Eps 7 Pedang Pusaka Dewi Khayangan - Khu Lung
Baca online Pedang Pusaka Dewi Khayangan - Khu Lung
Cersil Pedang Pusaka Dewi Khayangan - Khu Lung.
Apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dia dapat segera memben bantuan.
Di bagian depan musuh sudah menerjang masuk bahkan sudah bergebrak dengan pihak mereka Ada sa]a kemungkman bahwa kedua belah pihak bisa terluka, namun suara pertentpuran mereka tidak terpancar ke dalam Oleh sebab itu mereka yang menjaga di bagian paling dalam goa sama sekali tidak tahu apa yang telah teriadi.
Keadaan di da !am sana masih tetap sunyi mencekam.
Waktu terus merayap Kirakira sepenanakan nasi kembali telah berlalu Song loya cu masih tetap bersila seperti semula Belum kelihatan tandatanda akan sadar Diamdiam dalam hati Ciok Ciu Lan timbul kecurigaan Dia tenngat kata kata Wi ting sin tiaw yang meminta mereka berjagaiaga se andamya orang ini bukan bengcu yang asli Ada kernungkinan orang ini btsa menyerang mereka secara mendadak.
Apakah dia sebenarnya sudah siuman sejak tadi tapi sengaja tidak mau membuka matanya?
Mungkin dia menunggu kesempatan ketika kami lengah dan bermaksud menyerang kami?.
Mendapat pikiran demikian, hati Ciok Ciu Lan semakin pamk Tangan kinnya yang me megang tabung Pek li hiang mencengkeram semakin erat Matanya sama sekali tidak ber kedip memperhatikan Song loya cu Dia bersiapsiap turun tangan setiap waktu.
Su Po Hin yang menyembunyikan diri di mulut goa dan berjaga-jaga juga sudah menghunus pedangnya sejak tadi Matanya mendelik mengawasi dalam goa dia bersiap turun tangan kapan waktu saja apabila diper lukan.
Dia juga berjaga-jaga menghadapi komplotan penjahat yang mungkin menyer bu dan luar goa.
Hanya pedang lemas Yok Sau Cun yang masih belurn dikeluarkan Penampilannya juga sangat tenang Hal ini disebabkan rasa hormatnya kepada Song loya cu Dia menganggap meskipun Song loya cu yang satu ini palsu atau bukan tetap merupakan halyang tidak sopan apabila dia menatapnya sambil menggenggam sebatang pedang Dia lebih suka Song loya cu yang merupakan samaran komplotan penjahat menyerangnya terlebih dahulu, baru dia menghunus pedang lemas nya.
Justru karena rasa hormatnya itu, dia tidak menganggap Song ioya cu yang ada di hadapannya itu palsu Dengan sendiriny penampilan Yok Sau Cun juga tidak setegang Ciok Ciu Lan maupun Su Po Hin.
Lilin, meskipun tidak ada angin, tetap bergerakgerak Di dalam goa yang besar dan remangremang serta hanya diterapgi oleh sebatang lilin, tentu timbul kesan semakin mencekam Dinding batu yang bertonjolan, ditambah kepekatan malam serta lilin yang bergerakgerak membuat perasaan mereka seperti berada di alam yang lain.
Kesunyian ini berlalu lagi kirakira se peminuman teh panas Song loya cu masih belum sadar juga Ciok Ciu Lan sudah mulai tidak sabar Alisnya terangkat berkalikali.
"Yok toako, mengapa Song loya cu masih belum sadar juga'? Apakah obat penawarnya tidak cukup?"
Tanyanya dengan suara rendah. Yok Sau Cun menggelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin Terang terangan Kim toako mengatakan bahwa obat penawar ini sangat manjur hanya boleh diminum sebanyak lima bagian Karena Song loya cu sudah cukup lama terserang racun, maka aku sengaja membennya sebanyak lima bagian Itu sudah merupakan dosis tertinggi" .
"Kalau begitu " . Baru saja dia mengucapkan dua patah kata, terdengar Song Ceng San mengeluar kan suara batuk batuk Kedua orang itu langsung menoleh ke arahnya. 'Merepotkan kalian berdua yang harus menjaga di sini Sebenarnya lohu sudah sa dar sejak tadi Hanya saja tenaga dalam lohu sudah lama buyar sehingga ketika tersadar memerlukan waktu untuk menghimpunnya kembali ". Diam diam Ciok Ciu Lan beriagajaga Namun bibirnya mengembangkan seulas se nyuman.
"Tentunya tenaga dalam Song loya cu sudah pulth kembali sekarang?'. Song Ceng San tertawa lebar. 'Meskipun belum seluruhnya tapi setidaknya sudah pulih sebanyak delapan sembilan bagian Lohu benar-benar harus bertenma kasih kepada Yok laote " . Yok Sau Cun cepatcepat menjura "Song loya cu jangan sekalisekali berkata demikian. Kau orang tua terkena racun disebabkan oleh loanpwe. Meskipun loanpwe berhasil mendapatkan obat penawar namun tetap saja tidak dapat membayar apa yang sudah terjadi Dalam hati loanpwe masih merasa menyesal ."
"Ha ha ha ". Song Ceng San tertawa bebas Perlahan lahan dia bangkit berdiri.
"Yok laote jangan terusterusan menya!ahRan diri sendiri Komplotan perijahat ini sudah mempunyai rencana yang matang Mereka memang bertujuan untuk membo kong lohu Pada suatu han, meskipun bukan Yok laote yang mengantarkan surat beracun, mereka pasti mempunyai cara yang lain Sedangkan matamata pihak mereka sudah menyusup ke dalam, cepat atau lambat mereka pasti mempunyai cara untuk meracuni lohu" . Melihat Song Ceng San yang tiba-tiba berdiri, Ciok Ciu Lan menjadi panik lagi. Tanpa sadar kakinya mundur satu langkah Selesai berkata, Song Ceng San mengelus etus jenggotnya Kepalanya menoleh memperhatikan Yok Sau Cun dan Ciok Ciu Lan Mendadak alisnya mengerut, dia seakan baru teringat tentang sesuatu.
"Yok laote, lohu ingat sebelum minum obat penawar racun, kau mengatakan apabila lohu tidak terserang Sang kung ji tok, asli atau palsunya akan segera ketahuan Entah bagaimana cara Yok laote ingin menguji lohu sekarang'?" . Baru saja ucapannya selesai, tampak Wi ting sin tiaw masuk ke dalam dengan tergesa-gesa Dia melihat Song Ceng San sudah tersadar dan sedang berbincangbmcang dengan kedua pasangan remaja itu Dia segera menghampin dan menjura dalam-dalam.
"Selamat kepada Bengcu atas punahnya racun yang mengendap di dalam tubuh.'. Song Ceng San tersenyum simpul.
"Beng toheng iangan memben selamat dulu Ka!au memang ada orang yang menyamarsebagai Lohu kawan atau lawan masih belum jelas Kita harus membuktikannya agar tidak timbul kecurigaan di kedua pihak Lohu ingin mendengarkan pendapat Yok iaote agar kita sama-sama tenang '.
Wi Ting sin tiaw langsung menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Song Ceng San.
"Apa yang dikatakan o!eh Beng cu memang tepat sekali Yok Siauhiap coba je!askan agar kita semua dapat mendengar '.
"Cayhe tenngat han itu mewakili komplotan penjahat mengantarkan surat beracun kepada Song loya cu Ketika itu cayhe sudah cukup banyak juga berbincangbincang dengan Song loya cu Namun pada saat tertentu, karena Song loya cu terserang ra cun, Ciek Congkoan masuk ke perpustakaan untuk mengambil obat penawar Di dalam ruangan utama tinggal cayhe dan Song loya cu berdua Kalau Song loya cu dapat menguraikan apa yang kita bicarakan pada saat itu, bukankah hal ini membuktikan bahwa Song loya cu yang di hadapan cayhe sekarang bukan samaran komplotan penjahat itu?"
Kata Yok Sau Cun mengemukakan pendapatnya. Mendengar kata kata Yok Sau Cun, Wi ting sin tiaw mengangguk berapa kali. Namun dia tidak mengatakan apa-apa. Sedangkan Song Ceng San tertawa terkekehkekeh.
"Yok laote, kau minta lohu mencentakan kembali bait pembicaraan yang mana?".
"Boanpwe ingat ketika Song loya cu sudah menelan obat penawar, pada waktu itu loya cu mengatakan bahwa kedatangan boanpwe dan Hun Tai san pasti bukan karena urusan biasa " . Song Ceng San menganggukkan kepalanya.
"Tidak salah Pada waktu itu Yok laote menceritakan bahwa kedatanganmu adalah untuk memenuhi dua permintaan Suhumu. Yang pertama adalah mencan putranya yang htlang enam befas tahun yang lalu Putranya itu mempunyai tanda merah di atas afis sebelah kin Mengenai persoalan yang kedua,. Suhu Yok laote tidak mengatakannya Dia ]uga tidak bersedia mengatakan Justru di kaki gunung Hun Tai san, Yok laote bertemu dengan seorang tua yang memben petunjuk bahwa hanya dengan sepatah ucapan dari tohu saja maka permintaan Suhumu yang kedua akan terpenuhi, betul kan?" . Yok Sau Cun juga menganggukkan kepalanya.
"Betul Dapatkah Song loya cu menceritakan apa yang dikatakan selanjutnya?".
"Lohu langsung menyetujui Yok laote langsung menanyakan kepada lohu 'Apa sebenarnya permintaan Suhu itu?
Lohu menjawab 'Apabila Suhumu tidak bersedia mengatakannya lohu juga tidak boleh mengatakan apa-apa .' kata Song Ceng San selanjutnya.
Mulut Yok Sau Cun terbuka sedikit Tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu tapi kemudian dia menahan dirinya Song Ceng San melanjutkan kembali kata katanya.
"Pada waktu itu lohu juga mengatakan bahwa enam belas tahun yang lalu, lohu pernah berjanji kepada Suhumu, apabila dia sanggup menerima dua puluh jurus dari lohu, maka lohu akan menjelaskan masalahnya sampai tuntas Ternyata saat itu Yok laote yang datang 0!eh karena itu pula lohu memutuskan memberi batas satu jurus ilmu pedang lohu saja sebagai pengganti syarat yang pernah diajukan oleh lohu enam belas tahun yang silam " . Wi ting sin tiaw pura-pura terkejut.
"Apakah Yok siauhiap benar-benar mencoba satu |urus ilmu pedang Bengcu'?" . Belum lagi Yok Sau Cun menyahut, Song Ceng San sudah tertawa terkekeh-kekeh.
"Demi memenuhi permintaan suhunya, tentu Yok laote harus menerima sejurus ilmu pedang lohu" . Wi ting sin tiaw memperhatikan kedua orang itu secara bergantian.
"Bagaimana hasilnya?".
"Pada saat itu di taman belakang sudah dihidangkan berbagai macam hidangan Lohu meminta sebatang sumpit makan sebagai pengganti pedang Sedangkan Yok laote mengeluarkan sebatang pedang yang lemas Jurusnya yang pertama adalah Tian Tao tiong ho (Peraturan Tian selalu adil) dan Bu Tong pai Kemudian di tengah jalan gerakannya berubah menjadi jurus Go gwe hui hua. (Bunga-bunga bermekaran di bulanlima ) dan Kong Tong pai. Pedangnya memutar laksana bungabunga bermekaran Sungguh jurus yang indah Namun berhasil dipecahkan oleh sumpit di tangan lohu. Jurus ketiga yang dikerahkan oleh Yok laote adalah Kung Ciok Kui can (Burung merak mengembangkan ekor) dari Go Bi pai Tetapi dia sempat dibuat tergetar oleh sumpit lohu, bahkan pedang lemasnya kena tertebas sebagian ujungnya Pada saat itu juga lohu merasakan daya racun mulai bekerja dan tenaga dalam lohu sirna seketika "
Bercerita sampai bagian itu, dia menoleh kembali kepada Yok Sau Cun.
"Yok laote, ucapan lohu tidak salah bukan?". Yok Sau Cun menganggukkan kepalanya.
"Apa yang dikatakan oleh Song loya cu memang tepat sekali." . Kembali Song Ceng San tertawa terkekeh-kekeh. Dia mengelus elus jenggotnya.
"Ka!au begitu, tentu lohu bukan barang palsu bukan?"
Tanyanya tenang.
"Betul ."
Yok Sau Cun berhenti sejenak.
"Hanya saja. ' Dia hanya mengucapkan dua patah "
Hanya saja " , kata-kata yang seterusnya tidak dijelaskan. Mata Song Ceng San bersinar tajam. Mana mungkin dia tidak melihat wajah Yok Sau Cun yang tersipusipu Matanya mengawasi lekat-lekat.
"Yok laote, ada ucapan apa yang masih ingin disampaikan? Katakan saja terus terang. Lohu tidak akan marah.
". Tiba-tiba Ciok Ciu Lan tertawa kecil.
"Song loya cu, maksud hali Yok toako, aku mengerti sekali Bagaimana kalau aku saja yang mengatakannya?" . Sinar mata Song Ceng San beralih kepada Ciok Ciu Lan. Dia tertawa lebar.
"Boleh . Tentu saja boleh ..".
"Bukankah Yok toako tadi ada mengatakan, apabila Song loya cu tidak terserang Sang kung jitok, maka benar atau tidaknya langsung akan ketahuan'?" .
"Benar!"
Sahut Song Ceng San Tiba-tiba dia seperti tersadar "Apakah maksud Yok laote ! ng "Sebagai Bulim toa lo, Song loya cu memiliki ilmu pedang yang khas Cara menguji dengan ilmu silat adalah jalan yang terbaik untuk meyakinkan diri bahwa Song 1oya cu benarbenar bengcu yang asli," Kata Wi Ting sin tiaw. "Justru itu Yok toako pernah dikalahkan oleh Song loya cu, dia malu membuka mulut kepada kau orang tua," Tukas Ciok Ciu Lan. Kembali Song Ceng San tertawa lebar "Tidak apa-apa " Dia menoleh kembali kepada Yok Sau Cun "Entah dengan cara bagaimana Yok [aote mgin menguji lohu?" Ciok Ciu Lan t? rsenyum simpul. "Bukankah tadi Song loya cu sudah menguraikannya sendiri? Lebih baik mengulangi apa yang dikatakan oleh Song loya cu agar kita dapat menyaksikan keOenarannya langsung dan bukan sekedar meraba dan kata-kata," Tukas gadis itu cerdik sekali Song Ceng San agak bingung "Apa yang dikatakan lohu tadi?" "Kau orang tua yang mengatakan sendiri bahwa dengan sebatang sumpit, kau telah mengutungkan ujung pedang lemas mi!ik Yok toako Justru maksud Yok toako agar Song loya cu menunjukkan sekali lagi kejadian tempo hari, yaitu menggunakan sebatang sumpit mengutungkan u]ung pedang Yok toako Apabila benar kau orang tua sanggup melakukannya, bukanhah sud,ah membuktikan bahwa Song loya cu adalah barang tulen?" Kata Ciok Ciu Lan selanjutnya. Song Ceng San tertawa terbahak-bahak. "Akal ini benar-benar bagus sekali!" Dia menganggukkan kepalanya berkalikali "Tapi, dan mana kita mendapatkan sumpit yang sama'?". Ciok Ciu Lan memungut sebatang bambu kecil dan atas tanah. "Su'mpit tidak punya, bagaimana dengan T)atang bambu ini? Batang bambu ini biasanya 'digunakan oleh Ca Popo sebagai alat untuk membidikkan panahnya. Di atas tanah terdapat banyak sekali," Kata Ciok Ciu Lan. "Tentu saja boleh Apabila sumpit dapat digunakan sebagai pengganti pedang, otomatis batang bambu itu ]uga bisa " Dari kata-katanya ini saja, sebetulnya sudah dapat membuktikan bahwa dia merupakan Song Ceng San yang asli. Di bawah kolong langit ini, kecuali Bulim toa lo Song Ceng San, siapa yang berani menggunakan sebatang bambu kecil sebagai seniata untuk menghadapi pedang lemas Yok Sau Cun yang sanggup menguntungkan besi itu? Siapa pula yang mempunyai ke yaklnan diri sedemikian besar bahwa dia sanggup mengutungkan ujung pedang Yok Sau Cun yang lemas tersebut?. Ciok Ciu Lan menolehkan kepalanya ke arah Yok Sau Cun. "Yok toako, kita jangan menunda waktu tagi. Keluarkanlah pedangmu," Katanya. Yok Sau Cun meniura dalam-dalam kepada Song Ceng San. "Song loya cu, boanpwe akan mengeluarkan pedang sekarang " Selesai berkata, dia langsung mengeluarkan pedangnya yang terselip di bagian pinggang. Tangan Song Ceng San menggenggam sebatang bambu. Dia kembali ke tempat duduknya semula Bibirnya mengembangkan seulas senyuman. "Yok laote, kau sudah boleh mengerahkan jurusmu" . Ketika di Tian Hua san ceng tempo han, dia juga duduk dengangaya yang sama. Rupanya dia benar-benar ingin menunjukkan sekali lagi kejadian yang persis sama dengan waktu itu Yok Sau Cun menghimpun hawa murninya pada ujung pedang Dalam waktu sekejap pedangnya yang lemas m'enjadi kaku Tubuhnya juga langsung ikut tegak Tangan kin menghadap ke atas. Jan telunjuk dan tengah dikeluarkan. Dia membungkukkan tubuhnya sedikit. "Maafkan kelancangan boanpwe," Katanya sambil menjulurkan pedang ke depan. Pergelangan tangannya memutar Dengan gerak lambat dia menyerang bagian bahu kanan Song Ceng San. Jurus yang dikerahkannya memang Tian tao tiong ho yang merupakan salah satu jurus dan Liong gi kiam hoat milik Bu Tong pai Seharusnya pedang mengancam arah jantung lawan tapi Yok Sau Cun menggeser sedikit sehingga meluncur ke arah bahu kanan Hal ini untuk membuktikan rasa hormat nya kepada Song Ceng San. Bulim toa lo itu tertawa lebar. "Yok laote, tujuanmu kali ini untuk membuktikan palsu alau aslinya lohu ini. Sama sekali jangan banyak peradatan ataupun sungkan. Silahkan kerahkan saja ilmu yang kau gunakan dengan sebaik-baiknya " . Ketika bertandmg di Tian Hua san ceng, Song Ceng San juga pemah mengucapkan kata-kata yang hampir sama Dia mengatakan demikian "Seranganmu kali ini adalah untuk memenuhi permintaan suhumu kau sama sekali tidak perlu berlaku sungkan. Kerahkan saja semua ilmu yang kau miliki Jangan ragu-ragu" . Ucapannya kurang lebih demikian Justru mendengar kata-kata Song Ceng San itu, Yok Sau Cun merubah gerakannya setengah jalan Dia menuruti apa yang dilakukannya tempo hari Kali ini dia mengulanginya tanpa mengubahnya sedikit pun Kembali dia mengatakan kata 'maat' dan mulai menyerang. Gerakan pedangnya tiba tiba berubah Tampak bungabunga bercahaya dan melayang di udara Jurus ini jListru merupakan perubahan gerak dari periahan lalu menjadi cepat yang merupakan keistimewaan Tian tao tiong ho dari Liong gi kiam hoat mihk Bu Tong pai Setetah setengah jalan kemudian berubah menjadi Gogue hui hua dari Kong Tong pai. Wajah Song Ceng San tetap memperlihatkan senyuman. Tangan kanannya diangka perlahanlahan Terdengar suara dentingan sebanyaklima kali berturutturut Sebatang bambu di tangannya dengan gerakan yang persis seperti tempo hari mengetuk di atas pedang Yok Sau Cun yang sedang meluncur ke arahnya. Jurus Gogue hui hua dari Kong Tong pai mengandalkan kecepatan Apabila ingin mengerahkan lima buah perubahan sekaligus, maka kecepatannya harus ditambah lagi Kalau Song Ceng San ingin turun tangan setelah Yok Sau Cun mengerahkan jurus ter' sebut. bukan saja dia harus lebih cepat tetapi malah ketepatannya harus diperhitungkan matangmatang baru bisa menggunakan sebatang sumpit menutul di atas pedang Yok Sau Cun. Hanya dengan melihat gerakan Song Ceng San yang barusan ini, Yok Sau Cun sudah semakin yakin bahwa orang yang ada di hadapannya itu benar-benar Song loya cu yang asli Tepat pada saat itu juga, terdengar seruan Song Ceng San. "Yok laote, hati-hati!" . Ypk Sau Cun sudah meng'erahkan dua jurus Sekarang gilirannya untuk menyerang. Peristiwa ini memang persis dengan apa yang diaiami Yok Sau Cun di Tian Hua sanceng tempo han Begitu kata-kata Song Ceng San tertangkap oleh telinganya tampak setitik sinar putih dengan gerakan yang ajaib melintas di atas kepalanya Dengan sendirinya Yok Sau Cun tidak berani ayal Tubuhnya berkelebat Pedangnya langsung dilancarkan dengan gugup. Jurus yang dikerahkan oleh Yok Sau Cun kali mi memang Kung Ciok kui can dari Go Bi pai Sinar pedangnya memijar dan me nyannbut datangnya batang bambu di tangan Song Ceng San. Sebetulnya, jurus Kung Ciok kui can mi memang cocok sekali untuk menangkis da langnya serangan batang bambu tersebut Tapi mengandalkan latihan pedang Song Ceng San yang sudah puluhan tahun, tentu saja Yok Sau Cun masih bukan tandingannya Semuanya sea.kan telah direncanakan sejak dini Bahkan cara bertemunya kedua senjata juga persis sama Terdengar suara. "Tring" Yang tidak seberapa keras. Yang dirasakan oleh Yok Sau Cun hanya serangkum tenaga yang menekan pergelangan tangannya Dia seperti tersengat aiiran listrik Tubuh Yok Sau Cun terpental sejauh beberapa depa Kemudian dia terjatuh duduk di atas tanah Cepatcepat dia menundukkan kepalanya melihat Tahutahu pedangnya yang bagian ujung kembali telah dikutung oleh batang bambu di tangan Song Loya cu. Melihat keadaan itu, hati Yok Sau Cun terkejut sekaligus gembira Cepatcepat dia gulung kembali pedang lemas di tangannya dan berdiri tegak Setelah itu dia merangkapkan sepasang kepalan tangannya dan menjura dalam dalam. 'Harap Song loya cu memaafkan kelan cangan boanpwe Kau orang tua ternyata Song loya cu yang asli" Katanya kemudian. Ciok Ciu Lan berjalan ke tengahtengah mereka Dia memungut kutungan pedang yang lergeletak di atas tanah. Diperhatikannya kulungan itu dengan seksama Sungguh mengagumkan Bekas kutungan pedang itu sangat rapi bagai dipotong dengan sebuah alat yang tajam Dalam hati diamdiam Ciok Ciu Lan terkejut sekali melihat taraf ilmu pedang yang telah dikuasai oleh Song loya cu. Tampaknya keahlian orang tua ini hampir tiada tandingannya lagi di dunia ini. Song Ceng San tertawa terkekeh-kekeh Dia berdiri lagi dari silanya. "Satu bulan saja tidak bertennu, Iwekang Yok taote sudah maju lagi satu tingkat Sa yangnya sebatang pedang lemas yang bagus dikutungkan lagi oleh lohu Hati lohu benar-benar tidak enak jadinya " . Wi Ting sin tiaw maju satu langkah Dia segera menjura dalam-dalam. "Selamat kepada bengcu. Bukan saja racun di tubuh sudah berhasil dipunahkan. ilmu silat pun sudah pulih kembali Dan kebenaran pun sudah bechasil diungkapkan Hal ini merupakan rejeki yang tidak terkira bagi dunia bulim," Katanya dengan wajah berseriseri. Song Ceng San mengelus jenggotnya berkali-kali. "Lohu sudah mengundurkan diri dan du nia kangouw, apa hubungannya lagi dengan rejeki kaum bulim?" . Wi Ting sin tiaw menarik nafas panjang. "Bengcu rupanya belum tahu kalau dunia kangouw kembali dilanda badai yang dahsyat Untuk Tnengatasinya, hanya seorang yang dihormati seperti bengcu yang bfsa mengumpulkan tokohtokoh dari delapan partai besar Dengan demikian kita bisa bergabung agar tenaga kita lebih kuat dan menghadapi cobaan yang melanda di depan mata..." . Song Ceng San tidak membiarkan Wi ting sin tiaw meneruskan kata-katanya. Kembali dia tertawa terkekeh-kekeh. "Kata-kata Beng toheng ini bukan sekedar gertakan atau rayuan agar lohu bersedia menjabat sebagai bengcu kembali bukan?' Wajah Wi Ting sin tiaw bertambah serius. "Kalau bengcu menganggap hengte hanya merayu atau menggertak, bayangkan saja keadaan diri kita sekarang ini Di depan goa telah datang lagi serombongan tokoh sesat berilmu tinggi. Kalau saja tldak menemukan akal yang tepat, mungkin Bu Cu taisu dan rekanrekan yang lain sejak dini sudah tidak sanggup menghadapinya tagi" . Song Ceng San terkejut sekali. Sekarang dia baru yakin bahwaWi Ting sin tiaw bukan sedang bergurau. "Siapa-siapa saja tokoh sesat yang telah berdatangan? Mengapa sampai Bu Cu taisu saja harus menghadapinya dengan menggunakan akaP" Tanyanya penasaran. "Di antara rombongan tokoh sesat yang datang, ada Siang si suang se, Goca cin jin, Pekpo sin cian Yan Kong Kiat dan masih banyak yang lamnya Hanya beberapa orang yang hengte sebutkan tadi sudah membawa kesulitan yang cukup besar bagi pihak kita untuk menghadapinya Belum lagi yang lain lain " . Song Ceng San semakin terkejut. "Oh'? Apakah di pihak mereka masih ada tokoh yang lebih lihai lagi'?" . WiTingsin tiaw menganggukkan kepalanya berulang kali. "Yang paling lihai adalah seseorang dengan dandanan pelajar yang mereka panggil dengan sebutan Cong huhoat Orang ini usianya paling banter tiga puluh tahun llmu silatnya tinggi sekali Lu toheng dan cayhe tidak sanggup melawannya lebih dan liga jurus " . "Ada kejadian seperti itu'?" Mata Song Ceng San sampai membelalak mendengarkan katakataWfTingsirUiaw.Kalausajadia tidak mengenai pnbadi orang ini, tentu dia tidak akan percaya dengan apa yang dikatakan Karena dia tahu jelas sekali, baik Lu Hui Peng, maupun Beng To jin merupakan tokoh kelas satu di dunia kangouw saat ini. Bagaimana mungkin seorang yang usianya baru tiga puluh tahunan sanggup mengalahkan merfeka dalam tiga jurus?. "Mari kita keluar dan lihat perkembangannya sekarang ". "Beng locianpwe, apakah kami juga boleh ikut keluar?" Tanya Ciok Cju Lan. Wi Ting sin tiaw menganggukkan kepala. "Usaha kalian telah berhasil dengan baik Jasa kalian kali ini besar sekali. Tentu saja kalian ]uga boleh ikut keluar melihat lihat suasana " . Selesai berkata dia mengulapkan tangannya 'Bengcu, silahkan' " . Song Ceng San juga tidak sungkan lagi Dia langsung mendahului yang lain melangkah keluar Wi Ting sin tiaw mengikuti dari belakang Ketika sampai di mulut goa paling dalam dia berhenti sejenak dan membisiki. Su Po Hin . "Untuk sementara biar Su tohong menjaga di sini saja Nanti kalau bengcu sudah berhasil keluar dari tempat ini dengan selamat, kita juga harus segera rpeninggalkan tempat ini." . Su Po Hin menganggukkan kepalanya "Hengte terima perintah." Sahutnya. Ketika Wi Ting sin tiawmasuk ke dalam, Pekpo sin cian Yan Kong Kiat dan Go ca Cin Bun Tian Hong sedang terdesak mundur Tapi biar bagaimana, mereka adalah tokoh benlmu tinggi dan aliran hitam yang sudah menggetarkan duiiia kangouw selama puluhan tahun Apalagi kectatangan mereka diinngi oleh Cong huhoal yang mistenus itu Seandainya mereka dikalahkan begitu saja oleh pihak lawan, entah hendak ditaruh di mana muka mereka? Oleh karena itu hati mereka panas sekali. Goca cin jin yang per tama tama meledak hawa amarahnya Mu lutnya mengeluarkan suara raungan yang keras Tiba-tiba terlihat dia membungkukkan tubuhnya dan beberapa titik sinar meluncur laiu terdengar suarasuara desingan yang saling susul menyusul. Rupanya dia telah melancarkan senjata rahasia berbentuk garpu yang lebih kecil yang rnana terselip di belakang punggungnya Cahayacahaya melintas dan meluncur ke bagian dalam goa. Tangan Song Bun Cun yang menggenggam pedang langsung menyapu. "Trang'" Sebatang garpu terpental oleh sabetan pedangnya Namun belum lagi dia menarik pedangnya kembali, sebatang garpu yang lain sudah meluncur lagi ke arahnya Song Bun Cun tidak berani ayal Pedangnya terus disapu dengan cara berputaran Suara tangkisan pedangnya menimbulkan bunyi berdentingan Sekaligus dia menyabet lima batang garpu terbang yang meluncur ke arahnya. Katau garpu terbang Goca cin jiri begitu mudah dihadapi, nnana mungkin dia dijuluki nama demikian di dunia kangouw? Tentu sa|a dia ]uga tidak menduduki kelas satu di aliran golongan sesat. Kelima batang garpu terbangnya itu, apabila tidak ditangkis dengan pedang hanya merupakan serang?n yang lurus dan saling susul menyusul Sedangkan Song Bun Cun menggunakan pedangnya untuk menangkis kelima batang garpu terbang tersebut Hal Ini merupakan kesalahan besar Karena begitu tertangkis oleh pedang, garpu garpu ftu langsung berpencaran dan seperti bumerang memantul kembali ke arah anak muda itu Tepat pada saal itu juga, Song Bun Cun membuat kesalahan kedua Sekali lagi dia memutar pedangnya dengan dahsyat serta menyambut kelima batang garpu tersebut Kernbali garpugarpu itu terpental dan kaii ini memancar keempat penjuru. Garpu terbang pertama meluncur ke tempat persembunyian Hui hung gisu Yang kedua terpental membentur dinding goa lalu memantul, balik mengancam tempat persembunyian Kim Ka Sin Ciek Ban Cing' Garpu ketiga melintas di atas kepala Kan Si Tong dan meluncur ke arah Hui hung gisu pula. Garpu yang keempat garpu yang kelima. Sinar-sinar seperti perak berkelebat di sana sim. Masingmasing tak tahu garpu keberapa yang meluncur rnengancam mereka itu Keadaan jadi kalan? kabut. Baik Song Bun Cun, Ciek Ban Cing, Hui hung gisu, Kan Si Tong tidak perduli hal lainnya lagi Pedang langsung menyapu senjatanya, telapak tangan menghantam, senjata rahasia langsung menyambit kesana kemari. Masih lumayan kalau mereka hanya menggeser tubuh menghindan serangan kfelima batang garpu tersebut Begitu techantam telapak tangan, pedang maupun senjata rahasia, kelima garpu tersebut selalu mental kembali ke arah penyerangnya. Tentu saja mereka yang bersembunyi dl balik timbunan batu maupun balik dinding goa merupakan tokohtokoh dan delapan parlai besar. Meskipun kelima batang garpu itu masih belum bisa melukai mereka, tapi dengan terbang kesana kemari saja sudah cukup membuet mereka kerepotan Apalagi mereka sedang bersembunyi di celahcelah batu yang sempit Tentu tidak letuasa bagi mereka untuk menggerakkan pedang ataupun menghantamkan telapak tangan secara serabutan. Meskipun keadaan di balik timbunan batu itu gelap gulita dan sinar lentera tidak dapat menyorot ke dalam, namun bagi orang yang berilmu tinggi, berdasarkan pendengaran saja, mereka sudah dapat menentukan di mana posisi setiap lawan berada. Kesempatan bagus ini tidak disiasiakan oleh Pekpo sin cian Yan Kong Kiat Setelah mendengarkan sejenak, dia langsung menghfinpun tenaga dalamnya serta menghantam keempat penjuru di mana tokoh tokoh kita sedang bersembunyi. Bu Cu taisu yang pertamatama merasakan firasat kurang beres. Hatinya langsung curiga. Setelah mengucapkan nama Buddha dengan suara berbisik, dia langsung mengulurkan telapak tangannya menyambut se rangan Pekpo sin cian Yan Kong Kiat. llmu telapak tangan aliran Buddha ini tidak dapat dianggap remeh Begitu meluncurkan serangannya, dia sudah mengerahkan tsnaga Pan juo sinkang di dalam telapak tangannya Sekumpufan angin keras langsung meluncur keluar dari goa dan bergulunggulung menyambut hantaman Pek po sin cfan Yan Kong Kiat. Sementara itu, kelima batang garpu Go ca Cin iin sedang meluncur ke arahnya juga. Karena tenaga Pan juo sinkang yang dikerahkan Bu Cu taisu, tidak disangkasangka lima batang garpu itu langsung tersampok jatuh seketika. Kalau saia diatahu bahwa ilmu Pan juo sinkang merupakan kendala yang 'paling tepat untuk menghentikan kelima batang garpu tersebuti dia pasti sudah mengerahkannya sejak tadi. Tepat pada saat itu jua, angin yang tlmbul dan lelapak tangan Pek po sin cian menerpa datar? dan bertemu dengan Pan iuo sinkang milik Bu Cu taisu Terdengar suara. "Blam!" Goa itu seperti baru sa]a dilanda geftipa bumi yang dahsyat Debu berhamburan kemanamana Untung saja Pekpo sin cian sudah banyak pengalaman dalam menghadapi musuh tangguh Dia tidak berpikir panjang lagi Tubuhnya langsung di[atuhkan ke atas tanah dan bergulingan Dengari demikian tenaga hantairian yang kuat dan Bu Cu taisu meluncur lewat di atas kepalanya. Melihat keadaan itu, Goca cin iin sejak tadi sudah menyingkir. Dari kedua orang itu, satu senjatanya sudah tersampok jatuh, yang satunya" Lagi terhantam oleh telapak tangan lawan. Biarpun tidak ada yang terluka, namun rasa terkejut sudah pas.ti memenuhi hati kedua orang itu Wajah keduanya pucat seperti selembar kertas putih. Cu Tian Cun yang sejak pertama berdiri sambfi memangku tangan di batas mulut goa diamdiam terkejut. Tenaga hantaman telapak tangan orang ini dahsyat sekali Kemungkinan besar dialah hwesio Siau lim pai yang menguasai Pan juo sinkang tersebut Mereka berlindung di balik timbunan batu Hal ini memang menguntungkan posisi mereka, malah kam! yang mengalami kesulitan pabila ingm menerobos masuk pikirnya dalam hati. Pada saat itu juga dia menglbaskan tangannya. "Kalian berdua mundur1" Kata-katanya diucapkan dengan nada biasa saja Tapi hati Goca cin jin maupun Pekpo cin cian Yan Kong Kiat merasa malu sekali. Keduanya hanya mengiakan serentak lalu mengundurkan diri tanpa berkata apa-apa lagi Cu Tian Cun masih menggerakkan kipasnya dengan santai Dia melangkah perlahan lahan Dua orang gadis berpakaian ungu yang mgmbawa jentera langsung mengikuli dan belakang' Cu Tian Cun melambatkan langkah kakinya. "Kaliao berdua berdiri di sudut sana', jangan ikuti aku," Katanya. Otomatis kedua gadis rtu segera mengundurkan diri Terdengar suara. "Sreti" Kipas Cu Tian Cun telah dibuka. Dia menepuknya dengan nngan di depan dada Langkah kakmya masih seperti semula.'tidak cepat dan tidak lamban pula Dia mendekat ke arah celah goa. "Kalau kalian masfh juga tidak bersedia men'gunjukkan diri, orang she Cu terpaksa berlaku lancang maju ke depan," Kata Cu Tian Cun selanjutnya. Meskipun dia maiu ke depan, tapi tam pangnya telap tenang Seakan tidak melakukan oersiapan apa pun Bu Cu taisu yang melihat Cu Tian Cun melangkah mendekati ke arah mereka, menjadi panik. "Semuanya hatihati'" Uiarnya dengan nada rendah. Baru saja ucapannya selesai, tidak terlihat bagaimana dia menggerakkan kakinya, tahu-tahu tubuh orang itu sudah melesat dan bertengger di atas batu tinggi di depan celah goa Di belakang batu tinggi itu j'ustru merupakan tempat persembunyian Ciek Ban Cing dan Kan Si Tong Tentu saia mereka terkejut sekali. Tanpa sempat bermufakat lagi keduanya langsung berdiri dan menyerang Cu Tian Cun. Ciek Ban Cing menghantamkan telapak tangannya dengan kekuatan penuh, sedangkan Kan Si Tong langsung menyerang dengan pedangnya. Cu Tian Cun masih tenang saja. Tiba-tiba dia melesat ke udara dan luputlah serangan mereka berdua. Tepat pada saat itu, Hui hung gisu juga meluncurkan pedangnya dan Song Bun Cun yang ada di balik dinding juga tidak mau ketinggalan. Kali mi Cu Tian Cun bagaikan dikeroyok oleh empat orang sekaligus. Mulutnya mengeluarkan suara tawa dingin Pertamatama kakinya yang sebelah kanan diangkat Pedang Kang Si Tong yang sedang meluncur langsung tertahan Ta ngan kin bergerak perlahan Dengan mudah dia berhasil menjepit pedang Song Bun Cun dengan kedua jari tangannya Tangan kanan mengibaskan kipas dengan santai lalu tiba-tiba terulur ke depan menepuk telapak tangan Ciek Ban Cing yang sedang menghantam ke arahnya Terdengar suara. "Ploki" Tjdak tersangka sebatang kipas yang rangkanya terbuat dari bambu dan atasnya dihiasi kertas dapat melumpuhkan hantaman telapak tangan seorang tokoh seperti Ciek Ban Cing Malah Congkoan Tian Hua san ceng sampai terdesak sejauh satu langkah. Dengan kecepatan kilat kipasnya ditarik kembali kemudian berputar menyambut datangnya serangan pedang Hui hung gisu Sekali lagi terdengar suara benturan yang keras setelah itu. "Krek!" Hui hung gisu sampai tertegun melihal pedang di tangannya yang tahutahu sudah terkutung menjadi dua bagian. Keempal gerakannya itu ajaib sekali Kecepatannya sampai sulit diuraikan dengan kata-kata Dalam sekejap mata saja dia sudah berhasil melumpuhkan serangan keempat orang itu Mereka berempat adalah tokoh kelas satu dan delapan partai besar Tetapi ternyata bukan saja tidak sanggup mengalahkan Cu Tian Cun, malah serangan mereka ditangkis dengan cara yang hampir tidak masuk akal ;. Cu Tian Cun masih berdiri tegak di atas batu tinggi tadi. Tidak terlihat bahwa dia akan balas menyerang atau ingin menerjang masuk ke dalam goa Tangannya tetap mengibaskan kipas dengan gaya santai Bibir nya masih tersenyum. "Mengingat pertemuan Ce po tan goan yang akan berlangsung tidak lama lagi orang she Cu tidak ada niat bertindak kasar Seandainya cuwi bisa mendesak orang she Cu jni menggeser sedikit saja dan atas batu ini, aku akan segera mengginng orangorang yang aku bawa untuk memnggalkan tempat ini secepainya Tapi seandainya ka lian tidak ada yang sanggup melakukannya, orang she Cu menasehali agar kalian segera angkat kaki dan tempat ini," Katanya tenang Meskipun katakaianya terdengar rada angkuh, namun pada saal itu siapa yang dapat melarangnya berbicara. Ketika mereka berernpat terdesak mun dur, Bu Cu taisu sudah menyiapkan ruyungnya di tangan. Mendengar ucapan Cu Tian Cun, hatinya agak penasaran Perlahanlahan dia mengucapkan nama Buddha. "Omitohud' Kalau Cu sicu nnasih juga mendesak pinceng terpaksa memberanikan diri mencoba," Katanya datar. Cu Tian Cun masih menggoyangkan kipasnya perlahan Bibirnya mengembangkan senyuman angkuh. "Mengapa Taisu tidak segera mencobanya saja'?" Tantangnya berani. 'Siancai Siancai pinceng terpaksa ber laku lancang " Telapak tangannya perlahanlahan diangkat ke depan dada dan perlahanlahan pula diulurkan ke depan. Ilmu yang digunakannya ini memang tidak bukan tidak lain dan Pan Juo sinkang aliran Buddha Malam ini dia sudah mengerahkannya sebanyak tiga kaii Hal ini tentu saja bukan atas kemauannya sendiri Tapi demi keselamatan Bengcu, mau tidak mau dia harus menjaga di depan gOa ini Apalagi untuk menghadapi pelajar berpakaian hijau yang berilmu tinggi di hadapannya ini dia ? merasa selain dengan mengerahkan Pan juo " Sinkang, tidak ada ilmu lain lagi yang dapat digunakan untuk menandinginya. Pan juo singkang merupakan ilmu telapak yang sangat dahsyat llmu itu teCinasuk sa lah satu dari tiga ilmu ajaib di antara tujuh puluh dua macam ilmu pusaka Siau lim pai yang hanya boleh dipelajari para tiang lo dan Ciang bunjin sendiri. Begitu ilmu itu dikerahkan tidak terasa adanya angin yang berhembus ataupun suara. Boleh dibilang ilmu tersebut tidak berwujud. Namun ketika sampai menghantam lawan maka akan terasa ada nya gelombang tenaga yang menekan kuatkuat. Orang yang rendah ilmunya pasti akan mati dengan isi perut tergetar hancur. Bu Cu taisu dengan lambat mulai menyerang Cu Tian Cun masih berdiri tegak dengan kipas ditepuk perlahan di depan dada. Tampangnya bukan seperti orang yang menantikan serangan darl lawan Te tapi ketika tenaga Pan juo sinkang mengenai kipas di tangannya, Bu Cu taisu merasakan adanya terfaga yang menyedot tenaga dalamnya sehmgga tenggelam amblas sama sekali Hal ini mambuat Bu Cu taisu tertegun. Pan juo sinkang merupakan salah satu dari tiga ilmu ajaib aliran Buddha. Dua ilmu lainnya adalah Bu Siang sinkang dan Ju lai Tiap hua ci. Hanya Ciang bunjin yang boleh mempelajari dua ilmu ajaib lainnya itu. Sedangkan Pan juo Sinkang juga hanya boleh dipelajari oleh para tiang lo. Bu Cu taisu sendiri memerlukan waktu hampir dua puluh tahun untuk menekuni ilmu yang satu ini. Ternyata malam ini dia menemui seorang lawan yang tidak mempan dihantam oleh Pan juo sinkang yang dilatihnya. Hati Bu Cu taisu langsung tergerak. Apakah ilmu yang dilatih orang ini adalah Tian i jiu hoat yang dimiliki oleh Soat san lojin?. Pernah tersiar di dunia kangouw bahwa hanya ilmu Tian i jiu hoat dari Soat san lojin yang tidak mempan terhadap segala macam pukulan tinju bahkan dapat menghindarkan diri secara ajaib dari segala jenis senjata Apakah orang ini merupakan ahli waris dari Soat san lo jin?. Pikiran hewsio tua itu tergerak, tanpa sadar dia menambah lagi beberapa bagian tenaganya untuk menekan Cu Tian Cun Tapi hasilnya tetap seperti semula. Tenaga dalamnya seperti amblas ke jurang yang dalam dan hilang sama sekali Ternyata Bu Cu taisu memang tidak sanggup melukai dirinya. "Rupanya memang Tian i jiu hoat'" Serunya tanpa sadar. Tepat pada saat itu. terdengar di belakang punggungnya berkumandang suara seorang tua yang berat dan parau. "Taisu harap berhenti!". "Bengcu sudah keluar!" Teriak Kan Si Tong dengan nada gembira. Bu Cu taisu menarik kembali telapak tangannya dengan perlahanlahan Setelah itu dia membalikkan tubuhnya Teriihat Song Ceng San melangkah keluar dan dalam goa dengan perlahan Bu Cu taisu segera merangkapkan sepasang teiapak tangannya. "Omitohud. Pinceng menemui bengcu," Katanya. Song Bun Cun, Ciek Ban Cing dan yang lainnya juga sudah melihat kemunculan Song Ceng San Mereka seperti merasakan dada mereka yang sejak tadi terhimpit sekarang sudah terbebas dan beban yang be rat Song Bun Cun segera membungkukkan tubuhnya dan menjura. "Ayah. !" . Song Ceng San mengibaskan tangannya daj} mengangguk kecil Kemudian dia menoleh kepada Bu Cu taisu dan membalas penghormatan. "Taisu, masalah ini telah merepotkan kalian semua." . Ketika Bu Cu taisu menarik kembali telapak tangannya, Cu Tian Cun juga menutup kembali kipas di tangannya Dia meloncat turun dan atas batu lalu menjura dalamdalam. "Song loya cu, silahkan!" . Mata Song Ceng San langsung beralih kepada pelajar berpakaian hijau tersebut. "Saudara adalah ". Wi Ting sin tiaw yang berdiri di sampingnya segera menukas. "Lapor Bengcu. dia adalah Cu Tian Cun, Cu taihiap Dia juga yang disebut sebagai Cong huhoat dalam pertemuan Ce po tan goan yang akan datang." . Penampilan Cu" Tian Cun masih sedemikian tenangnya seolah tidak ada hal yang ditakutinya sama sekali di dunia ini. "Cayhe hanya seorang pendatang baru di dunia Bulim Harap Song loyacu dapat mem benkan petunjuk," Sahutnya sopan. Song Ceng San memperhatikannya secara diam diam. "Kalau ditilik dari wajahnya yang tampan dan gagah, tidak terlihat sedikit pun penampilan yang mengesankan balawa dia berasal dari keluarga yang tidak ternama ataupun golongan. sesat pikirnya dalam hati. Song Ceng San mengelus-elus jenggotnya berkali-kali. "Sebetulnya apa maksud Cu taihiap menyandera lohu?" Tanyanya tenang. "Song foya cu merupakan Bulim toa lo, juga merupakan tokoh yang sangat dihormati, mana mungkin boanseng berani menyandera? Justru karena boanseng memikul tugas me laksanakan pertemuan Ce po tan goan, maka boanseng sengaja mengundang Song loya cu untuk diajak berunding Kalau ada perbuatan rekan boanseng yang kurang sopan, di sini juga boanseng mewakili mereka untuk memohon maaf" Selesai berkata dia iang sung menjura dalam-dalam Sinar matanya beralih kepada Wi Ting sin tiaw "Beng taihiap tadi telah berjanji kalau Song loya cu sudah sadar, akan segera meninggalkan tempat ini Sekarang Song loya cu sudah keluar dengan selamat Bagaimana kalau cuwi me mandang wajah cayhe dan melepaskan beberapa rekan kami yang masih tertinggal di 'dalam goa?" . Wi ting sin tiaw sudah masuk ke dalam goa untuk kedua kalinya. Tapi dia tetap tidak berhasil menemukan sesuatu pun yang mencurigakan Sekarang dia mendengar Cu Tian Cun meminta mereka melepaskan Ca Popo dan Cun Bwe serta yang lainnya, tanpa sadar dfa tertawa terkekeh-kekeh. 'Kata-kata Cu taihiap terlalu berat Hengte memang pernah mengatakan bahwa setelah Bengcu sadar, kami akan segera meninggalkan tempat mi, tetapi Ca Popo dan Cun Bwe merupakan mata mata yang diselusupkan ke dalam Tian Hua sanceng. Cu taihiap merupakan pimpinan sebuah perkumpulan yang disegani oleh tokoh tokoh aiiran sesat Seharusnya Cu taihiap juga tahu bahwa per' buatan mematamatai kediaman seseorang merupakan perbuatan yang paling rendah dan dipandang hina oieh kaum bulim Oleh karena itu mengenai masalah ini, hengte sama sekali ttdak sanggup mengambil keputusan ". "Apa yang Beng taihiap katakan te[»at se' kali' tukas Ciek Ban Cing. "Kedatangan kami adalah dengan maksud mengejar Cun Bwe dan Ca Popo. Mereka merupaKan matamata yang diselusupkan ke dalam Tran Hua sanceng. Bagaimana pun mereka harus dihukum mengikuti peraturan yang berlaku di Tian Hua sanceng Kalau Cu taihiap memin ta kami melepaskan kedua orang itu sama saja artinya Cu taihiap sengaia ingin membesarkan urusan ini." . Wa|ah Cu Tian Cun yang tampan berubah perlahanlahan. Song Ceng San mengibaskan tangannya sambil tersenyum. "Ban Cing, sejak mengundurkan diri dan tinggal di Tian Hua sanceng. Lohu tidak dapat disebut sebagai orang dunia kangouw lagi Untuk apa kita masih membicarakan peraturan dunia kangouw? Biarpun mereka datang ke Tian Hua sanceng sebagai matamata atau benar-benar bekerja sekarang toh mereka sudah tidak ada di sana, berarti mereka bukan orang Tian Hua san ceng lagi Biarkan saja mereka dibawa pulang oleh Cu taihiap Cuwi toheng, mari kita pergi" Tanpa menunggu sahutan dari yang lainnya dia langsung mendahului mereka keluar dari goa tersebut. Ciek Ban Cing juga tidak berani berkata apa-apa lagi Setelah mengiakan, semua orang segera mengikuti di belakang Song Ceng San dan pergi secara rombongan. Sementara itu, Cu Tian Cun sudah mengundurkan diri ke samping. Dia segera menjura dalam dalam. "Terima kasih Song loya cu Boanseng tidak mengantar lagi'" . Ketika sampai ke Tian Hua sanceng, fajar sudah mulai menyingsing. Di taman bunga sebelah timur, para tamu duduk berkeliling dengan tuan rumah Topik pembicaraan yang berlangsung di antara mereka sudah pasti berkisar pada Cong hu hoat dan perkumpulan yang mistenus itu. Siapa lagi kalau bukan Cu Tian Cun yang tampan. muda dan benlmu tinggi?. Bu Cu taisu merangkapkan sepasang tangannya. "Omitohud' Tadi kalau bukan tepat saatnya bengcu keluar dari dalam goa, mungkin pinceng tidak sanggup mengerahkan tenaga lagi dan pasti berhasil dikalahkan dalam satu jurus," Katanya sambil menarik nafas panjang. Kata-katanya itu membuat hati yang lainnya semakin tergetar dan penasaran Hui hung gi su dan Ciong Lam pai. Wi Ting sin tiaw dan Liok Hap bun pernah mengatakan bahwa mereka tidak sanggup menyerang lebih dari tiga jurus, sekarang Bu Cu taisu malah mengaku bahwa dia bisa dikalahkan dalam satu jurus. Song Ceng San tertawa terkekeh-kekeh. "Kata-kata taisu ini benar benar terlalu rendah hati Meskipun ilmu orang itu sangat tinggi. tapi berdasarkan tenaga dafam yang taisu latih selama puluhan tahun mana mungkin orang itu dapat menandingi'?" Tukas Song Ceng San kurang percaya. Sekali lagi Bu Cu taisu menarik nafas panjang. "Bengcu tidak tahu. justru pinceng dikalahkan dalam hal tenaga dalam " . Wi Ting sin tiaw yang pertama-tama terkejut mendengar keterangan itu. "Apakah taisu sempat mengadu tenaga dalam dengannya?" Tanyanya cepat. Bu Cu taisu menggelengkan kepalanya. "Tidak Karena dia bermaksud mendesak ke dalam goa pinceng terpaksa mengerahkan ilmu Pan juo sinkang untuk menghalanginya Siapa kira orang itu hanya menggerakkan kipasnya dengan gaya santai di depan dada Tenaga dalam tidak berwujud yang pinceng lancarkan sampai di depan dadanya langsung buyar dan amblas begitu saja Seakan ada sedotan yang kuat memencarkan tenaga dalam pinceng tersebut. Wi Ting sm tiaw semakin terkejut. "Ternyata Pan juo sinkang saja tidak sanggup melukainyai" . Song Ceng San mengelus-elus jenggotnya yang panjang. "Maksud taisu, ketika mengerahkan tenaga Pan juo sinkang, orang itu hanya menggerakkan kipasnya maka tenaga taisu pun terpencar'?" . "Tidak salah Pinceng benar-benar merasakan sedotan yang kuat ketika dia mengibaskan kipasnya sehingga tenaga pinceng seperti buyar seketika " Bu Cu taisu. Merenung sejenak Pertama tama pinceng sendiri masih kurang percaya Kemudian belakangan pinceng menambah lagi beberapa bagian tenaga, tetapi hasilnya tetap sama. Saat itulah pinceng baru menyadari kalau orang ini melatih sejenis ilmu gi kang yang istimewa Pan juo sinkang pinceng seakan tidak bermanfaat untuk menghadapinya ". "Apakah taisu bisa menebak asalusul orang she Cu itu dan ilmu silat yang dikuasainya?" Tanya Su Po Hin. "Hal ini sulit dikatakan." Kembali Bu Cu taisu termenung sekian lama Kemudian dia melanjutkan kembali "Menurut pendapat pinceng, ilmu yang dikuasai orang itu mirip dengan Tian i jiu hoat dan Soat san ". "Taisu apakah yang disebut Tian i jiu hoat itu'?" Tanya Ciok Ciu Lan penasaran. "Menurut seientingan, Soat san pai mempunyai sejenis ilmu silat yang sangat ajaib Namanya Tian i Jiu hoat Ketika ilmu ini dilancarkan, gerakannya tidak tetap dan jurusnya hampir tidak dapat dilihat secara terang terangan Segala macam pukulan, tinju maupun senjata rahasia dapat dibuyarkan Dan semua itu juga tidak dapat melukainya. Orang yang mempeiajari ilmu itu bagai mengenakan sehelai kuiit alami yang tidak dapat ditembus oleh apa pun " Sahut Bu Cu taisu. 'Oh' " Song Ceng San mengeluarkan suara terkejut Dia seakan teringat sesuatu Kepalanya menoleh kepada Yok Sau Cun Yok Laote, di kaki gunung Hun Tai san kau bertemu dengan seorang tua yang membaca empat bans syair Apakah kau masih mengingatnya?''. Yok Sau Cun menganggukkan kepafanya. "Boanpwe masih ingat dengan baik " "Bagus Kaiau begitu coba kau ulangi se kali lagi syair tersebut agar lohu dapat mendengarnya dengan seksama " . Yok Sau Cun mencoba mengmgat se|enak Kemudian dia membacakan keempat bans syair tersebut dengan suara lantang Song Ceng San dan yang lainnya mende ngarkan dengan penuh perhatian Tampak Song Ceng San menganggukkan kepalanya berkali kali. 'Maksud yang terkandung dalam syair itu pasti Soat san pai." tukas Ciok Ciu Lan setelah Yok Sau Cun selesai membacakan syair itu. "Kau berhasil memecahkan maknanya?" Tanya Yok Sau Cun. "Syair itu tidak perlu diuraikan lagi Kata katanya sudah jelas pada bait katakan " Ketika bunga Bwe bermekaran, butiran es pun beterbangan " Sudah dimaksud adalah Soat alias salju Dibait kedua disebut "Pemandangan indah hawa dingin menggigil" Sudah terang dia menunjukkan kata San atau gunung tersebut kita langsung tahu yang dimaksudkan adalah pemandangan Soat san Bait ketiga dan keempat seperti mengatakan bahwa ada se pertama di jelas yang pegunungan, Dan syair (gunung salju) seorang yang datang ke Soal san lalu bertemu dengan seorang bidadari yang membuatnya mabuk kepayang sehingga lupa pu lang ke asalnya. Dua bait terakhir ini me mang agak sulit dicerna kata katanya, entah siapayang dimaksuddaiam syairtersebut " Sahut Ciok Ciu Lan. Song Ceng San menganggukkan kepala nya berkali-kali. "Ciok kouwmo, perijelasanmu benar se kali Orang tua itu sepertinya hendak memberi petun|uk Sekarang kita tahu bahwa dia memang menyebutkan Soat san Mungkin Kah ada kaitan dengan komplotan orang 'orang ini?" . "Beng To heng. bukankah kau masuk kembali ke datam goa dan memeriksa ke adaan di sana? Apakah kau menemukan sesuatu yang nnencurigakan?" Tanya Kan Si Tong. Wi ting sin tiaw menggelengkan kepalanya. "Tidak ada Dinding goa itu tidak rata penuh dengaivlubanglubang Tidak terlihat pernah dirubah oleh seseorang Pokoknya tidak ada yang perlu dicurigakan, hanya sebuah goa batu sebagaimana umumnya " . "Kalau begitu, mengapa orang she Cu itu demikian memandang berat tempat tersebut?' tanya Hui hung gi su Wi ting sin tiaw mengangkat kedua bahunya. "Hengte juga merasakan bahwa di dalam goa batu itu terdapat rahasia yang besar Tapi pada waktu itu kita dafam keadaan terdesak, sama sekali tidak banyak kesem patan untuk memenksa secara teliti." . Tepat pada saat itu, dua orang pelayan masuk dengan membawa baki di tangan Di atasnya terdapat berbagai sayuran bakpao dan kue yang bensi sayur mayur Mereka meletakkannya dengan rapi di atas meja. Song Ceng San mempersilahkan para tamunya menikmati hidangan yang disediakan Mereka sudah berkutat sepanjang malam di dalam goa perut memang sudah ke roncongan, maka tanpa sungkansungkan lagi mereka melahap habis semua hidangan yang disediakan. Setelah selesai sarapan, Bu Cu taisu, Kan Si Tong, Hui hung gi su dan Wi Ting sin tiaw merasakan bahwa waktu pertemuan Ce po tan goan tidak berapa lama lagi Apalagi Cong hu hoat dan pihak lawan mempunyai ilmu silat yang demikian tinggi Kemungkman dunia kangouw akan dilanda badai topan kembali Maka dan itu mereka tidak beram berdiam tamalama di Tian Hua sanceng Semuanya bersepakat segera pulang ke tempat masinginasing dan mengadakan persiapan yang matang Satu per satu segera memohon diri kepada tuan rumah. Song Ceng San iangsung berdiri dan membalas penghormatan mereka. Song Bun Cun yang ditugaskan mengarrtar para tamu sampai ke luar Tian Hua sa ceng Setelah itu baru dia kemliali lagi. Yok Sau Cun menunggu sampai tamu yang lainnya sudah pulang, baru dia berdiri dan menjura kepada Song Ceng San. "Song loya cu. boanpwe mempunyai satu persoalan yang harap dapat dikabulkan oleh Song loya cu ." . Song Ceng San mengelus jenggotnya yang panjang sambil tersenyum. "Yok laote tidak perlu sungkan, ada apa-apa yang mengganjal di hati, silahkan katakan terusterang". "Terima kasih kepada loya cu Maksud boanpwe ingin mencoba sekali lagi ilmu pedang Song loya cu," Kata Yok Sau Cun. Song Ceng San menganggukkan kepalanya dengan wajah tetap tersenyum lebar. Untuk memenuhi permintaan suhu Yok Laote?". Yok Sau Cun menundukkan kepalanya. "Benar," Sahutnya tersipu-sipu. Song Ceng San menarik nafas panjang. "Sebetulnya, Yok Laote secara tidak sengaja membuat lohu keracunan Yok Laote tidak memperdulikan keselamatan diri mencankan obat penawar untuk lohu Budi ini tidak terkira besarnya Seharusnya lohu me rasa tidak enak hati Tetapi permintaan suhu Yok Laote ini Sayangnya lohu pernah ber sumpah, apabila suhumu dapat menerima dua puluh jurus Hmu pedang lohu, barulah lohu dapat mengabulkannya Yok laote tentu mengerti bahwa ucapan yang keluar dan mu lut lohu ini seberat gunung Hanya meng ingat yang datang adatah generasi muda, maka lohu membataskan syarat hanya da[am satu jurus saja " . Yok Sau Cun seperli ingin mengatakan sesuatu, tetapi Song Ceng San tidak membennya kesempatan, orang tua itu kembali menarik nafas panjang. "Sebenarnya kata-kata itu lohu ucapkan sebagai tanda keangkuhan hati pada masa itu Justru sekarang yang datang memohon ke Tian Hua sanceng adalah Yok laote maka lohu hanya bisa menngankan syarat nya saja Meskipun Yok Laote telah menanam budi kepada lohu, tetap saja tidak bisa dikecualikan " Kata orang tua itu selanjutnya. "Boanpwe mengerti Song loya cu jangan khawatir Itulah sebabnya boanpwe ingin di ben kesempatan sekali lagi untuk mencoba." . Tia, sebetulnya apa yang terjadi?" Tukas Song Bun Cun. Song Ceng San tersenyum lembut. 'Bun JI Ayah tahu kau ingin memohon demi Yok iaote, bukan? Ayah bukan orang yang tidak mengingat budi Tapi urusan ini benar-benar rumit Kalau Yok Laote tidak sanggup menerima satu jurus ilmu pedang dan ayah, meskipun ayah mengabulkan juga percuma saja Kelak kau pasti akan mengerti " Kemudian dia menoleh kembali ke arah Yok Sau Cun. "Yok laote, kata-kata lohu ini harap diingat baikbaik Apabila Yok laote tidak sanggup menenma satu jurus ilmu pedang dan lohu, meskipun lohu berniat mengabulkan permintaanmu, tetap saja tidak ada manfaatnya bagimu Oleh karena itu lohu ingin mena sehati kalau kali ini kau mengalami kekaiahan juga hayip jangan putus asa Latihlah dengan giat Sampai kau berhasil menerima satu jurus dari lohu baru ada manfaatnya bagimu" . "Song loya cu adalah orang yang cerdas Boanpwe sudah pernah dikalahkan oleh Song loya cu, bahkan pedang lemas boanpwe telah dikutungkan Seandainya pikiran boanpwe tidak waras sekalipun, boanpwe tetap tidak berani menantang Song loya cu dalam wakTu yang sedemikian singkat..." . Mata Song Ceng San langsung bersinar tajam. "Apakah Yok laote sudah mendapat kemajuan yang banyak dalam ilmu pedang?" Tanyanya dengan nada menyeiidik. Yok Sau Cun menggelengkan kepalanya. "Bukan. Boanny/e tidak berani menutupi Boanpwe telah rrompelajari aatu jurus flmu yang katanya dapat menyambut serangan ilmu pedang Song loya cu '. Song Ceng San menatapnya dengan heran. "Kau telah mempela|ari sejurus ilmu yang dapat menyambut serangan ilmu pedang lohu? Dari mana kau mendapat pelajaran seperti itu?" . "Dari seorang peramai di pinggir jalan. Namanya Sai Kuan io Kim Ti Jui Dia menenma perintah dari suhunya untuk mewariskan ilmu tersebut kepada boanpwe," Sahut Yok Sau Cun terusterang. Mendengar keterangan Yok Sau Cun, Song Ceng San semakin bingung. "Seorang perama! bernama Sai Kuan !o Kim Ti jui'? Dja menerima perintah dari suhunya untuk menurunkan ilmu itu kepadamu?" . Yok Sau Cun menganggukkan kepalanya dengan tegas. "Benar" Anak muda itu memang tidak bermaksud menutupi Dia langsung mencentakan peristiwa ketika bertemu dengan Kim Ti jui sampai orang itu menurunkan sejurus ilmu silat yang menurutnya dapat menyambut sejurus iimu pedang Song loya cu. Orang tua itu mendengarkan dengan penuh per hatian Tangannya mengeluselus jenggot yang panjang. Sekian lama dia merenung tanpa mengucapkan sepatah kata pun Setelah beberapa saat dia baru menarik nafas panjang Kepalanya menganggukangguk. "Rupanya Yok laote mendapatkan penemuan yang aneh Lohu kabulkan permintaanmu untuk mencoba sekali lagi" . Wajah Yok Sau Cun langsung berseri-seri. "Terima kasih, Song loya cu ". Song Ceng San menggapaikan tangan kepada putranya, Song Bun Cun. "Bun ji, ambilkan sebatang sumpit," Katanya. Song Bun Cun segera mengiakan Diambilnya sebatang sumpit dan disodorkannya kepada Song loya cu Orang tua itu segera menenma sumpit tersebut dan mengangkat waiahnya memandang Yok Sau Cun. "Yok laote, keluarkanlah pedangmu dan kau boleh mulai sekarang juga " . Yok Sau Cun mengefuarkan gulungan pedangnya yang terselip di pinggang Sekali dihentakkan, pedang itupun terulur menjadi panjang. Anak muda itu segera mem bungkukkan tubuhnya serta menjura penuh hormat. "Boanpwe baru mempelaian sejurus ilmu baru. Harap Song loya cu yang mulai' menyerang lerlebih dahutu agar boanpwe bisa berusaha untuk menyambutnya " . Song Ceng San masih tetap duduk di alas kursi Dia menganggukkan kepalanya. 'Baiklah Harap Yok laote bersiap sedia " . Yok Sau Cun mundur satu langkah Pedangnya digenggam di depan dada. Karena ilmu yang satu jucus ini baru dipelaJarinya, maka dia tidak berani memencarkan perhatian sama sekali Pikirannya yang lain dikesampingkan, dia memusatkan pikirannya pada Song Ceng San yang duduk tenang di hadapannya Dalam waktu yang bersamaan, dia juga mengmgat ingat ilmu yang diajarkan oleh Kim Ti jui Kali ini seluruh pikirannya terpusat pada pedangnya Tampangnya menjadi senus dan berwibawa Song Ceng San menatapnya lekatlekat Tanpa sadar dia tertawa lerkekehkekeh. "Dalam waktu yang singkal Yok laote sudah dapat memetik hikmah terpenting dalam pelaiaran ilmu pedang Hal ini patut digembirakan Kelak kau harus lebih gial lagi berlalih Harap Yok laole berhatihati sekarang!" . Tiga jan tangan Song Ceng San yailu jempol, lelunjuk serta jari tengah memegang bagian atas sumpit Dengan gerakan tamban dia mengulurkannya ke depan Song Bun Cun, Ciok Ciu Lan serta Cong koan Ciek Ban Cing yang berdiri di samping memerhsrtikan Song Ceng San menggerakkan sumpitnya perlahanlahan. Sejak tadi hati mereka sudah tegang. Seluruh perhatian dipusatkan, tiga pasang mata menatap sumpit df tangan Song Ceng San dengan tanpa berkedip sedikit pun. Yok Sau Cun berdiri di hadapan Song Ceng San. Jarak antara mereka kurang lebih enam tujuh cun. Boleh dibilang sumpit yang digunakan sebagai senjata oleh Song Ceng San pendek sekali. Meskipun orang tua itu mengulurkan tangan sepanjangpanJangnya juga belum bisa menyentuh tubuh Yok Sau Cun. Namun begitu sumpit dijulurkan perlahanlahan, Yok Sau Cun segera merasakan bahwa yang tergenggam dafam tangan Song Ceng San bukan lagi sebatang sumpit, tetapi seperti berubah menjadi sebatang pedang yang sangat tajam. Untuk sesaat Yok Sau Cun berusaha menenangkan hatinya. Kemudian tangannya juga perlahanlahan diulurkan ke depan dan meluncur ke bagian atas kepaia Song Ceng San Sedangkan sumpit orang tua itu menuju lurus ke ujung pedang Yok Sau Cyn karena pedang lemas Yok Sau Cun sudah " Dua kali dikutungkan oleh Song Ceng San, bagian uJungnya sudah rata Jadi yang dituju oleh Song Ceng San sebenarnya adalah UJOng pedang yang' sudah terkutung itu. Tiba-tiba gerakan tubuh Yok Sau Cun memutar Sasarannya sekarang ke arah sumpit di tangan orang tua itu Song Ceng San langsung merubah posisi sumpit di tangannya Gerakan tangannya terlihat perlahan sekali bagi orang luar Justru ketika sumpit itu berubah posisi, pedang di tangan Yok Sau Cun ]uga menyapu dengan gerakan aneh. Mata Song Ceng San menyorotkan sinar terkejut Sumpityang dilancarkan mendadak bergerak cepat Serangan itu mengambil arah kanan Kecepatannya sungguh mengagumkan Yok Sau Cun hanya mendengar suara. "Traki" Dia merasa tekanan yang kuat pada bagian ujung pedang Yok Sau Cun berusaha menarik kembali Keadaannya menjadi gugup Bahu kanannya langsung terasa kebal Tanpa dapat dipertahankan lagi, kakinya terdesak mundur dua langkah. Yok Sau Cun menundukkan kepalanya Bagian ujung pedang lemasnya kembali telah terkutung oleh sumpit di tangan Song Ceng San. Ini adalah untuk ketiga kalinya Dengan gugup Yok Sau Cun menyimpan pe dangnya kembali Lalu dia menjura dalam-dalam. "Kiam sut Song Loya cu seperti permainan pedang para dewata, boanpwe ternyata masih belum sanggyp menyambutnya Harap Song loya cu memaafkan kelancangan boanpwe," Katanya kemudian menarik nafas panjang. Sementara itu. tampang Song Ceng San benar-benar seperti Dewa yang sangat berwibawa Bibirnya tersenyum lembut. "Terhadap jurus baru ini, Yok laote masih belum mahir sekali Hanya memerlukan waktu yang tidak berapa lama untuk berlatih lohu yakin Yok laote sudah sanggup menenma satu furus serangan lohu Barusan saja lohu terlambat menarik kembali sumpit di tangan sehingga mengutungkan kembali ujung pedangmu " Pada saat mengucapkan kata-kata ini, wajahnya menyiratkan perasaan agak bersalah. Rupanya ketika Yok Sau Cun mengerahkan jurus yang baru dipelajannya, Song loya cu sudah terpaksa merubah gerakannya. Justru itu tferpaksa dia menambah kekuatan tenaga dalam dan kembali mengutungkan pedang Yok Sau Cun. Sebenarnya kalau dikatakan secara terus terang, Song Ceng San adaiah Bulim toa lo yang dihormati llmunya tmggi sekali Dia melatih ilmu pedang selama puluhan tahun dan sudah mencapai taraf mengembangkan serta menarik pedang dengan sesuka hatinya Mana mungkin dia tidak sanggup me narik pedangnya kembali "? Justru karena tadinya dia adalah seorang Bulim bengcu yang sudah tersohor sekian lama bahkan sampai saat itu, mana mungkin dia mau mengakui bahwa dia metakukan hal itu kareha sebetulnya dia sudah hampir dikalah kan'? Tapi hati orang tua ini memang sangat jUjUr jiwanya besar Meskipun dia berniat menyembunyikan hal mi. tapi akhirnya dia mengataKan juga. Yok Sau Cun segera membungkukkan tubuhnya. "Song loya cu terialu sungkan Sebetulnya jurus ini baru saJa boanpwe pelajari beberapa hari terakhir ini. Sama sekali belum matang. Karena boanpwe datang dan tempat yang jauh dan tidak bisa senng berkunjung ke Tian Hua sanceng ini, maka terpak,sa memberanikan diri mencoba juga Song loya cu tidak menyafahkan boanpwe, seharusnya boanpwe malah yang harus meng ucapkan beriburibu terima kasih," Sahutnya sopan. Song Ceng San menarik nafas perlahan. "Tadi lohu sudah mengatakan bahwa Yok laote telah menanam budi kepada lohu, se harusnya lohu mengabulkan permintaan suhu Yok laote untuk memecahkan kesalahpahamannya tempo dulu Tetapi Aikh ka lau kau masih belum sanggup menerima satu jurus saja ilmu pedang lohu maka kau juga tidak mungkin menandingi " . Yok Sau Cun merasakan ada sesuatu yang disembunyikan dalam kata-kata Song Ceng San Tanpa sadar dia menatap orang tua itu dengan sinar mata mengandung per mohonan. "Dapatkah Song loya cu menjelaskan lebih terang lagi?" Pintanya. Tampang Song Ceng San sepertinya serba salah. 'Bukan lohu tidak bersedia menjelaskan, tapi aih.. Sampai waktunya Yok Laote akan mengerti sendiri ". Hati Yok Sau Cun merasa agak kecewa Tapi tampaknya Song Ceng San mempunyai kesulitan tersendiri Tentu saja Yok Sau Cun tidak enak hati mendesaknya terus Akhirnya dia menjura dalam-dalam. "Song loya cu, boanpwe akan memohon diri sekarang," Kata anak muda itu. Tiba-tiba Song Ceng San berdiri, dia menggoyanggoyangkan tangannya Bibirnya kembali mengembangkan senyuman. "Jangan tergesa-gesa. Saat ini sebentar lagi tengah hari Kaiian berdua harus santap siang duiu di kediaman lohu ini baru boleh meneruskan perjalanan Lagipula, lohu ada suatu urusan yang ingin dititipkan pada Yok Laote Man, Yok Laote. ikut lohu ke ruang perpustakaan " Kata orang tua itu sambil mendahului melangkah keluar dari taman tersebut. Song Ceng San mengatakan bahwa ada urusan yang akan dititipkan malah dia m.eng ajak Yok Sau Cun ke ruang perpustakaan Tentu saja Song Bun Cun dan Ciok Ciu Lan tidak enak hati mengikuti kedua orang itu. Yok Sau Cun mengikuti di belakang Song Ceng San. Mereka keluar dan taman ter sebut dan menelusun koridor panjang Kemudian masuk melalui sebuah pintu berbentuk rembulan Di sana terdapat sebuah taman bunga lagi yang ditata dengan apik Di bagian depan yang berhadapan dengan pintu masuk berderet tiga buah kamar ber jendela Tentunya tempat itulah yang dimaksud sebagai perpustakaan Song Ceng San. Sekali dorong saja pintu ruang perpustakaan itu sudah terbuka Song Ceng San mempersilahkan Yok Sau Cun masuk ke dalam ruangan tersebut. Orang tua,itu tersenyum simpul. "Yok Laote, silahkan duduk," Katanya. Yok Sau Cun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan Tiga buah kamar yang saling berhubungan itu ternyata periuh dengan lukisan dan kitabkitab yang sudah langka. Semua ditata dan disusun dengan rapi Sungguh merupakan pemandangan yang indah dipandang. Song Ceng San berjalan ke arah sebuah rak buku yang besar. Dia membuka lemari ditengahnya dan mengeluarkan lumpukan buku yang ada di sana Kemudian tangannya menekan di bawah papan rak tersebut. Tiba-tiba bagian dalam leman itu terbuka. Ternyata di dalamnya masih ada tempat rahasia. Yok Sau Cun tidak mengerti mengapa orang tua itu mendadak membuka lemari rahasia itu Tapi dia sadar bahwa biasanya orang senng menyimpan benda pusaka maupun kitabkitab yang sudah langka di tBmpat rahasia agar tidak dicuri oleh kaum penjahat Tentu 3a|a dia merasa tidak enak hati memperhatikan gerakgenk orang tua ter3ebut Oleh karena itu dia memalingkan waiahnya dan sengaja memperhatikan lukisanlukisan yang tergantung. Dan leman rahasia tersebut, Song Ceng San mengeluarkan sebatang pedang panjang yang sarungnya terbuat dan kulit buaya berwarna hijau Kemudian dia menutup kembali leman itu dan menyusun lagi buku yang dikeluarkannya tadi. Akhirnya pintu lemari itu pun di tutup Song Ceng San membalikkan tubuhnya dan memanggil. "Yok Laote...!" . Yok Sau Cun juga membalikkan tubuhnya. 'Apa yang ingin dititipkan oleh Song Loya cu'?" Tanyanya. Song Ceng San meletakkan pedang yang sarungnya terbuat dari kulit buaya di atas meja kecil. "Yok Laote, pedang ini adalah pedang Cen kouwnio yang terkenal Pedang ini tanpa sengaja ditemukan oleh keponakan lohu, Hui Fei Cin tanpa sengaja di daerah Cin Ciu Pedang ini juga dinamakan Sit kim siam atau pedang penghisap emas SeJak Yok laote diketabui orang untuk mengantarkan surat beracun kepada lohu, di dalam hati telah timbul perasaan bahwa pedang ini akan menjadi rebutan orangorang dunia kangouw Jumlah mereka pasti banyak sekali Meskipun Fei Cin telah dididik oleh ayahnya dalam pelajaran ilmu silat, tapi lohu khawatir masih belum sanggup untuk melmdungi dirinya sendiri Maka dari itu, ketika dia hendak kembali ke rumah, lohu memintanya meninggatkan pedang pusaka ini di sini Lohu malah merubah pedang ini sehinggatidak seperti aslinya lagi Dengan demikian tidak akan ada orang yang tahu Lohu sekarang ingin meminta Yok Laote mengantarkan pedang ini ke Yang Ciu" . "Maksud Song loya cu ingin meminta boanpwe mengantarkan pedang ini ke Yang Ciu?" Tanya Yok Sau Cun mengira dirinya salah dengar,. Song Ceng San mengetuselus jenggotnya yang panjang. Dia tersenyum. "Tidak salah Mengandalkan itmu yang Yok Laote miliki, tidak mungkin ada yang sanggup merebutnya dengan mudah Lagipula pedang ini sudah dirubah sedemikian rupa oleh lohu sehingga tampaknya seperti sebatang pedang yang terbuat dari baja putih Orang yang sudah berpengalaman pun tidak mudah membongkar rahasianya Oleh karena itu, harap Yok laote tenangkan hati Hal ini pasti tidak akan diketahui orang lain " . "Urusan yang diperintahkan oleh Song loya cu, mana mungkin boanpwe tolak?" . Song Ceng San tersenyum lebar. Dia mengeluarkan lagi sebuah batu giok dari balik pakaiannya dan dengan hati hati diletakkan di dalam genggaman Yok Sau Cun. "Mungkin Yok laote sudah tahu bahwa ibu Hui Fei Cin adalah adik kandung lohu .Saudara lohu semuanya ada tiga orang Lohu pahng tua Dia adalah adik nomor tiga Se dangkan adik kedua lohu tinggal di Kiu Hua Kalau kau bertemu dengan Sammoay batu giok ini harus diserahkan iangsung ke tangannya Seandainya Sammoay ada permin taan apa-apa, maka Yok laote harus mengabulkannya kata Song Ceng San selanjutnya. Yok Sau Cun menganggukkan kepalanya. "Boanpwe sudah mengingat semuanya dengan baik ". "Bagus. Sekarang kau bawa pedang ini Apabila ada orang yang menanyakan, maka kau harus mengatakan bahwa aku menghadiahkan pedang ini karena merasa tidak enak hati telah mengutungkan pedangmu sebanyak tiga kali Di hadapan siapa pun kau tidak ungkapkan kata kata yang lohu ucapkan tadi," Pesan Song Ceng San wantiwanti. Yok Sau Cun menyimpan batu giok tersebut baik baik Kemudian dia menyelipkan pedang itu pada ikat pinggangnya. "Boanpwe akan ingat pesan Song loya cu,' sahutnya. "Masih ada satu hal lagi yang lohu perlu ingatkan kepada Yok Jaote Satu jurus ilmu pedang yang diajarkan oleh Kim Ti jui bukan ssmbarang i!mu Sebaiknya sepanjang perJa!anan ke Yang Ciu, Yok laote melatihnya dengan giat siang malam Jangan bermalas malasan Dengan demikian malah perjalananmu dapat merijadi sangat menyenangkan " Kata Song Ceng San selanjutnya. "Terima kasih atas perhatian Song loya cu yang besar Boanpwetidak akan lupa " Sahut YokSau Cun. Semban tersenyum orang tua itu menganggukkan kepalanya. 'Baik Sekarang kita boleh kembali lagi ke taman, ajaknya. Kedua orang itu kembali iagi ke taman Ternyata di atas meja sudah tersedia berbagai macam hidangan Song Bun Cun dan Ciok Ciu Lan melihat Yok Sau Cun keluar. bersama dengan Song Ceng San. Di pinggangnya telah terselip sebatang pedang bersarung kulit buaya,. Song Ceng San tidak menunggu sampai mereka membuka mulut. Dia segera tertawa terkekeh-kekeh. "Coba kalian tebak, mengapa lohu mengajak Yok laote ke ruang perpustakaan?" Tanyanya. "Mungkin Tia menghadiahkan sebatang pedang pusaka," Sahut Song Bun Cun. Song Ceng San mengelus jenggotnya sambil tertawa. "Tia sudah tiga kali mengutungkan pedang Yok laote Maka dari itu Tia mengajaknya ke ruang perpustakaan agar dapat memilih sendiri Berulang kali Yok laote menolaknya Sampai Tia memaksa, dia baru mengambil pedang yang satu ini Meskipun bukan pedang pusaka, tapi pedang yang dipilih oleh Yok laote mi adalah pedang Song bun kiam pembenan Bu Tong pei Malah dulu Giok Cin totiang yang mengantarnya sendiri ke sini Di dalam kekerasan pedang ini terkandung juga kelembutan Maka cocok sekali digunakan oleh Yok laote" . "Semua ini berkat kasih sayang Song loya cu, boanpwe merasa terhacu sekali," Sahut Yok Sau Cun. Sekali lagi Song Ceng San tertawa tarkekeh-kekeh. "Yok laote tidak usah berlaku sungkan lagi Man kita duduk, Hidangan tentu sudah dingin," Katanya sambfl mengulapkan tangan mempersilahkan. Lewat tengah hari, Yok Sau Cun dan Ciok Ciu Lan memohon diri kepada Song loya cu. Keluar dari Tian Hua sanceng, Son Bun Cun masih mengantar mereka sampai ke tepi sungai Setelah itu dia mengucapkan selamat jalan kepada keduanya dan kembali ke rumah. Sesampai di Bu Cing, senja sudah merayap Lentera lentera mulai dinyalakan Mereka berhenti mengisi perut di sebuah rumah makan Setelah itu mereka mencari rumah penginapan dan memesan dua buah kamar. Baglan Tiga Puluh Delapan. Mereka membasuh diri di kamar masfngmasing Setelah selesai, Ciok Ciu Lan berjatan ke kamar Yok Sau Cun dan mendorong pintunya perlahan lahan. "Yok toako, aku merasa ada orang yang memperhatikan kita," Katanya dengan suara rendah. "Apakah kau menemukan sesuatu'?" Tanya Yok Sau Cun. "Aku hanya berperasaan demikian Seper ti ada sepasang mata yang terus mengikuti kita dari tepi sungai tadi Tadi ketika di ru mah makan, aku juga merasa ada seseorang yang memandang kita terus di belakang " . Yok Sau Cun tertawa lebar. "Hal ini karena hatimu yang terlalu curiga Rumah makan atau penginapan memang merupakan tempat umum Tiba tiba ada seorang gadis cantik melangkah ke dalam semua mata pasti menoleh dan mengikuti Apalagi' akhirakhir ini kita sudah mengalami ba nyak kejadian, tidak heran kau terus merasa dnkuti oleh seseorang" Dia memandang Ciok Ciu Lan yang tampaknya masih bimbang Tanpa sadar dia tertawa terkekeh-kekeh Dengan maksud menghibur dia melanjutkan kata katanya "Sebetulnya segala macam kejadian te|ah kita temui, apabila benar ada orang yang mengikuti, masa kita perlu takut''" . Senyum Ciok Ciu Lan perlahanlahan mengembang Dia merapikan rambut dengan ujung jarinya yang lentik. "Betul! Memangnya siapa yang perlu kita takutkan'" Senyumannya itu seakan membuat kab'utkabut yang m.enutupi bumi beterbangan Kemudian matanya terangkat. Gayanya sungguh menawan Dia seperti teringat sesuatu "Oh ya, Yok toako, kemana tujuan kita nanti?". "Yang Ciu " Sahut Yok Sau Cun. Sepasang mata Ciok Ciu Lan yang indah langsung mengedip. "Untuk apa pergi ke Yang Ciu?". "Song loya cu meminta aku mengantarkan suatu barang kepada Hui hujin.". "Barang itu pasti penting sekali Aku ingat sekarang Song loya cu memang berkata akan menitipkan sesuatu kepadamu dan la|u mengajakmu ke ruang perpustakaan Tentunya karena urusan ini bukan?" . Yok Sau Cun menganggukkan kepalanya. Dia mengeluarkan batu giok dari balik saku pakaiannya dan menceritakan kejadian waktu itu sekedarnya. Tapi dia sama sekali tidak mengungkit masalah Cen Ku Kiam. "Kalau ditilik kembali rasanya kok misterius sekali. Batu giok ini harus kau serahkan sendiri ke tangan Hui hujin. ." Tiba-tiba dia tertawa terkekeh-kekeh, Ciok Ciu Lan mencibirkan bibirnya. "Aku tahu'". "Apa yang kau ketahui?" Tanya Yok Sau Cun. "Karena kau telah menanam budi terhadap Song loya cu dan orang tua itu mehhat kalau kau juga seorang pemuda yang baik Apatagi dia sudah mengutungkan pedangmu sebanyak tiga kali, hatinya tentu merasa tidak enak" . "Apa hubungannya dengan mengantarkan giok ini kepada Hui hujin?". "Tentu saja ada hubungannya. Song loya cu menilai ilmu silatmu cukup tinggi. Orangnya pun bisa diandalkan, maka maka..." Dia sengaja tidak melanjutkan ucapannya agar Yok Sau Cun tambah penasaran. "Maka apa'?". Wafah Ciok Ciu Lan merah padam Sekali lagi dia mencibirkan bibirnya mengejek. "Maka dia meminta kau mengantarkan batu giok mi kepada Hui hujin Mungkin mereka abang beradik sejak dulu sudah menjanjikan sebuah isyarat rahasia " . 'lsyarat rahasia apa kira kira menurutmu?". "Coba kau pikirkan dulu baikbaik Pasti kau dapat menduganya " . Yok Sau Cun tertegun. Dia berusaha memeras otaknya untuk memikirkan hal tersebut Tapi akhirnya dia menggelengkan kepalanya. "Aku benar-benar tidak dapat menduganya ". Mata Ciok Ciu Lan mendelik lebar-lebar. "Kau sudah tahu masih pura-pura bodohi'. Yok Sau Cun semakin termangu-mangu. "Aku benar benar tidak tahu," Sahutnya dengan tampang serius. Ciok Ciu Lan menatapnya lekatlekat Wajahnya tersipu-sipu. "Baik Aku akan mengatakan kepadamu Song loya cu senang kepadamu Itulah sebabnya dia menyuruhkan kau menemui Hui hujin." . Mendengar kata-kata Ciok Ciu Lan, Yok Sau Cun masih terpana. Sesaat kemudian wajahnya merah padam. "Lan moay, kemana arah pembicaraanmu?" . Ciok Ciu Lan tersenyum simpuJ Dia terus menggoda Yok Sau Cun. "Apakah kata-kataku salah? Asal Hui hu im juga senang melihatmu, maka mertua me lihat menantu, semakin dipandang semakin " . Yok Sau Cun tidak memben kesempatan kepada Ciok Ciu Lan untuk meneruskan kata-katanya. "Lan moay, kau " Tampaknya dia gugup sekali Tanpa sadar dia menarik tangan gadis itu dan meraihnya agar lebih dekat. Jantung Ciok Ciu Lan berdebar-debar. "Yok toako. kau " Suaranya manja sekali..Yok Sau Cun meremas tangan gadis itu dengan lembut. "Lan moay, dalam hatiku hanya ada engkau seorang " Ucapnya lirih. Ciok Ciu Lan tidak menyahut. Bibirnya mendesah Perlahanlahan dia merebahkan kepalanya dalam pelukan Yok Sau Cun Wajahnya yang tersipusipu menunduk semakin dalam Yok Sau Cun membelaibelai rambutnya. "Sebetulnya Hui cici seorang gadis yang baik Cinta kasihnya terhadapmu sangat tulus Aku dapat merasakannya " Ciok Ciu Lan masih ingin berkata lagi, tapi sepasang bib'rnya yang indah telah ditempel oleh se pasang bibir yang lain Dia merasakan kehangatan yang membara Setelah menge luarkan suara desahan, bibirnya benarbenar tidak bisa bicara lagi. Ruangan kamar itu tiba-tiba menjadi sunyi Juga tidak tahu berapa lama sudah waktu berlalu Ciok Ciu Lan mendorong Yok Sau Cun lembut. 'Hari sudah mulai larut Sebaiknya kau beristirahat" Tanpa menunggu jawaban Yok Sau Cun dia langsung menghambur keluar dan ian ke kamarnya sendiri. Pagipagi sekali keduanya sudah melanjutkan perjalanan Dari Ceng Kiang mereka melewati sungai, akhirnya sampailah mereka di Kwa Ciu Di smilah pertama kali mereka bertemu. Kembali ke tempat yang penuh kenangan itu, mereka merasakan kehangatan hati yang tidak terkira. Di jalan kecil di kota tersebut, orang orang masih ramai berlalu lalang Kedai arak yang pernah mereka smggahi dulu juga masih ada tapi pemiliknyasudah berganti Ciok Ciu Lan dan Yok Sau Cun masuk ke dalam kedai arak tersebut Gambar Hek Houw sin yang duiu tergantung di atas tembok se belah dalam sudah tidak ada Sebagai gantinya ada selembar kertas merah berukuran besar dengan daftar makanan benkut harganya. Kedua orang itu duduk di bagian dalam sebelah kin di mana masih terdapat be berapa yang kosong Mereka memesan dua mangkok mie Sembanmakan merekamem perhatikan para tamu yang sedang menik mati hidangan di atas meja masinginasing Kebanyakan terdiri dan para pedagang yang lewat di tempat itu Mereka makan tanpa banyak bicara dan setelah selesai mereka bayar makanan itu untuk kemudian melaniutkan perjalanan. Baru sampai di ujung jalan, mendadak Ciok Ciu Lan n?enghentikan langkah kakinya Sepasang alisnya berkerut Yok Sau Cun menoleh ke arahnya dengan bingung. "Lan moay, kenapa kau'?" Tanyanya cemas. "Di sini ada tanda rahasia dan ibuku," Sahut Ciok Ciu Lan dengan suara rendah. "Apa yang dikatakan oleh tanda rahasia ibumu'?" Tanya Yok Sau Cun. "Ini merupakan tanda rahasia untuk mencan aku Ibu ingin bertemu dengan aku secepatnya'". "Di mana ibumu sekarang'?" Tanya Yok Sau Cun kembali. "Tanda rahasia ini hanya merupakan kode, bukan tulisan mana bisa menjelaskan begitu terpennci?". "Kalau'begitu arah mana yang disebutkan dalam tanda rahasia tersebut?". "Arah yang ditunjukkan oleh tanda rahasia ini hanya meminta aku berjalan turus ". "Kalau begitu cepat kita berangkat," Kata Yok Sau Cun. Kedua orang itu segera mernnggalkankota Kwa Ciu. Sepaniang perjalanan Ciok Ciu Lan memperhatikan setiap batang po hon dan batubatu besar yang berserakan di antara rumputrumput liar. Ternyata dia menemukan lagi dua buah tanda rahasia ibunya Tapi petunjuk yang disebutkan tetap menyuruhnya mengikuti jalan raya Ciok Ciu Lan menghela nafas sekaii "Kalau ditilik dari tanda rahasia yang di tmggalkan ibu, tampaknya dia orang tua juga menuju ke Yang Ciu Yok toako, tidak perlu can lagi Kita lanjutkan saja perjalanan secepatnya" . Yang Ciu merupakan sebuah kota yang sangat terkenal Malah ada pepatah yang mengatakan. "Mati belum bisa meram apa bila belum melihat Yang Ciu " Sejak jalan tembus ke daerah tersebut dibangun Kaisar Sui Yang Te dari dinasti Sui, daerah itu menjadi ramai bahkan merupakan pusat perdagangan yang terkenal dengan berbagai macam hasil bumi sertakain sulamannya. Daerah itu merupakan perbatasan antara utara dan selatan Tidak sedikit para saudagar dan hartawan yang tinggal dikota ini Pada jaman itu kehidupan sangat sulit dan orang yang benar-benar kaya serta mempunyai rumah mewah masih terhitung dengan jan Tapi Yang Ciu justru merupakan gudangnya orangorang kaya Jarang terlihat rumah penduduk yang kumuh seperti di pedesaan yang kecil. Yok Sau Cun dan Ciok Ciu Lan sudah sampai di perbatasan Y'ang Ciu Mereka belum masuk ke dalam kotanya Di luarkota terSebut kembali Ciok Ciu Lan menemukan tantia rahasia dan ibunya Dia menghentikan lan?kah kakinya dan menengok ke arah Yok Sau Cun. "Yok toako tanda yang dnmggalkan ibu kali ini menunjukkan bahwa aku harus menuju ke Sian li bio (Kuil bidadan) Di dalam kota ada sebuah jalan yang bernama Tung Kuang Cie Di sana terdapat sebuah penginapan Siau Kiang Lam yang cukup terkenal Kau pergi dulu ke sana dan pesankan kamar Nanti aku bisa mencarimu ' katanya. "Kau tidak ikut aku ke gedung keluarga Hui""'. "Coba kau pikir, Song loya cu sengaja mengajakmu ke ruang perpustakaan baru menyerahkan batu giok Malah dia memmta kau menyerahkan langsung ke tangan Hui hujin Di dalam hal ini pasti terselip apa-apanya ." . Wa|ah Yok Sau Cu merah padam. "Lan moay, pikiranmu mulai ngaco lagi ". Tampang Ciok Ciu Lan berubah serius. "Yok toako, tadi malam aku hanya bergurau sa\a Song loya cu sengaja mengajak kau ke ruang perpustakaan baru menyerah kan batu giok ini kepadamu Tentunya urus an ini pentmg artinya Oleh karena itu febih baik kau pergi ke sana seorang diri Kalau aku pergi bersamamu kemungkinan Hui hujin merasa tidak enak hati apabila ada yang ingin disampaikannya kepadamu Se dangkan aku juga bisa menggunakan waktu ini untuk mencan ibu Siapa pun yang ter lebih dahulu menyelesaikan urusannya maka ia harus ke. penginapan Siau Kiang Lam untuk menunggu " . Yok Sau Cun merenung sejenak Akhirnya dia merasa apa yang dikatakan gadis itu ada benarnya Dia menganggukkan kepalanya berkali-kali. "Baiklah Kita putuskan demikian saja.. Apabila aku sampai duluan, aku akan menantimu di penginapan itu " . Ciok Ciu Lan mengembangkan seulas senyuman manis. "Kalau aku yang kembali lebih dulu, aku juga akan menantimu di sana." . Selesai berkata, dia langsung membalikkan tubuhnya dan berialan ke arah timur Yok Sau Cun langsung masuk ke dalam kota dan mencari jalan yang disebutkan Ciok Ciu 'Lan tadi Saat itu belum sampai tengah hari. Dari jauh dia sudah melihat papan merek penginapan Siau Kiang Lam Tamu yang keluar masuk pengmapan itu tidak banyak Para pelayan juga tidak ada yang menyambut di depan pintu. Yok Sau Cun melangkah ke dalam penginapan tersebut Seorang pelayan me nyambutnya Bibirnya mengembangkan senyuman. "Kongcu ya ingin mencari orang atau mau menginap?" Sapanya ramah. "Menginap Apakah kalian mempunyai kamar yang bersih dan tenang?" Tanya Yok Sau Cun. "Ada, ada Harap Kongcu ya mengikuti hamba," Sahut pelayan tersebut. Dia mengajak Yok Sau Cun masuk ke belakang Setelah melewati halaman terbuka, terlihat tujuh buah kamar yang berderetan Di depannya terdapat kondor panjang yang terletak di bagian yang terpisah Ternyata benar benar bersih dan suasananya juga sangat tenang. Yok Sau Cun memilih dua buah kamar yang berdampingan di sebelah timur. Dia |uga mengatakan bahwa ada teman gadisnya yang akan menyusul kemudian Pelayan itu mengiakan berkali-kali. Setelah itu dia mengundurkan diri. Tidak lama kemudian dia kembali lagi membawa teko teh lengkap dengan cawannya Lalu dia juga membawa sebaskom air untuk membasuh muka Kerjanya gesit sekali Pantas saja penginapan itu cukup laris. Rupanya para tamu merasa kerasan menginap di sini. Yok Sau Cun langsung membasuh wajahnya. Kemudian dia berpesan kepada pelayan tadi bahwa dia akan keluar sejenak, kalau nanti kawan gadisnya datang, harap suruh manunggu di kamar yang telah disediakan. Pelayan itu menganggukan kepalanya. Orang ini benar benar murah senyum. "Kongcu ya jangan khawatir Tentang siocia itu, hamba pasti mengingatnya baik-baik " . 'Oh ya, aku ingin menanyakan tentang seseorang kepadamu, entah kau tahu tidak?". "Siapa yang ingin Kongcu ya tanyakan'?" Tanya pelayan itu tanpa lupa mengembangkan senyumannya. "Orang-orang menyebutnya Wi Yang taihiap ." . Belum lagi kata katanya selesai Pelayan itu sudah menganggukkan kepalanya berkali kali. "Orang yang Kongcu ya katakan adalah Hui loya cu Beliau adalah orang yang sangat terpandang di wilayah Yang Ciu ini Di dalam kota ini, boleh dibilang semua orang mengenalnya Dan anak kecil sampai orang tua. Tentu saja kecuali pendatang baru Kongcu ya ini apakah masih ada hubungan dengan Hui loya cu itu?" . Yok Sau Cun menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku ada sedikit urusan hendak berkunjung ke rumah orang tua itu Entah arah mana yang harus kuambil untuk menuju ke sana?" . "Gedung keluarga Hui letaknya di bagian selatan kota ini Asalkan Kongcu ya sudah sampai di Ki Siang Hong, akan terlihat dua buah pintu besar yang terbuat dan baja hitam Di atasnya tertulis nama Kui Hun Ceng Kongcu ya tidak perlu bertanya tanya lagi," Sahut pelayan itu. "Terima kasih " Kata Yok Sau Cun tersenyum. Sekeluarnya dan pengmapan itu dia lang sung menuju arah selatan Sepanjang jalan dia melihat toko toko besar yang pmtunya terbentang lebar lebar Di jalanan banyak orang yang berlalu lalang Ada yang beriafan kaki ataupun mengendarai kuda Suasana ramai sekali Ternyata Yang Ciu bukan saja terkenal karena perbatasan yang penting tapi juga pemandangannya sangat indah. Yok Sau Cun berhasil menemukan Ki Siang Hong, rupanya daerah ini merupakan daerah pemJktman mewah Berjalan tidak seberapa jauh. terlihat sebuah gedung besar dan tinggi Di depan pintu sebelah kin dan kanan terdapat dua buah patung singa yang besar. Di atas undakan batu terpampang pintu besar yang berwarna hitam dan terbuat dan baja Di bagian tengah pintu tersebut terlihat sebuah gelang pengetuk pintu yang berwarna keemasan Di atasnya terpampang pula papan nama yang ditulis dengan tinta emas bertuliskan huruf Kui Hun Ceng. Persis seperti yang dikatakan pelayan penginapan tadi. Yok Sau Cun menariknarik pakaiannya agar terlihat rapi Setelah itu dia berjalan ke arah pintu dan mengetuk gelang besar tadi Tidak berapa lama kemudian. kedua belah pintu terkuak sedikit Seorang pelayan tua keluar dan dalam dan memperhatikan Yok Sau Cun dan atas kepala sampai k bawah kaki. "Siangkong mgin mencan siapa'?" Sapanya. Yok Sau Cun merangkapkan sepasang kepalan tangannya dengan sopan. "Cayhe Yok Sau Cun ingin bertemu dengan Hui loya cu ". "Kedatangan Yok siangkong sungguh tidak tepat. Loya kami sedang keluar dan sampai sekarang belum kembali," Sahut orang tua itu. "Kalau Hui loya cu tidak ada di rumah, cayhe ingin memohon bertemu dengan siociamu. Harap Lao koanke melaporkan sebentar," Kata Yok Sau Cun. Mendengar Yok Sau Cun mgin berlemu dengan nonanya, orang tua itu menatapnya sekilas lagi. "Siaocia keluarga kami sedang ke Bu Cing Sampai sekarang juga belum kembali," Sahutnya. Kali ini Yok Sau Cun benar-benar mulai jengkel Dia segera tertawa dingin. "Apakah Lao koanke tidak bersedia menyamp.aikan kedatanganku ini'?" Tanyanya ketus. "Siangkong ingin bertemu dengan siocia kami, tapi siocia benar-benar tidak ada di rumah kau suruh aku bagaimana melaporkannya?' sahut orang tua itu tenang. "Cayhe justru datang dan Bu Cing Siocia kalian sudah pulang sejak lima hari yang lalu Mengapa kau Lao koanke mengatakan bahwa dia masih belum kembali?" . Wajah orang tua itu memperlihatkan kesan terperanjat. "Yok siangkong mengatakan bahwa siocia kami sudah pulang ke Sfni lima hari yang lalu?" Tanyanya serius. "Tidak salah," Sahut Yok Sau Cun. "Aneh sekali. Siocia kami benar-benar belum kembali," Kata orang tua itu. "Lao kdanke, kalau begitu harap kau sampaikan kepada Hui hujin bahwa Yok Sau Cun mohon bertemu " . Orang tua itu tidak segera masuk ke dalam Dia malah bertanya kembali. "Yok siangkong, tadi kau mengatakan bahwa kau baru 5aja datang dan Bu Cing?". "Tidak salah. Cayhe memang datang dan Tian Hua sanceng" . Mendengar kaiakata Tian Hua sanceng, tanpa terasa wajah orang tua itu langsung berubah. "Rupanya Yok siangkong baru datang dari Tian Hua san ceng Silahkan masuk dan duduk di dalam " Selesai berkata, cepat cepat dia melebarkan pintu dan mempersilahkan Yok Sau Cun masuk ke dalam. Tanpa sungkan lagi Yok Sau Cun masuk Orang tua itu merapatkan pintu gerbang kembali dan lalu menunjukkan]alan bagi Yok Sau Cun. Mereka memasuki ruangan kedua sebelah kin kemudian orang tua itu memper silahkan Yok Sau Cun masuk ke ruangan sebelah kanan di mana cuang tamu terletak. "Yok siangkong harap tunggu seienak Hamba masuk dulu ke dalam dan melapor kan kepada hujin Bila hu|in kami mengijinkan, kami akan mempersilahkan siangkong masuk " katanya. "Lao koanke, silahkan,' sahut Yok Sau Cun. Orang tua itu langsung mengundurkan diri Kirakira sepeminuman teh kemudian orang tua itu keluar lagi dan menjura dalam-dalam. "Lao hujin mempersilahkan Yok siang kong menuju ruangan belakang Harap siangkong ikut dengan hamba " . Yok Sau Cun berdiri kemudian mengikutl orang tua itu langsung ke ruangan belakang. Di depan sebuah tirai orang tua itu menghentikan langkah kekinya T bphnya membungkuk penuh hormat. "Lapor Lao hujin, Yok siangkong sudah sampai" . Tampak seorang gadis berpakaian hijau keluar dan berdiri di atas undakan batu. "Lao hujin mempersllakan Yok siangkong masuk," Katanya dengan suara merdu. Yok Sau Cun mendaki tiga tindak undakan batu tersebut Gadis berpakaian hijau sudah menyingkapkan tirai untuknya. Bibirnya mengembangkan seulas senyuman. "Yok siangkong, silahkan," Katanya sekali lagi. Yok Sau Cun melangkahkan kakinya ke daiam Dia melihat di tengahtengah cuangan terdapat sebuah kursi besar dengan ukiran yang indah Di atasnya duduk seorang wanita berusia kurang lebih hma puluh tahun Wajahnya putih bersih Kesan yang ditampilkan penuh belas kasih Kalau diperhatikan dengan seksama, ada beberapa bagian dan dirinya yang mirip dengan Hui Fei. Ciong. Yok Sau Cun langsung tahu bahwa wanita yang ada di depannya ini adalah Hui hujin. Di belakangnya berdiri seorang gadis berpakaian hijau Yok Sau Cun segera maju dua langkah dan membungkukkan tubuhnya dengan hormat. "Cayhe Yok Sau Cun menemui hujin " . Hui hujin memperhatikan Yok Sau Cun dari atas kepala sampai ke ujung kaki. Saat itu dia juga membungkukkan tubuhnya sedikit dan mengangkat tangannya. "Yok siangkong, silahkan duduk," Katanya. Ketika dia mengangkat tangannya, terli hatlah semacam kewibawaan dan keanggunan yang sulit diuraikan dengan kata-kata Tidak heran kalau Hui Feng Ciong juga ikut mempunyai keanggunan yang sama'. Yok Sau Cun mundur satu langkah dan menjura dalam-dalam. "Terima kasih " . Tanpa sungkan lagi dia duduk di atas sebuah kursi yang ada di sebelah kanan Hui hujin memperhatikan wajahnya yang tam pan Diam-diam dia memuji dalam hati bahwa selain tampan anak muda ini juga sangat sopan serta terpelajar. Tepat pada saat itu, gadis berpakaian hijau yang tadi meryingkapkan tirai keluar lagi dengan sebuah baki di tangan Di atasnya terdapat seteko teh yang memancarkan bau harum serta sebuah cawannya Gadis itu meletakkan teko dan cawan tersebut di atas meja kecil di samping Yok Sau Cun. "Yok Siangkong, silahkan minum teh " Gadis Itu menawarkan dengan suara merdu. Yok Sau Cun cepatcepat mengembangkan seulas senyuman. "Terima kasih kouwnio," Sahutnya. Wajah gadis itu menjadi merah seketika. "Tidak perlu berterimakasih," Katanya sambil mengundurkan diri dengan tergesagesa. "Yok siangkong datang dan Tian Hua sanceng?" Tanya Hui hujin. "Betul". "Apakah toako yang menyuruh kau datang menemu] cuo hu (sebutan kepada suami di hadapan orang lain)'?" Tanya Hui hujin kembali. Yok Sau Cun menganggukkan kepalanya. "Betul. Cayhe menerima titipan dan Song loya cu agar menemui Hui hujin ". "Aku baru dengar dari Hui Gi bahwa siau Ei telah kembali dari Bu Cing lima hari yang talu. Apakah benar ada kejadian seperti itu?" . Dia tidak menanyakan terlebih dahulu apa keperluan Yok Sau Cun datang ke Yang Ciu Hal ini dapat dimaklumi, karena sebagai seorang ibu, siapa yang tidak khawatirkan putrinya sendiri?. "Betul Kalau dihitunghitung sudah ada lima hari Hui siocia kembali ke Yang Ciu " SahutYok Sau Cun. Mendengar ucapannya, hati Hui hujin menjadi panik Sepasang alisnya bertaut erat Matanya menatap Yok Sau Cun lekat lekat. "Apakah Yok siangkong saling mengenal dengan siau li?" Tanyanya kembali. Mendapat pertanyaan seperti itu, wajah Yok Sau Cun langsung berubah merah padam Terpaksa dia menganggukkan kepalanya. "Betul,". Melihat tampang anak muda itu diam diam Hui hujin berpikir. "Anak ini ternyata sangat jujur Setelah merenung sejenak, dia bertanya lagi " DapatKah Yok siangkong menceritakan lebih terperinci kapan sebenarya Siau li berangkat pulang ke Yang Ciu? ". Yok Sau Cun mengingat-ingat sebentar. "Kira-kira enam hari yang lalu Cayhe bersama Hui Siocia Song Bun Cun heng dan orang orang lainnya memeriksa sebuah gedung yang dicurigai sebagai tempat persinggahan komplotan penjahat Ketika berplsah, cayhe sempat mendengar Ciek congkoan mengatakan bahwa dari Yang Ciu telah datang orang yang menjemput Hui Siocia dan memintanya kembali segera Hari kedua yakni lima hari yang lalu, cayhe bergegas datang ke Tian Hua sanceng karena ada sedikit urusan Tapi cayhe tidak melihat Hui siocia lagi. Cayhe kira dia pasti sudah pulang ke Yang Ciu," Sahutnya. "Kalau Yok siangkong dan siau li saling mengenal, mengapa pada han kedua ketika datang ke Tian Hua sanceng dan tidak melihatnya, Yok Siangkong tidak menanyakan apa apa?" Tanya Hui hujin. Wajah Yok Sau Cun yang tampan merah padam kembali. Dia jadi satah tingkah mendapat pertanyaan seperti itu. "Pada saat itu cayhe .. tidak menanyakan Belakangan setelah ada terjadi semacam peristiwa, cayhe lupa menanyakan lagi" . Dari nada ucapan Yok Sau Cun, Hui hujin tahu bahwa anak muda itu merasatidak enak hati karena ia bertanya macammacam Pasti karena malu Kemungkinan besar dia diamdiam menyukai Hui Fei Ciong Entah bagaimana riwayat hidup anak muda ini'? Bagaimana ilmu silatnya?. Meskipun dalam hatinya tersirat berbagai macam pertanyaan, tapi Hui hujin tidak menampakkannya secara menyolok. Tlbatiba matanya membelalak Dia seperti terperanjat msngmgat akan sesuatu yang diucapkan oleh Yok Sau Cun tadi. "Yok Siangkong mengatakan bahwa belakangan timbul semacam kejadian Kejadian apa yang menimpa Tian Hua sanceng'?" . "Ada orang yang menyamar sebagai Song loya cu. "Apa?" Hui hujin hampir hampir mengira telinganya salah dengar Matanya semakin membelalak "Kau bilang ada yang menyamar sebagai toako ku?". Ternyata apa yang telah terjadi di Tian Hua sanceng, Hui hujin ini masih belum mengetahuinya. "Betul. Tapi akhirnya samaran itu terbongkar juga," Sahut Yok Sau Cun. "Aku sama sekali tidak tahu ada keJadian seperti itu," Kata Hui hujin sambil menatap wajah Yok Sau Cun lekat-lekat. "Yok siangkong, bagaimana sebenarnya keJadian itu, dapatkah kau menjelaskannya secara mendetail" . Kalau diceritakan dari semula memang cukup panjang. Apabila Hui hujin ingin tahu kejadian yang sebenarnya maka cayhe harus memulai dari peristiwa Song loya cu terkena racun Sang kung ji tok ". Tubuh Hui hujin tergetar Dia terkejut sekali. "Apa? Toako terkena racun Sang kung JI tok". "Betul" Yok Sau Cun langsung menceritakan bagaimana dirinya ditipu oleh orang jahat untuk mengantarkan sepucuksurat beracun kepada Song toya cu dan bagaimana akhirnya dia berhasil mendapatkan obat penawarnya dan bergegas ke Tian Hua sanceng. Juga mengenai terbukanya samaran Long san it pei yang menyamar sebagai Song loya cu Serta bagaimana mereka akhirnya berhasilkan menyelamatkan Song loya cu dari sebuah goa di daerah Tai Hok Hong Dia menceritakan semuanya dengan hati-hati Hanya saja dia tidak mengatakan bahwa ialah yang telah menolong Song Ceng San. Hui hujin mendengarkan dengan terkesima, WaJahnya bahkan berubah beberapa kali Sampai Yok Sau Cun mengakhiri ceritanya, dia baru menarik nafas paniang. "Komplotan penjahat ini sebetulnya dan golongan mana?. Sungguh besar sekali nyali mereka sampai berani mengutik toakoku . " . Dan kejadian yang menimpa Tian Hua sanceng, mau tidak mau hati Hui hujin menghubungkannya dengan Hui Fei Ciong yang belum kembali juga. Mana Hui Feng Ciong katanya sudah kernbalilima hari yang lalu, yakni hari pertama Tian Hua sanceng tertimpa kejadian tersebut. Hatinya semakin tegang. "Siau li sampai sekarang belum kembali. Jangan-jangan telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan .. Aih, Cuo hu sungguh keterlaluan. Pergi sudah beberapa lama sampai sekarang belum pulang juga. " . Hui hujin seperti sedang menggerutu seorang diri Tentu saja Yok Sau Cun tidak enak hati mengatakan apa-apa Tiba-tiba Hui hujin seperti teringat lagi sesuatu persoalan. Sepasang alisnya terangkat. "Toakoku meminta Yok siangkong datang ke tempat sejauh ini, entah untuk keperluan apa?" Tanya Hui huJin selanjutnya. "Cayhe mendapat perintah dari Song loya cu untuk mewakili Hui siocia membawa pulang sebatang pedang." . Hui hujin merasa heran sekali. "Yok siangkong mewakili Siau Li membawa pulang sebatang pedang''. "Betul" Yok Sau Cun segera mengeluarkan pedang yang disandang di bahunya dan meletakkannya di atas meja kecil Itulah Sit Kim Kiam yang terkenal " Pedang ini tanpa sengaja ditemukan Hui siocia di daerah Cin Ciu Menurut kabar selentmgan pedang ini adalah peninggalan putri Lam Song Man Siau Kuang yakni Man Cen Ku Terbuat dan bahan yang istimewa di mana pedang ini dapatmenyedot berbagai macam logam Itu lah sebabnya banyak orang yang menamakannya Sit Kim kiam Ayah dan putri keluarga Man sangat gigih melawan tentara Kim. Man Cen Ku menggunakan pedang ini sebagai senjata Ket!ka terjadi pertempuran besar-besaran pedang ini terjatuh ke dalam sungai di bawah jembatan Yang ci kio Barubaru ini ditemukan oteh seorang nelayan tanpa sengaja Lalu entah bagaimana akhirnya berhasil didapatkan oleh Hui siocia Benta ini dengan cepat tersebar di seluruh kalangan dunia kangouw Sementara ini banyak orang yang mengincarnya Song loya cu khawatir apabila Hui siocia kembali ke Yang Ciu dan membawa serta pedang ini akan menjadi bahaya bagi dirinya Oleh karena itu, sengaja Song toya cu meminta Hui siocia menyimpannya di Tian Hua sanceng. Setelah dirubah sedemikian rupa oleh Song loya cu sehingga keasliannya tidak terlihat lagi, cayhe diminta mengantarkan pedang ini ke sini. Dengan demiKian tidak menarik perhatian komplotan penjahat '. Semakin mendengarkan keterangan Yok Sau Cun hati Hui huJin semakin cemas. Sekarang dia curiga putrinya yang tidak pulang juga ada hubungannya dengan pedang pusaka ini Berpikir demikian tanpa sadar Hui hujin mengeluarkan suara keluhan Dia seperti mengingat sesuatu hal yang penting. "Yok siangkong tadi mengatakan bahwa enam hari yang lalu kalian memeriksa sebuah gedung yang diduga tempat persinggahan komplotan penjahat Kemudian kau mendengar Ciek congkoan mengatakan bahwa dari Yang Ciu telah datang orang yang ingin menjemput Siau li Pada hari kedua ketika kau bergegas datang lagi ke Tian Hua sanceng, siau li sudah tidak tampak lagi Kau menduga dia sudah kembali ke Yang Ciu Kalau begitu, maksud Yok siang kong Oari Kui Hun ceng telah datang orang yang mgm menjemput Hui Siocia?" . "Betul " Yok Sau Cun menganggukkan kepalanya "Cayhe memang mendengar Ciek Congkoan berkata demikian Tapi apakah benar ada yang datang dan Yang Ciu, cayhe tidak tahu" . "Kami tidak pernah mengutus orang menjemput Siau li" Kata Hui hujin kembali. "Tapi, Ciek Congkoan tidak mungkin berdustakan ?" Sahut Yok Sau Cun ikut merasa penasaran. Hui hujin menggelengkan kepalanya. "Tidak Orang tua itu sangat dipercayai oteh toako " Selesai berkata, dia berteriak dengan gugup. "Siau Yan, cepat panggil Hui Gi masuk kemari'" . Gadis berpakaian hijau yang berdiri di depan tirai segera mengiakan Kemudian terdengar langkah kakinya yang berjalan dengan tergesa-gesa. Tidak berapa lama kemudian dari luar tirai terdengar lagi suara gadis itu. "Lapor hujin, Hui Gi sudah datang ". "Cepat suruh dia masuk kemari ' kata Hui hujin. Tirai disingkapkan, Hui Gi melangkah masuk dengan tergopoh-gopoh Dia segera membungkukkan tubuhnya dengan hormat. "Lao hujin memanggil budak tua Entah ada perintah apa?". "Apakah dalam keluarga kita ada orang yang pergi ke Bu Cing dalam beberapa hari ini'?" Tanya Hui hujin. "Tidak ada Lao hujin tidak rnemerintahkan orang ke Bu Cing Bagaimana orang kita berani kesana ?" Sahut Hui Gi. "Tapi enam hari yang lalu, terang terangan ada orang kita yang pergi kesana . Ciek Congkoan tidak mungkin satah mengenati orang kita bukan?" Kata Hui hujin. "Enam hari yang lalu Hui Gi berusaha mengingat-ingat. Orang-orang keluarga kita semuanya lengkap Tidak ada satu pun yang berkurang Kecuali Ong Si yang bertugas menggunting rumput di taman belakang Delapan hari yang lalu dia minta cuti karena ibunya sakit Malah dia meminjam satu bulan gaji dengan bagian pembayaran Sampai sekarang belum kembali" . Wajah Hui hujin berubah hebat. "Apakah Ciek congkoan kenal dengan Ong Si'?" tanyanya. "Lao hujin masa lupa, tahun lalu Ciek congkoan datang ke Kui Hun ceng kita Dia bertemu dengan Ong Si, bahkan memuji hasil kerjanya yang bagus Akhlrnya Ciek congkoan malah membawa pulang beberapa pot anggrek yang ditanam oleh Ong Si '. Terdemar suara keluhan dan mulut Hui huJin. "Apakah kau masih mengingat siapa yang memperkenalkan Ong Si kerja di sini?". "Rasanya loya cu sendiri yang membawanya dariSian li bio," Sahut Hui Gi. "Sudah berapa lama dia bekerja di sini?". "Sudah hampir dua tahun, dia datang pada musim semi tahun lalu.". "Pasti dia'"seru Hu hujin. "Lao hujin ". Hui hujm mengibaskan tangannya. "Kau boleh keluar sekarang Di sini tidak ada urusanmu lagi," Katanya. Hui Gi memberi hormat sekali lagi. "Budak tua mengundurkan diri. Dia membahkkan tubuhnya dan mernnggalkan tempat itu. Sepasang alis Hui hujin kembali bertaut erat. Dia menatap Yok Sau Cun sekilas,. "Kalau begitu, ternyata memang ada orang yang mengincar pedang Sit Kim kiam Kemungkinan di perjalanan terjadi apa-apa dengan dirinya .." . Yok Sau Cun merenung sejenak, tiba-tiba dia bertanya. "Mohon tanya kepada Hui huJin, entah sudah berapa lama Hui loya cu pergi dari Kui Hun ceng?" . Mendengar pertanyaannya yang seperti curiga akan sesuatu, Hui hujin menjadi tertegun seJenak. "Cuo hu pergi sudah kurang satu setengah bulan Beberapa tahun terakhir ini, biasanya dia jarang keluar pnitu Seandainya pergi, juga tidak pernah berkeliaran sampai demikian lama Eh, Yok siangkong menanyakan kepergian cuo hu sebenarnya karena apa?" . "Satu bulan yang lalu, cayhe pernah melihat Hui loya cu di Kwa Ciu Kalau begitu sejak di Kwa Ciu, Hui loya cu belum pernah kembali ke Kui Hun Ceng. Mungkinkah...." . Hui hujin dapat mendengar nada suaranya yang seperti menduga akan sesuatu Sinar matanya semakin tajam. "Yok siangkong, bila ada sesuatu yang mengganjal di hatimu, silahkan katakan saja terus terang " . Yok Sau Cun merenung sejenak. "Hui hujin tadi sudah mendengar cerita tentang diri cayhe yang ditipu kaum penjahat untuk mengantarkan sepucuksurat beracun kepada Song loya cu bukan'?" . Hui hujin penasaran ingin mendengarkan kelaniutan kata-katanya Oleh karena ttu dia hanya mengangguk kecil tanpa berkata apa apa. "Isi suat itu justru menyatakan bahwa Hui siocia harus mernbawa Sit Kim kian agar ditukarkan dengan diri Hui loya cu " . "Apa'?" Tubuh Hui hujin bergetar Suaranya meniadi parau " Dalamsurat beracun itu ditulis bahwa Siau li harus menukar pedang Sit Kim kiam dengan diri ayahnya Kalau begitu, cuo hu sudah terjatuh ke tangan para penjahat itu?'." Pada waktu itu, penjelasan yang dibenkan oleh Song loya cu adalah menganggap para penjahat itu hanya menggertak saja, maksud mereka agar Song loya cu begitu terkejutnya sehingga tidak sempat berjagajaga terhadap racun yang ditebarkan di atas surat tersebut Maka Song loya cu tidak percaya kata kata daiam surat itu. "Sedangkan toako saja bisa digotong keluar dan Tian Hua sanceng tanpa menyadari apa apa,' malah ditukarnya dengan orang palsu. Hal ini membuktikan kehebatan mereka dalam merencanakan sesuatu Pasiti Cuo cuo hu juga dapat terpedaya oleh mereka," Kata Hui hujin. Meskipun hatinya cemas memikirkan suami dan putrinya, namun cara otaknya bekerja masih demikian tenang Hui hujin memang seorang wanita yang mengagumkan. 'Apa yang Hui hujin katakan memang tepat Ketika itu. berdasarkan nama besar Hui loya cu siapa pun tidak ada yang percaya bahwa dia bisa tertangkap oleh para penjahat Tetapi tsrnyata Hui loya cubelum juga pulang kemari Apalagi pihak Kui Hun Ceng tidakmengirim utusan untuk menyambut Hui siocia, sedangkan Ciek congkoan terangterangan mengatakan ada orang pihak Kui Hun Ceng yang telah datang. Sekarang Hui siocia juga belum kembali. Dari semua keterangan ini. kalau dipikirkan baikbaik, memang sangat mencurigakan". Biasanya Hui hujin merupakan orang yang berotak dingin Tetapi masalah ini menyangkut diri suami dan putrinya. Apalagi setelah mengetahui bahwa Tian Hua sanceng telah diselusupi oleh mata-mata Bahkan telah terjadi peristiwa yang mengerikan Untuk sesaat dirinya panik sekali Hampir saja dia menguraikan air mata di hadapan Yok Sau Cun. "Mereka ayah dan anak pasti mengalami sesuatu yang tidak diinginkan Sekarang apa yang harus kuperbuaP" Gumamnya seorang diri. Tiba-tiba matanya membelalak "Yok siangkong, kau mengatakan telah mellhat cuo hu di Kwa Ciu dengan siapa dia pada saat itu?". "Tidak dengan siapa-siapa Rasanya kedatangan Hui loya cu ke Kwa Ciu juga demi pedang Sit Kim kiam tersebut" . "Hal ini semakin membingungkan Mengapa ketika berangkat, dia sama sekali tidak mengungkit masalah ini denganku? Eh, Yok siangkon, ketika melihat cuo hu di Kwa Ciu, bagaimana gerak-geriknya?" . "Karena Sit Klm kiam adalah senjata tajam yang tiada duanya, Hui loya cu tidak' ingin pedang pusaka itu terjatuh ke tangan orang jahat Oleh karena itu barulah dia mengunlukkan diri " Kemudian dia menceritakan kejadian yang dialaminya pada sebuah kedai bakmi sepintas selalu. Hui hujin mendengarkan sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali. "Hek houw sm Cao Kuang Tu sudah terang bukan tandingan cuo hu, tapi Jumlah mereka banyak Sepasang tangan mana mungkin mengalahkan empat pasang tangan " Kata Hui hujin sambil menarik nafas panjang. Bibir wanita setengah baya itu bergerakgerak. dia seperti masih ingin mengubapkan apaapa, tlba tiba dari luar berkumandang suara seruan Siau Yan. "Lapor Lao hujin, Siau Cui sudah kembali." . Siau Cui tentu saja merupakan pelayan yang selalu mendampmgi Hui Fei Ciong, Kalau Hui Fei Ciong menghilang, tentu dia akan ikut menghilang. Sekarang tiba-tiba dia kembali, bukankah merupakan suatu kabar baik yang tidak terduga-duga? ". "Cepat suruh dia masuk cepati" Seru Hui hujin gugup. Tirai bergerak gerak, tubuh Siau Cui yang langsing menghambur masuk, dia langsung menuju ke hadapan Hui huJin dan menjatuhkan diri berlutut di atas lantai. "Lao hujin, celaka! Siocia ratapnya tersendat-sendat. Jantung Hui huiin terasa berdebar-debar dengan keras. "Siau Cui, cepat katakan' Apa yang terjadi dengan siocia?" Tanyanya cemas. "Siocia dan budak telah diculik oleh kaum penjahat. Hari ini salah seorang dan para penjahat yang kemungkinan kepalanya memerintahkan agar budak dilepaskan pulang ke rumah supaya bisa mengantarkan surat kepada Lao hujin" . Hui hujin seperti merasakan adanya beban berat yang baru saja dilepaskan aan pundaknya. Apabila penjahat tersebut membiarkan Siau Cui pulang untuk mengantarkan surat, pasti belum terjadi apa apa pada putrinya. "Siau Cui, kau berdiri dulu dan jelaskan perlahan-lahan " Katanya dengan suara lembut. Slau Cui mengiakan Dia langsung berdiri dan pada saat itulah dia baru melihat Yok Sau Cun yang duduk di atas kursi. Tanpa sadar waJahnya berseri-seri. "Kapan Yok siangkong datang kemari?" Tanyanya,. Yok Sau Cun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Siau Cui kouwnio, yang penting soal sioclamu, slapa yang menculik kalian dan sekarang di mana dia?" . "Tidak tahu Budak benar-benar tidak tahu " . Hui hujm melihat keakraban antara Siau Cul dengan Yok Sau Cun, apalagi kecemasan anak muda itu terhadap keadaan putrinya. Diamdiam hatinya semakm senang. "Siau Cui, bukankah kau bersamasama dengan siocia, mengapa kau bisa tidak tahu sama sekali?" Tanya nyonya itu seperti menyalahkan. "Budak dan siocia samasama dikurung dalam sebuah ruangan yang tidak ada penerangannya sama sekali Hari ini mereka menutup mata budak dengan secarik kain hitam lalu membawaku dengan kereta sampai di depan pintu gerbang kota Setelah itu barulah kam hitam itu dilepaskan dan mereka menyuruhku beiialan lurus untuk kembali ke sini" . Mendengar ceritanya yang tidak berujung pangkal itu tanpa terasa hati Hui hujin semakin bingung Tapi dia memaklumi perasaan Siau Cui yang mungkin masih dalam keadaan terkejut. "Apakah kalian sempat bertemu dengan loya?" Tanyanya kemudian. "Tidak Apakah loya sudah oerangkat untuk menolong kami'?". "Lebih baik kau ceritakan dulu bagaimana kalian bisa sampai diculik oleh komplotan penjahat itu? Jelaskan dengan seksama biar aku bisa mempertimbangkannya,' kata Hui hujin selanjutnya. Siau Cui segera mengiakan. "Hari itu Ong Si tiba-tiba muncui di Tian Hua sanceng dan mengatakan bahwa dia mendapat perintah dan loya untuk menjemput siocia pulang. ". Hui hujin langsung mendengus dingin. "Hm ,. Ternyata memang dia.". "Kami langsung naik perahu. Tidak lama kemudian kami tidak sadar lagi.. "Tentu komplotan penjahat itu telah menaruh sesuatu dalam air teh kalian. Benarbenar orang yang tidak tahu mati'" Gerutu hui hujin. "Ketika sadar kembali, kami sudah berada dalam sebuah ruangan yang gelap gulita Sampai hari ini, salah seorang dan mereka mengatakan bahwa budak boleh dilepaskan pulang Mereka lalu menutup mata budak dengan secank kain hitam dan dinaikkan ke atas kereta Setelah melalui perjalanan kurang lebih setengah harian, barulah budak dilepaskan Ketika tahu budak sudah sampai di pintu gerbang sebelah timur, tanpa menunda waktu lagi budak cepat cepat pulang kemari" . "Tadi kau mengatakan bahwa mereka menyuruhmu pulang untuk mengantarkan sepucuk surat?" Tanya Hui hujin. "Ong Si yang mengatakannya Budak disuruh pulang dan lapor kepada hujin, apabila ingin siocia kembali dengan selamat maka kita harus memberikan Sit Kim kiam , Pasti tidak akan terjadi apa-apa pada siocia Maksud mereka ingin kita menukar pedang tersebut dengan diri siocia," . "Hm . Pedang ditukarkan dengan sandera Apakah mereka tidak mengatakan bagaimana cara kita menukarnya dan di mana kita harus menukarnya?" Tanya Hui hujin kembali. "Ong Si mengatakan bahwa besok malam kentungan pertama, budak harus membawa pedang ke taman lama Lui Tang Setelah mereka melihat pedang pusaka itu, maka siocia akan segera dilepaskan," Kata Siau Cui selanjutnya. Hui hujin marah sekali. "Nyali mereka sungguh besar Berani benar memaksa menukarkan pedang dengan siau Li. Aku akan pergi melihat sebetulnya kaleng rombeng dari mana mereka itu?" Serunya kesal. Siau Cui terkejut sekali. "Lao hujin, jangan sekali-sekali kau menampakkan diri .'". "Mengapa?". "Siocia berada dalam genggaman mereka Dengan datangnya Lao hujin mereka mungkin menjadi marah Kalau sampai" . "Kalau Hui hujin mempercayai cayhe, biar besok malam cayhe saja yang menerttam Siau Cui kouwnio pergi ke tempat yang dijanjikan. Entah bagaimana pendapat hujin?" Kata Yok Sau Cun menawarkan diri. Hui hujin meliriknya sekilas. "Yok siangkong datang darl tempat yang jauh, mana enak aku merepotkan dengan persoalan pnbadi kami'?" . "Hujin jangan berkata begitu. Komplotan penjahat ini sungguh licik. Terangterangan mereka menculik Hui sioeia untuk ditukarkan dengan Cen Ku kiam Seandainya cayhe tidak mengenal Hui siocia atau hujin sekalipun, cayhe juga tidak bisa ikut campur tangap setelah mengetahui adanya peristiwa ini Apaiagi cayhe mendapat perintah dari Song loya' cu untuk mengantarkan Sit Kim kiam kemari Sedangkan Sit Kim kiam ini adalah benda pusaka yang tiada duanya. Apabila terjatuh ke tangan orang jahat, akibatnya pasti sudah dapat dibayangkan. Lagipula cayhe sudah bertemu dengan Hui siocia beberapa kali, hubungan kami sudah cukup dekat Mana ada alasan untuk tidak menolongnya?" Sahut Yok Sau Cun panjang lebar. Hui hujin melihat pemuda di hadapannya ini sangat bijak dan gagah pula. Tampaknya ilmu silat anak muda ini hasil didikan tokoh terkenal. Kalau tidak, toako pasti tidak menyuruhnya mengantarkan Sit Kim kiam ke yang Ciu ini, pikirnya dalam hati. "Betul, hujin Yok siangkong adalah sahabat siocia Malah siocia pernah mengundangnya berkunjung ke Yang Ciu ini," Tukas Siau Cui ikut membenarkan. Mendengar ucapannya, Hui hujin langsung mengerti Jangan-jangan toako menyuruhnya mengantarkan pedang ke Kui Hun Ceng memang sudah direncanakan sejak semula. Membawa pikiran seperli itu, tanpa sadar Hui hujin tersenyum. "Keberanian Yok siangkong membela ke luarga kami, aku merasa terharu sekali Te tapi siau li berada dalam genggaman komplotan penjahat itu, sedangkan yang mereka inginkan adalah pedang pusaka tersebut Menurut pendapatku, lebih baik kita serahkan saja pedang Sit Kim kiam itu Yang penting siau li dapat kembali dengan selamat Harap Yok siangkong simpan kembali pedang tersebut Terpaksa merepotkan Yok siangkong besok malam agar pergi ke taman lama Lui Tang bersama Siau Cui untuk menukarnya dengan siau li" . "Cayhe menurut perintah," Sahut Yok Sau Cun Dia mengambil kembali Sit Kim kiam 'yang diletakkan di atas meja kecil tadi dan .disampirkannya kembali di atas bahu " Para penjahat itu telah menentukan waktunya besok malam kentungan pertama Berarti masih ada waktu satu setengah hari Kemung;kinan kaki tangan mereka telah tersebar di 'kota Yang Ciu Cayhe ingin menggunakan waktu satu hari lebih ini untuk mencoba menyelidiki Siapa tahu cayhe berhasil mendapatkan sedikit petunjuk. Sekarang cayhe mohon diri saja" Yok Sau Cun segera berdiri. Hui hujin langsung menggerakkan tangannya menahan. "Harap Yok siangkong tunggu dulu Kau datang dari jauh sebagai tamu Seandainya harus pergi juga, setidaknya biarkan kami menjamu dulu Yok siangkong sebagai tuan rumah yang baik" . "Betul, Yok siangkong " Tukas Siau Cui "Selesai makan baru pergi juga masih ada waktu Sekarang juga budak akan ke dapur dan menyuruh tukang masak menyiapkan beberapa macam hidangan." Selesai berkata, dia langsung menghambur keluar. "Yok siangkong, silahkan duduk kembati Kau dan siau li merupakan sahabat Dengan demikian tidak dapat dianggap orang luar Di dalam rumah setiap hari sudah ada hi dangan yang tersedia, sama sekali tidak me repotkan Kalau kau masih sungkan juga, berarti Yok siangkong sendjn yang meng anggap kami orang asing," Kata Hui hujin selanjutnya. Mendengar desakan itu, Yok Sau Cun tidak enak hati lagi menolak. Terpaksa dia duduk kembali di tempatnya semula. "Kalau Lao hujin berkata demikian, cayhe terpaksa tidak sungkansungkan lagi" Bari saja selesai berkata, tiba-tiba Yok Sau Cur teringat batu giok yang dititipkan oleh Song loya cu yang mana harus diserahkan langsung ke tangan Hui hujin Dia sendm hampir saja melupakan masalah itu. "Hui hujin, ada sesuatu yang hampir terfupakan oleh cayhe". Hui hujin menatapnya dengan heran. "Apa itu?" . Yok Sau Cun segera mengeluarkan se buah bungkusan kain dan balik sakunya dan menyodorkannya ke hadapan Hui hujin. "Sebelum berangkat ke Kui Hun Ceng ini, Song loya cu menitipkan batu giok ini dalam ruangan perpustakaan dan berpesan wanti-wanti agar cayhe menyerahkannya langsung ke tangan Hui hujin Karena mencemaskan masalah menghilangnya Hui siocia, cayhe hampir saja melupakannya" . Hui hujin tertegun mendengar keterangan Yok Sau Cun Dia melirik sekilas ke arah bungkusan kain di tangannya. 'Apakah toako menyuruh Yok siangkong menyerahkannya langsung kepadaku? ". "Betul," Sahut Yok Sau Cun. Hui hujin segera membuka bungkusan kain tersebut Melihat batu giok yang terbungkus di dalamnya, wajahnya langsung menyiratkan perasaan terkejut dan gembira. Matanya langsung terangkat dan menatap Yok Sau Cun lekat-lekat. "Kau...". "Ketika Song loya cu menyampaiKan batu giok ini, dia mengatakan bahwa apabila hujin ingin mengatakan sesuatu, cayhe harus mengabujkannya." . Hui hujin mengangkat batu giok itu perlahan-lahan Dia merabanya sekilas. "Kau she Yok?" Pertanyaannya sungguh aneh. Yok Sau Cun sampai kebingungan Namun dia menjawab juga..,. "Betul". "Berapa usiamu tahun mi?" Tanya Hui hujin kembali. "Cayhe berusia dua puluh tahun " . Hui hujin merasa seakan ada sesuatu yang tidak tepat. Dia merenung sejenak. "Apa lagi yang dikatakan toako kepada mu?". "Song loya cu tidak mengatakan apa apa lagi," Sahut Yok Sau Cun. "Toako juga tidak mengatakan siapa pemilik batu giok ini?" Tanya Hui hujin kurang percaya. "Tidak," Sahut Yok Sau Cun tegas. "Aneh sekali" Hui hujin mengerutkan sepasang alisnya "Coba kau ingatingat sekali lagi.". Yok Sau Cun menurut Dia berusaha mengingat kembali pembicaraan Song loya cu dengannya tempo hari. "Song loya cu benar benar tidak mengatakan apa-apa lagi". "Toako menyerahkan batu giok ini kepa damu Semestinya dia berpe8an sesuatu " Matanya tiba-tiba bersinar terang "Mungkinkah." Dia termenung lagi sejenak. Matanya menatap Yok Sau Cun lekat-lekat. "Toako menyerahkan giok ini kepadamu pasti dengan satu syarat bukan?" Tanyanya kembali. "Tidak Tapi ketika Song loya cu menyerahkan batu giok ini kepada cayhe, wajahnya serius sekali," Sahut Yok Sau Cun. "Apakah bukan Yok siangkong yang memohon kepada toako?" . Pikiran Yok Sau Cun langsung tergerak. Dia memang mengajukan suatu permohonan kepada Song loya cu demi permmtaan suhunya Tapi dia merasa hal ini tidak ada hubungannya dengan batu giok tersebut. Hatinya benar-benar bingung. "Pada saat cayhe datang ke Tian Hua sanceng, sebetulnya memang ada suatu urusan di mana cayhe mohon kepada Song loya cu Tapi dengan batu giok ini, rasanya tidak ada sangkut paut apa-apa." . Hui hujin mendengarkan dengan seksama. "Untuk urusan apa Yok siangkong memohon kepada toakoku'? Dapatkah Yok siangkong menceritakannya'?" . Pada saat itu Siau Cui dan Siau Yan ma' suk kembati dengan tangan masing masing membawa sebuah baki bensi berbagai hi dangan Keduanya langsung merapikan hi dangan tersebut di atas meja bundaryang terletak di tengahtengah ruangan Siau Cui segera membungkukkan tubuhnya dengan hormat. 'Lao hujin. arak dan hidangan telah di sediakan Yok siangkong sudah bisa diajak makan sekarang ". Hui hujin langsung berdiri "Yok siang kong, silahkan," Ajaknya. Yok Sau Cun cepat-cepat ikut berdiri Dia menjura dalam-dalam. "Hujin, silahkan " Sahutnya. Yok Sau Cun dan Hui hujin langsung mengambil posisi berhadapan satu dengan lainnya dan duduk di depan meja Siau Cui mengulurkan tangannya rnengangkat kendi arak dan menuangkannya ke cawan Yok Sau Cun dan Hui hujin. Yok Sau Cun segera membungkukkan tubuhnya sedikit. "Siau Cui kouwnio, cayhe tidak minum arak ". Hui hujin tersenyum lembut. "Minum sedikit tidak apa-apa Yok siang kong silahkan makan sambil bercerita " . Yok Sau Cun hanya mengiakan Setelah minum seteguk arak yang disajikan, dia kemudian menceritakan tentang dua buah permintaan suhunya Salah satunya, hanya dengan sekali anggukan dan Song loya cu, masalahnya sudah dapat diselesaikan Te tapi karena pada waktu dulu, Song loya cu pernah bersumpah kalau suhu yang datang menemuinya, maka orang tua itu harus sang gup menenma dua puluh jurus ilmu pedangnya, baru permintaanya dapat dikabulkan Ternyata yang datang adalah muridnya Song loya cu lalu memberi kelonggaran dengan membatasinya sebanyak satu jurus saja Dia sudah mencoba sebanyak tlga kali namun masih belum berhasll juga Semuanya diceritakan oleh Yok Sau Cun tanpa ditutupi sedikit pun. Mendengar ceritanya, Hul hujin menganggukkan kepaianya berkalikali. Bibirnya mengembangkan seulas senyuman. "Ini dia .". "Apakah Hui hujin sudah paham?" Tanya Yok Sau Cun. "Toako membenkan batu giok ini kepada Yok siangkong agar menyerahkannya kepadaku adalah agar aku dapat membantu mengabulkan permintaan suhumu Tetapi tunggu sampai urusan ini selesai, aku akan mengaJakmu menemui seseorang," Sahut Hui hujin. Mendengar kata-katanya, hati Yok Sau Cun gembira sekali. Dia cepatcepat berdiri serta menjura dalam-dalam. "Terima kasih hujin. Bolehkah hujin membentahukah siapa yang akan kita temui itu?" Tanyanya penasaran. "Yok siangkong jangan banyak bertanya dutu. Sampai waktunya kau tentu akan mengerti Tetapi nasehat toako agar kau mempelajan jurus baru itu dengan giat sama sekali tidak boleh diabaikan Semakln matang latihannya semakin balk. Bisa atau tidak terkabulnya permintaan suhumu, semuanya tergantung Yok siangkong sendiri." . Mendengar nada ucapannya, Yok Sau Cun menduga bahwa terkabulnya permintaan sang guru ada tiubungan yang erat dengan petajaran silatnya sendiri Song loya cu dan Hui hujin samasama tidak bersedia menerangkan. Dia juga tidak enak hati men desak terus. Kemudian dia terpaksa menahan perasaan hatinya dan menjura sekali lagi. "Cayhe akan ingat baik-baik " . Mereka tidak bercakap cakap iagi Yok Sau Cun cepatcepat menyelesaikan santapannya kemudian memohon diri. "Yok siangkong, kau toh sudah sampai di Yang Ciu. Tidak perlu sungkan-sungkan lagi Aku sudah menyuruh Siau Cui menyiapkan sebuah kamar untukmu. Jangan kembali terlalu sore supaya kita bisa makan malam bersama dan tidak perlu menghamburkan uang di luaran." Kata Hui hujin. "Atas perhatian Hui hujin, cahye mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Saat ini kita masih belum mengetahui jejak Hui siocia Cayhe ingin menggunakan waktu satu setengah hari ini untuk mendapatkan sedikit petunjuk. Mudah-mudahan saja cayhe beruntung. Siapa tahu komplotan mereka sudah berada di Yang Ciu Seandainya cayhe keluar masuk gedung Hui loya cu, tentu akan menimbulkan kecurigaan mereka. Lagi pula sebelum datang kemari cayhe sudah memesan sebuah kamar di penginapan Siau Kiang Lam Hui hujin tidak perlu sungkan. Besok malam sebelum waktu lentera dinyalakan, cayhe akan datang kemari," Sahut Yok Sau Cun. Dia langsung menjura sekali lagi kepada Hui hujin dan keluar dari Kui Hun ceng Hati nya terus memikirkan keadaan Ciok Ciu Lan Entah dia sudah kembaii atau belum? Tanpa sadar langkah kakinya dipercepat Dalam waktu sekejap saja dia sudah sampai di penginapan Siau Kiang Lam. Pelayan yang biasa melayani Yok Sau Cun segera membawakan teko bensi air teh untuknya. "Kongcu ya sudah pulang,' sapanya ramah. "Apakah ada orang yang mencariku'?" Tanya Yok Sau Cun. "Tidak ada," Sahut pelayan tersebut. "Aneh sekali Adikku itu terang terangan mengatakan akan mencariku hari ini juga Mengapa dia masih belum sampai'?" . Pelayan itu tersenyum simpul. "Hari masih belum terlalu sore Biasanya para tamu berdatangan apabila sudah mulai gelap Mungkin Kongcu ya harus frienunggu sebentar lagi" . Setelah pelayan itu pergi, Yok Sau Cun mulai merasa hatinya tidak enak Para penlahat sudah menculik Hui Fei Cin Terhadap putri Wi Yang taihiap saja mereka berani menyandera dan mengajukan permintaan untuk menukarkannya dengan pedang Sit Kim kiam Hal ini sudah membuktikan bahwa merekatidak pandang sebelah mata kepada Wi Yang taihiap Yok Sau Cun jadi curiga bahwa kaki tangan mereka pasti sudah tersebar di kota Yang Ciu. Sedangkan Ciok Ciu Lan sampai saat ini belum kembali juga Mungkinkah telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada gadis itu? Berpikir demikian, hati Yok Sau Cun semakin gelisah Duduk salah berdiri pun salah Tapi dia terus mengasah otaknya Tujuan Ciok Ciu Lan adaiah untuk menemui ibunya Rasanya tidak mungkin menemui bahaya apa pun. Betul' Dia sendiri mendengar Ciok Ciu Lan mengatakan Sian Li bio merupakan tempat perkumpulan berbagai macam kaiangan Segala golongan manusia ada disana Mengapa dia tidak pergi ke Sian Li bio saja'? Siapa tahu dia bisa bertemu dengan Ciok Ciu Lan dalam perjalanan? Atau mungkin dia bisa menemukan petunjuk di mana Hui Fei Cin disekap?. Membawa pikiran demikian, Yok Sau Cun tergesa-gesa keluar dan penginapan dan menuju ke arah pintugerbang sebelah timur Di depan Sian U bio ada sebuah lapangan yang luas Tadinya merupakan pusat penjualan padi di Yang Ciu Berbagai golongan manusia lalu berdatangan dan segala pen juru. Tempat itu sekarang seperti sebuah alunalun yang menjaja segala macani ba rang bahkan ada pula yang mengadakan pertunjukan mencari nafkah di tempat tersebutAda pula yang menggunakan keramaian itu mendirikan tenda membuka kedaj arak serta makanan kecil seperti bakpao, lumpia dan sebagainya Suasananya seperti pasar malam saja. Yok Sau Cun membaur di antara orang banyak Begitu berdesak-desakannya sehingga orang-orang itu bertabrakan satu dengan lainnyaAda juga yang merijual berbagai macam obatobatan yang katanya dapat menyembuhkan luka dalam dan lainnya. Tentu saja kebanyakan merupakan obatobat pasaran yang khasiatnya perlu diragukan Beberapa orang yang menunjukkan atraksi juga terdiri dan pesilat kasar yang hanya belajar ilmu silat serabutan saja. Juga terlihat berandal-berandal cilik yang telanjang dada menyeruak di antara kerumunan Mereka tentunya terdiri dan malingmaling kecil yang mencan kesempatan apabila ada sasaran empuk Tidak ada seorang pun yang mirip dengan kaki tangan penjahat yang dican Yok Sau Cun Tentu saja dia |uga tidak bertemu dengan Ciok Ciu Lan. Yok Sau Cun memperhatikan cakrawala Pelangi menghias dengan indah Sebentar lagi senja akan turun dan malam men|elang Padahal hatinya bersemangat sekah ketika datang di tempat tersebut Tapi rupanya dia terpaksa pulang dengan tangan hampa Oia tidak berhasil menemukan sedikit petunjuk pun Hatinya menjadi galau Janganiangan komplotan penjahat itu tidak berada d| kota Yang Ciu. Dia berjalan sendirian mengikuti langkah kakinya Terlihat di depan ada sebuah kedai teh dengan kain lebar bertulisan Liok Yang Ki Kedai teh itu cukup besar. Tiga buah tenda dijadikan satu Pikirannya segera tergerak. Kedai teh ataupun rumah makan merupakan tempat persinggahan berbagai macam kalangan manusia Mengapa aku tidak mampir sebentar disana ? pikirnya dalam hati. Pada saat itu, hari belum gelap Di dalam kedai arak terdengar suara bising di mana hampir delapan bagian dari mejanya tensi tamutamu yang sedang bercakapcakap Yok Sau Cun memilih sebuah tempat yang dekat dengan jalanan Seorang pelayan bergegas menghampin dan membungkuk dengan hormat. "Teh jenis apa yang Kongcu ya inginkan?" Tanyanya sopan. "Teh biasa saja " Sahut Yok Sau Cun. Pelayan itu mengiakan lalu mengundurkan diri Yok Sau Cun mengedarkan pandangannya.Para tamu yang ada di kedai teh itu sebagian besar terdiri dari pedagang. Juga ada beberapa orang pemuda yang sedang santai Sambil menikmati makanan kecil, mereka berbincang bincang ngalorngidul Pokok pembicaraan hanya berkisar antara usaha yang sedang mereka jaiankan atau gadis keluarga mana yang cantik jelita. Sama sekali tidak terlihat salah seorang yang biasa berkecimpung di dunia kangouw, sedangkan orang yang menggembol pedang saja hanya Yok Sau Cun seorang. Tidak heran beberapa pasang mata meliriknya sejak tadi Sampai sampai Yok Sau Cun merasa tidak enak hati. Pelayan tadi kembah dengan membawa teh pesanan Yok Sau Cun Bibirnya me ngembangkan seulas senyuman. "Kongcu ya, apa masih ada pesanan yang lain''" . Yok Sau Cun tahu yang dimaksudkan adalah makanan kecil. Tetapi dia baru pertama kali datang ke Yang Ciu Dia tidak tahu jenis makanan apa yang ternama di daerah ini. Akhirnya dia memesan secara seram pangan saja. "Bawakan aku dua macam kue yang manis ," Katanya. pelayan itu segera mengiakan Dia kem bali ke dalam dan sejenak kemudian sudah keluar lagi membawa dua macam makanan kecil yang terdiri dan semacam pia Tampaknya cukup membangkitkan selera Yok Sau Cun mengangkat cawan tehnya dan minum seteguk. Setelah itu dja mencicipi dua macam kue yang dihidangkan Rasanya me mang lezat sekali. Saat ini sebetulnya merupakan waktu yang tepat untuk menikmati hidangan dengan santai. Tetapi pikiran Yok Sau Cun tidak bisa lepas dari diri Hui Fei Cin yang diculik oleh para penjahat Sedangkan dia sendiri tidak menemukan petunjuk sedikit pun. Apalagi Ciok Ciu Lan yang sudah berjanji bertemu dengannya di penginapan Siau Kiang Lam masih belum muncul juga Apakah gadis itu sudah bertemu dengan ibunya'?. Tapi terlepas dan bertemu atau tjdak, seharusnya dia kembali ke penginapan untuk mengabari Yok Saii Cun agar anak muda itu tidak cemas memikirkannya Yok Sau Cun juga memikirkan dua macam permmtaan suhunya yang masih belum tercapai Dia sendiri sudah dua kali mencoba sejurus ilmu pedang Song loya cu, meskipun belum berhasil tapi orang tua itu teiah membenkan sepotong batu giok kepadanya agar diserahkan kepada Hui hujin Hal im membuktikan bahwa sebetulnya Song loya cu sudah me ngabulkan permintaannya. Pasti karena tidak enak mengunjukkan muka maka dia sengaja memintanya menemui Hui hujin Tapi entah siapa orangnya yang Hui hujm katakan akan diajak menemuinya nanti Siapa sebetulnya orang itu? Dan apa hubungannya dengan suhunya?. Permintaan suhu yang lain adalah menemukan putranya yang telah menghilang sejak enam belas tahun yang lalu Suhengnya mi lebih tua delapan tahun danpadanya. Berarti sekarang berusia dua puluh delapan tahun Aih, tanda yang diketahui hanya tahi lalat merah di atas alis sebelah kanan Ketika kecil namanya Liong Kuan, dunia sedemikian luas Bukankah usahanya seperti mencan sebatang jarum di dalam lautan besar'? Kemana pula dia harus mencarinya? Langit perlahan-lahan menjadi gelap Lentera di kedai teh sudah mulai dinyalakan. Adabeberapa tamu yang segera menghitung fumlah makanan mereka lalu meninggalkan tempat tersebut. Tapi ada pufa beberapa tamu yang baru datang Beberapa tamu yang usianya lebih lanjut langsung memanggil pelayan dan minta di sediakan arak. Rupanya kedai teh ini merangkap dua jenis usaha Apabila malam menjelang kedai teh berubah menjadi rumah makan yang menyediakan berbagai macam hidangan lengkap dengan araknya Para tamu yang ingin menikmati arak dapat berdiam terus dj tempat tersebut. Yok Sau Cun memesan semangkok bakmi daging dan beberapa buah bakpao. Setelah menyantapnya dengan tergesa-gesa, dia langsung membayar makanannya dan bergegas kembali ke penginapan. Pelayan penginapan tersebut melihat kedatangan Yok Sau Cun Dia cepatcepat maju menyambutnya. "Kongcu ya, sampai sekarang siocia belum datang juga Mungkin hari ini dia tidak jadi datang ke sini," Katanya melaporkan sambil tidak lupa mengembangkan senyumannya. Ternyata Ciok Ciu Lan masih belum muncul juga' Yok Sau Cun diamdiam bertambah cemas Kalau Ciok Ciu Lan sudah bertemu dengan ibunya, pasti dia bergegas datang ke penginapan tersebut membentahukan kepada Yok Sau Cun Apakah ibunya tidak berada di Yang Ciu tetapi meninggalkan tanda agar dia menemuinya di tempat lain?. Tidak' Apabila ibunya tidak berada di Yang Ciu, Ciok Ciu Lan juga akan datang ke penginapan tersebut memberitahukan ke pada Yok Sau Cun Tidak mungkin dia pergi seorang diri begitu sa|a Mungkinkah telah terjadi sesuatu pada diri gadis itu'?. Pelayan tadi mehhat Yok Sau Cun tidak mengucapkan sepatah kata pun Bibirnya kembali mengulum senyum. "Kongcu ya, kamar yang kau sediakan buat siocia . "Tidak apa apa Biarkan saja kamar itu ". Pelayan itu menganggukkan kepalanya berkali-kali. "Kongcu ya, hamba telah menyalakan ientera Kongcu ya kembali saja dulu ke kamar Hamba akan menyediakan air hangat untuk membasuh diri" Katanya. Yok Sau Cun masuk ke dalam Dia mendorong pintu kamarnya, tiba-tiba hidungnya mencium serangkum keharuman yang samarsamar Seperti ada tapi juga seperti tidak ada. Orang biasa tentu tidak akan mengetahumya Tapi penciuman Yok Sau Cun sangat taiam Dia yakin ada seorang gadis yang masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan bau harum seperti itu. Pikirannya segera tergerak Mungkinkah Lan moay sudah datang tadi?. Matanya sibuk mengedar Ternyata di bawah tempat lilin tertekan secank kertas yang di atasnya tertera beberapa huruf tulisan. Ternyata Lan moay sudah datang Pasti karena aku tidak ada maka dia meninggalkan kertas ini untukku, pikir Yok Sau Cun kembali. Yok Sau Cun bergegas menghampiri meja dan mengambil kertas tersebut Hidungnya kembali mencium serangkum keharuman yang samar Tulisan di atas kertas itu sangat indah juga rapi. Di bawah cahaya rembulan, pohon Liu melambai lambai Di samping Go Teng kio dekat telaga Sou si menantikan kedatangan pendekar muda. Kertas itu tidak menyebutkan nama juga siapa penginmnya Dan nada tulisan itu saja, Yok Sau Cun langsung yakm bukan Ciok Ciu Lan yang meninggalkan kertas tersebut Tapi siapa kira kira orang ini'? Yang pasti seorang gadis'. Pelayan tadi kembali lagi dengan baskom berisi air hangat Juga dibawakannya sebuah teko bensi teh panas Bibirnya kembali tersenyum. "Apakah Kongcu ya masih ada keperluan yang !ain?" Tanyanya kemudian. "Aku hanya ingin menanyakan arah menuju telaga Sou si?". "Jaraknya sih tidak seberapa jauh Tetapi telaga Sou si terletak di luar pintu gerbang utama Sedangkan saat ini pintu gerbang sudah ditutup. Kalau Kongcu ya Ingin berpesiar, terpaksa harus menunggu sampfll besok pagi," Sahut pelayan itu menjelaskan. Kemudian dia memberi gambaran sekali lagi arah yang harus ditempuh oleh Yok Sau Cun apabila hendak ke telaga Sou si Setelah itu dia baru mengundurkan diri Dengan hati gelisah, Yok Sau Cun membaca tulisan di atas kectas tadi sekali lagi Dia mengingatmgat kembali gadis yang pernah dikenalnya Rasanya hanya Ciok Ciu Lan dan Hui Fei Cin Sedangkan ditambah dengan pelayan Hui Fei Cin yakni Siau Cui hanya tiga orang saja. Dari nada tulisan di atas kertas itu, Yok Sau Cun memang merasa tidak asing Tapi untuk sesaat dia tidak dapat mengingatnya Sekarang dia mempertimbangkan apakah dirinya harus pergi menuruti isi kertas tersebut?. Hui Fei Cln terjatuh dalam genggaman orang jahat Ciok Ciu Lan sampai sekarang belum kembali Sekarang tiba-tiba ada seorang gadis yang ingin bertemu dengannya. Mana mungkin dia menyianyiakan kesempaian ini?. Siapa tahu dla blsa mendapat keterangan yang dibutuhkannya . Oleh karena itu, Yok Sau Cun cepatcepat merapatkan pintu kamarnya dan memadamkan penerangan Dengan menyelinap dia keluar dan jendela Setelah melewati dua buah rumah penduduk, dia melayang turun di lorong belakang pengmapan tersebut. Sekarang dia sudah berada di ujung jalan Dia mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pelayan tadi dan menghambur ke arah pintu gerbang utama. Tidak lama kemudian, dia sudah sampai di batas tembok kote Dengan kemampuannya dalam ilmu ginkang, dia melesat naik ke atas tembok lalu melayang turun dengan ringan. Kegelapan malam mulai merayap. Yok Sau Cun menghindan jalan raya Dia mengikuti tembok kota sampai di tempat yang agak terpencii Dia menarik nafas dalam-dalam dan melesat lagi ke atas tembok Matanya yang awas segera menerawang Di kejauhan terlihat nak air telaga yang ber gerak-gerak. Saat itu hampir masuk musim dingin Air di telaga bergprak perlahan Tidak terlihat bayangan seorang manusia pun Yok Sau Cun tidak tahu di mana letak Go Teng kio yang disebut orang itu Terpaksa dia me nyusun tepi telaga dan berjalan terus Malam naik perlahan lahan Ternyata di sisi lelaga terdapat sebuah pondok lerbuka Jaraknya kurang lebih masih ada beberapa depa Di sekitar pondok tersebut banyak di hiasi po honpohon Liu Suasananya sedemikian tenang sehingga terasa mencekam. Di bawah cahaya rembulan, pohon Liu melambailambai Mungkm ini yang disebut Go Teng kio " Pikir Yok Sau Cun dalam hati. Sayangnya malam ini sama sekali tidak terlihat adanya rembulan Perlahan lahan Yok Sau Cun meneruskan iangkah kakmya Sekarang jarak antara dirinya dengan pondok terbuka itu semakin dekat Dari jauh dia sudah tampak sesosok bayangan tubuh yang langsing Rambutnya bergerai mencapai bahu Sebelah tangannya memegang sebuah sangkar burung Dia berdiri di sana dengan wajah menghadap ke dalam pondok Matanya seperti menerawang di kejauhan Sayangnya Yok Sau Cun tidak dapat melihat wajahnya dengan seksama. Dan bayangan tubuhnya yang langsing, kemungkinan gadis mi berwajah cantik jelita Tapi Yok Sau Cun tidak dapat menduga siapa adanya gadis itu? Tampaknya dia sedang menunggu seseorang Pikirannya pasti melayanglayang Yok Sau Cun sudah berjalan melewati ]embatan dan sampai di ujung pondok terbuka itu dia masih belum menyadannya Dia masih belum membahkkan tubuhnya Dia merasa tidak enak hati unluk menyapa Terpaksa dia berdiri di situ sambil mengeluarkan suara batuk batuk. "Apakah Yok siangkong yang datang'?" Tanya bayangan bertubuh langsing itu. Suaranya sangat merdu Rasanya tidak asing bagi telinga Yok Sau Cun Namun dia masih belum dapat menduga siapa adanya gadis itu. Cepat-cepat dia merangkapkan sepasang kepalan tangannya dan menjura. "Betul. Yok Sau Cun datang memenuhi undangan," Sahutnya. Bayangan langsing Itu mengeluarkan suara tertawa kecil. "Aku sudah menunggu di sinl sejak tadi," Katanya. Ucapannya seperti menyalahkan Maksudnya menyalahkan Yok Sau Cun yang datang terlambat Tapi karena gerutuannya diiringi dengan suara tawa yang merdu, maka tentunya dia tidak bersungguh-sungguh. "Kouwnio mengundang cayhe datang ke tempat ini, entah ada keperluan apa?" Tanya Yok Sau Cun. "Tentu saja ada keperluan." Sampai saat ini, bayangan langslng tergebut baru perlahanlahan membalikkan tubuhnya. Saat itu juga, Yok Sau Cun sudah melihat dengan jelas Dia, bukankah gadis cantik jelita yang dmgin seperti gunung es dan biasa dipanggil sebagai Tiong kouwnio, Tiong Hui Ciong. Ternyata memang dia!. Yok Sau Cun tertegun untuk sejenak. Akhirnya dia menjura sekali lagi. "Rupanya Tlong kouwnio " . Sepasang mata Tiong Hui Ciong yang indah bersinar bagai bintang kejora Dia menatap Yok Sau Cun lekat-lekat. "Kau kira siapa yang mengundangmu datang ke tempat ini?". "Cayhe justru tidak dapat menerkanya,";SahutYok Sau Cun. Tiong Hui Ciong tersenyum manis. "Bukankah sekarang kau sudah tahu'?". "Undangan kouwnio memang mengejutkan Entah ada urusan apa cayhe diundang ke tempat ini?" . Mata Tiong Hui Ciong menatapnya dengan lembut. "Yang diundang tentu saja harus me menuhi undangan Aku toh bukan macan yang buas. Jangan khawatir Mari duduk di dalam'' ajaknya. Perlahan-lahan dia melangkah ke dalam pondok terbuka tersebut dan duduk di atas undakan batu yang mengelilingi tiang di sana Mendengar ucapannya yang minp sindiran, terpaksa Yok Sau Cun ikut masuk ke dalam dan duduk di undakan batu di se berangnya. Pada saat itu rembulan mulai bergeser dan balik awan dan menunjukkan sebagian dmnya Keadaan di sana menjadi agak te rang Yok Sau Cun duduk berhadapan de ngan gadis cantik itu Matanya sangat indah, persis air telaga yang bergerakgerak Dia mengenakan pakaian berwarna kuning muda Pipinya berona merah jambu Kecantikannya semakm kentara Sikapnya tetap dingin seperti biasa Sangkar burung yang dibawanya telah diletakkan di atas ta.iah Yok Sau Cun menantapnya lekat lekat Dia merasa sikap dingin gadis itu tidak seperti biasanya Malah ada kesan seperti dibuat buat agar tidak menyolok Bahkan Yok Sau Cun seperti berhadapan dengan orang lam Dia memandang gadis itu dengan terpesona. Tiong Hui Ciong seperti tidak merasakan pandangan Yok Sau Cun yang ta;am Dia mengedipkan matanya beberapa kali seperti orang yang kelilipan. "Akhirnya bulan keluar juga dan persembunyiannya," Gumamnya seorang diri. Yok Sau Cun tiba-tiba merasa sikapnya tadi kurang sopan Tanpa sadar wajahnya berubah merah padam. "Sebetulnya apa maksud Tiong kouwmo mengundang cayhe ke tempat ini'?" Tanyanya kembali pada tujuan semula. Tiong Hui Ciong tersenyum simpul. "Aku melihatmu di jalan raya Itulah sebab nya sengaja mengundang kau kemari untuk berbincang bincang " . Mendengar ucapannya pikiran Yok Sau Cun langsung tergerak. "Entah keperluan apa yang membuat Tiong kouwrno sampai ke Yang Ciu ini?". 'Tidak apa apa " Tiong Hui Ciong mera pikan rambutnya yang bergerai ditiup angin "Aku sebetulnya mengikuli jejak seseorang ". 'Lalu, apa yang ingin kouwnio bicarakan dengan cayhe'?'tanya Yok Sau Cun kembali. "Aku justru ingin bertanya mengapa kau bisa datang ke Yang Ciu?". "Apa maksudmu menanyakan hal ini?" Kedua orang itu seperti saling melontarkan pertanyaan tanpa ada satu pun yang bersedia menjawab terlebih dahulu. Tiong Hui Ciong menatapnya sekilas. "Kau tidak bersedia membentahukan? lya kan? Sebetulnya tanpa perlu kau katakana aku juga sudah tahu Kau datang ke Yang Ciu demi Hui Fei Cin itu " . Wajah Yok Sau Cun berubah perlahan-lahan. "Kau yang menculik Hui siocia'?". Wajah gadis itu tampak pilu. "Kau salah menuduh Orang yang menculik Hui siocia bukan aku '. "Lalu siapa?" Desak Yok Sau Cun "Malam ini aku tidak perduli hal yang lainnya dan mengundang kau ke sini Tujuannya adalah untuk mengucapkan beberapa patah kata," Sahut Tiong Hui Ciong. "Kouwmo silahkan katakan saja ' Tiong Hui Ciong menatapnya sekilas " Kalau aku sampai mengatakannya apakah kau bersedia mendengarkan?" Tanyanya lembut. 'Mengapa tidak coba kau katakana terlebih dahulu?". Wajah gadis itu berubah serius. "Dengarlah nasehatku Besok pagipagi, segera tinggalkan kota Yang Ciu ini" . Yok Sau Cun teclawa dingin. "Mengapa'?". "Meskipun Hui kouwnio diculik oleh sekomplotan orang, tetapi keadaannya tidak berbahaya sama sekali Asal membawa pedang Sit Kim kiam, mereka pasti akan melepaskannya Dengan kata lain, tanpa adanya Sit Kim kiam, siapa pun Jangan harap dapat menolongnya Ada atau tidaknya kau di Yang Ciu sama sekali tidak ada perbedaan," Kata Tiong Hui Ciong selanjutnya. Sekali lagi Yok Sau Cun tertawa dingin. "Ternyata Tiong kouwnio mengundang cayhe kemari untuk membujuk agar cayhe tinggalkan kota Yang Ciu ini,' katanya sinis Wajah Tiong Hui Ciong langsung berubah hebat. "Apa? Kau bilang aku sengaja mengundangmu agar dapat membujukmu?". "Apakah bukan begitu kejadiannya? Orang she Yok sudah mengambil keputusan untuk campur tangan dalam urusan ini. masa begitu mudah melepaskannya kembah '? Kecuali kalian lepaskan Hui siocia'" . Tiong Hui Ciong tampaknya marah sekali. "Yok Sau Cun' Tampaknya kau manusia yang tidak tahu diuntung!". "Bagaimana Tiong kouwmo bisa menga takan bahwa aku manusia yang tidak tahu diuntung?'. Tiong Hui Ciong menarik nafas dalam-dalam. "Yok Sau Cun apakah kata kala yang aku ucapkan sama sekali tidak dapat kau percayai? Aku sudah menyatakan bahwa masih ada sekelompok orang lain yang menculik HUI Fei Cin, kau masih lidak percaya Aku menasehati agar kau memnggalkan Yang CHJ besok pagi pagi sebetulnya dengan maksud baik Tapi kau juga tidak percaya Kau seperti menganggap undanganku malam ini serta kata-kata yang aku ucapkan seluruhnya telah direncanakan matangma tang supaya kau tarperangkap " Berkata sampai disitu sepasang matanya menyorotkan sinar penasaran Raut wajahnya yang biasanya dingin dan kaku menjadi pilu Sua ranya pun berubah menjadi lembut "Yok Sau Cun seorang gadis selalu mementingkan nama baiknya Aku selama ini sangat angkuh Tidak pernah memandang sebelah mata terhadap lakilaki mana pun Tapi sejak bertemu denganmu sejak mengobati luka Ciok Ciu Lan " Bukan hanya seluruh wajahnya saja yang merah padam Bahkan bagian lehernya juga demikian Ucapannya langsung lerhenti Dia tidak sanggup meneruskannya lagi. Mendengar ucapannya tentang Kim Ti jui yang menggunakan sejenis ilmu mengobati luka dalam Ciok Ciu Lan wa]ah Yok Sau Cun juga berubah menjadi merah padam. "Malam itu cayhe mengaku telah bersalah kepada Tiong kouwnio Dalam hati cayhe juga merasa tidak enak terus " . Slnar mata Tiong Hui Ciong langsung terangkat. "Yok siangkong tidak perlu meneruskan lagi Asal hatimu berniat baik, aku tidak akan mempersoalkannya lagi Meskipun aku masih seorang gadis suci bersih, tapi hatiku hatiku sudah tenkat padamu " . Yok Sau Cun terkejut sekali. "Tiong kouwnio. Tiong HU! Ciong tidak membiarkan dia meneruskan kata katanya. "Yok siangkong, Tiong Hui Ciong melupakan kedudukan dirinya sebagai seorang gadis malam ini terpaksa melupakan rasa malu untuk menyatakan isi hati kepadamu Aku bukan orang yang takut menghadapi kenyataan, pokoknya siapa suruh aku terlahir sebagai seorang gadis. " . Kata-kata ini diucapkan dengan maksud yang jelas sekali, Malam itu, Kim Ti jui mengerahkan ilmunya yang khas, bagian tubuh yang teriarang dan tidak boteh sembarangan disentuh oteh laki laki telah disentuh semua oleh Yok Sau Cun kecuali bagian yang paling vital Kalau dia tidak menyampaikan isi hatinya kepada Yok Sau Cun, mana mungkin dia mengatakannya kepada orang lain?. Yok Sau Cun jadi serba salah Matanya menatap Tiong kouwmo Tangannya di kibaskibaskan. "Perasaan Cinta kasih Tiong kouwmo demikian dalam, seharusnya cayhe " Tiong kouwnio tertawa pilu " Aku tahu kau sudah mempunyai pelabuhan hati yang lain Malam ini aku mengatakan semuanya kepadamu, bukan karena aku minta dikasihani atau mengharap belasan cinta darimu Aku tidak ingin bersaing dengan orang lain Aku hanya berharap kau dapat mengetahui perasaan hatiku Yang aku inginkan hanya sepatah kata. 'Biarlah perasaan ini tersimpan dalam hatimu dan hatiku ". Mendengar ucapannya yang demiklan menyedihkan Yok Sau Cun merasa terharu ekali Dia tidak dapal berkeras hati iagi anpa sadar dia menarik tangan gadis itu an menggenggamnya erat erat Dua pa ang mata saling menatap Sebetulnya gadis ni cantik sekali tapi hati Yok Sau Cun sudah tertambat pada Ciok Ciu Lan Bagaimana dia bisa melupakannya?. "Ciong cici, kau sungguh baik sekali teradapku Siaute bersedia menganggap kau sebagai kakak sendiri. Tiong Hui Ciong membiarkan Yok Sau Cun menggenggam tangannya Wajahnya nerah padam Mendengar ucapan Yok Sau cun, hatinya yang sedih langsung berubah pembira Bibirnya mengembangkan seulas senyuman. "Cun te, dengan kata katamu ini, segalanya sudah cukup bagiku " Perlahan lahan dia menarik tangannya kembali Dia berkata dengan suara rendah "Cun te kalau begitu dengarlah nasehat cicimu ini Besok pagi bagi segera tinggalkan kota Yang Ciu '. Dia masih mengungkit persoalan tadi Yok Sau Cun mengangikat waiahnya. "Ciong cici, mengapa kau harua menyuruh siaute meninggalkan Yang Ciu?". "Di sini tidak apa urusanmu lagi Lebih baik kau pergi saja '" . Yok Sau Cun dapat mendengar nada suaranya, dia tahu Tiong Hui Ciong tidak bersedia menyatakan alasannya Pasti ada sesuatu hal yang terselip di dalam hatinya. "Siaute sangat menghargai cici, bahkan sudah menganggap seperti kakak sendiri Mengapa cici masih mengelabui aku?'. Tiong Hui Ciong menarik nafas panjang. "Bukan cici bermaksud mengelabuimu Tapi tapi sebetulnya " . 'Sebetulnya apa? Mengapa cici plintat-plintut begini dan tidak mau mengatakannya terus terang? " . Sedikit sedikit dia menyebut cici hati Tiong Hui Ciong sampat tidak karuan Kembali dia menarik nafas panjang. "Baik Cici akan mengatakannya Kedatangan cici ke Yang Ciu ini karena mengikuti Hue leng senbu Pernahkah kau mendengar nama Hue leng senbu ini'" '. Yok Sau Cun menggelengkan kepalanya. "Tidak.". "Hal ini tidak dapat disalahkan Selama ini kau jarang sekali berkelana di dunia kangouw Hue leng senbu adalah adik seperguruan Ci Sancu Kong Tong pai Nama aslinya Culeng Sian Dia mempelaJari ilmu api Selama puluhan tahun belakangan, hampir tiada tandingannya " . "Apa hubungan ceritamu itu dengan diri siaute ". "Sebetulnya tidak ada hubungan apa-apa denganmu, tetapi " . Belum lagi dia sempat meneruskan kata katanya, Yok Sau Cun sudah menganggukkan kepalanya berulang kali. "Oh..Aku tahu Hui Fei Cin pasti di culik oleh Hue leng senbu, bukan?". "Apabila cici sudah mengatakannya. tentu tidak ada niat mendustaimu Yang diinginkan oleh Hue leng senbu hanya Sit Kirn kiam Asal Kui Hun Ceng bersedia menyerahkan Sit Kim kiam, mereka tidak akan menyuiitkan Hui Fei Cin. Oleh karena itu, kau sebaiknya pergi dan Yang Ciu saja " . Yok Sau Cun jadi serba salah Dia menatap Tiong Hui Ciong sekilas. "Siaute juga lidak ingin berdusta kepada cici, Sit Kim kiam ada pada diri siaute " '. Tiong Hui Ciong menatap Yok Sau Cun dengan pandangan terkejut Dia juga melirik sekilas ke arah pinggang anak muda itu. "Betul," SahutYok Sau Cun "Pedang yang siaute bawa ini memang Sit Kim kiam Pedang dititipkan oleh Song loya cu agai siaute ke Kui Hun Ceng " Kemudian dia men ceritakan secara sepintas lalu bagaimana Song loya cu sempat menitipkan pedang, tersebut Akhirnya dia menarik nafas panjang "Siaute sudah berjanji kepada Hui hujin untuk menukarkan pedang ini dengan Hui siocia Tentu siaute tidak enak hati menolaknya lagi" . Tiong Hui Ciong menganggukkan kepalanya berulang kali Sepasang alisnya bertaut erat Cukup lama dia merenung. "Rupanya Hui hujin bersedia menukarkan pedang tersebut dengan putrinya Kalau kau memang sudah setuju, tentu tidak boleh membatalkannya Apabila waktunya sudat sampai, kau bawa saja pedang itu dan tukarkan dengan diri Hui Fei Cin Jangan terlalu berkeras dengan pihak mereka Dalam berkata-kata harus berhati-hati Jangan se kalisekali menyinggung perasaan orang Kong Tong pai Terlebih-lebih Hue leng senbu Adat orang ini angina-anginan Tidak pernah mau mengalah terhadap orang lain Jangan sampai cici mencemaskan dirimu " . "Siaute akan ingat baik-baik" Sahut Yok Sau Cun. "Apa yang cici katakan kepadamu malam iru, jangan sekalisekali kau bentahu kepada orang lam Lebihiebih jangan katakan kepada Hui huijin Yang penting putrinya dapat kembali dengan selamat. Kau sendiri jangan lupa bahwa tugasmu hanya mewakili Hui hujin menukarkan pedang dengan Hui Fei Cin Jangan terlalu keras kepala." Selesai berkata, dia melangkah perlahan-lahan menuju jembatan penyebrangan Sekali-sekall dia masih menoleh kepada Yok Sau Cun Tiba-tiba kakinya menghentak dan tubuhnya melesat dalam kegelapan malam. Yok Sau Cun memandangi bayangan tu buh gadis itu sarnpai menghilang Hatinya gelisah sekali Dia tidak dapat tenang lagi setelah nnendengar kata-kata Tiong Fei Ciong. Dia teringat akan ucapan gadis itu yang berkalikali mengingatkan bahwa besok malam tugasnya hanya menukar pedang dengan diri Hui Fei Cin. Sama sekali tidak boteh mengikuti kehendak hati. Juga tidak boleh menylnggung perasaan orangorang Kong Tong pai Seakanakan Hue leng senbu Itu seorang dewa yang tidak boieh kita salahi. Mendengar nada suara Tiong Hui Ciong, Yok Sau Cun merasakan bahwa perhatian gadis itu terhadap dirinya sangat besar Tetapi dia mendapat perintah dan Song toya cu untuk mengantarkan pedang ke Yang Ciu. Mana mungkin dia menyerahkan pedang Sit Kim kiam Itu begitu saja kepada Hue leng sengbu?. Untuk sesaat dia benar-benar tidak tahu apa yang harus diperbuatnya Seandainya Ciok Ciu Lan ada di sampingnya, dengan mengandalkan pengalaman gadis itu dl dunia kangouw, kemungkinan dia bisa membenkan saran yang baik kepada Yok Sau sun. Begitu teringat akan Ciok Giu Lan, Yok Sau Cun langsung resah kembali Apakah gadis itu sudah datang ke penginapan Siau Kiang Lam. Dia langsung melangkahkan kakinya lebar lebar untuk kembali ke penginapan. Yok Sau Cun masuk ke kamarnya lewat jendela seperti tadl Dinyalakannya lilin di atas meja. Setelah itu dia mendorong pintu dan keluar dari kamar. Yok Sau Cun masuk ke kamar sebelah yang disediakannya untuk Ciok Ciu Lan. Kamar itu tetap kosong Hati Yok Sau Cun juga ikut terasa hampa. Ternyata Ciok Ciu Lan masih belum datang juga. Yok Sau Cun merasa kecewa dan cemas sekali. Jangan-jangan benar-benar telah terjadi sesuatu atas diri gadis itu? Tetapi setelah dipikirkan baik-baik, Lan moay sudah lama tidak bertemu dengan ibunya, tentu banyak yang ingin dibicarakan. Kemungkinan ibunya masih merasa rindu sehingga tidak mengijinkannya pulang malam ini. Apalagi kalau ibunya tahu bahwa yang menunggunya di penginapan adalah seorang laki-laki. Anak gadis tentu tidak pantas datang ke penginapan malammalam begini. Bisa jadi besok pagi dia baru dating. Membawa pikiran seperti itu, Yok Sau Cun kembali ke kamarnya untuk benstirahat. Tanpa terasa pagi sudah rnenjelang. Pada hari kedua, karena pikirannya kacau maka Yok Sau Cun tidak keluar dari kamarnya Dia terus menunggu di kamar sampai tengah hari. Bayangan Ciok Ciu Lan tetap tidak tampak datang ke penginapan tersebut Hal ini membuat hati Yok Sau Cun semakin gelisah. Mungkinkah telah terjadi sesuatu atas diri gadis itu?. Tiba-tiba pikirannya tergerak Bagaimana kalau tanda rahasia yang ditinggalkan oleh ibunya itu sebenarnya hasil perbuatan orang lain yang ingin menjebaknya? Yok Sau Cun memang belum lama berkecimpung di dunia kangouw Tapi akhir-akhir ini dia sudah mengalami berbagai kejadian Hal ini mernbuatnya menyadari betapa liciknya orang-orang dunia kangouw itu Setidaknya dia menyadari orang-orang itu tidak segan menggunakan akal bulus apa pun untuk mencapai tujuannya. Apalagi Yok Sau Cun paham sekah sifat Ciok Ciu Lan. Dia menyuruh pemuda itu memesan kamar di penginapan Siau Kiang Lam. Bila sudah bertemu dengan ibunya, tentu dia akan bergegas datang menemui. Yok Sau Cun Mungkin tadi malam dia dr tahan oleh ibunya Tapi apabila benar demikian, han ini pagipagi sekah pasti dia sudah muncul di penginapan tersebut Tapi sekarang sudah tengah hari, bayangannya saja betum Kehhatan, bagaimana hati Yok Sau Cun tidak merasa cemas? Hanya satu penjelasan yang masuk akal Dia tidak berhasil menemukan ibunya Tanda rahasia yang dilihatnya adalah perbuatan orang lain dan sekarang gadis itu pasti telah terjebak oleh komplotan penjahat itu. Mungkinkah Ciok Ciu Lan juga terjatuh dalam genggamanHue leng senbu? Tapi Hue leng senbu rnenculik Hui Fei Cin untuk mendapatkan Sit Kim Kiam Lalu apa maksudnya menculik Ciok Ciu Lan? Yok Sau Cun sendiri tidak tahu di manaHue leng senbu sekarang berada Bila ingin menemuinya, terpaksa harus menunggu sampai kentungan pertama malam nanti. Pelayan penginapan tersebut yang melihat Yok Sau Cun sepagian tidak keluar dari kamarnya menjadi heran Dia mendorong pintu kamar anak muda itu dan masuk ke dalam. "Apabila kongcu ya tidak bermmat keluar kamar, bagaimana kalau hamba menyediakan hidangan dan dibawa kemari saja?" Sapanya ramah. "Baiklah. Kau pesankan beberapa macam hidangan dan jangan lupa araknya sekalian," Sahut Yok Sau Cun. Pelayan itu segera mengiakan Dia lang sung keluar dan kamar Yok Sau Cun Tidak berapa lama kemudian dia sudah kembali lagi dengan pesanan anak muda tersebut. Hati Yok Sau Cun sedang kalut Setelah pelayan itu pergi, dia langsung mengangkat cawan araknya dan meneguknya sekahgus Sebetulnya dia mgin menenangkan hatinya dengan minum arak Tapi biarpun dia sudah mengeringkan beberapa cawan, tetap SBJB dia tidak menemukan akal untuk menolong Hui Fei Cin dan tangan Hue feng senbu sekaligus menyelamatkan Sit Kim kiam. Tanpa sadar dia juga merasa menyesal mengapa tidak menanyaKan tempat penginapan Tiong Hui Ciong semalam Kalau tidak, dia dapat mencan cicinya itu dan merundingkan masalah ini dengannya. Untuk sesaat Yok Sau Cun merasa kesunyian yang tidak teruraikan dengan kata kata Jiwanya terasa hampa bagai seorang anak yatim piatu yang terdampar di hutan luas Tanpa terasa dia sudah menghabiskan sekendi arak yang dipesannya tadi. Pada dasarnya Yok Sau Cun memang tidak bisa mmum arak Sekarang dia merasa matanya mengantuk serta sulit dibuka Diletakkannya cawan arak di atas meja dan kemudian dia merebahkan dirinya di atas tempat tidur Akhirnya dia tertidur karena mabuk. Entah berapa sudah berlalu, tiba-tiba Yok Sau Cun mendengar suara teriakan pelayan penginapan tersebut di depan kamarnya. "Kongcu ya ada seorang gadis yang mencarimu!'. "Seorang gadis'" Yok Sau Cun tersentak 'Pasti Lan moay," Pikirnya datam hati Se mangatnya langsung tecbangun Perasaan mabuknya hampir sirna mendengar katakata pelayan tadi Dia langsung melonjak dari tempat tidurnya. "Lapa gadis itu?" Tanyanya penasaran. Yok Sau Cun merasa kepalanya pusing tujuh kelilmg Dia menoleh ke arah jendela, tentu sebentar lagi senja akan merayap Pintu kamar didorong dan luar. Sesosok ba yangan langsing menerobos masuk. "Yok siangkong Budak Siau Cui mendapat perintah dari hujin untuk mengundangmu ke Kui Hun ceng" Suaranya merdu sekali. Hati Yok Sau Cun terasa agak kecewa Rupanya Siau Cui yang datang, bukan Ciok Ciu Lan Diamdiam anak muda itu mengeluh Hampir saja dia melupakan urusan yang pentmg garagara pikirannya yang kalut. "Kebetulan sekali Siau Cui kouwnio datang, cayhe justru ingin menuju taman lama Lui Tang sekarang " Sahutnya. Mata Siu Cui membelalak mendengar ucapannya. "Yok siangkong waktu yang mereka janjikan adalah kentungan pertama malam ini Sekarang sore belum lagi menjelang Bukankah terlalu pagi apabila Yok siangkong kesana sekarang? Lagipula Lao hujin sudah menyediakan hidangan untuk rnenyambut Yok siangkong Malah sengaja memenntahkan Siau Cui dalang mengundangmu Lebih baik Yok siangkong ikut dengan Siau Cui ke Kui Hun Ceng, Lao hujin sedang menantikan kedatanganmu." . Yok Sau Cun melihat pelayan penginapan tersebut sudah meninggalkan mereka segera dia berbisik kepada Siau Cui. "Cayhe rasa tidak perlu Kau pulang saja sekarang dan taporkan kepada Hui hujln bahwa cayhe sudah mendapatkan sedikit petunjuk Orang yang menculik Hui siocia adalahHue leng senbu dari Kong Tong pai. Cayhe ingin menuJu ke Lui Tang sebelum geiap Siapa tahu mereka merencanakan sesuatu yang akan membahayakan kita Kalau sekarang cayhe ikut dengan Siau Cun kouwnio ke Kui Hun Ceng, mungkin ada matamata mereka yang mengintai di sekitar tempat kalian, mereka tentu akan curiga melihat kehadiran cayhe Lebih baik Jangan saja Setelah rnatahan terbenam nanti, Siau Cui kouwnio menyusul ke Lui Tang Cayhe akan menunggu di sana Katakan kepada Hui huiin agar jangan khawatir. Sepasang mata Siau Cui menatap Yok Sau Cun lekat lekat. "Tampaknya Yok siangkong sedang memikirkan sesuatu?' Rupanya penglihatan gadis itu cukup tajam. "Sebaiknya Siau Cui kouwnio pulang saja sekarang dan laporkan kepada Hui hujin Setelah matahan terbsnam, cayhe pasti sudah menunggumu djsana Tidak mungkin aku mengabaikan urusan penting ini," Kata Yok Sau Cun menghindan pandangan Siau Cui. "Baiklah .. kalau begitu budak pulang sekarang." . Tiba-tiba Yok Sau Cun tenngat sesuatu hal yang hampir terlupakan tadi. "Siau Cui kouwnio, tunggu dulu Cayhe belum tahu jalan menuju Lui Tangi" . Siau Cui memberi gambaran secara terpennci. Yok Sau Cun mendengarkan dengan seksama Setelah Siau Cui pergi, Yok Sau Cun meminta kepada pelayan agar mernbungkuskan beberapa macam hidangan serta sekendi arak Setelah itu baru dia mening galkan penginapan tersebut. Mengungkit tentang taman lama Lui Tangi sebetulnya tempat ini merupakan tempat bersejarah di daerah Yang Cui. Sebabnya disebut taman lama karena tempat itu tadinya memang merupakan sebuah taman indah yang dibangun oleh Kaisar Suai Yang Te. Setelah ratusan tahun berlalu, tempat itu menjadi rusak karena tidak terurus, Sekarang rumput-rumput ilalang tumbuh liar dan tinggi melambai-lambai Tembok yang tadinya mengelilingi tarnan tersebut juga sudah tinggal puing-puing yang berserakan. Ketika Yok Sau Cun tiba di taman lama Lui Tang tersebut, matahan belum lagi tenggelam Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya perbukitan yang luas dengan berbagai pepohonan serta rumput yang tingginya sepinggang manusia dewasa Suasana demikin membuat perasaan semakin tertekan. Yok Sau Cun menenteng makanan dan arak. Dia berjalan perlahan di antara rerumputan yang tinggi Tidak berapa lama kemudian sudah mencapai sebuah bukit keci! Disana ada sebuah tanah kosong dan di tengahtengahnya terdapat sebuah pondok terbuka yang sebagjan besar bangunannya sudah hancur Di sekitarnya terdapat beberapa buah batu yang besar-besar. Anak muda itu memilih sebuah batu yang bentuknya pipih dan duduk di sana Ditaruh nya kendi arak serta cawan dan berbagai hidangan yang dipesannya tadi pada sebuah batu yang ada di sampingnya Di bukanya bungkusan makanan itu Sembari meneguk arak yang harum dia mengambil sepotong daging sapi rebus dan disuapkannya ke dalam mulut Kalau ada yang melihatnya saat itu, tentu mengira la seorang pelancong yang sedang menikmati tempat bersejarah di Yang Ciu. Yok Sau Cun tidak biasa minum arak Apa lagi nanti malam dia mempunyai urusan penting yang harus diselesaikan Jadi sebetulnya dia hanya berpura-pura saja. Secawan arak di tangannya sejak tadi tidak habishabis Dia bermaksud mengintai gerakgenk lawan Apakah mereka memasang perangkap di sekitar tempal ilu "? Apakah mereka benarbenar akan membawa Hui Fei Cin kesana ?'. Waktu berlalu dengan perlahan Matahari mulai turun di uluk barat Sinarnya yang ber warna merah keemasan sangat indah di pandang Benar benar merupakan hasil karya Sang Penguasa alam yang mengagumkan'. Tiba-tiba telinganya mendengar kibasan lengan baju dua orang yang sedang melesat di dalam hutan. Seperti ada dua orang yang mendaiangi dengan berinngan Tentu saja suara ini tidak dapat mengelabui pendengaran Yok Sau Cun yang tajam Tapi dia purapura tidak tahu Dia mengangkat kendi araknya ke atas dan menempelkannya ke mulut Lalu dia minum seteguk dengan memperdengarkan suara menggefegak di tenggorokan Setelah itu dia mengusap bibirnya dengan ujung lengan baju dan mulai bersenandung " Sepuluh tahun memimpikan kota Yang Ciu, membuat hati penasaran." Meskipun mulutnya bersenandung tetapi telinganya malah dipertajam untuk mendengarkan gerakgenk kedua orang tersebut. Dia mendengar ada suara berdesn yang mendatangi di sebelah kanan dirinya Tentu kedua orang itu sedang menghampiri ke tempat di mana dia sedang duduk Kalau ditilik dari langkah kaki mereka yang nngan dan cepat Yok Sau Cun segera dapat menduga bahwa !lmu sitat kedua orang ini tidak lemah. Namun Yok Sau Cun sudah banyak meng hadapi musuhmusuh berat, tentu saja dia tidak memandang sebelah mata pada kedua orang itu. Tangannya mengambil sepotong usus dan memasukkannya ke dalam mulut. Dia bahkan mendecapdecap seperti menikmati makanan yang lezat sekali. Kemudian dia meneguk kembali arak dari kendinya dengangaya santai. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang kasar menegurnya. "Hei, sobat! Hari sebentar lagi akan gelap Sebaiknya kau pulang sekarang!" . Yok Sau Cun bahkan tidak menolehkan kepaianya. Dia hanya tertawa terkekehkekeh. "Pada saat ini maiahari baru saja tenggelam. Warnanya begitu indah. Merupakan saat yang tepat untuk menikmati keindahan alam yang bagaikan lukisan ini. Malam masih agak lama lagi baru datang, mengapa begitu mudah menyuruh orang pulang sekarang?" . Terdengar lagi suara yang lain menukas. "Orang ini benar-benar kutu buku". "Lo cu (orang tua) menyuruh kau pulang maka mau atau tidak, kau tetap harus pulang!" Bentak orang yang pertama. "Angin dan tumbuhan tercipta untuk dinikmati. Hutan dan alam siapakah pemiliknya? Mengapa sobat main usir saja seakan kau merupakan pemilik tempat ini?" Sahut Yok Sau Cun Dengan perlahanlahan dia bangkit dan membalikkan tubuhnya. Pada saat itu baru dia melihat jelas kedua orang tersebut. Mereka mengenakan pakaian yang longgar berwarna hijau. Di bagian pinggang terdapat sebuah kantong yang cukup besar Usia keduanya sekitar empat puluhan Wajah keduanya kasar dan garang. Yok Sau Cun melihat orang yang kedua menyorotkan sinar mata yang keji. Dia mencibirkan bibirnya. "Bocah ingusan, buat apa kau menyenanjungkan segala macam syair? Kalau disuruh pulang, kau harus segera menurutinya!" . Yok Sau Cun dapat menduga bahwa kedua laki-laki kasar berpakaian hijau ini ,merupakan kaki tanganHue leng senbu Cu Leng sian Mendengar ucapan mereka yang tidak memakai sopan santun sama sekali, sepasang alis Yok Sau Cun langsung berkerut. "Kongcumu sedang minum arak di sini, memangnya mengganggu kalian? Budak keluarga mana sih kalian im'? Berani-beraninya kurang ajar terhadap kongcumu ini?, sahutnya sambi! mendengus dingin. Pada saat itu, kedua orang tadi baru melihat pedang yang terselip di pinggangnya Panampilannya gagah sekali, sama sekali tidak minp seorang pelajar yang lemah Orang kedua rnelirik pedang di pinggangnya sekilas. "Rupanya kau mempunyal sedikit kebisaan juga makanya berani bersikap som bongi" . Mata Yok Sau Cun langsung mendelik kepadanya lebar-lebar. "Budak bernyali besar Sekali lagi kau berani mengueapkan kata-kata yang tidak sopan, kongcu akan membuatmu merangkak pulang dari sini'" . Dua kali berturut turut dia mengejek kedua orang itu sebagai 'budak' tentu saja hati mereka panas sekali Orang pertama langsung menggeram marah. "Bocah busuk, bagimu kesempatan untuk merangkak pulang saja sudah tidak ada!" . Tiba-tiba kakinya menutul dan tubuhnya melesat ke udara Sepuluh Jari tangannya membentuk cakar serta mengincar bagian dada Yok Sau Cun Tentu saja anak muda itu dapat melihat bahwa laki-laki itu pernah belajar ilmu Ti Coa kang atau ilmu cakar besi Jurus yang digunakannya adalah Ngo Houw pu yo yang artinya Singa lapar menerkam kambing Ketika cengkeraman orang itu hampir mengenai dadanya Yok Sau Cun langsung berteriak. Baca Juga: Kait Perpisahan 2 Baca Juga: Hong Lui Bun Khu Lung