Ceritasilat Novel Online

Bentrok Rimba Persilatan 9

Eps 9 Bentrok Rimba Persilatan - Khu Lung

Baca online Bentrok Rimba Persilatan - Khu Lung

Cersil Bentrok Rimba Persilatan - Khu Lung.

Pak Leng Sianseng tampak pada waktu Miauw Bie Fang berbicara sangat memandang ringan sekali, bagaikan sama sekali dia tidak memandang sebelah matapun kepada dirinya, didalam hatinya tanpa terasa menjadi sangat gusar sekali, pikirnya.

"Sekalipun kepandaian silat yang kau miliki sangat tinggi sekali, juga tidak mungkin kalau demikian sombongnya"

Tetapi Miauw Bie Fang berbicara sambil tersenyum, dia sudah tentu tak mau sampai kehilangan kedudukannya, dengan tawar sahutnya.

"Bagian ini baru dapat diutarakan apabila bagian yang pertama ini telah diselesaikan."

Dia berhenti sejenak. lalu lanjutnya lagi.

"Miauw Tocu, mengapa menyuruh orang yang demikian banyak menyambut kedatangan kami ? mungkin masih ada persiapan lainnya ?"

Miauw Bie Fang tertawa, ujarnya.

"Sudah tentu mereka datang untuk menyambut kedatangan kalian kemari. Tetapi selain untuk menyambut kedatangan kalian, masih mengharapkan beberapa orang dari saudara sekalian mau tinggal di pulau Hiat koang To ini untuk selamanya "

Toan Bok Ci Jien menjadi sangat gusar sekali, dia tertawa dingin, tubuhnya meloncat melayang ke angkasa dan ber-turut2 melancarkan tujuh kali serangan hebat ke arah tubuh Miauw Bie Fang.

Sepasang mata Miauw Bie Fang mendadak memancarkan sinar yang sangat aneh sekali, dia tertawa terbahak-bahak, tangan kanannya digerakkan ke depan menyambut serangan dari Toan Bok Ci Jien itu, sedang tubuhnya dengan meminjam tenaga pukulan tersebut menerjang masuk kedalam tengah orang-orang itu.

Boen ching tidak mengetahui kalau Miauw Bie Fang itu hendak berbuat apa, pedang Ceng Hong Kiam ditangannya bersamaan waktunya sekali menusuk ke depan, dengan menggunakan jurus "Cie Tian Yun You"

Atau jari menunjuk asap mega menghalangi gerakan dari Miauw Bie Fang untuk maju kedepan.

Boen ching tampak Toan Bok Ci Jien dengan sangat mudah sekali dapat dilempar pergi oleh Miauw Bie Fang, didalam hatinya merasa sangat terkejut sekali, tubuhnya dengan cepat sekali berputar setengah lingkaran, sedang pedang cing Hong Kiamnya menusuk kepunggung Miaw Be Fang.

Tubuh dari Miauw Bie Fang menghindar ke samping dengan sangat cepat sekali, ternyata tusukan yang dilancarkan oleh Boen ching ini tak mencapai pada sasarannya.

Pak Leng Sianseng, serta Ouw Yang Bu Kie sekalipun segera bersama-sama mengepung Miauw Bie Fang ditengah.

Bentuk tubuh dari Miauw Bie Fang walaupun sangat tinggi besar, tetapi ternyata sangat lincah dan gesit sekali, tubuhnya segera berkelebat, sedang secara diam2 dia segera mengerahkan tenaga dalamnya ke telapak tangannnya, dia telah berhasil mendesak mundur sebagian dari orang2.

Boen ching yang nampak serangannya tidak mencapai sasaran, dan tampaknya pula gerakan dari Miauw Bie Fang ini bagaikan seekor harimau buas, didalam hatinya diam-diam merasa agak terperanjat, segera tubuhnya berkelebat mengejar kearahnya.

Pedang Cing Hong Kiamnya memancarkan sinar terang yang berkilauan, menusuk dari belakang batok kepala Miauw Bie Fang.

Wajah dari Miauw Bie Fang masih tetap menampilkan suatu senyuman yang ramah, tangannya segera disambar keluar mematahkan serangan pedang yang dilancarkan oleh Bwee Glok, sedang tangan kanannya tak berdaya lagi.

Boen ching yang nampakakan hal ini menjadi sangat terkejut sekali, kiranya Miauw Bie Fang bertujuan hendak menghadapi Bwee Giok.

mencekal pergelangan tangan kanannya.

Sepasang matanya segera memancarkan sinar berapi-api, dengan amat gusar dia memekik panjang, pedang Cing Hong Kiamnya dengan menggunakan jurus "Kiam Coan Thian Hweo"

Menerjang kearah tubuh Miauw Bie Fang.

Miauw Bie Fang agaknya terhadap jurus2 pedang yang dilancarkan oleh Boen ching itu, sangat hafal sekali, dia menoleh kepalanya pun tidak.

dengan cepat dia menarik

tubuh Bwee Giok.

dan dengan tepat sekali dia menghalangan serangan pedang yang dilancarkan Boen ching itu.

Pada saat ini Boen ching merasa sangat gusar bercampur cemas, hanyalah terhadap Miauw Bie Fang dia tak dapat berbuat apa-apa.

Terpaksa dia menarik kembali pedang cing Hong Kiamnya, Lam Hay Coei Hong tampak Bwee Giok tertawan musuh, dengan sangat gusar dia membentak nyaring, pedang panjangnya ditusukkan keluar menyerang punggung dari Miauw Bie Fang.

Tangan kanan dari Miauw Bie Pang segera berkelebat menotok jalan darah dari Bwee Giok dan dikempitnya dibawah ketiaknya, terhadap serangan pedang yang dilancarkan oleh Tie Liok Yun itu sedikitpun dia tidak menggubris.

Tie Liok Yun nampak hal ini menjadi sangat gusar sekali, pedang panjangnya digetarkan dan berganti menyerang ke belakang batok kepala dari Miauw Bie Fang.

Pada saat ini, Pak Lian sianseng dengan ketiga orang iblis saktipun telah turun tangan lagi menghalangi perjalanan pergi dari Miauw Bie Fang.

Terdengar Miauw Bie Fang tertawa terbahak-bahak.

seluruh tubuhnya mendadak muncul suatu warna merah darah yang sangat tajam sekali, membuat seluruh serangan yang dilancarkan oleh kelima orang itu tergetar kembali..Pak Lang Sianseng nampak hal ini menjadi sangat terkejut sekali, kiranya ilmu Hiat Mo Kang yang dilatih oleh Miaw Be Fang telah mencapaipada taraf kesempurnaan, pada saat ini jago-jago dariBulim yang berhasil melatih ilmu khiekang ini selain Thian Jan Shu waktu itu, tak ada orang lain yang dapat melatih ilmu setinggi itu.

Kini nampak Miauw Bie Fang ternyata telah berhasil melatih ilmu Khie-kang bahkan dengan hawa khiekangnya dia

melindungi seluruh tubuhnya, didalam hatinya terasa berdesir, urusan hari ini agaknya lebih banyak kalah dartipada kesempatan untuk menang.

Miauw Bie Fang setelah menggetarkan seluruh serangan yang dilancarkan oleh Pak Leng Sianseng itu, pada ketika itu juga pedang Cing hong Kiam telah menyabar datang, diantara suara menyambarnya angin dan geledek, ilmu pedang "Hong Loei Chiet Kiam"

Telah dikerahkan, dan menerjang kearah Miauw Bie Fang.

Diantara suara besar sangat nyaring itu Miauw Bie Fang telah melancarkan ilmu "Hiat Mo Kang"nya terdengar suara benturan yang nyaring, telah berhasil menggetarkan pedang panjang ditangan Boen ching sehingga melayang ketengah udara.

Boen ching merasa sangat gusar sekali, dia tidak pernah menyangka kalau tenaga dalam yang dimiliki Miauw Bie Fang itu ternyata dapat demikian tingginya, tubuhnya segera melayang mencekal kembali pedang cing Hong Kiamnya.

Pada saat itu Miauw Be Fang telah meninggalkan tempat itu, Boen ching dengan keras membentak.

tubuhnya berputar di tengah udara, dengan mengerahkan gerakan tubuh Shen Au Ban Li"

Tubuhnya melesat mengejar kearah Miauw Bie Fang.

orang-orang berbaju merah yang berdiri disekeliling tempat itu tampak Boen ching melayangkan tubuhnya mengejar kearah Miauw Bie-Fang, segera memisahkan dirinya kesamping dan membiarkan, Boen ching masih mendengar suara bentakan gusar dari Toan Bok Cie Jien Sekalian, tetapi dia sekarang tak mungkin akan membalikkan tubuhnya kembali sekalipun didalam hatinya mempunyai keinginan demikian, tetapi dia tetap mengejar kearah Miauw Bie Fang.

Mendadak tubuh Miauw Be Fang berhenti bergerak, Boen ching dengan Cepat mengejar datang, sedang pedang

panjangnya dengan disertai angin tajam menerjang ke arahnya.

Miaw Be Fang tertawa terbahak-bahak.

segera dia menggerakkan tangannya menyambut datangnya serangan tersebut, di dalam sekejap mata saja kedua orang itu telah saling serang menyerang sebanyak sepuluh jurus lebih, sekali lagi Miauw Be Fang dengan menggerakkan ilmu Hiat Mokangnya mendesak pergi pedang yang mengancam tubuhnya.

Tubuh Boen ching segera melayang turun ke atas tanah, dengan gusar dia berdiri tegak dan memandang tajam kearah Miauw Be Fang.

Miauw Be Fang tertawa, kepada Boen ching ujarnya.

"Pada saat ini diseluruh dunia kangouw, kau merupakan lawan tangguh dariku, sekarang jika dilihat dari keadaan sekarang ini tak mungkin akan terjadi, tetapi kemudian hari pastilah akan terjadi juga , hanyalah aku sekarang tak dapat membunuh dirimu"

Dengan sangat gusar bentak Boen ching.

"cepat kau lepaskan nona Bwee keatas tanah"

Miauw Be Fang tertawa tawar, dia memandang sekejap kekanan kirinya, kemudian ujarnya.

"Aku menawan dirinya juga tak ada gunanya sama sekali, sudah tentu aku akan melepaskan dirinya."

Boen ching dengan dingin mendengus, sedang panjangnya dengan perlahan-lahan diangkat keatas, bersiap untuk sekali lagi melancarkan serangan hebat kaarahnya.

Miauw Be Fang memandang sekejap kearah Boen ching, kemudian ujarnya lagi.."Kau ingin menggunakan ilmu pedang Hong Loei chiet Kiam itu untuk menghadapi diriku, tetapi tenaga dalam yang kau

miliki belumlah Cukup, sekalipun ilmu pedang Hong Loei chiet Kiam itu sangat hebat sekali lalu apa gunanya?"

Boen ching mengerutkan alisnya, dan bersiap untuk melancarkan serangan-Tiba-tiba ujar Miaw Be Fang dengan perlahan.

"Ikutilah aku kemari"

Sehabis berkata tubuhnya berkelebat dan balikkan tubuhnya lari kearah belakang.

Di dalam hati Boen ching penuh diliputi keragu-raguan, tetapipada saat ini dia mau tak mau terpaksa harus pergi mengejarnya, dia tidak mengetahui sebenarnya Miauw Be Fang ini hendak membawa dirinya kemana, dia sambil menyimpan kembali pedangnya, tubuhnya segera berkelebat mengejar Miauw Be Fang.

Dua buah bayangan manusia dengan sangat cepat sekali bagaikan sambaran kilat menerjang kearah belakang istana.

Tubuhnya Boen ching yang berada satu kaki dibelakang tubuh Miauw Be Fang, dengan sangat tajam sakali dia memandang kearahnya, dimana dia mengempit tubuh dari Bwee Giok entah bagaimana keadaan dari Bwee Giok saat ini.

Kedua orang itu berlari sangat Cepatnya menuju kelain ruangan istana, ditengah ruangan itupun terdapat sebuah patung dewa yang aneh sekali bentuknya tetapi jauh lebih keCil jika di bandingkan dengan patung yang berada diruangan luar.

Miauw Be Fang tertawa nyaring mendadak dia melemparkan tubuh dari Bwee Giok masuk kedalam mulut dari patung dewa tersebut.

Boen ching yang tampak akan hal ini menjadi sangat terkejut sekali, dia masih teringat akan wajah dari laba2 raksasa yang sangat menakutkan itu, pedang ching Hong Kiamnya dengan disertai suatu sinar panjang yang sangat

lihay sekali menyapu kearah tubuh Miauw Be Fang. Miauw Be Fang tertawa besar, ujarnya.

"Kau berlegalah hatimu, aku tak mungkin akan melukai dirinya"

Boen ching dengan sangat gusar sekali tetap melancarkan serangannya, tetapi Miauw Be Fang bagaikan sedikitpun tidak pernah merasanya, dengan tertawa besar ujarnya.

"Apa bila aku menginginkan kau binasa juga tak perlu untuk menanti hingga saat ini."

Boen ching berturut-turut melancarkan berpuluh2 kali serangan pedang tetapi semuanya tak satupun yang mencapai pada sasarannya, tiba-tiba tubuh dari Miauw Be Fang berkelebat, pada saat tangannya diayunkan dia telah berhasil memukul roboh tubuh Boen ching.

Boen ching dengan menahan rasa gusarnya mengundurkan dirinya ke belakang dia menarik napas panjang-panjang, dan menyabetkan pedangnya setengah lingkaran, ditengah udara, pada saat ujung pedangnya menyambar itulah dia ditengah udara mendadak terdengar suara ledakkan yang sangat nyaring.

Sepasang alis Miauw Be Fang dikerutkan, dari sepasang matanya memancarkan sinar yang sangat dingin dan tajam, dia tahu bahwa pada saat ini Boen ching sedang sangat gusar sekali dan bersiap hendak menggunakan seluruh kepandaian silat yang dimilikinya untuk mengadu jiwa dengannya.

Diapun menarik napas panjang2 kemudian dengan perlahan-lahan dia berkata.

"Tujuanku yang terutama adalah hendak memancing kau masuk kedalam, tetapi sebelum kau memasuki kedalam patung dewa aneh itu, aku mempunyai suatu perkataan yang hendak kuucapkan kepada mu."

Boen ching sambil mencekal pedangnya erat-erat berdiri tegak.

dia merasa bahwa pada saat ini untuk menjaga kegagahan serta keagungan dari dirinya, terpaksa dia harus mendengarkan Miauw Be Fang hingga mengucapkan kata-kata hingga selesai.

Ujar Miauw Be Fang.

"Ketujuh buah hioloo kuno peninggalan Thian Jan Shu itu aku sih tidak membutuhkan, serta kini berada didalam patung area ini, aku hanya menginginkan jago-jago berkepandaian tinggi dari seluruh daratan Tionggoan terkubur seluruhnya di tempat ini"

Boen ching yang mendengar perkataan itu sedikitpun tidak tertarik hatinya, dia tetap mengambil posisi untuk melancarkan serangannya dengan keras. teriak Miauw Be Fang tiba2.

"Kau berbuat demikian ini apa gunanya, apakah kau telah tidak mau memperdulikan dia lagi"

Hati Boen ching mendadak menjadi tergetar, dia merasakan bahwa hatinya menjadi sangat bingung, untuk sesaat dia tak tahu harus berbuat bagaimana baiknya.

Boen ching menjadi ragu-ragu untuk sesaat, belum saja dia memikirkan suatu Cara untuk berbuat, terdengar Miauw Be Fang telah berkata lagi.

"Sebelum kau memasuki tempat itu, terlebih dahulu kau harus mengetahui, sesudah kau masuk kedalam patung area tersebut, pintu keluar akan segera tertutup kembali, sekalipun ditanganmu membawa senjata pusaka yang bagaimanapun tajamnya juga tak akan dapat keluar dari dalam patung itu lagi"

Setelah berkata dia sengaja mencibirkan mulutnya, sedang pada wajahnya terlintas suatu senyuman yang mengejek. kemudian ujarnya lagi.

"Ketujuh buah hioloo kuno itu kini berada didalam patung ini, apabila kau berhasil melatih ilmu silat seperti Thian Jan Shu lihay nya, sudah tentu dengan sangat mudah sekali akan dapat keluar dari tempat itu"

Ooooooo Bab 32 IMPIAN BERUBAH MENJADI KENYATAAN Sepasang alis Boen ching dikerutkan, didalam hati dia tahu bahwa dengan kepandaian silat yang dimiliki sekarang ini, asalkan Miauw Be Fang yang berada dihadapannya kini mempunyai niat untuk membunuh dirinya, hal ini akan dilakukan dengan sangat mudah sekali, entah kenapa ia berbuat seCara demikian, urusan telah menjadi demikian, bagaimanapun juga baru satu kali ini menempuh bahaya untuk mencobanya, dan tak dapat urusan ditinggalkan demikian saja.

Berpikir sampai disini dia tidak berpikir panjang lagi, tubuhnya melayang bagaikan seekor burung walet meluncur masuk kedalam patung melalui mulut dari patung area tersebut.

Miauw Be Fang tak menanti tubuh Boen ching berdiri tegak.

dia tertawa ter-bahak2 sepasang tangannya digerakkan, sebuah batu raksasa yang beratnya kurang lebih ribuan kati itu dengan per-lahan2 melayang keatas dan menyumbat mulut dari patung tersebut.

Boen ching hanya merasakan dari belakang tubuhnya menggulung suatu sambaran angin yang sangat tajam sekali, ketika dia membalikkan tubuhnya memandang, tampak sebuah batu raksasa telah melayang kearah patung tersebut, sinar matanya menjadi berkelebat, didalam sekejap mata saja dia telah dapat melihat bahwa batu raksasa itu bukanlah tenaga dirinya dapat menggerakkannya.

Tubuhnya baru saja memasuki kedalam mulut patung tersebut, batu raksasa itu dengan mengeluarkan suara yang sangat keras sekali telah menyumbat mulut dari patung itu, sedang suara tertawa yang tadi terdengarpun segera lenyap dari pendengaran.

Boen ching menarik napas panjang-panjang, ketika dia membalikkan tubuhnya memandang, tampak tubuh Bwee Giok terlentang disamping tubuhnya, dengan cepat dia membantu Bwee Giok untuk melancarkan jalan darahnya yang tertotok.

Tubuh dari Bwee Giok bergoyang sedikit, tetapi hanya terdengar suara dengusan yang sangat perlahan sekali, dan tak sadarkan dirinya lagi, Boen ching menjadi mengerutkan alisnya, ketika dia memeriksa tubuhnya dengan teliti, tampak wajah dari Bwee Giok bagaikan seorang yang bukan tertotok jalan darahnya.

Didalam hati Hoen ching merasa sedikit sangat heran, dia tidak mengetahui mengapa Bwee Giok masih juga belum sadarkan diri.

Mendadak suara napas dari Bwee Giok berubah menjadi sangat cepat sekali, didalam hati Boen ching merasa lebih terkejut lagi, dengan perlahan dia menggunakan tangannya menekan dahi dari Bwee Giok.

terasa dahinya sangat panas sekali bagaikan dibakar.

Didalam hatinya menjadi terasa bergetar, dia tertegun disana, dia tahu orang yang memiliki kepandaian silat makin tinggi orang tersebut makin sukar menderita sakit, sedang kepandaian silat yang dimiliki oleh Bwee Giok itupun tidak dapat dihitung rendah, didalam dUnia kangouwpun dapat dihitung sebagai jago berkepandaian tinggi.

Dan kini mendadak Bwee Giok tubuhnya menjadi sangat panas sekali, kemungkinan sekali karena pada hari-hari yang mendekat ini dia terlalu lelah sekali, sehingga menjadi

demikian keadaannya, kelihatan penyakit yang diderita oleh Bwee Giok ini tidaklah ringan-Tetapi kini mereka berada didalam patung ini, sedang mulut gua itupun telah tersumbat, entah bagaimana baiknya.

Mendadak, dia mengeluarkan suara tertahan yang sangat perlahan sekali, setelah dia memasuki kedalam patung aneh itu ternyata dia tidak merasakan menjadi gelap.

sekalipun dia telah melatih ilmu memandang diwaktu gelap.

sehingga dapat memandang benda yang berada didalam kegelapan dengan sangat jelas sekali, tetapi ternyata sinar dia tetap dapat merasakannya, begitu dia masuk kedalam dia hanya menguatirkan keselamatan dari Bwee Giok, bukan dia sedang menderita sakit yang berat, sehingga terpikir olehnya untuk mencari jalan keluar, dia barulah dapat merasakan bahwa sekalipun Miauw Be Fang telah menyumbat pintu keluar dari tempat itu, tetapi terdapat Cukup sinar matahari yang masuk kedalam patung tersebut.

Dia menolehkan kepalanya memandang, tampak sinar matahari itu berasal dari bawah yang dipantulkan keatas, didalam hatinya merasa sangat heran sekali, dengan perlahan-lahan dia merendahkan tubuhnya, sambil membopong tubuh Bwee Giok Ia berjalan ke bawah.

Setelah berjalan puluhan langkah tampak di dasar dari lorong itu terdapat sebuah kolam yang memancarkan sinar keperak-perakan yang sangat menyilaukan mata, sedang sinar matahari tadipun dipancarkan dari kolam tersebut, dalam patung itu sekalipun tak dapat melihat keadaan udara, tetapi disekitar dari kolam yang dilapisi perak itu penuh ditanami bermacam macam pepohonan dan bunga-bunga yang sangat indah.

Boen ching memandang sekejap kearah kolam perak tersebut, dengan perlahan lahan ia meletakkan tubuh Bwee Giok ke atas tanah.

Didalam hati dia sangat jelas sekali, dasar dari kolam itu adalah terbuat dari batu pualam, kini sekalipun dia telah dapat melihat sinar matahari tetapi tak mempunyai Cara untuk keluar dari tempat itu, apalagi sekarang ini Bwee Giok sedang menderita sakit yang agak berat dan belum sadar kembali.

Di samping dari kolam perak itu terlihat ke tujuh buah hioloo kuno peninggalan Thian Jan Shu itu tersebut ditempat tersebut, tetapi pada saat ini Boen ching tidak mempunyai niat untuk memandangnya, seluruhnya tubuh Bwee Giok sangat panas sekali, entah sebenarnya dia telah menderita penyakit apa.

Boen ching termenung berpikir keras untuk beberapa saat, kemudian dengan perlahan-lahan dia meletakkan tubuh Bwee Giok keatas tanah, dia tampak wajah dari Bwee Giokpads saat ini berubah menjadi merah padam, tetapi napasnya sangat cepat sekali, dia tidak mengetahui harus berbuat bagaimana baiknya.

Setelah lewat beberapa saat, dia mendadak mengetukkan kakinya keatas tanah, sedang dalam hati pikirnya.

"Bagaimanakah ini hari ternyata segala cara aku tak berhasil untuk memikirkannya, sebenarnya hanya perlu melancarkan seluruh jalan darah yang terdapat pada tubuh Bwee Giok, bukankah sudah selesai dan dia akan sembuh kembali?"

Berpikir sampai disini dia tersenyum, sering mendengar orang berkata bahwa menghadapi yang penting janganlah menjadi ribut karena akan kacaU seluruhnya, ternyata tak salah juga, sekalipun penyakit yang diderita oleh Bwee Giok ini lebih berat lagi, dengan kekuatan tenaga lweekang yang dimiliki dirinya itu juga tidaklah mengapa, bagaimana dirinya dapat demikian dungunya.

Boen ching mendongakkan kepalanya memandang sekejap sekeliling tempat tersebut, tampak di empat penjuru dari

tempat itu sunyi senyap tak nampak seorang pun juga , dengan per-lahan2 menahan punggungnya dan mulai mengerahkan tenaga dalamnya untuk melancarkan seluruh jalan darah didalam tubuh Bwee Giok.

Tidak sampai seperminum teh lamanya hawa murninya telah berputar tiga kali sedang wajah dari Bwse Giok pada saat inipun makin lama berubah menjadi normal kembali, telapak tangan kanan Boen ching dengan pe-lahan2 di lepaskan sedang dirinyapun segera mengatur pernapasannya .

Dia merasakan sangat lelah sekali, baru saja menghembus napas panjang?

Suara yang sangat nyaring sekali dari tempat yang kejauhan berkumandang datang.

Hati Boen ching terasa bergetar, ingatan yang kedua belum saja keluar dari benaknya otaknya segera terasa sangat pening sekali.

Dia hanya merasakan berpuluh puluh bayangan yang sangat aneh sekali mengitari didalam benaknya, suara genta itu agaknya sedang membawa dia menuju kedalam kabut Hian Sim Leng Uh yang terdapat diatas gunung Lu san, sedang pada saat itu dia merasa bahwa seluruh didalamnya telah punah seluruhnya, sehingga seluruh tubuhnya menjadi kaku saking kedinginannya.

Tak lama kemudian dia sendiri juga tak mengetahui telah lewat beberapa waktu, dia mulai merasakan tubuhnya bagaikan telah berada di dalam suatu lorong api yang sangat panas sekali, saking panasnya hingga dia sukar sekali untuk mempertahankan dirinya.

Boen ching hanya merasakan bahwa didalam tubuhnya sebentar panas dan sebentar dingin kembali, sedang pikiran yang lain tiada satupun yang teringat didalam benaknya, dia berusaha keras untuk mengingat sesuatu urusan, Bwee Giok.

Ie Bok Tocu...

masih ada urusan yang lainnya tapi dia tak dapat memikirkan yang lainnya lagi, dia hanya merasakan otaknya menjadi kosong melompong.

Se-konyong2 dia merasakan hawa yang sangat segar sekali terus menurun kebawah tubuhnya sedang otak dari Boen ching pun telah menjadi sadar kembali.

Dengan cepat dia mementangkan sepasang matanya, begitu dia membuka matanya, segera hatinya menjadi sangat terkejut sekali, Bwee Giok telah lenyap dari tempat tersebut.

Boen ching berpikir hendak bangkit berdiri, tapi baru saja dia menggunakan tenaga dalamnya, sepasang kakinya ternyata tak dapat menggunakan tenaga sedikitpun juga , di dalam hatinya terasa berdesir, suatu hawa sangat dingin sekali meluncur naik keatas tubuhnya, dia hampir2 saja tak dapat berpikir lagi dia sadar bahwa dirinya tetah mengalami jalan api menuju neraka, separuh dari tubuhnya telah tak dapat bergerak lagi, dengan termangu2 dia mengalihkan sinar matanya memandang sekeliling tempat itu..

Dia pada saat ini hanya memikirkan Bwee Giok saja, didalam hatinya mendadak terasa sangat ngeri sekali, dengan keras teriaknya.

"Nona Bwee ...."

Tetapi suara sangat kecil dan serak sekali, sedikitpun dia tidak mendengar suara balasannya.

Boen ching dengan keras berteriak dua kali lagi, tetapi tetap tak terdengar suara balasannya dia dengan putus asa menundukkan kepalanya sekalipun orang itu dapat memancing tenaga dalam didalam tubuhnya mengalami jalan api menuju neraka, sudah tentu dengan sangat mudah sekali, dapat menawan pergi Bwee Giok dari tempat ini.

setelah lewat beberapa waktu dia mendongakkan kepalanya memandang ke depan, hioloo kuno Thian Jan Shu itu tetap berada ditepi kolam perak tersebut.

Sepasang tangan dari Boen ching segera menepuk permukaan tanah, tubuhnya segera melayang dan turun ditepi kolam tersebut, dia menundukkan kepalanya memandang kedalam kolam itu, mendadak dia merasa sangat terkejut

sekali, ternyata wajahnya telah berubah menjadi demikian kurusnya sehingga sampai dirinyapun hampir2 tidak dapat mengenalnya kembali.

Dengan termangu-mangu dia duduk dipinggir kolam itu beberapa saat, sedang didalam hatinya diam2 pikirnya.

"Sepuluh tahun lebih, aku telah mempelajari suatu kepandaian silat yang sangat tinggi, tetapi hanya dikarenakan belum pernah melatih suatu ilmu Khiekang yang dapat melindungi seluruh tubuhnya, sehingga terjatuh hingga menjadi demikian rupa, berpikir sampai disitu, dengan perlahan dia menghela napas, dan mendongakkan kepalanya memanda kearah tujuh buah hioloo kuno peninggalan Thian JanShu itu, dalam hati pikirnya lagi.

"Mempunyai ketujuh buah hioloo kuno itu lalu apa gunanya ??". cianbunjin2 dari tujuh partai besar didaerah Tianggoanpada saat itu setelah mendapat ketujuh buah hioloo itu dan melatih mati2an selama sepuluh tahun lebih juga tak lebih hanya demikian saja, berpikir sampai disana dia tanpa terasa menghela napas panjang. Dia menundukkan kepalanya memandang ketengah kolam dan memandang pada wajahnya berubah menjadi kurus kering itu, didalam hatinya mendadak timbul suatu pikiran, diam2 batinnya.

"Apa boleh dikata aku Boen ching selamanya harus terkurung ditempat seperti ini?". Dia teringat kembali pada dendam sakit hati terbunuh ayah ibunya beserta budi dari Ie Bok Tocu yang menurunkan kepandaian silatnya selama sepuluh tahun, terpikir kembali peristiwa yang terjadi diatas pUncak Hwee Ing pada sepuluh tahun yang lalu, wajah serta senyuman mengejek dari Thian Jan Shu waktu mewariskan ke tujuh buah hioloo kuno itu kepadanya.

Sepasang alis Boen ching dikerutkan, dia bagaikan terdengar lagi suara dari Thian Jan Shu yang berkata kepadanya.

"Inilah seluruh kepandaian silat yang aku miliki, apabila kau berhasil memahami arti ketujuh buah telapak tangan yang tertera diatas hioloo kuno itu, pastilah kau akan menjadi pemimpin dari dunia kanguow". Sepasang matanya dengan tajam menyapu sekejap kearah ketujuh buah hioloo kuno peninggalan Thian Jan Shu itu, sedang dalam hatinya pikirnya.

"Thian Jan shu kalau memangnya berkata secara demikian apakah boleh dikata bahwa ketujuh orang ciangbunjln dari tujuh partai besar itu telah menyalah artikan ke tujuh buah telapak tangan yang tertera pada hioloo2 kuno tersebut. Thian Jan Shu tak mungkin akan meninggal dunia dengan demikian mudahnya bahkan hanya meninggalkan suatu rangkaian ilmu telapak tangan, sudah tentu ketujuh buah telapak tangan tersebut didalamnya masih mengandung arti yang jauh lebih dalam lagi. Sepasang matanya dengan tajam memandang ke tujuh buah telapak tangan tersebut, didalam benaknya segera teringat kembali segala gerak gerik dari Thian Jan Shu ketika diatas puncak Hwee Ing pada sepuluh tahun yang lalu, suatu perasaan yang tak dapat diraba segera bergolak didalam hatinya. Suatu perasaan yang ber-kobar2 sedang menggerakkan hatinya, ketujuh buah telapak tangan yang ditinggalkan Thian Jan Shu di atas ketujuh buah hioloo kuno itu pastilah bukan merupakan suatu rangkaian ilmu telapak tangan saja, bahkan didalamnya pastilah telah meliputi seluruh kepandaian silat yang dimiliki Thian Jan Shu, didalam hatinya mendadak teringat kembali pada waktu Thian Jan Shu didalam sekejap

mata saja telah memukulkan ketujuh buah pukulannya sehingga tertera pada ketujuh buah hlolo kuno itu.

Dalam sekejap mata tujuh buah suara yang tinggi rendah tak sama itu dengan sangat nyaring sekali lagi berkumandang didalam benaknya, dia bagaikan sekali lagi menghadapi peristiwa dipuncak Hwee ing pada sepuluh tahun yang lalu.

Dia tiba2 seperti terlihat kembali wajah dari Thian Jan Shu yang menampilkan suatu perasaan yang dapat terkejut bercampur gemas, tubuh Thian Jan Shu berkelebat dan pada saat dia melancarkan serangan telapak tangannya, Thian San chiet Kiam bersamaan waktunya telah terpukul binasa seluruhnya oleh pukulan Thian Jan Shu itu dan terlempar keluar dari ruangan kuiL Hampir-hampir saja Boen ching tak dapat menahan rasa girang didalam hatinya, diam-2 pikirnya.

"Aku telah melatih ilmu pedang Ie Bok Kiam Hoat beserta ilmu pedang Ngo Heng Kiam Hoat, ditambah lagi dengan ilmu pedang Hong Loei chiet Kiam, beserta Thay Thlen Kice sih, apabila ditambah lagi dengan ilmu telapak tangan yang demikian hebatnya itu, kiranya pada saat ini sukar sekali ada orang yang dapat menahan serangan yang dilancarkan olehnya, sekalipun pihak musuh juga mempunyai ilmu Khiekang yang dapat melindungi tubuhnya, sedikit-dikitnya dirinya juga tak mungkin sampai dengan mudah dapat dikalahkan. Dia termenung terus, Pak Leng Sianseng pernah memberitahukan kepadanya, yang mengatakan bahwa dia harus dapat melatih ilmu Khiekang terlebih dahulu sehingga baru dapat berhasil mengalahkan orang-orang dari pulau Hiat Koang To ini, tetapi untuk melatih ilmu Khiekang bukanlah didalam satu dua hari dapat dilatih hingga berhasiL mengapa dirinya tidak mempelajari ilmu telapak tangan yang diwariskan oleh Thian Jan Shu itu, dan kemudian dengan perlahan lahan melatih ilmu Khiekaug menurut ajaran buku "Tat Mo cing

Kheng"

Yang dihadiahkan kepadanya dari Ciangbunjin Siau lim Pay.

Boen ching memejamkan sepasang matanya, di dalam hatinya tanpa terasa teringat kembali pada waktu tubuh Thian Jan Shu melayang, di dalam sekejap mata saja, telah melancarkan tujuh buah pukulan telapak tangan-Dengan tajam dia memperhatikannya, tanpa terasa diapun menirukan Cara itu, mendadak dia menjadi sadar kembali, keistimewaan dari bersamaan waktu melancarkan tujuh buah telapak tangan tersebut, didalam hatinya merasa sangat girang sekali, dengan keras dia membentak.

sepasang tangannya menepuk keatas tanah, tubuhnya dengan mendadak melayang pergi, sedang sepasang telapak tangannya bersamaan waktunya melancarkan tujuh buah pukulan, dan ditujukan pada ketujuh buah hioloo kuno yang terdapat disamping kolam perak itu.

Sepasang tangan dari Boen ching baru saja ditempelkannya pada ketujuh buah hioloo kuno itu, segera pada otaknya menjadi sangat pening sekali, sedang pada sepuluh jarinyapun terasa menjadi linu dan kaku, hawa murni dalam tubuhnya menjadi buyar, dan jatuh disamping ketujuh buah hioloo kuno itu.

begitu tubuhnya mencapai diatas tanah, didalam hatinya segera timbul suatu perasaan yang sangat keCewa sekali, dia hampir-hampir tidak dapat menguasahi perasaan didalam hatinya yang sedang bergolak, dan memgucurkan air matanya.

Ke sepuluh jari tangannya baru saja menyentuh ketujuh buah hioloo kuno itu, sungguh tak nyana ternyata sepuluh jarinya menjadi kaku dan tak dapat merasakan apa-apa lagi.

Dia sadar bahwa telah terkena tenaga pantulan dari ketujuh buah hioloo kuno itu, dia selamanya melatih ilmu pedang dan kini telah menderita jalan api menuju neraka,

Separuh tubuhnya telah tak dapat digerakkan kembali, bahkan kini sepuluh jarinyapun telah menjadi kaku tak dapat digerakkan lagi.

Boen ching mendongakkan kepalanya memandang ujung dari dinding patung itu, tanpa terasa lagi air matanya keluar dengan derasnya, dia menundukkan kepalanya, pada saat ini suhunya, teman baiknya, kekasihnya, kini jauh berada disampingnya, sedang tangannya telah tak dapat bergerak lagi, dengan keadaan yang demikian ini, kiranya sukar sekali baginya untuk meloloskan dirinya keluar dari tempat ini, sepasang matanya dengan sangat lambat sekali diangkat, dan menutupi wajahnya, dengan sangat keCewa sekali dia duduk termangu-mangu.

SEKONYONG KONYONG suatu bayangan manusia yang sangat jelas muncul didalam benaknya, Thian Jan Shu bagaikan sedang memandang dirinya dengan sinar mata yang mengejek.

sedang mulutnya tersungging suatu senyuman yang sangat ringan-Didalam hati Boen-ching menjadi sangat terkejut sekali, dia melepaskan sepasang tangannya, sedang sinar matanya dengan tajam memandang kearah ketujuh buah hioloo kuno itu dengan sangat jelas tertera tujuh buah telapak tangan, ketujuh buah telapak tangan itu tertera sangat dalam sekali, sedang sepasang mata dari Thian Jan Shu sedang memandang kearah tujuh buah hioloo kuno itu, dari sinar matanya memancarkan sinar mata yang sangat mengejek dan bangga sekali.

Sepasang mata dari Boen ching dengan tajam memandang kearah tujuh buah hioloo kuno peninggalan Thian Jan Shu itu, sejenak kemudian dari mulutnya tersungging suatu senyuman yang sangat tawar sekali, sedang sinar mata yang sangat keCewa dimatanya telah tersapu lenyap dari pandangan.

Segera gerak gerik dari Thian Jan Shu waktu itu ketika memberikan ketujuh buah hioloo kuno itu kepadanya,

ditambah lagi dengan keadaan yang dialaminya pada saat ini, segera membuat dia mengambil keputusan untuk memahami hingga dapat kepandaian silat yang terkandung pada ketujuh buah hioloo kuno itu.

Dia perCaya kalau kepandaian silat yang ditinggalkan Thian Jan Shu itu pada saat ini tak seorangpun yang dapat memahaminya.

"Tujuh buah telapak tangan-.."

Dengan suara yang sangat perlahan ujarnya, kepandaian silat yang ditinggalkan oleh Thian Jan Shu itu pasti bukanlah merupakan sustu rangkaian telapak tangan saja, didalam hatinya terus berpikir dengan keras, bahkan setelah Thian Jan Shu terluka parah, sudah tentu tak mungkin dia akan meninggalkan seluruh kepandaian silat yang dimilikinya dengan sangat jelas sekali, dan satu persatu diturunkan seluruhnya, kemungkinan sekali inti sari dari kepandaian silat yang dipelajarinya.

Ilmu Khiekang ciet Kang Kie pikiran ini berkelebat didalam benaknya, membuat hatinya segera terasa menjadi bersemangat, sedang dari sinar matanya memancarkan suatu sinar mata penuh kemenangan.

Sinar matanya dengan tajam memandang ke atas ketujuh buah hioloo kuno itu, dan mengingat kembali sikap serta tindak tanduk dari Thian Jan Shu setelah meninggalkan ketujuh buah telapak tangan itu, hal ini dengan jelas sekali membuktikan kalau Thian Jan Shu telah meninggalkan seluruh kepandaian silat yang di milikinya itu pada ketujuh buah hioloo kuno tersebut, dan memberikan tenaga dalam sisanya kedalam tubuhnya sehingga dapat menahan pukulan telapak tangan yang dilancarkan oleh ketujuh orang ciangbunjin dari tujuh partai besar.

Jien Gwat Ngo Seng cocok sekali dengan perhitungan im Yang Ngo Heng, tujuh orang ciang bunjin dari partai besar beserta jago-jago dari dunia kongauw seluruhnya mengira kalau ketujuh telapak tangan itu pastilah merupakan suatu

rangkaian ilmu telapak tangan sehingga sekalipun telapak tangan itu telah ditinggalkan selama sepuluh tahun lebih, tetapi juga tak seorangpun yang akan dapat memeCahkannya.

Pada sepuluh tahun yang lalu Thian Jan Shu setelah meninggalkannya ilmu Khiekang "chiet Kong Kang khie"

Pada ketujuh buah hioloo kuno seCara tidak sengaja.

Sepasang mata Boen ching dipejamkan rapat-rapat, pada saat ini entah didalam hatinya harus merasa girang atau sedih, dihadapan wajahnya samar2 bagaikan muncul senyuman d suhunya yang mengharapkan agar dengan cepat dia dapat menguasai ilmu tersebut.

ooooooo Bab 33 LAM YU KONGCU MUSIM GUGUR sudah tiba, angin bertiup dengan sepoi2, diluar kota un Jen dengan sangat perlahan berjalan mendatang seorang pemuda berbaju hijau, pada pinggang pemuda itu tersoren sebilah pedang panjang, sedang wajahnya sangat muram sekali.

Dialah Boen ching yang baru lolos dari kurungan Hiat Kong To.

Boen ching setelah memahami ilmu Khiekang "ciet Kong Kang Khie"

Yang ditinggalkan oleh Thian Jan Shu itu, segera meloloskan dirinya dari kurungan, tetapi diatas pulau Hiat Koang To itu sunyi senyap tak tampak seorangpun.

Tiga iblis dari pulau Hiat Koang To itupun entah telah pergi kemana, terpaksa dia hanya balik kedaratan Tionggoan.

Ilmu Khiekang "ciet Kong Kang Khie"

Membuat separuh tubuh bawahnya yang kaku itu menjadi sembuh kembali, tetapi sepuluh jari tangannya tetap tak dapat digunakan, ilmu pedang dan ilmu pukulan yang dikuasainyapun tak dapat dikerahkan pula, sekalipun dia telah mempunyai kepandaian silat yang tinggipun tak ada gunanya.

Boen ching mendongakkan kepalanya memandang pintu dari kota itu, dan berjalan masuk melalui pintu kota.

Sejak dia masuk kembali kedaratan Tionggoan, bukan saja belum pernah bertemu dengan suhu serta kawan2nya, sekalipun Ie Bok Tocu sekalianpun telah hilang lenyap tak ada bekasnya, dia tidak mengetahui sampai saat ini didalam Bulim telah terjadi peristiwa apa saja, yang paling dikuatirkan adalah keselamatan dari Bwee Giok yang kini entah telah pergi kemana, dan entah masih hidup atau sudah mati.

Baru saja berjalan memasuki pintu kota, sebuah kereta kuda dengan Cepatnya menerjang datang, tampak tirai dari kereta-kuda itu bergoyang, hatinya mendadak menjadi terkejut sekali.

orang yang duduk didalam kereta kuda itu ternyata adalah Bwee Giok yang diimpikan siang malam.

Dia baru saja akan menggerakan kakinya untuk lari mengejar, mendadak dari belakang tubuhnya terasa angin tajam menyambar datang, Boen ching segera miringkan tubuhnya, sebuah bayangan yang kurus kecil menerjang datang, Boen ching segera dapat melihat dengan jelas bahwa orang itu ternyata adalah seorang anak kecil yang berusia kurang lebih sebelas dua belas tahunan, pada saat anak kecil itu menerjang kearah Boen ching itu, tangan kanannya mendadak menyambar kearah pinggangnya.

Boen ching mengerutkan sepasang alisnya, tubuhnya maju kedepan dan berkelebat pergi Anak kecil itu agaknya sangat terkejut sekali, dan mendongakkan kepalanya memandang sekejap kearah Boen ching, pada saat dia mendongakkan kepalanya itulah Boen ching dapat melihat bahwa wajah dari anak kecil itu sangat tampan sekali, jika dilihat dari sepasang matanya agaknya dia adalah anak seorang murid yang ternama.

Tetapi disaat ini mana dia mempunyai niat untuk memandang tentang hal itu, ketika dia mendongakkan kepalanya memandang kearah kereta kuda itu, tampak kereta tersebut telah berada sejauh beberapa puluh kaki dari dirinya, dalam hatinya segera timbul kera-guan, entah dirinya telah benar melihat atau tidak.

bila memangnya tidak salah melihat juga bingung, haruskah dia mengejar kesana, bagaimana kalau bukan diri Bwee Giok.

Anak kecil itu memandang sejenak kearah Boen ching, entah bagaimana baiknya Boen ching dengan seenaknya ternyata telah berhasil menghindarkan diri dari tangannya sungguh sangat aneh sekali, lebih aneh lagi Boen ching agaknya terhadap perbuatannya itu sebaliknya hanya memperhatikan kereta kuda dihadapannya agaknya sedang memikirkan sesuatu.

Anak kecil itu memandang sekejap kearah Boen ching, didalam hatinya diam2 pikirnya, kemungkinan sekali seCara tidak sengaja dia berhasil menghindarkan diri, kalau tidak tak mungkin dapat menjadi demikian-Boen ching setelah memandang kearah kereta kuda itu, dengan perlahan dia menundukkan kepala dan berpikir dengan keras.

Sepasang mata dari anak kecil itu berputar kepada Boen ching, ujarnya.

"Hei ---Kau orang sedang memikirkan apa?"

Boen ching memandang sekejap kearah anak kecil itu, didalam hatinya kini terdapat banyak urusan, dia tak ingin banyak berbicara, dan tidak memperdulikan anak kecil itu.

Anak kecil itu mengedip-ngedipkan mata, ujarnya kepada Boen ching lagi.

"Apakah kau ingin mengetahui kereta kuda itu pergi kemana ? kalau tentang hal itu aku dapat memberitahukan kepadamu". Selesai berkata dia tertawa.

Boen ching memandang sekejap lagi kearah anak kecil itu, berpikir olehnya kereta itu sangat mewah sekali, kemungkinan sekali milik dari seorang kaya, anak kecil ini mengetahui juga kemungkinan sekali.

Anak kecil itu nampak Boen ching agak mempunyai maksud untuk mengetahui urusan ini, dia tersenyum licik ujarnya.

"Dipinggangmu itu kau menyoret sebilah pedang yang demikian baiknya untuk apa? kalau kau ingin mengetahui berita ini kau harus bertukar dengan pedangmu itu". Boen ching memandang tajam kearah anak kecil itu, didalam hatinya pikirnya.

"Hal ini bagaimana baiknya, hanya mengenai urusan yang demikian kecilnya saja ternyata dia telah hendak menggertak diriku, cing Hong Kiam ini sekalipun tidak berharga sama sekali juga tak dapat diberikan pada anak kecil ini"

Anak kecil itu dengan seenaknya memandang kearah Boen ching, ujarnya.

"Pedang yang demikian baiknya, kau membawanyapun tak ada gunanya".

Boen ching tertawa tawar, didalam hatinya tanpa terasa dia merasa sangat tertusuk sekali, dirinya kini tak dapat menggunakan tangannya lagi sekalipun memiliki sebilah pedang lalu apa gunanya.

Berpikir sampal disini dia mendongakkan kepalanya memandang kearah kejauhan.

Anak kecil itu tidak mengetahui Boen ching sedang memikirkan apa?, dia melirik ke arah Boen ching tiba2 hatinya menjadi tergerak, tubuhnya bergerak, dan berkelebat menyambar kearah sarung pedang yang tergatung pada pinggamg Boen ching.

Boen ching adalah orang macam mana dapat dengan demikian mudahnya dapat menguasai tubuhuya sedikit berputar, pada saat yang sangat tepat sekali, dia telah

menghindarkan dirinya kesamping sehingga anak itu telah mencengkeram tempat kosong.

Anak kecil itu menjadi tertegun, dengan cepat dia mendongakkan kepalanya memandang kearah Boen ching dan ingin melihat bagaimanakah perubahan wajah Boen ching, gerakan ini telah membangkitkan perasaan apa terhadapnya.

Didalam hatinya pada saat ini baru merasakan bahwa orang ini bukankah merupakan sasaran empuk dan orang yang berdiri dihadapannya ini memiliki kepandaian silat yang jauh lebih tinggi dari apa yang diduga semula.

Boen ching setelah menghindarkan diri dari sambaran anak kecil itu, segera dia menoleh memandang sekejap kearah anak kecil itu, didalam hatinya dia berpikir entah anak kecil ini entah murid siapa kelihatannya gerakan tubuhnya sekalipun sangat gesit sekali, tetapi terlalu serakah .

Tetapi hal yang penting baginya, hanyalah mengharapkan dapat mengetahui gadis yang berada dalam kereta kuda itu sebenarnya siapakah, dia berani memastikan kalau gadis itu adalah Bwee Giok.

tetapi didalam hatinya dia merasa bahwa gadis itu kemungkinan sekali adalah Bwee Giok sekalipun dia telah mengganti dengan pakaian serta dandanannya, dia pastilah dapat memastikan kalau gadis itu adalah Bwee Giok atau bukan-Boen ching tidak menanti anak kecil itu berbuat sesuatu lagi, tubuhnya berkelebat dan lari mengejar kearah dimana kereta kuda itu lenyap dari pandangan-Anak kecil itu menjadi tertegun, diapun melayangkan tubuhnya mengejar kearah Boen cling sambil berkata.

"Hei ---bagaimana kau cepat pergi dari sini ?"

Didalam hatinya sebenarnya telah diliputi oleh rasa takut, takut Boen ching berbuat tidak baik kepadanya, tetapi begitu nampak sikap dari Boen ching demikian, didalam hati segera dari rasa takut berubah menjadi rasa ingin tahu, dia selama

hidupnya belum pernah bertemu dengan orang yang demikian anehnya seperti Boen ching ini.

Boen ching tetap tak memperdulikan kepadanya dan melanjutkan perjalanannya lari kearah depan.

Tetapi mendadak didepan matanya berkelebat sebuah bayangan manusia, diantara suara tertawa manusia yang sangat nyaring itu terasa segulung angin kencang bagaikan gulungan ombak ditengah samudra mendesak kearah nya.

Didalam hati Boen ching merasa sangat terkejut sekali, dia tidak pernah menyangka kalau ditempat ini ternyata terdapat jago berkepandaian tinggi semaCam ini, sekalipun kedua tangannya telah kaku tak dapat digunakan tetapi ilmu khiekang "chiet Keng Kang Khie"nya telah berhasil dikuasai, oleh kepandaian silat yang dimiliki orang yang baru saja sering ini agaknya tidak dibawah kepandaian dari Kong Ku, sedang dalam hatinyapun dia tak ingin mengeluarkan ilmu khiekang "chiet Kong Khan Khie"

Yang baru saja berhasil dipelajarinya itu, tampak tubuhnya berkelebat menghindarkan diri dari serangan hebat tersebut.

orang yang baru saja datang itu mengeluarkan suara tertahan, tubuhnya pun segera berhenti bergerak.

Boen ching tampak orang yang baru saja datang itu merupakan seorang kakek tua berbaju kasir yang usianya kurang lebih lima puluh tahun, kakek tua itu selamanya belum pernah menemuinya, didalam hatinya dia marasa sangat aneh sekali, Boen ching ternyata dapat dengan demikian mudahnya menghindarkan diri dari serangan yang demikian dahsyatnya.

Anak kecil itu begitu nampak kakek tun itu memunculkan dirinya dia segera berhenti bergerak dan berdiri disamping.

Boen ching mengundurkan dirinya satu langkah ke belakang, sedang sepasang matanya dengan tajam menyapu sekejap kearah kakek tua serta anak kecil itu, kemudian dengan tawar ujarnya kepada kakek tua itu.

"cayhe Boen ching, entah ada urusan apa telah membuat dosa kepada cianpwee?"

Kakek tun itu begitu mendengar Boen ching menyebutkan namanya, dia agaknya menjadi tertegun, ujarnya.

"Kiranya kau adalah Boen ching"

Boen ching dengan dingin menganggukkan kepalanya sahutnya.

"Memang cayhe adanya"

Anak kecil itu mementangkan matanya lebar-lebar memandang kearah Boen ching, agaknya dia sedikit tidak merasa perCaya. Kakek tua itu memperhatikan sekejap kearah Boen ching kemudian ujarnya lagi.

"Telah lama aku mendengar nama besar mu, ini hari dapat bertemu kiranya juga tidaklah terlambat."

Sambil berkata sepasang tangannya dibalik dan melancarkan serangannya dengan menggunakan hawa Im dan hawa Yang menerjang kearah Boen ching.

Boen ching yang melihat sikap dari kakek tua itu demikian, entah dia memangnya mempunyai niat untuk memusuhinya dirinya atau memangnya sedikit merasa tak perCaya kalau dirinya, sekalipun sepasang tangannya telah menjadi kaku tak dapat digunakan lagi tapi kepandaian silat yang dimilikinya pada saat ini jika dibandingkan sebelum pergi kepulau Hiat Kong To jauh lebih tinggi sepuluh kali lipat, sepasang matanya memancarkan sinar yang sangat tajam, sedang sepasang kakinya berturut-turut melancarkan tendangan kilat kearah nya.

ltulah ilmu "cing Yo ciet Yau"

Yang diajarkan langsung oleh Ie Bok Tocu dari Lautan timur, tapi pada saat ini dia telah menguasai ilmu khiekang "chiet Keng Kang Khie"

Yang merupakan ilmu khiekang yang sangat lihay sekali dan waktu itu Thian Jan Shu dengan mengandalkan ilmu inilah telah

menggetarkan seluruh dunia kangouw pada saat dia melancarkan serangan itulah ilmu khiekang "chiet Keng Kang khie"nya telah dikerahkan keluar.

Diantara menggulungnya angin badai yang sangat dahsyat itu, wajah dari kakek tua itu segera berubah dengan hebatnya, dan tak berani seCara keras melawan keras menerima serangan dari Boen ching itu dengan cepat dia menarik kembali serangannya dan mengundurkan dirinya ke belakang secepat kilat.

Boen chingpun segera menarik kembali tenaga khiekangnya beserta serangan tendangannya dan mengundurkan diri ke tempat semula.

Wajah dari kakek tug itu berubah menjadi pucat pasi dengan perlahan dia menghela napas dengan pandangan yang tak perCaya dia memandang sekejap kearah Boen ching dan termenung berpikir keras, kemudian ujarnya.

"Aku Min cong Liong atau Naga dari daerah Min cong, chiao Shen beserta Cucuku Chao Jen sungguh tak disangka ini hari beruntung sekali dapat bertemu dengan kepandaian silat yang dimiliki Boen Siauw hiap saugat tinggi sekali, kini dapat mencoba sungguh kiranya bukanlah omong bohong."

Boen ching mengerutkan alisnya, dia sejak lama pernah mendengar nama Min cong Liong chan Shen ini, tapi orang2 itu selalu akan menyendiri dan tak ingin mencampuri urusan orang lain, entah mengapa ini hari ternyata telah memunculkan diri didalam dunia kangouw.

Kepada chau Shen dia membungkukkan tubuhnya memberi hormat sambil ujarnya.

"Kiranya adalah Chao cianpwee, beanie tadi telah berbuat salah harap dapat diberi maaf."

Chao Shen dengan tajam memandang kearah Boen ching sejenak kemudian sambil menghela napas panjang ujarnya.

"Tak usahlah demikian, sungguh tak kusangka ini hari aku dapat dikalahkan oleh seorang pemuda dari angkatan muda."

Boen ching diam tak mengucapkan sepatah katapun juga , dia tahu bahwa orang semaCam cho Shen ini merupakan seorang yang sangat congkak sekali dan ingin menang didalam segala hal, kini ternyata telah dikalahkan dirinya, sudah tentu dia akan demikian sedihnya.

Chao Shen memperhatikan Boen ching sekejap lagi, dan ujarnya.

"Boen Siauwhiap telah setengah tahun lamanya tak berkelana di dalam dunia kangouw dan kini munculkan diri secara mendadak, entah apakah dikarenakan urusan Pagoda Tiang coen Tha?"

Boen ching menjadi tertegun sambil menggelengkan kepalanya, sahutnya.

"Boanpwe tidak mengetahui urusan mengenai pagoda Tiang coen Tha tersebut."

Sambil berkata, didalam hatinya diam2 dia berpikir, kiranya dirinya sejak berangkat menuju kepulau Hiat Koang To dilautan Selatan itu hingga kini telah ada setengah tahun lamanya, tidaklah aneh kalau jago-jago dari dunia kangouw demikian merasa asingnya terhadap dirinya, berpikir sampai disini tanpa terasa dia tertawa pahit, dan dengan perlahan menghela napaS, bayangan dari teman dan Suhunya Segera terbayang kembali didalam benaknya.

Tanyanya kemudian kepada Chao Shen .

Chao Shen nampak sikap Boen ching menjadi demikian, didalam hatinya menjadi sangat aneh sekali, dia menganggukkan kepalanya, sambil sahutnya.

"Apa bila ada urusan, Boen Siauwhiap silahkan membuka mulut untuk bertanya kepadaku"

Pada saat ini dia mengetahui kalau kepandaian silat yang dimiliki Boen ching jauh melebihi kepandaian dirinya, sekalipun

dia hanya melihat Boen Ching melancarkan satu kali tendangan saja, tetapi dengan menggunakan ilmu khiekangnya yang dapat menerjang dan menarik kembali hawa murninya dengan sekehendak hatinya, membuat hatinya sedikit menjadi jeri.

Boen Ching tersenyum tanyanya.

"Cianpwee apakah pernah mendengar kabar berita mengenai diri suhuku?"

Chao Shen termenung berpikir keras, kemudian sambil tertawa sahutnya.

"Kabar berita tentang suhumu Ie Bok Tocu, aku kira hanyalah Lam Yu Kongcu sekalian sajata yang dapat mengetahuinya."

Boen Ching menjadi tertegun, dia tidak mengetahui siapakah sebenarnya yang dimaksud dengan Lam Yu Kongcu itu, belum sempat dia membuka mulutnya untuk bertanya, Chao Shen telah melanjutkan perkataannya.

Siapakah sebenarnya Lam Yu Kongcu itu aku kira kau pastilah belum mengetahui, siapakah sebenarnya orang itu, kereta kuda yang tadi lewat itu adalah milik keluarganya, dia tinggal didalam perkampungan Pek In chuang dekat tempat ini.

Didalam benak Boen ching segera terlintas kembali peristiwa terangkatnya tirai kuda yang berlari dengan kencangnya sehingga terlihat bayangan Bwee Giok didalam kereta itu, memancarkan sinar yang sangat tajam, agaknya didalam hatinya telah timbul niatnya untuk berkunjung sejenak kedalam perkampungan Pek In chuang tersebut.

Terdengar Chao Shen berbicara lagi ujarnya.

"Tetapi Boen siauwhiap haruslah mengetahui, Lam Yu kongcu yang disebut sebagai iblis nomor wahid di dalam bulim pada saat ini, ilmu Hiat Mo Kangnya telah dilatih sehingga mencapai kesempurnaan bahkan sebelah pedangnya yang disebut "Cie Hong Kiam"

Sangat ganas sekali tanpa bandingan,

sampai saat ini sangat jarang sekali ada orang yang berani bergebrak dengan dirinya, sedang jago-jago berkepandaian tinggi yang terbunuh di tangannyapun tidak kurang dari ratusan orang banyaknya"

Boen ching begitu mendengar "Hiat Mo Kang"

Tiga buah kata, sepasang alisnya segera dikerutkan, sedang didalam batinnya diam-diam pikirnya.

"Ilmu Hiat Mo Kang?? Kiranya masih merupakan perguruan dari pulau Hiat Koang To, tetapi entah Hiat Koang Sam Mo kini berada ditempat mana??"

Ujar Chao Shen-"Boen Siauwhiap kalau memangnya telah sampai ditempat ini, sudah tentu tak dapat dihindarkan lagi pasti akan telibat pula didalam peristiwa pagoda Tiang Coen Ta ini, tetapi harap saja Boen siauwhiap dapat jauh lebih ber-hati2 lagi, selama setengah tahun ini iblis2 dari seluruh penjuru dunia telah membanjiri masuk ke dalam daerah Tionggoan, keadaan yang demikian kacaunya ini, selain Thian Jan Shu munculkan dirinya sekali lagi, aku kira sangatlah sukar sekali untuk membereskan kembali"

Boen ching dengan per-lahan2 mengangukkan kepalanya, sahutnya.

"Terima kasih atas petunjuk dari cianpwe". pada saat ini didalam hatinya sedang berpikir kalau memangnya telah menjadi seperti ini, jejak serta berita dari Ie Bok Tocu serta Bwee Giok haruslah ditanyakan Lam Yu Kongcu barulah dapat diketahui dan tak dapat dihindarkan lagi haruslah berkunjung satu kali kedalam perkampungan Pak In chuang itu. Chao Shen menghela napas dengan perlahan, kemudian ujarnya lagi kepada Boen ching.

"Boen Siauwhiap harap lebih berhati-hati lagi, situ bertindak satu langkah terlebih dahulu, sehabis berkata tubuhnya

berkelebat, sambil menarik tangan Chao Jen tubuhnya melayang melanjutkan perjalanannya kearah depan.

Boen ching segera memandang kearah kanan dan kirinya sekejap.

kemudian dengan langkah yang lambat berjalanlah dia kearah Pek In chuang.

Cuaca mendekati senja, angin musim gugur bertiup dengan kencangnya sehingga membawa suara yang gemerisik, keadaan sekelilingnya sangat sunyi sekali tak tampak bayangan manusia satupun.

Boen ching segera menarik hawa murninya dan menubruk kearah sisi samping dari perkampungan Pek In Chuang tersebut, sinar matanya berputar dengan tajam memperhatikan keadaan sekitarnya, dengan sangat mudah sekali telah dapat mengambil keputusan untuk menuju keruangan rumah yang paling besar didalam perkampungan tersebut, tubuhnya bagaikan kilat cepatnya menubruk kearah tersebut.

Baru saja lewat dua tiga buah ruangan kecil mendadak pada ujung matanya berkelebat tampak sebuah bayangan hitam dengan cepatnya berkelebat kearah sebuah ruangan yang berada disamping kiri.

Dia dengan cepat menyembunyikan tubuhnya dibelakang sebuah pohon yang besar, didalam hatinya merasa terkejut bercampur keheran-heranan, yang membuat dia menjadi terkejut bercampur keheranan itu bukannya karena terdapat orang lain yang menyelidiki kedalam perkampungan, sebaliknya adalah karena kepandaian silat yang dimiliki orang itu sedikit mengejutkan hati, peristiwa ini dapat dikatakan sedikit tidak masuk di akal orang yang memiliki kepandaian yang sedemikian tingginya ini mana mungkin dapat pada saat seperti ini muncul ditempat ini.

Segera dia menggerakkan tubuhnya mengejar bayangan manusia tersebut, tampak bayangan manusia itu dengan tidak

berhenti sedikitpUn berkelebat dengan cepatnya kearah depan-Tubuh dari Boen ching dengan sangat cepat sekali melayang menubruk sebuah ruangan yang berada disebelah selatan.

Bayangan hitam itu bagaikan sedikitpUn tidak merasa curiga kalau dirinya sedang dikuntit oleh orang, tidak lagi dia menoleh kekanan atau kekiri sekejap, dengan cepat segera melayang turun dari atas atap rumah.

Didalam ruangan tersebut sinar lampur memancarkan sinarnya dengan terang benderang pada saat ini Boen ching telah dapat melihat bahwa bayangan manusia tesebut ternyata adalah seorang gadis yang seluruh tubuhnya memakai baju berwarna serba hitam yang sangat ketat sekali sehingga bentuk tubuhnya yang sangat menggiurkan itu, dibelakang kain hitam yang menyelubungi wajahnya, tampaklah sebuah wajah yang cantik dan menarik sekali, bagaikan seorang dewi yang baru turun dari kahyangan.

Boen ching sedikit menjadi tertegun, pada tempat seperti ini ternyata dapat muncul seorang gadis yang demikian cantiknya, sungguh sama sekali diluar dugaannya, menurut berita yang tersebar didalam dunia kangouw, sama sekali belum pernah mendengar kalau ada seorang gadis semacam ini.

Gadis ini agaknya terlalu percaya pada diri sendiri, setelah berjalan satu keliling diatas rumah itu, pada mulutnya tersungging suatu senyuman mengejek.

teriaknya.

"Goei Lam Yu kaupun bukannya tidak mengetahui kalau aku datang kemari, mengapa harus tetap ber-pura2 bersembunyi didalam ruangan, tak berani keluar menemui diriku???"

Dari dalam ruangan tersebut terdengar berkumandang datang suara tertawa kalap yang sangat nyaring sekali,

seorang pemuda yang seluruh tubuhnya memakai jubah berwarna putih melayang ketengah kebun yang terdapat disamping ruangan tersebut.

Boen ching tampak usia pemuda yang berbaju putih itu ternyata tak berbeda dengan dirinya, dalam hatinya dia sedikit merasa heran, wajah dari orang ini sangat tampan dan halus sekali, bagaimana dapat disebut orang sebagai permimpin dari seluruh iblis-iblis sakti.

Goei Lam Yu setelah keluar dari dalam ruangan, sinar matanya dengan cepat menyapu kesekeliling tempat tersebut, sambil tertawa licik tanyanya.

"sekitar tempat ini apakah masih terdapat orang lain ? ?"

Sehabis berkata dengan sangat tawar sekali dia tersenyum, sedang sepasang alisnya dikerutkan-Boen ching begitu tampak Goei Lam Yu munculkan dirinya, dia tak berani lagi bergerak sembarangan, dua orang yang berada dihadapannya ini semuanya merupakan jago-jago yang mempunyai kepandaian silat yang tinggi, pada hal sepuluh jari dari tangannya pada saat ini sudah berubah menjadi kaku dan tak dapat digerakan lagi, apabila sampai diketahui oleh mereka, kiranya tidak mudah untuk meloloskan diri.

Sepasang mata dari Lam Yu Kongcu masih tetap menyapu memperhatikan keadaan sekelilingnya, sedang pada mulutnya ujarnya.

"Peristiwa tentang terdapatnya kitab rahasia "Hay Thian Kiam Boh"

Didalam pagoda Tiang Coen Ta telah diketahui oleh seluruh jago2 di dalam Bulim, tetapi tak seorangpun yang mengetahui tempat yang sesungguhnya dari kitab rahasia tersebut, kecuali kau bekerja sama dengan diriku " .

Boen ching yang mendengar perkataan tersebut didalam hatinya merasa sangat terkejut sekali, dia sama sekali tak menyangka kalau didalam hatinya terasa terkejut sekali, dia

sama sekali tak menyangka kalau di dalam pagoda Tiang Coen Ta tersebut dapat tersembunyi sebuah kitab rahasia "Hay Thian Kiam Boh", selama ratusan tahun lamanya kawan-kawan didalam Bulim mengangkat Thian Jan Shu sebagai orang nomor wahid didalam bulim, sedangkan Hay Thian Khek adalah merupakan orang aneh sebelum Thian Jan Shu, kedua orang itu yang satu didepan sedang yang lain belakangan, kehebatan dan kepandaian silat yang dimilikinya sukar sekali untuk ditentukan mana yang lebih lihay, tetapi Thian Jan Shu terkenal dengah ilmu Khiekangnya yang sangat lihay, sedang Hay Thian Khek terkenal karena Ilmu pedangnya yang sakti, padahal ilmu Khiekang serta Ilmu pedang sama-sama merupakan kepandaian silat yang sangat sakti semuanya.

Setelah Hay Thian wafat, tersiar berita bahwa dia telah meninggalkan sebuah kitab rahasia "Hay Thian Kiam Boh"

Tetapi tak seorangpun yang mengetahui Jejak selanjutnya, kini muncul dirinya, tidaklah aneh kalau jago-jago berkepandaian tinggi dari Bulim bersama-sama sekali lagi munculkan dirinya didalam dunia kangouw.

Liauw Cing cie dengan dingin mencibirkan bibirnya, ujarnya.

"Kita berdua telah berjanji untuk bergebrak menang kalah pada hari ini, sedang kedua buah gambar peta rahasia itupun di dapat oleh siapa yang menang, untuk kerja sama sudah tentu tak mungkin akan dapat terjadi "

Goei Lam Yu tertawa dingin, ujarnya.

"Ini hari kalau kita berdua hendak dengan sekuat tenaga bergebrak mati2an, aku kira ada nelayan yang sedang menantikan keuntungan, bukanlah hal ini sedikitpun tidak ada harganya sama sekali ?"

Boen ching yang mendengar perkataan tersebut, hatinya terasa bergetar, didalam hati diam-diam pikirnya .

"Apakah boleh dikata kepandaian silat yang dimilikinya oleh Lam Yun Kongcu ini demikian tingginya, dirinya hanya sedikit

menggerakkan tubuhnya saja, dia telah berhasil menemukan dirinya??"

Liauw Cing ce dengan dingin mendengus dan menoleh memandang sekeliling tempat tersebut.

Boen ching baru saja berpikir cara untuk meloloskan diri, mendadak terdengar suara yang sangat kalap berkumandang datang, sebuah bayangan manusia dengan sangat cepat sekali melayang turun keatas tanah, dalam hati Boen ching pada saat ini barulah dapat menjadi lega, dan menghembuskan napas panjang2.

orang itu seluruh tubuhnya memakai jubah panjang yang berwarna hitam, rambutnya awut2an tak karuan, tubuhnya belum mencapai diatas tanah dia telah tertawa keras teriaknya.

"Siapa yang mendengar urusan ini mendapatkan bagianku ini"

Sepasang mata Goei Lam Yu dengan sangat dingin memandang orang itu, kemudian ujarnya.

"Aku kira urusan tidaklah demikan mudah nya"

Orang itu tertawa kalap. sahutnya.

"Sungguh besar omonganmu, aku "Lu Tong Huang She"

Atau Pendekar gila dari daerah Lu Tong, ciau Huang akan mencoba kepandaian silat yang kau miliki sebenarnya seberapa lihay nya, sehingga dapat disebut kawanan pimpinan iblis"

Pada saat dia berbicara itu, tubuhnya bagaikan kilat cepatnya menubruk kedepan, sepasang telapak tangannya melancarkan serangan hebat, dengan mengerahkan seluruh tenaga dalam yang dimilikinya memukul tubuh Goei Lam Yu.

Sepasang mata dari Goei Lam Yu yang memancarkan sinar yang sangat dingin itu berkelebat, sepasang telapak tangannya dibalik menerima serangan tersebut, terdengar

suara bentrokan yang sangat dahsyat sekali, terlihat batu kerikil dan debu berterbangan memenuhi angkasa, sedang kedua belah pihak sama-sama melayang mundur kebelakang.

Goei Lim Yu setelah berhasil berdiri tegak dari wajahnya timbul suatu sikap yang sombong sekali, sedang wajah dari pendekar gila dari daerah Lu Tong itu berubah menjadi merah padam, dengan sangat gusar sekali berdiri tegak ditempat, tetapi dari sinar matanmya terlihat timbul suatu perasaan yang sangat berduka sekali.

Didalam hati Boen ching merasa agak terkejut.

"Lu Tong Hung She"

Cian Huan sejak lama telah sangat terkenal, ini hari dapat munculkan dirinya ditempat itu telah diluar dugaannya, bahwa kini kepandaian silatnya ternyata jauh dibawah Goei Lam Yu, tanpa terasa terhadap kesaktian dari kepandaian silat yang dimiliki oleh Lam Yu Kongcu ini didalam hatinya terasa menjadi terkejut.

Lu Tong Huang She menjadi berdiri tertegun beberapa saat, sedangkan Goei Lam Yu tertawa mengejek kearahnya.

setelah lewat beberapa saat, Goei Lam Yu dengan dingin ujarnya.

"Bagaimana?, masih inginkah kamu menerima satu bagian"

Ciau Huang segera menghela napas panjang setelah mendepakkan kakinya keatas tanah, segera membalikkan tubuhnya bersiap meninggalkan tempat itu.

Goei Lam Yu tidak menanti cian Huang menggerakkan tubuhnya berjalan pergi, dengan dingin bentaknya.

"Bagaimana?, setelah datang kemari apakah kau kira dapat dengan demikian mudahnya meninggalkan tempat ini?"

Ciang Huang dengan gusar mendengus, segera dia membalikkan tubuhnya tertawa terbahak-bahak, tantangnya.

"Bagaimana hendak menahan diriku?"

Sambil berkata dia memandang ke sekelilingnya, dalam hati dia tahu bahwa kepandaian silat yang dimilikinya ini sukar sekali untuk berhasil mengalahkan diri Lam Yu Kongcu, serangan yang dilancarkannya tadi itu, dirinya telah menggunakan seluruh tenaga dalam yang dimilikinya, tetapi Goei Lam Yu ternyata dengan sangat ringan sekali telah berhasil menerima serangan tersebut, hal ini membuktikan kalau kepandaian yang dimilikinya jauh lebih tinggi satu tingkat dari dirinya.

Tetapi dia yang tampak Lauw Cing Ce dengan sangat tawar sekali berdiri disamping, bagaikan sedikitpun tidak menguatirkan dirinya, di dalam hatinya tanpa terasa menjadi berdesir, dalam hati dia sadar bahwa dirinya terlalu gegabah sehingga ini hari ternyata dapat dikalahkan ditangan seorang bocah yang baru saja berkelana didalam dunia kangouw, hatinya terasa sangat sedih sekali.

Goei Lam Yu tertawa tawar, ujarnya.

"Perkataanku sedikitpun tidak salah, perkampungan Pek In Chuang ini selamanya merupakan suatu tempat yang mudah dimasuki tetapi sukar untuk meninggalkan tempat ini dan siapa yang berani memasuki tempat ini pastilah akan menerima hukuman mati, aku kira kaupun pastilah mengetahui akan hal ini"

Pada saat datang, semangat Cian Huang berkobar-kobar, pada saat ini semangatnya telah berkurang setengah bagian lebih, Goei Lam Yu ini selamanya berbuat pekerjaan tidak pernah mengurusi diri orang lain, waktu turun tanganpun sangat kejam dan ganas, sungguh tak ada cara lain lagi daripada mengadu jiwa.

Hatinya menjadi agak mantap.

sambil tertawa kalap ujarnya.

"Ini hari aku akan mencoba melihat bagai manakah kepandaian silat yang dimiliki oleh Lam Yu Kongcu"

Sehabis berkata tangannya berkelebat dan mengambil keluar senjatanya yang telah lama tak digunakan.

"Chia Giok Cie". Goei Lam Yu dengan dingin memandang ke arah Ciang Huang, ujarnya.

"Aku kira kalau bergebrak dengan cara demikian malah sebaliknya hanya mengotori tanganku saja"

Cian Huang jadi orang selamanya sangat sombong sekali, siapapun tak ada yang dianggap dihadapan matanya, pada saat ini ternyata diejek dan dipandang sedemikian rendah oleh Goei Lam Yu, saking gusarnya seluruh tubuhnya menjadi gemetar, dengan keras dia membentak.

sedang senjata "Chia Giok Cie"nya dengan diikuti angin yang keras memyerang tubuh Goei Lam Yu.

Tubuh Goei Lam Yu dengan cepat berkelebat mundur kebelakang, tampak sebuah bayangan manusia sambil tertawa kalap melayang turun dari dalam ruangan, pada saat tangannya melancarkan serangan ke depan, tubuh cian Huang dengan terhuyung-huyung telah mengundurkan dirinya ke belakang, dalam hati Boen Ching agak terperanjat, karena orang yang baru saja munculkan dirinya itu ternyata tak lain dan tak bukan adalah pimpinan dari Hiat Koang Sam Mo, Miauw Be Fang adanya.

Kiranya Miauw Be Fang ini telah mengikuti Goei Lam Yu datang kemari, tak dapat d isala hkan lagi kalau diatas pulau Hiat Koang To itu satu orangpun tak tampak.

Kalau dilihat secara demikian, gadis yang berada didalam kereta kuda itu tak dapat diragukan lagi pastilah Bwe Giok adanya.

Miauw Be Fang dalam sekali serangannya saja telah berhasil menggetarkan tubuh diri Chian Huang sehingga terhuyung dan mundur ke belakang, tubuhnya dengan cepatnya berdiri tegak ditempat tersebut, Goei Lam Yu sambil

menggendong tangannya dengan dingin ujarnya.

"Be Fang tak usah sungkan2 lagi, bunuh mati dirinya beres"

Sinar mata yang sangat tajam dari Miauw Be Fang segera menyapu sekejap kesekeliling tempat itu, sekali lagi tubuhnya bergerak maju melancarkan serangannya lagi.

Dalam hati Boen Ching terasa agak tergetar, kelihatannya Goei Lam Yu ini ternyata adalah cianpwee dari Miauw Be Fang itu, dia tak dapat lagi terus melihat akan hal tersebut, tubuhnya dengan cepat melayang turun kebawah, sedang hawa Khiekangnya pun dikerahkan keluar melindungi seluruh tubuhnya.

begitu tubuhnya bergerak, Goei Lam Yu segera telah merasakannya, tubuhnya dengan cepat laksanakan sambaran panah berkelebat menarik mundur tubuh dari Miauw Be Fang itu, diikuti tangannya membalik melancarkan satu kali serangan kearah Boen Ching.

Sepuluh jari Boen Ching telah tak dapat bergerak.

terpaksa dengan mengerahkan hawa khie-kangnya melindungi sepasang tangannya pada saat pundakmya sedikit digerakkan tubuhnya telah berkelebat melintasi ditengah sambaran angin dari ilmu Hiat Mo Kang yang dilancarkan oleh Lam Yu Kongcu.

Angin puyuh tersebut dengan per-lahan2 buyar kembali, Miauw Be Fang begitu tampak diri Boen Ching dengan terkejur teriaknya.

"Dia.... Boen Ching"

Tubuh cian Huang terdesak oleh angin santar yang dilancarkan oleh Boen Cing sehingga terdesak mundur dua langkah ke belakang, wajahnya berubah menjadi pucat pasi, agaknya orang itu telah mengerahkan hawa khiekangnya untuk mengundurkan dirinya, apabila angin santar tersebut dengan cepat menekan keatas tubuhnya kiranya pada saat ini nyawanya telah melayang.

Goei Lam Yu begitu tampak diri Boen tanpa terasa pula wajahnya berubah hebat.

Beberapa saat kemudian wajahnya menjadi pulih kembali seperti sedia kala, sambil tertawa ujarnya.

"Kiranya kau, ternyata kau masih juga belum binasa bahkan dapat meloloskan diri datang kedaerah Tionggoan kembali."

Miauw Be Fang yang berdiri disamping setelah termenung berpikir keras mendadak teriaknya.

"Ilmu Khiekang Chiet Keng Kang Khie"

"Chiet Keng Kang Khie"

Empat kata begitu keluar dari mulutnya, sinar mata dari Goei Lam Yu menjadi berkedip-kedip. setelah termenung beberapa saat sambil tertawa sahutnya.

"Kiranya adalah ilmu Khiekang "Chiet Keng Kang Khi"

IHmm, Kiranya kepandaian silat yang tertera diatas ketujuh buah hloloo kuno itu tak lain tak bukan adalah "Chiet Kong Kang Khie"

Untung saja kau dapat memahami nya"

Pada saat dia berbicara itu tanpa terasa dari wajahnya timbul suatu perasaan yang agak menyesaL Liauw Cing ci yang berdiri disamping pun tanpa terasa wajahnya berubah hebat, orang yang baru datag adalah Boen Ching saja telah membuat orang merasa sangat terkejut, ditambah lagi dengan ilmu khiekang Chiet Keng kang Khie yang membuat Thian Jan Shu menjagoi seluruh dunia kangouw, membuat dia tanpa dapat dicegah lagi memusatkan seluruh perhatiannya.

Boen Cning dengan sangat tawar sekali memandang sekejap kearah ketiga orang itu kemudian membalikkan tubuhnya memandang kearah LuTong Huang See, Cian Huang Cian Huang segera merangkap tanganya sambil ujarnya kepada Boen Ching.

"Terima kasih Boen Siauwhiap yang telah menolong jiwaku "

Boen Ching tersenyum, dia tahu sepasang tangannya kini telah mati dan tak mungkin untuk digunakan kembali, pihak lawan tak perlu Goei Lam Yu sendiri, sekalipun Miauw Be Fang maju melancarkan serangan dan menggunakan pedang saja kemungkinan sekali akan menemui binasa seketika itu juga.

Tetapi pada saat ini kedua orang itu pastilah belum mengetahui, ujarnya kemudian kepada Cian Huang.

"Kini cepatlah kaupergi dari sini". Cing Huang sadar bahwa lama menanti ditempat itupun tak ada gunanya, segera ia membungkukkan tubuhnya memberi hormat sambil ujarnya.

"Terima kasih atas pertolongan yang diberikan Boen siauwhiap pada ini hari, pada waktu yang akan datang apabila ada jodoh pasti akan kubalas budi ini"

Sehabis berkata dia membalikan tububnya meninggalkan tempat tersebut. Miauw Be Fang nampak Cian Huang hendak pergi dari tempat itu dia tertawa terbahak-bahak, bentaknya.

"Kau ingin pergi ??"

Cian Huang yang mendengar suara bentakan tersebut segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, Goei Lam Yu yang berdiri disamping segera berkata.

"Tak usah menghalangi dirinya, melihat ini di atas wajah Boen Ching, ini hari biarkanlah dia meninggalkan tempat ini". Cian Huang mengerutkan alisnya, kemudian menggerakkan tubuhnya kembali lari kearah depan. Boen Ching memandang hingga bayangan punggung dari Cian Huang lenyap dari pandangan, setelah itu dia menoleh memandang tajam kearah Goei Lam Yu. Goei Lam Yu tertawa tawar, ujarnya.

"Cian Huang telah pergi, tetapi ini hari kau harus tinggal ditempat ini.."

Boen Ching belum membuka mulut memberikan jawabannya, Liauw Cin Ce telah berkata.

"Goei Lam Yu, urusan kita belum Selesai". Goei Lam Yu tertawa. sahutnya.

"Urusan mengenai kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh aku kira tak perlu demikian cepat-cepat harus diselesaikan, apabila nona Liauw tidak menolak. silahkan nona sekali lagi datang kemari pada esok malam untuk menyelesaikan urusan ini". Liauw Cing Ce dengan dingin mendengus, Boen Ching tahu kalau Goei Lam Yu sedang mencari kesempatan untuk menghindarkan diri dari nona tersebut, dengan tawar ujarnya.

"Urusan kita tidak begitu penting, aku hanya ingin bertanya berapa kata saja."

Dari sepasang mata Goei Lam Yu memancarkan sinar yang sangat tajam sahut nya.

"Itulah paling bagus kau ada pertanyaan tak usah ragu-ragu lagi, silahkan ajukan untuk bertanya kepada diriku"

Boen Ching mengerutkan alis nya, tanyanya.

"Pada saat di pulau Hiat Koang To, apakah kau yang menculik diri Bwee Giok. untuk dibawa kemari?"

Goei Lam Yu tersenyum, sahutnya.

"pulau Hiat Koang To sama sekali aku belum pernah berkunjung kesana"

Boen Ching dengan tajam memperhatikan wajah Goei Lam Yu, sampai perubahan wajah dari Goei Lam Yu masih tetap tenang-tenang saja, didalam hatinya segera terpikir bahwa apabila Goei Lam Yu ini tidak mengucapkan kata-kata secara sungguh-sungguh, pastilah orang itu merupakan seorang yang jahat dan sangat ganas.

Berpikir sampai disini tanyanya lagi kepada Goei Lam Yu.

"Nona Bwee apakah berada didalam perkampungan Pek In Chuang ini?"

Goei Lam Yu memandang sekejap kearah Liauw Cing Ce ujarnya kemudian "Bagaimana?

kau apakah ingin memeriksa diriku?"

Selesai berkata dengan sangat dingin sekali dia tertawa^ Kegusaran didalam hati Boen Ching makin berkobar, tetapi didalam hatinya dia tahu bahwa tak ada gunanya bergebrak dengan dirinya saat ini, segera dia menarik napas panjang-panjang, memandang rasa gusarnya yang sedang berkobar didalam hatinya, tanyanya kemudian-"Kau tidak ingin berbicara??".

Goei Lam Yu tampak Boen Ching tak dapat dibuat menjadi gusar oleh sikapnya tersebut, segera miringkan tubuhnya memandang kearah Miauw Be Fang, tanyanya.

"Tahukah kau Siapkah sebenarnya nona Bwee Giok itu ??^". Miauw Be Fang tahu akan maksud tujuan dari Goei Lam Yu, dia tertawa tawar, sahutnya.

"Tidak begitu jelas, tetapi jika didengar dari perkataan yang diucapkan oleh Boen Ching ini agaknya dia sedang membicarakan tentang putri dari Partai Elang sakti didaerah sungai Tiang Kang ". Goei Lam Yu tertawa, ujaraya kemudian kepada Boen Ching.

"Sungguh menyesal sekali, aku tidak mengetahui siapakah sebenarnya nona Bwee itu, sehingga tak dapat memberikan sedikit keterangan kepada dirimu". Boen Ching menjadi mengerutkan alisnya, dia tahu Goei Lam Yu mempunyai maksud untuk membuat dirinya menjadi gusar, sehingga ia dapat mengetahui bagaimanakah kepandaian yang dimiliki dirinya tetapi apabila dia telah tahu kalau sepuluh jari dari dirinya ini telah tak dapat digunakan lagi, pastilah dia tak mungkin akan demikian sungkan2nya. Ujarnya lagi kepada Goei Lam Yu.

"Setan arak.

paras elok.

arak serta kedudukan, empat orang iblis sakti dan Pak Long sianseng, Lam Hay Coei Hong sekalian kini berada dimana, dapatkah kau memberikan sedikit keterangam??"

Liauw Cing Ce dengan sinar mata yang keheranan memandang kearah Boen ching, dia heran mengapa Boen ching belum juga dibuat menjadi gusar oleh sikap dari Lam Yu Kongcu tersebut.

Goei Lam Yu yang tampak sikap dari Boen cning demikian, dia tertawa tawar sahutnya.

"Sungguh sangat menyesal sekali nama2 yang kau sebutkan tadi satupun aku tidak pernah mendengarnya "

Boen ching tampak Goei Lam Yu ternyata sikapnya demikian ketus sebenarnya dia masih ingin menanyakan jejak dari Ie Bok Tocu sekalian, tetapi pada saat ini pikirannya menjadi berubah, dia rubah sekalipun bertanya lagi kepada dirinya juga tak ada gunanya, dia menolehkan kepalanya memandang kearah Liauw Cing Ci tanyanya.

"Nona Liauw apakah hendak meminta gambar peta dari kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh tersebut???."

Liauw Cing Ce menjadi tertegun, belum dia membuka mulut memberikan jawabannya, tampak Boen ching telah berpamit kepada Goei Lam Yu, ujarnya.

"Aku mohon diri terlebih dahulu dari sini"

Goei Lam Yupun menjadi tertegun mendengar perkataan tersebut, segera dia tertawa terbahak-bahak, sahutnya.

"Kau kira apakah demikian mudahnya, bukankah aku telah berkata kepada Cian Hoang, tempatku ini bukanlah dapat keluar masuk dengan sesuka hatimu, janganlah harap dapat keluar kembali". Boen Ching tertawa , ujarnya.

"Sekalipun di pulau Hiat Koamg To pun tak dapat menahan diriku, apabila kini didaerah Tionggoan aku akan mencoba melihat kau hendak menggunakan cara apakah untuk menahan diriku ditempat ini".

Goei Lam Yu tersenyum, dia melirik memandang kearah Miaw Be Fang.

Miauw Be Fang tertawa besar, ujarnya.

"Boen siauwhiap masih ingatkah pada saat masih diatas pulau Hiat Kong To aku menahan dirimu, kini sekali lagi aku hendak menahan dirimu, aku kira Boen sauwhoap pun tak mungkin akan menolaknya". Boen Ching tertawa, sahutnya.

"Kalau demikian sungguh sangat baik sekali, sungguh seorang tamu tak akan merepotkan dari orang majikan, tetapi pada saat diatas pulau Hiat Koang To terdapat nona Bwee didalam kalangan, pada saat inipun aku mengharapkan nona Bwee pun dapat hadir pula ditengah kalangan."

Miauw Be Fang tertawa lebar, dan tak menjawab sepatah katapun juga, pads saat tubuhnya berkelebat dia telih mengelilingi tubuh Boen ching, ditengah suara tertawa besarnya sepasang telapak tangannya melancarkan serangan mengancam punggung dari Boen Ching.

Boen ching tidak menanti Goei Lam Yu mengetahui kalau sepasang tangannya telah menjadi mati tak dapat digunakan lagi, tubuhnya mecloncat keatas, sepasang kakinya ber-turut2 melancarkan tujuh kali tendangan, sedang ilmu khiekang "Chiet Kong Kang khie"

Pun mengikuti serangan tersebut dilancarkan keluar.

Miauw Be Fang tidak berani menerima dengan keras lawan keras, tubuhnya miring kesamping menghindarkan tujuh tendangan kilat yang dilancarkan oleh Boen ching itu, melihat serangan dari Boen ching ini membuat tujuh buah pohon yang berada dibelakang tububaya menjadi putus dua bagian, dan rubuh keatas tanah.

Wajab Miauw Be Fang berubah hebat, dia menghindarkan dirinya kesamping dan tak mengucapkan sepatah katapun.

Sinar mata dari Goei Lam Yu berkelebat, dengan licik dia tertawa, ujarnya kemudian kepada Boen ching.

"Aku dengar ilmu khiekang ciet Keng Kang Khie ini merupakan ilmu yang paling lihay dari segala ilmu khiekang yang ada, sehingga dapat digunakan sesuai dengan kehendak hatinya entah benar tidak ?". Boen ching mengerutkan alisnya, didalam hatinya dia tahu bahwa dirinya terlalu gegabah, sehingga membuat mereka mengetahui kelihayan dari ilmu khiekang Chiet Keng Kang Kle nya, kini malahan sebaliknya terlihat lubang kelemahannya. Goei Lam Yu mengangkat tangan kanannya, sebuah pedang pendek yang berwarna keabu-abuan telah berada ditangannya sambil tertawa licik tanyanya.

"Bahkan mengapa kau tidak menggunakan tanganmu?"

Sekalipun dia tidak mengetahui kalau sepasang tangan dari Boen ching itu telah tak dapat digunakan lagi, tetapi dari gerak gerik serta sikap dari Boen ching ini dia tahu bahwa diri Boen Ching pastilah terdapat sesuatu kekurangan sehingga dia tidak berani bentrok secara langsung dengan dirinya.

Boen ching dengan menggunakan ilmu Khiekang chie Keng Kang Khienya dapat menentukan kelihayan kepandaian silatnya dengan setiap orang yang ada didalam kalangan pada saat ini, tetapi beberapa kali dia menahan rasa gusarnya menghindarkan diri dari pertempuran, hal ini pastilah ada sesuatu yang tidak beres.

Boen ching tampak Goei Lam Yu telah mencabut keluar pedang Cie Hong Kiamnya dari dalam sarung, dengan dingin dia berdiri tegak, beberapa macam bayangan berkelebat didalam benaknya.

dia cukup bertemu muka sekali saja dengan Goei Lam Yu ini segera dia dapat mengetahui dengan jelas kalau Goei Lam Yu ini jadi orang bukan saja sangat

kejam serta ganas, bahkan merupakan seorang yang memiliki kecerdasan serta kelicikan yang melebihi orang lain-Tempat kelemahan dari dirinya pada hari ini pastilah akan dapat diketahui dengan keadaan situasi pada saat ini, dirinya hanya mengharapkan dapat mengundurkan diri dari tempat tersebut.

Goei Lam Yu begitu mencabut keluar pedangnya, Liauw Cing ce yang berdiri disamping segera membuka mulut tanyanya.

"Goei Lam Yu, apakah kau juga hendak turun tangan??". Senyuman yang menghias dibibir Goei Lam Yu segera lenyap. dia tahu bahwa apabila dirinya turun tangan tak dapat diragukan lagi Liauw Cing Ce ini pastilah akan turun tangan mencegah dirinya, nona ini selamanya terhadap dirinya tidak mempunyai rasa simpatiknya sedikitpun, sudah tentu bagi dirinya tak ada keuntungannya. Dia bermenung berpikir keras, segera tampak lagi senyuman menghiasi bibirnya kembali, ujarnya kepada Miauw Be Fang.

"Be Fang Boen ching adalah ahli waris dari ilmu khie kang "Chiet Kong Kang Khie"

Yang dimiliki oleh Thian Jan shu, kau tak usah sungkan-sungkan lagi, gunakanlah pedangmu untuk menghadapi dirinya".

Miauw Bie Fang dengan perlahan menganggukkan kepalanya, Goei Lam Yu segera menoleh memandang kearah Liauw Cing ci, ujarnya kemudian-"Nona Liauw, kini kitapun dapat menyelesaikan urusan kita mengenai kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh tersebut".

Liaw Cing Ce memandang kearah Boen ching, pada saat ini dia telah mengetahui kalau sepasang tangan Boen ching pastilah ada persoalan dan tampak Miauw Be Fang telah mencabut keluar pedang panjangnya segera dengan tawar

sahutnya.

"Aku tidak menginginkan, disampingku masih terdapat orang lain". Goei Lam Yu tertawa, tanyanya.

"Maksud dari nona Liauw apakah hendak menyuruh aku membereskan terlebih dahulu urusan Boen Ching ini?". Maksud sebenarnya dari Liauw Cing Ci adalah hendak Goei Lam Yu melepaskan diri Boen Ching, tetapi Goei Lam Yu kini berkata demikian, dia yang tidak mempunyai hubungan sanak keluarga dengan diri Boen ching sudah tentu tak enak untuk membuka mulut membantui diri Boen Ching. Terpaksa dia hanya mengangkat pundaknya tak menyangkal sepatah katapun. Miau Be Fang tersenyum ujarnya kepada Boen ching.

"Boen siauwhiap. apakah tidak memandang sebelah matapun kepadaku? apakah boleh dikata aku Miaw Be Fang tidak berharga utuk meminta Boen Siauw hiap menggUnakan pedang??."

Boen ching mengangkat pundaknya, dengan perlahan-lahan dia mengangkat sepasang tangannya, dibawah ujung jubahnya nampak sepuluh jarinya yang telah berubah menjadi hitam bagaikan arang.

Dia tertawa tawar, sahutnya.

"Aku Boen ching tidak berani memandang rendah terhadap diri cianpwee, dan hendak menerima seluruh serangan dengan menggunakan tangan kosong saja"

Sehabis berkata dengan sinar mata yang sangat dingin dia menyapu sekejap kearah Goei Lam Yu. Goei Lam Yu tertawa dalam hati pikirnya.

"Sekalipun kau berbuat demikian, apakah kau kira aku dengan Miauw Be Fang mau mengampuni dirimu??"

Didalam hati sebenarnya Liauw Cing cie sedikit merasa tidak tega, tetapi pada saat Boen Ching telah tertawa ujarnya.

"Berbicara secara demikian bukankah keterlaluan, Aku orang she Boen bukannya seorang yang tidak dapat bergerak, apabila hanya Miauw Be Fang seorang belum tentu demikian mudahnya dapat menahan diriku "

Miauw Be Fang menggetarkan pedang panjang ditangannya, sambil tertawa ujarnya.

Aku dengar ilmu meringankan tubuh dari Ie Bok Tocu dilautan timur menjagoi seluruh Bulim, dan tak ada keduanya, ini hari aku ingin mencoba-coba dari diri Boen Siauwhiap."

Boen Ching tertawa tawar sahutnya.

"Cayhe sangat gembira dapat menerima pengajaran dari cianpwee"

Miauw Be Fang tertawa terbahak-bahak.

pedang panjangnya dengan disertai angin yang tajam menerjang kearah Boen Ching.

Sepasang kaki Boen Ching segera melancarkan serangan, didalam sekejap mata saja kedua belah pihak saling serang menyerang sebanyak puluhan jurus lebih.

Pada sast ini Boen Ching telah berhasil didesak oleh pedang panjang yang dilancarkan oleh Miauw Be Fang tersebut, dia terdesak hingga mundur ke belakang terus menerus, sekalipun di dalam hatinya dia mempunyai niat, tetapt tenaganya tidak mencukupi keinginannya tersebut, sehingga tak mempunyai daya untuk balas melancarkan serangan satu kalipun juga.

-oo0dw0oo-Bab 34 PAGODA TIANG COEN TA DARI ATAS WAJAH GOEI LAM YU mulai tampak perasaan yang sangat girang sekali, tetapi dia tetap berdiri tegak tak mengucapkan sepatah katapun juga.

Didalam hati Liauw Cing Ce sebenarnya punya niat untuk turun tangan memberi bantuan pada Boen Ching, tetapi dia selamanya tak kenal dengan Boen Ching sehingga tak enak untuk maju memberikan bantuannya, terpaksa dia hanya berdiri disamping melihat jalannya pertempuran tersebut.

Boen Ching terdesak hingga mengundurkan dirinya terus menurus, dia mempunyai niat untuk meninggalkan tempat itu saat ini, kalau tidak kemungkinan sekali dia tak dapat menanggung dirinya dapat meloloskan diri dari tempat itu.

Mendadak pintu ruangan itu terbuka, Boen Ching menjadi sangat terkejut sekali, terasa ia berdiri tertegun disana.

Pada saat itu Miauw Be Fang sedang melancarkan serangan gencar pula, pikiran Boen Ching menjadi sadar kembali, tetapi telah terlambat, bahu kanannya dengan cepat telah terkena pukulan yang dilancarkan oleh Miauw Be Fang tersebut, untung saja tubuh Boen Ching terdapat ilmu khiekang "Ciet Kong Khie"

Yang Melindungi tubuhnya, sehingga sekalipun dengan hebatnya tetap tak menderita luka dalam yang parah tubuhnya hanya terhuyung mundur ke belakang.

Miauw Be Fang tampak sikap serta gerak gerik dari Boen Ching menjadi sedemikian rupa, didalam hatinya sedikit merasa heran, dia yang membelakangi pintu ruangan tak dapat melihat sebenarnya telah terjadi apa, di dalam hatinya hanya dipusatkan untuk menggunakan kesempatan yang baik sekali pada saat itu membinasakan Boen Ching dengan sekali tusukan pedang.

sekonyong2 terdengar Goei Lam Yu membentak.

"Bie Fang tahan.."

Miauw Be Fang menyahut dan mengundurkan dirinya kebelakang, ketika dia memandang kearah orang yang berdiri di depan pintu itu, tanpa terasa dalam hatinya dia merasa sangat terkejut sekali .

Sepasang mata Boen Ching dengan tajam memandang kearah gadis tersebut, yang ternyata adalah gadis yang ditemuinya didalam kereta kuda itu, dan tak lain tak bukan adalah Bwee Giok.

tanpa terasa dia telah membuka mulut panggilnya.

"Nona Bwee"

Goei Lam Yupun dengan cemas teriaknya kearah gadis itu.

"Kakak mengapa kau berjalan keluar, lebih baik kau masuk kedalam saja". Gadis itu memandarg tajam kearah Boen ching, kemudian ujarnya kepada Goei Lam Yu.

"Tunggu sebentar, dia memanggil aku apa?? Nona Bwee siapakah nona Bwee itu."

Pada saat berkata pikirnya bagaikan terpengaruh oleh sesuatu, sehingga bagaikan sedang merasakan kesulitan-Sahut Goei Lam Yu.

"Aku juga tidak mengetahui dia sedang berbicara tentang apa, kakak aku lihat lebih baik kau masuk kedalam saja, saat ini udara sangat dingin sekali, bahkan telah tidak pagi."

Ujar gadis itu kepada Goei Lam Yu.

"Titi (adik) jangan mengurus diriku, biarlah aku bertanya kepadanya."

Goei Lam Yu yang mendengar perkataan tersebut segera menganggukkan kepalanya, dan berdiri dengan tenang disamping,jika dibandingkan sifatnya seperti tadi, bagaikan telah berubah jadi dua orang saja, dia terhadap gadis itu seperti sedikitpun tidak mempunyai keberanian untuk melanggar setiap perkataan yang diucapkan olehnya.

Gadis itu memandang tajam kearah Boen ching sejenak kemudian tanyanya kepada Boen Ching.

"Kau panggil diriku apa?? Nona Bwee?? dapatkah kau memberitahu padaku siapakah sebenarnya nona Bwee itu?"

Sepasang mata dari Boen ching dengan tajam memperhatikan gadis tersebut, sedikitpun tidak berkedip.

hal ini membuktikan kalau orang itu adalah Bwee Giok dan tak dapat disalahkan lagi, ujarnya kemudian-"Nona Bwee, engkau mengapa??

kau telah lupa kepadaku?

kau adalah putri dari Pangcu perkumpulan elang sakti, kau apakah telah melupakannya??"

Gadis itu memandang tajam pula kearah Boen ching, sejenak kemudian sambil tertawa sahutnya.

"Kau telah salah melihat orang, aku adalah kakaknya Goei Hong ing, bukan bernama Bwee Giok"

Boen ching dengan perlahan2 memutar mata nya, dia tampak pada saat gadis itu tertawa sangat mirip sekali dengan Bwee Giok.

dan tak dapat diragukan lagi adalah Bwe Giok sendiri, tetapi orang lain telah menyebutkan sendiri sebagai Goei Hong Ing, kakak dari Goei Lam Yu.

dengan demikian masih ada perkataan apalagi yang dapat diucapkan keluar?

Setelah termenung berpikir sejenak, terdengar lagi Goei Lam Yu berkata kepada Goei Hong Ing.

"Cici diluar sangat dingin sekali, kau masuklah kedalam,janganlah tinggal ditempat ini lebih lama lagi."

Goei Hong ing tersenyum, ujarnya.

"Titi kau berkelahi lagi dengan orang lain, orang itu sangat baik sekali kau lepaskanlah biar dia pergi, dan janganlah menyusahkan dirinya."

Goei Lam Yu menganggukkan kepalanya ujarnya kepada Boen ching.

"Kakakku telah menyuruh kau pergi dari sini kau dengar tidak"

Boen ching mendongakkan kepalanya memandang sekejap kearah Goei Hong ing kemudian membalikkan tubuhnya berjalan kearah keluar.

Liauw Cing ce memandang sekejap ke arah Goei Lam Yu serta Goei Hong ing tubuhnya pun segera berkelebat dan mengikuti dibelakang Boen ching lari keluar.

Boen ching terus lari kearah depan, Liauw-Cing cepun dengan kencang mengikuti dibelakangnya berlari keluar, kedua orang itu dengan sangat cepat sekali berlari keluar dari perkampungan tersebut, setelah berlari beberapa saat, Boen Ching mendadak menghentikan gerakan tubuhnya, sambil ujarnya kepada Liauw Cing ce.

"Terima kasih nona Liauw "

Liauw Cing Ce memandang kearah Boen Ching,"

Tanyanya.

"Boen Siauwhiap apakah datang kemari juga dikarenakan peristiwa terdapatnya rahasia Hay Thian Kiam yang terdapat dalam pagoda Tiang Coen Ta ?"

Boen ching tertawa tawar, sahutnya.

"Sepuluh jari dari sepasang tanganku telah tidak dapat digunakan lagi, dan sudah jelas sekali tidak dapat menggunakan pedang kembali, bagaimana masih mempunyai niat terhadap kitab rahasia Hay Chian Kiam Boh tersebut? ?"

Liauw Cing Ce tertawa, dan menundukkan kepalanya, ujarnya.

"Goei Lam Yu itu berasal dari tempat ini, sehingga terhadap keadaan dari tempat ini sangat paham sekali, pada saat itu sekalipun dia mendengarkan perkataan dari kakaknya untuk melepaskan dirimu, tetapi dengan sifat darinya, pastilah sebentar lagi akan mengejar sampai ditempat ini juga, Boen siauwbiap apabila tidak mempunyai niat terhadap kitab rahasia Hay Thiam Kiam Boh tersebut, lebih baik kau menurut perkataan yang diucapkan, dan untuk sementara meninggalkan tempat ini."

Boen Ching tertawa, sahutnya.

"Terima kasih atas kebaikkan hati dari nona Liauw, tetapi masih banyak urusan yang harus kuselidiki terlebih dahulu, dan yang mengetahui berita ini hanyalah dia seorang saja."

Liauw Cing Ce tertawa tawar, tanyanya kemudian kePada Boen ching.

"Apakah dapat dikata kau tidak mau meninggalkan tempat ini ?"

Boen Ching memandang tajam kearah Liauw-Cing ce, tampak dibalik kain hitam yang menutupi wajahnya itu tampak sebuah wajah yang sangat Cantik sekali, didalam hatinya tanpa terasa sedikit menjadi berdebar, segera dia miring kan tubuhnya menghindarkan diri dari bentroknya mata dengan dirinya, hatinya menjadi tergerak, pikirnya.

"Jejak dari suhuku Ie Bok Tocu tak mungkin hanya Goei Lam Yu seorang saja yang dapat mengetahuinya, mengapa tak menanyakan sekalian kePada Liauw Cing Ce ini ?"

Berpikir sampai disini lalu ujarnya kePada Liauw Cing ce.

"cayhe mempunyai persoalan hendak ditanyakan kePada nona Liauw, setelah suhuku menginjak kembali diatas daratan Tlonggoan segera tak terdapat beritanya kembali, entah nona Liauw dapatkah sedikit memberikan berita mengenai jejaknya ?"

Liauw Cing Ce tertawa, sahutnya.

"Kiranya akan menanyakan jejak dari suhumu Ie Bok Tocu ..."

Baru berkata sampai disitu, mendadak terdengar suara tertawa sebentar keras sebentar perlahan berkumandang datang masuk kedalam telinga kedua orang itu, Liauw Cing Ce segera mengerutkan alisnya, ujarnya kePada Boen ching.

"Kau jalanlah terlebih dahulu, aku akan menahankan serangan untuk sementara bagimu"

Boen Ching menjadi ragu-ragu untuk sesaat, dengan Cemas ujarnya.

"Bagaimana dengan jejak dari suhuku, dapatkah kau memberitahukan dengan Cepat."

Sahut Liauw Cing ce.

"Persoalan ini tak dapat diucapkan dengan satu patah kata saja, kau jalanlah lebih dulu"

Boen Ching mengangkat pundaknya, sahutnya kemudian.

"Kalau berbuat demikian juga tidak pantas, lebih baik aku pun juga tinggal disini saja."

Liauw Cing Ce merapatkan kakinya keatas tanah, lalu ujarnya.

"Kalau begitu kita berjalan bersama-sama saja "

Sehabis berkata tubuhnya berkelebat berlari kearah selatan.

Boen Ching tak dapat berbuat apa-apa lagi, terpaksa dia mengikuti dengan kencang di belakang tubuh dari Liauw Cing ce, didalam hatinya tanpa terasa menjadi sedikit merasa tak enak, Liauw Cing Ce ini agaknya merasa sangat tidak puas dengan tak mau perginya dirinya dari tempat itu, sepuluh jarinya kini telah tak dapat digunakan lagi, sungguh tak terkira kini malah menyusahkan dirinya saja.

Tubuh dari dua orang itu yang satu didepan yang lain dibelakang dengan keCepatan bagaikan jatuhnya bintang dari langit dengan sangat cepat sekali berkelebat kearah depan.

Suara tertawa itu sangat nyaring sekali tetap berkumandang masuk kedalam telinga kedua orang itu, sedikitpun tak dapat ditinggalkan.

Mendadak Liauw Cing Ce mengubah arahnya, dan berlari kearah barat, ketika Boen Ching mendongakkan kepalanya memandang, tampak dihadapannya telah terdapat sebuah

pagoda yang sangat tinggi sekali. Ujar Liauw Cing Ce kePada Boen ching.

"Untuk sementara lebih baik kita bersembunyi saja didalam pagoda Tiang coen Ta ini"

Hati Boen Ching terasa agak tergetar, dirinya ternyata telah berada didalam pagoda Tiang coen Ta tersebut, kemungkinan sekali dirinya malah akan tersesat kedalam peristiwa kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh tersebut.

Begitu tubuh dari kedua orang itu berkelebat masuk kedalam pagoda tersebut, suara tertawa panjang itupun menjadi berhenti, terdengar suara dari Goei Lam Yu yang berdiri diluar pagoda sambil tertawa besar ujarnya.

"Kalian berdua kalau memangnya telah sampai didalam pagoda Tiang coen Ta ini, mengapa tidak mau keluar untuk bertemu muka dengan kami ?"

Liauw Cing Ce dengan dingin mendengus, tubuhnya berkelebat keluar dan ujarnya kePada Goei Lam Yu.

"Demikianpun juga baik, kita ini hari harus menentukan siapakah yang menang dan siapa yang kalah diantara kita ini". Boen Ching pun segera berkelebat keluar dari dalam pagoda, tampaklah Goei Lam Yu sambil tertawa berdiri tegak di tempat tersebut, sedang Miaw Bie Fang berdiri dibelakang tubuhnya. Ujar Goei Lam Yu sambil tersenyum.

"Kiranya kau juga mempunyai maksud untuk ikut serta didalam urusan kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh ini, aku telah mematuhi perkataan dari kakakku untuk melepaskan dirimu, dan kini kau telah ikut pula datang ke pagoda Tiang coen Ta ini,janganlah menyalahkan Pada diri ku lagi kalau aku akan turun tangan kejam."

Liauw Cing Ce tidak menanti Goei Lam Yu mengucapkan lebih banyak lagi, tubuhnya segera bergerak menubruk kearah

depan, sedang sepasang telapak tangannya, melancarkan serangan menepuk tubuh Goei Lam Yu.

Goei Lam Yu tertawa besar, tubuhnya sedikit direndahkan, sepasang tangannya dibalik menerima serangan dari Liauw ciang Ce tersebut.

Hawa murni dari kedua orang itu segera terbentur menjadi satu dan segera berubah menjadi suatu hawa yang berwarna hijau serta merah, sedang kedua warna hawa murni tersebut dengan sangat Cepat sekai menerjang keatas diikuti dengan suara yang sangat nyaring sekali, pasir dan kerikil berterbangan memenuhi angkasa.

Pada saat kerikil dan pasir menjadi reda kembali, tampak Goei Lam Yu dengan wajah yang sangat serius sekali melayang mundur ke belakang, sedang ujung jubahnya yang berkibar tertiup angin itu terdapat suatu bekas robekan yang memanjang.

Sepasang kaki dari Liauw Cing Ce setelah menempel diatas tanah, segera menggeserkan tubuhnya setengah kaki lebih, wajahnyapun berubah menjadi sangat sendu sekali, kain hitam yang menutupi wajahnya terlihat telah terlepas dari wajahnya yang putih bersih itu.

Boen Ching menghembuskan napasnya panjang2 ini barulah dapat disebut sebagai suatu pertandingan yang saling menggunakan ilmu khiekangnya untuk mengalahkan pihak musuh.

sekali pandang saja dia telah dapat melihat kalau ilmu Hiat Mo Kang yang dilatih oleh Goei Lam Yu itu termasuk bagian-"Hwee"

Sedang tenaga Khie kang yang dilatih oleh Liauw Cing Ce termasuk dalam kedudukan "Ie Bok".

Apabila sepasang tangannya bukannya telah berubah menjadi tak dapat digunakan kembali, dia perCaya bahwa dengan tenaga dalam yang dimilikinya Pada saat ini, telah dapat memenangkan setengah tingkat dari kedua orang ini, sekalipun dia melatihnya baru-baru saja, tetapi ilmu Khie kang

"chiet Kong Kang Khle"

Yang merupakan ilmu khie-kang yang sangat lihay, tak mungkin akan dapat terkalahkan oleh kedua orang tersebut.

Tubuh dari Goei Lam Yu serta Liauw Cing Ce tetap tak berhenti, satu berada disebelah kiri dan yang lain berada di sebelah kanan dengan Cepat berkelebat kesana kemari.

Kedua orang itu agaknya tadi telah saling mencoba kekuatan dari tenaga dalam yang dimiliki pihak lawannya, Pada saat terjadinya bentrokan tadi masing-masing telah merasa kalau tenaga dalam mereka seimbang, sekalipun berbeda juga hanya sedikit saja, apabila pertempuran ini dilakukan dengan sekuat tenaga pastilah salah satu diantara mereka akan menderita luka yang sangat parah atau binasa.

oleh karena itu kedua orang itu siapapun tak ada yang berani memandang rendah terhadap pihak lawannya, dihadapannya kini berdiri musuh yang sangat tangguh sekali, siapa saja di antara mereka kalau sedikit tidak waspada, pasti akan menemui kerugian yang sangat besar sekali.

Tubuh dari Goei Lam Yu tetap berkelebat tak henti-hentinya, diam-diam dia sadar bahwa dengan menggunakan tangan kosong dia tak mungkin akan dapat mendapatkan pegangan di dalam pertempuran ini, tangan kanannya segera digerakkan sedang pedang Cie Hong Kiam-nya pun telah diloloskan dari sarungnya.

Kaki kanan Liauw Cing Ce dengan Cepat mundur kebelakang, sedang pedang panjangnya pun telah dicekal ditangannya.

Goei Lam Ya tertawa ujarnya.

"Selamanya aku belum pernah bergerak melawan dirimu dengan menggunakan pedang, ini hari aku akan melihat bagaimana kelihayan dari ilmu pedang Mie cong Bun ?"

Mendengar perkataan tersebut didalam hati Boen Ching merasa sangat terperanjat sekali, kiranya Liauw Cing Ce ini

adalah anak murid dari partai Mie cong Bun yang sangat misterius itu.

Liauw Cing Ce tertawa dingin, pedang panjangnya dengan mendatar diletakkan diatas tangannya, tampak hal ini Goei Lam Yu mengerutkan alisnya, terhadap ilmu pedang dari partai Mie cong Bun dia pernah mendengar orang membicarakannya, dia tak dapat membiarkan Liauw Cing Ce dengan sangat mudah melancarkan seranganmya terlebih dahulu, kedua orang itu baru untuk pertama kalinya bergebrak.

jurus serangannya pun masih sangat asing, siapa yang menyerang terlebih dahulu dialah yang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Tubuhnya segera melayang ke angkasa, pedang Cie Hong Kiamnya dengan memancarkan sinar yang sangat tajam dan sangat menyilaukan mata menerjang ketubuh Liauw Cing ce.

TerlihatPada bibir Liauw Cing Ce tersungging suatu senyuman yang mengejek.

tubuhnya telah berdiri tegak diatas tanah tak bergerak sedikitpun juga , sedang pedang panjang ditangannya segera berubah menjadi ber-ribu2 batang banyaknya memancar ke angkasa menerjang kearah tubuh Goei Lam Yu.

Goei Lam Yu tampak sekelilingnya bayangan pedang yang sangat banyak sekali, dia sedikit pun tak tampak bayangan dari Liauw Cing ce, didalam hatinya merasa sangat terkejut sekali, dia tak berani gegabah, segera pedang Cie Hong Kiamnya ditarik kembali, sedang gerakan pedangnya diubah dengan menggunakan gerakan "Tui Pit Sam She"

Atau bersembunyi menghindari tiga bangunan, pedangnya dilintangkan kedepan dada melindungi tubuhnya.

Bayangan pedang segera menjadi lenyap kembali, Liauw Cing Ce sambil mencekal pedang panjangnya berdiri tegak bagaikan sama sekali belum melancarkan serangan, dia tertawa mengejek.

ujarnya.

"Apa bila ditanganku Pada saat ini mencekal sebilah pedang pusaka, Pada saat ini pula kau telah menemui kekalahannya ."

Goei Lam Yu mengerutkan alisnya, sambil tertawa nyaring ujarnya.

"Aku kira tak demikian mudahnyal"

Boen Ching yang menonton disamping, diam2 didalam hatinya merasa agak terperanjat, kehebatan dari ilmu pedang kedua orang ini selama hidupnya dia sama sekali belum pernah menemuinya, keganasan ilmu pedang dari Goei Lam Yu serta keanehan dari gerakanpedang Liauw Cing Ce sungguh sangat hebat dan sama sekali tak terduga olehnya.

Pada saat kedua belah pihak melancarkan serangan dengan menggunakan pedang tersebut, Liauw Cing Ce telah berhasil membentur tubuh pedang dari Goei Lam Yu sebanyak tiga kali dengan sangat keras sekali, apabila Pada saat itu pedang yang berada ditangan Liauw Cing Ce adalah sebilah pedang pusaka, kemungkinan sekali pedang panjang ditangan Goei Lam Yu telah lepas dari tangannya.

Goei Lam Yu diam2 sadar bahwa dirinya terlalu menempuh bahaya sehingga dapat dipaksa berada dibawah angin, sudah tentu dia tak maU mengakul kalau ilmu pedangnya jauh lebih rendah dari ilmu pedang Liauw Cing ce, pedang Cie Hong Kiamnya diputar satu lingkaran dengan menggunakan jurus "She Biau May Juh"

Atau seluruh penjuru penuh jebakan menerjang dengan hebatnya kearah Liauw Cing ce.

Pedang Cing Hong Kiam itu dengan memancarkan suatu sinar yang sangat menyilaukan mata dengan sangat Cepat sekali menusuk ke tubuh Liauw Cing ce.

Liauw Cing Ce yang tampak hal ini tertawa tawar, tubuhnya sedikit bergerak, pedang panjangnya sekali lagi disabetkan balas menerjang kearah Goei Lam Yu.

Tetapi baru saja gerakan pedangnya memancar keluar, tiba-tiba terlihat sinar keabu-abuan berkelebat dengan hebatnya mengelilingi tubuhnya, didalam hati dia merasa

sangat terperanjat sekali, dia tak berani menerima dengan keras lawan keras terhadap serangan dari Goei Lam Yu tersebut, segera mengubah arahnya dan melangkah kesamping.

Tetapi sinar keabu-abuan tersebut tetap mengikuti dari belakang tubuhnya menyerang ke kiri dan kekanan dari tubuhnya, dalam hatinya makin bertambah terkejut, segera dia bersuit nyaring, dengan pedangnya dia melindungi seluruh tubuhnya dari arah depan dengan keras menerjang ke tubuh Goel Lam Yu.

Goei Lam Yu menjadi sangat terkejut sekali, sungguh tak disangka kalau Liauw Cing Ce ternyata dapat demikian pahamnya terhadap ilmu pedang dengan disertai hawa khikang ini.

Partai Mie cong Bun selamanya sangat ditakuti oleh jago-jago didalam Bulim, Liauw Cing Ce dengan usianya yang baru dua puluh tahunan ternyata telah dapat menguasahi ilmu pedang yang demikian tingginya, sungguh sedikit membuat orang susah untuk memperCayainya.

Pada waktu itu Hay Thian Khek pernah melatih ilmu sakti tersebut dan kemudian ditulis didalam kitab rahasia Hay Thian Kiam boh, sehingga boleh dikata ilmu pedangnya telah mencapai Pada tarap tak ada bandingannya, ini hari sekalipun Liauw Cing Ce dapat melancarkan ilmu sakti tersebut, tetapi juga Cukup membuat orang sedikit terkejut.

Dia tak berani dengan demikian memandang rendah menerima serangan tersebut, dengan Cepat dia mengundurkan dirinya untuk memberikan jalan kePada dirinya.

Goei Lam Yu begitu mengundurkan dirinya, tubuh dari Liaw Cing Ce segera menerjang ke depan, pedangnya berubah menjadi beribu-ribu bayangan pedang dan menerjang ke tubuh Goei Lam Yu.

begitu Goel Lam Yu mengundurkan dirinya kebelakang, situasinyapun segera berubah, hatinya menjadi sangat gusar sekali, dia jadi orang selamanya sangat sombong sekali, didalam ilmu pedang dia mengira bahwa dirinya tak mungkin akan dapat menemui lawannya yang tangguh, tetapi kini ternyata dapat didesak oleh ilmu pedang Liauw Cing Ce sehingga menjadi demikian rupa.

Sekalipun dapat dikata Liauw Cing Ce dapat dihitung sebagai jago berkepandaian tinggi dari partai Mie cong Bun, tetapi dengan situasi yang dihadapi sekarang ini pihak lawan hanyalah seorang gadis yang berusia dua puluh tahunan saja, segera dia mundur kebelakang dua langkah lagi, pedang Cing Hong Kiamnya ditekan ke bawah dengan mengerahkan seluruh tenaga yang dimilikinya balas melancarkan serangan serangan, sinar keabu-abuan memenuhi angkasa, segera dia berhasil mendesak mundur Liauw Cing Ce ke belakang, dengan demikian kedua belah pihak saling berdiri berhadap-hadapan.

Boen Ching dengan perlahan menghela napas, kedua orang dihadapannya saat ini ternyata telah mengerahkan ilmu khiekangnya yang dikerahkan kedalam ilmu pedangnya untuk saling bergebrak.

dia tidak berani memikirkan bagaimana akhir dari pertandingan tersebut.

Sekalipun sepasang tangan dari dirinya telah tak dapat digunakan lagi, tetapi bagaimanapun juga dia adalah seorang jago pedang kenamaan, sekali lihat saja ilmu pedang dari kedua orang itu segera dia tahu bahwa gerakan pedang dari Goei Lam Yu sangat ganas sekali, sedang pengalaman untuk menghadapi musuhpun sangat luas sekali, sedang gerakan pedang dari Liauw Cing Ce sangat aneh dan sukar sekali diraba, tetapi pengalamannya masih sangat Cetek sekali, kedua orang itu masing-masing mempunyai kekurangannya, sehingga sukar sekali untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah diantara kedua orang itu, tetapi apabila

waktu lebih lama lagi, kemungkinan sekali Liauw Cing Ce akan jatuh dibawah angin.

Liauw Cing Ce dengan mencekal pedangnya berdiri tegak.

wajahnya berubah menjadi sangat serius sekali, Goei Lam Yupun berdiri dengan tenangnya ditempat, kedua belah pihak tak ada yang berani berlaku gegabah, sehingga Pada saat ini sangat sukar sekali untuk menentukan ilmu pedang siapa kah yang paling tinggi diantara kedua orang tersebut.

Miauw Be Fang yang berdiri disamping mendadak tertawa besar, ujarnya kePada Boen ching.

"Mereka berdua tak mungkin selesai didalam satu duajam saja, urusan dari kitapUn harus di selesaikan juga Pada saat ini"

Didalam hati Boen Ching merasa terkejut, Miauw Be Fang apabila berbuat demikian, sudah tentu Liauw Cing Ce akan mendengarnya, dan apabila dia menguatirkan keselamatan dirinya, kemungkinan sekali situasi bagi dirinya sedikit tidak menguntungkan-Pikiran tersebut berkelebat di dalam hatinya, sedangkan Pada waktu itu kelihatannya Liauw Cing Ce telah tak sabar untuk menanti lebih lama lagi, segera dia membentak nyaring, tubuhnya melompat kedepan bagai kan sebuah panah yang lepas dari busurnya saja menerjang kearah tubun Goei Lam Yu.

Goei Lam Yu tertawa besar, tubuhnya melayang, menubruk kedepan, sehingga kedua belah pihak saling melancarkan serangan ditengah udara.

Pada saat ini Miauw Be Fang tertawa besar, sambil melancarkan serangan pedang mendesak kearah Boen ching, dia sama sekali bukannya mempunyai tujuan untuk berbuat sesuatu terhadap diri Boen ching, tetapi hanya menginginkan agar Liauw Cing Ce terpecah perhatiannya, segera dia dapat didesak hingga berada dibawah angin.

Boen Ching sudah tentu mengetahui maksud tujuan dari Miauw Be Fang ini, segera dia berdiri tegak tak bergerak sedikitpun juga .

Miauw Be Fang tertawa besar, bersamaan dengan suatu bentakan nyaring dari Liauw Cing Ce tubuhnya terpisah dan mengundurkan dirinya kebelakang.

Goei Lam Yu tertawa besar, sedang Liauw Cing Ce wajahnya berubah menjadi merah padam.

Boen Ching tahu kalau Liauw Cing Ce pastilah telah menderita kerugian tidak kecil, dan tidak ingin Liauw Cing Ce menaruh rasa kuatirnya kePada dirinya, tubuhnya segera berkelebat menubruk kearah atas pagoda Tiang coen Ta.

Miauw Be Fang tertawa besar, diapun dengan Cepat mengejar dari belakang, tubuh Boen Ching ditengah udara mendadak berputar setengan lingkaran, kaki kanannya dengan hebat menendang pedang panjang ditangan Miauw Be Fang.

Pada saat ini Goei Lam Yu serta Liauw Cing Ce yang berada dibawah pagoda telah berdiri saling berhadapan, tapi kedua belah pihak sebaliknya memperhatikan Boen Ching serta Miauw Be Fang dua orang, yang menang diantara kedua orang itu jika dibandingkan dengan diri mereka jauh lebih mudah lagi.

Miauw Be Fang mendengus, pedang panjang ditarik kembali dan membabat ketubuh Boen ching.

Tubuh Boen Ching dengan meminjam tenaga tendangan tadi segera mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya yang telah terkenal.

"Hui she Ju Shen", tubuhnya ditengah udara membalik dan menubruk kebawah kembali, dengan sangat rinugan sekali dan telah melayang turun ketepi pagoda tingkat kedua. Liauw Cing Ce serta Goei Lam Yu yang tampak hal ini didalam sekalipun sepasang tangan Boen Ching telah tak

dapat digunakan ternyata Pada saat ini ditengah udara dan masih dapat mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya dengan demikian mudahnya, sungguh tidaklah mudah,jika dilihat dari hal ini kiranya ilmu meringankan tubuh dari Ie Bok Tocu dapat menjagoi seluruh dunia kangouw juga bukanlah merupakan berita bohong saja.

Kaki kanan Boen Ching setelah mencapai tepi pagoda, Pada saat itu Miauw Be Fangpun telah mengikuti mengejar sampai disana, kaki kirinya seCepat kilat menempel tepi pagoda sedang pedang panjang ditangan kanannya diangkat keatas dan dengan sekuat tenaga menyerang ke tubuh Boen ching.

Boen Ching sejak tadi telah mengadakan persiapan, dia ternyata memangnya berani naik ke atas pagoda Tiang coen Ta sudah tentu didalam hatinya sejak tadi telah membuat perhitungan yang masak dan telah mengambil keputusan untuk menggunakan ilmu meringankan tubuh yang pernah dijagoi seluruh dunia kangouw itu untuk menghadapi serangan-serangan dari Miaw Be Fang, dengan keadaan seperti ini kiranya juga tidak sampai akan dapat dikalahkan.

Begitu dibilang tubuhnya dia merasa ada sambaran angin tajam, tubuhnya segera memutar, kaki kirinya dengan seluruh tenaga melancarkan serangan tendangan, Pada saat tubuhnya melayang keatas itulah dengan sangat tepat sekali dia berhasil menghindarkan diri dari serangan pedang Miauw Be Fang, sedang kaki kirinya tetap melanjutkan serangannya mengancam perutnya .

Miauw Be Fang sebenarnya mergira kalau paling sedikit dia berhasil mendesak Boen Ching turun dari pagoda itu, dengan demikian dia berhasil berdiri dengan tegak ditepi pagoda itu dan mengambil kesempatan seperti berusaha untuk mencapai kemenangan.

Tetapi sungguh tak disangka serangan yang dilakukan dengan menggunakan tenaga yang besar ini sejak sebelumnya telah diduga oleh Boen ching, dia tak dapat berbuat apa2 lagi,

dan terpaksa menarik kembali pedangnya sambil membalikan tubuhnya.

Boen Ching pun segera menarik kembali kaki kirinya dan melayang menuju kedalam pagoda, sedang kaki kanannya mendadak diangkat melancarkan serangan mengancam tumit kanan dari Miau Be Fang.

Miauw Be Fang menjadi lihay adalah disebabkan karena dia mengandalkan ilmu Hiat Mo Kang nya, tetapi Pada saat ini Boen Ching melancarkan serangan dengan menggunakan ilmu tendangan sangat lihay yaitu ilmu "cing Po ciet YaU"

Bahkan didalamnya telah disalurkan pula ilmu khikang ciet Kong Kang Khie, sehingga membuat dia tak berdaya untuk melancarkan serangan kearah Boen ching, terpaksa kaki kanannya menutur tepi pagoda dan melayang turun kebawah pagoda.

Boen Ching tidak memperdulikan diri Miauw Be Fang, dia sekali lagi melayangkan tubuhnya menubruk kearah atas.

Miauw Be Fang yang tubuhnya berhasil didesak hingga turun dari atas pagoda, didalam hatinya merasa sangat gasar sekali, kaki kirinya menutul keatas kembali dan menubruk keatas, tetapi Pada saat dia berhasil mengejar mendekat kearah Boen Ching dia telah berada ditingkat keempat dari tepi pagoda tersebut..Sekalipun Boen Ching tak dapat dilihatnya dengan jelas, tetapi sejak tadi dia telah menghitung jarak waktunya, Pada saat kaki kanannya menginjak tepi tingkat keempat dari pagoda tersebut, Pada saat itulah Miauw Be Fang berhasil mengejar sampai didekat tubuhnya.

Pada saat ini Liauw Cing Ce serta Goei Lam Yu telah tak mempunyai niat untuk melanjutkan pertempuran tersebut lagi, dan memusatkan seluruh perhatiannya memandang jalannya pertempuran yang terjadi antara Boen Ching dengan Miauw Be Fang.

Kedua orang itu sekalipun merupakan jago-jago berkepandaian tinggi, tetapi mau tak mau juga harus mengakui kelincahan tubuhnya sekalipun sepasang tangan dari Boen Ching telah tak dapat digunakan, kalau sepasang tangan dari Boen Ching misalnya dapat menyerupai orang biasa lainnya kiranya diantara kedua orang itu satupun tak ada yang mempunyai pegangan teguh untuk berhasil mengalahkan diri Boen ching.

Kaki kanan Boen Ching begitu menempel tepi pagoda, segera dia membalikkan tubuhnya, Pada saat itu kaki kiri Miauw Be Fang sedang mencapai tepi pagoda tersebut, sedang tangan kanannya, mencapai pedang panjang yang siap hendak dilancarkan tetapi dia tak berani melancarkan serangan terlebih dahulu.

Didalam sekali pandang saja Boen Ching telah sadar kalau dia tak dapat bertempur seCara keras lawan keras melawan dirinya, tubuhnya segera mengundurkan diri ke sebelah kanan dari pagoda tersebut.

Miauw Be Fang nampak Boen Ching tidak melancarkan serangan kearahnya, sekalipun didalam hatinya merasa sedikit diluar dugaan, demikian bagi dirinya ada kebaikan dan ada keburukannya, dengan gusar dia mendengus, segera tubuhnya menubruk maju dengan pedang panjangnya mengancam punggung Boen ching.

Agaknya Boen Ching mempunyai maksud untuk beradu ilmu meringankan tubuh dengan diri Miauw Be Fang, kaki kanannya menutul pinggir pagoda sedang sebagian besar dari tubuhnya telah berdiri diluar pagoda tersebut.

Gerakan pedang dari Miauw Be Fang bagaikan pelangisaja mengitari seluruh tubuh Boen Ching dan menerjang kearahnya.

Tubuh Boen Ching segera berputar setengah lingkaraan di tengah udara, sedang kaki kanannya digantungkan ketepi pagoda.

Miauw Be Fang tertawa dingin, serangan pedangnya sekalipun tidak mencapai sasarannya, tetapi kaki kanannya melancarkan tendangan kearah ujung kaki dari Boen Ching menutul ke atas pagoda, tubuhnya segera melayang dan berkelebat menuju ketingkat kelima dari pagoda tersebut.

Miau Be Fang segera mengejak tubuhnya mengejar, tubuh dari Boen Ching baru saja melayang ditengah udara tiba-tiba mendadak dia melancarkan tendangan, tubuhnya melayang dengan mendatar, sedang sepasang kakinya mengikuti gaya tersebut menyapu kedepan mengenai dada dari Miauw Be Fang.

Miauw Be Fang sama sekali tidak menyangka kalau Boen Ching dapat melancarkan serangan dengan menggunakan jurus seperti ini, dan menjadi sangat terkejut sekali, pedangnya segera digerakkan membabat ketubuh Boen ching, Boen Ching tertawa, sedang tubuhnya melayang ketingkat ke empat dari pagoda itu, tetapi Pada saat Miauw Be Fang melancarkan serangan dengan menggunakan pedangnya itu tubuhnya telah bergeser ke sebelah luar, sedang kakinya menginjak ditempat kosong membuat tubuhnya meluncur Pada tiga puluh kaki diluar tepi pagoda.

Tubuhnya dengan sangat cepat sekali meluncur kebawah, apabila dia terus meluncur kebawah hingga sampai dipermukaan tanah mungkin malah akan memalukan, bahkan dengan tempat yang demikian tingginya, apabila dia hendak menarik napas untuk menenangkan tubuhnya terpaksa harus membuang pedangnya, barulah dapat dilaksanakan-Hatinya menjadi sangat gusar sekali, dia hanyalah dapat mengerahkan tenaganya meluncurkan dua kali serangan

kedepan, sekalipun demikian, Pada saat kakinya menginjak keatas tanah, dia telah berada ditepi pagoda ditempat kedua.

Sebaliknya Pada saat ini tubuh Boen Ching bagaikan kilat cepatnya meluncur naik ke atas.

Miauw Be Fang dengan menahan rasa gusar sekati lagi melayang kan tubuhnya mengejar kearah Boen ching ooodwooo Bab 35 KITAB RAHASIA HAY THIAN KIAM BOH Boen Ching sengaja memparlambatkan langkah kakinya dan melayang menuju keujung pagoda.

Miauw Be Fang dengan kencang mengejar terus dibelakang tubuhnya, didalaw hati Boen Ching telah mengambil keputusan yang teguh, begitu kakinya menginjak ujung pagoda, segera ia melancarkan ilmu meringankan tubuhnya yang telah mencapai kesempurnaan "Shen Au Ban Li"

Melayang turun kembali kebawah pagoda dan menoleh memandang apakah Miauw Be Fang masih tetap mengejar kearah dirinya dan melayang turun kebawah bersamaan waktunya dengan dirinya.

Dia menarik napas panjang, dan memusatkan perhatiannya menarik hawa murninya dan menerjang keatas pagoda, mendadak baru saja ia melayangkan tubuhnya sampai sebuah bayangan manusia berkelebat dalam hatinya menjadi sangat terkejut sekali, entah Pada saat kapan Goei Lam Yu telah secara diam2 melayangkan tubuhnya keatas atap pagoda.

Goei Lam Yu memandang dengan tajam kearah Boen Ching dan tertawa dingin tak henti-hentinya.

Pada saat yang bersamaan pula Miauw Be Fang telah mengejar sampai kali ini dia tidak lagi mengejar kebelakang tubuhnya, sebaliknya melayang naik keatas untuk kemudian

melayang turun melancarkan serangan, pedang panjangnya berubah jadi satu bayangan peda yang sangat menyilaukan mata menggencet diri Boen ching.

Boen Ching begitu tampak Goei Lam Yu munculkan dirinya diatas atap pagoda, didalam hatinya telah merasa kan sangat terkejut sekali, tanpa terasa hawa murninya yang di pusatkan itu telah menjadi buyar.

Liauw Cing Ce yang tampak hal inipun jadi sangat terperanjat dia sama sekali tak pernah menduga kalau Goei Lam Yu dapat berbuat demikian, dengan diam2 melayangkan tubuhnya keatas pagoda, dia yang tampak hal ini hendak mengejarpun telah terlambat, terpaksa segera mengejutkan tubuhnya melayang ke atas atap pagoda tersebut.

Boen Ching yang menemui keadaan yang sangat berbahaya itu Pada saat ini sebaliknya malah berubah menjadi sangat tenang sekali, ketika dia mendongakkan kepalanya tampak Goei Lam Yu sambil membopong tangannya berdiri tegak bagaikan tidak hendak ikut campur didalam pertempuran tersebut, dia menjadi mengerutkan alisnya dengan menempuh bahaya dia membalikkan tubuhnya kebawah pagoda kembali.

Goei Lam Yu tak pernah menyangka kalau Boen Ching ternyata mempunyai nyali yang demikian besarnya, tubuhnya segera bergeser dua coen kedepan dan mengalihkan sinar matanya memandang ke arah Boen Ching dimana dia melayangkan tubuhnya kebawah.

Pagoda Tiang coen Ta itu tingginya mencapai lima puluh kaki lebih, Boen Ching yang meluncur turun didalam keadaan yang seperti ini apabila tak menemui kematiannya sedikit-sedikitnya juga akan menderita luka dalam yang sangat parah.

Miauw Be Fang sebenarnya bersiap hendak menggunakan pedangnya melancarkan serangan tapiPada saat ini tubuh Boen Ching melayang turun agak jauh jaraknya dari tepi pagoda, membuat dia tak berhasil untuk melakukan niatnya

tersebut ternyata menarik kembali pedang panjangnya dan mengundurkan dirinya ke belakang.

Tubuh dari Boen Ching baru saja meluncur turun sampai Pada tingkat keenam dari pagoda tersebut mendadak dari dalam pagoda terdengar suara tertawa yang sangat nyaring sekali, sebuah bayangan manusia berkelebat dengan sangat Cepatnya menyambar punggung dari Boen Ching dan melemparkan tubuhnya keatas atap pagoda itu kembali, sedang tubuhnya mengikuti dari belakangnya meluncur keatas.

Didalam hati Goei Lam Yu merasa sangat terkejut sekali, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau didalam pagoda itu ternyata masih terdapat orang lain yang bersembunyi di dalamnya.

Tubuh Boen Ching yang dilemparkan keatas atap pagoda itu, didalam hatinya merasa sangat terkejut sekali, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau Pada saat ini tempat seperti itu ternyata ada seorang yang seCara tina-tiba menerobos keluar dan mencengkeram dirinya.

Ketika dia menolehkan kepalanya memandang kearah orang itu tampak orang itu telah melayang turun keatas pagoda, sedang bentuk dan tubuhnya kurus kering, seluruh rambut dan jenggotnya telah berubah menjadi putih, wajahnya sangat dingin kaku, sepasang matanya memandang kearah Goei Lam Yu serta Miauw Be Fang derigan dinginnya.

Miauw Be Fang mengerutkan alisnya, dengan dingin ujarnya.

"Aku kira siapa kiranya adalah Miauw Cing It Sau ataU si Kakek sakti dari daerah MiaUw ciang, Chia Cu Ing adanya, entah Chia cheng mempunyai persoalan atau urusan apa, ternyata dari daerah Miauw Cing datang kemari"

Boen Ching memandang sekejap kearah kakek tua berambut putih itu, didalam hatinya diam-diam merasa sangat terkejut sekali, orang yang baru datang ini ternyata adalah

Miauw ciang It Shu.

Chia Cu Ing adanya.

Chia Cu Ing telah lama berdiam didaerah Miauw ciang, ini hari sekali lagi mengunjungi daerah Tionggoan kelihatannya ucapan dari chao shen yang mangatakan iblis dari seluruh penjuru dunia kangouw bersama-sama menginjak kembali daerah Tionggoan sedikitpun tidak bohong.

Pada saat ini Liauw Cing Ce telah melayang kan tubuhnya naik keatas puncak dari pagoda tersebut, dengan tajam memandang kearah Goei Lam Yu.

Chia Cu Ing dengan dingin mendengus, ujarnya kePada Miauw Bie Fang.

"Telah lama cayhe mendengar kalau Miauw heng menjadi raja dilautan selatan, sungguh tak disangka ternyata ini hari kau mau mendengar perintah dari seorang bocah yang mash ingusan"

Wajah dari Miauw Be Fang berubah dengan hebatnya, sambil tertawa besar ujarnya.

"Selama puluhan tahun lamanya tak bertemu muka. Pak Tok Kiam Sah Ciang yang dilatih oleh Chia heng kemungkinan sekali mendapatkan kemajuan yang pesat sekali, aku Miauw Be Fang hendak mencoba untuk minta beberapa jurus pengajaran dari dirimU". Perkataannya baru saja diucapkan keluar, tubuhnya telah mulai bergerak maju, sepasang telapak tangannya dengan mendatar dada mendorong kedepan, dan menerjang kearah Chia Cu Ing. Chia Cu Ing dengan dingin tertawa panjang, tubuhnya berkelebat kesebelah kiri menghindarkan diri dari serangan tersebut, dan mengangkat sebelah tangannya menyambut serangan dari Miauw Be Fang itu. Serangan telapak tangan dari kedua belah pihak segera bertemu, tampak gulungan hawa murni yang berwarna emas serta berwarna merah menggulung naik keatas angkasa,

sedang tubuh dari kedua orang itu Pada saat saling berkelebat itu telah bertukar tempatnya masing2.

Sepasang mata Chia Cu ing segera memancarkan sinar yang tajam, sedang hatinya menjadi tergerak, ketinggian dari tenaga dalam yang dimiliki oleh Miaw Be Fang itu tidak dibawah dari dirinya, dia ternyata mau mendengarkan perintah dari seorang pemuda yang masih muda sudah tentu kepandaian silat yang dimiliki orang ini jauh lebih lihay dari dirinya.

Dia menarik napas panjang2, dan mengalihkan sinar matanya memandang kearah Goei Lam Yu.

Goei Lam Yu sambil menggendong tangannya berdiri tegak.

perkataan yang diucapkan oleh Chia Cu Ing terhadap diri Miauw Be Fang itu terhadap dirinya bagaikan bukan menjadi persoalan, dengan dingin ujarnya kePada Miauw Be Fang.

"Be Fang, kau beristirahat sejenak. biarlah aku akan menemui sejenak jago berkepandaian tinggi yang baru datang dari daerah Miaw Ciang ini."

Miauw Be Fang segera membungkukkan tubuhnya sambil sahutnya.

"Yaa, susiok."

Sambil mengikuti perintah tersebut dia mengundurkan dirinya kebelakang.

Goei Lam Yu melepaskan tangannya yang digendong kebelakang punggung tersebut dan memandang kearah Chia Cu Ing.

Sepasang mata dari Chia Cu Ing begitu bertemu dengan sinar mata dari Goei Lam Yu tanpa terasa didalam hatinya merasa agak berdesir, sepasang mata dari Goei Lam Yu tersebut ternyata penuh diliputi oleh hawa pembunuhan.

Begitu dia mendengar Miauw Be Fang memanggil diri Goei Lam Yu sebagai susiok, di dalam hatinya telah merasa agak berdebar, Miauw Be Fang mengangkat nama bersama-sama

dengan dirinya, tetapi ketika mendengar kalau Miauw Be Fang ternyata mendengar perintah dari seorang pemuda yang masih muda, dia merasa nama Miauw Be Fang tak lain hanyalah begitu saja.

Tetapi begitu bergerak segera dia mengetahui kalau tenaga dalam yang dimiliki oleh Miauw Be Fang itu tidak dibawah tenaga dalam yang dimiliki dirinya.

Goei Lam Yu tertawa dingin ujarnya kePada Chia Cu Ing.

"Kau kalau memangnya telah datang ke tempat ini, aku lihat lebih baik tak usahlah pulang kembali kedaerah Miauw Ciang, pemandangan didaerah Tionggoan ini sangat indah sekali dan jauh melebihi pemandangan didaerah Miauw Ciang, kau tinggal saja ditempat ini"

Chia Cu Ing mengerutkan alisnya, belum saja dia membuka mulut memberikan jawabannya, Liauw Cing Ce yang berdiri disamping telah membuka mulut dan ujarnya dengan dinginnya.

"Goei Lam Yu, urusan kita berdua belum selesai dikerjakan, lebih baik kita mengambil keputusan terlebih dahulu barulah berbicara yang lainnya lagi". Sepasang mata Goei Lam Yu memancarkan sinar mata yang sangat tajam, sampai kepalanya pun tak digerakkan sedikitpun, ujarnya kePada Miauw Be Fang.

"Be Fang, kau pergilah menyambut ratusan jurus terlebih dahulu dari Liauw Cing Ce ini, setelah aku menjelaskan orang diri daerah Miauw Ciang ini, barulah berbicara lagi". Miauw Be Fang dengan nada yang beratnya menyahut, segera dia memajukan tubuhnya berhadapan muka dengan diri Liauw Cing Ce. Liauw Cing Ce tertawa dingin ujarnya dengan tawar.

"Goei Lam Yu janganlah kau kira dengan mengunakan dirinya dapat berhasil menahan diriku, aku takut kau akan kehilangan sebuah tangan kanan yang sangat bagus ini"

Sekalipun didalam hati Goei Lam Yu mengkuatirkan kalau Miauw Be Fang ini sampai terluka dibawah sabetan pedang dari Liauw Cing Ce, tetapi dengan sikap dari Chia Cu Ing yang demikian itu, dia telah mengambil keputusan untuk bergebrak mati-matian melawan diri Chia Cui Ing ini, didalam hatinya diam2 dia menghitung bahwa di dalam ratusan jurus dia pasti dapat memukul jatuh Chia Cu Ing kebawah pagoda Tiong Coen Ta, segera ujarnya kePada Liauw Cing Cie.

"Apa bila kau melukai Miauw Be Fang dibawah tanganmu aku akan membuat perguruan Mie Cong Bun menjadi musnah dari muka bumi."

Sehabis berkata dia tidak menanti Liauw Cing Cie membuka mulut memberikan jawabannya, tubuhnya segera melayang maju kedepan, Pada saat pedang panjangnya berkelebat, pedang Cing Hong Kiamnya telah berubah menjadi suatu pelangi yang sangat panjang sekali dan menyapu kearah Chia Cung Ing.

Chia Cung Ing tampak Goei Lam Yu sama sekali tidak memandang dirinya sedikitpun, bahkan kini terdapat pula seorang gadis yang tak dikenal dengan tiba-tiba menampilkan dirinya memberikan bantuannya.

Pada saat ini nyalinya menjadi timbul kembali, pedang panjangnya dicabut keluar dari dalam sarungnya, sambil miring kan tubuhnya melancarkan serangan, pedangnya dengan miring menyambut kedatangan dari serangan Goei Lam Yu tersebut.

Liauw Cing Ce tampak Goei Lam Yu berkata demikian, hatinya menjadi sangat gusar sekali, dengan gusar dia membentak, sedang pedang panjang ditangannya melancarkan serangan ke arah Miauw Be Fang.

Miauw Be Fang menerima perintah sambil menahan serangan tersebut, segera dia mengangkat pedangnya menyambut.

Empat orang yang berada diujung pagoda merupakan jago-jago berkepandaian tinggi semuanya, begitu turun tangan hawa pedang segera memenuhi angkasa dan mengitari sekeliling kalangan, Boen Ching begitu tampak keempat orang itu mulai bertempur hatinya tanpa terasa menjadi sangat berat sekali, apabila sepasang tangannya tidak cacat, Pada saat ini kemungkinan sekali tak kalah hebatnya.

Sejak sepasang tangannya menjadi cacat, dengan rajin dia melatih ilmu Khiekang chiet Kong Kang Khie.

sekalipun mendapatkan bantuan dari tenaga dalam yang ditinggalkan oleh Thian Jan Shu waktu itu serta bantuan dari Pil Kiem Long Tan yang berada didalam tubuhnya, sehingga tenaga dalamnya berlipat ganda, tetapi tetap tak mempunyai daya untuk melancarkan kembali jalan darah yang tersumbat Pada pergelangan tangannya sekalipun telah melancarkan ilmu Khie Kang Chit Kong Kang Khlenya tetap juga tak berhasil.

Boen Ching dengan seorang diri berdiri ditepi pagoda dan termenung memandang ketengah kalangan, Chia Cu Ing serta Miauw Be Fang keduanya telah sama-sama terdesak hingga hanya bertahan saja, bahkan selangkah demi salangkah mundur ke belakang.

Sekonyong-konyong, dari arah depan terlihat pasir dan debu mengepul keatas, sebuah kereta kuda dengan cepatnya lari mendatang.

Pada saat ini matahari dengan, perlahan-lahan menghilang kearah barat sedang sinar matahari yang berwarna merah itupun telah dapat dilihat dengan sangat jelas sekali, kereta kuda itu berlari dengan kencangnya ditengah daratan yang sunyi, Boen Cing sekali pandang saja telah mengetahui kalau kereta kuda tersebut adalah kereta kuda yang ditumpangi oleb Goei Hong Ing.

Hatinya menjadi sangat terkejut sekali, dia mengetahui mengapa Goei Hong Ing Pada saat ini juga dapat datang kemari.

Pada saat Boen Ching mencurahkan perhatiannya kearah kereta kuda tersebut, situasi didalam kalanganpun telah terjadi perubahan yang besar, Pada saat dia sekali lagi memandang kearah tengah kalangan, tampak Miauw Be Fang serta Chia Cu Ing dua orang berturut-turut telah menemui keadaan yang sangat kritis, kaki dari Goei Lam Yu dengan cepat mendepak pedang panjang ditangan Chia Cu Ing, sedang pedangnya membalik menyerang kearah Liauw Cing Ce.

Liauw Cing Ce bersuit nyaring, tubuhnya melayang keatas, hawa khiekangnya segera disalurkan kedalam ilmu pedangnya dengan cepat berubah menjadi suatu hawa pedang bagaikan pelangi yang membelah bumi dengan hebat menerjang kearah tubuh Goei Lam Yu serta Miauw Be Fang.

Goei Lam Yu tampak Liauw Cing Ce dengan menggunakan golok emasnya menyerang musuh, dengan gusar dia bersuit nyaring, dengan Miauw Be Fang dua orang menubruk maju kedepan, ke dua orang itu dengan mengerahkan tenaga dalamnya yang hebat bersama-sama melancarkan serangan balas an kearah tubuh Liauw Cing Ce.

Hati Chia Cu Ing menjadi agak mantap.

segera diapun memungut kembali pedang panjangnya.

Liauw Cing Ce agaknya tidak menghendaki bertempur keras lawan keras, dengan diri Goei Lam Yu serta Miauw Bie Fang, segera saja dia menarik napas panjang-panjang, pedangnya dibabatkan kedepan menahan serangan dari kedua orang itu, sedang tubuhnya dengan mengikuti kesempatan tersebut melayang pergi.

Hati Boen Ching disaat ini jika dibandingkan dengan hati orang-orang yang ada dikalangan itu jauh lebih tenang lagi,

Pada saat ini kereta kuda yang ditumpangi Goei Hong Ing telah datang di bawah pagoda tersebut, setelah dia memandang sekejap keatas pagoda, dengan tergesa-gesa dia masuk kedalam pagoda tersebut.

Boen Ching tahu Goei Hong Ing pastilah hendak naik keatas pagoda itu, didalam hatinya diam-diam merasa agak cemas, situasi didalam kalangan telah berubah menjadi begini tegangnya, sukar sekali baginya untuk meloloskan diri, tetapi tak mungkin dia akan membiarkan Goei Hong Ing naik keatas pagoda tersebut, begitu dia naik keatas pagoda tersebut tak usah membicarakan yang lain, cukup dengan sambaran angin tajam yang keluar dari dalam kalangan tersebut saja sudah cukup membuat tubuhnya jatuh kebawah pagoda.

Goei Lam Yu sama sekali tidak mengetahui kalau Goei Hong Ing telah tiba dibawah pagoda sana, Pada saat ini berbagai macam ingatan berkelebat didalam benaknya, semuanya merupakan cara2 untuk mencapai kemenangan dari pertempuran tersebut, satu2nya harapan dihadapannya disaat ini hanyalah mencapai kemenangan didalam pertempuran ini.

Goei Lam Yu serta Miauw Be Fang menarik kembali pedangnya masing2 dan mundur kebelakang, Pada waktu ini situati dalam kalangan pertempuran sudah berubah menjadi dua melawan dua, saking terdesaknya Liauw Cing Ce serta Chia Cu Ing telah berdiri menjadi satu pihak.

Didalam hati Goei Lam Yu tahu bahwa pihak lawannya saking terdesaknya menjadi saling bantu membantu, pihak mana saja yang akan mendapatkan kemenangan tersebut mempunyai kemungkinan yang sangat besar sekali, sedang Pada waktu ini cuaca pun sangat gelap.

asalkan dia sedikit mengulur waktu lebih lama lagi saja, sehingga setelah Miauw Be Tek dan Miauw Bie Hoa datang ketempat itu, keadaan didalam pertempuran itu telah dapat berada didalam genggamannya, berpikir sampai disitu dia tersenyum dan menarik napas panjang2.

Liauw Cing Ce serta Chia Cu Ing dengan jarak tiga coen lebih berdiri berbareng, sebenarnya dia tidak menginginkan untuk berdiri satu pihak dengan orang semacam Chia Cu Ing ini tapi saat ini mau tak mau dia terpaksa harus berbuat demikian, dengan dingin dia mendengus dan menyapu sekejap kearah Boen ching.

Goei Lam Yu begitu tampak Liauw Cing Ce memandang kearah Boen ching, hatinya menjadi terasa agak tegang, terpikir olehnya apabila Boen Ching memasuki pihak lawan, sudahlah Cukup untuk membuat situasi Pada saat ini menjadi berubah, tetapi apabila hendak menarik Boen Ching kearah dirinya untuk memberi bantuannya, sudah tentu hal itu tak mungkin akan terjadi, yang terbaik adalah mengharapkan Boen Ching berdiri diluar garis dan tak membantu Liauw Cing ce.

Dia tertawa, ujarnya kemudian.

"Kau datang dari daerah Miauw ciang, aku kira pastilah dikarenakan kitab rahasia Hay Kiam Boh yang menjadi rebutan itu, tetapi entah saat ini kita sedang memperebutkan hal apa ?"

Chia Cu Ing yang sedang mendengarkan perkataan dari Goei Lam Yu itu didalam hatinya menjadi sangat curiga, entah Goei Lam Yu ini slap hendak berbuat apa lagi, didalam sekali pandang saja dia telah mengetahui kalau Liauw Cing Ce tak menginginkan untuk bekerja samat dengan dirinya, setelah menjadi ragu-ragu sejenak kemudian ujarnya.

"Peristiwa mengenai kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh, orang-orang didalam dunia kangouw semuanya telah mengetahui akan hal ini bahkan tempat untuk menyimpan barang pusaka, itupun terletak didalam pagoda Thiang coen Ta ini, aku kira belum lebih banyak lagi orang yang datang kemari, lebih baik kita bekerja sama untuk mengambil benda tersebut, menurut kalian bagaimana ??"

Goei Lam Yu sebenarnya mempunyai tujuan hendak menipu diri Boen Ching untuk meninggalkan tempat ini, maka

dia bersiap hendak bekerja sama dengan diri Chia Cu Ing untuk mengambil kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh tersebut, mendengar perkataan tersebut, dia tertawa dingin dan tak mengucapkan sepatah katapun juga.

Liauw Cing Ce dengan perlahan mendengus, ujarnya.

"Ilmu pedang yang dipelayari oleh Hay Thian Shu kebanyakan terdiri dari Ilmu pedang yang berasal dari partai Mie cong Bun kami, sudah tentu kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh tersebutpun haruslah diambil kembali oleh partai Mie cong Bun kami, juga kau mana mempunyai hak untuk mendapatkannya."

Chia Cu Ing mendengar perkataan tersebut hatinya menjadi sangat gusar, dia yang rambutnya telah memutih semuanya, sedangkan Liauw Cing Ce tak lebih hanyalah seorang gadis yang baru berusia dua puluh tahunan, ternyata demikian tak memberikan muka sedikitpun kepadanya, segera dia tertawa dingin, tanyanya.

"Dengan tenaga seorang, kau kira dapatlah berhasil ??"

Boen Ching yang berdiri disamping diam-diam merasa Cemas, dengan situasi seperti apabila Goei Hong Ing naik keatas pagoda itu, entah harus bagaimana baiknya, tempat ini tak dapat dibandingkan dengan waktu berada didalam perkampungan Pek In chuang di mana Goei Lam Yu dapat menguasai keadaan, Pada saat ini tak berani memastikan kalau Goei Lam Hong Ing tidak menemui bahaya.

Liauw Cing Ce beberapa kali dengan menggunakan sinar matanya memberi tanda kearah Boen Ching agar dia ikut serta didalam urusan ini, tetapi tampak Boen Ching bagalkan ada urusan lain yang sedang diperhatikan, sedang terhadap sinar matanya sedikitpun tidak menampilkan reaksinya, didalam hatinya tanpa terasa menjadi sedikit merasa tidak senang, dengan dingin ujarnya.

"Kalau aku seorang lalu bagaimana ??".

Didalam hati Goei Lam Yupun merasa sangat heran mengapa Boen Ching mendadak bagaikan terhadap keadaan situasi dihadapannya sedikitpun merasa tidak kuatir, dia memandang sekejap kearah Boen Ching kemudian menoleh memandang kearah Liauw Cing ce, sambil tertawa ujarnya.

"Nona Liauw tak usah demikian cemasnya, urusan kita berdua masih belum selesai Pada saat seperti ini entah nona Liauw apakah menyetujui untuk menyelesaikan urusan ini diantara kita berdua??". Didalam hati Liauw Cing Ce merasa sangat heran, mengapa mendadak Goei Lam Yu mengusulkan untuk menyelesalkan urusan diantara mereka dua orang sendiri, dengan perlahan dia menganggukkan kepalanya, sahutnya kePada Goei Lam-Yu.

"Demikianpun paling baik lagi "

Hati Chia Cu Ing menjadi tergetar, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau Goei Lam Yu ternyata dapat berbuat demikian, didalam hatinya terasa agak berdesir, Pada saat datang dalam hatinya merasa semangatnya berkobar-kobar, dia mengira bahwa semua yang dikehendaki pastilah dapat terlaksana, tetapi Pada saat ini tiba-tiba dia merasakan bahwa mati hidupnya telah tergantung ditangan orang lain-Sinar mata dari Goei Lam Yu beralih keatas wajah dari Chia Cu Ing, dalam hati Chia Cu Ing segera sadar kalau Goei Lam Yu segera akan menghadapi dirinya, segera ujarnya.

"Pada saat ini tak mungkin kau dua orang dapat meagambil keputusan dengan seenaknya"

Goei Lam Yu tertawa terbahak-bahak. sahutnya.

"Tujuh buah hioloo kuno penimggalan Thian Jan Shu Pada masa yang berselang telah menggetarkan seluruh Bulim, tetapi tak ada seorangpun yang mengetahui rahasia dari ketujuh buah telapak tangan yang tertera Pada tujuh buah hioloo kuno peninggalan Thian Jan Shu tersebut".

Sehabis berkata dia memandang sekejap kearah Boen ching, kemudian lanjutnya lagi.

"Tetapi sungguh tak kusangka kalau ternyata adalah ilmu Khiekang chiet Kong Kang Khie Kini kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh telah muncul, sedang didalam kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh ini sedikitpun tak terdapat rahasianya sehingga orang yang mendapatkannya segera dapat melatih suatu ilmu yang sangat lihay sekali, hal ini tidaklah mengherankan kalau jago berkepandaian tinggi dari daerah Miauw ciang sangat jauh itu datang kemari, tetapi aku kira kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh tersebut tak dapat didapatkan dengan mudahnya". Dia menarik napas panjang-panjang, dan memandang tajam kearah Chia Cu Ing, ujarnya.

"Kau menginginkan mendapatkan satu bagian, hal itu sangat mudah sekali untuk dilaksanakan, asalkan kau dapat menerima ratusan jurus serangan dari diriku"

Chia Cu Ing yang mendengar perkataan tersebut tertawa terbahak-bahak dengan kerasnya, sahutnya.

"Itupun baik juga aku akan mencoba bagaimana tingginya kepandaian yang kau miliki sehingga dapat menjagoi seluruh bulim serta dapat diangkat sebagai pemimpin kawanan iblis". Goei Lam Yu tertawa, didalam hatinya dia telah mengambil keputusan untuk mengerahkan seluruh tenaga dalam yang dimlikinya guna membinasakan Chia Cu Ing ditempat itu juga . Chia Cu Ing menarik napas panjang, dan memusatkan seluruh perhatiannya untuk menghadapi pihak musuh. Sepasang mata dari Goei Lam Yu dengan tajam menyapu sekejap ketengah kalangan, didalam sekejap mata saja dari wajahnya timbul suatu warna yang kemerah-merahan sedang dari sepasang matanya memancarkan hawa pembunuhan yang sangat tajam sekali.

Sebenarnya Boen Ching sedang kuatir terhadap keselamatan Goei Hong Ing yang sedang berada didalam pagoda tersebut, kini tampak Goei Lam Yu berubah menjadi sedemikian rupa, didalam hatinya merasa sangat terkejut sekali, dia sendiripun mempunyai pengalaman yang luas sekali, sekali pandang saja dia telah mengetahui kalau Pada saat ini Goei Lam Yu telah bangkit hawa pembunuhan didalam hatinya dan kini sedang mengerah kan ilmu tunggalnya yakni ilmu "cie Jie Jen Hong"

Dari ilmu Hiat Mo Kangnya untuk menghadapi pihak lawan-Chia Cu Ing yang tampak sikap Goei Lam Yu berubah menjadi sedemikian rupa, didalam hatinya menjadi berdesir, dengan keras dia membentak.

tubuhnya melayang ketengah udara, pedang panjangnya dengan diliputi oleh suatu sinar warna merah menyapu kearah Goei Lam Yu.

Hawa pembunuhan dari sepasang mata Goei Lam Yu berkelebat tak henti-hentinya, sepasang telapak tangannya diputar, tubuhnya melayang ke udara dengan tangan kosong menyambut kedatangan serangan tersebut.

Sinar mata Liauw Cing Ce berkelebat, dalam hati dia merasa sangat heran, Goei Lam Yu ternyata sangat berani memandang ringan terhadap pihak musuh, sehingga dengan menggunakan tangan kosong menyambut serangan pedang yang dilancarkan oleh Chia Cu Ing, dalam hati dia sadar bahwa dirinya pastilah takkan berbuat begitu.

SUNGGUH tak disangka olehnya begitu sepasang telapak tangan dari Goei Lam Yu yang dilancarkan keluar, kedua orang itu setelah saling serang menyerang sebanyak lima jurus ditengah udara, pedang panjang ditangan Chia Cu Ing dengan keras lawan keras telah dipukul jatuh oleh serangan Goei Lam Yu tersebut.

Chia Cu Ing yang tampak hal ini baginya jadi berdesir, wajahnya berubah menjadi pucat pasi, didalam hatinya diapun sama sekali tidak pernah menyangka kalau Goei Lam Yu dapat

memaksa dirinya melepaskan pedang dari tangan hanya didalam lima jurus saja.

Pada saat dia merasa terkejut tersebut, pikiran untuk melarikan diri segera berkelebat di dalam benaknya, Pada saat ini wajah dari Goei Lam Yu telah berubah menjadi sangat jelek sekali untuk dilihat, suaranyapun telah berubah menjadi sangat berat serta kasar, ujarnya kePada Chia Cu Ing.

"Pada saat ini, kau apakah masih mempunyai niat untuk melarikan diri?"

Chia Cu Ing dengan tangan kosong memandang tajam kearah Goei Lam Yu, sedang dari sepasang matanya memancarkan perasaannya yang sangat ketakutan serta terkejut.

Tubuh Goei Lam Yu bagaikan kilat Cepatnya mendesak kearah tubuh Chia Cu Ing, Chia Cu Ing yang biasanya sangat sombong dan ingin menang sendiri, Pada saat ini bagai kan Seekor domba yang akan menghadapi kematiannya dan mengadakan pergolakannya yang terakhir.

Dengan gusar dia membentak nyaring, sepasang telapak tangannya ditekan kebawah untuk kemudian dilancarkan dengan hebatnya, memgancam dada dari Goei Lam Yu.

Dari tenggorokan Goei Lam Yu mendadak terdengar suara yang sangat aneh sekali, sepasang telapak tangan dengan keCepatan kilat ditepukkan kearah tubuh Chia Cu Ing, segera tampak tubuhnya menjadi tergetar dan terhuyung-huyung mundur dua langkah kebelakang, tubuhnya Sedikit membungkuk dan memuntahkan darah Segar dari mulutnya.

Setelah itu tubuhnya mundur dua tiga langkah kembali kebelakang, sehingga mundur ketepi pagoda tersebut .

Baru saja Goei Lam Yu bersiap hendak sekali lagi melancarkan serangan untuk membinasakan diri Chia Cu Ing,

mendadak terdengar suatu jeritan yang sangat nyaring berkumandan datang dari dalam pagoda tersebut, wajah dari Goei Lam Yu segera berubah dengan hebatnya dengan terhuyung-huyung dia mundur dua langkah kebelakang, wajahnya berobah menjadi pucat pasi, Boen Ching menjadi sangat terkejut, dia tahu Goei Hong Ing menjadi sangat terkejut sekali dan tahu Goei Hoei Ing Pada saat ini masih berada didalam pagoda tersebut, sedang suara jeritan nyaring inipun pastilah berasal dari diri Goei Hong Ing, didalam benaknya segera timbul bayangan dari diri Goei Hong Ing.

Dengan Cepat dia bersiap hendak menerjang masuk kedalam pagoda tersebut, tetapi belum saja dia menggerakkan tubuhnya terdengar suara tertawa kalap berkumandang datang, sebuah bayangan manusia berwarna kuning dengan sangat cepat sekali berkelebat naik keatas pagoda tersebut.

Sekali pandang saja Boen Ching telah dapat melihat, tubuh dari Goei Hong Ing telah dikempit dibawah ketiak orang tersebut .

Goei Lam Yu tidak meranti orang itu sampai dihadapannya, tubuhnya dengan cepat bergerak menubruk maju kedepan, sedang sepasang telapak tangannya dengan seluruh tenaganya membabat orang itu.

Ditengah suara tertawa kalap yang sangat nyaring itu, pukulan telapak tangan dari dua orang itu bertemu dengan dahsyatnya, terlihat hawa yang berwarna kuning serta merah membumbung naik keangkasa, tubuh orang itu tetap tenang-tenang saja berdiri ditempat itu sambil mengempit diri Goei Hong Ing.

Goei Lam Yu tampak serangannya tak mencapai hasil, segera mencabut keluar pedangnya dan memandang orang itu dengan sangat dingin.

Didalam hati Boen Ching sedikit merasa terkejut, wajah dari Goei Lam Yu Pada saat ini berubah menjadi putih kehijau-hijauan dan sangat menakutkan sekali, jika dibandingkan dengan wajah ketika hendak membunuh diri Chia Cu Ing jauh lebih jelek lagi.

Ketika dia mengalihkan sinar matanya memandang orang itu tampak orang yang baru saja datang itu ternyata adalah seorang pemuda berbaju kuning, usianya kurang lebih dua puluh enam tujuh tahunan, wajahnya penuh diliputi oleh sikapnya yang sangat sombong, bagaikan tak seorang pun yang berada didalam pandangan matanya.

Boen Ching tahu bahwa tenaga dalam dari Goei Lam Yu jika dibandingkan dengan orang yang baru datang inijauh lebih tinggi setengah tingkat, tetapi Goei Lam Yu buru saja menggunakan ilmu "cie Jie Jen Hong"

Dari ilmu Hiat Mo Kang, padahal "cie Jie Jen"

Ini harus memusatkan seluruh tenaga dalamnya barulah dapat melancarkan keluar, disamping lagi Goei Hong Ing berada ditangan pihak lawan, hal ini membuat hati Goei Lam Yu menjadi agak terganggu, sehingga mau tak mau membuat tenaga dalamnya menjadi jauh lebih berkurang lagi.

Pemuda berbaju kuning Itu tampak Goei Lam Yu tak dapat berbuat apa-apa terhadap dirinya, dia tertawa dingin, ujarnya.

"Nama Lam Yu Kongcu yang terkenal di seluruh dunia kangouw tak kusangka hanyalah demikian saja, bukankah hanya suatu nama kosong belaka."

Dengan dingin tanya Goei Lam Yu.

"Sejak dia berkelana didalam dunia kangouw selamanya belum pernah bertemu dengan lawan tangguh, cukup yang dapat bertahan sebanyak ratusan jurus dari dirinyapun hampir-hampir tak pernah ditemuinya, tetapi didalam satu malaman saja ternyata terdapat demikian banyaknya jago2

berkepandaian tinggi munculkan diri, mau tak mau membuat hatinya merasa terkejut, ditambah lagi kini Goei Hong Ing terjatuh ditangan orang lain, membuat dia untuk sesaat tak bisa berkutik lagi.

Pemuda berbaju kuning itu tertawa mengejek.

ujarnya.

"Siapakah aku? aku kira kaupun tak perlu untuk mengetahuinya "

Tiba-tiba terdengar Liauw Cing Ce mendengus, dan ujarnya dengan sangat dingin.

"cong Lam Lok Yang Hong kau kira apakah sungguh didalam dunia ini tak ada orang yang mengenali dirimu ?"

Lok Yang Hong bagaikan sedikit merasa terkejut, dan memandang kearah Liauw Cing ce, beberapa saat kemudian barulah sahutnya.

"Hmm .... sungguh tak kusangka ternyata ada orang mengenal juga aku Lok Yang hong.."

Sambil berkata dia memperlihatkan sikapnya yang sangat congkak dan bangga. Goei Lam Yu menarik napas panjang-panjang, ujarnya kePada Lok Yang Hong perlahan.

"cepat letakkan kakak keatas tanah, kaupun juga bukanlah merupakan seorang yang tak punya nama besar, ternyata berani berbuat demikian memalukannya terhadap orang yang tak mengerti kepandaian silat sedikitpun."

Lok Yang Hong memandang kearah Liauw Cing ce, kemudian sambil tertawa ujarnya.

"Nona apakah she Liem ???"

Dengan dingin sahut Liauw Cing ce.

"Lok Yang Hong, kaujanganlah mengira kalau didunia kangouw hanya kau sajalah yang memiliki kepandaian silat yang sangat tinggi, Pada saat ini jago berkepandaian tinggi

jumlahnya bagaikan bintang dilangit, kau masih sangat kurang sekali."

Wajah dari Lok Yang Hong berubah menjadi merah padam, tetapi dia tetap tak mengucap kan sepatah katapun.

Goei Lam Yu telah mencabut keluar pedang Cie Hong Kiamnya dari dalam sarungnya, sepasang alisnya dikerutkan, dan bersiap hendak menggunakan pedang Cie Hong Kiam nya itu untuk membinasakan diri Lok Yang Hong dibawah pedangnya.

Lok Yang Hong tertawa dingin, ujarnya.

"Ketika aku naik keatas pagoda aku melihat dia naik selangkah demi selangkah keatas, saya yang melihat akan hal itu segera membantu dirinya naik keatas, kalau memangnya ini merupakan kakakmu, terpaksa aku akan mengantarkan dia turun kebawah pagoda lagi"

Sehabis berkata, tangan kanannya diayunkan dan melemparkan tubuh Goei Hong Ing keluar pagoda, diikuti dengan tak membuang waktu bersiap melancarkan serangannya dengan menggunakan pedang, terlihat sebilah pedang panjang berwarna kuning keluar dari sarungnya, dan dengan mengerah kan tenaga dalamnya menyerang ketubuh Goei Lam Yu.

Goei Lam Yu dengan gusar bersuit nyaring, pedang Cie Hong Kiamnya berubah menjadi beribu-ribu bayangan menerjang ketubuh Lok Yang Hang, tetapi jalan pergi telah dihalangi oleh Lok Yang Hong.

terpaksa dengan menggunakan seluruh tenaga yang disalurkan kedalam pedang Cing Hong Kiamnya menerjang ketubuh Lok Yang Hong.

Tubuh Goei Hong ing dengan jarak yang tidak begitu jauh dari diri Boen Ching melayang turun keluar pagoda, Liauw Cing Ce sekalian yang berada jauh dari tempat tersebut tak sempat untuk turun tangan memberi pertolongannya.

Boen Ching yang tampak keadaan yang sangat kritis ini, segera melayangkan tubuhnya menubruk kearah Goei Hong Ing.

Begitu tubuhnya melayang kebawah, segera teringat oleh nya kalau sepasang telapak tangannya tak dapat digunakan kembali, hatinya segera terasa berdesir.

ooodwooo Bab 36 DENDAM SEPULUH TAHUN Tangan kanan Boen Ching telah diulurkan kedepan, dan tak mungkin untuk ditarik kembali, apabila tidak mencengkeram diri Goei Hong Ing, kiranya dia segera akan menemui kematian, dalam keadaan yang sangat kritis ini, dia membentak nyaring, terdengar suara yang sangat keras sekali berkumandang, ilmu khiekang chiet Kong Kang Khienya dikerahkan dengan sekuat tenaga, membuat sepasang telapak tangannya yang kaku itu menjadi lancar kembali, bagaikan kilat Cepatnya hawa khiekang chiet-Kong Kang Khie tersebut berputar satu kali keseluruh tubuhnya.

Lima jari dari Boen Ching bagaikan berkaitan dengan keCepatan kilat mencengkeram punggung Goei Hong Ing.

Pada saat itu pemuda berbaju kuning itu telah saling bertukar serangan sebanyak satu jurus dengan diri Goei Lam Yu, diantara berkelebatnya sinar pedang, tampak kedua tubuh orang itu memisah.

Tubuhnya belum saja menapai diatas tanah, pemuda berbaju kuning itu telah dapat melihat bahwa Boen Ching berhasil mencengkeram diri Goei Hong ing, hal ini membuat hatinya menjadi sangat terkejut sekali, menurut apa yang diketahuinya, dengan sudut lemparan waktu melemparkan tubuh Goei Hong Ing itu, dengan menggunakan kedudukan setiap orang yang berada didalam kalangan tersebut tidak

mungkin akan berhasil menolong diri Goei Hong Ing, sekalipun Goei Lam Yu sendiri yang berada di kedudukan Boen Ching tadi juga tidak mungkin akan berhasil menolong diri Goei Hong Ing.

Pada saat dia baru datang, tampak Boen Ching berdiri disamping, ia menganggap orang itu merupakan orang-orang angkatan kedua saja tetapi sungguh tak disangka kalau kepandaian silat yang dimiliki Boen Ching inijauh melebihi apa yang dipikirkan didalam hatinya.

Pikirannya menjadi tergerak.

musuh tangguh Pada saat ini dari diri Goei Lam Yu telah berubah menjadi Boen ching, tubuhnya belum mencapai diatas tanah, pedangnya membalik membabat kepunggung Boen ching, Boen Ching yang merasa hawa khiekang "chiet Kong Kang Khie"

Nya berhasil mengalir ke seluruh tubuhnya, ia merasa sangat girang sekali, ketika mendengar suara sambaran pedang di belakang tubuhnya, dia segera mengerutkan alisnya, ditengah suitan panjang yang sangat nyaring dia telah meletakkan tubuh Goei Hong Ing ke atas tanah, tubuhnya dengan cepat berputar, hawa khiekang "ciet Kong Kang Khie"

Nya pun segera dilancarkan keluar.

Pemuda berbaju kuning itu ketika melancarkan Serangannya dengan menggunakan pedang di punggung Boen ching, begitu dia mendengar suara suitan panjang dan nyaring tersebut, hatinya menjadi sangat terkejut sekali, dari depan tubuhnya terasa suatu hawa yang sangat tajam dan dahsyat menekan ke dadanya.

Sinar matanya menjadi berkelebat, didalam hatinya diam2 dia mendengus, pedang panjang di tangan kanannya dengan mengerahkan tenaga dalamnya disentil ke muka, terlihat hawa pedang meliputi seluruh angkasa, dan menyambut sedang telapak tangan dari Boen Ching yang sedang melancarkan serangan tersebut.

Terlihat tujuh buah sinar yang sangat menyilaukan mata muncul disekitar tempat itu, diantara berkelebatnya sinar

tersebut, terdengar suara dengusan yang sangat berat, pemuda berbaju kuning itu berturut2 mengundurkan dirinya ke belakang, Pada saat sinar berwarna warni itu menggulung, pedang panjang ditangan pemuda berbaju kuning itu telah tergulung keatas dan tergetar hingga hancur berkeping2.

Begitu Boen Ching menggunakan ilmu saktinya, seluruh orang yang hadir ditengah kalangan itu tak seorang pun yang tidak berubah wajahnya, mereka sadar bahwa dirinya tak mungkin akan dapat memiliki kepandaian yang demikian tingginya itu.

Pemuda berbaju kuning itu setelah berdiri termangu-mangu beberapa saat, dia memandang sekejap kearah Boen ching, sedang dari mulutnya terlihat tersungging suatu senyum yang sukar sekali untuk diraba apa maksudnya tampak dia membalik kan tubuhnya dan lari turun dari pagoda tersebut.

Goei Lam Yu tiba2 tertawa dingin, tubuhnya bagaikan kilat Cepatnya berkelebat mengejar kearah pemuda berbaju kuning itu, sedang Pada mulutnya membentak.

"Kau ingin pergi dari tempat ini? tak demikian mudahnya "

Pemuda berbaju kuning itu tertawa panjang dengan dinginnya, setelah dua kali saling beradu pedang dan telapak tangan, dia mengira nama besar dari Goei Lam Yutak lebih hanya demikian saja, dan tak lebih hanyalah seimbang, dengan kepandaian yang dimiliki dirinya.

Dia sambil membalikkan tubuhnya melancarkan serangan, empat buah telapak tangan segera bertemu menjadi satu, terlihat hawa merah dan kuning membumbung tinggi keangkasa, sedang pemuda berbaju kuning itu dengan terhuyung-huyung mundur beberapa langkah kebelakang.

Goei Lam Yu sekali lagi tertawa dingin, sepasang telapak tangannya dengan mendatar di depan dada didorong kedepan, dia bersiap untuk menggunakan seluruh tenaga

dalamnya untuk mengalahkan pemuda berbaju kuning dibawah tangannya.

Pemuda berbaju kuning itu juga bukanlah merupakan seorang yang bodoh, apa lagi sekalipun dia dengan keras melawan keras, melawan diri Goei Lam Yu juga tak lebih hanya kalah setengah tingkat saja, sekalipun Pada saat ini dia mempunyai niat untuk meninggalkan tempat itu, tetapi serangan yang dilancarkan Goei Lam Yu masih tetap menerjang kearah nya dengan gencar.

Sedari dia melayang kan tubuhnya keluar dari pagoda tersebut, Pada saat dia membalikkan tubuhnya, dia telah mencapai ditingkat paling bawah dan melarikan diri dari tempat tersebut.

Goei Lam Yu tampak serangannya mencapai ketempat yang kosong, ditambah lagi tampak pemuda berbaju kuning itu telah meninggalkan tempat itu, dia segera menarik napas panjang-panjang dan tak mengucapkan kata-kata lagi, sambil membalikkan tubuhnya dia memandang kearah Boen Ching serta Goei Hong Ing yang berdiri disampingnya.

Boen Ching melirik memandang kearah Goei Hong Ing mendadak dia merasakan bahwa dirinya berdiri terlalu dekat dengan diri Goei Hong ing, tanpa terasa wajahnya menjadi agak panas, dengan cepat dia bergeser dua langkah ke kanan.

Sekalipun Pada diri Goei Hong Ing terjadi perubahan yang besar, tetapi dia agak tampak timbul warna kemerahan yang menghiasi pipinya, sepasang matanya memancarkan sinar yang sangat bening.

Boen Ching dengan diam-diam melirik kearahnya sekejap.

tetapi kemudian menundukkan kepalanya kembali tak berani untuk melihat lagi.

Goei Hong ing ini sangat mirip sekali dengan diri Bwee Giok, bukan saja wajahnya bagaikan pinang dibelah dua,

bahwa sikap serta gerak-geriknya tak ada perbedaan sedikitpun dengan diri Bwe Giok.

Dia tak dapat memikirkan diantara diri Goei Hong Ing ini dengan diriBwee Giok terdapat perbedaan ditempat mana, tetapi orang yang berada disampingnya Pada saat ini ternyata adalah Goei Hong Ing, dan bukan Bwee Giok yang dia pikirkan siang malam, tak terasa lagi hatinya terasa menjadi terbuka dia menghela napas panjang.

Tampak Goei Lam Yu berjalan mendekati diri Goei Hong ing sambil bertanya.

"cici mengapa kau datang kemari?"

Goei Hong ing tersenyum, sahutnya.

"Pada saat ibu hendak meninggal dunia, dia telah menyuruh aku menjaga dirimu, mengapa kau selalu tidak mendengar perkataanku, janganlah dikarenakan sedikit urusan keCil saja telah ribut dengan orang lain"

Goei Lam Yu tak dapat berbuat apa2 sambil tertawa sahutnya.

"Baiklah aku tak akan ribut lagi, mari aku pulang kerumah?"

Boen Ching mendongakkan kepalanya, memandang kearahnya, sedang didalam hati pikirnya.

"Goei Hong Ing jadi orang sungguh sangat baik sekali, sedang Goei Lam Yu itu sebenarnya merupakan orang jahat, tetapi dibawah perkataan yang diucapkan oleh Goei Hong Ing ternyata dia demikian penurutnya, urusan ini sungguh sama sekali tak pernah kuduga sebelumnya."

Dia tidak mengetahui mengapa Goei Lam Yu dapat berbuat demikian, tetapi karena inilah sikapnya terhadap diri Goei Lam Yu timbul perasaan simpatiknya, hanyalah diluaran Goei Lam Yu masih berbuat jahat, sehingga dia masih tetap merupakan seorang yang sangat menakutkan.

Terlihat Goei Hong ing sambil tersenyum menganggukkan kepalanya, ujarnya.

"orang ini telah menolong diriku, dan aku belum mengucapkan terima kasih kePada dirinya?"

Dengan Cemas sahut Goei Lam Yu.

"cici tak perlu merisaukan akan hal ini, orang itu bernama Boen ching, dan merupakan kawan baikku, nanti sekalian aku mengucapkan rasa terima kasih kePada dirinya "

Goei Hong Ing menganggukkan kepalanya, Boen Ching yang membelakangi diri Goei Hong Ing tak mengetahui entah bagaimana perasaannya Pada saat ini, hatinya mendadak menjadi tergetar, dan memutarkan tubuhnya, ujarrya kePada Goei Hong ing.

"Nona Goei cayhe mempunyai suatu urusan yang hendak kutanyakan, entah apakah nona Goei mau memberi bantuan kePada diriku ??"

Goei Hong Ing dengan tajam memandang sekejap kearah Boen ching, dari sepasang matanya memancarkan sinar yang kebingungan, sejenak kemudian barulah sambil tertawa sahutnya.

"Urusan apa coba kau katakanlah "

Goei Lam Yu berdiri disamping, dari sepasang matanya memancarkan sinar mata yang sangat tajam, tetapi Pada bibirnya masih tetap tersungging suatu senyuman.

Sepasang mata dari Liauw Cing Ce dengan tajam terus menerus memandang keatas wajah dari Goei Hong Ing, tetapi tak jarang pun beralih keatas wajah dari Goei Lam Yu dan Boen ching.

Mendadak ujarnya kepadi diri Goei Hong Ing.

"Nona Goei, kepandaian silat yang kau miliki sungguh tidak rendah, entah siapakah sebenarnya suhumu?"

Goei Lam Yu mengerutkan alisnya, sedang senyuman yang menghiasi diatas bibirnya pun segera lenyap. Goei Hong ing

yang mendengar perkataan itu menjadi tertegun, sambii tertawa kemudian sahutnya.

"Kau ini sedang berbicara tentang apa? aku sama sekali tak dapat main silat"

Boen Ching yang mendengarkan perkataan tersebut, hatinya menjadi tergetar, dan mengangkat kepalanya memandang sekejap kearah Goei Lam Yu serta wajahnya dari Goei Hong Ing.

Pada saat itu wajah dari Goei Lam Yu telah berubah menjadi seperti sedia kala, sedang Sikap dari Goei Hong Ing masih biasa saja, sedikitpun tak nampak sikap yang dibuat-buat, dengan perlahan-lahan dia menarik kembali sinar matanya.

Goei Hong Ing sambil tersenyum bersiap hendak membuka mulut untuk menyahut, mendadak terdengar Liauw Cing Ce mendengus dengan dinginnya, ujarnya.

"Nona Goei berbuat demikian bukankah terlalu tidak memandang sebelah matapun kePada kami "

Goei Lam Yu menolehkan kepalanya memandang tajam kearah Liauw Cing ce, dari matanya tampak berkelebatnya suatu sinar membunuh yang hebat, dengan tawar ujarnya.

"cici ku ini sama sekali belum pernah belajar ilmu silat, Nona Liauw mengapa harus demikian mendesaknya terhadap dirinya"

Goei Hong Ing tertawa, sahutnya pula.

"Perkataan yang diucapkan adikku ini sedikitpun tidak salah"

Liauw Cing Ce dengan sinar mata yang tidak percaya memandang sekejap kearah dua orang itu, dia tahu apabila Goei Hong Ing itu memiliki kepandaian silat juga tak ada halangannya untuk berbicara secara terus terang kepadanya, tetapi dia sekalipun belum pernah melihat Goei Hong Ing itu menggunakan kepandaian silat, tetapi jika dilihat dari sikap

serta tindak tanduk dari Goei Hong Ing itu, membuktikan kalau Goei-Hong ini memiliki kepandaian silat yang tidak rendah.

Didalam hati Boen Ching mempunyai perasaan serta cara berpikir yang sama dengan cara berpikir dari Liauw Cing Ce, tapi dia tak kuat untuk menahan sinar mata dari Goei Hong Ing itu demikian bebasnya, dan demikian menarikuya, membuat dia mau tak mau harus mempercayai segala perkataan yang diucapkan oleh Goei Hong Ing itu adalah ucapan yang sebenarnya, dia tak dapat lagi mencurigai dirinya.

Sambil tertawa tanya Goei Hong Ing kePada diri Boen Ching.

"Kau mempunyai urusan apakah, silahkan untuk berbicara, apabila aku dapat memberi kanjawabannya aku pastilah akan membantu kau."

Boen Chiag tertawa sahutnya.

"Suhuku Ie Bok Tocu serta beberapa orang cianpwe jejaknya sampai kini tak jelas, kalau dapat mengharapkan nona Goei mau memberi bantuan kepadaku untuk mencarikan berita dan jejak mereka."

Mendengar perkataan tersebut Goei Hong Ing tersenyum sahutnya.

"Aku tak mengetahui jejak dari suhumu, tapi aku akan membantu dirimu untuk mencarikan berita dan jejak mereka, setelah mengetahuinya aku akan memberitahu kePada dirimu baikkah."

Boen Ching tertawa, ujarnya.

"Adikmu mengetahuinya, apabila nona Goei mau memberikan bantuannya, dapatlah bertanya kePada adikmu itu."

Goei Hong Ing menjadi tertegun, tanyanya kePada Goei Lam Yu.

"Apa yang ditanyakan oleh Boen Siauwhiap apakah kau mengetahuinya ?

apabila kau mengetahuinya seharusnya kau memberi tahu kan kePada Boen siauwhiap.

bukankah dia adalah kawan karibmu ?"

Goei Lam Yu menjadi ragu-ragu untuk sesaat, sambil tertawa kemudian sahutnya.

"Jejak dari suhunya Ie Bok Tocu, aku sendiri juga tak begitu jelas tapi secara garis besarnya aku mengetahui sedikit "

Dengan dingin ujar Liauw Cing Ce.

"Tentang urusan ini kau tak perlu untuk berbicara secara berputar Ie Bok Tocu dari daerah lautan Timur telah pergi kegurun, bukankah itu telah sangat jelas sekali."

Hati Boen Ching terasa agak tergetar, sambil membalikkan tubuhnya tanyanya kePada Liauw Cing Ce.

"Suhuku mengapa berangkat kesana, apakah nona Liauw mengetahuinya?"

Dia berhenti sejenak kemudian dengan ragu-ragu ujarnya lagi.

"Dapatkah kau memberitahukan kepadaku?"

Liauw Cing Ce dengan tawar sahutnya .

"Aku kira kali ini tak dapat memenuhi harapan dari Boen Siauwhiap. urusan ini sangat jarang sekali orang yang mengetahui nya ."

Sehabis berkata dia menengok kearah Goei Lam Yu serta Goei Hong Ing. Goei Lam Yu tertawa ujarnya.

"Ie Bok Tocu beserta keempat orang suhengnya berangkat menuju ke gurun pasir, kemungkinan sekali dikarenakan putri dari Ie Hok Tocu, sedang lainnya aku tak mengetahui dengan jelas"

"ooh..."

Sahut Boen Ching, sedang bayangan dari Shie Siauw Inpun segera berkelebat didalam benaknya, dengan

perlahan ia menundukkan kepalanya.

Goei Lam Yu mengerutkan alisnya, diapun tidak mengucapkan sepatah katapun juga .

Boen Ching dengan perlahan mendongakkan kepalanya dantanyanya lagi kePada Goei Lam Yu.

"Masih ada, aku hendak mengetahui bagaimana jejak selanjutnya dari diri Pak Leng Sianseng sekalian, Goei Kengcu apakah dapat memberikan sedikit keterangan kepadaku ?"

Goei Lam Yu tertawa tawar, ujarnya kePada Goei Hong Ing.

"Cici aku tak mengetahui siapakah yang disebut sebagai Pak Leng Sianseng itu "

Sehabis berkata dia tertawa. Goei Hong Ing memandang tajam kearah Goei Lam Yu kemudian tanyanya.

"Sungguhkah?? kau sungguh tak mengetahuinya ?"

Goei Lam Yu menundukkan kepalanya sahutnya.

"Tidak tahu "

Goei Hong Ing dengan tajam memperhatikan diri Goei Lam Yu, sejenak kemudian, dia menundukkan kepalanya dengan perlahan, setelah lewat beberapa saat lamanya, ujarnya kePada Boen Ching.

"Adikku ini benar-benar tak mengetahui nya, Pada hari kemudian apabila aku telah berhasil mencarikan kabar pastilah akan memberitahukan kePada dirimu "

Boen Ching tampak sikap dari kedua orang itu didalam hatinya dia telah mengetahui sebagian besar, dia hanya tertawa tawar, dan menutup mulutnya sambil memandang kearah Liauw Cing Ce.

Liauw Cing Ce yang tampak Boen Ching memandang kearahnya segera memalingkan kepalanya kearah Goei Lam Yu kakak beradik, dan sama sekali tak mau memperdulikan diri Boen Ching lagi.

Goei Lam Yu mendongakkan kepalanya menyapu sekejap ke seluruh kalangan, kemudian ujarnya kePada Goei Hong Ing.

"Cici mari kita pulang."

Goei Hong Ing memandang sekejap kearah orang-orang yang berada ditempat itu, kemudian menganggukkan kepalanya. Mendadak terdengar Liauw Cing Ce membentak.

"Tahan urusan diantara kita berdua belum selesai "

Goei Lam Yu menjadi tertegun, dia sama sekali tak pernah menyangka kalau Liauw Cing CePada saat dan tempat seperti itu dapat mengeluarkan kata-kata seperti ini, untuk sesaat dia menjadi berdiri termangu-mangu memandang kearah Liauw Cing Ce, dan tak mengucapkan sepatah katapun juga .

Liauw Cing Ce dengan sangat congkak berdiri tegak, bagaikan disampingnya telah tiada orang lagi.

Goei Hong Ing mengerutkan alisnya tanyanya Pada Goei Lam Yu.

"Adik sebenarnya kau dengan nona ini mempunyai urusan apa ?"

Boen Ching memandang sekejap kearab Liauw Cing Ce didalam hatinyapun dia merasa heran, Liauw Cing Ce mengapa secara mendadak dapat mengambil keputusan untuk menyelesalkan persoalannya Pada saat itu juga dengan Goei Lam Yu, didalam hatinya dia tak menginginkan terjadinya kembali perbuatan ditempat itu hanya dikarenakan satu persoalan yang tak penting oleh karena masih adanya Goei Hong Ing ditempat tersebut pula didalam persoalan ini.

Terdengar Goei Lam Yu sambil tertawa ujarnya.

"Dia menginginkan sebuah gambar peta dari diriku, dan gambar peta tersebut mempunyai hubungan yang erat dengan kitab rahasia Hay Thian Kiam Boh itu "

Ujar Goei Hong Ing.

"Bukankah kita telah hidup dengan sangat baik sekali ?? mengapa harus dikarenakan sebuah gambar peta bertengkar

dengan orang lain, dia apabila menghendaki berikanlah kepadanya"

Goei Lam Yu tersenyum sahutnya.

"Baiklah..."

Sehabis berkata dia merogoh kedalam sakunya mengambil keluar sebuah kulit kambing dan disodorkan kearah Liauw Cing Ce.

orang yang berada didalam kalangan itu menjadi tertegun semuanya, sampaipun Liauw Cing Ce juga tak berani mengulurkan tangannya untuk menyambut, Goei Hong Ing dapat mengucapkan kata-kata itu saja telah diluar dugaannya, kini Goei Lam Yu mau berbuat demikian sudah tentu sama sekali dia tak pernah menduganya.

Goei Lam Yu tertawa ujarnya.

"Nona Liauw aku lihat kita tak perlu bertempur lagi, kakakku menyuruh aku menyerahkan gambar peta ini kepadamu, kau terimalah"

Liauw Cing Ce menjadi ragu2 untuk sesaat, ia tak percaya kalau Goei Lam Yu dapat berbuat demikian murah hatinya, tapi setelah dia membuka mulutnya, Goei Lam Yu ternyata demikian menurutnya, mana dia dapat tak pergi menerimanya ??

Setelah termenung sejenak berpikir keras segera dia mengulurkan tangannya untuk menyambut, Pada saat dia mengulurkan tangannya itulah secara diam2 membuat persiapan dalam hati pikirnya.

"Sekalipnn kau mempunyai siasat licik serta kejam seperti apapun, apa kau kira aku takut kepadamu ??"

Tapi sampai dia telah menerima gambar peta itupun, Goei Lam Yu tetap tak mengadakan gerakan yang lain, dalam hati Liauw Cing Ce sedikit merasa heran, dia sambil mempersiapkan dirinya untuk menghadapi serangan dari Goei Lam Yu, sambil mementangkan gambar peta tersebut, sekali

pandang saja dia telah dapat melihat dengan jelas kalau gambar peta tersebut persis dengan miliknya, dia tahu bahkan peta tersebut bukan palsu, hatinya menjadi agak lega.

Goei Lam Yu tertawa, ujarnya kemudian kePada Goei Hong Ing.

"Cici mari kita pergi"

Goei Hong Ing memandang sekejap kearah Boen Ching, agaknya dia hendak berbicara tentang sesuatu tetapi kemudian dibatalkan, segera ia menganggukkan kepalanya, bersamaan Goei Lam Yu turun dari atas pagoda tersebut.

Baca Juga: Pedang Angin Berbisik 8

Baca Juga: Senyuman Dewa Pedang 4

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert