Eps 9 Pedang Pusaka Dewi Khayangan - Khu Lung
Baca online Pedang Pusaka Dewi Khayangan - Khu Lung
Cersil Pedang Pusaka Dewi Khayangan - Khu Lung.
"Ji siocia tidak usah khawatir Lao pocu sendiri mempLJnyai pertimbangan, tidak mungkin menyakiti Yok siangkong sedikit pun juga." . Ji siocia hanya berdehem sedikit, dia titiak berkata apa-apa lagi. Tubuhnya membalik dengan perlahan. Tidak tampak dia melakukan gerakan apa-apa, tahu-tahu tubuhnya sudah melesat di udara melintasi tembok kota. Vu momo yang bertubuh gemuk pendek merutulkan sepasang kakinya Tangannya merggendong seseorang, namun gerakannya amat nngan. Gerakannya lebih mirip anal panah yang meluncur dan melayang meievati tembok kota kemudian nsendarat turunlaksana selembar daun. Dua orang gadis berpakaian hitam segera meigkuti gerakan mereka Gerakan mereka juga sangat ringan Hal ini membuktikan bahwa keempat orang itu rnemiliki ilmu yang cukup tinggi. Ji siocia mengibaskan tangannya kepada orang orang yang mengikutt dari belakang Oia melesat terlebih dahulu di depan Orang yang lam mengikulinya dengan ketat Sebentar saja mereka sudah menghilang dalam kegelapan malam. Cin Ciu, merupakan wilayah penting dalam jalur perjalanan menuju ke utara ataupun selatan Meskipun kotanya sendiri tidak seramai Yang Ciu, tapi suasananya juga sangat ramai Saat itu kurang lebih kentungan ketiga Di daerah yang agak ramai masih terlihat adanya penerangan seperti lentera. Empat sosok bayangan sangat cepat menyelmap di antara celahcelah gelap rumah penduduk Dalam sekejap mata, mereka sudah sampai di jalan Nan Kuang dan menyelusup ke dalam gang yang berada di belakang jalan lersebut. Setelah melintasi sederetan atap rumah penduduk, mereka melayang turun di taman bagian belakang pengmapan Tiang An Di sana merupakan halaman lerbuka yang mempunyai dua deretan kamar Di depan setiap kamar terdapal beberapa pot bungabungaan yang indah Suasananya sangat tenang. Tiga buah kamar yang berada di bagian ujung sudah diborong oleh Ji siocia Ketika Ji siocia melayang turun di lempat tersebut tampak dua sosok bayangan langsing yang lain segera menyongsongnya. Mereka lang sung membungkukkan tubuhnya ketika berhenti di depan Ji Siocia.
"Ji siocia sudah kembali?' sapa salah satunya. Ji siocia mengibaskan tangannya.
"Cepat masuk dan nyalakan lenlera'"
Perintahnya.
Ketika sedang berbicara, Hu momo dan dua orang lainnya juga sampai di tempat tersebut Dua orang gadis yang ladi menyambutnya sudah masuk ke dalam kamar dan sekCJap mata terlihat sinar yang cukup terang.
Ji siocia berjalan di dspan Hu momo yang menggendong orang mengikuti dari belakang Mereka masuk ke dalam kamar Hu momo segera meletakkan orang yang digendongnya di alas tempat tidur Karena di dalam kamar sudah ada penerangan, maka terlihai waiah mereka masing masing ditutupi sehelai cadar hilam yang tipis Itulah sebabnya wajah mereka tidak dapat terlihat jelas.
Selelah masuk ke dalam kamar, Ji siocia segera mengulurkan tangannya menarik cadar penutup wajahnya Tindakannya segera dnkutioleh Hu momo dan kedua gadis yang lainnya Coba tebak siapa kira kira orang yang dipanggil Ji siocia itu?
Tidak bukan tidak lain dan pada Tiong Hui Ciong yang berwajah dingin dan datar.
Hu momo adalah Hu toanio Sedangkan yang lainnya adalah empat gadis pelayan Tiong Hui Ciong yakni Cun Hong, Sia Ho, Ciu Suang, Tung Soat Biasanya Tiong Hui ,Ciong sangat dingin dan kaku Tapi saat ini dia melihat Cun le nya sedang plngsan Wajahnya merah padam seperti daging yang diletakkan di atas bara api Wajah gadis itu langsung menyiratkan kesedihan yang dalam Oia menolehkan kepalanya dan me'merintahkan.
"Cun Hong, cepat ambilkan sebaskom air!" . Cun Hong segera mengiakan Dengan langkah tergesa-gesa dia keluar dan kamar itu dan mengambilkan sebaskom air Dalam sekejap mata dia masuk kembali lalu mele takkan baskom berisi air di samping Tiong Hui Ciong. Tiong Hui Ciong mengambil sebuah han duk kecil yang direndam datam air lalu diperasnya Digunakannya handuk tersebut untuk membasuh wajah Yok Sau Cun Wajah dan kenmg pemuda itu panas membara bagaikan api Tiong Hui Ciong tidak befani membasuh wajah anak muda ilu lamalama, karena dia takut luka yang didenta anak muda itu akan tambah parah apabila terkena air. Kemudian dia mengeluarkan sebuah benda bulat yang tampaknya dari lilin Dia me mencet benda tersebut dan di dalamnya terlihat sebutir pil yang terbungkus kapas Begitu lilln tadi hancur, orang di dalam ruangan tersebut bisa mengendus bau dan harum menyegarkan. Dengan halihati Tiong Hui Ciong membuka kapas pembungkusnya Pil itu berwarna hitam pekat namun agak berkilau dan besarnya seperti buah lengkeng. Dia melihat muiut Yok Sau Cun yang terkatup rapat. Hatinya menjadi serba salah' Jangan kata obat itu sebesar buah lengkeng, meskipun lebih kecil tetapi dengan mulut tertutup rapat seperti itu bagaimana dia bisa mencekokinya. Hu toanio memperhatikan obat yang dipegang oleh Tiong Hui Ciong.
"Ji siocia apakah itu Soat son wan yang diramu oleh Lao sin sian (Dewa tua) kita?" . Tiong Hui Ciong menganggukkan kepalanya.
"Betul Obat ini diramu oleh kakekku dari seratus macam lebih tumbuhan Seperti Soat lian ci (Biji teratai salju) Soat som (Jinsom yang tertanam di bawah timbunan salju dan biasanya sangat langka karena berumur ratusan tahun) Maka jadilah Soat som wan ini. Sekarang sisanya hanya sembilan butir. Kami kakak beradik mendapat bagian seorang satu butir"
Dia melirik lagi ke arah Yok Sau Cun yang terbanng di atas tempat tidur.
"la terserang Hue Yan to nya Hue leng senbu Racun api sudah menjalar ke hati. Kecuali Hue Leng tan milik Hue leng senbu, hanya Soat som wan ini yang dapat rnenghilangkan racun api di dalam tubuhnya " . Hu toanio mengedipkan matanya kepada empat pelayan Tiong Hui Ciong.
"Harap kalian berempat keluar sebentar Lao pocu ada perkataan yang ingin disampaikan kepada Ji siocia,"
Katanya.
"Entah urusan apa yang ingin toamo katakan sehingga kita empat bersaudara tidak boleh mendengarkannya?"
Tanya Cun Hong. Hu toanio tersenyum simpul.
"Rahasia tidak boleh disebarkan ".
"Hu morno ada perkataan yang ingin disampaikan, kalian keluarlah sebentar,"
Kata Tiong Hui Ciong. Cun Hong memindahkan baskom bensi air ke atas meja Kemudian dia mengajak ketiga saudaranya keluar dan kamar tersebut.
"Hu momo, kalau memang ada yang ingin kau sampaikari, katakanlah sekarang,"
Kata Tiong Hui Ciong setelah keempat pelayan nya meninggalkan kamar itu.
"Yok siangkong sedang lidak sadarkan diri Mulutnya terkatup rapat Pasti demikian pula giginya Mungkin tidak mudah mencekekkan obat itu kepadanya,"
Kata Hu toanio dengan nada suara rendah. 'Lalu bagaimana baiknya?"
Tanya Tiong Hui Ciong.
"Terpaksa obal itu digigit sampai hancur kemudian mendorongnya dengan hawa murni. Hanya dengan cara itu obat itu baru 'bisa tertelan dan memperlihatkan reaksinya " . Tiong Hui Ciong mengerli apa yang dimaksudkan oleh Hu toamo Wajahnya menjadi merah padam seketika Dia juga merasa agak bimbang.
"Ini " . 'Bukankah Ji siocia sudah mengangkat saudara dengannya? Yang harus dilakukan saat ini adalah menolong jiwanya Seorang cici menolong jiwa adiknya mecupakan kewanban Dan itu merupakan satusatunya jalan."
Kata Hu toanio kembali dengan nada berbisik. Wajah Tiong Hui Ciong semakin merah. Dia irierasa jengah sekali.
"Bukannya aku tidak sudi, tetapi aku iTierasa agak takut..
". Hu Toanio tersenyum simpul.
"Apa yang perlu ditakutkan? Asal kau tidak menganggapnya sebagai seorang laki laki, maka kau tidak akan merasa takut lagi " . Sikap Tiong Hm Ciong selama ini dmgin dan keras Mana pernah dia msngenal arti kata takuP Tetapi kali ini dia merasa malu sekali. Mengingat bahwa di.a harus merrcekoki Yok Sau Cun obat dengan cara mulut saling bertempelan, hatinya jadi berdebar tiada menentu Tampaknya dia menjadi serba salah.
"lni....".
"Malam ini Ji siocia sudah mengerahkan segala macam akal dan lenaga untuk menculik Yok siangkong dari Kui Hun ceng Semua ini demi menyelamatkan selembar nya wa Yok siangkong agar tangan sampai Gi Hua To bocah tua itu menusuknya dengan jarum emas Apabila hal ilu terjadi makaYok siangkong akan cacat seumur hidup Sekarang kita sudah berhasil membawanya ke man Ji siocia, mengapa kau malah meniadi ragu'5"
Kata Hu toanio selanjulnya. Tiong Hui Ciong masih merenung Hu toanio menurunkan nada suaranya sehingga menyerupai bisikan. 'Lao pocu keluar sebentar Ji siocia jangan ragu lagi "
Tanpa menunggu jawaban dari Tiong Hui Ciong, nenek tua itu langsung melangkah keluar.
"Hu momo.."
Tiong Hui Ciong berteriak memanggil. Hu toanio sudah sampai di depan pintu, dia membalikkan tubuhnya menatap gadis itu sekilas.
"Menolong orang seperti memadamkan kebakaran Lebih baik Lao pocu keluar saja,"
Kalanya sambil melangkah keluar dan msrapatkan pintunya kembali.
Tiong Hui Ciong mengerti nenek itu takut dirinya merasa malu maka sengaja keluar dan kamar tersebut Sekarang di dalam kamar hanya linggal dia berdua dengan Yok Sau Cun Dia msrasa seluruh tubuhnya ikut panas membara.
Dia menoteh kepada Yok Sau Cun Mata pemuda itu masih terpejam rapat Rona walahnya merah sekali Bibirnya kering sampai kuhtnya mengelupas Hatinya merasa tidak tega Dia tidak memperdulikan lagi batas antara lakflaki dan perempuan.
Ditelannya obat Soat Som wan ke dalam mulut kemudian dikunyahnya hingga hancur.
Setelah itu dia berJalan ke arah tempat tidur dan membungkukkan tubuhnya Tangannya memegang kedua pipi Yok Sau Cun Kepalanya sendiri ditundukkan sedemikian rupa agar bibirnya dapat menempel di bibir Yok Sau Cun Setelah itu lidahnya mendorong obat yang sudah hancur tadi supaya dapat dimasukkan ke dalam mulut anak muda tersebut Kemudian dia menyalurkan hawa murninya membantu agar obat itu dapat turun ke dalam perut lewat kerongkongan Setelah selesai baru dia menegakkan tubuhnya kembali.
Seumur hidup dia belum pernah demikian mesra dengan seorang pemuda Bahkan du duk berdampingan sambil berpegangan saja tidak.
Meskipun keadaan Yok Sau Cun sedang tidak sadarkan diri, perasaannya tetap terlena dan pikirannya agak melayanglayang Di dalam hatinya berkecamuk berbagai perasaan yang sulit diuraikan Dia menatap Yok Sau Cun lekat-lekat.
"Adik Cun, semoga kau tidak menyianyiakan perasaan cici ini..
". Tiba-tiba pintu kamar terbuka Hu toanio melongokkan kepalanya. Wajahnya langsung mengenput karena tersenyum lebar ' "
Ji siocia, apakah obatnya sudah diberiKan kepada Yok siangkong? " . Wajah Tiong Hui Ciong langsung merah padam Namun dia menganggukkan kepalanya Hu toanio segera menyelinap ke dalam.
"Bagus. Ji siocia sudah berkutat sepanjang malam Sekarang lebih baik istirahat sejenak Di sini biar Loa pocu saJa yang menjaga,"
Katanya kemudian. Tiong Hui Ciong menoleh kepada Yok Sau Cun.
"Aku tidak lelah "
Sahutnya.
Tentu saja Hu toanio mengerti perasaannya Meskipun obat Soat Som wan sudah dicekokkan kepada pemuda itu, namun dia masih belum menyadarkan diri Bagaimanapun Ji siocia tidak bisa tenang sebelum melihat hasilnya.
Aih., inilah anehnya sikap para gadis.
Pada harihan biasa, Ji siocia sangat kaku dan dmgin.
Sepertmya para pemuda di dunia im tidak satu pun yang menarik perhatiannya Tetapi begitu bertemu dengan kekasih pujaan hati, sifatnya berubah lembut seperti air Dia berubah menjadi seorang gadis yang lemah dan bermuram durja.
Sebetulnya hal ini tidak patut diherankan.
Pemuda tampan dan gagah seperti Yok Sau Cun memang sulit ditemui.
Seandainya usiaku lima puiuh tahun lebih muda dari sekarang, mungkin aku juga akan jatuh hati sampai lupa makan dan lupa tidur, pikir Hu toanio dalam hati.
Bibir Hu toanio yang sudah mulai ber keriput mengulumkan seulas senyuman Cepatcepat dja menarik sebuah kursi dan meletakkannya di samping tempat tidur.
"Ji siocia, kalau begitu, duduklah di siru,"
Katanya. Oia paham sekali sifat Ji siocianya Di depan orang lam, dia tidak mungkin duduk di atas tempat tidur. Seandainya dia berbuat demikian, bukankah terlalu menyolok sekali kelihatannya?.
"Terima kasih,"
Sahut Tiong Hui Ciong.
Dia duduk di atas kursi yang disediakan oleh Hu toanio.
Sepasang matanya yang in dah sama sekali tidak berkedip menatap wa|ah Yok Sau Cun Pemuda itu meminum Soat Som wan.
Obat ini merupakan penawar racun yang sangat mujarab.
Ternyata tidak sampai sepemmum teh, reaksinya sudah terlihat Kedua pipinya yang tadi merah padam seperti kepitmg rebus mulai mereda Setelah lewal sejenak lagi, matanya muiai bergerakgerak dan akhirnya membuka.
Hati Tiong Hui Ciong gembira sekali melihat keadaannya Dia langsung berdiri dan menyapanya dengan lembut.
"Adik Cun, kau sudah sadar !" . Sekali lihat saJa, Yok Sau Cun sudah tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah Tiong Hui Ciong Oia menegakkan tubuhnya dan berusaha untuk bangkit. Siapa nyana begitu dia bergerak, serangkum rasa sakit yang tidak terkatakan langsung menyerang Dia tidak sanggup duduk. Mulutnya mengeluarkan suara keluhan dan wajahnya menjadi pucat Oi keningnya terlihat kenngat dingin bercucuran. Perlu diketahui bahwa derita luka yang dialami Yok Sau Cun adalah karena serangan Hue Yan to yang dikuasai Hue leng senbu Sedangkan Hue Yan to merupakan salah satu ilmu yang paling hebat dalam Heu bun (Perguruan api) Selain tenaga dalam yang mengandung unsur api dapat membakar tubuh lawan, ilmu ini juga termasuk ilmu telapak tangan yang hebat. Coba bayangkan saja, ilmu ini dinamakan Hue Yan To, berarti serangan telapak tangan ini mempunyai ketajaman seperti sebilah pisau dan sangat tajam dan dapat melukai isi perut lawannya. Oleh karena itu, orang yagn terkena se rangan Hue Yan to akan mengalami dua macam luka Yang pertama sudah pasti luka bakar karena itmu ini memang mengandung unsur api Yang kedua luka seperti sayatan pisau karena ilmu ini juga mengandung ketajaman seperti pisau. Hui huJin sudah memberi obat Pat pao ci giok tan kepada Yok Sau Cun Obat ini merupakan penyembuh luka yang sangat mujarab dari Wi Yang pai Meskipun luka yang didenta karena unsur api Hue Yan to tidak dapat disembuhkan namun dapat mengurangi rasa sakit akibat ketajaman telapak tangan Hue lang senbu. Seharusnya obat ini sangat tepat dibenkan kepada pemuda tersebut. Harus disayangkan cara pemberiannya yang salah Hui hujin membuka mulut Yok Sau Cun lalu memasukkan obat itu begitu saja Dia tidak menyalurkan hawa murni un tuk membantu obat itu turun ke dalam perut. Pada saat itu dada Yok Sau Cun panas seperti bara Maka dia jatuh tidak sadarkan diri Jadi obat yang diberikan oleh Hui hujin hanya berhenti di kerongkongannya saja dan tentunya obat itu tidak dapat memberikan reaksi yang memuaskan. Sampai Tiong Hui Ciong perintahnya ,Soat Som wan Dia menyalurkan hawa murninya langsung ke mulut Yok Sau Cun Dengan demikian Pat poa ci giok tan ikut meluncur turun ke dalam perutnya. Di dalam Soat Som wan terkandung Soat lian yang berusia nbuan tahun Soat Som yang berusia ratusan tahun Sernuanya tumbuh di daerah beriklim dingin Memang me|fupakan obat yang tepat untuk menyembuh^an luka akibat racun api atau Tai Yang sinkang sekalipun Bagaikan api yang tersiram air, pasti akan memperlihatkan reaksinya perlahan-lahan lalu akhirnya padam. Pingsannya Yok Sau Cun justru akibat bagian dalam tubuhnya terbakar hebat Begitu panasnya sehingga dia tidak sanggup menahan dan tidak sadarkan diri Ketika hawa panasnya berkurang, otomatis dirinya tersadar kembali Tetapi bukan berarti bahwalukanyasudah sembuh. Palingtidak luka akibat racun api didalam tubuhnya masih belum pudar semua Demikian pula dengan luka bekas hantaman telapak tangan yang menggetarkan isi perutnya. Soat Som wan memang obat untuk menyembuhkan racun api, tetapi bagian dalam yang sudah terbakar akibat panasnya tidak dap^at disembuhkan dalam waktu singkat Begitujuga Pat pao ci giok tan, obat ini untuk menyembLihkan luka luar maupun dalam Tetapi lebih berkhasiat untuk luka luar Jadi isi perut Yok Sau Cun yang sudah tergetar tidak mudah disembuhkan oleh obat ini. Yok Sau Cun hanya sempat mengangkat kepalanya lalu terkulai kembali Lagipula walahnya berubah menjadi pucat bagaikan se lembar kertas, kenngat dingin menetes deras dari keningnya Kali ini, Tiong HU! Ciong yang melihat keadaannya meniadi panik sekali.
"Adik Cun, bagaimana keadaanmu'?"
Tanyanya cemas. Sebelah tangan Yok Sau Cun mendekap di depan dadanya Mulutnya masih juga mengerang. Nafasnya lemah sekali.
"Tidak apa-apa Ciong cici, apakah kau yang menyelamatkan Siaute?"
Suaranya diucapkan dengan susah payah Tentunya dia berdusta mengatakan dirinyatidak apaapa.
Dia hanya tidak sampai hati membuat Tiong Hui Ciong semakin khawatir.
Tiong Hui Ciong teringat kembali kejadian tadi.
Wajahnya meniadi merah padam.
Dia menganggukkan kepalanya sedikit.
"Lukamu cukup parah, baru saja tersadar, lebih baik kau rebah saja dan jangan banyak bergerak. Apakah lukamu sakit sekali?" . Yok Sau Cun menganggukkan kepalanya dengan lemah.
"Siaute terkena serangan Hue Tan tonya Hue leng senbu Mungkin tulang dan urat nadi di bagian dada telah tergetar putus .
"Jadi kau terluka oleh Hue Yan to. Aikh, aku sudah mengatakan kepadamu supaya jangan menyalahi orang itu, kau justru tidak mendengar nasehat cici. Sekarang kau jangan bicara dulu Biar cici periksa lukamu sebentar,"
Kata Tiong Hui Ciong.
Sekarang dia tidak memperdulikan rasa malu lagi Dia langsung duduk di samping tempat tidur dan perlahan-lahan menying kapkan pakaian Yok Sau Cun Matanya me neliti dengan seksama Tampak di bagian dadanya yang putih bersih terdapat bekas luka yang panjangnya kirakira setangah cun dan agak lebar Warna kulit daerah terluka sudah berubah meriJadi ungu kehitam hitaman.
Hati Tiong Hui Cfong terkejut sekali Matanya mulai mengembang air.
"Teganya dia turun tangan sejahat ini kepadamu."
Gumamnya dengan suara lirih. Tiong Hui Ciong mengulurkan jemannya yang lentik dan indah lalu menekan di pinggang luka Yok Sau Cun.
"Kalau ditekan seperti ini sakit tidak?" . Perhatiannya begitu dalam Kasih sayang tersirat nyata Persis seperti seorang istn yang mengkhawatirkan keadaan suaminya Hu toanio yang menyaksikan semuanya diamdiam menganggukkan kepala Dia be1 narbenar tidak menyangka Ji siocia bisa begitu lembut dan jatuh cinta sedalam ini.
"Tidak, tidak sakit Tadi siaute berusaha untuk duduk maka rasa sakit yang tidak terkirakan Apakah tulang dan urat nadi siaute telah tergetar putus semua?"
Suara Yok Sau Cun masih demikian lemah sehingga kata-katanya hampir tidak terdengar kecuali oleh Tiong Hui Ciong yang duduk di sampingnya.
Mendengar pertanyaannya yang lucu, tanpa sadar Tiong Hui Ciong tertawa ter bahak-bahak.
"Kau benar-benar seperti bocah cilik Kalau tulang nadimu sudah putus, ditekan sep.erti ini masa kau tidak menjerit kesakitan" . 'Tetapi siaute tadi merasa dada ini sakit Sekali dan tidak ada tenaga sama sekali,"
Kata Yok Sau Cun selanjutnya.
Hu toanio maju satu langkah dan menukas dengan ucapan pemuda itu.
'Ji siocia Lao pocu pernah mendengar bahwa Sost Som wan bukan saja dapat menyembuhkan luka akibat racun api, tetapi juga bisa membantu memulihkan kesehatan.
Meskipun racun api dalam tubuh Yok siangkong sudah pudar tetapi luka dalamnya masih belum Rasanya memerlukan waktu yang cukup lama untuk sembuh seperti sedia kala.
". Sepasang alis Tiong Hui Ciong bertaut erat.
"Memang betul Dia bukan saja terbakar oleh Hue Yan to, tetapi isi perutnya juga tarhantam oleh ketajaman ilmu tersebut Kalau dilihat dari luar memang tampak hanya bagian kulitnya sa|a yang terluka namun kenyataannya luka dalam yang didenla adik Cun tidak kalah parahnya Lagipula ilmu Hue Yan to ini sangat istimewa Luka yang diakibalkan tidak dapat disamakan dengan luka hantaman telapak tangan lainnya Kalau yang laln masih bisa diobati dengan saluran hawa murni diri sendiri, tetapi Hue Yan to tidak Paling tidak membutuhkan waktu'kurang lebih setengah bulan baru dapat disembuhkan " .
"Itulah, namun Lao pocu tenngat suatu cara yang mungkin dapat menyembuhkan luka Yok siangkong lebih cepat dan pada sekarang,"
Tukas Hu toanio. Tiong Hui Ciong langsung berserisen mendengar keterangan Hu toanio.
"Benarkah'?".
"Tentu saja benar."
Hu toanio tersenyum simpul.
"Memangnya Lao pocu mempunyaf beberapa buah batok kepala sehingga berani mendustai Ji siocia?" . Tiong Hui Ciong mendelikkan matanya pura-pura marah.
"Kalau begitu, cepat katakan. Cara apa yang dapat menyembuhkannya lebih cepat dari pada sekarang?" . Sekali lagi Hu toamo tersenyum simpul.
"Ji Siocia, coba kau pikirkan, Soat Som wan merupakan obat dewa yang sangat berkhasiat ." . Tiong Hui Ciong mulai tidak sabar.
"Hu momo, sudah . Jangan cerita panjang lebar mengenai Soet Som wan lagi. Cepat kau behtahu cara untuk menyembuhkan luka Yok siaute agar lebih cepat pulih. Sekarang bukan waktunya mainmain,"
Tukasnya kesal.
"Maksud Lao pocu, Yok siangkong kan sudah minum Soat Som wan, mengapa lukanya bisa sembuh demikian lambaP Hal ini disebabkan luka akibar racun api yang dideritanya terlalu parah sehingga hawa murni dalam tubuhnya menjadi tersumbat. Lagi pula dia tidak mempunyai tenaga untuk me nyalurkan hawa murnt tersebut supaya lu kanya lebih cepat pulih,"
Sahut Hu toanio cepat-cepat. Tiong Hui Ciong menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Pengalaman Hu momo memang luas Aku sendiri tidak terpikirkan masalah itu ".
"Ji siocia memandang Lao pocu terlalu tinggi,"
Sahut Hu toanio merasa bangga mendengar pujian tersebut "Oleh karena itu pula, menurut pendapat Lao pocu, kalau saja urat nadi dalam tubuh Yok siangkong dapat tertembus dan seluruh peredaran da rahnya dapat berialan tentu hawa murninya juga dapat disalurkan sendiri Dengan de mikian Soat Som wan juga lebih cepat bereaksi Tentu saja iukanya juga akan sembuh dalam waktu singkat" .
Tiong Hui Ciong agak tertegun mende ngar keterangannya.
"Aku tidak tenngat akan hal ini Dengan hawa murni yang aku miliki aku dapat membantunya menembus dua belas urat darah penting M.emang merupakan cara penyem buhan luka dalam yang paling bagus Apalagi dia sudah menelan Soat Som wan pemberian Kakek, tentu lukanya akan segera sembuh,"
Tiong Hui Ciong memandang ke arah Hu toamo "Baik Hu momo, aku akan membantunya sekarang juga Harap kau jaga di luar". Hu toanio tertawa lebar.
"Masa perlu Ji siocia ingatkan? Hu toamo akan menjaga dengan baik Siapa pun tidak boieh mendekati kamar Ini satu langkah pun!"
Selesai berkata, dia langsung berjalan ke luar.
Tiong Hui Ciong menoleh ke arah Yok Sau Cun Rupanya ketika dia berbincangbin cang dengan Hu toanio tadi, rupanya Yok Sau Cun sudah tertidur dengan pulas.
Wa jahnya tidak merah lagi, malah berubah pu cat pasi Nafasnya masih lemahsekali Tiong Hui Ciong tidak sampai hati melihat keadaan itu.
Cepatcepat dia melepaskan sepatunya yang mungil lalu naik ke atas tempat tidur Dia duduk dengan posisi bersila Diamdiam dia menyalurkan Iwekangnya ke bagian telapak tangan dan kemudian diulurkannya ke depan dengan gerakan larnbat.
Dengan hatihati dia membalikkan tubuh Yok Sau Cun kemudian sepasang telapak tangannya menempel di bagian punggung.
Setelah itu dia mengalihkan tenaga dalamnya agar masuk ke tubuh pemuda itu.
Siapa sangka ketika dia menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Yok Sau Cun, tibatiba hawa murni pemuda itu berbalik menyerang kepadanya Tentu saja Tiong Hui Ciong terkejut sekali.
Meskipun luka yang dideritanya cukup parah, tapi toh tidak mungkin sampai aliran darahnya mengalir terbalik.
Mungkinkah te naga sakti Hue Yan to telah membalikkan urat nadi dalam tubuhnya?.
Tetapi justru karena aliran darahnya mengalir dengan cara terbalik, Tiong Hui Ciong tertebihlebih harus menembus urat nadinya.
Meskipun tenaga tolakan dalam tubuh Yok Sau Cun semakin kuat, tetapi Tiong Hui Ciong tidak menarik kembali telapak tangannya.
Perlahan-lahan dia menarik nafas dalam-dalam Kemudian dia menambahkan beberapa bagian tenaga dan menyalurkannya ke dalam tubuh Yok Sau Cun.
Dengan mengikuti urat nadi pemuda ttu, dia memaksakan nya untuk menerobos masuk.
Perlu diketahui bahwa Tiong Hui Ciong adalah cucu Soat san lojin Si Leng Sou llmu silatnya sangat tinggi.
Apalagi Soat san pai memang terkenal dalam ilmu iwekangnnya Gadis itu sudah terhitung jago kelas satu di dunia kangouw.
Dengan saluran tenaga dalamnya, ternyata dalam waktu yang singkat salah satu urat nadi Yok Sau Cun sudah tertembus.
Tatapi tepat pada saat itu juga, tubuh Yok Sau Cun menggetar hebat Mulutnya me ngeluarkan suara jentan yang mengenkan kemudian jatuh tidak sadarkan diri.
Tiang hjui Ciong terkejut sekali Cepatcepat dia menghentikan saluran tenaga dalamnya.
"Adik Cun bagaimana keadaanmu?"
Tanyanya hati-hati.
Wajah Yok Sau Cun pucat seperli selembar kertas Sepasang matanya terpejam rapat.
Nafasnya perlahan namun agak tersengalsengal Mana mungkin dia bisa menyahut pertanyaan Tiong Hui Ciong?.
Tiong Hui Ciong langsung memeluknya.
erat-erat Air matanya mengaiir dengan deras Kilauannya bagai mutiara yang indah setetes demi setetes jatuh di atas waiah Yok Sau Cun.
"Adik Cun, sadarlah kau sadarlah'"
Penggilnya berulang ulang. Hu toanio yang mendengar suara pang gilannya segera merasakan bahwa telah ter jadi sesuatu yang tidak beres Tergesa gesa dia menghambur masuk ke dalam kamar.
"Siocia, ada apa?"
Tanyanya panic. Tiong Hui Ciong mengusap air matanya Dia meluruskan pinggangnya dengan susah payah.
"Aliran darahnya terbalik Seluruh urat nadinya tertutup rapat Jangan-jangan.
"Apakah dengan tenaga dalam Ji siocia yang demikian tinggi tetap tidak sanggup menembus urat nadinya agar jalan darahnya menjadi normal kembali?"
Tanya Ha toanio kurang percaya. Tiong Hui Ciong menggelengkan kepalanya.
"Tenaga dalamku yang cetek ini hanya dapat mengikuti jalan nadinya Memang ada satu uratnya yang tertembus Tetapi seluruh urat nadinya sudah mengatup dan aliran darahnya terbalik. Harus ada seseorang yang mempunyai tenaga Iwekang tinggi sekali untuk membantunya Aku sendiri tidak mempunyai kesanggupan seperti itu..."
Sahutnya sedih.
Mendengar keterangan itu, Hu toamo menjadi tertegun llmu silat yang dimiliki Ji siocia, di dalam dunia kangouw sudah sulit dicari tandingannya.
Namun dia mengaku masih tidak sanggup menembus urat nadi Yok Sau Cun Siapa lagi yang sanggup melakukannya?.
Hu toanio melihat kegugupan Ji siocianya Ingin sekali dia perintahkan saran agar kesedihan gadis ttu agak berkurang.
Namun untuk sesaat dia sendiri tidak tahu apa yang harus dicetuskan agar dapat menotong Yok Sau Cun Dia mendengar Tiong Hui Ciong menggumam seorang diri.
'Andaikata kita mencari Toa ci dan Toa cihu rasanya tidak ada gunanya juga "
Tiba-tiba gadis itu menolehkan kepalanya "Eh'? Hu toanio, tanggal berapa sekarang?". Hu toanio bingung mendengar pertanyaan itu, namun dia menyahut juga.
"Bulan dua belas tanggal satu ".
"Waktu apa sekarang?". Hu toanio melangkah ke pintu dan melongokkan kepalanya menatap langit.
"Hampir kentungan kelima,"
Sahutnya.
"Bagus!"
KataTiong Hui Ciong "Sekarang Juga kau suruh Yu Kim Piau menyiapkan kereta kuda ".
Hu Toanio mengiakan lalu keluar dengan tergesa gesa Pada saat itu, di ufuk timur mulai terlihat guratan putih kemerahan Langlt perlahan lahan mulai memperlihatkan cahaya terang Kaiau langit sebelah timur sudah memancarkan sinar keputihan secara keseluruhannya, maka cahaya mentan pun akan menerobos lewat jendela.
Tiong Hui Ciong menatap Yok Sau Cun yang nafasnya semakin lemah Hatinya se makin ciut.
Wajahnya berubah kelam Dia mengambil selimut dan membungkus tubuh pemuda itu Dengan kedua belah tangan dia memeluknya erat-erat Diangkatnya tubuh Yok Sau Cun dan melangkah keluar perlahan-lahan.
Dalam waktu yang bersamaan, Hu toanic menahambur ke arahnya.
"Ji siocia, kereta sudah disiapkan'"
Dia melihat Ji siocia menggendong Yok Sau Cun Cepatcepat dia mengulurkan tangan dan berkata "Ji siocia, biar Lao pocu saja yang menggendongnya'".
Tiong Hui Ciong tidak menyerahkan Yok Sau Cun kepadanya Malah dia memeluknya lebih erat Seakan ada orang yang hendak merebut adik Cun dari tangannya.
Kepalanya menunduk dalam-dalam.
"Kau bayar ongkos penginapan kita. Setelah itu kita harus melakukan perjalanan secepatnyai" . Keempat gadis pelayan yang sehanhari nya sangat lincah dan cenwis itu tidak ada satu pun yang berani membuka mulut Hu toanio segera melunaskan ongkos penginapan mereka Sedangkan Yu Kim Piau sudah menyiapkan kereta kuda Kereta kuda itu indah sekali Yu Kim Piau menghentikannya di depan pintu penginapan. Tiong Hui Ciong dan keempat gadis pe layannya sudah naik ke atas kereta Menunggu sampai Hu toanio kembali dan ikut masuk, Yu Kim Piau segera menjalankan kereta tersebut.
"Toanio, ke mana tujuan siocia?"
Tanyanya. Hu toanio menatap Tiong Hui Ciong sekilas.
"Ji siocia, ke mana tujuan kita'?"
Tanyanya hati hati.
Tiong Hui Ciong tetap menundukkan k palanya Wajahnya hampir menempel dengan wajah Yok Sau Cun Dia sudah melupakan rasa malunya Yang dikhawatirkannya hanya luka Yok Sau Cun Aliran darah berbalik sebetulnya merupakan suatu hal yang paling ditakuti oleh orang yang belajar ilmu silat Tiong Hui Ciong tidaktahu apakah dia sanggup mempertahankan diri sampai di tujuan?.
Hatinya terasa hancur Dia hanya ingin memeluk Yok Sau Cun erat-erat Seakan dengan cara demikian nyawa anak muda ilu dapat diperpanjang Seluruh hati dan perhatiannya ada pada diri pemuda tersebut Pikirannya seperti tercurah pada kehidupan Yok Sou Cun sehingga ucapan Hu toanio tidak terdengar olehnya.
Melihat keadaannya, diamdiam Hu toanio menggelengkan kepala Ji Siocia sudah sepanjang malam tidak tidur Sekarang pikirannya demikian tertekan Apakah dia sanggup mempertahankan dirinya?
Bagaimana katau gadis itu sendiri yang jatuh tidak sadarkan diri dalam perjalanan'?
Hu toanio memang berpikir demikian, tapi dia melihat tabiat siocianya yang keras 'Dia tidak berani mengatakan apa apa Dia hanya mengedipkan matanya perintah isyarat kepada Cun Hong.
Cun Hong duduk di sebelah Tiong Hui Ciong.
"Ji siocia, toanio menanyakan ke mana tujuan kita?"
Tanyanya dengan suara rendah. Tiba tiba Tiong Hui Ciong mendongakkan kepalanya.
"Pat Kong san harus cepat Sebelum han gelap kita sudah harus ada di sana "
Sahut nya. Hu toanio tidak tahu apa dia pergi ke Pat Kong san Namun dia melongokkan kepalanya melalui tirai kereta dan berkata kepada Yu Kim Piau.
"Yu Kim Piau siocia berpesan agar menuju Pat Kong san Semakin cepat semakin baik Sebelum matahari terbenam kita sudah harus sampai di tempat tujuan " . Yu Kim Piau mengiakan Dia melontarkan pecut di tangan sehingga menimbulkan suara menggelegar. 'Tar' Tar! " . Keempat ekor kudanya seperti mendapat isyarat. Kaki mereka segera berpacu dan lan sekencangnya. Kudakuda itu merupakan jenis kuda pilihan Yang mengendarainya adalah seorang tokoh persilatan yang sudah ahli Otomatis perjalanan ini semakin cepat Pada tengah hari mereka pun tidak berhenti untuk beristirahat. Tiong Hui Ciong yang duduk memeluk Yok Sau Cun dalam kereta, masih merasa kurang cepat Tetapi sebelum matahari terbenam, mereka sampai juga di tempat tujuan. Yu Kim Piau menarik tali kendali dan kereta pun berhenti perlahan lahan. Sudah sehan penuh Tiong Hui Ciong tidak mengisi perutnya. Dia hanya duduk da lam kereta dan memeluk Yok Sau Cun terus menerus Dia bahkan tidak mengendurkan pegangannya sama sekali Ketika kereta itu berhenti perlahan-lahan, dia baru mengangkat wajahnya.
"Apakah kita sudah sampai?"
"Betul Sudah sampai,"
Sahut Hu toanio.
"Sekarang waktu apa?"
Tanya Tiong Hui Ciong kembali.
"Sebentar lagi matahan terbenam,"
Sahut Hu toanio. Tiong Hui Ciong menarik nafas panjang.
"Untung saja kita tidak terlambat"
Kereta itu berhenti di depan hutan yang terletak di sisi gunung Cuaca sangat dingin tetapi Yu Kim Piau berkalikali mengangkat tangan menghapus keringat yang menetes Hal ini membuktikan bahwa dia sudah bekerja keras Setelah itu dia baru meloncat turun dan membuka tirai kereta tersebut.
Cun Hong, Sia Ho Ciu Suang dan Tung Soat berempat yang pertamatama turun dari kereta.
"Ji siocia, sudah sepanjang malam kau tidak makan apa-apa Siar Loa pocu saja yang menggendong Yok siangkong,"
Kata Hu toanio menawarkan diri "Tidak'"
Tiong Hui Ciong hanya menyahut sepatah 'tidak' kemudian metoncat turun dan kereta dengan Yok Sau Cun dalam gendongannya Setelah Jtu dia berjalan menuiu puncak gunung Hu toanio memandang keempat gadis pelayannya sekilas.
Kemudian dengan langkah lambat dia mengikuti di belakang Tiong Hui Ciong.
Tiba-tiba gadis itu menolehkan kepalanya.
"Kalian tunggu saja aku di sini!" . Hu toanio terpaksa mengiakan Dia menghentikan langkah kakinya dan memandang Tiong Hui Ciong yang meiangkah seorang diri dengan menyeret kakinya yang diganduti beban berat. Perlahan-lahan dia mendaki ke atas gunung. Pat Kong san, pada zaman dahulu di sana terdapat sebuah kuil yang dibangun oleh Wei lam ong, Liu An. Itulah sebabnya kuil tersebut dinamakan Liu An bio. Dewa yang disembah di sana adalah Pat Kong (Delapan dewa). Menucut legenda, Pat kong dapat mengubah tanah menjadi emas. Suatu hari, Pat kong menanam emas di tempat itu kemudian mengendarai awan naik ke langit. Kemudian gunung itu pun dinamakan Pat kong san. Ribuan tahun telah berlalu, Liu An bio sudah hancur Tetapi di depan kuil ada sebatang pohon Kui yang tua. Begitu besarnya sehingga beberapa orang yang bergandengan tangan baru dapat memeluknya. Kayu pohon itu sudah kering saking tuanya. Namun daunnya masih tumbuh lebat Bahkan hampir menutupi seluruh rantingnya. Kalau dipandang dari jauh seperti sebatang payung raksasa. Di bawah pohon Kui itu terdapat sebuah balu yang sangat besar Permukaannya sangat licin Menurut centa. jaman dahulu Kisar Cia An pernah bermain catur di atas balu tersebut Bahkan di permukaannya masih ada bekas tanda catur hanya saja sekarang sudah demikian samar sehingga hampir tidak teriihat. Pada saat itu, langil mulai menggelap Tipng Hui Ciong memeluk Yok Sau Cun yang masih tidak sadarkan diri Dia terus mendaki ke atas gunung TuJuannya justru pohon Kui yang tua tersebut. Tetapi kirakira jaraknya sudah kurang lebih delapan sembilan depa dari batu besar pipih tersebut, dia menghen tikan langkahnya. Di sana Tiong Hui Ciong menekuk sepasang lututnya dan menjatuhkan diri ber lutut Angin di atas gunung menderuderu Suasana di sana sangat mencekam Pada saat malam hampir menjelang dan cuaca dingin. dia memeluk Yok Sau 'Cun sambil berlutut Tidak ada orang yang tahu apa yang dilakukannya? Seandamya dia datang untuk bersembahyang bagi kesembuhan Yok Sau Cun, rasanya mustahil Karena kuil itu sudah lama hancur. Tiong Hui Ciong adalah seorang pendekar wanita yang terkenal cerdas di duma kangouw. Tidak mungkin dia berlutut di sana tanpa sebab musabab Apalagi dia datang dan tempat yang jauhnya ratusan li Sedangkan sepasang tangannya menggendong Yok Sau Cun namun wajahnya menunjukkan ketulusan hati dan sikapnya sangat khusyu. Pepatah mengatakan Menghormati Dewa seperti Dewa ada di hadapanmu Begitulah tampang Tiong Hui Ciong saat ini Angin menerpa rambutnya sehingga acakacakan namun dia sama sekali tidak memperdulikannya Dia pun tidak melepaskan pelukannya pada diri Yok Sau Cun agar tangannya dapat merapikan rambutnya Dia laksana se buah palung yang tidak dapat bergerak sama sekali. Waklu berlalu tanpa memmbulkan suara Tiong Hui Ciong terus berlutut tanpa me ngenal rasa letih Saat itu sudah kentungan pertama Tiba tiba di bawah pohon Kui yang tua terdengar suara Pluk' Trang' Seperti ada benda yang terbuat dari besi dengan beban yang berat jatuh di atas batu yang besar tersebut. Tiong Hui Ciong tetap berlutut Dia bahkan tidak mendongakkan wajahnya sama sekali.
"Akhirnya berhasil juga aku menunggu Yang datang ini pasti Jit Kong Oey Kong Tu'"
Katanya dalam hati.
Hanya kendi arahnya yang terbuat dari logam campuran yang dapat menimbulkan suara seperti itu.
Dia tentu meletakkannya di atas pecmukaan batu besar di bawah pohon Kui tersebut.
Meskipun hatinya sudah dapat menduga, tatapi Tiong Hui Ciong tidak melirik sedikitpun Kemudian teiinganya mendengar suara orang tua yang terbatukbatuk.
Lalu suara Plup!
pasti dia sedang membuka kendi araknya.
Dugaan Tiong Hui Ciong memang tidak salah.
Sebab tidak lama setelah itu dia menangkap suara Glek!
glek' beberapa kali Jit kong Oey Kong Tu pasti sedang meneguk araknya.
Kira kira sepuluh tegukan orang itu baru berhenti.
Tiba-tiba orang tua itu tertawa terbahakbahak.
Sebentar kemudian terdengar lagi suara menggelegak tadi Dia memmum araknya seteguh lagi.
Satelah itu tangannya terangkat dan dia mengenngkan sisa arak di bibir dengan ujung lengan bajunya.
"Malam ini, Ha... ha.. ha... Lechu pasti merupakan orang yang pertama sampai di sini,"
Katanya seorang diri Seielah itu dia terbahak-bahak kembali. Namun, ketika dia masih tertawa terbahakbahak itulah. terdengar suara cekikikan suara lainnya.
"Jit heng (Abang nomor tujuh), jangan membual Hengta justru datang lebih awal daripadamu'" . Suara orang ini rada parau, asal suaranya dan atas pohon Kui. Ketika dia mengucapkan kata-kata yang terakhir, orangnya pun sudah melayang turun dari atas pohon dan mendarat di samping Jit Kong Oey Kong Tu. Yang ini pasti Pat Kong, Tio Kong Kian pikir Tiong Hui Ciong dalam hati. Jit Korig Oey Kong Tu tertawa terkekeh-kekeh.
"Lucu! Kalau kau baru datang, mengaku sajalah! Toh tidak apa-apa. Buat apa menempelkan emas di wajah sendiri dan mengatakan bahwa kau yang datang lebih awal?"
Sahutnya. Terdengar suara sahutan Pat Kong Tio Kong Kian yang parau.
"Mengapa Hengta harus menempelkan emas di wajah sendiri? Bagaimana kau bisa tahu kalau aku memang datang lebih awal?. Biar aku perintahtahukan kepadamu aku sudah datang sejak tadi Karena tidak me lihat seorang pun maka aku tidur dulu di atas pohon Justru suara balukmu yang membuat aku terjaga" . Bagaimana aku bisa lahu kalau kau memang datang terlambat dan melihat aku sedang m.inum arak di sini, oleh karena itu kau pasti sengaja bersembunyi di alas pohon dan purapura bahwa kau sudah datang sejak tadi Siapa juga bisa mengatakan demikian? Aku juga bisa mengatakan bahwa aku sudah dalang sejak tadi dan telah menghabiskan sekendi arak lalu turun ke kota membeli arak lagi lalu kembah ke sini '? ".
"Siapa yang datang lebih awal dan siapa yang datang belakangan merupakan kenyataan, mengapa harus malu mengakumya?"
Sahut Pat Kong tidak mau kalah.
Kedua orang ini, yang satu menyahut yang lain mendebat, tidak ada yang bersedia mengalah Padahal yang dimasalahkan hanya siapa yang datang terlebih dahulu ke tempat itu.
Terdengar suara Jit Kong yang mulai marah.
'Lohu datang dari Tian Hong san Perjalanannya memang lebih jauh dan tempat mu Tapi sudah terang aku yang sampai ter lebih dahulu' "
Katanya kesal. Sudahlah Hengte juga datang dari Kiu Sian Yang Memangnya lebih dekat dari padamu? Lagipula siapa yang tahu kalau kau berangkat ke sini tadi pagi "
Sahut Pat Kong. Jit Kong Oey Kong Tu tertawa terbahak-bahak. 'lni yang dinamakan tidak ditanya mengaku sendiri Rupanya kau bukan berangkat tadi pagi"
Sindirnya dengan nada gembira.
Ternyata mereka sudah mengadakan per janjian bahwa harus berangkat dan kediaman masing masing pagi ini dan Nhat siapa yang sampai duluan Dengan demikian dapat dibuktikan gerakan kaki siapa yang lebih cepat Dan tentu saja hal mi juga dapat membedakan ilmu siapa yang lebih tinggi.
Benar juga kata pepatah yang mengalakan 'Tiga generasi selalu mementingkan nama' Orang seperti Jit Kong dan Pat Kong yang kedudukannya sudah sedemikian tmggi dan telah meninggalkan dunia kangouw sedemikian lama sa|a masih mementingkan sebuah 'nama' "
Pikir Tiong Hui Ciong dalam hati. Terdengar kembali sahutan dan Pat Kong.
"Siapa yang berangkat lebih dahulu?".
"Tentu saja tidak ada siapa pun yang berangkat lebih dahulu. Bukankah yang penting siapa yang sampai lebih dahulu?"
Sahut Jit Kong.
"Apabila Jit heng masih tidah percaya, hengte mempunyai seorang saksi,"
Kata pal Kong dengan nada bangga.
"Siapa saksimu?"
Tanya Jit Kong Oey Kong Tu penasaran. Pat Kong mengulurkan tangannya menunjuk ke arah Tiong Hui Ciong.
"Coba lihet, bukankah di sana ada seorang gadis Dia adalah saksi bagi hengte!" . Pandangan Jit Kong beralih kepada Tiong Hui Ciong. Mimik wajahnya menyiratkan perasaan hatinya yang keheranan.
"Untuk apa budak perempuan itu datang ke tempat ini?"
Tanyanya seperti kepada diri sendiri. Pat Kong Tio Kong Kian tersenyum simpul.
"Tentu sa|a dia datang keman untuk menjadi saksi bagi hengte,"
Sahutnya sembarangan.
"Jangan main-main Coba kau perhatikan, tangannya sedang menggendong seseorang,"
Kata Jit Kong. Pat Kong ikut tertank mendengar keterangan Jit Kong Dia juga memperhatikan Tiong Hui Ciong lekat-lekat.
"Tampaknya dia juga sedang menangis,"
Sahutnya.
"Tidak Dia sedang mengalirkan air mata,"
Kata Jit Kong.
"Menangis dengan mengalirkan air mata, apa bedanya'?"
Tanya Pat Kong tidak mau kalah.
"Tidak, tidak Besar sekali perbedaannya. Menangis itu mengeluarkan suara, mengalirkan air mata tidak ' sahut Jit Kong.
"Kalau tidak menangis, bagaimana bisa mengalirkan air mata'?"
Tanya Pat Kong.
"Kadangkadang tertawa juga bisa mengeluarkan air mata,"
Sahut Jit Kong.
"Kalau begitu, Jit heng bermaksud mengatakan bahwa budak perempuan ini sedang tertawa?"
Tanya Pat Kong.
"Tidak. Aku mengatakan bahwa dia sedang mengalirkan air mata " . Kedua orang ini seakan sudah ditakdirkan untuk berdebat setiap kali bertemu Hanya karena yang satu kukuh mengatakan bahwa Tiong Hui Ciong sedang menangis dan yang lainnya mengatakan bahwa dia sedang mengalirkan air mata maka keduanya langsung ribut lagi.
"Baik Coba kita tanyakan mengapa dia harus menangis?"
Kata Pat Kong akhirnya.
"Lebih baik lohu yang menanyakan me ngapa dia harus mengalirkan air mata?"
Sa hut Jit Kong masih tidak sudi mengalah.
Tiong HLH Ciong paham sekali adat kedua orang ini Apabila kau sendiri yang me mohon sesuatu kepada mereka maka per cuma saja Harus menunggu sampai mereka yang membuka mulut menawarkan sendiri.
Kemudian terdengar suara teriakan Pat Kong Tio Kong Kian.
"Hei, gadis ciiik, mengapa kau menangis di tempat mi?".
"Budak perempuan, mengapa kau keman dan mengalirkan air mata'?"
Tanya Jit Kong tidak mau ketinggalan. Tiong Hui Ciong ttdak menyahut. Dia bahkan tidak mendongakkan wajahnya sekali pun.
"Tampaknya dia tidak mendengar suara kita?"
Kata Pat Kong.
"Bukan Dia kan sedang mengalirkan air mata, tentu saja tidak dapat mendengar kata kata yang kita ucapkan,"
Tukas Jit Kong.
"Angin begini kencang Tentunya dia tidak dapat mendengar,"
Kata pat Kong kembali.
"Kalakata yang kita ucapkan, biar hujan badai juga tidak bisa menutupi Mana mungkin dia tidak mendengar? Tentu karena dia memang tidak ingin melayam kita,"
Sahut Jit Kong. Tubuh Pat Kong langsung melesat Sekejap mata dia sudah sampai di samping Tiong Hui Ciong.
"Budak perempuan !" . Jit Kong tidak mau ketinggalan, sebentar saja dia sudah menghambur hadapan Tiong Hui Ciong.
"Gadis cilik mengapa kau berlutut di tempat ini?" . Hati Tiong Hui Ciong gembira sekali. Tampaknya adik Cun bisa tertolong kali ini -pikirnya. Namun dia tetap tidak mendongakkan kepalanya. Hanya menggeleng dengan perlahan.
"Siapa yang kau gendong itu'?"
Tanya pal Kong kembali.
"Masih perlu bertanya, sudah tentu orang yang paling dekat dengannya'"
Tukas Jit Kong.
"Dia adalah adikku,"
Sahut Tiong Hui Ciong lirih.
"Lohu sudah bilang orang yang paling dekat dengannya. Tidak salah bukan?"
Kata Jit Kong tidak mau kalah. Padahal yang dimaksudkan sebagai orang paling dekat, maksudnya kekasih Tetapi mendengar sahutan Tiong Hui Ciong, kata-katanya tetap kukuh.
"Hengte kan tidak mengatakan bahwa dia bukan sanak saudaranya'?"
Sahut Pat Kong Kemudian dia"
Menolehkan kepalanya kembali dan mengajukan pertanyaan "Kenapa adikmu itu?". Jit Kong Oey Kong Tu memperhatikan Yok Sau Cun yang dibuntal dengan selimut.
"Tampaknya sakit adikmu itu parah juga "
Katanya. Air mata Tiong lluj Ciong mengalir semakin deras.
"Dia bukan sakit,"
Sahutnya lirih. Pat Kong segera mempertajam pendengarannya.
"Tampaknya dia sesak napas ". Jit Kong ikutikutan mempertajam pendengarannya.
"Dia bukan sesak nafas, tetapi nafasnya lemah sekali" . Kali ini Tiong Hui Ciong mendongakkan kepalanya.
"Bolehkan kalian jangan berteriakteriak? Adikku akan terganggu Padahal dia tidak tertolong lagl '"
Suaranya sangat ketus.
"Penyakit apa yang adikmu denta itu?"
Tanya Pat Kong penasaran.
Semakin kau meminta mereka agar jangan ribut, mereka justru semakin ingin tahu Diamdiam hati Tiong Hui Ciong menjadi gembira Tetapi di luarnya dia sengaja memperlihatkan mimik wajahnya yang marah.
"Aku sudah bilang, adikku bukannya sakil Kalian jangan banyak tanya lagi'".
"Nona cilik, mengapa kau mengatakan adikmu tidak tertolong lagi?"
Tanya pat Kong dengan suara rendah.
"Adikku terluka parah di dalam Ahran da rahnya membalik.
Tidak ada orang yang dapat menolongnya lagi.
Aku membawanya ke puncak gunung ini untuk..
.' Meskipun dia sengaja memancing keingintahuan kedua orang tersebut, tetapi mengfngat kata katanya 'membawa ke puncak gunung tanpa sadar kesedihan kembaii memenuhi hatinya Air matanya mengahr semakin deras Dia tidak malu lagi menangis tersedusedu.
Mendengar ucapannya Jit Kong malah tertawa terbahak-bahak.
"Jit heng, perbuatanmu ini sungguh keterlaluan Nona cilik ini sedang menangis tersedusedu, masa kau tertawa demikian gembira?"
Tegur Pat Kong Tio Kong Kian. Jit Kong langsung menghentikan suara tawanya.
"Apakah kau tidak mendengar ucapannya tadi? Adiknya terluka parah di dalam jalan darahnya membalik dan tidak bisa tertolong lagi?" .
"Masa hengte tidak mendengar?".
"Mana mungkin adiknya bisa mati?" . 'Nona cilik itu sendiri yang mengatakan bahwa adiknya tidak tertolong lagi,"
Sahut Pat Kong. Sekali lagi Jit Kong tertawa terbahak-bahak.
"Setelah bertemu dengan kita, mana mungkin dia bisa mati?" . Pat Kong tertegun sejenak,. 'Maksud Jit heng, kita akan menolongnya'?".
"Dugaanmu memang benar Menolong nyawa orang, pahalanya besar sekali Aku ingat dulu kita berdelapan di atas Pat Kong san ini mengangkat tali persaudaraan. Sekarang yang masih terslsa hanya tiga orang Sekalikali berbuat baik toh tidak ada salahnya,"
Sahut Jit Kong dengan wajah termenung. Pat Kong Tio Kong Kian menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Apa yang dikatakan Jit heng memang benar Selama ini kita terlalu mementingkan diri sendiri. Sudah setua ini berbuat sedikit kebaikan tidak ada salahnya. Kita tolong j'iwa bocah ini, sama artinya kita telah membangun pagoda bertingkat tujuh " . Jit Kongsegera membungkukkan tubuhnya.
"Budak perempuan, cepat bangun, adikmu sekarang bisa tertolong!"
Katanya.
"Betul!"
Tukas Pat Kong "Adikmu bertemu dengan kami, dijamin tidak akan mati". Tiong Hui Ciong masih juga menggeleng kan kepalanya.
"Tidak Aku tidak percaya Tabib mengatakan bahwa tidak ada orang yang dapal menolong adikku lagi!"
Sahutnya keras kepala.
Dia matah memeluk Yok Sau Cun se makin eral Dia tetap berlutut dan tidak mau berdiri.
'Lohu mengatakan adikmu bisa terlolong, pasti akan terlolong.
Mengapa kau tidak percaya ucapanku'?
Malah percaya perkataan seorang tabib yang tolol dan tidak mengerti apa-apa?"
Kata Jit Kong.
"Aku mempeccayai kata-katanya justru karena dia adalah seorang tabib,"
Sahut Ti ng Hui Ciong.
"Kami dua bersaudara malah lebih pandai danpada tabibmu itu,"
Tukas Pat Kong.
"Kalian bohongi Kahan bukan tabib' Tidak mungkin dapat menyefamatkan adikku!"
Sahut Tiong Hui Ciong dengan suara keras.
"Siapa yang bilang kami bukan tabib?"
Tanya Jit Kong.
"Bukan juga harus bilang iya'"
Tukas Pat Kong.
Kedua orang itu sekarang matah saling mendukung Yang satu menggarukgaruk kepalanya yang tidak gatal Yang satunya lagi celingakcelinguk kebingungan Kemudian seperti sudah bersepakat, mereka mengulurkan tangan serentak Satu memegangi bagian kepala Yok Sau Cun dan yang satunya lagi mernegangi bagian kaki Dengan setengah memaksa mereka merebut Yok Sau Cun dan tangan Tiong Hui Ciong.
Tiong Hut Ciong memang sengaja naik ke puncak gunung ini untuk bertemu dengan mereka Otomatis dia tidak memberontak kelika kedua kakek itu merebul Yok Sau Cun dari pelukannya Kenyataannya, meskipun itmu silat yang di miliki Tiong Hui Ciong sangat tinggi dan di dunia kangouw sudah larang ada landingannya, namun di hadapan anggota Pat Kong irn dia masih belum sanggup apabila hendak berebutan Yok Sau Cun dengan mereka.
Jit Kong dan Pat Kong sekali gerak langsung berhasil merebut Yok Sau Cun dan tangan Tiong Hui Ciong.
Keduanya langsung menutulkan kaki dan melesatkan tubuhnya Mereka menggotong Yok Sau Cun tanpa menggetarkan tubuh pemuda itu sedikit pun Seperti menggotongnya dengan tandu saja Dalam sekejap mata mereka sudah sampai di bawah pohon Kui dan keduanya mengambil posisi berhadapan lalu meletakkan Yok Sau Cun di atas batu tersebut.
Dengan panik Tiong Hui, Ciong melompal berdiri.
"Kalian lepaskan adikku Kalian tidak boleh mencelakamya..!"
Teriaknya seperti orang yang gugup sekali. Dia purapura melangkah ingin mencegah tindakan kedua orang tersebut. Jit Kong segera menolehkan kepalanya.
"Budak perempuan, kau tenanglah sedikit.
Tidak usah khawatir Kami tidak ber maksud mencetakai adikmu Malah kami akan menolongnya ' Selesai berkata, jari ta ngannya menuding ke arah Tiong Hui Ciong yang sedang melangkah menghampin.
Tentu saja Tiong Hui Ciong tidak berani melangkah lebarlebac.
Sebab pada dasarnya dia memang hanya berpurapura, Dia tidak ingin rahasianya terbongkar Namun ketika jaraknya dengan batu besar itu kirakira masih ada tiga depa.
Tiba-tiba dia merasa tubuhnya seperti kesemutan dan tahu-tahu dia berdiri tegak tanpa bergerak lagi.
Meskipun dia berdiri di sana tanpa bergerak, namun hatinya mengerti sekali.
Jit Kong pasti tidak ingin merasa terganggu sehingga melancarkan jari tangannya untuk menotok diri Tiong Hui Ciong Usahanya kali ini sama sekali tidak sia-sia.
Dengan adanya kedua orang tua yang mempunyai tenaga dalam sakti ini untuk membantu Yok Sau Cun membalikkan kembali aiiran darahnya, dia pasti bisa tertolong.
Jit Kong berdiri di bagian kepala Yok Sau Cun.
"Lao Pat, tampaknya luka yang diderita bocah ini tidak nngan Tampaknya isi perutnya telah tergetar sehingga berpindah tempat. Itulah sebabnya aiiran darah dalam tubuhnya jadi membalik."
Kata Jit Kong.
"Kalau begitu, kita harus menggunakan cara memijit terlebih dahulu untuk menembus urat nadinya agar posisi isi perutnya dapat kembah seperti semula,"
Sahut Pat Kong.
"Tidak. Kita tidak boleh menggunakan cara memijit. Tetapi menyalurkan tenaga da lam mendorong urat nadi yang mengatup Dengan demikian jalan darahnya bisa normal kembali. Ini merupakan pengobalan dengan mengerahkan hawa murni" . Pat Kong Tio Kong Kian menggelengkan kepalanya.
"Kata-kata Jit heng ini tidak dapat di setujui oleh hengte Isi perutnya sudah berubah posisi Apabila kita tidak membanlunya^ mengembalikan pada posisi semula, meskipun seluruh urat nadi di tubuhnya dapat tertsmbus, tetap saja aliran darahnya akan terbalik" .
"Kalau urat nadinya belum tertembus, jalan darahnya tetap membalik, bagaimana kau bisa mengembalikan posisi isi perutnya?"
Tanya Jit Kong berkeras.
Kedua orang ini tangsung berdebat lagi Tidak ada yang mau mengalah Tiong Hui Ciong baru saja tertotok jalan darahnya Tubuhnya memang tidak dapat bergerak, tetapi telinganya dapat mendengar dengan jelas.
Hatinya menjadi panik melihat keadaan kedua orang itu Tanpa sadar dia berteriak....
"Adikku sudah meminum obat Soat Som Wan milik Soat san lo sin sian. Tetapi karena jalan darahnya terbalik, obat itu tidak dapat bereaksi dengan sempurna Kalau kalian memang ingin menolong adikku, maka yang penting hanya menembus urat nadinya dengan demikian aliran darahnya akan normal kembali dan otomatis lukanya bisa sembuh " . Wajah Jit Kong langsung berseri-seri.
"Rupanya adikmu sudah menelan obat mujarab dan Inkong kita Aneh sekali Seharusnya luka yang diderita bocah ini sudah sembuh sejak tadi Mengapa aliran darahnya malah membalik?" .
"Jit heng justru tidak mengerti Sebelumnya aliran darah bocah ini memang sudah terbalik. Obat Soat Som wan dan Inkong kita juga harus ada yang membantu agar dapat bergerak ke seluruh tubuh Dengan demikian baru obat itu dapat menunjukkan reaksinya,"
Sahut Pat Kong.
"Itulah sebabnya kita harus mengobati dia dengan menyalurkan hawa murni Lau Pat, coba lihat, apa yang kukatakan tadi tidak salahkan '? Mari kita turun tangan serentak Kau menyalurkan dan Pak hue kiat dan lohu dari Yung Coan kiat Dengan demikian kemungkinan seluruh urat nadi penting bocah ini dapat tertembus " .
"Baiklah kita mulai saja sekarang " . Jit Kong Oey Kong Tu dan Pat Kong Tio Kong Kian tidak banyak bicara lagi, Kedua nya segera mengulurkan tangan dan menekan di urat nadi yang mereka sebutkan tadi Perlahan-lahan hawa murni kedua orang itu dihimpun ke arah telapak tangarf lalu disalurkan ke dalam tubuh Yok Sau Cun. Perlu diketahui bahwa tenaga dalam kedua orang ini sangat tinggi Apalagi mereka menyalurkan dari dua arah yang berlawanan, tentu saja alirannya menjadi sangat deras di dalam tubuh pemuda tersebut. Yok Sau Cun sedang tidak sadarkan diri Tetapi tiba tiba tubuhnya bergetar Jit Kong terus mengalirkan hawa murninya ke dalam tubuh pemuda itu.
"Kita harus mengedarkan hawa murni di dalam tubuhnya sebanyak beberapa kali Jangan satu kali saja Sekarang lohu akan menyalurkan dari urat nadi sebelah kiri kau salurkan lewat urat nadi sebelah kanan " . Demi menolong jiwa anak muda itu, Pat Kong terpaksa mendengarkan kata-katanya. Dia langsung menganggukkan kepala.
"Baiklah!"
Sahutnya.
Jit Kong langsung memindahkan telapak tangannya.
Jari tangannya yang telunjuk dan tengah langsung menekan pergelangan tangan Yok Sau Cun dan menyalurkan hawa murninya Demikian pula Pat Kong.
Dia tidak beram ayal lagi Hawa murninya langsung disalurkan pada pergelangan tangan Yok Sau Cun yang satunya lagi Dua aliran hawa murni bergerak dan dua tempat ke dalam tubuh Yok Sau Cun.
Tubuh anak muda itu semakin menggetar.
Semakin lama semakin hebat Tubuhnya bagai terhempas-hempas di atas permukaan batu tersebut Tampaknya dia hampir tidak dapat mempertahankan diri.
Meskipun Tiong Hui Ciong dalam keadaan tertotok Tetapi mata telinga dan mulutnya masih bisa bergerak Dia melihat dengan jelas apa yang sedang teriadi Hatinya menjadi gelisah Dia merasakan sesuatu yang tidak beres.
Dengan bantuan hawa murni kedua orang tua yang tenaga dalamnya sudah sedemikian tinggi, seharusnya tubuh Yok Sau Cun malah menjadi tenang Bukan terhempas-hempas seperti itu.
Baru saja dia ingin mengemukakan pendapatnya, tiba tiba dan atas permukaan batu tersebut terdengar suara Hoakkk!
Dada Yok Sau Cun seperti bergemuruh kemudian segumpal darah segar muncrat dan mulutnya.
Tiong Hui Ciong terkejut sekali Tanpa sadar mulutnya menjent Hampir saja dia jatuh tidak sadarkan diri melihat keadaan itu Keadaan seperti ini dilihatnya dengan jelas Tampaknya aliran tenaga dalam dan hawa murni Jit Kong dan Pat Kong bukan saja metancarkan aliran darahnya tetapi membuat lukanya semakin parah.
Seharusnya setelah menelan Soat Som wan milik kakeknya, ditambah lagi bantuan penyaluran hawa murni Jit Kong dan Pat Kong, luka Yok Sau Cun dapat disembuhkan dalam jangka waktu yang singkat Tetapi ini matah bertolak belakang Lnka Yok Sau Cun kelihatannya malah bertambah parah.
Mengapa keadaannya bisa berbeda de ngan orang lain'?
Justru semakin di pikirkan Tiong Hui Ciong semakin tidak mengerti.
Hatinya gugup lagi panik Tetapi jalan darahnya sedang dalam keadaan tertotok Dia tidak bisa menghampin mereka untuk melihat apa yang telah terjadi.
Tiba-tiba terdengar lagi suara Blam!
Biam!
Seperti tubuh manusia yang terpental jatuh Tiong Hui Ciong segera mengalihkan pandangannya Hatinya sudah tegang tidak terkirakan.
Setiap tanggal satu bulan apa pun, rembulan tidak pernah menunjukkan diri.
Dengan demikian keadaan di tempat tersebut semakin gelap Tetapi Tiong Hui Ciong memiliki mata yang tajam Dia mennaksakan matanya untuk melihat apa yang terjadi Kali ini hatinya benar-benar ciut Bahkan jantungnya hampir putus saat itu juga.
Rupanya kedua orang tua yang sedang nnenyalurkan hawa murni kepada Yok Sau Cun dengan maksud menolongnya, entah kenapa keduanya sudah terkulai di atas tanah dan tidak bergerak lagi Tidak, mereka bahkan tengkurap di atas tubuh Yok Sau Cun'.
Apa yang terjadi dengan kedua orang itu'?
hati Tiong Hui Ciong bertanya-tanya.
Tiong Hul Ciong dapat merasakan bahwa telah terjadi sesuatu pada kedua orang itu Namun dia menyayangkan tubuhnya yang tidak dapat bergerak sehingga tidak dapat memberi pertolongan apa apa Hatinya semakin gelisah.
Satusatunya jalan saat itu yang dapat dilakukannya hanya menyalurkan hawa murni untuk melepaskan dirinya sendiri dari totokan Jit Kong tadi.
Dia berusaha menenangkan perasaannya Sepasang matanya dipejamkan Pikirannya dikosongkan Perlahan-lahan hawa murninya dihimpun dan dialirkan ke seluruh bagian tubuhnya.
Untung saja totokan Jit Kong tidak terlalu keras sehmgga lambat laun jalan darahnya yang tertotok mulai mengendur.
Sebetulnya, berdasarkan ilmu silat yang dimiliki Tiong Hui Ciong, lagipula totokan Jit Kong yang tidak seberapa keras seharus nya dalam waktu smgkat dia dapat mem bebaskan dirinya dari totokan tersebut Tetapi, karena hatinya begitu panik dia menghimpun hawa murninya dengan tergesa-gesa Padahal totokannya tidak begitu keras, namun didesak oleh hawa murni yang mengalir deras malah menfadi semakin kuat dan akhirnya hawa murni gadis itu sendiri yang membalik lagi.
Tentu saja Tiong Hul Ciong tahu bahwa tadi Jit Kong tidak menotoknya dengan keras Namun selain ilmu orang itu mempunyai cin khas tersendiri, dia juga melakukan kesalahan ketika hendak menerobos jalan darahnya dengan aliran hawa nnurni.
Sekarang keadaannya menjadi semakin sulit Rasanya dia tidak sanggup melepaskan dih dari totokan tersebut Mengingat akan hal itu, hati Tiong Hui Ciong semakin gelisah.
Dia meniadi kebingungan.
Justru pada saat hatinya sedang dilanda kesedihan, kepanikan, tiba-tiba serangkum angin menerpa dan atas Disusul dengan suara angin yang berdesir Tahu-tahu di bawah pohon Kui telah bertambah seorang laki-laki berusia lanjut yang mengenakan pakaian berwarna kuning.
"Go Kong, Cuang Kong Yuani"
Terjak Tiong Hui Ciong dalam hati.
Sinar mata orang tua berpakaian kurnng itu bercahaya bagai kilat Dia memperhatikan keadaan di sekelilingnya Tiba-tiba sinar matanya menyiratkan rasa terkejut yang tidak kepalang.
"Lao Jit, Lao Pat, kalian !"
Serunya dengan suara parau. Pada saat itu juga, lenggotnya seakan berdlri tegak Malanya mengembang air Dia mendongakkan kepalanya sambil mengepal tinjunya erat-erat.
"Siapa yang mencelakai Lao jit dan Lao pat?"
Teriaknya murka.
"Mencelakal!
Ternyata Jit kong dan Pal kong sudah mati!.
Hampir saja Tiong Hui Ciong tidak mem percayai pendengarannya sendiri Dengan mengandalkan ilmu yang dimiliki oleh Jit kong Oey Kong Tu dan Pat Kang Tia Kong Kian, bagaimana mungkin bisa dicelakai orang?.
Hatinya langsung bergidik Apabila Jit kong dan Pat kong benar-benar telah dicelakai orang maka adik Cun..Tiong Hui Ciong benar-benar tidak beram berpiklr tebih jauh Dengan suara parau, dia berteriak memanggil.
"Locianpwe, tolong kau bebaskan totokan di tubuhku!" . Orang tua berpakalan kuning itu membalikkan tubuhnya dengan cepat. Sepasang matanya yang bersinar aneh menatap Tiong Hui Ciong lekat-lekat.
"Siapa kau?"
Baru saja ucapannya selesai tahu tahu orangnya sudah mencapai di hadapan Tiong Hui Ciong dengan kecepatan kilat.
Tangan kanannya langsung mencengkeram bahu gadis itu "Cepat katakan!
Kalau kau berani berbohong sepatah kata saja, lohu akan menghancurkan tulang bahumu ini!".
Dalam keadaan marah, CBngkeramannya di bahu Tiong Hui Ciong tidak berbeda dengan sebuah cakar yang terbuat dari baja Tiong Hui Ciong merasa sebagian tubuhnya seperti kesemutan Rasa sakitnyamenyusup sampai ke tulang Dia menggertakkan rahangnya erat-erat.
"Locianpwe, harap lepaskan tanganmu Boanpwe adalah Tiong Hui Ciong dari Soat san,"
Sahutnya cepat.
Dua patah kata Soat san yang diucapkannya ternyata maniur sekali Cengkeraman tangan orang tua berpakaian kuning itu langsung mengendur Matanya tetap menatap Tiong Hui Ciong lekat lekat.
"Apa hubunganmu dengan Soat san pai?' tanyanya menyelidik.
"Boanpwe adalah generasi penerus Soa san pai;"
Sahut Tiong Hui Ciong.
Mendengar kata 'generasi penerus' yang dikatakan Tiong Hui Ciong, orang tua itu menjadi tertegun seketika.
Apakah generasi penerus yang dimaksudkannya adalah cucu Soat san Lo sin sian?.
"Kalau begitu, apamu Soat san Lo sin Sian itu?"
Tanyanya kemudian.
"Kakek,"
Sahut Tiong Hui Ciong. Wajah orang tua berpakaian kumng itu langsung berubah.
"Rupanya kouwnio adalah cucu perempuan Lo sin sian Maafkan kelancangan Lao siu barusan,' suaranya juga jauh tebih lembut dari sebelumnya.
"Locianpwe terlalu sungkan. Tadi boanpwe ditotok jalan darahnya oleh Jit Kong Sekarang mohon Locianpwe membebaskan boanpwe dari totokan ini dulu,"
Pinta Tiong Hui Ciong.
"Aih .. Lao siu sampai meiupakan hal ini,"
Orang tua berpakaian kuning itu segera mengulurkan tangannya menepuk jalan darah Tiong HU| Ciong yang bertotok.
"Apakah kouwnio tahu siapa yang mencelakai Jit kong dan Pat kong'?".
"Boanpwe tidak tahu.
Barusan Jit kong dan pat kong sedang menghimpun tenaga murni dan menyalurkannya ke dalam tubuh adik boanpwe untuk menyembuhkan luka yang dideritanya Entah bagaimana tiba-tiba mereka terkulai jatuh.
" . Tiba-tiba sebuah ingatan melintas dl benaknya Secepat kilat dia menghambur ke samping batu besar tersebut Dia menundukkan kepalanya untuk melihat keadaan Yok Sau Cun Wajah pemuda itu pucat pasi, di sudut bibirnya terlihat bekas darah yang sudah mengental Untuk sesaat Tiong Hui Ciong sendiri tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati Hatinya terasa pilu.
"Adik Cun'' panggilnya tanpa sadar.
Air matanya mengalir bagai air pancuran Dia langsung mendekap Yok Sau Cun eraterat Sementara itu, orang tua berpakaian kuning sedang berdiri termenung sambil menggelengkan kepalanya.
Dia seakan sedang bergumam seorang diri.
"Rasanya ada yang tidak beres . Lo sin sian kan tidak mempunyai cucu laki-laki. Budak perempuan ini pasti. ."
Begitu pikirannya tergerak, dia langsung melesat ke hadapan Tiong Hui Ciong dan membentak dengan suara berat.
"Nona cilik' Siapa kau sebenarnya? Jangan cobacoba mendustai aku orang tual" . Hati Tiong Hui Ciong sedang sedih Dla menyahut dengan nada enggan.
"Boanpwe sudah mengatakan kepada iocianpwe tadi Boanpwe Tiong Hul Ciong.".
"Lalu siapa bocah ini"?"
Tanya orang berpakaian kuning sekali lagi.
"Dia adalah adikku,"
Sahut Tiong Hui Ciong rnasih belum mengerti arah pertanyaan orang tua tersebut.
"Ha ha... ha. !"
Orang tua berpakaian kuning itu tertawa terbahak-bahak Sepasang matanya langsung menyorotkan sinar tajam yang men'ggidikkan hati Suaranya pun berubah menjadi melengking tinggi penuh kemarahan "Kau masih berani mengoceh sembarangan di hadapan Lao siu?
Tampaknya kaulah yang mencelakai Jit kong dan Pat kong!".
Tiong Hui Ciong terkejut sekali Dia menatap orang tua itu dengan sinar mata tidak mengerti.
"Kau mangatakan bahwa boanpwe yang mencelakal Jit kong dan Pat kong?".
"Memangnya siapa lagi?"
Orang tua itu membusupgkan dadanya Terdengar suara gemerutukan tulangtulang dalam tubuhnya seperti sedang terputus satu demi satu Mulutnya mennperdengarkan suara tertawa yang menyeramkan.
Kau berani memalsukan cucu perempuan Lo sin sian, kau kira caramu ini dapat mengelabui orang tua seperti Lao siu?
Pada dasarnya tubuh orang tua berpakaian kuning itu memang tinggi besar.
Begitu dla membusungkan dadanya, tampak tubuhnya seperti bertambah tinggi sebanyak lima enam cun.
Kalau di perhatikan sekilas mirip dengan manusia buatan alias robot.
Dalam waktu yang bersamaan dia mengangkat tangan kanannya ke atas dengan perlahan-lahan.
Hati Tiong Hui Ciong langsung tergetar.
"Kim kong ciang (Telapak baja emas)"
Serunya dalam hati. Wajahnya berubah menjadi serius.
"Mengapa locianpwe bisa menduga bahwa boanpwe bukan cucu perempuan Lo sin sian?"
Tanyanya hati-hati.
"Menurut yang Lao siu ketahui, Lo sin sian tidak mempunyai cucu laki-laki,"
Sahut orang tua berpakaian kuning itu dengan wajah garang.
"Dia. dia adalah adik angkat Boanpwe "
Akhirnya Tiong Hui Ciong terpaksa mengaku terus terang.
"Memangnya lohu bisa percaya begitu saja'?"
Sahut orang tua berpakaian kuning tersebut.
"Lalu, bagaimana caranya agar locianpwe bisa mempercayai keterangan boanpwe?".
"Lo sin sian mempunyai tiga orang cucu perempuan Di durua kangouw mereka terkenal dengan sebutan Soat san sam eng llmu silat mereka dJdidik langsung oleh Lo sin sian. Kalau kau sanggup menerima satu jurus dari lohu, tentu lohu blsa tahu apakah kau memang cucu Lo sin sian yang asti ateu gadungan'"
Sahut orang tua berpakaian kuning. Hawa amarah dalam hati Tiong Hul Ciong mulai meluap. Dia mendengus dingin dan menatap kepada orang tua berpakaian kuning dengan tajam.
"Mati hidupnya adik angkatku ini masih Delum ketahuan Pada saat seperti im locianpwe mendesak boanpwe untuk turun tangan Apakah kau sudah melupakan budi yang ditanam oleh kakekku pada masa silam'?' tanyanya ketus.
Mendengar ucapannya orang tua itu langsung tertegun Dia merangkapkansepasang tangannya dan mendongak menatap langit.
"Budi pertolongan Lo ain sian di masa silam sampai mati pun tidak akan lohu lupakan " . Tiong Hui Ciong segera mengibaskan lengan bajunya. Terdengarlah suara.
"Cring!"
Yang nyaring. Dia mengeluarkan sebilah pedang pendek dari balik pakaiannya dan ditudingkahnya kehadapan orang tua berpakaian kuning itu.
"Kalau locianpwe dapat mengenali pedang pendek ini, mungkin locianpwe dapat mengenal siapa diri boanpwe sekarang,' katanya sinis.
"Han eng kiam!"
Sinar mata orang tua berpakaian kuning itu langsung terpaku Terlihat sorot ketakutan dalam sinar matanya itu Suaranya agak bergetar "Rupanya kouwnio memang cucu perempuan Lo sin sian Maafkan kelancangan Lao siu barusan ".
Ternyata Soat san lo iin sangat menya yangi ketiga cucu perempuannya Sengaja dis memesankan tiga bilah pedang pusaks yang terasa dmgin sekali apabila digenggarr dalam tengan Dia menamakan pedang ter sebut Han eng kiam.
Itulah sebabnya begitu ketiga orang cucu perempuannya berkelana di dunia kangouw, mereka mendapat julukan Soat san sam eng (Tiga pendekar wanita dari Soat san).
"Tentunya locianpwe sekarang tidak menaruh kecurigaan lagi terhadap boanpwe?' tanya Tiong Hui Ciong "
Dengan adanya Han eng kiam di tangan kouwnlo, tentu Lao siu sudah percaya penuh "
Sahut orang tua berpakaian kuning. Bibirnya yang barusan tersenyum langsung mengatup kembali Dia menarik nafas panjang "
Tapi urusan Jit kong dan Pat kong yang dicelakai orang, hanya kouwniolah satu satunya saksi yang ada di tempat.
Harap kouwnio dapat menceritakan secara terperinci apa yang diketahui agar Lao siu dapat membalaskan dendam bagi Lao jit dan dan Lo pat ".
"Baik Kalau begitu harap locianpwe tunggu sebentar Boanpwe ingin melihat keadaan adikku apakah dia masih bisa tertolong?" .
"Adik kouwnio belum mati Hanya nafasnya saja yang tidak teratur,"
Kata orang tua berpakaian kuning Tenaga dalamnya sudah mencapai taraf yang tinggi sekali.
Dengan mengandalkan pendengarannya saja dia sudah tahu apa yang terjadi pada diri Yok Sau Cun.
Air mata Tiong Hui Ciong mengalir dengan deras.
"Lo cianpwe, kalau menurut pendapatmu, apakah dia masih bisa tertolong?" . Orang tua berpakaian kuning atau Gc kong Cuang Kong Yuan menarik nafas panjang.
"Biar lohu periksa sebentar"
Matanya ma sih basah karena air mata.
Ditinggalkannya mayat Jit kong dan Pal kong yang diletakkannya perlahan-lahan di atas tanah lalu dia mulai memperhatikan keadaan Yok Sau Cun, Oia melihat noda darah memenuhi sebagian wajah dan dada anak muda itu.
Nafasnya memburu tetapi tidak teratur.
Orangnya sendiri masih tldak sadarkan diri.
Dia mengulurkan tangannya menekan jalan darah Leng Tai hiat.
Disalurkannya hawa murni di dalam tubuh Yok Sau Cun Tidak disangka-sangka.
begitu dia menyalurkan hawa murninya, dia merasa di dalam tubuh anak muda itu ada dua aliran tenaga yang saling bertentangan dan hampir saja membuat telapak tangannya yang sedang menempel tersentak Oia merasa heran sekali.
Tapi Go kong Cuang Kong Yuan masih pe nasaran.
Sekali lagj dla menempelkan ta ngannya di lalan darah Hua Kai hiat yang terdapat di depan dada Kembali dia menyalurkan hawa murni ke dalam tubuh Yok Sau Cun.
Lagilagi telapak tangannya tersentak.
Go Kong Cuang Kong Yuan masih merasakan adanya dua gulungan tenaga yang saling bertentangan di dalam tubuh anak muda tersebut Tampaknya kekuatan tenaga dalam yang mengatir ilu tidak berada di bawahnya Kali ini rasa terkejut dan keheranan nya semakin dalam.
"Apakah kedua adik Jit kong dan Pat kong telah menyalurkan seluruh tenaga dalam mereka kepada bocah ini?"
Tanyanya dalam hati. Tiong Hui Ciong melihat orang tua itu merenung sekian lama Wajahnya juga berkerut-kerut seakan mencurigai sesuatu. Hati gadis itu semakin tidak tenang.
"Locianpwe. bagaimana keadaannya?".
"Lao siu tidak dapat menduga dimana letak luka yang diderita adikmu. Tetapi di dalam tubuhnya mengalif dua gulung tenaga dalam yang saling bertentangan. Begitu mendapat saluran hawa murni dari luar, dua gulung tenaga itu langsung memberontak dan menerjang Tenaga tersebut kuat sekali. Benar-benar mengherankan. Dapatkah kouwnio menceritakan semuanya dengan terperinci lebih dahulu? Mungkin dari kejadian yang dialaminya, Lao siu dapat mengambil kesimpulan yang pasti,"
Sahut Go Kong Cuang Kong Yuan.
Tiong Hui Ciong langsung menceritakan kejadian tentang terlukanya Yok Sau Cun oteh ilmu Hue Yan to di tengan Hue leng senbu Bagaimana dia memberinya Soat som wan pemberian sang kakek Soat san lo jin.
Dan meskipun anak muda itu pernah tersadar namun tidak ada tenaga sama sekali Tiong Hui Ciong juga menceritakan ba gaimana dia menyalurkan hawa murni ke dalam tubuh anak muda itu dengan maksud mempercepat daya kerjanya obat agar Yok Sau Cun dapat sembuh dalam waktu yang singkat namun dia merasakan aliran darah dalam tubuh anak muda itu mengalir dan arah yang beriawanan.
Meskipun dia berhasil menembus salah satu urat nadi dalam tubuh Yok Sau Cun namun kejadian selanjutnya malah di luar dugaannya.
Anak muda yang sudah tersadar sebelumnya jatuh tak sadarkan diri kembali.
Dalam keadaan terdesak dan khawatir akan keselamatan jiwa adik Cunnya, Tiong Hui Ciong teringat bahwa setiap tanggal satu bulan dua belas sampai langgal sepuluh tahun benkutnya, delapan orang locianpwe yang terkenat sebagai Pat kong selalu berkumpul di Pat Kong san Terpaksa dia bergegas datang ke tempat itu untuk mengharapkan uluran tangan dari mereka.
Sampai di Pat Kong san, dia langsung menjatuhkan diri berlutut Kira kira satu kentungan kemudian dia melihat Jit kong dan Pat kong yang datang lalu langsung terjadi perdebatan Dia sendiri pernah mendengar cerita dan kakeknya bahwa meskipun kedua orang itu sudah berusia tinggi namun sikap mereka masih kekanakkanahan.
Tiong Hui Ciong khawatir mereka tidak akan sudi menolong apabila memmta secara baikbaik maka dia menggunahan akal untuk memancing rasa penasaran mereka agar sudi turun tangan sendiri.
Dia juga menceritakan bahwa Jit konglah yang menotok jalan darahnya sehingga tidak bisa bergerak.
Tetapi Tiong Hui Ciong tidak menyalahkan orang tua tersebut karena dia mengerti sebetulnya Jit kong bermaksud baik.
Orang tua itu tidak ingin pekerjaan mereka terganggu oleh dirinya Kemudian Jit kong dan Pat kong langsung duduk saling berseberangan dan menyalurkan hawa murni ke dalam tubuh Yok Sau Cun Entah apa sebabnya tiba-tiba dia melihat adik angkatnya itu memuntahkan darah sebanyak dua kali dan dalam waktu yang bersamaan Jit kong dan Pat kong pun terkulai jatuh Dia sendiri berusaha melepaskan to tokan dalam tubuhnya untuk melihat apa yang telah terjadi.
Tetepi belum lagi dia berhasil, Go Kong Cuang Kong Yuan sudah muncul.
Tiong Hui Ciong mengisahkan seluruh kejadian dengan terperinci.
Go Kong Cuang Kong Yuan mendengarkan dengan seksama.
Dia tidak mengucapkan sepatah katapun Langsung dihampirinya mayat Jit kong Dey Kong Tu dan membalikkan tubuhnya Disingkapkannya pakai an atas orang tua itu dan ditelitmya seluruh tubuh adik ketujuh tersebut Matanya menatap bagian punggung Jit kong dengan tidak berkedip.
Wajahnya meniratkan hawa amarah yang meluap.
"Ternyata Tai kit tiam. Ini adalah hasil perbuatan orang Bu Tong pai!"
Tai Kit tiam adalah sejenis ilmu totokan khusus dan merupakan ilmu pusaka Bu Tong pai yang tidak diwariskan kepada siapa pun.
Totokan tersebut dilakukan dengan dua jarj telunjuk dan jari tengah.
Menurut selentingan yang tersebar, totokan tersebut dapat melukai orang dari jarak tujuh langkah.
Go kong Cuang Kong Yuan langsung meninggalkan mayat Jit kong Oey Kong Tu dan beralih kepada mayat Pat kong.
Dia Juga membalikkan tubuh orang itu dan menyingkapkan pakaiannya.
Oiperhatikannya bagian punggung adik kedelapan itu dengan teliti.
Jit kong dan Pat kong sedang duduk dengan posisi berhadapan karena mereka sedang saling membantu untuk menyembuhkan luka yang diderita Yok Sau Cun.
Dan apabifa ada seseorang yang ingin membokong mereka, tentu saja bagian punggung yang meniadi sasaran.
Sedangkan Go kong Cuang Kong Yuan yakin hal ini tidak mungkin dilakuKan oleh satu orang dalam waktu yang bersamaan.
Wajah Go kong langsung berubah melihat luka yang diderita Pat kong Ternyata dugaannya tidak salah.
Mereka tidak mungkin dibokong oleh orang yang sama.
"Pan Juo sin ciang! Ternyata yang melukai Lo pat adalah orang dari Siau Lim pai!"
Ucapannya terhenti. Sepasang tinjunya mengepal Dia berusaha menenangkan perasaannya yang berkecamuk.
"Kalau menurut pendapat Lao siu apabila dilihat dan kenya taan yang ada, tentu Lo jit dan Lo pat sedang memusatkan konsentrasi mereka untuk menyalurkan hawa murni ke dalam tubuh anak muda ini. Dengan demikian, musuh datang secara mengendap-endap dan mereka tetap tidak menyadari adanya bahaya Sedangkan orang yang datang itu pasti berilmu tinggi dan mereka dapat turun tangan dengan leluasa pula. Jit kong dan Pat kong sedang menyembuhkan luka bocah ini mereka tidak dapat menghindarkan diri dari bokongan musuh maka keduanya pun terbunuh seketika,"
Go kong Cuang Kong Yuan menarik nafas panjang. Wajahnya menampilkan perasaannya yang tertekan.
"Sedangkan mengenai adik Kouwnio yang tiba-tiba memuntahkan darah sebanyak dua kali, Lao siu sendiri tidak mengerti Tetapi ketika dibokong oleh musuh Lo jit dan Lao pat sedang menyalurkan hawa murninya ke dalam tubuh pemuda im dan otomatis mereka tidak sempat menghentikan tindakan yang sedang berlangsung Dengan demikian, hawa murni dalam tubuh kedua Jit kong serta pat kong tersalur seluruhnya ke dalam tubuh anak muda ini Apakah int suatu keberuntungan atau kemalangan, Lao siu tidak dapat mengatakan Karena dan dua belas urat penting yang terdapat di dalam tubuhnya, sudah ada dua urat yang tertembus oleh bantuan Lo jit dan Lo pat Aliran darah datam tubuhnya masih mengalir dari arah yang berlawanan Ditambah lagi dua gulung tenaga dalam yang demikian kuat Lao siu takut tidak ada orang yang sanggup membendung tenaga dalam tersebut apabila ingin memberikan pertolongan kepadanya Tetapi kalau ditilik dan keadaannya sekarang, tampaknya tidak terlalu membahayakan." . Meskipun orang tua itu mengatakan ke adaan Yok Sau Cun tidak terlalu membahayakan, namun Tiong HuiCiong tetap merasa panik dan khawatir.
"Kalau menurut pandangan Locianpwe, apa yang akan terjadi pada diri adik boanpwe ini?"
Tanyanya cemas.
Padahal biasanya Tiong Hui Ciong adalah seorang gadis berotak cerdik dan banyak akal.
Dia juga selalu tenang dalam menghadapi berbagai persoalan tetapi kali ini dia benar-benar seperti seekor cacing yang kepanasan.
Sepasang alis Go kong langsung berkerut.
Dia merenung sekian lama.
"Lao siu sendiri tidak tahu cara apa yang harus digunakan agar dapat menyelamatkan jiwa adikmu Tetapi tampaknya untuk sementara ini kita hanya mempunyai satu jalan " .
"Jalan apa?"
Tanya Tiong Hui Ciong cepat.
"Kakekmu Soat san lo jin memiliki ilmu silat yang sangat tinggi. Tenaga dalamnya juga melebihi tokoh kelas satu lainnya Jalan satu-satunya yang dapat kouwnio lakukan adalah bergegas kembali ke Soat san dan memohon agar orang tua sakti itu bersedia turun tangan menyelamatkan jiwa pemuda ini,"
Sahut Go kong.
Tentu saja hal ini juga sudah terpikir oleh Tiong Hui Ciong.
Dia juga tahu kakeknya dapat menolong Yok Sau Cun Namun perjalanan daci tempat sebelumnya ke Soat san sangat jauh.
Sedangkan luka yang diderita Adik Cun demikian parah.
Oia khawatir anak muda itu tidak dapat bertahan selama perjalanan.
Oleh karena itulah dia teringat akan Pat kong san yang jaraknya tebih dekat.
Kedua.
dia juga sadar bahwa tenaga dalam ketiga orang dari anggote Pat kong yang masih tersisa sangat tinggi.
Dapat dikatakan bahwa pada jaman itu mereka hampir tidak tertandingi lagi kecuali oleh kakeknya sendiri Ketiga, mereka mempunyai hutang budi dengan kakeknya sehingga Tiong Hui Ciong yakin mereka tidak akan menolak apabila dimintai pertolongan.
Sekarang hawa murni serta tenaga dalam Jit kong dan Pat kong sudah mengalir semua ke dalam tubuh Yok Sau Cun.
Malah jadi bertentangan dengan tenaga dalam anak muda itu sendiri.
Sedangkan kedua orang tua ttu dibokong orang sampal mati Sedangkan tenaga dalam dan hawa murni yang sedang tersalur ke dalam tubuh Yok Sau Cun tentu tidak ditarik kembati.
Benar-benar berniat menolong malah mencelakainya..
Hati Tiong Hui Ciong kalut sekali Air matanya terus mengalir.
"Menurut locianpwe, apabila boanpwe bergegas membawanya ke Soat san, apakah dia dapat bertahan dalam perjalanan?"
Tanyanya bingung. Go Kong Cuang Kong Yuan merenung sejenak.
"Hal ini sulit dikatakan. Tapi kalau ditilik dari keadaannya sekarang, hawa murm da lam tubuh adikmu mengallr dengan deras Tapi hal ini memang sudah pasti terjadi karena dia sudah menelan obat Soat som wan milik Lo sin sian. Lagipula ketika Lao ji dan Lao pat sedang menyalurkan tenaga dalam serta hawa murni mereka, tiba tiba men dapat bokongan sehingga mati saat itu juga Paling tidak enam bagian ke atas tenaga dalam mereka telah tersalur ke dalam tubuh adikmu Dapat dibayangkan berapa besar tenaga dalam serta hawa murni yang sedang bergejolak dalam tubuhnya sekarang "
Go Kong berhenti sejenak "
Saat ini tenaga dalam yang mengalir ada dua macam Yang satu mengalir secara normal dan lainnya berlawanan arah Masingmasing melalui urat nadi yang tidak sama Meskipun demikian, rasanya tidak terlalu membahayakan Tetepi apabila kejadian ini berlangsung dalam jangka waktu yang agak panjang, tentu ada efek sampingan yang kurang menguntungkan.
Itulah sebabnya Lao sm tidak dapat memastikan apakah adikmu dapat bertahan dalam perjalanan menuju Soat san yang demikian jauh, tetapi ".
"Tetapi apa?"
Tanya Tiong Hui Ciong cepat.
"Tetapi kalau menurut pandangan Lao siu, meskipun aliran tenaga dalam di tubuh adikmu.sangat deras, namun tiga hari ke mudian pasti akan mengalami perubahan Kemungkman aliran itu tidak demikian deras dan bagaimana selarijutnya tergantung stamina tubuh adikmu sendiri. Semua irn juga hanya dugaan saja, Lao siu tidak berani mengatakan pasti akan tecjadi hal demikian " . Tiong Hui Ciong mendengar ceritanya yang memang masuk akal juga, namun semua itu masih dalam dugaan. Dia sadar meskipun tenaga dalam Go Kong sangat tinggi tetapi orang tua ini juga tidak mempunyai kesanggupan untuk mengobati Yok Sau Cun. Satusatunya jalan yang dapat ditempuh sekarang adalah mencoba keberuntungan menuju Soat san dan memohon pertolongan dari kakeknya. Setelah mengambil keputusan demikian, Tiong Hui Ciong langsung menyimpan kembali pedang pusakanya dan menjura dalam-dalam kepada Go Kong.
"Terima kasih atas petunjuk yang locian pwe berikan. Boanpwe ingin memohon diri Sekarang Juga."
Diangkatnya tubuh Yok Sau Cun dan dengan cara yang sama dia menghambur turun dari pat Kong san.
Hu Toanio yang melihat Tiong Hui Ciong sudah turun lagi dengan menggendong Yok Sau Cun, segera menyongsongnya.
"Ji siocia, bagaimana keadaan Yok siangkong? Apakah dia...?" . Cun Hong, Sia Ho, Ciu Suang, Tung Soat berempat juga "segera mengerumuninya.
"Cepat! Kita harus bergegas kembali ke Soat san!"
Sahutnya tanpa memperdulikan pertanyaan orang-orang itu. Hu toanio sampai heran mendengar ucapannya.
"Kembali ke Soat san'?".
"Tidaksalah!"sahutTiong Hui Ciong.
"Kita tidak boleh berhenti Tempuh perjalanan siang dan malam "
Dia menoleh kepada keempat gadis pelayannya "Biar Hu toanio saja yang ikut denganku Kalian tidak usah ikut".
"Ji Siocia B panggil Cun Hong.
"Untuk menngankan beban kereta agar dapat mempercepat perjalanan Kalian tidak usah ikut aku ke Soat san Tunggu saja di tempat toaci, aku akan kembali secepatnyal"
Tukas Tiong Hui Ciong tanpa memberinya kesempatan untuk meneruskan katakatanya.
Tanpa menunggu jawaban dari Cun Hong, dia langsung menggendong Yok Sau Cun naik ke atas kereta Cun Hong, Sia Ho, Ciu Suang dan Tung Soat segera membungkukkan tubuh mereka dengan penuh hormat.
"Budak terima perintah!"
Kata mereka serentak. Hu Toanio juga bergegas naik ke atas kereta.
"Yu Kim Piau, cepat berangkat'"
Teriaknya.
Yu Kim Piau segera mengiakan Pecut paniang dilontarkan Kereta kuda langsung menghambur menembus kegelapan malam.
Keempat pelayan itu mengantarkan kepergian Tiong Hui Ciohg dengan pandangan mata Sampai kereta kuda menghilang dalam kegelapan malam, barulah Cun Hong mendongakkan kepalanya menatap langit.
"Hampir kentungan ketiga, mari kita berangkat,"
katanya.
"Aih Tadi Ji Siocia naik ke atas puncak gunung.
entah apa yang dilakukannya di sana'?
Begitu turun gunung wajahnya kelam sekali Tampaknya dia seperti sangat kecewa'' kata Sia Ho seperti bergumam seorang diri.
"Entah siapa tokoh yang tinggal di puncak gunung ini Mungkin dia tidak bersedia mengobati Yok siangkong,"
Tukas Ciu Suang.
'Ji siocia datang sendiri untuk memohonnya Aku tidak percaya orang itu tidak bersedia mengobati Pasti ilmu pengobatannya kurang tinggi sehingga Ji siocia memutuskan untuk kembali ke Soat san saja."
Sahut Tung Soat sok tahu. Cun Hong menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Kata-kata Tung Soat memang beralasan " . Baru saja dia selesai berkata, tiba tiba Ciu Suang mengulapkan tangannya.
"Ssst, coba kalian dengar? Suara apa itu?" . Semua orang segera mempertajam pendengarannya Terdengar suara berderek-derek. Seakan dekat namun sebetulnya berkumandang dari kejauhan.
"Ciu Suang, kau ini ada-ada saja.ItuKan suara angin,"
Sahut Sia Ho. Ciu Suang tidak puas mendapat teguran dan rekannya.
"Masa suara angin berderak-derak?".
"Lalu, apa menurutmu'"' tanya Sia Ho penasaran.
"Justru aku tidak dapat mengirangira maka menyuruh kalian ikut mendengarkan,"
Kata Ciu Suang bersungut-sungut. Cun Hong segera mengulapkan tangannya.
"Sudah, kalian jangan berdebat lagii".
"Prak! Prak! Prak!"
Suara berderak derak itu semakin mendekat saja. Keempat orang gadis itu mempertajam pendengarannya dan mencoba menerka.
"Masa suara angin seperti itu?"
Kata Ciu Suang.
"Mungkinkah para siluman penunggu gunung yang muncul?"
Tanya Tung Soat dengan tubuh menggigil. Wajah Cun Hong berubah semakin kelam.
"Jangan-jangan "
Perkataannya belum lagi selesai, suara berderak-derak tadi seakan mengikuti hembusan angin dan tiba di hadapan mereka.
Ternyata seorang manusia biasa Kakinya menyeret sepasang sepatunya yang sudah robek di sana-sini Cara berjalan orang ini cepat sekali Sekarang dia sudah berhenti di hadapan keempat gadis tersebut.
Ketika dia melesat tadi, tidak terlihat jelas bayangan tubuhnya.
Dari jauh seperti seekor monyet besar yang sedang menari-nari Bentuk tubuh orang ini kurus sekali Setelah dia berhenti sekarang, keempat gadis itu baru dapat melihat dengan jelas.
Orang ini memakai topi dan kulit labu yang dikeringkan Tampangnya terlihat lucu.
Dia mengenakan pakaian berwarna hiJau berbahan belacu yang sudah pudar warnanya karena terlalu sering dicuci Usianya sekitar lima puluh tahunan Wajahnya tidak enak dipandang sama sekati Matenya sipit seperti mata ayam Hidungnya seperti burung betet Di atas bibirnya terdapat dua untai kumis panjang seperti kumis tikus.
Siapapun yang memandangnya pasti merasa sebel dan tidak berminat melihat untuk kedua kalinya.
Pada saat itu dia berdiri dengan nafas tersengal-sengal Dari tubuhnya terpancar serangkum bau yang membuat orang menjadi mual Keempat gadis itu segera mengeluarkan sehelai sapu tangan dari baiik pakaian masing-masing dan menutup hidung mereka.
"Mari kita pergi!"
Kata Cun Hong.
Ketiga rekannya yang lain tentu saja setuju.
Mereka langsung membalikkan tubuh untuk meninggalkan tempat itu.
Laki-laki berkumis tipis itu segera mengembangkan seulas senyuman yang lebih mirip seringaia seekor serigala.
"Nona-nona cilik, harap berhenti sebetar!"
Sapanya. Tung Soat melirik ke arahnya sekilas. Wajahnya sengaja dibuat segarang mungkin.
"Ada apa?"
Bentaknya dengan suara keras.
"Suwi kouwnlo Siau loji merasa tidak asing dengan kalian Seperti kita pernah bertemu entah di mana?"
Kata laki-laki bertubu kurus itu.
"Di rumah mertuamu'"
Sahut Ciu Suan ketus. Mendengar ucapannya, tanpa sadar Cu Hong, Sia Ho dan Tung Soat langsung ter tawa terkekehkekeh Laki-laki kurus itu ta paknya kurang senang mendengar ejeKa tersebut.
"Nona cilik mana boleh bicara seperti itu.
"Lalu, apa yang harus kukatakan?"
Tany Ciu Suang dengan gaya nakal.
Cun Hong memperhatikannya denga seksama Meskipun tampang orang ini sangat jelek tapi kalau ditilik dan gerakannya yang begitu cepat, dia dapat menduga bahwa laki-laki kurus ini pasti bukan orang biasa .Mau tidak mau hatinya menjadi curiga.
"Sebetulnya ada urusan apa kau memanggil kami?"
Tanyanya hati-hati. Laki iaki kurus itu segera maju satu langah Dia melebarkan senyumannya sehing'a terlihat sebans giginya yang kekuning-kuningan.
"Sebetulnya Siau loji sedang mengejar seeorang Ketika melihat nona berempat, ra anya pernah bertemu di suatu tempat ituah sebabnya aku sengaja berhenti dan meanyakan hal ini" .
"Kami tidak merasa pernah mengenalmu sekarang kau boleh pergi dari sini,"
Tukas la Ho. Laki-laki kurus itu mengedip-kedipkan matanya yang sipit. Tangannya terangkat dan menggaruk garuk topinya yang aneh.
"Kita pasti pernah bertemu di suatu temat,"
Katanya keras kepala.
Sepasang matanya yang sipit terus mengedar secara bergantian di wajah keempat orang gadis tersebut Tampangnya seperti laki-laki hidung belang yang sedang menaksir gadis yang akan diajaknya berkencan.
"Berangkat!"
Kata Cun Hong tanpa memperdulikannya lagi.
Dia langsung mendahului melangkah Ketiga rekannya yang lain secara serentak mengikuti dari belakang.
Laki-laki bertubuh kurus itu menunggu sampai mereka sudah berjalan beberapa tindak, kemudian tiba-tiba dia tertawa terkekeh-kekeh.
"Hei! Kalian berhenti dulu, siau loji ekarang sudah ingat.
"Ingat atau tidak, apa urusannya dengan mereka? Keempat gadis itu tentu saja tidak sudi meladeninya. Mereka meneruskan langkah kaki dengan santai.
"Prak! Prak' Prak'"
Laki-laki bertubuh kurus itu seakan mulai panik. Dengan menyeret sepatunya yang sudah bolong di sana-sini dia segera mengejar keempat gadis itu dan belakang.
"Siau loji sekarang sudah ingat kembali Kalian adalah keempat gadis yang melayani Tiong kouwnio!"
Teriaknya sambil terus mengejar. Cun Hong dan ketiga rekannya tetap tidak sudi memperdulikannya. Laki-laki kurus itu mempercepat langkah kakinya.
"Hei! Hei! Kalian tunggu sebentar! Benar-benar keterlaluan. Jangan membuat Siau loji berlanlari seperti orang yang tidak waras!"
Teriaknya kembali. Cun Hong dan kawankawan masih juga meneruskan langkah kakinya tanpa menoleh sekalipun Laki-laki itu menjadi kelabakan.
"Heii Hei! Nona cilik, kalian dengar dulu perkataanku . Aku datang kemari untuk menemui Siocia kalian. Harap kalian berhenti dulu !" . Mendengar bahwa kedatangannya adalah untuk menemui Siocia mereka, tanpa sadar langsung kaki Cun Hong terhenti seketika Dia membalikkan tubuhnya.
"Siapa kau? Ada urusan apa kau mencari Siocia kamf?"
Tanyanya serius.
Begitu dia menghentikan langkah kakinya, otomatis tindakannya juga ditiru oleh Sia Ho, Ciu Suang dan Tung Soat.
Laki-laki kurus itu sampai tersengalsengal adanya karena berlari mengejar mereka.
Namun bibirnya masih juga mengembangkan senyurnan yang tidak enak dilihat.
"Tentu saja ada urusan panting Katau tidak, kalian kira siau lo|i kekurangan peker jaan berlari dan Cin Ciu sampai ke tempat ini?" .
"Urusan penting apa?"
Tanya Sia ho.
"Kemana sebetulnya Tiong kouwnio sekarang?"
Laki-laki itu malah berbalik meng ajukan pertanyaan.
"Tidak tahu,"
Sahut Tung Soat.
"Masa kalian tidak tahu kemana tujuan siocia kalian itu'?"
Tanya laki-laki kurus itu seperti kurang percaya.
"Pokoknya tidak tahu Tidak percaya ya sudah "
Sahut Tung Soat kesal. Laki laki kurus itu menganggukkan kepalanya kepada keempat gadis itu.
"Nyonya besar berempat, tolonglah kalian berbuat sedikit kebaikan Katakanlah kepada Siau lop kemana tujuan siocia kalian,"
Katanya dengan suara memohon. Mendengar laki-laki itu menyebut mereka Nyonya besar tanpa sadar Ciu Suang tertawa terkekeh-kekeh.
"Rupanya kau ini lucu juga ".
"Kalau kau memang ingin tahu tujuan Ji siocia, maka kau harus memberitahukan terlebih dahulu maksudmu mencan siocia kami"
Tukas Sia Ho.
"Nona cilik jangan. menyulitkan Siau loji lagi Cepatlah katakan kemana tujuan siocia kalian Urusan ini menyangkut masalah yang sangat gawat "
Kata laki-laki kurus tersebut.
"Kalau kau tidak bersedia mengatakan maksudmu, mengapa kami harus memberitahukan tujuan Ji siocia kami?"
Sahut Sia Ho.
"Urusan ini menyangkut jiwa manusia "
Kata laki-laki bertubuh kurus itu sambil menariknank telmganya sendiri "Kalian suruh siau loji bagaimana mengatakannya dari awal Ceritanya sangat panjang Aih Dia berlan ke sana ke man seperti orang linglung Mengapa tidak mencari Siau loji dan merundingkan masalah ini "
Gumamnya seperti kepada diri sendiri. Ciu Suang segera mencibirkan bibirnya mengeiek.
"Mengapa harus merundingkannya denganmu?".
"Kalau dia berunding dulu dengan Siau loji, tentu tidak perlu berlan ke sana ke mari mencari orang yang bisa mengobati penyakit" . Sejak tadi Cun Hong tidak berkata apa-apa Dia hanya berdiri di sudut dan mendengarkan perdebatan antara laki-laki kurus itu dengan ketiga saudaranya Sekarang mendengar laki-laki itu mengatakan 'mencari orang yang bisa mengobati penyakit' pikirannya langsung tergerak.
"Apakah kau kenal dengan Ji siocia kami?" . LakMaki kurus itu tersenyum dengan penuh kebanggaan Kembali sebaris giginya yang kek ningkuningan dipamerkan lebar-lebar.
"Bukan hanya kenal saja. Kami malah merupakan kawan baik,"
Sahutnya. Tung Soat langsung mendengus dingin.
"Masa Ji siocia kami bisa berkawan dengan orang sepertimu?" . Laki-laki kurus itu memijit-mijit hidungnya yang seperti hidung burung betet itu Sepasang matanya langsung mendelik.
"Apa? Kau anggap siau loji tidak pantas berkawan dengan Siocia kalian? Kalau tidak percaya, apabila beriemu dengannya nanti, tanyakan saja langsung. Coba lihat apakah dia mengakuinya atau tidak Mendengar. Siau loji sudi menganggapnya sebagai kawan baik, Tiong kouwnio sendiri pasti akan kegirangan setengah mati!" . Tung Soat memandangnya dengan tatapan kurang peccaya. Cun Hong lebih bijaksana. Dia tidak mempersoalkan benar atau tidaknya keterangan laki-laki kurus tersebut.
"Tadi kau mengatakan bahwa Siocia kami berlari kesana ke mari untuk mencari orang yang dapat mengobati penyakit. Apa arti ucapanmu itu?"
Tanyanya purapura tidak mengerti.
"Memangnya ucapan Siau loji salah Apakah dia tidak berlari kesana kemari mencari orang yang bisa mengobati penyakit sampai-sampai melupakan diriku ini?" .
"Rupanya kau seorang tabib?"
Tanya Cun Hong. Laki-laki kurus itu tersenyum simpul.
"Sebetulnya siau loji seorang peramat nasib,"
Sampai setengah harian berkutat kesana kemari temyata dia adalah Seng mia lo si tukang ramal.
"Kalau hanya bisa melihat nasib, untuk iapa mencari Ji siocia kami?"
Tanya Cun hong mulai kesal.
"Aih."
Laki-laki kurus itu menarik nafas panjang "Tetapi penyakit yang diderita saudaraku itu, siau loji mengerti sekali".
"Rupanya kau adalah saudara Yok siang kong?"
Tanya Cun Hong.
Laki-laki kurus ilu menganggukkan kepalanya berkali kali.
'Tidak salah lagi.
Dia memang sute siau loji''.
Cun Hong menatapnya dengan seksama.
Yok siangkong begitu tarnpan dan cerdas llmu silatnya juga sangat tinggi Mengapa suhengnya begini ketololtololan?
Pikirnya dalam hati Namun dan luar dia tersenyum.
'Apakah kau benar benar dapat menyembuhkan luka yang diderita oleh Yok Siangkong?".
Sekali lagi laki laki kurus itu menganggukkan kepalanya.
"Bukannya Siau loji membual Penyakit yang diderita suteku ilu, hanya siau loji yang dapat menyembuhkannya biarpun Tiong kouwnio pergi menemui kakeknya juga sia sia saja,"
Sahutnya dengan nada yakin.
"Ji siocia justru sedang menuju ke tempat Lao sin sian,"
Tukas Tung Soat. Dia memang paling mudah terpancing. Baru saja Cun Hong bermat mencegah, namun sudah lerlambat Terdengar laki-laki ku rus itu mengeluarkan suara desahan dari mulutnya.
"Dia menuju ke Soat san'? Bukankah benar benar nnenyusahkan siau loji? Baiklah, sekarang juga siau loji akan menyusul mereka Mudah mudahan masih keburu ."
Belum tagi kumandang suaranya lenyap, tubuhnya langsung melesat bagai mercon air mancur yang sering dimainkan anak-anak dan lenyap dalam kegelapan malam. Sia Ho meieletkan lidahnya.
"Cepat sekaii gerakan tubuhnya!". Cun Hong menolehkan kepalanya ke arah Tung Soat.
"Mulutmu memang kelewatan Asal-usulnya saja kita masih belum tahu, bagaimana boleh sembarangan memberitahukan tujuan Ji siocia?"
Tegurnya seakan menyalahkan.
"Bukankah dia sendiri yang mengatakan bahwa dia adalah suheng dari Yok siangkong?"
Sahut Tung Soat kurang puas.
"Apakah kita bisa mempercayai ucapannya begitu saja?"
Bentak Cun Hong.
"Betul Kalau dilihat dan tampangnya saja, rasanya dia bukan orang baik-baik,"
Tukas Sia Ho. Tung Soat Jadi ketakutan mendengar perdebatan mereka.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?".
"llmu silat orang Ini tampaknya sangat tinggi Lebih baik kita segera berangkat menyusul Ji siocia dan rnemperingatkannya agar berhati-hati." . Sia Ho menganggukkan kepalanya.
"Baik, mari kita berangkati" . Keempat orang itu tidak menunda waktu lagi. Dengan menghimpun hawa murni, mereka mengerahkan ginkang masing-masing dan melesat secepat kilat menembus kegelapan malam. Sudah cukup lama Tlong Hui Ciong meninggalkan mereka. Apalagi Ji siocianya itu menggunakan kerata kuda yang dikendalikan oteh seorang ahli seperti Yu Kim Piau. Apakah mereka dapat menyusulnya atau tidak masih merupakan suatu pertanyaan yang belum dapat dipastikan jawabannya. Baglan Empat Puluh Sembilan. Fajar perlahan-lahan mulai menyingsing. Dari ujung hutan terlihat segurat sinar kekuningan yang indah dan terang. Kabut-kabut yang sedang melayang mulai menipis Di atas jalanan masih terlihat selapis salju yang tipis. Sebuah kereta dengan dua ekor kuda yang menariknya berlari mendatangi dari arah timur Roda kereta berputar dengan kencang meninggalkan dua baris jejak di atas salju yang tipis. Di depan sudah terlihat kuil Oey Wong si Dafam waktu selama dua kentungan, mereka sudah menempuh perjalanan sejauh dua ratus li Hal ini merupakan batas tertinggi bagi seorang pengendara kereta. Tepat pada saat itu, terdengar suara.
"Serrr!"
Seperti desiran angm.
Sesosok bayangan melesat dari arah kiri hutan dan mencelat turun di depan kereta.
Lebih lepat kalau dikatakan menghadang di tengah jalan.
Orang itu merupakan orang tua yang tinggi kurus Pakaiannya berwarna kuning.
Jaraknya dengan kereta masih ada tujuh delapan depa.
Tetapi dia berteriak dengan suara lantang.
"Kereta yang sedang mendatangi harap berhenti!" . Kereta dilarikan dengan kencang. Jarak tujuh detapan depa sebentar saja sudah dicapainya. Tetapi jarak itu juga cukup bagi kereta itu untuk berhenti secara mendadak Ternyata orang yang duduk di dalam kereta adatah Hu Toanio. Tiong Hui Ciong yang sedang membawa Yok Sau Cun menuju Soat san. Keadaan anak muda itu tidak sadarkan diri. Yang mengendarai kereta sudah tentu Yu Kim Piau yang ahli sekafi. Dia sedang memecut kuda agar bertari lebih kencang ketika tiba-tiba ada seseorang yang menghadang di tengah jalan. Mendengar suara teriakan orang tersebut, terpaksa Yu Kim Piau menarik kembali pecut di tangannya dan sekallgus menarik tali kendali kuda agar kereta dapat berhenti seketika. Untung saja Yu Kim Piau adalah seorang ahli dalam bldang yang satu ini Pada saat yang tepat dia dapat menghentikan kereta kuda. Padahal jarak antara orang itu dengan keretanya hanya tinggal sekitar lima cun saja.
"Apakah kau kepingin mati?"
Bentak Yu Kim Piau marah. Orang tua berpakaian kuning itu langsung tersenyum lebar.
"Harap saudara jangan marah. Lao siu adalah Cian Poa Teng dari Kong Tong pai dan ingin mohon bertemu dengan Tiong kouwnio " . Tiong Hui Ciong sedang memejamkan matanya menghimpun tenaga Ketika kereta tiba-tiba berhenti, dia membuka matanya dengan perasaan heran.
"Apa yang terjadi dengan kereta ini?" . Belum lagi Hu toanio sempat menjawab, Yu Kim Piau yang duduk di bagian depan kereta sudah membalikkan tubuhnya dan menyahut dengan suara hormat.
"Lapor Ji siocia, ada seseorang yang mengaku dirinya bernama Cian Poa Teng dari Kong Tong pai mohon bertemu" .
"Tanyakan padanya ada urusan apa?"
Kata Tiong Hui Ciong.
"Ji siocia tanya kau ada urusan apa ingin menemuinya?"
Tanya Yu Kim Piau melanjutkan ucapan Tiong Hui Ciong. Cian Poa Teng segera maju beberapa langkah dan membungkukkan tubulinya memberi hormat ke arah kereta.
"Cayhe Cian Poa Teng menghadap Tiong kouwnio "
Tampaknya dia ingin bicara lang sung dengan Tiong Hui Ciong. Tiong Hui Ciong tetap duduk di dalam kereta Dia hanya menymgkapkan tirai dan meiongokkan kepalanya sedikit.
"Tidak perlu memakai segala macam per adatan. Apa maksud Yu huhoat menghadang perjalananku ini?" . Sekali lagi Cian Poa Teng menjura dalam-dalam.
"Cayhe mendapat perintah dari Hue leng senbu untuk menyusul Tiong kouwnio.".
"Hue leng senbu memerintahkan engkau menyusul aku? Ada urusan apa sebenar nya'?"
Tanya Tiong Hui Ciong diam diam merasa curiga.
"Maksud Hue leng senbu Ehem ehem . maksudnya agar Tiong kouwnio.. ."
Tampaknya orang tua itu merasa serba salah meneruskan kata katanya. Tiong Hui Ciong mulai dapat meraba maksud hati Cian Poa Teng. Dia tersenyum datar.
"Kong Tong pai dan Soat san pai sudah sepertl keluarga sendiri Yu huhoat ada katakata yang hendak disampaikan Silah kan, tidak usah sungkan-sungkan" .
"Betul, betul,"
Sahut Cian PoaTeng sambil terus menjura "
Cayhe mengemban tugas dari Senbu yang mendengar kabar bahwa Yok Sau Cun ditolong oleh Tiong kouwnio Harap Tiong kouwnio dapat memberi muka kepada Lao siu agar meninggalkan anak muda tersebut di tempat ini.
Tiong Hui Ciong marah sekali mendengar ucapannya.
Dia mendengus dingin.
"Apakah ini perintah yang diberikan oleh Hue leng senbu?"
Tanyanya ketus.
"Betul, betul"
Lagilagi Cian Poa Teng menjura. Bibirnya memaksakan seulas senyuman.
"Kalau bukan perintah dan Senbu, meskipun cayhe mempunyai lima kepala |uga tidak berani menghada.ng perjalanan Tiong kouwnio" . Kembali Tiong Hui Ciong mendengus dingin.
"Bukankah kedudukan Cian Lao adalah Yu huhoat dari Kong Tong pai? Seorang Huhoat juga dapat mengambi! keputusan bukan'?"
Sindirnya taJam.
"Tiong kouwnio memandang cayhe terlalu tinggi Dalam Kong Tong pai Cian lao masih belum termasuk apa-apa. Cayhe masih mengharapkan petunjuk dari Tiong kouwmo " . Tiong Hui Ciong menyingkapkan tirai kereta lebih ke atas. Ditatapnya Cian Poa Teng dengan pandangan menusuk.
"Cian Lao adalah Yu huhoat dan Kong Tong pai. Aku ingin meminta petunjuk tentang sesuatu....".
"Soal 'Meminta petunjuk' yang dikatakan Tiong kouwnio, mana berani cayhe menerimanya?" . Sekarang penglihatan Cian Poa Teng lebih jelas. Dia melihat sepasang mata gadis itu begitu tajam menusuk. Pandangan gadis ini benar-benar dingin dan menggidikkan hati katanya dalam hati Namun dia tidak menunjukkan perasaan apa-apa. Dia hanya meniura sekali lagi kepada Tiong Hui Ciong sambil tersenyum lebar.
"Entah petunjuk apa yang Tiong kouwnio katakan Lao siu bersedia membersihkan telinga untuk mendengarkan" .
"Yang ingin kutanyakan adalah apakah pihak Soat san pai kami harus mendengar perintah pihak Kong Tong pai kalian?"
Tanyanya datar.
"Ucapan Tiong kouwnio terlalu berat."
Sahut Cian Poa Teng "Kong Tong pai dan Soat san pai adalah mitra kerja sama Mana boleh terselip kata-kata 'mendengar perintah' di antara keduanya?" .
"Bagus kalau kau mengerti Hue leng senbu sudah melukai Yok Sau Cun. Bahkan dia telah mengeluarkan ucapan untuk melepaskannya Aku membawanya dari tempat orang orang Wi Yang pai dan menolongnya keluar Rasanya urusan ini tidak ada kaitannya lagi dengan Kong Tong pai,"
Sahut Tiong Hui Ciong.
"Ini ini...."
Cian Poa Teng tidak dapat melanjutkan kata katanya.
"Mengandalkan apa Hue leng senbu meminta aku meninggalkan Yok Sau Cun di tempat im? Mengapa Yu huhoat berani meminta aku meninggalkannya di sini?"
Tiong Hui Ciong seakan tidak memberinya kesempatan untuk membantah. Cian Poa Teng dibuatnya kelabakan dan serba salah.
"Semua ini hanya kesalahpahaman Tiong kouwnio saja..
"Cian Lao tidak perlu mengatakan apa-apa iagi. Mengharap aku meninggalkannya di sini hanya mimpi!"
Kata Tiong Hui Clong dengan nada dingin.
Diturunkannya kembalf tirai kereta tersebut sambll memberi perintah "Yu Kim Piau, kita lanjutkan perjalanan!".
Cian Poa Teng sadar bahwa dla tidak dapat berkata apa-apa lagi Orang tua itu terpaksa menjura dalam-dalam.
"Cayhe mohon diri."
Dia membalikkan tubuhnya.
Sepasang kakinya menutul kemudian melesat meninggalkan tempat tersebut.
Baru saja bayangan tubuhnya menghilang, dari hutan sebelah kiri kembali terfihat berkelebatnya beberapa sosok bayangan Terdengar suara teriakan dari orang yang paling depan.
"Tiong kouwnio, harap tunggu sebentar'" . Suara orang ini bening dan lantang Kumandangnya jelas terdengar sampai ke dalam kereta Tanpa sadar Tiong Hui Ciong mengerutkan sepasang alisnya.
"Yu Kim Piau. siapa lagi yang datang?" . Yu Kim Piau sudah menggetarkan dunia kangouw selama sepuluh tahun lebih. Tentu saja dia mengenali orang-orang yang datang itu.
"Lapor kepada Ji siocia, yang datang kali ini adalah Wi Yang sam kiat,"
Sahutnya segera.
Tidak salah Yang datang menemui Wi yang sam kiat Wi Yang taihiap Hui Kin Siau, Wi Lam cu dan Gi Hua to Selain itu ada Hui Fei Cin dan Siau Cui yang masih menggunakan dandanan seorang pria.
Ketika Yu Kim Piau melaporkan kepada Tiong Hui Ciong Wi Yang taihiap Hui Kin Siau sudah berjalan ke hadapan kereta.
Dia segera merangkapkan sepasang tangannya dan menjura dalam-dalam.
"Wi Yang taihiap Hui Km Siau mengharap sahutan dari Tiong kouwnio'" . Orang sudah mengumumkan namanya dan mengharap sahutan dari dirinya, tentu saja Tiong Hui Ciong tidak enak kalau sampai tidak rrielayani Dengan enggan dia menyingkap tirai keretanya.
"Yang datang berkunjung ternyata Ciang bunjin dan Wi Yang pai Maafkan Tiong Hui Ciong yang tidak menyambut dan jauh,"
Katanya dingin.
"Tiong kouwnio terlalu sungkan ". Tiong Hui Ciong mengedarkan pandangan matanya.
"Wi Yang sam kiat sudah terkenal di dunia kangouw sejak puluhan tahun yang lalu Han ini rupanya berkumpul bersama dan meng hadang jalan pergiku Bolehkah kalau aku bertanya ada petunjuk apa yang ingin disampaikan?'.
"Numpang tanya masih ada siapakah dalam kereta Tiong kouwnio itu?"
Tanya Wi Yang taihiap.
"Masih ada siapa pun di dalam keretaku, apakati Hui taihiap berhak mengetahuinya'?"
Tanya Tiong Hui Ciong datar.
Ditapya sedemikian rupa, Hui Kin Siau langsung terdiam Dia belum sempat menjawab apa-apa ketika Hui hujin yang ternyata ikut datang juga langsung menukas "Tiong kouwnip, menurut ppnyelidikan kami, kau telah menyusup ke dalam Kui Hun Ceng kami dan menculik Yok siangkong yang sedang terluka parah Aku rasa hal ini memang kenyataan bukan'?" .
Tiong Hui Ciong mendengus dingin.
"Menculik'? Mengapa aku harus menculiknya'?" . Hui Fei Cin langsung menghambur maju. Dia marah sekali mendengar ucapan Tiong Hui Ciong.
"Memangnya bukan kau yang menculik Yok siangkong? Kau masih ingin memungkiri ha! yang sudah nyata ini?"
Teriaknya kesal.
"Mengapa aku harus mungkir kalau me mang aku melakukannya? Aku memang menolong Yok Sau Cun keluar dan Kui Hun Ceng, sama sekali bukan menculiknya Sebab apabila dia tetap berada di tempat kalian pastidiaakan mengalami bencanayang tidak terkirakan "
Sahut Tiong Hui Ciong sinis. Hui Fei Cin langsung membalikkan tubuhnya. 'lbu bukankah dia sudah mengakui perbuatannya?".
"Tiong kouwmo, mengapa kau bisa mengatakan bahwa berdiamnya Yok siangkong di Kui Hun Ceng malah akan mengalami bencana yang tidak terkirakan?"
Tanya Hui hujin. Tiong Hui Ciong tertawa dingin.
"Dia terkena serangan Hue Yan to oleh Hue leng senbu. Luka ini tidak dapat disem buhkan dengan Pat pao ci giok tan milik Wi Yang pai. Apabila membiarkan dia diobati dengan iarum emas oleh Gi Hua to kalian, maka dia akan menjadi orang cacat seumur hidupnya Coba bayangkan, bencana apa yang paling besar bagi seorang pendekar kalau bukan kehilangan ilmu silat yang dimilikinya? Aku menolongnya dan Kui Hun Ceng Apakah perbuatanku ini tidak benar?" . Mendengar sindirannya, wajah Gi Hua to langsung berubah merah padam Dia meng elus elus jenggotnya sembari tertawa sumbang.
"Kalau begitu, Tiong kouwnio mempunya! kepastian dapat menyembuhkan luka Yok sjangkong ini'?".
"Paling tidak aku tidak akan menggunakan jarum emas yang akan membuatnya ca cat seumur hidup,"
Sahut Tiong Hui Ciong.
"Kalau mendengar nada ucapanmu, tampaknya kau sudah berhasil menyembuhkan luka yang Yok siangkong alami?"
Tanya Hui hujin. Melihat begitu banyaknya rombongan mereka yang menghadang perjalanannya, hawa amarah dalam hati Tiong Hui Ciong jadi meluap.
"Paling tidak aku sudah menyembuhkan luka akibat serangan Hue Yan to yang dideritanya Kalau kalian tidak menghalangi perjalananku ini, aku pasti dapat menyembuhkan luka yang ia derita secara keseluruhan!"
Sahutnya kesal. Hui Pei Cin dapat mendengar nada panggilan Tiong Hui Ciong terhadapYok Sau Cun yang sudah demikian akrab Rasa cemburu membakar hatinya seketika.
"Dia... dia Memangnya apa hubunganmu dengannya'?"
Tanyanya jengkel. Sikap Tiong Hui Ciong masih tenang sekali.
"Apapun hubungannya denganku, rasanya tidak ada kaitannya denganmu bukan?" . Tubuh Hui Fei Cin gemetar saking marahnya Dia mendengus satu kali.
"Tiong Hui Ciong, kau benar-benar tidak tahu malu!"
Ejeknya. Mendengar ucapannya yang begitu menyakitkan, hati Tiong Hui Ciong marah sekali.
"Di dunia ini memang banyak orang yang rupanya jelek tapi tidak tahu dirl Lihat saja apakah dirimu pantas bersanding dengan adik Cun?"
Katanya dalam hati Bsgitu pikirannyatergeraki tiia langsung mendengus dingin "
Hui Fei Cin, kau adalah putri seorang Ciang bunjin dari Wi Yang pai mengapa mulutmu begitu kurang ajar?
Kalau bukan karena ayahmu sendiri ada di tempat ini, aku akan mewakilinya memberi pelajaran kepadamu!
Kata-kata ini sungguh tajam Wi Yang taihiap sampai kehilangan muka mendengar ucapannya "Hui ji, mundur!"
Bentaknya saking malu.
"Tiong kouwmo, maksud kedatangan kami adalah meminta kau meninggalkan Yok siangkong,"
Tukas Hui hujin.
"Mengapa aku harus meninggalkannya?"
Tanya Tiong Hui Ciong purapura tidak mengerti.
"Karena kau menculiknya dan Kui Hun Ceng kami,"
Sahut Hui hujin.
"Seandainya aku meninggalkannya di slni, kalian juga tidak bisa menyembuhkannya Lebih baik kalian dengar saja nasehatku Minggirlah segera, jangan menghabiskan waktu yang tinggai sedikit!" . Hui hujin terkejut sekali mendengar perkataannya.
"Bukankah kau mengatakan bahwa luka akibat Hue Yan to yang dideritanya telah sembuh? Mengapa dia.."
Rupanya Hui hujin sangat mengkhawatirkan kondisi calon menantunya.
"Aku tidak banyak waktu untuk menjelaskannya kepada kalian. Racun api dalam tubuhnya memang sudah punah, tetapi jalan darahnya mengalir dan arah yang berlawanan. Keadaannya amat kritis. Aku harus segera membawanya ke Soat san agar kakekku dapat memberikan pertolongan kepadanya,"
Sahut Tiong Hui Ciong.
"Ibu, jangan dengarkan perkataannya. Tidak mungkin dia mengandung niat baik!"
Teriak Hui Fei Cin.
"Tiong kouwmo meskipun ilmu pengobatan Lao siu belum mahir sekali, tapi setidaknya mengerti juga ilmu meraba urat nadi Seandainya benar racun api dalam tubuh Yok siangkong sudah punah, lukanya sendiri tidak terlalu parah Bolehkah Lao siu meraba sebentar urat nadinya? Apabila benar apa yang Tiong kouwnio katakan. maka kami tidak akan menghalangimu memberikan pertolongan kepadanya!"
Tukas Gi Hua to. Dari sepasang mata Tiong Hui Ciong yang indah terpancar hawa pembunuhan yang tebal Dia marah sekali.
"Aku mengatakan bahwa keadaannya sedang kritis Apakah aku akan mendustai kalian'? Kalau kalian masih menghalangi perjalananku dan menunda waktu sehingga jiwa adik Cun tidak tertolong, maka aku akan meminta ganti nyawa seluruh Wi Yang pai kalian. !" . Baru saja ucapannya selesai dan tempat yang tidak jauh berkumandang suara lain yang halus dan nyaring "Ibu, mereka ada di sini!" . Sesosok bayangan merah seperti selembar daun mengiringi suara ucapan melayang turun di depan kereta Bayangan itu adalah sosok tubuh seorang gadis yang mengenakan pakaian berwarna merah Siapa lagi kalau bukan Cu Kiau Kiau?. Tiong Hui Ciong terkejut sekali Tanpa sadar sepasang alisnya langsung mengerut.
"Barusan terdengar dia memanggil ibu Jangan-jangan Hue leng senbu sudah hadir di sini,"
Gumamnya.
Benar saja, dari jauh terlihat sebuah tandu berwama hitam sedang melesat datang de ngan kecepatan tinggi.
Orang yang berlari di depan tandu bukan fain dari pada Cian Poa teng Yu huhoat dan Kong Tong pai Empat orang wanita berusia setengah baya bertindak sebagai pengawal yang melindungi sekeliling tandu Orang-orang yang menggotong tandu terdiri dan delapan lakiiaki berpakaian hijau.
Ternyata memang Hue teng senbu sendiri yang sudah datang di tempat tersebut Wanita itu toh sudah tahu bahwa dia yang menolong Yok Sau Cun dan Kui Hun Ceng.
Mengapa dia meminta dia menyerahkan Yok Sau Cun kepadanya?
Tangannya segera terutur dan tirai kereta diturunkannya kembali.
Dalam sekejap mata tandu itu sudah sampai di depan kereta Begitu tandu diturunkan, keempat wanita segera memencarkan diri melindungi bagian depan tandu dan menyingkapkan tirainya.
Hue leng senbu mengedarkan pandangannya Dia menatap sekilas ke arah rombongan Hui Kin Siau Mulutnya memperdengarkan suara tertawa dingin.
"Berita yang Wi Yang pai terima cukup cepat juga,"
Sindirnya. Hui Kin siau langsung merangkapkan sepasang kepalan tangannya dan menjura.
"Berita yang diterima pihak Senbu juga tidak kalah cepat,"
Sahutnya dengan bibir tersenyum. Hue leng senbu mendengus dingin.
"Cian huhoat'"
Panggilnya. Cian Poa Teng segera maju satu langkah dan membungkukkan tubuhnya.
"Hamba di sini''.
"Apakah kereta yang ada di depan ini milik Tiong kouwnio'?"
Tanyanya.
"Betut"
Sahut Cian Poa Teng.
"Bagus Kau katakan kepada Tiong kouwnio bahwa aku mengundangnya,"
Kata Hue leng sen bu.
"Baik "
Cian Poa Teng segera memutar ke depan kereta dan menjura dalam-dalam.
"Tiong kouwnio. Senbu mengundangmu ". 'Oh1"
Tiong Hui Ciong sengaja berdehem satu kali baru melanjutkan kata-katanya "Yu Kim Piau, bukakan tirai keretai"
Dia benarbenar tidak mau kalah pamor dengan Hue leng senbu.
Yu Kim Piau segera mengiakan dan loncat turun dan depan lalu menyingkapkan tirai kereta Tiong Hui Ciong turun dengan gaya lamban Matanya mengerling sekiias ke arah Cian Poa Teng.
"Apakah Ciang lao yang mengajak Senbu ke sini?"
Tanyanya dingin. Cian Poa Teng segera rnengembangkan seulas senyuman.
"Tidak, tidak Maaf Tiong kouwnio, Senbu mengundangmu "
Sahutnya gugup. Tiong Hui Ciong berjalan menuju tandu berwarna hitam tersebut dan membungkukkan tubuhnya sedikit.
"Boanpwe Tiong Hui Cfong dan Soat san menjumpai Sen bu "
Dia sengaja menambahkan dua kata Soat san di belakang namanya sendiri.
"Tiong kouwmo tidak perlu banyak peradatan,"
Kata Hue leng senbu dengan nada dingin.
"Senbu mengundang boanpwe ada keperluan apa'?".
"Bocah yang bernama Yok Sau Cun itu, apakah kau yang menculiknya?"
Tanya Hue leng sen bu ketus. Tiong Hui Ciong mendongakkan wajahnya.
"Maksud kata-kata Sen bu ini .
'Dia tidak meneruskan kata katanya Padahal dia ingin mengatakan Maksud kata kata Sen bu ini tidak benar sama sekali' Dia tidak meneruskan kata-katanya karena bagaimana pun pihak sana adalah angkatan tua Tentu tidak baik kalau bentrokan langsung di hadapan umum Lagipula Tiong Hui Ciong tidak ingin menambah persoalan yang sudah ada.
Namun Hue leng senbu adalah seorang yang sudah kawakan dalam duma kangouw Biar pun Tiong Hui Ciong tidak meneruskan kata katanya, tetapi dia sudah dapat menduga sendiri Oleh karena itu dia mendengus berat.
"Apakah kata kata Senbu ini tidak benar'?".
"Boanpwe tidak berani menganggap demikian "
Sekali lagi Tiong Hui Ciong membungkukkan tubuhnya "Tetapi menurut apa yang boanpwe ketahui, Yok Sau Cun menyambut tiga jurus serangan dari Hue ,leng senbu dan memang dia terluka oleh Hue Yan to yang kau lancarkan Namun pada saat itu juga Senbu sudah mengijinkannya pergi Dia dibawa kembali ke Kui Hun Ceng dalam keadaan terluka parah Gi Hua to dari Wi Yang pai berusaha mengobatinya Tetapi obat Pat pao ci giok tan milik mereka bukan obat yang tepat untuk menyembuhkan luka Yok Sau Cun Karena tidak mendapatkan obat dari Senbu mereka mengambil keputusan untuk mencoba menyembuhkannya dengan tusukan jarum emas Hanya dengan cara ini racun api yang mengendap di dalam tubuhnya dapat dipunahkan Boanpwe tahu pengobatan dengan tusukan jarum emas dapat membuat Yok siaute cacat seumur hidup, maka boanpwe sengaja menolongnya keluar dan Kui Hun ceng Rasanya penstiwa ini tidak ada kaitannya lagi dengan Senbu " .
Wajah Hue leng sen bu langsung berubah mendengar ucapan Tiong Hui Ciong.
'Selama puluhan tahun, aku mempunyai sebuah peraturan Siapa pun yang terkena.
serangan Hue Yang toku, baik mati ataupun hidup, hanya aku sendiri yang boleh mengambil keputusan.
Pokoknya orang lain tidak bofeh ada yang ikut campur!"
Katanya ketus. Wajah Tiong Hui Ciong juga berubah hebat mendengar ucapannya.
"Lagipula pada saat itu aku hanya merasa kesal atas kesombongannya Cara turun tanganku juga terbatas Tidak bermaksud membunuhnya Malah pada malam han itu juga aku menyuruh Kiau Kiau mengantarkan obat penawar Hue leng tan ke Kui Hun Ceng Bukankah tindakanmu ini agak berlebihan?"
Hue leng senbu melanjutkan katakatanya.
"Pada saat itu mana boanpwe tahu Senbu mempunyai niat demikian Sementara itu secara diamdiam boanpwe sempat mende ngar Gi Hua to mengatakan bahwa hanya dengan jalan tusukan jarum emas baru dapat menyembuhkan adik Cun, maka boan pwe menjadi panik Kebetulan boanpwe membawa sebutir Soat sam wan pemberian kakek yang mana dapat melumpuhkan bekerjanya racun api dalam tubuh sehingga tanpa berpikir panjang lagi, boanpwe langsung menolongnya keluar dan Kui Hun Ceng "
Sahut Tiong Hui Ciong. Hue leng senbu mendengus dingin.
"Jadi karena kau anggap Soat som wan buatan kakekmu dapat menyembuhkan luka Yok Sau Cun, lalu kau tidak memandang sebelah mata lagi kepada aku orang tua?" . Hawa amarah dalam dada Tiong Hui Ciong hampir meledak, tetapi dia berusaha menahan sebisa mungkin.
"Boanpwe sudah mengatakan bahwa pada saat itu boanpwe tidak mengetahui maksud hati Senbu Lagipula hati boanpwe sedang panik memikirkan bagaimana caranya menolong " .
"Panik memikirkan dia'?"
Sinar mata Hue leng sen bu bertambah tajam "Apa hubung anmu dengan bocah she Yok itu?".
Mendapat pertanyaan seperti itu, selembar wajah Tiong Hui Ciong menjadi merah padam Di depan umum dia ditanyakan mengenai hubungannya dengan Yok Sau Cun, tentu sa|a Tiong Hui Ciong merasa malu se kali Di samping itu dia merasa mendongkol juga.
"Kaiau aku tidak mengatakannya terus terang Bagi orang orang KongTong pai dan Wi Yang pai tentu akan menduga bahwa aku menutupi sesuatu yang rnemalukan,"
Pikirnya dalam hati. Dia berusaha menenangkan perasaan hatinya yang berkecamuk.
"Yok Sau Cun dan boanpwe telah mengangkat saudara. Mana rnungkin boanpwe melihat adlk angkat sendiri terluka parah dan tidak memberikan pertolongan? Kebetulan boanpwe membawa Soat som wan yang dapat menyembuhkan lukanya Apakah boanpwe akan membiarkannya saja dia terluka separah itu?" . Hui Fei Cin yang berdiri di ke|auhan dan Cu Kiau Kiau yang berdiri di samping Hue leng senbu mendengar bahwa Tiong Hui Ciong telah mengangkat saudara dengan Yok Sau Cun Tanpa sadar keduanya tertawa dingin.
"Mengapa aku tidak pernah tahu kalau kau sudah mengangkat saudara dengan Yok Sau Cun?"
Tanya Hue leng sen bu.
"Ini merupakan urusan pribadi boanpwe Tidak ada alasan untuk memberitahukan kepada Sen bu,"
Sahut Tiong Hui Ciang ketus. Sekali lagi Hue leng senbu mendengus marah.
"Tiong kouwnio, tentunya kau masih mengingat apa pesan kakekmu ketika k'alian tiga bersaudara turun gunung?" .
"Boanpwe mana berani lupa Kami tiga bersaudara masih muda dan belum berpengalaman Harap Senbu setiap waktu memberikan petunjuk,"
SahutTiong Hui Ciong.
"Bagus kalau kau masih mengingatnya Sekarang serahkan bocah she Yok itu kepada kami,"
Kata Hue leng senbu. Wajah Tiong Hui Ciong langsung berubah dingin.
"Apakah Senbu tidak salah mengucapkan kata-kata itu?".
"Apanya yang salah?"
Tanya Hue leng senbu dengan nada marah.
"Boanpwe tiga bersaudara diperintahkan oleh kakek untuk bekerja sama denganmu dan mendengarkan petunjuk dan Senbu, bukan masuk ke dalam partaimu dan harus mendengar apa pun yang kau perintahkan Apatagi masalah ini adalah masalah pribadi boanpwe, harap Senbu tidak terlalu mendesak golongan muda seperti kami." . Sejak' kedatangan Hue leng senbu, orang-orang Wi Yang pai sudah menggeser ke samping Sekarang setelah mendengar perdebatan di antara Hue leng senbu dengan Tiong Hui Ciong, mereka sudah bisa menduga-duga sedikit. Kali ini dunia kangouw kembali diianda badai topan Mereka tidak dapat merabaraba apa yang sedang terjadi. Bahkan tidak kurang pihak yang saling mencurigai Ru panya Kong Tong pai yang menjadi dalang semua ini Kemungkinan mereka ingin menguasai dunia bulim dan mendapat dukungan dari Soat san lojin yang terkenal itu. Tanpa sadar, Wi Yang taihiap Hui Km Siau melink sekilas kepada Wi Lam cu dan Gi Hua to Mereka tahu sebentar lagi pasti ada tontonan yang seru di depan mata Benar saja! Hue leng senbu yang dibuka kedoknya se cara terangterangan di depan umum oleh Tiong Hui Ciong'merasa marah sekali Tampak tubuhnya yang duduk di dalam tandu bergetar Matanya bersmar tajam menusuk Dia tertawa terkekeh kekeh Nada suaranya juga mengandung kemarahan yang dalam.
"Bagus, Tiong Hui Ciong Kau berani berbentrokan langsung denganku Sekarang aku akan meringkusmu dan membawamu kepada Soat san lojin Aku ingin mengatakan bahwa kau tidak tahu menghormati orang tua Hukuman apa yang akan dijatuhkannya kepadamu?" . Tiong Hui Ciong tertawa sumbang.
"Toaci, boanpwe adalah menantumu Aku bukan. Kecuali kakek, aku tidak mempunyai angkatan tua lagi Aku menenma perintah dari kakek untuk membantumu Sekarang aku memang ingin pulang ke Soat san menanyakan pendapat kakek, tidak perlu Senbu bercapai hati,"
Sahutnya berani. Hue leng senbu langsung berdiri dari tandunya.
"Apakah kau kira aku tidak sanggup menngkusmu?"
Bentaknya marah. Sikao Tiong Hui Ciong tetap tenang.
"Mungkin saja Senbu memiliki kesanggupan itu Tapi aku Tiong Hui Ciong juga tidak akan berdiam diri dinngkus begitu saja '. Hue leng senbu langsung melangkah keluar dari tandunya.
"Budak cilik, kau berani benar membantah ucapanku".
"Ciang bunjin, kita harus menjadi penengah di antara mereka,"
Bisik Wi lam cu dengan nada rendah. Hui Kin siau menganggukkan kepalanya Dia melangkah maju dengan perlahan lalu merangkapkan sepasang tangannya menjura.
"Senbu harap padamkan hawa amarah,"
Katanya.
"Urusan ini tidak ada hubungannya dengan Wi Yang pai kalian"
Bentak Hue leng senbu dengan suara keras. Hui Kin Siau tersenyum simpul.
"Kata-kata Senbu tidak dapat diterima "
Sahutnya tenang. Wajah Hue teng senbu berubah merah saking marahnya.
"Maksudmu, kalian dari Wi Yang pai tetap ingin mencampuri urusan ini'?".
"PerdebataiT antara Senbu dan Tiong kouwnio berawal dan diri Yok Sau Cun Se dangkan Yok siangkong ini terluka karena membela siau |i Lagipula Tiong kouwnio membawa Yok siangkong ini dan Kui Hun ceng kami Oleh karena itu parlai kami sedikit banyaknya harus bertanggungiawab mengenai masalah ini,"
Sahut Hui Kin Siau Dia rnelink sekilas ke arah Tiong Hui Ciong "
Sedangkan Yok siangkong datang ke Kui Hun Ceng adalah mengemban tugas dari ipar lohu yakni Song loya cu untuk mengan tarkan pedang Sit Kim kiam.
Dan anak muda ini juga merupakan ahli waris dan Tian san Seandainya dia tidak dapat disembuhkan, maka kami dan Wi Yang pai akan kehilangan pamor karena dianggap tidak dapat mehndungi seorang anak muda.
"Siapa guru Yok Sau Cun Wi Yang taihiap tahu dengan jetas Dia sengaja mengatakan bahwa anak muda itu adalah ahti waris dan Tian san karena dia paham Hue leng sen bu masih menaruh beberapa bagian hormat kepada parlai tersebut. Maksud kata kata Hui Kin Siau ini garn blang sekali Perlama dia menyatakan bahwa urusan ini masih ada kaitannya dongan pihak mereka mau tidak mau Wi Yang pai harus turut campur Kedua, dia tadi juga menyebutkan nama Song Ceng San karena setidaknya orang tua itu pernah men|abat sebagai bengcu dan delapan partai besar yang disegani Apabila urusan ini dibesarkan maka delapan partai besar mungkin akan ikut turun tangan. Ketiga, dia menyebutkan Yok Sau Cun sebagai ahli waris Tian san karena Hue leng senbu menganggapnya demikian Tentu saja Hue leng senbu harus berpikir dua kali apabila ingin memperpanjang urusan ini. Wi Yang pai hanya sebuah partai sebuah wilayah yang tidak seberapa besar Tentu Hue leng senbu tidak memandang sebelah mata Tetapi hari ini Wi Yang sam kiat semuanya berkumpul di tempat im Setidaknya ketiga orang ini tidak dapat dianggap remeh. Hue leng senbu juga tidak ambil hati terhadap Song Ceng san. Pertemuan Ce po tan goan yang akan datang memang sengaja diselenggarakan untuk rnenghadapi delapan partai besar. Masalahnya justru "
Ahli wans Tian san"
Yang dikatakan Hui Km Siau tadi.
Sejak dia mengenali Yok Sau Cun sebagai mund Tian San, dia sudah merasa bimbang Namun ketika Yok Sau Cun mengatakan berani menyambut tiga buah serangannya, hatinya menjadi panas dan lupa diri sejenak Hawa pembunuhan mulai memenuhi hatinya dan dia bermaksud menghabiskan nyawa Yok Sau Cun dengan sekali hantaman Hue Yan to miliknya.
Ketika dia sudah melancarkan ilmu ter sebut, Cu Kiau Kiau menjent mencegahnya Kesadarannya tergugah kembali sehmgga dia sempat menarik tangannya pada saat yang kritis Apabita tidak nyawa Yok Sau Cun tentu sudah melayang pada saat itu juga.
Kemudian Cu Kiau Kiau mencun tiga butir Hue leng tannya dan mengantarkan ke Kui Hun Ceng.
Pada saat itu juga dia sudah mempunyai rencana tersendiri di dalam hati Kalau saja dia bisa memenuhi keinginan putrinya yang dia tahu sudah jatuh kepada Yok Sau Cun, bukankah hal ini sekaligus rnemberikan keuntungan kepadanya?
Dengan dennkian dia dapat menarik Tian San pai menjddi komplotannya Memperoleh seorang rnenantu yang merupakan ahli waris Tian San pai pasti menambah kekuatannya sehingga dia dapat menguasai dunia bulim dengan mudah.
Itulah sebabnya kali ini dia datang sendiri dcin mendesak Tiong Hui Ciong menyerahkan Yok Sau Cun kepadanya Dia bermaksud rnenyumbuhkan luka Yok Sau Cun sehmgga anak muda itu merasa berhutang budi kepadanya Sebagai seorang laki laki sojati Yok Sau Cun tidak dapat menolak apabila dia menjodohkannya dengan Cu Kiau Kiau.
Kembali pada suasana panas yang sedang berlangsung Mendengar ucapan Hui Kin Siau, tanpa sadar Hue leng sen bu melirknya sekilas.
"Kalau menurut pendapat Hui taihiap, apa yang harus kulakukan?"
Tanyanya dingin. Meskipun nada suaranya dingin tapi kesan yang ditampilkan sudah tidak sekeras sebelumnya.
"Sebelum Sen bu datang kemari tadi. Lohu mendengar Tiong kouwmo mengatakan bahwa Yok siangkong sudah menelan obat Soat som wan buatan kakeknya Racun api dalam tubuhnya sudah punah, tetapi aliran darahnya terbalik Luka dalamnya cukup parah juga Tiong kouwmo bergegas menuju ke Soat san, mungkin karena ingin memohon kakeknya menyembuhkan tuka Yok siangkong "
Sahut Hui Kin Siau. Wajah Hue leng sen bu menyiratkan rasa kurang percaya.
"Tidak mungkin' Aku masih ingat bahwa tenaga yang kutancarkan ketika mengerah kan Hue Yan to hanya sebanyak tiga bagian Kalau bocah she Yok itu sudah menelan Soat sam wan, maka dia akan memperlihatkan perubahan yang menuju kesembuhan Tidak mungkin aliran darahnya membalik" .
"Apa yang boanpwe katakan' tidak sepatah pun merupakan dusta Aliran darah Yok Sau Cun memang terbalik Dia tidak sadarkan diri sampai sekarang "
Sahut Tiong Hui Ciong. Hui Kin Siau tersenyum simpul.
"Luka yang Yok siangkong denta adalah karena serangan Hue Yan to Sekarang Sen bu sendiri sudah datang kemari Meskipun luka akibat racun api yang diderita oleh Yok siangkong lebih parah lagi, dengan adanya Senbu tentu tidak perlu dikhawalirkan lagi Lagipula saudara Gi Hua to sedikit banyaknya sudah punya nama juga di dunia kangouw dalam ilmu pengobatan. Mengenai luka dalam yang Yok siangkong denta maksud lohu .. Apabila Tiong kouwnio memang berruat menyembuhkan Yok siangkong dengan hati tulus, tidak perlu berdebat parijang lebar. Biar Sen bu dan suheng lohu memeriksa keadaannya sebentar agar dapat diketahui sampai mana keadaan lukanya Seandainya suheng lohu bisa menyembuhkan, Tiong kouwnio toh tidak perlu membuangbuang waktu menempuh perjalanan ke Soat san yang demikian jauh. Entah bagaimana pendapat Tiong kouwnio dan Sen bu berdua?" . Kaiau mendengar ucapannya, Tiong Hui Ciong pasti tidak mempunyai kesempatan bergegas pulang ke Soat san lagi Sedangkan bagi Hue leng senbu. apabila Gi Hua to dapat menyembuhkan luka Yok Sau Cun, tentu merupakan sebuah keuntungan bagi putrinya Dengan membawa pikiran demikian, Hue leng senbu langsung mengangguk setuju.
"Baiklah, aku setuju dengan usul yang dikemukakan oleh Hui taihiap,"
Katanya. Tiong Hui Ciong tidak mempunyai pilihan lain. Dia terpaksa ikut menganggukkan kepalanya.
"Boanpwe hanya berniat menolongnya agar bisa sembuh Siapa pun yang mengobati tidak menjadi persoalan Itulah sebabnya karena pikiran buntu, boanpwe bergegas ingin kembali ke Soat san Apabila Senbu bersedia mengobatinya, tentu saja boanpwe juga setuju sekali" . Gi Hua to langsung mengembangkan senyuman lebar.
"Kalau kalian berdua sudah setuju, harap Tiong kouwnio menggendong Yok siangkong keluar dan kereta " . Tiong Hui Ciong menganggukkan kepalanya.
"Hu momo, bawa Yok siangkong turun dari kereta,"
Perintahnya.
Dari dalam kereta tidak terdengar suara afiutan seorang pun Tiong Hui Ciong memanggil sekali lagi.
'Hu momo, aku suruh kau gendong Yok siangkong kemari.".
Entah Hu toanio yang ada di dalam kereta tidak mendengar atau karena alasan lainnya, pokoknya tetap tidak terdengar sahutan dan seorang pun Tiong Hui Ciong merasa hal ini di luar dugaan.
"Yu Kim Piau, coba kau lihat Apakah Hu momo tertidur di dalam kereta sehingga tidak mendengar panggilanku?" . Sebetulnya berdasarkan ilmu silat yang dimiliki Hu Hamo, tidak mungkin dia tertidur sementara siocianya menghadapi beberapa musuh besar Tapi Yu Kim Piau langsung mengiakan dan menghampiri kereta lalu menyingkapkan tirainya.
"Hu toanio' Baru saja memanggil dia segera merasakan sesuatu yang tidak beres Cepat cepat dia membalikkan tubuh dan berkata "
Ji siocia di dalam kereta telah terjadi sesuatu Yok siangkong lenyap entah kemana dan Hu toanio tampaknya tertotok oleh seseorang. Mendengar keterangannya Tiong Hui Ciong jadi terkejut.
"Mengapa bisa terjadi demikian'?"
Tanyanya bingung.
Tanpa menunda waktu lagi dia langeung melesat ke arah kereta dan memperhatikan keadaan di dalamnya Tampak Hu toanio bersandar di dinding kereta dengan mata terpejam dan seakan tertidur pulas.
Tidak syak lagi dia telah tertotok jalan darahnya Tadinya dia sedang menggendong Yok Sau Cun Sekarang anak muda itu sudah tidak ada lagi dalam pangkuannya Melihat keadaan itu Tiong Hui Ciong tangsung tertegun.
Kereta itu berhenti di tengah jalan Di depan kereta berkumpul orang-orang Kong Tong pai dan Wi yang pai Bagaimana Yok Sau Cun bisa menghilang begitu saja?
Mata Tiong Hui Ciong beralih ke jendela yang terdapat di belakang kereta Lubang jendela itu sangat kecil Seandainya ada yang me'nyelinap dan celah itu pasti orang itu harus mengulurkan tangannya dulu untuk merangkak ke dafam Bagaimana mungkin orang itu bisa melankan Yok Sau Cun tanpa diketahui seorang pun?.
Sementara otaknya berputar memikirkan kejadian tersebut, Hue leng sen bu Cu Kiau Kiau, Hui Fei Cin, Hui hujin dan yang iainnya segera menghambur mengerumuni kerela Mereka ingin menyaksikan apa yang telah terjadi.
Tiong Hui Ciong mengulurkan tangannya menepuk jalan darah Hu toanio yang tertotok Setelah itu dia mengguncangguncang tubuh perempuan tua itu.
"Hu momo, sadarlah. Terdengar suara keluhan dan mulut Hu toanio Dia membuka matanya perlahan lahan.
"Ji siocia, ada urusan apa kau memanggil Lao pocu!".
"Di mana Yok siangkong? Siapa yang menculiknya?"
Desak Tiong Hui Ciong. Tampaknya Hu toanio masih belum menyadan apa yang telah terjadi.
"Yok siangkong' ' Siapa yang menculik nya?"
Dia malah mengulangi pertanyaan Tiong Hui Ciong dengan termangu mangu Matanya sampai terbelalak dan mulutnya melongo 'Yok siangkong dicullk orang? Dia "
Sebetulnya dia ingin mengatakan bahwa Yok Sau Cun ada dalam gendongannya. Namun begitu dia menundukkan kepalanya, dia kembali terpana.
"Apakah kau tidak menyadarinya sama sekali'?" . Hu toanio begitu terperarijat sampai tidak dapat mengatakan apa-apa dalam waktu sesaat Dia berusaha mengmgatingat kembaii kejadian yang dialaminya.
"Terangterangan Lao pocu sedang menggendongnya Aneh sekali Apakah Ji siocia sempat melihat siapa yang menculiknya?"
Tanya Hu toanio. 'Kalau aku sempat melihat siapa yang menculiknya untuk apa aku bertanya lagi kepadamu?"
Kata Tiong Hui Ciong kesal. Hu toanio menjadi kelabakan.
"Lao pocu patut menenma hukuman mati Lao pocu benar benar tidak menyadan sama sekali Tadi Lao pocu masih mendengar Ji siocia bercakap cakap dengan Senbu kemudian tiba tiba aku merasa terserang rasa kantuk dan menguap lalu . Aih, siapa kira kira yang menculik Yok siangkong?" . Hue leng senbu terlawa dingin.
"Aku tahu "
Tiba tiba tubuhnya melesat ke udara dan sekejap mata sudah melayang.
turun iagi di hadapan Wi Yang taihiap.
Tangannya langsung menuding ke orang itu "Hui Kin Siau, kau yang menculik Yok Sau Cun bukan'?"
Tuduhnya langsung. Hui Kin Siau terkejut sekali Kakinya sampai mundur satu langkah.
"Mengapa Senbu bisa berkata demikian? Sejak tadi kami semua ada di sini, bagaimana kami bisa menculik Yok siangkong'?" . Sekali lagi Hue leng senbu terlawa dingin.
"Kalau bukan kau menyuruh anggota partaimu yang menculiknya lalu perbuatan siapa lagi yang paling masuk akal" . Hui Fei Cin mendengus marah.
"Terangterangan pihak kalian yang menculiknya, sengaja menggunakan akal melempar batu sembunyi tangan'?"
Sindirnya tajam. Sinar mata Hue leng senbu beralih kepada Hui Fei Cin.
"Budak cilik, kau berani berkata sepertt itu di hadapanku?"
Bentaknya garang.
"M ngapa tidak berani?"
Sahut Hui Fei Cin. Hue leng senbu tertawa sumbang.
"Kau berani berkata sepatah kata tagi saja, aku akan menghajar mulutmu yang lancang itu" . Hu hujin takut terjadi apa-apa pada diri putrinya Dia segera maju ke depan dan menghalangi di depannya.
"Cu Leng Sian. apakah kau tidak takut ditertawakan oleh orang-orang sebagai orang yang lebih tua menghina angkatan muda'? Orang lain boleh takut kepada kau Hue leng senbu Aku masih tidak memandang sebelah mata kepadamu,"
Katanya ketus. Hue leng senbu tertawa gusar.
"Bagus sekali"
Dia membalikkan tubuhnya dan berteriak "Bawa pedangku keman!".
Baru sa'ja ucapannya selesai, salah seorang dari keempat pelayan wanitanya segera membawakan pedang pusakanya dan menyodorkan dengan penuh hormat.
Cu Kiau Kiau langsung melesat ke depan.
"Biar aku yang menghadapi budak Hui Fei Cin itu!"
katanya.
"Trang'?!
Pedang panjangnya langsung dicabut Sekejap kemudian dia sudah menghambur ke hadapan Hui Fei Cin dan menudingkan pedangnya ke depan 'Keluarkan pedangmu'' bentaknya lantang.
Hui Fei Cin mana sudi kalah dengannya Dia tertawa dingin.
"Aku memang ingin melihat sampai di mana kehebatan ilmu Kong Tong pai kalian sehingga tingkah kalian begitu sombong!"
Sahutnya Sinis. Tangannya mengibas Sebatang pedang panjang sudah dihunus Dia langsung memasangnya di depan dada.
"Silahkan!' tantangnya. Meskipun kata-katanya sangat sopan namun nada suaranya justru tidak sungkan sama sekali. Pergelangan langan Cu Kiau Ktau langsung diputar.
"Hati-hatilah" . Hue leng kiam digetarkan Tubuhnya langsung melesat ke udara dan menimbul kan cahaya pedang yang berkilauan Dalam sekejap mata terasa hawa dingin memancar dari pedang yang seperti seekor kupu kupu yang sedang menan Tanpa sungkan lagi dia langsung menyerang. Hui Fei Cin juga menggerakkan tubuhnya. Pedangnya yang melintang di depan dada langsung dilancarkan ke depan menyambut serangan Cu Kiau Kiau Tampak sekelebatan sinar pedang berkilauan di depan mata gadis itu Dan serangan Hui Fei Cin terasa adanya tenaga yang kuat Seakan ada arus yang menyedot luncuran pedangnya sendiri Cu Kiau Kiau terkejut sekali Hatinya ter getar. Jangan jangan pedang yang digunakannya adalah Sit kim kiam yang tersohor itu?' katanya dalam hati. Dengan membawa pikiran demikian, gerakan Cu Kiau Kiau menjadi lebih waspada Tubuhnya bergerak dengan perlahan Jurus yang digunakannya sudah pasti berasal dari ilmu Kong Tong kiam hoat Dia merasa jurus serangannya ini sudah lumayan Siapa sangka gerakan yang dilakukan Hui Fei Cin membuatnya terperanjat Gadis itu seperti nekat melawan serangannya dengan kekerasan. Keduanya langsung terlibat pertarungan yang seru. Sementara itu Hu toamo mendekati Tiong Jiui Ciong dan berbisik di telinganya.
"Ji sioacia, ada sesuatu yang mengganjal di hati Lao pocu,"
Katanya. Sinar mata Tiong Hui Ciong yang sejak tadi memperhatikan jalannya pertarungan iangsung beralih kepadanya.
"Coba kau katakan apa yang mengganjal di hatimu itu Yok siangkong sedang terluka parah Dan dalam keadaan seperli ini tiba tiba dia diculik orang Bagaimana perasaanku tidak menjadi kacau?" .
"Ji siocia, coba kau bayangkan. Kedua belah pihak yang hadir di smi justru datang karena Yok siangkong Siapa pun di antara mereka pasti ingiri membawa Yok siangkong pulang, bukan?" . Tiong Hui Ciong menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Apa yang ingin kau katakan sebetulnya'? Langsung saja, dalam keadaan seperli ini, jangan plintat plintut Kau membuat pikiranku bertambah kalut" . Hu toanio tersenyum simpul Suaranya semakin direndahkan.
"Wi Yang sam kiat semuanya sudah berkumpul di sini Sampai sampai Hui hujin juga datang Boieh dibilang para jago Wi Yang pai sudah ada di sini semuanya " . Jago-jago Wi Yang pai sudah berkumpul di tempat ini Hal ini berarti, meskipun Hue leng sen bu sendiri juga sudah ada di sini tetapi para jago Kong Tong pai belum terlihat Memang tidak salah. Dalam partai Kong Tong pai banyak terdapat jago-jago yang menguasai berbagai ilmu. Kemungkinan besar dia yang menyuruh orang secara diam-diam mencuiik Yok Sau Cun. Dan rasanya tidak mungkin perbuatan orang Wi Yang pai. Sekarang Hue leng senbu menuding orang Wi Yang pai yang menculik Yok Sau Cun, tentunya semua ini hanya kepalsuan agar kelicikannya tidak terbongkar! Tiong Hui Ciong langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Aku sudah mengerti maksudmu "
Katanya. Perlahan-lahan dia berjalan ke hadapanHue leng senbu.
"Senbu !"
Panggilnya dengan nada datar.
Sementara itu, pertarungan antara Hui Fei Cin dan Cu Kiau Kiau sudah bertambah seru Kenngat sudah membasahi kening dan tubuh kedua gadis itu Gerakan Hui Fei Cin tampak lebih mantap Beberapa buah serangan Cu Kiau Kiau dapat ditangkisnya de ngan baik Pergelangan tangannya memutar dengan gencar Siat kim kiam di tangannya memutar ke kiri dan ke kanan.
Cu Kiau Kiau terkejut sekali melihat setiap serangannya dapat ditangkis oleh Hui Fei Cin.
Otomatis bagian dadanya lowong dan pada saat itu dia melihat jan tangan kin Hui Fei Cin meluncur datang untuk menotok bagian dadanya Hatinya panas sekali Hampir sa|a dia terkena totokan gadis tersebut Tubuhnya langsung melayang ke udara lalu berjungkir balik sebanyak dua kali Ketika melayang turun terlihat tangannya menggenggam benda yang mengeluarkan titiktitik sinar Sudah tentu dia ingin melancarkan senjata rahasianya yang disebut Hue leng piau (Senjata rahasia naga api).
Hui hujin yang bermata ta|am terkejut sekali.
Dengan panik dia mempenngatkan putrinya.
"Fei ji, hatihati!" . Sebetulnya tanpa penngatan dan ibunya, Hui Fei Cin sendiri sudah melthat Dia segera menyapukan pedang Sit kim kiamnya dan menghisap ketiga batang Hue leng piau tersebut. Hue leng senbu mengerling sekilas ke arah Hui hujin dan mendengus dingin.
"Untuk apa kau berteriak-teriak?". Hui hujin marah sekali mendapat teguran sedemikian rupa.
"Apakah aku tidak boleh mengeluarkan suara untuk mempenngatkan putriku sendiri?".
"Ketika putrimu mengulurkan tangannya untuk menotok Kiau Kiau, apakah aku juga berteriak memperingatkannya?"
Sahut Hue leng senbu dengan nada dingin. Mendengar sindirannya, kemarahan di hati Hui hujin tambah meluap.
"Fei ji, kembali Aku ingin meminta peiajaran dan Hue leng senbu yang terkenal ini'" . Hui Fei Cin segera mengiakan. Dia menghentakkan pedang panjangnya dan ketiga batang Hue leng piau yang disambitkan Cu Kiau Kiau tadi langsung terlempar di atas rerumputan Setelah itu dengan tenang dia berjalan ke arah ibunya. Tiba-tiba terdengar suara.
"Blam!"
Hui Fei Cin menolehkan kepala nya Ternyata ketiga batang Hui leng piau yang dilemparkannyatadi langsung meledak begitu membentur tanah Telihatlah api yang berkobar-kobar membakar rerumputan dan bahkan bebatuan yang terhampar di tempat tersebut.
"Ternyata senjata rahasianya bisa meledak "
Kata Hui Fei Cin dalam hati Diamdiam dia meleletkan lidahnya. Hui leng senbu menggenggam pedang pusakanya di tangan.
"Kau ingin bergebrak denganku? Bagus1"
Tangan kanannya digetarkan Baru saja dia berrnat menghunus pedangnya, tiba-tiba ter dengar panggilan dari mulut Tiong Hui Ciong.
"Senbu'" . Hue leng senbu dapat merasakan mimik wajahnya yang berbeda dengan sebelum nya Meskipun usia gadis ini masih sangat muda, tetapi dia adalah cucu Soat san lojin yang benlmu tinggi Hue leng sen bu tidak berani menganggap enteng gadis lersebut Diam diam dia menghimpun tenaganya un luk bersiapsiap Wajahnya sengaja dibuat seserius mungkin.
"Tiong kouwmo ada urusan apa?".
"Boanpwe ada urusan yang hendak ditanyakan kepada Senbu,"
Kata Tiong Hui Ciong.
"Katakan saja".
"Kalau menurut pikiran boanpwe, menghilangnya Yok Sau Cun dan dalam kereta boanpwe tidak ada hubungannya dengan Wi Yang pai,"
Kata Tiong Hui Ciong. Hue leng sen bu agak tertegun mendengar ucapannya.
"Apa maksud ucapanmu itu?".
"Meskipun para anggota Wi Yang pai banyak tersebar di daerah sekitar sini, letapi para jago mereka seperti Wi Yang sam kiat bahkan HUI hujin sendiri semuanya ada di sini Sedangkan Hu momo kami yang menjaga di dalam kereta bukan orang yang dapat dianggap lemah Andaikata ingin menculik seseorang dan gendongannya lanpa disadannya sama sekali bahkan sempat menotok talan darahnya, kemungkinan bukan perbuatan yang sanggup dilakukan oleh para mund Wi Yang pai" . Wa|ah Hue leng sen bu berubah semakin tidak enak dipandang.
"Lalu, kalau menurut anggapanmu, siapa kirakira yang menculik Yok Siau Cun'?" . Sinar mata Tiong Hui Ciong mengedar sekilas.
"Apakah Senbu benarbenar ingin boanpwe mengatakannya'?".
"Coba kau katakan. Memangnya aku yang menyuruh orang mencuhk Yok Sau Cun?".
"Apakah dugaan boanpwe salah""'. Hue leng senbu langsung tertawa dingin.
"Tentunya kau bisa memberikan alasan yang masuk akal, bukan?".
"Bila ingin menotok jalan darah Hu momo tanpa disadari olehnya, bukan hal yang dapat dilakukan sembarang orang Paling tidak orang ini harus mempunyai ilmu totokan jari yang cukup tinggi dan harus dilakukannya dalam jarak sepuluh langkah " . Hue leng sen bu langsung mencibirkan bibirnya.
"Menotok Hu momo saja tidak mudah Apalagi kalau melakukannya lewat sebuah jendela yang bercelah kecil lalu membawa pergi Yok Sau Cun tanpa dikelahui oleh seorang pun Orang ini tentu saja harus memiliki ilmu silat yang tinggi" . Hue leng senbu hanya tertawa terkekeh-kekeh mendengar keterangannya.
"Oleh karena itu, boanpwe merasa ..
"Tidak usah berleletete. Katakan saja langsung apa maksudmu,"
Kata Hue leng senbu dengan sikap tenang.
"Hanya para bawahan Senbu yang terdiri dari tokoh-tokoh yang memiliki berbagai macam jenis ilmu silat dan kebanyakan tergolong tokoh-tokoh keias atas " . Sekarang Hue leng senbu malah tertawa terbahak-bahak.
"Oleh karena itu kau anggap aku yang menyuruh orang menculiknya.
"Pikiran boanpwe memang demikian,"
Sahut Tiong Hui Ciong gambling.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?"
Tanya Hue leng senbu tenang.
"Bagus sekali' Rupanya kalian yang menculik Yok siangkong' teriak Hui Fei Cin yang tidak dapat menahan perasan hatinya lagi.
Mendengar perdebatan di antara mereka, wajah Cu Kiau Kiau langsung berserisen .Di mengira memang ibunyalah yang menyuruh orang menculik Yok Sau Cun.
"Kalau memang benar. apa yang kau inginkan'?"
Tantangnya sinis. Tiong Hui Ciong tidak memperdulikan kedua gadis yang saling adu mufut itu Dia menatap Hue leng senbu dengan pandangan tajam Wa|ahnya masih tenang seperti tadi.
"Entah apa maksud Senbu menyuruh orang menculik Yok Sau Cun'?" . Rambut Hue leng sen bu yang mulai memutih hampir berdiri tegak saking marahnya.
"Apa pun yang aku lakukan, apakah kau berhak ikut campur?"
Bentaknya keras. Wajah Tiong Hui Ciong langsung berubah.
"Sen bu menculik orang dari dalam kereta boanpwe, mengapa boanpwe tidak boleh menanyakannya?" . Cu Kiau Kiau merasa bingung melihat situasi yang mereka hadapi. Hatinya menjadi bimbang.
"Ibu. Yok siangkong ...".
"Tutup mulutmu!"
Bentak Hue leng senbu marah. Cu Kiau Kiau mengatupkan mulutnya rapat-rapat Dia tidak berani berkata apa-apa lagi Sementara itu, Tiong Hui Ciong men dongakkan kepalanya dengan gaya angkuh.
"Senbu sudah tahu bahwa Yok Sau Cun adalah adik angkat boanpwe bukan?" . Hue leng senbu tertawa dingin.
"Seiak tadi aku sudah tahu!".
"Kalau begitu harap Sen bu pandang muka boanpwe dan kembalikan Yok Sau Cun kepadaku ".
"Enak sekali kau berkata'"
Hue leng sen bu mendengus marah.
"Bukankah kau sudah yakin bahwa aku yang mencuhk Yok Sau Cun? Kalau aku memang menyuruh orang menculiknya masa aku bersedia mengembalikannya kepadamu?" . Mimik wajah Tiong Hui Ciong semakin lama semakin dingin.
"Jadi Sen bu tidak bersedia menyerahkan orangnya'?". Hue leng sen bu tertawa dingin.
"Anggap saja memang aku tidak sudi menyerahkannya?".
"Bagusi"
Suara Tiong Hui Ciong sangat dingin "Peristiwa ini Senbu sendiri yang memulainya Apabila karena masalah ini lalu terjadi pertentangan anlara kedua belah pihak, kesalahan bukan ada padahu'" .
"Cring"
Pedangnya langsung dihunus Sepasang matanya yang indah tiba-tiba me nyorotkan smar yang teramat dingin sehing ga menggidikkan hati siapa pun yang me mandangnya Perlahan-lahan dia menarik nafas dalamdalam 'Sen bu silahkan cabut senjatamu!'.
Wajah Hue leng sen bu hijau membesi.
"Budak she Tiong kau benar benar ingin bergebrak denganku'?'.
"Aku melakukannya karena terpaksa!' sahul Tiong Hui Ciong.
Baru saja ucapannya selesai, tampak empal sosok bayangan berlari mendatangi dengan kecepatan kilat.
Rupanya Cun Hong Sia Ho, Ciu Suang dan Tung Soat yang su dah menyusul tiba Tiong Hui Ciong tertegun melihat kedatangan mereka Dia membalik kan tubuh dan bertanya.
"Mengapa kalian juga ikut datang kemari?" . Cun Hong melihat Ji siocianya sudah menghunus pedang, sedangkan orang yang berdiri berhadapan sebagai lawannya ter nyala adalah Hue leng senbu dia menjadi terpana Untuk sesaat dia tidak sanggup mengalakan apa-apa.
"Ji siocia "
Dia hanya menyapa dengan lermangumangu Pada dasarnya nafas mereka juga sedang tersengal sengal sehingga sulit mengucapkan kala kata.
"Sebetulnya apa yang membual kalian datang ke lempat ini?' tanya Tiong Hui Ciong sekali lagi.
Cun Hong maju salu langkah Dia mendekat ke arah telinga Tiong Hui Ciong dan membisikkan beberapa palah kata.
"Dia mengatakan bahwa dia seorang tukang ramal nasib'?"
Lanya Tiong Hui Ciong dengan suara berbisik pula. Cun Hong menganggukkan kepalanya.
"Betul". 'Dia tidak mengatakan siapa nama yang sebenarnya?"
Tanya Tiong Hui Ciong kembali.
Kali ini Cun Hong menggelengkan kepalanya Tiong Hui Ciong segera mengerti.
Orang yang menculik Yok Sau Cun dan daiam kereta ternyata adalah Kim Ti jui Orang ilu mengatakan bahwa hanya dia yang dapal menyembuhkan luka Yok Sau Cun, tentu dia tidak berdusla Tetapi dia tidak dapat mengatakannya kepada siapa pun karena kedatangan mereka, baik pihak Wi Yang pai rnaupun Kong Tong pai, adalah untuk Yok Sau Cun.
Kalau dia mengatakannya, mereka lentu akan meninggalkannya dan mengejar Kim Ti jui.
Kemungkinan saat ini Kim Ti jui berada di daerah sekitar sini dan sedang mengobali luka yang diderita adik Cunnya Mengobati seseorang dengan menyalurkan hawa murni, sama sekali tidak boleh terganggu sedikit pun Tiong Hui Ciong merasa sudah kepalang langgung Salah ya salah Apa mau dikata lagi'?
Terpaksa dia mengulur waktu.
Pikirannya lergerak, dia langsung memberi perinlah kepada Cun Hong.
"Kalian boleh mengundurkan diri sekarang''.
Cun Hong segera mengiakan Setelah membungkukkan tubuhnya, dia mengajak ketiga rekannya mengundurkan diri Tepal pada saat itu, Cian Poa Teng maJu menghampiri Hue feng senbu dan menjura dengan hormat.
"Harap Sen bu padamkan hawa amarah dalam hati Mohon dengarkan dulu kata-kata hamba".
"Apa yang ingln kau sampaikan? Cepai katakan saja'"
Sahul Hue leng senbu.
"Soat san pai dan Kong Tong pai adalah mitra kerja sama Apabila Senbu dan Tiong kouwnio sampai bergebrak tentu akan lerjadi persehsihan di kedua pihak Lagipula Yok siangkong " . Hue leng sen bu mengibaskan tangannya.
"Tidak perlu banyak cakap Ketika mereka tiga saudara turun gunung, apa yang dipesan oleh Soai san lojin? Mereka seharusnya menuruli pthak Kong Tong pai dalam ffiengambil tindakan apa pun Mereka bertiga harus mengikuti petunjuk yang aku benkan Sekprang demi seorang pemuda bernama Yok Sau Cun dia malah membela pihak luar danpada kita Tindakannya sudah kelewat batas Apabila aku tidak memberinya pelajaran, dia lenlu tidak memandang sebelah mata kepada pihak Kong Tong pai kita"
Matanya langsung beralih kepada Tiong Hui Ciong dan berkata "Budak Tiong Aku mengalah kepadamu Silahkan mulai menyerang!".
"Plaki Plaki Plaki" . Tibaliba dan arah jalan raya terdengar suara berderak derak Suara Sersebut aneh seperti langkah kaki yang diseretseret Tam pak seseorang berlan mendatangi dengan nafas tersengalsengal Namun dalam sekejap mata dia sudah sampai dp hadapan mereka. Kedua belah pihak sedang bergontok gontokan Sebentar lagi pasti akan terjadi pertarungan yang sengit Tiba-tiba muncul suara berderak derak yang aneh maka perhatian mereka langsung teralih Kepala mereka langsung menoleh. Tampak seorang lakilaki berusia kurang lebih lima puluhan Kepalanya mengenakan topi dan kulit labu yang dikeringkan. Kalau dilihat sepinta lalu seperti orang yang kurang waras Pakaiannya sudah lusuh karena terlalu senng dicuci Tubuhnya kurus tmggi Kalau berjalanJebih mirip seekor kera yang kelaparan. Tampang orang mi sangat jelek Matanya kecil sipit seperti mata ayam Hidungnya seperti burung betet. Di atas bibirnya yang tebal terjuntai dua jumput kumis yang tipis dan panjang Pokoknya dan atas kepala sampai ke ujung kaki tidak ada sedikil pun yang enak dipandang. Orang-orang yang ada di tempat itu, kecuali Tiong Hui Ciong sama sekali tidak ada yang mengenalnya Sekali lihat saja Tiong Hui Ciong sudah mengenalinya sebagai Kim Ti Jui si tukang ramal nasib Dia langsung tertegun melihal kehadirannya. Barusan setelah mendengar centa Cun Hong dia yakin orang yang menculik Yok Sau Cun adalah si lukang ramal nasib im Beban dalam hatinya sudah jauh lebih nngan Tetapi kalau melihat keadaan yang berlangsung sekarang hatinya menjadi bimbang kembali Kim Ti jUi bergegas menyusul keman Meskipun kedalangannya lebih lambat sedikit dan Cun Hong berempal tetapi tidak mungkin dia mempunyai waktu untuk menculik Yok Sau Cun Janganjangan memang bukan orang ini yang membawa Yok Sau Cun dari dalam kereta. Tepat pada saat hatinya sedang kalut itulah, tiba-tiba telinganya mendengar suara bisikan yang lirih namun jelas. Aduh, nyonya besarku Kau benar-benar membuat siau loji ketabakan menyusulmu ke sana ke mari Kalau saja aku terlambat sedikit, bukankah nyawa saudaraku itu sudah melayang di tanganmu? Ada persoalan apa-apa, mengapa tidak merundingkan lebih dahulu denganku? Langsung saja kau cari Jit kong dan pat kong untuk mengobati lukanya Akhirnya lihal apa yang terjadi Perlu kau ketahui bahwa ilmu yang saudaraku pe lajan ttu memang sangat istimewa Aliran darahnya memang mengalir dan arah yang ber lawanan Sekarang kau ingin memaksa agar aliran darahnya seperti biasa Coba bayangkan penderitaan yang dialaminya? Tetapi kau tidak perlu khawatir Sekarang semua nya sudah beres " . Sudah tentu suara Kim Ti jui yang dide ngarnya Orang itu berkata sambil bsrlan ke arah mereka Hanya Tiong Hui Ciong seorang yang bisa mendengarkan suaranya karena dia menyampaikan kata katanya dengan ilmu Coan im jut bit. Tiong HUi Ciong terkejut sekaligus gembira Dia terkejut mendengar keterangan Kim Ti jui tentang ilmu khas yang dipelajari Yok Sau Cun Dia malah salah tanggap mengira aliran darah anak muda itu membalik karena penyakit yang didentanya Dia bahkan ingin mencan kakeknya agar aliran darah anak muda itu dapa! kembali normal seperii biasa. Untung saja Jit kong dan Pal kong yang sedang berusaha mengembalikan aliran da rahnya iiba Siba dibokong orang sehingga maii sekettka Benar benar suatu keberuntLingan dalam bencana Kalau tidak, apakah nyawa adik Cun masih bisa lertolong pasii akan menjadi masalah besar. Sedangkan dia merasa gembira mendengar kata-kata terakhir dari Kim Ti jui yang menyatakan bahwa semuanya sudah beres Meskipun dia tidak mengatakan di mana adik Cunnya sekarang leiapi dan keterangannya, dia dapal merasakan bahwa kesehatan Yok Sau Cun sudah pulih kembali. Di hadapan orang sebanyak ini, Kim Tim jui tidak meneruskan kata-katanya Tentu sa|a dia tidak enak menanyakan lebih lanjut Semeniara itu, Cun Hong cepalcepat mendekaii Tiong Hui Ciong dan membisikinya.
"Ji siocia, diatah orangnya yang hamba kaiakan ladi.". Tiong Hui Ciong mendelik kepadanya sekilas.
"Cepal mundur!" . Cun Hong tidak beram banyak bicara Sambil menundukkan kepalanya dia meng undurkan diri. Pada saat ilu, dengan langkah kaki lerseretseret, Kim Ti jui sudah sampai di hadapan mereka Dia tidak menghampin Tiong Hui Ciong Bahkandiatidak melinknya sedikit pun Tetapi dia langsung mendekali Hue leng senbu dan merijura dalam dalam Bibirnya seperti biasa langsung mengem bangkan senyuman.
"Ini tentu Hue leng sen bu yang namanya sudah menggetarkan kolong langit. Siau loji di sini memberi hormat" . Hue leng senbu merupakan seorang ma nusia yang angkuh Biasanya saja dia tidak pernah memandang sebelah mata pada. Siapapun juga Sekarang melihat lampang Kim Ti jui yang jelek dan cengarcengir, halinya langsung sebal Apalagi mendengar ucapannya yang mengatakan 'Namanya sudah menggetarkan kolong langit, dia tambah gusar Mululnya langsung mengeluarkan suara dengusan dingin.
"Siapa kau?". Kim Ti jui mengangkat sepasang bahunya sambil cengar-cengir.
"Siau loji adalah lukang ramal nasib Se betulnya memang she Kim karena ramalan siau loji yang selalu tepal, maka temanleman memberi julukan Ti jui (Mulut besi) sedangkan nama asli Siau loji sebenarnya Hok km Hok dan huruf rejeki sedangkan Kin dari akar tumbuhlumbuhan Orang tua siau loji memberikan nama ini agar rejeki diri siau loji terus berakar sampai tua Aih tetapi sampai usra setua ini, siau loji tetap saja jadi tukang ramal nasib. Untung saja orang-orang sudah terbiasa memanggil siau loji dengan nama Kim Ti jui Kalau tidak, tentu akan ditertawakan orang karena kenyataannya rejeki siau loji tidak berakar sama sekali " . Dia berkata dengan panjang lebar Mana setiap kali berbicara dia tidak lupa memamerkan sebaris giginya kekuning-kuningan Sedangkan dan muluinya terpancar bau arak murahan yang menyengat hidung Sehingga siapa pun tidak sanggup berlama lama di dekatnya. Hue leng senbu sendiri hampir kehabisan rasa sabarnya.
"Kau tidak perlu meneruskan lagi kata katamu".
"Baik. baik "
Sekah lagi Kim Ti jui membungkukkan lubuhnya Bibirnya kembali ter senyum "Tetapi letapi Siau loji harus mengatakannya ".
Salah seorang pelayan wanita yang berdiri di samping Hue leng senbu langsung maju ke depan satu langkah.
"Kau masih belum mau menggelinding dari sim?"
Bentaknya keras. Wa|ah Kim Tim jui langsung menampilkan kesan sepeni orang yang ketakutan.
"Toaso ini " . Wanita setengah baya ini sudah meng ikuli Hue leng senbu selama puluhan tahun Dia belum pernah memkah Sekarang tiba-tiba Kim Ti jui menyebulnya Toaso, yailu panggilan unluk orang yang sudah menikah, tenlu saja hatinya marah sekali "Kau can mati!"
Benlaknya kesal "Tidak' Tidak'"
Kim TI jui menggoyanggoyangkan tangannya sambil mundur saiu langkah Setelah itu dia menjura dalamdalam "
Hue Senbu lima aliran air, kayu, api, emas maupun lanah, semuanya dikumpulkan menjadi satu adalah kehidupan manusia Berarli kau dan siau loji terdiri dari salu golongan Kedalangan siau loji kali ini adalah untuk mengantarkan surat untukmu Lao cici (Kakak lua)'.
Dengan berdalih lima unsur yakni api, kayu, emas, air dan tanah, dia malah menyebul Hue ieng sen bu meniadi Lao cici Tiong Hui Ciong ndak mengerti permainan apayang sedang dijalankannya Tetapi mendengar ucapannya ilu, hampir saja dia lertawa terbahak bahak.
Pelayan wanila yang tadi membentaknya kesal mendengar ocehannya yang sembarangan.
"Tua bangka tidak lakut mampusi Kau..."
Mendengar bahwa kedatangannya adalah unluk mengantarkan surat, Hue leng senbu segera mengibaskan tangannya kepada pefayan wanilanya tadi.
"Siapa yang menyuruh kau mengantarkan surat untukku?"tanyanya.
"Siapa'? Siau . dan menunjuk ke meja yang biasa bertanya apakah loji menanyakan siau loji tidak mengenalnya,"
Kim Ti jui mengulurkan jempol tangan nya bagian belakang punggungnya "
Tadi pagi kelika siau lop baru membereskan dipakai un luk meramal, tiba-tiba datang seorang foya Siau loji dia ingin menyusun kartu meiihat nasib Dia bilang 'tidak mau ' Siau lagi apakah dia ingin melihat raut wajah Dibilang 'semuanya tidak mau.' Siau loji langsung merasa heran Lalu apa maksudnya mendatangi Siau loji, pikir Tiong Hui Ciong dalam hati Tetapi loya itu mengeluarkan beberapa kepmg uang perak dan menyodorkannya ke langan siau loji Dia bilang meminta siau loji mencari seseorang yang bernama Hue leng senbu dan mewakilinya mengantarkan sepucuk surat.
Siau loji langsung gemetar, siau loji bilang Oh, Thian.
Hue teng senbu adalah seorang dewa yang dijunjung tinggi dalam dunia kangouw Orang ilu sudah mali ratusan tahun yang lalu dan sudah menjadi dewi api alias (Hue leng sen bu artinya Dewa api) di atas langit Bagaimana siau loji bisa pergi men carinya kalau siau loji sendiri masih hidup di dunia'?.
Wanita setengah baya yang tadi semakin marah mendengar ucapannya.
"Kau beram mengoceh sembarangan dt hadapan Sen bu?' bentaknya. Saking terkejutnya Kim Ti jui sampai mundur salu langkah.
"Jangan cegah dia Biar dia teruskan kata-katanya ' tukas Hue leng sen bu.
"Loya ilu menggoyang goyangkan langannya dia bilang bukan Hue leng senbu yang sudah naik ke atas langit ilu yang dimaksudkan Dia juga suruh siau lojt jangan banyak berlanya Asal mengikuli pelunjuk yang diberikan siau loji pasli akan benemu dengan seorang perempuan tua yang duduk dalam landu berwarna hitam Itulah Hue leng senbu yang dimaksudkan " .
"Apakah dia tidak memberi tahu siapa namanya?"
Tanya Hue leng senbu. Tidak "
Sahut Kim Ti jui.
"Kalau begitu, coba kau ben gambaran bagaimana rupa orang itu Teniu kau dapat menjelaskannya bukan?" . Kim Ti jui tampak merenung sejenak.
"Loya itu berusia kirakira tujuh puluhan lahun.
Jenggotnya panjang dan sudah me mutih Wajahnya sudah berkenput Tampaknya bukan dari keluarga miskin Karena pa kaiannya cukup mentereng Sepasang alisnya juga panjang dan berwarna putih.
Meskipun dia sudah berkata panjang lebar, tetapi sama saja dia belum mengatakan apa apa Orang tua seperti yang dikata ini tentu terdapat di mana mana.
"Tidak perlu menjelaskan lagi Mana sural yang harus kau aniarkan?"
Tukas Hue leng sen bu yang merasa percuma mendengai kata-katanya lebih lanjut.
"Oh surat itu? Surat vang harus siau lon sampaikan sebetulnya surat lisan ".
"Apa yang dinyalakan dalam surat lisan tersebut". Kim Ti jui mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri.
"Barusan siau loji melakukan perjalanan dengan tergesa-gesa Jadi lupa apa yang harus disampaikan ".
"Kau benar benar tidak takut mati"
Bentak pelayan wanita di samping Hue leng sen bu. Wajah Hue leng sen bu juga langsung berubah menjadi kaku.
"Kau benar benar tidak mengingatnya sediki! pun'?'. Kim Ti Jui masih menggaruk-garuk topi kepalanya yang terbuat dari kulit labu. 'Dua patah ucapan itu bagus sekali Tapi mengapa siau foji bisa lupa? Oh Ya ya aku ingat sekarang. 'Cepat katakan'"
Bentak Hue leng sen bu.
Kim Ti jui maju salu langkah dan tertawa terkekeh kekeh.
'Loya itu mengucapkan dua bans perkaiaan yang seperti syair Sayang siau loji tidak pernah bersekolah sehingga tidak tahu apa artinya Dia mengatakan Lautan ttdak bertepi berpaling barulah daratan'.
" . Mendengar kata kalanya, Hue leng senbu marah sekali Kata kata yang diucapkan oleh Kim Ti jui merupakan sabda Buddha yang menghirnbau agar manusia bertobat selagi masih bisa.
"Tua bangka tidak tahu diri' Kau berani mempermainkan aku?"
Bentaknya.
Tangannya langsung mengulur dan tela pak tangannya menghantam Jarak di antara mereka memang tidak seberapa jauh Serangan Hue leng senbu ini dilancarkan dalam keadaan marah.
Cara lurun langannya olomalis tidak kepalang langgung Oleh karena Hu, Kim Ti jui sama sekali tidak mempunyai kesempalan untuk menghindar.
Tiba liba lerdengar suara "Blam!"
Yang keras Sesosok tubuh langsung terpental di udara dan lalu lerhempas jaluh di atas lanah dan bergulingan beberapa kali Tepat ketika tubuh Kim Ti jui terhempas itulah, liba liba lelinga Hui Kin Siau menangkap suara seperli dengungan nyamuk.
"Perlemuan Ce po lan goan sudah dekat Kalian harus mempersiapkan diri sebelum nya Ajak para rekan yang lain merunding kan masalah genting ini. Buat apa kalian beclamatama di sini Teiapi pertemuan ilu bukan pertemuan yang jujur Lebih baik juga tidak usah hadir'" . Hui Kin Siau sampai tertegun mendengar kata kata itu Siapa yang membisikkan kalakata lewat ilmu Coan irn jut bil kepadanya'? Sinar mata Hui Kin Siau langsung mencari can Sementara itu, Kim Ti jUi bergufmgan dua kali Setelah itu, dia merangkak bangun kembali dan menepuknepuk bajunya yang kotor.
Baca Juga: Pendekar Kembar 11
Baca Juga: Dendam Iblis Seribu Wajah 6