Eps 2 Gelang Perasa - Gu Long
Baca online Gelang Perasa - Gu Long
Cersil Gelang Perasa - Gu Long.
"Ya, tentu saja."
Tanya Wang Tong.
"Cara Tian Xiang Tang dalam menghabisi musuh apakah kau juga sudah tahu?"
"Aku tahu!"
Tanya Wang Tong.
"Bila kau sudah tahu mengapa kau tetap mau membantunya menjebakku?"
Jawab nyonya bos.
"Orang ini sudah berhutang uang arak kepadaku sebanyak 1000 tail, bila aku tidak membantunya, entah kapan hutang ini dapat dibayar. Apalagi..."
Wang Tong meneruskan kata-kata nyonya bos.
"Apalagi kau sudah menemani dia tidur"
Wajah nyonya bos memerah dan dia menarik nafas.
"Sebenarnya aku tidak menginginkannya, tetapi...tenaganya lebih besar daripada aku."
Wang Tong memandang nyonya bos kemudian ke arah Xiao Shao Ying, tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak.
Tapi Xiao Shao Ying hanya diam terpaku.
Tidak disangka ternyata orang ini bisa tertawa juga apalagi sampai terbahak-bahak seperti itu.
Wang Tong berkata.
"Kau benar-benar kekurangan uang dan benar-benar sangat mahir mempermainkan perempuan."
Xiao Shao Ying berkata.
"Kata-kataku sesuai dengan keadaan yang terjadi."
Kata Wang Tong.
"Ketua Ge Ting Xiang pasti akan menyukai orang seperti dirimu."
Xiao Shao Ying sangat senang dan bertanya.
"Apakah itu benar?"
Wang Tong mengangguk dan menjawab.
"Sebab Ge Ting Xiang adalah seorang yang sangat menyukai arak dan perempuan."
Begitu arak dituangkan ke dalam cawan dia langsung mengambilnya, tampaknya Wang Tong sudah mulai mabuk. Xiao Shao Ying bertanya.
"Apakah Tuan Ge Ting Xiang juga sering minum?"
"Setiap kali dia pasti minum arak dan tidak pernah berhenti minum arak. Jika sedang minum tidak seorang pun boleh pergi meninggalkan tempat sebelum subuh"
Xiao Shao Ying mengerjap-ngerjapkan matanya dan berkata.
"Sekarang belum subuh"
Malam sudah larut, jarak dari kuburan ke kedai arak bukan jarak yang terlalu jauh maupun terlalu dekat. Tiba-tiba Wang Tong menepuk meja dan berkata.
"Sekarang dia pasti sedang minum, aku akan membawamu menemuinya di sana."
Mata Xiao Shao Ying bercahaya dan bertanya.
"Apakah kau tahu dia berada di kota ini?"
"Aku tidak tahu, siapa yang tahu?"
Tanya Xiao Shao Ying.
"Apakah kita akan pergi sekarang?"
"Ya, kita pergi sekarang."
Begitu mengucapkan kata pergi mereka benar-benar pergi, berjalan dengan sangat cepat. Nyonya bos yang melihat mereka dari loteng menarik nafas dan berkata.
"Di antara mereka siapa sebenarnya yang benar-benar mabuk?"
Dia sendiri sudah minum arak dan berkata.
"Mungkin mereka tidak mabuk, yang mabuk itu adalah aku sendiri"
Ge Ting Xiang memang masih minum arak.
Dia minum arak dengan sangat perlahan, tapi jarang berhenti, secawan demi secawan dia asyik minum arak.
Yang memegang arak untuknya tentu saja Gu Yu Ning, dia juga minum arak tapi sedikit-sedikit.
Apa yang dikerjakan oleh Ge Ting Xiang, Gu Yu Ning selalu me nemaninya.
Sekarang Gu Yu Ning sudah seperti bayangan Ge Ting Xiang.
Arak sudah habis sebanyak dua poci, tapi Ge Ting Xiang malah mengerutkan dahinya.
Gu Yu Ning melihatnya dengan perlahan dia bertanya.
"Apakah kau masih memikirkan Yang Ling dan Wang Rui?"
Dengan marah Ge Ting Xiang mengenggam cangkir dan berkata "Aku tidak mengerti, mencari 2 orang yang sudah cacat dengan mengerahkan anak buah sebanyak 40-50 orang, tetap tidak dapat menangkap mereka.
Dalam waktu 1 minggu ini pun tidak ada kabar sedikit pun."
Kata Gu Yu Ning.
"Aku juga tidak mengerti, mengapa pada waktu itu mereka bisa meloloskan diri?"
Jawab Ge Ting Xiang.
"Ini semua sesuai rencanaku"
Tanya Gu Yu Ning dengan tidak percaya.
"Jadi kau sengaja melepaskan mereka?"
Ge Ting Xiang mengangguk.
"Karena apa?"
"Karena aku sedang ingin mencari tahu tentang suatu hal."
"Apakah itu?"
"Aku ingin tahu, apakah masih ada kaki tangan Shuang Huan Men yang berani menyembunyikan mereka."
"Karena itu kau membiarkan mereka melarikan diri, lalu kau melihat kemana mereka melarian diri"
Wajah Ge Ting Xiang sudah mulai memerah karena marah dan berkata "Dua orang yang sudah cacat tidak dapat diketemukan dan juga tidak bisa ditangkap, apakah nantinya Tian Xiang Tang bisa melakukan hal besar lainnya?"
Terdengar suara barang pecah, ternyata itu adalah cawan arak yang dipegang Ge Ting Xiang. Gu Yu Ning dengan lembut memegangi tangannya dan berkata.
"Hanya 2 orang cacat tidak akan terjadi suatu hal yang serius. Kau tidak perlu sampai harus marah-marah seperti ini."
Kata Ge Ting Xiang.
"Jika ingin membasmi rumput harus sampai ke akar-akarnya. Jika mereka tidak mati, mereka akan menjadi biang masalah."
Kata Gu Yu Ning.
"Dengan cara apa pun Wang Tong pasti bisa menemukan Xiao Shao Ying."
Kata Ge Ting Xiang,"Hanya Wang Tong saja yang bisa mengerjakan tugasnya dengan baik "
Tanya Gu Yu Ning.
"Apakah dia sudah lama ikut denganmu?"
"Benar."
Tanya Gu Yu Ning lagi.
"Apakah dia bisa dipercaya?"
"Tentu saja!"
Kata Gu Yu Ning.
"Aku pikir orang seperti Wang Tong tentu banyak di dunia persilatan ini."
Kata Ge Ting Xiang.
"Walaupun ada tapi tetap sulit dicari."
Kata Gu Yu Ning.
"Kita mencari 2 orang itu pelan-pelan. Shuang Huan Men sekarang sudah hancur, tentu di daerah ini tidak ada orang yang berani sembarangan bergerak. Kita tidak perlu terburu-buru."
Gu Yu Ning mengganti cangkir yang pecah tadi dan menuangkan arak ke dalamnya. Ge Ting Xiang memegang cangkir itu dan berpikir kemudian berkata.
"Jika saja ada anak buahku ada 2 atau 3 orang seperti Wang Tong, tentu kekuasanku akan semakin besar."
Gu Yu Ning melihatnya, matanya yang tenang tampak lebih berkilauan. Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah kau tahu di dunia persilatan ada perkumpulan bernama Qing Long Bang?"
Jawab Gu Yu Ning.
"Sepertinya aku pernah mendengarnya."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Kau pernah mendengar tentang hal apa?"
Jawab Gu Yu Ning.
"Qing Long Bang adalah suatu perkumpulan rahasia yang terkuat, cabangnya ada di mana-mana"
Kata Ge Ting Xiang.
"Cabang-cabang yang dipimpin oleh Qing Long Bang jumlahnya ada 360 tempat. Di kota-kota besar sudah pasti berada di dalam kekuasannya"
Gu Yu Ning menghembuskan nafas dan berkata.
"Pantas saja. Orang-orang yang mendengar nama Qing Long Bang, akan merasa kaget dan ketakutan."
Ge Ting Xiang berkata dengan dingin.
"Kejayaan Qing Long Hang adalah hasil dari usaha mereka sendiri. Mengapa Tian Xiang Tang tidak dapat melakukannya?"
Dia menghabiskan arak dan menggebrak meja, dia menarik mulut dan berkata.
"Hanya sayang... sayang di dalam Tian Xiang Tang kurang orang seperti seekor macan atau pun naga."
Gu Yu Ning memegang erat tangan Ge Ting Xiang dan berkata.
"Aku percaya kau pasti bisa mencapai cita-citamu, kau bisa merencanakan sesuatu, kau pasti bisa mempunyai cara untuk memanfaatkan orang."
Ge Ting Xiang tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Benar! benar sekali! Jika kau terus ikut denganku suatu hari nanti akan tiba hal seperti itu."
Tiba-tiba suaranya terhenti dan dia membentak.
"Siapa di luar!"
"Ge Xin."
"Ada apa?"
"Wang Tong ingin menghadap."
Ge Ting Xiang berdiri dengan senang lalu dia bertanya.
"Apakah Wang Tong sudah kembali?"
"Dia berada di luar pintu."
"Cepat suruh dia masuk!"
Beranda berada di depan pintu, meskipun sudah dipasang lampu tapi tetap terlihat gelap, pintu diukir dengan ukiran bunga, ter lihat kuat dan kokoh.
Seseorang berdiri di depan pintu, wajahnya gelap dan kelihatan lelah.
Orang itu terlihat seperti orang yang jujur Di dalam ruang rahasia Tian Xiang Tang, ada seseorang yang kelihatan jujur dan lelah.
Hal ini membuat Xiao Shao Ying tidak menemukannya.
Dia sedang bersandar ke pagar, sedang menunggu Wang Tong.
Wang 1 Tong sudah masuk ke dalam ruang rahasia.
Begitu pintu rahasia itu dibuka, langsung tercium wanginya arak dan terlihat bayangan ramping seorang perempuan.
Xiao Shao Ying tertawa.
"Benar-benar tukang minum dan senang main perempuan"
Ada berapa orang pendekar dari jaman dulu hingga sekarang ini yang tidak senang dengan arak dan perempuan?
Tapi yang sangat disayangkan, kebanyakan yang menyukai arak dan perempuan bukanlah seorang pendekar.
Walaupun orang yang terlihat jujur itu sedang menundukkan kepala, tapi dari sudut matanya dia melihat seorang pemuda yang memakai baju compang-camping seperti seorang pemalas dan orang yang senang tertawa Xiao Shao Ying juga melihatnya dan dia bertanya.
"Margamu apa?"
Orang Itu menjawab.
"Margaku Ge, bernama Xin"
Xiao Shao Ying bertanya lagi.
"Apakah di sini semua pelayan bermarga Ge?"
Orang itu menjawab.
"Benar."
Xiao Shao Ying bertanya lagi.
"Apakah hanya orang-orang bermarga Ge baru bisa menjadi seorang pelayan di sini?"
Jawab orang itu.
"Tidak juga, bila mau mengubah marga tentu dapat menjadi pelayan di sini"
Orang ini sangat jujur dan selalu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Xiao Shao Ying, dan jawabannya sangat sempurna.
Xiao Shao Ying tertawa lagi.
Dia benar-benar senang tertawa.
Pantas atau tidak pantas dia pasti akan tertawa.
Walaupun dia miskin dan tidak mempunyai uang sedikit pun, tapi ketika dia tertawa, sepertinya dia memiliki semua harta di dunia ini.
Terhadap orang yang seperti ini Ge Xin pun merasa anen, tiba-tiba dia pun bertanya.
"Margamu apa?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Margaku Xiao, bernama Shao Ying."
Ge Xin bertanya lagi,"
Apakah kau ingin menjadi pelayan disini?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Ya, benar."
Tanya Ge Xin.
"Apakah kau juga mau berganti marga?"
Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.
"Aku tidak ingin jadi pelayan di sini."
Tanya Ge Xin.
"Jadi, kau ingin bekerja sebagai apa?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Katanya di perkumpulan ini, posisi untuk ketua cabang sedang kosong."
Ge Xin sekarang ikut tertawa.
Cara tertawanya sangat janggal karena dia jarang tertawa.
Tapi Ge Xin merasa Xiao Shao Ying lebih lucu lagi dibandingkan dia.
Pemuda ini baru datang tiba-tiba ingin menjadi ketua cabang.
Ge Xin belum selesai dengan tawanya, tiba-tiba dari dalam ruangan sudah terdengar suara Ge Ting Xiang.
"Ge Xin."
"Ya, Ketua."
"Suruh orang itu masuk."
Pintu ruangan itu dibuka untuk Xiao Shao Ying.
Di depan Ge Ting Xiang, Wang Tong sudah bercerita tentang apa?
Bagaimana sikap Ge Ting Xiang menghadapinya?
Xiao Shao Ying tidak mau tahu tentang semua itu.
Dia sangat percaya diri.
Dadanya dibusungkan dan berjalan masuk ke dalam ruangan, sebelum dia memasuki ruangan itu, dia berbisik pada Ge Xin.
"Setelah aku keluar nanti, aku sudah menjadi ketua cabang, oleh karena itu mulailah berpikir dengan cara apa kau harus menjilat aku."
Kali ini Ge Xin tidak tertawa.
Dia melihat Xiao Shao Ying masuk ke dalam ruangan, dia seperti melihat orang gila yang sedang masuk ke dalam kuburan yang dia gali sendiri.
Baju yang dipakai Xiao Shao Ying sebenarnya masih baru, kualitasnya pun nomor satu, potongan bajunya bagus, dijahit khusus dengan rapi, tapi baju yang dipakainya sangat bau dan kotor, dibeberapa tempat tampak sudah berlubang.
Di saku bajunya pasti tidak ada isinya, seperti kelapa yang airnya sudah tersedot hingga habis.
Tapi sewaktu dia menghadap Ge Ting Xiang langkahnya seperti seorang jendral yang kembali ke istana setelah berperang di medan pertempuran dan pulang dengan membawa kemenangan.
Ge Ting Xiang memandangnya dari ujung kepala hingga ujung kaki, setelah melihat sebanyak 3 kali tiba-tiba dia bertanya.
"Berapa harga baju yang kau pakai itu?"
Kata-kata yang pertama kali dikeluarkan dari mulut Ge Ting Xiang adalah pertanyaan tentang harga bajunya, benar-benar di luar dugaan. Tapi Xiao Shao Ying tidak merasa aneh, dia segera menjawab.
"50 tail, sudah termasuk dengan ongkos jahit"
Kata Ge Ting Xiang.
"Sepertinya itu tidak sebanding."
Kata Xiao Shao Ying,"Aku bukan seorang yang pelit"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah kau tahu bahwa dengan uang 50 tail, kau bisa menghidupi 8 orang untuk biaya makan mereka selama 2 hingga 3 bulan?"
"Aku tidak tahu."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Mengapa kau tidak tahu?"
"Karena aku belum pernah membeli beras dan minyak."
Tanya Ge Ting Xiang lagi.
"Sudah berapa lama kau memakai baju itu?"
"Baru 3 hari"
Ge Ting Xiang melihat noda tanah, bercak tumpahan arak, dan lubang yang berada di bajunya, dia berkata.
"Jika kau memakai baju itu, kau harus lebih berhati-hati pada waktu minum arak"
Kata Xiao Shao Ying.
"Aku tidak siap memakai baju ini untuk melewati hari raya Imlek"
Tanya Ge Ting Xiang "Biasanya kau memakai baju untuk berapa lama?"
"3 hari"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Hanya 3 hari?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Aku memakai baju apa pun dalam waktu 3 hari."
Kata Ge Ting Xiang.
"Baju jika sudah kotor bisa dicuci"
"Baju yang sudah aku cuci tidak akan kupakai lagi"
Gu Yu Niang tertawa Xiao Shao Ying juga tertawa dan matanya selalu melihat ke arah Gu Yu Niang.
Ge Ting Xiang sepertinya tidak melihatnya, wajahnya tidak marah, di dalam matanya masih ada sorot yang sedang tertawa.
Dia bertanya lagi.
"Dalam waktu satu bulan berapa banyak uang yang kau habiskan?"
"Ada berapa ya dipakai hingga habis"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Bagaiman jika tidak ada uang?"
"Bila tidak ada, aku pinjam, tapi jika tidak ada juga, terpaksa aku berhutang."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah ada orang yang mau meminjamkan uang kepadamu?"
"Sedikit banyak tentu ada."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Siapakah mereka itu?"
Jawab Xiao Shao Ying dengan jujur.
"Kebanyakan perempuan-perempuan."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah nyonya bos Lao Hu Lou adalah salah satu di antaranya?"
Dia adalah seorang perempuan yang royal"
Xiao Shao Ying tersenyum, dari sudut matanya dia melihat Gu Yu Niang dan berkata.
"Aku suka perempuan yang royal"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah dia sering meminjamkan uang kepadamu, juga sering bersekongkol denganmu untuk menipu orang?"
Orang-orang yang kami tipu tidak banyak."
Kata Ge Ting Xiang.
"Tapi kalian menipu Wang Tong dengan cara yang unik, memaksanya melepas baju pelindungnya, dan memaksanya membawamu kemari."
Xiao Shao Ying tampak terkejut dan berkata.
"Tampaknya kau memahamiku dengan baik?"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah kau tidak menyangka Wang Tong kan menceritakan semuanya ini kepadaku?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Hal seperti hu sangat memalukan."
Dengan dingin Ge Ting Xiang berkata.
"Dia tidak pernah berbohong kepadaku, mengenai segala apa pun, karena itu dia bisa hidup sampai sekarang, hidup dengan sangat baik pula"
"Aku tahu, aku juga ingin hidup seperti dia."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Oleh karena itu kau ingin bertemu denganku?"
"Benar "
Tiba-tiba Ge Ting Xiang dengan wajah merah bertanya.
"Kau datang untuk mencari kesempatan untuk membalas dendam."
Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata.
"Pertanyaanmu sungguh sangat istimewa. Aku kira kau sudah tahu orang macam apa aku ini?"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah orang sepertimu tidak akan balas dendam untuk orang lain?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Aku paling senang hidup enak, mengapa aku harus mencari jalan untuk melompat ke dalam kuali yang penuh dengan minyak panas."
Kata Xiao Shao Ying lagi.
"Apalagi aku tahu bahwa Wang Tong adalah asistenmu yang setia, mengapa tidak kubunuh saja dia tadi?"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah kau bisa membunuhnya?"
"Baju pelindungnya saja sudah kupakai, jika aku benar-benar ingin membunuhnya, dia tidak akan bisa keluar dari peti mati hidup-hidup"
Dengan tertawa dingin Ge Ting Xiang bertanya.
"Apakah kau yakin?"
Tiba-tiba Xiao Shao Ying mengeluarkan suatu gerakan yang sangat cepat mengambil secawan arak yang berada di depanya.
Orang-orang hanya melihat cangkir arak sudah diletakkan kembali ke atas meja, tapi arak yang ada di dalam gelas sudah tidak ada.
Ge Ting Xiang melihat semua itu dan mengangguk.
Dia berkata.
"Kau mengeluarkan gerakan yang sangat cepat."
"Jika aku minum arak tidak perlu lambat-lambat"
Ge Ting Xiang tertawa dan berkata.
"Hal yang paling cepat kau lakukan adalah menghabiskan uang."
Kata Xiao Shao Ying.
"Karena itu pula aku datang kemari, di dunia ini perempuan yang royal tidak banyak."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Kau kira aku akan memberikan uang yang banyak kepadamu?"
"Kau pasti akan memberikannya, kau bukan orang pelit seperti Sheng Tian Ba."
Ge Ting Xiang tertawa dan berkata.
"Bocah tengik, pandanganmu memang tidak salah."
Xiao Shao Ying hanya tersenyum dan berkata.
"Bila orang yang ingin meminjam uang, tentu tidak akan salah dalam menilai orang. Cara meminjam uang adalah ilmu khusus tidak sembarangan orang bisa melakukannya."
Tiba-tiba tawa Ge Ting Xiang berhenti dan berkata.
"Tapi kau melupakan satu hal."
"Apakah itu?"
Jawab Ge Ting Xiang.
"Katanya kau besedia memberikan 2 hadiah khusus yang akan kau berikan kepadaku"
Xiao Shao Ying berkata.
"Kau juga jangan melupakan satu kalimat ini."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Kalimat apa?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Li Shang Wang Lai (artinya hadiah diterima tapi harus harus dibalikkan, jika tidak demikian bukan disebut hadiah, timbal balik)"
Kata Xiao Shao Ying.
"Kau adalah seorang ketua, kalau bertemu dengan yang lebih muda, kau tentu harus memberikan hadiah karena kita baru saja pertama kali bertemu."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Kau menginginkan apa?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Dalam 2 tahun ini aku sudah berhutang pada orang sebanyak 30.000 hingga 40.000 tail perak."
"Akan kubantu kau melunasinya."
Kata Xiao Shao Ying.
"Jika hutang sudah lunas, uang di sakuku masih tetap kosong, rasanya tidak enak."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Kau menginginkan berapa lagi?"
"Seorang laki-laki jika di dalam sakunya ada uang sebanyak 1000 hingga 5.000 tail perak, bila keluar rumah baru bisa dengan kepala diangkat."
Kata Ge Ting Xiang.
"Perutmu besar juga."
"Seorang laki-laki bila ingin terkenal tidak cukup hanya dengan uang saja "
Tanya Ge Ting Xiang.
"Itu semua masih tidak cukup?"
"Kecuali uang harus ada kekuasaan"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apa yang kau inginkan? Ingin menjadi gubernur atau ingin menjadi perdana menteri?"
"Di mataku kedudukan 10 orang gubernur tidak akan bisa menyamai kedudukan seorang ketua cabang."
Kata Ge Ting Xiang dengan tertawa dingin.
"Perutmu benar-benar besar"
"Aku kebetulan tahu bahwa ada beberapa kursi ketua cabang yang masih kosong."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Kau masih mengetahui apa lagi?"
"Aku masih tahu seseorang bila belum terkenal tidak akan menjual dirinya sendiri dan juga tidak akan menjual teman sendiri"
Dengan marah Ge Ting Xiang bertanya.
"Apakah Yang Ling dan Wang Rui adalah temantemanmu?"
Dengan santai Xiao Shao Ying berkata.
"Karena aku adalah teman mereka, maka aku tahu di mana mereka sekarang, aku bisa menghantarkan kepala mereka kepadamu, sedangkan kau tidak akan bisa"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah Wang Tong juga menganggap kau sebagai teman sehingga baru bisa kau tipu masuk ke dalam peti?"
"Benar"
Xiao Shao Ying tertawa dengan santai dan berkata.
"Kadang-kadang teman bisa lebih menakutkan daripada musuh. Aku selalu mengingat pepatah ini."
Ge Ting Xiang tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Bagus, bagus, perkataanmu memang bagus, dengan kata-kata ini kau sudah pantas seorang ketua cabang."
Tapi sekarang aku masih belum menjadi ketua cabang?"
"Sekarang pun kau sudah menjadi ketua cabang."
Xiao Shao Ying sangat gembira dan dia berkata.
"Bila aku mendengar kabar baik, aku selalu ingin minum arak."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah kabar ini kurang cukup baik?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Dengan berita ini, aku pantas minum sebanyak 350 cawan arak "
Ge Ting Xiang tertawa dan berkata.
"Baiklah, bawa cawan yang besar, lihat dia bisa minum berapa banyak?"
Gu Yu Niang dengan tangannya yang putih dan mulus secara gemulai menyiapkan arak untuk Xiao Shao Ying.
"Silahkan."
Xiao Shao Ying menerima cawan itu dan langsung meminumnya, secawan demi secawan, tapi matanya terus mengawasi Gu Yu Niang seperti seekor nyamuk yang mencium bau darah.
Ge Ting Xiang melihat Xiao Shao Ying, akhirnya Ge Ting Xiang terpaksa bertanya.
"Orang yang kau lihat terus itu, apakah kau tahu?"
"Aku hanya tahu perempuan ini sangat pantas untuk dilihat"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah hanya untuk dilihat saja?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Aku masih ingin..."
Tiba-tiba Ge Ting Xiang memotong kata-katanya berkata.
"Jika kau ingin juga sebaiknya jangan terlalu jauh memikirkannya."
Xiao Shao Ying balik bertanya.
"Mengapa?"
Jawab Ge Ting Xiang.
"Karena aku yang mengatakannya sendiri"
Wajahnya berkerut dan dengan serius dia berkata.
"Sekarang kau sudah menjadi ketua cabang Tian Xiang Tang, apa pun yang kuperintahkan kau hanya dengar dan langsung melaksanakan perintahku, tidak boleh ada pertanyaan."
"Baik, aku mengerti."
Kata Ge Ting Xiang.
"Aku tahu kau adalah seorang yang pengertian."
Tiba-tiba dari dalam laci Ge Ting Xiang mengeluarkan setumpuk uang dan berkata.
"Ini uang 50.000 tail perak, kecuali untuk membayar hutang, sisanya bisa kau pakai untuk keperluanmu selama beberapa hari"
Xiao Shao Ying tidak menerimanya. Kata Ge Ting Xiang.
"Sekarang kau boleh ambil. Aku tahu setelah minum arak kau pasti ingin main perempuan."
Xiao Shao Ying tertawa kecut dan berkata.
"Aku tahu kau adalah orang yang pengertian, hanya sayang..."
"Sayang apa?"
"Sayang, itu belum cukup "
Kata Ge Ting Xiang.
"Tadi kau minta dengan jumlah sebesar itu"
Kata Xiao Shao Ying.
"Tadi aku meminta pada waktu aku masih miskin jadi aku hanya minta sebanyak itu "
Tanya Ge Ting Xiang.
"Bagaimana dengan sekarang?"
"Sekarang aku adalah seorang ketua cabang Tian Xiang Tang, ke dudukanku sudah tidak sama lagi, aku harus meminta lebih."
Xiao Shao Ying tertawa dan berkata lagi.
"Sudah menjadi ketua cabang, keluar tidak membawa uang, Ketua sendiri juga yang akan malu."
Ge Ting Xiang tertawa terbahak-bahak.
"Bocah, aku akan memberikan uang kepadamu sampai kau merasa puas!"
Benar, Ge Ting Xiang langsung mengeluarkan uang lagi dari dalam lacinya, sebanyak 50.000 lagi.
Xiao Shao Ying tidak melihat, langsung memasukkan uang itu ke dalam sepatu botnya.
Tiba-tiba Gu Yu Niang bertanya.
"Sudah berapa lama kau tak mencuci kaki?"
"3 Hari."
Tanya Gu Yu Niang lagi.
"Uang yang dimasukkan ke dalam sepatu, apakah kau tidak takut akan bau?"
Xiao Shao Ying tertawa dan menjawab.
"Meskipun uang itu bau tetap akan ada orang yang menginginkannya."
Gu Yu Niang juga tertawa.
Dia adalah seorang perempuan yang cantik, ketika dia tertawa dia bertambah cantik.
Sewaktu Gu Yu Niang tertawa, laki-laki yang tidak ingin memandangnya, bisa dihitung dengan jari.
Tapi kali ini Xiao Shao Ying tidak memandangnya.
Ge Ting Xiang merasa puas, ekspresinya penuh dengan kepuasan, tiba-tiba dia bertanya.
"Kapan kau akan mengantarkan hadiah yang kaujanjikan?"
"3 hari lagi."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah cukup hanya dengan 3 hari?"
"Aku tidak pernah melakukan sesuatu hal yang tidak aku yakini"
Ge Ting Xiang tersenyum dan berkata.
"Baiklah, aku tunggu tiga hari lagi."
"Pada hari ke 3 jam 1 malam. Aku akan mengantarkan hadiah untukmu"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Jam 1 malam tepat?"
Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata.
"Aku juga mempunyai satu syarat."
"Apakah itu?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Dalam waktu 3 hari ini aku minta kebebasan, jangan ada yang mengikutiku, jika tidak..."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Jika tidak kau akan melakukan apa..."
"Aku tidak jamin jika hadiah itu bisa melarikan diri dan jangan salahkan semuanya ini kepadaku "
Akhirnya Ge Ting Xiang setuju dan berkata.
"Aku harap kau adalah orang yang bisa menepati janji."
Dengan dingin Xiao Shao Ying berkata.
"Kalau kau tidak percaya kepadaku, kau masih bisa membunuhku, sekarang masih ada kesempatan"
Ge Ting Xiang tertawa dan berkata.
"Aku tidak mau ketua cabangku orang yang sudah mati."
Xiao Shao Ying juga tertawa Kata Ge Ting Xiang.
"Sekarang kau jangan pergi dulu, lebih baik kau istirahat terlebih dahulu, dan mencari tempat untuk tidur, setelah segar baru kau mulai bekerja"
Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.
"Di sakuku sudah ada uang sebanyak 100.000 tail, bila belum dipakai rasanya tidak enak."
Gu Yu Niang sudah membuka pintu dan berkata.
"Selamat jalan, aku sudah menyuruh Ge Xin membawa jalan untukmu."
"Terima kasih,"
Kata Xiao Shao Ying. Ge Ting Xiang tertawa dingin dan berkata.
"Aku sudah memberikan uang sebanyak 100.000 dan menjadikanmu ketua cabang, kau tidak berterima kasih kepadaku, sedangkan kepada dia yang hanya membukakan pintu, kau sudah berterima kasih?"
Kata Xiao Shao Ying.
"Aku sudah menjual diriku padamu untuk apa aku berterima kasih kepadamu?"
Dia melangkah keluar. Di depan Ge Xin sudah menunggunya, Xiao Shao Ying menepuk punggungnya dan berkata.
"Kau sudah boleh mulai menjilatku."
Bab V Rencana Rahasia Sore hari, Xiao Shao Ying tidak tidur tapi dia mabuk.
Kali ini dia benar-benar sudah mabuk.
Di rumah bordil, sudah ada beberapa pelacur yang dipesan dan mereka sedang menunggunya.
Tapi dia secara sembunyi-sembunyi telah keluar dan tempat itu dengan badan sempoyongan dia berjalan.
Melirik kesini dan melirik kesana, dia menghabiskan uang sebanyak 500 tail perak, untuk membeli semangka seharga hanya beberapa sen perak, kemudian dia membuangnya ke dalam parit.
Sekarang dia mulai mencium bau arak, dengan tubuh sempoyongan dia masuk ke rumah makan itu lagi.
Rumah makan itu meskipun ramai, tapi masih ada beberapa meja dan kursi yang kosong.
Dia tidak duduk, sengaja dia masuk ke ruang VIP.
Hari ini Tuan Tang sedang mengadakan undangan, yang diundang adalah ketua kantor Biao, yaitu Tuan Niu.
Undangan dilangsungkan di tempat VIP.
Pelayan-pelayan mengira Xiao Shao Ying adalah tamu yang diundang oleh Tuan Pang, mereka tidak melarangnya masuk.
Tamu-tamu tuan Pang tidak ada seorang pun yang berani melakukan kesalahan.
Tuan Niu sudah datang, dia membawa beberapa orang pengawal.
Setiap pengawalnya ditemani oleh perempuan.
Sewaktu mereka sedang asyik minum, tiba-tiba Xiao Shao Ying masuk.
Dia mengambil kuah yang berada di atas meja, kemudian dia mencoba rasanya.
Dengan tertawa dia berkata.
"Kuah ini tidak enak rasanya, aku gantikan dengan yang lain"
Dia membuang kuah yang berada di dalam mangkuk, lalu membuka celananya.
Dia kencing ke dalam mangkuk tadi.
Tamu-tamu perempuan berteriakan, tapi di antara mereka ada juga yang tertawa.
Tuan Pang dengan wajah yang marah bertanya.
"Siapakah bocah itu?"
Tidak ada yang tahu siapa bocah itu. Tapi Xiao Shao Ying dengan tertawa berkata.
"Aku datang untuk mengerjai ibumu."
Kata-kata itu belum habis, sudah banyak kepalan tangan memukulnya, memukul wajahnya.
Karena tubuhnya lemas, dia hanya bisa menahan beberapa kali pukulan langsung roboh dan tidak bergerak lagi.
Orang-orang kantor Biao yang datang dari luar kota, ada yang membawa pisau, ada juga yang sudah mengeluarkan pisau belati dari dalam sepatu bot mereka.
"Hancurkan wajahnya dulu kemudian kebiri dia. kita lihat, apakah dia masih berani kencing di mana-mana!" 30% mabuk, 70% marah, membuat orang-orang kantor Biao yang selalu bergelimang dengan darah selalu melakukan hal-hal yang menakutkan. Tuan Pang sekali memerintah, sudah ada orang dengan pisaunya akan mulai merusak wajah Xiao Shao Ying. Tiba-tiba di belakang sekat ruangan ada sepasang tangan menarik tangan orang ini. Kata Tuan Pang dengan marah.
"Siapa yang berani melarangku?"
Di luar sekat sudah ada orang yang melongokkan kepala dan berkata.
"Aku."
Melihat orang ini, kemarahan Tuan Pang langsung reda, dan dia segera memasang wajah yang berseri-seri.
Ternyata dia adalah Kakak Kedua Ge.
Ge Er menunjuk ke arah Xiao Shao Ying yang terbaring di lantai dan bertanya.
"Tahukah kau siapa orang ini?"
Tuan Pang menggelengkah kepalanya. Ge Er melambaikan tangan. Dia sudah mendekat, lalu berbisik. Wajah Tuan Pang segera berubah, dengan terpaksa dia berkata.
"Tuan ini senang berbaring di sini, kami akan memindahkan dia ke tempat lain."
Kalau dia berkata pergi, segera dia pergi. Tak lupa tamu-tamu juga ditarik keluar ruangan. Ketua Niu masih marah dan berkata.
"Bocah ini, siapakah sebenarnya? Mengapa kita harus mengalah kepadanya?"
Tuan Pang diam-diam berbisik kepadanya.
Wajah Ketua Niu langsung berubah, lebih cepat berubah dibanding dengan reaksi Tuan Pang tadi.
Xiao Shao Ying masih seperti orang mati, terbaring di bawah, akan dibunuh, akan dibawa pergi, dia sama sekali tidak tahu.
Kakak Ge Er melihatnya, kemudian menggelengkan kepala, dia juga ditarik oleh Tuan Pang untuk minum.
Tiba-tiba Xiao Shao Ying membuka sebelah matanya, dari bawah sekat ruangan terlihat kaki mereka, dia menarik nafas.
Dia berbicara sendiri.
"Ternyata tuan Xiang Tang sangat ditakuti oleh orang-orang."
Terdengar Kakak Ge Er berpesan kepada pelayan.
"Urus tuan yang terbaring di bawah itu, jika dia sudah sadar, apa pun yang dia inginkan, berikan kepadanya. Baru nanti kau lapor kepadaku"
Akhirnya mereka turun. Pelayan-pelayan sedang membicarakan hal ini.
"Si setan arak itu apa pekerjaannya? Mengapa dia berani berbuat tidak sopan terhadap tamutamu?"
"Katanya dia adalah ketua cabang Tian Xiang Tang yang baru"
"Pantas saja."
Ada pelayan yang berkata.
"Jika sudah menjadi ketua cabang Tian Xiang Tang, jangankan kencing di mangkuk, kencing di mulut orang pun, orang itu harus mau menerimanya"
Xiao Shao Ying seperti sedang tertawa dingin, dia membuka jendela dan keluar menuju gang sempit yang berada di belakang rumah makan itu.
Jika ada orang yang menguntit dia di belakang.
Dia akan mengetahuinya.
Sekarang dia cepat bangun dari mabuk, sadar pun lebih cepat.
Malam yang sepi.
Di atas gunung terlihat api setan yang berwarna hijau.
Walaupun terlihat seram dan menakutkan, tapi ada juga keindahan yang misterius yang terselubung.
Cahaya bintang lebih indah lagi, angin musim gugur bertiup melewati gunung ini.
Tapi sayang Wang Rui tidak bisa menikmati keindahan ini.
Dia sedang terbaring di dalam peti mati, makan daging sapi yang dingin sekeras batu.
Jika tidak terlalu penting, dia tidak akan keluar.
Dia adalah orang yang sangat berhati-hati.
Lukanya sudah mengering, tenaganya pun sudah pulih, tapi untuk membalas dendam sama sekali belum ada harapan.
Kekuatan Tian Xiang Tang, sehari demi sehari semakin kuat.
Tadinya Shuang Huan Men seperti sebuah pohon besar.
Tian Xiang Tang adalah tunas pohon yang berada di bawah pohon besar itu.
Matahari dan air semua diambil oleh pohon besar ini.
karena itu tunas ini tidak dapat tumbuh dengan sempurna.
Sekarang pohon besar ini sudah tumbang, di dunia ini sudah tidak ada hal yang bisa menghalangi tunas itu untuk tumbuh besar.
Wang Rui menarik nafas, dan menelan daging yang dingin itu.
Dia mengelus gelang yang berada di balik bajunya Di atas gelang ada goresan.
Gelang Perasa.
Namanya Perasa, tapi dia yang paling tidak mempunyai perasaan.
Gelang itu masih dingin, masih begitu keras.
Di dunia ini dia bisa berjaya atau tidak, tidak pernah peduli, tidak pernah mengasihani juga tidak ada perasaan.
Tapi Wang Rui tetap mengelus sepasang gelang ini.
Sepasang gelang itu pernah membuatnya berjaya, juga pernah membuatnya hampir mati.
Air mata sudah mulai menetes.
Terdengar ada yang mengetuk peti mati dari luar.
Wang Rui dengan erat memegangi sepasang gelang itu dan bertanya.
"Siapa?"
"Aku adalah tetanggamu, bernama Zhang Xiao Di. Aku datang karena ingin meminjam pisau kecil untuk mengupas bambu. Bambu itu akan kubuat kukusan. Setelah menjadi kukusan aku akan mengukus bakpao untuk makanan kalian."
"Xiao Shao Ying. Dia pasti sedang sangat mabuk."
Wang Rui marah, dalam keadaan seperti ini, bocah itu masih sempat-sempatnya bercanda.
Yang datang memang memang Xiao Shao Ying, dia datang dengan mengenakan baju baru yang terbuat dari sutra, tapi di bajunya banyak tanah yang menempel dan noda bekas arak, wajahnya masih ada bekas luka yang baru mengering, dan kepalanya bengkak seperti habis dipukul.
Xiao Shao Ying masih tetap tertawa dan tidak pernah serius, bau arak begitu menyengat sepertinya bisa membuat orang langsung mati.
Wang Rui mengerutkan dahi, setiap kali dia melihat bocah itu dia pasti akan mengerutkan dahi.
Yang Ling juga berdiri dan bertanya.
"Apakah di sekitar sini ada orang?"
"Bayangan setan pun tidak ada"
Yang Ling sedang duduk di atas peti mati, walaupun lukanya sudah mengering, dia berdiri dengan sebelah kaki dengan sikap canggung dan tidak nyaman.
Xiao Shao Ying masih tertawa melihat mereka berdua dan berkata.
"Kelihatannya kalian dalam kondisi yang sangat baik, sepertinya nasib baik akan segera datang."
Tanya Yang Ling,"Apakah kau sudah bertemu dengan Wang Tong?"
"Bukan aku yang mencari dia, tapi dia yang mencariku"
Mata Yang Ling berkilauan dan bertanya.
"Apakah kau sudah berhadapan dengannya?"
"Ikan yang aku pancing harus besar, dia belum cukup besar."
Dengan dingin Yang Ling berkata.
"Jika ingin memancing ikan yang terlalu besar bisa-bisa kau sendiri yang ditelan oleh ikan besar tersebut."
Dengan santai Xiao Shao Ying berkata.
"Aku tidak takut karena darahku sudah berubah menjadi arak, tak ada ikan yang mau minum arak."
Tiba-tiba Yang Ling tertawa dan berkata.
"Tapi Ge Ting Xiang sangat suka minum arak dan dia benar-benar sangat menyukainya."
Tanya Wang Rui.
"Apakah kau diikuti olehnya?"
"Sudah pernah diikuti dan sudah pernah minum bersama"
"Apakah dia tidak berhadapan langsung denganmu?"
"Aku masih hidup."
Yang Ling segera bertanya lagi.
"Mengapa dia tidak membunuhmu?"
"Karena dia juga sedang memancing ikan besar dan aku belum cukup besar."
Kata Wang Rui.
"Aku tahu, sebelum kita berdua mati dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak."
"Karena itu dia ingin memperalatku untuk memancing kalian berdua, tapi aku juga ingin memperalat kalian untuk memancing dia, namun sampai sekarang belum tahu siapa yang akan terpancing?"
Tanya Wang Rui.
"Apakah kau sudah mempunyai cara untuk menghadapinya?"
"Ada sebuah cara."
"Dengan cara lama?"
Wang Rui tidak jelas dan bertanya.
"Cara lama seperti apa?"
"Cara yang biasa dipakai oleh Jing Ke.
"Wajah Wang Rui segera berubah dan bertanya.
"Kau akan meminjam kepala kami berdua?"
"Benar "
Wajah Yang Ling pun ikut berubah, dengan dingin dia berkata.
"Bagaimana kami tahu kau meminjam kepala kami bukan sebagai batu loncatan supaya bisa masuk ke dalam Tian Xiang Tang?"
Tanya Xiao Shao Ying.
"Apakah aku mirip seseorang yang akan menjual teman untuk mendapat kemuliaan?"
"Sangat mirip."
Yang Ling tertawa dingin dan bekata.
"Jika kau tidak bersengkongkol dengan Ge Ting Xiang mana mungkin kau dapat dilepaskan begitu saja olehnya?"
Xiao Shao Ying menghela nafas dan bertanya.
"Kalau begitu kalian tidak akan meminjamkannya?"
Jawab Yang Ling.
"Kepalaku hanya ada satu dan aku tidak akan memberikan pada orang yang akan menjual teman untuk mendapat kemuliaan."
Xiao Shao Ying tertawa kecut dan berkata.
"Ingin meminjam tidak diberi, terpaksa aku harus merebut, jika tidak bisa juga terpaksa aku harus merebutnya secara langsung."
Tanya Yang Ling.
"Kau datang kemari untuk merebutnya?"
Bersamaan dengan bentakannya dia sudah melakukan suatu gerakan.
Walaupun hanya menggunakan sebelah kaki saja, namun gerakannya masih selincah seekor cheetah.
Yang Ling adalah seorang perampok yang terkenal di Long Xi, jika dia tidak kejam, ganas, dan tidak takut mati mana mungkin dia bisa bertahan selama 10 tahun.
Terdengar gelang-gelang Wang Rui sudah mulai mengeluarkan aksinya.
Semua orang hanya memiliki sebuah kepala saja, tidak ada yang mau tanpa sebab memberi pinjam kepada orang lain.
Mereka berdua secara bersamaan mengeluarkan suatu gerakan menyerang.
Dari kedua arah yaitu kiri dan kanan, yang satu dengan gerakan kejam yang satunya dengan kekuatan yang sangat besar.
Orang yang bisa menghindari serangan ini di daerah Xi Bei tidaklah banyak.
Tapi Xiao Shao Ying dapat menghindarinya.
Dia seperti mabuk mungkin setengah mabuk dan keadaannya seperti sudah akan ambruk, tapi dengan baik dia masih bisa berdiri dengan baik.
Biarpun mereka satu perguruan namun sudah beberapa tahun tidak bertemu dan tidak mengetahui kemajuan ilmu mereka masing-masing.
Apalagi Wang Rui, dia datang dari Shao Lin, dia tidak pernah memandang sebelah mata terhadap ilmu saudara-saudara seperguruan selain kakak seperguruan tertuanya.
Sampai saat ini dia baru menyadari dia telah salah menilai orang.
Biarpun Yang Ling hanya mempunyai sebelah kaki dan masih harus dibantu dengan tongkat, tapi setiap kali mengeluarkan sebuah serangan, gerakannya sangat mantap dan efektif, pengalaman bertarungnya jauh melampaui Wang Rui.
Xiao Shao Ying menghindari serangan-serangan ini dengan gerakan yang ringan.
Hal ini lebih tidak disangka oleh Wang Rui.
Hanya dalam sekejap mereka bertarung sudah melewati 10 jurus.
Tiba-tiba Wang Rui melemparkan gelang besinya dan dengan sebelah tangannya dia menggunakan ilmu dari Shao Lin, yaitu Fu Hu Luo Hau Quan.
Sejak kecil dia sudah masuk kuil Shao Lin dan ilmu ini sudah dia latih selama 15 tahun.
Dia lebih memahami ilmu ini dibandingkan dengan Gelang Perasa yang dia miliki.
Setelah jurus ini dikeluarkan tenaga yang dikeluarkan mampu menaklukan naga dan harimau.
Seperti tidak mau kalah, Yang Ling pun mengunakan tongkat kayu dia jadikan seperti besi, dengan tangan kirinya dia mengeluarkan jurus cakar elangnya.
Di dalam perguruan Shuang Huan Men dia memiliki ilmu yang paling banyak dan bervariasi.
Tapi Xiao Shao Ying sama sekali tidak membalas, tiba-tiba dia menjungkir-balikkan badannya di udara, dia sudah mundur beberapa meter jauhnya dan sambil bertepuk tangan dia berkata.
"Bagus sekali, ilmu silat yang sangat lihai"
Yang Ling tertawa dingin, dia sepertinya ingin mengejar Xiao Shao Ying namun Wang Rui melarangnya.
"Tunggu sebentar!"
Tanya Yang Ling dengan marah.
"Mau tunggu apa lagi? Mau tunggu dia mengambil kepala kita?"
"Dari tadi dia hanya menghindar saja sama sekali tidak pernah menyerang."
Yang Ling tertawa dingin.
"Dia mana bisa menyerang?"
"Dia juga tidak memanggil orang-orang Tian Xiang Tang untuk membantunya, karena itu..."
Kata Yang Ling melanjutkan.
"Karena itu kau ingin meminjamkan kepalamu padanya?"
"Sepertinya dia datang bukan benar-benar untuk meminjam kepala kita."
Xiao Shao Ying hanya tertawa dan berkata.
"Aku memang tidak bermaksud demikian"
Tanya Yang Ling.
"Lalu apa maksudmu?"
"Aku hanya mencoba kemampuan kalian saja, apakah kalian masih sanggup membunuh orang?"
Tanya Yang Ling,"Apakah kau sudah berhasil mengujinya?"
Xiao Shao Ying mengangguk. Tanya Wang Rui.
"Kau datang kemari untuk menyuruh kami membunuh orang?"
Xiao Shao Ying mengangguk lagi. Tanya Wang Rui.
"Siapa yang harus kami bunuh?"
"Ge Ting Xiang."
Tanya Wang Rui.
"Apakah kami sanggup untuk membunuhnya?"
"Ada kemungkinan 50% kesempatan."
"Hanya 50%?"
"Kalau sekarang kita tidak menyerang kelak 10% pun kita tidak mempunyai kesempatan."
Wang Rui mengerti akan hal ini. Kekuatan Tian Xiang Tang semakin lama semakin besar, dan kesempatan mereka semakin hari semakin sedikit. Kata Yang Ling.
"Apakah sekarang kau sudah mempunyai rencana?"
Xiao Shao Ying sekarang ini berada dalam keadaan yang serius dan berkata.
"Setiap malam setiap pukul 1 dia selalu minum arak di ruangan rahasianya, yang menemani dia minum adalah istri mudanya yang sangat dia sayang yang bernama Guo Yu Niang."
Tanya Yang Ling.
"Berapa orang yang berjaga di sana?"
"Hanya ada satu orang."
Tanya Yang Ling.
"Apakah yang berjaga di sana adalah Wang Tong?"
Xiao Shao Ying mengelengkan kepala dan berkata.
"Yang berjaga bernama Ge Xin, dia adalah pelayannya."
Tanya Yang Ling.
"Orang macam apakah dia itu?"
Xiao Shao Ying tertawa.
"Dia hanya seorang pelayan."
Wang Rui menghembuskan nafas panjang. Kelihatannya ini memang hanya kesempatan kita."
Kata Xiao Shao Ying melanjutkan.
"Ini juga kesempatan satu-satunya "
Tanya Yang Ling.
"Apakah kau mengetahui pintu ruang rahasia?"
"Aku tahu dan aku bisa masuk ke sana."
"Apakah kau yakin?"
"Aku yakin."
"Bagaiman kita bisa masuk?"
Kata Xiao Shao Ying.
"Lusa sebelum pukul 1 malam aku tunggu di ruangan rahasia itu, begitu melihat cahaya lampu dimatikan, kalian harus segera masuk dan bergerak."
"Jendela yang mana?"
"Aku bisa menggambarkan tempat dan jendelanya, untuk kalian lihat"
Kata Wang Rui.
"Begitu lampu padam, kita segera bergerak "
Kata Xiao Shao Ying.
"Jika kita bertiga bergabung, mungkin kesempatan bisa lebih dari 50%."
Tanya Wang Rui.
"Jika tidak ada lampu bagaimana kita bisa mengetahui keberadaan Ge Ting Xiang?"
"Aku akan mengenakan baju putih pada saat itu"
Tanya Wang Rui.
"Masih ada Guo Yu Niang."
Kata Xiao Shao Ying.
"Guo Yu Niang adalah seorang perempuan yang harum, di telinganya memakai anting, orang buta pun mengetahuinya."
"Selain kau, Guo Yu Niang, yang lainnya pasti Ge Ting Xiang."
"Ruangan itu tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang."
Tanya Yang Ling.
"Bagaimana dengan Wang Tong?"
"Meskipun ada, aku pasti ada cara untuk menyuruhnya keluar."
"Apakah mereka percaya kepadamu?"
Dengan santai Xiao Shao Ying menjawab.
"Apakah aku seperti orang yang akan menjual teman untuk kemuliaan diri sendiri?"
Yang Ling balik bertanya.
"Apakah benar tidak seperti itu?"
"Bagaimana menurutmu?"
Tiba-tiba Yang Ling bertanya.
"Apakah ada yang mengetahui bahwa kau mencari kami kemari?"
"Tidak ada "
"Kau keluar dari Tian Xiang Tang apakah tidak ada yang mengikutimu?"
"Tadinya ada tapi sudah kusingkirkan."
Kata Xiao Shao Ying melanjutkan.
"Karena itu pula aku terkena sabetan pisau, kakak kedua Ge jika sudah pulang pasti hidupnya akan sengsara"
Tanya Yang Ling.
"Siapa kakak kedua Ge?"
"Semua pelayan Ge Ting Xiang bermarga Ge"
"Berapa banyak kau mengetahui rahasia Tian Xiang Tang?"
"Lumayan banyak."
Peta yang yang digambar Xiao Shao Ymg sangat teliti dan akurat.
"Pintu yang berada di pojok ini adalah pintu masuk kalian satu-satunya, kalian jangan memanjat tembok untuk masuk, harus dengan membuka jendela ini."
"Mengapa?"
"Karena di atas mungkin ada orang yang berjaga-jaga, jika masuk dengan membongkar pintu tidak akan ada yang menyangka."
"Setelah itu bagaimana lagi?"
"Kemudian kalian jalan di jalan batu kerikil ini sampai di sebuah pohon, kalian tunggulah di sana. Jalan kerikil dan pohon yang dimaksud sudah diberi tanda, dari sana bisa melihat jendela yang aku gambar."
Kata Yang Ling.
"Begitu lampu padam kita segera bergerak."
Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata.
"Ge Ting Xiang sudah tua, sorot matanya pasti kurang awas, di dalam kegelapan ilmu silatnya pasti tidak seperti biasanya."
Pelan-pelan dia berkata lagi.
"Apalagi kalian dalam beberapa hari ini selalu keluar malam, makan pada malam hari. Mestinya kalian lebih terbiasa dalam kegelapan jika dibandingkan orang biasa, kalian pasti bisa membedakan orang-orang yang berada di dalam ruangan. Jika lampu dimatikan belum tentu orang dalam ruangan itu bisa melihat kalian"
Kata Yang Ling.
"Pemikiranmu sangat sempurna"
Xiao Shao Ying tertawa.
"Aku harus teliti karena kesempatan yang ada hanya satu kali."
Yang Ling menarik nafas dan berkata.
"Dulu kami salah menilaimu"
Kata Xiao Shao Ying sambil tersenyum.
"Sepertinya Ge Ting Xiang juga salah menilaiku."
Kata Yang Ling.
"Aku berharap kau juga tidak salah menilai Guo Yu Niang dan Ge Xin."
Ge Xin tidak bergerak dan berdiri di luar pintu sepertinya dia lebih lelah dibandingkan dengan 2 hari kemarin.
Pintu dibuka, beranda masih seperti biasa tampak gelap.
Sekarang belumlah pukul 1 malam.
Xiao Shao Ying sudah datang tanpa ada yang menghalanginya, tidak ada suara apa pun.
Rumah Ge Ting Xiang sepertinya tidak ada orang Xiao Shao Ying menepuk pundak Ge Xin dan berkata.
"Aku datang lagi"
"Ya."
Xiao Shao Ying bertanya kepadanya.
"Sepertinya kau jarang tidur?"
"Ya"
Tanya Xiao Shao Ying lagi.
"Apakah tidak ada kata-kata lain yang ingin kau katakan?"
"Ya."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Sepertinya 2 hari kemarin kata-kata yang kau ucapkan lebih banyak?"
"Ya "
Tanya Xiao Shao Ying.
"Mengapa sekarang kau berubah?"
"Sebab sekarang kau juga berubah "
Tiba-tiba pintu terbuka, dari dalam Guo Yu Niang berkata.
"Dulu pertama kali kau datang kau adalah orang miskin, sekarang kau adalah ketua cabang Tian Xiang Tang."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Setelah aku menjadi ketua cabang apakah orang lain tidak boleh berbicara denganku?"
"Orang lain selalu berhati-hati."
Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata.
"Kelihatannya menjadi ketua cabang bukan hal baik."
Kata Guo Yu Niang.
"Paling sedikit ada satu macam kebaikan yang bisa kau lakukan, yaitu kencing di mangkuk orang lain"
Ge Ting Xiang sedang minum arak.
Dia minum dengan pelan pelan dan sedikit, tapi cawan di tangannya selalu penuh dengan arak.
Wang Tong tidak ada di ruangan itu, tidak ada orang lain, malam hari adalah waktu untuk dirinya sendiri.
Xiao Shao Ying sudah berada di hadapan Ge Ting Xiang dengan mengenakan baju putih seputih salju.
Ge Ting Xiang tertawa dan bertanya.
"Apakah baju ini baru pertama kali kau pakai?"
Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata.
"Ini baru kupakai satu hari."
"Mengapa?"
"Tidak apa-apa."
Tanya Ge Ting Xiang lagi.
"Hari ini kau belum mabuk?"
"Belum."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah kau benar-benar pernah mabuk?"
"Jarang."
Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.
"Paling sedikit jika ada seorang menguntitku aku tidak akan mabuk."
Ge Ting Xiang menarik nafas dan berkata.
"Sebenarnya Ge Er Hu sangat pintar tapi jika dibandingkan denganmu dia seperti seekor babi."
Ge Ting Xiang mengambil secawan arak tapi dia tidak minum dan meletakkannya kembali. Tiba-tiba Xiao Shao Ying bertanya.
"Apakah tanganmu selalu memegang cawan arak?"
"Apa anehnya?"
Dengan tersenyum Xiao Shao Ying berkata.
"Kadang-kadang cawan arak juga bisa menjadi senjata yang mematikan"
"Senjata? Senjata apa?"
"Sebagai senjata yang membuat orang tidak waspada."
"Oh."
Kata Xiao Shao Ying.
"Banyak orang jika melihat seseorang memegang cawan dia menjadi tidak waspada."
"Oh!"
Kata Xiao Shao Ying melanjutkan.
"Karena orang beranggapan seseorang yang memegang cawan arak lebih mudah dihadapi."
Kata Ge Ting Xiang.
"Kau benar-benar pintar"
"Aku bukan orang bodoh "
Suara Ge Ting Xiang tiba-tiba terhenti dan dia berkata dengan dingin.
"Tapi kau melupakan satu hal."
"Oh?"
Kata Ge Ting Xiang.
"Sepertinya kau melupakan satu hal."
"Aku tidak lupa."
Kata Ge Ting Xiang.
"Tapi sekarang kau datang dengan tangan kosong."
"Aku sudah berjanji padamu datang pada pukul berapa?"
"Malam ini jam 1."
Tanya Xiao Shao Ying lagi.
"Apakah sekarang sudah jam 1?"
"Belum."
Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.
"Karena itu kita masih punya waktu untuk minum arak."
Ge Ting Xiang tidak bertanya lagi dan dia berkata.
"Kadang-kadang seorang yang pintar bisa melakukan hal yang bodoh. Aku berharap kau tidak melakukannya."
Kata Xiao Shao Ying.
"Aku belum mabuk."
"Kapan kau akan mabuk?"
"Jika aku ingin mabuk."
"Kapan kau ingin mabuk?"
"Secepatnya."
Ge Ting Xiang melihat dia tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Baiklah ambil cawan besar, aku ingin lihat kau bisa minum berapa banyak"
Hanya minum 3 gelas. Xiao Shao Ying pasti belum mabuk, tapi waktunya sudah tiba. Sekarang sudah pukul 1. Mata Ge Ting Xiang berkilauan.
"Apakah sudah waktunya?"
"Benar."
Tiba-tiba dia membalikkan badan dan bergerak dengan cepat.
Lampu yang berada di ruangan itu segera dipadamkan oleh Xiao Shao Ying.
Ruangan itu menjadi gelap gellita.
Pada waktu yang bersamaan, 2 bayangan orang masuk tapi tidak jelas siapa yang masuk.
Di luar ada cahaya bintang namun begitu cahaya lampu dipadamkan tidak ada orang yang bisa langsung melihat keadaan.
Dalam kegelapan ada yang berteriak, ada yang membentak ada yang roboh, meja dan kursi sudah terguling.
Kemudian ada api yang berkilauan.
Lampu sudah dinyalakan lagi.
Guo Yu Niang masih duduk dengan manis di sana.
Ge Ting Xiang masih duduk tidak bergerak, di tangannya masih memegang cawan.
Xiao Shao Ying tampaknya tidak pernah bergerak, tapi baju putihnya sudah terkena darah, seperti bunga Mei Hua berjatuhan di atas salju Di dalam ruangan ada 2 orang yang roboh tapi bukan Ge Ting Xiang.
Yang roboh adalah Yang Ling dan Wang Rui.
Tidak ada angin, tidak ada suara.
Pukul satu sudah lewat, malam sudah larut, cawan Ge Ting Xiang sekeping demi sekeping jatuh ke atas meja Cawannya pecah berkeping-keping.
Wang Rui telungkup di lantai, mengeluarkan erang kesakitan.
Yang Ling sudah berhenti bernafas.
Xiao Shao Ying melihat bercak darah di bajunya, tiba-tiba dia tertawa dan berkata.
"Apakah kau tahu mengapa baju ini hanya bisa dipakai satu kali?"
Ge Ting Xiang mengangguk dan tertawa.
"Mulai hari ini baju semahal apa pun boleh kau pakai hanya satu kali."
"Aku akan selalu mengingat kalimat ini."
"Aku tahu ingatanmu sangat baik."
"Aku juga tidak akan melakukan kesalahan."
Ge Ting Xiang tersenyum dan berkata.
"Kau benar-benar tidak mabuk."
"Tapi sekarang aku benar-benar ingin mabuk"
"Jika kau ingin mabuk, kapan pun kau boleh mabuk "
"Aku..."
Belum habis kata-kata itu diucapkan, Yang Ling yang tadi seperti orang mati tiba-tiba melompat dan menerkam.
Terkamannya masih sekuat dan seganas seekor cheetah.
Yang Ling tahu ini adalah serangannya yang terakhir.
Serangan terakhir ini biasanya sangat berbahaya.
Tapi Xiao Shao Ying hanya membalikkan tangan memukul leher belakangnya, dengan segera dia roboh lagi.
Begitu dia roboh, dia berteriak dengan marah.
"Kau benar-benar orang yang tega menjual teman untuk mencari keuntungan, aku tidak salah lihat."
"Kau salah, aku bukan orang yang suka menjual teman"
Yang Ling sangat marah.
"Kau masih mau membantah?!"
"Mengapa aku harus membantah?"
"Apakah kau tidak pernah mengkhianati kami?"
Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.
"Aku mengkhianatimu karena kau bukan temanku."
Dengan marah Yang Ling berkata.
"Di dalam Shuang Huan Men kau juga tidak ada teman?"
Waktu Xiao Shao Ying diusir memang tidak ada orang Shuang Huang Men yang memihaknya. Wang Rui telungkup di bawah, menggesekkan kepalanya ke batu yang keras, dengan dingin dia berkata.
"Kita tidak bisa menyalahkan dia."
"Mengapa tidak bisa menyalahkan dia?"
"Ini adalah kesalahan kita sendiri, seharusnya kita jangan percaya kepadanya, karena sebenarnya dia adalah binatang yang tidak tahu malu!"
Dia mengangkat kepala dan berkata.
"Kita percaya kepada dia, kita juga binatang."
Yang Ling tertawa seperti orang gila dan berkata.
"Benar, aku adalah seekor binatang, binatang seharusnya mati"
Dia mulai juga mulai menggosokkan mukanya ke papan batu mukanya sudah hancur.
Xiao Shao Ying melihat mereka berdua, ekspresinya tidak berubah.
Tiba-tiba dia berbalik dan melihat kepada Ge Ting Xiang dan berkata.
"Dua orang ini sudah aku berikan kepadamu."
"Benar."
"Sekarang mereka menjadi milikmu "
"Benar."
"Tapi sekarang mereka masih marah-marah kepada ketua cabangmu, apakah kau hanya mendengar saja? Apakah semua kata-kata mereka enak didengar?"
"Tidak enak didengar"
Tiba-tiba Ge Ting Xiang berteriak.
"Ge Xin."
"Ya."
"Bawa 2 orang ini, pelihara mereka hingga gemuk, semakin gemuk semakin baik"
Waktu Xiao Shao Ying masuk, tidak ada satu pun bayangan orang, tapi begitu Ge Ting Xiang berteriak, di luar pintu sudah muncul 4 orang.
Begitu mereka berdua digotong keluar, Ge Ting Xiang baru tertawa dan berkata.
"Apakah kau tahu mengapa aku harus memelihara mereka hingga gemuk?"
Xiao Shao Ying juga tersenyum. Kata Ge Ting Xiang.
"Sepertinya kau tahu? Coba kau katakan!"
"Jika seseorang kehidupannya enak dia tidak ingin mati."
"Benar"
"Orang yang tidak ingin mati akan bicara jujur."
Dengan tersenyum dia berkata.
"Begitu mereka ingin berkata jujur, kita baru tahu, apakah Shuang Huan Men sudah benar-benar musnah. Ge Ting Xiang tertawa dan berkata.
"Benar, kata-katamu sangat bagus. Bawa cangkir yang besar, malam ini aku juga ingin mabuk."
Kata Guo Yu Niang.
"Benar, sekarang kalian boleh mabuk"
Bab Rahasia dalam Ruangan Rahasia Lampu bergoyang-goyang, apakah karena angin? Berasal dari mana angin itu? Mengapa pinggang Guo Yu Niang pun ikut bergoyang? "Kau sudah mabuk."
Xiao Shao Ying ingin menggelengkan kepala tapi dia takut jika melakukannya kepalanya akan lepas dari badannya.
"Kali ini sepertinya benar-benar mabuk."
"Apakah benar?"
Apa dia benar-benar mabuk atau hanya pura-pura mabuk yang penting mabuk. Benar atau palsu. Palsu dan benar kehidupan seperti sandiwara, tidak ada yang benar-benar serius. Kata Guo Yu Niang.
"Kau harus tidur sebentar."
"Baiklah, aku akan tidur."
Tidur atau tidak tidur, apakah ada bedanya? Apakah kehidupan ini adalah sebuah mimpi.
"Di belakang ada kamar tamu, kau tidurlah di sana"
Suara yang manis ini adalah suara milik Guo Yu Niang.
"Apakah kau yang akan mengantarku ke sana?"
"Baiklah, aku yang mengantarkanmu ke sana"
Guo Yu Niang membuka pintu, mengapa Ge Ting Xiang tidak melarangnya?
Apakah dia juga sedang mabuk?
Ge Xin masih berdiri di luar pintu.
Dia sama sekali tidak bergerak.
Tiba-tiba Xiao Shao Ying berjalan ke arahnya dan mencubit wajahnya kemudian dia bertanya.
"Apakah orang ini patung?"
Yang pasti bukan.
Xiao Shao Ying tertawa, dan terus tertawa.
Memang dia adalah orang yang senang tertawa, tapi sekarang sepertinya sudah pada tahap dia bisa tertawa sepuas-puasnya.
Angin berhembus melewati beranda Bila ada orang yang datang juga tidak tahu dari mana asalnya?
Akan pergi kemana pula?
Kamar tamu ini baru dibangun, dindingnya baru dicat, kertas jendela baru ditempel, meja terbuat dari kayu Tan Xiang (kayu yang mengeluarkan wangi khas), papan meja terbuat dari keramik, lampu terbuat dari tembaga.
Selimut yang disulam dan tersimpan di atas tempat tidur yang juga baru.
Semuanya baru Apakah ini artinya Xiao Shao Ying mulai melewati hidup yang baru?
Dia menjatuhkan diri ke atas tempat tidur yang empuk dan yang masih baru.
Xiao Shao Ying berkata.
"Ini adalah tempat tidur yang sangat nyaman."
Kata Guo Yu Niang.
"Tempat tidur ini belum ada yang pernah mnggunakannya."
Suaranya sangat lembut, lebih lembut dari selimut yang berada di tempat tidurnya. Kata Xiao Shao Ying.
"Aku tidur sendiri di tempat yang begini nyaman sungguh tidak nyaman seperti minum arak seorang diri."
Kata Guo Yu Niang.
"Aku akan mencarikan teman untuk menemanimu."
Guo Yu Niang tahu bahwa Xiao Shao Ying sedang memandang ke arah bawah pinggangnya Guo Yu Niang tidak marah. Guo Yu Niang tertawa dan bertanya.
"Kau senang perempuan seperti apa? Aku pasti akan mencarikannya"
"Yang kusukai adalah dirimu."
Tiba-tiba Xiao Shao Ying melompat dan memeluk Guo Yu Niang, mereka berdua bergulingan di atas tempat tidur.
Guo Yu Niang terpekik pelan karena terkejut, dia berusaha memberontak, tapi sedikit pun tidak ada tenaga.
Guo Yu Niang sangat lembut, harum dan manis seperti manisan kapas.
Dadanya lebih putih dibandingkan dengan kapas, putih berkilau.
Xiao Shao Ying sudah ada di atas tubuhnya.
Guo Yu Niang sudah tidak dapat bergerak lagi.
Dia hanya bisa meringis.
Guo Yu Niang sudah merasakan kedua belah kakinya dibuka.
Gu Yu Niang berkata.
"Jangan, jangan kau lakukan.."
Dia tidak bisa melawan juga tidak bisa memberontak, dia hanya bisa memohon, tapi dia merasa percuma minta tolong pada laki-laki yang sudah gila ini.
Xiao Shao Ying sudah mulai membuka baju Guo Yu Niang.
Guo Yu Niang hanya bisa berteriak.
Pada saat itu ada sepasang tangan yang mendekat dan mengangkat Xiao Shao Ying dan membuatnya berdiri.
Sebelah tangannya diayunkan kemudian menggamparnya, gamparan ini tidak berat, hanya membuatnya sadar.
Benar saja Xiao Shao Ying yang mabuk mulai sedikit sadar, dia sudah bisa melihat wajah Ge Ting Xiang yang marah.
Ge Ting Xiang ternyata tidak mabuk, dia sedang memelototi Xiao Shao Ying dan dia membentak.
"Kau sangat berani dan sangat keterlaluan "
Xiao Shao Ying masih tertawa dan berkata.
"Aku memang sangat pemberani."
"Kata-kataku juga berani kau lupakan?"
"Aku tidak lupa."
"Apakah kau benar-benar tidak lupa?"
"Kau bilang tidak boleh banyak lihat dan juga tidak boleh berpikir macam-macan, kata-katamu selalu aku ingat"
Kata Ge Ting Xiang bertambah marah.
"Kalau kau ingat kenapa kau lalukan hal ini?"
Kata Xiao Shao Ying.
"Kau bilang, aku tidak boleh pegang dia."
Ge Ting Xiang melihat dia lalu tersenyum. Tangannya melepaskan genggamannya dan berkata.
"Lebih baik kau diam di sini dan tidur, setelah sadar baru kau temui aku."
Xiao Shao Ying tertidur di atas tempat tidurnya dan kepalanya ditutupi oleh selimut, tapi mulutnya tetap berkata.
"Tempat tidur ini begitu besar bagaimana aku tidurnya?"
Tapi dia tetap tidur, tidur dengan cepat dan sangat lelap.
Begitu dia bangun, dia menyadari bahwa dia tidak sendiri di tempat tidurnya.
Di sisinya ada seorang perempuan.
Perempuan ini seperti bunga, kulitnya putih, bibirnya manis, matanya yang membuat orang tertarik.
Guo Yu Niang?
Xiao Shao Ying hampir tidak mempercayainya.
Dia mengosok-gosokkan matanya dan membuka matanya lebar-lebar.
Dia baru tahu perempuan ini bukan Guo Yu Niang, tapi hanya 60% mirip Guo Yu Niang.
Tanya Xiao Shao Ying.
"Siapa kau?"
Perempuan itu menjawab dengan memandang Xiao Shao Ying dengan matanya yang besarnya.
"Xiao Xia. Guo Xiao Xia."
Xiao Shao Ying tertawa dan bertanya.
"Apakah di sini semua perempuan bermarga Guo?"
"Hanya ada 2 yang bermarga Guo"
"Yang mana?"
"Aku dan kakakku"
Akhirnya Xiao Shao Ying mengerti dan berkata.
"Guo Yu Niang adalah kakakmu."
Guo Xiao Xia berkata.
"Apakah kau juga menganggap aku mirip dengan dia?"
"Sangat mirip "
"Sebenarnya aku dan dia sama sekali tidak mirip "
"Oh."
"Kakakku adalah siluman yang mencelakakan orang."
Xiao Shao Ying tertawa lagi. Kata Guo Xiao Xia.
"Mungkin dia bukan benar-benar ingin menarik orang lain, tapi dia ditakdirkan menjadi siluman untuk mencelakakan orang lain. Begitu melihat laki-laki, dia akan menjadi begitu, membuat orang lain mengira dia jatuh cinta kepada orang itu."
"Lalu bagaimana?"
Guo Xiao Xia tertawa dingin dan berkata.
"Laki-laki selalu salah sangka melihat dia begitu, selalu ingin menarik dia."
Kata Xiao Shao Ying,"Apakah dulu ada yang mencoba begitu?"
"Ada, ada beberapa orang"
"Sekarang..."
"Sekarang orang-orang itu semua sudah masuk ke dalam peti mati"
Xiao Shao Ying menarik nafas dan berkata.
"Ternyata pak tua Ge Ting Xiang seorang yang sangat pencemburu."
"Karena itu aku merasa aneh "Mengapa aneh?"
"Apakah kemarin malam kau juga coba-coba?"
"Aku adalah seorang laki-laki."
"Kau masih bisa hidup."
Kemudian Guo Xiao Xia berkata lagi.
"Bila ada laki-laki yang berani mempunyai pikiran macammacam terhadap Guo Yu Niang, ketua belum pernah melepaskannya. Aku tidak mengerti mengapa dia bisa melepaskanmu?"
Kata Xiao Shao Ying.
"Karena itu, kau datang untuk mencari tahu apakah ada perbedaan antara aku dengan laki-laki yang lain bukan?"
Kata Guo Xiao Xia dengan dingin.
"Kau mengira aku sendiri yang ingin datang kemari?"
"Apakah bukan?"
"Yang pasti bukan."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Apakah ketua yang menyuruhmuu datang kemari?"
Guo Xiao Xia menarik nafas dan berkata.
"Aku lebih tidak mengerti lagi, ketua selalu baik kepadaku juga tidak ingin ada laki-laki lain yang memegangku, mengapa kali ini dia menyuruh aku menemanimu?"
Mata Xiao Shao Ying berputar-putar dan berkata.
"Ini pasti ada sebabnya."
"Apakah alasannya?"
Xiao Shao Ying membalikkan badan dan memeluk dia, dan berbisik.
"Karena dia tahu bahwa kau pasti suka kepadaku."
Di taman bunga ada bermacam-macam bunga sedang mekar.
Di teras ada 8 orang sedang berdiri tegak.
Setiap orang terlihat lebih kuat dan lebih semangat dibanding dengan Ge Xin.
Di sini penjaga berjaga setiap hari, pagi hari penjagaan lebih ketat daripada malam hari.
Mungkin Ge Xin sedang tidur karena semua orang pasti harus tidur.
Xiao Shao Ying sudah melewati beranda, Ge Ting Xiang sedang menunggunya di ruangan rahasia.
Ketua Ge jarang menerima anak buahnya di kamar rahasia.
Dia mencari Xiao Shao Ying mungkin ada hal yang sangat rahasia yang harus dibicarakan.
"Ketua, Xiao Shao Ying sudah datang."
Xiao Shao Ying baru tiba di depan pintu, sudah ada orang yang berteriak, menjadi ketua cabang benar-benar sangat disegani orang.
Pintu segera dibuka.
Yang membuka pintu adalah Ge Ting Xiang sendiri.
Guo Yu Niang tidak berada di dalam ruangan Xiao Shao Ying merasa lega, dia juga malu bertemu dengan Guo Yu Niang.
Angin berhembus membawa wangi bunga, sinar matahari menyinari sudut ruangan.
"Hari ini cuaca sangat bagus,"
Kata Ge Ting Xiang dengan tersenyum. Dengan santai dia berkata lagi.
"Mengapa wajahmu begitu pucat?"
Xiao Shao Ying tertawa kecut dan menjawab.
"Kepalaku masih sakit, kemarin malam aku benar-benar mabuk"
Kata Ge Ting Xiang.
"Pada waktu Xiao Xia masuk, apakah kau juga sudah tidak tahu?"
Xiao Shao Ying tertawa kecut dan menggelengkan kepala.
"Kau melewati malam yang begitu indah dengan sia-sia."
Xiao Shao Ying tertawa dan mengangguk.
"Karena itu pagi ini kau harus memikirkan cara untuk menggantikannya."
"Karena itu wajahku menjadi pucat"
Ge Ting Xiang tertawa, sepertinya dia sudah lupa dengan kejadian semalam. Dia menepuk pundak Xiao Shao Ying dan berkata.
"Karena itu kau harus berhati-hati, sebab gadis itu susah dihadapi"
"Dia juga senang bicara."
"Apa yang dibicarakan olehnya?"
"Dia merasa aneh, mengapa kau bisa melepaskanku?"
"Hal itu walaupun kau salah, tapi kadang-kadang melakukan kesalahan ada gunanya juga."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Apakah berbuat kesalahan juga ada gunannya?"
"Seseorang jika hatinya mempunyai rencana dan pikiran yang dalam, dia tidak akan salah."
Xiao Shao Ying masih tidak mengerti.
"Tapi aku..."
Akhirnya Xiao Shao Ying mengerti.
"Karena aku berbuat kesalahan hal itu bisa membuktikan aku tidak mempunyai rencana yang busuk"
Kata Ge Ting Xiang.
"Kalau kau datang untuk membalas dendam, kemarin malam kau tidak akan mabuk, lebih-lebih tidak akan melakukan hal itu"
CÃe Ting Xiang tersenyum dan berkata.
"Karena itu, hari ini aku mencarimu."
"Untuk apa mencariku?"
Tiba-tiba Ge Ting Xiang membalikkan badannya, menutup pintu, jendela dan dia berbalik lagi kemudian berkata lagi.
"Sebenarnya aku sedang mencari asisten sepertimu"
"Apakah sekarang kau masih membutuhkan seorang asisten?"
"Aku masih mempunyai musuh."
"Shuang Huan Men sudah musnah, di daerah ini siapa lagi yang berani melawanmu?"
"Hanya ada satu orang."
"Siapa?"
"Hanya satu orang, tapi dia adalah seekor naga."
Xiao Shao Ying menghela nafas dan bertanya.
"Apakah seekor naga hijau?"
Ge Ting Xiang mengangguk "Qing Long Bang?"
Ge Ting Xiang menarik nafas dan berkata.
"Selain Qing Long Bang, siapa lagi yang berani melawan kita?"
Mulut Xiao Shao Ying tertutup, dia tahu bahwa Qing Long Bang adalah suatu perkumpulan yang menakutkan. Kata Ge Ting Xiang.
"Qing Long Bang mempunyai banyak cabang, sebanyak 360 tempat, dan cabang-cabangnya tersebar dimana-mana."
"Apakah di daerah sini juga ada cabangnya?"
"Beberapa tahun yang lalu sudah ada, tapi di sini adalah kekuasaan Shuang Huan Men maka kekuatan Qing Long Bang tidak dapat berkembang."
Kata Xiao Shao Ying.
"Sekarang Shuang Huan Men sudah musnah, sekarang Tian Xiang Tang sudah bisa menggantikannya"
Kata Ge Ting Xiang.
"Karena ada mereka maka Tian Xiang Tang tidak mempunyai kesempatan."
Kata Xiao Shao Ying.
"Bila mereka tahu diri, seharusnya mereka harus keluar dari daerah ini"
Kata Ge Ting Xiang dengan tertawa dingin.
"Mereka tidak tahu diri."
Xiao Shao Ying juga tertawa dingin.
"Apakah mereka berani berebut dengan Tian Xiang Tang?"
Kata Ge Ting Xiang.
"Mereka menginginkan Tian Xiang Tang masuk menjadi anggota mereka dan menjadi salah cabang mereka."
Dengan tertawa dingin Xiao Shao Ying berkata.
"Ini benar-benar seperti mimpi di siang bolong!"
"Tapi ini bukan mimpi."
Dengan serius Ge Ting Xiang meneruskan.
"Mereka telah memberi batas waktu, tanggal 9 bulan 9, sebelum waktu itu, kita harus sudah memberikan jawaban."
"Jika kau menolaknya, bagaimana?"
"Aku tidak dapat melewati tanggal 9 bulan 9 malam"
"Apakah ini adalah perkataan mereka? "Benar."
Seru Xiao Shao Ying.
"Kentut!"
"Tapi ini bukan kentut."
Kata-kata yang dikatakan Qing Long Bang pasti akan dilaksanakan dan bukan omong kosong belaka.
"Apakah kau sudah bertemu dengan orang-orang mereka?"
Ge Ting Xiang mengelengkan kepala dan berkata.
"Belum, aku hanya menerima 3 pucuk surat dari mereka."
"Apakah mereka tidak mengantarkan surat itu langsung kepadamu?"
"Tidak."
"Di surat itu tertulis apa saja?"
"Tanggal 9, bulan 9."
"Apa artinya?"
Jawab Ge Ting Xiang.
"Dalam 1 tahun ada 365 hari, cabang mereka juga ada 365 cabang, karena itu mereka memberi tanda pada setiap cabangnya dengan tanggal."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Bulan 9 tanggal 9 itu apakah artinya cabang itu berada di daerah ini?"
"Mungkin."
"Siapa nama ketua cabang di daerah ini?"
"Tidak ada yang tahu "
"Di mana letak cabangnya juga tidak ada yang mengetahuinya?"
"Tidak ada."
Ge Ting Xiang menarik nafas dan berkata.
"Ini adalah hal yang paling menakutkan. Jika mereka menyerang terang-terangan aku tidak takut, tapi dengan cara seperti ini kita harus selalu waspada terhadap sergapan yang tiba-tiba"
Ge Ting Xiang tidak sadar karena marah, dia lupa bahwa ketika menghadapi Shuang Huan Men dia menyerang secara tidak terang-terangan.
Tapi Xiao Shao Ying setuju dengan perkataan Ge Ting Xiang dan berkata.
"Serangan secara terang-terangan bisa membuat kita waspada, tapi serangan secara sembunyi-sembunyi seperti ini kita tidak bisa waspada. Kata-katamu ini memang tepat."
Kata Ge Ting Xiang,"Ada satu kalimat yang harus kau ingat."
"Apakah itu?"
"Siapa yang turun tangan lebih dulu dia yang akan menang, yang terakhir turun tangan pasti kalah."
Ge Ting Xiang berkata.
"Mereka siap pada tanggal 9 bulan 9, aku harus menyerang mereka terlebih dulu sebelum hari itu"
Tanya Xiao Shao Ying.
"Karena itu kau harus mengetahui di mana letak cabang Qing Long Bang?"
Jawab Ge Ting Xiang.
"Pekerjaan ini yang akan aku tugaskan padamu. Hal ini memang tidak mudah bagimu, tapi sepertinya tidak ada orang lain yang lebih cocok dibandingkan denganmu."
Xiao Shao Ying berpikir, sebelum dia bertanya Ge Ting Xiang sudah menjelaskan.
"Walaupun kau sudah menjadi ketua cabang Tian Xiang Tang, tapi di luar tidak ada yang mengetahuinya ditambah kau adalah seorang yang sangat pintar yang selalu berpura-pura bodoh."
"Kau pernah menerima 3 pucuk surat dari mereka?"
Ge Ting Xiang mengangguk dan berkata "Tulisan yang berada di dalamnya pun sudah kuberitahu."
"Aku ingin melihat surat-surat itu."
"Untuk apa?"
"Karena hanya itu petunjuk satu-satunya yang bisa kita andalkan."
Kata Ge Ting Xiang.
"Tapi sayang, aku sudah membacanya puluhan kali, tapi tetap tidak dapat menemukan asal usulnya"
Surat-surat itu semuanya sama, ditulis dengan huruf yang sama pula.
Kertas yang sangat biasa, bentuknya rapi tetapi hurufnya jelek.
Kata-kata yang berada di dalam surat semuanya sudah di beritahukan oleh Ge Ting Xiang kepada Xiao Shao Ying.
Ge Ting Xiang menunggu Xiao Shao Ying membolak-balik surat itu, setelah itu dia baru bertanya.
"Kau melihat ada petunjuk apa?"
"Surat ini ditulis oleh orang yang sama"
Semua orang juga tahu akan hal ini.
"Apakah kau tahu tulisan siapa ini?"
Xiao Shao Ying mengelengkan kepala tapi dia berkata.
"Aku hanya tahu 2 hal."
Segera Ge Ting Xiang bertanya,"Apakah itu?"
"Satu, surat ini tidak ditulis di satu tempat yang sama"
"Oh!"
"Walaupun ditulis oleh orang yang sama pada kertas surat yang sama dan huruf yang sama, tapi tinta yang dipakai tidak sama"
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah dari petunjuk ini bisa kita telusuri?"
"Bisa dan sangat penting."
"Tapi aku tidak melihat apa pentingnya."
"Apakah 3 pucuk surut ini sangat rahasia dan penting?"
Ge Ting Xiang mengangguk.
"Bila kau ingin menulis 3 pucuk surat pada musuhmu, di manakah kau akan menulisnya?"
"Menulis di sini."
"Karena disini adalah ruang rahasiamu juga perpustakaanmu."
"Benar."
Kata Xiao Shiao Ying.
"Di dalam sebuah perpustakaan apakah akan tersimpan 2 macam tinta yang berbeda kualitasnya?"
"Tidak"
Kata Xiao Shao Ying.
"Tapi dia menulis 3 pucuk surat dengan mengunakan 2 kualitas tinta yang berbeda jauh."
"Oh."
Kata Xiao Shao Ying.
"Sewaktu menulis surat pertama, tinta yang digunakan adalah kualitas yang terbaik, tapi dalam surat yang ketiga dia memakai tinta kualitas paling murah."
Kata Ge Ting Xiang.
"Dari sini bisa disimpulkan bahwa 3 pucuk surat itu tidak ditulis di perpustakaan."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Surat yang begitu penting dan rahasia, mengapa dia tidak menulisnya di perpustakaannya sendiri?"
Tanya Ge Ting Xiang,"Bagaimana menurutmu?"
"Jawabannya hanya ada satu."
"Apakah itu?"
"Aku tidak mempunyai perpustakaan."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Dia adalah seorang ketua cabang dari Qing Long Bang, mana mungkin dia tidak mempunyai ruang perpustakaan?"
"Ini hanya menjelaskan satu hal"
"Apakah itu?"
"Mereka tidak mempunyai cabang di sini."
Ge Ting Xiang terpaku. Xiao Shao Ying berkata lagi.
"Meskipun begitu jika mereka mempunyai cabang, tempatnya tidak tetap, mereka selalu berpindah tempat. Tempat mereka berkumpul juga sekaligus sebagai tempat tinggal mereka."
Mata Ge Ting Xiang mulai bercahaya dan berkata.
"Karena daerah ini selalu menjadi daerah Shuang Huan Men jadi mereka tidak berani menetap pada satu tempat."
Xiao Shao Ying mengangguk dan berkata.
"Justru hal ini menjadi lebih menakutkan lagi."
"Oh?"
Kata Xiao Shao Ying.
"Karena tempat mereka yang selalu berpindah-pindah itulah kemungkinan ada orang yang mereka sembunyikan."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apa mungkin di dalam Tian Xiang Tang juga ada?"
Xiao Shao Ying tidak mengatakan 'ya' atau 'tidak' Dia mengubah topik pembicaraan.
"Aku juga masih bisa melihat satu hal lagi."
"Katakanlah!"
Kata Xiao Shao Ying.
"Huruf-huruf di dalam surat ini walaupun jelek namun peletakannya sangat rapi. Setiap huruf miring ke kiri, ini tandanya orang ini terbiasa menulis dengan tangan kanan tapi dia memaksa menulis dengan menggunakan tangan kiri "
Tanya Ge Ting Xiang.
"Hal ini membuktikan apa?"
"Kebiasaan menulis dengan tangan kanan tapi memaksa menulis dengan tangan kiri, biasanya ini dilakukan dengan satu tujuan."
Tanya Ge Ting Xiang lagi.
"Tujuan apa?"
"Dia tidak menginginkan tulisannya dikenal oleh orang lain."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah tulisan asli orang ini sebenarnya sudah aku kenal?"
Xiao Shao Ying hanya diam. Dengan diamnya Xiao Shao Ying berarti dia mengiyakan. Tanya Ge Ting Xiang.
"Apakah aku juga mengenal orang ini? Apakah orang ini bersenbunyi di dalam Tian Xiang Tang?"
Pertanyaan ini tidak perlu Xiao Shao Ying jawab.
Di dalam hati, Ge Ting Xiang sudah mengetahui jawabannya.
Di luar jendela, cuaca masih cerah, tapi wajah Ge Ting Xiang begitu suram dan gelap.
Dengan perlahan Ge Ting Xiang duduk dan melihat tempat tinta, kemudian dia bertanya.
"Apakah tinta yang dia pakai sama dengan tinta yang aku pakai?"
Xiao Shao Ying mengangguk. Sepertinya dia sudah melihat. Kata Ge Ting Xiang.
"Surat pertama aku terima pada saat pertengahan bulan kemarin."
"Oh."
Kata Ge Ting Xiang.
"Pada waktu itu keadaan masih kacau, kemenangan belum sepenuhnya milik Tian Xiang Tang. Aku juga jarang ada di perpustakaan ini"
Tanya Xiao Shao Ying,"Di luar ada orang yang berjaga?"
"Ada."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Ada orang yang berjaga, tidak setiap orang bisa masuk."
"Benar"
Wajah Ge Ting Xiang lebih suram lagi. Tiba-tiba dia berkata dengan dingin.
"Banyak atau tidak banyak tidaklah penting. Satu orang bisa masuk itu sudah cukup."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Surat yang ketiga kapan kau menerimanya?"
"Dua hari yang lalu."
Kata Xiao Shao Ying.
"Waktu itu keadaan sudah tenang. Dia tidak mungkin menulisnya di sini."
"Benar."
Kata Xiao Shao Ying.
"Tinta yang murah bisa dibeli di mana saja dan mudah dipakai."
Kata Ge Ting Xiang.
"Karena itu di mana dan kapan saja dia bisa menulis surat itu."
Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.
"Di tempat buang air besar pun dapat dilakukan, kemudian dia membuang sisa tinta ke dalam pembuangan."
Kata Ge Ting Xiang.
"Ketiga pucuk surat ini muncul secara tiba-tiba. Aku tidak tahu darimana surat-surat ini bisa masuk!"
Kata Ge Ting Xiang.
"Jalan yang tadi kau lalui sudah dipasang 11 macam perangkap, tidak ada orang yang bisa masuk secara sembunyi-sembunyi, kecuali..."
Kata Xiao Shao Ying.
"Kecuali dia adalah orang yang dekat denganmu seperti aku. Ge Ting Xiang tertawa dingin. Kata Xiao Shao Ying.
"Menurutku orang yang dekat denganmu tidaklah banyak"
"Benar."
Kata Xiao Shao Ying.
"Wakil ketua sedang terluka dan 4 ketua cabang sudah mati semua"
Wajah Ge Ting Xiang berubah lagi.
Dia sudah tahu kata-kata Xiao Shao Ying selanjutnya, tapi dia tetap menunggu Xiao Shao Ying mengatakannya.
Tapi Xiao Shao Ying tiba-tiba mengubah topik pembicaraan dan berkata.
"Di sini penjagaan pada siang hari lebih ketat dari pada malam hari."
Tanya Ge Ting Xiang.
"Mengapa kau mempunyai pemikiran seperti itu?"
Jawab Xiao Shao Ying.
"Pada siang hari yang berjaga 8 orang tapi pada malam hari yang berjaga hanya satu orang"
Kata Ge Ting Xiang.
"Karena satu orang yang berjaga lebih baik daripada 8 orang yang berjaga."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Apakah Ge Xin adalah orang yang sangat berguna?"
Ge Ting Xiang balik bertanya.
"Apakah kau tidak dapat melihatnya?"
"Aku tidak dapat melihatnya."
Kata Ge Ting Xiang.
"Jika kau tidak dapat melihat maka orang lain pun tidak dapat melihatnya"
Kata Xiao Shao Ying.
"Dalam beberapa tahun ini dia pasti jarang melakukan kesalahan."
"Ya, dia memang jarang melakukan kesalahan.."
Suaranya tiba-tiba menghilang...
Wajahnya pun berubah.
Seseorang yang mempunyai suatu rencana besar dan pikiran yang mendalam dia tidak akan melakukan suatu kesalahan.
Kata-kata ini dia sering ucapkan, dia tidak akan pernah lupa.
Xiao Shao Ying sedang tersenyum melihat Ge Ting Xiang, dengan santai dia bertanya.
"Dia sudah ikut kau berapa lama dan dia belum pernah melakukan kesalahan itu adalah sesuatu yang sulit."
Wajah Ge Ting Xiang menjadi sangat gelap dan menjawab.
"Tiga tahun, hanya selama itu dia ikut denganku"
Kata Xiao Shao Ying.
"Tiga tahun bukan waktu yang panjang juga tidak pendek."
Kata Ge Ting Xiang.
"Nama sebenarnya adalah Zhang Xin."
Kata Xiao Shao Ying.
"Nama ini aku belum pernah dengar."
Mereka saling pandang dan diam. Tiba-tiba Ge Ting Xiang berkata.
"Tempat tinggalnya berada di belakang rumah."
"Oh."
Kata Ge Ting Xiang.
"Di belakang tempat kau menginap semalam. Di depan ada sebuah pohon."
"Oh."
Kata Ge Ting Xiang.
"Mulai sekarang kau tinggal saja di sini, aku akan menyuruh Xiao Xia menemanimu"
Kata Xiao Shao Ying.
"Tapi."
Ge Ting Xiang memotong perkataan Xiao Shao Ying dan berkata.
"Aku tahu kau ingin bebas, pagi dan siang kau bebas boleh keluar tapi malam hari kau harus pulang kemari."
"Mengapa?"
"Karena aku yang menyuruhmu."
Ge Ting Xiang berkata lagi.
"Aku ingin kau memperhatikan semua orang yang berada di sini, jika ada yang mencurigakan segera bawa orang itu kepadaku."
Kata Xiao Shao Ying.
"Kata-katamu adalah perintah, tapi kata-kataku."
Kata Ge Ting Xiang.
"Kau terima perintah dariku, kecuali hal ini kau boleh mengambil keputusan apa pun."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Apakah orang ini pun harus menerima perintahku?"
"Benar."
"Termasuk Wang Tong?"
"Tidak ada yang terkecuali."
Xiao Shao Ying tertawa dan berkata.
"Sebenarnya aku tidak mencurigai Wang Tong, biarpun dia bersaudara dengan Wang Rui, tapi di antara mereka tidak ada rahasia"
Wajah Ge Ting Xiang tidak menampakkan ekspresi apa pun. Hubungan antara Wang Tong dengan Wang Rui sepertinya sudah dia ketahui. Kata Xiao Shao Ying.
"Sebenarnya yang aku curigai adalah hal lain."
"Hal apakah itu?"
Tanya Xiao Shao Ying.
"Apakah pada malam itu kalian ber 13 orang menyerang Shuang Huan Men?"
"Benar."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Kecuali kau dan Wang Tong dan 4 ketua cabang, apakah semuanya pergi?"
"Benar."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Siapakah ketujuh orang lainnya?"
Jawab Ge Ting Xiang.
"Mereka adalah pesilat tangguh yang aku sewa."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Apakah dengan uang?"
"Benar"
Tanya Xiao Shao Ying lagi.
"Mereka sekarang berada dimana?"
Jawab Ge Ting Xiang.
"Aku hanya mencari mereka untuk menghadapi Shuang Huan Men."
Tanya Xiao Shao Ying.
"Karena Shuang Huan Men sudah musnah maka mereka pun pergi?"
Kata Ge Ting Xiang "Mereka pergi dengan membawa uang sebanyak 50.000 tail perak."
Kata Xiao Shao Ying sambil tersenyum.
"Uang 50.000 tail perak bukan jumlah yang banyak juga tidak sedikit."
"50.000 tail perak tidak banyak?"
Kata Xiao Shao Ying.
"Qing Long Bang bisa membayar mereka sebanyak 100.000 tail perak"
Kata Ge Ting Xiang.
"Kau curiga mereka juga orang-orang Qing Long Bang?"
Kata Xiao Shao Ying.
"Aku hanya merasa aneh, ketika bertarung dengan Shuang Huan Men, mengapa mereka tidak terluka dan yang terluka hanya orang-orang kepercayaanmu saja?"
Ge Ting Xiang mengepalkan tangannya.
Pertarungan itu sangat kacau, kecuali berkonsentrasi pada Sheng Tian Ba, dia tidak memperhatikan hal lain.
Empat ketua cabang mati di tangan siapa?
Apakah oleh murid-murid Shuang Huan Men?
Atau mati di tangan pesilat yang dia sewa?
Ge Ting Xiang tidak tahu.
Kata Xiao Shao Ying.
"Aku merasa jika kau bisa menyewa mereka, Qing Long bang juga bisa menyewa mereka."
Dengan perlahan Xiao Shao Ying melanjutkan.
"Setelah pertarungan itu, Shuang Huan Men memang musnah, tapi kekuatan Tian Xiang Tang juga terkuras habis, yang mendapat keuntungan adalah Qing Long Bang."
Tiba-tiba Ge Ting Xiang tertawa dingin dan berkata.
"Dulu aku bisa mencari mereka, sekarang pun aku bisa mencari mereka."
Kata Xiao Shao Ying.
"Apa gunanya jika kau bisa menemu mereka? Mereka tidak akan mengakui bahwa mereka adalah orang-orang Qing Long Bang."
Dengan dingin Ge Ting Xiang berkata "Mengaku atau tidak sama saja"
"Mengapa bisa sama?"
Dengan dingin Ge Ting Xiang berkata.
"Jika sudah sampai keadaan seperti ini aku tidak akan peduli jika aku salah membunuh orang. Biarpun salah membunuh 1.000 orang pun tidak apa asal bisa mendapatkan 1 orang yang aku kehendaki. Ini adalah prinsip orang-orang persilatan"
Tanya Xiao Shao Ying.
"Kau akan menugaskan siapa untuk mencari mereka? Apakah Wang Tong?"
Ge Ting Xiang sedang memikirkannya. Tanya Xiao Shao Ying.
"Apakah seorang Wang Tong bisa melawan mereka bertujuh?"
Ge Ting Xiang tidak menjawab pertanyaan Xiao Shao Ying, juga tidak perlu menjawabnya. Tiba-tiba dia berteriak.
"Ge Xin!"
Segera dari arah luar ada yang menjawab.
"Ya!"
Ge Ting Xiang sudah mengeluarkan perintah dengan singkat.
"Cepat panggil Wang Tong!"
Xiao Shao Ying tidak bertanya juga tidak perlu bertanya. Dia tahu Ge Ting Xiang memanggil Wang Tong untuk suatu perintah.
"Bunuh orang."
Dia juga sangat memahami cara-cara Wang Tong membunuh orang.
Ketika Ge Ting Xiang memerintahkan Wang Tong untuk membunuh orang maka ketujuh orang itu sudah pasti mati!
Bab Dibunuh Secara Misterius Rumah-rumah Tian Xiang Tang sangat besar, berdiri berkelompok serumah demi serumah.
Rumah yang ditinggali oleh Ge Xin adalah ruangan keenam, secara kebetulan di depan pintu ada sebuah pohon besar.
Pintu itu terbuka, di dalam tidak ada suara apa pun.
Ge Xin sepertinya sedang tertidur nyenyak, dia benar-benar terlihat sangat kelelahan.
Xiao Shao Ying dengan pelan masuk ke dalam ruangan itu.
Seseorang dengan sikap hormat mengikutinya "Apakah kau yang bernama Ge Zheng?"
"Benar."
"Berapa lama kau kenal dengan Ge Xin?"
"Hampir 3 tahun."
"Apakah kalian selalu satu ruangan?"
"Benar."
"Menurutmu, dia orangnya bagaimana?"
"Dia sangat aneh, dia jarang berbicara dengan kami"
"Tidak pernah minum arak bersama-sama?"
"Dia tidak minum arak, tidak berjudi dan tidak main perempuan."
Ge Zheng menjawabnya dengan sangat sempurna dan dengan sikap yang baik. Karena ini adalah perintah dari ketua.
"Bawalah Ketua Xiao Shao Ying untuk melihat-lihat, mulai hari ini kau menjadi pengawal Ketua Xiao Shao Ying"
Xiao Shao Ying sangat puas terhadap sikap orang ini, karena dia adalah orang yang penurut.
"Apakah kau senang minum arak?"
"Kesenanganku adalah minum,"
Dengan jujur Ge Zheng menjawab.
Xiao Shao Ying tampak lebih puas lagi.
Baca Juga: Anak Rajawali 8
Baca Juga: Anak Rajawali 12