Ceritasilat Novel Online

Rajawali Sakti Dari Langit Selatan 6

Eps 6 Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long

Baca online Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long

Cersil Rajawali Sakti Dari Langit Selatan - Sin Long.

Dia mengetahui bahwa ancaman yang akan diterimanya itu sangat hebat sekali.

Maka tanpa membuang Waktu lagi dia telah menarik kembali kedua tangannya, gerakan yang dilakukannya sangat cepat bukan main, dan dia telah berhasil mengelakkan benturan lutut dari Phang Kui In, sehingga selamatlah dia dari bencana yang bisa menimpa dirinya.

Sedangkan serangan dari si pengemis yang dipanggil 'toako' itu telah tiba, dan tertangkis oleh rangkapan tangan Phang Kui In.

sehingga tenaga membentur yang keras sekali seketika terjadi.

"Bukkkl"

Tubuh si pengemis terhuyung mundur beberapa langkah sedangkan tubuh Phang Kui In tergoncang keras, namun disebabkan dia telah menancapkan kakinya dengan kuat sekali ditanah, maka dia telah berhasil menerima serangan itu dengan tubuh yang tidak bergeming selain ber goyang-goyang belaka.

Kedua telapak kakinya tidak tergeser sedikitpnn juga.

Saat itu.

tampak Phang Kui In telah merentangkan kedua tangannya, dia telah membalas melancarkan serangan justru disaat tubuh si pengemis "toako"

Itu sedang terhuyung. Angin serangan yang dilancarkan Phang Kui In berkesiuran keras.

"Wuuttt !"

Dahsyat sekali.

Si Toako tertawa tawar, walaupun tadi dia telah terdorong mundut seperti itu, namun dia memiliki kepandaian yang tinggi dan latihan tenaga Gwakang yang cukup sempurna.

Dengan sendirinya dia berhasil untuk menangkisnya.

Begitulah kedua pengemis inipun telah melancarkan serangan-serangannya yang serentak.522 Karena mengetahui bahwa Phang Kui In merupakan seorang ahli lweekang yang cukup tangguh maka kedua pengemis itu tidak segan-segan untuk melakukan pengeroyokan.

"Manusia-Manusia rendah !"

Mengutuk Phang Kui In dengan sengit, dia telah menggerakkan kedua tangannya untuk melancarkan serangan-serangan balasan dan menangkis maupun mengelakkan diri dari cecaran kedua pengemis itu.

Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Phang Kui In sangat gesit, namun karena dikeroyok kedua pengemis itu, dia jadi sibuk sekali.

Yo Him yang melihat ini.

Dimana dia melihat keringat telah membasahi pakaian Phang Kui In dan mukanya juga telah dipenuhi butir-butir keringat, dengan sendirinya mendatangkan perasaan kuatir bukan main dihati Yo Him.

"Berhenti ! Berhenti !"

Teriak Yo Him setelah berpikir sejenak.

"Aku hendak bicara !"

Phang Kui In heran, entah apa yang hendak dilakukan oleh Yo Him.

Tetapi sebagai putranya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko tentu saja Yo Him diperlakukan hormat sekali oleh Phang Kui In yang menaruh rasa segan kepada anak ini.

Begitu mendengar teriakan Yo Him, segera Phang Kui In melompat kebelakang beberapa tombak jauhnya, memisahkan diri dari kedua pengemis itu, Sedangkan kedua pengemis itu, Si Toako dan kawannya, telah memandang dengan sorot mata bengis sekali kepada Yo Him.

"Apa yang hendak kau katakan. bocah ingusan !"

Bentak si pengemis toako itu.523

"Sesungguhnya, telah lama kudengar…,"

Kata Yo Him dengan suara yang sabar dan tenang sekali, sikapnya juga sengaja diperlihatkan seperti seorang tokoh persilatan sedang bicara, sehingga membuat kedua pengemis itu yang melihat lagak anak kecil she Yo ini merasakan dada mereka seperti ingin meledak karena merah sekali.

"Bahwa dalam perkumpulan Kaypang terdapat peraturan yang sangat keras sekali, yaitu dilarang melakukan pekerjaan jahat, jahat itu terbagi luas dalam berbagai bidang, yaitu termasuk pencurian, pemerasan dan perbuatan menyiksa yang lemah tanpa salah, tentu saja yang penting, semua pekerjaan jahat telah dilarang oleh perkumpulan Kaypang ! setahuku, bahwa kalian dari Kaypang, mengapa kalian bertindak sewenang-wenang "

Muka kedua pengemis itu jadi merah padam karena mereka gusar sekali.

"Budak busuk !"

Bentak mereka hampir berbareng.

"Apakah engkau menyadari bahwa perkataanpun bisa mendatangkan kematian untuk seseorang?".

"Apakah kalian maksudkan bahwa perkataanku itu bisa menyebabkan aku mati ditangan kalian?"

Tanya Yo Him dengan berani.

"Tidak salah!"

Menyahuti pengemis itu dengan suara yang keras "Sedikitpun tidak salah memang kau, akan mati juga. karena telah begitu lancang mengeluarkan perkataan yang tidak keruan. !"

Dan si Toako setelah berkata begitu, telah melompat untuk melancarkan serangan mematikan kepada Yo Him. Tetapi Yo Him telah membentak dengan suara yang nyaring .

"Tahan dulu, aku masih ingin bicara !"

Si Toako telah menahan gerakan tubuhnya matanya mendelik lebar-lebar, bentaknya "Cepat katakan !"524

"Apakah kalian benar-benar anggota dari Kaypang?"

Tanya Yo Him lagi.

"Ada urusan apa dengan kau, apakah kami ini termasuk anggota Kaypang atau bukan, bukan menjadi urusanmu !"

Bentak si Toako tambah beringas, karena dia marah sekali ditegur oleh seorang bocah cilik seperti Yo Him.

"Ohh, tentu saja ada hubungannya denganku !"

Kata To Him "Terlebih lagi memang kalian benar-benar anggota Kaypang !"

Mata si pengemis toako itu telah mencilak-cilak, sedangkan si pengemis yang seorangnya lagi telah mengeluarkan suara geraman yang bengis, tampaknya diapun mulai tidak sabat ingin melancarkan serangan yang bisa mematikan Yo Him.

"Benar ! Kami memang anggota Kaypang. Tentunya kau mengetahui betapa hebatnya Kaypang, yang tersebar diseluruh daratan Tionggoan, bukan ?"

"Hemmmm, aku mengetahui dan menghargai nama harum Kaypang. Dan kalian termasuk anggota Kaypang Cabang daerah bukan ?"

"Benar !"

Menyahut pengemis 'toako' itu.

"Apakah engkau memandang rendah Kaypang cabang daerah ?"

"Oh, tidak ! tidak ! Kaypang pusat atau Kaypang daerah sama saja, bukankah Kaypang memiliki nama yang harum disegani kawan dan lawan ?"

"Hemmmm, rupanya engkau mengetahui juga keangkeran Kaypang walaupun usiamu masih bau pupur !"

Kata si pengemis toako itu angkuh sekali.

"Tetapi aku justru memiliki satu pertanyaan, apakah anggota Kaypang cabang daerah akan mematuhi setiap perintah dari pusat ?"

Tanya Yo Him.525 Pengemis "toako'"

Itu tidak segera menyahuti, karena tampaknya berpikir sejenak namun akhirnya dia telah berkata.

"'Ya, memang itu peraturan dalam rumah tangga Kaypang ! untuk apa kau menanyakan itu, heh? Apakah engkau orang tua Kaypang ?"

Yo Him membawa sikap yang tenang dan sabar, dia telah berkata lagi "Baiklah! Jika memang ada anggota Kaypang dari pusat yang kedudukannya lebih tinggi darimu, apakah engkau akan menghormatinya ?"

Ditegur demikian, kedua pengemis itu jadi tertegun untuk sejenak, mereka telah memandang dengan mata menyelidik kepada Yo Him sampai akhirnya salah seorang diantara mereka si Toako telah bertanya ragu-ragu mengandung kemarahan.

"Siapa yang engkau maksudkan anggota Kaypang itu?"

"Tidak perlu kalian mengetahui dulu, Sekarang jawablah pertanyaanku.

"Apa kedudukanmu dalam keanggotaan Kaypang Cabang daerah?"

Kedua pengemis itu jadi tambah ragu-ragu, tetapi kemudian si toako itu telah balik bertanya.

"Apakah yang engkau maksudkan dengan anggota Kaypang dari pusat adalah dirimu sendiri, setan kecil ?"

Setelah berkata begitu, si pengemis tertawa tergelak. Yo Him tidak melayani sikap pengemis ini dia telah berkata lagi.

"Jawab dulu pertanyaan ku, apa kedudukan kalian dalam keanggotaan Kaypang cabang daerah ?"

"Kami merupakan pemimpin golongan muda dari anggota Kaypang cabang daerah !"

Menyahut si pengemis kawannya si toako itu.

"setiap anggota muda harus berada dibawah pengawasan kami "526

"Hmm, hanya jadi bagian golongan anggota Kaypang yang muda, jadi bukan keseluruhan dari keanggotaan Kaypang cabang daerah kota ini bukan ?"

"Tetapi kami bisa melaporkan kepada wakil dan ketua kami dicabang daerah ini. Kami memiliki suara."

Menyahuti si Toako dengan sengit "

Dan engkau telah berani bicara mengenai perkumpulan kami maka jika kelak engkau ternyata tidak memiliki sangkut paut apapun juga, kepalamu itu akan kupisahkan dari batang lehermu... !"

Itulah ancaman yang cukup hebat, ancaman yang diliputi kemarahan. Tetapi tampaknya Yo Him tidak takut, bahkan telah tertawa tawar dan sikapnya tenang sekali.

"Baik ! Itupun boleh !"

Kata Yo Him.

"Jika kelak aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Kaypang kalian boleh menghukumku dengan cara apa saja."

Dan setelah berkata begitu, Yo Him merogoh sakunya. Kedua pengemis itu mengawasi dengan sorot mata yang tajam, mereka men duga-duga entab apa yang akan dikeluarkan oleh Yo Him.

"Nah, kenalkah kalian dengan benda ini ?"

Tanya.Yo Him sambil mengacungkan Kimpay Wie Tocu. Mata kedua pergemis tersebut terpentang lebar-lebar dan muka mereka berobah jadi pucat, Tampaknya mereka kaget bukan main.

"Kenalkah kalian dengan benda ini ?"

Tanya Yo Him dengan suara yang keras mengulangi pertanyaannya.

"Hmm !"

Si toako telah mendengus mengejek, dia sudah bisa mengendalikan goncangan hatinya.

"engkau mencuri dari mana benda berharga milik dari salah seorang pemimpin pusat kami itu ?" 527 Dia tidak mempercayai bahwa Yo Him bisa memiliki benda berharga itu. yang mereka kenali sebagai lambang kebesaran wakil Pangcu dari pusat, yaitu Wie Tocu. Tetapi disebabkan yang memegang lambang kekuasaan tersebut hanya Yo Him, seorang anak yang belum lagi berusia lebih dari sepuluh tahun, tentu saja mereka jadi ragu-ragu. Itulah sebabnya kedua pengemis ini tidak segera berlutut memberi hormat seperti umumnya setiap anggota pengemis menghadapi lambang kekuasaan dari pemimpin mereka. Yo Him juga mendongkol melihat kedua pengemis tua itu tidak segera menghormati lambang kekuasaan pemimpin mereka !.

"Mengapa kalian tidak cepat-cepat berlutut, eh?"

Bentak Yo Him dengan suara yang meninggi.

"Apakah kalian berpikir hal ini kuberitahukan kepada Wie Tocu, jiwa kalian bisa di perhatikan terus? Kekurang ajaran kalian ini bisa menyebabkan kalian dihukum berat...!"

Kedua pengemis itu saling pandang, sedangkan si Toako diam-diam telah berpikir;

"Inilah berbahaya, jika anak ini benar memiliki hubungan dengan Wie Tocu dan memberitahukan sikap kami berdua, tentu pusat akan mengirimkan orangnya untuk menghukum kami. Lebih baik jiwa anak ini kami habiskan saja...!"

Dan setelah berpikir begitu, si pengemis yang dipanggil Toako itu telah melirik kepada kawannya.

Rupanya pengemis yang seorangnya lagi juga memiliki pikiran yang sama dengan kawannya, diapun telah tersenyum sinis mengandung arti waktu si Toako melirik kepadanya.

Keduanya lalu berlutut dihadapan Yo Him sambil katanya.

"Kami benar-benar harus dihukum mati, tidak melihat tingginya gunung Thay-san .... !"

Kata kedua pengemis itu hampir berbareng.528

"Maafkanlah atas kekurang ajaran kami ..!"

"Siapa nama kalian berdua ?"

Tanya Yo Him dengan suara yang agak lunak.

Kedua pengemis itu jadi terkejut, mereka menyadari jika mereka menyebutkan nama mereka, tentu dengan mudah Yo Him memberitahukan kepada Wie Tocu perihal mereka.

Melihat kedua pengemis itu ragu-ragu Yo Him telah berkata lagi .

"Jika memang kalian mengakui perbuatan kalian ini salah dan berjanji dihari hari mendatang kalian tidak akan melupakan perbuatan yang buruk lagi membela pihak yang salah, dan membiarkan anggota-anggota yang dipimpin kalian melakukan kejahatan terhadap orang-orang yang lemah tidak berdaya, aku bersedia untuk memberikan pengampunan bagi kalian .... aku berjanji tidak akan memberitahukan kepada Wie Toako ..."

Mendengar Yo Him menyebut Wie Liang Tocu dengan sebutan Wie Toako, kakak Wie, tentu saja kedua pengemis itu jadi tambah terkejut dan ragu-ragu.

"Cepat katakan, siapa nama kau "

Tanya Yo Him lagi.

Si Toako rupanya saat itu telah mengambil suatu keputusan nekad, dia telah melompat dengan tiba-tiba, tangannya meluncur akan menghajar kepala Yo Him, yang ingin dipukulnya pecah berantakan.

Phang Kui In yang sejak tadi mengawasi saja dengan heran, betapa Yo Him memiliki Kimpay, lambang lencana dari emas yang merupakan lambang kekuasaan tertinggi dari salah seorang pemimpin Kaypang, yang di sebut-sebut dengan panggilan Wie Toako, tentu saja jadi terkejut.

Dia telah berpikir keras, apakah mungkin Wie Tocu itu Wie Liang Tocu adanya, karena memandang Yo Him adalah putera dari Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, maka telah memberikan lambang kekuasaannya itu kepada Yo Him, agar kelak jika Yo Him529 sedang menghadapi kesulitan maka dia bisa meminta bantuan pihak Kaypang ?

Tetapi diluar dugaan Yo Him, justru Kaypang cabang daerah kota tersebut merupakan cabang yang murtad, dan dibawah pimpinannya Ban Ban Cie Kay, seorang pengemis tua yang berusia diantara delapan puluh tahun, yang memiliki sifat-sifat yang buruk, anggota-anggota Kaypang cabang daerah tersebut ini tidak memiliki tanggung jawab yang baik.

Bahkan memperoleh pimpinan yang buruk sekali dari pemimpinnya, atau ketua cabang daerah, dengan sendirinya semua anggota Kaypang cabang daerah ini dari golongan yang tertinggi, sampai golongan yang termuda, telah melakukan banyak kejahatan.

Tentu saja seperti yang dialami oleh kedua pengemis itu yang sedang berhadapan dengan Yo Him, waktu mengetahui Yo Him memiliki hubungan dengan salah seorang pemimpin tertinggi mereka dipusat mereka jadi berkuatir dan ketakutan, maka merekapun jadi nekad, berusaha menutup mulut Yo Him.

Itulah sebabnya, si Toako ini telah melompat dan melancarsan gempuran yang sangat kuat sekali dengan telapak tangannya memukul kearah kepala Yo Him karena dia bermaksud sekali hantam akan pecahlah kepala anak kecil ini, sehingga selanjutnya rahasia mereka tetap tertutup, asalkan nanti dia juga membinasakan Phang Kui In.

Tetapi Phang Kui In mana mau membiarkan si pengemis itu menghantam Yo Him disaat tangan itu meluncur dengan cepat tampak Phang Kui In telah melompat juga.

Yo Him saat itu sangat terkejut, karena merasakan samberan angin serangan yang kuat sekali kearah kepalanya.

Dia sampai mengeluarkan suara seruan kaget dan ingin menyampok dengan Kimpay dltangannya.

Tetapi belum lagi serangan si pengemis itu tiba di sasaran, tangannya telah disampok oleh kibasan tangan Phang Kui In, yang menangkisnya dengan kuat sekali sehingga terdengar530 suara "Bukkk !"

Yang keras sekali disusul tubuh pengemis itu terhuyung mundur tiga langkah begitu juga tubuh Phang Kui In telah terhuyung mundur dua langkah, tetapi saat itu Phang Kui In telah berteriak dengan suara yang nyaring.

"Jangan menghina anak lecil ! Jika memang engkau memiliki kepandaian dan keberanian, hadapilah aku."

Sedangkan pengemis yang dipanggil toako itu telah mengeluarkan suara erangan, dengan cepat dia telah melompat dan melancarkan serangan dengan sekuat tenaganya.

Sedangkan pengemis yang seorangnya lagi, telah ikut menyerang Phang Kui In diapun melancarkan gempuran yang tidak tanggung-tanggung, maka angin serangannya itu telah mendesir dengan dahsyat menyebabkan Phang Kui In ber goyang-goyang waktu menyambuti tenaga serangan kedua lawannya itu.

000odw^kzo000 BEGITULAH mereka jadi bertempur kembali dengan mengeluarkan seluruh kesanggupannya, dan setiap serangan-serangan yang dilancarkannya di sertai dengan pengerahan tenaga lwekang dan gwakang yang kuat.

Disaat ketiga orang itu sedang terlibat didalam suatu pertempuran yang hebat sekali dengan disaksikan oleh Yo Him, tiba-tiba muncul seseorarg dari luar kampung, yang berjalan dengan sepatu yang agak diseret, dengan pakaian sebagai seorang pelajar, berusia diantara tiga puluh tiga tahun, dengan pakaian yang agak kotor dan juga dengan kopiah pelajarnya.

"Angin malam yang berhembus lembut, Sang Dewi yang telah datang melambai,531 Angin yang menyentuh hangat dihati, Mengapa pula harus saling bertempur mati ? Bukankah kebahagiaan yang ada telah mendatangkan kegairahan ? Mengapa pula harus mendatangkan keresahan ? Dewi telah tersenyum, dan Dewi telah tertawa, Semuanya cerah, Janganlah melewatkan kebahagiaan itu...!" . Dan sambil bernyanyi seperti itu, tampak pelajar itu telah melangkah dengan tindakan kaki yang diseret, semakin lama semakin mendekat, tampaknya dia tenang sekali, wajahnya juga tampan, karena itu dia sangat menarik hati. Ditangan kanannya tampak tercekal sebuah kipas, yang digerakan perlahan-lahan, seperti juga sedang mengipas debu. Dengan cepat dia telah sampai disisi Yo Him, dan berkata perlahan.

"Ihh...Dewi telah datang, Dewi telah tertawa cerah, mengapa mereka bertempur ? Adakah yang mempersulit hati mereka ? Apakah ada sesuatu yang mendukakan mereka ? Ataukah ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan baik dan damai ?"

Menggumam pelajar itu dengan suara yang perlahan sekali, tampaknya dia heran, tetapi Yo Him mengerti bahwa pelajar itu seperti juga sedang mengejek Phang Kui In bertiga dengan pengemis itu.

Saat itu Yo Him telah menoleh, dia telah memandangi pelajar tersebut.

"Siapakah engkau, koko ?"

Tanyanya kemudian dengan suara yang ramah.

"Tampaknya engkau mengerti ilmu silat juga...!". Pelajar itu tertawa.532

"Adik kecil...!"

Katanya dengan suara yang cerah.

"Matamu tampaknya tajam sekali...! Memang aku mengerti sedikit-sedikit ilmu olah raga untuk menyehatkan tubuh, tetapi bukan untuk berkelahi ........... !"

Setelah berkata begitu, si pelajar telah memandang kearah Yo Him sejenak, kemudian dia telah berkata lagi dengan suara yang perlahan.

"Dan.... engkaupun tampaknya gemar sekali menyaksikan orang berkelahi.. ?!"

"Bukan gemar menyaksikan orang berkelahi.....tetapi justru paman Phang telah diganggu oleh kedua pengemis jahat itu l"

Menjelaskan Yo Him.

"Ihhhh ...... !"

Berseru pelajar itu dengan suara tertahan, tampaknya dia heran.

"Jika mataku yang mulai lamur ini tidak salah lihat, bukankah kedua pengemis itu merupakan pengemis-pengemis dari Kaypang !"

"Memang ! Tetapi mereka jahat sekali"

Menjelaskan Yo Him.

Dan Yo Him kemudian telah menceritakan pengalamannya tadi, dimana seorang gadis kecil telah dipukuli oleh dua orang pengemis kecil, kemudian kedua pengemis kecil itu diajar adat oleh Phang Kui In, untuk menolongi gadis kecil itu.

Dan datanglah kedua pengemis yang memiliki kepandaian yang tinggi ini untuk membela kedua pengemis kecil itu, dan minta ganti rugi untuk menghajar Phang Kui In pula.

Mendengar cerita Yo Him, muka pelajar itu jadi berobah sejenak.

Tetapi kemudian pelajar tersebut telah tertawa lagi, dia telah berkata.

"Sungguh merupakan suatu kejadian yang memalukan aku tidak menyangkanya bahwa didalam Kaypang terdapat anggota-anggota yang demikian kotor dan jahat. Jika memang benar apa yang kau ceritakan tentu nama Kaypang akan ternoda dan nama harum dari perkumpulan pengemis,533 yang sangat besar dan anggotanya tersebar diseluruh daratan Tionggoan, akan menjadi bahan tertawaan dari orang-orang gagah kaum rimba persilatan...!"

Yo Him mengangguk.

"Tetapi tokoh-tokoh dari pemimpin Kaypang memiliki jiwa yang luhur dan budi pekerti yang baik ! Namun kedua pengemis ini memang nampaknya marupakan manusia-manusia jahat yang sulit sekali disadari dari kesalahan mereka!" .

"Hemm, manusia-manusia seperti itu tidak perlu dilayani.! tetapi jika memang paman Phangmu bermaksud untuk memberikan pengajaran kepada kedua pengemis jahat itu, paman Phangmu itupun tidak bisa disalahkan !"

Dan setelah berkata begitu si pelajar telah menghela napas beberapa kali.

"Cu Kun Hong ! Cu Kun Hong !"

Menggumam pelajar itu lagi beberapa kali.

"Rupanya engkau kalah mulia bila dibandingkan dengan paman Phang dan engko kecil ini ! Engkau selalu bermasa bodoh terhadap urusan, tidak demikian dengan paman Phang dari engko kecil ini, yang selalu membela pihak yang lemah dan bersedia untuk menghadapi pertempuran yang sulit untuk menghadapi manusia-manusia jahat seperti kedua pengemis tersebut."

Mendengar sampai disitu.

tentu saja Phang Kui In yang sedang bertempur jadi merandek sejenak, dia telah melirik.

Segera dia melihat pelajar itu, dan hatinya jadi bertanya-tanya.

entah siapa adanya pelajar tersebut.

Sedangkan pelajar tersebut tidak lain dari Cu Kun Hong, yang pernah kita kenal dibagian pertama dari cerita ini.

Dan dia memang pernah bertemu dengan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, dan pernah dilukai oleh Tiat To Hoat-ong, sehingga dirawat sampai sembuh oleh Sin Tiauw Taihiap Yo Ko.534 Sejak saat itu, Cu Kun Hong telah berkelana didalam rimba persilatan Karena perasaan kagumnya yang meluap-luap terhadap Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, dan merasa bahwa Sin Tiauw Taihiap merupakan manusia yang patut dihormati sedalam-dalamnya maka Cu Kun Hong telah berjanji didalam hatinya, bahwa diapun ingin melakukan banyak perbuatan amal kebaikan untuk membela keadilan.

>>o0o^d!w^o0o<<

Jilid 16 SETIAP dia tiba disuatu tempat, jika menghadapi suatu urusan yang tidak wajar dan tidak layak maka Cu Kun Hong turun tangan untuk membelai pihak lemah yang tertindas.

Perlahan-lahan namanya mulai dikenal oleh orang-orang rimba persilatan.

Begitu juga kepandaiannya telah mengalami banyak kemajuan, karena Cu kun Hong sangat rajin sekali melatih diri, sehingga dibandingkan dengan kepandaiannya yang dulu maka kepandaian Cu Kun Hong yang sekarang berbeda jauh sekali.

Kipas ditangannya yang selalu dibawa-bawa dan ipergunakan sebagai senjata itu, merupakan senjata yang ampuh sekali.

Setiap dalam suatu pertempuran Cu Kun Hong selalu mempergunakan kipasnya sebagai senjata.

Karena Cu Kun Hong telah melatih diri dengan giat sekali, dia melatih ilmu pukulan dan ilmu pedang yang dirobahnya dengan mempergunakan kipasnya.535 Maka dari itu, tidak terlalu mengherankan jika dalam waktu delapan tahun, Cu Kun Hong telah memperoleh kemajuan yang sangat pesat sekali.

Hari ini, secara kebetulan dia lewat ditempat tersebut, dan menyaksikan pertempuran yang terjadi antara Phang Kui In dengan kedua pengemis itu.

Maka dia jadi tertarik Untuk bergurau, sengaja dia telah menyanyi dengan lirik yang menyindir, yaitu lagu "Dewi", dan dia telah menghampiri tempat pertempuran itu.

Semula, ketika Cu Kun Hong mengenali bahwa kedua pengemis itu adalah dua orang anggota Kaypang, yang bisa dikenalinya dari tumpukan karung yang ada dipunggung mereka, maka Cu Kun Hong ingin membantui pihak kedua pengemis itu, untuk melabrak Phang Kui In.

Namun setelah mendengar keterangan Yo Him, Cu Kun Hong jadi berbalik membenci kedua pengemis itu.

Dilihatnya Phang Kui In telah terdesak oleh serangan yang bertubi-tubi dari kedua lawannya, sedangkan kedua pengemis itu, karena mengandalkan tenaga berdua, telah melancarkan serangan-serangan yang gencar, menyebabkan Phang Kui In selalu sibuk untuk mengelakkan diri dari gempuran-gempuran yang bisa mematikan.

Dalam saat-saat seperti inilah, Cu Kun Hong telah menggumam lagi.

"Sungguh tidak pantas ! Dua orang melawan seorang! Sungguh tidak pantas ! Sungguh tidak sedap dilihat pengeroyokan yang tidak tahu malu ini.......!"

Dan setelah berkata begitu, dengan langkah kaki yang tenang, tampak Cu Kun Hong telah melangkah menghampiri gelanggang pertempuran.

Dia telah mengeluarkan sedikit tenaganya kipasnya digerakkan untuk mengetuk tangan salah seorang dari kedua lawan Phang Kui In.536

"Tukkkk !"

Pergelangan tangan si pengemis yang biasa dipanggil toako itu telah kena diketuknya dengan keras, sehingga suara ketukan tersebut juga terdengar jelas.

Bahkan pengemis itupun telah mengeluarkan suara jeritan tertahan.

dia telah melompat mundur dengan gesit sekali, matanya telah mendelik mengawasi Cu Kun Hong.

"Siapa kau ?"

Bentaknya dengan suara yang galak sekali.

"Mengapa usil mencampuri urusan kami !"

Sedangkan pengemis yang seorangnya lagi juga telah melompat mundur, Dia berdiri disamping kawannya, mengawasi Cu Kun Hong dengan sorot mata yang tajam.

Cu Kun Hong membawa sikap yang sabar dan tersenyum mengejek, dia telah berkata dengan suara yang perlahan, tetapi diiramakan .

"Aku bukan usil !"

Katanya.

"tetapi justru tadi aku telah mendengar dari engko kecil itu, bahwa kalian merupakan dua bandit kecil yang tidak tahu malu dan jahat sekali ! Maka dari itu, aku bermaksud iseng-iseng untuk memberikan didikan agar kelak kalian mengerti akan tatakrama kesopanan dan tahu diri...!" . Tentu saja perkataan Cu Kun Hong membuat kedua pengemis itu jadi gusar sekali, keduanya telah berjingkrak dengan marah sekali.

"Jangan marah dulu"

Kata Cu Kun Hong dengan suara yang mengejek.

"Jika engkau marah, tentu engkau dengan mudah akan di rubuhkan lawan ! Bukankah didalam persilatan terdapat suatu pantangan, jika sedang bertanding menghadapi lawan, pantangan yang terutama sekali adalah tidak boleh mengumbar kemarahan hati. Jika kalian melanggar pantangan itu, niscaya diri kalian sendiri yang akan menderita kerugian ! Tentunya kalian juga telah mengetahui akan pantangan itu. bukan ?" . Mendengar ejekan Cu Kun Hong yang terakhir, walaupun kedua pengemis itu memang mengetahui akan pantangan itu,537 namun mereka bukannya berusaha untuk mengendalikan diri, malah mereka bertambah gusar.

"Katakan namamu, agar kau mampus jangan tidak bernama !"

Bentak pengemis yang biasa dipanggil toako itu.

"Hemmm .. namaku ?"

Tanya Cu Kun Hong tenang.

"Aku selama tidak pernah mengganti she dan nama, aku she Cu dan bernama Kun Hong. Dan jika memang kalian merasakan diri kalian merupakan lelaki sejati sebutkan juga nama kalian, karena akupun pantang sekali membinasakan manusia kecil yang tidak memiliki nama.....!"

Muka kedua pengemis itu jadi merah padam, bahkan dengan berang pengemis 'toako' itu telah berkata dengan lantang.

"Aku Kim Ji Kay (anak pengemis emas), dan ini adikku Gan Ho Kay ......!"

Tetapi baru berkata sampai disitu, Kim Jie Kay tampaknya jadi terkejut sendirinya, karena dia telah terlanjur menyebutkan nama mereka.

Keduanya dengan serentak telah menoleh kepada Yo Him, yang saat itu sedang mengawasi kearah mereka dengan bibir tersungging senyuman.

"Bagus, Bagus !"

Kata Cu Kun Hong "Mari kita main-main sebentar!

kulihat kalian masing-masing membawa empat helai karung !

itu bukan tingkat yang rendah !

Didalam Kaypang, empat karung merupakan empat tingkat, tingkat dari pangkat kalian, tentunya kalian memiliki kepandaian yang tidak rendah.!"

Dan setelah berkata begitu dengan cepat Cu Kun Hong telah mengibaskan kipasnya, dia bersiap-bersiap untuk menerima serangan kedua pengemis itu.

"Saudara tunggu dulu !"

Kata Phang Kui In yang sejak tadi berdiam diri saja. Cu Kun Hong menoleh.

"Engkau ingin mengatakan bahwa kita kebagian seorangnya satu, bukan ?" . tanya Cu Kun Hong sambil538 tertawa.

"Tidak usah, tidak perlu !, menghadapi anjing-anjing kurap seperti dia ini, mengapa kita harus sungkan-sungkan ?, biar aku yang menggebuknya saja, sama dengan ilmu tongkat mereka, ilmu tongkat penggebuk anjing !"

Mendengar perkataan Cu Kun Hong yang mengandung ejekan dan sikapnya yang meremehkan mereka, tentu saja telah membuat kedua pengemis itu jadi marah sekali.

Dengan mengeluarkan suara bentakan keras, mereka sudah tidak bisa mempertahankan diri lagi, keduanya telah melompat dengan gerakan yang gesit sekali.

Dan telah melancarkan gempuran-gempuran yang sangat kuat kearah Cu Kun Hong.

Tetapi Cu Kun Hong tetap berdiri tenang ditempatnya, sama sekali dia tidak memperdulikan serangan-serangan yang dilancarkan oleh kedua lawannya itu.

Kipas yang dicekal ditangan kanannya, telah digerakkan dengan seenaknya, dia telah menggerakkannya dengan kuat sekali, sehingga angin dari kipas itu berkesiuran.

Kibasan kipas itu bukan merupakan kibasan biasa saja, kibasan kipas itu merupakan kibasan yang luar biasa kuatnya, maka tenaga yang menggempur juga dahsyat bukan main.

Maka dalam keadaan demikian, kedua lawannya jadi terkejut, karena mereka merasakan pergelangan tangan mereka nyeri sekali, seperti tertusuk ribuan jarum.

Dengan mengeluarkan suara teriakan kaget, mereka telah melompat mundur dengan gerakan tubuh yang cepat sekali.

Mereka telah menduga bahwa Cu Kun Hong mempergunakan senjata rahasia.

Tetapi baru saja mereka ingin memaki, justru disaat itu mereka melihat perasaan nyeri itu berasal dari angin serangan kibasan kipas.

Dengan sendirinya mereka jadi tambah terkejut, sampai mengeluarkan suara teriakan perlahan, dan kemudian dengan serentak keduanya telah melompat melancarkan serangan-539 serangan pula dengan gerakan yang sangat cepat dan lebih kuat dari serangan mereka pertama tadi.

Walaupun kedua pengemis ini telah letih melakukan pertempuran yang cukup lama dengan Phang Kui In, tetapi, nyatanya mereka masih memiliki kekuatan yang cukup hebat untuk melancarkan serangan-serangan kepada Kun Hong.

Sedangkan Phang Kui In yang melihat Cu Kun Hong menghadapi kedua lawannya itu, diam-diam jadi kagum sekali dia jadi memuji didalam hatinya.

Dia telah melihat betapa lwekang Cu Kun Hong telah sempurna latihannya, dan angin serangan tersebut telah menerjang dengan kuat sekali, kearah kedua pengemis yang mengeroyoknya, Setiap serangan yang dilancarkan oleh Cu Kun Hong selalu memaksa kedua lawannya harus mengundurkan diri dari tempat mereka masing-masing, kadang-kadang tenaga dalam itu meluncur dalam kecepatan yang sulit diikuti oleh pandangan mata.

Dengan sendirinya hal ini telah membuat kedua pengemis itu, Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay, sering mengeluarkan seruan kaget, karena beberapa kali hampir saja mereka terkena kibasan kipas Cu Kun Hong.

Harus dimengerti juga bahwa kipas yang dipergunakan oleh Cu Kun Hong bukan merupakan kipas yang sembarangan, bukan terbuat, dari kertas biasa.

Kipas itu memiliki kekuatan yang dahsyat, karena bisa dipergunakan untuk menotok jalan darah lawan, dan terbuat dari besi murni, sehingga tidak mudah dipotong oleh pedang dan golok.

Tampaknya kedua pengemis itu jadi kewalahan juga menghadapi Cu Kun Hong, walau pun mereka baru bertempur beberapa jurus saja.540 Cu Kun Hong telah, tertawa mengejek, lalu dia berkata dengan suara yang dingin.

"Jika kalian benar-benar memiliki kepandaian yang tinggi dan sempurna, mengapa tidak dikeluarkan !, Mengapa hanya mempergunakan kepandaian cakar bebek seperti ini ?"

Ditegur begitu, tentu saja telah membuat kedua pengemis itu menjadi marah. Bahkan Kim Jie Kay telah berteriak dengan kalap.

"Kami akan mengadu jiwa dengan manusia besar mulut seperti engkau !"

Teriak pengemis itu, sambil melancarkan serangan-serangan kalap.

Kedua pengemis itu telah nekad, karena bukan hanya Kim Jie Kay saja yang melancarkan serangan bertubi-tubi juga Gan Ho Kay telah menerjang maju, dia telah melancarkan gempuran-gempuran yang dahsyat.

Gerakan-gerakan itu mendatangkan angin yang berkesiuran seperti angin puyuh.

Cu Kun Hong telah mengeluarkan jurus-jurus yang bisa mematikan lawannya, tetapi kedua pengemis ini tampaknya seperti sudah tidak mau mengacuhkan lagi ancaman serangan-serangan yang dilancarkan oleh Cu Kun Hong.

Bahkan mereka telah bertempur dengan mengeluarkan seluruh tenaganya, karena itu serangan yang dilakukan oleh mereka merupakan gerakan-gerakan yang luar biasa kuatnya, jangankan manusia, sedangkan batu maupun batang-batang pohon yang terkena serangan itu akan terhajar hancur Sehingga Cu Kun Hong juga harus bersikap hati-hati, karena dia melihat kedua lawannya itu telah melancarkan gempuran-gempuran dengan kenekadan yang benar-benar mengerikan, seperti juga ingin mengajak Cu Kun Hong untuk binasa bersama.

Sedangkan Phang Kui In dan Yo Him yang menyaksikan dari pinggir, jadi menguatirkan keselamatan Cu Kun Hong.541 Walaupun mereka tidak mengenal siapa adanya pelajar itu, tetapi justru Cu Kun Hong telah bertempur dengan kedua pengemis itu disebabkan membela Phang Kui In.

Maka dari itu, Phang Kui In juga telah bersiap sedia, jika memang Cu Kun Hong menghadapi bencana, tentu dia akan segera turun tangan untuk menolonginya.

Cepat bukan main, angin serangan dari ketiga orang yang sedang bertempur itu meluncur dan mendesir-desir, disaat seperti itulah telah terdengar bentakan keras .

"Kalian sedang bertempur dengan siapa, Kim Jie Kay ?"

Mendengar suara itu, tampaknya Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay jadi sangat girang, mereka juga telah mengeluarkan seruan nyaring, di samping itu muka keduanya telah berseri-seri, hampir serentak mereka telah menyahut !.

"Sam Tocu, kami sedang dihina pelajar gila ini !"

Mendengar dirinya disebut pelajar 'gila', Cu Kun Hong menjadi marah, darahnya dirasakan naik sampai keubun-ubun kepalanya, bahkan disaat itu terlihat dia telah menggerakkan kipas yang tercekal di tangan kanannya, yang bisa dilipat untuk melancarkan totokan-totokan kearah jalan darah yang berbahaya ditubuh kedua pengemis itu.

Dalam keadaan demikian Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay tidak berani menyambuti serangan itu.

mereka telah melompat mundur, dan telah menyingkir jauh-jauh memisahkan diri dari Cu Kun Hong.

Tiba-tiba ditempat tersebut telah bertambah satu orang.

Seorang pengemis tua berusia diantara lima puluh lima tahun, jenggotnya telah memutih semuanya, matanya memancar tajam, tubuhnya kurus.

Dia telah mengawasi Cu Kun Hong dengan sorot mata yang tajam, tampaknya tidak senang, tadi dia menyaksikan betapa Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay telah diserang dan didesak begitu hebat.542

"Siapakah engkau wahai anak muda yang tampan ?"

Tanya lelaki tua itu. Disaat itu Cu Kun Hong telah melipat kipasnya, dengan tenang dia telah menyahut.

"Tentu saja aku tidak berani berdusta dihadapan Sam Tocu dari Kaypang, Aku she Cu dan bernama Kun Hong, dan kebetulan sekali kedua anak buahmu itu kurang ajar melakukan perbuatan yang tidak tahu diri, maka aku mewakili Sam Tocu untuk memberikan hajaran kepadanya !"

Sam Tocu itu adalah wakil dari pemimpin Kaypang cabang daerah tersebut, dia telah memiliki kepandaian yang tinggi, adatnya juga berangasan sekali, walaupun hatinya tidak begitu jahat.

Tetapi disebabkan seluruh anggota dari Kaypang cabang daerah semuanya melakukan perbuatan yang tidak baik, maka sam Tocu ini juga tidak bisa mengatakan apa-apa, dia tidak bisa melarangnya.

Ketika itu sam Tocu telah berkata dengan suara yang dingin.

"Rupanya engkau mengenali aku sebagai sam tocu dari Kaypang cabang daerah ini"

Katanya dengan suara yang angkuh.

"Hemm, mengapa engkau hendak memberi ajaran kepada kedua anak buahku itu ?".

"Tentu saja ada sebabnya !"

Menyahuti Cu Kun Hong dengan berani, tidak terlihat sedikitpun perasaan takut diwajahnya, dia malah menghadapi Sam tocu dengan bibir tersungging senyuman, kemudian Cu Kun Hong telah menceritakan seluruh apa yang didengarnya tadi dari Yo Him.

Mendengar itu, muka Sam Tocu telah berobah merah, tetapi dia tidak menegur Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay, malah dia telah berkata dingin terhadap Cu Kun Hong.

"Hemm, jika543 memang benar-benar mereka bersalah, itupun masih ada yang bisa mengurusnya, dan mengajar adatnya, tidak perlu orang luar yang mencampuri urusan rumah tangga Kaypang.....!"

Ternyata nada dan suara perkataannya itu, merupakan suatu pembelaan untuk kedua anak buahnya tersebut.

Cu Kun Hong jadi mendongkol karenanya, sebab dia melihat Sam Tocu telah membela kedua anggotanya yang bersalah, yang membuktikan bahwa Sam Tocu juga bukan manusia baik-baik.

Maka dengan suara yang lantang Cu Kun Hong telah menyahuti dengan berani.

"Benar ! Memang benar apa yang di-katakan oleh Sam Tocu ! Jika saja yang mengatakan itu adalah salah seorang dari pemimpin Kaypang dipusat, tentu saja aku akan mempercayai sepenuhnya, bahwa anggota-anggota Kay pang yang bersalah akan dihukum sepantasnya ! Tetapi, justru sekarang, yang mengatakan hal itu hanyalah seorang anggota cabang belaka!"

Muka Sam Tocu jadi berobah merah padam karena marah sekali, dia telah membentak dengan suara yang bengis.

"Dengan berkata begitu sama juga kau mengartikan bahwa perkataanku tidak ada harganya bukan ?"

Sahutnya dengan suara tergetar.

Kemudian dengan cepat sekali, dia telah melangkah maju mendekati Cu Kun Hong, tampaknya dia telah bersiap sedia akan melancarkan serangan-serangan.

Tetapi Cu Kun Hong sama sekali tidak takut dia telah memandang dengan tatapan mata yang tajam.

"Bukankah jika seorang pemimpin yang baik, begitu mendengar ada anggotanya yang melakukan suatu perbuatan salah, maka akan melakukan penyelidikan benar atau tidak akan hal itu dan akan memeriksa dengan bijaksana kedua anak buahnya ! Bukan seperti sikapmu itu !" 544 Ketus sekali kata-kata Kun Hong "Maka dari itu, mana bisa aku menghargai akan hati dan harga dirimu ?" . Sam Tocu telah berjingkrak karena marahnya, diapun telah mengeluarkan suara bentakan yang mengguntur, kemudian secepat kilat dia telah melancarkan serangan-serangan yang dahsyat kepada Cu Kun Hong. Serangan yang dilakukan oleh pengemis wakil ketua dari cabang Kaypang itu ticak bisa disamakan dengan kedua pengemis bawahannya tadi, namun Cu Kun Hong tidak takut. Dengan tetap berdiri tegak ditempatnya, tampak Cu Kun Hong telah mengawasi tibanya serangan yang dilancarkan oleh pengemis tua ini. Waktu telapak tangan Sam Tocu hampir tiba disasaran, dengan mengeluarkan suara tertawa mengejek, Cu Kun Hong telah menggerakkan kipasnya, dia telah mengibas dengan mempergunakan enam bagian tenaga dalamnya dan bermaksud akan mempergunakan ujung kipasnya untuk menotok pergelangan tangan Sam Tocu. Tentu saja Sam Tocu menjadi terkejut, dia sampai mengeluarkan suara seruan tertahan dan telah menarik pulang tangannya, kemudian dia telah mengeluarkan tenaga yang jauh lebih besar dan mengulangi pula serangannya dengan hati penasaran sekali. Cu Kun Hong tetap menghadapinya dengan tenang, dia telah mengawasi datangnya serangan itu dengan tatapan mata yang sangat tajam.

"Kau keterlaluan sekali, Sam Tocu !! kata Cu Kun Hong dengan suara mengejek.

"Engkau memang bukan seorang bijaksana dan tidak perlu dihormati !!"

Dan setelah mengejek begitu, dengan cepat sekali tampak Cu Kun Hong telah menggerakkan kipasnya berulang kali, dan kipasnya itu sebentar terbuka dan sebentar tertutup.545 Itulah cara menyerang yang sangat hebat sekali, karena serangan-serangan seperti tu memiliki dua macam cara untuk merubuhkan lawannya.

Cara yang pertama jika kipas terbuka, akan merupakan lempengan yang biasa dipergunakan untuk menghajar kepala lawan dan bagian-bagian lainnya yang berbahaya.

Tetapi jika memang kipas itu tertutup, maka ujung kipas dapat dipergunakan seperti Poan Koan Pit untuk menutuk jalan darah ditubuh lawannya, dibagian yang sangat berbahaya sekali.

Maka dari itu walaupun Sam Tocu melancarkan serangan-serangan yang sangat hebat, namun dia tidak berani terlalu mendesak.

Cepat sekali, angin serangan kipasnya itu telah menderu-deru, dan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Cu Kun Hong sering memaksa Sam Tocu harus menarik pulang serangannya sendiri, karena kalau tidak, tentu dia akan ter-totok oleh ujung kipas Cu Kun Hong.

Tetapi Cu Kun Hong tidak berlaku segan-segan lagi, dia telah melancarkan serangan-serangan yang gencar.

Setiap kali melancarkan gempuran-gempurannya kipasnya itu telah berkelebat-kelebat mengandung kekuatan yang membawa maut.

Sekali saja kipas Cu Kun Hong bisa mengenai sasarannya dengan tepat, tentu Sam Tocu akan menemui ajalnya.

Tentu saja Cu Kun Hong juga harus bersikap hati-hati, karena diapun menyadari akan hebatnya tenaga serangan yang dilancarkan oleh Sam Tocu.

Setiap serangan Sam Tocu mengandung kekuatan yang sangat dahsyat, karena disertai oleh tenaga lwekang yang cukup tinggi, disamping itu Sam Tocu juga memiliki ginkang yang boleh diandalkan.546 Maka terasalah angin serangan dari Cu Kun Hong dan Sam Tocu saling berseliweran tidak hentinya, saling samber dan saling menerjang Namun selama itu tampaknya mereka memang berimbang, dan kekuatan tenaga dalam yang mereka miliki itu merupakan tenaga dalam sejati, aliran dari golongan bersih dan bukan dari golongan sesat.

Sehingga telah membuat keduanya terlibat dalam suatu pertempuran yang sangat hebat sekali.

Beruntun beberapa kali, tampak Cu Kun Hong terdesak oleh gempuran-gempuran telapak tangan Sam Tocu, tetapi selama itu Cu Kun Hong telah berhasil menyelamatkan diri, sehingga membuat Sam Tocu semakin lama jadi semakin penasaran sekali.

Beberapa kali dengan mengeluarkan suara bentakan-bentakan yang sangat bengis, Sam Tocu telah memperhebat serangan-serangannya dengan menambah tenaga lwekangnya untuk memukul rubuh lawannya.

Dalam melancarkan serangan-serangannya itu, tampak betapapun juga, Sam Tocu memang bernafsu sekali untuk merubuhkan Cu Kun Hong.

Cu Kun Hong memang agak terdesak juga, namun sengaja untuk mrmbangkitkan kemarahan dari pengemis yang menjadi ketua cabang Kaypang daerah ini, beberapa kali Cu Kun Hong telah mengeluarkan kata-kata ejekan.

Semakin lama memang Sam Tocu jadi semakin gusar saja, dia telah berusaha untuk cepat-cepat menyelesaikan pertempuran ini.

Tetapi Cu Kun Hong tetap dapat bertahan.

Phang Kui In yang melihat keadaan Cu Kun Hong, disamping kagum atas kepandaian yang dimiliki Cu Kun Hong, diapun jadi menguatirkan sekali keselamatan Cu Kun Hong.547 Disaat itu Phang Kui In bermaksud akan melompat ketengah gelanggang, untuk turun tangan memberikan bantuan kepada Cu Kun Hong.

Namun tangan Phang Kui In telah dicekal oleh Yo Him.

"Tunggu dulu paman Phang,"

Kata Yo Him "Coba kita lihat dulu !, tadi kedua pengemis itu tidak mau mematuhi Kimpaynya Wi Tocu, entah bagaimana dengan tokoh dari Kaypang cabang daerah ini !" .

"Baiklah !"

Katanya kemudian.

"Engko Cu !"

Teriak Yo Him memanggil Kun Hong.

"Coba berhenti sejenak !" . Kun Hong mendengar suara teriakan Yo Him dengan jelas, dia jadi heran, entah apa maunya anak sekecil Yo Him itu. tetapi sebagai seorang yang selalu ingin mengetahui dan juga memang dia tengah terdesak, sehingga Cu Kun Hong, bermaksud untuk beristirahat. Dia telah melompat mundur tiga tombak lebih dengan gesit sekali, waktu Sam Tocu sedang melancarkan serangan kepadanya. Sam Tocu jadi terkejut karena tahu-tahu sasarannya telah lenyap dari depan matanya, dengan mengeluarkan suara teriakan keras dia bermaksud mengejarnya untuk mengulangi lagi serangannya. Tetapi saat itu Yo Him telah berteriak "Tahan ! Aku ingin bicara !!"

Dalam marahnya, Sam Tocu telah membentak dengan suara yang sangat bengis.

"Apa yang hendak engkau katakan, monyet kecil ?"

Yo Him tidak marah mendengar dirinya dipanggil dengan sebutan monyet kecil, dia telah memandang dengan berani, tangannya telah mengacungkan Kimpay.548

"Aku akan bicara atas nama Kimpay ini......!"

Katanya kemudian dengan suara yang nyaring.

Mata Sam Tocu jadi terpentang lebar-lebar waktu melihat Kimpay ditangan Yo Him, tampak jelas sekali dia terkejut bukan main, mukanya juga telah berobah pucat.

"Kau .... dari mana engkau mencuri Kim pay itu ?"

Tegurnya, dengan suara yang ragu-ragu. Yo Him telah berkata dengan suara yang dingin.

"Setelah engkau melihat Kimpay ini apakah engkau tidak segera berlutut untuk menerima perintah ?"

Muka Sam Tocu jadi berubah juga, dia telah berkata dengan suara yang ragu-ragu.

"Memang sudah menjadi peraturan, bahwa setiap orang yang membawa Kimpay harus diperlakukan sama dengan pemilik Kimpay itu sendiri, karena Kimpay merupakan lambang kekuasaan dari pemimpin kami, tetapi engkau, engkau dalam usia demikian kecil apakah mungkin engkau bisa memperoleh sebuah Kimpay dari salah seorang pemimpin kami ? terlebih lagi Kimpay itu tampaknya milik Wie Liang Tocu dari pusat, wakil pemimpin kami dipusat" . Yo Him telah tertawa dingin.

"Apakah kau telah menerima pelajaran mengenai peraturan Kaypang, jika Kimpay dipegang oleh seorang anak kecil maka Kimpay itu tidak berlaku ?. Dan juga apakah memang didalam Kaypang terdapat peraturan pemegang Kimpay itu harus dipandang dalam usia ? Hemm. Kimpay merupakan lambang kekuasaan tertinggi dari orang yang bersangkutan yang menjadi pemimpin kalian yang harus kalian hormati adalah Kimpay itu sendiri, bukan orang yang membawanya...!" . Mendengar perkataan Yo Him, kembali Sam Tocu diliputi keragu-raguan yang sangat, diapun telah berkata bimbang .

"Tetapi...tetapi..." .549 Namun Sam Tocu tidak meneruskan perkataannya, sehingga membuat Yo Him jadi tambah mendongkol saja.

"Apanya yang tetapi, tetapi ? Apakah engkau ingin mengatakan bahwa Kimpay ini merupakan Kimpay palsu ?" .

"Tidak berani ! Tidak berani Justru aku mengenali jelas sekali bahwa Kimpay itu adalah milik Wie Liang Tocu, wakil Pangcu dipusat!" .

"Hemm, mengapa engkau tidak segera melakukan upacara menerima Kimpay ?"

Tanya Yo Him dengan nada suara menegur.

"Baiklah ! Aku harus menjelaskan kepadamu ! Sesungguhnya kami menghormati sekali pemimpin-pemimpin kami dipusat, tetapi sangat disesalkan sekali justru pemimpin-pemimpin kami itu kurang teliti ! Buktinya Kimpay yang demikian berharga telah begitu mudah diberikan kepada seorang anak sebaya engkau ! Bukankah jika terjadi sesuatu, akan membahayakan sekali ? bukankah anak sebaya engkau bisa saja diperalat oleh orang-orang jahat dan dengan mempergunakan kekuasaan Kimpay itu, anggota Kay pang akan dikendalikan oleh tangan jahat, dipinjam untuk melakukan kejahatan ? Tidak ! Tidak ! Aku tidak bisa menerima kenyataan seperti ini ........ !"

Memang apa yang dikatakan oleh Sam Tocu memang masuk dalam akal sehat.

Apa yang dibilangnya itu juga beralasan kuat sekali.

Namun walaupun bagaimana Yo Him berusaha meyakinkan bahwa Kimpay ini diberikan oleh Wie Liang Tocu sebagai hadiah kepadanya.

"Ketahuilah, bahwa antara aku dengan Wie Toako memang telah mengikat tali persaudaraan, kami telah angkat saudara, dimana Wie Tocu telah menjadi Toakoku ! Sebagai adik angkatnya, maka aku telah dihadiahkan sebuah Kimpay...... Inilah Kimpaynya itu .....!" 550 Semula Sam Tosu masih ragu-ragu mengenai diri Yo Him, tetapi mendengar perkataan Yo Him yang terakhir itu, keragu-raguan dihatinya jadi lenyap, bahkan dia telah tertawa bergelak-gelak dengan, suara yang nyaring sekali.

"Bagus ! Bagus !"

Katanya dengan suara yang keras sekali.

"Tampaknya engkau memang seorang anak yang pandai berdusta ! Semula aku masih mau mempercayai bahwa engkau memperoleh Kimpay itu dari tangan Wie Tocu, tetapi sekarang mendengar kalian mengangkat saudara, aha, aha, tentu saja hal itu tidak masuk dalam akal sehatku ! Bagaimana mungkin anak sekecil engkau bisa mengangkat saudara dengan Wie Tocu ? Hemmm, dalam keadaan seperti ini tampaknya engkau juga ingin berdusta ! Banyak orang-orang persilatan yang ingin menjadi sahabat Wie Tocu, tetapi jarang yang pantas untuk menjadi sahabatnya ! Maka, mana bisa aku mempercayai justru engkau sebagai adik angkatnya ?" . Dan setelah berkata begitu, Sam Tocu telah membentak dengan tubuh yang bergerak cepat kearah Yo Him.

"Berikan Kimpay itu kepadaku...!"

Dan dia telah mengulurkan tangannya, untuk merebut Kimpay itu dari tangan Yo Him.

Yo Him jadi terkejut sekali, karena Sam Tocu telah bergerak sangat cepat sekali, dia telah mengulurkan tangannya untuk merebut Kim pay itu, karena dia bermaksud untuk mengembalikannya kelak kepada Wie Liang Tocu dipusat.

Jika memang ternyata Wie Tocu kehilangan Kimpaynya dan Sam Tocu bisa mengembalikannya, bukankah hal itu menunjukkan dia telah melakukan pahala yang cukup besar untuk Kaypang ?

Bukankah dia akan naik tingkat ju ga?

Maka dari itu, Sam Tocu tidak segan-segan dalam gerakannya, dia mengulurkan tangan kanannya untuk merebut Kimpay itu dari tangan Yo Him, sedangkan tangan551 kirinya telah diluncurkan untuk menyerang kearah dada Yo Him.

Gerakan itu dimaksudkan pertama-tama tangan kanannya ingin merebut Kimpay, sedangkan tangan kirinya akan menghantam binasa anak itu.

Yo Him mana berdaya untuk mengelakan diri dari serangan Sam Tocu ?

Phang Kui In yang melihat gerakan Sam Tocu jadi terkejut bukan main, dia bermaksud mengulurkan tangannya untuk menangkis serangan didada Yo Him, karena baginya yang terpenting menyelamatkan jiwa Yo Him dulu, maka walaupun Kimpay nanti kena direbut oleh Sam Tocu, hal itu mudah diurus dibelakang harinya.

Sedang Cu Kun Hong yang melihat sikap Sam pocu, jadi marah sekali.

"Manusia hina yang tidak tahu malu !"

Memaki Cu Kun Hong, dan pelajar ini bukan hanya membentak begitu saja, karena dengan cepat sekali dia telah melompat dengan gerakan yang sangat gesit dan tangan kanannya mencekal kipas telah bergerak.

Dia sama sekali bukan bermaksud menangkis serangan Sam Tocu yang dilancarkan kepada Yo Him, hanya mengancam akan menolok jalan darah Pai-kong-hiat dipunggung Sam Tocu.

Tentu saja hal itu telah membuat Sam Tocu jadi terkejut karena dia menyadari bahwa Pai-kong-hiat merupakan jalan darah terpenting dan merupakan jalan darah utama.

=== wew, hal 33 hilang === mengeluarkan suara bentakan yang mengguntur, tampak dia telah menggerakkan kedua tangannya dengan saling susul dan serentak.

Gerakan yang dilakukannya sangat cepat sekali, sehingga tampaknya sulit bagi Cu Kun Hong untuk552 mengelakkan diri, karena waktu dia sedang mengulurkan tangannya dan belum menarik serangan kipasnya, sehingga ketiaknyalah yang menjadi inceran dari serangan Sam Tocu.

Kalau serangan Sam Tocu mengenai sasarannya, niscaya akan menyebabkan tulang iga Cu Kun Hong akan remuk berantakan, karena Sam Tocu telah menyalurkan tenaga lwekangnya sebanyak delapan bagian dikedua tangannya itu, sehngga angin serangan itu menderu-deru datangnya.....

Tetapi Cu Kun Hong tidak menjadi gugup karenanya, walaupun dia telah diserang dengan gempuran-gempuran yang begitu kuat dan keras.

Dengan mengeluarkan suara siulan yang cukup nyaring tampak Cu Kun Hong telah menjejak kakinya, tubuhnya telah melompat ketengah udara dengan gerakan yang sangat cepat sekali ia melayang berjumpalitan beberapa kali, sehingga berhasil menjauhi diri dari Sam Tocu.

Tetapi Sam Tocu sangat penasaran, dengan mengeluarkan suara bentakan yang keras, dia telah melompat dan mendesak Cu Kun Hong dengan serangan-serangan yang jauh lebih kuat lagi.

Dengan gerakan "Kim Hong Sam Tiauw"

Yakni ‘Cendrawasih Emas Mengangguk Tiga Kali’ , kedua tangannya menyambar saling susul tiga kali menimbulkan kesiuran angin yang keras.

Setelah mana disusuli pula oleh Jie Liong Po Cu atau Sepasang Naga memperebutkan mustika, kedua tangannya itu menyambar-menyambar dengan hebat, membuat Cu Kun Hong jadi terkejut bukan main.

Dalam keadaan demikian Cu Kun Hong tidak berani meremehkan serangan-serangan yang di lancarkan oleh pengemis tersebut dengan mengeluarkan suara bentakan keras dan kuat tampak Cu Kun Hong menggerakkan kipasnya "Serrrr ...."

Kipas tersebut menyambar dengan jurus "Ong Lui Thian Te"

Atau "Raja Petir Mendatangkan Hujan dari Langit".

Gerakan-gerakan hebat seperti itu menyebabkan serangan-serangan Sam Tocu tertangkis dan gagal sama sekali.

bahkan553 tangkisan itu karena terlalu kuat, menimbulkan suara benturan yang menulikan telinga.

Sam Tocu dalam kemarahan yang membakar hati, telah mengulangi lagi serangan-serangannya.

Rupanya pengemis ini telah mengeluarkan seluruh kekuatan tenaga dalamnya, sampai otot-otot dan urat dimukanya bertonjolan jelas.

Angin serangan, itu berkesiuran kuat dan memaksa Sam Tocu harus bersikap jauh lebih berhati-hati dibandingkan dengan beberapa saat yang lalu, karena jika serangan-serangan yang kali ini dilancarkannya itu tidak berhasil menemui sasaran yang tepat ditubuh lawannya, tentu ia sendiri yang pasti akan terluka didalam oleh tenaga dalamnya sendiri yang akan berbalik menghantamnya.

Semakin lama Cu Kun Hong jadi semakin sibuk menghadapi gempuran-gempuran lawannya yang agak nekad ini dan beberapa kali ia telah mengeluarkan suara seruan-seruan sangat keras dan juga diselingi oleh seruan-seruan kaget karena dirinya berulang kali hampir terkena serangan-serangan Sam Tocu.

Untung saja Sam Tocu dalam melancarkan serangan-serangannya itu masih mempertimbangkan keselamatan dirinya, coba kalau tidak Cu Kun Hong tentu telah dapat dirubuhkannya.

Atau setidak-tidaknya mereka akan terluka bersama.

Cu Kun Hong menyadarinya bahwa tocu dari partai pengemis ini memang memiliki kepandaian yang tinggi sekali disamping memiliki dasar tenaga dalam yang terlatih kuat.

Sam Tocu telah menduduki tingkat yang tinggi dalam perkumpulan Kaypang cabang daerah dan tampaknya iapun takut menderita malu dihadapan kedua orang bawahannya jika harus kalah ditangan Cu Kun Hong, dimana Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay tengah mengawasi jalannya pertempuran itu dengan mata terpentang lebar-lebar.

Beruntun Sam Tocu554 telah melancarkan serangan-serangan dengan jurus "Pek Lui Thian Mui"

Atau "Petir Putih Dari Pintu Langit" , dan seperti juga samberan kilat, tangannya itu berkesiuran kuat menyambar kelawannya dengan mengeluarkan suara berkesiutan tidak hentinya.

Serangan-serangan kedua jago yang tengah saling gempur dalam pertarungan yang begitu menakjubkan, menimbulkan angin yang menderu-menderu dan daun-daun kering maupun debu telah beterbangan karena terjangan dan terpahan angin serangan diseputar gelanggang pertempuran itu.

Phang Kui In yang menyaksikan pertempuran diantara kedua jagoan itu, diam-diam jadi menghela napas panjang.

"Beruntun-runtun aku telah melihat kepandaian yang sangat tinggi dari beberapa orang persilatan dan kini tampaknya Sam Tocu dari Kaypang pun bukan memiliki kepandaian yang lemah. Begitu pula si pelajar she Cu itu tampaknya bukan orang sembarangan. Namun siapa sebenarnya Cu Kun Hong itu ? Mengapa selama ini aku tidak pernah mendengar namanya didalam rimba persilatan ?" . Waktu Phang Kui In sedang berpikir begitu, Cu Kun Hong yang telah terdesak terus menerus oleh serangan-serangan yang dilancarkan lawannya jadi gusar sekali. Ia telah mengeluarkan suara bentakan marah yang keras. Waktu Sam Tocu melancarkan serangan kepalan tangannya dengan jurus "Kwan Im Lian-kiam"

Atau "Dewi Kwan Im duduk Diteratai Emas"

Mengincer dada Cu Kun Hong, tahu-tahu kipas si pelajar telah dilintangkan didepan dadanya.

"Serr...!"

Kipas itu telah terbuka lebar seperti perisai, untuk menyambuti serangan yang di lancarkan Sam Tocu.

"Bukk... pranggg...!"

Terdengar kipas itu terpukul oleh kepalan tangan Sam Tocu, tetapi karena kipas itu terbuat dari besi murni dengan sendirinya kuat sekali daya tahannya.555 Mempergunakan kesempatan ini tangan kiri Cu Kun Hong telah bergerak dan dia telah melancarkan gempuran hebat sekali menghantam lambung lawannya dengan jurus "Ma Lim Cut Cu"

Atau "Kuda Hutan Mengeluarkan Mutiara"

Gerakan yang dilakukan pelajar ini cepat dan lincah disamping mengandung tenaga lwekang yang kuat.

Dan bersamaan dengan itu kim Tocu juga tengah meluncurkan tangan kanannya kearah dada Cu Kun Hong dengan tubuh yang doyong kedepan, sulit sekali dia berkelit atau mengelakkan diri dari gempuran si pelajar she Cu itu.

Walaupun hatinya terkejut, tetapi Sam Tocu masih bisa mengendalikan diri, cepat-cepat dia telah memusatkan tenaga dalamnya melindungi bagian lambungnya.

"Bukk !"

Serangan telapak tangan kiri Cu Kun Hong yang tidak bisa dielakkannya lagi itu telah diterimanya dengan mempergunakan kekuatan lwekang disekitar lambungnya dan gempuran pelajar itu membuat tubuh Sam Tocu terhuyung mundur dua langkah, namun tokoh Kaypang tersebut tidak terluka karenanya.

Cu Kun Hong semula girang melihat serangannya itu tidak dapat dihindarkan oleh lawannya, tetapi waktu telapak tangannya mengenai sasaran dilambung si pengemis, tampak Cu Kun Hong juga terkejut karena merasakan tangannya seperti juga menggempur lempengan besi yang keras bukan main sampai ia merasakan telapak tangannya sakit sekali.

Disaat itu dengan cepat sekali Cu Kun Hong merobah posisi tubuhnya dan kipasnya dihentakkan dalam keadaan tertutup melancarkan serangan lagi kearah pundak Sam Tocu dengan maksud untuk menotok jalan darah si pengemis, Gerakan yang dilakukan Cu Kun Hong mempergunakan jurus "Jie Lay Kiu Mui"

Atau "Sang Buddha Dengan Sembilan Pintu"

Memaksa si pengemis mundur beberapa langkah karena jika dia bergerak terlambat tentu dirinya akan menjadi korban totokan ujung kipas itu.556

"Bagaimana apakah kita meneruskan pertempuran ini ?"

Tanya Cu Kun Hong dengan suara mengejek dan menatap tajam kepada si pengemis, mulutnya tersenyum sinis.

Sam Tocu baru saja berhasil mengendalikan goncangan hatinya karena nyaris tadi dia terserang oleh pelajar yang memiliki kepandaian tidak berada di sebelah bawah kepandaiannya, Namun mendengar pertanyaan Cu Kun Hong dia jadi marah sekali.

"Tentu saja diteruskan !"

Teriak Sam Tocu dengan suara mengerang marah disusul dengan lompatan tubuhnya menerjang maju.

melancarkan gempuran-gempuran lagi kepada Cu Kun Hong.

Tangan Sam Tocu telah meluncur ketulang Pie-pie (tulang selangka) dibahu Cu Kun Hong.

Cu Kun Hong tidak berani berdiam diri saja, ia mengibaskan kipasnya dengan cepat dan bergerak lincah sekali.

"Takkkk!"

Kipasnya telah menyampok pergelangan tangan kanan Sam Tocu.

Tetapi Sam Tocu menggerakkan terus tangan kirinya membuat Cu Kun Hong jadi terkejut.

Mati-Matian Cu Kun Hong menggeser kaki kirinya dengan tubuh yang didoyongkan kearah kiri.

Tetapi disaat itu telah terdengar suara 'breettt’ yang cukup nyaring, baju bagian bahu Cu Kun Hong telah robek terkena cengkeraman jari-jari tangan Sam Tocu.

Bukan main girangnya hati Sam Tocu yang cepat-cepat menyusuli lagi dengan serangan-serangan yang berangkai, setiap serangannya membawa angin serangan yang mengandung maut.

Memang cara menyerangnya yang saling susul dan berangkai itu sengaja dilakukannya, agar tidak memberikan kesempatan kepada Cu Kun Hong memperkuat besi atau kuda-kuda kakinya.

Dalam keadaan demikian Cu Kun Hong yang merasakan pundaknya pedih dan nyeri sebab tadi terluka sedikit akibat cakaran jari tangan Sam Tocu, telah membuat ia harus557 menahan perasaan nyeri itu dan mengelakkan diri dari serangan susulan yang dilancarkan Sam Tocu.

Setiap gerakan yang dilakukan Cu Kun Hong merupakan gerakan pertahanan yang sangat kuat sekali.

Tetapi serangan-serangan Sam Tocu semakin lama bukannya semakin berkurang tenaga menekannya, bahkan semakin kuat dan bisa mematikan jika berhasil mengenai sasaran dari korban serangan ini.

Cu Kun Hong lebih banyak berkelit dan menghindar saja dari serangan-serangan yang dilakukan si pengemis, karena Cu Kun Hong memang tengah mengawasi kelemahan-kelemahan dari lawannya, untuk mencari kelemahan didiri Sam Tocu.

Tetapi selama itu Cu Kun Hong tidak berhasil melihat kelemahan didiri pengemis yang sakti ini.

Bahkan semakin lama Sam Tocu telah melancarkan serangan-serangannya dengan pengerahan lwekang yang lebih kuat lagi.

Dalam waktu yang sangat singkat sekali, tampak mereka telah bertempur lebih dari seratus jurus.

Phang Kui In yang menyaksikan dari samping, jadi berdiri diam mematung, karena dia merasa kagum atas kepandaian yang dimiliki ke dua orang yang tengah bertempur itu.

Yo Him sendiri sambil menyaksikan jalannya pertempuran itu, berulang kali telah melirik kearah Kimpay ditangannya.

Dia heran juga mengapa kali ini Kimpay dari Wie Liang Tocu tidak memperlihatkan kekuasaannya ?

Disaat Cu Kun Hong dan Sam Tocu sedang bertempur, tiba-tiba terdengar suara orang menggumam perlahan .

"Bertempur merupakan pekerjaan yang menggembirakan... memang bertempur merupakan pekerjaan yang sangat menyenangkan ! Dulu aku semasa muda juga gemar sekali berkelahi, sampai kepalaku benjol-benjol dan pulang kerumah dipukuli ibu...!" .558 Waktu Yo Him dan Phang Kui In menoleh, mereka melihat munculnya seorang pengemis tua dengan tubuh yang bungkuk, dengan muka yang telah peyot dan kumal sekali, pakaiannya juga kotor sekali, dipunggungnya yang berpunuk itu tampak tergemblok sebuah hiolo tempat arak. Phang Kuiln dan Yo Him jadi terkejut. Dengan munculnya pengemis tua itu, tentu saja berarti bertambahnya seorang lawan. Phang Kui In cepat-cepat bersiap-siap dan waspada, jika memang pengemis itu bermaksud untuk menyerang Cu Kun Hong, dia yang akan menghalanginya. Tetapi pengemis itu, yang tampaknya lelah sekali melakukan perjalanan, telah menghampiri sebatang pohon, dia telah duduk dibawah pohon itu, untuk menyaksikan pertempuran sambil meloloskan ikatan hiolonya, dan meneguk isinya. Bau arak segera tersiar disekitar tempat itu. Cu Kun Hong dan Sam Tocu yang tengah terlibat dalam pertempuran yang seru sekali, sudah tidak sempat untuk menoleh, karena mereka sedang mencurahkan perhatian masing-masing untuk berusaha merubuhkan lawannya. Dalam keadaan seperti ini, tampak Sam Tocu yang paling bernafsu sekali berusaha untuk dapat merubuhkan lawannya. Sedangkan kedua pengemis yang membawa empat helai karung, Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay, telah memperhatikan pengemis tua itu. Muka kedua pengemis ini jadi berobah hebat, tampaknya mereka terkejut sekali.

"Kimciu Sin kay !"

Bisik mereka hampir berbareng.

Tetapi pengemis tua itu, yang mereka sebut sebagai Kimciu Sinkay (pengemis sakti Arak Emas), telah tersenyum-senyum,559 menyaksikan terus pertempuran itu, sambil meneguk perlahan-lahan arak didalam hiolonya.

"Aha, aha, salah salah . Itulah cara menyerang yang salah !"

Teriak si pengemis tua itu.

"Kalian bertempur seperti juga dua orang anak berusia lima tahun, hanya bisa menggerak-gerakkan tangan belaka...!" . Disaat pengemis tua itu tengah berteriak-teriak begitu, tampak Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay telah menghampirinya, kedua pengemis itu telah berlutut dihadapan pengemis tua itu.

"Locianpwe, kami Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay memberi hormat...!"

Kata mereka hampir berbareng.

Pengemis tua itu jadi menoleh dan memandang sinis kepada kedua pengemis yang sedang berlutut itu.

Sedangkan hati Phang Kui In dari Yo Him waktu melihat Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay berlutut memberi hormat kepada pengemis tua itu hati mereka jadi tergoncang, karena wakaupun bagaimana memang kenyataannya pengemis tua itu kaum dari Kaypang.

Phang Kui In jadi bersiap-siap untuk menghadapi segala kemungkinan.

Disaat itu, tampak pengemis tua itu telah bertanya dengan suara yang tawar .

"Kalian hanya mengganggu perhatianku saja ! Lihatlah ! Aku jadi tidak bisa menikmati kesenanganku untuk menyaksikan perkelahian kedua anak kecil itu...!"

Dan setelah berkata begitu, tangan kanannya tampak digerakkan perlahan sekali, tetapi tahu-tahu Kim Jie Kay dan Gan Ho tay telah mengeluarkan suara jerit kesakitan, tubuh mereka telah terpental keras melambung ketengah udara, dan terbanting keras sekali.

Phang Kui In dan Yo Him jadi berdiri tertegun, Karena jika pengemis tua itu merupakan sahabat atau orang dari Kaypang juga, mengapa memperlakukan Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay begitu macam ?.

Tampaklah Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay telah merangkak untuk bangun berdiri.560 Muka mereka tampak bengkak merah, karena rupanya masing-masing telah diberi hadiah satu tamparan yang keras.

Tetapi Kim Jie Kay dan Gan Ha Kay tidak berani memperlihatkan perasaan marah atau mendongkol, mereka hanya berdiri dengan kepala tertunduk dalam-dalam, kedua tangan diturunkan, tampaknya mereka ketakutan sekali.

Sedangkan Kimciu Sinkay telah menyaksikan jalannya pertempuran lagi antara Sam Tocu dengan Cu Kun Hong, sedangkan mulutnya tidak henti-hentinya mengoceh saja, dan juga telah meneguk araknya.

Dalam keadaan demikian, tampaknya Sam Tocu tadi telah mendengar suara jeritan dari Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay.

Dia telah melirik sejenak kepada pengemis tua Kimciu Sin kay, waktu dia berhasil membuat Cu Kun Hong mundur dua tindak kebelakang.

Dan begitu mengenali pengemis tua itu, hatinya terguncang mukanya menjadi pucat, dan telah melompat mundurdengan cepat dan menghampiri pengemis tua itu.

Waktu sampai dihadapan pengemis tua itu dia telah berlutut memberi hormat.

"Tecu (murid) benar-benar tidak mengetahui kedatangan locianpwe. Sehingga tidak mengadakan penyambutan !"

Katanya dengan suara ketakutan sekali.

Cu Kun Hong yang Semula heran melihat sikap Sam Tocu, kini jadi berdiri dengan hati tergoncang, karena dia melihat Sam Tocu telah berlutut begitu, dan tampaknya pengemis tua Kimciu sinkay merupakan pengemis yang sakti dan memiliki tingkatan tinggi di dalam Kaypang.

Buktinya saja, Sam Tocu yang memiliki kepandaian yang tinggi, telah berlaku begitu hormat dan ketakutan sekali.

Cepat-cepat Cu Kun Hong ber siap-siap untuk menghadapi sesuatu, sedangkan hatinya jadi berkuatir juga karena dia melihat bahwa kepandaian Sam Tocu sudah begitu tinggi dan boleh dibilang tadi dia telah terdesak.

Terlebih lagi sekarang,561 tampaknya pengemis tua itu dihormati sekali oleh Sam Tocu.

Tentunya Kimciu Sinkay itu memiliki kepandaian yang sangat tinggi sekali.

Maka segera Cu Kun Hong telah memusatkan seluruh kekuatan tenaga dakamnya dikedua telapak tangannya, karena dia bersiap-siap kalau sampai Kimciu Sinkay melancarkan serangan, dia bisa segera menghadapi.

Tetapi pengemis tua itu sama sekali tidak melakukan gerakan apa-apa.

Kimciu Sinkay telah memandang sinis kepada Sam Tocu.

"Percuma engkau diangkat sebagai Tocu cabang daerah, karena engkau tidak bisa melakukan tugasmu dengan baik...!"

Kata Kimciu Sin kay. Dia berkata-kata dengan suara yang biasa saja, tidak memperlihatkan tanda-tanda bahwa dia tengah marah. Namun kenyataannya, Sam Tocu jadi ketakutan sekali.

"Bukan main! Bukan main !"

Berkata Kimciu Sinkay lagi.

"Engkau telah memiliki kepandaian, tetapi kepandaian itu bukan untuk dipergunakan melakukan perbuatan yang tidak-tidak !"

Sam Tocu tampak jadi tambah ketakutan saja, dia sampai berlutut sambil meng angguk-anggukkan kepalanya.

"Tecu memang bersalah"

Katanya dengan suara yang tersendat "Tecu memang benar-benar bersalah, dan patut menerima hukuman !"

"jika engkau mengatakannya sekarang, semuanya telah terlambat, karena engkau masih berani melawan kekuasaan Kimpay. Hal itu sudah merupakan suatu ingkar yang luar biasa, berarti engkau sudah tidak. memandang sebelah mata562 terhadap pemimpin Kaypang dipusat, berarti juga engkau sudah secara langsung menghina kekuasaan Kaypang !"

Sam Tocu jadi tambah ketakutan saja, dia telah gemetaran keras dan berulang kali dia mengangguk-anggukkan kepalanya sampai keningnya menghantam tanah, terdengar suara "tuk tuk"

Karena kepalanya itu telah menghantam tanah.

Dalam keadaan demikian, tampak Sam Tocu benar-benar seperti seorang persakitan yang menantikan hukuman.

Tentu saja keadaan Sam Tocu membuat Phang Kui In dan yang lainnya jadi heran.

Mereka segera mau menduga bahwa pengemis tua itu pasti dari Kay pang pusat.

Saat itu tampak Sam Tocu telah berkata dengan suara yang ragu-ragu "Sesungguhnya....

apakah kesalahanku .......!?

Aku telah berusaha untuk membela anak buah atau anggota Kaypang cabang daerah, agar mereka memiliki pelindung, jangan sampai dihina orang......namun kenapa aku yang telah dipersalahkan ......!"

Dengan berkata begitu, tampaknya Sam Tocu ingin membela diri, karena diapun merasakan bahwa tindakannya yang membela anggota Kaypang merupakan pekerjaan yang tidak salah.

Tetapi Kimciu Sinkay telah tertawa dingin, dia telah berkata dengan suara yang keras.

"Hemmm, tampaknya memang engkau merupakan seorang yang terlalu kepala batu ! Selama dua tahun terakhir ini, dipusat telah menerima laporan bahwa anggota Kaypang cabang daerah yang kalian pimpin merupakan momok yang menakutkan bagi penduduk daerah ini, karena kalian selalu melakukan kejahatan. Sebagai pemimpin kau, dan ketua cabang daerah mengumbar anggota Kaypang melakukan kejahatan-kejahatan belaka, tanpa mengambil perduli...!" . Dan berkata sampai disitu, tampak Kimciu Sinkay telah memperlihatkan muka yang serius dan angker, kata-katanya juga telah meninggi "Dan aku datang untuk menghukum563 kalian, anggota-anggota yang telah melakukan kesalahan yang bisa merugikan nama Kaypang... !" . Muka Sam Tocu jadi berobah pucat seketika itu juga, dia masih dalam keadaan berlutut, kemudian katanya dengan suara yang perlahan "Ampunilah...kami akan merobah kelakuan kami..!". Waktu itu Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay telah berlutut juga, mereka juga telah memohon .

"Kamipun berjanji akan merobah kelakuan kami...! Ampunilah jiwa kami, Locianpwe!"

Tetapi Kimciu Sinkay telah tertawa dingin.

"Apakah begitu mudah mengampuni manusia-manusia berdosa"

Katanya dengan suara yang dingin. Muka Sam Tocu jadi berobah tambah pucat, begitu pula tubuh Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay jadi menggigil karena mereka ketakutan bukan main.

"Sekarang kalian bersiap-siaplah untuk menerima hukuman !"

Kata Kimciu Sin Kay dengan suara yang lebih dingin lagi.

Phang Kui In, Yo Him dan Cu Kun Hong jadi mengawasi saja dengan heran.

Mereka tidak mengetahui entah kedudukan apa yang dimiliki pengemis tua Kimciu Sinkay sehingga dia bisa menjatuhkan hukuman kepada anggota Kaypang yang melakukan kesalahan.

Mereka juga tidak mengetahui entah hukuman apa yang akan dijatuhkan oleh Kimciu Sinkay kepada ketiga anggota Kaypang itu.

Kimciu Sinkay telah berdiri dari duduknya, dia telah mengikat hiolonya kembali di-punggungnya yang berpunuk, lalu dengan berdiri diam-diam dia mengawasi ketiga pengemis itu.

Sam Tocu bertiga jadi tambah ketakutan mereka seperti tengah menghadapi malaikat el maut saja.564

"Nah, sekarang tiba saatnya kalian akan menjalani hukuman masing-masing...!"

Kata Kimciu Sinkay dengan suara yang dingin dan dia merogoh sakunya, tahu-tahu di tangannya telah tercekal tiga ekor ular.

Muka Sam Tocu bertiga berobah tambah pucat dan ketakutan, keringat dingin juga telah mengucur deras sekali dikening dan dimukanya.

"Locianpwe...?!"

Suara Sam Tocu bertiga tergetar keras.

Kimciu Sinkay telah melemparkan tiga ekor ular itu keatas tanah.

Ular tersebut berukuran tidak besar, hanya berukuran satu jengkal dengan besarnya sebesar ibu jari tangan.

Waktu dilemparkan keatas tanah ketiga ekor ular itu telah melingkar-lingkar ditanah dengan gerakan yang lamban sekali.

Warnanya hijau kekuning-kuningan.

"Jalankan hukuman kalian !"

Bentak Kimciu Sinkay dengan suara yang angker sekali.

Sam Tocu tampak ragu-ragu, begitu juga dengan Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay.

Tetapi waktu melihat sorot mata Kimciu Sinkay mereka jadi mengeluh, karena tampaknya mereka bertiga menyadari jika mereka ayal-ayalan melaksanakan hukuman itu niscaya akan menyebabkan mereka menerima hukuman yang jauh lebih berat lagi dari Kimciu Sinkay.

Maka akhirnya mereka telah menghampiri ketiga ular itu, masing-masing telah mengambil seekor, Phang Kui In, Yo Him dan Cu Kun liong memandang heran tanpa mengerti, akhirnya mereka hampir mengeluarkan suara jeritan tertahan karena merasa ngeri.

Sebab Sam Tocu bertiga telah membawa ular ditangan masing-masing kemuka mereka sehingga ular itu telah mengulurkan lidahnya, dan pipi Sam Tocu bertiga telah digigitnya.

Sam Tocu bertiga menjerit, tetapi ular itu tetap mereka pegangi terus.565 Dan berulang kali ular itu telah memagutkan pipi Sam Tocu bertiga tidak hentinya, maka dalam waktu yang singkat sekali, puluhan gigitan telah diterima Sam Tocu bertiga.

Setiap kali pipi mereka digigit, mereka mengeluarkan suara raungan kesakitan.

Darahpun telah mengucur deras dari luka gigitan itu dan setelah dua puluh kali gigitan ular itu Kimciu Sinkai telah berkata perlahan "Cukup".

Sam Tocu dengan muka yang berlumuran darah telah menghampiri Kimciu Sinkay, menyerahkan ular ditangannya.

Begitu pula dengan Kim Jie Kay dan Gan Ho Kay telah mengembalikan ular itu kepada Kimciu Sinkay dengan sikap yang menghormat sekali, mereka pun telah menyatakan terima kasihnya.

Phang Kui In mengerutkan alisnya, karena dia mengetahui bahwa ular itu adalah Kim Tok Coa (ular racun emas), yang sangat berbisa sekali, racun ular itupun sangat hebat sekali, walaupun tidak bisa mematikan namun setiap korbannya akan menderita demam hebat.

Dan kini sam tocu bertiga telah digigiti mukanya sebanyak dua puluh kali, mereka pasti akan menderita demam yang hebat, walaupun masing-masing memiliki tenaga lwekang yang cukup kuat.

Dan yang lebih mengerikan sekali justru muka mereka yang akan bercacad, akan menjadi buruk sekali jika kelak luka-luka itu telah mengering.

Phang Kui In sendiri sampai bergidik melihat cara hukuman tersebut.

"Hebat cara Kaypang mengatur anak buahnya, tampaknya Sam Tocu sama sekali tidak berani membantah hukuman yang harus diterima oleh mereka"

Berpikir Cu Kun Hong.

"Entah apa pangkat Kimciu Sinkay dalam Kaypang?" . Saat itu Kimciu Sinkay telah tertawa perlahan, tampaknya dia puas.

"Nah kini kalian pergilah, tetapi kalian, harus melaporkan apa yang kalian terima ini kepada pemimpin kalian, agar566 pemimpin kalian besok tepat jam dua belas tengah malam, menemui aku! Tempatnya dikuil Bong-sie-am, di luar pintu sebelah barat!" .

"Baik, terima kasih atas kemurahan hati Locianpwe...i"

Kata Sam Tocu bertiga hampir berbareng, lalu dengan kepala yang tertunduk dalam-dalam, mereka telah membalikkan tubuh dan berlalu meninggalkan tempat itu.

Sedangkan Kimciu Sinkay menghampiri Yo Him, tahu-tahu dia menekuk sebelah kakinya.

"Tecu Kimciu Sinkay menghadap Kimpay" . Katanya dengan suara yang nyaring. Yo Him jadi terkejut. begitu juga Phang Kui In dan Cu Kun Hong. Cepat-cepat Yo Him mengangkat Kimpay di tangannya, karena dia menyadari yang dihormati bukan dirinya melainkan Kimpay itu.

"Ada perintah apakah untuk Tecu ?"

Tanya Kimciu Sinkay lagi dengan suara yang sabar.

"Boanpwe hanya ingin meminta agar Locianpwe menyelesaikan keadaan Kaypang didaerah ini, karena Kaypang cabang daerah ini tampaknya tidak beres...!"

Kata Yo Him yang telah membahasakan dirinya dengan sebutan boanpwe golongan muda.

"Baik Tecu akan memperhatikan perintah ini. Tecu akan mengadakan pembersihan didalam Kaypang...!".

"Baiklah. Boanpwe tidak memiliki persoalan lainnya lagi !"

Kata Yo Him sambil, memasukan Kimpay kedalam sakunya.

"Tetapi bisakah Boanpwe mengetahui, kedudukan apakah yang dijabat oleh Locianpwe...?".

"Bicara mengenai kedudukan, Tecu tidak memiliki kedudukan apa-apa, karena Tecu hanya diperintahkan oleh567 Pangcu sebagai penilik saja, memperhatikan cabang-cabang daerah dari Kaypang. Jika memang ada anggota yang melanggar tata-tertib peraturan dari Kaypang, harus mengambil tindakan atau jika perlu melaporkan kepada Pangcu......!"

"Hemmm, jika demikian baiklah. Tentu persoalan Kaypang didaerah ini bisa diselesaikan oleh Locianpwe ......!"

"Tecu menerima perintah itu, dan tolong sampaikan salam Tecu kepada Wie Tocu .... !"

"Baik!"

Kata Yo Him.

"Kami akan segera berlalu."

"Bisakah Tecu mengetahui siapakah adanya Siauw Enghiong ?"

Tanya Kimciu Sinkay lagi.

"Aku she Yo dan bernama Him,"

Menjelaskan Yo Him.

"Aku jadi teringat seseorang........!"

Kata Kimciu Sinkay.

"Masih pernah apakah dan ada hubungan apakah diantara Siauw Enghiong dengan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko?"

"Itulah ayah dari Yo Siauw enghiong ini !"

Menyelak Phang Kui In menjelaskan. Muka Cu Kun Hong jadi berobah, cepat-cepat dia menghampiri Yo Him, dan telah membungkukkan tubuhnya memberi hormat sambil katanya .

"Tidak tahunya yang ada dihadapanku ini adalah puteranya Yo Taihiap...! Sungguh menggembirakan sekali ! Dulu aku pernah ditolong oleh Yo Taihiap, dan budi Yo Taihiap tidak akan kulupakan ! Jika Yo Siauw enghiong memiliki kesulitan apa-apa, tidak perlu segan-segan memberikan perintah kepada Hakseng (murid, kata-kata merendah dari seorang pelajar)" . Yo Him membalas hormat Cu Kun Hong.

"Tadipun kami belum mengucapkan terima kasih atas bantuan Cu Siucai terhadap paman Phang dan diriku, jika568 tidak ada Cu Siucai tentu kami telah dicelakai oleh Sam Tocu...!" . Dan setelah berkata begitu, Yo Him telah memberi hormat dengan bungkukkan tubuh yang dalam.

"Terima kasih atas bantuan itu...! Dan kami akan segera berlalu...!"

Lalu bersama-sama dengan Phang Kui In, Yo Him membalikkan tubuhnya meninggalkan Cu Kun Hong dan Kimciu Sinkay.

Sedangkan Cu Kun Hong dan Kimciu Sinkay berdiri tertegun sejenak, tampaknya mereka takjub sekali karena mereka tidak menduga sebelumnya bahwa Yo Him adalah putera dari seorang pendekar sakti seperti Sin Tiauw Taihiap Yo Ko.

Semula memang Kimciu Sinkay masih ingin menanyakan dari manakah Yo Him memperoleh Kimpay milik Wie Tocu.

Tetapi kini setelah mengetahui bahwa Yo Him adalah putera Sin Tiauw Taihiap Yo Ko maka dia mau menduga bahwa mungkin Wie Tocu telah memberikan Kimpay miliknya itu disebabkan dia merasa kagum dan hormat sekali kepada Sin Tiauw Taihiap Yo Ko.

Dan tidak pernah diduga oleh Kimciu Sinkay dan Cu Kun Hong, bahwa sesungguhnya Wie Liang Tocu sama sekali tidak mengetahui bahwa Yo Him adalah puteranya Sin Tiauw Taihiap.

Justru antara Wie Ling Tocu dan Yo Him telah terjalin hubungan yang baik sekali, antara mereka berdua telah saling mengangkat saudara.

Cu Kun Hong kemudian memberi hormat kepada Kimciu Sinkay dan lalu meminta diri.

Begitu pula Kimciu Sinkay telah meninggalkan tempat itu, sebab dia memang perlu mengurusi anggota-anggota cabang daerah tempat ini.

Tempat tersebut telah menjadi sunyi kembali....

000odw^kzo000569 PADA sore yang mendung tampaknya akan turun hujan.

Yo Him dan Phang Kui In telah tiba disebuah tempat yang rimbun sekali oleh pohon-pohon dan rumput yang tumbuh tinggi sehingga tampaknya tempat tersebut jarang sekali didatangi orang.

"Dimana kita akan bermalam, paman Phang ?"

Tanya Yo Him.

"Kita melakukan perjalanan lagi beberapa saat, jika memang tidak berhasil menemui rumah penduduk, biarlah kita bermalam dialam terbuka saja.."

Kata Phang Kui In.

"Tetapi paman Phang.. !"

Kata Yo Him ragu-ragu.

"Kenapa ?"

Tanya Phang Kui In.

"Tampaknya tempat ini bukan tempat yang baik...lihatlah semak belukar dan tampaknya agak mengerikan...!"

Kata Yo Him lagi.

"Jangan kuatir, biar nanti aku yang mengaturnya !"

Kata Phang Kui In.

"Jika ada orang jahat bukankah akupun sanggup menghadapinya...?".

"Bukan begitu Phang Susiok (paman Phang tetapi aku merasakan adanya sesuatu yang membuat hati tidak tenang...entah mengapa saja tadi begitu memasuki daerah ini aku merasakan jantungku tergoncang terus menerus tidak hentinya...

"Itu mungkin hanya perasaanmu saja.....!"

Kata Phang Kui In.

"Percayalah, tidak mungkin terjadi sesuatu apapun juga". >>o0o^d!w^o0o<<

Jilid 17570 YO HIM menggeleng perlahan katanya kemudian dengan suara yang perlahan .

"Tetapi hatiku mengatakan pasti akan terjadi sesuatu yang hebat...!"

Dan setelah berkata begitu Yo Him menoleh kepada Phang Kui In, tanyanya lagi "Paman Phang, masih jauhkah tempat dimana kita bisa bertemu dengan ayahku ?"

"Mungkin masih membutuhkan waktu perjalanan satu bulan lagi....!".

"Mari kita kembali saja keperahu..! kata Yo Him yang mengajak agar Phang Kui In bersama dia kembali keperahu mereka, Tetapi Phang Km In menggaleng perlahan.

"Besok pagi saja...justru kini akupun merasakan ada sesuatu yang agak aneh.. !"

Kata Phang Kui In. Yo Him jadi memandang tegang kepada Phang Kui In, kemudian dia telah berkata Lagi .

"Baiklah, jika memang paman belum bersedia kembali keperahu, akupun tidak bisa memaksanya !..." . Tetapi baru saja Yo Him berkata sampai disitu tiba-tiba terdengar suara siulan yang panjang. Suara siulan itu disusul dengan suara siulan lainnya, yang saling susul. Didengar dari suara siulan itu, mungkin orang yang sedang mendatangi itu berjumlah belasan orang. Phang Kui In berobah mukanya, dia telah menarik tangan Yo Him untuk menyelinap kebalik gerombolan pohon untuk bersembunyi disitu. Tidak lama kemudian setelah Phang Kui In dan Yo Him memasang mata mereka melihat beberapa sosok tubuh berkelebat disekitar tempat tersebut.

"Siapakah mereka ?"

Tanya Yo Him dengan suara berbisik dipinggir telinga Phang Kui In.571

"Aku belum dapat mengenalinya, karena tidak seorangpun yang kukenal."

Menyahuti Phang Kui In dengan suara yang berbisik juga Saat itu rombongan orang yang saling mengeluarkan suara siulan itu telah tiba didekat tempat dimana Yo Him dan Phang Kui in menyembunyikan diri.

Mereka terdiri dari berbagai orang persilatan, karena pakaian mereka juga bercampur ragam, ada yang berpakaian sebagai Hweeshio, ada yang berpakaian sebagai Tojin, ada pula yang berpakaian sebagai busu dan ada juga yang berpakaian sebagai siucai.

Tetapi yang mengherankan justru mereka bergerak dengan lincah dan gesit sekali, membuktikan bahwa kepandaian mereka sangat tinggi sekali.

Disaat itu.

tampak Phang Kui In telah memperhatikan baik-baik orang yang datang dalam bentuk rombongan, walaupun mereka datang dari berbagai jurusan tetapi akhirnya telah berkumpul ditempat tersebut dalam rombongan berjumlah belasan orang.572 Tiba-tiba salah seorang diantara mereka, seorang hweeshio yang kepalanya gundul lanang mengkilap, telah berkata "Apakah semua-nya telah datang ?".

"Belum ! Masih ada yang belum hadir!"

Menyahuti beberapa orang.

"Satu, dua, tiga...!"

Hweshio itu telah menghitung orang yang hadir ditempat tersebut, dia menghitung sampai jumlah ketujuh belas. Jadi jumlah yang berkumpul ditempat itu semuanya berjumlah tujuh belas orang.

"Masih kurang tiga orang siapakah mereka itu?"

Dan si Hweshio telah memperhatikannya semua orang-orang itu. sampai akhirnya, dia berseru .

"Akhh, kiranya Sam Hengte (tiga bersaudara) dari keluarga Ang !".

"Benar !"

Menyahuti salah seorang diantara mereka.

"Memang Ang Sam Hengte itu merupakan manusia-manusia pemalas dan tidak bisa menepati janji ! Bukankah sebelumnya telah ditegaskan bahwa pertemuan yang akan diadakan kali ini sangat penting sekali, tidak boleh gagal, tetapi mereka selalu meremehkan urusan dan tidak mau datang lebih dulu dari kita...! Benar kepandaian mereka sangat tinggi ilmu pedang mereka merupakan ilmu pedang yang mengagumkan, tetapi sehurusnya mereka tidak boleh berbuat sekehendak hati seperti itu"

Sambil mengoceh begitu, si hweshio yang tampaknya jengkel sekali atas keterlambatan ketiga orang yang disebutnya tiga bersaudara Ang itu, dia telah membanting-membanting kakinya beberapa kali.

Dari rombongan orang itupun terdengar beberapa orang diantara mereka yang telah menggumam menggerutu tidak senang.

Tetapi disaat itu terdengar suara siulan yang panjang sekali, yang saling sahut dari tiga jurusan.573

"Itu mereka datang !"

Beberapa orang telah berseru perlahan.

"Ya, itu Sam Hengte she Ang yang telah datang !"

Membenarkan si hweshio.

Baru perkataannya sampai disitu ditempat tersebut telah bertambah tiga orang lainnya yang semuanya bertubuh kurus jangkung dan mukanya mirip satu dengan yang lainnya seperti kembar tiga, baik cara berpakaiannya maupun cara berjalan mereka, sikapnya semua sama.

Phang Kui In yang melihat kedatangan ketiga orang itu yang diduganya adalah Ang sam hengte, jadi terkejut sekali disebabkan dengan melihat cara tibanya ketiga orang itu membuktikan bahwa ilmu meringankan tubuh ketiga orang itu sangat hebat sekali.

Tadi mereka bersiul dalam jarak yang cukup jauh tetapi dalam waktu yang demikian singkat ternyata mereka telah bisa tiba ditempat itu.

Ditangan salah seorang dari ketiga orang itu membawa sesosok tubuh lainnya.

Dan dengan kasar sosok tubuh itu telah dilemparkan diatas tanah.

Sehingga tubuh itu terbanting.

Namun sosok tubuh yang dilempar itu tidak bergerak dan nampaknya dia tengah dalam keadaan tertotok.

Phang Kui In memperhatikan sosok tubuh itu, ternyata seorang gadis berusia diantara belasan tahun.

Yo Him juga telah melihat gadis kecil itu hampir saja dia mengeluarkan suara teriakan tertahan karena kaget bukan main.

Dia mengenalnya gadis kecil yang menjadi tawanan Ang Sam-hengte, itulah Siangkoan Peng, puterinya Siangkoan Lin Lie.

Untung saja Phang Kui In yang melihat sikap Yo Him telah sempat mengulurkan tangannya membekap mulut Yo Him.

"Jangan bersuara..."

Berbisik Phang Kui In dengan suara yang perlahan sekali.

"Mereka orang-orang berkepandaian574 tinggi dan tentunya memiliki pendengaran yang sangat tajam sekali. Sedikit saja kita bersuara, tentu mereka akan mengetahui kehadiran kita ini...!" . Yo Him mengangguk, dan Phang Kui In telah melepaskan bekapan tangannya dimulut Yo Him.

"Aku kenal gadis yang ditawan mereka...!"

Bisik Yo Him perlahan juga.

"Dialah Siangkoan Peng, puteri Siangkoan Lin Lie Lopehpeh...!"

Phang Kui In juga mengangguk.

"Ya, sejak tadi aku sedang memperhatikan dan merasa pernah melihatnya. Sekarang aku ingat pernah bertemu dengannya dipulau Ang Hwa To, bukan ? Dimarkasnya Pek Liong Kauw ?" . Yo Him mengangguk.

"Kita harus menolongnya kata Yo Him dengan gusar, karena walaupun bagaimana dia mendongkol sekali melihat Siangkoan leng diperlakukan begitu kasar.

"Ya. ya, kita akan menolonginya, tetapi kita harus menantikan dulu waktunya yang tepat...mereka berjumlah banyak jika kita bertindak ceroboh tentu membahayakan kita sendiri. Yo Him bisa diberi pengertian dan dia mengangguk saja. Maka merekapun telah memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh rombongan orang itu. Saat itu si hweshio yang tampaknya menjadi pemimpin rombongan tersebut, telah berkata "

Bagus, ! Akhirnya kalian telah datang juga Ang Sam hengte. Tetapi siapakah gadis kecil yang kalian bawa-bawa ini ?"

Salah seorang dari Ang Sam-hengte telah berkata perlahan "Dia kami tawan karena mengikuti kami terus menerus...!"

Dan menoleh memandang kearah Siangkoan Peng, sambil katanya575 suaranya dingin .

"Dia juga menyebut-menyebut perihal Sin Tiauw Taihiap Yo Ko. Tetapi setelah kami tawan, dia tidak mau membuka mulut untuk bicara, walaupun kami telah memaksanya.......!"

"Hemmm, apakah gadis kecil ini mengetahui Perihalnya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko ? Aneh sekali ! Hampir tidak masuk dalam akal......!"

Menggumam si hweeshio. Begitu juga beberapa orang dalam rombongan itu telah terdengar berbisik-berbisik, banyak dugaan yang telah mereka kemukakan.

"Memang kamipun heran, tetapi justru kami mendengarnya sendiri, dia telah bertanya kepada pelayan rumah makan dimana kebetulan kami berada ditempat itu juga Apakah pelayan itu pernah melihat Sin Tiauw Taihiap Yo Ko ? Diapun menanyakan, apakah Sin Tiauw Taihiap pernah lewat ditempat tersebut ! Maka kami telah menangkapnya untuk mengorek keterangan dari mulutnya, namun gadis cilik yang merupakan setan kecil ini tidak mau bicara lagi, dia keras kepala, walau Pun kami telah menyiksanya, dia tetap tidak mau bicara Maka Mie An Siansu, aku membawanya kepadamu agar kau dan kawan-kawan lainnya memikirkan cara yang baik untuk mengorek keterangan dari mulut setan kecil ini !" .

"Bagus ! Bagus !"

Berseru si Hweshio Mie An Siansu.

"Inilah namanya rejeki. Kita memang tengah mencari jejaknya si tangan buntung keparat itu, dan dari mulut sisetan kecil ini mungkin kita bisa mengorek keterangan yang kita butuhkan...!" . Dan setelah berkata begitu cepat Mie An Siansu menghampiri si gadis yang menggeletak ditanah. Gadis kecil itu memang Siangkoan Peng dia berani sekali, waktu melihat si hweshio mendatangi, walaupun tubuhnya tidak bisa bergerak namun dia telah mendelikkan matanya.576 Si Hweshio menatap bengis.

"Setan kecil, lebih baik kau bicara secara baik-baik, sehingga kami tidak perlu bersusah payah menyiksamu ! Jika engkau berkepala batu tentu yang rugi dan menderita adalah dirimu sendiri...!" . Tetapi Siangkoan Peng tetap menutup mulut. dia tidak menyahuti pertanyaan si hweshio. hanya matanya tetap menatap berani kepada Mie An Siansu.

"Baiklah !"

Kata Mie An Siansu dengan suara yang dingin, menyeramkan sekali.

"Tampaknya engkau memang harus memperoleh perlakuan yang kasar, !" . Dan selesai dengan perkataannya itu, tampak Mie An Siansu berjongkok disamping si gadis kecil, kemudian mengulurkan tangannya menjambak rambut Siangkoan Peng, yang digentaknya dengan keras sekali. Yo Him yang menyaksikan sikap dan perlakuan Mie An Siansu terhadap Siangkoan Peng, hampir saja tidak bisa mempertahankan diri, untuk melompat keluar menerjang ke arah hweshio tersebut. Untung saja Phang Kui In yang selalu berlaku cermat telah melihat gerakan Yo Him, dan mencekal keras sekali tangan Yo Him.

"Sabar...!"

Bisiknya.

"Kita tidak boleh bertindak ceroboh, karena bukan saja kita akan gagal menolongi gadis kecil itu, kitapun akan membahayakan Siangkoan Peng kalau kehadiran kita ini diketahui mereka...!" . Yo Him mengangguk berdiam diri saja hanya matanya terus mengawasi kearah Mie An Siansu dengan sorot mata yang mengandung kemarahan yang hebat. Dia tidak menyangka bahwa seorang pendeta yang seharusnya memiliki sifat-sifat welas asih dan penyayang, ternyata merupakan manusia yang kejam dan jahat.577 Saat itu Siangkoan Peng sangat kesakitan dan kepalanya pusing sekali, karena kepalanya telah digentak-gentak keras sekali, jambakan tangan Mie An Siansu dirambutnya juga sangat kuat sekali.

"Cepat bicara, engkau ada hubungan apa dengan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, si buntung jelek itu ?! Dan dimana sekarang tempat tinggalnya dari si tangan buntung itu ?"

Tetapi Siangkoan Peng tetap tidak mau membuka mulut, malah tahu-tahu dia telah meludahi muka Mie An Siansu.

Si Hweeshio terkejut sekali, dia mengelakkanludah si gadis kecil dengan memiringkan kepalanya, namun percikan air ludah toh masih mengenai mukanya.

Bagaikan kalap, Mie An Siansu telah memperkeras jambakan dirambut gadis kecil itu.

"Binatang kurang ajar yang mencari mampus !"

Bentaknya dengan bengis.

"Rupanya engkau benar-benar mencari mati !"

Dan dia telah mengayunkan tangan kanannya, terdengar suara 'plakk, piokk !' berulang kali.

Tetapi Siangkoan Peng sama sekali tidak mengeluarkan suara jeritan atau mengeluh.

Tabah sekali gadis kecil itu.

Justru Yo Him yang melihat perlakuan yang diberikan oleh Mie An Siansu, merupakan perlakuan yang melukai hatinya.

Kalau lengannya tidak dipegang keras oleh Phang Kui In tentu Yo Him akan menerjang keluar Disaat itu.

Mie An Siansu teiah berkata lagi .

"Jika engkau tidak mau bicara baik-baik biarlah aku akan menyiksamu dengan cara yang baik sekali...!"

Dan setelah berkata begitu, dengan cepat sekali si hweshio menggerakkan tangannya, dia telah menotok jalan darah Uh-thian-hiat didekat bahu si gadis kecil itu.

Seketika Siangkoan Peng merasakan pundaknya lemas dan sekujur tubuhnya seperti digigit ribuan semut.578 Tanpa bisa ditahannya lagi, dia jadi merintih.

"Engkau mau bicara atau tidak ?"

Bentak Mie An Siansu dengan suara yang bengis.

Tetapi Siangkoan Peng hanya merintih tanpa membuka mulut sepatah katapun juga.

Tentu saja hal ini telah membuat Mie An siansu tambah mendongkol dan penasaran.

Namun baru saja dia ingin menyiksa lebih lanjut, disaat itulah telah maju salah seorang dari Ang Sam-hengte.

"Sudah, kita jangan layani dia dulu, biarkan dia dalam keadaan tertotok. Nanti jika urusan yang akan kita bicarakan telah rampung, baru kita menyiksanya lagi untuk mengorek keterangan dari mulutnya ! Jika memang dia tidak mau bicara juga nanti, mudah saja, -sreett,-lehernya kita potong...!" . Mie An Siansu tampaknya mau mengerti, dia telah mengangguk, dan membebaskan totokannya. Tetapi totokan dari Ang Sam-heng te masih tetap belum terbuka, walaupun sudah tidak menderita kesakitan lagi tetapi Siangkoan Peng belum bisa menggerakkan tubuhnya. Saat itu romhongan orang tersebut yang kini telah genap berjumlah dua puluh orang, telah berkumpul dalam bentuk lingkaran, semuanya duduk bersemadhi. Sedangkan Mie An Siansu telah duduk ditengah-tengah lingkaran itu menghadapi semua orang.

"Nah, kini kita telah berkumpul!"

Kata Mie An Siansu membuka pertemuan itu.

"Dan aku telah datang tepat pada waktunya, dimana sahabat-sahabat juga rupanya memang bersungguh-sungguh dalam persoalan ini ! Sejak dua belas tahun yang lalu aku telah dikeluarkan dari Siauw Lim Sie, maka sejak saat itu aku telah bersumpah bahwa selama aku masih memiliki kesanggupan dan kepandaian, aku akan menganggap seluruh murid-murid Siauw Lim Sie dari berbagai tingkatan sebagai musuh besarku...!" 579 Mendengar perkataan Mie An Siansu, rombongan orang itu berdiam diri saja, sunyi sekali keadaan disekitar tempat itu. Sedangkan Phang Kui In jadi terkejut sekali. Yo Him tidak mengetahui apa itu yang disebut Siauw Lim Sie, tetapi Phang Kui In mengetahui jelas, karena Siauw Lim Sie merupakan pintu perguruan silat yang tertua didaratan Tionggoan. Sejak datangnya Tat-mo Cauwsu, pendiri kuil Siauw Lim Sie itu, maka aliran silat siauw Lim Sie telah tersebar luas dan boleh dianggap dalam persilatan didaratan Tionggoan Siauw Lim Sie merupakan pintu perguruan nomur satu. Murid-Murid Siauw Lim Sie dari berbagai kalangan juga dalam jumlah yang luar biasa banyaknya, tersebar luas diseluruh daratan Tionggoan. Phang Kui In jadi memperhatikan terus perkataan Mie An Siansu.

"Dan kini, setelah selama dua belas tahun aku melatih diri, aku telah berhasil menciptakan semacam ilmu yang akan kupergunakan untuk membinasakan setiap murid Siauw Lim Sie ! Tetapi disamping itu, pangkal persoalan dikeluarkannya aku dari pintu perguruan Siauw Lim Sie juga semuanya berpangkal dari pengaduan yang diberikan oleh Yo Ko, si buntung celaka itu ........ !"

Kembali Phang Kui In jadi heran dan tertarik untuk mengetahui terus persoalan tersebut, dia memperhatikan baik-baik.

Sedangkan hati Yo Him jadi tergoncang sebab mendengar beberapa kali nama ayahnya disebut-disebut.

"Waktu itu, meiang kuakui telah melakukan suatu kesalahan, kesalahan yang seharusnya tidak begitu besar, yaitu aku telah memperkosa seorang gadis kecil dikampung yang terpisah seribu lie dari kuil Siauw Lim Sie dan peristiwa itu diketahui oleh Yo Ko celaka itu, dia telah menghajar aku habis-habisan, bahkan ingin membuat aku bercacad Tetapi akhirnya dia telah merobah jalan pikirannya580 dan membawa aku menemui Ciangbunjin Siauw Lim Sie dan Hongthio menjatuhkan hukuman kepadaku dibuang dari kaum Siauw Lim Sie, Mengingat selama berada didalam Siauw Lim Sie aku bekerja baik, belajar dengan tekun dan baik serta cerdas, maka Hong thio merasa sayang jika harus membinasakan atau meubuat aku bercacat ! Tetapi hatiku sakit sekali ! Walaupun bagaimana sakit hati ini harus dibalas ! Dan kini sahabat-sahabat telah memenuhi undanganku untuk menghadapi Siauw Lim Sie, maka dengan ini aku mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, dengan bantuan saudara-saudara semua, tentu urusan ini akan dapat diselesaikan!" .

"Jangan kuatir Taisu, aku Ban Siong Long akan membantu sekuat tenagaku...!"

Teriak seseorang dari rombongan itu.

"Ya, akupun akan berdiri dipihak Taisu !"

Teriak yang lainnya.

"Kita binasakan setiap murid Siauw Lim Sie !".

"Ya, kita mampusi mereka semua ".

"Dengan kerja sama seperti ini, tentu dunia persilatan akan gempar, karena murid-murid siauw Lim Sie akan bergelimpangan mampus ditangan kita... Hahahaha !"

Teriak yang lainnya lagi.

"Kami Ang Sam-hengte bersedia membantu Taisu, asalkan Taisu juga bersedia untuk membantu kami membekuk si buntung celaka Yo Ko !"

Kata Ang Sam-hengte hampir berbareng.

Mereka memang merupakan anak kembar tiga.

Mereka memiliki wajah yang mirip satu dengan yang lainnya dan juga memiliki kepandaian yang sangat tinggi.

Yang tertua, ber nama Ang Cie Sian, sedangkan yang kedua Ang Cie Bun, dan yang terkecil bernama Ang Cie Liong; Mereka sulit sekali dibedakan satu dengan yang lainnya, sebab baik pakaiannya maupun wajah mereka mirip satu dengan yang lainnya.

Tentu581 saja sulit bagi orang yang belum mengenal benar akan diri mereka, untuk membedakan yang mana Cie Sian, mana Cie Bun dan mana Cie Liong...!

Tetapi sesungguhnya ketiga jago kembar itu memiliki ciri-ciri yang bisa memperkenalkan diri mereka.

Jika Cie Sian memiliki tahi lalat yang sangat besar di telapak tangan kanannya, Cie Bun memiliki mata yang tidak sempurna, yaitu juling, sedangkan Cie Liong memiliki kaki yang jauh lebih pendek dari kedua saudaranya, bahkan jalannya juga agak pincang, karena kaki kirinya lebih panjang dari kaki kanannya.

Jika ciri-ciri ketiga orang itu diperhatikan, maka dengan mudah orang dapat membedakan mereka bertiga.

Disaat itu Ang Cie Sian telah berkata lagi .

"Kami memiliki dendam sedalam lautan dengan Yo Ko keparat itu! Jika memang Taisu bisa membantu kami menangkap dan membinasakannya, maka budi itu tidak bisa kami lupakan dan jika kelak kami diminta untuk terjun dalam minyak panas atau api berkobar, semua itu tidak akan kami tolak!" .

"Benar !"

Kata Cie Bun dengan matanya yang bergerak-gerak juling.

"Kami tentu akan ber terima kasih dan bersyukur jika telah berhasil membalas dendam kami itu...!".

"Yo Ko keparat itu memang keterlaluan, sepuluh tahun yang lalu kami telah dihinanya, kami bertiga telah dihajarnya habis-habisan, walaupun kami tidak bersalah, hanya karena mengambil sedikit uang milik seorang penduduk dikampung Bian-bo-cung. Tetapi Yo Ko keparat yang sok pahlawan itu, telah menghajat kami. Waktu itu kepandaian kami belum lagi setinggi sekarang. Coba kalau sekarang, hemmm. hemmm, kami tentu akan mematahkan batang lehernya...!" . Mendengar perkataan Ang Cie Liong yang terakhir itu, hampir saja Phang Kui In tidak bisa menahan tertawanya. Karena perkataan yang terkebur itu benar-benar terlalu sombong. Sin Tiauw Taihiap Yo Ko merupakan seorang582 pendekar sakti nomor wahid dalam persulatan didaratan Tionggoan, mana bisa ditandingkan dengan mereka ? Mie An Siansu telah tersenyum, dia telah berkata perlahan.

"Baik! Baik! Tentu kami juga akan membantu kalian menghadapi Yo Ko keparat itu ! Dengan menyerang dia secara mengeroyok dan mempergunakan tipu muslihat yang rapi, walaupun Yo Ko si buntung keparat itu memilili sayap, jangan harap dia bisa meloloskan diri dari kematian ditangan kita.......!"

Segera terdengar suara tepuk tangan dari rombongan orang-orang itu, tampaknya mereka tengah dilambungi khayalan yang tidak-tidak dan terlalu muluk-muluk.

Tetapi waktu Mie An Siansu ingin berkata lagi, disaat itu mereka telah mendengar suara tiupan seruling, yang mengalun lembut dari arah kejauhan Kemudian suara seruling itu lenyap.

Mie An Siansu dan yang lainnya jadi saling pandang mereka men duga-duga entah siapa peniup seruling itu.

Tetapi tidak lama kemudian mereka juga telah mendengar suara seorang wanita yang bersenandung dengan suara yang mengandung kecintaan yang sangat dalam .

Cinta abadi itu Adakah dalam dunia ?

Perasaan dan hati Itukah cinta ?

Dia pergi untuk lenyap tidak kembali, Pertemuan manis telah berakhir, Kemana harus mencari mereka ?583 Kemana harus berjumpa dengannya lagi ?

Bagai burung terbang kian kemari, Tetapi hanya seorang diri.

Karena dia telah pergi .....

Wahai engko, wahai engko, Dengarkah engkau akan suaraku ini ?

Angin coba membawa suaraku, Tetapi sang anginpun takut bermu denganmu.

Awan berkata, Ingin membawa aku bertemu denganmu.

Tetapi sang awan kuatir untuk bertemu denganmu juga.

Bagaimana aku harus mencarimu ?

Burung yang berkicau.

Selalu menghiburku ."

Jangan bimbang, jangan menangis, Engko akan juga datang....

Tetapi bila ?

Tetapi kapan ?

Sekarang, nanti ?

Juga tidak bertemu lagi.....

Suara senandung itu demikian menyedihkan, tampaknya wanita yang membawakan lagunya itu seperti tengah mengalami patah hati.

Dan suara senandung itu semakin lama semakin terdengar jelas dan dekat.

Tidak lama kemudian, dari balik sebatang pohon telah muncul seorang gadis yang berusia diantara dua puluh empat584 tahun, wajahnya manis, rambutnya dikuncir dua, dan ditangan kanannya membawa sebatang seruling, sedang pinggangnya tergantung sebatang pedang.

Mukanya yang cantik manis mungil itu memancarkan kesedihan yang sangat.

Phang Kui In mengerutkan alisnya, dia menduga-duga entah siapa gadis yang tengah merana itu.

Yo Him juga merasa iba terhadap gadis itu.

Karena dia mengerti bahwa si encie itu sedang bersusah hati.

"Siapa dia, paman Phang ?"

Tanya Yo Him dengan suara berbisik.

"aku sendiri tidak mengenalnya .... tetapi tampaknya dia seorang pendekar wanita yang berkepandaian tinggi dari golongan putih...!"

Saat itu.

si gadis telah melihat rombongan orang yang tengah berkumpul bermusyawarah.

Mie An Siansu waktu melihat gadis itu, mukanya jadi berobah seketika itu juga, dan dia mengeluarkan suara seruan tertahan.

Gadis itu juga mengerutkan sepasang alisnya, tampaknya dia kenal dengan Mie An Siansu.

"Mie An Taisu !"

Katanya dengan suara yang dingin "Apa yang tengah engkau lakukan bersama orang-orang ini ?

Apakah kalian sedang merencanakan suatu perbuatan jahat lagi ?".

Mie An Siansu tampaknya telah berhasil menguasai goncangan hatinya.

Dengan gesit dia telah melompat berdiri, kemudian terdengar suara tertawanya yang bergelak-gelak.

Orang-orang yang lainnya, termasuk Ang Sam hengte telah melompat berdiri juga, semuanya mengawasi gadis itu dengan sorot mata yang tajam dan kurang ajar sekali.585

"Kwee Liehiap...engkau ada disini !"

Tanya Mie An Siansu dengan sikap yang tengik sekali.

"Kebetulan sekali ! Bagaimana keadaan Thio Kun Po, yang waktu itu melarikan diri bersama engkau dan Kak-wan Siansu ?" . Muka si gadis itu tetap dingin, dia telah memandang tajam kepada si pendeta.

"Mie An Siansu, aku tidak bicara main-main. Apa yang sedang kau lakukan ! Beberapa saat yang lalu, engkau telah dihukum oleh Hong thio Siauw Lim Sie, dan disaat itu seharusnya engkau menyadari kesalahanmu untuk tidak melakukan kejahatan lagi, tetapi akhir-akhir ini justru seringkali kudengar bahwa engkau mulai mengumbar lagi sifat-sifat burukmu, menggangu anak isteri orang...... ! Dan ...... !"

Berkata sampai disitu, tampak si gadis telah menatap kepada Siangkoan Peng.

"Gadis itu juga engkau tawan .....! Sungguh pendeta celaka...... !"

Walaupun memaki begitu, suara si gadis terdengar halus sekali....

"Gadis yang belum lagi berusia lebih dari tiga belas tahun, telah engkau ganggu .... !"

"Ohhh, Kwee Liehiap salah paham ! Itu bukan perbuatanku ! Justru gadis kecil itu mengikuti Ang Sam hengte, ketiga sahabatku itu. karena jengkel dan si gadis itu juga diusir tidak mau pergi, maka akhirnya ketiga sahabatku itu terpaksa menotoknya agar gadis itu tidak mengganggu lebih jauh lagi...... !"

Si gadis mengerutkan alisnya, tampaknya dia tidak mempercayai keterangan si hweeshio..

"Dan kini apa yang sedang kalian rundingkan ?"

Tanya si gadis.

Mie An Siansu telah tetapkan hatinya yang tadi tergoncang, dia telah berpikir, walaupun, bagaimana tingginya kepandaian586 gadis itu, tetapi dia berada bersama-sama dengan, kawan-kawannya dalam jumlah yang banyak.

Maka dia merasa tidak perlu takut, dia.

telah tertawa bergelak-gelak dengan suara yang sangat nyaring dan bengis sekali.

"Kwee Siang !"

Katanya kemudian setelah puas tertawa.

"Engkau jangan terlalu ber tingkah dan membawa sikap sebagai seorang Locianpwe menegur kaum Boanpwe ! Apa kedudukanmu ? Apa kepandaianmu ? Hemmnn mungkin jika Hongthio Siiuw Lim Sie bertemu denganku, dia tidak akan memperlihatkan sikap seperti itu ! Jika engkau masih tidak mau cepat-cepat berlalu dan masih banyak cerewet biarlah engkaupun akan kami tangkap dan tawan, karena memang kamipun menghendaki suatu keterangan dari mu !" . Gadis itu, yang tidak lain dari Kwee Siang, puteri bungsu dari Kwee Ceng dan Oey Yong, telah tertawa tawar, sikapnya tenang sekali.

"Enak saja engkau bicara, waktu dulu engkau tidak dibinasakan oleh engko Yo, itupun karena engko Yo merasa kasihan dan mau mengampuni jiwa bangsatmu, tetapi ternyata bangsat tetap saja bangsat! Baiklah ! Apa yang hendak kau tanyakan kepadaku ?" .

"Justru kami ingin mengetahui tempat persembunyiannya Yo Ko, si buntung celaka itu !"

Kata Mie An Siansu dengan suara yang bengis.

Muka Kwee Siang jadi berobah.

Harus diketahui, dia sangat menghargai dan menghormati sekali Sin Tiauw Taihiap Yo Ko (baca .

Sin Tiauw Hiap Lu), maka kini dia mendengar Mie An Siansu menyebut Yo ko dengan perkataan Yo Ko si buntung celaka tentu saja Kwee Siang jadi gusar sekali.

"Srengg...!"

Tahu-tahu Kwee Siang telah mencabut pedangnya.587

"Lidahmu yang kurang ajar itu tampaknya memang harus dipotong !"

Kata Kwee Siang dengan suara mengandung kemarahan, Mukanya yang montok berobah merah, sedang tangannya telah bergerak, pedangnya itu telah menyambar kearah Mie An Siansu, dan "serrrr !", mata pedang itu telah menyambar kearah dada si hweshio.

"Siuttt...!"

Mata pedang mengenai sasaran yang salah, karena Mie An Siansu cepat mengelak kesamping.

Disaat itu Kwee Siang yang tengah mendongkol mendengar Yo Ko disebut sebagai 'si buntung celaka', telah menyerang lagi dengan gerakan yang cepat sekali, pedangnya telah berkelebat menyambar dengan mengeluarkan suara mengaung.

"Sirrrrgg ! "

Pedang itu menyambar sulit dilihat oleh mata orang biasa, disusul dengan suara 'breett !’ ujung lengan jubah pendeta itu telah kena dilubangi oleh mata pedang si gadis she Kwee.

Mie An Siansu terhuyung-huyung mundur dengan tubuh yang agak bergetar dia mukanya pucat, karena dia kaget bukan main telah diserang seperti itu, untung saja dia masih sempat untuk berkelit sehingga hanya lengan jubahnya saja yang berlobang.

Coba jika dia terlambat berkelit, niscaya dadanya yang akan berlobang.

Ang Samhengte dan jago-jago lainnya yang melihat itu jadi terkejut bercampur marah.

Dengan cepat mereka telah berpencar dan mengurung si gadis.

Tetapi Kwee Siang tidak takut sedikilpun, dia berdiri tegak dengan tenang sambil mencekal pedangnya.

Walaupun saat itu dia telah terkurung oleh kedua puluh orang tersebut.

"Kalian majulah semua !, rupanya kalian memang bukan manusia baik-baik"

Tantang Kwee siang dengan suara nyaring.

Mie an siansu yang lengan jubahnya telah berlobang oleh mata pedang Kwee siang itu mendongkol bukan main, dia588 telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras sekali, lalu telah melancarkan serangan-serangan dengan cepat dan dahsyat.

Tetapi Kwee siang mana memandang sebelah mata serangan itu, dia berkelit dengan indah mempergunakan jurus Bidadari Menari dimana tubuhnya bergerak lemas gemulai kekiri dan kekanan, maka lawannya tidak berhasil melancarkan serangan kepadanya.

Waktu Kwee Siang ingin menggerakkan pedangnya untuk melancarkan serangan, justru disaat itulah tampak pedang salah seorang pengepungnya yang berpakaian sebagai seorang tojin (pendeta agama To) telah meluncur dengan cepat kearah punggungnya.

Kwee Siang jadi batal untuk melancarkan serangan kepada Mie An Siansu, dia bergerak dengan jurus "Naga Perkasa Muncul Dari Lautan" , pedang Kwee Siang bergerak-gerak berbentuk setengah lingkaran kearah belakangnya bagaikan seekor naga yang tengah menggeliat, menyambar kearah si Tojin.

"Trangg !"

Kedua pedang itu saling bentur dengan keras dan kuat, disaat itulah dengan cepat sekali Kwee Siang telah menurunkan pedangnya, melepaskan kaitan dari pedang lawannya dengan gerakan yang sangat manis dan indah dipandang, kemudian dia telah melancarkan tikaman susulan kearah paha si Tojin dengan jurus "Hujan Bunga Dimusim rontok", dan pedangnya berkelebat-kelebat membingungkan lawan.

Tetapi Tojin itu rupanya seorang akhli kiam-khek, akhli pedang ternama, dari itu dalam keadaan demikian dia berhasil mengelakkan serangan Kwee Siang.

Gerakan yang dilakukan oleh Tojin itu sangat lincah sekali, disusul juga dengan pedangnya yang menyambar kearah mata Kwee Siang.

Jika Kwee Siang meneruskan serangannya berarti589 matanya juga akan menjadi korban serangan pedang si Tojin, berarti juga akan menjad buta.

Terpaksa Kwee Siang menarik pulang pedangnya dan dalam keadaan demikian Ang Cie Bun telah melancarkan serangan kepada Kwee Siang dengan mempergunakan Poan Koan Pitnya.

Ang Sam Hengte merupakan tiga orang bersaudara kembar yang mempergunakan poan koan pit sebagai senjata andalan mereka.

Dan poan koan pit memang merupakan senjata andalan mereka.

Dan poan-koan pit memang merupakan alat senjata vang bisa dipergunakan untuk menotok jalan darah.

Maka serangan-serangan dari Ang Cie Bun selalu mengincer jalan darah ditubuh Kwee Siang, dimana poan koan pit tersebut bergerak-gerak keatas, kebawah atau menyambar lurus ditengah.

mengincer jalan darah si gadis.

Begitu juga dengan Ang Cie Liong dan Ang Cie Sian, telah ikut melancarhan serangan dengan poan-koan-pit mereka saling susul.

Ang Cie Liong telah menyerang dengan jurus "Bunga Rontok Sehelai" , disusul lagi dengan totokan mempergunakan jurus "Harimau Lepas Taring", poan-koan-pitnya menyambar-nyambar keras menimbulkan angin berkesiuran.

Dan jurus-jurus yang dipergunakan oleh Ang Cie Liong bertiga sesungguhnya merupakan Ilmu silat aliran Tionggoan Timur.

Kwee Siang tidak jeri bahkan sama sekali tidak merasa takut menghadapi keroyokan seperti itu.

Dengan mengeluarkan suara teriakan yang sangat nyaring Kwee Siang memutar pedangnya.

Kali ini Kwee Siang mempergunakan jurus "Biruang Kecil Menerjang Menggigit" , tampak pedangnya menyambar dalam jarak pendek-pendek dan cepat sekali berobah-robah sasaran dan arah serangan.590 Gerakan yang dilakukan Kwee Siang dengan memutar pedangnya keberbagai arah itu sangat mengejutkan lawan-lawannya.

Jangan kata serangan dari pihak musuh, sedangkan jika saat itu Kwee Siang disiram dengan segayung air, tidak setetes airpun yang akan dapat menerobos masuk.

Maka semua serangan lawan-lawannya selalu tertangkis dan tidak bisa menerobos kepertahanan yang dilakukan Kwee Siang.

Dalam keadaan demikian, Mie An Siansu yang telah marah, telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat keras sekali, dia telah melancarkan gempuran-gempuran yang sangat hebat mempergunakan kedua telapak tangannya itu, karena dia melatih semacam ilmu pukulan tangan kosong.

Pukulan yang dilancarkannya mempergunakan sekaligus kedua telapak tangannya dengan jurus "Naga Berjumpalitan Diawan".

di mana kedua telapak tangan itu berkesiuran keras dan kuat menyambar kearah Kwee Siang, karena pukulan itu merupakan salah satu jurus dari Tek Kong Ciang (Pukulan Udara Kosong).

Maka tanpa perlu menyentuh bagian anggota tabuh lawan serangan itu bisa mematikan.

Kwee Siang tengah memutar kuat-kuat pedangnya, ketika tahu-tahu dia merasakan desakan kuat menerjang kedirinya, membuat dia mengeluarkan seruan tertahan dan mundur bebepa langkah kebelakang seperti juga rubuh terguling.

Untung saja Kwee Siang, memiliki lwekang cukup tinggi dan kegesitan telah mencapai puncaknya, dia berhasil menguasai dan mengendalikan tubuhnya tidak sampai rubuh terguling, dalam sekejap mata dia telah berhasil berdiri tegak kembali.

Melihat kesempatan itu Ang Cie Liong telah mengeluarkan suara bentakan yang sangat bengis, tampak dia telah meloncat sambil menggerakkan poan-koan-pitnya yang akan menotok jalan darah Pai-tie-hiat didekat dada sebelah kiri dari si gadis.

Serangan yang dia lakukannya itu sangat cepat sekali membawa angin serangan yang tajam berseliweran dan di saat itu juga dengan cepat Kwee siang memutar tubuhnya591 dengan gesit.

Dengan sangat manis, tahu-tahu dia telah berdiri dipinggir dan membiarkan serangan poan-koan-pit itu lewat di sisi dadanya.

Namun Kwee Siang bukan hanya membiarkan serangan lawannya lewat dan berdiam diri saja, cepat sekali pedangnya digerakkan melancarkan tikaman kearah dada Cie Liong dimana mata pedang menusuk lurus.

Ang Cie Liong mengeluarkan suara teriakan tertahan melompat mundur dengan muka pucat.

Dia juga telah menarik pulang poan koan-pitnya untuk menangkis pedang Kwee Siang.

"Trangg...!"

Poan-koan-pit itu berhasil menangkis pedang si gadis dengan keras sekali.

Dalam keadaan demikian Ang Cie Liong kembali terhuyung, karena waktu melancarkan serangan menangkis, disaat itu tenaganya tidak terkumpul semuanya, dan Kwee Siang telah melancarkan serangan pedang menusuk dengan disertai592 getaran tenaga lweekang Kiu Im Cin Keng, yang pernah diperolehnya dari Kak Wan Siansu dari Siauw Lim Sie.

Disaat itu sebetulnya Kwee Siang telah berhasil menciptakan semacam ilmu pedang yang hebat sekali berdasarkan keterangan kitab Kiu Im Cin Keng yang dibacakan oleh Kak Wan Siansu.

Jika Thio Kun Po telah mengubah ilmu pedang dan ilmu silat ciptaannya dengan mengandalkan Kiu Yang Cinkeng dan mendirikan partai persilatan sendiri yang bernama Bu Tong Pay, dimana kemudian Thio Kun Po merubah namanya menjadi Thio Sam Hong, maka juga Kwee siang telah berhasil mendirikan sebuah pintu perguruan silat yang diberi nama perguruan Go Bie Pay Disaat itu nama perguruan Go Bie Pay belum lagi terkenal, karena baru saja didirikan.

Dan waktu mendengarkan Kak Wan siansu membacakan Kiu Im Cinkeng dan Kiu Yang Cinkeng, justru hanya Thio Kun Hong dan Kwee siang berdua yang sempat mendengarnya.

Dibelakang hari Bu Tong Pay telah menjadi sebuah pintu perguruan yang besar dan jaya.

Selewatnya Thio sam Hong justru Bu Tong Pay lebih populer dibandingkan dengan siauw Lim sie, bahkan pendekar-pendekar didikan Bu Tong Pay lebih populer dibandingkan dengan Siauw Lim Sie, bahkan pendekar-pendekar didikan Bu Tong Pay umumnya memiliki kepandaian yang tinggi dan budi pekerti yang baik serta luhur.

Go Bie Pay walaupun kelak merupakan salah satu pintu perguruan yang sama populernya dengan Bu Tong Pay dan siuw Lim, tetapi masih berada dibawah satu tingkat dari ke populeran nama kedua pintu perguruan itu.

Sekarang walaupun dikeroyok dua puluh orang lawannya namun Kwee Siang tidak merasa takut, sebab dia memiliki ilmu pedang dan lwekang yang telah sempurna.

Memang ilmu pedang yang diciptakannya untuk kaum wanita, karena itu593 kelak Go Bie Pay lebih dikenal oleh umum sebagai pintu perguruan wanita.

Karena pendiri Go Bi Pay adalah seorang wanita (Kwee Siang), maka ilmu pedang itupun tidak mengandung kekerasan tetapi mengandalkan kegesitan dan perobahan-perobahan yang aneh yang bisa membingungkan lawan Waktu melihat kedua puluh orang lawannya yang mengeroyoknya dengan tidak mengenal malu, tampak Kwee Siang telan mengeluarkan siulan yang panjang dan menggerakkah pedangnya melingkar-lingkar bagaikan seekor naga dan tubuhnya melompat kesana kemari dengan gesit.

Itulah jurus "

Bie Sian Kiam-hoatl (Bidadari cantik bermain pedang) yang sangat tangguh dan membingungkan lawannya.

Gerakan-gerakan dari ilmu pedang yang dipergunakan Kwee siang memaksa lawan-lawannya tidak bisa terlalu mendesak dan tidak berdaya untuk melancarkan serangan-serangan yang dekat, bahkan jagoan-jagoan itu terpaksa harus berhati-hati sekali setiap kali Ingin melancarkan serangan kepada Kwee Siang.

Mie An yang menyaksikan ini jadi marah sekali dan telah mengeluarkan suara bentakan berulang kali, tubuhnya telah menerjang dengan kedua tangannya yang berisi tenaga lwekang yang kuat.

Dia telah mengeluarkan ilmu simpanannya yaitu ilmu silat Cap Pek Lo Han Kun atau ilmu pukulan delapan belas arhad.

Dua belas tahun yang lalu, Mie An Siansu,merupakan murid Siauw Lim Sie tingkat ketiga dan waktu dia dikeluarkan dari kaum-nya, kepandaian Mie An Siansu memang teiah mencapai taraf yang tinggi.

Hong-thio Siauw Lim Sie tidak menghukum mati kepada Mie An Siansu waktu mengetahui Mie An Siansu memperkosa seorang gadis, karena disebabkan Hongthio itu merasa sayang atas kecerdasan yang dimiliki oleh Mie An Siansu.594 Sekarang walaupun dia telah dikeluarkan oleh pihak Siauw Lim Sie, tetapi selama dua belas tahun Mie An Siansu telah melatih diri dengan giat sehingga ilmu pukulannya telah semakin hebat dan lwekangnya telah memperoleh kemajuan yang pesat sekali.

Terlebih lagi dia memang seorang yang cerdas bukan main, selain dia melatih ilmu yang pernah diperolehnya dari perguruan Siauw Lim pay, diapun telah, berhasil menciptakan semacam ilmu silat "Pukulan Tangan Kosong"

Yang dari kedua telapak tangannya itu bisa menyambar angin serangan yang panas dan kuat sekali yang bisa membinasakan lawan-lawannya.

Tetapi Kwee Siang juga tidak lemah, dia bisa memberikan perlawanan dengan sama dahsyatnya.

Melihat keroyokannya bersama kawan-kawannya yang berjumlah cukup banyak dan berilmu tinggi belum berhasil juga merubuhkan Kwee Siang, membuat Mie An Siansu tambah penasaran.

Berulang kali Mie An Siansu telah mengeluarkan bentakan-bentakan bengis melancarkan serangan-serangan yang mengincer bagian-bagian mematikan ditubuh si gadis, dan begitu juga kawan-kawannya mengepung rapat tidak memberikan kesempatan pada Kwee Siang untuk bernapas.

Lalu Mie An Siansu telah menyedot napas dalam-dalam, dan telah menggempur lagi dengan mempergunakan delapan bagian tenaga dalamnya, menimbulkan kesiuran angin yang kuat sekali.

Dengan jurus "Lonceng Bergoyang Sepuluh Kali"

Kedua tangannya menyerang sekaligus bergantian kesepuluh bagian tempat jalan darah mematikan ditubuh Kwee Siang.

Tetapi Kwee Siang gesit sekali, dia selalu berhasil menyelamatkan diri.

Disamping itu juga Kwee Siang selalu berhati-hati menghadapi serangan lawan-lawannya yang lainnya, dia berusaha mengendalikan diri dan membatasi ruang geraknya, menunggu kesempatan terbuka untuk595 menyerang bagian-bagian yang lemah ditubuh lawan-lawannya.

Selama melancarkan gempuran-gempurannya, Mie An Siansu telah berteriak-teriak menganjurkan kawan-kawannya agar melancarkan serangan lebih berat dan keras, dia berusaha membangkitkan semangat bertempur kawan-kawannya.

Tetapi Kwee Siang kinipun tidak berlaku segan-segan lagi, dengan gerakan yang sangat cepat sekali tampak Kwee Siang telah menggetarkan pedangnya, yang berkelebat-kelebat menyilaukan mata lawan-lawannya.

Setiap serangan yang dilancarkan oleh Kwee Siang kali ini merupakan serangan dari ilmu pedang simpanannya, diapun mempergunakan jurus-jurus yang pernah memperoleh petunjuk dari Sin Tiauw Taihiap Yo Ko disaat itu pedangnya berkelebat-kelebat menimbulkan desiran angin yang sangat kuat sekali.

Dalam keadaan demikian, terlihat jelas betapa pedangnya telah meluncur dalam gerakan yang sangat cepat sekali, sehingga samberan angin serangan pedang itu telah menderu-deru dengan dahsyat, telah menyerang setiap jalan darah dari lawannya yang bisa mematikan.

Setelah lewat lima jurus, terdengar suara jeritan yang menyayatkan hati, karena itulah suara jerit kematian.

Kwee Siang telah berhasil merubuhkan dua orang lawannya yang menggeletak tidak bernapas lagi.

Tojin yang menjadi kawan Mie An Siansu jadi marah sekali, dengan mengeluarkan suara bentakan bengis dan nafsu membunuh, dia telah melompat dan menggerakkan pedang ditangannya, yang dengan ganas telah menikam ketubuh Kwee Siang.

Disamping itu, si Tojin juga telah membarengi dengan mengibas mempergunakan Hudtimnya, gerakan itu telah membuat Kwee Siang harus mengelakkan serangan itu dengan cepat sekali.596 Dalam sekejap mata tampak Kwee Siang telah berkelit tiga kali.

Dan dalam kesempatan itulah Kwee Siang baru memiliki kesempatan untuk melancarkan serangan membalas.

Gerakan yang dilakukan Kwee Siang benar-benar luar biasa, kaki kanannya diulur kedepan, ditekuk sedikit, dan kemudian dengan cepat sekali dia telah menikam dengan tubuh yang didoyongkan kedepan.

"Sringgg...!"

Pedang meluncur dengan cepat sekali secepat kilat dan "Cepppp!"

Terdengar benda logam masuk menerobos dan daging kemudian terdengar suara teriakan menyayatkan dari Tojin itu, tubuhnya menggelepar dan terhuyung mundur, dari dadanya mengucur darah merah yang segar, mata tojin itu terbuka lebar-lebar dan dia mengeluh perlahan dengan mulur terbuka, dari tenggorokannya terdengar suara berkerogokan dan kemudian tubuhnya terjengkang kebelakang, napasnya terhenti.

Mie An siansu dan kawan-kawannya jadi terkejut bukan main, dia telah melihat betapapun Kwee siang memang tangguh dan memiliki kepandaian yang hebat luar biasa, kepandaian yang sulit sekali dilawan.

Tetapi Mie an siansu masih penasaran, dia berpikir, walaupun Kwee siang memiliki kepandaian yang sangat tinggi, tetapi jika dia diserang terus menerus, niscaya gadis itu akan cepat letih sehingga dengan mudah dia akan dapat dirubuhkan.

Maka dari itu Mie An Siansu telah melancarkan serangan-serangan dan gempuran-gempuran yang tidak hentinya, setiap serangan telapak tangannya itu meluncur dengan hebat, bahkan telah beberapa jurus lagi tampak Mie an siansu telah mencabut golok yang tergemblok di punggungnya.

Dengan goloknya itu dia telah melancarkan serangan yang sangat hebat sekali, goloknya telah menyambar-nyambar597 dengan hebatnya, sehingga Kwee siang telah berhasil dipaksa mundur beruntun berulang kali.

Belum lagi kawan-kawan si hweshio yang telah melancarkan serangan juga.

Makin lama makin terlihat tampak Kwee siang hanya dapat membela diri saja dan tidak dapat melancarkan serangan-serangan balasan.

Yo Him dan Phang Kui In yang menyaksikan jalannya pertempuran itu telah memandang dengan tegang, sedangkan Yo Him telah berbisik perlahan disamping telinga Phang Kui In.

"apakah tidak lebih baik paman Phang muncul memberikan bantuan kepada enci itu, Bukankah dengan bantuan paman Phang berarti gadis itu akan memperoleh bantuan yang tidak kecil dan meringankan bebannya yang bisa menyebabkan dia bisa mengambil napas dua dan mengadakan perlawanan yang lebih gigih kepada musuh-musuhnya ?"

Phang Kui In berdiri ragu sejenak ditempat persembunyiannya, tetapi kemudian dia telah mengangguk.

"Benar !"

Katanya perlahan.

"Dan memang gadis itu merupakan puteri dari tokoh persilatan Kwee Ceng dan Oey Yong !!"

Mendengar perkataan itu, Yo Him jadi terkejut dan gugup.

"Kalau demikian, cepatlah paman Phang memberikan pertolongan .... bukankah paman Kwee dan Oey Pehbo sangat baik ? Waktu aku berada di Ang Hwa To, paman Kwee dan Oey Pehbo telah memperlakukan aku sangat baik sekali...... !"

Phang Kui In memang sejak tadi bermaksud untuk melompat keluar dari tempat persembunyiannya untuk memberikan pertolongan kepada Kwee Siang.

Tetapi yang membuat dia ragu-ragu adalah jumlah musuh yang demikian besar, maka Phang Kui In bermaksud untuk menantikan waktu sejenak lagi sampai musuh-musuhnya itu letih.

Tetapi melihat Kwee Siang mulai agak sibuk menerima serangan-serangan598 gencar dari lawan-lawannya, tentu saja telah membuat Phang Kui In harus mengambil tindakan yang tegas.

Dia telah melompat keluar dari tempat persembunyiannya sambil membentak keras "Manusia tidak tahu malu !

Manusia rendah yang tidak punya perasaan !

Melancarkan serangan secara mengeroyok seperti itu !"

Dan setelah berkata begitu dengan cepat Phang Kui In mencabut senjatanya, yaitu sepasang Samcio, senjata yang memiliki tiga cagak (trisula), dengan mengeluarkan suara yang nyaring sekali, tampak samcio itu telah meluncur menyerang salah seorang lawan yang terdekat dengannya.

Yaitu Ang Cie Bun.

Tentu saja Ang Cie Bun tidak menduga akan adanya serangan dari orang yang muncul dari tempat yang tidak terduga seperti itu jadi sibuk sekali mengelakkan diri.

Berulang kali dia telah terdesak mundur kebelakang beberapa langkah kemudian dia teiah menangkis dengan poan-koan pitnya.

Tetapi Phang Kui In telah mempergencar serangan-serangannya, dengan jurus Ban Hoa Hong Ie" (Hujan puluhan ribu bunga), trisulanya bagaikan gugurnya bunga-bunga dari pohon telah menotok kejalan-jalan darah mematikan ditubuh Ang Cie Bun, juga dengan cepat sekali trisula itu telah meluncur kearah diri Ang Cie Sian yang berada disebelah kanannya.

Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Phang Kui In menyebabkan Ang Cie Bun dan Ang Cie Sian jadi sibuk sekali mengelakan diri dari serangan-serangan Samcio itu.

Walaupun mereka bersenjata Poan Koan Pit, namun gerakan Samcio itu sangat cepat sekali, maka membuat mereka harus bergerak cepat lagi untuk mengelakkan diri dan menyelamatkan jiwa mereka dari ancaman Samcio itu.

Dalam keadaan demikian, tampak Phang Kui In telah memperhebat terus serangan-serangannya, dia masih memiliki tenaga penuh, maka tidak mengherankan jika tenaga599 serangan Samcio-nya juga menyambar-nyambar dengan hebat sekali.

Dalam waktu yang sangat singkat sekali, Ang Cie Sian dan Ang Cie Bun telah terpisah dari gelanggang pertempuran itu, sehingga menyebabkan Kwee Siang jadi bisa bernapas atas berkurangnya lawan-lawan yang mengepungnya.

Melihat datangnya bala bantuan yang tiba tepat pada waktunya, walaupun Kwee Siang tidak mengenal dan tidak mengetahui siapa sesungguhnya Phang Kui In, tetapi gadis ini jadi girang bukan main.

Dia telah mengeluarkan suara siulan, semangat bertempurnya jadi terbangun, dengan cepat sekali dia telah melancarkan kembali serangan-serangannya dengan dahsyat.

Karena datangnya bala bantuan itu, suasana pertempuran semakin seru saja, ketika lawan-lawannya sedang terkejut atas munculnya Phang Kui In dan bergerak agak lambat.

Maka pedang Kwee Siang telah menyambar dengan cepat sekali, sehingga tampaklah dua tubuh telah menggeletak lagi rubuh ditanah, sambil mengeluarkan suara jeritan yang menyayatkan hati, karena itulah suara jerit kematian.

Mie An Siansu yang melihat keadaan mulai tidak menguntungkan rombongannya, jadi terkejut dan marah.

Dia sangat penasaran sekali, karena sejak tadi dia bersama dengan kawan-kawannya yang berjumlah dua puluh orang, ternyata tidak berhasil merubuhkan Kwee Siang yang hanya seorang diri.

Bukankah hal itu sangat memalukan sekali.

Dengan cepat dia memperhebat serangan-serangannya.

Tetapi waktu pertempuran itu tengah berlangsung dengan serunya, tiba-tiba disaat itu telah terdengar teriakan dari suatu arah .

"Di sini.. ! Mereka sedang bertempur disini ! Si gundul lanang Mie An Siansu juga berada disini. kita tangkap dan kita cingcang, percuma saja jika kita tidak bisa menangkap mereka, karena jumah kita yang seratus orang, tentu akan600 dapat dan berhasil membekuk mereka semua ! Seorangpun jangan dilepaskan...! Tangkap dan kita binasakan semuanya, karena mereka merupakan manusia-manusia laknat.. !" . 000odw^kzo000 TENTU saja perkataan yang nyaring itu didengar oleh Mie An Siansu dan kawan-kawannya. Mereka jadi terkejut sekali, dan menduga bahwa rombongan orang yang datang itu tentunya jago-jago kawannya Phang Kui In. Muka Mie An Siansu dan sisa kawan-kawannya jadi berobah pucat, mereka telah merasa ber-kuatir juga, dan dengan cepat Mie An Siansu mengambil suatu keputusan.

"Angin keras ......!"

Teriaknya dengan suara yang sangat nyaring.

Mie An Siansu kemudian kabur dengan menyambar tubuh Siang koan Peng.

Maka disaat itulah kawan-kawannya telah melompat mundur, memutar tubuh dan segera melarikan diri, karena merekapun memiliki perasaan yang sama seperti Mie An Siansu, dan mengetahui jika mereka dikepung oleh musuh-musuhnya dalam jumlah yang banyak, yang mereka duga adalah kawan-kawannya Phang Kui In, tentu saja hal itu akan membuat mereka terdesak hebat, karena mereka telah letih akibat pertempuran yang memakan tenaga ketika melawan Kwee Siang dan Phang Kui In.

Maka jalan yang paling selamat adalah melarikan diri menyelamatkan jiwa mereka masing-masing.

Disaat itu dengan cepat sekali Kwee siang telah melancarkan serangan pedangnya kepada salah seorang lawannya yang terlambat melarikan diri, Orang itu mengelakkan diri, tetapi tidak urung bahunya telah terluka oleh goresan pedang, maka dengan601 mengeluarkan suara jeritan kesakitan, dia pun juga telah melarikan diri mementang kakinya lebar-lebar Tentu saja hal ini telah membuat Kwee Siang tertawa geli, dia tidak mengejarnya.

hanya Kwee Siang sesalkan tidak bisa menolong Siangkoan Peng yang dibawa kabur Mie anSiansu.

Phang Kui In juga tidak mengejarnya karena dia mengenali justru tadi yang berkata itu adalah Yo Him.

Memang Yo Him sengaja telah mempergunakan gertakannya itu untuk ‘mengusir' lawan-lawannya Kwee Siang.

Dan dia berhasil, karena Yo Him hanya seorang diri, dan dia menyebut dalam jumlah.

seratus orang, sehingga Mie An Siansu dan kawan-kawannya yang tidak mendengar suara langkah kaki, maka mereka sebagai jago-jago berpengalaman dalam persilatan justru berbalik mengira bahwa orang-orang yang tengah bersembunyi itu merupakan jago-jago yang memiliki ilmu meringankan tubuh yang telah sempurna.

Bukankan suara langkah kakinya saja tidak terdengar ?.

Karena itu dengan tepat sekali rencana gertakan Yo Him memberikan hasil yang baik, dimana lawan-lawan Kwee siang termasuk juga Mie an siansu telah melarikan diri ....

Phang Kui In tertawa tergelak-tergelak dia memuji akan kecerdasan Yo Him.

Saat itu Kwee siang telah menghampiri kepadanya dan telah membungkukkan tubuhnya, kemudian dia menjura memberi hormat dengan sikap yang sangat ramah.

"Terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kiesu, bolehkab siauwmoay, mengetahui nama besar dari Kiesu ?. dan jika memang tidak keberatan siauwmoay juga ingin menanyakan gelaran Kiesu yang harum untuk dikenang, bahwa siauwmoay pernah menerima budi besar dari Kiesu....!"

Kata Kwee siang.602 Phang Kui In cepat-cepat membalas penghormatan si gadis. dia telah tertawa lebar.

"Sesungguhnya kita bukan orang luar ....kita masih orang dalam juga.........!"

Kata Phang Kui In dengan suara yang ramah.

"Aku she Phang dan bernama Kui In, tidak memiliki julukan apa-apa karena kepandaianku yang rendah...! Sedangkan beberapa saat yang lalu dipulau Ang Hwa To, aku telah bertemu dengan ayah bundamu, yaitu Kwee Taihiap dan Oey Liehiap.

"Oh, ya ?"

Tanya Kwee Siang dengan mata bersinar cemerlang sekali! "Bagaimana keadaan mereka ? Apakah mereka sehat-sehat saja ?"

"Sehat-Sehat saja, tetapi karena ada suatu urusan yang sangat penting, maka Kwee Taihiap dan Oey Liehiap bersama-sama dengan orang-orang gagah lainnya, bermaksud untuk memberitahukan kepada para pencinta negeri agar mengetahui, bahwa tidak lama lagi akan ada ancaman serbuan dari tentara Mongolia !" . Muka Kwee Siang berobah, dia menghela napas panjang.

"Hai, hai,"

Katanya dengan suara yang dalam dan menundukkan kepalanya.

"Memang aku keterlaluan sekali. Telah beberapa tahun aku tidak menjenguk orang tuaku itu...! Juga encie Hu (Kwee Hu) belum kutenggoki !, mengapa aku jadi demikian ?, Mengapa aku harus mengenang terus kepadanya ?. tetapi engko Yo juga kejam sekali, dia tidak mau bertemu denganku satu kalipun juga !"

Waktu ber kata-kata begitu suaranya sedih bukan main, mukanya juga murung sekali, tampak hatinya sangat berduka. Disaat itu Phang Kui In telah tertawa.

"Kwee lihiap justru kami sedang melakukan perjalanan untuk menemui Yo Taihiap"

Katanya.603 Muka Kwee Siang seketika berobah jadi tegang dan girang dia telah bertanya dengan suara yang tidak lancar .

"Kau...Kiesu...kau mengetahui dimana beradanya Engko Yo Ko?"

"Dimana sekarang engko Yo berada ?"

Tanya Kwee Siang dengan suara tidak sabar.

"Dan engkau Kiesu, mengatakan perkataan "

Kami", apakah engkau membawa sahabat-sahabatmu yang tadi belum muncul itu ?"

"Itu hanya sandiwara dari engko kecil kawanku, untuk mengertak Mie An Siansu dan kawan-kawannya.......!"

Kata Phang Kui In. Dan setelah berkata begitu, dia telah berkata.

"Adik kecil, kau keluarlah untuk berkenalan dengan Kwee Liehiap, karena Kwee Liehiap sahabat ayahmu........."

Yo Him telah melangkah keluar, dia menghampiri Kwee Siang dia telah menjura.

"Apa kabar encie Kwee ?"

Tanyanya dengan ramah, dia memanggil encie Kwee, karena sejak tadi dia telah mendengar si gadis memang she Kwee dan bernama Siang.

Kwee Siang untuk sejenak berdiri ditempatnya dengan tertegun, sampai dia lupa untuk membalas hormat dari Yo Him, karena hatinya saat itu tergoncang hebat sekali.

Dilihatnya muka Yo Him mirip sekali dengan Sin Tiauw Taihiap Yo Ko, dan dia seperti juga melihat Sin Tiauw Taihiap, maka tidak, mengherankan jika hati gadis ini jadi tergoncang keras sekali.

Dalam keadaan demikian, tampak Yo Him telah berkata lagi;

"Encie Kwee, apakah engkau tengah mencari ayahku ?"

"Kau..... kau puteranya Sin Tiauw Taihiap Yo Ko ?"

Tanya Kwee Siang dengan suara tergagap.

"Benar !"

Kata Phang Kui In.

"Justru kami berdua tengah melakukan perjalanan untuk menemui Sin Tiauw Taihiap Yo Ko..."

Dan Phang Kui In telah menceritakan perihal pertemuannya dengan Yo Ko, menceritakan semua604 pengalamannya yang tiba dipulau Ang Hwa To dan kemudian sampai mereka melakukan perjalanan untuk menyusul Yo Ko.

Kwee Siang berulang kali mengeluarkan seruan-seruan girang.

Dia telah menghampiri Yo Him, tangan anak itu telah dicekalnya kuat-kuat.

Yo Him merasa terharu, ketika melihat di mata Kwee Siang menitik beberapa butir air mata, sedangkan tangannya yang mencekal pergelangan tangannya, dirasakan dingin sekali.

Karena Kwee Siang sedang berada dalam keadaan tegang dan juga girang.

"Belasan tahun aku mencari Engko Yo, ai, ai, dia seperti juga selalu mengelakkan diri dari pertemuan kita...! Aku sangat kagum dan menghormatinya, begitu juga dengan ibumu, adik Him, yaitu encie Siauw Liong Lie...! Ai, mengapa kami tidak bisa berkumpul selamanya, mengapa aku harus mencarinya tanpa menemui jejak selama belasan tahun."

Mendengar itu, tentu saja Yo Him jadi semakin terharu saja.

Diapun menceritakan pengalamannya, bahwa sesungguhnya dia belum pernah bertemu satu kalipun dengan ayah dan ibunya.

Dia menceritakan seluruh pengalamannya.

Kwee Siang jadi kaget dan terharu.

"Oh Yo Him, engkau tampaknya menderita sekali ! Biarlah kita mencarinya sampai kalian ayah dan anak bisa berkumpul kembali, lalu mencari ibumu...! Sungguh malang sekali nasibmu !"

Dan sambil berkata begitu Kwee Siang merangkul Yo Him dengan penuh kasih sayang, tangannya mengelus-elus rambut si anak she Yo itu dengan sikap seperti seorang kakak terhadap adiknya.

Yo Him juga jadi terharu sekali, dia sampai mengucurkan air matanya juga.

Yo Him merasakan walaupun dirinya hidup sengsara dan menderita jauh dari orang tua, tetapi dia telah dirawat oleh sepasang suami isteri yang baik hati, sehingga605 dia bisa mencapai usia beberapa tahun ini, sedangkan Kwee Siang yang menaruh kagum dan juga menghormati ayahnya, justru telah meninggalkan kebahagiaan untuk dirinya sendiri, meninggalkan ayah bundanya, meninggalkan keluarga dan lingkungannya, setiap hari hanya berkelana untuk mencari Sin Tiauw Taihiap.

Bukankah hal itu sangat menderita sekali ?

Kwee Siang memang mencintai Yo Ko dari dasar hati dan setulus hati.

Tetapi dia mencintai tanpa terdapat setitik noda sedikitpun, bahkan diapun mencintai Siauw Liong Lie.

Dan Kwee Siang hanya menghendaki dapat berkumpul bertiga...tetapi keinginan itu hanya merupakan impian belaka, sebab sekarang Siauw Liong Lie dan Yo Ko tidak pernah dijumpai jejaknya, sehingga dia harus berkelana belasan tahun tanpa berhasil menemui jejak kedua orang sakti yang dikaguminya itu...!

Jika Oey YokSu, sang kakek dari Kwee Siang memperoleh gelaran Losia (si sesat tua), maka Kwee Siang justru dalam persilatan teiah memperoleh gelaran Siauw-sia (si sesat kecil), sehingga bisa dibayangkan bahwa sifat dan perangai Kwee Siang sangat aneh.

Dia memiliki cita-cita yang berlainan dari setiap orang umumnya, dia memiliki sifat yang ramah"

Lembut, tetapi bisa keras dan melakukan banyak keanehan?

dalam penghidupannya.

Bahkan seringkali dia melakukan perbuatan-perbuatan diluar dugaan dari manusia umumnya, sehingga banyak orang-orang persilatan yang melihat sikap Kwee Siang, menduga Siauwsia ini sebagai pendekar wanita muda yang telah terganggu syarafnya, telah sinting.

>>o0o^d!w^o0o<<

Jilid 18606 OEY YOK SU sesungguhnya seringkali meminta cucunya yang terkecil ini agar berdiam di To Hoa To, menemaninya sampai nanti dia menutup mata.

Karena Kwee Siang sebagai cucunya yang terkecil dimana dia dilahirkan waktu kota Siang Yang tengah bergolak hebat dalam pertempuran, sedangkan ayah dan bundanya yaitu Kwee Ceng dan Oey Yong, juga sibuk sekali mengatur pasukan tentara Song menghadapi serangan-serangan dari tentara Mongolia, maka Oey Yok Su menganggap bahwa Kwee Siang pantas jika menemani dia dipulau To Hoa To sebagai pewarisnya, yang kelak akan menjadi majikan To Hoa To.

Namun Kwee Siang telah menolak keinginan kakeknya itu, karena dia bermaksud untuk mencari jejak Yo Ko dan Siauw Liong Lie.

Itulah sangat mengherankan dan aneh sekali.

Banyak orang-orang gagah dalam persilatan yang bersedia untuk menyiksa dirinya sendiri dan melakukan apa saja, asal bisa diterima menjadi murid oleh Oey Yok Su dan menerima warisan ilmu Oey Yok Su yang sangat luar biasa.

Oey Losia merupakan manusia aneh dalam persilatan, diantara jago-jago tua, dialah sekarang yang terhebat kepandaiannya, karena Auwyang Hong dan juga Ang Cit Kong, yang kepandaiannya hampir berimbang dengannya, telah menutup mata.

Begitu juga dengan Ong Tiong Yang, telah menghembuskan napasnya yang terakhir.

Ciu Pek Thong dan yang lainnya memang memiliki kepandaian yang tinggi, tetapi tidak ada yang sehebat Oey Losia.

Maka itu dengan berdiamnya dia menutup diri melewati usia tuanya di pulau To Hoa To, maka Oey Yok Su dianggap oleh orang-orang persilatan sebagai manusia setengah dewa.

Tidak ada seorangpun yang mengetahui sepak terjang Oey Yok Su selanjutnya, karena disamping Oey Yok Su tidak pernah menunjukkan diri dalam pergaulan umum, dan tidak pernah keluar dari pulau To Hoa To, juga tidak ada seorang607 jagopun dalam rimba persilatan yang berani mendatangi pulau To Hoa To ........

Kini Kwee Siang telah mendengar jejak perihal Yo Ko tentu saja telah membuatnya jadi girang bukan main, dia sampai mengucapkan syukur berulang kali kepada Thian.

Phang Kui In dan Yo Him yang melihat kegembiraan si gadis she Kwee ini, jadi turut gembira.

Begitulah, mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan bertiga.

Phang Kui In telah mengajak mereka untuk kembali keperahunya.

"Mudah-Mudahan saja Sin Tiauw Taihiap belum meninggalkan Kun Lun San.....!"

Kata Phang Kui In waktu mereka telah berada diperahu.

Kwee Siang mengatakan dengan penuh harapan, dan sepanjang berlayar dilautan, Kwee Siang bercakap-cakap dengan Yo Him.

Ada saja yang mereka percakapkan.

Yo Him juga senang kepada gadis ini karena sang enci ini tampaknya demikian ramah dan menyayangi dia.

Maka Yo Himpun bercakap-cakap dengan asyik sekali, dengan sendirinya lupalah Yo Him akan kesedihannya.

Dan begitu juga dengan Kwee Siang, lupa pula untuk sementara akan kesepian dan kedukaan hatinya...karena Yo Him sebagai pengganti pelipur laranya"

Muka Yo Him yang mirip dengan Yo Ko, memberikan kesan dan mengurangi akan rindunya...rindu terhadap Yo Ko maupun Siauw Liong Lie. Bahkan dalam perjalanan itu, Kwee Siang telah bertanya kepada Yo Him.

"Apakah adik Him telah mengerti ilmu silat ?"

Tanyanya kemudian..

"Sedikit!....!"

Menyahuti Yo Him.608

"Coba kau jalankan dihadapanku, nanti aku bisa memberitahukan kelemahan-kelemahanmu...!"

Kata Kwee Siang menganjurkan sambil tersenyum.

Yo Him juga berpikir untuk mengisi waktu-waktu senggangnya memang ada baiknya dia melatih diri.

Maka Yo Him telah menjalankan bermacam-macam ilmu silat yang telah dipelajarinya.

Kwee Siang kagum sekali.

"Engkau dalam usia demikian muda, telah berhasil menghafal semua ilmu silat milik ayahmu, dan berbagai ilmu silat lainnya.....! Hemm, yang kurang hanya latihan dan tenaganya saja ! Baiklah, sekarang engkau perhatikan, aku ingin menurunkan Kiu Im Cinkeng kepadamu ! Jika sekarang engkau belum bisa menangkap keseluruhannya, itupun tidak apa-apa, asalkan kau ingat baik-baik didalam hati, agar kelak bisa kau melatihnya jika engkau telah dewasa....!" . Yo Him jadi girang sekali. Dia juga telah menyatakan terima kasihnya, dan segera Kwee Siang menurunkan ilmu pedang Go Bie Kiam-hoat dan juga Kiu Im Cinkeng. Tentu saja Yo Him bisa menangkap semua keterangan itu dengan mudah, yang telah dicatat dalam ingatannya, karena dia memang sangat cerdas sekali. Waktu Kwee Siang meminta dia menjalankan ilmu pedang Go Bie Kiam-hoat, Yo Him bisa membawakannya dengan mudah, walaupun dia hanya mengerti gerakan-gerakannya dan serangannya belum mengandung tenaga dalam, tetapi seluruh jurus telah dijalankannya dengan sempurna. Kwee Siang jadi girang sekali.

"adik Him, ternyata engkau cerdas sekali seperti ayahmu !"

Kata Kwee Siang memuji.

Diperbandingkan dengan ayahnya, Yo Him jadi bangga.609 Segera dia menanyakan perihal ayahnya itu kepada Kwee Siang Dan Kwee Siang tidak keberatan untuk menceritakan mengenai diri Yo Ko dan Siauw Liong Lie selama yang dikenalnya.

Yo Ko tertarik sekali mendengar cerita si gadis, dia juga menjadi kagum sewaktu mendengar kegagahan ayahnya yang diceritakan oleh Kwee Siang.

Phang Kui In mengetahui peraturan dunia Kangouw, maka setiap kali Kwee Siang tengah menurunkan ilmunya Kepada Yo Him, dia selalu menyingkir keujung perahu, tidak mau mendengarnya.

Begitulah setiap hari Kwee Siang telah menurunkan sejurus demi sejurus ilmu pedang Go Bie Kiamhoat yang telah diciptakannya sendiri, juga dia telah menurunkan tenaga dalam Kiu Im Cinkeng.

Memang Yo Him mempelajarinya karena juga ilmu pedang si gadis.

Dia tidak mau mengecewakan Kwee Siang yang baik hati itu, maka dia menganggap asal mempelajari, tetapi seperti diketahui saat itu sesungguhnya Yo Him tengah menerima latihan tenaga dalam nomor satu didalam dunia !

Seperti diketahui, waktu Tat-Mo Cauwsu datang kedaratan Tionggoan, dan mendirikan perguruan siauw Lim sie dengan itu yang menjagoi rimba persilatan adalah siauw Lim sie.

Dan Yo Him telah mewarisi tenaga dalam nomor satu di dunia persilatan yang sukar dicari tandingannya, yaitu Kiu Yang Cinkeng dan Kiu Im Cinkeng.

Justru kedua macam kitab latihan lwekang nomor satu itu ditemukan oleh Kak Wan siansu yang telah sempat membacanya, karena justru Kak Wan siansu merupakan pendeta penjaga kamar perpustakaan.

Lalu kedua macam ilmu tenaga dalam itu telah diturunkan kepada Thio Kun Po (muridnya) dan Kwee Siang, yang kebetulan datang ke Siauw Lim Sie untuk mencari Sin Tiauw Taihiap Yo Ko.610 Secara kebetulan itu pula yang menyebabkan Thio Kun Po akhirnya merupakan pendiri salah sebuah cabang perguruan silat didaratan Tionggoan yang akhirnya sangat terkenal, berimbang dengan keagungan nama Siauw Lim Sie, yaitu pintu perguruan Bu Tong Pai.

Sedangkan nama Thio Kun Po dilupakan orang, karena saat itu sampai kini, yang diingat dan tercatat dalam sejarah, pendiri Bu Tong Pai adalah Thio Sam Hong, nama selanjutnya dari Thio Kun Po.

Sedangkan Kwee Siang sendiri, yang sempat mendengar dibacakannya intisari dari ilmu tenaga dalam yang sakti itu oleh Kak Wan Siansu dari Siauw Lim Sie, telah mendirikan pula sebuah cabang perguruan silat lainnya, yaitu Go Bie Pai.

Dan dia telah memperoleh nama yang sangat tenar juga, karena dikemudian hari murid-murid Go Bie Pai memiliki kepandaian yang hebat-hebat.

Bahkan dalam dunia persilatan kelak, dikenal tiga perguruan silat utama, yaitu, Siauwn Lim Sie, Bu Tong Pai dan yagn ketiga adalah Go Bie Pai.

Walaupun Bu Tong Pai dan Go bie Pai dikemudian hari merupakan perguruan silat yang berdiri sendiri.

tidak memiliki hubungan dengan Siauw Lim Sie namun setidak-tidaknya ilmu silat dari kedua pintu perguruan itu memang bersumber dari Siauw Lim Sie juga........

Sekarang Kwee Siang baru menciptakan ilmu pedangnya itu belum terlalu lama tetapi justru yang diturunkan kepada Yo Him adalah inti sari dari ilmu pedangnya itu, Jika kelak murid-murid Go Bie Pai bisa mengangkat nama dalam dunia persilatan didaratan Tionggoan, karena mereka mempergunakan ilmu pedang Go Bie Pai dengan segala kombinasinya yang ditambahkan disana-sini.

Maka Hebat adalah Yo Him, yang langsung menerima ilmu pedang Go Bie Pai itu dari pendirinya (penciptanya) yaitu Kwee Siang.

Begitu juga dengan ilmu tenaga dalam Kiu Im Cinkeng, diterima langsung dari Kwee Siang.

Jika Kwee Siang waktu mendengarkan berdua dengan Thio Kun Po, hweshio dari611 Siauw Lim Sie, yaitu Kak Wan Siansu menghafalkan bunyinya Kiu Im Cin Keng dan Kiu Yang Cinkeng, itulah hanya merupakan sekelebatan bacaan belaka, dan Kwee Siang maupun Thio Kun Po harus memeras otak dan pikiran untuk menjernihkan pelajaran itu, menyalurkan satu persatu dan akhirnya telah dapat disusun dalam bentuk pelajaran latihan tenaga dalam yang sempurna.

Maka sekarang Yo Him telah menerima latihan Kiu Im Cin Keng yang telah disaring oleh Kwee Siang, dengan mudah dia dapat menangkap dan menghafalnya, tanpa perlu memeras otak dan bisa langsung melatih dirinya sendiri.

Sehingga diluar kesadarannya, Yo Him Sesungguhnya telah menerima warisan ilmu tenaga dalam yang dahsyat sekali.

Tetapi Yo Him hanya menduga apa yang dilatihnya itu merupakan latihan untuk olah raga menyehatkan tubuh belaka.

Maka dia melatihnya bersungguh-sungguh untuk menggembirakan hati Kwee Siang.

Kwee Siang sangat gembira sekali melihat Yo Him memiliki kecerdasan yang luar biasa.

Yang membuat Kwee Siang gembira itu bukan semangat Yo Him melatih diri, tetapi kemajuan yang diperoleh Yo Him tanpa anak she Yo itu mengetahuinya.

Suatu kali, sampai pelajaran jurus keseratus empat puluh empat, Kwee Siang meminta Yo Him menempelkan telapak tangannya ketelapak tangan dia.

Kedua tangan dari Yo Him telah melekat dikedua telapak tangan Kwee Siang, lalu perlahan-lahan Kwee Siang menyalurkan tenaga murninya, dia telah membuka satu persatu jalan darah Mie-tiong-hiat, San liang-hiat, Tan Tian hiat dan berbagai jalan darah lainnya.

Yo Him merasakan dari telapak tangan Kwee Siang seperti meluncur sebaris hawa yang hangat, halus seperti sutra menerobos masuk kedalam telapak tangannya, dan hawa hangat itu seperti berjalan masuk melalui kedua lengannya,612 dan Yo Him merasakan beberapa bagian dari urat besar ditubuhnya berdenyut-denyut setiap kali sumbatannya dibuka oleh kekuatan tenaga murni Kwee Siang sehingga bagian-bagian tubuhnya itu berkedutan tidak hentinya.

Semakin lama Yo Him merasakan tubuhnya semakin panas sampai dari kepalanya dirasakan seperti mengepul uap yang tipis sekali.

Tetapi Yo Him tidak mau memperlihatkan kelemahannya, walaupun tubuhnya panas seperti dibakar oleh kobaran api, keringat mengucur deras dari kedua telapak tangan, muka dan lengannya, namun Yo Him tetap berdiam diri saja.

Dia tidak mau mengecewakan Kwee Siang.

"Aku tidak boleh memperlihatkan kelemahanku dihadapan encie Siang ! Karena jika aku meminta kepadanya untuk beristirahat dulu tentu encie Siang akan mentertawai aku ? Bukankah ayahku Sin Tiauw Taihiap Yo Ko adalah seorang pendekar nomor satu dalam rimba persilatan ? Mengapa aku harus berlaku lemah ? Walaupun akan mati kepanasan, aku harus tetap bertahan......" !"

Karena berpikir begitu, Yo Him telah berdiam diri saja, walaupun tubuhnya semakin panas seperti terbakar oleh api, atas bekerjanya tenaga dalam yang disalurkan oleh Kwee Siang, dan disaat itu tampak kepalanya juga semakin mengepulkan asap yang tebal....

tubuh Yo Him juga telah menggigil seperti kedinginan, tetapi dia keraskan kepala untuk tetap bertahan.

Kwee Siang melihat keadaan Yo Him.

sesungguhnya hati si gadis tidak tega untuk meneruskan saluran tenaga murninya.

Tetapi dalam keadaan yang genting, dimana tinggal empat buah jalan darah utama ditubuh Yo Him yang harus dibukanya, agar kelak Yo Him bisa menyalurkan seluruh kekuatan murninya ke sekujur tubuhnya.

Dalam keadaan demikian, jika Kwee Siang menarik pulang tenaga murninya, justru akan mencelakai Yo Him.613

"Engkau masih bisa bertahan terus, adik Him ?"

Tanyanya dengan berkuatir.

"Tidak lama lagi, hanya empat jalan darahmu yang perlu dibuka lagi...!" . Yo Him mengangguk sambil menggigit bibirnya, dia sudah tidak bisa menjawabnya. Kembali Kwee Siang telah menyalurkan lagi kekuatan murninya, dia membuka jalan darah Tan To Hiat didekat urat pusar tiga dim, dan setelah diterobos oleh gempuran-gempuran tenaga murni Kwee siang, maka jalan darah itu terbuka, dan dapat menyalurkan kekuatan murni dari pusar Yo Him kesekujur tubuhnya.

"Kerahkan tenagamu dikedua pangkal lengan...... atur napasmu sekali-sekali dengan teratur, tenangkan pikiran, kosongkan hati dan otak, jangan berpikir apa-apa, Kiu dan Im, Yang dan Keng, disaat ini engkau pasrah diri, kedua tangan dilemaskan, kedua kaki dikakukan, kedua mata dipejamkan, kedua telinga dipasang, mulut terbuka, hidung tertutup, maka engkau akan mencapai Im Yang Kut-liong (Tulang Naga positif dan negatif) !"

Memang jika Yo Him berhasil melaksanakan semua petunjuk Kwee Siang, niscaya tulang-tulang Yo Him akan menjadi kuat, dia seperti baru dilahirkan kembali, dan seperti telah digodok untuk menjadi seorang anak manusia memiliki tulang-tulang ditubuhnya seperti tulang naga.......

dimana bisa dipergunakan untuk menghadapi serangan lunak dari lawan, bisa juga menghadapi serangan kekerasan dari lawannya.

Jika serangan lawannya kelak lunak, tentu dia bisa mempergunakan tenaga Imnya, tetapi jika dia hendak menindih lawannya dengan gerakan kekerasan, dia bisa mempergunakan Yang tenaga positif.

Tiba-tiba Kwee siang merasakan tenaga menolak berulang kali dari telapak tangan Yo Him, walaupun tidak keras tetapi tanda-tanda seperti itu telah menyebabkan Kwee siang jadi girang sekali, karena hal ini menunjukkan bahwa Yo Him telah614 menuruti petunjuknya dan kini anak itu telah memiliki tenaga melawan terhadap tenaga dari luar.

Saat itu Kwee siang telah mengumpulkan semangatnya untuk mengempos tenaga murninya dikedua telapak tangannya, dia telah menyalurkan dengan kuat untuk membuka jalan darah Pai Liang Hiat, kemudian setelah berhasil, menyusul jalan darah su Kong hiat, dan terakhir jalan darah Ban Liong hiat, jalan darah sepuluh ribu naga....

itulah jalan darah yang paling sulit dibuka, dan waktu berhasil terbuka justru Yo Him telah mengeluarkan suara keluhan, karena seluruh tubuhnya seperti diceburkan kedalam minyak panas, dia telah rebah pingsan tidak sadarkan diri !

Untung saja waktu itu dia belum pingsan, Kwee Siang telah berhasil membuka jalan darah itu, sehingga walaupun Yo Him te!ah jatuh pingsan tidak sadarkan diri, tetapi dia tidak mengalami ancaman bahaya apa-apa.

Dengan cepat Kwee Siang melompat berdiri, dia telah mengeluarkan suara tertawa bergelak-gelak dengan keras dan panjang sekali.

Tentu saja hal ini telah membuat Phang Kui In yang berada diburitan perahunya jadi terkejut, dan cepat-cepat mendatangi.

Waktu dia memasuki kamar perahu itu, dia melihat Kwee Siang sedang berdiri tegak dan tertawa bergelak-gelak, sedangkan Yo Him menggeletak dilantai perahu tanpa bergerak, dia jadi mengeluarkan suara seruan kaget dan cepat-cepat menghampiri untuk memeriksa keadaan Yo Him.

Kwee Siang telah berhenti dari tertawanya, katanya dengan tergesa-gesa "Jangan dipegang, biarkan dia teristirahat !".

Phang Kui In segera tersadar dengan cepat dari kekeliruannya.615 Hampir saja dia melakukan suatu kesalahan yang besar, karena jika dia menghampiri Yo Him dan menyentuh tubuh Yo Him, saat itu dia bisa merobah letak jalan darah ditubuh Yo Him, dan bahaya yang mengancam untuk Yo Him sangat hebat.

Sebagai seorang yang mengerti ilmu silat dan telah berpengalaman, Phang Kui In menyadarinya bahwa seluruh jalan darah Yo Him telah dibuka oleh Kwee Siang, maka jika dia menyentuh tubuh Yo Him dan jalan darah itu terbuka, disamping jalan darah yang telah dibuka akan tertutup kembali, juga akan membahayakan jiwa anak itu yang bisa binasa disaat itu juga.

Itulah sebabnya walaupun melihat Yo Him jatuh pingsan, Kwee Siang tidak menghampirinya, membiarkan tubuh Yo Him menggeletak, menantikan sampai waktunya tiba di saat mana jalan darah jalan darah yang dibukanya itu telah bisa bekerja dengan baik, barulah dia akan menghampiri Yo Him.

Kwee Siang tadi mengeluarkan suara tertawa bergelak-gelak, karena dia sangat puas dan girang, setelah dia berhasil membuka seluruh jalan darah Yo Him dengan selamat tanpa menemui rintangan apa-apa, sehingga berarti dia telah 'menciptakan' sebuah bibit baru untuk seorang pendekar besar dijaman ini...!

Kwee Siang berani mengatakan bahwa Yo Him merupakan 'bibit' pendekar besar dijaman ini, karena dia melihat Yo Him memiliki tulang yang baik, dan daya ingatan yang luar biasa sekali.

Hanya dalam dua minggu mereka melakukan perjalanan air, Yo Him telah berhasil menerima seluruh pelajaran kepandaian Kwee Siang, bahkan telah berhasil menerima dan menjalankan jurus-jurus ilmu pedang Go Bie Kiam hoat dengan baik sekali.

Tadi Yo Him baru bisa menjalankan seluruh jurus-jurus itu tanpa memiliki kekuatan untuk membinasakan lawannya, karena dia kurang latihan dalam hal lwekang.616 Namun kini setelah Kwee Siang berhasil membuka seluruh jalan darahnya, maka jika Yo Him kelak melancarkan serangan kepada lawannya, walaupun dia tidak bermaksud untuk mengerahkan tenaganya, namun tenaga itu sendiri yang akan meluncur keluar berimbang dengan tekanan tenaga serangan dari lawannya.

Jika kelak Yo Him telah melatihnya, bukan saja dapat mengimbangi kekuatan tekanan tenaga serangan dari lawannya, tetapi Yo Him bisa mengendalikan tenaganya itu untuk menghancurkan besi dan batu dengan hanya sekali sentilan jari telunjuknya saja !

Kwee Siang melihat, jika Yo Him memperoleh bimbingan yang baik dari seorang akhli, Yo Him bisa jauh lebih hebat dari dia, karena ditubuh Yo Him terdapat suatu kelainan.

Sebagai bukti saja, tampak waktu Kwee Siang membuka seluruh jalan darah Yo Him, dia hanya memerlukan waktu dalam setengah harian saja.

Sesungguhnya bagi manusia umumnya, jika ingin dibuka seluruh jalan darahnya, tentu harus memakan waktu yang cukup lama !

Dari perbedaan waktu saja, telah membuktikan bahwa Yo Him memiliki kelainan yang luar biasa.

Harus diketahui setiap satu jalan darah dibuka, jika hal itu terjadi didiri seorang manusia biasa yang tidak memiliki kelainan seperti Yo Him, tentu orang itu akan menderita demam selama satu minggu dan selama satu bulan dia harus mengasoh, baru nanti dibuka kembali satu jalan darah lainnya.

Maka jika menuruti keadaan seperti itu, seorang manusia biasa harus memakan waktu lima tahun baru bisa terbuka seluruh jalan darahnya.

Semakin banyak jalan darah yang dibukanya, semakin hebat penderitaan demam orang itu.

Tetapi berbeda dengan seorang yang memiliki kekuatan yang agak besar dan memiliki daya tahan yang cukup kuat, maka mungkin dalam dua tahun seluruh jalan darahnya bisa dibuka.617 Namun Yo Him justru bisa bertahan dengan kuat sekali, karena dia memang telah memiliki dasar-dasar kepandaian yang luar biasa dari Sin Tiauw, juga telah menerima petunjuk dari jago-jago hebat, termasuk In Lap Siansu dan lain-lainnya.

Maka dari itu, waktu Kwee Siang membuka jalan darahnya yang pertama, yaitu Siauw Cie Hiatnya, Yo Him hanya tenang-tenang saja seperti tidak terjadi sesuatu apapun juga.

Dan Kwee Siang jadi meneruskan usahanya membuka jalan darah kedua, yaitu Siang Liang hiat, tetapi keadaan Yo Him tetap tidak memperlihatkan perobahan.

Itulah sebabnya Kwee Siang telah meneruskan pekerjaannya membuka seluruh jalan darah Yo Him, yang seluruhnya berjumlah seratus tiga puluh delapan jalan darah utama, dan seratus dua puluh jalan darah besar.

Kwee Siang dalam setengah hari saja bisa membuka seluruh jalan darah dari Yo Him dan tanpa menemui rintangan apa-apa.

persoalan ini merupakan persoalan yang tidak pernah terjadi didalam rimba persilatan, maka telah membuat Kwee Siang girang luar biasa.

Dia jadi tertawa bergelak-gelak.

Dan juga yang paling menggembirakan hatinya, yaitu dengan terbukanya seluruh jalan darah Yo Him hanya dalam waktu setengah hari itu, telah memperlihatkan bahwa Yo Him sebagai calon pendekar yang luar biasa sekali !

Kemungkinan besar menurut Kwee Siang, jika Yo Him memiliki gemblengan yang teratur, dan memperoleh bimbingan yang baik dari jago-jago yang hebat seperti Sin Tiauw Taihiap, Oey Yok Su.

yaitu kakeknya, juga ayah ibunya dan beberapa jago-jago lainnya yang memiliki latihan tenaga dalam yang murni dan lurus, tidak termasuk golongan sesat, niscaya Yo Him akan memiliki kepandaian yang melebihi dari jago itu sendiri.

Kwee Siang telah menarik tangan Phang Kui In menuju keburitan kapal dan segera dia menceritakan apa yang telah618 dialaminya, dimana dia telah berhasil membuka seluruh jalan darah ditubuh Yo Him.

Phang Kui In jadi kaget bercampur girang, dia sampai berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil.

Dengan hati yang tegang, akhirnya Kwee Siang dan Phang Kui In menantikan sampai Yo Him tersadar dari pingsannya.

Selama satu hari satu malam Yo Him menggeletak diam, dengan napas yang berjalan lancar dan lurus, sehingga walaupun dia pingsan dalam keadaan yang demikian lama, tetapi Phang Kui In dan Kwee siang jadi tenang karena melihat napas Yo Him lurus dan teratur.

Tetapi malam itu setelah dua puluh empat jam Yo Him menggeletak pingsan, mukanya berangsur-angsur menjadi merah padam dan sekujur tubuhnya mengepul uap panas yang luar biasa.

Kwee siang dan Phang Kui In yang berdiri setombak lebih jauhnya dari tempat mengeletaknya Yo Him masih bisa merasakan samberan uap panas itu.

Kwee siang dan Phang Kui In jadi berkuatir sekali.

"apakah ... apakah tidak akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ?"

Tanya Phang Kui In dengan gelisah.

Kwee siang juga mulai ragu-ragu.

Perkembangan yang terjadi didiri Yo Him mendatangkan kekuatiran juga untuk dirinya.

Dia telah mengawasi Yo Him tajam-tajam tanpa menyahut pertanyaan Phang Kui In.

"Kwee lihiap .. apakah adik Him tidak akan mengalami sesuatu yang tidak diinginkan ?"

Tanya Phang Kui In lagi, karena dia sangat berkuatir sekali.

"Apakah ada sesuatu yang harus kita lakukan untuk dia ?" 619 Saat itu Kwee Siang juga mulai diliputi keraguan dan kekuatiran, dia telah menghampiri lebih dekat kesamping Yo Him. Karena jaraknya dengan Yo Him semakin dekat, maka Kwee Siang merasakan samberan hawa panas dari tubuh Yo Him yang semakin kuat. Waktu Kwee Siang ingin berjongkok disampingnya untuk memeriksa keadaan Yo Him, tiba-tiba Yo Him mendadak sekali telah mengeluarkan suara teriakan yang nyaring memekakkan anak telinga, tubuhnya seperti seekor ikan Lee-ie (ikan gabus) telah melompat ke-tengah udara, dan kedua tangan dan kakinya bergerak-gerak membawa gerakan Go Bie Kiam hoat, walaupun ditangannya tidak mencekal pedang ! Kwee Siang jadi terkejut sekali, dia berseru.

"Adik Him.....Adik Him !!"

Teriaknya sambil mengulurkah tangannya untuk mencekal tangan Yo Him, maksudnya untuk menyadarkan Yo Him dari gerakan-gerakan diluar sadarnya itu. Tetapi ketika tangan Kwee Siang diulurkan.

"saat itu telapak tangan Yo Him telah mengibas dengan jurus Ciang Lie Kiam Sut"

Atau "Bidadari Cantik mempergunakan pedang". tahu-tahu dari telapak tangan Yo Him menyambar kekuatan yang panas sekali.

"werr" , dan Kwee Siang mengeluarkan suara jeritan tertahan karena tubuhnya telah terlempar keras sekali, sampai terbanting sejauh dua tombak dilantai perahu. Phang Kui In juga jadi terkejut tanpa berpikir lagi dia telah menubruk kearah Yo Him, dia termaksud untuk mencegah Yo Him bergerak lebih jauh, yang mungkin bisa membahayakan dirinya. Tetapi belum lagi Phang Kui ln sempat merangkul Yo Him justru disaat itu tangan Yo Him telah bergerak mengibas kearahnya, tahu-tahu telapak tangannya menghantam pundak Phang Kui In, sehingga Phang Kui In merasakan pundaknya itu sakit luar biasa, seperti tulang Piepenya akan patah hancur,620 dan tubuhnya terpental keras sekali keluar dari ruangan kamar perahu. Tubuhnya terbanting ditepian lantai perahu, hampir saja Phang Kui In tercebur kedalam laut, jika saja tangan kanannya tidak cepat-cepat mencekal tepian perahu itu. Saat itu Yo Him telah berteriak-teriak dengan suara yang nyaring .

"Panas ! Panas ! Panas !"

Suaranya sambung menyambung, karena suara itu terdengarnya aneh sekali, nyaring dan keras, bagaikan teriakan seorang akhli Lweekhe (akhli tenaga dalam) yang sudah mahir, sehingga suaranya bisa menggema diudara bebas seperti itu.

Juga tubuh Yo Him telah berjingkrak-jingkrak dengan keras dan tinggi.

Dia telah berlari keluar dari ruangan kamar perahu itu, dan dengan tidak terduga tahu-tahu dia telah melompat kedalam laut !

Tentu saja Phang Kui In dan Kwee Siang jadi terkejut bukan kepalang, mereka merasakan darah mereka seperti berhenti mendesir, jantung mereka seperti copot rasanya.

"Adik Him! Adik Him !"

Teriak Kwee Siang seperti kalap.

Gadis ini telah berlari dengan cepat sekali kearah tepi perahu, dia bermaksud akan melompat kedalam laut untuk menolongi Yo Him.

Phang Kui In juga kaget setengah mati, dia berteriak-teriak.

"Yo Him! Him-jie !!"

Dan dia memburu juga ketepi perahu itu, dengan maksud ingin melompat kelaut juga, untuk menolongi Yo Him.

Tetapi disaat itu telah terlihat suatu peristiwa yang aneh luar biasa yang hampir tidak bisa dipercayai oleh Phang Kui In dan Kwee Siang, dimana keduanya sampai memejamkan matanya berulang kali, mengucek-nguceknya, karena mereka merasa seperti dalam mimpi melihat peristiwa aneh itu.

Yo Him ternyata tadi telah mencebur keair laut, tetapi sama sekali tidak kelelap, tubuhnya itu timbul tenggelam dengan621 gerakan yang cepat sekali.

Waktu itu laut tengah tenang tidak bergelombang, tetapi tubuh Yo Him sebentar melompat keatas permukaan laut, dan sebentar pula menyelam lenyap, kemudian timbul lagi melompat tinggi keluar dari permukaan air laut.

Dengan sendirinya keadaan seperti ini telah membuat Kwee Siang dan Phang Kui In jadi heran sekali.

Setiap kali melompat tinggi dari permukaan air laut, kedua tangan Yo Him bergerak-gerak seperti orang yang tengah bersilat, tentu saja telah membuat Phang Kui In dan Kwee Siang memandang takjub.

Walaupun bagaimana mereka tidak mengerti, mengapa Yo Him bisa timbul tenggelam dengan gerakan-gerakan yang begitu lincah, bagai dia sedang melompat-lompat diatas tanah datar.

Mengapa Yo Him, yang tidak bisa berenang bisa tidak tenggelam ?

Sesungguhnya ada sebab-sebabnya.

Karena seluruh jalan darah ditubuhnya telah dibuka oleh Kwee Siang dan juga jalan darah Ban Liong Hiatnya telah dibuka juga, dengan sendirinya tubuhnya itu jadi memantulkan uap panas, yang menguap dalam tekanan udara yang halus setelah lewatnya dua puluh empat jam dia berada dalam keadaan pingsan.

Maka dari itu waktu dia menceburkan diri kelaut.

justru tekanan dari tenaga menguap itu membuat tubuhnya jadi terpental keatas pula menurut bobot dan berat jatuhnya tubuh Yo Him.

Seperti dibagian atas telah dijelaskan, jika sekarang Yo Him belum bisa mengendalikan dan menguasai tenaga murninya maka dengan dibuka seluruh jalan darahnya itu, dia hanya bisa menolak serangan tenaga lawannya, dimana lawannya menyerang satu tail beratnya, maka tenaga menolaknya sebesar satu tail juga.

Begitu lawannya menyerang sepuluh622 kati, maka akan sepuluh kali pula tenaga menolak yang meluncur keluar dari tubuh Yo Him.

Kini dia telah melompat kedalam laut, air laut merupakan benda cair yang padat, begitu tubuhnya melayang turun, dengan bobot tubuhnya ditambah berat meluncurnya tubuh itu, maka begitu menyentuh permukaan air laut, seketika dari tubuhnya segera muncul hawa menolak yang sama berat dan kuatnya dengan tenaga membentur tubuh Yo Him dengan permukaan air laut.

Sehingga dia telah terpental keatas lagi.

Begitu jatuh, begitu tertolak lagi keatas.

Baca Juga: Pendekar Gila Kho Ping Hoo

Baca Juga: Nurseta Satria Karangtirta 8

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert