mu Xin Xin duduk kembali dan membuka mata.
Dengan santai dia berkata.
"Kau tidak bisa membunuhku, kau merasa aneh, apakah betul? Kenapa sudah minum obat penawar, tenaga untuk membunuhku juga tidak ada? aku beri tahu rahasia ini kepadamu, karena sumbu lilin ini terbuat dari Hei Xin Lan (lilin anggrek hati hitam)."
Hei Xin Lan adalah salah satu racun dalam 7 macam racun di dunia ini yang paling beracun.
Membuat lilin beracun terbakar tidak ada bau dan tidak sengaja orang akan bisa terbunuh.
Tenaga dalam Jin Hu lebih rendah dari suaminya karena itu dialah yang pertama kali terkena racun.
Biarpun ketua Bai Tuo Shan lebih lambat, tapi racun dia paling dalam.
Kata Jin Hu.
"Selamat bibi sudah bisa meramu racun yang begitu aneh. Betul, aku iri kepadamu tapi yang aku mau bunuh kau bukan ideku."
Kata Mu Xin Xin.
"Betul, pertama kau ingin memperalat dia untuk membunuhku. Kau kira sebelum tenaga dia habis akan lebih mudah membunuhku. Kemudian kau ingin aku bertahan hidup karena kau ingin memaksaku mengeluarkan obat penawar tapi otakmu terlambat berpikir."
Kata ketua Bai Tuo Shan.
"Xin Xin kau benar-benar bisa melihat, sebenarnya aku tidak ingin membunuhmu. Aku ingin membunuhmu karena ingin mencoba wanita jalang ini."
Jin Hu marah dan berkata.
"Aku tahu kau tidak punya perasaan, tapi aku tidak tahu kau adalah orang yang tidak tahu malu. Aku sangat menyesal kenapa aku bisa ditipu olehmu seumur hidup?"
Ketua Bai Tuo Shan tertawa dingin dan berkata.
"Tadi waktu aku mencoba bertanya kepadamu, apa yang kau jawab, apakah harus aku ulangi lagi?"
Kemudian dengan cara Jin Hu berkata ditirukan.
"Baiklah, kalau kau mau membunuh dia, terserah!"
Suami istri ini sudah tidak ada tenaga untuk berkelahi, hanya bisa bertengkar mulut. Xin Xin baru menarik nafas dan berkata.
"Kalian tidak usah bertengkar lagi, aku tahu kalian membutuhkan obat penawar, tapi aku hanya bisa menanam Hei Xin Lan, tidak bisa meramu obat penawarnya. Racun ini sama sekali tidak ada obat penawar!"
Ketua Bai Tuo Shan kaget, dengan tenaga terakhir berteriak.
"Tidak ada penawar?"
Jin Hu tiba-tiba tertawa seperti orang gila dan berkata.
"Tadinya aku ingin mati bersama orang ini yang tidak mempunyai perasaan dan tanggung jawab. Hari ini keinginan ini tercapai tidak ada yang tidak baiknya!"
Mu Xin Xin juga tertawa dan berkata.
"Betul, kata-kata yang dia katakan kepadamu atau kepadaku selalu sama, dia berharap selamanya tidak berpisah lagi. Kita bertiga adalah orang yang berdosa besar karena itu aku merasa harus memenuhi cita-citanya. Akhir yang paling baik adalah seperti sekarang ini!"
Tertawa Mu Xin Xin sangat sedih juga senang.
Melihat Jin Hu dan ketua Bai Tuo Shan roboh, terakhir dia juga roboh (gb 477a ).
Begitu Mu Juan Juan masuk ke ruangan rahasia yang dia temui adalah 3 orang yang sudah menjadi mayat.
Baik, jahat, cinta, benci, dosa, budi, semua sudah mati bersama.
Mu Juan Juan memegang tangan suaminya, dengan kecil dia berkata.
"Celaka dan rejeki, jika kita sendiri tidak memanggil dia. Dia tidak akan datang sendiri."
Qi Le Ming dia kemudian berkata.
"Betul, di dunia ini siapa yang tidak mempunyai kesalahan? Kalau sudah tahu salah, tidak apa-apa yang lebih parah sudah salah dia tidak tahu salah karena dia tidak merasa bersalah."
Kata Mu Juan Juan.
"Terima kasih sudah menasehati aku"
Kata Qi Le Ming.
"Aku bukan hanya bicara kepadamu, aku juga bicara kepada diriku sendiri. Kata-kata yang tadi berguna untuk orang orang seperti kita."
Kata Mu Juan Juan.
"Apakah termasuk Shang Guan Fei Feng?' Kata Qi Le Ming.
"Kelihatannya di luar dia seperti kita sebenarnya tidak sama. hal yang dia lakukan apakah betul atau salah orang luar sulit untuk berkomentar. Hal yang menyangkut orang lain kita tidak perlu bicara, di sini kita sudah menyelesaikan. Mari kita pergi"
"Bagaimana akhir permainan catur yang berantakan ini?"
Kata Qi Le Ming.
"Sekarang permainan caturnya sudah tidak berantakan, menurutmu harus bagaimana jalannya?"
"Aku tidak tahu."
Kata Qi Le Ming.
"Kita hanya memancing orang yang bermain catur kemari, membiarkan mereka melihat kedepan harus bagaimana jalannya, kita tidak bisa membantu." ---ooo0dw0ooo---C. Bunga Terapung, Air Mengalir dengan Sendirinya Benar, menurut orang-orang.
"bermain catur membuat orang sering kebingungan."
Tapi kadang-kadang yang bermain catur akan sadar dengan sendirinya.
Sekarang Wei Tian Yuan pun mulai sadar.
Dia melihat api yang sedang melalap tempat obat milik Ketua Bai Tuo Shan.
Suami istri Qi Le Ming pun menghilang, seperti Shang Guan Fei Feng yang juga menghilang.
Yang tertinggal di sisinya hanya Chu Tian Shu.
Dengan sedih Wei Tian Yuan berkata.
"Fei Feng sudah pergi."
Kata Chu Tian Shu.
"Kau jangan bertanya kepadaku ke mana dia pergi? Kalau saja aku tahu, aku pun tidak akan memberitahukannya kepadamu."
"Mengapa?"
"karena aku tahu dia tidak ingin bertemu denganmu."
"Apakah dia meninggalkan pesan untukku?"
"Dia hanya mengatakan bahwa dia sudah bersalah kepadamu, dia tidak ingin kau memaafkan kesalahannya, hanya mengharapkan kau mendapatkan kebahagiaan."
Pesan yang ditinggalkan Shang Guan Fei Feng hanya begitu saja. Chu Tian Shu .menambahkan sedikit pendapatnya dan berkata lagi.
"Kali ini dia yang menolongmu, bila dia memang sudah berbuat suatu kesalahan, kau harus mau memaafkan dia."
Wei Tian Yuan tertawa kecut dan berkata.
"Siapa yang sudah bersalah kepada siapa? Aku pun tidak tahu. Xue Jun berada di mana?"
"Apakah dia pemah ke sini? Mengapa aku tidak melihatnya?"
"Dia pemah datang, dia melihatku, aku juga melihatnya. Itu bukan suatu khayalan."
"Mungkin dia melihat kalian, karena itu dia pergi."
Wei Tian Yuan mengerti maksud Chu Tian Shu. Chu Tian Shu berkata.
"Cinta seorang laki-laki dan perempuan seperti mata. Sebutir pasir tidak bisa masuk ke dalamnya. Sebenarnya kau mencintai siapa?"
Wei Tian Yuan terpaku dan menjawab.
"Aku tidak tahu, aku hanya ingin mencarinya."
Tiba-tiba dia memukul es.batu hingga hancur. Chu Tian Shu terkejut dan berkata.
"Kakak Wei, kau kenapa?"
Kata Wei Tian Yuan.
"Kau lihat, tenagaku sudah pulih 70% sampai 80%, kau tidak perlu mengkhawatirkanku lagi. Aku ingin mencari Xue Jun, kau harus pulang."
Tanya Chu Tian Shu.
"Aku harus pulang, pulang ke mana?"
"Adik Qi sedang dirawat oleh Biksuni Yao Guang, aku kira sekarang lukanya pasti sudah sembuh, dia pasti sedang menunggumu hingga kesal."
"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan menemanimu mencari Xue Jun. Apa pun yang kalian hadapi, aku tidak dapat membantu. Hanya kalian yang bisa membuka simpul ini."
Wei Tian Yuan kembali lagi ke lembah itu.
Keadaan di sana masih seperti kemarin.
Di lembah itu tampak bunga berguguran, di sisi danau dipenuhi dengan pohon.
Hanya di sisi yang jarang terpadat pepohonan, terlihat Xue Jun seorang diri.
Malam itu yang dia lihat seperti mimpi, tapi sekarang ini adalah siang hari.
Matahari sangat terik, membuatnya bisa melihat dunia nyata, bukan seperti sebuah mimpi.
Dia melewati beberapa pohon, di belakang sana ada sebuah rumah yang terbuat dari batu.
Hati Wei Tian Yuan bergetar cepat, dia memanggil.
"Xue Jun, Xue Jun!"
Tidak ada yang menjawab. Pintu tiba-tiba terbuka, ada seorang biksuni keluar. Dia adalah Xue Jun tapi dia sudah menjadi seorang biksuni. Xue Jun dengan telapak dikatupkan, berkata.
"Aku adalah Biksuni Hui Jing, Tuan mencari siapa?"
Wei Tian Yuan terpaku dan berkata.
"Xue Jun, kau tahu aku mencarimu, mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku?"
Kata Xue Jun.
"Xue Jun di dunia ini sudah tidak ada, yang ada hanya Biksuni Hui Jing."
Wei Tian Yuan terpaku dan berkata,"
Bukankah dalam agama Budha diajarkan tidak boleh berbohong?"
"Benar."
"Mengapa kau lupa bahwa kita pemah bersama-sama memungut batu Yuan Yang? Kau pemah mengatakan kita akan menjadi sepasang Yuan Yang yang tidak akan bisa dipisahkan!"
"Yang mengatakan itu adalah Xue Jun, bukan Biksuni Hui Jing."
Kata Wei Tian Yuan.
"Xue Jun adalah Hui Jing, Hui Jing adalah Xue Jun."
Ucap Jiang Xue Jun.
"Kau salah. Sebelum menjadi Hui Jing dia adalah Xue Jun, tapi Hui Jing bukan Xue Jun."
"Kalau X ue J un bisa berubah menjadi Hui Jing, mengapa Hui Jing tidak bisa berubah menjadi Xue Jun?"
"Mungkin Hui Jing akan berubah, tapi tidak akan menjadi Xue Jun lagi."
"Mengapa?"
Xue Jun tidak menjawab, tapi dia berjalan ke arah danau. Wei Tian Yuan mengikuti dia dari belakang. Wei Tian Yuan berkata sendiri.
"Apakah Xue Jun yang sudah menjadi Hui Jing, perasaannya yang dulu pun sudah berubah?"
Xue Jun berjalan menyusuri danau, dia memungut bunga yang jatuh, sekuntum demi sekuntum dilemparkannya ke danau. Segera bunga berhamburan mengikuti aliran air. Kata Wei Tian Yuan.
"Malam itu kau pun seperti sekarang, tapi kau tidak perlu mengatakan lagi . bunga terapung air mengalir dengan sendirinya, bila kau mau...."
Tiba-tiba Xue Jun berkata.
"Kau lihat bunga yang berada di atas air, bukankah berbeda dengan bunga yang jatuh di tanah?"
"Mengapa berbeda?"
Kata Xue Jun.
"Kau lihat sekuntum bunga di tanganku masih utuh, tapi begitu dilemparkan ke dalam air, apa yang akan terjadi?"
Bunga itu dilempar ke dalam air, walaupun danau itu mempunyai gelombang yang tidak besar tapi tetap ada gelombang yang sangat kecil.
Dalam gelombang kecil itu, bunga tadi selembar demi selembar menjadi hancur.
Kata Xue Jun.
"Kau lihat, apakah bunga itu masih seperti bunga biasa? Apalagi bunga yang jatuh di tanah, tanah yang diinjak olehmu adalah tanah terbuat dari bunga yang berguguran, apakah kau bisa mengatakan bahwa tanah adalah bunga, bunga adalah tanah?"
Kata Xue Jun lagi.
"Kau lihat air yang mengalir ini, air tetap air, tapi air yang sekarang ini mengalir bukan air yang tadi mengalir."
Kata Wei Tian Yuan.
"Kalau memang begitu mengapa?"
"Berarti di dunia ini tidak ada yang tidak berubah. Bunga yang menjadi tanah, tanah berubah, mungkin akan menjadi dinding jurang, tapi tidak mungkin berubah menjadi bunga yang berada di pohon!"
Kata Wei Tian Yuan.
"Peribahasa bahasa kuno Tiongkok mengatakan . laut boleh mengering, batu boleh hancur, tapi perasaan tidak akan berubah. Bunga bisa berubah, air bisa berubah, tapi perasaan tidak bisa berubah."
Kata Xue Jun.
"Bahasa kuno belum tentu benar, perasaan bisa datang sungguh-sungguh jika kesungguhan itu sudah berubah, perasaan juga berubah. Aku akan menceritakan sepotong ajaran agama Budha."
Wei Tian Yuan tertawa kecut dan berkata.
"Aku tidak mengerti ajaran-ajaran Budha yang dalam, aku hanya ingin bertanya kepadamu, mengapa kau berubah menjadi Hui Jing?"
Jawab Xue Jun.
"Aku adalah Hui Jing. Hui Jing tidak berubah, aku pun tidak berubah."
Wei Tian Yuan menggelengkan kepala dan berkata.
"Jangan berputar-putar mengatakannya. Baiklah, aku langsung bertanya saja, Jiang Xue Jun, mengapa harus menjadi Hui Jing?"
Kata Xue Jun.
"Karena aku menginginkan ketenangan hati."
"Kalau begitu, semua ini pasti karena Shang Guan Fei Feng?"
Jika Wei Tian Yuan bertanya seperti itu, artinya Xue Jun ingin menjodohkannya dengan Shang Guan Fei Feng dan dia mengorbankan diri. Kata Xue Jun.
"Fei Feng adalah Fei Feng, Xue Jun adalah Xue Jun. Ini semua demi ketenangan hati, tidak untuk orang lain."
Kata Wei Tian Yuan.
"Aku tidak mau tahu, sekarang kau adalah Hui Jing atau Xue Jun, jujur beritahukan kepadaku, apa yang sudah terjadi di Mi Mo Ya?"
Jawab Xue Jun.
"Pada hari itulah Xue Jun sudah mati, apakah kau tidak tahu?"
"Tapi Xue Jun masih hidup."
"Tapi dia sudah menjadi orang lain. Ajaran Budha mengatakan..."
Wei Tian Yuan mengayunkan tangan dan berkata.
"Aku tidak ingin mendengarkan ajaran-ajaran Budha. Kau pura-pura mati, apakah Shang Guan Fei Feng yang mengatur semua ini?"
"Aku yang minta dia mengaturnya sedemikian rupa, kau jangan menyalahkannya. Aku menginginkan ketenangan hati, dia pun demikian."
Ternyata semenjak pertarungan di Mi Mo Ya, Shang Guan Fei Feng benar-benar membantu Xue Jun membalas dendam (jarum beracun Xue Jun yang membunuh Xu Zhong Yue adalah jarum beracun milik Yin Hu yang dipinjam oleh Shang Guan Fei Feng.
Semua teknik pun diajarkan oleh Shang Guan Fei Feng).
Begitu Xue Jun membunuh Xu Zhong Yue, kemudian dia bunuh diri dengan cara memakan racun.
Tapi racun itu adalah obat palsu, sesudah diminum memang dia akan berhenti bernafas seperti orang yang sudah mati.
Tiga hari kemudian dia akan hidup kembali, obat palsu ini Shang Guan Fei Feng juga yang memberikannya.
Wei Tian Yuan berkata.
"Kau mengatakan semua ini untuk mencari ketenangan hati, apakah setelah kau meninggalkanku, hatimu lebih tenang? Saat kita kecil kita pemah...."
"Sewaktu kecil aku pun berpikir demikian. Waktu itu duniaku hanya ada dirimu, duniamu pun hanya ada aku. Tapi sekarang bukan lagi waktu kecil, siapa yang menyangka dua keluarga secara bersama-sama mendapat musibah kemudian berpisah. Kau tumbuh besar di dalam keluarga Qi, aku dan ayah ibu hidup di Luo Yang. Aku juga tidak tahu mengapa aku hampir menjadi istri Xu Zhong Yue. Walaupun belum melangsungkan upacara adat, tapi aku sudah pernah naik tandu. Banyak peristiwa yang terjadi yang tidak kita sangka pada saat kecil bukan?"
Dalam hati Wei Tian Yuan juga berpikir.
"Waktu itu aku juga tidak menyangka bisa bertemu dengan Shang Guan Fei Feng bahkan akhirnya aku melamar dia!"
Xue Jun terus berkata.
"Tian Yuan, aku ingin bertanya kepadamu, jika aku menyuruhmu untuk meninggalkan Nona Fei Feng, apakah hatimu bisa tenang?"
Wei Tian Yuan merasa bingung, dia berkata.
"Aku tidak tahu."
Xue Jun menarik nafas dan berkata.
"Perasaan dulu yang kita miliki mengalir seperti air, mencabut sebuah pisau untuk memotong air, itu tidak mungkin, tapi air mengalir berubah arah. Tian Yuan, coba pikir kesenangan seseorang yang paling besar itu apa?"
Xue Jun bertanya dan dia menjawab sendiri.
"Itu adalah ketenangan hati, karena itu aku memintamu jangan memaksaku untuk berubah menjadi Xue Jun, bila aku kembali menjadi Xue Jun, hatiku tidak akan tenang. Nona Shang Guan dan dirimu pun akan menyesali hal ini seumur hidup."
Tiba-tiba ada yang membaca ajaran Budha, suara itu datang dari tempat yang jauh tapi tidak terlihat ada orang. Segera Xue Jun duduk bersila dan sepasang telapaknya dikatupkan. Dia berkata.
"Terima kasih atas nasehat guru.
"Guru itu berkata.
"Hui Jing, apakah kau sudah mengerti?"
Jawab Xue Jun.
"Memutuskan semua yang tidak dimengerti, memutuskan apa yang ada sekarang, bangunlah kepintaran, membuktikan yang benar."
Suara itu berkata.
"Aku memberimu nama Hui Jing, ini ada artinya."
Suara itu berkata lagi,"
Kalau kau sudah mengerti, tidak perlu banyak berpikir lagi."
"Ya."
Kemudian dia duduk bersila seperti seorang biksuni. Dia tidak menjawab pertanyaan Wei Tian Yuan lagi. Dalam hati Wei Tian Yuan berpikir.
"Bila aku terus memaksa, aku akan memutuskan apa yang sudah ada sekarang."
Wei Tian Yuan tidak begitu mengerti ajaran Budha,, tapi dia mengerti bagaimana pikiran Xue Jun sekarang, dia benar-benar sudah mendapat ketenangan hati.
Wei Tian Yuan diam-diam berjalan keluar dari lembah itu, walaupun sedih tapi hatinya terasa ringan.
Sebenarnya ada dua perasaan yang bertolak belakang, tapi sekarang dalam hatinya bisa menyatu.
Dia sendiri juga merasa aneh, tapi keadaannya memang seperti itu.
Wei Tian Yuan keluar dari lembah, yang menyambut dia adalah matahari yang cerah.
Kesedihan di dalam hati seperti awan yang tidak bisa menutupi teriknya matahari.
Jiang Xue Jun sudah memberinya satu jawaban.
Sekarang yang dia inginkan adalah satu jawaban yang lain....
Ke mana perginya Shang Guan Fei Feng?
Turun dari Bai Tuo Shan.
Wei Tian Yuan berjalan selama 3 hari, baru menemukan tempat yang ditinggali orang.
Tapi dia tetap tidak bisa menemukan Shang Guan Fei Feng.
Pada hari ke 5, dia tiba di satu kota.
Kota itu adalah kota di perbatasan, hanya ada satu yang membuka toko.
dan tampak kumpulan orang.
Begitu dia masuk ketengah kota, di tengah jalin ada orang anak sedang mengobrol.
"Xiao Da Zi memang bernasib baik, tidak disangka pejabat pun memberinya uang perak."
"Kau hanya iri kepada nasibnya yang baik, mengapa kau tidak mau menerima nona bangsa Han itu tinggal di rumahmu'.'"
"Karena sepertinya nona bangsa Han itu sedang sakit. Kakek takut dia jatuh sakit di rumah kami, aku tidak tahu orang sakit akan menjadi dewa rejeki bagi kami."
"Dewa rejeki datang, kalian malah mengusir dia, itu suluh siapa?"
Wei Tian Yuan tidak mengerti orang sakit dan pejabat pasukan, apa hubungannya dengan uang, tapi nona Han keempat aksara ini membuatnya tertarik.
Kemudian dia bertanya kepada kedua anak itu siapa nona Han yang di bicarakan.
Jawab kedua anak itu.
"aku tidak kenal siapa dirimu, mengapa aku harus memberitahukannya kepadamu?"
Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.
"Aku adalah teman nona Han itu, aku akan memberikan 5 tail perak ini kepada kalian. Siapa yang bercerita lebih jelas akan ditambah 5 tail perak lagi."
Kedua anak itu segera berebutan menjelaskan.
Dari kata-kata kedua anak ini, Wei Tian Yuan menyusunnya seperti berikut .
Nona Han itu sakit.
Di dalam rumah Xiao Da Zi dia sudah tinggal selama 2 hari.
Pagi ini dia ingin makan bubur, dia memberi uang satu untai kepada Xiao Da Zi, menyuruh dia membeli 2 kilogram beras.
Orang-orang di kota itu biasanya hanya memakan bakpao yang terbuat dari terigu.
Tiba-tiba ada seorang pejabat pasukan masuk.
Dia membayarkan uang beras itu dan mengembalikan 3 tail uang kepada Xiao Da Zi.
Pejabat pasukan itu menyuruh Xiao Da Zi membawa jalan menuju tempat tinggal nona Han, karena nona Han adalah temannya.
Hati Wei Tian Yuan berdegup semakin cepat.
Segera dia bertanya.
"Apakah kalian tahu rumah Xiao Da Zi berada di mana? Siapa yang bisa membawaku kesana, Aku akan memberikan tambahan uang lagi!' Kedua anak itu berebutan menjawab.
"Aku akan menunjukkan jalan!"
Setelah memberi uang kepada mereka, dua anak itu membawa Wei Tian Yuan keluar dari kota. Tidak jauh dari kota, kedua anak menunjuk sebuah tenda. Dan berkata kepada Wei Tian Yuan.
"Itulah rumah Xiao Da Zi. Tenda ini tidak sama dengan tenda besar. Tenda di sini hanya atap yang ditutup dengan selimut tebal. Dinding tetap terbuat dan batu."
Wei Tian Yuan mulai mendengar suara yang aneh, segera dia berpesan kepada kedua anak itu.
"Kalian kembalilah, aku akan mencarinya sendirian."
Dalam jarak ratusan langkah dari tenda itu, Wei Tian Yuan mendengar ada suara tawa dingin yang dikenalnya.
Tapi suara tawa i tu bukan suara Shang Guan Fei Feng.
Betul nona yang sakit itu adalah Shang Guan Fei Feng.
Hatinya sudah terasa hancur dan dia memutuskan meninggalkan Bai Tuo Shan.
Selama puluhan tahun dia belum pemah jatuh sakit, sekarang dalam perjalanan tiba-iba saja dia sakit.
Untung ada seorang nenek bangsa Tibet yang membawanya pulang dan Shang Guan Fei-Feng tinggal di rumah itu mengobati penyakitnya.
Pagi ini dia ingin makan bubur, dia memberikan uang kepada Xiao Da Zi untuk membeli beras, tidak disangka sewaktu Xiao Da Zi pergi dia hanya seorang diri, begitu pulang berempat.
Kecuali pejabat pasukan, masih ada seorang suku bangsa Han setengah baya dan seorang suku bangsa Han yang tinggi besar.
Pejabat pasukan itu menyatakan bahwa mereka adalah teman nona suku Han itu.
Memang mereka kenal dengan Shang Guan Fei Feng tapi sayang mereka bukan teman sebenarnya.
Pejabat pasukan itu adalah wakil pasukan pengawal istana Lu Ting Fang yang dulu pemah membawa anak buah menyerang keluarga Chu di Yang Zhou.
Suku bangsa Han yang setengah baya adalah Mei Qing Feng.
Mei Qing Feng adalah teman baik Xu Zhong Yue.
Sebenarnya dia adalah orang dunia persilatan tapi sekarang dia bergabung dengan Lu Ting Fang.
Shang Guan Fei Feng sama sekali tidak menyangkanya.
Orang ketiga lebih-lebih di luar dugaan dia, dia adalah anak buah ayahnya.
Salah satu di antara 13 ketua perkumpulan.
13 perkumpulan hanya dia dan seorang yang tidak ikut Gai Fu Tian dalam rencana merebut kekusaan.
Shang Guan Fei Feng selalu mengira dia sangat setia kepada ayahnya, tidak disangka dia; bergabung dengan Lu Ting Fang.
Lu Ting Fang tertawa terbahak-bahak, dia berkata.
"Nona Shang Guan, kau pasti tidak menyangka kami bisa mencarimu sampai ke sini!"
Walaupun Xiao Da Zi masih kecil, tapi dia sangat lincah. Dia sudah tahu ada sesuatu yang salah, segera dia berteriak.
"Kau berbohong, kau bukan teman bibi ini, kau adalah orang jahat."
Lu Ting Fang mencengkram Xiao Da Zi dan membentak.
"Aku akan membunuhmu!"
Shang Guan Fei Feng duduk di tempat tidur dan berkata.
"Bila kau membunuh dia, aku akan membunuhmu!"
Lu Ting Fang tertawa dingin dan berkata.
"Kau kira kau bisa melawan kami bertiga?"
Dengan santai Shang Guan Fei Feng berkata.
"Mungkin tidak bisa, tapi bila nyawaku ditukar dengan nyawamu masih bisa!"
Lu Ting Fang sudah pemah melihat Pedang Bayangan Shang Guan Fei Feng, walaupun dia tahu Shang Guan Fei Feng sedang sakit, tapi dia tetap tidak berani mencoba-coba.
Karena jika hanya untuk membunuhnya Shang Guanj Fei Feng masih bisa melakukannya.
Mei Qing Feng pura-pura berkata.
"Kami datang keinan bukan untuk membunuh orang, kami hanya ingin mengadakan perdagangan denganmu.."
Kata Lu Ting Fang.
"Benar, harga yang kami berikan juga tidak akan jelek."
Segera dia melempar Xiao Da Zi keluar tenda. Xiao Da Zi marahmarah. Perempuan suku bangsa Tibet itu segera keluar melindungi putranya. Kata Shang Guan Fei Feng.
"Selamat Pendekar Mei, kau sudah naik jabatan, sesudah naik jabatan pasti ingin kaya tapi aku hanya mempunyai sedikit uang, apa bisa berdagang dengan kalian?"
Begitu mendengar pendekar, wajah Mei Qing Feng memerah dan berkata.
"Jangan begitu, uang ini kukembalikan kepadamu."
Ternyata uang yang dikembalikan Mei Qing Feng kepada Shang Guan Fei Feng adalah uang dari pemilik toko beras.
Beras sudah dibayar oleh Lu Ting Fang.
Karena uang yang Shang Guan Fei Feng berikan kepada Xiao Da Zi adalah uang untuk dipakai di Zhong Yuan (Tionggoan).
Uang di sini tidak seperti itu karena uang inilah Lu Ting Fang menaruh curiga dan menyuruh Xiao Da Zi membawa jalan.
Mei Qing Feng meminta seuntai uang itu darinya, begitu tangan digerakan seuntai uang itu segera terlepas dari tali dan melayang ke arah Shang Guan Fei Feng.
Hanya terlihat kilauan pedang, 18 buah uang yang dilayangkan oleh Mei Qing Feng, 10 buah bisa ditangkis, 5 buah terpotong menjadi 2.
Tiga buah lagi saling beradu dan kembali terbang ke arah Mei Qing Feng.
Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata.
"Mengapa begitu pelit, uang hanya dikembalikan separuh kepadaku."
Dengan tenaga sentilan, uang logam yang dikembalikan kepada Mei Qing Feng terbelah menjadi 2 bagian. Mei Qing Feng tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Nona Fei Feng, kau hanya sakit 2 hari, ilmu pedangmu sudah begitu jelek?"
Dalam keadaan biasa, begitu jurus pedang dikeluarkan dia pasti bisa membuat 18 uang logam itu terbelah menjadi dua.
Kemudian uang yang sisa setengah untai itu terbagi menjadi 2 oleh salah satu anggota dari 13 ketua perkumpulan.
Begitu dia membentak, semua uang logam yang dia pegang sudah hancur dan berjatuhan ke bawah.
Dengan dingin Shang Guan Fei Feng berkata.
"Sangat berwibawa."
Kata ketua itu.
"Nona, kalau kau tidak sakit, tanganku ini belum tentu bisa memenangkan Pedang Bayanganmu, tapi sekarang keadaan sulit untuk dikatakan."
Matanya memandang kepada Shang Guan Fei Feng kemudian mengarah ke bawah, dimana ada uang logam yang terbelah oleh Shang Guan Fei Feng.
Matanya bersorot penuh percaya diri.
Kata Shang Guan Fei Feng dengan santai.
"Aku tidak bisa membelah 10 buah uang logam, tenaga telapakmu juga lebih lihai dari pedangku. Sepertinya hari ini aku harus menuruti kemuan kalian."
Kata Lu Ting Fang.
"Kalau kau sudah tahu, lebih baik sekarang kita mulai berdagang saja!"
"Bukalah harga!"
Ucap salah satu dari 13 ketua perkumpulan.
"Kau harus menyerahkan Panji Sakti itu."
"Jadi yang kau kehendaki adalah panji itu."
"Benar, ayahmu sudah menjadi ketua selama 30 tahun, dia harus mengundurkan diri. Aku tahu Panji itu berada di tanganmu, aku juga tahu kau dan ayahmu ingin mewariskannya kepada Wei Tian Yuan tapi Wei Tian Yuan adalah orang luar, dengan Xi Yu tidak ada hubungannya...."
Shang Guan Fei Feng memotong kata-katanya dan berkata.
"Sepertinya kau lebih tahu banyak dariku. Maksudmu, kau menganggap kaulah yang lebih pantas meneruskan posisi ayahku?"
Ketua itu membentak.
"Cepat keluarkan Panji itu!"
Shang Guan Fei Feng tidak melayaninya, berkata kepada Mei Qing Feng.
"Pendekar Mei, kau adalah seorang jago pedang, kau pasti menginginkan Pedang Bayanganku."
Mei Qing Feng tidak membantah, Shang Guan Fei Feng berkata lagi.
"Apakah kau tahu Pedang Bayangan yang terpenting bukan pedangnya?"
Kata Mei Qing Feng.
"Aku tahu, tapi teori jurus Pedang Bayangan pasti ada. Kau tulis teori itu untukku, aku masih bisa memperpanjang umur selama 3 hari lagi."
"Untuk apa?"
Kata Mei Qing Feng.
"Untuk mendapat teori jurus Pedang Bayangan itu."
Maksudnya adalah dia ingin Shang Guan Fei Feng mengajari dia ilmu Pedang Bayangan karena Shang Guan Fei Feng sedang sakit maka Mei Qing Feng percaya sewaktu Shang Guan Fei Feng mengajar, dia tidak akan bisa melawannya.
Shang Guan Fei Feng membalikkan badan bertanya kepada Lu Ting Fang.
"Mereka sudah mengeluarkan keinginannya, bagaimana dengan dirimu?"
Kata Lu Ting Fang.
"Yang aku inginkan adalah kau memancing Wei Tian Yuan kemari, aku akan menangkapnya. Bila belum bisa menangkapnya, kau tidak boleh pergi!"
"Ternyata kalian masing-masing memiliki keinginan, jika aku harus membayar kalian bertiga. Bukankah perdagangan ini merugikanku?"
Kata Lu Ting Fang.
"Satu nyawa ditukar dengan satu nyawa, apakah kau rugi?"
Mereka berdua juga berkata.
"Bila nyawamu hilang, Pedang Bayanganmu dan Panji pun akan hilang!"
"Tapi aku tidak bisa menghitung."
Kata Lu Ting Fang.
"Jujur saja, apakah kau setuju dengan syarat dari kami?"
Jawab Fei Feng dengan tegas.
"Tidak setuju!"
Segera wajah Mei Qing Feng berubah.
Lima uang yang terjatuh dan sudah terpotong oleh Fei Feng diambil oleh pedang dan ditusuk ke ujung pedang.
Begitu pedang berkelebat, uang logam itu melayang keluar dan uang yang berbentuk persegi sudah terkupas menjadi bentuk bulat, lebih kecil dari bentuk uang sebelumnya.
Lima uang logam yang menjadi kecil itu melayang ke hadapan Shang Guan Fei Feng dan menjadi sebuah bentuk bunga Mei.
Teknik pedang Mei Qing Feng begitu cepat, tepat, dan aneh.
Tenaga dalam yang dipakainya pun begitu tepat, ilmu pedang Mei Qing Feng tidak berada di bawah Shang Guan Fei Feng.
"Ini adalah uang muka, apakah kau mau terima atau tidak itu terserah kepadamu."
Mei Qing Feng dengan sombong dan dingin mengatakannya. Ketua itu pun berkata.
"Nona jangan memaksaku untuk melakukan hal yang tidak ingin kulakukan."
Kata-kata mereka menyatakan jika Shang Guan Fei Feng tidak setuju, mereka berdua akan bergabung membunuhnya.
Shang Guan Fei Feng terdiam, sorot matanya mengawasi tubuh mereka.
Dia tahu dia tidak akan bisa menahan serangan mereka bertiga, karena itu dia sudah siap mati bersama dengan salah dari mereka.
Siapa yang paling dia benci?
Dan yang mana yang paling jahat?
Mereka bertiga seperti mengetahui apa yang dipikirkan olehmya.
Mereka bertiga masih takut dengan kehebatan Pedang Bayangannya.
Waktu itu tidak ada orang yang berani menyerang terlebih dulu.
Kata Lu Ting Fang.
"Aku hitung sampai 3, kita bersamaan bergerak."
Mei Qing Feng dan ketua itu setuju dengan ide ini, mereka mengangguk. Lu Ting Fang mulai menghitung.
"satu, dua...."
Kata 'tiga' belum keluar dari mulutnya, tiba-tiba terdengar ada yang berkata.
"Tidak perlu dengan cara licik untuk menangkapku. Wei Tian Yuan akan datang dengan sendirinya."
Shang Guan Fei Feng langsung bersemangat dan meloncat dengan cepat.
Wei Tian Yuan juga sudah berada di depan mereka sambil melancarkan serangan.
Terdengar Wei Tian Yuan dan ketua itu beradu telapak tangan.
Tenaga dalam Wei Tian Yuan membuat ketua ke 13 itu seketika roboh, kakinya berada di atas kepalanya di bawah, kemudian muntah darah.
Sekarang Pedang Bayangan Shang Guan Fei Feng mulai dikeluarkan.
Mei Qing Feng hanya melihat sekeliling tubuhnya penuh dengan bayangan pedang, selanjutnya dia merasakan sakit seperti diiris, ternyata pedang Shang Guan Fei Feng sudah menusuk ke tulang pundaknya.
Mata Mei Qing Feng seperti mata koki menonjol keluar dan penuh keterkejutan.
Sepertinya dia tidak percaya, dia tidak percaya karena ilmu pedangnya walaupun tidak berada di atas Fei Feng tapi tidak mungkin hanya dalam sejurus bisa menusuk putus tulang pundaknya.
Percaya atau tidak percaya yang jelas dia sudah roboh.
Seperti seorang yang tersesat di padang pasir dan tiba-tiba mengetahui ada sebuah mata air.
Kedatangan Wei Tian Yuan memberinya semangat hidup juga menambah semangat juang.
Sekarang semangat Shang Guan Fei Feng boleh dikatakan penuh dengan kekuatan.
Lebih hebat dan lebih dasyat dari sebelum dia jatuh sakit, seperti orang yang minum air.
Hanya dialah yang tahu panas atau dinginnya air itu, tapi Mei Qing Feng tidak tahu hal ini.
Lu Ting Fang melihat kedua temannya sudah roboh.
Dia sangat kaget dan membalikkan badan ingin melarikan diri.
Tapi Wei Tian Yuan membentak.
"Mu Zhi Yao sedang menunggumu, apakah kau masih mau pergi?"
Dengan cepat Shang Guan Fei Fengi sudah menghalangi langkahnya.
Dengan satu kali sabetan pedang, dia menjadi limbung kemudian roboh dan mati di bawah Pedang Bayangan Shang Guan Fei Feng.
Wei Tian Yuan bertanya.
"Bagaimana cara membereskan Ketua Mei ini?"
"Dia adalah seorang ketua, biarkan dia mempertahankan hidupnya."
Mereka berdua berterimakasih kepada perempuan Tibet itu, juga Xiao Da Zi.
Sesudah menyelesaikan segalanya segera Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng meninggalkan tempat itu.
Ilmu silat Mei Qing Feng sudah dimusnahkan oleh Shang Guan Fei Feng, tapi nyawanya masih hidup.
Datang tidak bersama, pulang bersama pasangannya, budi dan dendam sudah habis, hanya tertinggal beribu-ribu kata-kata yang belum terucap, tapi entah harus dimulai dari mana?
Mereka diam dan terus berjalan, setelah begitu lama Shang Guan Fei Feng baru bertanya.
"Bagaimana kau bisa datang mencariku?"
"Aku ingin bermain catur denganmu, hanya kita berdua saja yang memainkannya."
"Di mana kakak Xue Jun?"
"Dia sudah tidak bisa bermain catur lagi dengan kita."
Shang Guan Fei Feng ragu dan berkata.
"Sangat tidak adil?"
"Dia mencari ketenangan hati, aku pun mencari ketenangan hatiku."
"Tapi aku...."
"Kau tidak perlu pusing lagi, karena sisa dari permainan catur ini sudah ada cara untuk memecahkannya."
"Bagaimana cara memecahkannya?"
"Xue Jun yang membantuku memecahkan kesulitan ini, karena dia yang membantu, dia sudah berada di luar permainan ini."
Wei Tian Yuan meneruskan.
"Apakah kau masih ingat dengan Dui Lian (puisi) yang ada di Mo Zhou Hu?"
Fei Feng membacakan Dui Lian itu yang berarti .
Nama dan keuntungan adalah omong kosong.
Malam bermimipi m encoba melihat k eadaan.
Permainan catur, siapa yang bisa tahu akhir dari permainan catur?
Puisi kuno juga mengatakan.
"Setengah kolam bunga teratai tidak bisa menandingi wanginya Yu Jin Xiang (semacam bunga yang sangat wangi), cobalah menghibur Mo Zhou (nama orang)."
Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.
"Sudah hampir setahun, sekarang simpul-simpulnya sudah dipecahkan, kita harus kembali lagi ke danau Mo Zhou untuk melihat bunga teratai."
"Nanti saja kita baru pergi ke danau Mo Zhou."
"Sekarang kita akan pergi ke mana?"
"Aku ingin pergi ke Hua Shan melihat daun merah karena di Hua Shan juga ada seseorang yang ingin kutengok."
Wei Tian Yuan baru mengerti dan berkata.
"Chu Tian Shu lah yang harus menengoknya."
"Kita berpangku tangan melihat mereka di luar." ---ooo0dw0ooo---Musim gugur, gunung dipenuhi dengan daun yang berwarna merah. Kata orang musim gugur sering membuat orang sedih. Bagi Qi Shu Yu sepertinya juga begitu. Dia diobati oleh Biksuni Yao Guang dengan teliti, lukanya sudah sembuh dan pulih seperti dulu. Sekarang dia sedang berjalan di tengah hutan itu. Dia merindukan seseorang yang jauh di sana.
"Mengapa Kakak Chu belum datang ke sini untuk menengokku? Apakah lukanya sudah sembuh? Menurut Biksuni Yao Guang, Kakak Qing Luan sangat teliti mengobati orang, apakah...."
Dia sudah disembuhkan oleh Yao Guang tapi hati Qi Shu Yu bertambah satu bayangan hitam.
"Sepuluh laki-laki ada sembilan yang tidak bisa dipercaya. Walaupun dia sudah bersumpah sehidup semati denganmu, tapi jika dia sudah lama berkumpul dengan perempuan lain, dia akan berubah hatinya."
Kata-kata ini diucapkan Biksuni Yao Guang berkali-kali kepadanya.
Qing Luan mengobati Chu Tian Shu dan mengadakan perjalanan jauh dengan Chu Tian Shu.
Sudah setengah tahun berlalu, apakah Chu Tian Shu juga sudah berubah hatinya?
Dia mempunyai pikiran seperti itu karena sewaktu dia kecil, setiap hari dia terus bersama dengan Wei Tian Yuan.
Kemudian dia mencintai Wei Tian Yuan, yang sudah berkumpul sekian lama dan akhirnya tumbuh rasa cinta.
"Tapi Tian Shu bukan anak kecil, Qing Luan juga bukan gadis kecil, jika mereka berkumpul lama dan tumbuh rasa cinta, pasti tidak akan berubah lagi. Tapi waktu Tian Shu mengatakan suka kepadaku, aku dan dia juga bukan anak kecil lagi."
Berjalan di h utan itu, tiba-tiba dia melihat Yao Guang sedang melukis. Qi Shu Yu memuji.
"Bibi Yao Guang ternyata kau sangat mahir melukis, aku baru tahu sekarang."
"Kau jangan terus memuji."
Sambil berkata matanya tetap tidak lepas dari lukisan itu.
Lukisan yang dia gambar adalah sebuah rumah yang berada di dalam kabut juga seperti yang terapung di lautan awan.
Asap dan awan membuat dia teringat ke masa lalu juga membuat dia bingung.
Dia belajar melukis dengan Yu Xu Zi.
Waktu itu mereka berdua belum menjadi biksu atau biksuni.
Yu Xu Zi adalah tuan muda yang kaya dan terkenal.
Wajahnya tampan dan mata keranjang.
Yu Xu Zi pemah melukis lukisan meniru lukisan kuno.
Sekarang Yao Guang lukisan gambar Yu Xu Zi.
Puisi mengatakan .
Masa lalu seperti debu, jangan diingat-ingat kembali, hati tenang seperti air mengalir ke arah timur.
Semenjak dia menjadi biksuni dia memang sudah berniat mengubur masa lalunya, tapi debu yang tertinggal tidak bisa dibersihkan, dia sering terbangun tengah malam karena bermimpi....sekarang 20 tahun sudah berlalu, dia tetap terganggu oleh perasaan ini, karena itu semua kekalutan pikirannya dia tumpahkan ke dalam lukisan.
Tapi perasaannya ini tidak dapat dia katakan kepada Qi Shu Yu.
Qi Shu Yu m elihatnya, dia seperti sedang berpikir.
"Bibi, kau sedang memikirkah apa?"
"Aku tidak memikirkan apa-apa, aku hanya rindu kepada Qing Luan."
Dia berbalik bertanya kepada Qi Shu Yu.
"Apakah ada yang ingin kau bicarakan denganku?"
"Tidak ada, Bibi ingat kepada Kakak Qing Luan, sedangkan aku teringat kepada Kakak Tian Shu, apakah luka Kakak Tian Shu sudah sembuh?"
"Aku tahu kau sedang menkhawatirkan dirinya, tapi banyak hal yang terjadi di luar dugaan kita. Mungkin saat ini dia sedang dalam perjalanan pulang dengan seseorang dan hal ini membuatmu kecewa."
Qi Shu Yu mengerti yang dimaksud dengan orang lain adalah murid Yao Guang, Qing Luan. Tiba-tiba ada seseorang yang berteriak, 'Guru! Adik Yu!"
Mereka menoleh ke suara itu, ternyata Qing Luan sudah kembali, dia pulang dengan seorang pemuda, yang menjadi kecewa ternyata bukan Qi Shu Yu melainkan Yao Guang.
Yang pulang dengan Qing Luan tak lain adalah Bao Ling Hui.
"Mengapa hanya kalian saja yang pulang? Kemana Chu Tian Shu?"
Seharusnya Shu Yu yang bertanya kepada mereka. Wajah Qing Luan memerah dan menjawab.
"Aku tidak tahu, setelah aku mengobati lukanya sampai sembuh, kita berpisah dengannya, Guru, aku, aku ada...."
Yao Guang mengerutkan dahi dan berkata.
"Ada apa? Katakan saja."
Tiba-tiba ada seseorang yang tertawa terbahak-bahak, kemudian berkata.
"Dia malu, biar aku saja yang mengatakannya."
Yu Xu Zi sudah muncul di hadapan Yao Guang, kata Yu Xu Zi.
"Dia dan Ling Hui meminta ijinmu untuk menikah."
Yao Guang terdiam sejenak, wajahnya menjadi dingin. Yu Xu Zi tertawa dan berkata lagi.
"Apakah kau merasa muridku tidak pantas menikah dengan muridmu? Yao Guang, jangan mengulangi kesalahan seperti yang pemah kita lakukan!"
Yu Xu Zi dan Yao Guang adalah pasangan kekasih di masa lalu, karena tidak mendapat dukungan dari orang tua ditambah dengan kesalahpahaman yang terjadi antara mereka, membuat mereka tidak bisa melanjutkan hubungan kejenjang yang lebih serius.
Hati Yao Guang menjadi tergetar mengingat masa lalu.
"Benar, kita sendiYi sudah mengalami hal itu, jangan ulangi kesalahan kita pada orang lain."
Saat itu ada seseorang yang datang dengan tiba-tiba, Qi Shu Yu segera menghampirinya, dengan gembira dia berteriak.
"Kakak Shu, aku mengira...."
Mereka berpelukan, mereka tidak peduli dengan orang-orang di sekeliling mereka.
Yao Guang pun sepertinya tidak melihat kelakukan mereka, wajahnya semakin melembut, akhirnya dia berkata kepada muridnya.
"Bila kalian memang saling mencintai, menikahlah!"
Yu Xu Zi menarik Yao Guang dan bertanya.
"Kapan kau akan berhenti menjadi biksuni?"
"Siapa yang mengatakan aku akan berhenti menjadi biksuni?"
"Kau mengijinkan muridmu berhenti menjadi biksuni, mengapa kau sendiri tidak? Kita sama-sama berhenti menjadi biksu dan biksuni."
Tiba-tiba wajah Yao Guang memerah, dan berkata.
"Kita akan ditertawakan oleh anak-anak muda ini."
"Semua yang kukatakan adalah yang sesungguhnya, walaupun aku terlambat datang 20 tahun, tapi sekuntum bunga chrysan yang mekar melewati musim salju, akan berbunga lebih indah." ---oo0dw0oo---Chu Tian Shu berkata.
"Kau mengira aku kenapa?"
"Aku mengira kau tidak kembali kesini."
"Apakah kau tidak menanyakan tentang Wei Tian Yuan?"
Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng pun secara bersamaan muncul di depan mereka. Kata Chu Tian Shu.
"Kita kembali ke Yang Zhou, ada satu hal yang ingin kuberitahu kepadamu, kakekmu dan Tetua Shang Guan Yun Long sedang pesiar ke Yang Zhou."
Kata Wei Tian Yuan.
"Baiklah kita akan ke sana, tapi sebelumnya kita main dulu ke Xi Hu."
Tanya Qi Shu Yu.
"Mengapa harus ke sana?"
"Karena di sana ada sebuah rumah yang dinamakan Yue Lao Ci, di sana pun ada sebuah Dui Lian, nanti di sana kita sama-sama melihat Dui Lian itu dan membelinya Mengharapkan orang yang saling mencintai menjadi suami istri, jangan mengingkari jodoh yang sudah ditentukan oleh Tuhan."
Tamat Bandung,23 Desember 2005 Salam hormat
Tiraikasih WEBSITE
http.//kangzusi.com
Tiraikasih WEBSITE
http.//kangzusi.com
Baca Juga: Bunga Pedang Embun Hujan Kanglam Khu
Baca Juga: Raja Naga Tujuh Bintang 5