Eps 10 Bentrok Rimba Persilatan - Khu Lung
Baca online Bentrok Rimba Persilatan - Khu Lung
Cersil Bentrok Rimba Persilatan - Khu Lung.
Ketiga orang yang masih berada diatas pagoda itu memandaag hingga Goei Hong Ing kakak beradik lenyap dari pandangan-Liauw Cing Ce menarik kembali sinar matanya dan beralih keatas wajah dari Boen Ching serta Ching Cu Ing yang berdiri disisinya, dia tahu kalau tak dapat bermusuhan dengan diri Liauw Cing Ce, segera menolehkan wajahnya memandang kearah Boen Ching.
Boen Ching sebenarnya mempunyai maksud untuk berbicara lebih banyak lagi dengan diri Liauw Cing Ce, tetapi tampak sinar mata dari diri Liauw Cing Ce timbul rasa was-wasnya, dia menjadi sungkan dengan sendirinya, sebenarnya dia memangnya tak mempunyai niat terhadap kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh tersebut, sambil tertawa ujarnya kePada Liauw Cing Ce.
"Terima kasih atas pemberitahuan dari nona Liauw kepadaku atas jejak dari suhuku, aku Boen Ching disini mohon diri"
Sehabis berkata dia menggerakkan tubuhnya pergi dari tempat itu. Chia Cu Ing tampak Boen Ching terhadap kitab rahasia 'Hay Thian Kiam Boh' itu sedikitpun tidak mempunyai hasrat, dia
sudah tentu tak dapat berbuat apa-apa lagi, terpaksa dengan lemas meninggalkan tempat itu pula.
Boen Ching setelah turun dari pagoda Tiang Coen Ta itu, segera menoleh memandang ke sekeliling tempat itu, tampak kereta kuda yang ditumpangi oleh Goei Hong Ing hanya tampak debu saja yang mengepul ke angkasa.
dalam hati diam-diam dia menghela napas, dan menundukkan kepalanya, sinar mata yang dituju sudah tentu sepasang tangannya yang diulurkan kedepan, dengan kencang dia mengepal telapak tangannya sendiri, dari dasar lubuk hatinya timbul suatu harapan yang menggirangkan hatinya, sepasang tangangannya kini telah pulih kembali seperti sedia kala.
Chia Cu Ing setelah berada didasar pagoda tersebut memandang kearah Boen Ching, tubuhnya berhenti sejenak tetapi kemudian berkelebat dengan cepatnya dibelakang tubuh dari Boen Ching dan meneruskan langkahnya kedepan-Boen Ching memandang sekejap kearah cia Cu Ing, kemudian menggerakkan tubuhnya berlari kearah yang berlawanan, dia tidak mengetahui Pada saat inisedang memikirkan perkataan dari Liauw Cing Ce yang mengatakan kalau suhunya Ie Bok Tocu telah pergi kegurun pasir, ini entah benar entah tidak tetapi dia mengambil keputusan untUk pergi berkUnjUng kegurun pasir.
Berpikir sampai disini, segera dia memutar tubuhnya berjalan menuju kearah barat daya.
Boen Ching juga tidak mengetahui Pada saat ini sebenarnya dia berada dimana, tetapi terpikir olehnya asalkan bertemu dengan sebuah kota keCil saja sudah dapat mengetahuinya, tetapi CuaCapun makin lama makin gelap.
sedang empat penjuru serta Sekitar tempat itu sangat sunyi dan liar.
Boen Ching mengerutkan alisaya, dia mendongakkan kepalanya memandang ke sekeliling tempat itu, dalam hati dia berpikir hendak mencari rumah yang ada disekitar tempat itu.
Tetapi ketika dia mendongakkan kepalanya memandang, mendadak dia tertarik oleh sebuah benda yang sangat aneh, disekitar ratusan kaki dari tempat dirinya terlihat sinar api yang berkelip-kelip dengan terangnya, dia menarik napas panjang-panjang, itulah delapan buah hio yang telah disulut semuanya tanda dari Pat Huang Sin Mo, chie Uh chan, tak dapat diragukan lagiPada malam ini Pat Huang Sin Mo Cie Uh chan pasti akan munculkan dirinya ditempat itu.
Dengan kepandaian silat yang dimiliki Boen Ching Pada saat ini, mana dia takut kePada seorang Pat Huang Sin Mo saja, tetapi bagaimanapun juga didalam hatinya timbul suatu perasaan tegang yang sangat aneh, sinar matanya berkelebat tak henti-hentinya.
Tubuhnya dengan perlahan-lahan bergerak mendekati kedelapan buah Hio yang terpancang diatas tanah serta disulut semuanya itu.
Delapan buah hio yang panjangnya kurang lebih tiga coen itu ditengah malam yang gelap itu memancarkan sinarnya dengan terang, hal ini menambahkan keseraman serta kengerian didalam malam yang buta tersebut.
Boen Ching dengan perlahan-lahan berjalan mendekati kedelapan buah hio tersebut, sedang sinar matanyapun menyapu ke sekeliling tempat itu, dia tahu bahwa Chie Un Chan Pada saat ini pastilah bersembunyi disekitar tempat itu untuk mengawasi segala gerak geriknya, didekat delapan buah hio itu hanyalah disebelah kiri saja yang dapat digunakan untuk menyembunyikan dirinya, dan tak dapat diragukan lagi, Cie Uh Chan pastilah juga bersembunyi didalam rimba kecil itu, dengan langkah yang sangat perlahan dia berjalan menuju kearah rimba tersebut.
-oo0dw0oo-Bab 37 GAMBAR PETA PALSU Dari dalam rimba itu terdengar suara tertawa kalap yang berkumandang datang, sebuah bayangan manusia bagaikan seekor burung elang saja menubruk kehadapan tubuh Boen ching.
Boen Ching yang sejak sebelumnya telah dapat melihat kalau orang itu ternyata adalah chie Uh chan, Pada saat ini sebaliknya dia malah menjadi jauh lebih mantap.
segera dia memusatkan seluruh perhatiannya, dalam hati diam-diam pikirnya.
"Cie Uh Chan ini ternyata beritanya dapat demikian Cepatnya, sudah tentu jejak dari dirinya telah dapat diketahuinya dengan sangat Cepat pula". Diapun merasa sangat heran, Cie Uh Chan kalau memangnya telah mengetahui jejak dari dirinya, kiranya terhadap kepandaian silat yang dimiliki Pada saat inipun juga sudah dapat mengetahui dengan jelas, kepandaian silat yang dimiliki sekarang ini bukanlah dapat dikalahkan dengan mudah oleh orang lain, sudah tentu tak mungkin dapat dibereskan olehnya dengan demikian mudahnya pula, tetapi yang aneh mengapa Cie Uh Chan juga berani memunculkan dirinya?. Begitu tubuh dari Cie Uh Chan melayang turun dihadapan Boen ching, segera sambil tertawa ujarnya.
"Telah lama tak bertemu, aku dengar engkau baru saja pulang dari pulau Hiat Koang To, danPada saat ini merupakan seorang jago yang memiliki kepandaian silat yang sangat tinggi, sehingga sampaipun Lam Yu Kongcu juga menaruh tiga bagian rasa segan terhadap dirimu, entah perkataan ini benar tidak??"
Pada saat dia berbicara, dari sepasang matanya memancarkan sinar yang sangat tajam.
Boen Ching dengan tajam memandang kearah Cie Uh Chan, didalam hatinya dia merasa curiga sikap Cie Uh Chan ternyata berbeda sekali dengan saat yang lalu, selamanya Cie Uh Chan sangat jarang sekali mau banyak bicara, tetapi ternyata telah mengeluarkan kata-kata yang sangat banyak sekali, bahkan hal yang ditanyapun merupakan hal-hal yang tidak penting sama sekali.
Cie Uh Chan kelihatannya mempunyai hal-2 yangpatut dicurigai, dia tampak Boen Ching tidak memberikan jawabannya, diatas bibirnya tersungging suatu senyuman yang mengejek.
ujarnya lagi.
Bagaimana, tidak mau berbicara??"
Boen Ching menarik napas pajang2, tubuhnya melayang keangkasa, sedang sepasang tangannya membalik, hawa khiekang "Chiet kong kang khie"
Nyapun mengikuti gerakan dari telapak tangan tersebut memancar keluar menyerang diri Cie Uh Chan-Chie Uh Chan tampak tubuh dari Boen Ching berkelebat, sinar matanya memancarkan suatu sinar yang sangat girang sekali, sepasang tangannya diayunkan, terlihatlah dua buah sinar emas yang sangat menyilaukan mata menerjang kearah Boen ching.
Tenaga serangan yang dilancarkan keluar dari sepasang telapak tangan Boen Ching itu begitu bertemu dengan sinar emas yang sangat menyilaukan mata itu, didalam hatinya segera merasakan bahwa keadaan sedikit tidak beres.
Dua buah sinar emas berkilauan itu ternyata terhadap kekuatan hawa khiekang "Chiet Kong Kang Khie"
Sedikitpun tak terpengaruh, dalam hatinya segera teringat akan sesuatu benda, tanpa terasa hatinya menjadi berdesir, Pada waktu yang lalu Thian Jan Shupun telah menemui kematiannya dengan cara seperti ini pula.
Pada waktu yang lalu Thian Jan Shu binasa dibawah senjata "Kiem Liong Suo", tetapi senjata rahasia yang dapat memecahkan hawa khie kang dari seseorang bukan saja senjata Kiem Liong Suo tersebut saja, benda yang berada di hadapannya sekarang ini bukankah jarum "Toh Ming Sin cin"
Atau jarum sakti pencabut nyawa yang diandalkan "Ie Huay It shia"
Atau iblis sakti dari luar perbatasan waktu yang lalu?? "Toh Ming Sin cin"
Serta "Kiem Liong Suo"
Semuanya merupakan senjata khusus untuk memecahkan hawa khie kang dari seseorang, tetapi keganasan serta kelihayannya jauh lebih lihay jika dibandingkan dengan senjata "Kiem Liong Suo".
Pikiran tersebut berkelebat dengan sangat cepat sekali didalam benak Boen ching, tetapi Pada saat ini senjata jarum "Toh Ming Sin cin"
Tersebut telah menembus masuk kedalam lingkungan hawa khiekang "Chiet Keng King Khie"
Nya, terlihat kulit luar dari jarum "Toh Ming Sin Tin"
Itu mendadak meledak.
sedang jarum lemas yang sangat halus bagaikan bulu itu dengan cepat memancar kesekeliling tempat itu dan meluncur dengan cepatnya ketubuh Boen ching.
Hati Boen Ching menjadi berdesir, Pada saat ini hawa khiekang "Chiet Keng Kang Khie"
Nya telah dilancarkan keluar, apabila dia menarik kembali hawa khiekang nya, jarum "Toh Ming Sin Cin"
Tersebut pastilah akan mengikuti gerakan tersebut membalik kembali, tetapi apabila tidak menarik, jarum "Toh Ming Sin Cin"
Tersebut pastilah akan menembus tenaga khiekangnya dan menerjang masuk kedalam tubuhnya.
Ber-puluh2 macam bayangan segera berkelebat didalam benaknya, terdengar suara suitan yang sangat nyaring sekali berkumandang keluar dari mulutnya, tangan kanan serta kirinya dilancarkan keluar, hawa khiekang "Chiet Keng Kang Khie"
Tersebut segera berubah menjadi tujuh buah sinar yang sangat tajam berputar dari samping kirinya.
Jarum "Toh Ming Sin Cin"
Itu begitu terkena serangan gencar hawa khiekang Chiet Keng Kang Khie"
Dari sebelah kanan serta kirinya, segera tergetar dengan hebatnya ditengah tenaga khie kang tersebut dan meluncur dengan cepatnya mengarah tubuh Boen ching, Pada saat ini tangan kiri dari Boen Ching telah ditarik kearah pinggangnya, suara suitan nyaring itu belum berhenti, tangan kirinya telah dibalik sedang pedang Cing Hong Kiamnyapun telah dicabut ke luar dari dalam sarungnya, diantara sinar kehijau2an yang tajam, ilmu pedang "Hong Loei Chiet Kiam"
Telah dilancarkan keluar.
pedang Chiet Hong Kiam itu dari tangan kiri dengan cepat berpindah ketangan sebelah kanan, suara angin serta guntur memenuhi angkasa sedang bayangan pedangpun berkelebat pula tak henti2nya, membuat jarum "Toh Ming Sin Cin tersebut tergulung ke dalam hawa pedang yang sangat dahsyat itu.
Cie Uh Chan sebenarnya telah mengadakan peraturan yang sangat masak sekali, Boen Ching begitu turun tangan dia segera akan melancarkan jarum sakti "Toh Ming Sin Cin"
Itu ketubuh Boen ching, jika menurut penglihatannya, didalam serangan tersebut akan berhasil membuat Boen Ching menemui kematiannya dibawah serangan jarum tersebut, tetapi sungguh tak terpikirkan olehnya kalau didalam saat yang demikian kritisnya itu Boen Ching berhasil mencabut keluar pedang panjangnya,jika dilihat dari keadaan situasi Pada saat ini, dia telah tak dapat berbuat apa2 lagi.
Dia tak berani berpikir lebih lama lagi, tubuhnya berkelebat dan melayang melarikan diri kedalam rimba.
Boen Ching setelah berhasil menyapu jatuh seluruhjarum halus dari jarum "Toh Min Sin cin"
Tersebut dengan menggunakan pedang pusaka Cing Hong Kiamnya, Pada saat ini tampak Cie Uh Chan melarikan diri kedalam rimba, hatinya menjadi sangat gusar sekali, padahal jarak dari tempatnya
berdiri dengan rimba tersebut tak lebih hanya sepuluh kaki saja.
Baru saja dia siap untuk mengejar ke arahnya tiba2 terasa dari belakang tubuhnya menerjang datang segulung angin tajam yang sangat dingin sekali mengancam punggunnya.
Boen Ching dengan gusar bersuit nyaring, Pada saat ini apabila dia membalikkan tubuhnya menghadapi musuh, kesempatan tersebut pastilah digunakan Cie Uh Chan untuk melarikan dirinya, tetapi musuh tangguh yang membokong dirinya mau tak mau memaksa dirinya harus membalikkan tubuhnya mematahkan serangan tersebut.
Tubuhnya berputar setengah lingkaran ditengah udara, sedang pedang Cing Hong Kiam ditangannya segera disambit keluar meluncur ketubuh Cie Uh Chan-Diikuti sepasang telapak tangannya didorong kedepan, tetapi ketika dia membalik kan tubuhnya segera terasa kalau situasi tidak beres, pihak lawan telah mencekal pedang panjangnya hawa khiekang "Chiet Keng Kang Khie"
Nya menjadi satu, tubuhnya tetap menerjang masuk kedepan, sedang tangannya membabat kegagang pedang tersebut.
Tetapi orang itu segera mengubah serangan telapak tangannya menjadi serangan cengkeraman dan mencengkeram jalan darah Ciau Cing Hiat ditubuhnya.
Hati Boen Ching menjadi tergerak.
bahu kanannya tetapvtak bergerak sedikitpun juga , dengan perlahan-lahan dia, mengerahkan hawa khiekangnya, begitu lima jari orang itu mengena jalan darah "Cian Cing Hiat"
Dibahu Boen Ching segera terasa suatu tenaga yang maha dahsyat menerjang keluar membuat tubuhnya tergetar dan teriempar sejauh tiga kaki lebih.
Kedua orang itu begitu bergebrak.
masing-2 telah mengerahkan tenaga khiekangnya untuk melindungi seluruh tubuhnya, Pada saat mereka bergebrakpun terlihat sinar yang
menyilaukan mata memenuhi angkasa dan menyilaukan mata setiap orang.
Pedang panjang dari Boen Ching meluncur kearah tubuh Cie Uh Chan, diapun tak berdiam diri saja, tubuhnya segera membalik, pecut geledeknya dikeluarkan, terdengar suara ledakan yang sangat keras, pecut tersebut melibat kearah pedang Cing Hong Kiam yang sedang meluncur kearahnya itu.
Tetapi dengan kepandaian silat yang dimiliki oleh Boen Ching sekarang ini, sudah tentu dia tidak mungkin dapat melawannya, pecut geledeknya baru saja menggulung kearah pedang Cing Hong Kiam tersebut, mendadak arah dari pedang Cing Hong Kiam tersebut berubah dan memutar dengan cepatnya, bahkan menerjang kearah bagian yang sama sekali tak pernah terpikir didalam hatinya, inilah merupakan jurus "Kiam Hwee Thian Coan"
Dari ilmu pedang "Ie Bok Kiam Hoat"..Hati Cie Un Chan menyadi tergetar, tetapi Pada saat pikiran yang kedua belum terbayang didalam benaknya, terasa iganya menjadi dingin sedang pedang Cing Hong Kiam itupun talah menembus kedalam iganya.
Boen Ching begitu dapat berdiri tegak menolehpun tidak, hanya terdengar suara dengusan yang berat berkumandang datang, dia tahu bahwa Pada saat ini Cie Uh Chan telas menemui kematiannya dibawah lemparan pedang Cing Hong Kiamnya.
Ketika dia menolehkan kepalanya memandang kearah orang yang membokong dirinya tadi, ternyata adalah merupakan seorang hweesio berbaju kuning.
Sepasang mata Boen Ching dengan tajam memandang kearah hweesio berbaju kuning itu, tampak wajahnya berubah dengan hebatnya, bagaikan merasa sangat gusar sekali, didalam hatinya timbul rasa curiganya siapakah hweesio ini?
apakah boleh dikata dia dapat bersama-sama dengan Cie Uh Chan??
Tampak wajah dari hweesio berbaju kuning itu berkerut tak henti-hentinya, dengan dingin ujarnya kemudian.
"siauw sicu ini sungguh amat kejam sekali, waktu turun tangan, aku Sin Hoat baru pertama kali ini menemuinya"
Hati Boen Ching terasa menjadi tertegun, orang yang baru saja datang ini ternyata adalah merupakan salah satu dari "Mo Pak Sam Ceng"
Atau tiga paderi sakti dari gurun utara, Sin Hoat adanya, entah dikarenakan ada urusan apa datang ke daerah Tlonggoan.
Berpikir sampai disitu tanyanya kemudian-"Thaysu apakah datang bersama sama Chie Uh Chan??"
Tampak wajah dari Sin Hoat berkerut sahutnya.
"Tidak salah Cie Uh Chan memangnya merupakan anak muridku"
Boen Ching mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.
sebenarnya ketika dia dimaki oleh Sin Hoat yang mengatakan dia turun tangan terlalu kejam didalam hatinya telan timbul rasa menyesalnya tapi pikiran tersebut Pada saat ini telah lenyap dari dalam benaknya.
Dengan nyaring ujarnya.
"Taysu memaki secara demikian bukankah terlalu berlebihan, dengan jarum "Toh Ming sin Cin"
Yang kau turunkan kePada muridmu itu saja, apakah boleh dikata aku orang she Boen terlalu kejam waktu turun tangan-"
Sehabis berkata dia tertawa panjang dengan dinginnya dan tak memperdulikan Sin Hoat kembali, bahkan berjalan menghampiri tubuh Cie Uh Chan yang menggeletak diatas tanah itu.
sin Hoat menjadi tertegun dengan dingin bentaknya.
^Kau ingin meninggalkan tempat ini demikian saja ?"
Boen Ching segera berdiri tegak. sahutnya.
"Apakah boleh dikata Taysu masih mempunyai pesan-pesan yang hendak disampaikan kePada diriku Boen Ching ??"
Suara ucapannya Pada saat ini terdengar sangat dingin serta kaku.
Sin Hoat didalam hati sadar bahwa dengan kekuatan diri sendiri pastilah tak mungkin dapat menghadapi diri Boen ching, setelah termenung berpikir keras sambil tertawa dingin ujarnya.
"Tiga Paderi satu iblis dari kuil Pie Lu Sie menanti kunjungan dari Boen ching"
Boen cuing tertawa besar, sahutnya.
"Aku Boen Ching pasti akan menghadirinya "
Tubuh dari sin Hoat segera bergerak mundur kebelakang, baru mundur setengah jalan, mendadak ujarnya lagi.
"Didalam satu bulan ini kau harus telah datang kekuil Pie Lu sie kalau tidak terhadap keselamatan suhumu akan tak menguntungkan"
Sehabis berkata, dia tertawa dingin tak henti-hentinya, tubuhnya memutar dan lari pergi dari tempat itu.
Betul saja Ie Bok Tocu telah datang kedalam kuil Pie Lu Sie, hatinya terasa menjadi sangat gusar sekali.
dia tidak mungkin dapat melepaskan Sin Hoat dengan demikian saja, tubuhnya segera berkelebat mengejar kearah dimana sin Hoat sedang melarikan dirinya.
Tubuh sin Hoat Taysu bagaikan kilat cepatnya berkelebat, setelah memasuki ke dalam rimba yang gelap itu, jejaknya segera hilang tak berbekas lagi.
Boen Ching setelah mengejar beberapa saat dengan merasa gusar menghentikan langkah kakinya, teringat olehnya
pedang Cing Hong Kiamnya mash tertinggal diatas mayat dari Ching Uh Chan menggeletak.
Ketika dia membalikkan tubuhnya, tampak tidak jauh dari tempat tersebut berdiri sebuah bayangan manusia, ketika dia mempertajam sinar matanya, tampak orang tersebut kiranya adalah Liauw Cing Ce adanya.
Liauw Cing Ce berdiri tegak tak bergerak sedikitpun, didalam hati Boen Ching merasa sangat heran sekali, dia berjalan dua langkah kedepan setelah menarik napas panjang-panjang ujarnya sambil tersenyum.
"Nona Liauw tak kusangka kini dapat bertemu kembali dengan dirimu."
Liauw Cing Ce menghela napas dengan perlahan2 menundukkan kepalanya, tubuhuya tak henti-hentinya bergoyang.
Boen Ching yang tampak hal itu menjadi sangat terkejut, dengan cepat dia berlari kearahnya sambil mengulurkan tangannya memayang tubuh Liauw Cing Ce, tampak tubuhnya setelah berdiri tegak.
dia mendongakkan kepalanya memandang ke angkasa sedang dua titik air matanya menetes keluar dari kelopak matanya.
Boen Ching tidak mengetahui telah terjadi urusan apa, dengan cemas tanyanya.
"Nona Liauw kau mengapa ??"
Liauw Cing Ce menghela napas dengan perlahan sahutnya.
"Gambar peta itu adalah gambar yang palsu, dia telah merubahnya dengan menggunakan tinta, malah sebaliknya gambar asliku telah ketahuan olehnya dan terkena siasatnya yang licin"
Boen Ching menjadi tertegun, segera teringat kembali apa yang telah terjadi, kiranya Goei Lam Yu menyerahkan gambar peta itu kePada Liauw Cing Ce masih mempunyai tujuan yang lain, asalkan dia bekerja sama dengan salah seorang dari Hiat
Koang Sam Mo saja sudahlah cukup untuk mengalahkan diri Liauw Cing ce.
Untuk sesaat hatinya terasa menjadi tak enak.
entah bagaimana seharusnya untuk menghibur diri Liauw Cing Ce baiknya, saking bingungnya dia menjadi berdiri termangu2 di tempat.
Liauw Cing Ce dengan perlahan mendorong tangan dari Boen Ching yang masih memayang tubuhnya, ujarnya.
"Aku bersumpah akan membalas dendam sakit hati ini". Sehabis berkata tak tertahan lagi air matanya jatuh bercucuran, sedang tubuhnya bergerak berjalan kedepan-Maksud didalam hati Boen Ching sebenarnya hendak memberikan bantuannya kePada diri Liauw Cing Ce panggilnya kemudian-"Nona Liauw..."
Tubuh Liauw Cing Ce segera berhenti bergerak.
tetapi dia tidak memalingkan kepalanya.
Hati Boen Ching terasa berdesir, terpikir olehnya bahwa dirinya masih banyak urusan yang masih belum dikerjakan, bagaimana dapat berbuat secara demikian, bahkan Liauw Cing Ce juga belum tentu mau menerima bantuan dari dirinya, setelah termenung berpikir keras, dengan perlahan dia menghela napas, sejenak kemudian baru ujarnya lagi.
"Nona Liauw. lebih baik kau sedikit berhati2lah dan menjaga dirimu baik2"
Tubuh Liauw Cing Ce menjadi sedikit tergetar, dengan perlahan-lahan dia membalikkan tubuhnya, dan memandang sekejap ke arah Boen ching, kemudian barulah dengan perlahan membalikkan tubuhnya kembali dan berjalan kearah depan.
Boen Ching terus menerus memandang tajam ketubuh Liauw Cing Ce, hingga bayangan punggungnya lenyap ditengah hutan yang gelap itu barulah melanjutkan perjalanannya kembali.
Boen Ching berjalan kearah tempat dimana dia telah bertempur dengan diri Cie Uh Chan, didalam hatinya dia terus berpikir, Goel Lam Yu berbuat demikian entah kakaknya mengetahui tidak.
apabila dia mengetahui apakah menpyetujui kalau dia berbuat demikian?.
Dia selalu mengingat bayangan dari Goei Hong Ing, bahkan hampir2 menganggap diri Goei Hong ing sebagaiBwee Giok.
didalam hati dia merasa sangat heran sekali, mengapa dia dapat berbuat demikian, tetapi diapun tak dapat mencegah cara pemikiran secara demikian-Beberapa saat kemudian sampailah dia ketempat asal, ketika dia mendongakkan kepalanya memandang, hatinya terasa menjadi sangat terkejut, disamping mayat dari Cie Uh Chan ternyata berdiri seorang yang memakai baju berwarna putih, orang itu berdiri membelakangi dirinya sedang diatas tangannya sedang bermain pedang Cing Kong Kiam tersebut, sehingga membuat dirinya tak dapat melihat wajah dari orang itu dan mengetahui siapakah sebenarnya orang itu.
Angin malam bertiup dengan perlahan membuat ujung baju dari orang berbaju putih itu berkibar tak henti2 nya.
Boen Ching hanya merasakan dari depan matanya memancar pasir halus, yang membuat pandangannya menjadi agak kabur.
Pada saat itu mendadak orang berbaju putih itu membalikan tubuhnya, sepasang matanya dengan tajam memperhatikan diri Boen ching.
Boen Ching begitu tampak orang itu, dalam hatinya menjadi tertegun, orang itu ternyata adalah seorang pemuda tampan yang baru berusia kurang lebih dua puluh tahunan, sangat heran, dia sama sekali tidak kenal dengan orang ini,
tetapi mengapa orang itu memandang kearah nya dengan menggunakan sinar mata yang demikian tajamnya??
Pemuda berbaju putih itu setelah memandang beberapa saat kearah Boen ching, tanyanya kemudian-"Kaukah yang bernama Boen ching??"
Pada saat berbicara, dari bibirnya tersungging suatu senyuman yang mengejek.
Boen Ching tidak mengetahui siapakah sebenarnya pemuda berbaju putih itu, dia setelah ragu-ragu sejenak.
akhirnya mengangguk.
sahutnya.
"Cayhe memang Boen Ching adanya, entah siapakah nama dari saudara ini ??". Pemuda berbaju putih itu tetap memainkan pedangnya Cing Hong Kiam ditangannya, sepasang matanya dengan sinar yang mengejek memperhatikan dari ujung kepala hingga bawah kaki dari tubuh Boen ching, sedang Pada bibirnya pun terlihat pula tersungging suatu senyuman, tapi dia sama sekali tidak memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan oleh Boen Ching itu. Boen Ching tampak pemuda berbaju putih itu demikian congkaknya, mau tak mau membuat dia mengerutkan alisnya, selama hidupnya mana dia pernah dipandang demikian rendahnya oleh orang lain, dengan tawar ujarnya.
"Pedang itu adalah milik dari cayhe "
Pemuda berbaju putih itu memandang sekejap ke arah Cing Hong Kiam ditangannya, sahutnya kemudian-"Untuk selanjutnya kau janganlah terlalu mendekati sumoayku"
Sehabis dia melemparkan pedang Cing Hong Kiam itu keatas tanah dan membalikkan tubuhnya berjalan pergi.
Suatu hawa kegusaran yang amat sangat timbul dari dalam lubuk hatinya, tubuhnya dengan cepat bergerak.
menghalangi jalan pergi dari pemuda berbaju putih itu bentaknya.
"Apakah arti dariperkataanmu itu??". Pemuda berbaju putih itu memandang tajam lagi ketubuh Boen ching, sahutnya kemudian-"Aku berkata bahwa untuk selanjutnya janganlah kau terlalu mendekati diri sumoayku lagi, apakah boleh dikata hanya beberapa buah kata yang sangat itupun kau tidak dapat mengerti artinya ?"
Boen Ching yang mendengar perkataan tersebut, segera balik memandang tajam kearah pemuda berbaju putih itu, hatinya menjadi bergerak tanyanya.
"Saudara apakah adalah murid dari partai Mie Cong Bun??"
Pemuda berbaju putih itu tertawa dingin sahutnya.
"Sungguh tak kusangka ternyata kau dapat memikirkan sampai disitu, aku memangnya adalah murid dari partai Mie Cong Bun suheng dari Liauw Cing Ce"
Boen Ching yang mendengar perkataan itu menarik napas panjang-panjang, ujarnya.
"Sumoaymu dengan aku orang she Boen tak ada sangkut pautnya sedikitpun, mengapa kau mengeluarkan perkataan tersebut terhadap diriku ?? "
Dari sepasang mata pemuda berbaju putih itu memancarkan kegusaran yang meluap-luap. tetapi hanya sekelebatan saja telah lenyap kembali, ujarnya kePada Boen ching.
"Mengapa kau harus berpura-pura juga?? urusan ini seluruh Bulim telah mengetahuinya dengan jelas"
Boen Ching tertawa tawar, dia tahu pemuda berbaju putih ini sifatnya tentu ketolol-tololan, berpikir sampai disini sambil tertawa ujarnya kemudian-
"Kau telah salah paham, bukankah berita ini Lam Yu Kongcu yang memberitahukan kePada dirimu?".
Sinar mata dari pemuda berbaju putih itu berkelebat, tanyanya .
"Bagaimana..."
Boen Ching tertawa sahutnya .
"Kitab rahasia Hay Kiam Boh telah terjatuh ketangan Goei Lam Yu, perkataan ini sama sekali palsu belaka". Pemuda berbaju putih itu tertawa menghina, ujarnya .
"Bukanlah Giok Lam Yu yang memberitahu kepadaku, sedang tentang urusan kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh aku telah mengetahuinya dengan sendirinya tak usah kau memberitahukan kepadaku, apabila Pada hari-hari kemudian kau mendekati lagi sumoayku, janganlah menyalahkan kalau aku tak sungkan-sungkan lagi". Sehabis berkata tubuhnya bergerak. dan berkelebat disamping tubuh Boen ching. Boen Ching menjadi tertegun hatinya menjadi tergerak. mendadak teringat kembali akan Chia Cu ing, dia tahu bahwa pastilah Chia Cu ing telah memberitahukan kePada diri suhengnya Liauw Cing Ce ini. Dia tidak mengetahui Chia Cu ing mengapa mau berbuat secara demikian, di dalam hatinya menjadi tak paham. Didalam hatinya dia tahu bahwa pemuda berbaju putih itu merass sangat curiga sekali kalau dirinya bertanya kePada nya apakah Goei Lam Yu yang memberitahukan kepadanya, sudah tentu dia tak mau mengakuinya. Boen Ching menghela napas dia tak dapat berbuat apa-apa lagi, dan tertawa pahit seorang diri.
Dia membalikkan tubuhnya memungut kembali pedang Cing Hong Kiamnya, baru akan bangkit berdiri mendadak terdengar suara tindakan kaki manusia berkumandang datang, ketika dia mendongakkan kepalanya memandang, tampak dari arah depan berlari mendatang seseorang, yang ternyata adalah Chao Shen yang baru saja berpisah tak lama dengan dirinya?.
Ujar Chao Shen dengan cemas.
"Aku mempunyai suatu urusan hendak minta pertolongan dari diri Boen siauw hiap. entah Boen siauw hiap mau tidak membantu diriku satu kali ini ??", Boen Ching tampak sikap dari Chao Shen demikian tergesa-gesanya, bagaikan telah terjadi suatu urusan yang penting, hatinya menjadi tertegun, ujarnya.
"Chao cianpwee ada urusan silahkan untuk mengutarakan keluar"
Chao Shen menghela napas panjang, ujar^nya.
"Semuanya adalah salahku terlalu serakah, cucuku Chaa Jen sekarang telah terjerumus kedalam pagoda Tiang Coen Ta, harap Boen siauwhiap mau turun tangan menolong dirinya untuk meloloskan diri dari dalam pagoda tersebut". Boen Ching mendongakkan kepalanya memandang sekejap ke tempat yang jauh, Chao shen ternyata telah membuka mulut untuk mohon bantuannya, bahkan dirinyapun mempunyai tenaga untuk turut memberikan bantuannya, mengapa takpergi membantu nya, terpaksa dia menganggukkan kepalanya, sahutnya.
"Chao cianpwee, apakah telah mengetahui kalau kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh tersebut telah jatuh ketangan Lam Yu Kongcu sejak sebelumnya ? ?.. -oo0dw0oo-
Bab 38 MENGEJAR SUARA GENTA CHAO SHEN dengan kemalu-maluan menggelengkan kepalanya dan tak mengucapkan sepatah katapun.
Boen Ching memandang sekejap ke angkasa, dan diam-diam pikirnya.
"Kelihatannya akupun tak dapat meloloskan diri dari persoalan ini juga "
Dia menarik napas panjang-panjang, ujarnya kemudian kePada Chao shen.
"Tempat ini jaraknya dari pagoda Tiang Coen Ta tidaklah dekat, kita haruslah dengan cepat melakukan perjalanan kesana."
Sehabis berkata dua orang itu segera menggerakkan tubuhnya berlari kearah pagoda Tiang Coen Ta.
Cuaca baru saja mendekati pagi hari, Boen Ching serta Chao Shen dua orang telah berlari mendekati pagoda Tiang Coen Ta Disekeliling pagoda Tiang Coen Ta itu tetap sunyi senyap.
sedang didalam pagoda itu pun tak tampak jejak sedikitpun yang mencurigakan, Chao Shen yang melihat situasi di dalam pagoda itu.
sangat berbeda sekali dengan keadaan sebelumnya, hatinya menjadi sangat cemas sekali, dan terus menerjang masuk kedalam pagoda tersebut.
Boen Ching mendadak telah dapat memahami keadaan situasi dihadapannya saat ini, yang merupakan depannya tenang-tenang saja, padahal dalamnya telah tersembunyi suatu kekuatan yang sangat besar, dan kemungkinan sekali didalam pagoda itu Pada saat ini telah tersembunyi jago-jago berkepandaian tinggi yang tidak sedikit jumlahnya, apabila Chao shen dengan menempuh bahaya menerjang masuk ke dalam pagoda tersebut sudah tentu akan menemui kematiannya.
Dengan cepat ia menarik kembali tubuh Chao shen yang sedang berlari kedepan itu.
Chao Shen menjadi tertegun, dan memandang sekejap kearah Boen ching.
Boen Ching melihat sekejap ke sekeliling tempat itu kemudian ujarnya kePada Chao shen.
"Chao cianpwee, didalam pagoda itu ada orang ataukah tidak, jika ada kita sekarang masih belum mengetahuinya, coba boanpwee akan pergi menyelidiki sejenak". chao Shen menganggukkan kepalanya, dia juga menduga kalau didalam pagoda tersebut telah tersembunyi jago-jago berkepandaian tinggi, apabila menerobos masuk dengan demikian saja bukankah hanya akan menghantarkan nyawa saja, tetapi entah Boen Ching hendak menggunakan Cara apa untuk masuk kedalam pagoda tersebut. Boen Ching memandang sekejap kesekeliling tempat itu, sepasang kakinya ditutulkan diatas permukaan tanah, tubuhnya segera melayang keatas ketingkat tiga dari pagoda Tiang Coen Ta tersebut. Chao Shen yang tampak gerakan tubuh dari Boen Ching demikian gesit serta lincahnya, dia hanya dapat seCara diam-diam menghela napas panjang saja. Tubuh Boen Ching baru saja menempel Pada tepi pagoda tingkat ketiga itu, dari dalam pagoda tersebut segera menyambar keluar segulung senjata rahasia yang mengancam seluruh tubuhnya, ujung kaki Boen Ching segera menutul keatas tanah, sedang hawa khiekang Chiet Kong Kang Khie nyapun dikerahkan ke luar, tubuhnya segera melancarkan gerakannya menerjang masuk kedalam pagoda itu. Begitu dia berada, tampak bayangan manusia berkelebat, tiga orang lelaki berusia pertengahan yang Pada tangannya mencekal sebilah pedang telah melayang pergi dan berdiri tegak dipinggiran tepi pagoda itu.
Boen Ching menyapu sekejap kearah tiga orang itu, didalam hatinya diam-diam merasa sangat terkejut, Pada waktu yang lalu suhunya Ie Bok Tocu pernah memberitahu kan kepadanya.
bahwa tiga orang jago berkepandaian tinggi yang sangat liehay didalam senjata rahasia hanyalah 'Ming Lam Sam Koay' atau Tiga Manusia Aneh dari daerah Ming Lam saja.
Ketiga orang itu masing-masing memiliki kepandaian tunggal dan sangat jarang sekali berkelana di dalam dunia kangouw, sungguh tak terkira ini hari ternyata dapat bertemu muka ditempat ini.
Ming Lam Sam Koay saling bertukar pandangan sekejap.
setelah itu mengangkat pedangnya mengarah tubuh Boen ching.
"Cayhe Boen ching, datang kemari hanyalah untuk mencari seorang anak kecil saja dan tidak mempunyai niat terhadap kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh tersebut, apakah kalian bertiga orang cianpwee pernah melihat seorang anak kecil berada didalam pagoda ini?"
Seorang lelaki berusia pertengahan yang berdiri diujung kiri dengan sangat tawar sekali menggelengkan kepalanya, sahutnya.
"Kalau memangnya kau tidak mempunyai niat untuk ikut campur didalam urusan ini, cepatlah tinggalkan tempat ini, kalau tidak janganlah menyalahkan aku bertiga kalau hendak menggunakan senjata rahasia tunggal dari kami untuk menghadapi dirimu". Boen Ching baru saja bersiap hendak mengundurkan dirinya, dari tingkat ke empat dari pagoda tersebut, Ming Lam Sam Koay segera bersama-sama membentak dengan nyaringnya, sehingga terdengar suara dengungan yang menyakitkan telinga, tiga macam senjata rahasia yang sangat aneh sekali bentuknya segera melayang menyambar ketubuh orang tersebut dengan cepatnya.
Tetapi mendadak tampak tangan orang itu diayunkan, sebuah jala berwarna hitam telah dilemparkan keluar.
Boen Ching menjadi sangat terkejut, segera dia berkelebat kebelakang dan mengikuti diri Boen Ching masuk ke dalam pagoda itu.
Di dalam satu kali pandang saja, dia telah dapat melihat bahwa jala berwarna hitam itu adalah senjata tunggal dari partai Tiang Pek Pay yaitu jala "Lu Ie Wang,"
Sekalipun seluruh tubuhnya telah dilindungi oleh tenaga khiekang, tetapi dia tetap tak menginginkan mendatangkan kesulitan bagi dirinya.
Ketika sekali lagi dia menerjang masuk ke dalam pagoda itu tampak Ming Lam Sam Koay telah terjerumus kedalam jaring "Lu Ie Wang"
Tersebut, tampak orang yang berdiri diujung kiri itu, kaki serta tangannya Pada saat ini telah terikat dengan kencangnya, sedang Pada tangan kirinya tetap mencekal segenggam senjata rahasia, dan tangan kanannya mencekal pedang panjangnya.
Si kakek tua yang rambutnya telah memutih seluruhnya itu berjalan keluar dari dalam pagoda tingkat ke empat tersebut, tampaknya kakek tua itupun telah terkena dua buah senjata rahasia, dengan sekuat tenaga dia mempertahankan dirinya, sedang pedangnya digunakan untuk menahan berat tubuhnya menempel dipinggir dinding.
Dari dalam pagoda tiba-tiba terdengar suara sambaran baju yang tertiup angin, dan muncullah empat orang kakek tua berambut putih semuanya, Pada tangan masing-masing mencekal sebilah pedang panjang, sepasang matanya memancarkan sinar yang sangat tajam sekali memandang ke arah lelaki berusia pertengahan itu.
Lelaki berusia pertengahan itu sadar bahwa apabila dirinya hendak melawan ke empat orang itu sekaligus, sudah tentu
bukanlah merupakan tandingannya, dia dengan dingin mendengus, ujarnya.
"Baik Tiang Pek Ngo Liong ternyata semuanya telah dapat kemari, aku kira Ming Cong Pat Eng atau delapan pahlawan dari daerah Ming Cong tak akan berpeluk tangan saja "
Ucapan ini diam-diam telah memperingat kePada Tiang Pek Ngo Liong, bahwa dirinya tiga orang belum terdapat seorang pun yang menderita luka, sedangkan dipihak Tiang Pek Ngo Liong telah terdapat seorang yang menderita luka yang parah, apabila Tiang Pek Ngo Liong akan berbuat sesuatu, dia percaya bahwa mereka masih sanggup untuk mempertahankan diri.
Kakek tua yang menderita luka itu mendadak mendengus ujarnya.
"Kalian jangan berpikir seenaknya.jaring Lu Ie Wang dari partai Tiang Pek Pay kami bukanlah dapat demikian mudahnya dapat di terjang, Ditambah lagi apakah kalian telah lupa akan cin Tiong Ngo Tok atau lima manusia bisa dari daerah Chin Tiong ?"
Lelaki berusia pertengahan itu memandang sekejap kearah Boen ching, dan tak mengucapkan sepatah katapun juga .
Boen Ching menghela napas panjang-panjang, dia tidak mengetahui dendam sakit hati yang terjadi didunia kangouw ini haruslah menggunakan cara yang bagaimana supaya dapat diselesaikan, ditambah lagi Pada saat ini telah terdapat saorang yang menderita luka dalam, dendam sakit hati ini tak mungkin dapat diselesaikan hanya beberapa patah kata saja.
Tiang Pek Ngo Liong tampak Boen Ching mempunyai niat untuk ikut campur didalam urusan ini, keempat orang itu segera mengangkat pedangnya mendesak kearah lelaki berusia pertengahan tersebut.
Ilmu menyambit sanjata rahasia dari Ming-Lam Sam Koay telah menjagoi seluruh dunia kangouw, dia yang tampak Boen Ching tidak mempunyai niat untuk turun tangan memberi bantuan, terpaksa hanyalah tertawa sedih, tangan kirinya diayunkan, didalam sekejap mata seluruh pagoda tersebut penuh dipenuhi oleh suara dengungan yang memekikkan telinga.
Titik-titik kecil berwarna kuning yang berpuluh-puluh banyaknya itu melayang dengan cepatnya di tengah udara dan meluncur ke tubuh Tiang Pek Ngo Liong.
Tiang Pek Ngo Liong tertawa panjang, ke empat orang itu segera merapatkan pedang masing-masing, segulung hawa pedang yang amat rapat sekali mendesak kearah titik-titik kuning itu segera jatuh turun kebawah dan bertemu dengan hawa pedang yang sangat rapat.
Boen Ching segera tergetar hatinya oleh suara tertawa panjang yang demikian mengenaskan diri lelaki yang berusia pertengahan itu, segera ujarnya.
"Kalian harap tahan, dengarlah dari perkataan Cayhe "
Tiang Pek Ngo Liong dengan dingin mendengus, sambil mencekal pedangnya dengan kencang, mereka memandang tajam kearah Boen ching, dengan dingin, ujarnya.
"Kau ingin campur tangan juga ?"
Boen Ching menyapu sekejap kearah orang-orang itu, kemudian sahutnya.
"Kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh telah terjatuh ketangan Goei Lam Yu, kalian kini bergebrak mati-matian ditempat ini sebenarnya sedang memperebutkan benda apakah ?"
Tiang Pek Ngo Liong menjadi tertegun, termasuk juga Ming Lam Sam Koay juga tak seorangpun yang percaya terhadap segala perkataan yang diucapkan oleh Boen Ching itu.
Dari pagoda tingkat kedua mendadak melayang turun seorang aneh yang wajahnya sangat jelek sekali, dengan dingin dia tertawa panjang, ujarnya "Aku dua orang bersaudara tak dapat menanti lebih lama lagi, terpaksa aku naik ke atas dengan sendirinya."
Dari pagoda tingkat keempatpun secara berturut-turut melayang turun delapan orang, kePada Tiang Pek Ngo Liong mereka tertawa dingin, ujarnya.
"Jaring Lu le Wang apakah dapat menahan diri Ming Cong Pat Eng kami ?"
Boen Ching mengalihkan pandangannya, tampak dikalangan tengah itu telah bertambah dengan sepuluh orang lebih, dia tahu dirinya tak mempunyai tenaga untuk mengaturnya kembali, dengan termenung memandang sekejap ketengah kalangan, setelah menghela napas panjang dia mengundurkan dirinya ke luar dari pagoda.
Chao Shen tampak Boen Ching telah melayang kembali, segera tanyanya.
"Boen siauwhiap. bagaimana ?"
"Jago-jago berkepandaian yang berada di dalam pagoda sangat banyak sekali, jejak dari cucumu aku kira terpaksa harus dicari sendiri, Pada saat ini mereka sedang bertempur mati-matian, aku kira cucumu tak mungkin akan mendapatkan bahaya."
Chao Shen dengan sangat camas memandang sekejap keatas pagoda itu, terdengar dari dalam pagoda berkumandang datang suara bentakan yang sangat keras disertai suara tertawa panjang dan nyaring.
Mendadak dari kejauhan terdengar berkumandang datang suara tertawa dingin yang tak putus-putusnya .
Dalam hati Boen Ching merasa sangat tergetar, segera ia mendongakkan kepalanya memandang, hatinya makin bertambah terkejut, diatas pagoda Tiang Coen Ta tampak bayangan merah berkelebat tak henti-hentinya.
segulung
ujung baju berwarna merah melayang memenuhi seluruh angkasa.
segera teringat kembali keadaan Pada saat diadakannya perkumpulan para enghiong yang diadakan diatas loteng oei Hong Lo untuk memperebutkan tujuh buah hioloo kuno peninggalan Thian Jan Shu.
Chao Shen juga merasa sangat heran dan mendongakkan kepalanya memandang keatas pagoda Tiang Coen Ta itu, dia merasa sangat heran sekali, tetapi mengapa Boen Ching dapat berubah menjadi demikian tegangnya, apakah boleh dikata akan terjadi suatu peristiwa yang sangat dahsyat ?-?
Boen Ching tak berani berlaku ayal lagi, dia bersuit panjang dengan nyaringnya, tubuhnya berkelebat melayang ke atas pagoda tersebut.
Begitu melayangkan tubuhnya dia naik keatas pagoda tingkat ketiga, terdengar dari dalam pagoda berkumandang datang suara bentakan-bentakan yang nyaring, berpuluh-puluh orang berbaju merah yang Pada wajahnya memakai topeng yang sangat aneh bentuknya berkelebat tak henti-hentinya didalam pagoda tersebut, suara jeritan ngeri terdengar tak putus-putusnya .
Boen Ching dengan gusar membentak.
tubuhnya menubruk masuk ke dalam pagoda sedang pedang Cing Hong Kiamnyapun di cabut keluar, Pada saat sinar pedang berkelebat, tubuh seorang lelaki berbaju merah itu telah berhasil dibabat putus menjadi dua bagian.
Pada waktu yang bersamaan pula dari kejauhan berkumandang datang suara genta yang dibunyikan bertalu-talu, Pada saat ini Boen Ching telah berhasil melatih tenaga khiekang "Chiet Keng kang Khie"
Sehingga suara genta tersebut sedikitpun tak dapat mempengaruhi dirinya, tetapi orang-orang yang berada diatas pagoda itu selain dia serta orang-orang berbaju merah itu, lainnya telah tak dapat
menahan dirinya lagi dan rubuh keatas tanah, Boen Ching dengan cepat mengangkat pedang Cing Hong Kiamnya melancarkan serangan, kedua belas orang berbaju merah itu segera pula berdiri berbareng sambil menggerakkan pedangnya menahan serangan dari Boen Ching itu.
Dalam hati Boen Ching merasa sangat cemas sekali, dia bersuit panjang dengan nyaringnya, ilmu pedang "Hong Loei Chiet Kiam"
Dengan sekuat tenaga dilancarkan keluar, tetapi kepandaian silat yang dimiliki kedua belas orang berbaju merah itupun tidak lemah, bahkan kerja sama didalam gerakan pedangnyapun sangat erat sekali, membuat Boen Ching hanya dapat mendesak kedua belas orang berbaju merah itu mundur ke belakang berkali-kali.
Suara jeritan ngeri berturut-turut berkumandang datang tak henti-hentinya sekali pun didalam hati Boen Ching merasa sangat gusar sekali, tetapi juga tak mempunyai cara untuk melampiaskan kegusarannya tersebut.
Dengan gusar ia membentak.
serangan pedang serta serangan telapak tangan tak henti-hentinya dilancarkan keluar, kehebatannya segera bertambah, membuat barisan pedang dari kedua belas orang itu terdesak dan menjadi kacau-balau.
Didalam sekejap mata saja terdapat seorang lelaki berbaju merah yang terluka dibawah tangannya, kedua belas orang itu dengan cepat memisahkan dirinya dan mundur kesamping.
Tujuan utama dari Boen Ching hanyalah menolong orang, begitu kedua belas orang itu memisahkan dirinya dan mengundurkan diri kebelakang, dia segera menerjang kearah mereka dan naik keatas pagoda, tetapi diatas pagoda tersebut hanya tampak mayat-mayat bergelimpangan diatas tanah, tak dapat seorangpun diantara mereka yang masih hidup, Sedang arah pergi dari orang-orang berbaju merah itupun entah telah melenyapkan dirinya dari mana.
Dia terus berlari naik ke ujung pagoda, tetapi seorang pun tak tampak.
terpaksa dia membalikkan tubuhnya berjalan kembali kedasar pagoda tersebut, tampak mayat-mayat telah memenuhi seluruh permukaan, kelihatannya orang-orang yang berada di dalam pagoda tersebut tak seorang pun yang masih hidup, Sekalipun Boen Ching telah mencari kesana kemari, tetapi tetap tak tampak diri Chao Shen segera teringat oleh nya akan Chao Shen, apabila berjalan bersamanya bukankah dapat mencarinya dengan lebih mudah lagi?"
Begitu dia berjalan keluar dari pagoda itu, tanpa terasa dia menjadi tertegun, Chao Shen pun telah menggeletak diluar pagoda dan telah menemui kematiannya.
Hati Boen Ching terasa menjadi berat, sungguh tak disangka olehnya kalau orang itu dapat turun tangan dengan demikian kejamnya.
Dia tidak mengetahui siapakah sebenarnya orang yang membunyikan suara genta itu, orang itu pasti bukanlah Goei Lam Yu, sekalipun kemungkinan sekali mempunyai hubungan yang sangat erat dengan diri Goei Lam Yu tetapi hal itu tak lain hanyalah kecurigaan di dalam hatinya saja.
Didalam hatinya terasa berduka sekali, dirinya telah berhasil melatih tenaga khiekang "Chiet Keng Kang Khie", apa lagi kini tubuhnya berada didalam kalangan, tetapi ternyata tak dapat berbuat apa-apa, dan tetap membuat orang-orang itu menemui kematiannya ditempat tersebut.
Suara genta itu sejak tadi telah berhenti berbunyi, tetapi Pada saat ini mendadak berkumandang kembali, bahkan agaknya jaraknya dengan diri Boen thing sekarang ini sangat dekat sekali, sedang ditengah suara genta yang berbunyi bertalu-talu itu samar-samar terdengar suara tertawa nyaring.
Kegusaran didalam hati Boen Ching menjadi bangkit ketabali, orang ini terbukti sedang menantang dirinya, puluhan
orang-orang itu telah menemui kematiannya ditangannya dia masih merasa tidak cukup, bahkan kini menantang dirinya lagi.
Sinar matanya berkelebat, tubuhnya segera bergerak mengejar dimana suara genta itu berasal.
Suara genta itu berkumandang diangkasa sebentar dekat sebentar jauh kembali, agak tetap tak mengijinkan Boen Ching dapat mengejar lebih dekat lagi.
Kegusaran didalam hati Boen Ching makin memuncak.
diam-diam pikirnya.
"Aku tidak perCaya kalau ilmu meringankan tubuh yang kau miliki itu sungguh demikian hebat "
Dengan sekuat tenaga dia mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya, tubuhnya bagaikan jatuhnya bintang dilangit berkelebat dengan sangat cepatnya diatas rumput-rumputan.
Saling kejar mengejar yang terjadi sekarang ini, kedua belah pihak saling mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya dengan sekuat tenaga, didalam sekejap-mata saja udara sudah mendekati senja, ketika Boen Ching mendongakkan kepalanya untuk memandang tampak dirinya kini telah mengejar sampai disebuah gunung yang dia sendiri tak mengetahui namanya.
Setelah berlari seharian penuh, dia sendiripun tak mengetahui Pada saat ini dia telah berada dimana.
Mendadak dia mendengar suara genta itu bagaikan sedang berkelebat didalam suatu gua, gunung yang sangat dalam, tubuhnya segera berhenti bergerak.
sedang dihadapannya pun telah muncul sebuah gua yang tingginya kurang-lebih dua kaki.
Didalam gua itu sangat gelap sekali, dua tiga titik air menetes tak hentinya dari atas gua tersebut.
Boen Ching mengerutkan alisnya, setindak demi setindak dia berjalan masuk ke dalam gua itu.
Gua itu sangat lembab sekali, sekelilingnya pun sangat basah sehingga membuat permukaan tanahnya menjadi licin sekali, tetapi Boen Ching yang telah berhasil melatih ilmu untuk melihat diwaktu malam hari, dia bisa melihat situasi didalam gua tersebut dengan sangat jelas sekali.
Dia mendongakkan kepala memandang ke sekeliling tempat itu, tampak gua itu sangat dalam sekali, setelah dia berbelok kembali satu lekukan terdapat kembali belokan lainnya, tiba-tiba dihadapannya dia menemukan sebuah bayangan sinar yang sangat terang sekali, dengan langkah yang tergesa-gesa dia berjalan kearah sana.
Setelah berbelok lagi satu belokan, mendadak dia menghentikan langkah kakinya, dihadapannya tampak setumpuk api unggun yang memancarkan sinar dengan terang, sedang di samping api unggun tersebut berdiri seseorang, orang itu wajahnya pucat pasi, dengan sangat gusar sekali dia memandang kearah Boen ching.
orang itu ternyata adalah Goei Lam Yu adanya.
Wajah dari Goei Lam Yu penuh diliputi penuh oleh perasaan lelah yang berlebihan, kelihatan warna darah meliputi sepasang matanya, ditambah lagi sinar api yang memancarkan sinarnya keatas wajahnya, membuat orang yang melihatnya meraSa sangat menakutkan sekali.
Boen Ching sama sekali tidak menyangka kalau Pada tempat dan saat seperti itu seCara mendadak dapat bertemu muka dengan diri Goei Lam Yu.
Goei Lam Yu dengan tidak menampilkan sedikit perasaan hatinyapun, dengan tajam memandang kearah Boen ching, sejenak kemudian dengan dingin ujarnya.
"Kau datang kemari mempunyai urusan apa ?"
Pada saat ini didalam hati Boen Ching perasaan Curiganya lebih menang dari Pada perasaan gusarnya, dengan dingin sahutnya.
"Goei Lam Yu Kau yang melatih ilmu Hiat Mo Kang sudah tentu mengetahui siapakah sebenarnya orang yang membUnyikan sUara genta tersebut ?"
Goei Lam Yu termenung berpikir keras, beberapa saat kemudian dengan perlahan-lahan dia mencabut keluar pedang Cie Hong Kiam-nya, dengan dingin ujarnya.
"cepat kau mengundurkan diri dari tempat ini, kalau tidak janganlah menyalahkan aku kalau tidak berlaku sungkan-sungkan lagi^". Boen Ching yang telah sampai ditempat itu mana mau dengan demikian saja mengundurkan dirinya, dengan penuh merasa Curiga dia mencabut keluar pedang Cing Hong Kiamnya pula, dengan tawar sahutnya.
"Urusan mengenai kau dengan menggunakan gambar peta palsu menipu diri Liauw Cing Ce belum selesai kita bereskan, apakah kau kira dengan demikian saja kau dapat membuat aku takut dan mengundurkan dirinya dari tempat ini"
Dengan dingin bentak Goei Lam Yu.
"Kau mau mengundurkan diri tidak "
Boen Ching mengerutkan alis nya dia bukannya tidak mengundurkan dirinya, bahkan malah bertindak maju setindak lagi.
Goei Lam Yu tidak menantikan mereka memberikan jawabannya, pedang Cie Hong Kiamnya diangkat dan menerjang ke arah Boen ching.
Boen Ching sama sekali tidak menyangka kalau Goei Lam Yu ternyata dapat mengambil keputusan demikian, kedua orang itu semuanya merupakan jago-jago berkepandaian tinggi, sudah tentu didalam hati masing-masing telah mempunyai perhitungan yang masak, Boen Ching pun mengetahui kalau Goei Lam Yu tak mungkin dapat dipandang dan di lawannya dengan ringan, bahkan dia pun mengetahui
kalau kedua belah pihak telah turun tangan bergerak, dirinya sekali pun tak mungkin untuk mendapatkan kemenangan, tetapi kedudukannya paling sedikit juga seimbang.
Goei Lam Yu mulai melancarkan serangannya menerjang kearah dirinya, data tubuhnya segera berdiri tegak.
pedang panjangnya segera disentilkan ke depan dan menyambut serangan Goei Lam Yu.
Gerakan pedang Goei Lam Yu yang begitu dilancarkan keluar, sinar kemerah-merahan segera muncul memenuhi angkasa dan berubah menjadi berpuluh-puluh bayangan pedang meluncur ketubuh Boen ching.
Boen Ching menarik napas panjang-panjang, pedang Cing Hong Kiamnya dilintangkan kedepan, segulung bayangan pedang meluncur ke atas dan ini merupakan jurus "Ban-bok Cie Yong"
Atau laksana kayu mengalir deras, sedang jurus serangan dari Goei Lam Yupun dengan Cepat berhasil ditahan dengan jurus serangan tersebut.
Pedang Cie Hong Kiam itu sekali lagi dikerahkan kedepan, Boen Ching pun tak mau ketinggalan, ilmu pedang "
Hong Loei ciet Kiam"
Nya dikerahkan untuk menyambut serangan tersebut, Pada saat ini kedua belah pihak telah mengerahkan tenaga khiekangnya kedalam jurus serangan pedang masing-masing, tampak ditengah kalangan tersebut penuh diliputi oleh hawa pedang yang berkelebat simpang slur dengan dahsyatnya.
Tiba-tiba tubuh pedang kedua orang itu saling terbentur satu sama lainnya, ditengah kalangan tersebut segera terdengar suara benturan besi yang sangat nyaring sekali, bunga api memancar kesekeliling tempat itu.
Tubuh kedua orang itu segera memisah ke samping, wajah Boen Ching tampak timbul kemerah-merahan, sedang wajah dari Goei Lam Yu berubah menjadi pucat-pasi, kedua orang itu
kiranya telah beradu kekuatan dengan menggunakan seluruh tenaga.
Jago-jago berkepandaian tinggi apabila sedang bergebrak.
yang paling Celaka hanyalah saling beradu jiwa dengan sekuat tenaga, karena begitu saling beradu jiwa kemungkinan sekali kedua belah pihak akan mengalami luka dalam yang parah, sekalipun tenaga dalam yang dimiliki kedua orang itu hanya terpaut sedikitpun, juga kemungkinan sekali-akan mengalami hal seperti itu.
Boen Ching yang beradu tenaga dalam dengan diri Goel Lam Yu, untung saja kedua orang itu dengan Cepat menarik kembali gerakan tangan masing-masing, kalau tidak kiranya kedua belah pihak akan menemui kematiannya sejak tadi.
Didalam mengadu tenaga tersebut, sekalipun Goei Lam Yu telah mengalami kerugian yang Cukup parah, tetapi didalam hati Boen Ching diam-diam merasa sangat terkejut, dengan keadaan Goei Lam Yu yang keletihan ini dia juga tak lebih hanya berada dibawah angin saja, jika dilihat dari hal tersebut agaknya tenaga dalam yang dimiliki oleh Goei Lam Yu ini tidak dibawah tenaga dalam yang dimiliki dirinya, menang kalah Pada hal ini agaknya sukar sekali untuk diduga.
Goei Lam Yu menenangkan pikirannya sejenak, kemudian dengan dingin memandang sekejap kearah Boen Ching pedang Cie Hong Kiamnya dengan dingin perlahan-lahan diangkat kembali, dan mengeluarkan suatu jurus pedang yang sangat aneh sekali.
Boen Ching tampak sekali Goei Lam Yu mengeluarkan satu jurus pedang yang sangat aneh, didalam hatinya sedikit merasa terkejut, sekalipun dia tidak pernah mengenal jurus pedang tersebut, tetapi diapun merupakan seorang jago pedang kenamaan,jika dilihat dari jurus pedang yang dikeluarkan oleh Goei Lam Yu ini saja, dia dengan sangat mudah sekali dapat mengerahkan seluruh tenaga dalam yang
dimilikinya ke tubuh pedang tersebut, dan inilah merupakan rahasia dari ilmu pedang yang sangat lihay sekali.
Mendadak otaknya berkelebat tentang suatu hal, Liau Cing Ce bukanlah berkata kalau kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh telah terjatuh ketangan Goei Lam Yu, apalagi ditambah denpan sikap serta tindak tanduk dari Goei Lam Yu yang demikian menakutkan itu, jurus pedang yang dilancarkan ini bukanlah merupakan jurus pedang dari kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh?"
Tanpa terasa hati Boen Ching terasa tergetar, sinar matanya berkelebat dan mundur satu langkah kebelakang, pedang Cing Hong Kiamnya disabetkan setengah lingkaran di atas udara, keadaan disekitar tempat tersebut segera terdengar suara angin dan guntur meliputi tempat itu.
Ujung pedang dari Goei Lam Yu kelihatan sedikit diangkat keatas, suatu suara yang sangat halus dan ringan sekali berkelebat di tengah udara dan mengikuti sinar berwarna ke merah-merahan lenyap dari pandangan.
Tubuhnya bagaikan ditarik oleh suatu tenaga yang sangat besar sekali dengan mengikuti pedang Cing Hong Kiamnya, sinar kemerah-merahan memancar ke angkasa, ditengah udara sedikit membengkok dan dengan keCepatan luar biasa meluncur ke tubuh Boen ching.
Boen Ching bersuit nyaring, pedang Cing Hong Kiamnya disentil keluar, suara angin dan guntur segera membelah bumi, jurus ini merupakan jurus 'Hong Loei ciau Ming', atau angin petir bersatu padu dari ilmu pedang Hong Loei chiet Kiam.
Bayangan pedang yang memenuhi angkasa serta memancarkan sinar yang berkilauan itu dengan sangat Cepat sekali menerjang ke arah Goei Lam Yu.
Sinar kemerah-merahan itu dengan cepat pula membentur bayangan pedang dari Boen ching, segera pedang Cing Hong
Kiam yang dicekalnya itu terasa bagaikan terkena pukulan yang sangat hebat, mau tak mau memaksa tubuhnya terhuyung mundur dua langkah ke belakang.
Tubuh Goei Lam Yu melayang kembali ke tempat asalnya, wajahnya penuh diliputi oleh senyuman yang mengejek.
pedang Cie Hong Kiamnya ditangannya diangkat kembali ber-siap2 untuk melancarkan serangan sekali lagi.
Boen Ching menarik napas panjang-panjang, dia sadar bahwa tenaga khiekang chiet Kong Kang Khie yang dimiliki sekarang ini, tak lebih barulah dasarnya saja, dan belum sampai dapat digunakan sekehendak hatinya, kalau tidak tak mungkin dia akan takut terhadap Goel Lam Yu ini.
Dia sekali lagi menarik napas panjang-panjang dan menjalankan hawa khiekang chiet Kong Kang Khie didalam tubuhnya satu kali putaran-Goei Lam Yu tertawa dingin, pelan dia menggerakkan pedang Cie Hong Kiamnya dengan melancarkan jurus pedang dari kitab rahasia Hay Thian KiamBoh sekali lagi dia menerjang kearah Boen ching.
Tubuh Boen Ching segera miring kesamping, pedang Cing Hong Kiamnya dengan keCepatan luar biasa menusuk kedepan, Pada saat tersebut tenaga serangan yang digunakan oleh Goei Lam Yu tak Cukup, sehingga begitu menempel pedang Cing Hong Kiam segera terpental balik dengan ganas dia memandang tajam kearah Boen ching Boen Ching tertawa-tawa, dia tahu bahwa Pada saat ini Goei Lam Yu hanyalah baru berhasil mempelajari dasar dari Pada jurus pedang yang terdapat didalam kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh itu, sehingga tak perlu untuk ditakutkan-Goei Lam Yu memandang tajam kearah Boen ching, diapun telah mengetahui kalau tempat kelemahan dari dirinya telah diketahui oleh Boen ching, untuk merebut kemenangan sudah tentu sangat sukar sekali, tetapi didalam hatinya dia tetap
merasa sangat puas dengan hasil yang dicapai dari kitab rahasia "Hay Thian KiamBoh"
Itu, paling sedikit Boen Ching juga tidak berani terlalu memandang rendah terhadap dirinya, hanya cukup itu saja didalam hatinya telah merasa sangat puas sekali.
Boen Ching pun memandang tajam kearah Goei Lam Yu, di dalam hatinya dia tetap tak mau membuat niatnya untuk menerjang kearah Goei Lam Yu, dan ingin sekali menerjang masuk kedalam gua tersebut untuk melihat sebenarnya didalam gua tersebut masih terdapat hal-hal apakah yang aneh.
Goei Lam Yu tampak Boen Ching tetap tak mau mengundurkan dirinya dari tempat tersebut, didalam hatinya menjadi sangat gusar sekali, pedang Cing Hong Kiamnya berturut turut melancarkan kedua kali serangan, tetapi semuanya berhasil ditahan oleh Boen Ching dengan menyampingkan tubuhnva ke samping, dan tetap tak melancarkan serangan balasannya, Goei Lam Yu tampak serangannya tidak mencapai sasaran setelah dia mengundurkan dirinya kebelakang.
Goei Lam Yu setelah berturut-turut menyerang dua kali, mendadak wajahnya berubah hebat, segera dia memutarkan tubuhnya dan mengundurkan diri keluar dari gua tersebut.
Boen Ching menjadi tertegun dia membalikkan tubuhnya memandang kearah sepasang mata dari Goei Lam Yu yang penuh diliputi oleh rasa terkejut itu, tetapi ketika sinar matanya bertemu dengan matanya sedikitpun dia tidak mendapatkan hal-hal yang mencurigakan, didalam hatinya diam-diam merasa sangat heran, entah Goai Lam Yu sebenarnya telah melihat apa, ternyata dapat berubah menjadi demikian takutnya.
Dengan kehebatan dari kepandaian silat yang dimiliki Goei Lam Yu saat ini, sehingga dapat merebut sebagai pimpinan
dari kawan iblis, dia tak dapat memikirkan sebenarnya siapakah yang ditakuti oleh Goei Lam Yu se hingga berubah menjadi sedemikian rupa.
Tetapi Pada saat ini Goei Lam Yu telah mengundurkan dirinya, dia sudah tentu tak dapat berpikir yang bukan-bukan lagi, segera tubuhnya bergerak.
dan menerjang kedalam ruangan gua tersebut.
Ruangan gua itu sangat gelap sekali, Boen Ching berhenti sejenak untuk kemudian bergerak lagi maju kedepan-Setelah berputar beberapa kali dibelokan dia sama sekali tidak perCaya terhadap sinar matanya, orang-orang yang selamanya dipikirkan dan dicari Pada saat ini telah duduk bersila didalam ruangan gua itu.
Boen Ching merasa sangat terkejut berCampur girang orang-orang itu tak lain tak bukan ternyata adalah Pak Leng Sian-seng sekalian.
Disamping Pak Leng Sian-seng, tampak sang Kwan Yu, Toan Bok Cie Jien, ouw Yang Bu Kie, chang Sun Loei serta Tie Liok Yun terkurung didalam ruangan batu itu.
Begitu Boen Ching masuk kedalam ruangan gua, Pak Leng sian-seng segera mementangkan sepasang matanya, dengan sangat terkejut sekali panggilnya.
"Kiranya adalah Boen ching, Boen Siauw hiap. bagaimana kau dapat datang kemari?"
Orang-orang lain yang berada didalam ruangan gua itu bersama-sama mendapatkan sepasang matanya, dengan sangat terkejut sekali dia memandang kearah Boen ching.
Boen Ching dengan terkejut berCampur heran memandang kearah mereka, kemudian ujarnya.
"Aku hanyalah karena tidak sengaja datang kemari."
Didalam hatinya Pada saat ini penuh diliputi oleh keragu-raguan, dia tidak mengetahui mengapa Pak Leng Sian-seng
sekalian dapat datang sampai disini, dan sama sekali tidak pernah menyangka kalau ternyata mereka dapat dikurung ditempat ini, disamping itu masih banvak sekali urusan yang tak dapat dipeCahkan olehnya.
orang yang membunyikan genta itu memimpin dia datang kemari ini entah mempunyai hubungan apakah dan apa sebabnya, sedang Goei Lam Yu bukanlah seorang yang berhati lapang, mengapa dia mengurung Pak Leng Sian-seng sekalian ditempat seperti ini, jika menurut penglihatan dirinya, Goei Lam Yu pastilah tak begitu perlu membuat demikian, dengan kemungkinan sekali dia dapat membunuh habis Pak Leng Sian-seng.
Tie Liok Yun bangkit berdiri dan melayang mendekati tubuh Boen ching, tanya nya kemudian-"Kau telah bertemu muka dengan Goei Lam Yu?"
"Ya, tetapi dia telah pergi dari tempat ini."
Tie Liok Yun menghela napas lega, dari memandang kesekeliling tempat itu, kemudian barulah memandang sekejap kearah Boen ching, ujarnya.
"Goei Lam Yu jadi orang sangat kejam serta ganas, Bwee Giok kini berada ditangannya, aku masih belum dapat menolong dirinya keluar dari Ceng keraman tangannya.". Boen Ching begitu mendengar Tie Liok Yun mengungkat kembali tentang Bwee Giok hatinya terasa tergetar, ujarnya dengan ragu-ragu.
"Pada saat ini, apakah benar Bwee Giok berada ditangannya ?"
Tie Liok Yun menggangguk sambil menghela napas panjang, ujarnya.
"Tetapi sangat aneh sekali, entah mengapa anak Giok ternyata telah berubah menjadi kakaknya "
Hati Boen Ching menjadi tergetar ujarnya.
"Bwee Giok ternyata berubah, menjadi kakak dari Goei Lam Yu. kiranya Goei Hong Ing adalah Bwee Giok "
Berpikir samuai disini, hatinya menjadi berdebar, urusan ini pastilah tak dapat di salahkan lagi Pak Leng Sianseng tertawa, ujarnya.
"Goei Lam Yu sangat paham sekali dengan ilmu hitam dari daerah Selatan, menurut apa yang aku duga, dia pastilah menggunakan ilmu Pembingung Nyawa Membuat Ingatan serta Kesadaran dari nona Bwee menjadi hilang dan dapat dikuasai oleh dirinya "
Sehabis berkata dia tertawa, lanjutnya kemudian.
"Hanyalah yang aneh, ilmu pembingung nyawa itu barulah dapat berhasil apabila orang yang hendak dikenakan ilmu tersebut seCara pribadinya menyetujui."
Dalam hati Boen Ching menjadi sangat bingung sekali, dan berdiri termangu-mangu tak dapat diucapkan sepatah katapun juga . Toan Bok ci Jien berdiri disamping tertawa gusar, ujarnya.
"Sungguh tak disangka kalau aku Toan Bok ci Jien ternyata dapat dikurung orang selama Setengah tahun lamanya, tetapi demikian pun sangat baik sekali, karena dengan demikian aku malah dapat pantang terhadap arak"
Ouw Yang Bu Kie tertawa tawar, dia menghela napas panjang, sedang didalam hatinya pun agaknya merasa sangat tidak enak sekali.
chang Sun Loei serta Sang Kwan Yu pun berdiam diri tak mengucapkan sepatah katapun.
Boen Ching memandang sekejap kearah orang-orang yang berada ditengah kalangan itu, di dalam hati diam-diam pikirnya, selama setengah tahun terus menurut dikurung
ditempat seperti ini, kecongkakan serta sifat ingin menang dari orang-orang itu telah tersapu hilang lenyap tanpa bekas lagi.
"Kita harus keluar dari tempat ini, kalau dipikir mungkin sekali nona Bwee masih berada didalam perkampungan Pek In chuang, kita lebih baik berangkat pergi ke sana, kemungkinan sekali Goei Lam Yu juga kembali keperkampungan Pek In chuang."
Pak Leng Sian seng menjadi tertegun dan memandang sekejap kearah Boen Ching sahutnya.
"Benar, aku masih belum bertanya ke padamu selama setengah tahun kau berada dimana?"
Boen Ching tertawa, ujarnya.
"Miau Be Fang telah memberikan tujuh buah hioloo kuno peninggalan Thian Jan Shu itu kepadaku, kemudian mengurung diriku, akhirnya aku berhasil mempelajari tenaga khikang chiet Keng Kang Khie dan meloloskan diri keluar dari kurungan."
Orang-orang yang hadir ditempat itu menjadi tertegun, ujarnya berbareng.
"chiet Keng Kang Khie "
Di dalam hati masing-masing Pada saat itu merasa sangat keCewa sekali, didalam hatinya sendiri mengapa selama nya tak pernah terpikirkan akan sampai disitu, dan menganggapnya sebagai sebuah rangkaian ilmu telapak tangan, dan tak pernah terpikirkan kalau Thian Jan Shu yang menjagoi seluruh dunia kangouw dengan tenaga khiekang chiet Kong Kang Khie sudah tentu Pada saat sebelum menemui kematiannya dia akan meninggalkan ilmu khiekang chiet Keng Kang Khie tersebut, dan mana mau meninggalkan suatu rangkaian ilmu telapak tangan yang sama sekali tak ada sangkut-pautnya dengan dirinya Apalagi ketujuh buah hioloo kuno itu seCara samar-samar telah mengandung kedudukan Jie, Gwat, Ngo Seng dan ciet Kong, bagaimana dirinya dapat demikian tololnya ?
Urusan telah menjadi demikian rupa, setiap orang juga telah menjadi sadar kembali, ilmu tenaga khiekang chiet Keng Kang Khie Pada saat sebelum Thian Jan Shu menemui ajalnya ternyata dia telah meninggalkan ilmu yang membuat dirinya menjadi terkenal dan menjagoi seluruh dunia kangouw.
Pak Leng sianseng menghela napas ujarnya.
"Tidak dapat salah lagi kalau ada berita yang tersebar mengatakan bahwa barang siapa yang berhasil mendapatkan kepandaian silat yang terdapat Pada tujuh buah hioloo peninggalan Thian Jan Shu tersebut pastilah dapat menggantikan kedudukannya seperti dulu."
Sambil berkata orang-orang tersebut bersama-sama berjalan keluar dari gua yang sangat gelap itu, ketiga orang iblis serta iblis dari selatan pun ikut keluar dari gua dan meninggalkan tempat tersebut dengan sendirinya.
Pak Leng sianseng tertawa, sambil memandang bayangan punggung dari orang-orang itu, ujarnya.
"Mereka beberapa orang mulai saat ini pastilah terpaksa berdiam untuk mengasingkan diri, didalam pergolakan yang terjadi di dalam dunia kangouw, aku kira sangat sukar untuk tampak bayangan punggung dari mereka berempat lagi."
Boen Ching menghembuskan napasnya, teringat kembali olehnya ketika empat iblis sakti untuk pertama kalinya turun gunung, Pada waktu itu seluruh penjuru dunia boleh dikata hanyalah Thian Jan Shu seorang saja yang di takuti, setelah Thian Jan Shu binasa, siapakah yang berani untuk melawan diri mereka empat orang iblis sakti ?
Selama berkelana didalam dunia kangouw mereka berempat selalu bersatu padu sehingga dapat terlihat kehebatan tenaga nya, kini iblis dari seluruh penjuru dunia yang telah lama mengasingkan diri sekali lagi munculkan dirinya, sedang kan diantara keempat iblis sakti terlebut telah terdapat seorang yang menemui kematiannya, sehingga
mereka tak dapat memperlihatkan kehebatan seperti dahulu, sudah tentu terpaksa mereka harus meninggalkan dirinya.
Dunia yang demikian lebarnya, orang yang memiliki kepandaian silat sangat tinggi sukar sekali dapat dihitung dan diketahui, sekalipun Thian Jan Shu yang hidup waktu itu, kiranya juga hanyalah disebut orang sebagai jago nomor satu di dunia ini, siapakah yang sebenarnya dapat disebut sebagai jago nomor wahid didalam dunia ini, kira nya sangat sukar sekali untuk ditentukan.
Kini, bukan saja kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh telah muncul kembali di dalam dunia kangouw, bahkan jago-jago dari partai Mie cong Bun yang telah sangat lama sekali tidak pernah munculkan diri didalam dunia kangouw, kini telah terjun kembali kedalam Bu-lim, sedang orang aneh yang membunyikan genta itu sampai kini masih belum munculkan dirinya.
Dia menghela napas panjang, kepalanya ditolehkan ke kanan dan ke kiri untuk membedakan arah, dengan memimpin Tie Liok Yun serta Pak Leng sianseng berlari menuju keperkampungan Pek In chuang.
Boen Ching sejak dari pagoda Tiang coen Ta hingga lari sampai ditempat itu, sekalipun kalau dihitung telah berlari selama satu harian, tetapi yang ditempuh bukanlah jalan yang lurus, tetapi sekalipun demikian, ketiga orang itu harus berlari semalaman barulah sampai keperkampungan Pek In chuang.
Perkampungan Pek-In chuang ini, Boen Ching pernah satu kali datang ketempat tersebut, oleh sebab itu ketika kali ini sekali lagi mengunjungi tempat tersebut, dia telah hafal sekali dengan keadaan disekelilingnya.
Dia langsung memimpin dari Tie Liok Yun serta Pak Leng sianseng berlari menuju keruangan dimana Goei Lam Yu berdiam.
Tetapi ketika ketiga orang itu melayang turun ke atas halaman, di tengah ruangan tersebut sangat sunyi sekali, bagaikan tak seorangpun yang terdapat dalam ruangan itu.
Boen Ching menjadi tertegun, tubuhnya berkelebat dan menubruk ke dalam ruangan itu.
Pintu ruangan itu dengan keras didorong kebelakang sehingga mengeluarkan suara nyaring, tubuh Boen Ching dengan cepat melayang masuk ke dalam ruangan itu, tetapi tetap tak tampak bayangan manusia satupun juga , hatinya terasa berdesir, dia mengetahui bahwa Goei Lam Yu semenjak sebelumnya telah meninggalkan tempat itu, dirinya seorang berjalan bersama-sama dengan Tie Liok Yun serta Pak Leng sianseng, tak dapat mengerahkan seluruh tenaga nya untuk mengejar, didalam hatinya dia sadar bahwa ilmu meringankan tubuh yang dimiliki Goei Lam Yu tidak mungkin beda banyak dari dirinya, sedang dia tiba didalam perkampungan Pek In chuang ini pun telah setengah harian lebih,jika dilihat hal ini, dia kini telah berada ratusan lie dari tempat tersebut.
Dengan cepat dia melayangkan tubuhnya keluar dari ruangan, Pak Leng sianseng telah membuka mulut tanyanya.
"Apakah Goei Lam Yu telah pergi dari tempat ini ?????"
Boen Ching tak mengucapkan sepatah kata pun, dia hanya mengangguk.
Dia tak tahu mengapa Goei Lam Yu harus berbuat demikian, dan menggunakan ilmu Pembingung nyawa nya untuk memaksa Bwee Giok menjadi kakak Goei Ing, apabila bukannya dia mendengar sendiri dari Tie Liok Yun yang mengatakan hal ini, dia belum juga mau perCaya apabila telah terjadi urusan seperti ini,jika dilihat dari sikap serta tindak tanduk dari Goei Lam Yu serta Bwee Giok, siapapun juga akan mengira kalau mereka benar-benar merupakan kakak-beradik.
Goei Lam Yu kalau memang demikian hormatnya terhadap diri Bwee Giok, sedang Bwee Giok pun menganggap sebagai
adiknya, hal ini merupakan suatu peristiwa yang sama sekali tak pernah terpikir olehnya.
Pak Leng sianseng mendongakkan kepala, memandang keadaan CuaCa kemudian ujar nya.
"Aku kira mereka masih belum pergi terlalu jauh, kita masih dapat mengejar diri mereka"
"Tetapi kita harus mengejar dari arah manakah?"
Tanya Tie Liok Yun-Pak Leng sianseng menjadi tertegun, sejenak kemudian barulah sahutnya.
"Pada saat ini kita terpaksa harus membagi menjadi tiga jurusan untuk pergi mengejarnya, arah yang paling mungkin ditempuh sudah tentu jalan raya, dan ini biarlah Boen Siauwhiap yang tempuh, sedang sisanya terpaksa kau dan aku harus berpisah untuk mencarinya kembali"
Boen Ching menganggukkan kepalanya.
Bwee Giok yang telah terkena ilmu pembingungan nyawa, sampai pun dirinya yang mempunyai kepandaian silat juga telah dilupakan, serta sifatnya yang terlalu perCaya Pada dirinya sendiri, kebanyakan dia telah berjalan melalui jalan raya.
Ketiga orang itu segera berpisah, Boen Ching dengan mengikuti jalan raya berlari terus menuju kearah Utara.
Ditengah perjalanan, hatinya selalu merasa takut dan kuatir kalau tak berhasil mengejar Goei Lam Yu, dan dia telah menyembunyikan dirinya, dan apabila setelah dapat mengejarnya, Pada saat itu harus berbuat bagaimana baiknya?
Pada saat ini dia hanyalah mengetahui kalau Bwee Giok menyebutkan dirinya sebagai Goei Hong Ing, beserta Goe Lam Yu menerangkan kePada dirinya tentang hubungan yang erat antara diri Goei Hong Ing, nanti apabila dirinya telah bertemu muka dengan mereka, sedang dia mengakui sebagai Goei
Hong Ing dan bukan bwee Giok, Pada saat itu dirinya harus berbuat bagaimana???
Sekonyong-konyong, dari samping jalan berkelebat bayangan sinar perak yang menyilaukan mata menyerang diri Boen ching.
Boen Ching yang dibokong demikian hebatnya itu, dengan dingin dia membentak, sepasang telapaknya didorong ke depan, dimana angin pukulannya menyambar, membuat benda tersebut menjadi terpukul kesamping, ketika Boen Ching mempertajam matanya untuk memandang, tampak benda tersebut kiranya adalah dua buah ular keCil yang berwarna putih salju, u1ar-ular tersebut telah terpental sejauh puluhan kaki jauhnya.
Boen Ching tidak mengetahui siapakah sebenarnya yang telah membokong dirinya seCara demikian, didalam benaknya belum juga terpikir siapakah orang itu, dari samping jalan melayang turun dua orang anak lelaki yang usianya kurang lebih tiga empat belas tahunan-Boeng Ching menyapu sekejap kearah dua orang anak lelaki itu, dia tidak mengetahui mengapa dua orang anak keCil itu harus membokong dirinya dengan dingin ujarnya.
"cayhe Boen ching, kalian berdua mengapa membokong diriku "
Kedua orang anak lelaki itu saling bertukar pandangan sekejap. kemudian sahutnya.
"Perduli kamu bernama Boen ching, kau kalau memangnya berani datang kemari ikutilah kami untuk menemui majikan kami"
Boen Ching mengerutkan alisnya, ujarnya.
"Kehendak dari kalian berdua aku tak tahu jelas, sehingga Cayhe tak dapat mengikuti kehendak kalian "
Anak lelaki yang berdiri disebelah kanan mendengus dengan dinginnya, sahutnya.
"Kau janganlah berpura-pura, kau berani membunuh majikan muda kami, apakah boleh dikata telah menjadi jeri??"
Boen Ching menjadi tertegun, dengan nada sangat serius ujarnya.
"Kalian berdua mengatakan aku telah membunuh siapa ? aku hanyalah seorang yang melakukan perjalanan diwaktu malam hari saja, kalian berbuat demikian bukanlah terlalu berlebihan ?"
Anak lelaki itu tertawa dingin sahutnya.
"Pada saat ini orang yang dapat membunuh majikan muda kami ada berapa orang saja? dengan kepandaian silat yang kau miliki sekarang ini, ditambah lagi melakukan perjalanan malam seCara tergesa-gesa kalau bukan dirimu lalu siapa lagi ?"
Dengan dingin Boon Ching menyahut.
"Aku masih mempunyai urusan penting yang harus dikerjakan, tidak ingin ikut ribut dengan kalian, aku kira kalian telah salah mencari orang". Sehabis berkata dia menerjang maju kedepan-Kedua orang anak lelaki itu bersama-sama membentak nyaring, dua buah pedang pendek segera dilancarkan keluar, yang satu dari sebelah kanan dan juga yang lain dari sebelah kiri menahan jalan pergi dari Boen ching. Boon Ching yang masih mempunyai urusan penting yang harus diselesaikan, mana mau beribut, sepasang telapak tangannya dipisahkan masing-masing menepuk ke arah dua anak lelaki tersebut, pikirnya didalam satu jurus, mendesak mundur dua orang anak itu, kemudian menerjang maju untuk melanjutkan perjalanannya. Tetapi sepasang telapak tangannya itu begitu dilancarkan keluar, kedua orang anak kecil itu segera mengangkat
pedangnya menyambut serangan tersebut, sedang tubuh merekapun hanya sedikit bergerak saja.
Boen Ching yang tampak hal ini tanpa terasa hatinya menjadi sangat terkejut, tetapi yang paling terkejut adalah kedua orang anak kecil itu, kedua orang anak kecil itu sama sekali tidak menduga kalau pukulan telapak tangan yang dilancarkan oleh Boen Ching itu dapat demikian hebatnya.
Kedua orang anak itu saling bertukar pandangan, tubuhnya berkelebat dengan arah bersilang, sedang pedangnya berturut-turut melancarkan lima kali serangan hebat, sehingga membuat sepasang pedang itu membentuk suatu bayangan pedang yang sangat kuat, sekali mengurung diri Boen ching.
Boen Ching menarik napas panjang-panjang, sepasang tangannya dengan menggunakan tenaga khiekang chiet Kong Kang Khie dilancarkan keluar, hawa khiekang tersebut berkelebat tak henti-henti nya disekitar tempat itu, membuat udara disekitarnya diliputi oleh suatu hawa murni yang mempunyai tujuh warna yang berbeda.
Kedua orang anak kecil, itu dengan menggunakan kabut pedang yang melindungi dirinya maju kedepan, tetapi begitu terkena serangan hawa khiekang chiet Keng Kang Khie kabut pedang tersebut segera tergempur hingga terdapat sebuah lubang kelemahan.
Wajah dari kedua orang anak kecil itu bersama-sama berubah dengan hebatnya gerakan pedangnya dengan cepatnya berubah dan mengurung kembali tubuh Boen ching.
Boen Ching dengan menggunakan sepasang telapak tangannya melawan kedua orang anak kecil itu, didalam hatinya diam-diam merasa sangat terkejut sekali, diam-diam pikirnya, kedua orang anak kecil itu kini dapat demikian lihaynya, entah majikannya ini sebenarnya orang berkepandaian tinggi dari mana.
Dia tidak menginginkan untuk berbuat salah terhadap majikan dari kedua anak kecil ini, terpaksa dia mengurangi tenaganya hingga tiga bagian banyaknya, tetapi sekalipun dia telah berbuat demikian dia tetap masih berada diatas angin, sebenarnya semula dia ingin dengan cepat meninggalkan tempat tersebut, tetapi sebaliknya sekarang dia malah ingin menanyakan hingga jelas persoalannya, sebenarnya telah terjadi peristiwa apakah.
Kedua anak kecil itu makin melancarkan serangannya, wajahnya tampak makin menjadi cemas,gerakan pedangnya berubah menjadi suatu hawa yang berwarna kemerah-merahan berputar dengan cepatnya.
Hati Boen Ching mendadak menjadi tergerak.
kedua orang anak kecil itu mengatakan bahwa sampai saat ini yang dapat membunuh majikan mereka ada berapa orang pikirnya segera terpikir akan diri Goei Lam Yu.
Hatinya terasa tergetar, tidak salah lagi pastilah diri Goei Lam Yu yang melakukannya, kiranya Goei Lam Yu baru saja melewati tempat tersebut, dengan kepandaian silat yang dimiliki oleh Goei Lam Yu itu apalagi ditengah malam yang sangat gelap ini, tak dapat disalahkan lagi kalau kedua orang anak kecil ini dapat salah paham terhadap dirinya.
Tetapi Goei Lam Yu membawa Bwee Giok dirinya tak mungkin dikarenakan urusan ini hingga mengakibatkan tidak beresnya urusan untuk mencari diri Bwee Giok, kesempatan ini didalam sekejap mata saja akan lenyap kembali, apalagi dirinya membereskan urusan ini terlebih dahulu baru pergi mencari diri Bwee Giok.
kiranya saat ini sukar sekali akan dapat menemukan diri Goei Lam Yu.
Sepasang telapak tangannya sekali lagi di lancarkan keluar, sedang tenaga khiekang chiet Keng Kang Khie nyapun mengikuti serangan yang dilancarkan keluar itu menerjang keluar, tujuh buah sinar yang berbeda-beda dengan kencang menerjang keluar menyerang kedua orang anak kecil itu
hingga membuat tubuhnya terdorong hingga beberapa kaki jauhnya.
Tubuh Boen Ching berhenti sejenak kemudian ujarnya kePada kedua orang anak kecil "cayhe masih mempunyai urusan penting yang harus diselesaikan, terpaksa harus berangkat setindak terlebih dahulu."
Sehabis berkata tubuhnya berkelebat melayang melanjutkan perjalanannya kedepan-Teriak kedua anak kecil itu secara berbareng.
"Majikan kami segera akan tiba, kau apakah hendak pergi dengan demikian saja ?"
Sehabis berkata tubuh kedua orang itu segera merapat, sekali lagi melancarkan serangan menerjang tubuh Boen ching.
Boen Ching mengerutkan alisnya, diapun terpaksa melancarkan serangan dengan menggunakan telapak tangannya memukul sepasang pedang dari mereka, sedang tubuh nya tetap berlari kearah depan.
Di tengah udara mendadak terdengar suara jeritan burung bangau yang sangat nyaring sekali, terlihat seekor burung bangau yang berwarna putih melayang turun dari angkasa.
Kedua anak kecil itu segera berlari maju kedepan, dengan keras teriaknya.
"Boen Ching tahan, majikannya telah tiba."
Begitu bangau putih itu melayang turun, tampak sebuah bayangan manusia berkelebat munculkan dirinya, dalam hati Boen Ching yang melihat hal ini menjadi sangat terkejut sekali.
Majikan dari kedua anak kecil itu kini telah munculkan dirinya, agaknya urusan ini hari sukar sekali untuk diselesaikan secara damai
-oo0dw0oo-ILMU PEDANG DARI PARTAI MIE CONG BUN BOEN Ching mundur dua langkah kebelakang, dari atas bangau raksasa itu tampak melayang turun seorang kakek tua yang memakai jubah berwarna kuning.
Wajah dari kakek tua berjubah kuning itu sangat bersih dan segar, sepasang matanya memancarkan sinar pembunuhan yang hebat,jika dilihat sepintas lalu agaknya umurnya baru empat puluh tahunan, segulung jenggotnya yang berwarna hitam terurai memanjang sepanjang dadanya.
Boen Ching menarik napasnya panjang-panjang, dia tahu bahwa dirinya hari ini menemui kesulitan kembali, kedua anak kecil itupun telah mengejar dirinya kembali, dan berkelebat berdiri disamping kakek berjubah kuning itu.
Tampak kakek tua berjubah kuning itu dengan sangat dingin sekali memandang wajah Boen ching, kemudian tanyanya kePada kedua orang anak kecil tersebut.
"Orang inikah ?"
Kedua orang anak kecil itu menganggukkan kepalanya.
Si kakek tua berjubah kuning itu dengan dingin mendengus, tubuhnya dengan cepat berkelebat kedepan, lima jari ditangan kanannya diubah menjadi serangan cakar, mencengkeram bahu dari Boen ching.
Dalam hati Boen Ching merasa sangat terkejut sekali,gerakan tubuh dari kakek tua berjubah kuning itu ternyata membawa desiran angin yang demikian hebatnya, hal ini membuktikan kalau dia telah berhasil memiliki tenaga khiekang yang sangat sempurna sekali, serangan dengan mencengkeram itu tak dapat dipandang ringan dan dihindari dengan berayal lagi.
Tubuhnya dengan cepat mengundurkan dirinya kebelakang, baru saja bersiap hendak berbicara, siapa tahu si kakek tua berjubah kunding itu gerakannya jauh lebih cepat dari dirinya, terdengar dengan dingin dia mendengus, ujarnya.
"Kau ingin melarikan diri ?"
Suaranya baru saja keluar dari mulutnya tampak segulung bayangan kuning dengan diikuti dengan sambaran angin yang sangat santar sekali berkelebat datang menyambar tubuhnya.
Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, dia tampak serangan tersebut demikian hebatnya, kemungkinan sekali sukar untuk menghindarkan dirinya, terpaksa dia mengerahkan tenaga khiekang chiet Kong Kang Khienya untuk melindungi tubuhnya bersamaan waktunya pula mengerahkan jurus Thie cian le San-atau dengan pundak memindahkan gunung dari ilmu Thay Thien Kioe Sih.
Tetapi Pada saat pundaknya digetarkan itu dalam hatinya merasa agak terkejut, tubuh dari kakek tua berjubah kuning itu ternyata demikian beratnya, gerakan untuk membanting ini ternyata sedikitpun tidak berhasil menggerakkan tubuh dari kakek tua berjubah kuning barang sedikitpun juga .
Dalam hati si kakek tua berjubah kuning itupun sedikit merasa terperanjat, lima jari tangan kanannya baru saja mencengkeram bahu dari Boen Ching ternyata segera terpental kembali.
Didalam hatinya merasa bertambah gusar lagi, dengan dingin dia mendengus, tangan kanannya dilancarkan keluar kembali mencengkeram diri Been ching.
Boen Ching baru saja berhasil menghindarkan diri dari cengkeraman tersebut, mendadak tampak bayangan dari Cakar lawan berubah menjadi berpuluh-puluh banyaknya, dan bersama-sama mencengkeram kearahnya, suatu perasaan sangat terperanjat sekali muncul dari dalam lubuk hatinya, tubuhnya dengan cepat menghindarkan dirinya kebelakang,
sepasang kakinya dilancarkan kedepan menyerang tubuh dari kakek tua berjubah kuning tersebut.
Pada saat tubuhnya menghindarkan dirinya kebelakang itu, pedang Cing Hong Kiamnya bersamaan waktunya pula dilancarkan keluar, menghalangi serangan yang dilancarkan oleh si kakek tua berjubah kuning itu.
Si kakek tua berbaju kuning itu sekali lagi melancarkan serangannya kedepan, tetapi tetap terhalang kembali, dia sebenarnya bersiap mendesak kembali menyerang tubuh Boen ching, tetapi mendadak hatinya menjadi tergerak.
bagaikan didalam hatinya telah memikirkan tentang sesuatu hal tubuh nya dengan cepat mengundurkan dirinya ke belakang.
Boen Ching menghembuskan napas lega dia, tidak mengetahui mengapa si kakek tua berjubah kuning itu seCara mendadak mengundurkan dirinya kebelakang.
Si kakek tua berjubah kuning itu setelah mengundurkan dirinya kebelakang, dengan dingin ujarnya kePada diri Boen ching.
"Kau sebenarnya anak murid dari siapa, apakah benar-benar tidak kenal terhadap diriku?"
Didalam hatinya terpikir olehnya bahwa dengan usia yang dimiliki Boen Ching sekarang ini, dapat dimiliki kepandaian silat yang demikian tingginya, sudah tentu dia pasti adalah anak murid dari seorang kawan baiknya Pada waktu itu, kalau memang benar adanya sudah tentu dia akan menanyakan hingga menjadi jelas persoalannya.
Boen Ching menjadi tertegun, dia sungguh tidak mengenal siapakah sebenarnya si kakek tua berjubah kuning itu.
Si kakek tua berbaju kuning itu memandang sekejap kearah Boen Ching kemudian ujarnya.
"Aku adalah Kioe Thian le atau si tabib sakti dari daerah Kioe Thian, Lieh Yu adanya.
PERKATAAN YANG diucapkan oleh si kakek tua berjubah kuning itu sebenarnya hanya bertujuan untuk memperingatkan diri Boen ching, tetapi Boen Ching setelah mendengar perkataan tersebut, hatinya terasa tergetar Kioe Thian ie Sin, Lieh Yu dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau orang yang berdiri dihadapan matanya Pada saat init nyata adalah si Tabib sakti dari daerah Khia Thian yang telah menggetarkan seluruh dunia kangouw.
Pada waktu itu ketika Thian Jan Shu menjagoi seluruh dunia kangouw, pernah ada orang yang mengatakan sebagai "Hay Neh It Shu"
Kioe Thian Swang Sin, Thian Jan Shu diketahui oleh seluruh orang didalam Bu lim, tetapi sebaliknya Kioe Thian Swang Sin tak seorang pun yang pernah menemui diri mereka.
Bahkan pernah terdengar bahwa Pada waktu itu Thian Jan Shu sangat tidak puas dengan perbuatan dari Kioe Thian Swang Sin yang gerak-geriknya ternyata demikian misteriusnya, dia pernah berkata hendak mengadu kepandaian silat dengan Kioe Thian Swang Sin tersebut, tetapi selama nya Kioe Thian Swang Sin tak pernah menggubris dirinya, sebaliknya Thian Jan Shu sendiri tidak mengetahui jejak sebenarnya dari kedua orang itu, sehingga sekalipun dia memiliki kecerdasan serta kepandaian silat yang bagai manapun lihaynya juga tak dapat berbuat apa pun terhadap diri Kioe Thian swang Sin itu.
Tetapi sungguh tak disangka kali ini putra kesayangan dari salah satu Kioe Thian swang Sin yaitu Kioe Thian Ie sin telah menemui kematiannya ditangan seseorang, bahkan urusan itu kini terjatuh ketangan dirinya.
Dia mengerutkan alis nya, ujarnya.
"cayhe Boan ching, anak murid dari Ie Bok Tocu dari lautan timur, peristiwa terbunuhnya putra kesayanganmu itu, aku sama sekali tidak mengetahui urusan yang sebenarnya, aku hanyalah sedang melakukan perjalanan jauh saja ."
Kioe Thian le Sin dengan sangat dingin sekali memandang kearah Boen ching, sejenak kemudian baru sahutnya.
"Kalau memangnya bukan dirimu yang melakukannya, mengapa kau tadi hendak melarikan dirimu?"
Sehabis berkata dari bibirnya tersungging suatu senyuman yang sangat dingin sekali.
"Aku sedang mengejar diri Lam Yu Kongcu "
Ujar Boan ching. Kioe Thian Ie Sin dengan tajam memperhatikan diri Boen ching, sedang mulutnya kemak-kemik seorang dirinya, sahutnya.
"Lam Yu Kongcu ?"
Setelah berkata dia memandang beberapa saat lagi kearah Boen ching.
Dalam hatiBoen Ching tak dapat berbuat apa-apa lagi, terpaksa dia pun balik memandang tajam kearah Lieh Yu.
Lieh Yu dengan perlahan-lahan membalikkan tubuhnya, dan memandang kearah dua anak keCil itu.
"Kalian apakah dengan mata kepala sendiri melihat orang ini yang membunuh ?"
Kedua orang anak keCil itu tak berani berbicara bohong terpaksa sahutnya.
"Kami melihat dia dengan seorang diri berlari ditengah jalan raya yang sunyi ini, kami pikir selain dia tak ada orang lain lagi"
Kioe Thian le Sin menghembuskan napas panjang-panjang, dan membalikkan tubuhnya kembali memandang kearah Boen Ching sejenak kemudian ujarnya lagi.
"Kalau memangnya dirimu, aku pasti akan membunuh dirimu dan menghancurkan tubuhmu hingga ribuan potong,
kalau bukannya dirimu yang melakukannya, sudah tentu aku akan melepaskan dirimu."
Boen Ching tampak kedua orang anak keCil itu berbicara dengan sejujurnya, dia tampak terasa barulah dapat menghembuskan napas lega, tapi dihadapannya kini tak mungkin dapat meloloskan dirinya, setelah termenung berpikir keras, kemudian barulah ujarnya.
"Kalau memangnya Cianpwee tak dapat memastikan kalau aku yang berbuat, aku akan berjalan setindak terlebih dahulu "
Dengan dingin sahut Kioe Thian Ie Sin Lieh Yu.
"Aku bukannya mempunyai maksud seperti ini, maksudku adalah sekalipun kau bukannya pembunuh yang sebenarnya, tetapi aku juga harus mendapatkan buktinya terlebih dulu barulah dapat melepaskan dirimu meninggalkan tempat ini."
Boen Ching mengerutkan alisnya, ujarnya.
"Dengan kepandaian silat yang dimiliki cianpwee saat ini apa boleh dikata takut aku Boen Ching melarikan dirinya?? Dengan Cara yang dilakukan oleh cianpwee ini bukankah membuat seluruh jago diseluruh dunia kangCruw akan tertawa hingga terlepas giginya."
Wajah dari Lieh Yu berubah dengan hebatnya, dia tertawa dingin ujarnya.
"Bagus Sangguh mempunyai nyali, selama puluhan tahun ini tak seorang pun yang akan berbuat seperti kau ini setelah mengetahui namaku yang sebenarnya."
Sehabis berkata dia termenung sejenak berpikir keras kemudian tanyanya.
"Kalau menurut kau, harus berbuat bagaimana?"
Boen Ching menundukkan kepalanya berpikir keras, kemudian baru sahutnya.
"cianpwe apabila dapat menyelidiki kalau aku yang berbuat peristiwa tersebut, aku dengan
sendirinya akan mengaku salah, tetapi kalau bukan aku yang melakukannya hal itu, cianpwee tak dapat mencari diriku lagi, bagaimana kalau kita putuskan demikian ?"
Lieh Yu memandang tajam kearah Boen ching, mendadak dia tertawa besar, ujarnya.
"Kalau demikian adanya bukankah terlalu enak, apakah boleh dikata cara ini sangat adil?"
"Kalau bukannya diriku yang melakukan mengapa aku akan membantu dirimu untuk menyelidiki siapakah pembunuh sesungguhnya, sedang apabila aku yang melakukannya, mengapa aku masih mau membantu dirimu untuk menyelidiki siapakah yang melakukan peristiwa itu??"
Sahut Boen ching. Senyuman yang menghiasi dibibir Lieh Yu mendadak lenyap. sedang Pada mulutnya ujarnya.
"Kau berbicara sungguh sangat baik sekali, apabila kau yang melakukan kau tak mungkin akan membantu diriku untuk melakukan penyelidikan, kalau begitu kau harus melakukan penyelidikan tersebut, kalau tidak aku akan menganggap kau yang melakukannya"
Boen Ching menjadi tertegun, ia sama sekali tak menyangka kalau Lieh Yu menangkap sepatah kata yang diucapkan dirinya untuk mewakili dia melakukan penyelidlkan terhadap urusan ini, didalam hatinya diam-diam merasa menyesal sekali terhadap perkataan yang telah diucapkan itu.
Lieh Yu tertawa dingin, ujarnya.
"Kalau begitu kita putuskan demikian saja, aku akan memberikan tiga bulan Lamanya kepadamu untuk melakukan penyelidlkan tersebut, sedang seCara diam-diam aku akan mengirim orang untuk mengawasi dirimu, setelah tiga bulan penuh, aku sudah tentu akan pergi mencarimu."
Boen Ching mendadak teringat akan sesuatu hal, dengan Cepat ujarnya.
"Tahan, jika berbicara demikian, apabila bukannya aku yang melakukannya lalu kau akan berbuat bagaimana??"
Lieh Yu menjadi tertegun setelah mendengar perkataan tersebut, untuk sesaat diapun tak dapat berbuat apa-apa. Boen Ching mengerutkan alisnya, tanyanya.
"Bukankah kau tadi berkata bahwa harus adil? Kau kira demikian ini apakah adil namanya?"
Sambil berkata sepasang matanya dengan tajam memandang kearah Lieh Yu.
Lieh Yu mengerutkan alisnya, dengan tawar dia mendengus, sahutnya kemudian-"Urusan ini kau tidak pergi untuk melakukannya pun tak mungkin bisa terjadi"
Boen Ching tertawa tawar, sahutnya.
"Apakah hanya demikian ?"
Sahut Lieh Yu dengan nada yang dingin.
"Benar atau tidak kau kinipun masih belum bisa mengetahuinya, sampai saatnya apabila bukan dirimu yang melakukannya, sudah tentu aku akan memberikan balasan jasa terhadap dirimu."
"Tidak adil, kau sekarangpun juga tidak mengetahui kalau aku benar tidak melakukan pembunuhan, tetapi kau telah memohon aku berbuat seCara demikian, aku sendiripun tidak mengetahui kau benar-benar memberikan hadiahmu atau tidak, Pada saat memohon cianpwee untuk memberikan bantuannya, cianpwee kira aku berbuat demikian boleh dibilang adil tidak?"
Selesai berkata dia bersenyum. Kioe Thian le Sin, Lieh Yu dengan tawa mendengus, sahutnya.
"Kau mempunyai urusan apa, cepat kau katakan keluar."
Boen Ching tahu bahwa Lieh Yu telah menyetujui usulnya itu, dia tertawa nyaring ujarnya kemudian-"cianpwee terkenal sebagai Kioe Thian Ie Sin, aku kira didalam hal ketabiban sudah tentu sangat lihay sekali, entah benarkah perkataanku itu ?"
Dari sepasang mata Lieh Yu memancar keluar sinar mata yang mengandung kegusaran yang amat sangat, tanyanya.
"Kau tidak memperCayainya ?"
Boen Ching tersenyum sahutnya.
"cianpwee apakah pernah mendengar seorang yang bernama ouw Yang Bu Kie ?"
Lieh Yu mengangguk, ujarnya.
"Apabila meminta untuk menyembuhkan penyakitnya hal itu tak mungkin akan kulakukan". Boen Ching tersenyum lagi, sahutnya.
"Dia mempunyai seorang puteri, juga dapat disebut sebagai cucunya, tetapi dia telah menderita penyakit gila, dan aku dengar bahwa didalam darahnya terdapat raCun, entah cianpwee apakah dapat menolong untuk mengobati penyakitnya ?"
Lieh Yu menjadi termangu-mangu, tanyanya.
"Apa putrinya ? cucunya ?"
Didalam sekejap mata saja, dari dalam benaknya segera menjadi sadar apakah arti perkataan yang diucapkan oleh Boen Ching itu, dia menganggukkan kepalanya, setelah itu dia termenung berpikir sejenak.
dan tak mengucapkan sepatah katapun juga .
Boen Ching tampak sifat serta tindak tanduk dari Lieh Yu berubah menjadi demikian rupa, dia tahu bahwa pekerjaan ini sangat berat sekali untuk dilakukan, dia mempunyai niat untuk membakar hati Lieh Yu untuk melakukannya, dia tertawa tawar ujarnya kemudian-
"Apakah urusan ini sangat sukar sekali untuk dilakukannya?
aku dengar bahwa selain mengganti darah orang lain, kalau tidak sangat sukar sekali untuk menyembuhkannya."
Lieh Yu memandang sekejap kearah Boen Ching dengan tawar, sahutnya.
"Apa yang kau ucapkan sekarang ini sedikitpun tidak salah, aku terhadap sebutan sebagai Ie Sin, sangat menghormatinya". Sehabis berkata dia mencibirkan bibirnya ujarnya lagi.
"Kau sudah tidak salah mencari orang, penyakit seperti ini aku kini didalam dunia ini tak ada orang kedua yang dapat mengobatinya". Boen Ching mendengar Kioe Thian Ie Sin berkata demikian, didalam hatinya tanpa terasa menjadi sangat girang sekali, terasa Pada wajahnya tetap dia menampilkan perasaan yang masih tidak perCaya akan perkataan tersebut, tanyanya.
"cianpwee apakah dapat menggantikan darahnya ?"
Lieh Yu tertawa dingin sahutnya.
"Ganti darah? kau hanya dapat mendengarkan perkataan dari para tabib pasaran saja, seorang apabila hendak berganti darah yang terdapat didalam tubuhnya Sudah tentu tak akan mungkin bisa terjadi, asalkan terdapat darah yang bersih saja sudah cukup". Sehabis berkata dia, mendongakkan kepalanya memandang keangkasa, ujarnya kemudian kePada Boen ching.
"Kukira Pada saat ini kau pun tidak mengetahui dia sekarang berada dimana?? dengan demikian malah bertambah adil aku mewakili dirimu untuk melakukan hal ini, kau pergilah"
Dalam hati Boen Ching merasa sangat girang sekali, dia tidak berani untuk membangkang perkataan yang ucapkan
oleh Lieh Yu, sambil sahutnya.
"Terima kasih terhadap budi dari cianpwee"
Sehabis berkata dia membalikkan tubuhnya bersiap hendak meninggalkan tempat itu. Lieh Yu mendadak berteriak dengan keras nya memanggil diri Boen ching.
"Kau kembali "
Boen Ching segera membalikkan tubuhnya dia tidak mengetahui Lieh Yu hendak mengucapkan apa lagi, dia tampak Lieh Yu bagaikan seCara mendadak teringat akan sesuatu urusan, dan sedang termenung berpikir keras ditempat itu.
Boen Ching membalikkan tubuhnya, ujarnya kePada Lieh Yu.
"Apabila aku telah berhasil menyembuhkan penyakit dari anak perempuan itu, sedang kau ternyata tak dapat menyelidiki siapakah yang melakukan pembunuhan tersebut, atau kemungkinan memangnya dirimu yang melakukannya lalu bagaimana???"
Boen Ching menjadi tertegun, untuk sesaat dia tak dapat mengucapkan sepatah katapun juga .
Lieh Yu tampak Boen Ching berubah menjadi demikian rupa, dengan sangat tawar sekali dia mengulapkan tangannya, ujarnya lagi.
"Kau pergilah, aku kalau memangnya menyetujui dirimu, sudah tentu tak mungkin menyesal kembali."
"Terimakasih cianpwee, tetapi harap cianpwee berlega hati, orang itu pastilah bukan diriku sendiri "
Sehabis berkata dia tak mengucapkan kata-kata lagi, tubuhnya berkelebat dan lari menuju ke arah utara.
Boen Ching berlari dengan sangat Cepatnya ditengah jalan raya yang sangat sunyi itu, menurut apa yang dipikir olehnya, orang yang melakukan pekerjaan ini pastilah diri Goei Lam Yu adanya, dan tak mungkin ada persoalan lainnya, dengan waktu dan tempat seperti ini, masih ada berapa orang kah
yang memiliki kepandaian silat yang demikian tingginya di tempat ini Tetapi setelah terhambat beberapa waktu lamanya ini, entah masih dapatkah dia mengejar diri Goei Lam Yu.
Didalam sekejap mata saja, udara akan segera menjadi terang kembali, Boen Ching terpaksa memperlambat langkah kakinya, ketika sinar matanya berkelebat, mendadak dia menemukan suatu bayangan tubuh yang sangat dikenalnya, ketika dia lebih memper-tajamkan pandangan matanya, kira nya orang itu tak lain adalah Liauw Cing Ce adanya.
Boen Ching menjadi tertegun, dia merasa sangat aneh sekali, Liauw Cing Ce bagaimana seCara mendadak dapat munculkan dirinya ditempat ini.
Liauw Cing Ce agaknya telah menemukan kalau dibelakang tubuhnya terdapat tindakan kaki manusia, ketika dia menolehkan kepalanya memandang ternyata adalah diri Boen ching, dia menjadi tertegun, dan menghentikan langkah kakinya, kemudian lari kemball kearah depan.
Boen Ching mengerutkan alisnya, dia merasa sangat heran sekali, mengapa Liauw Cing Ce seCara mendadak sekali dapat muncul di tempat ini.
Tetapi pikirannya belum saja berkelebat didalam benaknya, terasa segulung angin yang sangat tajam berkelebat diSimping tubuhnya, dengan cepat Boen Ching menggerakkan tubuhnya, dengan SeCepat kilat menghindarkan dirinya ..
Suheng dari Liauw Cing ce,pemuda berbaju putih itu telah melayangkan tubuhnya kehadapan tubuh Boen ching, dia tertawa dingin ujarnya.
"Aku sekali lagi bertemu muka, aku pernah berkata apa kePada dirimu?"
Boen Ching tampak pemuda berbaju putih itu berbicara dengan demikian sombongnya, didalam hatinya merasa sangat tidak puas, dia mengerutkan alisnya, sambil sahutnya.
"Siapakah sebenarnya kau ini, mengapa ternyata demikian tidak memakai aturan."
Sepasang mata dari pemuda berbaju putih itu memancarkan sinar yang sangat tajam sekali, dia mendongakkan kepalanya tertawa besar.
"Boen Ching kau jangan mengira bahwa dengan ilmu yang kau miliki sekarang ini dapat menjagoi seluruh dunia kangouw, berbicara sesungguhnya, dengan kepandaian silat yang kau miliki sekarang ini, sedikitpun tak kupandang sebelah matapun juga"
Boen Ching tertawa dingin, ujarnya.
"Aku Boen Ching memangnya selamanya belum pernah menganggap dirinya dapat menjagoi seluruh dunia kangouw, tetapi Sekalipun kepandaian Silat yang kau miliki bertambah tinggipUn, dengan Sikap Serta tindak-tandukmu yang demikian congkak nya, aku Selamanya tak pernah memandang Sebelah mata pun juga."
Pemuda berbaju putih itu tertawa besar, ujarnya.
"Kau tidak memandang sebelah matapun kePada diriku ? tetapi aku akan memaksa kau untuk memandang diriku."
Sehabis berkata sepasang telapak tangannya didorong kedepan menerjang dada dari Boen ching.
Boen Ching hanyalah merasakan sepasang telapak tangan yang dilancarkan oleh pemuda berbaju putih itu sangat aneh sekali, dengan jelas dia melihat kalau serangan tersebut diserangkan dengan mendatar tetapi ternyata tenaga serangan menekan kedua belah samping tubuhnya, tubuhnya dengan Cepat mundur tiga langkah kebelakang.
Partai "Mie cong Bun"
Selamanya sangat jarang sekali berkelana didalam dunia kangouw, kepandaian silat yang dianggap oleh sebagian orang paling tinggi adalah partai Mie cong Bun ini, oleh sebab itu partai "Mie cong Bun"
Selamanya
dipandang orang sebagai suatu partai yang penuh diliputi oleh kemisteriusan.
Boen Ching begitu mengUndUrkan dirinya, pemuda berbaju putih itu dengan dingin tertawa panjang, ujarnya.
"Bukankah kau mengatakan bahwa sedikitpun tidak memandang sebelah mata pun kePada diriku, mengapa sampaipun jurus yang aku lancarkan ini tak berani untuk menerimanya ?"
Sambil berkata tubuhnya mendesak kembali kearah Boen ching, sepasang telapak tangannya didorong kedepan dan berubah menjadi serangan dengan mencakar, sedang jurus serangannya pun berubah menjadi sangat ganas sekali.
Boen Ching tidak perCaya kalau kepandaian silat dari partai Mie cong Bun itu benar-benar sesuai dengan berita yang disiarkan didalam Bu lim, mana dia mau menerima hinaan yang dilontarkan oleh pemuda berbaju putih itu, dia menarik napas panjang, sedang tubuhnya berdiri tegak tak bergerak sedikitpun juga .
Pemuda berbaju putih itu tertawa besar dengan nyaringnya, lima jari dari tangan kanannya mencengkeram dada dari tubuh Boen ching.
Boen Ching Pada saat ini telah mengumpulkan seluruh tenaga khiekang "chiet Kong Kang Khie"nya untuk melindungi tubuhnya, lima jari dan tangan kanan pemuda berbaju putih itu baru saja menempel baju didepan dadanya, tubuhnya segera melayang keatas dan melancarkan Jurus Shia Thien Seng Gwat"
Dari ilmu "Thay Thien Kioe Sih."
Pada saat tubuhnya berputar itu, dia telah berhasil membuat tubuh pemuda berbaju putih itu terlontar sejauh lima kaki lebih dan berjungkir balik sebanyak tiga kali diatas tanah.
Pemuda berbaju putih ituPada saat ini menjadi tertegun benar-benar, saking malunya wajahnya berubah menjadi merah padam, tadi dikarenakan terlalu memandang rendah terhadap pihak musuh sehingga membuat dirinya menjadi mengalami rasa malu yang sangat hebat.
Boen Ching setelah berhasil berdiri tegak diatas tanah, dengan nada yang sangat dingin sekali dia balas mengejek kearah pemuda berbaju putih itu, ujarnya.
"Hanya demikian saja sudah akan menyuruh orang lain untuk memandang sebelah mata kePada dirimu."
Sehabis berkata dia tertawa dingin tak henti-hentinya.
Pemuda berbaju putih itu mendengus dengan dinginnya, Pada saat ini dia merasa bahwa Boen Ching bukanlah merupakan seorang lawan yang biasa saja terhadap dirinya, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau kepandaian silat yang dimiliki oleh Boen Ching ini ternyata dapat demikian anehnya, didalam hatinya tanpa terasa menjadi berdesir, terasa olehnya kalau dirinya hendak merebut kemenangan, kelihatannya tidak mempunyai pegangan yang kuat, apalagi kepandaian silat yang dimiliki oleh Boen Ching ini sangat aneh sekali.
Pada saat ini kedua belah pihak sama-sama merasakan bahwa kepandaian silat yang dimiliki pihak lawannya sangat aneh sekali, siapapun tak berani lagi untuk terlalu memandang rendah Pada pihak musuhnya.
Kedua belah pihak untuk beberapa saat saling berdiri berhadapan dan memandang kearah musuhnya dengan sinar mata yang tajam, tampak pemuda berbaju putih itu mendadak menggerakkan tubuhnya kedepan, bagaikan kilat Cepatnya menubruk kearah Boen ching.
Boen Ching masih kurang jelas terhadap kepandaian silat yang dimiliki oleh pemuda berbaju putih itu, dia tak berani dengan demikian saja menyambut serangan dari pihak musuh,
dengan Cepat dia mengundurkan dirinya setengah langkah kebelakang, dengan gerakan tubuh "Sie Liu Eng Hong"
Dan tenaga khiekang chiet Keng Kang Khie"
Dia melancarkan serangan kedepan-Pemuda berbaju putih itu tampak Boen Ching mengundurkan dirinya kebelakang, dia tertawa besar, ejeknya.
"Bagaimana, masih ingin mundur kebelakang ?"
Tdtapi perkataan itu belum selesai diucapkan, tubuhnya telah terdesak mundur oleh gerakan tubuh serta serangan-serangan telapak tangan yang dilancarkan oleh Boen ching, mau tak mau tubuhnya terpaksa mundur satu langkah kebelakang, hatinya menjadi sangat gusar sekali, berturut-turut dia melancarkan lima kali serangan sekaligus.
Boen Ching terhadap ilmu "Sie Liu Eng hong"
Ini telah sangat hafal sekali, sekalipun dengan memejamkan matanya dia dapat juga hergebrak dengan orang lain dengan menggunakan ilmu ini, dengan perlahan sekali dia mengerahkan tenaga khiekang "chiet Keng Kang Khie"
Nya dan ditepukkan kedepan-Pemuda berbaju putih itu berturut-turut melancarkan lima kali serangan, tetapi setiap gerakan serangannya belum saja dikerahkan seluruh telah dipaksa membuat gerakan serangannya berubah arah, dalam hati dia merasa sangat terkejut berCampur gusar.
Boen Ching tampak pemuda berbaju putih itu tak lebih hanyalah demikian saja, perasaan was-was didalam hatinya pun dapat dipadamkan setengah bagian, gerakan serangannya pun berubah dengan menggunakan ilmu "Huan Ie Bok"
Melancarkan serangan kedepan-Kaki kanannya dengan Cepat menginjak kedudukan "Kan"
Kemudian berjalan menuju ke arah kedudukan "Siang"
Dan berputar kedudukan "Kan-sedang tenaga khiekang chiet Keng
Kang Khie nya pun mengikuti serangan telapak tangan itu dengan tegak menerjang kearah pemuda berbaju putih itu.
Gerakan serangan dari pemuda berbaju putih itu baru saja akan mencapai Pada sasarannya, segera telah terkena serangan yang demikian hebatnya dari Boen ching, dalam hatinya menjadi sangat gusar sekali tangar kanannya didorong kedepan, tubuhnya berdiri tegak.
sedang serangannya dilancarkan kedepan sebanyak tiga kali.
Tenaga serangan yang dilancarkan oleh Boen Ching tadi dengan Cepat berhasil dipukul melenceng oleh serangan itu, dalam hati Boen Ching merasa sangat terkejut sekali, dia pernah mendengar bahwa ilmu "Thay Thien Kioe Sih"
Yang dimilikinya itu merupakan ilmu tangan kosong yang paling lihay didalam dunia Pada saat itu, tetapi jurus serta gerakan serangan yang dilancarkan oleh pemuda berbaju putih yang kelihatannya demikian ringannya itu ternyata telah berhasil mendesak pergi serangannya yang dilancarkan dengan hebatnya itu.
Kedua orang itu berturut-turut saling serang menyerang selama beberapa jurus banyaknya, mendadak tampak tubuh dari pemuda berbaju putih itu bagaikan kilat Cepatnya mengundurkan dirinya kebelakang.
Tubuh Boen chingpun dengan cepat mengundurkan dirinya ke belakang, dia tahu pastilah pemuda berbaju putih itu akan membuat gerakan yang lain, dia tidak berani memandang remeh serangannya, sepasang matanya dengan sangat tajam sekali memandang kearah pemuda berbaju putih itu, tubuhnya tak bergerak sedikitpun juga.
Diatas bibir pemuda berbaju putih itu segera tampak suatu senyuman yang sangat dingin sekali, ujarnya.
"Sejak kau terjun kedalam dunia kangouw sama sekali belum pernah menggunakan pedang, ini hari aku akan
menyuruh kau melihat bagaimana kehebatan dari ilmu pedang partai "Mie cong Bun"
Kami."
Tangan kanan dari Boen Ching dengan sangat ringan sekali memegang gagang pedangnya, dan tertawa-tawar, tetapi didalam hatinya dia sedikit merasa agak tegang.
Pemuda berbaju putih itu dengan tertawa dingin tangan kanannya digerakkan membuang baju luarnya sehingga tampak baju singsat yang berwarna putih menutupi tubuhnya, sedang Pada pinggangnya menyoren dua belas pedang pendek.
Boen Ching yang tampak akan hal itu menjadi mengerutkan alisnya, dia tak mengetahui kalau pemuda berbaju putih itu bagaimana menggunakan ilmu pedangnya, dengan perlahan dia pun mencabut keluar pedang panjangnya.
Sekonyong-konyong, seorang gadis berkelebat masuk kedalam tengah kalangan, kePada kedua orang itu bentaknya.
"Kalian berdua sebenarnya sedang berbuat apa?"
Boen Ching menjadi termangu-mangu, tampak orang yang baru saja datang itu adalah diri Liauw Cing Ce telah lama datang ketempat tersebut dan melihat mereka sangat lama sekali, tetapi terasa dalam hatinya sedikit merasa malu.
Pemuda berbaju putih itu tampak Liauw Cing Ce munculkan dirinya ditempat itu, tanpa terasa juga merasa sangat terkejut sekali karena tak pernah diduga olehnya kalau Liauw Cing Ce dapat munculkan dirinya Pada saat seperti itu, dengan cepat tanyanya.
"Sumoay Mengapa kau balik kembali?? Dengan dingin sahut Liauw Cing ce.
"Kira nya selama ini kau selalu menguntit diriku "
Boen Ching mendongakkan kepalanya memandang kearah Liauw Cing ce, tampak sekalipun diatas wajahnya masih menggunakan kain penutup yang halus tetapi masih terlihat kecantikan wajahnya, didalam hatinya segera sadar mengapa pemuda berbaju putih itu dapat bersikap demikian-
Pikirannya segera berputar, dia tidak menginginkan diantara kedua orang itu terjadi kesalah pahaman, sambil tertawa ujarnya kePada diri Liauw Cing ce.
"Nona Liauw Kita berdua sedang menjajal kepandaian masing-masing."
Liauw Cing Ce dengan dingin mendengus, ujarnya.
"Kau kira aku tidak mendengar apa yang kalian ucapkan?"
Boen Ching mengerutkan alisnya, dia cuma tertawa tawar sambil membalikkan tubuhnya siap hendak meninggalkan tempat tersebut. Tampak hal ini, dengan dingin bentak pemuda berbaju putih itu.
"Kau jangan pergi "
Boen Ching menjadi tertegun, tubuhnyapun segera berhenti bergerak. Ujar pemuda berbaju putih itu lagi.
"Sumoayku kalau memangnya telah mengetahui akan urusan ini, urusan diantara kita harus diselesaikan ini hari juga ."
Wajah dari Liauw Cing Ce berubah dengan hebatnya, kePada pemuda berbaju putih itu bentaknya.
"suheng Kau hendak berbuat apa?"
Pemuda berbaju putih itu tertawa pahit, pikirnya di dalam hati.
"Ini hari aku terpaksa harus membuat Liauw Sumoay merasa tidak senang, Tiada hari kemudian aku akan pergi meminta maaf kepadanya, aku kira Liauw sumoay bagaimanapun pastilah akan memaafkan perbuatanku ini, tetapi apabila harus membiarkan Boen Ching ini selalu menguntit dirinya sehingga membuat hatinya berubah entah bagaimana aku harus berbuat Pada saat yang seperti itu?"
Liauw Cing Ce dengan tajam memandang kearah pemuda berbaju putih itu, sejenak kemudian barulah ujarnya.
"Kiranya kau demikian terhadap diriku..."
Selesai berkata dia membalikkan, tubuhnya meninggalkan tempat tersebut.
Pemuda berbaju putih itu memandang bayangan punggung Liauw Cing ce, mendadak teriaknya dengan keras.
"sumoay ---sumoay........."
Tetapi Liauw Cing Ce sama sekali tidak menggubris dirinya, tampak hal ini terpaksa dia hanyalah dapat tertawa sedih, ujarnya kePada Boen ching.
"Urusan ini bagaimanapun juga harus diselesaikan ini hari "
Boen Ching menarik napas panjang-panjang, dia hanya merasakan bahwa pemuda berbaju putih itu sangat Cemburuan, bahkan perasaan Curiganyapun sangat tebal sekali, dengan tawar sahutnya kemudian-"Hubunganku dengan diri nona Liauw tak lebih hanyalah sahabat biasa saja, saudara mengapa harus berbuat demikian ".
Pemuda berbaju putih itu tertawa dingin, ujarnya dengan nada mengejek.
"Kau, kalau memangnya demikian menaruh hati kePada sumoayku, apakah takut dengan kematian ?"
Boen Ching mengerutkan alisnya, segera dia membalikkan tubuhnya bersiap meninggalkan tempat tersebut, terpikir olehnya kalau dirinya meninggalkan tempat itu, bukankah urusan akan menjadi beres dengan sendirinya.
Tetapi tiba-tiba pemuda berbaju putih itu membentak dengan keras.
"Kau masih ingin menguntit diri sumoayku?"
Boen Ching menjadi tertegun, belum saja dia membuka mulut memberikan jawabannya, terdengar pemuda berbaju putih itu telah membentak lagi dengan nyaringnya.
"Awas, sambutlah pedangku ini "
Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, dengan cepat dia membalikkan tubuhnya kembali, tampak Pada saat tangan dari pemuda berbaju putih itu digerakkan kedua belas batang pedang pendek tersebut telah berubah menjadi segulung sinar yang sangat menyilaukan mata, menyerang dengan hebat kearah tubuhnya.
Boen Ching sama sekali tidak pernah menyangka kalau pemuda berbaju putih itu ternyata demikian lihaynya didalam permainan ilmu pedangnya, kelihatannya kesempurnaa didalam ilmu pedang dari pemuda berbaju putih ini jauh lebih tinggi setingkat dariPada permainan pedang dari diri Liauw Cing ce.
Sepasang telapak tangannya dengan hebat didorong kedepan, tenaga khiekang "chiet Kong Kang Khie"-nyapun dengan sekuatnya dilancarkan kedepan, segulung sinar yang sangat Cemerlang sekali, dengan diikuti tujuh buah warna yang berlainan menerjang ke depan.
Tempat dimana kena terjangan dari tenaga khiekang "chiet Kong Kang Khie", sinar yang berputar dengan hebatnya dari pedang-pedang pendek tersebut segera berubah menjadi dua buah sinar tajam yang memecah menjadi dua bagian, yang satu dari sebelah kiri dan yang lain dari sebelah kanan menerjang dengan hebatnya kearah Boen ching.
Boen Ching menarik napas panjang-panjang, sepasang telapak tangannya seCara berpisah dilancarkan ke depan menepuk ke arah dua buah gulungan sinar yang sangat tajam tersebut.
Pemuda berbaju putih itu dengan gusar mendengus, telapak kirinya dilancarkan kedepan, sinar tajam yang menyerang dari sebelah kiri serta sebelah kanan itu dengan cepat ditarik kembali, sinar keperak-perakan tersebut Pada saat ditarik kembali itulah telah berubah menjadi dua belas sinar tajam yang kecil-menerjang kearah Boen ching.
Boen Ching yang tampak hal ini menjadi sangat terkejut sekali, dia tahu bahwa tenaga khiekang "chiet Keng Kang Khie"
Yang dimiliki dirinya Pada saat ini tak lebih barulah kulitnya saja, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau pemuda berbaju putih itu ternyata sangat mahir didalam permainan pedang yang disertai dengan tenaga khiekang tersebut.
Kedua belas sinar yang sangat tajam tersebut, dibawah lindungan tenaga khiekang yang berwarna kehijau-hijauan, dengan hebatnya menyerang kearah tubuh Boen ching.
Tubuh Boen Ching dengan cepat mengundurkan dirinya kebelakang, pedang Cing Hong Kiamnya dengan cepat diloloskan dari dalam sarungnya, terlihat serentetan sinar hijau yang sangat menyolok mata meliputi sekeliling tempat itu dan menyambut kedatangan dari kedua belah gulung sinar yang sangat menyilaukan mata itu.
Kedua belas gulung sinar yang sangat menyilaukan mata itu segera terbentur dengan pedang Cing Hong Kiam tersebut, ditengah udara segera terlihat perCikan bunga api yang disertai dengan puluhan sinar hijau yang sangat menyolok memenuhi angkasa, tetapi hanya dalam sekejap mata saja telah lenyap dari pandangan, sedang Boen Ching dengan terhuyung-huyung mundur tiga langkah kebelakang.
Wajah dari pemuda berbaju putih itu telah berubah menjadi sangat dingin sekali sepasang telapak tangannya tetap mencekal kedua belas bilah pedang pendeknya, sedang Pada sepasang matanya memancarkan sinar mata yang mengandung perasaan memandang rendah terhadap diri Boen ching.
Boen Ching yang berhasil digetarkan mundur oleh tenaga dalam yang disalurkan pemuda berbaju putih itu kedalam kedua belas pedang pendeknya, didalam sekejap mata saja dalam hatinya segera timbul suatu perasaan serta ingatan yang sangat aneh dan belum pernah dirasakan.
Terhadap keinginan semaCam itu, dia sendiri juga tidak mengetahui berasal darimana, didalam keadaan situasi yang semaCam ini, mana dia dapat membiarkan pikirannya untuk memikirkan perasaan yang sangat aneh semaCam itu, terpaksa dengan sangat tajam sekali dia memandang kearah pemuda berbaju putih itu.
Pemuda berbaju putih itu kalau memangnya telah mengambil keputusan untuk berbuat seCara demikian, ditambah lagi dengan kedudukannya yang sangat bagus ini, mana dia mau melepaskan Boen Ching dengan demikian saja, dia tertawa dingin, sepasang telapak tangannya digetarkan, kedua belas bilah pedang pendek tersebut segera berubah lagi menjadi dua belas sinar yang sangat menyilaukan mata, dari sebelah kiri serta sebelah kanan menyerang dengan hebatnya kearah Boen ching.
Sinar mata Boen Ching berkedip beberapa kali, dia tahu bahwa dirinya menerima serangan tersebut dengan keras melawan keras, dirinya pastilah akan mengalami kekalahan, tubuhnya dengan cepat melayang mundur ke belakang.
telapak tangan kirinya melancarkan serangan, sedang telapak kanannya menerjang dengan pedangnya, bersama-sama menerima serangan dari kedua belas bilah pedang pendek tersebut.
Tubuh dari pemuda berbaju putih itu menubruk maju kedepan, sepasang tangannya mencekal kembali kedua belas pedang pendek tersebut, sedang Pada mulutnya sambil tertawa dingin ejeknya.
"Mengapa kau pergi"^ Terimalah serangan ku ini terlebih dulu?"
Sehabis berkata tangannya segera digerakkan kembali, kedua belas batang pedang pendek itu sekali lagi lepas dari tangannya, sebagian kearah depan dan sebagian kearah sebelah samping, menerjang kearah Boen ching,
Pemuda berbaju putih itu baru saja melepaskan pedang dari tangannya itu, mendadak dari kejauhan berkumandang datang suara panggilan yang sangat keras sekali.
"cap Sah Lang "
Pemuda berbaju putih itu begitu mendengar suara panggilan tersebut, tanpa terasa wajahnya berubah dengan hebatnya, sedang gerakan pedangnyapun menjadi sedikit kendor.
Boen Ching mengerutkan alisnya, sebenarnya dia mempunyai maksud untuk melawan keras dengan keras menerima serangan tersebut, tetapi Pada saat ini tampak diantara gerakan pedang dari pemuda berbaju putih itu terdapat titik kelemahannya, tubuhnya segera melayang kedepan, berturut-turut melancarkan tiga kali serangan, pedang Cing Hong Kiam ditangan kanannya menahan serangan pedang pendek dari sebelah samping, sedang tubuhnya dengan ringan sekali berkelebat diantara pedang pendek dari pemuda yang berbaju putih yang melayang dengan hebatnya itu.
Pemuda berbaju putih itu dengan cepat menarik kembali kedua belas bilah pedang pendek tersebut, Pada saat itu juga terlihat bayangan manusia berwarna keabu-abuan bagaikan seekor bangau berkelebat dihadapan orang itu dan melayang turun didepan mereka.
orang yang barusaja datang itu kira nya seorang sastrawan berusia pertengahan yang kurang lebih berumur tiga puluh tahunan, pinggangnya menyoren sebilah pedang panjang, tetapi gerakannya sangat cepat sekali, jika dilihat dari gaya serta semangat nya itu sungguh membuat orang yang melihatnya menjadi sangat terkejut sekali.
Pemuda berbaju putih itu tampak munculnya sastrawan berusia pertengahan yang memakai baju berwarna keabu-abuan itu agaknya sangat tidak tenang, dengan termangu dia berdiri mematung ditempat tersebut.
Sepasang mata dari sastrawan yang berusia pertengahan itu menyapu sekejap kearah Boen Ching serta pemuda berbaju putih itu.
Dalam hati Boen Ching timbul suatu perasaan yang sangat aneh sekali, terpikir olehnya Pada saat untuk pertama kalinya dia berhasil mendesak mundur oleh pedang pendek dari pemuda berbaju putih itu, di dalam sekejap mata saja dari dalam hatinya segera timbul suatu firasat yang sangat aneh sekali.
Tetapi didalam sekejap mata saja, firasat tersebut telah berubah menjadi sesuatu yang tak dapat diraba lagi, firasat itu bagaikan hanya berkelebat dengan sangat cepat sekali didalam benaknya, tetapi dia tak mempunyai cara untuk berhasil menangkap firasat tersebut.
Sastrawan berusia pertengahan yang memakai baju berwarna keabu-abuan itu setelah memandang sekejap kearah kedua orang itu, tanyanya kemudian kePada pemuda berbaju putih itu.
"cap Sah Lang sebenarnya telah terjadi urusan apa ?? siapakah orang ini ?"
Diatas wajah dari pemuda berbaju putih itu tampil perasaan yang tidak tenang, sambil tertawa paksa ujarnya.
"Tidak mengapa SuSiok.. Mengapa kau juga turun gunung, suhu sekalian apakah baik-baik saja ?"
Si sastrawan berusia pertengahan itu hanya tersenyum saja dan tidak menjawab pertanyaan dari pemuda berbaju putih itu, balik bertanya.
"cap Sah Lang dimana sumoaymu? bagaimana dengan urusan kitab rahasia "Hay Thian Kim Boh?""
Boen Ching tampak si pemuda berbaju putih itu memanggil si sastrawan berusia pertengahan itu sebagai suSiok, bahwa apabila dilihat dari sikap serta gerak-gerik si sastrawan berusia
pertengahan itu, apabila si pemuda berbaju putih itu merupakan anak murid dari partai Mi Cong Bun, si sastrawan berusia pertengahan itu pastilah pernah munculkan dirinya Pada lima puluh tahun yang lalu didalam dunia kangouw, dan membuat pergolakan yang sangat hebat didalam Bu-lim, Lie Hun Yu She atau Si sastrawan sakti pencabut nyawa Siang Yang Seng adanya.
Pada lima puluh tahun yang lalu, Siang Yang Seng ini telah berusia kurang lebih dua puluh tahunan, sedang kini setelah lewat lima puluh tahun lamanya masih tetap demikian mudanya, hal ini sungguh sangat mengejutkan sekali.
Pemuda berbaju putih itu tak dapat berbuat apa-apa lagi, terpaksa sahutnya.
"Sumoay dimana Pada saat ini aku sendiri juga tidak mengetahui, sedang kitab pusaka "Hay Thian Kim Boh"
Telah didapatkan oleh Lam Yu Kongcu."
Si sastrawan berusia pertengahan itu mengangguk dengan perlahan, ujarnya.
"Aku juga mengetahui kalau kau tak mungkin dapat mengalahkan diri Lam Yu Kongcu, bukan saja kepandaian silatnya tidak lemah, kecerdikannyapun sangat hebat sekali"
Selesai berkata dia menghela napas panjang. Pemuda berbaju putih itu dengan sangat tidak puas sekali mengerutkan alisnya, ujarnya.
"Susiok kau terlalu memandang rendah terhadap diriku, aku sama sekali belum pernah saling bertemu dan berhadapan dengan diri Lam Yu Kongcu, orang ini selalu menguntit diri sumoay, aku tidak mempunyai cara untuk mencegahnya."
"ooh "
Sahut si sastrawan berusia pertengahan itu, dia membalikkan tubuhnya memandang sekejap kearah Boen Ching, ujarnya.
"Aku adalah Siang Yang Seng.
disebut orang sebagai Lie Hun Yu She, aku kira kaupun tentunya pernah mendengar nama ini "
Boen Ching sejak sebelumnya telah pernah mendengar kalau Siang Yang Seng ini dengan wajah yang sangat ramah tetapi hati yang kejam menggetarkan seluruh dunia kangouw dengan julukan sebagai Lie Hun Yu she, kini mendengar perkataan tersebut yang mengatakan bahwa orang ini benar-benar adalah Sang Yang Seng adanya, sekali pun apa yang diterka didalam hatinya sepuluh dari delapan sembilan bagian telah berhasil diterka dengan tepat, tetapi tak urung juga tak dapat menghindarkan diri lagi, merasa kan sangat terkejut sekali.
Sambil tertawa sahutnya kemudian-"Sejak lama boa npwee pernah mendengar nama besar, dari diri Cianpwee."
Siang Yang Seng tertawa tawar, ujarnya.
"Siapakah sebenarnya kau ini, kau belum pernah mendengar kau menyebutkan namamu."
Sambil tertawa sahut Boen Ching.
"Cayhe Boen Ching adanya, sedang suhuku adalah Ie Bok Tocu .
"Kiranya kau adalah Boen Ching, apakah Boen Ching yang telah mendapatkan ilmu warisan dari Thian Jan Shu itu?? Aku dengar kau telah melenyapkan dirinya dari dalam Bu-lim, tetapi ini hari aku telah bertemu lagi dengan dirimu, apakah kau telah berhasil memahami kepandaian silat peninggalan Thian Jan Shu ??"
Boen Ching belum membuka mulut memberikan jawabannya, pemuda yang berbaju putih ya disebut sebagai Cap Sah Lang itu telah membuka mulut, ujarnya.
"SuSiok apakah masih tidak mengetahui nya? Aku dengar ilmu yang tertera diatas hioloo kuno peninggalan Thian Jan
Shu ?
itu adalah ilmu khiekang "Chiet K^ong Kang Khie", Boen Ching telah berhasil menguasai ilmu tersebut "
"ooh ----"sahut Siang Yang Seng, setelah tertawa lanjutnya lagi.
"Selama Thian Jan shu dianggap sebagai jago nomor wahid didalam Bu-lim, aku tak dapat mencoba kelihayannya dengan dirinya, tetapi kePada orang yang mewarisi kepandaian silatnya aku akan mencoba-coba sebenarnya bagaimana lihaynya kepandaian silat yang dimilikinya itu "
Dengan cemas ujar si pemuda berbaju putih itu.
"SuSiok ? Mengapa kau orang tua harus turun tangan sendiri, biarlah aku saja yang turun tangan sudahlah cukup, lebih baik kau berdiri disamping saja."
Siang Yang Seng dengan tawar menggelengkan kepalanya, kePada pemuda berbaju putih itu sahutnya.
"Kau tidak berbicara akupun telah mengetahui mengapa kau berbuat secara demikian, kau adalah anak murid dari partai Mi Cong Bun, tak dapat dikarenakan urusan sekecil harus menyeret kedalam segala pertikaian yang terjadi didalam dunia kangouw, sekalipun kamu dapat menghadapi dirinya, tetapi barisan Ngo Heng Kiam Tin yang ditinggalkan oleh Tan Coe Coen bagaimana kau dapat menahannya?"
Boen Ching begitu mendengar Siang Yang Seng ternyata akan turun tangan sendiri melawan dirinya, setelah termenung berpikir keras beberapa saat ujarnya kePada Siang Yang Seng.
"Cianpwee kalau memangnya demikian memandang diri cay he, sudah tentu aku tak dapat menolak ajakan tersebut, tetapi Pada saat ini, cayhe masih mempunyai urusan penting yang harus diselesaikan ---"
Siang Yang Seng tidak menanti Boen Ching selesai berbicara, sambil tertawa potongnya
"Kau tak perlu pergi mengurusnya "
Boen Ching tertawa ujarnya lagi.
"Apabila aku sampai bergerak dengan diri cianpwee sudah tentu aku tak dapat lagi aku mengurusi urusan tersebut, apakah boleh dikata cianpwee takut aku Boen Ching melarikan diri?"
Siang Yang Seng tertawa terbahak-bahak. sahutnya.
"Kau mempunyai urusan apa, silahkan mengutarakan keluar biar aku mengetahui nya, kau janganlah menganggap segala perkataan yang kau ucapkan itu aku mau mempercayai seluruhnya, bahkan aku akan melihat berharga atau tidak kau pergi mengurusnya."
Boen Ching mengerutkan alisnya, ujarnya.
"Sekarang aku hendak pergi menolong seorang kawan baikku, bahkan cucu dari Kioe Thian Ie Sin, Lieh Cianpwee juga binasa ditangan orang itu, ditambah lagi dia telah memberikan waktu bagiku untuk mengadakan penyelidikan-"
Siang Yang Seng tertawa besar, sahutnya.
"Kau mengira setelah menggunakan nama Lieh Yu lalu dapat menekan diriku ?-? kau berpikir terlalu enak "
Boen Ching tertawa-tawar, ujarnya lagi.
"Yang terpenting bukannya dikarenakan nama besarnya itu, sebaliknya karena aku telah memberikan persetujuanku kepadanya, apalagi aku menyetujui untuk berbuat suatu hal terhadap dirinya karena diapun telah mengerjakan suatu hal untuk diriku ."
"oooh---"
Sahut siang Yang Seng, sinar matanya berkedip-kedip tak henti hentinya, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau Kioe Thian Ie Sin ternyata dapat saling bertukar syarat dengan pemuda ini, mendadak dia merasakan bahwa Boen Ching bukanlah merupakan seorang yang dapat
dipermainkan serta dipandang rendah seperti apa yang dipikirkan didalam hatinya, bahkan tanpa terasa lagi diapun merasakan bahwa pemuda dihadapannya inipun mempunyai semangat yang sangat jantan sekali.
Dia termenung berpikir keras dan tak mergucapkan sepatah katapun juga .
Mendadak terdengar pemuda berbaju putih itu berteriak.
"SuSiok kau tak usah mendengar segala perkataan yang diucapkan olehnya, dan apa perlunya beribut dengannya "
Siang Yang Seng tidak memperdulikan diri pemuda berbaju putih itu, dia tersenyum kePada Boen Ching ujarnya.
"Selamanya berbicara aku tak pernah merubahnya kembali, apalagi untuk menggerakkannya " . Boen Ching mengerutkan alisnya, sepatah katapun tak diucapkan keluar. Lie Hun Yu She, Siang Yang Seng tertawa lagi, ujarnya.
"Tak kukira kalau kau ternyata demikian sombongnya, ternyata tak mau mengaku kalah dihadapanku, ini hari akupun akan berlaku sedikit lapang dada untukmu, kau lihat hal itu adil tidak ?"
Boen Ching menarik napas panjang-panjang, dan termenung berpikir keras.
"Jika dilihat seCara demikian, biarlah aku yang memikirkan suatu Cara bagi dirimu ?"
Pemuda berbaju putih itu begitu mendengar suara ucapan dari Siang Yang Seng itu dimana tak mempUnyai maksud untuk menyulitkan diri Boen ching, didalam hatinya tanpa terasa mulai merasa ragu-ragu sejenak kemudian, ujarnya kePada Siang Yang Seng.
"SuSiok. kau ...."
Perkataannya belum sampai diucapkan ke luar, Siang Yang Seng telah menoleh memandang sekejap kearahnya, dia tampak sinar mata dari Siang Yang Sang yang demikian tajamnya, dengan cepat menelan kembali perkataannya yang baru saja diucapkan keluar itu, dan tak berani berkutik lagi.
Boen Ching yang mendengar suara ucapan dari Siang Yang Sang jauh lebih halus dan ramah, segera timbul suatu pikiran didalam hatinya yang tidak menginginkan Siang Yang Seng sampai terpikir suatu Cara untuk dirinya, kalau demikian halnya pastilah dia tak mempunyai pegangan yang kuat untuk merebut kemenangan-"Aku telah memikirkan suatu cara "
Siang Yang Seng merasa sedikit diluar dugaan, setelah mengeluarkan suara tertahan tanyanya .
"Sungguh ? coba kau ucapkan keluar "
Sebenarnya Boen Ching tidak pernah memikirkan apa-apa, tetapi segera pikirannya berputar dan sahutnya "Pada saat ink bukankah aku hendak pergi, tetapi Cianpwee tidak mengijinkan diriku untuk pergi dari sini ?"
Siang Yang Seng ragu-ragu sejenak. dia tidak ingin terpancing kedalam jebakan oleh Boen Ching ini, setelah lewat beberapa saat lamanya, barulah sahutnya dengan nada yang sangat tawar.
"Boleh dibilang demikianlah "
Boen Ching tersenyum, ujarnya lagi.
"Tetapi apakah cianpwee mengetahui aku kini hendak pergi kemana ? Apabila cianpwee mengetahui aku hendak kemana, maka aku akan tinggal ditempat ini, bagaimana ?"
Ujar Siang Yang Seng sambil tertawa besar.
"Dunia demikian lebarnya, bagaimana aku dapat menebaknya ?"
Sahut Boen Ching sambil tersenyum.
"Dunia sekalipun sangat lebar, tetapi tempat saja, bahkanPada saat ini aku berada dijalan raya, sudah tentu cianpwee mengetahui dan dapat menduga sebagian besar "
Siang Yang Sang tertawa lagi, ujarnya.
"Aku tidak mengetahui kau hendak pergi kemana, tetapi aku mengetahui kau hendak pergi mencari siapa, aku berhasil menebaknya bagaimana ? ?"
Boen Ching tersenyum, sahutnya.
"Kalau demikian sangat baik sekali, Cianpwee apalagi dapat menebak aku hendak pergi mencari siapa, sudah tentu dapat dihitung cianpwee mengalami kemenangan, bagaimana ?"
Siang Yang Seng tertawa terbahak-bahak. tanyanya.
"Bukankah kau hendak pergi mencari Goei Lam Yu ? ?"
Selesai berkata dia tertawa besar lagi.
Sebenarnya dia mempunyai maksud untuk melepaskan diri Boen ching, tetapi Pada saat taruhan ini, apalagi pemuda berbaju putih yang disebut sebagai cap Sah Lang itu pun berada disisi tubuhnya, bagaimana dia mau mengaku kalah dengan begitu saja, keinginan untuk mencari kemenangan meliputi didalam tubuhnya, sudah tentu dengan sangat cepat sekali dia memberikan jawabannya.
Air muka pemuda berbaju putih itupun segera menampilkan senyumannya, dia sama sekali tidak menduga kalau Boen Ching ternyata demikian bodohnya.
Siang Yang Seng yang mempunyai maksud untuk melepaskan dirinya, dia masih mau berbuat demikian, kalau telah demikian adanya tak ada cara lain lagi.
Sinar mata Boen Ching berkedip dengan tajamnya, dengan sangat tenang sekali dia berdiri sambil tersenyum, sepatah katapun tak diucapkan keluar.
Siang Yang Seng pun tersenyum besar, kedua orang itu saling berhadap-hadapan dan tak ada yang mau membuka mulut terlebih dahulu.
Setelah lewat beberapa saat lamanya, ternyata Siang Yang Seng tak dapat menahan sabar terlebih dahulu, kePada Boen Ching tanyanya.
"Bagaimana ?-? apakah aku telah menebak dengan jitu ? ?"
Boen Ching tertawa, sahutnya.
"Benar sih memang benar, tetapi juga dapat dikatakan salah."
Senyuman yang menghiasi dibibir siang Yang Seng segera lenyap.
dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau Boen Ching ternyata dapat memberikan jawaban semaCam itu, didalam hatinya merasa sangat gusar sekali, setelah mendengus, tanyanya dengan keras.
"Bagaimana dapat berbicara demikian ?"
Boen Ching tersenyum bukannya memberikan jawabannya malahan sebaliknya dia balik bertanya.
"Mengapa cianpwee pasti akan menebak aku akan pergi mencari diri Goei Lam Yu?"
Siang Yang Seng mendengus dengan dingin, ujarnya.
"Bukankah kau yang memberitahukan sendiri, bagaimana dapat menyalahkan diriku?"
Boen Ching mengulapkan tangannya.
"Kalau begitu maksud dari cianpwee adalah mengatakan bahwa aku pasti mengetahui kalau cianpwee pasti dapat menebaknya dengan tepat, benarkah ??"
Siang Yang Seng menjadi tertegun, diam-diam pikirnya.
"Mana ada urusan semaCam ini, sudah mengetahui kalau pasti akan mengalami kekalahan didalam pertaruhan ini,
masih berbicara demikian, tetapi entah apakah arti dari perkataan yang diucapkan oleh Boen Ching ini."
Berpikir sampai disini tanyanya kemudian.
"Artimu mengatakan bahwa pertaruhan ini tidak adil?" . Boen Ching tertawa sahutnya.
"Aku bukannya merasakan tidak adil terhadap diriku, tetapi sebaliknya merasakan tidak adilan terhadap diri cianpwee, entah cianpwee apakah dapat menerima jawabanku ini ?"
Siang Yang Seng mengerutkan alisnya, ujarnya kemudian.
"Kau katakanlah keluar."
Terhadap perkataan yang diucapkan oleh Boen Ching ini dia merasakan sedikit heran dan Curiga, dia tak dapat berpikir lainnya lagi, dia hanya mengetahui mengapa Boenching menguCapkan perkataan secara demikian.
Boen Ching tertawa, sahutnya.
"Sejak sebelumnya aku telah dapat menduga kalau cianpwee pastilah akan mengatakan bahwa aku akan pergi mencari diri Goei Lam Yu, benarkah?? tetapi sejak sebelumnya pula aku telah mengambil keputusan bahwa apa bila aku mendengar cianpwee memberikan jawaban kalau aku hendak pergi mencari Goei Lam Yu, maka aku tak akan pergi mencari dirinya lagi."
Siang Yang Seng menjadi sadar kembali, dia tertawa besar jika dilihat secara demikian Boen ching-lah yang telah memegang kunci kemenangan didalam pertaruhan ini, apa bila dirinya menganggap dirinyalah yang memegang kunci kemenangan tersebut, bukan lah terlalu menggelikan?
Wajah pemuda berbaju putih itu berubah menjadi sangat dingin sekali, dia berdiri mematung tak bergerak.
akhirnya Boen Ching juga telah memegang kemenangan didalam pertaruhan ini, dan ternyata dirinya harus melepaskan dia pergi dengan mudahnya.
Tanya Boen Ching kemudian.
"cayhe sekarang apakah boleh pergi dari sini ?"
Siang Yang Seng tertawa besar, sahutnya.
"Aku selalu menjaga diriku untuk jangan sampai terjerumus kedalam jebakanmu itu, ini hari aku mengaku kalah, kau pergilah."
Boen Ching segera membungkukkan tubuhnya memberi hormat kePada Siang Yang Seng sambil tertawa ujarnya.
"Terima kasih cianpwee "
Sehabis berkata segera tubuhnya melayang pergi dan berlari kearah depan.
Siang Yang Seng memandang bayangan punggung dari Boen Ching menjauh dari dirinya, senyuman yang menghiasi diatas bibirnya telah lenyap dengan panjang dia menghela napas.
Bayangan punggung dari Boen Ching makin lama makin menjauh dan akhirnya lenyap dari pandangan, mendadak suatu pikiran berkelebat didalam benak pemuda berbaju putih itu, ujarnya dengan keras.
"SuSiok Kau telah menang mengapa masih melepaskan dia pergi dari tempat ini."
Dalam hati Siang Yang Seng menjadi tergetar, tanyanya dengan nada yang kurang perCaya.
"Apa ?"
Ujarnya pemuda berbaju putih itu lagi.
"Sebenarnya dia sudah mengambil keputusan untuk pergi mencari diri Lam Yu Kongcu, sejak sebelumnya dia telah menduga kalau kau pastilah akan menebak diri Goei Lam Yu."
Dalam hati Siang YLng Seng menjadi sadar kembali, pikirnya.
"Tidak salah, Boen Ching memangnya telah menduga kalau aku pasti akan menduga diri Goei Lam Yu, tetapi sejak
sebelumnya dia telah membuat perhitungan yang masak.
apa bila diriku menebak diri Goei Lam Yu dia harus berbuat bagaimana, sedang kini dia bukankah pergi mencari diri Goei Lam Yu??
dirinya tak pernah menebak salah "
Berpikir sampai disini, dari matanya memancarkan sinar yang sangat tajam sekali, ketika dia mendongakkan kepalanya, bayangan dari Boen Ching telah lenyap dari pandangan.
Siang Yang Seng menghela napas panjang-panjang, dengan tawar ujarnya.
"Hei ----biarlah "
Sehabis berkata dia tersenyum, ujarnya lagi .
"Tetapi apa bila aku meminta dia untuk tinggal ditempat ini bukankah dia telah menebak benar?"
Selesai berkata dia tersenyum lagi, didalam sekejap mata ini dia tak mengetahui sebenarnya siapa kah yang benar.
Didalam hal yang sebenarnya, Boen chinglah yang benar, tetapi dalam keadaan sekarang ini dialah yang benar, dan Boen Ching kini yang menang, membuat dia terpaksa pergi mencari diri Goei Lam Yu, dan tak dapat berbuat apa-apa lagi terhadap dirinya.
"cap Sah Lang Dia yang benar ataukah aku yang benar?"
Pemuda berbaju putih itu sendiri merasa sedikit bingung, terpaksa dia menggelengkan kepalanya, ujarnya kemudian.
"Tetapi Boen Ching telah pergi dari sini "
Siang Yang Seng tertawa besar, ujarnya.
"Selama hidupku, boleh dihitung ini hari mengalami kekalahan yang paling mengenaskan."
Selesai berkata dia tertawa besar lagi, kePada pemuda berbaju putih itu ujarnya lagi.
"Aku akan pergi, bila kau melakuka npekerjaan lagi haruslah dipikirkan masak-masak terlebih dulu "
selesai berkata tubuhnya berkelebat dan berlari pergi menuju kearah yang berlawanan dengan arah yang dituju oleh diri Boen ching.
Boen Ching yang melanjutkan perjalanannya mengejar diri Goei Lam Yu, mendadak ditengah suatu pegunungan yang sangat sunyi berkumandang datang suara bertalunya genta.
dalam hati Boen Ching merasa tergetar, segera ia menghentikan langkah kakinya.
Suara genta itu sekali lagi berkumandang datang, siapakah sebenarnya orang yang membunyikan genta tersebut.
Tetapi dia mengetahui kalau orang itu pastilah mempunyai hubungan yang sangat erat sekali dengan diri Goei Lam Yu.
Dia mengikuti arah berasalnya suara genta tersebut dengan Cepat berlari kearahnya.
Suara genta itu makin lama semakin cepat, secara mendadak dalam hati Boen Ching merasakan kalau Goei Lam Yu pastilah telah berada ditempat itu, dengan sekuat tenaga dia berlari menuju kearah dimana berasal suara genta tersebut.
Tak sampai beberapa saat lamanya, sampailah dia ditengah sebuah pegunangan yang sangat sunyi sekali.
Boen Ching sendiri juga tak mengetahui Pada saat ini dia berada ditengah pegunungan apa, keadaan pegunungan tersebut tinggi rendah tak merata, jalannya pun berbelok-belok, sedang Pada saat ini suara genta itupun terdengar sangat dekat sekali.
Ketika dia berbelok Pada satu tikungan, mendadak terdengar suara bentakan yang sangat gusar cepat sekali berkelebat dan melenyapkan dirinya, sedang dihadapannya kelihatan Goei Lam Yu dengan sangat gusar sekali sedang berdiri membelakangi dirinya.
sebuah kereta kuda tampak berhenti disamping jalan tersebut.
Boen Ching sama sekali tidak pernah menduga kalau Goei Lam Yu ternyata dapat membawa diri Bwee Giok ketempat semaCam itu, apa bila bukannya dirinya dipancing oleh suara dari genta tersebut, kira-kira sangat kecil sekali kesempatannya untuk bertemu kembali dengan diri Goei Lam Yu.
Goei Lam Yu dengan sangat gusar sekali membalikkan tubuhnya dan memandang tajam kearah Boen ching.
Boen Ching dengan perlahan mencabut keluar pedang Cing Hong Kiamnya, sedang sepasang matanya dengan sangat tajam memandang kearah diri Goei Lam Yu.
Goei Lam Yu tertawa dingin, tanyanya kemudian.
"Kau mengejar sampai disini hendak berbuat apa ?"
Sahut Boen Ching dengan tak kalah dinginnya.
"cepat kembalikan diri Bwee Giok kepadaku, setelah itu aku tak akan mengurusi dirimu lagi."
Bwee Giok dari dalam kereta kuda itu berjalan keluar, dengan sangat terkejut sekali memandang kearah kedua orang itu, ketika mendengar perkataan tersebut, dengan sangat heran sekali tanyanya kePada diri Goei Lam Yu.
"Adik, ada urusan apa ?? siapa kah Bwee Giok ??"
Boen Ching tampak Bwee Giok ternyata tidak mengetahui siapakah sebenarnya dirinya itu, didalam hatinya merasa sangat berduka sekali, hampir-hampir dia tak dapat menguasai dirinya sendiri, dengan menahan rasa gusarnya bentaknya kePada diri Goei Lam Yu.
"cepat kau punahkan ilmu pembingung nyawa yang kau kenakan terhadap dirinya "
Pedang Cie Hong Kiam ditangan kanan Goei Lam Yu tampak sedikit digerakkan, dengan sangat dingin sekali sahutnya.
"Dia adalah kakakku, dan bernama Goei Hong Ing, aku tidak mengetahui kau sedang berbicara tentang apa ."
Bwee Giok yang berdiri disamping tidak mengetahui sebenarnya kedua orang itu sedang membicarakan tentang apa, terpaksa dengan sangat heran sekali memandang segala gerak gerik dari kedua orang itu.
Kegusaran didalam hati Boen Ching makin memuncak.
dengan keras ujarnya lagi.
"Goei Lam Yu. apabila kau masih berpura-pura tidak tahu, aku kira kau janganlah menyesal kemudian"
Goei Lam Yu tertawa dengan kerasnya, ujarnya.
"MENYESAL....? Aku selamanya berbuat segala sesUatu tak pernah mengenal kata-kata menyesal, sampai pun tidak membunuh dirimu, karena ternyata kau adalah lawan ku yang paling tangguh ."
Boen Ching dengan mencekal pedangnya erat-erat dengan perlahan berjalan mendesak kearah diri Goei Lam Yu. Bwee Giok yang berdiri disamping dengan keras berteriak.
"Kalian jangan berkelahi lagi, ada urusan mengapa tidak diselesaikan dengan berbicara saja "
Dalam hati Boen Ching sekalipun merasa sangat sedih sekali terhadap keadaan dari Bwee Giok ini, tetapi dia tetap tak berhenti bergerak juga . Goei Lam Yu tertawa-tawar, ujarnya kePada Bwee Giok.
"cici aku tidak mengetahui dia sedang berbicara apa, dia minta seorang yang bernama Bwee Giok dari diriku"
Selesai berkata dia tertawa mengejek dan memandang kearah Boen ching, mungkin artinya adalah.
"Sekalipun kau telah mengetahuinya lalu apa gunanya, sekalipun aku telah menyebutkan nama Bwee Giok dihadapanmu juga tak ada gunanya ."
dalam hati Boen Ching merasa sangat berduka sekali, pikirannya dengan cepat berputar, hal yang paling utama dihadapannya sekarang ini adalah bagaimana caranya membuat ilmu hitam pembingung nyawa yang mempengaruhi diri Bwee Giok menjadi lenyap sepasang alisnya dikerutkan, kePada Goei Lam Yu ujarnya.
"Kau jangan menganggap terlalu mudah, Pada saat datang kemari ditengah jalan kau telah membunuh seorang anak kecil yang merupakan cucu dari Pada Kick Thian ie Sin?"
Pada waktu Boen Ching berbicara itu, tampak dari wajah Goei Lam Yu berubah dengan hebatnya, dia tersenyum ujarnya lagi.
"Kioe Thian ie Sin segera akan mengejar datang kemari, aku seCara kebetulan bertemu dengan dirinya."
Selesai berkata dia tertawa dingin dan memandang kearah diri Bwee Giok. Tubuh Goei Lam Yu segera bergerak dan menghadang dihadapan dari Bwee Giok dengan muka yang masam ujarnya.
"Boen ching, Pada saat ini apa bila kau masih tidak mau mengerti dan mengundurkan dirimu, janganlah menyalahkan kalau aku kurang sopan terhadap dirimu lagi."
Boen Ching dengan tajam memandang ke arah Goei Lam Yu, sedang sinar matanya bergerak dengan tak henti-hentinya.
Goei Lam Yu dengan dingin tertawa panjang, dan meninggalkan diri Bwee Giok untuk mendesak kearah Boen ching.
Mendadak....
ditengah angkasa angin bertiup dengan kencangnya, sedang awan gelap menggulung dengan sangat Cepatnya memenuhi seluruh jagat.
Wajah dari Goei Lam Yu berubah dengan hebatnya, dia mendongakkan kepalanya memandang ketengah angkasa, kemudian dengan cepat membalikkan tubuhnya sambil mengempit diri Bwee Giok lari ketengah pegunungan.
Hati Boen Ching menjadi Cemas, dengan keras dia membentak.
tubuhnya bergerak dan mengejar kearah diri Goei Lam Yu, sedang Pada mulutnya dengan keras bentaknya.
"Goei Lam Yu, kau akan lari kemana ?"
Goei Lam Yu sambil lari kearah depan, sambil merobek jubah panjangnya, dan menutupi sepasang mata dari Bwee Giok.
tetapi gerakan tubuhnya masih tetap bergerak seCepat kilat, dan melayang menuju ke arah depan-Di dalam hati seCara mendadak Boen Ching menjadi sadar, kiranya ilmu hitam pembingung nyawa itu takut terhadap sinar yang sangat tajam, tubuhnya bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya melayang kedepan mengejar diri Goei Lam Yu.
Di dalam sekejap mata saja ditengah udara tampak kilat menyambar dengan hehatnya dan hujanpun turun dengan derasnya.
Ilmu meringankan tubuh yang dimiliki oleh Boen Ching ini sejak kecil telah mendapatkan didikan langsung dari ie Bok Tocu, di tambah lagi dengan Goei Lam Yu menghempit diri Bwee Giok.
didalam sekejan mata saja dia berhasil mengejar diri Goei Lam Yu.
Dari sepasang matanya Goei Lam Yu memancarkan sinar yang sangat gusar sekali, dia terus berlari menuju keatas puncak dari gunung tersebut.
Boen Ching tak mau lepas-lepasnya mengejar dari belakang tubuhnya, makin lama tubuhnya makin mendekat terhadap diri Goei Lam Yu dan akhirnya jaraknya tak lebih dari tiga kaki saja.
Goei Lam Yu melayangkan tubuhnya mendaki keatas puncak gunung itu, secara mendadak dia membalikkan
tubuhnya melancarkan serangan tendangan kearah diri Boen ching.
Ditengah hujan yang turun bagaikan ditumpahkan saja itu, jalanan diatas pegunungan tersebut sangat licin sekali, ditambah lagi penuh batu-batu kerikil yang sangat tajam, luas sekelilingnya tak lebih hanya tiga kaki saja, Boen Ching yang didesak terus menerus itu terpaksa hanya mundur terus kebelakang, dan melayang ke atas sebuah batu besar yang agar merendah dibawah puncak tersebut.
Begitu ujung kaki Boen Ching mengenai diatas batu besar tersebut, segera dia menutul dengan kerasnya, sedang pedang Cing Hong Kiamnya dengan hebat menyerang kearah Goei Lam Goei Lam Yu sedikitpun tidak mau memberikan kesempatan baginya, ditengah turunnya hujan yang deras itu dia dengan sangat dingin sekali tertawa panjang, pedang Cie Hong Kiamnya Pada saat balik menyerang itu dengan cepat telah berhasil mendesak Boen Ching untuk mundur ketempat semula.
Sekali lagi Boen Ching melayang turun ke atas permukaan batu besar itu, dengan mencekal pedangnya erat-erat dia memandang tajam kearah Goei Lam Yu bersiap-siap untuk sekali lagi mengadakan serangan dahsyat ke arah Goei Lam Yu.
Sepasang mata Goei Lam Yu dengan sangat dingin sekali memandang kearah Boen ching, dengan dingin ujarnya.
"Lebih baik kau jangan terus menerus menguntit diriku, kau haruslah mengerti sifatnya adalah paling gemar untuk memusnahkan sesuatu sehingga siapapun tak akan berhasil mendapatkan benda tersebut". Seluruh tubuh Boen Ching menjadi tergetar dengan hebatnya, perkataan tersebut membuktikan kalau Goei Lam Yu memberi tahukan kepadanya bahwa apabila dia sampai
terdesak untuk melepaskan diri Bwee Giok.
dia pun tidak akan sampai membiarkan dia sampai terjatuh ketangannya, bukankah hal ini sama dengan gertakan agar dirinya terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk meminta kembali diri Bwee Giok?
SeCara mendadak sekali dalam hatinya terasa sangat berdesir, untuk sesaat dia tak tahu harus berbuat bagaimana baiknya.
Dengan perlahan-lahan Goei Lam Yu melietakkan diri Bwee Giok keatas tanah.
Bwee Giok setelah berhasil berdiri tegak di atas tanah, segera dia mengulurkan tangannya membuka kain yang menutupi sepasang matanya itu.
Dalam hati Goei Lam Yu menjadi sangat terkejut sekali, segera teriaknya.
"cici cepat kau menutupi sepasang mata mu."
Bwee Giok menjadi tertegun, dia tidak mengetahui apa maksud dari perkataan Goei Lam Yu itu, Pada saat itulah tiba-tiba kilat menyambar dengan hebatnya, serentetan sinar yang sangat terang sekali berkelebat ditengah udara, sehingga membuat diatas mega yang sangat hitam itu bergerak berpulut-puluh sinar keperak-perakan.
Goei Lam Yu dengan cepat menutupi sepasang mata dari Bwee Giok.
tetapa terlambat, Bwee Giok telah menjadi termangu-mangu.
Boen Ching dengan cepat menggerakkan tubuhnya sekali lagi melancarkan serangan, Goei Lam Yu dengan sangat gusar sekali membentak.
pedang Cie Hong Kiamnya digetarkan dan dilancarkan kedepan, terlihat serentetan sinar hijau serta merah terbentur satu sama lainnya, Goei Lam Yu dengan sangat gusar sekali melancarkan serangan sedang kan Boen Ching dengan menggunakan sekuat tenaga menyerang pula, dengan cepat tubuh Boen Ching tergetar dengan hebatnya dan berturut-turut mundur lima langkah kebelakang, Pada
saat mundur kebelakang, sambil terhuyung-huyung itulah hampir-hampir saja dia tak dapat berdiri tegak.
Mendadak terdengar Bwee Giok berteriak dengan kerasnya.
"ching Toako "
Semangat Boen Ching menjadi bangkit kembali, sekalipun baru saja mengalami kekalahan, tetapi saking girangnya hampir saja air matanya menetes keluar dari kelopak matanya, dengan nada yang agak gemetar teriaknya pula.
"Nona Bwee"
Bwee Giok menggerakkan kakinya bersiap hendak berlari menuju kearah Boen ching, mendadak Goei Lam Yu menggerakkan pedang Cie Hong Kiam nya menyabet kedepan sambil dengan gusar bentaknya.
"Jangan bergerak..."
Bwee Giok menghentikan langkah kakinya, sedang Boen Ching mengangkat kepalanya tampak sekalipun Goei Lam Yu telah mendapatkan kemenangan tapi air mukanya berubah sangat jelek sekali, sepasang mata nya memancarkan sinar yang gusar sekali, bagaikan seekor binatang yang sedang terluka.
Dalam hati Boen Ching merasa sangat girang sekali, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau sekilas sinar yang berkelebat saja telah berhasil membuat Bwee Giok menjadi sadar kembali.
Goei Lam Yu dengan sangat dingin sekali ujarnya kePada diri Bwee Giok.
"Bagus Apakah kau telah lupa akan sUmpahmU Pada waktu yang lalu ??"
Bwee Giok mendengus, sahutnya.
"Pada waktu itu aku hanya menyanggupi untuk kau mengenakan ilmu pembingung nyawamu itu, dan untuk menggantikan nyawa dari suhUku sekalian, tetapi aku belum pernah menyanggupi sesUatu dari dirimu."
Goei Lam Yu mendengus dengan dingin, ujarnya lagi.
"Apakah boleh dikata dikarenakan sumpahmu itu lalu aku telah menyetujuinya? kau telah menyanggupi untuk selama hidupmu mengikuti diriku."
Boen Ching menarik napas panjang tubuhnya melayang ke depan, dari atas turun kebawah, dan menerjang kearah Goei Lam Yu dengan hebatnya.
Goei Lam Yu sekali lagi tertawa dingin, kedua orang itu bergebrak lagi dengan hebat nya, Pada saat kedua bilah pedang tersebut saling terbentur satu dengan lainnya, Boen Ching telah merasakan tidak tahan lagi, sedang Goei Lam Yu tertawa dengan seramnya, segulung hawa yang sangat kuat sekali hampir-hampir membuat pedang panjang ditangan Boen Ching terlempar jatuh.
Dalam hati Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau hanya berpisah selama beberapa hari saja kepandaian yang dimiliki oleh Goei Lam Yu ini telah mendapatkan kemajuan yang demikian pesatnya.
Sekoyong-konyong, tekanan tersebut sedikit menjadi kendor, dia menjadi tertegun, Pada saat ini Goei Lam Yu telah melepaskan pedangnya.
Ketika ia mementangkan matanya untuk memandang, tampak Pada saat ini Bwee Giok telah menggerakkan langkah kakinya meninggalkan tempat tersebut.
Dengan sangat cepat sekali Goei Lam Yu lari mengejar kearah dimana Bwee Giok berlari.
Sudah tentu Boen Ching tak dapat berayal lagi, segera diapun menggerakkan tubuhnya mengejar kearah Goei Lam Yu.
Bwee Giok terus lari kearah depan, baru saja dia berbelok Pada sebuah tikungan gunung, telah berhasil di kejar oleh Goei Lam Yu serta Boen ching, Pada saat ini Boen Ching serta Goei Lam Yu yang telah berlari menjadi sejajar dan mengejar dengan kencangnya kearah Bwee ciok.
Jubah panjang dari Goei Lam Yu yang telah robek itu ditengah hujan yang turun dengan demikian derasnya hanya menambahkan keseraman serta ketegangan dari suasana tersebut.
Boen Ching mana mau membiarkan Goei Lam Yu berhasil mengejar diri Bwee Giok.
Pada saat ini dia berhasil berlari sejajar dengan diri Goei Lam Yu, mendadak tubuhnya melintang ke depa, pedang Cing Hong Kiamnya dengan mendatar diulurkan kedepan menyerang ke arah Goei Lam yu.
Goei Lam yu sebenarnya terkenal karena ilmu Hiat Mo kang serta pedang Cie Hong kiamnya ayng telah menggetarkan seluruh dunia kangouw, kini ditambah lagi telah mendapatkan kitab rahasia Hay Thian Kaim boh, bagaikan seekor harimau yang dengan tiba-tiba tumbuh sayapnya, dengan cepat dia melintangkan pedangnya mencukil keatas tubuh pedang Boen Ching tersebut.
Gerakan pedang dari Boen Ching berutur-turut berubah beberapa kali dan beturut-turut melancarkan puluhan jurus serangan.
Goei Lam yu juga tak mau memperlihatkan kelemahannya, kedua orang itu saling serang menyerang dengan menggunakan pedangnya masing-masing, tetapi dengan demikian gerakan meluncur dari kedua orang itu pun menjadi bertambah lambat sehingga dapat mempertahankan jarak tertentu dengna diri Bwee Giok.
Boen Ching serta Goei lam yu memang sebenarnya boleh dikata seimbang, Pada saat ini kedua orang itu sambil
mengejar sambil saling melancarkan serangan, sudah tentu mereka tak mempergunakan seluruh perhatiannya untuk dipusatkan guna bergebrak tersebut, oleh sebab itulah sangat sukar sekali untuk menentukan siapa ayng menanga dan siapa yang mengalami kekalahan.
Kedua orang itu, satu didepan sedang yang lain di belakang, didalam sekejap mata saja telah berpindah sebanyak puluhan puncak pergunungan, mendadak wajah dari Bwee Giok berubah dengan hebatnya dan menhentikan langkah kakinya.
Goei Lam Yu serta Boen Ching pun Pada saat yang bersamaan menghentikan pertempuran mereka, ketika mereka mengalihkan pandangannya tampak di hadapan mereka Pada saat ini telah terdapat sebuah jurang yang sangat dalam sekali dan tak mungkin untuk dapat melanjutkan perjalanannya kearah depan-Dalam hati Boen Ching merasa sangat terkejut sekali, sedang Goei Lam Yu tertawa dingin dengan tak henti-hentinya.
Bwee Giok dengan sangat terkejut sekali membalikkan tubuhnya, Goei Lam Yu tertawa besar dengan sangat nyaring sekali, segera dia membalikkan tubuhnya sambil melancarkan serangan, tubuh pedangnya dirapatkan dan tahu-tahu telah mendekati tubuh Boen ching.
Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, pedang Cing Hong Kiamnya disambar kedepan, dimana segera terdengar suara menyambarnya angin taufan serta menggeletarnya suara gemuruh menyambut datangnya serangan tersebut.
Dimana pedang Cie Hong Kiam menyapu, pedang Cing Hong Kiam ditangan kanan Boen Ching segera tergetar melayang, dan jatuh kesamping, Boen Ching dengan terhuyung-huyung mundur kebelakang, telapak tangan
kanannya terasa tergetar dengan hebatnya sehingga mengalir darah segar.
Goei Lam Yu tertawa dingin, dia membalikkan tubuhnya mendesak kearah Bwee Giok.
Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, sambil menahan rasa sakitnya dia memungut kembali pedang panjangnya, Pada saat suara sultan yang sangat nyaring tersebut berkumandang ditengah udara, pedang Cing Hong Kiamnya telah terlepas dari tangannya, sehingga berubah menjadi segulung, sinar ke hijau-hijauan menerjang kearah dimana Goei Lam Yu berdiri.
Inilah merupakan jurus yang terlihay dari ilmu Ie Bok Kiam Hoat, yakni Kiam coan Thian Hwee.
Bwee Giok tampak Goei Lam Yu mendesak terus kearahnya, dia terus menerus mengundurkan dirinya kebelakang.
Goei Lam Yu makin mendesak lebih dekat lagi, Bwee Giok dengan cepat mundur dua langkah kembali kearah belakang, tetapi Pada saat itulah kakinya telah menginjak tempat kosong, tubuh Goei Lam Yu dengan cepat menubruk kearah depan, tetapi Pada saat itu pula pedang Cing Hong Kiam dari Boen Ching telah menyambar tiba.
Dia menjadi sangat terperanjat, dengan cepat dia membalikkan tubuhnya melancarkan serangan, sedang tangan kirinya menyambar kearah tubuh Bwee Giok.
Tetapi pedang Cing Hong Kiam itu berputar dengan hebatnya membuat Goei Lam Yu menjadi sangat terkejut sekali, tangan kirinya dengan cepat ditarik kembali dan menepuk kearah pedang Cing Hong Kiam itu.
Begitu kaki Bwee Giok menginjak tempat kosong tubuhnya dengan Cepat jatuh kedalam jurang, sedang tubuh Boen Ching dengan cepat menubruk kearah depan-
Kedua orang itu bersamaan waktunya merendahkan tubuhnya, terdengar suara jeritan kaget dari Bwee Giok saja yang makin lama makin menjauh dan akhirnya lenyap dari pendengaran.
Air muka Goei Lam Yu berubah menjadi sangat berduka sekali, dia berdiri termangu-mangu disana, wajahnya yang menyeramkan itu telah lenyap.
Pada saat ini hanya tinggal perasaannya yang sangat berduka sekali.
Boen Ching yang bardiri disamping jurang tersebut, saking tak tertahannya air matanya bercucuran dari kelopak matanya.
Dia hampir-hampir lupa Pada keadaan disekitar tempat tersebut, bahkan terhadap dirinya sendiripun telah terlupakan, air mata nya bagaikan kacang kedelai menetes keluar, sehingga mengeluarkan suara yang agak nyaring.
Goei Lam Yu memandang kebawah jurang tersebut, dengan tak bertenaga sedikitpun memasukkan kembali pedang Cie Hong Kiamnya kedalam sarungnya, dia mendongakkan kepalanya memandang kearah angkasa, terasa oleh nya didalam hatinya Pada saat ini kosong melompong, sedang impian indahpun telah lenyap tanpa bekas dari dalam hatinya.
Setelah dia memasukkan pedang nya kedalam sarung, tanpa terasa dia mengeluarkan senyuman yang tak beres dan memandang kearah diri Boen ching.
Bwe Giok telah jatuh kedalam jurang dan menemui kematiannya, untuk sesaat dia tak mempunyai niat untuk menghadapi diri Boen ching, diapun mentertawakan kebodohan dirinya, mengapa dia tidak mengambil kesempatan ini untuk membunuh diri Boen ching???
tetapi sekalipun dia berpikir seCara demikian, tetapi hanyalah Pada saat ini dia tidak mempunyai tenaga sedikitpun untuk pergi membunuh diri Boen ching, terpaksa dia hanya tersenyum seorang diri dan memandang ke bawah jurang yang sangat dalam itu.
Goei Lam Yu setelah memandang beberapa saat lamanya, dengan perlahan-lahan dia berjalan meninggalkan tempat itu.
Boen Ching seorang diri berjongkok dibawah hujan yang sangat deras itu, entah telah lewat beberapa saatnya, dengan perlahan-lahan dia barulah menjadi sadar kembali, dia menyesal mengapa kepandaian yang dimilikinya demikian rendahnya sehingga tak berhasil menolong diri Bwee Giok?
Apabila dia memiliki kepandaian silat yang sangat tinggi sekali sehingga tanpa bandingannya, bukankah Bwee Giok tak akan mendapatkan penderitaan yang demikian hebatnya Dia sendiri tidak mengetahui mengapa setelah dirinya berhasil memahami tenaga khie kang chiet Kong Kang Khie, didalam dunia kangouw ini ternyata masih juga terdapat orang-orang berkepandaian tinggi yang demikian banyaknya, hampir-hampir ia merasa curiga terhadap kepandaian yang dimiliki Thian Jan Shu dimana dianggap jago nomor wahid didalam dunia ini.
"chiet Kong Kang Khie" --chiet Kong Kang Khie -Dia terus berpikir dengan kerasnya. Mendadak suatu pikiran berkelebat dengan Cepatnya didalam benaknya, dia bagaikan sedang terpikirkan sesuatu perasaan yang sangat aneh sekali Pada waktu dia berhasil di desak mundur oleh pedang pemuda berbaju putih itu. Air matanya berhenti mengalir, dengan terpesona dia memandang kearah depan, hujan masih turun dengan derasnya, dengan sekuat tenaga dia berusaha untuk menangkap perasaan yang sangat aneh tersebut sebenarnya berasal dari mana ? Bayangan tubuh dari Thian Jan Shu sekali lagi terbayang didepan matanya, Boen Ching dengan perlahan-lahan mendongakkan kepalanya keatas.
Didalam sekejap mata saja mendadak dia seperti mendengar suara tertawa besar dari diri Thian Jan Shu, sedang bayangan tubuhnya mendadak lenyap dari pandangannya, tetapi suatu suara yang aneh berkumandang masuk kedalam telinganya, dimana tujuh buah suara yang berbeda bergema dengan sangat hebatnya keseluruh angkasa..
Secara mendadak Boen Ching seperti telah menyadari tentang sesuatu hal, sinar matanya berkedip-kedip.
dengan perlahan-lahan dia bangkit berdiri.
"chiet Kong Kang Khie". bukankah itu sebagian dari Pada ilmu "chiet Kong Kang Khie---?"
Ooodwooo MAYAT DARI THIAN SAN CHIET KIAM BOEN CHING dengan perlahan bangkit berdiri, secara mendadak dia telah berhasil mengetahui kegunaan serta keistimewaan dari Pada tenaga khiekang "chiet Kong Kang Khie"
Tersebut, tujuh buah suara yang tinggi rendahnya sangat berbeda-beda itu, dipersatukan dengan ketujuh buah telapak tangan yang masing-masing dalamnya juga berbeda pula itu, sepuluh bagian membuktikan kehebatan dari "chiet Kong Kang Khie"
Itu, tenaga "chiet Kong Kang Khie"
Ini bukan saja digunakan untuk melindungi tubuhnya, bahkan untuk menggetarkan pihak musuh sehingga mendapatkan kemenangan-Mendadak suatu suara tertawa dingin berkumandang dari belakang tubuhnya, Boen Ching dengan perlahan-lahan menolehkan kepalanya, tampak orang yang baru saja datang itu ternyata adalah cong Lam Lok Yang Hong adanya.
Lok Yang Hong dengan sangat tenang sekali berdiri, dibawah hujan yang turun dengan derasnya itu, dia tetap
memakai baju berwarna kuning, sambil tertawa dingin dia memandang kearah diri Boen ching.
Boen Ching menarik napas panjang-panjang, dengan perlahan-lahan dia memungut kembali pedang Cing Hong Kiam dari atas tanah, dan memasukkan kedalam sarung untuk kemudian bertindak maju ke depan, sama sekali tidak menggubris diri Lok Yang Hong.
Lok Yang Hong dengan cepat melintangkan tubuhnya dihadapannya untuk menghalangi perjalanan pergi dari diri Boen ching.
Boen Ching menghentikan langkah kakinya, sambil mendongakkan kepalanya memandang kearah diri Lok Yang Hong.
Lok Yang Hong tertawa tawar, kePada Boen Ching ujarnya.
"Boen-heng, aku mempunyai suatu perkataan yang hendak ditanyakan kePada dirimu, entah kau mempunyai niat atau tidak untuk memberikan jawabannya."
Boen Ching tidak mengetahui apakah maksud dari kedatangan dari Lok Yang Hong ini, dengan sangat tajam sekalidia memandang kearahnya, sepatah katapun tak diucapkan keluar.
Lok Yang Hong tahu bahwa Boen Ching telah menyetujuinya, sambil tertawa ujarnya kemudian-"Kau dengan diri Goei Lam Yu sebenarnya kawan atau lawan??"
Sehabis berkata dia tersenyum dengan sangat misterius sekali Been Ching termenung berpikir, kemudian dengan tawar sahutnya.
"Kalau kawan bagaimana?? Kalau lawan bagaimana ??"
Lok Yang Hong tertawa terbahak-bahak. ujarnya.
"Boen-heng, tak perlu untuk disembunyikan lagi, tadi aku telah melihat Goei Lam Yu lewat dan turun gunung, Boen-heng harap berlega hati, urusan ini pastilah aku tak akan mengungkatnya didepan orang lain-"
Boen Ching tersenyum, dia tahu Lok Yang Hong pastilah telah salah paham, dia kira dirinya telah mengalami kekalahan yang sangat menyedihkan ditangan Goei Lam Yu, tetapi tentang hal ini diapun tak ingin berbicara lebih banyak lagi.
Lok Yang Hang tersenyum, ujarnya lagi.
"Goei Lam Yu telah mendapatkan kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh, sedang kau merupakan ahli waris dari Thian Jan Shu, kalian berdua selamanya bagaikan air dengan api yang tak mungkin untuk bisa hidup bersama, sedangkan aku terhadap kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh itu pun mempunyai niat, apabila kita berdua dapat bekerja sama untuk mendapatkan Hay Thian Kiam Boh tersebut, kau kira bagaimana?"
Sehabis berkata dengan sinar mata yang tajam ia memandang kearah wajah dari Boen Ching menanti jawabannya.
Boen Ching tersenyum, terhadap segalanya dia telah tak mempunyai niat, dia hanya menginginkan dapat melatih kepandaian dirinya, dia perCaya bahwa dirinya apabila berhasil memahami tenaga khiekang "ciet Kong Kang Khie"
Tersebut, sudah tentu dia dapat menggantikan kedudukan Thian Jan Shu waktu itu.
Bwee Giok telah jatuh kedalam jurang, dari suara jeritan kaget yang terdengar itu saja dia pastilah tak mempunyai kesempatan untuk lebih lama hidup didalam dunia ini, dia selamanya belum pernah menyayangi dirinya, sedang Bwee Giok terhadap dirinya demikian memperhatikan, apa lagi Pada saat digunung Siong san dimana Bwee Giok sambil mengalirkan air matanya mengatakan kalau selamanya dia tak akan melupakan dirinya, Pada saat ini dia hanya dapat melatih
menjadi seorang jago berkepandaian tinggi yang tanpa bandingan untuk membalas budi dari Pada Bwee Giok Apabila dirinya sejak semula telah berhasil melatih inti sari dariPada ilmu khiekang clet Kong Kang Khie itu, Pada saat ini tak mungkin berubah menjadi demikian rupa, sedang Bwee Giokpun tak mungkin menemui kematiannya ditengah gunung yang demikian sunyinya ini.
Dia memandang kearah Lok Yang Hong, dengan sangat tawar sekali dia menggeleng kan kepalanya.
Sekalipun dia mempunyai niat untuk pergi mencari diri Goei Lam Yu, untuk menanyakan dengan jelas apakah dia telah membunuh mati cucu dariPada Kioe Thian IeSin, sehingga dapat mempertanggung jawabkan perjanjiannya, tetapi dia tak mempunyai niat untuk berjalan bersama-sama diri Lok Yang Hong ini.
Boen Ching segera menggerakkan tubuhnya berjalan kearah depan.
Lok Yang Hong dengan tak mengucapkan sepatah katapun membiarkan Boen Ching lewat, tetapi sepasang matanya dengan sangat tajam sekali memandang kearah Boen ching, ujarnya.
"Kau tidak menginginkan juga tidaklah mengapa, tetapi perlu aku memberitahukan kePada dirimu, Pada saat ini Goei Lam Yu sedang melanjutkan perjalanannya menuju ketengah gurun pasir."
Tubuh Boen Ching menjadi berhenti sejenak. dalam hati pikirnya.
"Kalau demikian adanya itulah paling bagus, bukankah aku telah mempunyai perjanjian dengan diri tiga pendeta serta satu iblis itu ? sedang suhukupun kemungkinan sekali masih berada didalam kuil Pie Lu Si, aku harus berkunjung satu kali kesana ."
Lok Yang Hong tampak Boen Ching menghentikan langkah kakinya, dia tersenyum, ujarnya lagi.
"Apabila kau mempunyai kegembiraan, tidak usah ragu-ragu lagi berkunjunglah ke gurun pasir ."
Sehabis berkata dia tertawa keras dan meninggalkan tempat tersebut.
Boen Ching menoleh memandang bayangan punggung dari Lok Yang Hong, dia mengetahui bahwa Lok Yang Hong pasti juga akan pergi kesana, kemungkinan sekali disana pun akan terjadi lagi suatu pertem-puran dari jago-jago dari seluruh dunia kangouw.
Dia menarik napas panjang, dan turun dari puncak gunung tersebut.
Baca Juga: Ilmu Ulat Sutera 4
Baca Juga: Rahasia Hiolo Kumala 3