Ceritasilat Novel Online

Pendekar Patung Emas 14

Eps 14 Pendekar Patung Emas - Qing Hong

Baca online Pendekar Patung Emas - Qing Hong

Cersil Pendekar Patung Emas - Qing Hong.

Dengan cepat Ti Then membungkkukan badannya menghindar pedangnya dengan disertai desiran tajam menusuk kakinya sehingga mengucurkan darah segar.

Majikan patung emas segera menjerit keras, sepasang tangannya dipentangkan lebar2, tubuh dari tamu yang berhasil dicengkeram sudah kena disobek sehingga robek jadi dua bagian, setelah itu lengannya lalu diayunkan kedepan.

Separuh badan yang masih dibasahi oleh darah segar lalu disambitkan kearah Wie Ci To sekalian yang mengejar datang sedangkan separuh lainnya dengan mengerahkan tenaga murninya yang dahsyat disambitkan ketubuh Ti Then.

Dengan cepat Ti Then meloncat empat depa kesamping, dengan mengikuti getakan itu tubuhnya berputar satu lingkaran besar pedangnya dengan menggunakan jurus Liuw Seng Kun Gwat"

Atau bintang meluncur mengejar rembulan menusuk kedepan dengan datar. Tetapi pada saat itulah mendadak dia sudah kehilangan bayangan dari Majikan patung emas.

"Aduuh ..."

Suara teriakan ngeri berkumandang datang dari tiga kaki dari tempat tersebut !

Kiranya Majikan patung emas sudah berhasil menerjang ketengah gerombolan para tamu, dengan menggunakan ilmu Ing Jiauw Kang dia menghajar wajah tetamu itu sehigga hancur dan binasa seketika itu juga.

Melihat kejadian itu Wie Ci To benar2 amat gusar, sepasang matanya ber-api2, dengan mencekal pedangnya kencang2 dia mengejar kearah depan.

"Bunuh dia! bunuh dia! tidak usah sungkan2 lagi"

Teriaknya dengan keras.

Ti Then, Yuan Kuang Thaysu, Leng Cing Ceng-jien, Kim Cong Loo-jien serta Mong Yong Sian Kauw bagaikan sambaran kilat cepatnya segera menerjang kedepan dan mengerubuti kembali diri Majikan patung emas.

Walaupun untuk melawan serangan enam orang musuh sekaligus Majikan patung emas menemui kesukaran tetapi untuk meloloskan diri dari kurungan sangatlah mudah sekali, kembali dia melancarkan serangan dahsyat mendesak mundur keenam orang itu kemudian bagaikan seekor burung dengan cepatnya menerjang keluar dari kurungan.

Kali ini Ti Then tidak memberi kesempatan buatnya untuk melarikan diri lagi, tubuhnya dengan cepat ikut mengejar ke tengah udara dan kirim satu tusukan.

"Turun!"

Bentaknya keras. Tubuh majikan patung emas yang meloncat ke tengah udara mendadak berhenti bergerak, tubuhnya membalik dan kirim satu pukulan dahsyat ke depan.

"Coba kau rasakan pukulanku ini!"

Teriaknya sambil tertawa aneh.

Ti Then sama sekali tidak menyangka dia bisa menghentikan tubuhnya di tengah udara untuk sesaat lamanya dia tak sempat menarik tubuhnya kembali sehingga dengan amat tepatnya pukulan tersebut bersarang didadanya.

"Braaak ... !"

Dadanya kena dihantam sehingga tubuhnya terjatuh kembali dari tengah udara.

Tetapi satu peristiwa yang diluar dugaan pun sudah terjadi pada saat itu pula.

Sewaktu tubuh Ti Then terkena serangan itu hingga jatuh keatas tanah kelihatannya dia tentu akan terluka parah atau mati, siapa tahu pada saat itulah mendadak pedangnya diangkat, dengan jurus "Gien Liong Jut Hay"

Atau naga perak keluar dari lautan mengirim satu tusukan kedepan.

Tusukan ini datangnya jauh berada di luar dugaan dari majikan patung emas !

Dia mimpi pun tidak mengira kalau Ti Then mnsih bertenaga untuk kirim satu tusukan kearahnya, tadi dia melancarkan serangan kearah Ti Then dengan menggunakan seluruh tenaga, barang siapakah yang terkena serangan itu maka seketika itu juga akan binasa atau se-dikit2nya jatuh tidak sadarkan diri, karena itu dia tidak pernah berpikir kalau Ti Then masih bisa melancarkan serangan kearahnya.

Baru saja hatinya mcrasa kaget tusukan pedang yang amat cepat dari Ti Then itu dengan amat tepatnya sudah menembus lambungnya hingga tembus kebelakang.

"Aaaach ..."

Seketika itu juga seluruh kalangan jadi gaduh dan ramai oleh suara teriakan terkejut bercampur girang.

Tubuh majikan patung emas yang terjatuh dari atas tidak sampai rubuh ke atas tanah, dia tetap berdiri tegak dengan gagahnya.

Dengan perlahan kepalanya ditundukkan melihat sekejap kearah pedang yang menusuk lambungnya itu kemudian dengan wajah penuh rasa terperanjat memandang diri Ti Then dengan melotot.

"Kau ... kau tidak terluka?"

Gumamnya.

Terhadap diri Ti Then yang tidak terluka oleh pukulan dia merasa amat terkejut, bahkan jaun lebih terkejut dari pada tusukan pedang yang berhasil menembus lambungnya itu.

Ti Then sendiri pun sama sekali tidak menyangka kalau didalam keadaan gugup pedangnya berhasil menembus lambungnya hingga tembus kebelakang punggung, walaupun saat ini dia sudah jauh dari kematian tetapi hatinya masih merasa takut, dengan ter-buru2 dia mundur satu langkah kebelakang.

"Selamanya aku tidak bermaksud untuk membinasakan dirimu, tetapi perbuatanmu terlalu kejam ..."

Air muka majikan patung emas berubah jadi amat keren, bentaknya lagi.

"Cepat katakan, kenapa kau tidak terganggu oleh pukulan Loohu tadi?".

"Dapatkah kau beritahukan dulu kepadaku bagaimana caranya untuk nemulihkan kembali ilmu silat dari Yuan Cong Piauw-tauw?". Dari atas wajah majikan patung emas segera tersungginglah rasa kesakitan yang luar biasa, bibirnya bergerak dengan gemetar.

"Asalkan dia bisa mempelajari sim hoat dari tenaga dalamku maka tiga bulan kemudian dia bisa pulih kembali seperti keadaan semula"

Katanya.

"Tetapi..heee-... heee ... tahukah kau bilamana waktu ini aku sudah tak ada waktu lagi untuk memberi pelajaran Sim-hoat tersebut kepadanya!".

"Lalu apakah Sang Koan Loocianpwee dia orang mengerti Sim-hoat tersebut?"

Dengan perlahan majikan patung emas menundukkan kepalanya.

"Aaaa ..aku ..aku tidak tahu . , . kau boleh ..boleh taa ..tanya sendiri ... keee ..kepada ... kepadanya ..". Tubuhnya mulai sempoyongan, mendadak dia angkat kepalanya dan membentak keras .

"Cepat katakan, bagaimana kau tidak terluka oleh serangan dari Loohu??".

"Karena aku memakai pakaian luar tameng landak !".

"Aaaach ... darimana kau mendapatkan pakaian luar tameng landak tersebut?"

Tanya majikan patung emas dengan terperanjat.

"Nyio Loo cung-cu dari perkampungan Thiat Kiam San Cung yang hadiahkan kepadaku".

"Bagus ..bangsat ..bangsat cilik . , nasibmu sungguh mujur!"

Serunya sambil menundukkan kepalanya dengan perlahan.

Baru saja dia selesai berkata mendadak tubuhnya bergerak maju kedepan, bagaikan kilat cepatnya dia menerjang kedepan tangan kirinya mencengkeram dada Ti Then sedang telapak kanannya dengan beratnya menghajar keningnya.

"Aduuuh ... !". Semua orang yang melihat kejadian itu pada berteriak terkejut. Tetapi pada saat itulah ...

"Bruuk!"

Tubuh majikan patung emas sudah keburu dipukul dulu hingga terpental sejauh tiga kaki dan jatuh terlentang diatas tanah.

Bersamaan waktunya pula serentetan darah segar muncrat keluar dari lambungnya!

Kiranya pada saat Ti Then melancarkan serangan menggetarkan tubuhnya kebelakang itulah tangannya yang lain sudah mencabut keluar pedangnya yang tertancap pada lambungnya itu.

Darah segar memancur amat tinggi, semakin lama semakin rendah dan akhirnya suasana menjadi amat tenang.

Akhirnya majikan patung emas mati juga.

Ti Then merasa amat terkejut bercampur girang, lama sekali dia berdiri mematung disana.

Suasana di seluruh kalanganpun jadi sunyi senyap, lama sekali baru terlihatlah Wie Ci To beserta keempat orang ciangbunjien berjalan mendekat.

Sang Kwan Jien pun dibawah bimbingan dua orang pendekar pedang merah berjalan mendekati mayat dari majikan patung emas.

Wajahnya masih tetap dingin tak berperasan tetapi sinar matanya memancar keluar cahaya kegirangan, disamping rasa sedih, girang bercampur pula rasa kasihan.

Setelah berdiam diri beberapa saat lamanya akhirnya Wie Ci To berjongkok dan tangannya mulai meraba leher majikan patung emas .., lama sekali dia meraba terakhir tampaklah dengan perlahan dia melepaskan selapis topeng kulit dari dagunya, mulut ..hidung ...

mata ...

Mendadak terdengar keempat orang ciangbunjien itu pada berteriak kaget.

Para tetamu yang ada diempat penjuru pun tak tertahan lagi pada berkerumun ke depan untuk melihat wajah yang sesungguhnya dari majikan patung emas.

Sewaktu semua orang bisa melihat jelas wajah asli dari majikan patung emas itulah tak ada seorangpun yang tidak menjerit kaget, karena didalam hati mereka sama sekali tidak menyangka kalau majikan patung emas sebenarnya adalah seorang jagoan yang paling dihormati oleh orang2 Bu-lim selama puluhan tahun ini!

"Oooh Thian, bukankah dia adalah si "KAKEK PEMALAS KAY KONG BENG"

"Huuus jangan sembarangan bicara, dia bukan si kakek pemalas Kay Kong Beng, cuma wajahnya saja mirip dengan si kakek pemalas Kay Kong Beng!". Dengan perlahan Wie Ci To bangkit berdiri, wajahnya amat dingin sekali.

"Tidak!"

Serunya.

"Dia benar2 adalah si KAKEK PEMALAS KAY KONG BENG". Kenyataan ini seketika itu juga membuat semua orang berdiri ter-mangu2 untuk beberapa saat lamanya. Ti Then yang berkenalan paling lama dengan majikan patung emas, kini setelah mengetahui dia ornng bukan lain adalah si kakek pemalas Kay Kong Beng dibuat tertegun juga untuk beberapa saat lamanya. Teringat kembali olehnya keadaan sewaktu dia naik kegunung Kiem Teng san untuk mohon diterima sabagai muridnya, waktu itu dia tetap duduk tak bergerak bahkan melihat pun tidak terhadap perbuatannya itu. Tidak disangka dibalik kesemuanya itu dia sudah mengambil tindakan yang luar biasa ... secara diam2 dia sudah menyamar sebagai majikan patung emas dan memancing dirinya untuk pergi ke gua Hu Lu Tong diatas gunung Loo Cun san ... Somakin berpikir dia merasa hatinya makin bergidik. Saat itulah terdengar Yuan Kuang Thay-su dari Siauw-lim pay sudah berkata.

"Omintohud ..omintohud ..! Tidak disangka majikan patung emas sebetulnya adalah samaran dari Kay Loo sicu !".

"Kalau memangnya Wie sicu sudah tahu atas perbuatannya yang mencelakai saudara perguruan kenapa tidak sejak dahulu siarkan dosanya ini ?"

Sambung Leng Cing Cin-jien. Dengan perlahan Wie Ci To meletakkan tangannya keatas pundak Sang Kwan Jien setelah itu menghela napas panjang.

"Waktu itu orang yang mengetahui kalau Sang Kwan Jien adalah sute dari Kay Kong Beng tidak banyak, apa lagi dia tidak bisa berbicara mau pun menulis, wajah aslinya pun sudah dihancurkan, bilamana aku orang she-Wie siarkan dosanya ini ada siapa yang suka mempercayainya ? siapa yang suka percaya kalau dia adalah sute dari Kay Kong Beng ?".

"Soal ini memang kenyataan". sahut Leng Cing Cin-jien membenarkan.

"Bilamana bukannya ini hari Pinto melihai dengan mata-kepala sendiri kalau majikan patung emas adalah hasil penyamaran dari Kay Kong Beng, Pinto memang benar2 tidak akan percaya kalau dia adalah seorang manusia yang begitu".

"Maka itu sebelum berhasil menawan dirinya aku orang she-Wie terpaksa harus menyimpan baik2 rahasia ini, bilamana aku ceritakan hal ini dia malah bisa balik menuduh aku orang sengaja memfitnah dirinya. Dia orang seharusnya dibeginikan seperti ini hari baru bisa mengaku terus terang."

"Aaah ..kiranya inipun termasuk sebab2 mengapa Wie Poocu mendirikan loteng penyimpan kitab yang dilengkapi dengan alat2 rahasia"

Seru Kiem Cong Loojien sambil mengangguk.

"Terus terang saja aku katakan sebelum kejadian ini loohu selalu menganggap kalau didalam loteng penyimpan buku itu sudah disimpan sebuah benda pusaka yang berharga sekali !"

"Aku orang she Wie merasa hanya membiarkan dia datang sendiri baru bisa semua orang percaya "

Ujar Wie Ci To sambil senyum.

"maka sengaja aku dirikan sebuah loteng penyimpan kitab, sengaja aku orang she Wie kirim berita pula kepadanya kalau Sang Kwan Jien sebenarnya ada didalam Benteng aku orang she Wie, setelah menunggu selama sepuluh tahun lamanya dia tidak datang2 juga, aku orang she Wie malah mengira dia sudah tidak mempunyai niat."

"Omitohud ! kejahatan akan memperoleh balasan. Kay Loo sicu tidak tahu budi bahkan membalas kebaikan dengan kejahatan sutenya, dia memang harus menerima ganjaran !"

Ujar Yuan Kuang Thaysu dengan serius.

"Aku orang she Wie cuma merasa sayang, sebenarnya dia tidak boleh melakukan pekerjaan seperti ini."

Tiba2 terdengar Mong Yong Sian Kauw tertawa geli.

"Wie Poocu, menantumu hilang!"

Serunya. Mendengar perkataan tersebut Wie Ci To jadi kaget, dengan gugup dia menoleh dan memeriksa keadaan disekeliling tempat itu.

"Bocah ini kemana perginya ?"

Pikirnya di hati.

"Jangan cemas ... jangan cemas !"

Seru Mong Yong Sian Kauw lagi sambil tertawa.

"Dia masih belum jauh meninggalkan pintu benteng."

Semua orang dengan cepat menoleh ke arah luar, terlihatlah pada saat itu Ti Then lagi berjalan meninggalkan pintu, agaknya dia bermaksud meninggalkan tempat itu tanpa pamit.

Dengan cepat Wie Ci To mengejar dari belakangnya sambil berseru .

"Eeei Ti Then, kau kembali."

Mendengar teriakan Ti Then menghentikan langkahnya dan tundukkan kepalanya.

Dia benar2 ingin pergi meninggalkan tempat, karena dia merasa walaupun hatinya merasa cinta terhadap Wie Lian In tapi tidak bakal bisa menjelaskan urusan ini hingga benar2 terang karena itu jauh lebih baik dia cepat2 meninggalkan Benteng Pek Kiam Poo.

Tetapi maksud hatinya itu ternyata sudah diketahui oleh seseorang ...

si sekuntum bunga bwee Mong Yong Sian Kauw, Dengan cepatnya Wie Ci To mengejar sampai dibelakang tubuhnya.

"Ti Then, kau hendak kemana??"

Tanyanya dengan terharu.

"Siauw-say sudah tidak punya muka untuk tetap tinggal di Benteng lebih lama maka ...

"Omong kosong!!"

Potong Wie Ci To dengan cepat.

"Bagaimanakah sifatmu loohu sudah mengetahuinya amat jelas, Loohu sama sekali tidak marah kepadamu dan kau pun tidak punya alasan untuk meninggalkan Benteng !". Ti Then cuma menggerakkan bibirnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Sifatmu Loohu mengerti amat jelas"

Ujar Wie Ci To lagi.

"Dan kini kau sudah membinasakan dirinya, hal ini membuktikan kalau pikiranmu adalah jujur kau sudah merasa menyesal terhadap perbuatan tersebut, Loohu percaya tak seorang pun yang bakal mengatakan bahwa perbuatanmu itu salah !!". Saking terharunya air mata mulai mengucur keluar membasahi seluruh wajahnya, dia benar2 merasa berterima kasih sekali atas kebaikan hati Wie Ci To.

"Perhatian dari Gak-hu yang ber-lebih2an ini membuat siauw-say merasa amat berterima kasih, cuma ...."

"Kau maksudkan Lian In ?"

Seru Wie Ci To sambil tarsenyum.

"Terus terang Loohu beritahu padamu, dia sama sekali tidak menaruh rasa dendam kepadamu, dia sejak semula sudah tahu kalau kau benar2 sudah menyenangi dirinya, sampai kini dia tidak munculkan dirinya hal ini disebabkan oleh karena besok pagi dia bakal menikah, seharusnya kau tidak boleh memaksa seorang nona yang hendak menikah untuk munculkan diri dihadapan umum bukan ?". Mendengar perkataan tersebut Ti Then segera tertawa . .. tertawanya kali ini amat luwes dan menarik ...

"Cepat ... cepat masuk kedalam temui dirinya"

Seru Wie Ci To kemudian sambil ulapkan tangannya berulang kali.

"Dia lagi menanti kedatanganmu kedalam !". Ti Then mengangguk dan lari masuk ke dalam Benteng dengan terburu2. Di belakangnya terdengar olehnya suara teriakan serta gelak yang amat ramai sekali ..TAMAT

Baca Juga: Bayangan Bidadari 7

Baca Juga: Pedang Sinar Emas 9

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert