Eps 2 Legenda Pendekar Ulat Sutera - Huang Ying
Baca online Legenda Pendekar Ulat Sutera - Huang Ying
Cersil Legenda Pendekar Ulat Sutera - Huang Ying.
Lam-touw juga mempunyai perasaan seperti ini.
Dia bertanya.
"Utusan lampion hijau?"
"Betul! orang tua, lebih baik malam ini kau mengaku kalah!"
Pedangnya datang seperti ular beracun.
Lam-touw ingin mundur tapi di belakang sudah datang tiga pedang yang mencegatnya, tubuh Lam-touw tetap terus bergerak.
Dia meloncat ke atas.
Dua pembunuh lampion hijau juga ikut melon cat, menyerang ke arahdua ketiak Lam-touw.
Tapi pembunuh yang tadi lebih cepat dan sudah mendahului mereka berdua, dia dengan pedangnya sudahLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 96 meloncat ke atas udara.
Dia terus melihat ke tengah wajah Lam-touw, di antara kedua alisnya.
Lam-touw menahan sakit lagi, membalikkan tubuh untuk menghindari serangan dari tiga pedang.
Rasa sakit membuatnya mengeluarkan keringat dingin, tapi tubuh sudah tidak bisa apa-apa.
Dia terjatuh dari atas.
Tiga pedang segera menusuk-nya.
Lam-touw yang berpengalaman segera memakai sebuah gerakan.
Di tengah udara dia melangkah dan menginjak salah satu pedang mereka.
Menggunakan tenaga ini, tubuhnya kembali meloncat ke atas.
Utusan lampion hijau terus mengejar Lam-touw.
Di tengah-tengah udara dia menyerang lagi.
Terlihat Lam-touw akan kesulitan menghindari serangan ini.
Dia juga tidak ingin menahan serangan lawan dengan Holou.
Dia melihat Lu Tan dan Fu Hiong-kun sedang berlari mendatangi.
Pedang Lu Tan sudah menahan pedang Utusan lampion hijau dan pedang Fu Hiong-kun menyerang jalan darah penting utusan lampion hijau.
Utusan lampion hijau terpaksa menarik pedang untuk melindungi diri.
Fu Hiong-kun dan Lu Tan dari kiri dan kanan melindungi Lam-touw turun dan membunuh dua pembunuh lampion hijau yang mendekat.
Siau Cu yang di sana melihat Lam-touw dalam bahaya, tapi karena dia juga dilibat oleh 7-8 pembunuh lampion, dia tidak bisa datang membantu.
Dia cemas juga marah.
Kemunculan Lu Tan dan Fu Hiong-kun membuat dia tenang, bahkan boleh dikata kan senang.
Dia bersorak, semangatnya bertambah.
Tiga kali serangan kepalan telah memukul jatuh seorang pembunuh.
Kembali kakinya menendang, satu lagi pembunuh terbang jauh.
Melihat keadaan ini, utusan lampion hijau tahu bila pertarungan diteruskan orang yang terluka atau mati akan bertambah, maka sambil bersiul dia meloncat ke atas genteng.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 97 Mendengar suara siulan yang melengking, pembunuh-pembunuh lampion hijau segera mundur.
Siau Cu ingin mengejar, tapi dilarang oleh Lam-touw.
Siau Cu kembali ke sisi Lam-touw.
Dia masih bisa bercanda.
"Sejak kapan guru menjadi pelan berbicara?"
"Ini namanya berubah sifat, apakah kau mengerti?"
Dia melototi Siau Cu.
"tadi kau masih memuji dirimu hebat, tapi waktu guru ada kesulitan dan ingin kau tolong pun, kau tidak bisa menolong!"
"Karena tidak semua ilmu yang guru ajarkan kepada murid, masih disimpan sebagian. Maka hasilnya seperti itulah!"
"Kau biasanya malas belajar tapi malah menyalahkan guru yang tidak mengajarimu. Untung guru bernasib baik dan tidak terjadi apa-apa!"
Dia melihat Lu Tan.
"kemarin kami telah menyelamatkanmu sekali, kau masih ingat dan ingin membalas budi. Sekarang berarti sudah lunas."
Lu Tan tertawa kecut.
"Kami tidak menyangka akan bertemu tetua di sini!"
"Kalian bila ada perlu tidak perlu tinggal lama, silahkan!"
"Kami ingin ke penginapan mencari Cian-pwee..."
"Celaka! Repot lagi, muridku! Pemuda ini ingin membalas budi, bagaimana dengan kita?"
"Tidak ada hubungan denganku, Tapi guru tidak perlu khawatir, dulu dia berhutang satu nyawa kepadaku, sekarang sudah lunas!"
"Apakah kau melihat ada seorang gadis?"
Tanya L\am-touw.
"Boanpwee adalah Fu Hiong-kun!"
Fu Hiong-kun mendekat.
"Aku pernah mendengar namamu. Katanya kau menguasai ilmu tabib yang bagus!"
"Apakah tetua terluka dalam?"
"Namamu benar-benar bukan kebetulan belaka. Hanya sekali melihat keadaanku, kau sudah tahu!"
Kata Lam-touw sambil mengacungkan jempol.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 98
"Lebih baik kita kembali Pek-in-koan!"
Kata Fu Hiong-kun.
"Hebat! Hanya dengan melihat aku sekali lagi, dia segera tahu aku butuh pengobatan!"
Kali ini sebenarnya Lam-touw terluka.
Apalagi pertarungan tadi membuat lukanya bertambah berat.
37-37-37 Memang Fu Hiong-kun mempunyai ilmu pertabiban, akupuntur, dan lain-lain.
Dia membantu Lam-touw melancarkan nadi yang terluka, baru kemudian memberinya obat balut.
Sekarang Lam-touw bisa lebih tenang.
Siau Cu tidak sengaja bertanya.
"Guru, bagaimana ilmu pengobatan Nona Fu?' "
Apakah kau tidak melihat, guru di depannya tidak bisa berbuat apa-apa?"
Lam-touw berkata pada Fu Hiong-kun.
"gadis kecil jangan marah, muridku memang bodoh seperti itu!"
"Sebenarnya ini adalah luka ringan, Hanya saja ketika Cianpwee mendapatkan luka ini, Cian-pwee tidak ada waktu untuk merawatnya..."
Kata Fu Hiong-kun.
"Memang aku sedang kabur untuk menyelamatkan nyawaku!"
Lam-touw memuji.
"yang lain aku tidak mengerti, tapi aku tahu diagnosa yang tepat ini pantas diacungkan jempol!"
Siau Cu menyela.
"Apakah guru juga kalah dari Nona Fu?"
"Jauh dari Nona Fu. Walaupun guru ada waktu untuk merawat luka ini, paling sedikit harus tiga hari baru bisa senyaman sekarang. Dia benar-benar lihai!"
Dia teringat Tiong Toa-sianseng dan tiba-tiba tertawa.
"Sayang. Orang itu mempunyai keberanian, tapi tidak bisa berpikir dan tidak melihat itu adalah jebakan. Tidak apa-apa bila dia terjebak, tapi nyawaku hampir melayang di tangannya!"
Siau Cu bertanya lagi.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 99
"Tadi yang menyerang kita diam-diam, apakah adalah utusan lampion hijau dan pembunuh lampion hijau? Siapa mereka sebenarnya?"
"Mereka adalah orang Pek-lian-kau!"
Fu Hiong-kun depgan aneh melihat Lam-touw.
"Kapan kalian ada dendam dengan Pek-lian-kau?" (Perkumpulan Teratai Putih).
"Sebenarnya aku juga tidak jelas!"
Lam-touw tertawa.
"Apakah betul orang tua tidak tahu sama sekali?"
Tanya Siau Cu. Lam-touw melotot kepada Siau Cu. Kata Siau Cu.
"Kau tidak perlu berkata apa-apa, kami juga sudah mengerti. Pasti karena tanganmu terlalu panjang dan sudah mencuri barang mereka!"
"Kurang ajar!"
Tubuh Lam-touw bergerak ke belakang. Karena terkena lukanya, terasa sakit yang membuat dia mengerutkan alis.
"Cianpwee tidak perlu khawatir, luka Cian-pwee akan cepat pulih!"
Hibur Fu Hiong-kun.
"Aku tidak mengkhawatirkan lukaku. Yang ku khawatirkan adalah bertemu lagi dengan ketua Kun-lun-pai itu!"
"Tiong Toa-sianseng?"
Kata Fu Hiong-kun sam-bil merasa aneh.
"Cianpwee terluka oleh pedang Tiong Toa-sianseng?"
"Awalnya aku tidak serius. Siapa tahu prang tua ini benar-benar tidak sungkan. Dia menyerangku dengan pedangnya!"
"Menurut yang Boanpwee tahu, Tiong-ta Sian seng bukan orang yang tidak tahu aturan!"
"Masalahnya walaupun aku mempunyai alasan tapi tidak bisa menjelaskan kepada dia. Dan orang tua ini, meskipun kaki dan tangan sangat kuat tapi otaknya sangat sederhana!"
"Itu adalah kesalahpahaman!"
"Yang penting sekarang aku masih hidup dan bisa berbicara!"
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 100 Lam-touw menceritakan apa yang terjadi dengan sederhana.
Semua orang merasa aneh.
Sebenarnya ada hubungan apa antara Kiang Hong-sim dengan Pek-lian-kau?
"Mungkin tidak ada hubungan apa-apa!"
Kata Lam-touw tiba-tiba. Tapi sikapnya sedikit aneh, saat .Fu Hiong-kun melihatnya, ekspresi wajahnya sudah kembali normal. Dia segera bertanya kepada Lu Tan.
"Sudah! Sekarang aku bertanya kepadamu, ada apa kau mencari kami?"
"Meminta Cianpwee membantu Boanpwee menyelesaikan satu masalah!"
Kata Lu Tan serius.
"Kau belum menjawab, apa yang harus aku lakukan untuk membantumu?"
"Berarti Cianpwee sudah setuju?"
"Kecuali mencuri barang, aku tidak mengerti bila disuruh melakukan hal yang lain!"
Kata Lam-touw.
"apakah kau menyuruhku unluk membantu mencuri barang?"
"Betul!"
Lu Tan mendekat dan memberi hormat dengan tangan. Lam-touw memapah Lu Tan dan berkata.
"Apakah ingin aku mencuri ini?"
Dia menarik dan membuka tangannya. Pedang Lu Tan berada di tangannya, dan Lu Tan baru mengetahuinya.
"Cianpwee memang hebat!"
Lu Tan tertawa kecut.
"Kalau tidak memiliki teknik sungguhan, apakah teman-teman dari dunia persilatan akan menjuluki aku Lam-touw?"
Lam-touw dengan senang berkata lagi.
"yang lain aku tidak bisa jamin tapi kalau mencuri barang itu mudah. Apa yang ingin kau curi?"
"Bukti kalau Liu Kun berbuat kejahatan."
"Liu Kun!"
Lam-touw berteriak.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 101
"Liu Kun mendatangkan malapetaka bagi negara dan rakyat. Kalau bisa mendapatkan bukti kejahatannya..."
Lam-touw melayangkan tangan.
"Tentang hal ini..."
"Boanpwee mohon kepada Cianpwee. Itu bukan balas dendam pribadi melainkan untuk semua rakyat kecil!"
Lu Tan berlutut. * "Bangun! Bangun!"
Lam-touw cepat-cepat mengayunkan tangan.
"Kalau Cianpwee tidak setuju, Boanpwee tidak akan bangun!"
"Hal ini bagi guru mudah seperti membalikkan telapak tangan. Apa lagi yang masih guru pikirkan?"
Lam-touw berkata.
"Kau tahu apa?"
Kemudian melihat Lu Tan dan berkata.
"kau bangun dulu!"
"Cianpwee sekarang masih terluka, biarlah lukanya sembuh dulu!"
Kata Fu Hiong-kun. Tapi Siau Cu tidak peduli. Dia memapah Lu Tan bangun.
"Jangan melihat wajah guruku yang dingin, sebenarnya dia sangat baik. Kalau ada kesempatan 'dia pasti akan membantumu!"
"Apakah kau tidak mendengar, ini bukan masalah pribadi dia,"
Kata Lam-touw dingin. Siau Cu masih ingin mengatakan sesuatu tapi Lam-touw sudah berkata.
"Lu Tan, aku tahu kau bermaksud baik. Hanya saja, Liu Kun ada di semua tempat. Kaisar juga takut kepada dia, maka mencuri bukti juga tidak ada gunanya."
"Semua orang berkata begitu. Apakah karena itu, tidak ada orang yang fnau melakukan ini?"
"Ini adalah kenyataaan, bukan gosip. Kau harus mengerti!"
Kata Lam-touw. Lu Tan menundukkan kepala.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 102
"Tapi aku akan membantumu. Tapi bukan sekarang!"
Kata Lam-touw.
"Mengapa tidak bisa sekarang?"
Tanya Siau Cu. Lam-touw melotot kepada Siau Cu.
"Karena ada satu urusan yang harus aku selesaikan!"
Kali ini Siau Cu tidak bertanya, karena dari nada Lam-touw dia sudah tahu memang ini adalah yang sebenarnya.
Melihat Lu Tan dengan lesu mengikuti Fu Hiong-kun keluar, ekspresi wajah Lam-touw baru kembali menjadi wajah lucu seperti biasa, dan Siau Cu baru bertanya.
"Apakah guru tidak berbohong?"
"Apakah kau tidak bisa melihat tawa kecutku?"
Lam-touw tertawa sambil berbaring.
Di Sin-sa-hai Siau Cu dan Lam-touw sudah tidak bermain sulap, hal ini membuat banyak orang kecewa.
Yang kecewa terutama adalah Ih-lan.
Biasanya jika ada waktu, dia selalu meminta orang dewasa untuk membawa dia ke Sin-sa-hai menonton sulap.
Melihat sikapnya yang kecewa, hati Tiong Toa-sian-seng merasa tidak tenang.
Yang pasti dia tidak bisa memberitahu apa yang sudah terjadi, dia terpaksa merangkai alasan lain.
Untung Ih-lan tidak bertanya terus.
Siau Cu kadang-kadang teringat Ih-lan.
Gadis kecil yang lucu.
Tapi begitu teringat Tiong Toa-sian-seng yang selalu berada di sisi Ih-lan, dia merinding.
Walaupun dia tidak tahu ilmu silat Lam-touw sebenarnya seberapa tinggi, tapi di dalam hatinya tahu Lam-touw adalah seorang pesilat tangguh.
Dengan ilmu silatnya, Lam-touw masih kalah dari Tiong Toa-sianseng.
Apalagi untuk kabur juga sulit baginya, maka ilmu silat Tiong Toa-sianseng seper ti apa sudah tidak terbayangkan oleh Siau Cu.
Yang pasti dia selalu menghabiskan banyak waktu memikirkan Lamkiong Bing-cu.
Akhirnya kesempatan datang juga.
WaktuLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 103 keluarga Lamkiong memberi sedekah kepada fakir miskin, Siau Cu menyamar menjadi seorang pengemis dan datang ke •depan pintu Ci-cu-wan untuk menyerahkan sepucuk surat ke tangan Bing-cu.
Karena begitu melihatnya Bing-cu sudah mengenal Siau Cu, maka dengan mudah surat sudah berada di tangan Bing-cu.
Setelah menyerahkan surat itu, hati Siau Cu baru bisa tenang, karena dia takut putus hubungan dengan Bing-cu.
Kalau bukan karena Lam-touw terus mengatakan orang-orang keluarga Lamkiong sangat lihai, dia tidak akan menunggu sampai sekarang.
Dari awal dia sudah diam-diam masuk ke Ci-cu-wan.
Pada waktu itu juga ratusan anak laki-laki dan anak perempuan tiba-tiba menghilang.
Di dalamnya juga termasuk putra-putri pejabat.
Kalau hal ini terjadi di daerah, mungkin tidak menghebohkan.
Tapi sekarang hal ini terjadi di ibukota.
Sebenarnya ini disebabkan oleh Thian-te-siang-kun yang ingin berlatih ilmu sesat Pek-kut-mo-kang (Ilmu iblis tulang putih).
Dia memerintahkan murid-muridnya pergi menangkap anak laki-laki dan perempuan demi mencapai tujuannya.
Mereka dengan segala upaya melakukan hal-hal yang tidak berperikemanusiaan.
Tapi karena rencana mereka sangat sempurna, maka hal ini mereka jalankan dengan lancar.
Walau pun petugas ibukota sudah berusaha, tapi tetap tidak menemukan petunjuk.
Yang pasti dalam mimpi pun mereka tidak menyangka Thian-te-siang-kun dan sebagian murid Pek-lian-kau tinggal di dalam rumah Liu Kun.
Yang bertanggung jawab untuk mencari tahu perkara ini adalah Hongpo bersaudara.
Mereka adalah orang kepercayaan Liu Kun, mana mungkin mereka bisa berusaha menyelidiki hal ini.
Walaupun petugas sudah mendapatkan petunjuk, tapi setelah sampai di tangan Hongpo bersaudara, petunjuk akan putus lagi.
Waktu anak-anak menghilang, orang-orang di daerah sana sering mendengar suara lolongan serigala.
Ada yang melihat bayangan serigala atau seekor serigala putih lewat.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 104 Maka perkara Ini disebut Gin-long-an (Perkara serigala perak).
Sebenarnya itu bukanlah suara serigala, demikian juga itu bukan bayangan serigala.
Sebenarnya itu adalah anjing.
Anak-anak yang diculik selalu disembunyikan di dalam kulit anjing, supaya tidak menarik perhatian orang.
Akhirnya kaisar terkejut dan tahu yang ditugaskan dalam perkara ini adalah Hongpo bersaudara.
Dia segera menyusun rencana diam-diam bertemu Ong-souw-jin dan berunding dengannya untuk mencari cara mencopot posisi Hongpo bersaudara, dan mengantikan mereka dengan Kao Sen dan Han Tau yang direkomendasikan oleh Ong-souw-jin.
Sebenarnya ini bertujuan untuk mengupas sebagian kekuatan Liu Kun.
Mana mungkin Liu Kun tidak tahu mengenai hal ini.
Di sana kaisar baru bertindak, dia segera masuk ke istana menemui kaisar dan langsung bertanya.
"Untuk memperkerjakan orang di kerajaan, apakah harus melihat bakat mereka?"
"Itu sudah pasti!"
Jawab kaisar.
"Hongpo bersaudara selalu menempuh segala bahaya dan derita demi kerajaan dan seringkali berjasa, mengapa jabatan mereka dicopot?"
"Mereka bertanggung jawab atas keamanan ibukota, tapi perkara Gin-long sampai sekarang belum ada titik terang. Sekarang semua orang merasa takut dan tidak tenang. Maka aku menyuruh Kao Sen dan Han Tau menggantikan mereka. Pertama, untuk menenangkan hati rakyat. Kedua, berharap perkara ini bisa cepatselesai..."
Dengan dingin Liu Kun berkata.
"Perkara Gin-long memang membuat rakyat ibukota tidak tenang, tapi bila baginda mencopot jabatan Hongpo bersaudara, tetap akan membuat pejabat-pejabat di kerajaan tidak tenang!"
Kaisar pura-pura tidak mengerti. Kata Liu' Kun lagi.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 105
"Apakah baginda lupa ketika 100 ribu rakyat di Tiang-ciu memberontak? Waktu itu Hongpo bersaudara membawa pasukan ke sana untuk menumpas pemberontakan. Sangat tidak beruntung mereka dikepung tapi mereka terus berjuang sampai pasukan penolong datang. Dari Juar dan dalam akhirnya bisa menumpas pemberontak. Terlihat mereka sangat setia. Sekarang demi perkara kecil, baginda ingin men copot jabatannya, semua pejabat mana bisa tenang?"
"Kau terlalu berat menganggapi hal ini!"
Kaisar tetap tidak berubah.
Liu Kun masih menyebutkan alasan yang lain.
Ketika itu kepala pasukan Lam-khia Ong-souw-jin, Han Tau dan Kao Sen sudah datang.
Mereka melapor kan bahwa Hongpo bersaudara menolak menerima perintah kaisar, menolak mengembalikan hak jabatan mereka, dan mengatakan bahwa mereka hanya mendengar perintah Kiu-cian-swe, dan mereka juga memu kul pengurus kuil Tai-lek.
"Hongpo bersaudara sudah menolak perintah kaisar, itu adalah kesalahan besar maka aku menahan nya. Harap baginda menurunkan perintah memenggal kepala mereka untuk diarak-arak kepada rakyat. Hal ini untuk dijadikan contoh bila membantah, itu adalah akibatnya!"
Yang pasti kata-kata ini adalah kata-kata Ong-souw-jin untuk Liu Kun.
Wajah Liu Kun berubah.
Bila Hongpo bersaudara menolak perintah kaisar itu masih bisa di maklumi.
Tapi mereka sampai memukul orang-orang kuil sampai terluka, itu keterlaluan.
Tapi dia tidak mundur karena itu.
Dia malah balik bertanya kepada Ong-souw-jin.
"Kau bukan orang kuil, mengapa kau campur tangan dalam hal ini?"
"Terhadap orang yang memberontak atau pen jahat, setiap orang mempunyai hak untuk menumpas nya!"
Sebenarnya alasan Ong-Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 106 souw-jin ini bukan alasan yang tepat, tapi karena dia sangat tegas dan lurus, Liu Kun juga terkejut dan mundur selangkah!
Tapi Liu Kun segera tertawa dingin, dan berkata kepada kaisar.
"Hongpo bersaudara sudah beberapa tahun mengikuti aku. Mereka ainta negara, tidak ada ada alasan bagi mereka untuk melawan perintah kaisar dan melukai orang. Kali ini pasti mereka dijebak orang kerdil!"
Yang dia maksud dengan orang kerdil itu adalah Ong-souw-jin. Baru saja Ong-souw-jin mau membantah, Liu Kun berkata lagi.
"Orang kuil Tai-lek selalu iri kepadaku karena baginda sangat percaya kepadaku. Beberapa kali dia sudah menulis surat protes. Apakah tindakan ini dia lakukan untuk balas dendam pribadi?"
"Sewaktu hal ini terjadi, aku berada di sana!"
Kata Ong-souw-jin dingin.
"Kau dan pengurus kuil Tai-lek adalah teman, mana mungkin bisa kami percaya?"
Liu Kun mengulang lagi.
"waktu di Tiang-ciu terjadi pemberontakan..."
Ong-souw-jin langsung mencegat.
"Kalau bukan Kao Sen dan Han Tau yang membawa pasukan menolong, mungkin Hongpo bersaudara sudah mati di Tiang-ciu. Mereka berdua penakut, kurang berani, juga tidak punya taktik perang. Kecuali setia pada Kiu-cian-swe, aku percaya mereka berdua tidak berguna bagi siapa pun!"
Akhirnya kemarahan Liu Kun mulai terbakar.
"Kalau Hongpo bersaudara tidak berguna, pasukan juga seperti itu. Tapi jika karena masalah ini terjadi pemberontakan, Ong-souw-jin kau harus bertanggung jawab!"
"Ong-souw-jin adalah pejabat kerajaan. Bila kerajaan ada masalah, mana mungkin aku berpangku tangan?"
Liu Kun tertawa seram.
Dia memberi isyarat kepada kasim Siau-te-lu untuk keluar, Ong-souw-jin tahu Liu Kun ada maunya, tapi dia tidak bisa menghadang tindakan Siau-te-lu.
Dia juga tahuLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 107 menghadang tidak ada gunanya, maka hanya diam melihat perubahan keadaan.
Bukankah pepatah mengatakan, ketika pasukan datang jenderal menahan, ketika air datang tanah yang menahan!
Yang datang ternyata adalah binatang liar dan air bah.
Ini benar-benar di luar dugaan Ong-souw-jin.
Walaupun dia ingin menahan tapi tidak ada tenaga.
Siau-te-lu membawa 43 orang pejabat tinggi.
Mereka terus melindungi Hongpo bersaudara.
Kemudian ada kabar pejabat daerah berkoalisi meminta untuk mengundurkan diri bersama-sama dengan Hongpo bersaudara.
Kemudian pengawal istana bagi an barat juga berkumpul di luar istana.
Mereka memprotes dan meminta jabatan Hongpo bersaudara dikembalikan.
Yang pasti semua ini Liu Kun yang mengaturnya.
Tujuan dia adalah memamerkan kekuatannya.
Dia tahu kaisar ingin menggunakan perkara 'Gin-long' untuk mengupas sebagian kekuatannya.
Walau pun dia tidak peduli, tapi dia tidak akan mengijinkan kaisar mensukseskan hal ini dan menjatuhkan kewibawaannya.
Kaisar juga tahu Liu Kun tidak akan begitu mudah menyerah, tapi hal ini menjadi begitu serius, itu di luar dugaannya.
Dia marah juga kerepotan, tapi terakhir kaisar bisa tenang.
Dia menolak permintaan Ong-souw-jin untuk mengirim pasukan menumpas pemberontakan di istana bagian barat.
Dia memper-silahkan Ong-souw-jin pulang dulu dan menyuruhnya menahan diri, Dia sudah terbiasa menahan diri, kemudian dengan kata-kata yang enak menghibur Liu Kun untuk menutupi kemarahan dirinya.
Di dalam hati Liu Kun, dia hanya melihat ketegangan kaisar, tapi tidak ingin membuat kaisar terlalu sulit diterima.
Yang paling penting adalah waktunya yang belum tepat!
38-38-38 Kembali ke kantor, kemarahan Ong-souw-jin masih belum tuntas.
Kecut dan lemahnya kaisar sesuai dugaannya.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 108 Pada waktu itu, Thio Gong datang mengejar.
Setelah melihat tidak ada orang, dia berbisik.
"Kaisar ingin aku menyampaikan kepadamu. Dia akan berusaha menangguhkan perkara Gin-long, dia mempunyai pendirian."
Ong-souw-jin terkejut, tapi dia segera tersenyum, dia adalah orang pintar.
Thio Gong tidak sempat berbicara dengan kaisar.
Tapi kelihatannya kaisar sudah ada persiapan.
Bila terjadi hal yang terburuk, dia sudah berpesan kepada Thio Gong.
Kaisar bukan orang yang kecut dan lemah seperti yang dia pikir.
Bagi dia, bisa mengetahui dengan jelas tentang hal ini, itu sudah cukup.
Setelah menghibur Liu Kun, kaisar memanggil Kao Sen dan Han Tau.
"Hongpo bersaudara berkali-kali berjasa bagi kerajaan. Apalagi kerajaan sedang membutuhkan orang, mana mungkin aku mencopot jabatan mereka?"
Baginda berkata sangat hati-hati.
"hanya saja •perkara Gin-long terlalu heboh, terpaksa aku harus melakukan ini untuk menenangkan rakyat!"
Liu Kun melihat Kao Sen dan Han Tau.
"Hamba juga tahu maksud baginda, hanya mereka..."
"Aku berjanji kepadamu, tidak akan mengusut kesalahan mereka yang menolak perintahku. Bila perkara Gin-long sudah selesai, mereka akan diangkat kembali kemudian akan diberi jasa karena dulu telah memberantas pemberontakan. Apakah cukup begitu?"
Potong kajsar. 39-39-39
"Kecerdasan baginda tidak aku ragukan, hanya saja orang yang menggantikan mereka belum tentu bisa menangani perkara Gin-long!"
Liu Kun melihat Kao Sen dan Han Tau. Kao Sen dan Han Tau terdiam. Sorot mata baginda melihat ke mereka.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 109
"Kalian berdua sementara menggantikan posisi Hongpo bersaudara, kalian harus berusaha melakukan yang terbaik. Jangan mengecewakan Liu-kongkong!"
"Dengan kepercayaan baginda kepada kami, kami akan berusaha bekerja dengan baik!"
Tadinya Liu Kun masih ingin mengangkat dua orang kepercayaannya.
Tapi keadaan sudah seperti ini, maka dia tidak bisa berbuat apa-apa, masih ada satu hal yang membuat dia risau, yaitu kemunculan Gin-long.
Semua ini diatur oleh Thian-te-siang-kun.
Anak-anak yang menghilang semua dikurung di rumahnya, di dalam sebuah ka-mar.
Walaupun Han Tau dan Kao Sen pintar, mereka tidak akan mencurigainya.
Singkat kata, perkara Gin-long tidak akan bisa selesai.
Bagaimana cara agar Hongpo bersaudara bisa mengambil kembali posisi yang direbut Han Tau dan Kao Sen?
Sekarang dia hanya bisa berharap Thian-te-siang-kun bisa cepat menyelesaikan latihannya.
*** Luka Lam-touw segera pulih karena berada di bawah pengawasan Fu Hiong-kun.
Dia terus-terusan memuji ilmu pengobatan Fu, dan lebih dari itu sifat Fu Hiong-kun sangat dia kagumi.
Siau Cu sangat hormat kepada gurunya, tapi beberapa hari ini dia terlihat sangat sibuk.
Pagi-pagi dia sudah menghilang.
Lam-touw tidak peduli, sering kali dia duduk terpaku seperti mempunyai banyak pikiran.
Melihat Fu Hiong-kun masuk, dia dengan cepat berubah menjadi ceria dan cuek, benar-benar seperti dua pribadi yang berbeda.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 110 Hari ini pagi-pagi Siau Cu sudah menghilang.
Lam-touw sendiri sedang bengong, sampai Fu Hiong-kun masuk dan ingin mengganti obatnya, sikapnya baru berubah.
Akhirnya dia bertanya.
"Apakah Siau Cu dan Lu Tan keluar mencari tahu hal-hal tentang Liu Kun?"
Fu Hiong-kun mengangguk.
"Cianpwee tenanglah, mereka sudah berjanji akan berhati-hati!"
"Begitu mencari berita Liu Kun tidak ada gunanya, aku harus mencari cara yang lebih bagus untuk mereka!"
"Sebentar lagi aku akan ke An-lek-hu menengok Tiong Toa-sianseng!"
"Kau pergi pasti demi masalahku. Aku benar-benar merepotkanmu!"
Lam-touw menggelengkan kepala.
"sebenarnya aku tidak takut dengan orang ini, karena kita adalah teman sejalan. Jika bukan, malam itu aku sudah menyiksa dia!"
"Itu adalah kesalahpahaman, maka harus dijelaskan!"
"Kalau tidak dijelaskan, begitu bertemu dengannya, aku akan repot lagi!"
Kata Lam-touw tertawa.
"masalah ini sudah berlalu beberapa hari. Seharusnya kepala dia sudah dingin!"
Sebelum selesai berkata, terdengar ada suara orang di luar berkata.
"Hati-hati Lan-lan, jangan jatuh."
"Mengapa kebetulan sekali?"
Kata Fu Hiong-kun. Lam-touw sudah mendengar itu adalah suara Tiong Toa-sianseng. Dia menarik nafas.
"Jalan orang yang bermusuhan selalu lebih sempit, itu benar-benar terjadi!"
Holou besar ditaruh di belakang. Dia berkedip masuk ke dalam sekat.
"Cianpwee!"
Fu Hiong-kun tetap tidak bisa menahan Lam-touw.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 111
"Jangan beritahu dia aku berada di sini!"
Kepa la Lam-touw keluar dari sekat. Ada yang mengetuk pintu. Lan-lan tertawa.
"Apakah Cici Hiong-kun ada di dalam?"
"Apakah itu Lan-lan?"
Lan-lan berlari masuk, dia masuk ke pelukan Fu Hiong-kun. Fu Hiong-kun mempersilakan Tiong Toa-sianseng duduk dan menyuruh Lan-lan bermain di luar.
"Sebenarnya hari ini aku ingin pergi ke An-lek-hu. Tidak disangka Cianpwee sudah membawa Lan-lan kemari. Untung aku belum berangkat!"
"Sudah beberapa hari Lan-lan tidak bertemu denganmu, dia merindukan maka dia ingin kemari!"
"Selain untuk melihat Lan-lan, aku masih mempunyai satu masalah yang ingin kutanyakan kepada Cianpwee!"
"Nona Fu berkata terlalu sungkan, entah apa .yang bisa aku bantu."
"Kalau ada orang yang karena salah paham telah membuat Cianpwee tersinggung, apa yang akan Cianpwee lakukan?"
"Bukan apa yang harus kumelakukan, tapi dia harus mencari kesempatan menjelaskan padaku!"
Lam-touw yang berada di belakang sekat menjadi bengong.
Pada waktu itu, Lan-lan tiba-tiba datang dan melihat Lam-touw.
Dia terkejut.
Lam-touw segera memberi isyarat untuk jangan berkata apa-apa.
Tapi Lan-lan malah berteriak.
"Di sini ada pencuri!"
Tubuh Tiong Toa;Sianseng segera meloncat dan berlari ke sisi Lan-lan. Dia membentak.
"Siapa?"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 112 Lam-touw menarik nafas. Dia menggosok-gosok telinga dan wajah. Dengan malu dia keluar dari sekat. Begitu Tiong Toa-sianseng melihatnya, dia segera tertawa dingin.
"Kali ini apakah kau masih bisa kabur?"
Sebelum Tiong Toa-sianseng bergerak, Lam-touw sudah berlari ke belakang Fu Hiong-kun. Tiong Toa-sianseng ingin menghadang tapi tidak sempat, terpaksa dia berteriak.
"Nona Fu hati-hati!"
Fu Hiong-kun menggelengkan kepala.
"Yang aku bicarakan tadi adalah orang ini!"
"Orang ini?"
"Lo-heng, aku sudah tua, untuk apa aku meng olok-olok putrimu? Itu adalah kesalahpahaman!"
"Baik, hitung-hitung itu adalah salah paham. Waktu itu siang bolong di depan banyak orang, kau sudah mengolok-olok dua gadis. Aku melihatnya dengan mata kepala sendiri, apakah itu juga salah paham?"
Lam-touw menarik nafas.
"Pada siang bolong mengolok-olok perempuan di depan umum, orang itu pastilah orang idiot. Kalau tidak, dia adalah orang cabul yang tidak melihat orang!"
"Bukankah kau orang seperti itu?"
"Kalau aku orang seperti itu, apakah Nona Fu mau dekat denganku? Kalaupun kau tidak percaya kepadaku, kau harus percaya kepada Nona Fu!"
Tiong Toa-sianseng melihat Fu Hiong-kun, akhirnya dia mengangguk.
"Baiklah, kau tidak akan bisa kabur. Aku akan mendengar perkataanmu!"
"Sebenarnya malam itu aku ingin mengikuti seorang perempuan yang mempunyai dendam padaku dan tidak sengaja bertemuLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 113 dengan putrimu. Karena gerakannya yang mengendap-endap maka aku kira dia adalah perempuan itu."
"Maka kau mengolok-olok dia?"
"Aku hanya menguntitnya. Begitu tahu aku sudah salah alamat, aku hampir terluka oleh pedang Siau Sam Kongcu!"
"Siau Sam Kongcu?"
Wajah Tiong Toa-sianseng berubah. Lam-touw menggelengkan kepala.
"Putri anda datang menasehati Siau Sam Kongcu agar melupakan masa lalu dan agar lebih bersemangat!"
Tiong Toa-sianseng terdiam. Lam-touw melanjutkan.
"Apakah aku pernah mempermainkan putrimu, hanya perlu kau tanyakan, kau akan mengerti!"
"Aku bisa jamin, dia benar-benar bukan orang jahat!"
Kata Fu Hiong-kun.
"Tapi ilmu silatnya bukan datang dari perkumpulan yang benar, aku tetap curiga!"
Fu Hiong-kun terdiam, sebenarnya dia juga tidak jelas dengan identitas Lam-touw. Begitu melihat sorot mata mereka berdua, Lam-touw segera mengerti. Dia menarik nafas.
"Sudah sampai seperti sekarang ini, aku kira tidak perlu menutup-nutupi lagi!"
Dia melihat wajah Tiong Toa-sianseng.
Fu Hiong-kun yang bisa membaca wajah segera mencari alasan membawa Lan-lan keluar.
Tiong Toa-sianseng dan Lam-touw menutup pintu untuk berbicara.
Waktu pintu dibuka kembali, Lam-touw mengantar Tiong Toa-sianseng keluar.
Sikap nya lebih santai, sambil memberi hormat dia berkata.
"Dalam masalah ini aku sudah merepotkan Tiong-heng!"
"Siaute akan berusaha!"
Bukan hanya sikap, panggilan Tiong Toa-sianseng terhadap Lam-touw juga sudah berubah.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 114 Yang pasti Fu Hiong-kun merasa aneh.
Walau pun tidak tahu tapi dia mengerti hal itu pasti bukan hal kecil.
Mungkin adalah satu rahasia besar yang bisa menggegerkan dunia.
Dia tidak bertanya karena dia mengerti kalau dia perlu tahu mengenai hal itu, dia pasti akan tahu.
Mungkin tanpa sengaja dia sudah percaya nasib.
40-40-40 Siau-te-lu tergesa-gesa datang ke rumah Liu Kun.
Liu Kun sedang bersama Hongpo bersaudara, In Thian-houw, Tiang-seng dan lain-lain, orang yang dia percaya untuk berunding tentang perkara 'Gin-long'.
Melihat Siau-te-lu datang dengan tergesa-gesa, Liu Kun sudah tahu ada berita baik yang sudah dia 'dapatkan di pihak kaisar.
Yang pasti kabar yang Siau-te-lu dengar belum tentu adalah kabar baik.
Terkadang baginda sengaja membiarkan dia yang mendengarnya.
Kaisar bukan orang bodoh, kalau dia tidak tahu, yang bodoh adalah dia.
"Selamat Kiu-cian-swe!"
Kata Siau-te-lu.
"Selamat dari mana?"
Liu Kun tersenyum, nadanya sangat biasa.
"Hamba tadi mencuri dengar dari kaisar yang sedang berunding dengart semua pejabat. Kaisar siap mengangkat 15 tempat yang Kiu-eian-swe kuasai, dan dinaikkan 3 tingkat!"
"Betulkah?"
Nada Liu Kun tidak berubah. Hongpo Ih menyambung.
"Kalau tahu begitu, untuk apa dulu seperti itu!"
"Kaisar juga mulai tahu diri!"
Kata In Thian-houw.
"Dengan cara apa kaisar siap mengangkat mereka?"
Tanya Liu Kun.
"Kebanyakan posisi mereka ditukar..."
"Apa?"
Wajah Liu Kun berubah dan dia membentak.
"kalau begitu siapa yang menggantikan pengawas?"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 115
"Katanya anak buah Ong-souw-jin!"
"Kurang ajar!"
Liu Kun dengan emosi menepuk meja.
"sebenarnya ini adalah mencopot hak pasukan dan kemudian mengopernya ke tangan Ong-souw-jin. Kaisar sangat pintar bermain sempoa!"
Tiang-seng menebak.
"Itu pasti ide Ong-souw-jin, orang ini terus menerus melawan Kiu-cian-swe. Kaiau tidak cepat di singkirkan, kelak akan menjadi sumber malapetaka!"
"Belum waktunya!"
Liu Kun bisa tenang kembali.
"bila sekarang bertindak akan membuat Ling-ong merubah rencana awal, maka yang kecil akan menjadi besar!"
"Apakah kita akan membiarkan dia berbuat sewenang-wenang?"
"Yang pasti tidak!"
Kata Liu Kun tertawa dingin.
"aku ingin membalasnya dengan cara yang dia pakai!"
"Maksud Kiu-cian-swe adalah..."
"Kita bunuh Kao Sen dulu!" 41-41-41 Setelah melalui sederetan pemeriksaan, akhirnya Kao Sen mendapatkan petunjuk. Anak-anak yang menghilang berusia sekitar umur 8 tahun. Sebelum menghilang, sama-sama pernah bertemu seorang laki-laki setengah baya yang membuat boneka tanah. Orang ini namanya Li-jin-thio (boneka tanah marga Thio). Boneka tanah yang sudah dibuat diberikan kepada anak-anak, tapi sampai sekarang Li-jin-thio masih sering muncul di ibukota. Tidak ragu lagi dia sangat lincah. Begitu tahu dibuntuti, dia segera bersembunyi, terakhir dia masuk ke sebuah rumah usang. Rumah itu segera diawasi oleh anak buah Kao Sen. Setelah mendapat kabar, Kao Sen segera membawa anak buahnya datang. Mereka mendobrak masuk. Li-jin-thio kabur dengan memecahkan genteng, Tanpa keraguan, Kao Sen segera mengejar.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 116 Anak buah mereka yang mempunyai ilmu meringankan tubuh yang tinggi ikut naik ke atas genteng. Yang lain juga mengejar dari jalan besar atau gang kecil. Tapi mengejar tidak begitu jauh, mereka melihat jalan sudah dihadang sebuah kereta yang penuh kayu dan rumput. Rumput itu terbakar dengan cepat dan memotong jalan mereka. Begitu mereka mengambil jalan memutar, Kao Sen dan Li-jin-thio sudah menghilang. 42-42-42 Ilmu meringankan tubuh Li-jin-thio sangat tinggi. Terkecuali Kao Sen, yang lain sama sekali tidak bisa mengikuti. Kao Sen telah meninggalkan anak buahnya jauh di belakang, boleh dikatakan dia sudah menghilang dari pandangan mereka. Kao Sen tidak peduli; dia terus mengejar Li-jin-thio. Walaupun dia mempunyai ilmu silat yang tinggi dan dia adalah salah satu dari lima pesilat tangguh di istana, tapi dia sudah terbiasa berada di dalam istana. Dia jarang masuk ke dunia persilatan, maka dia tidak begitu tahu liciknya dunia persilatan. Kalau dia berpengalaman di dunia persilatan, setidaknya dia akan meninggalkan tanda-tanda untuk anak buahnya, agar mereka bisa saling membantu. 43-43-43 Sesampainya di sebuah tanjakan, Li-jin-thio baru berhenti. Asap dan kabut muncul dari bawah kakinya, dengan cepat membungkus tubuhnya. Kao Sen melihatnya. Tubuh meloncat beberapa kali, pedang sudah dikeluarkan. Pada pegangan pedang terpasang batu hias. Tidak diragukan lagi itu adalah pedang yang bagus. Pedang yang dikeluarkan dari sarungnya mengeluarkan suara yang keras. Dia menyerang asap dan kabut itu. Tidak ada reaksi dari dalam asap dan kabut, maka pedang menyerang tempat kosong. Angin datang bertiup, membuat asap kabut itu terpencar. Di dalamnya tidak terlihat Li-jin-thio.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 117 Kao Sen melihat sekeliling kemudian membentak.
"Kalau berani keluarlah!"
Li-jin-thio tidak muncul.
Dari sisi atas dua pohon besar tiba-tiba muncul lampion putih dan biru.
Kedua lampion itu perlahan-lahan turun.
Sebelum sampai ke bawah, dua lampion itu meledak.
Dari tempat ledakan lampion itu tiba-tiba muncul dua laki-laki setengah baya.
Yang satu berpenampilan seperti seorang pelajar, tangannya memegang kipas lipat.
Satunya lagi berpenampilan seperti laki-laki yang baru kehilangan orang tua, berbaju putih dan memegang pentungan yang biasa nya harus dipegang pada upacara orang tua meninggal dunia.
Yang berpenampilan seperti pelajar sebenarnya adalah utusan lampion biru dari Pek-lian-kau bernama Lan Ting-ji.
Dan yang berdandan seperti orang tuanya meninggal adalah utusan lampion putih Cui Beng.
Kao Sen tidak mengenal mereka tapi mereka mengenal Kao Sen.
Mereka sudah berencana untuk menunggu Kao Sen muncul di sini, dan percaya mereka bisa membunuh Kao Sen di sini.
"Apakah kau adalah Hu-kui-kiam, Kao Sen?"
Tanya Cui Beng dengan nada dingin. (Hu-kui = kaya dan makmur) Kao Sen terpaku tapi segera mengerti.
"Li-jin-thio sebenarnya adalah umpan?"
"Betul, menunggu kau terkail!"
Lan Ting-ji menjawab.
"Siapa kalian?"
"Kau benar-benar adalah orang kaya, sama sekali asing dengan dunia persilatan!"
Kata Lan Ting-ji tertawa.
"hanya kaisar yang bisa melakukan hal seperti itu, mengutus orang yang sama sekali tidak mengerti dunia persilatan untuk mengurus masalah yang ada di dunia persilatan!"
"Pelajar terlalu banyak bicara yang tidak penting!"
Cui Beng menunjuk Kao Sen, tiba-tiba datang.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 118 Lan Ting-ji lebili cepat daripada dia.
Kipas lipat sudah digerakkan memotong tenggorokan Kao Sen.
Kao Sen menahan kipas dengan pedang.
Pentungan Cui Beng segera datang menyerang.
Pedang juga membalas.
Tapi kipas lipat segera menyerang daerah yang kosong.
Sementara sebelah tangan menahan pedang dengan pentungan, tangan yang lain sudah menyerang.
Kao Sen terpaksa menyambut serangan telapak.
Dia terpental mundur, tapi jurus pedang tetap mantap.
Pentungan yang beberapa kali menyerang selalu ditahan oleh pedangnya.
Tiba-tiba Lan Ting-ji terbang ke atas, kipas lipat menyerang ke pundaknya.
Kao Sen bisa menghindar, tapi Lan Ting-ji sudah terbang turun di belakangnya untuk menyerang dari belakang.
Cui Beng menyerang dari depan dengan 'gencar.
Terlihat mereka berdua bukan pertama kalinya bekerja sama karena serangan mereka sangat pas.
Beberapa kali tubuh Kao Sen berganti posisi tapi tidak bisa lepas dari serangan mereka yang berasal dari depan juga belakang.
Karena tidak sempat menghindar, punggung belakang Kao Sen sudah tergores oleh kipas lipat Lan Ting-ji dan mengeluarkan darah.
Luka memang tidak berat tapi sudah membuat Kao Sen tergetar.
Dia juga tahu tidak bisa menahan gabungan kedua orang ini.
Begitu melihat tidak ada anak buah dia yang datang, dia siap kabur.
Lan Ting-ji seperti bisa menebak niat Kao Sen.
Dia segera membentak.
"Ingin kabur? Tidak semudah itu!"
"Apakah di mata kalian masih ada hukum?"
Kao Sen membentak.
"Kalau ada hukum, perkara Gin-long tidak akan muncul!"
Kipas lipat Lan Ting-ji dibuka-tutup.
"malam ini di sini adalah kuburanmu!"
Pada saat yang bersamaan dengan kata-kata ini, Cui Beng menyerang dari depan juga belakang.
Kao Sen berturut-turutLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 119 menjemput tujuh serangan kipas lipat, dan tiga serangan pentungan.
Pundak kirinya terluka karena goresan kipas lipat.
Kipas lipat masih terus menyerang tenggorokannya.
Dia ingin menahan kipas dengan pedangnya tapi pedang di-libat terus oleh pentungan.
Terpaksa dia menghindar ke pinggir, tapi kipas lipat seperti ular beracun terus mengejar, tetap menyerang ke arah tenggorokan.
Setelah terus-terusan menghindar dan menghindar, Kao Sen benar-benar tidak sanggup menghindar lagi.
Tapi pada waktu itu, muncul sebuah pedang di hadapannya.
Dari sudut mata Kao Sen melihat kilauan pedang ini, hatinya menjadi dingin.
Tapi kemudian hangat lagi karena pedang itu ternyata membantunya menahan kipas lipat Lan Ting-ji.
Pedang yang berasal dari orang berbaju hitam dan memakai penutup wajah, gerakannya sangat lincah dan berubah-ubah.
Berturut-turut melancarkan 17 jurus, memaksa Lan Ting-ji mundur.
Kemudian orang itu membalikkan tubuh menyerang wajah Cui Beng.
Gerakannya cepat seperti bintang jatuh.
Cui Beng menahannya dengan pentungan.
Kesempatan ini dimanfaatkan Kao Sen untuk menyerang.
Cui Beng terpaksa mundur.
Pedang orang bertopeng bergabung dengan pedang Kao Sen, berubah menjadi sebuah dinding pedang dan menerjang ke arah Cui Beng!
Lan Ting-ji yang melihatnya berteriak.
"Hati-hati!"
Kipas lipat menyerang dari belakang ke arah punggung Kao Sen.
Orang bertopeng menggunakan telapak tangannya memaksa kipas lipat tidak bisa bergerak maju.
Pedang di tangan kanannya tetap mempertahankan dinding pedang, dinding pedang tetap maju seperti membelah gunung dan laut!
Cui Beng mundur tujuh langkah.
Dia mundur ke sebuah pohon besar, berputar, dan langsung meloncat ke atas pohon.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 120 Orang bertutup wajah mengejar.
Pedang kembali menyerang Lan Ting-ji.
Ilmu pedang Kao Sen terbawa.
Dia juga sama-sama menyerang Lan Ting-ji.
Lan Ting-ji mundur, dia meloncat ke atas pohon dan memberi isyarat kepada Cui Beng, baru mereka siap menyerang balik.
Mereka sudah melihat barisan lampion terus bergerak menuju ke arah mereka.
Ternyata adalah anak buah Kao Sen yang sedang berjalan mendatangi.
"Suseng bagaimana?"
Tubuh Cui Beng masih terus naik.
"Kita pergi!"
Lan Ting-ji sudah meloncat ke pohon yang lain. Ketika Kao Sen ingin mengejar mereka dan sudah maju beberapa langkah, orang bertopeng malah berlari ke arah sebaliknya, maka Kao Sen berteriak.
"Tuan!"
"Orang yang kabur jangan dikejar!"
Kata orang bertopeng. Beberapa kali meloncat, dia sudah menghilang di dalam kegelapan. Kao Sen masih berdiri di sana.
"Tidak bisa melihat wajah, dan tidak tahu namanya, siapakah dia? Apa tujuan dia menolongku?"
Kao Sen tidak mengerti.
Sesampainya di luar Ci-cu-wan, orang yang menolong Kao Sen baru membuka kain yang menutupi wajahnya.
Tampaklah wajah seorang pemuda yang tampan.
Sudut mulutnya masih tersenyum.
Dia meloncat dan melewati pagar yang tinggi, kemudian masuk ke dalam Ci-cu-wan.
Anak muda ini adalah satu-satunya laki-laki di keluarga Lamkiong, bernama Lamkiong Po.
44-44-44 Dari hasil pembakaran kayu wangi, asap terus berputar-putar.
Patung Buddha terlihat gagah juga misterius.
Lo-taikun memejamkan mata, duduk bersila di depan patung Buddha.
Dia sedang menghitung tasbih.
Waktu Lamkiong Po tiba di luar pintu, dia sudah tahu, dia membuka mata dan bertanya.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 121
"Apakah itu Po-ji?"
Lamkiong Po masuk dan berlutut.
"Putramu memberi salam kepada ibu!"
Lo-taikun mengayunkan tangan, katanya.
"Bangunlah!"
Lalu katanya lagi.
"aku sudah berpesan kau harus tinggal di rumah, mengapa kau datang kemari?"
"Putramu benar-benar tidak tenang, dipikir-pikir..."
"Kalau sudah datang, sudahlah!"
Lo-taikun menarik nafas, lalu matanya berputar.
"mengapa berpenampilan seperti itu?"
"Di jalan putramu melihat ada murid Pek-lian-kau sedang diam-diam menyerang pesilat keraja-an KaoSen. Aku terpaksa membantu..."
"Kau beraninya..."
"Kao Sen adalah pejabat yang baik, tidak mungkin putra melihat dia terbunuh!"
"Apakah dia baik atau tidak, jangan hanya melihat dari luar!"
"Tapi murid-murid Pek-lian-kau!"
"Sudahlah!"
Lo-taikun menggelengkan kepala.
"Pek-lian-kau sangat kuat, kau sudah merusak rencana mereka..."
"Ibu tenanglah, putramu menutup wajah, kemudian baru bertarung"
Lo-taikun tetap menggelengkan kepala.
"Kau sudah tampak lelah, lebih baik beristirahat dulu!"
Nada Lo-taikun begitu lembut, sampai Lam-kiong Po keluar dari kamar, sorot mata Lo-taikun segera berubah, berubah menjadi seram dan jahat.
45-45-45 Lan Ting-ji dan Cui Beng tidak bisa mengenali ilmu silat Lamkiong Po dari aliran mana.
Hanya mendengar mereka menjelaskan duduk perkara, Thian-te-siang-kun sulit menebak.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 122 Orang yang bisa memukul mundur dua utusan tidak diragukan pasti adalah seorang pesilat tangguh.
Dan orang yang berniat merusak rencana mereka pasti adalah orang kerajaan.
Hanya ada satu orang yang bisa cocok dengan kedua syarat, dia adalah Su Yan-hong.
Itulah tebakan Liu Kun.
Kemudian dia mengambil keputusan untuk mencoba mencari tahu dari kaisar.
46-46-46 Kao Sen kembali ke kerajaan.
Kaisar segera memanggil Su Yan-hong.
Di antara mereka, hanya Su Yan-hong yang lebih mengenal dunia persilatan dan mengenai kemunculan Pek-lian-kau, Su Yan-hong sudah lama mengetahuinya.
Dia juga tahu perkara Gin-long pasti adalah perbuatan Pek-lian-kau.
Selain itu, dia juga mendukung kaisar dan Ong-souw-jin dalam menggunakan perkara untuk menepis sebagian kekuatan Liu Kun.
Seorang Liu Kun sudah membuat mereka repot.
Bila ditambah lagi dengan Pek-lian-kau datang ke ibukota, hal ini benar-benar membuat Su Yan-hong khawatir.
Terhadap orang bertutup wajah yang menyerang dua utusan lampion, Su Yan-hong tetap tidak 'bisa menebak.
Kao Sen bisa memastikan orang bertutup wajah bukan Su Yan-hong.
Yang pasti dia tidak akan mengatakan ini kepada Liu Kun, maka kedatangan Liu Kun tidak akan mendapat kabar apa-apa.
Tapi dia menggunakan luka yang didapatkan Kao Sen untuk menyerang Kao Sen dengan menyebutnya tidak berbakat dalam bekerja.
Walaupun sudah mempunyai persiapan untuk menghadapi Liu Kun, tapi kaisar tetap kalah bicara dari Liu Kun.
Akhjrnya kaisar terpaksa harus I menyerahkan jabatan komandan 5 pasukan kepada Liu Kun.
Alasan Liu Kun sangat tepat.
5 pasukan merupakan ketentuan dari kakek kaisar.
Waktu itu komandannya adalah raja Tiong-san, Su Ta.
Dengan identitas Kao Sen, dia tidak bisa menanggung tugas yang begitu berat.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 123 Yang pasti Hongpo Ih dan Hongpo Tiong juga tidak memenuhi syarat.
Dulu Liu Kun selalu mengangkat-angkat kepandaian mereka.
Setelah perkara Gin-iong, dia baru tidak bisa berbuat apa-apa.
Sekarang Kao Sen pulang tanpa membawa hasil, apalagi terluka, mana mungkin dia mau melepaskan kesempatan ini?
Setelah Liu Kun pergi, kaisar bingung lagi.
Ong-souw-jin, Su Yan-hong juga sama bingungnya.
Mereka tahu bahwa anak buah Liu Kun banyak pesilat tangguh.
Jika ditentukan oleh ilmu silat, ini benar-benar menjadi masalah bagi mereka.
Sampai asisten Ong-souw-jin, Kang Pin menyela pembicaraan mereka, mereka baru sadar masih ada cara yang lain.
Kang Pin menonton di sisi.
Dia dengan tegas mengatakan Liu Kun datang dengan persiapan.
Walaupun ada orang yang sanggup mengalahkan pesilat tangguh dari Liu Kun, tapi pada waktu itu dia akan mengeluarkan alasan lain untuk menentang.
Kecuali bila ilmu silat atau latar belakang orang itu baik, Liu Kun baru tidak bisa berbuat apa-apa.
Baginda tidak pernah memperhatikan orang yang bernama Kang Pin ini.
Sekarang baru memperhatikan, dia sangsi apakah di kerajaan ada orang ideal seperti itu.
Kang Pin tidak menjawab.
Sorot matanya hanya melihat wajah Su Yan-hong.
Tidak hanya kaisar, sorot mata Ong-souw-jin juga ikut berputar dan sama-sama mengeluarkan suara.
"Oh!"
Mereka benar-benar tidak pernah terpikir Su Yan-hong juga bisa melakukan hal ini.
Di dalam pikiran mereka, Su Yan-hong selalu tidak suka nama dan jasa, tapi tidak diragukan lagi dia adalah orang yang cinta Negara.
Jika tidak, dia tidak akan campur tangan dalam masalah ini dan selalu memberikan ide yang banyak.
Su Yan-hong beradu pandang dengan mereka.
Dia hanya tertawa kecut.
Kang Pin berkata lagi.
"Hamba masih harus menambahkan satu hal lagi!"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 124
"Katakan!"
Kaisar sangat senang.
"kerajaan sedang berusaha sekuat tenaga, katakanlah ada apa. Walaupun salah, aku tidak akan marah kepadamu!"
"Terima kasih! Di dalam Cin-hai-lou, semua masalah besar maupun kecil jangan diangkat bicara oleh baginda atau Hou-ya. Hanya dengan begitu baru bisa membuat Liu-congkoan tidak merasa masuk perangkap!"
"Itu baik sekali!"
Kata kaisar sambil tertawa.
Dia segera menyuruh Su Yan-hong untuk tinggal.
Sekarang Su Yan-hong hanya bisa tertawa kecut.
47-47-47 Sekembalinya ke rumah An-lek-hu, yang pertama kali Su Yan-hong lakukan adalah mencari gurunya Tiong Toa-sianseng.
Melihat ekspresi wajahnya, Tiong Toa-sianseng tahu sesuatu sudah terjadi, tapi apa yang menjadi permintaan Su Yan-hong di luar dugaannya.
"Besok kaisar akan menggelar perkara. Dia mengundang guru ke sana!"
Tiong Toa-sianseng terpaku kemudian menjawab.
"Kau tahu aku tidak suka pesta orang kaya, apalagi pesta kaisar..."
"Guru hal ini..."
"Kau orang yang seperti apa, guru sudah sangat hafal. Lebih baik kau berkata jujur!"
Terpaksa Su Yan-hong dengan terus terang memberitahu Tiong Toa-sianseng.
Kaisar mengundang Tiong Toa-sianseng menjadi wasit untuk pertandingan ilmu silat di Cin-hai-lou dan menceritakan sebab musababnya kepada Tiong Toa-sianseng.
Terlihat Tiong Toa-sianseng mengalami kesulitan, sampai Su Yan-hong mengeluarkan surat raha sia kaisar.
Surat itu ditulis oleh kaisar untuk Tiong Toa-sianseng.
Setiap kata penuh kehormatan dan kesungguhan.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 125 Setelah selesai membaca surat rahasia, Tiong Toa-sianseng terdiam.
Su Yan-hong menunggu seben tar baru bertanya.
"Bagaimana pendapat guru?"
"Terhadap seorang kaisar yang begitu meman dang penting dunia persilatan, mana mungkin guru menolak. Terpaksa aku harus melakukannya kali ini!"
Tiong Toa-sianseng menarik nafas.
"dalam keraja-an sangat berbahaya dan jahat, lebih-lebih dari dunia persilatan. Guru memang tidak takut semua ini. Aku hanya takut setelah itu, tidak bisa hidup tenang!"
"Tenanglah guru!"
"Tenang atau tidak adalah bagian kedua. Tapi bisa melakukan beberapa hal berarti, itu akan lebih baik!"
Tiong Toa-sianseng tertawa.
Setelah mendengarnya, hati Su Yan-hong men jadi tenang.
*** Kemunculan Tiong Toa-sianseng memang mengejutkan pihak Liu Kun.
Mereka tahu Tiong Toa-sianseng berada di ibukota, tapi tidak menyangka Tiong Toa-sianseng akan muncul di tempat ini.
Begitu mendengar Tiong Toa-sianseng hanya menjadi wasit, Hongpo bersaudara, In Thian-houw, Tiang-seng menarik nafas lega.
Liu Kun yang melihat Tiong Toa-sianseng juga bernafas lega.
Dia tahu Tiong Toa-sianseng sangat terkenal di dunia persilatan maka tidak mungkin Tiong Toa-sianseng merebut posisi komandan, paling-paling menjadi seorang wasit.
Keadaan membuktikan tebakan dia tidak salah.
"Kalau penentuannya adalah ilmu silat, yang pasti perlu mencari seorang pesilat tangguh sebagai wasit. Itu sangat wajar."
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 126 Kata-kata kaisar ini sangat disetujui oleh Liu Kun.
Tapi dia juga berpikir kaisar tidak hanya seperti itu menyuruh Tiong Toa-sianseng jadi wasit.
Mungkin dia akan diberi petunjuk oleh kaisar tentang cara-cara menghadang pesilat tangguh di pihak Liu Kun.
Memang ide seperti itu sudah dijalankan di pihak kaisar.
Karena sudah mendapatkan peringatan Tiong Toa-sianseng sebelumnya, begitu bertarung Han Tau sudah melihat kelemahan Tiang-seng dan deng-an mudah mengalahkannya.
Setelah Tiang-seng, berikutnya adalah In Thian-houw.
In Thian-houw tidak ingin bertarung jenis ilmu silat lain.
Dia ingin mengadu kekuatan tenaga dalam dengan Han Tau.
Han Tau bisa dengan mudah mengalahkan Tiang-seng.
Ini dikarenakan Tiang-seng mempunyai ilmu yang bermacam-macam, sehingga lebih mudah bagi Han Tau menghadapinya dengan diam-diam menyerang.
Sekarang bertarung dengan In Thian-houw, harus keras melawan keras.
Yang pasti akan lebih melelahkan.
Menurut pengetahuannya tentang ilmu silat In Thian-houw, baik ilmu Gwakang atau •pun Lwekang sama-sama bagus.
Apalagi Lwekang nya sudah berada di tingkat paling tinggi.
Tiong Toa-sianseng sangat berpengalaman, apalagi dia sudah diberitahu Su Yan-hong sebelumnya.
Maka kecuali dengan cara keras lawan keras, Han Tau tidak mempunyai cara lain lagi.
Gerakan mereka tidak cepat, malah sebaliknya, bergerak semakin lambat, sampai akhirnya keempat telapak mereka sudah menempel menjadi satu dan tidak bisa bergerak.
Pada waktu itu Tiong Toa-sianseng tiba-tiba keluar dan melayang ke depan mereka berdua.
In Thian-houw terkejut.
Han Tau merasa hal ini di luar dugaan.
Uu Kun ingin membentak tapi terakhir tidak dilakukannya.
Kaisar sudah berjanji harus bertarung dengan adil.
Bila Tiong Toa-sianseng tiba-tiba bertindak seperti ini, pastilah bukan tanpa sebab.
Liu Kun berpikir, sekalian menunggu perubahan keadaanLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 127 selanjutnya.
Kalau Tiong Toa-sianseng benar-benar membantu Han Tau, walaupun Han Tau bisa menang dia bisa ber-alasan lain.
Tubuh Tiong Toa-sianseng baru mendarat.
Dia pelan-pelan mengangkat tangan kanan.
Lengan baju Tiong Toa-sianseng seperti papan besi memotong di antara keempat telapak yang beradu.
Begitu lengan baju memotong di tengah, keempat telapak yang tadi menempel menjadi satu sekarang bisa terbuka.
Tiong Toa-sianseng mengayunkan lengan baju ke kiri juga ke kanan.
Han Tau berada di sisi kiri.
Yang terhempas kemudian adalah In Thian-houw.
Mereka merasa terkejut.
Kekuatan tenaga dalam Tiong Toa-sianseng di luar dugaan mereka.
Mereka tidak mengerti mengapa Tiong Toa-sianseng melakukan ini.
Setelah saling memandang, mereka diam.
Hanya ada satu orang yang mengerti tindakan Tiong Toa-sianseng di lapangan sana.
Dia adalah Su Yan-hong.
Dia juga diam menunggu penjelasan dari Tiong Toa-sianseng.
"Pertarungan hari ini sampai di sini saja. Untuk apa kalian berdua begitu serius?"
Kata Tiong Toa-sianseng sambil menggelengkan kepala.
"Mana mungkin tidak serius?"
Sela Liu Kun. Tiong Toa-sianseng terus berbicara.
"Kalau kalian berdua beradu tenaga dalam, keras melawan keras. Walaupun bisa tahu yang menang dan kalah tapi kalian akan membayar harga yang tinggi, membuat organ dalam tubuh terluka. Dalam 3 sampai 5 tahun kalian akan menjadi orang cacat. Apa yang bisa kita lakukan dengan itu. Sekarang kerajaan sedang membutuhkan orang, pertarungan seperti itu jangan dilakukan!"
"Tidak boleh dilakukan!"
Kaisar menyambung.
"Menurut Tiong Toa-sianseng, tenaga dalam mereka berdua, siapa yang lebih tinggi?"
Tanya Liu 'Kun.
"Aku tidak bisa melihat!"
Kata Tiong Toa-sianseng sambil tertawa.
"dua pesilat tangguh beradu tenaga dalam, kecuali beradaLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 128 dalam jarak yang sangat dekat, akan sulit melihat siapa yang kalah atau menang. Tapi kadang-kadang terjadinya sesuatu juga bisa mengganggu menang atau kalah!"
"Aku tidak mengerti!"
Kata Liu Kun.
"Maksud guruku adalah tenaga dalam mereka berdua hampir seimbang, jika diteruskan keduanya akan terluka!"
Kata Sil Yan-hong.
"Belum tentu!"
Jawab In Thian-houw. Baginda melihat dia tidak melanjutkan kata-kata berikutnya lagi, baru bertanya.
"Menurut Tiong Toa-sianseng, dengan cara apa hal ini dapat diselesaikan?"
"Lebih baik mempersilakan mereka beristirahat sejenak, kemudian bertarung lagi dengan cara lain!"
"Baik!"
Kaisar setuju.
"Bagaimana kalau dengan cara lain juga tidak bisa menentukan siapa yang menang atau kalah, apakah akhirnya keduanya juga harus terluka?"
Tanya Liu Kun.
"Pasti ada yang menang atau kalah!"
Kata Tiong Toa-sianseng.
"Apakah Tiong Toa-sianseng pasti akan bersikap adil?"
Liu Kun bertanya lagi.
Tiong Toa-sianseng hanya tertawa.
Liu Kun segera tahu dia sudah salah bicara.
Kalau Tiong Toa-sianseng tidak yakin, siapa yang bisa yakin?
Lama kemudian Liu Kun baru berkata lagi.
"Sebenarnya setelah ada yang menang dan kalah, apa tujuan dari itu?"
"Apa maksud kata-katamu ini?"
Tanya kaisar dengan aneh.
"Komandan harus gagah berani juga cerdas. Sedikit kurang dalam ilmu silat tidak apa-apa, kecerdasan bisa menutupi kekurangan!"
Kata Liu Kun.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 129 Kaisar mengangguk.
"Maksudnya harus mencari satu soal untuk menguji mereka!"
Tanpa menunggu Liu Kun bicara, kaisar segera berkata kepada Tiong Toa-sianseng.
"Pertarungan tadi memang menegangkan, tapi kurang serius. Tiong Toa-sianseng jarang kemari, kalau kita tidak melihat ilmu silat Kun-iun-pai, bukankah sangat disayangkan?"
Liu Kun membutuhkan waktu untuk berpikir. Yang pasti dia tidak akan melepaskan kesempatan ini, maka dia segera berkata.
"Jarang baginda mendapatkan kegemaran yang baik seperti ini!"
Kaisar bertanya kepada Tiong Toa-sianseng. Tiong Toa-sianseng segera memberi hormat.
"Jika baginda mengijinkan, hamba akan mulai .satu pertunjukan dengan ketidakmampuan hamba. Bila hanya aku sendiri yang melakukan pertunjukkan tentulah sangat tidak menarik."
Han Tau segera maju.
"Biarlah Han Tau yang meminta petunjuk!"
"Baik!"
Kaisar berseru. Liu Kun juga berseru dalam hati. Bila tenaga Han Tau terkuras, In Thian-houw akan menang dengan lebih mudah. Tapi kaisar malah berkata lagi.
"sedikit orang tidak seru. Lebih baik In Thian-houw, Tiang-seng, Hongpo bersaudara juga sekalian meminta petunjuk kepada Tiong Toa-sianseng!"
Kaisar sudah membuka mulut, Liu Kun terpaksa menganguk.
In Thian-houw, Tiang-seng, Hong po bersaudara tidak membantah.
Mereka saling melihat dan semuanya mempunyai niat ingin bergabung agar bisa merobohkan Tiong Toa-sianseng.
Hongpo bersaudara memegang Poan-koan-pit.
Tiang-seng memperagakan ilmu meringankan tubuh, terbang melewati kepala Tiong Toa-sianseng dan mendarat tepat di belakang Tiong Toa-sianseng.
Dua telapak In Thian-houw berputar.
Dia berputar ke arah kanan Tiong Toa-sianseng.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 130 Han Tau terpaksa berada di kiri Tiong Toa-sianseng.
Tiong Toa-sianseng sudah tahu empat pesilat tangguh dari pihak Liu Kun mempunyai rencana busuk, tapi dia tetap seperti tidak tahu dan balik bertanya kepada Tiang-seng, In Thian-houw.
"Mana senjata kalian berdua?"
In Thian-houw tertawa sombong.
"Aku selalu tidak menggunakan senjata!"
"Bila perlu, aku akan memakai senjata!"
Jawab Tiang-seng.
Tiong Toa-sianseng tidak berkata apa-apa.
Dia memberi hormat kepada kaisar.
Tangan kirinya memegang pedang, tangan kanan memegang gagang pedang.
Setelah memberi hormat, In Thian-houw dan tiga pesilat lain membentak.
Dari arah yang berbeda mereka menyerang Tiong Toa-sianseng.
Kecuali Han Tau, yang lain mengerahkan tenaga, berharap bisa menjatuhkan Tiong Toa-sianseng.
Pertunjukkan Tiong Toa-sianseng tentu saja bukan sesuatu yang tiba-tiba.
Kaisar merasa senang, karena sebenarnya pertunjukkan ini adalah salah satu rencana kaisar.
Reaksi Liu Kun dan keempat pesilat yang siap menyerang, semua sudah dalam perhitungan kaisar, Su Yan-hong dan Tiong Toa-sianseng, maka Han Tau pertama yang datang meminta petunjuk.
Keberadaan Han Tau di sana sebenarnya adalah untuk menjaga agar bagian perut Tiong Toa-sianseng tidak bisa diserang.
Kekuatan In Thian-houw dan tiga pesilat lain sudah dalam perhitungan Tiong Toa-sianseng, sampai-sampai dia sudah memperhitungkan cara penyerangan gabungan mereka.
Tiong Toa-sianseng sengaja ingin mengikis 'kekuatan Liu Kun, maka dia mulai dengan jurus Thian-liong-pat-sut diteruskan dengan perubahan-perubahannya.
Dia selalu mengambil kesempatan terlebih dulu.
Yang diserang adalah In Thian-houw, Tiang-seng, dan Hongpo bersaudara.
Sedangkan Han Tau malah menjadi asisten baginyaLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 131 untuk meminjam tenaga.
Bila tenaganya akan habis, dia akan menyerang Han Tau.
Ketika telapaknya dan telapak Han Tau saling beradu, tenaga baru muncul.
Kemudian dia segera berganti sasaran untuk menyerang kelompok In Thian-houw lagi.
Han Tau mengimbangi dia dengan pas.
Sebelum Tiong Toa-sianseng menyerangnya, perubahannya sangat banyak, membentak dan menyerang sangat cepat.
Di mata semua orang, dia malah orang yang paling rajin menyerang Tiong Toa-sianseng.
Karena dibantu oleh Han Tau, maka Thian-liong-pat-sut Tiong Toa-sianseng dapat digunakan dengan sangat sempurna.
Setelah jurus ketiga, Poan-koan-pit Hongpo bersaudara sudah direbut.
Begitu jurus ke empat dikeluarkan Tiong Toa-sianseng untuk menyerang kelemahan Tiang-seng.
Walaupun ilmu telapak Tiang-seng berubah-ubah, tapi begitu Tiong Toa-sianseng masuk di tempat lowongnya, telapak sudah tidak bisa berubah lagi.
Dia tidak bisa menolak dan memegangnya.
Tubuh Tiang-seng segera jatuh terhempas sejauh 1 depa.
Han Tau tetap bertindak.
Dia melewati Hongpo bersaudara dan menghadang di sisi Tiang-seng.
Dengan sepasang telapaknya, dia menyerang Tiong Toa-sianseng.
Tubuh Tiong Toa-sianseng berguling, jatuhnya pas di tempat itu, sehingga kedua telapak tangan nya beradu dengan telapak Han Tau.
Kemudian dia meloncat ke atas.
Han Tau berseru pelan-pelan, kemu dian dia bersalto keluar.
In Thian-houw datang, tapi dia lebih lambat dari Han Tau.
Sampai Han Tau tergetar mundur, Tiong Toa-sianseng sudah turun kembali.
Dua telapak-nya berputar tiga kali.
Tenaga yang ter kumpul di kedua tangannya digunakan untuk menyerang seku-at tenaga.
Tiap maju selangkah, tenaga Tiong Toa-sian-seng bertambah kuat, maka dengan 80% kekuatannya, dia menerjang In Thian-houw.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 132 90% tenaga Tiong Toa-sianseng lebih tinggi tiga kali lipat daripada tenaga In Thian-houw, maka ketika menjemput serangan Tiong Toa-sianseng, In Thian-houw tergetar.
Dia merasakan darahnya terus bergolak.
Tapi Tiong Toa-sianseng sangat tahu kesopanan.
Tenaga dalam yang dikeluarkan langsung ditarik kembali 20%, kemudian sepasang telapak membelah.
In Thian-houw tergetar mundur, mundur di antara Hongpo bersaudara dan Tiang-seng, wajahnya menjadi muram.
Sebelum mereka bertindak apa-apa, Han Tau segera mendekat.
"Kepandaian Tiong Toa-sianseng benar-benar tinggi, Boanpwee dan yang lain sudah kalah! Di bawah tangan Tiong Toa-sianseng, kami tidak bisa berbuat apa-apa!"
Tiong Toa-sianseng segera memberi hormat kepada mereka berlima.
"Terima kasih sudah mengalah!"
In Thian-houw masih bengong. Pada waktu itu kaisar sudah bertepuk tangan dan memuji.
"Tiong Toa-sianseng benar-benar adalah guru yang baik. Aku kagum!"
Kaisar sudah memuji, yang lain harus bertepuk tangan berkata.
"Baik!"
Liu Kun terpaksa memasang wajah senang.
"Kepandaian yang kecil, malu dilihat oleh baginda!"
Kata Tiong Toa-sianseng.
Su Ceng-cau yang ikut menonton masih bengong di sana.
Dia tidak lupa sudah menantang Tiong Toa-sianseng.
Waktu itu memang dia tahu pasti kalah, tapi dia tidak menyang ka ilmu silat Tiong Toa-sianseng begitu kuat.
Kemudian dia berkata.
"Menurutku lebih baik kita jangan bertarung lagi!"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 133
"Mengapa Tiang-lek Kuncu berkata begitu?"
Tanya Liu Kun. Su Ceng-cau melihat In Thian-houw dan lain-lain, dia menggelengkan kepala.
"Mereka berlima bersatu tetap bukan lawannya Tiong Toa-sianseng. Apa artinya lagi kalau diterus-kan, siapa yang masih percaya pada mereka?"
"Betul juga!"
Kaisar mengangguk. Liu Kun bengong. Dia masih ingin mengatakan sesuatu, tapi Su Ceng-cau berkata lagi.
"Menurutku lebih baik Tiong Toa-sianseng yang menjadi komandan pasukan penjaga ibukota!"
"Ide yang bagus!"
Kata kaisar.
"tapi sayang Tiong Toa-sianseng adalah orang yang tidak suka terhadap urusan kerajaan!"
"Pendapat baginda sangat bagus!"
Liu Kun segera menyambung.
"Betulkah kau tidak suka menjadi pejabat?"
Tanya Su Ceng-cau kepada Tiong Toa-sianseng.
"Bukan tidak tertarik, tapi aku sudah tua tidak pantas menjadi pejabat tinggi!"
"Apakah dengan ilmu silatmu yang tinggi masih ada orang yang tidak terima?"
"Orang dunia persilatan yang tidak mengenal aku bisa dihitung dengan jari, tapi kebanyakan pejabat tidak mengenal aku. Apalagi aku adalah orang kampung, bagaimana bisa membuat orang-orang tunduk kepadaku?"
Tanya Tiong Toa-sianseng.
"Masuk akal! Kita harus memikirkan reaksi semua pihak."
Su Ceng-cau tiba-tiba berkata.
"Ada seseorang yang sangat cocok!"
Liu Kun segera terpikir siapa. Tapi sebelum dia membuka suara, Su Ceng-cau sudah menunjuk Su Yan-hong.
"An-lek-hou!"
"Dia?"
Kaisar merasa di luar dugaan.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 134
"An-lek-hou adalah murid Tiong Toa-sianseng, ilmu silatnya tidak akan kalah jauh dari gurunya. Dia adalah putra raja Tiong-san juga seorang Hou-ya. Siapa yang bisa menolak dia menjadi komandan pasukan penjaga ibukota?"
Hati Liu Kun tenggelam, tapi kaisar tertawa.
"Orang ini merepotkan. Tiga tahun yang lalu aku paksa dia menjadi komandan sebuah pasukan, tapi baru tiga bulan dia sudah menggantung jabatannya. Hal ini membuatku sulit menjelaskan kepada pejabat yang lain,"
Kata kaisar.
"Setahun yang lalu, aku merekomendasikan dia menjadi sekertaris pasukan Pek-kim, dia tetap menolak."
Su Yan-hong hanya tertawa. Kaisar berkata lagi.
"Bila orang tidak suka menjadi pejabat sebaiknya jangan dipaksa!"
"Karena aku tahu aku bukan orang yang bisa menjadi pejabat, kalau dipaksa tidak akan menghasilkan hal yang baik. Bukankah wajah kaisar nantinya akan terlihat lebih buram?"
Kata Su Yan-hong.
"Sifatmu memang tidak cocok menjadi koman dan pasukan penjaga ibukota!"
Dia berkata kepada Liu Kun.
"bukankah dia sebenarnya belum cukup berbobot?"
Tanya kaisar. Liu Kun melihat Su Yan-hong.
"Tidak juga. Dalam hal bakat dan latar belakang, tidak ada orang yang lebih baik daripada An-lek-hou?"
Su Yan-hong tertawa.
"Congkoan berkata terlalu melebihkan. Aku sudah punya sifat malas, sebenarnya sulit menanggung jabatan ini!"
"Itu benar-benar adalah keinginan negara!"
Liu Kun pura-pura menarik nafas.
"Liu-congkoan pintar menggunakan orang. Sekarang dia juga terus memuji, berarti Hou-ya adalah calon yang paling tepat!"
Kata Ong-souw-jin.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 135
"Semua orang berharap, tapi Hou-ya sendiri yang tidak tertarik, dengan begitu akan membuat semua orang kecewa!"
Liu Kun hanya berpikir Su Yan-hong tidak ingin menjadi komandan pasukan penjaga ibukota maka kata-katanya sangat manis. Su Yan-hong tertawa kecut.
"Tidak disangka Liu-congkoan juga berpihak pada kaisar untuk memaksaku!"
"Hahaha! Mana boleh dikatakan memaksa? Hou-ya memang adalah orang berbakat, hanya saja tidak ada waktu. Jika ada, aku akan mengumpulkan semua pejabat di kerajaan untuk menjamin kau naik ke jabatan ini!"
Kata Liu Kun.
"Congkoan benar-benar memandang penting aku!"
Su Yan-hong tetap rendah hati dan tidak siap menerima jabatan ini. Kala Ong-souw-jin lagi;
"Liu-congkoan jarang memuji orang, mengapa Hou-ya tidak memikirkannya dulu?"
"Aku sudah berpikir dengan teliti!"
"Sayang! Sayang sekali!"
Kata Liu Kun. Tapi tiba-tiba Su Yan-hong berkata. ''Demi membalas kebaikan Liu-congkoan, aku setuju menjadi komandan pasukan penjaga ibukota!"
Wajah Liu Kun segera berubah.
Sekarang dia baru sadar kalau dia tertipu, tapi mana mungkin Liu Kun bisa menentang lagi?
Su Yan-hong segera bangun.
Dia berlutut kepada kaisar.
''Sulit mendapat kesempatan yang bisa direkomendasikan oleh Liu-congkoan, maka aku rela mengisi posisi komandan pasukan penjaga ibukota untuk mengabdi kepada baginda!"
Kaisar tertawa dan berkata.
"Kau sendiri yang setuju, tidak boleh menyesal dan mengembalikan jabatan lagi!"
"Hamba tidak akan menyesal!"
Su Yan-hong berkata kepada Liu Kun.
"terhadap kebaikan Cong-koan, aku tidak akan habis-habisLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 136 berterima kasih. Aku akan setia dan melaksanakan tugas dengan baik!"
Wajah Liu Kun terlihat muram sekejap, tapi dengan cepat berubah.
"Baik! Baik! Aku bersulang pada Hou-ya!"
Su Yan-hong mengangkat cangkir dan sekaligus menghabiskan araknya.
Liu Kun juga lebih cepat menghabiskan araknya.
Tapi kemarahan di dalam hatinya tidak tersiram oleh secangkir arak ini, malah hatinya semakin marah.
Tapi dia bisa menahannya.
Su Yan-hong menaruh cangkir, lalu berkata kepada baginda.
"Hamba sudah lama meninggalkan jabatan pemerintahan, apalagi terhadap pengurusan pasukan, harap baginda maklum dan mengijinkan aku memilih seorang asisten yang cocok!"
"Siapa yang ingin kau pilih?"
Su Yan-hong melihat Ong-souw-jin.
"Anak buah pejabat Ong, wakil ketua pasukan Kang Pin gagah berani juga cerdas. Aku merasa dia paling cocok!"
"Bagaimana pendapatmu?"
Tanya kaisar pada Ong-souw-jin. Ong-souw-jin berpikir sebentar.
"Kang Pin ikut aku sudah beberapa tahun, aku selalu menganggap dia tangan kanan dan kiri aku. Dia lama di Kanglam dan baru datang ke ibukota, belum begitu kenal keadaan di sini maka sulit mengembangkan keahliannya!"
Melihat Ong-souw-jin berkata serius, Su Yan-hong menjadi cemas.
Tip Kun segera mengambil keputusan.
I "Kata-kata pejabat Ong masuk akal.
Sulit men dapat seorang asisten yang baik, mana mungkin sembarangan memberikannya kepada orang lain, Tidak sepertiku, anak buahku banyak juga berbakat.
Hou-ya bisa memilih salah satu dari mereka!"
Ong-souw-jin pura-pura menarik nafas.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 137
"Kata-kata Liu-congkoan terlalu berat, tapi Hou-ya sudah memohon, terpaksa aku harus memberi agar tidak ditertawakan sebagai orang pelit!"
Dia segera memanggil.
"Kang Pin!"
Kang Pin keluar. Ong-souw-jin segera berkata.
"Cepat berterima kasih kepada Hou-ya karena sudah mengangkatmu!"
Liu Kun melihat hal itu, tahu dia tertipu lagi. Dia tahu Ong-souw-jin sengaja mempermainkan dia, tapi dia terpaksa harus bertahan untuk tidak marah.
"Masalah pengangkatan komandan pasukan penjaga ibukota sudah diselesaikan dengan sempurna, benar-benar baik. Semua ini karena rekomendasi Liu-congkoan, sehingga An-lek-hou baru setuju. Kita bersulang untuk Liu-congkoan!"
Pertama kaisar mengangkat cangkir bersulang kepada Liu Kun, karena dia terlalu gembira sampai lupa diri.
Sambil minum, hati Liu Kun terasa seperti mau meledak.
Thio Gong segera memesan makanan.
Pengurus An-lek-hu, Su Hu datang kepada Su Yan-hong.
Dia membisikkan beberapa kalimat.
Walaupun Su Yan-hong berusaha tenang, tapi kedua alisnya terlihat berkerut.
Hal yang pertama Su Hu beritahu adalah Fu Hiong-kun dan Lam-touw berada di luar Cin-hai-lou ingin bertemu dengan dia, tapi dicegat oleh pengawal, sehingga' mereka terpaksa mencari pengurus Su Hu.
Su Yan-hong masih ingat Fu Hiong-kun pernah datang ke An-lek-hu mencari dia, ingin dia membantu Lu Tan menghadapi Liu Kun.
Dia mengira Fu Hiong-kun tahu Liu Kun berada di Cin-hai-lou maka datang lagi untuk meminta hal ini.
Sampai Su Hu mengatakan padanya pesan dari Fu Hiong-kun, Su Yan-hong baru tahu yang kaliLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 138 ini bukan tentang itu.
Dia terkejut, pesan Fu Hiong-kun kali ini benar-benar di luar dugaan dia!
Fu Hiong-kun ingin Su Hu menyampaikan kepada dia bahwa Siau Cu dan Lu Tan sudah masuk ke Cin-hai-lou dan siap membunuh Liu Kun.
Kemungkinan keberhasilan mereka sangat kecil, harap dia bisa membantu agar mereka berdua bisa kabur.
Su Yan-hong sudah melihat kesempatannya sangat kecil.
Dia sudah pasti tahu Siau Cu dan Lu Tan tidak paham situasi di Cin-hai-lou, juga tidak tahu Liu Kun sudah menempatkan banyak pengawal di sini, sampai pengawal pribadi juga sangat banyak.
Kecuali mereka berhasil membunuh Liu Kun, kalau tidak akan sulit keluar dari Cin-hai-lou, ini benar-benar seperti ingin naik ke langit, Tapi dia tetap percaya Fu Hiong-kun ingin Su Hu menyampaikan hal kedua.
Fu Hiong-kun dan Lam-touw sudah mengaturnya, Asal dia mau membantu, bukan hal yang sulit untuk Siau Cu dan Lu Tan jika ingin meninggalkan Cin-hai-lou.
Dia yakin Fu Hiong-kun adalah gadis yang sangat pintar, pasti sudah mengaturnya dengan baik.
Dia juga paham Fu Hiong-kun dan Lam-touw sebelumnya tidak tahu mengenai tindakan Siau Cu dan Lu Tan ini, Setelah mengetahuinya, mereka baru tergesa-gesa datang ke Cin-hai-lou, maka baru meminta bantuan dia sekarang.
Bagaimana cara dia membantunya?
Su Yan-hong terus berpikir, kemudian dia melihat Kang Pin.
Dengan gerakan tangan dia memberi isyarat kepada Kang Pin.
Kang Pin memang pintar, dia bersikap seakan tidak sengaja mendekat kepada Su Yan-hong.
Dengan wajah tertawa, Su Yan-hong akhirnya selesai menyampaikan apa yang harus dia sampaikan.
Sikap Kang Pin sangat tenang, dengan tertawa dia mencari alasan untuk meninggalkan tempat.
48-48-48 Fu Hiong-kun sebenarnya tahu tentang rencana Siau Cu dan Lu Tan ingin membunuh Liu Kun.
Sebenarnya Siau Cu tidak ingin seorang pun tahu akan rencana ini karena dia tidak mau orang lainLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 139 mengkhawatirkan dia, tapi dia tidak bisa tidak memberitahu Fu Hiong-kun.
Mereka membawa dua busur kecil yang bisa disembunyikan dalam konde rambut dan menunggu kesempatan yang tepat untuk membunuh Liu Kun.
Ingin membunuh Liu Kun dengan dua panah kecil, itu sangat tidak mungkin kecuali anak panah diberi racun yang bernama 'Kian-hiat-hong-hou' (Racun paling lihai, begitu orang yang terkena racun mengeluarkan darah dia akan akan langsung mati).
Tapi mereka tidak tahu cara membuat racun, terpaksa mereka mencari Fu Hiong-kun.
Fu Hiong-kun mengerti obat.
Bagi dia meracik racun ini bukan .hal yang sulit.
Setelah mereka terus memohon-mohon dan menilai rencana mereka termasuk sempurna, Fu Hiong-kun baru setuju.
Semua mereka lakukan tanpa sepengetahuan Lam-touw.
Setelah panah diberi racun, Siau Cu dan Lu Tan berangkat.
Fu Hiong-kun baru terpikir, bila berhasil bagaimana cara mereka pergi.
Hal ini belum pernah dipikirkan olehnya.
Yang pasti Siau Cu dan Lu Tan juga tidak terpikir akan hal ini.
Akhirnya dia mengerti tindakan mereka berdua adalah tindakan nekat.
Kalau tidak berhasil, mereka siap mati.
Maka waktu Lam-touw bertanya, dia segera menceritakannya.
Tadinya Lam-touw memang mencurigai gerak-gerik mereKa bertiga, tidak disangka hal ini sudah begitu gawat.
Dia terkejut, maka dia segera bersama Fu Hiong-kun pergi ke tanjakan di dekat Cin-hai-lou, berusaha menghubungi Su Yan-hong.
49-49-49 Su Yan-hong baru selesai berpesan kepada Kang Pin, makanan dan arak segera disajikan.
Su Yan-hong tahu Siau Cu dan Lu Tan berada di antara orang-orang yang menyajikan makanan.
Jantungnya benar-benar berdebar.
Makanan diantar di luar dan diterima oleh kasim.
Orang-orang di luar Cin-hai-lou tidak bisa masuk ke dalam.
Orang berpengalaman akan tahu mengenai hal ini, tapi karena Siau Cu danLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 140 Lu Tan baru pertama kali, mereka mengira makanan langsung diantar masuk ke dalam.
Apabila bisa masuk ke dalam berarti bisa membunuh Liu Kun, tapi begitu tahu seperti ini, mereka sudah tidak terpikir cara lain lagi.
Makanan dan arak sudah diterima oleh kasim.
Hati Lu Tan sangat kacau.
Siau Cu sedikit lebih pintar, dia langsung berteriak.
"Ada pembunuh!"
Karena teriakan Siau Cu, keadaan Cin-hai-lou segera menjadi kacau balau.
Tapi yang kacau hanya orang-orang di bagian luar, yang mau masuk ke dalam malah dijaga lebih ketat.
Pengawal sudah terlatih bila menemui hal seperti ini mereka tidak terkejut.
Yang dipentingkan adalah nyawa kaisar.
Siau Cu melihat pergerakan pengawal, tidak bisa berbuat apa-apa.
Tapi dia segera terpikir cara yang lain.
Waktu salah satu pengawal membentak dan bertanya kepada Siau Cu.
"Di mana pembunuhnya?"
Tanpa berpikir Siau Cu langsung menunjuk LuTan.
"Dia pembunuhnya!"
Lu Tan sama sekali tidak menyangka. Dia bengong. Kedua tangannya sudah dipegang pengawal dan ketua pengawal segera memberi perintah.
"Periksa!"
Sebelum pengawal memeriksa, Siau Cu ribut.
"Senjatanya tersimpan di ikat pinggangnya!"
Dua pengawal segera mencengkram tali pinggang Lu Tan.
Lu Tan tahu Siau Cu tidak akan meng-khianati teman.
Dia melakukan ini pasti ada tujuannya tapi dia tidak mengerti, hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi.
Senjata yang tersimpan di tali pinggangnya adalah sebuah pedang lembut.
Melihat pedang ini pengawal sudah mengerti.
Dari dalam ada suara Liu Kun keluar.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 141
"Apa yang terjadi?"
"Jawab kepada Kiu-cian-swe, ada pembunuh yang menyusup tapi sudah tertangkap!"
Ketua penga wal dengan senang melapor.
"Bawa dia masuk!"
Liu Kun sedang marah dan tidak ada tempat pelampiasan.
Begitu pembunuh tertangkap, dia segera terpikir cara untuk melampiaskan kemarahannya.
Sebenarnya dia juga tahu orang yang menyusup datang ingin membunuh siapa.
Kecuali dia Liu Kun, masih ada siapa lagi?
Tadinya Su Yan-hong ingin membereskan masalah ini, tapi karena Liu Kun sudah mengeluarkan suara maka dia diam menunggu.
Kaisar juga seperti ini.
Dia juga bisa menebak pembunuh ini ingin membunuh Liu Kun.
50-50-50 Melihat orang yang dibawa masuk adalah Siau Cu dan Lu Tan, hati Su Yan-hong tertawa kecut.
Dia mengerti tujuan Siau Cu, dia hanya berharap rencananya bisa lancar agar rhereka bisa kabur.
Yang pasti dia juga berharap rencana Siau Cu bisa sukses, sekalian Liu Kun dibunuh.
Siau Cu dan Lu Tan melihat Su Yan-hong.
Tiong Toa-sianseng juga berada di sana.
Mereka berdua merasa tidak enak, tapi panah sudah dipasang di busur, mereka sudah tidak bisa memilih.
Hanya takut Liu Kun melihat kelemahannya, maka mereka berdua tidak melihat Tiong Toa-sianseng dan Su Yan-hong.
Tiong Toa-sianseng lebih tenang daripada Su Yan-hong.
Dia seperti tidak sengaja melihat Su Yan-hong.
Kaisar terus melihat ekspresi wajah semua orang dan tahu Liu Kun tidak akan melepaskan dua pembunuh ini.
Dia seperti dengan nada mengomel berkata.
"Biasanya Cin-hai-lou dijaga ketat, mengapa dua pembunuh bisa menyelinap masuk?"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 142
"Ini adalah kesalahanku, dan sudah membuat baginda terkejut. Aku akan memeriksa hal ini sampai tuntas!"
Sorot mata Liu Kun terlihat seram.
"Kalau begitu aku serahkan kepadamu!"
Kata kaisar. Liu Kun segera memarahi ketua pengawal.
"Kurang ajar kau! Kaisar sedang mengadakan pesta di Cin-hai-lou, kau yang bertanggung jawab atas keamanan Cin-hai-lou, tapi kau membiarkan pembunuh masuk. Ini salahmu!"
"Hamba pantas mati!"
Ketua pengawal berlutut.
"Mana pembunuhnya?"
Ketua pengawal menunjuk kepada Lu Tan, kemudian Liu Kun melihat Siau Cu.
"Siapa dia?"
"Dia adalah orang yang memberitahu ada pembunuh!"
Kepala pengawal kemudian menceritakan garis besar kejadian ini.
"Baik. Jika masalah sudah selesai pasti ada pemberian hadiah!"
Kata Liu Kun. Kemudian Liu Kun melihat Lu Tan.
"Kau membawa senjata masuk ke Cin-hai-lou, apa tujuanmu?"
"Membunuhmu!"
Mata Lu Tan penuh kebencian. Semua sorot mata tertuju ke Liu Kun. Liu Kun benar-benar malu. Dia membentak.
"Ada dendam apa antara aku dan kau?"
"Penjahat! Semua orang ingin membunuhmu!"
Liu Kun bertambah marah.
Walaupun kaisar merasa senang, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa-apa.
Kedua alis Su Yan-hong semakin berkerut.
Hanya Tiong Toa-sianseng yang berlaku seperti tidak menaruh hal ini dalam hati, tapi dia bersikap seperti sudah tahu apa yang akan terjadi dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 143 Walaupun Liu Kun bukan pertama kali mendengar kata-kata seperti ini, tapi di depan banyak orang dia tetap tidak tahan.
Dia memukul meja dengan marah.
"Siapa yang menyuruhmu kemari, cepat beri tahu! Melihatmu masih muda, mungkin aku akan melepaskanmu!"
"Jangan banyak bicara! Hari ini aku sudah jatuh di tanganmu. Bila ingin bunuh, bunuhlah!"
Liu Kun tertawa dingin. Hongpo bersaudara tiba-tiba mendekat.
"Dia adalah putra Lu Kian, bernama Lu Tan!"
Kata Hongpo Ih. Kata-kata berikutnya belum selesai, Liu Kun sudah tertawa terbahak-bahak.
"Ternyata adalah kau! Ayahmu tidak terbuat dari besi, apakah kau terbuat dari besi?"
Lu Tan ingin mengatakan sesuatu, tapi Hongpo Tiong duluan berkata.
"Yang satu lagi adalah murid Lam-touw, dia •yang memberitahu..."
Setelah itu Siau Cu dan Lu Tan sama-sama menyembah kepada Liu Kun. Siau Cu masih bisa berteriak.
"Ampun Kiu-cian-swe!"
Panah yang tersimpan di rambut mereka sama-sama melesat.
Yang satu ke arah wajah Liu Kun, satunya lagi ke arah dada Liu Kun.
Siau Cu memilih untuk melepaskan panah ke dada Liu Kun karena lebih lebar, sehingga sulit untuk menghindar.
Walaupun apak ini kadang-kadang cero boh, tapi dalam melakukan sesuatu dia bisa berpikir dengan teliti.
Selain mengoleskan panah dengan racun Kian-hiat-hong-hou, juga terpikir oleh mereka asal mengenai sasaran, itu sudah cukup.
Mereka juga sudah memikirkan, arah tujuan panah Lu Tan dan Siau Cu tidak boleh pada bagian tubuh yang sama.
Bila diarahkan ke tempat yang sama dan tidak mengenai sasaran, itu akan sia-sia.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 144 Hongpo bersaudara sangat cepat.
Begitu mendengar tembakan senjata rahasia, tangan mereka sudah dikeluarkan menjemput panah beracun yang memanah ke arah wajah Liu Kun.
Tapi panah Siau Cu sudah mengenai dada Liu Kun.
Siau Cu dan Lu Tan meloncat bangun.
Asal ada satu panah beracun yang mengenai Liu Kun, mereka akan berhasil.
Tapi hanya sebentar, tawa mereka membeku.
Walaupun dada Liu Kun tertembak panah beracun, wajahnya hanya terkejut tapi tidak ada reaksi rasa sakit.
Hongpo bersaudara terkejut.
"Kiu-cian-swe..."
Liu Kun marah dan dadanya terus naik turun.
Panah beracun segera terlepas dan terjatuh di meja.
Dari belahan baju yang tertembak panah terlihat warna berkilauan.
Siau Cu yang banyak mendengar terlepas berkata.
"Kim-si-ka!" (Pelindung sutra emas) In Thian-houw segera maju.
"Kiu-cian-swe selamat!"
Secara bersamaan sepasang telapaknya menyerang Lu Tan.
Tiang-seng juga maju menyerang Siau Cu, Bayangan telapak memenuhi ruangan pada waktu itu.
Siau Cu ingin menyerang Liu Kun, tapi Tiang-seng sudah tiba di hadapannya, terpaksa dia harus melayaninya.
Keadaan Lu Tan juga sama seperti itu.
Semua pengawal Cin-hai-lou ingin mengepung tapi dibentak oleh Su Yan-hong.
"Lindungi kaisar!"
Maka pengawal baru sadar dan berlari menghadang di depan tempat duduk kaisar.
Mereka sudah dilatih dengan keras dan mengerti apa yang harus mereka lakukan.
Tapi mereka seperti baru pertama kali menemui hal seperti ini, maka mereka tetap kalang kabut.
Tapi mereka tetap bisa meramal keadaan dalam waktu yang singkat.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 145 Sebagian pengawal yang setia kepada Liu Kun tetap berlari ke sana untuk melindungi Liu Kun.
Golok dikeluarkan membentuk sebuah tembok golok yang berkilau.
Su Yan-hong berjaga-jaga di sisi kaisar.
Hanya Tiong Toa-sianseng yang bersikap sangat tenang, dia tetap duduk di tempatnya.
Yang paling senang adalah Tiang-lek Kuncu Su Ceng-cau.
Dia tidak hanya tetap di tempat, masih terlihat ingin ikut-ikutan bertindak.
Kemudian dia mengenali Siau Cu dan berteriak.
"Kau ini Siau Cu?"
Siau Cu melihat dia sebentar kemudian menerima serangan Tiang-seng berpuluh-puluh kali dan berlari menahan di depan Lu Tan. Dia menendang kaki In Thian-houw dan membentak.
"Cepat pergi!"
"Jangan pergi!"
Lu Tan mengambil kesempatan melewati In Thian-houw dan menyerang Liu Kun. Tapi tiga pengawal menahan di depan dan menendang dia. In Thian-houw menyerang dari belakang. Liu Kun membentak.
"Ayo! maju!"
Dua tangannya mendorong Hongpo bersaudara.
Hongpo bersaudara melompat melewati kepala ketua pengawal kemudian berguling ke bawah.
Dengan cara begitu mereka menggunakan poan-koan-pit dari kiri dan kanan menyerang ke arah dua ketiak Lu Tan.
Lu Tan menyambut serangan In Thian-houw tiga kali.
Golok pengawal sudah datang menyerang.
Dia berkedip menghindar.
Dua buah Poan-koan-pit dari Hongpo bersaudara sudah datang juga.
Siau Cu melihat Lu Tan dalam bahaya, tapi dia sendiri terus dilibat oleh Tiang-seng.
Dia hanya bisa membentak.
"Hati-hati!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 146 Reaksi Lu Tan sangat lincah.
Sepasang tangan nya melawan sepasang telapak In Thian-houw.
Dia segera meloncat ke atas tapi dua Poan-koan-pit dari Hongpo bersaudara lebih cepat.
Poan-koan-pit Hong-po Ih sudah menggores pinggang Lu Tan, Poan-koan-pit Hongpo Tiong menggores dari ketiak kanan Lu Tan terus ke pinggang.
Lu Tan menyemburkan darah.
Dia meloncat melewati kepala In Thian-houw, kemudian sambil menahan sakit, menendang bagian belakang kepala In Thian-houw juga.
Tangan kanan In Thian-houw menahan tendangan Lu Tan.
Tubuhnya tergetar dan mundur 'selangkah, tapi Lu Tan terpental sejauh 3 depa.
Siau Cu terus menyerang Tiang-seng, memaksa Tiang-seng mundur.
Dia juga melabrak seorang pengawal dan merebut goloknya.
Dia menepis dengan golok rampasan tujuh kali untuk menghadang sepasang Poan-koan-pit dari Hongpo bersaudara dan bertanya.
"Bagaimana?"
Lu Tan menggelengkan kepala.
"Tidak apa-apa. Aku melindungimu, pergilah!"
Bajunya sudah penuh darah tapi dia tetap seperti tidak merasakan sakit. Sebenarnya dia hanya tidak mau Siau Cu khawatir, tapi mana mungkin bisa menipu Siau Cu. Siau Cu malah menjawab.
"Aku melindungimu, kau pergi..."
Liu Kun membentak.
"Dua-duanya tidak boleh pergi!"
In Thian-houw, Hongpo bersaudara, dan Tiang-seng sudah datang. Pengawal-pengawal juga sudah datang. Siau Cu melihat ke sekeliling kemudian melihat Lu Tan.
"Kalau kau tidak pergi, tidak ada kesempatan lagi!"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 147
"Aku sudah terluka, mana mungkin berjalan jauh. Kalau kau tidak pergi, mati di sini tidak ada artinya."
Siau Cu menggelengkan kepala.
"Kalau kau tidak mau pergi sudahlah, jangan banyak bicara!"
Kadang-kadang orang ini juga sangat keras kepala.
51-51-51 Setelah Fu Hiong-kun dan Lam-touw meninggalkan Cin-hai-Jou, segera berlari ke sebuah tanjakan di sebelah selatan.
Lam-touw mendekat ke sebuah pohon, memasang sebuah busur besar buatan sendiri.
Pada busur itu dipasang ditaruh 3 panah besar yang juga buatan sendiri.
Di panah itu tidak terdapat ujung panah, hanya ada seuntai barang yang berbentuk seperti peluru.
Melihat dari sikapnya, sudah jelas dia sangat tegang.
Matanya terus melihat ke arah Cin-hai-lou.
Fu Hiong-kun juga seperti itu, kadang-kadang dia merapikan rambut yang tertiup angin.
Ketegangan terlihat jelas.
Tiba-tiba sebuah jendela di Cin-hai-lou terbuka, kemudian tampak asap merah terbang melalui jendela itu ke atas udara.
Melihat asap merah itu, Fu Hiong-kun segera berteriak.
"Mereka gagal!"
"Hal ini memang sudah terduga!"
Lam-touw menjawab dengan malas-malasan tapi gerakannya sangat lincah.
Dia segera memasang panah, melepaskan panah tiga kali ke arah Cin-hai-lou.
Waktu panah ketiga dilepaskan, busur itu sudah patah dilempar Lam-touw.
Dia menarik nafas.
"Hidup atau mati itu hanya nasib. Sekarang kita tinggal menunggu apakah nasib mereka akan baik!"
Fu Hiong-kun menghibur.
"Hou-ya akan membantu mereka, apalagi ada Tiong Toa-sianseng di sana!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 148
"Mereka masih mempunyai hal yang lebih penting yang harus mereka lakukan. Hal kecil tidak akan mengganggu hal yang besar. Jangan demi meno long dua bocah, menghancurkan hal yang besar."
Lam-touw melihat ke atas langit, dia seperti menerima apa saja yang terjadi.
52-52-52 Tiga panah diarahkan dengan sangat tepat.
Setelah memecahkan jendela, panah masuk ke dalam ruangan, dan peluru asap segera meledak.
Setelah meledak, asap segera memenuhi ruangan sana.
Siau Cu keluar dari ruangan.
Melihat Kang Pin membawa sekelompok pasukan datang, dia mengangkat golok siap menepis.
Kang Pin segera melayangkan tangan dan membentak.
"Cepat pergi!"
Tidak perlu dia berpesan, pengawal segera memberi jalan. Siau Cu terpaku. Kang Pin sudah berada di sisinya.
"Kami adalah orang Hou-ya!"
Siau Cu tidak ragu lagi. Dia sudah berlari ke jalan yang mereka kosongkan. Pengawal segera menutup lagi jalan yang kosong. In Thian-houw keluar dari asap. Melihat Kang Pin, dia segera bertanya.
"Apakah Kang-ciangkun melihat ada pembunuh?"
"Tidak melihat! Tadi hanya melihat ada bayangan berkelebat, tapi terlalu cepat maka tidak jelas melihat!"
In Thian-houw tidak bertanya lagi.
Dia membalikkan tubuh segera menuju ke arah timur.
Setelah dia pergi tidak lama, Siau Cu keluar dari kerumunan pengawal.
Kang Pin melihatnya, segera menghentakkan kaki.
"Nona Fu dan lain-lain sudah menunggu di tanjakan sebelah selatan. Cepatlah pergi! Kau masih tunggu apalagi!"
"Bagaimana dengan temanku?"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 149
"Di semua tempat ada orang kami yang melin dungi dia, tidak akan terjadi apa-apa!"
Melihat dia begitu serius, Siau Cu tidak banyak bertanya. Dia bersalto ke belakang, dalam sekejap sudah hilang jejaknya. Di dalam hati Su Yan-hong segera mengerti, dia berteriak.
"Lindungi kaisar!"
Dalam kerumunan pengawal ada yang berteriak.
"Lindungi Kiu-cian-swe!"
Tapi datangnya aSap tidak hanya membuat pengawal terganggu, Hongpo bersaudara, ln Thian-houw, dan Tiang-seng juga terganggu.
Selain terpikir Siau Cu dan Lu Tan akan kabur dengan memanfaatkan asap tebal ini, mereka juga terpikir di luar pasti ada yang membantu, dan kemungkinan besar akan masuk untuk membunuh Liu Kun.
In Thian-houw segera mengambil kesempatan.
Dia mengayunkan tangan menyuruh Hongpo bersaudara melindungi Liu Kun dan memberi isyarat kepada Tiang-seng untuk mengejar Siau Cu dan Lu Tan.
Pengawal setia Liu Kun sudah mengelilingi Liu Kun berlapis-lapis.
Walaupun Liu Kun berusaha bersikap tenang tapi dalam hati tetap merasa terkejut' dan takut.
Di dalam asap dan kabut dia duduk dan menundukkan kepala karena takut pembunuh menge taiiui keberadaannya dan menyerang dia.
Yang pasti mereka tidak memperhatikan bahwa ucapan, 'Lindungi Kiu-cian-swel' adalah teriak-an anak buah Kang Pin.
Tujuannya adalah menyuruh mereka mundur agar Siau Cu dan Lu Tan men-dapatkan kesempatan kabur.
Siau Cu dan Lu Tan tidak melewatkan kesempatan ini.
Mereka berdua sudah keluar dari kepungan.
Tadinya mereka masih bersama, tapi di dalam asap yang tebal mereka masih bertarung beberapa jurus dengan In Thian-houw dan Tiang-seng, dan ini membuat mereka terpencar.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 150 Ketika bertarung beberapa jurus dalam asap tebal, In Thian-houw dan Tiang-seng juga terpencar.
Mereka hanya mendengar ada suara baju tertiup angin, kemudian mereka mengejar Siau Cu dan Lu Tan.
53-53-53 Kang Pin menarik nafas.
Dia berpesan.
"Kita periksa ke tempat lain!"
Pengawal segera berpencar dengan teratur.
Kang Pin tidak perlu khawatir mereka tidak bisa menghadapi apa yang akan terjadi, yang dia khawatir kan hanya bila orang-orang Liu Kun lebih cepat menemukan Lu Tan daripada mereka.
54-54-54 Nasib Lu Tan tidak begitu jelek, Begitu keluar dari asap, dia keluar dari jendela dan segera naik ke atas genteng.
Melewati dari genteng ke genteng yang lain, Lu Tan terus berlari ke hutan di belakang Cin-hai-lou.
Tiang-seng melewati dinding yang tinggi dan sudah masuk ke dalam hutan.
Karena dia tidak mene mukan orang di daerah sana, dia kemudian naik ke atap.
Dari ketinggian melihat ke bawah, dia juga tidak terlihat sesuatu.
Akhirnya dia menuju ke hutan belakang Cin-hai-lou danjaerlari ke sana.
Baru melewati dinding tinggi, ada seseorang berlari dari hutan.
Tiang-seng membentak, tapi dia tidak menyerang karena dia sudah melihat itu adalah Tiang-Iek Kuncu Su Ceng-cau.
Maka dia segera memberi hormat.
Su Ceng-cau mengayunkan tangan.
"Mana pembunuh?"
"Bukankah dia berlari ke arah sini?"
"Aku juga mengira dia berlari kemari tapi menunggu sampai sekarang baru melihat ada orang berlari kemari, ternyata adalah kau!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 151
"Kuncu adalah..."
"Maksudmu aku tidak sanggup menangkap pembunuh?"
"Aku tidak berani!"
"Kau harus bertanya dulu aku ini murid siapa, masa hanya satu pembunuh tidak sanggup ku tangkap!"
Tentu saja Tiang-seng tahu dia adalah murid Hoa-san-pai, Siau Sam Kongcu, juga tahu gadis ini mempunyai adat semaunya sendiri. Tidak baik kalau dilayani, akibatnya tidak terbayangkan.
"Siapa yang tidak tahu Kuncu adalah murid terbaik Siau Sam Kongcu. Bila pembunuh bertemu dengan Kuncu, dia hanya bisa menye rah!"
"Aku kira kau tidak tahu."
Su Ceng-cau dengan sombong mengayunkan tangan.
"cepatlah kau periksa ke tempat lain!"
Tiang-seng cepat kembali.
Sebenarnya dia tahu ada Liu Kun yang menjadi pendukungnya, mana mungkin takut kepada seorang Kuncu, dia hanya tidak mau repot.
Saat sekarang ini yang paling penting adalah menangkap pembunuh, urusan lain adalah nomor kedua.
Melihat bayangan Tiang-seng sudah menghilang, Su Ceng-cau kembali masuk ke dalam hutan.
Dia membuka sebuah semak-semak, Lu Tan sudah terbaring pingsan di sana.
Melihat Lu Tan, Su Ceng-cau tertawa.
Dia tertawa dengan aneh.
Orang yang mengenal sifatnya tidak sulit melihat, pasti dia mempunyai ide aneh lagi.
Lu Tan tidak mengenal dia, berarti dia akan menggunakan ide aneh ini kepada siapa?
55-55-55 Tidak ada arak lagi karena sudah dihabiskan oleh Lam-touw.
Karena sudah tidak ada arak, Siau Cu juga tidak ada acara ingin mengolok Lam-touw.
Tidak ada tawa di wajah Lam-touw.
Dia juga tidak melihat Siau Cu.
Begitu Siau Cu mendekat, dia segera pergi.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 152 Melihat itu, Fu Hiong-kun tidak tahu apa yang harus dia katakan.
Mengingat Lu Tan, alisnya mengerut lagi.
"Guru!"
Siau Cu tidak tahan lagi.
"Apakah di matamu masih ada guru?"
Lam-touw melotot.
"melakukan hal yang begitu penting, kau tidak berunding dulu dengan guru. Apakah di matamu masih ada guru?"
Siau Cu terpaksa berkata.
"Tecu sudah tahu salah!"
"Dia sudah tahu salah, harap Cianpwee bisa memaafkan dia sekali ini!"
Kata Fu Hiong-kun. Siau Cu bersumpah.
"Aku tidak akan melakukan ini lagi!"
"Satu kali masih belum cukup? Memang kau mempunyai berapa nyawa?"
Kata Lam-touw sambil-tertawa dingin.
"anak buah Liu Kun semua adalah pesilat tangguh. Kaisar berada di Cin-hai-lou, apakah kalian tidak terpikir penjagaan di Cin-hai-lou akan sangat ketat? Hanya kalian dua bocah kecil, apakah kalian pikir bisa membunuh Liu Kun dan bisa keluar dari sana?"
"Sebenarnya aku..."
"Kalau bukan An-lek-hou yang membantu, apakah kau bisa kabur?"
"Kata orang-orang Hou-ya yang berada di sana, tidak akan terjadi sesuatu dengan Lu Tan..."
"Kalau begitu seharusnya dia sudah ada di sini, mengapa sampai sekarang belum datang?"
"Menurutku..."
Lam-touw tidak membiarkan Siau Cu selesai bicara, dia sudah mencegat.
"Mungkin sudah ditangkap hiu Kun dan sekarang sedang disiksa..."
"Guru, Lu Tan berwajah selamat..."Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 153
"Sejak kapan kau belajar melihat wajah? Kalau pun kau tahu, aku tidak akan mengijinkan kalian pergi!"
"Kita khawatir guru akan melarang maka..."
"Kalau ada rencana yang sempurna dan kita bisa berhasil, kau kira aku akan melarang kalian? Untung Hiong-kun memberitahu ini tepat waktu dan bisa bertemu An-lek-hou untuk membantu!"
Siau Cu menundukkan kepala. Fu Hiong-kun menyela;
"Sekarang masalah sudah terjadi, percuma terus marah kepada mereka. Lebih baik cari cara bagaimana kita bisa membawa Lu Tan..."
"Apakah kau tahu Lu Tan berada di mana?"
Tanya Lam-touw. Fu Hiong-kun tertawa kecut. Lam-touw mena rik nafas.
"Sekarang hanya bisa berharap seperti yang di katakan Siau Cu, Lu Tan bisa selamat."
Tiba-tiba Siau Cu meloncat bangun. Belum sempat dia berjalan, Lam-touw sudah membentak.
"Kau mau ke mana?"
"Mencari tahu keberadaan Lu Tan!"
Lam-touw tertawa’ "Kau baik tapi sifatmu yang terdorong emosi sangat jelek. Lu Tan sama sepertimu, maka bila kalian berdua bergabung akan membuat celaka!"
"Apakah kau tidak bisa berpikir sekarang Liu Kun sudah memasang banyak mata-mata di dalam atau di luar kota. Kalau kau muncul, bukankah akan masuk ke dalam jaring?"
Siau Cu baru mengerti.
"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan..."
Tiba-tiba wajah Lam-touw berubah.
Dia men-cengkram Holou besar dan berlari ke pinggir pintu.
Fu Hiong-kun dan Siau Cu juga bergerak cepat.
Siau Cu meloncat ke atas genteng kayu.
Fu Hiong-kun berada di pinggir pintu.
"Cianpwee, ini aku!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 154 Fu Hiong-kun tahu itu adalah suara Su Yan-hong.
Setelah mendapat isyarat dari Lam-touw, dia baru membuka pintu.
Benar saja, yang datang adalah Su Yan-hong sendiri.
Su Yan-hong masuk dan langsung menutup pintu.
Siau Cu meloncat turun dari atas dan memanggil Hou-ya.
"Mana Lu Tan?"
"Bukankah Hou-ya yang menolong dia?"
Siau Cu terkejut. Su Yan-hong menggelengkan kepalanya. Fu Hiong-kun berkata dengan cemas.
"Apakah pihak Hou-ya juga tidak mendapatkan kabar dia?"
Su Yan-hong tertawa kecut.
"Orang-orangku sudah mencari di mana-mana juga tidak menemukannya, aku kira dia sudah pulang dengan selamat!"
Lam-touw menarik nafas, dia menepuk pundak Siau Cu.
"Berterima kasihlah kepada Hou-ya karena sudah menolongmu!"
"Jangan sungkan! Kalian benar-benar terlalu berani!"
Kata Su Yan-hong. Siau Cu tertawa kecut.
"Kami tidak bisa berhasil, siapa sangka di dalam baju Liu Kun ternyata memakai Kim-si-ka!"
"Hal ini sudah bukan rahasia lagi! Seharusnya sebelum bertindak, kau beritahu dulu kepadaku!"
Kata Su Yan-hong.
"Kalau bukan karena Tiong-cianpwee, kita masih mengira kau juga takut kepada Liu Kun dan tidak berani melawannya!"
"Mata-mata Liu Kun berada di mana-mana, maka bila berbicara harus berhati-hati. Kali ini membuat pesta di Cin-hai-lou untung adalah ide kaisar, kalau tidak, yang berjaga di luar dalam adalah anak buah Liu Kun. Bila seperti itu, aku juga tidak ada akal lagi. Setelah ini, Liu Kun akan lebih berhati-hati. Kelok akan lebih sulit lagi menghadapi dia!"
Kata Su Yan-hong.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 155 Lam-touw melihat Siau Cu.
"Sekarang apakah kau sudah mengerti akibatnya?"
Siau Cu ingin berkata sesuatu tapi Su Yan-hong sudah berkata.
"Tapi ini bukan hal yang buruk. Setidaknya dengan ini Liu Kun akan tidak berani terlalu semena-mena lagi, karena tahu di mana-mana orang ingin membunuhnya!"
"Yang harus kita kerjakan sekarang adalah bagaimana mencari keberadaan Lu Tan,"
Kata Su Yan-hong.
"Apakah dia sudah terjatuh ke tangan Liu Kun?"
Tanya Fu Hiong-kun.
"Aku kira tidak. Karena di pihak Liu Kun, tidak terdengar kabar penangkapan Lu Tan. Biasanya bila sudah menangkap pembunuh, dia tidak akan diam-diam mengurungnya. Dia akan bertanya di depan kami cara menghukum pembunuh untuk menunjukkan kekuatannya!"
Fu Hiong-kun pikir perkataan Su Yan-hong benar juga.
"Kalau begitu kita.,."
"Kalian jangan menampakkan diri, serahkanlah hal ini kepadaku. Begitu ada kabar, aku akan memberitahu kalian!"
"Merepotkan Hou-ya!"
"Kata-kata Nona Fu terlalu berat. Dulu karena mata-mata Liu Kun terlalu banyak, maka tidak bisa langsung berkata apa-apa kepadamu. Bila ada ke tidak nyamanan pada kalian, harap maklum!"
Fu Hiong-kun menarik nafas.
"Hou-ya mempunyai cita-cita yang tinggi tapi Hiong-kun tidak tahu, maka terjadi kesalah paham-an!"
"Liu Kun mempunyai kekuatan yang sangat besar, sulit menghadapinya, maka kita harus sangat berhati-hati!"
Kata Su Yan-hong.
"Kelak kita akan lebih berhati-hati!"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 156
"Masalah Lu Tan, serahkan kepadaku!"
Kata Su Yan-hong, lalu dia menepuk pundak Siau Cu.
"menurutku wajah Lu Tan tidak seperti orang . yang pendek umur, maka kau tenanglah!"
Siau Cu melihat Su Yan-hong.
"Sejak kapan kau belajar melihat wajah?"
Lam-touw tertawa di dalam hati.
Walaupun pikirannya masih kacau, tapi tetap ada kelegaan di hatinya.
56-56-56 Lu Tan baru siuman.
Dia merasakan dirinya sedang terbaring di sebuah ranjang yang mewah.
Lukanya sudah terbalut.
Melihat sekeliling ruangan sangat mewah, seperti bukan di tempat tahanan, maka setelah merasa agak tenang, dia tetap merasa aneh.
"Kau sudah bangun?"
Ada suara bertanya. Lu Tan menoleh, dia melihat Su Ceng-cau sedang duduk di belakang ranjang mewah itu. Sikapnya 70% manja, 30% nakal.
"Kau!"
Lu Tan segera teringat waktu dia masuk hutan di belakang Cin-hai-lou, dia bertemu gadis ini dan ditotok oleh gadis ini sampai pingsan.
"Ini aku! Apakah kau tahu siapa aku?"
"Bukankah kau orang Liu Kun?"
"Yang pasti bukan!"
Kata Su Ceng-cau sambil tertawa.
"Kalau tidak, mengapa aku menyelamatkanmu dan membawa kemari?"
"Tempat apa ini?"
"Vila Ling-ong di ibukota!"
"Kau adalah Tiang-lek Kuncu?"
"Siapa yang memberitahu kepadamu?"
"Siau Cu..."
Lu Tan menarik nafas lega. Yang dia tahu Kuncu memang nakal, tapi dia bukan orang Liu Kun. Su Ceng-cau menggelengkan kepala.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 157
"Si pelit itu selalu ingat aku memecahkan piring yang dia pakai biasanya untuk bermain sulap!"
Lu Tan tertawa.
"Dia hanya memberitahu padaku, uang pemberian Kuncu cukup untuk membeli 10 kali lipat piring!"
"Awalnya aku ingin menambah kesibukan untuk dia, tapi selalu tidak ada waktu!"
Kata Su Ceng-cau tertawa. Lu Tan ingin memberi hormat, tapi begitu bergerak dua ketiaknya terasa sakit. Tapi dia tetap berkata.
"Lu Tan sangat beruntung bertemu Kuncu, budi menyelamatkan nyawa..."
Su Ceng-cau mencegat.
"Waktu aku menotok nadimu, apa yang kau pikirkan? Kau kira aku adalah orang Liu Kun?"
Lu Tan mengangguk.
"Sekarang aku mengerti, jika jalan darah tidak ditotok, mungkin aku akan kehabisan darah dan mati!"
"Kau adalah orang yang mengerti!"
Su Ceng-cau tertawa lepas.
"Tapi aku tidak mengerti, aku belum pernah bertemu Kuncu tapi Kuncu mau menolongku dan melawan Liu Kun!"
"Aku mau menolong siapa, tidak ada yang bisa menahanku. Aku sudah menyiapkan sedikit bubur putih, aku lihat kau pasti lapar!"
Dia membawa bubur kepada Lu Tan.
"Tenanglah, orang-orang Liu Kun tidak akan mencariku sampai ke sini. Setelah lukamu sembuh, kau baru pergi!"
Lu Tan melihat dia sedikit bengong, Su Ceng-cau melihat Lu Tan yang masih bengong berkata.
"Kenapa kau? Cepatlah makan bubur ini, tanganku sudah pegal!"
Lu Tan cepat mendekat. Kata Su Ceng-cau.
"Aku belum pernah melayani orang seperti ini, kau adalah orang yang pertama!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 158 Lu Tan ingin mengambil semangkuk bubur itu tapi kedua ketiaknya terasa sangat sakit, sakitnya sampai membuat keringat dingin keluar.
"Untuk apa memaksakan diri!"
Wajah Su Ceng-cau terlihat merah, terlihat bertambah cantik.
Sampai larut malam, tetap tidak ada kabar keberadaan Siau Cu dan Lu Tan.
In Thian-houw, Tiang-seng, dan lain-lain sangat tidak bersemangat.
Liu Kun bertambah marah.
"Hanya satu pembunuh pun bisa menghilang. Besok saat menghadap kaisar, apa yang harus kukata kan?"
Liu Kun marah. Tiang-seng yang pertama berkomentar.
"Kiu-cian-swe. Walaupun Cin-hai-lou sangat luas, tapi penjagaan sangat ketat. Pembunuh bisa datang dan pergi dengan mudah, berarti di dalam pasti ada pengkhianat yang membantu!"
"Siapa yang tidak tahu hal ini? Tapi pembunuh tidak bisa tertangkap, siapa yang bisa mencari orang dalam yang membantu pembunuh itu? Kalian benar-benar membuatku kecewa, sampai Lu Tan yang terluka pun bisa terlepas!"
"Aku sedikit curiga kepada Kang Pin. Mungkin mereka melihat pembunuh itu, tapi mereka tidak menangkap malah melepaskannya!"
"Sekarang baru curiga tidak ada gunanya lagi! Semua orang tahu pembunuh datang untuk membunuh aku!"
"Untung Kiu-cian-swe ada keberuntungan pada waktu itu. Walaupun sempat terkejut, tapi tidak membahayakan nyawa Kiu-cian-swe. Dua panah beracun itu adalah racun Kian-hiat-hong-hou!"
Kata In Thian-houw. Liu Kun bergetar dingin. Kata In Thian-houw kemudian.
"Walaupun Lu Tan datang membalas dendam ayahnya, aku kira tidak sederhana seperti itu!"
"Pasti ada orang yang mengatur ini di belakangnya!"
Kata Tiang-seng.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 159
"Yang paling dicurigai adalah An-lek-hou. Kang Pin adalah orang di pihak dia, yang sudah dengan cepat membantu pembunuh meninggalkan tempat!"
Kata In Thian-houw.
"Bila kalian tidak ada bukti, jangan semba-rangan berkomentar!"
Teriak Liu Kun. Semua orang terdiam. Kata Liu Kun lagi.
"Pada peristiwa Cjn-hai-iou terlihat An-lek-hou tidak seperti dulu lagi, sampai-sampai aku tidak merasa sudah masuk ke perangkap dan mengangkat dia menjadi komandan ibukota. Kalau kalian semba-rangan bicara dan dia mendapatkan bukti, pada waktu itu aku mungkin tidak ada akal lagi untuk keluar dari masalah!"
Semua orang terdiam. Liu Kun berpesan dengan dingin.
"Mulai sekarang kalian harus lebih sering mengawasi gerak-gerik Su Yan-hong. Tapi sebelum aku mengijinkan, kalian jangan sembarangan bertindak!"
Terhadap Su Yan-hong, dia mempunyai perkiraan yang baru.
Sampai hari kedua siang, Su Yan-hong tetap tidak mendapatkan kabar Lu Tan.
Semua tempat persembunyian di Cin-hai-lou sudah dicari dan Lu Tan tidak ditemukan.
Pada waktu itu Su Ceng-cau menyebutkan beberapa kata, Lan-lan terkejut dan pergi, kemudian dia mengundang Tiong Toa-sianseng keluar.
Su Yan-hong ingin meninggalkan tempat, tapi kata-kata Su Ceng-cau membuat dia tinggal kembali.
"Apakah kau An-lek-hou tidak menginginkan An-lek lagi?"
Ketika Su Ceng-cau berbicara, matanya terus berkedip, terlihat sangat licik.
"Apa maksudmu?"
Tanya Su Yan-hong.
"Tidak bertemu pembunuh, hati Liu Kun tidak nyaman. Apakah kau An-lek-hou juga tidak nyaman?"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 160
"Oh?"
Su Yan-hong pura-pura tidak mengerti.
"Kelihatannya kau sama sekali tidak tertarik dengan keberadaan pembunuh! Kalau kau tidak mau tahu, terpaksa aku harus memberitahu Liu-kong-kong!"
"Jangan bicara kepada Liu Kun!"
Su Yan-hong tidak bisa berpura-pura lagi.
"sekarang di mana Lu Tan berada?"
"Tempat yang aman, yang hanya aku sendiri yang tahu!"
"Sebenarnya di mana?"
"Di tempat tinggalku yang aman!"
"Mengapa bisa tinggal di rumahmu?"
"Aku yang menolong dia dan membawa dia pulang!"
Su Yan-hong baru lega. Su Ceng-cau berkata.
"Aku tidak tahu mengapa Liu-kongkong sang at menganggap penting orang ini. Bila Lu Tan diantar ke sana, aku kira Liu-kongkong pasti akan sangat senang!"
"Jangan diantar ke sana. Kalau dia jatuh ke tangan Liu Kun, dia akan menyiksanya..."
"Apakah akan terjadi begitu?"
Mata Su Ceng-cau mengeluarkan sorotan licik. Akhirnya Su Yan-hong melihat juga. Dia menarik nafas.
"Sekarang bukan waktunya untuk bercanda!"
"Siapa yang bercanda? Kalau kau tidak menyetujui syaratku, aku akan mengantar orang ini kepada Liu-kongkong!"
"Syarat apa?"
Kepala Su Yan-hong seperti sudah menjadi dua. Dia tahu Su Ceng-cau nakal, maka syarat yang dia berikan pasti hal yang sulit. Su Yan-hong terus melihat dia. Tiba-tiba dia bertanya.
"Apakah kau sangat membenciku?"
"Tidak ada hal seperti ini. Bukankah aku selalu baik kepadamu?"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 161
"Kalau begitu kau pasti bisa menebak syarat apa yang aku berikan kepadamu."
"Aku benar-benar tidak terpikir syarat apa, katakanlah!"
Su Ceng-cau memutar tubuh sedikit, wajahnya terlihat sedikit malu.
"Betulkah aku yang harus mengatakannya?"
Su Yan-hong mengangguk. Su Ceng-cau meng hentakkan kaki.
"Ingin aku melepaskan Lu Tan syaratnya hanya satu, kau harus memperistri aku!"
"Apa? Kau jangan bercanda!"
Su Yan-hong berteriak.
"Siapa yang bercanda? Aku begitu suka padamu, apakah kau tidak tahu?"
Su Yan-hong terpaku.
"Kau lepaskan Lu Tan dulu!"
"Tidak bisa. Kalau kau tidak setuju, jangan harap aku bisa melepaskan orang ini!"
"Bagaimana keadaan Lu Tan?"
"Dia baik, dia tidak akan mati!"
"Bagaimana luka dia?"
"Hanya luka luar. Bila aku menyuruhmu jangan khawatir, kau tidak perlu khawatir. Sampai sekarang kau belum menjawab pertanyaanku!"
"Biar aku pikir-pikir dulu!"
"Baiklah, aku memberimu waktu lima hari. Setelah lima hari, jika kau tidak memberi jawaban, aku akan menyerahkan orang ini kepada Liu Kun!"
"Kebaikan apa yang bisa kau dapatkan dengan ini?"
"Tidak peduli. Aku hanya akan menunggu lima hari."
Dia tertawa, kemudian seperti kupu-kupu di kebun bunga terbang meninggalkan tempat.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 162 Su Yan-hong hanya bisa menarik nafas.
Yang pasti hatinya kacau.
Ketika Su Ceng-cau meninggalkan tempat, Tiong Toa-sianseng sudah masuk.
Tanya Su Yan-hong.
"Guru, ke mana Lan-lan pergi?"
Tiong Toa-sianseng tertawa.
"Aku mengajari dia beberapa jurus. Dia sedang berlatih di belakang!"
"Guru harus memperhatikan dia lagi."
"Apa katamu, Tiang-lek Kuncu datang untuk memberi masalah lagi?"
Su Yan-hong tertawa kecut.
"Lu Tan sudah diselamatkan oleh dia!"
"Ini adalah hal yang baik. Jika tertangkap oleh Liu Kun, akan sangat repot!"
Su Yan-hong masih tertawa kecut.
"Tecu hanya ingin guru ke Kuil Pek-in mem-beritahu mereka bahwa Lu Tan berada di Vila Ling-ong. Dia sangat aman!"
"Ini sangat mudah. Kalau kau ada waktu, lebih baik kau sendiri yang ke sana!"
"Anak buah Liu Kun terus mengawasi tempat ini. Dia curiga murid yang mengatur peristiwa Cin-hai-lou. Maka jika murid dibuntuti sampai kuil Pek-in akan sangat repot!"
"Memang saat sekarang ini kita harus lebih hati-hati!"
Angguk Tiong Toa-sianseng.
"Aku telah merepotkan guru!"
"Kita adalah murid dan guru, jangan sungkan!"
"Beritahu mereka, Lu Tan sangat aman dan suruh mereka jangan sembarangan bertindak!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 163
"Dari perkataanmu, walaupun Lu Tan berada di Vila Ling-ong, tapi sepertinya ada yang tidak beres?"
Tanya Tiong Toa-sianseng.
"Apakah Tiang-lek Kuncu datang mencari masalah lagi?"
"Tidak begitu repot juga!' "Kadang-kadang bila ada masalah, guru tidak bisa membantumu!"
Orang tua ini sangat mengerti Su Yan-hong.
57-57-57 Setelah mengetahui Lu Tan selamat dan aman berada di Vila Ling-ong, Siau Cu dan Lam-touw juga Fu Hiong-kun sangat gembira.
Hanya di dalam kegembiraan mereka merasa aneh.
"Gadis ini bisa menolong orang?"
Siau Cu teringat Su Ceng-cau pernah memecahkan piring dan mengacaukan pertunjukkan sulapnya. Lam-touw melihatnya.
"Kau jangan membantah, sebenarnya dia bukan orang jahat. Kalau-tidak, dia tidak akan mengganti rugi pada kita!"
I Siau Cu tertawa dingin.
"Ini hanya berarti ada uang semua masalah bisa diselesaikan. Aku tidak pernah mempercayai gadis ini. Menurutku, dia menyelamatkan Lu Tan pasti ada rencana busuk!"
"Ada rencana busuk apa?"
Siau Cu tertawa dingin.
"Walaupun aku tidak bisa menebak, tapi merasa ada yang tidak beres!"
"Tapi kau harus mengaku bahwa gadis ini tidak jahat!"
Kata Lam-touw. Siau Cu mencengkram rambutnya yang acak-acakan.
"Memang tidak jahat tapi juga tidak baik. Yang penting aku tidak tenang Lu Tan berada di tempat dia!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 164
"Semua orang tenanglah, tidak akan ada yang terjadi. Kalau tidak, Su Yan-hong tidak akan tenang Lu Tan tinggal di sana!"
Kata Tiong Toa-sianseng. Melihat Tiong Toa-sianseng, dia tidak bisa ber-kata apa-apa. Fu Hiong-kun baru berkata.
"Yang membuat aku tidak tenang adalah luka Lu Tan!"
"Itu hanya luka luar, Nona Fu tenanglah!"
Terlihat Tiong Toa-sianseng tertawa dan sikapnya tidak berubah.
"Sebenarnya Su Yan-hong ingin datang sendiri kemari, tapi karena orang-orang Liu Kun siang malam mengawasi, maka terpaksa dia menghindar dulu!"
Kata Tiong Toa-sianseng.
Walaupun Tiong Toa-sianseng tidak menyampaikan hal ini, Fu Hiong-kun dan lain-lain sudah tahu.
Su Yan-hong dan Tiong Toa-sianseng yang pada waktu itu berpangku tangan di Cin-hai-lou, pasti akan mem-buat Liu Kun curiga.
58-58-58 Mengingat sikap Su Yan-hong yang malu dan tidak berdaya, Su Ceng-cau segera tertawa.
Dari dulu yang dibuat marah selalu dia, sulit baginya mendapatkan kesempatan untuk membuat Su Yan-hong bisa marah.
Dia ingin menyampaikan kepada semua orang tentang hal ini, tapi kemudian dia merasa itu bukan hal yang sangat menarik.
Orang yang tahu belum tentu akan menertawakan malunya Su Yan-hong.
Bahkan mungkin akan ada orang yang meng komentari perilaku dia yang memaksa orang.
Kalaupun tidak disampaikan olehnya, Su Yan-hong yang menyampaikan pun hasilnya pasti sama.
Apakah Su Yan-hong akan menyampaikan masalah ini kepada orang lain?
Dia ragu.
Akhirnya dia merasa dia tidak begitu mengerti Su Yan-hong, dan dia harus menikah dengannya.
Bagaimana kalau Su Yan-hong sudah berbicara dengan orang lain?Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 165 Yang pasti dia akan membenci Su Yan-hong.
Semakin dipikir dia semakin merasa kacau.
Sampai melihat Lu Tan, hatinya baru tenang.
59-59-59 Lu Tan dengan bengong melihat dia masuk.
Kedua alis yang tadinya berkerut segera terbuka.
Melihat Su Ceng-cau, sakit karena luka bisa terlupakan.
"Bagaimana?"
Kata Su Ceng-cau tertawa.
"Tidak ada apa-apa!"
"Wajahmu penuh keringat, apakah sangat sakit?"
"Tidak begitu!"
Lu Tan memaksa mengeluarkan tawa.
"Apakah lukanya sangat sakit?"
"Sebelah kanan..."
Kata-katanya belum selesai, tangan Su Ceng-cau sudah menekan ketiak kanannya.
Dua alis Lu Tan segera mengerut, dia mengeluarkan keringat dingin, mulutnya terbuka tapi tidak mengeluarkan suara.
Su Ceng-cau segera melepaskan tangannya.
"Mengapa bisa terjadi seperti ini?"
Sifat Su Ceng-cau tergesa-gesa. Lu Tan belum menjawab, dia sudah memotong kain pembalutnya. Luka di ketiak kanan Lu Tan memang sudah menghitam dan mulai membusuk.
"Mengapa kau tidak memberitahu kepadaku kau terluka oleh senjata beracun!"
Su Ceng-cau berteriak sambil berputar-putar.
"Seharusnya tidak beracun!"
Tapi akhirnya dia teringat waktu Hongpo bersaudara menangkap panahnya yang beracun, dan memukul panah itu keluar jendela menggunakan Poan-koan-pit.
Apakah pukulan ini membuat Poan-koan-pit terkena racun?
Dia tertawa kecut.
Pusing kepalanya mulai menyerang lagi.
Dalam penglihatan dia yang mulai buram, suara Su Ceng-cau terdengar sangat jauh.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 166
"Guru pasti punya cara!"
Waktu Su Ceng-cau terpikir akan ini, Lu Tan sudah pingsan.
Sanggup .
menahan sampai sekarang, dia sudah terbilang hebat.
Su Ceng-cau segera berlari.
60-60-60 Tidak ada angin bertiup tapi penutup kepala Siau Sam Kongcu bergerak.
Dia memegang pedang.
Sorot matanya tajam seperti pedang, sorot mata tertuju di sebuah semak-semak sejauh 3 depa.
Pedang dikeluarkan.
Siau Sam Kongcu tidak menggeser langkahnya.
Telapak kanan melayangkan pedang keluar.
Begitu menggurat langsung ditarik kembali dan pedang segera masuk ke dalam sarung, gayanya sangat indah, jarang terlihat gaya seperti ini.
Daun-daun beterbangan di semak-semak yang berjarak 3 depa.
Begitu daun terjatuh ke bawah, tidak ada yang utuh.
Ranting juga patah setelah daun berjatuhan.
Dia menggeleng-gelengkan kepala, tiba-tiba bertanya.
"Ceng-cauw, ada perlu apa mencariku?"
Su Ceng-cau keluar dari gunung buatan.
"Guru, kau tahu aku bersembunyi di sini?"
Siau Sam Kongcu tertawa.
"Kalau yang seperti itu aku tidak tahu, mana mungkin pantas menjadi gurumu?"
Dia membalikkan tubuh.
"apa yang terjadi?"
"Aku mohon guru menyelamatkan seseorang!"
"Siapa?"
Sorotan matanya seperti ingin menyi nari ke hati Su Ceng-cau yang paling dalam.
"Sebenarnya aku juga tidak begitu mengenal dia!"
"Kau membuat masalah lagi di luar?"
"Bukan aku yang melukainya!"
"Sekarang di mana dia berada?"
"Di kamar tamu sebelah barat..."Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 167
"Kalau bukan kau yang melukai dia, mengapa bisa berada di kamar tamu?"
"Aku yang membawa dia kemari!"
"Siapakah dia?"
"Dia adalah salah satu orang yang ingin membunuh Liu Kun. Namanya Lu Tan, putra Lu Kian!"
Akhirnya Su Ceng-cau berterus terang.
"Itu sudah jelas, kau benar-benar berani, menyembunyikan penjahat yang diburu kerajaan!"
"Dia adalah orang baik-baik..."
"Kau adalah Kuncu, tapi kau menyembunyikan penjahat yang mau ditangkap. Hukuman mati sudah pasti. Hukuman hidup juga sulit diampuni!"
"Kaisar seperti tidak mau memeriksa masalah ini!"
"Kalau Liu Kun yang memeriksa, bukankah sama saja?"
"Kalau tertangkap, aku sebagai murid pasti bersalah. Apakah guruku bisa lepas tangan?"
Siau Sam Kongcu terkejut. Su Ceng-cau tertawa.
"Dia sedang pingsan karena terkena racun. Sepertinya hanya guru yang bisa menolong dia..."
Siau Sam Kongcu melihatnya dan menarik nafas.
Menghadapi murid yang satu ini, tidak ada cara lain, dia hanya bisa mengikuti kemauannya.
61-61-61 Sesampainya di kamar tamu, Lu Tan masih pingsan.
Setelah Siau Sam Kongcu memeriksa lukanya, kedua alisnya segera berkerut.
Su Ceng-cau melihat dan bertanya.
"Bagaimana? Apakah bisa mengancam nyawa nya?"
"Betul! Untung diketahui lebih awal, kalau terlambat Hoa-to yang hidup kembali juga tidak bisa menyelamatkan dia!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 168
"Sekarang apakah guru sudah mempunyai rencana?"
Siau Sam Kongcu tertawa.
"Apakah kau tidak bisa melihatnya? Aku benar-benar curiga apakah kau adalah muridku?"
"Terima kasih guru!"
Su Ceng-cau meloncat bangun. Pada waktu itu Lu Tan baru sadar kembali. Melihat Siau Sam Kongcu, sorot matanya membesar dan dia berusaha duduk.
"Ini adalah guruku, aku mempersilakan dia datang untuk mengobati luka beracunmu!"
"Tidak...tidak perlu..."
Lu Tan ingin duduk kembali. Kata Siau Sam Kongcu dengan santai.
"Mati ada yang berat seperti Tai-san. Alasan ini aku kira kau harus mengerti!' Kepala Lu Tan seperti dipukul, baru mengerti.
"Merepotkan Cianpweel"
"Aku tidak tahu apakah kau kuat menahan sakit?"
Dari pinggir meja Siau Sam Kongcu mengeluarkan sebuah kotak dan mengeluarkan pisau tajam.
"Apakah sangat sakit?"
Tanya Su Ceng-cau.
"Racun sudah masuk ke tulang iga, harus mengerik tulang untuk mengobatinya!"
"Apakah tidak ada cara yang lain?"
Su Ceng-cau terkejut.
"Pisau bukan untuk mengerik tulangmu, untuk apa kau takut?"
Su Ceng-cau tertawa kecut. Dia melihat Lu Tan. Lu Tan dengan ringan berkata.
"Silahkan Cianpwee menggunakan pisau!"
Siau Sam Kongcu mengangguk.
"Waktu aku menggunakan pisau, kalau kau 'bisa mengatur nafas, itu berarti sudah berhasil separuh. Tapi kalau kau tidak tahan sakit, aku akan meno-tok dulu jalan darahmu."
"Harap Cianpwee menggunakan pisau!"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 169
"Baiklah!"
Kata Siau Sam Kongcu.
Dengan tangan kiri dia mengambil api di lampu.
Api terus berputar dan menyala semakin terang, dan juga semakin panas, membuat Su Ceng-cau merasa sesak nafas.
Nyala api yang berputar kemudian jatuh ke dalam luka Lu Tan.
Segera timbul suara CES!
CES!
Daging yang sudah busuk terjatuh.
Asap putih pelan-pelan naik dan tercium bau hangus.
Su Ceng-cau tidak kuat melihatnya, dia membalikkan tubuh.
Yang pasti kesakitan ini bukan orang biasa yang bisa menahan, tapi di luar dugaan, Lu Tan bisa menahannya dan sampai sedikit suara mengeluh pun tidak terdengar.
Butiran keringat besar terus menetes.
Dia tetap bertahan.
Sorot matanya memandangi luka, melihat daging yang busuk jatuh dari luka dan darah merah terus mengalir.
Akhirnya pisau Siau Sam Kongcu sampai di tulang iganya.
Begitu dikerik, Su Ceng-cau segera menutup telinganya.
Suara itu benar-benar sangat' menakutkan, membuat orang merasa merinding.
Entah sudah lewat berapa lama, Su Ceng-cau juga tidak tahu.
Sampai Siau Sam Kongcu membentak.
"Ceng-cau!", dia baru terbangun dari mimpi.
"Guru!"
Dia sudah tidak mendengar suara kerikan tulang tapi dia tetap tidak berani melihat.
"Cepat bawa obat kemari!"
Siau Sam Kongcu berpesan.
Su Ceng-cau baru menoleh, terlihat api itu masih berputar-putar di telapak Siau Sam Kongcu, tapi warna api berubah menjadi ungu kehijauan.
Wajah Siau Sam Kongcu pucat seperti kertas, keringat terus menetes, bajunya basah oleh keringat.
Meng obati seakan-akan terlihat mudah tapi sebenarnya sudah menguras banyak tenaga dalamnya.
"Obat apa?"
Su Ceng-cau terlihat sedikit kacau. Sorot mata Siau Sam Kongcu menuju ke kotak kedua di atas meja. Di dalam kotak, ada dua botol giok kecil.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 170
"Di dalam botol?"
Suara Su Ceng-cau gemetaran.
"Beri aku satu gelas!"
Su Ceng-cau dengan kuku membuka tutup botol yang sudah disegel dengan lilin dan menumpahkan bubuk obat ke gelas giok kecil.
Obat bubuk berwarna merah dan mengeluarkan bau pedas.
Su Ceng-cau tidak tahan dan bersin.
"Hati-hati! Obat ini sangat sedikit. Lebih baik menumpahkannya ke telapak kiriku!"
Mulut Siau Sam Kongcu berbicara, tapi matanya tetap melihat luka Lu Tan.
"Tapi..."
Su Ceng-cau melihat di telapak kiri Siau Sam Kongcu masih ada api.
"Cepat tumpahkan!"
Siau Sam Kongcu membentak.
Terpaksa Su Ceng-cau menumpahkan obat.
Api segera mengeluarkan suara FENG!
Berubah menjadi warna merah.
Jelapak Siau Sam Kongcu segera membalik.
Merah yang seperti darah itu ditempelkan di luka Lu Tan.
Daging di tubuh Lu Tan mengerut, tapi dia tetap tidak berteriak.
Dia menggigit bibirnya sampai mengeluarkan darah.
Akhirnya dia pingsan dan roboh ke ranjang.
"Dia!"
Su Ceng-cau berteriak.
"Tenanglah!"
Siau Sam Kongcu menghembuskan nafas.
Dia mengambil kain yang sudah disiapkan dan membalut luka Lu Tan.
Su Ceng-cau melihat kiri dan kanan, dia kerepotan ingin membantu tapi tidak tahu apa yang harus dia bantu.
Melihat Siau Sam Kongcu sudah selesai membalut luka, dia berteriak.
"Guru! Mengapa dia masih pingsan?"
"Bila dia sadar nanti akan pingsan lagi. Biarlah dia pingsan, malah akan lebih nyaman!"
Kata Siau Sam Kongcu.
"tenanglah, racun sudah bersih, biar dia istirahat sebentar, dia akan bisa pulih kembali!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 171
"Betulkah?"
Su Ceng-cau masih tidak percaya.
"Kapan guru pernah berbohong kepadamu?"
Su Ceng-cau mengangguk. Dia melihat Lu Tan dan berkata.
"Orang ini benar-benar aneh. Jelas-jelas sakit, mungkin berteriak akan lebih nyaman baginya, tapi dia malah tidak mau berteriak, orang yang tidak tahu akan mengira dia bisu!"
"Kau tahu apa. Ini namanya laki-laki besi!"
Mata Siau Sam Kongcu memancarkan cahaya memuji.
"Mungkin ayahnya juga beradat keras?"
"Makanya Liu Kun tidak suka!"
Siau Sam Kongcu segera bangun untuk membereskan barang. Mata Su Ceng-cau berputar.
"Orang ini lucu juga!"
"Ceng-cau, aku kira lebih baik kau mengantar orang ini keluar!"
"Mengapa? Apakah Liu Kun akan mencari sampai ke sini? Aku tidak takut!"
Siau Sam Kongcu ingin mengatakan sesuatu tapi perkataan tidak keluar dari mulutnya.
Akhirnya dia berjalan keluar.
Dia sudah melihat Su Ceng-cau tertarik dengan orang ini.
Kalau tidak dihadang, akan menimbulkan kerepotan lagi.
Memang dia sudah melihat hal ini tapi dia juga seperti itu, apa yang bisa dia katakan?
62-62-62 Malam bertambah larut.
Semua orang di rumah Ling-ong sudah tidur kecuali Siau Sam Kongcu.
Selain itu, mungkin hanya pasukan yang berpatroli yang belum tidur.
Tiba-tiba dari atas dinding yang tinggi, ada orang meloncat masuk.
Dia adalah Siau Cu!
Setelah meloncat turun, dia segera masuk ke dalam semak-semak.
Gerakannya lincah dan cepat, mata dan telinga dipasang dengan baik.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 172 Dia mendengar suara seruling, suara seruling yang ditiup berasal dari gunung buatan di sana.
Suara seruling seperti sedang berbicara juga seperti menangis.
Dia melihat Siau Sam Kongcu sedang duduk di gunung buatan dan bermain seruling.
Jarak mereka sekitar 20 depa, tapi Siau Sam Kongcu bisa melihat dengan jelas.
"Pelajar-yang tidak pengertian. Malam-malam begitu meniup seruling, apakah tidak tahu bisa meng' ganggu orang tidur!"
Sambil mengomel Siau Cu keluar dari semak-semak dan berjalan ke arah koridor.
Koridor berbelok dan berbelok lagi, tapi sepan jang jalan tidak ada orang.
Siau Cu merasa senang juga kecewa, karena dia ingin menangkap satu orang untuk ditanyai di mana Lu Tan berada.
Siau Cu mencurigai kebaikan Su Ceng-cau, mana mungkin dia tidak datang menengok Lu Tan?
Koridor berbelok lagi.
Tiba-tiba di depan terdengar lagi suara seruling.
"Orang di sini memang aneh. Semua orang senang meniup seruling malam-malam!"
Siau Cu marah tapi sorot mata segera membesar. Karena orang yang meniup seruling bukan orang lain tapi tetap adalah Siau Sam Kongcu.
"Apakah ada orang yang begitu mirip?"
Siau Cu mundur.
Dia balik meloncat pagar bunga dan mengendap-endap berjalan ke kamar sana.
Di sepanjang jalan dia selalu sangat hati-hati.
Sebelum masuk ke dalam ruangan, suara seruling sudah keluar dari sana.
Siau Cu melihat, dan terlihat lagi Siau Sam Kongcu duduk di depan kamar meniup seruling.
"Celaka!"
Waktu Siau Cu ingin kabur, suara seruling sudah berhenti dan kemudian terlihat kedipan bayangan orang, Siau Sam Kongcu sudah menghadang di depan Siau Cu.
Terpaksa Siau Cu bertepuk tangan.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 173
"Ilmu yang bagus!"
Siau Sam Kongcu melihat dia dan berkata.
"Sama-sama. Mengapa tuan yang bermain .sulap di Sin-sa-hai bisa main kemari? Tidak hanya berilmu bagus, kau juga seorang yang berani!"
"Ternyata adalah orang yang sudah kenal, kita bisa lebih enak berbicara!"
"Tuan malam-malam datang ke rumah Ling-ong, apa tujuanmu? Apakah ingin mencari temanmu?"
Siau Sam Kongcu tetap tertawa.
"Aku tidak mau menutupi hal ini. Sekarang di mana dia berada?"
"Di dalam rumah Ling-ong! Bisa mempunyai teman yang setia kawan^sepertimu, marga Lu tidak sia-sia hidup sekarang ini!"
"Bagaimana keadaannya?"
"Tidak ada masalfth dengan lukanya. Bila sanggup pulang, dia akan pulang sendiri!"
Siau Sam Kongcu menunjuk dengan seruling.
"sekarang silah kan pulang!"
"Aku ingin bertemu dengannya!"
"Di setiap tempat ada aturan main. Kau masuk dengan meloncat pagar tinggi. Karena kau baru pertama kali, aku memaafkanmu. Kau seharusnya merasa puas!"
"Bila ingin..."
"Kau harus melewati aku dulu!"
"Malam ini aku tidak tertarik!"
Siau Cu melayangkan tangan.
"kita bertemu di lain waktu!"
Dia berlari keluar, karena sudah melihat akan sulit melewati Siau Sam Kongcu. Setelah Siau Cu pergi, Siau Sam Kongcu berkata sendiri.
"Lihat, kerepotan sudah datang!"
Su Ceng-cau keluar dari gunung buatan. Dia tertawa kecut.
"Di mana pun aku berada selalu tidak bisa lolos dari pandangan guru!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 174
"Menjadi seorang guru memang tidak mudah!"
"Mengapa guru tidak menyuruh dia membawa Lu Tan pergi?"
"Kau yang menyelamatkan dia. Tentang kapan harus dipulangkan, kau yang harus mengambil keputusan!"
Siau Sam Kongcu menarik nafas.
"kau harus bisa berpikir baik-baik!"
Su Ceng-cau kelepasan berkata.
"Baik! Apapun yang terjadi, sampai waktunya nanti aku harus memberikan jawaban yang jelas!"
"Apa?"
Siau Sam Kongcu merasa aneh.
"Tidak ada apa-apa!"
Su Ceng-cau sudah meninggalkan tempat.
Siau Sam Kongcu tidak memanggil dia, hanya menggelengkan kepala.
Sebenarnya seberapa besar yang dia bisa tahu?
*** Selama empat hari berturut-turut tidak ada kabar tentang pembunuh, hati Liu Kun merasa tidak nyaman.
Tapi dia juga tidak mengambil tindakan apa-apa karena masih ada hal yang lebih penting menunggunya.
Pagi ini dia keluar dari belakang rumah secara rahasia, naik ke atas kuda, kemudian bersama dengan sekelompok orang diam-diam meninggalkan rumah dari pintu belakang.
Sampai di luar kota, dia tetap berpesan.
"Rapat Tiang-teng diadakan hari ini, sepanjang jalan kita harus lebih hati-hati, jangan sampai tersebar luas. Orang yang ingin aku temui, aku harap orang lain tidak tahu bahwa dia sudah berada di ibukota!"
In Thian-houw dan Hongpo bersaudara segera menjawab.
"Kami tahu!"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 175
"Kalian harus hati-hati, beri kesan baik kepada orang ini!"
Liu Kun berpesan lagi.
"Kami mengerti!" 63-63-63 Tiang-teng kuno berada di selatan kota, jauhnya sekitar 10 li. Cat-cat merah sudah terkelupas, kelihatannya sudah lama tidak digunakan. Walau di mana pun, Ling-ong selalu mempunyai sikap yang tidak biasa. Nama aslinya Cu Cin-hoo, ayahnya adalah putra ke-17 Tai-cu. Dia menamakan diri Ling-ong. Tadinya dia hanyalah seorang raja kecil di daerah, tapi dalam beberapa tahun ini dia terus menambah pasukan. Sekarang dia sudah menjadi seorang raja kecil yang kuat, maka selalu menjadi orang rebutan Liu Kun dan kaisar. Kali ini dia masuk ke ibukota pasti bukan tanpa sebab. Dia mempunyai empat orang pengawal setia. Liu Hui-su, Cia Ceng-hong, Hoa Pie-li, Soat Boan-thiatt, mereka dijuluki Su-ki-sat-jiu (Pembunuh 4 musim). Sekarang mereka semua ikut datang ke ibukota. Empat orang Su-ki-sat-jiu ini seperti orang yang terpelajar, maka sekarang mereka berpenampilan seperti sastrawan. Soat Boan-thian dulu pernah muncul dengan penampilan seorang tabib di luar pintu kediaman Liu Kun menjual obat. Sekarang dia sudah kembali berpenampilan seperti seorang sastrawan. Bila dibandingkan dengan tiga pembunuh yang lain, dia tampak tidak berbeda dengan mereka. Selain mereka berempat, masih ada pengawal yang aneh, yaitu seekor beruang hitam yang sangat besar. Waktu Liu Kun datang, Ling-ong sedang mem beri makan buah-buahan kepada beruang hitam itu. Semua orang melihat dan merasa aneh, tidak terkecuali Liu Kun. Terdengar suara teriakan.
"Kiu-cian-swe hadir!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 176 Ling-ong menaruh buah-buahan yang di tangannya dan menyambut Liu Kun.
"Sepanjang jalan Ong-ya pasti lelah!"
Liu Kun sudah dapat mengucapkan kata-kata seperti ini dengan lancar, tapi sekarang ketika keluar dari mulutnya, dia merasa tegang.
"Menyuruh Liu-congkoan kemari, aku benar-benar merasa tidak enak!"
Ling-ong memegang pundak Liu Kun.
"silahkan masuk! Makanan dan arak sudah siap. Walaupun pondok sudah usang, tapi kursi dan meja masih baru!"
Setelah bersulang, Ling-ong baru berkata.
"Peristiwa Cin-hai-lou beberapa hari yang lalu sudah mengejutkan Liu-congkoan!"
"Karena menumpang keberuntungan Ling-ong, memang terkejut tapi tidak mengalami bahaya!"
Liu Kun sama sekali tidak merasa pernyataan Ling-ong di luar dugaan.
Karena mata-mata yang ditempat kan di ibukota sangat banyak, maka kabar apapun yang terjadi, dia bisa mendapatnya dengan cepat, apalagi waktu itu ada Tiang-lek Kuncu.
"Katanya sampai sekarang pembunuhnya belum ditemukan?"
"Walaupun belum tertangkap tapi sudah ada petunjuk. Demi tidak mengejutkan mereka, pada saat nya nanti kita akan menjala mereka sekaligus!"
"Baik!"
Ling-ong telihat sangat percaya dengan kata-katanya.
"Tidak disangka walaupun Ong-ya berada di Kanglam, tapi apa yang terjadi di ibukota bisa tahu dengan jelas!"
Akhirnya kata-kata ini keluar juga dari mulut Liu Kun.
"Tapi sayang belum bisa berbagi kekhawatiran Liu-congkoan!"
"Obat yang mengobati hati sudah diantarkan, itu lebih dari cukup!"
"Itu adalah hal kecil!"
"Ong-ya terlihat sangat mendukung rapat di Tiang-teng hari ini. Aku pasti bertambah tenang!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 177 Jamuan ini tidak sederhana, tapi dua orang ini mempunyai beberapa maksud.
64-64-64 Pada waktu yang bersamaan, Fu Hiong-kun ditemani oleh Tiong Toa-sianseng datang ke An-lek-hu.
Dia datang untuk mencari kabar baru dan sekalian memberitahu Su'Yan-hong bahwa Siau Cu malam-malam pergi ke Ling-ong Fu, tapi pulang dengan tangan kosong.
Su Yan-hong merasa terkejut.
"Dia terlalu ceroboh. Di sana ada Siau Sam Kongcu, ingin membawa orang pergi, itu bukan hal yang mudah!"
"Malam itu dia bertemu dengan Siau Sam Kongcu, tapi Siau Sam Kongcu tidak mempersulit nya!"
Kata Fu Hiong-kun sambil tertawa.
"masih memberitahu Kongcu bahwa luka Lu Tan tidak perlu dikhawatirkan!"
"Siau Sam Kongcu bukan orang jahat!"
Kata Tiong Toa-sianseng sambil menarik nafas. Su Yan-hong sedikit khawatir.
"Apakah Ceng-cau tahu? Kalau tahu, aku takut hal ini..."
Dia tidak meneruskan pembicaraannya, tapi Fu Hiong-kun bertanya.
"Apakah terhadap peristiwa ini, Tiang-lek Kuncu mempunyai tujuan lain?"
"Mana mungkin?"
Su Yan-hong menggelengkan kepala.
"Kita hanya mengkhawatirkan Lu Tan. Kalau Hou-ya ada waktu, apakah bisa membawa kami ke sana untuk bertemu dengannya?"
Sambil berbicara, Fu Hiong-kun juga memperhatikan perubahan ekspresi Su Yan-hong.
"Tentang ini..."
Su Yan-hong tidak tahu apa yang harus dia jawab. Ada suara berkata.
"siapa yang ingin bertemu Lu Tan?"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 178 Mendengar suara ini, kepala Su Yan-hong menjadi besar.
Dia tidak lupa waktu yang dijanjikan sudah sampai.
Benar saja, yang masuk adalah Su Ceng-cau.
Fu Hiong-kun segera berkata.
"Apakah bisa mempertemukan kita dengan Lu Tan?"
"Aku tidak berniat jahat terhadapnya. Aku dengan tulus menyelamatkannya. Mengapa kau berkata seperti itu?"
Fu Hiong-kun terpaku. Su Yan-hong melihat wajah Su Ceng-cau. Dia menarik nafas.
"Lu Tan berada di tempatmu tidak ada baik-.nya..."
"Aku tidak mau tahu!"
Su Ceng-cau melihat Su Yan-hong.
"bila kau ingin aku menyerahkan Lu Tan, kau harus menyetujui syarat yang aku ajukan."
Su Yan-hong menarik nafas lagi. Fu Hiong-kun merasa aneh. Dia bertanya kepada Su Yan-hong.
"Syarat apa? apakah aku bisa membantu?"
Su Yan-hong belum menjawab, Su Ceng-cau sudah melihat Fu Hiong-kun dan tertawa dingin.
"Bila ada kau, masalah akan jadi lebih buruk!"
"Mungkin aku yartg sudah tua..."
Tiong Toa-sianseng menyela.
"Tidak ada orang yang bisa membantu dia. Ini adalah masalah pribadi, hanya dia sendiri yang bisa membereskannya!"
Su Ceng-cau melihat Su Yan-hong berkata lagi.
"Apakah sudah kau pikirkan?"
"Tidak!"
Su Yan-hong kelepasan. Kata-kata yang sudah keluar tidak bisa ditarik kembali. Dia hanya melihat Su Ceng-cau dengan bengong.
"Apakah kau sudah lupa hari ini adalah hari terakhir?"
"Aku...aku..."
Kata-kata berikutnya tidak bisa diteruskan Su Yan-hong.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 179
"Kau masih belum memikirkannya?"
"Betul..."
Su Yan-hong tertawa kecut.
"Apakah butuh waktu lagi?"
"Betul!"
Kali ini Su Yan-hong menjawab dengan tegas.
"Baik! Aku beri kau waktu satu hari lagi. Bila kau masih tidak ada jawaban..."
Su Ceng-cau tertawa dingin.
"Bagaimana.. ..bagaimana?"
"Aku akan menyerahkan Lu Tan kepada Liu Kun. Biar kau yang tawar-menawar dengan dia!"
Kata Su Ceng-cau tanpa ampun. Fu Hiong-kun cemas dan berteriak.
"Tidak! Bila Lu Tan ada di tangan Liu Kun, dia pasti akan mati!"
"Itu adalah masalah dia!"
"Sebenarnya apa yang Kuncu ingin Hou-ya lakukan? Lebih baik terus terang saja, kita akan bantu menasehati Hou-ya!"
Fu Hiong-kun juga memohon.
"Kalian jangan mengurusi hal ini!"
Fu Hiong-kun memohon kepada Su Yan-hong.
"Hou-ya!"
Su Yan-hong mengayunkan tangan ingin mengatakan sesuatu, tapi Su Ceng-cau sudah memotong.
"Besok adalah hari terakhir. Kau sudah tahu siapa aku. Apa yang sudah aku katakan tidak akan ditarik kembali!"
Begitu menyelesaikan kata-katanya, dia sudah membalikkan tubuh berjalan pergi. Sepertinya Su Yan-hong ingin memanggil dia, tapi tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.
"Yan-hong, apa yang terjadi?"
Tanya Tiong Toa-sianseng. Su Yan-hong menarik nafas. Dengan lembut Fu Hiong-kun berkata. ''Satu orang bisa memikirkan sedikit akal, dua orang yang memikirkannya akan bertambah akal, mungkin...
"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 180
"Masalah ini..."
Su Yan-hong menggelengkan kepala.
"Walaupun ini adalah masalah pribadimu, tapi mengapa tidak memberitahu, sampai guru juga tidak kau percayai?"
"Dia ingin aku memperistrinya!"
Fu Hiong-kun merasa canggung tapi Tiong Toa-sianseng malah tertawa.
"Ini adalah hal yang baru! Bagaimana menurutmu Kuncu ini? Apakah kau berniat memperistri dia?"
"Sifat murid seperti apa, guru paling tahu!"
Su Yan-hong tertawa kecut.
"Apakah kau menyukai dia, tidak ada hubung annya dengan sifatmu yang seperti apa."
Tiong Toa-sianseng tertawa dingin.
"Sampai sekarang guru masih bisa bercanda?"
Su Yan-hong melihat Fu Hiong-kun. Tiong Toa-sianseng juga melihat Fu Hiong-kun.
"Hiong-kun, sepertinya kita memang tidak bisa membantu!"
Fu Hiong-kun mengangguk. Dia diam-diam melihat Su Yan-hong. Tiba-tiba Su Yan-hong seperti teringat sesuatu lalu berkata.
"Kalian tenanglah, aku pasti mencari cara untuk mengatasi masalah ini. Tunggulah kabar baik dariku!"
Tiong Toa-sianseng dan Fu Hiong-kun dengan aneh melihatnya dan merasa aneh.
Tapi Su Yan-hong tidak berkata apa-apa.
Dari ekspresi wajahnya terlihat dia penuh percaya diri.
65-65-65 Liu Kun tetap tidak mendapat kabar mengenai Lu Tan.
Lu Tan yang bersembunyi di Ling-ong benar-benar di luar dugaan Liu Kun.
Orang-orang Liu Kun juga tidak terpikir untuk mencari Lu Tan ke Ling-ong-hu.
Sebenarnya mereka sudah tidak bersemangat dengan pengejaran Lu Tan.
Dalam pikiran mereka, jika Lu Tan bukan sudah pergi jauh, pasti dia bersembunyi di suatu tempat rahasia.
Mereka juga tahu Lu Tan terkena racun.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 181 Sekarang pikiran Liu Kun sudah bergeser ke Ling-ong.
Setelah perjamuan Tiang-teng, wajah dia menjadi seram seperti akan turun hujan lebat.
In Thian-houw dan Tiang-seng sudah merasakan perubahan wajah Liu Kun.
Mereka juga merasa berat tapi tidak berani sembarangan bicara.
Mereka sedang menunggu Liu Kun yang mulai berbicara.
"Ling-ong benar-benar licik. Kali ini tiba-tiba dia masuk ke ibukota dan Su-ki-sat-jiu ikut serta. Jika mengatakan Ling-ong tidak ada rencana, siapa yang akan percaya?"
Akhirnya Liu Kun membuka suara.
Tidak ada orang yang berani berkata tidak, Tiang-seng melihat Hongpo Ih seperti ingin mengatakan sesuatu.
Dia tahu Hongpo Ih selalu ingin dipuji dan bicaranya selalu tanpa berpikir dulu.
Jika sekarang salah bicara, tidak hanya akan membuat Liu Kun marah, bagi semua otang juga tidak ada kebaikan, maka dia cepat berkata dulu.
"Dia bisa mendapatkan kabar Cin-hai-Iou dengan cepat, berarti sudah menempatkan banyak , mata-mata di daerah ibukota!"
"Itu sudah pasti!"
Kata Liu Kun. Hongpo Tiong yang di sisi tiba-tiba menyela.
"Selain dengan Kiu-cian-swe, apakah Ling-ong akan bertemu orang lain di ibukota?"
"Sepertinya tidak aneh. Menurutku orang ini selalu berencana di dalam hati. Mungkin di matanya, aku hanyalah sebuah biji catur yang tidak berguna!"
Kata Liu Kun.
"Ternyata Kiu-cian-swe sudah bisa membaca orang ini!"
Kata Hongpo Tiong. Dia menjilat dengan cepat.
"Dan orang itu juga bisa menebak apa yang aku pikirkan. Antara kita pasti akan ada pertarungan sengit!"
Kata Liu Kun.
"Kiu-cian-swe benar-benar gagah. Ling-ong bukan lawan yang berarti."
Kata Hongpo Tiong menjilat.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 182 Akhirnya wajah Liu Kun mengeluarkan tawa.
"Yang pasti aku mengharapkan juga bertarung terang-terangan dengan Ling-ong!"
"Baik! Baik!"
Hongpo Tiong ingin mengatakan sesuatu tapi di luar terdengar suara ribut. Liu Kun mengerutkan alis. Tiang-seng sudah berlari keluar, tapi dengan cepat dia kembali lagi dan wajah berseri-seri.
"Ada kabar gembira apa?"
Tanya Liu Kun.
"Lu Tan sudah ketahuan bersembunyi di mana! Anak buahku sudah memeriksa, pembunuh sangat mungkin bersembunyi di rumah Ling-ong!"
"Apa? Sebenarnya..."
Liu Kun tiba-tiba diam. Tiang-seng melapor lagi.
"Setelah peristiwa Cin-hai-lou, Tiang-lek Kun-cu pernah datang ke toko obat membeli banyak obat luar dan keluar masuk ke An-lek-hu sebanyak dua kali!"
"Oh?"
Dua alis Liu Kun melayang.
"Masih ada lagi. Hari itu waktu aku mengejar Lu Tan ke hutan di belakang Cin-hai-lou, aku pernah bertemu dengan Tiang-lek Kuncu. Hanya waktu itu tidak menyangka Kuncu yang begitu anggun bisa menyembunyikan pembunuh!"
"Benar-benar tidak disangka. Haj ini pasti ada hubungannya dengan Su Yan-hong!"
Kata Liu Kun.
"Kita akan mengirim orang untuk terus mengawasi An-lek-hu!"
Liu Kun berkata sendiri.
"Ling-ong masuk ke ibukota. Tiang-lek Kuncu menyembunyikan pembunuh. Masalah semakin rumit!"
"Kita sudah mendapat petunjuk, kita bisa masuk ke rumah Ling-ong secara diam-diam!"
Kata In Thian-houw.
"Sepertinya sangat mudah!"
Kata Liu Kun.
"Kiu-cian-swe tenanglah!"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 183
"Di dalam Ling-ong-hu banyak pesilat tang-t guh. Selain Su-ki-sat-jiu, masih ada Siau Sam Kongcu. Bagaimana aku bisa tenang?"
Kata Liu Kun.
"Tapi bisa masuk mencari tahu, itu sangat baik. Hanya saja kita harus berhati-hati, jangan memperbesar masalah dan mengejutkan Ling-ong!"
"Kami pasti akan hati-hati!"
"Tentang Su Yan-hong dan Ling-ong, aku akan mengaturnya dengan baik!"
Liu Kun tertawa.
Melihat tawanya, siapapun bisa mencurigai pembicaraannya.
66-66-66 Sesampainya di Ling-ong-hu, Su Ceng-cau tidak menyapa siapapun.
Dia melihat ke atas dan berjalan dengan cepat.
Sifat Kuncu seperti apa, semua orang di Ling-ong-hu sudah tahu.
Maka jika bisa, menghindarlah jauh-jauh.
Melihat mereka seperti itu, dalam hati Su Ceng-cau berpikir.
'Akhirnya kalian tahu diri juga!' Dia tidak mencari gara-gara.
Mendengar ada suara raungan, dia terkejut dan melihat.
Terlihat di tiang batu terikat seekor beruang hitam.
Beruang itu sedang berputar-putar.
Soat Boan-thian duduk di atas tiang batu.
Su Ceng-cau marah.
"Siapa yang suruh bawa beruang ini masuk?"
Soat Boan-thian belum menjawab, ada suara yang menjawab.
"Aku!"
Su Ceng-cau segera memutar tubuh, berteriak.
"Ayah!"
Ling-ong sedang duduk di atas tangga. Dia melihat Su Ceng-cau berlari ke arahnya, dia memeluk putrinya dengan erat.
"Mengapa ayah bisa datang ke sini?"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 184
"Karena mengkhawatirkan putrinya!"
Mata Ling-ong menunjukkan penuh rasa sayang.
"kau lebih kurus, apakah tidak betah tinggal di sini?"
"Aku merindukan ayah!"
Yang pasti Su Ceng-cau tidak berkata jujur. Tapi Ling-ong sudah melihatnya, dia tertawa.
"Aku melihat kau merindukan orang lain..."
Su Ceng-cau berteriak.
"Jangan sebut lagi orang yang bernama Su Yan-hong!"
Waktu tersadar dia sudah membocorkan rahasia dan ingin menarik kembali kata-katanya, Ling-ong tertawa terbahak-bahak.
"Bagaimana dengan Su Yan-hong?"
"Dia menghinaku!"
"Benarkah? Mari beritahu kepada ayah bagaimana cara dia menghinamu!"
Ling-ong menepuk-nepuk pundak Su Ceng-cau. Siau Sam Kongcu bertepatan keluar dari dalam.
"Jika Ong-ya ada perlu, aku pamit dulu!"
Dia sambil memberi isyarat dengan matanya kepada Su Ceng-cau. Su Ceng-cau melihatnya. Awalnya terpaku kemudian terkejut. Ling-ong tidak melihat. Dia tertawa.
"Siau-suhu bukan orang lain, mengapa harus menghindar?"
"Kalau Ong-ya berkata begitu, aku terpaksa tinggal di sini menemani!"
Siau Sam Kongcu memberi isyarat mata lagi kepada Su Ceng-cau. Su Ceng-cau segera mencari alasan.
"Ayah, aku ganti baju dulu!"
"Baik!"
Melihat Ling-ong membalikkan tubuh, Su Ceng-cau segera kabur.
67-67-67Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 185 Di dalam rumah.
Dari jauh Su Ceng-cau sudah melihat Liu Hui-su, Cia Ceng-hong sedang duduk di pondok dalam kebun.
Dia pura-pura tidak melihat, tapi dua orang ini saat melihat Su Ceng-cau berjalan dan mendekat.
Mereka sama-sama berdiri dan memberi hormat.
"Apa kabar Kuncu?"
"Kalian juga ikut kemari?"
Su Ceng-cau terpaksa menyapa mereka.
"Apakah Kuncu ada pesan?"
"Tidak ada!"
Dia segera masuk ke kamar Lu Tan. 68-68-68
"Lu Tan!"
Su Ceng-cau masuk memanggil Lu Tan pelan-pelan, tapi tidak ada respon darinya.
Kelambu tertutup tapi tidak ada orang.
Kemanakah dia?
Su Ceng-cau terkejut bukan main.
Dia ingin mencari Siau Sain Kongcu untuk bertanya, tapi begitu membalikkan tubuh, dia segera berteriak.
"Hiang-bwe!"
Hiang-bwe adalah pelayan yang diaturnya untuk mengurus Lu Tan. Hiang-bwe segera keluar menghampiri.
"Ada apa?"
Setelah melihat ti(lak ada orang lain di sekeliling, Su Ceng-cau segera bertanya.
"Bagaimana dengan dia? Apakah orang-orang ayah melihat dia?"
Hiang-bwe menggelengkan kepala dan menjelaskan.
"Karena aku melihat mereka kesana-kemari dan selalu berjalan kemana-mana, aku takut mereka tahu, maka mencari kesempatan membawa Kongcu itu ke kamar nona!"
Su Ceng-cau menghembuskan nafas lega. Dia pelan-pelan memukul Hiang-bwe.
"Mengapa tidak dari tadi memberitahu padaku? Hampir-hampir aku mati karena terkejut!"
Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 186 Hiang-bwe tertawa.
"Nona baru pulang, sekarang aku baru ada kesempatan berbicara dengan nona!"
Hiang-bwe berkata lagi.
"tidak ada tempat yang lebih aman dari pada kamar nona!"
"Celaka! Kalau ayah tahu di kamarku ada seorang laki-laki!"
"Aku sangat hati-hati, nona harap tenang. Aku tidak akan memberitahu kepada orang lain!"
Hiang-bwe berkata dengan serius.
"Kalau kau beritahu kepada orang lain, aku akan memotong lidahmu!"
Su Ceng-cau marah sambil tertawa.
Pada hari kedua, Ling-ong masuk ke istana untuk bertemu dengan kaisar.
Walaupun kaisar terus berkata jangan sungkan, tapi Ling-ong tetap menemui kaisar dengan penuh rasa hormat.
Kaisar segera mencari alasan agar Siau-te-lu pergi dari sana dan hanya tinggal Thio Gong di sana.
Sebenarnya Thio Gong hanya berjaga-jaga bila Siau-te-lu atau orang-orang Liu Kun tiba-tiba masuk.
Setelah Siau-te-lu pergi, kaisar baru berkata.
"Sekarang kita bisa berbicara dengan tenang!"
"Kasim kecil itu..."
"Dia adalah orang kepercayaan Liu Kun. Liu Kun mengira aku tidak tahu!"
"Baginda memang hebat!"
"Apakah kau tahu tujuanku menyuruhmu ke ibukota?"
Ling-ong mengangguk. Kaisar menarik nafas.
"Liu Kun adalah seekor rusa yang licik. Tiong-san-ong-hu sudah berada dalam pengawasan dia. Sampai-sampai aku ingin mencari Su Yan-hong untuk berunding pun menjadi masalah. Maka aku terpaksa menyerahkan hal ini kepadamu!"
"Baginda pasti mempunyai rencana yang sempurna!"
Kaisar tanpa terasa sudah berdiri.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 187
"Kekuatan Liu Kun semakin besar, jika tidak ditepis sekarang, mungkin kelak tidak ada kesempatan lagi!"
"Maksud baginda?"
"Semua pasukan ibukota sudah di dalam kekuasaan dia. Aku ingin menarik kembali 200 ribu pasukan di San-se-ta-tong!'' "
Oh?"
Ling-ong seperti merasa terkejut.
"Aku akan mencari alasan untuk memeriksa San-se-ta-tong dan meninggalkan wilayah yang di kuasai Liu Kun, dan akan berkumpul dengan pasukanmu di Lam-kiang, baru kita lakukan sama-sama!"
"Komandan San-se-ta-tong, Wie Ci-sui adalah seorang yang gagah berani tapi tidak mempunyai cara dan taktik..."
"Aku tahu. Maka aku sudah mengirim Ong-souw-jin ke sana untuk mengambil alih pasukan, dan aku akan mencari tahu lebih dalam tentang keadaan di sana!"
"Mengenai masalah ini..."
"Kau khawatir Liu Kun tidak akan dengan mudah mengijinkan Ong-souw-jin dipindah tugaskan ke San-se-ta-tong?"
"Bukankah semua pejabat di kerajaan sudah dikuasai Liu Kun?"
"Aku mempunyai rencana yang baik!"
"Kalau begitu aku lebih tenang!"
"Tugas bagian luar aku serahkan kepada kau dan Yan-hong!"
"Baginda harap tenang. Pada waktu itu pasukan Lam-kiang akan membantu baginda menyingkirkan Liu Kun!"
"Baik! Kalau sudah berhasil, aku akan menjadikanmu Cu-ong. Tiang-kang bagian selatan seluas ratusan li akan kuberikan kepadamu sebagai balas budi!"
"Terima kasih baginda!"
"Mengenai hal ini harap jangan kau bicarakan kepada Su Yan-hong! Yan-hong adalah pesilat tangguh di Kun-lun-pai, ada Tiong Toa-sianseng yang membantu di sisinya. Dia pasti bisa menghadapiLegenda Pendekar Ulat Sutra -1 188 kaki tangan Liu Kun!"
Kaisar juga bertanya.
"katanya kau juga membawa pesilat-pesilat tangguh dari Lam-kiang?"
"Itu karena putraku Kun-cau yang menyukai ilmu silat dan mengundang mereka datang mengajari dia, bukan pesilat tangguh di dunia persilatan!"
"Apakah Kun-cau ikut datang kali ini?"
"Tidakl Dia lebih menurut daripada Ceng-cau. Aku tidak ingin Ceng-cau datang, tapi dia malah diam-diam keluar. Terpaksa aku akhirnya mengijin-kan!"
"Aku sudali pernah bertemu dengannya, adat nya hanya sedikit semaunya sendiri, Tapi cukup membuat orang suka kepadanya!"
Kaisar teringat Su Ceng-cau dan tertawa.
Ling-ong tidak memperhatikan ada keanehan dalam tawa kaisar.
69-69-69 Su Ceng-cau memang beradat semaunya.
Siau Sam Kongcu menyuruhnya berlatih ilmu pedang, tapi dia malah berkata sedang tidak enak hati dan menolak berlatih.
Siau Sam Kongcu tidak memaksa, hanya bertanya.
"Bila hari ini tidak berlatih, berlatihlah besok. Bagaimana rencanamu terhadap Lu Tan yang sekarang tinggal di kamarmu?"
"Belum jelas terpikir!"
Siau Sam Kongcu menarik nafas.
"Adatmu yang semaunya sendiri itu tidak apa-apa, tapi aku harap kau jangan melukai orang lain. Jika ingin terus menyembunyikan dia di sini, kau harus berencana untuk mengatakannya!"
"Bukankah guru mengajarkanku harus menjaga keadilan dan melindungi yang lemah?"
"Itu harus dilakukan dengan melihat situasi. Bila Liu Kun tahu..."
"Dia tidak akan tahuf"
"Bagaimana dengan ayahmu?"Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 189
"Kecuali guru dan Siau-bwe, kalau hal ini tidak kita bicarakan, mana mungkin orang lain bisa tahu. Kalau tidak ada yang tahu, mana mungkin ayah bisa tahu!"
"Aku harap kau berhati-hati! Lebih baik Lu Tan cepat diantar keluar dari sini!"
"Yang itu harus melihat apakah An-lek-hou setuju?"
Tapi kata-kata ini tidak dikatakan Su Ceng-cau.
70-70-70 Kemarin Su Yan-hong berkata kalau dia sudah mempunyai rencana yang baik, sebenarnya tidak ada.
Bila terpikir Su Ceng-cau, kepalanya selalu terasa akan membesar.
Bila ada yang datang berkunjung, dia selalu merasa terkejut dan bergetar.
Yang datang berkunjung bukan Su Ceng-cau tapi Tan Koan.
Dia adalah orang kepercayaan Liu Kun, tapi kedatangannya di luar dugaan Su Yan-hong.
Tan Koan datang mengantarkan surat undang .an sehubungan dengan kedatangan Ling-ong ke ibu kota.
Liu Kun ingin membuat pesta untuk Ling-ong.
Yang pasti Su Yan-hong turut diundang karena dia masih mempunyai hubungan saudara dengan Ling-ong.
Tapi Tan Koan menutupi maksud surat undangan ini, entah apa penyebabnya?
Su Yan-hong tidak tahu Ling-ong dan Liu Kun sudah pernah bertemu di Tiang-teng.
Walaupun tahu, dia akan mengira tujuan Liu Kun hanyalah untuk menutup mata orang lain.
Tapi tidak menyangka Liu Kun mempunyai tujuan yang lain.
Ling-ong pun sama sekali tidak menyangka.
71-71-71 Su Yan-hong pergi ke Pek-in-koan.
Yang penting dia beritahu Fu Hiong-kun dan lain-lain tentang masalah ini.
Lam-touw tidak segera memberi pendapat.
Dia hanya tertawa.
Su Yan-hong juga tertawa.
Tapi tawanya adalah tawa kecut.
Fu Hiong-kun tidak melihat.
Siau Cu tidak tahu dan bertanya.Legenda Pendekar Ulat Sutra -1 190
Baca Juga: Si Walet Hitam Ouw Yan Cu Kho Ping Hoo
Baca Juga: Pendekar Patung Emas 8