Ceritasilat Novel Online

Gelang Perasa 1

Eps 1 Gelang Perasa - Gu Long

Baca online Gelang Perasa - Gu Long

Cersil Gelang Perasa - Gu Long.

Tiraikasih WEBSITE

http.//kangzusi.com

Tiraikasih WEBSITE

http.//kangzusi.com Serial Tujuh Senjata (4) Karya .

Gu Long Bab I Jika terlalu perasa, yang tinggal hanya kebencian Malam, suatu malam yang sangat larut, ada dua buah gelang berkilauan terkena sinar lampu, Ge Ting Xiang sedang menambahkan goresan huruf di atas gelang itu, sesaat kemudian dia pun tersenyum.

Dia sudah tua, tapi jari-jarinya masih putih seputih ketika dia masih muda, dengan tangannya masih cekatan dan bertenaga, apabila dia menginginkan barang apa pun, dia pasti akan mendapatkannya.

Sudah lama dia menginginkan sepasang gelang itu, akhirnya dia bisa mendapatkannya juga, biarpun yang harus dibayar dengan harga yang mahal, tapi setelah mendapatkan gelang itu terasa semua pengorbanannya tidak sia-sia Sepasang gelang itu tadinya adalah milik Shen Tian Ba Shen Tian Ba adalah pendiri 'Shuang Huan Men' (Perkumpulan Gelang Pintu) yang sudah menguasai perbatasan bagian barat selama 30 tahun.

Shuang Huan Men yang berdiri dengan kokoh di dunia persilatan ternyata hanya dalam waktu 3 bulan sudah berhasil dihancurkannya.

Usaha dan pengorbanan Gen Ting Xiang memang sangat pantas.

Maka bila dia telah berhasil membunuh satu orang jago silat maka di atas gelang yang terbuat dari perak itu akan diukirkan sebuah huruf.

Kebiasaan itu juga dilakukakan oleh Shen Tian Ba selama beberapa tahun ini, hal ini pun menjadi kebiasaan anak buah Shuang I luan Men Di atas gelang itu sekarang telah terukir 13 buah tanda huruf Shen Tian Ba bukan orang yang menyukai perempuan, juga bukan orang yang senang membunuh, sebenarnya dia sama sekali tidak suka membunuh Orang yang dibunuhnya adalah orang-orang yang memang pantas untuk dibunuh.

13 buah ukiran di atas ring itu tidak tergores begitu dalam, tapi tetap saja tertanda sudah pernah mengubur 13 orang pendekar.

Sewaktu masih berjayanya perkumpulan Shuang Huan Men sangat terkenal, perkumpulan ini menggetarkankan dunia persilatan.

Setelah melakukan pembunuhan-pembunuhan yang tersisa hanyalah goresan tipis yang berada di alas ring itu.

Orang-orang yang membunuh mereka ternyata akhirnya dibunuh juga oleh orang lain.

Apakah yang tersisa untuknya?

Goresan di atas gelang puntidak ada.

Walaupun Ge Ting Xiang tersenyum, tapi dari sorot matanya bisa terlihat kesedihan yang dalam.

Dia tahu bahwa nasibnya tidak akan berbeda jauh dengan Shen Tian Ba, dia pun nanti pasti akan mati dibunuh oleh orang lain.

Siapa yang akan membunuh dia?

Di atas meja ada segulung kertas berwarna kuning, Ge Ting Xiang membuka gulungan itu dan meluruskan gulungan itu, menggunakan sepasang gelangnya sebagai pemberat di kedua sisi kertas itu.

Kertas itu tampak sudah usang, di atas gulungan kertas itu tertulis 7 nama orang.

Sheng Zhong, keponakan Shen Tian Ba, dia adalah seorang yang sangat tangguh.

Li Qian Shan, sangat tenang, bijaksana, dan banyak akal.

Hu Da Gang, berangasan dan pemberani.

Wang Rui, diusir dari kuil Shao Lin, setelah keluar dari sana kemudian masuk ke dalam perkumpulan Shuang Huan Men.

Yang Ling, perampok, ilmu silatnya paling sempurna.

Sheng Ru Lan, putri Shen Tian Ba, dia mahir mrnggunakan senjata rahasia.

Xiao Shao Ying, setelah melecehkan kakak seperguruan perempuannya karena mabuk berat, dia diusir dari Shuang Huan Men Keberadaannya tidak diketahui lagi dimana.

Mereka adalah 7 orang murid-murid Shen Tian Ba Selain Shen Tian Ba, mereka termasuk orang-orang yang terkenal dan terkuat di daerah Xi Bei.

Sekarang Ge Ting Xiang sedang menandai nama mereka dengan tanda silang.

Nama orang-orang yang diberi tanda silang mempunyai arti jika bukan mati di bawah pedang, ada juga yang terluka lalu melarikan diri walaupun tidak mati tapi orang-orang itu menjadi orang cacat.

Walaupun nanti bila ada orang yang bisa membunuh Ge Ting Xiang, orang itu pasti bukan salah satu dari ketujuh orang-orang itu.

Nama Xio Shao Ying tidak disilang karena Ge Ting Xiang tidak pernah menganggap bahwa orang ini ada.

Apalagi orang ini sudah diusir dari perguruan, dia sudah tidak tergolong sebagai anak buah Shuang Huan Men lagi.

Shuang Huan Men yang berjaya dan kuat, akhirnya runtuh dan dibubarkan juga.

Apa yang sudah ditinggalkan oleh perkumpuan itu?

Yang tersisa hanyalah sepasang gelang untuk mengenang kemenangan Ge Ting Xiang.

Malam sudah larut.

Angin meniup jendela-jendela, di luar pintu terdengar suara langkah yang sangat ringan.

Ge Ting Xiang tidak perlu membalikkan kepala untuk mengetahui siapa yang mendatanginya, dia sudah mengetahuinya siapa yang datang.

Tempat ini adalah perpustakaannya sekaligus ruang rahasianya, kecuali Guo Yu Niang tidak ada yang bisa atau berani datang ke tempat ini.

Guo Yu Niang, dia adalah pelacur yang baru saja dibawa pulang dari Jiang Nan oleh Ge Ting Xiang, dia adalah seorang pelacur yang ternama, sekarang statusnya adalah istri muda Ge Ting Xiang.

Perempuan dan kuda adalah hobi yang disukai oleh Ge Ting Xiang, Ge Ting Xiang mempunyai selera sangat tinggi, perempuan yang dia pilih pasti sangat cantik.

Guo Yu Mang sangat cantik, lembut, dan sangat penurut.

Dia juga sangat mengerti perasaan orang orang lain.

Apa yang dipikirkan oleh Ge Ting Xiang tidak perlu diungkapkannya, Guo Yu Niang sudah bisa mengerti dengan baik.

Hari sudah malam, Ge Ting Xiang sudah merasa lapar, Guo Yu Niang ternyata sudah membawa 4 macam sayur untuknya dan juga membawa arak Ge Ting Xiang mengerutkan dahi dan bertanya.

"Sudah larut begini mengapa kau belum tidur?"

Guo Yu Niang dengan manis menjawab.

"Aku tahu malam ini kau pasti tidak akan bisa tidur, kerena itu aku menyiapkan makanan untukmu "

Tanya Ge Ting Xiang.

"Mengapa kau bisa tahu?"

"Setiap kali setelah kau malakukan taruhan besar-besaran, baik itu kalah atau pun menang kau pasti tidak bisa tidur, terutama hari ini"

Hari ini Ge Ting Xiang sudah memenangkan nama baiknya yang tidak dapat dilupakan, juga memenangkan harta benda yang tidak ternilai dari daerah barat.

Taruhan besar-besaran kali ini lebih dahsyat dari yang sudah-sudah.

Ge Ting Xiang melihat Guo Yu Niang, dia merasa sangat puas, dengan penuh perasaan dia memeluk perempuan itu dan berkata.

"Untung saja hari ini aku memenangkan taruhan, jika tidak kau bisa dijadikan barang taruhan."

Guo Yu Niang tertawa dan berkata.

"Aku tidak merasa khawatir sedikit pun, aku sudah tahu kau pasti akan memenangkan taruhan ini."

Ge Ting Xiang tertawa dan bertanya.

"Oh ya?"

Guo Yu Mang membelai rambut Ge Ting Xiang yang sudah memutih dan dengan lembut dia berkata.

"Pertama kali aku melihatmu, aku sudah tahu bahwa kau tidak akan melakukan suatu hal yang tidak kau yakini. Walaupun kau menginginkannya atau tidak, aku akan selalu mengikutimu"

Ge Ting Xiang tertawa.

Sekali berperang mengalami kesuksesan maka ratusan kali perang dia akan terkenal, si cantik ada dalam pelukan, tampak sangat lembut dan penurut.

Di mana lagi bisa mencari kehidupan semacam ini?

Sekarang dia bisa tertawa terbahak-bahak, tidak ada orang yang menyadari bahwa suaranya begitu menusuk telinga Guo Yu Niang meletakkan makanan di atas meja, kemudian dia melihat ke arah gelang perak yang berada di atas meja.

Tiba-tiba dia bertanya.

"Apakah ini adalah ring pusaka milik Shen Tian Ba?"

Ge Ting Xiang mengangguk. Tanya Guo Yu Niang lagi.

"Apakah Shen Tian Ba adalah seorang yang peka dengan perasaannya?"

Dengan tegas Ge Ting Xiang menjawab.

"Tidak, pasti tidak "

"Kalau tidak, mengapa nama gelang pusakanya bernama Gelang Perasa?"

"Karena sepasang gelang ini, setelah dikalungkan di lehernya tidak akan ada orang yang bisa melepaskannya, seperti perempuan yang perasaannya begitu peka."

Guo Yu Mang tertawa dan berkata.

"Seperti aku ya! Sekarang aku sudah kau kalungi, kau tidak bisa melepaskannya lagi."

"Aku memang tidak akan melarikan diri."

Kata Guo Yu Mang.

"Gelang Perasa, peka rasa, orang yang peka perasaannya, nama ini sungguh sangat bagus."

"Nama bagus pun percuma"

Tanya Guo Yu Mang,"Apakah karena orangnya sudah mati?"

"Orangnya sudah mati. Perkumpulan Shuang Huan Men yang didirikannuya pun sudah musnah."

Dia melihat ring yang berada di atas meja dan berkata.

Semenjak berumur 16 tahun dia sudah berkelana di dunia persilatan.

Sudah 40 tahun lebih dia berkelana, sudah melewati ratusan kali pertarungan, mendirikan Shuang Huan Men, juga sudah lama berjaya di dunia persilatan, tapi yang tertinggal sekarang hanyalah sepasang Gelang perak saja."

"Mungkin bukan hanya ini saja."

Tanya Ge Ting Xiang,"Apakah masih ada lagi?"

"Dendam."

Ge Ting Xiang mengerutkan dahi, dia tahu yang disebut dengan dendam memang sangat menakutkan. Kata Guo Yu Mang lagi.

"Dendam seperti bibit rumput, biarpun hanya tertinggal sedikit, tapi dia akan tertiggal di hati orang, pada suatu saat bibit ini akan bertumbuh."

Ge Ting Xiang menuang arak dan meminumnya, dia tertawa dingin dan berkata.

"Walaupun ada dendam yang tertinggal, tapi tidak ada orang yang mau membalaskan dendamnya."

Tanya Guo Yu Mang.

"Apakah tidak ada seorang pun?"

"Tidak ada."

Guo Yu Mang menunjuk nama-nama orang yang berada di dulam kertas dan bertanya.

"Bagaimana dengan mereka?"

"Sheng Zhong, Li Qian Shan, Hu Da Gang, Sheng Ru Lan telah mati, Wang Rui dan Yang Ling sudah menjadi orang cacat."

Kata Guo Yu Niang.

"Orang cacat juga masih bisa membalas dendam"

"Karena itu aku tidak akan melepaskan mereka."

Kata Guo Yu Niang.

"Apakah kau sudah menyuruh orang untuk mengejar dan menangkap mereka?"

Kata Ge Ting Xiang.

"Mereka tidak akan bisa lolos "

Guo Yu Niang melihat lagi nama-nama yang berada di dalam baskom, kemudian dia bertanya.

"Bagaimana dengan Liao Shao Ying?"

Ge Ting Xiang tertawa dan menjawab.

"Orang ini bukan termasuk dalam kategori manusia "

"Mengapa?"

Ge Ting Xiang menjawab.

"selamanya dia lahir di sebuah keluarga kaya, tapi tidak disangka dalam waktu tahun semua harta bendanya dijadikan barang taruhan dan habis ludes tidak bersisa."

Guo Yu Niang mendengarnya dan terdiam menunggu Ge Ting Xiang melanjutkan ceritanya. Kata Ge Ting Xiang lagi.

"Sebenarnya dia adalah anak buah Shen Tian Ba, Shen Tian Ba sebenarnya menaruh harapan besar kepadanya, tapi dia mencuri perhiasan Shen Tian Ba lalu menjualnya. Uang hasil curian dipakai untuk minum-minum dan bermain pelacur."

Kata Guo Yu Niang.

"Kelihatannya dia seorang yang pintar"

Ge Ting Xiang tertawa,"

Apakah ini yang disebut pintar?"

Dengan serius Guo Yu Niang berkata.

"Dia benar-benar pintar "

Guo Yu Niang berkata.

"Dalam waktu 3 tahun yang singkat, seseorang bisa menghabiskan begitu banyak uang, tidak banyak yang bisa melakukannya di dunia ini. Berani mencuri perhiasan dari istri Shen Tian Ba untuk minum arak dan bermain pelacur, apakah banyak orang seperti itu?"

Orang semacam itu sangat sedikit. Kata Guo Yu Niang.

"Karena dia melakukan hal ini, orang lain tidak ada yang bisa melakukan juga tidak ada yang berani."

Ge Ting Xiang terpaksa mengakuinya. Kata Guo Yu Niang.

"Dia berani melakukan hal seperti ini, apalagi untuk melakukan hal lainnya."

Ge Ting Xiang tidak minum arak lagi, bila ada yang sedang dipikirkan dia tidak akan minum arak.

Bila tidak, gelang perak ini akan bertambah satu ukiran lagi Mungkin orang itu sudah terkubur di balik gunung Wisma Shuang Huan.

Ge Ting Xiang bertanya.

"Kau menasihati agar aku harus waspada kepadanya?"

"Di dunia ini ada 2 jenis orang yang harus kita waspadai."

"Orang-orang seperti apa?"

"Orang yang bernasib baik dan orang yang pemberani."

Ge Ting Xiang ingat dengan kata-kata ini. Asalkan ada perkataan yang masuk akal dia pasti akan selalu mengingatnya. Kata Guo Yu Niang.

"Semenjak dia diusir dari perguruannya sampai sekarang tidak ada yang tahu jejaknya berada di mana."

"Benar, sudah 2 tahun sejak dia diusir dari perguruan tidak ada yang tahu. Orang-orang pun tidak ada yang berusaha untuk mencarinya."

Kata Guo Yu Niang.

"Bila ada yang mau mencari pasti akan bisa menemukannya."

Ge Ting Xiang tertawa.

"Kalau aku benar-benar mencari dia, di dunia ini tidak ada yang tidak bisa kucari "

Tiba-tiba dia berteriak.

"Ge Xin "

Di luar pintu ada yang menjawab.

"Ya, ada apa?"

Ge Ting Xiang berkata.

"Suruh Wang Tong untuk datang kemari."

Wang Tong segera datang, berdiri di hadapan Ge Ting Xiang, sepertinya kapan pun dia siap untuk mencium kaki Ge Ting Xiang.

Tidak ada orang yang meragukan kesetiaan Ge Ting kepada Ge Ting Xiang.

Juga tidak ada yang menyangka bahwa dia adalah orang yang sangat menakutkan.

Orangnya pendiam, jarang bicara, jarang tertawa, ekspresinya selalu dingin, sepasang tangannya selalu tersimpan di dalam lengan bajunya.

Dia mengeluarkan tangannya hanya mempunyai 2 tujuan yaitu ke satu untuk makan dan tujuan yang kedua adalah untuk membunuh orang.

Seumur hidupnya, membunuh orang dan makan adalah pekerjaan yang sama pentingnya.

Walaupun sekarang sudah larut malam, tapi begitu Ge Ting Xiang memerlukan sesuatu kepadanya, hanya dalam waktu tngkat dia akan muncul di hadapan Ge Ting Xiang.

Ge Ting Xiang melihatnya, di dalam bola matanya terlihat minat perasaan puas.

Seperti terhadap Guo Yu Niang, terhadap Wang Tong dia pun sangat puas.

Bila disuruh memilih di antara keduanya, belum tentu dia akan memilih Guo Yu Niang.

Ge Ting Xiang bertanya.

"Apakah kau pernah bertemu dengan Liao Shao Ying?"

Wang Tong mengangguk. Ke tujuh murid Shen Tian Ba semua sudah pernah dia temui Tanya Ge Ting Xiang.

"Menurutmu, dia itu seperti apa?"

"Dia tidak begitu kuat."

Tidak begitu kuat, kata-kata ini diucapkan dari mulut Wang Tong sepertinya komentarnya tidak terlalu keras.

Tenaga Sheng Zhong yang besar, berani dan ganas, tidak ada yang bisa melawanya, goresan di atas gelang miliknya terdapat 13 buah, kebanyakan dari mereka adalah pesilat tangguh, di antara ketujuh murid Shen Tian Ba, dia termasuk yang paling kuat.

Terhadap Sheng Zhong ucapan Wang Tong juga hanya ada 2 kata, Tidak begitu kuat!.

Hal ini membuktikan dia tidak salah mengucap, Sheng Zhong hanya bisa bertahan dalam 5 jurus saja sesudah itu dia mati di tangan Wang Tong.

Ge Ting Xiang tersenyum, dia mengeluarkan perintah yang sangat singkat.

"Pergilah bawa orang itu kemari "

Biasanya untuk membawa orang untuk bertemu dengan Ge Ting Xiang, hidup atau mati itu tidak menjadi masalah. Begitu dia mengeluarkan perintah, Guo Yu Niang menarik nafas dan berkata.

"Entah mengapa setiap kali aku melihat orang itu aku selalu merinding, dia seperti seekor ular beracun "

Kata Ge Ting Xiang.

"Kau salah lihat."

"Salah lihat?"

Jawab Ge Ting Xiang.

"Tiga ribu ekor ular beracun juga kalah dengan satu jarinya."

Di atas meja ada kuas dan tinta. Tiba-tiba Ge Ting Xiang memegang kuas dan di atas nama Liao Shao Ying, dia juga memberi tanda silang. Tanya Guo Yu Niang.

"Apakah sekarang dia sudah mati?"

"Dia belum mati."

Ge Ting Xiang melanjutkan sambil tertawa.

"Tapi begitu Wang Tong keluar dari pintu tadi, dia sudah seperti orang mati...."

Bab II Hujan di Kuburan Terdengar suara petir yang mengelegar, cahaya kilat menerangi gunung yang sunyi yang tidak berpenghuni.

Di gunung itu ada 2 orang yang berbaju compang-camping dan memakai topi usang.

Mereka sedang bekerja mengali kuburan di bawah hujan lebat.

Hujan dan angin memadamkan lampion yang mereka bawa, membuat bumi dalam keadaan gelap.

Di tanah pekuburan penuh dengan hawa gaib yang membuat bulu kuduk merinding.

Siapakah kedua orang itu?

Kuburan siapakah yang sedang mereka bongkar?

Satu di antara mereka memiliki hidung yang bengkok dan berkata.

"Kalau saja kemarin malam aku tidak kalah dalam berjudi, aku tidak sudi menerima pekerjaan seperti ini."

Orang yang satunya lagi agak bongkok dan mulutnya agak miring, juga berkata.

"Buatku biarpun pekerjaan ini tidak diberikan kepadaku, tapi aku tetap akan mengerjakannya. Zhao Lao Da sudah begitu baik kepada kita, sekarang sudah terjadi sesuatu kepadanya, masa kita tidak mau membantunya?"

Yang bermulut bengkok tidak berkata dia menarik nafas dan dengan sekuat tenaga mencangkul tanah.

Terdengar suara petir menggelegar dan cahaya kilat menerangi tempat itu sekejap, ada seorang laki-laki seperti pagoda Wi sedang membawa sebuah kereta yang ditarik oleh keledai.

Mereka dengan cepat naik ke gunung ku, di dalam kereta itu terdapat peti mati yang masih terlihat masih baru.

"Zhao Lao Da sudah datang?"

Kata si Hidung Bengkok.

"Kau tebak siapa yang ada di dalam peti mati itu" ? Orang mati memang harus dikubur, tapi mengapa harus dikubur secara sembunyi-sembunyi?"

Jawab si Mulut Bengkok.

"Hal ini lebih baik, kita tidak usah banyak bertanya, semakin sedikit yang kita tahu maka itu akan semakin baik dan tidak akan menjadi masalah untuk kita."

Kereta itu agak jauh berhenti.

Zhao Lao Da memanggil mereka dan mereka berdua segera menghampiri kereta kuda itu, mengangkut sebuah peti mati kemudian memasukkan peti itu kedalam lubang yang baru saja digali.

Mereka mereka bertiga sedang menguburkan peti itu, tiba-tiba terdengar suara seperti pintu diketuk, suaranya sangat kencang.

Di sini tidak ada orang apalagi pinlu, dan mana datangnya suara itu?

Si Hidung Bengkok gemetaran, tiba-tiba terdengar lagi suara ketukan.

Kali ini dia mendengar dengan sangat jelas, suara itu berasal dari dalam peti mati!

"Mengapa dari dalam peti mati ada yang mengetuk?"

Zhao Lao Da memberanikan diri dan menjawab.

"Mungkin ada tikus masuk ke dalam peti mati itu...."

Kata-katanya belum selesai, terdengar suara tawa yang keluar dari dalam peti mati itu.

Tikus tidak akan bisa tertawa, hanya orang yang bisa tertawa.

Biasanya yang berada di dalam peti mati adalah orang yang sudah mati.

Orang mati yang tertawa dan tidak berhenti tertawa.

Wajah ketiga orang itu menjadi pucat.

Mereka saling pandang, akhirnya mereka sepakat untuk melarikan diri.

Hujan masih saja turun, hanya dalam waktu yang singkat mereka sudah berada di kaki gunung, kereta tertinggal di atas gunung.

Suara tawa yang keluar dari dalam peta mati tiba-tiba terhenti.

Sesudah lama baru tutup peti itu terbuka dengan pelan-pelan.

Seseorang duduk, hidungnya seperti elang, matanya jeli, bajunya yang hitam penuh dengan darah, tangan kirinya putus mulai dari pundak.

Dia melihat ke sekelilingnya, kemudian membalikkan badan.

Gerakan orang itu gesit seperti seekor kucing ketika melompat keluar dari peti, wajahnya pucat, terlihat lukanya agak parah dan dia telah banyak kehilangan darah.

Tapi gerakannya masih lincah, begitu melompat keluar dari peti dia membuka peti mati yang satunya lagi, dan berkata.

"Apakah kau masih bisa bertahan?"

Orang di dalam peti itu mengangguk.

Wajah orang ini lebih menakutkan daripada orang yang sudah mati.

Sekujur tubuhnya penuh dengan darah, kaki kanannya sudah putus karena itu dia kesulitan untuk duduk.

"Bila masih bisa bertahan mengapa harus berpura-pura mati dan berbaring di dalam peti mati?"

Orang yang kaki kanannya putus berkata dengan marah.

"Apakah kau tidak melihat kakiku tinggal sebelah?"

Jawab si Hidung Elang.

"Tidak ada kaki pun kau harus tetap berdiri, bila tidak kau akan mati di dalam peti ini. Bukankah aku sudah menyuruh Zhao Lao Da menyediakan sebuah tongkat?"

Benar saja di dalam peti mati itu sudah tersedia tongkat.

Titik hujan sebesar kacang kedelai, setetes demi setetes jatuh membasahi mereka.

Orang yang kakinya putus dengan susah payah mencoba untuk berdiri memakai tongkat.

Kelihatannya dia juga seperti orang yang kuat dan badannya seperti terbuat dari besi.

7 orang murid Shuang Huan Men, mereka semua bagai terbuat dari tembaga atau besi.

Ada yang menganggap, biarpun kepala mereka di penggal, mereka tetap masih bisa membuka mulut mengigitmu, menggigit tulangmu dan mengisap darahmu.

Mereka berdua adalah 2 dan 7 murid yang belum mati Yang Ling dan Wang Rui.

Terdengar suara petir lagi, cahaya kilat menerangi gunung dan tanah pekuburan itu.

Dengan sebelah tangannya, Wang Rui mengangkat sebuah peti mati dan melemparkannya kepada Yang Ling.

Yang Ling menyambutnya tanpa terjatuh, tapi tongkat yang menahan badannya menancap sangat dalam, dia merasakan kakinya yang putus itu mengucurkan darah lagi.

Wang Rui mengangkat sepoci air dan menendang keledai itu, karena ketakutan dan kaget, keledai itu berlari menuruni gunung.

Yang Ling melihat dia mengangkat sepoci besar air.

Dalam matanya terlihat penuh dengan kebencian dan kesedihan.

Kata Wang Rui.

"Di dalam peti itu ada makanan kering dan obat untuk mengobati luka, kalau kita irit mungkin kita bisa bertahan di sini selama setengah bulan."

Yang Ling mendengarkan. Kata Wang Rui.

"Ge Ting Xiang tidak akan menyangka bahwa kita masih bisa kembali lagi ke sini, setengah bulan lagi, pada saat itu luka kita sudah sembuh."

Kuburan itu berada di belakang Wisma Shuang Huan Men. Kebanyakan orang-orangnya dikuburkan di sini. Shen Tian Ba sekeluarga pun dikuburkan di tempat ini. Kata Wang Rui.

"Siang hari kita harus bersembunyi di dalam peti mati, kalau malam ada banyak hal yang bisa kita lakukan."

Dia berusaha menahan kemarahan, setelah lama dia pun berkata lagi.

"Guru dan kakak pertama pasti sudah dikubur di sini, sementara ini kita tidak membisa membalas dendam, sekarang paling tidak kita bisa berlutut dan memberi hormat kepada mereka"

Yang Ling melihat ke arahnya, dengan perlahan dia menyimpan makanan dan obat-obatan ke dalam peti mati. Tiba-tiba dia berkata.

"Kita satu perguruan, selama 10 tahun ini telah berapa kali kau dan aku terus mengomel?"

"Tidak banyak"

Yang Ling tertawa dingin dan berkata.

"Aku tahu kau selalu menganggap remeh kepadaku karena aku termasuk golongan hitam. Kau selalu menganggap aku, karena tidak ada jalan lain lagi, baru mau masuk ke dalam perkumpulan Shuang Huan Men"

Wang Rui juga tertawa dingin dan berkata.

"Benar atau tidak hanya kau saja yang tahu."

Wang Rui melanjutkan.

"Dengan menempuh bahaya aku membawamu untuk bersama-sama melarikan diri."

Kata Yang Ling.

"Karena itu, aku tidak mengerti."

"Mengapa kau tidak mengerti?"

Jawab Yang Ling.

"Mengapa kau menolongku, bukankah kau tidak pernah menganggapku sebagai saudara seperguruan?"

Wang Rui diam dengan lama baru dia berkata.

"Apakah aku harus berkata jujur kepadamu?"

Yang Ling mengangguk. Wang Rui bertanya.

"Aku hendak bertanya padamu, ilmu silat Ge Ting Xiang apakah setaraf dengan ilmu guru kita?"

Jawab Yang Ling.

"Bagaimanapun dia selamanya juga tidak bisa menang melawan guru"

"Tapi kali ini dengan mudah Ge Ting Xiang bisa mengalahkan guru"

Kata Yang Ling.

"Karena waktu itu guru dalam keadaan mabuk, mabuk berat."

"Mengapa guru bisa mabuk?"

"Karena itu adalah hari pertama di mana guru bertemu dengan ibu guru"

Tanya Wang Rui.

"Apakah setiap tahun guru akan mabuk seperti itu?"

"Kita adik kakak seperguruan juga mengetahui hal ini."

Karena setiap tahun sampai hari itu, Shen Tian Ba selalu mengajak semua muridnya ke pekarangan wisma untuk minum arak yang sudah lama dipendam di bawah tanah Shen Tian Ba merasa, seumur hidupnya dia bisa sukses karena mempunyai istri yang baik.

Tanya Wang Rui.

"Kecuali adik kakak seperguruan, siapa lagi yang mengetahui hal ini?"

"Sepertinya tidak ada"

Karena setiap tahun, pada hari itu Shen Tian Ba akan minum arak hingga mabuk. Tapi dia tidak pernah memberitahukan hal ini pada orang lain. Sorot mata Wang Rui setajam pisau, dia melihat Yang Ling.

"Peristiwa ini tidak ada yang tahu, tapi mengapa Ge Ting Xiang bisa tahu?"

Wajah Yang Ling berubah. Kata Wang Rui.

"Kita minum arak di pekarangan belakang. Siapa yang ingin masuk ke sana harus melewati tempat yang sudah dipasang dengan perangkap. Begitu sampai di belakang pekarangan kita pasti sudah mengetahuinya dan bisa siaga, tapi waktu itu Ge Ting Xiang tiba di sana tidak ada seorang pun yang mengetahuinya."

Pada hari itu Ge Ting Xiang muncul seperti seorang jendral yang turun dari langit. Kata Wang Rui.

"Yang datang berjumlah 13 orang. Mereka bisa melewati tempat-tempat yang sudah dipasang dengan jebakan. Sampai sekarang aku masih tidak habis pikir."

Tanya Yang Ling.

"Karena itu kau curiga di dalam Shuang Huan Men ada penghianat?"

"Benar."

Tanya Yang Ling.

"Kau curiga bahwa penghianatnya adalah aku"

"Benar."

Tanya Yang Ling.

"Kau menolong aku dan membawaku kemari hanya ingin mencari tahu persoalan ini?"

"Benar"

Yang Ling mengepalkan tangannya dan mulutnya dikatupkan.

Hujan lebat masih turun, air hujan sepertinya hendak memisahkan mereka.

Mereka seperti 2 ekor binatang yang terluka yang sedang ber tengkar di bawah hujan lebat.

Setelah lama, Wang Rui baru bertanya.

"Apakah kau mengakuinya?"

Yang Ling tertawa dingin kemudian menjawab.

"Sebenarnya ada suatu persoalan yang tidak aku mengerti."

"Katakanlah."

Kata Yang Ling.

"Mereka datang sebanyak 13 orang, kecuali Gu Ting Xiang, masih ada 1 orang lagi yang lebih menakutkan, yaitu orang berbaju abu-abu yang membunuh Kakak Sheng."

"Benar "

Kata Yang Ling.

"Setelah membunuh Kakak Sheng, dia bergabung dengan seseorang kemudian dia baru berhadapan denganmu."

"Benar."

Kata Yang Ling lagi.

"Kau selalu menganggap ilmumu paling kuat dan hebat, kau mempunyai dasar ilmu silat yang paling kuat, sebab kau mempelajari semuanya itu di kuil Shaolin, tapi sayang kau tetap bukan lawan orang yang memakai baju abu-abu itu."

Kata Wang Rui.

"Ilmu silatnya berada di atas kita berdua."

Kata Yang Ling.

"Ilmu silat yang dimilikinya sepertinya khusus untuk membunuh orang."

"Benar."

Kata Yang Ling.

"Sewaktu dia membunuh Kakak Sheng, matanya sama sekali tidak berkedip, tapi terhadapmu mengapa dia tidak langsung membunuhmu?"

Wajah Wang Rui tiba-tiba berubah. Yang Ling melanjutkan lagi.

"Sebenarnya dia bisa saja membunuhmu, tapi dia melepaskanmu dan membiarkanmu melarikan diri, aku juga tidak mengerti akan hal ini."

Tanya Wang Rui.

"Apakah kau pikir bahwa aku adalah pengkhianatnya, sehingga mereka membiarkanku melarikan diri?"

"Jika bukan demikian, aku tidak dapat berpikir alasan yang lainnya Wang Rui terdiam. Mereka saling diam dan saling memandang, tiba-tiba Wang Rui bukata.

"Dia bermarga Wang, bernama Tong."

Dengan dingin Yang Ling berkata.

"Ternyata kau mengenalinya"

Kata Wang Rui,"Sudah pasti aku mengenal orang itu, sudah 35 tahun aku mengenalnya "

Yang Ling merasa aneh.

"Tapi tahun ini kau baru berusia 36 tahun, bukan?"

"Benar."

Tanya Yang Ling Lagi.

"Apakah begitu kau lahir kau sudah mengenalinya?"

Wang Rui mengangguk. Yang Ling berteriak.

"Dia bermarga Wang, kau juga bermarga Wang, apakah kalian adalah kakak beradik?"

Jawab Wang Rui.

"Saudara kandung"

Yang Ling hanya diam dan terpaku. Dia tidak menyangka bahwa mereka adalah saudara kandung, juga tidak menyangka Wang Rui segera mengakui hal itu. Kata Wang Rui.

"Walaupun kami saudara kandung tapi sudah lama aku tidak bertemu dengannya"

"Sudah berapa lama kalian tidak bertemu?"

"14 tahun."

Kata Yang Ling.

"Kau juga sudah berada di Sheng Huan Men selama 14 tahun."

Kata Wang Rui.

"Begitu aku diusir dari Shaolin aku sudah bersumpah untuk tidak bertemu lagi dengannya"

"Mengapa?"

Tangan Wang Rui terkepal lebih erat iagi, dari matanya keluar sorot kemarahan dan dengan perlahan dia berkata.

"Aku jadi biksu, tapi karena dia pula aku diusir dari Shaolin."

Kata Yang Ling.

"Aku tidak mengerti"

Ucap Wan Rui.

"Sebenarnya aku tidak ingin mengungkapkan hal ini"

Kata Yang Ling.

"Tapi sekarang kau tetap harus mengatakannya1"

Memang sekarang ini dia harus mengatakannya, jika tidak kakak seperguruannya akan menjadi seperti binatang terluka kemudian mereka akan saling bunuh.

Kemarahan dan dendam di hati mereka sudah terlalu banyak, hanya dengan sedikit kesalah pahaman saja akan mudah meledak.

Wang Rui menarik nafas dan berkata.

"Biarpun kami satu ayah tapi kami beda ibu, ibuku adalah istri kedua, begitu ayah kami meninggal, Wang Tong meracuni ibuku hingga meninggal, aku juga hampir mati di tangannya."

Yang Ling mendengar cerita Wang Rui, dia baru mengetahui bahwa Wang Tong adalah seorang yang sangat kejam. Tanya Yang Ling.

"Apakah kau menjadi biksu untuk menghindari dia?"

Wang Rui mengangguk dan menjawab.

"Aku masuk ke dalam perkumpulan Shao Lin untuk belajar ilmu silat dan untuk membalas dendam"

Tanya Yang Ling.

"Tapi akhirnya kau tidak jadi membalas dendam padanya bukan?"

Wang Rui menarik nafas dan menjawab.

"Tetua Shao Lin menasehati aku supaya dendam ini jangan diperpanjang lagi, apalagi dia adalah kakakku sendiri"

Tanya Yang Ling.

"Lalu bagaimana'"

"Akhirnya aku tidak mencarinya lagi untuk membalas dendam, malah dia yang mencariku."

Tanya Yang Ling.

"Apakah dia juga mengetahui bahwa kau berada di kuil Shao Lin?"

"Begitu mengetahui aku berada di sana, dia segera mendatangi kuil Shao Lin. Dia datang karena dia merasa bersalah kepadaku dan datang untuk minta maaf padaku."

Tanya Yang Ling.

"Kau menerima permintaan maafnya?"

Dengan sedih Wang Rui menjawab.

"Aku bisa menerima permintaan maafnya, dalam hati aku merasa sangat senang, tapi tidak disangka dalam hatinya dia ternyata mempunyai maksud lain."

Tanya Yang Ling.

"Dia mempunyai maksud apa?"

"Dia menginginkan kitab-kitab pusaka milik Shao Lin"

Kitab Shao Lin di mata orang-orang dunia persilatan adalah benda yang lebih berharga dari pada emas atau perhiasan.

Semua orang mengetahui ilmu silat Shao Lin terdiri dari 72 jurus, semua ilmu itu adalah ilmu silat yang sangat dahsyat, karena itu tidak ada orang yang berani mencuri kitab-kitab itu.

Kata Yang Ling.

"Jadi dia mencarimu demi mendapatkan kesempatan mencuri kitab pusaka milik Shao Lin."

Kata Wang Rui.

"Dia gagal mencuri kitab-kitab itu, tapi karena perbuatannya juga aku diusir dari Shao Lin."

Yang Ling melihatnya, setelah lama dia baru menarik nafas dan berkata.

"Aku adalah anak yatim piatu dan aku sering menyalahkan Tuhan karena nasibku juga buruk, tapi aku baru tahu bahwa keadaanmu lebih menyedihkan dari pada diriku ini."

Wang Rui tertawa, tertawa pilu yang sangat menyedihkan dan dia berkata.

"Sebenarnya kali ini aku tidak menyangka bahwa dia akan melepaskanku."

Kata Yang Ling.

"Dia juga manusia, setiap manusia dalam hidupnya pasti ada satu kali akan berbuat baik."

Wang Rui tertawa kecut.

"Mungkin dia sudah memperhitungkannya, walaupun aku dilepaskan tapi tidak akan bisa lari jauh darinya."

Kata Yang Ling.

"Walaupun aku tidak mengerti apa maksudnya melepaskanmu, tapi aku percaya kau bukan seorang pengkhianat."

Tanya Wang Rui.

"Benarkah kau percaya kepadaku?"

Yang Ling tertawa dan menjawab.

"Meskipun kau seorang yang sombong tapi kau bukan seorang pembohong."

Wang Rui melihatnya sorot kebencian di matanya Yang Ling sudah hilang berganti dengan sorot mata berterima kasih. Kata Yang Ling.

"Kalau kau pun masih menganggapku sebagai pengkhianat, kau boleh membunuhku, aku tidak dapat berbuat apa-apa dan juga tidak dapat menjelaskannya."

Tapi Wang Rui tidak menghampiri Yang Ling.

Mereka berdua berdiri di bawah guyuran hujan lebat tubuh mereka tidak bergerak sama sekali tetapi mata mereka saling memandang.

Keadaan mereka seperti 2 ekor binatang yang sudah siap untuk saling bunuh Tiba-tiba Wang Rui berlari menghampiri Yang Ling dan memegang erat tangannya kemudian berkata.

"Sebenarnya aku juga tahu bahwa kau bukan pengkhianat."

Tanya Yang Ling.

"Apakah kau mengetahuinya?"

"Bila kau adalah penkhianatnya mereka tidak akan membunuhmu."

Kata Yang Ling.

"Mungkin saja mereka bermaksud membunuhku untuk menutup mulutku"

Kata Wang Rui.

"Kalau begitu mereka tidak akan membiarkanku menolongmu."

Yang Ling tertawa, Wang Rui juga ikut tertawa. Air hujan terasa dingin, tapi darah di dada mereka sedang memanas. Wang Rui tertawa kecut dan berkata.

"Dalam dua hari ini keadaan membuat kita merasa sedih sehingga kita berpikir macam-macam, semua membuat orang menjadi bingung, dan juga mencurigai semua hal"

Ketakutan selalu membuat orang menjadi menaruh banyak curiga. Terlalu banyak curiga dapat mengakibatkan kesalahan yang fatal. Kata Yang Ling.

"Karena itu kita berdua harus tenang, berpikirlah dengan jernih, siapakah pengkhianat sebenarnya."

""Aku tidak bisa berpikir."

Kata Yang Ling.

"Kali ini Sheng Huan Men mengalami musibah, hal ini bisa terjadi karena sebuah pengkhianatan"

Kata Wang Rui.

"Kecuali kita berdua sudah tidak ada orang lain lagi yang hidup di Sheng Huan Men."

Kata Yang Ling.

"Masih ada satu orang lagi yang masih hidup"

"Siapakah dia?"

Jawab Yang Ling "Liao Shao Ying "

Kata Wang Rui.

"Bukankah dia sudah bukan orang Sheng Huan Menlagi."

Kata Yang Ling.

"Dia mengetahui rahasia Sheng Huan Men sama seperti kita"

"Apakah kau yakin dia adalah orang yang menghianati kita semua?"

Wang Rui sudah tidak berbicara lagi, tapi tangannya terkepal dengan erat.

Dalam keheningan tiba-tiba terdengar suara, suara ini datang dan arah semak-semak dan di sana hanya ada sebuah kuburan.

Batu nisan terjatuh dan sebuah peti keluar dari dalam tanah.

Dari dalam peti mati itu keluar sebelah tangan.

Sepasang tangan itu berwarna abu-abu, di tangannya masih ada secangkir arak.

Orang yang berada di dalam peti mati itu belum diketahui identitasnya, tapi yang pasti orang itu adalah seorang setan arak.

Wajah Wang Rui dan Yang Ling langsung berubah menjadi pucat.

Mereka tidak percaya bahwa di dunia ini ada setan, tapi bagaimana pun orang itu lebih menakutkan daripada setan.

Siapakah yang berada di dalam peti mati itu?

Tangan yang memegang cangkir itu sedang menampung air hujan yang sudah hampir berhenti.

Cangkir itu sudah penuh dengan air hujan.

Tiba-tiba tangan itu masuk kembali ke dalam peti, di dalam peti terdengar suara orang yang menarik nafas.

Orang yang menarik nafas itu mengatakan.

"Aku harap air hujan ini bisa berubah menjadi arak, tapi aku benci dengan kehidupan sekarang ini yang tidak dapat hidup seperti orang normal."

Wang Rui dan Yang Ling saling pandang. Tiba-tiba wajah mereka menampakan suatu ekspresi yang aneh. Tanya Yang Ling.

"Apakah sekarang kau bukan orang lagi?"

Di dalam peti terdengar suara orang menarik nafas lagi.

"Bukan orang juga bukan setan, tidak seperti setan juga tidak seperti orang, tidak seperti kuda juga tidak seperti keledai."

Kemudian terdengar lagi suara peti yang dibuka.

Seseorang keluar kemudian duduk diatas peti mati itu.

Wajahnya pucat penuh dengan jenggot yang baru tumbuh, di tubuhnya penuh dengan arak walau dibersihkan dengan air hujan tetap tidak akan hilang, hanya sepasang matanya yang hitam terlihat sangat tenang.

Yang Ling melihat orang itu dan berkata.

"Xiao Shao Ying sebenarnya kau tidak perlu datang kemari"

Hujan lebat sudah berhenti. Hujan lebat selalu cepat berhenti, seperti nama orang yang terkenal hanya sebentar saja sudah menghilang. Xiao Shao Ying berkata.

"Sebenarnya aku memang tidak perlu datang kemari"

Wang Rui bertanya kepada Xiao Shao Ying.

"Apakah kau sudah mengetahui musibah yang menimpa perguruan?"

Xiao Shao Ying menjawab.

"Aku memang malu bertemu dengan orang-orang perguruan, tapi bukan berarti aku juga tuli."

Tanya Wang Rui.

"Bagaimana kau tahu bahwa kami berada disini?"

Xiao Shao Ying hanya mengangguk dan berkata.

"Aku tahu Zhao Lao Da adalah orang yang sangat setia kawan."

Wang Rui bertanya lagi.

"Apakah hanya karena itu kau mengperhitungkan bahwa aku akan mencari Zhao Lao Da?"

"Karena dia adalah teman baikmu"

Tanya Wang Rui lagi.

"Selain hal itu kau mengetahui apa lagi?"

"Aku tahu bahwa dia akan menyuruh Lao Liu datang ke sini untuk mengali kuburan."

Tanya Wang Rui.

"Karena itu pula kau mengikutinya datang kemari?"

Xiao Shao Ying mengangguk. Tanya Wang Rui.

"Apakah kau sudah memperhitungkan bahwa kami akan datang ke sini?"

Xiao Shao Ying tertawa sedih dan berkata.

"Kalian datang atau tidak, peti mati ini adalah tempat yang paling cocok untuk minum arak, kalau aku mabuk tidak ada orang yang akan mengusirku"

Wang Rui melihatnya dari sorot matanya dia memperlihatkan rasa iba. Tapi Yang Ling tertawa dingin dan berkata.

"Sebenarnya kau bisa hidup dengan normal, tapi mengapa kau malah lebih memilih hidup seperti ini?"?"

"Karena aku memang menyukainya."

Yang Ling sudah mulai naik darah. Tiba-tiba Wang Rui berkata.

"Dalam dus itu ada arak. Keluarkanlah, mari kutemani kau minum."

Xiao Shao Ying tertawa. Yang Ling dengan marah berkata.

"Kau masih mau menemani dia minum arak?"

"Dia memang bukan anggota Sheng Huan Men lagi, tapi dia adalah temanku."

Tanya Yang Ling.

"Dia termasuk teman seperti apa bagimu? "

Paling sedikit dia jenis teman yang tidak akan mengkhianati teman sendiri."

Tanya Yang Ling.

"Dia bukan pengkhianatnya?"

"Bila dia adalah penghianat sudah dari tadi kita benar-benar masuk ke dalam peti mati."

Xiao Shao Ying tiba-tiba tertawa. Tawa Xiao Shao Ying terlihat sangat sedih.

"Tidak kusangka di dunia ini masih ada orang yang menganggapku sebagai temannya."

Dia memenuhi cawannya dengan arak dan berkata.

"Kita bersulang dulu, kau pakai cawan aku pakai botol."

Sebotol penuh arah diminum langsung hingga habis. Wang Rui mengerutkan dahi dan bertanya.

"Mengapa setiap kali kau minum arak pasti akan seperti itu?"

Xiao Shao Ying balik bertanya.

"Apakah minum seperti ini bukan hal baik?"

Jawab Wang Rui.

"Itu bukan disebut minum, tapi itu disebut menyambung nyawa."

Dengan pelan Xiao Shao Ying berkata.

"Selagi masih ada nyawa, tidak bolehkah bertaruh?"

Matanya mulai mengeluarkan ekspresi aneh, dia terus menatap Wang Rui. Tiba-tiba Wang Rui memegang tangannya dengan erat dan dia bertanya.

"Apakah kau benar-benar ingin menyambung nyawa?"

"Paling sedikit aku masih mempunyai satu nyawa lagi."

Tanya Wang Rui.

"Demi Sheng Huan Men apakah kau mau mempertaruhkan nyawamu?"

"Bukan menyerahkan nyawa kepada Sheng Huan Men melainkan kepada seorang teman."

Dengan erat dia memegang tangan Wang Rui dan berkata.

"Walaupun aku sudah bukan orang Sheng Huan Men lagi, tapi di dalam Sheng Huan Men masih banyak teman-temanku!"

Tangan Wang Rui gemetaran, tenggorokkannya tercekat, dia tidak menyangka dalam keadaan seperti ini masih ada orang yang mau mengakui Sheng Huan Men sebagai teman. Kemudian Xiao Shao Ying berkata lagi.

"Meski aku tidak mencari Ge Ting Xiang, tapi dia tidak akan melepaskanku "

"Mengapa?"

Jawab Xiao Shao Ying.

"Sheng Huan Men tidak mengakuiku sebagai muridnya lagi, tapi di mata orang lain hidupku adalah demi Sheng Huan Men, mati pun harus sebagai setan Sheng Huan Men"

Suaranya dingin, dan tangannya gemetar. Wang Rui merasa bersalah dengan sedih dia berkata.

"Walaupun kau bersalah tapi kami...kami juga mungkin bersalah"

Tiba-tiba Xiao Shao Ying mengubah topik pembicaraan. Dia berkata.

"Kata-kata kalian tadi aku sudah mendengar semuanya."

Kata Yang Ling dengan dingin.

"Aku tahu kau tidak tuli"

Sikapnya terhadap Xiao Shao Ying, sama seperti sikap Wang Rui terhadapnya. Sikap ini tidak dipedulikan oleh Xiao Shao Ying, dia berkata.

"Di antara 13 orang yang datang itu, ada berapa orang yang kau kenal?"

"Hanya ada 5 orang."

Tanya Xiao Shao Ying lagi.

"Apakah Ge Ting Xiang datang bersama dengan 4 orang ketua cabang Tian Xiang Tang (perkumpulan Langit Harum)?"

Dalam pertarungan waktu itu, Tian Xiang Tang sudah mengeluarkan orang-orang terkuatnya, tapi mereka tidak mempunyai banyak pesilat tangguh.

"Siapakah 8 orang lagi?"

"Empat orang memakai penutup wajah sedangkan empat orang lainnya, aku belum mengenalinya, atau mungkin Ge Ting Xiang membayar mereka dengan harga tinggi dan menyewa mereka dari tempat lain"

Xiao Shao Ying bertanya lagi,"Bagaiman dengan ilmu silat mereka?"

Yang Ling menjawab.

"Setaraf dengan 4 ketua cabang Tian Xian Tang"

Xiao Shao Ying bertanya lagi.

"Berapa orang yang mati dan yang terluka?"

"Dari 4 ketua cabang Tian Xiang Tang, 3 di antaranya mati dan seorang terluka parah."

Xiao Shao Ying tampak berpikir sebentar lalu dia berkata, Kali ini Tian Xiang Tang sudah mengalahkan Shuang Huan Men, tapi dengan kemenangan ini mereka sudah menguras hampir semua tenaga yang ada.

Sebenarnya kekuatan inti mereka hanya ada 8 orang dan orang-orang itu yang dibawa oleh Ge Ting Xiang."

Kata Yang Ling.

"Ilmu kedelapan orang itu ilmu silatnya sudah bukan tingkat yang biasa-biasa saja, dari mana dia bisa mencari orang-orang setangguh itu?"

Kata Wang Rui.

"Sepertinya Wang Tong sudah lama mengikuti Ge Ting Xiang, hanya saja dia jarang muncul di muka umum."

"Bagaimana kau bisa tahu?"

Jawab Wang Rui.

"Dua tahun lalu aku pernah melihatnya di Lan Zhou, waktu itu Ge Ting Xiang juga berada di sana."

"Kau belum pernah mengatakannya hal ini sebelumnya."

Wang Rui tertawa kecut dan menjawab.

"Waktu itu aku tidak mengetahui rencana busuk Ge Ting Xiang, juga tidak menyangka bahwa dia akan berani berbuat seperti ini."

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata.

"Apalagi tidak ada orang yang mau mengungkit kesedihan orang lain."

Sepertinya Yang Ling ingin mengatakan sesuatu, tapi setelah melihat ke arah Wang Rui dia segera menutup mulutnya. Xiao Shao Ying bertanya lagi.

"Di antara kedelapan orang itu, siapakah yang paling tinggi ilmu silatnya?"

Yang Ling tidak perlu waktu lama untuk berpikir, dia langsung menjawab.

"Wang Tong."

Kata Xiao Shao Ying.

"Aneh, tapi dia tidak terkenal di dunia persilatan"

Jawab Yang Ling Lagi.

"Cita-citanya bukan menjadi orang terkenal, tapi membunuh orang"

Tanya Xiao Shao Ying.

"Apakah ilmu silatnya adalah ilmu khusus untuk membunuh orang?"

Jawab Yang Ling.

"Ilmu silatnya tidak begitu bagus, tapi jika digunakan untuk membunuh orang, ilmunya jadi sangat bagus."

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata.

"Kali ini Ge Ting Xiang pasti memerintahkan Wang Tong untuk membunuhku"

Tanya Yang Liang.

"Mengapa?"

"Karena Ge Ting Xiang tidak mengetahui keberadaanku, bila dia sudah menyerang, dia selalu berusaha untuk menang."

Biasanya jika seorang Ge Ting Xiang sudah menyerang sudah pasti dia harus menang, karena dia tidak akan melakukan suatu hal yang tidak pasti. Wang Rui merasa khawatir dan berkata.

"Bila dia sudah memerintahkan Wang Tong untuk mencarimu lebih baik kau bersembunyi dulu saja di sini "

Xiao Shao Ying menggelengkan kepalanya dan berkata.

"Kalau dia sudah mencariku, maka aku harus muncul di hadapannya."

"Mengapa?"

Jawab Xiao Shao Ying.

"Aku harus membiarkannya menangkapku sehingga aku mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalam Tian Xiang Tang."

"Untuk apa kau masuk ke Tian Xiang Tang?"

Jawab Xiao Shao Ying.

"Hanya dengan masuk ke Tian Xiang Tang, aku baru bisa mempunyai kesempatan untuk membalas dendam."

"Tapi sayang orang yang sudah mati tidak akan bisa membalas dendam demi temannya."

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.

"Aku belum mati"

"Karena Wang Tong belum bertemu denganmu?"

Xiao Shao Ying bertanya.

"Apakah jika aku bertemu dengan Wang Tong, aku pasti akan mati?"

Jawab Yang Ling.

"Aku sudah pernah melihatnya, dia mengeluarkan ilmu silatnya, seperti dia juga sudah tahu keadaan ilmu silatmu"

Xiao Shao Ying tertawa lagi. Tanya Yang Ling.

"Apakah kau tidak mempercayainya?"

Xiao Shao Ying tertawa tapi tidak menjawab. Tanya Yang Ling lagi.

"Kau juga sudah tahu kelihaian Kakak seperguruan Sheng? kau harus melihatnya"

Xiao Shao Ying sudah mengetahuinya.

Sepasang Gelang senjata Sheng Lao Da memang lebih berat beberapa kali lipat dari orang lain, ditambah dengan tenaganya yang besar, Seng Zhong seolah-olah dapat membelah gunung.

Kata Yang Ling.

"Aku sudah melihat sendiri sepasang Gelang milik kakak seperguruan terbang mengenai dada Wang Tong, tapi dia seperti tidak merasakan apa-apa."

Kata Xiao Shao Ying.

"Aku tahu Wang Tong adalah orang yang menakutkan, tapi aku tidak bisa seumur hidup selalu menghindari dia"

Kata Wang Rui.

"Kau menghindarinya sudah berlangsung selama setengah bulan, setelah luka kami sembuh, kita baru menentukan rencana baru."

Tanya Xiao Shao Ying.

"Apakah dengan mengandalkan tenaga kita dan beberapa orang bisa mengalahkan Tian Xiang Tang?"

Wang Rui tidak dapat berkata-kata lagi. Tanya Xiao Shao Ying.

"Apakah setelah membunuh Sheng Lao Da, dia langsung menghadapimu?"

Wang Rui mengangguk. Kata Xiao Shao Ying.

"Dia melepaskanmu, tidak membunuhmu, bukan karena kau adalah adiknya"

"Lalu untuk apa?"

Jawab Xiao Shao Ying.

"Mungkin akibat terkena pukulan dari Sheng Lao Da, dia sudah mengalami luka dalam yang dampaknya baru dia rasakan setelah itu."

Kata Wang Rui.

"Tapi orang lain...."

Kata Xiao Shao Ying.

"Waktu itu Ge Ting Xiang sedang berhadapan dengan ketua kita, dia juga tidak bisa melihat ke arahmu. Orang lain melihat Wang Tong melepasmu, jadi orang lain tidak berani menyusahkanmu."

Perkiraan ini ada benarnya juga. Dugaan yang tepat selalu membuat orang terkagum-kagum. Yang Ling juga sudah mengubah pandangannya terhadap Xiao Shao Ying Kata Xiao Shao Ying.

"Seharusnya pukulan Sheng Lao Da bisa membuatnya mati, tapi dia masih bisa bertahan, karena itu aku pikir badannya pasti memakai pelindung yang terbuat dari bahan yang sangat kuat"

Xiao Shao Ying tertawa lagi dan berkata.

"Orang yang selalu ingin membunuh harus selalu siap siaga kalau-kalau ada orang yang ingin membunuhnya."

Yang Ling Berkata.

"Kau bukanlah setan arak sungguhan, kau sama sekali tidak linglung."

"Aku.."

Tanya Yang Ling.

"Kalau kau tidak linglung mengapa 2 tahun yang lalu kau melakukan suatu hal yang memalukan?"

Dua tahun yang lalu, sewaktu Xiao Shao Ying mabuk dia masuk ke dalam kamar putri ketua, oleh karena itu dia diusir dari perguruan Shuang Huan Men Mata Xiao Shao Ying mengeluarkan suatu ekspresi yang aneh, apakah itu adalah rasa penyesalan?

Kesedihan?

Tapi dengan cepat dia sudah kembali lagi ke ekspresi semula dan berkata.

"Orang yang sangat sadar pun kadang-kadang melakukan kesalahan, apalagi aku yang bukan apa-apa."

Kata Wang Rui.

"Meskipun kau bukan apa-apa, tapi pola pikirmu sangat hebat."

Kata Yang Ling.

"Kalau kau mencoba masuk ke Tian Xiang Tang, seperti seekor kambing yang di antar ke kandang singa."

Xiao Shao Ying hanya tersenyum dan berkata.

"Bila Tian Xiang Tang adalah sebuah kandang singa maka aku akan menjadikan diriku sendiri menjadi singa dengan menggunakan kertas sebagai alat penyamarnya sehingga mereka tidak menyangka bahwa aku adalah seekor kambing."

Yang Ling tidak mengerti, Wang Rui juga tidak mengerti. Kata Xiao Shao Ying lagi.

"Aku telah diusir oleh Shuang Huan Men, mengapa aku tidak boleh masuk Tian Xiang Tang?"

Akhirnya Yang Ling mengerti dan berkata.

"Tapi sayangnya Ge Ting Xiang tidak mudah ditipu."

Kata Xiao Shao Ying.

"Mungkin aku ada suatu cara."

"Cara apa?"

Tiba-tiba Xiao Shao Ying bertanya,"

Apakah kau tahu centa Jing Ke menusuk raja Qing?"

Yang Ling ingat cerita ini. Kata Xiao Shao Ying.

"Qing Shi Huang juga tidak mudah mempercayai orang, tapi dia hampir terpancing oleh Jing Ke karena Jing Ke membawa barang yang sangat diinginkan oleh Raja Qing Shi Huang"

Setiap orang pasti mempunyai kelemahan, siapa pun yang melihat barang yang sangat diinginkan, dia pasti akan senang dan berbuat ceroboh. Dengan perlahan Xiao Shao Ying berkata lagi.

"Jing Ke tahu bahwa Raja Qing Shi Huang sangat menginginkan kepala seseorang, karena itu dia pinjam kepala orang itu dan membawanya ke sana."

Kata Yang Ling.

"Kepala Jendral Fan?"

"Benar"

Wajah Yang Ling berubah. Wajah Wang Rui lebih parah lagi. Mereka tahu yang diinginkan oleh Ge Ting Xiang adalah kepala mereka berdua, bukan kepala Jendral Fan. Tanya Yang Ling.

"Apakah kau juga akan meminjam kepalaku diberikan kepada Ge Ting Xiang?"

Xiao Shao Ying tidak menjawab, dia hanya mengamati kepalanya. Dua tangan Yang Ling sudah terkepal, tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak.

"Kepalaku ini baru dipungut jika kau membutuhkannya, sekarang juga boleh kau ambil"

Xiao Shao Ying juga tertawa dan berkata.

"Aku tidak menginginkan kepalamu."

Yang Ling terpaku.

"Kau tidak menginginkannya?"

Xiao Shao Ying tersenyum dan berkata, Aku hanya mengingatkan kalian berdua bahwa kepala kalian sangat mahal, hati-hatilah jangan sampai diambil orang.

Yang Ling melihat kepalan, kepalan tangaannya sudah dilepas lagi.

Wajah Wang Rui seperti mengkhawatirkan sesuatu.

Dia bertanya "Apakah kau mempunyai cara lain menghadapi Ge Ting Xiang?"

"Tidak ada."

Tanya Wang Rui.

"Kau tetap akan pergi?"

Xiao Shao Ying menguap dan berkata, Di sini sudah tidak ada arak lagi, untuk apa aku masih tinggal di sini?"

Apakah dia sekarang baru mabuk? Yang Ling bertanya.

"Mengapa tidak membawa kepalaku saja?"

"Cara ini sudah kuno, sudah tidak bisa menipu Ge Ting Xiang. Kepalamu juga tidak seharga kepala Jendral Fan"

Hujan sudah berhenti.

"Aku pergi, 10 hari lagi aku akan kembali, aku harap di sini sudah disiapkan arak."

Xiao Shao Ying benar-benar pergi. Wang Rui dan Yang Ling melihatnya masuk ke dalam kegelapan, mereka berdua menarik nafas.

"Kau lihat, dia itu orang semacam apa?"

"Walaupun dia itu seperti apa, yang paling penting, dialah satu-satunya harapan untuk membalas dendam."

Bab III Pembunuh Xiao Shao Ying mabuk lagi.

Kali ini dia mabuk di rumah makan Lao Hu Lou, dia ambruk di kasir dengan keadaan seperti orang mati saja.

Berat badan orang mabuk sepertinya 3 kali lipat lebih berat dari berat biasanya.

Orang yang sudah berpengalaman mengetahui bahwa untuk menggotong orang mabuk bukan hal yang mudah.

Apalagi untuk Xiao Shao Ying, tiga orang pelayan pun tidak sanggup menggotongnya.

Nyonya bos rumah makan yang berada di kasir marah kepada para pelayannya.

"Masa orang yang sudah seperti tanah basah ini tidak sanggup kalian angkat?"

Pelayan-pelayan itu hanya menunduk dan terdiam. Tiba-tiba Xiao Shao Ying membuka sebelah matanya dan berkata pada nyonya bos.

"Nyonya salah!"

Nyonya bos itu marah.

Sewaktu marah nyonya bos terlihat lebih menarik, apalagi sepasang matanya bisa menarik banyak orang.

Orang-orang yang berada di sekitar Lao Hu Lou tahu bahwa nyonya bosnya adalah seorang yang sangat cantik, tapi tidak ada orang yang berani mengganggunya.

Tempat itu bernama Lao Hu Lou yang berarti tempat itu itu adalah tempat tinggal macan betina.

Macan betina yang dimaksud tentu saja nyonya bos itu, menurut orang-orang, nyonya bos itu sudah menguasai kedai arak itu.

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.

"Kelihatannya kau tidak seperti macan betina, seperti aku yang juga bukan tanah bercampur air"

Ternyata nyonya bos itu bisa juga tertawa dan dia berkata, Kalau bukan tanah bercampur dengan air, jadi sebenarnya kau siapa?"

Aku semacam ulat, ulat tidak mempunyai tulang, ulat yang bernama "Ulat Tambah air"

Nyonya bos hanya tertawa dan bertanya.

"Kau tampak seperti seorang yang terpelajar?"

Xiao Shao Ying juga tertawa dan menjawab.

"Aku memang seorang yang terpelajar dan mempunyai banyak pengetahuan, ditambah lagi aku adalah seorang yang masih muda dan tampan. Siapa yang suka denganku boleh antri dari sini sampai ke ujung jalan sana."

Tiba-tiba nyonya bos marah lagi dan berkata.

"Kalau begitu cepatlah pergi, tidak peduli kau itu tanah yang bercampur air atau seekor ulat. Hayo pergi!"

Xiao Shao Ying tetap tertawa dan berkata.

"Ulat tidak bisa pergi, begitu pula dengan tanah yang bercampur dengan air."

Nyonya bos itu tertawa dingin dan bertanya.

"Apakah kau ingin mencari mati?"

Xiao Shao Ying menggelengkan kepalanya dan menjawab.

"Tidak!"

"Apakah kau tahu siapaku?"

"Karena kaulah aku datang ke sini untuk mencarimu"

Tanya nyonya bos dengan marah.

"Apa maumu?"

"Aku ingin kau menemaniku tidur."

Wajah nyonya bos itu segera berubah, wajah pelayan-pelayannya juga berubah. Dalam hati nyonya bos berkata.

"Kelihatannya pemuda ini sangat tidak tahu diri, berani di hadapanku berkata cabul!"

Tiba-tiba nyonya bos itu berteriak.

"Pukul dia, pukul yang keras!"

Tamu-tamu yang berada di sana segera berlarian, para pelayan kedai arak itu sudah berkumpul.

Kursi-kursi sudah diangkat kemudian segera dihantamkan kearah kepala Xiao Shao Ying.

Orang-orang berteriak melihat kejadian itu.

Kepala Xiao Shao Ying ternyata tidak terluka sama sekali.

Pelayan itu sangat terkejut, mereka mengeroyok Xiao Shao Ying.

Terdengar suara pukulan beruntun, ternyata pelayan-pelayan yang mengeroyok Xiao Shao Ying, semua terpental ke belakang, wajah mereka merah-merah dan tampak bengkak-bengkak.

Xiao Shao Ying masih berdiri tegak dan masih tertawa dia berkata pada nyonya bos itu.

"Aku sudah katakan bahwa aku datang kemari untuk mencarimu agar menjadi teman tidurku bukan mencari tukang pukul"

Nyonya bos itu melotot kemudian dia tertawa, tapi kali ini tawanya sangat manis dan tampak lebih menarik. Dengan lembut dia bertanya kepada Xiao Shao Ying.

"Apakah kau jauh-jauh datang kemari hanya untuk mencariku?"

"Benar "

Nyonya bos itu tertawa dengan genit dan berkata.

"Kau benar-benar perhatian"

Kata Xiao Shao Ying.

"Ada hati tentunya harus ada perasaan juga"

Tanya nyonya bos itu.

"Siapa namamu?"

"Xiao Shao Ying."

Nyonya bos itu tertawa dan berkata.

"Aku bukan seekor burung phoenix melainkan seekor macan betina."

"Dalam pandanganku seekor macan sepertimu lebih cantik dibandingkan dengan 300 ekor burung pheonix."

Kata si nyonya bos.

"Kau adalah seorang yang berpendidikan dan juga seorang yang pandai bicara."

"Aku mempunyai banyak kebaikan, pelan-pelan kau akan mengetahui semuanya."

Nyonya bos memandanginya, sorot matanya mengeluarkan orot yang lebih genit lagi dan dia berkata pada pelayannya.

"Bawa naik kemari! Aku akan menemani Tuan Xiao Shao Ying minum arak"

Arak yang bagus harus ditemani oleh perempuan cantik. Xiao Shao Ying sudah mabuk sekarang dan dia sudah hampir tidak sadarkan diri. Nyoya bos memberikan kepadanya semangkuk arak dan berkata.

"Xiao Shao Ying adalah seorang setan arak, dia belum pernah minum dengan mangkuk kecil Aku menghormatimu dengan memberikan 3 mangkuk besar arak ini."

"Jangankan 3 mangkuk, 30 mangkuk pun tetap akan kuminum."

Xiao Shao Ying mengangkat mangkuk itu dan bertanya.

"Apakah di dalam mangkuk ini ada racun?"

Nyonya bos itu tertawa dan menjawab.

"Di sini adalah kedai arak bukan tempat untuk menjual bakpau isi daging orang, mengapa aku harus memberinya racun."

Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak dan berkata.

"Benar, benar, disini adalah kedai arak, pasti tidak akan ada racun, apalagi ini adalah arak pemberian langsung dari nyonya bos, walaupun ada racun aku tetap harus meminumnya"

Xiao Shao Ying benar-benar meminum arak ini, semangkuk demi semangkuk semua diminum hingga habis, dia mengeluarkan tangannya dan memegang tangan nyonya bos itu dan bertanya padanya.

"Tanganmu benar-benar sangat putih, apakah tanganmu juga harum?"

"Coba kau cium sendiri, apakah tanganku harum?"

Nyonya bos itu benar-benar mengeluarkan tangannya yang putih dan mulus lalu mendekatkannya ke hidung Xiao Shao Ying.

Xiao Shao Ying memegang tangannya, seperti seekor kucing dia mencium tangan kiri dan tangan kanan.

Tiba-tiba Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak, kemudian dia terjatuh dengan posisi kepala terlebih dulu sampai di tanah.

Nyonya bos mengerutkan dahinya dan bertanya.

"Tuan Xiao Shao Ying, apakah kau sudah terlalu mabuk?"

Xiao Shao Ying terbaring di bawah, bergerak pun tidak, kali ini dia benar-benar seperti orang mati. Tiba-tiba nyonya bos itu tertawa dingin dan berkata.

"Sudah diberi jalan yang enak tidak kau pilih, malah kau pilih jalan ke pintu neraka."

Kemudian nyonya bos berteriak.

"Tarik dia dan pukuli dia sampai mati."

Para pelayan yang akan bergerak, tiba-tiba terdengar ada suara yang amat dingin yang berkata.

"Jangan pukul!"

Tamu-tamu belum semuanya pergi.

Di dekat sudut ruangan itu ada seseorang yang memakai baju abu-abu dengan tenang sedang minum tapi yang diminum bukan arak juga buka teh melainkan hanya air putih.

Air putih tidak berasa dan sangat biasa, seperti orang itu yang tidak mempunyai ekspresi.

Nyonya bos itu bertanya.

"Kau mempunyai hubungan apa dengan dia?"

Jawab laki-laki berbaju abu-abu tu.

"Aku tidak mengenalinya."

Kata nyonya bos dengan ketus.

"Bila kau bukan siapa-siapanya, jangan ikut campur urusan dia!"

Kata orang berbaju abu-abu.

"Karena aku juga hidup dengan tidak enak."

Suara orang itu sangat datar seperti seorang biksu yang sedang membaca kitab. Kitab yang dibacanya ini adalah kitab untuk mendoakan orang yang sudah mati. Tanya nyonya bos dengan dingin.

"Apakah kau juga mencariku untuk dijadikan teman tidur?"

"Tidak!"

Tanya nyonya bos itu lagi.

"Apakah kau ke sini untuk mencari mati?"

"Aku ke sini bukan mencari mati, tapi mencari orang mati."

Kata si nyonya bos.

"Di sini tidak ada orang mati."

"Ada!"

Tanya nyonya bos.

"Di mana?"

"Aku hitung sampai 3, jika kalian tidak menyingkir dari loteng ini, kalian akan segera menjadi orang mati!"

Wajah nyonya bos itu tiba-tiba berubah.

Orang berbaju abu-abu itu menaruh cawannya, dengan dingin dia memandang ke arah nyonya bos.

Ekspresi orang itu tidak berubah, sangat biasa.

Wajah yang sangat menakutkan.

Nyonya bos yang melihatnya merasakan hatinya menjadi dingin.

Orang-orang yang sudah dia bunuh sudah sangat banyak, pembunuh-pembunuh yang bagaimanapun sudah banyak dia lihat dan tidak ada yang bisa membuatnya begitu ketakutan.

Dia tidak bisa menduga orang itu adalah orang macam apa.

Biasanya orang yang ini tak dapat ditebak adalah jenis orang yang paling menakutkan.

Terdengar dia mengatakan.

"Dua."

Pelayan-pelayan yang penakut sudah hampir melarikan diri, tapi tiba-tiba mata nyonya bos menjadi tenang kembali.

Hal ini terjadi karena ada seorang pemuda yang sedang berjalan di belakang orang berbaju abu-abu itu Pisau yang dibawa pemuda itu berkilauan, pemuda itu adalah kekasih gelapnya nyonya ini.

Orang yang bisa menjadi kekasih nyonya bos bukanlah orang sembarangan.

Mulutnya manis dan gerakan pisaunya pun sangat cepat.

Nyonya bos tertawa genit ke arah orang berbaju abu-abu dan katanya.

"Kau tidak mau aku temani tidur, tapi menginginkan aku mati, apakah aku begitu jelek?"

Dia tidak jelek, dia hanya ingin orang berbaju abu-abu memandangnya supaya pemuda ada kesempatan memenggal kepalanya.

Orang berbaju abu-abu benar-benar melihat ke arahnya.

Secepat itu juga pisau diayunkan, benar-benar sangat cepat.

Orang berbaju abu-abu tidak memalingkan kepalanya dan tidak juga menghindar, hanya dengan membalikkan tangannya kebelakang.

Sdegera terdengar suara tulang patah.

Ketika pisau pemuda itu sudah hampir mengenai leher orang berbaju abu-abu, belum mengenai sasaran, pemuda itu sudah terlempar jauh dan menghantam dinding kemudian roboh.

Pemuda itu seperti tanah bercampur air, lemas tidak berdaya.

Orang berbaju abu-abu masih dengan dingin menatap nyonya bos.

Jurus yang dikeluarkan tidak terlalu bagus, tidak banyak perubahan, tapi jurusnya hanya satu tujuan, yaitu membunuh orang.

Angka ke tiga sudah akan disebut dari mulutnya.

Nyonya bos tiba-tiba bertanya.

"Apakah kau tahu, tempat ini milik siapa?"

"Tempatmu."

Tanya nyonya bos lagi.

"Lalu mengapa kau meyuruhku pergi?"

"Karena aku yang menyuruhmu"

Dengan marah nyonya bos itu berkata.

"Baiklah, aku akan pergi dari sini!"

Dia benar-benar pergi, tapi ada suara dari bawah meja yang berkata,"Kau jangan pergi!"

Di bawah meja ternyata ada satu orang.

Seseorang yang bergerak pun sudah tidak bisa, tapi sekarang dia dengan pelan-pelan berdiri.

Nyonya bos hanya terpaku dan terdiam.

Dia tidak mengerti.

Di dalam arak yang tadi dia berikan sudah dicampur dengan racun bius dengan kadar tinggi dan racun yang dipakai adalah racun pembius yang terbaik.

Xiao Shao Ying memegang kepalanya dan berkata.

"Racun ini sangat kuat tapi yang lebih lihai adalah racun kemarin, ketika aku minum sampai-sampai aku tidak bisa bangun lagi."

Tiba-tiba dia bertanya pada nyonya bos.

"Apakah racunnya masih ada?"

Wajah nyonya bos berubah pucat dan bertanya.

"Kau... kau... masih menginginkan racun itu?"

Xiao Shao Ying mengangguk dan menjawab.

"Aku menyukai arak yang dicampur dengan racun, berapa banyak racun yang kau miliki? Aku ingin memintanya semua."

Nyonya bos itu tiba-tiba membalikkan badan, dia sudah ingin melarikan diri, tapi begitu dia membalikkan badan, Xiao Shao Ying sudah ada di hadapannya dan berkata.

"Sudah kukatakan kau tidak boleh pergi."

Nyonya bos itu bertanya dengan ketakutan.

"Mengapa... mengapa aku tidak boleh pergi?"

Jawab Xiao Shao Ying dengan tenang.

"Karena kau belum tidur denganku, maka kau tidak boleh pergi"

Nyonya bos memelototi dia, kemudian dia berkata dengan lembut.

"Di bawah ada tempat tidur, mari kita pergi ke sana."

Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak, tiba-tiba dia menggerakkan tangannya, mengangkat nyonya bos itu.

Dia tidak turun ke ruang bawah malah mendekati orang berbaju abu-abu.

Orang berbaju abu-abu masih tidak menampakkan ekspresi apa pun.

Xiao Shao Ying bertanya.

"Sepertinya kau tidak mengenaliku?"

"Ya."

Tanya Xiao Shao Ying lagi.

"Tapi ketika ada orang yang akan memukulku kau menolongku?"

"Benar."

Kata Xiao Shao Ying.

"Sudah seharusnya aku mengucapkan terima kasih, tapi aku tahu orang sepertimu tidak suka mendengar kata-kata seperti itu."

"Ya, kau benar."

Xiao Shao Ying melihat ke arah cawan yang berisi air putih itu dan bertanya.

"Kau tidak pernah minum arak?"

"Kadang-kadang aku pun minum arak"

Tanya Xiao Shao Ying lagi.

"Saat seperti apa kau baru minum arak?"

"Jika ada waktu dan teman."

Tanya Xiao Shao Ying,"Apakah sekarang kau mau minum arak?"

"Yah"

Xiio Shao Ying tertawa terbahak-bahak, kemudian dia melempar nyonya bos ke tempat yang jauh seperti melempar karung goni yang usang. Tanya orang berbaju abu-abu.

"Bukankah kau menyuruh dia menemanimu tidur?"

Xiao Shao Ying tertawa dan menjawab.

"Ada teman minum, nyawapun aku tak mau apalagi perempuan"

Malam dingin seperti air, indah seperti arak, di atas atap terlihat terang bulan purnama yang menggantung di langit, masih ada banyak bintang-bintang.

Rasanya tangan dapat menjangkau dan menarik semuanya.

Arak yang dipetik.

Xiao Shao Ying dan orang berbaju abu-abu, membawa guci masing-masing, duduk di atas atap, duduk di bawah naungan bintang-bintang.

"Kalau mau minum arak, kita harus berganti tempat"

"Mengapa harus berganti tempat?"

"Di sini orang yang seharusnya mati belum mati."

"Kau senang minum arak di mana?"

"Di atas atap."

Xiao Shao Ying tertawa.

"Itu lebih baik."

"Apakah kau pernah minum arak di atas atap?"

"Dalam peti mati pun aku pernah minum arak"

Wajah orang berbaju abu-abu yang kaku seperti papan batu juga bisa tertawa dan dia berkata.

"Di dalam peti mati minum arak, mungkin bukan tempat yang jelek."

"Apakah kau ingin mencobanya?"

"Ya, aku menginginkannya."

"Kita minum setengah guci di atas atap, kemudian setengahnya lagi kita lanjutkan minum di dalam peti mati, bagaimana?"

"Baik, baik..."

Setengah guci arak dengan cepat mereka tenggak, tapi untuk minum sambil berbaring di dalam peti bukan perkara yang mudah.

Xiao Shao Ying adalah orang yang sangat jago minum, tapi bagaimana pun Xiau Shao Ying adalah manusia juga, sewaktu-waktu dia bisa mabuk.

Matanya sudah mulai melotot, lidahnya sudah melebar.

Dia berkata.

"Di mana toko peti matinya? Mengapa tidak terlihat?"

"Untuk mencari peti mati tidak harus pergi ke toko peti mati."

Kata Xiao Shao Ying sambil tertawa.

"Benar juga, bila ingin makan daging babi belum tentu harus mencari di kandang babi."

Tiba-tiba dia tidak tertawa lagi dan bertanya.

"Apakah kau tahu di mana ada peti mati?"

Jawab si baju abu-abu.

"Ada orang mati tentu ada peti mati."

"Di mana ada orang mati?"

"Lao Hu Lou!"

Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata,"Benar, tadi ada satu orang yang mati."

Tapi tiba-tiba dia menggelengkan kepalanya dan berkata.

"Tapi tetap tidak bisa."

"Mengapa tidak bisa?"

Jawab Xiao Shao Ying.

"Karena di sana hanya ada satu orang saja yang mati."

"Minum arak semeja bisa berdua, mengapa kita tidak duduk berdua di dalam peti mati?"

Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak dan berkata.

"Betul, kita berdua tidak gemuk, untuk berbaring berdua tidak terlalu menghabiskan banyak tempat"

Di belakang kedai arak Lao Hu Lou, sudah ada sebuah peti mati.

Peti mati itu terbuat dari kayu terbaik, papan peti itu juga sangat tebal.

Kelihatannya nyonya bos adalah orang yang mempunyai perasaan dan kewajiban, bukan karena kekasihnya saja yang meninggal lantas dia melupakan perasaannya begitu saja.

Tapi orang yang sudah mati itu belum dimasukkan ke dalam peti.

Kedai arak sudah tutup, tapi di loteng masih tampak terang, sepertinya seseorang sedang mengganti baju mayat.

Xiao Shao Ying menepuk-nepuk papan peti dan berkata.

"Ini adalah peti mati yang sangat bagus, bila kelak aku mati bisa mendapatkan peti seperti ini, aku sudah puas"

"Kau pasti akan memilikinya."

"Mengapa aku pasti bisa memilikinya?"

"Karena kau mempunyai teman."

Xiao Shao Ying tertawa tertawa terbahak-bahak, tapi dia segera menutup mulutnya dan berkata.

"Kita belum minum, bila kita ketahuan pasti tidak akan terasa nyaman."

Kata orang berbaju abu-abu.

"Oleh karena itu kita harus cepat-cepat berbaring di dalam peti dan mulai minum."

"Bagaimana dengan dirimu?"

"Aku rasa kita tidak perlu terburu-buru"

Sebelah kaki Xiao Shao Ying masuk ke dalam peti, dia segera menarik kembali kakinya dan berkata.

"Kau adalah tamu, biar kamu dulu yang masuk ke dalam peti"

"Tidak perlu sungkan, kau masuklah terlebih dulu."

Kata Xiao Shao Ying.

"Masuk ke dalam peti mati bukanlah hal yang tidak baik, tidak perlu merasa sungkan."

Akhirnya Xiao Shao Ying menggotong guci araknya dan duuduk dulu di dalam peti. Orang berbaju abu-abu melihat perbuatannya, matanya seperti hampir keluar, ekspresinya aneh dan bertanya.

"Bagaimana rasanya di dalam peti mati?"

"Nyaman sekali, lebih nyaman dibandingkan di atas ranjang."

"Kau merasa puas?"

Ya "Puas, aku marasa sangat puas."

Kata orang berbaju abu-abu.

"Kalau begitu, peti mati ini menjadi menjadi milikmu, berbaringlah di dalam."

Sepertinya Xiao Shao Ying tidak mengerti maksud orang berbaju abu-abu, dengan tertawa-tawa dia berkata.

"Arak belum habis, mana boleh aku mati."

"Tidak mau mati pun kau harus mati"

Begitu mengatakan kata mati dari mulutnya, tangannya sudah seperti kilat memukul ke leher belakang Xiao Shao Ying.

Tidak ada gerak tipu dalam jurusnya tapi ini adalah jurus khusus untuk membunuh orang.

Kalau Xiao Shao Ying tidak mabuk, kaki dan tangannya pasti dapat bergerak dengan lincah, tapi hal ini pun belum tentu dapat menghindar dari serangan orang ini, apalagi sekarang keadaan Xiao Shao Ying sedang mabuk berat dan dalam keadaan duduk.

Gerakan tangannya sangat cepat, caranya sangat efektif, karena dia adalah seorang pembunuh yang profesional.

Xiao Shao Ying sudah memejamkan matanya.

Bila kau sudah bertemu dengan keadaan seperti ini, maka hal yang dapat dilakukan adalah memejamkan mata hingga kematian datang menjemput.

Terdengar suara barang pecah, darah sudah mengalir keluar.

Tapi yang pecah bukanlah kepala Xiao Shao Ying melainkan guci arak dan yang keluar bukanlah darah melainkan arak.

Orang berbaju abu-abu menyerang dengan kecepatan tinggi tapi dia salah sasaran, dia malah memukul guci arak.

Xiao Shao Ying sepertinya tidak mengetahui apa-apa, matanya melotot dan dia berteriak.

"Kita sudah berjanji mencari sebuah peti untuk minum arak, mengapa kau malah memecahkan guci arakku?"

Orang berbaju abu-abu dengan pandangan dingin melihat ke arah Xiao Shao Ying, sepertinya dia tidak mengerti maksud Xiao Shao Ying "Apakah kau sudah benar-benar mabuk?"

Xiao Shao Ying marah dan menjawab.

"Siapa yang mabuk aku masih sadar seperti seekor rubah."

"Apakah kau masih ingin minum?"

Jawab Xiao Shao Ymg.

"Itu sudah pasti."

Hati orang berbaju abu-abu serasa dingin.

Sampai saat ini dia baru tahu bahwa dia sudah masuk kedalam perangkap yang dalam mimpi pun dia tidak pernah menyangkanya.

Sebuah perangkap yang sngat aneh, lucu tapi juga sangat kejam.

Kata orang berbaju abu-abu.

"Baiklah, di sini masih ada arak"

Segera dia memberikan araknya kepada Xiao Shao Ying. Xiao Shao Ying tertawa tapi dia tidak mau menerima guci arak pemberian orang berbaju abuabu. Tanya Xiao Shao Ying.

"Mengapa kau tidak mau masuk ke dalam sini? Sendirian duduk dan minum tidak enak rasanya."

Orang berbaju abu-abu melihat Xiao Shao Ying dengan lama Akhirnya dia berkata.

"Baiklah aku akan menemanimu minum"

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.

"Itu yang baru dikatakan teman yang baik, hari ini kau menemani aku minum arak. Lain kali jika kau menyuruhku mati, aku tidak akan mengerutkan dahi."

Si baju abu-abu mulai tertawa dengan muka meringis dan masuk ke dalam peti mati, lalu duduk. Tanya Xiao Shao Ying.

"Kau masih mempunyai sisa arak berapa banyak?"

"Masih ada setengah lagi."

Kata Xiao Shao Ying.

"Kalau begitu kita masing-masing minum seteguk demi seteguk, tidak boleh kurang juga tidak boleh lebih"

"Baiklah, silahkan kau minum terlebih dulu."

Kata Xiao Shao Ying.

"Kau adalah tamu kau dulu yang minum"

Terpaksa orang berbaju abu-abu minum terlebih dulu, dia mengangkat guci dan minum.

Ribut dengan seorang pemabuk seperti perempuan bodoh yang senang adu mulut.

Tidak disangka arak yang belum diminum, guci itu pun pecah, arak yang berwarna merah seperti darah sudah mengotori baju orang berbaju abu-abu itu.

Pada waktu itu wajah si baju abuabu sudah berubah, pada saat yang bersamaan Xiao Shao Ying sudah menerkam dan menindihnya.

Di dalam peti tidak ada tempat untuk menghindar, dia juga tidak menyangka bahwa Xiao Shao Ying akan mengunakan cara seperti ini untuk menerkamnya.

Badannya sudah tergencet, tapi tangannya masih sempat menotok titik mati di belakang pinggang Xiao Shao Ying.

Tidak disangka, terdengar suara keras, di sekelilingnya tiba-tiba menjadi gelap, sangat gelap.

Ternyata peti mati ini sudah ditutup oleh seseorang.

Sekarang si baju abu-abu kaget, dia mendorong Xiao Shao Ying, tapi berat setan mabuk ini lebih berat daripada sebongkah batu.

Pada saat itu juga terdengar di luar peti ada yang memaku peti mati ini.

Ternyata peti matinya sudah dipaku dan ditutup dengan rapat.

Di dalam peti mati itu sangat gelap dan pengap, ditambah lagi dengan bau arak yang berasal dari badan Xiao Shao Ying, membuat siapapun ingin muntah.

Akhirnya orang berbaju abu-abu menank nafas dan berkata.

"Apakah kau sudah tahu siapa aku ini?"

Jawab Xiao Shao Ying sambil tertawa.

"Namamu Wang Tong. Kau seorang pembunuh dan datang untuk membunuhku."

Suara Xiao Shao Ying sangat tenang sedikit pun tidak mabuk, dan dia tidak salah bicara. Wang Tong hanya merasakan perutnya keram dan dia ingin muntah. Kata Xiao Shao Ying.

"Kau juga sudah tahu siapa aku ini bukan?"

Kata Wang Tong.

"Sampai sekarang aku tidak mengerti apa maksudmu?"

"Tentu kau sudah mengerti."

Tangan Wang Tong sudah berada di titik mati Xiao Shao Ying, dengan dingin Wang Tong berkata.

"Sekarang pun aku masih bisa membunuhmu."

"Bila kau membunuhku, kau akan terkubur hidup-hidup di dalam peti mati ini."

Wang Tong memukul peti mati itu. Peti itu bergerak pun tidak. Dengan santai Xiao Shao Ying berkata.

"Tidak ada gunanya, sedikit pun tidak ada gunanya. Peti mati ini terbuat dari bahan yang paling bagus, walaupun di tanganmu ada kapak, peti ini tidak akan bisa kau belah "

Tanya Wang Tong.

"Apakah kau juga tidak mau keluar dari sini hidup-hidup?"

"Kita adalah sahabat. Minum bersama mati pun bersama"

Dia menarik nafas lagi dan berkata.

"Apalagi kau sudah tahu siapa aku, juga mengetahui aku adalah orang yang hampir mati."

Wang Tong hanya menjawab.

"Oh!"

Kata Xiao Shao Ying.

"Shuang Huan Men tidak mengakuiku lagi. Tian Xiang Tang ingin membunuhku, untuk apa aku hidup?"

Wang Tong tertawa dingin, tapi dalam hatinya dia harus mengakui bahwa semua ini adalah benar. Kata Xiao Shao Ying.

"Walaupun harus mati, mati pun aku harus mencari barang untuk mengganjal punggungku dan benda itu harus menemaniku mati."

"Mengapa kau mencariku?"

"Aku tidak mencarimu, kau yang mencariku "

Kata Wang Tong dengan dingin.

"Bila aku memang harus mati, kau yang harus mati terlebih dulu."

Dengan santai Xiao Shao Ying berkata.

"Bila kau membunuhku terlebih dulu, di dalam peti kau akan kesepian. Kau harus menemani satu mayat, apakah hal itu enak rasanya? Karena itu aku tahu kau pasti tidak akan membunuhku, siapa yang mati terlebih dulu tidak ada yang tahu."

Kata Wang Tong.

"Bila aku mati terlebih dahulu kau masih bisa menyuruh nyonya bos melepaskanmu."

"Mungkin saja."

Kata Wang Tong.

"Kau bersekongkol dengannya?"

Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.

"Kali ini kau benar"

Tanya Wang Tong,"Kalian sengaja melakoni sandiwara itu untuk memancingku keluar?"

Karena kau senang membunuh orang maka kau tidak akan puas jika aku dibunuh oleh orang lain"

Kata Wang Tong.

"Aku juga tahu mereka tidak dapat membunuhmu"

Kata Xiao Shao Ying.

"Karena itu, kau menjadi orang baik untuk menolongku, aku berterima kasih kepadamu, sehingga kau dengan mudah bisa membunuhku karena aku tidak waspada"

Dia menarik napas tertawa kecut, Kau masih menyuruhku berbaring di dalam peti mati terlebih dulu baru kauakan membunuhku. Apakah ini sedikit keterlaluan?"

Wang Tong terdiam dengan lama dia baru berkata.

"Sepertinya aku telah salah menduga."

"Benar"

Tanya Wang Tong.

"Sebenarnya kau mau apa?"

"Ingin mati."

Kata Wang Tong,"Tidak ada orang yang ingin mati."

Tanya Xiao Shao Ying,"Apakah kau pun demikian?"

Wang Tong mengakuinya. Xiao Shao Ying tertawa lagi dan berkata.

"Bila tidak ingin mati, masih ada suatu cara supaya tidak mati"

Tanya Wang Tong,"Cara apa?"

"Bukankah Ge Ting Ying sangat percaya kepadamu?"

"Ya "

"Temanmu juga akan percaya."

Kata Wang Tong.

"Aku tidak mempunyai teman"

Kata Xiau Shao Ying.

"Kita berdua sudah ditutup di dalam peti mati ini, sekarang bukan teman nanti pun kita akan menjadi teman."

Wang Tong lama terdiam kemudian baru dia berkata.

"Bila aku mengatakan bahwa orang lain adalah temanku, mungkin tidak aneh, tapi jika seorang Xiao Shao Ying..."

Kata Xiao Shao Ying.

"Xiao Shao Ying yang sudah diusir dari Shuang Huan Men, dia sudah bukan orang Shuang Huan Men lagi."

Tanya Wang Tong.

"Apakah kau menyuruhku membawamu menghadap Ge Ting Xiang?"

"Kau boleh mengatakan kepada Ge Ting Xiang bahwa Xiao Shao Ying sudah tidak ada hubungan lagi dengan Shuang Huan Men, apalagi semua orang Shuang Huan Men sudah mati..."

Kata Wang Tong.

"Karena itu kau menganggap bahwa Ge Ting Xiang akan menerimamu?"

Kata Xiao Shao Ying.

"Sekarang Tian Xiang Tang sedang membutuhkan orang untuk membangun kembali perkumpulannya. Ilmu silatku ini tidak jelek-jelek amat, aku juga bukan seorang yang bodoh, orang seperti aku ini pasti akan ada gunanya."

Dengan masih tersenyum Xiao Shao Ying melanjutkan.

"Kau juga masih bisa merekomendasikan aku sebagai ketua cabang, kita adalah teman. Kalau aku bisa masuk ke dalam Tian Xiang Tang kau juga akan mendapat keuntungan "

Wang Tong terdiam, tampaknya dia sedang berpikir. Kata Xiao Shao Ying lagi.

"Posisimu di mata Ge Ting Xiang amat penting, hal ini pasti bisa kau lakukan"

Tanya Wang Tong.

"Apakah kau menginginkan uang?"

"Benar, semakin banyak uang semakin bagus"

Tanya Wang Tong lagi.

"Mengapa harus seperti itu?"

"Aku senang minum, senang perempuan, untuk semua ini membutuhkan banyak uang"

Tanya Wang Tong.

"Bila demikian mengapa kau tidak mau menjadi perampok saja?"

"Bila ingin menjadi perampok, juga memerlukan seorang pelindung, dan sekarang ini aku seperti roh yang gentayangan, kapan saja aku bisa saja tertangkap dan dibasmi."

Tanya Wang Tong.

"Karena itu kau ingin aku menolongmu keluar dari kubangan ini?"

Kata Xiao Shao Ying.

"Asalkan kau mau melakukannya aku tidak akan melupakan kebaikkanmu."

Tanya Wang Tong.

"Mengapa aku harus melakukan semua ini untuk mu?"

"Karena dalam hal ini aku sudah beruntung, begitu juga dirimu"

Tanya Wang Tong Lagi.

"Kalau aku tidak mau melakukannya?"

Dengan santai Xiao Shao Ying menjawab.

"Kita sama-sama akan mati membusuk di sini."

Tiba-tiba Wang Tong tertawa dingin dan berkata.

"Kau kira aku takut mati?"

Xiao Shao Ying balik bertanya.

"Apakah kau tidak takut mati?"

Dengan dingin Wang Tong menjawab.

"Seumur hidupku aku belum pernah menghiraukan apakah aku ini mati atau hidup."

Benarkah?"

Wang Tong tidak menjawab, dia menolak membuka mulut. Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata.

"Kalau kau tidak setuju, kita menunggu mati saja di sini"

Wang Tong sama sekali tidak menghiraukannya. Kata Xhio Shao Ying.

"Di bawah peti ini ada lubang udara, dan aku sudah berpesan jika dalam waktu 1/2 jam tidak ada kabar berita, dia akan menguburkan peti mati ini ke dalam tanah "

Dia menarik napas lagi dan berbicara sendiri, Dikubur hidup-hidup benar-benar tidak enak"

Wang Tong tetap tidak ada ekspresi.

Dua orang yang berada di dalam peti sudah seperti orang mati.

Xiao Shao Ying sudah memejamkan mata menunggu ajal.

Sudah cukup lama, sepertinya sudah melewati beberapa ribu tahun, tubuh mereka sudah basah kuyup dibasahi keringat.

Tiba-tiba peti mati ini diangkat.

Kata Xiao Shao Ying.

"Sepertinya nyonya bos sudah akan mulai mengubur kita ke dalam lubang kuburan"

Wang Tong tertawa, tapi tawanya aneh.

Mati adalah hal yang paling menakutkan.

Peti mati sudah diangkat dan diletakkan di atas kereta kuda, kereta itu sudah mulai berjalan.

Dari tempat ini ke tempat pekuburan tidak begitu jauh.

Tiba-tiba Wang Tong berkata.

"Bila aku membantumu berbicara dengan Ge Ting Xiang belum tentu dia akan mempercayainya."

"Dia pasti akan percaya."

"Mengapa?"

Jawab Xiao Shao Ying.

"Karena aku seorang yang bebas, sejak kecil aku bukan orang baikbaik."

"Hal ini aku percaya dengan kebenarannya"

Kata Xiao Shao Ying lagi.

"Orang seperti aku apa pun dapat aku lakukan, ditambah dengan kata-kata darimu, ketua Ge Ting Xiang pasti akan percaya."

Sepertinya Wang Tong sedang memikirkannya. Kata Xiao Shao Ying.

"Bila dia sepakat, aku masih mempunyai 2 hadiah lagi untuk diberikan kepada Ge Ting Xiang."

"Hadiah apakah itu?"

"Dua buah kepala orang, kepala Yang Ling dan kepala Wang Rui."

Wang Tong mengambil nafas panjang, sepertinya dia mulai tertarik Kata Xiao Shao Ying.

"Pepatah mengatakan. bila ingin mencabut rumput harus sampai pada akar-akarnya, kalau tidak setelah tertiup angin rumput ini akan tumbuh lagi. Jika kedua orang ini tidak dibunuh maka cepat atau lambat akan mengakibatkan musibah. Mengenai hal ini Ketua Ge Ting Xiang pasti juga sudah mengetahuinya."

Kata Wang Tong.

"Mereka memang harus mati!"

Kata Xiao Shao Ying.

"Aku jamin dalam waktu 100 tahun pun kalian tidak akan bisa menemukan mereka berdua"

Tanya Wang Tong.

"Apakah kau bisa mencari mereka?"

"Aku mempunyai suatu cara."

Wang Tong ragu-ragu dan bertanya.

"Bila aku menyetujui perjanjian ini, apakah kau akan percaya 100% kepadaku?"

"Tidak."

Wang Tong tertawa kecut dan berkata.

"Sekarang kau setuju, nanti tidak setuju, bukankah akhirnya aku harus mati juga?"

Kata Wang Tong lagi.

"Kalau kau tidak percaya kepadaku, percuma kita berbicara panjang lebar."

Kata Xiao Shao Ying.

"Kau bisa cari cara supaya aku percaya kepadamu."

Kata Wang Tong.

"Aku tidak dapat memikirkan cara itu"

Kata Xiao Shao Ying.

"Aku bantu kau memikirkannya"

"Coba kau katakan!"

"Di sini sangat sempit, tapi jika aku memiringkan badan ke pinggir kau bisa membuka bajumu."

Kata Xiao Shao Ying lagi sambil tertawa.

"Tenang saja kau bukan perempuan, aku juga tidak mempunyai penyakit aneh. Kau boleh tenang aku tidak akan memperkosamu."

Wajah Wang Tong merah, dia tidak bisa mengeluarkan suara Kata Xiao Shao Ying.

"Aku hanya ingin kau membuka baju pelindung khususmu itu. Membiarkanku memakainya, dengan demikian sampai waktunya jika kau membatalkan perjanjian ini, paling sedikit aku mempunyai kesempatan untuk melarikan diri"

Wang Tong tertawa dingin dan berkata.

"Mimpi kau!"

Dia menutup mulut menolak untuk bicara lagi.

Dari sini dapat diketahui bahwa dia sangat peduli terhadap baju pelindungnya.

Kereta kuda sudah berhenti.

Mereka sudah sampai di tanah pekuburan, dan dari dalam mereka dapat mendengar orang sedang mengali kubur.

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata.

"Kelihatannya kita sebentar lagi akan dikubur"

Kata Wang Tong dengan ketus.

"O1eh karena itu lebih baik kau tutup mulutmu!"

Kata Xiao Shao Ying.

"Sekarang aku ingin menanyakan pertanyaan terakhir."

Kata Wang Tong.

"Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?"

Tanya Xiao Shao Ying.

"Seumur hidup kau sudah membunuh berapa orang?"

Wang Tong Ragu-ragu tapi dia tetap menjawab.

"Tidak banyak tapi juga tidak sedikit."

"Kau berkelana di dunia persilatan paling sedikit sudah 20 tahun, bila setiap bulan kau membunuh satu orang sekarang jumlahnya paling tidak ada 240 orang."

"Kira-kira jumlahnya seperti yang kau sebutkan tadi"

Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata.

"Kelihatannya lebih baik aku yang mati terlebih dulu"

"Apa sebabnya?"

"Orang yang sudah kau bunuh jumlahnya kira-kira 240 orang, roh mereka tidak akan tenang, mungkin sekarang sedang menunggu di tengah jalan menuju neraka, mungkin mereka ingin membuat perhitungan denganmu."

Wang Tong gemetaran. Kata Xiao Shao Ying.

"Kau adalah seorang pembunuh, tapi apakah setelah kau mati kau bisa menjadi setan pembunuh yang dapat membunuh setan lainnya? Lebih baik aku mati dulu daripada aku bersamamu dikejar-kejar roh-roh orang yang kau bunuh."

Nafas Wang Tong mulai tidak teratur, wajah orang-orang yang telah dia bunuh, satu demi satu tampak dalam kegelapan.

Dia tidak berani berpikir lagi, tapi dia sepertinya terpikirkan terus.

Terdengar suara 'PING' Ternyata peti mati itu sudah dilemparkan ke dalam liang lahat.

Kata Xiao Shao Ying.

"Aku pergi dulu, kau pelan-pelan baru menyusulku."

Xiao Shao Ying sudah mengangkat tangannya sendiri, siap untuk bunuh diri. Tiba-tiba Wang Tong menarik tangannya dan berkata.

"...KAU!...."

Kata Wang Tong.

"Kau suruh aku lakukan apa?"

Xiao Shao Ying sudah merasakan tangannya berkeringat, dengan santai Xiao Shao Ying berkata.

"Apakah harus aku menunggumu membuka baju?"

Bab IV Integrasi Baju pelindung Wang Tong terbuat dari tembaga yang jarang ada.

Tembaga itu dibuat menjadi serat-serat tipis, kemudian dianyam menjadi sebuah baju.

Sekarang baju pelindung itu sudah dikenakan oleh Xiao Shao Ying.

walaupun di dalam peti terasa sangat panas dia tetap merasa senang, dengan tertawa dia berkata.

"Baju ini adalah barang yang harganya bisa membeli sebuah kota, pantas saja kau tidak mau melepnakannya."

Wang Tong hanya terdiam, seperti tidak mendengar perkataan Xiao Shao Ying. Nyonya bos sedang menuangkan arak untuknya dan berkata.

"Walaupun baju pelindung itu sangat berharga, tapi nyawa sendiri masih lebih berharga, benar tidak?"

Arak yang baru dituang langsung diminum oleh Wang Tong, sepertinya dia ingin segera mabuk. Xiao Shao Ying tertawa terbahak-bahak dan berkata.

"Mabuk kiranya bisa menghilangkan semua rasa pusing, enggan melakukan apa pun. Sekali kau mabuk, kau bisa seperti diriku menjadi setan mabuk"

Nyonya bos itu tertawa dan berkata.

"Di dalam peti mati perjanjian sudah dilakukan dengan baik, kalian harus merayakannya dengan minum arak yang banyak."

Tiba-tiba Wang Tong bertanya.

"Apakah kau tahu siapa aku?"

"Aku sudah dengar dari Xiao Shao Ying."

Tanya Wang Tong Lagi.

"Apakah kau tahu tentang Tian Xiang Tang?"

Baca Juga: Bangau Sakti 27

Baca Juga: Kembalinya Ilmu Ulat Sutera 5

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert