Eps 13 Pedang Ular Emas - Yin Yong
Baca online Pedang Ular Emas - Yin Yong
Cersil Pedang Ular Emas - Yin Yong.
Oey Cin terkejut "Kepandaianku kalah dari jietee dan shatec."
Kata-nya.
"Untuk menjadi ciang-bun-jin, yang dibutuhkan bukan hanya kepandaiannya saja,"
Kata Bok Jin Ceng.
"Di sebelah itu yang diutamakan adalah prilaku benar, jujur dan berhati mulia, Kau jangan menampik terimalah tugas-mu!"
Oey Cin tidak berani membantah lagi ia lantas Paykui pada Couwsu, lalu pada gurunya, sesudah itu ia terima hu-in, cap dan kekuatan Hoa San Pay dari gurunya itu, Dan yang terakhir semua sutee keponakan murid juga murid-muridnya sendiri segera memberi hormat dan selamat kepadanya.
Hati Sin Cie lega setelah rapat selesai, ia lantas pamitan dari gurunya dari Bhok Siang Tojin juga, begitu pun dari semua suhengnya dan yang lain-lain, untuk ia turun gunung guna tolongi Lie Gam.
"Adik Ceng, kau rawat diri di sini, habis menolong saudara Lie, aku akan segera balik kembali,"
Pesannya pada Ceng Ceng.
Mata nona Hee menjadi merah) air matanya lantas menetes butir demi butir.
Hatinya panas karena melihat A Kiu berada di atas gunung, Akan tetapi sebelum ia dapat mengatakan sesuatu, A Kiu sudah bertindak ke hadapannya.
"Enci Ceng, kau toh sudah tidak membenci aku pula bukan?"
Katanya dengan sebat mengangkat tangannya yang tinggal sebelah dan membuka karpus kulit yang menutupi kepalanya, hingga segeralah terlihat satu kepala gundul, bersih dari rambutnya yang tadinya hitam dan bagus.
Tuan putri ini sangat berduka untuk nasib kerajaan-nya, untuk kemalangannya yang menimpa ayahnya, untuk peruntungannya yang buruk, di sebelah itu ia tahu cintanya Sin Cie kepada Ceng Ceng, maka dari itu tanpa ragu-ragu ia menjadi nikoh.
Hal ini mengherankan semua orang, Melihat itu, Ceng Ceng malu sendirinya, sedang Sin Cie pikirannya jadi kusut, karena ia bersusah hati untuk putri raja yang tadinya cantik dan jelita itu.
Mereka diam semua, Bhok Siang Tojin turut bicara.
"Nona ini tadi telah bersedia mengorbankan dirinya untuk menolongi aku, aku mesti hargakan budinya,"
Katanya.
"Seumur hidupku, aku si imam tua belum pernah menerima murid, maka justru sekarang partaiku sudah bersih, apabila kau tidak buat celaan, nona sukalah kau terima beberapa pelajaran dari aku?"
A Kiu girang bukan buatan untuk tawaran itu, hingga ia lantas berlutut di depan guru yang baru ini.
justru ini yang membuat ia di belakang hari menjadi satu pendekar wanita di permulaan kerajaan Ceng, karena Kam Hong Tie, Pek Tay Koan, In Su Nio dan lainnya adalah murid-muridnya yang gagah dan setia pada kerajaan Beng.
Sampai di situ Sin Cie turun gunung untuk tolongi Lie Gam.
Kecuali Ang Nio Cu, Hok Tek Siu dan lainnya, juga Ceng Ceng turut padanya, Nona ini mengatakan bahwa ia sudah cukup kuat.
Memang, setelah urusan A Kiu menjadi terang baginya, hatinya lega sekali, ia segera merasa segar bukan main, pertolongan Tek Siu adalah yang berarti sangat besar untuknya, ia percaya, selama di perjalanan kesehatannya bakal pulih, Sin Cie tidak menghalangi si nona hendak turut serta, Nyala kemudian, rombongan penolong ini terlambat datangnya, Lie Gam rela dihukum mati oleh Giam Ong, Hingga Sin Cie mesti tangisi saudara angkat itu.
Tentang Ang Nio Cu, tidak usah diterangkan lagi bagaimana kagetnya bagaimana hatinya terluka, Dia pun adalah istri yang sangat setia dan lagi pula mencintai suaminya, Sin Cie lantas cari mayatnya Lie Gam untuk dikubur dengan baik, Pada hari itu, ketika anak muda kita ini serta rombongannya bersembahyang di kuburan Lie Gam, ia dapatkan satu orang dengan kopiah dan pakaian putih scmua, menangis seorang diri sambil menghadap ke utara, ia jadi heran, ia dekati orang itu untuk tanya she dan namanya, Segera ternyata orang itu adalah yang belasan tahun dulu ia pernah jumpakan di gunung Lauw Ya San.
Sebab dia adalah Han Tiauw Cong!
Hanya sekarang orang she Han itu telah tambah usianya dan wajahnya pun telah berubah banyak, Diwaktu kembali ke rumah penginapan Sin Cie ajak Tiauw Cong.
Mereka bersantap dan minum arak bersama, Banvak mereka bicarakan Han Cauw Tiong merasa sangat ,terharu, hingga ia menulis syair peringatan untuk Sin Cie, setelah mana ia pamitan dan pergi Hatinya sudah jadi sangat tawar Sin Cie pun turut lenyap kegembiraannya.
"Mari kita puIang,"
Ia ajak kawan-kawannya.
Mereka pulang ke Hoa San.
Segera juga dengan tiba-tiba Sin Cie ingat peta yang ia terima dari Peter, si orang militer asing, ialah peta dari sebuah pulau, Hay Lam!
"Kenapa aku tidak pergi ke sana untuk berikhtiar?"
Pikirnya.
Malam itu pemuda ini berada bersama dengan Ceng Ceng, Mereka duduk berendcng di atas sebuah batu besar Tidak banyak yang mereka katakan, karena hati mereka sudah bersatu, Wajah merekalah yang lebih banyak mengutarakan sesuatu --satu pada yang lain.
"Aku ingin berlayar ke Hay Lam, kau setuju bukan?"
Kemudian Sin Cie tanya si nona.
"Suasana di sini sudah tidak cocok lagi untuk kita di pulau itu kita dapat ber-ikhtiar Pasti sekali, kita akan pergi beramai-ramai, supaya dapat kita berkumpul terus."
Pemuda ini awasi kekasihnya, dan si pcmudi pun membalas pandangannya.
"Aku setuju,"
Berkata si nona, hampir tanpa berpikir 1agi.
"Bagus!"
Seru si anak muda.
Selesai ini mereka terus bersama menikmati sang malam yang sunyi, sampai setelah lewat banyak waktu, mereka kembali untuk beristirahat Bcsoknya Sin Cie utarakan cita-citanya kepada semua kawannya, ia tanyakan pendapat mereka, Nyata Ho Tek Siu, Ang Nio Cu dan yang lainnya pun setuju, Maka putusan lantas diambil Malah mereka lantas mulai bersiap sedia, Sin Cie minta bantuan Ang Seng Hay untuk mengumpulkan Couw Cong Siu, Beng Pek Hui ayah dan anak, Ciauw Wan Jie dan suami, See Thian Kong, Ouw Kui Lam dan lain-lainnya orang gagah dari tujuh propinsi Malah ia pun dapat persetujuan The Kic In, ketua dari Citcapjieto, tujuh puluh dua pulau, yang suka turut ia.
Maka pada suatu hari yang lelah ditetapkan, rombongan yang besar ini dengan terbagi dalam beberapa kelompok, mulai berangkat menuju Hay Lam, Laut selatan itu dimana mereka berkat kekerasan hati mereka telah beruntung berhasil mendirikan semacam daerah bcrpengaruh, hingga Hay Lam dapat dibuka, dibangun menjadi satu dunia baru.
T A M A T
Tiraikasih WEBSITE
http.//kangzusi.com
Tiraikasih WEBSITE
http.//kangzusi.com
Baca Juga: Walet Besi 5
Baca Juga: Pendekar Sakti Suling Pualam 1