Eps 2 Legenda Bulan Sabit - Khu Lung
Baca online Legenda Bulan Sabit - Khu Lung
Cersil Legenda Bulan Sabit - Khu Lung.
Chu Liuxiang betul-betul tidak habis pikir kenapa wanita itu bisa tahu dia sedang melihatnya. Tentu saja dia tidak habis pikir, sebab wanita itu tidak tahu dia sedang melihatnya.
"Masih belum cukup melihat, aku masih ingin melihat dengan lebih jelas lagi, sebab bukanlah sering-sering bisa melihat wanita seperti kau ini!"
Kata-kata ini bukan diucapkan oleh Chu Liuxiang, dia tidak bisa mengucapkan kata-kata semacam ini, orang yang berkata itu ada di luar jendela.
"Anda mau lihat, kenapa tidak masuk untuk melihatnya?"
Nadanya makin lemah-lembut.
"Di luar begitu dingin, anda tidak takut masuk angin?"
Ternyata jendela tidak dikancing, begitu didorong dengan ringan langsung terbuka, sebentar saja orang itu telah berada dalam kamar, seorang yang memakai baju malam yang terbuat dari kain sutera yang berwarna putih perak, di wajahnya yang pucat namun tampan itu terlihat ekspresi wajah yang angkuh dan tidak senonoh, alisnya miring dan sudut matanya tinggi, di matanya terdapatsenyuman yang jahat dan bengis!
"Kamu sengaja tidak mengancing jendela, apakah memang maunya agar aku masuk dan melihatmu?"
Wanita itu memutar badannya dan berhadapan dengan, dia, katanya.
"Pria tampan semacam anda ini, juga bukanlah yang bisa sering-sering dilihat, bukan?"
Dia menghadapi orang ini dengan telanjang bulat, seolah-olah tubuhnya memakai baju berlapis-lapis, sedikit pun tidak malu, sedikit pun tidak tegang!
Malahan Chu Liuxiang yang tegang sendiri.
Si gadis Jepang ini pasti tidak tahu siapa pria ini, juga tidak pernah dengar kata orang tentang baju malam yang unik ini!
Ya, dia toh berasal dari negara asing.
Namun Chu Liuxiang mengenal pria ini, bahkan mengenalnya amat mendalam.
Jika seorang wanita memakai sikap ini untuk menghadapi orang lain, mungkin merupakan semacam strategi yang efektif, tapi kalau dipakai untuk menghadapi pria ini akan sangat berbahaya, lebih berbahaya dari seorang anak kecil yang main api!
Baju malam yang berwarna putih perak itu berkelap-kelip di cahaya pelita, mata pria itu juga bersinar-sinar.
"Kau tahu aku siapa?"
"Aku belum pernah bertemu anda, tapi aku tahu bahwa di dunia persilatan ini cuma ada satu orang yang berani dan layak memakai baju malam ini!"
"Oh!"
"Sebab walaupun orang ini congkak, tapi betul-betul hebat, bahkan ilmu ringan tubuhnya tak ada yang bisa menandinginya! Baju malam ini amat mencolok mata, seolah-olah takut kalau tidak terlihat orang saja! Kecuali Tuan Muda Panah Perak, siapa yang layak memakainya?"
"Kau kira aku adalah Panah Perak Xue Chuanxin?"
"Jikalau anda bukan dia, anda tidak akan bisa melihat wanita cantik seperti aku ini."
Bunyi tertawanya juga penuh daya pesona.
"Sebab kalau anda bukan dia, sekarang anda paling sedikit mati 70 -80 kali!"
Xue Chuanxin terus memandanginya, dari bagian-bagian tubuh yang ingin dilihat orang laki-laki, sampai ke bagian-bagian yang tak ingin dilihat orang laki-laki.
"Siapa namamu?"
"Namaku Yingzi. Apakah anda pernah melihat bunga sakura? Di kampung halamanku, begitu musim semi tiba, sebelum layunya bunga azalea, sakura sudah berbunga, dan semua bukit dan padang berubah jadi lautan bunga sakura. Orang-orang berbaring di bawah pohon sakura, memetik samisen (catatan. sejenis alat musik tradisional Jepang), menyanyikan lagu-lagu cinta yang kuno, sambilminum arak sake yang asam-manis, sehingga melupakan semua kerisauan hati umat manusia!"
Disini tidak ada bunga sakura maupun arak sake, namun kelihatannya dia sudah mabuk, dan kelihatannya dia akan rebah dalam pelukan pria itu!
Di sekujur tubuhnya yang polos, bahkan suatu tempat yang bisa menyembunyikan sebatang jarum pun tidak bisa, tentu saja tidak akan ada senjata.
Karena itu siapa saja yang memeluknya akan aman sekali, amannya seperti berbaring di dalam peti mati lalu dipendam dalam tanah.
Para pria yang pernah memeluknya barangkali saat ini telah berbaring dengan aman di dalam tanah.
Tetapi di malam musim semi nan indah ini, ada seorang wanita cantik yang dengan suka rela mau dipeluk, ada berapakah pria di dunia ini yang dapat menolak?
Chu Liuxiang tahu bahwa paling sedikit ada dua orang.
selain dia, masih ada satu lagi.
Karena ia melihat nona Yingzi tiba-tiba "terbang"
Dan terpelanting!
Ternyata dia ditampar dengan punggung tangan oleh Tuan Muda Xue!
Sebenarnya dia terus membiarkan nona itu terus menggodanya, yang menggodanya dengan berbagai cara, dan dia merasa puas dan menikmati semua cara penggodaannya!
Nona itu sudah bisa merasakan hal ini, dan tahu pria itu sudah bereaksi kuat, maka dia mimpi pun tidak mengira bahwa pada saat-saat seperti ini ternyata pria itu bisa menamparnya!
"Aku berlaku begitu baik kepada anda, kenapa anda memukulku?"
"Mengapa ketika nona itu mandi, kau memasukkannya ke dalam peti dan kau angkut pergi?"
Kata Xue Chuanxin seraya menghela napas.
"Hal ini mestinya hanya bisa dilakukan orang laki-laki semacam aku ini, mengapa kau mau rebutan bisnis denganku?"
"Anda juga datang karena dia?"
Nona Yingzi sepertinya lebih marah dari tadi ketika ia ditampar, katanya.
"Ada hal apakah yang aku tidak dapat menandinginya?"
"Hanya satu."
"Apa itu?"
"Dia baru mandi, dia lebih bersih darimu."
Sedikit demi sedikit Chu Liuxiang mulai jadi paham. Xue Chuanxin mencari ninja ini karena seorang wanita yang lain, dan wanita itu "dicuri"
Dan dimasukkan ke dalam sebuah peti ketika dia sedang mandi!Lalu kenapa nona Yingzi rela datang dari negara Jepang nun jauh, pergi ke Jiangnan untuk "mencuri"
Seorang nona yang sedang mandi?
Chu Liuxiang menjadi tidak paham lagi.
Namun justeru karena tidak paham, membuatnya makin tertarik!
Sebuah hal yang dapat membuat Chu Liuxiang tidak paham, biasanya adalah hal yang amat menarik!
Dia betul-betul ingin tahu betulkah di tempat ini ada sebuah peti?
Betulkah di peti ini ada seorang nona yang baru mandi?
Sebenarnya ada hal-hal apakah yang menyebabkan orang lain mau "mencuri"
Nona ini dengan rela menanggung bahaya?
Dia setuju apa yang dikatakan oleh Xue Chuanxin.
Memasukkan seorang nona yang sedang mandi ke dalam peti dan mau diangkut pergi, hal ini memang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang wanita, bahkan orang laki-laki macam Xue Chuanxin juga tak akan sering-sering melakukannya.
Hal ini memang bukan suatu hal yang"bergengsi", sedikit sekali orang bisa melakukannya.
Tapi di luar dugaan orang.
Pendekar Harum Chu yang selama ini amat "bergengsi", ternyata bisa melakukannya!
Selama ini "nasib"-nya mujur sekali, kali ini pun demikian.
Cepat sekali dia sudah menemukan peti itu, yang di dalamnya memang ada seorang nona yang baru mandi.
Ternyata ia membawa pergi peti itu, peti bersama nona itu!
Mengapa dia bisa melakukan hal ini?
Ada keistimewaan-keistimewaan apakah dari nona yang berada di dalam peti itu?
Sebenarnya Chu Liuxiang tidak melihat peti itu, namun "dibantu"
Oleh Yingzi. Yingzi tiba-tiba merubah suatu cara lain untuk menghadapi Xue Chuanxin.
"Anda benar, dia lebih bersih dariku, tapi apakah sekarang dia tetap bersih seperti dulu?"
Dia berkata sambil mengelus wajahnya yang bengkak karena tamparan.
"Jika anda memukulku lagi, maka ketika anda menemukannya, amat mungkin dia telah berubah jadi seorang wanita yang paling kotor di dunia!"
Ketika Xue Chuanxin memandangnya dengan dingin, sinar matanya lebih dingin dari pria itu! "Jikalau anda membunuhku, maka aku jamin bahwa yang anda temukan adalah wanita mati yang paling kotor!"
Melihat ekspresi wajah Xue Chuanxin, Chu Liuxiang tahu bahwa caranya sudah tepat!
Menghadapi pria semacam Xue Chuanxin ini, berbohong, menggoda, melawan, bahkan meminta-minta pun tidak ada gunanya!
Kuncinya adalah menemukan lalu memanfaatkankelemahankelemahannya!
Wanita yang datang dari Jepang ini ternyata memiliki insting yang sanggup memahami pria, seperti reaksi binatang terhadap pemburu!
Insting semacam ini kebanyakan wanita tidak memilikinya!
Sikap Xue Chuanxin memang berubah, katanya.
"Bagi siapapun dua orang wanita mati itu tidak ada faedahnya."
Dia tersenyum.
"Aku hanya berharap kalian berdua bisa hidup sampai berumur 80 tahun dengan damai dan bersih!"
Senyum membuat wajah pria itu tambah menarik, sikap Yingzi juga berubah, katanya.
"Apakah anda ingin aku membawa anda pergi cari dia?"
"Ya."
"Setelah itu?"
Tiba-tiba senyuman Xue Chuanxin menjadi jangal sekali, tiba-tiba merangkul pinggangnya Yingzi, dan berkata lirih di pinggir telinga.
"Pada saat itu kau akan tahu aku adalah pria macam apa!"
Yingzi bukan orang tolol, juga bukan nona muda yang langsung mabuk kepayang begitu melihat pria yang tampan!
Cuma karena kalimat ini, tentu saja dia tak akan membawanya pergi.
Hanya dia yang tahu di mana peti itu berada, inilah satu-satunya senjata ampuh yang bisa dia pakai untuk menghadapi Xue Chuanxin.
Tentu saja dia butuh jaminan yang lebih bisa dipercayai, atau mengajukan sejumlah syarat, setelah disanggupi baru membawanya pergi.
Tetapi dia tidak berbuat demikian!
Tidak ada syarat, tidak ada jaminan, sepertinya dia langsung mabuk kepayang begitu dengar kalimat ini!
Seandainya Hu Tiehua ada di tempat, barangkali segera loncat ke bawah untuk beri dia dua sampai tiga tamparan, agar dia menjadi sadar!
Untung Chu Liuxiang bukan Hu Tiehua.
Ketika Yingzi memakai pakaiannya, Chu Liuxiang telah mengerti maksudnya, dia berbuat demikian agar Xue Chuanxin bisa menjauh dari kamar.
Mengapa dia berusaha keras agar Xue Chuanxin menjauh dari kamar?
Apakah karena dia tidak ingin pria itu tinggal terus di kamar?
Ketika dia pergi, bahkan tidak mengunci pintu kamarnya!
Ketika memandang dia pergi, tiba-tiba mata Chu Liuxiang berbinar-binar.
"Peti itu pasti ada di dalam kamar ini,"
Jikalau ada orang yang berani bertaruh dengannya, mau taruhannya apa saja dia juga mau, sebab dia pasti akan menang!000 Peti itu memang ada, ada di belakang ranjang.
Sebuah ranjang besar, dengan kelambu berwarna putih perak, di belakangnya masih ada tempat kosong, selain bisa menaruh sebuah pispot, juga bisa menaruh peti kayu kamper yang besar.
Di dalam peti itu memang ada seorang nona yang baru mandi, cantik, wangi, masih dalam keadaan tak sadarkan diri, tubuhnya hanya ditutupi dengan handuk sutera yang berwarna pink, sehingga menonjolkan banyak bagian tubuh yang dapat membuat jantung setiap pria berdetak kencang!
Jantung Chu Liuxiang berdetak beberapa kali lebih cepat dari biasanya!
Bukan karena wajah cantik yang polos, juga bukan karena bahunya yang indah dan mulus, lebih-lebih juga bukan karena sepasang kaki indah yang setengah tertutup oleh handuk mandi!
Ia sama sekali tidak memperhatikan bagian-bagian itu, disebabkan pada pandangan pertamanya ia telah melihat sesuatu yang menyita semua perhatiannya!
Ia melihat sebuah bulan sabit.
Sebuah bulan sabit melengkung yang berwarna merah, berada di atas dada si nona yang yang putih mulus!
Chu Liuxiang segera teringat kepada Jiao Lin, teringat akan sapu tangan sutera pemberian Jiao Lin kepadanya, dan teringat akan sebuah bulan sabit yang disulam dengan benang sutera merah yang ada pada sapu tangan sutera itu!
Peti itu segera ditutup olehnya.
Hanya dalam waktu sekejap mata, peti tersebut sudah tidak berada lagi di kamar!
Sebuah peti kayu kamper yang besar dan berat, di dalamnya ada seorang nona setengah telanjang yang belum sadarkan diri, dia bisa membawanya kemana?
Yang lebih memberatkannya adalah.
Dia sudah mendengar Hu Tiehua sedang menghadapi hal yang berbahaya!
Dia tidak bisa mengacuhkan Hu Tiehua, juga tidak bisa mengacuhkan nona ini, dia mesti pergi menghadapi lawan-lawan Hu Tiehua, juga mesti menghadapi Yingzi dan Xue Chuanxin.
Jika orang lain berada di dalam situasi ini, pasti tidak tahu harus bagaimana bertindak.
Untung dia bukan orang lain, orang lain tidak tahu harus bagaimana, tapi dia tahu.
Sebab dia adalah Chu Liuxiang!
Diantara biaoshi yang semuanya mabuk berat, terdapat seorang yang kadar mabuknya "hanya" 50-60%.
Jika seseorang kadar mabuknya 50-60%, itu adalah saat dimana dia mengira dirinyadalam keadaan yang paling sadar!
Maka dialah orang pertama yang melihat ada seorang yang masuk dari luar dengan mengangkat sebuah peti besar.
Apakah orang ini sudah gila?
Baru saja dia ingin melompat bangun, dan ingin menendang orang ini sampai masuk ke bawah meja, namun si pedagang yang kelihatan jujur ini meraba wajahnya, lalu tibatiba berubah jadi seorang sahabat yang paling dikagumi!
"Pendekar Harum!"
Dia berteriak.
"Bagaimana anda bisa datang?"
Chu Liuxiang tidak beri penjelasan.
Ia telah memakai semacam cara yang paling cepat untuk memberitahukan identitasnya.
Ia menarik biaoshi itu masuk ke sebuah kamar yang tidak ada orangnya, lalu menyerahkan peti dan sapu tangan sutera itu padanya.
"Jika orang yang ada di dalam peti sudah siuman, tolong tunjukkan sapu tangan ini padanya, beritahukan dia bahwa kau adalah temannya Jiao Lin, dan Jiao Lin adalah ayah kandungnya, maka dia mesti menunggu di sini sampai aku kembali."
Biaoshi yang sejak tadi mengira dia masih sadar itu, tibatiba merasa dirinya sama sekali tidak sadar!
Sebab dia tidak paham sama sekali apa yang dikatakan Chu Liuxiang.
Satu-satunya hal yang dapat membuat dia percaya adalah.
Orang ini memang adalah Chu Liuxiang, dan apa yang diminta Chu Liuxiang untuk dia kerjakan pasti tidak akan salah!
Oleh karena itu ia segera menyanggupi.
"Baik, aku akan tunggu anda, aku akan duduk di atas peti ini untuk menunggu anda kembali. Tetapi anda mesti cepat kembali, karena teman-teman kami semuanya ingin menemani anda minum arak."
Chu Liuxiang memang kembali dengan cepat.
Sebab begitu melihat Bai Yunsheng pergi dan Bibi Hua muncul, dia segera kembali, namun ketika dia kembali, sudah tidak ada orang lagi di tempat ini yang dapat menemaninya minum arak!
Di dalam dunia ini ada banyak orang yang minum arak, juga ada banyak orang yang tidak minum arak, ada orang yang tidak minum arak dikarenakan mereka tidak suka, tidak mau, tidak menikmatinya, dan tidak punya uang untuk beli arak.
Ada juga orang tidak minum arak karena takut, takut dapat penyakit, takut dimarahi istri, takut disalahkan oleh handai taulan, dan lain-lain.
Tetapi yang betul-betul tidak bisa minum arak hanya dua macam.Yang pertama.
orang mati.
Yang kedua.
orang mabuk yang hampir mati, yaitu orangorang yang tak sadarkan diri karena kebanyakan minum arak!
Ketika Chu Liuxiang kembali, yang ada di halaman luas ini hanya tinggal dua macam orang ini!
Ada yang sudah mati, ada yang tak sadarkan diri seperti orang mati, pokoknya setiap orang terbaring di lantai dan tidak bergerak!
Hanya ada seorang yang termasuk pengecualian, hanya orang ini yang tidak berbaring.
Peti itu masih ada.
Orang ini duduk tegak di atas peti itu, sayangnya orang ini bukanlah si teman yang mau menunggu Chu Liuxiang kembali untuk minum arak!
Chu Liuxiang begitu melihat baju malamnya yang berwarna putih perak itu, perasaan hatinya langsung tidak enak.
Dia tidak takut kepadanya, namun dia juga tidak senang bertemu orang ini, seperti dia juga tidak senang bertemu dengan landak!
Tetapi sepertinya Xue Chuanxin amat senang bertemu dia.
"Memang adalah anda, dan anda telah datang."
Dia berkata sambil tersenyum.
"Kali ini ternyata aku tidak salah tebak."
"Apakah sejak tadi anda telah menduga itu adalah aku?"
"Begitu keluar dari pintu kamar, aku sudah duga bahwa peti itu sangat mungkin ada di dalam kamar, namun ketika aku kembali, peti itu telah tidak ada. Kecuali Pendekar Harum Chu, siapa lagi yang memiliki gerakan begitu cepat?"
Senyumannya tambah cerah.
"Untung aku juga tahu bahwa Pendekar Harum selama ini punya hubungan baik dengan Kantor Ekspedisi "
Chang Sheng ", makanya aku bisa mencari kemari, kalau tidak, hari ini aku akan kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan anda!"
Chu Liuxiang berkata sambil tersenyum pahit.
"Lain kali kalau anda bertemu hal-hal semacam ini, bolehkan sekali-sekali melupakan aku?"
"Lain kak aku pasti berusaha untuk melakukannya."
Xue Chuanxin berkata dengan tulus.
"Cuma sayangnya ada sejumlah orang yang sering diingat orang lain, mau melupakannya juga tidak bisa."
Dia tiba-tiba menghela napas panjang.
"Apalagi teman-teman dari kantor ekspedisi "
Chang Seng", barangkali mulai sekarang akan mengingat anda setiap malam!"
"Mengapa?"
"Mengapa? Apakah anda betul-betul tidak tahu mengapa? Jikalau bukan anda yang membawa peti itu kemari, saat ini mereka pasti masih minum arak dengan nikmatnya, bagaimana bisa dibunuh dengan kejam oleh orang lain?"
"Dibunuh orang? Bukan anda yang melakukannya?"
"Ketika aku datang, yang harus mabuk sudah mabuk, yang harus mati sudah mati!"
Xue Chuanxin menghela napas lagi.
"Orang yang melakukannya punya gerakan yang amat cepat, untung aku tahu bahwa Pendekar Harum selama ini tidak pernah membunuh orang, kalau tidak aku juga bisa mengira itu adalah perbuatan anda!"
Chu Liuxiang tidak meraba hidungnya. Hidungnya dingin sekali, jari-jari tangannya juga dingin sekali. Mendadak Xue Chuanxin bertanya.
"Apakah anda tidak ingin melihat-lihat orang yang ada di dalam peti?"
"Dia bagaimana?"
"Juga tidak bagaimana, hanya nyawanya hilang dengan tidak tahu apa-apa!"
Ujung hidung Chu Liuxiang yang dingin tiba-tiba keluar keringat dingin, air mukanya juga berubah, bahkan kawan-kawannya yang paling lama pun jarang melihat perubahan air muka yang demikian!
Sekalipun dia sendiri menghadapi saat mati hidup yang tanpa harapan lagi, dia juga tidak akan demikian sedihnya!
Itu karena dia teringat akan Jiao Lin, seorang teman yang hampir tidak memiliki apa-apa lagi, yang begitu mempercayai dan menghormatinya!
Jika dia menyebabkan anak dari seorang teman semacam ini mati karena dia didalam sebuah peti, maka semua yang dikerjakan dalam hidupnya hanyalah setumpuk sampah saja!
Xue Chuanxin berdiri dan membuka peti.
Yang pertama terlihat Chu Liuxiang adalah sapu tangan sutera yang menguning itu.
Bulan sabit yang melengkung itu tetap berwarna merah seperti darah, namun di sisinya ada dua baris huruf yang tertulis dengan darah.
"Chu Liuxiang banyak usil He Yulin mati penasaran."
He Yulin adalah si teman yang duduk di atas peti dan menunggu Chu Liuxiang kembali untuk bersama-sama minum arak.
Ternyata yang mati di dalam peti itu bukan anaknya Jiao Lin, tapi He Yulin.
Anaknya Jiao Lin pergi kemana?
Xue Chuanxin menutup peti dengan pelan, lalu memandangnya dengan sikap simpati.
"Suka usil bukanlah sesuatu yang jelek, orang yang suka usil biasanya adalah orang yang punya kepandaian yang tapi kalau sudah terlalu usil, kadang-kadangbisa mencelakai orang lain dan diri sendiri."
Dia menggeliatkan tubuhnya, lalu berkata.
"Urusan ini mungkin sekarang anda tidak dapat mengurusi lagi, aku percaya anda sama dengan aku, juga tidak tahu sebenarnya tadi terjadi apa di tempat ini. Kalau anda suka peti ini, ambillah beserta dengan orang yang ada didalamnya, sampai jumpa!"
Dia tersenyum pada Chu Liuxiang, lalu badannya melesat bagaikan anak panah perak, melewati jendela dan sampai di halaman luar.
Ketika dia turun di tanah, tiba-tiba melihat Chu Liuxiang sudah ada di halaman!
Xue Chuanxin berkata sambil menghela napas panjang.
"Hari ini aku tidak berniat menemani anda minum arak, juga tidak berniat berkelahi dengan anda, untuk apa anda ikuti aku?"
"Aku cuma mau bertanya, nona yang ada didalam peti itu 'dicuri' darimana oleh Yingzi? Siapa namanya? Tinggal dimana? Bekerja apa? Mengapa banyak orang yang mau merebut dia? Sampai-sampai ninja yang datang dari Jepang yang jauh pun menginginkannya?"
Kelihatannya Xue Chuanxin amat heran.
"Hal-hal ini anda semuanya tidak tahu?"
Dia bertanya.
"Bahkan anda juga tidak tahu dia siapa?"
"Betul."
"Kalau begitu mengapa anda mau mencampuri urusan ini?"
"Sebab secara kebetulan aku mengenalinya sebagai anak seorang temanku yang hilang bertahun-tahun."
Xue Chuanxin memandang Chu Liuxiang dengan terkejut, lama sekali baru berkata.
"Apa yang anda tanya boleh kuberitahu, tapi anda harus terlebih dahulu beritahuku, siapakah teman anda itu?"
"Dia cuma seorang pengelana yang miskin papa, meskipun aku sebutkan namanya, anda juga tidak kenal."
Xue Chuanxin berdiam lama sekali, tiba-tiba bertanya.
"Apakah orang yang anda maksud itu adalah Jiao Lin?"
Sekarang gilirannya Chu Liuxiang yang terkejut, dan bertanya.
"Bagaimana anda bisa tahu ia adalah Jiao Lin? Anda juga kenal dia?"
Tiba-tiba Xue Chuanxin tersenyum.
Kelihatannya dia adalah orang yang murah senyum, senyumannya punya daya pesona yang besar, baik pada pria maupun wanita!
Pas dia mulai tersenyum, dari kancing sabuknya muncul banyak sekali sinar perak, badannya juga ikut "menerkam" , telapak tangan menyerang tenggorokan Chu Liuxiang, tinju tangan kanan menyerang rusuk Chu Liuxiang!
Ketiganya adalah jurus maut, dan dilancarkan pada waktu yang hampir bersamaan!Hanyalah seseorang yang menghadapi musuh kuat yang punya dendam kesumat, barulah menyerang dengan begitu bengis!
Tetapi di antara dia dengan Chu Liuxiang tidak ada dendam yang begitu dalam, kenapa tiba-tiba dia ingin membunuh Chu Liuxiang?
Chu Liuxiang telah terjatuh, terjatuh lurus, namun belum seluruh badan terjatuh di tanah.
Ketika punggungnya nyaris menempel tanah, badannya tiba-tiba melesat menjauh!
Tigabelas batang anak panah perak yang lebih besar sedikit dari jarum sulam semuanya meleset, kedua jurus maut telapak tangan dan kepalan tangan juga meleset.
Tetapi Chu Liuxiang hampir saja menubruk tembok!
Namun badannya seperti ada per-nya, tiba-tiba badannya naik tinggi dan dia sudah duduk di ujung tembok!
Tiba-tiba wajahnya Xue Chuanxin menjadi pucat pasi, tibatiba membuka kancing sabuknya dan mengeluarkan sebilah pedang emas yang bersinar perak gemerlapan.
Sinar perak berkelebat dan pedang itu menikam ke tenggorokan seperti seekor ular berbisa!
Tenggorokan dia sendiri.
Namun kali ini dia terlambat sedikit dari Chu Liuxiang, terdengar bunyi "tas"!
Sebuah batu kecil mengenai sendi lengannya, dan lengannya menjadi lemas!
Lalu dia mendengar Chu Liuxiang bertanya.
"Mengapa anda mau melakukan hal ini? Mengapa mau mati?"
"Karena aku pun ingin anda mati."
Nada suara Xue Chuanxin masih begitu dingin dan angkuh.
"Jika ingin orang lain mati, maka diri sendiri mesti siap mati."
"Tetapi di tangan anda 'kan masih ada pedang, kenapa tidak coba sekali lagi?"
"Menang ya menang, kalah ya kalah, kalau sudah kalah, kenapa mesti coba lagi?"
Xue Chuanxin berkata dengan angkuh.
"Selama ini aku malang melintang di dunia persilatan, puas menikmati cinta dan seks, hidupku juga cukup panjang, lalu mengapa mesti menebalkan muka untuk bertahan hidup? Orang yang kubunuh tak terhitung jumlahnya, lalu kenapa aku sendiri tidak bisa mati sekali?"
"Jikalau aku menginginkan anda hidup?"
Xue Chuanxin tertawa dingin.
"Chu Liuxiang, aku tahu anda punya kepandaian yang tinggi dan sangat hebat, tapi jika anda sungguh mengira bahwa di dunia ini tidak ada hal yang tak sanggup anda lakukan, maka anda keliru!"
Dia berkata dengan suara keras.
"Hal ini anda tidak sanggup melakukannya!"
Lengan kanannya memang tidak bisa bergerak, tapi dia masih punya tangan yang lain, dan ternyata di tangan ini juga ada senjata maut!Sebuah jarum beracun yang panjangnya 3,3 inchi.
Ketika tangan kirinya digenggam erat, maka jarum beracun ini melesat keluar dari cincin perak putih yang terpakai di jari manisnya, seperti sengat beracun dari tawon pembunuh orang!
"Chu Liuxiang, kalau anda mau menolong orang, tolong orang lain saja, sampai jumpa!"
Begitu tangannya diangkat, jarum beracun ini telah berada beberapa centimeter di depan tengah alisnya, tetapi sampai di sini saja, tangannya tiba-tiba tidak dapat dimajukan lagi.
Sebab tiba-tiba pergelangan tangannya dicengkeram dengan semacam ilmu cengkeram yang hebat!
Semacam ilmu cengkeram yang hanya Chu Liuxiang saja yang bisa mengerti kehebatannya!
Dengan terkejut Xue Chuanxin memandang Chu Liuxiang, lalu bertanya dengan suara keras.
"Aku bukan teman anda, jika aku lebih kuat dari anda, aku tadi telah membunuh anda! Lalu kenapa anda tidak membiarkanku mati?"
"Aku pun tidak tahu kenapa?"
Kata Chu Liuxiang dengan nada datar.
"Barangkali karena aku mulai menyukai anda."
"Apakah anda betul-betul tidak membiarkan aku mati?"
"Barangkali ya."
Mendadak Xue Chuanxin menghela napas panjang, dan berkata dengan semacam nada yang aneh.
"Kalau begitu anda mungkin segera mati!"
Ketika dia menghela napas, tiba-tiba ada asap tipis menyembur keluar dari mulutnya, dan mengenai wajah Chu Liuxiang!
Biji mata Chu Liuxiang mulai mengerut, daging wajahnya mulai mengejang!
Dia menatap Xue Chuanxin, sepertinya masih mau mengatakan sesuatu, tapi sepatah kata pun tidak bisa keluar.
Dengan dingin Xue Chuanxin melihat cengkeraman tangannya mengendor, dan dengan wajah tanpa ekspresi melihat dia jatuh!
"Aku tidak suruh anda menyelamatkanku, anda yang melakukan dengan kerelaan sendiri."
Dia berkata dengan dingin.
"Karena itu aku tidak berhutang pada anda..Orang Yang Menawarkan Harga Tertinggi Bibi Hua terus menerus tersenyum, memandang Hu Tiehua sambil tersenyum, senyumannya manis, bunyi tertawanya merdu. Senyumannya Bibi Hua memang terkenal selama ini, walaupun senyumannya tidak dapat menjatuhkan orang-orang dalam satu kota, tapi jika mau menjatuhkan orang-orang dalam satu rumah pasti tidak jadi soal! Saat ini di dalam rumah selain ia, cuma ada satu orang. Lubang di dinding telah ditutupnya dengan sebuah papan kayu, Galah Bambu Hitam tertidur dengan tidak nyenyak di kamar sebelah, di meja masih ada arak dan masakan. Hu Tiehua sudah pusing tujuh keliling oleh senyumannya, bahkan hampir tidak bisa duduk. Namun dia tidak boleh berbaring. Seandainya dia berbaring karena tidak beruntung, maka akibatnya bisa serius, jadi dia mesti memompa semangatnya.
"Mengapa kau mesti meminta Galah Bambu Hitam dan kawan-kawan untuk membunuh Shi Tianwang?"
Tanya Hu Tiehua dengan gaya serius yang disengaja.
"Siapa yang menyuruh kau melakukan hal ini? Kenapa kau mau melakukannya?"
"Sebab aku tidak rela setangkai bunga yang indah ditancapkan di tahi anjing oleh orang."
"Masa kau juga tidak setuju pernikahan ini?"
Kelihatannya Hu Tiehua sedikit terkejut, lalu bertanya.
"Kepala pengurus Hua yang minta aku mengantarkan Putri Pedang Giok itu, terang-terangan memberitahukan bahwa dia adalah kakak keduamu, dia minta aku menjemput mempelai wanita, lalu kenapa kau menyuruh orang untuk membunuh mempelai pria?"
"Sebab jika mempelai pria tiba-tiba mati, maka batallah pernikahan ini, itu baru semua orang senang dan dunia jadi aman."
Hu Tiehua mengerutkan dahinya, lalu bertanya lagi.
"Kakak keduamu adalah kepala pengurus dari Dusun Pedang Giok, kalau kau? Apakah kau adalah murid Tuan Du?"
"Boleh dibilang ya, namun juga boleh dibilang bukan."
"Sebetulnya kau 'orang'-nya siapa?"
"Tidak seharusnya kau menanyakan pertanyaan ini, kau seharusnya tahu aku orangnya siapa?"
Bibi Hua berkata sambil tersenyum manis.
"Aku adalah orangmu, dari dulu sampai sekarang aku adalah orangmu!"
Hampir saja Hu Tiehua berteriak minta tolong.
Dia tahu bahwa Chu Liuxiang tidak jauh darinya, tadi dia sudah melihat dengan matanya sendiri, dia berharap Chu Liuxiang tiba-tiba tergerak hati nuraninya dan bertindak dengan welas-asih, yaitu datang kemari untuk duduk-duduk dengan mereka, minum arak bersama, itu sama dengan menolong nyawanya!
Sebab dia tahu bahwa Bibi Hua yang genit ini, dapat melakukan hal apa saja setelah minum beberapa cawan arak!
"Aduh ibuku!"
Akhirnya Hu Tiehua berteriak-teriak.
"Pepatah berkata 'seorang satria memakai mulutnya, bukan pakai tangannya', kenapa kau bisa begini?"
"Aku memang bukan seorang satria, aku adalah ibumu."
Bibi Hua berkata sambil tertawa cekikikan.
"Bukankah kau adalah anakku yang manis?""Bukan."
Ternyata Chu Liuxiang masih punya sedikit hati nurani sehingga mau datang untuk menolongnya.
Walaupun suara orang ini tidak mirip suara Chu Liuxiang, namun suara Chu Liuxiang memang bisa berubah setiap saat, mudahnya seperti perubahan air muka seorang pelacur terhadap tamunya!
Kelihatannya orang ini juga tidak mirip Chu Liuxiang.
Dia mengenakan pakaian ketat yang berwarna perak, di wajah pucat tapi tampan itu terdapat semacam ekspresi yang angkuh dan tidak senonoh, gayanya seperti mengira dirinya adalah pria tampan nomor satu di dunia, dan semua orang wanita dari seluruh dunia berlutut dan memohon agar diijinkan mereka membasuh kakinya!
Orang semacam ini ternyata tangannya mengangkat sebuah peti kayu kamper yang besar, yang kelihatannya tidak ringan.
Hu Tiehua mengeluh di dalam hati.
Dia sungguh-sungguh tidak mengerti kenapa kali ini Chu Liuxiang menyamar jadi orang yang menyebalkan.
Bibi Hua berkata sambil menghela napas panjang.
"Waktu seharusnya anda datang tidak datang, tapi waktu tidak seharusnya anda datang anda malah datang! Apakah sepanjang hidup anda ini tidak dapat sekali saja melakukan hal yang baik untuk orang lain?"
"Saat ini justeru aku sedang melakukan hal yang baik."
Orang ini berkata sambil tersenyum.
"Aku yakin bahwa di tempat ini pasti ada orang yang berterima kasih padaku."
Hu Tiehua menatapnya dengan mendelikkan mata, lalu tiba-tiba meloncat dan berkata.
"Tidak benar, orang ini bukan Chu Liuxiang, pasti bukan."
"Siapa bilang dia adalah Chu Liuxiang? Memang bukan."
Bibi Hua berkata.
"Kalau dia adalah Chu Liuxiang, maka aku akan ganti namaku!"
"Siapa dia?"
"Aku bermarga Xue."
Xue Chuanxin berkata.
"Meskipun anda tidak kenal aku, tapi nama besar Pendekar Besar Hu telah lama kuhormati."
"Anda kenal aku?"
"Pendekar Besar Hu orangnya jujur, terbuka dan gagah sekali, di dunia persilatan siapa yang tidak tahu?"
Senyumannya keluar lagi.
"Kemampuan minum arak Pendekar Besar Hu, juga sangat terkenal di dunia, makanya aku datang secara khusus untuk menemani anda minum dua cawan arak."
Hu Tiehua mendadak punya perasaan bahwa orang ini tidak menyebalkan seperti tadi, bahkan sudah mulai sedikit menyenangkan.
"Apakah ketika anda menemani orang minum arak, selalu peti besar semacam ini?"
Hu Tiehua tidak tahan untuk tidak bertanya.
"Di dalam peti berisi apa? Makanan atau minuman?"
"Kalau mau dimakan, direbus dengan kecap dan bumbu masak walaupun kurang enak juga bisa dimakan."
"Bisakah dijadikan lauk pauk untuk minum arak? Enak tidak?"
"Itu tergantung."
Kata Xue Chuanxin.
"Tergantung apakah anda suka makan orang atau tidak?"
Hu Tiehua terkesiap, lalu bertanya.
"Yang di dalam peti ini adalah orang? Orang mati atau orang hidup?"
"Sementara ini masih belum mati, tapi juga tak bisa dianggap hidup, yang benar adalah mati tidak, hidup pun enggan."
"Mengapa anda memasukkan dia ke dalam peti ini?"
"Sebab aku tidak menemukan sesuatu yang lain yang bisa memasukkan orang sebesar ini kedalamnya."
Hu Tiehua mengelus lagi hidungnya, lama sekali baru berkata sambil tertawa dengan memiringkan kepalanya.
"Aku tahu bahwa dapur di tempat ini ada sebuah wajan yang amat besar, mari kita rebus orang ini untuk dijadikan lauk pauk minum arak, baik atau tidak?"
Xue Chuanxin juga tertawa, dan tertawanya lebih "sehat"
Dari Hu Tiehua.
"Andaikata anda tahu siapa di dalam peti ini, pasti tak akan mengucapkan kata-kata ini."
Tentu saja Hu Tiehua bukan sungguh-sungguh ingin makan orang. Satu-satunya "orang"
Yang bisa dimakan dia, adalah orangorangan yang terbuat dari gula gandum!
Dia hanya suka bercanda saja, lebih-lebih jika ada seorang yang telah mengatakan sesuatu yang nyentrik, dia pasti akan berusaha memikirkan suatu kalimat yang nyentrik juga untuk membalasnya, kalau tidak ia tak akan bisa tidur pada malam harinya.
Tetapi sekarang kata-kata orang ini nampaknya mengandung maksud-maksud tertentu, kalau tidak ditanya sampai jelas ia juga tidak bisa tidur.
"Siapa yang ada di dalam peti ini? Apa aku kenal?"
"Kalian tidak saja kenal, bahkan amat karib."
Jawab Xue Chuanxin.
"Tidak saja amat karib, bahkan adalah sahabat."
Mendengar kata-katanya begitu serius, Hu Tiehua tambah penasaran.
"Sahabatku tidak sedikit, siapa yang anda maksud?"
"Sahabat terbaik anda adalah siapa?""Tentu saja adalah Chu Liuxiang."
"Kalau begitu yang aku maksud adalah Chu Liuxiang."
Hu Tiehua tercengang dan berkata.
"Apakah maksud anda adalah orang yang ada di dalam peti ini adalah Chu Liuxiang? Apakah anda telah memasukkan Chu Liuxiang ke dalam peti ini?"
Xue Chuanxin berkata seraya menghela napas panjang.
"Sebenarnya aku mau membunuhnya, tapi tidak tega, tapi jika melepasnya aku juga tidak rela, sehingga terpaksa memasukkan dia ke dalam peti ini. Jikalau ada orang yang mau menjadikannya sebagai lauk pauk minum arak juga tidak apa-apa, mau direbus atau dimasak aku juga setuju."
Hu Tiehua mendelikkan sepasang mata yang lebih besar dari mata sapi ke arahnya, tiba-tiba tertawa nyaring dan berkata.
"Huaahaaha! Betapa jenakanya anda ini! Aku betulbetul tidak menyangka bahwa di dunia ini ternyata ada orang yang kepandaian membualnya lebih besar dariku!"
Xue Chuanxin pun berkata sambil tertawa.
"Membual sampai orang lain bisa percaya, memang bukan hal yang mudah."
"Hanya sayangnya kali ini bualan anda terlalu besar sedikit, Chu Liuxiang dapat dimasukkan ke dalam sebuah peti oleh anda? Hahaa! Siapa dapat percaya hal ini?"
Sekali lagi Xue Chuanxin menghela napas panjang.
"Aku pun tahu bahwa tiada seorangpun yang dapat percaya hal ini."
Mendadak Hu Tiehua menunjukkan wajah yang marah dan berkata.
"Tapi jika anda sudah tahu bahwa Chu Liuxiang adalah sahabat terbaikku, lalu kenapa anda berkelakar demikian padanya? Tahu tidak, ini sedikit pun tidak lucu!"
"Anda benar."
Aku Xue Chuanxin.
"Kelakar ini betul-betul tidak lucu."
"Anda berdua semuanya tidak lucu."
Bibi Hua pun berkata dengan wajah yang marah.
"Jika kalian tidak cepat-cepat menemaniku minum arak, aku akan mengusir kalian dengan tangkai sapu."
Diusir orang dengan tangkai sapu pun bukan hal yang lucu, oleh karena itu semuanya mulai minum arak.
Namun sayang sisa arak sudah tidak banyak, sementara malam kian larut.
Bibi Hua mengguncang-guncangkan guci arak lalu berkata.
"Kelihatannya kita setiap orang paling banyak cuma bisa minum 3 cawan lagi, setelah itu kita akan pergi sendiri-sendiri, carilah tempat untuk tidur, lumayan juga ada satu hari yang pikirannya jernih."
"Salah! Betul-betul salah!"
Hu Tiehua berkata sambil gebrak meja.
"Minum sampai saat ini lalu tidak minum lagi, itu lebih kejam dari kepala dipancung!"
"Aku juga tahu bahwa ini sungguh-sungguh tidak mengenakkan, namun pada saat ini mau kemana untuk menemukan arak?"
"Tentu saja ada tempatnya."
"Masih ada tempatnya? Siapa yang dapat menemukannya?"
"Aku."
Untuk hal semacam ini, Hu Tiehua memang jagonya.
Faktanya juga demikian, andaikata di dunia ini tersisa satu guci arak yang terakhir, maka orang yang dapat menemukannya pastilah dia!
Bibi Hua berkata seraya tertawa cekikikan lagi.
"Jikalau kau dapat menemukan arak dan dibawa kemari, maka aku mengaku bahwa kau adalah anak paling berbakti di dunia."
Tidak bisa jadi anak berbakti, namun harus minum arak.
Makanya Hu Tiehua pergi, perginya lebih cepat daripada ketika ada orang yang mau membacoknya dari belakang dengan sebilah golok!
Ketika bayangannya hilang ditelan kegelapan, senyuman di wajah Bibi Hua juga hilang, bertanya sambil mendelik ke Xue Chuanxin.
"Sebenarnya apa yang ada didalam peti ini?"
Xue Chuanxin sama sekali tidak menghiraukannya, seolah-olah sama sekali tidak mendengar pertanyaannya, malahan menanyakan suatu pertanyaan yang mestinya tidak perlu ditanyakan pada saat ini.
"Menurutmu kelakarku tadi lucu tidak?"
"Tidak lucu."
"Aku pun merasa tidak lucu, Hu Tiehua sama dengan kita,"
Kata Xue Chuanxin.
"Namun, masih ada satu orang lagi yang lebih tidak merasa lucu dari kita."
"Siapa dia?"
"Chu Liuxiang. Yang paling merasa kelakar ini tidak lucu adalah dia!"
"Mengapa?"
"Sebab orang yang ada di dalam peti adalah dia."
Bibi Hua menatap Xue Chuanxin seolah-olah pria ini tibatiba keluar 18 kepala dan 36 tanduk! "Apakah anda betul-betul telah memasukkan Chu Liuxiang ke dalam peti ini?"
"Barangkali betul."
"Kenapa anda melakukannya?"
"Karena sepertinya dia mengetahui sejumlah hal yang tidak seharunya dia tahu, dan sepertinya dia ada sedikit hubungan dengan Jiao Lin."
Air muka Bibi Hua segera berubah, lalu bertanya dengan suara yang dilirihkan.
"Urusan ini sebenarnya dia tahu berapa banyak?"
"Aku tidak tahu, tapi aku tidak berani ambil resiko. Aku tidak dapat membiarkan urusan ini gagal dalam tangannya."
"Lalu apa rencana anda?"
"Aku berencana membawanya pulang dan mengurungnya, sampai urusan ini berlalu."
"Anda bisa mengurungnya berapa lama? Dapatkah anda jamin dia tidak melarikan diri?"
Kata Bibi Hua.
"Ia bisa keluar dari tempat yang bahkan lalat pun tidak bisa keluar! Asal ia masih hidup, siapa berani jamin bisa mengurungnya?"
"Apa usulmu?"
"Mau mengurungnya cuma ada satu cara. Hanyalah orang mati yang tidak dapat melarikan diri!"
"Kau mau aku membunuhnya?"
"Sudah kepalang tanggung, andaikan sudah melakukannya, mengapa tidak sekalian saja melakukannya dengan tuntas?"
Xue Chuanxin memandangnya sambil menggeleng-gelengkan kepala, lalu berkata dengan tersenyum pahit.
"Yang paling kejam di bawah kolong langit ini adalah hati wanita, peribahasa ini benar-benar 100% tepat, cuma sayangnya aku tak sanggup melakukannya."
Bibi Hua berkata dengan tersenyum dingin.
"Anda tidak sanggup melakukannya? Masa' anda adalah orang baik?"
"Aku bukan orang baik, aku adalah orang yang licik, berbahaya dan amat kejam!"
Xue Chuanxin berkata dengan angkuh.
"Namun hal ini aku masih belum sanggup melakukannya!"
"Mengapa"
"Apakah kau tahu dengan cara bagaimana ia jatuh ke tanganku? Demi mau menolongku, baru masuk perangkapku! Jika ia mau membunuhku, pasti sudah lama aku mati di tangannya! Jika ia tidak membunuhku, bagaimana aku sanggup membunuhnya? Aku Xue Chuanxin memang jahat dan sadis, tapi bukan orang hina dan tidak tahu malu!"
Bibi Hua berkata sambil menghela napas.
"Baik, aku akui bahwa anda adalah orang yang punya prinsip, seorang pria gagah, tapi aku bukan. Anda tidak sanggup, aku sanggup."
"Aku jamin kau juga tidak sanggup,"
Xue Chuanxin berkata dengan dingin.
"Sebab aku tak akan membiarkanmu melakukannya.
"Kalau aku ngotot mau melakukannya, anda bisa apa?"
"Aku juga tidak bisa apa-apa."
Senyuman yang lemah lembut muncul lagi di wajah Xue Chuanxin.
"Aku bisa berbuat apa terhadapmu? Paling-paling aku cuma bisa mengerat sepasang tanganmu.Asalkan kau menyentuh peti itu, maka sepasang tanganmu yang putih mulus itu akan kukerat dengan ringan, lalu masukkan ke dalam sebuah kotak yang indah, dan dibawa pulang sebagai kenangkenangan. Wajah Bibi Hua jadi pucat, setelah lama memandanginya, lalu tersenyum manis lagi.
"Tenang, aku tak akan menyentuh peti ini. Chu Liuxiang adalah orang macam apa, yang bisa anda masukkan ke dalam sebuah peti?"
Ia berkata sambil tertawa cekikikan.
"Orang yang ada di dalam peti ini barangkali cuma seorang nona muda yang mabuk kepayang karena rayuan gombal anda!"
Mendadak Xue Chuanxin bertepuk tangan dan berkata.
"Kali ini kata-katamu baru benar, mungkin di dalam peti sama sekali tidak ada orang, mungkin hanya tumpukkan batu bata saja, yang tidak berharga sepeser pun."
Tertawanya seperti seekor rubah.
"Tetapi mungkin juga di dalam peti memang ada Chu Liuxiang."
Dia memandang Bibi Hua dengan mata yang berbinar-binar.
"Apakah kamu ingin tahu di dalam peti sebenarnya ada apa?"
"Ya."
"Kalau begitu coba kamu tawarkan sebuah harga untuk membeli peti ini. Pada saat itu kamu mau apakan peti ini sudah bukan urusanku."
Bibi Hua memandang terus ke matanya yang licik seperti rubah itu, lalu bertanya.
"Anda mau aku keluar berapa?"
"100.000 tael. Aku tahu bahwa dirimu sekarang paling sedikit punya 100.000 tael."
Bibi Hua terkejut dan berkata.
"100.000 tael? Anda suruh aku keluar uang 100.000 tael untuk membeli sebuah peti?"
"Namun jika di dalam peti memang benar ada Chu Liuxiang, harga itu tidaklah mahal."
"Namun jika di dalam peti hanya tumpukkan batu bata? Anda menyuruh aku dengan cara apa pulang dan bertanggung-jawab di hadapan Tuan Du?"
Xue Chuanxin tertawanya kian gembira.
"Itu urusan kalian, sama sekali tidak ada hubungan denganku."
Bibi Hua memandang lama sekali ke arahnya, tiba-tiba bertepuk tangan lalu berkata.
"Baik! Aku beli, aku keluar 100.000 tael."
Tetapi transaksi ini belum jadi, sebab sebelum Xue Chuanxin menerima cek, tiba-tiba ada seorang yang berkata dengan nyaring.
"Aku keluar 110.000 tael."
Ternyata nona Yingzi belum mati, dan sekarang muncul dengan pakaian yang sepertibunga sakura yang lagi mekar, dan kelihatannya lebih cantik dari ketika ia tidak berpakaian!
Selama ini Bibi Hua tidak berlaku ramah kepada orang wanita seperti ketika ia berhadapan dengan orang pria, apalagi wanita yang lebih muda dan lebih cantik darinya!
Makanya ia sama sekali tidak memandangnya, cuma bertanya pada Xue Chuanxin.
"Wanita Jepang ini datang darimana?"
"Wanita Jepang tentu saja ya datang dari Jepang."
"Dia termasuk 'makhluk apa' (catatan. ini semacam ungkapan bahasa Mandarin yang meremehkan bahkan menghina seseorang)?"
"Dia tidak termasuk 'makhluk apa', dia cuma termasuk seorang wanita, seorang wanita yang sama denganmu."
Xue Chuanxin berkata sambil tertawa.
"Dan sepertinya sedikit lebih royal darimu."
"Dia mengeluarkan cuma lebih banyak 10.000 tael dariku, lalu anda akan menjual peti itu padanya?"
"10.000 tael uang perak toh juga adalah uang, bisa beli barang banyak sekali, adakalanya bahkan bisa beli banyak wanita, dan adakalanya bahkan bisa beli banyak pria!"
Yingzi tertawa dengan amat merdu.
Siapapun tidak tahu dengan cara apakah ia bisa lepas dari tangan Xue Chuanxin, tetapi bagi seorang wanita cantik yang telah berlatih ilmu Ninjutsu selama 17 tahun, mau lepas dari tangan pria manapun bukan suatu hal yang sulit!
Apalagi sasaran Xue Chuanxin bukan dia.
Bibi Hua akhirnya memutar wajahnya, mendelikkan mata dan bertanya.
"Mengapa kamu mau mengeluarkan 110.000 tael uang perak untuk membeli sebuah peti?"
Yingzi tidak menggubrisnya, hanya bertanya pada Xue Chuanxin.
"Tuan Muda Xue, bolehkah aku berkata jujur? Apakah ibu tua ini setelah mendengar akan jadi marah?"
"Dia tak-akan marah."
Xue Chuanxin menahan ketawanya dan berkata.
"Bagaimana mungkin ibu tua marah kepada anak kecil?"
"Kalau begitu mohon anda beritahukan dia, aku mau keluarkan uang 110.000 tael untuk membeli peti itu, ada tiga sebab"
"Apa tiga sebab itu?"
"Yang pertama, karena aku punya, yang kedua, karena aku suka, yang ketiga, karena apa pedulinya dengan dia?"
Xue Chuanxin tertawa terbahak-bahak.
Di luar juga ada seorang yang tertawa terbahak-bahak, bahkan suara tertawanya lebih nyaring, ternyata itu adalah Hu Tiehua yang masuk dengan menenteng dua guci arak, dan sepertinya ia telah lama menguping di luar.Ia adalah 'setan pemabuk' (catatan.
sebuah istilah bahasa Mandarin untuk menyindir atau memanggil seorang pemabuk kelas kakap), tapi bukan pemabuk yang tak pedulikan apa saja kecuali minum arak.
Seandainya ia adalah pemabuk macam itu, sekarang ia sudah lama jadi setan (=mati)!
"Sekarang aku baru mengerti, di dalam peti ini mungkin saja betul-betul ada Chu Liuxiang, juga mungkin apapun tidak ada, maka orang yang mau beli peti ini, harus bertaruh dengan nasib baiknya!"
Hu Tiehua berkata sambil tertawa.
"Siapa yang keluarkan taruhan terbesar dan keluarkan penawaran harga tertinggi, maka peti ini akan jadi miliknya. Tetapi jika setelah keluarkan uang ratusan ribu tael lalu menemukan bahwa peti ini kosong adanya, maka akan benar-benar mati penasaran!"
Xue Chuanxin bertanya.
"Kalau begitu, apakah anda juga ingin bertaruh?"
"Kebetulan aku tidak saja seorang 'setan pemabuk', juga seorang 'setan penjudi'."
"Sekarang sudah ada orang yang keluar harga 110.000 tael, berapa harga penawaran anda?"
"Tentu saja aku harus keluar lebih banyak sedikit,"
Kata Hu Tiehua tanpa mengejapkan mata.
"Aku keluar harga 200.000 tael."
"200.000 tael?"
Xue Chuanxin berkata sambil mengamatamatinya.
"Apakah di badan anda ada uang 200.000 tael?"
"Tidak ada, aku bahkan satu tael uang pun tidak ada, yang ada cuma kedua guci arak ini."
Sewaktu berkata ternyata air muka Hu Tiehua sedikit pun tidak berubah.
"Tetapi pada saat semacam ini, 1 guci arak berharga 100.000 tael sudah boleh dibilang adalah harga yang murah. Jikalau anda sudah sampai di padang pasir dimana tidak ada ayam maupun anjing, bahkan tidak ada kelinci yang kencing di sana, sekalipun keluar uang 1.000.000 tael, juga tidak bisa beli seguci arak ini!"
"Masuk akal."
Bukan saja Bibi Hua tidak 'mati karena marah', bahkan senyumannya makin manis ketika berkata.
"Jika ada yang tidak setuju, maka aku yang bantu anda keluarkan uang 200.000 tael ini."
Biji mata Yingzi berputar-putar sejuk, ternyata juga setuju.
"Saat ini malam sudah amat larut, satu guci arak berharga 100.000 tael juga pantas."
Ia berkata dengan lemah-lembut.
"Tuan Muda Xue, kita anggap itu sebagai 200.000 tael, baikkah?""Baik,"
Kata Xue Chuanxin seraya tersenyum.
"Kamu katakan baik ya baik."
"Bisakah dihitung lebih mahal lagi?"
"Barangkali tidak bisa."
Suara Yingzi kian lemah-lembut.
"Seandainya aku bisa segera keluarkan uangnya, bisakah keluar harga yang lebih tinggi sedikit?"
"Tentu saja bisa."
Xue Chuanxin tertawa dengan amat gembira.
"Tak peduli kau keluar harga berapapun aku juga tak akan menentangnya."
"Aku keluar harga 300.000 tael, baikkah?"
"Baik, baik sekali!"
Kata Xue Chuanxin sambil tertawa keras.
"Luar biasa baik!"
Uang perak harus bisa dikeluarkan dengan segera, jika tak punya, cek juga boleh, tentu saja bukan 'cek kosong', cek yang bisa dipakai dimanapun juga.
Bibi Hua memandang Hu Tiehua, Hua Tiehua memandang Bibi Hua, dua orang sama-sama tidak mampu keluarkan uang sebegitu banyak.
Meskipun mereka telah punya rencana lain dalam hati, terpaksa menonton saja ketika Xue Chuanxin menjual peti ini kepada orang lain.
Tetapi transaksi ini belum disepakati, sebab Yingzi masih bukan orang dengan penawaran harga tertinggi, masih ada orang yang keluarkan harga yang jauh lebih tinggi darinya!
"Tidak bisa, 300.000 tael masih belum bisa!"
Tiba-tiba mereka mendengar seseorang berkata.
"Mau beli Chu Liuxiang, 300.000 tael mana cukup? Bahkan 3.000.000 tael pun tidak cukup!"
Semua orang masih belum tahu suara orang itu berasal dari mana, peti yang mereka mau beli itu tiba-tiba terbuka!
Terbuka oleh orang yang berada di dalamnya.
Seorang dengan perlahan berdiri dari peti, dengan sebuah jari tangannya mengelus-elus hidungnya, dan berkata dengan perlahan.
"Aku keluar harga 30.000.000 tael."
Xue Chuanxin bukanlah macam orang yang sering memperlihatkan rasa senang atau marah di wajahnya, bahkan ada yang berkata bahwa sekalipun ia melihat istrinya jatuh ke dalam sungai, di wajahnya juga takkan ada ekspresi sedikit pun!
Namun sekarang ekspresi wajahnya seperti ada orang yang mengerat telinganya dengan sebilah pisau, lalu memaksa ia untuk memakannya!
Sudah terang bahwa Chu Liuxiang telah terkena semburan wangi-wangian yang membiuskan, dan dengan tangannya sendiri menotok tiga jalan darah di tubuhnya, seharusnya tak dapat bergerak sedikit pun dalam tiga hari!
Ia selalu menaruh kepercayaan yang besar pada wangi-wangian pembius dan ilmu totoknya!Namun sekarang ternyata Chu Liuxiang berdiri dari dalam peti, persis seperti seorang berdiri dari dalam kolam mandi setelah selesai mandi.
Bersih, bersemangat, gembira, dan sadar sesadar-sadarnya.
Wangi-wangian pembius yang harganya lebih dari 300 tael uang perak, beserta dengan ilmu totok yang dilatih dengan tekun selama 17-18 tahun, dipakai pada diri Chu Liuxiang ternyata sedikit pun tidak berguna!
Baru saja Chu Liuxiang berdiri dalam peti, sudah ada sebuah guci arak yang terbang ke arahnya.
Ia membuka tutup guci, lalu dengan kedua tangan mengangkat guci secara terbalik, dengan kepala terdongak lalu menuangkan arak kedalam mulut, sekejap saja sudah minum 2-3 kati.
Hu Tiehua tertawa keras dan berkata.
"Aku masih kira si bocah ini betul-betul sudah sekarat, tak disangka bahwa ketika minum arak masih seperti anjing kelaparan, sebentar saja sudah menghabiskan arakku yang berharga puluhan ribu tael, tidak takut hatiku bisa sakit sekali!"
Chu Liuxiang juga tertawa keras dan berkata.
"Kalau tidak diminum `kan sayang sekali! `Kan tidak bisa sering-sering minum arak yang harganya 100.000 tael seguci!"
"Kalau begitu minumlah, aku mau menyaksikan kau minum sampai mati!"
Makin gembira mereka tertawa, orang lain makin tidak bisa tertawa, bahkan mau menangis pun tidak bisa.
"Hanya saja aku masih tidak mengerti,"
Hu Tiehua bertanya pada Chu Liuxiang.
"Mengapa kau mencari susah sendiri dengan membiarkan orang memasukkanmu ke dalam peti?"
"Sebab masih ada sedikit hal yang aku masih belum mengerti, aku harus berupaya untuk mengertinya."
Chu Liuxiang berkata seraya tertawa.
"Aku tahu bahwa Tuan Muda Xue pasti tidak mau memberitahuku, namun jika seseorang sudah dimasukkan ke dalam peti, orang lain tentu tak akan hati-hati lagi padanya. Orang yang berada di dalam peti seringkali dapat mendengar banyak hal yang orang lain sebenarnya tidak mau memberitahukannya! "
Apa yang telah kamu dengar?"
Hu Tiehua bertanya lagi.
"Apakah sekarang kamu sudah mengerti hal-hal yang tadinya tidak mengerti?"
"Paling sedikit sudah mengerti beberapa puluh persen."
Dia memandang Xue Chuanxin sambil tersenyum dan berkata.
"Paling sedikit aku sudah mengerti bahwa anda dan Bibi Hua adalah orangnya Tuan Du, yang sedang merencanakan suatu hal besar bagi Tuan Du, dan tokoh kunci dari hal ini adalah anak perempuannya Jiao Lin. Lalu karena aku sudah melihatnya dan tahu asal-usulnya, maka anda menyerangku."
Walaupun masih tidak bisa tertawa, tapi Xue Chuanxin tak dapat tahan diri untuk tidak bertanya.
"Justeru karena mau tahu hal-hal ini, maka anda sengaja dibius jatuh olehku? Seandainya aku tidak memasukkan anda ke dalam peti, tapi langsung membunuh anda pada saat itu, apakah anda rasa tidak mati konyol?" .
"Aku tahu anda tak akan membunuhku, anda belum sanggup melakukan hal keji ini,"
Jawab Chu Liuxiang.
"Tapi jika anda mau bunuh aku, barangkali aku juga tak akan mati."
Dia mengelus hidungnya lagi.
"Memakai wangi-wangian pembius untuk melawanku, itu sama saja memukul anjing dengan daging sapi kecil. Bukan saja tidak ada gunanya, bahkan itu semacam pemborosan!"
"Apakah anda juga tidak takut ditotok jalan darahnya oleh orang lain? Masak anda sama sekali tidak punya jalan darah?"
"Tentu saja aku punya jalan darah, bahkan satu pun tidak kurang,"
Jawab Chu Liuxiang.
"Hanyalah kebetulan aku dapat sekalikali memindah letaknya jalan napas dan darah agak jauh sedikit."
Seperti menular, Xue Chuanxin pun mulai mengelus-elus hidungnya.
"Bertemu dengan orang semacam anda, barangkali adalah pada kehidupan yang lalu banyak dosa, pada kehidupan sekarang aku juga tidak pernah berbuat baik."
Kata Xue Chuanxin sambil tersenyum pahit.
"Saat ini aku cuma ingin anda membantuku sekali saja."
"Membantu apa?"
"Masukkan aku ke dalam peti ini juga, kemudian lemparkanlah peti ini ke dalam sungai."
Tentu saja ia bukan benar-benar ingin Chu Liuxiang membantunya, sebab ia mau memasukkan siapa saja ke dalam peti tidak perlu dibantu orang lain, demikian juga jika ia mau memasukkan dirinya sendiri.
Hal ini bukanlah sesuatu yang sulit.
Peti itu terbuka, begitu kakinya diangkat, ia telah berada di dalam peti.
Tak disangka bahwa peti yang terbuat dari kayu kamper terbaik ini tiba-tiba pecah berkeping-keping, dan menjadi setumpuk kayu pecah!
"Tampaknya aku tidak bisa bantu anda dalam hal ini,"
Kata Chu Liuxiang seraya tersenyum.
"Saat ini barangkali sudah tidak ada seorang pun yang dapat memasukkan anda ke dalam peti ini."
"Ini pasti perbuatan anda lagi, tadi anda pasti telah melakukan sesuatu pada peti ini."
Xue Chuanxin memandang Chu Liuxiang dan berkata sambil tersenyum pahit.
"Mengapa anda mau berbuat demikian?"
"Sebab tiba-tiba aku menemukan bahwa dijebloskan orang ke dalam peti adalah suatu hal yang tidak menyenangkan."
Chu Liuxiang berkata.
"Jika aku merasa tidak menyenangkan, orang lain tentu juga merasa tidak menyenangkan, lalu kenapa aku mau orang lain melakukan hal yang tidak menyenangkan?"
Ia menepuk-nepuk pundaknya Xue Chuanxin dan berkata.
"Kalau anda merasa sedikit sungkan kepadaku, sebentar lagi anda pun boleh bantu aku."
Xue Chuanxin berkata seraya tersenyum pahit.
"Anda mau aku bantu apa? Aku bisa bantu anda apa?"
"Sebentar lagi anda akan tahu."
Sejak tadi Nona Yingzi sudah mau melarikan diri, tapi tidak berani.
Sebab ia tahu bahwa siapapun yang mau melarikan diri dari orang-orang ini adalah hal yang amat sulit, yang ia harapkan adalah Chu Liuxiang segera memasukkan Xue Chuanxin ke dalam peti.
Kesempatan yang ia terus tunggu.
Sebab kecuali Xue Chuanxin, tiada yang tahu asal-usulnya, lebihl-ebih tidak tahu apa hubungannya dengan urusan ini.
Jika Xue Chuanxin dimasukkan ke dalam peti, maka ia dapat meninggalkan tempat ini dengan tenang, jadi kenapa ia perlu buru-buru melarikan diri?
Tak disangka bahwa ternyata Chu Liuxiang dapat melepaskan Xue Chuanxin.
Orang Tiongkok sungguh aneh!
Kenapa bisa dengan begitu mudahnya melepaskan orang yang pernah mencelakainya dengan keji?
Di negaranya, hal semacam ini tak akan pernah terjadi, ada kalanya mereka bahkan tidak bisa memaafkan diri sendiri, hanya karena hal kecil, bisa memakai pedang samurai yang panjang untuk membelah perutnya sendiri!
Menginginkan mereka bisa memaafkan orang lain, itu adalah hal yang tidak mungkin.
Ia tidak bisa mengerti hal ini, tapi ia menemukan bahwa Chu Liuxiang sedang tersenyum padanya.
Senyuman yang begitu gembira ceria dan ramah!
Tiba-tiba ia merasakan jantungnya berdetak kencang, seperti ada seekor rusa kecil yang melompat-lompat di dalam jantungnya!
Tetapi kata-kata Chu Liuxiang membuatnya terkejut.
"Aku pernah melihat bunga sakura. Di tempat kalian, bunga sakura akan mekar begitu musim semi tiba. Aku juga pernah berbaring di bawah bunga sakura, mendengarkan seorang gadis yang memetik kecapi samisen sambil menyanyikan lagu cinta!"
Ia berkata sambil menghela napas.
"Cuma sayangnya si gadis itu tidak secantik bunga sakura, juga tidak bernama Yingzi."
Yingzi menjadi termangu-mangu.
Kata-kata itu ada sebagian yang diucapkan oleh ia sendiri, namun pada saat itu hanya ada ia dan Xue Chuanxin, kenapa dapat terdengar oleh orang ketiga?
Dan namanya dapat ketahuan?
Tentu saja ia juga tahu nama Chu Liuxiang ini, bertahun-tahun yang lalu ia telah mendengar bahwa di kalangan persilatan negara Tiongkok, ada seorang legendarisyang romantis dan penuh misteri!
Tapi ia masih tidak menyangka bahwa Chu Liuxiang memang betul-betul luar biasa dan masih muda lagi!
Ia tahu bahwa jika memakai cara-cara untuk menghadapi pria-pria lain itu dipakai untuk menghadapi orang ini, hasilnya tentu mengecewakan!
Lebih baik jujur saja di depan orang demikian.
Oleh karena itu ia hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa.
Senyum biasanya tidak akan keliru, demikian juga berdiam diri.
Wanita cerdik pasti tahu kapan harus menutup mulutnya sendiri!
Yang tidak beruntung adalah.
selama ini Chu Liuxiang paling bisa menghadapi wanita cerdik semacam ini, ketemu yang jelek dan bodoh, ia malahan tidak berdaya.
"Tadi sepertinya aku dengar bahwa nona Yingzi mau keluarkan uang 300.000 tael untuk membeli peti ini,"
Tanya Chu Liuxiang.
"Tidak tahu apakah aku salah dengar?"
"Anda tidak salah dengar."
"Kalau begitu bagus sekali,"
Kata Chu Liuxiang seraya tersenyum.
"Sekarang peti ini milik anda."
Ternyata Chu Liuxiang menginginkannya keluar uang sebanyak 300.000 tael untuk membeli setumpuk kayu pecah, sekarang ia baru paham maksudnya.
Ia tahu kehebatannya Chu Liuxiang, tapi ia juga bukan seorang wanita yang mudah digencet.
"Kali ini sepertinya Pendekar Harum yang keliru, peti ini bukan milikku, tapi milik anda."
SuaraYingzi yang sedikit beraksen asing itu terdengar amat merdu.
"Aku ingat tadi anda keluar harga 30.000.000 tael, apakah aku salah dengar?"
"Anda pun tidak salah dengar. Tapi menurut pandangan anda, apakah aku mirip seorang yang punya uang 30.000.000 tael?"
"Aku kira tidak."
"Jika begitu aku beritahukan, aku tidak punya, dengan begitu maka penawaran hargaku itu tidak sah."
Chu Liuxiang tersenyum makin gembira dan berkata.
"Karena itu peti ini seharusnya dijual kepada anda."
Yingzi memandangnya dengan tidak bersuara, memandangnya lama sekali. Ia mengagumi pria semacam ini, tidak saja kagum, bahkan ada sedikit takut, tapi tentu saja ia tak akan menyerah dengan mudah.
"Aku percaya nona setiap saat pasti bisa keluarkan uang 300.000 tael,"
Chu Liuxiang berkata.
"Aku percaya 100%."
"Aku memang punya uang sebanyak itu, aku juga rela mengeluarkannya,"
Kata Yingzisambil menghela napas dengan pelan.
"Tapi sayangnya peti itu sekarang sudah tidak ada."
Chu Liuxiang seolah-olah terkejut sekali.
"Tidak ada? Kenapa bisa tidak ada?"
Dia memandang tumpukan kayu pecah itu dan berkata.
"Apakah ini bukan peti? Masak itu setumpuk daging babi?"
"Tentu saja ini adalah peti,"
Tiba-tiba Bibi Hua berkata seraya tersenyum manis.
"Peti ya peti, daging babi ya daging babi. Walaupun sudah dicincang dan dimasak jadi angsio babi, juga tidak ada orang yang dapat mengatakan itu bukan daging babi."
Kata Chu Liuxiang sambil tertawa terbahak-bahak.
"Bibi Hua memang adalah orang yang cerdas, kata-kata anda sungguh tepat sekali!"
Yingzi juga tertawa, tertawanya masih begitu lemah lembut, sedikit rasa marah pun tidak nampak.
"Sekarang aku baru melihat dengan jelas, ini memang adalah peti yang tadi aku beli."
Kelihatannya dia pun amat gembira.
"Aku bisa beli peti yang demikian bagus ini, sungguh adalah rejekiku."
Ternyata ia benar-benar mengeluarkan setumpuk besar cek, dan sekantong mutiara!
Ia meletakkan cek dan mutiara dengan kedua tangan ke atas meja, gayanya lemah lembut dan anggun!
"Jumlah cek.
adalah 135.000 tael, sisanya barangkali dapat digenapi oleh sekantong mutiara ini."
Kemudian, sambil berjongkok ia memunguti kayu-kayu pecah itu seserpihan demi seserpihan, lalu dibungkus dengan sebuah kain pembungkus yang tersulam bunga sakura, satu serpihan pun tidak tersisa.
Kemudian ia memberi hormat kepada semua orang, gayanya amat klasik dan anggun!
"Sekarang saya mohon diri."
Yingzi berkata.
"Terima kasih atas kebaikan anda semua, saya selama-lamanya tidak akan lupa."
Hu Tiehua terus-menerus minum arak, minum dengan tanpa berhenti, sampai ketika nona Yingzi pergi keluar dengan membawa sebungkus besar serpihan-serpihan kayu yang dibeli dengan uang perak 300.000 tael, ia tiba-tiba menggebrak meja dan berkata.
"Bagus! Bagus sekali! Sekarang aku baru tahu bahwa di dunia ini betul-betul ada orang yang kulit mukanya demikian tebal, ternyata bisa menindas seorang gadis kecil di depan banyak orang dengan tanpa malu!"
Ia melototkan matanya yang memerah ke Chu Liuxiang, dengan sikap mau berkelahi, sampai-sampai lengan bajunya pun sudah digulung!
"Aku tanya.
Apakah kau sudah sedemikian miskinnya sehingga tidak punya malu lagi?
Mengapa kau memaksanya keluarkan uang sebanyak ini?
Kau tahu tidak bahwa kau sangat mempermalukan aku?"Ia betul-betul naik pitam.
Tuan Besar Hu ini paling tidak bisa bertoleransi atas hal-hal semacam ini, seumur hidupnya, karena hal-hal semacam ini, ia telah berkelahi dengan orang banyak sekali!
Tak peduli siapapun ia akan berkelahi dan bertanya sampai tuntas, tak terkecuali Chu Liuxiang.
Tapi Chu Liuxiang tidak menggubrisnya, malahan berkata pada Xue Chuanxin.
"Sekaranglah aku minta anda membantuku."
"Anda irigin aku lakukan apa?"
"Aku ingin anda membawa pergi uang 300.000 tael ini."
Xue Chuanxin menjadi tercengang, lalu bertanya.
"Uang itu milik anda, kenapa mau berikan kepadaku?"
"Uang itu bukan milikku, juga bukan diberikan kepada anda,"
Kata Chu Liuxiang.
"Aku hanya minta anda gantikan aku bagibagikan uang ini kepada Galah Bambu Hitam beserta anggota-anggota keluarga yang ditinggalkan oleh orang-orang Kantor Ekspedisi "
Chang Sheng"
Yang telah mati."
Hu Tiehua juga tercengang.
Api amarahnya yang mau meletus bagaikan letusan gunung berapi dalam hatinya, mendadak saja berubah seperti setumpuk lumpur kotor yang baru dikeluarkan dari got!
Tadi ia sudah siap untuk berkelahi, namun saat ini orang yang paling ingin ia pukul adalah ia sendiri!
"Galah Bambu Hitam telah menunaikan kewajibannya, maka ia berhak memperoleh bagiannya,"
Kata Chu Liuxiang sambil menghela napas.
"Aku kuatir ia tidak mau menerimanya. Aku amat memahami orang-orang semacam dia. Perangai mereka pada umumnya lebih keras dari orang lain."
Xue Chuanxin memandangnya lama sekali, lalu berkata dengan nada dingin.
"Seharusnya anda tidak menyuruhku melakukan hal semacam ini, sebab aku bukanlah orang yang cocok. Seumur hidup aku cuma tahu main perempuan dan membunuh, belum pernah sekalipun melakukan perbuatan yang baik."
Nada suaranya masih begitu angkuh dan kejam, pandangannya masih begitu tajam bagaikan paku! "Tetapi demi anda, kali ini aku akan berbuat suatu pengecualian. Cuma kali ini saja!"
Hu Tiehua mulai minum arak lagi, Bibi Hua mulai tertawa lagi, bahkan bertepuk tangan sambil berkata.
"Bagus! Luar biasa! Anda melakukan hal ini dengan cantik sekali! Kecuali Pendekar Harum Chu, di dunia ini mungkin tidak bisa menemukan orang kedua yang sanggup berbuat cantik semacam ini!"
"Cuma sayang masih ada sedikit hal yang aku tidak paham."
Senyumannya lebih manis dari biasanya ketika ia bertanya pada Chu Liuxiang.
"Si nona Jepang itu sangat cerdik dan licik, bahkan dapat tahan marah, dan lagi bisa dengan mudahkeluarkan uang 300.000 tael, orang lain mungkin seumur hidupnya belum pernah melihat uang sedemikian banyak, tapi ia bisa memberikan uang itu tanpa mengedipkan mata sedikit pun kepada anda! Nona demikian ini, jauh-jauh dari Jepang ke Jiangnan, tentu saja bukan untuk membeli tumpukan kayu-kayu pecah! Kenapa anda tidak menahannya dan menanyainya?"
"Sebab pada malam ini jumlah orang yang mati sudah cukup banyak, aku tidak mau menambah satu lagi."
"Begitu anda tanya dia akan mati?"
"Harus mati."
"Mengapa?"
Chu Liuxiang tersenyum sebentar dan balas bertanya.
"Andaikata Shi Tianwang menangkap anda, lalu menanyai anda dengan paksa kenapa anda mau mencari orang untuk membunuhnya, apakah anda harus mati?"
Bibi Hua tidak bisa tertawa lagi. Mendadak Hu Tiehua gebrak meja lagi dan berkata dengan suara keras.
"Yang bermarga Chu, kenapa kamu tidak memukulku dengan sepuas-puasnya? Masa' kamu tidak mengerti bahwa yang tadi aku maki-maki adalah kau? Bahkan memakimu bagaikan kau adalah `cucu kura-kura?' (catatan. `cucu kura-kura' adalah semacam kata makian dalam bahasa Mandarin, yang bermakna. si anak dari anak haram).
"Apakah aku memang `cucu kura-kura' yang kau maki itu?"
"Kau bukan."
Hu Tiehua terpaksa mengakui.
"Aku salah maki orang."
"Disebabkan kau tahu telah salah maki orang, hatimu pasti sedih sekali, lalu jika aku memukulimu, pasti kau akan merasa enakan,"
Kata Chu Liuxiang seraya tersenyum.
"Betul tidak kataku?"
Hu Tiehua memelototkan sepasang mata yang merah karena kebanyakan minum arak ke arah Chu Liuxiang, lama sekali, lalu tiba-tiba berkata sambil tertawa keras.
"Kau si kutu tua, kau sungguh bukan orang baik! Sejak hari pertama aku mengenalmu, aku sudah tahu kau bukan orang baik! Tapi ya ampun! Kadang-kadang aku mesti mengakui bahwa kau betulbetul adalah orang baik!"
Bibi Hua sepertinya juga siap-siap untuk mengambil langkah seribu, tapi tak disangka pandangan Chu Liuxiang berputar ke arahnya dan berkata.
"Bolehkah aku minta bantuan anda?"
Bibi Hua agak terkejut dan berkata.
"Anda ingin aku lakukan apa?"
Chu Liuxiang berkata seraya menghela napas.
"Anda adalah ibunya Hu Tiehua, apa yang bisa anda lakukan? Aku hanyalah ingin anda menyiapkan sebuah kendaraan bagiku."
Kedengarannya permintaan ini sungguh tidak keterlaluan, yang sanggup dipenuhi oleh kebanyakan orang. Bibi Hua sudah mulai merasa lega, di wajahnya tersungging lagi senyuman manisnya, dan bertanya.
"Kendaraan macam apa yang anda inginkan?"
"Aku ingin sebuah kereta yang dibuat oleh tukang terpandai, kereta yang memiliki kamar tertutup yang luas, yang bisa berjalan cepat tapi sedikit goncangan. Selain itu, sediakan dua guci arak nuerhong yang berusia 20 tahun, dua guci arak xinshao yang berkualitas tinggi, tujuh macam buah-buahan yang segar, tujuh macam manisan buah yang terbaik, tujuh macam makanan penghantar arak yang terisi dalam kotak makanan yang indah."
"Sebab aku mau minum arak dengan nyaman, lalu tidur dengan pulas."
Walaupun Bibi Hua masih tersenyum, tapi senyumannya mirip tangisan, tak disangka kata-kata Chu Liuxiang masih ada lanjutannya.
"Aku masih perlu empat ekor kuda yang dapat lari 40 km/jam untuk menarik kereta ini, kusir yang terlatih. Setiap 400 km ganti kuda dan kusir. Aku ingin anda dalam waktu dua jam sudah bisa menyiapkan semuanya, sebab aku percaya anda sanggup."
"Jikalau aku tidak sanggup?"
Chu Liuxiang tersenyum lagi dan berkata.
"Kalau begitu aku akan menanyai anda. Mengapa mau membungkamku dengan membunuhku? Dan aku harus bertanya sampai jelas."
Bibi Hua tidak bisa tersenyum lagi.
"Tujuanku adalah ketika aku bangun dari tidur, sudah sampai di suatu tempat, dan dapat segera bertemu seseorang."
Chu Liuxiang berkata.
"Tentu saja anda tahu tempat itu, dan tentu saja anda kenal orang itu."
"Tempat apa?"
Tanya Bibi Hua.
"Orang apa?"
"Desa Gunung Pedang Giok, Tuan Du." . Tuan Du Yang Misterius Bunga-bunga azalea yang berada di bawah lereng gunung sudah mekar, gunung hijau di kejauhan nampak seperti giok yang indah setelah dicuci oleh hujan musim semi, sepasang kupu-kupu terbang keluar masuk bunga-bunga. Suasana kebun bunga nan hening, seperti berada di dunia lain! Chu Liuxiang menyilangkan sebuah kaki, dan duduk di atas undak-undakan batu yang berada di luar serambi panjang, hampir tidak bisa percaya bahwa dirinya telah tiba di desa Gunung Pedang Giok! Sebab tidak ada orang yang dapat dengan mudah datang kemari, sekalipun para jago silat yang congkak dan merasa dirinya hebat, juga tidak berani masuk secara sembarangan! Beberapa tahun ini, ketenaran nama dari desa Gunung Pedang Giok, sudah hampir melampaui ketenaran nama dari tiga partai besar dan empat keluarga besar dari kalangan persilatan Jiangnan!Namun sekarang ia duduk di sini, yang terlihat hanya suasana pemandangan musim semi yang menawan, sama sekali tidak ada suasana yang tegang dan menakutkan, lebih-lebih tidak terlihat tempat ini dijaga sangat ketat! Chu Liuxiang mengelus-elus hidungnya dengan sebuah jari tangan, sambil di dalam hati terpaksa mengaku bahwa pemilik desa Gunung Pedang Giok ini betul-betul luar biasa! Tuan Du memang orang yang luar biasa. Ia adalah seorang yang amat misterius, dengan tiba-tiba muncul di kalangan persilatan, tak ada seorang pun yang mengetahui asal-usul dan masa lampaunya, kecuali beberapa orang kepercayaannya, tidak ada yang bisa melihatnya. Namun setiap orang tahu. Secara tidak terang-terangan dia menguasai sebuah kekuatan yang amat mengerikan, banyak anak buahnya adalah jago-jago silat yang sudah lama tidak muncul di dunia persilatan, mereka mengikuti dia seperti gadis setia yang tergila-gila pada pacarnya. Tiap saat mau melakukan apa saja untuknya, dan tiap saat rela mati baginya! Tuan Du yang misterius ini sebenarnya adalah siapa? Kekuatan misterius apa yang dia miliki? Chu Liuxiang telah menunggu lama sekali di tempat ini, hanya ada dia, tidak ada Hu Tiehua. Sebab Tuan Du cuma menyanggupi untuk bertemu dia seorang saja. Akhirnya dari ujung serambi panjang terdengar bunyi langkah yang ringan dan pelan, seorang wanita cantik yang mengenakan gaun panjang yang menyapu lantai, berjalan ke arahnya dengan gaya yang amat anggun. Walaupun sudah setengah tua, namun ia tidak mau memakai bedak untuk menutupi kerut-kerut di sisi matanya. Kecantikan dan keanggunannya laksana sebuah awan putih yang melayang-layang di sisi gunung nun jauh itu, tetapi dari matanya memancarkan semacam rasa percaya diri laksana cahaya matahari! Mendadak saja Chu Liuxiang menjadi termangu-mangu. Ia belum pernah melihat wanita semacam ini, juga tidak pernah mengira bahwa seorang wanita setelah berlalu masa keremajaannya, masih dapat mempertahankan kecantikan yang luar biasa ini! "Pendekar Harum Chu."
Ia menyapa sambil tersenyum, suaranya juga sama anggunnya.
"Malam kemarin dulu hujan baru berhenti, hari ini Pendekar Harum sudah datang, pas saatnya bunga-bunga bermekaran."
Cuma sayangnya kedatangan Chu Liuxiang bukan untuk menonton dan menikmati bunga.
"Aku tahu bahwa selama ini Tuan Du jarang bertemu orang, namun dia telahmenyanggupi untuk menemuiku,"
Kata Chu Liuxiang sambil berusaha tidak menatap matanya.
"Aku percaya bahwa Tuan Du bukan orang yang tak bisa tepati janji."
"Aku pun percaya demikian,"
Ia berkata seraya tersenyum manis.
"Sebab sekarang anda sudah melihatnya."
Chu Liuxiang mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan terkejut, lalu bertanya.
"Andakah Tuan Du?"
"Betul. Sekarang anda seharusnya percaya bahwa aku bukanlah orang yang tak bisa tepati janji 'kan?"
Di atas lantai kayu kesturi yang mengkilap itu terdapat sebuah meja rendah yang antik, ada 3-5 tangkai bunga kamelia yang berwarna putih berada di sebuah botol, bunga kamelia yang mekar delapan kuntum.
Chu Liuxiang tidak menatap bunga.
Ia sedang menatap ke wanita cantik yang misterius namun anggun, yang duduk di kursi brokat di hadapannya!
Pada saat ini sekalipun ia memakai seluruh kekuatannya untuk melarangnya tidak menatapnya pun sudah tidak bisa lagi, bahkan memindahkan tatapan matanya sebentar saja sudah amat sulit!
"Aku tahu anda pasti merasa heran sekali, sebenarnya seorang wanita dipanggil dengan sebutan 'tuan' juga bukan suatu hal yang aneh, kadang-kadang ada pria juga dipanggil dengan sebutan 'ibu',"
Tuan Du berkata.
"Di zaman dulu ada seorang empu pembuat pedang yang bernama 'Ibu Xu'."
Chu Liuxiang menatapnya lama sekali, lalu bertanya.
"Anda jarang sekali mau bertemu orang, apa karena supaya tidak diketahui orang bahwa anda adalah wanita?"
"Mungkin ya,"
Kata Tuan Du dengan tersenyum tipis.
"Mungkin hanya karena aku tidak mau ditatap orang seperti cara anda menatapku."
Chu Liuxiang tidak tersenyum, tidak mengelus-elus hidung, tapi tiba-tiba wajahnya memerah!
Seandainya Hu Tiehua melihatnya, pasti akan terkejut sekali.
Mau membuat wajah Chu Liuxiang jadi merah bukanlah hal yang mudah, tidak mudahnya seperti mau menghela seekor unta untuk melewati mata jarum!
Untung Tuan Du tidak meneruskan topik ini, dan bertanya.
"Aku juga tahu bahwa selama ini anda sibuk sekali, kali ini kenapa mau menemuiku? Apakah karena urusan pernikahan Shi Tianwang dengan Putri Pedang Giok?"
"Bukan."
Chu Liuxiang bertekad mau menunjukkan sedikit semangat kejantanannya, maka segera berkata dengan suara nyaring.
"Sekalipun anda mau menikahkan 80 putri pada Shi Tianwang, juga sedikit pun tidak ada hubungannya dengan aku."
"Yang ada hubungannya dengan anda adalah hal apa?"
"Aku hanya ingin membantu seorang teman untuk menemukan anak perempuannya, seorang gadis yang pernah diculik dan dimasukkan ke dalam peti,"
Chu Liuxiang berkata.
"Aku yakin ia pasti ada di sini."
Di luar, angin musim semi bertiup sepoi-sepoi, warna gelap malam pun tiba dengan pelan-pelan.
Tuan Du memandang dengan diam ke bunga kamelia putih yang ada di botol, air mukanya tampaknya juga mirip dengan bunga kamelia yang berkuntum 8 itu, bersih indah namun pucat!
Kuntum-kuntum bunga tiba-tiba berlepasan.
Sebab jari tangannya tiba-tiba dijentikkan, kuntum-kuntum bunga lepas satu persatu, lalu beterbangan di depan mata Chu Liuxiang, dan mengaburkan pandangannya!
Dua jari tangannya sudah menjepit sebuah ranting bunga, tiba-tiba sudah menusuk ke arah mata Chu Liuxiang!
Kecepatan, keanggunan, dan keganasan yang tak bisa dilukiskan!
Semacam keganasan yang mendekati kesempurnaan!
Di bawah kolong langit ini, barangkali hanya ada seorang yang dapat melakukan hal ini!
Seandainya mata Chu Liuxiang tertusuk sampai buta, mestinya tidak perlu menyesal!
Sebab ia telah melihat seorang wanita semacam ini, dan apa yang ia telah lihat seumur hidupnya sudah cukup banyak!
Di guci arak yang terbikin dari porselen, tergambar 20 tangkai bunga pioni dari bahan glasir.
Ini adalah arak huadiao yang asli, arak huadiao terbaik yang berusia 20 tahun!
Hu Tiehua sudah meminum habis satu guci masih sisa satu guci.
"Mengapa anda tidak minum lagi?"
Bibi Hua bertanya.
"Seharusnya anda tahu bahwa bisa minum arak sejenis ini adalah kesempatan yang amat langka."
"Sulit dapat arak bagus, tapi lebih sulit dapat kawan bagus!"
Hu Tiehua membuka bagian depan bajunya, lalu duduk di sebuah bangku batu yang ada di depan sebuah meja batu.
"Seandainya si Kutu Busuk Tua (catatan. ini adalah julukan yang diberikan Hu Tiehua pada Chu Liuxiang) tahu bahwa ada dua guci arak yang demikian bagus ini dihabiskan olehku, ia pasti akan mati karena saking marahnya! Tidak asyik 'kan kalau si Kutu Busuk Tua berubah jadi si Kutu Busuk Mati."
"Anda mau menyisakan satu guci arak untuknya?"
"Bukan diberikan padanya, tapi menemaninya minum. Meskipun ia minum arak lebih cepat dari menuangkan arak, tapi aku pun tidak pelan,"
Kata Hu Tiehua sambil tertawa nyaring.
"Maka ketika ia menghabiskan setengah guci, aku sudah menghabiskan satu setengah guci."
Bibi Hua memandangnya dengan sikap yang aneh, lalu bertanya dengan nada yang aneh.
"Tetapi kenapa anda tahu dia pasti bisa datang?"
"Kenapa dia tidak bisa datang?"
Hu Tiehua yang sebenarnya sudah mabuk tiba-tiba sadar lagi, sepasang matanya mendelik besar seperti lonceng sapi.
"Aku mau mengerjakan urusan bagi kalian, sebab aku tahu ini bukan urusan yang jelek, kalau aku tidak bisa mengantar sang putri tempatnya Shi Tianwang sebelum 5 Mei, maka si bedebah itu akan menyerang kemari, sekalipun kalian dapat memukul mundur dia. darah yang akan dialirkan penduduk setempat ini bisa menjadi sungai!"
Hu Tiehua melanjutkan dengan suara keras.
"Namun jika kalian mengusik Chu Liuxiang, aku lebih dulu yang akan membikin tempat kalian menjadi sungai. Sungai yang terjadi karena aliran darah!"
Bibi Hua tidak berbicara.
Ia jarang ada waktu tidak berbicara, sekarang ternyata tidak berbicara, disebabkan dari jauh terdengar bunyi kecapi yang sayup-sayup, sejenis bunyi kecapi yang bisa membuat siapapun yang mendengarnya tidak dapat berbicara untuk sementara waktu!
Namun bunyi kecapi ini tidak akan terlalu jelas terdengar oleh orang, persis seperti bunyi bunga ketika mekar.
Apakah ketika bunga mekar juga ada bunyinya?
Siapakah yang dapat mendengar itu bunyi apa?
Apakah ketika bunga gugur juga ada bunyinya?
Bunga gugur tidak berbunyi, 'usus putus' (catatan.
'usus putus' ialah sebuah istilah/ ungkapan dalam sastra Tiongkok kuno, yang berarti.
luar bisa sedih) juga tidak berbunyi.
Ada bunyi ialah tidak bunyi, tiada bunyi juga ialah ada bunyi, hanva sering kali tiada orang yang dapat mendengar sampai jelas.
Bunyinya bunga gugur, kadang-kadang, bukankah sama dengan ketika 'usus putus'?000 Bunyi kecapi yang 'memutuskan usus'.
Bunga kamelia putih yang berkuntum 8 itu lepas sekuntum demi sekuntum, dan melayang-layang di atas lantai kayu kesturi yang beningnya mirip cermin, lalu berjatuhan di sisi lutut Chu Liuxiang.
Ranting bunga yang mirip pedang itu sudah hampir mengenai alis matanya, tusukan ini sudah merupakan intisari dari ilmu pedang!
Intisari dari ilmu pedang yang tiada bentuk, tiada perasaan, dan tiada keadilan!
Tusukan ini sudah mencapai taraf Zen!
Setelah mencapai taraf tertentu, Zen yang bukan Zen dapat menyadarkan orang akan kebenaran, namun pedang yang bukan pedang juga dapat mengambil nyawa orang dalam waktu sekejap mata!
Kelihatannya Chu Liuxiang sama sekali tidak mengerti.
Ia sedikit pun tidak bergerak, bahkan matanya juga tidak berkedip, sepertinya sama sekali tidak tahu bahwa ranting bunga ini dapat mengambil nyawanya dalam waktu satu chana!
Waktu sekali menjentikkan jari tangan = 60 chana.
Seandainya ranting bunga ini kena sasaran, maka dalam waktu sekali menjentikkan jari Chu Liuxiang telah mati 60 kali!
Langit makin gelap, bunyi kecapi makin menyedihkan kedengarannya.
Bibi Hua memandangi Hu Tiehua, tiba-tiba sikapnya berubah jadi luar biasa lemah lembut, lemah lembut yang tak pernah terlihat orang.
"Anda sudah mabuk, yang anda minum adalah arak yang memabukkan, seharusnya anda tahu bisa mabuk."
Ada sekuntum bunga yang gugur karena hembusan angin.
"Bunga bisa mekar, juga bisa gugur. Ada waktu bunga mekar, tentu ada waktu bunga gugur. Sebab bunga ya bunga, dikarenakan mesti mekar, ya mesti gugur juga,"
Bibi Hua berkata dengan bunyi sayup-sayup.
"Ini sama dengan kita manusia, yang mesti mabuk ya mabuk, yang mesti mati ya mati."
Tiba-tiba Hu Tiehua merasa dirinya benar-benar telah mabuk.
Tidak tahu itu karena bunyi kecapi atau karena suaranya Bibi Hua, atau karena arak, ternyata ia mabuk pada saat yang tidak bisa dan tidak boleh mabuk!
Tetapi ia masih bisa mendengar kata-kata Bibi Hua.
"Bunga mekar lalu gugur, orang berkumpul lalu berpisah, semuanya adalah hal-hal di luar kemampuan manusia."
Suaranya mengandung semacam kesedihan karena tidak berdaya.
"Orang yang ada di dunia persilatan, persis seperti bunga, mau mekar atau gugur, mau kumpul atau pisah, sering kali berada di luar kemampuan diri sendiri." 000 Waktu satu chana meskipun pendek sekali, namun pada waktu satu chana yang ajaib ini, seseorang bisa tiba-tiba berubah jadi debu beterbangan yang tak kembali lagi, bunga yang gugur juga bisa berubah jadi lumpur yang harum! Kegelapan malam makin pekat, bunga yang gugur pergi terbawa angin, waktu berjuta-juta chana telah berlalu, ranting bunga yang mirip pedang itu, masih berada di dekat mata Chu Liuxiang, ternyata masih belum kena sasaran! Tiba-tiba, ada angin yang berhembus lagi, bunga yang gugur tiba-tiba berubah jadi debu dan beterbangan masuk ke kegelapan malam yang makin pekat, ranting bunga yang setiap saat dapat mengambil nyawanya itu tiba-tiba patah sedikit demi sedikit di depan matanya! Ini bukanlah suatu keajaiban. Ini adalah pengkristalan hikmat dan tenaga yang diperoleh seseorang setelah mengalami mara bahaya yang jumlahnya tak terhitung! Ketika daun-daun bunga dari bunga kamelia delapan kuntum itu beterbangan, ranting bunga itu telah diubah oleh tenaga dalamnya Chu Liuxiang menjadi sesuatu yang punya 'bentuk' namun tidak punya 'kekuatan'! Air mukanya Tuan Du tidak berubah, tidak menampakkan sedikit pun kegugupan maupun ketakutan. Sebab dia tahu bahwa pedang itu bermata dua, tiap kali ketika dia mengira dapat mengacaukan pikiran dan tatapan mata lawan, tetapi pikiran dan tatapan matanya sendiri juga ada kemungkinan dikacaukan lawan! Disini perbedaannya amat sangat tipis. Jika dia betul, dia menang! Tapi jika dia kalah, dia juga rela.
"Aku kalah!"
Tuan Du berkata.
"Ini adalah pertama kalinya aku kalah dari seorang pria!"
Baik menang maupun kalah, sikap anggunnya tidak pernah berubah! "Dikarenakan aku sudah kalah, terserah anda mau mengapakan aku!"
Chu Liuxiang menatapnya dengan tak bersuara, menatapnya lama sekali, lalu tiba-tiba berdiri dan pergi keluar dengan langkah besar.
Kebun bunga hening sekali, malam terasa sejuk sekali.
Tidak tahu kapan tepatnya, bumi telah dikuasai malam yang gelap, tapi di angkasa telah ada sebuah bulan sabit nan melengkung.
Ketika Chu Liuxiang menoleh untuk melihat Tuan Du, ia sudah tidak ada.
Namun bunyi kecapi masih ada.
Bunyi kecapi yang lembut dan memilukan itu sepertinya tibap-tiba berubah jadisebuah kail ikan yang mirip bulan sabit.
Dan Chu Liuxiang sepertinya tiba-tiba berubah jadi seekor ikan!
Mengapa Tuan Du mau membunuh dia?
Mengapa tidak membolehkan dia bertemu dengan anak perempuannya Jiao Lin?
Ada rahasia apa yang terkandung di dalamnya?
Dia dapat melihat bahwa sebenarnya Tuan Du tidak berniat jahat padanya, namun hanya dalam waktu sekejap mata, Tuan Du telah ambil keputusan mau membinasakannya!
Ketika dia tahu diri sendiri sudah kalah total, bahkan dia tidak menyayangkan tubuhnya demi menghalangi Chu Liuxiang.
"Terserah anda mau mengapakan aku!"
Ketika dia mengucapkan kalimat ini, dia betul-betul telah siap sedia untuk menanggung segala-galanya!
Pandangan matanya dengan jelas sekali memberitahukan hal ini pada Chu Liuxiang!
Nafsu birahi seorang wanita paruh baya yang sudah lama dikekang, telah dinyatakan dengan tanpa ditutupi lagi!
Rasa sakit karena kekalahan itu seperti sebilah pisau yang tajam, telah membelah cangkang lahiriahnya!
Pada saat itu Chu Liuxiang tidak tahu ada berapa kali yang ingin sekali mengulurkan tangan untuk menanggalkan pakaian wanita itu!
Tubuh di balik pakaian itu, sudah tidak tahu ada berapa lama tidak dijamah pria lagi!
Tubuh yang indah, lembut, pucat namun manis seperti seorang perawan, tapi juga penuh dengan nafsu berkobar-kobar seorang perempuan paruh baya!
Chu Liuxiang mengaku terus terang kepada diri sendiri bahwa pada pandang pertama ketika ia melihat wanita itu, di dalam hatinya telah ada nafsu dan khayalan rahasia ini!
Tetapi setiap kali ketika ia mau mengulurkan tangan, di dalam hatinya pasti timbul semacam perasaan berdosa dan firasat buruk, yang seolah-olah memberitahukannya jika ia berbuat demikian, ia akan menyesal seumur hidup!
Apa sebabnya?
Apakah karena bunyi kecapi yang selalu mengiang-ngiang di sisi telinganya?
Baru sampai sekarang ia dapat dengan pasti memberitahukan diri sendiri.
"Ya, memang karena bunyi kecapi ini."
Bunyi kecapi yang sayup-sayup ini terus menerus memainkan sebuah lagu yang sama!
Di dalam rumah-rumah bordil terkenal yang ada di kota Yangzhou dan di pinggir sungai Qinhuai, ia pernah mendengar lagu ini!
Judul lagu ini ialah.
'Bulan Sabit'.
Melodi lagu yang indah, bagaikan benang-benang halus yang tak terhitung banyaknya, telah mengikat Chu Liuxiang erat-erat tanpa ia sadari!
Apakah di tubuhnya si pemain kecapi juga ada sebuah bulan sabit?000 Bunyi kecapi itu berasal dari sebuah loteng kecil, di dalam jendela kain kasa yang ada di loteng kecil itu tampak bayangan-bayangan lampu dan orang yang remang-remang.
Pintu yang ada di bawah loteng itu tidak dikunci, seolah-olah memang menunggu seseorang untuk membukanya.
Chu Liuxiang membuka pintu lalu naik ke loteng itu.
Angin musim semi masuk melalui jendela kasa, di dalam loteng kecil itu penuh dengan harum bunga.
Seorang gadis cantik yang bersanggul istana, berpakaian indah yang tersulam brokat, sedang main kecapi di bawah lampu, ternyata adalah 'Bulan Sabit' yang pernah dimasukkan ke dalam peti oleh orang!
"Anda datang sebagaimana diduga."
Bunyi kecapi berhenti, dia memandang dengan dingin ke Chu Liuxiang, dinginnya seperti bulan sabit yang berada di ufuk langit.
"Kau tahu aku akan datang?"
Tanya Chu Liuxiang.
"Tentu saja aku tahu,"
Ia berkata.
"Asal anda masih hidup, pasti akan datang."
Senar kecapi dipetik sebentar, lalu berkata dengan dingin.
"Pendekar Harum Chu yang menganggap dirinya adalah seorang yang romantis, tentu saja tahu lagu apa yang aku mainkan. Aku hanya tidak mengira bahwa anda dapat hidup begini panjang!"
Chu Liuxiang berkata sambil tersenyum masam.
"Hal ini juga tidak terkirakan olehku. Demi supaya aku tidak bertemu kau, setiap orang sepertinya berusaha dengan segala macam cara untuk merenggut nyawaku, sepertinya kau sendiri juga terus menghindar dariku. Lalu kenapa sekarang kau menarikku datang?"
Bulan sabit di ufuk langit tidak berbunyi, bulan sabit di bawah lampu tidak berbicara.
Sekalipun sinar lampu sama remang-remangnya dengan sinar bulan, namun Chu Liuxiang masih bisa memandangannya dengan jelas.
Ini bukan pertama kali Chu Liuxiang memandangnya, tetapi di dalam kamar penginapan itu, di dalam peti yang misterius itu, pada keadaan yang terburu-buru itu, yang diperhatikannya hanyalah 'bulan sabit' yang ada di dadanya.
Sekarang Chu Liuxiang baru memperhatikan wajahnya.
Meskipun wajahnya pucat, tapi memiliki semacam keindahan dan keanggunan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata!
Sinar matanya seperti sinar mentari, penuh rasa percaya diri dan tekad yang bulat!Dia amat mirip seseorang.
"Aku sudah mengerti!"
Tiba-tiba suara Chu Liuxiang jadi serak.
"Kau mau aku datang, cuma karena kau tidak ingin aku ada bersama Tuan Du, karena kau dapat menduga hal apa yang mungkin dilakukannya. Kali ini ia tidak menghalangiku untuk bertemu dengan kau, juga karena ia telah paham maksudmu."
Mau mengutarakan hal semacam ini dengan demikian langsung (tidak ditutup-tutupi), sering kali merupakan sesuatu yang cukup menyakitkan.
Dia malahan melanjutkan kata-kata Chu Liuxiang, bahkan mengatakan dengan lebih langsung.
"Tidak salah, maksud Tuan Du aku paham, maksudku ia juga paham, sebab ia adalah ibuku, aku adalah Putri Pedang Giok yang ia mau berikan pada Shi Tianwang."
Mendadak saja Chu Liuxiang merasa badannya amat dingin, dan ingin sekali minum arak!
Tapi tidak ada arak.
Dari kejauhan sayup-sayup terdengar bunyi guruh musim semi, bulan sabit yang melengkung itu tak tahu kapan telah tertelan oleh awan gelap.
Suara gadis itu juga jauhnya seperti di dalam awan gelap.
"Yang dimaui Shi Tianwang adalah seorang putri raja, bukan anak gadisnya seorang pesilat yang melarat! Semua orang tahu bahwa aku adalah seorang putri raja, yang tak punya hubungan sedikit pun dengan pengembara yang melarat! Aku akan menikah dengan Shi Tianwang, tidak saja itu adalah kehendak ibuku, aku sendiri juga rela. Barang siapa mau merusak hal ini, setiap saat pasti ada orang yang mau mengambil nyawanya!"
Dia bertanya dengan suara yang amat dingin.
"Aku mau anda datang, ialah karena mau memberitahukan hal ini, apakah saat ini anda sudah paham?"
"Ya."
"Kalau begitu cepatlah pergi, selama-lamanya jangan menemuiku lagi, aku juga selama-lamanya tidak akan mau bertemu anda lagi!"
Hu Tiehua bermimpi ia sedang terbang.
Bisa terbang adalah satu hal yang amat ajaib.
Terbang kian kemari dengan bebas seperti seekor burung, terbang melewati banyak bukit, terbang melewati banyak atap rumah, terbang melewati rumahnya guru galak yang tangannya selalu membawa mistar pemukul, terbang melewati sungai kecil yang tak dapat diseberangi walaupun telah berusaha keras...
Ketika bangun dari mimpi, meskipun masih berbaring lemas di ranjang, perasaan bisa terbang itu masih tertinggal di hati seperti baru saja makan permen yang amat manis!
Banyak orang, ketika kecil, pernah bermimpi demikian, Hu Tiehua pun sama.
Hanya kali ini ketika bangun dari mimpi, tiba-tiba ia tahu bahwa dirinya benar-benar sedang terbang!
Bukan ia yang terbang, ada seorang yang menerbangkannya satu lengan memapahnya.
Angin dingin menerpanya, dan ia nerasa kepalanya sakit bukan main, sekeliling gelap gulita, tidak dapat lihat apapun.
Kemudian terdengar seorang berkata.
"Puji Tuhan! Akhirnya kau bangun. Sungguh tidak mudah untuk membangunkanmu."
Orang ini tentu saja adalah Chu Liuxiang.
Ketika Hu Tiehua mabuk, selain Chu Liuxiang, tidak ada orang lain yang dapat memikirkan cara untuk membangunkannya.
Membangunkan Hu Tiehua yang mabuk, sedikit lebih sulit dari membangkitkan orang yang mati!
"Apa maksudmu?"
Hu Tiehua naik pitam.
"Jelas-jelas aku tidur nyaman di ranjang, kenapa kamu membangunkanku? Kamu ini 'kurakura' atau 'bulus'?" (catatan. 'kura-kura' dan 'bulus' adalah kata-kata makian dalam bahasa Tionghoa, juga bisa dipakai untuk menyindir suami yang istrinya serong). Seorang setelah mabuk, jikalau bisa tidur dengan nyaman sampai besok sore, baru bisa disebut sebagai orang yang beruntung. Tapi jika sampai tengah malam sudah dibangunkan orang, tidak heran kalau dia bisa luar biasa marahnya. Chu Liuxiang pernah juga mabuk, tentu saja memahami perasaan ini, maka dia diam saja ketika dimaki-maki. Dapat memaki-maki Chu Liuxiang benar-benar adalah satu hal yang amat memuaskan dan nikmat! Yang tidak nikmat adalah, setelah dimaki-maki, kecepatan dari 'kura-kura' ini malah bertambah, bukan saja lebih cepat dari kura-kura, juga lebih cepat dari kelinci, bahkan lebih cepat dari kecepatan gabungan sepuluh kelinci yang diburu rubah! Di dunia ini mungkin sudah tidak bisa menemukan orang kedua yang demikian cepat! Hu Tiehua tidak tahan lagi, nada katanya mulai melemah, kata-kata makian semuanya dari kepala yang rasanya mau pecah itu 'terbang' dan lenyap, sehingga hanya bisa bertanya sambil merintih.
"Sebenarnya kau mau apa?"
"Aku tidak mau apa-apa,"
Chu Liuxiang berkata.
"Cuma ingin cari satu orang untuk menemaniku jalan-jalan."
"Jalan-jalan?"
Hu Tiehua mulai berteriak-teriak.
"Masa' saat ini kita lagi jalan-jalan?"
Suaranya persis seorang yang sedang sekarat.
"Ibuku! Tuhanku! Jalan-jalan seperti caramu ini akan mencabut nyawaku! Bisakah kita tidak jalan-jalan lagi? Bisakah duduk dan ngobrol?"
"Bisa."
Walaupun ketika Chu Liuxiang melesat ke depan itu seperti anak panah yang lepas dari busur, tapi bisa langsung berhenti!
Tempat yang ia berhenti itu kebetulan ada sebatang pohon, di bawah pohon kebetulan ada sebidang tanah berumput.
Segera saja Hu Tiehua berbaring di tanah berumput itu, kecuali dipukul dengan sebuah pentungan besar, ia tidak akan bangun.
"Kamu mau ngobrol atau mau tidur?"
Kata Chu Liuxiang.
"Atau kita pergi jalan-jalan lagi juga boleh."
"Siapa mau tidur? 'Telur kura-kura' baru mau tidur!" (catatan. 'telur kura-kura' dalam bahasa Mandarin artinya. anak haram jadah) Seolah-olah benar-benar terpukul oleh pentungan, Hu Tiehua segera bangun dan duduk di atas tanah, lalu bertanya.
"Kamu mau ngobrol apa? Bisakah ngobrol tentang Tuan Du? Sudahkah berjumpa dengannya? Sudahkah berjumpa dengan anaknya Jiao Lin?"
"Sudah semua."
"Bagaimana dengan nona Jiao itu? Apakah ia cantik?"
"Tidak saja cantik, juga cerdas!"
Chu Liuxiang berkata sambil menatap langit gelap di kejauhan.
"Jiao Lin pasti tidak menduga bahwa ia memiliki seorang anak yang demikian bagus!"
"Kemudian?"
"Kemudian aku pergi."
Kata Hu Tiehua sambil menghela napas.
"Kenapa kamu tidak ngobrol lebih lama dengannya? Kenapa buru-buru pergi?"
"Bukan aku mau pergi, tapi dia yang suruh."
"Dia yang suruh lalu kau pergi?"
Kata Hu Tiehua dengan pura-pura menyayangkannya.
"Kapan kau berubah jadi demikian penurut?"
"Pada saat aku mulai mengerti."
"Mengerti apa?"
"Hal yang seharusnya dimengerti, hampir seluruhnya aku ngerti,"
Kata Chu Liuxiang.
"Bahkan aku juga ngerti hal-hal yang tidak seharusnya dimengerti."
"Beberapa tahun ini, di sejumlah daerah pesisir di Tiongkok bagian tenggara, sering ada bajak-bajak laut orang Jepang yang datang menyerang serta merampok, yang setelah berhasil langsung pergi menghilang. Kedatangan mereka yang berikutnya sulit diprediksi."
"Seandainya pemerintah Tiongkok mengirim tentara dalam jumlah besar untuk menumpas mereka, pasti akan makan biaya yang luar biasa besar, serta dapatmengganggu rakyat. Apalagi bajak-bajak laut yang tak punya tempat tinggal yang tetap itu, belum tentu bisa dihadapi oleh pasukan reguler."
"Maka pihak pemerintah mengutus seorang duta istimewa, dengan identitas seorang pesilat, untuk menggabungkan para pesilat dari berbagai tempat, untuk menghadapi bajak-bajak itu."
"Kekuasaan orang ini amat besar, tanggung jawabnya juga amat berat, rahasia identitasnya harus dijaga rapat-rapat, namun demi kunjungannya ke tempat-tempat pejabat setempat, mau tidak mau mesti membuat orang-orang tahu bahwa ia adalah seorang dengan kedudukan yang tinggi sekali."
"Dalam keadaan demikian, maka pemerintah memberinya suatu anugerah dengan suatu alasan yang dibuat-buat, yaitu menjadikan anaknya sebagai putri raja. Walaupun ini hanya namanya saja, tapi sudah cukup membuat orang-orang menaruh hormat pada mereka."
Mendengar sampai disini barulah Hu Tiehua tidak bisa menahan diri untuk bertanya.
"Apakah kau sudah tahu bahwa orang itu adalah Tuan Du?"
"Ya, aku sudah tahu,"
Chu Liuxiang bertanya balik.
"Tapi apakah kau tahu siapakah Tuan Du?"
"Siapakah dia?"
"Tuan Du adalah mantan istrinya Jiao Lin, Putri Pedang Giok adalah anaknya Jiao Lin."
Tangan Hu Tiehua sudah mengelus hidungnya. Chu Liuxiang meneruskan kata-katanya.
"Tuan Du betulbetul adalah seorang wanita yang luar biasa, meskipun aku tidak mengerti setelah dia meninggalkan Jiao Lin, dengan cara apa ia dapat berhubungan dengan para bangsawan. Tapi kalau pemerintah bisa memakai dia secara besar-besaran, pastilah bukan tanpa alasan."
"Secara berangsur-angsur para bajak laut telah ditekannya sampai hampir punah, namun pada saat itulah di laut tenggara mendadak muncul seorang gembong, yang lebih hebat dari ketua Perkumpulan Paus Ungu Hai Kuotian pada masa lalu, maka sejumlah kecil bajak laut yang hampir punah itu terpaksa menjadi anak buahnya sang gembong yang bernama Shi Tianwang."
Ia melanjutkan sambil menghela napas.
"'Pedang bermata dua', setiap hal ada untung juga ada ruginya. Tuan Du telah membersihkan daerah pantai dari gangguan para bajak laut, tapi malahan membikin kekuatan Shi Tianwang di lautan menjadi makin besar!"
"Saat ini kekuatannya sudah tidak bisa dilawan lagi oleh Tuan Du, demi untuk menentramkannya, Tuan Du terpaksa menyanggupi pernikahan anaknya sendiri sebagai syarat gencatan senjata. Suatu kebijaksanaan yang diambil dalam keadaan yang terpaksa."
"Aku pun memakluminya,"
Kata Hu Tiehua sambil menghela napas juga.
"Makanya aku baru mau mengerjakan hal ini."
"Tetapi ada sejumlah orang yang tidak memakluminya, bukan saja banyak pendekar yang berdarah panas akan muncul, bahkan di antara anak buah Shi Tianwang juga akan keluar sejumlah orang untuk menghalangi hal ini."
"Mengapa?"
"Sebab dari dulu mereka sudah ingin sekali menyerbu ke daratan untuk merampok habis-habisan, seandainya Shi Tianwang jadi menikahi Putri Pedang Giok, mereka mana punya kesempatan?"
Chu Liuxiang berkata.
"Para bajak laut Jepang juga ingin sekali agar Shi Tianwang berperang dengan Tuan Du, agar setelah kedua belah pihak sama-sama menderita kerugian hebat, baru mereka bisa memperoleh keuntungan besar sebagai pihak ketiga! Dengan demikian mereka tentu saja tidak akan membiarkan pernikahan ini terjadi!"
"Apakah kau sejak dini sudah mengerti bahwa nona Jepang itu adalah suruhan mereka?"
Tanya Hu Tiehua.
"Sebenarnya aku masih belum paham secara keseluruhan, namun sekarang aku paham. Tuan Du mau membunuhku, sebab ia takut aku membocorkan rahasia identitas dari Putri Pedang Giok, sehingga menggagalkan pernikahan ini. Demi kepentingan negara, Putri Pedang Giok rela mengorbankan dirinya! Karena aku sudah mengerti hal-hal ini, masih bisa bilang apa?"
"Maka dia suruh kau pergi, kau terpaksa pergi."
"Betul, dia suruh aku pergi, aku pergi. Dia tidak suruh aku pergi, aku pergi juga."
"Apakah karena kau tidak mau lagi peduli soal ini? Juga tidak peduli dia?"
"Kau suruh aku bagaimana mempedulikannya?"
Chu Liuxiang berkata sambil tersenyum hambar.
"Masak suruh aku menggantikannya menikah dengan Shi Tianwang?"
Hu Tiehua mendelik ke arahnya, lalu mengeluh sambil geleng kepala.
"Kau ini sungguh-sungguh makin lama makin payah! Dulu kau tidak begini, sekalipun kau menghadapi kesukaran yang luar biasa besarnya pun kau tidak akan mundur, sekalipun kau menghadapi lawan yang luar biasa mengerikan pun kau tetap melawannya! Tak disangka sekarang kau telah berubah menjadi seekor kura-kura yang penakut!"
Ternyata Chu Liuxiang sedikit pun tidak marah dan berkata.
"Untungnya kau masih belum berubah, tentu akan mengerjakan dengan baik apa yang telah kau janjikan dengan orang."
"Tentu saja aku akan mengerjakannya,"
Hu Tiehua berkata dengan suara keras.
"Kau juga tak usah mempedulikanku, mau pergi ya cepat pergi!"
"Sebelum pergi, bisakah kita minum arak sekali lagi?"
Senyuman Chu Liuxiang ada kesedihan yang samar-samar.
"Kebetulan aku tahu di sekitar sini ada beberapa guci arak bagus."
Keduanya telah minum arak cukup banyak, satu orang satu guci, duduk di atas atap loteng yang tinggi, minum arak langsung dari guci (tidak pakai cangkir).
Biasanya, setelah minum arak sedikit saja, omongan Hu Tiehua lebih banyak dari omongan siapapun, tapi pada hari ini ia hanya minum, tidak buka suara.
Sepertinya ia sudah malas berbicara dengan orang macam Chu Liuxiang.
Sebaliknya Chu Liuxiang menunjukkan rupa yang amat gembira, kata-kata yang diucapkannya jauh lebih banyak dari biasanya.
Dengan wajah dingin Hu Tiehua mendengarkan lama sekali, baru bertanya dengan wajah dingin.
"Apakah omonganmu sudah selesai?"
"Belum."
"Kau masih mau ngomong apa?"
Chu Liuxiang mendongakkan lehernya untuk minum beberapa teguk arak yang keras itu, lalu berkata dengan nada yang aneh.
"Aku masih mau memberitahukanmu satu hal, satu hal yang tidak terlalu dimengerti oleh orang lain, aku pun tidak pernah mengatakan padamu."
"Setiap orang tahu bahwa kita adalah sahabat baik, semuanya mengira bahwa aku memperlakukanmu baik sekali. Kau punya masalah, aku selalu yang membereskannya untukmu. Cuma aku yang paham dalam hati. Keadaannya bukanlah demikian."
Ia mengangkat guci lagi dan minum beberapa teguk lebih cepat dari biasanya.
"Pada kenyataannya kau jauh lebih baik memperlakukanku, kau sering mengalah, jika ada arak enak, masakan enak, nona cantik, kau tak akan berebut denganku. Jika kita bersama-sama melakukan satu hal yang menggemparkan, yang menonjol dan terkenal selalu adalah aku, sebenarnya kau juga telah berjuang dengan mempertaruhkan nyawa,"
Chu Liuxiang berkata.
"Hanya setelah berjuang kau segera lari, lari ke sebuah kedai arak yang jarang ada orang tahu, lalu mencari seorang perempuan dengan sembarangan, dan memaksa dirimu mengaku bahwa kau mencintainya setengah mati!"
Hu Tiehua pun minum arak dengan sekuat tenaga, dengan tegukan-tegukan yang banyak.
"Kau berbuat demikian, cuma karena aku adalah Chu Liuxiang. Bagaimana mungkin Hu Tiehua dibandingkan dengan Chu Liuxiang? Tentu saja yang menonjol harus adalah Chu Liuxiang!"
Ia mendelikkan sepasang mata yang lebih terang dari biasanya karena banyak minum arak.
"Tapi sekarang aku mesti memberitahukanmu. Kau salah! Luar biasa salah!"
Suaranya kian keras.
"Sekarang kau harus tahu, Hu Tiehua sama sekali tidak ada hal yang tidak bisa dibandingkan dengan Chu Liuxiang! Tidak ada Chu Liuxiang, masalah Hu Tiehua tetap bisa diselesaikan. Kau tetap bisa hidup, bahkan bisa hidup dengan lebih baik dari masa yang lalu."
Matanya mendelik kian besar.
"Kalau kau tidak mengerti hal ini, kau bukan orang, kau adalah babi, babi yang mati!"
Guci arak sudah kosong. Hu Tiehua tiba-tiba berdiri, melemparkan guci kencang-kencang ke tempat jauh, memelototkan matanya dan memaki.
"Omong kosong! Kata-katamu semuanya adalah kentut! Yang lebih berbau seratus kali lipat dari kentutnya anjing liar!"
Meskipun makiannya begitu galak, tapi air matanya sudah berlinang-linang.
"Sekarang aku pun mau memberitahukanmu, jikalau kamu mengira bahwa aku tidak mengerti arti dari kentutmu itu, kamu pun salah!"
"Kau mengerti maksudku?"
Chu Liuxiang berkata sambil tersenyum dingin.
"Ah masa'?"
"Kalau aku tidak mengerti, siapa lagi yang mengerti? Kamu sengaja menunjukkan sikap sama sekali tidak peduli, dikarenakan kamu mau membohongiku, pergi seorang diri melawan Shi Tianwang dengan mempertaruhkan nyawa!"
Ia menggenggam erat kedua kepalanya, dan berkata sambil menahan air matanya.
"Kamu mengaku tidak? Jika kamu tidak mengaku, aku akan memukul mati kamu dengan kepalanku ini!"
Chu Liuxiang pun berdiri dan melemparkan guci dengan tenaga besar, menggenggam erat kedua kepalanya, dan berkata sambil melotot.
"Sekalipun aku mau begitu, juga tidak ada hubungannya dengan kamu! Aku mengerjakan urusanku, kamu mengerjakan urusanmu, buat apa kamu marah-marah tidak karuan?"
Kedua orang saling melotot, saling menggenggam erat kedua kepalan, sepertinya betul-betul mau berkelahi dengan taruhan nyawa!
Tidak tahu waktu lewat berapa lama, juga tidak tahu mulainya kapan, kedua pasang kepalan yang kerasnya seperti besi itu telah berjabatan tangan!
"Kau bukan orang, kau adalah cacing gelang dalam perutku, jika tidak bagaimana mungkin kau dapat tahu aku akan melakukan apa?"
"Sebab aku memahamimu,"
Hu Tiehua berkata.
"Bahkan aku memahamimu lebih mendalam dari ayahmu sendiri."
Selesai mengucapkan kalimat ini, ia duluan tertawa keras, Chu Liuxiang mengikutinya, suara tertawa mereka bahkan dapat membangkitkan orang-orang yang berjarak 500 meter!
Ketika mau tertawa, mereka akan tertawa sepuas-puasnya.
Ketika mau minum arak, mereka akan minum sepuas-puasnya.
Ketika benar-benar mau pergi bertarung dengan taruhan nyawa, mereka pun takkan ragu-ragu.
"Baiklah, kamu pergi bertarung, aku juga pergi bertarung. Jika benar-benar ada orang yang mau merenggut nyawa kita, barangkali tidak mudah!"
"Jika nyawamu terenggut, masih ada nyawaku Jika nyawaku terenggut masih ada nyawamu. Tapi siapa yang sanggup merenggut nyawa kita?"
"Siapapun tidak sanggup!" 09. Hawa Pembunuh Di Tengah Hujan Deras "Duuarrr,"
Petir musim semi menggelegar lagi, lalu turunlah hujan yang deras.
Sinar kilat berkelebatan seolah-olah mau merobek langit yang gelap.
Tetesan-tetesan hujan berkilau-kilau bagaikan mutiara-mutiara yang gemerlapan, kemudian berubah jadi semacam tirai cahaya yang berwarna perak, lalu menutupi bumi yang gelap gulita.
Saat ini mestinya adalah waktu matahari terbit, tapi ketika tidak ada cahaya kilat, langit dan bumi malahan lebih gelap.
Chu Liuxiang berdiri di bawah hujan deras, membiarkan tetesan-tetesan hujan yang seperti es batu itu memukuli badannya, dan merasa nikmat sekali!
Ia telah menganggur terlalu lama, selama dua tahun ini, keculi menikmati teh, minum arak, memandang rembulan, menikmati pemandangan salju dan keindahan bunga, hampir-hampir tidak melakukan apa-apa.
Di dalam dunia ini seolah-olah sudah tidak ada satu hal lagi yang dapat merangsangnya untuk melakukannya dengan rela menempuh bahaya!
Juga tidak ada lagi macam orang yang dapat membuat telapak tangannya berkeringat!
Tetapi sekarang sudah ada.
Sekarang lawannya adalah Shi Tianwang yang malang melintang di tujuh laut, seorang yang tidak pernah dikalahkan oleh siapapun!
Rangsangan kegembiraan luar biasa yang muncul ketika memikirkan akan berhadapan dengan lawan demikian, dari dalam dada Chu Liuxiang muncul semacam rasa hangat yang tidak asing lagi.
Tentang sukses atau gagal, menang atau kalah, hidup atau mati, ia sama sekali tidak masukkan ke dalam hati!
Menempuh bahaya bukanlah hobinya, tapi adalah naturnya, seperti darah yang mengalir di dalam pembuluh darahnya!
Hujan makin deras.
Chu Liuxiang berjalan dengan langkah yang panjang-panjang, keluar dari kota, lalu berjalan di sebuah jalan kecil yang becek di bawah lereng bukit.
Ia sengaja berjalan ke sana, sebab tadi ia tiba-tiba merasakan ada semacam hawa pembunuh yang keras!
Ia tidak bisa melihatnya, tidak bisa menciumnya, juga tidak bisa merabanya, tapi bisa merasakannya.
Perasaannya amat peka dan tepat seperti seekor macan tutul ketika mencium bau darah!
Atmosfir bau darah bisa mengurangi kedahsyatan hujan deras, hawa pembunuh juga demikian.
Yang aneh adalah, hawa pembunuh yang ia rasakan ini malahan terasa lebih keras di dalam hujan deras!Artinya bahwa kali ini ia ketemu lagi seorang lawan yang amat aneh dan menakutkan!
Yang mengintai didalam kegelapan dan tunggu kesempatan untuk merenggut nyawanya!
Ia tidak tahu orang ini siapa?
Juga tidak tahu mengapa mau membunuhnya?
Yang ia tahu adalah ketika orang ini mulai menyerang, serangannya pastilah amat dahsyat, bahkan mungkin ia tidak sanggup menangkis atau mengelaknya!
Tetapi ia bukan saja tidak gentar atau mundur, semangatnya malahan tambah terangsang!
Ia menunggu orang ini muncul, persis seperti seorang gadis yang menunggu untuk ketemu pacar pada kencan pertama!
Sekarang ia sudah menaiki lereng bukit yang tidak ada orang itu.
Rimba gelap dan batu-batu bukit yang berbentuk menakutkan yang ada di lereng itu, semuanya merupakan tempat sembunyi yang baik bagi seorang pembunuh gelap!
Hawa pembunuh yang tadi ia rasakan itu menjadi tambah keras, tetapi orang yang ia tunggu masih belum muncul.
Orang ini masih menunggu apa?
Di dalam dunia ini ada semacam orang sepertinya memang terlahir sebagai pembunuh!
Mereka adalah orang, bukan binatang, tapi di dalam sifat alamiah mereka ada ketenangan dari beruang, kebuasan dari serigala, kegesitan dari macan tutul, dan kelicikan serta kesabaran dari rubah!
Tidak diragukan lagi bahwa orang ini termasuk orang semacam itu!
Ia masih menunggu, sebab ia mau mendapatkan kesempatan yang terbaik.
Dan Chu Liuxiang memberikan kesempatan ini!
Waktu berkelebat dan berhentinya kilat dan petir itu ada ketentuannya, dan Chu Liuxiang telah menghitung perbedaan waktu di antara keduanya.
Sebab itu tiba-tiba ia terpeleset.
Tepat pada saat itu cahaya kilat berkelebat, dari dalam rimba gelap itu tiba-tiba terbang keluar sebuah bayangan seperti kelelawar!
Setelah kilat, datanglah guntur.
Dari sisa cahaya kilat yang keluar dari awan gelap itu, bisa terlihat sekelebatan cahaya pedang, yang membacok dari atas bersamaan dengan bunyi guntur yang menggelegar!
Dengan kekuatan yang maha dahsyat, membacok ke arah kepalanya Chu Liuxiang!Ini adalah bacokan pedang yang -dari dulu sampai sekarang -tidak pernah meleset dan pasti merenggut nyawa musuh!
Bacokan pedang ini seolah-olah telah menyatu dengan guntur musim semi yang keras mengegelegar itu!
Yang tidak beruntung adalah Chu Liuxiang bukan sungguh-sungguh terpeleset!
Ia cuma pura-pura saja!
Namun juga tidak mudah untuk memperagakan gaya pura-pura itu!
Seperti ada sejumlah jurus pura-pura yang tujuannya mengecoh lawan, di dalam kepelesetan ini mengandung semacam pertahanan yang amat rapi serta semacam inisiatif yang bisa maju juga bisa mundur!
Sebab,itu bacokan ini meleset!
Langit dan bumi kembali gelap gulita, sehingga Chu Liuxiang tidak bisa melihat orang ini lagi.
Tetapi orang ini juga tidak bisa melihat Chu Liuxiang.
Meskipun ia dapat seperti ninja kelas tertinggi yang sanggup melihat banyak hal yang orang banyak tidak bisa melihat dalam kegelapan, namun ia sudah tidak bisa melihat Chu Liuxiang lagi!
Sebab setelah meluputkan diri dari bacokan pedang itu, tiba-tiba Chu Liuxiang menghilang bagai suatu keajaiban!
Cahaya kilat berkelebat lagi.
Seorang berpakaian hitam yang wajahnya ditutupi kain hitam sedang berdiri di lereng bukit, sepasang mata dari balik kain hitam itu memancarkan sinar yang kejam dan aneh, dua tangannya sedang menggenggam sebilah pedang panjang yang berbentuk aneh, ujung pedangnya menghadap ke bawah, berdiri tanpa bergerak sedikit pun, namun seluruh badannya bersiap sedia untuk melancarkan serangan!
Sedikit saja Chu Liuxiang menampakkan dirinya, ia akan melancarkan serangan yang maha dahsyat!
Namun Chu Liuxiang tidak muncul.
Cahaya kilat berkelebat lagi, satu kali, dua kali, tiga kali,...
Orang ini masih berdiri di sana dengan tidak bergerak, masih mempertahankan gaya yang sama.
Ia tidak bisa dan tidak berani bergerak!
Karena situasi saat ini telah berubah.
Lawannya telah merebut keunggulan yang tadi ia miliki, yang seperti ia tadi mengintip dan menunggu kesempatan di dalam kegelapan, yang setiap saat bisa melancarkan serangan maut!
Jikalau ia bergerak sedikit saja, maka gayanya yang hampir mencapai taraf kesempurnaan ini akan menjadi rusak!
Waktu yang hanya sekejap mata itu sudah cukup untuk menentukan menang atau kalah dan hidup atau matinya!
Ia tidak berani ambil resiko ini!Tiba-tiba hujan jadi reda, langit mulai terang, meskipun ia masih tidak bergerak, namun sepasang matanya yang tenang dan kejam itu mulai goyah!
Sebab energinya sudah terkuras banyak sekali.
Sebab berhadapan dengan seorang lawan yang tak kelihatan, dan berhadapan dengan sebuah situasi yang setiap saat bisa terjadi namun tidak bisa diprediksi itu, tenaga pikiran dan tenaga fisiknya terkuras lebih banyak dari ketika ia mengayunkan pedang untuk melancarkan serangan!
Yang lebih menakutkan adalah keadaan mentalnya sudah mendekati keruntuhan!
Ia tidak berdaya menahan tekanan ini.
Siapapun tidak berdaya, sinar matanya mulai redup, ujung pedangnya tadi menghadap ke bawah, sekarang mendadak diangkat tinggi-tinggi.
Tepat pada saat ini, dari dalam rimba gelap itu tiba-tiba terdengar kata-kata yang disertai keluhan panjang.
"Kau mati, kau sudah mati!"
Ada seorang yang berkata dengan penuh kepiluan.
"Seandainya Pendekar Harum Chu sama seperti kau suka membunuh, maka pada saat ini kau sudah menjadi orang mati! Aku betul-betul tidak mengira bahwa Chunlei Yici -ninja nomor satu dari Yihe (catatan. nama tempat di Jepang), yang punya julukan 'tak terkalahkan', kali ini ternyata kalah dengan begitu menyakitkan! Pendekar Harum Chu belum menyerang, tapi kau sudah kalah di tangannya! Sungguh teramat sayang!"
Ketika mengucapkan kalimat yang terakhir, suara orang ini sudah pergi jauh.
Tiba-tiba Chunlei Yici duduk di atas tanah yang becek, tibatiba menghunus sebilah pedang pendek dari ikatan pinggangnya, lalu menikam perutnya sendiri!
Ada seorang gadis yang memakai payung kertas minyak berwarna merah terang, keluar dari dalam rimba gelap itu dengan langkah ringan, dan ternyata gadis yang mengenakan pakaian yang penuh bersulaman bunga sakura ini adalah Yingzi.
Mata pedang mengiris perut dari kiri ke kanan, dan darah menyembur laksana anak panah!
Tetapi nona Yingzi sama sekali tidak melihatnya, malahan tersenyum manis ke arah sebuah pohon yang letaknya agak jauh, dan berkata sambil memberi hormat yang takzim.
Baca Juga: Pendekar Binal 7
Baca Juga: Beruang Salju Sin Liong