Ceritasilat Novel Online

Rajawali Sakti Dari Langit Selatan 5

Eps 5 Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long

Baca online Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long

Cersil Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long.

"Tetapi ketiga orang itu, si gadis kecil dengan kedua orang ibu dan ayahnya, tentunya bukan orang jahat ! Kau harus menolongi mereka, Jieko !" . In Lap Siansu tidak menyahuti, dia hanya mengawasi dalam-dalam dan tajam sekali kepada kedua perahu yang tengah saling kejar itu dan telah berada dekat sekali dengan perahu mereka.

"Siangkoan Lin Lie !"

Terdengar lelaki berewok itu telah berteriak lagi dengan suara yang bengis sekali.

"Jika memang kau tetap tidak mau menghentikan perahu kalian, lihatlah, kami akan segera melempar...!" . Sambil berteriak begitu, si berewok telah menggerak-gerakkan jangkarnya.

"Celaka !"

Mengeluh lelaki tua yang sedang mengayuh perahunya.

"Kita akan kelebuh !".

"Ya, inilah hebat !"

Berseru wanita disampingnya. Muka mereka pucat. Sedangkan si gadis cilik yang berdiri diburitan telah berseru lantang.

"Ayah, ibu Lihat mereka sudah bersiap-siap untuk melontarkan jangkar besi itu !" . Suaranya tetap keras, tetapi didalam nadanya tergetar, menunjukkan bahwa gadis kecil ini dalam keadaan panik dan ketakutan. Lelaki dan wanita yang menjadi ibu si gadis. kecil itu telah mengayuh semakin cepat saja. Tetapi walaupun bagaimana perahunya itu tidak berhasil menjauhi perahu pengejarnya. Bahkan ketika perahu si gadis cilik itu berjajar dengan perahu Yo Him dan In Lap Siansu justru disaat itu pula lelaki419 berewok itu telah melontarkan jangkarnya kearah perahu si gadis cilik. Suara menderu dari beratnya jangkar itu melayang ditengah udara menyeramkan sekali. Si gadis cilik mengeluarkan suara seruan tertahan, sedangkan lelaki tua dan wanita setengah baya itu putus asa dengan muka mereka yang pucat.

"Celaka !"

Berseru In Lap Siansu.

"Kita pun akan bercelaka ! Jika jangkar itu menghantam perahu mereka, berarti akan menimbulkan gelombang hebat dan akan menyebabkan perahu kitapun akan terbalik atau ikut terhajar remuk oleh jangkar itu !" . Yo Him jadi kaget, dia memasang mata tajam-tajam, dilihatnya jangkar telah menyambar datang dan hanya terpisah beberapa tombak lagi saja. Hati Yo Him jadi tercekat, namun disaat itu juga In Lap Siansu telah mengempos seluruh tenaganya dikedua pundaknya, dia telah melompat berdiri diujung perahunya, diapun mengangkat kedua tangannya, kemudian bersiap-siap dengan kuda-kuda kedua kakinya untuk menyambuti jangkar yang berat itu.

"Wutt...!"

Jangkar besi itu telah berhasil diterima oleh In Lap Siansu dengan mempergunakan kedua tangannya.

Tubuh In Lap Siansu tergetar keras, dan kakinya agak gemetar.

Ujung perahu juga agak tertekan dan masuk kedalam permukaan air.

Inilah celaka !

Jika sampai terlambat untuk mengimbangi keseimbangan yang ada, niscaya perahu In Lap Siansu akan terbalik!420 Untung saja lelaki tua yang tadinya sudah berputus asa, yang tadi mengayuh perahunya gadis cilik itu, ketika melihat ada seorang hweshio yang telah menolonginya menyambuti jangkar besi itu dan melihat ujung perahu dimana kedua kaki si hweshio berpijak itu agak melesak kedalam air dan ujung yang satunya terangkat, tanpa mengucapkan sepatah perkataan dia telah melompat keujung yang satunya dan berdiri disitu dengan mengerahkan kekuatan kaki seribu kati.

Dengan cara demikian, perahu In Lap Siansu bisa diselamatkan.

Dengan cepat In Lap Siansu mengerahkan tenaganya, dia memusatkan dikedua lengannya lalu disertai oleh suara seruan.

"ini kukembalikan kepadamu!" , Jangkar itu telah didorongnya keras sekali, kembali meluncur, ke tuannya ! Dengan mudah lelaki berewok itu telah menyambuti jangkar itu Dengan muka yang merah padam dia telah mengawasi In Lap Siansu.

"Keledai gundul !"

Bentak si berewok dengan suara yang bengis.

"siapa kau ? Mengapa kau demikian usil mencampuri urusan kami ? Apakah, kau tidak mengenal peraturan Kangouw sehingga berani mencampuri urusan ?"

Ditegur begitu, In Lap Siantu telah merangkapkan kedua tangannya, dia telah menjura sambil berkata.

"Maafkan, bukan maksud Lolap ingin membantui orang yang tidak Lolap kenal, tetapi justru jangkar itu telah mengancam keselamatan perahu dan Lolap sendiri. Maka terpaksa Lolap harus menyambuti ! Siapakah siecu, mengapa harus mempergunakan kekerasan kepada ketiga orang itu ?" . Muka si berewok telah berobah tidak sedap dilihat, dia telah yakin bahwa hweshio yang tengah dihadapinya ini adalah seorang beribadat yang memiliki kepandaian yang tinggi dan tidak boleh dibuat main-main.421 Maka sebelum dia berkata-kata, si berewok telah mengibaskan tangannya, dari arah belakang perahunya muncul enam lelaki yang umumnya memiliki muka bengis dan tubuh yang tinggi dan tegap. Mereka masing-masing mencekal sebatang golok. Disaat itu In Lap Siansu jadi terkejut. Dia melihat setiap dada dari keenam lelaki itu terdapat sebuah sulaman naga yang berukuran kecil, maka dia telah berseru ;

"Akhh, kiranya kalian dari Pek Liong Kauw !"

"Tepat !"

Mengangguk si berewok.

"Rupanya Taisu mengetahui juga Pek Liong Kauw (perkumpulan naga putih) kami ?. 000odw^kzo000

"Memang telah lama lolap mendengar nama besar Pek Liong Kauw, dan telah lama pula Lolap merasa kagum akan sepak terjang Pek Liong Kauw yang merupakan gerakan enghiong dan hohan (orang-orang gagah) ..! Tetapi sekarang, mengapa justru kini Lolap bisa menyaksikan peristiwa yang tidak begitu enak dilihat ?"

Si berewok itu ternyata cerdik dan telinganya tipis, dia mengetahui bahwa dirinya tengah disindir oleh si pendeta, tetapi karena hweshio itu bicara mempergunakan aturan yang dengan sendirinya si berewok juga tidak bisa main labrak.

"Baiklah, Taisu mungkin belum mengetahui urusan yang sesungguhnya !, Ayah dan anak itu, berikut wanita siluman itu, telah mencuri kitab pusaka kami !"

"Akh ?"

Terkejut In Lap Siansu.

Jika memang dalam urusan curi mencuri, itu adalah urusan kedua belah pihak.

Pihak yang pertama adalah pihak yang mencuri, dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, sedangkan pihak422 kedua adalah pihak yang dicuri, jika memang dia memiliki kepandaian yang tinggi, tentu dia akan melakukan pengejaran, tetapi jika kurang tinggi kepandaiannya tentu akan meminta bantuan sahabat -sahabat dari rimba persilatan.

Maka dari itu didalam rimba persilatan juga telah terdapat peraturan yang tidak tertulis, bahwa urusan dendam, urusan pencurian, ataupun urusan membalas sakit hati, tidak boleh di campuri oleh pihak luar.

Tetapi tidak jarang pula, didalam urusan-urusan seperti itu.

terselip urusan penasaran !

Namun kini, si pendeta mendengar bahwa si gadis cilik bertiga dengan ayah dan ibunya itu telah mencuri kitab pusaka dari pihak Pek Liong Kauw, sudah tentu In Lap Siansu tidak bisa untuk mencampurinya, karena walaupun bagaimana tidak bisa dia membawa adat untuk mencampuri terus, setidak-tidaknya dia yang akan bentrok dengan pihak Pek Liong Kauw.

sedangkan sipencuri dengan mudah akan angkat kaki.

"Bohong !"

Teriak si gadis cilik dengan suara yang lantang waktu dilihatnya si pendeta yang menjadi tuan penolong mereka itu. ragu-ragu...

"Kami tidak mencuri apa-apa...hanya mereka yang telah menuduh secara sembrono dan tidak-tidak!" . Benar-Benar membingungkan jika urusan seperti itu ingin dicampurinya, maka In Lap Siansu yang memang mengerti peraturan Kang-ouw, telah cepat-cepat merangkapkan tangannya.

"Silahkan kalian urus sendiri...Lolap tidak bisa mencampurinya..."

Dan setelah berkata begitu, dia mengayuh perahunya, maksudnya untuk melanjutkan perjalanannya. Sedangkan Yo Him jadi kaget.

"Jieko...mengapa kau hanya menolong setengah-setengah ?"

Tanyanya.423 In Lap Siansu telah menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kita jangan mencampuri ! Itulah terbaik!"

Katanya kemudian.

"Mengapa ?' tanya Yo Him penasaran.."

Karena urusan didalam kalangan Kang-ouw sangat banyak sangkut kaitnya, tidak mudah kita berpihak kepada salah satu pihak, karena belum tentu pilihan kita itu benar ! ".

"Hemm, tetapi bagaimana nasib ketiga orang itu ? Sedangkan si berewok yang tampaknya jahat itu bertujuh !" .

"Biarlah mereka selesaikan urusan curi mencuri itu ! Bukankah Samte telah mendengarnya, dari pihak gadis cilik itu telah membantah, sedangkan dari. pihak Pek Liong Kauw telah menuduh mereka, sehingga kita tidak mengetahui, pasti harus berdiri di pihak mana, Jika kita mesti bantui si gadis kecil itu, berarti kita membela pihak pencuri, tetapi jika kita berdiri dipihak Pek Liong Kauw, tahu-tahu tuduhan mereka kosong, bukankah kita kesalahan tangan ?"

Yo Him jadi bingung, apalagi dia melihat gadis cilik itu bersama dengan ayah ibunya tengah memandang kearah mereka dengan sorot mata meminta untuk ditolong.

Karena dalam keadaan terdesak seperti itu Yo Him tidak bisa berpikir lama-lama, dia jadi ne kad, akhirnya dengan cepat disaat perahu In Lap Siansu akan menjauh, dan ujung perahu saling berdekatan satu dengan yang lainnya, Yo Him telah melompat keperahu gadis cilik itu.

"Yo Samte ! Apa yang ingin kau lakukan ?"

Teriak In Lap Siansu kaget. Tetapi Yo Him sudah tidak melayani lagi Jiekonya itu, dia telah berdiri diujung perahu sambil bertolak pinggang menghadapi perahunya si berewok.

"Kalian bertujuh, sedangkan mereka hanya bertiga disamping itu juga mereka adalah seorang gadis yang masih424 kecil, selain itu juga yang seorangnya telah berusia lanjut dan seorang lagi wanita lemah, Apa yang kalian inginkan"

Tegur Yo Him dengan suara yang lantang. Semula waktu melihat Yo Him menegurnya dengan suara seperti itu, si berewok jadi tertegun. Tetapi sesaat kemudian dia telah tertawa bergelak-gelak.

"Katakan kepada mereka, yang terpenting mereka mengembalikan kitab pusaka kami, maka jiwa kacoa mereka itu akan kami ampuni !"

"Kami tidak pernah mencuri barang kalian!"

Teriak gadis cilik itu dengan gusar "Hemm, bukan kalian ? Lalu siapa ?"

Tanya si berewok dengan gusar sekali.

"Jika kalian terus juga menuduh kami. lalu apa yang ingin kami katakan ?"

Tanya si lelaki tua itu.

Walaupun bagaimana memang dia menyadari diri mereka bertiga sulit sekali untuk meloloskan diri dari kepungan dan kejaran orang-orang Pek Liong Kauw tersebut.

Sedangkan In Lap Siansu sudah tidak memperdulikan urusan mereka.

Disamping itu Yo Him masih terlampau kecil dan tentunya belum memiliki kepandaian apa-apa.

Maka dari itu lenyaplah harapan mereka dan juga mereka jadi berputus asa.

>>o0o^d!w^o0o<<

Jilid 13 SAAT itu Yo Him telah berkata dengan suara yang tenang sekali.425

"Baiklah. Bisakah kalian membuktikan bahwa mereka bertiga telah mencuri pusaka kalian itu ?"

Tanyanya dengan yang dingin. Muka si berewok jadi berobah tidak senang, mereka yang juga telah mengeluarkan suara bentakan gusar.

"Hemm. kau setan kecil, apa maksudmu ikut mencampuri urusan kami. Apalah kau ingin ikut mampus juga! "

Ditegur begitu, Yo Him bukannya takut malah telah tertawa dingin.

"Untuk mati memang mudah, untuk hidup juga belum tentu. Tetapi bagi seorang manusia harus dapat membedakan, mana perbuatan buruk dan mana perbuatan baik ?" . Muka si berewok jadi berobah semakin tidak sedap dilihat.

"Jadi kau ingin mengatakan bahwa dirimu bisa membedakan mana yang baik dan mana perbuatan yang buruk, bukan ?"

Tanyanya mengejek.

"Sama sekali aku tidak berani mengucapkan perkataan seperti itu !"

Kata Yo Him dengan suara tidak kalah dinginnya, karena diapun tengah mendongkol bukan main.

"Tetapi yang jelas kini kalian telah mempergunakan jumlah banyak untuk menindas jumlah yang sedikit !"

"Siancai! Siancai !!"

Berkata In Lap Siansu, yang mengucapkan kebesaran sang Buddha beberapa kali.

Rupanya si Jieko ini merasa disindir, dia juga mengakui kebenaran atas perkataan Samtenya itu.

Maka dari itu dia telah merobah pikirannya.

"Apa yang dikatakan oleh Samteku itu memang benar"

Kata pendeta itu kemudian.

"Apakah kalian tidak bisa mengerti, bahwa ketiga orang itu adalah pihak yang lemah ? Mana mungkin mereka melakukan pencurian, sedangkan mereka bertiga hanya merupakan manusia lemah Lolap bukan hendak berpihak kemana seperti apa yang tadi telah dikatakan oleh426 Samteku itu, bahwa kita harus pandai membedakan, yang mana perbuatan baik dan yang mana perbuatan buruk !" .

"Bukk !"

Tahu-tahu tangan si berewok telah menghantam ujung perahunya sendiri, sampai mengeluarkan suara benturan yang keras sekali.

"Kurang ajar !"

Bentaknya dengan suara yang berteriak keras.

"Rupanya kalian juga memang sengaja ingin mempermainkan Toaya kalian heh ?".

"Mana berani ? Mana berani ?"

Berkata In Lap Siansu dengan cepat.

Disaat itulah dengan cepat sekali si berewok telah memberikan isyarat kepada keenam orang kawannya.

Dengan masing-masing ditangan tercekal sebatang golok, wajah keenam orang bertubuh tinggi besar itu sangat mengerikan sekali.

Mereka telah melompat kearah In Lap Siansu sebanyak tiga orang, sedangkan kekapalnya si kakek bersama anak gadisnya yang masih kecil itu, sebanyak tiga orang lagi.

Si berewok masih berdiri diujung perahunya dengan sikap yang angkuh sekali.

berulang kali dia telah memperdengarkan suara tertawa dingin mengejeknya.

"Serang !"

Perintah si berewok.

"Perlihatkan kepada mereka, siapa sesungguhnya Pek Liong Kauw !" . Keenam orang yang menyeramkan sekali itu telah mematuhi perintah itu. Dengan mengeluarkan suara bentakan yang sangat menyeramkan, mereka telah menubruk melancarkan serangan dengan hebat sekali, menabas dengan golok masing-masing. Sedangkan In Lap Siansu yang melihat ketiga orang pengeroyoknya itu melancarkan serangan dengan golok masing-masing, jadi mendongkol bukan main.427 Dengan mengucapkan beberapa kali kebesaran Sang Buddha, tampak In Lap Siansu telah menggerakkan sepasang tangannya. Dengan gerakan yang manis sekali, pendeta itu telah berhasil merebut ketiga batang golok dari ketiga lawannya itu. Dengan segera In Lap Siansu telah membuang ketiga batang golok itu kesungai. Sedangkan ketiga orang pengeroyoknya disaimping kaget, juga jadi gusar dan penasaran sekali. Dengan mengeluarkan suara teriakan yang mengandung hawa pembunuhan, tampak mereka menubruk. Tetapi ln Lap Siansu telah menggerakkan sepasang tangan dan sepasang kakinya. Maka tanpa ampun lagi ketiga orang itu terpukul dan tertendang, dan mereka telah tercebur kedalam sungai. Hebat sekali cara In Lap Siansu melancarkan serangannya itu, sehingga semuanya itu berlangsung tidak lebih dari beberapa detik saja. Didalam pihak si gadis kecil bersama dengan ayah ibunya dan Yo Him, mengalami ancaman bahaya dari ketiga orangnya si berewok. Sedangkan Yo Him tidak mengerti ilmu silat, ayah si gadis cilik tampaknya sangat lelah sekali, karena hampir seharian penuh dia telah mengayuh perahunya keras-keras dan kuat-kuat, sedangkan istrinya hanya merupakan wanita tua yang lemah dan putrinya yang masih kecil itu, hanya memiliki kepandaian tidak seberapa. Maka dengan mudah ketiga orang itu mengayunkan goloknya untuk menabas kepala lelaki tua dan ketiga orang lainnya.428 In Lap Siansu yang menyaksikan itu, jadi mengeluarkan seruan gusar. Dengan menjejakkan kakinya, tubuhnya segera melambung tinggi ketengah udara. Disaat tubuhnya tengah melayang itulah, diatelah mengibaskan kedua lengan jubahnya yang besar yang memancarkan kekuatan tenaga dalam yang dahsyat. Maka tanpa ampun lagi ketiga orang bertubuh tinggi besar itu seperti dihajar oleh suatu yang hebat sekali, yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dengan mengeluarkan suara jeritan yang mengenaskan sekali, tampak ketiga orang itu telah tercebur kedalam sungai, dan juga air sungai telah menjadi merah, karena dari mulut mereka masing-masing telah memuntahkan darah segar. Rupanya kibasan lengan jubah dari si pendeta yang begitu kuat, telah menggempur hebat sekali bagian dalam tubuhnya, sehingga mereka terluka di dalam. Walaupun tidak sampai mati jika memang mereka tertolong tentunya mereka bertiga akan menjadi cacad seumur hidup. Rupanya dalam keadaan kaget dan gusar, In Lap Siansu jadi lupa, dia telah menurunkan tangan yang keras sehingga ketiga orang itu menderita hebat sekali. Yo Him yang menyaksikan itu jadi bergidik sendirinya, karena dia melihat air sungai telah tercampur dengan darah yang merah ... Sedangkan dihati Kecilnya Yo Him juga berpikir, jika In Lap Siansu tidak merubuhkan mereka, kemungkinan juga ketiga orang itu tanpa mengenal kasihan akan nKmhmatakan mereka berempat, yaitu Yo Him, si gadis kecil itu, kedua orang yang menjadi ayah ibu si gadis kecil itu. maka dari itu Yo Him jadi berdiam diri.429 Muka si berewok jadi berobah pucat. tubuhnya tergetar karena dia diliputi kemarahan yang sangat hebat, jenggot dan kumis kasarnya itu seperti berdiri semuanya, kaku seperti kawat duri. Dengan mengeluarkan suara ledakan yang mengguntur, tampak tubuhnya telah melompat ke arah perahunya si gadis kecil. Dan sambil melompat begitu, tangannya juga telah mencabut keluar sepasang Siangpiannya, yaitu sepasang cambuknya. Gerakan dari si berewok memperlihatkan bahwa dia sangat hebat ilmu meringankan tubuhnya, dan juga tentunya memiliki kepandaian yang tidak bisa diremehkan. Belum lagi sepasang kakinya itu menginjak lantai perahu sepasang tangannya itu telah digerakkan, dia telah mencambuk kearah In Lap Siansu kiri dan kanan, dari atas kepala dan perut. Tentu saja In Lap Siansu tidak berani memandang rendah lawannya. Disamping itu juga dia melihat angin cambukan itu kuat sekali, mata cambuk yang lemas itu tajam bukan main, karena diujungnya disertai oleh tenaga dalamnya dahsyat sekali. Kalau memang si pendeta itu berkelit dengan cara melompat niscaya Yo Him yang berada didekatnya yang akan menjadi korban cambukkan itu. Maka sengaja Lo Lap Siansu tidak mau berkelit dari cambukan tersebut, dia hanya menantikan ketika hampir tiba pada sasarannya, si pendeta telah mengunakan kedua tangannya, dia telah mencekal ujung kedua cambuk itu. disertai oleh pengerahan tenaga dalam yang dahsyat sekali, dan juga membentak nyaring.

"Pergilah !"

Sambil membentak begitu, tampak In Lap Siansu telah menghentak kuat ujung cambuk itu, Maka seperti juga disaluri430 oleh tenaga dalam yang kuat sekali, ujng yang satunya lagi dari cambuk itu.

yang dicekal oleh si berewok itu telah terangkat, dan tubuh si berewok jadi terpental ketengah udara.

Tetapi si berewok memang hebat sekali.

Maka dari itu walaupun tubuhnya dilemparkan oleh lawannya dengan mempergunakan tenaga dalam yang dahsyat sekali, dia tidak menjadi gugup, bahkan dia telah berjumpalitan ditengah udara dan telah mengeluarkan suara siulan.

Sedikitpun juga dia tidak menjadi gugup.

Di saat itulah dengan serentak ia telah menggerakkan kedua cambuknya itu, dia telah melancarkan serangan lagi dengan cepat sekali.

"Tarrr, Tarrr,"

Dua kali suara cambukan itu terdengar memenuhi sekitar tempat itu.

Dari suara cambukan itu dapat diduga bahwa kekuatan mencambuk yang dilancarkannya Itu memang sangat hebat sekali.

Maka tidak mengherankan jika In Lap Siansu tidak berani menyambuti dengan cekalan tangannya lagi.

Dengan cepat sekali In Lap Siansu telah menyambar pinggang Yo Him, dia telah membawa si anak she Yo yang menjadi Samte nya itu, untuk melompat kesamping.

Ujung kedua cambuk itu telah menghantam tepi perahu tersebut.

"Tarrrrkkkk !"

Terdengar suara yang keras sekali, dan tepi perahu itu telah sempal.

Maka bisa dibayangkan betapa dahsyat tenaga sambaran ujung perahu itu.

Disaat itu tubuh si berewok tengah meluncur turun, dia melihat bahwa serangannya telah gagal mengenai sasarannya431 dengan tepat.

Maka dia telah menghentak tangannya.

ujung kedua cambuk itu bagaikan memiliki mata telah menyambar lagi kepada In Lap Siansu.

Hebat sekali cara menyambar dari ujung ke dua cambuk itu, karena ujung kedua cambuk itu telah menyambar dari kedua jurusan.

Tenaga cambuk itu juga bukan main kuatnya, disamping itu kedua ujung cambuk itu juga telah mengincar bagian tubuh yang mematikan dibadan In Lap Siansu.

Diam-diam In Lap Siansu jadi terkejut juga, karena kini dia telah melihatnya bahwa ilmu cambuk dari si berewok memang bukan ilmu cambuk biasa.

Siangpian yang berada ditangan si berewok ber gerak-gerak terus menerus saling susul.

000odw^kzo000 Didalam waktu yang sangat singkat sekali, belasan jurus telah lewat.

Kemudian tampak serangan cambuk dari si berewok telah menyambar lagi dengan kecepatan yang bukan main dahsyatnya.

Sambil mengeluarkan suara teriakan mengguntur, tampak In Lap Siansu telah mengibaskan tangan kanannya.

"Bukkkk !"

Tampak dada dari si berewok itu telah terhajar jitu sekali oleh telapak tangan In Lap Siansu.

Tetapi In Lap Siansu juga sama sekali tidak lolos dari serangan cambuk itu.

Karena bahu kirinya telah terhajar jitu oleh ujung cambuk, sehingga baju si pendeta telah robek, berikut kulit bahunya yang mengucurkan darah dengan deras.432 Disaat itu Yo Him juga tidak tinggal diam dia meronta melepaskan diri dari pelukan si pendeta, dia telah menyingkir kesamping si lelaki tua yang menjadi ayah si gadis cilik itu.

Hal ini dilakukan oleh Yo Him karena dia sengaja tidak mau menjadi beban dari In Lap Siansu, agar pendeta Itu dapat melayani si berewok dengan leluasa.

Dan si berewok yang terserang dadanya, telah memuntahkan darah segar, tubuhnya telah tercebur kesungai.

Tetapi rupanya dia sangat kuat sekali, kerena dengan cepat luar biasa dia telah dapat melompat pula naik keatas perahunya si gadis kecil itu.

Dia bukan hanya melompat saja sambil menggerakkan kedua cambuknya itu dengan cepat sekali diapun telah melancarkan serangan yang bertubi-tubi.

In Lap Siansu terpaksa melayaninya dengan kegesitan dan kekuatan tenaga dalam yang ada padanya, karena terlambat sedikit saja, niscaya tubuhnya akan robek oleh samberan ujung cambuk.

Yo Him yang menyaksikan kehebatan kepandaian si berewok yang demikian tinggi, jadi berdiri tertegun dan tegang bukan main karena dia berkuatir sekali akan keselamatan diri In Lap Siansu.

Tetapi dia hanya bisa menyaksikan sajabetapa serangan-serangan yang saling susul diantara In Lap Siansu dan si berewok itu sekali, angin serangan itu menyambar-nyambar silih berganti tiada hentinya.

Dalam Waktu yang sangat singkat sekali, sebentar saja telah puluhan jurus yang lewat.

Tampaknya semakin lama si berewok jadi tambah penasaran, dia melancarkan serangan makin hebat saja.433 Sedangkan In Lap Siansu jadi harus ber sungguh-sungguh melayani serangan lawannya itu jika memang dia tidak ingin celaka ditangan lawannya itu.

Saat itu perahu si gadis cilik ini telah ber goyang-goyang karena bergeraknya In Lap Siansu dan si berewok yang semakin lama jadi semakin cepat dan juga tubuh kedua orang yang tengah bertempur itu hanya menyerupai bayangan belaka yang tidak bisa dilihat lagi dengan jelas bentuk dan rupanya...

Itulah karena sempurnanya ilmu meringankan tubuh yang mereka miliki.

000odw^kzo000 Tetapi laki-laki tua dan wanita setengah baya yang menjadi orang tua Si gadis cilik itu.

tampak makin lama jadi bertambah gelisah saja, walaupun mereka melihat bahwa In Lap Siansu memiliki kepandaian yang cukup tinggi, tetapi wajah mereka tetap pucat dan tubuhnya sering mengigil, tampaknya mereka tengah ketakutan.

Yo Him heran melihat sikap mereka.

Diapun melihat kedua orang tua gadis cilik itu memandang kearah tempat yang jauh, diujung sungai sebelah seberangnya.

"Kenapa, lojinkee?"

Tanya Yo Him akhirnya, karena dia tidak bisa menahan perasaan ingin tahunya.

"Musuh akan segera datang dalam jumlah yang banyak !"

Menjelaskan lelaki tua itu.

"Mereka umumnya merupakan jago-jago yang jauh lebih hebat dari si berewok ini ... !"

Yo Him kaget sekali.

"Benarkah itu ?"

Tanyanya dengan suara yang gugup juga.

"Akhh, mereka pasti tidak akan melepaskan jiwa tuaku!"

Kata lelaki tua tersebut.434

"Sesungguhnya apa yang terjadi ?"

Tanya Yo Him.

"Mengapa mereka memusuhi lojinkee sekeluarga?"

"Hemm, mereka manusia-manusia jahat yang mengakui diri mereka sebagai pendekar gagah budiman... sesungguhnya hati mereka jahat dan berbisa sekali !"

"Apakah mereka sering membunuh orang?"

Tanya Yo Him yang masih kurang begitu memahami urusan didalam rimba persilatan.

"Bukan."

Menyahuti orang tua itu.

"Kalau hanya membunuh saja. itu urusan biasa! Tetapi justeru mereka itu telah bersekutu dan bekerja sama dengan pihak Mongolia untuk menjual negara,"

"Akhhh!"

Betapa terkejutnya Yo Him. dia sampai memandang kearah orang tua itu dengan mata yang terpentang lebar-lebar "Benar!"

Mengangguk orang tua itu.

"Dan mereka itu manusia-manusia yang tak tahu malu!"

"Karena rahasia mereka, itu kuketahui, maka mereka bermaksud membinasakan diriku agar mereka bisa menutup rahasia. !"

Setelah berkata begitu, orang tua itu menghela napas berulang kali.

Tampaknya dia berduka bukan main, dan wajahnya juga murung sekali.

In Lap Siansu yang tengah bertempur hebat dengan si berewok semakin lama jadi semakin seru saja melancarkan serangan-serangannya karena keduanya telah mengeluarkan seluruh ilmu simpanan mereka.

Angin serangan kedua orang yang tengah bertempur ini luar biasa kuatnya, menyebabkan perahu itu bergoyang-goyang, juga memaksa keempat orang yang menyaksikan,435 yaitu Yo Him, si gadis kecil dan kedua orang tuanya itu terpaksa mundur kebelakang beberapa langkah.

Rupanya apa yang dikuatirkan oleh orang tua itu benar adanya.

Karena tidak lama kemudian dari kejauhan tampak sebuah kapal berukuran cukup besar telah mendatangi dengan cepat sekali, air sungai seperti dibelah dan juga telah membuat perahu dimana Yo Him dan yang lainnya berada itu ber goyang-goyang semakin keras.

"Ihhh!"

Berseru orang tua Si gadis kecil itu dengan muka yang bertambah pucat.

Diatas tiang dari kapal tersebut, tampak berkibar sebuah bendera merah, yang tersulam seekor naga berwarna putih...itulah kapalnya Pek Liong Kauw, yang tengah mendatangi ke tempat si orang tua yang menjadi ayah dari si gadis kecil itu berada...

Melihat ini Yo Him jadi tambah berkuatir dia juga menyesal mengapa dia tidak memiliki kepandaian sehingga dia tidak bisa membantu In Lap Siansu Untuk menghadapi musuh.

Sedangkan si berewok telah melihat kedatangan kapal yang cukup besar itu, wajahnya jadi berseri-seri terang dan juga tampaknya dia terbangun semangatnya, karena dengan cepat dia telah merobah cara bertempurnya, di mana dia menggerakan sepasang cambuknya semakin cepat saja.

Berbeda dengan si berewok.

maka In Lap Siansu jadi terkejut melihat lawannya memperoleh bala bantuan sebanyak itu.

Karena terkejut tentu saja perhatiannya terpecah dan dia jadi terdesak.

Saat itu kapal yang berukuran besar itu telah semakin dekat.

Diatas ujung kapal itu berdiri puluhan orang dengan sikap dan pakaian yang gagah mentereng.436 Dimuka sekali tampak seorang lelaki tua kurus dengan jenggotnya yang panjang dan matanya yang sipit seperti mata tikus, telah menyaksikan jalannya pertempuran antara si berewok dan In Lap siansu.

000odw^kzo000

"T A H A N ! "

Tiba-tiba orang tua kurus diujung perahu itu telah membentak dengan suaranya yang sangat keras sekali.

Si berewok telah menghentikan serangan cambuknya, dia telah melompat mundur.

Begitu pula In Lap siansu telah berhenti melancarkan serangan dia telah memandang kearah kapal besar itu.

"Hemm, kukira siapa, tidak tahunya In Lap Siansu yang ikut mengacaukan urusan !"

Berkata lelaki tua berjenggot itu dengan suara yang dingin.

"Mari ! Mari ! silahkan ! Kami mengundang kalian pindah kekapal kami !"

Orang tua yang bertubuh kurus dan bermata Sipit itu menyebut-nyebut mengundang kekapal, sesungguhnya dia ingin mengartikan bahwa orang itu akan ditawan olehnya.

Jika In Lap Siansu dan yang lainnya membandel, barulah dia akan turun tangan untuk membekuknya dengan kekerasan.

In Lap Siansu menyadari bahaya yang tengah mengancam dirinya, disamping itu In Lap Siansu juga telah memperhitungkan dirinya tidak mungkin melawan rombongan Pek Liong Kauw itu hanya berseorang diri.

Maka akhirnya dia mengambil keputusan untuk mengalah saja dulu, nanti dia baru akan memikirkan untuk mencari jalan meloloskan diri.

Dia menoleh dan mengedipkan mata kepada kedua orang tuanya si gadis cilik, yang juga mengerti maksudnya.

Si berewok telah beberapa kali memperdengarkan suara tertawa mengejek.437 Tetapi In Lap Siansu tidak melayani sikap orang itu, dia hanya merangkapkan sepasang tangannya menjura kepada lelaki tua kurus berjenggot itu ;

"Bukankah Lolap tengah berhadapan dengan Song Lu Wuan ?"

Tanyanya.

"Pendekar besar untuk jaman ini ???"

Kakek tua berjenggot panjang itu tertawa mengejek dengan muka yang berobah merah. Dia memang Song Lu Wuan, tetapi sengaja In Lap Siansu menambahkannya dengan perkataan "Pendekar besar untuk jaman ini"

Sehingga merupakan ejekan untuk si lelaki she Song itu, yang telah datang dengan rombongannya yang berjumlah besar, walaupun hanya uutuk menangkap beberapa orang saja.

"Tepat ! Sama sekali tidak salah !"

Kata Song Lu Wuan.

"Dan silahkan....!"

Segera diturunkan tangga tambang, dan In Lap Siansu telah naik terlebih dahulu, kemudian Yo Him, lalu si gadis kecil itu, menyusul kedua orang tuanya dan baru si berewok.

Waktu berada diatas kapal itu, In Lap Siansu baru melihat bahwa diatas kapal itu berkumpul lebih dari seratus orang.

Sehingga lenyaplah harapannya untuk dapat meloloskan diri dari tangan orang she Song tersebut.

Terlebih lagi In Lap Siansu melihat diantara seratus orang lebih orang-orang itu, terdapat yang berpakaian sebagai guru silat, dengan sendirinya mereka jelas memiliki kepandaian yang tinggi sekali.

Sedangkan Song Lu Wuan telah mengundang In Lap Siansu dan yarg lainnya memasuki sebuah kamar dikapal itu, dan masing-masing mengambil tempat duduk.

Orang she Song tersebut telah mengisyaratkan dengan tangannya, maka beberapa orang pelayan telah datang438 menyediakan arak dan barang makanan.

Hanya dalam sekejap mata saja diatas meja itu telah penuh oleh barang hidang?an.

"Mari silahkan makan ..... tidak ada apa-apa yang dapat kami suguhkan. tetapi sekedar pelenyap haus den lapar !"

Kata orang she Song itu.

In Lap siansu tidak segan-segan lagi, dia memang telah bertempur dalam waktu yang cukup lama dan telah mempergunakan tenaga yang sangat besar, maka dia telah mulai makan dan minum dengan lahap sekali.

Yo Him juga telah melahap makanannya.

Hanya si gadis kecil dan kedua orang tuanya yang berdiam diri saja.

"Siangkoan Lin Lie. mengapa kalian tidak makan ? Dan kau Siang koan Hujin, mengapa tidak dahar ? dan nona siangkoan, bukankah kau sudah lapar ? akhh sayang jika makanan ini dibiarkan dingin !"

Berkata orang she Song itu sambil tertawa.

Tetapi lelaki tua Siangkoan Lin Lie beserta isterinya maupun puterinya yang masih kecil itu telah berdiam diri saja.

Mereka tidak menyahut sepatah perkataanpun juga.

Song Lu Wuan juga tidak melayani mereka lagi, hanya sambil mengunyah, dia tertawa dan berkata kepada In Lap Siansu.

"Sudah lama aku orang she Song mendengar kegagahan In Lap Taisu, dan sungguh beruntung bahwa hari ini aku Orang she Song bisa bertemu dengan Taisu... !"

Katanya.

"Akupun begitu, telah lama aku kagum mendengar nama besar dari Song Taihiap hanya tidak ada kesempatan untuk kita saling bertemu, Maka dihari ini kita bisa saling bertemu, bukankah itu merupakan suatu kejadian yang sangat menggembirakan sekali ?"

Dan setelah berkata begitu, In Lap Siansu telah mengunyah terus makanannya.439 Yo Him heran juga.

Biasanya In Lap Siansu tidak makan barang berjiwa, dia hanya makan sayur-sayuran belaka.

Tetapi kali ini In Lap Siansu telah memakan makanan berjiwa, bahkan dengan lahap sekali, hal ini sangat membingungkan Yo Him.

"Rupanya Jieko memang tidak pantangan !"

Berpikir Yo Him kemudian. Saat ini Seng Lu Wuan telah melirik kearah Yo Him, dia memperhatikan sejenak, kemudian katanya sambil disertai tertawanya.

"Sungguh hebat engko kecil ini, siapakah dia, Taisu ? tampaknya dia memiliki bakat dan tulang yang baik sekali."

"Dia adikku ! Samte, Inilah Song Lu Wuan Taihiap yang sangat terkenal sekali didaerah Selatan"

Memperkenalkan In Lap siansu. Tentu saja orang she Song itu jadi kaget bukan main mendengar bahwa Yo Him yang baru berusia belum sampai sepuluh tahun itu adalah adik ketiga dari In Lap Siansu.

"Apakah diapun memiliki ilmu silat?"

Berpikir orang she Song itu didalam hatinya.

"Tetapi tidak mungkin, Tidak mungkin !, walaupun dia belajar ilmu silat semenjak didalam kandungan ibunya, tidak nantinya dia bisa memiliki kepandaian yang berarti apa-apa !"

"Siapakah namanya?' tanya orang she Song itu sesaat kemudian setelah meneguk Araknya.

"Samteku she Yo dan bernama Him...!"

Menjelaskan In Lap Siansu.

"Ihhh !"

Tiba-tiba muka Song Lu Wuan berubah hebat, sumpitnya yang tengah dibawa kemulutnya jadi tergantung ditengah udara.

"Siauw Kiesu (pendekar muda) ini she Yo ? Masih ada hubungan apakah dengan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko?" 440 Waktu menyebut perkataan "sintiauw taihiap Yo Ko", suara Song Lu Wuan tergetar.

"Dialah anaknya ... !"

Menyahuti In Lap Siansu sembarangan.

"Hah ?"

Kaget bukan main orang she Song dan beberapa orang jago lainnya yang berada ditempat itu.

Dan bukan hanya mereka belaka yang terkejut, karena Yo Him sendiri juga kaget sekali.

Tetapi sebagai seorang anak yang Cerdas, maka Yo Him segera mengerti apa maksud dari In Lap Siansu yang sebenarnya.

"Be...benarkah Siauw Kiesu puteranya Yo Taihiap ?"

Tanya Song Lu Wuan dengan suara tergagap.

"Benar !"

Mengangguk Yo Him.

"Sin Tiauw Tai Hiap Yo Ko adalah ayahku, dan Siauw Liong Lie Liehiap adalah ibuku !"

Seketika itu juga paniklah orang-orang Pek Liong Kauw tersebut.

Bahkan Song Lu Wuan telah meletakkan sumpitnya diatas meja.

Dia memandang tajam kepada Yo Him, yang diperhatikannya dengan baik baik dan seksama.

"Memang mirip, mirip sekali dergan wajah Yo Taihiap. Tetapi .. , kami belum pernah mendengar Sin Tiauw Taihiap memiliki anak .. !"

Menggumam Song Lu Wuan dengan suara yang tidak begitu jelas.

Dia telah memperhatikan baik-baik paras Yo Him, dan telah melihat bahwa wajah anak ini mirip sekali dengan muka Yo Ko.

Maka hatinya jadi tergoncang keras, tetapi diapun masih ragu-ragu.441 Melihat Song Lu Wuan ragu-ragu begitu, Yo-Him segera mengetahui bahwa Sin Tiauw Taihiap Yo Ko sangat dihormati sekali oleh orang orang Pek Liong Kauw ini.

Hanya saja disebabkan usia Yo Him memang masih terlampau kecil, dan yang memperkenalkan bahwa dia adalah puteranya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko itu adalah In Lap Siansu, dengan sendirinya mereka jadi ragu-ragu.

Sebagai anak yang cerdik, segera juga Yo-Him teringat akan sesuatu.

Dan dia bermaksud akan mempermainkan orang-orang Pek Liong Kauw tersebut, karena Yo Him menganggap dia sudah kepalang tanggung diperkenalkan oleh In Lap-Siansu sebagai puteranya Sin Tiauw Taihiap.

"Pernahkah para locianpwee melihat dan menyaksikan sebagian ilmu dari ayah dan ibuku !"

Tanya Yo Him akhirnya sambil terus mengunyah nasinya, sikapnya tenang sekali, walaupun otaknya tengah bekerja keras sekali.

"Ya, ya, kami seringkali melihat Yo Taihiap bertempur, maka sebagian dari kepandaiannya itu bisa kami kenali !"

Menyahuti Song Lu Wuan, yang segera bisa menduga bahwa Yo Him ingin mempertunjukkan kepandaiannya.

"Baiklah! Menurut Song Locianpwe, kepandaian ayahku itu dibagian mana yang paling menonjol ?"

Tanyanya lagi.

"Yo Taihiap semua mempelajari ilmunya dari Kiu Im Cin Keng ciptaan Tat Mo Cauwsu dan juga Giok Lie Kiam Hoat bersama ibumu, yaitu Siauw Liong Lie Liehiap, merupakan pasangan pendekar dijaman ini yang tiada taranya !"

"Tepat !"

Berseru Yo Him.

"Dan kini Boanpwe (dari tingkatan muda). ingin memperlihatkan kebodohan, harap jangan ditertawai ?"

Dan setelah berkata begitu Yo Him berdiri.442 Sedangkan Song Li Wuan yang mengerti maksud anak ini, segera memberikan isyarat kepada orang-orangnya, untuk menggeser meja tetapi.

Didalam Waktu yang singkat sekali, telah terbentang sebuah lapangan yang cukup luas.

Yo Him melangkah kegelanggang.

setelah menjura memberi hormat kesekelilingnya, maka dia mulai menjalankan ilmu silat yang diturunkan Sin Tiauw kepadanya, yang menurut In Lap Siansu adalah Kiu Im Cin Keng dan Giok Lie Kiam Hoat.

Diwaktu anak ini bersilat, semua orang-orang gagah yang berada ditempat itu jadi mengawasi dengan mata yang terpentang lebar-lebar dan hati yang tergoncang.

Karena yang tengah dimainkan oleh Yo Him memang jurus-jurus dari Kiu Im Cin Keng dan Giok Lie Kiam Hoat, kedua443 macam ilmu silat yang luar biasa, yang dimiliki oleh Sin Tiauw Taihiap Yo Ko dan Siauw Liong Lie.

Keruan saja Song Lu Wuan jadi ciut nyalinya, dan disaat Yo Him telah selesai membawakan jurus-jurus kedua macam ilmu silat itu, yang semula dianggap olehnya sebagai latihan olah raga penyehat tubuh belaka, Song Lu Wuan telah membungkukkan tubuhnya memberi hormat kepada Yo Him.

"Kiranya memang orang sendiri !"

Berseru Song Lu Wuan sambil tertawa.

Yo Him cepat-cepat membalas hormat orang she Song tersebut.

Didalam hatinya dia geli sendirinya, dan dia merasa kagum atas kecerdikan In Lap Siansu yang telah bisa berpikir begitu cepat.

Coba kalau tidak, jika mereka tetap dianggap sebagai pihak musuh, niscaya mereka akan diperlakukan dengan sikap yang tidak enak dan tidak manis.

"Sesungguhnya aku sudah lama ingin mengikuti ayah berkelana, tetapi selama itu belum diijinkan, baru tahun ini ayah mengijinkan aku untuk ikut berkelana ... dan harap loocianpwe menerima hormat boanpwe.!"

"Sebenarnya masih ada hubungan apakah antara Yo Kiesu dengan Siangkoan Lin Lie, ?' tanya Song Lu Wuan sambil melirik kepada Siang koan Lin Lie, yang saat itu tengah mengawasi Yo Him dengan sorot mata yang takjub.

"Dialah pamanku !"

Menyahuti Yo Him.

"Paman ?"

Tanya Song Lu Wuan ragu-ragu matanya juga bersinar aneh.

Seketika itu juga Yo Him menyadari bahwa dia telah melakukan suatu kecerobohan, karena sebagai seorang yang sangat terkenal semua urutan keluarga Yo Ko diketahui oleh orang-orang gagah di rimba persilatan, Terlebih lagi suatu444 kemungkinan bahwa Song Lu Wuan memang bersahabat dengan Yo Ko.

"Paman jauh, ... !"

Kata Yo Him memperbaiki kesalahannya "Dari pihak ibuku ... !"

"Oh begitu ?"

Kata Song Lu Wuan yang telah lenyap kecurigaannya. Saat itu Yo Him telah berkata ;

"Paman Siangkoan, sesungguhnya ada Urusan apakah antara kalian dengan pihak Pek Liong Kauw ?"

"Sesungguhnya urusan kecil, kami kehilangan kitab pusaka kami, kebetulan Siangkoan Kie su berada ditempai kami, maka dari itu kami menduga bahwa dialah yang telah mencurinya ! Untuk tuduhan yang tidak beralasan itu, kami mengucapkan maaf sebesar-besarnya !"

Dan setelah berkata begitu, Song Lu Wuan menghampiri Siangkoan Lin Lie, dia menjura untuk meminta maaf.

Tentu saja Siangkoan Lin Lie jadi girang bukan main, karena persengketaannya dengan pihak Pek Liong Kauw telah dapat diselesaikan oleh Yo Him.

Hanya saja yang membuatnya agak heran, mengapa Yo Him mengakui dia pernah paman.

Dan mereka semua telah kembali makan pula.

Kali ini Song Lu Wuan telah memperlakukan mereka dengan sikap yang manis.

Malah In Lap Siansu telah bercakap-cakap akrab sekali dengan Song Lu Wuan dan beberapa orang gagah yang berada dikapal tersebut.!

Banyak persoalan rimba persilatan yang telah mereka bicarakan termasuk akan ancaman dari pasukan tentara perang Mongolia.445

"Memang banyak orang gagah yang menuduh kami bekerja sama dan takluk kepada bangsa Mongolia..... tetapi sesungguhnya kami sebaliknya tengah bekerja keras untuk membongkar tipu licik bangga Mongolia itu !"

Menjelaskan Song Lu Wuan akhirnya.

"Kami mendengar bahwa bangsa Mongolia telah mulai mempersiapkan pasukannya untuk menerjang masuk kedaratan Tionggoan lagi, bahkan Kublay Khan, Kaisar Mongolia sekarang, adik Kaisar Mangu yang binasa ditangan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko telah perintahkan beberapa orang kepercayaannya dan jago-jagonya untuk menyelusup kedaratan Tionggoan, guna mencelakai jago-jago didaratan Tionggoan. Peristiwa itu terjadi delapan tahun yang lalu, perbuatan busuk mereka mulai diketahui. Kami sayangnya agak terlambat mendengar berita itu. Karena baru empat tahun yang lalu kami mendengar kejadian seperti itu. Maka Kauwcu (ketua) kami telah perintahkan beberapa orang-orang kami Untuk pergi ke Mongolia guna melakukan penyelidikan. Jika memang apa yang kami dergar itu benar dan juga ada bukti buktinya kami akan mengerahkan orang-orang pandai kami Untuk pergi ke Mongolia untuk membinasakan Kublai Khan. Dengan terbunuhnya Kaisar itu, tentu ancaman dapat dilenyapkan !, Tetapi siapa sangka, pengiriman orang-orang gagah kami ke Mongolia itu telah bocor entah bagaimana caranya, banyak Orang gagah didaratan Tionggoan yang telah mendengar hal itu, sehingga mereka menduga bahwa kami ini telah berkhianat dan bekerja sama dengan pihak Mongol. mereka jadi mencurigai kami, termasuk Siangkoan Lin Taihiap ini.... !"

Siangkoan Lin Lie cepat-cepat menjura dan meminta maaf.

Begitu juga Song Lu Wuan telah membalas hormat orang she Siangkoan tersebut.

In Lap siansu baru mengerti mengapa telah terjadi persengketaan antara Siangkoan Lin Lie dengan pihak Pek Liong Kauw.

Hweshio tua tersebut jadi mengangguk-anggukan kepalanya.446

"Dan dipusat, kami telah mengatur persiapan untuk melakukan pekerjaan besar, untuk membela tanah air!"

Song Lu Wuan telah melanjutkan ceritanya lagi.

"Tidak kami sargka justeru Sin Tiauw Taihiap Yo Ko telah berkunjung datang bersama beberapa orang pendekar besar lainnya, termasuk Kwee Ceng Taihiap, It Teng Taisu, Ciu Pek Thong, Lo Boan Tong dan Oey-Yong Lihiap...! Hanya yang kami sayangkan, justru kami tidak memiliki rejeki besar, dimana Yo Hujien, yaitu Liehiap siauw Liong Lie tidak ikut hadir.. !"

Mendengar orang she Song itu bercerita sampai disini, hati Yo Him jadi tergoncang.

Begitu juga dengan In Lap Siansu, hatinya jadi kaget bukan main.

Dengan berlayarnya kapal Pek Liong Kauw ini.

mereka tengah menuju kemarkas besar dari kumpulan Itu.

Dan jika memang mereka tiba dimarkas besar dari perkumpulan itu, bukankah berarti rahasia mereka akan terbongkar?

Bukankah disana tengah berkumpul Yo Ko dan jago besar lain-nya?

Yo Him jadi gugup sendirinya, hampir, saja sumpit ditangannya terlepas.

Song Lu Wuan yang matanya awas.

telah dapat melihat kegugupan yang dialami Yo Him.

"Kenapa kau Siauw Kiesu?"

Tanyanya dengan berkuatir sekali, karena dia menduga Yo Him mabok akibat menumpang kapal air ini.

Yo Him cepat-cepat menggelengkan kepalanya sebagai anak yang cerdas segera juga dia bisa memberikan jawabannya.

"Tidak apa-apa, tidak apa-apa. aku hanya girang mendengar ayah telah berada disana, tentu tidak lama lagi kami ayah dan anak bisa bertemu !" 447 Song Lu Wuan telah mengangguk-angguk, dia berhasil didustai, karena dia berpikir memang wajar jika si orang anak merindukan ayahnya mengharapkan pertemuan dengan ayahnya. In Lap Siansu juga memuji akan kecerdikan Yo Him yang cepat sekali bisa memilih jawaban yang tepat. Tetapi untuk selanjutnya Yo Him tidak bisa menangkap keseluruhannya dari cerita Song-Lu Wuan, karena hatinya tengah gelisah dan pikirannya tengah kalut. Dia tengah memikirkan jika nanti dia bertemu dengan Sin Tiauw Taihiap dlmarkas Pek-Liong Kauw, dan rahasianya yang mengakui dirinya adalah puteranya Sin Tiauw Taihiap itu terbuka, bukanlah disamping dia akan membuat Sin Tiauw Taihiap menjadi marah ? itulah sebabnya mengapa Yo Him jadi sangat gugup. Pikirannya jadi bekerja terus, walaupun mulutnya terus makan dar minum, Meskipun dia cerdik namun tidak urung anak ini tidak bisa mencarikan jalan yang baik untuk menghadapi persoalan ini. Yo Him menyadari bahwa kali ini dia tengah mempermainkan pendekar besar dalam rimba persilatan, jika rahasianya terbongkar, bukankah dirinya bisa celaka? Sedangkan In Lap siansu hanya gugup sejenak, karena tidak lama kemudian dia telah tenang kembali. Didalam dirinya hweshio tua itu telah berpikir bahwa Yo Ko maupun Kwee Ceng, Oey Yong, It Teng Taisu dan Ciu Pek Thong adalah pendekar-pendekar besar berhati mulia, tidak mungkin akan mencelakai Yo Him hanya karena mengakui dirinya sebagai anaknya Yo Ko. Maka dari itu In Lap siansu dapat makan minum terus dengan tenang. Dan ketika Song Lu Wuan telah menutup pesta nakan minum itu mempersilahkan tamu-tamunya untuk beristirahat dan tidur, maka In Lap siansu tidur dengan nyenyak sekali, suara mendengkurnya benar-benar membuat Yo Him jadi448 mendongkol sekali karena Yo Him yang sekamar dengan In Lap Siansu yang menjadi jiekonya itu tengah bergelisah tidak bisa tidur, sedangkan si pendeta telah tidur dengan nyenyak sekali seperti tidak berpikir apa-apa terhadap urusan yang akan mereka hadapi. 000odw^kzo000 KAPAL orang Pek LiOng Kauw tersebut berlayar terus menuju kearah selatan-barat-daya. Setelah berlayar dua hari, telah tiba dimuara dan lepas lautan. Rupanya pelayaran seperi itu memang merupakan pekerjaan biasa bagi orang-orang Pek Liong Kauw, Kapal itu berlayar cepat melawan ombak. Selama dalam perjalanan Song Lu Wuan selalu memperlakukan kelima Orang tamunya dengan ramah. Rupanya, dengan mengakunya Yo Him sebagai puteranya Yo Ko, orang-orang Pek Liong Kauw jadi menghormati mereka. Tetapi Yo Him selalu diliputi oleh tanda tanya. Sesungguhnya siapakah Sin Tiauw Taihiap Yo Ko dan Siauw Liong Lie ? Tampaknya kedua pendekar besar itu memiliki nama yang sangat luar biasa terkenalnya dan disegani oleh o rang orang rimba persilatan. Disamping itu Yo Him juga jadi Selalu memikirkan, siapakah sesungguhnya kedua orang tuanya ? Dia she Yo begitu pula Yo Ko, tetapi apakah mungkin dia putera dari seorang pendekar seperti itu? Karena berpikir begitu, Yo Him jadi menghela napas tidak hentinya, karena dia yakin bahwa dirinya tidak memiliki rejeki begitu besar untuk menjadi putera seorang Pendekar besar dijaman itu. Sedangkan dia sejak kecil telah yatim dan tidak ada orang yang merawatnya, selain Sin Tiauw yang baik hati itu. Setengah bulan kemudian mereka telah sampai ditempat tujuan yaitu sebuah pulau yang besar sekali,449 Anak buah Pek Liong Kauw mengeluarkan sorak-sorai gemuruh sekali waktu pulau itu mulai tampak. Yo Him bersama yang lainnya telah Ketuar dia melihat pulau itu sangat besar dan luas sekali sehingga ujungnya tidak terlihat. Waktu kapal merapat, tampak beberapa orang lelaki bertubuh gagah dan tegap telah menyambut kedatangan Song Lu Wuan. Setelah adat istiadat dilakukan dengan saling memberi hormat, rombongan tersebut telah memasuki pulau untuk pergi kemarkas Pek Liong Kauw, guna menemui Kauwcu Pek Liong Kauw. Yo Him, In Lap Siansu dan Siangkoan Lin Lie, isterinya dan anak gadisnya, telah ditempatkan disebuah ruangan. Dan tidak lama kemudian mereka telah diajak kesebuah bangunan gedung yang sangat besar serta megah sekali. Yo Him yang melihat gedung itu jadi tercengang, karena dia melihat bahwa bangunan tersebut disamping megah dan besar juga sangat mewah sekali, melebihi istana-istana Kaisar. Didepan gedung yang mirip istana itu tampak berdiri berbaris ratusan orang, yang menyambut kedatangan tamu-tamu tersebut dengan anggukan dan rangkapkan tangan memberi hormat. Ternyata yang disebut sebagai Kauwcu dari Pek Liong Kauw merupakan seorang lelaki berusia lima puluh tahun, berwajah tampan walaupun usianya telah lanjut, disamping itu tubuhnya juga tegap. Dialah Wie Kiam Kauwcu dari Pek Liong Kauw. yang bergelar Hui Thian Sin Kiam (Pedang Sakti), yang namanya menggetarkan rimba persilatan. Namun Kauwcu Wie Kiam ternyata membawakan sikap yang ramah sekali, dia telah menyambut tamu-tamunya itu dengan perjamuan yang besar.450

"Loohu mendengar bahwa diantara tamu-tamu kita terdapat puteranya Yo Taihiap"

Kata Wie Kiam berselang sejenak setelah tamu-tamunya mengambil tempat duduk masing-masing.

"Dapatkah Lohu berkenalan dengan Siauw Kiesu itu?"

Yo Him yang sejak tadi memasuki gedung ini dengan hati yang berdebar kini merdengar perkataan Wie Kiam membuat jantungnya tambah tergoncang.

Cepat-cepat Yo Him bangkit berdiri, dia memberi hormat dan memperkenalkan diri.

Lama Wie Kiam mengawasi Yo Him dengan sorot mata yang tajam, tentu saja membuat Yo Him tambah tergoncang hatinya, sehingga ia tak berani memandang Kauwcu dari Pek Liong Kauw tersebut, hanya menundukkan kepalanya saja.

In Lap Siansu juga telah berdebar hatinya, pendeta ini adalah seorang Kangouw yang telah berpengalaman, tetapi tetap saja hatinya berdebar, karena dia takut rahasia Yo Him terbongkar.

Tetapi untuk menutupi kegelisahannya, sengaja ln Lap Siansu telah meneguk araknya berulang kali.

Setelah mengawasi Yo Him sejenak lamanya, Wie Kiam tertawa.

"Bagus! Betapa miripnya wajahmu dengan ayahmu, Siauw Kiesu !"

Kata Wie Kauwcu dengan suaranya yang keras "Ayahmu mungkin sore ini baru kembali, karena Yo Taihiap sekarang tengah mengejar seseorang !"

Yo Him menghela napas sambil membungkuk memberi hormat, untuk menutupi perobahan wajahnya yang merah karena dia merasa agak tenang mendengar Yo Ko tidak berada dimarkas Pek Liong Kauw tersebut.451 Begitu juga halnya dengan In Lap Siansu, diam-diam didalam hatinya pendeta tersebut memuji kebesaran sang Buddha.

"Tetapi, taihiap-taihiap lainnya, seperti Kwee Ceng Tayhiap, Oey Yong Liehiap, It Teng Tai-su dan Ciu Pek Thong Loo Boan Tong Locianpwe, Semuanya ada disini ! Tunggulah sebentar, Lohu akan perintahkan orang untuk memanggilnya !"

Mendengar perkataan Kauwcu Pek Liong Kauw tersebut yang terakhir, Yo Him merasakan kepalanya seperti disiram air dingin panas, hangat.

Sedangkan Kauwcu Pek Liong Kauw itu telah mengibaskan tangannya, mengisyaratkan kepada orangnya untuk mengundang jago-jago tua itu.

Yo Him telah kembali ketempat duduknya dengan hati yang berdebar-debar.

Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari beberapa orang, dan semua mata, termasuk Yo Him dan In Lap Siansu telah mengawasi kearah pintu yang bisa menembus keruang dalam itu.

Mereka mengawasi dengan perasaan tegang dan agak gelisah sekali, sedangkan Kauwcu Pek Liong Kauw itu telah tertawa saja dengan sikapnya yang angker.

Tidak lama kemudian dari balik tirai muncul orangnya Wie Kauwcu, diikuti beberapa orang gagah.

Ternyata beberapa Orang yang muncul itu tidak lain dari Kwee Ceng, Oey Yong, Ciu Pek Thong, It Teng Taisu dan dua orang pengawal Pek Liong Kauw.

Setelah mereka memberi hormat kepada kauwcu Pek Liong Kauw, masing-masing mengambil tempat disamping kauwcu itu.

"Nah para locianpwee, seperti yang telah boanpwe katakan, bahwa hari ini kebetulan sekali kita telah menerima kunjungan452 seorang tamu luar biasa, yaitu puteranya Yo Taihiap .."

Kata kauwcu dari Pek Liong Kauw itu dengan suara yang nyaring.

Muka orang-orang gagah itu jadi berobah.

mereka telah mengikuti jari telunjuk kauwcu she-Wie itu menunjuk kearah Yo Him dan memperhatikan anak itu baik-baik.

Namun tidak ada seorangpun diantara Oey Yong dan yang lainnya yang membuka mulut, semua diam saja sambil mengawasi sehingga membuat Yo Him jadi tidak enak hati, segera Yo Him bangkit berdiri, dia telah menghampiri ke empat orang gagah itu, kepada mereka dia telah memperlihatkan hormatnya.

"Apakah locianpwe semuanya dalam keadaan baik ?"

Tanyanya. Tiba-tiba Ciu Pek Thong telah berkata sambil tertawa "anak yang manis, anak yang manis"

Oey Yong bertiga dengan It Teng Taisu dan Kwee Ceng hanya mengangguk-menganggukkan kepalanya !. Tiba-tiba Ciu Pek Thong telah menoleh kepada Wie Kauwcu "mana ayahnya apa belum pulang ?"

Wie Kauwcu menyahuti sambil menggelengkan kepalanya "belum "

"Hemm, anak mana ibumu ?"

Tanya Oey Yong.

Ditanya soal ibunya, tentu saja Yo Him jadi kelabakan.

Orang-Orang gagah itu masih mau mempercayai bahwa Yo Him adalah puteranya Yo Ko karena wajahnya memang mirip dengan Yo Ko, apalagi Kwee Ceng dan Oey Yong yang pernah merawat Yo Ko.

Mereka hampir delapan tahun mencari-mencari siauw Liong Lie yang lenyap tidak ada kabar beritanya itu.

Namun hasilnya nihil.

Yo Ko selalu diliputi kedukaan yang bukan main.

teringat pula bahwa isterinya itu tengah hamil.453 Maka sekarang, ada seorang anak berusia di antara tujuh delapan tahun mengakui dirinya sebagai anak Yo Ko, tentu saja orang-orang gagah itu menduga mungkin Siauw Liong Lie telah melahirkan seorang anak lelaki dan menceritakan kepada si anak siapa ayahnya sehingga kini Yo Him mencari ayahnya itu.

Itulah sebabnya mengapa Oey Yong telah menanyakan ibu si anak ini.

Melihat Yo Him gugup, Oey Yong jadi heran.

"Apakah telah terjadi sesuatu didiri ibumu ?"

Tanyanya lagi. Yo Him menggelengkan kepalanya.

"Bukan...!"

Sahutnya kemudian.

"Lalu dimana ibumu ?"

"Aku sendiri tidak mengetahuinya ..."

"Ihhh !"

Berseru kaget orang-orang gagah itu.

"Maafkanlah Locianpwe, sesungguhnya aku telah berdusta, Boanpwe bukan puteranya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko !"

Mengaku Yo Him berterus terang karena anak ini berpikir, jika dia berdusta terus maka rahasianya akan terbongkar juga.

"Hmmmm. lalu siapa kau ?"

Tanya Oey Yong sambil mengerutkan alisnya.

Sedangkan muka Wie Kauwcu telah berobah diliputi kemendongkolan yang sangat.

Song Lu Wuan juga kaget bukan main.

berulang kali dia memperdengarkan suara tidak jelas.

Karena Song Lu Wuan yang telah mengajak anak ini kemarkas mereka dan memberitahukan kepada kauwcunya bahwa anak ini adalah putranya Yo Ko.

Maka sekarang disaat si anak itu mengakui terus terang.

Bahwa dia bukan anaknya Sin Tiauw Taihiap.

bisa membayangkan perasaan kaget dari orang she Song tersebut.454 Yo Him telah memberi hormat kepada orang-orang yang berada disitu, dia memberi hormat dengan tiada hentinya.

"Sesungguhnya aku memang pantas menerima hukuman mati karena telah berani mengakui diriku sebagai puteranya Yo Ko Tayhiap. Sebenarnya akupun tidak mengetahui siapa ayahku dan siapa pula ibuku !"

Oey Yong dan iainnya jadi tambah heran.

"Mengapa begitu ?"

Tanya Oey Yong.

"Karena sejak kecil aku tidak pernah melihat mereka, yaitu kedua orang tuaku!"

"Lalu siapa yang membesarkan engkau?"

"Rajawali ... seekor rajawali!"

Mendengar itu muka Oey Yong jadi berseri-seri sejenak, diapun telah berseru .

"Sintiauw ... !"

Kemudian Oey Yong menanyakan bagaimana bentuk rajawali yang telah merawat Yo Him. Dengan sejujurnya Yo Him menceritakan keadaan burung rajawali itu.

"Benar dia ! Benar dia !"

Berseru Oey Yong sambil melirik kesuaminya.

"Tetapi ... dimana Sintiauw itu kini berada ?"

"Akupun tidak mengetahui, karena sejak dia terbang turun kejurang itu. maka selamanya aku tidak pernah melihat lagi ..."

Kata Yo Him, Dia telah menceritakan bagaimana dia ditinggal oleh Sin Tiauw dipintu kampung dikaki gunung Kun Lun, dan rajawali itu telah terbang berputar-berputar ditengah udara, kemudian menukik kejurang yang biasa mereka tempati.

Kemudian Sintiauw itu tidak pernah muncul lagi.

"Apakah kau tidak memiliki sesuatu barang yang ditinggalkan ibumu ?"

Tanya Oey Yong.455 Yo Him menggeleng.

"Tidak! Sejak kecil akupun tidak pernah melihat ibuku, hanya Sintiauw telah memberikan, bermacam-macam barang-barang kepadaku!"

Dan setelah berkata begitu, Yo Him membuka buntalannya, dia telah mengeluarkan barang-barang milik Siauw Liong Lie yang telah diberikan oleh Sintiauw disaat burung rajawali itu akan menghembuskan napasnya yang terakhir, Melihat barang-barang itu, muka Oey Yong dan ketiga orang gagah lainnya, jadi berobah.

Mereka mengenali itulah barang-barang milik Siauw Liong Lie.

"Akhh, jika demikian, memang benar-benar engkau puteranya Yo Ko !"

Berseru Oey Yong sambil melompat dan telah merangkul Yo Him.

"Dimana ibumu nak? Dimana dia?"

Yo Him menggeleng saja dengan heran.

"Itulah barang milik ibumu, apakah mungkin dia, telah..."

Dan berkata sampai disitu, Oey Yong tidak meneruskan perkataannya.

"Doa telah kenapa. Yongjie?"

Tanya Kwee Ceng ingin tahu.

"Apakah dia telah dicelakai seseorang? Apakah Tiat To Hoat ong yang mencelakainya? Bukankah barang-barangnya ini sudah berada disini?"

Muka Kwee Ceng, It Teng Taisu dan Ciu Pek Thong jadi berubah muram. Merekapun berpikir begitu.

"Sayang Kojie tidak berada disini"

Menggumam Kwee Ceng perlahan.

"Besok pagi dia akan tiba kembali"

Kata Wie Kauwcu yang sejak tadi berdiam diri sajal456 Oey Yong menuntun tangan Yo Him katanya dengan lembut dan sabar.

"Anak, engkau harus menunggu ayahmu sampai kembali ditempat ini. Nanti kita tanyakan, jika memang benar barang-barang ini adalah milik Siauw Liong Lie, yang tentunya masih menjadi ibumu itu maka disaat itu kita akan berangkat ke Kun Lun San untuk melihat apakah disana ada sesuatu yang bisa dipergunakan untuk membuka rahasia dirimu ! Tetapi jika memang engkau bukan puteranya Yo Ko, kau juga tidak perlu takut, karena kalau kau benar-benar anak yatim, kami pun tidak keberatan merawatmu !"

Senang Yo Him mendengar itu.

Demikian juga dengan In Lap Siansu, sambil mengucapkan kata-kata yang memuji sang Buddha, dia telah mengangguk-anggukan kepalanya.

Karena gembiranya, In Lap Siansu telah mengucurkan air mata.

Saat itu Yo Him telah menjura sambil mengucapkan terima kasih kepada Oey Yong.

setelah itu dia kembali kekursinya.

Pesta makan minum itu telah dilanjutkan terus, kemudian Oey Yong berempat telah mengajak Wie kauwcu untuk berunding.

Mereka membicarakan persoalan Yo Him dan merundingkan bagaimana caranya menyelidiki tempat, beradanya Siauw Liong Lie.

Hampir delapan tahun mereka berkelana di dalam rimba persilatan untuk mencari Siauw Liong Lie, dengan meminta bantuan orang-orang rimba persilatan juga tetapi usaha mereka nihil dan kosong.

Sejak diculiknya Siauw Liong Lie oleh Tiat To hoat-ong, baik Siauw Liong Lie maupun pendeta itu telah lenyap tidak meninggalkan bekas.457 Dan hanya jago-jago Mongol lainnya yang telah muncul didaratan Tionggoan Maka Yo Ko dan jago-jago lainnya tidak pernah turun tangan ringan kepada mereka.

Jago-Jago Mongol itu selalu dibinasakan atau dibikin bercacad berat untuk memperoleh keterangan dari mereka.

Tetapi walaupun banyak orang-orang Mongol yang telah mereka tangkap dan menanyai perihal Tiat To Hoat ong, namun mereka tidak pernah memperoleh keterangan yang mereka inginkan.

Waktu setahun yang lalu mereka mendengar bahwa Tiat To Hoat-ong ada yang lihat berkeliaran di Utara.

Maka jago-jago itu telah berangkat keutara.

namun tetap saja mereka tidak berhasil mencari pendeta mongol yang kepandaiannya hebat itu.

Akhirnya dengan putus asa mereka telah kembali keselatan dan disaat itulah Oey Yong menganjurkan kepada Yo Ko agar mereka meminta bantuan Pek Liong Kauw, untuk mencari jejaknya pendeta mongol itu.

Saran yang diberikan oleh Oey Yong disetujui oleh Yo Ko, maka mereka ramai-ramai telah pergi kemarkas besarnya Pek Liong Kauw dan kepada Wie Kiam Kauwcu mereka menyampaikan keinginan mereka yang hendak meminta bantuan Pek Liong Kauw untuk mencari jejak Tiat To Hoat ong yang telah menculik Siauw Liong Lie.

Pihak Pek Liong Kauw menyanggupi untuk membantu, dan telah menggirimkan orang-orangnya ke pelbagai pelosok didaratan Tionggoan untuk menyelidiki dimana bersembunyinya Tiat To Hoat ong.

tetapi hampir setahun itu tetap saja mereka belum memperoleh hasil apa-apa, sehingga selama itu pula Sin Tiauw Taihiap dan jago-jago lainnya berdiam dipulau Ang-hwa-to tersebut, pulau bunga merah....458 Dan kini tiba-tiba sekali muncul Yo Him, yang mengaku sebagai puteranya Sin Tiauw Taihiap.

Bukankah hal itu merupakan urusan yang menggembirakan sekali ?

Song Lu Wuan sendiri bersyukur sekali dia bisa bertemu dengan putera Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, yang tentunya akan membuktikan bahwa Pek Liong Kauw telah berhasil membantu pendekar besar untuk jaman ini.

Apa lagi Song Lu Wuan juga telah melihat Yo Him membawakan jurus-jurus dari Kiu Im Cin Keng dan Giok Lie Kiam-hoat, tentu saja dia tambah yakin dan girang...!

Wie Kiam Kauwcu juga girang waktu Song Lu Wuan menyampaikan bahwa dia telah berhasil menemukan puteranya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko.

Karena dengan berhasilnya pihak Pek Liong Kauw membantu Sin Tiauw Taihiap Yo Ko berarti kelak Pek Liong Kauw memiliki tulang punggung yang kuat sekali, sebab pihak Pek Liong Kauw telah melepas budi kepada Yo Ko dan pasti jika kemudian kelak pihak Pek Liong Kauw mengalami suatu ancaman dari pihak lain, Sin Tiauw Taihiap Yo Ko juga tidak akan tinggal diam.

Diwaktu Yo Him masih duduk termenung, dia tidak mengerti sepenuhnya perkataan Oey Yong sedangkan barang-barang peninggalan Siauw Liong lie yang diberikan oleh Sin Tiauw rajawali sakti yang telah meninggal itu, disimpannya kembali baik-baik.

Yo Him sama sekali tidak mengetahuinya bahwa sesungguhnya ibunya, siauw Liong Lie telah lenyap dilembah gunung Kun Lun san itu oleh desakan Tiat To Hoat Ong berempat dengan Chilaon, Talengkie dan Turkichi.

Setelah Oey Yong beruntun dengan Kwee Ceng It Teng Taisu, Ciu Pek Thong dan Wie kiam Kauwcu mengundurkan diri maka pesta itupun telah dibubarkan.459 Yo Him dan tamu-tamu lainnya ditempatkan disebuah ruangan yang besar, sedangkan untuk kamar tidur mereka masing-masing diberi sebuah kamar untuk setiap orangnya...

Sebelum meninggalkan ruangan tengah itu, Oey Yong telah menarik tangan Yo Him, lalu katanya dengan suara yang sabar.

"Tidurlah yang nyenyak, jangan kau memikirkan yang tidak-tidak Dalam waktu yang tidak lama lagi ayahmu tentu pulang dan kalian bisa bertemu...!" . Yo Him yang sejak kecil belum pernah memperoleh kasih sayang seorang ibu, kini mendengar nada suara Oey Yong yang begitu lembut dan sabar, mengandung kasih sayang dan penuh pengertian akan jiwa seorang anak, hatinya jadi tergoncang dan terharu Tanpa disadarinya disaat dia mengangguk, dua butir air mata telah menitik turun membasahi pipinya. Oey Yong tersenyum, dia mengusap rambut anak ini.

"Ayahmu tidak secengeng engkau !"

Katanya kemudian.

"Bahkan ayahmu merupakan seorang pendekar besar yang gagah perkasa dan tabah, menghadapi penderitaan hidup...!" . Yo Him jadi merasa malu sendirinya, dia hanya mengiyakan perkataan Oey Yong. Di dalam kamarnya, Yo Him jadi terpekur saja, sama sekali dia tidak bisa mententeramkan hatinya, dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Akhirnya dia keluar dari kamarnya dan mencari In Lap Siansu untuk diajak bercakap-cakap. Ternyata In Lap Siansu tengah bercakap-cakap dengan Siang koan Lin Lie, dengan nyonya Siang koan dan puterinya yang baru belasan tahun, yang akhirnya diketahui oleh Yo Him bahwa gadis yang biasa dipanggilnya dengan sebutan Encie itu ternyata bernama Peng. Dengan Siang koan Peng, Yo Him memang merasa senang dan menyukainya, kerena gadis itu460 lincah dan periang. Bahkan Siangkoan Peng sering mengajak Yo Him main-main dengan dia ditaman bunga, karena bosan juga baginya mendengari terus pembicaraan diantara kedua orang tuanya dengan In Lap Siansu yang tidak dimengerti olehnya. >>o0o^d!w^o0o<< Pulau Ang Hwa To merupakan sebuah pulau yang sangat luas, dimana markas besar Pek Liong Kauw menancapkan kaki dan kekuasaannya karena disana telah dibangun ratusan gedung untuk perumahan seluruh anggota perkumpulan tersebut. Belum lagi beberapa kota didaratan Tionggoan terdapat berbagai cabang dari perkumpulan tersebut. Pek Liong Kauw juga memiliki jago-jago yang sangat hebat kepandaiannya. Banyak yang memiliki ilmu dan kesaktian yang hebat, sehingga nama Pek Liong Kauw terangkat sendirinya berkat hasil kerja dari orang-orangnya yang liehay-liehay itu. Tetapi sebagai tokoh-tokoh persilatan, anggota-anggota dari perkumpulan tersebut memiliki sifat-sifat yang aneh dan bermacam-macam tabiatnya. Walaupun kepandaian Kauwcu perkumpulan tersebut, yaitu Wie Kiam, tidak sehebat Sin Tiauw Taihiap, namun dia memiliki ilmu pedang yang sangat luar biasa sekali, sehingga mengentarkan orang-orang kalangan rimba hijau, baik lawan maupun kawan, karena kauwcu ini paling benci kejahatan. Dan namanya yang sangat terkenal itu menggetarkan rimba persilatan sehingga dia sangat dihormati. Bahkan Wie Kiam Kauwcu telah diberikan gelaran "Hui Thian Sin Kiam"

Yaitu Pedang Sakti Dari Langit.

In Lap Siansu juga sering menganjurkan Yo Him agar pergi bermain bersama dengan Siangkoan Peng, puterinya Siangkoan Lin Lie, karena In Lap Siansu mengetahui Yo Him perlu hiburan juga agar dia tidak merasa kesepian.461 Bukankah Siangkoan Peng lincah dan periang ?

Setidak-tidaknya bisa mengurangi kesedihan dihati Yo Him atau mengurangi juga ketegangan-ketegangan yang selama ini meliputi hati dan jiwanya anak dari pendekar besar Yo Ko itu.

In Lap Siansu sendiri telah dipanggil oleh Kwee Ceng dan Oey Yong, yang menanyakan banyak sekali perihal Yo Him.

In Lap Siansu menceritakan apa yang diketahuinya dan diapun menyatakan bahwa Yo Him telah diangkat sebagai adik oleh Wie Tocu dari Kaypang, serta memperoleh sebuah Kimpay dari toakonya itu.

Tentu saja pemberitahuan In Lap Siansu itu telah mengejutkan, bahkan menggirangkan sekali hati Kwee Ceng dan Oey Yong.

Dia membayangkan, betapapun juga Yo Him telah memiliki suatu keluarbiasaan lain jika di bandingkan dengan pemuda-pemuda lainnya yang sebaya dengan dia.

Misalnya saja Bu Heng-te (dua orang saudara Bu), diwaktu mudanya, mereka sama sekali tidak berarti apa-apa dan tidak mengalami sesuatu yang luar biasa didalam persilatan, sampai akhirnya salah seorang dari Bu Hengte itu telah menikah dengan Kwee Hu, anak dari Kwee Ceng -Oey Yong.

Tetapi Yo Him, justru dalam usia demikian muda ternyata telah berhasil untuk mengangkat tali persaudaraan dengan seorang tokoh persilatan seperti Wie Tocu dari Kaypang Kwee Ceng dan Oey Yong memang mengetahui dan sering mendengar bahwa Wie Tocu adalah seorang tokoh persilatan yang sangat hebat sekali kepandaiannya, dia merupakan orang terkemuka dalam persilatan.

Wie Tocu sesungguhnya bernama Wie Liang, merupakan wakil pangcu dari Kaypang.

Maka dari itu agak luar biasa jika Kimpay miliknya itu justru telah diberikan kepada Yo Him karena Kimpay Wie Tocu merupakan lambang dari kekuasaan yang luar biasa tingginya.

>>o0o^d!w^o0o<<462

Jilid 14 Setiap Kimpay itu dikeluarkan, maka seluruh anggota pengemis yang berada didaratan Tionggoan harus tunduk siapa saja yang memegang Kimpay dari Wie Tocu itu adalah merupakan wakil langsung dari Wie Tocu.

tiap pengemis dari tingkat mana saja yang menghadapi Kimpay tersebut harus menganggap bahwa wakil Wie Tocu itu sebagai Wie Tocu sendiri.

Tidak mengherankan jika berita yang didengar oleh Kwee Ceng dan Oey Yong sangat mengejutkan sekali hati mereka.

Setelah lewat satu hari, ternyata Yo Ko tidak muncul seperti yang telah direncanakan, sehingga orang-orang, gagah itu menantikan lagi beberapa hari lamanya dipulau Ang Hwa To tersebut, dengan hati diliputi oleh berbagai dugaan.

Karena Sin Tiauw Taihiap memang telah berjanji bahwa dia akan berkunjung kepulau Ang Hwa To bersama-sama dengan beberapa orang gagah lainnya.

Dan jika kedatangannya itu tidak terlaksana, tentu didirinya terdapat suatu persoalan atau urusan yang agak luar biasa.

Yo Him juga tidak sabar ingin melihat, sesungguhnya bagaimana rupa dan wajah dari Sin Tiauw Taihiap, pendekar besar dijaman ini.

Walaupun sering terlihat Yo Him tengah bermain dan bergurau dengan Siangkoan Peng ditepi pantai dipesisir pulau tersebut, namun pikiran Yo Him sering melayang-layang membayangkan wajah dari Sin Tiauw Taihiap....

Siangkoan Peng memang seorang gadis kecil yang lincah, diapun sering memperlihatkan senyum dan tawanya.

Sikapnya yang periang sekali, selalu cerah dan ramai oleh gelak tawa463 memaksa Yo Him untuk melenyapkan pikiran kesal dan jengkelnya.

Sebagai seorang gadis yang periang, tentu saja dia dapat menghibur Yo Him, walaupun tidak keseluruhannya.

Yo Him memang merupakan seorang anak lelaki yang sejak kecil mengalami banyak sekali tekanan-tekanan pada jiwanya, sehingga seringkali dia bersikap murung dan bersedih hati.

Tetapi Siangkoan Peng telah dapat menghiburnya, karena dia telah mengetahui Yo Him memiliki sifat-sifat yang pendiam dan menghadapi sesuatu persoalan selalu dengan bersungguh-sungguh dia tekun sekali.

Suatu hari, disaat mereka tengah bermain-main dipesisir pantai disebelah selatan dari pulau itu, tampak sebuah perahu berukuran kecil tengah meluncur cepat sekali mendekati pantai, menghampiri pulau tersebut.464 Tentu saja Yo Him yang melihat perahu itu lebih dulu, hatinya jadi terguncang keras, karena dia menduga bahwa yang datang itu tentunya Yo Ko, pendekar besar yang tengah dinantikan semua orang, yang menurut orang-orang gagah yang berada dipulau tersebut, Sin Tiauw Taihiap itu adalah ayahnya.

Dalam waktu yang sangat singkat sekali, perahu itu telah merapat dipantai dan tampak dari dalam perahu melompat turun seorang lelaki bertubuh tinggi tegap, hanya saja jalannya agak pincang, karena kaki kanannya lebih pendek dari kaki kirinya.

Yo Him jadi heran dan telah mengawasi orang itu.

sedangkan Siangkoan Peng yang juga tidak mengenal orang itu, telah mengawasi juga dengan hati yang menduga-duga.

Orang yang berjalan pincang itu tampaknya, telah melihat Yo Him dan Siangkoan Peng, dia telah menghampiri sambil mengangguk tersenyum, katanya dengan suara yang sabar.

"Anak-Anak, apakah Wie Kiam Kauwcu berada ditempat...?" . Siangkoan Peng yang periang telah berkata dengan suara yang cepat, menyahuti pertanyaan itu.

"Ada ! Ada ! Siapakah Lopeh (paman) ?".

"Lohu (aku orang tua), she Phang dan bernama Kui In Aku bermaksud menemui Wie Kiam Kauwcu untuk memberitahukan sesuatu kepadanya!" .

"Ohjika demikian, silahkan Lopeh langsung pergi kemarkas besar itu saja, tentu Lopeh akan menemui Wie Kiam Kauwcu!" .

"Terima kasih anak-anak...!"

Kata Phang Kui In.

Dan dengan langkah kaki yang terpincang-pincang dia telah menyusuri pantai itu.

Tetapi, yang membuat Yo Him dan Siangkoan Peng jadi terkejut, justru jalannya Phang Kui In begitu cepat dan lincah465 sekali.

Memang tampaknya dia berjalan dengan kaki yang terpincang-terpincang, namun kenyataannya tubuhnya dapat bergerak dengan sangat cepat sekali, tubuhnya seperti juga melayang-layang dan kakinya bagaikan tidak menginjak pasir.

Yo Him jadi memujinya tanpa dikehendakinya.

"Itulah ilmu meringankan tubuh yang sangat hebat sekali ! Sungguh mengagumkan sekali ! Sungguh menakjubkan sekali !" . Mendengar perkataan Yo Him yang cukup nyaring, yang merupakan pujian, rupanya Phang Kui In telah mendengarnya, dia lalu menghentikan langkah kakinya dan menoleh kebelakang, kemudian menghampiri Yo Him dan Siangkoan Peng lagi.

"Anak, tampaknya engkau mengerti ilmu silat...!"

Katanya sambil tersenyum.

Dan Siangkoan Peng jadi terkejut, karena tahu-tahu tangan orang she Phang itu telah bergerak, dia telah mengulurkan tangannya itu untuk mencengkeram pergelangan tangan Siangkoan peng.

Cepat-cepat Siangkoan Peng berkelit dan dia dapat menghindarkan diri dari cekalan tangan orang itu.

"Hahahahahaha ..."

Tertawa orang she Phang itu dengan suara yang nyaring sekali.

"Tampaknya engkau mempunyai kepandaian yang lumayan, sungguh baik ! baik ! usia kalian masih muda tetapi kalian telah dapat memiliki ilmu meringankan tubuh yang cukup tinggi" . Yo Him tidak senang melihat Phang Kui In memperlakukan begitu kepada siangkoan Peng, Dia telah menegurnya dengan suara yang tidak senang.

"Mengapa harus turunkan tangan kasar begitu lopeh ?"

Ditegur Yo Him, orang she Phang itu jadi melengak, dia sampai memandang dengan tatapan mata tertegun.

Tapi dengan cepat dia telah berkata lagi "ha ha ha, aku tidak466 bermaksud buruk, adik kecil !

sungguh !

aku hanya ingin melihatnya, apakah kalian memiliki ilmu meringankan tubuh dan kepandaian.!"

Dan setelah berkata begitu, dengan cepat sekali Phang Kui In telah bergerak lagi, dia telah mengulurkan tangan kanannya dengan cepat luar biasa kearah Yo Him.

Serangan yang dilancarkannya sangat cepat berbeda dengan gerakan yang dilakukannya tadi terhadap Siangkoan Peng.

Yo Him terkejut, tetapi kepandaian yang dimiliki Yo Him juga tidak lemah.

Walaupun dia tidak mengerti ilmu silat secara mendalam, namun dia memiliki kepandaian yang merupakan ilmu yang dahsyat sekali, sehingga dia selalu dapat bergerak dengan sangat ringan dan cepat sekali.

Setiap serangan-serangan yang dilancarkannya itu sangat hebat dan gesit sekali, maka tidaklah terlalu mengherankan, disaat tangan orang tersebut tengah menyambar datang, dan belum lagi jari tangan dari Phang Kui In mengenai pergelangan tangannya, justru Yo Him telah memutar tangannya, dan telah berhasil meloloskan diri dari cekalan tangan Phang Kui In.

Gerakan yang dilakukan oleh Yo Him sangat lincah dan manis sekali.

Tetapi karena Yo Him jadi penasaran oleh sikap Phang Kui In yang seperti ingin menguji kepandaiannya.

dia telah meneruskan dengan membalas menyerang.

Phang Kui In mengeluarkan suara seruan tertahan karena terkejut, karena tadi waktu dia mengulurkan tangannya untuk mencekal pergelangan tangan Yo Him, dia telah melakukannya dengan cepat sekali, dan jika memang serangan tersebut dilancarkan kepada jago-jago dari tingkatan yang keempat atau kelima, tentu jago-jago itu tidak mungkin bisa meloloskan diri,467 Tetapi Yo Him kini ternyata berhasil mengelakkan diri dari cekalannya itu, dan juga berhasil untuk membarengi dengan melancarkan serangan membalas.

tentu saja hal itu merupakan suatu kejadian yang sangat aneh sekali.

Cepat sekali Yo Him telah mengeluarkan suara bentakan dan kembali dia telah melancarkan serangan dengan mengerahkan tenaga dalamnya sehingga Phang Kui In mau tidak mau harus bergerak cepat.

Walaupun tenaga serangan dari Yo Him belum mengandung tenaga menyerang yang bisa mematikan, tetapi serangan-serangan itu telah menimbulkan angin yang cukup dahsyat, Phang Kui In lekas-lekas berkelit, karena terlambat sedikit saja, tentu ia akan rubuh ditangan Yo Him.

Dalam waktu yang sangat singkat, tampak serangan-serangan Yo Him telah menyambar datang dengan gencar sekali, dan silih berganti Yo Him melancarkan serangan-serangan dengan lincah dan gesit luar biasa.

Tetapi Phang Kui In telah mengeluarkan suara tertawa dan pujian kagum berulang kali.

"Bagus ! Bagus ! Tampaknya engkau memiliki bakat untuk mempelajari ilmu yang sangat hebat, anak yang baik !"

Dan setelah berkata begitu, dengan cepat Phang Kui In telah mengelakkan serangan jari telunjuk tangan Yo Him, dia telah mengelakkannya sambil mengayunkan tangan kanannya yang mengibas dengan keras.

Kibasan tangannya telah mengeluarkan suara mendesir dan samberan angin yang kuat.

Dengan mengeluarkan seruan tertahan, tampak tubuh Yo Him telah terpelanting diatas pasir.

"Bukk !"

Bukan main kerasnya tubuh Yo Him yang terbanting diatas pasir.468 Untung saja serangan yang dilakukan oleh Phang Kui In memang telah diperhitungkan, maka serangan itu tidak membahayakan diri Yo Him.

walaupun dia telah terbanting dipasir tetapi bantingan itu tidak menimbulkan perasaan sakit apa-apa.

Dengan muka yang berobah merah, tampak Yo Him telah melompat berdiri.

Baru saja YoHim ingin menegur, Phang Kui In telah berkata.

"Dengan adanya kenyataan seperti ini, ternyata Pek Liong Kauw memang bukannya memiliki nama kosong belaka ! Hebat sekali, Hebat sekali ! Anak seusia seperti engkau ini ternyata memiliki kepandaian yang sangat hebat sekali, dan benar-benar menimbulkan perasaan kagum dihatiku" . dan setelah berkata begitu Phang Kui In telah bertepuk-tepuk tangan beberapa kali. Tanpa menantikan jawaban Yo Him ataupun Siangkoan Peng, dia telah membalikkan tubuhnya, dan telah berlari-lari cepat sekali, gerakannya seperti terbang. Phang Kui In telah meninggalkan Yo Him dan Siangkoan Peng, dimana gadis kecil itu berdiri diam tertegun dengan membisu. Tetapi waktu mereka telah tersadar dari terkejutnya itu, dengan cepat Yo Him dan Siangkoan Peng telah melompat berlari untuk mengikuti Phang Kui In, karena mereka jadi ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Phang Kui In, dan siapakah orang yang berkaki pincang itu. Tetapi, rupanya suara teriakan, atau yang lebih tepat lagi adalah pekik kaget dari Yo Him telah menyebabkan beberapa orang-orang Pek Liong Kauw mendengarnya, dan mereka telah berdatangan dengan cepat. Gerakan mereka memang gesit dan dalam waktu yang singkat lima orang anak buah Pek Liong Kauw yang bertugas untuk menjaga keamanan ditempat bagian tersebut, telah menghadang dihadapan Phang Kui In.469

"Berhenti !"

Bentak salah seorang diantara mereka dengan suara yang cukup nyaring.

Phang Kui In telah menghentikan larinya, dia berdiri mengawasi sejenak kepada kelima orang yang menghadang dirinya dengan bibir yang tersenyum, dan kemudian dia telah berkata dengan suara yang cukup nyaring dan ramah.

"Maafkan, maafkanlah, atas kelancanganku ini ...... Sesungguhnya kedatanganku ini memang sangat ceroboh sekali, tanpa meminta ijin telah menginjakan kaki dipulau ini ...... ! Semua ini disebabkan aku membawa suatu berita sangat penting sekali untuk Wie Kauwcu ........"

"Siapakah Hengtai ?"

Tanya orang yang tadi menegur, suaranya lebih ramah dari tadi, karena dia melihat sikap Phang Kui In cukup ramah dan tidak memperlihatkan tanda-tanda behwa kedatangannya itu mengandung maksud buruk.

"Untuk keperluan apakah ingin menemui Wie Kauwcu kami........?"

Phang Kui In telah tertawa lagi, dia telah berkata dengan suara yang lembut.

"Sesungguhnya dalam keadaan demikian sulit untuk kujelaskan persoalan itu, sebab urusan ini aku harus sampaikan kepada Wie Kauwcu dengan empat mata.........!"

Kelima orang yang menghadang Phang Kui In jadi berdiri ragu. Lalu salah seorang yang tadi telah menegur Phang Kui In, telah bertanya kepada temannya.

"Sesungguhnya, apakah dia bermaksud baik atau tidak ?"

Bisik orang itu kepada temannya.

"Kita belum bisa menentukan""

Jawab kawannya dengan suaranya yang perlahan.

"atau kita Laporkan saja perihal orang ini kepada Wie Kauwcu "

Kawannya mengangguk.470

"Begitupun baik engkau saja yang pergi melaporkan !"

Kata kawannya. Orang itu mengiyakan, kemudian dia telah menoleh lagi kepada Phang Kui in, katanya dengan suara yang cukup ramah.

"Jika memang demikian, tunggulah sebentar disini. aku ingin memberitahukan kedatangan Hengtai kepada Kauw cu..!" . Phang Kui In mengangguk mengiyakanm dia telah berkata "Baik ! Baik ! hanya saja aku telah merepotkan kalian !"

Dan orang itu telah meninggalkan keempat orang kawannya, dia telah berlari-lari untuk melaporkan perihal kedatangan Phang Kui In kepada kauwcunya.

Disaat itu Phang Kui In telah bertanya kepada keempat orang anggota Pek Liong Kauw tersebut.

"Apakah selama ini kalian belum menerima kedatangan tamu ?"

Tanyanya dengan suara yang ramah Keempat orang itu telah menggelengkan kepala perlahan seperti juga mereka segan untuk ber cakap-cakap dengan Phang Kui In, karena mereka memang belum mengetahui siapakah adanya orang yang di hadapan mereka ini, Apakah kawan ataukah lawan ?

Maka dari itu keempat orang anggota dari Pek Liong Kauw tersebut bermaksud ingin berdiam diri saja dahulu.

Tidak lama kemudian dari arah markas besar Pek Liong Kauw telah datang serombongan orang, yang jalan dimuka adalah Wie Kiam Kauwcu diiringi oleh In Lap siansu dan beberapa orang anggota Pek Liong Kauw.

Sedangkan orang yang tadi pergi melapor, telah menunjuk kearah Phang Kui In, samar-samar telah terdengar suaranya471 yang cukup nyaring.

"Orang itulah yang ingin bertemu dengan Kauwcu !"

Wie Kiam sejak melihat Phang Kui In. Telah mengerutkan alisnya, dia tidak mengenal orang she Phang itu.

"Siapakah dia ?"

Pikir Wie Kiam didalam hatinya, dia heran bukan main.

"Mengapa dia ingin menemuiku ?"

Dan setelah berpikir begitu, saat itu dia telah tiba dihadapan Phang Kui In.

Phang Kui In telah melihat Wie Kiam, cepat-cepat dia merangkapkan kedua tangannya, dan telah menjura memberi hormat, katanya.

"Tentunya yang ada dihadapan Siauwte (adik) adalah Wie Kiam Kauwcu yang sangat terkenal sekali bukan?"

Wie Kiam mengangguk sambil cepat-cepat membalas penghormatan tamunya itu, walaupun dia masih belum mengetahui siapa adanya tamunya itu.

"Benar.......!'"

Dia telah membenarkan.

"Dan siapakah Hengtai ? Ada urusan apakah Hengtai mencariku ?"

"Siauwte she Phang dan bernama Kui In, dan sesungguhnya memiliki suatu urusan yang cukup penting, yang akan Siauwte sampaikah hanya empat mata dengan Wie Kiam Kauwcu....."

Wie Kiam tampak jadi heran dan bimbang.

Dia bukan kuatir nanti orang she Phang ini melakukan tipu daya untuk mencelakai d'irinya, karena Wie kiam juga memiliki kepandaian yang sangat tinggi dan tentu bisa mengatasinya jika sampai Phang Kui In bermaksud tidak baik.

Tetapi yang mengherankan sekali, mengapa Phang Kui In telah meminta agar mereka berbicara empat mata saja dengan dia.

Tetapi sebagai seorang kauwcu yang memiliki kebijaksanaan, maka dia telah berkata dengan suara yang472 sabar "Apakah urusan yang akan disampaikan oleh Hengtai merupakan urusan yang sangat penting ?"

Phang Kui In telah mengangguk sambil mengiyakan "Urusan itu hanya bisa dibicarakan dengan anda dibawah empat mata, Wie Kauwcu"

Kata Phang Kui In kemudian.

"Hemm, jika memang demikian, aku tidak keberatan !"

Kata Wie Kiam Kauwcu.

"Tetapi sekarang katakanlah dulu, menyangkut persoalan apakah urusan yang ingin disampaikan oleh Heng tai"

Phang Kui In tampak ragu-ragu tetapi kemudian dia telah berkata dengan suara yang perlahan ‘Menyangkut masalah keselamatan pulau Ang Hwa To...! ".

"Menyangkut keselamatan pulau Ang Hwa To ?"

Tanya Wie Kiam kauwcu dengan suara terkejut, karena walaupun bagaimana perkataan yang dinyatakan oleh Phang Kui In merupakan suatu pernyataan yang sangat lancang sekali.

"Hemm...memang agak luar biasa, apakah ada seseorang yang bermaksud akan melanggar pulau Ang Hwa To kami ? Melanggar Pek Liong Kauw ?"

Tanyanya kemudian dengan suara yang dingin sekali.

"Bukan begitu, bukan begitu."!"

Kata Phang Kui In cepat; .

"Tetapi masalah ini menyangkut urusan yang sangat besar sekali, dan termasuk keselamatan Pek Liong Kauw...!'Akhh, urusan demikian penting, tidak bisa aku menyampaikannya dihadapan banyak orang ! Jika memang kauwcu bersedia mendengar laporanku hanya dibawah empat mata, maka aku akan menyampaikannya. tetapi jika kauwcu keberatan, biarlah aku tidak akan mengatakannya...!". Wie Kiam Kauwcu jadi agak ragu-ragu, dia telah berdiam diri sejenak, tetapi kemudian sambil menghela napas dia telah berkata.

"Baiklah ! Mari silahkan ikut denganku !" .473 Dan setelah berkata begitu. Wie Kiam menoleh kepada seseorang yang disampingnya, dia bicara bisik-bisik, kemudian melangkah meninggalkan rombongannya agak jauh. Sedangkan Phang Kui In setelah melihat kauwcu itu telah melangkah akan meninggalkan rombongannya, dia telah mengikutinya dari belakang. Setelah berjalan puluhan tombak, Wie Kiam menoleh dan bentaknya kepada Phang Kui In ;

"Apakah sekarang dapat engkau bicara dengan tenang disini ?" . Phang Kui In telah memandang kesekelilingnya, dia telah melihat keadaan disekitar tempat itu memang sepi dan tidak terlihat seorangpun juga. Maka akhirnya Phang Kui In telah mengangguk dengan cepat, dia telah berkata dengan suara yang sabar sekali "Benar ! Memang tempat ini cocok untuk kita bercakap-cakap !".

"Sekarang katakanlah, apa yang ingin kau bicarakan ?"

Tanya Wie Kiam Kauwcu kemudian.

"Urusan ini sesungguhnya Urusan yang sangat penting sekali, jika disaat sekarang ini kauwcu belum mendengarnya, karena urusan ini sangat dirahasiakan sekali, maka walaupun Pek Liong Kauw memiliki banyak orang-orangnya yang tersebar didaratan Tioaggoan, tetapi perihal peristiwa ini tentunya tidak didengar oleh Kauwcu........... !"

"Urusan apakah itu ?"

Tanya Wie Kiam Kauwcu dengan suara yang tidak sabar.

"Urusan ini merupakan urusan yang sangat penting sekali, yaitu urusan dengan munculnya seorang tokoh dipersilatan yang diperalat oleh pemerintah Mongolia ...... !"

Kata Phang Kui In kemudian dengan suara yang sabar.

"Tokoh persilatan itu memiliki kepandaian yang sangat hebat sekali. Jika sampai sekarang Kauwcu belum mengetahuinya, karena tokoh474 persilatan itu bekerja secara diam-diam, dan juga mengatur orang-orangnya dengan segala kepandaiannya yang ada secara sembunyi-sembunyi, untuk memberantas orang-orang gagah didalam rimba persilatan......... ! Dan yang kuketahui, justru Pek Liong Kauw merupakan salah satu nama yang terdaftar, dimana harus dibasmi habis. Karena jika orang-orang gagah berdiri dipihak pemerintah, tentunya waktu orang-orang Mongolia itu melakukan penyerbuan, dengan sendirinya akan mempersulit mereka. Karena itu mereka ingin membasmi dulu orang-orang gagah didaratan Tionggoan, baru kelak melakukan penyerangan dan menyerbu masuk ketapal batas...!" . Kauwcu dari Pek Liong Kauw itu jadi terkejut juga mendengar perkataan Phang Kui In. dia sampai memandang tertegun. Sama sekali dia tidak menyangka bahwa urusan menyangkut masalah pemerintahan. Tetapi sebagai seorang kauwcu yang telah seringkali mengalami banyak peristiwa dan urusan-urusan yang sangat penting dan besar, maka dia cukup tenang untuk menghadapinya. Dengan tersenyum sabar, kemudian Wie Kiam Kauwcu telah bertanya.

"Sesungguhnya, darimanakah mereka itu mengetahui perihal Pek Liong Kauw ?" . Phang Kui In tertawa bergelak-gelak dengan nada yang tinggi, katanya kemudian.

"Lucu ! Lucu sekali !"

Katanya.

"Mungkin kauwcu memang meragukan perkataanku itu dan mengira keteranganku itu hanyalah suatu keterangan yang palsu belaka."

Wie Kiani Kauwcu telah menggelengkan kepalanya, dia telah berkata.

"Bukan, bukan begitu !"

Katanya cepat.

"Sesungguhnya didalam persoalan ini yang dipentingkan adalah fakta dan kenyataan dari bukti-bukti yang harus kau kemukakan, jika tidak terdapat bukti-bukti, bagaimana aku bisa mempercayai keteranganmu itu ?" .475 Mendengar perkataan "Wie Kiam Kauwcu, sejenak Phang Kui In berdiam diri, kemudian dia telah berkata.

"Baiklah Jika memang kauwcu hendak meminta bukti dariku, aku tidak akan keberatan, aku akan mengeluarkannya ! Di samping itu, jika kauwcu masih ingat! tentu kauwcu akan membenarkan perkataanku Semuanya harus dilakukan dengan jujur ! Pertama-tama, kauwcu harus mengiyakan jika memang pertanyaanku itu benar, dan menolak jika tidak benar ! Bagaimana, apakah kauwcu bersedia untuk melakukannya ?" .

"Bersedia..!"

Mengangguk Wie Kiam Kauwcu.

"Kau tanyakanlah...!" . Mendengar perkataan Wie Kiam Kauwcu yang tampaknya begitu yakin, Phang Kui In menjadi senang sekali, dia telah berkata.

"Nah, kini katakanlah yang jujur, Wie Kauwcu, bukankah Sin Tiauw Taihiap berjanji akan datang berkunjung ke Ang Hwa To ini ?" . Mendengar perkataan dari Phang Kui In yang terakhir ini, tentu saja Wie Kiam Kauwcu jadi tertegun, kembali dia jadi ragu-ragu, karena walau pun bagaimana dia memang tidak dapat mengatakan "Ya !"

Atau "Tidak".

Pertama-tama, jika dia mengatakan Ya, berarti dia membongkar suatu urusan yang sangat penting karena persoalan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko akan berkunjung ke Ang Hwa To merupakan urusan yang dirahasiakan sekali.

Dan jika dia membenarkan, bukankah hal itu melancangkan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko ?

Tetapi jika dia mengatakan tidak, tentu saja dia pun tidak bisa melakukannya, karena memang Wie Kiam Kauwcu tidak biasanya berdusta.

Kenyataan seperti ini telah membuat Wie Kiam Kauwcu jadi berada dalam posisi yang serba sulit.

Tetapi setelah berdiam diri sejenak dia telah berkata dengan suara ragu-ragu.

"Dalam hal ini, tidak bisa aku membicarakannya...karena memang persoalan ini bukan merupakan masalah yang biasa......!476 Sedangkan aku belum lagi mengenal benar siapa diri anda ! Maafkan, untuk ini aku tidak bisa menjawabnya.......!"

Mendengar perkataan Wie Kiam Kauwcu, tentu saja hal ini telah membuat Phang Kui In tertawa bergelak-gelak.

"Bukankah tadi Kauwcu telah berjanji, akan bicara dari hal yang sejujurnya ?"

Tanyanya.

"Benar....... tetapi jika memang masalahnya menyangkut perihal keselamatan Ang Hwa To."

Jawab Kauwcu dari Pek Liong Kauw ini.

"Jika memang dalam masalah lain, itu bukan wewenang ku !"

Mendengar perkataan terakhir dari Wie Kiam Kauwcu, tentu saja Phang Kui In jadi memperoleh sedikit kesulitan, dia telah berkata lagi dengan suara ragu-ragu.

"Dalam persoalan ini, walaupun menyangkut orang luar dari Pek Liong Kauw, tetapi juga akhirnya memiliki sangkut paut dengan Pek Liong Kauw ! Maka dari itu, jika memang Kauwcu memberikan jawaban yang meyakinkan dan jujur, aku akan menjelaskan seluruhnya dengan benar dan jelas....... !"

"Tetapi masalah Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, pendekar agung itu, bukanlah merupakan suatu persoalan yang mudah untuk dijadikan bahan percakapan yang tidak ada artinya...!" . Mendengar perkataan Wie Kiam Kauwcu, Phang Kui In telah berkata lagi.

"Kenyataannya memang Sin Tiauw Taihiap Yo Ko bermaksud akan datang berkunjung ke Ang Hwa To ini, tetapi sekarang sampai detik ini. bukankah Sin Tiauw Taihiap Yo Ko belum lagi terlihat batang hidungnya..?"

Mendengar perkataan Phang Kui In seketika itu juga semangat Wie Kiam Kauwcu seperti terbang meninggalkan raganya, mukanya telah berobah menjadi pucat, bahkan dia telah berkata lagi dengan suara yang dingin.

"Apakah didalam persoalan ini, memang benar-benar engkau datang untuk menyampaikan persoalan yang memiliki sangkut paut dengan diri Sin Tiauw Taihiap Yo Ko ?" .

"Tepat ! Sejak tadi aku telah mengatakan, bahwa urusan ini malah menyangkut keselamatan pulau Ang Hwa To !"

Menyahuti Phang Kui In.

"Tetapi... tetapi..!".

"Yang jelas kini, jika sampai Sin Tiauw Taihiap Yo Ko tidak menepati janjinya untuk berkunjung kepulau ini, lalu dalam persoalan tersebut apakah tidak terdapat kejanggalan ? Tentu saja ada ! Karena Sin Tiauw Taihiap sendiri tengah menghadapi suatu kesulitan yang sukar dihadapi olehnya........!"

Wie Kiam Kauwcu tampaknya jadi agak bingung, dia menghela napas beberapa kali, kemudian tanyanya.

"Jadi dalam persoalan ini tampaknya engkau bersungguh-sungguh ingin menyampaikan masalah yang jauh lebih penting dari urusan Sin Tiauw Taihiap, dan juga engkau tidak terdesak oleh tekanan-tekanan untuk membuktikan akan keadaan dirimu dan kebenaran dan keteranganmu itu, yang tentunya engkau tidak akan meminjam nama Sin Tiauw Taihiap Yo Ko. Bukankah begitu ?"

"Tentu saja..... tentu saja ..... !"

Mengangguk Phang Kui In.

"Memang dalam persoalan ini tentu saja akupun memiliki suatu kepentingan yang saling berpegangan erat dengan persoalan yang menyangkut dengan keadaan yang dihadapi Pek Liong Kauw kelak ......."

Kauwcu dari Pek Liong Kauw telah mengerutkan sepasang alisnya, dia telah bertanya dengan suara yang dingin dan tatapan mata yang sangat tajam sekali.

"Sesungguhnya, darimanakah engkau memperoleh sumber-sumber seperti itu?".

"Maksud kauwcu sumber keterangan-keterangan yang telah kuberikan, bukan ?"

Tanya Phang Kui In kemudian.478 Wie Kiam Kauwcu telah mengangguk cepat, dia telah ber tanya lagi dengan suara yang tetap dingin dan tatapan mata yang tetap tajam.

"Nah dalam persoalan ini, jika engkau dapat membuktikan dan meyakinkan diriku, tentu aku akan mempercayai penuh akan keteranganmu itu...!" . Mendengar perktaaan Wie Kiam Kauwcu. Phang Kui In jadi tertawa bergelak-gelak dengan suara yang nyaring sekali dan dia telah berkata dengan suara yang lantang.

"Jika dalam persoalan ini kauwcu tetap tidak dapat mempercayai diri dan keteranganku, hal itupun tidak menjadi persoalan, karena akupun tidak akan terlalu memaksanya...! Nah, sesungguhnya kauwcu bermaksud untuk mendengar keterangan dariku atau tidak ?" . Wie Kiam Kauwcu telah tertawa dingin "Jika engkau belum bisa membuktikan secara meyakinkan bahwa engkau berasal dari mana dan memperoleh sumber keterangan seperti itu dari siapa, maka aku belum ingin bicara denganmu cara terbuka!" .

"Hemm, tampaknya memang kauwcu masih mencurigai keadaan diriku !"

Kata Phang Kui In kemudian.

"Tetapi dengan melihat saja bahwa aku dapat mengetahui jelas bahwa Sin Tiauw Taihiap telah berjanji akan datang berkunjung kepulau Ang Hwa To, hal itu sudah merupakan suatu persoalan yang cukup mengherankan kauwcu. bukan ? Dan itupun sudah merupakan bukti bahwa aku mengetahui urusan itu dengan jelas sekali...Dan juga, dalam keadaan seperti sekarang, jika persoalan itu merupakan persoalan biasa saja, dari mana aku bisa mengetahui bahwa Sin Tiauw Taihiap akan berkunjung ke Ang Hwa To ?" . Mendengar pertanyaan Phang Kui In yang terakhir Wie Kiam Kauwcu jadi bimbang sendirinya.479 Memang apa yang dikatakan oleh Phang Kui In merupakan hal yang sebenarnya, karena dalam persoalan ini tentu tidak akan ada orang yang mengetahui maksud kunjungan Sin Tiauw Taihiap kepulau Ang Hwa To, karena persoalan itu dirahasiakan benar, hanya beberapa orang saja dari orang kepercayaannya yang mengetahui rencana kunjungan Sin Tiauw Taihiap. Dalam persoalan ini mungkin Sin Tiauw Taihiap tengah menghadapi suatu persoalan yang rumit sekali, karena jika memang tidak tentu dia akan tiba tepat dalam waktu yang telah dijanjikannya ....... ! Dan kini sampai sekarang Sin Tiauw Taihiap tidak juga muncul, sehingga Sin Tiauw Taihiap telah gagal dengan janjinya yang telah lewat beberapa hari. Maka Wie Kiam Kauwcu jadi semakin digeluti oleh perasaan ragunya.

"Baiklah ! Memang benar Sin Tiauw Taihiap telah berjanji ingin berkunjung kepulau Ang Hwa To ....... ! Nah, sekarang engkau katakan, dari mana engkau mengetahui persoalan itu?"

"Aku mengetahuinya dari Sin Tiauw Taihiap sendiri !!"

Kata Phang Kui In dengan suara yang nyaring.

"Hah ?"

Tentu saja Wie Kiam Kauwcu jadi terkejut, dan dia memandang tidak percaya kepada Phang Kui In.

"Jika kauwcu masih tidak bisa mempercayai diriku, hal itu juga sulit sekali dibilang..!"

Kata Phang Kui In kemudian.

"Memang dalam persoalan ini terdapat urusan yang penting, keselamatan dari puluhan ribu anggota Pek Liong Kauw...! Dengan sendirinya, jika dalam persoalan ini kauwcu bertindak ceroboh, tentunya akan membuat anak buah dari Pek Liong Kauw itu, secara keseluruhannya akan menerima bencana yang tidak kecil...!" .480 Mendengar perkataan Phang Kui In yang terakhir, tentu saja Wie Kiam Kauwcu jadi digeluti oleh kebimbangan yang sangat, karena memang tepat apa yang dikatakan oleh Phang Kui In, jika dalam persoalan ini dia berlaku ceroboh tentu keselamatan dari seluruh anggota Pek Liong Kauw akan terancam ! Karena itu Wie Kiam Kauwcu telah menghela napas.

"Aneh juga, engkau selalu bicara dengan suara yang sangat dirahasiakan sekali, dengan kata-kata yang terlalu berbelit-belit, sehingga sulit untuk aku mempercayai dengan penuh keyakinan seluruh ke teranganmu itu ! Bagaimana aku bisa mengajakmu bicara dengan hati terbuka ?" . Phang Kui In telah berkata dengan suara yang berubah menjadi lemah.

"Baiklah...memang dalam persoalan ini aku yang telah bersalah, bicara terlalu berhati-hati ! Sekarang begini saja, aku pernah ditawan, dan justru aku dimasukkan kedalam kamar tahanan, dimana didalam kamar tahanan itu terdapat Sin Tiauw Taihiap Yo Ko ..!"

"Hah..?"

Berseru Wie Kiam Kauwcu dengan suara yang terkejut, karena dia merasa kaget mendengar Sin Tiauw Taihiap Yo Ko telah tertawan oleh seseorang.

sedangkan dalam persoalan tersebut Wie Kiam Kauwcu juga tidak bisa mempercayai sepenuhnya, karena walaupun bagaimana sulit dipercaya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko telah tertawan oleh seseorang, sedangkan kepandaian yang dimiliki Sin Tiauw Taihiap Yo Ko sudah mencapai puncak kesempurnaannya, sehingga sulit sekali dipercaya bahwa dia telah berhasil dirubuhkan begitu saja.

Karenanya Wie Kiam Kauwcu jadi memandang dengan tatapan mata yang tidak mempercayai, akhirnya dia telah berkata dengan suara yang tawar.

"Jika memang engkau mengatakan bertemu dengan Sin Tiauw Taihiap, hal itu mungkin masih bisa kupercayai ........ tetapi jika engkau mengatakan bertemu dengan Sin Tiauw Taihiap dalam kamar481 tahanan, dimana Sin Tiauw Taihiap Yo Ko telah tertawan, hal itu merupakan suatu dusta yang menimbulkan tertawa geli dihati...!"

"Tetapi hal ini benar-benar telah terjadi !"

Berkata Phang Kui In dengan wajah bersungguh-sungguh.

"Baiklah, teruskan ceritamu ...... !"

"Aku ditawan oleh salah seorang Mongolia yang memelihara jenggot dan kumis lebat sekali, dia begitu hebat kepandaiannya, hanya dalam beberapa jurus saja aku telah berhasil dirubuhkan ! Aku telah ditawan dan dimasukan kedalam kamar tahanan batu yang rapat sekali, kemudian dia telah mengunci kembali pintu batu itu dengan mempergunakan alat rahasia Sedangkan dalam saat-saat seperti itu, aku telah mulai biasa dengan keadaan yang gelap pekat, aku mulai dapat melihat seseorang disudut dinding tengah duduk bersemedhi" .

"Sin Tiauw Taihiap Yo Ko"

Menyahuti Phang Kui In.

"Tetapi waktu itu aku belum mengetahui bahwa orang itu adalah Sin Tiauw Taihiap Yo Ko...aku telah menghampirinya dan bertanya dengan suara yang ragu-ragu.

"Siapakah engkau ? Apakah engkau ditawan di sini juga ?"

Dan orang itu telah mengawasiku dengan tatapan mata yang sangat tajam sekali, dia telah berkata dengan suara yang dingin.

"Tidak perlu tahu..! Engkau di tawan di tempat ini, karena dalam parsoalan ini engkau tidak gagah !"

Dan perkataan itu mengandung nada yang sangat angkuh sekali, tentu saja telah membuat aku jadi mendongkol sekali. Aku segera berkata.

"Jika memang aku tidak perlu tahu keadaanmu, tentu engkau juga tidak perlu tahu keadaanku"

Mendengar perkataanku itu. nampaknya orang tersebut jadi gusar. Dia telah berkata.

"Aku mengetahui bahwa engkau ditawan, Engkau telah ditangkap dan dimasukkan kedalam kamar tahanan ini! Dan seperti aku katakan, bahwa engkau memang tidak memiliki kepandaian yang tinggi, sehingga engkau telah berhasil ditangkap482 demikian rupa....! Hemm. tetapi sebaliknya, aku justru bukan ditawan, tetapi aku memang hendak berdiam disini tidak mau pergi...!"

Aku jadi heran mendengar perkataan orang itu, sehingga aku mengawasinya dengan tatapan mata yang sangat tajam sekali, aku telah bertanya.

"Mengapa begitu ?"

Dan orang itu telah menyahuti.

"Jika aku sudah mengatakan aku tidak mau pergi dari tempat ini, itupun sudah jauh lebih baik dari segala persoalan yang ada. karena engkau telah mengetahui, maka engkau tidak perlu banyak bertanya. Nasibmu sangat beruntung, karena aku bersedia untuk membantu kau melarikan diri jika memang engkau ingin melarikan diri ! Maukah engkau ?"

Saat itu aku ragu-ragu, karena, walaupun bagaimana memang dalam persoalan ini telah membuat aku kuatir kalau-kalau orang ini justru orangnya dari orang Mongolia yang telah menangkapku, yang sengaja memancingku..!

Aku telah mengawasinya dengan tajam dan memperhatikan keadaan orang itu, segera aku telah melihatnya, orang itu duduk bersila dengan tubuh yang tegap, dengan muka yang tampan dan juga dengan tangan kanan kiri yang di turunkan.

Yang mengejutkan, justru tangan kanannya yang buntung, dimana lengan jubahnya itu terjuntai lemas tidak ada isinya...tentu saja hal ini telah membuat aku jadi heran, dan teringatlah aku akan seseorang...sedangkan orang itu telah berkata dengan suara yang dingin.

"Engkau rupanya teringat kepada seseorang, bukan ?"

Tanyanya.

"Ya, memang benar...!"

Jawabku kemudian sambil mengangguk dan telah membenarkan pertanyaannya itu. Sedangkan orang itu telah berkata lagi ;

"Memang benar, aku Sin Tiauw Taihiap Yo Ko. Dan aku ingin membantumu jika memang engkau ingin melarikan diri dari tempat ini...! tetapi saat itu aku masih ragu-ragu, dan hanya memandanginya saja. Dan orang itu, yang mengaku sebagai Sin Tiauw Taihiap Yo Ko telah tertawa dingin. Dia telah berdiam diri saja. Aku jadi serba salah, dan akupun telah duduk disudut. dinding lainnya untuk mengasoh..." .483 Wie Kiam Kauwcu telah mendengarkan dengah penuh perhatian.

"Bagaimana wajahnya ?"

Tanyanya kemudian.

"Muda dan tampan sekali, seperti juga seorang pemuda dua puluh lima tahun ...... !"

Menjelaskan Phang Kui In.

Mendengar itu tentu saja Wie Kiam Kauwcu jadi terkejut lagi.

kerena memang Sin Tiauw Taihiap walaupun telah berusia hampir empat puluh tahunan lebih, tetapi masih memiliki paras muka yang tampan dan seperti seorang pemuda yang berusia dua puluhan tahun, karena dia memiliki lwekang yang sangat sempurna sekali, sehingga membuat Sin Tiauw Taihiap Yo Ko jadi awet muda.

Saat itu tampak Phang Kui In telah melanjutkan ceritanya.

"Aku telah berdiam diri cukup lama, sampai akhirnya aku tidak bisa menahan kesabaranku lagi.

"Menurut cerita orang, Taihiap Yo Ko selalu berada berdua dengan isterinya, yaitu Liehiap Siauw Liong Lie, tetapi engkau hanya seorang diri, bagaimana aku bisa mempercayainya bahwa engkau adalah Sin Tiauw Taihiap Yo Ko ?"

Mendengar itu, Sin Tiauw Taihiap Yo Ko jadi tertegun, dia telah memandang dengan sorot mata yang tajam kepadaku, namun sepatah perkataan juga tidak diucapkannya.

Tetapi berselang lama juga, dia telah bertanya dengan suara yang dalam.

"Engkau memiliki kepandaian yang cukup tinggi, jika tadi kukatakan engkau memiliki kepandaian yang tidak sempurna, karena engkau harus menghadapi orang Mongolia itu, yang merupakan jago dari Kublai Khan! Maka dari itu. jika menghadapi jago-jago biasa, engkau tentu dapat menghadapinya dengan baik sekal. Dan jika sekarang engkau masih penasaran, dengan kepandaian yang engkau miliki itu, cobalah engkau serang diriku !"

Dan setelah berkata begitu, orang tersebut, yang mengaku sebagai Sin Tiauw Taihiap, telah bersiap-siap duduk tegak menantikan serangan dariku".

"Aku ragu-ragu, tetapi kemudian disebabkan aku memang ingin membuktikan bahwa orang ini benar atau bukan merupakan jago nomor wahid masa kini, yaitu Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, aku telah bangkit berdiri, aku menghampirinya dan mengulurkan tanganku, dan disaat itulah aku telah menggempurnya dengan mempergunakan telapak tangan kananku, sambil membentak.

"Jagalah serangan...!"

Dan cepat bukan main, telapak tanganku itu telah meluncur dengan cepat sekali, untuk menghantam keras sekali kearah dadanya"

"Tetapi Sin Tiauw Taihiap itu tenang-tenang saja duduk ditempatnya, dia hanya mengawasi datangnya telapak tangan dari seranganku itu, dia telah menatap dengan tatapan mata yang tajam sekali Dan disaat itulah terlihat ketika telapak tangan ku yang tengah menyambar hanya terpisah beberapa dim, dengan gerakan yang sangat cepat, dia telah menggerakkan telapak tangan kanannya, dia telah mengibas dengan kuat sekali, maka seketika itu juga meluncur angin kibasan yang sangat kuat sekali, dan sekonyong-konyong tubuhku jadi terlempar melayang ketengah udara, dan itupun sangat membingungkan sekali bagiku, karena aku tidak melihat dia menggerakkan tangan kirinya, dan juga aku tidak melihat dia mengibas dengan jubah tangan kanannya yang kosong Tetapi mengapa tubuhku bisa terpental begitu ?" .

"Cepat-cepat aku telah memusatkan tenagaku, dan telah berusaha mengendalikan tubuhku, tetapi disaat-saat seperti itulah, dengan cepat sekali tubuhku telah melayang meluncur terbanting dilantai. Keras sekali bantingan itu, sehingga aku merasakan kepalaku pusing, mata nanar dan gelap. Aku jadi mengeluh dan merangkak bangun."

Ketika itu, Yo Taihiap telah berkata dengan suara yang dingin "ayo seranglah diriku lagi !"

Perkataan itu merupakan ejekan, maka secepat kilat aku telah menggerakan kakiku, wuttttt !"

Cepat bukan main kaki kananku itu telah melayang menyambar kearah dadanya dan dengan segera aku mengincar jalan darah Ma Tung Hiatnya, yang akan kutendang agar segera terbinasa.

Dalam485 keadaan demikian, tampaknya Yo Taihiap yang tengah duduk bersemedi seperi itu sulit sekali mengelakan diri dari tendangan yang aku lakukan.

Dan aku yakin tendangan tersebut akan mengenai sasarannya.

Tetapi diwaktu kakiku.

mengenai dadanya.

Dan menendang dengan tepat sekali jalan darah Ma Tung Hiatnya, disaat itu juga aku merasakan seperti menendang lapisan baja dan aku merasakan kakiku seperti terkilir, sakit luar biasa, sehingga dalam waktu sekejab mata saja, telah menyebabkan aku mengaduh-aduh kesakitan sambil memegangi kakiku, mukaku tentu saja meringis, dan Yo Taihiap telah mengawasiku dengan sikapnya yang acuh tak acuh, dia juga telah berkata dengan suara yang dingin.

"Ayo seranglah lagi...!"

Dan aku merasakan bahwa perkataannya itu merupakan ejekan belaka, dengan memaksa diri aku telah merangkak bangun untuk berdiri, tetapi tidak segera melancarkan serangan, karena aku jadi berpikir keras, dengan cara apa aku harus melancarkan serangan kepadanya..."

Wie Kiam Kauwcu yang mendengarkan cerita Phang Kui In jadi mengawasi dengan tertarik sekali, dia mendengarkan dengan bersungguh-sungguh.

Sedangkan anggota dari Pek Liong Kauw.

yang terpisah puluhan tombak, telah mengawasi saja kauwcu mereka tengah bercakap-cakap dengan 'tamu' tidak diundang tersebut, mereka tidak mendengar apa yang diucapkan oleh sang 'tamu' itu, yang mulutnya telah berkemak-kemik tidak hentinya, sedangkan Wie Kiam Kauwcu tampaknya telah berdiri diam mengawasi saja dengan mata yang terpentang lebar-lebar.

Disaat itu Yo Him dan Siangkoan Peng juga telah tiba didekat rombongan anggota Pek Liong Kauw, tetapi mereka berdiri diam tidak berani mengucapkan sepatah perkataanpun juga tampaknya kedua anak ini diliputi tanda tanya yang membinggungkan karena mereka telah menyaksikan rombongan anggota dari Pek Liong Kauw telah berdiri diam486 saja dengan jarak terpisah yang cukup jauh dengan Kauwcu mereka, yang tengah mendengarkan cerita dari Phang Kui In....

Tentu saja hal ini telah membuat Yo Him menduga-duga, bahwa dalam persoalan ini tentunya terdapat suatu peristiwa yang sangat luar biasa...

maka Yo Him dan Siangkoan Peng telah berdiam diri saja, untuk menyaksikan peristiwa berikutnya.

"Sebetulnya siapakah dia adik Him ?"

Tanya Siangkoan Peng sambil mengawasi bimbang kepada Phang Kui In yang tengah ber kata-kata terus kepada Kauwcu dari Pek Liong Kauw itu, karena mulutnya tampak ber gerak-gerak terus, walaupun mereka yang jaraknya terpisah begitu jauh tidak mendengarnya.

"Aku sendiri mana tahu ! hanya saja, dia sangat nakal dan kasar, dia telah menjatuhkan diriku dengan mudah membanting sehingga aku menderita kesakitan ....... , Tetapi mengapa Wie Kiam Locianpwe menerimanya untuk bertemu begitu rupa ? Mengapa tampaknya Wie Kiam Locianpwe tengah mendengarkan tertegun keterangannya ? Apakah memang dalam persoalan ini terdapat suatu peristiwa yang hebat ? Dan...apakah kedatangan orang itu membawa bencana...?" . Tetapi Yo Him dan Siangkoan Peng mana bisa mengetahui urusan apa yang akan terjadi ? Sedangkan anggota-anggota Pek Liong Kauw dari golongan tua yang berada ditempat itu saja juga masih tidak mengetahui, sesungguhnya urusan apakah yang tengah dibicarakan oleh kauwcu mereka terhadap 'tamu' yang mengaku bernama Phang Kui In itu, yang katanya membawa berita hebat, yang hanya bisa disampaikan kepada Wie Kiam Kauwcu secara empat mata...? Saat itu Phang Kui In telah melanjutkan pula ceritanya, katanya.

"Aku memang tengah ragu-ragu untuk melancarkan serangan lagi kepadanya, karena aku kuatir, jika aku487 melancarkan serangan lagi kepadanya, diriku sendiri yang akan celaka dipersakiti olehnya! Jika dilihat dalam dua gebrakan itu saja, memang telah terbukti bahwa kepandaian orang itu, yang mengaku sebagai Sin Tiauw Taihiap, merupakan kepandaian yang sangat hebat sekalidengan sendirinya, hal ini telah membuat aku jadi berpikir dua kali untuk melaksanakan serangan-serangan berikutnya!" .

"Lalu apakah orang itupun, Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, berdiam diri saja ?"

Tanya Wie Kiam Kauwcu penuh perhatian.

"Ya, selama itu dia hanya berdiam diri saja, karena memang dia sama sekali tidak pernah menggerakkan tangannya, untuk menyambuti serangan-seranganku sebanyak dua kali itu. Tetapi anehnya, yang sangat mengherankan sekali, justru disaat-saat seperti itu. aku telah terpental setiap kali melancarkan serangan kepadanya. Mungkin juga Sin Tiauw Taihiap telah mempergunakan tenaga dalamnya yang kuat sekali untuk melancarkan gempuran-gempuran yang sangat kuat sekali, yang membuat setiap tenaga seranganku itu terpukul mental membalik dan menghantam diriku sendiri!"

Wie Kiam Kauwcu telah mengangguk beberapa kali, kemudian katanya ;

"Ya, memang Sin Tiauw Taihiap Yo Ko memiliki kepandaian yang sempurna sekali, dan latihan lwekangnya sudah mencapai puncak kesempurnaan, sulit sekali untuk dilawan........tidak ada orang kedua seperti Sin Tiauw Taihiap dalam saat sekarang ini.....!"

Phang Kui ln telah mengangguk, dia telah berkata dengan suara yang sangat dalam, mengandung kekaguman.

"Benar! Aku sendiri mulai mempercayai bahwa dia sesungguhnya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko..........karena jika dibandingkan dengan kehebatan dari kepandaian yang diperlihatkannya itu, kepandaianku tidak ada artinya sama sekali, tidak bisa dibandingkan dengan kepandaiannya yang sangat sempurna itu..........!!" 488 Dan setelah berkata begitu, Phang Kui In menghela napas beberapa kali, dia juga telah menggumam dengan suara yang perlahan.

"Dan akhirnya memang aku mengetahuinya serta yakin bahwa orang itu benar-benar Sin Tiauw Taihiap Yo Ko............ dan adanya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko diruang kamar tahanan tersebut, bukan disebabkan dia ditawan, hanya karena Sin Tiauw Taihiap Yo Ko sendiri yang tidak mau pergi meninggalkan tempat itu, dia ingin duduk terus ditempat itu, sehingga membuat pihak lawannya, orang-orang Mongolia jadi kewalahan. Beberapa kali jago-jago Mongolia yang berkepandaian tinggi berusaha mengusirnya, tetapi Yo Taihiap selalu berkeras tidak mau pergi bahkan telah terjadi beberapa kali pertempuran yang hebat sekali dan selalu dimenangkan oleh Sin Tiauw Taihiap Yo Ko. Maka dengan sendirinya orang-orang dari Kublai Khan itu sama sekali tidak dapat mengusirnya...!"

"Tetapi bagaimana kesudahannya dari seranganmu yang kedua kalinya, yang telah gagal itu?"

Tanya Wie Kiam Kauwcu dengan suara mengandung perasaan ingin tahu.

"Ya, disaat itu aku masih berdiri ragu-ragu, tetapi kemudian aku telah berkata.

"Baiklah, jika memang engkau menghendaki aku melancarkan serangan-serangan lagi, akupun tidak bisa menolaknya !"

Dan setelah berkata begitu, dengan cepat sekali aku telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras, dan aku telah mengumpulkan seluruh kekuatan tenaga dalamku dikedua telapak tangan ku itu, lalu dengan gencar, silih berganti aku melancarkan serangan ketubuh Sin Tiauw Taihiap Yo Ko.

Angin seranganku itu berkesiuran dengan dahsyat sekali menggempur dada Sin Tiauw Taihiap".

Namun disaat itu.

Yo Taihiap hanya mengeluarkan suara dengusan yang perlahan saja, dia telah menganggukkan kepalanya beberapa kali, dan masih sempat kudengar suara489 menggumamnya yang sangat perlahan.

Kepandaian yang baik, merupakan aliran pulih dan tidak tesesat Bagus !

Bagus !".

"Dan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko sama sekali tidak menggerakkan kedua tangannya, dia tidak melancarkan tangkisan atas serangan yang di lakukan olehku, tetap duduk bersemedhi dengan kedua tangannya yang diturunkan itu, yaitu tangan kirinya yang masih utuh, dan tangan kanannya yang telah kosong tidak berisi itu, sehingga jubah itu terjuntai lemas" .

"Tetapi yang luar biasa sekali justru tenaga seranganku yang hebat itu seperti tidak di pandang sebelah mata, bahkan belum lagi angin serangan itu berhasil mengenai sasarannya, ternyata tenaga dalamku itu telah membalik menghantam diriku dengan kekuatan diluar dugaanku, lebih hebat dari tenaga seranganku yang semula. Aku sampai mengeluarkan suara teriakan kaget, dan telah cepat-cepat melompat mundur, kemudian mengerakkan tangan kananku untuk menangkis lagi. Tetapi gerakanku telah terlambat, karena dalam saat-saat seperti itu tampak tubuhku telah terlontarkan dan dengan cepat sekali terbanting keras diatas lantai sehingga untuk sejenak lamanya aku tidak bisa segera bangkit berdiri.."

Pandangan mataku jadi gelap berkunang-kunang, kepalaku pusing bukan main "

Dalam keadaan demikian tampak Sin Tiauw Taihiap telah mengeluarkan suara tertawa yang bening dan bersih sekali.

"Kulihat, engkau bukan termasuk manusia jahat ! Engkau merupakan golongan yang lurus dan bersih. Tetapi dalam persoalan ini, engkau masih kurang berpengalaman dalam bertempur, karena engkau masih sering dikuasai oleh emosi, sehingga tenaga murnimu itu sering terpecah menjadi tiga bagian, yaitu mengikutinya tekanan darah tinggi, sering mengikuti nafsu, sering kurang perhitungan. Ketiga faktor itulah yang telah membuat kau selalu terbanting oleh seranganmu sendiri ! Coba jika engkau melakukan490 penyerangan dengan lebih tenang, melenyapkan nafsu untuk merubuhkan aku, memusatkan pemikiran hanya untuk melakukan penyerangan saja, dan juga melenyapkan tekanan darah tinggimu yang bisa mendatangkan kemarahan dan kemurkaan, maka engkau bisa melakukan penyerangan-penyerangan secara hebat dan bisa lebih baik melindungi dirimu dari gempuran-gempuran membalik dari tenaga seranganmu !"

Mendengar perkataan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, seketika aku tersadar, pikiranku jadi jernih, dan itulah petuah yang sangat berharga, sama berharganya dengan latihanku selama sepuluh tahun dalam ilmu silat!

Tanpa petuahnya itu, walaupun aku melatih diri sepuluh tahun lagi, tidak nantinya aku menerima kemajuan yang hebat dan belum tentu aku bisa memecahkan teka-teki mengapa aku selalu terpental setiap kali melancarkan serangan kepadanya.

Dan karena itu, aku sangat bersyukur dan berterima kasih, yakinlah aku disaat itu, bahwa orang ini memang Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, cepat-cepat aku telah merangkak bangun, aku telah menghampirinya dan telah menekuk kedua lututku, bersujud dihadapannya.

"Maafkanlah aku, yang telah berlaku lancang melancarkan serangan-serangan kepada Locianpwee..."

Kataku kemudian.

Tetapi Sin Tiauw Taihiap telah berkata dengan suara yang bening sekali sabat nadanya, sikapnya berbeda sekali dengan sikapnya beberapa saat yang lalu, dia telah mengatakan Bangun !

bangun !

berdirilah jangan melakukan begitu !

aku tidak mau menerima penghormatan yang berlebihan !

Semuanya harus wajar !

Sesuatu yang berlebihan tentu akan membawa kerusakan dan malapetaka !

Tahukah engkau sikap menghormat yang terlampau berlebihan, akan membawa celaka ?"

Ditanya begitu, aku hanya menggeleng saja, karena aku memang tidak mengetahuinya, jika sikap pemberian hormat yang berlebihan bisa men celakai orang yang dihormati itu, karena disamping akan berkepala besar dan sombong, juga akan melalaikan kemajuan dirinya sendiri.

Maka dari itu aku telah berdiam diri saja, karena aku menduga bahwa Yo Taihiap tentunya491 memiliki petuah lainnya.

melihat aku menggeleng Yo Taihiap telah tertawa kecil, dia telah berkata dengar suara yang sabar sekali, katanya.

"Ya memang dalam persoalan ini engkau tentunya belum mengetahui secara menyeluruh, bahwa sikap menghormat yang diberikan secara berlebihan bisa membawa celaka, yaitu kepada orang yang bersangkutan, baik kepada yaag menghormati, maupun bagi yang dihormati. Bagi orang yang menaruh hormat terhadap seseorang, hormat itu memang baik. Terlebih lagi untuk golongan yang lebih tua dan tinggi tingkatannya. Tetapi jika saja pemberian hormat itu berlebihan, tentu saja akan menyiksa bathin orang itu sendiri, maka selanjutnya, baik dia melakukan pekerjaan benar atau salah, dia tidak akan berani membantah. Dan hal itu berarti juga telah lenyapnya keyakinan diri sendiri, telah lenyap ke percayaan diri sendiri...! Bukankah hal itu membawa celaka ? Dengan lenyapnya kepercayaan diri sendiri, berarti orang itu menghadapi malapetaka yang sangat besar, karena dia tidak akan menerima kemajuan yang diharapkan, dan seumur hidupnya dia tidak akan memperoleh kemajuan apa-apa...! Sedangkan bagi orang yang dihormati secara berlebihan, tentu akan mengalami celaka juga ! Pertama-tama, sebagai seorang manusia, tentu saja semua orang gemar dihormati, Coba saja, jika ada seorang pemuda yang berlaku kurang ajar terhadap orang yang tingkatannya lebih tinggi, tentu orang dari golongan tua itu akan marah, karena menganggap anak muda itu kurang ajar ! Sedangkan juga saat itu memang merupakan batas tingkat dari golongan, maka cukup jika dihormati secara wajar saja...! Kalau sampai pemberian hormat dilakukan dengan ber lebihan, tentu saja akan membuat orang itu jadi kebelinger dan membuat dia jadi berkepala besar, sombong, angkuh, lupa diri dan sering melakukan perbuatan-perbuatan diluar dari kebiasaannya, dan memiliki keinginan (ambisi) yang berlebihan, yang bisa mencelakai dia ! Bukankah sesuatu yang berlebihan akan mendatangkan celaka ? Bukankah kita makan sesuatu terlalu banyak akan membuat kitapun akan muntah....? Itulah sebabnya, engkau jangan menghormati492 diriku terlalu berlebihan, disamping bisa mencelakai dirimu, juga bisa mencelakai diriku ! Itulah yaag tidak kuhendaki....!"

Setelah berkata begitu, Taihiap Yo Ko telah menatapku dengan tajam, saat itu aku telah duduk diam dihadapannya, duduk dengan sikap bersemadhi".

"Sudah kukatakan tadi bahwa mata Sin Tiauw Taihiap Yo Ko memiliki sinar yang sangat tajam sekali, membuat aku tidak berani membalas menatapnya dan hanya menundukkan kepala saja. Di saat itu Sin Tiauw Taihiap telah berkata lagi.

"Engkau ditawan karena kepandaianmu tidak mencukupi untuk melawan lawanmu itu, tetapi dalam keadaan demikian, aku bisa membantumu untuk meloloskan diri...! Maukah engkau ?"

Aku masih duduk diam, ragu-ragu, tetapi kemudian aku mengangguk.

"Jika memang Taihiap bersedia untuk menolongku, aku sangat berterima kasih sekali !"

Dan tampak Sin Tiauw Taihiap telah meng angguk dan disaat itu dia telah menggerakkan tangan kirinya, dia telah memukul dinding batu itu.

"Brukkk !"

Batu tersebut telah pecah berlobang besar.

"Nah, keluarlah...!"

Katanya kemudian dengan suara yang sabar. Aku tentu saja girang, aku telah mengucapkan terima kasih, dan telah membungkukkan tubuh berulang kali bersujud kepadanya.

"Entah dengan cara apa aku bisa menyatakan terima kasihku ini, dan entah dengan bagaimana aku bisa membalas budi kebaikan Locianpwe...!" , tetapi Sin Tiauw Taihiap telah tertawa, dia telah berkata.

"Cukup jika engkau sampaikan salamku kepada Wie Kiam Kauwcu dari Pek Liong Kauw dipulau Ang Hwa To, katakan kepadanya, bahwa aku meminta maaf karena tidak bisa menepati janjiku untuk berkunjung kepadanya. dan juga dalam persoalan ini akupun sangat menyesal sekali tidak bisa menyampaikan suatu urusan yang sangat penting!!. Mendengar itu, aku segera menyatakan, bersedia mewakilinya untuk pergi menemui Wie Kiam Kauwcu dari Pek Liong Kauw untuk menyampaikan pesannya mengenai urusan yang dianggapnya luar biasa itu.493 Dan Sin Tiauw Taihiap setelah ragu-ragu sejenak, kemudian menceritakan urusannya itu ........ !"

Dan bercerita sampai disitu, tampak Phang Kui In telah berhenti sejenak, dia telah berkata dengan suara yang lebih perlahan.

"Ternyata urusan yang disampaikan oleh Sin Tiauw Taihiap merupakan urusan yang sangat besar dan luar biasa sekali........ !"

Wie Kiam Kauwcu jadi tergoncang hatinya, sekarang sebagian besar dia mulai mempercayai orang she Phang ini.

"Urusan apakah itu ?"

Tanya Wie Kiam Kauwcu kemudian. Phang Kui telah menghela napas, dan telah berkata lagi.

"Sesungguhnya, persoalan ini menyangkut keselamatan negeri kita, yaitu daratan Tionggoan Karena telah direncanakan oleh Kublai Khan, dalam beberapa tahun mendatang untuk melancarkan penyerbuan kedaratan Tionggoan lagi, terlebih lagi kini tentara pemerintah Song telah lemah, dengan sedirinya ini membahayakan sekali. Menurut Sin Tiauw Taihiap dia telah berhasil melakukan penyelidikan bahwa kekuatan yang didusun Kublai Khan jauh lebih kuat dari susunan tentara yang dibentuk oleh Mangu beberapa tahun yang lalu, disaat Mangu sebelum meninggal ditangan Sin Tiauw Taihiap ......maka dari itu, Sin Tiauw Taihiap ingin menyampaikan berita penting itu kepada para pendekar gagah seperti Taihiap Kwee Ceng dan lain-lainnya agar bersiap-siap, karena banyak jago-jago dari Mongolia yang mulai dikirim secara diam-diam dan secara sembunyi-sembunyi, untuk mengacau kedaratan Tionggoan, untuk membinasakan semua jago-jago persilatan dari daratan Tionggoan yang setia kepada pemerintah Song. dan menurut Sin Tiauw Taihiap, jika para pendekar didaratan Tionggoan yang cinta negara bergabung, tentu maksud dari Kublai Khan itu dapat dibendung..!" . Wie Kauwcu terkejut bukan main.494 Urusan ini bukan merupakan urusan yang bisa dibuat main-main dan diremehkan. Karena itu dia telah mengangguk berulang kali, dia telah berkata dengan suara yang sangat perlahan dan ragu-ragu. Memang hebat sekali urusan ini. oleh karena itu kita harus ber siap-siap!"

Dan sambil menggumam begitu, tampak Wie Kauwcu telah mengangkat kepalanya, dia telah menatap tajam sekali kepada Phang Kui In "Lalu ada pesan apa lagi yang disampaikan oleh Yo Taihiap ?"

"Yo Taihiap hanya berpesan supaya aku meminta Kepada Wie Kauwcu agar menyampaikan persoalan itu kepada semua orang-orang gagah didaratan Tionggoan Menurut Yo Taihiap, Pek Liong Kauw memiliki puluhan ribu anggota dan kekuatannya sangat luas, banyak orang-orangnya didaratan Tionggoan, untuk menyampaikan berita ini secara merata kepada orang-orang gagah dalam persilatan dataran Tionggoan memang bukan merupakan urusan yang sulit!" .

"Baiklah, Aku sekarang mengerti !"

Mengangguk Wie Kiam Kauwcu kemudian.

"Hanya saja, masih ada satu yang membuat aku jadi heran...!".

"Apakah itu kauwcu ?"

Tanya Phang Kui In sambil menatap kauwcu itu.

"Mengapa Sin Tiauw Taihiap duduk berdiam diri saja didalam ruang kamar tahanan itu, bukankah jika dia ingin melarikan diri meninggalkan tempat itu, dengan mudah dia dapat melakukannya, seperti halnya dia membantumu untuk melarikan diri ?"

Tanya Wie Kiam Kauwcu kemudian. Phang Kui In mengangguk cepat.

"Memang semula aku juga heran oleh sikapnya itu, tetapi setelah Sin Tiauw Taihiap menjelaskannya, aku baru mengerti ! Sesungguhnya Sin Tiauw Taihiap tengah mencari seseorang, yaitu Tiat To Hoat Ong, jago utama dari Mongolia, karena495 hasil penyelidikannya membuktikan bahwa Tiat To Hoat-ong yang telah mencelakai isterinya, yaitu Liehiap Siauw Liong Lie, yang beberapa tahun yang lalu tengah hamil...! Sampai sekarang Sin Tiauw Taihiap Yo Ko belum pernah bertemu dengan isterinya itu, dan juga dia tidak mengetahui apakah isterinya meninggal atau telah melahirkan ?. Jika memang isterinya terbinasa ditangan Tiat To Hoat-ong, berarti isterinya telah meninggal, bersama janin bayinya. Tetapi kalau isterinya berhasil meloloskan diri dari kematian, berarti kini dia telah melahirkan. dan Yo Taihiap masih ragu-ragu akan hal itu, Karena dia masih berpikir keras, apakah dia akan bertemu dengan anak isterinya itu ?"

Wie Kiam Kauwcu telah bertanya lagi.

"Lalu dengan duduk berdiam diruang kamar tahanan itu, apa maksud dari Sin Tiauw Taihiap ?"

"Menurut Yo Taihiap, dia ingin memaksa Tiat To Hoat-ong keluar memperlihatkan diri, karena Yo Taihiap mengetahuinya bahwa Tiat To Hoat ong berada bersama-sama dengan orang-orang Mongolia itu tetapi sebegitu jauh, Tiat To Hoat-ong belum mau memperlihatkan diri ........"

"Tetapi yang mengherankan, mengapa justru Sin Tiauw Taihiap mau menyiksa diri seperti itu ? Bukankah dia bisa saja memaksa dengan kekerasan agar jago utama dari Mongolia itu keluar memperlihatkan dirinya ?" .

"Sudah dilakukan oleh Sin Tiauw Taihiap Bahkan menurut keterangan Sin Tiauw Taihiap, dia telah membunuh lebih dari lima puluh jago-jago Mongolia itu tetapi sayangnya, Tiat To Hoat-ong merupakan manusia pengecut, dia tetap menyembunyikan diri terus!" .

"Kalau memang Sin Tiauw Taihiap melakukan sikap duduk diam tidak mau meninggalkan tempat itu, bukankah pihak Mongolia itu sendiri bisa meninggalkan tempat itu, meninggalkan Sin Tiauw Taihiap seorang diri ?" .

"Tidak bisa! Karena telah tercantum dalam rencana rombongan dari jago-jago Mongolia itu, bahwa kedatangan mereka di tempat tersebut, yaitu didekat kaki gunung Kun Lun San, merupakan tempat yang akan disinggahi oleh Kublai Khan Karena dalam tahun ini Kublai Khan akan datang menyelusup masuk kedaratan Tionggoan, untuk meninjau dan mengawasi si tuasi yang ada, dengan melihat situasi yang ada dan juga dengan melihat keadaan tempat-tempat yang bisa dipergunakan sebagai markas utamanya, kelak dia lebih mudah mengatur penyerangan-penyerangan dari pasukannya yang akan dipimpin menyerbu masuk!" .

"Akhhh !"

Wie Kiam Kauwcu telah meugeluarkan seruan tertahan.

"Inilah urusan yang cukup besar dan tidak bisa diremehkan..!".

"Benar ! Begitupun menurut pendapat. Sin Tiauw Taihiap, urusan ini memang perlu sekali diselesaikan secepat mungkin, untuk disampaikan kepada para pendekar didaratan Tionggoan... Tetapi disebabkan Sin Tiauw Taihiap sendiri tengah terlibat dalam persoalan mengejar musuh besarnya, yaitu Tiat To Hoat-ong, sehingga dia memperoleh kesulitan dan dia belum dapat untuk mengerahkan perhatiannya untuk persoalan tersebut. Sin Tiauw Taihiap juga mengemukakan, memang urusan pribadi bisa dikesampingkan, demi urusan negara dan tanah air untuk keselamatan negara Song. Tetapi karena mengingat Tiat To Hoat ong yang mengetahui ditempat mana dia mencelakai Siauw Liong Lie, maka Sin Tiauw Taihiap. ingin memaksanya agar dia memberitahukan tempat itu, agar kelak Sin Tiauw Taihiap bisa mencari jejak isterinya itu. Syukur kalau memang Siauw Liong Lie tidak tercelaka ditangannya Tiat To Hoat-ong, sehingga dengan mudah Sin Tiauw Taihiap akan mencari jejaknya, walaupun telah berselang banyak tahun ..... dan itu justru yang diharapkan oleh Sin Tiauw Taihiap, dia menghendaki agar Siauw Liong Lie selamat melahirkan anak pertama497 mereka.......... yang tentunya telah berusia diantara sembilan tahun ......... !"

Mendengar perkataan Phang Kui In sampai di situ, Wie Kian Kauwcu telah berkata.

"Ya memang dalam persoalan ini Sin Tiauw Taihiap tidak perlu berkuatir, karena kami telah berhasil menemukan puteranya, yang kini berada bersama-sama kami ! Sedangkan mengenai Liehiap Siauw Lie, masih belum diketahui jejaknya. Tetapi yang pasti, Liehiap Siauw Liong Lie tentunya belum terbinasa, karena jika telah terbunuh oleh Tiat To Hoat-ong, tentu mayatnya akan di jumpai oleh Yo Him, putera mereka itu. Muka Phang Kui In jadi girang bukan main, dia sampai mengeluarkan suara seruan girang.

"Jika saja persoalan ini didengar oleh Sin Tiauw Taihiap, tentunya pendekar besar itu sangat girang sekali!"

Serunya dengan suara yang nyaring, karena kegembiraan yang meluap luap.

Wie Kiam Kauwcu telah mengangguk, dan kemudian dia menoleh kepada rombongan anggota Pek Liong Kauw, dia telah melihat Yo.Him dan Siangkoan Peng berada diantara rombongan orang-orang Pek Liong Kauw itu.

"Kau tunggu sebentar !"

Kata Wie Kiam Kauwcu kemudian sambil membalikkan tubuhnya dia telah melangkah cepat menghampiri Yo Him. Dituntunnya tangan anak itu, sambil katanya ramah.

"Mari nak, aku ingin memperkenakkan kau kepada seseorang...!"

Yo Him tengah terheran-heran, tetapi disaat itu dia hanya mengikuti saja dia membiarkan tangannya dicekal oleh Wie Kiam Kauwcu. Saat itu Wie Kiam Kauwcu telah sampai di hadapan Phang Kui In.498

"Saudara Phang, inilah puteranya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko !"

Memperkenalkan Wie Kiam Kauwcu.

"Dan Him-jie, inilah paman Phang Kui In, utusan ayahmu.!" . Muka Phang Kui In jadi berobah seketika dan dia tampaknya jadi menyesal sekali.

"Oh, engko kecil, ternyata engkau putera dari tuan penolongku ! Maafkanlah tindakanku yang kasar tadi...aku tidak bermaksud buruk !" , kata Phang Kui In cepat sekali, bahkan dia juga telah merangkapkan kedua tangannya, tanpa segan-segan dia telah memberi hormat dengan membungkukkan tubuh kepada Yo Him. Yo Him semula juga terkejut mendengar Phang Kui In adalah utusan ayahnya, dia jadi tertegun. Dan anak ini jadi tambah kaget waktu melihat Phang Kui In merangkapkan kedua tandannya sambil menjura memberi hormat kepadanya. Tentu saja dia jadi likat dan malu sendirinya. Cepat-cepat Yo Him telah membalas pemberian hormat itu.

"Akupun meminta agar paman Phang memaafkan aku, karena tadi aku telah lancang melancarkan serangan kepada paman Phang, dan telah memiliki dugaan yang tidak-tidak...!" . >>o0o^d!w^o0o<<

Jilid 15

"TIDAK apa-apa, itu semua hanya salah pengertian belaka tadipun antara aku dengan Wie Kiam Kauwcu hampir saja timbul salah pengertian!" .

"Mana...ayahku ?"

Tanya Yo Him akhirnya dengan suara yang ragu-ragu, hatinya saat itu tergoncang keras sekali.

"Dalam waktu yang tidak lama lagi, tentu ayahmu itu akan segera tiba dipulau ini, kini tengah ada suatu persoalan yang499 perlu diselesaikan, maka dalam beberapa saat ayahmu Sin Tiauw Taihiap Yo Ko belum pula dapat berkunjung ke pulau ini!" . Yo Him mengangguk-angguk beberapa kali, kemudian dia telah bertanya dengan suara yang masih ragu-ragu, karena hatinya masih saja tergoncang keras.

"Sesungguhnya...sesungguhnya bagaimana sih rupa dan keadaan ayahku itu ?"

Wie Kiam Kauwcu dan juga Phang Kui In jadi terharu sekali, mereka mengerti bahwa anak ini sejak dilahirkan sampai dia memasuki usia seperti sekarang ini, belum pernah melihat ayah kandungnya.

"Tidak lama lagi tentu engkau akan melihat ayahmu itu......."

Kata Phang Kui In kemudian.

"Ya...... tentu Sin Tiauw Taihiap Yo Ko akan berkunjung kemari dalam waktu-waktu yang tidak lama lagi........!"

Kata Wie Kiam Kauwcu.

"Bagaimana jika Yo Siauwko (Engko kecil she Yo) ini kubawa menjumpai Sin Tiauw Taihiap, agar Taihiap Yo Ko menjadi tenang dan memiliki pegangan mengenai urusan isteri dan anaknya ini ?"

Tiba-tiba Phang Kui In te!ah memberikan sarannya.

"Aku berjanji, akan menjaganya baik-baik selama dalam perjalanan ! Tentu Sin Tiauw Taihiap masih berada dikaki gunung Kun Lun San, karena selama ini tentunya Tiat To Hoatong hanya akan menyembunyikan diri disekitar kaki gunung itu...!" . Wie Kiam Kauwcu tampak ragu-ragu, dia telah berkata perlahan.

"Bagaimana jika urusan ini kita rundingkan dulu dengan Kwee Taihiap Kwee Ceng, dengan jago-jago golongan tua lainnya, yang kebetulan menjadi tamu kami ?" .

"Kwee Taihiap berada disini juga ?"

Tanya Phang Kui In terkejut bercampur girang.500

"Bukan hanya Kwee Taihiap saja, tetapi juga Taihiap Ciu Pek Thong, Liehiap Oey Yong, dan lain-lainnya berada disini. Begitu pula dengan It Teng Taisu, telah berada dipulau ini....maka jika engkau.bermaksud untuk bertemu dengan mereka, mari ikut bersamaku ! Mengenai kepergianmu yang hendak mengajak Yo Him, saudara Phang bisa kita rundingkan nanti...!"

Phang Kui In menyetujui saran Wie Kiam Kauwcu, segera mereka menuju kemarkas Pek Liong Kauw.

Disaat itu tampak jago-jago golongan tua telah berkumpul diruangan itu, mereka juga telah belajar saling kenal dengan Phang Kui In.

Berulang kali Phang Kui In menyatakan kegembiraannya, karena dia merasa beruntung sekali bisa bertemu dengan tokoh-tokoh persilatan yang ternama itu.

Setelah Wie Kiam Kauwcu mengemukakan semua uraian yang terjadi diluar dari pulau Ang Hwa To yang te!ah mengejutkan semua orang-orang gagah itu, maka Wie Kiam Kauwcu juga telah mengemukakan usul dari Phang Kui In, untuk mengajak Yo Him menemui Sin Tiauw Taihiap yang sedang berada dikaki gunung Kun Lun San.

"Itupun merupakan jalan yang cukup baik...!"

Kata Kwee Ceng dengan sabar setelah berpikir sejenak.

"Kita bisa menyebar orang untuk menyampaikan pesan Yo Ko kepada semua para pendekar pencinta negeri...sedangkan Phang Kui In bertugas uatuk mengajak Yo Him menemui Kojie (anak Yo, karena Kwee Ceng memang biasa memanggil Yo Ko dengan sebutan Kojie.). Nah, bagaimana pendapat It Teng Cianpwe...?" . It Teng Taisu telah mengangguk.

"Ya, aku menyetujui saja...!"

Katanya kemudian.501 Begitu juga dengan orang-orang gagah lainnya. Hanya Oey Yong yang menambahkan.

"Apakah tidak lebih baik jika seandainya Phang Kiesu (orang gagah she Phang) ini membawa Yo Him bersama-sama ditemani beberapa orang kawan kita ? "

"Jangan !"

Kata It Teng Taisu "Tentu akan mendatangkan kecurigaan belaka .!

Dengan melakukan perjalanan berdua saja, mereka bisa menyamar !

Bukankah begitu, Phang Kiesu ?

Dengan demikian kalian tentu bisa melakukan perjalanan yang jauh lebih mudah .........

Disaat itu tampak yang lainnya menyetujui, dan Phang Kui In juga telah mengiyakan.

Menurut orang-orang gagah itu, memang Phang Kui In seorang yang mengetahui tempat dimana adanya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, maka dengan diajaknya Yo Him oleh Phang Kui In, tentunya pertemuan ayah dan anak itu dapat berlangsung tanpa adanya kesulitan-kesulitan lagi..........

Begitulah, Wie Kiam Kauwcu telah perintahkan kepada orang-orangnya untuk mempersiapkan meja perjamuan untuk menjamu Phang Kui In.

Sedangkan Phang Kui In sendiri merasa girang bukan main, karena disamping dia berhasil bertemu dengan orang-orang gagah golongan tua yang menjadi tokoh persilatan, juga telah berhasil membawa Yo Him Untuk dipertemukan dengan Sin Tiauw Taihiap, berarti dia akan dapat membalas budi dari Pendekar Burung Rajawali Sakti yang merupakan tokoh nomor wahid dunia persilatan ini.!

Maka telah direncanakan, besok pagi Phang Kui In dan Yo Him berdua akan meninggalkan pulau Ang Hwa To.

Malam itu Siangkoan Peng.

menangis tidak hentinya karena dia merasa berat harus berpisah dengan Yo Him, sehingga dia dijadikan bahan tertawaan dari para pendekar-pendekar502 gagah perkasa itu, yang menganggap sikap Siangkoan Peng sangat lucu sekali.

Karena ditertawakan Siangkoan Peng telah cemberut dan berlari kekamarnya, kemudian mengunci pintu kamarnya.

Sedangkan Siangkoan Lin Lie hanya tertawa saja melihat sikap puterinya yang dianggap lucu.

Banyak yang diceritakan oleh Phang Kui In mengenai perkembangan dalam rimba persilatan, terutama sekali peristiwa-peristiwa yang terjadi diluar pulau Ang Hwa To, dimana negara Song tengah terancam oleh serangan dan penyerbuan dari tentara Mongolia.

Tentu saja peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang sangat genting dan gawat sekali.

Maka para pendekar itupun tidak berani berlaku lambat atau ayal-ayalan...merekapun bermaksud besok mulai menyebar diri selama satu bulan, untuk memberitahukan kepada para pendekar gagah mengenai si tuasi yang panas dari ancaman pasukan tentara Mongolia itu.

000odw^kzo000 BEGITULAH Phang Kui In telah mengajak Yo Him berangkat meninggalkan pulau Ang Hwa To dengan mempergunakan perahu kecilnya, yang kemarin telah dipergunakannya untuk datang ke pulau ini.

Keberangkatan Yo Him dan Phang Kui In diantar oleh semua orang gagah, dan mereka mendoakan agar Yo Him berhasil bertemu dengan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, juga mengharapkan agar Sin Tiauw Taihiap Yo Ko belum pergi dari kaki gunung Kun Lun San.

Ditengah laut, Yo Him banyak menanyakan perihal ayahnya yang memang belum pernah dilihatnya.503 Phang Kui In dengan senang hati menceritakan seluruh pengalamannya waktu bertemu dengan Sin Tiauw Taihiap.

Yo Him tertarik sekali mendengarkan cerita dari Phang Kui In.

Dia kagum, bercampur perasaan bangga waktu mendengar ayahnya itu memiliki kepandaian yang hebat sekali, karena Phang Kui In yang tampaknya memiliki kepandaian demikian tinggi, tidak berdaya sama sekali menghadapi ayahnya itu.

Tentu saja hal itu telah membuat hati Yo Him semakin keras untuk cepat-cepat dapat bertemu dengan ayahnya.

Dalam keadaan demikian, tampak Yo Him telah mengatakan.

"Apakah ayahku itu belum pergi dari kaki gunung Kun Lun San ? Bukankah sejak paman Phang berangkat menuju pulau Ang Hwa To, dan perjalanan kita kesana, memakan waktu hampir tiga bulan ?"

"Mudah-mudahan saja, Sin Tiauw Taihiap belum berlalu dari tempat itu ! Memang kita harus melakukan perjalanan yang cepat, dan semoga saja diperjalanan kita tidak menemui rintangan apa-apa"

Yo Him juga mengharapkan demikian.

Perahu telah meluncur dengan cepat sekali membelah gelombang.

Waktu hari ketiga sejak mereka berlayar, terjadi badai dan gelombang yang besar sekali, perahu itu seperti sehelai daun yang diombang ambingkan kesana kemari.

Yo Him jadi ketakutan melihat keganasan alam yang ada, dia sampai berseru-seru berulang kali dengan ketakutan sekali.

Disaat itu, tampak Phang Kui In telah berusaha uatuk mengendalikan perahunya, dan akhirnya dia berhasil juga mengendalikan perahunya itu, walaupun ada sebagian dari504 persediaan bahan makanan mereka yang telah terlempar kelaut.

Yo Him sangat letih sekali, setelah badai lewat, dia tertidur nyenyak sekali.

Waktu anak kecil ini tertidur nyenyak, Phang Kui In telah duduk terpekur mengawasinya.

Di lihatnya Yo Him tidur nyenyak sekali, mukanya tampan dan juga tampaknya dia memang menarik hati.

Dalam keadaan seperti ini, Phang Kui In menghela napas berulang kali, hatinya merasa iba dan terharu atas nasib Yo Him.

"Kasihan nasib anak ini, sejak dilahirkan dia belum pernah bertemu dengan ibu dan ayah kandungnya...dan menurut cerita In Lap Siansu dan Wie Kiam Kauwcu. Yo Him selalu menderita dan bersengsara dalam usia yang demikian kecil...!" . Perahu terus juga meluncur dengan cepat. Setelah melakukan perjalanan hampir sepuluh hari, akhirnya mereka telah tiba dipelabuhan kota Man-siang-kwan. Yo Him mengajak Phang Kui In untuk singgah dikota tersebut, karena selama sepuluh hari berada ditengah laut, merupakan hal yang sangat membosankan sekali. Phang Kui In sesungguhnya ingin melakukan perjalanan yang cepat, tetapi karena dia tidak sampai hati menolak permintaan Yo Him dia meluluskannya dengan segera. Begitu turun kedarat dan setelah mengirim perahu mereka kepada salah seorang nelayan di pelabuhan tersebut, Phang Kui In dan Yo Him telah berkeliling kota. Mereka telah berjalan mengelilingi kota yang sangat ramai itu, Yo Him berulang kali memuji keindahan kota tersebut, karena dia telah banyak menyaksikan keramaian.505 Dipinggir jalan dekat pintu utara dari kota. tersebut, tampak serombongan orang yang tengah menyaksikan penjual silat. Seorang gadis, berusia diantara dua puluh lima tahun, tengah bersilat. Sedangkan seorang lelaki tua, yang tampaknya adalah ayahnya, telah menabuh tambur dengan keras, disertai oleh teriakan-teriakan bersemangat. Si gadis bersilat dengan sebatang pedang, sehingga sinar pedang itu berkelebat-berkelebat dengan cepat menyilaukan mata. Yo Him memuji permainan silat atau ilmu pedang si gadis. Saat itu Phang Ku In mengajak Yo Him meninggalkan tempat itu.

"Biasanya ditempat, keramaian seperti itu dimana ada penjual silat yang tengah mempertunjukkan ilmu silatnya, akan muncul peristiwa-peristiwa keributan, mari kita berangkat!. Karena dia mempertunjukkan ilmu silatnya itu. Penjual ilmu silat itu bisa mendatangkan perasaan tidak senang dari buaya-buaya darat dikota-kota yang disinggahinya...!" . Yo Him hanya menuruti saja ajakan Phang Kui In, dan mereka telah mengelilingi kota itu lagi beberapa saat lamanya, sampai akhirnya mereka telah sampai dipintu kota sebelah barat, dan mereka melihat keadaan ditempat itu sangat ramai sekali. Tetapi, Phang Kui Ia tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, mukanya jadi berobah merah padam karena gusar. Yo Him juga telah berhenti melangkah, karena dia melihat seorang gadis berusia dua belas tahun tengah menangis terisak-isak, menjerit-menjerit kesakitan, sebab dua orang pengemis berusia diantara dua puluh tahun tengah memukuli gadis itu.506 Tentu saja gadis kecil itu tidak berdaya sama sekali, dia hanya bisa menangis sambil menjerit-menjerit saja.

"Sungguh perbuatan biadab ! Entah anggota mana pengemis-pengemis tidak tahu diuntung itu ? Apakah mungkin didalam Kaypang terdapat manusia-manusia seperti mereka ?"

Menggumam Phang Kui In dengan gusar. Lalu Phang Kui In telah menoleh kepada Yo Him, katanya "Mari kita tolongi gadis itu!"

Tanpa menantikan sahutan Yo Him, Phang Kui In telah melangkah menghampiri kedua pengemis yang tengah memukuli gadis kecil itu.

"Takkk ! Takk !"

Tahu-tahu tangan Phang Kui In telah menyampok kedua tangan dari pengemis itu, dan kedua pengemis tersebut meraung kesakitan, mereka telah melompat akan mundur, tetapi keseimbangan tubuh mereka telah lenyap, sehingga mereka terhuyung-huyung dan terjungkal rubuh kebelakang.507 Si gadis kecil yang ditolongi itu telah berlari sambil menangis, ketepi jalan.

Banyak orang yang tadi menyaksikan gadis itu dipukuli oleh kedua pengemis itu, yang tidak ada seorangpun berani menolonginya, telah mengeluarkan suara sorakan girang melihat kedua pengemis itu telah terpental demikian rupa.

Disaat itu, tampak Phang Kui In telah berkata dengan bengis.

"Pengemis-pengemis tidak tahu diuntung. mengapa kau menyiksa seorang gadis yang tidak berdaya itu !"

Mata kedua pengemis itu mencilak, mereka telah merangkak berdiri dengan sikap yang galak dan telah membalas menatap kepada Phang Kui In.

Bahkan salah seorang diantara mereka berdua telah ada yang membentak "siapa kau ?

Tidak tahukah engkau bahwa kami dari Kaypang !"

Tanyanya dengan suara yang angkuh sekali.

"Engkau tidak perlu meminjam keangkeran Kaypang untuk menggertakku !"

Kata Phang Kui In dengan suara yang dingin.

"Tetapi yang terpenting justru perbuatan kalian yang telah melakukan penyiksaan terhadap gadis kecil yang tidak berdaya itu, baru kalian pertanggungkan ! Bahkan aku berpikir Kaypang yang sangat terkenal, yang selalu berjuang untuk keadilan mana mungkin memiliki anggota-anggota cabang yang bejat seperti engkau ? jika Pangcu mengetahui perbuatan kalian ini, bukankah kalian akan menerima hukuman ?"

Dan setelah berkata begitu Phang Kui In berulang kali memdengus mengejek, dengan muka yang dingin dan bengis.

000odw^kzo000508 MUKA kedua pengemis itu jadi berubah hebat, mereka tampaknya sangat marah sekali, dengan cepat salah seorang telah membentak sambil melompat mengayunkan tangan kanannya, dia telah melancarkan serangan yang cepat sekali.

Phang Kui In hanya mengawasi saja serangan yang dilancarkan pengemis Itu waktu kepalan tangan pengemis tersebut hampir tiba didadanya dengan kecepatan yang luar biasa Phang Kui In mengulurkan tangan kanannya, dia telah mencekal pergelanggan tangan si pengemis, kemudian kepalan tangan kirinya menerobos masuk keketiak pengemis tersebut.

"Bukkkkkkk !"

Disaat itu juga ketiak pengemis itu telah terserang hebat, sehingga dia merasakan tulang iga didekat.

ketiaknya seperti akan hancur, dia sampai mengeluarkan suara teriakan kesakitan, dan tubuhnya telah terlempar keras, karena Phang Kui In telah melepaskan cekalan dipergelangan tangan si pengemis.

Pengemis yang seorangnya lagi jadi terkejut bukan main, dia sampai mengeluarkan suara seruan tertahan dan dalam keadaan kaget dan gusar, dia telah melompat melancarkan serangan juga kepada Phang Kui ln.

Tetapi seperti juga dengan kawannya, pengemis yang seorang inipun telah terpental keras oleh hantaman tangan Phang Kui In, yang mengenai tepat sekali didada si pengemis !.

sehingga pengemis itu mengeluarkan suara erangan.

Dan tubuhnya telah ambruk diatas tanah sambil menggeliat-menggeliat mengeluarkan suara rintihan.

Yo Him melihat cara Phang Kui In memberikan hajaran kepada kedua pengemis itu jadi kagum sekali.

Begitu juga dengan orang-orang yang telah berkerumun itu, jadi mengeluarkan suara sorakan yang riuh dan ramai sekali, tampaknya mereka girang sekali melihat kedua pengemis itu telah dihajar oleh Phang Kui In,509 Kedua pengemis tersebut juga telah membalikan tubuhnya, mereka telah melarikan diri dengan cepat sekali.

Phang Kui In tidak mengejarnya, dia telah membalikan tubuhnya melangkah menghampiri gadis kecil itu.

"Anak, kenapa engkau dipukuli kedua pengemis itu!"

Tanya Phang Kui In dengan sabar.

Gadis kecii itu masih menangis saja, kemudian dia telah menyahuti dengan suara yang ter sendat-sendat "Ibu menyuruh aku kepasar...

dan aku membawa tiga tail perak, tetapi kedua pengemis itu, seperti minggu kemarin, dia ingin mengambil uangku itu.

Tentu saja kali ini aku tidak memberikannya, sehingga mereka memukuliku "

Mendengar keterangan gadis kecil itu, walaupun tidak jelas, Phang Kui In mulai mengerti duduknya persoalan.

Tetapi yang mengherankan Phang Kui In, justeru kedua pengemis itu mengaku sebagai anggota Kaypang.

Biasanya, anggota Kaypang tidak penah melakukan perbuatan rendah seperti itu sehingga dia tidak dapat mengerti mengapa kedua pengemis itu bisa melakukan perbuatan seperti itu.

Hal itu telah membuat Phanh Kui In jadi berpikir keras.

Dia mau menduga apalah mungkin bahwa kedua pengemis itu hanya menjual nama Kaypang saja, untuk menggertak ?

Karena berpikir begitu, akhirnya Phang Kui In telah berkata kepada si gadis .

"Baiklah, jika memang uangmu tidak hilang pergilah engkau kepasar. Nanti paman akan mengancam mereka agar dihari-hari mendatang engkau tidak diganggu lagi......!"

"Terima kasih paman...!"

Kata gadis kecil itu girang sambil menyusut air matanya, dia telah berlalu.

Disaat itu salah seorang yang tadi menyaksikan dipinggiran jalan, telah menghampiri Phang Kui In.

Dialah si orang lelaki tua berusia diantara empat puluh lima tahun.

Katanya dengan510 suara yang sabar.

"Sesungguhnya, memang Kaypang kota ini merupakan cabang Kaypang yang paling buruk, mungkin paling jahat! Karena mereka umumnya melakukan banyak sekali kejahatan-kejahatan, pencurian-pencurian dan perampasan, semuanya itu tidak diambil tindakan tegas oleh ketua cabang dari Kaypang setempat. Tentu saja penduduk kota ini jadi menaruh perasaan tidak senang terhadap Kaypang. Dan setelah berkata begitu, tampak orang tua itu memutar tubuhnya akan berlalu, karena dia takut berdiam lama-lama ditempat tersebut, takut kalau pembicaraannya itu didengar oleh orang-orang Kaypang. Tiba-tiba Phang Kui In mengulurkan tangannya. dia mencekal pergelangan tangan Orang tua itu untuk menahan kepergiannya.

"Tunggu dulu saudara..aku ingin menanyakan dimanakah letak markas Kaypang!"

Tanyanya.

"Di..dipintu selatan, sebelah kiri dari lorong panjang dan kemudian menikung kekanan rumah kelima....!"

Menjelaskan orang tua itu, dia meronta melepaskan cekalan tangan Phang Kui In"

Dan dengan cepat dia telah berlalu Kemudian Phang Kui In telah mengajak Yo Him untuk meninggalkan tempat tersebut, tetapi belum lagi mereka berjalan terlalu jauh, tiba-tiba telah terdengar suara seseorang yang telah berkata dengan suara seperti orang bersajak?

"Siapakah orang yang berani membentur Kaypang, Tentu kepalanya sudah, keras seperti baja?.

Siapa yang tidak tahu diri ?

Tentu saja harus dibinasakan"

Suara itu nyaring sekali, dan tampak Phang Kui In telah membalikkan tubuhnya.

Dihadapannya berdiri dua orang pengemis tua berusia setengah baya.511 Sedangkan Yo Him memandang tidak senang kepada pengemis tua itu yang dipunggungnya membawa empat karung, yang menunjukkan bahwa mereka merupakan anggota tingkat keempat di Kaypang.

Disaat itu tampak Phang Kui In telah bertanya dengan suara yang ramah.

"Jika tidak salah mata, tentunya jiewie Hengtai (saudara berdua) adalah anggota Kaypang?"

"Tepat! Tepat!"

Kata salah seorang pengemis itu sambil mengangguk dan telah tertawa dingin "Memang kami anggota Kaypang, dan kami sedang mencari seseorang yang telah menghina dua orang anggota muda kami"

"Apakah dua orang pengemis berusia dua puluhan?"

Tanya Phang Kui In.

"Benar ! Mereka telah dihina orang, dan hinaan seperti itu harus diberi hajaran pula ..!"

Menyahuti pengemis itu.

"Akulah yang memberikan ganjaran kepada kedua pengemis itu...jika memang kalian penasaran, bisa saja kalian berurusan denganku... !"

Kata Phang Kui In berani sekali.

"Kedua pengemis golongan muda anggota Kaypang itu sangat jahat, mereka telah menyiksa seorang gadis kecil berusia dua belas tahun, yang ingin dirampas uangnya! Itu masih tidak menjadi soal tetapi kedua pengemis anggota kalian itu bertangan ringan, mereka telah memukuli gadis kecil itu....!"

Kedua pengemis itu telah tertawa dingin hampir berbareng. Salah seorang telah berkata.

"Jika memang ada anggota Kaypang yang melakukan suatu kesalahan, masih ada kami dari golongan tua yang bisa menghukum mereka, bukan orang luar yang harus turun tangan menghukum mereka... !"

Phang Kui In telah tertawa dingin, dia jadi mendongkol sekali mendengar perkataan pengemis itu.512 Memang itu merupakan peraturan rimba persilatan, orang luar tidak boleh mencampuri urusan rumah tangga dari sebuah pintu perguruan tetapi tampaknya pihak Kaypang kurang begitu teratur mengatur murid-muridnya, dan kurang segala persiapan-persiapan agar murid-muridnya itu tidak menyeleweng ...

Hemmm, dalam persoalan ini, tampaknya kalian juga perlu diberikan teguran, agar dilain saat dapat memperhatikan lebih baik murid-muridnya anggota Kaypang!"

Kedua pengemis tua itu telah tertawa dingin mereka telah berkata dengan suara yang tawar.

"Benar ! Benar ! Jika kami berhasil dirubuhkan olehmu, jatuh ditanganmu, tentu aku akan menuruti peritah perintah dan petunjuk-petunjukmu, Locianpwe!"

Dan setelah berkata begitu, salah seorang diantara mereka, yang tampaknya memiliki muka berpotongan empat persegi dan kejam, telah menerjang, melancarkan serangan-serangan dengan mempergunakan tangan kanannya, serangan itu mengandung tenaga lweekang yang cukup dasyat.

Tentu saja, serangan yang dilakukan oleh pengemis ini, berbeda dengan serangan si pengemis muda, sebab jika si pengemis muda itu hanya merupakan anggota biasa yang belum berhasil memiliki karung satu helaipun juga, maka mereka tidak mengerti terlalu dalam ilmu silat Kaypang dan hanya merupakan anggota persiapan, tapi berbeda dengan pengemis yang menggemblok empat helai karung dipunggungnya ini, pengemis ini telah memiliki kepandaian yang cukup tinggi dan memiliki lwekang cukup lumayan.

Serangannya itu mendatangkan angin serangan yang kuat sekali, telah meluncur akan menggempur dada Phang Kui In.

Tetapi Phang Kui In tidak tinggal diam dia mengangkat tangan kirinya menangkis, sehingga diwaktu kedua tangan itu saling bentur, disaat itu juga terdengar suara "Bukkk"

Yang sangat keras, tubuh mereka sama berdiri tegak, dan tampak513 Phang Kui In telah menggerakan tangan kanannya, dia telah melancarkan serangan lagi dengan hebat.

Dalam keadaan seperti itu tampak sipenggemis juga tidak tinggal diam.

Dia telah melompat kekiri dan kekanan bergantian, kemudian telah melancarkan serangan-serangan dengan mempergunakan kedua tangannya.

Angin serangan ysng dilancarkan ini cukup hebat, sehingga dalam keadaan demikian tampak dua kekuatan tenaga, dari kedua orang yang sama-sama memiliki kepandaian yang sudah tinggi itu, telah menerjang datang.

"Bukkkkl"

Maka dua kekuatan lweekang yang tidak tampak telah beradu diudara, terlihatlah tubuh Phang Kui In tergoncang keras seperti juga ingin rubuh.

Tetapi dengan cepat Phang Kui In telah ber hasil mengimbangi kedudukan kedua kakinya kembali dia telah melancarkan serangan lagi.

Serangan yang dilakukan oleh Phang Kui In disambuti oleh pengemis itu dengan mudah dan pengemis tersebut juga telah melancarkan serangan balasan.

Mereka berdua telah saling melancarkan serangan silih berganti, dan angin serangan-serangan itu telah menyambar dengan hebat.

Di detik-detik seperti itu, tampak Phang Kui In memang berimbang menghadapi si pengemis tua tersebut, tetapi yang menjadi pemikirannya, justru jika pengemis yang seorang itu lagi ikut mengeroyok dirinya, tentu dia akan kewalahan dan kehabisan tenaga.

Maka Phang Kui In telah mengerahkan seluruh kekuatan tenaga dalamnya, dia berusaha secepat mungkin untuk merubuhkan pengemis yang menjadi lawannya, agar kelak dia514 bisa menghadapi pengemis yang seorangnya lagi dengan mudah.

Dalam keadaan demikian, tampak Phang Kui In mengeluarkan Suara siulan yang sangat nyaring sekali, berulang kali dia telah melancarkan gempuran-gempuran yang sangat dahsyat.

Memang cara menyerang yang dilakukan oleh Phang Kui In merupakan serangan-serangan yang bisa mematikan, kalau saja mengenai tepat sasarannya.

Tetapi disebabkan pengemis itu juga tampaknya memiliki kepandaian cukup tinggi, dengan sendirinya setiap serangan yang dilancarkan oleh Phang Kui In dapat dielakkannya dengan mudah.

bahkan serangan-serangan yang dilakukannya itu tak kalah kuatnya dibandingkan dengan serangan-serangan yang dilancarkan oleh Phang Kui In.

Begitulah, kedua orang tersebut telah ber tempur dengan hebat dan juga keduanya masing-masing telah mengeluarkan kepandaian mereka, untuk saling menindih tenaga lweekang dari lawan masing-masing.

Sebagai seorang yang memiliki kepandaian telah tinggi, kawan si pengemis yang seorang, yang belum lagi turun tangan dan hanya berdiri disamping saja, telah melihatnya bahwa kepandaian Phang Kui In tidak bisa dipandang rendah.

Maka dia telah bersiap-siap jika memang kawannya nanti terdesak atau terancam oleh serangan-serangan yang dilakukan oleh Phang Kui In dia akan segera menerjang maju untuk membantui.

Yo Him hanya berdiri tertegun ditempatnya dia menguatirkan sekali akan keselamatan Phang Kui In.

Jika sampai kepandaian Phang Kui In dapat ditindih oleh lawannya, atau kawan si pengemis yang seorang itu ikut maju mengeroyok berdua, tentu akan membahayakan jiwa Phang Kui In.515 Walaupun Yo Him kurang begitu mengerti mengenai keadaan didalam rimba persilatan, namun dia juga telah banyak mendengar, bahwa umumnya orang-orang persilatan sangat kasar, dan tidak akan segan-segan menurunkan tangan keras untuk membuat lawannya jadi bercacad.

Tetapi Yo Him tidak berdaya untuk memberikan bantuan apa-apa.

Tiba-tiba Yo Him teringat sesuatu, sehingga dia hanya tersenyum dan berdiri diam saja.

Dia teringat kepada Kimpaynya Wie Tocu, tetapi dalam kegembiraannya.

Yo Him jadi ingin menyaksikan pertempuran itu lebih jauh.

Jika memang Phang Kui In nanti terdesak oleh lawannya dia baru akan mengeluarkan Kimpay tersebut, untuk menundukkan kedua pengemis itu.

Saat itu, si pengemis yang sedang bertempur dengan Phang Kui In telah melancarkan serangan dengan mempergunakan jurus "Anjing menggerakkan ekornya,"

Dan dengan tangannya itu ia telah mengibaskan dengan sangat kuat sekali, karena dia telah mempergunakan lweekangnya yang disalurkan dikedua telapak tangannya, untuk menggempur kearah dada Phang Kui In.

Tetapi Phang Kui In tidak takut menghadapi gempuran seperti itu, dengan cepat diapun telah menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya, dengan gerakan "Yangliu Piauw Piauw"

Atau "Pohon Yang Liu Sepoi-Sepoi", tampak kedua tangannya bergerak lemas.

Walaupun gerakannya perlahan dan seperti tengah menari, namun tenaga dalam yang terkandung dikedua telapak tangannya itu luar biasa sekali.

"Bukkkk !"

Dua kekuatan yang bukan main hebatnya, telah saling bentur.

Bahkan benturan yang terjadi itu telah menggetarkan sekitar tempat tersebut, dan juga menulikan pendengaran, karena benturan itu terjadi justru merupakan saling benturnya516 dari dua kekuatan yang saling menyerang dan menindih.

Yo Him sendiri merasakan betapa tanah yang dipijaknya itu tergetar keras.

"Kalau demikian, tampaknya pengemis ini bukan jago sembarangan !"

Berpikir Phang Kui In di dalam hatinya.

"Tampaknya dia memiliki kepandaian yang tinggi dan telah cukup ternama Tetapi mengapa anggota Kaypang demikian ceroboh ?. Hanya disebabkan dua orang anggota mudanya belaka dia bisa melancarkan gempuran-gempuran mengadu jiwa denganku. Rupanya pengemis ini juga bukan pengemis baik-baik.. !"

Karena berpikir begitu, hati Phang Kui In jadi mantap, dia telah memberikan perlawanan tanpa segan-segan lagi, setiap serangan yang dilancarkannya juga mengandung kekuatan yang cukup keras.

Angin serangan itu mendesir tidak hentinya.

Si pengemis melihat perobahan cara menyerang dari lawannya jadi terkejut.

Tetapi perasaan kagetnya itu tidak diperlihatkan diwajahnya, bahkan pengemis ini telah mendengus mengeluarkan suara dingin.

"Hemm. Engkau ingin mengadu kekuatan denganku mempergunakan kekerasan ?"

Ejeknya.

Dan pengemis itupun telah mengeluarkan pukulan-pukulan yang dahsyat sekali.

Rupanya pengemis ini merupakan seorang ahli Gwakang (Tenaga luar) .

Harus diketahui, bahwa seorang ahli tenaga Gwakang berbeda dengan seorang akhli lweekang.

Jika Gwakang dipelajari untuk melatih jasmani, memiliki kekuatan yang hebat atas kesanggupan tubuh, karena Gwakang lebih mirip dengan tenaga kasar.

Seorang ahli tenaga Gwakang bisa mengangkat seekor gajah dengan mudah, dengan mengandalkan kekuatan tenaganya.

Sedangkan seorang ahli517 tenaga lweekang merupakan seorang yaog memiliki latihan untuk tenaga dalam, dimana tenaga sakti yang berasal dari Tantian telah dilatihkannya secara teratur, sehingga ahli lweekang bisa menyalurkan kekuatan tenaga saktinya, dapat dipergunakan untuk menggempur sesuatu tanpa terlihat.

Dan juga bagi seorang ahli lweekang, dia bisa mengangkat seekor gajah namun dengan menggunakan cara yang halus, yaitu dengan mempergunakan gerakan memancing.

yaitu dengan meminjam tenaga dan botot berat tubuh gajah itu sendiri.

Jika seorang ahli lweekang telah mencapai kesempurnaan dalam latihan lweekangnya, tentu dia bisa mengeluarkan kekuatannya untuk melakukan segala apapun juga.

Sebab jika kesempurnaan telah mencapai puncaknya, tentu dia akan dapat menyalurkan tenaganya itu untuk menindih lawannya dengan tenaga yang tidak tampak, dan dengan mempergunakan serangan yang halus, bisa merubuhkan lawannya tanpa menggerakan tangannya sedikitpun juga.

Jika Phang Kui In memang mengkhususkan diri melatih lweekang, maka lawannya si pengemis merupakan seorang ahli tenaga Gwakang.

Maka dari itu, setiap gerakan-gerakan yang dilakukan oleh mereka saling bertentangan.

Yang seorang melancarkan serangan-serangan kasar dengan mempergunakan kekuatan yang sangat hebat, sedangkan yang seorang lainnya lagi mempergunakan tenaga halus namun dahsyat sekali untuk melawannya, sehingga kadang-kadang terdengar suara benturan-benturan yang sangat keras.

Karena Phang Kui In juga telah menyalurkan kekuatan tenaga dalamnya itu, mempergunakan kekerasan melawan serangan lawan yang keras Tetapi tidak jarang juga Phang Kui In mempergunakan tenaga yang lunak, dia telah menangkis dengan mudah, dengan meminjam tenaga serangan lawannya, merubuhkan lawannya tersebut karena seorang ahli tenaga lwekang dapat mempergunakan taktik meminjam518 tenaga lawan, dengan hanya mempergunakan satu tail merubuhkan seribu kati !.

Semakin lama mereka bertempur semakin keras saja, karena si pengemis yang menjadi lawan Phang Kui In jadi semakin penasaran.

Berulang kali si pengemis tersebut telah mengeluarkan suara bentakan !

yang sangat bengis tubuhnya berjingkrak karena gusar, lalu kembali dia telah menyerang bertubi-tubi.

Tetapi selama itu Phang Kui In selalu berhasil menghadapinya dengan baik.

Hanya yang dikuatirkan sekali oleh Phang Kui In jika pengemis yang seorangnya lagi ikut melancarkan serangan mengeroyok dirinya.

Kekuatiran itu disebabkan si pengemis yang menjadi lawannya Itu memiliki kepandaian yang hampir berimbang dengannya, jika pengemis yang satunya lagi juga bukan seorang yang lemah, dan jika dia maju melancarkan serangan juga berarti Phang Kui In harus menghadapi dua orang lawan yang memiliki tenaga yang cukup dahsyat.

Berulang kali Phang Kui In mengeluarkan suara bentakan juga, dia telah berusaha untuk dapat merubuhkan lawannya dalam waktu yang cepat dan singkat Tetapi disebabkan kepandaian mereka hampir berimbang dengan sendirinya mereka saling menyerang dengan kekuatan yang hampir bersamaan kuatnya.

Dengan kelincahan yang menakjubkan ditambah lagi dengan kekuatan gwakangnya tampak si pengemis berusaha untuk dapat merubuhkan Phang Kui In juga.

Tetapi semakin lama, karena latihan lweekang Phang Kui In lebih sempurna dari latihan Gwakang pengemis itu, maka si pengemis telah mulai terdesak.

Dia jadi sibuk mengelakkan dari setiap serangan-serangan yang dilancarkan oleh Phang Kui In.

Kedua tangan Phang Kui In tampak bergerak-gerak,519 walaupun jarak pisah diantara mereka berdua cukup jauh, namun tenaga serangan dalam bentuk angin terjangan yang keluar dari tangan Phang Kui In telah mendesak pengemis itu.

Dengan terpisahnya mereka, dalam jarak yang cukup jauh, hampir dua tombak telah membuat si pengemis yang rugi sendirinya, karena dalam jarak yang jauh seperti itu jarak jangkau tangannya tentu saja tidak sampai, dan berulang kali dia telah berusaha untuk melancarkan serangan dan gempuran, namun terjangan-terjangan dari lweekang Phang Kui In selalu memaksa dia harus menyingkir dan mengelakkan diri berkelit dari terpahan angin serangan yang mengincar bagian-bagian yang berbahaya ditubuhnya.

Phang Kui In telah melihat lawannya mulai terdesak, semangat bertenpurnya jadi terbangun.

Dia telah mengerahkan semangat dan tenaganya jauh lebih kuat.

Namun tiba-tiba si pengemis yang seorangnya lagi, yang sejak tadi hanya menyaksikan saja, tidak dapat menahan sabar dan telah mengeluarkan suara teriakan .

"Toako jangan takut ! Aku datang membantuimu ! !"

Dan disertai bentakannya itu, tubuh si pengemis telah melompat dengan gerakan yang sangat cepat sekali, dan waktu tubuhnya sedang melayang di tengah udara, justru tenaga si pengemis telah bergerak saling susul, dia telah melancarkan serangan serangan yang beruntun.

Rupanya pengemis yang kedua ini, memiliki latihan tenaga lwekang, karena walaupun tubuhnya belum lagi tiba digelanggang pertempuran itu, tetapi angin serangannya telah menyambar dengan dahsyat kearah Phang Kui In.

Dengan sendirinya Phang Kui In jadi terkejut dan telah cepat-cepat menyingkir.520 Gerakan tubuhnya itu membuat penjagaan diri Phang Kui In jadi lowong, dia telah membuka lowongan yang tidak kecil dibagian dadanya.

Si pengemis yang dipanggil dengan sebutan "Toako"

Kakak tua telah melihat kesempatan itu.

Dengan cepat dia telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras sekali.

Dia telah melancarkan gempuran yang sangat hebat sekali, dengan mempergunakan kedua telapak tangannya yang didorong kearah dada Phang Kui In.

Tentu saja Phang Kui In jadi tambah terkejut.

karena angin serangan si pengemis yang baru ikut melancarkan serangan itu telah menyambar terus kearah perutnya, dan kini tenaga serangan dari kedua telapak tangan si pengemis yang di panggil "Toako"

Itu juga meluncur akan menggempur dadanya.

Keruan saja dalam waktu hanya beberapa detik itu.

Phang Kui In harus mempergunakan pikirannya dengan cepat, dia mencari jalan yang terbaik untuk menyingkirkan dirinya.

Sebagai seorang ahli lwekang yang telah ber pengalaman dan memiliki latihan cukup sempurna Phang Kui In tidak menjadi gugup karenanya.

Dengan cepat, tangan kanannya ditekuk, jari tangannya saling jepit dengan jari tangan kirinya.

Dan sikapnya seperti orang yang sedang memberi hormat.

Tubuhnya agak membungkuk kedepan, dengan gerakan tersebut Phang Kui In telah melindungi dadanya dengan kekuatan tenaga lwekangnya dari serangan dan gempuran pengemis yang dipanggil "Toako"

Itu.

Sedangkan bagian perutnya yang diserang hebat oleh si pengemis yang seorang lagi telah dihadapinya dengan perut dikempiskan, lalu kaki kanannya diangkat ditekuk agak lurus, mengancam akan menggempur urat nadi di pergelangan tangan si pengemis, urat nadi Ma hiong meh, yang merupakan urat nadi terpenting521 bagi setiap manusia karena jika urat nadi itu tergempur oleh lutut Phang Kui In, jika tidak binasa tentu pengemis tersebut akan bercacad seumur hidupnya.

Keruan saja si pengemis yang kedua itu jadi terperanjat.

Baca Juga: Pendekar Sakti Suling Pualam 10

Baca Juga: Cheng Hoa Kiam Kho Ping Hoo

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert