Ceritasilat Novel Online

Kembalinya Ilmu Ulat Sutera 3

Eps 3 Kembalinya Ilmu Ulat Sutera - Huang Ying

Baca online Kembalinya Ilmu Ulat Sutera - Huang Ying

Cersil Kembalinya Ilmu Ulat Sutera - Huang Ying.

"Apakah pada pertarungan tadi kau yang menang? Apakah Beng To kabur bersama gurunya?"

Wan Fei-yang mengangguk, Tong Pek-coan tertawa.

"Dari awal aku sudah tahu kalau kau bukan orang yang kejam, tapi kau masih terlihat muda!"

Dia tidak sadar apa akibatnya melepaskan harimau pulang ke hutan, bencana apa yang akan datang di kemudian hari yang tidak kunjung habis.

"Kongkong tidak tahu, adik perempuan Beng To adalah calon istri Wan Fei-yang!"

Tong Pek-coan mengangguk.

"Aku sudah tahu, dia adalah gadis yang baik"

Tong Ling tercengang dia menatap Pei-pei.

"Aku tidak percaya!"

Tong Pek-coan tidak melayaninya, dia terus menatap Wan Fei-yang.

"Jangan membunuh Beng To, bunuhlah Sat Kao!"

"Apakah kalau tidak ada Sat Kao, Beng To tidak akan bisa berlatih ilmu lweekang Mo-kauw?"

Tanya Wan Fei-yang. Tong Pek-coan menggelengkan kepala.

"Sebenarnya Beng To tidak terlalu jahat, Sat Kao lah orang yang mempunyai ambisi jahat dan bersifat kejam!"

"Oh..."

Tapi Wan Fei-yang tidak melihatnya.

"Melihat matanya saja sudah bisa terlihat!"

Tong Pek-coan terengah-engah.

"orang-orang Mo-kauw selalu ingin melewati batas, sebelum ini mereka sudah membawa banyak kerepotan bagi dunia persilatan Tionggoan kadang-kadang malah mendatangkan bencana!"

"Aku pun pernah terpikir akan hal itu, Beng To membunuh banyak pesilat Tionggoan bukan karena niat dari dirinya sendiri!"

Tiba-tiba Tong Pek-coan menarik nafas panjang.

"Kita kembali ke pembicaraan semula, kalau bukan karena Beng To juga bersifat iblis, dia tidak akan mau bekerja sama dengan Sat Kao, selanjutnya apa yang harus kita lakukan, kau harus mengambil keputusan sendiri!"

Wan Fei-yang mengangguk. Tong Pek-coan berpesan kepada Tong Ling.

"Jalanmu masih panjang, jika aku mati nanti kuburkan saja aku di sini..."

"Kongkong..."

Tong Ling berteriak. Tong Pek-coan tertawa.

"Orang sudah mati jika dikubur akan tenang, kalau kau anak baik jangan membuat arwahku nanti tidak tenang!"

Setelah itu, nafasnya putus tubuhnya melengkung seperti udang kering, kulitnya pun mengering.

Awalnya Tong Ling masih termangu-mangu, lalu baru menangis sejadi-jadinya.227 Sewaktu mengebumikan kakeknya terlihat mayat kakeknya mulai membusuk, rupanya Tong Pek-coan tahu racun laba-laba ini sangat jahat, jasadnya tidak bisa dibawa ke Tionggoan dan setiap saat bisa membusuk.

Akhirnya Tong Ling mengerti alasan mengapa Tong Pek-coan tidak mau dikubur di Tionggoan.

Setelah merasa sedih, kemarahannya pun muncul, semua kemarahan dilampiaskannya kepada Pei-pei.

Gerakannya sangat cepat dan tiba-tiba Wan Fei-yang sendiri pun tidak sempat mencegah.

Tangan kecilnya dibalik sebuah pisau tipis sudah berada di depan tenggorokan Pei-pei!

Pei-pei terkejut dan perlahan mundur, Tong Ling tertawa dingin.

"Kalau kau bergerak, pisauku akan menggorok lehermu!"

Tangan yang memegang pisau menghalangi jalan mundur Pei-pei.

"Apa maksudmu?"

Tanya Pei-pei.

"Di mana kakakmu bersembunyi?"

"Aku tidak tahu..."

"Kalau kau tidak memberitahu, aku akan membunuhmu sekarang!"

"Dia benar-benar tidak tahu!"

Sela Wan Fei-yang.

"Kau kenal dia berapa lama, apakah kau tahu semuanya dengan jelas?"

Tanya Tong Ling.

"Mana ada tempat berlatih ilmunya yang lebih rahasia?"

Kata Wan Fei-yang.228

"Sekarang dia sedang mencari tempat untuk memulihkan lukanya, apakah selain gua ini tidak ada tempat yang lebih rahasia?"

Tanya Tong Ling.

"Sekalipun ada, kalau Pei-pei tahu pun tidak akan mau mengantar ke sana, apakah kau tidak takut Pei-pei akan membawa kita ke sana?"

"Sampai kakak kandungnya pun berani dikhianati, adik seperti ini memang jarang ada!"

Tong Ling tertawa didingin.

"Dia tidak berniat jahat dan tidak terpikir akibatnya akan berat seperti ini, aku pun tidak pernah menjelaskan kepadanya!"

Kata Wan Fei-yang.

"Kalau begitu, peralat saja dia!"

Usul Tong Ling. Wan Fei-yang merasa malu, Pei-pei malah membelanya.

"Wan-toako bukan orang seperti itu, sebenarnya dia tidak sengaja melukai Kokoku, dia hanya ingin Kokoku jangan sampai melukai orang lain lagi, aku juga seperti itu."

"Kalau begitu, cepat beritahu tempat di mana Kokomu bersembunyi, biar aku sendiri yang ke sana untuk membunuhnya!"

Nada bicara Tong Ling sangat dingin.

"Kalau kau berniat seperti itu, walaupun aku tahu tempatnya, aku tidak akan memberitahumu!"

"Kalau begitu, kau tidak menginginkan nyawamu lagi?"

Wan Fei-yang tertawa.

"Dia hanya berkata asal-asalan, kau juga bukan orang yang tidak tahu aturan dan sembarangan membunuh!"

"Aku mempunyai cara tertentu supaya dia mau bicara!"229

"Mengapa tidak tanya saja kepadaku?"

Usul Wan Fei-yang.

"Kau tahu juga? Kau tahu dari mana?"

Tanya Tong Ling.

"Ilmu yang dilatihnya adalah ilmu lweekang Mo-kauw dengan ilmu Ih-hoa-ciap-bok, menyedot tenaga dalam dari pesilat tangguh lain, sekarang dia sedang terluka, dia butuh lebih banyak tenaga dalam dari orang lain untuk mengobati dan memulihkan lukanya, di daerah suku Biauw ini memang ada pesilat tinggi tapi tidak banyak, jadi dia harus ke Tionggoan lagi!"

"Apakah kau tahu kalau Tionggoan itu sangat luas?"

Tanya Tong Ling.

"Bagaimanapun itu arah tujuannya tetap, dia tidak akan berputar-putar di daerah suku Biauw!"

Kata Wan Fei-yang.

"Baik! Kita segera kembali ke Tionggoan, dengan cara apa pun kita harus mencari Beng To!"

Kata Tong Ling.

"Aku ikut!"

Kata Pei-pei segera.

"Buat apa kau ikut kami? Apakah kau senang melihat kakakmu mati di tangan orang lain!"

Tanya Tong Ling. Pei-pei menatap Wan Fei-yang.

"Aku akan ikut dia ke mana pun dia pergi!"

"Apa maksudmu?"

"Ini adalah aturan suku Biauw."

"Ku kira itu hanya alasanmu saja, kau ingin mencari kesempatan mendekati Wan-toako!"

"Aku mendekatinya pun pantas, tidak perlu mencari-cari alasan, apakah kau lupa aku adalah calon istrinya?"

"Kurasa cintamu hanya bertepuk sebelah tangan!"

Pei-pei menatap Wan Fei-yang lagi, Tong Ling segera bertanya.

"Wan-toako, apakah seperti itu?' Wan Fei-yang tampak berpikir sebentar.

"Ini adalah masalah pribadi..."

Tong Ling memotong.

"Apakah kau mempunyai rahasia yang sulit diutarakan? Apakah siluman kecil ini memakai cara tidak benar..."

"Aku punya cara tersendiri untuk mengatasi masalah ini dan tidak ada hubungannya dengan Nona!"

Kata Wan Fei-yang.

"Aku hanya khawatir kau akan dihina"

Tong Ling pelan-pelan berkata lagi.

"kalau kau tidak suka, aku tidak akan bicara tentang hal ini lagi!"

"Apakah kau harus ikut dengan kami?"

Tanya Wan Fei-yang kepada Pei-pei.

"Menurut kata orang-orang, Tionggoan adalah tempat bagus, aku ingin berjalan-jalan ke sana, kesempatan ini tidak akan kusia-siakan!"

Jawab Pei-pei.

"Bagaimana dengan ayahmu..."

"Ayah terlalu banyak urusan, kami kakak beradik tidak akan dikhawatirkan, dia pun tidak pernah mengurus kami!"

"Kau ikut kami juga ada kebaikannya sebab kami butuh orang yang bisa berkomunikasi dengan orang Biauw supaya tidak terjadi masalah!"

"Lebih baik dibunuh saja!"

Sela Tong Ling lagi.231 Wan Fei-yang melihatnya, dia segera menutup mulutnya, dia sendiri jadi bingung mengapa sekarang dia begitu takut Wan Fei-yang marah. Pei-pei juga melihatnya.

"Sebenarnya Kokoku orang baik!"

"Dia sudah membunuh banyak orang, kau masih mengatakan dia orang baik, berarti orang baik seperti dia benar-benar banyak!"

Tong Ling tertawa dingin.

"Mungkin itu adalah ide guruku!"

"Apakah dia boneka yang bisa diatur-atur oleh orang lain dan tidak mempunyai pendirian sendiri?"

Tong Ling tertawa dingin.

Pei-pei tidak bisa menjawab, Wan Fei-yang mulai berpikir apa yang Tong Ling katakan tadi memang masuk akal.

Tidak diragukan lagi, Pei-pei adalah gadis lembut, walaupun Tong Ling bersifat keras tapi dia juga mempunyai sisi lembut.

Maka dua gadis itu berjalan berbarengan.

Jika mereka di depan Wan Fei-yang tidak terlihat ada masalah, tapi di balik semua itu kelembutannya sudah tidak ada, yang ada mereka saling tidak mau mengalah dan saling menjegal lawan untuk mendekati Wan Fei-yang.

Tong Ling yang menjadi inisiatif karena dia tidak rela melihat Pei-pei menempel terus pada Wan Fei-yang.

Walaupun dia tahu perempuan dari suku Biauw sangat bebas perilakunya dan tidak banyak aturan kaku.232 Awalnya Pei-pei tidak memperhatikan sikap Tong Ling, dia mengira Tong Ling hanya ingin melampiaskan dendam kepada kakaknya melalui dirinya tapi lama kelamaan dia sadar bukan seperti itu.

Dia juga melarang Tong Ling mendekati Wan Fei-yang, percekcokan pun mulai terjadi.

Wan Fei-yang melihat mereka dan mengerti, hanya saja dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, sebab dia tidak berpengalaman menghadapi perempuan, sekalipun ada yang berpengalaman menghadapi 2 gadis seperti mereka pasti akan angkat tangan.

Yang satu menguasai ilmu senjata rahasia yang sangat tinggi, lahir di Tong-bun sebuah perkumpulan yang sangat terkenal, dan dia juga ditunjuk oleh Tong Pek-coan menjadi pemimpin Tong-bun.

Hubungan mereka memang kakek dan cucu, tapi seorang Tong Pek-coan demi masa depan Tong-bun tidak akan sembarangan mencomot seseorang menjadi pemimpin.

Dia pasti tahu sampai di mana ilmu silat Tong Ling.

Mengenai Pei-pei, dia menguasai ilmu guna-guna tapi dia gadis yang baik, dia tidak akan menggunakan ilmu perdukunan yang jahat untuk mencelakakan orang.

Masalahnya dia tidak tahu kalau ilmu perdukunan ini mana yang jahat dan yang mana yang tidak jahat, sebelumnya dia tidak pernah mencelakakan orang, dia tidak tahu dalam keadaan apa ilmu guna-gunanya baru boleh digunakan.233 Sebenarnya 2 orang gadis ini sangat berbahaya, mereka sangat lihai, jika mereka bertarung akibatnya benar-benar tidak bisa dibayangkan, tapi kalau tidak bisa saling mengendalikan diri akibatnya mereka pasti akan bertarung.

Sepanjang jalan Tong Ling selalu menyindir, Pei-pei pun tidak mau kalah.

Tapi yang pertama menyerang malah Pei-pei, ini di luar dugaan Wan Fei-yang, dia tidak keburu menghalangi mereka karena dia tidak mengerti apa isi hati Pei-pei dan tidak mengerti ilmu perdukunan dia tidak tahu kapan Pei-pei akan menyerang Tong Ling.

Pei-pei mulai memakai guna-gunanya, saat itu mereka sedang makan malam.

Tapi Tong Ling adalah pesilat tangguh ahli senjata rahasia, pengamatannya sangat jeli.

Begitu mangkok nasi diangkat, dia melihat sebutir nasi di dalam mangkoknya terus bergerak.

Pertama dia mengira dia telah salah melihat, tapi begitu melihat lagi dengan teliti dia baru sadar kalau dia tidak salah lihat.

Nasi di dalam mangkok itu segera dibuang ke bawah meja.

Wan Fei-yang segera melihat sikap Tong Ling yang aneh, sorot matanya mengawasi gerakan mangkok dan bertanya.

"Ada apa?"

Kata-kata baru terucap keluar, dia melihat butiran nasi aneh itu.

Sumpit yang ada di tangan Tong Ling segera234 digunakannya untuk mengorek-ngorek nasi itu, dia segera berteriak terkejut.

Di dalam tumpukan nasi terlihat beberapa puluh ekor ulat kecil berwarna abu keputihan, mata ulat-ulat itu berwarna abu, kaki mereka sangat banyak, kalau tidak dilihat dengan teliti tidak akan bisa membedakannya.

Kaki-kaki kecil ulat-ulat itu terus bergerak-gerak tapi tubuh mereka tidak bergeser dengan cepat.

Warna ulat-ulat itu hampir sama dengan warna butiran nasi, maka sulit membedakan apa lagi kalau sudah tertutup oleh nasi.

Jika ulat-ulat dan nasi itu dimakan dan masuk ke dalam perut, apa yang terjadi kemudian kita tidak akan tahu, tapi melihat ulat-ulat kecil itu cukup membuat bulu kuduk berdiri.

Mata Tong Ling segera berputar.

"Pelayan!"

Dia berteriak. Seorang pelayan segera datang menghampiri, Tong Ling ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi? Tapi Wan Fei-yang sudah bertanya terlebih dulu.

"Siau-ko, nasi dan sayur kami apakah sudah lengkap?"

Pelayan itu tertawa.

"Tidak lama lagi, Tamu boleh makan dulu, pesanan berikutnya segera akan diantar!"

Tong Ling terpaku, dia melihat Wan Fei-yang, Wan Fei-yang tertawa.

"Kita akan menginap di sini, makan malam dengan waktu yang agak lama pun tidak masalah!" 235 Tong Ling ingin bertanya tapi Wan Fei-yang sudah menunjuk mangkok nasi, dia segera melihatnya ternyata ulat-ulat kecil itu sudah tidak ada, dia terpaku lagi. Ulat-ulat itu datang cepat, pergi pun cepat. Di dalam mangkok tidak terlihat ada ulat, dia tidak bisa marah lagi. Pelayan itu sudah pergi. Tong Ling menatap Wan Fei-yang.

"Apakah mataku yang sudah rusak?"

Wan Fei-yang menggelengkan kepala.

"Coba kau lihat lagi!"

Begitu Tong Ling melihat mangkok nasi itu tampak ulat-ulat kecil itu muncul lagi. Akhirnya dia melihat Pei-pei yang duduk di sisinya dan dari tadi tidak bereaksi apa-apa.

"Apakah kau yang menaruhnya?"

Suara dan wajah Tong Ling mulai melotot dengan perasaan tidak suka.

"Betul! Aku yang menaruhnya!"

Pei-pei mengakuinya.

"Benda apa itu?"

"Ku..."

Pei-pei tidak merasa bersalah.

"Dari awal aku sudah tahu kau adalah siluman kecil yang sering menggunakan ilmu hitam, kau berhati jahat dan selalu mencari kesempatan ingin mencelakaiku!"

"Ku ini..."

Tong Ling memotong.

"Untung aku mengetahuinya, kalau makhluk makhluk ini dimakan panca inderaku akan keluar darah dan aku akan mati seketika!"

Pei-pei menggelengkan kepala.236

"Ku ini hanya untuk menakut-nakuti setelah memakannya pun tidak akan terjadi apa-apa!"

"Berarti seperti cairan penghancur mayat, setelah disiram tulang pun akan hancur dan tidak tersisa apa-apa!"

Kata Tong Ling.

"Maksudku, ulat-ulat itu hanya untuk menakut-nakuti setelah dimakan ulat-ulat itu akan mati, tapi manusia tidak akan merasakan yang tidak enak!"

"Kau kira aku percaya pada kata-katamu?"

Bentak Tong Ling kepada Pei-pei.

"Dengan Ku, kakakmu sudah membuat Kong kongku meninggal, kau ingin menggunakan Ku membuat celaka aku, kalian kakak beradik bukan orang baik-baik, masih mengaku orang baik!"

"Aku tidak mau bicara denganmu lagi!"

"Tentu saja sebab kau sudah berbuat salah, Wan-toako..."

Tong Ling melihat Wan Fei-yang.

"dari awal aku sudah mengatakan kau sudah salah menilai orang!"

"Aku percaya apa yang dikatakannya tadi!"

Kata Wan Fei-yang.

"Bukti sudah ada di depan mata, kau sendiri juga melihatnya, mengapa masih membelanya?"

"Kalau dia benar-benar ingin kau makan nasi tadi, ulat-ulat yang ada di dalam nasi itu tidak akan bergerak!"

"Ulat-ulat itu memang selalu bergerak!"

Tong Ling tertawa dingin.237 Kata-katanya baru terucap keluar, dia melihat ulat-ulat yang ada di dalam nasi semua berhenti bergerak seperti menjadi kaku.

"Jika aku menyuruh mereka tidak bergerak, paling sedikit kau akan makan sesuap!"

Bela Pei-pei.

"Sembarangan bicara!"

"Semua adalah sebenarnya!"

Jawab Pei-pei.

"Aku tidak akan makan sesuap nasi pun, kalau aku telah memakan..."

Nada bicara Tong Ling makin meninggi. Orang-orang yang ada di rumah makan itu terus melihat ke arah mereka. Wan Fei-yang melihatnya, dia tidak bisa berbuat apa-apa.

"Seharusnya aku tidak banyak bicara, apakah benar, Wan-toako?"

Tanya Pei-pei. Wan Fei-yang hanya menarik nafas dan tidak bersuara. Pei-pei berkata kepada Tong Ling.

"Karena Wan-toako, aku jadi mengenalmu..."

"Apa hubungannya Wan-toako mengenalku denganmu?"

"Karena aku adalah calon istrinya!"

"Itu hanya keinginanmu, tidak ada yang mengakuinya!"

"Asal Wan-toako mengakuinya, itu sudah cukup!"

Pei-pei mendekati Wan Fei-yang.

"Aku tidak akan melakukan hal-hal yang tidak kau sukai! Wan Fei-yang hanya bisa menarik nafas panjang, Pei-pei berkata lagi.

"Tapi marga Tong ini benar-benar membuatku repot!"

"Apa yang kau katakan tadi?"

Bentak Tong Ling.238

"Kalau sepanjang peijalanan kau tidak cerewet dan tidak membuatku tersinggung, mana mungkin aku akan memakai guna-guna?"

"Aku punya kebebasan, apakah setiap perkataanku harus ada ijinmu?"

"Tapi kau selalu menyindirku!"

"Siapa suruh kau ingin menjatuhkan reputasiku?"

"Kaulah yang selalu menjatuhkan reputasiku!"

"Kau adalah musuh keluargaku!"

Pei-pei tidak bisa menjawab apa yang dilaku kan Beng To kepada kakek Tong Ling membuat Pei-pei merasa bersalah.

"Aku hanya menggeretkan mulut tidak menggerakkan tangan, sedangkan kau sudah menggerakkan tangan, terpaksa aku juga harus menggerakkan tanganku!"

Tangan kanannya melayang, beberapa butir senjata rahasia dilemparkan ke arah tangan dan pundak Pei-pei.

Walaupun sasarannya bukan nadi penting tapi cukup membuat siapa pun terkejut.

Pei-pei ingin menghindar tapi Wan Fei-yang sudah mengayunkan tangan untuk menyambut senjata itu.

Tong Ling melempar untuk kedua kalinya, Wan Fei-yang tetap menyambutnya.

"Wan-toako, minggirlah, hari ini aku harus memberi pelajaran kepada dia!"

Tong Ling bersiap-siap untuk melempar lagi.239 Pei-pei bersembunyi di balik tubuh Wan Fei-yang-Karena tidak ada cara lain Tong Ling hanya bisa menghentakkan kaki dan marah-marah.

"Siluman kecil, kalau kau pemberani, jangan bersembunyi di balik Wan-toako!"

"Wan-toako tidak suka kalau kita bertarung, jangan membuatnya repot!"

"Kau hanya tidak berani menyambut senjata rahasiaku!"

"Walaupun aku tidak bisa menyambut senjata rahasiamu, tapi sebelum senjata rahasiamu mengenai-ku, guna-gunaku sudah melekat di tubuhmu!"

"Baiklah! Keluar dari sini, aku ingin tahu dengan cara apa kau menabur guna-guna itu ke tubuhku?"

Baru saja kata-katanya habis, tiba-tiba dia merasa di tangannya seperti ada sesuatu, begitu melihatnya, dia segera berteriak.

Karena tangannya penuh dengan ulat kecil-kecil yang sedang merayap.

Ulat-ulat kecil itu saat berada di dalam mangkok nasi tidak begitu kentara, sekarang setelah merayap di tangannya, dia bisa melihat dengan jelas.

Memang tidak terlihat kalau ulat-ulat itu jahat, tapi begitu melihat banyak ulat yang sedang merayap di tangannya membuatnya geli dan merasa jijik.

Ini pertama kalinya Tong Ling mengalami kejadian seperti ini, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Wan Fei-yang melihat Pei-pei dan membentak.

"Pei-pei..."240

"Wan-toako..."

Pei-pei menunduk.

"Jangan main-main lagi, cepat tarik kembali guna-gunamu!"

Pei-pei melihat Tong Ling, mulutnya bergerak-gerak dan ulat-ulat yang sedang merayap di tangan Tong Ling segera pergi.

Sekarang Tong Ling baru melihat ulat-ulat kecil itu mempunyai sepasang sayap tembus pandang.

Setelah melihat serangga-serangga itu pergi, dia baru bisa menghembuskan nafas tapi senjata rahasia yang ada di tangannya sudah dilemparkan ke arah Pei-pei.

Wan Fei-yang sekali lagi menyambut.

"Nona Tang, demi diriku, cukup sampai disini! "

Kalau kami terus bertarung apa yang akan kau lakukan?"

Tanya Tong Ling tiba-tiba.

"Tentu saja Wan-toako akan berada di pihakku, lalu kami akan memberi pelajaran kepadamu!"

Sela Pei-pei.

"Wan-toako adalah pendekar dari perguruan lurus, mana mungkin dia akan membantu orang yang sering menggunakan guna-guna dari Mo-kauw?"

"Aku tidak pernah menggunakan guna-guna untuk mencelakakan orang, aku bukan iblis, kalau bicara hati-hati, jangan menyerangku lagi!"

Tong Ling diam-diam meletakkan ke dua tangannya di bawah, dia sudah memegang senjata rahasia, setiap saat bisa melemparkannya. Entah Wan Fei-yang melihatnya atau tidak.241

"Kalau kalian terus begitu, biar aku saja yang pergi!"

Kata Wan Fei-yang marah.

"Kalau kau tidak ikut campur itu lebih baik, aku mempunyai cara tertentu menghadapi siluman kecil ini,"

Kata Tong Ling.

"Wan-toako, kau mau ke mana?"

Tanya Pei-pei.

"Kemana pun aku bisa pergi, asal tidak usah melihat kalian lagi!"

Jawab Wan Fei-yang.

"Tidak..."

Pei-pei dan Tong Ling bersama-sama berteriak. Akhirnya mereka mengerti alasan Wan Fei-yang pergi.

"Aku harus mengikutimu!"

Kata Pei-pei.

"Kau tidak tahu malu!"

Tong Ling marah, tangannya mulai melayang. Pei-pei tidak takut.

"Silakan lemparkan senjata rahasiamu, biar aku ambruk karena senjata rahasiamu, aku tidak mau Wan-toako sedih!"

Tong Ling segera menurunkan tangannya.

"Kau benar-benar jahat, kau ingin membuat Wan-toako membenciku, aku tidak akan terpancing olehmu!"

Kepala Wan Fei-yang seperti akan terbelah menjadi dua.

Masalah paling sulit adalah menghadapi gadis, dari awal dia sudah tahu, tapi inilah pertama kali dia mengalami keadaan seperti ini.

Pei-pei segera kembali ke tempatnya mengambil mangkok dan sumpit.

Tong Ling juga duduk kembali di tempatnya, dia melihat nasi yang ada di dalam mangkok,242 bulu kuduknya merinding lagi, dia seperti melihat ada ulat yang sedang merayap di dalam nasi.

"Kau mulai lagi!"

Tong Ling berteriak lagi.

"Apa maksudmu dengan mulai lagi?"

"Jangan begitu tegang!"

Mata Wan Fei-yang terlihat berputar.

Tong Ling baru bisa menghembuskan nafas karena di tangannya memang tidak ada apa-apa.

Wan Fei-yang meminta semangkok nasi lagi.

Itu membuat Tong Ling merasa tenang dan lebih kagum kepadanya.

Pastinya makan malam kali ini berada dalam suasana tidak enak.

Setelah makan Wan Fei-yang baru merasa tenang.

Dia mengira tidak akan ada masalah yang muncul lagi, tapi masalah muncul di waktu dia sedang berpikir.

Kamar hanya ada 2, satu untuk Wan Fei-yang, satu lagi untuk Tong Ling dan Pei-pei.

Biasanya dua gadis berada dalam satu kamar tidak akan terjadi masalah, tapi sewaktu tidur Pei-pei malah lari dan masuk ke kamar Wan Fei-yang.

Saat Pei-pei datang ke kamar Wan Fei-yang, Tong Ling mengikuti dari belakang.

Dia memang selalu mengawasi Pei-pei tapi bukan masalah guna-guna.

Pei-pei sudah berjanji tidak akan menggunakan guna-guna lagi, supaya Wan Fei-yang tidak membencinya.

Tong Ling sangat tenang mengawasi pei-pei karena dia tidak ingin Pei-pei mendekati Wan Fei-yang.243 Maka begitu Pei-pei meninggalkan kamar, dia segera mengejarnya dari belakang.

Baru saja Wan Fei-yang membuka pintu kamarnya dan Pei-pei sudah menerjang masuk, dia ingin bertanya tapi Pei-pei sudah menutup pintu, sebelum ditutup Tong Ling sudah melangkah masuk supaya pintu tidak bisa ditutup.

"Ada apa kau kemari?"

Tanya Pei-pei.

"Kalau kau sendiri kemari ada apa?"

Tong Ling balik bertanya.

"Aku datang untuk melayani Wan-toako, ini adalah kebiasaan bangsa kami!"

Jawab Pei-pei.

"Aku rasa itu hanya kebiasaan dari dirimu sendiri!"

"Apakah kau lupa aku adalah calon istrinya, melayaninya adalah tanggung jawabku!"

Pei-pei menjawab dengan serius.

Tong Ling tertawa dingin, Pei-pei segera membereskan ranjang Wan Fei-yang, dia tidak mengeluarkan suara, juga tidak melayaninya.

Tong Ling menatap Wan Fei-yang, dia tidak bereaksi sama sekali, seperti tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Wan Fei-yang memang sedang berpikir.

Masa lalunya memang sangat pahit, tapi dia selalu mengingatnya.

Akhirnya Tong Ling tidak tahan lagi, dia berteriak.

"Wan-toako..."

Wan Fei-yang seperti terbangun dari mimpi.

"Ada apa?"

Tong Ling melihat Pei-pei.

"Kau benar-benar menerima layanannya?"244

"Melayani atau tidak, kukira tidak ada salahnya!"

Kata Wan Fei-yang.

"Kalau begitu, aku juga akan melayanimu!"

Dia melangkah ke depan Pei-pei dan merebut selimut yang ada di tangan Pei-pei.

"Apa hubunganmu dengannya?"

"Teman..."

Tong Ling tertawa dingin.

"aku tidak akan seperti kau memaksa mengakui diri jadi calon istrinya."

"Kalau begitu, keadaan kita tidak sama, jangan terus mengikutiku, aku melakukan apa yang pantas kulakukan!"

"Siapa bilang aku tidak boleh melakukan semua ini, Wan-toako pun tidak melarangku, kau yang cerewet!"

"Kalau dia tidak menganggap semua ini masalah, aku juga akan seperti itu, apa yang kulakukan tidak ingin membuatnya marah, aku harus melaksanakan kewajibanku!"

"Apa yang akan kau lakukan?"

Tong Ling melotot, matanya penuh dengan kobar permusuhan.

"Apa yang akan kulakukan itulah kewajibanku, tidak ada hubungannya denganmu!"

"Apa yang akan kau lakukan, aku juga bisa melakukannya!"

Kata Tong Ling.

Pei-pei menatapnya, diam-diam dia mundur ke sisi Wan Fei-yang, kemudian membalikkan tubuh memunggungi Wan Fei-yang.

Sewaktu Tong Ling melihat perbuatan Pei-pei, dia tampak bengong, kemudian berteriak.245

"Apa maksudmu?"

Reaksi Tong Ling membuat Wan Fei-yang merasa aneh.

Pei-pei tidak menjawab, dia membalikkan tubuh, kedua tangannya terjulur ke bawah lalu diangkat, baju atasnya segera terlepas, muncullah dua buah gunung yang montok dan indah, putih seperti giok.

Ini benar-benar di luar dugaan Wan Fei-yang.

begitu melihat, dia segera mengalihkan sorot matanya.

"Inilah tugas seorang istri!"

"Kau tidak tahu malu!"

Pei-pei ingin mengatakan sesuatu. Wan Fei-yang segera membentak.

"Cepat pakai bajumu!"

"Wan-toako..."

Pei-pei masih ragu. Tong Ling menyela.

"Orang terpencil tidak berbudaya, tidak bisa berubah, gampang memperlihatkan bagian tubuh, sedikit rasa malu pun tidak ada!"

"Sekarang atau nanti sama saja, aku tetap akan menjadi istrinya..."

"Cepat pakai bajumu!"

Bentak Wan Fei-yang. Pei-pei mengambil kembali bajunya yang terjatuh. Kata Tong Ling.

"Kalau Wan-toako tidak menyukaimu, percuma saja kau berupaya dengan segala cara!" 246 Sambil berkata dia mendekati Wan Fei-yang. Pei-pei merasa cemas, dengan tubuh telanjang dia segera mendekat dan ingin memeluk Wan Fei-yang. Wan Fei-yang selalu menoleh ke tempat lain, tapi dia masih merasakan Pei-pei mendekatinya. Dari sudut matanya dia melihat dada Pei-pei yang putih, dia segera bergeser sambil mengebutkan lengan bajunya. Pei-pei terbanting ke tempat tidur karena kebutan lengan baju Wan Fei-yang, dia merasa kesal karena disalahkan, air matanya pun mengalir keluar. Saat itu tiba-tiba dia melihat ada laba-laba beroman manusia. Laba-laba sebesar kacang kedelai tapi bukan berwarna hitam, melainkan berwarna putih keabuan dan hampir tembus pandang. Pei-pei segera termangu setelah tahu ada laba-laba beroman manusia, dia juga tahu apa kegunaan laba-laba jenis ini. Wan Fei-yang dan Tong Ling tidak melihat ada laba-laba itu, walaupun mereka melihatnya, pereka tidak akan terlalu memperhatikannya. Pei-pei mengenakan bajunya kembali, diam-diam melihat ke mereka berdua lalu menunduk dia berjalan melewati mereka, membuka pintu dan keluar dari kamar. Wan Fei-yang masih berdiri termangu. Begitu pintu tertutup, dia baru menghembuskan nafas panjang. Apakah masalah ini bisa diselesaikan dengan baik? Kalau tidak, apa yang harus dia lakukan?247

"Aku harus memberi pelajaran kepadanya agar kelak dia tidak akan membuat masalah yang memalukan!"

Kata Tong Ling.

"aku benar-benar tidak pernah melihat ada gadis yang tidak tahu malu seperti dia!"

Akhirnya Wan Fei-yang membuka suara.

"Dia hanya gadis polos, apa yang dia lakukan dan pikirkan langsung dilakukan, dia bukan gadis jahat!"

"Kakak dan gurunya saja orang jahat, apa yang disaksikan atau didengar adalah kejahatan..."

"Dia seperti apa, aku yakin kau bisa melihatnya sendiri!"

Kata Wan Fei-yang. Tong Ling terdiam sambil menggigit bibir. Wan Fei-yang melanjutkan lagi.

"Jumlah orang baik tidak banyak, kita mengenalnya, seharusnya kita menghargainya! "

Aku tahu dia gadis baik-baik, tapi aku tidak terima..."

Tong Ling tidak meneruskan kata-katanya.

"Hampirilah dia dan hibur dia demi aku!"

"Kalau aku tidak setuju, kau pasti akan pergi ke sana, aku akan berusaha menasihatinya, tapi akibatnya seperti apa, aku tidak akan bertanggung jawab!"

Wan Fei-yang tertawa kecut.

Asal kedua gadis itu tidak saling menyerang, dia sudah merasa cukup puas.

Kalau perlu, mungkin dia akan pergi karena orang baik di dunia sudah tidak banyak, mengapa harus membuat mereka sedih?248 Tong Ling kembali dengan cepat, katanya Pei-pei tidak ada di kamarnya.

Wan Fei-yang tidak merasa terkejut, Tong Ling merasa karena terguncang maka Pei-pei pergi, setelah kemarahannya mereda tentu akan kembali.

Tapi semalam sudah berlalu Pei-pei masih tidak muncul.

Saat dia meninggalkan tempat ini saat itu adalah malam hari, tidak ada seorang pun yang melihatnya pergi, maka sulit melacak jejaknya.

Wan Fei-yang merasa bingung.

Waktu sudah semakin mendesak mereka harus mencari sendiri, terlambat sehari pun sudah tidak bisa.

Satu-satunya yang membuat tenang adalah ilmu silat Pei-pei cukup tinggi, selain itu dia mengerti ilmu guna-guna untuk menjaga dirinya, jadi tidak akan terjadi masalah.

Awalnya Tong Ling merasa sangat senang karena kepergian Pei-pei tapi setelah melihat Wan Fei-yang gelisah seperti itu, dia pun ikut terganggu.

Sebenarnya Tong Ling tidak berhati jahat, tapi begitu melihat Pei-pei mendekati Wan Fei-yang, rasa cemburunya segera muncul maka kata-kata yang keluar selalu terbawa emosi.

Laki-laki atau perempuan sulit terlepas dari fasa tertarik dan tidak bisa berjiwa besar dalam masalah cinta.

Saat ini Pei-pei sedang berada di sebuah kamar rahasia di sebuah tempat sembahyang.

Tempat sembahyang seperti ini banyak terdapat di wilayah suku Biauw tapi yang megah dan besar sangat sedikit.249 Tempat ini berada di salah satu tempat sembahyang, tempat ini dibangun dan diawasi oleh Sat Kao.

Di bawah tempat sembahyang itu ada sebuah terowongan rahasia dan bisa menembus ke sana-ke-mari.

Kalau Wan Fei-yang mempunyai banyak waktu, dia tidak akan sulit mencari Pei-pei dan akan menemukan tempat ini, tapi ruangan rahasia atau jalan rahasia tetap ada penghalangnya.

Ruangan rahasia atau jalan terowongan itu pasti mempunyai tempat masuk atau keluar, dan itulah celahnya.

Beng To dan Sat Kao berada di dalam sana untuk memulihkan luka-luka mereka, walaupun luka dalam Sat Kao sangat berat tapi setelah beristirahat dan berobat, dia sudah bisa berjalan dengan lancar dan tenaga dalamnya pun pelan-pelan mulai pulih kembali.

Dia terluka seperti luka biasa, asal ada waktu untuk beristirahat dia bisa cepat pulih.

Keadaan Beng To tidak sama, dia sangat percaya diri bahwa dia bisa menang, maka dia menyerang dengan sekuat tenaga, sehingga tenaga untuk menyerang sangat besar, maka tenaga balik Wan Fei-yang menyerang semua jalan darah di tubuhnya.

Memang nadinya tidak tergetar hingga putus, tapi luka akibat getaran tidak berbeda jauh dengan nadi yang tergetar hingga putus.

Tenaga dalamnya tergetar hingga terpencar, walaupun dia masih mempunyai sisa tenaga tapi tetap sudah tidak bisa berkumpul lagi.250 Sat Kao berusaha membuat tenaga dalamnya bisa berkumpul kembali.

Tapi dia tidak menjelaskannya dengan detail, dia berusaha menutupi keadaan sebenarnya.

Dia takut Beng To akan menelantarkan dirinya sendiri dan tidak berniat untuk maju.

Mencari orang sebagai pengganti Beng To, sama sekali tidak membuatnya percaya diri, tapi jika ada yang cocok dia tetap akan siap!

Tapi selain Beng To rasanya tidak ada orang yang cocok lagi.

Beng To bukan hanya harapannya juga harapan dari Mo-kauw.

Apakah Mo-kauw bisa terkenal di Tionggoan?

Semua harus melihat tekad Beng To.

Jadi selama masih ada sedikit harapan, dia tidak akan melepaskan, dia akan berusaha menolong Beng To.

Sampai saat ini luka Beng To sudah jauh lebih baik.

Sat Kao hanya khawatir Beng To akan patah semangat.

Ilmu Iweekang yang Beng To latih adalah ilmu Iweekang aliran Mo-kauw.

Sebenarnya dengan ilmu lweekangnya dia bisa mengobati lukanya, dan ilmu Iweekang Beng To kebanyakan didapatkan dari hasil Ih-hoa-ciap-bok.

Jika bisa mendapatkan orang yang cocok tidak sulit untuk memulihkan tenaga dalam-nya yang sudah lenyap.

Masalahnya Sat Kao sendiri juga terluka, jika ingin mencari seorang lawan yang mempunyai tenaga dalam kuat lalu dengan ilmu Ih-hoa-ciap-bok, digunakan oleh Beng To, dia tidak sanggup.251 Tapi Sat Kao berusaha dan melihat-lihat di mana ada pesilat seperti itu.

Akhirnya dia melihat Wan Fei-yang, Tong Ling, dan Pei-pei.

Diam-diam dia mencari kesempatan melumpuhkan Wan Fei-yang, tapi kesempatannya tidak ada, dia malah melihat Pei-pei masuk ke kamar Wan Fei-yang.

Pei-pei bisa mendekati Wan Fei-yang, kalau dia bisa membantu mereka meringkus Wan Fei-yang, itulah hal yang bisa membuatnya senang.

Sat Kao melepaskan laba-laba kecil berwarna abu keputihan.

Walaupun laba-laba itu kecil tapi merupakan bibit laba-laba langka, bisa mengirim informasi sangat tepat.

Begitu melihat laba-laba itu Pei-pei sudah tahu Sat Kao berada di sekitar sini, dia juga mengkhawatirkan luka Beng To, maka dia pun keluar mencari mereka.

Dari luar luka Beng To tampak tidak apa-apa, setelah Pei-pei melihat keadaan Beng To, dia merasa agak tenang dan ingin kembali ke sisi Wan Fei-yang.

SatKao mengijinkan dan mengemukakan permintaannya, agar sewaktu Pei-pei mendekati Wan Fei-yang menggunakan guna-guna untuk memikat Wan Fei-yang.

Pei-pei segera menggelengkan kepala, dia tidak lupa pada pesan Wan Fei-yang dan dia siap menunggu.

"Mungkin kau bisa bersabar menunggu tapi jangan lupa di sisi Wan Fei-yang ada Tong Ling..."

Kata-kata Sat Kao menggetarkan hati Pei-pei. Dengan penuh rasa percaya diri Pei-pei menjawab.

"Wan-toako tidak akan menyukainya!"252

"Kalau dia tidak suka, mengapa membiarkan gadis itu berada di dekatnya?"

Pei-pei harus mengakui kata-kata Sat Kao masuk akal, Sat Kao pandai menilai reaksi seseorang, dia berkata lagi.

"Gadis itu pintar bermain taktik, dia ingin mengusirmu dan merebut Wan Fei-yang dari sisimu!"

"Aku tidak akan gampang tergeser!"

"Tapi dia dengan segala upaya akan berusaha menggeser dan menyerangmu, apakah kau tidak sadar?"

Sat Kao menaruh curiga.

"Wan-toako adalah orang yang mengerti aturan!"

"Tapi mereka sama-sama dari suku Han, lebih gampang berkomunikasi. Jika ada masalah Tong Ling hanya butuh satu kalimat untuk menjelas-kannya sedangkan kau butuh 10 kalimat!"

Pei-pei mengangguk, Sat Kao berkata lagi.

"Aku melihat dia lebih pintar bicara dibandingkan denganmu, kalau kalian bersengketa yang kalah pasti dirimu, di depan Wan Fei-yang kau akan terlihat lebih jahat!"

Pei-pei memang tidak tahu seperti apa perasaan Wan Fei-yang, tapi setelah Sat Kao berkata seperti itu dia baru merasa khawatir. Sat Kao yang jahat sudah melihat reaksi Pei-pei, dia berkata lagi.

"Suku bangsa Han sangat menepati janji, apa lagi Wan Fei-yang adalah orang terkenal, jika dia telah menjanjikan sesuatu kepada Tong Ling. kau tidak akan mempunyai harapan lagi!"

"Tapi..."

Pei-pei ingin mengatakan sesuatu.

"Masuk desa harus mengikuti aturan di sana, setelah keluar desa keadaan akan berbeda lagi, hal seperti ini bukankah sudah ada banyak contoh?"

"Tapi Wan-toako bukan orang seperti itu!"

Walaupun Pei-pei berkata seperti itu tapi nada bicaranya mulai sangsi. Sat Kao yang berpengalaman bisa melihatnya dengan jelas, dia berkata lagi.

"Kau siap menanggung resiko ini, aku tidak akan bisa membantumu lagi!"

Pei-pei berpikir sebentar.

"Apa yang harus kulakukan sekarang?"

"Aku sudah menjelaskannya bukan!"

"Apakah benar-benar harus memakai guna-guna?"

"Asal dia mengijinkanmu mendekatinya, itu sudah ada cukup, ilmu silatnya memang tinggi asal dia tidak waspada kepadamu, masukkan ulat ke dalam tubuhnya itu sebenarnya tidak sulit?"

"Aku tidak mengerti!"

"Guna-guna yang kau pilih semacam guna-guna yang bisa membuat dia lupa segalanya dan bisa membuatnya hidup sampai tua di perbatasan Biauw, untuk menemanimu seumur hidup!"

"Aku tidak mempunyai jenis guna-guna seperti ini..."

"Aku bisa memberikan kepadamu dan cara menguasai guna-guna ini tidak rumit!"

Akhirnya Pei-pei mengerti juga.254

"Setelah dia terkena guna-guna ini apakah dia akan terluka?"

"Tidak, hanya saja pola pikirnya menjadi sederhana, setelah itu dia hanya akan setia kepadamu!"

"Maksudnya, kalau aku tidak mau dia kembali ke Tionggoan, dia pasti tidak akan pulang ke Tionggoan?"

"Itu sudah pasti, selamanya dia akan tinggal di perbatasan suku Biauw!"

"Tapi dia pendekar terkenal di Tionggoan!"

"Seorang pendekar pasti akan berkelana dan kau tidak bisa seterusnya mengikuti dia, lebih-lebih sulit menerima jika dia ke mana-mana akan menabur cinta!"

Pei-pei menundukkan kepala. Sat Kao masih terus memutar lidahnya yang seperti tidak bertulang.

"Pertama, Tong Ling saja sudah cukup membuatmu kalang kabut, kalau ditambah dengan perempuan lain, seumur hidup kau tidak akan bisa hidup tenang!"

Pei-pei mengangguk.

"Kalau menyuruhnya tinggal di perbatasan Biauw, sangat tidak menguntungkan karena ilmu silatnya…"

Sat Kao tertawa.

"Setelah terkena guna-guna pola pikirnya bisa kita kuasai, ilmu silatnya pun tidak terganggu, kau tetap bisa membuat ilmu silatnya maju, dengan ilmu silatnya yang tinggi itu seharusnya dia bisa berkembang di perbatasan Biauw ini!"

"Setelah itu apa yang harus kulakukan?"255

"Tentang dia kau yang mengaturnya, kau bisa membuatnya mengabdi kepada orang suku Biauw dan membuat kebaikan untuk orang suku Biauw!"

Sat Kao menarik nafas.

"Kalian suku Biauw selalu dianggap rendah oleh suku Han, setelah ada Wan Fei-yang yang berilmu tinggi di sini, dia pasti akan membantu kalian menaikkan derajat kalian. Semua itu asal kau bisa mengaturnya!"

Tampaknya Pei-pei mulai tertarik. Sat Kao melihatnya.

"Untuk kakakmu juga ada kebaikannya!"

"Apa kebaikannya?"

"Setelah Kokomu pulih, dia akan berjaya di Tionggoan dan tidak akan terkalahkan!"

"Ilmu silat Koko katanya sangat tinggi, tapi dia di bawah Wan-toako, kalau Wan-toako tidak berada di Tionggoan maka Tionggoan pasti akan berada dalam genggamannya!"

"Betul, Kokomu dari suku Biauw, di Tiong-goan atau di daerah Biauw pesilat tangguh sama-sama dari suku Biauw, bukankah itu adalah suatu kebanggaan bagi orang Biauw?"

Pei-pei terdiam, Sat Kao berkata lagi.

"Tidak perlu banyak berpikir lagi!"

Pei-pei masih terdiam.

"Demi suku Biauw, kau harus melakukannya!"

Pei-pei masih berpikir. Sat Kao sudah mengeluarkan sebuah kotak kecil dari balik bajunya dan berkata.256

"Kalau serangga biasa dengan ilmu lweekang Wan Fei-yang, sulit untuk masuk ke dalam tubuhnya, hanya dengan induk serangga ini..."

"Induk serangga?"

"Hanya dengan induk serangga ini baru berguna!"

Sat Kao membuka kotak yang terbuat dari batu giok, di dalamnya terdapat seekor ulat kecil transparan dalam keadaan telungkup!

Sat Kao melayangkan kotak itu dengan pelan, induk serangga itu jatuh di atas telapak tangannya, dari luar terihat tidak ada keistimewanya, kalau tidak dilihat dengan teliti tidak akan bisa melihat keberadaan sesungguhnya.

Pei-pei pun terkejut.

"Apakah ini induk serangga yang tadi Suhu maksud? Sepertinya tidak ada keistimewaannya!"

"Jika kau ingin mendapatkan Wan Fei-yang dan hati Wan Fei-yang, induk serangga ini sangat berguna!"

Pei-pei melihat ke kiri dan ke kanan.

"Bentuknya sangat lucu!"

Bentuk induk serangga itu seperti diukir dari batu transparan, tidak buruk, sama sekali tidak menjijikan! Semakin dilihat Pei-pei semakin menyukai-nya, dia bertanya.

"Suhu, apakah induk serangga ini untukku?"

"Kalau kau mengambil untuk melayani Wan Fei-yang, silakan!"

"Melayani?"

Pei-pei mengerutkan alis.257 Kata-kata Sat Kao membuatnya merasakan aura permusuhan. Sat Kao sadar dia telah salah bicara, dia segera berkata.

"Maksudku dengan melayani sebenarnya adalah merawat!"

"Seperti apa merawatnya?"

Tanya Pei-pei.

"Biarkan dia memakan induk serangga ini, sepertinya tidak akan sulit bagimu untuk melakukannya!"

Kata-kata Sat Kao sangat ringan dan lembut! "Asal dia sudah memakannnya, dia akan menjadi milikmu, tidak ada yang bisa merebutnya dari sisimu!"

"Apakah Tong Ling juga tidak akan bisa?"

"Sudah pasti, siapa Tong Ling itu? Dia bukan orang penting!"

Terlihat sudut mulut Pei-pei terangkat dan dia tertawa.

"Orang yang lebih sulit dari Tong Ling masih sangat banyak!"

Kata SatKao.

"Sebenarnya dia tidak jahat kepada orang Biauw, dia hanya berprasangka, mungkin semua ini ada hubungan dengan kematian kakeknya!"

Pei-pei tetap mempunyai sisi baik.

"Walaupun bukan karena kakeknya, dia tetap akan memandang remeh kepada orang Biauw!"

Sat Kao tertawa dingin.

"Didepan matanya, kau tidak pantas berpasangan dengan Wan Fei-yang, walau pun dia sendiri tidak tahu apakah Wan Fei-yang suka atau tidak kepadamu!"

Pei-pei mengangguk, Sat Kao berkata lagi.258

"Tidak diragukan lagi Wan Fei-yang sangat menyukaimu!"

"Maksud Suhu..."

"Kalau dia tidak menyukaimu, dia tidak akan membiarkanmu ikut, yang pasti Tong Ling tidak suka karenanya, maka dia berusaha merusak hubungan kalian!"

"Betul seperti itulah Tong Ling!"

"Kalau begitu, tunggu apa lagi?"

Tangannya melayang. Induk ulat itu sudah dikembalikan ke dalam wadah. Ulat itu seperti bukan ulat hidup. Sat Kao menyerahkan kotaknya pada Pei-pei.

"Menguasai induk serangga ini tidak perlu dengan benda khusus, cangkang kerang yang biasa kau pakai saja itu sudah cukup, setelah berhasil langsung bawa Wan Fei-yang ke perbatasan Biauw!"

"Masih ada banyak hal di Tionggoan yang harus dia bereskan!"

Pei-pei belum mau menerima kotak dari giok itu.

"Beng To akan membantu membereskan masalahnya, dia sudah menjadi orang Biauw! Dia harus mengurus masalah orang Biauw dulu!"

Sat Kao tertawa lagi.

"Kecuali kalau kau tidak menyukainya dan tidak peduli gadis lain mengambilnya dari sisimu, kalau tidak, kau tidak perlu banyak berpikir lagi, karena ini bukan masalah rumit!"

Sekali lagi kotak giok itu diserahkannya kepada Pei-pei, kali ini Pei-pei mau menerimanya.

Induk serangga itu tetap terlihat lucu, sampai sekarang Pei-pei tidak merasa jijik, semakin dilihat dia merasa semakin259 senang dan semakin suka, dia percaya induk serangga itu akan menghubungkan dia dan Wan Fei-yang selama-lamanya.

Dia memang tidak berpengalaman, dia tidak tahu bahwa dunia ini banyak terdapat orang jahat, dia juga tidak tahu seperti apa kehidupan di dunia ini, kecuali cinta masih ada banyak hal yang lebih penting.

Benda yang terlihat lucu dari luar, belum tentu benar-benar lucu.

Seperti semacam bunga yang ada di daerah Biauw bunga yang paling beracun.

Bunga itu berwarna-warni saat mekar dan sangat indah, siapa pun akan menyukainya, tapi jika ter-kena kulit akan membuat daging membusuk dan tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya.

Jadi begitu bunga beracun itu terlihat yang lain akan menghindarinya, karena dari luar terlihat jelas, tidak seperti induk serangga itu, dia akan men-dengar perintah dan setelah masuk ke dalam tubuh seseorang baru berguna.

Sampai sekarang Beng To tetap berpikiran, apapun harus diukur berdasarkan kepentingan suku Biauw.

Sat Kao melihat jelas hal ini, maka dia pun tidak tergesa-gesa.

Siapa pun Beng To, asal dia mengaku dia adalah murid dari Mo-kauw, itu sudah cukup.

Hanya Beng To yang bisa membuat Mo-kauw jadi terkenal, dia tidak peduli apa yang akan dilakukan Beng To.

Dia berada di daerah Biauw, dia mengerti sifat orang Biauw, ambisi Beng To sangat besar, tapi ada batas-batas tertentu, dia sudah lama menyayangkan hal ini.260 Mo-kauw dari barat akan membuat dunia kacau, tapi Beng To hanya ingin menguasai dunia persilatan saja, dia tidak akan melakukan masalah besar supaya dunia menjadi kacau dan bergejolak.

Bagi orang persilatan merebut kekuasaan adalah hal yang sangat membanggakan, tapi pikiran mereka terbatas.

Orang persilatan bisa berdiri terus.

Pemerintah jarang bertanya-tanya, asalkan sikap mereka tidak kelewatan.

Mo-kauvv berasal dari negari barat memiliki agama di luar bangsa.

Baru mulai ingin menguasai dunia persilatan, sebelum berhasil dia hanya berpikir semua baru dimulai, bukan hal yang aneh.

Keserakahan seseorang biasanya karena dia telah berhasil dan bertambah hebat.

Keserakahan Beng To belum cukup besar, begitu juga Sat Kao.

Maka di masa depan belum terlihat bahaya dari mereka.

Pengalaman Wan Fei-yang pun masih sangat dangkal, dia tidak bisa melihat kejadian sebenarnya, apa lagi Pei-pei.

Orang seperti mereka boleh dikatakan tidak berpengalaman, di dunia persilatan tidak banyak orang seperti mereka, tapi apakah sekarang dengan pengalaman dangkal tidak akan mengalami hal seperti ini juga?

Orang harus bisa bertumbuh menjadi dewasa.

Di malam yang sama, tapi bagi Wan Fei-yang tidak sama, bukan karena malam ini dia sudah meninggalkan tempat orang Biauw, sehingga dia bisa kembali lagi ke tempat orang261 Han dan dia merasa akrab dan hangat, tapi dia malah merasa kebingungan sebab belum tentu dia bisa bertemu dengan Pei-pei lagi!

Selama beberapa hari ini tidak terlihat Pei-pei, walaupun Wan Fei-yang selalu berhati-hati dan teliti dalam mencari.

Pastinya Tong Ling melihat sikap Wan Fei-yang yang berbeda, dia juga mengerti apa yang sudah terjadi.

Gadis ceroboh tapi dalam perasaan cinta dia menjadi sensitif, sebagai pesilat tangguh dalam senjata rahasia dia mempunyai mata jeli, perubahan sikap Wan Fei-yang tidak bisa lolos dari pengamatannya.

Sebenarnya Tong Ling tidak terlalu membenci Pei-pei tapi begitu melihat Pei-pei mendekati Wan Fei-yang, dia menjadi marah.

Selama beberapa hari tidak melihat Pei-pei, sebenarnya dia merasa khawatir, dia pernah merasakan kesepian dan kebingungan tapi begitu terpikir Pei-pei menghilang masih di daerah Biauw, tempat di mana Pei-pei sangat hafal, ditambah lagi dia adalah seorang putri, pasti tidak akan mengalami hal yang merepotkan, dia baru merasa sedikit tenang.

Dia ingin dengan alasannya mencoba menasihati Wan Fei-yang, tapi begitu melihat Wan Fei-yang seperti tidak bersemangat dan masa bodoh, api kecemburuannya segera muncul.

Kata-katanya yang sudah ada di depan bibir, ditelannya kembali.262 Pastinya semakin jauh dari wilayah Biauw, dia akan merasa semakin tenang, dia tidak percaya Pei-pei yang bertubuh lemah bisa mencari mereka sampai ke Tionggoan.

Dulu Tong Pek-coan selalu mengajarkan agar dia jangan salah perkiraan dan meremehkan musuh.

Di depan musuh dia tidak ragu-ragu lagi, dia melakukan semuanya dengan baik, tapi tetap saja dia meremehkan Pei-pei, karena dia tidak menganggap Pei-pei adalah musuh.

Dia tidak tahu dalam medan percintaan dan dalam medan pertarungan sebenarnya tidak jauh berbeda!

Walaupun dia adalah seorang gadis, kadang-kadang karena perasaan cintanya dia akan menjadi kuat!

Tapi Tong Ling sama sekali tidak berpengalaman, sampai sekarang laki-laki yang bisa membuatnya tertarik hanya Wan Fei-yang.

Sewaktu Pei-pei berada di sisi Wan Fei-yang, dia hanya ingin dia sendiri yang diperhatikan oleh Wan Fei-yang, makan atau tidur pun tidak enak.

Setelah Pei-pei meninggalkan mereka, dia baru merasa tenang, dia pun tidak mengganggu Wan Fei-yang lagi.

Malam ini sewaktu Pei-pei kembali, Tong Ling sudah tertidur dengan nyenyak.

Apakah ini malapetaka baginya atau malapetaka bagi Wan Fei-yang?

Pei-pei sangat berhati-hati, dia berusaha tidak membuat Tong Ling terbangun, jadi dia tidak melewati kamar Tong Ling.263 Dia juga tidak mengetuk pintu kamar Wan Fei-yang, dia mendorong jendela di kamar Wan Fei-yang.

Wan Fei-yang segera terbangun, begitu melihat yang masuk adalah Pei-pei, dia malah bengong.

Tidak diragukan lagi semua ini di luar dugaan Wan Fei-yang.

Jari telunjuk Pei-pei segera diletakkan di mulut memberi isyarat agar Wan Fei-yang jangan bersuara.

Wan Fei-yang tahu karena di sebelah kamarnya adalah kamar Tong Ling, walaupun dia tidak bersuara tapi dia tertawa kecut.

Melihat Pei-pei telah kembali dia sangat senang, tapi begitu memikirkan masalah yang akan muncul kemudian, dia bingung lagi.

Dia sama sekali tidak menyangka kesulitan yang akan datang bukan dari Tong Ling, kesulitan ini bukan menyangkut masalah perasaan yang sedehana, melainkan suatu malapetaka.

Malapetaka yang akan langsung mengancam keselamatan nyawa nya.

Pei-pei seperti seekor kucing masuk ke kamar Wan Fei-yang, diam-diam menutup jendela, lalu masuk ke dalam pelukan Wan Fei-yang.

Waktu itu Pei-pei hanya menangis dan mata nya sudah berkaca-kaca.

Melihat mata Pei-pei tampak berkaca-kaca, tanpa terasa Wan Fei-yang memeluknya, dia sadar kalau dia sekarang264 mendorong Pei-pei jauh-jauh, itu adalah tindakan yang sangat kejam.

Wan Fei-yang tidak tahu berpelukan seperti ini bukan hanya dia saja yang terhanyut, Pei-pei pun bisa teijerumus dan keadaan tidak akan tertolong.

Pei-pei yang berada dalam pelukan Wan Fei-yang, terus mengeleng-gelengkan kepala, air matanya dengan cepat mengalir membasahi baju bagian dada Wan Fei-yang.

Sebenarnya dia ingin menangis sepuas-puasnya, tapi dia takut membuat Tong Ling yang ada di kamar sebelah terbangun.

Wan Fei-yang merasakan gejolak hati Pei-pei juga merasakan bajunya basah karena air mata Pei-pei, tapi dia tidak merasakan induk serangga itu.

Induk serangga itu sedang merayap keluar dari dalam lengan baju Pei-pei, sambil merayap warna tubuhnya mengikuti warna keadaan di sekelilingnya.

Induk ulat begitu kecil ditambah bisa berubah warna, benar-benar sulit dibedakan, apa lagi Pei-pei sedang menangis tersedu-sedu.

Ilmu silat Wan Fei-yang memang sangat tinggi, reaksinya pun cepat, jika saat itu ada yang menyerang dengan senjata rahasia atau dengan cara lain, dia tetap bisa menghadapinya, tapi jika serangan dilakukan dari pihak Pei-pei, belum tentu dia bisa menghindar.

Jika Pei-pei ingin membunuhnya benar-benar sekarang adalah kesempatan baik.

Tapi yang pasti, saat muncul aura265 membunuh, sedikit atau banyak, Wan Fei-yang pasti akan merasakannya.

Tapi sekarang yang dia rasakan hanyalah kekesalan hati Pei-pei karena disalahkan oleh Tong Ling.

Ternyata induk serangga itu sudah tahu apa tugasnya, dia meloncat dan merayap di tubuh Wan Fei-yang.

Posisi induk serangga itu saat meloncat atau merayap sangat aneh, seperti berubah menjadi binatang jenis lain.

Wan Fei-yang tidak melihatnya dia membelai rambut Pei-pei.

"Ke mana kau pergi selama beberapa hari?"

Begitu dia membuka mulut untuk bicara induk serangga itu berhenti merayap tapi tubuhnya akan menekuk, seperti anak panah siap meluncur keluar.

Waktu itu Wan Fei-yang sedang mengatakan 'ke mana', serangga itu sudah meluncur masuk ke dalam mulut Wan Fei-yang.

Perasaan Wan Fei-yang waktu itu seperti ada seekor nyamuk terbang masuk ke dalam mulutnya, dan tiba-tiba saja dia merasa ada bahaya menghampirinya.

Waktu itu pun mulutnya terasa kaku, rasa berikut menjalar ke seluruh tubuh.

Pei-pei memang tidak melihat reaksi di wajah Wan Fei-yang, tapi dari reaksi tubuh Wan Fei-yang, dia sudah tahu bahwa induk serangga itu sudah masuk ke dalam tubuh Wan Fei-yang, dia menengadah untuk melihat lebih jelas.266 Wan Fei-yang menatap Pei-pei, dari sikap-nya dia seperti ingin menyampaikan sesuatu tapi sepatah kata pun tidak bisa keluar, hanya sorot matanya yang tadinya terlihat lincah sekarang seperti membeku.

"Wan-toako..."

Pei-pei memanggil.

Wan Fei-yang mendengar panggilan itu kedua alisnya berkerut, dia seperti ingin menatap Pei-pei lebih jelas, tapi dengan cepat dia melonggar-kan pelukannya.

Tapi sorot mata kaku dan beku itu mulai berubah dia terlihat lincah lagi, tapi tidak setajam tadi, matanya seperti tertutup oleh kabut tipis, dan dia terlihat linglung.

"Wan-toako..."

Sekali lagi Pei-pei memanggil.

Reaksi Wan Fei-yang sekali ini berbeda dibandingkan tadi, kedua tangannya bertambah erat memeluk Pei-pei, lalu mencium mulut Pei-pei, leher, juga dadanya.

Pei-pei merasa terkejut sekaligus senang dan malu.

Pei-pei jadi mengerti induk serangga itu sudah mulai melakukan tugasnya, dia juga tahu apa yang akan dilakukan Wan Fei-yang, dia sudah siap, tapi sewaktu hal ini datang dia tetap merasa bimbang.

"Suhu tidak berbohong kepadaku..."

Pikiran ini baru muncul.

Pei-pei merasa Wan Fei-yang sudah membuka baju bagian dadanya, dia merasa malu dan menoleh ke arah lain.

Sebelumnya dia pernah membuka baju di depan Wan Fei-yang.

Memang saat itu dia ingin bersaing dengan Tong Ling, waktu itu dia sedang marah, maka dia tidak merasakan apa-apa, sekarang hanya ada mereka berdua, dia tahu apa267 yang akan dilakukan Wan Fei-yang, dia tetap merasa bingung.

Dia meronta, rontaan ini semakin membuat Wan Fei-yang bersikap kasar dan gila.

Akhirnya Pei-pei telanjang bulat dan digendong ke ranjang.

Sekarang pikiran Wan Fei-yang sudah terbakar oleh nafsu birahi, tidak ada hal lain yang dipikirkannya.

Induk serangga itu memang sudah mulai bekerja, serangga lain tidak akan bisa berbuat seperti induk serangga ini, serangga ini bisa menguasai pikiran Wan Fei-yang, selain itu bisa menggali nafsu paling primitif manusia, nafsu birahi yang tersimpan di dalam semua orang.

Pei-pei pun tidak terkecuali, nafsu birahi Pei-pei tergali oleh Wan Fei-yang, dia lupa pada semua hal, dia menikmati nafsu birahi sepuasnya.

Suara dengusan ke dua orang ini membuat Tong Ling yang ada di kamar sebelah kamar jadi terbangun, dia berdiri di depan jendela, dia menggigit bibirnya sampai berdarah.

Suara mereka memang tidak terlalu besar, tapi pendengaran Tong Ling sangat tajam, mana mungkin dia tidak akan mendengarnya?

Apa lagi setiap saat dia selalu waspada dengan kedatangan Pei-pei, dia ingin mencari tahu bagaimana keadaan Wan Fei-yang.

Selama beberapa hari ini Pei-pei menghilang, Tong Ling tetap mengkhawatirkan dia.

Dia sendiri juga tidak tahu mengapa dia bisa seperti itu.268 Dia pergi ke kamar Wan Fei-yang, tapi semua itu sudah terlambat.

Dia adalah seorang gadis, dia tidak mengerti apa yang telah terjadi antara Pei-pei dan Wan Fei-yang.

Tadinya dia ingin menendang pintu kamar, tapi dia masih berusaha menahan diri.

Setelah lama berpikir dia melubangi kertas jendela untuk mengintip situasi di dalam kamar, setelah cukup lama ragu-ragu dia memutuskan untuk melakukan pengintaian.

Astaga...!

Wajahnya segera menjadi merah dan jantungnya berdebar-debar.

Dia cepat-cepat memalingkan wajahnya melihat ke tempat lain.

Dalam hati dia berteriak.

"Wan Fei-yang, ternyata kau bajingan!' bibirnya di gigit, air matanya pun segera menetes. Terdengar suara Pei-pei yang sedang terbawa kemikmatan surga dunia. Tong Ling benar-benar tidak tahan melihat mereka, dia meng-hentakkan kaki dan pergi dari sana.

"Aku tidak sudi melihatmu lagi!' Tong Ling terus berteriak di dalam hati, sambil berjalan air matanya pun tidak terbendung lagi. Sebelumnya tidak pernah ada lawan jenis yang bisa menarik perhatiannya, lebih-lebih di sukainya. Wan Fei-yang adalah laki-laki pertama yang menarik perhatiannya, apa sebabnya dia sendiri pun tidak tahu.269 Cinta memang aneh, kalau bisa melihat perubahannya, di dunia ini tidak akan banyak laki-laki atau perempuan yang mabuk cinta. Mungkin ini adalah kehendak Langit, akhirnya Wan Fei-yang tidak bisa lari dari malapetaka ini. Sewaktu Wan Fei-yang bangun, hari sudah terang, dia masih dalam keadaan telanjang, begitu juga Pei-pei. Pei-pei belum bangun, melihat Pei-pei dalam keadaan tertidur pun tampak dia masih merasakan kelembutan cintanya. Begitu melihat Pei-pei telanjang bulat, Wan Fei-yang tampak terkejut, nafsu birahinya mulai terbakar lagi. Dia ingin mendekati Pei-pei lagi, tapi kali ini dia berusaha menekan nafsu birahi ini, kemudian dia melihat tetesan darah di atas seprai.

"Mengapa bisa terjadi seperti ini?"

Wan Fei-yang menggelengkan kepala. Apa yang terjadi semalam, mulai berkelebat dalam pikirannya satu persatu. Akhirnya dia teringat ada nyamuk yang masuk ke dalam mulutnya.

"... guna-guna!"

Kata-kata ini muncul di otak Wan Fei-yang.

Pertama kali saat dia bertemu Pei-pei, Pei-pei di gua itu pernah meniup cangkang kerang untuk menguasai sekelompok ulat yang merayap ke tubuhnya.

Tujuannya adalah memaksa Wan Fei-yang untuk menerima cintanya, tapi terakhir dia menarik ulat-ulat itu kembali ke sarangnya karena nasehat Wan Fei-yang.270 Dia melihat kejujuran Pei-pei tapi apa alasan yang membuatnya berubah?

Kemudian dia teringat Pei-pei meninggalkannya selama beberapa hari juga teringat pada Tong Ling, dia tertawa kecut.

Pei-pei pergi karena Tong Ling, itu pikiran Wan Fei-yang, sebenarnya itu hanya salah satu alasannya.

Kalau bukan karena petunjuk Sat Kao, walaupun Pei-pei marah kepada Tong Ling, dia akan tetap akan berada di sisi Wan Fei-yang.

Anak gadis paling sensitif mengenai masalah percintaan, Pei-pei pasti pernah berpikir kalau semua itu hanya akal-akalan Tong Ling, maksudnya adalah supaya dia meninggalkan Wan Fei-yang.

Teringat pada Tong Ling, Wan Fei-yang terpikir lagi, jika Tong Ling melihat kejadian tadi, apa reaksinya?

Dia tidak tahu bahwa Tong Ling sudah melihat semuanya dan dengan marah sudah meninggalkan tempat itu.

Melihat Pei-pei yang telanjang, dia mulai merasa panas dan darahnya bergejolak kembali, dia merasa aneh karena bisa mempunyai perasaan seperti itu.

Wan Fei-yang masih mengira semua itu karena guna-guna yang belum bersih yang ada di dalam tubuhnya ditambah lagi Pei-pei telanjang di depan matanya.

Diam-diam dia menarik selimut untuk menutupi tubuh Pei-pei yang telanjang, kemudian dia duduk bersila di atas ranjang untuk mengatur nafas.271 Saat nafasnya diatur tidak terasa ada perasaan lain dan tidak ada perbedaan apa pun, Wan Fei-yang baru merasa tenang.

Dia melihat Pei-pei tetap terasa nafsu birahinya bergolak kepada Pei-pei, hanya saja tidak sekuat tadi.

Perasaan seperti ini tidak pernah dirasakannya sebelumnya, dia menganggap semua itu hanya reaksi biasa dari seorang pria, tapi dia harus mengakui kalau Pei-pei benar-benar seorang gadis cantik dan menarik!

Yang tidak dia sukai adalah Pei-pei menggunakan cara seperti ini untuk memikatnya.

Tapi dia memaafkan perilaku Pei-pei karena mencintainya.

Akhirnya Pei-pei terbangun juga.

Reaksi pertamanya adalah menyembunyikan tubuhnya yang telanjang ke balik selimut kemudian terlihat wajahnya menjadi merah.

Wan Fei-yang merasa kasihan tapi juga mencintainya, dia menarik nafas.

"Mengapa harus menggunakan cara seperti ini? Pei-pei diam-diam melirik Wan Fei-yang, dengan jujur dan takut-takut dia menjawab.

"Aku tahu kau akan marah karena kelakuanku ini, tapi aku juga tidak tahu mengapa induk serangga itu bisa membuatmu menjadi seperti ini!"

"Induk serangga? Induk serangga apa?"

"Suhu yang memberikan kepadaku!"

Jawab Pei-pei pelan-pelan.

"menurut Suhu asal kau sudah makan induk272 serangga ini, kau tidak akan menyukai gadis lain, kau hanya akan menyukaiku saja selamanya."

Wan Fei-yang terdiam, hatinya yang sudah tenang kembali resah lagi. Dia tidak percaya tujuan Sat Kao hanya sesederhana itu. Pei-pei melihat Wan Fei-yang, dia menundukkan kepala.

"Suhu tidak berbohong padaku, kau benar.."

Kata-katanya tidak dilanjutkan, wajahnya bertambah merah, kemudian dia masuk ke dalam pelukan Wan Fei-yang.

Tubuh Wan Fei-yang mulai bergetar lagi, dia berusaha menekan perasaannya yang bergejolak lalu bertanya.

"Sat Kao masih mengatakan apa lagi kepadamu?"

"Menurutnya, aku bisa menguasaimu dan bisa membuatmu berada di sisiku selamanya dan selamanya akan diam di daerah Biauw!"

Wan Fei-yang terpaku, sebelum membuka suara Pei-pei sudah berkata lagi.

"Aku tidak akan melakukan hal seperti itu, terserah kau akan pergi ke mana, asal aku bisa berada di sisimu, aku sudah merasa puas!"

Wan Fei-yang hanya bertanya.

"Apakah induk serangga itu masih berada di dalam tubuhku?"

"Betul! Tapi tenang saja, serangga itu tidak akan melukaimu, aku tidak akan membiarkan induk serangga itu melukaimu!"

"Apakah kau benar-benar bisa menguasai induk serangga itu?"

Pei-pei mengangguk.

"Menurut Suhu hal itu tidaklah sulit, asalkan aku meniup cangkang kerang itu!"

Wan Fei-yang menarik nafas.

"Itu hanya kata-kata gurumu, tujuannya adalah meminjam dirimu agar aku terus tinggal di daerah Biauw ini."

Pei-pei menjawab ya. Wan Fei-yang bertanya lagi.

"Mengapa dia tidak melakukan semuanya sendiri?"

"Hanya aku yang bisa mendekatimu, kalau dia muncul di depanmu kau pasti akan bersikap waspada dan tidak akan membiarkan dia men-dekatimu!"

"Karena itu dia memperalatmu, orang dari Mo-kauw menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya!"

"Suhu tidak mempunyai tujuan tertentu, yang terpenting dia hanya ingin membantuku saja dan tidak ingin aku kehilangan dirimu,"

Pei-pei membela Sat Kao.

Wan Fei-yang menatap Pei-pei, melihat mata Pei-pei yang bening dan jernih, dia tahu apa yang Pei-pei katakan tadi semua adalah perkataan yang jujur.

Dia sama sekali tidak tahu apa yang Sat Kao rencanakan juga secara tidak sengaja membela Sat Kao.274 Wan Fei-yang mengakui kalau Pei-pei adalah seorang gadis polos.

Lebih-lebih setelah melihat kekejian dan sifat rendah Sat Kao.

Sebenarnya Sat Kao masih punya rencana busuk lainnya, dia memperalat kekurangan Pei-pei, menipu perasaan percaya Pei-pei kepadanya dan menaruh induk serangga ke dalam tubuhnya.

Apakah induk serangga itu masih ada kegunaan lain?

Walaupun Wan Fei-yang tahu tapi kalau dipikir-pikir dia tetap saja merinding.

Pei-pei mulai memperhatikan perubahan sikap Wan Fei-yang, dia bertanya.

"Apa yang kau pikirkan?"

"Kalau kau benar-benar mencintaiku, usir induk serangga itu keluar dari tubuhku!"

Pei-pei terpaku, lanjut Wan Fei-yang lagi.

"Kalau kau menganggap aku orang seperti yang gurumu katakan dan ingin induk serangga itu terus tinggal di dalam tubuhku, aku tidak bisa berbuat apa-apa juga tidak akan memaksamu!"

Pei-pei menggelengkan kepala.

"Sebenarnya aku tidak melarangmu menyukai gadis lain, asalkan kau membiarkanku tinggal di sisimu, itu sudah cukup bagiku!"

Dengan sikap tidak rela dia bangun dari sisi Wan Fei-yang.

"Cangkang kerang itu berada di kantong dari kulit." 275 Sorot mala Wan Fei-yang bergeser dari tubuh telanjang Pei-pei.

"Kita pakai baju dulu..."

"Kau..."

Pei-pei berkata dengan malu.

"Aku takut aku tidak bisa menahan diri lagi!"

Sambil mengenakan baju dia berkata lagi.

"aku juga khawatir Sat Kao mempunyai rencana lain!"

Tiba-tiba Pei-pei bertanya.

"Apa wajahku buruk?"

"Kalau wajahmu buruk, aku tidak perlu merasa khawatir "Bukankah karena pengaruh induk serangga itu?"

Tanya Pei-pei.

"Kalau kau sendiri, bagaimana caramu mendekatiku?"

Tanya Wan Fei-yang lagi. Dengan senang dan malu-malu, Pei-pei mengenakan bajunya. Setelah itu Wan Fei-yang bertanya.

"Apakah Sat Kao berada di sekitar sini?"

"Suhu berada di tempat sembahyang, tidak jauh juga tidak dekat dari sini."

"Lebih baik dia tidak berada di daerah sini!"

"Kalau dia ada di sini, aku bisa tahu!"

"Luka dalamnya hampir sembuh, dengan ilmu silatnya yang tinggi..."

"Kecuali ilmu guna-gunanya dimusnahkan, kalau tidak, aku bisa tahu dia berada di sekitar sini!"

"Aku sebenarnya tidak percaya tapi aku percaya apa yang kau katakan semua kenyataan sebenarnya!" 276 Sampai sekarang dia percaya pada keanehan ilmu guna-guna hanya saja kalau digunakan pada jalan lurus, paling sedikit ilmu guna-guna itu akan memberi kesan seperti itu. Dari nada bicara Wan Fei-yang, Pei-pei tahu Wan fei-yang tidak suka, dengan pelan dia bertanya.

"Kau marah?"

Wan Fei-yang menggelengkan kepala.

"Hal yang sudah terjadi untuk apa dibicarakan lagi?"

"Aku akan segera mengusir induk serangga itu dari dalam tubuhmu!"

Dari dalam kantong dari kulit Pei-pei mengeluarkan cangkang kerang. Begitu Wan Fei-yang melihat cangkang kerang itu, dia segera terpikir sesuatu, tangannya digerakan untuk mencegah. Tunggu dulu!"

"Ada apa?"

"Kau meniup cangkang kerang, bukankah sama dengan memberi tahu kepada gurumu kalau induk serangga itu sudah berhasil masuk ke dalam tubuhku?"

"Dia tidak akan mendengarnya..."

"Induk serangga itu dia sendiri yang memeliharanya, dia pasti mempunyai cara tertentu untuk mengetahui keadaan induk serangga ini!"

Dia memang tidak tahu banyak bagaimana menaruh guna-guna, tapi dia tetap terpikir pada cara itu. Kata-kata ini membuat Pei-pei tersadar, dia tampak berpikir sebentar baru berkata.277

"Sebelum dia datang, aku harus mengeluarkan induk serangga itu dari dalam tubuhmu!"

"Aku yakin dia sudah terpikir akan hal ini, induk serangga itu tidak akan gampang diusir keluar dari dalam tubuhku!"

"Induk serangga itu bisa kukuasai..."

"Itu siasatnya memancingmu supaya mau meletakkan guna-guna itu, kalau dia tidak mengatakan hal seperti itu, kau pasti akan memikirkan masalah lain,"

Wan Fei-yang tertawa kecut.

"Soal memelihara serangga dan meletakkan guna-guna, aku tidak mengerti sama sekali, tapi kalau dilakukan dengan cara biasa, induk serangga akan lebih tunduk kepada orang yang memelihara-nya!"

Pei-pei mengangguk dia mulai merasa khawatir dan bertanya.

"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

"Menurutku seperti yang biasa dilakukan orang persilatan, menutup pintu untuk meningkatkan ilmu silat untuk mengobati, tapi supaya aman dan tidak diganggu orang luar, harus ada yang melindungi dan menjagaku."

"Kau akan mencari siapa?"

Tiba-tiba Pei-pei berteriak.

"Tong Ting!"

"Terpaksa kita harus mencari dia!"

"Aku..."

Pei-pei ingin mengatakan sesuatu.

"Kau masih mengkhawatirkan apa lagi?"

Wajah Pei-pei menjadi merah.278

"Coba ke kamar sebelah apakah dia masih berada di sana?"

"Bukankah dia ingin selalu bersamamu?' "

Seharusnya dia sudah muncul! Dia adalah pesilat ahli senjata rahasia, mata dan telinganya lebih tajam dari orang lain, mungkin dia sudah tahu kedatanganmu!"

"Mengapa dia mengijinkanku ada di sisimu?"

Wan Fei-yang hanya tertawa, Pei-pei segera teringat apa yang terjadi kemarin malam.

Wajahnya menjadi merah lagi.

Pei-pei dari awal sudah menyukainya.

Satu-satunya yang bisa dijelaskan mungkin karena mereka berjodoh.

Saat Pei-pei kabur beberapa hari, Wan Fei-yang merasa kehilangan.

Tapi terkadang dia merasa kehilangan malah lebih baik.

Perubahan kali ini benar-benar di luar dugaannya, yang paling tidak terduga adalah Pei-pei sudah menjadi istrinya.

Apa yang terjadi sudah terjadi, dia harus menanggung akibatnya.

Perasaan ini membuatnya harus lebih berhati-hati dan teliti, membuatnya harus lebih banyak berpikir.

Memikirkan hal sekarang juga masa yang akan datang.

Perasaan inin menjadi sebuah beban.

Perkiraan Wan Fei-yang tidak salah.

Tong Ling sudah tahu apa yang terjadi semalam antara dia dan Pei-pei, diam-diam dia pergi meninggalkan tempat itu.

Walaupun dia sudah menduganya sewaktu Pei-pei memberitahu tidak ada Tong Ling di kamarnya, dia tetap merasa bengong.279 Kemudian dia melihat kertas di jendela kamarnya berlubang, dia tertawa kecut.

Dia tidak memberi tahu Pei-pei karena Pei-pei akan merasa malu, dan tidak ada kebaikan untuknya!

Dia juga bisa menebak Tong Ling tidak akan kembali lagi, tidak ada orang yang akan melindunginya, dia juga merasa khawatir di penginapan ini Pei-pei akan meniup cangkang kerang.

Ingin mengeluarkan induk serangga dari dalam tubuhnya dan mencari suatu tempat yang aman.

Sat Kao berada di sekitar sini, mereka harus pergi ke tempat yang jauh dari sini.

Pei-pei sangat menurut kepada Wan Fei-yang, dia sudah menjadi istri Wan Fei-yang maka semua harus mengikuti kemauan Wan Fei-yang.

Setelah melihat jelas keadaan sekeliling penginapan dan yakin tidak ada yang mengawasi mereka, dia pergi bersama Pei-pei dari sana.

Dia sangat yakin tidak ada yang mengawasi mereka.

Mereka tidak salah, Sat Kao tidak menyuruh seseorang mengawasi mereka.

Wan Fei-yang adalah pesilat tangguh, mata dan telinganya sangat peka, dia tidak melihat ada orang yang patut dicurigai.

Sebenarnya Sat Kao tidak perlu harus menyuruh seseorang mengawasi mereka, sebab induk serangga yang berada di dalam tubuh Wan Fei-yang atau berada di tangan Pei-pei bisa membuatnya mengetahui keberadaan mereka.280 Ulat itu dinamakan induk serangga, pasti lebih istimewa dan lebih mengerti dibanding serangga lain, antara induk serangga itu dan Sat Kao sudah terjadi hubungan yang erat.

Pei-pei dan Wan Fei-yang tahu Sat Kao adalah majikan dari induk serangga itu tapi mereka tidak tahu ke mana mereka harus pergi, induk serangga itu akan terus hidup dan Sat Kao akan tahu keberadaan mereka.

Pei-pei mengetahui ilmu guna-guna tapi kemampuannya masih terbatas, kalau tidak, mana mungkin dia akan begitu mudah tertipu.

Seseorang yang bersifat jujur terhadap ilmu hitam pasti dari lahir sudah terbawa kebiasaan untuk menolak.

Walaupun gurunya akan mengajarkan dia sebanyak mungkin tentang guna-guna, tapi murid yang jujur ini tidak akan bisa belajar ilmu seperti ini dengan sempurna.

Seorang Suhu yang jahat akan tahu kejujuran muridnya kalau tidak, dia tidak akan mengajarkan semua ilmu guna-guna itu kepada muridnya ini.

Kejahatan bisa ditutupi, kebaikan dan kejujur an sulit untuk ditutupi, kecuali Sat Kao orang bodoh.

Kalau tidak, mana mungkin dia tidak tahu Pei-pei adalah gadis jujur dan baik?

Justru dia tahu sangat jelas, maka kali ini dia memperalat Pei-pei.

Siang hari matahari siang terasa lembut seperti air, angin gunung berhembus dengan sejuk.

Dengan suasana seperti ini berjalan di pegunungan, ini adalah hal yang seingat nyaman.281 Sambil berjalan Pei-pei juga meloncat-loncat, terlihat dia sangat polos.

Wan Fei-yang benar-benar merasa dia sangat beruntung dan ingin memeluk Pei-pei.

Saat itu ada terdengar genderang berbunyi.

Bunyi genderang terdengar lembut dan irama nya ringan, menjadikan alunan sebuah musik yang enak didengar.

Suara itu bagi Wan Fei-yang dan Pei-pei adalah suara yang membuat mereka resah dan menggetarkan hati mereka.

Pei-pei yang sedang meloncat loncat tadi segera berhenti meloncat, dengan cepat dia masuk ke dalam pelukan Wan Fei-yang.

Wan Fei-yang dengan cepat memeluknya, waktu itu dia merasa takut kalau sampai kehilangan Pei-pei.

Pei-pei pun seperti itu, dengan cepat masuk ke dalam pelukan Wan Fei-yang, tubuhnya terus bergetar.

Suara genderang seperti semakin dekat, mereka berdua tidak memiliki perasaan yang lain.

"Suhu datang..."

Akhirnya Pei-pei berkata seperti itu.

"Dia benar-benar sudah melakukan persiapan"

Kata Wan Fei-yang sambil menghembuskan nafas panjang.

"apa arti genderang itu?"

Pei-pei menggelengkan kepala.

"Ini pertama kalinya aku mendengar suara genderang ini!"

"Biasa kalau dia memukul genderang dalam situasi seperti apa?" 282 Tidak banyak berpikir Pei-pei segera menjawab.

"Mengusir guna-guna..."

"Seperti tempo hari di dalam gua batu stalaktit itu?"

"Betul! Apakah kau merasa tidak nyaman?"

"Tidak!"

"Lalu untuk apa dia memukul genderang?"

"Apa kau tidak merasa suara genderang itu penuh dengan nada gembira?"

Tapi aku tetap tidak mengerti!"

"Mungkin dia merasa sudah berhasil karena aku akan jatuh ke tangannya!"

Ilmu silatmu berada di atasnya..."

"Jangan lupa dengan induk serangga itu!"

"Sekarang aku akan mengusir induk serangga yang di dalam tubuhmu!"

Pei-pei melepaskan diri dari pelukan Wan Fei-yang. Dia segera mengeluarkan cangkang kerang itu.

"Aku rasa tidak perlu kau lakukan lagi!"

"Bukankah setelah kita pergi dari kota ini tujuannya adalah mengusir induk serangga itu?"

"Jika dalam keadaan aman, tujuan kita meninggalkan kota itu hanya untuk menjauhkan kita dari Sat Kao,"

Kata Wan Fei-yang.

"Sekarang kita bukan hanya tidak bisa terlepas dari Suhu, kita malah semakin mendekati-nya!"

"Kita harus segera mengusir induk serangga dari dalam tubuhmu, kita harus berusaha!"

Kata Pei-pei bersemangat.283

"Sifat asliku kalau tidak sampai terakhir tidak akan menyerah, tapi entah mengapa kali ini aku merasa kurang bersemangat untuk berjuang!"

Kata Wan Fei-yang.

"Apakah gara-gara aku yang mempengaruhi dan memaksamu melakukan hal yang tidak kau sukai, aku juga menekanmu untuk tunduk kepada guruku!"

"Seharusnya demi dirimu, aku harus berusaha, tapi..."

Tapi dia tidak meneruskan, hanya duduk bersila untuk mengatur nafas.

Setelah mengatur nafas, dia merasa tidak ada yang tidak beres.

Hanya saja dia merasa malas.

Setelah Wan Fei-yang menghembuskan nafas, Pei-pei baru bertanya.

"Bagaimana? Apa ada yang tidak nyaman?"

"Aku merasa nyaman-nyaman saja, malah merasa ingin tidur, aku melihat masalahnya di sini!"

"Apakah dulu kau seperti ini?"

"Aku tidak pernah mempunyai perasaan seperti ini sebelumnya!"

"Kalau bukan karena induk serangga itu berarti itu serangga itu bukan induk serangga yang paling beracun!"

"Mungkin itu serangga yang paling beracun sebab di Kong-ciok-lim ada semacam Tho-hoa. Di luar terlihat sangat bagus dan berwarna cerah..."

Kata-kata berikutnya segera ditelannya kembali karena dia tidak mau Pei-pei khawatir.284 Tapi Pei-pei sudah mengerti, dia sedang melihat ke arah di mana suara genderang itu berbunyi.

Akhirnya dia duduk di depan Wan Fei-yang dan meniup cangkang kerangnya.

Suara cangkang kerang bercampur dengan suara genderang menjadikannya sebuah alunan musik yang sangat indah.

Pei-pei tidak merasa apa-apa dia sepertinya tenggelam dalam suasana itu.

Suara cangkang kerang semakin cepat dan semakin enak didengar.

Tiba-tiba Wan Fei-yang mulai waspada.

Saat baru mulai meniup cangkang kerang, dia mempunyai perasaan aneh, di dalam tubuhnya seperti ada sesuatu yang sedang bergerak-gerak dan merayap.

Setelah itu perasaan tadi menghilang, sebelum dia merasakan perasaan itu berasal dari tubuh bagian mana perasaan itu sudah hilang.

Wan Fei-yang sangat berhati-hati.

Semakin lama dia merasa dia seperti sedang bertamu di daerah suku Biauw, dan orang-orang Biauw yang bersahabat menyambut kedatanganya, di depannya mereka memainkan musik.

Seharusnya semua itu adalah perasaan baik, tapi sekarang dia malah merasa geli.

Dengan termangu dia menatap Pei-pei, dia merasa suara cangkang kerang menyatu dengan suara genderang, berarti dia sudah dikuasai oleh suara genderang.285 Tapi Wan Fei-yang tidak berkata sepatah kata pun apalagi melarang, diam-diam dia mengatur nafas, tapi tidak ada apa-apa yang bisa dia dapatkan.

Bersambung

Jilid 2 Image Source .

Koh Awie Dermawan Firt Share in .

Kolektor Ebook Pringsewu 30 November 2018 13.23 PM12 Judul .

KEMBALINYA ILMU ULAT SUTRA Karangan .

Huang Ying Terjemahan .

Liang Y L Di edit/ sadur .

Adhi H Penerbit .

Tunas Mandiri Jaya Edisi Pertama .

Juli 2010 I S B N / K D T .

978-979-1489-50-8

Jilid KE DUA Di larang mengutip, tokopi, memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku tanpa izin tertulis dari Penerbit HAK CIPTA DI LINDUNGI UNDANG-UNDANG3 KEMBALINYA ILMU ULAT SUTRA PERSEMBAHAN .

SEE YAN TJIN DJI4 KEMBALINYA ILMU ULAT SUTRA

Jilid KE DUA BAB 8 Suara genderang mulai melambat, Pei-pei meletakan canggkang kerang.

Sorot mata yang tadi terlihat seperti bingung sekarang kembali bercahaya, dia seperti baru terbangun dari mimpi dan seperti teringat sesuatu.

Sorot matanya melihat Wan Fei-yang, dengan cemas bertanya.

"Wan-toako, bagaimana perasaan mu?"

"Alunan musik dari cangkang kulit kerang tadi memang enak didengar!"

Jawab Wan Fei-yang sambil tertawa kecut. Pei-pei terpaku dan bertanya.

"Apakah induk serangganya sudah terusir keluar?"

Kata-katanya belum Selesai dia sudah tertawa kecut.

"tadi aku sedang apa? Mengapa aku tidak ingat apa pun?"

"Kau terus meniup kulit kerang itu, awalnya aku merasa kau sedang mengusir induk serangga tapi itu hanya awalnya saja!"

Kata Wan Fei-yang.

"Setelah itu bagaimana perasaanmu?"5

"Suara kulit kerang itu bercampur dengan suara genderang dan kalian sangat kompak menjadikannya sebuah lagu yang sangat merdu, kalau tidak mendengar sendiri, siapa pun tidak akan percaya dua alat itu bisa menghasilkan suara begitu indah!"

"Aku sepenuh hati berniat mengusir induk serangga itu dari tubuhmu!"

"Aku tidak sedang menertawaimu, sebenarnya suara kulit kerang dengan suara tabuhan genderang tidak mengembangkan reaksi apa pun!"

Kata Wan Fei-yang.

"Kalau begitu, sebaiknya kita tinggalkan tempat ini..."

"Walaupun tidak terganggu oleh suara genderang itu, aku percaya suara kulit kerang tadi pun tidak ada gunanya!"

Kata Wan Fei-yang lagi.

"seperti soerang tabib, jika mengobati orang sakit dan resepnya tidak tepat, tidak akan ada gunanya."

Pei-pei melihat kulit kerang itu tiba-tiba dia berteriak.

"Wan-toako, cepat kita pergi dari sini!"

Dengan tenang Wan Fei-yang bicara lagi.

"Gurumu sudah datang!"

Pei-pei melihat ke depan, terlihat Sat Kao duduk di atas sebuah batu besar.

Dia memunggungi matahari, di depannya banyak genderang baik besar maupun kecil juga berbentuk aneh, tapi kedua tangannya memegang sebuah mangkok hweesio berwarna hitam mengkilat.

Entah mangkok itu terbuat dari bahan apa.

Dia tampak sedang tertawa.

Mungkin dengan memunggungi matahari jadi wajahnya terlihat menyeramkan tapi penuh dengan tawa.

"Suhu!..."

Teriak Pei-pei.

"Hai muridku yang baik!"

Sat Kao tertawa.

"Suhu, induk serangga itu..."6

"Aku tahu kau sudah berhasil memasukan-serangganya ke dalam tubuh Wan Fei-yang, kalau tidak, aku tidak akan sanggup mencari sampai kemari!"

Lalu mangkok yang ada di tangannya dibalikkan ke arah Wan Fei-yang.

Di dalam mangkok itu berisi air bersih tapi air tidak menetes keluar.

Sewaktu dibalikkan mangkok itu memantulkan cahaya matahari ke wajah Wan Fei-yang.

Waktu itu pun Wan Fei-yang merasa pusing, sebab dia melihat di dalam air ada bayangannya dalam posisi terbalik, juga ada seekor ulat sangat besar, seperti bergerak-gerak juga sepertinya tidak.

Seperti ada seperti tidak ada, tapi begitu dilihat dengan teliti, di sana tidak ada apa-apa.

Mulut Sat Kao mengeluarkan kata-kata seperti membaca mantera.

Tapi Wan Fei-yang tidak merasakan apa-apa, dia segera bertanya.

"Apa maksudmu?"

Sat Kao mulai memutar mangkoknya.

"Aku akan memberi tahu nama benda ini!"

"Aku tidak mengerti!"

"Kau pasti tidak akan mengerti karena benda ini tidak mempunyai istilah yang cocok, tapi aku bisa memberitahu kegunaan benda ini padamu, ketahuilah benda ini sama dengan Cu-yu-hoan-kong-sut, aturan pakainya pun aku yakin hampir sama."

"Apa sih Cu-yu-hoan-kong-sut, aku tidak mengerti." (Ilmu cahaya bulat).

"Itu adalah sebuah teknik dari Mo-kauw. Karena kau pesilat dari aliran lurus, maka jika tidak mengerti itu pun tidak aneh!"

Kata Sat Kao sambil tertawa.

"karena aliran lurus biasanya lebih keras kepala, aku yakin walaupun ini7 teknik dari Mo-kauw tapi kau pasti bisa mengenalinya, paling sedikit tahu benda apa ini."

Wan Fei-yang mengangguk, kata-katanya memang masuk akal, harus mengenal tekniknya dulu baru ada cara untuk menghadapinya. Sat Kao tertawa.

"Aku bisa tenang untuk masalah ini, kalau kau mengenal Hoan-kong-sut (ilmu cahaya bulat) kau harus tahu kalau teknik ini tidak berbahaya, hanya sebuah teknik untuk mencari tahu keberadaan musuh!"

"Apakah karena induk serangga itu berada di dalam tubuhku, maka dengan teknik ini kau bisa mengetahui keberadaanku?"

"Tapi induk serangga ini bisa membantuku mencapai tujuanku!"

Jawab Sat Kao.

"Sulit membuat orang percaya, tapi bukti sudah ada di depan mata, mau tidak mau kau harus percaya!"

Kata Wan Fei-yang. Sat Kao mengangguk.

"Sebenarnya aku juga merasa ragu, sebab ini pertama kalinya aku mempraktekkan teknik ini!"

"Oh ya!"

Tanggap Wan Fei-yang.

"Sampai tadi pagi, benda ini baru ada reaksinya, sebelumnya aku sama sekali tidak merasa yakin benda ini ada gunanya!"

Jelas Sat Kao. Wan Fei-yang ingin mengatakan sesuatu tapi Sat Kao sudah berkata lagi.

"Pesilat tangguh seperti kau jika induk serangga ingin masuk ke dalam Leng-bo, pasti butuh waktu yang lama!"

"Leng-bo?"

Untuk pertama kalinya Wan Fei-yang mendengar istilah ini, melihat reaksi Pei-pei, dia juga seperti pertama kali mendengar nama benda itu! Sat Kao menjelaskan.

"Leng-bo, kalau diartikan dengan bahasa sederhana adalah tempat rohmu berada!"

"Roh ada jika sudah meninggal..."

"Salah..."

Sat Kao memotong kata-kata Wan Fei-yang.

"Roh orang yang sudah mati biasanya adalah roh setan, menurut orang-orang jika manusia akan mati dia akan menjadi setan, maka disebut roh setan, roh adalah milik semua orang hidup!"

"Apa yang kau katakan tadi aku tetap tidak mengerti!"

Sat Kao tertawa.

"Sebenarnya aku juga tidak begitu mengerti. Suhuku mengajarkan kepadaku bahwa roh adalah benda penting bagi seseorang, Leng-bo mengatur pikiran seseorang, jika bisa menguasai Leng-bo seseorang berarti dia bisa mengatur pikiran dan gerakan orang itu. Orang itu akan menjadi seperti mayat hidup atau berlaku seperti sebuah boneka idiot!"

Hati Wan Fei-yang menjadi dingin. Wajah Pei-pei pun tampak terus berubah-rubah, bertanya.

"Suhu, mengapa sebelumnya kau tidak menjelaskannya kepadaku?"

"Kalau Suhu menjelaskan semuanya kepadamu, apakah kau mau membawa induk serangga itu mendekati Wan Fei-yang?"

Pei-pei terpaku, Sat Kao menghembuskan nafas dan berkata.9

"Sebenarnya Suhu juga harus menanggung resiko sangat berbahaya!"

"Aku mengira induk serangga itu adalah tempat rohmu dan Leng-bo mu!"

Kata Wan Fei-yang.

"Boleh dikatakan seperti itu, kalau kau tahu dan menghancurkannya, mungkin aku akan mati, paling sedikit akan menjadi orang idiot, tapi takut akan kematian lebih besar dibandingkan rahasia yang terkandung, pasti aku tidak akan menjelaskannya!"

"Tentunya kau harus berpikir semakin banyak aku tahu maka ancaman terhadapmu akan semakin besar!"

Sat Kao tertawa lagi.

"Aku hanya memikirkan Pei-pei, sekarang bagiku kau sudah bukan ancaman apa-apa lagi!"

Hati Wan Fei-yang serasa terus tenggelam, dia sudah mengerti Sat Kao orang seperti apa.

Jika tidak merasa yakin, dia tidak akan muncul di depannya, satu kali gagal bagi seorang Sat Kao sudah cukup.

Yang pasti Sat Kao tahu sampai di mana ilmu silatnya, tapi sekarang dia sama sekali tidak menganggap keberadaannya, sama sekali tidak menaruh di depan matanya.

Dari sini dapat diketahui sejauh mana kekuatan induk serangga itu.

Tentu saja Wan Fei-yang masih menaruh curiga, paling sedikit sampai saat ini dia merasa ada yang tidak nyaman!

Sat Kao melihat Pei-pei dan berkata.

"Dengan sifatnya yang jujur, sebenarnya aku tidak pantas menerima dia menjadi muridku, tapi kalau tidak menerimanya menjadi murid, belum tentu aku bisa mendapatkan kepercayaan dari Beng To."

"Beng To sangat berbakat, di antara sepuluh orang pun belum tentu ada satu yang seperti dia berpihak pada Mo-kauw. Aku rela mengorbankan nyawaku untuk menjadikan dia seorang pesilat tangguh, dia satu-satunya harapan dari Mo-kauw."

"Aku tidak bisa berbuat apa-apa!"

"Terima kasih!"

Kata Sat Kao.

"Mo-kauw memang Mo-kauw tapi aturan kami sangat ketat. Satu hari menjadi guru, harus benar-benar menjadi guru, jika aku yang menjadi guru ingin menghancurkan muridnya, dia pun harus merelakan nyawanya. Jika yang menjadi murid ingin menghancurkan gurunya, keadaan pun akan sama seperti itu, mungkin kelak Pei-pei akan berpikiran seperti itu. Keberhasilannya akan semakin besar.

"Suhu, aku..."

"Sifatmu terlalu jujur, aku tahu benar, mana mungkin aku bisa tenang!"

Sat Kao menggelengkan kepala.

"tapi pengetahuanmu tentang ini tidak banyak, kau tidak bisa membedakan mana yang baik atau jahat, kalau tidak, kau tidak akan masuk Mo-kauw!"

"Mo-kauw baik-baik saja!"

Kata Pei-pei.

"Seperti saat kau belajar ilmu guna-guna, kau tidak merasa bahwa ilmu guna-guna adalah ilmu yang jahat!"

"Aku tidak mengerti!"

"Semua orang tahu ilmu guna-guna adalah ilmu sesat, tapi kau sendiri tidak tahu!"

Pei-pei tetap kebingungan. Sat Kao berkata lagi.

"Belajar ilmu guna-guna, menaruh dan memelihara ulat-ulat, kecuali untuk mencelakakan orang, masih ada kegunaan apa lagi?"

"Mencelakakan orang?"

"Lebih detail lagi, boleh dikatakan ilmu ini untuk memancing atau memaksa orang melakukan hal yang tidak mau dia lakukan"

Sat Kao terus menjelaskan. Akhirnya Pei-pei mengerti, tiba-tiba Wan Fei-yang menyela.

"Kata-kata ini seharusnya kau simpan dulu!"

"Kalau bisa terus kusimpan akan kusimpan mana mungkin aku tidak akan terus menyimpannya?"

Terlihat Sat Kao seperti terpaksa. Wan Fei-yang baru mengerti.

"Karena aku..."

Hal yang terjadi berikutnya akan membuat Pei-pei merasa muak.

"maka sebelumnya kau harus menjelaskan dulu, maka rasa muaknya akan berkurang!"

Sat Kao menghembuskan nafas.

"Walau berkurang sedikit, itu lebih baik dibandingkan bertambah!"

Wan Fei-yang harus mengaku apa yang Sat Kao katakan masuk akal.

Memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya dia merasa bebannya bertambah berat lagi.

Ini bukan pertama kalinya dia mengalami bahaya sudah beberapa kali dia mengalami ancaman kematian, paling sedikit dia tahu bahaya seperti apa yang akan menghadapinya dan dia akan mati karena apa, tapi kali ini dia tidak tahu apa pun.

Dia juga tidak tahu induk serangga yang masuk ke dalam tubuhnya seperti apa, dan di mana Leng-bo nya berada?

Dia tidak tahu apa-apa tentang ilmu guna-guna.

Ketidaktahuannya jadi semacam ketakutan.12 Tapi dalam situasi apa pun Wan Fei-yang tetap tenang, sedangkan Pei-pei yang berdiri di sisinya tampak kalang kabut, di mata Pei-pei gurunya sudah menjadi seorang yang tidak dikenalnya.

Akhirnya dia mengerti jahatnya ilmu guna-guna.

Tiba-tiba Pei-pei berteriak.

"Aku tidak akan mengijinkanmu melukai Wan-toako."

Sat Kao menggelengkan kepala.

"Tidak ada seorang pun yang ingin secara sengaja melukainya, yang penting harus melihat dia mau bekerja sama dengan kita atau tidak?"

"Aku tidak mau tahu, aku ingin kau melepaskan dia sekarang juga!"

"Kalau kalimat ini diucapkan Beng To, mungkin aku akan berpikir-pikir, tapi Beng To tidak akan berkata seperti ini!"

Kata Sat Kao. Pei-pei mengeluarkan kulit kerangnya lagi, Sat Kao melihat itu, dia menggelengkan kepala.

"Pasti akan menjadi kacau, apakah kau lupa kalau benda ini tidak berpengaruh terhadap induk serangga yang berada di dalam tubuhnya!"

Pei-pei terpaku. Sat Kao berkata lagi.

"Aku akan memberikan satu kesempatan lagi kepadanya, kesempatan terakhir, hanya dia..."

"Bagaimana?"

Pei-pei terburu-buru menyela. Sat Kao melihat Wan Fei-yang.

"Menjadi murid Mo-kauw."

Wan Fei-yang tertawa.

"Jika Mo-kauw telah punya murid seperti aku, apakah tidak akan peduli pada hidup atau matinya Beng To lagi?"

"Mo-kauw tidak akan melepaskan orang berbakat seperti Beng To, dia juga tidak akan mati, tanpa kekuatanmu pun dia akan sembuh, hanya butuh waktu yang lama!"

"Ilmu yang kau katakan didapatkan dari hasil Ih-hoa-ciap-bok, tentu saja melalui cara ini pula bisa menambah tenaga dalamnya!"

"Tentu saja! Ada kau yang membantu, ingin mencari orang seperti itu sangat gampang seperti membalikkan telapak tangan."

"Apakah kau yakin aku akan menepati janji?"

Tanya Wan Fei-yang.

"Selama aku masih hidup, suatu hari kau akan menurut, jika aku mati, walaupun kau mengkhianati Mo-kauw, orang-orang dunia persilatan aliran lurus tidak akan menerimamu lagi karena sudah menjadi anggota Mo-kauw!"

"Aku tidak mengerti apa maksudmu?"

"Aku juga tidak mengerti!"

Kata Pei-pei.

"Induk serangga itu adalah jaminan paling bagus! Jika serangga itu masih berada di dalam tubuhku, asal aku mengkhianati Mo-kauw, dia akan berulah di dalam tubuhku,"

Kata Wan Fei-yang sambil tertawa.

"jika aku masuk Mo-kauw, walau pun aku tidak melakukan kejahatan tapi aliran lurus di Tionggoan tidak akan memaafkanku!"

"Mereka harus mengerti kesulitanmu!"

"Tidak mungkin, sekarang sudah ada yang terluka karena ilmu seperti Thian-can-sin-kang, aku sudah menjadi tersangka dan sulit untuk menjelaskan!"

"Mereka dari perkumpulan lurus, mengapa mereka tidak percaya kepada mu?"

Wan Fei-yang tertawa kecut.14

"Sikap perkumpulan lurus di dunia persilatan benar-benar tidak kumengerti, malah sikap Mo-kauw lebih cepat kumengerti."

Mo-kauw selalu mempunyai tujuan sangat jelas, sedangkan perkumpulan lurus selalu menutup diri dan bersembunyi, Wan Fei-yang bukan sekali dua kali salah paham, hanya saja dia tidak patah semangat, selalu berusaha menjelaskan dan sangat beruntung, setiap kali bisa membereskan semuanya.

Tentu saja ada yang berkorban nyawa walau pun sebenarnya tidak perlu, maka setiap kali setelah ada kejadian itu, dia merasa lelah juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Sampai sekarang dia sangat tahu jadi orang baik sulit dilakonkan, tapi dia tetap berusaha menjadi orang baik, karena orang yang dia temui banyak yang baik dia tidak tega melihat orang baik disiksa sampai mati.

Pei-pei tidak bisa melihat kebaikan hati Wan Fei-yang juga tidak mengerti seperti apa perasaannya.

Terhadap Wan Fei-yang dia kurang mengenal, dia hanya tahu Wan Fei-yang adalah orang yang baik, di mana dia bisa menitipkan diri seumur hidup kepada Wan Fei-yang, karena itu Pei-pei tidak ingin Wan Fei-yang sampai terluka.

Apa lagi karena dirinya induk serangga itu bisa masuk ke dalam tubuh Wan Fei-yang.

Pei-pei menghadang di depan Wan Fei-yang, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang, juga tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, yang dia ketahui dan siap melakukannya adalah dia akan melindungi Wan Fei-yang dengan nyawanya.15 Wan Fei-yang mengerti isi hati Pei-pei, kecuali merasa berterima kasih, semangat juangnya pun sangat tinggi.

Dia memang sangat percaya diri pada kemampuan ilmu silatnya, dia pun kurang yakin apakah ilmu guna-guna Sat Kao begitu lihai?

Dia siap bertarung, apakah dengan tenaga dalam atau dengan ilmu silatnya, dia tidak bisa menyalahkan Sat Kao.

Bersamaan waktu tenaga dalamnya mulai terkumpul, bajunya bergerak-gerak seperti tertiup angin tapi tidak terasa ada hembusan angin, begitu mengenainya dia akan keluar menyerang.

Sat Kao melihat semua gerakannya tiba-tiba dia menggelengkan kepala.

"Kau sudah tidak mempunyai kesempatan sedikit pun."

"Tapi aku tetap harus berjuang!"

Tangan kanan Wan Fei-yang diangkat ke arah Sat Kao.

Pei-pei melihat Wan Fei-yang juga melihat Sat Kao, dia menjadi kebingungan.

Akhirnya Sat Kao berdiri di atas batu, tubuhnya pendek tapi begitu berdiri di atas batu terlihat sangat tinggi juga besar.

Paling sedikit Wan Fei-yang dan Pei-pei memiliki perasaan seperti itu.

Terlihat Sat Kao mempunyai perasaan seperti berada di awang-awang, dia menunjuk Wan Fei-yang.

"Aku akan memberi waktu lagi untukmu berpikir!"

"Tidak perlu!"

Baju Wan Fei-yang tetap berkibar dia seperti sedang menari, lalu menyerang Sat Kao.

Sat Kao membentak, bentakannya terdiri dari 2 suku kata, kata depannya rendah kata belakangnya tinggi, sangat kuat dan berwibawa.16 Begitu mendengar suara bentakan ini tubuh Wan Fei-yang berhenti di tengah-tengah udara.

Reaksi nya benar-benar di luar dugaannya, sikapnya jadi berbeda, hatinya merasa terkejutnya dan takut.

Sat Kao membentak lagi, tangannya diayunkan dan telapaknya dibalik.

Bersamaan waktu Wan Fei-yang jadi bersalto di tengah udara, kemudian kedua kakinya menapak turun, dia tampak tenang.

Kalau tidak melihat gerakan Sat Kao, hanya melihat Wan Fei-yang, sulit melihat apa yang tidak benar telah terjadi.

Sat Kao membalikkan tangannya lagi, kedua kaki Wan Fei-yang yang baru menginjak tanah, langsung mengikuti gerakan Sat Kao terbang ke atas, seperti anak panah yang dilepaskan ke atas.

Kecepatan dan ketinggiannya benar-benar di luar dugaan.

Hal ini membuat Pei-pei terkejut hingga berteriak, Sat Kao pun merasa terkejut, dan tampak tertegun.

Waktu itu Wan Fei-yang tiba-tiba berhenti di tengah udara, kemudian dia seperti terlempar keluar.

Dulu semua gerakannya terlihat indah, tapi sekarang terlihat begitu lamban dan canggung.

Seperti orang bodoh yang jatuh dari tempat tinggi.

Karena pikirannya sudah menghilang maka dia tidak takut jika sampai jatuh terbanting.

Sekarang ekspresi Wan Fei-yang seperti itu.

Ilmu silat dan tenaga dalam Wan Fei-yang memang tinggi, tapi kalau terbanting dari ketinggian seperti itu tetap akan membuatnya cedera.

Pei-pei berteriak terkejut dan berlari menyambut Wan Fei-yang yang terbanting.

Waktu itu tangan Sat Kao melayang lagi, tubuh Wan Fei-yang yang terjatuh tiba-tiba berputar, gerakannya seperti17 orang tolol menjadi lincah lagi, dia berputar di udara seperti sebuah kincir angin, segera terjatuh di sisi Pei-pei.

"Wan-toako..."

Pei-pei memegang pundak Wan Fei-yang.

Wan Fei-yang tidak bereaksi apa pun, tapi ekspresinya seperti sedang tertawa juga seperti tidak, Pei-pei dengan cepat melihat Sat Kao.

Waktu itu ekspresi Sat Kao pun seperti itu seperti tertawa juga seperti tidak!

Pei-pei bengong, Sat Kao segera berkata.

"Dari luar Wan Fei-yang tidak terjadi perubahan, tapi rohnya sudah kuambil, dia sudah menjadi orang yang tidak mempunyai pikiran dan kosong, gerakannya semua sesuai dengan keinginanku."

Dengan bingung Pei-pei melihat Sat Kao, Sat Kao berkata lagi.

"Seperti bermain sulap, sebenarnya sulit untuk dijelaskan, seperti ilmu Bi-cong, It-bi-tay-hoat. Seperti di Tionggoan, keluarga Lamkiong mempunyai Se-sim-sut (Ilmu menyerap hati), hanya saja ilmu ini berada d atas ilmu mereka yang harus menggunakan obat-obatan, atau dengan tusuk jarum, juga gampang terganggu oleh situasi yang terjadi di sekelilingnya, menghadapi orang yang disesatkan kita harus lebih memperhatikan dengan hati-hati, kalau tidak, dia akan terlepas kontrolnya malah bisa membuat celaka. Tapi teknik ini adalah mati, orang yang disesatkan dan orang yang sesat tidak ada kontak, tidak seperti teknik milikku, tidak perlu meminjam benda apa pun, tapi hanya berkomunikasi dengan induk serangga itu, asal jarak tidak terlalu jauh.

"Apakah jika terlalu jauh tidak akan bisa dikuasai?"

Tanya Pei-pei.18 Sat Kao mengangguk.

"Tentu saja, tapi mulai sekarang aku tidak akan jauh darinya!"

Pei-pei mencengkeram erat tangan Wan Fei-yang, Sat Kao melihat itu dan tertawa.

"Ke mana kau akan membawanya?"

Pei-pei tidak bersuara, Sat Kao tertawa dan menarik nafas.

"Walaupun kau berkeinginan seperti itu tapi bukan sekarang, lukaku memang belum sembuh, dengan kemampuan ilmu silatmu kau masih belum sanggup melawanku, aku bisa mengatur dan menguasai Wan Fei-yang, dia tidak akan membantumu, malah akan membantuku!"

"Aku tidak akan bertarung dengan Suhu!"

Kata Pei-pei.

"aku juga berharap Suhu jangan berbuat kejahatan."

"Ini bukan kejahatan, ini menyangkut masa depan kakakmu juga masa depan kalian suku bangsa Biauw!"

"Apakah tidak ada cara lain?"

"Ada, tapi sudah tidak ada waktu lagi, rahasia ini sudah tidak bisa ditutupi lagi. Para pesilat Tionggoan sudah tahu apa yang terjadi dari mulut Tong Ling, mereka akan sangat berhati-hati dan waspada, mungkin saja mereka akan menyerang kita dulu!"

Sat Kao melangkah.

Tidak perlu dipesan Wan Fei-yang secara otomatis mengikuti Sat Kao dari belakang.

Pei-pei yang masih mencengkeram pundak Wan Fei-yang terbawa oleh Wan Fei-yang, dengan cepat dia melepaskan tangannya dan mengejar Wan Fei-yang sambil memanggil.

"Suhu..."

Tapi Sat Kao tidak menoleh malah berkata.19

"Aku sudah memberitahumu, ilmu guna-guna itu sangat aneh, kalau sudah dimulai sulit untuk dihentikan di tengah jalan, kecuali guna-guna yang ditabur oleh orang itu, dia bisa menguasai semuanya!"

"Apakah Suhu tidak bisa menguasai induk serangga itu?"

Tanya Pei-pei dengan aneh.

"Kalau tidak, aku tidak butuh bantuanmu memisahkan induk serangga itu dariku, itu pun aku tidak sanggup melakukannya!"

"Bukankah sekarang kau sudah berada di sekitar induk serangga itu, dan induk serangga itu dengan gampang kembali ke tanganmu?"

Dengan cepat dia mengeluarkan kotak giok yang tadinya memang untuk wadah induk serangga itu. Sat Kao mengambilnya dan tertawa.

"Dari pada diam di dalam kotak ini, lebih nyaman kalau diam di dalam tubuh manusia!"

Pei-pei bengong melihat Sat Kao.

"Sekarang kecuali aku menginginkan induk serangga itu masuk ke dalam tubuhku dia akan melakukannya, kalau tidak, induk serangga itu tidak akan mau keluar dari dalam tubuh Wan Fei-yang."

"Tapi aku tidak berani mengambil resiko, terlalu bahaya!"

Kata Sat Kao menggelengkan kepala.

"Mengapa berbahaya?"

Tanya Pei-pei.

"Karena induk serangga itu tidak merasa ragu-ragu sedikit pun, dia merasa nyaman berada di dalam tubuh Wan Fei-yang. Dipelihara dari awal sampai sekarang belum pernah aku merasa dia begitu tenang, dia senang tinggal di dalam tubuh Wan Fei-yang. Kalau aku memaksanya keluar,20 jika keadaannya tidak senyaman di dalam tubuh Wan Fei-yang, apa akibat selanjutnya?"

"Bukankah kau bilang induk serangga itu adalah Leng-bo milikmu. Seharusnya dia lebih merasa nyaman tinggal di dalam tubuhmu!"

Kata Pei-pei.

"Apakah benar seperti itu, aku tidak merasa yakin dan aku juga tidak tahu jika induk serangga itu berada di dalam tubuhku, apa yang akan terjadi nantinya. Semua orang ingin tahu, aku pun tidak terkecuali, tapi aku tetap harus bisa menekan keinginanku ini demi masa depan Mo-kauw, keinginan pribadi harus ditekan!"

Kata Sat Kao.

Pei-pei mendengar semua penjelasan itu dengan bengong, sekarang dia baru mengerti induk serangga itu bukan induk serangga milik Sat Kao dan celakanya Sat Kao juga merasa sedikit takut kepada induk serangga itu.

Induk serangga itu sangat lihai, jika ingin dikeluarkan dari dalam tubuh Wan Fei-yang, pastinya Pei-pei pun tidak akan sanggup.

Jika Sat Kao tidak berani melakukannya siapa lagi yang berani melakukan itu?

Pei-pei benar-benar bingung.

Dia tahu Sat Kao memang bukan orang Biauw, tapi ilmu guna-guna yang ada di suku Biauw, dikuasainya dengan sangat baik.

Karena itu Sat Kao mempunyai kedudukan seperti sekarang ini.

Ilmu guna-guna Sat Kao memang berada di atas ilmu para dukun yang ada di daerah Biauw, sebab sebelum masuk ke daerah Biauw, dia adalah pesilat tangguh yang sangat jarang dari Mo-kauw.

Ilmu lweekang dan ilmu gwakangnya sama kuat.21 Dari buku-buku rahasia dari Mo-kauw, dia tahu pernah ada tetua Mo-kauw yang berlatih ilmu silat di perbatasan suku Biauw.

dia tidak tahu apakah tetua ini berhasil atau tidak?

Dia sudah berada di puncak dan tidak ada penerus, maka dia mengambil keputusan pergi ke daerah Biauw untuk mengadu nasib.

Sat Kao adalah seorang pesilat tangguh, ilmu lweekang dan ilmu gwakangnya sangat tinggi, dia sangat berbakat.

Kalau kemampuannya tidak berada di atas dukun-dukun suku Biauw, itu baru aneh, apa lagi sebelumnya sudah ada seorang tetua Mo-kauw yang berhasil di daerah suku Biauw.

Tapi dia tetap mencari penerusnya dan Beng To adalah orang yang sangat cocok, walaupun dia kalah dari Wan Fei-yang hingga membuat Beng To putus asa.

Tapi paling sedikit induk serangga itu sudah berada di dalam tubuh Wan Fei-yang, sehingga dia sanggup menguasai Wan Fei-yang.

Karena itu dia mulai merasa bersemangat hanya saja tidak merasa gembira.

Pengorbanannya terlalu besar, walaupun dia siap mengorbankan segalanya tapi jika dia ingin menanggung beban berat seumur hidupnya, dia merasa sangat pusing juga repot.

Beban berat itu tidak lain adalah Wan Fei-yang.

Sebab induk serangganya berada di dalam tubuh Wan Fei-yang, maka Wan Fei-yang menjadi sebagian dari nyawanya.

Induk serangga itu adalah Leng-bo nya, jika induk serangga itu diserang dan terluka, itu sama seperti menyerangnya dan terluka, semua itu tidak ada bedanya.

Memang dia tidak tahu kalau induk serangga itu terbunuh dampaknya sebesar apa tapi dia tetap tidak berani mencoba.22 Yang paling celaka adalah dari informasi yang diberikan oleh induk serangga itu, serangga itu senang berada di dalam tubuh Wan Fei-yang dan dia sangat berbahagia di dalam sana.

Dia pernah memberi perintah agar induk serangga itu meninggalkan Leng-bo nya Wan Fei-yang, dia malah mendapat penolakan berarti kecuali dia mengalami bahaya dan mengganggu keselamatan induk serangga itu, sehingga induk serangga harus keluar untuk menolong dia, kalau tidak, induk serangga tidak akan mau terlepas dari tubuh Wan Fei-yang.

Kalau Wan Fei-yang diserang dan nyawanya terancam, induk serangga itu akan ikut terganggu, dia akan menolong, kalau tidak induk serangga itu pun akan terancam.

Keadaan seperti ini benar-benar di luar perhitungan Sat Kao, membuatnya merasa serba salah, menangis salah tertawa pun salah, yang pasti dia tidak akan langsung menjelaskan kepada Pei-pei, tapi terkadang sengaja atau tanpa sengaja sering dibocorkan.

Pei-pei tidak tahu banyak mengenai ilmu guna-guna maka dia tidak mengerti maksud Sat Kao, dia hanya menasihati Sat Kao supaya melepaskan Wan Fei-yang dan menarik kembali induk serangga itu.

Sat Kao mengerti isi hati Pei-pei, dia hanya menarik nafas lalu berkata.

"Aku jamin jika aku masih hidup, Wan Fei-yang tidak akan mengalami bahaya, kalau tidak, aku sendiri pun akan sulit menjaga diri, terpaksa harus melihat perubahan darinya."

Pei-pei mendengar dan melihat dengan bengong, tanpa bicara sepatah kata pun dia berjalan di belakang Sat Kao.23 Tiba-tiba Sat Kao menyanyi, Pei-pei belum pernah mendengar lagu ini, dia juga tidak mengerti isi lagu ini, dia hanya merasa lagu yang dinyanyikan Sat Kao penuh dengan kesedihan dan tidak berdaya.

Sebenarnya Sat Kao juga merasa jiwanya seperti berkobar.

Wan Fei-yang terus berjalan diiringi lagu itu, dia berjalan di belakang Sat Kao, wajahnya tidak ada ekpresi.

Setelah berjalan beberapa jauh Pei-pei tidak tahu lagu itu terus diulang-ulang oleh Sat Kao, nyanyiannya semakin rendah, terdengar oleh Pei-pei seperti sedang melafalkan mantera.

Akhirnya lagu pun berhenti, Sat Kao berjalan di tengah jalan, langkah Wan Fei-yang masih tetap sama seperti dia begitu pun dengan jaraknya masih seperti awal, sikapnya tidak berubah.

Akhirnya nyanyian itu berhenti, Pei-pei tetap memperhatikan Wan Fei-yang dan berteriak.

"Suhu! Paling sedikit kau harus membuatnya seperti dirinya yang dulu!"

"Maksudmu, dia harus mempunyai pikiran, perasaan, dan reaksi milik dirinya yang dulu?"

"Sekarang dia benar-benar seperti orang lain yang tidak kukenal!"

Kata Pei-pei.

"Dari sudut tertentu memang seperti itu!"

Kata Sat Kao.

"apakah keadaan seperti itu tidak baik?"

"Sekarang aku mengerti seperti apa keadaannya!"

Pei-pei berkata pelan-pelan.

"Kalau dia memberitahumu, dia akan sangat sedih, bukankah kau juga akan ikut sedih?"

Tanya Sat Kao.24

"Sebesar apa pun kesedihannya itu lebih baik dari pada tidak tahu apa-apa!"

Pei-pei melihat Wan Fei-yang.

"aku kira dia pun akan berpikir seperti itu!"

Cahaya matahari menyinari wajah Wan Fei-yang, tidak ada perubahan di wajah Wan Fei-yang tidak ada pantulan cahaya hidup, seperti sinar matahari yang menyinari batu atau kayu.

"Kalau dia sadar, dia akan memberontak, tidak baik bagi semua orang!"

Jelas Sat Kao.

"Kadang-kadang ada sebagian masalah tidak sanggup aku kuasai!"

Sat Kao tertawa.

"apakah kau kira aku tidak ingin melihat ekspresi di wajahnya?"

"Kau pasti mempunyai caranya!"

Seru Pei-pei.

"Untuk apa aku berbohong kepadamu, itu sama sekali tidak perlu, induk serangga itu sudah mengambil alih Leng-bonya, berarti serangga itu menjadi penguasa Wan Fei-yang, dia hanya serangga, apakah kau menaruh harapan besar kepadanya?"

"Maksudmu, kali ini benar-benar sudah tidak ada harapan lagi?"

Pei-pei berkata dengan kecewa. Sat Kao hanya tertawa, Pei-pei berkata lagi.

"Kecuali kalau aku membunuhmu!"

Sorot mata Sat Kao tampak bercahaya.

"Itu memang satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini, tapi aku yakin kau tidak akan sanggup melakukan hal seperti itu!"

Dia masih terus berjalan Pei-pei menangis sejadi-jadinya, akhirnya dia ambruk ke bawah.

Dengan penuh rasa kasihan Sat Kao menatapnya, tapi dia masih terus melangkah, tidak menoleh ke belakang lagi.25 Nyanyian aneh itu terdengar lagi, perasaan tidak berdaya terasa lebih kental lagi.

Pei-pei menangis bercampur dengan nyanyian itu, seperti tidak mendengar lagu itu, sampai nyanyian itu sudah menjauh dan mulai menghilang, Pei-pei masih menangis.

Dia benar-benar sedih.

Sat Kao mengira Pei-pei akan menyusulnya, tapi setelah berjalan lama dia tidak melihat ada jejak Pei-pei.

Dia tidak merasa aneh, dia bisa melihat dan merasakan kesedihan Pei-pei, dia juga merasa Pei-pei tidak mempunyai akal dan sangat putus asa, dia tidak mau menyusul Sat Kao karena tidak tega melihat keadaan Wan Fei-yang.

Pei-pei bersifat jujur dan baik, dia juga sangat menghormati gurunya, tapi gara-gara berhubungan dengan Wan Fei-yang, dia mulai tidak menyukai gurunya, bagi gurunya memulihkan ilmu silat Beng To lebih penting dan menjadikan Beng To seperti iblis, itu adalah cita-cita gurunya.

Sat Kao mengira tidak ada orang yang sanggup merebut Wan Fei-yang dari tangannya, walau pun luka dalamnya belum pulih, Wan Fei-yang bisa melindunginya dengan baik.

Induk serangga itu membuatnya bisa menguasai Wan Fei-yang, dia bisa memperalat Wan Fei-yang untuk melakukan apa pun demi Mo-kauw, tapi jika orang dunia persilatan melihatnya, mereka akan mentertawakan Mo-kauw, hal ini bukan hal yang bisa membuat mereka bangga.

Sebab orang-orang Tionggoan mempunyai alasan dan akan bersama-sama menyerangnya, dan di antara orang-orang Tionggoan itu pasti akan ada yang yang mengerti ilmu hitam, mereka akan menghancurkan ilmu dukun miliknya.26 Banyak hal yang harus dipertimbangkan, tapi yang penting dia harus bisa memindahkan Thian-can-sin-kang milik Wan Fei-yang ke dalam tubuh Beng To sehingga dia bisa pulih dan ilmu silatnya maju pesat melebihi Wan Fei-yang.

Ilmu silat Wan Fei-yang sekarang nomor satu di dunia persilatan Tionggoan, jika Beng To menggantikan posisinya dia bisa menguasai dunia persilatan Tionggoan dengan gampang seperti membalikkan telapak tangan.

Beng To adalah murid Mo-kauw, jika Beng To menguasai Tionggoan, berarti Mo-kauw lah yang akan menguasai dunia persilatan Tionggoan, dia yang menjadi gurunya akan merasa bangga, murid-murid Mo-kauw akan menyerang Tionggoan, tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa lagi, mereka akan berjaya.

Terpikir akan hal ini, darah Sat Kao mulai bergejolak, nada dalam lagu itu yang tadinya sedih berubah menjadi bersemangat.

Wan Fei-yang yang ikut di belakangnya tetap tidak berekspresi apa pun, sebenarnya dia tidak memiliki perasaan apa-apa, sekarang jika ada musuh yang lewat dan menyerangnya, dia pasti tidak bisa menghindarinya.

Tapi jika dia roboh, akan mengganggu keselamatan induk serangga itu, dan ada kaitannya dengan Sat Kao.

Hal inilah yang paling dikhawatirkan oleh Sat Kao, maka dia mengambil keputusan jika ilmu lweekang Wan Fei-yang sudah di sedot ke dalam tubuh Beng To dengan Ih-hoa-ciap-bok, dia akan mengurung Wan Fei-yang di tempat terpencil dan rahasia, sampai jiwanya berakhir.27 Kecuali kalau dia bisa mendapatkan cara aman dan memancing induk serangga itu keluar dari dalam tubuh Wan Fei-yang, waktu itu Wan Fei-yang lah yang harus mati.

Setelah induk serangga berada di dalam tubuh Wan Fei-yang, Sat Kao bisa mengatur nasib Wan Fei-yang.

Tapi Sat Kao hanya manusia bukan dewa, seseorang jika ingin menguasai nasib orang lain, itu bukan hal gampang.

Induk serangga yang sudah dipeliharanya selama bertahun-tahun pun tidak sanggup dikuasai olehnya, malah dia yang dikuasai oleh induk serangga itu, karena takut induk serangga itu tidak senang, dengan terpaksa dia harus mengurus Wan Fei-yang secara hati-hati, dia tidak lupa akan hal ini.

Jika seseorang ingin berpikir tenang bukan hal yang gampang, walau pun bisa sering menyimpang, semua menyangkut pengalaman, kepintaran, dan...

Pei-pei tidak mengejar mereka, dia mengerti apa tujuan Sat Kao sebenarnya, dia juga melihat tekad Sat Kao dengan sangat jelas, jika hanya dia seorang tidak akan bisa mengalahkan Sat Kao, tidak akan bisa merebut Wan Fei-yang dari tangan Sat Kao.

Jika menculik Wan Fei-yang itu sama tidak mungkin, sebab induk serangga yang berada di dalam tubuh Wan Fei-yang mempunyai kontak batin dengan Sat Kao, begitu Wan Fei-yang bergerak Sat Kao akan tahu.

Dengan pengalaman hidupnya yang sangat minim, Pei-pei jadi bingung, bagaimana caranya agar dia bisa menculik Wan Fei-yang, mungkin Sat Kao sudah tahu lebih dulu sebelum dia mendekati Wan Fei-yang.28 Setelah menangis pikirannya malah terasa tenang dan bisa berpikir lebih jernih, setelah berpikir dengan teliti, dia mengambil keputusan akan menculik Wan Fei-yang.

Kemudian dia teringat pada Tong Ling.

Pei-pei mengambil keputusan untuk kembali ke penginapan di mana kemarin mereka menginap, asal tahu Tong Ling singgah di mana, Pei-pei bisa mencarinya.

Dia masuk penginapan di mana Tong Ling menginap kemarin, dan melewati kamar itu.

Mengingat semalam dia bercinta dengan Wan Fei-yang di sebelah kamarnya, hati Pei-pei seperti diiris-iris pisau, dengan susah payah baru dia bisa berkonsentrasi dan mencari sesuatu di kamar Tong Ling, akhirnya di bawah bantal dia mendapatkan beberapa helai rambut Tong Ling.

Dia ingin tahu apakah rambut itu milik Tong Ling atau orang lain, bagi orang lain hal ini mungkin sulit tapi bagi Pei-pei ini hal yang gampang.

Awalnya dia meniup kulit kerang, membuat sekelompok serangga datang menghampirinya lalu dia menyuruh serangga-serangga itu membaui rambut Tong Ling, sekelompok serangga itu tidak ragu-ragu menelan rambut Tong Ling.

Pei-pei meniup kulit kerang itu lagi, sekelompok serangga itu terbang ke arah Tong Ling pergi.

Pei-pei segera mengejar kelompok serangga itu, seperti mendapat petunjuk dan terus berjalan.

Itulah ilmu guna-guna bagian mengejar, tidak gampang menguasai ilmu ini, butuh kesabaran besar, Sat Kao pun tidak berhasil seperti Pei-pei dalam hal ini.29 Tidak disangsikan lagi ilmu guna-guna ini sangat cocok bagi orang-orang seperti Pei-pei yang bersifat baik dan jujur, Sat Kao mengajarnya tepat pada tujuan.

Ilmu mengejar ini masing-masing perkumpulan mempunyai cara tertentu, ada yang mengguna kan tenaga orang banyak, ada yang menggunakan anjing pelacak, yang paling berhasil adalah menggunakan daya penciuman anjing, hidung anjing lebih tajam dari hidung manusia.

Bagaimana dengan daya penciuman serangga?

Ilmu guna-guna menggunakan ilmu serangga mungkin tidak berbeda jauh.

Sekarang Pei-pei menggunakan ilmu ini, hasilnya tampak di atas hasil penciuman anjing, malah ada manfaat yang tidak terduga.

Siang malam Pei-pei terus mengejar Tong Ling, sebaliknya, Tong Ling yang masih kesal berjalan dengan tidak bersemangat, yang pasti tidak berjalan cepat, setelah dua hari saat sore Pei-pei sudah melihat Tong Ling.

Waktu itu Tong Ling sudah sangat lelah, Pei-pei melihat Tong Ling dan menjadi bersemangat lagi, sambil mengejar dia berteriak.

"Tong Ling!"

Tong Ling masih berjalan walau pun hari sudah sore, dia masih belum mencari penginapan, sampai-sampai dia lupa akan hal ini, dia merasa lelah dan kesepian yang sulit diungkapkan, tiba-tiba dia mendengar ada yang memanggilnya, dia merasa terkejut sekaligus senang.

Jauh dari kampung halaman lalu bertemu dengan teman, bagaimanapun juga ini merupakan hal yang menyenangkan, apa lagi sekarang ini.30 Tapi siapa yang memanggilnya?

Tong Ling melihat Pei-pei yang sedang berlari mendekatinya, hatinya langsung terasa berat, dia ingin pergi dari sana tapi setelah dipikir-ikir, dia berubah pikiran.

"Walaupun sekarang ini aku masih berada di wilayah Biauw, aku tidak takut, untuk apa menghindar dari orang yang tidak tahu malu ini?"

Otaknya terus berputar, dia berhenti melangkah, dengan dingin melihat Pei-pei yang berlari mendekatinya, kedua tangannya memang tidak diletakkan di dalam kantong senjata rahasia, tapi dengan kecekatan yang dia miliki kalau ada yang perasaan tidak cocok, senjata rahasia dengan cepat akan dilemparkan keluar.

Setelah tiba di depan Tong Ling, Pei-pei masih merasa sangsi, setelah jelas melihat gadis itu memang Tong Ling, hatinya merasa agak tenang dan bersamaan waktu dia roboh tersungkur di kaki Tong Ling.

Tong Ling terpaku, sifatnya memang keras dan cepat marah, tapi begitu melihat keadaan Pei-pei yang jatuh tersungkur, dia sadar telah terjadi sesuatu, segera dia terpikir pada Wan Fei-yang.

Karena mereka sama-sama hanya mengenal Wan Fei-yang, kecuali Wan Fei-yang mengalami musibah, kalau tidak, tidak ada alasan Pei-pei mengejarnya sampai kemari.

Tindakan yang dilakukan Wan Fei-yang semalaman tidak dipikirkannya, jika terjadi sesuatu itu pantas didapatkannya, tidak perlu peduli padanya, Tong Ling berpikir seperti itu, tapi kakinya tidak bergeser sedikit pun, dengan dingin dia melihat Pei-pei.

Pei-pei berusaha bangun, dia mencengkeram kaki Tong Ling nafasnya ngos-ngosan, tidak sanggup bicara.31

"Ada apa denganmu?"

Tong Ling tertawa dingin. Pei-pei bertambah bersemangat, berteriak.

"Cepat tolong Wan-toako!"

Ternyata benar, Wan Fei-yang mengalami musibah! "Ada apa?"

Walau pun Tong Ling ingin sekali tahu tapi ekspresinya tetap dingin dan datar, nada bicaranya pun dingin, dia menjawab.

"Dia senang berlaku cabul, apa ada yang tidak beres?"

Pei-pei tidak menghiraukan, berkata lagi.

"Kalau kau tidak menolongnya, tidak akan ada yang sanggup menolongnya!"

Setangah menyindir, Tong Ling berkata.

"Apakah ada yang merebut Wan Fei-yang dari tanganmu?"

Pei-pei mengangguk dan tidak berkata apa-apa lagi, Tong Ling tertawa.

"Itu adalah masalahmu, dia adalah suamimu, apa hubungannya denganku?"

Pei-pei melihat Tong Ling, lalu dengan tegas berkata.

"Asal kau mau menolong, aku sudah merasa puas, ke mana pun kau akan membawanya aku tidak akan melarang, juga tidak akan merebutnya darimu!"

Wajah Tong Ling menjadi merah dia membentak.

"Siapa peduli! Jangan sembarangan bicara!"

Pei-pei adalah gadis yang lurus.

"Aku tahu kau suka padanya!"

"Kalau kau sembarangan bicara lagi, aku akan menghajarmu! Kau kira aku perempuan tidak tahu malu?"

Pei-pei menggelengkan kepala.

"Suka pada seseorang tidak ada salahnya, yang salah aku tidak boleh cemburu kepadamu, tidak boleh terlalu percaya32 pada kata-kata Suhu, dengan cara itu kita akan menolong Wan Fei-yang!"

"Akhirnya kau mengaku dengan cara sesat mendekati Wan-toako!"

Pei-pei menangis.

"Kata Suhu asal aku mendekati Wan-toako, induk serangga itu akan masuk ke dalam tubuh Wan-toako, sesudah itu Wan-toako tidak akan menyukai gadis lain, hanya suka padaku seorang saja."

Tong Ling tertawa dingin.

"Guna-guna lagi, dari awal aku sudah bilang, kalian dari suku Biauw tidak ada yang baik, semua memelihara serangga dan menabur guna-guna untuk mencelakai orang."

"Belum tentu untuk mencelakai orang...."

Bela Pei-pei.

"Kau masih ingin membela diri? Wan Fei-yang akan mati karena ulahmu itu!"

"Aku tidak tahu akan terjadi seperti itu, tapi dengan cara apa pun, induk serangga itu sulit diusir dari tubuh Wan-toako!"

"Apa yang terjadi?"

Tong Ling benar-benar ingin tahu, bersamaan waktu dia merasa di jalan banyak pejalan kaki yang sedang mendekati mereka.

Dua orang gadis cantik, yang satu berlutut di bawah memohon, yang seorang berteriak, pasti menarik perhatian banyak orang.

Seorang laki-laki tegap dan kuat datang menghampiri mereka dan bertanya.

"Dua orang gadis kecil, siapa yang menghina kalian, beri tahu kepadaku...."

Tong Ling tertawa dingin.

"Jangan ikut campur urusan kami, pergilah..."33 Laki-laki itu terpaku.

"Aku kasihan kepada kalian, mengapa kau malah membentak dan berlaku tidak sopan, kau pasti sedang menggencet gadis kecil itu...."

"Aku menyuruhmu pergi!"

Tong Ling yang ingin melampiaskan kemarahannya, sekarang jadi ada sasaran di depan mata, dia segera menyapu laki-laki itu dengan kakinya.

Walaupun laki-laki itu kuat, tapi dia hanya bertenaga kasar, kalah dalam tenaga, dia disapu dan terbang ke atas genting, setelah tahu apa yang terjadi, wajahnya menjadi pucat, karena gugup dia berdiri tidak benar lalu terpeleset dan terjatuh ke bawah.

Orang yang menonton keramaian sadar seperti apa kelihaian Tong Ling, maka dengan cepat mereka pun bubar.

Pei-pei berteriak lagi.

"Asalkan kau mau menolong Wan-toako...."

Tong Ling terdiam, dia melepaskan kakinya dari cengkeraman tangan Pei-pei dan berjalan ke arah luar kota.

Pei-pei mengikutinya dari belakang sambil terus memohon, karena Tong Ling adalah satu-satunya harapan baginya.

Tong Ling tampak kebingungan, tapi langkah nya tidak berubah, tidak cepat juga tidak lambat, ekspresinya tidak berubah, dari luar tidak terlihat apa yang sedang dia pikirkan.

Setelah berada di luar kota, Tong Ling baru berhenti melangkah, dia duduk di atas sebuah batu besar, Pei-pei berada di belakang dan memohon lagi.

"Asal kau mau menolong Wan-toako, apa pun yang kau suruh, akan kukabulkan!"34

"Kalau aku ingin kau meninggalkan Wan-toako dan tidak memilikinya lagi, bagaimana?"

Tanya Tong Ling. Ini hal yang sulit. Pei-pei terpaku, setelah berpikir sebentar, dengan nada terpaksa dia menjawab.

"Asal dia selamat, tidak apa-apa."

Akhirnya Pei-pei mengangguk, Tong Ling melihatnya, dalam hati dia merasa tidak enak, sekarang dia merasa yakin sekali Pei-pei benar-benar menyukai Wan Fei-yang, demi Wan Fei-yang dia rela mengorbankan segalanya.

Dia tidak tahu bagaimana perasaan Wan Fei-yang kepada Pei-pei, dia juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang setelah lama termangu, akhirnya dia berkata.

"Beritahu kepadaku dengan jelas, sebenarnya apa yang terjadi!"

Pei-pei menjelaskan semuanya, dia gadis yang teliti, walaupun dalam keadaan tidak tenang, dia tetap bisa menceritakan semuanya dengan apik.

Tong Ling merasa terkejut, dia tahu apa yang Sat Kao inginkan dan Wan Fei-yang akan mengalami hal apa.

Dia juga mengerti isi hati Pei-pei, dia juga menyadari kalau dia sepanjang perjalanan tidak terus-menerus menyindir Pei-pei, hal ini tidak akan terjadi.

Jadi sekarang dia pun harus ikut bertanggung jawab, maka hatinya mulai gelisah.

Pei-pei terus menundukkan kepala, setelah selesai bercerita, dia baru berani menatap Tong Ling, dia melihat Tong Ling yang tampak cemas tapi tidak bisa melihat apa isi pikiran Tong Ling, sekarang yang dia harapkan adalah Tong Ling setuju menolong Wan Fei-yang.35 Tong Ling melihat, dia mengerti apa pikiran Pei-pei, tiba-tiba dia merasa Pei-pei tidak terlalu menyebalkan, tidak pantas di benci.

Lama...

Tong Ling baru menarik nafas.

"Aku benar-benar tidak pernah melihat ada orang yang begitu polos dan tidak dewasa!"

Pei-pei menggelengkan kepala, Tong Ling menghembuskan nafas.

"Aku tidak mengerti, apakah perempuan suku Biauw jika ingin mendapatkan hati seorang laki-laki selalu menggemakan segala cara asal bisa mencapai tujuannya dan tidak pernah memikirkan akibatnya di kemudian hari!"

"Seharusnya aku berpikir. Suhu dan Wan-toako adalah musuh...."

"Selamanya akan seperti itu!"

"Aku belum pernah melihat orang yang dikatakan musuh itu seperti apa? Juga belum pernah melihat dengan cara apa Suhu menghadapi musuhnya!"

"Sekarang kau baru bisa mengerti, bagaimana keadaanku sepanjang perjalanan!"

Kata Tong Ling menyindir.

"Aku bukan ingin bertengkar denganmu, hanya saja...."

Pei-pei menggelengkan kepala.

"aku tidak tahan melihat Wan-toako terus bicara dengan-mu."

Tong Ling sangat mengerti isi hati Pei-pei, dia melayangkan tangan untuk memotong.

"Sudahlah, jangan diteruskan lagi!"

"Kalau begitu, kita akan membicarakan apa?"

Tong Ling jadi tertawa salah, ingin menangis juga salah, dia tahu dia tidak berpengalaman, sifatnya keras juga terburu-buru, gampang menimbulkan masalah, tapi jika36 dibandingkan dengan Pei-pei, dia merasa dirinya jauh lebih dewasa.

"Tentu saja kita bicarakan bagaimana cara menolong Wan-toako!"

Dia menggelengkan kepala, hatinya terasa kacau.

"Kau setuju...."

Karena senang air mata Pei-pei menetes.

"Tapi itu bukan demi dirimu!"

Begitu kata-katanya terucap keluar, dia segera tertawa kecut, akhirnya dia sadar ternyata dia juga tidak dewasa. Tapi Pei-pei tidak merasakannya, dia hanya berkata.

"Asalkan kau mau menolong Wan-toako, asal Wan-toako tertolong, aku sudah merasa senang!"

Tong Ling melihatnya dan menggelengkan kepala.

"Sat Kao pasti sangat berhati-hati menjaga Wan-toako, ingin menolong Wan-toako tidak begitu gampang!"

"Aku tahu mereka sekarang berada di mana."

"Apakah Sat Kao tidak tahu bahwa kau tahu tempat itu!"

Tiba-tiba Tong Ling bengong, dia seperti teringat sesuatu dan berkata sendiri.

"murid seperti dirimu tidak banyak, berani bersekongkol dengan orang luar untuk memberontak kepada gurunya, aku yakin semua ini di luar dugaannya."

Pei-pei tertawa kecut.

"Semua ini terjadi karena diriku, maka aku juga yang harus membereskannya, asalkan bisa menculik Wan-toako, biar Suhu mengejar, aku akan berusaha menghadangnya!"

"Kau telah merusak rencana gurumu, jika dia marah, dia akan membunuhmu!"

"Biarkan dia membunuhku, paling sedikit tidak banyak orang yang akan terbunuh!"

Kata-kata ini benar-benar muncul dari dasar hatinya paling dalam.37 Tong Ling tidak melihat kepalsuan dalam diri Pei-pei, kebencian kepada Pei-pei jadi berkurang. Dan dia bertanya.

"Apakah kau benar-benar tidak mengerti dengan masalah induk serangga itu?"

Pei-pei mengangguk. Tong Ling mengerutkan alis.

"Kalau begitu, setelah Wan-toako lolos, tidak ada cara untuk membuatnya kembali sadar, dan ke mana pun dia pergi, gurumu pasti akan tahu!"

"Setelah Wan-toako lolos, baru kita pikirkan caranya!"

Jawab Pei-pei.

"Kalau ada kesempatan lebih baik bunuh gurumu!"

Tiba-tiba Tong Ling berkata seperti itu.

"Kita jangan membunuh Suhuku...."

Pei-pei berteriak. Tong Ling menatapnya.

"Gurumu bukan orang baik-baik, mati pun tidak perlu disayangkan!"

"Tapi dia tetap Suhuku!"

"Kalau disuruh memilih hidup dan mati, antara guru dan Wan Fei-yang, kau memilih siapa?"

Pei-pei bengong. Tong Ling tertawa dingin.

"Keinginanmu hanya sepihak, tidak melihat situasi."

"Mengapa bisa terjadi seperti ini?"

Pei-pei tampak bingung. Tong Ling menarik nafas.

"Semua hal yang berada di dunia ini selalu seperti itu, kalau kakakmu ikut menghadang, apa yang akan kau lakukan?"

"Aku harus bagaimana?"

Pei-pei malah balik bertanya.38

"Harus bagaimana?"

Kata Tong Ling tertawa kecut.

"apakah aku harus mengajarkan kepadamu cara membunuh kakakmu?"

Dia menarik nafas.

"Hal ini benar-benar merepotkan, sekarang tidak perlu mengambil keputusan dulu, kita bisa berjalan selangkah demi selangkah!"

"Apakah kita harus berangkat sekarang?"

Tanya Pei-pei.

"Apakah kau masih kuat berjalan?"

Pei-pei mengangguk, kata Tong Ling.

"Siang malam kau terus berjalan, bisa bertahan sampai sekarang sudah terhitung sangat kuat, kalau dipaksakan kau akan roboh, kerepotanku akan bertambah, walaupun kau tidak bisa banyak membantu, tapi kau sangat mengenal situasi di sini, ada kau di sisiku, itu akan lebih baik!"

"Kalau sekarang tidak cepat-cepat ke sana, aku takut tidak akan keburu...."

"Aku tidak berkata tidak pergi sekarang,"

Tong Ling berdiri, dia berjalan ke arah kota.

"Bukan ke arah sana!"

Teriak Pei-pei.

"Tidak perlu tegang seperti itu, aku ke sana untuk mencari benda pengganti berjalan."

"Pengganti berjalan..."

"Apakah kau tahu benda itu bernama kereta kuda, yang satu lagi bernama kusir?"

Pei-pei mengangguk.

"Tapi kedua benda itu tidak ada hubungannya dengan mereka...."

"Ada sejenis benda yang bisa mengubah hati mereka.

"Apa itu?"

"Uang!" 39 Kekuatan uang sulit ditolak, untung dia dibantu karena Tong Ling cukup mempunyai banyak uang. Dengan harga sepuluh kali lipat dari harga biasa Tong Ling bisa langsung menyewa sebuah kereta bagus, cepat, juga nyaman untuk membawa mereka berangkat. 0-o-040 BAB 9 Kusir itu terlihat sangat berpengalaman, melihat kedua gadis itu, dia tahu mereka bukan orang sembarangan, maka dia tidak berani banyak bertanya, hanya mengerjakan tugas seorang kusir. Dia juga tahu uang yang dia dapatkan bukan uang yang gampang didapatkan, kalau dia menolak untuk memberangkatkan mereka, mungkin kereta ini akan dihancurkan oleh kedua gadis itu. Ketika Tong Ling melempar laki-laki ke atas genting, saat itu kusir itu berada di sana, apa lagi keadaan ekonomi keluarganya sangat membutuhkan uang. Seorang laki-laki biasanya ingin keluarganya makan kenyang dan tenang, kesempatan di mana dia bisa mendapatkan uang tidak akan dia lepaskan. Setelah menerima uang, dia menyerahkan kepada keluarganya dan segera membawa kedua gadis itu berangkat menuju tempat tujuan, tekniknya membawa kereta pun dikuasai dengan baik. Jalanan rata maka kereta melaju sangat tenang, Pei-pei terlalu lelah, begitu berada di dalam kereta, dia langsung terlelap. Melihat gadis polos itu, Tong Ling menghela nafas. 0-0-0 Akhirnya Sat Kao berhasil membawa Wan Fei-yang ke tempat sembahyang rahasia, sepanjang perjalanan Wan Fei-yang begitu menurut, setelah masuk tempat rahasia itu, Sat Kao baru benar-benar merasa merasa tenang.41 Gagal satu kali baginya bisa dikatakan terlalu rugi. Beng To sedang beristirahat dan memulihkan lukanya di tempat itu tapi sampai sekarang pernafasannya masih belum pulih seperti dulu, walaupun dia bisa bergerak tapi tubuhnya terlihat sangat lemah. Dia mulai merasa tubuhnya lemas, dia mulai curiga Sat Kao hanya menghiburnya, sebenarnya ilmu silatnya sudah musnah, dia bukan seorang pesilat tangguh lagi. Tapi Beng To percaya dengan perhatian Sat Kao kepadanya dan dia juga percaya Sat Kao sedang mencari cara untuk memulihkan kondisinya, letak persoalan ada pada Wan Fei-yang, begitu melihat Sat Kao membawa Wan Fei-yang, Beng To segera bersemangat lagi. Dia lebih mengerti ilmu guna-guna dari Pei-pei tapi tetap masih di bawah Sat Kao, melihat orang yang terkena guna-guna dan reaksinya seperti apa, dia bisa langsung tahu dia sudah melihat Wan Fei-yang berada dalam kekuasaan Sat Kao, Wan Fei-yang tidak akan berani membantah perintah Sat Kao, kapan pun Sat Kao bisa mengalirkan tenaga dalam Wan Fei-yang ke dalam tubuhnya. Tenaga dalam Wan Fei-yang sangat tinggi, apa lagi ilmu yang mereka latih adalah ilmu sejenis, kalau dia bisa mendapatkan tenaga dalam Wan Fei-yang keuntungannya benar-benar tidak diragukan lagi, terpikir akan hal ini, Beng To mulai tersenyum. Wajah Sat Kao pun tampak berseri-seri, tadinya dia sangat khawatir Beng To tahu keadaannya seperti apa dan akan melakukan hal bodoh, setelah melihat Beng To tetap berada di ruang rahasia, bebannya jadi terlepas sebagian. Mulutnya segera berkomat-kamit, lantunan manteranya mulai terdengar, laba-laba beroman manusia segera keluar42 dari semua penjuru, laba-laba itu merayap ke tubuh Wan Fei-yang. Orang yang berhati-hati seperti dia tidak banyak, laba-laba itu tidak diragukan lagi merupakan jaminannya. Wan Fei-yang tidak bereaksi apa pun, dia membiarkan laba-laba itu merayap memenuhi tubuhnya, dengan cepat dia sudah menjadi orang aneh. Laba-laba itu satu per satu diam di atas tubuh Wan Fei-yang. Beng To melihat semua itu dengan jelas, dengan senang dia berkata.

"Marga Wan, kali ini aku ingin melihat sampai dimana kegagahanmu?"

"Dia tidak akan menjawab pertanyaanmu, Wan Fei-yang yang sekarang tidak berbeda jauh dengan orang mati!"

Jawab Sat Kao.

"Apakah tenaga dalamnya masih ada?"

"Kalau tidak ada, untuk apa aku dengan susah payah membawanya kemari!"

"Suhu benar-benar baik hati, apakah Suhu merasa lelah?"

"Aku tidak lelah, hanya saja sepanjang perjalanan aku khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan, siang malam kami terus berjalan."

"Apakah induk serangga itu sudah berada di dalam tubuhnya?"

"Kalau tidak, dengan ilmu lweekangnya yang begitu tinggi, mana mungkin aku bisa menguasainya?"

Tangan Sat Kao secara tidak sengaja melayang dan Wan Fei-yang segera mendekati Beng To.43

"Ilmu dukun Suhu benar-benar sudah berada di puncaknya dan benar-benar membuatku kagum!"

"Kali ini kalau bukan karena Pei-pei, induk serangga itu tidak akan bisa mendekati Wan Fei-yang!"

"Oh ya, sekarang Pei-pei pasti sudah tahu apa yang terjadi!"

"Dia tidak ikut aku kembali, hal ini membuatnya menjadi benci kepadaku tapi aku terpaksa melakukannya!"

Jelas Sat Kao. Beng To menggelengkan kepala.

"Anak perempuan tahu apa? Dia hanya menyukai Wan Fei-yang dan tidak ingin Wan Fei-yang terluka, maka bisa berlaku seperti itu, setelah lewat beberapa saat dia pasti akan lupa, dia akan kembali!"

Sat Kao tertawa kecut.

"Tampaknya kau yang menjadi kakak pun tidak begitu mengerti tentang dia, kali ini dia benar-benar serius!"

"Tidak ada cara lain, sebab kita tidak bisa melepaskan Wan Fei-yang!"

Kata Beng To.

"Ingin melepaskannya pun tidak bisa!"

"Apakah karena induk serangga itu...."

"Kau benar-benar pintar!"

Sat Kao sangat senang.

"kalau Pei-pei mempunyai setengah dari kepintaranmu, dia tidak akan mau melakukan hal ini!"

Beng To tampak sedikit khawatir.

"Kalau tenaga dalamnya semua tersedot keluar, apakah induk serangga itu akan marah?"

"Seharusnya tidak, menurutku kalau tidak salah induk serangga itu tidak mau keluar karena ini pertama kalinya dia masuk ke dalam tubuh manusia, dia merasa lebih nyaman di dalam tubuh manusia dibandingkan di dalam kotak giok itu!"

"Memang lebih nyaman, apakah setelah tenaga dalamnya disedot akan ada perubahan terhadap tubuhku, apakah akan membuat induk serangga itu merasa tidak nyaman?"

Tanya Beng To.

"Serangga yang berada dalam pengaruh guna guna, biasanya terhadap tenaga dalam yang ada di dalam tubuh tidak bereaksi apa pun, apakah induk serangga itu akan berlaku seperti itu? Sampai saat ini aku belum merasa yakin, tapi sewaktu mengambil tenaga dalam, kita harus lebih berhati-hati, jika terjadi perubahan, kita bisa berhenti tepat pada waktu!"

"Suhu!"

"Kalau begitu malah akan membuat repot "Kau adalah satu-satunya harapanku!"

"Aku akan berusaha, walaupun harus berkorban nyawa, aku tidak akan mengecewakan Suhu!"

Sat Kao menggelengkan kepala.

"Sebaliknya, setiap saat kau harus menyayangi nyawamu, kalau tidak, aku benar-benar tidak mempunyai harapan lagi!"

Beng To menundukkan kepala, Sat Kao berkata lagi.

"Bakatmu berada di atas semua orang, kau adalah orang berbakat dalam ilmu silat, orang seperti dirimu jarang ada, maka kau jangan meremehkan dirimu, dan dengan gampang bertarung hingga mengorbankan nyawa!"

"Bukankah murid sudah kalah oleh Wan Fei-yang?"

"Karena dia lebih awal menguasai ilmu ini, pengalamannya lebih banyak darimu, walaupun kau kalah darinya, tapi tidak berbeda jauh, kelak kau akan bisa melebihi kemampuannya, itu bukan hal yang sulit!"

Sat Kao tertawa.

"apa lagi mulai hari ini sudah tidak ada lagi orang45 yang bernama Wan Fei-yang, kelak tidak akan ada pesilat tangguh yang datang untuk bersaing denganmu!"

Akhirnya dari wajah Beng To bercahaya, dia juga tampak berseri-seri.

"Dengan cara apa Suhu membereskan Wan Fei-yang?"

"Dengan Ih-hoa-ciap-bok menghisap tenaga dalam yang ada di dalam tubuhnya hingga habis, kemudian menyembunyikan dia di sebuah tempat rahasia, lalu membuat induk serangga yang ada di dalam tubuhnya berpindah tempat ke tempat lain agar Wan Fei-yang bisa memulihkan ingatannya dan memancing dia menceritakan cara-cara berlatih Thian-can-sin-kang!"

"Tapi menurutku, dia harus dibunuh agar tidak terjadi bencana di kemudian hari!"

"Kau khawatir ilmunya akan pulih?"

"Itu sangat mungkin!"

Sat Kao menggelengkan kepala.

"Dia adalah murid perkumpulan lurus, ilmu yang dipelajarinya tidak ada ilmu seperti Ih-hoa-ciap-bok jadi dia tidak bisa mengambil tenaga dalam orang lain untuk memulihkan tenaga dalamnya, kita pun tidak akan memberi kesempatan ini, apa lagi induk serangga itu masih suatu halangan."

Tiba-tiba Beng To seperti teringat sesuatu, dia merasa sedikit menyesal.

"Aku masih ingat penghinaan sewaktu kalah di tangannya, aku ingin membalas dendam, aku lupa keberadaan induk serangga sangat berpengaruh kepada Suhu!"

"Kalau kau pindahkan Thian-can-sin-kang yang dia dapatkan dengan susah payah, itu juga balas dendam46 terbesar, membantunya memulihkan ingatannya, akan membuatnya tahu apa yang telah terjadi, hatinya akan sedih dan kesedihannya tidak terlukiskan, jika membunuh dia atau membiarkan dia jadi orang idiot, baginya malah menjadi semacam kemurahan hati!"

Ternyata Beng To tidak terpikir masalah ini, setelah tahu dia tertawa sambil bertepuk tangan.

"Kata-kata Suhu benar-benar mengejutkan orang yang sedang bermimpi, betul juga, membunuh dia baginya adalah semacam kemurahan hati, itu tidak ada artinya sama sekali!"

"Kau biarkan dia tahu bahwa kau menggunakan Thian-can-sin-kang miliknya, sehingga bisa berjaya di dunia persilatan Tionggoan dan tujuan pertama adalah memukul... Bu-tong-pai!"

"Ide yang bagus!"

Beng To sangat gembira. Sat Kao benar-benar tidak salah memilih orang, memang dari lahir Beng To sudah mempunyai sifat iblis, dia tidak terima dunia ini terlalu tenang.

"Apa lagi...."

Sat Kao berkata.

"Bu-tong-pai mengambil inti sari dalam penciptaan Thian-can-sin-kang, itulah seperti menjadi tamu di rumah sendiri, banyak hal bisa kita pelajari, kalau masih bisa menerobos, bukankah itu akan lebih baik?"

Beng To mengangguk.

"Aku tahu di luar langit masih ada langit, dan aku tidak akan berbuat sombong aku pasti akan bertambah giat belajar dan lebih maju lagi!"

"Inilah semangat orang yang belajar ilmu silat, kalau hanya maju selangkah demi selangkah saja sudah merasa cukup, pikiran ini paling tidak baik!"

Kata-kata Sat Kao memang masuk akal, tapi cara-caranya terlalu rendah dan keji.47 Di sinilah perbedaan antara golongan lurus dan golongan sesat. Mata Beng To melihat Wan Fei-yang lagi, dia tertawa.

"Aku memang kalah di tanganmu hingga terluka berat, tapi aku harus berterimakasih kepadamu, setelah mendapatkan pelajaran ini, aku akan lebih berhati-hati!"

Tentu saja Wan Fei-yang tidak bisa menjawab, Beng To pun tidak berkata apa-apa lagi, lalu dia berkata kepada Sat Kao.

"Aku yang menjadi kakak pasti harus memikirkan adikku!"

Tiba-tiba Sat Kao terharu.

Baca Juga: Bangau Sakti 6

Baca Juga: Kemelut Blambangan 4

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert