Pedang Bayangan Dan Panji Sakti 4

Eps 4 Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen

Baca online Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen

Cersil Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen.

Kata Ling Yu Yan.

"Aku tidak mengerti, bila Chu Qing Song sendiri yang tidak turun tangan, bagaimana caranya melindungi Wei Tian Yuan?"

"Maksudnya juga ingin menyuruhnya keluar."

Kata Ling Yu Yan.

"Bukankah hal ini akan membuat Chu Qing Song menjadi terganggu? Apakah tidak bertentangan dengan keinginan You Yang?"

"Maksud dari Tetua You Yang bukan menyuruh Pendekar Chu bertarung demi Wei Tian Yuan, melainkan dengan akal membuat mereka masuk ke dalam perangkap."

"Bagaimanakah caranya?"

Kata Meng Zhong Qiang.

"Biksu Tian Ji dan kawan-kawan sedang mengumpulkan orang-orang dunia persilatan untuk meghadapi Wei Tian Yuan.

Pendekar Chu dapat membuat strateginya, di Yang Zhou dia menjadi ketua perkumpulan, begitu kabar tersiar, Wei Tian Yuan pasti tidak akan berani datang ke rumahnya."

Kata Ling Yu Yan.

"Sebaliknya dengan rencana Biksu Tian Ji, dia ingin Chu Qing Song memancing Wei Tian Yuan keluar kemudian menangkapya."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Pendekar Chu Qing Song selalu jujur dan terbuka, dia tidak akan mau melakukan hal seperti ini."

Kata Ling Yu Yan.

"Demi membasmi kejahatan di dunia persilatan, Pendekar Chu harus mau melakukan hal seperti itu, bila Wei Tian Yuan adalah seorang penjahat, untuk apa berbuat jujur dan terbuka?"

"Apa maksudmu?"

Jawab Ling Yu Yan,"Bila kita satu pendapat, Pendekar Chu tidak akan melepaskan Wei Tian Yuan."

Kata Meng Zhong Qiang,"Lalu, bagaimana aku harus melapor kepada Tetua You Yang? Tetua You Yang ingin melindungi Wei Tian Yuan."

Kata Ling Yu Yan.

"Bila dia mengetahui hubungan antara Wei Tian Yuan dan Shang Guan Yun Long, pendapatnya pun akan berubah."

Sebenarnya Meng Zhong Qiang ingin mengatakan bahwa semua ini hanya pendapat Ling Yu Yan.

Dia tidak jadi mengatakannya karena, pertama dia tidak ingin ribut dengan Ling Yu Yan.

Kedua, dia pun tidak terlalu mengenal Wei Tian Yuan, terpaksa dia menutup mulutnya lagi dan tidak mengatakan apa-apa.

Tanya Ling Yu Yan.

"Bagaimana? Kau belum mengambil keputusan."

"Aku tidak ingin menyulitkan Pendekar Chu, dia menghindari pertarungan di Mi Mo Ya dan pergi dari ibu kota, mengapa sekarang kita harus menariknya masuk ke dalam lingkaran ini lagi?"

Kata Ling Yu Yan.

"Sayangnya sekarang dia sudah tidak bisa menghindar lagi. Kau bayangkan bila mereka berdua sudah mengubah wajah asli mereka tidak akan ada yang bisa mengenali mereka, kecuali menunggu mereka masuk ke dalam perangkap, apakah akan ada cara yang lebih baik lagi?"

"Apakah menurutmu mereka pasti akan ke rumah Chu Jin Song?"

"Aku sudah mengatakan tadi bahwa Biksu Tian Ji mendapatkan kabar bahwa mereka sekarang ini sedang menuju Jiang Nan." 'Tapi belum tentu Wei Tian Yuan akan mencari Pendekar Chu Qing Song,"

Kata Meng Zhong Qiang. Kata Ling Yu Yan.

"Ada satu hal yang belum kau ketahui, adik Wei Tian Yuan yaitu Qi Shu Yu berada di keluarga Chu, bila Wei Tian Yuan tidak mencari Pendekar Chu setidaknya dia akan mencari adik seperguruannya, semua hal harus ada persiapannya, demikian yang dikatakan oleh Biksu Tian Ji."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Kalau begitu pendapat dari 2 belah pihak harus kita sampaikan kepada Pendekar Chu, biar dia sendiri yang memutuskannya."

Kata Ling Yu Yan.

"Bila dia tidak mau bertarung dengan Wei Tian Yuan, Mu Zhi Yao akan merasa dia bersekutu."

Kata Meng Zhong Qiang.

"Aku pun tahu bahwa hal ini sangat berbahaya, tapi menurutku kedua belah pihak harus memberitahu kepada Pendekar Chu, bila tidak hal ini akan membuat Pendekar Chu menjadi penasaran."

Kata Ling Yu Yan.

"Wei Tian Yuan mencintai siluman itu dan akan menjadi menantu dari penjahat nomor satu, ini pun sudah masuk kedalam golongan sesat, Pendekar Chu harus menghadapi dia, ini bukan masalah tidak mempunyai perasaan atau sebagainya."

"Itu hanya pendapatmu, bagaimana pendapat Pendekar Chu kita tidak tahu, biar dia sendiri yang mengambil keputusan."

Ling Yu Yan tahu bagaimana sifat Meng Zhong Qiang, bila dia tidak setuju sangat sulit untuk mengubah pendiriannya. Ling Yu Yan terpaksa menyetujui pendapat Meng Zhong Qiang dan dia berkata.

"Kita hanya menyampaikan pesan, biar Pendekar Chu sendiri yang mengambil keputusan akhir, tapi menurutku dia pasti akan setuju dengan kata-kata Biksu Tian Ji, sekarang kita sudah membereskan hal-hal penting, sekarang kita bisa bersantai di danau ini."

"Aku tidak ingin bermain lagi."

Ling Yu Yan marah.

"Bila kau mau pulang, sana pulang sendiri"

Tanya Wei Tian Yuan.

"Bagaimana dengan kita?"

"Biarkan saja mereka pulang, aku masih ingin melihat saja pemandangan danau ini.

---ooo0dw0ooo---C.

Melamar Walaupun Shang Guan Fei Feng mengatakan ingin melihat pemandangan danau, tapi di dalam hatinya dia berpikir lain.

"Apa yang akan disampaikan oleh Wei Tian Yuan kepadaku? Dia harus mengatakannya setelah tiba di darat."

Perahu kecil itu memutari danau sebanyak satu kali, dalam perkiraan mereka, Ling Yu Y an dan Meng Zhong Qiang sudah berada di penginapan, Wei Tian Yuan melihat Shang Guan Fei Feng sedang memikirkan sesuatu.

Wei Tian Yuan berkata.

"Bulan sudah berada di tengah langit malam, kita pun harus segera pulang."

Setelah tiba di darat, Wei Tian Yuan diam dan terus berjalan, Shang Guan Fei Feng mengikutinya dari belakang, Shang Guan Fei Feng pun tidak menanyakan apa yang akan disampaikan oleh Wei Tian Yuan.

Sudah tidak ada pengunjung di tempat itu, hanya ada mereka berdua yang berjalan di bawah sinar bulan.

Tiba Shang Guan Fei Feng membacakan sebuah puisi.

"Baru melewati Tan Guan tapi sudah mengasihani daun Tao Hua yang berguguran, tanah yang begitu luas, siapakah yang menentukan?"

Tiba Wei Tian Yuan menolehkan kepalanya dan berkata.

"Kita tidak bisa menentukan tanah yang luas, tapi nasib kita, kita sendiri yang menentukannya."

Hati Shang Guan Fei F eng tergerak dan dia berkata,"Tian Yuan, kau sedang memikirkan apa?"

"Kau dulu yang mengatakan sedang memikirkan apa dirimu saat ini.

"Aku sedang memikirkan apa sebaiknya kita berpisah di sini saja."

"Apakah kau takut dengan gossip yang jahat itu?"

"Aku tidak takut, hanya takut au akan terbawa oleh gossip itu, mereka menyebutku sebagai siluman, apakah kau tidak takut namamu akan tercemar?"

Kata Wei Tian Yuan.

"Biksu Tian Ji, Shen Gong Da, dan Mei Qing Leng bukan orang-orang yang berhati pendekar."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Tapi kata-kata mereka banyak orang yang mempercayainya, perkataaan orang-orang itu sangat menakutkan...."

Wei Tian Yuan tertawa terbahak-bahak.

"Apa yang kau tertawakan?"

"Aku mengira bahwa kau adalah seorang pesilat yang mandiri, ternyata kau takut kepada perkataaan orang lain, bukankah hal ini sangat lucu?"

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku merasa hal ini tidak lucu, karena ini bukan hal yang hanya menyangkutku saja, tapi juga melibatkan dirimu."

"Apakah kau tahu apa yang berada dalam pikiranku?"

"Justru itu yang akan kutanyakan."

Kata Wei Tian Y uan,"Sebenarnya aku sudah mengatakan bahwa masalah ini masih bisa kita yang atasi."

"Aku masih tidak mengerti."

Dengan lembut Wei Tian Yuan berkta,"Fei Feng, maukah kau menjadi istriku?"

Shang Guan Fei Feng merasa kaget sekaligus senang, lalu dia berkata "Apakah kau sedang melamarku?"

Jawab Wei Tian Yuan.

"Sebenamya aku harus mengatakan ini kepada ayahmu, tapi aku tidak sabar menunggu lama-lama, bila kau setuju aku akan tenang."

Shang Guan Fei Feng menggelengkan kepalanya. Kata Wei Tian Yuan.

"Kau harus setuju, bila tidak aku akan gila sampai mati."

"Aku adalah seorang siluman, apakah kau masih mau memperistriku?"

"Karena mereka mengataimu, maka aku harus memperistrimu."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Bila kita sudah menikah, orang yang tadinya tidak percaya dengan gossip itu, sekarang malah akan mempercayainya."

Kata Wei Tian Yuan.

"Aku tidak takut dengan gosip-gosip itu aku hanya takut gossip itu akan merusak nama baikmu, menikah adalah cara terbaik untuk menghadapi gossip itu."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku sudah mengerti, orang lain mengatakan bahwa aku yang menjeratmu, kau membelaku dengan cara melamarku."

Memang Wei Tian Yuan pemah mempunyai pikiran seperti itu tapi dia tidak akan mengakuinya. Wei Tian Yuan berkata.

"Fei Feng, jangan punya pikiran seperti itu, kau begitu baik kepadaku, bila tidak ada gossip yang jahat pun aku berharap bisa mendapatkan istri sebaik dirimu."

"Apakah kau bisa melupakan Kakak Xue Jun?"

Kata Wei Tian Yuan.

"Aku tidak akan berbohong kepadamu, aku tidak akan bisa melupakan Xue Jun, tapi kau pemah mengatakan bahwa orang mati tidak akan bisa hidup kembali, orang yang masih hidup tidak bisa terus memikirkan orang yang mati sehingga tidak melakukan apa pun. Ada satu hal lagi mungkin belum kau ketahui."

"Tentang apa?"

"Xue Jun mati dalam pelukanku, sewaktu dia akan meninggal, dia berharap kau bisa menggantikan dia."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Jadi karena kata-katanya, maka kau baru...."

"Aku harus mengatakan apa lagi?"

"Kau harus jujur mengatakannya."

Kata Wei Tian Yuan.

"Baiklah aku akan jujur mengatakannya, dulu di dalam hatiku hanya ada Xue Jun, aku rela karena dirinya nama baikku tercemar, sekarang di dalam hatiku hanya ada dirimu, aku pun rela demi dirimu nama baikku tercemar, aku sayang kepadamu sama seperti aku menyayangi Xue Jun."

Tawa Shang Guan Fei Feng terlihat seperti bunga, dia menunjukkan jarinya ke dahi Wei Tian Yuan lalu berkata.

"Kau benar-benar seperti si tolol."

Kata Wei Tian Yuan.

"Apakah kau menerima lamaran si tolol ini?"

Shang Guan Fei Feng menghela nafas dan berkata.

"Aku pun seorang yang tolol."

Dengan senang Wei Tian Yuan berkata "Terima kasih kau mau menjadi istri dari si tolol, aku tidak berani mengatakan hidup bersamamu hingga kakek nenek, aku hanya berharap hidup dan mati selalu bersamamu."

Tawa Shang Guan Fei Feng.

"Kau adalah seorang penjahat dan aku adalah seorang siluman, penjahat dan siluman bersatu, seumur hidup kita rasamya tidak akan tenang."

Shang Guan Fei Feng menghela nafas lagi. Tanya Wei Tian Yuan.

"Mengapa menghela nafas lagi, ada pepatah mengatakan . hari ini bila ada arak, habiskanlah hari itu juga, bila esok ada kesulitan, esok baru dipikirkan...."

Shang Guan Fei Feng berkata.

"Aku tidak mengkhawatirkan masa depan, aku menghela nafas karena dirimu."

"Mengapa menghela nafas untuk diriku?"

"Kau adalah ahli waris keluarga Qi, apa yang sudah terjadi pada keluarga Qi dulu, kau sama sekali tidak peduli, bila sekarang kau tidak peduli lagi kelak kau akan merasa meyesal."

Tanya Wei Tian Yuan,"Contoh dulu? Apakah maksudmu Paman (luru Qi Le Ming?"

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Apakah kau tidak tahu bahwa Qi Le Ming adalah orang yang paling disukai oleh ayahku? Ayahku sering mengatakan . Qi Yan Ran sudah lama terkenal tapi Qi Le Ming lebih menonjol dibandingkan dengan ayahnya, dia adalah harapan untuk menjadi pesilat nomor satu di dunia ini, tapi sayang hubungannya dengan Yin Hu menghancurkan masa depannya."

"Apakah kau mengetahui keberadaan paman guruku?"

"Katanya dia memusnahkan ilmu silatnya sendiri kemudian pergi dengan Yin Hu."

Dia bertanya lagi.

"Apakah kau tidak takut kejadian yang menimpa paman gurumu akan terulang kembali?"

Kata Wei Tian Yuan.

"Apakah kau tahu siapa orang yang paling kukagumi?"

Sengaja Shang Guan Fei Feng menjawab,"Kakekmu?"

Kata Wei Tian Yuan.

"Kakek menyayangiku seperti kepada cucunya sendiri, aku pun hormat kepadanya, tapi dia bukan orang yang paling kukagumi."

Wei Tian Yuan tumbuh besar di keluarga Qi, dia sama seperti Qi Shu Yu memanggil Qi Yan Ran dengan sebutan kakek.

"Kalau bukan, mungkin dia adalah Pendekar Yang Zhou, Chu Qing Song,"

Kata Shang Guan Fei Feng. Wei Tian Yuan berkata.

"Pendekar Chu benar-benar seorang pendekar, dia pantas dihomati, tapi aku tidak ada bakat menjadi seorang pendekar, dia juga bukan orang yang kukagumi."

Shang Guan Fei Feng berkata,"Aku tidak bisa menebaknya, siapakah dia?"

"Dia adalah paman guruku, Qi Le Ming, aku kagum kepadanya karena ke mana pun dia pergi dia selalu pergi seorang diri, tidak peduli dengan hinaan dari orang lain, mungkin dia mempunyai banyak kekurangan, tapi di mataku dia mempunyai kelebihan."

"Kalau kau berani menjadi Qi Le Ming, aku pun tidak takut menjadi Mu Juan Juan."

Mereka berpelukan, hati mereka sekarang sudah bersatu. Setelah lama Shang Guan Fei Feng baru berkata.

"Bulan sudah berada di barat, bila sekarang tidak pulang, orang-orang dipenginapan akan menjadi curiga."

Wei Tian Yuan tertawa dan berkata "Aturan penginapan ini adalah menuruti permintaan tamunya, tamu-tamu mereka kebanyakan adalah tamu terhormat, asal kau bisa membayar uang sewa kamar, kapan pun kalian kembali, mereka tidak akan bertanya."

Walaupun begitu, mereka tetap kembali. Mereka berjalan sambil berpegangan tangan, masing-masing bisa mendengar detak jantung, setelah melewati sebuah pondok Wei Tian Yuan berkata.

"Lihat, puisi ini sangat indah."

Dengan suara kecil Shang Guan Fei Feng membacanya.

"Nama dan keberuntungan adalah omong kosong, semua itu adalah mimpi. Seperti melihat permainan catur. Siapa yang akan tahu akhir permainannya, menang atau kalah? Dari dulu sampai sekarang, apakah pemah terjadi setengah kolom bunga teratai. Harumnya bisa menandingi bunga Yu Jin Xiang (nama bunga yang wanginya menyengat). Untuk menghibur Mo Zhou (nama orang)."

Shang Guan Fei Feng mengangguk dan berkata.

"Menghibur Mo Zhou. Dalam kalimat itu ada 2 pengertian, puisi ini benar-benar sangat indah, walaupun aku bukan Mo Zhou, tapi aku tetap berterima kasih untuk nasihatmu."

"Apakah kau sudah tidak pusing lagi?"

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Kau berada di sisiku, hal apa pun yang membuatku pusing, aku tidak akan peduli, bagaimana dengan dirimu?"

"Aku merasa seperti bermain catur, pada akhirnya akan bagaimana, aku tidak akan ada yang mengetahuinya. Nama dan keberuntungan aku tidak pemah mencarinya, sekarang anggaplah masa lalu yang baik atau jelek berlalu seperti mimpi."

Kata Shang Guan Fei Feng sambil tersenyum.

"Kata-katamu seperti perkataan seorangg biksu yang berilmu tinggi."

Wei Tian Yuan juga tertawa dan berkata.

"Aku belum bisa melupakan perempuan dan mengosongkan pikiran, paling sedikit aku harus menghibur Mo Zhou ku, tapi keadaan mempermainkan orang, kalau benar-benar bisa be.rlalu seperti mimpi, kita tidak akan merasa kesulitan lagi."

Tawa Wei Tian Yuan mengandung sedikit kesedihan dan menertawakan diri sendiri.

Shang Guan Fei Feng tahu Wei Tian Yuan di luar tampak senang, lapi dalam hati dia merasa merana.

Dalam hati Shang Guan Fei Feng berpikir.

"Menurut puisi, bila bermain catur, apakah akan ada yang tahu bagaimana hasil akhirnya? Wei Tian Yuan menganggap kehidupan ini seperti bermain catur, bila suatu hari dia tahu hasilnya, apakah dia masih mau mengibur aku yang dianggapnya sebagai Mo Zhou? "

Mereka masing-masing mempunyai pikiran sendiri-sendiri, dan mereka pun akhirnya kembali ke penginapan.

Wei Tian Yuan tidak bisa tidur, sudah jam 3 dini hari dia tetap tidak bisa tidur.

Tiba-tiba terdengar suara dari kamar Shang Guan Fei Feng, dia berkata "Kakak Wei, kau belum tidur?

Pagi-pagi kita masih harus sudah pergi dari sini, cepatlah tidur, jangan banyak berpikir lagi!"

Aneh, sesudah mendengar kata-kata Shang Guan Fei Feng, Wei Tian Yuan seperti dihipnotis, dia tertidur pulas dan seperti mencium bau wangi yang manis..

Begitu bangun, hari sudah siang.

Shang Guan Fei Feng sudah berada di sisinya.

Wei Tian Yuan bangun lalu mencuci muka, dan berkata.

"Kemarin malam, dengan wewangian kau membuatku tertidur?"

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata "Wewangian ini hanya membantu supaya kau bisa tidur, tidak akan merusak tubuhmu. Aku berterima kasih kepadamu."

Wei Tian Yuan merasa aneh, dia bertanya.

"Kau berterima kasih untuk apa?"

"Berterima kasih karena kau percaya kepadaku. Tenaga dalammu sudah kuat, jika kau sedikit waspada terhadapku, wewangian ini pasti tidak mempan terhadapmu."

Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.

"Masa aku takut kau akan mencelakaiku?"

Shang Guan Fei Feng juga tertawa dan berkata.

"Belum tentu!"

Kata Wei Tian Yuan.

"Jangan bercanda, kau menyuruhku tidur, apakah kau ingin melakukan sesuatu?"

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata,"Kau khawatir aku mencari laki-laki lain? Benar, kemarin aku pergi sebentar, aku telah melakukan apa? Nanti kau akan keberitahu."

Mereka membereskan barang yang akan dibawa. Dan segera berangkat. Terlihat Meng Zhong Qiang dan pengurus penginapan sedang berbicara sepertinya sudah terjadi sesuatu.

"Tabib ini mampu mengobati penyakit kecil dan pasien akan cepat sembuh, hanya saja sifatnya sedikit agak aneh, apakah dia mau datang kemari. Aku akan menyuruh seseorang untuk memanggilnya, jika dia tidak mau, masih ada...."

Meng Zhong Qiang tidak menunggu dia habis bicara, segera berkata.

"Kau tidak perlu menyuruh orang, aku sendiri yang akan pergi. Aku minta alamat tabib itu, uang ini untuk kau beli arak."

Katanya hanya sedikit uang tapi jumlahnya 10 tail perak.

Pengurus penginapan melihat uang itu, segera menerima uang dan menulis alamat tabib itu untuk Meng Chong Qiang.

Wei Tian Yuan sudah menebak, dia baru akan bertanya kepada Shang Guan Fei Feng.

Dengan suara kecil Shang Guan Fei Feng berkata.

"Temyata di sini masih ada teman lamamu yang aku belum kenal?"

Wei Tian Yuan mengikuti pandangan Shang Guan Fei Feng.

Melihat ada seseorang yang penampilannya seperti seorang bos dengan 2 orang pelayan.

Dua orang pelayan sedang membereskan kereta, dan bosnya adalah seorang tuan muda yang kaya, dua ekor kudanya juga kuda yang ternama, apalagi pelana kuda itu terbuat dari perak.

Mungkin harganya bisa mencapai 100 tail perak atau bahkan lebih.

Tuan muda kaya itu tak lain adalah putra sulung ketua pengawal kerajaan Mu Zhi Yao, Mu Liang Ju.

Dalam hati Wei Tian Yuan berpikir.

"Si keparat ini pasti tahu aku akan ke Jiang Nan, jadi dia mengikutiku."

Wei Tian Yuan tertawa dan berkata "Kelihatannya aku mempunyai kedudukan yang tinggi, hingga putra Mu Zhi Yao pun datang untuk mengantarku."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Katanya di Bei Jing dia dipukul olehmu hingga babak belur?"

"Benar, tapi dia bukan musuhku."

"Apakah kau menyesal kurang keras memukulnya?"

"Aku tidak ingin memukulnya, hanya benci karena dia seperti roh yang terus menempel dan mengikuti kita ke Yang Zhou."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Ini hal yang mudah, aku akan mengusir roh liar ini."

"Kau jangan bertindak sembarangan di sini, jika ada keributan, identitas kita akan diketahui."

Teknik Wei Tian Yuan bicara dengan cara langsung mengantar suara ke telinga Shang Guan Fei Feng.

"Kau tenang saja, aku mempunyai perhitungan."

Dia berjalan menuju kereta kuda dan memuji.

"Kuda ini sangat bagus, apakah pelananya juga terbuat dari perak?"

Shang Guan Fei Feng sudah berganti penampilan, tapi dia tetap terlihat sebagai seorang perempuan, walaupun tidak secantik dirinya yang asli tapi masih ada sisa kecantikan yang terlihat.

Dua orang pelayan itu ingin memarahinya, tapi Mu Liang Ju dengan tertawa menjawab.

"Gadis kecil, apakah kau juga mengerti tentang kuda?"

Shang Guan Fei Feng menjawab.

"Aku tidak tahu bagaimana yang disebut dengan kuda yang bagus tapi kuda putih ini begitu bagus, aku belum pemah melihat dan pelana perak ini...."

Mu Liang Ju tertawa dan berkata.

"Kau sendiri ingin mengenakan perak atau emas itu pun hal yang mudah, ikutlah denganku...hatihati kudaku bisa menendangmu."

Baru saja selesai berkata, seekor kuda sudah mengangkat kaki belakangnya, segera Shang Guan Fei Feng berlari dan berkata.

"Kudamu sangat galak, aku tidak berani mendekatinya."

Tadinya Mu Liang Ju ingin bercanda dengannya tapi Shang Guan Fei Feng berpikir jika benar-benar dia ingin memakai emas dan perak lalu harus mengikuti Mu Liang Ju dia tidak mau.

Mu Liang Ju membiarkan Shang Guan Fei Feng pergi.

Begitu keluar dari penginapan, Wei Tian Yuan bertanya kepada Shang Guan Fei Feng.

"Tadi kau melakukan apa?"

Shang Guan Fei Feng menjawab "Tidak apa-apa, hanya di tubuh kuda itu aku memberikan sedikit variasi.

Kira-kira satu jam lagi kedua ekor kuda yang begitu bagus akan roboh kemudian tidak akan bisa bangun lagi.

Mereka akan menjadi kuda yang sakit."

Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.

"Jika kuda roboh, kereta akan terguling, Tuan Muda Mu akan ikut terguling dan dia masih tidak tahu apa yang akan terjadi."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Bukankah kau tidak suka dia seperti roh terus menempel kepada kita? Paling sedikit 2 hari ini kita bisa lepas dari kuntitan dia."

Kata Wei Tian Yuan.

"Persoalan Mu Liang Ju sudah beres, tadi aku ingin bertanya kepadamu, mengapa Meng Zhong Qiang sepertinya terburu-buru mencari tabib, pasti Ling Yu Yan sakit, apakah kau sudah melakukan sesuatu terhadapnya?"

"Aku melakukan hal yang sama seperti yang kulakukan terhadap kuda-kuda tadi."

Wei Tian Yuan kaget dan berkata.

"Kau tidak boleh begitu..."

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata "Tenanglah. Aku tidak membuat kuda-kuda itu mati, apalagi terhadap manusia. Aku hanya menghukumnya. Hukumannya lebih ringan dari kuda-kuda itu."

"Bagaimana hukumannya?"

Shang Guan Fei Feng menjawab.

"Aku membuatnya tertidur nyenyak, kemudian memberikan sebutir obat khusus ke dalam mulutnya, obat itu buatan keluargaku, walaupun minum obat dari tabib, dia akan terus buang air selama tiga hari berturut-turut."

Wei Tian Yuan ingin tertawa, tapi dia malah berkata.

"Kau sungguh keterlaluan. Nona Ling akan tersiksa, Meng Zhong Qiang pun akan merasa lelah merawatnya, kau ini...."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku mengatakan bahwa kau adalah seorang yang tolol, benar-benar tolol!"

Tanya Wei Tian Yuan,"Aku salah mengatakan apa?"

Jawab Shang Guan Fei Feng.

"Aku memberikan tugas yang baik untuk Meng Zhong Qiang, bukan tugas yang melelahkan, bila aku tidak memberikan obat khusus kepada Nona Ling, hubungan mereka tidak akan menjadi dekat. Setelah beberapa hari Meng Zhong Qiang mengurus Nona Ling, mungkin Nona Ling akan lebih sayang kepada Meng Zhong Qiang."

Wei Tian Yuan menatapnya, tapi tidak mengucapkan sepatah katapun.

Shang Guan Fei Feng melihatnya dan berkata "Mengapa kau tertawa begitu aneh?

Kau sedang memikirkan apa?

"Aku sedang memikirkan keadaanku pada saat terkena racun dan tidak sadarkan diri."

Shang Guan Fei Feng terpaku dan bertanya,"Mengapa tiba-tiba kau berpikir ke arah sana?"

Wei Tian Yuan tertawa dan menjawab.

"Sewaktu aku pingsan di kuil tua itu, kau juga yang mengurus dan merawatku."

Wajah Shang Guan Fei Feng rriemerah dan dia berkata,"Kau jangan bercanda!"

Pada saat mereka baru memulai perjalanan ke Jiang Nan, mereka belum begitu akrab, sekarang ini mereka sudah menjadi sepasang kekasih, sepanjang perjalanan selalu bercanda tidak terasa mereka sudah tiba di Yang Zhou.

Yang Zhou dijuluki sebagai kota hijau, karena sepanjang jalan ditanami oleh pohon.

Kota Yang Zhou berada di sisi sungai Zhang Jiang, dilewati oleh air sungai yang berasal dari timur.

Di bagian utara terdapat gunung dan danau, dari jauh yang terlihat hanya hamparan wama hijau.

Shang Guan Fei Feng memuji dan berkata.

"Pantas sejak jaman dulu hingga saat ini, banyak orang bermimpi bisa membawa banyak uang untuk naik bangau dan terbang ke Yang Zhou."

Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.

"Sekali berbicara kau sudah menggunakan banyak peribahasa, kau seorang pesilat dan juga seorang sastrawan."

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata.

"Aku hanya menyukai puisi, bukan seorang sastrawan, ayahku senang membaca, dia sering menyuruh orang pergi ke Jiang Nan untuk mencari buku dan lukisan yang bagus."

Kata Wei Tian Yuan.

"Kakekku pun bisa ilmu silat dan sastra, boleh dikatakan aku menguasai ilmu silat tapi aku tidak senang bersekolah, puisi-puisi yang kubaca pada waktu kecil, sekarang ini aku hanya mampu mengingatnya sedikit."

Wei Tian Yuan berkata lagi.

"Kota Yang Zhou adalah kota yang membawa bencana, sewaktu tentara Man Qing masuk ke Yang Zhou mereka menyerang Jiang Nan, dalam waktu 10 hari Yang Zhou mengalami 3 kali pembunuhan secara besar-besaran, hingga saat ini rakyat Yang Zhou masih sangat membenci tentara Man. Qing. Pendekar Chu Qing Song walaupun bukan tentara pemberontak sebenarnya dia adalah pemimpin pemberontak yang menggulingkan tentara Man Qing."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Pantas Mu Zhi Yao selalu menyuruh orang untuk mengawasi dia."

Kata Wei Tian Yuan.

"Penampilan luar Pendekar Chu terlihat sebagai seseorang yang kalem dan dia adalah seorang sastrawan, mungkin saat ini Mu Zhi Yao belum mengetahui dengan pasti identitasnya."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Bila kau ke sana dan tertangkap, identitas Pendekar Chu akan ikut terbongkar."

Wei Tian Yuan terdiam, setelah lama dia baru berkata.

"Tapi aku harus pergi ke sana, jenasah Xue Jun disimpan di sana, adikku pun berada di Yang Zhou, aku sudah mengubah wajahku, orang-orang tidak akan mengenaliku."

Tanya Shang Guan Fei Feng,"Kapan kau akan pergi ke sana?"

"Kita cari dulu penginapan, sore hari aku baru ke sana, apakah kau akan ikut denganku?"

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku adalah seorang siluman, dia adalah seorang pendekar, aku pikir walaupun Ling Yu Yan belum tiba di Yang Zhou, tapi setidaknya dia sudah tahu bahwa Biksu Tian Ji dan Meng Jing Feng akan menangkapku, jadi aku tidak bisa ikut denganmu."

"Bila kau tidak mau ikut, tidak apa-apa...."

Kata Shang Guan Fei Feng lagi.

"Aku tidak ingin bertemu dengan Chu Qing Song, dan di keluarga Chu ada seseorang yang tidak ingin bertemu denganmu."

Tanya Wei Tian Yuan.

"Apakah dia adalah Chu Tian Shu? Aku dan dia memang pemah ada sedikit perselisihan."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku tahu dia pemah menyukai Kakak Xue Jun, tapi Kakak Xue Jun sendiri sudah meninggal. Aku pikir kelapangan hatinya tidak akan sesempit itu."

Tanya Wei Tian Yuan.

"Kalau bukan dia, lalu siapa?"

"Putri Xu Zhong Yue, yaitu Xu Jin Yao."

Wei Tian Yuan baru teringat sesuatu dan berkata.

"Nona Xu dan adik Chu Tian Shu sudah terlebih dahulu kembali ke Yang Zhou."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Tuan Muda Mu pergi ke Jiang Nan, bukan hanya untuk mengejar dirimu saja."

Kata Wei Tian Yuan.

"Kau benar, mengejarku tidak perlu Tuan Muda Mu sendiri yang turun tangan, dia datang karena Xu Jin Yao, karena Xu Zhong Yue pemah memaksa putrinya untuk menikah dengan Tuan Muda Mu, karena Xu Jin Yao menolak maka dia ikut dengan Chu Tian Hong pulang ke Yang Zhou untuk menghindari pernikahan ini."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Walaupun Xu Jin Yao tidak menyukai ayahnya, tapi dia mempunyai hubungan darah dengan Xu Zhong Yue. Kau membunuh ayahnya, apakah dia bisa berlaku baik terhadapmu?"

Wei Tian Yuan tertawa kecut dan menjawab.

"Dia tidak membunuhku demi ayahnya pun sudah cukup baik untukku."

Shang Guan Fei Feng berkata.

"Dia membunuhmu? Apakah dia akan sanggup untuk membunuhmu? Mungkin dia akan meminta bantuan kepada Tuan Muda Mu untuk membalas dendam atas kematian ayahnya."

Kata Wei Tian Yuan.

"Bila dia memberitahu kepada Tuan Muda Mu bahwa aku berada di sini, itu akan cukup merepotkan keluarga Chu."

Wei Tian Yuan .tampak berpikir sebentar kemudian berkata.

"Lebih baik aku menunggu hingga jam 3 dini hari, setelah itu baru diam-diam bertemu dengan Pendekar Chu, bila kami bertemu pada malam hari, Xu Jin Yao tidak akan tahu.

Sekarang lebih baik kita cari penginapan dulu."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Di Yang Zhou ini, apakah ada tempat seperti danau Mo Zhou?"

"Di Yang Zhou ada Shou Xi Hu (nama danau), pemandangannya sangat indah tidak kalah dengan danau Mo Zhou, tapi di sana tidak ada penginapan seperti di Mo Zhou."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Aku ingat ada sebuah tempat bisa untuk menginap."

"Apakah kau mempunyai kenalan di Yang Zhou?"

"Aku tidak mengenalnya, tapi dia tahu tentang aku, dia pasti akan menyambut kita dengan senang hati."

"Siapakah dia? Di manakah rumahnya?"

"Rumahnya berada di Gunung Guan Yin dekat dengan Shou Xi Hu."

Tanya Shang Guan Fei Feng melanjutkan "Apakah di Gunung Guan Yin ada kuil yang bernama Da Ming?"

"Benar, itu adalah sebuah kuil tua, apakah kau akan mencari seorang biksu?"

"Mungkin dia bukan biksu."

Kata Wei Tian Yuan,"Ya atau tidak, mengapa harus mengatakan mungkin bukan?"

"Aku sendiri pun tidak tahu dia seperti apa, kau jangan bertanya kepadaku, aku pun tidak bisa menjawabnya."

Kata Wei Tian Yuan,"Aku tahu, dalam waktu dekat ini kau pun akan segera tahu. Yang penting aku akan ikut denganmu."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Aku belum pemah ke Yang Zhou, kau saja yang bawa jalan, aku mengikutimu."

Kata Wei Tian Yuan.

"Yang membawa jalan adalah aku, yang memegang kemudi adalah kau, apakah pendapatku salah?"

Wei Tian Yuan membawa Shang Guan Fei Feng berjalan menyusuri danau.

Shou Xi Hu benar-benar indah, bila naik perahu mereka akan menikmati keindahan danau itu.

Di sisi danau pun banyak tempat rekreasi, ternyata jalan kaki pun tak kalah baiknya.

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Banyak tempat rekreasi, tapi kita harus menunggu nanti baru bisa menikmatinya."

Jawab Wei Tian Yuan,"Benar, kita harus cepat-cepat tiba di tempat tujuan."

Setelah tiba di Gunung Guan Yin, terlihat ada sebuah kuil. Kuil itulah yang mereka cari. Kata Shang Guan Fei Feng,"Baiklah, kita berjalan pelan-pelan sekarang."

Kata Wei Tian Yuan.

"Kuil ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Tang, diurus oleh seorang biksu yang terkenal."

Tanya Shang Guan Fei Feng.

"Apakah biksu itu bernama Jian Zhen, dia pemah ke Jepang untuk menyebarkan agama Budha bukan?"

"Ternyata kau sudah tahu sejarah kuil ini."

"Walaupun ayahku bukan pemeluk agama Budha tapi dia sangat mengagumi Biksu Jian Zhen."

Kata Wei Tian Yuan.

"Bila kita akan menginap di kuil ini bagiku tidak menjadi masalah, tapi bagaimana dengan dirimu? Kuil biksu mana boleh dimasuki oleh seorang perempuan apalagi sampai menginap."

"Tenang saja, orang yang aku cari bukan seorang biksu."

Di belakang kuil itu ada beberapa rumah peristirahan milik orangorang kaya. Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku hanya tahu bahwa dia tinggal di daerah sini, tapi tepatnya rumah yang mana, aku tidak tahu."

Kata Wei Tian Yuan,"Di sini hanya ada beberapa rumah, lebih baik kita cari satu per satu."

"Tidak perlu hingga seperti itu."

Dia mengeluarkan sebuah suling lalu meniupnya, hanya dalam waktu singkat terdengar suara kecapi yang berasal dari salah satu rumah di sana, kemudian Shang Guan Fei Feng segera mengetuk pintu rumah itu.

Pintu dibuka, ada seorang laki-laki setengah baya, seperti seorang pelajar, keluar menyambut mereka.

Shang Guan Fei Feng dan Wei Tian Yuan masuk ke dalam rumah itu, laki-laki itu menutup pintu, baru dia bertanya kepada mereka.

"Maaf, sepertinya aku tidak kenal dengan kalian."

Jawab Shang Guan Fei Feng,"Anda tidak mengenalku, tapi aku mengenal panjimu."

Laki-laki itu melihat Shang Guan Fei Feng mengeluarkan panji, segera dia memberi hormat lalu berkata "Ternyata Nona yang datang, anak buahmu Gong Ye Hong memberi hormat, teman ini adalah...?"

"Dia adalah temanku, dia bernama Wei Tian Yuan, dijuluki Fei Tian Shen Long, mungkin kau pemah mendengar namanya."

Pikir Gong Ye Hong.

"Ternyata gossip yang beredar di dunia persilatan semuanya itu benar, dia adalah calon menantu ketua kami, aku harus melayani dia dengan baik."

Gong Ye Hong berkata.

"Nama Pendekar Wei sudah menggetarkan dunia persilatan, walaupun aku tidak terlalu banyak tahu, tapi nama besar Anda sudah lama kudengar, terimalah hormatku."

Wei Tian Yuan tertawa terbahak-bahak dan berkata.

"Aku bukan pendekar ternama, aku hanya teman Nona Shang Guan, jangan terlalu sungkan."

Wei Tian Yuan mengulurkan tangannya untuk melarangnya memberi hormat, tapi Gong Ye Hong sudah mengerahkan tenaga mencoba mempertahankan diri untuk memberi hormat, terpaksa Wei Tian Yuan pun mengerahkan tenaganya, walaupun terlihat ringan tapi Wei Tian Yuan sudah menggunakan tenaga dalam sebesar 70%.

Gong Ye Hong tidak dapat berlutut, tapi dia masih bisa melipat setengah kakinya.

Wei Tian Yuan merasa tenaga dalamnya begitu kuat, dia merasa terkejut juga, dalam hati dia berpikir.

"Dia hanya seorang pelayan dari Shang Guan Yun Long, Fei Feng pun tidak tahu namanya, tidak disangka dia memiliki ilmu silat yang cukup tinggi dan tampak terpelajar, pelayannya saja begitu kuat, apalagi ketuanya."

Kata Gong Ye Hong,"Nona jauh-jauh datang kemari, ada pesan apa?"

Jawab Shang Guan Fei Feng.

"Kakak Wei datang ke Yang Zhou untuk berekreasi, aku hanya menemaninya, tiba di Yang Zhou aku baru ingat ayah pernah mengatakan bahwa di dekat kuil di Gunung Guan Yin tinggal seorang anggotanya, karena itu aku datang untuk mencarimu."

Kata Gong Ye Hong.

"Aku sudah membeli lukisan dan huruf kaligrafi yang ketua inginkan, apakah Nona ingin melihatnya?"

"Aku tidak begitu mengerti, juga tidak hobi, bila ada waktu, nanti aku akan melihatnya."

Kata Gong Ye Hong.

"Aku sampai lupa Nona dan Tuan Muda baru datang dari tempat jauh, harus segera beristirahat."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Mungkin sebentar lagi kami akan pergi, kau tidak perlu melayani kami, kami sudah makan malam."

Dia berkata Iagi.

"Dua hari kemarin aku menginap di danau Mo Zhou, aku sangat cocok dengan keadaan dan pengaturan yang ada di sana."

Kata Gong Ye Hong,"Apakah peraturan di sana?"

"Hanya ada 4 kata, tamu mengurus diri sendiri."

Gong YeJ-long mengerti, segera dia mengatur kamar untuk mereka dan pergi, dia hanya berpesan.

"Bila ada perlu apa-apa, Nona tinggal memanggilku, tidak perlu merasa sungkan,"

Hati Wei Tian Yuan terasa tidak tenang, dia tinggal di dalam kamar, setelah jam 2 dini hari, Shang Guan Fei Feng mengetuk pintu kamarnya. Kata Wei Tian Yuan.

"Tidak perlu mengkhawatirkanku, kau tidur saja, jam 3 nanti aku akan pergi."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku akan mengantarkanmu, malam hari melihat Shou Xi Hu, pasti tidak akan sama dengan pemandangan pada pagi hari."

"Bila itu keinginanmu, aku akan menemanimu jalan-jalan."

Mereka berdua berjalan dalam diam, Shang Guan Fei Feng mendekati Wei Tian Yuan, kecantikannya ternyata dapat melawan rasa dinginnya udara malam.

Kata Wei Tian Yuan,"Mengapa kau hanya mengenakan satu lapis baju?"

"Aku merasa hatiku sedang dingin."

"Kau sedang memikirkan apa?"

Shang Guan Fei Feng tidak menjawab. Shang Guan Fei Feng malah bertanya,"Kau sudah tiba di Yang Zhou, bagaimana perasaanmu sekarang?"

JawabWei Tian Yuan.

"Aku merasa aneh, sebelum tiba di Yang Zhou, hatiku merasa tidak tenang, setelah tiba di Yang Zhou hatiku malah menjadi tenang, kau bertanya bagaimana perasaanku, aku pun bingung entah dari mana aku harus memulai untuk bercerita."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Aku ingat kau pemah mengatakan . makin dekat dengan orang sekampung halaman hatimu menjadi semakin takut"

Kata Wei Tian Yuan,"Sekarang sudah ada kau yang berada di sisiku, aku merasa tenang."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Tapi sebentar lagi kau akan meninggalkanku."

"Aku hanya akan pergi sebentar, kau takut apa?"

"Apapun yang akan terjadi di keluarga Chu, apakah kau akan tetap kembali untuk menemuiku?"

Wei Tian Yuan tertawa dan menjawab.

"Di keluarga Chu tidak ada yang mau menangkapku, kecuali aku mati, aku pasti akan kembali untuk menemuimu."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Di dunia ini semua bisa berubah, seperti sebelumnya, tidak terpikir olehmu untuk mengunjungi keluarga Chu pada malam hari bukan?"

Wei Tian Yuan mengangguk dan berkata.

"Aku pun tidak menyangkanya bahwa jenasah Xue Jun berada di keluarga Chu."

Tanya Shang Guan Fei Feng.

"Bila kau tidak mengurusi jenasah Xue Jun, apakah kau tetap akan pergi ke keluarga Chu dengan resiko menghadapi bahaya?"

Jawab Wei Tian Yuan.

"Adikku berada di sana, mungkin aku akan tetap ke sana."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Mungkin kau tidak akan terburu-buru pergi ke sana seperti sekarang ini."

Kata Wei Tian Yuan.

"Mungkin juga, adik datang untuk berkumpul kembali dengan ibunya, dia masih ingin menikmati kasih sayang ibunya, aku juga ikut merasa senang, aku tidak perlu mengurus dia lagi, lebih awal atau terlambat sedikit menengok dia, tidak apa-apa."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Mungkin dulu juga kau tidak menyangka akan seperti ini kejadiannya."

Jawab Wei Tian Yuan.

"Benar, aku dan dia mengira bahwa ibunya sudah meninggal, tidak disangka ibunya masih ada,"

Kata Shang Guan Fei Feng.

"KecuaIi ibunya menghilang dan sudah kembali lagi. Sewaktu ibunya menikah dengan ayahnya, banyak orang yang iri, tapi siapa yang menyangka akhirnya mereka berpisah, Nyonya Qi menjadi Nyonya Chu, dan Qi Le Ming masih menjadi pesilat nomor satu di dunia ini."

Wei Tian Yuan menghela nafas, dan berkata.

"Paman Qi pemah membalas dendam kepada Pendekar Chu, untung sekarang ini mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, dendam ini sudah hilang."

Kata Shang Guan Fei Feng,"Benar, mereka yang tadinya suami istri bisa berubah menjadi musuh. Apakah kau yakin, akan kembali lagi ke sisiku?"

Jawab Wei Tian Yuan.

"Ini bukan hal yang sama. Sebelum menikah dengan Paman Guru Qi, Bibi sudah mencintai Pendekar Chu. Sekarang hatiku hanya untukmu, apakah di hatimu ada yang lain?"

Kata Shang Guan Fei Feng,"Aku tidak mempunyai Kakak Xue Jun versi laki-laki."

Mendengar kata Kakak Xue Jun versi laki-laki membuat Wei Tiun Yuan menjadi terpaku, tapi dia langsung mengerti maksud dari Shang Guan Fei Feng. Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.

"Benar, aku pemah menyukai perempuan lain, apakah kau masih cemburu kepadanya?"

Jawab Shang Guan Fei Feng.

"Bila kau tidak cepat melupakan Kakak Xue Jun, mungkin aku tidak berani mencintaimu. Kali ini kau pergi ke keluarga Chu, menengok keadaan adikmu adalah hal kedua, apakah ini benar?"

Wei Tian Yuan mengangguk dan berkata.

"Benar, sebelum Xue Jun meninggal, aku berhutang kepadanya, sekarang dia sudah meninggal, aku harus mengurus jenasahnya."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Bila jenasah Kakak Xue Jun tidak berada di keluarga Chu, malam ini kau pun tidak perlu pergi ke sana."

Wei Tian Yuan terkejut dan berkata "Mengapa kau mengatakan 'bila'? Apa maksudnya?"

"Benar, Tang Huai Yi mewakili Pendekar Chu mengurus pemakaman Xue Jun, kemudian bersama dengan Pendekar Chu mengantarkan jenasah Xue Jun ke Yang Zhou, ini kabar yang dapat dipercaya, tapi apakah di tengah perjalanan terjadi perubahan? Aku tidak tahu, maka aku menyebutkan kata 'bila'."

Kata Wei Tian Yuan,"Aku tidak pemah mengatakan kata 'bila' untuk memastikannya."

Dari semua ucapan Wei Tian Yuan dia percaya bahwa jenasah Xue Jun berada di keluarga Chu. Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku tidak sama denganmu, aku selalu memikirkan kemungkinan yang akan terjadi."

Kata Wei Tian Yuan.

"Bila di tengah perjalanan terjadi sesuatu di luar dugaan lebih-lebih aku harus menanyakannya dengan jelas, aku kira tidak mungkin terjadi sesuatu."

Bila terjadi sesuatu kepada Chu Qing Song berita ini akan segera menyebar di dunia persilatan. Shang Guan Fei Feng terdiam, tapi dalam hatinya dia berpikir.

"Kau belum tahu apa yang kumaksud, apa yang dimaksud dengan hal yang tidak diduga itu seperti apa, bagaimana aku harus menjelaskannya kepadamu?"

"Fei Feng, aku merasa begitu tiba di Yang Zhou kau seperti banyak pikiran."

"Orang yang mengerti diriku tahu apa yang sedang kukhawatirkan, orang yang tidak mengerti diriku, tidak tahu apa yang kuinginkan."

Wei Tian Yuan tertawa.

"Mengapa kau seperti sedang membacakan sebuah puisi? Apakah ini teka teki yang harus kujawab?"

Shang Guan Fei Feng juga tertawa.

"Coba kau tebak! Tiba-tiba aku ini ingat kepada puisi yang berada di danau Mo Zhou, yaitu . bagaimana akhirnya tidak ada yang tahu, menang atau kalah, dari dulu hingga sekarang, setengah kolam teratai, tidak dapat mengalahkan harumnya Yu Jin Xiang, siapa yang dapat menemani Mo Zhou?"

"Aku mengerti maksudmu, kau tidak pelu merasa khawatir, aku akan segera pulang dan menemuimu."

Kata Shang Guan Fei Feng.'Tidak, aku hanya takut semua ini seperti bermain catur, sewaktu kita tahu hasil akhirnya, kita seperti terbangun dari mimpi."

"Mengapa kau mempunyai pikiran seperti itu?"

Dalam hati Shang Guan Fei Feng berpikir.

"Lebih baik jangan beritahukan kepadanya, di dunia ini apa yang akan terjadi kita tidak bisa menebaknya, mungkin permainan catur ini selamanya tidak akan bisa diselesaikan."

Kata Wei Tian Yuan.

"Sudah hampir jam 3 dini hari, sudah waktunya aku pergi ke keluarga Chu, kau tidurlah lebih awal, besok pagi aku sudah pulang."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Benar, kau sudah harus pergi, kau pulang atau tidak, aku pasti akan menunggumu."

Apa yang akan terjadi ?

---ooo0dw0ooo---BAB Terus memainkan sandiwara Di tempat duka terjadi pertarungan Strategi yang sempurna Tangan sakti penyelamat A.

Sandiwara Palsu dan Pemerannya yang Benar Sewaktu Wei Tian Yuan dan Shang Guan Fei Feng tiba di Shou Xi Hu, Chu Tian Shu dan Qi Shu Yu sedang bermain ke suatu tempat di Yang Zhou.

Keadaan Qi Shu Yu di keluarga Chu terasa sangat lucu, dia adalah tamu keluarga Chu juga putri dari keluarga Chu.

Sejak kecil dia sudah kehilangan kasih sayang ibu, sekarang dia mendapatkannya beberapa kali lipat.

Dia mendapat kasih sayang ibu, juga mulai merasakan persahabatan dengan lawan jenis.

Selama beberapa hari ini dia sering membandingkan perilaku Wei Tian Yuan dan Chu Tian Shu.

Yang membuatnya aneh adalah, Wei Tian Yuan yang tidak mempunyai hubungan adik kakak dengannya malah lebih dari seperti kakak kandung, tapi yang mempunyai hubungan adik dengannya yaitu Chu Tian Shu malah seperti teman akrabnya.

Hari ini Chu Tian Shu melihat Qi Shu Yu seperti sedang tidak enak perasaan.

Chu Tian Shu bertanya.

"Adik, sepertinya kau tidak enak hati, apakah kau sedang memikirkan Kakak Yuan?"

"Aku tidak perlu mengkhawatirkan dia, tapi kadang-kadang aku masih teringat kepadanya. Aku hanya ingin tahu sekarang dia berada di mana, tapi saat ini aku bukan memikirkan dia."

"Mungkin kau sedang memikirkan kakekmu?"

"Benar, aku merindukan kakek dan rumah."

"Memikirkan rumah, apakah di sini bukan rumahmu?"

"Yang kumaksud adalah rumah yang dulu, ibu berada di sini hidup dengan baik, tapi kakek hanya seorang tua yang kesepian."

"Kau berada di sini belum setengah bulan, jika ingin pulang harus menunggu setelah hari raya Imlek (Tahun Baru). Tempat bermain di Yang Zhou masih banyak, aku belum sempat membawamu pergi bermain."

Qi Shu Yu tampak tidak tertarik dan berkata,"Apakah bisa menandingi Shou Xi Hu?"

Kata Chu Tian Shu.

"Tempat itu bukan terkenal karena pemandangan, tapi biasanya tamu dari luar Yang Zhou senang pergi ke tempat itu."

"Tempat apakah itu?"

"Shi Gong Ci."

"Shi Gong itu siapa?"

Kata Chu Tian Shu "Sepuluh hari di Yang Zhou telah terjadi 3 kali pembunuhan secara besar-besaran, apakah kau tahu?"

"Bukankah Shi Gong adalah perdana menteri terakhir dari Kerajaan Ming yang meninggal di Yang Zhou?"

Jawab Chu Tian Shu.

"Karena perdana menteri sangat mencintai negara dan rakyat, maka beliau dibunuh oleh tentara Man Qing(Mancu), rakyat mendirikan sebuah rumah untuk memperingati jasa-jasa beliau."

Kata Qi Shu Yu.

"Shi Ke Fa adalah seorang menteri yang setia, demi negara dia mengorbankan nyawanya di Yang Zhou, tapi di sini Zhong (setia) masih belum cukup artinya, kita lihat ada sebuah puisi berbunyi.

Rumput yang dibawa oleh angin kencang.

Mei Hua berada di sebuah gunung yang sangat tinggi.'' Dua baris puisi mengggambarkan dan memuji sifatnya yang mulia, seperti sifat rumput dan Mei Hua.

Kata Qi Shu Yu.

"Benar, menjadi orang harus seperti rumput yang dibawa oleh angin kencang dan Mei Hua yang berada di atas gunung."

Kata Chu Tian Shu,"Pengertianmu lumayan tinggi."

Qi Shu Yu tertawa dan berkata.

"Untung di sini tidak ada siapa pun, jika ada mereka akan menertawakanmu."

Tiba-tiba ada yang tertawa dan berkata,"Aku sudah mendengar, Kakak, kau pilih kasih!"

Yang datang adalah Chu Tian Hong. Tanya Chu Tian Shu sambil tertawa,"Apakah kau tidak setuju aku memuji Adik Yu?"

Kata Chu Tian Hong.

"Ilmu silat Kakak Yu lebih bagus dariku, sekolah pun lebih tinggi dariku, aku mengakuinya, tapi yang membuatku tidak setuju, mengapa Kakak pilih kasih, sudah ada Kakak Yu, kau tega melupakanku."

Chu Tian Shu tertawa dan berkata.

"Kau menyalahkanku yang tidak mengajakmu ke tempat ini untuk bermain, apakah benar dugaanku? Siapa suruh kau terlambat bangun? Dan aku tahu kau pasti akan datang ke sini sendiri."

Kata Chu Tian Hong,"Aku datang bukan untuk bermain, ayah menyuruh kalian pulang."

"Ada apa?"

"Di rumah datang seorang tamu."

"Siapa?"

"Tamu yang kalian tidak akan menduganya, Kakak Yu pasti akan senang bila bertemu dengannya."

Hati Qi Shu Yu bergetar,"Apakah dia adalah Kakak Yuan?"

Dia berkata "Jangan main tebak-tebakan, siapakah dia?"

Chu Tian Hong tertawa dan berkata "Tebaklah sendiri!"

Qi Shu Yu mengira tamu itu adalah Wei Tian Yuan, tapi dia tidak mau mengatakannya.

Dia dan Chu Tian Shu pulang dengan tergesa-gesa.

Sesampainya di rumah ternyata tebakannya salah.

Tamu itu bukan Wei Tian Yuan, dia adalah Ding Bo.

Ding Bo adalah pelayan Qi Shu Yu, tapi Qi Shu Yu belum pernah menganggap dia sebagai pelayan.

Sebelum Qi Shu Yu lahir, dia sudah ada di keluarga Qi dan di dunia persilatan nama Ding Bo sudah lama terkenal.

Dia dan Pendekar Yang Zhou, Chu Qing Song pun teman lama.

Qi Shu Yu dengan senang berkata,"Paman Ding, mengapa kau tahu aku berada di sini?

Apakah kakek menyuruhmu untuk menjemputku pulang?"

"Kakekmu menyuruhku untuk mencarimu tapi ayahmu sudah tahu kau berada di sini, dia hanya menyuruhku untuk menengokmu."

Kata Qi Shu Yu,"Kau sudah bertemu ayahku? Bagaimana keadaannya?"

"Dia bersama Mu Juan Juan, dia baik-baik saja."

Ding Bo tahu bahwa ilmu silat Qi Le Ming sudah musnah tapi dia tidak memberitahukan hal ini kepada Qi Shu Yu. Dia takut Qi Shu Yu mengkhawatirkan keadaan ayahnya. Kata Ding Bo.

"Qi Le Ming hidup dengan baik, sebenarnya juga bukan bohong, karena ada Mu Juan Juan yang menemaninya hidup di gunung, hidup di sana memang lebih tenang daripada berkelana di 'dunia persilatan."

"Kakekmu berharap kau segera pulang, tapi tidak perlu tergesagesa. Aku tahu kau pergi ke Yang Zhou hanya setengah bulan, sesudah tahun baru Imlek, baru kau pulang itu pun tidak apa-apa,"

Kata Ding Bo. Qi Shu Yu bertanya,"Paman Ding, kapan kau akan pulang?"

"Belum tentu, mungkin beberapa hari lagi,"

Jawab Ding Bo. Chu Tian Shu berkata,"Kata Paman Ding, sesudah hari raya Imlek baru kau pulang."

Kata Qi Shu Yu,"Paman Ding, apakah kau ada hal yang penting?"

Jawab Ding Bo,"Benar, ini ada hubungannya denganmu."

"Hal apa?"

"Apakah kau tahu keberadaan Tuan Muda Wei?"

"Aku juga ingin bertanya kepada Paman. Walaupun aku sudah pergi ke ibukota tapi aku tidak melihatnya, hanya tahu bahwa di Mi Mo Ya dia melakukan hal yang menggetarkan ibukota. Setelah itu aku tidak tahu dia berada di mana."

Kata Ding Bo,"Katanya dia bersama putri Shang Guan Yun Long."

Kata Qi Shu Yu,"Putri Shang Guan Yun Long apakah dia adalah.."

Kata Chu Tian Shu.

"Benar, sewaktu di ibukota kita pernah datang ke rumahnya, tapi tidak bertemu dengannya. Dia bernama Shang Guan Fei Feng."

Hati Qi Shu Yu merasa sedih, dalam hati dia berpikir.

"Kelihatannya semua gosip itu benar."

Kata Ding Bo.

"Menurut orang-orang, Tuan Muda Wei dan Nona Shang Guan sudah pergi ke Jiang Nan, mungkin dalam 1 atau 2 hari ini mereka akan tiba di Yang Zhou."

Kata Qi Shu Yu.

"Orang-orang mengatakan bahwa Shang Guan Yun Long adalah seorang penjahat besar, putrinya adalah siluman yang kejam.

Shang Guan Fei Feng, dia seperti apa, aku pun tidak tahu, tapi kakek tidak pemah menjelekkan nama ayahnya.

Apakah dia adalah seorang penjahat?

Paman bagaimana rencanamu?"

Setelah habis bicara, terlihat ada yang menggotong peti mati masuk. Qi Shu Yu kaget dan berkata,"Peti mati ini untuk apa?"

Begitu orang yang menggotong peti itu pergi, Chu Qing Song berkata,"Ini adalah ide dari Paman Ding."

Kata Ding Bo,"Aku ingin membuat sebuah sandiwara."

Chu Qing Song berkata,"Sandiwara ini harus dibantu olehmu dalam memerankan suatu lakon. Paman Ding sudah mengatakan kepadaku, kau yang menjadi pemeran pembantu."

Tanya Qi Shu Yu,"Siapa pemeran utamanya?"

Jawab Ding Bo,"Kakak Yuan mu, mungkin juga Nona Shang Guan."

Kata Qi Shu Yu,"Kalian sebenarnya sedang melakukan hal apa..."

Jawab Chu Qing Song,"Anak Yu, coba ke sini!"

Begitu Qi Shu Yu mengikuti ayah tirinya masuk ke sebuah ruangan, dia langsung terkejut.

Tadinya ruangan ini adalah perpustakaan tapi sekarang sudah diubah menjadi tempat duka.

Peti mati yang baru dikirim berada di tengah-tengah ruangan.

Tanya Chu Qing Song,"Lao Ding, bagaimana dekorasiku?"

Jawab Ding Bo,"Lumayan juga, ada adat Bao Ding, di dekat peti mati masih ada lampu-lampu kecil."

Kata Chu Qing Song,"Di depan peti. harus dipasang sebuah papan kecil, bagaimana menuliskannya supaya lebih mirip?"

Jawab Ding Bo,"Generasi dia lebih rendah, kau tidak boleh menyediakan kue dan lainnya. Minuman nanti kita siapkan. Lebih bagus jika ada gambar dia supaya tamu-tamu dapat melihatnya."

Kata Chu Qing Song,"Lukisan Anak Yu lumayan bagus, aku menyuruh dia melukis gambar ini."

Qi Shu Yu merasa aneh dan bertanya,"Ayah, Paman Ding, kalian sedang apa? Apa yang sudah terjadi?"

Chu Qing Song menarik nafas dan berkata,"Harus bagaimana menjelaskan kepadanya? Lao Ding, lebih baik kau yang menjelaskannya."

Kata Ding Bo dengan pelan,"Hidup seperti sebuah sandiwara. Nona, kau anggap saja tempat duka ini adalah panggung sandiwara."

Chu Qing Song melanjutkan.

"Sandiwara ini akan dimainkan malam ini, tapi kau tidak perlu membaca skenarionya, hanya melihat yang lain bermain, itu sudah cukup."

Ding Bo tertawa dan berkata,"Bahkan melihat pun tidak perlu, hanya cukup mendengar dengan telinga."

Setelah mendengar penjelasan dari Ding Bo, Qi Shu Yu baru mengerti apa yang harus dia lakoni dan dia merasa sangat tertekan, tapi akhirnya dia setuju juga.

Wei Tian Yuan sudah tiba di keluarga Chu pada jam 3 dini hari.

Dia tidak ingin mengejutkan orang-orang, lebih baik bertemu dengan Chu Qing Song saja, kemudian Chu Qing Song akan mengatur agar dia bisa bertemu dengan Adik Yu.

Dia takut Xu Jin Yao dan Adik Yu satu kamar.

Hanya satu cara yaitu mengeluarkan sedikit suara, karena di dalam rumah itu, ilmu silat paling tinggi dimiliki oleh Chu Qing Song.

Pasti dia yang pertama kali tahu dan dia akan terpancing keluar.

Saat dia sedang mengatur cara mengeluarkan sedikit suara, dia melihat di sudut ada sebuah kamar.

Di dalam kamar masih ada cahaya lampu, siapakah yang berada di dalam kamar itu?

Malam begitu larut dia belum tidur?

Tiba-tiba ada angin berhembus.

Angin membawa harum Tan Kiang (nama kayu, kayu ini jika dicium atau dibakar sangat wangi).

Wei Tian Yuan terpikir dalam hati.

"Apakah ruang itu khusus untuk bersembahyang, tapi Pendekar Chu bukan seorang pemeluk agama Budha yang taat."

Kemudian dia melihat ada sepasang lampion biru digantung di depan pintu. Dia lebih merasa aneh lagi.

"Biasanya jika di luar pintu digantungi lampion, berarti dalam keluarga ini ada yang meninggal dunia. Tapi kedua lampion itu bukan digantung di depan pintu utama keluarga Chu tapi digantung di luar pintu mangan, apakah di dalam keluarga Chu ada yang meninggal?"

Tiba-tiba dia mendengar di dalam ruangan itu ada yang menangis.

Hati Wei Tian Yuan bergetar, dia kaget sekaligus senang.

Dia teringat sewaktu dia berada di Bao Ding, di rumah yang sudah nintuh, dia pemah mendengar desah nafas Xue Jun.

Kali ini suara tangis terdengar lebih jelas dari suara desah nafas.

Nara tangisan ini adalah tangisan suara perempuan, apakah dia adalah Xue lun? Dia tidak percaya bahwa Jiang Xue Jun masih hidup, dia berpikir yang macam-macam.

"Apakah roh Xue Jun belum beristirahat dengan tenang, dia tahu aku akan datang dan dia sedang menungguku?"

Waktu itu dia sedang mengigau dan 'bayangan setan' itu menghilang. Kali ini dia sangat hati-hati, dia bersembunyi di balik gunung buatan. Dalam hati dia berpikir.

"Orang dan setan tidak sama, jika dia masih tidak ingin dilihat olehku, aku tidak akan mengejutkan dia."

Baru saja bersembunyi, sudah melihat ada seorang setan perempuan yang keluar dari ruangan itu, tapi dia bukan setan perempuan, dia adalah Xu Jin Yao.

Xu Jin Yao berjalan ke tempat Wei Tian Yuan bersembunyi, tibatiba langkahnya berhenti dan berkata.

"Siapa?"

Wei Tian Yuan sangat kaget, tiba-tiba ada yang berkata,"Adik seperguruan, ini adalah aku!"

Kata Xu Jin Yao,"Kakak Yuan, kau mengagetkanku!"

Dalam hati Wei Tian Yuan tertawa kecut.

"Kakak Yuan dipanggil dengan nada sama, tapi Kakak Yuan ini bukan aku."

Ternyata orang ini adalah kakak seperguruan Xu Jin Yao, Guo Yuan Zai.

Dia ikut mengantar Chu Tian Hong dan Xu Jin Yao pulang ke Yang Zhou.

Sekarang dia masih tinggal di rumah Chu Qing Song.

Di antara murid-murid Xu Zhong Yue, dia adalah murid yang paling lurus, Wei Tian Yuan pun mengetahui hal ini.

Kata Guo Yuan Zai,"Adik, apa kau marah lagi kepada Jiang Xue Jun?"

Wei Tian Yuan sangat kaget, kata-kata ini sepertinya dia tidak ingin Xu Jin Yao sering marah-marah kepada Jiang Xue Jun, apakah ini mungkin?

Kata Xu Jin Yao,"Dia mencelakai ayahku sampai mati, apakah dia tidak pantas dimarahi olehku?"

Kata Guo Yuan Cai,"Benar, guru memang mati karena dia, tapi dalam hal ini, seperti guru juga..."

Kata Xu Jin Yao.

"Aku tahu ayahku juga bersalah, tapi walau bagaimana pun jika Jiang Xue Jun sudah .,mempunyai kekasih, dia tidak boleh setuju menikah dengan ayahku."

Dalam hati Wei Tian Yuan berpikir,' "Dia mengira aku sudah mati, dia juga terpaksa melakukannya, dia tertipu oleh Xu Zhong Yue tapi Guo Yuan Zai tidak tahu keadaannya seperti itu."

Kata Guo Yuan Zai,"Guru dan Jiang Xue Jun mati bersama-sama, ada pepatah mengatakan .

jika sudah mati semua hal akan dianggap selesai, kita sebagai generasi yang lebih muda tidak perlu mengingat Jiang Xue Jun sebagai adik seperguruan Chu Tian Shu.

Papan nisannya keluarga Chu yang memasangkannya, kau marahmarah terus ke papan nisannya, itu tidak baik untuk pemilik rumah."

Sekarang Wei Tian Yuan baru mengerti yang dimaksud dengar 'marah lagi kepada Jiang Xue Jun'. Dalam hati Wei Tian Yuan merasa kesal.

"Kau boleh marahmarah kepadaku, tapi kau tidak boleh marah-marah kepada Xue Jun."

Kata Xu Jin Yao,"Kau salah, aku tidak marah kepada lagi kepada Jiang Xue Jun."

"Apakah kau marah kepada Wei Tian Yuan?"

Xu Jin Yao tidak menjawab, dia hanya berkata/'Jujur bicara, aku mengatakan Jiang Xue Jun mencelakai ayah sebenarnya tuduhan itu terlalu berat, tapi kau juga setuju bahwa ayah mati untuk Xue Jun.

aku pernah membenci Xue Jun, tapi sekarang aku tidak benci lagi kepadanya, malah sebaliknya aku merasa kasihan kepada dia."

Kata Guo Yuan Zai,"Benar, dia memang patut untuk dikasihani."

Xu Jin Yao berkata,"Apakah kau mengira aku kasihan kepada nasibnya yang tidak baik?

Nasibnya tidak baik karena dia sendiri yang mencarinya, tapi aku tidak menyangka nasib buruknya datang begitu cepat, mungkin saat dia akan mati baru mengetahuinya, tapi semua ini sudah terlambat karena itu aku merasa dia patut dikasihani juga pantas untuk ditertawakan."

Guo Yuan Zai terkejut dan berkata,"Karena apa? Aku masih bingung, aku tidak mengerti maksudmu?"

Jawab Xu Jin Yao.

"Aku baru tahu hari ini, katanya Wei Tian Yuan sudah datang ke Jiang Nan, mungkin dalam 2 hingga 3 hari dia akan sampai ili Yang Zhou, tapi dia tidak akan datang seorang diri."

Tanya Guo Yuan Zai,"Dia datang dengan siapa?"

"Dengan putri seorang penjahat besar, Shang Guan Yun Long."

Guo Yuan Zai terdiam kemudian berkata,"Kalau begitu semua gossip-gosip itu benar."

Kata Xu Jin Yao.

"Sepanjang perjalanan mereka menginap dan berjalan bersama, ada yang melihatnya, apakah kabar seperti ini palsu?"

Wei Tian Yuan pemah menginap dengan Shang Guan dalam satu ruangan di danau Mo Zhou. Dalam hatinya dia berpikir.

"Mungkin gossip itu muncul dari sini. Orang di dunia persilatan senang membuat gossip, aku tidak perlu marah karena gossip itu, siapa yang melihat aku dan Fei Feng dalam satu penginapan? Tidak mungkin Meng Zhong Qiang dan Ling Yu Song karena Yu Yan pasti masih beristirahat di penginapan itu."

Dia tidak akan ambil pusing karena gossip murahan itu, yang membuat Wei Tian Yuan marah adalah banyak yang menyangka dia adalah orang yang tidak setia. Terdengar Guo Yuan Zai berkata.

"Jenasah Jiang Xue Jun belum busuk, Wei Tian Yuan sudah berganti kekasih, aku juga merasa itu tidak pantas,"

Xu Jin Yao tertawa dingin dan berkata 'Sebenarnya jika Xue Jun masih hidup mereka akan saling mencintai, pertarungan di Mi Mo Ya aku tidak ada di sana.

Menurut orang-orang, Xue Jun marah kepada mereka akhirnya bunuh diri.

Jiang Xue Jun yang sudah menikah mempunyai kekasih gelap, ayahku mati karena dia, tapi kekasih lamanya malah berselingkuh di depannya."

Kata Guo Yuan Zai.

"Wei Tian Yuan benar-benar tidak setia, aku sama sekali tidak menyangkanya, sekarang Xue Jun sudah mati, kita tidak perlu lagi berbicara tentang dia."

Begitu Guo Yuan Zai dan Xu Jin Yao pergi, Wei Tian Yuan baru masuk ke dalam ruangan itu.

Tempat itu memang tempat berduka, ada peti mati juga 2 buah lampu yang berada di sisi peti mati.

Dia melihat ada lukisan Jiang Xue Jun dan papan nisannya.

Rasa sedih, marah, dan berduka membuat Wei Tian Yuan berlutut di depan peti mati.

Di depan peti mati dia bercerita mengenai kesedihan hatinya, dia menganggap Xue Jun sebagai kekasih, teman, dan tempat untuk menumpahkan kesedihan.

Wei Tian Yuan memegang peti itu, dengan suara kecil dia berkata.

"Xue Jun, dengan cara apa pun mereka memarahiku, aku tidak peduli, aku hanya minta agar kau mau maafkanku, aku merasa kau pasti tidak akan memarahiku karena tidak setia.

Kau tahu, sewaktu kau masih hidup, di hatiku hanya ada kau seorang, kadangkadang kau malah mau menjodohkanku dengan adikku, tapi akhirnya kau mengerti, cintaku hanya untukmu, apakah itu benar?

Memang benar, Adik Yu dari kecil sudah menyukaiku di hadapanmu dia pun mengungkapkan kasih sayangnya kepadaku, aku pun tahu maksudnya, tapi aku selalu menganggap dia sebagai adik kecilku, tidak pemah mencintai dia seperti mencintaimu.

Kalau aku tidak setia, seharusnya aku sudah jatuh cinta kepada Qi Shu Yu, dengan begitu aku bisa membalas budi kakek, juga hidup lebih bahagia dan jika aku menikah dengannya tidak akan terjadi hal-hal seperti sekarang ini, dimaki-maki oleh orang.

Adik adalah seorang gadis yang sangat baik, bersih dan sempurna seperti sebuah giok yang belum dipahat.

Kecantikannya tidak kalah dengan Fei Feng, jika aku tidak benar-benar mencintaimu, sebelum mendapat kabar tentang kematianmu, mengapa aku tidak langsung menyayangi Fei Feng, mengapa harus menuunggu sampai sekarang, baru bisa mencintai Fei Feng?"

Di depan peti mati dia seperti sedang mengobrol dengan Xue Jun dia tidak tahu di dalam peti mati bukan Xue Jun, melainkan adik seperguruannya, Qi Shu Yu!

Dia menganggap Qi Shu Yu sebagai adik, ini sudah diketahui dengari pasti oleh Qi Shu Yu, tapi sekarang terucap kata-kata seperti itu dari mulut Wei Tian Yuan, Qi Shu Yu tetap merasa marah, tidak enak hati.

"Benar, Kakak Wei memang memujiku, tapi tetap tidak bisa meredakan kemarahanku."

Dalam hati Qi Shu Yu berpikir 'Mengapa aku dibandingbandingkan dengan siluman itu?

Kau bilang aku tidak kalah dengan siluman itu, tapi mengapa kau malah memilih siluman itu?

Sebelum Kakak Xue Jun meninggal, kau tidak mencintaiku, aku tidak menyalahkan dirimu, tapi sekarang setelah Kakak Xue Jun meninggal dan mayatnya pun belum busuk, kau sudah begitu cepat mencintai orang lain.

Jika Kakak Xue Jun bisa maafkanmu, aku tidak bisa.

Begitu tahu kau bersama siluman itu, aku sudah tidak membutuhkan cintamu, aku sudah bukan gadis kecil polos yang dulu hanya bisa mengemis cintamu.

"Dia ingin berteriak.

"Aku sudah tidak mencintaimu!!"

Walaupun dia tidak berteriak, tapi kemarahan membuat tubuhnya sedikit bergetar.

Wei Tian Y uan s edang meraba p eti m ati i tu, d ia m erasakan p eti mati itu bergetar.

---ooo0dw0ooo---B.

Merasa Marah Wei Tian Yuan merasa terkejut, dia tampak sedang berpikir.

"Apakah itu adalah roh dari Xue Jun? Atau aku yang salah dengar?"

Hatinya lebih bergejolak lagi, dia berkata.

"Xue Jun, apakah kau sudah mendengar kata-kataku? Aku rasa kau pasti akan mamaafkanku, aku ingat sewaktu kau jatuh ke dalam pelukanku, kata-katamu yang terakhir adalah . aku tahu kau mencintaiku, aku sangat senang, bila aku sudah meninggal, akan ada seseorang yang mengurusmu, walaupun kau tidak menyebutkan namanya, aku tahu siapa dia. Orang yang kau maksud itu adalah Fei Feng bukan? Xue Jun, kita sama-sama melewati kesulitan, keluarga kita pun berakhir dengan nasib yang sama, perasaan kita timbul dari rasa susah yang kita alami bersama. Aku dan Fei Feng pun seperti itu, bila bukan karena dia aku sudah lama mati, dia yang menolongku, dia yang memberi semangat supaya aku bisa bertahan hidup. Aku tidak ingin membohongimu, sekarang aku mencintainya, sama seperti aku dulu mencintaimu. Sekarang aku sudah menuruti pesan terakhirmu, aku sudah bertunangan dengan Fei Feng, sebenarnya malam ini Fei Feng ingin ikut datang untuk menengokmu, karena aku takut orang lain akan salah paham, maka aku melarangnya datang ke sini, tapi perasaan Fei Feng kepadamu sudah aku wakilkan, apakah kau tahu dia sudah menganggapmu sebagai kakak, dia menghormatimu seperti menghormati kakak kandungnya sendiri. Apakah kau tahu apa arti dari 'kakak'? Walaupun kita belum menjadi suami istri, tapi dalam hati Fei Feng dia sudah menganggapmu sebagai istri pertamaku. Xue Jun, aku tidak pemah membohongimu, bila kata-kataku ini didengar oleh orang lain, dosaku akan bertambah banyak, tapi aku percaya kau tidak akan mengatakan bahwa aku adalah orang yang tidak mempunyai perasaan, asal kau mau memaafkanku, bagaimana dengan pikiran orang lain, aku tidak peduli."

Qi Shu Yu yang bersembunyi di dalam peti mati merasa sangat marah, kemarahan membuatnya ingin meloncat dari dalam peti mati.

Dia tidak percaya bahwa Kakak Xue Jun sebelum meninggal sudah menitipkan Wei Tian Yuan kepada Shang Guan Fei Feng.

Seorang gadis masih memiliki harga diri, walaupun dia tahu bahwa cinta tidak dapat dipaksakan, tapi dia juga tahu bagaimana perasaan Wei Tian Yuan kepadanya, tapi dia mempercayai kata-kata Xue Jun sebelum meninggal pada suatu hari akan ada seseorang yang mengurusmu.

Yang bisa mengurus Wei Tian Yuan adalah dia, bukan Shang Guan Fei Feng.

"Tidak tahu malu,"

Dalam hati Qi Shu Yu merasa marah.

"jenasah Kakak Xue Jun belum lagi membusuk, kau sudah berubah hati, kau takut dia dihina oleh orang-orang, kau salah mengartikan maksud dari. Kakak Xue Jun, kau bukan Iaki-Iaki yang setia, untuk apa kau bercerita bahwa kau masih menyayangi Kakak Xue Jun, untuk apa kau berlaku seperti kucing menangisi tikus yang sudah mati? Atau kau sengaja datang untuk membuat Kakak Xue Jun marah?"

Xue Jun sudah meninggal, dia tidak akan marah, yang marah adalah Qi Shu Yu, dia benar-benar sangat marah.

Begitu kemarahannya sudah memuncak, nafasnya menjadi berat dan tidak beraturan, walaupun terhalang oleh papan peti mati, tapi Wei Tian Yuan dapat merasakannya.

"Apakah ada seseorang yang bersembunyi di tempat gelap?'' Wei Tian Yuan mengambil lampu yang terpasang di depan peti mati, melihat ke sekeliling ruangan itu, tidak ada siapa pun di sana, bahkan bayangan setan pun tidak tampak.

Tapi peti mati itu bergerak kembali.

"Xue Jun, apakah rohmu muncul? Aku tidak takut, bila kau ingin muncul, muncullah, aku memang ingin bertemu denganmu!"

Roh yang ditunggu-tunggu oleh Wei Tian Yuan tidak muncul, tapi peti mati itu bergoyang sebanyak 3 kali!

Ada pepatah yang mengatakan .

semua hal jangan melewati untuk ketiga kalinya.

Segera Wei Tian Yuan merasa curiga.

Wei Tian Yuan menempelkan telinganya ke tutup peti mati supaya dapat mendengarnya lebih jelas, Qi Shu Yu yang berada di dalam pati mati sama sekali tidak bergerak, nafasnya sudah kembali normal, tapi Wei Tian Yuan yang pendengarannya sudah terlatih seperti mendengarkan ada sedikit suara "Orang yang sudah mati tidak akan bernafas, apakah dia itu orang atau setan, aku harus mengetahuinya!"

Segera dia menjulurkan tangannya untuk membuka tutup peti itu.

Chu Qing Song dan istrinya saat itu sedang duduk berhadapan.

Mereka memadamkan lampu, di dalam kegelapan mereka mengobrol dengan suara kecil.

"Pemeran utamanya sudah datang, apakah hasilnya akan seperti yang kita harapkan?"

Tanya Nyonya Chu. Chu Qing Song tertawa kecut dan menjawab.

"aku bukan orang yang kaku, ada hal tertentu yang tidak boleh dilakukan, tapi aku pemah melakukannya, tapi hal seperti ini baru pertama kali kulakukan, bila bukan Lao Ding yang memaksaku, aku...."

Nyonya Chu tertawa dan berkata.

"sebenarnya Lao Ding melakukan ini pun karena dirimu, aku tanya kepadamu, apakah kau menginginkan putriku menjadi menantumu? Mereka bukan saudara kandung, mereka masih boleh menikah."

Kata Chu Qing Song.

"bila mereka menjadi suami istri, aku dan Qi Le Ming yang tadinya adalah musuh bebuyutan akan menjadi besan, aku pasti menyetujui pernikahan ini, tapi menurutku Anak Yu dan Tian Shu lu lihat sangat akrab, bila tidak memainkan sandiwara ini, mereka juga akan tetap bisa saling mencintai."

Ucap Nyonya Chu.

"kau boleh mengira-ngira, tapi hatiku tidak tenang, kau harus tahu bahwa Tian Yuan dan Anak Yu tumbuh bersama, dia ingin sekali bisa menikah dengan Tian Yuan, menurut Lao Ding cinta Anak Yu hanya bertepuk sebelah tangan, kita harus memberitahu kepadanya bahwa Tian Yuan sudah bertunangan dengan Fei Feng, dia harus memadamkan harapannya."

Kata Chu Qing Song.

"Bila kita mengikuti skenario Lao Ding, sekarang sandiwara ini sudah berjalan setengahnya, sandiwara ini harus diakhiri dengan berkumpulnya semua orang, tapi sampai saat ini kita masih belum mengetahui hasilnya sedikit pun."

Kata Nyonya Chu,"

Semua yang kita lakukan bila ingin berhasil harus sedikit menanggung resiko, apa pun hasilnya, kita harus tetap mencobanya."

Chu Qing Song berkata,

"Bila hasil akhirnya tidak seperti yang kita harapkan, bagaimana?"

"Ding Bo yang mengatur sandiwara ini, Ding Bo adalah teman lamamu, kau harus tahu bahwa Ding Bo bukan orang yang tanpa perhitungan."

Ucap Chu Qing Song.

"Nyonya, kita sudah lama tidak bermain catur, kemarin ini permainan yang kau lakukan aku masih belum mengerti."

Tanya Nyonya Chu.

"Mengapa tiba-tiba ingin bermain catur, permainan kemarin bila kau sudah mengerti dasarnya, langkah selanjutnya akan lebih mudah."

"Rencana Lao Ding pun seperti permainan catur, aku takut kita akan salah langkah."

Tiba-tiba ada seseorang yang menjawab.

"langkah catur mana yang tidak kau mengerti?"

Ding Bo berjalan memasuki ruangan. Kata Chu Qing Song.

"sepertinya rencana ini bukan kau yang menyusunnya."

Ding Bo tertawa dan menjawab.

"kita benar-benar teman lama, kau pun tahu aku tidak bisa menyusun rencana seperti ini, aku tidak akan membohongimu, sandiwara ini disusun oleh Mu Juan Juan."

Tanya Nyonya Chu.

"mengapa dia bisa merencakan semua ini?"

Tanya Ding Bo lagi.

"apakah kau mencurigainya?"

Jawab Nyonya Chu.

"Tidak, aku hanya merasa aneh, mengapa dia mau mengurusi hal seperti ini?"

Dalam hatinya dia tidak mempercayai Yin Hu. Kata Ding Bo.

"Dia merasa dia sudah terlalu banyak berhutang kepadamu, dia ingin mencairkan dendam di antara keluarga ini, menurutnya Tuan Muda sudah tidak begitu membenci Kakak Chu, tapi simpul masalah ini masih belum bisa terbuka, Tuan Muda hanya memiliki Qi Shu Yu, putri satu-satunya, hubungan antara ayah dan anak ini lebih penting dari apa pun, bila Nona menikah dengan putra Chu Qing Song, semua dendam akan mencair."

Ding Bo adalah pelayan dari keluarga Qi, sudah terbiasa memanggil Qi Le Ming dengan sebutan tuan muda, dulu dia memanggil Zhuang Ying Nan dengan sebutan nyonya, karena dia sudah lama berteman dengan Chu Qing Song, dia segera mengganti panggilannya kepada Zhuang Ying Nan.

Tanya Zhuang Ying Nan (Nyonya Chu).

"Apakah Qi Le Ming tahu dengan ide dari Mu Juan Juan ini?"

Jawab Ding Bo.

"Aku rasa Tuan Muda sudah, tahu, karena Tuan Muda pemah menceritakan hubungan antara Tuan Muda Wei dengan Nona Shang Guan, menurut Tuan Muda mereka adalah pasangan serasi, dia juga pernah mengatakan dia pemah menginginkan Wei Tian Yuan menjadi menantunya, tapi sekarang keinginannya sudah berubah, aku pemah bertanya kepadanya siapa yang dia inginkan supaya bisa menjadi menantunya, dia menjawab, semua ini terserah ibu Shu Yu yang memutuskann ya."

Kata Zhuang Ying Nan.

"Itu tidak membuktikan bahwa dia tahu dengan rencana Mu Juan Juan."

Kata Ding Bo.

"Paling sedikit kalau dia sudah berkata seperti itu, dia mengatakan masalah dalam memilih menantu, kau dan Mu Juan Juan pasti memiliki pandangan yang sama, bila kalian berdua setuju, maka dia pun menyetujuinya."

Tanya Zhuang Ying Nan.

"Apakah masih ada yang tidak kau mengerti?"

Kata Chu Qing Song.

"Yang penting adalah apakah Wei Tian Yuan benar-benar mencintai Sheng Guan Fei Feng?"

Ucap Ding Bo.

"Aku tidak bisa mewakili dia untuk menjawab pertanyaan ini, tapi Tuan Muda pasti pemah melihat mereka berdua, dan merasa mereka adalah pasangan serasi selama ini mereka berkelana bersama. gosip-gosip mereka bukan tidak terbukti."

Kata Chu Qing Song.

"Sepertinya Qi Le Ming juga tidak menganggap Sheng Guan Fei Feng sebagai siluman."

Kata Ding Bo.

"Dia tidak menganggap Sheng Guan Fei Feng sebagai siluman. Ayahnya, Sheng Guan Yun Long, menurut orangorang adalah penjahat besar tapi Tuan Muda sangat menghormatinya."

Kata Zhuang Ying Nan.

"Kelakuan Qi Le Ming memang terkadang sangat aneh, tapi sikapnya terhadap keluarga Shang Guan, aku mempercayai penilaiannya. Berarti tidak perlu mengkhawatirkan Wei Tian Yuan akan salah memilih istri."

Kata Chu Qing Song.

"Aku juga berharap Wei Tian Yuan mendapatkan seorang istri yang baik. Jika hubungannya dengan Shang Guan Fei Feng tidak seperti yang kita harapkan, sandiwara ini akan sia-sia."

Kata Ding Bo.

"Jika Tuan Muda Wei tidak menyukai Nona Shang Guan, Nona Shang Guan pun tidak bisa berbuat apa-apa. Kita bisa menguji Wei Tian Yuan, dan untuk Nona Shang Guan ini pun tidak ada ruginya."

Chu Qing Song terdiam. Ding Bo tertawa dan berkata.

"Sandiwara sudah berjalan setengah, sekarang giliran pemeran tua yang naik panggung. Ayo jalan!"

Tanya Chu Qing Song.

"Apakah kita akan terus memerankan sandiwara ini?"

Ding Bo tertawa dan menjawab.

"Di dalam kepalsuan tersimpan kebenaran, yang penting peranmu adalah sebagai seorang tetua yang sangat memperhatikan dia. Ini adalah sebuah sandiwara tapi perasaanmu terhadapnya harus benar."

"Benar-benar tua bangka! Jujur bicara, mempermainkan perasaan anak muda, hatiku aku merasa tidak enak."

"Apakah kau ingin menarik kembali peran ini?"

Chu Qing Song tertawa kecut dan berkata.

"aku adalah sahabatmu, baiklah aku terpaksa membantumu memerankan hal yang tidak pemah ada."

Ding Bo merasa tidak enak, sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu, tapi dia tidak jadi mengatakannya.

Untung Chu Qing Song berjalan di depan, dia tidak bisa melihat ekspresi wajah Ding Bo.

Ternyata masih ada satu hal yang belum disampaikan kepada sahabatnya ini.

Dia pemah bertemu dengan Qi Le Ming dan Mu Juan Juan.

Dia masih bertemu seseorang lagi dan dia diberi tahu oleh orang ini maka dia bisa bertemu dengan tuan mudanya.

Pertemuan malam ini juga tidak semuanya ide Mu Juan Juan.

Boleh dikatakan skenario sandiwara ini disusun oleh orang itu, siapakah dia?

Ding Bo tidak menjelaskannya.

Chu Qing Song dan Ding Bo memasuki tempat duka, secara kebetulan Wei Tian Yuan sedang berbicara sendiri.

Mereka berdua tertawa kecil, seperti berkata.

"Kita datang tepat pada waktunya."

Benar saja ketika mereka datang, Wei Tian Yuan akan membuka tutup peti itu. Tutup peti belum dibuka, tiba-tiba ada yang memanggil.

"Pendekar Muda Wei!"

"Tuan Muda Wei!"

Dua orang bersamaan memanggilnya, yang satu suaranya sudah sangat dia kenal, suara yang lainnya pun tidak begitu asing di telinganya.

Wei Tian Yuan sangat terkejut, dia membalikkan tubuhnya, ternyata mereka adalah Ding Bo dan Chu Qing Song.

"Pendekar Chu, Paman Ding, kalian...."

"Aku datang untuk menunggumu,"

Kata Ding Bo.

"Maafkan aku, Pendekar Chu aku datang tidak diundang. Tadinya aku memang ingin mencarimu..."

Kata Chu Qing Song.

"Aku tidak merasa aneh, aku tahu kau akan datang untuk Xue Jun. Apakah kau sudah sembahyang untuk Xue Jun?"

Wei Tian Yuan mengangguk. Kata Ding Bo.

"Tuan Muda keinginanmu sudah tercapai, segera ikut aku pulang."

Wei Tian Yuan terpaku dan berkata.

"Apa? Segera?"

"Benar, apakah kau tidak tahu kakekmu sangat mengharapkan kalian pulang?"

"Ternyata kakek menyuruhmu mencariku hingga ke tempat ini, lalu membawa aku dan adik pulang."

Kata Ding Bo.

"Benar, karena kau dan nona sudah lama tidak pulang. Dia mengkhawatirkan kalian, dia juga baru tahu bahwa nona berada di sini dan dia berpikir kau pasti akan kembali ke keluarga Qi karena itu dia menyuruhku ke Yang Zhou dan menyuruh kalian pulang. Jika tidak bisa pulang bersama-sama, itu pun tidak apa asal kalian tetap pulang. Walaupun kakekmu berada dalam keadaan sehat tapi kakekmu sudah tua, dia ingin kalian menemani dia melewati masa tuanya."

"Kalau begitu lebih baik adik pulang dulu."

Tanya Chu Qing Song.

"Pendekar Muda Wei, apakah kau masih memiliki masalah yang belum diselesaikan?"

"Aku ingin membawa jenasah Xue Jun pulang ke kampung halamannya dan dikubur bersama-sama dengan ayah dan ibunya."

Kata Chu Qing Song.

"Dalam hal ini aku bisa membantumu, mungkin kau belum tahu di dunia persilatan banyak gossip yang tidak sedap didengar, lebih baik aku saja yang melakukannya. Ayah Xue Jun adalah kakak seperguruanku, aku akan mengurus acara penguburannya, itu masih pantas."

Pikir Wei Tian Yuan.

"Jika jenasah Xue Jun dibawa olehku, belum tentu perjalananku ke kampung halaman Xue Jun bisa berjalan dengan lancar."

Wei Tian Yuan berkata.

"Pendekar Chu, kau adalah paman guru Xue Jun, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi."

Kata Chu Qing Song.

"Jika kau sudah setuju, lebih baik kau pulang dengan Ding Bo."

Segera Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.

"Pendekar Chu, aku belum bertemu dengan adikku, apakah kau akan mengusirku?"

Kata Chu Qing Song.

"Bukan aku mengusir, aku mengira kau tidak ingin bertemu dengan Qi Shu Yu lagi?"

Tanya Wei Tian Yuan.

"Apakah dia tidak berada di rumah?"

Jawab Chu Qing Song.

"Bukan aku mengusirmu, tapi aku kira kau tidak perlu bertemu dengan Qi Shu Yu karena Ding Bo sedang menunggumu saat ini."

"Shu Yu berada di sini, mengapa kalian begitu cepat menyuruhku pulang?"

Jawab Chu Qing Song.

"karena Anak Yu baru datang ke rumahku dan ibunya sudah berpesan kepadanya setelah melewati tahun baru Imlek Shu Yu baru boleh pulang."

Wei Tian Yuan mulai sedikit curiga dan berkata.

"Jika setelah melewati tahun baru Imlek baru adik boleh pulang, mengapa aku tidak boleh lama-lama berada di sini?"

"Ini demi kebaikanmu, ikutlah Ding Bo pulang."

"Jika aku ingin bertemu dengan adik terlebih dahulu setelah itu baru pulang, apakah tidak boleh?"

Chu Qing Song mengerutkan dahinya, seperti ada yang ingin dia sampaikan, tapi dia tidak jadi mengatakannya. Yang menjawab adalah Ding Bo.

"Tuan Muda Wei, apakah kau datang dengan siluman perempuan itu?"

"Siluman perempuan yang mana?"

"Putri dari Shang Guan Yun Long,"

Jawab Ding Bo. Wajah Wei Tian Yuan tampak marah dan berkata.

"Putri Shang Guan Yun Long bukan siluman, jika bukan paman yang mengatakannya...."

"Kau akan bertarung dengan dia, apakah benar?"

Ding Bo menarik nafas dan berkata.

"Tuan Muda Wei, kau mengucapkan kata-kata itu di depan peti Xue Jun, aku sudah mendengar ternyata kau menyukai putri Shang Guan Yun Long."

Kata Wei Tian Yuan.

"Aku suka dengan siapa, ini adalah urusanku. Orang lain boleh memarahi Nona Shang Guan dan tidak aneh, tapi Paman Ding, kau tidak boleh menganggap dia sebagai siluman!"

"Mengapa?"

"Karena kau menganggap ayahnya adalah seorang penjahat besar dan menganggap dia sebagai siluman!"

"Benar, semua orang mengatakan demikian."

"Tapi kakek tidak pemah berkata seperti itu. Paman Ding, kau sudah berteman dengan kakek selama puluhan tahun, apakah kau tidak tahu bahwa kakek sangat menghormatinya?"

"Tapi semua orang mengatakan seperti itu...."

"Lalu, mengapa?"

Kata Chu Qing Song.

"Pendekar Muda Wei, kau adalah orang sangat pintar, apakah kau tidak mengerti jika kau terus bersamasama dengan Nona Shang Guan, ini akan membawa bencana, bukan kebahagiaan."

Kata Wei Tian Yuan.

"Apakah ini adalah bencana atau kebahagiaan semua ini aku yang menanggung sendiri."

Tiba-tiba Wei Tian Yuan tertawa dan berkata.

"Pendekar Chu, sekarang aku mengerti, kau takut aku akan menarikmu memasuki putaran ini."

Chu Qing Song tertawa terbahak-bahak, suaranya lebih besar dari Wei Tian Yuan. Dia berkata.

"Pendekar Muda Wei, dalam pikiranmu apakah aku memang orang seperti itu?"

Jawab Wei Tian Yuan.

"Aku tahu sebenarnya Pendekar Yang Zhou Chu, Qing Song tidak takut untuk masuk ke dalam perputaran ini, tapi mengapa kau malah mengusirku?"

Kata Chu Qing Song.

"Aku hanya berharap kau bisa meninggalkan tempat ini lebih cepat dan meninggalkan orang yang ingin membuat keributan."

Kata-kata Chu Qing Song sangat jelas, dia berharap Wei Tian Yuan meninggalkan Shang Guan Fei Feng. Wajah Wei Tian Yuan terlihat memerah, dia berkata.

"Pendekar Chu, kau adalah tetua yang aku hormati, tapi aku menyukai siapa, ini adalah hal pribadi,kau tidak perlu campur tangan. Permisi!"

Ding Bo teriak.

"Tuan muda Wei, kau...."

"Paman Ding, maafkan aku, aku tidak bisa ikut pulang denganmu."

Ding Bo dan Chu Qing Song bersamaan menghalangi langkahnya di depan pintu dan bertanya.

"Kau mau pergi kemana?"

"Aku akan kembali ke tempat yang aku datangi tadi."

"Tuan Muda Wei, mengapa kau begitu bersikeras tetap ingin kembali ke sisi Nona Shang Guan?"

"Paman Ding, paman sudah mengetahui bagaimana sifatku. Aku tidak akan mengubah kata-kataku. Kakek, aku pasti akan kembali, tapi bukan sekarang."

Chu Qing Song tiba-tiba berkata.

"Pendekar Muda Wei, silakan kau tinggal di sini!"

Tanya Wei Tian Yuan.

"bukankah tadi kau menyuruhku pergi?"

"Aku berubah pikiran."

"Apakah kau ingin aku bertemu dengan adikku? Silakan panggilkan dia keluar!"

Jawab Chu Qing Song.

"Dia sudah tidur, besok kau bisa bertemu dengannya."

Kata Wei Tian Yuan.

"Tidak, aku sudah berjanji kepada Fei Feng, sebelum hari terang aku sudah pulang. Aku pikir adik pasti akan marah jika dibangunkan. Aku hanya ingin bertemu sebentar dengannya lalu aku akan pergi."

Kata Chu Qing Song.

"Tidak, walau bagaimana pun kau harus di sini melewati malam ini!"

"Tadi kau menyuruhku segera meninggalkan tempat ini, sekarang kau menyuruhku menginap."

Tanya Chu Qing Song.

"Apakah ada yang salah?"

"Aku mengerti, jika aku ikut Paman Ding pulang, meninggalkan tempat ini lebih cepat itu lebih baik, tapi kau tidak ingin aku kembali ke sisi Fei Feng."

"Aku hanya menyuruhmu tinggal satu malam di sini, aku tidak akan mengurusi hal lainnya!"

Wei Tian Yuan semakin curiga dan bertanya.

"Mengapa kalian melarangku bertemu dengan Fei Feng malam ini? Tapi aku sudah berjanji akan kembali sebelum hari terang."

Kata Chu Qing Song.

"Kau tidak perlu menepati janji kepada perempuan itu."

Kata Wei Tian Yuan.

"Pendekar Chu, kau orang yang selalu menepati janji, tapi mengapa menyuruh orang lain jangan menepati janji?"

Seperti ada kata-kata yang sulit dikeluarkan oleh Chu Qing Song, dia menarik nafas dan berkata.

"Aku juga tidak tahu harus mengatakan apa lagi, tapi besok pasti kau akan mengerti."

Kecurigaan Wei Tian Yuan semakin bertambah, dia berkata.

"Apakah kalian menutupi sesuatu? Aku tidak bisa menunggu hingga esok hari, jika kalian tidak ingin memberitahukannya kepadaku, aku akan mencari tahu sendiri."

Kata Chu Qing Song.

"Bukan aku takut terbawa ke dalam masalah ini, aku takut kau yang akan terbawa ke dalam masalah ini."

Tiba-tiba Ding Bo berkata,"

Shang Guan Yun Long mempunyai anak buah bernama Gong Ye Hong, dia berada di Yang Zhou dan tinggal di Guan Yin Shan, apakah benar? "

Kata Wei Tian Yuan.

"Paman Ding, kabar ini sangat cepat kau dapatkan, kelihatannya kau sudah tahu bahwa kami tinggal di sana."

Ding Bo mengangguk dan berkata.

"Bukan aku yang mendapat kabar dengan cepat tapi orang lain yang memberitahu kepadaku."

Tanya Wei Tian Yuan.

"Orang lain? Siapakah dia?"

Jawab Ding Bo.

"Sangat banyak. Ada musuh Shang Guan Yun Long, ada pula pendekar-pendekar bijaksana. Walaupun mereka tidak sama, tapi tujuan mereka sama, mereka bermusuhan dengan Shang Guan Yun Long!"

Kata Wei Tian Yuan.

"Kalau begitu, lalu mengapa?"

Kata Ding Bo.

"Mereka tidak berani ke Gunung Kun Lun untuk mengajak Shang Guan Yun Long bertarung, tapi mereka sanggup menghadapi putrinya. Aku sudah mendapatkan undangan, menyuruhku agar ikut dengan gerakan mereka tapi aku melihat kau tidak setuju."

Kata Wei Tian Yuan.

"Cepat katakan, gerakan seperti apa?"

"Menangkap putri Shang Guan Yun Long hidup-hidup, jika tidak dapat menangkapnya hidup-hidup, dalam keadaan mati pun tidak apa-apa."

"Kapan kalian merencanakan pengepungan terhadap mereka?"

"Malam ini jam 3."

Wei Tian Yuan datang jam 3, sekarang sudah lewat setengah jam! Kata Chu Qing Song.

"Pendekar Muda Wei, sekarang kau sudah mengerti, jika kau pulang sekarang, kau pasti terbawa dalam pertarungan ini karena itu...."

Teriak Wei Tian Yuan.

"Minggir!"

Walaupun Chu Qing Song sudah menyingkir, tapi dia sudah mengeluarkan jurus Yun Shou.

Dengan jurus ini dia mendorong tenaga yang dikeluarkan oleh Wei Tian Yuan.

Ding Bo pun segera mengeluarkan jurus Xuan Zhuan Quan Kun (Memutar Dunia).

Mereka berdua dengan sekuat tenaga menghalangi Wei Tian Yuan keluar dari tempat duka itu.

Mata Wei Tian Yuan memerah dan berkata.

"Pendekar Chu, Paman Ding, jika kalian tidak membiarkan aku pergi, aku memilih mati di tangan kalian!"

Ding Bo mendorong tenaga Wei Tian Yuan dan berkata.

"Tuan Muda Wei, aku adalah pelayanmu, aku tidak berani melukaimu. Ini adalah ide kakekmu, harap kau mau meninggalkan siluman itu!"

Kata 'Wei Tian Yuan marah.

"Baiklah, kau diperintahkan oleh kakek untuk menghalangiku, kau membunuhku pun tidak salah, keluarkanlah jurusmu, jika tidak aku yang akan menyerangmu!"

"Apakah kata-kata kakekmu, kau pun tidak mau mendengarnya?"

"Aku akan menuruti hal lainnya, begitu aku sudah mati, baru kau beritahu kepada kakek, maafkan aku, aku tidak bisa menerima perintahnya."

Hanya terdengar suara sobekan baju.

Lengan baju Ding Bo sudah dicakar hingga sobek oleh Wei Tian Yuan.

Kain baju sobek seperti kupu-kupu yang beterbangan.

Walaupun melawan dengan sekuat tenaga, Wei Tian Yuan tetap tidak bisa keluar dari kepungan Chu Qing Song dan Ding Bo.

Ding Bo melihat Wei Tian Yuan sudah marah seperti itu, dia juga sedikit kaget.

Dalam hati dia berpikir.

"Sepertinya sandiwara ini harus dihentikan, lebih baik ganti dengan pemeran yang lain."

Wei Tian Yuan berteriak.

"Paman Ding, aku tidak ingin melukaimu, aku juga tahu kau tidak akan melukaiku, tapi aku terpaksa melakukannya...."

Belum habis perkataannya, Ding Bo sudah mundur 2 langkah dan berkata.

"Tuan Muda Wei, aku akan membiarkan kau pergi, tapi mereka tidak akan mengijinkannya."

Tanya Wei Tian Yuan.

"Mereka itu siapa?"

Pada waktu itu juga dari belakang gunung buatan keluar beberapa orang. Mereka memasuki ruang duka.

"Kami adalah musuh Shang Guan Fei Feng,"

Orang-orang yang datang itu yang menjawabnya. Wei Tian Yuan tahu bahwa kedua orang itu adalah orang yang pernah menyerangnya di Bao Ding, mereka bukan orang Han. Orang yang pertama berkata.

"Aku adalah Xi Men Ba memberi hormat kepada Pendekar Chu. Maafkan, kami sudah mengganggu keluarga Chu."

Kata Chu Qing Song.

"Asalkan kalian tahu diri, itu tidak apa-apa."

Kata Xi Men Ba.

"aku tahu bahwa Wei Tian Yuan adalah tuan muda Ding Bo dan Ding Bo adalah teman lamamu."

Kata Chu Qing Song.

"Jika kalian tahu, syukurlah!"

Xi Men Ba tertawa terbahak-bahak. Chu Qing Song terpaku dan berkata.

"Aku dan Ding Bo berteman, apakah itu salah?"

Jawab Xi Men Ba.

"Pendekar Chu, apakah Ding Bo pemah memberitahu kepadamu bahwa 30 tahun yang lalu dia pemah bergabung melakukan perdagangan gelap dengan kami!"

Kemudian dia membalikkan tubuh kemudian memberi hormat kepada Ding Bo dan berkata.

"Kakak Ding aku tahu bahwa Wei Tian Yuan adalah tuan mudamu, aku tidak akan melukainya, tapi aku minta bantuanmu, nasihatilah tuan mudamu ini...."

Wei Tian Yuan yang sejak tadi sangat marah, berkata kepada Ding Bo.

"Paman Ding, apakah kau ikut berdagang gelap lagi dengan mereka?"

Ding Bo terpaku dan menjawab.

"Tuan Muda, kau mengatakan apa? Apakah kau mengira bahwa aku mengkhianatimu? Tapi...."

Kata Wei Tian Yuan.

"Jika kau tidak mau bermusuhan denganku lebih baik kau jangan mengatakan 'tapi' ini untuk persahabatan kalian. Kau tidak membantu mereka, aku juga tidak akan melukaimu!"

Ding Bo seperti setuju dengan kata-kata Xi Men Ba dan Ding Bo berkata lagi.

"Tuan Muda Wei, lebih baik kau dengarkan maksud mereka datang ke tempat ini. Dan sebisa mungkin jangan bertarung."

Wei Tian Yuan tertawa dingin dan berkata.

"Paman Ding, dua temanmu ini bukan pertama kali bertemu denganku, apa yang mereka inginkan, aku sudah mengetahuinya. Masih ada perhitungan yang belum sempat kuperhitungkan dengan mereka."

Xi Men Ba tertawa dan berkata.

"Pendekar Wei, kau salah, kami datang bukan untuk menghitung hutang. Kami adalah musuh dari Shang Guan Yun Long. Denganmu, kami tidak mempunyai dendam. Benar, malam itu di Bao Ding kita pemah bertarung, kami pun pemah dirugikan oleh Shang Guan Fei Feng dan kau, tapi kali ini kami datang untuk mencari siluman itu, bila kau tidak campur tangan, kami tidak akan mencarimu."

Kata Ding Bo.

"sudahlah Tuan Muda, kau menginap saja di sini satu malam, untuk apa..."

Kata-katanya belum selesai, Wei Tian Yuan sudah berteriak.

"Siapa berani menyentuh Shang Guan Fei Feng,'hadapi aku dulu!"

Di dalam suara teriakan itu, Wei Tian Yuan sudah meloncat keluar.

Terdengar suara senjata saling beradu, sepasang kait seperti kepala harimau yang dimiliki oleh Xi Men Ba, senjata pisau Tong Fang Xiong (nama orang) sudah mencoba menahan pedang Wei Tian Yuan.

Orang-orang yang dibawa oleh mereka semua sudah siap dalam posisi mereka.

Wei Tian Yuan sudah dikelilingi oleh mereka.

Tong Fang Xiong dan Xi Men Ba bergabung itu sudah cukup untuk melawan Wei Tian Yuan.

Dan orang-orang yang mereka bawa bukan orang-orang biasa.

Wei Tian Yuan sangat marah dan berkata.

"Aku akan bertarung dengan kalian antara hidup dan mati."

Segera kait harimau Xi Men Ba sudah mengunci pedang Wei Tian Yuan.

Xi Men Ba bergabung dengan Tong Fang Xiong.

Kait kepala harimau datang lebih cepat daripada kedua tombak itu.

Hati Wei Tian Yuan sudah dingin, dia tahu kali ini pasti dia tidak akan bisa lolos.

Tapi kaitan Xi Men Ba membawa tubuh Wei Tian Yuan berputar, tepat menghindari tusukan kedua tombak itu.

Tong Fang Xiong bergulingan di bawah, kemudian dia berdiri, dengan marah berkata.

"Bocak tengik, kita tidak ingin melukaimu, tapi kau begitu serius, apakah kau benar-benar akan bertarung!"

Keadaan Wei Tian Yuan sudah seperti harimau gila, dia berkata.

"Benar, aku memang ingin mencari mati, kalian melarangku pergi, aku akan mati bersama kalian."

Segera dia maju lagi ke depan.

Kata-katanya bukan sekedar ancaman, dia benar-benar ingin mati bersama Tong Fang Xiong dan Xi Men Ba.

Segera Ding Bo mengayunkan lengan baju, dia membantu Tong Fang Xiong menahan pedang Wei Tian Yuan.

Tapi lengan baju Ding Bo sudah menjadi serpihan kecil seperti kertas yang di robek-robek.

Wei Tian Yuan tahu jika Ding Bo sudah campur tangan, dia tidak akan bisa lari.

Mati bersama musuh juga tidak bisa.

Wei Tian Yuan marah dan berkata.

"Paman Ding, kau..."

Karena marah Wei Tian Yuan tidak bisa melanjutkan lagi. Ding Bo berkata.

"Aku sudah mengatakan, aku tidak akan membantu kedua belah pihak. Orang lain tidak melukaimu, kau juga tidak boleh melukai orang."

Dalam hati Chu Qing Song berpikir.

"Sandiwara ini sudah harus dihentikan."

Chu Qing Song melambaikan tangan, menyuruh kedua belah pihak berhenti. Dengan pelan dia berkata.

"Pendekar Muda Wei, kau benar-benar adalah orang yang penuh dengan cinta, kau ingin pergi silakan...."

Belum selesai mengatakan kata 'pergi', tiba-tiba dia melihat di dalam pekarangan sudah banyak orang. Suara Chu Tian Shu berteriak.

"Kalian teman yang datang dari mana? Tidak diundang datang sendiri, kalian kira bisa masuk dan pergi ke dalam keluarga Chu begitu saja?....ternyata kalian adalah...."

Kedua orang itu dengan cepat berjalan ke tempat duka.

Chu Tian Shu tidak mengenali mereka, tapi ayahnya Chu Qing Song sudah tahu, mereka berdua adalah pengawal istana.

Yang gendut bernama Lu Ting Fang vang kurus bernama Han Zhu Guo.

Yang lain Chu Qing Song pemah bertemu dengan mereka di rumah Mu Zhi Yao.

Begitu sampai di tempat duka Lu Ting Fang dengan senang berkata.

"Pendekar Chu, terima kasih sandiwaramu sudah membantu kami menangkap burunon istana."

Sebenarnya dia tahu Chu Qing Song hanya ingin membiarkan Wei Tian Yuan, tapi dia sengaja mengatakan bahwa Chu Qing Song sepertinya bersekongkol dengan Wei Tian Yuan.

Ini membuat Chu Qing Song tidak bisa marah juga tidak bisa tertawa.

Han Zhu Guo lebih parah lagi, dia langsung melepaskan senjata rahasianya yang berupa paku yang sudah diberi racun.

Begitu melempar dia langsung berkata.

"Wei Tian Yuan, kau ingin mati, aku akan mengantarkanmu kepada kematian."

Wei Tian Yuan bisa menghindari satu senjata rahasia, satu lagi dibantu Xi Men Ba dipukul jatuh, satu lagi menggesek pundaknya walaupun hanya lewat tapi kulitnya terluka. Kata Chu Qing Song.

"Tuan-tuan, kalian salah..."

Lu Ting Fang segera berkata.

"Tidak salah lagi, bocah ini adalah buronan istana, Fei Tian Shen Long katanya di ibukota kau pemah bertarung dengan Fei Tian Shen Long, masa tidak tahu bahwa dia adalah Fei Tian Shen Long?"

Kata Chu Qing Song,"

Aku t ahu. Tapi di sini bukan ibukota, disini adalah rumahku."

Sebenarnya sangat mudah menebak apa arti dari perkataan Chu Qing Song.

Artinya di rumah Chu Qing Song tidak bisa sembarangan menangkap orang.

Tapi Lu Ting Fang pura-pura tidak tahu, dia tertawa dan berkata.

"Terima kasih kau sudah membantu kami menangkap buronan istana. Sekarang kami tidak akan merepotkanmu lagi."

Keluarga Chu Qing Song secara turun temurun adalah keluarga pesilat di Jiang Nan, dengan nama keluarganya yang terkenal dia menutupi identitasnya sebagai pemimpin pemberontak.

Bila tidak terpaksa, dia tidak akan membocorkan rahasia ini, lebih-lebih tidak boleh menentang kerajaan.

Apakah sekarang sudah tiba saatnya untuk mengungkapkan semuanya?

Sewaktu Chu Qing Song sedang mempertimbangkannya, tiba-tiba Xi Men Ba mengeluarkan kaitan, terdengar suara 'TANG' Pena hakimnya sudah terpelanting.

Pena ini pena milik Han Guo Zhu.

Han Guo Zhu terkejut dan bertanya.

"Apakah kalian bukan musuhnya Shang Guan Yun Long?"

Jawab Xi Men Ba.

"benar."

Kata Han Guo Zhu.

"Mengapa kalian membantu Wei Tian Yuan? Apakah kalian tidak tahu..."

Jawab Xi Men Ba.

"Kami tahu dia adalah calon menantu Shang Guan Yun Long."

Lu Ting Fang memutar tangannya ingin mencengkram Wei Tian Yuan, tapi Tong Fang Xiong mengeluarkan pisau menghalanginya dan membentak.

"Kalian tidak boleh melukai Wei Tian Yuan walau hanya sehelai rambut!!"

Lu Ting Fang marah.

"Kalian datang untuk menghadapi Wei Tian Yuan, mengapa tidak bisa membedakan mana teman dan musuh?"

"Apakah kau tidak mengerti aturan di dunia persilatan?"

Tanya Lu Ting Fang.

"aturan tentang apa?"

Kata Tong Fang Xiong.

"Aturan dunia persilatan tidak mengijinkan pemerintah campur tangan, hanya orang yang tidak berguna saja, yang bisa meminjam tenaga pemerintah. Kami datang ke sini membalas dendam, kami tidak mengundang kalian untuk membantu."

Perkataan itu disambung lagi oleh Xi Men Ba.

"Kalian memiliki musuh dan datang mencari, aturannya kedua adalah, yang datang dulu yang boleh mendapat giliran dulu, karena kami datang terlebih dulu mencari Wei Tian Yuan. Kami ingin membunuh atau menangkapnya ini adalah hak kami, tidak ada hubungannya dengan kalian."

Lu Ting Fang marah dan berkata.

"Apakah kalian tidak tahu, dia adalah buronan istana, bukan buronan biasa."

Xi Men Ba tertawa dingin.

"Apakah kau tidak tahu kami adalah sekelompok orang luar yang tidak tahu aturan pemerintah, kami tidak tahu apakah dia buronan istana atau bukan? Kami hanya tahu aturan dunia persilatan."

Sekarang 2 kelompok saling berdebat sampai di luar ruang duka. Perubahan ini di luar dugaan Wei Tian Yuan. Hatinya dipenuhi dengan pertanyaan, dia berpikir.

"Malam itu di Bao Ding, kedua orang ini menyerangku, sepertinya juga mengatakan ingin menangkap buronan istana. Aku mengira mereka hanya orang biasa, mengapa sekarang mereka saling bersikeras? Siapakah mereka itu?"

Xi Men Ba sudah mengatakan bahwa mereka adalah musuh Shang Guan Yun Long, hal ini membuat Wei Tian Yuan merasa curiga.

Kebanyakan musuh Shang G uan Yun Long yang berada di Xi Yu adalah orang sesat.

Melihat wajah Xi Men Ba dan Tong Fang Xiong, mereka seperti bukan orang Han, mereka pasti datang dari Xi Yu.

Perkumpulan sesat seperti mereka biasanya tidak akan menentang kerajaan.

Wei Tian Yuan sedikit curiga seperti ada sesuatu yang salah, tapi dimana letak kesalahannya?

Dia tidak tahu.

Tiba-tiba dia teringat kepada puisi yang berada di Danau Mu Zhou .

Coba lihat permainan catur, siapa yang bisa menebak hasil akhirnya?

Sekarang di depan matanya terjadi perdebatan yang kacau, sepert permainan catur, sulit ditebak dan dimengerti.

Wei Tian Yuan terus berpikir tapi masih tidak menemukar jawabannya, pikirannya mulai resah.

Dia berdiri di depan pintu ruangan duka dan menjadi bengong.

Chu Qing Song diam-diam berjalan ke depannya dan berkata.

"Pendekar Muda Wei, mengapa kau belum pergi?"

Dia baru sadar, bukankah tadi dia memang ingin pergi dari sini?

Mengapa sekarang masih berada di sini?

Kelompok Xi Men Ba dan kelompok Lu Ting Fang sedang bersikeras memperrebutkan pendapatnya masing-masing sehingga mulai bertarung, keadaan sangat kacau, jika dilihat dengan teliti ilmu silat kelompok Xi Men Ba seharusnya lebih kuat, tapi kelompok Lu Ting Fan memiliki jumlah orang lebih banyak.

Lama kelamaan kelompok Xi Men Ba bisa berada di posisi yang kalah.

Pikir Wei Tian Yuan.

"Ada apa dengan orang-orang ini? Mengapa mereka malah bertarung?"

Kata Chu Qing Song.

"Pergilah! Semua yang terjadi di sini, bisa aku bereskan."

Sewaktu Wei Tian Yuan akan pergi, tiba-tiba dia mendengar Ding Bo berteriak.

"Teman dari golongan mana yang datang?"

Terlihat ada sekelompok orang yang masuk.

Sekelompok orang ini datang seperi hujan angin besar.

Orang yang paling depan seperti burung begitu cepat turun dari atas dinding, orang itu segera sudah berada di depan!

"Pendekar Chu, apakah kau sudah menunggu lama?

Apakah kami datang tepat pada waktunya?"

Chu Qing Song terkejut dan berkata.

"Biksu Tian Ji!"

Biksu Tian Ji tertawa terbahak-bahak dan berkata.

"Benar, aku membawa murid-murid perkumpulan dan membawa teman-teman yang ingin membantu!"

Tanya Chu Qing Song.

"Apakah aku telah berjanji bertemu dengan kalian hari ini?"

Jawab Biksu Tian Ji sambil tertawa.

"Tidak apa-apa, asalkan datang tepat waktunya itu sudah cukup. Mengapa siluman itu tidak datang?"

Dia tidak menunggu Chu Qing Song menjawab dan dia berkata lagi.

"Siluman itu tidak datang, kita tangkap saja penjahat yang lainnya!"

Sebelum Chu Qing Song mengambil keputusan, dia sudah masuk ke ruang duka.

Dengan pedang dia mendesak Wei Tian Yuan yang berdiri di pintu ruang duka masuk ke dalam.

Yang membuntuti dengannya masih ada 3 orang Tetua Hua Shan Pai.

Mereka adalah Tian Ce, Tian Qu, dua orang biksu tua, dan biksuni Yao Guang.

Sekelompok orang ini kebanyakan adalah murid-murid Hua Shan.

Orang dunia persilatan yang lain pun banyak, walaupun bercampur aduk tapi mereka kelihatan lumayan kuat, mereka adalah Mei Qing Feng, Wang Dian Ying, dan Yin Xin Mo, masih ada Xie Guo Tang, dan lain-lain.

Chu Qing Song berteriak.

"Biksu Tian Ji, ada apa datang kemari?"

Tapi Biksu Tian Ji tidak menjawab, dia terus memaksa Wei Tiai Yuan masuk ke dalam ruang duka dan orang-orang seperti Mei Qing Fenj juga segera mengurungnya. Kata Mei Qing Feng.

"Sewaktu kami mengantarkan undangan untuk pendekar, kami juga menitipkan sepucuk surat. Surat itu dariku apakah Pendekar Chu sudah membacanya?"

Jawab Chu Qing Song.

"Sudah."

Kata Mei Qing Feng.

"Identitas siluman dan hubungannya dengan Wei Tian Yuan semua sudah aku sudah tulis di dalam surat itu dengar jelas."

Dia berkata seperti itu agar Chu Qing Song jangan mencurigainya. Kata Chu Qing Song.

"Tapi..."

Kata-katanya belum habis, Yin Xin Mo sudah memotong dar berkata.

"Pendekar Chu, kau adalah pemimpin ahli silat di Jiang Nan apakah kau akan membela penjahat seperti Wei Tian Yuan?"

Chu Jin Song tidak bisa menjawab, dia hanya bisa berkata.

"Semua hal yang kalian pikirkan bukan hal yang sepele."

Jawab Wang Dian Ying.

"Hal yang mudah tidak menjadi masalah, hal yang susah pun bukan suatu masalah, yang paling penting adalah menangkap penjahat kecil ini dulu."

Mereka adalah teman-teman Xu Zhong Yue, sewaktu pesta perkawinan Jiang Xue Jun dan Xu Zhong Yue, dia pemah dikalahkan oleh Wei Tian Yuan. Xue Guo Tang ikut menambahkan.

"Lebih baik cepat tangkap Wei Tian Yuan, kalau tidak mungkin keadaan akan lebih kacau lagi."

Suara Biksu Tian Ji dari dalam ruang duka berkata,"Pendekar Chu.

apakah kau tidak tahu bahwa ketua kami telah dibunuh orang?

Pembunuhan itu berhubungan dengan penjahat ini, malam ini kami tidak akan melepaskan penjahat ini."

Di dalam ruangan telah terdengar suara senjata beradu, hal ini menunjukkan bahwa Wei Tian Yuan yang berada di dalam ruang duka sudah mulai bertarung dengan sengit.

Adik seperguruan Biksu Tian Ce dan Biksu Tian Qu berjaga-jaga di pintu ruang duka, mereka hanya diam, sikap mereka seolah-oleh mengatakan.

"Jika ingin membantu Wei Tian Yuan kau harus melewati kami berdua."

Hati Chu Tian Shu mulai panas, dalam hatinya dia berpikir.

"Bila aku memaksa masuk, apakah kalian bisa menghalangiku? Tapi... Hua Shan pai adalah perguruan yang lurus, aku tidak boleh langsung menyerang mereka."

Sewaktu dia ragu-ragu, ada 2 orang lagi yang mengikuti mereka masuk.

Biksu Tian Ji masuk ke dalam ruang duka, mereka adalah Biksu Han Qu dan Biksu Han Xu.

Mereka adalah 2 orang biksu yang berjaga-jaga di depan pintu.

Mereka hanya menghadang orang luar untuk masuk tapi tidak menghalangi orang-orang mereka masuk.

Qi Shu Yu yang sedang bersembunyi di dalam peti mati tidak mengetahui keadaan yang terjadi di luar peti.

Dia hanya bisa mendengar suara senjata yang beradu.

Suara yang dia dengar semakin lama semakin keras.

Dalam hatinya dia berpikir.

"Apakah sandiwara ini benar-benar menjadi suatu keributan?"

Biksu Tian Ji adalah seorang pesilat tangguh, dia menggunakan senjata pedang. Serangan yang dilancarkan laksana angin topan yang terus menyerang tubuh Wei Tian Yuan yang penting. Kata Wei Tian Yuan.

"Biksu Tian Ji, kau jangan terus mendesakku, jika kau terus memaksa, aku tidak akan sungkansungkan lagi."

Biksu Tian Ji hanya tertawa dingin dan berkata.

"Jika tidak sungkan kau mau apa...."

Kata-kata ini belun selesai diucapkan, terlihat kilatan cahaya putih.

Pedang Wei Tian Yuan sudah bergerak cepat menusuk ke arahnya.

Dengan pedangnya dia mencoba menahan serangan ini, namun dia Cuma bisa bertahan sementara, pada serangan berikutnya lengan bajunya sudah terpotong oleh pedang Wei Tian Yuan.

Biksu Tian Ji marah dan berkata.

"Bocah tengik! Apakah kau ingin beradu nyawa denganku? Lihat pedangku!"

Dengan tertawa dingin Wei Tian Yuan berkata.

"Kehebatanmu aku sudah tahu, namun kau belum mengetahui kehebatanku."

Ilmu pedang Wei Tian Yuan diwariskan dari Qi Yan Ran.

Ilmu pedang keluarga Qi sangat sulit dipahami gerakannya, meskipun ilmu pedang ini sulit mengalahkan ilmu pedang Huan Shan, tapi Biksu Tian Ji pun tidak terlalu paham gerakan ilmu pedang warisan Qi Yan Ran, sebaliknya Wei Tian Yuan mengetahui sedikit banyak mengenai ilmu pedang Huan Shan.

Ketika Wei Tian Yuan mengeluarkan ilmu pedangnya, Biksu Tian Ji hanya bisa bertahan saja.

Han Gu dan Han Xu begitu masuk ke dalam ruangan, mereka melihat paman gurunya berada dalam posisi bertahan dan tidak bisa melancarkan serangan balasan.

Mereka membentak Wei Tian Yuan.

"Bocah tangik, kau kurang ajar sekali, hari ini kami akan membalaskan dendam guru kami."

Mereka adalah murid-murid Ketua Hua Shan Pai yang terbunuh, Biksu Tian Quan.

Mereka mendengar dari paman guru mereka bahwa Wei Tian Yuan berhubungan dengan kematian guru mereka.

Mereka berdua tidak bertanya dengan jelas, mereka langsung menganggap bahwa Wei Tian Yuan adalah pembunuh guru mereka.

Ilmu pedang mereka tingkatkannya di bawah Biksu Tian ji, tapi mereka masih muda dan tenaga mereka lebih besar dan lebih ganas dibandingkan dengan Biksu Tian Ji.

Tapi Wei Tian Yuan merasa berhutang budi kepada Xi Men Ba (meskipun hanya berpura-pura sandiwara, tapi Wei Tian Yuan belum mengetahui bahwa semua itu hanyalah sandiwara.) pertarungan itu telah banyak menghabiskan tenaganya.

Sekarang dia harus menghadapi 3 orang sekaligus.

Baru 10 jurus berjalan dia sudah merasa kepayahan, beberapa kali dia hampir terkena serangan yang berbahaya.

Dipertarungan lain Wei Tian Yuan yang terus menyerang Han Gu, secara tiba-tiba dia merubah serangannya ke arah tenggorokan Han Xu.

Pedang Han Gu dalam posisi miring mencoba berusaha menolong Han Xu namun tindakan ini tidak keburu, tidak ada jalan lain dia segera menendang bagian belakang punggung Wei Tian Yuan.

Wei Tian Yuan terpaksa menghindar dari serangan ini.

Han Xu akhirnya selamat dari serangan Wei Tian Yuan.

Tapi Biksu Han Xu yang bisa lolos dari serangan tidak bisa mengendalikan keseimbangannya, dengan sempoyongan secara tidak sengaja dia menyenggol peti mati sehingga peti mati itu terjatuh, tutup peti itu akhirnya terbuka.

Biksu Tian Ji memang memiliki ilmu silat yang tinggi, namun begitu melihat peti mati itu terbuka dan keluar seorang perempuan yang langsung berdiri, dia berteriak.

"Setan perempuan!"

Biksu Tian Jin sangat terkejut dan untuk sesaat terlupa untuk menyerang Wei Tian Yuan. Qi Shu Yu yang melompat keluar dari peti, dengan marah dia berkata.

"Kakak Tian Shu, kau dan paman membuat sandiwara yang keterlaluan, apakah kalian ingin membunuh Kakak Wei?"

Dalam sandiwara ini Chu Qing Song telah memintanya untuk memerankan suatu peran, dia tidak berani marah kepada ayah tirinya, dia hanya bisa marah kepada Chu Tian Shu, tapi karena kemarahannya ini dia lupa juga, bahwa Chu Qing Song juga telah dia marahi (karena biasanya Qi Shu Yu memanggil Chu Qing Song dengan panggilan paman).

Wei Tian Yuan berteriak.

"Adik Yu, mana Xue Jun?"

Han Gu dan Han Xu hanya bengong dan terdiam sesaat tapi kemudian mereka mulai menyerang lagi.

Qi Shu Yu tidak mempunyai waktu untuk menjawab pertanyaan Wei Tian Yuan, Wei Tian Yuan juga tidak mempunyai kesempatan bertanya lagi.

Chu Tian Shu masuk ke dalam ruangan, dengan marah dia berteriak.

"Minggir!"

Tian Ce dan Tian Qu segera mengangkat pedangnya berniat menghadang dari pintu.

Chu Tian Shu tidak memperdulikan mereka, dia langsung menerobos masuk.

Pedang Tian Ce diayunkan tapi dia hanya bermaksud menotok nadi Chu Tian Shu supaya lemas, terdengan suara 'JING', pedang Tian Ce in lepas dari tangannya, ternyata Ding Bo sudah memaksanya masuk terlebih dahulu, dia yang menangkis serangan Tian Ce, pedang Tian Ce telah disentil oleh jarinya hingga terlepas.

Chu Qing Song berteriak.

"Tian Shu, jangan bertindak kurang ajar pada tetua!"

Mulutnya mengatakan demikian, tapi tubuhnya menghalangi mereka agar putranya bisa masuk.

Kedudukan Chu Qing Song di dunia persilatan lebih tinggi dibandingkan dengan Ding Bao, ilmu silatnya jelas lebih tinggi dari Ding Bao karena itu Tian Qu tidak berani kurang ajar kepadanya.

---ooo0dw0oo---C.

Pertarungan Sengit!

Begitu Chu Tian Shu memasuki ruang duka, Biksu Tian Ji berkata.

"Pendekar Chu, ini bukan urusanmu, silahkan kau tinggalkan ruangan ini!"

Chu Tian Shu sangat marah dan berkata.

"Ini adalah kediamanku, kalian semua silahkan keluar!"

Biksu Tian Ji tertawa terbahak-bahak dan berkata.

"Ayahmu sudah menerima undangan pendekar dari kami. Ayahmu sendiri juga tidak bisa menyuruh kami keluar dari ruangan ini, apalagi dirimu!"

Han Gu dan Qi Shu Yu sekarang sudah bertarung, sedangkan Han Xu membantu Tian Ji menyerang Wei Tian Yuan.

Lima orang yang bertarung terbagi menjadi 2 kelompok, masing-masing bertarung dengan sengit.

Qi Shu Yu sangat gelisah dia ingin cepat-cepat bergabung dengan Wei Tian Yuan, maka segera dia mengeluarkan jurus Yu Mu Tou Suo (perempuan menjalankan alat tenun kain) jurus itu diarahkan ke dada Han Gu, tapi jurus ini dilancarkan secara tergesagesa sehingga tampak lemah, peluang dimanfaatkan oleh Han Gu dengan mengeluarkan jurus Heng Yun Duan Feng (Awan Mendatar Memapas Gunung), pedang bergerak secara horisontal, segera kedua pedang itu beradu di udara.

Sebenarnya ilmu pedang Qi Shu Yu tidak kalah dengan ilmu pedang Han Gu, namun dalam hal tenaga dia tidak sekuat Han Gu.

Akibatnya adalah begitu 2 pedang beradu, tubuh Qi Shu Yu terhuyung-huyung seperti nyala lilin yang bergoyang karena ditiup angin.

Han Gu tertawa dingin dan berkata.

"Kau berdirilah dengan benar, baru kita melanjutkan pertarungan lagi."

Qi Shu Yu yang belum berdiri dengan mantap, dia langsung menyerang kembali.

Jurus yang dia pakai sekarang adalah jurus Zui Ba Xian (8 dewa mabuk), badannya miring tapi gerakan pedangnya tidak berhenti dimainkan, kali ini jurus yang dipakai agak membingungkan Han Gu.

Dalam hatinya Han Gu berpikir.

"Dia adalah anak Qi Le Ming, aku tidak boleh meremehkan ilmu silatnya."

Tapi sayang Qi Shu Yu benar-benar lemah dalam hal tenaga dalam, hanya sebentar saja Han Gu sudah berada di atas angin lagi.

Wei Tian Yuan melihat ke sekelilingnya selagi dia bertarung.

begitu dia melihat Qi Shu Yu hampir tidak kuat bertahan lagi.

Wei Tian Yuan segera mengeluarkan jurus yang sangat berbahaya yang bernama Xing Han Fu Cha (Bintang Han Sakit mengambang).

Ujung pedang menyebar bertaburan seperti bintang di langit yang Kelap, yang berjumlah ribuan titik.

Han Xu tidak mengenal jurus itu, segera dia menggerakan pedang berputar untuk bertahan menjaga dirinya, dia tidak berani menyerang.

Biksu Tian Ji menerobos jurus lingkaran pedang ini, walaupun dengan mudah dia mengatasi jurus ini, tapi apakah dia dapat bertahan melawan Wei Tian Yuan, dia sendiri tidak yakin, jika satu lawan satu dia tidak bisa menghadapi Wei Tian Yuan, sekarang Han Xu pun sedang sibuk melindungi dirinya sendiri terpaksa dia harus bertarung seorang diri dengan Wei Tian Yuan.

Walaupun Biksu Tian Ji telah meladeni serangan Wei Tian Yuan dengan sekuat tenaga.

Akhimya dia terkena juga sebuah tusukan pedang Wei Tian Yuan.

Biksu Tian ji tidak merasakan sakit, sepertinya Wei Tian Yuan belum mengunakan tenaga seluruhnya, ujung pedang hanya mengenai sedikit tubuhnya.

Tangan Wei Tian Yuan seperti terkulai ke bawah.

Dalam hatinya Biksu Tian Ji berpikir.

"Ternyata penjahat ini sudah kehabisan tenaga, sekarang jika Chu Qing Song tidak ikut campur, mungkin aku dapat menangkap penjahat ini hidup-hidup."

Biksu Tian Ji tidak mengetahui bahwa selain kelelahan Wei Tian Yuan pun ternyata telah terkena senjata rahasia yang diolesi racun.

Senjata rahasia ini tadi dilepaskan oleh Han Guo Zhu, walaupun itu hanya tergores sedikit.

Sebenarnya racun itu tidak berbahaya karena tenaga dalam Wei Tian Yuan sangat tinggi.

Dalam pertarungan sengit yang dialami oleh Wei Tian Yuan telah membuat pertahanan Wei Tian Yuan terhadap racun menjadi lemah, dan lambat laun dia mulai merasakan racun itu mulai mempengaruhinya, kepalanya mulai terasa pusing.

Pada waktu itulah Chu Tian Shu sudah memasuki ruang duka, dia melihat Biksu Tian Ji sedang menggerakan pedang panjangnya, dilain tempat-tubuh Qi Shu Yu sudah terkurung dalam cahaya pedang.

Dengan suara kecil Biksu Tian Ji berkata kepada dua orang keponakaannya.

"Untuk menghormati Chu Qing Song kalian tidak boleh melukai Chu Tian Shu."

Han Xu dan Han Gu sekarang sudah bergabung saling membantu dalam bertarung, dengan petunjuk paman gurunya, mereka bertarung sangat berhati-hati.

Chu Tian Shu tidak bisa masuk ke dalam arena pertarungan sebab kedua orang itu seperti membuat jala pedang.

Wei Tian Yuan mencoba menghindar ke arah peti mati, dia masih terengah-engah mengambil nafas.

Sedangkan Biksu Tian Ji ingin menangkapnya hidup-hidup.

Sebelum pedang Biksu Tian Ji mengenai tubuh Wei Tian Yuan, Wei Tian Yuan sudah mengayunkan pedangnya, namun ayunannya sudah tidak stabil, kadang diukir kadang ditarik.

Biksu Tian Ji mengetahui dengan jelas gerakan ini, gerakan ini dapat memberikan totokan sebanyak 7 hingga 8 tempat sekaligus.

Jika tidak ada Qi Shu Yu di sini, dia masih ingin mempermainkan Wei Tian Yuan dengan cara membiarkan tubuhnya terkena totokan, paling-paling dia akan merasakan sedikit kaku tapi akan segera pulih.

Namun sekarang Qi Shu Yu ada di sini, jika nadinya tertotok dia tidak mempunyai kesempatan meghindar dari serangan Qi Shu Yu.

Tian Ji tidak berani mengambil resiko ini, segera dia merobah jurus pedangnya.

Wei Tian Yuan juga merobah gerakannya, ujung pedangnya masih mengarah pada bagian urat nadi.

Tian Ji menyesal seharusnya dia tidak perlu memerintahkan kedua keponakannya menghadang Chu Tian Shu.

Ketika melihat Wei Tian Yuan kehabisan tenaga dia berkata.

"Kita lihat sampai kapan kau bisa bertahan."

Demi menjaga wibawanya, dia tidak mengubah perintah kepada keponakannya.

Senjata pena Chu Tian Yuan terhalang oleh Han Gu dan Han Xu, dia tidak bisa menotok, terpaksa dia menghindarkan diri ke sudut ruangan.

Dalam hatinya Biksu Tian Ji berpikir.

"Aku mau lihat kau bisa bertahan sampai kapan."

Tiba-tiba dia mendengar ada seorang yang batuk, ternyata di tempat itu bertambah satu orang lagi.

Kali ini yang masuk ke dalam ruangan ini adalah Chu Qing Song.

Sambil batuk Chu Qing Song berkata kepada putranya.

"Anak Shu, bukankah sudah kukatakan kepadamu, jangan berbuat tidak sopan kepada tetua, mengapa kau...."

Chu Tiam Shu menjawab.

"Ayah, apakah kau tidak melihat biksu tua berhidung sapi itu sedang menghina Adik?"

Biksu Tian Ji melihat ilmu pedang Wei Tian Yuan yang sangat aneh, dia tidak bisa menundukan Wei Tian Yuan dalam waktu singkat, dengan datangnya Chu Qing Song terpaksa dia mengubah taktik, sekarang dia ingin mencoba menyandera Qi Shu Yu, dia segera mengeluarkan jurus Cakar Naga, begitu jurus di keluarkan hampir saja mengenai tulang bahu Qi Shu Yu.

Tiba-tiba dengan suara besar Chu Qing Song berkata.

"Kakak Tian Ji, kau jangan bertindak seperti anak muda yang tidak memiliki pendirian!"

Biksu Tian Ji yang dibentak oleh Chu Qing Song. Dia tidak jadi enak hati kemudian dia berkata.

"Pendekar Chu, kau tenang saja, aku sudah berpesan kepada mereka supaya jangan melukai putramu."

Dengan dingin Chu Qing Song berkata.

"Terima kasih, kau juga jangan melukai putriku."

Biksu Tian Ji tertawa menghina kemudian berkata.

"Pendekar Chu, kau membuatku bingung, aku tahu kau mempunyai seorang putra, putrimu yang ini datang dari mana?"

Jawab Chu Qing Song.

"Gadis ini adalah...."

Biksu Tian Ji pura-pura terkejut dan berkata.

"Bukankah dia itu putri Qi Le Ming? Mengapa sekarang bisa menjadi putrimu?"

Han Gu dan Han Yu yang sudah memaksa Chu Tian Shu mundur hingga ke sudut memperlambat serangannya, mereka bersiap-siap menghadapi perubahan tiba-tiba, begitu mendengar paman guru mereka bercanda dengan Chu Qing Song, mereka pun ikut tertawa.

Chu Qing Song berusaha menahan emosinya, dia tetap menjawab.

"Aku adalah ayah tirinya, bagian mana yang menjadi lucu?"

Jawab Biksu Tian Ji.

"Aku mengerti sekarang, ternyata kau menikah dengan ibunya, di jaman edan seperti ini, laki-laki dan perempuan yang menikah kemudian bercerai itu adalah hal biasa, benar, memang tidak lucu. Jujur bicara Qi Le Ming adalah seorang penjahat besar, semua orang pun mengetahuinya, putrinya di mata kami pun hanya seorang siluman, yang lain tidak perlu dibahas lagi, hanya saja malam ini kelakuannya keterlaluan. Pendekar Chu, bila kau takut istrimu tidak bisa mendidik dia, aku yang akan mewakilimu mendidik dia."

Dia ingin menangkap Qi Shu Yu. Chu Qing Song tidak bisa menahan lagi kemarahannya, dia berdiri di depan Qi Shu Yu, matanya melotot kearah Biksu Tian Ji kemudian berkata.

"Apakah kau tidak mendengar kata-kataku? Dia datang ke tempatku, itu semua sudah direncanakan."

Sekarang Biksu Tian Ji bisa melihat Chu Qing Song sudah tidak marah tapi dia bicara penuh dengan wibawa, hatinya merasa sedikit takut, dia tidak berani melancarkan serangan, dengan terpaksa dia berkata.

"Pendekar Chu, kau adalah tuan rumah, aku pasti menghormatimu, apa yang ingin kau katakan?"

Jawab Chu Qing Song.

"Aku tidak butuh rasa hormatmu, aku hanya ingin menyampaikan kepadamu bahwa aku sangat menghormati Biksu Tian Quan yang sudah almarhum, Biksu Tian Wu pun adalah teman yang kukagumi, tapi kau...."

Dengan dingin Biksu Tian Ji berkata.

"Orang sepertiku bukan orang terpandang, tidak perlu dihormati!"

Kata Chu Qing Song.

"Kau adalah Tetua Hua Shan Pai, sebenarnya kau pun harus dihormati, tapi sekarang aku hanya ingin mengucapkan 3 perkataan."

"Apakah itu?"

Dengan tegas Chu Qing Song menjawab.

"Keluar dari sini!"

Wajah Biksu Tian Ji memerah kemudian dia berkata.

"Chu Qing Song, kau...."

Segera dia mengangkat pedangnya untuk menusuk.

Pedang sudah diluncurkan tapi tidak mengenai sasaran, karena saat itu Chu Qing Song sudah mengeluarkan tenaga dalam ditelapak tangannya, Biksu Tian Ji masih mencoba ingin menyerang, tapi tubuhnya terus terdesak mundur.

Dia mundur hingga dekat pintu, baru saja dia akan mengatur posisi berdirinya dengan benar, tiba-tiba dia seperti didorong oleh seseorang, belum sempat berdiri dengan benar, dia kembali mundur hingga keluar dari ruang duka.

Ternyata tenaga telapak tangan yang tadi dikeluarkan oleh Chu Qing Song bernama Long Men San Tie Lang (Pintu Naga Bergelombang Tiga Susun), di dalam jurus ini terdapat 3 gerakan tenaga dalam yang datang secara berturut-turut.

Tenaga itu seperti gelombang, gelombang kedua lebih kuat dari gelombang pertama, gelombang ketiga lebih kuat dari bclombang ke dua.

Dalam keadaan-biasa sebenarnya Biksu Tian Ji pasti tidak akar terdorong seperti sekarang keadaannya, tadi dia sudah bertarung dengari Wei Tian Yuan, tenaga dalamnya sudah terkuras sebagian, sekarang dia tidak memiliki kekuatan untuk bertahan, serangan tenaga dalam dan Chu Qing Song tidak dapat ditahannya.

Han Gu dan Han Yu melihat paman gurunya terdesak keluar, mereka sangat terkejut.

Tian Ji dipaksa keluar oleh tenaga dalam Chu Qing Song, hingga keluar dari ruang duka, tenaga dalam yang mendorong terakhir masih terasa oleh Tian Ji, Tian Ji masih diputar-putar, Han Gu dan Han Yu segera melarikan diri, mereka berdua berlari lebih cepat dari paman gurunya, dengan cepat mereka sudah bergabung dengan anggota perkumpulannya.

Murid-murid Hua Shan terkejut dan bertanya.

"Apa yang sudah terjadi?"

"Apakah Tetua Tian Ji terluka?"

Dengan marah Han Gu menjawab.

"Chu Qing Song malah membantu penjahat kecil itu, dia ingin kita keluar dari sana. Paman guru juga diusirnya..."

Dia sengaja mengatakan kita, dan bukan Biksu Tian Ji sendiri yang diusir. Benar saja, akibat kata-katanya murid-murid Hua Shan menjadi sangat marah, mereka berkata.

"Kurang ajar! Biarpun Chu Qing Song adalah ketua persilatan di Jiang Nan, dia tidak boleh menghina kita seperti itu!"

"Aku lihat karena menikah dengan istri Qi Le Ming dan Wei Tian Yuan adalah keponakan seperguruan dari Qi Le Ming, jadi dia dan si penjahat kecil itu berteman!"

Sewaktu murid-murid Hua Shan sedang ribut dan ingin bertanya apa sebabnya, Chu Qing Song sudah keluar dari ruang duka.

"Murid-murid Hua Shan Pai dan teman-teman yang lain, aku hanya menyuruh Biksu Tian Ji keluar, kalian jangan mudah terkena hasutan orang lain...."

Kata-kata Chu Qing Song belum habis, mund-murid Hua Shan Pai sudah marah dan berkata.

"Kau menghina tetua kami, masih menyuruh kami jangan terkena hasutan?"

Ada juga orang-orang yang bukan murid Hua Shan Pai mendengar perkataan Chu Qing Song, mereka lebih marah dan suaranya lebih keras lagi mereka berteriak.

"Menghina Tetua Hua Shan Pai berarti juga menghina kami. Chu Qing Song, jika kau tidak bisa menjelaskan alasannya, kami tidak akan melepaskanmu!"

Dengan pelan Chu Qing Song berkata.

"Aku akan menjelaskannya, itapi bukan sekarang. Sekarang kalian keluar dulu, nanti aku akan ke Hua Shan menjelaskan semuanya kepada Ketua Tian Wu dan meminta maaf kepada kalian."

Jika dia diam itu lebih baik, begitu kata-kata tersebut dikeluarkan oleh Chu Qing Song, orang-orang di luar seperti api yang disiram oleh minyak.

Biksuni Yao Guang adalah satu-satunya tetua perempuan.

Biarpun dia adalah perempuan tapi sifatnya paling keras dan angkuh.

Begitu mendengar kata-kata Chu Qing Song, dia marah besar dan berkata.

"Pendekar Chu, kata 'silakan' ini kami sangat berat menerimanya, karena Tian Ji adalah kakak seperguruanku. Aku juga tidak bisa menerimanya. Sebaiknya begini saja bila kau bisa menerima serangan pedangku ini, aku akan keluar dari sini sendiri saja."

Tian Ji adalah salah satu dari 6 tetua Hua Shan.

Dia menjadi tetua nomor 2.

Biksu Tian Wu tidak datang berarti dia memiliki kedudukan paling tinggi dan harus dihormati.

Chu Qing Song tertawa kecut dan berkata.

"Tolong dengarkan dulu penjelasan..."

Karena Biksu Tian Ji yang tadi sudah dikalahan, dia marah dan membentak.

"Tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi. Keluar dari sini dan silakan keluar dulu, bukankah itu sama artinya? Baiklah, jika kau bisa mengusir kami dari sini, silakan!"

Dengan cepat Biksuni Yao Guang mencabut pedangnya dan menyerang ke arah Chu Qing Song, Biksu Tian Qu ikut menyerang.

Mereka berdua bertarung dengan Chu Qing Song.

Ilmu pedang biksuni lebih lugas dan lebih ganas dari Biksu Tian Ji.

Bila Chu Qing Song ingin memenangkan pertarungan ini, benar-benar tidak mudah, apalagi Yao Guang adalah seorang perempuan.

Sewaktu bertarung Chu Qing Song merasa sedikit canggung, misalnya jika dia ingin mencakar dia tidak bisa mencengkram tubuh perempuan itu.

Jika dengan tenaga dalam menggetarkan dia, Chu Qing Song tidak ingin melukainya, karena itu Chu Qing Song hanya berjaga, tapi tidak menyerang.

Orang-orang yang datang bersama Hua Shan Pai sekarang sudah memihak kepada Hua Shan Pai, mereka juga marah kepada Chu Qing Song.

Keadaan sangat tidak menguntungkan bagi Chu Qing Song Mei Qing Feng dengan tertawa dingin berkata.

"Apakah Pendekar Chu juga ingin kami pergi dari sini? Sekarang kami harus berbuat bagaimana?"

Kata Wang Tian Ying.

"Walaupun dia sudah tidak sopan tapi kami tidak boleh mengeroyok orang yang jumlahnya lebih sedikit, karena kami berjumlah banyak. Perkara ini kita tunda dulu di kemudian hari."

Kata Tie Li Fu.

"Chu Qing Song ingin melindungi penjahat bermarga Wei, apakah kita harus mendengarkan kata-katanya?"

Kata Tie Li Fu.

"Tidak, kita tidak bisa mendengarkan omongannya, kita tangkap saja penjahat kecil dan siluman kecil itu hidup-hidup."

Chu Tian Shu, Wei Tian Yuan dan Qi Shu Yu saat itu sudah keluar dari tempat duka.

Di Luo Yang, di keluarga Xu Zhong Yue, Tie Li Fu pernah dirugikan oleh Wei Tian Yuan.

Sekarang dia melihat Wei Tian Yuan sudah terluka, dia pikir ini adalah kesempatan yang baik untuk membalas dendam, karena itu dia yang pertama kali berlari ke hadapan Wei Tian Yuan.

Kata Ding Bo.

"Tuan Muda Wei, memotong ayam tidak perlu menggunakan pisau potong babi. Biar aku saja yang mengatasinya."

Dia maju ke depan, kedua telapak tangannya menggambar garis lingkaran, dengan ringan ditarik, Tie Li Fu sudah tidak bisa berdiri tegak.

Dia menabrak ke arah dinding hingga dinding itu hancur.

Karena ilmu silat yang dilatih oleh Tie Li Fu termasuk ke dalam ilmu silat yang menggunakan kekuatan keras, maka kedua tangannya bisa mengeluarkan tenaga ribuan kilo.

Tapi karena tangannya diputar oleh Ding Bo dan tenaga ini dipukul ke dinding, hal ini membuat dinding tembok menjadi runtuh.

Dengan cepat Ding Bo sudah mencengkram leher belakang Tie Li Fu dan mengangkat tubuhnya yang seperti pagoda, kemudian melemparkan dia keluar sambil berhentak.

"keluar kau!"

Orang-orang yang mengikuti Tie Li Fu, melihat Ding Bo begitu lihai. Mereka segera menghentikan langkah. Biksu Tian Ce berkata.

"Ding Bo, ternyata kau masih begitu setia menjadi pelayan keluarga Qi. Maaf, aku tidak akan sungkan lagi kepadamu!"

Ding Bo tertawa dan berkata.

"Apakah sejak tadi kau berlaku sungkan kepadaku? Baiklah, aku nasihati kau, tidak perlu sungkan. Kita coba bertarung lagi."

Pedang Tian Ce yang tadi dijatuhkan oleh Ding Bo, diambilnya di bawah, begitu mendengar kata-kata Ding Bo tadi, membuat wajahnya menjadi merah, dengan marah dia berkata.

"Tadi aku tidak berhati-hati, apakah kau mengira aku mengalah kepadamu?"

Qi Shu Yu tertawa dan berkata.

"Tidak perlu adu mulut lagi, kita bertarung saja, siapa yang benar dan siapa yang palsu, akan segera diketahui!"

Yin Xin Mo membentak.

"Siluman kecil, kau sendiri pun tidak l)isa menjaga dirimu, masih berani menertawakan orang lain!"

Qi Shu Yu masih tertawa dan berkata.

"Biksu dari Shao Lin memang hebat, aku berani menertawakan orang lain tapi tidak berani menertawakan biksu dari Shao Lin."

Yin Xin Mo adalah murid Shao Lin, tapi sudah lama dia tidak menjadi biksu, tapi Qi Shu Yu masih memanggilnya biksu dan memanggilnya dengan sebutan biksu Shao Lin.

Alasannya karena, pertama Qi Shu Yu menertawakan Yin Xin Mo yang tidak bisa mengikuti ajaran Shao Lin hingga diusir dari sana, kedua menertawakan dia karena walaupun meninggalkan shao Lin masih memakai nama Shao Lin.

Yin Xin Mo marah hingga matanya terbelalak, kemudian dia berkata.

"Walaupun aku sudah tidak di Shao Lin lagi tapi cara Shao Lin mengajarkanku menangkap siluman, masih teringat hari ini aku akan menggunakan cara itu untuk menangkap siluman sepertimu "' Chu Tian Shu mengeluarkan penanya dengan tertawa dingini dia berkata.

"Seorang biksu menghina seorang gadis, benar-benar tidak tahu malu!"

Chu Tian Shu berdiri berhadapan dengan Yin Xin Mo, sedang Ding Bo sudah bertarung dengan Biksu Tian Ce Han Gu dan Han Xu takut paman guru mereka akan kalah lagi, maka mereka ikut bertarung untuk membantu Tian Ce, mereka bertiga bergabung mengeroyok Ding Bo.

Kemampuan silat Ding Bo memang lebih tinggi tapi itu pun tidak berapa jauh perbedaannya, tadi dia mampu memukul pedang Tian Ce hingga terjatuh dikarenakan saat itu Tian Ce sedang lengah hingga kecolongan, sekarang Ding Bo tidak akan dengan mudah melakukan hal itu lagi ditambah Han Gu dan Han Xu ikut membantu, mereka adalah generasi muda dari Hua Shan Pai yang paling unggul.

Ding Bo harus melawan tiga orang itu, dia lama kelamaan merasa kelelahan, untungnya pengalaman bertarung Ding Bo sudah banyak sekali.

Yin Xin Mo dihadang oleh Chu Tian Shu dan Wang Tian Ying berhadapan dengan Wei Tian Yuan.

Wei Tian Yuan mengawasi musuhnya, sambil mengatur nafas dia mulai mencoba mengeluarkan racun dari dalam tubunya dalam keadaan biasa Wang Tian Ying dengan cara apa pun sulit menghadapi Wei Tian Yuan, untung sekarang Xue Guo Zhu datang untuk membantunya.

Kondisi Wei Tian Yuan pun sedang lemah.

Biksu Tian Ji yang sedang mengatur nafasnya dengan tertawa dingin dia berkata.

"Chu Tian Shu, kau sendiri pun sulit untuk menjaga diri, buat apa kau masih mau melindungi siluman itu?"

Chu Qing Song yang dihadang oleh Biksuni Yao Guang dan Biksu Tian Qu, dia tidak bisa melepaskan diri dari keadaan ini, dengan marah Chu Qing Song berkata.

"Tidak tahu malu! Bila kau tidak merasa malu ditertawakan oleh dunia persilatan, silakan tangkap putriku!"

Biksu Tian Ji memang sangat ingin menangkap Qi Shu Yu, begitu mendengar kata-kata Chu Qing Song, dia menjadi merasa malu untuk melakukannya, dengan marah dia bekata.

"Kau yang tidak tahu malu, siluman itu adalah putri Qi Le Ming, ibunya menikah lagi denganmu, tapi putrinya tetap bermarga Qi!"

Yao Guang marah dan berkata.

"Kakak, kau jangan barvak bicara lagi, biar muridku yang menangkapnya!"

Sekarang banyak orang yang berkata.

"Kita tangkap siluman itu!' Murid Yao Cuang yang bemama Qing Luan berjalan paling depan, dengan pedangnya dia menahan Qi Shu Yu, juga menahan orangorang yang berada di belakangnya. Dia berkata.

"Para paman, laki-laki sejati jangan bertarung dengan seorang gadis, siluman ini biar aku saja yang menghadapi!"

Kata-kata ini membuat orang yang tadinya ingin menangkap Qi Shu Yu mulai mundur perlahan-lahan.

Qing Luan adalah murid Yao Guang yang paling kuat, kemampuan ilmu silatnya hampir setara dengan Qi Shu Yu, dia selalu memarahi Qi Shi Yu dengan sebutan siluman, dari luar tampaknya pertarungan mereka cukup sengit, tapi setiap kali ada kesempatan dia selalu melepaskan Qi Shu Yi atau bahkan menghindari pedang Qi Shu Yu.

Qi Shu Yu adalah gadis yang pintar, dia sudah bisa menebak maksud Qing Luan.

Di dalam kepalsuan terdapat kebenaran, di dalam kebenaran ada kepalsuan, jurus pedang mereka bergerak sangat cepat, membuat orang lain yang menyaksikan pertarungan itu menjadi kebingungan, bila tidak dengar teliti melihat pertarungan itu, tidak akan tahu bahwa mereka sama-sama tidak menginginkan lawannya terluka.

Di tempat lain pun terjadi pertarungan yang sengit, yang paling menyita perhatian orang-orang di sana adalah pertarungan antara Chu Qing Song dengan Yao Guang dan Biksu Tian Qu.

Chu Qing Song menggunakan telapak tangan dan pedangnya dengan pedang dia menahan serangan Yao Guang, begitu telapak tangannya didorong, sudah memaksa Biksu Tian Qu mundur beberapa langkah, dengat suara besar Chu Qing Song berkata.

"Para hadirin, tolong dengarkan, kaki tangan Mu Zhi Yao ingin menangkap Wei Tian Yuan, sekarang ini mereka sedang bertarung dengan musuh Shang Guan Yun Long, para hadirin apakah kalian ingin menjadi kaki tangan Mu Zhi Yao? Kalau tidak, aku persilakan kalian untuk mundur dari sini."

Pada awalnya dia ingin mengatakan 'bawahan Mu Zhi Yao' terakhir dia mengatakan 'kaki tangan Mu Zhi Yao', hal ini membuat orang orang di sana merasa terkejut.

Sudah lama Chu Qing Song dengan sekuat tenaga mencoba untuk menutupi identitas aslinya, dengan menyebutkan nama Mu Zhi Yao, ini di lakukan supaya tidak dicurigai bahwa dia adalah seorang pemberontak sekarang begitu dia mengatakan 'kaki tangan Mu Zhi Yao', artinya di sudah menyatakan bahwa dia adalah seorang pemberontak.

Orang-orang yang diajak oleh Mei Qing Feng dan Biksu Tian Ji banyak yang kagum kepada Chu Qing Song, sekarang mereka sudah tahu bahwa di tempat itu sudah terjadi kesalahpahaman, sekarang mereka hanya bisa berdiri mematung.

Tapi Biksu Tian Ji berkata.

"Persoalan ini semua tidak ada hubungannya, marga Chu; bila kau tidak mau orang-orang ini membuat keributan di rumahmu, aku akan mengusir mereka."

Dia mengisyaratkan tangannya, saat itu juga banyak orang yang ikut turun tangan bertarung.

Orang-orang itu bukan murid-murid Hua Shan Pai, mereka adalah orang-orang yang diajak oleh Biksu Tian Ji.

Tian Ji mengatakan akan membantu mengusir orang-orang itu dari sana, tapi segera terlihat bahwa ternyata dia memihak kepada Mu Zhi Yao, yang disebut kaki tangan Mu Zhi Yao oleh Chu Qing Song segera terlihat, mereka bertarung dengan sengit, tapi bila benar-benar diperhatikan yang menyerang pihak Lu Ting Fang seperti sangat sengit tepi ternyata hanya berpura-pura, dan yang menyerang ke pihak Xi Men Ba benar-benar menggunakan jurus yang mematikan.

Karena pihak Xi Men Ba orang-orangnya lebih sedikit, maka dalam waktu.yang singkat sudah banyak yang terluka bahkan ada yang mati.

Melihat keadaan itu Mei Qing Fcng mengerutkan dahi.

Yang pertama kali datang ke rumah Chu Qing Song adalah orang-orang Hua Shan Pai, yang kedua adalah teman-teman Mei Qing Feng, tapi orang-orang dari pihak Mei Qing Feng pun kebanyakan datang karena diundang oleh Biksu Tian Ji, bahkan nama-nama mereka pun Mei Qing Feng tidak tahu, karena Biksu Tian Ji adalah salah satu dari enam tetua Hua Shan, maka Mei Qing Feng mempercayainya begitu saja.

Mei Qing Feng bukan seorang pemberontak, hanya kadangkadang dia bertindak ceroboh, tapi dia masih memiliki sedikit kebijakan, sekarang dia melihat orang-orang Tian Ji membela kaki tangan Mu Zhi Yao, orang-orang itu sama sekali tidak memiliki perasaan baik dan hati yang bijak.

Dalam hati dia berpikir apakah dia harus protes kepada Biksu Tian Ji?

Tiba-tiba ada yang berteriak.

"Di atas Gunung Kun Lun ada Panji Sakti Pedang Bayangan."

Kemudian ada yang menjawab dengan suara besar.

"Siapa yang tidak tunduk kepada Panji Sakti Pedang Bayangan, maka mereka akar dibunuh."

Mei Qing Feng terkejut, dalam hati dia berpikir.

"Apakah Shang Guan Yun Long sendiri yang datang?"

Dia dan Tian Ji sama-sama tahu bahwa Panji Sakti Pedang Bayangan adalah milik Shang Guan Yun Long untuk memerintahkan dunia persilatan bagian Xi Yu.

Mereka terlihat sangat terkejut, sebaliknya Wei Tian Yuan sangat gembira, dia berteriak.

"Fei Feng, apakah kau yang datang?"

Tebakannya tidak salah, yang datang adalah Shang Guan Fei Feng dengan cepat sekelompok orang itu langsung masuk ke rumah Chu Qing Song.

Mereka hanya berempat, yang berjalan paling depan adalah dua orang Hu, tidak ada seorang pun yang mengenali mereka, ada seorang gadis dia pasti bukan lain adalah Shang Guan Fei Feng.

Yang membuat orang merasa aneh adalah salah satu dari orang yang datang adalah salah satu dari 5 tetua Wu Dang, Yu Xu Zi.

Kedua orang Hu itu yang satu membawa palu besi besar, mereka segera turun ke gelanggang sambil mengerakan palu besarnya, begitu ada senjata yang terkena pukulan palu itu, senjata itu langsung terlepas terbang ke langit, orang yang tidak cukup memiliki kemampuan ilmu silat yang cukup bukan saja senjatanya akan terbang, sedangkan orangnya pun akan tergetarkan hingga pingsan.

Orang yang satu lagi kelihatan lebih lihai, dia bertangan kosong, dia menerobos ke tengah-tengah orang yang sedang bertarung, dengan enteng dia menggerakan tangannya, orangorang yang sedang bertarung yang tercengkram dibawanya seperti membawa anak ayam kemudian dia melemparkan mereka.

Kedua orang Hu itu sepertinya tahu identitas setiap orang di sana, karena palu besi dan tangan besi mereka hanya menyerang kaki tangan Mu Zhi Yao.

Tapi yang banyak melukai orang adalah Shang Guan Fei Feng, begitu jurus Pedang Bayangannya dikeluarkan, pedang bergerak secepat kilat, sebentar bergerak ke arah timur kemudian bergerak ke arah barat, hanya dalam waktu singkat dia sudah melukai kaki tangan Mu Zhi Yao, orang yang datang membantu Tian Ji sudah bubar entah ke mana, Xi Men Bao dan Tong Fang Xiong pun sibuk menolong teman-temannya yang terluka.

Xi Men Ba sendiri pun terluka, tapi dia tidak lupa memberi hormat terlebih dahulu kepada Shang Guan Fei Feng.

Shang Guan Fei Feng berjalan ke arah Mei Qing Feng, Yu Xu Zi yang sejak tadi tidak ikut bertarung, sekarang mengikuti Shang uan Fei Feng di belakangnya.

Mei Qing Feng melihat Shang Guan Fei Feng berjalan ke arahnya, wajahnya langsung berubah dan dia berkata.

"Kami tidak termasuk anggota perkumpulan Xi Yu, kami tidak saling kenal, Panji Sakti Pedang Bayanganmu tidak akan mempengaruhiku."

Sesudah berkata terasa hati Meng Qing Feng sudah gentar. Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku tidak akan peduli kepadamu, asal kau jangan turut campur saja."

Kemudian dia berteriak.

"Semua berhenti!"

Yin Xin Mo dan Wang Tian Ying masih terus menyerang Wei Tian Yuan, sedangkan Xue Guo Tang sudah berhenti. Orang yang memegang palu besi berkata.

"Aku ingin mencoba kehebatan tongkat Shao Lin."

Begitu palu besi itu dipukulkan, tongkat Yin Xin Mo yang besarnya sebesar mangkuk sudah melengkung, Yin Xin Mo berteriak dan memuntahkan darah segar, dia langsung ambruk dan tidak terbangun lagi.

Wang Tian Ying juga berhasil ditangkap oleh Wei Tian Yuan dan dilempar keluar.

Ketiga tetua Hua Shan tidak mau berhenti, karena mereka tidak tahu harus meletakkan wajah mereka di mana bila mereka berhenti bertarung.

Dengan suara besar Yu Xu Zi berkata.

"Teman-teman Hua Shan Pai, bila kalian percaya kepadaku, tolong berhenti dahulu!"

Dengan dingin Tian Ji bertanya.

"Dengan dasar apa kau berani berkata seperti itu?"

Jawab Yu Xu Zi.

"Karena aku adalah teman dari Hua Shan Pai."

Tian Ji berkata.

"Apakah kau tidak salah? Dulu kau memang teman Hua Shan Pai, tapi sekarang kau teman siapa, semua orang pun bisa melihatnya."

Kata Yu Xu Zi.

"Aku adalah teman Hua Shan Pai juga teman dari Shang Guan Fei Feng, aku tidak berpihak kepada siapa pun, menurutku Nona Shang Guan tidak ingin melawan perkumpulan kalian, bila kalian tidak mau berhenti pasti akan banyak yang terluka bahkan mati. Kalau sudah seperti itu, apakah masih bisa tahu apa tujuannya datang ke sini?"

Sebenarnya bila orang-orang Shang Guan Fei Feng ikut bertarung, yang kalah pasti Hua Shan Pai, supaya enak didengar dan tidak membuat mereka malu, maka Yu Xu Zi berkata seperti itu.

Han Gu dan Han Xu yang pertama kali berhenti, kemudian Biksu Tian Ce pun ikut berhenti.

Kata Tian Ce.

"Kakak, dia adalah teman Hua Shan Pai, coba kita dengarkan dulu penjelasan dia."

Kata Yu Xu Zi.

"Bukan aku yang akan bicara, melainkan Nona Shang Guan ingin menyampaikan sebuah pesan."

Dengan marah Biksu Tian Ji berkata.

"Mengapa kami harus mendengarkan kata-katanya? Walaupun Shang Guan Yun Long datang dengan Panji Sakti Pedang Bayangannya, dia pun tidak akan bisa mengurusi Hua Shan Pai."

Biksuni Yao Guang pun sudah berhenti, dia seperti tidak mengerti, dengan marah dia berkata.

"Bicara berputar-putar, ternyata kau adalah perantara mereka."

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata.

"Kau salah!"

Tanya Yao Guang.

"Bukankah kau yang mengundang dia datang ke sini?"

Jawab Shang Guan Fei Feng.

"Benar, aku memang mengundangnya untuk datang ke sini, alasannnya adalah, pertama, aku tidak menyuruhnya untuk menjadi perantara, kedua, aku tidak menyuruhnya untuk membantu bertarung, hanya mengundangnya sebagai saksi."

Tanya Yao Guang dengan terkejut.

"Saksi? Saksi apa?"

Shang Guan Fei Feng tidak menjawab pertanyaannya, dia melihat ke arah Biksu Tian Ji dan berkata.

"Aku tidak bisa memberhentikanmu, tapi ada seseorang yang bisa."

Tanya Tian Ji.

"Siapa dia?"

Shang Guan Fei Feng menjawab.

"Ketua Hua Shan Pai, Biksu Tian Wu, dia ingin kalian segera pulang ke Hua Shan, tidak ingin kalian membuat keributan di sini."

Tian Ji sangat marah dan berkata.

"Sembarangan mengatakan perintah Hua Shan Pai, mengapa semua ini harus kau sendiri yang menyampaikannya?"

Jawab Shang Guan Fei Feng.

"Aku sudah tahu kau pasti tidak akan mempercayainya, karena itu aku mengundang Yu Xu Zi sebagai saksi."

Dengan tertawa dingin Tian Ji berkata.

"Kau satu komplotan dengannya, kau mau menjadi saksi untuknya? Pencuri pun bisa menyamar menjadi penjahat."

Shang Guan Fei Feng tidak marah, dia hanya berkata.

"Aku tidak akan marah, karena aku dan Biksu Tian Wu adalah teman, tapi kelak akan ada orang yang membuat perhitungan denganmu."

Kata Yu Xu Zi sambil tersenyum.

"Nona Shang Guan, sebenarnya aku tidak perlu menjadi saksi."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Bila ada barang bukti dan saksi aku rasa itu lebih baik."

Tian Ji tampak terpaku.

"Barang bukti apa?"

Jawab Shang Guan Fei Feng.

"Surat yang ditulis oleh ketua kalian."

Begitu mengatakan itu, murid-murid Hua Shan terkejut dan berkata.

"Coba kami lihat!"

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Kalian semua orang ingin melihatnya, lantas aku harus memberikannya kepada siapa?"

Dia melihat Biksu Tian Ji dan melemparkan surat itu kepadanya.

Tian Ji sangat takut kepada Shang Guan Fei Feng, dia takut yang dilemparkan oleh Shang Guan Fei Feng adalah senjata rahasia, dia memiringkan tubuhnya, benda yang keluar dari tangan Shang Guan Fei Feng bukan senjata rahasia melainkan sehelai kertas.

Biksuni Yao Guang segera mengambil surat itu.

Kertas itu melayang tidak cepat juga tidak lambat, setelah diambil oleh Yao Guang dia meneliti surat itu apakah ada sesuatu yang janggal.

Shang Guan Fei Feng tertawa dan berkata.

"Kalian tenang saja, bila aku mau melukai kalian, tidak perlu menggunakan racun."

Kertas itu tidak beracun tapi ada tulisan asli dari Biksu Tian Wu, dengan mudah kertas itu bisa terbang ke hadapan mereka.

Walaupun kertas itu melayang dengan lambat tapi tepat pada tujuannya, artinya tenaga dalam Shang Guan Fei Feng sangat tinggi.

Ini membuat murid-murid Hua Shan Pai terkejut.

Kata Biksuni Yao Guang.

"ini memang tulisan Kakak Tian Wu."

Tian Ce, Tian Qu, Han Gu, dan Han Xu segera datang untuk melihatnya.

Isi surat itu adalah sebagai berikut.

Diberitahuan kepada murid-murid Hua Shan Pai, Kakak Tian Quan yang meninggal karena dicelakai sudah ada buktinya, semua hal yang dulu diperkirakan ternyata tidak benar.

Pembunuhnya tidak lama lagi akan segera diketahui, semua ini tidak ada hubungannya dengan keluarga Qi, kepergian kalian ke Yang Zhou adalah suatu kesalahan.

Setelah membaca surat ini, kalian segera pulang ke Huan Shan, tidak boleh dibantah lagi.

Tertanda .

Tian Wu."

Setelah Tian Ji membaca surat itu hatinya dipenuhi dengan rasa curiga dan dia bertanya.

"Kau ambil dari mana surat ini?' Surat ini datang seperti dipukul oleh sebatang kayu.

Di dalam perkumpulan yang lurus pun tetap bisa ada seorang pengkhianat.

Apa yang akan terjadi.

---ooo0dw0ooo---BAB Permainan catur yang rumit Sulit menahan perubahan cinta A.

Surat dari Ketua Kata Shang Guan Fei Feng.

"Shen Hong, tolong kau katakan kepada mereka."

Segera ada seorang laki-laki dengan wajah yang dipenuhi dengan jenggot maju ke depan dan berkata.

"Kami berdua diperintahkan oleh tuan untuk mengantarkan sepucuk surat untuk Biksu Tian Wu. Biksu Tian Wu tahu bahwa kami akan pergi ke Yang Zhou, sesudah membaca surat yang kami antar, dia ke kamarnya dan menulis surat ini untuk dititipkan kepada kami supaya dibawa ke Yang Zhou dan harus memberikan surat ini untuk kalian."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Secara kebetulan aku tahu bahwa kalian akan datang ke kediaman keluarga Chu untuk mencariku dan membalas dendam karena itu sekalian aku bawa surat ini untuk kalian. Apakah sekarang kalian masih ingin membuat perhitungan denganku?"

Jika kata-kata Shen Hong benar bahwa surat dari Ketua Hua Shan dititipkan kepada anah buah Shang Guan Yun Long, masa orang-orang Hua Shan Pai harus bermusuhan dengna putri Shang Guan Yun Long?

Wajah Biksu Tian Ji sangat marah, dia berkata kepada Shen Hong.

"Apakah ketua membalas surat dari tuanmu?"

Jawab Shen Hong.

"Tidak ada surat hanya ada pesan. Beliau menyuruhku memberitahu kepada tuanku. Hal ini beliau sudah tahu. Beliau berterima kasih atas kebaikan tuanku."

Dengan dingin Tian Ji berkata.

"Maaf, bila aku berkata yang tidak sopan, aku baru dengar namamu, posisimu di perkumupulan Tuan Shang Guan sepertinya bukan posisi yang penting."

Jawab Shen Hong.

"Benar, kami memang tidak mempunyai nama besar, kami hanya suruhan dari tuanku."

Tanya Tian Ji.

"Kalau begitu, bagaimana ketua kami bisa menitipkan surat ini kepadamu, aku menjadi curiga."

Kemudian diangkatnya surat itu dan dia berkata.

"Semua muridmurid Hua Shan sudah melihatnya, cara menulis surat ini pun sepertinya ada yang salah."

Biasanya Biksu Tian Wu selalu ragu untuk mengambil sebuah keputusan, karena itu yang selalu mengambil suatu keputusan adalah Biksu Tian Ji, kali ini Tian Ji membawa murid-murid Hua Shan turun gunung itu pun dia yang memutuskannya, biasanya Tian Wu tidak akan berani memerintahkan dia begitu saja, bila ada surat dari Tian Wu, surat ini harus disampaikan langsung kepada Tian Ji dan dia akan menyampaikan pesan dari surat itu kepada muridmurid Hua Shan.

Sekarang ini namanya sama sekali tidak disebut jadi kesimpulannya statusnya disamakan dengan murid-murid Hua Shan lainnya.

Kata Yu Xu Zi.

"Sewaktu surat ini disampaikan oleh Tian Wu kepada Shen Hong, aku berada di sana."

Tanya Tian Ji.

"Apakah kau sendiri sudah membaca surat ini?"

Yu Xu Zi kelihatannya tidak suka, kemudian dia berkata.

"Apakah kau mengira bahwa aku adalah orang yang senang membaca surat orang lain?"

Kata Tian Ji.

"Aku tidak bermaksud seperti itu, bila kau belum membacanya, bagaimana kau tahu surat ini adalah surat asli?"

Shen Hong tampak marah dan berkata.

"Apa maksud dari katakatamu?"

Jawab Tian Ji dengan dingin.

"Sebenarnya surat yang dititipkan oleh Ketua Hua Shan itu ditujukan kepada siapa? Tapi aku tahu orang dari perkumpulan kalian yang bernama Kong Ye Hong sering memalsukan tulisan, tentu saja dia bisa memalsukan tulisan ketua kami."

Yu Xu Zi sudah tidak dapat menahan emosinya, dia berkata.

"Kakak Tian Ji, aku tidak tahu apa yang berada dalam pikiranmu, tapi hari itu aku berada di sana, aku juga mendengar sendiri Ketua Tian Wu meminta kalian untuk segera pulang ke Hua Shan!"

Kata Tian Ji.

"Yu Xu Zi, aku percaya bahwa kau adalah seorang yang bijak, tapi kedua tuan ini, aku tidak pemah mengenal mereka, sedangkan Nona Shang Guan ini adalah teman Wei Tian Yuan."

Semua kata-katanya menunjukkan bahwa dia tidak percaya kepada mereka. Situasi sangat menegangkan, tiba-tiba Biksuni Yao Guang berkata.

"Aku lihat tulisan itu memang tulisan ketua, tidak diragukan lagi."

Kata Tian Ji.

"Dari mana kau mengetahuinya?"

Jawab Yao Guang.

"Biasanya ketua sering mengurangi satu. goresan untuk huruf ini, ini adalah kebiasaan ketua ketika menulis surat orang lain tidak mengetahuinya, ini memang kebiasaannya."

Tian Ji tidak dapat membantah lagi, tapi dia berkata.

"Kamu anggap semua ini benar, semua orang yang datang ke sini datang berdasarkan undangan yang disebarkan olehku, waktu itu kalian pun sudar menyetujui bila aku yang memegang kendali, apakah sekarang harus berhenti begitu saja?"

Shang Guan Fei Feng tertawa dingin kemudian berkata.

"Ternyata kau lah yang membawa mereka ke sini untuk menghadapi aku dan Wei Tian Yuan, baiklah, teruskanlah menjadi kepala harimau, aku ingin lihat pada akhimya kau menjadi seekor harimau atau seekor tikus."

Artinya Shang Guan Fei Feng ingin bertarung satu lawan satu dengannya.

Sejak tadi Biksu Tian Ji belum penah bertarung satu lawan satu dengan Chu Qing Song, dia pun sedikit takut dengan pedang bayangan milik Shang Guan Fei Feng, apalagi saat ini tenaganya sudah terkuras, tidak ada kesempatan untuk memenangkan pertarungan, tapi dia bersikeras tetap bertarung, maka dia pun berkata.

"Ayo, kita bertarung, kau kira aku takut kepadamu?"

Sebenarnya hatinya sangat takut. Kata Yao Guang.

"Kakak, sekarang bukan saatnya untuk emosi, tolong dengarkan aku!"

Kata Tian Ji.

"Cepat katakan!"

Kata Yao Guang.

"Sekarang yang paling penting adalah membalaskan dendam Kakak Tian Quan, tapi Kakak Tian Wu mengatakan, apa yang dulu kita tebak semuanya salah, semua ini tidak ada hubungannya dengan Qi Le Ming, Wei Tian Yuan, Shang Guan Yun Long, kakak ingin kita segera pulang, kita tidak boleh membantah lagi perintah ketua!"

Tian Ce dan Tian Qu pun takut bertarung lagi, mereka setuju dengan kata-kata Yao Guang.

Biksu Tian Ji bermulut keras tapi sebenarnya dia pun sangat takut, dia segera menyetujui usul Yao Guang, dan dia berkata.

"Bila ini adalah pendapat semua orang, baiklah, kita kembali ke Hua Shan, hei marga Wei, ingat, aku akan tetap membuat perhitungan denganmu!"

Qi Shu Yu yang tadi hampir ditangkap olehnya, masih dalam keadaan marah dan dia berkata.

"Biksu hidung kerbau, Kalau kakak Wei tidak menagih hutang ini kepadamu, tapi aku yang akan mencarimu!"

Kata Chu Qing Song.

"Anak Yu, sudah jangan banyak bicara, ibumu ada di sana, hampirilah dia."

Pertarungan besar sudah selesai tapi pertarungan kecil masih berlanjut, kaki tangan Mu Zhi Yao belum bisa dihentikan, karena itu pekarangan rumah keluarga Chu masih terdengar ramai.

Nyonya Chu, yaitu Zhuang Ying Nan mengkhawatirkan putrinya, dia sedang mencari putrinya.

Qi Shu Yu berlari menghampiri ibunya dan berkata.

"Ibu, aku ada di sini!"

Mereka berdua belum sempat bertatap muka terdengar ada yang berkata.

"Adik, kembalilah!"

Yang berteriak adalah Guo Yuan Zai, dia memanggil adik seperguruannya, Xu Jin Yao. Rambut Xu Jin Yao berantakan, sambil berlari dia berteriak.

"aku ingin bertanya kepada Paman Chu, mengapa dia malah membantu penjahat yang bernama Wei Tian Yuan?"

Kata-kata Jin Yao belum selesai tiba-tiba tangan seseorang mencengkramnya dan berkata.

"Kalau kau mau membalaskan dendam ayahmu, kau harus mengandalkan kekuatan kepala pasukan istana, Mu Zhi Yao dan Tuan Muda Mu sangat merindukanmu, ikutlah aku pulang!"

Orang itu adalah ketua barisan pasukan istana, Han Zhu Guo, dia adalah kaki tangan Mu Zhi Yao, orang-orang yang dibawanya dipimpin langsung olehnya serta Lu Ting Fang yang berhasil melukai Wei Tian Yuan dengan senjata rahasia beracunnya.

Zhuang Ying Nan sangat terkejut, dengan cepat dia mengibaskan lengan bajunya ke wajah Han Zhu Guo.

Wajah Han Zhu Guo sudah terluka dan berdarah, masih untung matanya tidak menjadi buta, dengan cepat Han Zhu Guo mengangkat Jin Yao untuk dijadikan perisai menahan serangan Nyonya Chu.

Dia mengacungkan pisau belati dan berkata.

"Aku tidak tahu harus memanggilmu Nyonya Qi atau Nyonya Chu, apa pun namamu, semua orang jangan harap bisa mendekati nona ini, karena dia adalah milik Tuan Muda Mu. Mu Zhi Yao pernah berpesan bila dia masih hidup dan tidak mau ikut pulang denganku, mati pun tetap harus kubawa, bila kau ingin merebutnya aku akan membunuhnya, aku beritahu kepadamu, pisau ini sudah kuolesi racun."

Walaupun Nyonya Chu mempunyai ilmu silat sangat tinggi, tapi sekarang ini dia tidak dapat berbuat apa-apa. Tiba-tiba Shang Guan Fei Feng berjalan menghampirinya, dengan tertawa dia berkata.

"Kalian hanya menginginkan sandera, bagaimana kalau nona ini ditukar denganku? Kalian boleh membawaku pergi ke ibukota dan menyerahkanku kepada Mu Zhi Yao, bukankah jasa kalian akan lebih hebat lagi?"

Walaupun Han Zhu Guo sedikit tertarik, tapi dia masih bisa berpikir.

"Mana bisa aku melayani siluman ini?"

Segera dia membentak.

"Kau jangan kemari, yang kami inginkan hanya Nona Xu." (gb 256a) Shang Guan Fei Feng menghela nafas dan berkata.

"Benar-benar membuatku sedih, ternyata setelah aku menyerahkan diri pun masih tidak berharga."

Hanya terlihat sekelebat cahaya, tubuh Han Zhu Guo bergoyang tak lama kemudian dia pun ambruk, sewaktu dia ambruk tenggorokannya sudah terpotong, ternyata dia sudah dibunuh oleh Shang Guan Fei Feng "lengan Pedang Bayangannya.

Pedang bergerak dengan cepat, tepat, dan kejam.

Hal ini membuat Nyonya Chu terkejut.

Fei Feng memasukkan pedangnya ke dalam sarung dan berkata, 'Aku memberikan diriku kepadamu, kau tidak mau, terpaksa aku membunuhmu."

Xu Jin Yao masih terbengong-bengong seperti tak mengerti mengapa dia bisa terlepas dari cengkraman Han Zhu Guo. Guo Yuan Zai menghela nafas dan berkata.

"Adik, berterima kasihlah kepada nona ini, dia yang menyelamatkan nyawamu!"

Xu Jin Yao karena masih terkejut, walaupun matanya menatap Fei Feng tapi dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Shang Guan Fei Feng tertawa terbahak-bahak kemudian berkata.

"tidak perlu berterima kasih kepadaku, aku tahu kau menyimpan dendam kepada Wei Tian Yuan, anggap saja sekarang kita impas."

Dalam hati Xu Jin Yao berpikir.

"Sebenarnya ayah pun berdosa, apakah aku memang harus mengandalkan kekuatan Mu Zhi Yao untuk membalaskan dendam ini?"

Dia terdiam, diam berarti dia menyetujui perkataan Fei Feng, bersama-sama dengan Guo Yuan Zai mereka pergi dari sana. Kata Wei Tian Yuan.

"Pendekar Chu, maaf aku telah merepotkanmu."

Sekarang murid-murid Hua Shan Pai sudah pergi meninggalkan tempat itu, orang-orang yang diundang oleh Biksu Tian Ji pun sudah pergi, kaki tangan Mu Zhi Yao sejak tadi sudah melarikan diri, yang tertinggal hanya puluhan mayat yang bergelimpangan, mayat-mayat ini kebanyakan adalah kaki tangan Mu Zhi Yao.

Chu Qing Song tertawa kecut dan berkata.

"Adik Wei, jangan berkata seperti itu, sejak dulu Mu Zhi Yao sudah mencurigaiku, walaupun tidak terjadi hal seperti ini, aku tetap tidak akan bisa hidup tenang di rumahku, maaf aku tidak bisa mengantarkanmu."

Dia pun sedang bersiap-siap membawa keluarganya pergi untuk menghindari bencana yang akan datang. Nyonya Chu berkata.

"Keponakan Wei, bila ada kesempatan bertemu kembali dengan ayah Shu Yu...."

Kata Wei Tian Yuan.

"Bibi seperguruan, silakan ingin berpesan apa?"

Begitu memanggil 'bibi seperguruan', dia baru sadar sudah salah mengucapkan kata itu, Zhuang Ying Nan pun menjadi canggung, dia terdiam lama baru berkata.

"bila bertemu dengan ayah Shu Yu, tolong beritahu kepadanya bahwa Shu Yu berada di sini, tidak perlu mengkhawatirkan dirinya."

Wei Tian Yuan mengiyakan, membalikkan kepalanya dan berkata kepada Qi Shu Yu.

"Adik, untung malam ini kau membantuku."

Dulu mereka tidak pernah merasa secanggung ini. Qi Shu Yu berkata dengan sedih.

"Selamat, kau sudah mendapatkan seorang kakak ipar yang kemampuan silat serta kecantikannya sempurna."

Wei Tian Yuan sudah mengetahui bahwa Qi Shu Yu telah mendengarkan doa-doanya kepada Xue Jun dari dalam peti mati, dia hanya bisa tertawa malu.

Shang Guan Fei Feng adalah seorang yang terbuka, dengan bercanda dia berkata kepada Shu Yu.

"Terima kasih untuk pujianmu, aku dan dia memang sudah menjadi sepasang kekasih, tapi soal jodoh belum tentu aku akan menjadi kakak iparmu."

Kata Wei Tian Yuan.

"Adik, tolong beritahu kepadaku, jenasah Xue Jun berada di mana?

Apakah sudah dikebumikan?

Apa maksud dari tempat duka di tempat Pendekar Chu?' Qi Shu Yu tidak menjawab pertanyaan Wei Tian Yuan, dia hanya berkata dengan dingin.

"Apakah kau masih ingat kepada Kakak Xue Jun? Aku mewakili dia mengucapkan terima kasih kepadamu."

Kata Wei Tian Yuan.

"Aku sengaja datang ke sini untuk mengurus pemakamannya."

Kata Chu Tian Shu.

"Katanya hari itu juga jenasah Xue Jun sudah dipindahkan, siapa yang memindahkan kami sendiri tidak tahu, tapi kelak kau pasti akan tahu, Xue Jun adalah adik seperguruanku, tempat duka ini kami yang buat, dengan tujuan untuk mengenangnya."

Sewaktu Chu Tian Shu berkata 'Kelak kau pun pasti akan tahu', tanpa sengaja dia melihat ke arah Fei Feng. Dengan dingin Qi Shu Yu berkata.

"Kakak Wei, aku mewakili Kakak Xue Jun berterima kasih karena kau mau datang, tapi aku tidak mau melihatmu lagi. Pergilah!"

Hati Wei Tian Yuan sangat terguncang, tiba-tiba dia merasa pusing tubuhnya bergoyang-goyang, ternyata dia terkena racun, sekarang disindir oleh Qi Shu Yu, membuatnya tidak bisa bertahan.

Kata Zhuang Ying Nan.

"Anak Yu, kau tidak boleh bersikap seperti itu kepada kakakmu."

Kata Shang Guan Fei Feng.

"Aku akan membersihkan racunnya, bukan masalah besar."

Segera dia menotok titik tidur Wei Tian Yuan, dan memerintahkan anak buahnya untuk membawa Wei Tian Yuan ke dalam kereta kuda yang sudah disiapkan.

Karena keluarga Chu sedang sebuk berkemas-kemas hanya Ding Bo lah yang mengantar Fei Feng keluar.

"Nona Shang Guan, aku minta maaf, sandiwara ini, tidak kusangka...."

Kata Fei Feng.

"Kau memerankan sandiwara ini dengan baik, mengapa harus meminta maaf?"

Ternyata dia dan Ding Bo yang mengatur sandiwara ini.

"Walaupun aku memerankan dengan baik dan mengucapkan dialog pun tidak ada yang salah, namun tidak disangka sandiwara ini menjadi kenyataan, untung saja kau cepat datang, bila tidak sepertinya aku tidak akan bisa turun dari panggung selamanya."

Kata Shang Guang Fei Feng.

"Sandiwara bagian pertama kau tidak salah memerankannya, tapi sandiwara ini bukan sandiwara lagi, sebab ditengah-tengah acara mucul orang-orang yang tidak dikenal yang tiba-tiba masuk dalam sandiwara kita. Orang-orang itu berperan sebagai tukang pukul. Semua ini tidak ada hubungannya denganmu. Satu-satunya cara mengatasi masalah ini adalah dengan mengusir mereka dari atas panggung."

Ding Bao tertawa kecut dan berkata.

"Masih ada satu hal yang tidak kumengerti..."

"Kau pasti merasa aneh, mengapa aku bisa datang ke sini? Menurut skenario sandiwara sebenarnya aku tidak perlu muncul."

"Apakah nona mendapatkan suatu kabar?"

"Benar, aku mengetahui ada seseorang yang sedang membuat panggung baru di sini, oleh karena itu aku secepatnya datang kemari untuk mengusir mereka agar turun dari panggung. Setelah berpisah di Bao Ding aku sudah mengetahui bahwa banyak orangorang Mu Zhi Yao datang ke Jiang Nan, sebab di Jiang Nan aku sempat bertemu dengan Tuan Muda Mu."

Kata Ding Bo.

"Kaki tangan itu sepertinya lebih mudah diatasi, tapi orang-orang Hua Shan Pai membuatku serba salah. Aku tidak mengerti mengapa mereka menaruh dendam yang begitu besar terhadap keluarga Qi. Ketua mereka terbunuh, sebenarnya tidak ada hubungannya dengan keluarga Qi, tapi mereka menyalahkan Qi Le Ming. Sekarang mereka malah menyalahkan Wei Tian Yuan. Anak buah mereka bertarung dengan kaki tangan keluarga Mu, tapi mereka malah membantu kaki tangan keluarga Mu."

"Kelompok Tian Ji datang dengan cepat, aku juga tidak menyangkanya, jika dugaanku benar mereka datang untuk menghadapi aku dan Wei Tian Yuan."

Ding Bo terpaku.

"Apakah kau sudah menduga sebelumnya?"

Baca Juga: Pendekar Bayangan Setan Khu Lung

Baca Juga: Kisah Pedang Bersatu Padu 6

Related Posts:

Disqus Comments

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert

© 2017 cerita silat online - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger