Eps 2 Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen
Baca online Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen
Cersil Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen.
Harus diketahui bahwa anggota aliran Hua Shan yang datang hampir kebanyakan pesilat-pesilat yang tinggi kepandaiannya, ilmu silat Qi Le Ming juga tidak dapat dianggap sepele, malah ada juga orang-orang yang mengatakan kalau ilmu silatnya telah melebihi kepandaian ayahnya yang menjadi pesilat nomor satu di dunia persilatan, kalau sampai terjadi pertarungan, Qi Le Ming pasti akan mengeluarkan seluruh tenaga dan keahliannya, mungkin sampai tewas, anggota aliran Hua Shan pun tidak bisa terhindar dari banyaknya korban yang luka dan tewas.
Tian Wu menganggukkan kepalanya berkata.
"Cara penyelesaian ini adalah satu-satunya yang paling baik. Adik Tian Xuan, tolong kau pergi ke tuan Qi untuk memintanya ikut kami pulang ke Hua Shan."
Tian Xuan berkata.
"Aku rasa pembicaraan yang kalian katakan, dia juga sudah mendengarnya."
Tian Wu berkata.
"Tetapi dia sama sekali tidak meresponnya. Makanya aku ingin memberikan kepadanya satu kali kesempatan lagi, melalui kau untuk meminta kepadanya.dan mengharapkan dia agar bisa menyetujui permintaan kami."
Tian Xuan berkata.
"Aku pikir aku sudah tidak perlu pergi lagi."
"Mengapa?"
Tian Xuan berkata.
"Aku tahu dia pasti tidak mau. Dia orang yang mempunyai harga diri yang tinggi, mana dia mau ikut pulang dengan kita ke Hua Shan seolah-olah dijadikan tersangka? Dan lagi, aku juga tidak mau mengajukan permintaan yang begini kepadanya."
Tian Wu berubah warna mukanya, berkata.
"Mengapa kaupun tidak bersedia?"
Tian Xuan berkata.
"Karena aku mempercayai kalau Qi Le Ming bukan pembunuhnya!"
Kalimat ini mempunyai maksud dia menolak melakukannya. Tian Ji berkata.
"Kau berani menolak perintah partai?"
Tian Xuan berkata.
"Kakak, tolong tanya apakah ini perintah?"
Wama wajah Tian Wu berubah menjadi lebih jelek lagi, dia berkata.
"Tidak salah, adalah aku memakai kedudukan sebagai ketua, membuat perintah ini, tidak bisa dibatalkan lagi. Aku menyuruh kau menyampaikan permintaan kita , kalau kau tidak mau melakukan permintaan ini, maka.................."
Tian Ji menyela berkata.
"Maka kau yang akan memaksa membawanya pulang ke Hua Shan, begitu!"
Tian Xuan tertawa sinis berkata.
"Kau terlalu menyanjungku, bagaimana aku bisa membawa Qi Le Ming pulang ke Hua Shan dengan kemampuan (ilmu silat) ku yang begini cetek?"
Tian Ji berkata.
"Tetapi kau harus yang pertama turun tangan, kalau kau telah turun tangan, kami akan membantumu."
Tian Xuan berkata.
"Apakah ini keinginanmu, atau..............."
Tian Wu kesal (bagaikan sudah menunggangi harimau sehingga susah turun), berkata.
"Perkataan adik Tian Ji, juga adalah keinginanku juga ."
Tian Xuan berkata.
"Kalau begitu, ini juga adalah perintah?"
Tian Wu berkata.
"Tidak salah, jika kau dapat melakukan pekerjaan ini, barulah kau betul betul menunjukan ketulusan hatimu kepada aliran Hua Shan, tidak memberontak ke pihak luar!"
Tian Xuan berkata.
"Baik, jika ini perintah, aku mempunyai satu jalan keluarnya. Aku percaya Qi Le Ming bukan pembunuhnya, aku juga tidak mau melukai teman sendiri, aku juga tidak mau di tuduh menghianati partaiku, maka aku akan katakan jalan keluarnya, aku hanya bisa begini................"
Berkata sampai disitu, tiba-tiba dia mengeluarkan pedangnya, dan segera menggorok lehernya sendiri.
Pendeta Tian Wu tidak menyangka Tian Xuan dapat sampai berbuat begitu, niat mau menolong sudah tidak keburu lagi.
Tapi tiba-tiba terlihat berkelebat bayangan seseorang, sepertinya turun dari atas langit, bentuk jelasnya masih belum terlihat, tetapi terlihat hanya sinar putih bersinar, diikuti dengan suara 'sheng......tek ', pedang pendeta Tian Xuan yang di tangannya terkulai terjatuh ke bawah.
Saat itu orang-orang baru dapat melihat dengan jelas, yang datang menolong adalah seorang gadis muda.
Gadis muda ini bukan orang lain, dia adalah orang yang tadi berdiri di samping Qi Le Ming, tetapi dari tadi tidak bersuara, Shang Guan Fei Feng.
Shang Guan Fei Feng juga tidak sempat merebut pedang Tian Xuan dari tangannya, dia hanya bisa memakai kecepatan ilmu pedangnya menotok tangan Tian Xuan, sehingga tangan Tian Xuan terkulai tidak bertenaga, dan tidak dapat memegang pedangnya.
Gerakan ilmu pedang Bayangan Shang Guan sangat menakjubkan , ketepatan dan kecepatan dengan jitu telah mengenai bagian urat tangan Tian Xuan, tapi tidak sampai melukainya.
Tetapi Tian Wu dan Tian Ji tidak mengetahui akan kejadian yang sebenarnya, perubahan yang terjadi begitu cepat berlangsung, mereka menyangka Tian Xuan telah dicelakai oleh Shang Guan Fei Feng., mereka dengan tidak berjanji terlebih dahulu langsung bersama-sama mengeluarkan pedangnya, menyerang kepada Shang Guan Fei Feng.
Shang Guan Fei Feng segera mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya , tubuhnya gesit dan ringan sekali seperti melayang terbang bagaikan kupu-kupu mengitari bunga, tangan kirinya memainkan pukulan tangan kosong , tangan kanan dengan pedangnya cepat seperti kilat memainkan ilmu pedang Bayangan, Tian Wu, Tian Ji keduanya dibuat repot atas kecepatan ilmu pedangnya, sinar pedang seperti kilat gemerlapan menyabet dan menusuk.
Biarpun ilmu silat mereka hebat dan mempunyai pengalaman yang luas dalam ilmu pedang, tapi belum pernah seumur hidup mereka melihat jurus yang begini aneh dan sukar diduga ke nama arahnya, pedang lawan seperti kilat menyambar, diantara kurungan kedua ahli pedang Hua Shan, Shang Guan Fei Feng berhasil menerobos kepungan dan mundur ke samping, dengan melintangkan pedangnya dia berkata.
"Pendeta Tian Wu, kau berdua bukankah sengaja ingin membiarkan adik seperguruanmu bunuh diri?"
Pada saat ini Tian W u baru tahu bahwa Shang Guan Fei Feng yang lelah menolong nyawa Tian Xuan. Ketika mendengar pertanyaannya tersebut, malahan tidak tahu harus menjawab apa. Tian Ji marah berkata.
"Ini adalah urusan kami aliran Hua Shan, kau tidak usah turut campur."
Shang Guan Fei Feng menghadap Tian Xuan berkata.
"Pendeta Tian Xuan, kau dengar tidak, kalau kau bukan pengikut aliran Hua Shan, persoalannya akan sangat mudah untuk diselesaikan."
Tian Xuan terbingung bingung, dia berkata.
"Nona, apa maksudnya perkataanmu ini ?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Hanya jika kau bukan pengikut aliran Hua Shan, maka kau sama sekali tidak ada masalah, dimana orang luar tidak usah turut campur terhadap kejadian itu. Yang mereka katakan 'orang luar' adalah kau yang sebagai teman sejati!"
Tian Xuan berkata.
"Oh apakah ini maksudmu ?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Ini juga maksud dari tuan Qi. Aku mewakilkan tuan Qi untuk menghentikanmu berbuat sesuatu yang sembrono."
Qi Le Ming mulai membuka suara, dia berkata.
"Nona Shang Guan, terima kasih banyak, tidak usah kubuka suara, langsung kau bisa mengerti maksud hatiku. Tidak salah, pendeta Tian Xuan, aku memang merasakan kalau perbuatanmu benar-benar suatu perbuatan yang tidak masuk akal! Aku berterima kasih kepadamu atas kesetiakawananmu terhadapku, aku juga tahu kau berbuat demikian agar hatimu juga merasa tentram, tetapi untuk merasa tenang, tidak usah harus bernaung di bawah aliran Hua Shan!" . Tian Ji marah berkata.
"Qi Le Ming, apa kau mau menyuruh dia untuk berkhianat?"
Qi Le Ming matanya menerawang jauh, dengan dingin berkata.
"Kau sebagai seorang tetua, masa apa yang disebut mengkhianati dan merusak nama, melepaskan aliran saja tidak bisa membedakannya?"
Dunia persilatan juga punya peraturan, hanya dalam dua situasi, baru bisa dianggap mengkhianati aliran.
Satu adalah menipu guru dan nenek moyang, satu lagi adalah melakukan sesuatu yang mencelakakan aliran sendiri, misalnya menolong musuh untuk mencelakakan aliran sendiri.
Menurut peraturan , jikalau Tian Xuan dan Qi Le Ming bersama-sama menjadi musuh alirannya, itu baru yang dinamakan mengkhianati.
Tapi jikalau ini hanya dikarenakan perbedaan pendapat saja, tidak bersedia melakukan apa yang diperintahkan, itu hanya mendapatkan hukuman saja.
Jikalau ketua aliran tidak memberi muka padanya, bisa menyuruhnya 'keluar' dari alirannya.
Jika masih memberi muka, langsung menyuruh dia sendiri yang mengundurkan diri, kelak nasih tetap dapat berhubungan baik.
Saat ini Tian Xuan dari awalnya sudah memperlihatkan maksud hatinya, dia tidak akan membantu Qi Le Ming untuk melawan alirannya, hanya juga tidak bersedia bertarung dengan Qi Le Ming saja, jelas tidak dapat berarti mengkhianati aliran.
Pendeta Tian Wu biarpun tidak senang dengan apa yang Tian Xuan perbuat, tetapi dia punya perasaan dan sangat pemaaf, bagaimanapun juga tidak menginginkan sampai Tian Xuan bunuh diri.
Dengan Menghela nafasnya, dia berkata.
"Adik Tian Xuan, kau benar-benar demi Qi, rela untuk meninggalkan aliran kita ini?"
Tian Xuan berkata.
"Aku tidak mau tahu orang lain menganggap Qi Le Ming bagaimana, aku masih tetap menganggapnya sebagai teman."
Tian Wu berkata.
"Berarti, kau rela menerima hukuman untuk meninggalkan aliran Hua Shan?"
Dia bertanya sekali lagi, dalam hati berharap Tian Xuan dapat merubah pikirannya. Tian Xuan tiba-tiba berkata.
"Ada satu masalah, yang aku masih belum mengerti. Kakak seperguruan, tolong kau tunggu sebentar."
Tian Wu berkata.
"Baik, aku bisa menunggu mu."
Tian Xuan membalikkan kepala, berkata.
"Kakak Qi, kau ingin menghentikanku bunuh diri, kenapa tidak kau sendiri yang turun tangan, malahan nona ini yang menolong?"
Yu Xu Zi dari aliran Wu dari mula sudah ingin mengatakan sebab musababnya, saat ini sudah tidak tahan lagi, dia maju ke depan berkata.
"Ilmu silat Qi Le Ming sekarang sudah musnah, aliran Wu kami juga disebabkan oleh kejadian ini maka permusuhan dihapuskan, mulai saat tersebut tidak akan membalaskan dendam lagi padanya!"
Tian Wu sangat kaget berkata.
"Benarkah perkataanmu ini?"
Yu Xu Zi berkata.
"Aliran Wu kami datang dari tempat yang jauh sekali, hanya disebabkan untuk balas dendam kepada Qi Le Ming, bagaimanapun tidak mungkin mau berbicara bohong padamu."
Tian Wu terdiam, tapi malahan Tian Ji yang berkata.
"Kakak, aliran Wu dan Qi Le Ming punya permusuhan disebabkan saat itu kedua belah pihak terluka saja, tidak sampai ada yang mati, sedang ketua aliran Hua Shan kita telah mati oleh Qi Le Ming, permusuhan kita lebih dalam, bagaimana bisa dibandingkan dengan aliran Wu itu?"
Tian Xuan berkata.
"Tetapi dia punya ilmu silat telah musnah, bagaimana kita bisa bertarung dengannya?"
Tian Ji berkata.
"Qi Le Ming punya ilmu silat kapan musnahnya?"
Yu Xu Zi berkata.
"Ketika kami datang."
Tian Ji berkata.
"Kalian telah datang berapa lama?"
"Kira-kira tidak sampai sehari."
Tian Ji raut mukanya berubah, berkata.
"Ketua aliran Hua Shan telah dicelakai, kejadian ini terjadi tiga bulan yang lalu."
Tian Wu berdehem, dia berkata.
"Dendam aliran kita tidak bisa tidak lurus dibalas, tiga bulan yang lalu ilmu silat tuan Qi belum tentu telah musnah, dia masih sebagai tersangka . Adik Tian Xuan, silahkan kau menuruti rencana semula, mengantar t uan Qi ke H ua Shan."
Kali i ni dia tidak memakai 'meminta' tetapi memakai 'mengantar', disebabkan karena ilmu silat Qi Le Ming telah musnah, perkataannya juga lebih sopan.
Di lain pihak masih ada maksud lainnya, Tian Xuan tidak harus sampai bertarung dengan Qi Le Ming juga dapat mengikuti perintahnya, semua sesuai dengan 'keinginannya'.
Tidak disangka Tian Xuan malah berkata.
"Ilmu silat Qi Le Ming telah musnah, aku lebih-lebih tidak bisa berbuat demikian. Kakak seperguruan, maafkan adik tidak dapat menuruti perintahmu. Jika kau menyuruhku keluar dari aliran Hua Shan, aku juga akan menerimanya."
Tian Wu menghelakan nafasnya, berkata.
"Baik, kalau begitu kau pergi saja, aku tidak akan memaksamu."
Pada saat itu, tiba-tiba ada dua orang berlari menghampiri, yang pertama berkata.
"Kakak Tian Xuan, kau tidak usah pergi!"
Kedua orang itu, satu adalah dari tokoh dunia persilatan yang terkenal adalah Tuan Jian Da, dan yang satunya lagi adalah dari ketua kuil Zheng Yuan adiknya dari ketua Tang Zhong yaitu Tang Huai Yi.
Tadi yang berkata adalah Tuan Jian Da.
Tuan Jian Da memberi salam kepada ketua aliran Hua Shan Tian Wu, menyampaikan maksud keprihatinan nya atas kejadian yang menyangkut ketua Hua Shan sebelumnya.
Pendeta Tian Wu setelah berterima kasih, berkata.
"Tuan Jian Da, kau dan adik ketua Tang bersama-sama datang ke sini, kelihatannya mempunyai persoalan juga kan?"
Dia orangnya biarpun tidak mempunyai pendirian, tetapi hubungan dengan orang-orang ini sangat baik, kalimat ini dikatakan dengan ada pertimbangan lain terlebih dahulu. Tuan Jian Da berkata.
"Di depanmu aku tidak bisa berkata bohong, terus terang saja, aku datang dikarenakan dua hal."
"Dua persoalan apa?"
Tuan Jian Da berkata.
"Persoalan pertama, aku dengan pendekar Zhong Zhou, Xu Zhong Yan dan dari kuil Zheng Yuan, ketua Tang Zhong, bersama-sama mengeluarkan selebaran undangan pendekar, mengundang para pendekar untuk datang ke kota, bersama-sama melawan Naga Langit Wei Tian Yuan. Apakah aliran Wu, Aliran Hua Shan sudah menerimanya juga ?"
Yu Zhen Zi dan pendeta Tian Wu bersamaan menjawab.
"Sudah terima."
Pendeta Tian Ji turut menanyakan.
"Apakah sudah menemukan gerak geriknya Naga Langit, kalau sudah kami hendak ke sana?"
Semua orang juga tahu, kalau hanya untuk melawan Wei Tian Yuan, tidak usah sampai seluruh anggota aliran untuk ikut, kecuali kalau yang mau dilawan Qi Le Ming ada di dalamnya.
Dalam hati Tian Ji berpikir, jangan-jangan Tuan Jian Da karena sudah tahu Qi Le Ming muncul di tempat ini, maka dia sengaja datang ke sini?
Dugaan ini juga masih masuk akal, siapa yang tidak tahu kalau Qi Le Ming adalah paman seperguruan dari Naga Terbang ke Langit Wei Tian Yuan, musuh-musuh Wei Tian Yuan menganggap Qi Le Ming adalah pelindung nya Wei Tian Yuan, jika mereka mau melawan Wei Tian Yuan, jelas harus melawan dulu Qi L e Ming.
Tian Ji tidak mengetahui apakah Tuan Jian Da telah mengetahui keberadaan nya Wei Tian Yuan, tetapi dia sengaja menanyakan dahulu keadaan Wei Tian Yuan kepadanya, alasannya adalah agar tepat saatnya untuk Tuan Jian Da mengatakan maksud kedatangannya untuk melawan Qi Le Ming.
Dugaannya sangat masuk akal, tetapi hasilnya ternyata sangat berbeda dengan yang dia pikirkan.
Tuan Jian Da dengan tenang berkata.
"Yang berhubungan dengan Naga Terbang ke Langit, aku tidak ingin membicarakannya. Aku datang kr sini adalah untuk menjelaskan kepada kalian. Selebaran undangan pendek.u itu tidak ada hubungannya denganku!"
Pendeta Tian Wu sangat kaget, berkata.
"Di dalam selebaran undangan pendekar itu, bukankah ada namamu?"
Tuan Jian Da berkata.
"Tidak salah, ada namaku, tetapi tidak pernah langsung atas persetujuan dariku. Tetapi juga tidak dapat menyalahkan Xu Zhong Yue, dia menganggap dengan adanya hubungan dekat dia dengan aku, tidak usah mendapat persetujuanku, dia langsung mencantumkan namaku di atas undangan itu, aku harus berterima kasih padanya karena begitu menghargaiku . Tetapi, aku sekarang sudah tua, sudah tidak ingin mengikuti persoalan persengketaan ini."
Berkata sampai di sini , terus diam, dalam perkataannya ada maksud menyalahkan Xu Zhong Yue yang telah mengambil keputusan sendiri. Tang Huai Yi ikut berbicara.
"Kakak juga minta aku menjelaskan persoalan ini kepada kalian, selebaran pendekar itu walaupun mengunakan nama dia dan pendekar Xu bersama-sama, tetapi dia sekarang sudah memutuskan untuk tidak ikut, nama di selebaran itu sudah dihapus!"
Tian Ji bersuara, dengan suara pelahan seolah-olah berkata-kata sendiri.
"Perbuatan seperti ini seperti main-main saja?"
Tang Huai Yi berkata.
"Pandangan seseorang bisa berbeda , apa sebab kakak mengundurkan diri, aku tidak tahu. Tetapi aku tahu kakak berbual begitu karena ada sesuatu yang sangat penting, ada beberapa alasan yang kemungkinan orang lain tidak tahu, termasuk aku sebagai adik kandungnya."
Tian Ji mendehem sejenak, tidak berkata-kata. Tuan Jian Da melanjutkan, pembicaraan.
"Makanya, selebaran itu sekarang hanya dapat dikatakan dikeluarkan oleh Xu Zhong Yue saja seorang, kalian semua jika mau membantu dia melawan Naga Terbang ke langit, terserah kalian saja, tidak ada hubungannya dengan kami!"
Wei Tian Yuan dengan kedua aliran Hua Shan dan aliran Wu semuanya tidak mempunyai ikatan permusuhan yang langsung, permusuhan aliran Wu terhadap Qi Le Ming juga telah dihapuskan, sekarang aliran Wu menjadi tidak ingin menjadi musuh dengan Wei Tian Yuan.
Yu Zhen Zi yang pertama berkata.
"Kami aliran Wu awalnya datang ke sini bukan dikarenakan oleh Wei Tian Yuan, dan setahu kami, Xu Zhong Yue telah di bantu oleh kumpulan Mu, maka tentu sudah tidak memerlukan bantuan dari kami lagi. Tuan Jian Da, kau kalau sudah tidak mengurusi persoalan ini, aliran Wu juga dengan sendirinya sudah tidak perlu ikut campur kepada persoalan ini."
Yu Zhen Zi dari aliran Wu telah mengemukakan keputusannya, pendeta Tian Wu dari Hua Shan setelah berpikir-pikir, lalu ikut juga berkata.
"Walaupun Qi Le Ming adalah paman seperguruannya Wei Tian Yuan, tetapi masalah dia dengan aliran kami tidak ada hubungannya. Maksud kami juga hanya ingin agar tuan Qi ikut pulang bersama kami, sampai jelas persoalannya. Jikalau Wei Tian Yuan tidak turut campur dalam persoalan ini, kami juga dengan sendirinya tidak akan menyusahkan dia."
Tuan Jian Da berkata.
"Baik, kalau begitu masalah itu dianggap telah selesai sampai di sini."
Pendeta Tian Wu berkata.
"Tolong tanya Tuan Jian Da masalah apa yang kedua ?"
Tuan Jian Da berkata.
"Masalah ini adalah yang ada hubungannya dengan aliran anda. Tetapi, masalah ini sebaiknya saudara Tang saja yang menceritakannya kepada kalian."
Tang Huai Yi berdiri ke depan berkata.
"Aku dan Qi Le Ming tahun ini pada bulan enam pernah bertemu di Si Chuan, waktu itu dia masih mempunyai julukan Dewa Qi, kita bersama-sama dengan menuju ke utara. Tiga bulan yang lalu Qi datang ke kuil kami, saat itu, tuan Qi selalu bersama-sama denganku."
Setelah selesai bicara, para pengikut aliran Hua Shan terdiam semuanya, tidak bersuara. Tuan Jian Da berkata.
"Pendeta Tian Wu, ketua aliran kalian bukan kah di bulan tujuh dicelakai?"
"Tidak salah."
Tuan Jian Da berkata.
"Kalau begitu, waktu itu Q i Le Ming sedang bersama-sama dengan Tang."
Tang Huai Yi berkata.
"Aku masih ingat, diawal bulan ketujuh sekitar tanggal lima sampai sepuluh, aku dan tuan Qi bersama-sama berlibur ke Gunung E Mei. Aku dengar kebetulan ketua aliran kalian pada hari ketujuh itu di celakai, iya kan?"
Tian Wu berkata.
"Tidak salah, kejadian masalah itu, aku sudah memberitahukan kepada kakak Tang Zhong."
Hari ketujuh bulan ketujuh, waktu itu adalah ketika Qi Le Ming sedang bersama Tang Huai Yi bersama-sama tamasya ke Gunung Emei, jadi pembunuh pastinya tidak mungkin dia yang melakukannya.
Dengan warna muka yang pucat Tian Wu memohon maaf kepada Qi Le M ing,"
Kalau begitu tuan Qi, maafkan kami yang telah menyalahkan mu."
Qi Le Ming dengan datar menjawab.
"Baik, kalau begitu sekarang aku sudah boleh pergi kan?"
Mu Juan Juan menopangnya, lalu beranjak. Tian Ji tiba-tiba berkata.
"Sebentar!"
Tang Huai Yi berubah wama wajahnya, berkata.
"Kau tidak percaya dengan perkataanku?"
Tian Ji berkata.
"Bukan tidak percaya perkataan mu, juga bukan mau agar Qi Le Ming diam disini. Tetapi Qi Le Ming mau pergi boleh, tapi nona Mu tidak boleh pergi!"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Atas dasar apa lagi? Nona M u dari awal telah ada yang membuktikan kalau orang yang diketemuinya di Hua Shan itu bukan dia. Dan juga, ketua aliran kalian Tian Wu telah mengatakan sudah tidak ada curiga lagi padanya!" ---ooo0dw0ooo---Timbul Masalah Terus Tian Ji berkata.
"Tidak salah, pendeta Yu Xu Zi telah membuktikan perempuan itu adalah bukan nona M u . Tetapi kau telah melupakan satu hal"
"Soal apa?"
Tian Ji berkata.
"Pendeta Yu Xu Zi juga pernah mengatakan, perempuan itu punya mimik wajah hampir sama dengan nona Mu!"
Mu Juan Juan berkata.
"Kau tidak usah berkata berbelit-belit, semua orang juga mengetahui aku punya seorang kakak kembar perempuan. Kami adalah adik kakak, di dunia persilatan mendapatkan julukan si Rase kembar Mu, dia adalah Jin Hu (Rase Emas), aku adalah Yin Hu (Rase Perak)."
Tian Ji berkata.
"Kalau begitu yang waktu itu pendeta Yu Xu Zi lihat, seharusnya adalah sebagai kakakmu Jin Hu?"
Mu Juan Juan tidak mengelak Atas dugaannya, berkata.
"Apa kau menuduh kakakku sebagai tersangka, dan aku harus ikut bertanggung jawab?"
Tian Ji seperti tertawa tetapi tidak seperti tertawa juga (tertawa dibuat-buat), dia berkata.
"Aku tidak ber maksud begitu. Hanya saja, sekarang kakakmu bisa di dijadikan sebagai tertuduh , aku hanya ingin meminta bantuan dari nona."
"Bantuan apa?"
Tian Ji berkata.
"Kalian adalah kakak beradik, kau seharusnya mengetahui kakakmu sekarang berada di mana!"
"Ternyata kau ingin aku memberitahukan tempat tinggal kakakku, supaya menjadi mudah bagi kalian untuk menangkap kakakku."
Tian Ji berkata.
"Aku tahu ini tidak selayaknya, tetapi dendam aliran kami tidak dapat tidak dibalas.........."
Mu Juan Juan tertawa sinis, memotong perkataan, dia berkata.
"Kau telah mengetahui jika ini tidak berperasaan, kalau begitu sudah tidak perlu diteruskan perkataan mu itu. Dendam besar kalian, tidak ada hubungannya denganku!"
Berubah dengan sendirinya wama wajah Tian Ji, matanya melihat kepada Tuan Jianda, berkata.
"Tuan Jianda, bagaimana pendapatmu."
Tuan Jian Da berkata.
"Jin Hu biarpun ahli tentang racun, kemungkinan tidak sampai mencederai ketua aliranmu kan?"
Tian Ji berkata.
"Tidak salah, yang dapat mencederai sampai menewaskan kakak seperguruan aliran kami tidak banyak, makanya kami dari awal berpikir Qi Le Ming dan Yin Hu yang berbuat. Qi Le Ming yang sebagai pembunuh utamanya, Yin Hu sebagai pembantu pembunuhannya. Sekarang kami telah mengetahui bukan mereka pelakunya, tetapi Jin Hu saat itu ternyata muncul di Hua Shan. Dengan begitu perkiraan yang paling sesuai, kejadian ini kemungkinan besar Jin Hu yang sebagai pembantu pembunuhan ini membantu seseorang untuk melakukannya, bagaimana menurutmu betul tidak?"
Tuan Jian Da berkata.
"Menurut pandangan kalian pembunuh nya siapa?"
Tian Ji berkata.
"Orangnya hanya Jin Hu saja yang mengetahuinya. Maka kami harus menemukan Jin Hu terlebih dahulu."
Tuan Jian Da berkata.
"Tetapi jika nona Mu tidak mau mengatakan apapun aku juga tidak bisa apa-apa. Kalau tidak, kalau tidak........."
Berkata sampai di situ, melemparkan pandangan kepada Shang Guan Fei Feng. Shang Guan Fei Feng mengetahui maksud pandangannya, berkata.
"Baiklah aku akan mencoba, bisa berhasil atau tidak aku tidak menjamin?"
Kemudian dia berjalan dan memanggil.
"Bibi Mu!"
Mu Juan Juan mengangkat wajahnya, berkata.
"Nona Shang Guan, aku mengerti maksudmu, kau tidak usah meneruskan perkataanmu."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Benarkah? Kalau begitu coba kau katakan, aku mau lihat apakah sesuai dengan apa yang dimaksudkan?"
Mu Juan Juan berkata.
"Tidak salah, kami kakak adik berdua memang serupa mirip tapi tidak sehati, jika memang benar kakakku telah melakukan sesuatu yang salah, aku tidak akan turut campur."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Betul, aku memang bermaksud ini."
Mu Juan Juan berkata.
"Tetapi aku adalah orang yang mempunyai harga diri yang sangat tinggi, kalau saja mereka dari awal percakapannya memakai bahasa yang baik dan sopan memohon kepadaku, mungkin aku akan mempertimbangkan permohonan mereka, sekarang yang mereka gunakan adalah memaksa dengan kasar, biar mati pun aku tidak akan memberitahukan pada mereka."
Shang Guan Fei Feng membalik kan kepalanya, kepada pendeta Tian Ji berkata.
"Kau dengar tidak, bibi Mu mempersalahkan kalian karena memperlakukan orang dengan kasar. Kau mohon maaflah dahulu kepadanya, untuk meredakan amarahnya, baru dengan baikbaik memohon lagi padanya!" > Raut wajah Tian Ji menjadi sangat pucat, dia mendehem sejenak, malahan tidak bersuara. Mu Juan Juan berkata.
"Sekarang walaupun mereka sampai berlutut luga tidak bisa!"
Tian Ji marah berkata.
"Yin Hu, kau terlalu menganggap tinggi dirimu !"
Shang G uan Fei Feng berkata.
"Aiiiii, kau ini orangnya benarbenar tidak bisa diberi kelonggaran, sekarang kau yang memerlukan memerlukan bantuannya, berkata atau tidak , semuanya hanya bisa terserah dia punya Inti, kau mengeluarkan amarah mu yang begini besar buat apa?"
Tian Wu berkata.
"Adik, sudah saja. Nona Mu tidak mau katakan, kita sendiri yang melacaknya saja, biarkan dia pergi saja."
Tian Ji berkata.
"Nona Shang Guan, kau tunggu sebentar!"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Ooooo, apa masalahnya menjadi beralih kepadaku ?"
Sedikit pun tidak salah, amarah Tian Ji sudah menumpuk didaiam perutnya, dia benar-benar mau melampiaskan amarahnya.
"Nona Shang Guan, aku mau tanya ilmu pedangmu apakah adalah warisan dari keluarga, atau ada guru lain ?"
Tian Ji bertanya.
"Apa urusannya denganmu?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Tadinya bukan urusan kami, tetapi ilmu pedangmu sangat unik, ini mungkin ada hubungannya dengan aliran kami."
"Kau berkata begini, mungkinkah kau juga mencurigai aku sebagai tersangka?"
Tian Ji dengan dingin berkata.
"Jaman ini, yang samggup mencederai hingga menewaskan kakak ketua aliran kami tidak berapa. Nona Shang Guan, ilmu silat mu mungkin masih belum sampai bisa ke tarap itu. Tetapi, kalau orang yang mengajarkanmu ilmu pedang, ada kemungkinan bisa melakukannya."
Shang Guan Fei Feng tertawa dingin berkata.
"Oleh sebab itu, kau ingin melacak guruku, baik, aku beritahu kepadamu.............."
Saat Shang Guan Fei Feng dan Tian Ji sedang berbicara, nada bicaranya sangat menegangkan, Tuan Jian Da mengkhawatirkan dia akan bertindak.
Mana tahu dari nada bicaranya, malahan bersedia memberitahu pendeta Tian Ji.
Ini bukan saja hanya di luar dugaan Tuan Jian Da, pengikut aliran Wu juga dibuatnya terbengong.
Hanya terdengar suara Shang Guan Fei Feng yang perlahan, berkata.
"Kalau kau ingin mengetahui guruku, baiklah, aku beritahumu. Bahwa yang mengajarku ilmu silat, adalah orang yang setaraf dengan ketua aliran kalian yang terdahulu dan ketua aliranmu juga belum dapat menandinginya! Heeiii, kau jangan marah, aku bukan orang yang seperti kau sembarangan bicara seenaknya!"
Ketua aliran Hua Shan yang terdahulu (yang sudah meninggal) Tian Quan dengan enam puluh empat jurus pedangnya dalam dunia persilatan, adalah termasuk pendekar yang terhebat di antara tiga pendekar pada angkatan tua (dua orang yang lainnya adalah pendekar nomor satu Jin Zhua liu dan ketua lama dari aliran Tianshan Tang Jing Tian), saat ini Shang Guan Fei Feng mengatakan bahwa Tian Quan belum mempunyai kemampuan untuk bertarung dengan gurunya, bukan saja pengikut aliran Hua Shan menjadi marah, pengikut aliran Wu juga semuanya merasa perkataan dia tidak masuk diakal.
Perkataan Shang Guan Fei Feng masih ada maksud lainnya, adalah gurunya memang tidak setaraf untuk bertarung dengan Tian Quan, karena tingkatannya lebih tinggi jadi tidak mungkin secara diam-diam mau membunuhnya.
Pendeta Tian Ji menggenggam dengan keras pedangnya, hanya saja karena mengingat tadi dia telah melihat ilmu silat Shang Guan Fei Feng yang hebat, dia tidak berani mengeluarkan pedangnya.
Mata dia melihat kepada pendeta Tian Wu, untuk menunggu perintahnya saja.
Memang aneh, dengan kedudukan pendeta Tian Wu sebagai ketua aliran Hua Shan yang sekarang, kebalikan malahan kelihatan tidak berdaya maupun marah, hanya ada terlihat di raut wajahnya sesuatu yang susah di baca dan menjadi teka teki.
Dia berpikir dan berpikir lagi, dengan perkataan yang sangat sopan dan rasa hormat bertanya kepada Shang Guan Fei Feng.
"Nona, kau mengeluarkan perkataan ini didasarkan dengan alasan apa?"
"Mengenai aliranku seharusnya pendeta mengenal baik?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Tidak tahu mana yang nona maksudkan?"
Tian Wu berkata semakin lama semakin sopan.
"Pendeta Tian Quan dulu ketika sedang memciptakan enam puluh empat jurus ilmu pedangnya, pernah menanyakan kepada seseorang dan berguru tiga jurus kepadanya, apa betul ada kejadian itu ?"
Tian Wu terhentak kaget, berkata.
"Tentang masalah ini, aku pemah mendengarnya dari saudara Tian Quan, tetapi, dia tidak memberitahuku mengenai siapakah orang tersebut."
"Dia adalah ayahku. Ilmu silatku adalah ayahku yang mengajarkan."
Pendeta Tian Ji bersuara, berkata.
"Saat ini beliau sudah umur berapa?"
Harus diketahui bahwa Shang Guan Fei Feng sendiri sekarang ini kurang lebih baru berumur dua puluh tahun-an, menurut keadaan biasanya, ayahnya tidak mungkin berumur lebih dari enam puluh tahun, tetapi Tian Quan telah berumur lebih diatas itu, sudah enam puluh delapan.
Melihat posisi Tian Quan yang berkedudukan tinggi ,tapi masih berguru kepada orang lain, sudah tentu membuat orang -orang sulit untuk percaya, apalagi berguru kepada seseorang yang umurnya lebih muda?
Shang Guan Fei Feng hanya dengan datar saja berkata.
"Tidak salah, ayahku memang umurnya lebih muda dibandingkan dengan ketua Tian Quan. Tetapi 'belajar silat tidak ada batasan umur, semua bisa menjadi guru' perkataan tua ini, kalian juga seharusnya pernah mendengarkannya liukan?"
Tian Ji jengkel besar berkata.
"Kau beraninya mengatakan jika nyahmu pantas menjadi guru saudara Tian Quan?"
Shangguan Feifeng tidak membantah sama sekali, dia berkata.
"Aku mengeluarkan perkataan ini mungkin saja tidak sopan, tetapi kata 'pantas' ini aku rasa boleh dikatakan. Jelas Tian Quan berguru tapi tidak pi-ilu mengangkatnya sebagai gurunya. Orang kuno ada aturan 'satu kata (?tiru', kalau ada orang yang bisa merubah pola pikirnya, dia harus menyatakan rasa hormatnya bagaikan kepada guru. Kalau menurut aturan orang kuno, ayahku mengajarkan tiga jurus pedang nya kepada ketua Tian Quan, kurang lebih juga bisa diakui dia pantas menjadi gurunya kan?"
Tian Ji tertawa dingin, berkata.
"Kejadian saudara Tian Quan pernah berguru kepada orang luar, kami semuanya tidak tahu. Kalau saja sampai benar ada kejadian ini, siapa yang tahu orang itu adalah ayahmu atau bukan?"
Pendeta Tian Wu berkata.
"Masalah ini aku yakin pernah mendengarnya dari kakak seperguruan. Walaupun aku tidak mengetahui siapakah orang itu, tetapi aku tahu masih ada satu orang lagi yang saat itu berada di tempat itu pula, orang ini yaitu Tuan Jian Da."
Tuan Jian Da berjalan mendekat, dia belum menjawab pertanyaannya, malahan bertanya dahulu.
"Ilmu pedang nona ini, kalian sudah melihatnya bukan?"
Tian Wu berkata.
"Sudah lihat."
"Bagaimana pendapat kalian?"
Tian Wu berkata.
"Menakjubkan tidak tertandingi!"
Tuan Jian Da dengan suara perlahan membaca pepatah.
"Di gunung, ada Pedang Bayangan dan Panji Sakti."
Tian Wu sangat kaget dibuatnya, meneruskan pepatahnya.
"Tidak harus Panji, Pedang Bayangan juga bisa!"
Tuan Jian Da berkata.
"Benar. Kalau begitu, saudara pendeta seharusnya telah mengetahui siapakah orang tersebut. Saudara pendeta telah melihat jurus Pedang Bayangannya nona Shang Guan, jadi tidak perlu sampai dia harus mengeluarkan jurus pedang lainnya kan?"
Tian Wu berkata.
"Tolong tanya nona, Shang Guan Yun Long ada hubungan apa denganmu?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Beliau adalah ayahku. Pendeta apakah kau masih mau aku membuktikannya?"
Tian Wu berkata.
"Tidak perlu. Sebenarnya, aku juga dari awal seharusnya telah dapat berpikir, selain anak perempuannya Shang Guan Yun Long, masih ada siapa lagi yang bisa mengeluarkan jurus pedang yang begitu menakjubkan?"
Setelah berkata itu , dia menghela nafas, dan berkata kepada adik seperguruannya.
"Nona Shang Guan tidak salah berbicara, gurunya pasti tidak mungkin dengan cara licik menggunakan senjata rahasia menewaskan kakak seperguruan kita."
Tian Ji dan orang-orang lainnya walaupun tidak tahu siapa Shang Guan Yun Long, juga tidak tahu 'jurus Pedang Bayangan' itu bagaimana asal usulnya, tetapi karena kakak seperguruan sudah berkata begitu, mereka juga tidak ada yang berani bersuara.
Tian Wu berkata.
"Nona Shang Guan, tolong maafkan kami atas semua ini. Kami mohon diri dahulu."
Shang Guan Fei Feng tiba-tiba tertawa berkata.
"Pendeta, kau orang yang berkepribadian sangat baik, aku malah tidak rela kalian pulang gunung dengan tangan kosong."
Setelah berkata, dia menghadap Mu Juan Juan memohon berkata.
"Bibi Mu, anggap saja aku yang memohon kepadamu boleh nga?"
Mu Juan Juan berkata.
"Tidak berani. Tetapi kau juga tidak perlu memohon kepadaku. Aku tahu kau juga pernah pergi ke tempat itu."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Apa kau tidak menyalahkanku jika mengatakannya? Sebelum ada ijin darimu, aku tidak berani sembarangan bicara."
Mu Juan Juan berkata.
"Mulutmu adalah punyamu, kau berkata apa, tidak ada hubungannya denganku."
Shang Guan Fei Feng tertawa berkata.
"Aku memang menginginkan kau berkata seperti ini, baiklah . Pendeta Tian Wu, aku beritahumu satu hal. Apakah kau tahu dimana adanya Gunung Bai Tuo?"
Pendeta Tian Wu berkata.
"Tidak tahu."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Ketua Gunung Bai Tuo, Yu Wen Lei mempunyai seorang istri, kau tahu tidak siapa istrinya."
Tian Wu berkata.
"Ini, aku sebaliknya malah tidak tahu."
Shang Guan Fei Feng beTkata.
"Dengar-dengar istrinya mempunyai julukannya, sepertinya yang dipanggil Jin Hu."
Tian Wu gembira, berkata.
"Nona Shang Guan, terima kasih banyak kau memberi tahukan padaku. Tetapi Gunung BaiTuo itu sangat jauh di sebelah barat kota!"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Ketua Gunung Bai Tuo suami istri sekarang sepertinya sudah tidak tinggal di Gunung Bai Tuo lagi."
Tian Wu bersemangat bertanya.
"Apakah nona mengetahuinya sekarang mereka berada di mana?"
"Nan jauh di tepian sana, dekat di depan mata."
Tian Wu sangat terkejut, berkata.
"Di depan mata?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Di tepian sana ada sebuah jembatan, berjalan melewati jembatan ini, adalah sebuah pulau kecil, di pulau ada sebuah terowongan, di belakang terowongan ada rumah, rumah ini sepuluh tahunan yang-lalu dititipkan kepada orang lain sesudah dibelinya, dia sendiri sama sekali belum pernah datang. Tetapi beberapa hari yang lalu, mereka serumah bertiga datang kemari. Ketiga orang ini yaitu ketua Gunung Bai Tuo suami istri dan anak laki-laki mereka."
Tian Wu sangat bergembira berkata.
"Terima kasih banyak atas petunjuk nona."
Tian Wu memimpin seluruh anggota Hua Shan, segera ia beranjak pergi. Orang-orang aliran Wu juga mengikutinya beranjak pergi. Qi Le Ming berkata.
"Tuan Jian Da, ketua Tang kedua, terima kasih banyak atas pertolongan kalian. Nona Shang Guan, budi besar anda tidak bisa terbalaskan, tolong sampaikan salamku pada ayahmu."
Selesai berkata, begitu Qi tertawa lega, dia meneruskan perkataannya.
"Ilmu silatku telah musnah, untuk membalaskan budi baik kalian, aku sudah tidak dapat."
Shang Guan Fei Feng tiba-tiba tertawa berkata.
"Tuan Qi tidak usah merasa sungkan, aku sebaliknya malahan mau memohonmu satu hal."
Qi Le Ming berpikir-pikir dan berkata.
"Aku masih punya kepandaian apa untuk dapat membantu nona."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Tuan Qi, kau punya ilmu silat bukannya tidak bisa pulih kembali, walaupun memang benar tidak dapat pulih kembali, juga tidak masalah. Karena yang aku minta tolong ini tidak ada hubungannya dengan ilmu silat."
Terhadap orang yang belajar ilmu silat, tulang bahu yang sudah remuk bagaikan orang yang lumpuh saja.
Kalaupun mau berlatih kembali dari awal, dengan tenaga dalamnya juga tidak dapat kembali seperti semula.
Dia mengetahui ini adalah hanya kata-kata yang menghibur saja dari Shang Guan Fei Feng, dalam hatinya dia berpikir.
"Jelas-jelas adalah hal yang tidak mungkin terjadi, itu hanya kata-kata untuk menghiburnya, malahan hal tersebut membuat dia bertambah sedih?"
Setelah Qi Le Ming mendengar kan kata-kata itu malahan tidak seperti yang dipikirkan, dia berkata dalam hatinya.
"Anaknya Shang Guan Yu Long pasti tidak mungkin hanya sembarangan bicara saja, apakah betul di dunia ini masih ada ilmu silat yang begitu mujijad, dimana tulang yang remuk masih bisa diperbaiki kembali? Tetapi mengapa aku malahan tidak mengetahuinya."
Tetapi, karena dia sudah mengalami begitu banyak persoalan, dari semula dia sudah pasrah, terhadap apakah masih bisa kembali ilmu silatnya atau tidak, juga dari semula dia sudah putus harapan.
Hatinya berpikir.
Aku hanya mengharapkan bisa hidup bersama Juan Juan dengan tenang itu sudah cukup.
Terhadap perkataan dari Shang Guan Fei Feng, walaupun dia setengah percaya juga ada setengah tidak percaya, pemikiran ini hanya selewat saja, tidak disimpannya dalam hati.
"Kalau bantuan ini tidak memerlukan ilmu silat, itu hal yang bagus. Kau katakan saja, kalau aku dapat melakukannya, aku tidak akan menolak."
Qi Le Ming berkata. Shang Guan Fei Feng dengan perlahan berkata.
"Kalau aku suatu hari nanti melakukan sesuatu yang membuat tuan Qi tidak puas, dan sampai membuat tuan Qi terluka hati, mohon tuan Qi jangan ambil dihati."
Qi Leming terbahak-bahak, berkata.
"Nyawaku adalah nona sendiri yang menolongnya, jika kau mau meminta aku membalas budi dengan menyerahkan nyawaku, aku juga tidak akan menolaknya. Nona, kau jangan bergurau seperti itu.............."
Shang Guan Fei Feng memotong perkataannya dia berkata.
"Aku bukan sedang bergurau denganmu."
Qi Leming kaget juga, dia mencoba menerka-nerka apa kira kira persoalan yang akan di keluarkan, setelah beberapa saat dia lalu berkata.
"Baik, walaupun kau bergurau atau berkata yang sebenarnya, aku tidak perduli, sekarang begini saja, aku berjanji apabila kau telah melakukan perbuatan yang tidak baik kepadaku, aku tidak akan menyalahkanmu!"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Terima kasih banyak kau mau menjanjikannya padaku, sampai bertemu lagi di kemudian hari."
Qi Le Ming dan Mu Juan Juan juga segera pergi. Tuan Jian Da berkata.
"Nona Shang Guan, apakah kau masih ada keperluan yang lain?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Kalau ada kenapa? Kalau tidak ada juga kenapa?"
Tuan Jian Da berkata.
"Kalau tidak ada, sebaliknya aku ada suatu persoalan, yang mau minta tolong pada nona."
"Masalah apa?"
Tuan Jian Da berkata.
"Kita jalan sambil ngobrol."
Shang Guan Fei Feng melihat dia (Jian Da) agak tergesa-gesa dan tidak tetap hatinya, dia bertanya.
"Masalahmu apakah terburuburu harus diselesaikan?"
Tuan Jian Da berkata.
"Benar, aku telah menepati sebuah janji, janji ini akan dilaksanakan pada malam hari ini."
"Dimana tempat perjanjian itu?"
"Di sebelah barat, di Mi Mo Ya."
Saat itu waktu sudah memasuki sore hari matahari mulai terbenam, Shang Guan Fei Feng melihat warna langit, dia berkata.
"Kelihatannya malam ini tidak akan turun hujan, setelah keluar dari kota kita bisa menggunakan ilmu meringankan tubuh, sebelum tengah malam nanti, mungkin masih bisa keburu sampai ke Mi Mo Ya. Tuan Jian Da, kau mau aku untuk ikut memenuhi janji itu bukan?"
Tuan Jian Da berkata.
"Benar, kalau kau tidak terburu-buru dan tidak punya urusan penting lain, aku harap kau bisa membantuku."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Aku memang ada sedikit urusan, tetap urusanku bila diundur sehari rasanya tidak apa-apa. Tetapi maafkan, aku ingin menanyakan satu hal lagi, tolong kau beritahu padaku. pertemuan itu adalah pertemuan yang bagaimana?"
Tuan Jian Da berkata.
"Aku memang harus memberitahunya padamu tetapi, masalah ini panjang kalau diceritakan................"
Shang Guan Fei Feng tertawa berkata.
"Kita masih ada waktu, kai bicaralah pelan-pelan ."
Tuan Jian Da berkata.
"Nona Shang Guan, kau tentu tahu keberadaat Wei Tian Yuan saat ini. Masalah ini harus diceritakan mulai darinya."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Ya, aku baru saja mau menanyakannyi pada ketua kedua Tang, berani betul dia (Wei) mengunjungi kuil kalian"
Dia sekarang ada.................."
Tang Huai Yi berkata.
"Dia tidak pemah datang ke tempatku, saat in dia ada di mana, kami juga tidak tahu."
Shang Guan Fei Feng terlihat kecewa, berkata.
"Mendengar nada bicara kalian tadi, aku kira kalian sudah bertemu dengannya."
Tuan Jian Da tertawa berkata.
"Kau tenang saja mendengarkan. Biarpun kami belum bertemu dengannya, tetapi aku bisa berjanji padamu, aku pasti bisa mencari dia sampai bertemu."
Ternyata apa yang menjadi isi hati Shang Guan Fei Feng, Jian Da sudah tahu, mukanya langsung menjadi merah, dia berkata.
"Aku bukan tergesa-gesa mencari dia. Tetapi jikalau bisa lebih cepat bertemu itu lebih baik. Karena aku tidak menginginkan terjadi sesuatu padanya, memang ada beberapa urusan, aku harus memberitahukan padanya."
Tang Huai Yi berkata.
"Dia, biarpun tidak pernah d atang ke tempat kami, tetapi malahan nona Jiang yang pernah datang ke tempat kami."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Nona Jiang adalah Jiang Xue Jun kan."
Tang Huai Yi menganggukkan kepalanya, Shang Guan Fei Feng berkata lagi.
"Mengapa Jiang Xue Jun tidak datang kemari bersama-sama kalian?"
Tang Huai Yi berkata.
"Dia sudah pergi."
"Dia tidak ingin bertemu denganku?"
Tang Huai Yi berkata.
"Dia tidak tahu kami akan datang mencarimu. Dia begitu datang sebentar, langsung pergi lagi, kami sama sekali tidak ada waktu berbicara padanya."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Kenapa perginya begitu tergesagesa?"
Tuan Jian Da ikut berkata.
"Karena dia melihat aku juga berada di kuil. Dia selalu menganggapku sebagai musuhnya."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Dia memusuhimu, karena dia mengira kau telah ikut membantu Xu Zhong Yue. Tetapi tentang lembaran undangan pendekar itu, nanti kau bisa menjelaskan kepadanya."
Tuan Jian Da menghembuskan nafas berkata.
"Masalahnya tidak semudah itu, kematian ibunya masih gelap, dia menduga yang menjadi penyebabnya adalah aku!"
Shang Guan Fei Feng kaget, berkata.
"Ooo, ada kejadian seperti itu? Kejadian yang sebenarnya tidak sulit untuk dijelaskan, kau pasti bisa menjelaskannya kan?"
Tuan Jian Da tertawa pahit berkata.
"Aku mempunyai mulut tapi susah mengatakannya!"
"Mengapa?"
Tuan Jian Da berkata.
"Masalah ini aku juga tidak tahu harus bagaimana memberitahukan kepadamu, tetapi nanti sesampainya di Mi Mo Ya kau akan langsung dapat mengerti."
Shang Guan Fei Feng dalam hati menerka-nerka, tapi tidak meneruskan pertanyaannya , dia berkata.
"Baiklah, kalau begitu kau bicara dahulu mengenai urusan Wei Tian Yuan ."
Tuan Jian Da berkata.
"Adik Tang, kau saja yang mengatakannya?"
Tang Huai Yi berkata.
"Baik", Tang meneruskan perkataannya.
"Waktu itu kebetulan beberapa saat sebelum kedatangan nona Jiang ke tempat kami, kami mendengar berita mengenai Wei Tian Yuan. Sayangnya dia(Jiang)begitu datang langsung pergi, berita ini aku juga tidak sempat memberitahukan padanya, kami membiarkan dia pergi begitu saja."
Tuan Jian Da berkata.
"Berita ini mungkin sekarang sudah tersebar di kota, dia akan mengetahui dengan sendirinya."
Shang Guan Fei Feng dengan penasaran, berkata.
"Sebenarnya berita apa, cepat katakan saja."
Tang Huai Yi berkata.
"Tempat tinggal Mu Zhi Yao di sekitar Xi Zhi Men, pagi hari itu, ada orang di daerah Xi Zhi Men yang menemukan selembar surat tantangan. Surat tantangan itu ditulis di selembar kain putih yang besar, di atasnya digambar pula seekor naga!"
Terdengar suara "Aaa"
Dari Shang Guan Fei Feng, berkata.
"Keberanian Wei Tian Yuan agaknya terlalu besar, dengan berani dia di muka umum memberikan surat tantangan. Dia memberi tantangan kepada siapa?"
Julukan Wei Tian Yuan adalah Naga Langit, di dalam surat tantangan itu ada lambang 'naga', jelas dia yang berbuat , tidak diragukan lagi. Tang Huai Yi berkata.
"Dia memberikan tantangan kepada dua orang, satu adalah Xu Zhong Yue, yang satu lainnya adalah Tuan Jian Da."
Tuan Jian Da berkata.
"Dia menantang dengan cara terbuka begini, kelihatannya sangat berbahaya, sebenarnya malahan siasat yang sangat pintar!"
Shang Guan Fei Feng adalah seorang wanita yang sangat pintar, dia juga mulai menganalisa, dia kurang lebih telah mengerti maksud dari siasat itu.
tetapi, dia tidak mau untuk mengutarakannya.
Akhirnya Tuan Jian Da sendiri yang mengatakannya.
Tuan Jianda berkata.
"Wei Tian Yuan datang ke kota kali ini, adalah mencari Xu Zhong Yue untuk membalas dendam. Tetapi untuk menghadapi Xu Zhong Yue tidak semudah itu, Xu Zhong yue mempunyai pelindung yang setiap saat berada di sampingnya melindunginya dari jMiiguan apapun, pelindung Xu Zhong yue siapakah, Nona, kiranya kau sudah mengetahuinya kan?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Bukankah panglima Mu Zhi Yao?"
Tuan Jian Da berkata.
"Benar, Xu Zhong Yue sekarang sedang liersembunyi di tempat kediaman Mu Zhi Yao. Tetapi aku, aku............."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Tuan Jian Da, apakah kau juga heisama dengan Xu Zhong Yue tinggal di 'sana'?"
Tuan Jian Da dengan perasaan tidak enak tidak berkata-kata, dia hanya menganggukkan kepalanya.
"Ilmu silat Mu Zhi Yao sangat tinggi bagaikan awan, dia sebenarnya mlalah seorang p endekar pedang, bisa dikatakan termasuk sepuluh besar, hka Wei Tian Yuan berani masuk ke tempat kediamannya untuk mencari Xu Zhong Yue untuk membalas dendam, akhirnya bakal bagaimana, semua orang juga bisa mengetahuinya. Meskipun dia punya kepintaran setinggi apapun juga pasti akan mati! Dendamnya tidak bisa terbalaskan, malahan nyawa yang melayang, orang yang paling bodoh pun tidak akan berbuat begini! Tetapi dendam Wei Tian Yuan terhadap Xu Zhong Yue sangat dalam bagaikan lautan, bagaimanapun dendam itu mau tidak mau harus dibalas. Bagaimanakah caranya? Jika aku adalah Wei Tian Yuan, dengan keadaan seperti ini, dengan akal pemikirannya, mungkin hanya dengan cara yang berbahaya ini yang terbaik, yaitu memberikan tantangan secara terbuka!"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Sebentar, ada satu masalah yang aku ingin tahu jelas dulu. Kau bilang Wei Tian Yuan dengan Xu Zhong Yue mempunyai dendam yang dalam bagaikan lautan, apakah karena Jiang Xue Jun?"
Tuan Jian Da berkata,"
Dengan Xu Zhong Yue memang ada masalah lain.
Wei Tian Yuan mau membalas dendam, bukan karena dia merebut Jiang Xue Jun.
Dia ingin membalas kan dendam ayahnya!
Ayahnya telah dikhianati oleh Xu Zhong Yue, sehingga dikeroyok oleh para pendekar kelas satu, dia terluka parah dan akhirnya tewas!"
"Apakah kejadian itu benar?"
"Menurut pandanganku kemungkinannya adalah benar!"
"Sejak kapan kau mengetahui peristiwa ini?"
Tuan Jian Da menghembuskan nafas berkata.
"Aku belum lama baru mengetahuinya. Kalau saja aku mengetahuinya dari dulu, ketika berada di Luo Yang, aku tidak akan bertamu ke rumahnya. Aaiii, benar-benar hal yang memalukan, waktu Wei Tian Yuan tiba tiba menerobos rumah Xu, membuat Xu Zhong Yue tidak dapat bersembahyang, aku membantu Xu Zhong Yue, dan menyalahkan Wei Tian Yuan."
Shang Guan Fei Feng punya pemikiran tersendiri, dia tidak berkata-kata. Tuan Jian Da seperti mengetahui pemikiran Shang Guan Fei Feng, berkata.
"Jika aku sudah mengetahui Xu Zhong Yue mengkhianati teman nya dengan licik, bagaimana aku masih bisa bersama dia tinggal di tempat kediaman Mu Zhi Yao, Nona, kau pastinya sedang memikirkan masalah yang satu ini bukan!"
Shang Guan Fei Feng berpikir dan berpikir, dia berkata.
"Tuan Jian Da, aku percaya kau tidak akan bekerja sama dengan dia!"
Tuan Jian Da melepaskan tawanya, berkata.
"Terima kasih atas kepercayaan nona . Aku berjanji akan menceritakan kejadian yang sebenarnya, Nona rasanya sekarang sudah mengerti bukan?"
Shang Guan Fei Feng mengetahui dia punya kesulitan untuk mengatakan nya, dia tidak lagi bertanya lebih lanjut, berkata.
"Ternyata yang kau katakan janji itu, adalah janji dari Wei Tian Yuan atas tantangannya. Benar, pasti masalah ini, masalah lain aku jelas tidak akan tidak peduli!"
Tuan Jian Da tertawa berkata.
"Dia menantang Xu Zhong Yue untuk bertanding, adalah untuk membalaskan dendam ayahnya, dia menantangku untuk bertanding, adalah dikarenakan mewakilkan membalaskan dendam Jiang Xue Jun yang ibunya terbunuh. Tidak disangka aku malahan menjadi sasaran juga!"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Aku mengerti, akibat perbuatan Xu Zhong Yue memang seharusnya dia menerima akibat tindakannya, Tuan Jian Da, kalau kau terlibat karena salah paham. Kau tenang saja, aku pasti membantumu menjelaskan masalah ini, kau juga boleh jelaskan kepada mereka berdua pokok permasalahannya untuk 'membersihkan' namamu."
Setelah berkata itu, dalam hati Shang Guan Fei Feng mulai berpikir.
"Jika dia belum menjelaskan duduk perkara sebenarnya kepadaku, bagaimana bisa aku membantu menyelesaikan masalah nya ?"
Tuan Jian Da sepertinya telah mengetahuinya isi hatinya, berkata.
"Asli adalah asli, palsu adalah palsu, asli dan palsu akhirnya pasti akan menjadi jelas. Nona Shang Guan, aku bukan karena membela kepentingan diri sendiri sampai minta tolong kepadamu untuk membantu, aku mengkhawatirkan satu masalah yang lain."
"Masalah apa?"
Tuan Jian Da berkata.
"Menurut peraturan dunia persilatan, cara menantang bertanding seperti i ni, menjadikan orang luar tidak dapat ikut campur. Kalau ada salah satu pihak yang mana saja, meminta bantuan untuk membalaskan dendam, maka itu melanggar peraturan dunia persilatan!"
Tang Huai Yi meneruskan berkata.
"Surat tantangan Wei Tian Yuan ditaruh di tempat umum di kota, masalah ini pasti sudah sampai kepada guru, yang datang ke Mi Mo Ya, yang menonton pertarungan juga pasti tidak sedikit, dalam keadaan yang seperti ini, Mu Zhi Yao yang berkedudukan sebagai ketua dalam dunia persilatan, kemungkinan juga tidak akan mengunjukan muka di antara para pesilat. Xu Zhong Yue hanya bisa bertarung dengan Wei Tian Yuan secara satu lawan satu,.atau bisa bersama tuan Jian Da melawannya."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Tuan Jian Da, apakah kau dan Xu /hong Yue akan bersama-sama melawannya?"
"Tentu tidak."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Kalau begitu apa yang masih dikhawatirkan? Xu Zhong Yue hanya mengkhawatirkan akan melibatkan liang Xue Jun saja, dia mana bisa mengalihkan perhatian Wei Tian Yuan?"
Tuan Jianda berkata.
"Tidak salah, tentang masalah ini Mu Zhi Yao sampai saat ini masih belum dapat mengumumkan secara terbuka. Tetapi apa kau pikir dia bisa diam begitu saja ?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Tetapi dia juga tidak dapat mengumumkan bahwa dia berada di pihak Xu Zhong Yue, apalagi turut campur dalam masalah pribadi seseorang, kalau sampai dia turut campur, hanya akan memalukan dan melanggar peraturan, orang akan menggunakan ajaran perguruannya, menghukum sesuai dengan aturan perguruannya ."
Tuan Jian Da berkata.
"Ini adalah salah satu dari cara yang ada, tetapi masih belum menyelesaikan masalah dengan cara yang terbaik. Yang aku khawatirkan adalah, Mu Zhi Yao bisa memakai siasat lain yang berbahaya."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Apa kau lihat, dia bisa memakai siasat berbahaya ?"
Tuan Jian Da berkata.
"Mu Zhi Yao punya kekuasaan punya kedudukan, bawahannya j uga banyak, kalau dia telah memutuskan untuk melawan Wei Tian Yuan, menurut pemikiranku, dia bisa jauh lebih kejam lagi."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Menurut pemikiran mu kira kira apa siasatnya , coba pikirkan kira kira satu contohnya?"
Tuan Jian Da berkata.
"Di dunia persilatan musuh-musuhnya Wei Tian Y uan tidak sedikit, jika musuh-musuhnya, malam ini bersamasama muncul di Mi Mo Ya, dan mengatakan mau membalaskan dendam ayahnya, atau mau membalaskan dendam mengenai masalah lain, sekelompok, apapun dan yang bagaimanapun bisa membuat Wei Tian yuan kerepotan."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Apakah dia mempunyai musuhmusuh yang sangat membahayakan ? apakah dapat dalam satu hari, semuanya dapat berkumpul di kota?"
Tuan Jian Da tertawa berkata.
"Musuh-musuhnya semua bisa dipanggil oleh Mu Zhi Yao!"
Tang Huai Yi melanjutkan berkata.
"Dengan kedudukannya di pemerintahan dia bisa menekan, biarpun bukan merupakan cara yang terbaik, tetapi juga tidak dapat diabaikan. Masalah ini sudah seharusnya diselesaikan dengan adil, tetapi jika Xu Zhong Yue dan Wei Tian Yuan mengadakan pertandingan dan membuat keributan di kota, kedua belah pihak pasti akan menanggung resikonya. Kemungkinan yang satu akan dibantu , dan yang lainnya masuk penjara?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Hal ini aku bisa mengerti. Tetapi kita hanya ada bertiga saja, walaupun Mu Zhi Yao bertarung menggunakan tangan kosong, kemungkinan kita bertiga juga tidak dapat menandinginya!"
Tuan Jian Da berkata.
"Nona Shang Guan, hanya jika kau mau membantu mengatasi kesulitan ini, aku percaya sedikit banyak pasti bisa membantu menyelesaikan masalah ini."
Setelah 'Shang Guan Fei Feng berpikir sejenak, dia berkata.
"Aku mengerti maksudmu. Tetapi, ini, ini........."
Tuan Jian Da berkata.
"Aku sudah mengatakan, masalah ini nona harus turun tangan.
Jika kau membantu Wei Tian Yuan, berarti membantuku juga, jika ayahmu nanti menyalahkanmu, aku bersedia ikut nona pulang minta pengampunan kepada ayah nona."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Baiklah, aku akan mencobanya. Tetapi berhasil atau tidaknya, aku tidak berani menjamin."
Tuan Jian Da mengharapkan Shang Guan Fei Feng menjelaskan cara apa yang akan di lakukan , tapi ternyata dia tidak mengatakannya, Tang Huai Yi juga tidak mengetahuinya.
Tetapi setelah dia melihat, mendengar perkataan 'mencoba' dari Shang Guan Fei Feng, wajah suram Tuan Jian Da sudah mulai menghilang, dia juga merasa sedikit merasa lega.
Memang dia juga mengkhawatirkan kakak laki-lakinya dan juga mengenai kuil Zheng Yuan.
Shang Guan Fei Feng tiba-tiba berkata.
"Tuan Jian Da, kau bilang akan membantu Wei Tian Yuan mengatasi masalahnya, kau menghendaki aku membantu Wei, Tapi mengapa masih belum memberitahukan semua persoalan mu pada ku."
Tuan Jianda berkata.
"Nanti sesudah sampai di Mi Mo ya (Rahasia Tebing Hantu) aku akan mengatakan nya.
" ---ooo0dw0ooo---Dua Jian Da Mereka mempercepat langkahnya, bulan belum sampai di tengah-tengah langit, Mi Mo Ya (Rahasia Tebing Hantu) sudah terlihat. Di bagian barat ibu kota, terdapat tiga buah puncak gunung. Gunung Cui Wei, Gunung Xu Shi dan Gunung Ping Po. Gunung tersebut mengelilingi ibu kota tiga bagian, timur, barat, utara, Gunung Xu. Shi berada di tengahnya. Sedang Mi Mo Ya berada di atas gunung ini. Rahasia tebing gunung itu adalah berupa satu gundukan batu karang yang muncul keluar berasal dari puncak gunung, walaupun hanya satu gundukan batu karang saja, tetapi sangat besar sekali, ada sesuatu pemandangan yang menakjubkan, yang hanya terdapat di batu tebing hantu, daerah tersebut bisa memuat ratusan orang. Di bawah tebing ada dataran yang cukup luas dan datar, dengan batu tebing yang aneh, seperti seekor singa yang terbuka mulutnya. Di bawah batu karang ada ruangan berbatu, menurut cerita-cerita jaman dahulu pada waktu dinasti Chao, ada dua nama biksu yaitu 'Xu Shi'pemah tinggal di tempat ini, nama Gunung Xu Shi ini diambil dari nama biksu tersebut. Tempat perjanjian itu di bawah Rahasia Tebing Hantu yang berupa dataran . Pada saat ini baik di atas batu karang maupun di datarannya semuanya sudah dipenuhi oleh orang-orang yang berdiri. Di tengah-tengah lapangan itu sudah banyak orang sedang membawa api obor, menyinari seluruh lapangan terbuka tersebut. Jika berdiri di atas Rahasia Tebing Hantu melihat ke bawah dapat terlihat dengan jelas, tetapi jika dari bawah melihat ke atas, malahan hanya terlihat bayangan orang saja yang hitam. Bulan pada malam hari ini tidak begitu bersinar, Tuan Jian Da, Shang Guan Fei Feng dan Tang Huai Yi bertiga diam-diam sudah datang ke Tebing hantu tersebut, mereka memilih satu tempat yang agak berbahaya, dengan menggunakan batu-batu agak tersembunyi, orang-orang yang berada di atas tebing semua perhatiannya sedang menuju ke bawah lapangan terbuka, tidak ada orang yang menyadari kedatangan mereka. Baru saja mereka bersembunyi, dibawah segera terdengar suara tawa dinginnya Wei Tian yuan . Wei Tianyuan ketawa dingin sambil berkata.
"Xu Zhong Yue, kau dijuluki 'pendekar Zhong Zhou, orang orang tidak tahu bahwa sebenarnya kau adalah orang yang licik. Kau telah melakukan perbuatan yang tercela dengan mengkhianati teman, apakah kau pikir kau bisa selamanya mengelabui orang-orang di dunia ini?"
Shang Guan Fei Feng merasa ada sedikit keanehan, dalam hati berpikir.
"Ternyata Wei Tian Yuan dan Xu Zhong Yue semuanya telah datang, tetapi Wei Tian Yuan telah menantang dua orang, Xu Zhong Yue dan Jian Da. Xu belum bertemu dengan Tuan Jian Da, mengapa berani sekali datang sendiri untuk memenuhi undangan ini? Wei Tian Yuan juga mengapa tidak menanyakan Tuan Jian Da?"
Belum berpikir sampai disitu, tiba-tiba terdengar suara orang tua berkata.
"Biarkan aku berkata beberapa kata-kata yang bijak boleh tidak?"
Shang Guan Fei Feng sangat terkejut.
"Bagaimana bisa ada satu lagi tuan Jian Da?"
Saat itu dia baru dapat melihat jelas, di tengah-tengah lapangan telah ada satu lagi Tuan Jian Da.
Tuan Jian Da ini baru saja jalan keluar dari luangan berbatu.
Tuan Jian Da begitu mengeluarkan suara, orang-orang di sekitar nya langsung berbisik-bisik.
"Benar, benar, Tuan Jian Da biarpun berdiri di pihak yang lain, tetapi dia juga pernah dua kali menjadi penengah nntara pendekar Xu dan Wei Tian Yuan, kami seharusnya mendengar dia punya kata-kata bijaknya."
Tuan Jian Da yang berada di atas tebing tertawa sinis, berkata.
"Nona Shang Guan, sekarang kau seharusnya mengerti apa yang terjadi?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Orang ini adalah..............."
Tuan Jian Da berkata.
"Dia adalah adikku."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Ternyata orang yang mempunyai kedudukan sebagai penengah itu adalah adikmu. Kalian kakak adik punya mimik wajah yang benar-benar mirip, makanya orang-orang bisa tertipu olehnya."
Tuan Jian Da menghembuskan nafasnya berkata.
"Kami sepasang kembar yang dilahirkan oleh seorang ibu, ketika ibu masih hidup, kadang kadang beliau sewaktu-waktu juga bisa salah . Lembaran undangan pahlawan pendekar itu dia juga yang menyebarkannya dengan menyamar menggunakan namaku."
Shang Guan Fei Feng dalam hatinya merasa rada aneh, dia berkata.
"Adiknya kelihatan mempunyai ilmu silat lebih tinggi dibandingkan dengannya, kenapa di dalam dunia persilatan aku belum pemah mendengar .uld Tuan Jian yang kedua."
Tuan Jian Da meneruskan perkataannya.
"Adikku, adalah orang yntig sangat cerdas, jika belajar satu jurus ilmu silat, aku selalu harus berlatih sampai satu tahun setengah, dia hanya cukup delapan sampai sepuluh hari sudah bisa. Sayangnya ketika dia belajar silat di masa remaja, dia berlatih silat dengan rada terburuburu, sehingga mengalami jalan api menuju neraka, dan menjadikannya lumpuh. Aii, itu adalah kejadian tiga puluh tahun yang lalu."
Tiga puluh tahun yang lalu, ayah ibu Shang Guan Fei Feng juga masih belum menikah.
Di tiga puluh tahun yang lalu Tuan Jian kedua, biarpun namanya lebih terkenal dibandingkan kakaknya, saat itu pemah ada pameo yang mengatakan 'ribuan tebing tidak bisa dibandingkan dengan satu gunung' (Tuan Jian Da bagaikan ribuan tebing, dia bagaikan sebuah gunung), tetapi selewat tiga puluh tahun, dalam dunia persilatan namanya sudah tidak terdengar lagi, dia perlahan-lahan telah dilupakan oleh orang-orang.
Shang Guan Fei Feng tinggal jauh di arah barat kota, jarang orang persilatan yang dia temui, biarpun orang-orang mengetahui ada 'Tuan Jian kedua', juga tidak akan sengaja memberitahukan padanya.
Jian Yi Shan (Jian yang bagaikan sebuah gunung) ketika dia berbicara tadi, sama sekali tidak menaikkan suaranya, tetapi orang yang berada diatas dan dibawah tebing, semua merasa dia sepertinya sedang berbicara kepada orang yang di hadapannya saja.
Orang lain kemungkinan tidak begitu memperhatikannya, tetapi Shang Guan Fei Feng mengetahui ada sebuah ilmu yang istimewa, ilmu ini namanya 'Chuan Yin Ren Mi' (Mengirimkan Suara Secara Rahasia), untuk berlatih sampai tingkat seperti Jian Yi Shan, harus mempunyai tenaga dalam yang sudah tinggi dan kuat.
Tuan Jian Da meneruskan perkataannya.
"Karena mengalami jalan api menuju neraka dan mengakibatkannya lumpuh, seharus nya tidak dapat disembuhkan. Aku juga tidak mengetahui bagaimana dia bisa dapat sembuh dari kelumpuhannya, dan ilmu silatnya bukan saja dapat kembali seperti semula, malahan menjadi lebih tinggi dari sebelumnya."
"Bukankah kau tinggal bersama dengannya?"
Tuan Jian Da berkata.
"Setelah dia lumpuh, sifatnya berubah tambah lama tanbah aneh. Keluarga kami tinggal di bawah sebuah pegunungan, sepuluh tahun yang lalu dia tiba-tiba meminta aku untuk membuatkan dia sebuah ruangan berbatu di atas gunung. Sejak saat itu dia tidak mau menemui orang, termasuk aku , jika aku mau bertemu dengannya juga, dia selalu menutup pintunya rapat-rapat. Untuk mencukupi kebutuhan sehari -hari yang dia butuhkan, ada satu orang tua yang bisu tuli yang dia tunjuk, setiap bulan satu kali mengantarnya ke sana. Aku dalam satu tahun, ada setengah tahunnya berkelana keluar, suatu saat ketika aku pulang dari Luo Yang, aku mengetahui dia sudah menghilang."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Aku mengerti. Adik mu setelah pulih ilmu silatnya, tidak tahu bagaimana, dia bisa langsung bergabung bersama-sama dengan Xu Zhong Yue, wataknya pun jadi serupa. Kondisi kalian sebagai sepasang kakak adik kembar laki laki, dengan kondisi kakak adik perempuan JinHu (Rase emas) dan Yin Hu (Rase perak) benar-benar sama!"
Yang dia katakan 'benar-benar sama', ada dua macam maksud.
Satu adalah postur tubuh yang sama, dan satu lagi adalah sifat yang serupa.
Jin Hu dan Yin Hu, pasangan kembar yang ini, adalah adik perempuannya yang berwatak baik, kakak perempuannya yang berwatak jahat; pasangan kembar mereka, kakak laki-lakinyayang berwatak'baik, adik laki-lakinya yang jahat.
Kejahatan yang dilakukan oleh Jin Hu, ada begitu banyak orang yang memperhitungkan pada diri Yin Hu; sedangkan kelakuan Jian Yi Shan, saat ini juga diperhitung kan pada Tuan Jian Da.
Tuan Jian Da malahan berkata.
"Hal ini sama sekali tidak sama.
Adikku watak sebenarnya ialah baik hati, belakangan sifat dia biarpun berubah menjadi aneh, tetapi juga hanya aneh saja, aku percaya dia tidak ,ikan sampai berbuat sesuatu kejahatan yang besar."
Shang Guan Fei Feng tidak tahan berkata.
"Kalau begitu yang membunuh ibunya Jiang Xue Jun siapa? Dia dan Wei Tian Yuan semuanya menunjukmu, bukankah adikmu yang melakukannya?"
Tuan Jian Da terlihat sangat banyak pikiran, berkata.
"Masalah ini aku juga tidak mengerti, Nona Jiang dan Wei Tian Yuan pasti tidak akan sembarangan bicara, aaiiii, aku hanya mengharapkan pembunuhnya adalah orang lain, bukan dia."
Dalam hati Shang Guan Fei Feng berkata.
"Di bawah langit ini apa masih bisa menemukan seseorang yang wajahnya sangat mirip denganmu, kalau bukan kau, pasti dia."
Tetapi ketika melihat Tuan Jian Da yang menjadi sangat kebingungan, malah tidak sampai hati mengatakan yang akan lebih menyinggung hatinya.
"Tuan Jian Da, tolong tanya apa kau mau aku membantumu dengan cara yang bagaimana?"
Shang Guan Fei Feng menanyakannya padanya. Tuan Jian Da menghembuskan nafas berkata.
"Aku mengharapkan kejahatan yang telah terjadi bukan dia yang melakukannya, tetapi kalau benar-benar dia yang melakannya, aku juga tidak dapat memaafkannya. hanya apakah bisa ilmu silatnya yang telah pulih kembali d imusnahkan Sedangkan ilmu silatku tidak dapat menandinginya, untuk melumpuhkan ilmu silatnya, hanya bisa minta tolong pada nona. Aku beijanji setelah ilmu silatnya musnah, aku pasti akan membawa dia pulang uiiiiik dihukum."
Shang Guan Fei Feng diam-diam merasa lucu, Jian Da berkata "Jangan kaiena adanya h ubungan saudara, kau ingin adikku, bisa dibawa p ulang iiniuk dihukum , sudah selesai ?"
"Tuan Jian Da kau terlalu 'tinggi' mengangkatku , dengan Kepandaianku yang cetek, bagaimana bisa melumpuhkan adikmu?"
"Nona Shangguan, aku benar-benar tulus memohon padamu, tidak pei lu sungkan. Benar, ilmu silatmu tidak akan bisa mengalahkan adikku, lelapi kalau kau mengeluarkan ilmu Pedang Bayangan yang seperti kilat, pnsii bisa melumpuhkannya. Jikalau masih juga tidak bisa, dibantu dengan Wei Tian Yuan, pasti bisa mengalahkannya."
Shang Guan Fei Feng menjadi susah dibuatnya, dia hanya bisa berkata.
"Baik, kita lihat nanti sampai saatnya, baru bertindak ." 'Sampai saatnya bertindak', perkataan ini tidak berarti setuju. Tetapi tuan Jian Da tidak melanjut kan perkataannya lagi. Tuan Jian Da berhenti bicara, di bawah Rahasia Tebing Hantu, Tuan Jian kedua malahan sedang memulai hasutannya. Di saat dia sudah mengeluarkan hasutannya, tidak semua orang mendukungnya, dia memang punya alasan yang masuk akal untuk mengatakannya, jadi pihak menyetujui nya masih dalam persentasi yang lebih banyak, karena orang-orang tersebut menganggap dia sebagai Tuan Jian Da, sedangkan tuan Jian Da di dunia persilatan terkenal sebagai orang yang bijaksana, terpandang, terhormat. Biarpun dia berpihak pada orang yang bersalah, tapi dia pandai mengatakan alasan-alasan, sebenarnya tidak sesuai dengan peraturan, tetapi bagi orang 'bijak terpandang terhormat' meski' tidak sesuai peraturan', malah sepertinya dapat dimaklumi oleh orang-orang. Suara-suara ribut yang mempermasalahkan boleh atau tidak segera berakhir, Jian Yi Shan perlahan-lahan berkata.
"Wei Tian Yuan mengatakan bahwa Xu Zhong Yue mengkhianati teman, sebenarnya masalahnya bagaimana, dia tidak mengatakannya. Benar atau tidaknya Xu Zhong Yue berbuat seperti itu kami semua juga tidak mengetahui kebenarannya. Tetapi kami malah jelas mengetahui................."
Wei Tian Yuan memotong perkataannya berkata.
"Baik, aku dapat dengan jelas memberitahukan kepada kalian, Xu Zhong Yue mengkhianati temannya, temannya adalah ayahku. Wei Cheng Zong, tiga belas tahun yang lalu dilukai di Bao Ding. Perbuatan ini dilakukan olehnya secara rahasia, tetapi juga bukan tidak ada orang.yang mengetahuinya."
Xu Zhong Yue dengan datar berkata.
"Maafkan, aku ingin ikut bicara, nama Wei Cheng Zong aku baru pertama kalinya mendengar."
Wei Tian Yuan berkata.
"Kau melakukan perbuatan jahat yang malu diketahui oleh orang-orang, jelas tidak berani mengakuinya."
Jian Yi Shan berkata.
"Nama Wei Cheng Zong aku pemah mendengarnya. Tetapi dengar-dengar dia tewas karena musuh keluarganya, dengan Xu Zhong Yue apa hubungannya?"
Wei Tianyuan berkata.
"Benar, ayah tewas di tangan musuhnya, tenaganya habis, musuh-musuhnya juga mengalami luka berat sehingga tewas. Orang-orang tersebut dikatakan sebagai musuh juga tidak salah, mereka bukan orang-orang persilatan yang biasa. Musuh-musuh ayah punya ' posisi istimewa' , adalah pendekar Zhong Zhou , Xu Zhong Yue yang mengundangnya!"
Wei Cheng Zong adalah seorang perwira.
Orang-orang di kalangan tentara yang mengetahuinya juga tidak sedikit, tetapi 'posisi istimewa' yang dikatakan oleh Wei Tian Yuan, orang-orang juga mengetahui masalahnya itu seperti apa.
Wei Tian Yuan mengatakan kebenaran ayahnya yang dibunuh, sebenarnya dia mau mengatakan maksud utamanya dia mau membalaskan dendam kepada Xu Zhong Yue.
Dia berani mengeluarkan kebenarannya, tidak saja membuat banyak orang kaget, juga di luar dugaan Jian Yi Shan.
Tang Huai Yi diam-diam mengkhawatirkannya, dengan suara kecil berkata.
"Wei Tian Yuan terlalu besar keberaniannya, bagaimana bisa mengatakan begitu?"
Tuan Jian Da berkata.
"Jarum tidak tajam di kedua kepalanya, Wei Tian Yuan berkata begini biarpun ada bahayanya, tetapi juga ada kebaikannya."
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Kebaikan apa?"
Tuan Jian Da berkata.
"Orang-orang berada di lapangan ini, kebanyakan adalah kaki tangannya Mu Zhi Yao, tetapi pendekarpendekar iuga kemungkinan tidak sedikit. Mereka kebanyakan dikarenakan lembaran undangan, pendekar itu makanya datang ke tempat ini."
Berkata sampai sini, Jian Da menghembuskan nafas berkata.
"Ini juga tidak dapat menyalahkan mereka, mereka tidak jelas permasalahan yang sebenarnya, mereka menerima lembaran undangan yang dikeluarkan atas namaku dan ketua l'ang bersamasama dengan Xu Zhong Yue, tidak aneh dengan sendirinya bisa ditipu oleh siasat Xu Zhong Yue."
Tang Huai Yi dalam dunia persilatan termasuk angkatan tua, dia berkata.
"Aku telah mengerti, Wei Tian Yuan membeberkan kejadian yang sebenarnya ketika ayahnya terbunuh, dia sebenarnya ingin memberitahukan kepada semua pendekar yang hadir bagaimana orang seperti Xu Zhong Yue sebenarnya!"
Tuan Jian Da berkata.
"Benar, dengan sudah terbuka hal yang .sebenarnya, menjual teman untuk memperoleh ketenaran, perbuatan semacam ini, tidak saja para pendekar menjadi membencinya, juga orang-oiang biasa pun akan merasa tidak menyukai perbuatan demikian!"
Tang Huai Yi dapat mengerti akan hal t ersebut, Xu Zhong Yue dan lim Yi Shan juga pastinya dapat menyadari akan hal tersebut.
Mereka memang tidak berani menanyakan lebih jauh lagi apa yang dimaksud 'posisi istimewa', Jian Yi Shan yang berdiri sebagai penengah berkata.
"Ini lianya perkataan dari pihak mu saja, tolong tanya siapa yang bisa membuktikannya?"
Wei Tian yuan berkata.
"Orang-orang yang ada ditempat saat kejadian itu semuanya telah tewas, satu-satunya bukti yang tertinggal hanya aku."
Jian Yi Shan tertawa dingin hehe....... mengeluarkan mimik muka yang seakan-akan 'sudah tidak perlu didebatkan lagi'. Teman baik Xu, dari aliran Ba Gua (segi delapan) Wang Dian Ying bi-ikata.
"Wei Tian Yuan, kau dan Xu Zhong Yue punya permusuhan, kalau (inkataanmu bisa dibuktikan, di kolong langit tidak akan dipersalahkan undakanmu."
Jian Yi Shan meneruskan perkataannya.
"Xu Zhong Yue sudah berkata, Ini sama sekali tidak mengenal Wei Cheng Zong. Aku dan pendekar Xu punya hubungan ada duapuluh tahun lebih, temantemannya, semuanya aku ini-n^ctahuinya, aku bisa menjamin, aku dari dulu belum pemah mendengar mima Wei Cheng Zong. Kalau Wei Cheng Zong adalah teman pendekar Xu, pendekar Xu tidak mungkin tidak mengatakannya walau sekalipun |a padaku? Hei, hei, perkataan 'menjual teman untuk kepentingan sendiri', bukunya tidak tahu harus di ambil dari mana?"
Wei Tian Yuan ketawa dingin berkata.
"Kau sebagai orang yang penengah, perkataanmu juga kemungkinan tidak dapat dijadikan bukti kan?"
Jian Yi Shan berkata.
"Baik, kalau begitu tolong tanya kepada orang-orang yang berada di tempat ini , siapa yang dapat mengetahui Xu Zhong Yue dan Wei Cheng Zong pemah saling kenal?"
Wei Cheng Zong adalah perwira yang melawan dinasti Qing, jikalau ada orang yang mengetahui dia dan Xu Zhong Yue saling kenal, pasti juga tidak berani membuktikannya.
Mungkin saja malahan ditanya balik, bagaimana bisa tahu mereka punya hubungan, bisa berarti mencari kesulitan sendiri mempunyai hubungan dengan Wei?
Jian Yi Shan dengan perlahan berkata 'Perkataan yang Wei Tian Yuan katakan tidak ada orang yang mengetahuinya.
Tetapi satu perbuatan yang Wei Tian Yuan lakukan, malahan banyak orang mengetahuinya."
Dia berkata sampai di sini, orang-orang telah mengetahui apa yang hendak dia katakan.
Sedikitpun tidak salah, perkataan yang ingin dia katakan memang menyangkut perbuatan yang dilakukan oleh Wei Tian Yuan, masalah 'perubahan keluarga' Xu Zhong Yue.
"Masalah ini dari mula sudah tersiar di dunia persilatan, temanteman sekitarnya, kemungkinan bukan saja hanya mendengar, ada banyak juga yang melihatnya dengan mata sendiri?"
Teman baik Xu dari aliran bunga Sakura Mei Qing Feng berkata.
"Benar, hari itu adalah h ari baik hari pernikahannya antara pendekar Xu dan Jiang Xue Jun, kami semuanya adalah tamu undangannya. Jelas-jelas dengan mata kepala sendiri melihat Wei Tian Yuan datang mengacaukan acara bahagia tersebut, menantang duel di 'hari yang berbahagia' tersebut bertanding silat dengan pendekar Xu, mengakibatkan pendekar Xu cedera dan tidak dapat melanjutkan acara pernikahannya, kemudian, aiii, aku juga tidak enak untuk meneruskan nya."
Xu Zhong Yue dengan suara sendu berkata.
"Masalah ini juga semua orang telah mengetahuinya, aku juga tidak takut orangorang mengetahuinya. Hari itu aku cedera berat karena Wei Tian Yuan, Jiang Xue Jun denganku tidak dapat melakukan upacara pernikahan, tetapi dia telah masuk kekeluarga Xu, juga seharusnya sudah terhitung sebagai bagian dari keluarga Xu. Tetapi 'istri baik'ku bukannya menolong suaminya, malahan hanya dua hari saja denganku sebagai pasangan suami istri, hari ketiga dia kabur dengan kekasih gelapnya. Aku tidak ingin mengatakannya, tetapi orang yang membawanya kabur itu, banyak orang juga telah bertemu dengannya. Tepat ketika dia kabur, malamnya, sekali lagi Wei Tian Yuan menyelinap masuk kerumahku, dan sempat berkelahi juga dengan Tuan Jian Da!"
Jian Yi Shan dengan dingin berkata.
"Kejadian itu semuanya telah jelas, Wei Tian yuan menculik istri orang, masih juga mau menyalahkan orang lain, apakah ini masih bisa dijadikan perkataan yang baik?"
Teman baik Xu Zhong yue yang lainnya, aliran Shao Lin seorang biksu muda Yin Xin Mo berdehem sekali, berkata.
"Perkataan yang baik, tidak perlu berkata kata lagi, orang-orang pun telah dapat mengetahuinya!"
Jian Yi Shan berkata.
"Tuan Yin jangan, sampai mengambil hati, masalah ini biar kami saja yang membereskannya dengan dia."
Xu Zhong Yue berkata.
"Kebaikan kalian, aku sangat menghargainya. Tetapi Wei Tian Yuan jelas-jelas menantang kepadaku dengan Tuan Jian Da."
Nada suara kedua orang ada maksud tersembunyi, dengan bertan ding bersama-sama melawan Wei mereka berdua pasti menang, dalam hati Shang Guan Fei Feng berpikir.
"Ilmu silat Jian Yi Shan pasti tidak di bawah Wei Tian Yuan, jika ditambah dengan Xu Zhong Yue, kemungkinan Wei Tian Yuan menang sangat kecil sekali. Mereka sudah membuat persiapan, bagaimana bisa.Wei Tian Yuan mengalahkannya, dia takut Wei lewas ditangan mereka."
Pemikirannya belum bahis, sudah terdengar lagi suara Jian Yi Shan berkata.
"Wei Tian Yuan, kau boleh menantang kami, tetapi kenyataan yang ada, kau jelas-jelas yang salah, kami tidak bisa menerima perkataanmu yang sembarangan!"
Wei Tian Yuan berkata.
"Kau sudah cukup belum bicara?"
Jian Yi Shan mendehem, berkata.
"Wei Tian Yuan, kau masih ada perkataan apalagi?"
Tiba-tiba dari antara kerumunan orang-orang berjalan keluar seorang wanita, tubuhnya memakai baju berwarna hitam, mukanya juga ditutupi .apu tangan hitam, dia berjalan di depan Jian Yi Shan, dengan dingin hei kata.
"Aku ada sedikit perkataan yang mau dibicarakan!"
Yang berdiri di sebelah Jian Yi Shan yaitu Xu Zhong Yue secara tidak sadar berubah wama wajahnya.
Jian Yi Shan dalam hatinya mengetahui ada sesuatu yang tidak beres, dia memaksakan diri untuk bersikap tenang, dengan posisinya sebagai orang yang berkata bijaksana, dia bertanya.
"Siapa kau?"
Sebenarnya melihat dari warna wajah Xu Zhong Yue yang telah berubah dia juga telah dapat menebak siapakah orang tersebut.
Ternyata memang benar dugaan nya, wanita ini membuka kain penutup mukanya, dengan dingin berkata.
"Aku adalah Jiang Xue Jun, masalah ini ada hubungannya denganku, jadi aku mau berbicara!" (gb 93a). Baru saja ada yang mengatakan, perbuatan Jiang dengan Wei Tian Yuan adalah tidak senonoh, siapa juga tidak menyangka dia punya keberanian sebesar itu, untuk berdiri di depan Orang banyak. Saat itu, baik di atas tebing maupun di bawah tebing berdiri begitu banyak orang, tetapi terasa sepi suasananya, semuanya tidak ada yang bersuara, benar-benar sepinya, seperti sebuah jarum yang jatuh ke bawah juga bisa terdengar! Orang-orang secara bersamaan memikirkan.
"Jiang Xue Jun yang di depan mata, orangnya tidak kelihatan seperti yang mereka bicarakan itu?"
Dia (Jiang Xue Jun) mengangkat kepalanya, melihat kepada Xu Zhong Yue yang menantangnya, Xu Zhong Yue tidak berani saling bertatapan mata, dia menundukkan kepalanya.
Dia sekilas memandang perlahan-lahan melewati tubuh Wei Tian Yuan, kemudian kepada orang-orang banyak.
Bulan berada di tengah-tengah, kebetulan saat itu sudah tengah malam.
Di lapangan terbuka biarpun ada banyak terdapat obor api, tetapi langit yang gelap pekat tetap saja tidak bisa merubah menjadi terang.
Di bawah sinar api yang ada, sepasang mata Jiang Xue Jun terlihat sangat bening, terang bersinar, kecantikannya juga membuat orang-orang merasa 'terpesona'.
Setiap orang yang pemah bertemu dengannya selalu dibuatnya 'terpesona', dan tidak berani berpikiran yang bukan-bukan; apalagi orang-orang yang belum pemah melihatnya, orang-orang berpikiran.
"Jiang Xue Jun adalah wanita tercantik nomor satu Luo Yang? Jika dikatakan orang secantik ini melakukan hal yang tidak senonoh, biar dipukul sampai mati juga tidak akan percaya!"
Sebenarnya ada orang yang ingin membuka suara kepada Jiang Xue Jun, tapi dikarenakan oleh keanggunannya, bersuara pun tidak berani. Jian Yi Shan berkata.
"Jiang Xue Jun, kau sebenarnya adalah seorang wanita yang baik, melupakan suami dan kabur dengan orang lain, sebenarnya bukan merupakan dasar hati mu. Kau tidak perlu takut, katakan saja apa yang menjadi masalah sebenarnya!"
Maksud perkataan ini sangat jelas, dia menginginkan seluruh tanggung jawabnya ditimpakan kepada Wei Tian Yuan. Jiang Xue Jun berkata.
"Aku tidak punya suami, juga tidak perlu kau menasehati aku untuk menimpa kan kesalahan kepada orang lain!"
Jian Yi Shan berkata.
"Kau tidak punya suami? Bagaimana dengan Xu Zhong Yue?"
"Dia adalah musuhku!"
Jian Yi Shan bingung dibuatnya berkata.
"Jiang Xue Jun, aku memberikan kau satu kesempatan, kau tidak menghargainya, itu tidak apa. Tapi jangan berkata sembarangan!"
Jiang Xue Jun tertawa dingin berkata.
"Terima kasih banyak atas 'kesempatan' ini, bagaimana kau tahu kalau aku sembarangan bicara?"
Jian Yi Shan berkata.
"Baik, kalau begitu kau katakan kenyataan yang sebenarnya! Aiii, kau adalah istri yang dinikahi oleh Xu Zhong Yue; yang duduk di bangku keluarga Xu, yang masuk dari pintu depan keluarga Xu. Ini adalah kenyataan yang terjadi!" (jaman dahulu pengantin wanita di jemput memakai bangku yang di gotong, dihiasi warna merah), dia punya 'kenyataan' ini, juga harus ada orang yang membuktikannya baru resmi. Jiang Xue Jun berkata.
"Baik, kalau begitu aku juga mengatakan dahulu kenyataan yang sebenarnya terjadi. Waktu anggota keluarga Xu Zhong Yue menjemput ku memakai bangku nikah, ayahku meninggal belum sampai dua bulan, ibuku saat itu juga masih belum kembali ke Luo Yang."
Berkata sampai di sana, tiba-tiba bertanya kepada Jian Yi Shan.
"Yang dimaksud dengan 'pernikahan', seharusnya ada orang tua yang merestuinya bukan?"
Menurut kebiasaan adat istiadat saat itu, 'pernikahan' seharusnya memang begitu. Jian Yi Shan hanya bisa berkata.
"Memangnya kenapa?"
Jiang Xue Jun belum sempat menjawab, malahan Xu Zhong Yue yang berebut menjawab.
"Pernikahan ini ada pamanmu Jiang Zhi Xi yang menyetujuinya, ayah ibu mu sudah tidak ada, pamanmu adalah satu-satunya orang tua dari keluargamu, dia jelas dapat mewakilkannya!"
Sebenarnya dia bisa saja berkata berbohong, mengatakan ayahnya Jiang Xue Jun pernah menyetujui pernikahannya tersebut, memberikan dia suatu 'bukti yang telah tiada'.
Saat ini dia berkata begitu, berarti menyetujui bahwa memang tidak ada persetujuan dari orang tuanya.
Tetapi, dia tidak berkata bohong, j uga ada alasan tersendiri.
Karena ketika ayah liang Xue Jun masih hidup, pemah sekali meminta untuk menikahinya, tapi ditolak oleh ayahnya Jiang Xue Jun.
Saat itu ada orang-orang luar juga yang mengetahuinya.
Orang-orang itu biarpun tidak berada di tempat ini, dia juga takut kalau kebohongannya di kemudian hari tersebar keluar, sehingga merusak nama 'harum pendekar'nya .
Dia berkata dengan begitu leliti, mengira Jiang Xue Jun tidak mengetahui tentang penolakkan ayahnya itu.
Jiang Xue Jun memakai rahasia tersebut, berkata.
"apakah yang mewakilkan perkataan orang tua, semuanya adalah pamanku ?"
Xu Zhong Yue berkata.
"Mau dikatakan bagaimanapun juga, kau mengakui dia adalah pamanmu, dia punya wewenang untuk mengambil keputusan buat mu."
Jian Yi Shan berkata.
"Jiang Xue Jun, kau adalah orang yang mengerti ilmu silat, masalah pernikahan ini, kalau kau tidak menyetujuinya, pamanmu juga tidak bisa memaksamu untuk naik ke bangku nikah itu bukan?"
Jiang Xue Jun dengan dingin berkata.
"Xu Zhong Yue sebagai pendekar besar Zhong Zhou, ada berapa banyak orang yang dikelabui oleh kebaikannya yang pura-pura itu, apalagi aku adalah wanita muda yang masih tidak tahu apa-apa? Dia orang yang seperti apa mana aku mengetahui, baru belakangan ini aku mengetahuinya."
Jian Yi Shan berkata.
"Tolong kau jangan berbicara sembarangan, yang kami inginkan adalah bukti kenyataan!"
Tiba-tiba terdengar suara aneh yang berkata.
"Bukankah dia sudah mengatakannya, ayahnya meninggal belum sampai dua bulan, Xu Zhong Yue langsung meminta untuk menikahinya. Hanya dua bulan saja, kalian pikirkan, kejadian ini bukankah sudah ada sesuatu kejanggalan?"
Suara yang begitu tiba-tiba, siapa juga tidak mengetahui dari mana asalnya suara itu, lebih-lebih tidak mengetahui siapa yang mengatakannya.
Adat dahulu, ayah ibu meninggal, harus ada tiga tahun masa berdukanya.
Dalam dunia persilatan, bisa saja tidak menghiraukan adat tersebut, tetapi belum sampai dua bulan, mengadakan acara pernikahan, benar-benar sesuatu yang tidak pemah terjadi.
Jian Yi Shan berkata.
"Orang mana yang berbicara, tolong berdiri ke depan!"
Suara aneh itu berkata.
"Kau rasanya hanya akan bertanya kepada ku apakah benar atau tidak, ada tidak buktinya, kau tahu urusan apa ini, kau siapa? Masa hal seperti ini saja kau sebagai penengah (yang berkata bijak) tidak mengetahuinya?"
Orang-orang di sekitar itu mulai gusar. Xu Zhong Yue mencoba menyelidik dengan tidak menjawab pertanyaannya seolah-olah kelihatan nya tidak bisa menjawab, dia h anya dapat berkata.
"Siapa bilang aku memaksanya, bukankah aku dari awal sudah mengatakannya, masalah pernikahan pamannya yang mengambil keputusan. Kami melihat dia begitu kasihan sekali, makanya kedua pihak menyetujui, pernikahan akhirnya begitu lebih awal dilaksanakan bukankah menjadi lebih baik."
Jawaban dia, kata utamanya ialah di perkataan 'memaksa', tetapi untuk jawaban yang begitu mendesak menikahi seseorang, bagi mereka orang yang ada di pihaknya juga merasa bahwa alasannya itu tidak memadai.
Suara aneh tersebut terdengar kembali berkata.
"Ayahnya telah meninggal, masih ada ibunya, ibunya sedang pulang ke kampung halamannya, dan juga sedang kembali ke Luo Yang. Mengapa kau tidak menunggu ibunya pulang untuk menunggu keputusan?"
Xu Zhong Yue tidak dapat menjawab pertanyaan ini, dia merasa kesal, berkata.
"Ini adalah urusanku dengan keluarga Jiang, kau tidak usah turut campur!"
Jiang Xue Jun dengan dingin berkata.
"Dalam kenyataan, Xu Zhong Yue, kau mempunyai satu cara penekanan. Pamanku mendapatkan semangkok nasi dari mu, kau di Luo Yang buka satu usaha, dialah yang mengerjakannya untukmu."
Suara aneh itu terdengar lagi tertawa dingin berkata.
"Masalahnya menjadi jelas, perkataan yang aku katakan 'memaksa' tidak salah, tetapi hanya secara tidak langsung memaksa nona Jiang saja."
Jian Yi Shan berkata.
"Sekarang tolong Jiang Xue Jun dan Xu Zhong Yue menyelesaikan masalahnya dulu, orang luar jangan turut campur, tunggu mereka sesudah menyelesaikan seluruh masalah, baru dibicarakan masalah yang lain juga tidak terlambat."
Jiang Xue Jun berkata.
"Aku datang ke sini memang untuk mengatakan suatu kenyataan yang telah terjadi, biar aku menceritakan mulai dari kematian ayah ku."
Xu Zhong Yue berubah warna wajahnya,dia berkata.
"Jiang Xue Jun, kau jangan bicara sembarangan !"
Suara aneh terdengar kembali.
"Dia belum mengatakan penyebab kematian ayahnya, kau dari mana mengetahui kalau dia bicara sembarangan ?"
Jian Yi Shan berkata.
"Orang luar jangan turut campur!"
Suara aneh itu tertawa sinis berkata.
"Kau sebagai penengah sepertinya tidak adil, jika Xu Zhong Yue tidak menghalangi Jiang berbicara, aku juga tidak akan turut campur!"
Jian Yi Shan dalam hati kesal juga terhadap Xu Zhong Yue, dia tidak bisa berbuat apa apa karena posisinya sebagai penengah, dia berkata.
"Pendekar Xu, kau tidak perlu takut kepadanya, disini ada aku sebagai penengah (yang berkata bijak), dia juga tidak bisa bicara sembarangan ."
Saat itu Xu Zhong Yue menyadari 'kesalahan bicara'nya.
"Benar, kalau aku menghalangi dia berbicara, bukankah menjadikan aku benar benar mempunyai kesalahan? Dia juga tidak dapat berkata apa-apa, dia mengambil keputusan kalau Jiang menceritakan kesalahannya, dia tidak iikan mengakuinya."
Dia berkata.
"Baik, asli tidak dapat dipalsukan, yang palsu juga tidak dapat menjadi asli, asli palsu pasti dapat dibedakan dengan iclas. Kau mau berkata apa, silahkan katakan saja."
Jiang Xue Jun mulai berbicara, pelan-pelan berkata.
"Ayahku di Luo Yang bernama Jiang Yuan Fu, nama ini bagi teman-teman persilatan, yang mengetahuinya kemungkinan tidak banyak. Tetapi dia masih mempunyai satu nama lainnya, mungkin lebih banyak orang mengetahuinya. Nama ayahnya yang sebenarnya adalah Zhi Qi, Zhi yang berarti aspirasi, Qi yang berarti aneh."
Begitu menyebutkan nama ayahnya, ternyata yang mengetahuinya memang tidak sedikit, saat itu sudah ada reaksi menimbulkan suara-suara 'ziihi zaza' orang banyak.
"Jiang Zhi Qi, bukankah dia dan Chu Qing Song merupakan dua pendekar terkenal dari bagian barat daya? Duapuluh tahun yang lalu, dia merupakan seorang pendekar silat dalam dunia persilatan yang terkenal! Kemudian tidak tahu bagaimana tiba-tiba namanya menghilang, ternyata dia telah mengganti namanya , dan pindah ke Luo Yang."
"Kabarnya dia dan Wei Cheng Zong adalah teman baik, apakah dia dalam masalah Wei Cheng Zong ada kaitannya?"
Orang yang berkata ini, pasti mengetahui kalau Wei Cheng Zong adalah orang yang melawan dinasti Qing, maka hanya berani berkata perlahanlahan kepada orang di sampingnya.
Tetapi Jiang Xue Jun telah mendengarnya, melanjutkan berkata, Benar, ayah dengan Wei Cheng Zong adalah teman baik, dia sudah berteman sepuluh tahun yang lalu, dia dari Bao Ding pindah ke Luo Yang, karena takut terhadap orang-orang yang melukai dan membunuh Wei Cheng Zong, dia mengetahui permasalahan tersebut secara mendalam, dan dia bisa menjadi sasaran penyerangan juga.
"Setelah ayah pindah ke Luo Yang, dan mengubah profesinya sebagai guru silat, dia membuka satu tempat belajar ilmu silat yang kecil. Tidak disangka dia Luo Yang dia berkenalan dengan seorang pendekar Zhong Zhou, namanya Xu Zhong Yue. Yang juga merupakan majikan pamanku yang bekerja padanya. Bagaimana dapat 'dipakai'nya. Awalnya ayah merasa aneh, belakangan dia baru mengetahui bahwa Xu Zhong Yue dari awal sudah mengetahui identitas ayah yang sebenarnya."
"Pada suatu hari, dia mengundang ayah minum, dan pada malam hari itu, ayah tiba-tiba meninggal tanpa ada sebab musababnya!"
Xu Zhong Yue wajahnya menjadi pucat, berkata.
"Jiang Xue Jun, kau berkata begini apa maksudnya? Apakah kau mencurigai kematian ayahmu aku yang membunuhnya?"
Jiang Xue Jun tertawa sinis, berkata.
"Xu Zhong Yue, aku masih belum mengatakan kau sebagai pelakunya, mengapa kau sudah takut begitu?"
Xu Zhong Yue bermuka tebal berkata.
"aku hanya sembarangan ngomong saja, aku tidak melakukan sesuatu yang salah, bagaimana bisa takut akan perkataanmu itu."
Jiang Xue Jun dengan dingin berkata.
"Kau tidak takut, kalau begitu jangan memotong pembicaraanku. Nanti sesudah sampai akhir dari ceritaku bohong atau tidak, pasti akan ketahuan!"
Xu Zhong Yue takut orang-orang banyak akan berprasangka dia sebagai pelakunya, dengan berlagak pura-pura bukan pelakunya, dia berdiam menutup mulutnya. Jiang Xue Jun meneruskan ceritanya, dia berkata.
"Ibuku waktu itu memang merasa curiga. Ketika ayah meninggal mendadak, aku juga tidak berada disisinya. Ibu tidak mau mengatakan kepadaku tentang kematian ayahku, setelah ibu kembali ke Luo Yang, baru dia yang memberitahukan padaku. Dia berkata dia tidak memberitahukan kepada Xuer (Jiang Xuejun), karena takut aku tidak berpikir panjang, tergesa-gesa untuk membalaskan dendam, malahan diri sendiri bisa terluka. Sekarang kita sedang berada di bawah pengawasannya 'tangannya',di Luo Yang, dia punya kekuasaan terlalu besar, kita harus meloloskan diri terlebih dahulu, masalah balas dendam, di kemudian hari baru direncanakan lagi."
Wama muka Xu Zhong Yue kelihatan menjadi lebih jelek lagi, mulutnya terbuka, sepertinya mau berkata-kata, tetapi tidak ada suara yang keluar. Jiang Xue Jun berkata,"
Jika ayahku bukan diracun, bagaimana bisa mengeluarkan perkataan 'balas dendam', dan yang dia katakan 'dia' siapa, kalian pun dapat mengerti.
"Benar, ayahnya Jiang Xue Jun biarpun tidak mengatakan nama orang itu, tetapi dengan mengatakan kalimat 'dia di Luo Yang punya kekuasaan yang terlalu besar'.
Orang ini selain Xu Zhong Yue masih bisa siapa lagi?
Jian Yi Shan segera bertindak dengan kedudukannya sebagai penengah berkata.
"Perkataan ayahmu, tidak ada orang ketiga yang mendengarkan, dan juga dia sekarang sudah meninggal, bagaimana bisa dapat dijadikan bukti?"
Jiang Xue Jun dengan datar berkata.
"Tuan Jian Da, aku masih belum selesai berbicara. Kalau kau mau bukti, tolong dengar kelanjutan dari ceritaku , tidak akan terlambat."
Jian Yi Shan segera menutup mulutnya. Dalam hati berpikir.
"Masih untung dia tidak mengetahui aku adalah Tuan Jian Da yang palsu, tuan Jian Da asli dalam dunia persilatan merupakan orang terpandang yang terhormat. Orang lain tidak mungkin mencurigainya. Kalau sampai benar-benar tidak dapat membantu Xu Zhong Yue, paling paling mencoba memberikan hukuman ringan padanya."
Jiang Xue Jun melanjutkan ceritanya berkata.
"Ibuku menuruti perkataan ayah, dan pulang ke kampung halamannya, untuk menghin dar dari pengawasannya.
Saat itu tadinya aku mau ikut bersamanya pergi, tetapi dia malahan menahanku untuk tetap tinggal.
Belakangan aku baru mengetahui, hal ini adalah pertukaran syarat dari Xu Zhong Yue, melalui pamanku, Xu memaksa ibu, mengharuskan aku untuk tetap tinggal di Luo Yang, baru bisa membiarkan ibu pergi.
Hal ini belakangan aku baru mengetahuinya, ketika ibu pergi, dia pemah menitipkan pesan pada pamanku, paman harus menunggu dia kembali lagi, baru bisa membicarakan masalah pernikahanku.
"Tidak disangka sebelum ibu pulang, pamanku yang tidak berperasaan itu, dengan memakai tipu muslihatnya, memaksaku untuk menikah dengan musuh..............."
Jian Yi Shan sebagai penengah, memotong perkataan Jiang Xue Jun, ia berkata.
"Nona Jiang, masalah pernikahanmu apakah terlaksanakan atau tidak, itu adalah masalah yang intinya. Sebelumnya aku ingin mengetahui jelas dulu satu hal, kau berkata terus bahwa Xu Zhong Yue adalah musuhmu, itu adalah sesuatu hal yang masih merupakan dugaan. Kau baaimana bisa dengan yakin bahwa ayahmu dilukai olehnya?"
"Benar!"
Jian Yi Shan berkata.
"kau tadi sudah mengatakan nama ayahmu, nama ketika ayahmu ketika masih hidup, biarpun aku belum ada jodoh bertemu dengannya, tetapi setahuku, Jiang Zhi Qi dan pendekar Yang Zhou Chu Qing Song adalah orang terkenal. Xu Zhong Yue bisa ilmu silat himpun lumayan, kemungkinan untuk dapat menang bertarung dengan ayahmu masih jauh. Maksudnya, dia tidak mungkin dengan ilmu silatnya bisa melukai dan meracuni ayahmu. Hal ini kau setuju atau tidak?"
"Benar, dengan ilmu silatnya, Xu Zhong Yue jelas tidak mungkin dapat melukai ayahku."
Jian Yi Shan berkata.
"Kalau begitu hanya ada satu cara yaitu meracuninya. Tetapi jika meracuni sampai mati, tubuhnya pasti akan berubah rupa, pastinya tidak akan dapat mengelabui orangorang. Ketika saat berkabungnya, nona seharusnya ada di tempat itu kan?"
"Ya ,aku ada di tempat."
Jian Yi Shan dengan datar berkata.
"Kalau begitu tolong kau mengatakan yang sejujurnya, kau melihat tidak ayahmu seperti diracuni?"
Dia mengira telah dapat membalikkan kata-katanya Jiang Xue Jun, menurut kata kata yang baru saja Jiang Xue Jun katakan, ayahnya takut dia menimbulkan masalah besar, maka pada saat itu ayahnya menyuruh ibunya untuk tidak memberitahukan masalah ini padanya.
Sebenarnya jika dia sendiri telah dapat melihatnya, mana mungkin masih mau menikah dengan keluarga Xu, masalah ini juga dari mulanya pasti sudah terjadi keributan.
Jiang Xue Jun menjawab, dengan kata kata yang di luar dugaannya.
"Aku memang tidak melihatnya, tetapi masih ada orang yang dapat mengetahuinya. Dengan jelas diberitahukan kepada ibu ketika ibu kembali, dikarenakan ingin mengetahui kenyataan yang ada dengan jelas."
Jian Yi Shan benar-benar terkejut dibuatnya, bertanya.
"Siapakah orang itu? Sudah terbukti belum?"
Tepat pada saat itu, tiba-tiba ada satu orang keluar dari kerumunan orang-orang, dengan suaranya yang merdu berkata.
"Orang itu adalah aku. Tuan Jian Da, kau dan aku saling kenal bertahun-tahun, tidak mungkin kau menganggap aku tidak berhak untuk berbicara bukan?"
Orang ini bukan saja Jian Yi Shan mengenalnya, orang-orang yang berada di sana, lebih dari setengahnya juga mengenalnya.
Dia adalah tabib nomor satu Ye Yin Zhen.
Jian Yi Shan jelas tidak berani mengatakan kalau dia tidak berhak, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya."
Ye Yin Zhen berkata.
"Baik, kalau begitu aku bisa menjawab pertanyaanmu yang kedua.. Benar-benar terbukti jelas, Jiang Zhi Qi benar-benar tewas diracun!"
Benar dia tewas diracun. ---ooo0dw0ooo---BAB Racun Mu Anggota Keluarga Tang Jian Yi Shan segera berkata, dia sudah "Terkena racun apa?"
Dia ingin tahu tabib yang luar biasa kepandaiannya Ye Yin Nong yang bergelar tabib nomor satu memberikan kesimpulan, dia pura pura bertanya supaya tidak dicurigai.
Jian Yi Shan mempunyai maksud tersembunyi ingin mewakili Xu Zhong Yue mengelak atas perbuatannya, hanya dengan bertanya dia seolah-olah tidak tahu obat beracun tersebut.
Ye Yin Nong berkata.
"Ada semacam obat yang dapat membuat darah keracunan, bagaimana membuat resepnya, saya juga belum dapat mengetahuinya lebih lanjut. Menurut pengetahuanku, di daerah Si Chuan ada keluarga Tang yang mempunyai semacam racun, namanya Hua Xue San (Mencairkan Darah), dengan racun yang dipakai membunuh Jiang Zhi Qi adalah sejenis."
Xu Zhong Yue segera berkata.
"Keluarga Tang, di dalam dunia persilatan semua orang mengetahuinya. Resep racun keluarga Tang dari dahulu kala juga tidak diturunkan kepada orang lain, juga yang pasti tidak akan ada racun yang diberikan kepada orang lain untuk dipakai."
Ye Yin Nong berkata.
"Aku datang ke sini hanya untuk membuktikan bahwa Jiang Zhi Qi mati karena keracunan. Siapa yang meracunnya, aku tidak perduli."
Tiba-tiba ada seseorang yang berdiri lalu berkata.
"Tuan Jian Da, aku ingin meminta tabib Ye untuk menjelaskan satu hal, tolong kau mengijinkan."
Jian Yi Shan berkata.
"Tuan adalah....."
Orang itu berkata.
"Aku marga Tang bemama Xi Shun, karena masalah ini berhubungan dengan keluargaku, maka tidak bisa tidak aku ingin bertanya sampai jelas."
Begitu ia menyebutkan nama dan marganya, tidak sedikit orang yang terkejut.
Keluarga Tang di Si Chuan jarang sekali berhubungan dengan orang luar, itulah sebabnya keturunan keluarga Tang, orang luar juga sangat sedikit yang mengenalinya.
Tetapi, karena nama keluarga Tang sangat besar dan terkenal, hanya nama orang-orang utama keluarga Tang baru orang mengetahuinya.
Saat ini yang menjadi kepala keluarga Tang adalah Tang Tian Zong, dia mempunyai dua orang anak laki-laki, yang sulung bemama Xi Yao, yang satunya bernama Xi Shun, yaitu orang yang saat itu sedang berdiri dan berbicara.
Jian Yi Shan terkejut dan berkata.
"Ternyata anak kedua Tang. Silahkan berbicara."
Biarpun dari awalnya ia telah mengatakan, tidak mengijinkan 'orang yang tidak ada hubungan dengan masalah ini' untuk turut campur, tetapi dia juga tidak berani menolak permintaan keluarga Tang.
Tang Xi Shun berkata.
"Tabib Ye, siapa pembunuhnya, tuan boleh tidak mempedulikannya, tetapi tuan kan boleh memberikan pandangan. Karena dari perkataanmu tadi, aku mengkhawatirkan ada orang yang salah mengerti menganggap keluarga Tang yang meracuninya."
Ye Yin Nong berkata.
"Seharusnya jangan sampai ada yang salah mengerti, karena aku telah menjelaskan bahwa racun tersebut hanya serupa dengan Hua Xue San keluarga Tang saja."
Tang Xi Shun berkata.
"Bisakah tolong tuan menjelaskannya lebih akurat lagi."
Ye Yin Nong berkata.
"Baiklah! Kalau begitu perbolehkan aku untuk meneruskan pembicaraan, racun Hua Xue San keluarga Tang mempunyai bau, orang dapat dengan mudah untuk mengetahuinya Sedangkan racun yang ini tidak berwarna, tidak berbau tidak berasa. Orang sangat sulit untuk mengetahuinya, setelah matipun tidak ada gejalanya. Hanya dapat dilacak, diteliti dari contoh darah yang sudah membeku dari tubuh mayat itu. Racun ini lebih hebat (lihai) dibandingkan dengan Hua Xue San keluarga Tang."
Tang Xi Shun berkata.
"Tabib Ye benar-benar tidak salah dengan julukan tabib nomor satu di dunia, yang dikatakannya sedikitpun tidak ada yang salah/kurang, salut, salut. Tetapi apakah kau mengetahui racun dari keluarga manakah itu?"
Ye Yin Nong tertawa berkata.
"Tentang ilmu tabib, aku mungkin mengerti lebih banyak sedikit dibanding dengan tuan Tang, tetapi mengenai pengetahuanku tentang obat beracun, ada perbedaan dengan tuan Tang sangat jauh sekali. Sekarang sudah ada tuan Tang di sini yang merupakan bidangnya, tidak perlu lagi aku yang memberikan pendapat. Silahkan minta petunjuk dari tuan Tang saja."
Tang Xi Shun perlahan-lahan berkata.
"Orang lain semua mengira keahlian .tentang racun, kami keluarga Tang adalah yang nomor satu di dunia, tetapi kami keluarga Tang malahan tidak berani berpikiran begitu. Karena masih ada satu orang lagi adalah dari keluarga Mu, keahlian mereka menggunakan racun, dibandingkan dengan kami sama patut mendapat julukan nomor satu di dunia. Keahlian racun keluarga Mu adalah dari leluhur mereka kurang lebih seratus tahun yang lalu, mereka telah mencuri ilmu tentang racun dari keluarga Tang, setelah melewati seratus tahun masing-masing mengembangkannya lagi, keahlian racun kedua keluarga sedikit banyak telah mengalami perubahan. Aku tidak berani mengatakan mereka adalah yang lebih baik dari asalnya, tetapi memang kenyataannya mereka mempunyai beberapa macam obat beracun, perpaduan rahasia obat beracun keluarga Mu lebih hebat dibandingkan dengan keluarga Tang kami. Kau mengatakan racun sejenis yang mematikan Jiang Zhi Qi, mungkin ini adalah satu racun diantaranya."
Ye Yin Nong berkata.
"Apakah yang kau maksudkan adalah Mu si sepasang Rase? Tang Xi shun berkata.
"Tidak salah, mereka adik kakak perempuan adalah keturunan keluarga Mu pada saat sekarang ini. Keturunan keluarga Mu sampai tingkatan sebelumnya, yang pria semuanya telah mati. Makanya mulai sejak saat itu, Keluarga Mu merubah peraturannya. Anak kandung perempuan sama-sama berhak mendapat warisan. Tidak sama seperti keluarga Tang yang punya persyaratan, warisan hanya dapat diturunkan kepada anak laki, tidak kepada anak perempuan."
Xu Zhong Yue segera berkata.
"Baiklah, masalahnya sekarang telah helas, itu adalah racun keluarga Mu, tidak ada hubungan denganku!"
Jiang Xue Jun berkata.
"Tetapi ayah meninggal hari itu setelah minum-minum bersamamu, dan matinya keracunan!"
Xu Zhong Yue berkata.
"Aku dengan sepasang Rase Mu tidak saling Kenal, hal ini teman-teman semua juga mengetahuinya. Bagaimana racun keluarga Mu bisa berada ditanganku?" ? Jiang Xue Jun dengan tertawa dingin berkata.
"Kau mengatakan dengan sepasang Rase Mu tidak saling mengenal? kata-kata ini hanya mungkin hanya sebagian saja yang benar kan?"
"Apa maksudnya?"
Jiang Xue Jun berkata.
"Yin Hu (Rase Perak) mungkin dengan mu tidak saling kenal, tetapi Jin Hu (Rase Emas) adalah istri dari teman baikmu!"
Xu Zhong Yue hatinya menjadi tidak tenang, tetapi dengan sengaja berlagak biasa dia berkata.
"Kau hanya beberapa hari mempunyai kedudukan sebagai istriku, bagaimana kau bisa mengetahui berapa banyak reman-temanku?"
Jiang Xue Jun berkata.
"Temanmu yang lain aku mungkin tidak mengetahuinya, tetapi temanmu yang satu ini aku mengetahuinya. Suami Jin Hu adalah ketua Gunung Bai Tuo (Unta Putih) bernama Yu Wen Lei, berani kau mengatakan kau dengan dia juga tidak saling mengenal?"
Xu Zhong Yue dengan bersikeras berkata.
"Tidak kenal!"
Jiang Xue Jun tertawa dingin berkata.
"Benarkah? Tetapi setahuku, kau belakangan ini masih menemui dia!"
Xu Zhong Yue mencoba mengelak lagi, berkata.
"Kau berkata aku Menemuinya, aku katakan lagi ini adalah semua kebohongan yang dibuat-buat!"
Jian Yi Shan yang posisinya sebagai penengah, berdehem sebentar, kemudian berkata.
"Nona Jiang, tolong tanya kau tahu semua ini dari mana. Menurut sepengetahuanku, letak gunung Bai Tuo masih tidak tahu dimana , ketua gunung Bai Tuo pun belum pemah ke Zhong Yuan."
Tang Xi Shun tiba-tiba berkata.
"Tuan Jian Da, kau salah, kau hanya tahu yang satu, tidak tahu yang kedua."
Jian Yi Shan berkata.
"Ooo, apa yang kedua?"
Tang Xi Shun berkata.
"Benar, ketua gunung Bai Tuo dulu tidak pernah ke Zhong Yuan, tetapi sekarang, dia sekarang berada di kota ini. Terus terang, aku kali ini datang kesini, juga dikarenakan mengetahui keberadaan mereka suami istri, aku sengaja datang untuk mencari istrinya untuk bertanding dengan ilmu racunnya!"
Ilmu racun keluarga Mu adalah curian dari keluarga Tang, mereka kedua keluarga mempunyai perselisihan, masalah ini sudah berlangsung sampai ratusan tahun dan belum terselesaikan.
Tang Xi Shun mencari Jin Hu untuk membalaskan dendam, masalah ini tidak ada yang aneh.
Tetapi Jiang Xue Jun malah mendapatkan keuntungan darinya, ini merupakan sesuatu hal yang di luar dugaan.
Jiang Xue Jun dalam hatinya berpikir.
"Dengan adanya dia yang mengatakan, dibandingkan dengan aku yang mengatakannya, jauh lebih baik."
Jian Yi Shan berlagak seperti tidak mengetahui apa-apa, berkata.
"Apakah betul, aku sedikit pun tidak mengetahuinya."
Tang Xi Shun berkata.
"Kau tidak tahu, aku malahan mengetahui selain yang satu ini, masih mengetahui yang kedua dan ketiga!"
Jian Yi Shan tidak dapat berbuat apa-apa lagi, hanya bisa bertanya.
"Apa yang kedua, ketiganya?"
Tang Xi Shun berkata.
"Yang kedua adalah Jin Hu jauh-jauh hari telah meninggalkan Gunung Bai Tuo, kabarnya dia pemah ke Luo Yang, yang ketiga adalah dua hari yang lalu ketua Gunung Bai Tuo datang ke tempatnya panglima Mu, mendengar kabar anak laki laki dari keluarga Mu tidak tahu bagaimana telah ada yang menculik, lalu ketua Gunung Bai Tuo berjanji membantu mencarikannya kembali, dan ketua Gunung Bai Tuo ternyata berhasil membawa kembali anak laki-laki keluarga Mu kembali ke tempat keluarga Mu."
Masalah ini berhubungan langsung dengan keluarga Mu, dan siapapun tidak ada yang berani mengungkit masalah ini.
Tetapi Tang Xi Shun dengan tidak merasa takut dia telah mengatakannya.
Kalau mau dibilang ilmu silat keluarga Tang adalah ilmu yang paling sulit dihadapi diantara ilmu-ilmu silat lainnya, orang-orang juga telah mengetahui keluarga Tang mempunyai ilmu racun yang hebat, selain dia sepertinya tidak ada lagi orang yang mempunyai keberanian tersebut.
Berkata sampai di sini, Tang Xi Shun tiba-tiba menolehkan kepalanya, dan bertanya kepada Xu Zhong Yue.
"Pendekar Xu, apakah kau benar-benar tidak pernah bertemu dengan ketua Gunung Bai Tuo?"
Xu Zhong Yue sengaja membuat dirinya bersikap tenang, berkata.
"Benar, aku memang tinggal di tempat kediaman keluarga Mu, tetapi di sana orang banyak hilir mudik, mungkin saja pemah bertemu, tetapi aku benar-benar tidak mengetahui siapa adalah ketua Gunung Bai Tuo."
Tang Xi Shun berkata.
"Apakah benar? Ini benar-benar kejadian yang tidak kebetulan sekali. Aku masih berpikir ingin menanyakan kepadamu mengenai keberadaan mereka. Karena aku mengetahuinya bahwa ketua Gunung Bai Tuo datang ke tempat kediaman Mu, ketua Mu pun hanya mengundang kau untuk menemani nya!"
Xu Zhong Yue tersendat-sendat berkata.
"Ini, ini............."
Tang Xi Shun berkata.
"Pendekar Xu, kau tidak akan bilang kalau yang aku dengar ini juga adalah hanya kabar angin saja kan? Maukah ku persilahkan untuk keluar saksi matanya ?"
Hari itu, ketua Gunung Bai Tuo mengantar pulang Mu Liang Ju ke tempat kediamannya, Mu Zhi Yao yang menyambutnya, dia meminta Xu Zhong Yue untuk menemaninya, orang-orang yang menjaga tempat tersebut tidak sedikit yang mengetahui peristiwa tersebut.
Para pengawal-pengawalnya, saat ini sebagian besar berada di tempat sekarang ini, tetapi telah menyamar, berpura-pura seakan-akan sebagai seperti layaknya orang-orang dunia persilatan.
Xu Zhong yue mengetahui, Tang Xi shun berani berkata seperti ini, pasti ada temannya diantara orang-orang tersebut.
Dan juga dengan kedudukannya sekarang, kalau dia sampai menyuruh salah satu orang atau siapa saja dan para pengawal tersebut menjadi saksi, biarpun bukan temannya, orang itu pun pasti tidak akan berani berkata bohong.
Karena kalau sampai disuruh keluar menjadi saksi mata, sudah pasti tidak akan terelakkan dari hukuman ketua, mungkin saja sampai dihukum mati; tetapi jika sampai melakukan kesalahan kepada Tang Xi shun, keluarga Tang mempunyai ilmu racun yang sangat ampuh, mungkin saja dia bisa langsung mati keracunan!"
Xu Zhong Yue sudah pasrah tidak dapat berbuat apapun, akhirnya dia berkata.
"Benar, memang ada kejadian ini. Tapi, tetapi ketua Mu hanya memperkenalkan orang tersebut sebagai tuan Yu Wen, dia tidak memberitahukan kedudukannya. Aku benar-benar sama sekali tidak terpikir, bahwa tuan Yu Wen adalah ketua Gunung Bai Tuo.'Tiba-tiba saja dia menemukan akal untuk mengatakan kalimat ini."
Jiang Xue Jun tertawa dingin dan berkata.
"Ketua Gunung Bai Tuo Ming namanya begitu terkenal, Mu Zhi Yao tidak memberitahukan kedudukannya. Tetapi orang yang bermarga rangkap Yu Wen kan tidak banyak?"
Xu Zhong Yue berkata.
"Kau tidak mau mempercayai bahwa aku dengan ketua Gunung Bai Tuo benar-benar tidak saling mengenal sebelumnya, itu terserah padamu saja."
Jian Yi Shan berkata.
"Putra kedua Tang, terima kasih banyak kau telah memberitahukan kepada kami mengenai hal ketua Gunung Bai Tuo. Tetapi sepertinya tidak bisa karena kejadian begini langsung menuduh kalau Xu Zhong Yue yang membunuh Jiang Zhi Qi kan?"
Tang Xi Shun berkata.
"Masalah ini tidak ada hubungannya denganku. maksudku, hanya untuk menjernihkan masalah siapa dan dimana pembunuh Jiang Zhi Qi, bahwa bukan kami dari keluarga Tang yang melakukannya."
Setelah berkata itu Tang mengundurkan diri.
Ternyata kedudukan keluarga Tang di dalam dunia persilatan adalah sangat istimewa, Mereka punya 'pedoman sendiri', siapa yang tidak mencari gara-gara dengan mereka, mereka pun tidak akan dengan tiba-tiba mencari gara-gara.
Mereka tidak dapat dikatakan sebagai 'pendekar', tetapi juga tidak dapat dikatakan sebagai aliran yang sesat.
Kali ini dia mau keluar menolong Jiang Xue Jun berbicara, selain untuk membersihkan nama keluarga Tang yang tidak ada berkaitan dengan masalah ini, masih ada satu alasan lainnya.
Dia sedang mencari Jin Hu untuk membalaskan dendamnya, dia dengan Wei Tian Yuan pernah'bertukar pikiran', dia berbuat demikian, juga dapat dikatakan sebagai suatu balas budi terselubung untuk Wei Tian Yuan.
Dia membantu Jiang Xue Jun yang sebenarnya sama juga menolong Wei Tian Yuan.
Keistimewaan aliran keluarga Tang adalah sangat memperhatikan untung ruginya, bantuan ini juga hanyalah suatu bantuan yang ada batasnya.
Tang Xi Shun dalam hatinya berpikir.
"Aku telah mewakili Jiang Xue Jun memberikan bukti yang sangat menguntungkan baginya, dimana Chu Zhong Yue dengan ketua Gunung Bai Tuo telah saling mengenal sebelumnya, dengan ini, aku juga telah membantu Wei Tian Yuan tidak sedikit. Tidak usah gara-gara persoalan ini sampai harus berbuat tidak enak kepada Tuan Jian Da."
Dengan berpikir sampai disitu, biarpun tidak senang terhadap tingkah laku 'Tuan Jian Da', tetapi dia juga tidak mau melakukannya hal yang terlalu berlebihan.
Dia mana tahu kalau 'Tuan Jian Da' yang ini bukanlah Tuan Jian Da yang asli.
Jian Yi Shan telah menggunakan identitas kakaknya, sampai orang-orang yang berada di tempat tersebut tidak ada satupun yang mengenalinya.
Tetapi pemikiran Tang Xi Shun yang lainnya, tidak salah juga.
Dapat dikatakan Xu Zhong Yue mempunyai julukan sebagai 'pendekar', sebagai seorang 'pendekar Zhong Zhou', sampai bisa berhubungan dengan ketua Gunung Bai Tuo yang beraliran sesat, dari sini bisa dilihat, dia telah membuat namanya tercoreng di dalam dunia persilatan.
Walaupun Xu Zhong Yue bersikeras mengatakan bahwa dia tidak mengetahui jika tamu besar ketua Mu adalah ketua Gunung Bai Tuo, tetapi orang-orang yang berada di tempat itu, sebagian besar telah tidak lagi mempercayai perkataannya.
Saat itu, sudah terdengar suara bisikan-bisikan.
Jian Yi Shan menyadari keadaan tidak menguntungkan itu, dalam hatinya berpikir.
"Masalahnya sudah begini rawan, aku takut nyawa Xu Zhong Yue akan terancam, aku harus membantu untuk menyelesaikannya."
Dengan tidak dapat berbuat apa-apa lagi, dia akhirnya hanya dapat berkata.
"Kalian semua tentunya sudah mengetahui kepribadianku, aku dari dulu membela kebenaran tidak pandang bulu, dengan pasti tidak akan membelok kearah manapun.
Benar, aku dan Xu Zhong Yue adalah teman lama, dalam diriku sendiri aku mengatakan, aku percaya akan kata-katanya.
Tetapi jika dilihat kebelakang, kalau memang dia dan ketua Gunung Bai Tuo telah saling kenal, tapi itu juga tidak dapat membuktikan bahwa dia telah menggunakan racun milik istri ketua Gunung Bai Tuo, Jin Hu untuk membunuh Jiang Zhi Qi.
"Tidak salah, menurut Jiang Xue Jun, ayahnya pada hari itu setelah minum arak bersama Xu Zhong Yue, malamnya tewas keracunan. Tetapi anak kedua Tang tadi juga telah mengatakan, racun semacam ini bisa digunakan dengan dosis yang agak banyak untuk mempersingkat waktu membunuh yang terkena, mungkin saja Jiang Zhi Qi sudah keracunan sebelum minum arak bersama Xu Zhong Yue? Dan yang meracuninya adalah Jin Hu sendiri?"
Jiang Xue Jun dengan tertawa dingin berkata.
"Kalau begitu bagaimana dengan perkataan yang dikatakan oleh ayah sebelum beliau meninggal, perkataan itu yang diucapkannya kepada ibu, bagaimana kau menjelaskannya? Jika kau sudah melupakannya, aku dapat mengatakan nya sekali lagi."
"Baik, kau katakanlah sekali lagi."
Jiang Xue Jun berkata.
"Perkataan terakhir yang ayah katakan kepada ibu adalah. 'Kau jangan tergesa-gesa membalaskan dendam buatku, untuk sementara jangan memberitahukan dulu kepada anak kita, dia...dia punya kekuasaan di Luo Yang terlalu besar, .........' perkataaan belum selesai, ayah telah meninggal keracunan!"
Berkata sampai di sini, Jiang Xue Jun menatap pada Jian Yi Shan, berkata.
"Orang yang ayah katakan ini tentu bukan Jin Hu kan?"
"Tidak salah, jika perkataan tersebut seperti yang kau katakan, orang ini tidak diragukan lagi jelas adalah Xu Zhong Yue."
Jiang Xue jun berkata.
"Ibu mengulang apa yang dikatakan ayah, apakah mungkin itu palsu?"
Jian Yi Shan berkata.
"Sayang saat itu hanya ibumu saja yang berada di sana "
Jiang Xue Jun dengan marah berkata.
"Apa maksud perkataanmu? Apakah kau mencurigai ibuku telah mengarang suatu kebohongan ?"
Jian Yi Shan dengan santai menjawab.
"Tidak, aku tidak bermaksud seperti itu, ibumu juga merupakan seorang wanita yang ternama dalam dunia persilatan, aku mana mungkin mencurigai kepribadiannya. Dan juga setahuku, dia selalu berterima kasih kepada Xu Zhong Yue atas pemeliharaan kepada keluarganya, dia tidak mungkin tanpa sebab akibat tiba tiba mengarang kebohongan untuk merugikan Xu Zhong Yue."
Jiang Xue Jun tertawa sinis berkata.
"Apakah kepadamu ibu mengatakan berterima kasih kepada Xu Zhong Yue? Aku adalah anak perempuannya, masa kau lebih mengetahui lebih jelas dibandingkanku? Tapi, jika kau percaya apa yang ibu katakan itu bukan merupakan suatu kebohongan, apakah yang harus dicurigai lagi?"
Jian Yi Shan berkata.
"Jiang Xue Jun, kau benar-benar tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti. Ah, aku sebenarnya telah bertekad, masalah ini tidak akan kukatakan, tapi kalau kau memaksanya juga, yah sudah aku hanya dapat mengatakannya. Ibumu bukan orang yang dapat berbohong, perkataan ini aku sama sekali tidak curiga. Tetapi ceritamu malah yang mencurigakan! Karena ibumu tidak mempunyai alasan, dia harus berbohong untuk mencelakakan Xu Zhong Yue, tetapi kau malah ada! Kau merasa telah disakiti, kau ingin mendapatkan belas kasihan dari orang lain, itu adalah akal yang paling bagus, dengan mengatakan bahwa Xu Zhong Yue adalah pembunuh ayahmu!"
Banyak orang yang tadinya mencurigai Xu Zhong Yue, tetapi begitu mendengar perkataan Jian Yi Shan, yang juga masuk akal, mereka langsung tidak ada yang bersuara. Jian Yi Shan meneruskan perkataannya.
"Maka dari itu aku katakan, sayang saat itu tidak ada orang ketiga yang berada di sana, kalau tidak dapat merupakan bukti bahwa perkataanmu apakah benar seperti yang ibumu katakan kepadamu!"
Jiang Xue Jun berkata.
"Tuan Jian Da, apa kau sudah selesai bicara?"
"Baik, silahkan bicara."
Jiang Xue Jun berkata.
"Aku katakan kau sengaja dengan memakai alasan ibuku yang telah meninggal sehingga susah memcari bukti lagi!"
Ada sebagian orang yang masih belum mengetahui masalah ini sehingga menanyakannya kepada orang yang di sebelahnya.
"Ternyata istrinya Jiang Zhi Qi juga sudah meninggal, bagaimana meninggalnya?"
Daripada menanyakan kepada orang-orang yang bukan merupakan keluarganya, kenapa tidak menanyakan langsung saja kepada Jiang Xue Jun. Jiang Xue Jun berkata.
"Terima kasih banyak kepada hadirin sekalian yang masih ada perhatian kepada ayah dan ibu, baiklah aku akan menjawab ke-ingintahuan kalian. Ibuku pada malam hari ketika pulang ke Luo Yang telah dibunuh orang, orang yang membunuhnya adalah orang yang dari luar kelihatannya baik, tapi sebenarnya malahan merupakan seorang tua yang jahat licik yang bertulang raksasa!"
Orang-orang yang berdiri di dataran berumput tersebut, awalnya mengira orang yang dimarahi Jiang Xue Jun adalah Xu Zhong Yue, tetapi ketika mendengar perkataan yang belakangnya, kelihatannya ada yang tidak benar.
Beberapa orang tanpa sadar dalam hatinya, berpikir.
"Xu Zhong Yue masih belum mencapai umur empat puluh tahun, mengatakan dia 'tulang raksasa' masih boleh, tetapi kan tidak dapat dikatakan 'tua jahat licik'?"
Dengan tidak disadari tibatiba pandangannya diarahkan kepada tubuh Jian Yi Shan. Jian Yi Shan berusaha dengan tetap tenang berkata.
"Aku malahan ingin tahu pembunuh yang kau katakan tua jahat licik bertulang raksasa itu siapa, apakah kau bisa dengan jelas mengatakannya?"
Jiang Xue Jun mengeluarkan suara tawa sinisnya berkata.
"Apakah kau masih perlu menanyakan padaku? Kau yang melakukannya seharusnya kau mengetahuinya sendiri!"
Jian Yi Shan mengerang berkata.
"Yang kau tuduhkan apakah aku?"
"Tidak salah!"
Jian Yi Shan tertawa dengan kerasnya dan berkata.
"Untungnya para teman-teman mengetahui Jian Da orang yang bagaimana!"
Saat itu banyak orang berkata.
"Nona Jiang, masalah ini bukan masalah sepele, kau jangan berbicara sembarangan!"
"Tuan Jian Da orang yang sangat bijaksana, dia mana mungkin dapat melakukan perbuatan seperti itu?"
"Nona Jiang kau tidak mau kawin dengan Xu Zhong Yue itu tidak apa apa, bagaimana kau bisa melibatkan tuan Jian Da? Kau katakan dia yang membunuh ibumu, tolong tanya apa ada buktinya?"
Jiang Xue Jun menunggu orang-orang yang marah itu sampai berhenti berbicara, lalu berkata.
"Aku mempunyai bukti orang, juga ada bukti barang!"
"Siapa orangnya?"
Wei Tian Yuan dengan suara kerasnya berkata.
"Aku inilah, malam hari itu, aku sedang bersama-sama dengan Xue Jun. Ketika itu kami berdua melihat ibunya dibunuh, pembunuhnya mencoba kabur saat dia berteriak, aku segera mengejarnya, dengan jelas, pembunuhnya bukan orang lain, yaitu Tuan Jian Da ini!"
Jian Yi Shan berkata.
"Terima kasih, ternyata malam hari itu, kau bersama-sama dengan Xue Jun. Tolong tanya bagaimana bisa kau pada malam hari bersama-sama dengan orang yang telah bersuami?"
Wei Tian Yuan berkata.
"Terserah kau berpikir apa, ini adalah masalah kami berdua, tidak ada urusannya denganmu!"
Jian Yi Shan berkata.
"Kau menjadi saksinya Jiang Xue Jun, dengan begitu apakah seharusnya kami juga mengurusnya."
Dia sengaja memakai kata 'kami', supaya orang-orang bisa mengambil keputusan. Memang ternyata kemudian langsung ada orang yang berkata.
"Aku tidak ingin memarahi kalian dengan perkataan lelaki penjinah dengan perempuan yang bersuami, tetapi jika lelaki seperti ini dapat menjadi saksi perempuan tersebut, ini bukankah sesuatu lelucon?"
Orang yang berkata adalah teman baiknya Xu Zhong Yue, dari aliran Shao Lin Yin Xin Mo. Ada suara aneh tiba-tiba terdengar lagi dan berkata.
"Kami tidak sependapat, dengan hanya dengan mendengar omongan orang saja, mereka berdua ada selingkuh atau tidak itu satu masalah, benar atau tidaknya bukti perkataan mereka adalah satu masalah yang lain lagi!"
Tuan Jian Da adalah orang yang terpandang dan dihormat di dalam dunia persilatan, di dalam pertemuan ini orang yang mengagumi dia tentu diingat banyak, tetapi orang yang berprihatin kepada Jiang Xue Jun juga masih ada.
Begitu suara aneh tersebut berhenti, saat itu juga langsung ada orang yang berkata.
"Perkataan ini juga bukannya tidak beralasan, Jiang Xue Jun mengatakan dia mempunyai saksi orang dan juga bukti benda. Jika saksi orangnya tersebut kami tidak dapat mempercayainya, seharusnya dia mengeluarkan bukti barangnya tersebut baru benar."
Orang-orang di tempat mulai berbisik-bisik, Tuan Jian Da asli yang bersembunyi di puncak Mi Mo Ya malahan menghembuskan nafasnya. Shang Guan Fei Feng berkata.
"Tuan Jian Da, apakah kau menyalahkanku karena telah menolong kakak Xue Jun berbicara, sehingga membuat adikmu tidak berkutik?"
Ternyata suara-suara aneh tadi itu adalah suaranya. Suara itu merupakan 'bahasa perut' dari ilmu perguruannya. Tuan Jian Da berkata.
"Bagaimana aku bisa menyalahkanmu, aku mengerti perasaanmu, kau ingin agar dia menyadari kesalahannya. Ah, tetapi sayangnya........."
Dia tidak menyelesaikan perkata annya, tetapi orang disampingnya yaitu Tang Huai Yi dan Shang Guan Fei Feng telah mengerti akan maksudnya, dia sedang menyesali perbuatan adiknya, takut sudah tidak dapat disadarkan kembali.
Setelah dia termenung berkata.
"Aku benar-benar tidak menyangka dia bisa menjadi berubah seperti ini, aku dengan dia lahir pada saat yang bersamaan, bersama-sama bertumbuh besar, aku mengenal dia sama seperti aku mengenali diri sendiri. Sifat dia biarpun sedikit aneh, tetapi tidak jahat. Ah, bagaimana dia dapat berubah seperti ini?"
Shang Guan Fei Feng berkata.
"Tuan Jian Da, aku mengerti engkau sedang bersedih hati. Tetapi hal itu adalah dia sendiri yang menanggungnya. Jika adikmu benar-benar berbuat yang jahat, takutnya kau juga hanya bisa, hanya bisa........"
Tuan Jian Da berkata.
"Nona Shang Guan, kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Jikalau terpaksa, aku akan berbuat tegas tidak pandang bulu. Kita bergerak sesuai rencana."
Rencananya adalah di saat yang memang diperlukan, dia bersama dengan Shang Guan Fei Feng akan turun tangan, memusnahkan ilmu silat adiknya.
Dia walaupun dalam mulutnya mengatakan 'tegas tidak pandang saudara', tetapi saat dia melaksanakan rencana tersebut, sebenarnya mempunyai pengharapan agar Shang Guan Fei Feng dapat sedikit bermurah hati untuk melepaskan nyawa adiknya.
Shang Guan Fe Feng tidak bersuara, hanya memperhatikan perubahan situasi di pertemuan tersebut.
Jian Yi Shan yang berpura-pura menggunakan identitas kakaknya, untuk tetap berperan sebagai pria yang berwibawa, terdengar berkata.
"Baiklah, Jiang Xue Jun, kau masih punya bukti barang apa, tolong dikeluarkan?"
Jiang Xue Jun berkata.
"Aku berharap untuk menjelaskan dulu artinya! 'barang bukti'. Misalkan dalam hal pembunuhan atau semacamnya, apa kira-kira barang bukti yang paling utama?"
Jian Yi Shan berkata.
"Sekarang aku adalah orang yang kau jadikan tersangka, aku tidak bersedia untuk menjawabnya."
Tang Xi Shun berkata.
"Aku adalah orang luar, biarkan aku yang mengatakan seadanya menurut aturan dunia persilatan baik tidak?"
Kalau dia sudah mau berbicara, Jian Yi Shan jelas tidak berani menolak ---ooo0dw0ooo---Jurus Keluarga Jian Tang Xi Shun menolehkan kepalanya, bertanya kepada Jiang Xue Jun.
"Nona Jiang, apakah betul ibumu mati keracunan?"
"Bukan."
Tang Xi shun berkata.
"Kalau begitu, peristiwa ini bukan menggunakan racun untuk membunuhnya, tapi pembunuhnya memakai alat khusus atau pisau khusus atau semacamnya."
"Juga bukan."
Di antara orang-orang ada yang berkata.
"Tuan Jian Da dan dulu tidak memakai senjata."
Rasanya aneh mengapa Tang Xi Shun tidak mengetahuinya, jika tahu, mengapa mengajukan pertanyaan yang tidak seharusnya? Tang Xi Shun dengan santai berkata.
"Aku hanya menanyakan menurut kebiasaan yang seharusnya, bukan untuk memutuskan siapa pembunuhnya."
Jiang Xue Jun berkata.
"Kalau begitu tolong tanya selain alat khusus suatu aliran atau persenjataan khusus, masih ada apa lagi yang dapat dijadikan barang bukti?"
Tang Xi Shun berkata.
"Kalau dari tubuh mayat, dapat diselidiki ilmu khusus yang digunakan, Itu juga dapat dijadikan sebagai barang bukti yang berguna."
Jiang Xue Jun berkata.
"Di tubuh ibuku tidak ada bekas luka, tetapi ketika ia mati, urat-urat nadinya menonjol keluar, tapi kepalanya malahan lunak(empuk) seperti kapas."
Tang Xi Shun hanya ingin memberi bantuan yang terbatas, sesudah bertanya sampai di sini, lalu berkata.
"Kalau begitu, ibumu terbunuh oleh sejenis ilmu yang istimewa. Tetapi entah ajaran khusus dari keluarga mana dan aliran mana, -maafkan akan kekuranganku, yang tidak mengetahui nya. aku tidak bisa bertanya lebih lanjut."
Selesai berbicara itu, dia mundur. Bagai api yang membara, wajah Jian Yi Shan memerah kemudian memucat. Wei Tian Yuan berkata.
"Setahuku, itu adalah ilmu Mian Zhang (telapak sutera) dan ilmu Da Shuai Bei Shou (Telapak Tangan Penghancur Batu) yang dilatih bersamaan dan menjadi satu tenaga telapak, dapat melukai tubuh bagian dalam, juga dapat membuat tulang dalam tubuh manusia sampai remuk bagaikan tepung, tapi bagian luar tubuh malahan tidak terlihat ada yang terluka. Ilmu semacam Mian Zhang dan Da Shuai Bei Shou yang digabungkan menjadi tenaga telapak tangan, adalah satu-satunya ilmu khusus yang berasal dari keluarga Jian!"
Jiang Xue Jun berkata.
"barang bukti sudah ada, Jian Qianya, kau masih ada perkataan apa lagi?"
Qianya' adalah nama kecil Tuan Jian Da.
Jian Yi Shan tidak berkata apa-apa, hanya tertawa sinis.
Dia tidak berkata apa-apa, tetapi malahan ada orang yang mewakilkan dia berbicara.
Yang berbicara adalah orang dari aliran Tapak Ba Gua (Telapak Segi Delapan) Wang Dian Ying dan dari aliran Kepalan Tangan Mei Hua (Mei Hua Quan) Mei Qing Feng.
Kedua orang ini adalah teman baik dari Tuan Jian Da, kali ini Tuan Jian Da bersama Xu Zhong Yue tinggal di tempat kediaman Mu Zhi Yao, dalam hati mereka ada merasa aneh, juga ada sedikit perasaan curiga.
Tetapi dalam kondisi sekarang, ketika mendengarkan perkataan Wei Tian Yuan, demi teman baiknya mereka menjauhkan kecurigaan yang bagaikan bongkahan batu.
Dari aliran Ba Gua Wang Dian Ying tertawa berkata.
"Wei Tian Yuan, sayang kau hanya mengetahui yang satu, tidak tahu yang kedua!"
"Apa maksud yang kedua?"
Wang Dian Ying berkata.
"Tidak salah apa yang kau katakan mengenai gabungan kedua jurus yang menjadi tenaga telapak itu adalah merupakan ajaran khusus dari aliran keluarga Jian, tetapi sayangnya Tuan Jian Da belum dapat berlatih sampai sempurna ajaran tersebut."
Dari aliran Mei Hua Quan yaitu Mei Qing Feng melanjutkan berkata.
"Tuan Jian Da dan kami sudah berteman baik puluhan tahun, dia sama sekali tidak akan menyembunyikan masalah pribadinya kepada kami. Belum lama ini, aku masih berlatih bersama dengan nya, setahuku, ilmu Da Shuai Bei Bhou sudah ada kemajuan untuk memecahkan batu, jurus Mian Zhang juga telah berlatih sampai dia dapat benar-benar menguasainya. Tetapi kalau dikatakan kedua macam jurus ini sudah dapat di padukan sampai mencapai tenaga telapak tangan, dia masih belum dapat melakukannya, mungkin masih membutuhkan waktu paling sedikit lima tahun untuk dapat menyempurnakannya."
Jian Yi Shan sengaja tertawa berkata.
"Kakak Mei, kau terlalu memandang tinggi, aku sudah tua, sekarang masih belum berhasil berlatih, takutnya seumur hidup tidak akan berhasil."
Wei Tian Yuan tertawa sinis berkata.
"Kau sangat merendahkan diri. tetapi sayang kau malahan di depan saksi mata berani mengatakan kebohongan!"
Wei menolehkan kepala, kepada Wang Dian Ying dan Mei Qing Feng berkata.
"Dia bagaimana berlatih bertanding dengan kalian, aku tidak tahu Tetapi aku telah benar-benar beradu dengan dia, bukannya berbasa-basi Setahuku, diapunya ilmu silat adalah jauh lebih hebat dibanding dengar yang kalian katakan itu!"
Wang dan Mei dua orang itu berubah wama wajahnya, dengan tidal dijanjikan bersama-sama berkata.
"Apakah kau mencurigai kami berbohonj untuk menolong dia?"
Tang Xi Shun berkata.
"Kalian berdua tidak perlu saling ribut, bena atau tidak, dengan dicoba kan bisa diketahui."
Lalu, ketua dari tempat Fei Ma (Feima Piaoju, Piaoju=tempat yang bikin senjata rahasia) Ma Ru Long juga ikut berbicara.
"Benar, lagipula tua Jian Da juga telah menerima tantangan dari Wei Tian Yuan, lebih baik biarkan mereka untuk bertanding dulu saja baru dibicarakan kembali."
Fei Ma ini berkedudukan di dalam ibu kota dan merupakan perusahaan kedua terbesar setelah Zheng Yuan Biao Ju, tetapi Ma Ru Long bukan orang yang seperti Tang Huai Yuan yang tua terhormat, dia menyukai keramaian, beberapa bagian, dapat dibilang 'tukang gosip'.
Saat itu kerumunan orang-orang begitu ramainya, dan banyak diantara mereka yang menantikan suatu pertempuran.
Walaupun dalam kalangan persilatan seharusnya sebelum bertanding harus ada pembicaraannya (membeberkan permasalahan) dahulu, tetapi hal itu hanya merupakan suatu contoh saja.
Sebenarnya orangorang tersebut yang sebagai 'penengah' juga, maksud utamanya adalah mengharapkan dapat melihat satu pertempuran yang hebat, baru dengan begitu dapat memuaskan keinginan mereka.
Orangorang ini terhadap pembicaraan yang bertele-tele, sudah merasa bosan.
Maka, ketika Ma Ru Long berpendapat 'tanding dulu baru dibicarakan', saat itu juga orang-orang menyetujuinya.
Saat itu, Jian Yi Shan sudah tidak dapat untuk mengelak lagi.
Jian Yi Shan berkata.
"Baik, jika memang kau menantang kami berdua untuk bertanding, tetapi pendekar Xu masih ada 'urusan keluarga' yang harus diselesaikan, dan keadaanku juga tidak dapat menguntungkan diri sendiri, jadi aku dan kau saja yang bertanding satu lawan satu!"
Yang dia katakan mengenai ' urusan keluarga', tidak perlu dijelaskan lebih lagi, semua orang juga telah mengerti 'urusan keluarga' Xu Zhong Yue dan Jiang Xue Jun yang 'suami istri' berubah menjadi' musuh'.
Ma Ru Long orang yang 'tukang gosip' langsung bertepuk tangan meyetujui, sambil tertawa berkata.
"Betul, perkataannya masingmasing ada benarnya, kami lebih-lebih tidak tahu bagaimana caranya mengambil yang terbaik dan benar. Paling baik adalah mereka bertanding dulu dengan jurus andalan mereka masingmasing!"
Jiang Xue Jun dengan muka dingin bagaikan es menatap pada Ma Ru Long, tetapi tidak berkata apapun. Tang Xi Shun menghampirinya dan berbisik.
"Ma Ru Long, tolong kau bicara yang betul sedikit. Nona Jiang sendiri sudah memastikan kalau Xu Zhong Yue musuh yang membunuh ayahnya, dan juga mereka berdua belum mengadakan pemberkatan pernikahan, bagaimana kau bisa menganggap mereka sebagai suami istri?"
Ma Ru Long mengetahui dirinya telah salah berbicara, dengan tertawa berkata.
"Teman-teman semuanya mengetahui aku mempunyai kebiasaan berbicara kesana sini, terima kasih atas pengajarannya. Lebih baik tolong kau yang jadi penengahnya."
Jian Yi Shan sekarang juga merupakan tersangka, dengan sendirinya dia juga tidak dapat menjadi penengah lagi. Tang Xi Shun berkata.
"Sebenarnya sudah tidak perlu Iagi pcnengah segala, hanya perlu menanyakan kepada nona Jiang apa dia bersedia kau yang mewakilkannya?"
Perkataan ini semua orang dapat mengerti.
Ini bukan pertarungan yang biasa, akan tetapi untuk membalaskan dendam ayah ibunya.
Pertarungan ini pasti bukan gampang dihentikan, akan tetapi merupakan pertarungan habis-habisan.
Untuk pertarungan hidup-mati bagaimana bisa orang luar yang mewakilkannya?
Jiang Xue Jun menghadap Tang Xi Shun menganggukkan kepala, berkata.
"Terima kasih tuan telah mewakilkan aku mengatakan perkataan bijak. Xu Zhong Yue adalah musuh yang membunuh ayahku, saya sudah putus hubungan dengannya."
Xu Zhong Yue dalam hatinya senang sekali, berpikir.
"Fei Tian Shen Long (naga sakti terbang ke langit) pasti bisa melawannya, tapi aku tidak percaya bisa terkalahkan oleh wanita ini."
Saat itu dia dengan berpura-pura sedih, dia menghela nafas dan berkata.
"Xue Jun, kau menghendaki putus hubungan, tidak mau berbaikan, terserah kau saja. Meskipun tidak dapat lahir bersama-sama, dapat bertarung habis-habisan, itu juga bagus."
Tang Xi Shun berkata.
"Jika kalian setuju dengan ide perkataan Ma Ru Long, semua juga tidak perlu banyak bicara lagi. Sekarang babak pertama Tuan Jian Da dan Wei Tian Yuan bertarung, baik hidup atau mati, setelah pertandingan pertama selesai, Jiang Xue Jun dan Xu Zhong Yue masing-masing bertarung dengan ilmu andalan mereka!"
Jian Yi Shan dengan identitas yang sebagai orang yang lebih tua. berkata.
"Wei Tian Yuan, kau keluarkan kehebatanmu!"
Wei Tian Yuan berkata.
"Baik, hari ini kalau bukan kau mati, aku bersedia mati!"
Selesai berkata Wei langsung menyerang mengeluarkan serangan cepatnya bagaikan petir, tangannya mencoba mencengkrarr tulang bahunya Jian Yi Shan.
Orang-orang yang menonton mengenali jurus-jurusnya langsung berteriak berkata.
"Ah, bukankah itu jurus Qing Long Shou ( cakar naga ) ?"
Orang yang berkata adalah seorang tua, guru tinju asal Beijing bemams Luo Kang Zhang.
Dia adalah teman baik Tuan JianDa juga, duapuluh tahur yang lalu pernah melihat Qi Yan Ran menggunakan jurus tangan cakai naga-nya.
Dia sangat mengetahui kehebatan jurus yang satu ini, tetapi tidak mengetahui bahwa Wei Tian Yuan adalah murid yang diajar langsung oleh Qi Yan Ran sendiri.
Dia dengan Tuan Jian Da adalah teman lama, sejauh mana kehebatar ilmu silat Tuan Jian Da, dia juga sangat mengetahuinya.
Dalam hatinya berpikir.
"Fei Tian Shen Long biarpun tidak mengeluarkan seluruh dari ilmi\u keluarga Qi, hanya dengan serangan tangan cakar naga yang ini, apakah Tuan Jian Da bisa menghadapinya?"
Pemikiran belum selesai, Jian Yi Shan telah menangkis jurus Wei Tian Yuan.
Dia kelihatan hanya menangkis sembarangan saja, tapi telah membuat Wei Tian Yuan harus merobah serangannya.
Memang kelihatannya sangat santai sekali tak ada angin pukulan, tapi sebenarnya dia telah mengeluarkan keahliannya dibarengi tenaga dalamnya yang dikumpulkan.
Jurus yang dia pergunakan adalah jurus Da Shuai Bei Shou.
Jurus ini adalah jurus yang biasanya dipakai oleh kakaknya 'Tuan Jian Da' yang asli, yang merupakan jurus kesukaannya.
Tenaga yang dipakainya tidak terlihat oleh orang-orang yang ada saat itu, hanya orang yang menghadapi serangannya saja yang dapat merasakannya.
Saat itu Luo Kang Zhang, Mei Qing Feng, Wang Dian Ying dan yang lainnya walaupun ada perasaan khawatir, tapi juga mengetahui bahwa jurus keluarga Qi yang dipakai Wei Tian Yuan itu belum dikuasainya secara sempurna.
Wei Tian Yuan dalam saat itu menganti seranganmya memakai delapan jurus telapak tangan, delapan macam jurus telapak ini di dalamnya terdapat enam jurus keluarga Qi yang berlainan.
Jurusnya ternyata sangat ampuh, orang melihat dan mengetahui bahwa itu adalah jurus keluarga Qi dibuatnya menjadi sangat terkejut, karena jurus keluarga Qi yang manapun semuanya sangat ampuh dan bisa membunuh lawannya.
Saat itu telah ada orang yang berbisik memberitahukan kepada Luo Kang Zhang, sekarang Luo Kang Zhang baru mengetahui asal usulnya Wei Tian Yuan dengan jurusnya itu.
Luo Kang Zhang dalam hati berpikir dan kepada Wang Dian Ying, Mei Qing Feng berkata.
"Keluarga Qi mempunyai ilmu silat nomor satu di dunia, nama ini ternyata bukan asal didapat begitu saja.walaupun dia belum mempelajarinya sampai sempurna betul, aku takut Tuan Jian Da juga akan mengalami cidera. Kalian berdua adalah teman baik Tuan Jian Da, apakah tega kalau sampai Tuan Jian Da jatuh tewas di tangan Wei ?"
Mei Qing Feng menghembuskan nafasnya berkata.
"Kau kan tahu kepribadian Tuan Jian Da, apa yang telah dia katakan pasti akan dia lakukan. Kalau dia katakan akan bertarung dengan Wei Tian Yuan satu lawan satu, bagaimana mau menerima bantuan dari kita?"
Luo Kang Zhang berkata.
"Apakah kau tega melihat dia mati dipukul oleh Fei Tian Shen Long?"
Mei Qing Feng berteriak berkata.
"Hidup mati adalah masalah kecil, kehormatan lebih penting. Meskipun dia tewas di tangan Wei Tian Yuan, dia juga tidak akan menerima bantuan kita."
Wang Dian Ying yang selama itu tidak bersuara, menghembuskan nafasnya, berkata.
"Aneh."
Luo Kang Zhang berkata.
"Apa yang aneh?"
Wang Dian Ying berkata.
"Kehebatan ilmu silat Wei Tian Yuan adalah di luar prasangka kita semua, tetapi ilmu Tuan Jian Da juga seperti jauh lebih hebat dibandingkan sebelumnya."
Saat itu pertarungan mereka semakin memanas.
Hanya terlihat Wn Tian Yuan dengan ilmunya yang tinggi, menggerakan tangan dan kakiny» sangat cepat, semuanya membawa angin pukulan yang lembut tiipi berbahaya.
Tetapi Tuan Jian Da dengan kibasan-kibasan lengan bajunyu, membuat Wei Tian Yuan mau tidak mau harus mundur ke belakang.
Orang orang yang berdiri di sekelilingnya, dengan sendirinya merasakan tenaga telapak tangan Wei Tian Yuan bagaikan hujan angin yang datang, tetapi pada saat Tuan Jian Da mengeluarkan tenaga dalamnya, mereka juga dapat merasakan angin pukulannya.
Orang-orang yang berada di sekelilingnya tidak dapat berdiri tenang, perlahan-lahan terdorong mundur, meninggalkan sebuah ruang kosong yang besar.
Meskipun pukulan Wei Tian Yuan sangat ganas, tapi tubuhnya tidak tertahankan mundur ke belakang.
Tuan Jian Da tidak bergeming, tetapi dapat menahan serangan Wei.
Dalam suatu kibasan lengan bajunya Tuan Jian Da membuat Wei Tian Yuan terpelanting ke belakang sampai ke samping gundukan batu-batuan.
Orang-orang yang berpihak kepada Tuan Jian Da semuanya tercengang, dalam hatinya berpikir.
"Tua yang ganas!"
Mi Mo Ya adalah sebuah gundukan batu yang terbalik, Wei Tian Yuan telah terpelanting sampai kepinggirnya, hal itu membuatnya tidak ada jalan untuk mundur lagi!
Saat itu juga membuat Shang Guan Fei Feng menjadi cemas.
Menurut rencananya dengan Tuan Jian Da (asli), mereka semula seharusnya sudah keluar.
Dengar munculnya Tuan Jian Da yang asli dapat membuka penyamaran adiknya yang palsu, Shang Guan Fei Feng ingin segera menggunakan ilmu 'Pedang Bayangan' bersama Wei Tian Yuan menangkis perlawanan Jian Yi Shan.
Tetapi yang anehnya, Tuan Jian Da yang asli malahan sama sekali tidak bereaksi.
Padahal mereka sebelumnya telah memutuskan bahwa Tuan Jian Da yang asli harus bisa membereskannya.
Shang Guan Fei Feng tidak dapat menahan diri berkata.
"Wei Tian Yuan sudah dipaksa mundur sampai ke tepi jurang, aku lihat, sudah seharusnya kita mengulurkan tangan menolongnya."
Tuan Jian Da berkata.
"Tenang, tenang!"
Berkata begitu tapi tampangnya terlihat kebingungan. Shang Guan Fei Feng seketika dalam hatinya berpikir.
"Apa mungkin Wei Tian Yuan sengaja mengatur siasat?"
Menurut pandangannya dalam dunia persilatan, dia dapat melihat Wei dengan Jian dua orang ini mempunyai ilmu silat yang seimbang, Wei Tian Yuan mungkin tidak sehebat lawannya, tetapi seharusnya tidak mundur sampai terdesak ke tepi jurang.
Tuan Jian Da tiba-tiba seperti sedang bergumam sendiri berkata.
"Aneh. aneh! Siapa dia? Dia siapa?"
Shang Guan Fei Feng ikut terheran-heran, dia ingin menanyakan kepadanya 'Dia siapa' apa maksudnya, tetapi tidak jadi ditanyakan.
Telah perubahan yang tidak disangka-sangka, yang menarik perhatiannya.
Wei Tian Yuan masih dalam kondisinya yang terjepit, dalam suatu kesempatan Jian Yi Shan telah melancarkan suatu serangan istimewa menggunakan telapak tangannya yang menutup jalan lolos dari lawannya, telapak tangannya meluncur kearah kepala dari dari Wei Tian Yuan, rupanya Jian Yi Shan sudah tak sabar lagi untuk segera menyelesaikan pertarungannya, serangan ini secepat kilat telah mendekati sasarannya.
Tiba-tiba secara tak diduga Wei Tian Yuan bisa bergerak seperti belut melewati samping Jian Yi Shan hanya beberapa centi dari telapak tangan Jian Yi Shan.
Ilmu gerak tubuhnya yang mengagumkan itu, orang-orang tidak sempat melihatnya dengan jelas, dia telah lolos dari posisi nya yang berbahaya.
Juga ketika dia melewati samping tubuh Jian Yi Shan, dia masih sempat melancarkan pukulan kepada Jian Yi Shan sedang telapak Jian Yi Shan karena terlanjur di lancarkan telah mengenai batu di belakang tubuh Wei Tian Yuan.
Terdengar suara berbarengan 'ba, ba' dua kali, Wei Tian yuan telah memukulnya, tangannya seperti memukul di atas papan, dalam waktu singkat, Jian Yi shan juga telah membalikkan tubuhnya.
Bajunya tergores robek karena tenaga pukulan tersebut.
Wang Tian Ying melihat semua kejadian tersebut, ilmu gerak tubuh Wei Tian Yuan benar-benar membuatnya tercengang, Jian Yi Shan juga tidak menyangka bisaterkena pukulan balasan tersebut, Wang Tian Ying dengan tidak sadar juga dia berteriak 'a ya', sesudah itu dalam hatinya berpikir.
"Tidak disangka tenaga dalam Tuan Jian Da dapat menjadi sehebat ini, kalau dilihat beberapa hari yang lalu perkelahianku dengan dia, saat itu dia sengaja mengalah kepadaku."
Wei Tian Yuan tertawa berkata.
"Aku tidak dapat melukaimu, kau juga tidak dapat melukaiku, tetapi bajumu telah dirusak olehku, kalau dihitung kau sudah kalah setengah jurus dari ku. Masih berani bertanding tidak?"
Sesudah berkata itu Wei seperti akan meninggalkan arena Sebenarnya Jian Yi Shan dapat dengan lengan bajunya menangkis pukulan tadi, ternyata ilmu silatnya masih belum dikeluarkan seluruhnya.
Jian Yi Shan bersuara 'hhggg', berkata.
"Jika ada keberanian, jangan lari dulu!"
Wei Tian.
Yuan dengan gerak tubuhnya yang cepat, sekejap mata dia sudah jauh, tetapi Jian Yi Shan juga tidak mau terlambat, mengikuti perubahan keadaan, dia ikut mengejarnya.
Wei Tian Yuan dalam hati tertawa.
"Kau yang tua , akhirnya mengikuti perkataanku juga!"
Ternyata sebenarnya dia bukannya berniat untuk meremehkan ilmu silat lawannya, tetapi karena dia khawatir Jian Yi Shan tidak mau melawannya, maka sengaja memakai taktik.
Tuan Jian Da yang asli melihat semuanya dari puncak Mi Mo Ya tersebut, ketegangan tampak di wajahnya semakin parah, berkata.
"Aneh! Aneh! Tidak benar, tidak benar!"
Shang Guan Fei Feng walaupun masih belum benar-benar mengerti maksud perkataannnya, tetapi juga dapat sedikit-sedikit menebaknya, dan berpikir lagi.
Dia mau tahu Jian Yi Shan, karena salah berlatih ilmu silat dengan yang seharusnya, dia telah tersesat (jalan api menuju neraka), oleh sebab itu setengah tubuhnya menjadi tidak berfungsi (lumpuh).
Menurut keadaan biasanya, orang yang setengah tubuhnya sudah tidak berfungsi, walaupun sudah sepenuhnya mendapatkan pengobatan yang benar, ilmu meringankan tubuhnya juga tidak dapat mencapai ke tingkat yang sempurna.
Dalam hati Shang Guan Fei Feng berpikir.
"Perkataan aneh yang Tuan Jian Da katakan itu mungkin menunjuk ke hal yang ini, tetapi kata'tidak benar' itu membicarakan masalah apa?"
Wei Tian Yuan dan Jian Yi Shan mulai bertanding kembali, mereka mengeluarkan gerakan yang lebih perlahan dibanding sebelumnya, malahan Jian Yi Shan terlihat tidak setenang sebelumnya.
Wang Dian Ying dan pendekar yang lainnya dapat melihat, pertandingan mereka berdua kini telah mencapai pemakaian tenaga dalam.
Jian Yi Shan kelihatannya mulai kehabisan nafas, tetapi juga tidak dapat kalah dalam waktu singkat.
Wei Tian Yuan dan Jian Yi Shan masih bertarung terus, setelah melewati beberapa jurus, tiba-tiba Wei berkata.
"Ketua Mei, ketua Wang, guru Luo, kalian bertiga adalah orang yang baik dan bijak, tolong kalian bertiga pergi melihat gundukan batu itu!"
Kedua orang yang sedang bertanding tenaga dalam, salah satupun belum ada yang terkalahkan, maka dari itu siapa juga tidak dapat meninggalkan arena pertandingan.
Jian Yi Shan dengan segala kemampuannya ingin segera mengalahkan lawannya.
Ketika Wei Tian Yuan berbicara, sebenarnya hal itu membuat konsentrasinya sendiri buyar, dan ini membuat akibat tidak baik baginya (rugi).
Perlawanannya yang begitu sengit.
Membuat Wei Tian Yuan mendengus 'hgg' dan dia mundur tiga langkah, di sudut mulutnya ada mengeluarkan darah.
Tetapi dia tetap meneruskan perkataannya berkata.
"Ketua Ma, walaupun kau berbicara tidak begitu sopan, tetapi kau orang yang jujur kepribadiannya, aku juga masih dapat mempercayainya. Tolong kau juga untuk menjadi saksi, bersama-sama dengan mereka bertiga, pergi ke gundukan batu itu untuk melihat!"
Ma Ru Long memang sebenarnya adalah orang yang senang akan keramaian, Wei Tian Yuan belum berbicara juga dalam hatinya sudah ingin ikut pergi melihatnya, mendengar Wei Tian Yuan berkata begitu, kebetulan sesuai benar dengan keinginan hatinya.
Saat itu dengan tertawa dia berkata.
"Fei Tian Shen Long, aku tidak peduli dengan kebaikanmu, sekarang ada masalah segar yang dapat dilihat, aku si tua Ma ingin pergi melihatnya. Terima kasih banyak kau dapat mempercayaiku, tapi aku juga tidak perlu menjadi saksi."
Maksudnya hanya ingin melihat keramaian saja, dia lalu mengikuti Wang Dian Ying dan yang lainnya berjalan kearah batu-batuan tersebut.
Wei Tian Yuan mundur selangkah dan memulihkan kembali posisinya, sekarang dia tidak mengalah lagi kepada Jian Yi Shan.
Jian Yi Shan tidak dapat menghentikan serangannya dan perkataan yang Ma Ru Long katakan juga tidak dapat ditolaknya.
Wang, Luo, Mei, Ma, empat orang menghampiri bawahnya batuan tersebut, batu itu adalah tempat di mana Wei Tian Yuan tadi menahannya ketika terdesak oleh Jian Yi Shan.
Luo Kang Zhang merasakan tidak enak, dia berkata.
"Batu ini sepertinya tidak terlihat ada keanehannya?"
Dari aliran Ba Gua Wang Dian Ying yang paling tegas, tetapi karena Tuan Jian Da adalah teman lama, dia mengulurkan tangannya, ingin memegang batu tersebut tetapi tidak berani menyentuhnya.
Dari aliran Mei Hua, Mei Qing Feng yang berada di sampirig Wang Dian Ying, mukanya tegang.
Tetapi dia mempunyai perasaan yang sama dengan Wang Dian Ying, dalam hati berpikir.
"Mengapa Tuan Jian Da mau menyembunyikan ilmu silatnya? Apakah benar dia yang membunuh Jiang? Kebohongannya jika sampai terbongkar, hal itu benar-benar tidak menguntungkan baginya. Saksi orang lebih baik orang lain saja yang melakukannya!"
Kebalikannya orang yang dari awal mengatakan bukan untuk menjadi saksi, Ma Ru Long tidak sabar, dia melihat Wang Dian Ying tidak berani menyentuh batuan tersebut, lantas berkata.
"Ya, batuan ini terlihat dari luar sih tidak ada yang anehnya, tetapi tidak tahu di dalamnya apakah ada keanehan? kucoba untuk merabanya."
Sekali diraba,' keanehan' dari dalam itu temyata memang muncul dihadapan mereka.
Begitu diraba, terlihat serpihan batu kecil yang berjatuhan, ada batu-batu kecil yang tersentuh berubah menjadi serbuk!
Batu tersebut besar dan juga tebal, tentunya tidak semuanya dapat berubah menjadi serpihan maupun serbuk, tetapi yang berjatuhan ada sekitar 1/3 dm tebalnya.
Tidak usah ditanyakan juga telah diketahui, itu adalah dikarenakan pukulan Jian Yi Shan.
Pada saat itu, mereka berempat semuanya saling tercengang, tidak dapat mengeluarkan perkataan apapun!
Ma Ru Long yang telah tercengang sesaat berkata.
"Ketua Wang, kau orang yang banyak pengalaman, tolong tanya ilmu silat apa ini, bagaimana bisa sehebat ini?"
Wang Dian Ying tidak menjawab pertanyaannya, malahan menghembus kan nafasnya, menolehkan kepalanya, kepada Luo Kang Zhang dan Mei Qing Feng berkata.
"Menurut kalian bagaimana?"
Luo Kang Zhang juga tidak berani seorang diri mengeluarkan pendapatnya, berkata.
"Lebih baik kita dalam waktu bersamaan mengeluarkan pendapat, lihat apakah pendapatnya mirip atau tidak?"
"Ini adalah gabungan ilmu telapak Da Shuai Bei Shou (Tangan Penghancur Batu) dan Mian Zhang (Telapak Sutera)!"
Tiga orang bersama-sama mengatakannya, bukan 'mirip', tetapi semuanya sama! Wang Dian Ying pucat tampang nya, dengan nada berat berkata.
"Tuan Jian Da, selamat kau telah berhasil berlatih ilmu keluarga yang hebat, tetapi mengapa kau menutupi semuanya kepada teman lama?"
Perkataan yang keluar dari mulut Wang Dian Ying, bagaikan batu besar yang meremukkan hati, semua orang merasakannya.
Istrinya Jiang Zhi Qi dibunuh orang, Wei Tian Yuan mengatakan 'Tuan Jian Da' adalah pembunuhnya, bukti yang paling kuat adalah ilmu silat alirannya yang dia miliki ini.
Dan juga penyangkalan terhadap tuduhan, bukti yang paling kuat, juga berada di tangan Wang Dian Ying dan yang lainnya yang mewakilkan ' Tuan Jian Da' untuk bersaksi, untuk membuktikan dia sama sekali tidak berhasil berlatih jurus hebat warisan keluarganya.
Tetapi sekarang orang yang bersaksi mewakilkan 'Tuan Jian Da', malahan mereka sendiri mengatakan hal yang berlawanan dengan kenyataan, sekarang mereka malah sebaliknya mewakilkan Wei Tian Yuan bersaksi!
Keadaan menjadi hening, semua orang memandang kepada ' Tuan Jian Da', melihatnya, apa yang akan dikatakannya?
Jian Yi Shan dengan suara berat berkata.
"Kalian percaya aku juga baik, tidak percaya juga baik, sekarang aku dengan Fei Tian Shen Long sedang bertanding hidup mati! Semuanya harus menunggu sampai aku selesai bertanding dengannya baru bisa dibicarakan lagi!"
Perkataan yang dia keluarkan bukannya tidak beralasan, disaat hidup atau mati, dia bagaimana bisa untuk menjelaskan semua itu?
Juga biarpun dia berhasil melatih ilmu silat warisan keluarganya tersebut, dengan terbunuhnya ibu Jiang mempunyai kaitan yang sangat kuat, tetapi kedua hal tersebut tidak ada jalur yang menghubungkannya.
Dimulut dia berkata-kata, tetapi tangannya tetap bergerak, tetap menangkis dan menangkis, serangan semakin gencar.
Dalam pertempurannya yang sengit tersebut, orang luar juga tidak dapat memberhentikannya.
Dalam pertempuran tersebut lagi-lagi Wei Tian Yuan terkena sebuah pukulan dari Jian Yi Shan, segumpal darah mengalir dari ujung mulutnya.
Ma Ru Long dengan suara yang rendah berkata.
"Kalau kalian tidak turun tangan memberhentikan Tuan Jian Da, nyawa Wei Tian Yuan tidak akan tertolong. Ini., ini bukannya berarti membiarkan dia........."
Kalimat selanjutnya Ma Ru Long tidak meneruskannya, tetapi Wang Dian Ying dan yang lainnya mengerti maksud perkataannya, kalimat yang ingin dia katakan selanjutnya adalah 'membunuh orang'.
Muka Wang Dian Ying terlihat kesal, terlihat hatinya ingin bertarung, tetapi akhirnya dia hanya bisa menghela nafas saja.
---ooo0dw0ooo---Jian Ketiga Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara orang tua yang berkata.
"Siapa orang yang berani mengaku-aku sebagai adikku!"
Seorang tua yang berperawakan yang besar tiba-tiba loncat turun dari puncak Mi Mo Ya.
Orang-orang di tempat itu melihat orang tua ini dengan orang yang sedang bertarung yang mengaku sebagai 'Tuan Jian Da' begitu sama percis, tidak ada yang berbeda!
Ada beberapa orang yang mengetahui jika Tuan Jian Da mempunyai seorang adik laki-laki, dari awal sudah sedikit curiga kalau orang tersebut adalah 'Tuan Jian kedua', tetapi sama sekali tidak terpikirkan kalau 'Tuan Jian kedua' pun ada yang palsu.
Mendengar Tuan Jian Da yang baru datang membongkar kepalsuannya, semua menjadi tambah semakin terkejut.
Orang yang memalsukan 'Tuan Jian Da', berteriak berkata.
"Jian Qianya, siapa yang menyuruh kau datang turut campur, kau mencari mati sendiri!"
Di tengah teriakannya, dengan sebuah pukulan membuat Wei Tian Yuan terdorong mundur, kemudian dia segera menghampiri Tuan Jian Da yang asli( yang baru datang )!
Tiba-tiba dari kejauhan juga terdengar suara.
"Tua aneh Mu Rong, jangan harap kau bisa melukai kakakku!"
Selanjutnya hanya terdengar suara ting..ting....
Ternyata ada orang yang sebelah kakinya cacat, tangannya memegang tongkat, dan dengan memakai tongkat menghampirinya.
Lagi Iagi datang seorang yang mukanya sama dengan Tuan Jian Da.
Tetapi orang -orang semuanya telah mengetahuinya, orang yang baru kali ini adalah 'Tuan Jian kedua', yang terakhir ini yang adalah adiknya Tuan Jian Da, Jian Yi Shan.
Jian Yi Shan datangnya sangat cepat, awalnya suaranya terdengar seperti dikejauhan yang dihalangi oleh sebuah anak gunung, tapi dalam sekejap, telah berada di puncak Mi Mo Ya.
Dia biarpun datangnya cepat, tetapi tetap saja masih terlambat.
Hanya terdengar suara 'peng', Tuan Jian Da yang kedua (asli), telah terjatuh.
Dan di saat orang itu hendak melanjutkan kembali menghantam Tuan Jian Da kedua, tiba-tiba disatu sudut ada sinar pedang yang terbang, seperti mengarah menusuk kepada lehernya, pedang ini juga benar-benar sangat cepat sekali.
Itulah gerakan 'Pedang Bayangan' dari Shang Guan Fei Feng.
Gerak 'Pedang Bayangan' bukan saja datangnya cepat, dan juga arah menusuknya sukar di duga.
Tapi orang itu ilmu silatnya sangat tinggi, tangan kirinya mengeluarkan sebuah peluru, telapak kanannya bergerak mencoba kembali menyerang Tuan Jian Da kedua.
Tetapi pelurunya tidak mengena kepada 'Pedang Bayangan', ujung pedang Shang Guan Fei Feng seperti ular melintas dimuka orang itu, terdengar suara goresan kulit teriris, muka orang itu tibatiba tergurat luka.
(gb 123a ) Beruntung dengan adanya gangguan serangan Shang Guan Fei Feng, biarpun tidak dapat mengena telak, tetapi juga mengurangi tenaga hantaman orang itu terhadap Tuan Jian Da kedua.
Tetapi, meskipun begitu Tuan Jian Da kedua tetap mengalami luka yang berat.
Dia terjatuh, tidak bisa bangun lagi.
Wang Dian Ying, Mei Qing Feng dan yang lainnya segera menghampiri mencoba menolongnya.
Dari saat orang jahat itu melukai Tuan Jian Da kedua, Shang Guan Fei Feng telah mengeluarkan jurusnya menyerang orang jahat tersebut, sampai beberapa jurus.
Jian Yi Shan (asli) sudah tiba di tempat itu.
Setelah melihat kakaknya terluka, dia menjadi kesal dan juga marah!
Jian Yi Shan segera menghampiri, berkata.
"Kakak, ini adalah kesalahanku. Kau...kau...kau sekarang merasa bagaimana?"
Setelah kakaknya Jian Yi Shan mengalami luka, awalnya tidak merasakan apa-apa, tapi perlahan-lahan tubuhnya mulai terasa dingin, dinginnya terasa sampai menggigil, dia menahan rasa sakitnya, berkata.
"Kau segera membalaskan dendam untuk ku?"
Jian Yi Shan mengerti maksudnya, melihat kearah orang jahat tersebut, Saat itu Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng telah bersama-sama melawan orang jahat itu sebagai musuhnya, kalau saja bukan gara-gara Pedang Bayangan Shang Guan Fei Feng yang hebat, kemungkinan Wei Tian Yuan juga sudah terluka olehnya.
Jian Yi Shan dalam hatinya berpikir.
"Kalau aku menolong kakak terlebih dahulu, kedua orang ini nyawanya dalam bahaya."
Segera dia menetapkan keputusannya, untuk menyerang kearah orang jahat itu. Orang jahat itu tertawa dingin berkata.
"Jian Yi Shan, kau dulu pernah berkata apa kepadaku?"
Jian Yi Shan berkata.
"Benar, aku ada hutang budi yang harus dibalaskan kepadamu, aku seharusnya membalas budi itu. Tetapi bukankah aku telah memberi kepadamu ilmu silat warisan keluargaku, yang diberikan sebagai imbalan budimu?"
Orang jahat itu berkata.
"Kebaikan apa yang kau terima, mengapa tidak dikatakan dengan jelas? Hmm, kau sudah berhutang nyawa padaku! Aku juga telah mewariskan kepadamu sebuah ilmu yang dapat membuat kau terlepas dari jalan api menuju neraka, aku menggunakan waktu selama lima tahun untuk menyembuhkan diri mu yang lumpuh setengah badan, dan membuat ilmu silatmu dapat pulih kembali seperti semula. Kau telah berkata rela untuk membalaskan budi kepadaku!"
Jian Yi Shan berkata.
"tapi sekarang masalahnya lain, kau telah melukai kakakku, aku tidak bisa mengampunimu!"
Orang jahat tersebut tertawa dingin berkata.
"Orang yang tidak tahu balas budi, kau ingin membunuhku, kalau begitu silahkan, hitung-hitung, anggap saja aku sudah buta!"
Jian Yi Shan marah berkata.
"Mu Rong Cui, kau dengar, seorang lelaki budi dan dendam harus dibedakan dengan jelas, hari ini aku dan kau telah terjadi perselisihan. Tidak salah, kau telah menyembuhkanku, tetapi juga semuanya adalah dikarenakan kau telah mngelabuiku. Kau telah mendapatkan ilmu silat dari keluarga Jian, juga memalsukan dan memakai namaku untuk berbuat kejahatan, semuanya aku juga tidak memperhitungkannya denganmu. Tetapi sekarang kau telah melukai kakakku, aku pasti akan membunuhmu! Ilmu silatku, adalah kau yang menolong memulihkannya, setelah kau mati, ilmu silatku akan ku kembalikan kepadamu!"
Selesai berbicara, dia mengangkat tongkatnya, menyerang kepada orang jahat tersebut.
Orang jahat itu dengan telapak tangan kirinya menggeserkan serangan pedang dari Shang Guan Fei Feng, sedangkan telapak tangan kanannya mengalihkan serangan yang satunya lagi, dengan tertawa dingin berkata.
"Jian Yi Shan, apakah kau juga mau membunuhku? Kalau begitu perkataan kau yang kau keluarkan juga tidak perlu dikatakan lagi!"
Jian Yi Shan dengan marah berkata.
"Apa yang ku katakan memang benar akan kulaksanakan di hadapan para pendekar didunia, kau pikir aku mengatakan semua ini dengan sembarangan!"
Orang jahat itu tertawa dingin berkata.
"Kau benar-benar tidak mengerti perkataanku? Kau mau membunuhku, juga tidak semudah itu? Jika aku mati karena bertarung denganmu, dan jika kau tidak mati, yang pasti juga akan terluka parah, saat itu, ilmu silatmu tidak perlu dimusnakan olehmu juga sudah musnah dengan sendirinya, walau bagaimana pun juga, kita pemah menjadi sahabat, kenapa kau harus bersusah payah, memastikan kita berdua harus bertarung sampai terluka kalah."
Dia sambil berbicara, sambil melawan ketiga orang tersebut, tapi masih bisa menahan serangan ketiga lawannya tersebut. Jian Yi Shan berkata.
"Aku bisa mengganti rugi nyawaku kepadamu, tetapi jangan kau pikir aku akan mengampunimu!"
Tongkatnya sudah beraksi, serangannya semakin sengit.
Saat Jian Yi Shan bersitegang dengan orang jahat tersebut, orang-orang yang ada disekitamya menjadi tahu kalau orang jahat tersebut bernama Mu Rong Cui, tetapi orang-orang tidak mengetahui jika Mu Rong Cui berasal dari mana.
Ketika Wei Tian Yuan bertanding melawan Ma Rong Cui, tingkat ilmu silat mereka sepertinya tidak terlalu berbeda jauh.
Sampai saat Shang Guan Fei Feng bergabung dengan Wei Tian Yuan bersama-sama melawannya, walaupun dia masih dapat mempertahankannya, tetapi terlihat mulai bertahan.
Ilmu silat JianYi Shan hanya berada sedikit di atas Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng, kalau mereka digabung juga belum tentu di bawah mereka.
Tetapi bisa dikatakan rada aneh, sampai pada saat ketiga orang tersebut mengeroyok melawan Mu Rong Cui, Mu RongCui meskipun tidak sehebat seperti sebelumnya, serangan yang bertubi-tubi menyerang nya, tetap masih belum terlihat tanda-tanda akan kalah.
Tiba-tiba terlihat perubahan pada warna wajah Mu Rong Cui, dia telah melancarkan serangan dahsyat terhadap Wei Tian Yuan.
Jian Yi Shan segera berteriak berkata.
"Hati-hati dengan jurus Han Bing (Telapak Es)-nya!"
Jurus Mu Rong Cui kelihatannya tenang dan lambat .tapi ternyata cepat sekali, Wei Tian Yuan hendak mengelak tapi sudah tidak keburu, dia hanya bisa mencoba menangkis saja.
Kedua jurus itu saling berbenturan, Wei Tian Yuan hanya merasakan seperti ada suatu aliran panas merah yang membara, yang membuatnya menjadi seperti terbakar api, saking panasnya serasa tidak dapat bernafas, dia terdesak mundur beberapa langkah.
Dia tadi sudah terluka sekarang tambah terluka lagi, dia sudah tidak ada tenaga lagi untuk bertarung, hanya bisa terduduk di tanah mengatur nafas.
Mu Rong Cui tertawa berkata.
"Ini adalah jurus Huo Yen Dao(Pisau Api) bukan Telapak Es. kakakmulah yang terkena jurus Han Bing ku!"
Jian Yi Shan sangat terkejut, tidak terasa dia menoleh kearah kakaknya.
Dia dibuatnya sampai kebingungan tidak tahu harus berbuat bagaimana.
Tuan Jian Da yang terluka telah mendapat pertolongan Mei Qing Feng, Wang Dian Ying dan yang lainnya, biarpun dinginnya terasa bagaikan membeku, tetapi dia masih bisa menahannya.
Dengan suara berat berkata.
"Didepan mata ada musuh, dalam hati jangan ada musuh. Apakah kau lupa kata-kata ini? aku masih hidup!" 'Depan mata ada musuh, dalam hati jangan ada musuh' adalah merupakan suatu perkataan yang diterapkan dalam keluarga Jian. Jian Yi Shan begitu mendengarnya langsung mengerti. Tuan Jian Da yang terluka kepada Wang Dian Ying dan yang lainnya berkata.
"Aku tahu Mu Rong tua aneh ini siapa. Dia adalah kakak seperguruan Yu Wen Lei dari Gunung Bai Tuo, Telapak Es dan Pisau Api adalah ilmu silat dari aliran gunung tersebut!"
Dia baru ingat setelah mendengar nama kedua jurus tersebut.
Setelah dia mengatakan asal usulnya Mu Rong Cui, Wang Dian Ying dan yang lainnya menjadi mengerti.
Ternyata memang Telapak Es dan Pisau Api benar-benar hebat, tetapi ilmu itu sangat menguras tenaga.
Ketika Mu Rong Cui bertempur melawan Wei Tian Yuan, dia tidak berani menggunakan kedua jurus ini, pertama takut ketahuan identitasnya, kedua dia bisa terkuras tenaganya.
Karena itu dia berpendapat dengan menggunakan ilmu keluarga Jian juga sudah cukup.
Jian Yi Shan yang menghadapi pertempuran dengan hati sangat tegang.
Dia mengetahui betul kehebatan jurus Telapak Es, kalau tidak segera mengakhiri pertempuran itu, dia takut nyawa kakaknya tidak tertolong.
Mu Rong Cui mengetahui isi hatinya, berkata.
"Jian Qianya, kau sekarang masih hidup, tetapi kau sudah pasti tidak akan hidup lebih dari tiga hari. Jian Yi Shan, kalau kau masih mau menyelamatkan nyawa kakakmu, aku sarankan kau sebaiknya jangan melawanku. Kau seharusnya tahu, luka dari kedua jurus ini, hanya aku saja yang dapat menyembuhkannya!"
Baca Juga: Tujuh Pembunuh 1
Baca Juga: Golok Yanci Pedang Pelangi 2