Ceritasilat Novel Online

Pedang Pusaka Dewi Khayangan 8

Eps 8 Pedang Pusaka Dewi Khayangan - Khu Lung

Baca online Pedang Pusaka Dewi Khayangan - Khu Lung

Cersil Pedang Pusaka Dewi Khayangan - Khu Lung.

"Coba buktikan kata-katamui" . Apabila cengkeraman itu mengenai dadanya, paling tidak kulit dan daging Yok Sau Cun akan tercuwil Tapi anak muda itu bukan orang bodoh Mana mungkin dia membiarkan dadanya tercengkeram begitu saja. Sejak tadi dia sudah bersiap diri Belum lagi lawan sempat mencengkeramnya, dia tangsung inengangkat tangan kanannya Gerakannya secepat kilat Datam sekejap rnata tahutahu pergelangan tangan kanan orang itu sudah tercengkeram olehnya Kemudian tangannya bergerak sekah lagi Kali ini tubuh orang tadi langsung terlempar sejauh tiga depa. Bantingan Yok Sau Cun menggunakan tenaga kurang lebih tujuh bagian Laki-laki itu bahkan tidak tahu bagaimana dirinya tahu-tahu bisa terlempar sejauh itu Hanya terdengar suara .

"Srettti"

Tahu-tahu tubuhnya telah terpelanting ke atas tanah Bagian pantat dan punggungnya sakit tidak terkira Hampir saja dia semaput akibat perbuatan Yok Sau Cun Setelah menggeram marah, dia berusaha bangkit dengan susah payah.

Sementara itu, orang yang kedua sampai tertegun menyaksikan apa yang telah terjadi Tetapi karena dia melihat Yok Sau Cun tidak inemperhatikannyai tiba-tiba tubuhnya melesat, kedua tangannya terulur ke depan Lengan baju sebelah kanannya menimbulkan angin yang menderu deru Sasarannya punggung Yok Sau Cun Sedangkan tangan kinnya tiba-tiba membentuk cakar dan meluncur ke bahu kiri anak muda itu.

Serangannya itu cepat bukan kepalang Lagi pula tidak menimbulkan suara Kalau saja lengan bajunya tidak melambai lambai tertiup angin dan menimbulkan desiran hembusan angin Yok Sau Cun pasti tidak me nyadari dirinya dibokong dan belakang.

Tapi tubuh Yok Sau Cun seperti tumbuh sepasang mata saja Tubuhnya mendadak membalik dan tangan kanannya sekali lagi diulurkan Lima Jannya langsung mencengkeram pergelangan tangan orang kedua itu.

Hantaman telapak tangan orang itu belum sempat mencapai sasaran Tiba-tibadiajuga mengalami nasib seperti rekannya tadi Tu buhnya tertank mundur setengah langkah oleh Yok Sau Cun dan dia hanya sempat melihat tangan anak muda itu bergerak perlahan Tahutahu dirinya sudah terlempar dan terpental sampai beberapa depa jauhnya.

Saking marahnya Yok Sau Cun sampai laki-laki itu tidak diben kesempatan mengembangkan satu jurus pun Caranya ia turun tangan pun mendadak sekalt karenanya bantingan yang dialami oleh orang kedua ini lebih parah dan rekannya Dia bahkan tidak sempat mengeluarkan suara jentan Kira kira beberapa saat kemudian, baru dia merangkak bangun dengan susah payah Dia merasa kepalanya berat sekali.

Orang yang pertama tadi segera menoiehkan kepalanya.

"Lao lo, bagaimana keadaanmu'?"

Tanyanya khawatir. Orang kedua itu menggerakkan kaki tangannya. Rasanya tidak ada tulang yang patah.

"Masih lumayan,"

Sahutnya dengan wajah menngis. Orang pertama tadi menggertakkan giginya kuat-kuat.

"Tidak perlu sungkan lagi Man kita bergabung meringkusnya'"

Teriaknya lantang.

"Baik!"

Sahut orang yang kedua.

Mereka Jangsung mencabut goloknya Bibir mereka masih memaksakan seulas senyuman Mata mendelik ke arah Yok Sau Cun Selangkah demi selangkah mereka maju mendekati anak muda tersebut Sementara itu setelah melemparkan kedua orang itu, Yok Sau Cun menampilkan gaya seperti tidak terjadi apapun Sepasang tangannya dipangku di depan dada, dengan tenang dia berdiri di tempat semula dan kepalanya didongakkan menatap langit Sampai kedua orang itu sudah dekat sekali dengan dirlnya baru dia memalingkan kembali wajahnya dan bertanya dengan suara dingin.

"Apa yang kalian inginkan'?" . Orang kedua terbantmg lebih parah. Bagian pinggangnya masih terasa nyen. Rasanya dia ingtn mengayunkan goloknya membacok Yok Sau Cun Dia melangkah maju dan berhenfi kira kira tiga tindak df depan anak muda itu.

"AkLi ingin mencincang tubuhmu sampai hancur lebur"

Bentaknya marah.

Kata-katanya selesai, dia langsung menerjang ke arah Yok Sau Cun Goloknya menimbulkan smar yang berkilauan.

Gerakannya demikian cepat sehingga tubuhnya hanya membentuk bayangan yang samara.

Orang yang pertama juga tidak mau ketinggalan.

Secepat anak panah dia melesat maju dan membacok Yok Sau Cun Gerakan kedua orang itu hampir sama Hal ini membuktikan bahwa kedua orang itu berasal dan aliran perguruan yang sama.

Yok Sau Cun hanya terlawa dingin Tubuhnya dengan ringan mencefat ke udara Serangan golok orang yang kedua langsung luput dan sasaran Sedangkan golok rekannya hanya lewat dibawah kaki anak muda tersebut Bahkan ujung pakaian Yok Sau Cun pun tidak sempat tersentuh oleh goloknya Kedua orang itu marah sekali Dua batang golok terayun dalam waktu yang bersamaan Mereka menyerang dan kedua sisi kanan dan kiri.

Mereka menyerang sekaligus dua jurus Namun duaduanya dapat dielakkan oleh Yok Sau Cun Hawa pembunuhan sudah memenuhi hati mereka Terdengar suara geraman yang keras dua batang golok saturidan kiri dan satu lagi dari kanan saling menikam ke bagian tubuh Yok Sau Cun yang mematikan.

Sekali serang delapan sembilan bacokan dilancarkan Dalam sekejap terlihat cahaya golok berkilauan Suara angin yang ditimbufkan menggetarkan telinga Tapi biar bagaimana lihainya itmu golok yang mereka lancarkan, tetap saja ada jarak di antara mereka.

Serangan mereka tidak dapat mencapai tubuh Yok Sau Cun Bahkan kibasan lengan baiu mereka tidak sempat menyenggol anak muda itu.

Tentu saja mereka tidak tahu ilmu yang dipelajari oleh Yok Sau Cun merupakan ajaran gurunya yang berlatih keras selama dua puluh tahun llmu itu dmamakan Pit kiam sin hoat (llmu menghindarkan diri dari serangan pedang) yang sengaia diciptakan khusus untuk menghadapi Song ka pak kiam (Ratusan pedang keluarga Song).

Bayangkan saja Song ka pak kiam yang tiada tandingannya di dunia ini saja masih dapat dietakkan dengan ilmu yang satu irit, apalagi dua bilah golok pesilat kasar seperti kedua orang itu Mana mungkin mereka sanggup melukai Yok Sau Cun?.

Kenyataannya Yok Sau Cun memang tidak memandang sebelah mata kepada kedua orang itu Dia malah menghindarkan serangan mereka dengan gerak sembarangan.

Perhatiannya sama sekali dicurahkan semua pada diri mereka.

Tepat pada saat itu, matahan sudah semakin tenggelam ke ufuk barat Sinar rembulan tidak iama lagi pasti akan menggantikannya Di ujung timur hutan cahaya mentari semakin menipis Ketika Yok Sau Cun menggeser tubuhnya, dia sempat melihat bayangan berwarna kuning melesat di dalanrt hutan Hatinya langsung tergerak.

"Apakah ada lawan yang datang lagi?" . Begitu ingatan tersebut melintas, dia langsung tertawa lebar. 'Yang datang mungkin majikan kalian Kongcumu malas berkutat dengan kalian berdua."

Katanya tenang.

Tubuhnya hanya bergerak sedikit Tahutahu dirinya sudah terlepas dan serangan kedua bilah golok lawan Kedua orang itu mendengarkan ucapan Yok Sau Cun dengan tertegun.

Mereka masih belum sempat menarik kedua bilah golok tersebLit, dan dalam hutan berkumandang suara tawa terkekeh-kekeh .

"Harap kongcu memaafkan kelancangan dua bawahan kami tadi!"

Ucapannya selesai, dari dalam hutan melesat keluar seorang tua berpakaian kuning Tubuhnya tinggi kurus Dia menghentikan kakinya dalam jarak kurang febih tiga depa dari Yok Sau Cun.

Dua kepalan tangannya dirangkapkan dan menjura dengan hormat.

Orang kedua tadi melihat kedatangan orang tua berpakaian kuning Dia langsung menarik kembali goloknya dan menjura dalam dalam.

"Kedatangan Cian lao sungguh kebetulan. Hamba mendapat perintah " . Orang tua berpakaian kuning itu tidak memberi kesempatan kepada orang itu untuk meneruskan kata katanya Dia langsung menukas dengan tangan dikibaskan. 'Kalian berdua masih belum mengundur kan diri? " . Kedua laki-laki yang mengenakan pakaian hijau segera mengiakan Mereka langsung mengundurkan diri Yok Sau Cun nnemperhatikan orang tua itu dengan seksama Tubuhnya kurus sekali namun sepasang matanya bersinar tajam Dia yakin orang tua itu pasti berkedudukan lebih tinggi llmu tenaga dalamnya juga jauh lebih hebat dibandingkan dengan kedua orang tadi. Cepat-cepat dia membalas penghormatan yang diberikan orang tua tersebut.

"Kata-kata Lao cang terlalu sungkan, Kedua bawahan tadi hanya mengucapkan katakata yang kurang sopan Mereka memaksa cayhe meninggalkan tempat ini sehingga teriadi salah paham Sebetulnya bukan masalah'. Mereka memang kurang ajar"

Kata orang tua itu Sinar matanya mengedar. Kemudian berhenti pada pedang di pinggang Yok Sau Cun.

"Lao siu masih belum tahu sebutan kongcu yang mulia Apakah kongcu keberatan memberitahukannya?".

"Tentu saja tidak,"

Sahut Yok Sau Cun tersenyum "Cayhe Yok Sau Cun Lao cang sendiri .".

Orang tua berpakaian kumng segera mengembangkan seulas senyuman di wajahnya yang sudah penuh dengan keriput.

'Lao siu Cian Poa Teng dari Kong Tong pai Ternyata Yok kongcu merupakan tokoh dan Bu Tong pai Maafkan kelakuan Lao siu yang kurang sopan tadi ".

Yok Sau Cun tahu orang tua itu mengira dirinya Bu Tong pai karena pedang yang diselipkan di pinggangnya Diamdiam dia merasa geli, tapi dia tidak menyangkal Dia hanya mengumam dengan suara yang tidak jelas.

Cian Poa Teng menoleh ke arah makanan dan arak yang tergeletak di atas batu Bibirnya kembali mengembangkan seulas senyum.

"Kemungkinan besar Yok kongcu ini baru pertama kali datang ke Yang Ciu Berkunjung ke Lui Tang karena sejarahnya yang sudah tersohor bukan?" . Sebenarnya dia sedang menyelidiki tujuan Yok Sau Cun Tentu saja anak muda itu paham sekali Dia menganggukkan kepalanya beberapa kali.

"Tepat seperti yang dikatakan Lao cang Cayhe baru sampai di Yang Ciu kemarin " . Cian Poa Teng tersenyum simpul.

"Kongcu merupakan anak muda yang cerdas Lao siu kagum sekali Tapi Laosiu mempunyai suatu permintaan yang mungkin berlebihan. Entah apakah kongcu bersedia memandang muka Lao siu im'?"

Katanya sopan. Mulailah sandiwaranya kata Yok Sau Cun dalam hati Tapi dia berpura-pura tidak mengerti.

"Kata-kata Cian lao cang terlalu sungkan Kalau ada urusan apa-apa, silahkan utara kan saja " . 'Kalau begitu Lao siu mengucapkan terima kasih dulu sebelumnya Sebetulnya partai kami sedang mengadakan pertemuan di Lui tang ini nanti malam Bu Tong pai dengan Kong Tong pai berasal dan aliran yang sama Seandamya kongcu tidak ada kepentingan apa-apa, bolshkah menyingkir dulu dan besok baru kembali lagi menikmati pemandangan? "

Kata Cian poa Teng menjelaskan. Yok Sau Cun hanya tersenyum mendengar keterangan orang tua itu.

"Mendengar permintaan Lao cang yang demikian sungkan Seharusnya cayhe langsung mengundurkan diri Tapi cayhe sendiri menerima perintah orang Dengan kata lain, cayhe mewakiii seseorang memenuhi janji di tempat ini " . Orang tua berpakaian kuning tertegun mendengar kata-kata Yok Sau Cun Sinar matanya mengandung kecurigaan.

"Siapakah yang Yok kongcu wakili'?"

Tanyanya ingin tahu. Yok Sau Cun tersenyum simpul.

"Hui Hujin putrinya diculik oleh partai kalian Tentu saja hatinya cemas sekali Itulah sebabnya cayhe diminta mewakilinya datang lebih dahulu " .

"Waktu perjanjian adalah kentungan pertama malam nanti Kedatangan Yok kongcu terlalu pagi,"

Kata Cian poa Teng.

"Kebetulan Cayhe baru pertama kali datang ke Yang Ciu Jadi bisa sekalian menikamati pemandangan dt sini,' sahut Yok Sau Cun.

"Apakah Yok kongcu sudah membawa pedang yang dijanjikan?"

Tanya Cian poa Teng. Yok Sau Cun purapura tertegun.

"Apakah Lao cang sudah lupa, waktu yang dijanjikan adalah kentungan pertama malam nanti " . Cian Poa Teng ditanya oleh Yok Sau Cun sampai kelabakan Diam-diam dia merasa marah sekali, tapi dia tidak menunjukkan perasaannya Bibirnya hanya tertawa sumbang.

"Apa yang Yok kongcu katakan memang benar Lao siu barusan salah bicara.'.

"Cayhe mempunyai sedikit urusan dalam hati yang ingin ditanyakan Apakah Lao cang mengetahuinya?".

"Oh'?"

Cian Poa Teng seakan tidak mengerti apa yang dimaksudkannya "Kalau Yok kongcu mempunyai ganjalan dalam hati, silahkan utarakan safa Lao siu pasti akan mengatakan apabila memang mengetahuinya" .

"Sebelumnya Cayhe ucapkan banyak terima kasih,"

Sahut Yok Sau Cun sambil merangkapkan sepasang kepalan tangannya dan menjura.

"Cayhe mempunyai seorang adik angkat Kemarin datang bersamasama di Yang Ciu ini Tibatiba dia menghilang tanpa kabar berita. Entah ada hubungannya atau tidak dengan partai kalian " . 'Mengenai hal ini Lao siu kurang jelas,"

Kata Cian Poa Teng "Entah siapa nama adik angkat Yok kongcu itu'?"

Tanyanya sepintas selalu.

"Namanya Ciok Ciu Lan Dia adalah putri Be hua popo Ciok Sam Ku " . Wajah Cian Poa Teng agak berubah mendengar keterangan Yok Sau Cun Dia memaksakan seulas senyuman di bibirnya.

"Yok kongcu tidak perlu khawatir Kalau tidak ada urusan yang maha penting, kami tidak mungkin sembarangan menculik orang Mengenai persoalan ini biar sekembalinya nanti Lao siu akan menyelidiki Setelah ada hasilnya, tentu akan Lao siu laporkan kepada Yok kongcu " .

"Kalau begitu, cayhe terpaksa merepot kan Lao cang".

"Tadi Lao siu datang keman hanya sekedar memeriksa keadaan sa|a Silahkan kongcu duduk kembali menikmati pemandangan alam Lao siu akan pulang sekarang dan mohon diri " .

"Mengenai menghilangnya adik angkat cayhe, entah apakah Lao cang dapat memberitahu jawabannya sekalian pada kentungan pertama nanti'?' tanya Yok Sau Cun. 'Baiklah,"

Sahut Cian Poa Teng sannbil menghentakkan sepasang kakmya dan melesat meninggalkan tempat tersebut.

Dengan tenang Yok Sau Cun duduk kem.

bali di tempatnya semula Dalam sekejap mata, han mulai berarijak gelap Tiba tiba terlihat sesosok bayangan bertubuh langsing mendaki bukit dengan tergesa gesa Siapa lagi kalau bukan Siau Cui?

Tangannya membawa sebuah kotak persegi barukuran sedang.

Melihat kedatangannya Yok Sau Cun segera berdiri menyambut Dia melambaikan tangannya kepada gadis itu.

"Siau Cui kouwnio cayhe di sini,"

Katanya. Siau Cui mendongakkan kepalanya memandang ke arah Yok Sau Cun Cepat cepat dia naik ke atas dan menghampiri 'anak muda itu.

"Yok siangkong, apakah kau sudah lama sampai di sini? Apakah kau melthat orang orang mereka'?"

Tanyanya beruntun. Tentunya gadis itu berlanlari dari Kui Hun Ceng ke tempat itu Nafasnya masih terse ngalsengal Dadanya turun naik.

"Sudah Cayhe bertemu dengan salah seorang anggota mereka yang mengaku she Cian ".

"Apa yang dikatakannya'?"

Tanya Siau Cui.

"Tidak Waktunya saja belum sampai Se karang kan belum kentungan pertama Mana mungkin dia mengatakan apa-apa?" .

"Apa kedudukan manusia she Cian itu?".

"Hal ini Cayhe kurang jelas. Tetapi rasanya kedudukkan orang ini tidak terlalu rendah. Siau Cui merenung sejenak.

"Oh ya, Lao hujin mengatakan bahwa menukar pedang dengan siocia adalah syarat yang mereka ajukan Nanti kalau Yok siangkong akan menyerahkan pedang tersebut, katanya bahwa pihak kita juga ada sebuah syarat Mereka harus menyerahkan Ong Si sekalian "

Dia meletakkan kotak yang dibawanya di atas sebuah batu di samping Yok Sau Cun "

Lao hujin menyuruh budak mem bawakan makanan ini untuk Yok siangkong Tenlunya kau belum makam malam. Silahkani"

Katanya kemudian. Siau Cui langsung membuka kotak yang dibawanya. Selain nasi goreng ham dan telur, dia juga membawa empat macam hidangan lezat lainnya.

"Tolong sampaikan ucapan terima cayhe kepada Lao hujin,"

Kata Yok Sau Cun.

"Yok siangkong tidak perlu sungkan. Cepat dimakan, sebentar kalau sudah dingin tentu tidak enak lagi." . Mendengar ucapannya, Yok Sau Cun pun tidak segan segan tagi. Diambilnya sumpit yang terbuat dari bambu dan disantapnya hidangan itu dengan lahap Siau Cui membereskan sisa makanan Yok Sau Cun Kemudian dia mengeluarkan sebuah tabung seperti kateng dan menuangkan secawan teh dan menyodorkannya ke hadapan anak muda itu.

"Yok siangkong, ini tehnya ".

"Wah, tehnya saja tidak ketinggalan,"

Sahut Yok Sau Cun. Siau Cun tersenyum lebar.

"Ini juga Lao hujin yang mmta budak untuk Yok siangkong Orang Yang Ciu sangat menitikberatkan minum teh Di sini sudah menjadi semacam tradisi Itulah sebabnya orang Yang Ciu diJuluki Kantong air" .

"Hui hujin benar benar memikirkan segalanya dengan sempurna Sehabis makan siapa pun pasti ingin minum untuk menghilangkan rasa haus "

Dia langsung menerima cawan teh yang disodorkan oleh Siau Cui dan meneguknya perlahan-lahan.

Teh itu bukan saja sedap tetapi juga memancarkan keharuman yang khas.

Apalagi kalau bukan teh Lung Cing dari Hang Ciu?.

Tepat pada saat itu, di bagian depan terlihat berkelebatnya beberapa sosok bayangan.

Tujuannya sudah pasti ke arah mereka.

Yok Sau Cun segera berkata dengan suara rendah.

"Ada orang datang ".

"Sekarang baru saatnya lentera dinyalahkan.Kan masih jauh dari waktu perjanjian'?"

Tanya Siau Cui.

"Mungkin karena mereka tahu cayhe sudah datang sejak tadi maka sengaja mengunjuk diri lebih awal,' sahut Yok Sau Cun.

Selagi percakapan antara kedua orang itu berlangsung, orang-orang dari pihak lawan sudah naik ke atas bukit.

Yang paling depan Cian Poa Teng Di belakangnya mengiringi seorang gadis berpakaian merah.

Orang ini pernah dilihat ketika menyelamatkan Song Ceng San dari goa dekat Tai Hok Hong.

Dia adalahHue mo li Cu Kiau Kiau Putri kesayanganHue leng senbu Cu Leng Sian Di belakang gadis itu mengikuti dua orang gadis yang rnengenakan pakaian hijau.

Keduanya membawa pedang di bahu.

Belakangan dua laki-laki berpakaian hijau pula Mereka adalah kedua orang yang dilemparkan oleh Yok Sau Cun sore tadi.

Jumlah semuanya enam orang Tidak tampak Hui Fei Cin di antara mereka Sejak melihat kedatangan mereka, Yok Sau Cun sudah berdiri menyambut dengan sepasang kepalan tangan dirangkapkan.

"Bukankah Cian Lao cang mengatakan bahwa waktu perjanjian yang ditentukan adalah kentungan pertama malam nanti?" . Cian Pao Teng tersenyum sambil membalas menjura kepada Yok Sau Cun.

"Memang sebetulnya waktu yang dijanjikan kentungan pertama, tapi Yok kongcu toh sudah datang. Tentu saja kami tidak enak membiarkan kau menunggu terlalu lama. Maka dari itu sengaja datang lebih awal dan urusan kedua pihak dapat diselesaikan secepatnya,"

Sahut orang tua itu. Sinar mata Cu Kiau Kiau beredar Dia memperhatikan Yok Sau Cun sekilas.

"Diakah yang bernama Yok Sau Cun yang mewakili Hui hujin"?"

Tanyanya.

Meskipun di Tai Hok Hong dia pernah bertemu dengan Yok Sau Cun tetapi keadaan saat itu musuh di tempat yang terang, pihak Bu Cu taisu berada di tempat yang getap Sedangkan Tok Sau cun belum pernah berhadapan dengannya langsung.

Oleh karena itu kesan gadis itu terhadap Yok Sau Cun tidak dalam.

Tentu saja sekarang dia tidak mengenalinya.

"Betul,"

Sahut Cian Poa Teng.

"Cayhe memang Yok Sau Cun yang mewakili Hui hujin menyambut HLH siocia,"

Tukas anak muda itu. Sekali lagi Cu Kiau Kiau meliriknya.

"Apakah Sit Kim kiam sudah kau bawa?".

"Pedang ada pada diriku Mohon tanya kepada kouwnio, di mana Hui siocia?".

"Keluarkan dulu pedang itu biar aku dapat melihatnya,"

Kata Cu Kiau Kiau.

"Boleh "

Dia mengulurkan tangannya dan menepuknepuk pedang yang terselip di pmggang "Inilah Sit Kim kiarn,"

Kata Yok Sau Cun.

"Apakah kedatangan Yok kongcu adalah untuk mewakili Hui huiin"?"

Tukas Cian Poa Teng yang berdiri di sarnpingnya.

"Tidak salah,"

Sahut Yok Sau Cun. Cian Poa Teng mendengus dingin.

"Apakah Hui hujin tidak bersedia menukar putrinya yang tersayang?"

Tanyanya kembali.

"Mengapa Cian Lao cang berkata demikian?". Cu Kiau Kiau menolehkan kepalanya.

"Yu Hu hoat apakah pedang yang di bawanya itu bukan Sit Kim kiam'?" . Rupanya Cian Poa Teng adalah Yu Hu hoat (Tangan kanan atau penasehat yang mengurus bagian hukuman) dalam partai mereka. Ternyata kedudukan orang ini memang tidak rendah. Cian Poa Teng menganggukkan kepalanya.

"Pedang yang dibawa Yok kongcu adalah Song Bun kiam dan By Tong pai Hal ini mana mungkin bisa mengelabui mata tua Lao siu?" . Cu Kiau Kiau mendengus marah.

"Baik ManusiasheYok, kau berani membawa Song Bun kiam dan Bu Tong pai dan mengakuinya sebagai Sit Knn kiam Tampaknya kalian memang benar-benar tidak berniat membawa Hui siocia kembati dengan selamat!" .

"Siapa bilang mi bukan Sit Kim kiam'?"

Yok Sau Cun mencabut pedang yang terselip di pinggangnya Sinar matanya mengedar kepada kedua orang itu secara bergantian "Kalian sudah melihat jelas Bukankah ini pedang Sit Kim kiam'?".

Pedang panjang teiah dihunus Semua orang dapat melihat bahwa pedang yang ada di pinggang Yok Sau Cun adalah pedang biasa yang berwarna hitam pekat dan tidak beccahaya sama sekali.

Cu Kiau Kiau menoleh kepada Cian Poa Teng.

"Yu Hu hoat, bagaimana pendapatmu?".

"Menurut kabar selentingan, Sit Kim kiam memang berwarna hitam pekat Tapi sebelum mencobanya tangsung, bagaimana kita bisa yakin bahwa pedang itu memang Sit Kim kiam adanya'"

Sahut Cian Poa Teng.

"Bagaimana cara kalian mencobanya agar bisa percaya penuh'?"

Tanya Yok Sau Cun.

"Kemarikan pedang itu kami pasti mempunyai cara untuk mencobanya"

Sahut Cu Kiau Kiau. Yok Sau Cun menggerakkan tangannya memasukkan pedang !tu kembali. Dia tertawa dingin.

"Mau coba boleh saja. Tapi ada satu hal yang ingin cayhe tanyakan terlebih dahulu ".

"Apa yang ingin Yok kongcu tanyakan?"

Tanya Cian Poa Teng.

"Tujuan kita berkumpul di sini adalah untuk menukarkan pedang ini dengan seseorang. Pedangnya kalian sudah lihat namun cayhe belum dapat melihat bayangan Hui siocia sekali pun "

Kata Yok Sau Cun dengan maksud menyindir.

"Asal kau serahkan Sit Kim kiam, kami pastl akan membebaskan Hui siocia,"

Sahut Cu Kiau Kiau. Yok Sau Cun tertawa lebar.

"Menukar pedang dengan orang adalah syarat yang kalian ajukan. Sedangkan syarat demikian sudah tentu satu lawan satu Kami menyerahkan pedang, kau menyerahkan orangnya, itu baru di sebut menukar pedang dengan orang Sekarang kafian meminta aku menyerahkan pedang terlebih dahulu, baru kemudian menyerahkan orangnya. Bagaimana cayhe bisa percaya begitu saja?" . Mata Cu Kiau Kiau langsung mendelik.

"Apa? Kau tidak percaya kepada Kong Tong pai'?" . Sejak melihat kedatangan Cu Kiau Kiau hati Yok Sau Cun sudah mengadakan persiapan Sekarang dia mendongakkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak.

"Apakah Kong Tong pai dapat dipercaya'?". Wajah Cu Kiau Kiau berubah hebat.

"Manusia she Yok. Apa yang kau katakan?".

"Kong Tong pai sebetulnya jugatermasuk salah satu dan delapan partai besar di dunia Bulim Seharusnya masih bisa dipercaya Tapi demi sebatang pedang saja kalian bisa malu melakukan pencullkan, tentu hal [ni merupakan suatu perbuatan yang paling rendah bagi pandangan orangprang duma kangeuw.

Lagipula kata-kata kahan tidak daoat dipercaya Perbuatan Kong Tong pai yang seperti ini hampir tiada bedanya de ngan para begal ataupun perampok .

"Tutup mulut'"

Bentak Cian Poa Teng.

Wajahnya berubah hebat "Tahukah apa hukumannya bagi orang yag berani menghina partai kami'?".

Siau Cui yang melihat percakapan antara.

Yok Sau Cun dengan pihak lawan mula panas, hatinya semakin cemas.

"Yok siangkong, siocia masih berada d, tangan mereka Lebih baik kau bersabar se dikit,"

Katanya mengingatkan. WaJah Yok Sau Cun berubah serius.

"Siau Cui kouwmo, jangan khavvatir. Yang menghina Kong Tong pai adalah aku, Yok Sau Cun, semua resiko ditanggung oleh aku sendiri Tidak ada hubungannya dengan orang-orang Kui Hun Ceng,"

Sahutnya tegas. Cu Kiau Kiau tertawa dingin.

"Memang apa kehebatanmu? Barang siapa menghina Kong Tong pai, hukumannya adalah kematian Sekarang sebaiknya kau serahkan Sit Kim kiam yang asli. Setelah kami periksei nanti dan ternyata memang bukan barang palsu, mungkin kau bisa terhin dar dari hukuman kematian " . Yok Sau Cun tertawa lebar.

"Rasanya kouwnio salah menilai orang.".

"Hanya mengandalkan dirimu seorang memangnya apa yang dapat kau lakukan'?"

Tanya Cu Kiau Kiau sengit. Yok Sau Cun masih tenang-tenang saja Dia bahkan tersenyum simpul.

"Tadinya maksud cayhe menukarkan pedang dengan Hui siocia. Asal cayhe sudah melihatnya, maka pedang Sit Kim kiam ini akan segera diserahkan kepada pihak kalian Tapt sekarang melihat kouwnio rasanya sama Juga." . Cu Kiau Kiau mendelikkan matanya besarbesar kepada Yok Sau Cun.

"Kalau bicara yang jelas Maksudmu setelah metihat aku kau rela menyerahkan pe dang Sit Kim kiam tersebut?" .

"Melihat Kouwnio membuat hati cayhe tergugah Orang ditukar dengan orang boleh juga,"

Sahut Yok Sau Cun tenang.

Baru saja ucapannya selesai, mendadak tangannya bergerak Jaraknya dengan Cu Kiau Kiau memang hanya satu depa Gerakannya begitu cepat dan tiba-tiba pergelangan tangan kanan ggdis itu sudah tercengkeram olehnya Kemudian secepat kilat pula dia menotok salah satu jalan darah di punggung gadis itu.

Cu Kiau Kiau masih befum mencernakan arti 'orang ditukar dengan orang boleh juga' tiba-tiba dia merasa matarrya berkunangku nang Pergelangan tangan kanannya telah.

dicengkeram oleh Yok Sau Cun Hatinya ter kejut sekali Dia berusaha memberontak tetapi setengah bagian tubuhnya terasa kebal dan tidak dapat digerakkan lagi Hanya ma tanya sa|a yang mendelik kepada Yok Sau Cun sambil memaktmaki .

"Tampaknya kau sudah bosan hidup" . Padahal Cian PoaTeng berdm di samping Cu Kiau Kiau Dia merupakan seorang tokoh yang sudah berpengaiaman. Meskipun dia merasa curiga mendengar ucapan Yok Sau Cun tapi dia tidak menyangka gerakan tangan pemuda itu demikian cepat Cian Poa Teng langsung meraung dan tangan kanannya diulurkan dengan maksud menghantam pangkal lengan Yok Sau Cun. Anak muda itu hanya bergerak sedikit Dia menyeret tubuh Cu Kiau Kiau Dengan demikian dirinya sendiri jadi tertutup Tentu saja hal ini tidak diduga oleh Cian Poa Teng. Seandainya hantaman telapak tangannya tidak ditarik kembali Pasti yang terkena sasaran adalah Cu Kiau Kiau sendiri Cian Poa Teng mana beram menanggung resiko seberat itu, terpaksa dengan susah payah dia menarik kembali tangannya yang sudah meluncur di tengah jalan Hatinya jengkel sekaligus marah Matanya mendelik lebar lebar ke arah anak muda tersebut.

"Manusia she Yok! Mencengkeram pergelangan tangan seorang gadis seperti itu, bagaimana bisa dikatakan perbuatan seorang pendekar? Lebih baik kau lepaskan Cu Kouwmo kalau berani hadapilah aku!"

Bentaknya lantang. Tepat pada saat itu dua gadis pelayan Cu Kiau Kiau sudah menghunus goloknya dan mengurung Yok Sau Cun Tetapi mana mungkin Yok Sau Cun memandang sebelah mata terhadap mereka?.

"Kalian pihak Kong Tong pai juga menculik Hui siocia Malah meminta ditukarkan dengan sebatang pedang pusaka. Apakah itu juga dapat disebut perbuatan pendekar? Kalau Kong Tong pai bisa berbuat demikian mengapa aku orang she Yok tidak bisa melakukan hal yang sama?"

Tanyanya dingin. Cian Poa Teng mendengus dingin. 'Yok Sau Cun, kau akan menyeial beram bertentangan dengan Kong Tong pai'". Yok Sau Cun tersenyum simpul.

"Cian Lao cang tidak periu menggertak. Seandainya cayhe takut terhadap Kong Tong pai, tentu malam ini tidak akan mewakili Hui hujin datang keman,"

Sahutnya tenang.

Separuh badan Cu Kiau Kiau tidak dapat digerakkan.

Mana tangannya juga terus dicengkeram oleh Yok Sau Cun.

Hal ini merupakan suatu penghinaan yang pertama kaltnya sejak dia dilahirkan dan rahim ibu nya Wajahnya merah padam Giginya dikertakkan erat-erat.

"Yok Sau Cun, asal kau melepaskan tanganmu, maka nona akan menghancurkan tubuhnya menjadi potonganpotongan kecil Dengan demikian hatiku baru puas rasanya!"

Makinya kalang kabut. Yok Sau Cun tidak marah Dia bahkan memperlihatkan seulas senyuman yang lembut.

"Sekarang Kouwnio tahu bagaimana ter tekannya hati kouwnio iatuh di tangan orang Coba bayangkan perasaan Hui siocia, penghinaan yang ia rasakan pasti tidak di bawah dirimu " .

"Apa hubunganmu dengan Hui Fei Cin?. Mengapa kau demikian memperhatikan dirinya?"

Bentak Cu Kiau Kiau.

"Hui Siocia dengan cayhe hanya kawan biasa Cayhe hanya merasa tidak puas tnelihat tindakan kalian dan juga sikap kouwnio yang seakan di dunia ini tidakk ada orang lainnya lagi yang lebih hebat daripada dirimu sendiri" . Mata Cu Kiau Kiau memandang Yok Sau Cun dengan sinar kebencian Dadanya terasa hampir meiedak menahan amarah yang meluap-luap.

"Nona sudah terjatuh dalam tanganmu. Ingin bunuh, silahkan. Tapi sebaiknya kau jangan lepaskan aku begitu saja seumur hidupmu"

Ancamnya.

"Kouwnio tidak perlu memanasi hatiku. Apa yang kau lakukan itu tiada gunanya Kouwmo adalah putn kesayangan Hue leng senbu Menyandera dirimu untuk ditukarkan dengan Hui siocia merupakan suatu hal yang palmg adil Siapa pun tidak ada yang merasa dirugikan,' sahut Yok Sau Cun Kemudian dia menoleh kepada Cian Poa Teng "

Cian Lao cang, harap kau menunjukkan jalan Cayhe ingin bertemu langsung dengan Hue leng senbu agar dapat menukar putrinya dengan Hui siocia " .

Cian Poa Teng merupakan Yu huhoat dan Kong Tong pai ilmu silatnya sangat tinggi.

Tetapi sekarang Cu Kiau Kiau berada dalam genggaman Yok Sau Cun dan dijadikan sandera.

Biarpun ilmunya lebih tinggi dari sekarang, dia juga tidak berani sembarangan bertindak.

"Baiklah Lao siu akan menunjukkan ja lan,"

Katanya terpaksa. Tanpa mengatakan apa-apa lagi, dia langsung menuruni bukit. Yok Sau Cun menoleh ke arah Siau Cui.

"Siau Cui kouwmo, lebih baik kau pulang dulu Laporkan kepada Hui hujin bahwa cayhe akan menukar kouwnio ini dengan Hui siocia sekarang " .

"Budak diperintahkan oleh Lao hujin un tuk menjemput siocia. Otomatis budak harus ikut dengan Yok siangkong,"

Sahut Siau Cui tidak mau mengerti. Yok Sau Cun terpaksa menganggukkan kepalanya Sinar matanya beralih kepada Cu Kiau Kiau.

"Terpaksa menyusahkan kouwnio sebentar Silahkan'"

Katanya ambil tersenyum simpul.

Tangan Yok Sau Cun masih menggenggam pergelangan tangan Cu Kiau Kiau Dia langsung mengikuti Cian Poa Teng dari toelakang Otomatis langkah kaki Cu Kiau Kiau juga terseret Mau tidak mau terpaksa dia harus mengikutinya.

Siau Cui mengikuti di belakang Cu Kiau Kiau.

Dia khawatir kedua gadis pelayan Cu Kiau Kiau dan kedua laki-laki berpakaian hijau larsebut tiba-tiba akan turun tangan membokong Yok Sau Cun Padahal mana mungkin kedua gadis pelayan laki-laki itu berani sembarangan mengambil tmdakan Sedangkan Cian Poa Teng saia masih harus berpikir dua kalf Mereka terpaksa mengikuti saja dari belakang.

Sejak kecil Cu Kiau Kiau mendapat didikan langsung dari ibunya dalam mem pelajan ilmu silat yang mengutamakan senjata rahasia berbentuk api Dia juga selalu dimanjakan se|ak kecil Terhadap siapa pun dia selalu main perintah dan bersikap garang Siapa pun yang berhadapan dengannya terpaksa mengalah beberapa bagian.

Itulah sebabnya orang-orang dunia kangouw menjulukinya hue mo li Sebetulnya usia gadis itu baru delapan belas tahun.

Selamanya dia belum pernah berdekatan dengan seorang pemuda Kali ini pergelangan tangannya dicengkeram oleh Yok Sau Cun Pertamatama dia merasa terhina sekali Hampir saja dia menangis menggerung gerung.

Rasanya dia ingin mengeluarkan senjata bola apinya dan menyambitkan ke arah dada Yok Sau Cun agar jantungnya terbakar hangus Mungkin dengan cara demikian hatinya yang kesal baru dapat terlampiaskan.

Sekarang dia berjalan bergandengan dengan anak muda itu Dia merasakan tangan.

Yok Sau Cun yang mencengkeram pergelangan tangannya Namun cekalan itu tidak terlalu kuat Dia tidak merasa sakit lama sekali Apalagi setiap kali bicara, bibir Yok Sau Cun selalu tersenyum Hal ini menambah ketampanan wajahnya.

Tiba-tiba ada serangkum perasaan tidak menentu yang menyelinap dalam hatinya.

Dia memalmgkan kepalanya dan mencun pandang ke arah Yok Sau Cun Di bawah cahaya rembulan, dia menatap wajah anak muda itu Semakin diperhatikan rasa sebalnya semakin berkurang.

Memang tidak' Wajahnya bersih dengan hidung tegak, bibirnya indah dan sinar matanya lembut Dapat dtpastikan bahwa wajah pemuda seperti inilah yang banyak diidamkan oleh para gadis Tiba-tiba wajah Cu Kiau Kiau merah padam Dia memakt dirinya sendiri dan berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia tidak termasuk dalam daftar gadis-gadis itu.

Di bawah sinar rembulan, rombongan itu berjaian dengan pertahan.

Kirakira sepeminuman teh kemudian, mereka sampai di tanah lapangan yang luas Yok Sau Cun merasa tidak asmg dengan tefflpat itu Selelah dipikirkan dengan seksama, dia baru teringat bahwa tempat itu adalah Sian li bio yang dikunjunginya kemarin.

Saat itu dia hampir tidak mengenali karena kemarin di sana suasana ramai sskali seperti pasar malam Sekarang para pe dagang ataupun kerumunan orang tidak ada lagi.

Maka untuk sesaat ingatannya tidak tergugah.

Langkah kaki Cian Poa Teng tidak berhenti.

Dia mengajak Yok Sau Cun berjalan melalui pintu sebelah timur Di sana terdapat sebuah kondor yang lebar sekali Berjalan tidak berapa jauh, terlihatlah dua belah pintu berwarna hitam pekat di sebelah kanan.

Cian Poa Teng bergegas mendekat pintu tersebut Kemudian dia mengetuk gelang besar di depannya sebanyak dua kali Tampak pintu Itu terbuka dan seorang laki-laki berpakaian hijau berjalan keluar.

Melihat Cian Poa Teng.

dia segera menjura dalamdalam.

"Yu Hu hoat.."

Sapanya. Tangan Cian poa Teng dikibaskan.

"Cepat minggir!"

Bentaknya. Yok Sau Cun dipersilahkan masuk ke dalam Kemudian dia menjura.

"Harap Yok kongcu menunggu di sini. Lao siu akan melaporkan ke dalarrii"

Katanya. Yok Sau Cun menarik tangan Cu Kiau Kiau dan mengajaknya masuk ke dalam Sambil melangkah dia tersenyum lebar.

"Cian Lao cang silahkan " . Cia Poa Teng masuk ke dalam dengan tergesa-gesa Tepat pada saat itu terlihat beberapa sosok bayangan berkelebat dari lubang pintu berbentuk bundar seperti rembulan dan mengambil posisi memencar serta mengurung Yok Sau Cun, Cu Kiau Kiau dan Slau Cui. Yok Sau Cun menoleh kepada Cu Kiau Kiau sambil tersenyum.

"Cu kouwnio, sebaiknya kau suruh mereka jangan s.embarangan bergerak Seandainya mereka kesalahan tangan dan melukai Nona, bagaimana aku harus bertanggung jawab kepada ibumu Hue leng sen bu?" . Biasanya Cu Kiau Kiau sangat sombong dan suka mempermainkan orang seenak perutnya Sekarang dia diejek di depan puluhan mund Kong Tong pai bahkan pergelangan tangannya dicengkeram. Hal ini membuat hatinya malu dan marah Dia merasa benci sekall terhadap Yok Sau Cun Rasanya dia Ingin sekali menempeleng pipi anak muda itu sampai giginya rontok semua!. Dalam waktu yang bersamaan, pmtu besar yang ada di hadapan mereka terbuka lebar Cian Poa Teng muncul di tengah te ngah Raut wajahnya kelam sekali Kemungkinan besar dia baru mendapat dampratan dari 1lue leng senbu atas kejadian yang dialami oleh Cu Kiau Kiau.

"Senbu mempersilahkan Yok kongcu masuk ke dalam "

Bahkan nada suaranya menjadi berat.

Yok Sau Cun melongokkan kepalanya melirik k6 balik pintu Di dalam sana terdapal sebuah halaman besar yang terbuka dan besar sekali Di sebelah kanan ada Jima ruangan yang berderetan Ruangan tengah merupakan bangunan yang terbesar Pada saat itu lentera baru dmyalakan Bayangan tubuh manusia yang entah berapa ratus jum lahnya saling berkelebat Yok Sau Cun kem bali menoleh kepada Cu Kiau Kiau dan ter senyum.

"Tidak lama lagi Cu kouwnio sudah dapat berkumpul kembali dengan ibumu. Sekarang terpaksa menyusahkan sebantar saja " . Hati Cu Kiau Kiau merasa benci yang tak terkatakan.

"Huh'"

Dengusnya kesal Entah mengapa, setiap kali melihat senyuman di bibir Yok Sau Cun, hatinya menjadi tidak karuan Dia tetap tidak mengatakan sepatah kata pun.

Hanya ujung matanya yang berkalikali melirik ke arah anak muda tersebut.

Mereka memasuki ruangan tengahi melewati halaman yang besar kemudian naik ke atas undakan batu dan melangkah ke dalam ruangan tengah yang luas Yok Sau Cun masih menggenggam tangan Cu Kiau Kiau.

Tampaknya keduanya berjalan beriringan seperti bergandengan tangan.

Kesan yang timbul dan kedua orang itu malah seperti sepasang kekasih yang sedang dilanda asmara.

Apalagi Yok Sau Cun, dia berjalan dengan langkah lebar Sikapnya gagah sekali Tampangnya demikian tenang seakan tidak memandang sebelah mala terhadap Kong Tong pai Sebetulnya jantung Yok Sau Cun.

sedang berdebar debar.

Dia sudah menduga bahwa tempat ini merupakan markas Hue leng senbu Orang ini adalah adik se perguruan dari ketua Kong Tong pai, Ci Leng Un llmu silatnya konon tinggi sekali.

Begitu pula kedudukannya di dalam Kong Tong pai.

Kedatangan Yok Sau Cun ke tempat ini bagaikan seekor kijang yang terperangkap dalam sarang harimau.

Oleh karena itu, meskipun penampilannya gagah dan tenang.

sebetulnya hati anak muda itu khawatir sekah, Belum lagi jumlah mereka yang begitu banyak Sedangkan di pihaknya, dia hanya berdua dengan Siau Cui Namun Yok Sau Cun bukan seorang penakut Dia berani masuk ke markas Hue leng senbu ini tentu hatinya juga sudah mempunyai persiapan yang cukup matang.

Di atas undakan tengah ruangan terdapat sebuah kursi besar dan tinggi.

Di sana du duk seorang wanita berusia lanjut yang tu buhnya kurus sekali Dia mengenakan pakaian berwarna ungu.

Paling tidak usianya sudah di atas lima puluh tahunan Wajahnya dingin dan kaku.

Sepasang sinar matanya tajam menusuk Tampangnya tidak jelek bahkan lumayan cantik Tapi tidak enak dilihat bahkan ada kesan menyeramkan.

Di belakangnya berdiri empat orang wanita setengah baya berpakaian hijau Masingmasing menyandang sebatang pedang panjang Dua di antaranya membawa sebatang pedang yang modelnya antik sekali Sedangkan satu lagi yang sebelah kiri menggenggam sebatang tongkat berkepala rajawali.

Suasana di dalam ruangan itu sangat mencekam Seakan setiap saat tersedia bom yang dapat meledak sewaktuwaktu Di belakang Yok Sau Cun mengikutt dua orang Yang satunya Siau Cui, sedangkan yang satunya lagi Yu Huhoat Kong Tong pai, Cian Poa Teng.

Hue leng senbu Cu Leng Sian duduk di tempat yang tinggi Tentu saja dia melihat pergelangan tangan putnnya dicengkeram oleh Yok Sau Cun Malah setelah masuk ke dalam ruangan besar tersebut dan sudah berada di hadapannya, Yok Sau Cun tidak melepaskan pegangannya Hal ini bagi Hue leng sen bu merupakan perbuatan yang sangat kurang ajar Juga membuatnya kehilangan pamor.

Pada saat itu Juga, wajahnya berubah menjadi angker.

Matanya menatap Yok Sau Cun dengan pandangan menusuk.

"Orang rnuda, mengapa di hadapan aku orang tua, kau masih belum melepaskan Kiau Kiau? Di mana letak sopan santunmu?"

Tegurnya keras. Yok Sau Cun membungkukkan tubuhnya dan menjura.

"Anda mungkin yang disebut Hue leng sen bu oleh orang-orang duma kangouw Kedatangan cayhe ke sini bukan untuk mengunjungi sahabat atau teman"

Sahutnya sinis. Mata Hue Leng senbu langsung memi cing mendengar ucapannya Tangan anak muda itu masih juga mencekal pergelangan tangan Cu Kiau Kiau.

"Aku harap kau lepaskan tangan putriku'". Yok Sau Cun tersenyum lembut.

"Harap Senbu maafkan Perbuatan cayhe terhadap putrimu ini bukan dengan maksud apa-apa Cayhe ingin bertemu dengan Senbu dengan harapan dapat menggunakan putnmu ini untuk ditukarkan dengan seseorang. Oleh karena itu, sebelum mendapat persetujuan dari Senbu kouwnio ini tidak boleh dilepaskan " . Di wajah Hue leng sen bu tersirat Kawa amarah.

"Aku menyuruh mereka melepaskan Siau Cui pulang ke Kui lun Ceng agar dapat melaporkan bahwa pihak kami meminta mereka menukar nonanya dengan Sit Kim kiam Mengapa sekarang kau malah mencekal tangan putriku" ?".

"Memang betul Membawa pedang Sit Kim kiam untuk ditukarkan dengan Hui siocia merupakan syarat yang kalian ajukan Tapi tadi Cu kouwnio meminta cayhe menyerahkan pedang Sit Kim kiam terlebih dahulu baru pihak kalian akan melepaskan 1lui siocia Entah mengapa cayhe merasa cara demikian kurang adil Bagaimana kalau sesudah cayhe menyerahkan pedang tapi pihak kahan malah tidak bersedia melepaskan Hui siocia .'? Bagaimana cayhe harus bertanggung jawab di hadapan Hui hujin'?" . Mungkinkarena putfinyasudahterjatuh di tangan anak muda ini maka Hue leng senbu berusaha menyabarkan irmya Dia hanya mendengus dingin.

"Sekarang kau boleh menyerahkan Sit Kim kiam Aku akan memenntahkan mereka melepaskan Hui siocia".

"Memang pedang untuk ditukarkan de ngan orang adalah syarat yang diajukan oleh pihak kalian Hui hujin belum menyatakan persetUjuannya Kong Tong pai merupakan salah satu dan delapan partai besar di Bulim Perbuatan yang kalian lakukan ini apakah tidak merendahkan derajat partai sendiri?" .

"Kurang ajar!"

Bentak Hue leng senbu marah "Usiaku sudah di atas setengah abad Apakah kau pantas menasehatiku?". Yok Sau Cun tersenyum simpul.

"Di dalam dunia ini, orang tua juga bisa saia berbuat kesalahan Apa yang cahye katakan merupakan 'peraturan hidup Bersedia tidaknya kalian mendengarkan merupakan hak kalian, tentu saja kalau tidak ma|u ditertawakan temanteman dan dunia kangouw,"

Sahut Yok Sau Cun tegas. Dada Hue leng senbu seakan hampir me ledak Tapi akhirnya dia menahan kemarah annya 'Lalu, apa yang kau ingmkan? "

Tanyanya sinis.

"Cayhe merasa menukar orang dengan orang pula baru dapat dikatakan adil,"

Sahut Yok Sau Cun. Wajah Hue leng senbu langsung berubah hebat. Dia tertawa dingin.

"Kau kira dengan meringkus Kiau kiau, aku tidak berani berbuat apa-apa terhadap dirimu' " . Yok Sau Cun mengembangkan senyuman yang mengandung ejekan. 'Apakah Senbu ingin mengandalkan jumlah orangmu yang banyak? " . Kali ini kemarahan Hue leng Sengbu benar-benar tidak dapat ditahan lagi Dia menepuk tangannya tiga kali berturut-turut.

"Kalian ringkus bocah tidak tahu diri itu!" . Dua orang wanita yang berdiri di belakangnya segera berjalan keluar.

"Apakah ini berarti Sen bu tidak setuju permintaan cayhe yakni menukar orang dengan orang pula?"

Tanya Yok Sau Cun tenang. Hue leng senbu menghentakkan kakinya ke atas lantai sehingga terdengar suara seperti gempa bumi.

"Seandainya aku terpaksa menyetujui untuk melepaskan Hui Fei Cin, tapi aku tetap ingin meringkusmu hidup-hidup!"

Teriaknya marah.

Ucapannya seiesai kedua wanita berpakaian hijau tadi langsung melangkah maju dan berhenti di depan Yok Sau Cun Dalam waktu yang bersamaan, tubuh keduanya bergerak Kelima jari membentuk cakar Yang satu mengmcar pergelangan tangan kanan Yok Sau Cun, sedangkan yang satunya lagi melancarkan serangan ke arah bahu kiri anak muda itu.

Pada saat itu juga Yok Sau Cun mendengar seruan lirih dan sampingnya .

"Hati hati'". Yok Sau Cun tertawa lebar.

"Hanya mengandalkan kedua bawahan ini saja, rasanya masih belum bisa mengapa apakan diri cayhe " . Tiba tiba kakinya mundur setengah langkah Tangan kanannya yang mencekal Cu Kiau Kiau dilepaskan Dia tidak perlu khawatir karena dia telah menotok jalan darah gadis itu Dengan kecepatan yang tidak dapat diikuti pandangan mata, sepasang tangannya bergerak dan mencengkeram pergelangan tangan kedua wanita tersebut Hanya dalam waktu sekejap mata keduanya sudah tercekal lalu dilemparkan sampai terpental jauh. Tahu-tahu dia sudah berdiri tegak dan tangan kanan kembali mencekal pergelangan tangan Cu Kiau Kiau Seakan dari tadi belum ada kejadian apa-apa saja. Sepertinya dia hanya seorang penonton dan orang lain yang melemparkan kedua wanita tadi. Kedua pelayanHue leng sen bu bahkan tidak tahu bagaimana dirinya bisa dibanting oleh anak muda tersebut Perlu diketahui bahwa keempat pelayan wanita yang mendampingiHue leng senbu sudah masuk Kong Tong pai sejak kecil. Mereka mendapat didikan langsung dariHue leng senbu. Boleh dibilang ilmu yang mereka pelajari merupakan ilmu silat partai tersebut. Meskipun sehari-harinya mereka saling menyapa sebagai majikan dan pelayan. Tapi sebenarnya hubungan mereka adalah guru dan murid Usia mereka sudah di atas empat puluh tahun Mereka sudah bertekad untuk tidak menikah dan melayaniHue leng senbu seumur hidupnya. Kedua wanita berpakaian hijau itu memang tidak mengerti bagaimana tubuh mereka tahu-tahu sudah dilempar keluar oleh musuh, tetapi baru saja mereka mendarat ke tanah, tanpa bersepakat terlebih dahulu keduanya langsung melesat di udara lalu berjungkir balik dan menerjang ke arah Yok Sau Cun. Selama mengikutiHue leng sen bu kurang lebih tiga puluh tahun, baru kali ini mereka dilemparkan orang dalam gebrakan pertama. Dengan demikian, hati mereka menjadi nekat Begitu melayang kembali, terdengar suara tinggi. Sebanyak dua kali. Ternyata masing-masing orang itu sudah menghunus pedangnya dan menyerang Yok Sau Cun dari kiri dan kanan.

"Kalian kembali secepat ini, apakah sengaja ingin mengadu senjata dengan cayhe''"

Tanya Yok Sau Cun sambil cengar-cengir. Tentu saja hati kedua wanita itu semakin kesal. Wajah mereka hijau membesi.

"Kau lepaskan dulu siocia kami. Nanti kami tidak akan menyerangmu lagi "

Sahut wanita yang menyerang dari sebelah kiri. Yok Sau Cun tertawa terbahak-bahak.

"Cu kouwmo merupakan teman cayhe Bagaimana mungkin cayhe dapat melepaskannya begitu saja?"

Ketika berbicara, tangan Yok Sau Cun sudah meraba gulungan pedangnya Tiba-tiba terdengar suara "Cringgi"

Sinar putih berkilauan Pedang lemasnya telah digetarkan sehingga menjadi tegak lurus Sekali lagi dia mendongakkan wajahnya dan lersenyum "Liongwi mgin bergebrak dengan cayhe silahkan kerahkan se gala kemampLian Tidak usah perdulikan Cu kouwnio Dia berada dalam genggaman orang she Cu tidak ada bedanya dengan di samping ibunya sendiri " .

Wanita yang berada di sebelah kanannya marah sekali.

"Orang she Yok, kau ingin menggunakan siocia untuk mengancam kami?" . Sekali lagi Yok Sau Cun tertawa terbahak-bahak.

"Menggelikan. Cayhe sudah mengatakan bahwa dengan beradanya Cu kouwnio di sampingku, keselamalannya akan terjamin penuh Tidak ada bedanya dengan berada di samping ibunya sendiri Seandainya Liongwi tidak percaya, boleh menggerakkan pedang untuk mencoba Apabila kalian berhasil me nyentuh ujung bajunya sedikit saja maka bukan saja orang she Yok ini akan melepaskan Cu Kouwnio cayhe malah bersedia menerima hukuman sesuai peraturan yang ber laku di Kong Tong pai kalian " . Kedua wamta berpakaian hijau itu hampir tidak mempercayai pendengaran mereka sendiri Mulut anak muda ini cukup besar juga Justru karena Cu Kiau Kiau berada datam genggamannya maka biarpun dua batang pedang menuding ke leher Yok Sau Cun tapi mereka tidak berani sembarangan menggerakkannya. Hue leng sen bu yang duduk di atas juga hampir lidak dapat percaya terhadap apa yang dikatakan oleh Yok Sau Cun Kedua wanita itu mendapat didikan langsung dannya Dengan menggunakan dua batang pedang, masa mereka bahkan tidak sanggup menyentuh ujung pakaian Cu Kiau Kiau sedikit saja? Diamdiam dia memperhatikan Yok Sau Cun Tapi tampaknya anak muda ilu tidak seperti orang yang berdusta Unluk sesaat dia sama sekali tidak dapat menebak asal usul Yok Sau Cun Akhirnya dia mendengus dingin.

"Baik kalian boleh mencobanya satu jurus"

Katanya kemudian.

Sejak tadi kedua wanita berpakaian hijau itu memang sudah ingin membuktikan perkataannya Justru karena takut metukai Cu Kiau Kiau maka mereka tidak berani turun tangan Sekarang Hu leng senbu sendiri, yang memberi perintah kepada mereka, tentu saja keduanya diamdiam merasa senang.

Tiba-tiba terdengar suara raungan keras dari mulut kedua wanita itu Tubuh mereka berpencar Satu di kiri dan satu lagi di kanan Sebetulnya kurang tepat kalau dikatakan berpencar Lebih tepat apabila disebut menggant] posisi Yang tadinya ada di sebelah kanan sekarang menggeser ke se belah kiri Sedangkan yang tadinya ada dt sebelah kiri sekarang mengganti posisi di sebelah kanan Kemudian secepat kilat mereka bergerak tagi Sekarang satu di depan dan satunya lagi di belakang Meceka se akan ingnimembuat anak muda itu meniadi bingung Dua batang pedang diluncurkan Mereka menghindari diri Cu Kiau Kiau dan menyerang ke arah Yok Sau Cun.

llmu pedang Kong Tong pai memang terkenal karena perubahan geraknya yang cepat Meskipun hanya satu jurus yang dilancarkan namun gabungan kedua wanila itu sangat kompak Pedang mereka bagai ular berbisa yang siap mematok kapan waktu saja Sedangkan sinar yang terpancar dari pedang mereka bagaikan titik cahaya yang befjatuhan Dalam sekali gerakan saja bagian tubuh sebelah depan maupun belakang sudah terancam di beberapa tempat Coba bayangkan sampai di mana kecepalan gerakan kedua wanita itu.

Namun justru ketika bunga bunga cahaya pedang mereka mulai sirna, tiba-tiba Yojs Sau Cun menarik langan Cu Kiau Kiau dan bergeser satu langkati Tahu-tahu dirinya sudah luput dan serangan kedua wamta tersebut.

Geseran kakinya itu tepat di tempat kedua baiang pedang bertemu dengan cara bersilangan Dengan demikian otomatis serangan mereka menjadi luput dan sasaran Pa dahal terangterangan apabiia mereka menusuk kira kira selengah cun lagi maka tubuh Yok Sau Cun akan tertembus Tapi biar bagaimanapun mereka berusaha, seakan jarak tersebut sudah mencapai titik klimaks dan pedang mereka tidak dapat ditusukkan lebih jauh lagi.

Kedua wanita itu seakan tidak percaya dengan apa yang mereka alami Wajah keduanya hijau membesi.

Sulit diuraikan bagaimana tampang mereka saat itu.

Dibilang tertegun rasanya bukan Dibilang terkejut tapi lebih mirip terkesima' Tetapi karenaHue teng senbun tadi hanya memenntahkan mereka mencoba satu jurus saja, meskipun penasaran mereka tetap tidak berani melanjutkan serangan lagi Akhirnya mereka terpaksa berhenti lalu mengundurkan diri ke samping.

Sepasang mataHue leng senbu bersinar tajam Sejak tadi dia memperhatikan gerakgenk Yok Sau Cun Mulutnya terkatup rapat-rapat Sepatah kata pun tidak diucapkannya Dia seolah sedang menguras otaknya memiktrkan sesuatu.

Yok Sau Cun yang berhasil menghindarkan diri dan serangan kedua wanita itu dengan sekali gerak saja, langsung tertawa lebar.

"Sekarang kalian sudah percaya bukan''" . Meskipun dalam hati Cu Kiau Kiau sangat membenci Yok Sau Cun, tetapi ketika kedua wanita itu baru bertindak keluar tanpa sadar dia mengeluarkan suara seruan memper ingatkan Yok Sau Cun Hal ini membuktikan bahwa dia juga ikut mengkhawatirkan keadaan anak muda tersebut. Kemudian kedua wanita itu tahu-tahu terpental oleh gerakan Yok Sau Cun, hatinya merasa lega biarpun dia tidak tahu bagaimana cara anak muda itu turun tangan Karena dia tahu betul keempat wamta yang mendampingi ibunya itu bukan orang sem barangan Mereka termasuk tokoh kelas satu di Kong Tong pai Bahkan ilmu silatnya sendiri masih terpaut jauh dengan keempat wanita tersebut. Sekarang di hadapan ibunya Yok Sau Cun berhasil melemparkan dua di antara empat wanita itu dalam sekali gerak saja Hal ini malah membuat perasaan tertekannya ber kurang. Tentu sekarang ibunya tidak akan menyalahkan dirinya yang begitu mudah di ringkus oleh Yok Sau Cun Sedangkan dua wanita yang ilmunya jauh lebih tinggi saja mengalami hal yang sama. Untuk sesaat dia merasakan bukan saja anak muda ini mempunyai mutu yang bagus, tetapi ilmu silatnya juga tinggi sekali Diam-diam dia menggenggam telapak tangannya sendiri Seakan ada serangkum perasaan hangat memenuhi hatinya Lambat laun kebenciannya terhadap Yok Sau Cun semakin menipis Apalagi saat im, Yok Sau Cun menarik tangannya sambil menghindarkan diri dan serangan kedua wanita pelayan ibunya, hatinya terasa semakin berbunga-bunga.

"Kalian coba lagi dia beberapa jurus'"

Tiba tiba terdengar suara beratHue leng senbu memenntahkan.

Mencoba lagi beberapa jurus rupanya merupakan hasil pemikirannya ketika merenung sekian lama tadi Hal ini mernbuktikan bahwa dja masih belum bisa menebak aliran ilmu pedang yang dipelajari oleh Yok Sau Cun.

Kedua wanita itu memang tidak puas dengan kekalahan mereka Otomatis mereka ingin sekali mencoba beberapa jurus lagi.

Kemungkinan besar mereka sanggup mengembalikan pamor mereka yang jatuh tadi.

Mereka yang tadinya sudah mengundurkan dni, sekarang maju lagi serentak Wanita yang sebelah kanan langsung membentak.

"Hati-hati kau sekarang!"

Pedang panjang digerakkan.

Satu jurus tiga perubahan Sinar pedang berkilauan dan meluncur ke arah Yok Sau Cun.

Sedangkan wamta yang sebelah kiri malah tidak mengatakan aepatah kata pun Tu buhnya ttbatiba berkelebat dengan kecepatan yang tidak kalah dengan rekannya Tangan terangkat pedang meluncur Gerakannya bagai selembar daun yang dihempas oleh angin Lima cank sinar pedang ber kelebat di depan mata Yok Sau Cun.

Tangan kiri Yok Sau Cun segera menanlCu Kiau Kiau unluk.

mundur satu langkah Tetapi ketika mundur itu, tiba-tiba langkah kakinya berubah lagi Tubuh keduanya me lesat dan mereka menerobos lewat celah pedang yang sedang meluncur lalu mener jang ke arah belakang punggung wanits yang sebelah kanan.

Gerakan langkah kakinya ajaib sekali.

Ke dua wanita itu sama sekali tidak menyadari sama sekali.

Ketika pedang mereka sudah hampir mencapai sasaran, tahu-tahu Yok Sau Cun tidak terlihat lagi Bahkan Cu Kiau Kiau juga tidak tertangkap oleh pandangan mereka.

Wanita yang sebelah kiri langsung mem balikkan tubuhnya dengan pedang meni kam Sedangkan wanita yang sebelah kanan mehukkan pinggangnya bagai dahan pohon liu yang tertiup angin kencang Dia bergerak dengan kecepatan kilat dan padangnya langsung menuju ke arah Yok Sau Cun.

Kiam hoat kedua orang itu telah terlatih sedemikian rupa sehingga sangat kompak satu dengan lainnya.

Kecepatan mereka juga sulit diuraikan dengan kata-kata Tapi biar bagaimana hebalnya ilmu pedang mereka ataupun dahsyatnya serangan mereka, keanehan ilmu pedang di dunia iri] tidak ada yang menandmgi Song ka pak kiam.

Meskipun ilmu Pit kiam sin hoat yang diajarkan oleh suhu Yok Sau Cun masih di bawah Song ka pak kiam Tetapi kalau untuk melawan ilmu pedang aliran lain, apalagi kedua wanita tersebut masih belum berarti apa-apa.

Sembari menarik tangan Cu Kiau Kiau,.

Yok Sau Cun maju mundur berkalikali Tapi langkah kakinya hanya bergeser di situsitu juga Dua batang pedang yang meluncur secepat kilat dan berkilauan ternyata tidak sanggup melukainya barang sedikitpun.

Tadinya Yok Sau Cun juga tidak mempunyai kepastian Itulah sebabnya dia mengeluarkan pedang lemasnya agar pada saat terdesak dia dapat menggunak.annya untuk menangkis serangan kedua wanita itu Tapi tampaknya sekarang dia tidak memer lukannya sama sekali.

Tidak Sejak memperoleh sejurus ilmu pedang dari Kim Ti jin, hatinya ssnang sekati Dia menganggap ilmu yang dipelajarinya se lama mi bjasabiasa saia.

Sekarang dia menghadapi serangan kedua pelayan Hue leng senbu.

Dan dia baru merasakan manfaat dari ilmu yang dipelajarinya Meskipun ilmu pedang kedua wanita itu dahsyat sekali Tapi dia dapat menemukan beberapa titik kelemahan mereka dengan mudah.

Apalagi kalau dia menggabungkan ilmu barunya dengan Pit kiam sin hoat yang dipelajari dan suhunya.

Pasti dafam beberapa geraKan saja, dia bisa mengalahkan mereka berdua Dengan membawa pikiran seperti itu, otomatis dia ingin mencobanya Tangan Kiri tetap mencekal pergelangan tangan Cu Kiau Kiau Kakmya mundur satu langkah Dia meloloskan diri dan serangan kedua wanita tersebut Kemudian tertawa terbahak bahak 'Liongwi kouwnio, cayhe sudah mengalah icebanyak tiga jurus kepada kalian Sekarang merupakan jurus keempat, cayhe tidak sungkan lagi!

Kedua wanita itu menyerangnya tiga jurus berturut-turut Tapi semuanya dapat dihindarkan dengan mudah Mana mungkin mereka sudi berhenti begitu saja Wanita yang sebelah kiri segera melesal ke udara pe jangnya berputar bagai ktnor angin, kemudfan tiba ttba berhenti dan menusuk ke arah enggorokan Yok Sau Cun Wamta yang sebelah kanan menggerakkan kakinya secara bersilangan Sinar pedangnya berkilauan.

Bahkan terlihat ratusan titik cahaya memijar.

Dia menyerang ke arah sebelah kanan.

Ternyata kali ini Yok Sau Cun malah tidak menghindar sama sekati Dia berdiri tegak di lempatnya aampai kedua batang pedang hampir menyentuh dirinya Dia baru mengangkat tangan kanannya ke atas Ufung pedang digetarkan sedikit.

Gerakan pedangnya seperti orang yang sedang mengipas di udara.

Sama sekali tidak terlihat keistime waannya Tapi di dalamnya terkandung ber bagai perubahan yang mengejutkan.

Tiba-tiba tardengar suara Trangi Trangi Dua batang pedang yang sedang meiuncur ke arahnya langsung tergetar hingga tidak dapat diteruskan Getarannya kali ini mengandung tekanan yang kuat Bukan saja kedua batang pedang itu tertangkis olehnya malah tubuh mereka pun ikut tergetar sehingga terdesak mundur sejauh dua langkah.

Hue leng senbu memperhatikan dengan seksama ilmu Pit kiam sin hoat yang dikerah kan oleh Yok Sau Cun Dia merasa ilmu itu agak mirip dengan Tian i sm hoat dari Soat san pai Dia malah mengira Yok Sau Cun adalah anak murid Soat San pai Diam diam hatinya merasa heran.

Terang lerangan digi melihat Yok Sau Cun mendesak mundur kedua wanita pelayannya dalam satu gebrakan saja Kali mi wajahnya yang tua menyorotkan kesan terkejut Tangan kanannya segera dikibaskan.

"Mundur!"

Bentaknya keras.

Kedua orang itu baru sa|a menggerakkan pedangnya untuk menyerang kembah Mendengar bentakan Hue leng sen bu, keduanya langsung menghentikan gerakannya dan pedang panjang pun ditarik ke belakang Setelah membungkukkan tubuh dengan hormat, keduanya langsung mengundurkan diri.

Sinar mata Hue leng senbu bergerakgerak Dipandangnya Yok Sau Cun sekilas.

'Orang muda apakah kau anak murid perguruan Tian san?"

Tanyanya serius.

Hampir saja Yok Sau Cun mengatakan lidak Tetapi setelah dia berpikir kembal] Song loya cu pernah mengatakan bahwa perguruan Tian san Tian san ktam hoat, tiada tandingannya di dunia Saat ini dia hanya seorang diri Demi menyelamatkan Hui Fei Cin, dia harus menempLih bahaya Mungkin ada baiknya kalau dia menggertak Hue leng senbu dengan berdusta sedikit.

Begitu pikirannya tergerak, dia langsung menganggukkan kepalanya.

"Betul?" . Wajah Hue leng sen bu agak berubah mendengar jawabannya Agak lama juga dia merenung Kenwdian dia mengangkat kembali sinar matanya dan mendengus.

"Baiklah Kau lepaskan Cu Kiau Kiau Aku segera bebaskan Hui Fei Cin"

Kata wanita tua itu selanjutnya. Yok Sau Cun menggulung pedangnya kembali dan diselipkan pada ikat pinggangnya Setelah itu dia menjura dengan hormat.

"Tenma kasih atas kebaikan hati Sen bu "

Cekalan tangan kirinya langsung direnggangkan Ternyata dia benar benar melepaskan Cu Kiau Kiau. Siau Cui menjadi panik sekali.

"Yok siangkong kau tidak boleh melepas kannya Bagaimana kalau mereka tetap me nahan siocia'?"

Katanya dengan suara rendah. Yok Sau Cun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Tidak mungkin Hue leng sen bu Cu cianpwe sangat memandang tinggi nama baiknya di dunia kangouw Kata kata yang sudah dikeluarkan tidak mungkin dijilat kembali,"

Sahutnya dengan suara yang sengaja dikeraskan. Kemudian Yok Sau Cun menepuk perlahan bagian punggung Cu Kiau Kiau Setelah itu dia rnenjura kepada gadis tersebut.

"Cu kouwnio atas kelancangan yang cayhe perbuat harap kouwnio sudi memak lumi"

Katanya dengan nada lembut. WaJah Cu Kiau Kiau langsung merah padam Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun Bagai seekor burung yang menerobos ke dalam hutam dia berlan ke samping ibunya.

"Ibu "

Panggilnya dengan nada yang le bih msnyerupai bisikan.

Gerak genknya itu membuat Yu huhoat Cian Poa Teng dan Hue leng senbu Cu Leng Sian serta keempat wamta pelayannya merasa di luar dugaan Berdasarkan sikap Cu Kiau Kiau sehan hannya meskipun tidak ada orang yang mengganggunya, asalkan dia merasa tidak suka, tentu tidak mudah dia mengampuni orang itu.

Kali ini dia dinngkus oleh Yok Sau Cun dan Lui Tang ke Siang Li bio Malah diajgk nya menghmdarkan serangan kedua wanita pelayan Hue leng senbu tadi dengan cara ditarik ke sana ke mari.

Begitu tangannya dilepas, dia malah tidak menerjang Yok Sau Cun Hal ini merupakan keajaiban yang baru pertama kali terjadi Cu Kiau Kiau hanya menghambur ke dalam pelukan Hue leng senbu Sampai 1tue leng senbu pun merasa heran Tapi dipeluknya juga Cu Kiau Kiau erat-erat.

"Kiau Kiau, anak baik kau tentu merasa terhina,"

Katanya. Cu Kiau Kiau rnenyusupkan kepalanya se makin dalam di pelukan Hue leng senbu.

"Tidak apa apa "

Sahutnya lirih sekali.

Kata-kata itu diucapkan dengan suara seperti dengungan nyamuk di telinga Hanya Hue leng senbu yang dapat mendengarnya Alis wanita tua itu sampai bertaut dibuatnya Kali ini dia mengerti Bukankah jawabannya tadi seakan membela anak muda tersebut.

Tanpa sadar dia mengangkat wajah mentperhatikan Yok Sau Cun Diam diam dia rnenganggukkan kepalanya Kernudian dia menoleh ke arah Cian Poa Teng.

"Yu huhoat, kau bawa Hui Fei Cin kemari'"

Perintahnya. Tiba-tiba terdengar suara sahutan dan bagian belakang ruangan.

"Tidak perlu lagi" . Dan nada suaranya saja sudah terdengar bahwa orang ini sedang marah sekali Karena katakatanya diucapkan dengan dingin dan kaku Oi hadapan 1tue leng senbu, siapa yang berani berkata demikian?. Cia Poa Teng terkejut sekali Dia langsung melongokkan kepalanya ke sana ke mari.

"Siapa?"

Bentaknya dengan nada berat. Siau Cui langsung mengenali bahwa yang mengucapkan kata kata itu tadi ialah Hui hujin Hatinya gembira sekali Oia langsung menjawil uiung lengan baju Yok Sau Cun.

"Yok siangkong, Lao hujin sudah datang" . Yok Sau Cun mengangkat kepalanya Dia melihat 1tui hujin mengenakan pakaian berwarna biru dengan tangan rnernbawa pedang Wajahnya menyiratkan hawa arnarah yang meluap Oia keluar dan halaman belakang Oi belakangnya mengikuti dengan ketat seorang yang wajahnya pucat Tangan nya terkulai ke bawah Tampaknya dia terpaksa mengikuti Hui hujin Ternyata dialah si tukang kebun yang bernarna Ong Si Dia bagian paling akhir berjalan Hui Fei Cin Rambutnya terurai tangannya membawa se batang pedang yang ditudingkan ke punggung Ong Si. Tiga orang itu tiba tiba rnuncul dan halaman belakang Wajah Cian Poa Teng ber ubah hebat Tanpa menunggu perintah dan Hue leng senbu dia langsung berteriak lantang "Kurung seluruh jalan keluar!" . Tampak berpuluh puluh laki laki berpa kaian hijau berhamburan masuk ke dalam ruangan dan mengelilingi mereka Keempat wanita pelayan 1tue leng senbu juga lang sung mencabut pedang masmg masing Mereka segera menempati posisi yang ko song dan ikut mengepung Tapi karena Hue leng sen bu belum menurunkan perintah apaapa tidak ada seorang pun yang berani mengarnbil tindakan apa apa. Hue leng sen bu mengendurkan pelukannya Cu Kiau Kiau segera berdiri di sampingnya Wajah wanita tua itu rnenjadi ang ker Oia menatap Yok Sau Cun lekatlekat.

"Rupanya kalian sudah berjanji sebelum nya ".

"Cayhe memang mewakili Hui hujin datang kemari Kalian tidak juga melepaskan Hui siocia pulang sebagai ibu tentu saja Hui hupn khawatir Jtulah sebabnya dia cepatcepat menyusul untuk melihat apa sebetulnya yang telah terjadi Hal seperti ini tidak perlu diherankan bukan?"

Sahut Yok Sau Cun. Dalam waktu yang bersamaan Siau Cui segera rnenyongsong Hui hujin. 'Lao hujin siocia'"

Sapanya. Hui Feng Cin mendorong punggung Ong si ke dekat Siau Cui.

"Siau Cui jaga dia baik baik katanya Kemudian sinar matanya yang indah ber kilauan beralih ke wajah Yok Sau Cun Bibir nya langsung mengembangkan seulas senyuman "

Yok siangkong tenma kasih.

Nada suaranya lernbut dan merdu Benar benar membuat orang yang mendengarnya menjadi terpesona Sayangnya mimik wajahnya terlalu datar Kulit wajahnya juga pucat Malah Siau Cui terlihat lebih cantik dari padanya.

Wajah Hui leng sen bu semakin kelam.

"Di sini bukan tempat kalian bernostalgia Kalau kalian ingin bicara tunggu sampai kalian keluar dan ruanganku ini ' katanya ketus.

Hui hujin langsung mendengus Matanya rnenatap Hue leng senbu tajam-tajarn.

"Kau tentunya yang disebut Hue leng senbu Cu Leng Sian dan Kong Tong pai Wi Yang pai dan partai kalian samasama merupakan partai yang sudah larna berdiri di dunia kangouw Selama ini di antara kita tidak pernah ada sengketa apa apa Tapi kalian mencuhk Siau li dan malah mengajukan permintaan untuk menukarnya dengan pedang Apakah di dunia kangouw sudah tidak ada keadilan lagi?"

Tanyanya sinis. Sinar mata Hue leng senbu juga membalas pandangannya dengan dingin.

"Partai kami rnenculik putnmu demi Sit Kim kiam Selama ini kami sudah menghabis kan banyak biaya Belum lagi korban yang berjatuhan demi menemukan pedang tersebut Akhirnya kami tidak mendapatkan hasil apa-apa Malah putnmu yang mendapatkan nya Kalau dibilang masih ada keadilan di durua kangouw mi, seharusnya kafian rneng ingat jenh payah kami selama im dengan cara ntengembalikan Sit Kim kiam secara baik baik ?" . Hue Fei Cin rnendengus dingin.

"Sit Kim kiam aku peroleh dengan cara membeli dan seorang nelayan Aku toh tidak mencurinya dari Kong Tong pai Apa yang kalian andalkan sehingga berani beranian meminta pedang itu dikembalikan?

Dan setahuku pedang itu juga bukan milik kalian dulunya '.

Hue leng sen bu marah sekali.

"Budak cilik, selama tiga puluh tahun belakangan ini, belum pernah ada orang yang berani mengucapkan kata-kata yang kasar di hadapan aku orang tua Tadinya aku memandang wajah Tian San lojin dan sudah berjanji kepada orang she Yok itu untuk melepaskanmu Ternyata sekarang ibumu sudah datang sendiri untuk melepaskanmu Bagus sekali Aku hampir tidak mempunyai peluang datang ke Wi Yang Kebetulan aku dapat berternu dengan orang orang Wi Yang pai di sini " . Hui hujin tertawa datar.

"TarTtu hanya mengikuti keinginan tuan rumah. Permainan apa pun yang kau keluarkan, aku pasti tidak akan ntenolaknya Tapi sebelumnya aku ingin menyelesaikan satu persoalan."

Tiba-tiba dia menolehkan kepalanya ke arah Ong Si "Ong Si' Cepat katakanl"

Kau mendapat dukungan dari siapa sehingga berani mengkhianati siocia?".

Meskipun urat nadinya tertotok, tapi di hadapan Yu huhoat Cian Poa Teng dan Hue leng senbu, belum lagi dikelilingi oleh puluhan murid Kong Tong pai, hati Ong Si menjadi besar Dia tertawa terbahakbahak.

"Hui hujin, cayhe tidak mendapat dukung an dan siapasiapa Cayhe memang mund Kong Tong pai. Maka tidak heran kalau cayhe mementingkan perguruannya sendm bukan?" . Hui hujin tertawa dingin ".

"Bagus Kau adalah mund Kong Tong pai Tetapi kau menyusup ke dalam Wi Yang pai untuk menjadi tukang kebun. Padahal sebenarnya kau adalah mata mata yang diselusupkan ke tempat kami'"

Baru berkata sampai disitu, waiahnya berubah serius Matanya dingin rnenusuk Nada suara pun men jadi tajam.

"Baik aliran hitam maupun putih di dunia kangouw, ada sebuah peraturan yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun, yaitu siapa yang menjadi mata-mata di perguruan orang lain, hukumannya adalah mati. Tentunya kau sudah tahu bukan? Sekarang di hadapan orang-orang partai Kong Tong pai, aku akan mernbereskanmu terlebih dahulu!" . Sebelumnya Ong Sj masih tidak takut Setelah mendengar kata kata terakhir Hui hujin barusan, nyalinya menjadi ciut. Hatinya pa_ilik sekali.

"Yu huhoat, tolong . '"

Teriaknya gugup. Belum lagi suaranya sirap, Hui hujin sudah mengangkat telapak tangannya dan menghantam ke arah jantung Ong Si.

"Sebetulnya masih terlalu enak membiarkan kau mati dengan tubuh utuh!"

Katanya dingin.

Dalam partai mana pun, untuk menghukum mati seorang matamata atau pengkhianat selalu dengan cara menghancurkan tubuhnya menjadi beberapa bagian Misalnya dibacok sampai hancur atau ke empat anggota tubuhnya diikatkan pada masing masing seekor kuda lalu ditarik sehingga putus Kernatian semacam itu rnemang rnengerikan Itulah sebabnya mata mata juga disebut perbuatan yang paling hina.

Sekarang Hui hujin hanya menghantam telapak tangannya ke jantung Ong Si sehingga tergetar putus tentu saja hal ini dapat dikatakan kernatian yang terlatu enak bagi pengkhianat tersebut.

Cian Poa Teng bermaksud mencegah.

"Hui hujin, tunggu dulu. Tapi ternyata teriakannya terlambat. Hui hujin rnenatapnya dengan sinis.

"Apakah caraku ini salah'? Coba aku ber tanya kepada Cian Lao huhoat Apabila ada orang Wi Yang pai yang rnenyusup ke partai kafian sebagai matamata Tindakan apa yang akan diambil oleh Cian lao huhoat" . Di tanya sedernikian rupa,Cian Poa Teng sampai tidak dapat ntenyahut sepatah kata pun Hui hujin rnendengus sekah lagi Sinar matanya beralih kepada Hue leng senbu.

"Hue leng senbu, biar kau saja yang memutuskan Setelah persoaian ini selesai, aku akan mohon diri dan tempat ini,"

katanya kemudian.

"Bagus sekali' 'Tiba-tiba Hue leng sen'bu bangkit dan tempat duduknya Dia membalikkan tubuh dan menggapai kepada kedua wanita yang memegangkan pedangnya Kedua pelayan wanita tersebut langsung membungkukkan tubuhnya dengan hormat dan pedang yang mereka pegang segera disodorkan ke depan.

Tangan Hue leng sen bu terulur untuk merigambil pedang tersebut Setelah itu terdengar suara.

"Trangggi"

Pedangnya teiah dihunus dan matanya rnenatap dingin ke arah Hui hujin. 'Seandainya di antara kalian ada yang sanggup menenma tiga jurus seranganku, maka kalian boleh pergi dengan bebas "

Katanya datar.

"Aku bersedia rnenyambut tantanganrnu!"

Sahut 1tui hujin Pedangnya diangkat ke atas 'Tamu yang baik tidak akan merigecewakan tuan rumahnya Hue teng senbu, silahkan muiai '. Yok Sau Cun cepatcepat maju dua langkah dan menjura dalam dalam.

"Hui hujin, tunggu dulu".

"Ada apa. Yok kongcu?"

Tanya Hui hujin.

"Harap hujin mundur. Tiga jurus serangan Hue leng senbu biar cayhe saja yang menyarnbutnya "

Sahut Yok Sau Cun.

"Tidak Harap Yok siangkong ajak siau li mundur sedikit Aku ingin meminta pelajaran langsung dari tokoh Kong Tong pai"

Kata Hui hujin. Yok Sau Cun tidak mundur sedikitpun.

"Putri kesayangan Hue leng senbu cayhelah yang rneringkusnya Justru hal ini yang membuat Senbu marah Oleh karena itu tiga jurus serangannya cayhe pula yang harus menyambutnya Harap hujin berdiri di samping saja sebagai penonton Kalau sampai cayhe tidak sanggup menerimanya, barulah hujin menggantikan " . Tadinya dia masih menganggap Hui hujin tidak mengerti ilrnu silat Oleh karena itu, dia menawarkan diri mewakilinya memenuhi undangan ke Lui Tang Sekarang dia menyaksikan Hui hujin rnembawa pedang dan rnenolong Hui Fei Cin, maka dia langsung sadar bahwa ilmu silat wanita setengah baya ini sama sekali tidak lemah. Tetapi karena Tiong Hui Ciong berkali-kali mengingatkan kepadanya agar jangan sampai menyinggung perasaan Hue lengsenbu, hal ini membuatnya penasaran Lagipula dia khawatir Hui hujin bukan tandmgan Hue lengsenbu. Satu jurus ilmu yang dipelaiannya sangat hebat Apalagi sekarang dia dapat menggabungkannya dengan Pit kiam sm hoat ajaran suhunya Bahkan orang seperti Song Ceng San yang mendapat julukan Bulim te it kiam alias Jago pedang nomor satu di Bulim pun mengakui apabila dia sudah melatih ilmu ini dengan matang rnaka dia akan sanggup menerima serangan darinya 1tal ini embuat tekadnya semakin membara Dia erasa masih sanggup menenma tiga jurus rangan Hue leng senbu Oleh karena itu ula, dia berkeras tidak [nemperbolehkan ui hujin yang rneriyambut ketiga jurus terebut. Hue leng senbu tampaknya mutai tidak abar "Apakah perundingan kalian masih belum selesai'?"

Yok Sau Cun tidak memberi kesempatan bagi Hui hujin untuk menyahut.

"Cayhe memang tidak mengukur kepan daian diri sendiri biarlah cayhe sambut ke tiga jurus dan Hue leng senbu "

Terdengar suara.

"Cring Pedang lemasnya disentak menjadi lurus dan melindungi di depan dadanya. Mendengar ucapannya hati Cu Kiau Kiau pamk sekali Oia mendelik kepada Yok Sau Cun sambil berteriak "

Kau benar benar cari rnati"

Nada suaranya seperti rnengandung kebencian sekaligus menasehati agar dia jangan sok jadi pahlawan.

"Bagus sekali Sebaiknya kau berhati hati'"

Sahut Hue leng sen bu dingin Pedang panjangnya langsung diulurkan ke depan Sekali digetarkan terlihatlah beberapa carik sinar yang berkilauan Hawa dingin langsung terasa rnenyebar di antara pedang yang menannan itu Perasaan orang yang ada dalam ruangan itu jadi seperti berdiri di antara dunia nyata dan dunia fantasi.

Bagaimana pun pengalaman Yok Sau!

Cun dalam bertarung dengan musuh tangguh masih belum cukup Melihat gerakan yang dilakukan Hue leng sen bu, untuk sesaat dia tidak tahu apa yang harus diperbuatnya.

Dalam keadaan panik, dia tidak perduli ada manfaatnya atau tidak Diangkatnya pedang lemasnya ke atas dan dikerahkannya satu jurus ilmu yang diajarkan oleh Kim Ti jui Perlahan-lahan dia mengulurkan pedangnya ke depan Irn yang dinamakan asal tubruk Dia sarna sekali tidak tahu jurus apa yang harus dimainkan agar dapat mengimbangi serangan lawan.

Tangannya bergerak menggetarkan pedangnya ke kiri dan kanan Tiba-tiba terdengar suara.

"Trang!"

Dua batang serijata telah salmg membentur Serangan pedang Hue leng senbu ini hebat sekali Tetapi bukan saja Yok Sau Cun berhasil menghidannya, malah pedang wanita tua itu tertangkis ke samping olehnya.

Sedangkan Hui hujin yang melihat Yok Sau Cun berkeras mewakilinya menerima serangan tiga jurus Hue leng sen bu, tidak enak hati lagi untuk mencegah Namun dia tahu lawan yang satu ini tidak mudah ditandingi Diamdiam dia mencemaskan keadaan Yok Sau Cun Itulah sebabnya dia berdiri di belakang anak muda itu dan tidak mau bergeser lebih jauh Seandainya Yok Sau Cun dalam keadaan bahaya, dia dapat segera turun tangan memberikan pertotongan.

Saat ini dia baru menyaksikan bahwa ilrnu silat yang dikerahkan anak muda itu sangat sederhana Tampaknya tidak ada keistimewaan apa-apa Tetapi dengan rnudah Yok Sau Cun dapat mengelakkan diri dan serangan Hue leng senbu Hatmya terkejut sekali Dan otomatis rada lega.

Akhirnya dia rnundur dua langkah lambat-lambat.

Hue leng senbu mendengus marah pedang panjangnya langsung diangkat ke atas dan rnenusuk ke depan.

Timbullah ratusan titik yang berktlauan di udara Jurus yang satu ini bagai hujan angin yang rnenerpa dan siap menghempas apa saja yang ada di ha dapannya Pedang di tangannya seakan menirnbulkan ratusan cahaya bintang yang dingin.

Bayangan-bayangan pedang mengurung diri Yok Sau Cun.

Apabila Yok Sau Cun ingin rnengangkat pedangnya rnenangkis, tentu sudah terlarn bat Tapi dia memiliki sejurus ilmu baru yang diajari oleh Kirn Ti Jui Secara serampangan dia menjalankan Jurus tersebut Pedang lernas di tangannya di putar berkeliling tiga kali setelah itu dia menghujamkannya ke depan Tadi dia baru rnenjalankan gerakan pertama saja sudah bisa mengelakkan serangan Hue leng sen bu Sekarang dia menjalankan jurus itu dengan lengkap.

Sebetulnya jurus ini tidak mengandung banyak perubahan tetapi sanggup rnemecahkan jurus dari Song ka pak kiarn Meskipun ilmu pedang yang dikuasai oleh Hue leng senbu sangat ajaib dan keji, namun masih terpaut di bawah sedikit dengan Song ka pak kiam.

Pedang lemas Yok Sau Cun yang telah terkutung sama sekali tidak berhenti dan terus meluncur dengan lambat ke arah Hue leng senbu Kalau saja gerakannya lebih cepat, tentu pedangnya telah menusuk jantung Hue leng sen bu bahkan rnenernbus sarnpai ke punggung Sedangkan pedang panjang Hue leng sen bu sedang direntangkan ke samping.

Bagian dadanya terbuka lebar dan apabila wanita itu ingin menarik pedangnya kembali untuk melindungi diri pasti tidak keburu lagi.

Sayangnya gerakan pedang Yok Sau Cun begitu lambat.

Sedangkan jarak di antara mereka kirakira satu cun lebih.

Dia seperti orang yang hanya menuding pedangnya dengan gerakan melambai Bagi anak muda itu, sebetulnya dia hanya mengikuti perkem bangan jurus yang dilancarkan Hatinya sen diri tidak bermaksud demikian Tapi bagi Hue leng senbu lain lagi Tadi Yok Sau Cun sudah berhasil mengelakkan satu kali se rangannya Sekarang gerakannya begitu lambat, pasti Yok Sau Cun memandang remeh kepadanya dan bermaksud menghina nya di depan umum.

Untuk sesaat,Hue leng senbu merasa dadanya hampir meledak karena hawa amarah yang meluap.

Rambutnya seakan tegak merinding sehelai demi sehelai Rona wajahnya begitu menakutkan Mulutnya menggeram keras Tangannya terjulur lurus bagai golok.

Tiba-tiba dengan kecepatan kilat meluncur ke arah dada Yok Sau Cun.

Cu Kiau Kiau yang melihat keadaan itu menjdi terkejut sekali Tanpa sadar dia berteriak.

"Ibu'" . Untung juga dia berteriak, tangan Hue leng senbu yang sedang terjulur ke depan dengan jarak dua cun dari Yok Sau Cun berusaha ditarik kembali Kejadian im apa bila diceritakan sepertmya lambat, tapi pro sesnya lerlalu cepat Satu jurus ilrnu pedang yang dikerahkan oleh Yok Sau Cun dengan perlahan lahan ternyata berhasil mengelakkan serangan Hue leng sen bu dan dia juga sudah melihat ketemahan wanita tua itu Yok Sau Cun baru saja berpikir untuk menggunakan kesempatan tersebut dengan menusuk kan pedangnya ke depan Namun tiba-tiba telapak tangan 1tue leng sen bu justru ber gerak pada saat dia ragu ragu itu Oia merasakan dadanya telah terhajar telak dan untuk sesaat bagai dihantam oleh besi yang panas rnernbara Tanpa sadar dia rnenjerit kesakitan dan rnencelat mundur. Padahal hal di saat itulah Cu Kiau Kiau berteriak Telapak tanganHue leng senbu masih berjarak kira-kira dua cun dengan Yok Sau Cun Jadi belum benar benar menempel di dadanya. Kalau saja tadi dadanya sempat ditempeli telapak tanganHue leng senbu, pasti sekarang dia sudah mati teckapar di atas lantai. Hui hujin dan Hui Fei Cin terkejut sekali Tanpa terasa kedua menghambur ke arah Yok Sau Cun dan langsung memapahnya.

"Yok Siangkong, bagaimana keadaanmu?"

Tanya Hui hujin dengan nada rendah. Yok Sau Cun merasa dirinya tungku api yang berkobar-kobar, tapi dia berusaha me nahan sekuatnya Dari mulutnya terdengar suara erangan.

"Keadaan cayhe masih lumayan"

Sahut nya lirih. Hueleng sen bu mengembalikan pedang panjangnya kepada para wanita yang berdiri di belakangnya Kemudian tangannya mengibas. Kalian sudah boleh pergi sekarang,"

Katanya dingin.

Hui hujin menyuruh Siau Cui dan Hui Fei Cin ber|a!an terlebih dahulu dengan mem bawa Yok Sau Cun.

Dia sendiri berjalan di belakang dengan tangan menggenggam pedang Matanya menatapHue leng senbu dengan sinar yang menyorotkan kemarahan.

"Cu Leng Sian, kejadian malam ini tidak akan dilupakan oleh Wi Yang pai,"

Katanya sepatah demi sepatah. Hueleng sen bu tertawa dingin.

"Bagus sekali Di mana pun dan kapan pun, aku siap menantikan kedatangan kalian dengan senang hati'" . Hui hujin tidak banyak bicara lagi, dia membalikkan tubuhnya dan tangannya menggapai "Mari kita pergi" . Hueleng sen bu sudah mengatakan akan membebaskan mereka Tentu sa|a tidak ada seorang pun yang berarn menghalangi. Dalam sekejap mata saja merekasudah keluar dari gedung besar yang terletak di samping Sian Li bio itu. Hui Fei Cin dan Siau Cui memapah Yok Sau Cun dengan cara merangkul dan me nyeretnya Anak muda itu sendiri sudah Jatuh tidak sadarkan diri sejak keluar darf gedung kediaman Hue leng senbu Hui Fei Cin merasa tangannya panas membara Cepatcepat dia menolehkan kepalanya untuk melihat Tampak wajah Yok Sau Cun demikian merahnya seperti baru saia dilumun sepuhan yang biasa digunakan para pemain wayang Sepasang matanya terpejam rapat. Nafasnya memburu cepat tetapi ketika Hui Fei Cin menempelkan tangannya ke arah dada anak muda itu, detak jantungnya sudah lambat sekali. Tentu saja gadis itu terperanjat Seluruh tubuhnya bergetar.

"Ibu, dia.."

Air matanya sudah jatuh bercucuran. Hul hujin yang mendengar seruannya juga merasa panik Cepatcepat dia menghampiri putrinya dengan tergesa-gesa.

"Bagaimana keadaan Yok siangkong'?"

Tanyanya cemas. Kedua tangan Hui Fei Cin memeluk Yok Sau Cun erat-erat Air matanya terus berderai.

"Lukanya parah sekali Sekarang sudah tidak sadarkan diri Ibu, apa yang harus kita lakukan'?" . Melihat tampang Hui Fei C\n yang sedemikian sedih, hatinya langsung mengerti Dia mengembangkan senyum lembut.

"Anakku, lihat bagaimana cemasnya dirimu Wi Yang pai kita dari utara sampai ke selatan terkenal dalam pengobatannya Kita pulang secepatnya dan suruh Hui Gi bergegas ke Kan Coan san mengundang Gi pek pek untuk mengobati Yok siangkong, llmu pengobatan Gi pek pek tinggi sekali Malah ada yang mengatakan bahwa dia panias disebut mund Hua To. Dia pasti dapai msngobati Yok Siangkong, Kau jangan khawatir lagi," . Mendengar uraian ibunya, hati Hui Fei Cin memang agak lega Tapi wajahnya justru merah padam karena jengah Dia tidak berani banyak bicara lagi Tidak berapa lama kemudian, mereka sudah sampai di Kui Hun Ceng Hui Fei Cin dan Siau Cui memapah Yok Sau Cun memasuki ruang dalam dan membanngkannya di kamar tamu. Hui hujin mengeluarkan obat penyembuh luka Wi Yang pai yang termasyhur yakni Pat pai Ci Giok tan (Pif delapan pusaka kumala ungu) Dia mengaduknya dengan air panas di dalam sebuah mangkok kecil kemudian menyuapkannya ke mulut Yok Sau Cun Setelah itu dia menolehkan kepalanya dan memenntahkan.

"Siau Cui, Cepat kau suruh Hui Gi ke Kan Coan san, undang Gi fi loya cu untuk datang kemari Semakin cepat semakin baik." . Siau Cui mengiakan kemudian melangkah ketuar dengan tergesa gesa, Hui Fei Cin menundukkan kepalanya melihat ke arah luka di dada Yok Sau Cun Tampak sejalur garis lingkaran berwarna merah kehitaman di dadanya. Seperti baru saja dicap dengan stempel besi yang dibakar di atas api membara Pakaian dalamnya sampai ke Ujung lengan telah terbakar menjadi abu Matah bagian dalam tubuhnya telah terlihat Diamdiam dia menarik nafas panjang.

"Ibu, coba kau lihat Mungkin dia terkena senjata rahasiaHue leng senbu ".

"Biar Ibu memenksanya,"

Sahut Hui hujin sambil melepaskan pakaian luar Yok Sau Cun Dia juga melihat guratan merah kehitaman di dada Yok Sau Cun Bahkan da ging bagian tengah hngkaran telah terbakar hangus Tapi Hui hujin yakin luka itu bukan akibat senjata rahasia.

Hui hujin mengulurkan jari tangannya dan menekannekankannya di sekitar luka Yok Sau Cun.

Tampaknya tidak ada tulang yang paiah.

Tapi dia juga tidak dapat menebak apa yang menyebabkan lukanya demikian parah.

"Ibu, benda apa yang membuatnya terluka?". Hui hujin menggelengkan kepalanya perlahan-lahan.

"Ibu juga tidak dapat menebaknya. Tapi tulangnya tidak ada yang patah Mungkin Yok siangkong mempelajari sejenis ilmu imkang yang hanya terdapat di luar perbatasan Meskipun yang terlihat hanya luka luacnya saja, tetapi bagian dalamnya Juga ikut terluka Itulah sebabnya dia tidak sadarkan diri Pat pao Ci Giok tan kita merupakan obat yang mujarab untuk segala macam luka Biarpun nafasnya tinggal sekali-sekali, asal sudah minum obat ini pasti dapat tertolong Apalagi Hui Gi sudah menuju ke Kan Coan san mengundang Gi pek pek. Paling lama setengah kentungan lagi, Gi pek pek pasti sudah sampai dt sini"

Tiba tiba dia menarik nafas panjang "

Aih Ayahmu fuga kelewatan Pergi sudah sekian lama masih belum kembali juga Kalau saja ayahmu ada di rumah, tentu dia bisa melihat apa yang membuat Yok siangkong terluka sedemikian parah '.

"Ibu bagaimana ilmu pengobatan Tia kalau dibandingkan dengan Gi pek pek? tanya Hui Fei Cin,.

"Tentu saja ilmu pengobatan Gi pek pek mu lebih tinggi Bukankah orang-orang memberinya julukan Gi Hua To?" .

"Benar-benar membuat orang panik Mengapa Gi pek pek masih belum datang Juga?"

Seru Hui Fei Cin jengkel Dia memalingkan wajahnya ke arah Hui hujin "Ibu, Yok siangkong sudah minum obat Pat Pao Ci Giok tan kita, mengapa sampai sekarang dia masih belum sadarkan diri?" .

Hui Hujin tersenyum lebar.

"Obat itu baru saja diminumnya Tentu saja reaksinya belum bekerja. Kalau saja obatnya, sudah bereaksi otomatis dia akan sadar. Hui Fei Cin, sudah beberapa hari kau mengalami berbagai kejadian. Tentunya kau kurang istirahat Sekarang baru kentungan ketiga. Lebih baik kau kembali ke kamarmu dan istirahat sebentar. Biar Ibu saja yang menjaga di sini" . Hui Fei Cin mana mau meninggalkan Yok Sau Cun Dia menggelengkan kepalanya.

"Anak tidak lelah,"

Sahutnya lirih.

Tenty saja Hui hujin dapat melihat bahwa perhatian anaknya telah tercurah pada dirl Yok Sau Cun Tentu saja dia setuju Mutu dan ilmu sllat yang dimiliki anak muda ini, biar sengaja dicari juga belum tentu dapat.

Menurut Hui hujin, pandangan anaknya boleh juga, Dia tersenyum.

"Baiklah Masih ada setengah kentungan lagi Gi pek pek bacu datang Kalau kau tidak merasa lelah. ya sudah Tapi setidaknya kau harus membasuh mukamu dan mengganti pakalan yang bersih Lihat tampangmu begitu kusut. Mungkin sudah berapa hari tidak pernah tersiram air" . Anak gadis mana yang mau dikatakan tampangnya kusut Begitu pula Hui Fei Cin Dia langsung menganggukkan kepalanya.

"Baiklah Ibu, aku basuh muka dulu."

Dengan tergesa-gesa dia keluar dari kamar tersebut.

"Sekarang kita sudah berada di rumah sendiri Kau sudah boleh melepaskan topeng mukamu Ayahmu memang keterlatuan. anak gadis sendiri yang secantik bunga malah setiap han disuruh mengenakan topeng yang membuat orang sebel melihatnya " . Hui Fei Cin tertawa cekikikan.

"Sebetulnya tidak terlalu jelek. Hanya kesan yang diperlihatkan agak datar Lagipula ada manfaatnya Kemana pun anak pergi jarang ada pemuda yang menggoda " . Hui hujin mendelik kepada putrinya.

"Anak gadis yang cantik laksana sekuntum bunga yang harus dinikmati oleh semua orang Kalau tidak ada orang yang menoleh kepadamu, mana mungkin ada yang jatuh hati "

Gerutu ibunya Tiba-tiba dia teringat akan suatu hal 'Eh apakah Yok siangkong tahu kalau kau mengenakan topeng? ". Hui Fei Cin memalingkan wajahnya de ngan tersipu sipu.

"Mana mungkin dia bisa tahu?". Wajah Hui hujin langsung berseri-seri.

"Yok siangkong befum pernah melihat wajah aslimu, tapi dia sudah merasa adanya kecocokan dengan dirimu Hal ini membuktikan bahwa hati anak muda ini sangat bijak " . Hui Fei Cin tidak mengijinkan ibunya berkata lebih lanjut.

"Ibu Jangan diteruskan, aku tidak mau mendengarnya"

Tanpa menoleh lagi, dia langsung menghambur ketuar dari kamar tersebut.

Tidak berapa lama kemudian Hui Fei Cin sudah membasuh diri dan mengganti pa kaiannya Dengan tergesa gesa dia masuk kembali ke kamar di mana Yok Sau Cun dibaringkan Kalau melihat dia pergi dan kembali lagi Tentu orang yang tidak mengerti mengira dia bukan gadis yang sama.

Penampilan watahnya jauh berbeda Apa tidak?

Tadi wajahnya datar dan pipinya agak montok Tidak terlalu enak dipandang Sekarang dia masuk kembali, yang terlihat adalah seorang gadis yang sempurna Wajahnya cantik jelita, dipadu dengan sepasang atis yang berlekuk, mata yang besar dan bemng, hidung yang mangir, bibir tipis merah serta bulu mata yang lentik.

Bukan hanya cantik tapi juga manis Benar-benar beda dengan Hui Fei Cin yang sebelumnya.

Ternyata Wi Yang taihiap Hui Kian siau hanya mempunyai seorang putri lunggal Dia sangat menyayanginya Lagipula Hui Fei Cin senng pulang pergi antara Yang Ciu dan Bu Cing Wi Yang taihiap khawanr kumbangkumbang liar mendekati bunga yang harum itu Kemudian dengan beaya yang mahat dia menemui seorang pelajaryang ahli membuat berbagai macam jenis topeng kulit yang perSis dengan wajah manusia la lalu menyerahkan putrinya untuk memakai topeng tersebut agar wajah aslinya tidak terhhat lagi.

Setelah mengenakan topeng ini, wajah Hui Fei Cin berubah menjadi datar, kaku serta pipinya montok.

Memang manis juga tapi tidak enak dipandang lamalama Dengan demikian tidak ada laki laki yang sudr mendekatmya.

Hanya Song Bun Cun yang sudah tahu wajah asti gachs itu tetap menggandrunginya.

Sebetulnya Yok Sau Cun sendiri pernah memikirkan hal tersebut.

Song Bun Cun adalah seorang pria yang sangat tampan Mengapa dia bisa begitu tergila gila kepada piaumoaynya yang mempunyai wajah demikian datar dan hampir tidak pernah tersenyum.

Hui Fei Cin baru saja melangkah ke dalam kamar Dia melihat Yok Sau Cun terbanng di atas tempat tidur dengan kedua pipi merah membara.

Nafasnya lemah sekali Sejak tadi masih belum menunjukkan tanda tanda akan sadarkan diri.

Sepasang alisnya langsung terangkat ke atas.

"Ibu dia sudah minum Pat pao ci giok tan selama setengah kentungan Mengapa masih belum terlihat tanda-tanda akan sadarkan diri?"

Tanyanya khawatir.

Hui Fei Cin melepaskan topengnya dengan harapan apabila Yok Sau Cun tersadar nanti akan terkeJut melihat wajah aslinya.

Tetapi anak muda itu masih tetap pingsan Bagaimana hatinya tidak meri|adi cemas dan panik?.

Terdengar Hui hujin menarik nafas pantang.

"Tampaknya luka anak ini tidak ringan Sampai-sampai Pat pao ci giok tan milik kita juga tidak bisa manunjukkan khasiatnya " . Wajah Hui Fei Cin semakin berubah Air matanya langsung saja mengalir.

"Ibu, apakah keadaannya gawat sekali?" . Hui huJin menyadari dirinya telah kelepasan bicara Cepat cepat dihiburnya putri kesayangan itu.

"Meskipun luka Yok siangkong cukup parah, tetapi kalau Gi pek pek sudah datang, dengan tangannya yang ajaib, masa Yok 'siangkong tidak dapat disembuhkan'? Kau tidak perlu terlalu cemas " . Baru saja ucapannya selesai, terhhat pintu kamar terbuka dan Siau Cui menghambur ke dalam.

"Lao hujin, siocia, Gi Ji loya cu sudah datang"

Teriaknya Tampak tangannya memanggul sebuah kotak persegi berwarna merah. Mendengar ucapannya, wajah Hui hujin langsung berseri-seri.

"Cepat undang dia masuk,"

Sahutnya. Dan luar berkumandang suara tawa seseorang yang terkekeh kekeh.

"Lohu sudah masuk ke dalam,"

Ucapannya selesai, dan luar melangkah masuk seorang lakilaki berusia lanjut yang mengenakan pakaian longgar dan panjang Orang itu langsLing menjura dalam-dalam "Tadi dengar Hui Gi bilang bahwa ada seorang siangkong terluka parah Te so (ipar) meng undang hengte datang malam ini juga Tentunya luka yang didenta anak muda itu tidak ringan" .

Orang ini tinggi kurus.

Kulit tubuhnya pucat Di bawah dagunya menjuntai jenggot panjang yang warnanya sudah memutih.

Suaranya nyanng dan lantang Langkah kakihya nngan Dia adalah saudara ke,dua dan Wi Yang sam kiat yang terkenai, Gi Hua To atau nama aslinya Gi Ceng Lam.

Hui Hujin cepatcepat membalas penghormatannya.

"Tengah malam membangunkan Ji pek justru karena luka yang diderita Yok siangkong ini parah sekali Harap Ji pek memeriksanya sebentar,"

Sahutnya. Hui Fei Cin yang melihat kedatangan orang tua itu segera menghambur ke sisinya dan menarik lengan baju orang tua i u dengan manja.

"Ji Pek pek coba kau lihat, apakah ke adaannya sangat gawat Mengapa sejak tadi dia masih pingsan terus?"

Tanyanya beruntun. Gi Hua To menatap Hui Fei Cin sekiias Bibirnya mengembangkan senyuman.

"Siau Cin, kau jangan cemas Biar Gi pek pek memeriksanya dulu '.

"Coba lihat kau ini, cemas tidak karuan Ji pek bergegas datang dengan menempuh perjalanan sejauh tiga puluh li Seharusnya kau membiarkan Ji pek beristirahat sejenak,"

Gerutu Hui hujin. Seorang pelayan masuk membawa teko teh dengan cawannya di atas sebuah baki Gi Hua To mengeluselus jenggotnya yang panjang Wajahnya selalu tersenyum.

"Tidak apa-apa Kalau luka yang Yok siangkong derita ini sedemikian parah, memang sebaiknya Lohu periksa sebentar,"

Dia tidak membiarkan Hui huJin menukas ucapannya "Siapa orangnya yang melukai pemuda ini?".

"Hue leng sen bu "

Sahut Hui hujin.

"Hue leng senbu''"

Gi Hua To maiu meng hampiri Dia menolehkan kepalanya dan bertanya "Mengapa dia bisa berbentrok dengan Cu Lang sian dan Kong Tong pai'?".

"Persoalan ini bila diceritakan cukup panJang Labih baik Ji pek memeriksanya dulu Nanti baru kami ceritakan perlahan lahan " .

"Apakah te so pernah mencekokinya obal Pat pao ci giok tan?"

Tanya Gi Hua To kem bali.

"Sudah Kira-kira setengah kentungan yang lalu "

Tukas Hui Fei Ciong.

"Ji pek pek Pat pao ci giok tan katanya dapat meng hidupkan orang yang sudah sekarat Mengapa Yok siangkong yang sudah diminumkan obat itu masih belum terlihat reaksinya?" . Gi Hua To tidak menyahut Dia meng ulurkan tangannya untuk menyingkapkan pakaian Yok Sau Cun dan memperhatikannya beberapa saat Wajahnya menyiratkan sinar terkejut.

"Luka ini terJadi akibat Hue Yan toi"

Serunya dengan suara parau. Hui Fei Cin berdiri di sampingnya dan ikut memperhatikan.

"Apakah Hue Yan to itu semacam senjata rahasia"

Tanyanya.

"Hue Yan to adalah sejems tenaga dalam yang mengandung unsur api dan dapat melukai orang dan jarak jauh Meskipun kehebatannya tidak dapat menandingi Tai yang sinkang tetapi luka yang diakibatkannya lebih keii dan dapat membunuh orang dengan cepat Apabila terserang ilmu ini bukan saja ketajamannya menyerupai pisau serta dapat mengoyakkan pakaian luar hingga ke dalam tybuh, juga dapat melukai isi perut lawan Dan luar yang terlihat hanya guratan luka seperti terbakar Tidak mudah terlihat oleh mata biasa Tetapi unsur api. yang terkandung di daiamnya lebih kuat sehmgga dapat membakar hangus isi perut lawannya Dan sudah pasti orang yang terserang dalam jarak dekat akan mati seketika,"

Sahut Gi HuaTo. Tanpa terasa lagi air mata Hui Fei Cin mengalir dengan deras. 'Ji pek pek, bagaimana menurut pendapatmu tentang luka Yok siangkong ini, apakah dia masih bisa tertolong? ".

"Yang lohu katakan tadi adalah kehebatan Hue Yan to Sedangkan Yok siangkong im terluka di tangan Hue leng sen bu, tentu saja masih bisa tertolong " .

"Mengapa derrnkian'?"

Tanya Hui Fei Cin.

"Hue Yan to adalah semacam ilmu yang paling hebal di dalam perguruan Hue bun Tapi ilmu ini mengandung unsur Yang, orang yang mempelajari ilmu ini seharusnya me fatih dulu ilmu Sau Yang smkang (pengurangan tenaga Yang) Sam yang smkang (Tiga unsur Yang) dan Tai yang smkang (llmu tenaga matahan) baru boleh naik ke tahap selanjutnya Sedangkan menurut kabar yang pernah lohu dengar, Tai yang sm kang sudah lama menghilang dari dunia Bulim Hanya mempelajari Sam yang sinkang langsung melatih Hue Yan to akan mengurangi kedahsyatannya Apalagi orang yang mengerahkan ilmu ini, Hue leng senbu, melancarkannya di maiam han Perempuan yang melatih Hue Yan to sebetulnya kurang cocok Karena dalam tubuhnya lebih banyak terkandung unsur tm Apa lagi dia me nyerang Yok siangkong ini di malam han, di mana atmosfir bumi sedang dipengaruhi unsur im juga. Oleh karena itu mungkin masih ada setitik harapan baginya " . Hui Fei Cin yang mendengar Gi Hua To mengatakan bahwa Yok Sau Cun hanya tinggal setitik harapan, tangsung merasa lemas Dia langsung menghambur ke dalam pelukan Hui Hujin dan menangis tersedu sedu.

"Ibu '"

Suaranya tersendat-sendat sehingga tidak sanggup meneruskan kata-katanya. HUi Hujin memeluknya eraterat Dibelainya rambut gadis itu dengan penuh kasih sayang Dia menahan rasa pilu di hatinya.

"Anakku, raut wajah Yok siangkong sangat tampan Bentuk dagu maupun hidungnya bagus Bukan tampang orang yang pendek umur. Dia pasti sanggup melewati cobaan ini Ji pek pekmu juga pasti akan meng obatinya sampai sembuh Kau jangan menangis terus Perhatikan kesehatanmu sendiri " . Gi Hua To meraba denyut nadi di pergelangan tangan Yok Sau Cun Kemudian dia juga meneliti warna kulit tubuh anak muda itu Setelah itu diperiksanya dengan seksama kelima panca indera Yok Sau Cun Akhirnya dia menempelkan telinganya di dada anak muda itu untuk mendengar denyut jantungnya Selama itu dia tidak berbicara sepatah kata pun. Hui Hujin dan putnnya sama sekali tidak berani mengganggu Apa lagi Hui Fei Cin Dia menatap anak muda tersebut dengan wajah berduka. Air matanya masih berderai Betapa berharapnya dia agar Ji pek peknya mengatakan Lukanyatidak seberapa parah Tetapi Gi Hua To mengatupkan mulutnya rapatrapat Sepasang alisnya bertaut ketat Dia tidak mengatakan apa-apa. Hui Hujin tidak dapat menahan perasaan hatinya yang khawatir.

"Ji pek bagaimana'' Apakah Yok siangkong masih bisa tertolong?" . Gi Hua To mengangkat sepasang pundaknya.

"Keadaaanya masih sulit diraba. Orang yang terkena serangan Hue Yan to sembiian di antara sepuluhnya, ,"

Sebetulnya dla ingin mengatakan Sembilan di antara sepuluh tidak tertolong lagi.

tetapi melihat kekhawatiran ibu dan anak itu, tanpa sadar dia tertegun Suatu ingatan melintas dibenaknya Dla menghentikan ucapannya dan merenung sejenak Kemudian dia baru melanjutkan kembali "

Sembilan di antara sepuluhnya mengalami hal yang beda Luka mereka terlihat parah di dalam namun ringan di luar.

Tetapi Yok siangkong ini justru terbalik Tampaknya luka yang dideritanya justru parah di luar ringan di dalam.

Kemungkinan besar ketika tenaga dalam Hue Yan to Hue leng sen bu baru mengenai dirj anak muda ini, dia sudah menariknya kembali sehingga urat dalam tubuhnya tidak sampai terbakar.

"Ji pek pek, maksudmu luka yang Yok siangkong alami tidak terlalu parah?"

Tanya Hui Fei Cin penasaran.

"Kalau ditilik dan keadaannya, sulit dikatakan Seharusnya isi perut Yok siangkong ini tidak terhantam tenaga yang keras Tetapi jantungnya berdetak lemah Pernafasannya juga kurang lancar Seperti seseorang yang darahnya mengalir dan arah yang ber lawanan" .

"Darahnya mengalir dan arah yang ber lawanan? Berbahayakah keadaan seperti yang Ji pek pek katakan itu'"

Tanya Hui Fei Cin.

"Kalau darah mengalir dan arah yang ber lawanan, kemungkinan isi perutnya juga ikut terluka Tapi lohu hanya mengambil kesim pulan dan keadaannya ketika terkena se rangan tersebut,"

Sahut Gi Hua To.

"Ji pek tadi mengatakan bahwa hantaman telapak tangan Hue leng senbu tidak se berapa keras Bukankah hal ir» berarti bahwa luka yang dialami Yok Siangkong ini tidak terlalu parah?"

Tanya Hui Hujin.

"Tidak salah,"

Sahut Si Hua To llmu Hue Yan to tidak dapat disamakan dengan ilmu lainnya Justru karena dia turun tangan tidak terlalu keras, maka Yok Siangkong ini masih mempunyai setitik harapan Kalau Hue leng senbu mengerahkan segenap tenaganya, lohu yakin saat itu juga jiwa bocah ini sudah melayang ".

"Ji pek kaiau begitu dia masih bisa tertolong'?"

Tanya Hui hujin kembali.

"Sulit . sulit"

Gi Hua To menggelengkan kepalanya perlahan Kemudian dia mengulurkan tiga jari tangannya ke atas "Dalam dunia ini hanya ada tiga cara untuk menolong orang yang terluka akibat serangan Hue Yan to ".

"Apa ketiga cara itu'? tanya Hui hujin.

"Yang pertama tentu saja kembali ke asalnya Hue leng sen bu mempunyai semacam obat yang dmamakan Hue leng tan Obat ini khusus untuk menyembuhkan luka racun akibat Hue Yan to Tetapi kalau dia sampai hati melukai Yok siangkong, tentu dia tidak sudi mengeluarkan obat itu untuk menyembuhkannya" . 'Bagaimana dengan cara yang kedua?"

Lanya Hui Hujin.

"Pak hai Ping hun san atau Bubuk penyebar hawa dingin dan lautan utara Obat ini juga merupakan salah satu obat yang khusus dibuat untuk menyembuhkan berbagai jenis luka akibat racun api Orang yang terserang Tai yang sinkang sekalipun, masih bisa disembuhkan dengan obat im Namun selain jaraknya yang terlalu jauh dan memerlukan waktu yang lama dalam perjalanan, belum tentu pihak perguruan itu bersedia menyumbangkan obat langka ini untuk kita" .

"Kedua macam obat ini sama sutitnya un tuk didapatkan Ji pek. tadi kau mengatakan seluruhnya ada tiga cara. Bagaimana de ngan yang terakhir itu?"

Tanya Hui hujin.

"Kecuali kedua macam obat itu, cara ketiga untuk menolongnya hanya dengan Jarum emas ." . Hui hujin dapat merasakan bahwa kata kata yang diucapkan Ci Hua To masih ada kelanjutannya. Tetapi dia seperti ada ganjalan hati sehingga berhenti di tengah jalan.

"Kalau memang tidak ada cara lain lagi terpaksa memohon pertolongan Ji pek untuk mengobatmya dengan jarum emas,"

Kata Hui hujin. Gi Hua To menggelengkan kepalanya.

"Mengobati dengan cara menusukkan jarum emas melalui jalan darah, memang dapat mengurangi racun api di dalam tubuhnya Otomatis jiwanya dapat dipertahankan. Tetapi, aih Dengan cara demikian, hawa murninya akan membuyar Seluruh tenaga dalamnya akan musnah dan mengalir keluar tanpa dapat dibendung Dia akan menjadi manusia biasa serta tidak bisa belajar silat lagi seumur hidupnya " . Mendengar ucapan Gi Hua To, tanpa sadar tubuh Hui Fei Cin tergetar Air matanya mengalir dengan deras.

"Ibu, hal ini mana boleh terjadi Ji pek pek, aku mohon kepadamu cobalah pikirkan cara yang lain,"

Ratapnya pilu. Tentu saja Gi Hua To juga dapat melihat adanya hubungan antara Yok siangkong ini dengan keponakannya. Dia menggelengkan kepata perlahan-lahan.

"Meskipun ada obat mujarab, tapi keduanya sulit didapatkan Satu-satunya jalan hanya mengurangi racua dengan tusukan jarum emas " . Hui hujin merenung sekian lama Akhirnya dia mengambil keputusan.

"Aku akan mencan Hue leng sen bu Yang dnnginkannya adalah Sit Kim kiam Kalau aku membawa Sit Kim kiam untuk ditukarkan dengan Hue leng tan, tidak mungkin dia menolaknya.

Mendengar ucapan ibunya kesedihan Hui Fei Cin agak berkurang.

"Ibu, aku juga ikut!".

"Te so, kau ingin menemui Hue leng senbu?

Sit Kim kiam ditukarkan dengan Hue Leng tan?

Sebetulnya apa yang terjadi?' tanya Gi Hua To penasaran.

Hui hujin langsung mencentakan bagaimana Hue leng senbu menculik Hui Fei Cin dan memintanya menyerahkan Sit Kim kiam Kebetulan Yok Sau Cun datang dan Bu Cing atas perintah Song loya cu untuk mengan tarkan pedang tersebut dan bagaimana anak muda itu berkeras mewakilinya menemui Hue leng senbu sampai terjadi pertarungan di antara mereka.

Gi Hua To mendengarkan dengan penuh perhatian Wajah.nya.

agak berubah setelah centa itu selesai.

"Kong Tong pai benar benar menghina kita Di daerah Wi Yang pai dia berani menculik orang dan dijadikan sebagai jaminan Benar-benar tidak memandang sebelah mata terhadap Wi Yang Pai kita. Mari, lohu temani kau menemui wanita itu'"

Seru Gi Hua To marah.

"Ji pek harap jangan mengumbar amarah Sekarang Yok siangkong sedang terluka parah Kita memerlukan Hue Leng tannya Yang terutama saat ini adalah menolongnya Lebih baik kita serahkan saja Sit Kim kiam untuk ditukarkan dengan Hue Leng tan Mengenai hutang piutang ini. pihak Kong Tong pai yang memulainya terlebih dahulu Tunggu sampai Cuo hu pulang baru kita minta keadilan dan mereka " . Gi Hua To menganggukkan kepalanya berulang kali. 'Untuk sementara ini memang hanya satu pilihan kita Baiklah Urusan ini jangan ditun da lagi Kita berangkat sekarang juga "

Hui hujin segera melepaskan Sit Kim kiam dari pinggang Yok Sau Cun Kemudian dia membalikkan tubuhnya.

"Fei Cin, kau jangan ikut Luka yang di denta Yok siangkong demikian parah Lebih baik kau di rumah menjaganya,"

Katanya ke pada Hui Fei Cin.

Hui Fei Cin menolehkan kepalanya memandang ke arah Yok Sau Cun yang terbaring di atas tempat tidur Sepasang matanya terpejam rapat Nafasnya semakin melemah Air mata gadis itu mengalir semakjn deras Dia mengusapnya dengan sehelai sapu ta ngan yang dikeluarkan dan selipan ikat ping gangnya Dia merasa ucapan ibunya memang benar Oleh karena itu dia menganggukkan kepalanya.

"Ji pek, mari kita berangkat."

Ajak Hu hujin.

Tangan Gi Hua To mengelus-elus jenggot nya semban metangkah keluar bersama Hu hujin.

Hui Fei Cin menjaga Yok Sau Cur seorang diri.

Kepalanya tetap ditundukkan Air matanya masih juga mengalir Siau Cu masuk dengan teh hangat di atas baki.

"Siocia. minumlah teh hangat ini."

Katany dengan suara berbisik. Hui Fei Cin sama sekali tidak mendongakkan wajahnya.

"Letakkan saja di atas meja,"

Sahutnya lirih.

"Siocia ". Hui Fei Cin tidak memberinya kesempatan untuk berbicara lebih lanjut.

"Kau keluar saja Hatiku sedang resah " . Siau Cui tidak berani berkata apa-apa lagi Diam-diam dia mengundurkan diri dan kamar itu Hui Fei Cin mengangkat cawan teh dan meminumnya seteguk Tiba-tiba dan luar jendela terdengar suara.

"Plok!"

Dan segans smar meluncur masuk mengarah ke tempat tidur di mana Yok Sau Cun terbaring.

Hui Fei Cing terkejut sekali Dia segera mengawaskan penglihatannya, yang meluncur masuk melalui jendela rupanya sebatang piau yang berkilauan Untung saja timpukan lawan tidak tepat sehingga melesat kira kira tiga cun dari tenggorokan Yok Sau Cun dan menancap di tiang kayu tempat tidur.

Hui Fei Cin menjadi panik Dia langsung berdiri dan menyambar pedang pusakanya.

"Siapa'?"

Teriaknya lantang Sepasang kakinya menutul, dengan jurus Hung Yan Cuang lian (Burung camar menembus tirai) dia menerobos keluar lewat jendela.

Di luar jendela terdapat sebuah taman kecil Disana ditanam berbaggi macam pohon dan bunga.

Dahan dan dedaunan tum buh subur Ketika Hui Fei Cin menerobos lewat jendela, dia melihat bayangan sesosok tubuh yang melesat ke atas tembok dan menghilang di batiknya.

Mana mungkin Hui Fei Cin sudi melepaskan orang itu begitu saja Kakinya menghentak.

tubuhnya mencelat melewati tembok taman dan secepat kilat dia mengejar Matanya segera mengedar.

Tampak bayangan orang itu sudah melesat melalui dua atap bangunan bertingkat ke arah timur.

Hui Fei Cin menghimpun hawa murninya lalu dengan mengerahkan ginkang dia melesat ke depan Kemudian dia mengikuti gerakan orang itu yang mencelat ke atas atap Bayangan itu sudah melayang turun kembali dan sedang berlari di tanah kosong.

Hui Fei Cin mengejar dengan ketat Dia tidak mau ketinggalan oleh bayangan tersebut Dengan demikian terjadilah pengejaran yang seru Bayangan itu rupanya sangat cerdik Dia selalu menyelinap di celah yang gelap kemudian muncul fagi di bagian yang lain.

Kurang lebih tiga li sudah ditempuh oleh Hui Fei Cin Tempat itu tidak jauh dankota Hui Fei Cin sadar bahwa akan sulit baginya untuk mengeJar orang itu apabila dia menujukota karena disana terdapat banyak rumah panduduk yang dapat dijadikan tempat persembunyian Dipercepatnya langkah kakinya Akhirnya jarak mereka tinggal empat tima depa.

"Kau masih belum mau berhenti''"

Bentak Hui Fei Cin kesal. Bayangan yang ada di depan mendengar suara bentakannya Tidak terduga orang itu benar-benar menghentikan tangkah kakinya Kemudian dia membalikkan tubuh menatap Hui Fei Cin.

"Apakah anda memanggil aku? tanya orang itu. Sekarang Hui Fei Cin baru melihat jelas orang tersebut Tubuhnya kurus kecil Tetapi karena hari masih gelap, dia tidak dapat melihat jelas raut wajahnya Dia tertawa dingin. 'Di tempat mi hanya ada kau seorang Kalau bukan kau yang dipanggil, siapa lagi?" . Bayangan kurus kecil itu agak tertegun mendengar ucapan Hui Fei Cin.

"Rasanya aku tidak pernah mengenalmu, buat apa kau memanggil aku?' tanyanya keheranan.

"Buat apa aku memanggilmu? Huh' Jangan pura pura bodoh. Hayo katakan' Dari mana kau tadi'?"

Bentak Hui Fei Cin.

"Dari mana aku tadi, apa hubungannya denganmu'?"

Bayangan kurus kecil itu malah membalikkan pertanyaan Hui Fei Cin. Pedang di tangan Hui Fei Cin langsung diangkat ke atas dan menuding bayangan kurus kecil itu.

"Tentu saja ada hubungannya denganku Siapa yang menyuruh kau mencelakai Yok siangkong? Kalau kau mengatakannya terus terang, aku akan mengampuni jiwamu'" . Bayangan kurus kecil itu tampak terkejut sekali.

"Apa yang kau katakan" ? Mencelakai Yok siangkong? Aku sama sekali tidak mengenal orang yang bernama Yok siangkong Mengapa aku harus mencelakainya? "

Sahutnya.

"Masih coba mungkir? Terang terangan ladi kau menyelinap keluar dan Kui Hun Ceng Sejak tadi aku mengejarmu, mana mungkin salah?" . Mendengar ucapan Hui Fei Cin, bayangan "kurus kecii itu semakin terkejut Cepatcepat dia merangkapkan kepalan tangannya menura dalam dalam.

"Kui Hun Ceng. Kau. Tentunya Toasiocia dan Kui Hun Ceng Siaute masuk ke kota karena abang di rumah sedang sakit keras dan disuruh Ibu membelikan obat Siaute memang pernah belajar ilmu silat kasaran untuk menjaga diri Jadi lannya juga agak cepat Mungkin hat yang membuat Toa siocia salah paham Barusan Siaute keluar darijalan raya supaya bisa cepat cepat sampai ke rumah. Kalau Toa siocia masih tidak percaya, lihatlah bungkusan obat di tangan Siaute ini tentu Toa siocia salah mengejar orang,"

Sahut bayangan kurus kecil itu panjang lebar.

Dia mengangkat bungkusan di tangannya tinggi-tinggi Ternyata memang sebuah ungkusan berbentuk persegi Sekali lihat aja sudah ketahuan bahwa memang benar ungkusan obat Hui Fei Cin juga tahu kalau di dekat ujung jalan Ki Siang Hong ada se buah toko obat yang bernama Tiau Sou Tong Tampaknya ucapan bayangan kurus kecil ini tidak seperti orang yang berdusta Hui Fei Cin menarik nafas panjang Pedang nya ditarik kembali.

"Pergilah."

Katanya tersipu-sipu. Tampaknya bayangan tubuh yang kurus kecil itu gembira sekali mendengar ijin Hui Fei Cin Sekali lagi dia meniura dalam-dalam.

"Terima kasih, Toa siocia Abang Siaute sedang sakit parah Sekarang tentu sedang menantikan kedatangan Siaute yang disuruh membeli obat Siaute terpaksa mohon diri "

Selesai berkata, dia membalikkan tubuh lalu meninggalkan tempat tersebut dengan bungkusan obal di tangannya.

Hui Fei Cin melihat bayangan ilu menutulkan sepasang kakinya, tiba-tiba tubuh nya metesat bagai terbang.

Tujuannya ke arah kota.

Dalam waktu sekejap mata ba yangannya sudah menghitang dalam kegelapan malam!.

ilmu silat orang ini cukup tinggi Tidak disangka kalau dia adalah penduduk sekitar kota ini pikir Hui Fei Cin dalam hati.

Setelah terjadinya halangan seperti ini, orang yang membokong Yok Sau Cun pasti sudah kabur entah kemana Bagaimana Hui Fei Cin bisa mengejarnya lagi "?

Tangan gadis itu masih menggenggam pedangnya erat-erat Akhirnya dia mengambil keputusan untuk kembali ke Kui Hun Ceng.

Saat itu kirakira kentungan keempat.

Di depan gedung rumahnya masih gelap gulita.

Dengan perasaan berkecamuk, Hui Fei Cin menghambur lewat pintu gerbang Dia melihat Hui Gi berdiri termangu mangu di depan pintu Mungkinkah dia sedang menunggu kedatangan seseorang?

Hui Fei Cin menghentikan langkah kakinya.

"Apakah Ibu sudah kembali?"

Tanyanya cepat. Hui Gi tetap berdiri tanpa menyahut sepatah kata pun.

"Lao koanke, ada apa dengan dirimu'" ' tanya Hui Fei Cin sekali lagi Hui Gi masih juga berdiri termangu-mangu Dia seperti tidak mendengar perItanyaan Hui Fei Cin Gadis itu terkejut sekali. Dia menatapnya dengan teliti.

"Rupanya dia tertotok oleh seseorang Lao koanke Hui Gi mengikuti Tia sejak kecil ilmu silatnya bahkan jauh lebih tinggi daripada diriku sendiri. Siapa yang sanggup menotoknya begitu saja?"

Hati Hui Fei Cin bertanya-tanya.

Membawa pikiran seperti itu, Hui Fei Cin langsung mengulurkan tangannya dan menepuk dua tempat jalan darah di tubuh Hu Gi Orang tua itu mengeluarkan suara keluhan Kedua tangannya langsung dapat di gerakkan Sepasang matanya mengejap kejap Kemudian dia mengedarkan pandangannya.

"Aneh'"

Tiba-tiba dia berseru.

"Lao koanke, bagaimana perasaanmu?". Mata Hui Gi segera beralih kepada Hui Fe Cin.

"Rupanya Toa siocia yang membebaskai jalan darah Budak tua Aih kalau d ceritakan sungguh memalukan Budak tu benarbenar telah dikerJai orang Tibatib. dibokong tetapi sama sekalf tidak sempi melihat siapa yang turun tangan,"

Katanya penasaran.

"Kau tidak melihat orangnya?"

Tanya Hui Fei Cin. Hui Gi menggelengkan kepalanya dengan tersipu-sipu.

"Betul Ketika Loa hujin dan Gi Jin loya cu pergi, mereka berpesan agar menjaga pintu gerbang. Budak tua mengantarkan Lao hujin berangkat Setelah mereka agak jauh, Budak tua membalikkan tubuh dengan maksud kembali ke dalam Tiba-tiba kesadaran Budak tua hilang dan tidak ingat apa-apa lagi" . Hm Fei cin merenung sekian lama. Hui Gi melihat tangan siocianya menggenggam pedang Dia merasa heran.

"Apakah Toa siocia menemukan sesuatu?".

"Aku pergi mengejar seseorang Baru kembali aku melihat kau berdiri termangumangu di depan pintu,"

Sahut Hui Fei Cin. Hui Gi terkejut sekali.

"Apakah Toa siocia berhasil mengejar orang itu?".

"Aku salah mengejar orang Dia masuk ke kota untuk membeli obat abangnya yang sedang sakit keras Terpaksa aku melepaskannya " . Sebuah ingatan terlintas di benak Hui Gi.

"Cepat Toa slocia masuk ke dalam Budak tua akan memeriksa sekitar tempat ini Jangan sampai terperangkap jebakan musuh ..''. Wajah Hui Fei Cin menjadi pucat mendengar perkataan Hui Gi.

"Eh?"

Gadis itu juga tersadar seketika Cepat-cepat dia menganggukkan kepalanya "Aku masuk dulu ke dalam.".

Hui Fei Cin langsung menghambur ke dalam rumah.

Di bagian belakang di mana terletak kamar tamu masih terlihat adanya pe nerangan Suasanyatetaptenang seperti semula.

Hati Hui Fei Cin agak lega melihat keadaan itu Langkah kakinya diperingan Dia menerobos masuk melalui jendela yang sama.

Begitu sampai di dalam, hatinya langsung ciut.

Suasana dalam kamar sunyi sekali Lentera minyak masih menyala Demikian juga lentera yang tergantung di atas.

Siau Cui duduk di depan tempat tidur dengan kepala tertunduk Dia tampaknya sedang terkantuk kantuk Hanya Yok Sau Cun yang terluka parah dan tadinya berbaring di atas tempat tidur bahkan tidak sadarkan diri, tidak terlihat bayangannya lagi.

Bahkan sebatang pisau yang disambit oleh orang tadi juga sudah lenyap tidak berbekas.

Yok Sau Cun sedang terluka parah Tidak mungkin dia tiba-tiba sadarkan diri dan meninggalkan tempat itu tanpa pesan sedikit pun Hanya satu Jawaban yang sudah pasti Dia telah diculik oleh seseorang.

Temyata orang itu menggunakan siasat Memancing harimau meninggalkan sarang.

Hui Fei Cin cepat menghambur ke depan Siau Cui dan memanggilnya keraskeras .

"Siau Cui ! Siau Cui !" . Rupanya Siau Cui bukan sedang terkantuk-kantuk, tetapi jalan darahnya juga telah tertotok oleh seseorang Hui Fei Cin merasa terkejut juga panik Cepatcepat dia menepuk punggung gadis itu agar jalan darahnya lancar kembali.

"Siau Cui, kemana yok siangkong?"

Tanyanya panic. Siau Cui bagai tersentak bangun dari mimpinya Dia mengucek kucek matanya.

"Siocia, apa yang kau katakan?".

"Aku sedang bertanya kepadamu Siapa yang menculik Yok siangkong'?".

"Bukankah Yok siangkong terbaring di atas tempat tidur'?"

Siau Cui memalingkan wajahnya Tanpa sadar matanya terbelalak mulutnya terbuka lebar "Dia kok bisa hilang'?".

"Apakah kau tidak tahu siapa yang me notok jalan darahmu'?"

Tanya Hui Fei Cin semakin panasaran.

"Budak benarbenar tidak tahu Budak tadi mendengar suara bentakan Siocia maka cepatcepat datang untuk melihatapa yang terjadi Tetapi siocia sudah melesat keluar melalui jendela Sedangkan Yok siangkong ditinggal sendirian di dalam kamar ini Oleh karena itu, Budak tidak berani menyusul Tiba-tiba, Budak tidak tahu apa apa lagi Seperti orang yang tertidur pulas " .

"Kau telah ditotok oleh seseorang Apakah kau tidak sempat melihat tampang orang itu'?"

Tanya Hui Fei Cin. Mendapat teguran seperti itu, Siau Cui ketakutan sekali.

"Budak memang bersalah Budak pantas mendapat hukuman mati."

Sahutnya gugup.

"Sudahlah Orang yang datang itu ilmunya tinggi sekali Dengan mengandalkan ilmu silatmu yang demikian rendah, tentu saja kau tidak dapat melihatnya Aih Mengapa Ibu masih belum pulang juga? Benar benar membuat orang bingung " .

"Siocia, menurut pendapat Budak, orang yang menculik Yok siangkong pasti Hue leng senbu Lao hujin belum kembali Mereka pasti masih ada di Sian Li bio Mengapa kita tidak menyusul Lao hujin saja dan meminta kembali Yok siangkong'?"

Kata Siau Cui memberikan saran. Hui Fei Cin menganggukkan kepalanya berkalikali.

"Apa yang kau katakan memang benar. Man kita berangkat"

Sahut gadis itu sambil membalikkan tubuh dan keluar dan kamar.

Siau Cui meraba pedang pendeknya yang terselip di pinggang Ternyata masih ada Cepatcepat dia menyusul Hui Fei Cin dan belakang Majikan dan budak berduaan melangkah dengan cepat Hati mereka sedang kalut Baru sampai di pmtu kedua, mereka bertemu dengan Hui Gi.

Hui Gi heran mehhat kedua orang itu melangkah dengan tergesa-gesa Dia segera membungkukkan tubuhnya dengan hormat ke arah Hui Fei Cin.

"Toa siocia, apakah kau mau pergi? Budak tua sudah mencari ke mana mana Na mun tidak menemukan apa pun " .

"Kami akan menyusul ibu ke Sian Li bio Yok siangkong telah diculik orang,"

Sahut Hui Fei Cin. Hui Gi terkejut sekali mendengar keterangan itu.

"Yok siangkong diculik orang? Siapa kirakira orangnya yang melakukan hal itu?".

"Tidak perlu ditanyakan lagi Sudah pasti hasil perbuatan Hue ieng senbu Dia menggunakan kesempatan ketika ibu dan Gi Ji pek pek tidak ada dan menyuruh orang memancing aku keluar dan rumah Kemudian secara diam diam seorang tokoh yang berilmu tinggi menyelinap masuk lalu menotok jalan darahmu dan Siau CLH Kecuali Kong Tong pai, siapa yang mempunyai nyali sebesar itu mengganggu Kui Hun Ceng?' sahut Hui Fei Cing jengkel.

"Apa yang Toa siocia katakan memang benar Tetapi Lao hujin belum pulang Kalau menurut pendapat Budak tua, apabila Kong Tong pai berani menyelundup ke Kui Hun Ceng menculik Yok siangkong, mereka pasti sudah mempunyai rencana yang matang Kalau Toa siocia datang ke sana dengan tergesa gesa, mungkin bisa menemui bahaya Seandainya benar, bukankah urusan ini bertambah runyam? Maksud budak tua, lebih baik tunggu sampai Loa hujin dan Gi Ji loya cu kembali Kita adakan persiapan yang sempurna baru kemudian mengambil tindakan " .

"Tidak Menolong orang seperti mema damkan kebakaran Ibu dan Gi pek pek sekarang masih ada di Sian Li bio Kalau kita menyusul secepatnya pasti bisa berjumpa dengan mereka Setelah itu aku akan menceritakan apa yang telah terjadi dan meminta kepada Ibu agar mendesak Hue leng sengbu mengembafikan Yok siangkong " .

"Fei ji. apa yang terjadi di Kui Hun Ceng'?"

Angin berhembus suara ucapan selesai, orangnya pun tiba Hui hujin dan Gi Hua To melayang turun tepat di hadapan ketiga orang itu.

"Ibu "

Sapa Hui Fei Cin gugup "Yok siangkong telah diculik orang'". Tentu saja Hui hujin terkejut sekali. Matanya sampai terbelalak.

"Bagaimana Yok siangkong bisa diculik orang? Siapa yang datang ke Kui Hun Ceng?"

Tanyanya beruntun.

"Anak juga tidak tahu Kemungkinan Hue leng senbu yang menculiknya,"

Sahut Hui Fei Cin. Hui hujin heran mendengar keterangannya.

"Bukannya kau menemani Yok siangkong, mengapa kau tidak melihat siapa-siapa?".

"Mereka memancing anak dengan siasat Memancing harimau meninggalkan gunung1".

"Apakah Siau Cui juga tidak melihat siapasiapa?"

Tanya Hui hujin penasaran.

"Siau Cui ditotok sehingga tertidur Lao loanke juga mengalami hal yang sama "

Sa hut Hui Fei Cin. Hui hutin langsung tertegun.

"Bisa ada kejadian seperti itu'"

Serunya aneh. Gi Hua To mengangkat tangannya mengelus-elus jenggot di bawah dagunya yang panjang.

"Siau Cin, ceritakan perlahan-lahan Mulal dari kejadian yang kau alami, biar lohu dan ibumu bisa mendengarkan dengan seksama,"

Katanya.

"Lebih baik kita masuk dulu ke dalam,"

Ajak Hui hujin. Beramai-ramai mereka masuk ke ruangan dalam Hui Fei Cin kemudian menceritakan seluruh peristiwa yang dialaminya dengan terperinci Setelah ceritanya selesai, Hui hujin mendengus marah.

"Tidak salah lagi Itulah sebabnya malam ini Juga mereka sudah kabur semuanya ".

"Ibu, siapa yang kabur malam malam?"

Tanya Hui Fei Cin.

"Siapa lagi kalau bukan Hui ieng senbu Cu leng Sian beserta komplotannya?"

Nada Hui hujin terdengar marah sekali "

Ibu dan Gi pek pek bergegas ke Sian Li bio Kami tidak menemukan apa apa Di sana tinggal sebuah bangunan yang kosong Rupanya mereka ke Kui Hun Ceng untuk menculik Yok siangkong.

Mendengar keterangan itu, hati Hui Fei Cin panik sekaii.

"Ibu, apa yang harus kita lakukan?"

Dia mencemaskan keadaan Yok Sau Cun, hampir saja air matanya mengaiir lagi. Hui hujin tertawa dingin.

"Hwesio lari, kuilnya pasti masih ada Masa kita takut Kong Tong pai akan memin dahkan pusat partai mereka?" . Gi Hua To menggelengkan kepalanya perlahan-lahan.

"Hue leng senbu tidak mempunyai alasan untuk menculik Yok siangkong,"

Katanya.

"Kecuali Hue leng senbu Cu Leng Sian Siapa lagi? Pertama tama dia menculik Fei ji Sekarang dia malah menculik Yok siang kong Perbuatan Kong Tong pai ini sungguh sudah kelewat batas'"

Gerutu Hui hujin.

"Ibu, menurut pendapat anak, mereka pasti belum lari seberapa jauh Kalau kita menyusul dengan cepat, kemungkinan masih bisa kecandak,"

Tukas Hui Fef Cin. Hui hujin menarik nafas panjang.

"Kalau ditilik dan cara mereka menculik Yok siangkong yang demikian misterius Mungkin mereka telah mempunyai persiapan sebelumnya Coba bayangkan Mereka bahkan tidak meninggalkan jejak sedikit pun Bahkan tidak ada satu pun dari orang mereka yang terlihat oleh kalian Sekarang Yok siangkong sudah terjatuh dalam genggaman mereka, mungkin saja mereka sudah menyiapkan jebakan yang lain agar kita kembali kecewa Lagi pula Yang Ciu merupakan kota yang dapat menembus ke utara ataupun selatan Di mana pun mereka biaa bersernbunyi Biarpun orang kita banyak, tapi tidak mungkin kita mengejar secara terang-terangan ." . Kelopak mata Hui Fei Cin mulai memerah.

"Yok siangkong telah diculik oleh mereka Apakah kita harus membiarkannya begitu saja"?"

Teriak gadis itu kesal. Hui hujin melinknya sekilas Tentu saia dia mengerti bagaimana khawatirnya hati putn kesayangannya itu Dia tertawa sumbang.

"Kapan Ibu pernah mengatakan akan membiarkan begitu saja? Tetapi saat ini han masih belum terang Lagipula urusan mengejar mereka, Ibu harus merundingkannya dulu dengan Gi pek pek Setelah itu kita baru bisa mengambil keputusan. Yok siangkong diculik orang dalam Kui Hun Ceng kita, kecuali Wi Yang pai tidak memperdulikan nama baiknya lagi di duma kangouw, kalau tidak, urusan ini harus diselesaikan dengan tuntas" . Kedua jan tangan Gi Hua To terus mencabut-cabut jenggotnya yang panjang.

"Maksud le so, merencanakan dengan lohu apakah sebaiknya menyebarkan Cu tek lengci (Lencana bambu penyebar berita) agar anggota Wi Yang pai dapat dikerahkan untuk mencari kabar tentang mereka?'.

"Cuo hu pergi sudah beberapa han Sampai sekarang belum kembali juga Tentu saja dia tidak tahu bahwa telah terjadi sesuatu dalam Kui Hun Ceng Maksudku, dengan cara yang sama, kita dapat mengabarkan kepada cuo hu Kedua, Cu Leng Sian meninggalkan Sian Li bio malammalam Dalam beberapa han ini, biar bagaimana cepatnya mereka menempuh perjalanan, pasti belum keluar dan wilayah Kiang Wei Tentu saja anggota kita juga bisa menyelidiki jejak mereka Justru karena Cuo hu tidak ada maka urusan ini terpaksa merepotkan Ji pek " . Wi Yang sam kiat merupakan saudara seperguruan Yang paling besar Si Ce Hu, selama hidupnya lebih mementing'kan keaga maan Dia selalu mengenakan pakaian tosu Rumahnya di wilayah Wi Lam Orang-orang menyebutnya Wi Lam cu Loji, alau saudara seperguruan yang kedua, bukan lain dari Gi Hua To yang nama aslinya Gi Lam Ceng. Sedangkan Losam lalah Wi Yang taihiap Hui Kln Siau. Dialah yang menjadi ahli waris Wi Yang pai Sedangkan lotoa dan lo jl menjadi Huhoat. Katakala Hu hoat Ini di dalam setiap partai mempunyai kedudukan yang berbeda. Ada lagi yang hanya menggunakannya sebagai sebutan untuh tohoh yang lebih tua. Atau tokoh yang leblh penting. Seumpamanya murid para Huhoat, biasanya dipilih oleh Ciang bunjin dari muridmurid yang berbakat, tetapi kedutlukan Hu hoat dalam Wi Yang pai tidak sama. Kedudukan ini sangat tinggi bahkan lebih tinggi dari pada tianglo dalam partai laln Dalam Wi Yang pai sama sekali tidak ada tiangto Huhoat dalam partai ini dapat mengambil keputusan apa pun tatkata Ciang bunjin sedang ada di tempat. Anggota Wi Yang pai tersebar di seluruh Kiang Wei. Untuk menurunkan perintah Ciang bunjln, disebarkan Cu tek leng ci. Sekarang Wi Yang taihiap Hui Kln Siau tidak ada di tempat. Apabila terjadi sesuatu dalam partai dan harus menyebarkan Cu tek leng ci, tentu saja Gi Hua To yang harus ber tanggung jawab.

"Apa yang teso katakan memang kenyata an, tampaknya kita terpaksa menyebarkan Cu tek leng ci,"

Kata Gi Hua To dengan nada berat. Hui Fei Cin merasa khawatir terus.

"Ibu, apabila kita sudah menyebarkan Cu tek leng ci, apak h kita pasti dapat menemukan mereka?" . Hui hujin tertawa sumbang.

"Anak, kau jangan khawatir Di antara su ngai telaga, dari utara sampai selatan, ter sebar anggota Wi Yang pai kita Kekuatan dan ilmu silat kita tidak kafah dengan pihah Kong Tong pai Boleh jadi Hu leng sen bL memiliki ilmu silat yang tinggi sekali Tapi kalau hanya ingin menemukan mereka, tentu bukan hal yang sulit Coba kau pikirkan baik baik, rombongan orang seperti Cu Leng sian tentu akan menarik perhatian orang banyak Bagaimana mereka dapat meloloskan diri dan penglihatan dan pendengaran anggota Wi Yang pai? Yang aku khawatirkan justru "

Tiba-tiba dia menarik nafas panjang dan menghentikan kata-katanya. Tentu saja Hui Fei Cin menjadi penasaran. Dia langsung mendesak Ibunya.

"Ibu, justru apa" ? Mengapa kau tidak rnengatakannya terus terang'? ". Hui hujin mendongakkan wajahnya. Matanya menerawang di kejauhan.

"Yang Ibu khawatirkan justru [uka yang Yok siangkong derita. Sekarang dia malah dlculik oleh Cung Leng sian Entah bagatmana keadaannya?" . Sebagai seorang ibu yang penuh penger tian Hui hujin tahu perasaan anaknya terhadap Yok Sau Cun Otomatis dirinya juga ikut ikutan khawatir keadaan calon mantu nya Sepasang matanya menyorotkan sinar kepedihan. Mendengar ucapan ibunya, hati Hui Fei Cin bertambah cemas Waiahnya tampak sedih sekali "Lalu apa yang harus kita lakukan?"

Belum apa-apa dia sudah panik memikirkan Yok Sau Cun. Gi Hua To mafah tertawa terkekehkekeh melihat kecemasan mereka.

"Lihat kalian ibu dan anak Begitu paniknya sampai otak jadi beku Bukankah kesedihan kalian ini terlalu berlebihan Yok siangkong dilukai oleh serangan Hue Yan tonya Hue leng senbu. Sekarang dia justru djculik oleh orang yang sama. Kalau dia berani menculik anak muda itu. masa dia tida, memperdulikan mati hidupnya?" . Bibir Hui hujin tampak bergerak. Dia seperti ingin menyahut ucapan Gi Hua To. Tapi orang tua itu tidak memberinya kesempatan untuk menukas.

"Kita baru saja kembalj dari Sian Li bio Di sana kita tidak bertemu dengan Cu Leng Sian. Untuk menolong Yok siangkong, kita tarpaksa menggunakan cara menusuk de ngan jarum emas. Dengan demikian racun datam apinya dapat berkurang. Tetapi Yok siangkong juga tidak berlatih ilmu silat lagi seumur hidupnya Sekarang dia diculik oleh Cu Leng Sian, kemungkinan dari bencana dia malah mendapat keberuntungan,"

Kata Gi Hua To selanjutnya.

Kata-katanya itu hanya semacam ucapan pelipur lara Tetapi katau direnungkan baikbaik, bukan tidak ada kemungkinannya Mendengar kata-kata itu, Hui hujin meng anggukkan kepalanya berkali-Kali.

Hui Fei Cin justru mencibirkan bibirnya dengan gaya mengejek.

"Hue leng senbu sengaja menculik Yok siangkong. Mana mungkin dia mengandung maksud baik?"

Gerutunya.

Tepat pada saat itu, dua orang pelayan masuk ke dalam ruangan dengan membawa nasi dan empat macam hidangan.

Semuanya disusun rapi di atas meja.

Siau Cui membungkukkan tubuhnya dengan hormat.

"Gi Ji loya cu, Lao hujin, siocia. silahkan makan,"

Katanya sopan. Hui hujin tersenyum simpul.

"Malah Siau Cut yang dapat berpikir panjang Kita sudah berkutat sepanjang malam Tentu semua sudah merasa lapar. Ji pek, silakan duduk '.

"Baik. baik. Setelah sarapan, han juga sudah terang Nanti kita suruh Hui Gi utus beberapa orang murid kita yang ada disini funtuk menyebarkan Cu tek leng ci,"

Sahut orang tua itu sambil kemudian melangkah lebar menuju meja makan.

Hui hu|in dan Hui Fal Cin duduk berdampingan.

Sedangkan Gi Hua To mengambil tempat di seberang mereka agar dapat berbincang bincang secara berhadapan Siau.

Cui dan kedua pelayan tadi segera menyendokkan nasi ke dalam mangkuk mereka masing-masing.

Tepat pada saat itu, tampak seorang pelayan yang lain masuk ke dalam ruangan dengan langkah tergopohgopoh Dia langsung menjura di hadapan Hui hujin.

"Lapor Lao Hujin, Lao loanke menyuruh hamba masuk memberi laporan bahwa di depan pintu datang seorang pemuda dengan dandanan pelajar yang katanya ingin menyampaikan surat untuk Yok siangkong Sebetufnya dia sudah mau pergi, tetapi Lao koanke sedang mencarj jafan untuk menahannya Harap Lao hujin cepat keluar dan melihat.

" . Tampaknya orang itu berlari sekencangkencangnya ke dalam rumah. Nalasnya masih tersengafsengal Cara bicaranya pun tersendat-sendat.

"Mengantarkan surat untuk Yok siangkong?"

Hui hujin langsung curiga "Siapa orang ini'?".

"Hamba juga tidak tahu. Lebih baik Lao hujin keluar dan lihat sendiri. Gi Hua To langsung berdiri dan tempat duduknya.

"Kedatangan orang ini sungguh mencurigakan Mengapa dia tidak datang lebih awal atau lebih lambat apabila ingin mengantarkan surat untuk Yok siangkong Mengapa justru tengah malam begini. Bahkan matahari saja betum terbit. Lebih baik kita lihat sendiri " . Di bagian timur baru terlihat segurat garis merah. Suasana di sekitar KU! Hun Ceng masih gelap gulita Tibattba di depan gedung kediaman Wi Yang tayhiap terdengar suara ringkikkan kuda. Justru karena nngkikkan kuda itu terdengar sampai di dalam gedung maka Lao koanke Hui Gi langsung tahu orang yang menunggang kuda tersebut menuju ke Kui Hun Ceng. Oleh karena itu juga, dia tidak menunggu sampai tamu itu mengetuk pintu, dia telah menantikan kedatangannya di pintu gerbang. Ternyata suara nngkikkan kuda berhenti di depan Kui Hun Ceng. Kemudian lerdengar suara ketukan pintu sebanyak dua kali.

"Apakah ada orang di dalam?"

Disusul suara teriakan pendatang itu.

Mendengar nada suaranya yang bening dan nyaring.

Hui Gi segera dapat menduga bahwa usia orang ini masih muda sekali Malah kemungkinan besar seorang bocah cilik.

Dia segera membuka pintu dan melangkah keluar.

Apa yang diduganya hampir tepat Di atas undakan batu depan pintu gerbang berdiri seorang pemuda berdandanan su seng Dia mengenakan pakaian berwarna hijau Wajahnya putih bersih Sepasang alis dan matanya sangat indah.

Tampahnya seorang pemuda yang berasal dari keluarga berada Gayanya lemah lembut seperti orang yang akan terbang terhempas angin kencang Tubuhnya sudah kurus kecil lagi.

Usianya paling banter antara enam belas atau tujuh belas tahun.

Hui Gi langsung menyambutnya dengar bibir tersenyum.

"Siangkong ingin mBncari siapa''"

Tanyanya ramah. Pelajar itu merangkapkan sepasang kepalannya dan menjura dalam-dalam.

"Numpang tanya kepada lao koanke, apa kah di sini gedung keluarga Hui?" . 'Siangkong im sungguh aneh Apakah dia tidak melihat tulisan Kui Hun Ceng yang begitu besar di depan pintu?' pikir Hui Gi dalam hatinya Tetapi dia tidak menunjukkan keheranannya dari luar Hui Gi tetap tersenyum ramah.

"Betul,"

sahutnya.

"Kalau begitu, ini merupakan kediaman Wi Yang taihiap?' tanya pelajar itu kembali. 'Mengapa dia menanyakan sampai demikian terpennci? Apakah dia takut kalau sampai salah alamat?.

"Betul Numpang tanya, siangkong ini ada urusan apa mengunjungi rumah loya kami ini" . Pelaiar itu seakan merasa lega mendengar ucapan Hui Gt Dia segera menjura sekali lagi.

"Cayhe ingin mohon kepada Lao koanke. Apakah di sini ada seorang tamu yang bernama Yok siangkong?" . Mendengar pertanyaan tamu ini tentang Yok siangkong, hati Hu Gi semakin curiga.

"Entah siapa nama lengkap Yok siangkong yang siangkong maksudkan'?"

D'ra memang sengaja mengajukan pertanyaan seperti itu. Wajah pelajar itu merah padam seketika.

"Namanya Yok Sau Cun ". Wajah Hui Gi sengaja dibuat berseri-seri.

"Oh ..Ada, ada Rupanya siangkong ini teman Yok siangkong Mari masuk ke dalam,"

Ajaknya ramah. Tampak pelajar itu agak gugup mendapat undangan dari Hui Gi. Cepat-cepat dia menggoyangkan tangannya.

"Tidak usah Cayhe ada urusan penting harus cepat-cepat keluarkota Di sini ada sepucuksurat yang sangat penting Harap Lao koanke serahkan kepada Yok siangkong." . Setelah itu, dia mengeluarkan sepucuk surat yang direkatkan rapatrapat dari balik pakaiannya Dia menyodorkannya kepada Hui Gi. Meskipun Hui Gi adalah seorang kepala pelayan di Kui Hun Ceng, tetapi pengalamannya dalam dunia kangouw sudah luas sekali Barusan dia mengundang tamu ini masuk ke dalam rumah tetapi ditolak langsung dan tampang tamu ini seperti panik Mimik wajahnya ini langsung membangkitkan rasa curiga Hui Gi Hal seperti ini mana dapat mengelabui mala tuanya?. Oleh karena itu, dia tidak mengulurkan tangannya menyambut surat yang disodorkan pelajar tersebut Hui Gi malah mundur satu langkah dan secara diam diam sebelah tangannya yang ada di belakang mernberi isyarat kepada salah seorang pelayan Sementara itu, dia membungkukkan tubuhnya dengan hormat.

"Siangkong dan Yok siangkong merupakansahabat Kalau begituseharusnyasiangkong bertemu langsung dengannya,"

Kata orang tua itu selanjutnya. Pelajar jtu masih juga mengibaskan tangannya.

"Tidak perlu Apa yang ingin cayhe katakan, semuanya sudah tertuang di dalam su rat tersebut".

"Terus terang saja, biarpun hamba ber sedia mengantarkansurat ini ke dalam belum tentu Yok siangkong dapat membaca nya saat mi,"

Kata Hui Gi.

"Oh?"

Tampaknya pelajar itu sama sekali tidak merasa aneh alas ucapan yang dikatakan oleh Hui Gi "Katau dia tidak bisa membacanya, orang lain yang membacakan juga sama saja ".

Hui Gi tertawa dingin di dalam hati Mendengar nada suaranya, tampaknya pelaja ini sudah tahu kalau Yok siangkong sedang terluka parah dan ttdak sadarkan diri Oleh karena itu, dia bisa mengatakan bahwa apabila Yok Sau Cun tidak bisa membaca surat itu, orang lain yang membacakan juga sama saja Hati Hui Gi jadi bertanya tanya Entah dan mana datangnya pelajar ini?.

Dia tetap tidak mengulurkan tangan me nyambulsurat tersebut Malah matanya menatap pelajar itu berkalikali Bibirnya sengaja mengembangkan seulas senyuman.

"Boiehkah hambatahu apashesiangkong ini?"

Tanyanya sopan. Pela|ar itu melthat Hui Gi belum juga bersedia menenmasurat itu Diam diam dia mulai panic.

"Cayhe masih ada urusan penting. Harap Lao koanke cepat antarkansurat ini ke dalam Nama serta she cayhe sudah tertulis di dalamsurat " . Hu Gi seperti sengaja menahan tarnu itu Kembali dia mengembangkan seulas senyuman.

"Memang siangkong sudah menutis nama di dalamsurat Tetapi apabila hamba mengantarkannya ke dalam dan dttanyakan oleh Lao hujin, coba pikirkan jawaban apa yang harus hamba benkan kepada majikan hamba itu?" . Tampaknya pela[ar itu kewalahan menghadapi pertanyaan Hui Gi Dia memandangnya dengan tatapan kurang sabar.

"Baiklah Cayhe she Tio."

Sahutnya apa boleh buat. Hui Gi cepat cepat menjura kepadanya.

"Rupanya Tio siangkong "

Dia memang sengaja mengulur waktu.

"Sekarang Lao koanke sudah bisa mengantarkansurat ini ke dalam bukan?' kata pelajar itu.

Pada saat itu, Hui Gi sudah mendengar langkah kaki yang mendatangi dari belakang tubuhnya Maka dari itu, dia baru mengulurkan tangan menyambutsurat yang disodorkan pelajar tersebut.

"Terima kasih, Lao koanke. Cayhe mohon diri,"

Kata pelajar itu Baru saja dia membalikkan tubuhnya, Hui Gi kembali mengajukan pertanyaan kepadanya.

"Siangkong, mohon tanya sebentar Apakahsurat ini harus hamba serahkan langsung kepada Yok siangkong atau hamba serahkan saja kepada Lao hujin'?" .

"Terserah Kalau tidak. Lao koanke serahkan kepada Lao hujin juga sama saja,"

Sahut pelajar itu. Hui Gi langsung tersenyum simpul.

"Harap siangkong tunggu sebentar Lao hujm kami sudah keluar sendiri,"

Katanya.

Pelajar itu mendongakkan wajahnya Dia melihat Hui hujin melangkah keluar dan pintu gerbang.

Di belakangnya mengikuti se orang laki-laki berusia lanjut yang tubuhnya kurus sekati Dia juga melihat Hui Fei Cin Diamdiam hatinya mengeluh.

Celaka!

Aku terkena jebakan orang tua itu'.

Tapi semuanya sudah terlanjur.

Terpaksa dia mengeraskan hatinya dan membalikkan tubuhnya kembali Hui Gi yang memegangsurat di tangan segera membungkuk dengan hormat.

"Lapor kepada Lao hujin Tio siangkong ini mempunyai sepucuksurat untuk Yok siangkong, tapi hamba disuruh menyerahkannya kepada Lao hujin,"

Katanya melaporkan. Hui hujin segera mengulurkan tangannya untuk menyambutsurat tersebut Tetapi Gi Hua To sudah mencegahnya.

"Te so harap tunggu dulu Hui Gi, berikansurat itu kepada lohu,"

Katanya.

Hui Gi mengiakan Dengan dua belah tangan dia menyodorkansurat itu kepada Gi Hua To Sejak keluar dari dalam, Hui hujin terus memandangi pelajar tersebut.

Dia merasa entah di mana pecnah melihat orang ini.

Tampaknya tidak asing tetapi untuk sesaat dia tidak bisa mengingatnya.

"Tecnyata Tio siangkong ini sahabat Yok siangkong Mengapa tidak diundang ke dalam agar bisa berbincang bincang dengan leluasa'" . Pelajar itu merangkapkan sepasang tangannya dan menjura.

"Hu|in tidak perlu sungkan Cayhe masih ada urusan penting Dan sekarang juga harus bergegas ke luarkota Maka dan itu, cayhe ingin mohon diri "

Dia menjura sekali lagi Kemudian membalikkan tubuhnya.

"Siau hengte, harap berhenti sebentar" . Sementara mereka bercakap cakap, Gi Hua To membuka sampul surat dengan hatihati Ternyata di dalam sampul tidak ada suratnya sama sekali Gi Hua To membalik kan sampul sural dan menuangkan isinya ke telapak tangan Dari sampul surat tersebut keluar tiga butir pil berwarna merah dan besarnya hanya seperti butir beras. Pelajar itu mendengar suara bentakan Gi Hua To, tanpa sadar sepasang alisnya langsung bertaut erat Otomatis langkahnya juga berhenti Gi Hua To mengulurkan tangannya yang mengenggam tiga butir obat berwarna merah itu.

"Siau hengte, obat apa yang ada di dalam sampu! ini'?"

Tanyanya dengan mata menyelidik. Hui hujin terkejut mendengar pertanyaan Gi Hua To.

"Apakah siangkong ini sengaja mengantarkan obat untuk Yok siangkong?" . Wajah pelajar itu berubah merah padam seketika.

"Obat penyembuh luka,"

Sahutnya lirih.

"Bagaimana siangkong bisa tahu kalau Yok siangkong sedang terluka?' tanya Hui hujin curiga.

"Cayhe dengar kabar dari orang lain " . Yok Sau Cun terluka pada kentungan pertama malam tadi Sekarang fajar baru mulai menyingsing 'Dengar kabar dari orang lain' yang dikatakannya sudah pasti dusta Mata Hui hu|in menatapnya lekat lekat.

"Siangkong ini dengan Yok siangkong baru saling kenal atau merupakan sahabat lama?"

Tanya Hui hujin kembali.

"Cayhe sengaja datang untuk mengantakan obat bagi Yok siangkong Semua ini adalah maksud cayhe yang baik Tetapi tampaknya hujin menafuh kecurigaan yang besar Cayhe tidak dapat berkata apa apa lagi Sekarang juga cayhe mohop diri "

Dia men jura kepada Hui hujin kemudian membalikkan tubuhnya dengan maksud meninggalkan tempat itu.

Tetapak tangan Gi Hua To masih menggenggam ketiga butir pil obat tersebut Dia mendekatkannya ke hidung dan mengendusnya berkalikali Wajahnya menyiratkan sinar terkejut.

"Siau hengte, dan mana kau mendapatkan obat ini?"

Tanyanya heran. Ketika itu si pelajar sudah membalikkan tubuh dan mulai melangkah.

"Tiga butir obat itu dapat menolong jiwa Yok siangkong Bukan racun Mengapa ditanyakan dari mana asalnya? Apakah kau kira aku dapat dengan cara mencun?"

Nada suaranya seperti kurang senang.

Tepat pada saat itu, Siau Cui juga sudah keluar dan dalam rumah Dia berdiri di samping Hui Fei Cin Ketika dia melihat pelajar itu, mulutnya mengeluarkan seruan terkejut.

"Lao hujin, jangan biarkan dia pergi. Orang itu adalah putriHue leng senbu, Cu Kiau Kiau1"

Teriaknya panik. Mendengar perkalaan Siau Cui, Hui hujin langsung tertegun".

"Dia . Cu Kiau Kiau'? Kau tidak salah lihai".

"Hamba tidak mungkm salah lihat Tadi malam Yok siangkong berhasil meringkusnya Kami berjalan dan Lui Tang sampai ke Siang Li bio Selama itu hamba terus mengikuti dan belakang Bayangan punggungnya itu, sekali lihat sa|a hamba sudah bisa mengenali,"

Sahut Siau Cui yakin. Hui hujin langsung tertawa dingin.

"Siangkong, tunggu dulu Rupanya kau merupakan samaran Cu Kiau Kiau kouwnio!" . Mimik wajah pelajar itu menunjukkan rasa terkejut Tanpa terasa langkah kakinya menjadi terhenti.

"Apa maksud ucapan hujin ini? Untuk apa cayhe harus menyamar'?".

"Masih mencoba mengelak Memangnya kau bukan Cu Kiau Kiau'? Sudah terang kau bermaksud jahat Mungkin kau kira dengan cara begini kau bisa meracuni Yok siangkong agar lebih cepat mati'"

Tuding Siau Cui kesal.

"Tutup mulut!"

Bentak pelajar itu Saking marahnya orang ini sarripai wajahnya merah padam seperti kepiting rebus "Budak busuk, apa yang kau ocehkan?

Yok Sau Cun terluka parah Hanya obat ini yang dapat menolong jiwanya Bagaimana kau bisa irengatakan bahwa obat itu racun adanya?

"Mungkinkah kau mengandung maksud baik?"

Sindir Siau Cui sambil mendengus dingin. Hui Fei Cin tangsung menghambur ke sampmg pelajar tersebut.

"Kalau begitu, mengapa kau bisa mengan tarkan obat ke sini? Apa hubunganmu de ngan Yok siangkong?"

Bentaknya keras.

"Hal ini bukan urusanmui"

Sahut pelajar tersebut.

"Aku justru ingin menanyakan "

Kata Hui Fei Cin. Hui hujin menatap pelajar itu lekat-lekat.

"Kau memang Cu Kiau Kiau Tidak usah berpurapura lagi'"

Katanya sinis. Gi Hua To tertawa terkekeh-kekeh.

"Tidak salah lagi Tiga butir Hue Leng tan ini, kalau bukan putri kesayangan Cu Leng Sian, rasanya di dunia Bulim tidak ada orang kedua yang sanggup mengambilnya." . Mendengar ucapan Gi Hua To, sekali lagi Hui hujin tertegun.

"Obat yang kau masukkan dalam sampul ltu benar-benar Hue Leng tan'?"

Tanyanya heran.

Yang membuatnya bingung justru mengapa putnHue leng senbu bisa mengantarkan obat mujarab itu ke Kui Hun Ceng?

Tentu sa]a semua ini bukan atas prakarsa.

e leng senbu Kalau begitu dia.

'Tidak salah,"

Sahut Gi Hua To "Begitu mengendus baunya saja, lohu sudah tahu kalau obat ini memang Hue Leng tan Segala macam obatobatan di kolong langit im masih belum sanggup mengelabui hidung lohu " .

Pela|ar itu langsung membusungkan dadanya sambil tertawa dingin.

'Tidak salah Obat yang aku antarkan memang Hue Leng tan' Yok siangkong terserang oleh ilmu Hue Yan to Hanya obat ini yang dapat mengobatinya!

Rupanya dia memang mengandung niat baik'.

'Ternyata kau memang Cu Kiau Kiau!"

Seru Hui Fei Cin.

"Kalau benar, kenapa'?"

Tanya pelajar tersebut.

"Bagus sekali'"

Bentak Hui Fei Cin sambil menggerakkan pergelangan tangannya Pedang panjangnya dihunus sehmgga terdengar suara berdenting nyanng "Cu Kiau Kiau!

Dengar orang bilang biasanya kau sangat sombong dan menganggap dirimu paling hebat Mari!

Nonamu justru ingin sekali mengenal kedahsyatan ilmu Kong Tong pai!".

Umumnya sifat perempuan lebih sabar Tapi kalau' sudah menyangkut orang yang dikasihinya sedikit pun mereka tidak sudi mengalah Cu Kiau Kiau menatap wajah Hui Fei Cin yang datar Ketika keluar Hui Fei Cin memang sudah mengenakan kembali topeng kulit wajahnya, diamdiam dia merasa gadis itu sungguh tidak tahu diri Mana mungkin Yok Sau Cun menyukai seorang gadis yang wajahnya selalu kaku dan hampir tidak pernah tersenyum.

"Apakah kau kira kau pantas?"

Tanyanya angkuh. Dua orang gadis berdiri berhadapan dengan tangan masing masing menggenggam pedang Tampaknya mereka sudah siap untuk memulai pertarungan Hui hujin segera mengibaskan tangannya.

"Fei ji, jangan sembarangan Ibu masih ada pertanyaan yang ingin diajukan ke padanya."

Matanya beralih kepada Cu Kiau Kiau "Cu kouwnio sengaja mengantarkan tiga butir obat Hue leng tan ini, rasanya pasti bukan gagasan ibumu bukan?" .

Kalau bukan ideHue leng san bu, sama artmya bahwa Cu Kiau Kiau mendapatkan obat itu dengan cara mencuri.

Cu Kiau Kiau mecupakan seorang gadis yang tidak pernah takut kepada siapa pun Tetapi bagaimana pun dia teriahir sebagai seorang gadis yang mempunyai batasbatas tertentu Bagaimana dia harus menjawab pertanyaan Hui hujin?.

Wajah Cu Kiau Kiau menjadi merah padam mendengar pertanyaan tersebut.

"Hujin tidak perlu banyak tanya Luka yang Yok Sau Cun denta tidak ringan Hanya obat im yang dapat menolongnya Cu Kiau Kiau tidak ada maksud mencelakainya Hujin bisa percaya syukur Tidak percaya juga tidak apa-apa. Kata-kata yang ingin kuucapkan semuanya sudah dicetuskan Aku masih harus melanjutkan perjalanan yang jauh. Tidak ada waktu untuk menemani lagi, maaf."

Dia bergegas ingin meninggalkan tempat tersebut Mimik wajahnya pun menunjukkan bahwa dia sedang mencemaskan sesuatu.

"Tentu saja aku percaya sepenuhnya maksud baikmu Tetapi ketiga butir obat ini, rasanya tidak diperlukan lagi,"

Sahut Hui hujin tiba-tiba. Sebetulnya Cu Kiau Kiau sudah melangkah meninggalkan tempat tersebut. Mendengar keterangan Hui hujin, tubuhnya langsung bergetar Wa|ahnya berubah hebat.

"A . apa yang terjadi dengannya?"

Pertanyaan ini diajukan dengan nada suara yang tidakterkira gugupnya Juga mengandung perhatian yang besar sekali Pada waktu yang sama, dirinya seperli terjatuh ke dalam jurang yang terjal.

Sepasang kakinya langsung [nenJadi lemas.

Hampir saja dia tidak kuat berdiri Tanpa sadar dia tergeletak mundur satu langkah.

Hui hujin memandangnya dengan dingin.

"Apakah Cu kouwnio tidak tahu kalau Yok siangkong telah diculik oleh seseorang?"

Sindirnya tajam.

Pertamatama Cu Kiau Kiau menderigar Hui hujin mengatakan bahwa ketiga butir obat Hue leng tan yang dibawanya tidak ada gunanya lagi, pikirannya langsung tersirat sesuatu yang buruk Dia mengira luka Yok Sau Cun sedemikian parah sehingga tidak tertolong lag< Sekarang dia mendengar bahwa Yok Sau Cun diculik oleh seseorang.

Beban hatinya menjadi agak berkurang.

Dia mengangkat wajahnya menatap Hui hujin.

"Entah siapa yang menculik Yok siangkong?". Hui hujin tertawa dingin.

"Cu Kiau Kiau, kau tidak perlu berpurapura lagi. Ibumu menyuruh orang menculik Yok Sau Cun, mungkinkah kau tidak tahu sama sekali?" . Cu Kiau Kiau langsung tertegun.

"Ibu yang menculiknya rasanya tidak mungkin.". Hui Fei Cin mendengus marah.

"Menculik orang adalah keahlian orang Kong Tong pai kalian. Apanya yang tidak mungkin?"

Sindirnya tajam. Sepasang alis Cu Kiau Kiau segera terangkat ke atas.

"Hui Fei Cin, mengapa kau berkata demikian?"

Teriaknya marah.

"Apakah kata-kataku salah?"

Lanya Hui Fei Cin dengan nada suara yang tidak kalah keras. Cu Kiau Kiau menatap pipinya yang montok dan wajahnya yang kaku Diamdiam tertawa dingin dalam hati.

"Aku malas berdebat dengan orang sepertimu. Aku akan pergi sekarang'"

Tentu saja dia tidak percaya ibunya yang menculik Yok Sau Cun Tetapi setelah mengetahui anak muda itu diculik orang, dia mgin segera pulang dan menanyakan hal ini kep da ibunya.

Hui Fei Cin tertawa dingin.

"Kau ingin kabur?"

Bentak gadis itu garang. Cu Kiau Kiau melink Hu hujin sekilas.

"Kalau begitu tampaknya kalian bermak sud menahan diriku?"

Tanyanya dingin. Gi Hua To menyimpan ketiga butirHue leng tan tadi baik baik. Dia tertawa terkekeh kekeh.

"Untuk sementara terpaksa menyusahkan nona Dengan cara ini ibumu baru bersedia mengembalikan Yok siangkong,"

Katanya. Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang lantang dan berat berkumandang memenuhi sekitar tempat tersebut.

"Gi Ceng Lam nyalimu sungguh besar!"

Suara itu berkumandang dan kejauhan Tetapi ucapan itu selesai diucapkan, tampak setitik bayangan hitam yang ternyata sebuah tandu dengan kecepatan tinggi meluncur ke tempat tersebut Dalam waktu sekejap mata, tahu tahu sudah sampai di depan Kui Hun Ceng.

Tandu berwarna hitam im digotong oleh empat orang wanita berusia setengah baya Di belakangnya menginngi Yu huhoat Cian Poa Teng dan Kong Tong pai beserta delapan orang laki-laki berpakaian hijau.

Baru saia tandu itu berhenti, Cu Kiau Kiau sudah melesat ke depannya.

"Ibu "

Teriaknya menyapa. Dua orang wanita menyingkapkan tirai tandu tersebut Terlihat wajahHue leng senbu yang diselimuti hawa amarah.

"Kiau Kiau, nyalimu juga tampaknya semakin lama semakin membesar!"

Bentaknya garang. Cu Kiau Kiau tidak berani bersuara Gi Hua To segera merangkapkan sepasang kepalan tangannya menjura dalam-dalam Mulutnya tetap tertawa terkekeh-kekeh.

"Lao siu dan te so berkunjung ke Sian LI bio kira kira pada kentungan keempat tadi Ternyata rombongan Sen bu sudah tidalada disana Sekarang tibe tiba kalian malat"

Yang berkunjung ke tempat ini. Kami mohor maaf karena tidak menyambut dan Jauh, katanya.

"Aku datang kemari untuk mencarl putn ku Kalian tidak bermaksud menahannya bukan ?"

TanyaHue leng senbu datar.

"Sebetulnya memang ada niat seperti itu Kong Tong pai menculik orang sekali lagi Kami terpaksa menahan putrimu hanya de ngan maksud mengadakan pertukaran yan^ seimbang,"

Kata Hui hujin.

"Menculik orang?' Mengadakan pertukaran? Apa maksudmu?"

TanyaHue leng senbii dengan suara melengking.

"Apakah Yok siangkong bukan dicuhh oleh orang-orang Senbu?"

Sindir Hui hujin.

"Yok siangkong?"

TampaknyaHue leng senbu agak tertegun mendengar ucapan itu "Apakah Yok Sau Cun yang kalian maksudkan?".

"Memang Yok Sau Cun,"

Tukas Gi Hua To.

"Meskipun Yok Sau Cun terkena serangan Hue Yan to milikku. Tapi aku hanya marah karena dirinya yang masih muda sudah sesumbar itu Maka aku sekedar memberinya pelajaran Sama sekali tidak ada niat mencelakainya. Dengan sebutir Hue Leng tan, dia pasti akan sembuh Palingpaling harus beristirahat selama seratus han Kapan aku pernah menculiknya?"

Sahut Hue teng senbu dengan suara tegas.

"Kata yang enak sekali didengarkan,"

Hui hujin tertawa dingin "Setelah terkena seranganmu, Yok siangkong terus tidak sadarkan diri.

Siapa lagi yang berani menyelinap ke dalam Kui Hun Ceng untuk menculiknya selain kalian orang-orang Kong Tong pai ..?

Cu Leng Sian, kau juga termasuk seorang tokoh yang mempunyai nama di dunia kangouw.

Kalau sudah berani menculik Yok siangkong, mengapa tidak berani mengakuinya'?".

Saking marahnya Hue leng sen bu tampak rambutnya sampai berdiri legak.

"Hanya sebuah Kui Hun Ceng masih belum pantas dipandang sebelah mata oleh aku, Hue leng senbu Tetapi aku sama sekali tidak menculik Yok Sau Cun Hal ini perlu kalian ketahui dengan jelas!"

Sahutnya kesal. Mendengar ucapannya yang serius, tanpa sadar Gi Hua To mengulurkan tangan mengelus lenggotnya berkali-kali.

"Kalau begitu, sungguh mengherankan'"

Gumamnya seperti kepada diri sendiri.

"Ji pek, apakah kau percaya dengan kata-katanya? Kalau bukan mereka yang menculik Yok siangkong, siapa lagi yang mempunyai kemampuan seperti itu?"

Tukas Hui hujin. Hue leng sen bu mendengus marah.

"Orangnya berada di dalam Kui Hun ceng Kalau dia memang diculik orang, masa kalian tidak ada yang melihat siapa yang melakukannya. Tidak tahu sama sekali?" . Belum sempat Hui hujin menyahut, Gi Hua To sudah menukas.

"Kejadian yang sebenarnya begini karena luka Yok siangkong sangat parah dan hanya dapat disembuhkan oleh Hue Leng tan .

"Bukankah aku sudah menyuruh siau li mengantarkan Hue Leng tan ke sini?"

Tukas Hue lang sebu.

Hue Leng tan terangterangan dicun oleh Cu Kiau Kiau dan bukan dia yang menyuruh gadis Itu mengantarkannya Tetapi kata katanya itu dapat dimaklumi Tentu saja dia berusaha menyelamatkan wajah putnnya sendiri.

"Pada saat lao siu dan te so berangkat ke Sian li bio Di dalam Kui hun ceng hanya tersisa keponakan Hui seorang Ternyata dia dijebak oleh lawan dengan siasat Memancing hanmau meninggalkan gunung Lao koanke dan budak Siau Cui tertotok jalan darahnya Ketika lao siu kembali lagi kesini, ternyata Yok siangkong telah diculik orang " . Hue leng senbu mengeluarkan suara tertawa yang mengandung kemarahan .

"Lalu bagaimana menghubungkan penculikan ini dengan diriku?.

"Yok siangkong baru pertama kali berkunjung ke Yang Ciu. Kecuali urusan siau li, yang mana membuat Hue leng senbu ma rah, dia tidak pernah bentrokan dengan siapa pun. Apalagi tokoh dunia kangouw yang belakangan ada di Yang Ciu hanya rom bongan Hue leng senbu saja Kecuali engkau, rasanya masih belum ada orang yang mempunyai nyali sebesar itu berani mengganggu Kui Hun Ceng,"

Sahut Hui hujin.

"Kau kira semua orang takut dengan kebesaran nama Kui Hun ceng?"

Sindir Hue leng senbu.

"Takut atau tidak bukan urusan yang kita bicarakan sekarang Tapi menurut fakta yang terpapar di depan mata. Hanya engkau yang mempunyai kemungkinan melakukan hal tersebut. Kalau kau mengatakan bahwa bukan engkau yang menculik Yok siangkong, siapa yang bisa mempercayai kata-katamu'?" . Mendengar ucapan Hui hujin, kemarahan Hue leng senbu semakin meluap. Dia tertawa lantang.

"Baiklah Anggap sa|a aku yang mencuUk Yok Sau Cun Lalu, apa yang hendak kalian lakukan?"

Tantangnya. 'lbu, Yok Siangkong kan bukan diculik oleh Ibu'"

Tukas Cu Kiau Kiau.

"Kalau memang ibu yang menculik, me mangnya kenapa'?"

Kata Hue leng senbu saking jengkelnya.

"Akhirnya kau mengaku juga,"

Sindir Hui hujin.

Hue leng sen bu tertawa terbahak-bahak.

'Hal ini karena kalian terlalu memaksa.

Kalian membuatku marah Jangan kata hanya menculik Membakar rata Kui Hun ceng, aku pun berani melakukannya ".

"Tiba tiba terdengar sebuah suara yang bening dan jernih menyahut ucapan Hue leng senbu "

Tokoh hebat dari mana yang menaruh dendam demikian dalam dengan orang she Hui sehingga hendak meratakan Kui Hun ceng menjadi tanah? ". Wajah Hui Fei Cin langsung berseriseri.

"Tia sudah pulang'"

Serunya gembira.

Kepala setiap orang menoleh ke asal suara tadi Di bawah cahaya fajar yang baru menymgsing terlihat dua sosok bayangan melesat menghampiri Orang yang di depan berdandanan tosu Di depan dadanya teclihat jenggot putih yang menjuntai panjang.

Wajahnya kemerah merahan Tampangnya penuh welas asih.

Yang berbicara merupakan orang yang di belakangnya Dia mengenakan pakaian berwarna hijau Alisnya panjang dan enak di lihat Jenggotnya juga menjuntai namun masih berwarna hitam pekat.

Kedua orang ini merupakan anggota Wi Yang sam kiat yang sudah terkenal Yang berdandan tosu adalah lotoa yang dipanggil Wi Lam cu Dan yang di belakangnya bukan lain dan pada Wi Yang taihiap Hui Kin Siau yang merupakan orang ketiga dan Wi Yang sam kiat.

Gi Hua To segera menyongsong kehadiran mereka Senyuman di bibirnya merekah.

"Toa suheng juga sudah datang " . Hue leng senbu tetap duduk di dalam tandu Wajahnya tetap dingin dan datar.

"Apakah Hui taihiap yang baru datang itu? Barusan aku yang mengucapkan kata kata ingin meratakan Kui Hun ceng menjadi ta nah,"

Katanya mengakui. Hui taihiap telah sampai di depan pintu gerbang Kui Hun ceng Matanya melink ke dalam tandu. Dia agak terpana melihat siapa yang ada di dalamnya.

"Rupanya Hue leng sen bu yang datang Entah apa kesalahan cayhe sehingga membuat Sen bu demikian marah'? Bahkan sampai perlu Senbu berkunjung sendiri ke Kui Hun ceng?"

Tanyanya bingung.

Biasanya Hue leng sen bu tidak pernah memandang sebelah mata pada siapa pun Tapi yang ada di hadapannya sekarang adalah Wi Yang sam kiat yang namanya sudah nnenggetarkan dunia Bulim Apalagi Wi Lam cu yang namanya menjulang berkal ilmu Tai kit hun jiu (Tangan sakti laksana awan) Dia sudah diakui sebagai jago nomor satu di daerah Kiang Wei Apabila urusan hari ini diperpanjang sehmgga semakin genting.

Mungkin dia sendiri tidak sanggup melawan ketiga orang itu.

Hatinya agak khawatir tetapi wajahnya tetap kaku dan dingin Sedikit pun tidak tersirat perasaan gentar diluarnya.

"Mengapa kau tidak tanyakan saja kepada istnmu'?' tanyanya ketus. Wi Lam cu mengangkat sepasang alisnya Dia menolehkan kepalanya kepada Gi Hua To.

"Loji, apa sebetulnya yang telah teijadi?"

Tanyanya serius.

Gi Hua To langsung menceritakan sekali lagi peristiwa yang telah terjadi Wi Lam cu mendengarkan dengan seksama Kemudian dia merangkapkan sepasang tangannya dan menjura kepada Hue leng senbu.

"Mungkin telah tefjadi kesalahpahaman dalam masalah ini Bukankah Hue ]eng sen bu sudah mengatakan bahwa dia tidak men culik Yok siangkong? Sen bu adalah seorang tokoh yang disegam dalam dunia Bulim Tentu saja kata-katanya benar,"

Kata Wi Lam cu.

"Memang aku yang menculiknya Aku ingin tahu apa yang akan kalian perbuat" . sahut Hue leng senbu dengan nada tajam. Wi Lam cu tersenyum simpul.

"Senbu jangan mengikuti hawa emosi 01 dalam dada Di antara partai kita selama ini befum pernah terjadi perselisihan apa apa Untuk apa Senbu berkeras hati memikul tanggung jawab sehingga merusak hubung an kita?" .

"Kalian yang memaksa aku berbuat demikian Seumur hidup ini aku belum pernah merasa takut kepada siapa pun Seandainya merusak hubungan pun, aku juga tidak perdyli'"

Sahut Hue leng sen bu ketus. Wi Lam cu memperdengarkan suara tertawa yang ringan.

"Senbu berkecimpung di dunia kangouw kali ini, dengan kekuatan yang cukup besar. Tentu saja tidak memandang sebelah mata terhadap Wi Yang pai kami Tetapi setiap masalah harus dilihat awal dan akibatnya Seandainya ada orang lain yang menculik Yok siangkong itu pasti Sen bu tidak demikian bodoh untuk mengakui dan memikul tanggung jawab atas perbuatan orang lain yang tidak ternama Kalau saja urusan ini tersebar luas di dunia kangouw, bukankan Senbu sendiri yang akan menjadi bahan tertawaan'?" . Hue leng sen bu marah sekali.

"Siapa orang dunia kangouw yang berani menertawakan aku?" . Sekali lagi Wi Lam cu menjura dalam dalam.

"Meskipun Wi Yang pai hanya sebuah partai di wilayah kecil Tetapi dunia kangouw masih menghargainya sebagai salah satu partai yang cukup terkemuka Tidak ada orang yang berani sembarangan mengeluar kan hinaan Kami juga tidak takut menghadapi urusan apa pun Namun kami mengharapkan pengertian Senbu dalam masalah ini,"

Katanya dengan nada berwibawa.

Sikap Wi Lam cu biasanya paling sabar di antara Wi Yang sam kiat Dia paling segan bentrokan dengan siapa pun Tetapi kata-kata yang diucapkannya barusan benar benar tegas.

Hue leng senbu mendengus dingin.

"Baiklah Memandang engkau Wi Lam cu, sekali lagi aku tegaskan bahwa bukan pihak Kong Tong pai yang menculik Yok Sau Cun'"

Selesai berkata, dia mengibaskan tangannya kepada anak buahnya "Mari kita berangkat'".

Dua di antara empat pelayan wanitanya segera menutup kembali tirai tandu Selelah itu mereka langsung berangkat meninggalkan tempat tersebut Hui Km Siau merangkapkan sepasang tangannya dan menjura.

"Sen bu, selamat jalan Maafkan orang she Hui yang tidak dapat mengantar lebih jauh lagi,"

Katanya sebagai basa basi.

Cu Kiau Kiau tadi datang dengan menunggang kuda.

Sekarang dia bergegas loncat ke atas kuda dan mengikuti belakang tandu Cian Poa Teng beserta delapan orang lakilaki berpakaian hijau yang bertindak sebagai pengawal ikut melesat pergi.

Gi Hua To baru maju satu langkah dan membungkukkan tubuhnya memberi hormat.

"Mengapa Toa suheng ikut turun gunung kali ini?"

Tanyanya. Wajah Wi Lam cu menjadi serius.

"Keadaan dunia kangouw sudah semakin kacau. Dimana-mana terjadi kerusuhan. Apalagi tidak lama lagi akan diadakan pertemuan Ce po tan goan. Hal ini lebih penting lagi. Dengar-dengar setiap partai besar telah mengirim utusannya untuk menghadiri pertemuan tersebut. Ciang bunjin juga sudah menerima undangan yang serupa. Oleh karena itu, dia sengaja menemui Qi heng agar dapat merundingkan masalah ini,"

Sahutnya. Semua orang kembali ke dalam rumah. Hui Kin Siau mengajak kedua suhengnya masuk ke ruang perpustakaan untuk berbincang-bincang. Sedangkan Hui Fei Cin mangikuti ibunya ke ruangan betakang.

"Ibu, anak ingin pergl mencari Yok siangkong,"

Katanya tiba tiba.

"Sekarang ini kita tidak mempunyai petunjuk sama sekali. Kemana kau hendak mencarinya'?"

Tanya Hui hujin.

"Anak dan Siau Cui akan menyamar lalu masuk ke dalamkota Mungkln kita bisa mendapatkan sedikit petunjuk Siapa tahukan '?" . Hui huJin tahu sifat anaknya sangat keras "

Apa yang diinginkannya pasti akan dilaks sanakannya meskipun dilarang.

"Ayahmu sudah pulang Pasti dla bisa menemukan jalan untuk mencari jejak Yok slangkong. Adatmu selamanya keras sekali Baiklah, boleh saja apabila kau ingin mengajaK Siau Cui berjalanjalan di luaran Tetapi jangan pergi terlalu jauh,"

Kata wanita itu akhirnya. Wajah Hui Fei Cin langsung berseri-seri mendengar ucapan ibunya.

"Ibu sudah setuju. Sekarang juga anak akan mengganti pakaian. Siau Cui, hayo ikut aku!"

Katanya.

Tidak lama kemudian, Hui Fei Cin dan Siau Cui sudah menyamar dengan dandanan dua orang pemuda Yang satu sebagal pelajar.

yang satu lagi menyamar sebagai bocah yang membawakan buku bagi tuan mudanya Dengan menyelinap, mereka meninggalkan Kui Hun Ceng Hui hujin hanya dapat menggelengkan kepalanya menyaksikan kenekatan putnnya itu.

Bintang dan rembulan enggan menampakkan diri Mereka bagai putri pingitan yang malumalu dan mengmtip dari balik tirai Langit gelap Dari jalanan yang menembus antara Yang Ciu dan Cin ciu tampak beberapa sosok bayangan tubuh manusia.

Mereka sedang berlarilan dengan cepat menuju Cin ciu.

Meskipun langit gelap dan rembulan menyembunyikan diri, tetapi batu-batu kenkil di sepanjang jalan yang berwarna putih bercahaya berkilauan dan dapat dijadikan petunjuk jalan.

Pada jaman dahulu, batas antara suatu perkampungan dengan perkampungan lainnya, gelap.

Batu putih itu lain.

Apabila jalanan perhampungan tersebut ditaburi bebatuan putih di sapanjang jalan.

Jadi meskipun hari dapat dibuat patokan bahwa kita sudah mencapai perkampungan yang telah mencapai tanah biasa, itu berarti bahwa kita sudah memasuki dan keluarnya kita akan menemukan bebatuan putih kembali.

Beberapa sosok bayangan yang sedang berlari itu merupakan tokoh Butim yang berilmu tinggi Di daerah perbukitan saja mereka dapat larl dengan cepat, sedangkan jalanan bebatuan ini sedemikian rata, dapat dibayangkan kecepatan mereka.

Tidak berapa lama kemudian, mereka sudah melesat di dekat kota Cin Ciu.

Dua orang yang berlari paling depan berpakaian hitam.

Mereka menghentikan langkah kakinya tanpa sadar.

Beberapa orang yang mengikuti dari betakang, otomatis mengikuti gerakan mereka.

Begitu berhenti, baru dapat terlihat Jelas bahwa jumfah semuanya ada empat orang.

Seluruhnya berpakaian hitam dan apabila diperhatikan dari bentuk tubuh mereka, tidak diragukan lagi kalau keempatnya adalah wanita.

Orang yang becjalan paling depan memifiki bentuk tubuh paling indah.

Pinggangnya langsing sekaii Saat ini dia membalikkan tubuh dan bertanya dengan suara rendah.

"Hu momo, kau sudah menggendongnya begttu lama apakah kau sudah merasa letih?" . Orang kedua yang bentuk tubuhnya lebih pendek dan agak gemuk Rambutnya sudah memutih Tetapi waktu itu, rambutnya sudah ditutupi selendang hitam sehingga tidak terlihat Kedua tangannya sedang menggendong seseorang. Terdengar dia tetawa kecil ".

"Ji siocia benar-benar menganggap Lao pocu sudah tua sampai delapan puluh tahunan. Beban seringan ini, biarpun ditambah satu lagi masih belum bisa melelahkan aku, Lao pocu." . Ji siocia yang bertubuh tinggi semampai dan berpinggang langsing melink sekilas kearah orang dalam gendongan nenek itu.

"Hu momo, kau hacus berhati-hati Dia ." . Orang yang dipanggil Hu momo tidak memberi kesempatan kepada Ji siocia untuk berkata lebih lanjut.

Baca Juga: Anak Rajawali 3

Baca Juga: Medali Wasiat 10

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert