Pedang Bayangan Dan Panji Sakti 3

Eps 3 Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen

Baca online Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen

Cersil Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen.

Kemarahan Jian Yi Shan menjadi bertambah saja, tongkatnya dikeluarkan untuk memukul, tanpa disadari, jurusnya menjadi kacau. Tuan Jian Da yang terluka dengan suara berat berkata.

"Adik, dengarlah, hidup mati adalah masalah kecil, tetapi kau tidak boleh karena aku memsak.aturan keluarga! Depan mata ada musuh, dalam hati tidak ada musuh, apakah kau sudah lupa lagi?"

Jian Yi Shan berkata.

"Kakak, peringatanmu benar. Aku telah salah berkenalan dengan orang, merusak nama keluarga, sekali salah tidak boleh salah lagi."

Walaupun setelah dia berbicara ini, dia telah menambahkan konsentrasinya, tetapi konsentrasinya masih belum berpusat pada situasi 'depan mata ada musuh, dalam hati tidak ada musuh'.

Ilmu Ma Rong Cui bagaikan 'memakai langkah naga'.

Dengan ilmunya Ma Rong Cui tanpa disadari oleh lawannya telah menggeserkan tubuhnya, bagaikan kilat berubah posisinya dari depan menjadi berada di belakang Shang Guan Fei Feng.

Dengan memakai jurus 'suara di timur menyerang di barat', gerakannya benar-benar hebat, dia menggunakan telapak tangannya dengan cepat, semuanya serangannya tidak kalah ganasnya dengan jurus 'Pedang Bayangan' Shang Guan Fei Feng.

Shang Guan Fei Feng merasakan angin serangan dibelakang tubuhnya, dengan tidak membalikkan kepalanya, dia menggerakan pedang kebelakang dan menangkisnya langsung.

Saat itulah, mereka masing-masing mengeluarkan kehebatannya mencoba mengalahkan lawannya.

Di belakang tubuhnya seperti ada sepasang mata saja, ujung pedangnya mencoba menusuk pada Mu Rong Cui.

Dengan menusuk pada posisi yang lepat kearah jalan darah lawannya yang bisa membuat tenaga dalam yang dipelajari Mu Rong Cui berkurang setengahnya.

Mu Rong Cui juga melepaskan senjata rahasia Peluru Es nya.

dan l'cluru Es nya mengenai pedang.' Pedang Shang Guan Fei Feng yang terkena Peluru Es tergetar tapi pedangnya tidak terjatuh walaupun kena sasaran pelurunya, tetapi akibat lerkena Peluru Es gerakannya menjadi tidak leluasa.

Saat itu, dia hanya merasa kalau ada hawa dingin yang mengalir dari ujung pedangnya ke ilalam tangannya, dan dari dalam tangannya ada hawa dingin terasa mengalir ke dalam tubuhnya.

Ternyata Mu Rong Cui sudah berhasil berlatih ilmu 'melalui benda mengalirkan tenaga', hanya dengan melalui benda yang dipegang oleh lawannya, bisa dapat melukai lawannya tersebut.

Mu Rong Cui tertawa senang berkata.

"Jian Kedua, kau sudah lihat jelas kan, ini baru yang dinamakan telapak Hanbing!"

Siapa tahu suara tawa belum selesai, pedang Shang Guan Fei Feng sudah bergerak kembali tanpa berhenti, kelihatannya dia sudah tidak dapat mengatasi hawa dingin Peluru Es, dia sekarang mengganti serangannya dengan mengeluarkan ilmu Pedang Bunga, terasa seperti bayangan beberapa orang membawa pedang menyerang, mengarah kepada seluruh bagian tubuh Mu Rong Cui!

Kembali kedua orang ini saling bertempur.

Jurus demi jurus di keluarkan, pada suatu kesempatan Mu Rong Cui telah tergores sebuah serangan pedang dan dia terluka, Shang Guan Fei Feng telah berhasil melukai dengan menggunakan pedangnya, tapi dia sendiripun terkena akibat dari ilmu mengalirkan tenaga Mu Rong Cui sehingga tubuhnya terasa kaku tidak dapat di gerakan lagi.

Ternyata dalam satu gerakan pedangnya, tubuh Mu Rong Cui telah menerima tiga goresan pedang.

Tapi Shang Guan Fei Feng juga menerima akibat tenaga dari Mu Rong Cui, dia mengeluarkan keringat dinginnya, dalam hatinya diam-diam berkata 'untung', serangan yang sangat berbahaya dengan ilmu 'melalui benda mengalirkan tenaga' Ma Rong Cui belum sampai ke tingkat yang sempurna, jadi melalui sebuah pedang, tenaga yang hendak dialirkan kepada Shang Guan Fei Feng juga sudah tidak begitu hebat.

Jika tidak, meskipun Shang Guan Fei Feng sudah berlatih ilmu tenaga dalam warisan keluarganya, mungkin masih bukan tandingannya, masih ada lagi, Ma Rong Cui tadi telah terkuras tenaganya ketika berhasil melukai Wei Tian Yuan.

Situasi tiba-tiba mengalami perubahan, orang-orang yang menonton hanya tercengang saja.

Ilmu telapak Hanbing yang hebat dari Mu Rong Cui, benar-benar membuat orang terbuka matanya, dan Shang Guan Fei Feng dengan ilmu 'Pedang Bayangan' benarbenar menakjubkan, membuat orang-orang yang berada di sana melihatnya sampai tidak percaya apa yang dilihat oleh matanya sendiri.

Ternyata ilmu yang begitu tinggi, masih ada lagi ilmu yang dapat menandinginya, orang-orang yang menonton hatinya masih belum merasa tenang, sebab di depan matanya sudah ada lagi kejadian yang lebih dahsyat.

Sekarang tubuh Mu Rong Cui terlihat seperti melayang ke atas, ternyata tongkat Jian Yi Shan yang telah membuatnya terbang ke langit!

Selanjurnya hanya terdengar suara 'tak', terlihat kedua orang telah saling serang menyerang, dan saling terpisah!

Mu Rong Cui sempoyongan, seperti sebatang kayu yang jatuh ke bawah.

Dari mulutnya masih berkata.

"Kau, kalian masih., masih bukan segera........"

Tetapi kalimat ini belum selesai dikatakan seluruhnya maksudnya, 'turun tangan', darah segar sudah mengalir dari lubang-lubang ditubuhnya.

Tiba di tanah dia hanya bergerak beberapa gerakan, lalu berhenti, tubuhnya bagaikan berubah menjadi segumpalan daging.

Rupanya Mu Rong Cui setelah sekian lama bertarung tenaganya telah terkuras habis untuk melancarkan jurus-jurus ampuhnya, terakhir ketika dalam keadaan lemas Jian Yi Shan telah mengerahkan seluruh tenaganya menggerakan tongkatnya berhasil memukul kepada Mu Rong Cui, tapi ternyata Jian Yi shan juga terlihat terluka, dari tepian mulutnya ada terlihat darah yang mengalir.

Dia terlihat menghapus darahnya, menghembuskan nafas, tertawa dan berkata, temyata "Ilmu keluarga Jian mu masih kurang sempurna.

Kau memalsukan diriku, juga masih ada kekurangan!"

Ternyata dengan terlukanya tubuh Mu Rong Cui oleh pedang, dia sudah tidak dapat lagi menggunakan ilmu Pisau Api dan telapak Han Bing-nya, dia hanya dapat menggunakan jurus yang belum lama ini berhasil dilatih yaitu gabungan Da Shuai Bei Shou dan Mian Zhang, dengan menggunakan ilmu keluarga Jian, tentu saja dia bukan tandingan Jian Yi Shan.

Tetapi, Jian Yi Shan juga ikut terluka biarpun tidak dapat dianggap sangat parah, tetapi ketika dia membalikkan badan melangkah menuju kakaknya, tubuhnya sudah tidak tegap lagi.

Tiba-tiba orang-orang melihat sekilas terang di depan matanya, terlihat ada sebuah She Yan Jian (Panah Ular Api) yang dipanahkan ke atas langit.

She Yan Jian biasanya digunakan untuk memberikan tanda, sekali panah dilepaskan, langsung terlihat lidah api yang berwarna biru berhamburan di udara.

Orang-orang yang sudah berpengalaman dalam dunia persilatan mengetahui sekali, dengan adanya She Yan Jian maka akan terjadi sesuatu peristiwa besar.

Memang benar terjadi, dan lagi..........

Seperti yang telah dijanjikan saja, dari segala penjuru, orang banyak bersama-sama berkata.

"Fei Tian Shen Long dalam dunia persilatan, berbuat banyak kejahatan, kita orang tidak boleh melepaskan orang ini!"

Ada orang yang mengatakan sebagai 'pembunuh ayahnya', ada orang yang dengan marah berkata 'membalaskan untuk istrinya', ada orang yang berkata untuk temannya, ada orang yang berkata untuk mengembalikan nama baik alirannya.

Menurut perkataan mereka, mereka punya guru besar maupun teman-teman semuanya pernah tertipu oleh Wei Tian Yuan.

Dari segala penjuru, dikatakan sedikitnya juga ada belasan orang, semuanya berebut ke depan mengelilingi menghadang Wei Tian Yuan.

Semua orang ini berkata seperti nyata saja, padahal sebenarnya semuanya hanya ikut-ikutan saja.

Sebelum ini, sebagian besar orang-orang tersebut belum pernah bulemu dengan Wei Tian Yuan, dari mana bisa mendatangkan begitu lunyak dendam?

Mereka hanya ikut-ikutan saja.

Ternyata di balik semua itu adalah pekerjaannya Mu Zhi Yao, Mu Zhi Yao pasti tidak akan keluar di saat seperti ini.

Jian Yi Shan sedang berjalan kepada kakaknya, Tuan Jian Da dengan sekuat tenaga berkata.

"Menbantu teman lebih penting!"

Semua kejadian yang terjadi di 1uar pemikirannya.

Tetapi yang 1ebih tidak diduga, bukan saja hanya dia sendiri yang mengalami luka, Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng juga semuanya telah terluka.

Sekarang dia hanya bisa mengharapkan kepada adiknya saja.

Tetapi dia tidak mengetahui jika adiknya pun terluka.

Saat berkata itu, dalam waktu yang sangat singkat, telah ada tiga orang yang berlari ke samping Wei Tian Yuan.

Ketiga orang ini adalah bawahan nomor satunya Mu Zhi Yao, tetapi kalau dibandingkan dengan pendekar nomor satu didunia tingkatannya masih sangat jauh.

Kali ini orang-orang yang dipanggil Mu Zhi Yao untuk menghadapi Wei Tian Y uan, sebenamya juga bukan benar-benar pengawal kelas satu, tetapi, juga kalau dikatakan kalas satu, setidaknya harus mempunyai harga diri, tidak akan melawan seseorang yang telah terluka.

Wei Tian Yuan duduk di bawah, pandangan telah kabur, pendengaran nya juga sudah tidak jelas.

Ketiga orang pesilat, dalam mulut mengatakan akan membalaskan dendam orang tuanya, tangannya telah menggenggam pisau, menyerang kepada Wei Tian Yuan!

"Kalian cari mati saja!"

Wei berteriak, dia ternyata telah menangkap dua pesilat yang berada di sebelah kiri dan kanannya, seperti menangkap orang-orangan yang terbuat dari rumput saja.

Yang pertama dibuatnya sampai kepala berlumuran darah, mau merangkak juga tidak bisa.

Pesilat yang kedua lebih parah, dia dibantingkan oleh Wei Tian Yuan, tepat mengenai pesilat yang ketiga, kepalanya terbentur kepala kawannya, keduanya langsung mampus.

Pesilat lainnya yang mengikutinya, tidak sadar juga terkejut dibuatnya, segera berhenti mendekat.

Wei Tian Yuan tertawa berkata.

"Kalian mempunyai berapa ayah, baik, semuanya anggap saja aku yang membunuhnya, aku juga tidak keberatan untuk membunuh beberapa orang lagi! Yang mau membalas dendam silahkan cepat keluar!"

Beberapa orang ini adalah orang-orangnya Mu Zhi Yao, mereka mempunyai pemikiran yang sama, mengira karena Wei Tian Yuan sudah terluka parah, baru berani keluar.

Begitu melihat Wei Tian Yuan masih dapat bertarung melawan musuhnya, mana berani menonjolkan diri lagi?

Wei Tian Yuan membiarkan mereka berlari.

Tetapi ternyata masih ada dua orang lagi yang tinggal, mereka bukan orang biasa.

Yang pertama adalah dari aliran Shao Lin Yin Xin Mo, yang kedua adalah dari aliran Kong Tong salah satu dari empat bersaudara yaitu Si Madu.

Kedua orang ini adalah pesilat-pesilat kelas satu.

Wei Tian Yuan tertawa dingin berkata.

"Kalian, datang untuk membalaskan dendam ayahnya atau untuk membalaskan dendam istrinya?"

Mendengar kata-kata Wei Tian Yuan, Si Madu merah mukanya, berkata.

"Aku tidak tahan melihat sikapmu, he..he.., dengar-dengar ilmu-mu berasal dari Qi Le Ming yang mengajarkannya, aku tidak percaya, aku malah ingin melihat ilmu nomor satu keluarga Qi yang kau miliki itu sehebat apa!"

Sebenarnya dia juga telah termakan oleh omongan Mu Zhi Yao, dia mengatakan ingin mengetahui ilmu keluarga Qi, sebenarnya hanya untuk menjaga nama baiknya saja. Wei Tian Yuan tertawa dingin berkata.

"Ilmu silat mu seperti apa, aku tidak mengetahuinya. Tapi kulit mukamu setebal apa, aku rasanya bisa memperkirakan ya. Tetapi, melihat ketebalan kulit mukamu, aku juga tidak ingin membuatmu kecewa. Aku akan menperlihatkan kepadamu sepersepu luhnya saja kehebatan dari ilmu keluarga Qi."

Semua orang juga mengerti maksud dari perkataannya, maksudnya, yang akan dia perlihatkan sekarang hanya sepersepuluhnya saja dari yang telah dia pelajari. Wang Dian Ying. berkata.

"Tidak tahu malu, saat orang lain terluka, baru ingin mencoba, gengsi aliran Kong Tong telah dipermalukan olehmu."

Si Madu merah seluruh mukanya, dia pura-pura tidak mendengar, dia segera mengeluarkan serangannya menghantam Wei Tian Yuan.

Pukulan dan tenaganya sangat keras, dia memang bermaksud hendak menghantam jatuh Wei Tian Yuan dalam sekali pukul.

Ketika mengenai sasaran badan Wei Tian Yuan bagaikan sehelai kertas yang menempel pada tebing curam, tidak terlihat akibat dari pukulan keras si Madu.

Ketika Si Madu hendak memukulnya kembali, Wei Tian Yuan menangkisnya.

Walaupun dapat menangkis terasa tangkisan nya tidak bertenaga, Yin Xin Mo dapat melihatnya kalau dia telah mengalami cedera yang tidak ringan dia hanya bisa membuat si Madu terdesak mundur beberapa langkah.

Jikalau tidak dia bisa membuat Si Madu terpelanting ke atas puncak tebing yang menjorok ke keluar.

Yin Xin Mo terbuka kedua matanya, melihat Si Madu sudah terdesak mundur, dia lalu turut menyerbu, berkata.

"Aku dengan pendekar Xu adalah teman baik, tidak perlu dengan alasan yang lain-lain, dengan alasan yang satu ini saja sudah membuat aku dapat membunuhmu!"

Wei Tian Yuan berkata.

"Kalau begitu paling baik kau berdoalah dulu supaya bisa tetap hidup!"

Dia menempelkan badannya pada dinding tebing iuram, menjaga dirinya agar jangan sampai terluka kalau bertanding melawan kedua orang tersebut.

Mi Mo Ya seperti singa yang membuka mulutnya, Wei Tian Yuan berdiri pada posisi lehernya, mengandalkan dinding tebing itu bertahan, posisinya itu sangat menguntungkannya.

Orang yang mau menghantamnya walaupun sangat banyak, tetapi tidak dapat leluasa.

Tetapi yang dimaksudkan 'menguntungkan', hanya untuk memperpanjang waktu saja.

Walaupun dia dapat mengalahkan Yin Xin Mo dan Si Madu, selanjutnya pastinya akan ada yang ikut maju juga.

Pesilat yang tangguh juga akan berdatangan, padahal sekarang dia sedang menghadapi dua pesilat tangguh, dia perlahanlahan mulai tidak tahan.

Satu-satunya yang dapat membantu dia keluar dari kesulitan ini hanya Shang Guan Fei Feng saja.

Tetapi sayangnya dia sudah tidak dapat membantunya.

Orang-orang tersebut sudah melihat kehebatan ilmu pedang Shang Guan Fei Feng, saat panah She Yan dilepaskan, segera mereka memecah kan diri, sebagian orang-orang untuk mengurung Shang Guan Fei Feng yang masih lemas.

Shang Guan Fei Feng sudah terluka oleh jurus Mu Rong Cui 'melalui benda mengalirkan tenaga', biarpun efek dari tenaga yang dialirkan tidak banyak, lukanya juga cukup lumayan parah.

Tenaga untuk memainkan ilmu'Pedang Bayangan'nya juga berkurang.

Dia terluka oleh orang.

Jadi sama sekali tidak dapat menggunakan lengannya menunjukkan tanda pengenal ayahnya.

Jian Yi Shan membalikkan badannya, berjalan ke arah Shang Guan Fei Feng.

Dia berjalannya sangat lambat, tampak lukanya juga tidak ringan.

Tetapi, dia datang tepat pada waktunya.

Orang-orang melihat dia berjalan tidak bertenaga, sama sekali tidak mempedulikannya.

Ada salah satu orang yang masih beritikat baik dengan dia berkata.

"Tuan Jian kedua, kau sudah membalaskan dendam kakakmu, untuk masalah ini, kau tidak perlu turut campur lagi."

Jian Yi Shan berkata.

"Benar, masalah ini aku tidak akan turut campur."

Setelah dia mengatakan hal ini, tiba-tiba dia turut masuk. Berkata.

"Mao keenam, Zhu ketiga, kalian berdua sebagai orang yang punya nama, bagaimana bisa berlaku seperti ini, melukai perempuan yang sedang terluka!"

Setelah berkata keras, dia mengeluarkan serangannya, membuat kedua orang tersebut tidak berdaya.

Kedua orang yang hendak membunuh Shang Guan Fei Feng terkena jurus gabungan ilmu Da Shuai Bei Shou dan.Mian Zhang yang digabungkan menjadi satu tenaga yang mematikan, segera mereka jatuh terkapar.

Kemudian Dia membalikkan kepalanya, kepada orang yang beritikat baik berkata.

"Benar, aku tidak akan banyak turut campur, tetapi nona Shang Guan menanam budi yang harus aku balaskan, aku tidak dapat tidak mempedulikannya!"

Saat berkata begitu, dia sudah berada bersama-sama dengan Shang Guan Fei Feng, Shang Guan Fei Feng dapat melihat jika Tuan Jian kedua memaksakan dirinya, sebenarnya dia juga sudah sulit menahannya, berkata.

"Tuan Jian kedua, aku tidak ingin melibatkanmu, biar aku sendiri saja yang menghadapinya."

Jian Yi Shan berkata.

"Baiklah, terserah kau, aku juga tidak mau terlalu turut campur urusanmu!"

Selesai bicara, tiba-tiba langsung memukul kearah pundak Shang Guan Fei Feng, pukulannya sangat keras dan tepat.

Sesaat hal itu membuat orang-orang sangat terkejut.

Mengapa tuan Jian kedua menganggap teman seperti musuh, mengapa dia memukul Shang Guan Fei Feng?

Tetapi kejadian yang lebih aneh lagi masih ada di belakang, terkena pukulan ini, Shang Guan Fei Feng bukan terjatuh, malahan terlihat lebih beesemangat!

Akibat satu pukulan itu Shang Guan Fei Feng, tiba-tiba menggerakan pedangnya, menyabet kedua orang yang berada di depannya, begitu pula dengan orang yang ketiga hingga terlepas pisaunya!

Shang Guan Fei Feng membalikkan kepalanya, berkata.

"Terima kasih banyak."

Musuh-musuhnya yang menghadang dia sebenarnya masih ada beberapa, tapi saat itu sudah berlarian menjauh. Jian Yi Shan berkata.

"Kembalilah, aku masih harus menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan, kita menyelesaikan urusan masing-masing saja!"

Selesai bicara, dia kembali berjalan kearah kakaknya, yang terlihat lebih parah lagi dibandingkan sebelumnya, dan juga di ujung mulutnya darah mengalir.

Tetapi bawahan Mu Zhi Yao, setelah melihat kehebatannya, mereka tidak tahu apa dia berpura-pura atau tidak, siapapun jadi tidak ada yang berani mengganggunya.

Mereka mana bisa tahu, kali ini Jian Yi Shan benar-benar bukan berpura-pura.

Ternyata pukulan yang tadi dia lakukan pada Shang Guan Fei Feng, menggunakan ilmu 'melalui benda mengeluarkan tenaga' dia telah menyalurkan tenaga dalamnya kepada diri Shang Guan Fei Feng.

Tetapi, Ilmu 'melalui benda mengeluarkan tenaga' ini tidak sama dengan yang di miliki Mu Rong Cui, yang dia miliki adalah untuk menolong orang, bukan untuk melukai orang.

Dia memberikan tenaganya untuk digunakan Shang Guan Fei Feng, tenaga dalam yang dia berikan, membuat aliran darah Shang Guan Fei Feng berjalan, dan tenaganya pulih kembali.

Tetapi Jian Yi Shan sebenarnya juga sudah terluka, dengan ditambah lagi dia menyalurkan tenaganya, membuat setengah tenaga nya lelah habis, tenaga yang tersisanya kini sudah tinggal sepertiga dari asalnya.

Iika saat ini ada pesilat tangguh yang menyerangnya, jika tidak mati pastinya juga akan terluka parah.

Di sebelah sana, Si Madu dan Yin Xin Mo berdua sedang bertanding melawan Wei Tian Yuan, mereka sudah mulai terlihat akan mendapat kemenangan.

Di belakang mereka masih ada banyak orang lagi, makin lama makin banyak berdatangan.

Wei Tian Yuan yang berada dalam kesulitan hanya mengandalkan posisi tebing yang menguntungkan tersebut, sudah sulit berbuat apapun.

Kedatangan Shang Guan Fei Feng benar-benar tepat pada waktunya.

Hanya terdengar satu kali suaranya, bunga pedang bertaburan, dalam sekejap pedangnya telah melukai enam tujuh orang, setiap orang terkena goresan pedangnya tersebut.

Orang-orang sekitar segera menjauhinya.

Dalam waktu singkat, ketika pisau Yin Xin Mo mengenai Wei Tian Yuan, tulang tangannya juga terkena ujung pedang Shang Guan Fei Feng, pisaunya juga terpental, balik malah mengenai kepala Si Madu.

Begitu terkena kepalanya Si Madu, dia jatuh terkapar.

Wei Tian Yuan menggunakan kesempatan itu mengerakkan kakinya, menendang kepada Yin Xin Mo hingga terbalik.

Juga pada saat yang sama, Shang Guan Fei Feng menggetarkan pedangnya bagaikan kilat, membuat tujuh delapan orang pesilat semuanya terkena tusukan pedangnya, senjata mereka semua juga terlepas dari tangannya, orang-orang semuanya bubar menjauh.

(gb 134a) Shang Guan Fei Feng telah mengeluarkan jurus 'Pedang Bayangan'nya.

Kali -ini atas perintah dari Mu Zhi Yao, mereka datang untuk membunuh Wei Tian Yuan diantaranya ada enam tujuh orang yang benar-benar pesilat tangguh.

Dua diantaranya sudah terluka.

Sisanya masih ada empat lima orang lagi, jika mereka bersatu bergabung, Shang Guan Fei Feng sudah memperkirakan Wei Tian Yuan tidak dapat menghadapi mereka semua.

Tetapi diantara lima pesilat tangguh ini, ada tiga orang yang telah mengetahui kedasyatan dari jurus Pedang Bayangan tersebut, jadi ketika Shang guan Fei feng mengeluarkannya, muka ketiga orang itu berubah wama, dengan suara yang rendah berkata.

"Nona Shang Guan, tolong jangan marah atas perbuatan kami."

Shang Guan Fei Feng tersenyum berkata.

"Yang Tidak tahu tidak salah, kalian pergilah!"

Ketiga orang itupun pergi mengundurkan diri, dua pesilat lainnya yang tidak mengetahui kedasyatan 'Pedang Bayangan' itu, melihat situasi yang ada langsung mengerti.

Kedua pesilat tersebut juga langsung kabur, mengejar ketiga pesilat di depannya, ingin menanyakan hal yang tidak diketahuinya.

Dan jago silat lain yang telah mengetahui jurus'Pedang Bayangan' tersebut, walaupun tidak terang-terangan meminta ampun pada Shang Guan Fei Feng, tetapi mereka segera memberi tahu kepada teman-temannya.

Dalam sekejap mata setengah dari orang-orang tersebut telah bubar.

Sisa setengahnya, orang-orang tersebut mulai bertanya-tanya mengenail peristiwa yang terjadi, ada beberapa yang tidak beranjak dari tempatnya.

Tetapi karena pesilat tangguhnya sudah bubar, mereka juga mengikuti orang banyak, siapapun tidak ada yang berani maju ke depan, melihat 'situasi* yang tidak beres itu, mereka ikut melarikan diri.

Jian Yi Shan berjalan.terhuyung-huyung ke samping kakaknya.

Dia berkata.

"Kakak, aku benar-benar tidak ada muka terhadapmu!"

Wang Dian ying yang melihatnya segera berkata.

"Tuan Jian kedua, kau sudah menyelesaikan musuhmu, berarti sudah memulihkan nama keluarga. Perkataan yang kau katakan kepada orang jahat itu, sama sekali tidak perlu dimasukkan ke dalam hati!"

Jian Yi Shan berhutang budi yang harus dibalaskan kepada Mu Rong Cui karena dia telah disembuhkan dari kelumpuhan tubuhnya, dan juga telah mengatakan bahwa seorang pria harus dapat membedakan mana budi yang harus djbalas dan mana yang dendam harus dibalas.

Wang Dian Ying mengkhawatirkan setelah dia membunuh Mu Rong Cui, dia membuktikan perkataannya untuk mencelakakan dirinya sendiri.

Pandangan Jian Yi Shan hampa tidak berperasaan, tidak tahu bagaimana.

Tiba-tiba berkata.

"Biarkan aku!"

Wang Dian Ying dan Mei Qing Feng sedang menolong Tuan Jian Da, tetapi tenaga dalam mereka tidak melebihi tenaga dalam Tuan Jian Da, walaupun mereka tidak henti-hentinya menyalurkan tenaga kepada Tuan Jian Da, tetapi hanya bisa sedikit-sedikit menghilangkan rasa sakitnya saja, Tuan Jian Da tetap saja masih kedinginan.

Mei Qing Feng dengan senang berkata.

"Apakah kau dapat menyembuhkan telapak Hanbing ini?"

Jian Yi Shan dengan datar berkata.

"Mu Rong Cui mengira kedua pirusnya orang lain tidak dapat menyembuhkan nya, dia salah. Sayang aku tidak dapat langsung memperlihatkan kepadanya! Dia sendiri dapat menyembuhkannya, akupun juga dapat menyembuhkan!"

Wang dan Mei berdua melihat dia dengan begitu yakin, dalam hati berpikir dia dengan Mu Rong Cui saling bertukar jurus, perkataan ini Misanya dapat dipercaya, biarlah dia untuk mencobanya.

Melewati sesaat, hanya melihat ada udara panas yang keluar dari atas kepala Tuan Jian Da yang terluka, warna wajahnya pun kembali memerah.

"Tenagaku sudah pulih kembali, dik, kau sudah dapat berhenti."

Tuan lian Da dengan senang berkata.

Memang benar begitu adiknya berhenti, dia dapat langsung berdiri.

Tetapi di luar dugaannya, dia setelah dapat berdiri, sebaliknya adiknya yung terjatuh!

Jian Yi Shan memuntahkan darah segar, bagaikan sebatang kayu, dia jatuh ke tanah.

"Aku pernah mengatakan akan memusnahkan ilmuku, bukan saja akan mengembalikan ilmuku kepada Mu Rong Cui, akupun telah menggunakan tenaga yang ada menyembuhkan kakak, walaupun sejak saat ini aku menjadi orang yang tidak dapat berbuat apa-apa, tapi juga cukup berharga!"

Setelah Dia mengatakan hal itu, wajahnya terlihat penuh senyum, kemudian orangnya pingsan. Tuan Jian Da nangis bersedih hati.

"Adik, kenapa kau sampai berbuat begini!"

Saat itu orang-orang Mu Zhi Yao sudah sebagian besar meninggalkan tempat itu.

Wei Tian Yuan begitu mendengar suaranya Tuan Jian Da, sangat terkejut, dia langsung menghampiri, Meninggal kan Shang Guan Fei Feng.

Tak disangka pada saat itu terjadi suatu hal yang lebih mengejutkan lagi.

Pada saat mendengar suara Tuan Jian Da, dia mendengar pula suara teriakan Jiang Xue Jun!

Ternyata Jiang Xue Jun telah terkena serangan dari jarum beracun Xu Zhong Yue.

berbareng dia telah tertangkap oleh Xu Zhong Yue.

Wei Tian Yuan ketika mendengar itu, tiba-tiba saja, tidak tahu mendapatkan tenaga dari mana, langsung pergi memburu kepada Xu Zhong Yue.

Apakah yang telah terjadi?

Jiang Xue Jun yang selalu mengawasi Xu Z hong Yue, disaat sedang ribut-ribut, Xu Zhong Yue telah mencoba melarikan diri, Jiang Xue Jun yang segera mengetahuinya mencoba menghadangnya.

"Xu Zhong Yue, dosamu sangat banyak, apa masih mau melarikan diri?"

Jiang Xue Jun segera mengeluarkan pedangnya dan mengejarnya.

Xue Zhong Yue tidak tahu kenapa kakinya seperti ada yang menahan, seolah-olah tersandung batu di depannya, badannya doyong ke depan.

Jiang Xue Jun girang melihatnya, dia segera mengeluarkan serangannya langsung menusuk pada Xu Zhong Yue.

Hanya dengar suara 'ding', ujung pedangnya ternyata meleset mengenai Xu Zhong Yue, hanya bisa melukai sedikit tubuhnya saja, tapi berbareng itu dalam jarak yang dekat itu Xu Zhong Yue melepaskan jarum beracunnya sehingga mengenai tubuh Jiang Xue Jun, akibatnya Jiang Xue Jun jatuh dan tertangkap kedalam tangannya.

Ternyata Xu Zhong Yue telah mempersiapkan segalanya, ilmu silatnya bukan tandingan Jiang Xue Jun, dia sengaja berbuat demikian, dengan siasat menawan musuhnya.

Xu Zhong Yue walaupun terkena luka sedikit, dia masih dapat menahan rasa sakitnya, dengan tertawa berkata.

"Xue Jun, kau kejam sekali, masa ingin membunuh suami sendiri. Kalau kau mau berjanji kepadaku untuk kembali ke Luo Yang, aku masih dapat mengampunimu."

Jiang Xue Jun sangat marah sekali dibuatnya.

Pada saat itu Wei Tian Yuan sudah datang, ketika itu juga Xu Zhong Yue tertawa terbahak-bahak.

Ada dua orang pesilat yang datang mencoba menghadang Wei Tian Yuan, tapi dipukul mundur olehnya.

Wei Tian Yuan berkata.

"Benar, aku terluka. Tetapi biarpun terluka aku masih dapat untuk membunuh orang, siapa yang tidak percaya, silahkan mencoba!" . Saat itu setelah melihat kehebatan Shang Guan Fei Feng dengan jurus 'Pedang Bayangan'nya, orang-orang Mu Zhi Yao sudah kabur sebagian besar, sisanya melihat Wei Tian Yuan yang masih berani begitu, siapapun tidak berani menjual nyawanya untuk mewakili Xu Zhong Yue.

"Lepaskan Xue Jun!"

Wei Tian Yuan berkata. Xu Zhong Yue sedikit pun tidak gentar, dengan mencoba bersikap tenang berkata.

"Kalau kau masih menginginkan nyawa Jiang Xue Jun, segera mundur, walaupun kau bisa membunuhku, kau juga hanya akan mendapatkan mayatnya Jiang Xue Jun!"

Jiang Xue Jun marah sekali serasa mau meledak kepalanya.

Pada saat itu juga, tiba-tiba terjadi peristiwa yang tidak disangkasangka.

Saat Xu Zhong Yue merasa dalam posisi yang menguntungkan, terdengar suara tawanya yang keras.

Tiba-tiba mukanya berubah menjadi pucat.

"Kau.... Kau...."

Hanya berkata begitu, kakinya langsung lemas dan terjatuh.

Sepasang matanya masih terbuka lebar-lebar, terhadap kejadian yang menimpa dirinya seolah-olah dia masih tidak dipercaya!

Jiang Xue Jun menghadap wajahnya ke langit berkata.

"Ayah, arwahmu di atas sana semoga sekarang sudah dapat tenang, anak perempuan mu sudah membalaskan dendammu!"

Kejadian tersebut berubah begitu aneh, siapa juga tidak menyangka yang sekarang mati adalah Xu Zhong Yue. Tang Xi Shun tiba-tiba berkata.

"Hebat, hebat! Bukankah itu adalah jarum racun keluarga Mu?"

Dia tidak menyebutkan nama, tetapi semua orang juga telah mengetahui jika dia menanyakannya pada Jiang Xue Jun.

Jiang Xue Jun tidak menjawabnya.

Ternyata dia memang benar telah menyembunyikan sebatang jarum beracun, saat Xu Zhong Yue tertawa keras, dia segera menusukkan jarum tersebut.

Wei Tian Yuan saat itu menjadi merasa lega hatinya, setelah mengalami luka yang berkepanjangan, kedua kakinya juga sepertinya sudah tidak mau menuruti perkataannya.

"Xue Jun!"

Dia dengan senang sekali, memanggil nama Jiang Xue Jun, sesaat tidak tahu apa yang harus dikatakannya.

Jiang Xue Jun tidak menjawabnya, hanya memandang ke bawah kepada Xu Zhong Yue, sepertinya sedang berkata.

"Apa kau tidak mau melihatnya?"

Wei Tian Yuan pergi menghampirinya, merobek baju atas Xu Zhong Yue, segera terlihat sederetan bekas gigitan yang berbentuk bulan.

Suatu malam pada tigabelas tahun yang lalu, ayahnya Wei Tian Yuan diserbu oleh orang-orang yang tidak diketahui asal usulnya (belakangan baru diketahui, adalah orang-orang tangguh), saat itu Wei Tian Yuan seorang anak yang baru saja berumur sepuluh tahun, dia berlari hendak menolong ayahnya, tapi dia tertangkap oleh seseorang, dia tidak dapat melepaskan diri, pada saat tegang itu, dia langsung menggigit orang tersebut.

Sampai setelah Wei Tian Yuan berhasil berlatih ilmu silat, setelah melewati pencarian beberapa tahun, baru mendapatkan satu isue, dan setelah melewati perbandingan yang ada, orang tersebut kemungkinan adalah Xu Zhong Yue.

Dia memperkirakan itu, karena Xu Zhong Yue adalah teman ayah Wei Tian Yuan, orang-orang yang menyerang itu ternyata dia yang membawanya.

Sekarang bekas gigitan tersebut terlihat lagi di depan mata Wei Tian Yuan.

Wei Tian Yuan merasa sedih bercampur puas, berkata.

"Benar, dia benar-benar musuh yang telah menjual ayahku. Xue Jun, kau telah membalaskan dendam ayahmu juga telah mewakilkanku membalaskan dendam ayahku."

Jiang Xue Jun tiba-tiba dengan suara rendah berkata.

"Kakak Yuan, aku bersalah padamu!"

Wei Tian Yuan merasa heran, berkata.

"Xue Jun, kau berkata apa. Aku masih belum berterima kasih padamu! Kita akan segera pergi kan?"

Jiang Xue Jun berkata.

"Nona Shang Guan masih sedang menantikanmu. Dia yang baru saja menolongmu, kau kembali saja kepadanya."

Wei Tian Yuan seketika tidak tahu harus berkata apa, berkata.

"Benar, aku tahu nona Shang Guan juga pernah menolongmu mengatasi suatu masalah besar, dia adalah teman baik kita, mari kita pergi bersama-sama saja."

Dia mengarahkan pandangannya ke sana, Shang Guan Fei Feng sedang berada di bawah Mi Mo Ya ' mulut singa' sebelah s na perlahan-lahan berjalan ke arah mereka.

Jiang Xue Jun tidak bergerak.

Wei Tian Yuan berkata.

"Hai, kau kenapa? Kau terluka?"

Dia adalah seoang pesilat, tapi tidak melihat ada luka pada Jiang Xue Jun. Jiang Xue Jun tiba-tiba berkata.

"Kakak Yuan, kau dengar. Kau punya tempat yang akan kau tuju, aku punya tempat yang akan ku tuju."

Wei Tian Yuan terpana berkata.

"Kau... ini apa maksudnya, kau dan aku sudah melalui berbagai macam masalah, dan telah diselesaikan, sampai saat ini kita bisa bersama kembali. Mulai saat ini dan selanjutnya, kita selamanya tidak akan terpisahkan!"

"Kakak Yuan, terima kasih banyak. Mendengar kau berkata begini, aku, aku sangat senang sekali! Benar benar sangat bergembira! Kakak Shang Guan, aku menitipkannya kepadamu!"

Shang Guan Fei Feng belum sampai ke hadapan mereka, Wei Tian Yuan telah memegang tangannya Jiang Xue Jun dan merasakan tangannya yang sangat dingin.

Shang Guan Fei Feng segera menghampirinya, melihat dengan teliti, terlihat ada warna hitam pada beberapa bagian mukanya.

Wei Tian Yuan cemas sampai tidak dapat berkata apa-apa.

Shang Guan Fei Feng memanggil.

"Putera kedua Tang, cepat kemari, cepat kemari!"

Wei Tian Yuan saat itu baru sadar, keluarga Tang dari Si Chuan mempunyai julukan 'nomor satu senjata rahasia' nya, juga ahli membuat racun, tentu juga dapat mengobatinya.

Putera kedua Tang ini adalah Tang Xi Shun menjadi teman baru Wei Tian Yuan.

Tang Xi Shun menghampiri.

"Kakak Tang, apakah dia terkena racun? Tolonglah, bagaimanapun kau harus menolong dia!"

Wei Tian Yuan hanya dapat mengandalkan seluruhnya kepada orang itu. Tang Xi Shun hanya melihat dan melihat, lalu menggelenggelengkan kepalanya, berkata.

"Terlambat!"

Wei Tian Yuan berkata.

"Apanya terlambat?"

Tang Xi Shun berkata.

"Ini adalah gabungan dua jenis racun, jika ketika baru terkena racun dan aku segera mengetahuinya mungkin masih ada kesempatan untuk mnyelamatkannya, tetapi dia telah cukup lama terkena racun bukan rajun dari jarum Xu Zhong Yue saja yang ada didalam tubuhnya tapi masih ada sejenis racun lainnya yang mungkin telah di minumnya, aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi!"

Wei Tian Yuan diam tidak bergeming, dia seperti kemasukkan roh jahat. Shang Guan Fei Feng menggerakkan tubuhnya berkata.

"Kakak Wei, kau sadar, kau sadar! Kau sendiri harus menjaga dirimu!"

Kepada lingkungan sekitar Wei Tian Yuan telah merasa hampa, pandangannya seolah-olah tidak melihat apa-apa, pendengaran juga seolah-olah sudah tidak berfungsi.

Yang hidup hanya tubuhnya saja.

Perasaannya telah pergi mengejar Jiang Xue Jun.

Shang Guan Fei Feng bagaimana bisa menyadarkannya?

Shang Guan Fei Feng segera memeluknya, terasa tubuhnya mulai mengeras.

Kaki tangannya perlahan-lahan menjadi dingin.

Shang Guan Fei Feng sebenarnya seorang yang sangat mempunyai pandangan sendiri, saat Mu sudah tidak tahu harus berbuat bagaimana.

Tang Huai Yi berkata.

"Sayang ilmu Tuan Jian kedua juga sudah tidak berguna."

Shang Guan Fei Feng biarpun perasaannya sangt kacau, tetapi kalimat ini dapat dia mengerti.

Wei Tian Yuan cedera oleh telapak Han Bing, telapak Han Bing ini selain Mu Rong Cui yang dapat menyembuhkanya, Tuan Jian kedua juga dapat menyembuhkannya.

Tetapi sayangnya tenaga dalam Tuan Jian kedua telah habis untuk menolong kakaknya.

Perkataan Tang Huai Yi sama saja dengan tidak dikatakan.

Tang Xi Shun berkata.

"Cedera telapak Han Bingnya, tidak terlalu parah, tetapi juga tidak ringan. Hanya tetapi, tetapi............"

Shang Guan Fei Feng merasa ada harapan, berkata.

"Putera kedua Tang, tolong kau pikirkan caranya!"

Tang Xi Shun menghembuskan nafasnya, berkata.

"Dia sendiri tidak mau hidup, aku juga bisa berbuat apa?"

Sebenarnya dengan tenaga Wei Tian Yuan sendiri, dibantu oleh seseorang yang bisa ilmu tenaga dalam, itu masih ada harapan.

Tetapi dasarnya harus diri sendiri dulu mempunyai keinginan untuk sembuh, orang lain baru dapat membantunya.

Pada saat Tang Xi Shun berkata begitu, tiba-tiba terdengar Wei Tian Yuan memanggil.

"Xue Jun!"

Dan dia terjatuh tidak sadarkan diri.

Tidak tahu sudah lewat berapa lama,Wei Tian Yuan baru mulai sadarkan diri.

Serasa, seperti berbaring di lantai.

Tetapi malahan tidak mengetahui dimana keberadaannya.

Dikatakan sudah mulai sadarkan diri, tapi orangnya seolah masih berada dalam mimpi.

Mimpi berteka-teki, teka teki yang berada dalam mimpinya ada Jiang Xue Jun."

Jiang Xue Jun tersenyum manis padanya, tiba-tiba juga berubah tubuhnya penuh dengan darah.

Dia berteriak keras, membuka matanya.

Di depan matanya ada seseorang, yang sedang mengelap mukanya dengan tangannya yang kecil memakai kain yang lembut.

"Kakak Yuan, kau sudah bangun."

Wei Tian Yuan memanggil berkata.

"Xue Jun, Xue Jun, kau jangan meninggalkanku, jangan meninggalkan ku!"

Perempuan yang berada di depannya menghembuskan nafas, aii, ternyata bukan Jiang Xue Jun, dia adalah Shang Guan Fei Feng.

Benar-benar mimpi itu indah, tidak sesuai dengan kenyataan, begitu sadar semua langsung semuanya berubah.

---ooo0dw0ooo---BAB Suasana berganti Perasaan pun berubah Selalu teringat kekasih lama Orangnya sudah meninggal Tapi masih ada peninggalan Saling memandang Tapi tidak terucap kata-kata A.

Curiga Shang Guan Fei Feng menghela nafas dan berkata.

"Orang yang sudah meninggal tidak akan bisa hidup kembali. Kakak Wei, pasrahkanlah!"

Mata Wei Tian Yuan tampak melotot, di wajahnya tampak ada Kebingungan, kemudian dia pun berkata.

"Kau mengatakan apa? Siapa yang meninggal?"

"Kakak Xue Jun sudah meninggal sejak 3 hari yang lalu."

Wei Tian Yuan berteriak,"

Aku tidak mempercayainya, aku tidak percaya! Kau berbohong kepadaku, tadi aku masig melihat, dia masih memegang sekuntum bunga."

Dengan sedih Shang Guan Fei Feng berkata.

"Kakak Wei, sudah saatnya kau sadar dari mimpimu, Kakak Xue Jun sudah mati di pelukanmu 3 hari yang Inlu."

Wei Tian Yuan menjadi sadar, dia merasa sangat sedih. Kata Shang Guan Fei Feng lagi.

"Kau jangan terlalu memikirkan dia, kau harus kuat menghadapi kenyataan ini...."

Wei Tian Yuan berteriak 'Tidak! Tidak! Aku mau bertanya kepadamu, kepadamu...."

Shang Guan Fei Feng berkata.

"Kau istirahatlah dulu, apa yang ingin kau' ketahui, aku akan memberitahukan semuanya kepadamu."

Kata Wei Tian Yuan.

"Sekarang aku ingin tahu, kau mengatakan bahwa dia mati di pelukanku, mengapa kau tega memisahkan kami? Sekarang dia itu ada di mana? Dia di mana?"

"Dia sudah meninggal, mana bisa kami membiarkanmu terus bersama dengan orang yang sudah meninggal? Kakak Xue Jun sudah terbaring dengan tenang dalam peti mati."

"Tidak, tidak! Walaupun dia sudah meninggal, aku akan terus bersamanya,"

Wei Tian Yuan merasa menjadi kedinginan hingga tubuhnya menggigil. Hati Shang Guan Fei Feng terasa sakit seperti diiris dengan pisau, dia berkata lagi.

"Lihat, racun hawa dinginmu kambuh lagi, bila terus menerus seperti ini kau akan mati!"

Dalam hati Wei Tian Yuan berkata,"Lebih baik aku mati."

Tapi dia sudah tidak mampu untuk mengatakannya.

Shang Guan Fei Feng memasukkan sebutir obat ke dalam mulutnya kedua telapak tangannya ditempelkan ke dada Wei Tian Yuan, dia merasa seolah-olah sedang memegang sebuah batu, dengan tenaga dalamnya, di mentransfer tenaga dalamnya ke tubuh Wei Tian Yuan.

"Kakak Wei, sebenamya tenaga dalammu lebih tinggi dariku, aku tahu kau sudah pernah berlatih Me Yun Xuan Gong, kumpulkanlah tenaga dalammu."

Tapi Wei Tian Yuan tidak menyahut, sepertinya dia sudah menjadi seorang yang mati rasa. Shang Guan Fei Feng membantunya mendorong aliran darah di daerah jantung Wei Tian Yuan, sambil berkata.

"Hari itu, kau tidak sadarkan diri dengan terpaksa aku menggendongmu dan turun gunung, Lao Wang sudah menyiapkan sebuah kereta dikaki gunung, berturut-turut selama 2 hari kita melakukan perjalanan tanpa beristirahat, kita baru bisa melepaskan diri dari kejaran mereka.

Aku masih harus mencari sebuah tempat untuk mengobatimu dan untuk beristirahat, tapi mereka masih terus mengejar, walaupun masih agak jauh, kita tetap tidak bisa berhenti."

"Untungnya Lao Wang memiliki ide cemerlang, dia tahu di gunung itu ada sebuah kuil, sebuah kuil yang hampir runtuh, kuil itu tidak ditinggali oleh siapa pun, dia menyuruhku menyembunyikanmu di sana, supaya kau bisa beristirahat dan menyembuhkan luka, dia sendiri tetap naik kereta untuk mengecoh mereka."

"Jarak dari sini ke ibu kota sekitar 300 kilometer, di dalam hutan yang lebat ada sebuah kuil tua, kau pingsan 3 hari 3 malam, setelah itu baru sadar."

"Sementara orang yang mengejar sudah tidak terlihat, tapi bahaya belum lewat, anak buah Mu Zhi Yao sangat banyak, bila mereka tahu kita bersembunyi di sini, kalau hanya aku sendiri, tidak akan bisa menahan mereka Kakak Wei, kau harus cepat sembuh, baru kita bisa lepas dari bahaya."

Shang Guan Fei Feng terus berkata, dia ingin supaya Wei Tian Yuan kembali bersemangat, atau paling sedikit ada semangat untuk hidup terus.

Tapi Wei Tian Yuan seperti sebatang pohon, dia sama sekali tidak bergerak hatinya, nasihat dari Shang Guan Fei Feng sama sekali tidak didengar, wajahnya tetap datar.

Shang Guan Fei Feng dengan tenaga dalamnya mendorong aliran darah di daerah jantung, dia bisa merasakan bila Wei Tian Yuan sama sekali tidak bereaksi untuk menggunakan tenaga dalamnya sendiri supaya lukanya cepat sembuh.

Sewaktu meninggalkan ibu kota, Shang Guan Fei Feng sudah mempersiapkan makanan untuk 10 hari, sekarang dia sedang memasakkan bubur untuk Wei Tian Yuan, tapi Wei Tian Yuan sendiri seperti orang mati, bubur tetap ditelannya, tapi dia tidak merasakan enak atau tidaknya bubur itu.

Semuanya terpaksa harus diatur oleh Shang Guan Fei Feng, dia mau makan hanya supaya dia bisa bertahan hidup.

Wei Tian Yuan sama sekali tidak mau berbicara, pada hari pertama seperti itu, begitu pula dengan hari kedua dan ketiga.

• Pada hari keempat di pagi hari, Shang Guan Fei Feng berkata.

"Kakak Wei, kau adalah orang yang sangat bersemangat tapi juga mudah patah, aku bertanya kepadamu, kau ingin hidup atau mati?"

Sekarang Wei Tian Yuan baru mau menjawab.

"Tubuhku masih hidup lapi hatiku sudah mati, Fei Feng, aku tidak mau merepotkanmu lagi, pergilah!"

"Baiklan, Wei Tian Yuan, bila kau terus menyiksa dirimu seperti itu terus, uku pun tidak akan bisa berbuat apa-apa dan aku tak akan peduli lagi padamu!"

Sesudah berkata seperti itu dia langsung angkat kaki dari tempat itu, hingga hari gelap dia belum kembali.

Malam itu bulan bersinar sangat terang, di meja untuk sembahyang ada lampu yang sudah dipasang, lampu ini adalah lampu yang tidak akan pemah padam.

Seharian Wei Tian Yuan tidak makan, tubuhnya sangat lemas, anehnya dia malah lebih sadar.

Dia tidak ingin hidup, tapi perutnya merasa sangat lapar, mungkin rasa lapar ini malah membuat otaknya menjadi lebih sadar.

Dia tidak akan bisa mencari alasan yang menyebabkan dia bisa sadar, hanya dalam hati dia sempat berpikir.

"Menurut orang tua, bila sudah hampir mati, biasanya otak manusia lebih bisa berpikir dengan jernih, mungkin aku pun seperti itu."

Dia masih mempunyai sedikit tenaga, dari buntalannya dia mengeluarkan sebuah batu berlian.

Batu kecil ini menarik kembali kenangan lamanya, kenangan masa kecilnya.

Di belakang rumah mereka terdapat semacam batu, batu itu adalah batu keramik Yun Nan, di batu itu sering terdapat goresan yang sangat indah, ada yHng seperti lukisan, ada yang mirip dengan orang atau benda-benda tertentu, anak kecil paling senang mengambil batu semacam ini, untuk dijadikan permainan.

Suatu hari dia dan Xue Jun sedang bermain dan mereka menemukan 2 buah batu berlian yang memiliki bentuk yang hampir sama, anehnya di batu itu terdapat goresan seperti burung, batu yang satu bergambar seperti burung yiing besar dan gagah, sedangkan batu yang lainnya bergambar seekor burung kecil dan lembut.

Kedua batu itu dinamakan oleh Wei Tian Yuan, Yuan Yang Shi (batu Yuan Yang, Yuan Yang adalah sejenis burung, selalu hidup berpasangan, bila nanti mati maka yang lainnya tidak akan bisa bertahan hidup).

Dia mengambil salah satu batu, dari batu yang lain dia berikan kepada Xue Jun, waktu itu umur Xue Jun baru 7 tahun.

Saat itu dia masih tidak mengerti maksud dan arti dari Yuan Yang, Wei Tian Yuan menjelaskannya kepada Xue Jun.

Kata Xue Jun.

"Baiklah, Kakak Yuan, aku senang bila selamanya selalu denganmu, bila Yuan Yang adalah sepasang burung yang saling mencintai, hingga kita mati, kita adalah Yuan Yang."

Sekarang dia sudah mati, batu itu masih ada, perasaannya yang dalam kepada Xue Jun hanya bisa dia ungkapkan kepada batu itu.

Dia menghela nafas, dia mengubah 2 baris puisi Bai Ju Yi (penyair terkenal jaman Tiongkok kuno), kemudian dia membacanya.

"Hidup masih panjang, berpisah sudah 20 hari. Mengapa rohmu tidak pernah singgah dalam mimpiku?"

Dalam hati Wei Tian Yuan berdoa.

"Adik Xue, tunggulah aku, tidak lama lagi kita akan bertemu, tapi sebelum bertemu, malam ini datanglah ke dalam mimpiku, kita bertemu dulu di alam mimpi."

Di atas meja sembahyang sinar lampu hanya sebesar baki kacang, lama kelamaan Wei Tian Yuan pun tertidur.

Benar saja, dalam mimpi dia bertemu dengan Jiang Xue Jun, kali ini Xue Jun tidak memegang seikat bunga, tapi dia memegang batu itu.

Anehnya, mengapa ini tidak seperti mimpi?

"Kakak Yuan, Kakak Yuan,"

Ada suara sepertinya sangat dekat dengan telinganya kemudian suara itu menjauh, tapi suara itu sangat jelas, apakah benar dia sedang bermimpi?

Dia terbangun oleh suara ini dan dia membuka matanya kemudian terduduk.

Benar saja Xue Jun sudah ada di depan matanya.

Wei Tian Yuan berteriak,"Xue Jun!"

Begitu dia berteriak Xue Jun sudah membalikkan badannya dan lari.

"Xue Jun, jangan pergi, bawalah aku!"

Entah tenaga dari mana, akhirnya dia bisa bangun, tapi hanya 2 langkah dia berjalan, dia sudah terjatuh lagi.

Dia berusaha untuk bangun, tiba-tiba dia menggigit jarinya.

Dia merasakan sakit, berarti dia tidak bermimpi.

Di atas meja sembahyang, nyala lilin yang begitu kecil, tapi membuat matanya bisa melihat lebih jelas.

Di atas meja sembahyang terjadi sesuatu yang aneh.

Ada semangkuk bubur yang masih panas, sepiring ayam rebung, dan masih ada seguci kecil arak juga cangkir arak yang sudah diisi dengan arak.

Wangi arak itu tercium oleh hidungnya.

Setelah mencium wangi arak, dia baru sadar bahwa arak itu berasal dari desanya.

Dia dan ayah Xue Jun sering minum bersama-sama, dan arak yang biasa mereka minum adalah arak buatan sendiri.

Ayahnya tidak melarangnya untuk minum, sebab itu dia pun sering menemani ayahnya minum-minum.

Dia merasa dirinya sudah salah melihat.

Apakah benar dia s udah salah melihat orang?

Begitu mencium wangi arak, semua ketidakyakinannya langsung lenyap.

Wei Tian Yuan berpikir.

"Nona Shang Guan tidak tahu arak kesukaanku berasal dari desaku dan suara yang memanggil' Kakak Yuan adalah suara Xue Jun, aku tidak salah mendengar.

Jika orang yang sudah meninggal dunia, bagaimana bisa mengantar sayur, nasi dan arak untukku?"

"Apakah mungkin dia tertolong ketika aku dan Shang Guan Fei Feng meninggalkan tempat itu?"

Dia tidak berani mencurigai bahwa Shang Guan Fei Feng menipu dirinya.

Dia sangat mengharapkan Xue Jun masih hidup.

Karena di dalam hatinya ada harapan bahwa Xue Jun masih hidup, maka dia mulai merasa ada keinginan untuk hidup kembali.

"Sayang tadi aku tidak mempunyai kekuatan untuk mengejarnya, aku berharap dia akan datang lagi."

Jika ingin memperoleh kekuatan maka dia harus makan, semua hidangan yang tersedia dimakannya, arak pun diminumnya hingga tersisa di guci.

Ayam hutan ini tampaknya masih sangat segar dan baru saja ditangkap.

Shang Guan Fei Feng hanya memberinya daging asin dan bubur tawar saja, tidak ada rasanya.

"Xue Jun datang kemari untuk mengurusku, tapi mengapa dia tidak mau menemuiku?"

"Aku mengerti sekarang, Xue Jun ingin aku sembuh, ingin aku mengejarnya kemudian baru mau berbicara denganku."

Sangat aneh, ternyata arak yang dia minum sangat bermanfaat untuk menghilangkan racun dingin yang ada di dalam tubuhnya.

Racun yang biasa bereaksi setiap subuh, sekarang hanya terjadi pada siang hari dan itu pun semakin jarang terjadi.

Pada siang hari dia seharian bermeditasi dan mengatur pernafasan, jika dia merasa lapar dia hanya makan makanan kering yang ditinggalkan oleh Shang Guan Fei Feng.

Pada malam hari dia menyalakan lampu lebih banyak.

Dengan semangat ilia menunggu kedatangan Xue Jun.

Dia menunggu dan terus menunggu, tapi yung ditunggu tidak kunjung tiba.

Sudah lewat pukul 3 subuh, tapi Xue Jun tetap belum muncul.

Wei Tian Yuan sudah sangat mengantuk tapi dia tidak mau memejamkan matanya walau sekejap.

Tiba-tiba ada angin dingin berhembus.

Angin ini sangat aneh, lampu-lampu yang terpasang semua tertiup hingga padam.

Wei Tian Yuan seperti mendengar seseorang sedang meletakkan suatu barang di atas meja.

Wei Tian Yuan segera melompat dan menangkap orang itu.

Sayang dia gagal menangkapnya.

Hanya terdengat suara sobekan kain dan orang itu sudah lari.

Begitu Wei Tian Yuan mengejarnya, walaupun terang bulan, dia tidak dapat melihat bayangan Xue Jun.

Wei Tian Yuan memgetahui kemampuan ilmu meringankan tubuh dari Xue Jun, dia pasti bisa mengejarnya jika dalam keadaan sehat.

Sekarang keadaannya memang tidak memungkinkan untuk mengejarnya.

Dia kembali lagi ke kuil tua dan menyalakan lampu yang sudah padam.

Begitu melihat benda yang ditinggalkan oleh orang itu dia terpaku.

Di atas meja ada seguci arak dan ayam yang sudah dibakar, dia dapat mencium harum ayam panggang yang kelihatannya sangat lezat.

Yang paling membuat dia heran adalah sobekan kain yang masih berada dia tangannya.

Biarpun sobekan kain ini dibakar menjadi abu dia pasti akan langsung mengenalinya.

Sobekan baju ini adalah sobekan baju milik Xue Jun.

Sobekan baju yang terbuat dari sutra , berwarna hijau air danau.

Di sobekan baju itu terdapat bercak darah.

Baju itu adalah baju yang dikenakan oleh Xue Jun sewaktu dia melarikan diri dari keluarga Xu.

Darah di baju Xue Jun adalah darah Wei Tian Yuan.

Bercak itu tidak dibersihkan kerena Xue Jun ingin mengenang kejadian itu.

Wei Tian Yuan tidak menaruh curiga lagi, dia yakin bahwa orang tadi adalah Xue Jun.

baju yang dikenakan adalah baju milik Xue Jun.

Apakah mungkin orang itu bukan Xue Jun?

Begitu guci arak itu dibuka, dia dapat mencium bahwa arak itu berasal dari desanya.

Dia meminum arak itu sampai mabuk dan tertidur hingga pagi.

Apakah karena dia mabuk dia tidak dapat merasakan penderitaan apa pun atau karena khasiat dari arak ini?

Biasanya racun dingin ketika subuh akan kumat, tapi sampai sekarang dia sudah tidak merasakan apa pun.

Hari ini dia tetap seorang diri, merawat dirinya sendiri dengan menggunakan tenaga dalamnya.

Sepertinya dia merasa lebih baik daripada hari-hari sebelumnya.

Semenjak kejadian terakhir, sudah 2 hari Xue Jun tidak datang.

Pada hari yang ke 3, malam hari sebelun dia tidur, Wei Tian Yuan meletakkan batu Yuan Yang di atas meja itu dan berdoa.

"Xue Jun jika kau masih hidup tinggalkanlah sebuah benda untukku dan aku akan merasa tenang."

Sepertinya sangat lucu, bila Xue Jun belum meninggal, dia bukan setan, apakah dia dapat mendengar doa Wei Tian Yuan?

Tapi Wei Tian Yuan tetap berdoa dengan sungguh-sungguh.

Malam hari dia tidur dengan sangat nyenyak.

Wei Tian Yuan terbangun dan di atas meja sudah ada 2 macam barang.

Benda itu adalah 'Batu Yang' yang dimiliki oleh Xue Jun dan benda yang lainnya adalah seguci arak.

'Batu Yang' itu disimpan sejajar dengan "Batu Yuan"

Karena terlalu gembira Wei Tian Yuan berteriak.

"Xue Jun, aku tahu maksudmu, aku berjanji akan hidup dengan baik. Dalam 10 hari aku akan mengobati diriku sendiri hingga sembuh. Pada saat itu kau tidak boleh menghidariku lagi."

Dia berharap Xue Jun dapat mendengar kata-katanya ini. Walaupun tidak mendengar juga tidak apa-apa.

"Bila aku sudah sembuh kau tidak dapat menghidariku lagi."

Jika di dalam hati sudah ada niat dan harapan untuk sembuh maka kesembuhan yang diharapkan akan datang lebih capat.

Hanya dalam 7 hari racun yang berada di dalam tubuhnya sudah bersih.

Ilmu silatnya sudah kembali seperti semula.

Xue Jun tetap tidak muncul, Wei Tian Yuan hanya bisa mencari tapi tidak dapat menemukannya.

"Mengapa Xue Jun tidak menemui aku? Apakah karena Adik Qi Shu Yu?"

Dia berpikir, Xue Jun pernah mengatakan padanya bahwa demi membalas kebaikan Qi Shu Yu dan kepada perguruannya, maka dia harus menikah dengan Qi Shu Yu.

"Xue Jun, kita sudah melewati banyak rintangan, mengapa kau masih tidak mengerti isi hatiku? Di dalam hatiku hanya ada kau seorang."

Karena Xue Jun tidak muncul, dia hanya bisa menanti dan mencari.

Pada hari yang ke 9, ilmu silatnya sudah kembali seperti sedia kala.

Malam ini adalah malam terang bulan, dia masuk ke dalam untuk mencari Xue Jun.

Sama seperti 2 hari sebelumnya, dia tidak dapat menemukan Xue Jun.

Pikir Wei Tian Yuan dengan sedikit khawatir.

"Apakah kau sudah pergi? Hari sudah hampir terang tapi dia belum menemukan Xue Jun dengan terpaksa dia kembali ke dalam kuil. Tidak disangka, di dalam hutan dia tidak menemukan Xue Jun. tapi ketika dia kembali ke kuil dia melihat bayangan Xue Jun dari arah belakang. Xue Jun masih tetap memakai baju itu, jika bukan Xue Jun lalu siapa dia? Perempuan itu sedang melihat ke dalam kuil. Dalam hati Wei Tian Yuan tertawa dan dia berkata "

Mencari hingga sepatu besi berlubang pun tidak bertemu, tapi tidak dicari malah miiicmukannya di sini.

Ternyata Xue Jun pun tidak tega meninggalkanku dan ini juga tidak tahu apakah aku sudah sembuh.

Apakah dia rindu kepadaku?

Baiklah aku harus pelan-pelan mendekatinya supaya dia tidak terkejut.

"Langkah Wei Tian Yuan sangat ringan, tapi karena tegang nafasnya menjadi sedikit lebih cepat dari biasanya.

Mungkin karena perempuan dapat merasakan dan niatnya dia memang tidak mau bertemu dengan Wei Tian Yuan maka dengan gerakan sangat cepat dia melarikan diri.

Hari sudah menjelang subuh, meski sudah subuh tapi langit tetap gelap.

Biarpun Wei Tian Yuan tidak dapat melihat Xue Jun, tapi baju yang dipakai adalah baju yang biasanya dipakai Xue Jun.

Bagian yang sobek karen tercabik oleh Wei Tian Yuan belum ditambal.

Kata Wei Tian Yuan.

"Xue Jun, aku sudah mendengar katakatamu untu hidup dengan baik, mengapa kau masih tidak mau bertemu denganku?"

Xue Jun tidak menjawab, dia malah semakin cepat berlari. Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.

"Baiklah, apakah kau haru ditangkap dulu baru kau akan berhenti melarikan diri? Sekarang kita bertanding dengan ilmu meringankan tubuh."

Dia mengira dapat mengejar Xue Jun, tapi lama kelaman jaraknya denga Xue Jun semakin jauh. Wei Tian Yuan jadi berpikir.

"Apakah karena aku baru sembuh dari sakit maka kemampuan ilmu meringankan tubuhku sudah menurun?"

Tadinya dia sangat percaya bahwa ilmunya sudah pulih kembali sekarang dia merasa goyah dengan keyakinannya.

Langit di ufuk timur sudah mulai terang, pandangannya semakin jelas.

Wei Tian Yuan berpikir lagi,"Aneh dalam waktu 10 hari ini apakah ilmunya sudah bertambah?

Atau ilmuku yang mundur?"

Dia semakin ragu.

Bayangan Xue Jun sudah hampir tidak terlihat.

Tiba-tiba dia terpikir satu hal.

Dia berteriak kemudian dia terjatuh dan dia tidak terbangun lagi.

Perempuan itu sangat terkejut, dia mengira bahwa Wei Tian Yuan belun sembuh dan terjatuh.

Dia segera membalikkan badannya dan berlari untul memapah Wei Tian Yuan.

Wei Tian Yuan segera melompat, hari sudah terang.

Mereka salinj memandang, berhadap-hadapan dan melihat dengan jelas.

Wei Tian Yuan terkejut dan berteriak 'Temyata kau!"

Perempuan itu berkata.

"Maaf, ini memang aku."

Ternyata perempuan ini adalah Shang Guan Fei Feng, tapi baju yani dipakainya adalah baju Xue Jun.

Sekarang Wei Tian Yuan tidak bisa berbuat apa-apa, apa harus berterimi kasih atau marah kepada perempuan ini?

Setelah lama dia ban berkata "Temyata ini hanya akal-akalanmu saja, arak yang berasal dari desaku...."

"Benar, di dalam arak itu aku sudah menaruh obat penawar, kalau bukan kau sendiri yang ingin bertahan hidup, dengan obat apa pun kau tidak akan sembuh."

"Untuk apa obat yang begitu mahal kau berikan kepadaku? Aku pernah mengatakan padamu bahwa aku bisa hidup, tapi itu pun hanya tubuhku yang hidup. Apa gunanya juga jika begitu? Lebih baik aku mati saja."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Di dalam hatimu hanya ada Xue Jun, apakah tidak ada ayahmu?"

"Apa maksudmu?"

"Demi Xue Jun kau ingin bunuh diri, apakah kau tidak merasa bersalah kepada ayahmu?"

"Xue Jun sudah membantuku membalaskan dendam ayahku."

Tanya Shang Guan Fei Feng.

"Apakah setelah membunuh Xu Zhong Yue berarti semua dendam sudah terbalaskan?"

"Jadi aku harus bagaimana lagi?"

"Benar, Xu Zhong Yue sudah mengkhianati ayahmu, tapi sebenarnya dia hanya sebagai pembantu. Dalangnya belum tertangkap."

"Menurutmu siapa dalangnya ?"

"Menurutku yang merencanakan adalah Mu Zhi Yao. Dia lah yang menyerang ayahmu."

"Menurut pemikiranku, sewaktu mereka menyerang ayahku, ayahku sudah berhasil membunuh 8 pengawal kerajaan yang datang menyerang ke sana."

"Masih ada satu yang terluka tapi tidak tewas, dia adalah Mu Zhi Yao. Ayahmu mati karena terluka, terluka olehnya. Golok yang dipakainya mengandung racun."

Wei Tian Yuan ingat dengan kejadian malam itu, dia percaya dengan kata-kata Shang Guan Fei Feng. Dia bertanya kepada Shang Guan Fei Feng.

"Ketua Zhen Yuan Biao Yu lang Huai Yuan yang memberitahu, karena Mu Zhi Yao berhasil dalam penyerangan itu, dia dinaikan pangkatnya menjadi kepala pengawal kerajaan."

Mu Zhi Yao dan Tang Huai Yuan adalah teman.

Walaupun Tang Huai Yuan tidak benar-benar berteman dengannya, tapi dari katakata yang diucapkan oleh Tang Huai Yuan, dia tidak akan berbohong.

Kata Wei Tian Yuan,"Mu Zhi Yao adalah seorang kepala pengawal, untuk membunuhnya tidak mudah."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Mu Zhi Yao masih mempunyai seorang pembantu utama, yang benar-benar dalangnya adalah rajanya. Sekarang kau pikir dengan baik, ayahmu bukan seorang pemimpin pengkhianat negara, mengapa Mu Zhi Yao membunuh ayahmu? "

Wei Tian Yuan tahu dia salah, dia tidak berani menjawab pertanyaan ini. Kata Shang Guan Fei Feng lagi.

"Aku percaya ayahmu pemah mengajarimu untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Kau juga hmis meneruskan cita-cita orang tua."

"Terima kasih Nona Shang Guan, kau sudah menasihatiku, bila musuh kita adalah seorang raja bagaimana kita bisa...."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Aku tidak menyuruhmu membunuh raja. Banyak pemberontak yang ingin melakukannya. Yang ingin membunuh raja bukan hanya kau saja. Aku yakin kau mengerti maksudku."

"Aku tahu para pemberontak ingin mengambil kembali tanahtanah yang diambil oleh penjajah."

"Kau sangat mengerti, tetapi mengapa kau menyia-nyiakan hidupmu. Apukah kau tidak merasa bersalah kepada ayahmu yang mati terbunuh?"

Tubuh Wei Tian Yuan berkeringat dan berkata,"Aku bersalah.

Aku lupa kata-kata ayahku sebelum ayahku meninggal.

Nona Shang Guan, terima kasih kau sudah menolongku, jika tidak aku akan menjadi anak yang tidak berbakti."

"Kau harus tahu, jika kematian bisa menyelesaikan masalah, maka kau sudah bersalah kepada ayahmu dan juga Xue Jun."

"Dendam Xue Jun sudah dia balas, apakah masih ada yang lain?"

"Ayahnya tewas karena terkena racun, mengapa Xu Zhong Yue bisa memiliki banyak racun? Dan racun-racunnya begitu dasyat?"

Terpikir oleh Wei Tian Yuan, kemudian dia berkata,"Apakah racun itu berasal dari keluarga Mu?"

"Benar. Mu Jin Hu adalah istri dari Ketua Bai Tuo Shan. Obat yang dipakai oleh Xu Zhong Yue untuk membunuh Jiang Zhi Qi berasal dari obat keluarga Mu. Jiang Zhi Qi dan ayahmu adalah pemberontak, hanya saja mereka tidak satu kelompok."

"Aku tahu, sebelum ayahku meninggal, ayah Xue Jun sering membantu. Sekarang aku sudah mengerti kenapa Xu Zhong Yue meracuni dia. Bukan hanya ingin mengawini putrinya, tapi dia takut ayahnya masih menjadi pemberontak."

"Golok beracun yang dipakai oleh Mu Zhi Yao melukai ayahmu, itu juga berasal dari Ketua Bai Tuo Shan."

"Kalau begitu Ketua Bai Tuo Shan adalah musuhku dan Xue Jun?"

Shang Guan Fei Feng tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Wei Tian Yuan. Dia berkata,"Sekarang kau tahu musuhmu bukan hanya Xu Zhong Yue?"

Kata Wei Tian Yuan,"Benar, kita tidak hanya membicarakan pemimpin mereka. Satu Mu Zhi Yao ditambah dengan Ketua Bai Tuo Shan sudah cukup merepotkan. Aku tidak bisa mati begitu saja."

Orang pasti sewaktu-sewaktu akan merasa kehilangan semangat, begitu juga dengan Wei Tian Yuan.

Dia kehilangan kekasihnya yang sangat dicintai.

Racun di tubuhnya sudah hilang, pikiran yang kacau juga sudah tidak masalah lagi.

Dia mengangkat kepala, di bawah sinar matahari yang cerah.

Bersama dengan Shang Guan Fei Feng, mereka keluar dari hutan yang gelap.

Wei Tian Yuan bertanya sambil lalu.

"Fei Feng, aku masih ingin bertanya, batu itu kau dapatkan dari mana? Sepertinya kau mengetahui ceritanya? "Sebelum bertarung pada malam itu, aku pernah bertemu dengan Kakak Xue Jun."

"Apakah dia memberikan batu itu kepadamu?"

Shang Guang Fei Feng mengangguk dan menjawab.

"Dia takut tidak bisa bertemu denganmu lagi, dia menyuruhku mengembalikan batu ini kepadamu! Ada apa dengan batu ini? Aku belum mengetahui apa maksudnya."

Wei Tian Yuan menjelaskan.

"Jika dia ingin mengembalikan 'Batu Yang' ini berarti dia tidak ingin bertemu denganku lagi."

Shang Guan Fei Feng berkata 'Sebenarnya aku tidak mengetahui makna batu ini.

Tapi begitu mellihat kau meletakkan batu yang sama dan menaruhnya di atas meja mulutmu berkomat-kamit, seperti sedang berdoa.

Aku segera dapat menebaknya bahwa batu ini adalah suatu benda untuk menetapkan jodoh."

Wei Tian Yuan hanya tertawa dengan kecut dan berkata/'Waktu itu umur kami hanya 7-8 tahun, aku menamakan batu ini dengan 'Yuan Yang', karena aku pikir aku dengan Xue Jun tidak akan berpisah, boleh dibilang ini adalah cinta monyet.

Jika dikatakan menetapkan jodoh, itu hanyalah sebuah harapan." ---ooo0dw0ooo---B.

Benar atau Salah?

Shang Guan Fei Feng tidak mengatakan apa pun.

Di dalam hatinya dia terus berpikir.

"Aku melakukan semua hal ini, apakah benar atau salah?"

Wei Tian Yuan bertanya lagi,"Aku suka arak, apakah Xue Jun juga memberitahukannya juga kepadamu?"

"Pada malam itu dia menceritakan hal sewaktu kalian masih kecil, dia menemanimu n aik gunung untuk memetik b unga dan menangkap b urung. Dia juga menceritakan semua yang kau sukai."

Kata Wei Tian Yuan.

"Di dalam hutan dan pegunungan seperti ini, kau masih bisa mencari arak dari desaku, betul-betul aku sangat berterima kasih kepadamu."

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata.

"Aku pergi 50 kilometer dari sini untuk mencari Shi Fu, bahan untuk membuat arak, di kaki gunung aku membuatnya, dengan sedikit campuran ramuan dan arak biasa, bagaimana?

Apakah mirip dengan arak dari desamu?"

Kata Wei Tian Yuan,"Sangat mirip, di dalamnya pun kau campur dengan obat penawar racun.

Aku masih tidak mengetahuinya.

Fei Feng, kau sangat pintar, kau melakukan hal ini pasti tidak mengalami kesulitan."

"Aku lakukan semua ini demi kebaikanmu, jangan salahkan aku."

"Aku tidak pernah menyalahkanmu. Obat yang begitu mahal dan berharga, sudah kau berikan kepadaku. Aku sangat berterimakasih kepadamu."

"Kau jangan sungkan. Nyawamu lebih berharga dari 2 butir obat yang aku berikan. Barang apa pun yang bisa aku gunakan untuk membantumu pasti akan kuberikan."

"Budimu selama hidupku tidak akan pernah bisa aku bayar."

Wei Tian Yuan terdiam dan tidak membuka mulut lagi. Tidak terasa mereka sudah keluar dari hutan yang gelap. Tanya Shang Guan Fei Feng,"Sekarang Kau akan ke mana ?"

Wei Tian Yuan tidak menjawab pertanyaan ini. Kemudian setelah agak lama Wei Tian Yuan baru berkata.

"Fei Feng, beritahu padaku di mana Xue Jun dikuburkan?"

"Aku kira dia masih dalam perjalanan dan sampai sekarang belum dikubur."

"Apa maksudmu masih dalam perjalanan?"

"Chu Tian Shu yang membawa mayatnya pulang ke Yang Zhao."

"Mengapa harus dibawa pulang ke Yang Zhao?"

Shang Guang Fei Feng tertawa dan berkata 'Apakah kau lupa bahwa kampung halaman Chu Tian Shu berada di Yang Zhao?

Dia adalah kakak seperguruan Xue Jun dan Xue Jun sudah tidak mempunyai orang tua dan keluarga lagi.

Chu Tian Shu yang mengurus pemakamannya, bukankah itu hal yang pantas?"

Wei Tian Yuan mengerutkan dahinya. Shang Guan Fei Feng bertanya.

"Apakah kau tidak suka bila Chu Tian Shu yang mengurus pemakaman Xue Jun?"

Wei Tian Yuan tidak menjawab, sepertinya dia sedang memikirkan suatu hal. Kata Shang Guan Fei Feng.

"Kau dan dia adalah tetangga yang tumbuh besar bersama-sama, biarpun Chu Tian Shu dan Xue Jun adalah saudara seperguruan, mereka baru bertemu tahun kemarin.

Ada pepatah yang mengatakan .Tetangga lebih baik daripada saudara.

Seharusnya hubungan kalian lebih dekat, tapi kau dan dia belum terikat menjadi suami istri."

Kata Wei Tian Yuan,"Aku tidak mau berebut dengan orang lain.

Chu Tian Shu ingin mengurus pemakaman Xue Jun, aku tidak keberatan, tapi ayah Xue Jun di kuburkan di kampung halamannuya yang berada di Lai Wu.

Aku merasa 'ibu Xue Jun dan Xue Jun seharusnya dikuburkan juga di Lai Yang."

Di dalam hati Shang Guan Fei Feng tahu bahwa Wei Tian Yuan tidak menghendaki Xue Jun dikuburkan di tanah miliki keluarga Chu, tidak disangka Wei Tian Yuan cemburu kepada Chu Tian Shu.

Kata Shang Guan Fei Feng,"

Oh aku lupa memberitahu suatu hal kepadamu."

"Hal apakah?"

"Bibi Qiang meninggal di Luo Yang, sewaktu Xue Jun meninggalkan Luo Yang, dia meninggalkan mayat ibunya di Bao Zhong Yi."

"Lalu?"

"Tiga hari sebelum Kak Xue Jun meninggal, dia pernah ke kantor Biao Zhen Yuan dan dia pernah bertemu dengan Chu Qing Song yang sedang beristirahat karena terluka. Dia mengharapkan ayah dan ibu Xue Jun bisa dikuburkan bersama."

Sebenarnya menguburkan ibu Xue Jun berbarengan dengan ayah Xue Jun, harus dia yang mengurusnya, tapi anehnya dia menitipkan kepada orang lain.

Kelihatannya dia memang sudah bertekad untuk mati.

Wei Tian Yuan meneteskan air mata dan berkata.

"Sampai sekarang aku tidak mengerti, mengapa setelah membalas dendam dia memutuskan untuk mati bunuh diri dengan minum racun? Ini benar-benar tidak masuk akal."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku juga tidak mengerti, tapi pada malam saat melakukan pembicaraan dengannya dia sudah mempunyai pemikiran seperti itu, apakah itu adalah alasannya?"

"Apa yang dia katakan?"

"Xue Jun pernah mengatakan bahwa dia sudah pernah duduk di tandu keluarga Xu, walaupun belum sempat melangsungkan adat pernikahan, tapi dia merasa malu, mungkin dia takut bila sudah menjadi istrimu, kau akan dihina oleh orang lain."

Kata Wei Tian Yuan,"Ini adalah permasalahanku dan dia, tidak ada hubungannya dengan orang lain. Bila dia mempunyai pemikiran seperti itu, dia benar-benar bodoh."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Grang yang sudah mati tidak akan hidup kembali, kau tidak perlu mencari penyebab kematiannya lagi, kita kembali ke topik pembicaran tadi."

Pikiran Wei Tian Yuan menerawang ke tampat jauh, wajahnya seperti kebingungan, setelah lama dia baru bicara.

"Dia menitip pesan kepada Bao Zhong Yi, berharap mereka bisa mengubur mayat ibunya berbarengan dengan ayahnya, karena itu kita tidak boleh mengubur Xue Jun sendiri di tempat lain, dari dulu dia selalu ikut ayah dan ibunya."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Chu Jin Song dan putranya, Chu Tian Shu juga pernah memikirkan hal ini, tapi semenjak pertarungan di Mi Mo Ya, Mu Zhi Yao terus mencari teman-temanmu...."

Kata Wei Tian Yuan dengan tertawa.

"Dari dulu aku selalu seorang diri, mana ada teman untuk bersekutu?"

Shang Guan Fei Feng melihat dia dan berkata,"Apakah benar kau tidak mempunyai teman? Lalu aku yang sekarang ini yang berada di sisimu?"

Kata Wei Tian Yuan,"Kau adalah temanku, bukan teman untuk bersekutu."

Kata Shang Guan Fei Feng lagi,"Tapi temanmu juga bukan hanya aku saja."

Kata Wei Tian Yuan,"Semua orang yang telah membantuku adalah temanku."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Biarpun Chu Qing Song tidak muncul di Mi Mo Ya dan tidak membantumu, biarpun dia dan Tang Huai Yuan tidak secara terang-terangan berada di pihakmu, tapi mereka juga bukan teman Mu Zhi Yao, sebaliknya mereka malah dicurigai oleh Mu Zhi Yao."

"Aku mengerti."

"Sekarang Mu Zhi Yao sedang mencari teman-temanmu. Chu Qing Song sudah dicurigai sebagai temanmu. Apakah Chu Qing Song dapat membawa mayat Xue Jun pulang ke kampun halamannya? Karena itu Xue Jun dibawa ke Yang Zhou, begitu situasi lebih tenang akan dipikirkan rencana selanjutnya."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Nama Chu Qing Song sangat terkenal, sebelum Mu Zhi Yao mendapatkan bukti yang kuat, dia tidak akan berani menangkap Chu Qing Song."

Tanya Wei Tian Yuan.

"Apakah luka pendekar Chu sudah sembuh?"

"Sudah lama sembuh. Dia pulang bersama istrinya. Istrinya adalah istri dari Paman Guru Qi Le Ming, juga ibu kandung dari Qi Shu Yu. Qi Shu Yu pernah mengatakan kepadaku bahwa dia akan pulang ke Yang Zhao, tapi dia sudah sampai atau belum, aku tidak mengetahuinya. Wei Tian Yuan teringat kepada adik seperguruannya. Qi Shu Yu pemah menaruh hati kepadanya. Wei Tian Yuan berharap Qi Shu Yu mendapatkan kebahagian di kediaman keluarga Chu. Kata Shang Guan Fei Feng,"

Masih ada seorang lagi yang ikut pulang ke Yang Zhao, coba kau tebak siapa orang itu?"

Wei Tian Yuan tidak dapat menebaknya.

Shang Guan Fei Feng menjawabnya sendiri,"Dia adalah Ketua Kantor Biao Zheng Yuan, Tang Huai Yuan.

Dia hanya berpura-pura datang ke Yang Zhao untuk memeriksa kantor cabangnya di Yang Zhao, juga untuk menghindari pemeriksaan Mu Zhi Yao.

Wei Tian Yuan tidak tertarik dengan urusan orang lain, dia hanya diam sambil berjalan.

"Kau mau ke mana?"

Wei Tian Yuan mengangkat kepalanya dan menjawab.

"Fei Feng, kau adalah orang yang menarikku keluar dari pintu kematian, budimu tidak akan kulupakan. Aku akan ke Yang Zhao. Xue Jun meninggal karena aku, aku ingin menemuinya sekali lagi sebelum berpisah selamanya...."

Belum sempat Wei Tian Yuan mengucapkan kata-kata perpisahan dengan Shang Guan Fei Feng, Shang Guan Fei Feng lebih dulu berkata/'Baiklah, aku juga ingin jalan-jalan ke Yang Zhao."

"Mengapa kau ingin ke Yang Zhao?"

"Aku belum pernah ke Jiang Nan. Jiang Nan berada di Yang Zhao. Biarpun aku dan Kakak Xue Jun hanya bertemu sebentar tapi kami merasa sangat dekat."

Wei Tian Yuan hanya terdiam. Tanya Shang Guan Fei Feng,"Apakah kau tidak senang aku ikut ke Yang Zhao?"

"Aku tidak bermaksud demikian. Jarak dari sini ke Yang Zhao sangat l"

Iuh. Kau adalah seorang perempuan dan aku adalah seorang laki-laki, jalan bersama-sama bukan hal yang pantas."

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata/'Biasanya kau adalah orang sangat fleksibel, tapi mengapa sekarang jadi berbelit-belit? Jika kau benar-lienar ada kesulitan, kita bisa berpura-pura menjadi..."

Kata Wei Tian Yuan,"Kalau kau ingin ikut, kita bisa berpura-pura menjadi adik kakak."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Menjadi sepasang saudara laki-laki juga Kata W ei Tian Y uan,"

Lebih b aik m enjadi a dik k akak s aja d ibanding menjadi saudara laki-laki. Jika di penginapan memesan 2 kamar untuk menginap, hal ini tentu sangat aneh."

"Terserah padamu saja, tunggu sebentar aku akan bersiap-siap dulu."

"Bersiap-siap untuk apa?"

Mereka sudah tiba di kaki gunung di sana sudah ada kereta kuda yang irdang menunggu.

Kata Shang Guan Fei Feng,"Kereta ini sudah aku siapkan.

Kita adalah kakak adik, jika wajah kita tidak mirip tentu ini sangat aneh.

Aku akan mrngubah sedikit wajahku dulu, tunggulah sebentar..."

Shang Guan Fei Feng naik ke dalam kereta kuda itu.

Setelah beberapa saat, dia keluar lagi dari dalam kereta.

Shang Guan Fei Feng sudah berubah menjadi orang lain kecuali sepasang matanya yang bersemangat.

Shang Guan Fei Feng sudah berubah menjadi seorang gadis desa yang sederhana, gadis semacam ini dapat ditemui dimana saja.

Wei Tian Yuan memuji.

"Keterampilanmu dalam mengubah wajah sangat lihai, jika aku tidak tahu hal sebenarnya, bertemu denganmu aku pasti tidak akan mengenalimu."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku mempunyai obat buatan ayahku, jika ingin mengubah wajah, itu adalah perkara mudah. Kau masuk saja ke dalam kereta untuk berpakaian setelah itu aku akan merias wajahmu."

"Apakah kau sudah menyiapkan obat rias untukku?"

"Jika belum kusiapakan bagaimana kita bisa berangkat? Bila orang mengenaliku, itu tidak apa-apa, tapi jika mengenali dirimu tentu hal ini bisa menjadi masalah besar. Kau adalah buronan kerajaan!"

"Coba kau tebak, bagaimana pandanganku terhadapmu?"

"Aku adalah seorang perempuan jelek, benar bukan?"

Kata Wei Tian Yuan,"Kau seperti dewi yang mempunyai kekuatan gaib. Kau sangat pintar dan teliti. Orang lain belum tentu dapat memikirkan hal yang kau pikirkan."

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata,"Hayo jangan bercanda terus, cepatlah bersiap-siap!"

Wei Tian Yuan berganti pakaian, setelah selesai dirias oleh Shang Guan Fei Feng, dia diberikan sebuah cermin.

Wei Tian Yuan melihat dirinya telah berubah menjadi pemuda desa yang sederhana dan lebih lucunya wajahnya mirip seperti Shang Guan Fei Feng.

Mereka sekarang sudah berubah menjadi dua bersaudara.

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Kau harus ingat, kita adalah adik kakak yang sedang berada dalam perjalanan menuju ke arah selatan, namamu berubah menjadi Zhang Long dan aku menjadi Zhang Feng.

Kau dijuluki Fei Tian Shen Long, kita hanya berganti marga tapi tidak berganti nama."

Kata Wei Tian Yuan,"Baiklah adik Feng, sekarang naiklah, kakakmu ini akan menjadi kusir. Silahkan naik!"

Matahari bersinar dengan cerah, tawa.

Shang Guan Fei Feng seperti bunga di musim semi.

Hati Wei Tian Yuan juga mulai ada kegembiraan, .

untuk sementara dia dapat melupakan kesedihannya.

Pada hari ketiga mereka sudah tiba di kota Bao Ding.

Bao Ding adalah kota dimana Wei Tian Yuan tinggal dulu, tapi rumahnya terletak di sisi kota bukan di dalam kota.

Jiang Xue Jun berasal dari desa Lai Wu, kemudian.mereka pindah ke Bao Ding dan bertetangga dengan keluarga Wei.

Kota Bao Ding bisa dikatakan sebagai kampung halaman Jiang Xue Jun.

Begitu sampai di Kota Bao Ding, pikiran Wei Tian Yuan menjadi sangat kacau.

---ooo0dw0ooo---C.

Setan?

Atau Orang?

Kota Bao Ding adalah kota yang sangat mudah dikenali.

Mereka berdua sudah menyewa kamar penginapan yang cocok dengan kondisi mereka.

Penginapan itu berada di dalam gang, mereka menyewa 2 kamar dan langsung melunasinya.

Mereka memberitahu kan kepada bos penginapan dan mengatakan bahwa mereka adalah adik kakak.

Bos penginapan itu sama sekali tidak mencurigai mereka.

Pada malam hari Wei Tian Yuan membuka jendela kamarnya dan memandang ke arah langit.

Langit tidak ada bulan dan bintang.

Cuaca pada saat itu sangat cocok untuk orang yang ingin keluar untuk menyelidiki sesuatu.

Dia langsung mengganti pakaiannya menjadi pakaian yang serba hitam dan keluar dari penginapan itu tanpa diketahui oleh siapa pun.

Biao Ding adalah ibu kota dan He Bei, dengan ilmu meringankan tubuh milik Wei Tian Yuan dalam waktu kurang lebih 'A jam, dia sudah tiba di tempat yang ditujunya.

Keluarga Wei dan keluarga Jiang tinggal di daerah gunung kecil, sebenarnya masih ada beberapa tetangga.

Tapi setelah kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh pengawal istana, maka kediaman 2 keluarga itu sudah dibakar menjadi rata dengan tanah, semua tetangga pun melarikan diri.

Wei Tian Yuan sudah berlatih ilmu silat yang tinggi, daya penglihatannya 1 ebih baik d ari o rang 1 ain.

M eskipun t idak a da b ulan dan bintang yang menerangi, tapi begitu dia berkonsentrasi dia dapat melihat semuanya dengan jelas.

Walaupun demikian dia tidak bisa mencari tempat sewaktu dia masih kecil.

Sudah puluhan tahun lamanya, dan letak tempat itu sudah berubah.

Kedua rumah mereka sudah roboh, rumput liar tumbuh dimanamana.

Kolam air yang ada di belakang rumah menjadi kolam yang berbau busuk.

Hal ini terjadi karena tidak ada orang yang mengurusi tempat ini.

Wei Tian Yuan sangat sedih.

Dulu ketika dia masih kecil sewaktu malam tiba dia dengan Xue Jun biasa menangkap jangkrik.

Wei Tian Yuan berpikir, dengan rumput-rumput yang panjang seperti ini mungkin jangkrik-jangkrik yang ada semakin banyak.

Dalam hatinya dia terus memanggil nama Xue Jun, tapi kemudian malahan dia menjadi terkejut karena dia dapat mendengar suara yang benar-benar nyata memanggil namanya.

Meskipun suara ini hanya sayup-sayup, kadang ada kadang tidak ada, lapi dari suara yang sedih ini dia tahu bahwa yang memanggilnya adalah Xue Jun.

Begitu dia mendekat, Wei Tian Yuan masih bisa melihat bayangan orang itu pergi dan menghilang di balik bebatuan dan rumput liar.

Hati Wei Tian Yuan sangat sedih, dia berteriak,"Xue Jun!

Biarpun kau adalah setan atau orang, aku minta kau datang dan menemuiku!"

Bukan setan tapi orang, ada 2 orang. Mereka bukan perempuan melainkan 2 orang laki-laki yang berbadan tegap. Mereka langsung membentak.

"Wei Tian Yuan, kau berani sekali datang ke tempat ini? Biarpun kau adalah Fei Tian Shen Long, biarpun kau mempunyai sayap jangan harap kau dapat meninggalkan tempat ini!"

Wei Tian Yuan langsung menyerang dengan telapaknya, tapi orang itu tidak menghindar, hanya dengan membungkukkan badannya, dengan telapak kirinya dia menyerang ke arah tenggorokan Wei Tian Yuan dan dengan tangan kanannya dia menyerang ke ketiak Wei Tian Yuan dengan waktu yang hampir bersamaan.

Wei Tian Yuan berteriak dan langsung memutar tangan kanannya.

Kedua belah pihak mengeluarkan jurus-jurus yang sangat lihai.

Pada waktu yang bersamaan orang kedua sudah mulai saling serang Wei Tian Yuan berada di posisi sebelah kirinya.

Orang itu menggunakan senjata Pan Guan Bi Pena.

Walau dalam keadaan yang gelap dia masih bisa menotok pada bagian urat nadi dengan tepat.

Wei Tian Yuan tidak berani menganggap remeh lawan-lawannya, dia mengeluarkan ilmu andalannya, Long Zhao Shou (Cakar Naga).

Laki-laki itu berhasil mengenai bagian pundak dan bersamaan Wei Tian Yuan juga sudah beradu telapak dengan yang satunya.

Hanya terdengar suara kain robek dan baju bagian pundak Wei Tian Yuan sudah robek, tapi 2 orang itu juga sudah terlontar jauh oleh tenaga telapak Wei Tian Yuan, tapi 2 orang itu tidak terluka sama sekali.

Dalam hatinya Wei Tian Yuan berpikir.

"Anak buah Mu Zhi Yao sangat lihai, benar-benar tidak boleh dianggap remeh."

Sekarang Wei Tian Yuan sudah mengeluarkan ilmunya yang hebat.

Ilmunya seperti kapak yang membelah gunung, palu yang menghantam batu.

Telapak dan kepalan tangannya digunakan silih berganti.

Kedua orang laki-laki yang diserang secara dahsyat oleh Wei Tian Yuan sudah mulai menampakkan rasa gentarnya, sebelum kalah lebih lanjut, mereka segera membalikkan badan melarikan diri.

Wei Tian Yuan yang sejak tadi merasa sedih dan tidak ada tempat untuk mencurahkan kekesalannya itu.

Dia ingin melampiaskan kesedihan dan kekesalannya pada kedua orang ini, dia segera membentak.

"Kalian datang untuk mengantarkan kematian, jangan harap kalian dapat melarikan diri!"

Pria yang tadi beradu telapak dengan Wei Tian Yuan berteriak,"Roboh kau!"

Begitu berteriak dia segera melepaskan senjata rahasia.

Senjata rahasia itu segera meledak di atas kepala Wei Tian Yuan.

Tubuh Wei Tian Yuan sudah terkurung di dalam asap itu.

Wei Tian Yuan mengeluarkan suatu ilmu untuk menyapu asap itu.

Dia mencium sesuatu wewangian, asap itu menyerang masuk melewati hidungnya.

Dia hanya mencium sedikit wewangian itu, tapi dia sudah merasakan kepalanya pusing, tubuhnya sudah mulai tidak dapat dikendalikan lagi.

Pada waktu itu terdengar suara yang jemih.

"Orang jahat, kau berani menggunakan senjata rahasia yang begitu kejam. Awas lihatlah pedang ini!"

Wei Tian Yuan sangat terkejut, ternyata yang datang adalah Shang Guan Fei Feng.

Di dalam kegelapan hanya terdengar beberapa kali suara senjata yang beradu, kemudian terdengar lagi suara orang yang berteriak, sepertinya kedua orang itu terluka dan kabur.

Shang Guan Fei Feng berjalan ke arah Wei Tian Yuan dan berkata,"

Bagaimana keadaanmu sekarang? Coba kau tarik nafas panjang, apakah kau terkena wewangian beracun?"

Wei Tian Yuan menarik nafas sebanyak 3 kali dan dia merasa keadaannya lebih baik dan berkata 'Wewangian ini sangat unik. Aku merasa seperti mabuk arak, tapi tidak terasa seperti terkena racun."

Shang Guan Fei Feng menghembuskan nafas dan berkata,"Sekarang aku lebih tenang.

Apakah kau tahu senjata rahasia apa itu?

Itu adalah bom asap wewangian dari sekte Tian Mo (Setan Langit) yang berasal dari Tibet.

Racun itu bisa mengakibatkan orang yang terkena akan tidur selama 3 hari 3 malam.

Tak kusangka ilmu silatmu sudah pulih, dan bisa dikatakan lebih maju."

Wei Tian Yuan pernah mendengar kelihaian dari bom asap ini, dia tampak berpikir sebentar kemudian berkata.

"Bukan ilmu silatku yang maju pesat, melainkan karena arak yang kau berikan kepadaku, kau sudah menaruh obat penawar di dalam arak itu, karena aku banyak minum, dipastikan racun semacam itu tidak akan terlalu mempengaruhi tubuhku, tapi ada satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu."

"Mengenai apa?"

Sebenarnya Wei Tian Yuan ingin mengatakan bahwa dia pernah bertemu dengan Xue Jun, tapi dalam hati dia masih mencurigai, apakah' Xue Jun yang ditemuinya adalah roh atau orang, ataukah Shang Guan Fei Icng yang menyamar menjadi Xue Jun lagi."

Tapi setelah dipikir-pikir, dia hanya ingin mencari tahu saja,"Mengapa kau bisa datang ke sini?"

Tanya Wei Tian Yuan. Shang Guan Fei Feng tahu bahwa Wei Tian Yuan pasti akan menanyakan hal ini, dia tertawa dan menjawab.

"Begitu kau keluar dari penginapan, aku sudah mengikutimu, mungkin karena kau benar-benar langat ingin bertemu dengan Kakak Xue Jun, maka begitu ada yang mengikutimu, kau tidak merasakan nya."

Jantung Wei Tian Yuan berdebar-debar, kemudian dia berkata.

"Kalau begitu, kau datang dari belakangku, kau bukan datang sebelum aku bukan?"

"Benar, mengapa kau bertanya seperti itu kepadaku?"

Kata Wei Tian Yuan,"Apakah kau sempat bertemu dengan Xue Jun?"

Shang Guan Fei Feng tertawa dan menjawab 'Apakah kau sendiri sudah bertemu dengannya?"

Kata Wei Tian Yuan,"Benar, aku sudah bertemu dengannya, tapi entah itu hanya rohnya atau, atau...."

Kata Shang Guan Fei Feng sambil tertawa 'Menurut orang-orang, bila pagi-pagi terlalu banyak berpikir, malam harinya kau akan memimpikannya, kau selalu merindu kan Kakak Xue Jun, pantas dalam mimpi pun kau merasa telah bertemu dengannya."

Kata Wei Tian Yuan keras kepala,"Aku benar-benar telah bertemu dengannya, bukan di dalam mimpi!"

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata,"Apakah kau tahu kau sudah bertemu dengan siapa?"

"Apakah itu adalah kau?"

"Benar, itu adalah aku, aku melihatmu mondar-mandir seperti orang gila. Kau terus menerus menarik nafas. Aku tahu kau masih merindukan Kakak Xue Jun, karena itu aku memutar dan bersembunyi di balik batu, tadinya aku ingin bercanda denganmu."

Wei Tian Yuan masih ragu-ragu dan berkata.

"Baju yang kau kenakan berwarna hitam, tapi baju yang dipakai oleh perempuan itu berwarna putih."

Shang Guan Fei Feng bertanya,"Apakah di dalam kegelapan kau dapat melihatnya dengan jelas?"

"Waktu itu aku melihat hanya sekilas, aku tidak begitu jelas melihatnya. Tapi jika kau memakai baju hitam, bagaimana aku bisa melihat sekelebat bayangan?"

Tanya Shang Guan Fei Feng.

"Apakah karena kau hanya melihat sekilas lalu kau bisa mengambil kesimpulan bahwa kau telah melihat Kakak Xue Jun?"

"Walaupun Xue Jun dibakar menjadi abu sekalipun aku masih dapat mengenalinya dengan jelas. Xue Jun sangat menyukai pakaian berwama putih. Aku melihat bayangan putih tadi bukan melihat bayangan hitam."

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata.

"Di kuil kuno itu, kau juga sudah 2 kali menganggap aku sebagai Kakak Xue Jun, aku adalah orang yang masih hidup dan belum menjadi abu."

Walaupun Wei Tian Yuan tidak dapat menjawab lagi, tapi dia tetap berkata.

"Kau memakai pakaian serba hitam tidak mungkin aku melihat bayangan hitam."

Shang Guan Fei Feng tertawa dan bertanya,"Kau lihat ini benda apa?"

Shang Guan Fei Feng memperlihatkan gelang giok yang biasa dipakainya dan dia berkata.

"Gelang giok ini berwarna putih, yang kau lihat tadi adalah gelang giok ini."

Walaupun demikian, hati Wei Tian Yuan tetap berpikir.

"Cahaya gelang dan bayangan orang, bagaimana mungkin aku tidak dapat membedakannya?"

Setelah memikirkannya lagi, dia berkata.

"Mungkin jika beberapa hari yang lalu aku masih sakit dan sulit untuk membedakan Xue Jun dan Shang Guan Fei Feng, tapi sekarang aku benar-benar sadar seutuhnya."

Shang Guan Fei Feng terus berkata.

"Jika bayangan itu adalah Xue Jun, itu tidak mungkin, sebab menurut tahyul setan tidak mempunyai bayangan."

Wei Tian Yuan hanya bisa menaruh curiga tapi tidak dapat membantahnya. Shang Guan Fei Feng tetawa dan berkata.

"Hari sudah akan terang, jika kita tetap berada di sini jangan-jangan kita nanti dianggap sebagai setan."

"Fei Feng, kau harus menyetujui dulu satu permintaanku, jika tidak aku tidak akan pergi."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Kau sangat bertele-tele, masih ada hal apa lagi?"

Kata Wei Tian Yuan,"Sesuatu yang amat mudah. Aku minta agar kau memanggilku dengan sebutan Kakak Yuan."

"Kau sangat aneh, mengapa kau memintaku untuk memanggilmu Kakak Yuan?"

Tiba-tiba Shang Guan Fei Feng mengerti dan tertawa 'Apakah tadi kau mendengar Kakak Xue Jun memanggilmu dan sekarang kau ingin aku memanggilmu seperti yang Kakak Xue Jun lakukan? "

Shang Guan Fei Feng menarik nafas dan berkata.

"Kakak Yuan, jika kau seperti ini terus lama-lama kau bisa gila. Aku tidak mau menuruti permintaanmu dengan memanggilmu Kakak Yuan. Kau merindukan dia ampai gila, suara jangkrik pun kau katakan sebagai suara Kakak Xue Jun yang memanggilmu."

Wei Tian Yuan sepertinya masih bisa mendengar suara Xue Jun yang memanggilnya.

"Kakak Yuan, Kakak Yuan!"

Suara yang begitu sedih dan putus asa.

Memang Shang Guan Fei Feng bisa mengunakan suara perut, namun suara yang tadi dia dengar begitu sedih dan putus asa, Shang Guan Fei Feng tidak mungkin bisa menirukannya karena itu adalah suatu perasaan, oleh karena itu Wei Tian Yuan memaksanya untuk menirukan nya.

Shang Guan Fei Feng tetap menolak, Wei Tian Yuan tidak dapat memaksanya lagi.

Hati Wei Tian Yuan pada saat ini sangat kacau, dia yakin sekali bahwa suara yang tadi dia dengar adalah suara Xue Jun.

Shang Guan Fei Feng menarik nafas dan berkata.'Tiap orang menginginkan hatinya tenang, tapi kau lebih mementingkan orang yang sudah meninggal dibandingkan dengan orang yang masih hidup.

Kau tinggal di sini saja untuk menemani roh Kakak Xue Jun, aku juga tidak dapat memaksamu kembali ke penginapan."

Shang Guan Fei Feng membalikkan tubuhnya bersiap-siap untuk pergi dari tempat itu. Wei Tian Yuan merasa sangat bersalah dan berkata.

"Kau adalah orang yang paling baik terhadapku, tidak mungkin aku tidak menganggapmu, jangan memperlaku kan aku seperti itu, kau membuatku semakin sedih."

Wajah Shang Guan Fei Feng langsung tertawa ceria dan bertanya.

"Benarkah kau menganggapku sebagai orang yang paling baik kepadamu?"

"Benar, kakekjuga baik kepadaku karena dia yang membesarkanku. Dia menganggap aku sebagai cucunya sendiri. Berbuat baik kepadaku itu adalah hal yang wajar."

Tanya Shang Guan Fei Feng,"Apakah aku berbuat baik kepadamu itu adalah hal yang tidak wajar?

Apakah kau mengira kita yang tadinya tidak saling mengenal dan sekarang aku baik kepadamu, berarti aku ada maksud..."

Kata Wei Tian Yuan cepat-cepat,"Bukan, bukan itu maksudku, jangan kau curiga dulu..."

Tanya Shang Guan Fei Feng,"Bagaimana penjelasan kata-katamu tadi?"

"Aku juga tidak tahu bagaiman aku mengatakannya, yang penting aku sangat berterima kasih kepadamu."

Shang Guan Fei Feng menarik nafas dan berkata.

"Aku tidak selalu baik kepada orang yang baru kukenal, tapi terhadapmu aku tidak tahu mengapa aku bisa bersikap baik?"

Wei Tian Yuan tidak tahu harus bagaimana menjawabnya. Shang Guan Fei Feng melihatnya dan bertanya/'Kecuali kakekmu siapa lagi yang bersikap baik kepadamu? "

"Adik seperguruanku, Shu Yu juga sangat baik kepadaku, tapi aku selalu menganggap dia sebagai adikku."

Berarti kebaikan Qi Shu Yu tidak sama dengan kebaikan Shang Guan Fei Feng terhadap Wei Tian Yuan. Tanya Shang Guan Fei Feng.

"Kau menganggap Qi Shu Yu sebagai adikmu, lalu kau menganggapku sebagai apa?"

"Aku harap kau jangan marah."

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata.

"Semua perkataanmu akan kusimpan dalam hari saja, aku tidak akan marah."

"Baiklah! Walaupun usiamu berada di bawahku namun berdasarkan pengalaman dalam menghadapi orang kau jauh lebih pintar dari aku. Aku akan selalu menganggapmu orang yang lebih tua dariku."

Tawa Shang Guan Fei Feng langsung membeku, tapi dia memaksakan diri untuk berkata.

"Kalau begitu kau harus menjadi adik yang baik, kau harus mendengarkan kata-kata kakakmu ini."

Kata Wei Tian Yuan,"Aku akan selalu mendengar semua katakata kakak. Sekarang mari kita sama-sama pergi ke Yang Zhao."

Sesudah berjalan beberapa lama, Wei Tian Yuan bertanya kepada Shang Guan Fei Feng.

"Kakak Feng, apakah ketika kau berada di ibu kota kau pernah bertemu dengan adikku, Qi Shu Yu?"

"Tidak pernah!"

Tanya Wei Tian Yuan lagi.

"Mengapa kau bisa mengetahui bahwa dia akan pergi ke Yang Zhou?"

"Aku mendengar perkataan Tang Huai Yuan, menurut perkiraannya, ayah Shu Yu sudah 'ikut Yin Hu pergi, masa dia tidak mau ke Yang Zhou untuk bertemu dengan ibunya?"

Kata Wei-Tian Yuan,"Perkiraan ini sangat masuk akal. Aku harap di Yang Zhou bisa bertemu dengan Shu Yu."

Tanya Shang Guan Fei Feng,"Apakah kau pernah bertemu dengan ibunya? Jika kalian bertemu di Yang Zhou kalian bisa berkumpul."

Suara Shang Guan Fei Feng terdengar cemburu.

Wei Tian Yuan hanya diam saja, dia mengetahui perasaan Shang Guan Fei Feng kepadanya, biarpun Shang Guan Fei Feng tidak mengatakan apa pun.

Wei Tian Yuan merasa bersalah.

"Sayang, aku sudah memberikan hatiku kepada Xue Jun. Tidak disangka, biasanya aku adalah orang yang tegas, namun sekarang aku sudah mengecewakan perasaan 2 orang gadis. Kebaikan mereka tidak bisa aku balas."

Wei Tian Yuan sedang memikirkan adik seperguruannya, Qi Shu Yu, dia hanya menganggapnya sebagai adik, namun dia sudah mengetahui bahwa adik seperguruannya ini menaruh hari kepadanya.

Wei Tian Yuan berharap bisa bertemu dengan Qi Shu Yu, tapi dia juga takut bertemu dengannya.

Dia juga takut bila dia datang bersama-sama dengan Shang Guan Fei Feng, akan terjadi hal yang sangat memusingkan.

Shang Guan Fei Feng sepertinya juga banyak mengalami keruwetan, hanya mereka berdua tidak mengatakannya kepada masing-masing pihak.

Wei Tian Yuan tidak mengetahui bahwa Shang Guan Fei Feng sudah pernah bertemu dengan Qi Shu Yu dan Chu Tian Shu, hanya mereka berdua tidak menyadarinya.

Pada saat itu Qi Shu Yu mencari kediaman Shang Guan Fei Feng yang berada di Bei Jing.

Alamatnya diberikan oleh Yin Hu.

Qi Shu Yu tidak pernah bertemu dengan Shang Guan Fei Feng, juga ndak mengetahui identitasnya.

Pertama kali mendengar nama Shang Guan Fei Feng yaitu berasal dari mulut Xue Jun.

Xue Jun memberi tahu kepadanya bahwa Shang Guan Fei Feng adalah seorang perempuan yang mempunyai ilmu silat tinggi namun mempunyai sifat sedikit aneh.

Dia selalu muncul di mana-mana.

Xue Jun pernah dibantu olehnya.

Shang Guan Fei Feng sepertinya berteman baik dengan Wei Tian Yuan.

Xue Jun memberitahukan hal ini karena sebelumnya Wei Tian Yuan tidak berteman baik dengan siapa pun.

Pada saat itu Mu Juan Juan menyuruh Qi Shu Yu mencari Shang Guan Fei Feng, karena Shang Guan Fei Feng adalah orang yang bisa membantunya.

Qi Shu Yu percaya bahwa Mu Juan Juan tidak akan berbohong kepadanya.

Dia lebih percaya kepada Xue Jun yang tidak akan salah menilai orang.

Dengan keyakinan itu Qi Shu Yu pergi mencari Shang Guan Fei Feng.

Dia ingin Shang Guan Fei Feng untuk membantu kakak seperguruannya juga ingin dia membantu kakak seperguruannya terlepas dari bahaya.

Tidak disangka rumah yang dicarinya adalah sebuah rumah yang sangat besar dan sangat misterius.

Dia tidak bertemu dengan Shang Guan Fei Feng namun dia bertemu dengan Chu Tian Shu.

Yang lebih tidak disangka, dia dan Chu Tian Shu sama-sama diserang oleh orang dan mereka hampir saja tewas di tangan Yu Wen Hao.

Chu Tian Shu pingsan terkena racun, Qi Shu Yu sendiri pun terkena racun Yu Wen Hao.

Yu Wen Hao adalah putra Mu Hao Hao.

Jarum keluarga Mu lebih lihai dari jarum milik Shi Chian Tang (keluarga Tang).

Untung waktu itu Qi Shu Yu belum roboh, hal itu membuat Yu Wen Hao terkejut dan melarikan diri.

Waktu Chu Tian Shu sudah sadar, dia sudah berada di dalam kuil dan Qi Shu Yu masih berbaring di sisinya, dia juga belum sadarkan diri.

Pada waktu itu Chu Tian Shu seperti masuk ke dalam lingkaran kabut, dia tidak mengetahui bahwa semua itu semua adalah perbuatan Shang Guan Fei Feng.

Sekarang Shang Guan Fei Feng dan Wei Tian Yuan sedang berjalan bersama-sama menuju Yang Zhou.

Hari itu sewaktu dia baru pulang, dia melihat Chu Tian Shu dan Qi Shu Yu yang sudah pingsan karena keracunan.

Sebenarnya bisa saja dia membawa kedua orang itu masuk ke dalam rumahnya dan menolong mereka di sana, tapi tiba-tiba dia memikirkan suatu hal yang aneh, sebenarnya pikiran ini mengandung suatu tujuan yang ingin dia capai.

Dia ingin Chu Tian She dan Qi Shu Yu berada dalam suatu situasi sulit, kecuali hanya ada perasaan adik kakak, mungkin akan ada perasaan yang lebih dari itu.

Shang Guan Fei Feng mengetahui bahwa ibu Qi Shu Yu adalah ibu tiri Chu Tian Shu, berarti mereka adalah adik kakak, tapi mereka bukan berasal dari satu ayah atau satu ibu.

Mereka hanya sepasang adik kakak yang berbeda ayah dan ibu.

Adik kakak semacam ini tentu saja boleh menikah.

Yang mengganjal di hati mereka bukan permasalahan status adik atau kakak, melainkan dalam hati Qi Shu Yu hanya ada Wei Tian Yuan, dan di dalam hati Chu Tian Shu hanya ada Xue Jun.

Cara yang terbaik adalah menempatkan mereka di posisi yang sulit, mereka akan merasa mempunyai perasaan berhutang budi kepada pihak masing-masing, karena perasaan berterima kasih inilah maka akan timbul perasaan yang lain.

Karena itulah Shang Guan Fei Feng membawa mereka ke sebuah kuil tua, dan meninggalkan obat penawar untuk mereka berdua.

Sebenarnya obat saja tidak akan bisa membersihkan racun dari jarum keluarga Mu, karena itu pula Shang Guan Fei Feng meninggalkan sepucuk surat yang berisi petunjuk kepada Chu Tian Shu bagaimana cara mengobati dan menawarkan racun dari tubuh Qi Shu Yu, begitu ilmu silat Chu Tian Shu sudah mulai pulih setengahnya, dia akan bisa membantu Qi Shu Yu melancarkan aliran darahnya.

Bila mengingat hal ini, perasaan Shang Guan Fei Feng menjadi tidak enak, dia berpikir.

"Aku lakukan semua ini tidak secara terbuka, bila diketahui oleh Kakak Yuan, dia akan menghina diriku."

Tapi dia segera memikirkan hal lainnya.

"Aku lakukan semua ini pun tidak merugikan orang lain, Kakak Yuan tidak menyukai adik seperguruannya, berarti Qi Shu Yu lah yang bertepuk sebelah tangan, bila Jiang Xue Jun masih hidup pun dia tidak akan mau menikah dengan Chu Tian Shu, karena alasan itu pula mereka berdua patah hati, bila aku bisa menjodohkan mereka berdua, ini pun akan menjadi kebaikan untuk mereka berdua."

Mereka berdua berjalan tanpa bersuara, tiba-tiba Wei Tian Yuan menolehkan kepalanya dan berkata.

"Fei Feng, mengapa sejak tadi kau tidak bersuara?"

"Kau sendiri pun tidak bersuara."

"Hatiku sedang kacau, aku sedang malas berbicara, tapi aku bisa mendengar kau berbicara kepadaku."

Tanya Shang Guan Fei Feng,"Kau ingin mendengar kata-kata yang menghibur hatimu?"

"Tidak ada hal yang bisa membuatku gembira."

Shang Guan Fei Feng tertawa dan bertanya.

"Bukankah kau sedang mengkhawatirkan keadaan adik seperguruanmu? Aku percaya kau pasti akan bertemu dengannya lagi, mungkin ada kabar gembira yang akan dia ampaikan kepadamu."

Tanya Wei Tian Yuan.

"Kabar gembira tentang apa?"

Shang Guan Fei Feng tertawa dan menjawab.

"Aku tidak boleh membocorkan rahasia Tuhan, nanti pun kau akan tahu sendiri."

Kata Wei Tian Yuan.

"Kata-katamu terdengar misterius dan membuat mang menjadi penasaran, baiklah tidak apa-apa bila kau tidak mau mengatakannya, bisakah kita berjalan agak cepat supaya dapat tiba lebih cepat di Yang Zhou?"

Kecemasannya agak berkurang, tapi penampilannya masih lesu, kabar tentang adik seperguruannya pun tidak bisa membuat hatinya merasa gembira. Shang Guan Fei Feng ingin tertawa, dalam hati dia berpikir.

"Kakak Wei tidak tahu bahwa kuil tua itu adalah tempat di mana adik seperguruannya sedang menyembuhkan lukanya, bila sudah tiba di Y ang Zhou dan mereka sempat mengobrol, Qi Shu Yu bisa menebak tujuanku." ---ooo0dw0ooo---D. Pulang ke Selatan Chu Tian Shu dan Qi Shu Yu sedang dalam perjalanan pulang ke selatan, Chu Tian Shu merasa Qi Shu Yu sedang tidak enak hati, maka dia mengajak ngobrol Qi Shu Yu.

"Kau belum pernah ke Jiang Nan, apakah benar? Pemandangan di sana sangat indah, apalagi di Yang Zhou dan Hang Zhou sangat terkenal akan pemandangannya. Seorang penyair dari Dinasti Tang, Du Mu membuat suatu syair. Terlihat gunung yang hijau dan air yang mengalir, Walaupun musim gugur sudah berlalu, Tapi padang rumput Jiang Nan belumlah layu. Malam melewati 24 jembatan, Kekasih mengajar meniup seruling."

Puisi ini menggambarkan Yang Zhou. Qi Shu Yu tertawa dan berkata.

"Aku bukanlah kekasihmu dan aku tahu kau tidak akan mengajariku meniup seruling, aku hanya mengingat 2 kalimat jika ke Yang Zhou."

"Kalimat apakah itu?"

"Bawalah uang yang banyak. Naiklah bangau ke Yang Zhou. Tapi aku tidak mempunyai uang, jika sudah sampai di Yang Zhou kau "

Kan menghabiskan banyak uang."

Chu Tian Shu tertawa dan berkata,"Sepertinya kau melupakan satu hal."

"Mengenai apa?"

"Kau adalah adikku, berarti semua barang milikku, milikmu juga. jangan kau ucapkan kalimat itu lagi."

Kata Qi Shu Yu sambil tertawa kecut,"Tidak kusangka kita bisa menjadi adik kakak. Apakah ayahmu sudah sembuh? Dan apakah dia sudah kembali ke Jiang Nan?"

Chu Tian Shu mengetahui siapa yang ditanya, ternyata waktu mereka kembali ke ibu kota, ayah dan ibu tiri Chu Tian Shu sudah kembali ke Yang /hou. Kata Chu Tian Shu.

"Sewaktu kita kembali ke ibu kota, ayah dan ibu Millah meninggalkan kantor Biao selama 3 hari. Ketua Biao, Tang Huai Yuan yang mengantarkan mereka pulang ke Yang Zhou."

Dalam hatinya Qi Shu Yu berpikir.

"Ibu tetap kembali ke keluarga Chu, ?ha pasti sudah mengetahui bahwa Yin Hu sudah pergi dengan ayah. IVikawinan dia dan ayah dilakukan karena terpaksa, jika bukan karena Yin I lu masuk di antara mereka, mereka tetap tidak akan bertahan hingga tua. Aku berharap ibu bisa berbahagia di masa tua, urusan mereka kami tidak ln%a ikut campur."

Qi Shu Yu bertanya/'Mengapa Ketua Biao, Tang Huai Yuan yang mengantar ayahmu pulang, apakah sakit ayahmu...? "

Kata Chu Tian Shu,"Penyakit ayah belum sembuh total, tapi 'A nya sudah sembuh.

Sebenarnya penyakit yang diderita oleh ayah hanya diketahui dengan jelas oleh Paman Tang.

Paman mengatakan bahwa sakit ayah sangat berat."

Qi Shu Yu merasa aneh dan dia bertanya,"Mengapa?"

Kata Chu Tian Shu.

"Jika Paman Tang tidak mengatakan demikian maka ayah tidak bisa meninggalkan ibu kota."

Tanya Qi Shu Yu.

"Bukankah Tang Huai Yuan datang ke Yang Zhou untuk mengontrol kantor cabangnya di sana? Aku mendengar orang-orang mengatakan demikian."

"Benar, kepada orang-orang kantor dia mengatakan demikian."

Tanya Qi Shu Yu,"Kepada siapa dia mengatakan alasan ini?"

"Kepada kepala pengawal kerajaan, Mu Zhi Yao."

Qi Shu Yu baru mengerti, dia menghitung dalam hati kemudian bertanya.

"Berarti mereka sudah pergi 2 hari sebelum pertarungan di Mi Mo Ya?"

Karena dia dan Chu Tian Shu pergi ke ibu kota setelah pertarungan Mi Mo Ya.

"Ya, benar."

Kata Chu Tian Shu lagi.

"Mereka berusaha menghindari pertarungan di Mi Mo Ya."

"Ayahku dan Paman Tang menghindari pertarungan menghadapi Wei Tian Yuan. Paman Tang adalah teman baik ayahku, Mu Zhi Yao sudah mengetahuinya. Sekarang ini Mu Zhi Yao tidak ada alasan untuk melarang Paman Tang."

Tiba-tiba Qi Shu Yu berkata.

"Kak, aku ingin bertanya sesuatu padamu, aku harap kau bisa menjawabnya."

"Mengenai apa?" ? "Apakah Kakak Xue Jun benar-benar sudah meninggal?"

Chu Tian Shu sangat terkejut dan dia balik bertanya,"Dari mana kau tahu? Qi Shu Yu berkata/'Berarti kabar itu benar, sebab aku melihat matamu merah seperti baru menangis."

Kata Chu Tian Shu sambil menundukkan kepalanya.

"Penyakitmu baru sembuh, aku takut kau sedih karena itu aku tidak memberitahukan hal ini padamu."

Kata Qi Shu Yu,"Kakak, jika kau bersedih sendiri maka hatimu akan kacau, Kak kau bodoh sekali."

Qi Shu Yu tiba-tiba merasa sedikit curiga.

"Mungkinkah selain dia takut aku merasa sedih karena Kakak Xue Jun meninggal atau ada hal yang lain?"

Sebelum ini Qi Shu Yu selalu menganggap Xue Jun sebagai musuh dalam percintaannya, tapi setelah mengetahui riwayat hidupnya, mereka berdua menjadi teman, tapi hubungan mereka hanya teman biasa tidak seperti Chu Tian Shu dan Jiang Xue Jun yang sangat erat hubungannya.

Dalam hatinya Qi Shu Yu berpikir.

"Kematian Kakak Xue Jun tentu membuat Kakak Chu sedih, tapi mengapa dia mengkhawatirkan diriku?"

Chu Tian Shu sepertinya mengetahui apa yang dipikirkan oleh Qi Shu Yu dan dia berkata.

"Adik, kita berdua baru saja selamat dari pintu kematian, semua hal harus lebih terbuka jika dipikirkan."

Kata Qi Shu Yu,"Kau tenang saja Kak, aku sudah banyak melewati hal-hal yang menyedihkan. Kabar sesedih apa pun aku yakin aku bisa mengatasinya."

"Kau ingin mengatahui hal apa?"

"Aku ingin mengetahui tentang pertarungan di Mi Mo Ya dan mengapa Kakak Xue Jun bisa meninggal?"

Jawab Chu Tian Shu,"Bukankah kau sudah mengetahuinya?"

"Aku hanya mendengar dari orang lain, hal yang sebenarnya aku tidak begitu jelas mengetahuinya."

Kata Chu Tian Shu.

"Aku juga hanya mengetahui apa yang dikatakan oleh orang-orang, hal yang sebenarnya aku pun tidak begitu jelas."

Kata Qi Shu Yu,"Bagaimana pun juga kau tentunya mengetahui lebih banyak daripada aku."

Dengan terpaksa Chu Tian Shu mengatakan apa yang diketahuinya.

"Menurut orang-orang setelah Jiang Xue Jun membalas dendamnya dia langsung meminum racun untuk bunuh diri."

Qi Shu Yu sangat terkejut dan bertanya,"Mengapa dia harus minum racun untuk bunuh diri?"

Chu Tian Shu menarik nafas dan dia menjawab.

"Jika kau bertanya padaku, aku harus betanya kepada siapa? Kecuali Xue Jun yang hidup kembali dan menceritakannya, jika tidak, tidak ada seorang pun yang bisa menceritakannya."

Mulutnya mengatakan demikian tapi di hatinya dia terus bertanya-tanya, jika ada orang yang mengetahuinya orang itu adalah Wei Tian Yuan, walaupun Wei Tian Yuan mengetahui penyebabnya dia tidak akan memberitahukan hal ini padanya.

Tiba-tiba Qi Shu Yu bertanya/'Sewaktu Xue Jun meninggal, apakah Wei Tian Yuan berada di sisinya?"

Jawab Chu Tian Shu dengan sedih,"Katanya Xue Jun mati di pelukan Wei Tian Yuan."

Pikir Qi Shu Yu.

"Kakak Xue Jun bisa mati di pelukan orang yang dia untai, hingga menjelang k ematiannya p un dia bisamenutup matadengan iman g."

Walaupun Qi Shu Yu merasa sedih, tapi dia masih terbawa oleh rasa i cmburu. Dia bertanya Iagi,"Siapa yang mengurus pemakamannya?"

"Katanya yang mengurus adalah si gadis aneh itu, yaitu Shang Guan Fei Feng."

Qi Shu Yu mengerutkan dahi dan berkata.

"Shang Guan Fei Feng lagi, kita belum mengetahui identitasnya dengan jelas, dia dan Kakak Xue Jun hanya bertemu sebentar, mengapa dia yang mengurus pemakamannya?"

Chu Tian Shu menghela nafas dan berkata.

"Bila aku berada di sana, aku pasti akan membawa jenasahnya ke Yang Zhou, dan menguburkannya bersama-sama dengan ibu dan ayahnya di Lai Wu, tapi waktu itu...."

"Bagaimana keadaan pada saat itu?"

"Pada saat itu Kakak Wei mu terluka, begitu juga dengan Tuan Jian Da dan Tuan Jian Er, yang;mengetahui bahwa paman guru Xue Jun tak lain adalah ayahku hanya adiknya Tang Huai Yuan, yaitu Tang Huai Yi. Menurut Tang Huai Yi, saat itu masih banyak orang yang ingin membuat perhitungan dengan Wei Tian Yuan, dan orang-orang itu adalah mereka yang diundang oleh Mu Zhi Yao, untung Shang Guan Fei Feng muncul dengan jurus Pedang Bayangannya, mengejutkan orang-orang yang berada di sana, sebagian malah ada yang menuruti perintah Shang Guan Fei Feng, akhirnya pertarungan itu bisa dihentikan."

Qi Shu Yu terkejut dan berkata.

"Apakah kekuatan Shang Guan Fei Feng begitu besar, apakah sudah ada yang mengetahui identitasnya?"

"Sudah ada yang mengetahuinya, nanti akan kuceritakan kepadamu."

"Baiklah, coba kau ceritakan keadaan waktu itu."

Kata Chu Tian Shu.

"Xue Jun mati di pelukan Wei Tian Yuan, pada saat itu Wei Tian Yuan sendiri pun sudah pingsan, saat itu keadaannya sangat kacau, Shang Guan Fei Feng menyuruh orangorang membawa mereka berdua turun ke kaki gunung, karena Shang Guan Fei Feng datang untuk menolong Wei Tian Yuan, Tang Huai Yi tidak berani melarangnya, dia sendiri harus mengurus Tuan Jian Da, jadi Tang Huai Yi tidak turun gunung, menurut orang-orang kantor Biao yang turun gunung lebih awal, di kaki gunung sudah menunggu sebuah kereta kuda, mereka melihat jenasah Xue Jun dimasukkan ke dalam kereta kemudian mereka pun pergi meninggalkan tempat itu."

Tanya Qi Shu Yu,"Bagaimana dengan keadaan Kakak Wei? Bagaimana dengan lukanya? Sewaktu turun dari gunung apakah dia sudah sadar?"

"Karena orang-orang kantor Biao pun ingin cepat-cepat meninggalkan tempat itu, mereka tidak berani dekat-dekat untuk melihatnya, mereka hanya melihat Wei Tian Yuan dipapah oleh Shang Guan Fei Feng masuk ke dalam kereta, tapi kereta yang membawa Wei Tian Yuan datang setelah kereta yang membawa jenasah Xue Jun pergi dari sana."

Qi Shu Yu merasa sangat khawatir dan bertanya.

"Kalau begitu, sekarang ini kakakku Wei Tian Yuan berada di mana? Apakah kau tahu dia sekarang berada di mana?"

Tiba-tiba Chu Tian Shu menarik nafas dan menjawab pertanyaan Qi Shu Yu.

"Ada satu hal yang harus aku beritahukan kepadamu, kau jangan mengatakan bahwa aku banyak menaruh curiga."

Kata Chu Tian Shu lagi.

"Tang Huai Yuan mengatakan bahwa hubungan mereka bukan hubungan pertemanan biasa."

Kata Qi Shu Yu,"ltu sudah pasti, bila tidak dia tidak akan mau membantu Kakak Yuan."

"Kali ini dia menggunakan jurus Pedang Bayangan untuk menolong Wei Tian Yuan, mungkin dia memiliki maksud lain."

Qi Shu Yu merasa aneh dan bertanya,"Apa maksudmu ada niat lain di balik semua itu?"

Jawab Chu Tian Shu.'Tuan Jian Da mengetahui identitasnya dan sudah memberitahukannya kepada Tang Huai Yi dan Tang Huai Yi sudah mengatakannya kepadaku, apakah kau tahu apa yang disebut dengan Pedang Bayangan Panji Sakti?"

Kata Qi Shu Yu,"Aku justru memang berniat menanyakannya kepadamu."

"Aku yakin kakekmu pernah mengatakannya kepadamu, bila belum pernah aku akan menceritakannya dari awal untukmu. Di puncak Gunung Kun Lun, tinggallah sebuah keluarga, marga mereka adalah Shang Guan, mereka adalah keluarga pesilat bagian Xi Yu (perbatasan bagian barat), mereka menggunakan ilmu pedang Bayangan, karena itu jurusnya disebut Pedang Bayangan. Shang Guan Fei Feng adalah putri dari keluarga ini, ayahnya bemama Shang Guan Yun Long, menurut orang-orang tingkat kemampuan pedangnya tidak ada yang dapat menandingi."

Setelah mendengar kata-kata Chu Tian Shu, Qi Shu Yu langsung bertanya.

"Apakah tidak ada yang bisa menahan jurus Pedang Bayangan nya?"

"Ada, dan orang itu adalah kakekmu."

Qi Shu Yu merasa aneh dan bertanya,"Mengapa kakek belum pernah menceritakan hal ini?"

"Menurut Tuan Jian Da, pertarungan itu terjadi kurang lebih 20 tahun yang lalu, saat itu jurus Pedang Bayangan milik Shang Guan Yun Long baru dilatih, kakekmu ke Gunung Kun Lun mencarinya dan mengajaknya bertarung ilmu pedang. Dia menghadapi 13 jurus pedang Qi, dan kakekmu menghadapi 14 jurus Pedang Bayangan, begitu sampai di jurus ke 14, itu ndalah jurus terakhir dari keluarga Shang Guan, sebenarnya kakekmu sudah tidak bisa bertahan lagi, dan dia akan terluka, untung kakekmu memiliki tenaga dalam yang lebih kuat dari Shang Guan Yun Long, dengan tenaga dalamnya kakekmu menutup serangan pedang, ujung pedang hanya tertinggal 7 sentimeter dari dada kakekmu, karena tenaga dalam inilah maka pedang Shang Guan Yun Long tidak bisa menusuk dada kakekmu, kemudian mereka tertawa bersama-sama, dalam pertarungan ini tidak ada yang menang atau pun kalah. Karena kakekmu usianya lebih tua 20 tahun dibandingkan musuhnya dan tenaga dalamnya lebih terlatih. Untuk menyamai tenaga dalam kakekmu dibutuhkan waktu selama 20 tahun, tapi dalam ilmu pedang harus diakui bahwa dia tidak terkalahkan."

Dalam hati Qi Shu Yu b erpikir.

"Pantas saja kakek sudah pensiun 20 tahun yang lalu, mungkin ini adalah penyebabnya. Dalam pertarungan pedang dia telah mengalami kekalahan, maka kakek kehilangan mukanya. Jadi kakek tidak mau menceritakan hal ini kepadaku."

Dia bertanya lagi tentang Panji Sakti Pedang Bayangan.

Kata Chu Tian Shu,"Panji itu adalah panji keluarga Shang Guan yang diwariskan secara turun temurun.

Seperti panji yang dimiliki oleh masing-masing kantor Biao."

Chu Tian Shu melanjutkan/'Shang Guan Yun Long tinggal di Gunung Kun Lun, walaupun jarang turun gunung, tapi dia didukung penuh oleh perkumpulan Xi Yu, 13 perkumpulan, dan mereka memilihnya sebagai ketua.

Orang di dunia persilatan mengetahui dalam perkumpulan Xi Yu mempunyai 4 kalimat terkenal.

Di atas Gunung Kun Lun, Ada Panji dan Pedang, Jika tidak tunduk kepada Panji dan Pedang Bayangan, Akan dibunuh!"

Kata Qi Shu Yu.

"Kalau begitu Shang Guan Yun Long adalah orang pertama di perkumpulan Xi Yu?"

Kata Chu Tian Shu.

"Dia sudah menjadi ketua dari 13 perkumpulan itu selama 20 tahun lebih. Orang dunia persilatan sudah banyak yang mengetahui 4 kalimat itu. Untuk perkumpulan yang lurus 4 kalimat itu tidak begitu menakutkan, namun bagi perkumpulam sesat, 4 kalimat itu sangat menakutkan."

Kata Qi Shu Yu.

"Pantas saja ketika Shang Guan Fei Feng mengeluarkan Panji Sakti Pedang Bayangan, sebagian besar orang yang diundang Mu Zhi Yao tidak berani bertarung dengan Kakak Wei, tapi kau mengatakan bahwa dia mengeluarkan panji itu untuk menolong Kakak Wei, apakah ada maksud tertentu?

Apakah artinya ini?"

Jawab Chu Tian Shu.

"Aku sudah pernah mengatakan panji itu adalah panji keluarga Shang Guan secara turun temurun, tapi panji ini sebenarnya sudah jarang dipergunakan, panji itu bisa memerintah Xi Yu tanpa harus dikeluarkan, tapi selain untuk memerintah dunia persilatan panji itu masih ada satu kegunaan lagi."

Qi Shu Yu melihat Chu Tian Shu yang tampak enggan mengatakan alasannya, hal ini membuatnya bertambah curiga, kemudian dia bertanya.

"Coba kau katakan apa kegunaannya yang satu itu?"

Jawab Chu Tian Shu.

"Seperti panji yang dimiliki oleh kantor Biao, panji mereka digunakan untuk melindungi benda bawaan mereka.

Sama halnya dengan panji sakti, pedang bayangan, panji itu digunakan untuk melindungi keluarga.

Jika Shang Guan Fei Feng mengeluarkan panji berarti dia menggunakan panji itu untuk melindungi keluarganya."

Kata Qi Shu Yu.

"Kata-katamu terus berputar-putar, tapi aku tetap tidak mengerti., keluarga Shang Guan hanya memiliki satu putri saja, jika begitu...."

Kata Chu Tian Shu.

"Maafkan aku, aku hanya bisa bercerita sampai di sini, sepertinya kata-kataku terlalu berbelit-belit, tapi aku sendiri pun tidak dapat berbuat apa-apa."

"Kalau begitu..."

Tiba-tiba dia mengerti suatu hal dan berkata.

"Aku sudah mengerti, Nona Shang Guan sudah menganggap Kakak Wei sebagai keluarganya, berarti... berarti...."

Dia merasa sedih dan kata-katanya pun terhenti, tapi dia sudah mengerti semuanya bahwa Shang Guan Fei Feng menganggap Wei Tian Yuan sebagai suaminya.

"Apakah Kakak Wei mengetahui apa maksud dari Shang Guan Fei Feng mengeluarkan panjinya?"

Qi Shu Yu seperti bertanya kepada Chu Tian Shu, tapi juga seperti bicara kepada dirinya sendiri.

"Aku bukan Kakak Wei mu, pertanyaan ini harus kau tanyakan sendiri kepadanya."

Qi Shu Yu merasa sorot mata Chu Tian Shu -seperti menaruh belas kasihan kepadanya.

"Kakak Chu, kau jangan membohongi aku lagi, aku sudah tahu apa yang akan kau katakan."

Kata Chu Tian Shu,"Kau jangan berpikir yang macam-macam."

"Apakah hanya karena kau tidak mau memberitahu maka aku tidak akan tahu?"

"Kau tahu mengenai apa?"

"Bila kau menganggap aku adalah adikmu, kau harus memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi. Apakah benar Kakak Wei dan Nona Shang Yuan adalah sepasang kekasih?"

Ternyata Qi Shu Yu sudah mengetahuinya, hanya saja kecurigaan nya belum terbukti.

Dia hanya tahu apa yang dia dengar, dia tidak mengetahui apa yang dia lihat.

Sewaktu dia dan Chu Tian Shu kembali ke Bei Jing, mereka tinggal di kantor Biao Zhen Yuan, malam itu dia tidak sengaja mendengar 2 orang anggota kantor Biao sedang bercakap-cakap.

Yang satu berkata "Tuan Jian Da membantu bocah tengik itu, apakah dia itu termasuk orang yang lurus atau sesat, sampai sekarang kita belum mengetahuinya."

Yang satu lagi menanggapi.

"Dia ingin membalas dendam, dan itu adalah hal biasa, tapi dia tega meninggalkan kekasih lamanya yaitu si Cantik dari Luo Yang, sungguh kasihan sekali!"

Yang satu lagi berkata.

"Si bocah tengik itu baru saja kehilangan kekasih lamanya, dia langsung mendapatkan kekasih baru, dia benar-benar bernasib baik."

Begitu Qi Shu Yu muncul, mereka segera menghentikan percakapan mereka, tapi tawa ganjil terlihat di wajah mereka.

Walaupun Qi Shu Yu bingung tapi dia bisa menebak siapa yang dimaksud dengan bocah tengik itu.

Sekarang tebakan Qi Shu Yu sudah terbukti yaitu dengan munculnya omongan dari Chu Tian Shu.

Dia menggigit bibirnya hingga keluar darah, hatinya mulai terasa sakit seperti akan meneteskan darah, dia merasa sedih sekali, lebih sedih ketika dia mengetahui bahwa Xue Jun sudah meninggal.

"Mengapa dia berubah menjadi seperti itu? Mengapa dia tega melakukannya?"

Dia tidak mau mempercayai semua ini, sama sekali tidak mau mempercayainya, Qi Shu Yu ingin mendengar langsung dari Chu Tian Shu bahwa hubungan antara Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng bukanlah sepasang kekasih, walaupun Chu Tian Shu berbohong kepadanya, itu pun tidak apa-apa.

Sorot mata Chu Tian Shu begitu tenang, dia menasihati Qi Shu Yu dan berkata.

"Aku juga hanya mendengar dari orang lain, dan itu belum tentu benar, anggap saja kau tidak pernah mendengar semua ini, dan untung pula kau belum dilukai olehnya!"

Kata-kata yang bisa diucapkan oleh Chu Tian Shu hanya itu saja.

Tapi kata-kata untuk menghibur Qi Shu Yu sepertinya tidak berguna.

Qi Shu Yu tidak percaya bahwa Kakak Yuan nya adalah orang seperti itu.

Mau tidak mau dia harus mempercayainya.

"Percaya kepadanya atau tidak, entah aku harus memilih yang mana, sudahlah Kak, mari kita teruskan pembicaraan kita tadi,"

Kata Qi Shu Yu. Kata Chu Tian Shu,"Apa yang ingin kau ketahui, sudah ku beberkan semuanya."

"Tidak, kau belum mengungkap kan semuanya, sejak tadi kau menyuruhku agar jangan banyak menaruh curiga, hal apa yang membuatmu merasa curiga? Kau belum mengatakannya."

Dalam hati Chu Tian Shu berpikir.

"Apa yang sudah terjadi, suatu hari nanti pun dia akan mengetahuinya, sekarang aku akan memberitahukan kepadanya sehingga dia tidak menaruh harapan kepada Wei Tian Yuan, biar dia sekarang merasa sakit hati, tapi itu pun bukan hal yang tidak baik dan pada dia harus menunggu cinta yang tak kunjung dia dapatkan, kelak dia akan merasa lebih bersedih lagi."

Chu Tian Shu tampak berpikir sebentar lalu beTkata.

"ltu hanya dugaan orang lain, malah dapat dikatakan itu hanya gosip."

""Apakah itu hal sebenarnya atau bukan, aku bisa memutuskannya sendiri, katakanlah Kak!"

"Di kantor Biao banyak yang mengatakan bahwa Jiang Xue Jun bunuh diri dengan meminum racun karena dia tahu bahwa Wei Tian Yuan sudah mencintai orang lain."

Kata Qi Shu Yu,"Apakah yang mengatakan semuanya ini adalah Tang Huai Yi?"

Kata Chu Tian Shu.

"Sewaktu terjadi pertarungan di Mi Mo Ya dia berada di sana; dia mengatakan bahwa Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng bahu membahu bertarung dan sikap mereka sangat mesra, bila pada hari itu Wei Tian Yuan tidak terluka, dia pasti akan mengikuti Shang Guan Fei Feng pergi dari sana."

"Tapi Kakak Xue Jun mati di pelukan Kakak Wei."

"Mereka sudah lama menaruh hati, sewaktu Xue Jun mati, Wei Tian Yuan pasti merasa menyesal, dan Xue Jun yang mati di pelukannya, itu juga hukuman untuknya."

"Hukuman macam apa?"

"Xue Jun ingin Wei Tian Yuan merasa berhutang perasaan kepadanya, bukankah ini adalah hukuman yang berat?"

Kata Qi Shu Yu sambil gemetar .

"Tidak, aku sangat mengetahui sifat Kakak Xue Jun, dia tidak ingin Kakak Wei merasa dihukum, dia hanya ingin mati di pelukan Kakak Wei, karena selamanya dia akan selalu mencintai Kakak Wei, hidup atau mati perasaannya tidak akan berubah."

Kata Chu Tian Shu.

"Dari tadi aku mengatakan bahwa semuanya ini hanya gosip, aku percaya bahwa Xue Jun bukan orang seperti itu, tapi......"

Sebenarnya dia ingin mengatakan kelanjutannya, tapi setelah melihat kondisi Ji Shu Yu, dia mengurungkan niatnya.

Tapi Qi Shu Yu sudah tahu Chu Tian Shu akan mengatakan apa, sebab dia sendiri pun mempunyai pemikiran seperti itu.

"Benar, walaupun Kakak Xue Jun tidak berniat seperti itu tapi bila Kakak Wei masih mempunyai hati nurani, dia akan merasa menyesal sepanjang hidupnya."

Dia berpikir lagi.

"Bila Kakak Yuan benar-benar mencintai Nona Shang Guan, dia benar-benar bersalah kepada Kakak Xue Jun, dan yang merasa paling sakit hati tentu saja Kakak Xue Jun, mati di pangkuan kekasih adalah hal yang paling membahagiakan, tapi bila kekasihnya sudah berubah, itu bukanlah suatu kebahagiaan, bila aku menjadi Kakak Xue Jun aku tidak akan mau melakukannya."

Tiba-tiba dia mengerti satu hal, semenjak Wei Tian Yuan datang ke rumahnya, dia selalu menganggap Qi Shu Yu sebagai adiknya, dia tidak pernah memperlakukannya seperti kepada Xue Jun.

Bila tidak ada rasa cinta dari mana datangnya luka itu?

Chu Tian Shu merasa sedikit khawatir lalu berkata,"Adik, kau jangan terlalu banyak berpikir."

"Kakak, kau sangat baik kepadaku."

Chu Tian Shu menjadi bengong.

"Apa kebaikanku?"

"Kakak Xue Jun sudah meninggal, aku tahu kau pasti sangat sedih, tapi kau menahan kesedihan ini seorang diri, kau juga masih memperlakukanku dengan baik, malah khawatir aku juga merasa sedih."

Hati Chu Tian Shu memang merasa sedih, dia dengan terpaksa tertawa, kemudian berkata.

"Kau adalah adikku, aku tidak tega melihatmu bersedih."

Tiba-tiba Qi Shu Yu merasa ada hal yang lucu.

"Kakak Yuan seperti kakak kandungku, tapi kakak Chu datangnya sangat tiba-tiba dan aneh, tampaknya dia lebih baik dari Kakak Yuan."

Kakak yang datang dengan cara yang aneh dan tiba-tiba, tapi Qi Shu Yu masih belum bisa menganggap Chu Tian Shu sebagai kakaknya. Tanya Chu Tian Shu,"Apakah kau masih merindukan Kakak Wei?"

"Aku tidak tahu."

"Bila kau menganggap aku sebagai kakakmu, aku ingin meminta satu hal darimu."

"Katakan saja, Kak!"

"Bila kau ingin menangis, menangislah, aku sudah mencobanya, setelah menangis perasaanmu akan lebih baik."

Qi Shu Yu tidak menangis, pikirannya hanya menerawang ke tempat jauh, dia seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Adik, jangan terus berpikir, tubuhmu akan rusak, dengarkanlah kata-kata kakakmu ini, menangislah sepuas-puasnya."

Qi Shu Yu menolehkan kepalanya, dengan pelan dia berkata.

"Apakah Kakak menginginkan aku menangis sepuasnya?"

"Aku berharap setelah kau menangis, kau akan kembali menjadi Qi Shu Yu yang kukenal."

Tanya Qi Shu Yu,"Qi Shu Yu yang dulu itu seperti apa?"

"Gadis kecil yang lincah dan polos."

Kata Qi Shu Yu,"Bukankah kau tadi mengatakan untuk melupakan masa lalu?"

"Melupakan masa lalu yang tidak menyenangkan, aku berharap bisa melihat tawamu yang ceria."

"Mengapa tidak kau katakan saja langsung supaya aku melupakan orang itu?"

Chu Tian Shu menghela nafas dan menjawab 'Melupakan seseorang bukan hal yang mudah, tapi...."

Qi Shu Yu melanjutkan "Tapi kau berharap aku bisa pelan-pelan mulai melupakannya, apakah benar itu?"

Chu Tian Shu mengangguk.

"Mengapa?"

Dalam hati perasaan Chu Tian Shu begitu kacau, bila tidak diberitahu, dia akan bertambah bingung. Chu Tian Shu berkata lagi.

"Bila kau rindu ingin bertemu dengan Wei Tian Yuan, kemungkinan kau akan sulit menemuinya, kecuali kau pergi ke Gunung Kun Lun.

Jarak antara Kun Lun dengan Yang Zhou sangat jauh dan di Gunung Kun Lun masih ada Nona Shang Guan Fei Feng."

Tanya Qi Shu Yu,"Apakah kau mulai melupakan Kakak Jiang?"

"Aku dan dia tidak sama."

"Apa yang tidak sama? Kau dan dia tidak akan bisa bertemu untuk selamanya."

Chu Tian Shu terpaku dan berkata.

"Kau benar, aku dan dia dipisahkan oleh kematian, sedangkan kau dan Wei Tian Yuan berpisah tapi kalian berdua masih hidup. Kita berdua sama-sama berpisah dengan orang yang kita cintai, tapi..."

Kata Qi Shu Yu,"Tapi apa? Apakah kau tidak sayang kepada Kakak Xue Jun?"

Chu Tian Shu menarik nafas dan berkata.

"Jujur saja kukatakan, aku pemah mencintainya, tapi begitu mengetahui bahwa dia sudah memberikan hatinya kepada Wei Tian Yuan, aku tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi.

Aku dan Xue Jun hanya mempunyai hubungan saudara seperguruan.

Perasaan Xue Jun kepada Wei Tian Yuan tidak akan berubah."

Chu Tian Shu berharap bahwa orang seperti Qi Shu Yu tidak perlu merindukan orang semacam Wei Tian Yuan. Qi Shu Yu menarik nafas, dalam hatinya dia berpikir.

"Apakah Kakak Chu tidak mengetahuinya bahwa di dalam hati Kakak Wei juga hanya ada Kakak Xue Jun. aku dan Kakak Chu mengalami penderitaan yang sama, menaruh hati kepada orang yang sudah mempunyai pilihan hati."

"Kau salah, Kakak Wei mau pulang atau tidak pulang, aku tidak menyalahkan dirinya, yang salah adalah diriku sendiri, bila ingin membenci seseorang harus benci kepada diriku sendiri."

Chu Tian Shan merasa aneh dan bertanya,"Mengapa kau harus membenci dirimu sendiri?"

Jawab Qi Shu Yu.

"Aku membenci diriku yang dulu, seperti yang kau katakan, sangat polos dan tidak dewasa. Kakak Wei hanya menganggap ilmku sebagai adiknuya, tapi aku malah menaruh hati kepadanya. Sebelum ilia mengejar ke Luo Yang untuk mencegah Kakak Xue Jun menikah ilcngan Xu Zhong Yue, aku pemah menangis di hadapannya berharap supaya tidak melakukan hal itu. Kakak Wei tidak mendengar nasihatku, sekarang dia mengikuti Nona Shang Guan Fei Feng. Kali ini aku tidak akan menangis."

Setelah menceritakan semua ganjalan yang ada di hatinya, dia tidak menangis tapi wajahnya menjadi lebih ceria. Tanya Chu Tian Shu,"Apakah kau tidak akan menyalahkan orang lain?"

"Jujur saja kukatakan, aku membenci Nona Shang Guan Fei Feng. Benci kepadanya karena dia merebut Kak Wei dari tangan Kakak Xue Jun."

Kata Chu Tian Shu.

"Aku tidak membencinya, hanya sedikit mencurigainya."

"Kau mencurigai apa?"

"Sewaktu kita berada di rumahnya, kita tidak berhasil menemuinya. Kita malah bertemu dengan siluman Bai Tou Shan, apakah ini cocok dengan pikiranmu?"

Tanya Qi Shu Yu,"Apakah kau berpikir bahwa Nona Shang Guan Fei Feng bersekongkol dengan mereka?"

"Keluarga Shang Guan berada di antara jalan sesat dan lurus. Ketua Bai Tuo Shan juga berada di Xi Yu, jika siluman Bai Tuo ada di sana, itu bukanlah hal yang aneh."

Tanya Qi Shu Yu,"Kalau begitu siapa yang meninggalkan obat untuk kita berdua?"

"Menurutku mungkin Nona Shang Guan Fei Feng yang meninggalkannya untuk kita. Dia memerintahkan orang lain untuk melukai kita, kemudian dia secara sembunyi-sembunyi menolong kita. Dia berharap kita meninggalkan ibu kota. Hal ini dia lakukan supaya kau tidak dapat menghalangi hubungan antara dia dengan Wei Tian Yuan, lalu kita akan berterima kasih kepadanya."

Qi Shu Yu sangat terkejut dan berkata.

"Jika benar dia orang seperti itu, benar-benar sangat menakutkan."

Sebenarnya Shang Guan Fei Feng tidak sejahat yang mereka duga, tapi tebakan mereka juga tidak terlalu melenceng jauh. Qi Shu yu menarik nafas dan berkata.

"Nona Shang Guan Fei Feng demi mendapatkan orang yang dicintainya bisa dikatakan mengguna kan semua cara, tapi masih ada satu hal yang tidak kumengerti."

"Hal apakah itu?"

"Mengapa d ia m embawa j enasah K akak X ue J un k e X i Y u? A pakah dia tidak takut jika Kakak Wei akan selalu mengingat Kakak Xue Jun. Aku tidak percaya bahwa Kakak Wei akan melupakan Kakak Xue Jun, apalagi Kakak Xue Jun meninggal di dalam pelukannya."

Kata Chu Tian Yu,"Memang jenasah Xue(Jun dia yang urus, tapi belum tentu dibawa ke Xi Yu."

Kata Qi Shu Yu.

"Tadi kau mengatakan bahwa Nona Shang Guan Fei Feng akan mencarikan tempat untuk memakamkan. Tentu Kakak Wei akan menanyakannya, jika bukan Kakak Wei yang mengurusi pemakaman Kakak Xue Jun, tentunya Kakak Xue Jun tidak akan tenang."

Perkiraan Chu Tian Shu tidak salah, tapi Chu Tian Shu tidak tahu bahwa Shang Guan Fei Feng sudah membohongi Wei Tian Yuan, dia mengatakan bahwa jenasah Jiang Xue Jun dibawa oleh ChuTian Shu ke Yang Zhou.

Qi Shu Yu mengangguk dan berkata.

"Kalau benar Nona Shang Guan Fei Feng begitu mencintai Kakak Wei, dan jika dia bisa memberikan kebahagian untuk Kakak Wei aku tidak akan membencinya."

Chu Tian Yu dalam sepanjang perjalanan selalu memberi nasihat.

Wajah Qi Shu Yu terlihat lebih cerah.

Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng berjalan bersama menuju Yang Zhou.

Penampilan mereka sudah diubah oleh tangan yang ahli dalam penyamaran.

Walaupun diantara mereka mempunyai banyak pikiran, tapi mereka selalu bersama maka persahabatan mereka semakin dekat.

Wei Tian Yuan sangat tahu bahwa Shang Guan Fei Feng lebih mengetahui segala sesuatunya dengan jelas.

Mereka berdua sering membicarakan dunia persilatan dan hal-hal aneh yang terjadi di dunia persilatan.

Dalam perjalanan menuju Yang Zhou mereka berdua tidak merasa kesepian.

Wei Tian Yuan sejak kecil jarang bergaul dengan orang lain, sehingga dia tidak banyak mempunyai teman.

Dari kecil dia hanya bergaul dengan Jiang Xue Jun.

Meskipun Wei Tian Yuan belum jatuh cinta kepada Shang Guan Fei Feng, namun dia sudah merasakan pentingnya kehadiran sahabatnya itu dan dia sudah menganggap Shang Guan Fei Feng sebagai temannya.

Tidak terasa mereka berdua sudah menempuh perjalanan dari utara yang penuh dengan salju sampai ke daerah Jiang Nan yang penuh dengan kehangatan cahaya matahari.

Di Jiang Nan pada saat itu sedang mengalami musim semi, di mana-mana bunga tampak bermekaran, pohon-pohon pun sedang bertunas.

Di utara sekarang salju sedang mencair, hembusan angin di Jiang Nan mampu membuat orang menjadi mabuk.

Seperti hati Wei Tian Yuan yang membeku lama kelamaan mencair juga.

Angin musim semi bertiup, membuat perasaan menjadi hangat.

Mimpi yang berlalu layaknya asap yang tidak bisa dicapai.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

---ooo0dw0ooo---BAB Desas desus terdengar Siapakah bisa menjelaskan Jalan yang penuh lika-liku Tak sempat memikirkannya A.

Semakin Dekat Kekampung, Hati Semakin Risau.

Hari ini mereka sudah sampai di Jin Ling (Nan Jing).

Nan Jing pernah menjadi sebuah ibu kota selama 6 Dinasti, keadaan di kota itu tidak seperti kota-kota lain.

Kota ini sangat ramai.

Wei Tian Yuan melihat hari masih terang, dia berkata.

"Kita tidak usah mencari penginapan di kota, aku akan membawamu ke suatu tempat, aku yakin kau akan menyukainya."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku tahu kota Jin Ling adalah tempat yang kau kenal dengan baik, aku pasti akan mengikuti saranmu. Sayang, kau ingin cepat tiba di Yang Zhou, jika tidak aku akan menikmati kota ini selama beberapa hari."

Kata Wei Tian Yuan,"Jin Ling adalah tempat yang memiliki banyak peninggalan sejarahnya.

Aku akan menemanimu jalan-jalan di sini setelah kita kembali dari Yang Zhou.

Sekarang tempat yang kita tuju adalah tempat yang terkenal di Jin Ling."

Kereta yang mereka gunakan ditarik oleh kuda yang berasal dari utara, kuda dari utara adalah kuda yang sangat terkenal.

Kereta mereka juga berbeda dari kereta-kereta lain yang berada di Jin Ling, oleh karena itu mereka menarik perhatian orang-orang di sana.

Wei Tian Yuan mengarahkan keretanya menuju ke Shui Xi Men.

Sewaktu mereka melewati jalan yang ramai, tiba-tiba ada 2 orang yang menyeberang, mereka sedang berjalan menuju ke sebuah toko buku untuk membeli barang.

Dia merasa seperti mengenal mereka.

Dengan suara setengah berbisik dia berkata.

"Sepertinya aku mengenali kedua laki-laki itu, mereka adalah dua orang yang pernah menyerang di bekas tempat tinggalnya yang berada di Bao Ding. Mereka menggunakan jurus cakar elang."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Benar, sepertinya aku pun mengenali mereka. Apakah kau akan mengambil kesempatan untuk membalas dendam?"

"Jangan dulu, kita sudah mengubah wajah kita. Mereka tidak akan mengenali kita, aku juga tidak mau mencari keributan dulu, biarkan mereka pergi."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Mengapa kedua orang itu pergi ke toko buku, ini sangat aneh."

Shang Guan Fei Feng sengaja melewati toko buku yang didatangi oleh kedua orang itu.

Dia baru mengerti mengapa mereka pergi ke sana.

Mereka sedang membeli undangan kosong, dan sekarang mereka menyuruh bos toko itu menuliskan apa yang mereka minta.

Setelah melewati toko buku, baru Shang Guan Fei Feng berkata.

"Mereka berdua adalah pengawal keTajaan, mereka datang kemari tentunya bukan tanpa sebab. Siapa sebenarnya yang akan mereka kunjungi?"

Kata Wie Tian Yuan.

"Kita tidak usah mencari keributan dengan mereka dan kita tidak perlu mengetahui siapa yang akan meTeka kunjungi."

Mereka berdua sekarang sudah keluar dari Shui Xi Men.

Mereka melihat sebuah danau, di danau itu terdapat banyak bunga teratai.

Walaupun belum semua bunga teratai mekar, n amun daundaunnya yang lebar membuat danau itu sangat indah; di sisi danau terdapat sebuah pohon Yang Liu, dan masih ada sebuah penginapan.

Shang Guan Fei Feng memuji,"Tempat ini sangat indah, apakah nama danau ini?"

"Tentu kau akan tertarik dengan nama danau ini."

Dengan heran Shang Guan Fei Feng bertanya,"Mengapa?"

"Danau ini terkenal karena ada cerita seorang gadis cantik sepertimu."

Kata Shan Guan Fei Feng.

"Kau Bercanda, mana bisa dengan wajahku yang biasa-biasa saja bisa membuat danau ini terkenal. Jika ingin membandingkan lebih baik bandingkan dengan wajah adikmu itu."

"Adikku Qi Shu Yu tidak terlalu jelek tapi juga bukan seorang yang sangat cantik, aku mengetahui siapa yang kau maksud."

Sebenarnya Shang Guan Fei Feng ingin mengatakan bahwa Qi Shu Yu secantik Xue Jun, namun dia tidak jadi mengatakannya.

Shang Guan Fei Feng merasa menyesal karena telah membuka luka lama Wei Tian Yuan.

Dia berkata lagi,"Lebih baik kita bicarakan saja si cantik yang pemah ada pada jaman dulu itu."

Kata Wei Tian Yuan.

"Pada jaman dulu konon ada seorang gadis cantik bernama Mo Chou, dia tinggal di sisi danau ini. Namanya sangat terkenal, banyak orang yang sengaja datang kemari baik orang biasa maupun dari kalangan istana hanya untuk melihat kecantikannya, maka orang-orang menamai danau ini sebagai Danau Mo Chou."

Shang Guan Fei Feng menyelak,

"Hari masih belum gelap, mari kita memutari danau ini."

Di sisi danau yang lain ada sebuah tugu yang terbuat dari batu.

Batu mi adalah batu yang sangat bagus, di tugu itu terdapat sebuah tulisan yang berbunyi.

'Batu di sungai merasa tidak puas karena tidak dapat bertahan dari arus sungai.

Mimpi-mimpi hanyut, tangkai pohon Yang Liu ada di mana-mana, iluun Tau Hua tidak terlihat.

Iri pada pahlawan dan si cantik, biarpun sudah meninggal tapi namanya masih diingat oleh orang-orang.' Kemudian mereka berdua membaca beberapa Dui Lian (Puisi) yang berada di pintu-pintu.

Di antaranya ada sebait Dui Lian yang berbunyi.

'Si Cantik tidak perlu berdandan, tapi cahayanya mampu menyinari danau yang luas ini.

Suara dan bayangannya membuat bangunan ini tidak kalah dari Yu Jin Tang (nama tempat).

(gb 182a) Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.

"Aku tahu mengapa kau menyukai si Cantik itu, dia sama dengan keadaanmu yang tidak suka memoles wajahnya."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Kau mulai lagi."

"Ini adalah kenyataan sebenarnya. Orang yang cantik jarang ditemui, wajah cantik tidak hanya dilihat dari wajah saja. Orang cantik namun tidak berdandan lebih susah lagi ditemui."

Shang Guan Fei Feng memandang ke arah Wei Tian Yuan, dia mengetahui bahwa Wei Tian Yuan sedang memuji dirinya. Hati Shang Guan Fei Feng gembira dan sangat berbunga-bunga, tiba-tiba dia berkata.

"Kau jangan terlalu memujiku, suatu hari kau akan mengetahui bahwa aku adalah orang jahat dan aku telah melakukan sesuatu kesalahan yang tidak dapat dimaafkan, bagaimana?"

Kata Wei Tian Yuan.

"Kau dan aku jangan menggunakan katakata 'tidak bisa diampuni' karena nyawaku yang ada sekarang ini kau yang berikan padaku.

Jika kau melakukan suatu kesalahan dan harus masuk neraka, maka aku akan menemanimu di sana."

Tidak terasa mereka sudah tiba di rumah penginapan yang berada di pinggir danau.

Di dalam penginapan itu terdapat sebuah kolam dan ada sebuah gundukan buatan.

Kamar-kamar di sini terpisah-pisah, jika ingin menyewa kamar harus menyewa sebuah pondok yang di dalamnya ada 2 kamar tidur.

Wei Tian Yuan memesan sebuah pondok, di dalamnya sudah disiapkan berbagai perlengkapan sehari-hari.

Selain memesan makanan mereka tidak ingin diganggu oleh para pelayan.

Di dalam pondok ini seperti tinggal di sebuah rumah kecil.

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Penginapan di sini sangat nyaman, pantas saja kau mengatakan bahwa aku akan menyukainya. Aku bukan hanya menyukainya, aku rela tinggal di sini untuk selamanya."

Kata Wei Tian Yuan.

"Di Jiang Nan banyak tempat yang indah, jika kau sudah mengelilingi Jin Ling kau juga pasti akan menyetujui kata-kataku ini."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu, apa yang kau pikirkan?"

"Tidak ada."

"Kau jangan berbohong padaku, aku lihat sepertinya kau sedang memikirkan tentang kedua orang yang mempunyai jurus cakar elang itu."

"Aku tidak memikirkan kedua orang itu."

"Lalu apa yang kau pikirkan?"

Wei Tian Yuan tidak langsung menjawab pertanyaan itu, setelah lama dia baru menarik nafas dan berkata.

"Aku tidak tahu mengapa semakin dekat dengan kampung halamanku, hatiku semakin ketakutan."

Bisa dikatakan perkataan Wei Tian Yuan tidak menjawab pertanyaan Shang Guan Fei Feng.

Kampung halaman Wei Tian Yuan bukan berada di Jing Ling, tapi semakin dekat dengan kampung halaman, dia semakin takut.

Entah apa sebabnya?

Tapi Shang Guan Fei Feng langsung mengerti begitu mendengar perkataan Wei Tian Yuan.

Wei Tian Yuan takut karena sudah banyak perubahan yang terjadi, bukan takut untuk pulang ke kampung halaman.

Dari Jin Ling ke Yang Zhou perjalanan ditempuh selama 2 hari, tapi Yang Zhou bukan kampung halaman Wei Tian Yuan, namun dia dekat dengan orang-orang yang berada di Yang Zhou, yang satunya sudah meninggal dan yang lainnya adalah karena Qi Shu yu.

Walaupun dia percaya bahwa Jiang Xue Jun sudah meninggal, tapi di dalam hatinya Jiang Xue Jun masih hidup.

Dia sudah pemah bersumpah bahwa persahabatan yang dalam di atas semua persaudaraan.

Wei Tian Yuan masih mempunyai Qi Shu Yu yang dianggapnya sebagai adik.

Hagaimana dengan orang yang sudah meninggal?

Setelah tiba di Yang Zhou selain untuk menyampaikan rasa bela sungkawa, dia juga merasa bersalah kepada Qi Shu Yu.

Sesudah makan malam, Shang Guan Fei Feng melihat bahwa Wei Tian Yuan masih merasa tidak tenang, dia berkata.

"Malam ini bulan bersinar begitu indah, jika kau tidak tidur terlalu pagi lebih baik temani aku ke danau untuk menikmati suasana.

Setelah sampai di tengah danau kita bisa bertemu dengan si Cantik, mungkin jika dia dipanggil dia bersedia datang."

Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.

"Mo Chu sudah berada di sisiku, si cantik tidak perlu aku panggil lagi, dia sudah ada di sisiku."

Dia tidak mau mengecewakan Shang Guan Fei Feng, dia menemaninya ke danau.

Mereka menyewa sebuah perahu untuk meninggalkan tepi danau.

Mereka melihat ada sepasang muda mudi juga menyewa sebuah perahu.

Laki-laki itu berkata kepada perempuan.

"Aku bisa mendayung, usaikan kau menyewakan perahu ini kau tidak perlu membantuku untuk mendayung."

Uang sewa yang dia berikan kepada penyewa beberapa kali lipat dari Inasanya. Pemilik perahu itu sangat senang mendapat uang yang begitu lianvak. Pendayung itu berpikir.

"Kalian ingin berpacaran dan takut aku mrnganggu, ini lebih baik, aku mendapat uang banyak dan tidak perlu lelah mendayung."

Tanya pemuda itu,"Apakah kau takut jatuh ke air?"

Tapi perempuan itu menjawab,"Apakah kau senang jika aku menjadi ikan?"

Sekali melihat Shang Guan Fei Feng langsung mengetahui bahwa pemuda itu menguasai ilmu meringankan tubuh tapi dia sengaja menggoyangkan perahu itu untuk menakuti si gadis.

Dalam hatinya Shang Guan Fei Feng merasa bahwa mereka adalah sepasang kekasih sehingga mereka tidak mau ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka.

Tiba-tiba Wei Tian Yuan bcrkata,"Aku kenal mereka."

Tanya Shang Guan Fei Feng,"Apakah mereka itu teman atau musuh?"

"Aku rasa mereka bukan teman dan juga bukan musuh."

Tanya Shang Guan Fei Feng Lagi,"Sepertinya kau pernah berselisih dengan mereka?"

"Benar, yang laki-laki bernama Meng Zhong Qiang, dia adalah murid Kun Lun Pai."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Nama Meng Zhong Qiang sepertinya pemah kudengar, apakah dia adalah salah satu dari 4 murid terbaik Kun Lun Pai?"

"Apakah kau kenal dengannya?"

"Hanya pemah mendengar namanya saja, karena Kun Lun berada jauh dari tempatku, mungkin dia mengetahui bahwa di Kun Lun sebelah barat tinggal keluargaku. Kami sama sekali tidak pemah berhubungan."

Wei Tian Yuan berkata lagi.

"Gadis itu bernama Ling Yu Yan, dia adalah murid Qing Zheng Pai, tahun kemarin pada bulan 8, saat aku ke Luo Yang, aku bertemu dengan mereka di perjalanan dan pemah berselisih dengan mereka."

Kata Shang Guan Fei Feng.'Tahun kemarin pada bulan 8, kau ke Luo Yang?"

Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu, tapi dia mengurungkan niatnya.

Shang Guan Fei Feng tidak bertanya lagi, tapi pikiran Wei Tian Yuan menerawang mengingat kembali kejadian waktu itu, dia kembali merasa sedih.

Hari itu dia pergi ke Luo Yang untuk melarang Xue Jun menikah dengan Xu Zhong Yue, tapi Qi Shu Yu datang untuk melarangnya, .saat itu Qi Shu Yu merebut kuda milik Ling Yu Yan, dan Wei Tian Yuan terjatuh karena pedang milik Ling Yu Yan, sedangkan Meng Zhong Q iang jatuh terbanting dari atas kudanya.

Dalam hati Wei Tian Yuan menghela nafas dan berpikir.

"Hari itu pikiranku tidak tenang dan jadi pemarah, tapi sekarang Xu Xhong Yue dan Xue Jun sudah meninggal, hal sekecil itu, walaupun mereka masih ingat, tapi aku tidak bemiat untuk minta maaf. Bila mereka masih mendendam, terserah mereka."

Meng Zhong Qiang tidak berbohong, kepintaran mendayung benar-benar teruji.

Sekarang mereka sudah berada di depan.

Tiba-tiba Meng Zhong Qiang menarik nafas.

Kata Ling Yu Yan,"Kakak Meng, sepertinya hatimu sedang tidak tenang."

Jawab Meng Zhong Qiang,"Sebenamya aku tidak percaya dengan perkataan itu."

Tanya Ling Yu Yan,"Kau masih tidak percaya bahwa Wei Tian Yuan adalah seorang penjahat?"

Dengan dingin Shang Guan Fei Feng menanggapi perkataan Ling Yu Yan yang didengarnya.

"Sekarang mereka mulai membicarakan dirimu, anak gadis biasanya hatinya lebih sempit, kelihatannya Nona Ling ini masih dendam kepadamu."

Tapi tidak terdengar jawaban dari Meng Zhong Qiang. Sekarang Shang Guan Fei Feng tersenyum dan berkata,"Apakah kau adalah seorang penjahat? Sampai Meng Zhong Qiang pun tidak bisa mengambil keputusan."

Wei Tian Yuan berjalan ke depan perahu dan berkata kepada si tukang sampan.

"ToIong ikuti perahu itu, jangan terlalu dekat dan juga jangan terlalu jauh, ini ada sedikit uang tambahan untuk membeli arak."

Tanya tukang sampan itu,"Apakah Tuan kenal dengan mereka?"

Wei Tian Yuan tersenyum dan menjawab.

"Benar, aku kenal dengan mereka, tapi aku tidak ingin mengganggu mereka yang sedang pacaran."

Dalam hati si tukang sampan ini berpikir 'Mereka menutup gordyn perahu, bagaimana dia bisa melihatnya? "

Tapi karena dia mendapat uang tambahan untuk membeli arak, jadi apa yang diinginkan oleh penumpangnya, dia turuti.

Dia mengikuti perahu yang berada di depan mereka, tukang sampan itu besar di Jiang Nan, tekniknya mengendalikan perahu lebih tinggi dari Meng Zhong Qiang, dengan ringan perahu mengikuti arus air, dan tidak terdengar suara gelombang air.

Karena itu Meng Zhong Qiang dan Ling Yu Yan tidak memperhatikan ada perahu yang mengikuti perahu mereka.

Wei Tian Yuan kembali lagi ke dalam perahu, terdengar Meng Zhong Jiang berkata.

"Aku tidak tahu, tapi aku tahu bahwa Shen Gong Da adalah si wartawan berjalan di dunia persilatan ini, katakatanya tidak bisa dipercaya, ada yang sengaja memberi dia nama Shen Gong Bao."

Shen Gong Bao adalah seseorang yang berada di sebuah cerita yang mengatakan bahwa orang ini senang mengadu domba dan senang membuat keributan.

Dalam hati Wei Tian Yuan berpikir 'Temyata Shen Gong Da sudah merusak nama baikku, orang ini terlalu mengurusi masalah orang lain, aku tidak ada perselisihan dengannya, mengapa dia terus merusak nama baikku?"

Terdengar Ling Yu Yan berkata.

"Jangan panggil dia dengan sebutan Shen Gong Bao, dia tidak sejahat itu."

Kata Ling Yu Yan lagi.

"Walaupun dia sering membuat gossip , tapi kali ini kata-katanya mengenai Wei Tian Yuan semuanya adalah benar, dan aku mempercayainya."

Tanya Meng Zhong Qiang,"Mengapa kau bisa percaya?"

Wei Tian Yuan pun ingin tahu jawaban dari Ling Yu Yan, dengan konsentrasi penuh dia mendengarkan, tapi suara mereka semakin kecil, tapi karena ilmu silat Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng sudah terlatih, mereka masih bisa mendengarkannya.

Terdengar Ling Yu Yan berkata.

"Kata-kata Shen Gong Da m emang tidak bisa dipercaya sepenuhnya, tapi aku percaya kepada Mei Qing Feng, dia adalah ketua sewaktu terjadi pertarungan di Mi Mo Ya, dan saat itu pun dia berada di sana.

Kata-kata dari Shen Gong Da dan Mei Qing Feng hampir sama, mereka takut Chu Qing Song dan Chu Tian Shu akan tertipu oleh tipu daya Wei Tian Yuan, karena itu aku diperintahkan ke Yang Zhou untuk memberitahukan semuanya ini kepada mereka."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Kalau begitu kau percaya kepada Shen Gong Da setelah mendengar kata-kata Mei Qing Feng?"

Jawab Ling Yu Yan.

"Waktu itu orang-orang yang berada sana adalah orang-orang Shao Lin, Wu Dang, E Mei, Hua Shan, Song Shan, dan masih ada yang lainnya, mereka juga percaya dengan kebenaran ini."

Tanya Meng Zhong Qiang,"Apakah kau tahu bahwa Mei Qing Feng adalah teman baik dari Xu Zhong Yue?"

Jawab Ling Yu Yan.

"Aku tahu, tapi Mei Qing Feng sendiri adalah orang yang lurus, dia tidak akan membela Xu Zhong Yue dan menjatuhkan Wei Tian Yuan."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Belum tentu seperti itu, Xu Zhong Yue dulu pun disangka sebagai orang lurus, dan dia dijuluki sebagai Pendekar Zhong Zhou, tapi bagaimana dengan sekarang?

Kita sama-sama tahu dia berpura-pura menjadi orang baik, benar-benar orang munafik!"

Ling Yu Yan merasa tidak senang dengan perkataan Meng Zhong Qiang dan berkata.

"Xu Zhong Yue tidak bisa disamakan dengan Mei (Jing Feng, dia ingin menghadapi Wei Tian Yuan karena Xu Zhong Yue terbunuh, Xu Zhong Yue dan Jiang Xue Jun mati bersama, dia masih merasa kasihan kepada Jiang Xue Jun."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Sewaktu ada rapat di keluarga Mei, aku tidak hadir, apa komentar mereka tentang.Wei Tian Yuan? Apakah bisa kau ceritakan kepadaku?"

Ling Yu Yan tampak berpikir sebentar kemudian berkata.

"Aku juga ingin menanyakan tentang pertarungan di Mi Mo Ya. Katanya Wei Tian Yuan bisa kabur karena bantuan dari seorang perempuan, dan dia lolos dari bahaya, apakah kau tahu mengenai hal ini? "

Jawab Meng Zhong Qiang,"Aku hanya mendengarnya."

Tanya Ling Yu Yan,"Perempuan itu katanya bernama Shang Guan Fei Feng."

Wei Tian Yuan tertawa dan berkata,"Sekarang menyangkut dirimu."

Meng Zhong Qiang berkata,"Aku belum pemah mendengar nama ini."

Kata Ling Yu Yan.

"Di Gunung Kun Lun ada Panji Sakti Pedang Bayangan, jurus Pedang Bayangan bisa membunuh seseorang, kau adalah murid Kun Lun Pai, kau pasti sudah pemah mendengar 4 kalimat ini."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Empat kalimat ini menceritakan tentang keluarga Shang Guan Yun Long, apakah Shang Guan Fei Feng adalah putri beliau?"

"Benar."

Kata Meng Zhong Qiang,"Bagaimana kalau benar?"

"Apakah kau tidak tahu siapa itu Shang Guan Yun Long?"

Meng Zhong Qiang tampak berpikir sebentar kemudian menjawab.

"Sepertinya dia adalah orang yang berada di antara jalur lurus dan sesat."

Kata Ling Yu Yan,"Lebih condong lurus atau lebih condong sesat?"

"Sulit untuk dikatakan karena dia sendiri tinggal di Xi Yu, letaknya sangat jauh dari sini, aku tidak tahu banyak mengenai dia."

Kata Ling Yu Yan,"Kau harus bisa menjawabnya."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Aku tahu sedikit karena ada tetua persilatan yang mengatakan dia berada di garis sesat ada juga yang mengatakan dia berada di garis lurus, ada yang mengatakan bahwa dia ikut dua-duanya, ada yang mengatakan bahwa dia adalah penjahat kelas kakap juga."

Tanya Ling Yu Yan,"Apakah ada yang mengatakan bahwa dia adalah seorang yang bijaksana?"

"Tidak ada."

Ling Yu Yan berkata.

"Aku pernah mendengar bahwa ada murid Kun Lun Pai yang diganggu, dan Kun Lun Pai sendiri selalu bersikap waspada."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Benar, bagaimana pun dia bukan orang yang lurus apalagi dalam 13 pekumpulan mereka memilihnya menjadi ketua mereka, dia memiliki anak buah dari berbagai kalangan, bila ada anak buahnya yang melakukan kejahatan, dia pun belum tentu akan tahu."

Kata Ling Yu Yan.

"Kau terlalu jujur, bila ada anak buahnya melakukan kejahatan, seharusnya dia yang bertanggung jawab."

"Benar juga, berarti dia lebih banyak sesatnya."

Kata Ling Yu Yan.

"Kecuali kata sesat, ada yang menyebutkan bahwa dia adalah penjahat nomor satu." ---ooo0dw0ooo---B. Perkataan yang Jahat Kata Meng Zhong Qiang.

"Bila dia adalah penjahat nomor satu, bagaimana dengan Ketua Bai Tuo Shan?"

"Kau kira Ketua Bai Tuo Shan dapat dikatakan penjahat nomor satu?"

Kata Meng Zhong Qiang.

"Ilmu silat Ketua Bai Tuo Shan tidak setinggi Shang Guan Yun Long, tapi dalam hal kejahatan Shang Guan Yun Long tidak sejahat Ketua Bai Tuo Shan yang membuat pil dewa, dia sudah banyak merusak hidup orang lain."

"Kau hanya mengetahui sebagian saja."

"Apa yang tidak kuketahui?"

Jawab Ling Yu Yan.

"Ketua Bai Tuo Shan hanyalah pelayan Shang Guan Yun Long, Ketua Bai Tuo Shan hanya sebagai penjual pil dewa sedangkan yang membuat dan menjadi otaknya adalah Shang Guan Yun Long."

"Siapa yang berkata itu?"

"Biksu Tian Ji yang mengatakannya. Biksu Tian Ji adalah Ketua Hua Shan Pai, apakah kau percaya dengan kata-katanya?"

Meng Zhong Qiang terdiam. Shang Guan Fei Feng memegang tangan Wei Tian Yuan dan berkata.

"Kakak Wei, apakah kau percaya kepadaku?"

Wei Tian Yuan mengangguk dan berkata.

"Aku tahu gossip ini dibuat oleh musuh keluargamu supaya melukai perasaan ayahmu."

Jawaban dari Wei Tian Yuan menyatakan bahwa Shang Guan Fei Feng tidak perlu menjelaskan semuanya, Wei Tian Yuan sudah tahu apa yang akan dijelaskan oleh Shang Guan Fei Feng, dan Wei Tian Yuan percaya kepadanya.

Shang Guan Fei Feng menghela nafas dan berkata.

"Kadangkadang ayahku juga salah, tapi dia tidak pemah membuat pil dewa, ayah dan Biksu Tian Ji tidak bermusuhan mengapa dia harus merusak nama baik ayah?"

"Kau jangan marah, nanti akan kita selidiki, sekarang lebih baik dengarkan cerita mereka terlebih dahulu."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Bila Shang Guan Yun Long adalah penjahat nomor satu, ini tidak ada hubungan dengan putrinya, bila Wei Tian Yuan berteman dengan putrinya bukan berarti Wei Tian Yuan juga penjahat."

Tanya Ling Yu Yan,"Apakah kau tahu bahwa Jiang Xue Jun mati bunuh diri?"

Kata Meng Zhong Qiang.

"Katanya setelah membalas kematian ayah dan ibunya, dia bunuh diri."

Kata Ling Yu Yan.

"Dia mati dalam pelukan Wei Tian Yuan. Mengapa setelah balas dendam, dia bunuh diri? Kau bukan orang bodoh pasti tahu kira-kira alasannya."

Meng Zhong Jiang tertawa dan menjawab "Terima kasih untuk pujianmu, lebih baik kau yang katakan saja, aku malas menebaknya."

Kata Ling Yu Yan.

"Sebenamya sangat mudah ditebak, karena orang yang dia cintai sudah mencintai orang lain, jadi Xue Jun memutuskan untuk bunuh diri."

"Apakah karena Wei Tian Yuan mencintai Shang Guan Fei Feng?"

Kata Ling Yu Yan.

"Begitu tiba di ibukota, pergi kemana pun mereka selalu bersama-sama dan kelihatannya mereka sangat dekat, ini dapat dilihat oleh semua orang, inilah kenyataannya!"

Kata Meng Zhong Qiang,"Mereka juga saling membantu dalam pertarungan di Mi Mo Ya, tapi..."

Kata Ling Yu Yan.

"Aku masih mendapat kabar yang dapat dipercaya, mereka malah sudah hidup bersama."

Shang Guan Fei Feng sangat marah, Wei Tian Yuan dengan lembut berkata.

"Biksu Tian Ji dan Sheng Gong Da adalah satu kelompok, tidak perlu meladeni orang seperti mereka."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Pasti banyak yang mempercayainya."

Kata Wei Tian Yuan.

"Aku pemah membuat pedang milik Ling Yu Yan jatuh dan ini salahku, dia dendam kepadaku, demi membalas dendam ini dia menyebarkan gossip yang tidak benar bila kita tidak bersalah, tidak perlu takut."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Baiklah, karena kau sudah bersalah kepadanya, maka kali ini aku melepaskan dia!"

Kata Meng Zhong Qiang.

"Bukankah waktu itu karena melarang Xue Jun untuk menikah maka dia datang ke Luo Yang?"

Jawab Ling Yu Yan.

"Mungkin siluman perempuan itu yang menjerat dia maka dia bisa berubah menjadi seperti itu, tapi laki-laki yang mudah berubah bukan laki-laki yang baik."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Bukan orang baik tapi belum tentu dia jahat, sepertinya Biksu Tian Ji dan Mei Qing Feng ingin menyerang mereka."

Kata Ling Yu Yan.

"Benar, mereka ingin menghadapi sepasang manusia yang tidak tahu malu ini tapi bukan karena hubungan mereka."

"Lalu karena apa?"

"Karena Wei Tian Yuan sudah menjadi asisten penjahat nomor satu di dunia ini."

Tanya Meng Zhong Qiang,"Apakah Shang Guan Yun Long sudah mengumumkannya? Bila dia ingin berbuat seperti itu, tidak ada seorang pun yang bakal tahu."

Pasti tidak akan ada yang tahu. Kata Ling Yu Yan,"Kau sangat bodoh."

Kata Meng Zhong Qiang,"Bila aku bodoh dan kau yang pintar, bisa jelaskan semua ini kepadaku?"

"Aku tidak pintar, tapi hal yang begitu mudah mengapa kau bisa tidak mengerti? Bila Wei Tian Yuan sudah menjadi menantu Shang Guan Yun Long, secara otomatis dia pun sudah dianggap putra Shang Guan Yun Long, bila bukan menantunya sendiri, siapa lagi yang dapat dipercaya? Katanya Shang Guan Fei Feng menolong Wei Tian Yuan dengan jurus Panji Sakti Pedang Bayangannya, mungkin nantinya jurus ini pun bisa diturunkan kepada Wei Tian Yuan."

Ling Yu Yan berkata lagi.

"Wei Tian Yuan adalah ahli waris dari orang nomor satu di dunia persilatan, Qi Yan Ran, bila Shang Guan Yun Long bisa mendapatkan menantu seperti Wei Tian Yuan dia seperti harimau bertambah sayap.

Maka itu dia sangat menginginkan Wei Tian Yuan menjadi menantunya, mungkin ini semua sudah menjadi rencana ayah dan anak ini!"

Kata Meng Zhong Qiang,"Memangnya hal ini..."

Kata Ling Yu Yan.

"Karena siluman perempuan itu berusaha menjerat Wei Tian Yuan dan mencelakakan Jiang Xue Jun, kemudian merebut Wei Tian Yuan."

Shang Guan Fei Feng mendengar sampai di sini, dengan suara kecil dia berkata.

"Kali ini aku yang mencelakaimu, sepertinya kita harus berpisah."

Wei Tian Yuan memegang erat tangan Fei Feng, kemudian berkata,"Aku ingin kau menyetujui satu hal."

"Katakan saja."

"Lebih baik setelah kita mendarat baru akan kukatakan."

Tanya Fei Feng,"Hal apa yang bisa membuatmu terlihat begitu misterius? Bila ini memang rahasia, baiklah setelah di darat baru kita teruskan supaya tidak didengar oleh orang lain."

Kata Wei Tian Yuan.

"Sebenarnya tidak menjadi masalah toh Meng Zhong Qiang dan Ling Yu Yan tidak bisa mendengar karena ilmu silat mereka belum setinggi itu."

Ternyata mereka mengobrol dengan teknik suara langsung ke telinga masing-masing, suaranya lebih kecil dibanding berbisik.

Tukang sampan di luar pun tidak dapat mendengarnya.

Kata Shang Guan Fei Feng,"Kalau begitu katakan saja."

Wei Tian Yuan tersenyum lalu berkata,"Lebih baik dengarkan obrolan mereka dulu."

Terdengar Meng Zhong (Jiang berkata.

"Baik atau jahatnya Wei Tian Yuan kita tidak dapat menilainya, tapi bila dia menjadi kekasih Shang Guan Fei Feng ini adalah suatu kesalahan besar.

Penerus keluarga Qi dan penjahat nomor satu akan berbesan, pantas orang persilatan menjadi waspada.

Tapi Pendekar Yang Zhou, Chu Qing Song mempunyai kesan baik terhadap Wei Tian Yuan."

Kata Ling Yu Yan.

"Karena hal inilah maka Biksu Tian Ji dan Mei Qing Feng menyuruhku ke Yang Zhou agar Chu Qing Song jangan sampai tertipu."

Kata Meng Zhong Qiang,"Bukankah siluman perempuan itu pulang bersama-sama dengan Wei Tian Yuan? Mengapa kau harus buru-buru ke Yang Zhou untuk memberi kabar?"

"Karena mereka sudah mendapat kabar yang dapat dipercaya bahwa Wei Tian Yuan dan siluman itu sudah mengubah jalur perjalanannya, sekarang mereka pergi ke Jiang Nan."

Shang Guan Fei Feng terkejut dan berkata,"Mereka mendapat kabar begitu cepat."

Pikir Wei Tian Yuan.

"Aku dan Shang Guan Fei Feng sudah mengubah wajah, mengapa mereka masih bisa tahu?"

Kata Ling Yu Yan.

"Katanya siluman itu sangat terampil mengubah wajah seseorang, menurut Biksu Tian Ji mereka akan pergi ke Jiang Nan tapi tidak dengan wajah asli mereka, mungkin mereka malah satu penginapan dengan kita."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Pantas kau mengajakku ke tengah danau supaya tidak terdengar oleh mereka, walaupun mereka berada di Jiang Nan belum tentu mereka berada di penginapan itu."

Kata Ling Yu Yan.

"Belum tentu, bila mereka kebetulan berada di sini dan mendengarnya, mungkin saja kita bisa dibunuh oleh mereka."

Wei Tian Yuan tersenyum dan berkata.

"Di danau Mo Zhou hanya ada sebuah penginapan, dalam mimpi pun mereka tidak akan menyangka bahwa kita sedang mendengarkan percakapan mereka."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Orang-orang menyangka kau begitu jahat, kau sendiri masih bisa tertawa?"

Terdengar Ling Yu Yan berkata lagi.

"Kau mengira bahwa Wei Tian Yuan bukan orang jahat?"

Jawab Meng Zhong Qiang.

"Aku pikir tidak mungkin gara-gara kita membawa kabar ke Yang Zhou maka kita akan dibunuh oleh Wei Tian Yuan."

"Xue Jun pun mati karena mereka, kau masih mengira Wei Tian Yuan bukan penjahat besar?"

Kata Meng Zhong Qiang.

"Aku tidak pernah mengatakan bahwa dia adalah orang baik, tapi ada orang yang hari ini berbuat jahat tapi pada hari berikutnya dia bisa berbuat baik."

Kata Ling Yu Yan.

"Kebaikannya yang lebih banyak ataukah kejahatannya lebih banyak, kau harus bisa membedakannya."

Kata Ling Yu Yan lagi.

"Lebih baik kemukakan pendapatmu tentang Wei Tian Yuan."

Jawab Meng Zhong Qiang.

"Aku tidak begitu mengenalnya, jadi aku tidak bisa mengatakan apa-apa, tapi perkataan dari orang Kong Dong Pai, You Yang, apakah kau akan mempercayainya?"

You Yang adalah orang yang pergi bersama-sama dengan mereka ke Luo Yang untuk memberi ucapan selamat kepada pernikahan Xu Zhong Yue. Kata Ling Yu Yan.

"Kata-kata dari Paman You aku akan selalu mempercayainya, apakah dia mengatakan bahwa Wei Tian Yuan adalah orang baik?"

Jawab Meng Zhong Qiang.

"Dia hanya memberitahu kepadaku mengenai satu hal."

"Hal apakah itu?"

"Ayah Wei Tian Yuan yaitu Wei Zheng Gang adalah kepala pasukan pemberontak, 10 tahun yang lalu Wei Zheng Gang dicelakai hingga mati oleh Xu Zhong Yue kemudian Wei Tian Yuan membalas dendam dengan cara merebut istri Xu Zhong Yue, sekarang ini Wei Tian Yuan belum masuk ke dalam pasukan pemberontak tapi paling sedikit dia dengan pasukan pemberontak berada dalam satu baris. Kun Lun Pai dan Qing Zheng Pai walaupun tidak secara terangterangan ingin menggulingkan kekuasaan Mancu, tapi mereka pun sering membantu pasukan pemberontak."

Kata Ling Yu Yan.

"Apakah dalam pasukan pemberontak tidak ada yang jahat? Hati Wei Tian Yuan bercabang, hal ini sudah membuat mereka menjadi marah."

Kata Meng Zhong Qiang.

"You Yang tidak membantunya, dia membantu Pendekar Yang Zhou, Chu Qing Song."

Kata Ling Yu Yan.

"Temyata dia pun takut Pendekar Chu Qing Song tertipu oleh Wei Tian Yuan."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Benar, tapi keinginan You Yang dengan Biksu Tian Ji dan kelompoknya tidak sama."

"Apakah yang tidak sama?"

Jawab Meng Zhong Qiang.

"KaIi ini Chu Qing Song menghindari pertarungan di Mi Mo Ya, hal ini sudah membuat Mu Zhi Yao menjadi curiga, katanya Mu Zhi Yao sudah memerintahkan banyak pesilat tangguh ke Jiang Nan, para pesilat tangguh ini datang untuk mengawasi gerak gerik Chu Qing Song, dan menyelidiki apakah dia mempunyai hubungan dengan Wei Tian Yuan."

"Kalau begitu bila Wei Tian Yuan mencari Chu Qing Song, maka dia akan masuk ke dalam perangkap?"

"Benar, karena itu Tetua You Yang menyuruhku ke Yang Zhou untuk memberitahu Chu Qing Song agar dia mempunyai persiapan, cara ini sekaligus melindungi Wei Tian Yuan."

Baca Juga: Pukulan Naga Sakti 12

Baca Juga: Badai Awan Angin Pendekar Sejati 3

Related Posts:

Disqus Comments

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert

© 2017 cerita silat online - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger