Eps 5 Bandit Penyulam - Khu Lung
Baca online Bandit Penyulam - Khu Lung
Cersil Bandit Penyulam - Khu Lung.
Sambil memandang orang-orang ini, Jin Jiu Ling tanpa sadar mulai melangkah mundur, mundur terus ke dinding sebelum jatuh ke sebuah kursi, tampaknya ia tak mampu untuk berdiri lagi.
"Kau mungkin tidak mengira kalau ketiga tuan ini tiba-tiba akan muncul!"
Nyonya Pertama Gong Sun berkata. Memang, Jin Jiu Ling tidak pernah bermimpi kalau orang-orang ini akan muncul di tempat tersebut.
"Di antara saudara-saudaraku, adik ke-empat dan ke-tujuh tidak perlu dicurigai, Karena itu, aku telah menyuruh mereka, bersama pelayan pribadiku, Lan-er, untuk berpencar dan mengundang Komandan Jian, Ketua Ekspedisi Chang, dan Tuan Hua datang ke sini secepat mungkin!"
"Kami telah menduga bahwa mereka bertiga setidaknya akan tiba di sini hari ini, maka aku pun telah mengatur sebuah pertemuan dengan mereka pagi ini!"
Lu Xiao Feng menyelesaikan. Salah seorang perempuan yang berbaju hijau tertawa cekikikan.
"Lu Xiao Feng pergi mengejar merpati itu, dan aku pun mengikuti dia. Setelah aku tahu tempat ini, kami pun membawa mereka ke sini."
Tawanya terdengar seperti denting sebuah lonceng, ia tak lain dan tak bukan adalah si gadis berbaju merah.
"Tapi kami juga tahu bahwa mata dan telingamu sangat tajam, maka kami tidak berani mengambil resiko untuk mendekat,"
Wanita berbaju hijau yang satunya lagi ikut menambahkan.
"Apa yang kau katakan, kami tidak mendengarnya. Untunglah . mereka bisa mendengar setiap patah katanya!"
Suaranya manis dan lembut, ia tidak lain dan tidak bukan adalah Adik Ke-empat Nyonya Pertama Gong Sun, OuYang Qing.
Jin Jiu Ling tidak bergerak, juga tidak mengatakan apa-apa.
Baru sekarang ia benar-benar kehilangan kata-kata.
"Kebajikan selalu menang atas kejahatan, yang benar akan selalu abadi,"
Mungkin baru sekarang ia benar-benar memahami arti kata-kata ini.
Si gadis berbaju merah dan OuYang Qing telah berjalan ke sisi tempat tidur dan membantu Nyonya Pertama Gong Sun untuk duduk.
Tiba-tiba, mereka berdua mengerutkan kening pada saat yang bersamaan dan mengernyitkan hidung.
Aneh, wajah Nyonya Pertama Gong Sun tampak memerah.
Diam-diam ia membisikkan sesuatu pada mereka.
Kedua wanita itu pun mulai tertawa.
Si gadis berbaju merah tak tahan lagi untuk tidak tertawa hingga terbungkuk-bungkuk, ia tertawa begitu kerasnya sehingga hampir kehabisan nafas.
Memang, mereka berhak untuk tertawa, dan ada sebabnya pula.
Hanya orang-orang yang memiliki perasaan percaya diri yang bisa tertawa, hanya orang-orang yang tidak memiliki perasaan bersalah di hatinya yang bisa bebas dari perasaan khawatir.
Orang yang tidak bisa tertawa saat ini adalah Jin Jiu Ling.
"Aku tahu kau bukan hanya bisa menyulam bunga, kau pun bisa menyulam orang buta, dua kali tusuk dan dapat satu orang buta."
Chang Man Tian berkata dengan gusar.
"Tapi apa yang bisa kau sulam sekarang?"
"Bahkan jika kau bisa menyulam sepasang sayap sekarang ini, kau tidak akan dapat kabur dari jaring-jaring hukum!"
Jiang Chong Wei memperingatkan.
"Satu-satunya yang bisa ia sulam saat ini adalah sebuah peti mati yang amat besar sehingga Meng Wei dan Lu Shao Hua pun bisa menemani dia di dalamnya."
Si gadis berbaju merah bergurau sambil tertawa.
"Aku masih harus mengingatkan satu hal padamu,"
Lu Xiao Feng menambahkan.
"Mungkin sebaiknya kau tidak menunggu mereka berdua datang ke sini bersama murid-muridmu untuk berusaha menyelamatkanmu!"
Jin Jiu Ling tidak bergerak, juga tidak bicara.
"Saat ini, Meng Wei masih berada di Nan Hai untuk terus memberikan informasi padamu tentang keberadaanku."
Lu Xiao Feng menjelaskan.
"Tapi Lu Shao Hua telah jatuh sakit, sakit yang amat parah!"
"Menurut kabar angin, ia mendapat sebuah penyakit yang aneh!"
Gadis berbaju merah tertawa dan berkata.
"Sepasang tangannya yang tamak, selalu meminta uang pada orang lain itu, tiba-tiba telah lenyap!"
Jin Jiu Ling akhirnya menarik nafas panjang.
"Satu gerakan salah, dan seluruh permainan akan kalah."
Ia berkata.
"Tidak kukira aku, Jin Jiu Ling, akan mengalami hari seperti ini!"
Jiang Chong Wei pun menarik nafas.
"Sebenarnya, aku tahu kau akan berakhir seperti ini. Kau terlalu suka menghabiskan uang, terlalu berlebih-lebihan dalam menikmati hidup!"
"Orang lain mengira kau tidak perlu mengeluarkan uang untuk wanita, tapi hanya aku yang tahu bahwa bagi seorang wanita sepertiku, hanya ada uang dan tidak yang lain."
OuYang Qing berkata.
"Bahkan jika kau adalah reinkarnasi dari Fan An atau Song Yu, kau tetap harus punya uang untuk masuk."
Lu Xiao Feng tertawa sendiri. Ia tahu bahwa perempuan ini mengatakan hal yang sebenarnya.
"Tapi kau adalah kekecualian,"
OuYang Qing meliriknya dengan gusar sebelum berucap.
"Kau satu-satunya kekecualian di dunia ini!"
"Oh?"
"Karena kau bukan laki-laki, kau bukan apa-apa selain seorang bajingan beralis empat!"
Ekspresi wajah OuYang Qing tampak ditekuk saat ia menjelaskan dengan .
dingin.
Lu Xiao Feng menarik nafas.
Orang memang tidak boleh berbuat salah pada seorang wanita seperti OuYang Qing.
Jika kau menyalahinya sekali saja, ia akan mengingatnya seumur hidupnya.
"Hanya ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu!"
Nyonya Pertama Gong Sun tiba-tiba bertanya.
"Kau bertanya padaku?"
Jin Jiu Ling menoleh ke arahnya. Nyonya Pertama Gong Sun mengangguk.
"Lebih baik kau beritahu aku sekarang, di mana Xue Bing berada?"
Jin Jiu Ling tiba-tiba tertawa kecil, tapi tidak menjawab.
"Kau hendak menggunakan dia untuk mengancam kami?"
Nyonya Pertama Gong Sun menjadi marah.
"Kau tidak tahu apa yang akan kulakukan padamu?"
Jin Jiu Ling tidak memperdulikannya dan malah berpaling pada Lu Xiao Feng.
"Ilmu pedang Majikan Benteng Awan Putih tidak ada bandingannya, tapi ia tidak henti-hentinya memujimu, menyebutmu sebagai seorang jenius kungfu yang telah mencapai tingkatan yang tidak pernah ia temui sebelumnya dalam hidupnya."
Ketika ia bicara dengan lambat-lambat, Lu Xiao Feng mendengarkan dalam diam, tahu bahwa ia akan tiba pada maksud ucapannya itu.
"Nyonya Pertama Gong Sun, dengan segala samaran, perubahan dan tipuannya, dengan ilmu pedang dan pitanya yang terbaik di dunia, masih tetap kalah darimu!"
"Berhenti menjilat-jilat dia, itu tidak ada gunanya lagi!"
Nyonya Pertama Gong Sun mendengus dengan dingin. Tapi Jin Jiu Ling tetap tidak menghiraukannya dan terus menatap Lu Xiao Feng.
"Kakak seperguruanku, Labu Pahit, biasanya tidak begitu perduli pada siapa pun di dunia ini, tapi ia memperlakukanmu secara berbeda. Karena ia percaya bahwa jepitan kedua jarimu adalah ilmu yang tidak ada tandingannya."
Lu Xiao Feng diam-diam menarik nafas. Tiba-tiba ia berfikir, bagaimana perasaan Hwesio Labu Pahit bila tahu bahwa satu-satunya adik seperguruannya akan berakhir seperti ini.
"Huo Xiu, Huo TianQing, Yan TieShan, mereka semua adalah jago-jago di dunia ini, tapi mereka semua kalah di tanganmu. Jelas bahwa jika pun kau bukan jago kungfu terbaik di dunia, kau tidak jauh dari itu."
Jin Jiu Ling menarik nafas lagi sebelum meneruskan.
"Tapi aku tidak lebih dari seorang pemburu hadiah biasa di dalam organisasi Enam Pintu. Orang sepertiku tidak berharga sepeser pun di mata jago-jago dunia persilatan!"
"Apa yang hendak kau katakan?"
Lu Xiao Feng akhirnya bertanya.
"Aku hanya ingin berduel dengan seorang jago kungfu sepertimu, untuk melihat siapa yang sebenarnya lebih baik!"
Jin Jiu Ling menjawab terus terang.
"Kau adalah seorang penjahat yang telah tertangkap,"
Nyonya Pertama Gong Sun menjawab sambil menyeringai.
"Dari mana kau mendapat hak untuk meminta duel?"
Jin Jiu Ling bahkan tidak melirik ke arahnya.
"Jika aku kalah, aku bukan hanya akan menyerahkan diri, aku pun akan segera memberitahumu di mana Xue Bing berada!"
Mata Lu Xiao Feng tampak berkedip-kedip, jelas ia tergoda oleh tawaran itu.
"Tapi bagaimana jika kau kalah?"
Jin Jiu Ling bertanya.
"Apa usulmu?"
"Walaupun kau bersedia melepaskan dia, aku tidak!"
Nyonya Pertama Gong Sun memprotes keras. Tapi Jin Jiu Ling bahkan tampaknya tidak mendengarkan dia.
"Jika kau kebetulan kalah dariku, aku hanya meminta satu hal. Aku hanya meminta agar kau mau melindungi reputasiku dan tidak membocorkan urusan ini. Kurasa, dengan memandang kakak seperguruanku, hal itu tidak terlalu sukar bagimu!"
Lu Xiao Feng tidak menjawab dengan segera. Ia malah berjalan dengan perlahan-. lahan ke arah jendela dan membukanya. Sinar matahari terbenam tampak mewarnai angkasa, hari sudah senja.
"Jangan tertipu olehnya,"
Chang Man Tian tiba-tiba memperingatkan.
"Orang ini licik seperti rubah, ia tentu memiliki sebuah tipuan lain di balik lengan bajunya!"
"Tingkatan kungfunya jauh lebih tinggi daripada yang kukira."
Jiang Chong Wei memberi komentar.
"Aku telah mencari nafkah di dunia persilatan sejak kecil, telah bertarung dalam ratusan dan ribuan perkelahian, menderita puluhan luka."
Chang Man Tian berkata.
"Kungfuku mungkin tidak hebat, tapi aku punya pengalaman yang lebih dari cukup. Tapi aku bahkan tidak tahu seberapa tinggi ilmunya, aku bahkan tidak mampu bertahan satu jurus pun melawannya!"
Hua Yi Fan tiba-tiba menarik nafas juga.
"Memang, ilmu kungfu orang ini hampir tidak terukur. Dulu aku pernah beruji coba lagi dengan Tosu Kayu dan Pertapa Cemara Kuno. Tapi dari apa yang aku lihat, ilmu kungfunya malah lebih tinggi daripada mereka!"
Lu Xiao Feng tampaknya tidak mendengarkan sepatah kata pun yang mereka ucapkan. Di angkasa yang penuh dengan sinar senja, sebaris angsa liar tampak terbang lewat.
"Musim panas sudah hampir berakhir, dalam sekejap saja sudah tiba musim gugur."
Lu Xiao Feng bergumam pada dirinya sendiri.
"Waktu berlalu begitu cepatnya... begitu cepatnya...."
Jin Jiu Ling pun menarik nafas.
"Waktu memang seperti air di sungai, sekali pergi ia tidak akan pernah kembali. Bila teringat kembali saat pertama kali kita bertemu, itu sudah hampir 10 tahun yang lalu, tapi berapa puluh tahunkah usia kehidupan kita?"
"Nyonya Pertama Gong Sun belum sepenuhnya pulih. Karena kami khawatir kalau kau mengetahui rencana kami, maka dia pun mengambil obat bius yang asli!"
"Aku tahu obat itu tidak palsu!"
"Saat ini, ia mungkin hanya memiliki setengah dari kekuatan dan kemampuan bertarungnya. Ditambah dengan Adik Ke-empat dan Ke-tujuh dan aku, tidak mungkin kau bisa kabur, betapa pun hebatnya dirimu!"
"Aku tahu!"
"Tapi jika aku benar-benar berduel denganmu dan kalah darimu, walaupun aku tetap hidup, aku tentu akan terluka!"
Lu Xiao Feng menarik nafas.
"Di samping itu, kau tahu benar bagaimana sikapku jika aku benar-benar setuju untuk berduel denganmu. Jika kalah, aku tidak akan menyerangmu lagi, tak perduli apa pun yang terjadi!"
"Aku selalu tahu bahwa walaupun kau bukan seorang laki-laki sejati, kau tetaplah seorang laki-laki yang sesungguhnya!"
"Itulah sebabnya, jika aku kalah, mereka mungkin tidak akan mampu menghentikanmu. Jika kau lolos dari sini hari ini, sangat mungkin kau tidak akan pernah tertangkap lagi dan bisa menghilang selamanya!"
"Jika kau tahu apa maksudnya, mengapa kau terus bicara omong kosong dengannya? Apakah kau benar-benar tolol?"
OuYang Qing terpaksa memotong. Lu Xiao Feng tiba-tiba tertawa kecil.
"Aku bukan bicara omong kosong!"
"Lalu apa?"
OuYang Qing mendengus.
"Aku hanya ingin memberitahu dia bahwa karena aku tidak boleh kalah darinya, maka jika aku setuju untuk berduel, ini berarti bahwa aku yakin akan menang!"
"Kau setuju untuk berduel?"
Ekspresi wajah OuYang Qing tampak berubah secara dramatis.
"Jika aku tidak setuju untuk berduel, maka bukankah semua yang kukatakan tadi menjadi omong kosong belaka?"
Lu Xiao Feng menjawab dengan acuh tak acuh..Jin Jiu Ling melompat bangkit dari kursinya.
"Bagus! Lu Xiao Feng memang Lu Xiao Feng!"
Lu Xiao Feng menarik nafas.
"Dan lagi, aku mendengar kalimat itu!"
"Di mana kau mengusulkan untuk melangsungkan duel ini?"
Jin Jiu Ling bertanya.
"Di sini!"
"Di sini? Di dalam ruangan ini?"
"Tidak ada tempat seperti tempat ini, aku tidak ingin memberimu kesempatan yang lebih besar untuk melarikan diri!"
Jin Jiu Ling mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.
"Bagus, bagus sekali!"
Tiba-tiba ia seperti mendapatkan kembali tenaganya, ia seolah-olah telah berubah menjadi seseorang yang benar-benar berbeda.
"Apa yang akan kau gunakan sebagai senjata?"
Lu Xiao Feng bertanya.
"Tentu saja sesuatu yang tidak bisa kau jepit dengan jari-jarimu itu!"
Jin Jiu Ling bergurau.
"Kau telah membuat persiapan?"
"Aku selalu membawa senjata ini, seakan-akan aku tahu bahwa suatu hari nanti aku akan bertarung denganmu!"
Di sudut ruangan itu ada sebuah lemari.
Jin Jiu Ling berjalan menghampiri dan membukanya.
Aneh, di dalam lemari itu ada sebuah tombak, sebatang golok, dua buah pedang, sepasang kaitan, sepasang martil, sebuah cambuk, sebuah kapak, sebuah tombak berkait, dan sebuah toya besi yang amat ganjil, seperti cambuk, tapi juga seperti gada.
Lemari ini jelas merupakan tempat penyimpanan senjata.
Lu Xiao Feng menarik nafas.
"Tampaknya kau benar-benar telah bersiap untuk sesuatu, kapan saja, di mana saja!"
"Aku orang yang amat berhati-hati, aku tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak aku yakini!"
Jin Jiu Ling tersenyum.
"Kau tidak melakukan duel yang tidak kau yakini bisa dimenangkan?"
"Aku belum pernah kalah satu kali pun di dalam hidupku!"
Jin Jiu Ling menjawab dengan acuh tak acuh. Ini bukan sebuah dusta.
"Tapi aku juga tahu bahwa kau pun belum pernah kalah seumur hidupmu!"
Jin Jiu Ling berkata sambil menatap Lu Xiao Feng.
"Selalu ada yang pertama untuk apa saja!"
Lu Xiao Feng tersenyum.
"Bagus!"
Jin Jiu Ling setuju, ia mengulurkan tangan dan mengambil senjata pilihannya, ia memilih toya besar yang bobotnya paling sedikit 70 kg itu.
Ekspresi wajah Nyonya Pertama Gong Sun tampak berubah secara dramatis.
"Kalian semua pergi ke luar, tunggu di luar dan jagalah pintu dan jendela!"
Ia memberi perintah dengan nada serius.
"Kalian semua"
Tentu saja adik-adiknya serta Chang Man Tian, Jiang Chong Wei, dan Hua Yi Fan.
Ia tahu kekuatan seperti apa yang dimiliki toya itu.
Ruangan ini mungkin tidak kecil, tapi juga tidak terlalu besar.
Sekali senjata ini digunakan, siapa pun atau apa pun yang ada di ruangan itu bisa hancur berkeping-keping setiap saat!
Bahkan Lu Xiao Feng pun merasa agak terkejut.
Semula diperkirakan senjata orang ini adalah sebatang jarum jahit yang ringan seperti bulu, tapi tiba-tiba malah berubah menjadi toya yang beratnya hampir 100 kg ini.
Mungkinkah kungfunya telah mencapai taraf di mana ia bisa menggunakan senjata berat maupun ringan dengan sama mudahnya?
"Apa yang akan kau gunakan sebagai senjatamu?"
Jin Jiu Ling bertanya.
Lu Xiao Feng memikirkannya sebentar.
Tiba-tiba ia melihat bahwa di sudut lemari itu adalah sekantung jarum jahit.
Maka ia memilih sebatang jarum jahit!
Jin Jiu Ling tertawa terbahak-bahak.."Barang bagus!
Aku menggunakan toya besi raksasa ini, sementara kau menggunakan jarum jahit itu.
Jika orang lain melihat ini, mereka tentu akan mengira bahwa kaulah si Bandit Penyulam yang sebenarnya!"
"Aku mungkin bukan si Bandit Penyulam, tapi aku masih bisa menjahit!"
Lu Xiao Feng menjawab dengan santai.
"Tapi bisakah kau menyulam orang buta?"
Mata Jin Jiu Ling tampak berkerlap-kerlip.
"Tidak!"
Mata Lu Xiao Feng mulai bersinar-sinar seperti pedang dan ia menekankan setiap patah katanya.
"Cuma orang mati!"
Nyonya Pertama Gong Sun tidak meninggalkan ruangan itu.
Ia malah berdiri dalam bisu di sudut ruangan.
Wajahnya tidak menampilkan emosi, tapi di dalam hatinya ia tersiksa oleh perasaan khawatir.
Ruangan ini terlalu kecil dan senjata pilihan Jin Jiu Ling membawa kekuatan yang terlalu besar.
Sekali ia memulai serangannya, Lu Xiao Feng bahkan mungkin tidak memiliki ruangan untuk menghindar!
Toya itu panjangnya kira-kira 1,5 m, jarum jahit itu hanya sekitar 3 cm.
Senjata yang mereka ambil benar-benar berbeda, yang satu mengandalkan kekuatan, yang satunya lagi mengandalkan kecepatan.
Yang satu berat luar biasa, yang lainnya ringan luar biasa.
Kelembutan mungkin bisa mengatasi kekerasan, tapi kecepatan tidak bisa mengalahkan kekuatan, dan yang ringan hampir tidak mungkin mampu melawan yang berat!
Dinilai dari senjata, Lu Xiao Feng jelas berada pada posisi yang tidak menguntungkan.
"Bisakah kau tinggalkan ruangan ini juga?"
Jin Jiu Ling tiba-tiba mengajukan sebuah permintaan.
"Kau takut kalau aku menyerangmu dari belakang?"
Nyonya Pertama Gong Sun mengejek.
"Aku tahu kau bukan jenis orang yang mau berbuat seperti itu,"
Jin Jiu Ling tersenyum.
"Tapi keberadaanmu di dalam ruangan ini masih merupakan ancaman bagiku!"
Nyonya Pertama Gong Sun bimbang dan melirik Lu Xiao Feng dari sudut matanya.
Nyonya Pertama Gong Sun menarik nafas dan akhirnya meninggalkan ruangan itu, tapi sebelumnya ia masih sempat menoleh dan berseru.
"Aku hampir pulih 80 %. Walaupun kau kalah, ia tetap tidak akan bisa kabur!"
Lu Xiao Feng tertawa kecil.
"Jangan khawatir, aku tidak bermaksud membiarkan dia kabur!"
Jin Jiu Ling tersenyum.
"Ruangan ini adalah tanah kematian, aku pun sedang memikirkan pepatah 'hampir menemui ajal dan kembali' itu!"
Sebelum ia selesai bicara, toya di tangannya telah mulai bergerak!
Bobot sesungguhnya toya itu adalah 87 kg.
Di tangannya, sebuah toya seberat 87 kg tampak seringan bulu.
Gerakan yang ia gunakan pun cepat, tangkas dan gesit, persis seperti orang yang menggunakan sebatang jarum jahit.
Gerakan pertama ini saja sudah mengandung 6 atau 7 macam perubahan yang berbeda, tapi toya itu sama sekali tidak menimbulkan suara ketika diayunkan di udara.
Lu Xiao Feng sampai menarik nafas.
Baru sekarang ia tahu bahwa Jin Jiu Ling adalah orang yang suka menyembunyikan kemampuannya dan bahwa ilmu kungfunya benar-benar tidak terukur.
Baru sekarang ia percaya bahwa Tosu Kayu, Pertapa Cemara Kuno, Hwesio Labu Pahit, dan yang lainnya memang bukan tandingannya.
Otaknya berputar cepat, gerak-geriknya bahkan lebih cepat lagi.
Ia mundur ke belakang dengan cepat dan ringan dan menusukkan jarumnya dengan telapak tangan menghadap ke bawah.
"Pshhhhh!"
Ujung jarum itu menusuk udara seperti sebatang anak panah yang lepas dari busurnya!
Jarum itu mungkin seringan bulu, tapi di tangannya, benda itu seakan-akan mencapai bobot 1 ton.
Jurusnya keras, keji, dan membawa tekanan, persis seperti .
orang yang menggunakan toya.
Dalam sekejap mata, kedua orang itu telah bertarung sebanyak 10 jurus.
Senjata yang berat dan kuat itu malah digunakan dengan jurus-jurus yang cepat dan gesit!
Senjata yang ringan dan lemah malah digunakan dengan jurus-jurus yang keras dan membawa tekanan besar!
Adegan pertarungan ini bukanlah sesuatu yang bisa dijelaskan oleh siapa pun.
Wajah Jiang Chong Wei, Chang Man Tian, dan Hua Yi Fan telah dipenuhi oleh ekspresi takjub.
Walaupun mereka tidak bisa melihat, mereka masih bisa mendengarnya.
Hanya ada suara jarum menusuk udara yang terdengar dari ruangan itu, tapi tak terdengar sedikit pun suara toya yang besar itu.
Walaupun mereka semua adalah jago-jago yang berpengalaman, tidak seorang pun dari mereka yang bisa membayangkan mengapa hal itu terjadi.
Yang terdengar hanyalah suara "psss, psshhh"
Yang terus-menerus dari jarum jahit yang menusuk udara dengan semakin cepat dan cepat tapi juga terus bergerak, suatu saat di kiri, lalu di kanan, jauh lebih cepat daripada lalat mana pun, apalagi manusia biasa.
Hua Yi Fan menarik nafas.
"Tak heran Tosu Kayu selalu mengatakan bahwa Lu Xiao Feng adalah seorang jenius langka yang hanya muncul sekali dalam beberapa generasi. Ucapannya itu tidak berlebih-lebihan!"
"Tapi Jin Jiu Ling lebih menakutkan lagi!"
Chang Man Tian menjawab dengan ekspresi wajah yang suram.
"Oh?"
"Gerakan Lu Xiao Feng memang merupakan serangan-serangan yang cepat dan membawa tekanan berat, tapi toya Jin Jiu Ling yang amat besar ternyata tidak terdengar sedikit pun suaranya walaupun digunakan untuk melawannya. Bukankah itu lebih mengerikan?"
Ia tahu bahwa Jin Jiu Ling menggunakan toya karena barusan ia telah bertanya pada OuYang Qing.
Pengalamannya dalam pertarungan adalah sesuatu yang tidak bisa ditandingi oleh Hua Yi Fan yang terhormat, karena itu analisanya jauh lebih akurat daripada Hua Yi Fan.
Hua Yi Fan berfikir selama beberapa saat sebelum akhirnya menjawab.
"Aku sudah lama mendengar bahwa pengalaman Ketua Chang dalam pertarungan dan perkelahian adalah sesuatu yang langka. Tampaknya hal ini pun tidak dilebih-lebihkan!"
"Wuum!"
Baru saja ia menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba terdengar suara deruan seperti seekor naga yang melesat keluar dari balik awan.
"Jin Jiu Ling merubah taktiknya!"
Ekspresi wajah Chang Man Tian berubah secara dramatis.
Jurus-jurus dan teknik Jin Jiu Ling memang berubah menjadi cepat dan ganas, keras dan menekan, gaya yang tidak mau mengalah!
Ruangan itu tiba-tiba dipenuhi oleh deru angin yang ditimbulkan oleh toya, hampir tidak ada ruang yang tersisa bagi orang lain untuk bertahan.
Ekspresi wajah Jiang Chong Wei pun tampak berubah.
"Mungkinkah ia selama ini hanya menguji Lu Xiao Feng dan baru sekarang menggunakan kekuatan penuh?"
Ia bertanya.
"Tapi Lu Xiao Feng pun tidak mau mundur!"
Chang Man Tian menilai.
"Mengapa kau berkata begitu?"
Jiang Chong Wei bertanya.
"Jin Jiu Ling menggunakan toyanya dengan tenaga dan kekuatan penuh. Jika itu orang lain, saat ini dia tentu telah dipaksa keluar dari ruangan itu. Tapi kita tidak mendengar apa-apa dari Lu Xiao Feng, jelas ia masih bisa bertahan dan sedang menunggu kesempatan untuk menyerang!"
OuYang Qing memandang padanya dengan penuh kekaguman.
Orang buta ini bisa melihat sesuatu dengan lebih akurat daripada orang lain yang bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri!
Lu Xiao Feng memang masih mampu bertahan.
Seluruh .
tubuhnya seperti telah berubah menjadi sesuatu yang tidak berwujud dan tidak berbentuk, seolah-olah ia bisa berputar dan berbalik arah sekehendak hatinya.
Tidak perduli bagaimana pun toya Jin Jiu Ling menyerangnya, ia selalu bisa menghindar dengan mudah.
Ada saat-saat tertentu di mana toya itu telah menyudutkannya ke sebuah situasi yang gawat, tapi tiba-tiba dengan sebuah putaran tubuhnya, ia mampu menghindari semua bahaya.
Wajah Nyonya Pertama Gong Sun semula penuh dengan perasaan cemas, tapi sekarang ia akhirnya bisa menarik nafas lega.
Chang Man Tian pun tiba-tiba menarik nafas.
"Tadinya aku mengira Lu Xiao Feng bukanlah tandingannya, tapi sekarang Jin Jiu Ling tidak punya kesempatan untuk menang!"
"Mengapa kau berkata begitu?"
Jiang Chong Wei bertanya lagi.
"Jin Jiu Ling sekarang menggunakan jurus-jurus yang keras dan kuat, tapi tenaga pasti habis, kekerasan tidak akan kekal, ia pasti lebih cepat lelah daripada Lu Xiao Feng!"
Wajahnya bersinar-sinar ketika ia meneruskan ucapannya.
"Bila ia tidak bisa lagi mengendalikan toyanya seperti yang ia inginkan, ia akan mulai menghancurkan ruangan itu. Itu berarti tenaganya sudah hampir habis. Itulah saatnya Lu Xiao Feng bisa memulai serangan baliknya!"
Saat itu, sebuah suara yang keras bisa terdengar dari dalam ruangan tersebut, lalu diikuti oleh bunyi benda-benda lain yang hancur secara berturut-turut.
"Ia telah menghancurkan meja!"
OuYang Qing berseru.
"Bum!"
"Sekarang ia pun telah menghancurkan tempat tidur itu!"
Si gadis berbaju merah berkata. Sebuah senyuman muncul di wajah Chang Man Tian.
"Tampaknya kau akan segera mendapatkan kembali koleksi lukisan dan kaligrafi-mu itu!"
Wajah Hua Yi Fan pun tampak riang gembira.
"Jangan lupakan uang perakmu!"
"Kabuum!"
Sebuah letusan yang menggetarkan bumi terasa mengguncangkan mereka semua pada saat itu.
Kening Jin Jiu Ling telah dipenuhi oleh keringat dan kecepatan ayunan toyanya mulai melambat.
Ia juga tahu bahwa Lu Xiao Feng akan segera balas menyerang.
Ia maju dua langkah ke depan dan mengayunkan toya itu.
Lu Xiao Feng mundur dua langkah dan bermaksud menggunakan langkah itu sebagai batu loncatan untuk menyerang.
Tapi tak terduga, Jin Jiu Ling tiba-tiba melepaskan genggamannya pada toya itu, dan toya itu pun meluncur dan mengaung seperti angin ribut, terbang ke arah Lu Xiao Feng.
Tidak seorang pun di dunia ini yang bisa menahan tenaga lemparan itu secara langsung.
Yang bisa dilakukan Lu Xiao Feng hanyalah berusaha menghindar dengan cepat.
"Kabuum!"
Bumi terasa bergetar saat toya itu membentur dan membentuk sebuah lubang yang amat besar di dinding ruangan tersebut.
Kekuatan toya itu masih belum habis karena toya itu masih terus melayang ke depan.
Jin Jiu Ling meminjam reaksi tenaga lemparan itu pada tubuhnya, mengikuti toya itu menembus lubang di dinding!
Bahkan Lu Xiao Feng pun terperanjat melihat gerakan ini.
Ia hanya bisa melihat bayangan seseorang melesat di depan matanya dan Jin Jiu Ling telah menghilang.
"Bang!"
Toya itu membentur tembok yang mengelilingi halaman dan jatuh ke tanah, tapi Jin Jiu Ling telah melompat ke atas tembok.
Nyonya Pertama Gong Sun hampir panik dan ia hendak memburunya ketika tiba-tiba sebuah bayangan lain melintas di depannya.
Lu Xiao Feng.
"Kecepatan yang begitu luar biasa!"
Chang Man Tian menarik nafas tak percaya..Nyonya Pertama Gong Sun pun menarik nafas.
"Jika bukan karena aku masih belum pulih seluruhnya, kau pun bisa mendengarkan kecepatanku!"
Ia berkata dengan sebuah senyuman agak kecewa. Ia tidak memburu Jin Jiu Ling lagi. Dengan adanya Lu Xiao Feng, tentu ia tidak perlu ikut.
"Jangan khawatir, Nyonya Pertama, tenaga Jin Jiu Ling telah hampir habis, dan ilmu meringankan tubuhnya pun bukan tandingan Lu Xiao Feng, ia tidak bisa kabur!"
Chang Man Tian menjawab. Nyonya Pertama Gong Sun akhirnya tersenyum.
"Memang, tidak banyak orang yang bisa menandingi ilmu meringankan tubuh Lu Xiao Feng!" ______________________________ Sekarang Jin Jiu Ling juga faham bahwa ilmu meringankan tubuh Lu Xiao Feng jauh lebih menakutkan daripada yang pernah ia bayangkan. Ia telah selangkah lebih dulu karena memanfaatkan efek kejutan tadi, tapi dalam 7 atau 8 lompatan, Lu Xiao Feng sudah hampir menyusulnya. Jarak di antara mereka awalnya adalah lebih dari 30 m, tapi sekarang tidak lebih dari 15 m. Jarak itu bisa saja berkurang hanya dalam satu lompatan lagi. Hal yang aneh adalah Jin Jiu Ling tampaknya tidak terlalu cemas. Di depannya terbentang sebuah hutan kecil, di dalamnya ada beberapa pondok dan paviliun serta bunga-bunga dan semak belukar.
"Lu Xiao Feng adalah si Bandit Penyulam! Seseorang tolong cegat dia, cepat!"
Jin Jiu Ling tiba-tiba berseru.
Seruan itu belum benar-benar hilang ketika 4 sosok bayangan melayang keluar dari dalam paviliun, mereka tidak lain dan tidak bukan adalah Nyonya Ke-dua, Nyonya Ke-tiga, si nikouw berjubah hijau, dan Jiang Qing Xia.
Mereka berempat melesat seperti burung walet dengan si nikouw berjubah hijau dan Nyonya Ke-tiga berada di depan.
"Wuut!"
Cambuk di tangan Nyonya Ke-tiga telah membelit kaki Lu Xiao Feng.
Lu Xiao Feng begitu memusatkan perhatiannya pada pengejaran Jin Jiu Ling sehingga ia tidak mampu menghindari serangan itu.
Nyonya Ke-tiga menyentakkan cambuk itu dan ia hampir saja terjatuh.
Sekarang Jin Jiu Ling telah menjauh 20 m lagi, ia sudah hampir lolos.
Pedang si nikouw berjubah hijau memantulkan sinar dingin saat menyerang ke arah dada Lu Xiao Feng.
Lu Xiao Feng tiba-tiba mengulurkan dua buah jarinya dan menjepit pedang itu.
Si nikouw berjubah hijau tiba-tiba merasa pergelangan tangannya kesemutan dan pedang itu pun terlepas.
Dengan pedang di antara jari-jarinya, Lu Xiao Feng tiba-tiba melontarkan pedang itu.
Tidak seorang pun bisa menguraikan kecepatan dan tenaga lontaran itu!
Tidak seorang pun bisa membayangkannya!
Tidak seorang pun yang akan percaya!
Bahkan istilah "kecepatan kilat"
Pun tidak bisa menggambarkan sepersejuta saja dari kecepatan pedang ini!
Pedang itu melesat seperti cahaya.
Segera setelah kau menyalakan lampu, cahayanya tentu telah mencapai setiap sudut ruangan.
Pedang itu lepas dari tangannya, sebuah cahaya terlihat, dan pedang itu pun telah menusuk punggung Jin Jiu Ling hingga ke jantung!
Jin Jiu Ling tiba-tiba mendengar sebuah suara yang benar-benar aneh, suara yang belum pernah didengarnya.
Baru kemudian ia merasakan sebuah gelombang perasaan sakit menembus jantungnya, perasaan sakit seperti jantungnya telah hancur.
Ia memandang ke bawah, dan segera melihat semburan darah muncrat dari jantungnya.
Setelah semburan darah, barulah ia akhirnya melihat pedang yang telah .
menembus dadanya itu.
Waktu ia melihat pedang itu, ia telah roboh!
Tapi ia belum mati!
Serangan itu terlalu cepat, bahkan lebih cepat daripada kematian!
Ia masih bisa melihat Lu Xiao Feng melayang ke arahnya -Cambuk Nyonya Ke-tiga telah dipotong dua oleh jari-jari Lu Xiao Feng.
Lu Xiao Feng memapahnya dan membantunya duduk.
"Xue Bing! Di mana dia?"
Ia berseru. Jin Jiu Ling balas menatap matanya, menatapnya dengan sinar tawa yang unik tetapi keji di matanya.
"Aku akan melihatnya sekarang,"
Ia berbisik.
"Tapi kau harus menunggu lama sebelum kau bisa melihatnya. Lama sekali...."
Suaranya tiba-tiba berhenti, jantungnya pun tiba-tiba berhenti juga.
Matanya masih mengandung tawa yang keji dan jahat itu, seolah-olah ia baru melihat Xue Bing....
Epilog Lu Xiao Feng sedang mabuk.
Karena ia butuh.
Ia harus.
"Aku akan melihatnya sekarang. Tapi kau harus menunggu lama sebelum bisa melihatnya. Lama sekali...."
Ia faham apa maksud ucapan Jin Jiu Ling itu, bagaimana mungkin ia jadi tidak ingin mabuk?
Walaupun ia luar biasa mabuk, ia tidak tidur, tapi masih mendengarkan penjelasan Nyonya Pertama Gong Sun pada adik-adiknya!
"Lu Xiao Feng bukan orang tolol.
Sejak semula aku tahu kalau dia bukan orang tolol, aku percaya bahwa dia tentu telah melihat rencana-rencana jahat Jin Jiu Ling!"
"Tapi aku tidak yakin!"
"Walaupun aku tidak yakin, aku tetap harus membuka kedok Jin Jiu Ling, tidak seorang pun boleh berbuat seperti itu padaku!"
"Dan aku harus menemukan siapa kaki tangannya. Aku tidak bisa membiarkan orang seperti ini berada di antara saudara-saudaraku, persis seperti aku tidak bisa membiarkan sebutir pasir pun tertinggal di mataku."
"Maka aku sengaja membawa Lu Xiao Feng ke tempat pertemuan kita, karena aku berharap bisa menemukan kesempatan untuk memberitahunya apa yang aku fikirkan dan berharap bahwa kami berdua bisa bekerja sama untuk menangkap si Bandit Penyulam yang sebenarnya."
"Tapi aku tidak bisa keluar begitu saja dan mengatakannya, karena aku tahu salah satu dari kalian adalah kaki tangan Jin Jiu Ling!"
"Aku sedang kesulitan menemukan kesempatan waktu Lu Xiao Feng malah memberiku kesempatan itu!"
"Ia ingin beradu minum denganku."
"Aku tiba-tiba menyadari apa yang ia inginkan, maka aku segera menyetujuinya!"
"Saat hampir mabuk, dia mendapat kesempatan dan membisikkan dua kalimat padaku. Apakah ada di antara kalian yang melihat itu?"
"Ia berkata. 'Ikuti aku, aku tahu kau bukan si Bandit Penyulam!'"
"Maka aku pergi bersamanya!"
"Tapi untuk menjaga hal ini dari mata-mata, kami harus tetap bersandiwara. Maka kami bertanding dua babak lagi!"
"Waktu babak terakhir dimulai, diam-diam aku memberi isyarat pada Adik Ke-empat dan Adik Ke-tujuh untuk ikut masuk bersamaku, karena aku tahu hanya mereka berdua yang pasti tidak bersalah. Karena hanya mereka berdua yang masih perawan!"
OuYang Qing, si pelacur yang hidup di rumah bordil, adalah seorang perawan?
Bahkan Lu Xiao Feng pun terpaksa mengangkat kepalanya dan memandangnya dengan heran dan terkejut sebelum menundukkan kepalanya lagi dengan cepat.
Nyonya Pertama Gong Sun meneruskan..
"Aku menyuruh mereka, serta Lan-Er, untuk segera berpencar dan pergi mencari Jiang Chong Wei, Hua Yi Fan dan Chang Man Tian!"
"Mata-mata itu tentu mengira bahwa aku sedang berusaha memancing Lu Xiao Feng pergi dan tidak curiga kalau ada sesuatu yang aneh!"
"Setelah aku pergi bersama Lu Xiao Feng, kami segera mencari sebuah tempat yang sunyi untuk berdiskusi dan membandingkan apa yang kami curigai dan apa yang kami ketahui!"
"Saat itulah kami memutuskan untuk menjalankan rencana 'hampir menemui ajal dan kembali' itu!"
Semua orang terdiam, tidak ada yang bicara.
"Terakhir, waktu Jin Jiu Ling berusaha melarikan diri, jelas dia sudah tahu bahwa kalian telah tiba di Yang Cheng, itulah sebabnya ia mengambil rute itu."
Hutan kecil itu adalah tempat pertemuan mereka di Yang Cheng.
Mata Nyonya Pertama Gong Sun tampak seperti sepasang pedang yang menusuk saat ia mengamati wajah-wajah Nyonya Ke-dua, Nyonya Ke-tiga, si nikouw berjubah hijau, dan Jiang Qing Xia.
"Jadi mata-mata itu pasti berada di antara kalian berempat!"
Ia meneruskan dengan dingin. Wajah Nyonya Ke-dua dan Nyonya Ke-tiga tidak memperlihatkan emosi sedikit pun, tapi wajah Jiang Qing Xia telah pucat pasi.
"Adik Ke-lima Jiang seharusnya merupakan orang yang paling mencurigakan, karena ia satu-satunya orang yang mungkin memahami tata letak dan keamanan Istana Kerajaan dan satu-satunya orang yang cukup dekat dengan Jiang Chong Wei untuk bisa mencuri kuncinya,"
Nyonya Pertama Gong Sun berkata. Ia berhenti dan kemudian tersenyum.
"Tapi Lu Xiao Feng telah meyakinkan diriku. Karena ia tahu bahwa Jin Jiu Ling dan Jiang Chong Wei adalah sahabat baik dan bisa dekat dengan Jiang Chong Wei sendiri tanpa bantuan Jiang Qing Xia. Di samping itu, jika Adik Ke-lima adalah kaki tangannya, maka Jin Jiu Ling tidak akan pernah menyuruh SiKong ZhaiXing membawa kain satin merah itu ke Biara Masih Senja."
Jiang Qing Xia memandang sekilas pada Lu Xiao Feng dengan mata yang dipenuhi oleh perasaan berterima-kasih.
"Adik Ke-enam juga patut dicurigai, karena walaupun ia telah menyucikan diri pada agama Budha, baru-baru ini aku telah menemukan bahwa ia tidak mampu melindungi tubuhnya sebagai hartanya!"
Wajah si nikouw berjubah hijau mula-mula tampak memerah, tapi segera berubah menjadi pucat pasi.
"Tapi kemudian aku berhasil mengetahui siapa kekasih rahasianya itu -kalian tidak perlu bertanya padaku siapa orang itu, yang perlu kalian ketahui adalah bahwa dia bukan Jin Jiu Ling. Aku tahu orang macam apa Adik Ke-enam, jika ia telah mempunyai seorang kekasih, ia tidak akan jatuh cinta pula pada Jin Jiu Ling. Maka dia pun tidak mungkin!"
Si nikouw berjubah hijau menundukkan kepalanya, air mata tiba-tiba muncul di matanya.
Tapi Nyonya Ke-dua dan Ke-tiga masih duduk di sana, wajah mereka tidak memperlihatkan emosi sedikit pun, mereka juga tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Nyonya Pertama Gong Sun tiba-tiba menoleh pada Nyonya Ke-tiga, sinar matanya tampak setajam pedang yang paling tajam.
"Tadinya kau benar-benar bebas dari kecurigaan, tapi seharusnya kau tidak menyerang Lu Xiao Feng waktu ia menyandera Adik Ke-tujuh, memaksa Lu Xiao Feng bertarung dengan kita. Kau juga seharusnya tidak melakukan sebuah serangan yang mematikan seperti itu saat Lu Xiao Feng sedang mengejar Jin Jiu Ling!"
Ekspresi wajahnya tiba-tiba ditekuk.
"Nyonya Ke-dua! Kau tahu siapa mata-Koleksi
KANG ZUSI . matanya, mengapa kau masih duduk di situ?"
Nyonya Ke-dua masih duduk di sana, tapi golok peraknya telah berada di dalam genggamannya.
Tiba-tiba, dengan sebuah tusukan ke arah belakang, ia menikam ke arah pinggang Nyonya Ke-tiga.
Ini adalah sebuah serangan yang mematikan.
Tapi Nyonya Ke-tiga sama sekali tidak berusaha menghindar, seakan-akan ia memang bersedia dan telah bersiap untuk menerima serangan ini!
Tapi saat itulah sumpit di tangan Nyonya Pertama Gong Sun melayang.
Salah satunya berhasil menjatuhkan golok Nyonya Ke-dua, sementara yang satunya lagi menotok jalan darahnya.
Seluruh tubuh Nyonya Ke-dua tiba-tiba membeku, seolah-olah ia mendadak telah berubah menjadi batu.
Nyonya Pertama memandangnya dan mulai bicara dengan perlahan-lahan.
"Sebenarnya, sudah lama aku tahu kaulah orangnya. Untuk mendanai kebiasaan Jin Jiu Ling yang boros, kau telah menghabiskan uang kita dalam jumlah yang cukup banyak. Kau sadar bahwa aku akan tahu cepat atau lambat, maka kau harus membunuhku. Dan setelah aku mati, hanya kau yang dapat menggantikanku!"
Di wajahnya yang beku, kening Nyonya Ke-dua tampak telah dipenuhi oleh butiran-butiran keringat yang amat besar.
"Tapi kita tetaplah bersaudara, asal kau memperlihatkan sedikit penyesalan dan mengakui kesalahanmu, aku akan memaafkan dan melupakan perbuatanmu!"
Nyonya Pertama Gong Sun menarik nafas panjang.
"Tapi kau seharusnya tidak melakukan sebuah serangan yang begitu keji pada Adik Ke-tiga, jelas kau tidak menyesali perbuatanmu, tapi malah berniat membiarkan Adik Ke-tiga menjadi kambing hitam dan mati sebagai penggantimu, kau...."
Ia tidak meneruskan tapi malah berjalan menghampiri dan melepaskan totokan Nyonya Ke-dua.
"Pergilah, pergi!"
Ia berkata dengan muram.
"Aku hanya berharap bahwa setelah kau pergi, kau bisa memberiku sebuah penyelesaian!"
Nyonya Ke-dua tidak pergi, ia malah balas menatap Nyonya Pertama Gong Sun, matanya penuh dengan perasaan takut dan putus asa.
Ia tahu bahwa ia tidak punya pilihan lain.
Golok perak tadi telah jatuh di atas meja.
Ia memungutnya, dan tiba-tiba membacokkannya ke lehernya.
Tapi kali ini goloknya dijatuhkan lagi, kali ini Lu Xiao Feng yang menjatuhkannya.
Lu Xiao Feng, dalam keadaan setengah mabuk, mengibaskan tangannya dan menjatuhkan golok perempuan itu.
"Saat yang begini indah, di pesta yang demikian meriah, mengapa kau masih berusaha membunuh orang?"
Ia bergumam.
"Aku...."
Nyonya Ke-dua menggigit bibirnya.
"Aku bukan berusaha membunuh orang, aku hanya ingin membunuh diriku sendiri!"
Lu Xiao Feng tertawa, tawa yang sungguh-sungguh, tapi dipaksakan.
"Apakah kau bukan orang?"
Nyonya Ke-dua tercengang. Lu Xiao Feng meneruskan gumamannya.
"Jika kau telah bersalah, lalu mengapa berbuat salah lagi? Hati telah mati, mengapa orangnya harus mati juga? Di luar sana sudah cukup banyak kebencian, mengapa ditambah dengan kecemasan lagi? Sudah cukup banyak darah yang tertumpah, mengapa ditumpahkan lagi?"
Nyonya Ke-dua menatapnya untuk beberapa lama.
Tiba-tiba ia meletakkan kepalanya di atas meja dan mulai menangis, menangis dengan hati yang hancur.
Nyonya Pertama Gong Sun memandang Lu Xiao Feng dan tiba-tiba tersenyum.
"Baiklah, aku akan mendengarkanmu sekali lagi. Tapi...."
Lu Xiao Feng memotongnya.
"Semua yang perlu dikatakan telah dikatakan, mengapa bicara lagi? Orangnya telah mabuk, mengapa tinggal lebih lama lagi?...." . Ia bangkit dengan sempoyongan dan dengan perlahan-lahan, berjalan ke arah pintu! Tapi Nyonya Pertama Gong Sun menghalangi jalannya.
"Kau akan pergi sekarang? Benarkah?"
"Tidak ada pesta di dunia ini yang tidak akan berakhir, mengapa tidak sekarang? Yang harus pergi akhirnya akan pergi, mengapa tidak sekarang?"
"Ke mana kau akan pergi?"
"Karena aku akan pergi juga, mengapa kau harus bertanya?"
Nyonya Pertama Gong Sun menatap matanya.
"Karena aku telah bertanya, mengapa kau tidak memberitahuku?"
Ia menjawab sambil bergurau. Lu Xiao Feng tertawa, tertawa terbahak-bahak.
"Sebenarnya, aku tidak perlu bertanya, dan kau pun tidak perlu menjawab, karena ke mana kau akan pergi, ke situ juga aku akan pergi!"
Lu Xiao Feng tiba-tiba membelalakkan matanya.
"Kau tahu ke mana tujuanku?"
"Dua jago pedang yang paling terkenal di dunia persilatan dalam 300 tahun terakhir akan berduel di puncak gunung Zi Jin."
Nyonya Pertama Gong Sun tersenyum.
"Duel ini tidak hanya akan mengguncangkan dunia, tapi akan terus dibicarakan hingga berabad-abad, bagaimana mungkin aku mau ketinggalan?"
"Kau tahu tentang hal itu?"
"Aku juga tahu bahwa tanggal duel mereka bukanlah tanggal 1, tapi tanggal 15. Tadi Jin Jiu Ling mengatakan tanggal 1 karena ia sedang berusaha membuatmu pergi!"
"Tanggal 15? 15 Agustus? Perayaan Musim Gugur?"
Nyonya Pertama Gong Sun mengangguk dan mulai bersenandung.
"Malam bulan purnama, puncak Zi Jin, sebatang pedang dari barat, seorang malaikat dari luar langit....."
TAMAT
Tiraikasih WEBSITE
http.//kangzusi.com
Tiraikasih WEBSITE
http.//kangzusi.com
Baca Juga: Lima Jago Luar Biasa 3
Baca Juga: Bangau Sakti 13