Ceritasilat Novel Online

Pengelana Rimba Persilatan 5

Eps 5 Pengelana Rimba Persilatan - Huang Yi

Baca online Pengelana Rimba Persilatan - Huang Yi

Cersil Pengelana Rimba Persilatan - Huang Yi.

Kata Nie-sha-yin-hoa dengan wajah minta dikasihani, membuat orang simpatik.

"asalkan kau sementara membiarkan aku berada disisimu, setelah masalahnya selesai, asal tuan muda berkata pergi, aku akan segera pergi tanpa banyak berkata lagi."

"Sungguh terlalu dibesar-besarkan, kalian tidak akan bisa mengikutiku, setiap saat aku bisa meninggalkan kalian."

"Ha ha ha! Kau tidak akan meninggalkan ku, aku telah melihat dengan jelas, kau adalah majikan yang berpegang pada rasa setia kawan, jika tidak kau tidak akan berturut-turut menolong kami, aku dan Nie-sha-yin-hoa telah hutang dua nyawa padamu, tidak salah kan?"

Kata Xie-shen dengan bangganya.

"Tuan, biarkan saja mereka mengikutimu! pergi ke benteng Zhang-feng memang memerlukan tenaga bantuan, lebih-lebih mereka adalah pesilat tinggi, melaksanakan rencana akan lebih lancar."

Kata Ouw Yu-zhen membujuk.

"Sampai kau juga ikut-ikutan ribut, kacau!"

Fu Ke-wei tidak mau memperpanjang urusan.

"Kita kembali dulu ke Lin-jia-gou, kalian ambil dulu senjata dan bungkusan pakaian kalian."

"Ya tuan."

Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa sambil tertawa menjawab.

0-0-0 Dua orang tua kampung, masing-masing menuntun seekor keledai kecil, di punggung keledai menunggang dua orang wanita kampung, masing-masing membawa dua bungkusan besar, dengan santainya berjalan menuju utara.

Di sekitar daerah ini, keledai kecil adalah alat lalu lintas yang paling aman untuk para wanita kampung, tapi harus ada orang yang menuntunnya, supaya jika keledai mengamuk bisa mengendalikannya.

Siapa pun tidak akan memperhatikan orang kampung dan wanita kampung berjalan menunggang keledai, karena mereka adalah orang yang tingggal di sekitar kampung ini.

Orang-orang yang bepergian dengan menunggang kuda, biasanya tuan besar yang orangnya tegap dengan kudanya, dan menjadi perhatian orang.

Keledai kecil berjalan pelan-pelan ke depan, orang kampung dan wanita kampung itu tidak memperhatikan keadaan di sekelilingnya mereka melewati Lin-jia-gou.

Pos peristirahatan perusahaan angkutan di penginapan Yue-lai dan di sebelahnya, orang-orang sedang sibuk.

Kereta besar dari perusahaan angkutan Tai-an dari Shan-xi masih ada di tempatnya, tonggak untuk mengikat kuda di penginapan masih ada sepuluh lebih kuda yang ditinggalkan tamu penginapan, tapi pintu gerbang penginapannya telah ditutup, hanya tinggal pintu pinggir untuk keluar masuk orang.

Anggota keamanan kampung yang datang dari kampung sebelah, sedang merundingkan cara penyelesaiannya, semua mengeluarkan pendapat.

Sepasang Pedang Langit Selatan dan kawan-kawannya, delapan orang telah tiba beberapa saat yang lalu, mereka sedang bertanya-tanya pada pelayan penginapan.

Para anggota keamanan kampung tidak berani menyulitkan para pendekar yang membawa pedang, mereka hanya menambahkan sedikit pendapatnya, tidak berani menanyakan pada mereka apa cara mereka ini melanggar hukum atau tidak.

Para penjahat yang datang menangkap orang, memang adalah para pesilatnya benteng Zhang-feng.

Ketua benteng Xi Zhang-feng adalah orang yang berkedudukan tinggi yang sangat berkuasa di daerah Shan-xi, orang-orang di daerah siapa pun tidak berani melawannya.

Di benteng itu orang-orangnya banyak sekali, orang-orang Lin-jia-gou tidak akan tahu, orang yang memerintahkan penangkapan kali ini, sebenarnya tuan yang mana di dalam benteng itu?

Tidak ada mayat dan saksi yang tertinggal, siapa yang berani menunjuk orang yang melakukannya siapa?

Bagaimana pemerintah bisa melaksanakan hukum menangkap orang?

Para anggota keamanan kampung sedang merasa kesulitan, tidak tahu harus berbuat bagaimana.

Dua ekor keledai kecil itu telah melewati penginapan Yue-lai, mereka telah melihat dengan jelas bayangan delapan laki-laki dan wanita penunggang kuda.

"Apa ada yang kenal pada orang-orang itu?"

Salah satu wanita muda penunggang keledai kecil bertanya dengan menggunakan suara yang hanya bisa didengar oleh orang tua kampung yang menuntun keledai kecil.

"Aku kenal dengan yang tiga wanita itu."

Kata orang tua kampung sambil berjalan.

"yang memakai baju kuning adalah Phoenix Mas You Jin-feng, yang baju putih adalah Phoenix Giok Shen Yu-feng, yang baju hijau adalah Phoenix Pembalik Langit Gao Tian-feng, tiga dari tujuh wanita terhebat dunia persilatan."

"Yang memakai baju biru itu adalah Shi-tu Yu-yao, putri tunggalnya ketua perumahan Wu-ling Shi-tu-sheng."

Kata wanita tua kampung yang berada diatas punggung keledai.

"Hm! Suatu hari nanti, aku Hoa Yu-ji akan menghapus nama mereka, dengan kemampuan sekecil ini, berani membanggakan diri menyebut tujuh wanita hebat dunia persilatan, sungguh itu hanya mengangkat diri sendiri saja."

"Mereka tidak akan sebodoh itu mengusik dirimu, buat apa kau mencari musuh?"

Orang tua kampung dengan niat baik membujuk.

"kami Sepasang Bintang Perak walau julukannya kurang bagus, tapi tidak akan membuat kesalahan hingga jatuh ke tangan mereka, mereka bukan ancaman bagi kita, makanya, kita juga tidak akan sembarangan mengusik mereka."

"Tidak mengusik mereka juga pasti akan terusik, kau mengerti tidak? Bodoh!"

Hoa Yu-ji yang menyamar sebagai wanita tua kampung tertawa memaki.

"justru karena sebutan kita kurang bagus, maka suatu hari nanti pasti akan terjadi pertarungan dengan mereka, dari pada di kemudian hari mereka mencari kita, lebih baik kita sendiri mencari menantang mereka, itu akan lebih membanggakan."

"Kau berbaik hatilah dulu, nona besar."

Kata Niu Lang-xing dengan nada aneh.

"paling sedikit sebelum kita tiba di benteng Zhang-feng, menjauhlah dari mereka, betul tidak? Aku tahu kau sanggup melawan mereka, tapi aku dengan Zhi Nu-xing tidak berani melawan mereka."

"Kau jangan menggembosi orang."

"Baik, tidak bicara, tidak bicara."

Niu Lang-xing tertawa pahit.

"secepatnya kita harus merubah penyamaran, segera tiba di benteng Zhang-feng melakukan pekerjaan, dengan cara berjalan pelan-pelan begini, sungguh membuat orang kesal." --"Buat apa terburu-buru? Kau dengan Zhi Nu-xing telah membuat rencana memancing keluar orang-orangnya benteng Zhang-feng, orang-orangku akan membuat mereka sibuk di gunung Zhong-tiao, dalam waktu singkat mereka tidak akan bisa meninggalkan lawannya. Hingga kita dengan santainya bisa memindahkan semua benda berharga di dalam bentengnya, lalu kembali di tengah jalan bereskan mereka, aku sedikit pun tidak terburu-buru." 0oo0 Bab 14 Keledai kecil terkenal karena bandelnya, jika dia senang berjalan ya jalan, jika tidak senang memukul dia sampai mati pun dia tidak akan mau jalan. Dua orang penuntun keledai itu adalah ahlinya, dua ekor keledai kecil itu menurut saja dituntunnya, jalannya juga mantap sekali. Dari depan datang empat orang pejalan kaki, seorang berjalan di depan sedang tiga lainnya di belakang, jarak yang di depan dengan yang di belakang kira-kira dua zhang, orang tidak bisa menilai keempat orang ini apakah satu rombongan atau tidak. Sewaktu Hoa-fei-hoa (Bunga Bukan Bunga) empat orang berada di Lin-jia-gou, saat sedang terjadi peristiwa mereka sedang tidak berada disana, mereka sama sekali tidak tahu ada tamu siapa saja di dalam penginapan itu, tentu saja lebih-lebih tidak tahu di penginapan seberang ada siapa saja? Ketika melihat Fu Ke-wei dengan tiga temannya dari belakang berjalan ke depan, tentu saja tidak tahu dua diantaranya adalah korban dari penginapan Yue-lai. Tentu saja Fu Ke-wei juga tidak kenal Hoa-fei-hoa yang sedang menyamar. Tapi dia adalah orang dunia persilatan yang lincah, bermata tajam, juga punya daya ingat tinggi, sekali saja melihat dia sudah dapat mencari dan mengingat satu ciri yang paling khusus dari semua ciri khusus, sekali melihat tidak akan lupa. Ini adalah syarat yang harus dimiliki oleh seorang persilatan------peneliti yang tajam. Wanita tua kampung yang berada di atas punggung keledai itu, sepasang matanya tidak seperti tubuhnya, walau sengaja menyipitkan mata seperti lesu, tapi wajahnya tampak cerah penampilannya tampak bersemangat, mata yang disipitkan jadi jelas membocorkan rahasianya. Dari nona cantik berusia dua puluhan, tiba-tiba berubah jadi nenek berusia lima-enam puluh tahun, tapi sepasang mata yang bersinar, tidak bisa mengelabui mata Fu Ke-wei yang tajam. Tentu saja kecuali matanya, masih ada ciri lain yang dapat diketahuinya. Seperti bentuk hidungnya dilihat dari samping, hidungnya telah digambar beberapa kerutan, tapi bentuknya tidak berubah, seorang ahli jika memperhatikan ini akan bisa membedakannya. Fu Ke-wei yang berjalan di sisi jalan, sesaat berniat mempermainkannya, maka pada wanita tua kampung yang berada di punggung keledai memberi senyum. Begitu dia tertawa terbukalah rahasianya, empat orang itu semua jadi waspada pada dia. Hoa-fei-hoa yang tengah lewat, mata yang disipitkan tiba-tiba membuka.

"Tahan dia!"

Hoa-fei-hoa membalikan kepala menunjuk pada Fu Ke-wei, menyuruh dua orang teman yang ada dibelakang bertindak.

Teriakannya telah membuka penyamarannya.

Orang tua kampung yang menuntun keledai di belakang, melepaskan tali yang dipegangnya, sekelebat mendekat, tangannya diulurkan, menggunakan jurus Cakar Elang mencoba menangkap pergelangan tangan, jari tangan yang kurus kuning mencengkram laksana kilat.

Fu Ke-wei tiba-tiba mundur ke sisi jalan dua zhang lebih, menghilang dari cengkeraman lawannya, lalu muncul kembali, tampaknya ketika menghilang dan muncul kembali, seperti tidak ada perbedaan waktu saking cepatnya, dalam jarak dua zhang dia seperti tidak bergerak.

Ouw Yu-zhen tiga orang yang mengikuti dari belakang, bersamaan berhenti di pinggir jalan.

"Iiih...!"

Empat orang itu terkejut, bersamaan waktu berteriak terkejut! "Sialan!"

Teriak Fu Ke-wei dengan nada aneh.

"di siang hari bolong begini, apa kau ingin merampok? padahal dandananmu tidak seperti perampok!"

"Aku tidak percaya!"

Teriak orang tua kampung menenangkan diri.

Dia kembali datang menerjang, kecepatannya bertambah satu kali lipat, cakar yang diulurkan tenaganya juga bertambah satu kali lipat, kali ini cakarnya menyerang wajah dengan keji, sekarang niatnya jadi melukai orang bukan menangkap orang lagi.

Tapi sekali lagi cakarnya kembali gagal, Fu Ke-wei kembali muncul di sisi jalan.

"Hey! Cakarmu sungguh lihay!"

Dia membalikan kepala berteriak pada orang tua kampung yang serangannya gagal, sedangkan orang yang menyerangnya masih belum keburu membalikan tubuh, berdiri bengong di tempatnya.

"kau sisakan saja untuk menggaruk punggungnya Niu Lang-xing! Aku sih tidak mau digaruk."

Dari samping muncul Hoa-fei-hoa yang menyamar menjadi seorang wanita tua kampung, sepasang matanya bersinar dingin.

"Kau bicara apa?"

Bentak Hoa-fei-hoa.

"He he he! Kau kan sudah tahu aku bicara apa, betul tidak?"

"Betul sekali......"

Hoa-fei-hoa maju dengan dua jarinya menunjuk dada, menotok jalan darah Qi-kan, di bagian bawah kakinya menendang selangkangan.

Dia menyerang dari atas dan bawah, begitu suaranya terdengar jurusnya sudah tiba, sungguh seperti geledek, cepat, keji, sangat menakutkan.

Dengan kecepatannya, Hoa-fei-hoa tampak sangat percaya diri, dia menyerang saat lawan tidak siap, dia memperkirakan serangannya akan membuat lawannya roboh.

Di luar dugaan Fu Ke-wei kali ini tidak lagi menghindar, tangannya bergerak kedua arah, ke atas memukul pergelangan tangan yang datang menotok, ke bawah menangkis kaki yang menendang selangkangan.

Terdengar suara keras beradunya kedua tenaga, Hoa-fei-hoa terdorong mundur sejauh delapan che.

Seorang pelayan wanita yang menyamar wanita tua kampung, terbang meninggalkan punggung keledai dan menyerang dari atas, sepasang cakarnya dibuka turun dari langit, laksana elang marah menangkap kelinci.

"Pergi kau!"

Fu Ke-wei membentak, tubuhnya sedikit bergerak, sebelah tangannya menangkap tangan kanan pelayan wanita itu, lalu dilemparnya keluar.

Pelayan wanita itu sekali lagi berteriak, kaki dan tangannya bergerak tidak menentu, dia terlempar ke sisi jalan.

Niu Lang-xing yang menyamar seorang tua kampung cepat maju, sambil menggigit gigi sebelah telapaknya menyerang, mencoba memukul pada dada Fu Ke-wei, tenaga dalamnya seperti air bah menerjang.

Fu Ke-wei tidak menangkis, dia melayang mundur satu zhang lebih, sambil tertawa keras langsung lari ke dalam hutan.

Hoa-fei-hoa yang kembali datang menerkam, hampir saja jarinya mengenai Niu Lang-xing yang ada dihadapannya, Niu Lang-xing terkejut sampai mengeluarkan keringat dingin.

Tenaga jari Hoa-fei-hoa bisa melukai orang dari jarak satu zhang tujuh delapan che, sangat menakutkan.

"Jangan sampai dia lolos."

Hoa-fei-hoa cepat berteriak, setelah melihat Ouw Yu-zhen bertiga di sisi jalan seperti gemetar ketakutan, dia lalu lari mengejar.

"Nona, bawa pedang......"

Pelayan wanita yang menyamar wanita tua kampung cepat-cepat berteriak, mengambil pedang yang ada didalam bungkusan di atas punggung keledai.

Sepasang Bintang Perak sangat gelisah, mereka tidak ada waktu mengambil pedangnya, mereka bersama-sama langsung lari mengejar, sedang bayangan punggung Hoa-fei-hoa sudah berada jauh tiga puluh langkah lebih, kecepatannya sulit dibayangkan.

Satu-satu nya cara adalah membunuh orang untuk membungkam mulut, bagaimana tidak terburu-buru mengikuti mengejar?

Mereka sudah tidak ada pilihan lain.

Pelayan wanita itu menuntun dua ekor keledai, juga cepat-cepat mengikuti mengejar.

"Ternyata dua orang ini adalah sumber mala petaka, yang membuat aku hampir saja terbunuh di kuil dewa tanah, ayo kita cepat pergi membantu!"

Xie-shen berteriak pelan.

"Tunggu!"

Ouw Yu-zhen mengulur tangan menarik lengan baju dia.

"Tuan sengaja memancing mereka pergi, pasti ada maksudnya, kita pelan-pelan saja mengikuti."

"Melihat tampang tuan muda yang jujur, siapa yang menyangka begitu nakal, sungguh tidak mirip sekali."

Kata Nie-sha-yin-hoa tertawa.

Semua orang segera melintas gunung mengikuti.

Ilmu meringankan tubuh ketiga orang ini hebat-hebat, tapi Hoa-fei-hoa lebih hebat lagi, dia bergerak seperti angin kencang yang cepat sekali..Tapi dibandingkan gerakan Fu Ke Wei, mereka tetap saja masih kalah, begitu mengejar masuk ke dalam hutan, di depan sudah tidak terlihat ada benda yang bergerak, hutannya kosong dan tenang, orangnya telah menghilang!

Hoa-fei-hoa jadi bengong, tidak tahu harus mengejar ke arah mana?

"Sudah, tidak bisa dikejar lagi nona Hoa."

Niu Lang-xing tiba dengan nafas terengah-engah, dengan hati sedikit gentar dia berkata.

"bocah ini seperti setan, gerakan tubuhnya tidak menentu, setiap saat dia bisa melepaskan diri dari kita, dapat terkejar juga kita tidak dapat berbuat apa apa, meski kita berempat maju bersama juga tidak dapat mengalahkan dia, lepaskan saja!"

"Bagaimana bisa tidak dikejar?"

Kata Hoa-fei-hoa masih penasaran.

"jika dia menyebarkan berita, rencana kita pergi ke benteng Zhang-feng menagih hutang pasti akan gagal total, kita harus membunuh untuk menutup mulutnya."

"Tapi......"

"Tidak ada tapi, kita bagi ke beberapa arah, masuk kehutan mencarinya."

Zhi Nu-xing sudah sampai, tidak lama pelayan wanita Hoa-fei-hoa juga tiba dengan menuntun dua ekor keledai kecil, empat orang itu membagi diri mencari ke dalam hutan.

Jika orang yang dikejar berniat melarikan diri, mungkin sudah lari sejauh sepuluh li lebih.

Begitu empat orang itu keluar dari hutan, di depannya ada lapangan rumput seluas satu li lebih, tertanam banyak rumpun pohon pendek, Fu Ke-wei sedang berdiri dengan santainya di lapangan rumput tujuh delapan zhang dari hutan, di tangannya memegang satu tongkat kayu sepanjang empat che.

"Kemarilah! menghadapi orang yang akan mengeroyok di sana kurang menguntungkan."

Teriak Fu Ke-wei pada Hoa-fei-hoa yang pertama muncul.

"kuakui kalian ini hebat, tapi aku tidak bisa terima, disini aku akan menemani kalian bermain dua-tiga hari, cukup untuk menunggu Satu Pedang Dunia ketua benteng Xi kembali melakukan perhitungan dengan kalian."

Empat orang itu pelan-pelan maju, berdiri berdampingan di depan Fu Ke-wei, sepertinya tidak berniat mengepung dan mengeroyok dia.

"Siapa kau?"

Tanya Hoa-fei-hoa dengan nada dalam, dia tidak terburu buru lagi.

"Kenapa kau perdulikan siapa aku? Aku kan tidak mengganggu kalian!"

Suara dia besar sekali.

"aku berjalan tidak mengganggu orang, malah Kalian seperti kesurupan, tanpa alasan menyerang mau merampok, lebih galak dari pada perampok. Aneh! Kalian seperti timbul kesenangan jadi seperti anjing gila, sembarangan menggigit orang!"

"Jangan main-main di depanku!"

Hoa-fei-hoa berteriak marah.

"kau kenal kami, tahu asal-usul kami, aku ingin tahu asal usulmu."

"Tidak perlu menanyakan asal-usul, bagaimana pun di antara kita tidak ada dendam atau permusuhan, paling baik seperti air sumur tidak mengganggu air sungai, aku tidak akan perdulikan perlakuan kurang ajar kalian terhadap aku."

Kata-kata dia masuk akal, wajah yang ingin meredakan masalah tampak jelas, tapi di dalam perkataannya sangat keras.

"jika kalian tidak mau berhenti, akibatnya tanggung sendiri."

Hoa-fei-hoa adalah orang yang ternama di dunia persilatan, situasi seperti ini, juga tidak mengizinkan dia untuk mundur.

"Kau tahu Satu Pedang Dunia?"

Hoa-fei-hoa penasaran, terus mencari akal untuk bisa membuat dia bicara.

"Orang yang berkelana di dunia persilatan, siapa yang tidak tahu Satu Pedang Dunia?"

Katanya dengan enteng.

"benteng Zhang-feng dibangun oleh si tua brengsek itu, di pedalaman pegunungan Li-liang, dia sering membawa anak buahnya keluar dari benteng untuk berlagak, diam-diam menjadi perampok, dan merampok hartawan di berbagai tempat, sampai pemerintah juga harus sedikit mengalah pada dia!"

"Mendengar nada pembicaraanmu, sepertinya sedikit pun tidak menghormat pada dia."

"Kenapa aku harus menaruh hormat pada dia? Aku seorang persilatan biasa, tidak perlu berhubungan dengan orang besar ini."

"Kau asal bicara saja, jelas kau adalah mata-matanya benteng Zhang-feng yang hebat, kau tidak mati......"

Belum habis suaranya terdengar, satu sinar kilat terbang keluar dari tangan kiri Hoa Bu Hoa.

Sepasang Bintang Perak dan pelayannya, sepertinya sudah ada janji diam-diam dengan Hoa Bu Hoa, bersamaan waktu juga melepaskan senjata gelapnya, semua senjata itu mengarah ke Fu Ke-wei yang hanya berjarak dua zhang, siulan senjata gelap yang membelah angin bagi orang yang mendengar hatinya jadi dingin.

Mereka semua adalah pesilat tinggi diantara pesilat tinggi, ilmu silatnya sangat hebat, senjata gelap yang digunakan pasti lebih keji, lebih menakutkan.

Tubuh Fu Ke-wei berkelebat sekali, mendadak menghilang.

Empat orang itu mengikuti senjata gelapnya ikut maju menerjang, tapi sesaat masih terlambat, empat macam senjata gelap tebang sejauh sepuluh zhang lebih, begitu tenaga lemparannya habis lalu jatuh ke dalam rumput, orang yang ikut di belakangnya, jadi menerjang tempat kosong.

"Ha ha ha ha......"

Sebuah tawa keras terdengar dari depan sisi hutan di belakang tubuh mereka, bayangan orang muncul, berkelebat sekali lagi, lalu kembali menghilang.

Empat orang itu tidak sempat memungut kembali senjata gelapnya, masing-masing menggunakan ilmu meringankan tubuh yang hebat sekuat tenaga mengejar.

Setelah mengejar setengah harian, hanya terlihat bayangan orang yang mendadak muncul mendadak menghilang, selalu tidak terkejar, terakhir bayangan itu hilang di dalam hutan.

"Sudah, jangan di kejar lagi! Orang ini sengaja mempermainkan kita, perjalanan kita ke benteng Zhang-feng, akan mendapat banyak kesulitan."

Hoa-fei-hoa terpaksa menyerah, dengan putus asa menghentikan langkahnya.

"Mungkin dia bukan orangnya benteng Zhang-feng."

Zhi Nu-xing berkata.

"Penjahat keji yang berlindung di benteng Zhang-feng, tidak akan sembarangan keluar benteng. Anak buah kepercayaannya ketua benteng Xi memang adalah pesilat tinggi yang amat lihay, tapi pasti tidak ada yang sehebat orang ini. Nona Hoa, aku berani pastikan, perjalanan kita ke benteng Zhang-feng, orang ini bukan ancaman.'' Di belakang empat orang itu mendadak terdengar suara yang mengejek.

"Aku memang bukan orang benteng Zhang-feng, hanya wanita yang paling cantik di dunia persilatan ini yang menuduh aku anak buahnya benteng Zhang-feng......"

"Kau pantas mati......"

Hoa-fei-hoa mendadak membalikan tubuh, terdengar suara keluarnya pedang, tubuh dan pedang menjadi satu mendadak menyerang dengan cepat, hawa pedang yang menusuk tulang mendadak muncul, dia telah mengerahkan seluruh kekuatannya, dia ingin saat lawan tidak siap, melakukan satu serangan mematikan.

"Hemm..."

Fu Ke-wei membentak, tongkat kayunya diayunkan, kecepatannya membuat orang tidak bisa melihat, buug...

satu suara miring mengenai badan pedang, tapi kulit kayu itu sedikitpun tidak rusak.

Hoa-fei-hoa melayang miring delapan che, dia terkejut sekali!

Pedangnya dipukul keluar oleh tongkat kayu, getarannya sangat kuat sekali, walau bukan seorang ahli, dia tahu tenaga dalam kedua belah pihak berbeda jauh, tenaga aneh yang keluar dari tongkat kayu, sedikit pun tidak terpengaruh oleh hawa pedang.

Fu Ke-wei melangkah satu langkah kesamping, dia juga di dalam hati merasa terkejut.

Dalam pukulannya tadi dia telah menyalurkan tenaga dalamnya, dalam perkiraannya dia bisa memukul lepas pedang dari tangan lawannya, malah bisa memukul patah pedangnya, tapi di luar dugaan dua perkiraan ini satu pun tidak terjadi.

"Tampaknya aku telah salah menilai ilmu silatmu. Tidak aneh di dalam situasi dunia yang bergolak, pesilat tinggi yang memenuhi dunia persilatan, kau bisa dengan leluasa bertindak, dengan lancarnya mendapatkan posisi yang baik, kau sudah punya kedudukan di dunia persilatan, apakah kau bisa sebagai seorang pesilat tinggi ternama, bertarung dengan aku satu lawan satu?"

Kata Fu Ke-wei dengan serius.

"Ini......"

"Ha ha ha ha......apa ingin mengeroyok? disini ada kami bertiga, jadi empat lawan empat, kita bermain-main bersama."

Dari dalam hutan melangkah keluar Xie-shen dan Ouw Yu-zhen, Nie-sha-yin-hoa.

"Hoa-fei-hoa, jujur saja aku katakan, kalian masih belum pantas bermain pedang di hadapan majikan kami, hematlah tenaga kalian! Aku katakan sebuah nasihat yang tidak enak didengar, jika kalian pergi ke benteng Zhang-feng pasti tidak akan bisa hidup, di bawah perintah Satu Pedang Dunia, mereka tidak akan bertarung satu lawan satu dengan kalian, dia akan menggunakan tembok manusia menindih mati kalian. Kalian bermain kucing menangkap tikus dengan dia, tidak tahu telah berapa banyak mengorbankan nyawa tidak berdosa, majikan kami seharusnya menyembelih kalian, supaya tidak mengorbankan i iyawa yang tidak berdosa lainnya."

Tentu saja di dalam hati Xie-shen mengerti, Fu Ke-wei tidak bisa, juga tidak mungkin menyembelih empat orang ini, mengatakan kesal adalah satu hal, berkata aturan satu hal lainnya.

Orang benteng Zhang-feng dengan keji membunuh orang tidak berdosa, tidak seharusnya empat orang ini yang bertanggungjawab.

Di dunia ini melakukan hal apa saja, selalu tidak bisa terhindar akan melibatkan orang lain, mana bisa dosanya dijatuhkan pada kelompok Hoa-fei-hoa?

Walau Xie-shen bertiga adalah orang ternama di dunia persilatan, tapi terhadap tiga orang ini kelompok Hoa-fei-hoa hanya mendengar nama tidak pernah bertemu muka, sehingga, tidak bisa melihat asal-usul orang yang datang ini.

Tapi dari kata-katanya Xie-shen tadi, mereka mengerti satu hal, Fu Ke-wei adalah majikannya tiga orang ini.

"Ternyata kau punya teman, kau memancing kami datang kesini, apa maksudnya?"

"Aku dengan tegas menolak tuduhan tanpa alasan itu."

Fe Ke Wei tertawa.

"kalian terlebih dulu mempermainkan aku, karena aku takut di jalan raya akan menggegerkan masyarakat, baru aku lari kesini membicarakan dengan kalian. Nona, kita tidak ada permusuhan atau dendam, sedikit salah paham ini, diakhiri saja ok?"

"Kau dengan sengaja mempermainkan aku, aku bersumpah salah satu dari kita harus mati, ambil pedangmu, kita bertarung siapa yang hidup atau mati?"

Pedang Hoa-fei-hoa mulai mendengung tidak biasa. Nie-sha-yin-hoa melangkah maju, mencabut pedang dan diberikan pada Fu Ke-wei.

"Tuan, jangan terlalu mempermalukan dia."

Kata Nie-sha-yin-hoa dengan pelan.

"Baiklah! Aku mau lihat seluruh kemampuanmu."

Kata Fu Ke-wei membuang tongkat kayu dan menerima pedang.

"aku mau lihat kau wanita ternama yang menggemparkan dunia persilatan ini, sebenarnya mengandalkan apa sampai bisa mendapat kedudukan dan nama seperti sekarang ini."

Dia pelan menggetarkan pedang, pedangnya samar-samar mengeluarkan suara dengungan.

Terkenalnya Hoa-fei-hoa lebih lambat satu tahun dari pada Fu Ke-wei, kedua belah pihak baru kali ini bertemu muka, namun Hoa-fei-hoa tidak tahu asal-usul lawannya, malah mengira dia adalah anak muda yang baru turun gunung?

"Aku pasti akan menyembelihmu."

Kata Hoa-fei-hoa dengan galaknya, lalu dia mengangkat pedang pelan-pelan mendesak maju.

"Tapi aku tidak ada selera menyembelihmu, kau juga tidak bisa menyembelih aku."

Dia dengan wajah berkelakar merubah posisinya, pedangnya tidak diangkat.

"aku tahu senjata rahasiamu sangat lihay, tapi kali ini kau paling bagus jangan berharap dengan senjata rahasiamu, karena kau tidak akan ada kesempatan menggunakannya, sekali membagi konsentrasi, maka kau akan mati, terima ini!"

Begitu teriakan keluar dari mulutnya, pedangnya mendadak berobah menjadi sebuah sinar, tanpa takut masuk menyerang dengan dahsyatnya.

Hoa-fei-hoa telah mengeluarkan seluruh kemampuannya, dengan jurus Awan Menutup Kabut Mengunci dia menangkis serangan pedang, segera balik menyerang dengan menggunakan jurus Wanita Penenun Meluncurkan Sekoci.

"Traang traang......"

Terdengar serentetan suara logam beradu, jurus pedang kedua belah pihak terlalu cepat, tidak terhindarkan beradunya senjata, mereka sama-sama berniat dengan tenaga dalam yang tinggi, menepis pedang lawan supaya dapat balas menyerang, melancarkan serangan mematikan.

Setelah kedua belah pihak masing-masing telah menyerang seratus kali lebih, ketangguhan Hoa-fei-hoa mulai menurun dengan drastis, dia tidak kuat lagi menahan serangan Fu Ke-wei yang bertubi-tubi, dia hanya dapat dengan cepat merubah posisi, menghindar bentrokan langsung, karena setiap sekali menangkis, akan timbul keadaan yang membahayakan.

Sekarang Fu Ke-wei bergerak dengan menempel dia, segera saja serangannya sudah mengendalikan keadaan.

"Kau masih belum cukup tangguh."

Fu Ke-wei sambil menyerang cepat sambil berteriak.

"bergeraklah lebih cepat lagi, jangan salah gerak, hati-hati jangan sampai terjerat jatuh oleh rumput. Mmm! Tangkisannya bagus, sayang tidak bisa menggunakan kesempatan ini balas menyerang.."

Hoa-fei-hoa melayang di seluruh lapangan, dengan terengah-engah sekuatnya bertahan.

Pedangnya sudah tidak bisa dikendalikan, tidak bisa mengikuti keinginannya, tidak dapat menahan kecepatan serangannya Fu Ke-wei, dia hanya melihat sinar yang tidak terhitung banyaknya datang menyerang, kecuali mundur menghindar sedikit pun tidak mampu balik menyerang.

"Traang traang traang......"

Suara logam beradu semakin keras, pertahanan Hoa-fei-hoa sudah terdesak pada akhir pertahanan.

Dalam kecepatan dia kalah, dalam jurus pedang kalah, tenaga dalam mengendalikan pedang juga kalah, ini adalah pertarungan yang tidak ada harapan.

Dia terpikir kata-kata Xie-shen.

Bermain permainan kucing menangkap tikus.

Sedikit pun tidak salah, Fu Ke-wei adalah kucing pintar, mempermainkan dia, tikus.

Kata-kata Fu Ke-wei tidak salah, dia sama sekali tidak ada kesempatan menggunakan senjata rahasia untuk membantu.

Asalkan dia telat sedikit saja menangkis, atau mundur telat satu langkah, sinar pedang lawan akan masuk menusuk dirinya, hawa pedang yang mendesak tubuhnya memaksa tenaga dalam perlindungan dirinya menjadi buyar, hawa murninya bergelombang seperti akan tumpah, mana bisa perhatiannya dibagi mencari kesempatan melepaskan senjata rahasia?

Sepasang Bintang Perak dan pelayan wanita menyaksikan sejauh sembilan zhang, terbengong mengucurkan keringan dingin, terkejut dan ketakutan oleh teriakan senang Fu Ke-wei, walau Xie-shen dan kawan-kawan tidak menghalangi, mereka juga hilang keberanian ikut bertarung.

Akhirnya terdengar buum...

satu suara diiringi getaran keras, Fu Ke-wei dengan entengnya mundur tiga zhang lebih.

Guntur dan angin ribut mendadak lenyap.

Hoa-fei-hoa berdiri ditempatnya dengan terengah-engah.

"Kehebatanmu masih kurang."

Kata Fu Ke-wei dengan tenang.

"mungkin kau bisa bertarung imbang dengan Satu Pedang Dunia, tapi anak buah dia terlalu banyak, pendeta dao Tai-yi dari gunung Zhong-tiao saja, kau mungkin tidak bisa melewatinya, Kekuatan tenaga dalamnya jika telah bisa mengendalikan pedang dan menyerang, kesempatan kau bisa menang tidak akan lebih dari setengah, lebih baik jangan pergi ke benteng Zhang-feng, kalian...."

"Kau......kau siapa?"

Tanya Hoa-fei-hoa dengan nada dalam.

"Jangan tanya aku siapa."

"Aku ingin tahu."

Hoa-fei-hoa memaksa.

"Seorang yang tidak ada hubungannya."

"Jurus pedang kau ti......tidak ada anehnya....."

"Itu karena aku tidak ingin melukaimu."

"Aku pernah bertarung dengan Pedang Dewa sebanyak seratus jurus, tetap bisa menyerang dan menghindar."

"Bagus, tidak aneh kau punya nama besar seperti hari ini."

Fu Ke-wei tertawa.

"ilmu silat Pedang Dewa, malah lebih tinggi dari pada sepuluh pesilat hebat terbesar di dunia persilatan generasi terdahulu, dia adalah orang baik, teladannya para aliran putih. Jika kau orang yang tidak bisa diampuni dari sepuluh tindak kejahatan, dia tidak akan izinkan kau bertahan sampai seratus jurus. Aku.....juga tidak akan selesai setelah kau mengucurkan keringat. Kalian pergilah!"

Dia membalikan tubuh berjalan menuju Nie-sha-yin-hoa, kelakuannya bersahabat.

"Kau......kau siapa sebenarnya?"

Hoa-fei-hoa penasaran.

"Aku telah beritahu, seseorang yang tidak ada hubungannya."

Tanpa membalikan kepala, dia memberikan pedang pada Nie-sha-yin-hoa.

"Aku akan mencarimu, membalas penghinaanmu pada ku hari ini......"

"Ha ha ha...! Aku tunggu kau di dunia persilatan."

"Lalu kenapa kau tidak menyebutkan nama? Bagaimana caranya aku bisa mencari kau, pengecut yang tidak berani menyebut namanya?"

Kata Hoa-fei-hoa telah menggunakan cara membuat marah.

"Ha ha ha! Itu adalah kesulitanmu sendiri, bukan urusan aku. Ha ha ha......"

Dalam tawanya yang panjang, tubuhnya berkelebat, seperti kilat, sekejap telah menghilang di hutan yang ada di depannya, Xie-shen dan kawan-kawan juga berkelebat masuk ke dalam hutan lalu menghilang.

"Alur Sinar Menghilangkan Bayangan!"

Teriak Niu Lang-xing terkejut.

"Jangan sombong."

Hoa-fei-hoa berteriak.

"aku akan menemukan kau. Kau......"

Tapi di dalam hati dia mengerti, bisa menemukannya juga lalu bisa apa?

Akibatnya, akan sama dengan hari ini kembali masuk dalam permainan kucing pintar mempermainkan tikus.

Biasanya dia sangat membanggakan jurus pedangnya, selama lima-enam tahun dia jarang menemui lawan, makanya dia tidak takut pada ketua benteng Zhang-feng, meski Satu Pedang Dunia adalah salah satu dari sembilan jago pedang terbesar di dunia persilatan masa kini.

Tiga puluh tahun yang lalu, saat orang-orang persilatan mengakui sepuluh pesilat hebat terbesar dunia persilatan, mereka adalah simbol orang dunia persilatan.

Sepuluh orang ini ada yang dari aliran putih ada yang dari aliran hitam, orang-orang persilatan dengan ilmu silatnya masing masing untuk menentukan urutan tinggi rendahnya, dan sekarang mereka telah mengundurkan diri dari dunia persilatan.

Karena Hoa-fei-hoa bisa bertahan sampai seratus jurus dari Pedang Dewa yang termasuk sepuluh pesilat hebat terbesar generasi sebelumnya, tentu saja dia mengira ilmu pedangnya tidak lebih jelek dari pada sepuluh pesilat terbesar itu.

Tapi hari ini, dia seperti baru bangun dari mimpi.

Anak muda ini, hanya menggunakan jurus pedang yang biasa, bisa mendesak dia hingga tidak bisa balas menyerang, sampai menghindar saja juga sulit.

Tapi anak muda berkata, mungkin dia akan seimbang bertarung dengan Satu Pedang Dunia.

Satu Pedang Dunia hanya salah satu dari sembilan jago pedang terbesar masa kini, dibandingkan dengan sepuluh pesilat terbesar generasi sebelumnya masih jauh kehebatannya.

Nama sembilan jago pedang terbesar, sebenarnya hanyalah julukan kosong yang dalam kutipan setengah dibesar-besarkan, di dunia persilatan banyak sekali orang yang ilmu pedangnya hebat, hanya karena sembilan orang ini sering terdengar diluaran dibandingkan orang lain, suka pamer dan banyak pengekornya, makanya namanya jadi tersiar, orang yang benar-benar ilmu pedangnya lebih tinggi dari sembilan jagi pedang terbesar tidak tahu masih ada berapa banyak lagi.

Ilmu pedangnya Hoa-fei-hoa juga lebih tinggi dari pada sembilang jago pedang terbesar, paling tidak menurut perkiraan dia lebih tinggi dari pada mereka, makanya dia berani melawan Satu Pedang Dunia.

Ketika Pedang Dewa yang ternama menyerang, dia bisa bertahan sampai seratus jurus lebih.

Satu Pedang Dunia mana bisa dibandingkan dengan Pedang Dewa?

Makanya, dia merasa yakin dapat melawan Satu Pedang Dunia.

Orang muda itu mengatakan dia hanya bisa mengimbangi Satu Pedang Dunia, jika itu benar, maka dia akan kerepotan, di benteng Zhang-feng yang pesilat hebatnya banyak sekali!

Pendeta dao dari Zhong-tiao dan Dewa Dingin adalah beberapa di antaranya.

Dia menatap dengan bengong ke arah hutan tempat menghilangnya Fu Ke-wei, didalam hati penuh dengan perasaan menyerah.

"Bocah ini benar-benar sulit dibayangkan."

Kata Niu Lang-xing dengan kecewa.

"jika dia berniat mengambil nyawa kita, kita tidak mungkin bisa hidup sampai sekarang. Di dunia persilatan bisa muncul seorang pendatang baru yang begitu hebat, hanya langit yang tahu dia muncul dari mana?"

"Sudahlah! Jika dunia persilatan tiada generasi, dunia persilatan tidak berhenti, hari apa yang tidak ada orang baru di dunia?"

Kata Wanita Penenun, nadanya tampak tidak bisa berbuat apa-apa.

"untungnya dia bukan anak buahnya benteng Zhang-feng, jika tidak......"

"Hey! apakah kalian masih berani pergi ke benteng Zhang-feng?"

Kata Hoa-fei-hoa sambil berjalan menuju hutan.

"orang brengsek ini telah mempermainkan kita, tidak tahu apa tujuannya, tapi bisa dipastikan dia bukanlah orangnya benteng Zhang-feng, dia tidak akan mengganggu rencana kita."

"Tapi harus dipikirkan lagi."

Keluh Wanita Penenun mengikuti.

"jika kita tidak pergi, bagaimana menghadapi sanak famili di alam sana yang mengharapkan kita membalaskan dendam mereka?"

"Ku pikir, kita tetap harus pergi!"

Kata Niu Lang-xing dengan nada dalam.

"Apa dilakukan menurut rencana semula?"

Tanya Hoa-fei-hoa.

"Tapi tidak mengambil harta pusakanya."

"Maksudmu......"

"Di sekitar benteng kita sembelih orang-orang benteng mereka, setelah itu kita pergi. Si anjing Xi Wen-xin tentu akan membawa banyak anak buahnya mengejar dan tidak akan berhasil, si anjing tua Xi pasti marah sekali dan lalu akan turun tangan sendiri, asalkan dia keluar, maka kita ada kesempatan menggunakan siasat membunuhnya."

"Hmm...! Baik, ayo kita cepat pergi mencari kesempatan."

Kata Hoa-fei-hoa dengan gembira.

"hanya saja kalau tidak mengosongkan gudang harta dia, sungguh mengecewakan sekali, si perampok ini duduk mendapat upeti, keluar merampas dan merampok, seharusnya mendapat hukum karma, keluarganya hancur, harta bendanya habis baru itu menurut aturan langit."

"Nona besar, sekarang mana pantas kita membicarakan hukum alam?"

Niu Lang-xing tertawa pahit.

"kami suami istri keluar gunung lebih lama sepuluh tahun dari padamu, ada berapa hal yang menurut hukum alam? julukanmu lebih jelek dari pada kami! Jalanlah! Sudah waktunya berangkat."

Fu Ke-wei berempat sebenarnya tidak pergi jauh, tanpa diketahui mereka muncul dari samping.

"Keberaniannya sungguh patut dipuji."

Katanya sambil menatap ke empat bayangan orang yang semakin menjauh, pada Xie-shen dan kawan-kawan berkata lagi.

"mereka tidak jadi memindahkan gudang hartanya, tapi kita bisa."

Empat orang saling tertawa, dengan langkah enteng, berjalan menuju Lin-jia-gou. Begitu melangkah masuk ke tempat penginapan Yue-lai, sorot mata Xie-shen pertama-tama melihat pada kuda tunggangannya.

"Kuda tungganganku masih ada, para bajingan itu tidak membawanya, sungguh bagus!"

Kata Xie-shen dengan senang.

"Aku datang menumpang kereta keledai, bungkusan bajuku ditinggalkan di ruang makan penginapan, seharusnya tidak hilang."

Kata Nie-sha-yin-hoa. Pelayan yang berdiri di pintu samping, begitu melihat mereka wajahnya tampak cerah.

"Langit melindungi!"

Teriak pelayan dengan gembira.

"akhirnya ada tamu yang kembali dengan selamat, terimakasih langit terima kasih bumi."

Orang-orang di penginapan Yung-an di seberang jalan, mendengar suara itu pada keluar melihat.

Dua orang itu tidak perduli keramaian yang terjadi, mereka berjalan terus menuju pintu samping.

Fu Ke-wei dan Ouw Yu-zhen menunggu diluar.

"Tuan, dimana tamu yang lainnya?"

Pelayan penginapan mendekat dan bertanya penuh perhatian.

"Telah dibunuh semua, dan dikuburkan oleh orang yang baik hati di depan kuil Dewa Bumi di bukit sebelah timur laut, hanya kami berdua yang selamat."

Kata Xie-shen keras.

"kami ingin mengambil kembali kuda tunggangan dan bungkusan baju, tidak ada masalahkan?"

"Tamu yang lain telah mati dibunuh?"

Pelayan penginapan terkejut wajahnya berubah.

"Betul, malah digantung di atas pohon dan dipukuli sampai mati. Orang-orang benteng Zhang-l

"Ini......"

Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa membawa bungkusan bajunya mengikuti Fu Ke-wei dan Ouw Yu-zhen berjalan menuju penginapan Yung-an.

"Tuan, sungguh maaf sekali, kamar kami telah penuh......"

Kata pelayan dengan gelisah sambil menggosok tangan tertawa.

"Pelayan, mereka adalah temanku, kami ada dua kamar, mereka bisa tidur bersama kami satu malam saja!"

Kata Fu Ke-wei tertawa.

"Terima kasih tuan muda telah mempermudah."

Kata pelayan dengan lega.

Setelah selesai mendaftar, empat orang itu masing-masing masuk kekamar.

Fu Ke-wei membalikan tubuh menutup pintu kamar, tidak sengaja mengangkat kepala melirik, dari kamar tamu diseberang keluar dua orang tamu sedang jalan menuju ruang makan, sorot mata Fu Ke-wei jadi berubah.

Empat orang itu setelah selesai mandi, mereka keluar kamar berjalan menuju ruang makan untuk makan malam.

"Jika diruang makan ada orang bertanya peristiwanya kalian ditolong, jangan bicarakan peristiwa aku bertarung dengan Sepasang Pedang Langit Selatan,"

Kata Fu Ke-wei pelan sesaat sebelum masuk ke ruang makan, dia berpesan pada Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa.

Dua orang ini mengerti dan menganggukan kepala.

Sudah hampir jam tujuh, tamu yang makan malam kebanyakan sudah puas mengisi perut dan kembali ke kamarnya masing-masing untuk istirahat, di dalam ruang makan hanya tinggal dua meja dan empat tamu sedang makan.

Empat orang itu duduk dimeja dekat sisi jendela, memesan makanan.

"Hey! saudara Tu."

Di meja sebelah terdengar suara yang nyaring berkata.

"kau tadi di seberang jalan berkata, di antara tamu penginapan Yue-lai yang ditangkap orang-orangnya benteng Zhang-feng, ada kau dan Nie-sha-yin-hoa? Ha ha ha......"

Xie-shen membalikan kepala melihat, tampak seorang sastrawan tampan berbaju biru, usianya sekitar dua puluh enam-tujuh sedang tertawa menengadahkan kepala! "Kau tertawa apa?"

Tanya Xie-shen dengan melotot.

"Kebesaran namamu Xie-shen dengan Satu Pedang Dunia setingkat, Nie-sha-yin-hoa juga tidak lebih rendah dari pada dia. Hari ini, semua malah kalah oleh sekelompok orang bawahan benteng Zhang-feng, bagaimana aku tidak harus ketawa?"

"Shan-xi adalah daerah kekuasaannya si marga Xi, anak buahnya banyak sekali, aku Xie-shen mengaku kalah, tapi aku akan menunggu dia di dunia persilatan."

Kata Xie-shen dengan menggigit gigi.

"kecuali dia selanjutnya tinggal didalam benteng selamanya tidak berani keluar."

"Menunggu dia mati tua di dalam benteng, kau tidak akan bisa membalas dendam."

Sorot mata sastrawan berbaju biru melihat pada Fu Ke-wei dan Ouw Yu-zhen.

"mari kita bekerja sama saja! Datangi benteng Zhang-feng dan cari dia, menunggu dia mati tua di dalam benteng, baru pergi mencarinya itu akan terlambat."

"Kau......"

"Kami punya masalah yang harus diperhitungkan dengan dia."

"Kau ini......"

"Aku marga Gao, seharusnya kau sudah tahu nama Seruling Damai bukan? Aku datang bersama dia."

Sastrawan setengah baya menunjuk pada orang setengah baya yang berwajah dingin yang duduk satu meja dengan dia.

Seruling Damai yang berwajah dingin dengan acuhnya mengangkat tangan kanan menggoyangkan dua kali, maksudnya telah menyapa.

Xie-shen yang sedang menahan marah, melihat munculnya Seruling Damai, amarahnya jadi mereda.

Seruling Damai Xiao Tai-ping termasuk satu diantara tiga orang besar seruling dunia, namanya sedikit lebih tinggi dari dia, dulu dia pernah bertemu sekali, jadi rada kenal.

"Kalian hanya berdua?"

Xie-shen tertawa dingin.

"Satu Pedang Dunia tidak akan melayani lawan yang datang menantang dengan bertarung adil."

"Aku tahu, makanya aku datang membawa banyak orang."

Sastrawan marga Gao tertawa.

"hanya saja kami jalan duluan, kekuatannya kurang sedikit dari pada benteng Zhang-feng, jika ditambah kau dan Nie-sha-yin-hoa, pasti akan bertambah kuat dan tidak perlu takut lagi pada dia! Kami harap kalian berminat."

"Aku tidak berminat,"

Kata Nie-sha-yin-hoa dingin.

"anggap saja aku takut!"

"Aku pikir aku lebih baik dengan temanku menunggu dia di dunia persilatan, itu akan lebih aman."

Xie-shen menunjuk pada Fu Ke-wei.

"Saudara ini, kau juga orang yang selamat dari pembunuhan itu?"

Sastrawan marga Gao bertanya sambil tertawa, tapi sepasang matanya berputar-putar diatas tubuh Ouw Yu-zhen dan Nie-sha-yin-hoa.

"Bukan."

Fu Ke-wei menggeleng kepala.

"Jika bukan, lalu kenapa kau dengan saudara tua Tu mereka......"

"Temanku adalah korban, aku ada kewajiban membalaskan dendam untuk dia."

Fu Ke-wei menyela kata-kata sastrawan marga Gao.

"Ooo! Cukup setia kawan. Siapa marga kau?"

"Marga Fu."

"Bisa bertemu itu adalah jodoh, setelah bertemu semua adalah teman, kenapa tidak kemari duduk satu meja? Biar aku yang traktir."

Sastrawan marga Gao jelas berniat berteman dengan dia, tingkahnya tulus dan sopan.

"di dunia ini semua orang adalah saudara, saudara Fu, satu-satunya cara membalas adalah datang ketempat-nya, gigi dibalas gigi, menunggu di dunia persilatan, itu adalah cara yang paling buruk."

"Aku tidak melakukan pekerjaan di luar kemampuanku."

Fu Ke-wei menggelengkan kepala.

"kau ada kemampuan membalas, aku tidak ada..."

"Kalau begitu bergabung saja bersamaku."

"Apa untungnya?"

"Bergabung denganku, akan kuberikan kau......"

"Apa memberikan aku jabatan raja?"

Katanya menyindir.

"kau lihat tampangku, walau memakai mantel naga juga tidak seperti raja."

Di sebelah kanan muncul bayangan orang, t iga orang wanita penunggang kuda berturut-turut masuk ke ruangan, menarik sorot mata semua orang yang ada di ruang makan, lebih-lebih buat sastrawan marga Gao matanya tampak bersinar.

Wanita penunggang kuda yang memimpin, penampilannya kalem, wajahnya ramah, tampak sangat anggun, seperti penampilan seorang tuan putri.

Usianya duapuluh tahun lebih, wajahnya cantik, apa lagi matanya yang jernih bersinar, mempunyai daya tarik yang sangat kuat.

Pakaian yang dikenakan menonjolkan lekuk tubuh yang seksi.Wajah yang anggun bersahabat seperti dewi, membuat orang ingin melakukan dosa.

Wanita penunggang kuda ini termasuk wanita semacam ini.

Kebanyakan laki-laki, mungkin akan melihat dia seperti dewi, tapi di dalam mata seorang ahli, malah akan melihat dia sebagai wanita macam lainnya.

Wanita yang menunggang kuda kedua dan ketiga, melihat pakaian dan model rambutnya, jelas adalah pelayannya.

"Kau!"

Wanita penunggang kuda kedua berteriak aneh, mendadak melewati sisi majikannya, sekali berkelebat, sudah tiba di depan meja Fu Ke-wei.

Entah bagaimana tiba-tiba tubuh Fu Ke-wei berkelebat, tahu-tahu dia sudah meninggalkan tempat duduknya, tiba di depan meja sastrawan marga Gao.

"Kau berani lari?"

Wanita penunggang kuda kedua berteriak, tangannya siap diulurkan. Wajah Nie-sha-yin-hoa berubah, saat akan bergerak, tapi tepat waktunya ditahan oleh Ouw Yu-zhen.

"Jangan khawatir."

Kata Ouw Yu-zhen pelan, dia sudah mengenal tiga orang wanita ini.

"tuan sedang mempermainkan mereka."

"Sialan!"

Teriak Fu Ke-wei dengan tingkah lucu.

"kurasa, hari ini rupanya aku telah mengganggu dewa Tai-xui, celaka..! Terus menerus dihina orang, kenapa nasibku begitu sial?"

Wanita penunggang kuda yang menjadi memimpin juga sudah tiba, wajahnya tampak merah.

"Ku sangka kau sudah mati di dalam parit!"

Wanita penunggang kuda yang jadi pemimpinnya menunjuk Fu Ke-wei, angkuh seperti seorang ratu.

"aku telah mencari kau satu tahun penuh, baru hari ini aku bisa menemukannya, aku tidak percaya kali ini kau bisa lolos, kau telah lolos sekali, tapi tidak akan bisa lolos seumur hidup."

Dua orang pelayan wanita sudah berdiri di kedua sisi mengepung Fu Ke-wei, tampaknya ingin sekali menyerang. 0-0-0 Bab 15

"Saudar Fu, kenapa kau ini?"

Sastrawan marga Gao tertawa sambil berdiri.

"kenapa kau bisa membuat marah nona Liu? Sungguh pantas dihukum?"

"Ooo...! Kau kenal aku?"

Pemimpin penunggang kuda itu merasa aneh, memandang sastrawan marga Gao.

"Nona Liu namanya termasuk dalam Dua Walet dari tujuh wanita terhebat di dunia persilatan, yaitu, Satu Ying, (Ying = burung yang warna bulunya indah.) Dua Walet, Empat Phoenix, selama tiga tahun ini di dunia persilatan pedang pusaka Bai-hong mu tidak ada tandingannya, Hui-feng-liu-yue-dao (pisau angin menerbangkan daun pohon Liu) lebih menakutkan dari pada kartu undangan raja neraka, Di dunia persilatan kau seperti dewi naga, tidak ada orang yang tahu anda sebenarnya, Ling-yun-yan (Walet awan dingin.) Liu Fei-yan yang namanya menggemparkan dunia persilatan."

Wajah Sastrawan Gao tampan, begitu mulutnya memuji, tentu saja sangat menarik hati setiap wanita.

Tidak terkecuali Ling-yun-yan Liu Fei-yan, wajahnya yang cantik tampak gembira.

Tapi Xie-shen dan kawan-kawannya setelah mendengar didalam hati ingin muntah, seluruh tubuhnya timbul bintik-bintik seperti kedinginan.

"Kau ini adalah......"

"Aku Gao Yun-fei......"

"Mmm! Aku pernah dengar nama ini."

Ling-yun-yan tidak lagi bersikap seperti ratu yang angkuh.

"kau tentu Yu-shu-xiu-shi satu diantara tiga sastrawan persilatan (Yu-shu = Pohon giok, Xiu Shi = satu gelar tingkat sastrawan.) anda sudah berkelana di dunia persilatan selama lima tahun, sedang aku baru tiga tahun, mana berani menyombongkan diri telah menggemparkan dunia persilatan?"

Ling-yun-yan berkata merendah, tapi tampangnya tampak ada rasa bangga.

"jika dia temanmu, kau tanyalah dia! nanti aku akan mempertimbangkannya."

"Aku akan menegakan keadilan untuk nona."

"Bagus sekali."

Di dalam hati Fu Ke-wei memaki, 'Dua orang ini kata-katanya menggelikan dan lucu, mengira telah menaklukan aku."

Akhirnya dia tahu sastrawan yang berpura pura sopan ini, adalah Yu-shu-xiu-shi yang ternama.

Walau baru pertama kali bertemu, tapi Fu Ke-wei tahu asal-usul orang ini sudah sejak tiga-empat tahun lalu, dia juga tahu latar belakang orang yang misterius ini.

Berbicara tentang dunia persilatan, orang harus mengenal betul keadaan dan situasi dunia persilatan, baru dapat melewati dengan lancar, tanpa ada rintangan.

Wajah Yu-shu-xiu-shi segera berubah, seperti wajah majikan yang berkuasa, alisnya diangkat, tertawa dingin pada Fu Ke-wei!

Jika Xie-shen belum mendapat pesan dari Fu Ke-wei, lalu menceritakan kejadian tentang pertolongannya pada Yu-shu-xiu-shi, tingkahnya Yu-shu-xiu-shi mungkin tidak akan sedingin ini.

Tiga sastrawan dunia persilatan dengan tujuh wanita terhebat namanya sejajar, ilmu silatnya masing-masing tidak berbeda jauh, jika bertanding satu lawan satu entah siapa yang lebih unggul, kalau satu lawan tiga itu hal yang tidak mungkin.

Ketika Fu Ke-wei berada di depan kuil Dewa Bumi, bertarung melawan tiga orang wanita terhebat ditambah dengan Shi-tu Yu-yao yang ilmu silatnya tidak lebih rendah dari mereka, empat orang itu bersatu padu melawan dia, tapi empat orang itu tidak bisa berbuat apa-apa padanya.

"Katakan, sebenarnya apa yang terjadi?"

Yu-shu-xiu-shi berlagak seperti majikan menegur pelayan, jari tangan yang diulurkan hampir saja mengenai hidung Fu Ke-wei.

"jangan berbohong, kau harus bertanggungjawab."

Xie-shen mendadak bangkit, karena marah.

Tapi tangan Ouw Yu-zhen bergerak cepat, matanya yang tajam melihat reaksi Xie-shen, dia lansung menangkap tangan Xie-shen, lima jari telah mengerahkan tenaga, memaksa dia duduk kembali.

"Jangan gelisah."

Kata Ouw Yu-zhen pelan.

"tuan telah mengetahui dua orang itu bermaksud tertentu, sengaja pura-pura ketakutan."

Xie-shen adalah angkatan tua dunia persilatan, begitu diberi petunjuk dia langsung mengerti, di dalam hati segera timbul pertanyaan.

Seruling Damai adalah angkatan tua yang terkenal, nama dan ilmu silatnya lebih tinggi dari pada tiga sastrawan dunia persilatan, kenapa tingkahnya seperti seorang pelayan?

Sepertinya rela menghormati Yu-shu-xiu-shi sebagai majikan?

Sungguh membuat orang bingung.

Xie-shen tidak emosi lagi, dengan tenang dia menonton.

Fu Ke-wei melirik pada Yu-shu-xiu-shi, wajahnya mengendur.

Dia tidak ingin marah, karena waktunya belum tiba.

"Dari pada aku yang mengatakannya lebih baik dia yang mengatakan, jika tidak kau akan mengira itu hanya kata-kata sepihak."

Wajahnya tampak seperti tidak dapat berbuat apa-apa.

"Aku ingin kau yang mengatakannya!"

Teriak Yu-shu-xiu-shi marah.

"Jika aku tidak......"

"Jika kau tidak mengatakannya, aku akan gunakan cara ampuh membuat kau bicara."

Wajah dan perkataan Yu-shu-xiu-shi sangat keras, wajah memaksanya tampak dengan jelas.

"Baik, baik, aku katakan."

Fu Ke-wei menampakan wajah ketakutan.

"tahun lalu di Yang Zhou, temanku tanpa sengaja, telah membuat marah nona Liu, nona Liu lalu memukul dia hingga babak belur, sampai harus mencari giginya kemana-mana, aku hanya menggunakan serangan ringan, mengambil pergi anting dia, begitulah kejadiannya. Nona Liu, maukah aku ceritakan dengan jelas kejadian saat itu?"

"Kutunggu kau mengatakannya, menunggu kau mengatakan kata-katamu yang menghina aku."

Kata Ling-yun-yan dengan wajah merah.

"baru aku beralasan tepat menghukummu. Kau yang harus mati, cepat sekali melarikan diri, kali ini coba kau melarikan diri lagi biar aku lihat?"

"Kau orang yang murahan, berani mengatakan kata-kata jahil, cocok kalau gigi anjingmu dipukul hancur."

Kata Yu-shu-xiu-shi dengan marah.

"dimana antingnya nona Liu?"

"Sudah diberikan pada pelacur di rumah Zhi-hong!"

"Kau harus mati ini......"

Yu-shu-xiu-shi mengayunkan sebuah tamparan yang ganas.

"Pergi kau, sialan!"

Fu Ke-wei tidak bisa menahan diri lagi, sambil merebahkan diri ke belakang sebelah kakinya dengan enteng menendang, membuat meja makan menjadi terbalik dan sayurnya berhamburan.

Yu-shu-xiu-shi tidak mengukur dirinya, dengan sombong menyerang, tiga wanita yang mengurung menjadi lengah, jadi memberi kesempatan bagus untuk Fu Ke-wei meloloskan diri.

Kejadiannya begitu mendadak, siapa pun tidak ada yang mengira dia bisa bergerak sehebat ini.

Semua orang melihat dia menjatuhkan diri ke belakang menghindar serangan telapak tangan, tapi tidak memperhatikan masakan dan piring mangkuk di atas meja, sekejap lebih dulu terbang.

Kasihan Yu-shu-xiu-shi, dia sedikit pun tidak ada persiapan, perubahannya juga terlalu cepat, mana ada kesempatan menghindar?

Alat makan, masakan air kuah, mangkuk piring mengenai tubuhnya hancur berantakan, kepalanya dipenuhi oleh masakan dan kuah, membuat matanya menjadi kabur tubuh kepanasan, tampak menderita sekali.

Meja makannya malah terbang ke samping, menuju kearah Liu Fei-yan yang berada di sebelah kiri depan, tapi tidak ada alat makan dan masakan yang terbang, meja makan yang besar dengan mudah dihindari.

Meja makan dan alat makan, di lempar dengan ke dua arah yang berbeda, hanya seorang pakar yang memperhatikan dengan teliti baru dapat melihat keanehannya.

Di dalam ruang makan itu lampunya sedikit, sinarnya jadi terbatas, dalam sekejap sinar lampu bergoyang-goyang, bayangan orang jadi kacau.

Seruling Damai yang melihat dari samping, sekelebat sudah sampai, lima jari tangan kanannya dibuka menekan ke bawah mencoba menangkap orang.

Tapi cengkeramannya menangkap tempat kosong, di lantai tidak ada Fu Ke-wei yang terbaring.

"Aku akan mengupas kulitmu!"

Yu-shu-xiu-shi berteriak keras, mundur dua langkah, segera membersihkan kuah sayur di wajahnya, minyak kuah yang masuk ke mata sungguh tidak enak rasanya, dia marah sekali tapi tidak bisa bergerak menyerang.

"Ih...!"

Seruling Damai berteriak terkejut.

"bocah ini menakutkan, seperti setan saja menghilangnya."

Empat buah rak pasangan lilin sudah padam dua buah, sinarnya jadi lebih gelap lagi.

"Itu adalah ilmu meringankan tubuh Liu-guang-dun-xing (Sinar menyorot menyembunyikan bentuk),"

Kata Liu Fei-yan yang mundur ke-samping dengan kesal.

"cepatnya tidak terbayang, tahun lalu dibawah mata orang banyak didalam ruang makan, dia menggunakan jurus ini melarikan diri, kali ini aku juga tetap tidak bisa menahan dia."

Seruling Damai segera berlari keluar pintu, tapi tidak ada orang, bayangan setan pun tidak ada.

Pelayan rumah makan kembali menyalakan lilin, tapi wajah yang hadir tidak begitu normal.

Di dalam hati Xie-shen dan kawan-kawannya mengerti, mereka tidak merasa aneh.

Di kuil Dewa Bumi tempat peristiwa pembunuhan besar-besaran, tiga wanita hebat dari tujuh wanita terhebat dunia persilatan dan Shi-tu Yu-yao, bersatu menyerang di siang hari bolong, Fu Ke-wei tetap bisa menghindarkan kepungan pedang, menghilang sepuluh zhang lebih, di malam hari untuk meloloskan diri tentu lebih mudah seratus kali lipat.

'Dia pasti keturunan atau muridnya Xie-dao-zi-zun (Aliran sesat paling terhormat.) Tian-luo-fei-mo (Jaring langit setan terbang).

"Dari generasi sebelumnya, tidak salah lagi.' Teriak Xie-shen di dalam hati. Perbuatan Tian-luo-fei-mo sebenarnya tidak benar-benar sesat atau jahat, hanya saja dia seorang aneh yang hebat, yang hanya tanya benar atau salah, tidak membicarakan hubungan, meraja lela di dunia persilatan empat puluh tahun lebih, menurut kabar tidak pernah menemui tandingan. Terhadap penguasa di berbagai tempat, dia sangat benci, asalkan dia mendapatkan satu alasan ketidak adilan, maka dia akan bertindak menghancurkannya. Orang yang sering melakukan kejahatan, tidak sedikit yang menaruh dendam dan ketakutan, menganggap dia paku di dalam mata, semua sepakat menyebut dia Setan Sesat, siang malam terus menyelidiki, agar bisa membunuhnya. Orang aneh yang bertindak semacam ini, di dunia persilatan jumlahnya banyak sekali, setiap generasi tentu muncul seorang yang menonjol, malah ada beberapa yang sangat hebat malah dihormati dengan sebutan pendekar, pendekar adalah wakil dari penegak kebenaran. Tapi tidak ada orang yang dengan rela menyebut dia seorang pendekar, karena dia terlalu banyak membunuh. Tiga puluh tahun lalu, ketika Xie-shen berjalan di pegunungan Xian-ning, dia menyaksikan Tian-luo-fei-mo menggunakan jurus pedang Tian-luo, dalam waktu singkat telah menghabisi Lima Setan Keji dari gunung Ming yang merupakan pesilat hebat di dunia persilatan yang mendengar namanya saja sudah ketakutan. Dan yang digunakan oleh Fu Ke-wei di kuil Dewa Bumi adalah jurus pedang Tian-luo, makanya dia memastikan Fu Ke-wei pasti ada hubungan-nya dengan Tian-luo-fei-mo. Jalan raya gelap gulita, tidak ada orang. Beberapa bintang bertebar di langit malam, di lapangan liar yang luas kadang terdengar lolongan anjing liar, membuat orang berdiri bulu kuduknya. Di atas jalan raya di Shan-xi, berjalan di malam hari sangatlah berbahaya, perampok dan penjahat banyak sekali berkeliaran, setiap saat para pejalan kaki bisa mengalami hal yang tidak terduga, maka untuk keselamatan, para pejalan biasanya menginap dulu di penginapan, supaya saat berangkat besok mereka bisa berjalan bersama-sama, perampok-perampok kecil tidak akan berani menempuh bahaya melakukan perampokan. Suara kaki kuda yang berlari cepat, menimbulkan lolongan anjing dari kampung yang jauh. Penunggang kudanya pasti keberaniannya melebihi orang biasa, sendirian menuju selatan. Seratus langkah dari kejauhan, sudah tampak ada satu bayangan hitam yang tinggi besar berdiri di sisi kanan jalan, diam tidak bergerak seperti roh. Penunggang kuda itu sangat waspada, terhadap bayangan hitam yang tidak jelas berdiri menunggu, dia meningkatkan kewaspadaan? Sambil melarikan kuda, dia memeriksa pedangnya, juga dengan reflek memeriksa kantongnya. Setelah semua dipersiapkan, saat mendekat lari kudanya diperlambat. Bayangan hitam yang berdiri menunggu di sisi jalan, sedikit pun tidak pernah bergerak.

"Siapa itu?"

Mendekat hingga sepuluh langkah, kudanya dihentikan, penunggang kuda dengan penuh waspada bertanya.

"Orang yang menunggumu."

Bayangan hitam dingin itu menjawab.

"Orang yang menunggu aku? Apakah kita saling kenal?"

"Bukankah sekarang telah kenal?"

"Kau dari aliran mana?"

"Tidak lama lagi kau akan tahu sendiri."

"Apa tujuanmu menghadang jalan?"

"Aku ingin tahu beberapa hal."

"Jika aku tidak mau mengatakannya?"

"Kau akan mengatakannya."

Bayangan hitam itu tertawa dingin.

"dengan caraku yang khusus, hingga hal buruk delapan belas keturunan, kau akan menceritakan dengan jelas."

"Jika kau berani bicara besar begitu, kenapa tidak berani menyebutkan sebutanmu?"

Teriak penunggang kuda lebih meningkatkan kewaspadaan.

"Tidak lama lagi kau akan tahu sendiri."

"Kau, mampuslah!"

Penunggang kuda meng ayunkan tangan besarnya.

Jarak kedua belah pihak tidak sampai dua zhang, senjata gelap yang dilepaskan dari tangannya langsung tiba, dalam kegelapan malam sulit bisa melihat dengan jelas bentuknya senjata gelap itu.

Penunggang kuda memastikan tidak akan gagal serangannya.

Bayangan hitam yang menunggu itu, tangan kirinya mengebut didepan tubuh dengan perlahan, dengan tepat sekali menjepit sebilah pisau daun Liu yang tiba didepan dadanya, dia tetap berdiri seperti semula.

Penunggang kuda itu terkejut, tangan kirinya kembali diayunkan.

Hanya terlihat bayangan hitam berkelibat menghilang, sekejap kembali muncul ditempat semula.

"Kukembalikan!"

Teriaknya seperti geledek. Penunggang kuda itu berteriak, lalu jatuh dari pelana kuda, buug... satu suara mencapai tanah, dan mengeluarkan suara rintihan kesakitan.

"Kau tidak akan mati."

Bayangan hitam pelan-pelan menghampiri.

"pisau daun Liu hanya menancap miring dibahu kirimu saja."

Penunggang kuda itu ketakutan sekali, lawan bukan saja bisa menerima senjata gelapnya, juga dalam keadaan begitu bisa dengan tepat melemparkan pisau terbang mengenai jalan darah-nya, ilmu silat mereka sungguh jaraknya terlalu jauh.

"Kau...kau ini sebenar...sebenarnya dari a... aliran mana..."

Kata penunggang kuda lemah.

"Aku marga Fu."

Kata bayangan hitam.

"aku khusus datang menunggumu."

"Kenapa menunggu......menungguku?"

"Karena kau adalah orang yang mengantarkan berita."

"Aku......"

Kepalanya terkena satu pukulan, segera jatuh pingsan.

Hampir tengah malam, lampu didalam ruangan penginapan Yung-an tidak seperti biasanya terang benderang.

Liu Fei-yan dengan Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai sedang berbincang sambil makan malam, tapi tidak ada pelayan penginapan yang melayani.

Kedua belah pihak sepakat menjalin kerja sama, kedua belah pihak sama-sama merasakan pertemuannya agak terlambat.

"Nona Liu datang dari selatan?"

Yu-shu-xiu-shi mulai bicara pada pokok masalahnya.

"aku juga sama, siap pergi ke benteng Zhang-feng karena ada sedikit urusan."

"Aku datang kemari karena sedang mengejar tiga orang yang mencurigakan."

Liu Fei-yan sedikitpun tidak menyembunyikan maksud kedatangannya.

"satu bulan yang lalu, ada tiga orang bertopeng, malam-malam masuk ke rumah suami bibiku, merampas dengan paksa sepasang patung giok singa, dan juga dengan pedang melukai adik misanku. Salah-satunya memakai baju pendeta dao, aku mengejar mengikuti jejaknya, hingga sampai di daerah Shan-xi, lalu kehilangan jejaknya, kampung yang ada di depan, aku mendengar berita orang-orang benteng Zhang-feng melakukan kejahatan di tempat ini, makanya aku datang kesini melihat-lihat. Benteng Zhang-feng berada jauh seratus li lebih, mana mungkin di tempat ini menyamar menjadi perampok, tapi tidak diduga malah ternyata benar adanya."

"Orang-orang benteng Zhang Fung melakukan kejahatan di tempat ini, sebenarnya bukan hal yang aneh."

Yu-shu-xiu-shi tertawa.

"Shan-xi adalah daerah mereka, mereka punya hak menjaga wilayahnya, mereka menangkap beberapa orang dan menghukum mati, itu tidaklah berlebihan, apa tujuan terjun di dunia persilatan dengan senjata berlumuran darah? Jujur saja semua demi nama dan keuntungan dua kata ini, kekuasaan adalah bersatunya nama dan keuntungan, demi mendapatkan dan melindungi kekuasaan, mengorbankan beberapa orang, itu sudah jamak."

"Memang benar, dia memang berhak menjaga wilayahnya."

Liu Fei-yan juga wanita kuat yang mencari kekuasaan.

"Nona Liu kenapa tidak berjalan bersamaku saja, kekuasaan benteng Zhang-feng mencakup seluruh daerah Shan-xi, mereka mungkin bisa memberikan kabar keberadaan tiga perampok yang malam-malam merampok rumah suami bibimu itu, dan setelah aku menyelesaikan urusannya, aku berharap bisa membantumu, harap kau jangan menolak bantuan aku, boleh kan?"

"Kalau begitu aku ucapkan terima kasih!"

Liu Fei-yan tertawa manis, di bawah sinar lilin terlihat sikapnya lebih genit.

"orangku sedikit, sungguh sulit mengejarnya, dengan ada kau yang membantu itu sangat menguntungkan sekali, semoga saja bisa cepat berhasil menangkap tiga perampok itu."

"Harap saja begitu. Ooo ya! terhadap si marga Fu, kau tahu berapa banyak?"

"Tahun lalu dia menyebut dirinya Fu-xian."

"Julukannya?"

"Tidak ada orang yang tahu, juga tidak ada orang yang tahu asal-usulnya, aku dengan dia hanya bertemu sekali di restoran di Yang-zhou, selanjutnya aku mencari tahu kemana-mana, tapi tidak berhasil mendapatkan berita tentang dia."

"Tahun lalu dia menyebut Fu-xian, hari ini menyebut Fu-jiu, nama orang ini mungkin sering berubah, pasti bukan orang ternama.'' Yu-shu-xiu-shi menampakan kesombongannya.

"orang kecil semacam ini hanya mengambil untung dari pertarungan kacau, mana ada asal-usul hebat dan kemampuan yang hebat, lain kali jangan bertemu lagi dengan aku......"

Pintu penginapan yang tadinya telah ditutup, entah kapan mendadak telah terbuka, palang pintunya juga patah sendiri tanpa bersuara. Setelah pintu terbuka terdengar, Fu Ke-wei muncul diluar pintu.

"Jangan kata lain kali, urusan kita kali ini juga belum selesai!"

Fu Ke-wei melangkah masuk, menggunakan kaki menutup pintu, sepertinya dia telah mendengar dengan jelas perbincangan mereka, wajahnya tampak tertawa penuh arti, sambil membungkukan pinggang dia mengambil sebuah kursi dan mematahkan satu kaki kursi itu.

"kau si bajingan ini di depan wanita cantik mengangkat diri sebagai pahlawan, menganggap diri sebagai pelindung bunga, dengan sombong berani menantang aku, tanpa malu mengatakan aku hidup hanya mengandalkan pertarungan kacau. Baik, malam ini kita selesaikan masalahnya, supaya kau tidak ada kesempatan lain kali, lain kali aku tidak ingin membasahi kepala anjingmu dengan masakan dan kuah sayur lagi."

Sifat Yu-shu-xiu-shi sangat sombong, mana bisa dia menerima kata-kata yang bersifat meng-hina ini?

Apa lagi terpikir saat makan malam kepalanya telah terkena oleh masakan dan kuah sayur, membuat dia jadi tambah berang.

Sekali berteriak keras, Yu-shu-xiu-shi mencabut pedang dan maju menerjang.

Kaki kursinya Fu Ke-wei pertama-tama menyapu dulu kekiri dan kekanan, membuat meja dan kursi panjang yang ada di dekatnya, telah disapu sejauh dua zhang lebih, sehingga ada ruang bergerak yang cukup leluasa.

Panjang kaki kursi hanya satu che lebih, digunakan untuk melawan pedang, sungguh tidak seimbang.

Saat Yu-shu-xiu-shi maju menyerang, pedangnya telah keluar dari sarungnya, dengan jurus pedang Luan-sa-xing-luo (Jaring bintang mengacak serabutan), ingin mencincang tubuh Fu Ke-wei.

Bertarung di hadapan wanita cantik, tentu saja dia akan mengerahkan segala kehebatan dan kekuatan, di atas pedangnya keluar angin dan geledek, dahsyatnya serangan sangat menakutkan.

"Ting ting trang trang......"

Suara aneh yang keluar dari sentuhan kaki kursi dengan pedang berturut-turut terdengar, suara dengungan pedang jelas terdengar.

Setiap pukulan kaki kursi dengan tepat memukul badan pedang, Yu-shu-xiu-shi sama sekali tidak ada kesempatan menggunakan mata pedang untuk memotong kaki kursi, meski serangannya dahsyat, tapi sulit untuk bisa maju selangkah lagi, puluhan serangan pedang yang seperti hujan deras itu, semua telah ditangkis keluar oleh kaki kursi, semua hanya menghabiskan tenaga tanpa hasil, lama-lama semangatnya semakin menurun.

Fu Ke-wei sedikit pun tidak mundur, datang satu pedang menyerang menangkis satu pedang, sepasang kaki bergerak dengan lincah dalam radius tiga che, kaki kursi walau pendek, tapi serangan baliknya tanpa halangan bisa masuk, muncul didepan Yu-shu-xiu-shi, membuat Yu-shu-xiu-shi terpaksa menarik pedang melindungi dirinya, hawa yang sangat kuat diatas pedang, terhadap kaki kursi yang terbuat dari kayu sedikit pun tidak ada kekuatan untuk merusaknya.

Seruling Damai yang menyaksikan dari samping, wajahnya berubah, dia mengulurkan tangan melepas kantong seruling yang ada di-pinggangnya.

"Seruling Damai Xiao Tai-ping, jika serulingmu berani keluar dari kantongnya, aku pasti membuatmu mencoba merasakan meledaknya Geledek Bunga Perak di dalam tubuhmu!"

Tiba-tiba terdengar suara genit dari belakang.

Suaranya memang genit menarik, tapi nadanya malah membuat orang merasa dingin menakutkan.

Ilmu silat Nie-sha-yin-hoa, hanya termasuk dalam kelas satu, tapi jika orang persilatan mendengar Geledek Bunga Peraknya wajahnya pasti ketakutan.

Geledek Bunga Perak terbuat dari logam berbentuk kuncup bunga, lalu disepuh warna perak, besarnya hanya sebesar telur merpati, saat dilepas menggunakan tenaga dalam, asal mengenai tubuh manusia, lima daun bunganya segera meletus secara otomatis, dan masuk ke dalam tubuh, sakitnya bisa membuat orang pingsan.

Walau tidak mengenai tubuh, juga dapat menggunakan tenaga dalam mengendalikan jarak meletusnya, sama-sama bisa melukai musuh.

Tangan Seruling Damai yang sedang melepaskan kantongnya jadi terhenti, pelan-pelan dia membalikan tubuh.

Entah kapan, Nie-sha-yin-hoa dan Ouw Yu-zhen berdampingan muncul didepan pintu.

Dibelakang mereka berdua berdiri Xie-shen dengan wajah penuh hawa pembunuhan, tangan kanan Nie-sha-yin-hoa sedang memegang sebuah Bunga Perak yang bersinar perak, wajah cantiknya tampak dingin sekali.

"Apa maksudmu?"

Tanya Seruling Damai dingin.

"Kata-kata ini harus aku yang tanyakan padamu baru betul."

Nie-sha-yin-hoa tertawa dingin.

"dengan kaki kursi yang terbuat dari kayu melawan pedang pusaka, itu sudah satu pertarungan yang sangat tidak adil, kau malah tidak memandang kedudukanmu sebagai seorang angkatan tua, berniat mengeroyok lawannya, apa kau tidak takut ditertawakan oleh teman-teman dunia persilatan?"

"Kau siapanya bocah ini?"

"Aku pelayan wanitanya,"

Kata Nie-sha-yin-hoa tawar.

*Pelayahl?"Seruling Damai mengira dirinya salah dengar.

Nie-sha-yin-hoa yang namanya menggemparkan dunia persilatan, malah jadi pelayan orang, sungguh diluar dugaan!

Dia melihat pada Ouw Yu-zhen.

"kalau-kau? Aku sangat asing, apakah juga...." 'Tidak salah, aku juga pelayannya."

Ouw Yu-zhen nadanya dingin seperti es.

"kau tidak kenal aku, tapi aku kenal kau, kau bersifat licik, sering menggunakan racun di dalam seruling diam-diam menyerang orang, barusan kau telah berniat diam-diam menyerang majikanku. Jika bukan kakak Chao menghalangi terlebih dahulu, kau sekarang sudah menjadi mayat hidup. Karena aku juga ahlinya diam-diam menyerang orang, caramu yang kaku dibandingkan dengan aku masih terlalu jauh."

Seruling Damai mendengarnya, di dalam hati merasa marah, tapi diam-diam terkejut juga, bengong melihat dua orang wanita cantik yang ada di depan ini.

Mereka mengetahui asal-usulnya, tapi dia sama sekali asing terhadapnya, dalam hal kemahiran mengetahui lawan terlebih dulu sudah kalah satu langkah.

"Aku tidak satu pandangan dengan kalian, di kemudian hari baru kita bicarakan lagi."

Dia dengan perasaan kalah mundur teratur, kembali melihat ke arena pertempuran.

Pedang Yu-shu-xiu-shi, saat ini sudah tidak bisa menyerang, kaki kursinya Fu Ke-wei berputar putar di depan perut dan dadanya Yu-shu-xiu-shi, maju mundur cepat laksana kilat, memaksa Yu-shu-xiu-shi berlari berputar di seluruh ruangan, pedangnya tertahan di lingkaran luar tidak bisa merebut posisi tengah, mungkin setelah terpukul oleh kaki kursi beberapa kali, dia tidak berani menangkis dengan keras lagi, seperti gila dia berlari berputaran, ingin meloloskan diri dari kejaran kaki kursi, tampaknya sudah tidak akan bertahan lama lagi!

Akhirnya Yu-shu-xiu-shi tidak dapat meloloskan diri dari tonjokan di dadanya, buug...

kaki kursi menonjok di dada kanannya, membuat dirinya mundur dua langkah, jaraknya menjadi renggang.

Karena jarak sudah renggang, maka pedang nya bisa ditarik merebut posisi tengah, tapi sayang dia terlambat selangkah lagi, buug...

lengan kanannya terpukul, pedangnya kembali terdorong keluar.

Yu-shu-xiu-shi merasakan lengan kanannya sakit sekali, pedang terdorong keluar, sakitnya membuat dia berteriak langkahnya menjadi kacau.

Kaki kursi berkelebat lagi, buug...

kali ini sebuah suara mengenai bahu kirinya, terasa bahu kirinya seperti akan pecah, tangan kanannya jadi tidak bisa digerakan.

Fu Ke-wei mengangkat tangan kirinya, mencengkram dadanya, gerakannya sangat kasar sekali.

Seruling Damai ingin maju membantu, tapi tidak berani sembarangan bergerak, dia tidak lupa peringatannya dari Nie-sha-yin-hoa dan Ouw Yu-zhen.

"Lepaskan dia!"

Liu Fei-yan berteriak menggetarkan telinga.

"jika tidak, kau harus mati duluan."

Fu Ke-wei membalikan kepala melihat pada Liu Fei-yan, sorot matanya tertuju pada Pisau Daun Liu di tangan kanannya.

"Kau ingin menggunakan permainan itu menyerang aku?"

Fu Ke-wei tertawa mengolok.

"Itu pasti, kecuali kau melepaskan dia."

Suara Liu Fei-yan tampak nekat.

"Paling baik kau simpan kembali pisau itu."

Kata Fu Ke-wei tertawa.

"terus terang ku beritahu, aku adalah ahlinya ahli menggunakan senjata rahasia, asal kau melemparkan pisau terbang itu, yang kena pisau pasti bukan aku, tapi dirimu, kecuali kau diam-diam menyerang."

"Aku sama sekali tidak percaya."

"Paling baik kau percaya."

Kata Fu Ke-wei tertawa tawar.

"apa kau tahu Tangan Seribu Wei-yang?"

"Kalau tahu lalu kenapa?"

"Dia termasuk seorang ahli senjata gelap yang terhebat di dunia persilatan, aku pernah membiarkan dia menyerang dulu dua kali senjata rahasianya, lalu aku menyerang balik dan telah memutuskan setengah daun telinga kirinya."

Fu Ke-wei tertawa.

"dibandingkan dengan Tangan Seribu Wei-yang, kau lebih lihay berapa banyak? Satu kali lipat atau dua kali lipat?"

Ilmu melepaskan senjata rahasia Liu Fei-yan mana bisa dibandingkan dengan Tangan Seribu Wei-yang? "Kau bukan sedang membual kan?"

"Membual atau tidak, di kemudian hari kau akan tahu sendiri."

Fu Ke-wei lalu mendorong Yu-shu-xiu-shi satu zhang lebih, dengan tertawa mengejek berkata.

"tidak terpikir olehmu bukan! Di depan wanita kau menyombongkan diri sebagai pahlawan, hasilnya malah wanita yang menolongmu, kau sungguh beruntung, lain kali di depanku, kau harus berlaku lebih sopan sedikit."

Sepasang tangan Yu-shu-xiu-shi masih belum bisa digerakan, dia sangat malu sekali, sampai detik ini, dia masih belum tahu kenapa pedangnya tidak bisa mengalahkan kaki kursi, kenapa dia selalu dalam keadaan bertahan dari serangan lawannya.

Gerakan Fu Ke-wei sedikit pun tidak menunjukan kehebatan seorang pesilat tinggi, menggunakan kaki kursi juga tidak ada anehnya, sedikit pun tidak ada jurus yang mengejutkan dan hawa serangan yang super, kenapa pedangnya selalu tidak bisa berbuat apa-apa?

"Malam ini arena disini terlalu kecil, tidak dapat bergerak bebas."

Yu-shu-xiu-shi berteriak.

"lain kali, aku pasti membunuhmu, pasti!"

Dia memaksa mencari alasan menutupi malunya, orang yang tidak dapat menerima kekalahan begitu lah tingkahnya, Ilmu silatnya kalah, situasinya tidak boleh kalah.

"Kalau begitu kau harus berlatih keras, jangan hanya bicara tapi harus ada isinya."

Fu Ke-wei mulutnya tetap tidak memberi kesempatan.

"orang yang seperti kau, seharian hanya berusaha mencari nama, sering menggunakan siasat licik diam-diam menyerang orang, mana ada waktu berlatih keras? Makanya kau tidak akan bisa membunuhku."

"Kau jangan hanya bisa bersilat lidah, urusan kau dan aku masih belum selesai!"

Liu Fei-yan telah menyimpan kembali pisau Daun Liu nya, melangkah maju mendekat.

"kali aku akan menatap terus, aku tidak percaya kau benar-benar dalam sekejap bisa menghilang begitu saja."

"Baik, baik, aku sudah menyerah padamu."

Fu Ke-wei membuang kaki kursi.

"sebenarnya di dalam hati kau tentu mengerti, masalah tahun lalu di Yang-zhou kesalahan tidak berada di pihakku, yang harus minta tanggung jawab seharusnya aku, waktu itu penampilanmu sangat gagah, dan terhormat, seorang nona cantik, dengan sorot mata tajam kau menatap aku seorang laki-laki tampan dan muda, itu menghilangkan pandangan seorang wanita baik-baik, bagaimana orang-orang akan mengatakannya?"

Banyak wanita yang mengaku dirinya wanita baik-baik, paling benci pada laki-laki pintar dan mulutnya sangat enteng, diluar menyatakan mengalah, tidak perduli nama baik, tapi setiap kali berkata selalu melukai harga diri orang, membuat orang ya cinta ya benci.

"Aku akan memukul sampai hancur kepala anjingmu."

Umpat Liu Fei-yan marah sekali, wanita tentu saja tidak bisa mengumpat dengan kata-kata yang amat kasar, dengan marahnya dia menerjang maju.

Fu Ke-wei cepat berkelebat, begitu sampai di depan meja makan tempat dua orang bersantap, dia mengambil teko teh, wajahnya tampak tersenyum mengejek.

"Aku bertaruh, kau pasti akan berubah jadi ayam yang jatuh ke dalam air."

Dia membuka tutup teko dan membuang airnya sedikit.

"jika air teh ini tumpah di atas tubuhmu, pasti ada tontonan yang sangat menarik, tidak percaya, coba kau mendekat?"

Liu Fei-yan benar-benar tidak berani mendekat lagi, pakaian yang dipakai dia adalah yang terbuat dari kain sutra, jika teh panas tumpah di atas tubuhnya, maka tubuh dia akan terlihat nyata, bukankah akan memalukan sekali?

"Kau......kau..kau......"

Dia tidak bisa tertawa, menangis juga tidak bisa, saking marah hingga wajah menjadi merah.

"kau sungguh seorang brengsek, mana ada tampang seorang pesilat tinggi dunia persilatan? Hal seperti ini kau juga bisa melakukannya!"

"Sudahlah, nona besar Liu, masing-masing sudah tidak ada permusuhan dan tidak ada dendam, masalah perselisihan sekecil ini tidak perlu hingga harus kau mati aku hidup, betul tidak? Seseorang yang ingin berkuasa di dunia persilatan, jika memperhitungkan masalah kecil-kecil, tidak akan mendapat sukses besar."

Dia tidak tertawa mengejek lagi, nadanya sekarang tulus.

"perselisihan kecil sudah lewat ya sudahlah, tidak perlu diperpanjang tidak ada ujungnya. Nona besar seperti kau yang secantik dewi ini, jalan kemana pun pasti ada orang yang bicara iseng, jika setiap hal diperdulikan, kau akan repot seharian mengurusi masalah kecil hingga babak belur, malah bisa menganggap orang di seluruh dunia adalah musuh, kau akan susah menjalani hidup! untuk masalah di Yang-zhou aku menyatakan minta maaf, sudah cukup kan?"

Kelakuannya tampak tulus, tapi dalam perkataannya tetap tampak nada menyindir. Hati wanita memang sempit dan sensitif, Liu Fei-yan juga tidak terkecuali.

"Hemm..!"

Sekali lagi dengan marah, dia pergi meninggalkan tempat itu sambil menengadahkan kepala, membusungkan dada.

Yu-shu-xiu-shi tidak bisa menahan rasa malu, dia sudah pergi terlebih dulu bersama Seruling Damai.

Saat ini, bos penginapan muncul di pintu ruangan.

"Bos, aku telah merusakkan alatmu berdagang, maaf! Akan ku ganti semua kerugianmu. Mereka telah makan minum dengan kenyang, malah aku makan malam pun belum, aku sudah sangat lapar sekali lho! Tolong siapkan makanan dan arak untuk mengisi perut, terima kasih!"

Bos penginapan menahan tawanya, dia menyuruh pelayan pergi kedapur, pertama-tama menyiapkan dulu dua teko teh, menumpahkannya untuk Xie-shen dan kawan-kawannya.

"Tuan, kejadian kali ini telah membuka pandanganku."

Bos penginapan tertawa.

"Aku dulu juga pernah berkelana di dunia persilatan, telah bertemu dengan banyak sekali pesilat tinggi yang ternama, tapi tidak pernah melihat dengan satu kaki kursi yang terbuat dari kayu, dapat menahan serangan dahsyat seorang pesilat tinggi. Apakah kau tahu asal-usulnya Yu-shu-xiu-shi itu?"

"Tidak hanya tahu asal-usulnya, aku juga tahu dasarnya."

Fu Ke-wei menganggukan kepala, mendadak dia bertanya.

"ternyata bos orang dari dunia persilatan juga, maafkan kami tidak mengenal kau, maaf siapakah tetua ini?"

"Apa tetua segala."

Bos penginapan tertawa pahit.

"aku marga Shang nama Xiang, sebutan dahulu......"

"Ah! Kiranya Sipoa Besi saudara Nan? Kenapa kau bisa berubah jadi begini, kurus seperti kera tua yang kering?"

Xie-shen berteriak terkejut.

"Saudara Tu, panjang ceritanya."

Bos penginapan tertawa pahit.

"sepuluh tahun yang lalu, di Ling-nan aku bertemu musuh besarku, Biksu Setan Fei-fei, setelah bertarung mati-matian lima ratus jurus lebih, walau berhasil membunuh dia, tapi aku juga telah terkena oleh telapak beracunnya, sehingga saluran hati ku jadi terluka. Selanjutnya aku jadi mengundurkan diri dari dunia persilatan, dan di tempat kecil ini membuka penginapan untuk mencari makan."

Saat Fu Ke-wei, Ouw Yu-zhen dan Nie-sha-yin-hoa turun gunung, Sipoa Besi telah mengundurkan diri, makanya tidak pernah dengar nama dia, jika Xie-shen mengenal dia, pasti dia itu adalah seorang pesilat ternama dulunya.

Seorang pesilat tinggi yang terluka saluran hatinya, kemampuannya akan merosot ketingkat pesilat kelas ketiga, tidak aneh dia sembunyi di tempat kecil ini melewatkan hari tuanya.

"Saudara kecil tadi mengatakan tahu asal-usulnya Yu-shu-xiu-shi?"

Bos penginapan kembali kepembicaraan semula, sepertinya tidak ingin membicarakan masalahnya sendiri.

"Benar."

Fu Ke-wei menganggukan kepala.

"Dia adalah murid tertua Yu-nei-yi-zun (Satu semesta terhormat.), Hoa Yi-feng, yang telah berhasil melatih Delapan Belas Pedang Angin Ribut, jurus pedang Hoa Yi-feng, dibandingkan dengan adik seperguruannya Sastrawan baju putih Zhou Xing-jian yang tadi siang muncul di depan kuil Dewa Tanah, jauh lebih tinggi, tadi ketika bertarung, sayang sekali hatinya Yu-shu-xiu-shi kurang tenang dan terlalu terburu-buru, begitu menyerang dia ingin segera meraih kemenangan, hingga aku mendapat kesempatan menyerang, membuat dia tidak bisa mengembangkan inti sari jurus pedangnya, kekalahannya membuat dia penasaran, tidak aneh dia tidak mau mengaku kalah."

"Masa...! Saudara kecil, mata tuaku ini belum buta, tadi sore hari di ruang makan kau menggunakan ilmu menghilangkan jejak, sampai aku yang menonton di samping juga tidak bisa melihat dengan jelas, bagaimana caramu menghilang."

Bos penginapan tertawa.

"apa kalian tahu di dalam ruang parkir di seberang jalan, ada tujuh delapan orang misterius sembunyi, sepertinya ada hubungannya dengan Yu-shu-xiu-shi itu."

"Aku tahu."

Kata Fu Ke-wei pelan.

"mereka itu adalah anak buahnya Yu-shu-xiu-shi, di belakang mereka masih ada sekelompok besar orang, di antaranya ada orang yang membuat kontak dengan orangnya benteng Zhang-feng, mungkin mereka telah bekerja sama. Ketua Benteng Xi diam-diam sudah keluar dari bentengnya, saat ini mungkin sudah bertemu dengan anaknya, mereka mencari Sepasang Bintang Perak, tidak lama lagi mungkin akan kembali, dan berkumpul dengan Yu-shu-xiu-shi, dan pergi ke benteng Zhang-feng bertamu."

"Si brengsek ini sungguh licik."

Xie-shen menggigit gigi pelan mengumpat.

"sore hari tadi dia terus menerus meminta kami bersama-sama dia pergi ke benteng Zhang-feng......"

"Kalau begitu kau dan Nie-sha-yin-hoa, pasti akan mati sekali lagi, karena kalian adalah saksi hidup benteng Zhang-feng yang menangkap dan membunuh orang."

Kata Bos penginapan tawa dingin.

"Jahat sekali si anjing itu!"

Kata Xie-shen dengan menggigit gigi.

"tuan, apakah kita malam ini harus pergi untuk menghindar mereka?"

"Tidak bisa dihindarkan, hari ini bisa menghindar, tidak dapat menghindar selanjutnya."

Dalam mata Fu Ke-wei tampak sorot dingin.

"Mereka akan terus mengejar dengan ketat, tidak akan berhenti sebelum berhasil!"

"Dua orang ini tidak perlu mengejar."

"Ooo! Maksud tuan adalah......"

"Kau seharusnya tahu perkumpulan Cun-qiu."

"Perkumpulan Cun-qiu yang kantornya berada di Zhen-jiang?"

Wajah Xie-shen berubah.

"ketua perkumpulannya Shen-li-jin-gang (Raksasa bertenaga dewa)."

Liu Shi-jie, lima tahun lalu begitu muncul perkumpulan Cun-qiu langsung menguasai sebagian besar dunia persilatan.

Perkumpulan itu melakukan perbuatan yang tidak ilegal, anggotanya cepat bertambah banyak, sampai orang-orang dari aliran hitam pun menjadi khawatir......"

"Aku punya seorang teman adalah kenalan lama dari salah seorang anggota perkumpulan tersebut, menurut penuturannya, perkumpulan Cun-qiu diam-diam juga bekerja sebagai pembunuh bayaran, harganya sangat murah hingga banyak merampas pelanggan tiga perkumpulan pembunuh bayaran terbesar."

Nie-sha-yin-hoa memotong perkataannya.

"Maksud perkataan tuan, dua orang ini adalah..."

"Perkumpulan itu punya tiga orang wakil ketua, dua orang wakil ketua kedua-duanya adalah orang yang ternama di dunia persilatan, hanya wakil ketua ketiga tidak diketahui orang. Yu-shu-xiu-shi itulah wakil ketua ketiga yang misterius, kedudukan Seruling Damai lebih rendah, dia adalah kepala bagian kantor cabang luar Bing-he."

Fu Ke-wei dengan suara yang sangat perlahan berkata, mata macannya sering melirik kearah pintu yang setengah tertutup.

"kantor cabang Bing-he adalah organisasi yang khusus mengurus bagian luar, pesilat tinggi yang datang kali ini semua dari kantor cabang itu."

"Tuan, aku percaya kau tidak akan sembarangan bicara."

Kata Xie-shen sedikit malu.

"Perkumpulan Cun-qiu adalah satu organisasi yang setengah terbuka, aku sungguh tidak pernah mendengar di perkumpulan ini ada dua orang ini."

"Setengah terbuka, maka setengahnya lagi adalah rahasia. Dua orang ini khusus bertanggung jawab atas gerakan rahasia, peristiwa yang terjadi di berbagai tempat, siapa pun tidak akan terpikir ada hubungannya dengan perkumpulan itu. Hemm...! Coba kau pikir, tadi sore aku pergi justru melakukan satu hal, sebenarnya ada hal apa yang ingin dibuktikan?"

"Ini......"

"Tuan apakah pergi menyelidik gerakan mereka?"

Tanya Ouw Yu-zhen tertawa.

"Tidak salah."

Fu Ke-wei menganggukan kepala.

"beberapa tamu yang menginap di penginapan di seberang jalan, sebenarnya adalah orang yang bersiap diam-diam membantu dan mengantarkan berita, dan berita yang telah disampaikan adalah mengenai masalah ada orang yang masih hidup dalam penangkapan orang yang di lakukan oleh benteng Zhang-feng."

"Aduh!"

Teriak Nie-sha-yin-hoa terkejut.

"apa melapor pada orangnya benteng Zhang-feng?"

"Sedikit pun tidak salah, makanya Yu-shu-xiu-shi membujuk kalian mengantarkan sendiri kepala kalian ke benteng Zhang-feng. Aku telah menguburkan orang yang pengantar suratnya, sekarang paling sedikit kita punya waktu satu dua hari."

"Mereka pergi ke benteng Zhang-feng, ada tujuan apa?"

"Nanti aku baru beritahukan."

Fu Ke-wei sudah berhasil menyelidiki maksud tujuan Yu-shu-xiu-shi pergi ke benteng Zhang-feng, yang ada hubungannya dengan tujuan dia, karena bos penginapan ada disana, dia tidak leluasa mengatakannya.

"jujur aku katakan pada kalian, saat perkumpulan Cun-qiu muncul, aku telah mengawasi mereka, terhadap asal-usul mereka, aku lebih tahu dibandingkan orang lain, karena itu aku diam-diam bersiap diri, waspada pada mereka, cepat atau lambat akan terjadi perselisihan yang tidak bisa dihindarkan. Berita yang aku dapat, ada beberapa telah dibuktikan dari orang pengantar berita. Kalian hati-hati......"

Api lilin bergoyang-goyang, gordin bergoyang pintu bersuara, orangnya telah menghilang.

"Gerakan saudara kecil ini sungguh seperti setan."

Kata bos penginapan yang berdiri bulu kuduknya.

"saudara Tu, kau melihat dengan jelas bagaimana cara dia pergi?"

"Tidak."

Walau Xie-shen sudah tahu Fu Ke-wei punya kemampuan hebat ini, tetap saja bulu di wajah dan di tangan pada berdiri.

Nie-sha-yin-hoa juga ada perasaan yang sama, wajahnya tampak aneh.

Hanya Ouw Yu-zhen wajahnya tenang, seperti tidak terjadi apa-apa.

"Aku dengar kampung disekitar Lin-jia-gou, sering ada hantu."

Xie-shen dengan berkelakar menenangkan diri.

"pasti membuka penginapan gelap, mereka sering melakukan kejahatan merampas harta orang, makanya hantu penasaran mengejar orang itu. He he he! Sialan! apa tidak menggunakan daging manusia membuat masakan! Padahal waktu makan malam aku makannya banyak!"

"Sialan! Aku hanya seorang diri, seorang makan kenyang seluruh keluarga kenyang, tidak ada niat untuk jadi ternama, hidup ku santai dan lancar, buat apa membuka penginapan gelap?"

"Xie-shen tua, kau jangan bicara kata kata yang menyebalkan itu, baik tidak?"

Nie-sha-yin-hoa berteriak.

"Baik baik, nona besar, aku tidak mengatakan, tidak mengatakan."

Ouw Yu-zhen sepertinya tidak mendengar mereka sedang berbincang apa, sepasang matanya menatap pada pintu.

Di luar pintu memang ada orang yang sedang mencuri dengar, tadi sewaktu Fu Ke-wei masuk, hanya menggunakan kaki menutup pintunya, menempel di celah pintu mencuri dengar sangat mudah sekali, orang di dalam ruangan tidak mungkin bisa mengetahui di luar pintu ada orang yang mencuri dengar.

Orang yang mencuri dengar sangat waspada, sekali pintu bergerak langsung terbang pergi, cepatnya sangat mengejutkan orang, sungguh seperti sinar kilat.

Tapi Fu Ke-wei lebih cepat lagi, di dalam gelapnya malam jarak dekat pun sulit melihat bentuknya.

Bayangan abu-abu yang berperawakan kecil, dalam sekejap telah berlari sejauh seratus langkah lebih, meninggalkan jalan raya masuk ke tanah liar, bayangannya samar-samar masih terlihat.

Sesudah sampai di luar kota yang tumbuh dengan subur rumput dan pohon, tidak akan ada orang yang mengejar lagi!

Di siang hari bolong, bertemu hutan jangan masuk, apalagi dalam gelapnya malam siapa yang berani melanggar pantangan mengejar masuk ke dalam hutan?

Mungkin di dalam hati bayangan abu-abu merasa gembira, hingga dalam larinya dia membalikan kepala melihat kebelakang.

Tidak di sangka, tiba-tiba ada bayangan hitam datang menutup.

Dia ingin membalikan tubuh mempertahankan diri tapi sudah tidak keburu, seluruh refleknya tidak bisa mengikuti keinginannya, ssst...

terdengar suara leher di cekik, kemudian bagian bawah pinggangnya di peluk, lalu jatuh ke atas rerumputan dan di tekan dengan kuat, dia ingin berguling balik menyerang tapi tenaganya sudah tidak ada.

"Bagus, ternyata seorang wanita."

Fu Ke-wei melepaskan tangannya, meloncat berdiri.

"kau benar-benar tidak mau sudah? Sebel. Jangan membuat aku marah, nona Hoa! Aku ini bukan Budha yang maha penyayang dan maha pengasih, tapi adalah laki-laki yang aneh dan sesat."

Di bawah sinar bintang, dia mengenali wanita ini adalah Hoa-fei-hoa, Hoa Yu-ji.

Tubuh wanita biasanya kalah oleh tubuh laki-laki, bertemu dengan laki-laki yang tinggi besar terasa akan menjadi lebih pendek setengah, sehingga kebanyakan wanita berlatih senjata gelap yang kecil untuk melindungi diri, sebisanya menghindari pertarungan jarak dekat dengan laki-laki.

Senjata gelapnya Hoa-fei-hoa, adalah sebuah jarum gepeng yang tidak perlu diberi pita sutra untuk menstabilkan arah, panjangnya lima cun, karena itu geraknya sangat cepat, dengan mata telanjang sulit dilihat dengan jelas, makanya disebut Jarum Dewa Tanpa Bayangan.

Jika dilemparkan dengan menggunakan Wu-tian-shen-gang (Langit besar dewa kuat) dari ilmu aliran mistik, bisa memecahkan pertahanan tenaga dalam, seperti menembus kapas busuk, di dunia persilatan nama Hoa Yu-ji membuat orang sangat ketakutan, beberapa orang yang menyebut dirinya pakar senjata gelap yang ternama, tapi terhadap Jarum Dewa Tanpa Bayangan mereka sebisanya menghindar.

"Kau......kau yang tidak tahu aturan ini...sungguh menyebalkan!"

Hoa Yu-ji meloncat berdiri, mengusap-usap tenggorokan yang barusan di cekik dengan kuat, dia berteriak malu, mungkin tidak tahan ditindih oleh laki-laki di atas tanah.

"Jurus pertarungan tidak tahu malu apa yang kau gunakan?"

"Aku memang orang kecil, tentu saja yang digunakan adalah jurus perkelahian orang kampung!"

Fu Ke-wei juga diam-diam merasa lucu. Mungkin Hoa-fei-hoa seumur hidup baru pertama kali ditindih seorang laki-laki seperti ini, di dalam hati timbul satu perasaan yang aneh.

"Siapa kau sebenarnya?"

Hoa-fei-hoa dengan wajah penuh pertanyaan.

"Kau membawa satu laki-laki dan dua wanita, tiga orang pengikut muncul di daerah Shan-xi, pasti bukan tanpa alasan, aku ingin tahu tujuanmu sebenarnya."

"Nona Hoa, sekarang ini aku tidak bisa memberitahu, di kemudian hari kau akan mengerti, tapi aku bisa memberi satu kepastian padamu, aku bukan musuhmu. Cukup tidak?"

"Maksudmu adalah......"

"Apa pun aku tidak akan mengatakannya. Dengar nasihatku! Kalian lebih baik jangan pergi ke benteng Zhang-feng, jika tidak......"

"Jika tidak bagaimana?"

"Ketua benteng Zhang-feng ketua Xi ayah dan anak adalah orang yang doyan wanita, dan kau adalah wanita cantik yang sangat cantik, jika tertangkap oleh mereka, akibatnya kau pikirlah sendiri."

Kata Fu Ke-wei dengan tulus.

"Dan juga gerakan kalian, akan mempengaruhi gerakanku."

"Ooo! Apakah kau juga akan pergi ke benteng Zhang-feng?"

"Aku tidak pernah mengatakan akan pergi ke benteng Zhang-feng."

"Tapi maksud dalam perkataanmu sangat jelas, jika di tambah empat pedang kami bagaimana?"

"Ooh langit! Bagaimana aku berani pergi bersama dengan bunga yang begini galak, yang paling cantik di dunia persilatan ini? Aku ini kan bukan orang gila, sudahlah! Sampai jumpa, bunga yang galak."

Tubuhnya mendadak mundur menjauh.

"Dia......sebenarnya dia orang macam apa?"

Hoa-fei-hoa berguman sendiri. 0-0-0

"Siapa dia?"

TanyaXie-shen pelan.

"Hoa-fei-hoa."

Kata Fu Ke-wei.

"Ooo! Dia tidak menggunakan Jarum Dewa Tanpa Bayangan menghadapimu?"

"Tidak."

"Bukankah mereka telah berjalan menuju utara? Kenapa masih muncul disini?"

Tanya Xie-shen tidak mengerti.

"Wanita setan ini banyak siasatnya, siapa yang tahu dia sedang melakukan apa?"

Fu Ke-wei menggelengkan kepala.

"mungkin dia sengaja membuat orang bingung, atau di dalam kegelapan ingin menunggu saatnya ketua muda Xi pulang, menggunakan siasat menyembelih dia dulu, lalu pergi ke benteng Zhang-feng minta pertanggung jawaban dari Satu Pedang Dunia Xi Zhang-feng."

"Tuan, kukira seharusnya kita menarik dia, bagaimana pun tujuan kita sama, ditambah tenaga mereka, kekuatan kita akan semakin kuat, aku pikir dia juga akan dengan gembira bekerja sama dengan kita."

Nie-sha-yin-hoa mengusulkan.

"Wanita galak itu adalah wanita kuat, sombong dan percaya diri, setelah bekerja sama, apakah dia mau mendengar pengaturan kita? Sampai saatnya aneh jika tidak berbalik wajah jadi musuh!"

Fu Ke-wei dengan tegas menolak usulan bekerja sama.

"Aku pikir keadaannya tidak akan jadi begitu."

Ouw Yu-zhen tertawa.

"sifat bisa berubah menurut keadaan, walau dia pernah dipermainkan oleh tuan, amarahnya sulit mereda, tapi dia bisa tahu keadaan dirinya sendiri, tahu ilmu silatnya dibandingkan dengan tuan, jaraknya terlalu jauh. Dan juga, aku telah melihat dia tidak saja tidak benci pada tuan, di dalam hati malah sebaliknya suka pada tuan."

"Jangan sembarang bicara, kau bukan dia, bagaimana bisa tahu pikirannya? Bikin kacau saja!"

"Karena aku adalah wanita."

Ouw Yu-zhen tertawa.

"hanya wanita baru bisa mengerti hati wanita, jika tuan tidak percaya, kau bisa tanyakan pada kakak Chao, dengar apa kata dia."

"Pendapat aku sama dengan adik Fu."

Kata Nie-sha-yin-hoa tertawa.

"wanita memang mahluk yang sulit diduga, jelas-jelas di dalam hati suka, tapi mulutnya berkata tidak, apalagi wanita yang sifatnya keras seperti Hoa-fei-hoa, tentu juga demikian. Sebenarnya wanita yang wajahnya semakin keras, di dalam hatinya semakin lemah, wajah yang keras untuk menutupi hatinya yang lemah."

"Kalian semakin bicara semakin melantur, apa dia telah memberi kalian keuntungan, hingga membantu dia bicara."

Kata Fu Ke-wei tertawa pahit.

"setelah aku keluar, bos penginapan Shang membicarakan apa saja dengan kalian?"

"Kebanyakan membicarakan tuan."

Ouw Yu-zhen tertawa.

"mula-mula dia menanyakan asal-usul tuan dan sebutannya, kenyataannya kami pun tidak tahu! Sehingga, kami semua sembarangan menebaknya."

"Kalian mengharapkan siapa aku ini?"

"Siapa tuan itu tidaklah penting."

Kata Nie-sha-yin-hoa dengan tulus.

"kami dengan rela mengikuti kau, sebab sangat bangga dengan perbuatanmu, walau kau adalah seorang baik yang banyak melakukan kejahatan yang tidak bisa diampuni, juga pasti tidak akan menyesal."

"Terima kasih atas kepercayaan kalian."

Kata Fu Ke-wei juga dengan tulus.

"Ooh betul! Bos penginapan Shang tadi telah memberitahu kami, ada satu jalan kecil yang tersembunyi bisa langsung sampai ke gunung Li-liang, hanya saja perjalanannya lebih jauh tiga empat hari."

Kata Ouw Yu-zhen.

"Tidak disangka dia orang yang perhatian, bisa mengetahui kita akan pergi ke benteng Zhang-feng, bagaimana pun jahe lebih tua lebih pedas!"

Fu Ke-wei berkata.

"waktunya sudah tidak pagi lagi, mari kita istirahat! Besok kita harus bangun pagi-pagi melanjutkan perjalanan!"

Ayam pagi berkokok melihat langit, ini adalah kata-kata mutiara untuk orang yang bepergian jauh, pagi-pagi berangkat berjalan supaya tidak terhambat di jalan, dan tidak mendapat tempat untuk menginap.

Di depan penginapan Yung-an, pelayan dengan hangatnya membantu tamu menyiapkan kuda.

Fu Ke-wei dan kawan-kawannya, empat orang saat fajar menyiapkan kuda melanjutkan perjalanan.

Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai yang berada di sisi lain, mengawasi persiapan pelayan, di samping diam menonton, sorot matanya sering melotot dengan galak pada Fu Ke-wei.

Ling-yun-yan tiga orang wanita, juga sering mengawasi gerakan masing-masing pihak.

Seruling Damai tidak berani menantang Fu Ke-wei, jadi mencari Xie-shen.

"Saudara Tu, kau sungguh telah memutuskan tidak pergi dengan kami?"

Seruling Damai bertanya pada Xie-shen yang sedang mengikat bungkusan pada pedal kuda.

"Betul, aku takut."

Jawab Xie-shen dingin, di dalam hatinya benci sekali.

"Bukankah kau akan berjalan ke utara mencari teman?"

"Bagaimana nanti saja."

Xie-shen menunjuk pada Fu Ke-wei.

"Aku akan mengikuti saudara kecil Fu dan kawan-kawan berjalan ke selatan, meninggalkan tempat kacau ini dulu, selanjutnya bagaimana, lihat nanti saja."

"Jika aku memaksa kau ikut kami......"

"Lebih baik jangan."

Xie-shen tangannya memegang pegangan golok.

"kau mungkin masih belum tahu sekarang ini aku adalah pelayannya saudara kecil Fu, kau harus tanya dia dulu, apakah dia mengizinkan tidak?"

"He he he! Tentu saja aku tidak mengizinkannya."

Fu Ke-wei tertawa aneh.

"aku sangat memperhatikan masalah yang merugikan aku, demi memperebutkan satu sen uang, juga tidak akan segan-segan bertarung merebut kembali keadilan. Orang baik dihina orang, kuda baik ditunggangi orang, hari ini jika aku mengaku kalah, dan direbut satu sen uang oleh orang, dan tidak mempermasalahkannya, lain kali pasti bungkusan baju pun habis direbut orang. He marga Xiao, apakah kau akan melawan kehendakku?"

"Aku sekarang sedang sibuk melakukan perjalanan keutara, tidak ada waktu bermasalah denganmu."

Seruling Damai warna wajahnya berubah-rubah, akhirnya mengeluh sekali.

"tidak lama lagi, kita akan bertemu di dunia persilatan."

"Bagus sekali, aku percaya kau tidak akan menunggu lama."

"Benar, aku pasti bisa menemukanmu."

Kata Seruling Damai menggigit gigi, dengan Yu-shu-xiu-shi dia naik ke atas pelana kuda.

Ling-yun-yan bertiga juga siap naik ke atas pelana kuda melanjutkan perjalanan, Yu-shu-xiu-shi sudah berjalan duluan dengan cepat menuju ke utara.

Penunggang kuda yang menginap di penginapan, saat berangkat hanya ada enam orang.

Ling-yun-yan menunggu Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai pergi menjauh, akhirnya tidak tahan dia berjalan menuju kearah Fu Ke-wei.

Dua orang pelayan setia dia, tampak bersemangat ingin bertarung.

"Perselisihan di antara kita, nanti kita perhitungkan di kemudian hari."

Wajah Liu Fei-yan tidak tampak rasa marah yang jelas, tapi ada wajah senyum yang mengandung niat jahat.

"kau katakan, kau ini sebenarnya Fu-xian atau Fu-jiu?"

"Orang kecil semacam aku ini, sering harus melarikan diri dari mala petaka, mengganti nama adalah satu cara yang sering digunakan oleh orang dunia persilatan, pahlawan yang mempunyai puluhan nama palsu banyak sekali! Buat apa kau perdulikan nama Fu-xian atau Fu-jiu?"

Berhadapan dengan wanita cantik yang seksi, kata-kata Fu Ke-wei santai tingkahnya tenang.

Seseorang yang tidak punya keinginan terhadap orang atau sesuatu, berbicara santai itu adalah hal yang normal sekali, tidak menjilat orang, mana bisa mengharapkan mendapatkan keuntungan dari orang?

"La......lalu di kemudian hari bagaimana aku bisa mencarimu?"

"Itu adalah kesulitanmu sendiri, bukan urusan aku. Nona besar Liu, kau paling bagus berpikir dulu dengan tenang, sebenarnya siapa yang menagih hutang, baru bertindak, itu juga tidak terlambat, hanya sepihak menyatakan sebagai penagih hutang, walau kau dapat mencari aku, kau juga hanya mendapat kegembiraan yang kosong saja."

"Bagaimana pun kau tidak bisa menolak hutang, kau lebih hebat dari pada Yu-shu-xiu-shi, sampai Seruling Damai juga harus terus-menerus menahan diri tidak mau menempuh bahaya bertarung denganmu, di seluruh dunia persilatan, orang yang sukses sepertimu ini tidak banyak."

"Pujian yang berlebihan, aku merasa tersanjung."

"Jangan senang dulu."

Liu Fei-yan tidak tahan dengan tingkahnya, dia merasa akan marah lagi.

"Yang aneh kau malah tidak mendapatkan julukan dari semua orang, kau sebenarnya berkelana di dunia persilatan, tujuannya apa? Apakah hanya menginginkan keuntungan saja tidak mau punya nama yang terkenal? Atau ada tujuan lain yang tidak diketahui orang?"

"Nona besar Liu, aku sudah mengerti kau menanyakan timur tujuannya barat. Jika aku sudah mempunyai sebutan yang diketahui oleh semua orang, kau jadi bisa dengan mudahnya mencari aku, para pengawal bunga yang menyembah di bawah rokmu itu, akan seperti anjing pemburu......"

"Kau pantas mati!"

Liu Fei-yan kembali terusik lagi!

Dalam teriakannya dengari marah mendadak mengangkat tangan kiri.

Satu sinar tipis membelah udara, datang menyerang cepat laksana kilat.

Fu Ke-wei mengangkat tangannya, pecut kudanya pelan menangkis.

Traang.....

sebilah pisau daun Liu jatuh ke tanah.

"Sungguh lihay!"

Fu Ke-wei menggelengkan kepala tertawa pahit.

"kau wanita baik-baik yang anggun, tidak terduga sangat membahayakan, sedikit-sedikit menggunakan kepandaian menyerang aku, langit yang tahu kau telah melukai berapa banyak orang yang tidak berdosa. Kau pergilah! Aku tidak ingin melihatmu lagi."

"Aku ini penagih hutang, aku ada hak menggunakan segala cara menagih hutang."

Ling-yun-yan dari malu menjadi marah, tapi di dalam hati juga merasa terkejut.

"sekarang aku sedang ada urusan, tidak menagih dulu padamu, kita bicarakan di lain hari, ingat baik-baik, aku pasti akan menemukan kau lagi."

"Paling bagus kau jangan bertemu denganku lagi, jika tidak kau akan mendapat malu besar. Semua masalah hanya ada sekali tidak boleh terus menerus, kesabaranku ada batasnya."

Jika diteruskan pertengkarannya, Liu Fei-yan merasa tidak akan bisa mengejar Yu-shu-xiu-shi, maka dengan kesal dia kembali ke kudanya, dengan marah dia naik kuda pergi, sebelum berangkat masih dia masih melotot Fu Ke-wei sekali, sorot matanya sangat tajam.

"Tuan, kau harus waspada pada wanita kecil yang keji ini."

Xie-shen tidak bisa tenang.

"selanjutnya setiap saat dia bisa diam-diam menyerang tuan, seharusnya sekali bekerja tuan mengamankan selamanya."

"Sebenarnya sifat dia tidak terlalu jahat, jika tidak, mana mungkin aku dengan mudahnya melepas dirinya?"

Fu Ke-wei tertawa pahit.

"Tapi terhadap tuan malah jahatnya sangat menakutkan."

Kata Xie-shen marah.

"Dia adalah ular berbisa yang mempunyai kulit yang indah, sekuntum bunga opium yang menarik orang, setan yang memakai baju dewi, selanjutnya bagaimana kau bisa menahan dia?"

"Dia wanita yang pintar dan cantik dan sombong, percaya dirinya bukanlah akhlak yang terlalu jelek, kau tenang saja, dia tidak akan bisa melukai aku."

"Dia tidak perlu melukai kau dengan tangan dia sendiri, tuan."

"Jangan bicarakan masalah dia lagi, ayo cepat kita berangkat!"

"Dia akan mendapatkan backing yang sangat kuat, tuan! sungguh seharusnya tuan jangan melepaskan dia."

"Dia bukan mendapatkan backing yang kuat, tapi kupu kupu kecil menerjang api, mencari kesulitan sendiri."

Fu Ke-wei juga naik ke atas kuda.

"jalanlah! Menuju selatan."

Sepuluh li lebih dari kejauhan Lin-jia-gou, di sebelah kanan jalan tampak ada satu jalan kecil.

"Ikut aku."

Xie-shen mempercepat kuda melewati masuk ke jalan kecil.

"Sipoa Besi khusus berpesan, melalui jalan ini walau lebih jauh beberapa hari, tapi pasti aman dan tersembunyi."

"Paling bagus tiga empat hari, biarkan mereka tiba lebih dahulu, dengan santai dan bergembira saling berkenalan, supaya kita mudah memancing ikan di air keruh."

Fu Ke-wei sepertinya sudah ada rencana, tidak terburu-buru menempuh jalan.

Gunung Li-liang adalah nama keseluruhan gunung, gunung itu bukitnya banyak, juga punya nama sendiri-sendiri.

Benteng Zhang-feng di dirikan di lereng sebelah barat gunung Li-liang, menghadap ke sungai Dong-chuan, sungainya lebar tapi airnya sedikit, di bagian yang dekat dengan benteng ada jurang yang sangat dalam yang menjadi pertahanan alam, air mengalir ke arah barat menyatu dengan sungai Bei-chuan.

Tembok benteng Zhang-feng dibangun dengan bata hijau besar, tingginya dua setengah zhang, menggunakan tali memanjat juga harus setengah harian waktunya.

Tembok benteng yang tinggi ini bisa menahan serangan tentara, tapi tidak bisa menghalangi pesilat tinggi dunia persilatan.

Tapi bagi pesilat tinggi dunia persilatan walau bisa melewatinya, mungkin tidak bisa keluar lagi, jika ada tiga-lima puluh orang pesilat tinggi menyusup masuk, yang dapat keluar hidup-hidup paling hanya beberapa orang saja.

Begitu benteng ditutup ke empat pintunya, orang yang masuk pasti seperti macan masuk perangkap, begitu hari terang, seperti menangkap kura-kura di dalam gentong.

Beberapa hari lalu, orang benteng Zhang-feng telah mengetahui ada orang yang menyusup, hingga terjadi dua kali pertempuran.

Orang yang menusup jumlahnya tidak banyak, masuk dengan terburu-buru dua kali, dan gagal meloloskan diri, tapi telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, sebelas orang mati, hingga menimbulkan kepanikan.

Orang yang menyusup ke dalam benteng, selalu tidak bisa mendekat ke gudang pusaka bawah tanah yang berada di pusat benteng, karena penjagaannya paling ketat.

Sekarang pengawal yang ditugaskan mengawasi dari gunung-gunung, juga telah ditambah hingga tiga kali lipat.

Mereka bersembunyi di dalam hutan di punggung gunung sejauh sepuluh li di sebelah utara benteng, melalui celah daun-daun mereka bisa melihat ke bawah, benteng Zhang-feng yang megah tampak dengan jelas berada di bawahnya, ratusan rumah yang ada di dalamnya ditata dengan rapih, sepertinya di dalam strategi besar ada strategi kecil, dengan gudang pusaka bawah tanah sebagai pusatnya, melebar ke empat penjuru.

Di lingkaran luar, ada sungai pelindung bentengyang airnya didatangkan dari air sungai Dong-chuan, lebarnya ada tujuh delapan zhang, dalam sampai tidak terlihat dasar-nya, sulit jika ingin menyeberanginya.

Satu-satunya jalan keluar masuk, adalah jembatan besar dari kayu di depan gerbang benteng selebar tiga zhang yang bisa ditarik sebagian.

Begitu ditarik bagian tengah papan jembatannya, maka jalan keluar masuk akan terputus, biasanya hal itu dilakukan malam hari.

Hoa-fei-hoa, Hoa Yu-ji telah menyamar sebagai seorang wanita kampung, pelayan wanita dan Sepasang Bintang Perak juga telah menyamar jadi sepasang suami istri orang kampung.

"Sungguh kacau sekali!"

Kata Hoa-fei-hoa dengan kecewa.

"berturut-turut telah menyiksa mati sebelas orang, tapi malah satu orang pun tidak ada yang tahu posisi alat jebakan di dalam gudang pusaka bawah tanah, sampai lingkaran luar pun tidak bisa mendekatinya, bagaimana bisa masuk kedalam gudang pusaka bawah tanah?"

"Malam ini kita harus bisa mendekatinya."

Kata pelayan wanita dia.

"menurut jadwal perjalanan, ketua benteng Xi seharusnya sudah pergi ke Tai-yuan mengunjungi temannya, dan dalam dua hari ini akan kembali."

"Nona Hoa, kejadian ini tidak akan terulang ketiga kalinya, lebih baik batalkan saja!"

Niu Lang-xing tampak mengkhawatirkan sekali.

"jika ditunda lagi, rencana kita menjebak si anjing tua Xi dalam perjalanan pulang juga akan gagal, sekali dia masuk ke dalam benteng, kesempatan membunuh dia juga akan hilang. Malam ini jika kita menempuh bahaya masuk ke dalam, masuk mudah, keluarnya yang akan sulit, kewaspadaan mereka telah ditingkatkan berlipat ganda."

"Aku tidak rela masuk ke tempat harta karun, kembali dengan tangan kosong."

Kata Hoa-fei-hoa dengan kesal.

"Malam ini jika gagal, kita meloloskan diri juga masih keburu. Jika perlu, membakar membuat kekacauan......"

"Tidak mungkin."

Kata Zhi Nu-xing.

"bentengnya semua dibangun dengan bata hijau besar, dan setiap loteng ada tembok anti apinya, benda yang dapat digunakan untuk membakar tidak banyak, dan kita tidak mungkin membawa rumput kering masuk ke dalam. Walau bisa membakar satu dua rumah, juga tidak akan menjadi mala petaka, tidak mungkin menjadi kacau, sinar api malah bisa membocorkan gerakan kita, lebih banyak ruginya dari pada untungnya."

Yang dikatakan oleh Sepasang Bintang Perak adalah kenyataannya, bagaimana Hoa-fei-hoa bisa tidak bisa, harus percaya?

"Baiklah!

Malam ini terakhir kali kita masuk, tidak perduli berhasil atau gagal, kita harus keluar dari daerah pegunungan ini, di tengah perjalanan kita akan mengubur si anjing tua Xi."

Hoa-fei-hoa akhirnya memutuskan, melakukan penyelidikan terakihr kalinya.

"aneh! Disini bisa melihatnya dengan jelas, satu persatu rumah, lotengnya juga terlihat dengan jelas, kenapa setelah masuk, sampai arah pun sulit memastikannya? Kenapa tidak bisa mendekati gudang pusaka bawah tanah......"

Dari belakang tiba-tiba terdengar tawa dingin yang menakutkan, dan batuk pelan dari satu orang lainnya yang bermaksud menarik perhatian!

Empat orang itu sama-sama terkejut, membalikan tubuh bersiaga.

Tampak seorang biksu setengah baya, seorang lagi pendeta dao tua, pendeta dao tua membawa pedang, sedang biksu membawa golok, gerakan mendekat mereka berdua sangat ringan seperti roh yang tidak berwujud.

Kepandaian Hoa-fei-hoa berempat, semua bertelinga tajam, bermata terang, dalam jarak dua puluh langkah bisa membedakan daun jatuh atau bunga terbang, orang yang bisa mendekati hingga sampai di belakang mereka sedikit pun tidak merasakannya, tekanan dan getarannya terhadap hati empat orang ini, sangat berat sekali.

"Kalian ini bodoh benar."

Kata pendeta dao penuh dengan rasa mempermainkan.

"melihat dari jarak jauh, dengan melihat dari dekat itu berbeda sekali, kalau pengetahuan ini tidak mengerti, kalian mana pantas jadi perampok pencuri harta?"

"Mereka malah ingin menarik diri, dan menjebak ketua benteng Xi di perjalanan!"

Kata Biksu sambil menggendong tangan, tingkahnya santai sekali, sepertinya tidak khawatir empat orang ini melakukan serangan yang di luar dugaan.

"pendeta dao tua, kita bertamu ke benteng Zhang-feng, tuan rumah menyambut dengan meriah, kita tentu ada kewajiban meringankan kesulitan tuan rumah, betul?"

"Tentu!"

Suara pendeta dao tua tajam melengking.

"Ini adalah rasa setia kawan seorang teman, seharusnya begitu."

"Apa yang akan kita lakukan?"

"Biar aku menggunakan She Shen-zhang (Tangan dewa mematikan) menangkapnya satu persatu, membawa mereka pulang ke benteng, bagaimana?"

"Bagus sekali! Aku dengar She Shen-zhang nya pendeta, sangat hebat sekali, tapi belum pernah melihat kau menggunakannya, sungguh sangat menyesal, hari ini biar pendeta membuka mataku, silahkan Dao-chang!"

"Tontonlah."

Pendeta dao tua selangkah demi selangkah maju kearah Hoa-fei-hoa yang ada di depan, sekitar satu zhang dua che, dia memasang kuda-kuda, sepasang telapaknya disilangkan, lengan baju dan mantelnya bergerak sendiri tanpa ada angin, sepertinya dalam sekejap seluruh orangnya ditutupi oleh semacam hawa misterius.

Sepasang telapaknya sedikit bergoyang, semakin lama semakin membesar, tenaga yang keluar menjadi gelombang terus menerjang pada Hoa-fei-hoa.

"Hay......kau ini Yao......Yao-xian......"

Tampak wajah Hoa-fei-hoa ketakutan sekali, lalu tubuhnya gemetaran.

"Aku adalah pendeta dao Yao-xian Li-hun (Dewi pemisah roh)."

Pendeta tua dengan bangganya maju mendekat.

"kau sudah tidak mampu bergerak lagi, menyerahlah."

"Aku......aku tidak......tidak mau mati....."

Dengan ketakutan Hoa-fei-hoa memaksakan diri membalikan tubuh, ingin meloloskan diri dari cengkraman She Shen-zhang.

"Kau tidak akan mampu pergi......"

Yao-xian dengan bangga berteriak, sekelebat sudah mendekat, tangannya yang besar mengulur ingin menangkap orang.

Dalam sekejap tangan halusnya Hoa-fei-hoa dengan kecepatan yang sulit diketahui, diam-diam diayunkan ke belakang, menggunakan cara melempar panah tangan, diam-diam melemparkan satu sinar dingin dengan kecepatan yang sulit dilihat oleh mata telanjang.

Walau Yao-xian tidak maju ke depan menangkap orang, juga tidak akan bisa melihat dan menghindar senjata gelap ini, sekali menerjang ke depan, maka jaraknya tinggal sepanjang tangan diulurkan, dewa pun tidak akan bisa menghindar hawa kematian ini.

Inilah akibat yang paling menyedihkan, yang paling fatal bagi orang yang terlalu sombong terlalu percaya diri.

Seorang pesilat tinggi yang ilmu silatnya sudah super tinggi, sering karena terlalu ceroboh, mati ditangan seorang berandalan dunia persilatan kelas tiga.

Yao-xian dengan temannya biksu setan, keduanya disebut Pendeta Yao-mo, adalah orang persilatan kelas super.

Menurut kabar tujuh penjaga di tempat pelepas pedang Wu-dang juga tidak bisa menahan mereka berdua, membiarkan mereka bebas masuk keluar gerbang gunung.

Jika kabar ini benar, berarti ilmu silat dan nama Yao-xian lebih tinggi dari pada Hoa-fei-hoa entah seberapa tingginya, tidak bisa dibandingkan.

Sebuah jarum Dewa tanpa bayangan, dilempar menggunakan Wu-tian-shen-gang.

Jika Yao-xian tidak terlalu sombong dan percaya diri, menanyakan terlebih dulu nama dan asal-usul lawannya, dia tentu tahu keadaan lawannya, akibatnya tentu akan berbeda sekali.

Jarum menembus perut keluar dari punggung sepanjang dua cun, tertahan oleh tulang belakang hampir saja tembus keluar.

Bersamaan waktunya Hoa-fei-hoa menjatuhkan tubuhnya ke depan, di atas tanah dia membalikan tubuh, tangan mulusnya bersamaan melemparkan sekumpulan jarum seperti hujan, sambil berteriak dalam yang aneh.

Pelayan wanitanya dengan dia hampir satu pikiran, juga bersamaan waktu melemparkan segumpal jarum, tangannya bergerak pedang menyerang, orangnya berkelebat laksana kilat.

Dua gumpal jarum seperti hujan, kerja sama yang tidak ada celahnya, semua terbang mengarah ke tubuh dan sisi kanannya Biksu Setan, memaksa Biksu Setan dalam gugupnya berkelebat menghindar kekiri, tepat menyongsong datangnya pedang pelayan wanita, pedang itu langsung menusuk tembus ke jantungnya.

"Ngek......"

Biksu Setan menangkap pedang yang menembus dadanya, seperti terkena kilat dia mundur kebelakang.

"Kalian sung...... sungguh ke......keji......ngek......"

Pelayan wanita itu melepaskan pedang ditangannya, di tangan sudah ada sebuah jarum, tapi tidak dilemparkan, hanya untuk berjaga-jaga saja.

Yao-xian tidak bisa mengendalikan dirinya, dia menerjang kebawah sebuah pohon besar, membuat daun dan dahan bergoyang-goyang, kemudian orangnya mental dan roboh ketanah, bersamaan dengan Biksu Setan juga roboh.

"Sungguh tontonan yang mengejutkan!"

Niu Lang-xing terkejut dengan bulu kuduknya berdiri.

"Kalian majikan dengan pelayan berdua kerja samanya begitu matang, cukup membuat para pesilat super diantara pesilat super ngeri, dua orang ini matinya tidak perlu disesali."

"Ketika dengan sombong dia mengatakan akan menggunakan She Shen-zhang menangkap kami, aku sudah tahu siapa dia, bersamaan itu dia juga telah mati setengah."

Hoa-fei-hoa mengembus nafas panjang.

"Tapi, saat itu aku memang takut, expresi wajah ketakutanku tidak bisa lolos dari penglihatannya, sehingga, dia tanpa ragu dan berani menggunakan She Shen-zhang. Cepat..., kita kuburkan mayat mereka."

"Pasti masih ada orang yang keluar dari benteng mencari kita, kita tidak boleh ceroboh lagi."

Niu Lang-xing masih ketakutan dengan pelayan wanita masing-masing menarik satu mayat.

Orang-orang benteng yang keluar dari benteng melakukan pengawasan ke gunung secara besar-besaran, tamu yang minta perlindungan dari benteng, semua menawarkan diri membantu, Yao-xian dan Biksu Setan adalah dua diantaranya, juga adalah gelombang pertama dari lima kelompok pengawas.

Saat hampir tengah hari, di benteng Zhang-feng telah tiba sekelompok tamu agung, yang disambut kedatangannya dari jauh oleh ketua dua benteng Golok Pemutus Arwah (Duan-hun-dao) Han Zhi-jian dengan membawa sepuluh anak buahnya.

Dia adalah adik ipar ketua bentengXi.

Tamunya berjumlah lima puluh orang lebih terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Tamu utamanya adalah Yu-shu-xiu-shi.

Liu Fei-yan dan dua orang pelayannya termasuk dalam tamu-tamu itu.

Saat petang hari, ketua benteng Xi membawa tiga puluh lebih anak buahnya kembali ke benteng dari Tai-yuan.

Mendengar ada orang yang menyusup ke dalam benteng beberapa malam ini, kemarahan ketua benteng berkobar.

Seluruh benteng sekarang dalam taraf waspada penuh, penjagaan kembali diperkuat.

Saat malam hari, pengantar pos melaporkan kabar, ketua muda benteng Xi Wen-xin akan kembali ke benteng besok siang.

Sentral benteng adalah pusat syarafnya, tempat gudang pusaka bawah tanah berada.

Di empat sisi nya masing-masing ada satu perumahan bersatu padu, melindungi sentral, rumahnya berderet-deret, begitu masuk ke dalam sulit melihat arah.

Ini adalah tempat tinggalnya para keponakan keluarga Xi, kecuali pelayan dan orang kepercayaan, orang luar tidak diperbolehkan masuk, ini termasuk daerah terlarang di dalam benteng.

Di lingkaran luar juga dibangun tidak sedikit perumahan empat sisi bersatu, untuk tinggal para famili dan teman juga anak buah yang berkedudukan tinggi.

Di lingkaran luarnya lagi sederetan perumahan empat sisi yang lebih kecil, adalah tempat tinggalnya para anak buah biasa dan pelayan, ukurannya cukup besar pengaturannya sangat ketat.

Ketua benteng Xi tidak pernah membawa tamunya masuk kedalam daerah terlarang, bangunan untuk para tamu didirikan di sebelah timur, peralatannya komplit, tamu agung yang tinggal lama bisa merasa nyaman, hingga lupa pulang.

Bangunan untuk tamu hampir seperti pasar, mau apa pun tersedia, dari yang kecil sebuah jarum dan benang, hingga yang besar teman tidur wanita, semuanya ada, tidak pernah kekurangan.

Tentu saja, semua itu harus dibayar oleh tamu, di dunia tidak ada makan siang tidak memakai uang, ingin mendapatkan apa semua harus bayar.

Kelompok orang Yu-shu-xiu-shi, diatur di ruang tamu gratis, seluruh pelayanan ditanggung tuan rumah, tidak perlu bayar.

Sekitar jam sembilan malam, ketua benteng Xi membawa dua belas orang kepercayaannya, di ruang rahasia tamu bertemu dengan Yu-shu-xiu-shi dan beberapa tamu penting.

Tamu agungnya ada empat orang.

Yu-shu-xiu-shi, Seruling Damai, dan seorang pesilat tinggi dunia persilatan yang sangat ternama------Tangan Pengait Arwah Qiu-wu, satunya lagi adalah Ling-yun-yan, seorang wanita ternama dari tujuh wanita terhebat di dunia persilatan.

Kedua belah pihak sebelumnya sudah ada kontak, sudah ada pengertian, juga sudah ada kesepakatan awal, pertemuan resmi kali ini tidak perlu banyak membahas lagi, setelah basa-basi langsung masuk kepembicaraan inti.

"Dua orang wanita ini, besok malam baru bisa diserahkan padamu, karena di siang hari tidak enak melaksanakannya."

Kata ketua benteng Xi dengan wajah ada satu keterpaksaan yang sulit diketahui orang.

"tapi kau harus membawa orangnya secara rahasia, sedikit saja bocor, perkumpulan anda harus bertanggung jawab, aku tidak ingin mempertaruhkan nama baik benteng Zhang-feng."

"Orang perkumpulan kami mengerjakan sesuatu, menjaga rahasia adalah hal yang utama, ketua benteng tenang saja, aku bertanggung jawab penuh."

Yu-shu-xiu-shi menepuk dadanya menjamin.

"selanjutnya, jika orang-orang benteng anda berada di dunia persilatan, saudara-saudara perkumpulan kami tidak perduli gelap atau terang semua akan mendukung penuh, aku bisa menjamin penuh."

"Saudara kecil adalah wakil ketua perkumpulan anda, aku percaya atas jaminanmu."

Ketua benteng Xi memalingkan kepala pada Ling-yun-yan.

"masalahnya nona Liu, memandang wajahnya perkumpulan Cun-qiu dan saudara Gao, bentengku tentu akan membantu sekuat tenaga, menuruh mata-mata di daerah Shan-xi sepenuhnya perhatikan jejak tiga perampok itu, aku percaya dalam tiga-lima hari sudah ada kabarnya."

"Banyak terima kasih ketua benteng."

Kata Liu Fei-yan dengan senang.

"Nona Liu adalah teman baiknya saudara Gao, sudah seharusnya pihakku membantu."

Ketua benteng Xi tertawa tawar, lalu membelokan pembicaraan.

"malam ini mungkin ada orang yang menyusup, jika diluar ada gerakan apa saja, harap jangan keluar dari daerah bangunan tamu, supaya tidak terjadi kesalah pahaman."

"Ketua benteng tenang saja, aku tahu larangannya."

Yu-shu-xiu-shi tertawa.

"jika dia masuk kedalam bangunan tamu, aku akan membantu ketua benteng menangkapnya."

"Saudara kecil, mungkinkah ini perbuatannya Sepasang Pedang Langit Selatan dan Tiga Phoenix?"

"Tidak mungkin, mereka sedang mengumpulkan teman-temannya, jauh berada di belakang kita! Dan yang mengacau benteng anda, itu terjadi pada tiga empat hari yang lalu."

Kata Yu-shu-xiu-shi, analisanya memang masuk akal.

"orang yang berada di tempat kejadian Lin-jia-gou, jejaknya sangat jelas. Sepasang Pedang Langit Selatan dan Tiga Phoenix masih berada di belakang, mengumpulkan bala bantuan, dalam waktu tiga-empat hari pasti tidak akan bisa sampai kemari. Xie-shen, Nie-sha-yin-hoa dan orang yang dipanggil Fu-jiu dengan kawan-kawannya, mereka melarikan diri ke arah selatan. Ketua muda benteng setelah kejadian, menemukan pelayan wanita dan laki-laki yang berada di sisi Hoa-fei-hoa ada masalah, mungkin penyamaran dari Sepasang Bintang Perak, waktu mengejar sampai di gunung Zhong-tiao lalu kehilangan jejak mereka."

"Mungkinkah mereka orang-orang yang diurus oleh ketua perkumpulan anda?"

Tanya Ketua benteng Xi seperti sembarangan, wajahnya ada tawa yang dingin.

"perkumpulan anda ada dua organisasi terang dan gelap, mungkin ketua perkumpulan anda mengutus orang lagi, dan tidak memberitahumu."

"Tidak mungkin."

Yu-shu-xiu-shi dengan serius.

"orang di perkumpulan kami tidak perduli gelap atau terang, pembagian kekuasaannya sangat jelas. Ketua perkumpulan memberikan aku tanggung jawab penuh, pasti tidak akan mengutus orang lain lagi menarik kakiku dari belakang. Ketua benteng jika bisa mempercayai aku, orang-orangku bisa aku serahkan pada ketua benteng dengan kekuasaan penuh, menerjang api pun, mereka tidak akan menolak."

"Mungkin aku akan minta bantuan dari kalian, aku kekurangan orang untuk memeriksa gunung-gunung."

Ketua benteng Xi mengerut alis.

"Yao-xian dan Biksu Setan menawarkan diri mengikuti orang keluar memeriksa gunung, sejak pagi telah keluar, tapi sampai sekarang masih belum kembali, sangat mungkin telah terjadi hal yang tidak diinginkan, jika kalian bisa membantu, aku sangat berterima kasih."

Gunungnya dalam hutannya lebat, radiusnya sangat luas, mengutus seratus dua ratus orang mencari jejak di gunung, pekerjaannya tidak mudah?

Buat benteng Zhang-feng melindungi benteng sendiri kekuatannya berlebih, tapi kalau memeriksa gunung secara besar-besaran mereka tidak punya kekuatannya, jika dibantu lima puluh pesilat tinggi, siapa yang tidak mau terima?

Beberapa kata saja dia sudah mengunci Yu-shu-xiu-shi.

Berbincang lagi sebentar, ketua benteng Xi baru membawa orangnya meninggalkan tamunya.

Dia tidak langsung kembali ke pusat, malah mengeliling dan tiba di perumahan empat sisi bersatu kecil di daerah timur laut, meninggalkan dua belas orang bawahannya di luar, dia sendirian melangkah masuk ke dalam pintu pekarangan.

Waktu itu sudah tepat tengah malam, di dalam ruangan tampak masih terang benderang.

Dua orang nyonya cantik berusia tiga puluh tahun lebih, sedang bersantap malam, sambil mengobrol.

Waktu ketua benteng Xi melangkah masuk, dua orang nyonya cantik itu seperti tidak melihatnya, mereka tetap mengobrol dengan asyik.

Tapi ketua benteng Xi tidak merasa tersinggung, dia menarik kursi duduk sendiri, sambil tersenyum menatap mereka.

"Terhadap usulanku dulu, kalian berdua hingga kini masih belum ada jawaban, apakah kalian curiga dengan ketulusan hatiku?"

Tanya ketua benteng Xi tertawa.

"Bukan kami kakak beradik mencurigai ketulusan ketua benteng, tapi ketua benteng yang tidak percaya pada perkataan kami."

Kata nyonya cantik yang ada tahi lalat di sudut mulutnya.

"tahun lalu di Jiang-ning kami bersaudara dengan Yun-sang-nie mendapatkan empat puluh ribu liang perak lebih, di antaranya sepuluh ribu liang perak dibagikan pada Dua Belas Rasi Bintang sebagai upah membantu dan memindahkan, sisanya Yun-sang-nie yang bertanggung jawab menyimpannya, sampai kami bersaudara pun tidak tahu tempat penyimpanan uang itu, kau memaksa kami sampai mati pun tidak ada gunanya."

"Kalian benar-benar tidak tahu jejaknya Yun-sang-nie?"

"Setelah kejadian itu menggemparkan selatan dan utara sungai besar, tidak saja pemerintah mengerahkan banyak orang mengejar kami, malah banyak sekali orang persilatan juga mencari kami, berharap mendapat bagian. Sehingga kami bersaudara terpaksa berjalan ke barat datang kebenteng anda minta perlindungan, sedang Yun-sang-nie berjalan ke utara menyembunyikan diri, sejak itu kami kehilangan kontak."

"Kalian bertiga hubungannya seperti kakak beradik, pasti ada kata yang dibicarakan, coba pikir-pikir di sebelah utara sungai besar, tempat mana saja yang bisa menyembunyikan dirinya? Jika setelah diperiksa ternyata benar, aku pasti akan menuruti perjanjian kita, membuka kuncian jalan darah di tubuh kalian, aku pasti tidak akan ingkar janji."

"Kami kakak beradik dengan dia adalah teman berdasarkan untung rugi, tidak ada perasaan lain, walau dia pernah menyatakan pergi ke utara, siapa yang tahu dia benar ke utara atau tidak? Apa lagi dunia ini luas sekali! Dan dia mahir merubah wajah, tempat mana yang tidak bisa menyembunyikan diri?"

"Ooo...! Dengan demikian, harapan aku jadi tidak terwujud."

Ketua benteng Xi berkata sendiri, lalu dia mendadak bertanya lagi.

"kalian berdua ada hubungan apa dengan perkumpulan Cun-qiu?"

"Tidak ada hubungan apa-apa."

Nyonya cantik bertahi lalat dengari tegas menyangkal.

"walau kami banyak bergerak di daerah selatan sungai besar, tapi dengan perkumpulan tersebut tidak saling mengganggu, juga tidak pernah berselisih. Ketua benteng kenapa menanyakan hal ini?"

"Tidak ada apa-apa, aku hanya sembarangan tanya saja."

Ketua benteng Xi mendorong kursi berdiri.

"besok masih ada waktu sampai siang hari, kalian boleh pikir-pikir terakhir kalinya, kuharap kedua belah pihak bisa puas, malam telah larut, sampai ketemu lagi besok!"

Dua wanita dengan sorot mata penuh tanda tanya melihat bayangan belakang ketua Xi menghilang di luar pintu.

"Kak, dari kata-katanya si anjing tua Xi terdengar seperti ada gejala bahaya, kita harus segera meninggalkannya, jika tidak sampai kita mati pun tidak akan tahu."

Kata nyonya cantik lainnya yang berwajah telur angsa.

"Baik, besok pagi-pagi sekali kita kabur dari benteng dengan bersembunyi di dalam iring-iringan kereta pembelian."

Nyonya cantik bertahi lalat telah memutuskan.

"di pihak Lao Li tidak ada masalah bukan?"

"Aku berturut-turut memberi dia sepuluh kali lebih kesenangan, jangan kata menyembunyikan kita keluar dari benteng, suruh dia mati pun, dia juga akan rela."

"Adik Fang, hati orang susah di tebak, lebih baik kita repot sedikit, dengan keadaan dia tidak tahu, kita bersembunyi di bawah kereta kuda, tentu akan lebih aman, kita hanya punya satu kesempatan, sama sekali tidak boleh gagal."

Kata nyonya cantik bertahi lalat.

"Baik, sekarang kita siap-siap menyamar.."

Orang dulu berkata.

satu kejadian tidak akan lewat lebih dari tiga kali.

Jika berturut-turut pasti akan terjadi masalah.

Hoa-fei-hoa berempat, telah melakukan satu kali penyusupan, apa bisa lolos ketiga kalinya?

sejak awal mereka sudah tiga kali keluar masuk benteng Zhang-feng, menginterogasi dan telah membunuh belasan penjaga, tetap saja tidak bisa mendekati sentral.

Dia akan melakukan yang terakhir kalinya, jika tidak berhasil maka dia akan menarik diri berjalan pulang, mencari cara lain menyelesaikan persoalan dengan ketua bentengXi.

Dia tidak menduga ketua benteng Xi telah kembali begitu cepat, hingga dia telah melakukan kesalahan yang serius.

Sekitar jam sembilan malam, gerbang benteng tiba-tiba dibuka, berturut-turut keluar tiga kelompok bayangan hitam, jumlahnya kira-kira ada empat puluhan, dalam sekejap telah menghilangke dalam hutan.

Lalu rumah-rumah di dalam benteng telah menyalakan lampu, dan juga sering terlihat pasukan patroli yang membawa obor, berpatorli ke setiap-pelosok benteng.

Hoa-fei-hoa dan kawan kawan yang bersembunyi di dalam hutan sejauh empat li, melihatnya, hingga timbul pertanyaan.

"Apa yang sebenarnya telah terjadi? apakah ada orang lain yang menyelinap masuk ke dalam benteng?"

Kata Zhi Nu-xing.

"Sepertinya tidak ada orang yang menyusup, tapi telah terjadi suatu perubahan di dalam benteng. Jika tidak kenapa ada begitu banyak orang masuk ke hutan memeriksa?"

Kata Hoa-fei-hoa menggelengkan kepala.

"Aku lihat malam ini lebih baik kita jangan masuk ke dalam, saat ini di dalam benteng telah terjadi sesuatu masalah, pasti akan memperketat penjagaan, masuk kedalam benteng bukankah..."

"Bodoh, kau tahu apa?"

Hoa-fei-hoa memotong perkataan Niu Lang-xing.

"saat air keruh baru bisa mengambil ikannya! Mereka sedang kacau, malah kebetulan, itu kesempatan baik kita masuk ke dalam, kau jangan menggembosi kami!"

"Baik, baik, nona besar, aku tidak akan berkata lagi, apakah kita berangkat sekarang?"

Kata Niu Lang-xing tertawa pahit.

"Tidak, tunggu dua jam lagi, menunggu sampai saat mereka kelelahan mencari orang, kewaspadaan mereka pasti akan menurun, saat itu baru kita masuk ke dalam benteng."

Kata Hoa-fei-hoa pelan.

"sekarang kita gunakan waktu ini untuk mengumpulkan tenaga, supaya tubuh kita bersemangat."

Lalu empat orang itu duduk di tempat, bersemedi di dalam hutan.

Sekitar jam sebelas malam, lampu di dalam benteng semuanya sudah padam, kecuali pos penjagaan, sudah tidak ada orang yang bergerak, seluruh benteng sepi.

Benteng didirikan di lereng, menggali parit untuk mengalirkan air, air tidak mungkin mengalir ke atas, sehingga di belakang benteng ada daerah yang tidak kena air, kedua ujungnya dibangun dam untuk mengumpulkan air hujan.

Musim semi kali ini jarang hujan, di parit bagian ini setitik air pun tidak ada, tempatnya ditumbuhi rumput liar, kehilangan fungsi sebagai penghalang.

Tapi meski demikian, tembok benteng menjadi lebih tinggi hampir dua zhang, jadi harus mendaki tembok yang setinggi empat zhang setengah, itu bukanlah hal yang mudah.

Tapi mereka tidak bisa tidak harus mendakinya, ini adalah satu satunya jalan masuk ke dalam benteng.

Empat orang semua memakai baju malam warna abu-abu hijau, dengan tembok benteng hampir sama warnanya.

Sepasang tangannya ada kail pencakar tembok yang dibuat khusus, dengan lengan sebagai penahan, tidak saja bisa digunakan untuk mendaki tembok, juga bisa dijadikan senjata yang mematikan.

Ukuran puncak tembok persis seperti benteng kota, di luar dan di dalam ada tembok penghindar jatuh, sering ada penjaga mengulurkan kepalanya melihat keluar, juga sering ada patroli yang terdiri dari dua orang, di atas berjalan kesana-kemari mengawasi apakah ada penjaga yang mengantuk, penjagaannya sangat ketat.

Ilmu silatnya Hoa-fei-hoa paling tinggi dan paling hebat di antara empat orang itu.

Dia memimpin dengan pelan mendaki keatas, tepat berada di tengah dua patroli memeriksa, jika tidak dari jarak dekat, sama sekali tidak akan bisa melihat ada orang naik ke tembok benteng.

Setelah naik ke puncak tembok, memastikan di sekitar tidak ada orang, baru dia melepaskan tali panjang, menarik ke atas orang yang berada dibawah.

Tidak lama, tubuh mereka berempat sudah menghilang di antara rumah-rumah.

Fu Ke-wei dan kawan-kawannya, tiba pada jam delapan pagi di sebelah sisi barat benteng di satu pohon besar.

Sebelum masuk gunung, dia telah bertemu dengan mata-mata yang diutus oleh Jin Zhao-chen, jadi terhadap keadaan benteng Zhang-feng telah ada pengenalan awal, lalu dilanjutkan dengan penelitian seharian, dia memutuskan malamnya melakukan aksi.

Tadinya dia ingin supaya tidak diduga orang, menyusup pada jam sembilan malam, tapi melihat di dalam benteng mendadak lampunya terang benderang, dan juga mengutus orang keluar benteng memeriksa gunung dan hutan, tahulah dia di dalam benteng telah terjadi sesuatu yang tidak terduga, sehingga terpaksa dia menunggu.

Sekitar jam sebelas, di dalam benteng kembali tenang, dan dia mulai bergerak.

Hoa-fei-hoa berempat tidak melalui belakang benteng, dengan berani mereka mendaki dari depan benteng.

Empat orang itu semuanya telah mengganti baju dengan baju sutra anti air, dengan hati hati berenang di bawah air di bawah jembatan benteng.

Tanpa takut mendaki ke atas gerbang benteng, seperti empat ekor cecak yang lincah.

Baju anti air mereka, warnanya juga sama dengan tembok benteng.

Diatas gerbang benteng ada dua orang penjaga, perhatiannya semua ditujukan pada ujung jembatan di seberang kali pelindung benteng, papan jembatan di bagian tengahnya telah diangkat, orang yang menyusup sulit lolos dari penglihatan, tapi tidak memperhatikan orang bisa menyusup dengan berenang di bawah air di bawah jembatan.

Orangnya telah mendekat ke gerbang benteng, penjaga kecuali mengulurkan kepala melihat kebawah, sulit bisa menemukan di bawah ada orang.

Tujuannya belum tercapai, melumpuhkan penjaga adalah hal yang di larang.

Dua orang penjaga ini sungguh beruntung, tidak menemukan ada orang yang datang menyusup, juga telah menyelamatkan nyawanya.

Di dalam ruang rahasia di bangunan tamu, lampu menyala terang.

Ketua benteng tetap membawa dua belas orang kepercayaannya, dengan wajah tidak enak dipandang melangkah masuk keruangan rahasia.

Dua belas orang kepercayaannya menanti di luar berjaga-jaga.

Yu-shu-xiu-shi dan Seruling Damai sudah menunggu di dalam.

Pertemuan kali ini ada Tangan Pengail Arwah dan juga Liu Fei-yan.

"Saudara Gao, perkumpulan anda melakukan ini sudah keterlaluan."

Kata ketua benteng Xi begitu masuk ke ruangan sambil marah.

"Ketua benteng sedang bicara apa? Aku tidak mengerti."

Yu-shu-xiu-shi dengan wajah penuh pertanyaan.

"bukankah ketua benteng telah menyanggupi hari ini menyerahkan orangnya? Sekarang di mana orangnya?"

"Aku malah ingin tanya padamu!"

Sikap ketua benteng Xi sangat tidak bersahabat.

"Mana aku tahu orangnya ada dimana? Apa maksud ketua benteng?"

Yu-shu-xiu-shi adalah orang sombong, dia tidak bisa terima sikap ketua benteng, dengan marah dia mendorong kursi berdiri.

"Apa maksudnya di dalam hati mengerti, bukankah kau ingin menghemat sejumlah uang, lalu diam-diam membawa orang keluar benteng? Saudara Gao, kau melakukan ini telah melanggar larangan, tahu tidak?"

"Tunggu, tunggu."

Yu-shu-xiu-shi akhirnya mengerti.

"ketua benteng mengatakan dua orang wanita itu telah ditangkap oleh kami, dan diam-diam telah membawanya keluar."

"Apa bukan begitu?"

"Aku dengan tegas menyangkal tuduhan ketua benteng yang tanpa alasan itu. Seperti yang tadi kau katakan, bagaimana pun tidak aturannya perkumpulan kami, tidak akan melakukan hal yang melanggar aturan ini."

Yu-shu-xiu-shi dengan tegas menyangkal.

"Benar bukan kalian yang melakukannya?"

"Aku dengan harga diriku dan nama baik perkumpulan kami menjaminnya, pasti bukan orang-orang perkumpulan kami yang melakukannya.'' Kata Yu-shu-xiu-shi dengan serius.

"ilmu silat dua orang wanita ini sudah sampai taraf kelas satu, apa lagi ilmu meringankan tubuhnya, lebih bagus lagi, ketua benteng apakah tidak berpikir mereka sendiri yang melarikan diri keluar benteng?"

"Aku telah mengunci jalan darah mereka, mereka tidak akan bisa mengerahkan ilmu silat nya hingga dua puluh persen lebih, tidak mungkin bisa melarikan diri dengan kemampuan sendiri."

"Ooo! Kenapa ketua benteng mengunci jalan darah mereka?"

Desak Yu-shu-xiu-shi hatinya bergerak.

"Karena aku takut masalahnya mendadak bisa terjadi perubahan, sehingga, kemarin setelah meninggalkan tempat ini, segera pergi ketempat mereka menetap, mengunci jalan darah mereka, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, tidak diduga tetap saja terjadi peristiwa ini."

Kata ketua benteng Xi kesal.

"Ooo! Betulkah?"

Kata Yu-shu-xiu-shi dengan penuh arti.

"saat mulai malam seluruh benteng ribut, aku masih mengira ada orang yang menyusup, ternyata malah sedang mencari mereka. Kalau begitu tugasku jadi tidak berhasil, setelah pulang tidak tahu bagaimana tanggung jawabku pada ketua kami?"

"Bentengku telah mengutus pasukan pencarian ke daerah sekitar, mereka berdua telah terkunci jalan darahnya, seharusnya tidak akan bisa berlari jauh, kecuali mereka tidak melarikan diri dengan kemampuan sendiri......"

"Ketua benteng sepertinya masih belum percaya pada kami......"

"Terhadap siapa pun aku tidak percaya,"

Ketua benteng Xi tertawa keji, dia keluar ruangan pergi dengan membawa orang kepercayaannya.

"Orang ini sungguh keji, kenapa dia harus mengunci jalan darah mereka? Kurasa perbuatan ini dilakukannya untuk menginterogasi tempat persembunyian uang hasil rampokan mereka. Aku berani bertaruh, dia pasti tidak melakukannya kemarin malam, tapi sudah sejak dulu mengunci jalan darah mereka."

Setelah mengantar pergi ketua benteng Xi, Yu-shu-xiu-shi dengan pelan berkata pada Seruling Damai, matanya bersinar-sinar dingin.

"bagaimana pendapatmu?"

"Analisa wakil ketua sangat tepat, aku curiga dia telah berhasil mendapatkan tempat persembunyian uang rampokan, diam-diam telah membunuh mereka, lalu menyebarkan berita mereka melarikan diri, dia sedang bersandiwara di depan kita."

Kata Seruling Damai tertawa dingin.

"Mungkin juga. Kita tunggu sampai besok, lihat perkembangannya, baru putuskan harus bagaimana."

Hoa-fei-hoa dengan pelayan wanita berjalan di depan, setelah melewati beberapa rumah, di dalam gang kecil mereka belok kanan lalu putar ke kiri, akhirnya tersesat di dalam hutan bangunan yang gelap, hingga tidak tahu berada dimana.

0-0-0 Bab 16 Mereka tidak bisa berjalan di atas atap rumah, di beberapa bangunan tinggi ada penjaga mengawasi dari atas kebawah, makanya harus seperti pencopet menyusup ke dalam gudang bawah tanah mengambil pusaka, tidak mungkin berlagak seperti perampok membunuh masuk merampok.

Pesilat tinggi di benteng Zhang-feng banyak tidak terhitung, anak buahnya seperti semut, dengan kekuatan mereka berempat, merampok sama saja dengan mengantarkan nyawa, maka gerakan merekajangan sampai diketahui orang.

Setelah berputar-putar cukup lama, ternyata satu ruangan pun tidak bisa dilaluinya.

"Nona Hoa, rasanya ada sesuatu yang tidak benar."

Kata Niu Lang-xing mendekat, mereka sembunyi disebuah sudut tembok.

"sesudah jalan begini lama, tidak melihat satu pun penjagaan, pada kemana orang-orangnya?"

"Mungkin mereka mengira tidak akan ada orang yang mengacaunya lagi, jadi tidak perlu memperketat penjagaannya!"

Hoa-fei-hoa juga merasa ada yang tidak beres, tapi dia tidak memperdulikannya.

"Tidak benar!"

"Maksud kau......"

"Mereka bersembunyi di dalam rumah mengawasi keluar, gerak-gerik kita mungkin telah diawasi oleh mereka."

"Mmm! Memang sedikit mencurigakan."

Mendadak hati Hoa-fei-hoa tergerak, ada perasaan membuat bulu kuduknya berdiri, sepertinya benar ada orang yang mengawasi gerak-gerik mereka, membiarkan mereka selangkah demi selangkah masuk ke dalam perangkap.

"Haruskah masuk ke rumah membuktikannya dulu?"

Niu Lang-xing memberi usul.

"masuk melalui jendela asalkan hati-hati, pasti akan lancar masuknya."

"Jika penjaganya sudah bersembunyi di dalam, berarti musuh di tempat gelap kita di tempat terang, bukankah masuk satu mati satu? Sungguh tidak beres, kita mundur saja!"

Kata Hoa-fei-hoa dengan gelisah.

"Mundur?"

"Benar, cepat mundur, mungkin masih keburu..."

Tidak jauh diatas atap rumah, muncul satu bayangan hitam.

"Hanya boleh maju ke depan, di belakang mulut gang sudah ada pasukan senjata gelap menghadang, mundur adalah jalan mencari mati."

Bayangan hitam telah menyadari mereka bergerak mundur, sehingga berdiri di tempat persembunyiannya memberi peringatan.

"tidak jauh di depan, ada orang sedang menunggu kalian, supaya kalian yang berulang-ulang masuk, ada tempat bisa bergerak bebas, jalanlah maju kedepan!"

Empat orang itu terkejut, hatinya jadi dingin.

Ilmu meringankan tubuh Zhi Nu-xing sangat hebat, dengan isyarat tangan dia menunjuk ke atas, artinya mencoba meloloskan diri melalui atap rumah.

Di kiri kanan ada tembok yang sangat kokoh, atap rumah yang paling rendah pun tingginya ada satu zhang, meloncat keatas tidaklah sulit, di bawah ada cukup tempat untuk ancang-ancang meloncat.

Empat orang itu tidak perlu ancang-ancang, dengan menggunakan jurus Yi He Chong Xiao (Burung bangau menerjang awan.) bisa meloncat keatas.

Seorang pelayan wanita merasa tidak tahan lagi, tanpa pikir panjang mendadak dia meloncat ke atas.

Di depan ada orang, di belakang di hadang, di atap rumah mana mungkin kosong.

"Jangan......"

Hoa-fei-hoa terkejut berteriak tertahan. Tapi terlambat, pelayan wanita itu masih berjarak delapan che dari atap rumah, mendadak "Ngek!"

Satu kali, lalu luncurannya terhenti, seperti kehilangan daya geraknya, seluruh tenaganya habis, jatuh dengan tangan dan kaki bergerak-gerak kacau.

"Di atas telah disiapkan barisan jaring langit."

Di atas atap rumah terdengar satu suara dalam.

Hoa-fei-hoa menahan pelayan wanitanya yang jatuh, hatinya jadi dingin, di atas pundak pelayannya ada sebuah tongkat besi sepanjang satu che menusuk ke dalam bahu, mematahkan tulangnya, masuk ke dalam dada sedalam kurang lebih delapan cun, sudah tidak bisa tertolong lagi.

"Bertemu kembali dalam kehidupan yang akan datang."

Hoa-fei-hoa gemetaran membaringkan mayatnya.

"kau pergilah dulu dengan tenang."

Orang yang bermain nyawa, terhadap arti hidup selamanya tidak perlu terlalu sadar.

Bisa hidup, maka hiduplah dengan gembira, mau mati, matilah dengan ikhlas.

Orang yang tidak mengerti hidup atau mati, tidak pantas di sebut bermain nyawa.

Niu Lang-xing membusungkan dada, mencabut pedang, dengan kepala menengadah melangkah maju ke depan.

Zhi Nu-xing mengikutnya, mengulurkan tangan mengaleng berdampingan mereka berjalan menuju jalan yang tidak bisa diduga.

Hoa-fei-hoa tidak mencabut pedangnya, sepasang tangan diam-diam menyembunyikan Jarum Dewa Tanpa Bayangan.

Di malam hari menggunakan senjata rahasia, kedahsyatannya berkali-kali lipat, dia telah bertekad, bertemu satu bunuh satu, menggunakan senjata gelap, kesempatan berhasilnya bertambah berkali lipat.

Baru saja sampai di kebun bunga, obor pertama telah menyala.

Dari segala arah tampak bayangan orang banyak sekali, satu persatu obor mulai menyala.

Tidak jauh di tengah lapangan, ketua benteng Xi telah menunggu dengan membawa tiga puluh lebih anak buahnya.

Tiga orang itu tanpa takut melangkah masuk ke lapangan.

"Aku pasti bisa mendapat laba beberapa orang."

Niu Lang-xing dengan berani dan nada yang mantap.

"Yu Mei, kita akan jalan bersama di jalan alam baka."

"Di dunia persilatan, kau dan aku telah bersama dua puluh tahun lebih."

Zhi Nu-xing senyumnya ada sedikit pahit.

"jalan terakhir ini apakah harus tidak ada aku?"

Hoa-fei-hoayang jalan paling depan, tiba-tiba tubuhnya bergoyang.

"Kalian anjing......yang hina......"

Dia teriak keras, lalu bergoyang-goyang jatuh ke depan, dari tangannya jatuh enam buah Jarum Dewa Tanpa Bayangan, mulut terbuka, lidahnya keluar.

Tapi, sudah tidak bisa menggigit putus lidahnya, karena dia mendadak pingsan.

Di belakangnya Niu Lang-xing dan Zhi Nu-xing yang jalan bergandengan tangan, juga ikut jatuh ke tanah tidak sadarkan diri.

"Ha ha ha ha......"

Tawa keras ketua benteng Xi menggetarkan telinga.

0-0-0 Kamar penyiksaannya benteng Zhang-feng, adalah tempat yang paling menyeramkan di-seluruh benteng.

Di rumah bangsawan atau penguasa, delapan-sembilan persepuluh punya kamar penyiksaan, setiap penguasa setempat adalah raja kecil, hukum tidak ada pengaruhnya terhadap mereka.

Benteng Zhang-feng juga seperti bangsawan atau penguasa yang namanya menggemparkan dunia persilatan, kesempurnaan kamar siksanya bisa dibayangkan.

Hoa-fei-hoa, Niu Lang-xing, Zhi Nu-xing, masing-masing diikat di satu tiang ukuran setinggi manusia.

Baju atasnya Niu Lang-xing telah dilepas, hingga tubuh atasnya telanjang.

Baju luarnya Hoa-fei-hoa dan Zhi Nu-xing juga telah dilepas, hanya memakai penutup dada dan celana panjang dalam.

Walau tubuh kedua wanita ini langsing, tubuhnya yang seksi bisa membuat laki-laki lupa diri, tapi sorot mata mereka yang bersinar benci dan wajah yang menegang tampak sudah tidak manis lagi.

Lampu bersinar terang, yang bertugas menyiksa ada delapan orang laki-laki besar, di sisi di taruh alat penyiksa berbagai ragam, di antaranya sebuah pembakar api yang sedang membakar besi penyengat.

Di atas kursi penginterogasi duduk ketua benteng Xi, dan empat orang dunia persilatan tua yang membantu menginterogasi.

Ketua benteng muda Xi duduk disamping-nya menonton, sorot matanya berputar-putar di atas dada Hoa-fei-hoa yang tinggi, dan daerah perut yang memikat itu, di matanya tampak jelas nafsu cabulnya sedang membara.

"Ternyata kalian ini yang brengsek."

Ketua benteng Xi walau juga adalah seorang penggila wanita yang ternama, tapi untuk menjaga kewibawaannya, dia menampilkan sikap berkuasa, ingin makan orang.

"aku ingin tahu tujuan sebenarnya kalian, katakan dengan jujur, supaya tidak mendapat siksaan, di tempat aku ini tidak ada pahlawan, orang yang terbuat dari besi pun, aku bisa merubahnya jadi serangga ingusan. Sepasang Bintang Perak, kalian suami istri di Tai-yuan merampas puluhan pusaka yang akan diberikan oleh Bintang Hitam Sesat pada benteng-ku, seharusnya kalian pergi jauh sembunyi, kenapa tetap bersembunyi di daerah Shan-xi, dan juga terus-menerus menyusup masuk ke dalam bentengku? Niu Lang-xing, kau berkata dulu."

"Tahun lalu, rumah Tai-zhou di kabupaten Tai-ping provinsi Zhe-jiang, di rumah besar keluarga Zhu, Tie-dan-shen-chiang (Dewa tombak empedu besi), Zhu Guo-yin, apakah masih ingat?"

Niu Lang-xing menggigit gigi sedikit pun tidak takut.

"kau tentu tidak akan lupa itu."

"Ooo! Apakah aku harus ingat?"

"Di rumah besar keluarga Zhu telah terjadi peristiwa pembantaian yang sadis, sampai ayam dan anjing pun tidak ada yang tertinggal hidup, seluruh harta bendanya dirampok habis-habisan."

Niu Lang-xing mengumpat.

"kau blasteran yang di pelihara anjing ini! Di luar mengibarkan bendera seorang pesilat tinggi melancong ke dunia persilatan dengan ilmu silat menjalin hubungan, dengan orang-orang persilatan, tapi diam-diam menjadi perampok besar merampok bersih keluarga kaya di berbagai tempat, keji dan kejam hingga anak-anak dan perempuan pun tidak lolos. Kau kira tidak ada orang yang tahu asal usulmu, kau tidak tahu malam itu sebelah di perahu ada dua orang perampok besar sedang bersembunyi, tanpa disengaja mengenal wajah aslimu, tapi mereka tidak berani menyebarkan berita, hanya pernah mengatakan pada beberapa temannya, dan aku adalah salah satu temannya."

"Siapa kedua orang itu?"

"Kau tidak akan tahu asal-usul mereka, juga tidak akan bisa menyelidikinya."

"Sungguh? katakan, ada hubungan apa denganmu?"

"Tie-dan-shen-chiang adalah sahabat karibku, juga adalah familinya nona Hoa, coba kau katakan bagaimana hubungannya?"

"Ooo! Begitu."

Ketua benteng Xi jadi lega, hal balas dendam semacam ini terlalu biasa.

"baiklah! Bagaimana pun sekarang memberitahu kalian juga sudah tidak ada pengaruhnya, dan juga supaya matimu bisa memeramkan mata. Tidak salah yang membunuh habis seluruh keluarga Zhu adalah salah satu karya hebatku, seorang pun tidak ada yang tersisa, hasilnya malah di luar dugaan, sangat banyak. Tie-dan-shen-chiang sebenarnya juga bukan orang baik-baik, aku hanya bisa mengatakan hitam makan hitam saja. Sekarang, aku ingin kau katakan dua orang brengsek itu, lalu aku akan memberi kau satu kematian yang cepat, supaya tidak mendapat penyiksaan yang keji."

"Kau jangan mimpi di hari bolong, kau membunuh aku juga sia-sia saja."

Wajah Niu Lang-xing sedikit pun tidak gentar.

"Benarkah? Bagaimana istrimu Zhi Nu-xing, apa juga tidak takut?"

Seorang laki-laki besar menjabret rambut Zhi Nu-xing, dengan sadisnya menampar bolak balik empat kali, memukul Zhi Nu-xing hingga mulutnya mengucurkan darah, terakhir di perut kecilnya memukul dengan dengkulnya.

Saking sakitnya wajah Zhi Nu-xing sampai menjadi pucat, tapi sedikit mengaduh pun tidak.

Seorang laki-laki besar lainnya, menjambret Hoa-fei-hoa.

"Jangan merusak wajahnya."

Ketua benteng Xi mencegah laki-laki besar itu menampar.

"Bunga galak ini kecantikannya ternama di dunia persilatan, dia salah satu wanita tercantik didunia, lebih cantik dari pada tujuh wanita terhebat, dan juga lebih genit, jika dia bisa tinggal di bentengku, pasti kecantikannya akan mengalahkan seluruh wanita yang ada disini."

"Aku jamin dia tidak akan terluka."

Laki-laki besar membungkuk menjawab, mendadak menarik dengan kuat mulut dan hidungnya Hoa-fei-hoa, sebelah tangannya menekan buah dada yang montok, menekannya pada tiang penyiksaan.

Hoa-fei-hoa hanya dapat bertahan sesaat, setelah dia tidak dapat bernafas karena terbekam, dengan wajah membiru dia meronta-ronta.

Kaki dan tangannya diikat mati oleh tali urat sapi, dia hanya dapat menggerakan tangan sekuatnya meronta.

"Jika kau hebat bunuhlah aku."

Niu Lang-xing berteriak.

"Ha ha ha ha......"

Ketua benteng Xi tertawa keras.

"aku tidak tergesa-gesa, tunggu sampai kau mengatakannya, dibunuh juga tidak terlambat, kau harus melepaskan selapis kulitmu dulu, siksa!"

Badan atas Niu Lang-xing telanjang, seorang laki-laki besar maju menahan pinggang dia, laki-laki besar lainnya menggunakan sepasang garpu penyiksa, menggunakan satu garpu silang yang tajam menusuk tangan kiri dia sedalam tiga cun, menusuk mengikuti bawah lapisan kulit, lalu memutar pegangan garpu.

Sekali garpu bergerak, kulit mulai mengencang, garpu semakin diputar semakin kencang, kulit dari kedua ujung mengencang, setelah diputar satu putaran, sudah tidak dapat diputar lagi.

"Aaw......"

Niu Lang-xing akhirnya tidak kuat menahan sakit yang amat sangat, dia menjerit dengan keras!

Di luar kamar penyiksaan, juga terdengar ada jeritan, suaranya masuk melalui celah pintu, karena orang di dalam kamar penyiksaan pendengarannya terganggu oleh jeritannya Niu Lang-xing, mereka tidak memperhatikan suara jeritan lemah yang tembus dari celah pintu.

Laki-laki besar lainnya mengangkat pisau kecil, siap memotong kulit sebelah atasnya, supaya garpunya bisa digulungkan kebawah, sama dengan mengelupas kulit ditangan.

"Katakan tidak?"

Tanya laki-laki besar yang mengangkat pisau sambil berteriak.

"Puuh!"

Niu Lang-xing meludah, ke atas wajah laki-laki besar.

Segera pisau kecil diiriskan dan darah segar langsung mengalir.

Mereka mulai lagi menggulung, kulit mulai mengelupas, sakitnya sudah tidak bisa dibayangkan.

"Ahh......"

Niu Lang-xing tidak tahan.

Ada orang sekali melihat darah bisa pingsan, ada orang melihat darah malah jadi semangat.

Mungkin Ketua benteng Xi termasuk yang belakangan disebut, dia adalah manusia penggemar darah.

"Siksa juga Zhi Nu-xing."

Teriak ketua benteng Xi dengan semangat.

"meninggalkan wanita ini juga tidak ada gunanya, saat muda Zhi Nu-xing memang wanita cantik memikat, tapi setelah tua jadi sebaliknya, membuat orang ingin muntah."

Dua orang laki-laki besar segera merobek penutup dada Zhi Nu-xing, tampak sepasang buah dada putih yang menarik yang belum mengendur tersorot sinar lampu.

"Menggulung kulit yang begitu cantik mulus, sungguh sayang sekali."

Kata laki-laki yang memegang garpu penyiksa, dengan tertawa penuh arti dia menggunakan garpunya menggosok-gosok di atas puting susunya.

"Tusukan!"

Ketua benteng Xi berteriak.

Ujung garpu baru saja menyentuh kulit buah dada sebelah kiri, tiba-tiba Boom.....

satu getaran keras terdengar, pintu kamar penyiksaan yang berat yang telah dipalang, pecah hancur berantakan.

Kamar penyiksaan itu berada di tempat sepi, letaknya di sebelah timur benteng, jaraknya sangat jauh dari ruang utama, hanya orang kepercayaan yang boleh mendekat, di luar dan di dalam penjagaannya sangat ketat, di luar pintu kamar saja sudah ada empat orang penjaga.

Karena pintu kamar menutup keluar dan di palang, sehingga penjagaan di luar dan di dalam tidak berhubungan.

Begitu pintunya hancur, sinar lampu di dalam ruang pertemuan jadi semakin terang, orang di dalam dengan jelas melihat Fu Ke-wei empat orang yang masuk dengan mendobrak pintu.

Empat mayat penjaga, berjejer di tengah ruangan di atas lantai.

"Anjing tua Xi, orang yang menagih hutang telah datang, hutang nyawamu pada kami, sudah saatnya dibayar!"

KataXie-shen menjulurkan golok besar di tangannya, dengan penuh hawa pembunuhan.

"Kau!"

Ketua benteng muda Xi Wen-xin meloncat.

"ka......kalian bukankah sudah pergi selatan?"

"Brengsek! Jangan banyak bicara."

Xie-shen yang pertama masuk.

"kaki ini punya aku, aku senang pergi ke selatan atau ke utara siapa yang bisa menghalangi? Sialan kau! Anjing kecil Xi, kau duluan yang membayar hutangnya, aku ingin mengasah golokku dengan kepala anjingmu dulu."

Seorang laki-laki besar yang melakukan penyiksaan, mendadak menerjang ke depan sambil mengambil besi penyengat di atas tempat pembakaran api, menusukan kearah dadaXie-shen.

Tubuh Fu Ke-wei berkelebat memotong, melewati Xie-shen, secepat sinar kilat, telah menangkap tangan laki-laki besar yang memegang besi penyengat, terdengar suara tulang yang patah!

Besi penyengat itu lalu ditekan dan di putar, mengarah bawah selangkangan laki-laki besar itu, api mendadak membakar celana di selangkangan laki-laki besar itu.

"Ahk......' Jeritan laki-laki besar, membuat bulu kuduk semua orang berdiri. Lalu besi penyengat lalu dikibaskan, mengenai leher laki-laki besar yang menerjang datang berikutnya, ssst.... satu suara, kepala laki-laki besar terbang terlepas dari lehernya, dikatakan sadis, memang sungguh sadis. Tanpa bicara, sekali tangannya bergerak orang langsung mati, membunuh orang seperti menyembelih ayam, seperti dewa pembunuh berdarah dingin. Delapan laki-laki besar yang melakukan penyiksaan, dalam keadaan terkejut dan marah berturut-turut maju menerjang, dua orang yang paling cepat sekali maju sudah roboh, orang di belakangnya masih belum jelas apa yang terjadi, karena orangnya banyak mereka jadi berani tetap maju ke depan, masing-masing mengambil alat siksa bersama-sama maju. Alat penyiksa semuanya alat yang pendek, bertarung dekat sangat lihay dan berbahaya. Tapi sayang, mereka ketemu dengan pakarnya pembunuh orang. Sekali tertawa keras, golok besar Xie-shen yang menakutkan menyabet, golok lewat anggota badan terbang, seperti angin meniup daun kering seperti harimau masuk ke dalam kelompok kambing, menyemburkan hujan darah di udara. Ouw Yu-zhen dan Nie-sha-yin-hoa juga galak seperti macan betina, dengan pedang panjang maju seperti geledek, pedang sampai orangnya roboh. Sekali menerjang, dalam sekejap, delapan laki-laki besar pelaksana penyiksaan lenyap punah semua, mayat tidak utuh memenuhi ruangan. Dalam kekacauan ini, ketua benteng Xi dengan anaknya mundur ke dalam ruang dalam, sekelebat telah menghilang. Empat orang setengah baya yang mendampingi menginterogasi, sekuat kemampuannya menahan Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa, empat bilah pedang seperti geledek, telah menyumbat jalan menuju ruang dalam, dengan jurus pedang yang sangat tinggi menghindar serangan dan menyerang celahnya, Xie-shen dan Nie-sha-yin-hoa jadi tidak bisa maju selangkah pun, malah sebaliknya didesak mundur. Fu Ke-wei tahu mereka tidak dapat menahan ketua benteng Xi dan anaknya melarikan diri, segera dengan Ouw Yu-zhen melepaskan ikatan Hoa-fei-hoa dan kawan-kawannya.

"Jika bisa pergi mengikuti kami, ikutlah di belakang."

Dia memungut sebuah pisau siksa, berkata pada tiga orang.

"tapi kami tidak bisa menjamin keselamatanmu."

"Hanya seorang idiot besar baru percaya terhadap jaminan."

Hoa-fei-hoa malah masih bisa berkelakar, dengan terburu-buru melepas sebuah baju mayat lalu menutup tubuhnya yang terbuka, tidak lupa juga memungut sebuah pisau siksa.

"asalkan aku tidak mati, aku akan melawan habis-habisan pada si anjing tua Xi dan anaknya."

Fu Ke-wei tidak ada waktu mendengarkan kata-kata kesal dia, dia mengangkat pisau maju menyerang.

"Serahkan padaku!"

Dia teriak keras, melewati Nie-sha-yin-hoa dengan liarnya menerjang gulungan pedang.

0-0-0 Satu lawan dua, Nie-sha-yin-hoa sedikit kewalahan, terpaksa mundur kesamping.

Fu Ke-wei sedikit pun tidak ada rasa khawatir dia langsung masuk menyerang, boom...

terdengar suara tangkisan ke sisi pedang seorang setengah baya, satu kakinya menendang, kecepatannya hingga Nie-sha-yin-hoa yang melihat di samping juga tidak jelas, tahu-tahu ujung sepatu telah mencium anggota rahasianya orang setengah baya, membuat orang itu terbang terlentang ke belakang hanya teriak sekali, langsung roboh ke dalam lorong ruangan dalam.

Hampir bersamaan waktu, tangan kiri Fu Ke-wei mengunci lengan kanan seorang setengah baya lain yang memegang pedang, pisau siksanya tanpa ampun masuk menusuk ke pinggang, masuk ke dalam hingga kepegangan pisau siksa, dengan mudah sekali gerak nyawa melayang.

Nie-sha-yin-hoa yang melihatnya sampai terbengong, begitu bertarung, dua orang itu seperti bersamaan waktu dibunuhnya, pisau siksa sepanjang satu che delapan cun sungguh seperti kertas doa pencabut nyawa, dua bilah pedang panjang sedikit pun tidak bergunanya, pisau siksa seperti dibiarkan merajalela mengambil nyawa.

Dua orang setengah baya lainnya yang sedang bertarung dengan Xie-shen, melihat temannya dalam sekali berhadapan sepertinya dibunuh dalam waktu bersamaan, mereka menjadi gentar, dengan satu isyarat, dua orang itu secara bersamaan terbang mundur, membalikan tubuh masuk ke dalam, sekejap sudah menghilang.

"Malam ini sudah cukup, kita keluar!"

Fu Ke-wei dengan tegas perintahkan mundur.

Didalam satu ruang rahasia di pusat, lampu terang benderang.

Ketua benteng Xi dan anaknya, ketua benteng kedua Golok Pemutus Arwah Han Zhi-jian dan kawan-kawan, dengan kesal minum arak sambil menunggu berita yang akan dibawa pulang oleh pasukan pencari.

Pasukan pencari yang mereka tunggu, adalah orang orang yang mencari ke gunung dan hutan yang bertujuan menangkap dua orang tamu wanita yang kabur.

Menyusupnya Fu Ke-wei, sungguh membuat benteng Zhang-feng cukup tergetar, tapi ketua benteng Xi tidak bisa mengutus lebih banyak orang lagi mencari ke gunung, dia jelas tahu mereka mungkin sembunyi di dalam hutan di sekitarnya, malam gelap begini bagaimana mencarinya?

Mempertimbangkan dua kerugian itu dia pilih yang paling ringan, selesaikan terlebih dulu dua tamu agung wanita yang melarikan diri.

Apa lagi dia memperkirakan orang yang menyusup tujuannya belum tercapai, pasti akan kembali lagi, saat itu baru menyiapkan jaring jebakan menghadapinya, juga tidak terlambat.

Benteng Zhang-feng berani melindungi orang yang menghindarkan mala petaka, berani menyembunyikan buronan penting yang telah melakukan dosa besar, memang benar, alasannya mereka berada di perbatasan yang keadaannya liar, juga karena dia memiliki kekuatan nyata yang amat besar, memiliki pesilat tinggi super yang melindungi dia, orang yang datang membalas dendam, siapa yang bisa menggoyahkan pusat kedudukannya?

Jika yang datang hanya dua-tiga puluh pesilat tinggi, semua pasti akan terkubur disini.

Makanya di Lin-jia-gou, ketua benteng muda berani membunuh habis semua orang yang ditangkapnya, di daerah kekuasaannya, siapa yang berani berurusan dengan benteng Zhang-feng?

Hari ini hal yang paling membuat dia khawatir, yaitu bisakah mencari dan menangkap kembali tamu wanita yang telah mendapat perlindungannya?

Baca Juga: Keris Pusaka Nogopasung 2

Baca Juga: Kemelut Di Majapahit 7

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert