Pedang Bayangan Dan Panji Sakti 1

Eps 1 Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen

Baca online Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen

Cersil Pedang Bayangan Dan Panji Sakti - Liang Ie Shen.

Tiraikasih WEBSITE

http.//kangzusi.com

Tiraikasih WEBSITE

http.//kangzusi.com Pedang Bayangan dan Panji Sakti (Huan Jian Ling Qi) Seri Thiansan Karya .

Liang Ie Shen Saduran .

Liang YL Lanjutan Jala Pedang Jaring Sutera (Huan Jian Ling Qi).

BAB Siapakah dia itu?

Ada sebagian orang mengatakan bahwa dia adalah pendekar pedang nomor satu, tapi sebagian lagi hanya menganggapnya pendekar pedang nomor tiga.

Tetapi siapa yang peduli diurutan mana dia sebenarnya.

Pada saat dia muncul, dunia persilatan telah dibuatnya gempar.

"Dalam 20 tahun belakangan ini, belum pernah ada pendekar pedang yang menyamai kepandaian-nya!"

"Wan Shi Tong"

Adalah julukannya di dalam dunia persilatan yang diberikan kepadanya, yang berarti mempunyai kelihaian untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan.

Julukan ini sangat cocok disandang olehnya, tak ada orang yang meragukan julukan itu.

Dia mempunyai kepandaian silat yang luar biasa, hanya dalam satu jurus saja sudah membuat dia disegani dan dikagumi orangorang.

20 tahun silam, dia pernah bertanding pedang dengan lima tetua (Tianglo) perguruan Wu Dang (Bu Tong).

Lima tetua ini berilmu silat tinggi dan hebat sekalipun dia tidak mengalahkannya dengan kemenangan mutlak.

Waktu itu dia baru berumur 20 tahun.

Ilmu pedangnya telah mengalahkan kelima tetua Wu, malah telah melukai mereka .

Tak lama setelah pertandingan pedang tersebut, dia pun menghilang ianpa jejak, tetapi nama Qi Le Ming, telah menjadi begitu terkena bahkan iliscgani pesilat manapun didunia persilatan.

Qi Le Ming adalah Qi Le Ming, di bawah kolong langit hanya ada satu nama Qi Le Ming, tidak usah memberikan julukan tambahan apalagi buat nama yang satu ini.

Dengan segala kehebatannya tidak ada lagi yang perlu diceritakan lebih panjang.

Tapi sekarang...

dia telah menjadi seorang yang untuk bisa berjalan pun sudah sangat susah, penglihatannya sudah tidak jelas lagi, dia sekarang merasa lelah, lemas, letih dan tidak bersemangat.

Bahkan kini untuk melakukan pekerjaan apapun, termasuk berjalan di tepi Danau Shen Cha Ma (danau buatan di Bei Jing) dia memerlukan seorang wanita untuk membantunya berjalan.

Lalu siapakah wanita itu?

Istrinyakah?

kekasihnyakah?

Dapat dibilang iya, dapat dibilang tidak.

Mereka berdua kelihatan seperti suami istri, tetapi kenyataannya tidak.

Mereka berdua sekarang saling tolong menolong dalam melewati sisa kehidupan, namun tak dapat dipungkiri bahwa di dalam hatinya Qi masih terkenang pada istri lamanya.

Wanita yang sekarang mendampinginya dahulunya adalah seorang wanita yang berasal dari keluarga kaya dan ternama, di dalam dunia persilatan namanya disebut Mu Juan Juan, orang orang memberikan julukan Yin Hu (Rase Perak), sebuah nama yang tidak begitu sedap kedengarannya.

Mu Juan Juan telah mengunakan keahliannya memusnahkan ilmu silat Qi Le Ming.

Pada saat sekarang., dia tidak tahu apakah dia menjadi menyesal atau sengaja ingin memberikan kepada Qi Le Ming sebuah ketenangan hidup, dengan suaranya yang rendah dia bertanya "Qi Le Ming, apakah kau masih menyalahkanku?"

Qi Le Ming hanya bisa tertawa kecut mendengar pertanyaan tersebut, tidak ada lagi yang dapat dia katakan.

Hatinya sudah beku bagaikan sebatang kayu.

Tidak bisa lagi bagi Qi Le Ming untuk memikirkan tentang hal-hal yang sudah terjadi tersebut.

Mu merasa ada sedikit sedih dan menyesal juga, telah membuat Qi Le Ming kehilangan ilmu silatnya.

Tepi danau Shen Cha Hai sangat indah........., airnya tenang seperti kaca memantulkan bayangan jembatan sehingga tampak seperti sebuah pelangi penghubung danau, ditambah lagi oleh pohon rindang yang menambah kesejukan danau tersebut, akan tetapi apalah artinya bagi Qi Le Ming, hatinya sekarang sama sekali tidak dapat merasakannya.

Di danau ini pula ada tersimpan kenangannya 20 tahun silam, dimana dia bersama Zhuang Ying Nan (istrinya) sedang berjalan bersama sama di tepian danau ini, dan sekarang Zhuang Ying Nan telah menjadi istri pendekar Chu Qing Song dari Yang Zhou.

Buudi atau dendam?

Sulit dipisahkan seperti khayalan ataupun kenyataan.

Di satu sudut hati Qi Le Ming masih tersimpan bayangan Zhuang Ying Nan, akan tetapi sekarang yang ada di depan matanya adalah Mu Juan Juan, yang telah membaktikan seluruh hidupnya kepadanya.

Siapakah yang sebetulnya benar-benar dicintai Qi Le Ming?

Dahulu Qi Le Ming adalah pendekar nomor satu di dunia persilatan namun kini dia telah menjadi manusia lemah yang tidak berdaya.

Mungkin masa lalunya hanya dapat dijadikan sebuah mimpi saja.

Tetapi budi, dendam, kenyataan , khayalan, entah bagaimana harus dipisahkannya?

Mu Juan Juan dengan lembut berkata kepadanya.

"Sebenarnya adalah suatu keberuntungan yang amat sangat bagiku dapat melayanimu, kini engkau dapat menghabiskan sisa waktu hidupmu dengan tenang tanpa harus berkecimpung lagi di dalam dunia persilatan yang semerawut, bukankah hal itu lebih baik daripada menghabiskan waktu dengan ketegangan dan keruwetan dunia persilatan?"

Kata kata itu adalah ungkapan hati seorang wanita yang bernama Mu Juan Juan, keinginannya adalah bila dia dapat melayani Qi, dia telah memdapat kepuasan hati, memang Qi Le Ming bukanlah seorang laki-laki yang gampang dia miliki sepenuhnya, jadi hanya dengan memusnahkan ilmu silatnya, baru membuat Qi Le Ming tidak bisa lagi lepas darinya.

Waktu kian berlalu, bunga-bunga yang berguguran bersemi kembali, ada pertemuan dan perpisahan, budi dendam pun sulit diselesaikan.

Qi Le Ming dengan tertawa kecutnya berkata.

"Juan Juan kini hatimu boleh menjadi tenang, semoga semua yang kau inginkan menjadi sebuah kenyataan.

---ooo0dw0ooo---Lima Tetua Membalas Dendam Sayangnya masih ada orang-orang yang tidak membiarkan Qi Le Ming menghabiskan sisa hidupnya dengan bahagia dan tenang, tidak lama kemudian setelah Mu Juan Juan mengungkapkan isi hatinya, datanglah orang-orang yang tidak ingin membiarkan dia hidup dengan tenang.

Mereka yang datang adalah lima orang pendekar, yang berpakaian hitam.

Qi Le Ming mengenal empat orang diantaranya, mereka adalah lima tetua aliran Wu Dang, yaitu Yu Zhen Zi, Yu Xuan Zi, Yu Dong Zi dan Yu Xu Zi.

Ada satu lagi pendekar muda adalah yang belum pernah dia temui, tetapi bagaimanapun dia adalah orang-orang yang datang bersama Yu Zhen Zi dan lainnya, dengan sendirinya pasti juga pasti orang dari aliran Wu Dang.

Yu Xu Zi berjalan paling depan.

Dia berdiri di depan Qi Le Ming, matanya penuh dengan amarah dan dendam.

"Qi Le Ming, dulu aku telah terkena racun jarummu, tapi ternyata nwsih dapat kembali ke sini dengan hidup, dan bisa mencarimu untuk membalas dendam, tidak terpikirkan olehmu bukan?"

Kata Yu Xu Zi. Qi Le Ming berkata dengan datar.

"Aku dapat merasakannya, karena aku tahu Chu Tian Shu telah memberimu obat penawarnya. Tetapi kelihatannya engkau masih belum tahu, sebenarnya aku waktu itu dapat membunuh Chu Tian Shu, dengan membunuh Chu Tian Shu berarti dia lulak dapat menolongmu untuk hidup, tetapi aku tidak membunuhnya."

Yu Xu Zi ketawa sinis menyahut "Oh, kalau begitu aku sebaliknya mnlah seharusnya berterima kasih padamu?

Karena ketika kau dapat membunuhku tapi malah tidak membunuh, engkau dapat pula membunuh Cui Tian Shu malah juga tidak membunuhnya, dengan begitu aku mempunyai kesempatan mendapatkan obat penawar darinya?

He..

he....he.

engkau benar-benar pintar, kemungkinan kau juga sejak jauh-jauh hari telah memperkirakan akan ada kejadian hari ini!"

Yang dimaksud adalah Qi Le Ming telah dapat memperkirakan mereka akan datang untuk membalas dendam, makanya dia sengaja tidak membuat masalah tersebut dengan tuntas, dan meninggalkannya sedikit jalan hidup.

Qi Le Ming menerawangkan matanya ke langit, dengan dingin menyahut.

"Yu Xu Zi, apa kau tidak melihat dirimu terlalu tinggi?"

Sahut Yu Xu Zi.

"Apa arti perkataanmu ?"

Qi Le Ming ketawa keras menyahut pula "

Aku mengerjakan sesuatu dengan ragaku, sejak dahulu tidak pernah meminta pengampunan dan belas kasihan dari orang lain, juga tidak mau orang lain berbelas kasihan kepadaku.

Sejujurnya aku beritahumu, aku tidak membunuhmu hanya karena hidup matimu tidak ada artinya bagiku!

Aku memakai jarum beracun menusukmu juga hanya karena engkau menyebalkan saja!"

Yu Xu Zi sangat kesal menyahut"

Qi Le M ing, kau sampai saat ini masih saja tidak menghargai orang!"

Qi Le Ming menyahut.

"Mati atau hidup tidak menjadi persoalan, kata kata yang sebenarnya harus ku keluarkan akan kukeluarkan! aku juga bukan tidak menghargaimu, engkau dapat membuat hatiku kesal, itu telah membuatku tidak dapat menghargaimu!"

Wajah Yu Xu Zi berubah hijau menyahut "terima kasih sekali engkau dapat menghargai aku, aku juga sejujurnya beritahu kepadamu, aku tidak percaya akan perkataanmu, walaupun malam itu engkau benar-benar berbelas kasihan padaku, hal itu juga tidak dapat menghilangkan dendam besar yang telah lama terjadi!"

Salah satu dari lima pendekar Wu Dang, Yu Zhen Zi yang paling tua umurnya berdehem, berkata "

Qi Le Ming, 20 tahun silam kau dengan lima pendekar aliran Wu bertanding pedang, kedua belah pihak sama-sama terluka!

Sekarang kami sengaja datang untuk menyelesaikan masalah ini, kau kelihatannya tidak ingin bertanding dengan kami, dinama sekarang keberanianmu ?"

Mu Juan Juan hendak berbicara, tetapi terasa sorotan mata Qi Le Ming melarangnya, dia tahu benar sifatnya Qi, dia hanya dapat menghembuskan nafas dalam hatinya,dia tidak berani mengeluarkan perkataannya.

Qi Le Ming dengan datar menyahut.

"Dulu kalian orang aliran Wu berlima bersama-sama turun tangan juga tidak dapat membunuhku yang hanya seorang diri, kelihatannya kali ini kalian aliran Wu telah mempunyai siasat baru, makanya kalian berani datang hari ini untuk membunuhku, aku sedikit pun tidak merasa aneh, hanya saja kemana pendekar tua yang satu lagi?"

Sambil melihat kepada pendekar yang paling muda. Yu Zhen Zi menyahut.

"Dia adalah murid keponakanku, saudara seperguruan Yu Ding Zhen telah berpulang 10 tahun yang lalu"

Pendekar muda itu berkata.

"Yu Ding Zhen adalah guruku, aku datang untuk membalaskan dendam guruku."

Qi Le Ming berkata.

"Oh, gurumu telah meninggal 10 tahun yang lalu, kalau begitu setelah bertanding pedang denganku, 10 tahun kemudian gurumu baru meninggal?"

Pendekar muda berkata,.

"Guru kami biarpun setelah bertanding denganmu 10 tahun yang lalu dan kemudian baru meninggal, tetapi jika tidak karena cedera waktu bertanding denganmu, dia orang tua paling sedikit masih dapat hidup lebih dari 30 tahun."

Qi Le Ming menyahut.

"Jadi engkau hendak membalaskan dendam tersebut padaku? Tidak salah! Biarpun bukan aku yang membunuh gurumu, tetapi beliau meninggal karena ku!"

Pendekar muda berkata.

"Qi Le Ming biar bagaimanapun engkau bersikeras mengelak, dendam guru pasti akanku balaskan!"

Qi Le Ming berkata.

"Aku tidak akan mengelak, dari awal sudah kukatakan, kalau kalian hendak membalas dendam, memang sudah seharusnya, hanya saja....."

Yu Xu Zi menyela.

"Hanya apa?"

Qi Le Ming menjawab.

"Kalian berlima mau membalas dendam, sedangkan aku hanya seorang diri. aku sedang berpikir, sebaiknya kuberikan pada siapa nyawaku ini? Dengan perasaan hati yang paling dalam, Qi berkata "

Kurasa sebaiknya kamu sekalian turun tangan sekaligus membunuhku, tetapi pendekar muda ini juga mau membalaskan dendam gurunya, apa sebaiknya nyawa ini aku berikan padanya saja."

Yu Xu Zi tertawa sinis berkata.

"Tidak usah kau risaukan itu, kami berlima aliran Wu merupakan satu kesatuan, jika engkau mati oleh salah satu dari kami adalah sama saja!"

Sambil berkata kelima tetua aliran Wu tersebut segera mengambil posisi masing-masing, kemudian Yu Zhen Zi seperti berdoa kepada anggota yang paling tua yang sudah meninggal.

"Kakak Yu, hari ini adalah hari dimana kami lima tetua aliran Wu datang untuk membalaskan dendam, muridmu ada di sini mewakili kau, kami juga mewakili engkau di sini, kau tenang saja, kali ini kami pasti dapat menyelesaikan hutang piutang kita."

Qi Le Ming dengan datar menyahut.

"Apa kau masih mau mengadakan acara persembahan meminta kepada kakak seperguruan kalian yang berada di atas sana memohon kepadanya untuk melindungi kalian?"

Yu Zhen Zi tidak mempedulikan sindirannya, kepada murid keponakannya dia berkata.

"Kau mewakili kakak seperguruan kami, ambillah posisi."

Pendekar muda tersebut segera bersiap, dia berkata.

"Baik, aku akan melakukan yang sebisa mungkin"

Sambil mengatur posisinya.

Posisi telah diatur sehingga membuat Qi Le Ming telah terkurung di tengah-tengah.

Qi Le Ming masih saja tenang-tenang, melipat kedua lengannya, mata-nya menerawang ke langit.

Yu Zhen Zi berkata.

"Qi Le Ming, kenapa kau masih tidak mengeluarkan pedangmu ?"

Sahut Qi Le Ming.

"Mengapa aku harus mengeluarkan pedang?"

Yu Zhen Zi dengan kesal menjawab.

"Apa maksud perkataanmu? Memangnya engkau hendak bertarung dengan tangan kosong melawan kami berlima yang bersenjata pedang ?"

Yu Xu Zi menyela.

"Lima tetua aliran Wu tidak mau dianggap serendah itu, engkau tidak mengeluarkan pedang pun tidak bisa!"

Qi Le Ming menyahut.

"Kalian mau membunuh ku, silahkan bunuh saja! Tetapi untuk memaksakan hal yang tidak ingin kulakukan itu juga tidak bisa!"

Yu Xu Zi berkata.

"Qi Le Ming, kau adalah jago pedang nomor satu di dalam dunia persilatan, tetapi tidak disangka kau melakukan perbuatan tipu muslihat seperti ini."

Dia merasa Qi Le Ming tidak mau bertarung pedang dengan mereka, seolah-olah mau memohon pengampunan. Qi Le Ming berkata.

"Kalian ini aneh, memang ak\i tidak ingin mengeluarkan pedang, kalian hanya tinggal mengeluarkan sejurus serangan saja, langsung selesai, untuk kalian bukankah lebih baik? Kenapa masih tidak mau turun tangan?"

Yu Xu Zi menatap mata Yu Zhen Zi, seakan-akan sedang bertanya dan minta pendapat kepada kakak seperguruannya.

Lima tetua aliran Wu mempunyai nama di dunia persilatan, jika lima orang bersatu bertarung mengeroyok satu orang, bisa kehilangan nama baiknya di kalangan dunia persilatan, bagaimana mereka bisa bertarung pedang melawan satu orang dengan tanpa bersenjata?

Dulu, ketika mereka lima orang melawan Qi Le Ming bertarung pedang, kedua belah pihak mengalami cedera, kali ini bagaimanapun juga jika kedua belah pihak harus memakai pedang bertanding, baru mereka dapat mengembalikan nama baiknya.

Yu Zhen Zi juga kebingungan, dia tidak dapat mengambil keputusan dalam waktu yang singkat.

Pendekar termuda itu berkata.

"Paman seperguruan, dia mau bersiasat, supaya kita tidak jadi membalaskan dendam ?"

Kening Yu Zhen Zi mengerut dengan tegas dia berkata.

"Benar katamu!"

"Qi Le Ming aku akan hitung sampai tiga, jika kau masih saja tidak mengeluarkan pedang, jangan salahkan kami, satu, dua....."

Tiba-tiba Mu Juan Juan menyela.

"Dia sudah tidak dapat mengeluarkan pedangnya, dan kalian juga tidak seharusnya membunuh dia!"

Yu Zhen Zi dan Yu Xu Zi dalam waktu bersamaan berkata.

"Mengapa dia tidak dapat mengeluarkan pedangnya?"

Dan yang satunya lagi bertanya.

"Kenapa tidak seharusnya kami membunuh dia?"

Segera Qi Le Ming berkata dengan agak keras.

"Juan Juan!"

Dia berkata, suaranya tidak sekeras kedua orang pendekar tersebut tapi sangat jelas terdengar, tetapi Mu Juan Juan berdetak keras jantungnya setelah mendengar suaranya, dan tidak berani mengeluarkan suara.

Qi Le Ming pelan-pelan berkata.

"Seorang pria sejati hidup mati bukanlah masalah....."

Perkataannya belum selesai, telah dipotong oleh pendekar muda dan dengan ketawanya yang sinis berkata.

"Huh engkau juga ingin menjadi seorang pria jantan ?"

Qi Le Ming mengacuhkan perkataannya itu dan meneruskan pembicaraannya.

"Tidak salah, banyak orang menganggap aku adalah setan, mereka takut kepadaku tapi banyak juga secara diam diam menghinaku. Tetapi aku tidak menghiraukan. Kalau mau mati pun harus mati seperti seorang pria jantan. Tidak boleh mempermalukan nama keluarga Qi!"

Yu Xu Zi tertawa sinis berkata.

"Bisa-bisanya engkau membawabawa nama keluarga! Memang tidak salah, kakekmu diakui adalah sebagai pesilat nomor satu di dunia persilatan, sayangnya engkau tidak seperti itu, kalau tidak keluarga Qi akan menjadi keluarga yang teladan. Hhmmm....., sudahlah tidak usah membicarakan hal yang lain, saat kejadian waktu itu , engkau bertarung dengan cara cara yang licik, itu pun telah memperburuk nama keluarga Qi!"

Qi Le Ming berkata.

"Kau mengerti apa, kau bisa membunuhku, tapi kau tidak boleh melarang aku dan Juan Juan berbicara. Aku berbicara pada Juan Juan, bukan pada kalian.... Juan Juan,.. karena aku adalah anak turunan keluarga Qi, oleh karena itu aku harus menjaga nama keluarga sampai mati, tidak boleh mempermalukan nama keluarga Qi, apa kau bisa mengerti?"

Mu Juan Juan mengerti apa yang dia maksudkan.

Sebenarnya dia ingin menjelaskan kepada lima tetua aliran Wu bahwa ilmu silat Qi Le Ming jauh-jauh hari telah musnah, jadi tidak usah mereka bertarung lagi .

Tetapi sekarang dia telah mengerti apa yang Qi Le Ming maksudkan, perkataannya pun tidak dilanjutkan lagi.

Karena jika sampai dikatakan, sama saja dengan meminta belas kasihan dari pihak lawan, sedangkan Qi Le Ming sampai mati pun tidak akan meminta belas kasihan kepada lawannya!

Dia merasa hatinya sakit bagaikan disayat-sayat, menyesal pada dirinya sendiri yang telah melakukan kesalahan, tidak seharusnya dulu dia menghancurkan tulang bahunya Qi Le Ming sehingga kehilangan ilmu silatnya.

"Jika tahu akhirnya begini, aku seharusnya membiarkan dia menyimpan ilmu silatnya, cukup hanya dengan melumpuhkan tenaganya saja. Aku bisa berikan obat penawar kepadanya, dan dia masih dapat bertanding pedang dengan lima tetua aliran Wu. Sekarang tulangnya telah hancur, sudah tidak ada lagi obat untuk menyambungkannya!"

Dalam hati Mu Juan Juan berkata.

Menyesal sudah terlambat, sekarang harus bagaimana lagi?

"Meski tidak memohon untuk dilahirkan pada tanggal bulan dan tahun yang sama, tetapi dia ingin mati bersama di tanggal bulan tahun yang sama!"

Di saat yang senja ini dia tiba-tiba berpikir untuk bersama-sama dengan Qi Le Ming sehidup semati, pemikiran itu ada terlintas di dalam hatinya.

Dia perlahan-lahan membalikkan badannya berjalan mendekati Qi Le Ming rapat-rapat.

Qi Le Ming tiba-tiba berkata.

"Kalian hanya ingin membalaskan dendam padaku kan?"

Yu Zhen Zi menjawab.

"Ya, betul."

Qi Le Ming berkata.

"Kalau begitu, masalah ini tidak ada urusannya dengan dia, kalian....."

Perkataan belum selesai, Mu Juan Juan telah memotong pembicaraannya, berkata.

"Qi, masalah ini semuanya adalah aku yang menyulitkanmu. Kau mana bisa mengatakan begitu, sekarang masalah sudah terjadi terlanjur sampai begini, masa engkau masih m au membeda bedakan mana aku dan mana dirimu?"

"Masalah hari ini, semuanya adalah aku yang menyulitkanmu"

Qi Le Ming sangat mengerti maksud dari perkataan ini, tetapi Yu Zhen Zi malah tidak mengerti.

Dia mana tahu kalau Mu Juan Juan telah membuat hancur tulang bahu Qi Le Ming?

Oleh karenanya, dia malah menganggukkan kepalanya, dia berkata kepada Mu Juan Juan.

"Betul, biarpun dia adalah kekasihmu, dia sampai rusak namanya juga adalah dikarenakan olehmu. Tapi dalam masalah ini kau tidak berhak turut campur, kami hanya mencari dia untuk membalaskan dendam. Makanya, engkau boleh pergi. Kakak Yu Xu, kau setuju tidak aku melepaskan dia pergi?"

Dendam Yu Xu dengan Qi Le Ming adalah yang paling dalam, sedangkan dia dan Mu Juan Juan hanya ada sedikit perselisihan paham saja, saat itu Yu Zhen Zi telah meminta pendapat darinya. Yu Xu Zi berkata.

"Aku setuju."

Lalu kepada Mu Juan Juan berkata.

"Ketika aliran Gunung Hua diserang secara mengelap, kau sebenarnya tidak bisa lolos. Hari itu di Gunung Hua, sebenarnya aku pun dapat membunuhmu, sekarang aku juga tidak mau bertarung denganmu. Masalah di Gunung Hua, nanti ada orang-orang perguruan Gunung Hua yang akan mengurusnya, tidak usah aku turut mewakilinya. Yang kami pegang adalah budi dan dendam yang jelas, hari ini kami datang untuk membuat perhitungan pada Qi Le Ming, kau janganlah turut campur, kau pergi saja!"

Mereka kira dengan telah memberikan peluang, Mu Juan Juan akan mengerti permasalahannya dan pasti mau pergi.

Mana tahu Mu Juan Juan bukannya pergi malahan lebih mendekati Qi Le Ming.

Qi Le Ming berkata.

"Juan Juan, bukannya aku yang meminta keringanan kepada mereka, tetapi mereka yang mengingini kau pergi, engkau pergi saja!"

Yu Xu Zi juga berkata.

"Eh..., kami sudah memberi kelonggaran, kenapa kau masih tidak pergi?"

Mu Juan Juan membusungkan dada berkata.

"Kalian sudah tahu, karena aku maka dia telah kehilangan nama baik dan kedudukannya, jadi aku akan bersama-sama dia sehidup semati! Kalian mau bunuh dia si larikan bunuh aku juga!"

Qi Le Ming siap menghadapi pedang panjang lima tetua aliran Wu, dia sama sekali tidak gentar.

Satu-satunya hal yang dia khawatirkan adalah anak perempuannya Qi Shu Yu.

Qi Shu Yu pergi sendirian ke kota, dia sedang memikirkan kejadian yang belum lama terjadi, dia sendiri merasakan sedikit lucu.

Dia sekarang dengan status sebagai seorang anak perempuan mewakilkan ayahnya mempersatukan hubungan ayahnya dengan seorang wanita.

Malah wanita tersebut belum lama ini masih merupakan orang yang dia segani.

"Aku sudah mempermainkan ayah, apakah ayah akan menyalahkanku atau merasakan bangga terhadapku? Kupikir ayah terlebih dahulu akan melepas-kan amarahnya, dan setelah itu kemudian akan merasa bangga terhadap anaknya. Dia akan menyadari bibi Mu adalah seorang wanita yang dia butuhkan, aku berbuat demikian untuk dia ada bagusnya, untuk bibi Mu juga ada baiknya. Bersatunya ayah dengan bibi Mu sebenarnya juga bukan suatu persatuan yang berbahagia, karena ada satu perbedaan yaitu seperti persatuan antara si kaya dengan si miskin, tapi untuk mereka berdua juga dapat dikatakan masing-masing seolah olah tidak ada pilihan lagi "

Pastinya bibi Mu akan senang dengan kehidupannya yang sekarang, dan tidak ingin untuk kembali ke keluarga nya."

"Tapi bagaimana denganku, aku sekarang jadi mempunyai dua orang ibu!"

Terpikir juga ada baiknya untuk kedua belah pihak, dirinya merasa puas dan bangga dengan keberhasilannya, mempersatukan ayahnya dengan bibi Mu.

Tetapi di tengah-tengah kepuasannya masih ada hal yang mengganjal dalam hatinya.

Karena dia sekarang mulai memikirkan Wei Tian Yuan, didalam lubuk hatinya Wei Tian Yuan menempati kedudukan yang istimewa, lebih penting daripada ayahnya (walaupun dia sendiri juga sebenarnya tidak pernah ingin berpikiran seperti itu, tetapi kenyataannya demikian).

Sekarang masalah ayah sudah tidak perlu dia pusingkan lagi, kasmarannya kepada Wei Tian Yuan semakin lama terasa semakin dalam.

Dia telah diberitahu Mu Juan Juan yang dikutip dari perkataan Jiang Xue Jun mengenai seorang wanita asing bernama Shang Guan Fei Feng, dan Shang Guan Fei Feng katanya adalah "kakak seperguruannya"

Yang belum pernah di jumpainya, dia inilah orang yang akan dan dapat membantu dia menemukan Wei Tian Yuan.

"Mengapa kakak Shang Guan masih belum mencariku? Kata kakak Xue Jun dia adalah orang hebat dimana aku tidak mencari dia, tapi dia pasti dapat menemukanku."

Tidak terasa Qi Shu Yu telah berjalan memasuki kota, dia sedang menantikan keajaiban yang muncul, tetapi Shang Guan Fei Feng orang hebat itu ternyata tidak muncul dihadapannya.

Dia ingin cepat-cepat bertemu dengan kakak seperguruannya, dia benar-benar sudah tidak ada kesabaran untuk menunggu munculnya keajaiban itu.

Dia membuka lembaran kertas yang diberikan oleh Mu Juan Juan, disana tertulis sebuah alamat.

Itu adalah alamat tempat Shang Guan Fei Feng.

Mu Juan Juan sudah memberitahu dia, ada dua cara untuk menemukan Shang Guan Fei Feng, yang kesatu adalah mencari ke alamat yang tertera.

Yaitu pergi ke B iao Zhen Yuan ( kantor pengiriman barang ).

Cara ini, Jiang Xue Jun juga pernah mengatakan hal yang sama.Yang kedua adalah menanti Shang Guan Fei Feng mencari dia.

Dia belum pemah bertemu dengan Shang Guan Fei Fengj uga tidak pernah berpikir bagaimana Shang Guan Fei Feng tiba-tiba bisa berubah menjadi teman baiknya Wei Tian Yuan, dalam hatinya dia merasa ada sedikit perasaan tidak tenang dan juga ada perasaan cemburu dalam hatinya.

Biao Zhen Yuan, adalah tempat yang waktu kecil pernah dia kunjungi.

Dan kemungkinan kakak seperguruan juga ada di Biao Zhen Yuan.

Menurut kebiasaan, untuk meminta bantuan, adalah lebih baik kepada orang yang sudah kenal daripada kepada orang yang tidak dikenal, tetapi setelah dia bolak-balik berpikir, lebih baik mencari langsung ke tempatnya Shang Guan Fei Feng dulu.

Karena di Biao Zhen Yuan ada juga orang yang tidak ingin dia temui.

Dia telah mengetahui pendekar Chu Qing Song yang berasal dari Yang Zhou sedang berada di Biao Zhen Yuan, dia sedang mengobati dirinya, begitu pula dengan keluarganya.

Dari dulu dia sudah tahu jika Chu Qing Song adalah pendekar yang berasal dari Yang Zhou, dia adalah-ayah dari Chu Tian Shu, temannya.

Sekarang dia lebih mengetahui satu hal lagi, yaitu Chu Qing Song adalah suami ibu nya yang pertama ( sebenarnya ).

Chu Qing Song dipukul oleh ayah sampai menderita hidup tidak mati pun tidak.

Istri Chu Qing Song (yang juga adalah ibunya) pernah diculik dan dibawa oleh ayahnya, tetapi sekarang telah berbalik kembali ke sisi Chu Qing Song lagi.

Walaupun ada yang bilang ayahnya sudah menanam budi kepada Chu Tian Shu, dan ayah juga pernah mengajarkan Chu Qing Song pengetahuan tentang pengobatan, tetapi kedua keluarga itu sudah mempunyai ganjalan .Apakah dapat diselesaikan secara dengan begitu saja?

Bukannya tidak ada kasih sayang antara ibu dan anak, tetapi dalam situasi begini, jika dia bertemu dengan ibunya di keluarga Chu, dia juga pasti mempunyai perasaan yang sangat tidak enak sama sekali.

Permasalahan kedua keluarga itu benar-benar sangat sulit diselesaikan!

Setelah dia berpikir dan berpikir lagi, akhirnya dia pergi juga mencari Shang Guan Fei Feng menurut alamat yang diberikan oleh Mu Juan Juan.

Dan juga ada kemungkinan 50% kakak Wei nya berada di sana.

Langit mulai gelap, dia segera ingin tahu kabar mengenai Wei Tian Yuan, dia pun mempercepat langkahnya.

Tetapi tidak disadari olehnya bahwa di dalam kegelapan itu ternyata ada orang yang memperhatikan gerak geriknya.

Tak terpikirkan pula keadaan ayah dan ibunya sekarang, yang dia bayangkan telah mencapai suatu ketenangan yang membahagiakan, padahal mereka sekarang sedang mengalami suatu musibah.

Dia merasa dia telah mempersatukan suatu hubungan yang baik, tapi dia tidak tahu jika orang yang dia penujui adalah orang yang telah menghancurkan tulang bahu ayahnya.

Dia mengira ayahnya dan Mu Juan Juan sekarang dapat bersama-sama menikmati sisa hidupnya, mana tahu mereka sekarang sedang menghadapi suatu masalah.

Kalau saja dia tahu mengenai hal ini, dia pasti akan putar balik badannya kembali, bagaimana mungkin dia masih bisa berjalan dengan tenang seperti sekarang ?

Sekarang dia sedang mencari seseorang menurut alamat yang telah ada dengan membawa perasaan berdebar-debar dan menegangkan, berdebar dikarenakan bisa segera bertemu dengan seseorang, dan yang bagaimanakah orang yang bernama Shang Guan Fei Feng itu?

Menegangkan, karena ada kemungkinan dia juga bisa cepat bertemu dengan kakak Wei-nya.

Yang pasti dia pun tidak tahu bagaimana keadaan kakak Wei nya sekarang.

Beberapa hari ini muncul begitu banyak masalah yang tak terpikirkan olehnya, sekarang dia juga harus pergi ke satu tempat yang asing baginya untuk bertemu dengan orang yang asing pula (Shang Guan Fei Feng), apakah di tempat itu dia dapat menemukan apa yang dia cari?

Chu Tian Shu juga sedang mencari jawaban sebuah teka-teki.

Tetapi bukan dia sendiri yang mau sengaja mengerjakan, tetapi Tang Huai Yuan yang memintanya untuk pergi melakukannya.

Dia mengharapkan Chu Tianchu dapat membukakan rahasia dari teka-teki tersebut, karena teka-teki ini telah membuatnya kesal selama belasan tahun, lebih-lebih sekarang ini adalah saatnya dia harus mengetahui kebenaran tentang teka-teki tersebut.

Teka-teki tersebut sehari belum terbukakan, dia tidak akan bisa merasa hidup tenang.

Sekarang di tengah-tengah ruangan, Tang Huai Yuan dan Chu Tian Shu sedang membicarakan orang-orang yang menyangkut dengan teka-teki tersebut.

"Kau tahu orang yang bermarga Wang, orang yang tinggal di Biao kami yang umurnya agak tua?"

"Maksudmu adalah Wang Da Peng ?"

Tanya Chu Tian Shu.

"Betul, menurutmu orang ini bagaimana?"

Chu Tian Shu berkata.

"Dia adalah orang yang sedikit bicara, juga berusaha sebisa mungkin untuk tidak menarik perhatian orang lain."

Tang Huai Yuan memuji.

"Penglihatanmu sangat tajam, kau ternyata memperhatikannya!"

"Aku memperhatikan ?"

Tang Huai Yuan menjawab.

"Kau dapat merasakan bahwa dia menjauhi perhatian dari orang banyak. Engkau benar, dia dari dulu tidak banyak bicara, mengerjakan sesuatu juga tidak mengharapkan balas jasa, tetapi juga tidak pernah membuat kesalahan."

"Tetapi bukanlah dia seorang yang biasa-biasa saja!"

Tang Huai Yuan berkata.

"Kau masih menyadari akan ada hal apa lagi?"

Chu Tian Shu menjawab.

"Sepasang matanya ada sinar yang memancarkan kehebatannya, tetapi jika dia menyadari ada orang yang mengawasinya, dia langsung berpura-pura. Kutebak dia adalah seorang hebat yang menyembunyikan kemampuannya, begitu juga ilmu silatnya."

Tang Huai Yuan berkata.

"Pengamatanmu sangat teliti, tetapi apa kau bisa menebak seorang yang bagaimana kah dia ? "

Aku tidak bisa menebaknya."

Tang Huai Yuan berkata.

"Belum lama ini aku baru saja tahu, bahwa sepuluh tahun yang lalu dia adalah seorang pendekar yang pernah berjaya di dalam dunia persilatan, namun dia adalah seorang yang kejam, setiap kali bertarung pasti sampai mati, sehingga orang yang mengenal dia pun tidak banyak.

Chu Tian Shu tercengang mendengarkannya.

"Sebagai seseorang yang berkepandaian tinggi, apa benar bisa datang ke tempat begini, menyamar seperti orang yang biasa-biasa saja?"

Tang Huan Yuan berkata.

"Malah sudah lama sekali, selama sepuluh tahun lebih, bukankah suatu hal yang mencurigakan?"

"Apa kau mencurigai dia adalah seorang mata-mata yang disuruh oleh musuh keluargamu?"

Tang Huan Yuan berkata.

"Belum tentu musuh keluargaku, tetapi orang yang di belakangnya bisa lebih mengerikan dibandingkan dengan musuh keluargaku yang manapun juga."

Chu Tian Shu ketika mendengar hal itu langsung mengerti dan berkata.

"Betul, dapat membuat seorang pendekar yang hebat begitu menjadi seorang yang biasa pasti dia adalah orang yang mempunyai kepandaian dan keahlian. Tetapi Paman Tang, mengapa engkau memberi tahuku akan masalah ini?"

Tang Huan Yuan.

"Apa kau mau membantuku, mencari tahu siapakah dia itu, bukan identitasnya yang dahulu saja, tetapi identitasnya yang sekarang."

"Bagaimana caranya?"

Tang Huan Yuan menjawab.

"Kami telah menemukan suatu rahasia mengenai dia....."

Dia menutup jendela, dengan suara diperkecil meneruskan pembicaraannya.

"Masalahnya adalah begini, kemarin datang seorang yang tidak dikenal kesini, setelah orang itu pergi, dia tidak mau memberi tahukan namanya padaku, dan langsung pergi secara diam-diam meninggalkan tempat ini, sampai sekarang pun belum kembali."

Chu Tian Shu mengerutkan alisnya bertanya.

"Kau mau aku mencarinya?"

Dalam hati dia berpikir kota yang begini besar, jika mau mencari seseorang yang tidak ada hubungannya dengan diri sendiri, kalau hanya bicara saja sih mudah. Tang Huan Yuan berkata.

"Bukan, tujuan dia telah kami ketahui. Kalau saja hanya untuk mencari dia kembali yah tidak usah sampai suruh kau turun tangan."

Chu Tian Shu berkata.

"Baik, kalau begitu teruskan perkataanmu, jika memang kubisa lakukan, akan kukerjakan."

Tang Huan Yuan meneruskan pembicaraan-nya.

"Dari awal aku telah mencurigai orang tersebut (Wang), aku juga menyuruh orang untuk membuntuti dia. Orang yang membuntutinya melihat dia berjalan memasuki sebuah bangunan tua di bagian barat jalan Chang An, terus sampai sekarang tidak keluar-keluar lagi."

Chu Tian Shu berkata.

"Kau ingin aku menyelidiki masalah ini sampai jelas?"

Tang Huan Yuan berkata.

"Benar. Dia seharusnya kemarin malam sudah kembali, tetapi sampai sekarang dia belum kembali, hal itu hanya ada dua kemungkinan, pertama dia mendapatkan musibah yang mungkin sampai membahayakan nyawanya, kedua tempat itu adalah tempat pertemuan rahasia mereka, dia di sana merencanakan sesuatu siasat yang lain, siasat itu mungkin saja untuk merongrong tempat kami. Jika dibelakang semua ini benarbenar ada orang yang ingin memusnahkan tempat ini, pasti dia sudah cepat-cepat segera kembali, kembalinya pun mungkin dengan jati diri diri yang berbeda."

Chu Tian Shu dengan kaget berkata.

"Apa ada hal yang seberat itu ?"

Tang Huan Yuan berkata.

"Semoga saja tidak sampai demikian, tetapi kita tidak boleh memjadi lengah! Kau tahu, kejadian yang terjadi dua hari yang lalu yang terjadi di sini, mungkin itu dapat memberi kesempatan bagi orang-orang tertentu. Misalkan, dua h ari yang lalu anak perempuan Xu Zhong Yue dan adik perempuanmu ketika sedang berjalan-jalan keluar, di susul oleh anak sulung ketua Mu, mereka kemudian malah menghilang juga. Kejadian ini kalau sampai ketahuan oleh panglima Mu akan membuat dia menyatroni tempat ini."

Chu Tian Shu bertanya.

"Apa kau takut ada orang yang diamdiam mengadukannya pada panglima Mu?"

Tang Huan Yuan berkata.

"Aku belum bisa memastikannya, tetapi masalah ini harus diperiksa dulu dengan jelas, baru aku bisa tenang."

Saat itu, Tang Huan Yuan berdiri sambil berkata.

"Ilmu silat Ying Zhao Wang (Wang Da Peng) tidak jelek, bawahanku kemungkinan besar bukan lawannya, aku sendiri tidak dapat turun tangan langsung, setelah dipikir-pikir hanya kau saja yang bisa membantuku."

Sambil berkata dia menepuk pundak Chu Tian Shu dari belakang. Chu Tian Shu segera merubah posisi duduknya sambil berkata.

"Paman Tang, anda terlalu memuji. Kepintaran ku pun sangat minim sekali, aku juga takut tidak dapat menyelesaikan tugas ini."

Tang Huan Yuan berkata.

"Kau jangan sungkan begitu. Ajaran ilmu silat keluargamu adalah setaraf dengan ilmu silat Ying Zhao Wang. Ilmu meringankan tubuhmu malah jauh lebih tinggi. Tetapi, ada satu hal yang tidak dapat aku tutup-tutupi yang harus kubertahu dulu padamu, pergi atau tidak pergi kau sendiri yang memutuskannya."

"Silahkan katakan."

Tang Huan Yuan berkata.

"Pada saat Ying Zhao Wang dan orang yang tidak dikenal itu berbicara secara pribadi, ada orang di luar jendela yang menguping, orang ini tidak berani mendengarkan terlalu dekat, sehingga yang didengarnya pun tidak terlalu jelas. Tetapi terdengar orang misterius itu beberapa kali menyebutkan nama satu orang."

"Nama siapa?"

"Qi Le Ming!"

Chu Tian Shu kaget mendengarkannya, sehingga dia tidak bersuara sedikitpun. Tang Huan Yuan berkata.

"Tetapi yang sangat aneh adalah nada bicara orang itu seperti menginginkan agar Ying Zhao Wang membantu dia untuk menghadapi Qi Le Ming, dan karena orang yang mengupingnya juga mendengarkannya tidak begitu jelas, ketika mereka sedang mengatakan hal yang utamanya, pembicaraannya juga dengan suara yang lebih kecil, sehingga lebih samar-samar dan tidak jelas. Makanya ada kemungkinan juga yang didengar oleh si pendengar itu malahan kebalikan dari perkiraan yang ada. Siapa tahu Qi Le Ming termasuk juga dalam kelompok mereka. Tetapi biar bagaimanapun betul ataupun tidak, Qi Le Ming pasti ada kemungkinan terlibat dengan persoalan ini."

Chu Tian Shu beberapa saat terdiam kemudian baru membuka suara.

"Aku bukannya takut oleh Qi Le Ming, hanya saja....."

"Apa yang kau khawatirkan?"

Chu Tian Shu berkata.

"Bukan begitu. Luka ayah sudah mulai membaik, ibu pun sudah kembali. Tetapi paman juga tahu Qi Le Ming adalah musuh ayahku, masalah ini aku ingin membicarakannya terlebih dahulu dengan ayah."

Tang Huan Yuan berkata.

"Itu memang seharusnya, kau pergilah."

Dalam hati dia berpikir, kalau memberi tahu Chu Qing Song takutnya Chu Qing Song tidak akan membiarkan anaknya menempuh resiko seperti ini Chu Qing Song sedang ngobrol dengan istrinya di kamar, lukanya sudah sembuh setengahnya, tetapi dalam benaknya masih ada masalah yang mengganjalnya, tidak berarti karena istrinya sudah ada di sampingnya maka keadaannya langsung menjadi lebih baik.

Tiba-tiba dia menghela nafasnya dan berkata.

"Aku benar-benar tidak tahu Qi Le Ming adalah orang yang seperti apa?"

Zhuang Ying Nan berkata.

"Kau merasa dia kali ini mau membiarkanku pergi begitu saja adalah sesuatu hal yang aneh bukan?"

Chu Qing Song tidak berkata apapun. Zhuang Ying Nan dengan suara lebih rendah berkata.

"Apa kau masih marah dengan dia?"

Chu Qing Song ketawa kecut berkata.

"Dia telah melukaiku, tapi juga menolong jiwaku, aku juga tidak tahu apakah harus marah atau harus berterima kasih padanya?"

Zhuang Ying Nan tersenyum, seperti mau beTkata-kata, tetapi tidak jadi mengucapkannya. Chu Qing Song berkata.

"Kurasa aku seharusnya berterima kasih padanya."

"Mengapa?"

Jawab Chu Qing Song.

"Karena dia tidak hanya menolong nyawaku, tetapi juga menolong jiwamu."

Zhuang Ying Nan berkata.

"Mengapa kau bisa tahu kalau dia yang menolongku?"

Chu Qing Song menjawab.

"Bagaimana kubisa tidak tahu, waktu itu kau kena jarum racun 'Rase Perak', kalau bukan karena dia yang memberimu obat penawarnya, bagaimana kau bisa kembali pulang dalam keadaan hidup?"

"Kakak Song, perkataanmu hanya betul setengahnya."

"Di mana bagian yang salah?"

Zhuang Ying Nan berkata.

"Jarum beracun yang mengenaiku adalah jarum Rase Emas', ( Jin Hu ) bukan jarum 'Rase perak' ( Yin Hu )."

Chu Qing Song berkata.

"Rase Emas ( Jin Hu ) bukankah kakaknya Rase Perak? (Yin Hu ) Setahuku, dia sekarang telah menikah dengan Yu Wen Lei ( U Bun Lui), ketua Gunung Bai Tuo."

Zhuang Ying-Nan berkata.

"Betul, dan sekarang, mereka suami istri sedang berada di ibukota."

Dia berhenti sejenak, kemudian meneruskan kembali perkataannya.

"Masih ada satu masalah lagi yang kau salah tebak, yang memberi obat penawar kepadaku bukan Qi Le Ming."

"Kalau begitu siapa?"

Jawab Zhuang Ying Nan.

"Sebenarnya Rase Emas ( Jin Hu ) sendiri."

"Ohh.., benar-benar tidak disangka."

Zhuang Ying Nan menunggu sebentar, melihat Chu Qing Song tidak meneruskan perkataannya, dia berkata.

"Kakak Song, mengapa kau selama ini tidak pernah menanyakannya padaku, saat itu bagaimana aku bisa kembali dengan hidup-hidup?"

Chu Qing Song berkata.

"Jalannya kejadian tersebut memang belum terpikirkan olehku, tapi yang penting adalah engkau sudah selamat kembali kepada ku."

Zhuang Ying Nan berkata.

"Kau pikir dia yang melepaskanku untuk kembali?"

"Memangnya bukan ?"

Zhuang Yingnan berkata.

"Mau dibilang begitu juga tidak salah, tetapi kejadiannya juga tidak sesederhana seperti itu."

Chu Qing Song sambil menggigit bibirnya berkata.

"Aku tidak ingin tahu."

Zhuang Ying Nan tertawa sambil menggelengkan kepala. Chu Qing Song bertanya.

"Kau merasa ada sesuatu yang ingin dibicarakan denganku kan?"

Zhuang Ying Nan menjawab.

"Benar, tetapi aku takut akan menjadi beban pikiran bagimu."

Chu Qing Song mengulurkan tangannya memegang lengan Zhuang Ying Nan berkata.

"Kita orang telah menjadi suami istri puluhan tahun, bagaimana hatimu kepadaku, masa aku masih tidak bisa mengetahuinya. Aku tidak menanyakan kau kejadian tersebut lebih mendetil, hanya khawatir engkau menjadi tak enak."

Zhuang Ying Nan berkata.

"Kakak Song, terima kasih banyak kau begitu mempercayaiku. Baiklah, supaya tidak menjadi beban pikiran kita semua, mengenai kejadian saat itu, meskipun kau tidak ingin tahu, tapi aku tetap akan memberitahukan kepadamu."

Dia menceritakan kejadian waktu itu kepada suaminya.

Waktu itu dia telah terkena jarum beracun, dan telah tidak sadarkan diri, setelah mendapat saluran tenaga dalam dari Qi Le Ming, dia perlahan-lahan sadarkan diri.

"Pada saat aku mulai sadar Qi sedang bersama istrinya Yu Wen Lei (Jin Hu) berbincang-bincang, dan aku sengaja berpura-pura masih pingsan tak sadarkan diri, tapi aku tidak begitu jelas mengetahui apa yang di bicarakan oleh mereka .mereka berbicara dengan suara perlahan. Istri Yu Wen Lei tersebut, adalah Rase Emas ( Jin Hu ), kakak dari Rase Perak ( Yin Hu ), secara samar samar aku mendapat tahu dari percakapan mereka kalau yang menusukan jarum beracun kepadaku adalah Rase Emas bukan Rase Perak."

"Ketika Rase Emas memberikan padaku obat penawar racunnya, pada saat itu Qi le ming sudah tidak berada di sana. Rase Emas menyuruh anak buahnya memakai kereta kuda membawaku keluar dari kota, setelah aku makan obat penawarnya kira-kira setengah harian, aku kemudian berpura-pura seperti baru sadar, begitu aku bangun, kusir itu mengucapkan perkataan supaya aku turun dari kereta, dan menyuruhku pulang sendiri. Hmm....., Tidak terpikirkan olehmu, kejadiannya begitu sederhana bukan."

Chu Qing Song berkata.

"Kelihatannya seperti sederhana, tetapi sebenarnya tidak sesederhana itu, betul kan?"

Dia berhenti sejenak, kemudian menambahkan lagi.

"Kurasa Rase Emas tidak mungkin mau melepaskan kau begitu saja."

Zhuang Ying Nan berkata.

"Betul, Qi memang sepertinya menjanjikan suatu persyaratan kepada Rase Emas, makanya Rase Emas mau menawarkan racunnya dan melepaskan aku kembali."

Chu Qing Song berkata.

"apa isi kesepakatan Rase Emas itu ?' Zhuang Ying Nan berkata.

"Aku tidak tahu. Aku baru sadar sepenuhnya setelah melewati setengah dari pembicaraan mereka, pembicaraan di depannya, tidak jelas kedengarannya. Sepertinya Qi Le Ming menjanjikan dia untuk melakukan sesuatu pekerjaan untuknya, masalah pekerjaan apa adalah Rase Emas yang menentukannya, kupikir, pasti bukan sesuatu pekerjaan yang baik."

Chu Qing song berkata.

"Jika begitu dapat dikatakan, dia benarbenar baik kepadamu, tapi kau jangan pikir macam-macam, aku bukannya cemburu, aku hanya sedang berpikir, sifat dia begitu keras dan kasar, tapi demi kau, dia masih mau memohon pada orang lain, kejadian ini baginya mungkin sangat jarang terjadi betul tidak?"

Zhuang Ying Nan Berkata.

"Atau mungkin juga itu adalah kejadian yang pertama kali seumur hidupnya."

Melanjutkan perkataannya.

"Sebenarnya, dia bisa berbuat seperti ini, aku juga merasa ikut tanggung jawab."

"Kutahu, pada saat itu dia merasa tidak tahan oleh sikapmu yang dingin, maka dia meninggalkan rumah."

Zhuang Ying Nan berkata.

"Aku tahu kau tidak akan berpikir macam-macam, tetapi aku masih harus memberitahu kepada engkau satu lagi, aku hanya merasa kasihan padanya, sama sekali tidak menyesal berpisah dengannya.Waktu itu karena ayahku yang menitahkan aku untuk menikah dengannya, dan sebenarnya hal itu merupakan suatu kesalahan besar."

Chu Qing Song berkata.

"aku tidak akan berpikiran macammacam, aku juga ingin menanyakan satu lagi, kau sekarang tidak hanya kasihan saja padanya, juga mengkhawatirkan dia kan?"

Zhuang Ying Nan berkata.

"Betul, waktu itu dia disebabkan olehku makanya dia h arus meninggalkan rumah, dan disalah s angka o leh orang-orang, sampai-sampai kehilangan nama baiknya. Tapi dia juga yang berusaha supaya aku jangan sampai jatuh di tangan Rase Emas, juga masih mau memohon pada Rase Emas untuk menolongku , aku benar-benar jadi mengkhawatirkan-nya."

Perasaan hati Zhuang Ying Nan gelisah, tidak terasa berkata pula.

"Waktu berlalu dengan tidak terasa. Sekarang aku telah memiliki Kakak Song, jelas lebih beruntung dari padanya."

Juga berkata.

"Rase Perak Mu Juan Juan sebenarnya juga tidak begitu jahat, kalau saja mereka berdua bisa menjadi suami istri, itu sangat bagus. Hmm...untuk saat ini, lebih baik kita tidak mengungkit masa yang telah lalu, aku hanya bisa berharapkan untuk mempunyai seorang kakak laki-laki yang seperti dia. Hanya saja tidak tahu apakah kakak Song juga bisa menyetujuinya?"

Chu Qing Song bisa mengertikan perasaan sang istri,dia memegang tangan istrinya dan berkata.

"Aku memang jauh lebih beruntung dibandingkan dengan Qi Le Ming, saat ini engkau telah kembali ke sisiku, dendam lamaku kepadanya juga telah terhapuskan. Hmm...., berkata sejujurnya, kalau saja semuanya bisa melupakan kejadian masa I alu, aku malah merasa dia adalah seseorang yang sangat bisa dijadikan sebagai seorang teman."

Zhuang Ying Nan tiba-tiba berkata.

"Jika dia sedang mengalami malapetaka, apa kau bersedia menolongnya?"

Chu Qing Song berkata.

"Dia melukaiku juga menolongku, budi dan dendam menjadi impas. Dia mau membiarkan kau kembali ke sisiku, aku menjadi berhutang budi padanya. Aku telah mengatakan, aku bersedia menjadikan dia sebagai seorang teman, pasti juga bersedia menolongnya, tetapi, ilmu silatnya adalah nomor satu di dunia persilatan, juga lebih tinggi dariku, bagaimana bisa dia masih membutuhkan pertolonganku."

Pancaran mata Zhuang Ying Nan bersinar-sinar, dia berkata.

"Kau bisa berpikir begini, aku sudah sangat bahagia. Pendapatmu tidak dapat dikatakan begitu, kau tahu tidak, di mataku, kau jauh lebih unggul dibandingkan dengannya!"

Chu Qing Song berkata.

"Ohh..... apa kau betul-betul berpikir begitu?"

Zhuang Ying Nan berkata.

"Betul, yang aku maksud bukan ilmu silatnya. Ilmu silat dia biarpun lebih hebat dibandingkan denganmu, tetapi hatinya malah sangat lemah. Hmm..., tidak tahu kenapa, aku sepertinya punya firasat.., siapa tahu benar-benar ada suatu saat nanti dia membutuhkan pertolongan dari kita."

Chu Qing Song berkata.

"Kalau sampai benar-benar ada kejadian seperti itu, aku juga pasti tidak akan mengecewakanmu. Eii...., sepertinya ada orang yang datang, coba kau lihat siapa yang datang?"

Zhuang Ying Nan membuka pintu kamar, berkata.

"Tidak ada siapa-siapa!"

Perkataan belum habis, sudah terdengar suara langkah kaki, Zhuang Ying Nan tertawa berkata.

"Kakak Song, ternyata kau lebih hebat dibanding denganku, kesehatan badanmu belum sepenuhnya sembuh, tapi masih langsung bisa mendengar suara langkah langkah kaki orang dari kejauhan. Ketua Tang yang datang menengok kita orang."

Diikuti suara tertawanya Tang Huan Yuan berkata.

"Pendekar Chu, selamat atas kesembuhanmu yang begitu cepat. Aku tidak ada urusan apa-apa, aku hanya datang menengokmu."

Chu Qing Song merasa sedikit aneh, dalam hati berpikir.

"Sepertinya masih ada orang lain lagi, apa aku tidak salah dengar?"

Dia tidak salah dengar, memang ada seseorang lagi yang lain, orang ini malah sudah datang lebih dahulu.

Hanya saja karena orang ini datang dengan suara langkah kaki yang sangat ringan, waktu terakhir baru terdengar suaranya.

Orang ini bukan orang lain, melainkan anaknya sendiri Chu Tian Shu.

Chu Tian Shu juga bukannya sengaja menguping, hanya saja dia kebetulan mendengar ayah dan ibu tirinya sedang membicarakan mengenai Qi Le Ming, dia merasa tidak enak untuk masuk, tapi juga tidak bisa menahan rasa penasarannya, dia hanya bisa berdiam diri saja di luar.

Pada saat ini dia telah mengetahui isi hati ayah dan ibunya, di saat yang bersamaan kebetulan pula Tang Huan Yuan datang, dia tidak ingin ketahuan oleh orang tuanya, makanya dia pergi secara diam diam.

"Ayah juga percaya kepada Qi Le Ming, rasanya Qi juga tidak akan menganggap aku sebagai musuhnya. Apakah Qi sekomplotan dengan Ying Zhao Wang? Walaupun bukan bekerja untuk paman Tang, aku juga seharusnya menyelidiki sampai jelas. Tetapi, kalau sampai ketahuan ayah, ayah pasti akan mengkhawatirkan ku. Aku sudah tahu isi hati ayah kepada Qi Le. Ming, masalah ini biar aku saja yang pergi mewakilkan ayah ."

"Sebaiknya aku pergi jangan memberitahukan pada ayahnya , dia memutuskannya pergi, menuju alamat yang telah diberikan oleh Tang Huan Yuan.

---ooo0dw0ooo---Membuka Teka Teki Qi Shu Yu juga sedang mencari alamat yang diberikan oleh Mu Juan Juan dia juga pergi sendiri.

Pintu gerbang telah tertutup, dia agak takut gerak-geriknya ketahuan oleh penduduk di sekitar itu, begitu melihat di samping banguan ada gang yang sepi dan tidak ada orang, cepat-cepat dengan ilmu meringankan tubuhnya meloncat masuk ke dalam.

Dia dengan perasaan yang was was memasuki bangunan itu.

Dia telah mengetahui ilmu silat Shang Guan Fei Feng sangat tinggi, kalau ada orang yang memasuki tempatnya, seharusnya dia bisa merasakannya.

Oleh sebab itu Qi bersiap-siap, setiap saat Shang Guan Fei Feng bisa keluar.

Tapi dia juga masih ingin mencoba ilmu silatnya Shang Guan Fei Feng, setelah itu baru memberi tahukan maksud kedatangannya dan identitas dirinya kepada Shang Guan Fei Feng.

Tidak tahunya tidak ada orang yang menghalanginya di tempat itu.

Tempatnya remang-remang, tidak terasa dia merasa sedikit takut.

Dia memutuskan untuk mundur berbalik keluar lagi, tiba-tiba dia melihat pintu sebuah kamar tertulis 'pintu gelap'.

'Pintu Gelap' ini ternyata telah ada orang yang membukanya, dan agak tertutup, tetapi tertutupnya tidak rapat, makanya bisa kelihatan olehnya.

Tempat yang sepi, orang yang aneh, saat itu diketemukan yang satu hal lagi yaitu suasana yang angker, biarpun keberaniannya besar, tetapi dia ada juga merasa sedikit was was.

Tetapi ketakutannya tidak dapat menutupi rasa keingin tahuannya, dia berpikir.

"Kakak Jiang dan bibi Mu dua-duanya pernah berkata, nona Shang Guan berada di tempat ini, dan juga nona Shang Guan yang dapat menolongku. Kan tidak mungkin jika kakak Jiang dan bibi Mu menipuku?"

Dia membesarkan keberaniannya dengan bersemangat memasuki tempat itu.

Setelah memasuki sebuah kamar, dia merasa khawatir untuk masuk lebih kedalam, tapi tiba-tiba dia menemukan ada dua orang yang terbaring di bawah lantai.

Dia sangat terkejut, dia tidak mengetahui apakah orang tersebut masih hidup atau sudah mati.

Setelah memeriksa lebih jelas, dia juga menyadari salah satu di antara orang tersebut kakinya terluka, dan ditubuhnya ada tergeletak sebatang tongkat.

Dia teringat perkataan paman Ding mengenai orang hebat di dunia persilatan, diantaranya ada yang bernama Li Li Hong, yang juga mempunyai julukan 'Tongkat Li'.

"Aii....., bukankah itu tongkat Li?"

Tidak terasa dia mengeluarkan suaranya.

Tongkat Li adalah orang yang terkenal di dunia persilatan, kalau begitu orang yang satunya lagi pun rasanya pesilat yang tangguh juga.

Suasana tempat itu pada dasarnya juga telah membuat orang gemetar, ditambah lagi dengan adanya dua orang pesilat tangguh yang terbaring di lantai dan tidak diketahui hidup atau matinya, biarpun Qi Shu Yu mempunyai keberanian yang sangat besar juga tetap saja membuatnya merinding ketakutan.

"Apakah di sini ada orang yang hidup?"

Dia memberanikan diri membuka suara. Saat itu seperti ada gemercik api, dan kemudian padam. Di saat yang bersamaan, tiba-tiba terdengar ada suara orang berkata.

"Tentu saja ada, termasuk aku semuanya masih ada dua orang lagi !"

Qi Shu Yu segera mengeluarkan pedangnya dan bersiaga, kemudian dia membalikkan tubuhnya.

Samar samar ada bayangan hitam yang berdiri tidak bergeming.

Setelah dia lebih meneliti lagi, tiba-tiba merasakan suara orang ini sangat dikenalnya,dia berpikir sejenak, lalu berkata.

"Apakah itu Kakak Chu?"

Sinar api muncul kembali, orang tersebut menyalakan lentera yang berada di dalam ruangan tersebut. Setelah melihat dengan jelas, tidak salah, orang itu ternyata adalah Chu Tian Shu.

"Hei....., kamu jahat sekali, aku sampai terkejut melihat dua orang yang tidak tahu hidup atau mati ini, kau malahan masih bersembunyi di dalam kegelapan mengejutkanku!"

Qi Shu Yu berteriak.

"Aku bukannya sengaja mengejutkanmu."

Chu Tian Shu berkata.

"Aku juga baru datang belum lama, ketika kau masuk, aku juga takut di curigai."

"Kau sudah ketemu Shang Guan Fei Feng tidak?"

Tanya Qi Shu Yu , dia tidak ingin berkata banyak, maka dia langsung menanyakan mengenai Shang Guan Fei Feng. Chu Tian Shu tercengang.

"Shang Guan Fei Feng.., siapa itu Shang Guan Fei Feng?"

"Ooo......, kau tidak mengenal orang itu?"

"Tidak. Siapakah dia, apakah engkau ke tempat ini untuk mencari dia?"

Qi Shu Yu dengan tergesa-gesa, berkata.

"Sebentar, aku ingin mendengar dari mu dulu, kalau kau bukannya mencari Shang Guan Fei Feng, mau apa kau datang ke sini?"

Chu Tian Shu berkata.

"Apa kau kenal dua orang ini?"

Qi Shu Yu berkata.

"Aku hanya mengenal satu diantaranya yaitu 'tongkat Li\ tetapi yang dimaksud mengenalnya juga hanya menebaknya.

"Paman Ding memang pernah membicarakannya tentang orang itu padaku. Orang ini tampangnya agak mirip dengan orang yang pernah paman Ding ceritakan."

Chu Tian Shu berkata.

"Kalau orang yang satunya lagi aku malah mengenalnya, dia adalah pesilat Ying Zhao Wang. Aku justru datang untuk Ying Zhao Wang."

"Apa kau ada permusuhan dengan Ying?"

Qi Shu Yu bertanya. Chu Tian Shu berkata.

"Tidak ada."

"Kalau begitu mengapa kau mencari dia?"

Chu Tian Shu berkata.

"Karena identitasnya yang berbagai macam."

Qi Shu Yu berkata.

"Hah....., berbagai macam identitas? Identitas apa yang lainnya ?"

Chu Tian Shu berkata.

"salah satunya sebagai pegawai biasa di tempat Biao Zhen Yuan. Akhir-akhir ini ketua Tang merasakan gerak geriknya mencurigakan, maka dia sengaja menyuruhku untuk menyelidikinya."

Qi Shu Yu begitu mendengar dia baru datang dari Biao, tidak menghiraukan perkataan dia yang selanjutnya, langsung berkata.

"Masalah Ying Zhao Wang aku tidak ingin tahu lebih banyak lagi, sekarang aku hanya ingin tahu satu hal, apakah kakak Wei pernah pergi ke Biao?"

Chu Tian Shu berkata.

"Rasanya tidak! Siapa yang memberi tahumu kalau dia akan pergi ke sana?"

Qi Shu Yu yang sangat kecewa, tidak menjawab pertanyaannya. Dengan suara yang tidak bersemangat berkata.

"Kenapa kedua orang ini ?"

Chu Tian Shu berkata.

"Aku juga tidak tahu kejadiannya. Begitu aku datang keadaan mereka sudah begini. Kelihatannya mereka telah diracuni oleh suatu wangi-wangian, yang dapat merengut nyawa."

Berkata sampai begitu, tiba-tiba dia merubah topik pembicaraannya, dia bertanya kepada Qi Shu Yu.

"Bagaimana keadaan ayahmu?"

"Untuk apa kau menanyakan ayahku?"

Chu Tian Shu berkata.

"Tidak kenapa-kcnapa. Aku ingin tahu, apa kau datang bersamanya atau tidak."

Qi Shu Yu berkata.

"Tadinya dia ingin ikut bersama, tetapi tidak jadi, dia sekarang sedang ada urusan yang lain."

"Apa masih berada di kediamannya di Gunung Bai Tuo?"

Qi Shu Yu terkejut berkata.

"Kau sudah mengetahuinya."

Chu Tian Shu berkata.

"Kurang lebih tahu sedikit."

Qi Shu Yu berkata.

"Mereka orang tua memang dari awal sudah tidak akur. Tetapi kau juga tidak usah khawatir, Dia sudah tidak akan membalas dendam lagi kepada keluargamu."

Chu Tian Shu berkata.

"Aku tahu. Aku juga menanyakan dia bukannya mengkhawatirkan dia akan datang untuk balas dendam. Kau boleh beritahu aku, dia pergi ke mana?"

Qi Shu Yu berkata.

"Ini, ini........"

Chu Tian Shu berkata.

"Apa kau tidak mau memberitahuku? Percaya atau tidak terserah padamu, aku hanya peduli kepadanya, tidak ada maksud lain."

Qi Shu Yu berkata.

"Terima kasih banyak. Tetapi aku hanya bisa beritahu, dia sekarang sudah ada tempat peristirahatan yang tenang, tidak usah kau mengkhawatirkannya."

Chu Tian Shu telah dapat menebak jawaban-nya, berkata.

"Dia bisa meninggalkan gunung itu adalah sesuatu yang bagus. Oh iya, sekarang giliranmu yang memberitahuku, siapakah Shang Guan Fei Feng yang kau bicarakan itu?"

"Aku juga tidak tahu siapa dia, Kakak Xue Jun yang menyuruhku ke sini mencarinya....."

Chu Tian Shu berkata.

"Ohh..., kau juga bertemu dengan Xue Jun."

Qi Shu Yu tertawa berkata.

"Adik seperguruanmu yang ini lumayan juga, waktu kejadian di LuoYang, engkau pemah can garagara dengan dia dan dia sampai cemburu dan ribut dengan kakak Wei."

Chu Tian Shu berkata.

"Kau anak yang benar-benar tidak memandang yang tua dan yang muda, berani-beraninya di depanku mengejek. Awas kau jangan berbicara sembarangan !!"

Qi Shu Yu berkata dengan nada guyon.

"Aii..yaa..., baiklah kakek tua Chu?"

Chu Tian Shu melihat Qi seperti tertawa tetapi tidak tertawa, kemudian katanya.

"Kau masih tidak mengerti juga?"

Qi Shu Yu diam sejenak, tidak lama kemudian juga tertawa.

"Kenapa kau ketawa ?"

"Aku merasa lucu."

"Ooh..., apa yang lucu?"

Qi Shu Yu berkata.

"Iya, tidakkah terpikiran olehmu scara tibatiba bisa menjadi kakakku. Apa masalah ini tidak lucu?"

Chu Tian Shu berkata.

"Kau merasa aku tidak cocok untuk menjadi kakakmu?"

Qi Shu Yu berkata.

"Aku memang mengharapkan untuk mempunyai seorang kakak, tetapi aku selalu merasa kau tidak seperti kakakku."

Chu Tian Shu berkata.

"Ooh....., kakak seperti apa yang kau harapkan di dalam hatimu itu ?"

Qi Shu Yu tidak berkata-kata, setengah bengong, dengan suara rendah berkata.

"Aku tidak tahu."

Sambil menghela nafas.

Pembicaraannya dengan Chu Tian Shu menjadikan dia terkenang akan Wei Tian Yuan, Wei Tianyuan dengannya sudah bermain bersama-sama sejak kecil, Wei selalu menganggap sebagai adik kecilnya.

Istilah 'kakak' dalam hatinya entah kakak yang bagaimana?

Mungkin adalah yang seperti Wei Tian Yuan begitu?

Tetapi, dia sebenarnya tidak mau sikap Wei Tian Yuan seperti itu, dia kecewa terhadap Wei Tian Yuan, itu dikarenakan Wei Tian Yuan menganggapnya sebagai adik kecilnya saja!

Bagaimana Chu Tian Shu bisa mengerti apa yang dia pikirkan, berkata.

"Aku cuman bercanda saja, kita orang tidak satu ayah juga tidak satu ibu, kenapa harus memikirkan kedudukan. Kalau kau tidak suka untuk menganggap sebagai kakak adik, aku memanggilmu nona Qi saja?"

Qi Shu Yu tertawa berkata.

"Panggilan itu juga terdengar sangat sungkan. Dalam kedudukannya kau adalah kakakku, tetapi juga tidak seperti kakakku, hm ... ini baru menyenangkan!"

Chu Tian Shu merasa bingung dan aneh lalu berkata.

"Menyenangkan?"

"Iya. Menjadi seorang kakak harus menyayangi dan melindungi adiknya, di saat aku ada permohonan aku akan memanggilmu kakak Chu, di mana tidak ada permintaan aku akan memanggilnya dengan sungkan kakak Chu, perbedaan yang sedikit dalam memanggil nadanya saja bisa membuatnya sangat berbeda, bukankah ini menyenangkan?"

Chu Tian Shu berkata.

"Kalau bersungkan-sungkan rasanya jadi serius, aku tidak ingin yang seperti begitu, juga tidak berani bertebal muka menjadi kakakmu, bagaimana baiknya?"

Awalnya dia sengaja berbicara dengan serius, lama-kelamaan tidak terasa ketawa juga. Chu Tian Shu berkata.

"Kita berbicara yang serius saja. Aku juga tidak mengetahui kejadian yang terjadi di tempat ini sebenarnya bagaimana, tetapi jika tidak menemukan nona Shang Guan, sepertinya tidak bisa berlama-lama lagi di tempat ini. Sebaiknya kita pulang saja."

"Pulang, pulang ke mana?"

Chu Tian Shu berkata.

"Ibumu kan berada di Zhen Yuan."

Qi Shu Yu tiba-tiba dengan suara rendah bertanya.

"Ibuku apakah baik tidak terhadapmu?"

"Walaupun dia adalah ibu tiriku, tapi terhadap aku tetap menganggap seperti anak kandungnya sendiri."

Berkata sampai disitu, dia juga dengan suaranya yang merendah bertanya.

"Adik Yu, kau tidak menyalahkan ibumu yang telah meninggalkanmu bukan?"

"Aku tidak menyalahkan dia. Dia punya hak. untuk mengejar kebahagiaannya."

"Percayalah padaku, ibumu adalah seorang ibu yang baik. Walaupun dia tidak pernah mengatakan isi hatinya kepadaku, tetapi aku tahu yang paling disesali dalam hatinya ialah dia merasa berat kehilanganmu. Apakah kau tidak ingin menemuinya?"

Qi Shu Yu berkata.

"Aku... aku tidak tahu. Haii....., sejak, aku mengetahui arti kehidupan, aku langsung berpikir, anak orang lain semuanya ada ibu yang menyayangi, tapi aku tidak, meski aku tahu ibuku masih hidup dan dalam keadaan sangat baik. dan aku mengetahui keberadaan dia, tapi aku malahan tidak tahu, tidak tahu.....harus berbuat bagaimana"

"Kau tidak tahu, tapi aku tahu!"

"Kau tahu apa?"

"Aku tahu kau sebenarnya merindukan ibumu, dengar perkataanku, pulanglah bersamaku."

Pada saat itu juga, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki. Qi Shu Yu berkata.

"Mungkin nona Shang Guan yang datang, kita tunggu sebentar baru bicara lagi."

Tidak disangka orang yang datang itu ternyata bukan seorang perempuan, setelah dia berkata, lalu terdengar suara seorang pria dengan ketawa sinis berkata.

"Pulang..., kalian masih berpikiran untuk pulang?"

Yang datang ternyata adalah Yu Wen Hao. Chu Tian Shu dengan lantang berkata.

"Siapa kau?"

Yu Wen Hao tidak menghiraukan perkataan Chu, dia sebaliknya melihat Qi Shu Yu langsung tertawa sinis berkata.

"Kukira kau sudah pulang bersama ayahmu, ternyata kau berkencan dan bersembunyi di sini bersama seorang bocah kecil. Hei....hei..... bocah kecil ini tidak tahu aku siapa, kau beritahu dia."

Chu Tian Shu dengan marah berkata.

"Enak saja kau bicara, aku adalah kakaknya!"

Yu Wen Hao ketawa sinis berkata.

"Kau adalah kakaknya? Aku beritahumu, aku ini baru adalah kakaknya."

Qi Shu Yu berkata.

"Sembarangan bicara, kau kakak siapa? Kau adalah seorang licik, seorang yang dilahirkan oleh perempuan jahat dari Gunung Bai Tuo yang licik!"

Yu Wen Hao dengan ketawanya yang aneh berkata.

"Kau tidak menganggap aku kakak terserah, menganggap aku sebagai tunanganmu juga boleh! Kau mau pulang hanya bisa pulang denganku! Kau sudah pasti akan menjadi milikku!"

Ternyata Qi Shu Yu sejak meninggalkan rumahnya, dia selalu dibuntuti, dan dibuntutinya sampai di tempat ini.

Ketika Qi Le Ming dan putrinya berpisah di tengah jalan, Yu Wen Hao berpikir macam-macam, dia menjadi berani berbuat seenaknya, dia mengira Qi Shu Yu bisa jatuh ke tangannya.

Walaupun dia melihat Li Li Hong (Li Li Hong adalah kaki tangan ayahnya yang paling pandai) bersama dengan Ying Zhao Wang terbaring di lantai, dia merasa sedikit terkejut , tetapi penemuan ini, juga tidak menghentikan dia untuk tidak berbuat seperti yang telah di rencanakannya.

Yang membuat dia merasa takut hanya Qi Le Ming seorang, Chu Tian Shu umurnya tidak jauh berbeda dengannya, dia bukan tidak mengenal Chu Tian Shu, sebenarnya dia tahu siapa Chu Tian Shu, 'putranya pendekar Yang Zhou', tapi dianggap remeh olehnya.

Saat itu, dia telah bersiap-siap bertarung dengan Chu Tian Shu.

Marah sekali Chu Tian Shu mendengarkan perkataan yang tidak senonoh itu, amarahnya serasa mau meledak, dalam marahnya yang tak tertahankan, dia berkata.

"Lihat serangan!"

Chu sudah menyerang. Yu Wen Hao juga berkata.

"Kau juga !"

Keduanya sudah mulai bergerak , maka segera terjadilah perkelahian yang seru.

Suatu ketika Yu Wen Hao mengebutkan lengan bajunya, secara samar samar terlihat ada selapis sinar lembut menyebar kearah Chu Thian Shu , Chu Tian Shu langsung merasa kabur penglihatan didepannya, hidung merasakan ada suatu sambaran angin disertai semacam bau wangi-wangian.

Chu Tian Shu langsung merasakan ada sesuatu yang tidak beres, cepat-cepat dia memutarkan penanya menjaga diri sambil menahan nafas.

Tetapi agak terlambat, dia telah mengisap sedikit bau wangi wangian tersebut.

Meskipun sedikit tapi akibatnya sangat fatal Dalam waktu yang singkat kepala Chu terasa berat dan terasa ingin tidur, Yu Wenhao segera berjalan ke hadapan Chu sambil berkata.

"Tidurlah!"

Tidak disangka Chu Tian Shu sama sekali tidak jatuh, dalam sempoyongan dia masih dapat melihat gerak gerik dari Yu Wen Hao.

Yu Wen Hao merasa penasaran segera mengerakan tangannya kembali, dengan segera terdengar bunyi 'sshhhiiiingg....', ,Chu dengan susah payah masih bisa mengeserkan badan nya kesamping mengelakan serangan dari Yu , serangan ini hanya dapat merobek pakaian luar dari Chu.

Dalam hati Yu Wen Hao berpikir.

"Tenaga dalam bocah ini ternyata boleh juga!"

Dia telah mengenal ilmu kepandaian Chu dan dapat mengelakan jurus pena Chu Tian Shu, tetapi dia tidak dapat mendesak Chu Tian Shu untuk mundur selangkah pun.

Qi Shu Yu melihat posisi Chu yang berbahaya.

Dia mencoba mengalihkan perhatian Yu, dia berteriak kepada Yu.

"Kau mau tahu tidak Si tongkat Li bagaimana matinya?" 'Tongkat Li' sebenarnya belum mati, tetapi Yu Wen Hao tidak mengetahuinya. Dia berpikir sejenak, dengan tawa sinis berkata.

"Memangnya bocah cilik ini yang membunuhnya? He....., he.....he, kalau memang dia mempunyai kepandaian membunuh 'tongkat Li', aku juga pasti kalah. Dan aku lebih-lebih harus membunuhnya untuk membalaskan dendam 'tongkat Li'!"

Dia telah mengetahui kekuatan Chu Tian Shu sudah tidak ada lagi, dalam hati dia berpikir biarpun Qi Shu Yu maju membantunya, dalam sepuluh jurus dia dapat mengalahkannya .

Dalam sepuluh jurus, tidak usah mengerakan tangan juga Chu Tian Shu akan roboh dengan sendirinya.

Dia tidak tahu dia juga telah membuat satu kesalahan lagi.

Tidak salah, memang Chu Tian Shu sudah tidak ada tenaga lagi, tetapi dia masih mempunyai daya tahan dan bisa nekat.

Yu Wen Hao segera menyadari Chu Tian Shu masih bisa mengeluarkan ilmunya, dia meningkatkan kewaspadaannya.

Dia segera mengeluarkan ilmu andalannya, sebuah jurus cengkraman yang dapat melumpuhkan otot lawan, jika saja dia bisa mengcengkram tangan Chu Tian Shu, maka tangan Chu Tian Shu akan menjadi cacat seumur hidupnya.

Tapi dia tak tahu bahwa Chu Tian Shu masih mempunyai sebuah senjata rahasia jarum, di saat di mana penerangan sedang meredup dan apinya menipis, Chu Tian Shu meloncat mengapungkan tubuhnya dan dalam keremangan cahaya dia telah melepaskan jarumnya dan mengenai tubuh Yu.

Yu Wen Hao sedikit meringis, dan memcoba berusaha kabur tapi akhirnya terjatuh pula.

Saat itu Qi Shu Yu telah mengeluarkan pedangnya, dia segera lari menuju Yu Wenhao, dan hendak menyerangnya.

Memang dalam mengadu kepandaian ilmu silat, kalah bertanding bukan akhir dari segalanya' hal ini adalah sebuah hal yang harus diingat oleh seseorang yang belajar ilmu silat, tetapi sayangnya Chu Tian Shu lupa akan hal ini, seperti apa yang dilakukan oleh Yu Wen Hao tadi, karena melakukan sedikit kesalahan kecil harus menerima akibatnya.

Sekarang Yu Wen Hao telah meracuni dirinya , dia berkata.

"Adik Yu, kau tidak usah turut campur, biar aku yang menyelesaikannya" . Perkataan belum habis, tiba-tiba terdengar suara keriutan dan Yu Wen Hao sudah berdiri lagi Ternyata ilmu silatnya Yu Wen Hao juga di luar dugaannya, walaupun tadi jarum Chu mengenai sasaran, tetapi tidak benar benar tepat pada jalan darahnya, sehingga hanya sebentaran saja dia lumpuh. Yu Wen Hao adalah anak laki-laki dari Rase Emas Mu Hao Hao, Senjata rahasia keluarga Mu di dunia saat ini adalah memduduki peringkat satu dan dua. Sekarang dia telah mengeluarkan senjata rahasia paling ampuh dari keluarga Mu, namanya "Tembakan Jarum Emas Beracun" . Segera dilepaskannya jarum beracun itu dengan uap beracunya menyebar berbentuk bunga. Senjata ini keampuhannya bisa melukai dan mempunyai daya bunuh yang sangat kuat, tadi dia takut mengeluarkan senjata rahasia jarumnya karena khawatir melukai Qi Shu Yu, makanya tidak digunakannya. Untungnya pedang Qi Shu Yu masih belum dimasukan kembali, dia berdiri di depan Chu Tian Shu, dengan menggunakan jurus 'angin puyuh' dia memutar pedangnya menghalau jarum-jarum yang datang. Bunyi ting....ting....terdengar, agak nyaring ke telinga, gemerlapan sinar menyebar ke mana-mana, percikan sinar berjatuhan bagaikan hujan! Chu Tian Shu juga ikut mengelak, dia bisa menghindarkan serangan jarum , hanya saja karena tadi dia telah mengisap sedikit uap beracun, dan sekarang dia juga mengisap uap beracun dari jarum yang di taburkan oleh Yu Wen Hao, uap beracun ini dengan uap yang tadi bercampur dalam dirinya, hal itu telah menguras kekuatan tenaga dalam yang dia miliki. Kakinya sudah tidak dapat berdiri dengan mantap, matanya terasa berat, sempoyongan seperti sebatang pohon ditiup angin dan akhirnya dia jatuh roboh tak sadarkan diri. Yu Wen Hao segera tertawa mengejek, lalu berdiri. Di saat dia hendak mengeluarkan perkataan-nya, tiba-tiba badannya terasa sedikit kaku, dia merasa seperti ada sebatang jarum yang menusuk ke dalam tubuhnya. Qi Shu Yu tertawa dingin berkata.

"Kau tahu tidak 'Tongkat Li' dan Ying Zhao Wang bagaimana matinya? Kuberitahu padamu, mereka mati terkenajarum beracunku!"

Yu Wen Hao merasa sangat terkejut dan berkata.

"Kau.....kau berani memakai jarum beracun menusuk ku?"

Qi Shu Yu tetawa terbahak-bahak berkata.

"Tebakanmu benar, jarumku kurasa sedikit lebih ganas dibandingkan dengan jarum beracunmu."

Jelas sekali apa yang dikatakan Qi Shu Yu adalah suatu kebohongan, tetapi Yu Wen Hao tidak berani beresiko untuk tidak percaya.

Jantungnya terasa berdetak lebih cepat, dia diam saja seperti yang sudah tahu, sambil menghela napas dia berkata.

"Pantas saja 'Tongkat Li' dan Ying Zhao Wang terbunuh di sini, itupun pasti garagara jarum beracun-mu! Aku benar-benar tak menyangka, dari awal seharusnya Aku sudah tahu penyebab kematian mereka, sayang aku kurang hati hati. Dalam hati dia berpikir"

Ilmu silat 'Tongkat Li' dan Ying Zhao Wang itu sangat tinggi, Qi Shu Yu kalau mau menundukkan mereka memang harus mengunakan bantuan jarum beracun baru bisa membunuh mereka, hal ini memang bisa saja terjadi.

Qi Shu Yu dengan dingin berkata.

"Kau hanya bisa hidup tidak lebih dari satu tiga perempat jam lagi, apakah kau sebelum mati masih mau mencoba membunuhku dahulu? Mau menggunakan pedang, atau senjata rahasia, aku siap melayaninya!"

Ketika Yu Wen Hao dan Chu Tian Shu bertanding, tadi, Qi secara diam diam telah membokongnya, dia tahu sambitan jarumnya tidak mengenanya dengan tepat pada jalan darahnya Yu, Tetapi dapat juga membuat sedikit luka, walaupun jarumnya tidak beracun, tapi Yu merasa tidak bertenaga untuk bertanding lagi.

Apalagi dia telah "mengetahui"

Kalau dia telah terkenajarum beracun.

Dia tahu juga bahwa bibi-nya Mu Juan Juan juga mempunyai keahlian mengenai racun jauh lebih hebat dibandingkan ibunya.

Tambah berpikir hatinya tambah menghayal yang tidak-tidak.

Jalan darahnya sudah terluka, dia juga merasa makin lama makin terasa kaku badannya, dia merasakannya itu seperti suatu gejala keracunan.

Yu merasa menyelamatkan diri dulu lebih penting, dengan tergesa-gesa dia segera melarikan diri, yang dia pikirkan adalah, bibi dan ibunya ahli menggunakan jarum beracun yang sama, biarpun jarum beracun bibinya lebih ganas sedikit, tetapi dengan memakai obat penawar buatan keluarganya, dia memperkirakan setidak-nya dia masih bisa mempertahankan nyawanya.

Setelah dia berada diluar, dengan rasa yang gemas baru dia berani berteriak.

"Kau jangan senang dulu, setelah pulang aku nanti akan membuat perhitungan lagi denganmu!" . Sebenarnya tidak usah menunggu sampai Yu kembali, Qi Shu Yu sendiri sekarang telah berada di ambang kematian-nya. Sebenarnya Qi Shu Yu lah yang benar-benar terkena jarum racun, dan jarum yang disambitkan kepada Yu Wen Hao sebenarnya tidak beracun, hanya jarum yang biasa-biasa saja. Dengan ajaran ilmu tenaga dalam yang diajarkan oleh keluarganya Qi masih dapat bertahan sementara, dia tidak ingin memperlihat-kan kepada Yu Wen Hao kalau dia telah terkena jarum racun, dan dia hanya dapat bertahan beberapa saat saja, begitu Yu Wen Hao pergi, dia segera menghembuskan nafasnya, dan racunnya pun segera menjalar keseluruh tubuhnya, dia hanya bisa bersuara.

"Kakak Chu, kau cepatlah kabur!"

Lalu diapun kemudian jatuh tidak sadarkan diri.

Chu Tian Shu bukan tidak bisa melarikan diri, melainkan memang dia sendiri sama sekali tidak dapat mendengar suara Qi Shu Y u.

Karena dia sendiri dari awal juga sudah tidak sadarkan diri.

Hanya saja dia sadarnya lebih cepat dari Qi Shu Yu.

Chu Juga tidak tahu sudah berapa lama tidak sadarkan diri.

Sepertinya masih berada di dalam mimpi saja, begitu dia membukakan matanya, dia langsung berteriak kaget, tidak jelas tempat apa yang ada di depan matanya itu, nyata atau hanya bayangan saja.

"Eii....., tempat apa ini, kenapa aku bisa berada di tempat ini? Adik Qi juga kenapa bisa berbaring di sisi ku?"

Dia melihat kesekitamya dia telah berada disuatu ruangan yang asing dan kotor , bukan hanya jendelanya saja yang sudah rusak, keadaan sekitar juga rasanya sangat jelek, dan acak-acakan.

Di pinggir-pinggir ruangan itu banyak sarang laba-laba, di atas meja semuanya penuh debu.

Itu merupakan sebuah bangunan yang sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak terurus, sama sekali tidak ada tanda tanda ada orang yang menempatinya.

"Masa benar aku sedang bermimpi?"

Dia sambil menggigit jari tangannya, tangan nya terasa sakit sekali, hal ini mem-buktikan dia bukan sedang bermimpi.

"Adik Qi, adik Qi!"

Dia memenggil di samping telinga Qi Shu Yu, tetapi Qi Shu Yu tetap saja tidak membuka matanya, tidak bangun.

Dia mencoba meraba denyut nadinya, denyut nadinya ternyata masih ada, tetapi sangat lemah.

Dia menjadi bingung (gb 29a).

"Kenapa bisa terjadi kejadian yang aneh begini? Tadi aku bukan berada di tempat ini ? Bukankah aku sedang berkelahi dengan orang? Kemana orang licik dari Gunung Bai Tuo itu?"

Dia segera menenangkan ingatan nya, dengan , perlahan-lahan mulailah dia bisa menjernihkan ingatannya.

Dia ingat sebelum dia tidak sadarkan diri, orang 'aneh' itu sedang mengeluarkan senjata rahasianya yang bisa mengeluarkan asap, saat itu Qi Shu Yu sedang menghadang orang itu.

Hanya itu yang bisa diketahuinya, dia sendiri telah mengisap hawa beracun dan pingsan.

Tetapi itu kejadian terjadi di kota, di sebuah bangunan tua, sedang sekarang tempat mereka terasa berada di sebuah pegunungan.

Entah berapa jauh Jarak dengan kota?

Juga siapa yang membawa mereka ke tempat ini?

Benaknya diselubungi dengan keanehan dan kebingungan, dia mencoba bangun dan memeriksa keadaan sekitarnya.

Untungnya masih ada tenaga untuk berjalan, tetapi juga terasa seperti baru sembuh dari suatu penyakit yang sangat berat, kakinya lemas, badan pun sangat lemah.

Tiba-tiba di atas meja dia melihat satu botol perak kecil, botol perak itu menindih sehelai kertas.

Di dalam botol ada sebutir pil obat berwarna hijau.

Dia segera mengambil dan membuka kertas tersebut, di atasnya terlihat dua baris tulisan yang miring-miring.

"Bi Ling Dan (Pik Ling Tan) ini tolong diberikan kepada nona Qi, obat ini bukan sebagai obat penawar racun, tetapi bisa mempertahankannya nyawanya dalam sepuluh hari. Jika mau menolong nyawanya harus menyalurkan tenaga dalam dengan membuka delapan urat nadinya."

Tidak ada tanda nama dalam surat itu Dia berdiam sejenak, menurut Dia.

"Mungkin yang memberi obat ini adalah Shang Guan Fei Feng?"

Tetapi setelah dipikir lebih teliti lagi , pertama-tama tulisannya itu bukan seperti tulisan seorang perempuan, kedua jika memang benar orang itu adalah Shang Guan Fei Feng, masa hanya memberikan obat itu lalu lepas tangan tidak mempedulikannya lagi?

Tetapi saat ini dia tidak bisa berpikir lebih banyak lagi, sebab yang harus dipikirkan saat ini adalah.

"Bi Ling Dan itu obat apakah, boleh tidak kalau diberikan kepada adik Qi?"

Dia bukannya takut kalau orang itu memcelakakan mereka.

Kalau dia mau m embunuh m ereka, a dalah s esuatu hal yang m udah, d i s aat m ereka sedang pingsan, sekali tusuk saja dengan pisau maka nyawa mereka berdua langsung melayang, kenapa harus membawa jauh-jauh dari kota, dan dibawa sampai sejauh ini, terus baru memakai obat yang palsu menipu mereka?

Tetapi, asal usul orang ini, dia sama sekali tidak tahu.

Racun yang kena pada Qi Shu Yu entah racun apa, dia juga tidak jelas.

Orang itu berkata Bi Ling Dan itu bukan obat penawarnya, apakah bisa menolong nyawa Qi Shu Yu?

Obat penawar racun memang sangat beraneka macam ragam.

Kalau saja orang itu tahu ilmu pengobatannya Cuma setengahsetengah, mungkin maksudnya menolong malahan menjadi kebalikannya?

Masih ada satu yang dipertanyakan dan tidak di mengerti, kenapa orang itu tidak langsung saja memberikannya kepada Qi Shu Yu, malahan menyuruh orang lain melakukannya?

Qi Shu Yu nafasnya mulai terlihat sesak, nadinya pun sangat lemah, kelihatannya setiap saat bisia mati.

Walaupun di dalam hatinya masih ada banyak yang tidak dipahaminya, apa boleh buat dia memberanikan diri memberikan obat Bi Ling Dan kepada Qi Shu Yu.

Dia dengan gelisah menunggu di sebelahnya, setelah melewati setengah harian, muka Qi Shu Yu mulai terlihat berwarna merah, nadinya juga terasa lebih normal.

Dia baru bernapas lega, seolah-olah terlepas dari tekanan sebongkah batu yang besar.

Qi Shu Yu akhirnya sadar juga.

Seperti Chu Tianshu tadi , begitu juga Qi Shu Yu tubuhnya seperti baru sembuh penyakit yang berat, walaupun telah sadar, tetapi satu jari pun tidak dapat digerakkannya.

Mulutpun masih sukar bisa berbicara.

Hanya dengan pandangan matanya , dia bisa melihat terhadap sekitarnya, ia juga merasa aneh seperti pada saat Chu Tian Shu baru sadarkan diri.

Chu Tian Shu tidak dapat menjelaskannya, hanya bisa memberitahu bahwa ada seseorang tidak tahu siapa y ang telah membawa mereka ke tempat ini.

Perlahan Qi Shu Yu mulai bisa berbicara, ucapan yang pertama diluar dari mulutnya diluar perkiraan Chu Tian Shu.

"Kakak Chu, kau ternyata masih hidup, aku benar-benar merasa lega."

Perkataan Qi yang pertama masih tidak begitu aneh, perkataan yang kedua yang terasa aneh, dia berkata.

"Aii....., kenapa aku masih belum mati?"

Chu Tian Shu terkejut, berkata.

"Kenapa kau bisa tahu bahwa kau akan mati?"

"Tentu saja aku tahu, karena sebelum aku pingsan, aku juga sudah terkena jarum racun Yu."

"Seseorang telah meninggalkan sebutir obat untukmu."

"Obat apa?"

"Namanya Bi Ling Dan."

Qi Shu Yu seperti kelihatan sedih tapi juga kelihatan senang berkata.

"Ohh....., ya kalau Bi Ling Dan berarti benar, yaa....., tidak benar, tidak benar, masih tidak benar!"

"Kenapa benar juga tidak benar?"

Qi Shu Yu berkata.

"Aku tahu kegunaan obat Bi Ling Dan, setahun lalu ketika kau terkena jarum racun di tempat keluarga Mu, ayahku membelikanmu obat, obat itu adalah Bi Ling Dan ini.

Bi Ling Dan ( Pik Ling Tan) terbuat dari sejenis bunga teratai dari pegunungan Tian Shan, bisa menghilangkan ratusan jenis racun, tetapi tidak bisa menjadi obat penawarnya racun keluarga Mu.

Kegunaannya hanya dapat menolong beberapa saat saja.

"Kiranya benar begitu"

Qi Shu Yu berkata.

"Satu butir Bi Ling Dan hanya bisa mengurangi sebagian kecil kadar racunnya , seharusnya aku belum boleh banyak berbicara, dengan meminum satu butir Bi Ling Dan, aku tidak bisa hidup lebih dari sepuluh hari."

Chu Tian Shu berkata.

"mungkin saja jarum racun yang mengenaimu itu, tidak separah jarum racun yang mengenai ku?"

Qi Shu Yu berkata.

"Kau tahu tidak, tahun lalu orang yang menyerangmu dengan jarum racun itu adalah Rase Emas juga?"

"Aku sudah mengetahuinya."

Qi Shu Yu berkata.

"Rase Emas itu adalah ibu dari si licik Yu Wen Hao, dia mau melukaiku mestinya juga menggunakan senjata yang sama, yaitu jarum beracun yang yang sama yang dipakai ketika dia melukaimu. Senjata jarum racun keluarga Mu itu, dari tahun ke tahun semakin bertambah lihai."

Chu Tian Shu tertawa keras berkata.

"Yah sekarang engkau terbukti bisa buka suara berkata-kata, kenapa harus memikirkan hal-hal yang lainnya."

Qi Shu Yu tiba-tiba bertanya.

"Kapan kau memberikan obat Bi Ling Dan itu padaku Chu Tian Shu berkata.

"Begitu aku sadar langsung aku berikan padamu"

"Apa kau tahu kau telah berapa lama pingsan?"

Chu Tian Shu berkata.

"Tidak tahu. Aku hanya tahu sebelum aku pingsan waktu itu adalah sore hari, waktu sadarkan diri bayangan matahari berada di sebelah barat. Jadi.. , paling sedikit ada sekitar satu harian ya?"

Qi Shu Yu berkata.

"Aaa....., kalau begitu berarti benar."

"Apanya lagi yang benar?"

Qi Shu Yu berkata.

"Jarum beracun keluarga Mu, sangat lihai dan tidak tertandingi. Kalau saja bukannya orang tersebut dari awalnya sudah memberikan aku sebutir Bi Ling Dan, aku pastinya tidak akan bisa hidup sampai saat sekarang ini. Dan juga aku jadi jelas teringat, ketika hari itu setelah kau terkena jarum beracun, ayah juga saat kau masih pingsan, telah memberikan engkau sebutir Bi Ling Dan, setelah melewati 12 jam-an, membelikanmu lagi sebutir Bi Ling Dan yang lainnya, setelah itu kau baru siuman. Kiranya orang itu telah memperhitungkannya pada saat kau siuman itu saatnya juga untuk memberikan obat satunya lagi padaku."

Chu Tian Shu tiba-tiba berkata.

"Adik Qi, terima kasih banyak."

Perkataan ini tiba-tiba terucapkan begitu saja, Qi Shu Yu menjadi bingung ,dia berkata.

"Terima kasih apa?"

Chu Tian Shu berkata.

"Kutahu, pada saat itu yang selalu melayaniku adalah dirimu, jadinya kau bisa tahu dengan begitu jelasnya. Dan sekarang kau telah terkenajarum racun yang sama, ak.., aku.....Aii..!!! Orang itu terlalu pelit, kenapa tidak memberimu dua butir lebih banyak obat Bi Ling Dan nya?"

Qi Shu Yu tertawa berkata.

"Kau pikir Bi Ling Dan itu mudah didapatnya, Bi Ling Dan itu terbuat dari tumbuhan teratai salju yang tumbuhnya di puncak pegunungan, enampuluh tahun sekali baru berbunga. Ayahku karena pernah sekali memberikan pertolongan yang sangat berarti kepada aliran Tian Shan, baru bisa mendapatkan hadiah tiga butir Bi Ling Dan tersebut."

Chu Tian Shu berkata.

"Sayangnya ketiga butir Bi Ling Dan ini telah diberikannya padaku."

Terpikir olehnya Qi Shu Yu telah dua kali menolong jiwanya, D ia s endirinya h anya b isa s ementara h idup s etelah sepuluh h ari kemudian diapun akan mati di depan matanya, perasaannya menjadi sangat sedih sekali.

Qi Shu Yu tiba-tiba tertawa melihatnya, dia berkata.

"Kakak Chu, jangan kau sedih begitu, ayo perlihafkanlah ketawamu ."

Chu Tian Shu berkata.

"Bagaimana sih kau ini , kok masih dapat tertawa."

Qi Shu Yu berkata.

"Aku memang benar-benar senang, kau mau tahu tidak alasannya."

Qi tidak menunggu jawaban dari Chu Tian Shu, meneruskan perkataannya.

"Karena akan ada suatu kebahagiaan."

"Kebahagiaan apa?"

Qi Shu Yu berkata.

"Kau sekarang masih hidup, bukankah ini suatu keberuntungan? Kukira kita berdua pasti sudah tidak dapat sembuh dari racun tersebut."

"Aku malah merasa kesal". Qi Shu Yu berkata.

"Perkataanku belum selesai, Kakak Chu, kau tidak beralasan untuk menolakku menikmati sisa hidup ini."

"Mengapa?"

Qi Shuyu berkata.

"Aku hanya dapat hidup sepuluh hari lagi, aku harus menghargai waktu sepuluh hari ini, betul tidak? Kalau aku berbuat seperti engkau terus bersusah hati, untuk apa dapat hidup lebih sepuluh hari lagi, lebih baik sekarang mati saja, bukannya jadi bisa mengurangi penderitaan ini?"

Chu Tian Shu memaksakan diri untuk tertawa , dia berkata.

"Perkataanmu benar, aku memang seharusnya membuatmu senang. Kau sekarang punya keinginan apa, katakanlah ."

Kalau aku bisa melakukannya pasti akan kulakukan."

Qi Shu Yu berkata.

"Keinginanku itu sangat banyak, aku ingin berada di bawah pohon rindang bermain petak umpet, aku ingin berada di puncak gunung salju membuat orang-orangan dari salju, aku ingin berdandan seperti setan untuk menakut-nakuti orangorang yang tak ku senangi Permainan-permainan ini menyenangkan, kakak Wei dulu tidak mau menemaniku bermain. Sayangnya sekarang aku hanya bisa berkata-kata saja, sekarang mau bergerak pun susah."

"Nanti setelah kau sembuh aku akan menemanimu bermain."

Qi Shu Yu berkata.

"Bagaimana masih bisa sembuh?... Tetapi biarpun tidak bisa dikerjakan dan hanya bisa dibicarakan keinginan itu juga telah merupakan suatu kesenangan. Paling tidak engkau tidak akan seperti kakak Wei yang tidak suka mendengarkan ocehankuyang aneh-aneh ini, dia mendengarkan saja tidak mau. Memang dia tidak pernah sampai memarahiku, tetapi aku melihat mukanya memperlihatkan kekesalannya ."

Chu Tian Shu berkata.

"Silahkan kau bicara saja, apapun yang kau katakan aku senang mendengar-kannya."

Qi Shu Yu berkata.

"He....., masih ada lagi alasan yang ketiga! Kau lihat, satu jariku telah bisa digerakkan, sebentar lagi dua jariku juga akan bisa digerakkan."

Chu Tian Shu berkata.

"Kalau begitu ini pasti dikarenakan obat itu yang pelan-pelan mulai terlihat kemanjurannya, siapa tahu engkau besok bisa berjalan."

Qi Shu Yu berkata.

"Aii..., tidak ada gunanya. Besok, aku palingpaling hanya bisa menggerakkan lima jari saja, atau lusa bisa mengangkat satu tangan saja. Aku mau seperti orang yang normal bisa berjalan, tapi ah.atu pasti tidak mungkin."

"Bagaimana kau bisa tahu?"

Qi Shu Yu berkata.

"Tentu aku tahu.

Waktu kau terkena jarum racun, dari mulai pingsan sampai meninggalkan rumahku, Aku terus selalu berada di sampingmu melayanimu .Bagaimana sembuhnya, setiap perubahannya aku masih mengingatnya.

Kau tahu tidak, ketika kau memakan tiga butir Bi Ling Dan, kakek juga menyalurkan tenaga dalamnya untuk membukakan kedelapan urat nadimu, dengan menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuhmu, setelah enam hari engkau baru dapat berjalan."

Sesudah berkata sampai segitu, Qi menghela nafas sambil berkata.

"Satu butir Bi Ling Dan, paling banyak bisa bertahan sepuluh hari , orang itu tidak salah berkata. Biarpun aku bisa berjalan satu dua langkah, tetapi akhirnya juga tetap saja tidak bisa hidup lebih dari sepuluh hari."

"Kau tidak akan mati!"

Qi Shu Yu tertawa meringis berkata.

"Kau tidak usah menghiburku, aku hanya berharap kau bisa menemaniku di sini selama tiga hari saja , kita bisa ngobrol ngobrol menceritakan pengalaman yang menyenangkan."

"Aku bukannya sembarangan menghiburmu, waktu aku terkena jaurm beracun, tapi tidak mati, kali ini juga kau tidak akan mati. Karena jarum beracun keluarga Mu, bukannya tidak ada orang yang dapat menyembuhkannya."

Qi Shu Yu berkata.

"Tidak salah, memang ada orang yang bisa menyembuhkannya.

Di bawah kolong langit ini juga mungkin hanya satu orang saja yang bisa, yaitu kakekku.

Tetapi jarak rumahku dari sini sangat jauh sekali, kalau pun engkau misalnya orang yang sehat dapat berjalan, dan juga kondisimu telah kembali seperti awalnya, kau juga pasti tidak dapat dalam sepuluh hari, mengantarku pulang ke rumah.

"Kau salah, masih ada satu orang lagi yang bisa mengobatimu."

"Siapa?"

"Apa kau melupakan ayahmu sendiri? Ilmu silat ayahmu sekarang ini sudah setaraf dengan para jago tua jaman dahulu, kalau saja bisa mencari dia, mungkin bisa lebih cepat membukakan kedelapan urat nadimu ."

Qi Shu Yu berkata.

"Kau tidak akan bisa mencari dia."

"Memangnya dia pergi ke mana, kau cepat beritahu! Jika aku tidak dapat menemukannya, tetapi aku juga bisa menitipkan kepada orang lain untuk mencarikannya!"

Qi Shu Yu seperti sedikit tergugah hatinya, dengan raut wajahnya agak cerah, tetapi dia tetap tidak membuka mulutnya. Chu Tian Shu berkata.

"Aii....., engkau dengan aku sekarang sudah menjadi adik dengan kakak, apa masih ada yang ingin kau rahasiakan lagi?"

Qi Shu Yu berkata.

"Aku benar-benar tidak tahu dia telah pergi ke mana, aku hanya tahu dia telah pergi dengan bibi Mu. Dan juga ilmu silatnya sekarang telah dimusnahkan oleh bibi Mu dengan racun melumpuhkan tulangnya itu."

Chu Tian Shu berkata.

"Racun melumpuhkan tulang jika diberikan obat penawarnya, maka akan kembali sembuh, jika mereka masih berada di dalam kota, itu bagus!"

Aii....., mereka mana tahu, bahwa tulang Qi Le Ming bukan hanya dilumpuhkan saja yang untuk sementara waktu kehilangkan tenaga dalamnya, tetapi juga telah dihancurkan tulang bahunya oleh Mu Juan Juan, ilmu silat dan tenaga dalamnya untuk selamanya sudah tidak dapat disembuhkan kembali.

Chu Tian Shu masih memikirkan untuk mencari Qi Le Ming.

Qi Shu Yu berkata.

"Bibi Mu itu menginginkan bersama dia pergi ke daerah pegunungan, kemungkinan tidak berada di dalam kota."

Chu Tian Shu berkata.

"Belum tentu juga, soalnya kakak Wei mu juga sedang mencarinya untuk meminta pertolongan."

Qi Shu Yu berkata.

"Menurut kakak Jiang, kakak Wei sudah dibantu oleh nona Shang Guan ."

Chu Tian Shu berkata.

"Masa dia bisa begitu percayanya kepada seorang wanita yang belum dikenalnya? Kakak Wei mu adalah keponakannya, aku rasa dia tidak mungkin tidak mempedulikannya begitu saja."

Qi Shu Yu perasaannya masih belum mengerti, dia berkata.

"Kalau dia ada di dalam kota, terus mengapa?"

Chu Tian Shu berkata.

"Aku akan meminta bantuan kepada ketua Tang dari Biao Zhen Yuan untuk mencari cara untuk menemukannya. Dia di kota ini kenal semua orang, dia pasti punya cara. Aaa....., betul, aku masih mau memberitahumu satu hal lagi, menurut ketua Tang, dia mendengar Ying Zhao Wang ada berkata membicarakan mengenai ayahmu di suatu bangunan tua, makanya Tang menyuruhku untuk mencari tahu tentang masalah yang satu ini. Tidak salah, walaupun di bangunan tua itu tidak menemukan ayahmu, tetapi kalau dipikirkan lagi, ayahmu kelihatannya masih berada di dalam kota."

Qi Shu Yu berkata.

"Kau jangan berpikir yang macam-macam, coba dipikirkan lagi, engkau sekarang ini juga seperti orang biasa yang tidak dapat berjalan cepat, dan juga bagaimana harus bersama-samaku berjalan ke Biao Zhen Yuan?"

Tidak salah, Chu Tian Shu tidak dapat membiarkan Qi Shu Yu berjalan sendiri menuruni pegunungan, dan sekarang, dia juga masih belum mempunyai tenaga untuk menggendong seseorang menuruni pegunungan.

Chu Tian Shu berkata.

"Engkau barusan mengapa berkata hanya mengharapkan aku tiga hari di sini menemanimu?"

Qi Shu Yu berkata.

"Tiga hari kemudian, kurasa kau sudah dapat berjalan sendiri menuruni pegunungan . Saat kau meninggalkan Biao Zhen Yuan, ketua Tang juga mungkin sedang khawatir menantikan kau pulang. Dan juga, seseorang ketika dia mati pasti mukanya sangat jelek sekali, aku juga tidak menginginkanmu berada di sampingku, melihat kematianku."

"Kau salah."

"Apanya yang salah?"

"Pertama, aku tidak memerlukan tiga hari untuk dapat menuruni gunung; Kedua, di bawah langit ini bukan hanya ada dua orang saja yang dapat menggunakan tenaga dalamnya untuk menghilangkan racunmu, masih ada setengah orang."

Perkataan yang aneh, Qi Shu Yu berpikir dan berpikir, bertanya.

"Apa itu setengah orang? Siapa yang dimaksud orang yang setengah itu?"

"Setengah orang ini ya aku."

Qi Shu Yu dengan perlahan berkata.

"Ooh....., kau?"

Rasanya tidak berani mempercayainya. Chu Tian Shu berkata.

"Walaupun tenaga dalamku memang masih jauh dibandingkan kakekmu, tetapi cara untuk membukakan kedelapan urat nadi, aku masih mengerti. Para leluhur kami pernah berkata bahwa kami keluarga Chu masih mempunyai ilmu simpanan tenaga dalam yang baik dan berguna."

Mata Qi Shu Yu memancarkan sedikit sinar dan berkata.

"Tidak salah, kalian keluarga Chu adalah yang nomor satu dalam ilmu totok, terhadap pengetahuan nadi juga pasti bisa mengerti dengan sendirinya. Tetapi, untuk membukakan urat nadi, dengan hanya mengandalkan tenaga dalam saja itu tidak cukup, dan juga tenaga dalammu belum seluruhnya kembali normal, biarpun telah pulih sebagian saja, aku juga tidak dapat menyuruhmu menyalurkan tenaga dalammu."

Chu Tian Shu berkata.

"Siapa bilang tenaga dalam ku belum pulih kembali, kau lihat......."

Sambil berkata demikian Chu memainkan jurusnya didepan Qi, sehinga membuat Qi Shu Yu merasakan ada angin keras yang bertiup kemukanya.

"Kau lihat, paling sedikit sekarang sudah pulih tiga bagian kan?"

Qi Shu Yu merasa heran juga senang, dia berkata.

"Tidak disangka pulihmu secepat ini, kurasa kau mungkin tidak terkena jarum beracun, tetapi kau hanya menghirup hawa beracun saja, rasanya besok sudah bisa kembali bergerak seperti semula. Tidak kusangka kau telah bisa pulih secepat itu. Tetapi......"

Chu Tian Shu berkata.

"Tidak ada tapi-tapian. Hari ini aku telah pulih tiga bagian.....besok mungkin telah dapat pulih tujuh bagian, mungkin saja lusa aku telah dapat pulih seluruhnya, kurasa pasti ketika aku tidak sadarkan diri, orang tersebut juga memberikan obat penawarnya. Dengan pulihnya tujuh bagian tenaga dalamku, aku bisa dapat membukakan saluran urat nadimu ."

"Ilmu silatku memang tidak sebanding dengan kakekmu, mungkin juga tidak dapat memakai tenaga dalam untuk menghilangkan seluruh luka racunmu, tetapi paling tidak dapat memperpanjang nyawamu. Dengan begini, kita juga mempunyai waktu yang cukup untuk pergi mencari kakekmu."

"Melancarkan saluran urat nadi sangat memeras tenaga dalam. Jika kau menolong ku, itu dapat mengundurkan waktu kepulihanmu."

Chu Tian Shu dengan gemas berkata.

"Kita orang telah merupakan satu keluarga, masa kau masih berkata seperti itu. Nyawaku juga adalah kau dan kakekmu yang menolongnya, mengeluarkan sedikit tenaga dalam saja tidak usah menjadi hitungan?"

Qi Shu Yu tiba-tiba tertawa berkata.

"Kau lapar tidak?"

Chu Tian Shu tertawa berkata.

"Kalau tidak mengatakannya tidak terasa apa-apa, sekali kau menyinggungnya memang terasa sedikit lapar."

"Aaa......benar....., kau juga pasti merasakan lapar, betul tidak? Kita orang mungkin juga sudah satu harian tidak makan apa-apa. Engkau bisa merasakan lapar itu hal yang baik."

Qi Shu Yu berkata.

"Aku sebaliknya masih belum merasakan lapar, hanya saja merasa sedikit haus."

"Baiklah, kalau begitu kau istirahat dulu sebentar, aku keluar mencari makanan dan minuman."

Dia berjalan keluar menelusuri lorong yang sudah tua.

Sampai diluar langit sudah bersinar terang.

Chu Tian Shu menghirup dalam-dalam udara segar dan menyambut sinar terang.

Meskipun masih belum sehat sepenuhnya, begitu berjalan, sudah seperti orang yang sehat saja.

Di jalan pegunungan, dia menyadari ada bekas kendaraan lewat.

"Ouu....., ternyata orang itu memakai kereta kuda membawa kita ke tempat ini. Hanya tidak tahu siapakah orang ini sebenarnya. Dia telah menolong kita, namanya pun tidak ditinggalkannya, tidak tahu apakah dia akan kembali lagi atau tidak?"

Di gunung ini hewan liar mungkin tak sedikit, secara tiba-tiba terlihat satu dua ekor kelinci liar yang sedang berlari, kesehatan dia baru pulih sebagian saja, untuk menangkap kelinci liar agak sulit juga, sesudah mecobanya dua kali tetapi masih gagal, akhirnya dia memutuskan untuk mencari mata air dulu.

Akhirnya dia menemukan air terjun, aimya mengalir dengan deras, ada pula ikan-ikannya.

Dia dengan senang berpikir.

"Kelinci liar tidak tertangkap, rasanya ikan segar pun boleh juga ."

Dia memotong kayu yang ujungnya runcing, dia ternyata dapat menusuk beberapa ekor ikan, dia memotong beberapa bambu, membuat corong dari bambu dan mengambil air pulang.

Sampai dibangunan tua terlihat Qi masih rebah "Aku hanya menangkap beberapa ekor ikan saja , hari-hari berikutnya, kemungkinan juga setiap hari bisa makan ikan,"

Chu Tian Shu berkata.

"Yah lumayan, aku memang paling suka makan ikan."

Qi Shu Yu berkata. Sebenarnya dia dari kecil bertumbuh di pegunungan, sangat sedikit kesempatan untuk makan ikan segar, ikan sama sekali tidak dapat dijadikan makanan 'favorit'nya.

"Kau sekarang merasa bagaimana?"

Chu Tian Shu bertanya.

"Baik, benar-benar baik. Kau lihat, aku sudah dapat menggerakkan jari yang ketiga."

Qi Shu Yu berkata sambil tertawa.

Chu Tian Shu menyalakan api memanggang ikan, setelah Qi Shu Yu memakan ikan panggangnya, tiba-tiba tampangnya berseri-seri, tapi terus mengernyitkan alis matanya.

Chu Tian Shu merasa bersalah berkata.

"Cara memanggang ikan aku tidak baik, lihat ikannya terpanggang gosong."

Qi Shu Yu berkata.

"Bukan, bukan kau yang memanggangnya tidak benar, ikan dibakar gosong malah menjadi lebih wangi."

"Kalau begitu kenapa kau mengernyitkan alismu?"

Qi Shu Yu mukanya menjadi merah, tiba-tiba "Aii....yaa...."

Berteriak.

"Aaii....yaa....., tidak baik, aku mau buang air besar!"

Chu Tian Shu berkata.

"Kita orang adalah adik dan kakak, tidak usah malu, mari saya antar."

Chu menggendongnya ke belakang diantara rumput-rumput,dan membiarkan dia 'mengeluarkannya' dengan bebas. Setelah selesai, Qi Shu Yu merasakan jauh lebih lega, dengan malu dii berkata.

"Kakak Chu, benar-benar tidak enak, kau harus menghirup menghirup......."

Chu Tian Shu tertawa berkata.

"karena makan ikan bakar, kau menjad sakit perut, aku juga tidak merasa bau. Engkau tenang saja beristirahat, dus hari lagi kita akan pulang ke kota pergi mencari ayahmu."

Dia tidak mempunyai prasangka, orang yang mau dia cari, Qi Le Ming ayahnya Qi Shu Yu, saat ini sedang berada dalam keadaan antara hidup atau mati.

Lima tetua aliran Wu sudah mengurung posisi Qi Le Ming dan Mi Juan Juan!

Qi Le Ming tetap kukuh tidak mau mengeluarkan pedangnya pemimpin dari 'lima tetua' Yu Zhen Zi berkata.

"Aku sudah hitung sampa tiga, Qi Le Ming jika kau masih menganggap remeh kepada kami, dar tidak mau mengeluarkan pedang, kau sendiri yang mencari mati!"

Yu Xu Zi tertawa sinis berkata.

"Kurasa dia mau berbuat licik.

Benar biasanya, kami lima tetua aliran Wu, tidak dapat membunuh orang dengar sembarangan.

Tetapi saat ini kami datang untuk membalaskan dendam, baiklah biarpun kau sedang meremehkan kami, atau sedang berpikiran licik kami semua pasti tetap akan membunuhmu!"

Qi Le Ming dengan datar-datar saja berkata.

"Mau bunuh ya., langsung bunuh saja, kenapa harus banyak bicara!"

Bagaimana mereka tahu, Qi Le Ming bukan sedang memandang enteng mereka, juga bukan sedang memikirkan hal licik untuk mengelak, tapi benar-benar tidak punya tenaga untuk mengeluarkan pedangnya.

"Satu.....dua.....tiga....!"

Yu Zhen Zi menghitung sampai 'tiga', Qi Le Ming masih tetap saja tidak mengeluarkan pedangnya. Yu Zhen Zi berkata.

"Mu Juan Juan, kuberi kepada-mu satu kesempatan terakhir. Masalah ini tidak ada hubungannya denganmu, jika kau sekarang mau pergi, masih keburu!"

Mu Juan Juan juga berkata.

"Aku juga berkata sekali lagi. Aku dengan dia akan sehidup semati. Kalian mau membunuh dia, silahkan bunuh aku dahulu!"

Yu Zhen Zi mengerutkan dahinya, berkata.

"Serbu!"

Yu Xu Zi dan pendekar yang paling muda Chong Ling segera menyerang, yang satu adalah disebabkan ada dendam dengan Qi Le Ming, yang satunya lagi adalah untuk membalaskan dendam gurunya kepada Qi Le Ming, begitu mereka mendengar pemimpin mereka memberikan aba-aba, segera mereka mulai menyerangnya.

Yu Xu Zi dalam urutan 'lima tetua' adalah yang paling kecil, tapi ilmu pedangnya malahan yang paling unggul, dengan jurus 'San Zhuan Fa Lun' (Tiga Jurus Roda Berputar) pedangnya berputar membuat lingkaran lingkaran seperti roda membuat Mu Juan Juan berada di bawah kurungan pedangnya .

Jurusnya bukan untuk membunuh nyawanya Mu Juan Juan, tetapi untuk mencegah Mu menggunakan racunnya.

Sinar pedang rapat sekali bergulunggulung, angin atau hujan pun seolah-olah tidak dapat menembusnya, sudah tentu senjata rahasia apapun juga tentunya tidak akan dapat menembus masuk, begitupun asap beracun dari Mu, juga dapat dihadang oleh gulungan sinar pedangnya .

Dengan waktu yang bersamaan, Chong Ling dengan jurus 'Yun Hui San Wu', (Awan Panji Menari Tiga Kali) sinar pedangnya berkelebat tipis seperti awan bergerak gerak membentuk seperti bunga dengan tiga kuntumnya, menghadang tubuh Qi Le Ming, dia adalah wakil dari gurunya yang telah mati Yu Ding Zhen, ilmu silat dan tenaga dalamnya lebih lemah, tetapi demi membalaskan dendam, jurus pedangnya malah terlihat sangat ganas.

Dia berbesar hati karena ada Yu Xu Zi disampingnya yang menjaga, jadinya juga tidak takut dengan racunnya Mu Juan Juan.

---ooo0dw0ooo---Tawa Dingin Seorang Wanita Ketika Qi Le Ming hampir dilukai oleh pedang-nya, tiba-tiba terdengar jelas ada sebuah suara tawa dingin yang berkata.

"Lima tetua aliran Wu Dan g, benar sangat memalukan!"

Yu tidak menghiraukan suara tawa itu.

dia dengan marahnya telah menghunus keluar pedangnya dan menusuk ke tubuh Qi Le Ming.

Diantara suara tawa dingin, di tepi danau di bawah pohon rindang, tiba-tiba keluar seorang wanita, Posisi Qi Le Ming berdiri dengan jaraknya pohon rindang itu tidak lebih dari sepuluh langkah, tetapi siapa pun tidak menyangka gerakan perempuan itu begitu cepat datangnya.

Kenyataannya adalah suara belum suara terdengar habis orang sudah tiba, entah dengan bagaimana cara dia menggunakan pedangnya, Chong Ling tidak bisa melihatnya, tiba-tiba hanya dia merasa bayangan pedang tajam perempuan itu telah berada dekat sekali di tenggorokannya.

Di saat krisis seperti itu , secara reflek dia melindungi dirinya terlebih dahulu, sesuatu hal yang terjadi otomatis, biarpun Chong Ling dapat menggerakan pedang panjangnya mengambil nyawa Qi Le Ming, tapi di saat genting ini, terpaksa harus menarik kembali pedangnya melindungi dirinya Hanya terdengar suara 'Taaang...' keras sekali, ketika dua pedang bertemu, pedang panjang Chong Ling temyata sudah jatuh tergeletak di tanah.

Dia merasa serangan dari perempuan muda itu, sangat bertenaga makanya pedang panjangnya pun terjatuh, dia tadi memang terburu-buru sehingga belum bisa mengerahkan tenaganya sepenuhnya.

Serangan perempuan muda itu sangat cepat, belum berhenti sampai disitu, bersamaan ketika Chong Ling sedang tertahan, pedang bundar Yu Xu Zi juga telah tertahan oleh perempuan itu.

Kepandaian Yu Xu Zi memang lebih tinggi dibandingkan Chong Ling, dia hanya mundur selangkah, perempuan muda itu memuji dan berkata.

"Bagus, ilmu pedangmu, jaman sekarang kira-kira bisa menduduki diurutan sepuluh terbaik!"

Sesudah berkata begini, pedang perempuan muda ini sudah mengarah kepada urutan yang keempat diantara 'lima tetua', Yu Dong Zi.

Yu Xu Zi terdesak mundur lagi enam tujuh langkah, biarpun tidak terluka oleh pedang perempuan muda itu, mukanya menjadi merah karena malu.

Kata-kata pujian perempuan muda itu sebenarnya hanya untuk membesar-besarkan saja, tetapi dalam keadaan yang begini, malahan seperti menjadi suatu sindiran.

Yu Dong Zi melihat Yu Xu Zi mendapat kekalahan yang tragis, dia tidak berani melawan gadis muda itu.

Dia segera mundur, Gadis muda itu sepertinya takut dia melukai Qi Le Ming, melihat dia sudah mundur, gadis itu juga menghentikan serangannya.

Sebelum berdiri mantap, perempuan itu sudah melewati Yu Dong Zi, dan tiba-tiba pedangnya sudah menghadang didepan pendekar nomor dua Yu Xuan Zi.

Yu Xuan Zi berkata.

"Nona muda kau sangat berani!"

Dan dia pun segera memainkan pedangnya.

Gadis muda tertawa dingin, dia segera memainkan tiga jurus pedangnya yang sangat menakjubkan .

Yu Xuan Zi juga tidak mau terlihat lemah, dia maju menyerang.

Tidak disangka dia hanya menyerang tempat kosong, dia hanya menghantam angin, dia merasa terkejut, entah dengan ilmu silat apa gadis muda itu tibatiba telah berada di belakangnya.

Yu Xuan Zi sekarang tidak dapat menganggap remeh lawannya yang masih muda itu, dengan bersusah payah dia mencoba mengendalikan situasi, dan beberapa saat kemudian akhirnya dia baru bisa berdiri mantap kembali.

Gadis muda itu telah berhasil mendesak mundur Yu Xuan Zi, terdengar ada suara datar berkata.

"Ilmu pedang nona bagus sekali, terimakasih atas pengajaran nona yang hebat !"

Suara itu mengandung tenaga dalam, terdengar seperti di dekat kupingnya , ketika gadis itu begitu membalikkan badan, terlihat seseorang yang beralis putih Yu Zhen Zi sudah berdiri dekat dihadapannya.

Muka gadis muda itupun menjadi merah mukanya, dalam hatinya berpikir.

"Kalau saja si tua ini tiba-tiba menyerang, aku pasti susah menghindarkan diri."

Yu Zhen Zi menjulurkan pedangnya, dan menyerang.

Dengan Ilmu pedangnya yang hebat, dia merasa yakin dapat mengalahkan gadis itu , setelah bergebrak sepuluh jurus Yu akhirnya berhasil dengan tenaga dalamnya menempelkan pedangnya dengan pedang lawan, sukar gadis itu untuk melepaskan pedangnya meskipun sudah mengerahkan tenaga dalamnya , Yu Zhen Zi berkata.

"Nona, kau istirahatlah !"

Yu Zhen Zi tidak ingin melukainya terhadap orang-orang yang tidak ada kaitannya, maka dia berkata begitu, yang dimaksud dengan 'istirahat' di sini ialah ingin agar gadis muda itu berhenti dan mengakui kekalahannya.

Tidak disangka gadis muda itu malah tidak menerima belas kasihannya, terdengar suara tawanya.

"Ketua tua, kalian tidak mau berhenti, bagaimana aku bisa berhenti?" . Di tengah-tengah suara tawanya, tiba-tiba dia menghentakan tenaga dalamnya dan pedangnya akhirnya terlepas juga. Yu Zhen Zi khawatir dia terus ngotot, dan menyerang kembali. Gadis muda itu seperti kehabisan tenaga, kalau diserang lagi mungkin dia sudah tidak dapat menangkis lagi. Yu Zhen Zi mencoba memikirkan sebuah siasat, dia ingin mencoba menggunakan pedangnya untuk melukai kaki gadis tersebut, tetapi tidak benarbenar sampai melumpuhkan kakinya . Tetapi siasat Yu Zhen Zi meleset dari perhitungan. Ketika Yu menyerang kaki gadis tersebut Hanya terdengar suara 'Ting', terlihat sedikit percikan-percikan api. Gadis muda yang seperti kehabisan tenaga itu, ternyata masih bisa untuk menghindarkan diri dengan meloncat dan menjungkir balikan tubuh dengan kepala di bawah dan kaki di atas, menyabetkan pedangnya sehingga terjadi bentrokan yang cukup keras dengan pedangnya Yu Zhen Zi. Karena mengangap gadis tersebut sudah lemah, Yu Zhen Zi terlalu memandang enteng lawannya, dia tidak mengerahkan tenaga sepenuhnya, tenaga pun jadi berkurang. Bentroknya kedua pedang, membuat gadis muda itu menggunakan kesempatan mengunakan tangan kirinya mengerahkan tenaga yang ada untuk mendorong, Yu Zhenzi terdorong dan kebetulan terdorong tepat ke depan Qi Le Ming. Kedua jurus gadis muda ini, baik jurus pedangnya dengan jurus menjungkir balikan tubuhnya merupakan suatu jurus yang langka, orang seperti Yu Zhen Zi saja yang telah berpengalaman puluhan tahun dalam dunia persilatan, belum pernah melihat jurus seperti ini, kakalahannya akan menjadi suatu berita yang mengemparkan! Dalam hati dia berpikir.

"Kedua jurus ini, dibanding dengan jurus jurusnya Qi Le Ming, mungkin juga tak akan kalah bagusnya, sebenarnya siapakah dia?"

Gadis muda itu, telah mengalahkan salah satu diantara lima tetua aliran Wu yang paling hebat Yu Xu Zi, saat ini Yu juga sedang termenung.

Dia sedang bersandar di sebuah pohon rindang yang berada di tepian danau, di wajahnya terlihat warna keheranannya, dia seperti sedang memikirkan sesuatu.

Yu Xuan Zi sesudah berdiri tetap, melihat mimik wajah Yu Xu Zi, segera dia berteriak katanya.

"Adik kelima, kau kenapa? Cepat kemari perlihatkanlah kehebatanmu!"

Yang anehnya, Yu Xu Zi terhadap teriakannya itu sama sekali tidak menghiraukannnya, seperti tidak mendengarkan suara apapun!

Yu Xuan Zi mengkhawatirkan adik seperguruan, dia juga tidak dapat seorang diri menangani gadis itu, mau tidak mau dia yang lari duluan ke sana.

Yu Zhen Zi berkata.

"Adik, jangan bertindak sembrono!"dia membalikan badannya kepada gadis muda itu berkata.

"Nona, numpang tanya kau apanya Qi Le Ming?"

Qi Le Ming mempunyai seorang anak perempuan, dia tahu hal itu.

Qi Le Ming punya ayah Qi Yan Ran belakangan ini telah menciptakan sebuah jurus pedang yang baru, dia mengetahuinya.

Dia mencurigai bahwa perempuan ini adalah cucu-nya Qi Yan Ran.

Tidak disangka gadis muda itu menjawab seperti ini.

"Bukan saudara bukan musuh. Aku dan tuan Qi hanya baru kemarin saja saling kenal."

Yu Zhen Zi berkata.

"Masa engkau hanya kebetulan saja lewat ?"

Gadis muda itu berkata.

"Bukan begitu, aku sengaja datang kesini untuk meleraikan kalian dua aliran yang punya permusuhan."

Yu Xuan Zi tertawa dingin berkata.

"Kau adalah apa......"

Baru berkata, setengah lantas langsung di pelototi oleh kakak seperguruannya. Kemudian Yu Zhen Zi berkata.

"Adik, biarlah gadis muda ini untuk berbicara terlebih dulu."

Gadis muda itu berkata.

"Kalian kira-kira ingin mengatakan aku ini orang apa, yang cocok untuk dijadikan penengah, kan?"

Yu Zhen Zi berkata.

"Tidak ada pemikiran seperti ini. Malahan aku ingin menanyakan kepada nona suatu persoalan."

Gadis muda itu berkata.

"Jika begitu, silahkan berbicara."

Yu Zhen Zi berkata.

"Nona ingin meleraikan pertikaian antara kedua aliran kami, numpang tanya apakah nona sudah mengetahui duduk persoalan antara kami dan Qi Le Ming?"

Gadis muda menjawabnya dengan santai saja, hanya dengan dua huruf.

"Tidak tahu!"

Diantara lima tetua aliran Wu tersebut Yu Xuan Zi punya sifat yang paling berangasan, kali ini ia tidak menghiraukan lagi tatapan mata dari kakak seperguruannya, dia tidak tahan dan langsung melontarkan kata kata.

"Gadis kecil, kau benar-benar tidak tahu tingginya langit tebalnya bumi, jadi atas dasar apa kau berbicara bahwa kami tidak tahu malu?"

Gadis muda dengan santai berkata.

"Kau ingin mengetahui jawabannya? Atau mau mengajak berantem? Kalau ingin jawaban, harus sedikit tahu sopan santun; kalau mau berkelahi aku bersedia melayani!"

Yu Xuan Zi dengan marah berkata.

"Aku tidak mau berbicara dengan kau lebih jauh lagi, aku hanya memberitahumu, bahwa hari ini kita pasti akan menghabisi nyawa Qi Le Ming, kalau kau mau menolong dia, boleh tolonglah dia. Aku katakan dulu sebelumnya, kali ini kita pun tidak akan memberikan kelonggaran padamu."

Perkataan ini sebenarnya dia tujukan untuk kakak seperguruannya Yu Zhen Zi. Gadis muda tertawa dingin berkata.

"Tetua ini tadi memang berbalas kasih padaku, tapi kau tidak. Tetapi jika kalian tetap ingin bertarung denganku, pasti aku akan melayaninya. Tuan Qi tidak akan ikut turun tangan........."

Berkata sampai disitu, dia membalikkan kepalanya kepada Mu Juan Juan berkata.

"Pendekar wanita Mu, bagaimana kalau kita berdua bersama-sama melawan lima tetua aliran Wu ?"

Mu Juan Juan berkata.

"Baik!"

Dia berjalan ke depan berdiri bersamanya.

Qi Le Ming sudah bersandar di sebatang pohon, sepertinya kejadian yang ada di depan matanya itu tidak ada hubungan dengannya, mimik perasaannya kelihatan datar saja.

Gadis muda itu tiba-tiba berkata.

"Pendekar wanita Mu, tolong kau berikan obat penawarnya pada ku."

Mu Juan Juan dengan heran berkata.

"Obat penawar?"

Gadis muda berkata.

"Benar, obat penawar. Aku tidak tahu kau menggunakan racun yang mana, tetapi ku pikir kau pasti tahu cara menawarkannya."

Terlihat dari mimik muka Mu Juan Juan seakan dia tahu maksudnya, dia tidak menanyakan lebih jauh lagi, saat itu juga langsung mengeluarkan sebuah pil dan memberikan padanya. Yu Xuan Zi berkata.

"Gadis kecil, kau masih punya ulah apalagi?"

Gadis muda itu berkata.

"Hidung kerbau, jika kau mau bertarung denganku, tunggu dulu sebentar. Ini adalah buat kebaikan kalian."

Yu Zhen Zi mengerut wajahnya, berkata.

"Adik, biarkan aku untuk berbicara sebentar dengan nona ini. Nona, apakah kau terkena racun?"

Gadis muda tertawa berkata.

"Tetua, seandainya kau tadi mengeluarkan seluruh tenagamu, mungkin aku sekarang akan menderita luka sedikit. Tetapi, sebesar apapun luka bagian dalam, pastinya tidak mungkin sampai sama seperti terluka oleh racun."

Yu Zhen Zi berkata.

"Nona sangat sungkan, sejujurnya aku katakan, biarpun aku mengeluarkan seluruh tenaga dalampun, paling banyak juga hanya bisa melindungi diri sendiri dari jurus istimewa nona, tenaga ku sama sekali tidak akan dapat sampai melukai nona."

Dia berhenti sejenak berkata.

"Tetapi, jika kau tidak terluka oleh racun, kenapa harus minta obat penawarnya?"

Gadis muda berkata.

"Adik seperguruanmu telah mengeluarkan ilmu pedangnya untuk melawanku?"

Yu Zhen Zi berkata.

"Kau salah, tadi dia sedang melawan Qi Le Ming. Kalau kau tidak turut campur masalah ini........"

Gadis muda berkata.

"Kalau aku turut campur bagaimana?"

Yu Zhen Zi berkata.

"Aku harap kau tidak turut campur. Tetapi yang satu ini buat sementara tidak perlu dibicarakan dahulu, aku hanya ingin tahu, obat penawarmu dengan jurus andalan kita apa ada hubungannya?"

Gadis muda berkata.

"Hubungannya sangat besar sekali, dengan tidak adanya obat penawar ini, kalian punya jurus andalan juga tidak akan berhasil!"

Yu Zhen Zi dengan kaget berkata.

"Kenapa?"

Gadis muda berkata.

"Sejujurnya saja, obat penawar ini bukan aku sendiri yang menginginkannya, ini adalah untuk adik seperguruanmu Yu Xu Zi."

Yu Xuan Zi cepat-cepat menanyakannya.

"Adik Yu, benarkah kau terkena racun wanita jahat itu?"

Yu Xu Zi menghela nafas sejenak berkata.

"Aku tidak perlu obat penawarnya, aku juga tidak akan langsung mati keracunan."

Ternyata memang ketika Yu Xu Zi bertarung, dan terluka oleh gadis muda, pada saat itu Mu Juan Juan menghembuskan racunnya, dia telah terkena racunnya. Gadis muda berkata.

"Benar, dengan kekuatan tenaga dalammu, di dalam tiga hari kau dapat menahan racun itu, setelah tujuh hari kau baru akan kembali sembuh seperti semula. Tetapi kau hari ini sudah tidak dapat berkelahi lagi . Boleh dikata juga, aku tidak ingin kau menderita dalam tujuh hari ini."

Yu Xuan Zi tertawa sinis berkata.

"Kau berbaik hati begitu, siapa tahu kau memakai kesempatan ini untuk meracuninya lagi?"

Gadis muda berkata.

"Kau boleh tanya kepada adik seperguruanmu, hal yang mudah jika aku ingin melukai dia, tidak usah dengan cara meracuninya."

Yu Xuan Zi pasti tidak ingin benar-benar menanyai adiknya, Yu Xu Zi juga tidak berkata apa-apa, berarti hal ini tidak salah.

Yu Zhen Zi punya pemikiran sendiri, saat ini dia menengadahkan mukanya, dengan pandangan menghadap ke Yu Xu Zi, berkata.

"Adik, nona ini memberikan obat penawarnya kepada-mu, bagaimana pendapatmu?"

Yang dimaksud 'bagaimana pendapatmu' adalah untuk menanyakan kepadanya mau diterima atau tidak. Yu Xu Zi menggigit-gigit giginya, berkata.

"Qi Le Ming adalah musuh besar aliran Wu, dia juga tidak mau menuruti perkataan kami, dendam ini pasti harus dibalaskan. Obat penawar aku tidak dapat menerimanya!"

Gadis muda itu berkata.

"Kau salah!"

Yu Xu Zi berkata.

"Oooo, di mana salahnya?"

Gadis muda itu berkata.

"Aku memberikan obat penawarnya kepadamu, dengan engkau hendak membalaskan dendam kepada Qi Le Ming, ini adalah dua masalah yang berbeda! Kau kira aku melakukan jual beli? Dari awal sudah aku katakan, maksudku memberikan obat penawar ini kepadamu, adalah agar kalian dapat memakai jurus ampuh kalian 'lima serangkai', hal itu tentu lebih menguntungkan kalian untuk membalaskan dendamnya!"

Yu Xuan Zi tertawa sinis berkata.

"Mengobati orang lain, agar supaya dapat bertarung melawan dirinya sendiri, benar-benar merupakan kejadian yang hebat di dunia ini!"

Gadis muda itu dengan santai berkata.

"Kau kira itu keajaiban, aku malahan merasa adalah sudah seharusnya."

Yu Xuan Zi berkata.

"Apa yang seharusnya?"

Gadis muda berkata.

"Katanya kau ingin menjadi seorang pendekar yang lurus, aturan yang seperti ini saja kau tidak bisa memikirkan?"

Yu Zhen Zi berkata.

"Nona, aku juga ada sedikit tidak mengerti."

Gadis muda berkata.

"Tidak mengerti apa yang seharusnya diperbuat?"

Yu Zhen Zi berkata.

"Bukan. Aku merasakan perkataanmu tidak ada kecocokan depan dan belakangnya."

Gadis muda berkata.

"Apanya yang tidak cocok?"

Yu Zhen Zi berkata.

"Kau begitu datang, langsung mengatakan kepadaku, bahwa datang untuk menjelesaikan permusuhan di antara kedua aliran kita."

Gadis muda berkata.

"Benar. Tetapi kalian tetap kukuh dengan pendirian kalian dan tidak mau lepas tangan, aku hanya bisa mewakili tuan Qi untuk menyelesaikan masalah ini. Penyelesaian masalah inipun harus dilakukan secara adil , baru benar, tentunya Tuan Qi setuju dengan kalian menyelesaikan masalahnya, aku sebagai wakilnya, tidak bisa melihat kalian punya 'lima serangkai' menyerang satu orang, lebih-lebih membuat malu dengan melawan satu orang yang sakit!"

Setengah kalimat yang terakhir sebenarnya ingin diperdengarkan kepada Yu Xuan Zi, Yu Xuan Zi jelas dapat merasakan hal itu. Merah mukanya dengan marah berkata.

"Gadis kecil licik, kau secara tidak langsung telah memarahi kita tidak tahu malu ya bukan? Hei..., Qi Le Ming bukan orang sakit! Dia tidak mau mengeluarkan pedangnya, ini adalah tipu dayanya!"

Qi Le Ming tidak mengatakan apa-apa, gadis muda itu juga hanya tertawa sinis. Yu Zhen Zi tiba-tiba berkata.

"Nona mau melakukan hal sejauh ini. pastinya merupakan seorang pendekar yang punya nama. Mohon tanya nona, marganya apa?"

Gadis muda berkata.

"Margaku Shang Guan, namaku Fei Feng."

Yu Zhen Zi dengan Yu Xu Zi dengan tidak berjanjian bersamasama bersuara "Ooo"

Dan berkata.

"Ooo, marga Shang Guan!"

Yu Xuan Zi tidak mengerti, mengapa mereka begitu mendengar gadis muda ini bermarga 'Shang Guan' langsung berubah raut wajahnya. Terlihat Shang Guan Fei Feng berjalan menuju Yu Xu Zi berkata.

"Tetua Yu Xu, jika kamu mempercayai ku, juga mau hari ini membalaskan dendam, tolong pakai obat penawar ini."

Yu Xuan Zi merasa tidak tenang, dengan membawa pedangnya mengikuti dari belakang, dia melihat Yu Xu Zi menerima obat penawar itu. segera berkata.

"Adik....."

Yu Xu Zi berkata.

"Nona Shang Guan, aku percaya kepadamu!"

Yu Xuan Zi mau memhentikannya juga tidak keburu, Yu Xu Zi dengan segera memakan obat penawar tersebut.

"Tetapi, aku sebenarnya tidak harus segera membalaskan dendam pade hari ini."

Setelah Yu Xu Zi memamakan obat penawarnya, dia melanjutkar perkataannya.

"Aku ingin jelas dulu permasalahannya. Nona, kau begitu datang, langsung memarahi kita, apakah merasa yang kita lakukan itt salah?"

Shang Guan Fei Feng langsung mengakuinya.

"Jelas, kalau tidak tentunya aku juga tidak akan memarahi kalian tidak tahu malu,"

Yu Xu Zi berubah warna wajahnya, berkata.

"Nona Shang Guan biarpun kau pada akhirnya telah memberikan obat kepadaku, tetap perkataan ini, jika kau tidak menjelaskannya kepadaku, aku pasti akar membuat perhitungan denganmu!"

Yu Zhen Zi juga dengan pelan berkata.

"Nona, kau pemah berkata bahwa kau masih belum mengetahui pertikaian di antara kita dan Qi Le Ming,"

Kalimat yang pendek ini apa tidak terlalu cepat dikatakan. Aku bisa menceritakan padamu.............."

Shang Guan Fei Feng berkata.

"Aku tidak memerlukan untuk tahu jelas mengenai perkara ini. Biarpun dendam kalian ada sedalam apapun, kalian tidak selayaknya untuk memaksakan seseorang yang lumpuh untuk bertarung melawan kalian. He.. he, lima tetua aliran Wu, turun tangan bersama-sama melawan orang yang lumpuh, kalau orang luar membicarakan hal seperti itu tidak kah merupakan sesuatu hal yang memalukan!"

Dengan dilontarkannya perkataan ini, Yu Zhen, Yu Xu tidak sadar juga tercengang. Masalah ini benar-benar jauh diluar perkiraan mereka. Yu Xuan Zi berkata.

"apakah perkataanmu ini benar?"

Chong ling berkata.

"Aku tidak percaya, lumpuhnya tentu sesuatu yang dibuat buat, dan juga Qi Le Ming tidak terlihat seperti orang yang lumpuh. Gadis ini jelas-jelas adalah sekelompotan dengan Qi Le Ming!"

Perkataan belum selesai, tiba-tiba terasa ada tiupan angin.

Shang Guan Fei Feng dalam sekejap telah berada di belakangnya, tiba-tiba satu pukulan telah di lontarkan, Chong Ling tidak sempat berbuat apa-apa, dia kehuyung-huyung kedepan.

Kejadian itu sangat cepat, Yu Zhen Zi juga dibuatnya kaget, berkata.

"Nona Shang Guan, kau hendak berbuat apa?"

Yu Xuan, Yu Dong segera mengeluarkan pedangnya, Yu Xuan Zi berkata.

"Chong Ling telah dipukul, gadis licik ini dia punya racun, kau masih menanyakan dia lagi berbuat apa?"

Shang Guan Fei Feng mengeluarkan pedangnya dan mengeluarkan ilmu pedang Bayangannya, Yu Xuan Zi dan Yu Dong Zi telah merasakan tajamnya sinar pedang yang seakan mengarah kepada mereka.

Tetapi Shangguan Feifeng ternyata bukannya mau melukai mereka, hanya menghalangi mereka untuk menolong Chong Ling.

Chong Ling sekali lagi didorongnya, dengan tidak berdaya dia terdorong ke depan, membuatnya sampai berada di depan Qi Le Ming.

Yu Zhen Zi sebenarnya mau ikut turun tangan, tetapi setelah lebih jelas kejadiannya, dia merasa sedikit lega.

Dia tidak saja melihat bahwa Shang Guan Fei Feng tidak bermaksud jahat kepada kedua adiknya, juga melihat Chong Ling sama sekali tidak terluka.

Hanya saja ada satu hal yang tidak mengerti, mengapa Shang Guan Fei Feng berbuat begitu pada keponakannya itu?

Penjelasannya segera terlihat.

Jarak Chong Ling dengan Qi Le Ming hanya tinggal sepanjang lengan.

Tadinya Yu Zhen Zi sudah merasa lega seperti terlepas dari tekanan sebongkah batu besar, tetapi kejadian berikutnya membuatnya tegang kembali.

Semua orang mengetahui kalau Qi Le Ming sudah diakui dalam dunia persilatan sebagai pendekar nomor satu, walaupun lima tetua aliran Wu disatukan juga belum tentu dapat mengalahkan Qi Le Ming, apalagi Chong Ling yang hanya datang untuk mewakili ayahnya, bukan betul-betul merupakan salah satu dari 'lima tetua'.

Biarpun dia telah mendapatkan warisan ilmu dari gurunya, ilmunya dibandingkan dengan empat pamannya masih sangat jauh!

Yu Zhen Zi takut jika Qi Le Ming melukai keponakannya, karena dia tahu kalau Qi Le Ming adalah seorang yang bisa melukai seseorang tanpa sebab, tetapi jika Chong Ling seorang diri menyerang , Qi Le Ming pun tidak akan tinggal diam.

Tenaga dalam Qi Le Ming sangat hebat, biarpun dia tidak bermaksud untuk melukai orang, tetapi kalau orang menyerang, hanya dengan tenaga dalamnya dia bisa mengembalikan serangannya dan dapat berakibatkan luka yang berat!

Yu Zhen Zi cepat-cepat berkata.

"Tuan Qi, tolong berbelas kasihan!........"

Dia berharap agar Qi Le Ming mengurangi tenaga dalamnya, 'berbelas kasihan' kalimat ini biarpun tidak pantas untuk dikatakan, tetapi dalam situasi yang mendesak, maka dilontarkan pula perkataan tersebut.

Mana tahu yang tidak 'berbelas kasihan' itu bukannya Qi Le Ming, malahan keponakannya itu.

Terdengar suara, Chong Ling telah merengut baju bagian pundak Qi Le Ming, masih terdengar juga oleh Yu Zhen Zi suara retaknya tulang.

Segera Qi Le Ming bagaikan tertiup angin, tubuhnya terlempar jatuh ke tanah!

Perubahan ini benar-benar jauh dari perkiraan Yu Zhen Zi, dia terbengong-bengong, tidak dapat mengatakan apa-apa.

Mu Juan Juan membantu Qi Le Ming bangun, dengan datar berkata.

"Sekarang kalian sudah puas kan?"

Chong Ling diam bagaikan kayu. Saat itu Shang Guan Fei Feng telah menhentikan gerakan pedangnya. Yu Xuan Zi segera menolong Chong Ling, dia berkata.

"Keponakan, kau tidak terluka kan? Hai.......Hai..., kamu kenapa tidak berbicara? Kau sadar,., sadar!"

Chong Ling seperti seseorang yang baru sadar dari mimpinya, raut wajahnya pun tidak tahu sedih atau senang, berkata.

"Ilmu silatnya sudah musnah, sudah musnah!"

Yu Xuan Zi berkata.

"Kenapa bisa begitu?"

Chong Ling dengan bingung berkata.

"Aku tidak tahu, ketika aku menyentuh dia, ternyata tulang bahunya telah hancur!"

Yu Xuan Zi tadi juga mendengar suara retak tulang Qi Le Ming, tetapi mendengar perkataan dari Chong Ling, tidak tahu harus senang atau tidak, dia berkata.

"Siapa yang meremukkan, remuk.........."

Yu Zhen Zi mendehem berkata.

"Tuan Qi, biar bagaimanapun kau dahulu berbuat, kejadian hari ini, aku marasa angkat topi atas kejantanan dan keberanianmu, kami telah merepotkanmu, di sini aku mengucapkan minta maaf!"

Tidak usah dikatakan sampai mendetil, semua orang juga telah mengerti.

Qi Le Ming pendekar nomor satu dalam dunia persilatan, sudah lumpuh, siapakah yang bisa menghancurkan tulang bahunya?

Ini bukan hanya pemikiran dari Yu Zhen Zi seorang diri saja, tetapi juga pemikiran dari lima tetua aliran Wu.

Yu Xuan Zi menundukkan kepala berpikir dan berkata.

"Aku benar-benar sembrono, kejadian ini seharusnya bisa kepikir dari awal. Pantas saja dia dari awal tidak mau mengeluarkan pedangnya, memang dia tidak bisa , makanya dia berbuat begitu."

Mereka lima tetua aliran Wu, pastinya merasa dengan lumpuhnya Qi Le Ming,telah dapat menyelesaikan dendam ini, tanpa adanya pertarungan.

Kalau bukan karena Qi Le Ming yang telah musnah ilmu silatnya, biarpun lima tetua aliran Wu dapat membunuhnya, pastinya 'lima tetua' juga tidak terhindar dari luka ataupun mati, di sini Yu Zhen Zi juga merasa hormat akan keteguhhan hatinya.

Kelumpuhan tulang ternyata dihadapinya dengan kebesaran hati, hal itu tidak usah dikatakan lagi.

Yu Zhen Zi sebagai ketua aliran Wu, memuji musuhnya dengan ketegaran dan keberaniannya, pujian ini juga merupakan sesuatu pekerjaanyang sulit dilakukan.

Tidak disangka Qi Le Ming sama sekali tidak menghargai pujian tersebut, dia berkata.

"Perkataan-mu sembarangan sekali, tolong jangan berkata-kata lagi, aku lebih rela mati di tanganmu, juga tidak bisa menerima pujianmu !"

Yu Zhen Zi terbengong dibuatnya berkata.

"Tuan Qi, aku tahu kau merasa bersedih hati......."

Qi Le Ming berkata.

"Ku beritahu, aku bukannya takut pada kalian maka melumpuhkan diri sendiri!"

Benar-benar seorang yang keras , yang tidak mau menerima belas kasihan dari orang lain. ---ooo0dw0ooo---BAB Menjadi Teman Qi Le Ming menatap langit, sambi! berkata.

"Aku boleh mati di tangan kalian, tetapi kalian tidak dapat sembarangan bicara dengan mengatakan kalau aku sudah terkalahkan lalu dimusnahkan ilmu silatku!"

Dalam hati Yu Zhen Zi berbicara.

"Orang ini adalah jago silat nomor satu, kesombongannya juga mungkin nomor satu di dunia."

Dia jelas tahu dan merasa kata-kata Qi Le Ming adalah benar, dan Dia tahu juga meskipun ilmu silatnya sudah musnah Qi masih tetap memiliki keangkuhan.

"Iya, iya, tuan Qi, kau memang tidak kalah oleh kami. Kita juga belum mengadu kepandaian, hanya saja dendam ini belum terbalaskan."

Melihat pesilat nomor satu di dunia persilatan sudah kehilangan ilmu silatnya, dia jadi berkata jujur, Yu Zhen Zi juga tak merasa kecewa , malah agak merasa lega, bisa menghindari sebuah pertarungan yang memungkinkan kedua belah pihak terluka, akhirnya Yu Zhen Zi juga mengeluarkan beberapa kata kata yang menghibur hati Qi Le Ming.

Malah Yu Xuan Zi adalah orang yang paling penasaran, dalam hatinya dia merasa tidak puas, dia berkata.

"Tuan Qi, mengapa kau sampai bisa memusnahkan sendiri ilmu silatmu?"

Tadi sebelum bertarung dia memanggilnya 'kepala setan' sekarang panggilannya berubah menjadi 'tuan', biarpun rasanya dia masih tidak puas, tetapi terhadap Qi Le Ming yang tadinya dipenuhi dengan dendam sekarang berubah menjadi rasa hormat.

Qi Le Ming berkata.

"Siapa bilang aku memusnahkan sendiri ilmu silat ku?"

Shang Guan Fei Feng tiba-tiba ikut berbicara, dia maju kedepan berkata.

"Biar bagaimanapun juga ilmu silat tuan Qi telah musnah, oleh sebab itu buat apalagi menanyakan lebih jauh sebab musabab kemusnahan ilmu silatnya ? Ketua Chong Ling, sepengetahuanku, gurumu dan tuan Qi pernah bertarung dan sepuluh tahun berikutnya baru meninggal, memang benar, jika tidak ada pertarungan itu, gurumu mungkin saja bisa hidup lebih lama lagi, sekarang tuan Qi telah musnah ilmu silatnya, aku yakin hal ini sudah setimpal bukan?"

Chong Ling menundukkan kepala, berkata.

"Tadinya aku telah mempersiapkan diri untuk mati di tangan tuan Qi, terima kasih banyak tuan Qi telah membiarkanku tetap hidup, aku akan segera pulang menjambangi makam guruku . Kurasa arwah guru jika sudah mengetahui tentang hal ini, dia orang tua juga di akherat akan merasa tenang."

Shang Guan Fei Feng kepada Yu Xu Zi bertanya pula.

"Ketua Yu Xu, tuan Qi telah merusak wajahmu, apakah kau masih mau membalaskan dengan yang hal yang sama pula?"

Yu Xu Zi berkata.

"Tuan Qi, rusak wajah dengan musnahnya ilmu silat tidak sama persoalannya. Kau telah merusak wajahku , itu adalah hal yang telah lampau, dan tidak dapat diubah kembali, persoalan ini biarlah dianggap impas saja."

Kedua orang ini adalah dua orang yang mempunyai dendam yang paling dalam dengan Qi Le Ming, setelah Shang Guan Fei Feng menanyai mereka berdua, lalu berkata.

"Kalau begitu, budi dan dendam kalian dua belah pihak sudah dapat dibereskan bukan?"

Mulut Qi Le Ming bergerak, seperti hendak mengatakan sesuatu, tetapi setelah melihat Shang Guan Fei Feng menatap dia dengan sepasang bola matanya, dia hanya bisa menghembuskan nafas, berkata dalam hati.

"Mereka pasti menganggap aku mau melakukan semua ini, tetapi yah biarlah mereka menganggapnya begitu saja."

Yu Zhen Zi malahan seperti mengetahui isi hati Qi Le Ming, berkata.

"Tidak peduli tuan Qi kehilangan ilmu silatnya dikarenakan oleh apapun, aku dari awal sudah mengatakan, begitu dia musnah ilmu silatnya, kita aliran Wu yang punya budi dan dendam dengan dia juga menjadi habis. Nona Shang Guan, kata kata ini keluar disebabkan olehmu, sekarang aku mengucapkan banyak terima kasih, dan dapat menerima penjelasanmu, juga tolong nona sampaikan salamku pada ayahmu."

Yu Xuan Zi diam-diam tidak puas hatinya.

"Perempuan ini tidak tahu dari mana asal usulnya, mendengar nada bicara kakak seperguruan, ayahnya sepertinya orang ternama dalam dunia persilatan, tetapi anehnya aku malahan belum pernah dengar nama tersebut dalam dunia persilatan, ada yang bermarga Shang Guan?"

Yu Xu Zi berkata.

"Tuan Qi, kami juga mengangap bahwa jika tidak bertarung maka tidak akan kenal, bersediakah kau dan aku menjadi teman?"

Qi Le Ming berkata.

"Dalam aliran Wu hanya ada dua orang yang dapat kuanggap berharga menjadi temanku, seorang adalah ketua Yu Zhen, yang satunya lagi adalah dirimu."

Yu Xu Zi berkata.

"Terima kasih banyak kau sangat menghargaiku."

Sambil tertawa, mengulang kembali ucapannya.

"Tidak bertarung tidak akan kenal, sekali tertawa hilang permusuhan. Kakak seperguruan, kita sudah dapat kembali pulang ke gunung kan?"

Yu Zhen Zi mengangguk kan kepala sambil tertawa berkata.

"Dendam telah tiada, jelas sudah seharusnya kembali ke gunung."

Baru saja Lima tetua aliran Wu hendak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba datang segerombolan orang berkuda. Diantaranya ada seseorang berkata.

"Kalian bisa menghabiskan permusuhan dengan Qi Le Ming, tapi kami tidak dapat melepaskan dia begitu saja!"

Gerombolan orang berkuda ini ada pria ada wanita, ada pendeta (agama Tao) ada juga orang biasa, jumlah totalnya ada lima sampai enambelas orang paling banyak.

Mereka melompat turun dari tunggangannya, lalu berpencar seperti kipas, mengepung ruang lingkupnya Qi Le Ming.

Shang Guan Fei Feng juga terkejut, dia berkata.

"Tuan Qi, apakah kau dengan aliran Hua Shan juga mempunyai permusuhan?"

Ternyata, orang-orang yang datang semuanya adalah pendekarpendekar dari Hua Shan.

Angkatan yang tuanya ada Tian Wu, Tian Ji, Tian Xuan tiga orang tetua, masih ada lagi seorang dan tiga orang tetua yang kurang lebih sebaya diantaranya ada pendeta perempuan Yao Guang San.

Selain pendeta Tian Ce yang menetap di Hua Shan untuk berjaga, orang-orang penting lainnya dari Huashan tenyata datang semua!

Orang-orang yang lainnya adalah adik seperguruan mereka yang hebat-hebat, murid Yao Guang San, Qing Luan juga ada diantaranya.

Orang yang mengeluarkan suaranya tadi adalah yang mewakili pendekar Hua Shan yaitu pendeta Tian Ji.

Qi Le Ming dengan datar berkata.

"Di dalam dunia persilatan tidak tahu ada berapa banyak yang menganggap Qi sebagai setan, ada dendam atau tidak ada dendam, semuanya adalah sama."

Yu Xu Zi' dengan tetua aliran Hua Shan lumayan baik hubungannya, apalagi dengan pendeta Tian Xuan dia lebih dekat lagi, tiga bulan yang lalu, dia malahan pernah ke Hua Shan sebagai tamu.

Dia berjalan ke depan kepada tetua Tian Wu berkata.

"Tiga bulan yang lalu, aku pernah meminta nasihat dari tetua, dan berencana bersama-sama untuk melawan Qi Le Ming, waktu itu masih belum ada keputusan, kalian juga masih belum bisa memberikan keputusan, akhirnya kami memutuskan melakukannya sendiri. Tetapi sekarang kami sudah merubah pikiran, menghapuskan dendam-dendam kami yang telah bertahun-tahun dengan Qi Le Ming, kalian ingin mengetahui tidak apa penyebab kami sudah berbaikan dengannya."

Belum sempat Tian Wu membuka mulut berbicara, ada orang yang lainnya yang berebut terlebih dahulu untuk berbicara.

"Itu adalah urusan kalian, aku tidak ingin mengetahuinya. Kali ini kami juga datang bukan untuk membantu kalian membalaskan dendam, makanya kau juga tidak perlu menjelaskannya kepada kami."

Yang menolak mendengar penjelasan Yu Xu Zi dan bagaimana alasan aliran Wu sudah berbaikan dengan Qi Le Ming, adalah pendeta Tian Ji itu .

Seolah-olah dia adalah ketuanya saja.

Yu Xu Zi berteriak kesal, dia h anya dapat diam tidak berkatakata.

Dalam hatinya dia berpikir.

"Pendeta Tian Wu adalah tetua yang jujur dan bijak, bagaimana punya seorang adik seperguruan yang menyebalkan seperti ini,Tian Wu kedudukannya tinggi di aliran Hua Shan, apa tidak lakut suatu waktu nanti kedudukannya akan direbut oleh adik seperguruannya ini."

Pendeta Tian Wumendehem sebentar, berkata.

"Jika memang aliran kalian telah menghapuskan permusuhan dengan Qi Le Ming dan telah menjadi teman, aku harap apa yang akan terjadi yang sekarang ini, jangan kalian untuk turut campur."

Dia tidak berani untuk memarahi adik seperguruannya yang tidak sopan itu, juga dia mau menghargai aliran Wu, tapi juga dia hanya dapat berkata demikian. Yu Zhen Zi berkata.

"Terima kasih banyak atas kebijakan pendeta, seperti yang anda katakan, kami dapat menerimanya."

Lima tetua aliran Wu itu mundur, tetapi tidak meninggalkan jauh jauh. Pendeta Tian Ji membalikkan kepala ke belakang berkata.

"Adik seperguruan Tian Xuan, apakah kau masih tetap dengan pendirianmu?"

Pendeta Tian Xuan adalah salah satu dari tiga orang tetua Hua Shan yang berada di tempat tersebut, ketika Tian Ji bertanya kepada dia, dia malahan menghadap ke Tian Wu berkata.

"Tidak salah, aku masih tetap dengan maksud yang semula, faktanya belum jelas, tidak usah diributkan sekarang."

Kelihatannya mereka ragu-ragu bagaimana seharusnya melawan Qi Le Ming. Tian Ji berkata.

"Di antara kami aliran Hua Shan, hanya kau dengan Qi Le Ming yang punya hubungan baik."

Tian Xuan berkata.

"Aku hanya ingin mengetahui kebenarannya saja, kalau pembicaraannya nyambung itu adalah suatu hal yang bagus , kakak seperguruan, kau tidak mencurigaiku kan?"

Tian Ji berkata.

"Kau dan Qi Le Ming punya hubungan sedalam apa juga hanya kau sendiri yang mengetahuinya. Aku belum punya hak untuk mencurigai."

Tian Wu mendehem lagi berkata.

"Adik Tian Xuan, yang kau maksudkan juga ada benarnya. Baik, silahkan kau berbicara kapada Qi Le Ming terlebih dulu supaya persoalan nya menjadi jelas."

Tampang Qi Le Ming tetap saja tidak mempedulikan keadaan sekitarnya, terhadap kejadian yang di depan matanya, sepertinya tidak ada hubungan dengan dirinya itu.

Tetapi, ketika pendeta Tian Xuan berjalan menghampiri di depannya, matanya baru memperlihat kan suatu reaksi.

Tian Xuan berkata.

"Kakak Qi, kau dan aku tidak pernah berkata bohong, sejak dari dua puluh tahun lalu setelah kau tiba-tiba diberitakan menghilang, aku mengira sudah tidak dapat lagi bertemu denganmu. Tidak disangka hari ini masih bisa bertemu kembali, malahan di dalam situasi yang seperti ini bertemunya. Kita adalah teman atau musuh masih belum bisa dibedakan. Tetapi biar bagaimanapun, melihatmu masih hidup di dunia ini, walaupun kita nantinya mau tidak mau akan menjadi musuh sampai mati, aku masih tetap berbahagia pernah mempunyai teman sepertimu!"

Qi Le Ming dengan suara datar saja berkata.

"Ada orang yang lebih baik mati daripada hidup, ada orang yang mati masih hidup dalam hati orang lain."

Tian Xuan berkata.

"Kakak Qi, kau sekarang sudah berubah, dulu bisa berpikir lebih panjang. Kebalikannya biarpun aku berada di aliran pendeta, malah tidak berubah seperti itu."

Qi Le Ming masih tidak menghiraukan perkataannya itu. Qi Le Ming berkata.

"Kakak pendeta apa yang menjadi permasalahannya, silahkan keluarkan saja."

Tian Xuan merasa sungkan berkata.

"Sebelum aku mengutarakan maksud yang sebenarnya, aku ingin bertanya dulu kepadamu."

"Silahkan ."

Tian Xuan berkata.

"Walaupun dari awalnya aku dan kau sudah saling kenal, semuanya juga hanya saja bertemu beberapa kali. Jikalau dihitung dengan menghilangnya kau selama duapuluh tahun ini, hari-harimu dan aku saling mengenal sebenarnya sangat p endek. Sekarang aku ingin agar kau berkata dengan sesuatu perkataan yang jujur , ini ada berhubungan dengan nyawamu, kalau saja kau merasa aku masih belum layak berbicara sebagai sahabat, kau bisa menolak untuk menjawab."

Qi Le Ming berkata.

"Kau tidak takut aku membohongimu? aku dan kau tidak sama, ada sewaktu-waktu aku juga bisa berkata bohong."

Tian Xuan dengan serius berkata.

"Aku tahu. Aku tahu ada sewaktu-waktu kau bisa bersenda gurau tidak mempedulikan apapun, tetapi aku lebih tahu terhadap teman, dirimu selalu berkata yangjujur. Kecuali kau sudah tidak menganggap aku sebagai temanmu."

Qi Le Ming tertawa terbahak-bahak, berkata.

"Ada orang dari kecil kenal sampai rambut beruban, masih saja seperti baru kenal; tapi ada orang yang kenal selewat, hanya berbincang-bincang sebentar, sudah seperti teman lama saja. Mengenal orang mengenal hatinya. Berteman bisakah diukur dengan panjang pendeknya waktu berkenalan?"

"Waktu itu ketika lima tetua aliran Wu dengan aku sedang bertarung pedang, kau dan Yu Xu Zi juga punya persahabatan lebih dibanding denganku, tetapi kau tidak membantu dia menghadapiku, dalam hal begini, kau sudah mempunyai rasa persahabatan denganku dan bisa dikatakan sebagai teman."

Pendeta Tian Xuan berkata.

"Terima kasih banyak. Tetapi aku menganggap kau dan Yu Xu Zi sebagai sahabat yang setimpal.dan juga Yu Xu Zi terhadapmu lebih baik sedikit dari pada aku."

Qi Le Ming berkata.

"Aku tahu. Makanya waktu itu juga Aku tidak meminta pertolonganmu. Diantara teman, hai yang utama adalah berkata 'percaya', yang kedua berkata 'mengampuni'. Kedua contoh ini bukannya luga menyatakan bahwa dalam dangkalnya persahabatan tidak dilihat dari waktu, tetapi adalah hati yang mengetahuinya bukan? Kau menghargai persahabatan kami berdua, menjadikan semuanya sama-sama menghargai!"

"Baiklah, jika kau sudah berkata begitu, aku dapat mengatakan yang sebenarnya telah terjadi. Tiga bulan yang lalu, seorang anggota kami Tian Quan tiba-tiba mati terbunuh dengan sangat menyedihkan, yang pastinya ada orang yang membunuhnya. Sekarang kami sedang melacak pembunuhnya!"

Sambil berkata, sambil juga memperhatikan gerak geriknya Qi Le Ming. Qi Le Ming mendengus berkata.

"Beraninya kalian mencurigaiku sebagai pembunuh anggota aliran kalian?"

Tian Xuan berkata.

"Di bawah langit ini pesilat tangguh memang banyak, tapi yang bisa membunuh kakak Tian Quan juga hanya segelintir orang saja. Pendekar pedang nomor satu Jin Zhua Liu (Kim Tiok Liu), Fang Zhang dari Shao Lin, Tong Ku aliran Kong Dong, Meng Hoa ( Beng Hoa) aliran Tian Shan Yang Yan (Nyo Yam), ditambah Ling Jun dan kau. Atau juga masih ada satu dua orang yang tidak diketahui namanya, tetapi bagaimanapun, rasanya tidak akan lebih dari sepuluh orang."

Qi Leming berkata, 'Jin Zhua Liu ( Kim Tiok Liu), Tong Ku, Meng Hoa ( Beng Hoa), Yang Yan (Nyo Yam) semuanya adalah orangorang temama dalam dunia persilatan, kalian pastinya tidak akan mencurigainya."

"Tidak salah!"

Qi Le Ming berkata.

"Kalau begitu sisanya yang dicurigai hanya ada tinggal kami anak dan bapa berdua. Ayah sudah sejak lama tidak mempedulikan kejadian duniawi, dan juga sudah sangat tua, jikalau dia ingin melukai aliran kalian, juga rasanya sudah tidak punya kemampuan untuk itu."

Berkata sampai di sana, dia tertawa terbaha-bahak.

"Kelihatannya, pembunuh ini hanya mungkin aku saja! Aku ini, dari awal telah dianggap orang-orang sebagai aliran sesat, yang kejam, aku pasrah. Kalian mencurigaiku sebagai pembunuh, ya sudah, aku mengaku saja sebagai pembunuh!"

Tian Xuan berkata.

"Qi Le Ming, apakah kau lupa apa yang kau janjikan kepadaku? Kau harus mengatakan yang sejujurnya kepadaku! Kau sudah menganggapku sebagai teman, kau tidak boleh berkata bermain-main begitu kepadaku!"

"Kau harus dengan jujur menjawab, aku bertanya kepadamu satu kali lagi, apakah kau betul betul yang membunuh kakak seperguruan kami?"

Qi Le Ming dengan tenang berkata.

"Aku bukan pembunuhnya!"

Tian Ji menyelak dengan keras berkata.

"Qi Le Ming, kau sebentar berkata iya, sebentar berkata tidak, bagaimana orang mempercayai perkataanmu?"

Qi Le Ming tidak menghiraukan malahan berkata kepada Tian Xuan.

"Kau masih mau bertanya lagi tidak?"

Tian Xuan berkata.

"Aku tidak perlu menanyakannya lagi, tetapi jika kau mau berbicara lagi, aku bersedia mendengar."

Qi Le Ming berkata.

"Baik, kalau begitu kuberi tahu kepadamu, sekarang aku berkata yang sejujumya, aku benar-benar bukan pembunuh yang membunuh Tian Quan, selama aku berkelana, sama sekali belum pernah bertemu dengannya! Tadi aku berkata begitu hanya kesal saja, tolong kau memakluminya."

Pendeta Tian Xuan serasa sangat berat perasaannya, dia berbalik ke depan pendeta Tian Wu, berkata.

"Kakak seperguruan, Qi Le Ming telah mengatakannya dengan sangat jelas, dia bukan pembunuh Tian Quan!"

Tian Ji lagi-lagi merebut pembicaraan berkata.

"Apakah perkataan yang dia katakan dapat dipercaya? Di dunia ini mana ada orang yang mengakui perbuatan jahatnya yang menrugikan diri sendiri?"

Tian Xuan mengelak berkata.

"Qi Le Ming bukan orang yang seperti itu! Kau tidak percaya, tapi aku percaya!"

Tian Ji tertawa sinis, dia berkata kepada Tian Wu.

"Kakak seperguruan, kau dengar omongan yang dia keluarkan itu? Sepertinya hanya dia seorang yang percaya, kalau begitu kita harus memohon maaf kepada tersangka . Hei, bagaimana dia bisa pergi menanyai seorang pembunuh bahwa apakah dia yang membunuh, dan juga masih bisa mempercayainya, benar-benar suatu lelucon besar. Kakak seperguruan, apakah kau juga percaya?"

Tian Wu adalah orang tua yang benar-benar tenang dan baik hati, ketika Tian Ji berkata begitu kepadanya, malahan membuat dia dalam sekejap sulit menjawab.

Tetapi tidak hanya Tian Ji yang mencurigai, pengikut aliran Hua Shan yang 1 ain j uga, b anyak o rang j uga yang d engan p andangan m encurigai melihat kepada pendeta Tian Xuan.

Tian Xuan langsung berkata.

"Aku bukan menghendaki kalian semuanya mengikutiku untuk percaya pada Qi Le Ming, tetapi aku tahu dia mengetahui lebih banyak persoalan dibandingkan kalian. Aku hanya mengutarakan pendapatku saja. Aku tidak merasa kalau persoalan ini adalah suatu lelucon besar."

Tian Ji menganggukkan kepala, dengan semena-mena berkata.

"Tentu saja. Qi Le Ming menganggap kau sebagai sahabat, jadi tidak aneh bila kau membantu dia berkata baik!"

Tian Xuan dengan marah berkata.

"Kau menganggapku seperti apa? Kau kira hanya karena hubungan baik pribadiku dengan Qi Le Ming, lalu aku melupakan dendam perguruan kita ini? "

Tian Ji berkata.

"Persoalan ini hanya kau sendiri saja yang mengetahuinya."

Tian Wu sudah tidak dapat tidak berkata-kata.

"Kalian tidak usah ribut, dengarkan perkataanku."

Biar bagaimanapun, dia adalah ketua aliran, orang-orang pun menjadi diam mendengarkan dia berbicara.

"Qi Le Ming sudah berkata dengan jelas mungkin tidak dapat dipercaya sepenuhnya, tetapi selama belum ada bukti yang pasti, kita pun tidak dapat memastikan kalau dia adalah pembunuhnya."

Tian Wu berkata. Tian Ji dengan dingin berkata.

"Jika bukan pembunuh yang sebenamyanya, paling sedikit ada pembunuh lain yang bisa dicurigai."

Tian Wu berkata.

"Tidak salah, memang ada yang lain yang paling memcurigakan ."

Tian Xuan berkata.

"Tetapi mengapa dia ingin melukai kakak seperguruan?"

Tian Ji berkata.

"Ini bukankah mudah dimengerti? Pertama, waktu itu Yu Xu Zi datang ke Hua Shan, dengan Tian Quan sedang membicarakan masalah bagaimana menghadapi Qi. Mungkin dia khawatir aliran Hua Shan dan aliran Wu bersama-sama mengeroyoknya, maka dari itu dia melukai kakak Tian Quan, hal ini juga beralasan."

Dia takut Tian Wu tidak dapat mengeluarkan alasannya, mendahuluinya mewakilkan berbicara. Tian Xuan dengan menahan kesal berkata.

"Kalau begitu mengapa dia bukannya melukai pendeta Yu Xu Zi?"

Tian Ji dengan sinis berkata.

"Pendeta Yu Xu Zi mana bisa dibandingkan dengan kakak seperguruan kita. Ilmu silat kakak seperguruan Tian Quan setaraf dengan Qi Le Ming, dan juga masih satu aliran. Pendeta Yu Xu Zi, aku mengatakan apa adanya, kau jangan masukkan dihati."

Yu Xu Zi mendehem sejenak berkata.

"Qi Le Ming memang tidak akan membunuhku. Kau tidak salah berbicara."

Tian Xuan berkata.

"Masih ada tidak alasan yang kedua?"

"Ada!"

Diluar dugaan Tian Xuan, kali ini malahan ketua Tian Wu yang langsung menjawabnya sendiri.

"Qi Le Ming dan orang ini, orang ini adalah nona Mu erat sekali hubungannya dalam dunia persilatan, orang-orang pun banyak yang mengetahuinya. Keluarga Mu punya ilmu racun yang dalam dunia persilatan adalah yang paling tersohor."

Qi Le Ming berkata.

"Pendeta Tian Wu, diantara orang-orang aliran Hua Shan yang paling saya hormati adalah terhadap anda. Tolong anda tidak berkata yang sembarangan!"

Adik seperguruan Tian Wu dari Hua Shan dengan kesal berkata.

"Kurang ajar, Qi Le Ming, kau berani-beraninya berkata begitu kepada ketua kami!"

Pendeta Tian Wu memberikan isyarat dengan tangannya kepada adik seperguruannya untuk diam, dia berkata.

"Kita orang yang bijak, tidak perlu sampai marah-marah. Tuan Qi, apa alasanmu bahwa aku berbicara yang sembarangan?"

Qi Le Ming berkata.

"Tidak salah, aku dan Juan Juan sekarang adalah pasangan suami istri, tetapi ini adalah hubungan pribadi kami berdua, ada masalah apa dengan kalian Hua Shan? Kalian tidak bisa karena mencurigaiku, lalu menyangkutkannya pula pada dirinya."

Tian Wu menepukkan tangannya berkata.

"Han Gu, Han Xu keluarlah!"

Dua orang itu adalah adik seperguruan Tian karena dipanggil maka mereka lalu keluar, mereka semua juga adalah adik seperguruan dari Tian Ji, kakaknya dipanggil Han Gu,adiknya dipanggil Han Xu.

Tian Wu berkata.

"Kalian pernah melihat perempuan ini tidak?"

Dua adik seperguruan tersebut menjawab.

"Pernah lihat."

"Kapan pernah melihat dia?"

"Ketika hari dimana guru mendapatkan kejadian yang tidak diinginkan tersebut, kami berada di atas gunung, melihat perempuan ini lari terburu-buru turun gunung. Adikku tidak bisa apa-apa, karena tidak keburu mengejarnya."

Qi Le Ming berkata.

"Aku boleh tidak memberikan pertanyaan kepada mereka?"

Tian Wu berkata.

"Boleh."

Qi Le Ming bertanya.

"Kalian tidak dapat mengejarnya, kalau begitu dia larinya sangat cepat seperti terbang."

Han Xu berkata.

"Dia punya ilmu meringankan badannya sangat jauh diatas kami."

Qi Le Ming berkata.

"Waktu itu apakah siang atau malam hari?"

Han Xu berkata.

"Sore hari ketika matahari mulai terbenam."

Qi Le Ming berkata.

"Dia larinya seperti terbang begitu cepat, juga ketika itu hari telah menjelang malam, di gunung begitu gelap, kalian bisa melihat jelas kalau orang itu adalah dia?"

Han Gu berkata.

"Biarpun dia hanya sekejap lewat, tetapi aku percaya tidak akan salah mengenali orang."

Qi Le Ming berkata.

"Dengan dua kata percaya, bagaimana bisa membuat orang-orang menjadi bersalah. Juan Juan tidak pemah mengatakan tentang hal ini kepadaku, aku juga bisa berkata, yang kalian lihat itu sebenarnya bukan dia."

Pendeta Tian Wu berkata.

"Biarpun mereka melihatnya tidak sangat pasti, tetapi dua orang sama-sama menunjuk dia, paling sedikit juga bisa dikatakan dia agak mengenali sebagai tersangka kan?"

Qi Leming kesal berkata.

"Tersangka? Tersangka! Kalian tentunya . bisa saja menunjuk siapapun juga sebagai tersangka, kalau begini ada apalagi yang bisa kukatakan?"

Tian Wu berkata.

"Baik, kau tidak ada kata-kata yang mau diucapkan lagi, aku ada! Kalau tidak ada bukti yang lebih meyakinkan bahwa nona Mu saat itu tidak berada di Hua Shan, jadi aku akan menjadikan tersangka, menjadi betul betul tersangka."

"Nona Mu dengan kami aliran Hua Shan tidak pernah ada hubungan, k'tapi karena dia berada di sana ketika terjadinya peristiwa itu, dan juga dia lergesa-gesa turun gunung. Apakah di kolong langit ini ada kejadian yang begitu kebetulan?"

Tian Wu meneruskan berkata.

"Setahuku, nona Mu mempunyai julukan Yin Zhua (Cakar Perak), adalah anak perempuan keluarga Mu yang mempunyai ilmu racun dalam senjata rahasianya yang terkenal di dunia."

"Tuan Qi, menurutku, dengan ilmu silatmu, mungkin tidak dapat langsung melukai kakak seperguruan kami, tetapi dengan adanya nona Mu yang menolongmu, kakak seperguruan ku akhirnya bisa tewas terbunuh oleh tangan kalian berdua!"

Tian Wu adalah seorang yang jujur, dia hanya percaya bila ada fakta yang jelas.

Orang jujur boleh 'curiga' tapi juga harus diikuti dengan 'fakta' yang ada, sekali dia percaya dan ada fakta yang mendukung kecurigaan itu, dia akan sulit digoyahkan keyakinannya.

Saat ini pendeta Tian Wu karena sudah percaya bahwa pada saat kejadian di Hua Shan terlihat perempuan yang pastinya adalah Yin Zhua, maka kecurigaan terhadap Qi Leming juga menjadi semakin bertambah besar lagi.

Qi Leming berkata.

"Kalian mencurigaiku tidak masalah, tetapi tidak ada hubungan dengan dia. Juan Juan, Juan Juan! Aku tahu orang itu pasti bukan kau, kau kenapa tidak menyangkalnya?"

Mu Juan Juan berkata.

"Aku bisa mati bersama-sama denganmu, bukankah itu bagus, kau sendiri juga tidak menyangkal, mengapa aku juga harus menyangkal?"

Sejak dari tadi Shang Guan Fei Feng tidak berbicara, tiba-tiba dia membuka mulut berkata.

"Menurut sepengetahuanku, waktu itu di Hua Shan, ada satu orang yang sempat bertarung dengan perempuan itu. Orang itu pastinya melihat lebih jelas dibandingkan dengan kedua adik seperguruan kalian!"

Tian Wu berkata.

"Kau siapa? Bagaimana kau bisa tahu adanya satu orang tersebut?"

"Kau tidak usah mengurusi siapa aku, juga tidak usah mengurusi bagaimana aku bisa tahu, aku hanya bertanya kepadamu, apakah betul ada orang ini?"

Tian Wu berkata.

"Ada , betul memang ada. Tetapi dia bukan orang dari aliran Hua Shan."

"Jika bukan orang aliran Hua Shan, apa tidak dapat dijadikan sebagai saksi ?"

Tian Wu berkata.

"Bisa, tetapi tidak tahu apakah dia bersedia atau tidak, kau saja yang memohon kepadanya."

Dalam hati berpikir.

"Tidak tahu orang yang menjadi saksi itu apakah Yu Xu Zi atau bukan, kalau saja betul Yu Xu Zi, aku benar-benar mengharapkannya. Yu Xu Zi tidak mungkin berkata bohong meskipun dia tidak cocok dengan adik Tian Ji."

"Pendeta Yu Xu Zi, silahkan kau keluar."

Shang Guan Fei Feng memanggil. Dia memanggil Yu Xu Zi untuk k eluar , memang saksi itu ternyata adalah Yu Xu Zi.

"Pendeta Yu Xu Zi, apakah kau bersedia menjadi saksi?"

Shang Guan Fei Feng bertanya. Yu Xu Zi berkata.

"Aku bersedia."

Shang Guan Fei Feng bekata.

"Pendeta, kau sudah lama ke sini, kupikir kau sudah cukup jelas melihat keadaan nona Mu ?"

"Sudah lihat jelas."

Shang Guan Fei Feng berkata.

"Kalau begitu menurut ingatanmu, waktu di Hua Shan perempuan yang kamu lihat itu apakah dia?"

Yu Xu Zi belum menjawab, pendeta Tian Ji mendahuluinya berteriak.

"Ya jelas dia! Saudara Yu Xu Zi, masih ingat waktu itu kau pernah berkata kepada kami........."

"Kau berkata, perempuan itu adalah si kembar Mu yang satunya yang punya julukan Yin Zhua, Yin Zhua adalah pasangan Qi Le Ming, dan juga karena kau ingin mengetahui keadaan Qi Le Ming dari mulutnya, makanya kau mengejar dia. Ini adalah kaat-kata yang kau ucapkan, aku tidak salah kan?"

Tian Ji takut kalau Yu X u Zi merubah perkataannya, jadi sengaja mendahuluinya berbicara. Yu Xu Zi berkata, 'Tidak salah ."

Tian Ji merasa tenang dan bertanya lagi.

"Saat ini Qi Le Ming telah mengakui dia dan nona Mu adalah pasangan suami istri, jadi bisakah bukan Yin Zhua?"

Yu Xu Zi berkata.

"Dia adalah Yin Zhua!"

Tian Ji kepada Shang Guan Fei Feng berkata.

"Kau masih mau bicara apalagi?"

Yu Xu Zi tiba-tiba berkata.

"Dia tidak ada perkataan apa-apa, tapi aku ada yang mau dikatakan!"

Tian Wu, Tian Ji tidak sabar berkata.

"Silahkan katakan!"

"Tidak salah, tadi juga aku masih mencurigai Yin Zhua adalah perempuan yang waktu itu sempat bertarung denganku, tetapi sekarang aku sudah melihatnya dengan jelas, ternyata bukan satu orang yang sama!"

Tian Wu berkata.

"Kau betul-betul jakin bukan orang yang sama?"

Yu Xu Zi berkata.

"Postur orang itu memang mirip sekali dengan dia, tetapi masih ada b eberapa bagian yang tidak sama. Muka perempuan itu tidak ada tanda, suaranya juga ada logat yang berbeda, tidak seperti nona Mu dengan logat utaranya yang sangat kental."

Tian Wu berkata.

"Kau mencurigai perempuan itu adalah kakak perempuannya, Jin Zhua? Setahuku, Jin Zhua telah lama menikah dengan ketua dari Bai Tuo Shan yang jauh sekali tempatnya, Bai Tuo Shan dengan kami aliran Hua Shan tidak saling berhubungan, dia juga tidak ada alasan datang diam-diam melukai anggota aliran kami?"

Yu Xu Zi berkata.

"Mengenai hal itu aku tidak tahu, aku hanya dapat mengatakan kalau nona Mu Juan Juan adalah bukan perempuan yang ada di sana pada saat itu!"

Tian Ji berkata.

"Pendeta Yu Xu Zi, kau berkata tentu bukan dikarenakan sudah tidak bermusuhan dengan Qi Le Ming, makanya berani berkata demikian kan?"

Yu Xu Zi kesal berkata.

"Aku dan kau memang tidak cocok, tetapi apa yang telah kukatakan adalah suatu kejujuran. Kakak Tian Wu seharusnya mengetahui akupun punya harga diri dan kepribadian."

Tian Wu berkata.

"Tidak salah, pendeta Yu Xu Zi pasti tidak mungkin berbohong untuk merugikan kami, kalau dia berkata bukan, pasti bukan."

Yu Xu Zi mundur. Tian Wu lanjut berkata kepada Mu Juan Juan.

"Baik, sekarang sudah ada yang membuktikan kau bukan sebagai tersangka lagi. Kalau kau mau pergi sekarang, silahkan, kami tidak akan menghalangi lagi."

Tapi Mu Juan Juan tidak pergi. Tian Ji tiba-tiba berkata.

"Yin Zhua sudah tidak ada masalah, tapi Qi Le Ming masih mencurigakan. Dan juga tidak bisa dikatakan bersih, juga kejadian ini belum tentu tidak ada hubungannya sama sekali dengan Yin Zhua."

Shang Guan Fei Feng berkata.

"Apa maksud perkataan ini ?"

Tian Ji berkata.

"Tidak ada orang yang bisa membuktikan kalau saat itu Qi Le Ming tidak berada di Hua Shan. Dan juga biarpun Yin Zhua tidak berada di tempat itu, dia juga bisa meminjamkan senjata rahasianya."

Dengan eratnya hubungan Qi Le Ming dan Mu Juan Juan, jika dia mau dia bisa meminjamkan senjata rahasianya Mu Juan Juan , hal itu juga bukan hal yang aneh buat orang lain berpikiran kearah itu.

Qi Le Ming mau membantah pun tidak dapat, dia hanya bisa senyum sinis, Diam.

Pendeta Tian Wu dengan tenang berkata.

"Tuan Qi, kukatakan sejujurnya saja, anggota aliran kami telah dibunuh, belum terlihatyang apa motif yang sebenarnya, dan memang kecurigaan terhadap tuan Qi yang paling besar!"

Qi Leming hanya tertawa sinis, tidak membantah. Tetapi, pendeta Tian Xuan yang malahan mewakili dia menyanggahnya.

"Kakak, hanya dengan mencurigai saja, kan belum bisa memutuskan seseorang menjadi tersangka?"

Tian Xuan berkata. Tian Wu berhenti sejenak, lalu berkata.

"Tidak salah, bila kami memutuskan sesuatu, harus ada buktinya. Di saat belum adanya bukti yang nyata, kita tentunya tidak dapat memutuskan kalau tuan Qi sebagai pembunuh. Tetapi karena tuan Qi yang paling dicurigai, dan dengan keadaan yang sekarang ini, kami memang tidak mudah menemukan pelakunya, jadi tidak dapat juga melepaskan tuan Qi begitu saja. Tuan Qi, menurutmu seharusnya bagaimana? Silahkan kau keluarkan pendapat!"

Qi Le Ming hanya menerawang ke langit, tertawa sinis berkata.

"Kalian sudah menjadikan aku sebagai tersangka, kalian hendak berbuat apa, silahkan saja, mengapa harus tanya aku?"

Tian Wu terdiam, Tian Ji lagi-lagi mewakili dia mengeluarkan pendapatnya.

"Kakak, masalah ini paling baik meminta pendapat adik Tian Xuan untuk menyelesaikannya."

Tian Xuan merasa kesal sekali, dia berhenti sejenak, berkata.

"Kau mau aku melakukan apa?"

Tian Ji tidak menghiraukannya, dia melanjutkan perkataannya kepada Tian Wu.

"Kakak, kau berkata benar, kami tidak bisa mengatakan tuan Qi adalah pembunuhnya, tetapi yang dicurigai juga tidak dapat dilepaskan begitu saja. Bagaimana kalau begini saja, hal ini memang menyusahkan tuan Qi, kita meminta dia supaya bisa bersama pulang ke Hua Shan, jika di kemudian hari nanti ternyata bukan dia yang melakukannya, kita akan langsung meminta maaf dan mengantar dia turun gunung. Kalau ternyata memang benar terbukti adalah tuan Qi yang berbuat, he..he..., tuan Qi harus mempertanggung jawabkan semuanya kepada aliran Hua Shan, kemudian kami yang akan memutuskan untuk menghukumnya."

Tian Wu berpikir sejenak, dia berkata.

"Perkataan mu ada benarnya juga, tetapi, tetapi......"

Maksud dia , ingin menanyakan kepada Qi Le Ming apakah Qi mau menjalankan cara seperti itu.

Tetapi Qi Le Ming sama sekali tidak melihatnya, dia juga tidak mau mengalah, tapi Qi juga tidak tahu bagaimana harus mngeluarkan perkataannya.

Tian Ji seperti mengetahui pemikirannya, melanjutkan berkata.

"Makanya, masalah ini paling baik adalah meminta adik Tian Xuan yang menyelesaikannya. Adik Tian Xuan, maksudku adalah untuk meminta kau berkata kepada tuan Qi, kau dan tuan Qi adalah teman baik, kau juga tidak ingin kami dan teman baikmu terjadi percekcokan, kalau kau bisa membujuk tuan Qi untuk ikut bersama kami pulang ke Hua Shan, itu bukannya bagus sekali untuk ketiga belah pihak!"

Tian Ji berkata sama seperti dengan apa yang dipikirkan oleh Tian Wu.

Baca Juga: Pendekar Pengejar Nyawa 9

Baca Juga: Golok Bulan Sabit 2

Related Posts:

Disqus Comments

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert

© 2017 cerita silat online - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger