Ceritasilat Novel Online

Duri Bunga Ju 3

Eps 3 Duri Bunga Ju - Gu Long

Baca online Duri Bunga Ju - Gu Long

Cersil Duri Bunga Ju - Gu Long.

Biasanya dalam keadaan begini, Li Yuan-wai pasti bisa makan 'tahu', sekarang dia malah tidak tahu harus bagaimana mengatakannya.

Karena semua kata-katanya merasa tidak pantas untuk wanita ini, semuanya seperti semacam penghinaan, semacam penyerangan yang harus masuk neraka.

Seorang yang biasanya berwajah tertawa, jika memaksa berpura-pura berkata serius, wajahnya pasti akan terlihat aneh dan lucu.

Li Yuan-wai sekarang juga seperti itu, senyumnya bukan saja sudah kehilangan daya pikatnya, malah ada sedikit cenderung menangis, dia sendiri tidak merasa, tetap dengan terbata-bata berkata.

"Mohon tanya.... siapa nama nona? Tempat ini.... apakah tempat tinggal anda?"

Begitu selesai berkata, Li Yuan-wai ingin sekali menabrakan kepalanya, mati saja.

Kerena di tempatnya berdiri, memangnya juga rumah orang, apa lagi dirinya adalah tamu tidak diundang, juga masuk lewat benteng.

Orang tidak membawa ke kantor polisi, juga sudah harus membaca Amitaba, masih bertanya apa ini apa itu, katakata kentut anjing yang tidak ada hubungannya.

Benar saja....

Nona cantik ini tertawa terpingkal pingkal, tapi sedikitpun tidak marah.

"Jika ini bukan rumahku, kau kira rumahku dimana?"

Li Yuan-wai sungguh ingin mencari celah tanah supaya bisa menyusup masuk.

"Kau belum memberitahu aku, kau 'datang' ke rumahku ada urusan apa?"

Nona cantik ini dengan lembut bertanya lagi, tidak menjawab pertanyaan Li Yuan-wai.

Selamanya Li Yuan-wai tidak pernah terpikir bisa dikunci oleh orang dengan kata-kata begini, masih baik orang memberi muka pakai kata 'datang', bukan kata 'merayap', jika tidak Li Yuan-wai tidak tahu akan bagaimana rasa canggungnya.

"Oooh, aku sedang mengejar seekor kelinci, baru.... baru masuk kesini."

"Kelinci?! Untuk apakau mengejar kelinci?!"

"Aku.... aku melihat kelinci itu sangat.... sangat lucu, jadi ingin menangkapnya untuk main-main, siapa tahu dia menyusup masuk di bawah benteng itu, maka...."

Langit tentu tahu Li Yuan-wai mengejar kelinci itu untuk apa, tapi dia bagaimana pun tidak bisa memberitahu, orang mengejar kelinci itu untuk mengisi perut, dia telah berbohong mengatakan ini.

"Ooo, ternyata begitu kejadiannya, aku kira...."

Kira apa?

Orang tidak mengucapkannya, tapi siapa pun tahu apa maksudnya.

0ooo(dw)ooo0 Yang satu mempunyai maksud, yang satu mintajuga tidak dapat memperoleh.

Li Yuan-wai menjadi tamunya nona cantik.

Arak enak, telinga panas.

Sekarang dia gembira karena tidak dapat menangkap kelinci itu.

Lebih gembira lagi bisa mengirit uang makan.

Yang aneh adalah Li Yuan-wai sering karena miskinnya sehari tiga kali makan, kadang tidak bisa menyambung, tapi justru dia bisa sering mengundang orang makan, dan diundang orang makan.

Asal ada nasi untuk dimakan, maka tidak akan mati kelaparan.

Pepatah mengatakan, jika kau ingin orang mengundangmu makan, maka kau harus sering sering mengundang orang makan, ini adalah 'falsafah makan' Li Yuan-wai.

Tentu saja dia lebih sering mengundang orang makan daging anjing, makan ayam pengemis, karena semua itu tidak mengeluarkan uang.

0ooo(dw)ooo0

"Bisa beritahu aku, kau datang ke kabupaten ini ada urusan apa?"

Nona cantik sambil minum sedikit arak dengan wajah merah bertanya pada Li Yuan-wai.

Ada seorang wanita cantik seperti dewi menemani seorang laki-laki minum arak, makan nasi, ngobrol, asal dia ingin tahu, mungkin laki-laki ini sampai sejarah keluarga nenek moyang delapan belas generasi juga bisa hafal.

Li Yuan-wai adalah laki laki, dan juga telah minum arak.

Laki laki yang telah minum arak lebih banyak bicara, juga tidak bisa menyembunyikan rahasia.

"Yuan Ershao, Yuan Ling apa kau pernah dengar? Yuan Ershao.... yang menyapu Qing Cheng, melabrak Wu Dang, naik ke Shao-lin, dia.... dia dijerumuskan orang, sampai dia di dalam penjara menabrakan kepala bunuh diri, ini.... ini sungguh peristiwa yang membuat orang marah dan menangis, tujuan aku datang adalah ingin.... ingin menyelidik masalah ini.... eee, karena.... karenaaku adalah teman terbaiknya."

Li Yuan-wai jelas bukan saja bicaranya banyak, juga tidak bisa menyembunyikan rahasianya. Eee.... dia melanjutkan lagi.

"Teman, apakah kau tahu teman itu apa? Teman, eee.... adalah saat kau sangat memerlukan sekali pertolongan, dia bisa membantu, yang mengesalkan adalah.... adalah aku tidak mempunyai cara membantu dia, sedikit bantuan pun tidak sempat kuberikan, dia sudah.... sudah mati, kau.... aku bersumpah, aku pasti akan menemukan orang yang menjerumuskan dia, aku akan menelanjangi dia, biar dia jalan di jalanan.... jalan di jalanan, lalu mengiris selapis selapis dagingnya.... dagingnya untuk makan anjing."

Sambil mengerutkan alis, nona cantik bertanya lagi.

"Lihat, kau berkata begitu menakutkan, apa benar kau bisa begitu kejam? Lalu apa kau sudah menemukan sesuatu? Yang aku maksud apakah kau sudah menemukan sesuatu yang aneh atau orang yang mencurigakan?"

"Tentu saja ada, aku sudah menemukan kakak.... kakak ipar dia, bukan kakak ipar kandung dia, masih ada, masih ada kematian keponakan dia juga bukan dia yang meracunnya, tentu saja dia.... dia juga tidak akan memperkosa kakak.... ipar dia, selain itu, kakak dia.... Yuan Dashao, Yuan Di juga tidak mati, hanya dia jadi gila sekarang, eee.... jadi gila, satu keluarga Yuan yang baik baik.... begitu saja habis.... habis."

Li Yuan-wai benar terlalu banyak minum, juga sedikit mabuk.

Betul tidak kata-kata yang dikatakan oleh seorang yang mabuk adalah kata-kata mabuk?

Benar tidak kata-kata orang mabuk, biasanya kata-kata jujur?

Nona cantik itu tidak menyangka di dalam masalah keluarga Yuan masih ada liku-liku itu.

"Bukankah kau masih mempunyai seorang teman baik yang dipanggil Tangan Cepat Xiao Dai? Masih ada lagi satu Polisi Setan Tie Cheng Gong, kalian semua bersatu, kenapa sekarang hanya tinggal kau seorang diri?"

Siapa nona cantik ini?

Bagaimana dia bisa tahu Li Yuan-wai, Tangan Cepat Xiao Dai juga Polisi Setan adalah satu grup.

Dia menanyakan masalah keluarga Yuan kenapa menanyakannya begitu jelas?

Yang disayangkan adalah Li Yuan-wai sekarang benarbenar telah mabuk, dia sudah tidak bisa perduli pertanyaan ini.

Sebaliknya dia bukan saja mengatakan semua yang dia tahu, sampai hal yang dia tidak tahu juga dikatakannya.

"Xiao Dai?! Xiao Dai telah menghilang, Polisi Setan juga hilang, hanya tinggal aku seorang diri, aku sekarang ingin sekali menemukan Xiao Dai, memberitahukan pada dia aku tidak seharusnya membohongi dia, karena aku telah menemukan pelaku pembunuh empat orang saksi itu, dia adalah.... adalah.... eee.... adalah Tangan Bunga Anggrek Ouwyang Wu-shuang, dia adalah seorang wanita, seorang wanita yang aku dan Xiao Dai mencintainya bersamaan, dia penyulam.... paling baik, seorang wanita yang bagus menyulam, jarum sulamnya juga pasti paling baik digunakannya, masalah ini Xiao Dai tidak tahu, dia selamanya tidak tahu Ouwyang Wu-shuang bisa menyulam, aku sungguh bodoh, aku malah mengira Ouwyang Wu-shuang sudah menjadi istri dia? Hingga masih belum.... belum berani memberitahu dia."

Nona cantik sepasang matanya sudah membelalak besar sekali, juga sangat terang. Dia sedikit terkejut bertanya lagi.

"Jadi yang mencelakai Ershao adalah Tangan Bunga Anggrek Ouwyang Wushuang?"

"Bukan, bukan dia, hanya dia.... dia juga pasti ada bagian, pelaku sebenarnya masih ada.... orang.... lain"

"Siapa? Siapa dia? cepat katakan?"

Nona cantik itu gelisah dan dengan kuat menggoyanggoyangkan Li Yuan-wai.

Tapi Li Yuan-wai sudah tengkurap di atas meja, mabuk sampai pingsan.

Apa yang dia ingin tahu?

Atau dia ingin tahu apa yang telah diketahui Li Yuanwai?

Dia tahu Li Yuan-wai sekali mabuk, paling sedikit harus sehari baru bisa sadar.

Dia mengira orang seperti Li Yuan-wai, kekuatan minum araknya pasti sangat bagus.

Maka tadi dia mengeluarkan arak simpanan yang sudah puluhan tahun, dan juga di dalamnya dicampur sedikit obat bius.

Dia telah terlalu tinggi memperhitungkan Li Yuan-wai, terlalu tinggi memperhitungkan kekuatan araknya.

Orang seperti Li Yuan-wai seharusnya orang yang mengerjakan masalah besar.

Dan orang yang mengerjakan masalah besar, sama sekali tidak boleh membocorkan rahasia, walau saat dia mabuk.

Sekarang jika dia ingin tahu hal apa saja, tinggal menunggu Li Yuan-wai sadar, kemudian menemani dia minum arak lagi.

Lalu disaat dia hampir mabuk dia akan mengorek keterangannya lagi.

Dia sungguh tidak sabar menunggu, tapi terpaksa harus menunggu.

0ooo(dw)ooo0 Dia memanggil pembantu rumah, setelah mengatur Li Yuan-wai, nona cantik itu meninggalkan kamar Li Yuanwai.

Tadi Li Yuan-wai masih mabuk hingga berkata sembarangan, setelah pembantu rumah meninggalkan kamar, Li Yuan-wai sudah menarik keluar tampolong yang ada di bawah ranjang, dia mengempeskan perut dan membuka mulutnya, satu pancuran arak segera dimuntahkan.

Dia telah minum tiga puluh empat cangkir arak, dia bisa meyakinkan sekarang arak yang ada di dalam tampolong juga sama tiga puluh empat cangkir arak, setetespun tidak kurang.

Sekarang bukan saja dia tidak mabuk sedikitpun, mungkin diwaktu biasa juga tidak sadar seperti saat sekarang.

Li Yuan-wai mempunyai satu rahasia kecil, yaitu seribu cangkir tidak mabuk, dan rahasia ini hanya Tangan Cepat Xiao Dai seorang yang tahu.

Makanya Xiao Dai selamanya jarang minum arak bersama Li Yuan-wai, apa lagi saat hanya mereka berdua saja.

Dengan seorang yang tidak bisa mabuk minum arak mana ada gairah, karena setiap orang yang suka minum arak, semuanya berharap orang lain mabuk duluan dibanding dirinya, baru ada kelucuan yang dapat dilihat, juga bisa memamerkan kekuatan minum araknya.

Selain itu Xiao Dai berpendapat daripada arak disalurkan keperut Li Yuan-wai, lebih baik diberikan pada kuda, atau pada babi.

Karena setelah diberikan pada kuda, kuda bisajadi bersemangat, larinya akan lebih cepat.

Diberikan pada babi, bisa membuat dia tumbuh lebih besar.

Menyalurkan arak ke dalam perut Li Yuan-wai tidak akan sedikit reaksi pun, hal itu seperti membuang barang ke langit, apa lagi arak yang bagus dan mahal.

0ooo(dw)ooo0 Malam ini.

Tidak ada angin, tidak ada bulan, lebih lebih tidak ada bintang.

Karena awan di atas langit sangat tebal sekali, melihat keadaannya seperti akan turun hujan.

Di atas ranjang Li Yuan-wai membuat satu orangorangan dari selimut kapas.

Dia sudah seperti seekor kucing keluar dari kamar melalui jendela.

Kucing berjalan sama sekali tidak ada suaranya, seperti dia juga tidak mengganggu seorang pembantu yang duduk diluar kamarnya.

Dimana dia?

Dia ingin tahu.

Wanita itu tidak memberitahu namanya, padahal dia ingin tahu.

Kenapa perumahan sebesar ini, sepertinya hanya ada satu tuan rumah, dan tuan rumah ini juga seorang wanita yang begitu cantik, dia lebih lebih ingin tahu seluk beluknya.

Begitu banyak hal yang dia ingin ketahui, bagaimana dia bisa tidur?

Jika tidak ada orang yang memberitahu, apa yang dia ingin ketahui, dia harus mencari tahu jawabannya sendiri.

Li Yuan-wai telah tiba diluar rumah yang masih ada sinar lampunya.

Di malam hari, di dalam rumah yang ada sinar lampunya pasti ada orang.

Keputusannya tidak salah, hanya tidak terpikirkan olehnya orang yang ada di dalam bisa dia.

....

Yuan Dashao, Yuan Di.

Melihat wajahnya, penyakit gilanya sepertinya masih belum sembuh.

Karena dia duduk di sana, sedang merobek robek helai bunga Ju yang masih kecil dan dipajang di atas meja.

Seorang yang normal tentu tidak akan melakukan perbuatan yang tidak ada gunanya seperti ini.

Juga hanya seorang gila yang bisa melakuan ini.

Li Yuan-wai menemukan sorot matanya penuh dengan kerumitan dan juga sulit dimengerti, yang aneh adalah rambutnya tidak lagi tidak karuan, malah seperti telah disisir dengan rapih.

Baru ingin mendekat lagi terdengar sebuah suara.

"Kau sudah waktunya makan obat."

Nona cantik itu keluar dari dalam, di tangannya membawa semangkuk obat, dengan pelan berkata pada Yuan Dashao.

"Apakah boleh tidak memakannya, ini bukan penyakit yang luar biasa."

Jawaban Yuan Dashao membuat Li Yuanwai terkejut.

Apakah perkataannya seperti orang gila?

Apakah dia tidak gila?

Jika tidak gila, kenapa dia harus makan obat?

Jika orang yang gila, kenapa dia bisa membuat satu pot bunga Ju yang bagus, membuatnya jadi begitu hingga tidak tega melihatnya?

Li Yuan-wai juga tidak tahu dia sebenarnya gila atau tidak, maka dengan hati-hati dia melangkah, dan bersembunyi di belakang bayangan pohon bunga sambil mendekat sedikit.

Tiba tiba....

Nona cantik itu dan Yuan Dashao mengangkat mata melihat keluar, tangan Yuan Dashao diayunkan, satu sinar putih yang sangat kecil meluncur kearah tempat Li Yuanwai berdiri.

Sambil menarik kepala, Li Yuan-wai sudah melihat sebuah jarum sulam menembus di antara pepohonan di depan dirinya, jarum yang tidak sampai satu cun berjarak tidak sampai satu cun dari ujung hidungnya.

Li Yuan-wai menggunakan seluruh tenaganya lari ke kamarnya, karena dia tahu hanya dengan secepatnya kembali ke kamar baru ada kesempatan hidup, dan juga bisa menggali sedikit rahasia di dalam rahasia.

Kaki Li Yuan-wai larinya juga tidak lambat, apa lagi jika ada orang yang mengejarnya, seperti kemahirannya pengemis bisa berlari lebih cepat dari orang lain.

Baru saja menyusup ke kamar sendiri, juga baru saja menarik selimut berbaring di atas ranjang, dia sudah mendengar ada dua suara derap langkah orang berhenti diluar pintu.

Hatinya terkejut, kecepatannya sungguh hebat, orang yang mempunyai kecepatan seperti ini, bisa dibayangkan ilmu silatnya pasti tidak berbedajauh.

Orang yang masuk ke kamar hanya satu orang nona....

nona cantik.

Dengan sangat ringan dia sampai di depan ranjang, sebuah wajah cantik yang jika ditiup saja bisa pecah sudah hampir menempel dihidung Li Yuan-wai.

Lama....

dia baru keluar lagi, dan sekalian menutup pintu.

0ooo(dw)ooo0 Seseorang bisa berpura-pura mabuk, pura-pura tidur ini juga sebuah ilmu yang tinggi.

Kemampuan Li Yuan-wai dihidang ini sepertinya lumayan.

Saat nona cantik itu berdiri di depannya, bukan saja bulu matanya tidak bergerak, dan juga irama nafas dia dari awal sampai akhir sama, tentu saja dia bisa kadang-kadang mendengkur, supaya hasilnya lebih mirip.

Dia malah bisa merasakan dirinya sedang bermimpi, maka nona cantik mana bisa melihat orang ini sedang purapura tidur atau tidak?

0ooo(dw)ooo0

"Bukan dia."

Nona cantik berkata.

"Aneh, kalau bukan dia lalu siapa?"

Kata Yuan Dashao.

"Aku curiga mungkinkah orang berbaju pelajar yang menakutkan itu?"

"Sekarang kita harus bagaimana?"

"Kau adalah orang gila, orang gila mengerjakan apa saja, orang lain tidak akan merasa aneh, kau sendiri saja yang menentukannya."

"Betulkah? Betulkah aku seorang gila....?" 0ooo(dw)ooo0 Di dalam rumah. Li Yuan-wai tetap memejamkan matanya, seperti benarbenar sedang tidur, sebenarnya dia sama sekali tidak tidur, karena dia tahu diluar jendela pasti ada sepasang mata mengawasi dirinya. Memang benar, pembantu rumah itu sudah memindahkan kursinya dari luar pintu ke luarjendela. Mengawasi orang ada banyak cara, tapi mata dapat melihat tujuannya, tidak diragukan lagi adalah cara yang paling sedikit melakukan kesalahan. Seseorang jika tahu dirinya diawasi orang, tentu bukan satu hal yang menyenangkan, namun Li Yuan-wai sedikitpun tidak tampak tidak senang, dia hanya berpikir, itu adalah mata kepala rusa yang digantung ditembok, tidak berbeda dengan sepasang mata itu. Mereka sama-sama melotot tapi tidak melihat, asal dirinya senang, dia punya lima-enam cara, membuat sepasang mata diluar menjadi mata di atas tembok. 0ooo(dw)ooo0 Orang yang tidak bisa tidur, otaknya pasti sedang berpikir. Li Yuan-wai sekarang bertambah lagi beberapa pertanyaan. Dia sungguh tidak tahu seorang laki-laki yang sudah gila kenapa bisa mempunyai gerakan melepas senjata gelap yang begitu tinggi, dan senjata gelapnya justru jarum sulam. Betulkah seseorang setelah menjadi gila, hobinya juga bisa berubah? Mengapa Yuan Dashao sangat suka bunga Ju? Di dalam kamarnya penuh digantung bermacammacam gambar bunga Ju, bukankah baru saja dia menghancurkan satu pot bunga Ju kecil?"

Tiba tiba....

Li Yuan-wai meloncat dari ranjangnya, lalu pura-pura membalikkan tubuhnya.

Karena terpikir olehnya Yuan Dashao mempunyai masalah, dan masalahnya amat besar.

Didunia ini tidak hanya wanita yang bisa menyulam, makanya jarum sulam juga bukan senjata gelap khusus untukwanita saja.

Seperti koki yang bagus, penjahit yang ternama hampir semuanya laki-laki, maka dari itu laki-laki tentu sangat mungkin lebih pintar menggunakan jarum sulam dibandingkan wanita.

Namun, jika benar orang yang membunuh empat orang saksi itu adalah Yuan Dashao, sepertinya ini tidak mungkin, yang menjadi kakak tidak ada alasan dia menjerumuskan adik kandungnya sendiri.

Semakin dia berpikir semakin tidak bisa menyambungnya, tapi dia telah mendapatkan cara yang paling berguna dan jitu, yaitu membuktikan Yuan Dashao betul tidak gila.

0ooo(dw)ooo0 Hari kedua, disaat makan malam.

Semeja besar masakan, satu gentong arak tahunan.

Seorang wanita berusia dua puluh satu-dua yang cantik sekali.

Seorang Li Yuan-wai yang sepertinya belum sadar dari mabuk kemarin.

"Kau seperti masih belum sadar, bisakah kurangi minum araknya?"

"Lucu, aku sudah tidur sehari semalam, sekarang semangatku sudah bagus, kenapa tidak boleh minum arak? Apa., .lagi ada kau menemani."

Li Yuan-wai baru minum tiga cangkir arak, sudah sedikit mabuk. Jika seorang laki-laki minum arak ditemani wanita, tentu lebih cepat mabuk, apa lagi wanita nya sangat cantik.

"Kemarin malam kau sudah mabuk, hingga telah menghentikan pembicaraan kita, kau masih belum memberitahu aku, sebenarnya apa kau telah menemukan siapa pelaku yang menjerumuskan Yuan Ershao?"

"Pelakunya?Ha.... ha.... apa belum terpikirkan olehmu? Tentu saja adalah.... kakak ipar dia yang palsu itu, hanya sayang, kami masih belum mendapatlan bukti yang akurat, kalau tidak sudah sejak dulu aku tidak akan melepaskannya, temanku.... eee.... Xiao Dai, dia diamdiam sudah mengejarnya, tapi dia belum kembali, aku pikir dia sudah menemukan sesuatu, asal aku bertemu dengan dia, kami.... jadi bisa menangkap wanita jahat ini, uuu.... tidak, masih ada Tangan Bunga Anggrek, wanita yang aku dan Xiao Dai cintai.... Ouwyang Wu-shuang."

Nona cantik tertawa, tapi tawanya sedikit licik, namun tetap tawa yang cantik, dia melanjutkan pertanyaannya.

"Jika benar Ouwyang Wu-shuang mengambil bagian, apakah kau dan Xiao Dai juga tega menelanjangi dia, mengiris selembar-selembar dagingnya?"

Orang yang mabuk tetap ada pikiran, hanya pikirannya susah berkonsentrasi saja. Li Yuan-wai menampilkan wajah seperti memikirkan masalah ini, setelah beberapa saat baru berkata.

"Aku pikir aku tidak akan melakukan itu, tapi Xiao Dai.... dia pasti akan melakukan itu, dia.... dia bisa demi teman melakukan hal yang tidak mungkin, karena dia sudah tidak ada musuh, dia mana mau kehilangan teman?"

"Kenapa Xiao Dai bisa tidak mempunyai musuh?"

Membicarakan Xiao Dai, Li Yuan-wai sepertinya lebih bergairah dibandingkan membicarakan Ouwyang Wushuang.

"Siapa pun tahu musuh Xiao.... Dai, semuanya sudah mati di bawah Telapak Pisaunya, apakah kau.... tahu? Walau Xiao Dai sekarang mempunyai musuh, dengan cepat musuhnya akan menjadi mayat."

Nona cantik itu berpikir sebentar, lalu bertanya lagi.

"Apakah kau masih mencintai Ouwyang Wu-shuang?"

Wajah Li Yuan-wai berubah.

Ini pertanyaan yang sungguh membuat dia tidak ingin memikirkannya, tapi dari mata mabuknya melihat wanita di depan ini, di dalam matanya itu 'berharap dan ingin sekali', Li Yuan-wai idiot pun harus bisa merasakannya, apa lagi dia hanya pura-pura mabuk.

"Aku.... aku.... jika aku dapat mencari seorang wanita yang lebih.... lebih cantik, aku pikir.... aku pikir aku tidak akan mencintai dia lagi."

Habis bicara, wajah Li Yuan-wai menjadi merah.

Nona cantik itu sudah melihat, sebenarnya Li Yuan-wai tidak terlalu mabuk, paling banyak juga cuma lima, enam puluh persen mabuk.

Li Yuan-wai adalah seorang yang makin banyak minum arak wajahnya makin putih, alkohol tidak akan membuat wajahnya jadi merah, tapi sapatah kata itu bisa membuat merah wajahnya, kalau dia bukan pura-pura mabuk lalu apa?

Seorang wanita yang mampu menyatakan perasaan hati melalui mata, dia pasti lebih mudah menangkap hati lakilaki.

Mata Li Yuan Wau juga tidak diragukan bisa bicara....

walau dia seorang laki-laki.

Dengan segera Li Luan Wai menampilkan senyum memikatnya, karena dia telah membaca kata-kata indah di dalam mata nona cantik itu.

"Kau lihat, apakah aku cantik? Apakah aku secantik Ouwyang Wu-shuang?"

Kata-kata ini walau orang tidak mengatakannya, perasaannya Li Yuan-wai seperti telah mendengar sendiri.

Waktu seperti berhenti.

Li Yuan-wai kali ini benar-benar mabuk, sedikit pun tidak pura-pura.

Dia mabuk oleh sepasang mata yang cantik, dia menundukkan kepala tapi tidak dapat menutup warna merah pada wajahnya.

Wanita cantik itu juga sepertinya mabuk oleh senyum Li Yuan-wai yang memikat itu.

Disaat begini walau langit roboh, mungkin juga tidak akan bisa memisahkan dua pasang sorot mata yang bergumul menjadi satu.

Nona cantik itu 'bangun' dengan malu-malu, dengan suara seperti nyamuk berkata.

"Apakah kau belum cukup melihatnya?"

Li Yuan-wai seperti tidak mendengarnya, tangannya tetap mengangkat cangkir, matanya berkedip terus memandang wajah orang yang seperti bunga itu.

Nona cantik itu melihat wajah idiotnya Li Yuan-wai, lalu menutup mulut sambil tertawa berkata.

"Hey, apa kau tidak takut matamu tumbuh jarum."

Benarkah seorang wanita setelah menemukan cinta, sikapnya yang biasa dingin, serius, sekarang menjadi terbuka dan genit.

Jika tidak mengapa nona cantik itu sekarang sepertinya sudah berubah jadi orang yang berbeda, sampai nada bicaranya juga santai dan nakal.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai yang sehari-hari biasanya tertawa terus, sekarang sorot matanya sedikit pun sudah tidak bisa berpisah dari tubuh Zhan Feng.

Sekarang dia sudah tahu wanita cantik ini dipanggil Zhan Feng.

Dia juga sudah tahu di sini adalah Perumahan Zhan Bao.

Tapi dia tidak tahu kenapa dia tidak diijinkan berjalan ke depan, yang merupakan bagian lain dari perumahan.

Tentu saja dia tidak tahu, bahwa Polisi Setan ada di sana.

Orang yang sedang kasmaran selalu lupa keadaan sekelilingnya, karena di mata dia, yang terlihat hanya lawan asmaranya, mana bisa dia memikirkan hai yang lainnya?

Makanya Li Yuan-wai seperti telah lupa banyak hal.

Dia telah lupa Yuan Ershao, lupa Xiao Dai, lebih-lebih lupa Ouwyang Wu-shuang.

Dia lupa Polisi Setan, lupa Gai-bang, juga lupa pada dirinya sendiri.

Yang paling penting lagi adalah dia telah lupa jarum sulam, lupa mengapa Yuan Dashao bisa muncul di sini.

Sekarang walau ada sepuluh ekor kuda yang paling kuat, juga tidak akan dapat menarik Li Yuan-wai keluar dari sana.

Zhan Feng mengatakan apa, dia menuruti apa, dia mengatakan tidak boleh pergi ke depan, Li Yuan-wai tidak pergi ke depan.

Zhan Feng mengatakan dia pernah jadi teman baiknya Ouwyang Wu-shuang, dan Li Yuan-wai percaya mereka adalah teman baik, sedikitpun tidak bertanya sampai seberapa baiknya mereka.

Zhan Feng tertawa berkata.

"Aku ingin jadi ratu."

Li Yuan-wai menjawabnya.

"Mari, aku temani kau keibu kota, akan ku turunkan orang tua kecil itu dari tahtanya, dia sungguh sudah terlalu lama bertahta."

Masalah sudah sampai begini, demi mendapatkan senyum wanita cantik, jangan kata membunuh orang membakar rumah, walau menginginkan jantungnya, dia juga tidak akan mengerutkan alisnya, dia akan mengambil sebilah pisau membelah dadanya dan mengeluarkan jantungnya.

0ooo(dw)ooo0 Didunia persilatan dalam satu malam sudah tersebar satu hal yang amat besar.

Yaitu Tangan Cepat Xiao Dai telah menantang Gaibang.

Yang dia tantang adalah Ketua Pengawas Honorer Li Yuan-wai.

Tempatnya dikota Fu Rong, gedung Wang Jiang.

Waktunya bulan tujuh tanggal tujuh jam dua belas malam.

0ooo(dw)ooo0 Surat tantangannya diterima oleh kepala cabang Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan dari cabang Gai-bang ke empat puluh dua, di Jiang Nan, dan orang yang mengantar surat walau telah membawa kartu nama Xiao Dai, tapi dia tidak mengenalnya, karena dia hanya preman kelas tiga yang diupah untuk jasa mengirimkan surat saja.

Ini adalah hal yang besar, orang-orang di Gai-bang tidak ada yang menunda, maka saat murid-murid Gai-bang akan memberitahukan hal ini pada Li Yuan-wai, mereka satu persatu jadi gelisah, juga jadi bengong.

Mereka menemukan tidak ada satu orang pun yang tahu sekarang Li Yuan-wai ada dimana, Kepala Pengawas ini tidak menentu jejaknya.

Maka seluruh murid Gai-bang seperti lalat tanpa kepala, kemana-mana menanyakan dimana Li Yuan-wai yang ternama didunia persilatan karena pesta daging anjingnya.

0ooo(dw)ooo0 Sebenarnya Li Yuan-wai suka berjalan-jalan, dalam sepuluh hari atau setengah bulan dia bisa tidak muncul, mencarinya di dalam lautan orang sungguh bukan satu hal yang gampang.

Apa lagi dia sekarang sedang jatuh ke dalam lautan asmara, tinggal di Perumahan Zhan Bao.

Karena para kepala bagian yang kedudukannya sedikit tinggi di Gai-bang matanya sampai bocor mengharap, murid-murid yang sedikit rendah kakinya sudah hampir patah lari kesana kemari, mereka juga tidak menemukan Li Yuan-wai.

0ooo(dw)ooo0 Bulan tujuh tanggal tujuh hanya tinggal sepuluh hari lagi dari sekarang.

Li Yuan-wai walau tidak tahu kabar ini, tapi di jalan raya, di gang kecil, restoran, warung teh, semua orang sudah tahu akan hal ini, yang mereka bicarakan juga hal ini.

Hingga ada bandar judi, bank, pegadaian sudah mulai menerima uang taruhan, bertaruh siapa pemenang dalam pertarungan dari kedua pesilat tinggi didunia persilatan ini.

Tentu saja yang bertaruh untuk Tangan Cepat Xiao Dai lebih banyak, bagaimana pun Tangan Cepat Xiao Dai menjadi ternama karena 'Tangan Cepat'nya.

Dan kemasyuran 'Harum Sedap Tiga Li' nya Li Yuan-wai lebih besar dari Hartawan Li'.

0ooo(dw)ooo0 Tidak ada orang yang tahu kenapa Tangan Cepat Xiao Dai menantang Li Yuan-wai.

Lebih lebih tidak ada orang yang tahu mereka ini berteman, sepasang teman baik yang bisa menitipkan hati.

Orang orang suka melihat keramaian, asal ada keramaian untuk dilihat, siapa yang memperdulikan kedudukan mereka ini?

Makanya kota Fu Rong yang hanya berjarak satu hari perjalanan kuda dari Perumahan Zhan Bao segera menjadi kota yang tidak ada malam, ramai terus menerus, orangorang dunia persilatan yang sempat datang semuanya telah datang, walau 'keramaian' itu masih ada sepuluh hari lagi baru bisa melihatnya.

"Bulan tujuh tanggal tujuh adalah hari 'Pertemuan burung gereja dijembatan', yang dilihat seharusnya 'gembala sapi' dengan 'penenun wanita' (perayaan Kue Bulan), apa kalian tidak salah?"

Jika bicara begini dengan orang, dijamin ada orang menghadiahkan satu tamparan keras, dan orang akan memberi tahu 'kau yang tidak benar?

'gembala sapi' dengan 'penenun perempuan' setiap tahun juga bisa menontonnya, pertarungan Tangan Cepat Xiao Dai dengan Hartawan Li malah seumur hidup tidak akan dapat melihat kedua kalinya." 0ooo(dw)ooo0 Tengah malam, di Perumahan Zhan Bao di kamarnya nona Zhan Feng.

Tampak ada dua bayangan langsing, bayangan itu tercetak dikertas jendela disorot sinar lilin.

"Jauh-jauh datang kesini, apa tidak akan membuat dia curiga?"

"Tidak, dia sekarang setiap malam selalu tidur sampai tengah hari keesokan harinya."

"Kenapa kau menggunakan nama Xiao Dai menantang Li Yuan-wai?"

"Aku tidak bisa menemukan Li Yuan-wai, terpaksa menggunakan cara yang jelek ini."

"Aku merasa kebencianmu sangat menakutkan, apakah tidak bisa sedikit sabar?"

"Sudah cukup lama aku menahannya, kau seharusnya mengerti bagaimana keadaan hatiku, lagi pula aku takut setelah lewat beberapa saat lagi aku sudah tidak bisa mengendalikan Xiao Dai, kau sudah katakan, obat itu kalau dipakai terlalu lama, maka dengan sendirinya hilang khasiat obatnya."

"Terserah kau saja, aku juga tahu tidak ada alasan menasihatimu, juga tidak akan bisa menyadarkanmu."

"Apa sudah ada kabar Li Yuan-wai?"

Ouwyang Wushuang memandang Zhan Feng berkata.

"Tidak ada."

"Sejak aku melarikan diri, dia malah seperti angin menghilang, sungguh aneh?"

Kata Ouwyang Wu-shuang tidak mengerti.

"Tidak mungkin! Kau utus lebih banyak orang mencarinya, tentu bisa menemukannya."

"Sudahlah, asal dia tidak mati, dia pasti akan datang menerima tantangan itu, aku tahu dia mau kehilangan namamya, apa lagi masih terkait dengan nama Gai-bang."

"Apa kau sudah tahu keadaan hatinya."

"Apa gunanya, sudahlah, aku akan kembali."

Ouwyang Wu-shuang dengan marah berkata, dia sepertinya benarbenar membenci sekali Li Yuan-wai.

Sesosok bayangan orang keluar dari jendala nona Zhan Feng, dengan cepat pergi jauh.

0ooo(dw)ooo0 Zhan Feng memandang kegelapan malam, dia berpikir lama.

Apa yang sedang dipikirkan?

Bukankah dia dengan Ouwyang Wu-shuang adalah teman yang sangat baik?

Kenapa dia tidak memberitahu Ouwyang Wu-shuang, bahwa Li Yuan-wai ada di sini?

Apa dia benar sudah mencintai Li Yuan-wai?

Tidak ada orang yang tahu isi hatinya, hati wanita memang seperti jarum di dasar laut.

Apa lagi wanita yang secantik dia.

0ooo(dw)ooo0 Ketika Ouwyang Wu-shuang sampai di rumah hari sudah sedikit terang.

Tidak diduga olehnya Tangan Cepat Xiao Dai sudah bangun, dan juga sedang menatapnya dengan sorot mata yang aneh.

Dia terkejut, tapi dengan tersenyum berkata.

"Kenapa kau bangun? Kenapa tidak tidur lagi sebentar?"

Xiao Dai menggelengkan kepala berkata.

"Seorang pesilat mana boleh setiap hari tidur sampai tengah hari? Aku sungguh tidak mengerti mengapa aku jadi begini, tidak bisa bangun pagi, makanya aku kemarin malam malah tidak tidur, begini pagi kau pergi kemana?"

"Tidak kemana-mana, hanya jalan-jalan di sekitar sini."

"Betul?"

Ouwyang Wu-shuang sudah sedikit marah.

"Lihat, rupanya kau sepertinya tidak percaya pada ku, kau curiga apa, boleh katakan!"

"Apa aku pernah mengatakan aku tidak percaya kau?"

Benar, tapi Xiao Dai tidak mengatakannya, Ouwyang Wu-shuang diam-diam dia marah pada diri sendiri yang kurang bisa tenang.

Seorang pencuri, selalu mempunyai perasaan salah.

Penjahat didunia biasanya semua menuduh duluan.

Karena mereka ingin dengan alasan yang bukan alasan, membuyarkan perhatian orang, untuk menutupi maksud sebenarnya.

Jika penjahat ini adalah seorang wanita, maka dia dengan menambah beberapa tetes air mata, hasilnya akan lebih bagus lagi.

Ouwyang Wu-shuang sangat mengerti ini, makanya dia menangis, suara dan air mata bersama-sama turun.

"Xiao Dai, sekarang aku baru menyadari sebenarnya kau tidak cinta padaku, kau semalaman tidak tidur, apakah aku juga tidur? demi dirimu aku lari ke Perumahan Zhan Bao mencari nona Zhan Feng meminta obat, kau malah dengan tingkah begini menghadapi aku, aku tahu kau pasti sudah menyesal, menyesal tidak seharusnya menantang Li Yuanwai, betul tidak? Kau juga tidak mau aku lagi, betul tidak? Jika kau tidak mau aku karena aku pernah menikah, kau katakan saja! Kenapa harus memakai cara mengatakan aku? Apakah kau tidak tahu aku paling tidak bisa menerima begini?"

Hati Xiao Dai jadi sakit.

Laki laki yang menemui dengan keadaan yang begini apa hatinya tidak sakit?

Kecuali dia tidak mencintai wanita ini, kalau tidak, mana bisa dia menahan tangisan dan omelan yang seperti bunga Li di bawah hujan.

Seperti ketakutan dia menyalahkan dirinya, Xiao Dai buru-buru mendekat dengan hati-hati berkata.

"Xiao Shuang, Xioa Shuang kau jangan menangis! Aku tidak benar, aku salah, boleh tidak? Hay, sekali kau menangis, hatiku jadi hancur oleh tangismu.... sebenarnya aku hanya sedikit sakit kepala saja, buat apa kau pergi jauh-jauh.... baik, baik, aku minta maaf, aku tidak seharusnya curiga, bolehkah?" 0ooo(dw)ooo0 Orang yang tidak pernah jatuh cinta sama sekali tidak akan terpikir laki-laki bisa dengan begitu mudahnya takluk di bawah air mata wanita. Juga sulit dibayangkan setinggi apapun kepahlawanan, sama akan kalah oleh air mata kekasih. Itu kenyataan, jika tidak ada kebenaran, pendakwajadi terdakwa. Kelihatannya Xiao Dai sudah masuk ke dalam permainan cinta dengan Ouwyang Wu-shuang, selamanya dia dipihak yang kalah. Dan juga jika terus begini, mungkin pada suatu hari celana juga akan habis karena kalah. 0ooo(dw)ooo0 Ouwyang Wu-shuang sudah tertawa, tentu saja di dalam tawanya mengandung banyak arti yang hanya dia sendiri yang tahu. Xiao Dai juga tertawa, hanya karena Ouwyang Wushuang tertawa diajadi tertawa. Dia sekarang jadi sering begini, sepertinya dia mempunyai rasa gembira marah sedih suka semuanya sudah dikendalikan olehnya. Cinta macam apa ini? Cinta yang sudah kehilangan aku, bisa bertahan berapa lama cinta seperti ini? Jika tidak ada orang yang memberitahu Xiao Dai, mana dia bisa sadar? Setelah memeluk bahunya, menemani dia masuk ke kamarnya. Dipojok jalan keluar seseorang, seorang berbaju pelajar yang bekerja untuk Polisi Setan, pergi mencari obat. Disaat Ouwyang Wu-shuang kembali dari Perumahan Zhan Bao, orang berbaju pelajar ini sudah mengikutinya. Dia tentu saja tidak tahu ada yang menguntitnya, dan juga sama sekali tidak mungkin tahu dia sedang dikuntit. Karena ilmu meringankan tubuhnya sudah mencapai taraf menginjak salju tanpa jejak, mana bisa Ouwyang Wushuang menyadarinya? 'Sandiwara pagi' sepasang kekasih muda ini, tentu saja tidak lepas dari pandangannya. Dipagi sekali, semuanya hening, sedikit suara saja sudah bisa didengar dari kejauhan, makanya pembicaraan Xiao Dai dan Ouwyang Wu-shuang, dia juga mendengarnya dengan jelas sekali. Wajah dia yang sedikit kaku itu, walau tidak terlihat ada reaksi, tapi dalam kedipan sepasang matanya, ada banyak rasa terkejut dan aneh, sampai-sampai ada sedikit sakit hati, semacam sakit hati yang tidak akan dimengerti oleh orang luar. Dia perlahan bergumam.

"Xiao Dai, kenapa kau bisa berubah jadi begini? Kenapa kau berubah jadi begini? bagaimana orang sepertimu bisa jadi begini? yang seharihari berkata penuh dengan kelucuan, dengan bangganya berkelana didunia persilatan, Hanya kerena wanita ini, sampai temanmu yang paling baik, kau juga tidak dapat melepasnya?"

Dia membalikkan tubuhnya pergi, dengan kecepatan yang paling cepat, karena dia sungguh tidak ingin melihat lagi Tangan Cepat Xiao Dai.

Xiao Dai yang tidak dikenal lagi.

0ooo(dw)ooo0 BAB 11 Orang berbaju pelajar Hari baru saja terang, seperti di jalanan antara kota Xiang Yang dan Perumahan Zhan Bao.

Orang berbaju pelajar memperlambat larinya, karena dari jauh dia sudah melihat sepasang manusia bersaudara yang berwajah sangat buruk menghadang ditengah jalan dengan jarak diluar sepuluh zhang.

Kegemaran 'orang makan orang' Gigi Gergaji Bersaudara sedang kambuh, setelah susah payah mencari semalaman, mereka belum menemukan pesilat tinggi dunia persilatan yang cocok dengan seleranya, sekarang mendadak melihat gerakan seperti elang besar dari orang berbaju pelajar, mereka sangat gembira sampai hampir gila.

"Kak, coba lihat! Dari jauh aku sudah melihat orang ini, hmmm, melihat wajahnya, pasti nikmat, pasti nikmat,"

Kata Orang kedua Gigi Gergaji dengan gembira pada kakaknya.

"Adik, kau hebat, matamu tampaknya lebih tajam, baik, nanti kau akan mendapat lebih satu tangan, he.... he.... he sungguh raja langit tidak mengecewakan orang yang bersusah payah setelah melotot sia-sia semalaman, kau lihat, bukankah raja langit telah menjatuhkan seekor kambing gemuk? He.... he.... he,"

Kata Orang tertua Gigi Gergaji juga bangga, dia sepertinya sudah kelaparan tiga hari, tiba-tiba menemukan semeja besar masakan 'Man Han Quan Xi' yang enak.

Orang berbaju pelajar menghentikan larinya, berdiri pada jarak dua zhang dihadapan sepasang orang ini.

Melihat dua orang mayat hidup yang tujuh puluh persen seperti setan, tiga puluh persen seperti manusia, orang berbaju pelajar jadi terkejut juga.

Karena siapa pun, jika pertama kali melihat wajah dan kelakuan manusia bersaudara, tentu akan terkejut.

Apa lagi jika bertemu di malam hari, orang yang kurang berani walau tidak seketika pingsan, mungkin juga akan kencing dicelana.

"Apakah kalian ada urusan?"

Tanya orang berbaju pelajar tawar.

Dua orang mayat hidup itu tertawa sebelum menjawab, suaranya seperti mengerik katel, sungguh membuat kulit tubuh jadi merinding seperti kulit ayam, orang tertua Gigi Gergaji berkata.

"He.... he.... he sobat, kau sendiri yang menabrak masuk kepintu neraka, kami berdua sungguh sulit sekali mencarimu, he.... he...."

"Mencari aku?!"

Kata Orang berbaju pelajar sedikit terkejut.

Jika ada dua 'orang hidup' yang jika setan bertemu pun akan sakit kepala, kemudian mereka mencarimu, mungkin kau mimpi juga bisa jadi bangun karena terkejut kalau kau melihat dia.

Orang berbaju pelajar ikut terkejut, sama sekali bukan karena takut, tapi karena....

Pertama, dia berilmu tinggi, orangnya pemberani.

Kedua, didunia ini sudah tidak ada hal lagi yang dapat membuatnya merasa takut.

Ketiga, dia menduga orang ini tidak menakutkan, tapi seorang manusia 'biasa', sepertinya mereka berpura-pura menjadi setan atau bermain-main menjadi dewa, jujur saja dia sudah merasa tidak senang.

"Benar, mencarimu, kalau kami tidak mencarimu buat apa menunggu di sini?"

Kata orang kedua Gigi Gergaji. Suaranya walau sedikit lebih enak didengar tapi dibandingkan dengan kakaknya, tetap masih ada perbedaan dengan manusia biasa.

"Mencari aku?! Menunggu aku?! Aku pikir kalian mungkin salah! sekarang sudah terpikir oleh ku, yang harus mencari orang adalah aku, dan aku sudah lama mencari kalian,"

Kata orang berbaju pelajar tiba-tiba.

Sekarang giliran Gigi Gergaji bersaudara yang terkejut, kerena mereka sama sekali tidak mengerti kapan pernah berhubungan dengan orang berbaju pelajar yang gagah dan tampan ini, dan orang ini tidak seperti orang biasa yang sekali melihat mereka sudah ketakutan setengah mati, orang berbaju pelajar ini malah sikapnya meyakinkan sekali.

"Kau.... kau kenal kami?"

Orang kedua Gigi Gergaji berkata.

"Kenal? mana bisa aku mempunyai teman seperti kalian, dengan wajah seperti kalian berdua, setan pun tidak berani berhubungan dengan kalian, aku kan bukan raja neraka mana bisa kenal kalian?"

Orang berbaju pelajar semakin tenang, malah mulai mengejek.

"Kau.... kau tidak kenal dengan kami kenapa mau mencari kami?"

Kata orang kedua Gigi Gergaji sedikit aneh.

"Coba terka?"

Kata orang berbaju pelajar dengan santai, sambil mengendong sepasang tangan kebelakang.

"Adik, jangan banyak bicara dengannya, cepat selesaikan saja, kita harus pulang untuk menyalakan api menggodok air,"

Kata Orang tertua Gigi Gergaji sedikit terburu-buru pada adiknya."

"Kak, tunggu sebentar, aku lihat orang ini ada sedikit tidak benar, biar aku selidik dia dulu,"

Jawab Orang kedua Gigi Gergaji.

Dari sepasang manusia kembar ini, orang kedua tampak lebih kecil, lebih teliti dan lebih pintar, orang kedua Gigi Gergaji lebih pintar dibanding orang pertama, makanya setiap urusan diluar, juga kebanyakan orang kedua yang mengurus.

"Kau jangan pura-pura misterius, cepat katakan kau ini siapa sebenarnya? Dan kenapa bisa mencari kami?"

Kata Orang kedua Gigi Gergaji.

"Oww? Kalian tidak bisa menduganya? Kalau begitu biar aku kasih tahu kalian, walau aku tidak kenal dengan kalian, tapi aku pernah mendengar kalian 'orang makan orang' Gigi Gergaji Bersaudara, benar tidak? Mengenai tujuan aku mencari kalian, juga sama dengan kalian,"

Kata Orang berbaju pelajar malah masih bisa tertawa pada mereka berdua. 0ooo(dw)ooo0

"Betul, betul sekali, walau aku tidak makan daging orang, tapi suka membunuh setan, bukankah kalian suka pura-pura menjadi setan?"

Tanya orang berbaju pelajar tertawa.

"Kau.... kau masih hidup ingin bertemu setan, aku lihat kau sudah bosan hidup, jangan menyalahkan kami bersaudara, jika kau tidak ingin hidup lagi, kami terpaksa mengabulkan kau."

Dengan sangat marah orang kedua Gigi Gergaji berkata.

"Masih hidup ingin bertemu setan?! tentu saja selama hidup aku tidak ingin bertemu setan, tapi persoalannya lain jika setannya setan palsu atau setan pemakan orang, hari ini kalian telah bertemu dengan aku, anggap saja kalian bertemu setan sial, harap.... biar kita bertiga melakukan setan menghajar setan, coba lihat siapa yang akan benarbenar berubah menjadi setan betulan."

Orang berbaju pelajar terus berkata setan, hampir saja membuat 'orang makan orang' bersaudara marah memuntahkan darah.

Gigi Gergaji Bersaudara didaerah Liang Huai sangat menakutkan orang, sampai anak kecil waktu di malam hari jika menangis asalkan mendengar nama mereka segera akan berhenti menangis ketakutan.

Kekejaman, kesadisan, kekejian mereka bisa dibayangkan.

Orang dunia persilatan yang biasa-biasa jika bertemu dengan mereka menghindar saja masih takut tidak keburu, mereka mana pernah bertemu dengan orang seperti orang berbaju pelajar yang bisa tertawa mengolok, kata-katanya tidak karuan lagi.

Makanya Gigi Gergaji Bersaudara setelah berteriak aneh, 'tongkat gigi srigala' dan 'tongkat tengkorak' bersamaan waktunya dengan membawa angin amis dan langit penuh dengan bayangan hitam, menutup kearah orang berbaju pelajar.

Orang berbaju pelajar tubuhnya seperti daun Liu menari melayang-layang di antara celah dua orang bersaudara, mulutnya tetap tertawa mengejek berkata.

"Yow, kenapa ketika sedang berbicara setan sudah masuk ke tubuh!" 0ooo(dw)ooo0 'Orang makan orang' dua orang bersaudara ilmu silatnya walau tidak terhitung paling top didunia persilatan, tapi juga sedikit sekali orang yang bisa melawannya, sekarang setelah bentrok dengan orang berbaju pelajar, dua orang ini tidak tahan hatinya menjadi dingin bergetar. Karena ilmu silat orang berbaju pelajar ini tarafnya tidak bisa mereka bayangkan, bukan saja mereka berdua dengan sekuat tenaga masih tidak dapat menyentuh baju orang, lebih-lebih melihat orang tampak begitu santai, seperti bangun pagi hati sedang olah raga melatih diri. Apa lagi yang menakutkan adalah bukan saja dia tidak memakai senjata juga masih menggendong tangan di belakang tubuhnya, hanya menghindar saja, belum mengeluarkan jurusnya.

"Pertarungan ini mungkin sulit diteruskan."

Orang kedua Gigi Gergaji berpikir di dalam hati, tapi gerakan tangannya tidak mengendur, tetap saja dengan kuat menyerang dan sekuat tenaga memukul.

Dan orang pertama Gigi Gergaji otaknya tidak begitu teliti, walau merasa gerakan lawan begitu ringan dan lincah, dirinya berhasil menghindarnya adalah nasib orang itu masih bagus, tidak terpikirkan jika disaat menghindar lawannya mengeluarkan serangan balik, dirinya juga tidak akan begitu gampang berkelit.

Karena lawan tidak mengadakan serangan, maka dirinya tidak perlu bertahan.

Pertarungan yang tidak menjaga pertahanan dan hanya mementingkan menyerang....

tidak perduli pertempuran apa, semuanya akan mudah melakukannya.

Orang yang menyerang gerakannya sangat dahsyat, keji, sedikitpun tidak memberi ampun, gulungan-gulungan bayangan tongkat, tiba-tiba keatas tiba-tiba ke bawah, sangat rapat sampai angin juga tidak bisa menembus, semuanya mengarah pada tempat mematikan lawan.

Orang berbaju pelajar dengan santai, ringan, seperti angin menggoyang pohon Liu, bayangannya bergerak di timur tiba-tiba di barat, seperti setan, sampai ujung bajunya juga tidak bisa disentuh lawannya.

"Berhenti.... berhenti!"

Teriak orang kedua Gigi Gergaji keringat dinginnya bercucuran, tiba-tiba keluar dari lingkaran pertarungan.

Orang tertua Gigi Gergaji mendadak mendengar orang kedua berteriak, tangan sedikit melambat, dengan sendirinya juga berhenti menyerang, dengan bengong melihat orang kedua.

Orang berbaju pelajar dengan tenang tertawa katanya.

"Mengapa berhenti?! Apa kau tidak salah?! Aku sampai sekarang masih belum menggerakkan tangan? Kau katakan, bagaimana aku menghentikan tangan ini?"

Mayat hidup bersaudara wajahnya menjadi merah, Gigi Gergaji Bersaudara biar bagaimanapun tetap adalah manusia. Tampak wajah putih pucat orang kedua Gigi Gergaji juga menjadi merah.

"Kau.... siapa dirimu sebenarnya?!"

"Kenapa? Sampai sekarang kalian baru ingat menanyakan aku siapa?"

"Seorang laki laki.... matanya tidak bisa kemasukan pasir, jika seorang laki laki.... sebutkan namamu,"

Kata orang kedua Gigi Gergaji sedikit takut dengan gagap.

"Kalian tidak usah tahu, aku jamin aku dengan kalian pasti tidak ada pertalian famili, perkataan yang tidak berguna tidak perlu diteruskan,"

Kata orang berbaju pelajar dengan santai.

"Apa kau.... kau tidak ingin dikenali orang?"

"Mungkin betul, setelah aku bertanya beberapa hal pada kalian, kalian pasti tahu siapa aku, sekarang kalian tidak mau bertarung lagi, maka kalian harus menjawab pertanyaanku, ada orang berkata kalian pernah tinggal di penginapan Lian Shen meracun dan membawa pergi Tangan Cepat Xiao Dai betul tidak?"

Orang berbaju pelajar saat ini sudah merubah sikap dan nada perkataannya. Gigi Gergaji Bersaudara terkejut bersamaan waktu berkata.

"Kau.... kau bicara apa?!"

Orang berbaju pelajar membentak.

"Kalian sekarang lebih baik mendengar kata-kata aku, jika tidak...."

Seperti sinar kilat lewat, Gigi Gergaji Bersaudara bersamaan merasa dingin lehernya, kemudian baju luar orang berbaju pelajar menutup lagi.

Tidak perlu disangsikan lagi, barusan mereka berdua sudah berkeliling dan kembali dari istana neraka, kerena sinar kilat itu walau tidak terlihat dengan jelas, tapi mereka tahu itu adalah sebilah pedang, sebilah pedang yang haus darah.

Didunia ini mana ada pedang yang begitu cepat?

Sungguh hal yang sulit dibayangkan.

Gigi Gergaji bersaudara sekarang seperti benar-benar bertemu setan, menatap orang berbaju pelajar, dan tampang mereka sangat lucu.

Dua wajah yang menakutkan orang, bisa berubah jadi wajah ketakutan karena orang, orang yang tidak pernah melihatnya, pasti tidak bisa membayan gkannya.

"Tidak perlu kukatakan kalian juga tahu itu adalah sebilah pedang, aku bisa beritahukan pada kalian, asal aku senang, aku bisa sembarangan waktu melakukannya lagi, tapi disaat melakukannya lagi aku bisa pastikan, pedang itu tidak hanya menempel melewati leher kalian, tapi akan memotong tenggorokan kalian."

Perkataannya berhenti sejenak, orang berbaju pelajar melanjutkan.

"Sekarang beritahu aku benarkah ada kejadian yang aku tanyakan? Tentu saja yang ingin aku dengar adalah kata-kata yang benar, dan kalian jangan coba-coba mempermainkan, kata benar atau kata bohong aku bisa dengan mudah membedakannya." 0ooo(dw)ooo0 Orang yang bisa makan orang, bisa dikatakan dia besar nyalinya. Orang yang bisa makan orang, belum tentu nyalinya besar. Besar nyali dengan nyali besar sepintas artinya sama, tapi sebenarnya banyak perbedaan, apa lagi disaat nyawanya terancam dan disaat nyawanya tidak terancam. Makan orang bagaimana pun dirinya tidak akan mati. Makanya Gigi Gergaji Bersaudara dapat dengan besar nyali memakannya. Sekarang jika mereka tidak mengatakan dengan benar maka akan mati, disaat beginilah bisa melihat sebenarnya nyali mereka cukup besar atau tidak. 0ooo(dw)ooo0

"A.... ada."

Lidah Gigi Gergaji Bersaudara hampir jadi simpul.

"Aku tahu satu hal, yaitu sasaran yang tadinya kalian tujukan bukanlah Tangan Cepat, siapa sasaran sebenarnya? Katakan!"

Orang berbaju pelajar dengan keras berkata.

"Ialah.... ialah Polisi Setan.... dan Hartawan Li...."

"Alasannya?"

Orang berbaju pelajar dengan dingin mengucapkan satu kata.

Namun satu kata ini tidak diragukan seperti sebuah godam, memukul hati Gigi Gergaji Bersaudara.

Karena mereka tahu setelah alasan ini diucapkan, asal terdengar orang lain, maka kematian mereka akan datang.

"Kami.... kami hanya ingin memakan daging mereka...."

Orang kedua berusaha menyangkal.

"Betulkah?"

Ketika kata 'kah' belum berhenti, orang keduaGigi Gergaji sudah menjerit berkata.

"Ibu....!"

Sebuah telinga kanan sudah jatuh di atas tanah kuning, meloncat dua kali baru berhenti.

Dalam sekejap setengah wajah orang kedua Gigi Gergaji, di atas bajunya yang putih, di tanah, sudah menjadi merah.

Dan disaat orang kedua Gigi Gergaji melihat satu kilatan sinar putih itu, baju luarnya orang berbaju pelajar sudah menutup kembali.

0ooo(dw)ooo0 Gigi Gergaji ingin sekali membungkukan tubuh memungut telinganya sendiri, tapi orang karena sakit sampai berdiri juga hampir tidak bisa.

Sekarang matanya sudah hampir keluar, terus memandangi telinga yang bentuknya aneh itu, sepasangan tangannya dengan sekuat kuatnya menekan tempat yang berdarah, tongkatnya juga sudah jatuh disisi dirinya.

Bagaimanapun dia seperti tidak percaya bahwa telinga yang jatuh adalah barangnya sendiri, tapi perasaan dia memberitahu itu pasti tidak salah, memang itu adalah telinganya sendiri.

Orang hanya bisa melihat telinga orang lain, tidak akan bisa melihat telinga diri sendiri.

Kalau suatu hari bisa melihat telinga sendiri jatuh, keadaannya tentu sulit digambarkan.

"Itu memang telingamu, pasti tidak akan salah, di kemudian hari kau tidak akan bisa tidak melihatnya lagi, dan selanjutnya orang tidak lagi susah membedakan kalian berdua, yang mana kakaknya, dan yang mana adiknya."

Dua orang itu tampak marah, dengan pandangan benci melihat pada orang berbaju pelajar.

Mereka sekarang sudah tahu lawannya tidak main-main, walau nada bicaranya masih ada sedikit terasa main-main.

Bertarung atau melarikan diri?

Mereka berdua hampir bersamaan memikirkannya.

Orang berbaju pelajar saat ini berkata lagi.

"Jangan mengambil resiko, apa pun yang akan kalian lakukan, aku jamin sebelum kalian melakukannya tidak akan lebih cepat dari pada aku, sekarang mari kita lanjutkan pembicaraannya, kau yang lebih tua! Kau yang jawab, ingat telinga ini, aku tidak mengharapkan melihat telinga yang lain, mmm, apa alasannya?"

Orang tertua Gigi Gergaji merasa gentar sampai mundur dua langkah, dia sudah ketakutan sekali. Suaranya seperti menangis berkata.

"Aku.... aku.... kau.... me.... mereka...."

Malah tidak mengatakan apa apa. Orang berbaju pelajar mengerti, terpaksa membalikkan kepala pada orang kedua Gigi Gergaji berkata.

"Kau saja yang menjawabnya! Tapi akibatnya kau yang bertanggung jawab."

Kata 'kau' yang terakhir mengatakannya pada orang pertama. Orang pertama itu dengan sendirinya segera menutup telinganya sendiri berkata.

"A.... Adik, kau.... kau harus mengatakan sejujurnya ya."

"Atas perintah siapa?"

"Atas perintah pemimpin kita...."

"Siapa?"

"Kitajuga.... juga tidak tahu."

Orang berbaju pelajar melototkan sepasang matanya. Orang pertama Gigi Gergaji sudah menutup sepasang telinganya mundur beberapa langkah.

"Be.... benar, kita dikendalikan oleh pengaruh obatnya, terpaksa mendengar kata kata dia, dia setiap kali bertemu dengan kami wajahnya selalu pakai cadar."

"Lalu kenapa kalian tahu bahwa itu adalah dia?"

"Dia mempunyai satu senjata rahasia yang berupa bunga Ju, asal dia memperlihatkannya, kami akan tahu itu adalah dia."

"Senjata rahasia Bunga Ju?"

"Benar, senjata rahasia seperti bunga Ju."

Orang berbaju pelajar berpikir keras sambil memandang matahari pagi dikaki langit, dia sungguh tidak pernah mendengar ada senjata rahasia yang bentuknya seperti bunga Ju, dan orang bercadar ini juga sangat misterius.

Kalau kesempatan tidak digunakan sebaik-baiknya maka langsung hilang.

Bisa tidak menggunakan kesempatan itu adalah masalah lain lagi.

Jika seseorang sedang dalam batas antara hidup dan mati, jika tidak menggunakan kesempatan yang ada, akibat yang ditimbulkan juga biasanya tidak bisa dibayangkan.

Dua puluh buah lebih senjata rahasia Paku seperti satu sarang lebah melesat keluar, semua mengarah pada orang berbaju pelajar, dilanjutkan dengan sabetan Tongkat Tengkorak menyerang dari pinggir, dan sabetan Tongkat Gigi Srigala yang ada dihadapan juga diayunkan menyerang dari atas ke bawah.

Tepat disaat orang berbaju pelajar seperti sedang terlena memikirkan sesuatu, Gigi Gergaji Bersaudara mengambil kesempatan saling menukar pandangan mata, segera menyerang dalam waktu bersamaan.

Mereka mengira ini adalah satu kesempatan menyerang yang baik, satu kesempatan disaat lawan lengah.

Sebenarnya ini memang kesempatan baik, namun mereka salah memperhitungkan lawan.

Sehingga, dimulainya juga cepat, diakhirinya juga cepat.

Dan akibat gerakannya, bagaimanapun mereka tidak menyangka nyawanya mereka bisa melayang.

0ooo(dw)ooo0

"Aku sudah katakan kalian jangan coba-coba bergerak, kenapa kalian tidak mau percaya? Dengan perbuatan kalian sebenarnya mati juga sudah pantas, namun aku terus mencari alasan supaya kalian bisa terus hidup, tapi kalian sendiri telah melepaskan kesempatannya, mau menyalahkan siapa?"

Kata orang berbaju pelajar memandang Gigi Gergaji Bersaudara di atas tanah dengan nada dingin.

Di atas tanah, orang tertua Gigi Gergaji sudah menghembuskan nafas terakhir, sepasang matanya melotot keluar, sepertinya masih tidak mengerti kenapa tenggorokan sendiri seketika tidak bisa menghirup nafas lagi.

Sedang orang kedua Gigi Gergaji masih bisa sedikit menghindar, walau tenggorokannya tidak putus semua, tapi mungkin juga hidupnya tidak akan lama lagi.

Tampak dia sekarang sudah tidak ada waktu mengurus telinganya, sepasang tangan memegang erat lehernya, tergeletak di atas tanah, suaranya seperti pompa bocor berkata.

"Aku.... aku tahu.... siapa kau.... kenapa bisa.... bisa kau....?"

Sedikit menggoyangkan sudut bibirnya, orang berbaju pelajar berkata.

"Benarkah? seharusnya kalian sudah dari tadi bisa berpikir, ketika aku kedua kalinya mengeluarkan pedang, kalian sudah seharusnya tahu, sayang kalian tidak bisa memikirkannya, jika tidak seharusnya tidak akan berani menempuh bahaya ini."

Orang kedua Gigi Gergaji benar-benar seperti telah melihat 'setan', dia dengan kaku dan sedih berkata lagi.

"Pedangmu.... sungguh.... cepat sekali.... bisakah,.... aku.... aku.... melihat.... melihat.... sekali lagi...."

Orang berbaju pelajar melihat penjahat dunia persilatan yang sekarat ini, hatinya tiba-tiba merasa tidak tega, tentu saja dia mengerti maksud dia, bagaimana pun kesakitan dia sekarang berlebihan juga.

Sehingga....

Sekali lagi sinar putih berkelebat lalu hilang.

Orang kedua Gigi Gergaji kali ini bisa melihatnya dengan jelas, tapi juga selamanya tidak bisa melihatnya lagi, karena didadanya sudah mengucurkan darah, dibagian jantungnya.

Orang berbaju pelajar kali ini tidak segera menyimpan pedang kebaju dalamnya.

Tentu saja supaya orang kedua Gigi Gergaji bisa melihatnya lebih jelas lagi.

Sebilah pedang yang sangat kecil, lebarnya hanya satu jari, panjangnya kira-kira dua che setengah.

Memakai pedang yang begitu pendek dan begitu kecil, ilmu pedangnya pasti sangat mengejutkan orang, bukan saja mengejutkan orang, mungkin sudah sampai tingkat ilmu silat pedang yang paling tinggi.

Tidak dapat disangkal, ilmu pedang orang berbaju pelajar sudah sampai pada puncaknya.

Yang mengherankan adalah ketika dia membuka baju luarnya, tidak bisa melihat sarung pedangnya ada di dalam bajunya.

Pedang yang tidak ada sarung pedangnya bukankah gerakan pedangnya akan lebih cepat?

Tentu saja.

Orang yang mengeluarkan pedangnya sangat cepat ketika bertarung dengan lawan juga lebih mudah mendapat kesempatan pertama.

0ooo(dw)ooo0 Setelah menggantungkan pedangnya dibaju dalam, orang berbaju pelajar melangkah pergi, mengarah ke matahari pagi.

Didunia ini sudah tidak ada lagi orang 'orang makan orang'.

Tapi dia tahu malah ada banyak orang yang lebih menakutkan dibanding 'orang makan orang'.

Karena mereka memakan orang sampai selembar rambut pun tidak disisakan.

Burung yang bangun pagi mencari serangga untuk dimakan.

Orang berbaju pelajar semalaman tidak tidur, tidak tahu apa yang telah dia temukan?

Serangga yang bangun pagi dimakan burung.

Dia semalaman tidak tidur, menganggap dirinya adalah burung yang bangun pagi, siapa yang tahu malah dia menjadi serangga yang bangun pagi.

Kejadian didunia ini, satu pun tidak ada yang bisa menduganya?

Di kamar tamunya Zhan Long di Perumahan Zhan Bao.

Wajah Polisi Setan sudah banyak sembuh, akhirnya nyawanya bisa dipungut kembali, tentu saja dia tahu siapa yang menolong dirinya.

Ilmu silatnya Zhan Long tidak sebagus ilmu pengobatannya, karena dia merasa menolong orang lebih baik dibanding membunuh orang.

Makanya dia sejak kecil terus mempelajari ilmu pengobatan, terhadap belajar silat dia tidak begitu semangat, walau ayahnya adalah Ahli Silat Tabib Dewa Zhan Tian Hoang yang termasyur di seluruh jagat.

Ahli Silat Tabib Dewa Zhan Tian Hong pada empat puluh tahun yang lalu sudah memimpin para jago silat, dia diangkat dengan hormat sebagai ketua dunia persilatan oleh setiap aliran dan setiap perguruan.

Namun langit rupanya iri pada jenius ini, baru saja istrinya melahirkan Zhan bersaudara dia segera meninggal dunia, Tabib Dewa yang sudah tidak terhitung menolong orang, tapi tidak dapat menolong istrinya, kasihan.

0ooo(dw)ooo0

"Bagaimana perasaanmu hari ini? Apa obatnya sudah dimakan?"

Kata Zhan Long dengan jujur sambil tertawa bertanya pada Polisi Setan Tie Cheng Gong.

"Terima kasih, pendekar muda Zhan, kecuali di atas luka masih terasa sedikit sakit, yang lainnya sudah baik, obatnya tentu saja aku memakannya menurut aturan,"

Kata Polisi Setan dengan tenaga yang masih lemah.

"Mmm, aku lihat setelah lewat sepuluh hari lagi, kau sudah bisa keluar menangani perkara lagi!"

"Berkat tangan ajaibmu, seperti dewa"

Kata Polisi Setan sambil tertawa.

"Bicara apa ini, kau terlalu sungkan,"

Wajah Zhan Long sedikit malu.

"Dia pergi kemana? Kenapa seharian aku tidak melihat dia?"

Tanya Polisi Setan seraya bangkit duduk, menyander ke tiang ranjang.

"Biasa, dia keluar mencari Li Yuan-wai lagi, kau tidak tahu dia begitu gelisah."

"Hai, sayang aku tidak dapat membantunya, malah merepotkan dia,"

Kata Polisi Setan mengeluh melanjutkan.

"Bicara apa ini?! Jika kau bicara demikian, bukankah aku akan lebih malu lagi? Aku juga teman dia, asal ada niat itu sudah cukup, apa lagi kau datang dari jauh, niatmu sudah cukup membuat orang terharu."

"Jangan sampai Li Yuan-wai terkena musibah apapun, semua membuat aku jadi memikirkannya, coba kau pikir kenapa Tangan Cepat Xiao Dai tiba-tiba mengirim surat tantangan bertarung ke Gai-bang, apa dia gila?"

Kata Polisi Setan merasa pusing.

"Aku juga tidak tahu, bukankah kau pernah berkata mereka adalah teman sejak kecil dan tumbuh besar bersama. Kenapa bisa timbul situasi begini? Sungguh membuat orang bingung, apa sebabnya."

Jawab Zhan Long.

"Aku kenal dengan mereka juga secara terbatas, walau sudah tinggal bersama beberapa hari aku hanya dapat merasakan di antara mereka sepertinya ada semacam.... itu.... eee, perbedaan,"

Kata Polisi Setan sambil berpikir.

"Sungguh tidak disangka, masalah Ershao belum selesai, sekarang timbul lagi masalah ini, sekarang semua orang hampir tahu, pertemuan di Gedung Wang Jiang bulan tujuh tanggal tujuh, sungguh satu hal yang membuat orang jadi memeras otak, malah dua orang yang bersangkutan satu pun tidak bisa dicari, sesungguhnya apa yang terjadi? Orang mau menduga juga tidak tahu harus mulai dari mana,"

Jawab Zhan Long.

"Aku berharap 'dia' bisa secepatnya bertemu mereka berdua, siapa tahu masalahnya bisa dibereskan, jika tidak, bagi orang luar ini hanyalah sebuah keramaian, bagi kita yang mengerti ini tidak bedanya dengan sandiwara sedih, hai.... dua orang ini...."

Polisi Setan terpikir dua orang ini hubungan mereka seperti hubungan kaki dan tangan jadi dia tidak tahan mengeluh.

"M asalahnya adalah walau 'dia' bisa menemukan mereka berdua, bagaimana cara 'dia' menjelaskannya? Jika tidak bisa menjelaskan, bagaimana bisa mendamaikan pertarungan ini, kau juga tahu, sekarang ini bukan saja 'dia' tidak enak, tapi tidak bisa tampil terbuka,"

Kata Zhan Long juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Polisi Setan terdiam.

Zhan Long juga terdiam.

Karena mereka memang tidak tahu harus bagaimana membereskan masalah ini.

Zhan Long dan Polisi Setan sepertinya tahu banyak hal.

'Dia' siapa?

Kenapa tidak muncul?

Apakah orang berbaju pelajar adalah Ershao?

Apakah mungkin?

Bukankah Ershao sudah mati?

Tapi....

Hanya orang yang sudah mati, baru tidak boleh muncul.

0ooo(dw)ooo0 Bab 12 Asmara, setia kawan?

Sulit!

Persahabatan yang baik bagaimana pun, kalau di dalamnya terdapat wanita, maka persahabatan ini juga akan seperti arak bagus yang terbuka terlalu lama, perlahan-lahan akan menjadi basi.

Jika wanita diibaratkan air, maka arak secangkir ini bukan saja akan menjadi tidak bagus, mungkin menjadi tawar, sampai orang tidak mau meminumnya.

Arak yang tidak enak diminum hanya tinggal dibuang.

Li Yuan-wai sungguh tidak mengerti, mengapa Xiao Dai bisa melakukan hal yang selain dirinya tidak bisa mundur lagi juga sangat tidak masuk akal.

Dia sungguh sangat marah, marah sampai ingin sekali menemui dia dan merubah jadwal pertemuan pada bulan tujuh tanggal tujuh dimajukan jadi besok, atau jadi sekarang.

Orang yang kesabarannya bagus juga, tetap bisa marah.

Li Yuan-wai bukan orang yang sabar, juga bukan orang persilatan kelas bawah, berani pada yang lemah takut pada yang kuat, makanya saat mengetahui Xiao Dai mengumumkan, mengajak bertarung dengan dirinya, kemarahannya sudah seperti gunung berapi yang meletus, tidak berbeda jauh.

Dia sekarang malahan sama sekali tidak memikirkan kenapa Xiao Dai minta bertarung dengan dirinya?

Karena hal semacam ini tidak mungkin terjadi, jikalau terjadi, maka itu menandakan Xiao Dai sudah tidak memandang lagi hubungan persahabatan yang hampir sama dengan hubungan sehidup semati.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai mengerti Xiao Dai, seperti dia mengerti dirinya sendiri.

Jika Xiao Dai ingin membunuh seseorang, dia pasti menyelidiki dulu seluruh keadaan lawannya baru berencana lalu melakukannya.

Mereka sudah berhubungan bertahun-tahun, terhadap ditinya mana Xiao Dai tidak mengerti.

Makanya Li Yuan-wai menjadi gelisah, karena dirinya dengan Xiao Dai tidak ada rahasia sedikitpun.

Li Yuan-wai juga mengerti dirinya bukan lawannya Xiao Dai.

Dia tahu jika dia datang menepati janji, hasil pertarungannya dia pasti kalah, namun dia tidak bisa tidak harus menepati pertemuan itu.

Janji pertemuannya bukan saja terlibat namanya, juga melibatkan nama baik seluruh Gai-bang.

Karena di Gai-bang tidak ada orang yang takut mati, jadi pasti menepati janji.

Apa lagi dirinya adalah Ketua Pengawas Honorer, tentu saja tidak mengizinkan dirinya mundur.

Sehingga dua hari ini Li Yuan-wai tidak pernah tidur nyenyak tidak pernah makan dengan tenang.

Yang dia pikirkan, semuanya adalah bagaimana supaya dalam pertarungan ini jangan sampai kalah.

Tentu saja jika bisa menang adalah yang paling baik.

Nona Zhan Feng tentu saja melihat semua ini, karena hal ini juga dia sendiri yang memberitahukan pada Li Yuan-wai.

Li Yuan-wai melihat kegelisahan dan kepusingan di mata Zhan Feng....

Hatinya seperti dipecut dengan keras sekali olehnya.

Tidak perlu dikatakan lagi dia juga mengerti apa arti di dalam matanya.

0ooo(dw)ooo0 Zhan Feng akhirnya tidak tahan, dia membuka mulut.

"Apakah kau jadi pergi?"

"Kau tentu tahu, aku tidak bisa menolak."

"Apa kau tidak tahu peluangmu hanya ada sepuluh persen?"

"Aku tahu, tapi walaupun mati, aku juga tidak bisa membiarkan orang di seluruh dunia mengejek Hartawan Li adalah pria lemah yang pengecut."

"Apakah kau bisa menerka apa sebabnya Tangan Cepat Xiao Dai menantangmu bertarung?"

"Jika ingin membunuh seseorang tidak perlu banyak alasan, sekarang walau pun dia tidak membunuh aku, aku juga akan membunuh dia, karena aku adalah Li Yuan-wai, bukan seorang yang biasa hidup mewah, yang kerjanya hanya menghitung uang."

"Apakah kau pernah berpikir jika kau mati, aku bagaimana?"

Benar, bila dirinya mati, asmara yang baru saja tumbuh bukankah juga akan habis?

Apakah wanita ini mampu menerima pukulan ini?

Memulai cinta memang sangat sulit, maka dia juga tidak bisa berlalu begitu saja?

Li Yuan-wai sungguh tidak ingin memikirkan hal ini, tapi akhirnya terpaksa memikirkannya.

Makin dipikirkan dia makin takut, makin takut dia makin tidak bisa menambah keberaniannya pergi menepati pertemuan.

Cinta bisa membuat orang penakut tiba-tiba berubah jadi pemberani.

Namun cinta juga bisa membuat seorang pahlawanjadi pengecut.

Apa lagi cinta palsu yang seperti asli, juga bisa merubah 'hartawan' terkaya menjadi si miskin.

0ooo(dw)ooo0 Sekarang Li Yuan-wai merasa takut.

Dia takut kehilangan kekasih yang cantiknya seperti dewi.

Lebih-lebih takut kehilangan cinta 'kedua' seumur hidupnya ini.

Cinta pertamanya mengalami kegagalan, apakah dia mau membiarkan cinta keduanya mengalami jalan yang sama?

Zhan Feng tampak sedih karena tidak bisa memberi bantuan, dia memandang Li Yuan-wai, berharap Li Yuanwai bisa memberitahukan pada dirinya sebenarnya dia mau pergi atau tidak?

"Benar, kau harus pergi, seorang laki laki boleh kehilangan cinta, tapi tidak bisa kehilangan harga diri, apa lagi namanya bisa lebih besar, lebih menggemparkan."

Zhan Feng segera memutuskan.

Tidak ada seorang wanita yang mengharapkan kekasihnya adalah seorang pengecut, apa lagi seorang wanita yang belum menikah, lebih-lebih mengharapkan kekasihnya adalah seorang pahlawan.

"Tapi aku tidak berharap kau pergi mengantar kematian, makanya kau harus mendengar kata-kataku,"

Kata Zhan Feng melanjutkan. Li Yuan-wai dengan sorot mata yang kurang mengerti memandang pada wajah yang cantik seperti bunga....

"Aku tidak bisa menghalangi kau supaya tidak pergi, tapi aku tidak ingin kau mati, cara yang paling baik adalah kau harus mengalahkan Tangan Cepat Xiao Dai, tentu saja kau dan aku juga tahu dulu kau bukanlah tandingannya, itu dulu. Ilmu silat seorang kan tidak selalu berhenti disatu taraf, benar tidak? Jika ilmu silatmu tiba-tiba bertambah kuat, demikian kuatnya sampai Tangan Cepat Xiao Dai juga bukan tandinganmu, atau kau tiba-tiba berhasil belajar cara membunuh yang setiap orang juga tidak bisa menahannya, maka bukan saja kau boleh pergi, juga tidak perlu mati, bukankah ini hal yang sempurna?"

Kata Zhan Feng dengan tajam menatap Li Yuan-wai.

"Bisakah kau mengatakannya lebih jelas lagi."

"Ayahku pernah berhasil membuat obat yang bisa menambah tenaga dalam waktu singkat, obat ini setelah dimakan bisa membangkitkan energi tubuh yang tersembunyi, yaitu bisa dengan segera mempertinggi tenaga dalam, sampai waktunya nanti kau boleh memakan obat ini, tapi.... tapi obat ini mungkin bisa menimbulkan akibat yang buruk...."

"Aku tidak takut."

Li Yuan-wai segera memotong, tapi tidak memikirkan macam apa akibat itu.

"Selain itu, menggunakan beberapa hari ini, aku akan mengajarkan kau sebuah jurus senjata rahasia, disaat berbahaya meski tidak tentu bisa mematikan lawan, tapi untuk melindungi diri lebih dari cukup, kau harus giat belajar, aku benar-benar tidak ingin kau mati" 0ooo(dw)ooo0 Sungguh tidak terpikirkan oleh Li Yuan-wai bahwa ayahnya Zhan Feng adalah ketua dunia persilatan pada masa lalu Tabib Dewa Ahli Silat Zhan Tian Hong. Ada lagi yang membuat dia terkejut adalah ilmu silat Zhan Feng ternyata jauh lebih tinggi dari dirinya, selama tinggal bersama beberapa hari ini, dia hanya tahu ilmu pengobatannya yang hebat, sama sekali disangka ilmu silatnya juga sudah mencapai taraf yang sulit dibayangkan. Keturunan ketua dunia persilatan Tabib Dewa Ahli Silat mana mungkin tidak bisa silat dan tidak tahu pengobatan? Mata Li Yuan-wai hanya melihat kecantikannya Zhan Feng saja, mana dia memikirkan yang lain? Siapa bilang cinta itu buta? Sekarang Li Yuan-wai malah 'buta' sampai senjata rahasia apa yang diajarkan oleh Zhan Feng juga tidak tahu. Apa dia tidak tahu sekarang yang dia pelajari adalah serangan jarum Hujan Bunga Memenuhi Langit? Senjata rahasia ini tidak perlu dibuat khusus, asalkan jarum yang nomornya besar sedikit sudah bisa dipakai. 0ooo(dw)ooo0 Orang yang pandai, belajar apa pun akan bisa dengan cepat. Li Yuan-wai adalah orang yang pandai. Dia bisa memasak daging anjing yang begitu enak, tentu saja dia belajar 'jarum' juga dengan sendirinya mudah. Karena dapur dan kerajinan wanita adalah sepertinya satu kelompok. Dia sekarang malah bisa melepaskan senjata rahasia sejauh satu zhang, dengan segenggam besar jarum sulam, satu persatu dilemparnya, menerobos kertas jendela, dan lubang kertas yang bolong dijendela hanya satu. Dia juga sudah bisa melepaskan sejumlah tiga puluh empat jarum sulam bersamaan waktu, dan membentuk satu huruf Dai. Apakah dia begitu benci pada Tangan Cepat Xiao Dai? Atau dia sedang berpikir siapa sebenarnya yang idiot? 0ooo(dw)ooo0 Zhan Feng sangat puas. Dia puas atas kepintaran dan ketekunannya. Dia juga puas pada Li Yuan-wai yang penurut. Setiap wanita suka pada laki-laki penurut. Karena laki laki yang penurut tidak akan bertingkah macam-macam. Li Yuan-wai adalah laki-laki penurut. Jadi, dia pasti tidak akan bertingkah macam-macam? 0ooo(dw)ooo0 Ketua cabang Gai-bang di Jiang Nan yang berjumlah empat puluh dua, Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan walau tidak bisa mengantarkan surat tantangan itu pada Li Yuan-wai, tapi pada tanggal empat pagi dia menerima surat dari Li Yuan-wai, surat itu hanya ada delapan huruf. Surat untuk ketua cabang Dai Le Shan, berita, 'Tepat waktu datang ke pertemuan' Kepala pengawas Li Yuan-wai. Dia tidak tahu siapa yang mengantarkan surat ini, karena saat dia melihat kertas ini, surat itu sudah berada di atas meja dia. Tapi dia jakin, itu pasti tulisan asli tangan Li Yuan-wai, juga dengan cap Tongkat Pemukul Anjing di belakangnya, siapa pun tidak bisa memalsukannya. 0ooo(dw)ooo0 Para murid Gai-bang yang tadinya sudah gelisah seperti ayam terbang, anjing meloncat menjadi tidak gelisah lagi. Dan kota Fu Rong juga bertambah ramai. Karena orang yang datang kesana bertambah banyak, semua orang juga sudah tahu pertarungan ini adalah seratus persen pertarungan hidup mati, pasti jadi bertarung tidak bisa tidak. Kasino, dan bank sibuk menerima taruhan. Orang-orang dunia persilatan sibuk saling memberitahu. Hingga para gadis dewasa juga sibuk memilih baju membeli perhiasan, karena mereka semua ingin melihat penampilannya Tangan Cepat Xiao Dai, dan senyum 'memikat' Li Yuan-wai. Mereka memilih baju, membeli perhiasan untuk pasang aksi dihari itu, karena mereka semuanya tahu Tangan Cepat Xiao Dai dan Li Yuan-wai suka makan 'tahu' wanita cantik. Polisi Setan dan Zhan Long setelah diberitahu oleh orang berbaju pelajar, sudah datang lebih dulu dua hari ke kota Fu Rong. Orang lain yang datang lebih pagi, karena takut terlewatkan keramaian. Sedang Polisi Setan Tie Cheng Gong dan Zhan Long datang lebih pagi, untuk mendamaikan, mereka ingin bertemu dengan Li Yuan-wai atau Tangan Cepat Xiao Dai. Tapi orang berbaju pelajar bukan saja tidak menemukan Li Yuan-wai, malah Tangan Cepat Xiao Dai juga tidak kelihatan jejaknya. 0ooo(dw)ooo0 Ada orang mengatakan Tangan Cepat Xiao Dai merupakan andalan dari utara, sedangkan Li Yuan-wai adalah andalan dari Jiang Nan. Juga ada orang mengatakan dua orang ini adalah orang yang terhebat dari generasi muda dunia persilatan masa kini, dan siapapun yang ingin menguasai dunia persilatan dan memerintah dunia persilatan, harus bisa menarik dua orang ini dulu. Orang yang kurang pengetahuannya menganggap pertarungan ini adalah pertarungan naga dan harimau, jadi ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Orang yang luas pengetahuannya tentu merasa khawatir, mereka menganggap akibat pertarungan ini, pasti ada orang yang mengambil keuntungan. Polisi Setan dan Zhan Long adalah tergolong yang orang yang luas pengetahuannya. Maka setelah mereka tiba di kota Fu Rong, segera melepaskan barang bawaannya, pergi kejalan besar, gang kecil, restoran dan warung teh, dengan tujuan mencari dua orang itu. Gedung Wang Jiang.... bukan gedung teh, juga bukan gedung restoran, lebih-lebih bukan gedung jam. Itu hanyalah satu kebun bunga yang besar, karena besar maka dinamakan Gedung Wang Jiang. Sama seperti Li Yuan-wai dipanggil hartawan, tapi bukan benar-benar hartawan. Wang Jiang adalah tempat ternama di atas Jin Jiang, orang yang datang kesana untuk persiar menikmati bunga tentu saja tidak ada berhentinya. Polisi Setan dan Zhan Long sekarang berada di sebuah bangunan sedang melihat sebuah sajak berpasangan.

"Gedung Wang Jiang melihat air sungai mengalir, gedung berdiri di atas sungai ribuan tahun, aliran sungainya mengalir ribuan tahun. Sebuah sumur Ying Yue (sumur bulan), bayangan Ying Yue, di dalam sumur Ying Yue ada bayangan Ying Yue, sumur bulan sudah ribuan tahun, bayangannya juga ribuan tahun'. Sajak di atas tentu saja mengulas pemandangan, dengan sajak belakangnya boleh dikatakan sangat cocok. Zhan Long berkata.

"Sajak pasangan yang bagus."

Polisi Setan seperti terpikir sesuatu, berkata.

"Gedung sungai, aliran sungai ribuan tahun, aku hanya berharap orang jangan meninggal di sini."

Zhan Long mengerti apa yang dikatakan Polisi Setan, wajah Zhan Long yang tampan juga tidak tahan tampak sedih.

"Polisi besar, mempunyai banyak persoalan yang tidak bisa orang diluar turut campur, semuanya sudah ada takdirnya, kita hanya bisa melakukan sebatas kemampuan kita saja."

Polisi Setan berkata.

"Aku hanya berharap bisa menemukan Tangan Cepat Xiao Dai dulu, mungkin dia bisa memandang diriku yang pernah menyelamatkan nyawanya, mau menerima kataku, membatalkan pertempuran ini."

Zhan Long berkata.

"Kuharap juga begitu, jika tidak memaksa orang itu muncul, bukan saja semua usaha menjadi sia-sia, mungkin keluarga Yuan yang dipersalahkan juga tidak bisa mendapat penjelasan."

Polisi Setan sungguh tidak terpikir, di tempat seperti ini, diwaktu seperti ini, bisa melihat orang ini.

Orang ini bertubuh tinggi gagah, sedang memeluk wanita berbaju putih, menghadap ketengah sungai, membelakangi jalan kecil, mereka berdua duduk dikursi batu pesegi, nampak sedang berkata sesuatu dengan mesra kemudian tampak suara tertawa kecil, kata-katanya berbisik pula.

Di atas jalan kecil banyak orang yang berlalu lalang, orang-orang hanya melihat aneh pada laki laki dan wanita ini, menampilkan sorot mata yang kagum.

Wajahnya Polisi Setan sekarang seperti disiang hari bolong melihat setan.

Seorang yang sampai setanpun bisa ditangkap untuk diadili, tentu saja mempunyai kelebihan khusus yang dapat membuat dia sukses.

Kehebatan ingatan Tie Cheng Gong jarang orang bisa menandinginya, hanya sekali melihat orang, dia tidak bisa lupa seumur hidupnya, asal bisa melihat dari belakang orang itu, dia juga bisa mengenalnya.

Sekarang dia sudah bisa memastikan orang itu adalah Yuan Dashao....

Yuan Di.

Seorang yang dia kira sudah mati tiba-tiba muncul, mana mungkin tidak membuat dia terkejut.

Walau belum mati!

Seorang yang sudah menjadi gila, mana bisa berlaku seperti orang normal, duduk sambil memeluk seorang wanita, 'bermesraan'?

Tentu saja sekarang orang yang tampak dihadapannya, bukan saja belum mati, juga tidak gila, karena sangat terkejut dia sampai terus menggosok-gosokkan matanya, tidak percaya.

Segera dia menarik Zhan Long bersembunyi dipojok yang cukup jauh.

Dia ingin mencari tahu, sebenarnya apa yang terjadi?

Dia juga tahu jika mereka terlalu dekat pasti akan diketahui olehnya, jika lawan tidak gila, dia bisa benarbenar menangkapnya.

Inilah kepintaran Polisi Setan.

Seorang yang otaknya tidak encer, sudah dipastikan tidak akan bisa menduduki kepala kepolisian Jiang Nan.

Wanita berbaju putih itu ternyata bukan janda Yuan Dashao.

Dia sangat cantik, tapi sedikit dingin.

Namun sekarang dia bukan saja tidak dingin, malah sepertinya membuat hati orang merasa berdebar dan telinga menjadi panas.

Walaupun suara tawanya sangat perlahan, tapi buat seorang pesilat, dalam jarak cukup jauh masih bisa mendengarnya dengan jelas.

Suara tertawanya adalah suara tawa yang bisa didengar dalam keadaan tertentu.

Zhan Long tidak dapat mendengar apa-apa, karena dia tidak bisa ilmu silat.

Namun dia adalah seorang pintar, maka ketika kata kata Polisi Setan belum habis, dia sudah sepenuhnya mengerti apa maksudnya.

Dia seperti seorang pemuda kaya yang kalem, perlahanlahan menelusuri jalan kecil melangkah mendekat, melihat kekiri dan kekanan seperti seorang pelancong yang sedang menikmati pemandangan.

Orang yang terlalu pintar juga, suatu saat bisa berbuat kesalahan.

Zhan Long dan Polisi Setan semuanya orang pintar.

Zhan Long salah paham, dia tidak mendengar habis kata-kata Polisi Setan, dia mengira hanya ingin mendengarkan apa yang dikatakan sepasang kekasih ini.

Sedang kesalahannya Polisi Setan adalah tidak terpikirkan, Yuan Ershao punya teman bagaimana Yuan Dashao bisa tidak kenal?

Makanya saat Zhan Long melihat Yuan Dashao membalikkan kepalanya, diajadi tertegun.

Karena dia sama sekali tidak terbayang orang ini adalah Yuan Dashao, Yuan Di.

Yuan Di tidak bicara apa-apa, hanya dengan dingin menatap wajah Zhan Long yang tampan itu.

Zhan Long terpaksa dengan terputus-putus berkata.

"Saudara.... saudara Yuan apa kabar, sungguh.... sungguh tidak terduga bisa bertemu dengan saudara Yuan di sini."

Yuan Di tetap tidak bicara, tapi sorot matanya seperti dua belah pedang tajam, seperti ingin menusuk Zhan Long. Dengan kaku sambil mengepal tangan memberi hormat, Zhan Long terpaksa berkata lagi.

"Hmm, maaf telah mengganggu saudara Yuan, aku.... aku sekarang...."

"Tunggu, saudara Zhan, aku mau bicara."

Yuan Di tidak menunggu Zhan Long habis bicara, sudah bangkit berdiri.

"Tidak.... tidak tahu saudara Yuan ada perlu apa?"

Kata Zhan Long terkejut. Yuan Di dengan tertawa licik berkata.

"Saudara Zhan, sungguh bersemangat, apakah sendirian datang kesini?"

Bagaimana pun Zhan Long kurang pengalaman dalam dunia persilatannya, mulutnya bicara, tapi sorot matanya dengan sendirinya melirik kesamping berkata.

"Be.... benar, aku jalan-jalan kesini sendirian."

Yuan Di adalah orang persilatan yang berpengalaman, mana bisa begitu gampang ditipu, mulutnya tertawa dingin berkata.

"He he.... saudara Zhan kenapa begitu kikir, kenapa tidak perkenalkan teman anda?"

Zhan Long menjadi malu berkata.

"Ma.... mana, aku sungguh sendirian datang ke Gedung Wang Jiang ini, saudara Yuan jika tidak ada urusan lain lagi, aku pamit sekarang."

Sekarang pelancong yang datang sudah bertambah banyak, tapi Yuan Di sudah melihat bayangan Polisi Setan yang bercampur di antara kerumunan orang, matanya menjadi terang, karena diajuga telah melihat jelas Polisi Setan.

Seseorang yang telah melihat, yang tidak seharusnya dilihat, atau menemukan orang yang tidak seharusnya dia temukan, sering juga mendatangkan mala petaka.

Apalagi di dalam dunia persilatan.

0ooo(dw)ooo0 Di dalam penginapan, tengah malam.

"Orang yang sudah gila apakah bisa tiba-tiba menjadi baik?"

Polisi Setan seperti berkata pada diri sendiri tapi juga seperti berkata pada Zhan Long yang sedang minum teh disampingnya.

"Benar, gila juga satu penyakit, asal penyakit maka bisa disembuhkan setelah makan obat."

Kata kata ini sama sekali bukan Zhan Long yang mengatakannya. Karena kata-kata ini datang dari luar pintu. Perkataannya baru saja habis, pintu sudah dipaksa buka oleh kekuatan tenaga dalam.

"Apa kau sudah datang?"

Tanya Polisi Setan melihat keluar pintu.

"Aku harus datang,"

Kata Yuan Di.

"Aku tahu, tamu yang datang tengah malam, menganggap teh sebagai arak, jika sudah datang kenapa tidak masuk duduk sebentar?"

Kata Polisi Setan.

"Aku datang bukan untuk minum arak."

Yuan Di sudah masuk ke dalam, sinar lampu menyorot pada wajahnya, ada sinar kelicikan yang sulit dikatakan, dan rasa dingin yang membuat hati menjadi dingin.

Disaat ini setiap orang yang mengenal dia, mungkin semuanya tidak berani percaya, ini adalah Walet Tidak Kembali Yuan Dashao.

Karena kesan yang diberikan oleh Walet Tidak Kembali adalah orang dunia persilatan yang ternama, seorang pria sejati, tidak perduli kapan, kesannya adalah hangat dan damai.

Tidak Kembali artinya adalah tidak perduli siapa saja asal buka mulut pada dia, maka selalu tidak pernah pulang dengan tangan hampa.

Tidak perduli kau buka mulut minta uang atau keperluan lain, dia akan membuat kau puas.

Namun sekarang wajahnya seperti dilapisi salju dingin, walau kau ada masalah sebesar langit, keperluan yang membakar alisnya, begitu melihat wajahnya, mungkin kata kata yang sudah sampai dibibir, juga akan ditelan kembali.

Apa lagi melihat wajah dia sekarang, adalah rupa yang jika tidak mencapai tujuan tidak akan kembali.

"Apakah maksud kedatanganmu adalah karena curiga aku telah menemukan sesuatu?"

"Kau harus tahu, masalah ini tidak bisa membiarkan orang curiga."

"Aku tahu, hanya aku ingin tahu karena apa?"

"Sekarang ini kau belum mati, tapi setelah kau tahu, kau harus mati, apakah kau masih ingin tahu?"

Polisi Setan berpikir sebentar, berkata.

"Kalau begitu aku lebih baik tidak mau tahu saja, jadi kau mau berbuat bagaimana?"

"Membuatmu melupakan semua yang kau ketahui, kembali ketempat asalmu. Banyak hal yang kau tidak bisa mengurusnya, ini nasihatku, rasanya tidak enak didengar, dengar atau tidak dengar itu terserah kau."

"Kalau begitu aku juga beritahu kau, pergi atau tidak pergi adalah masalah aku sendiri, masalah ini demi tugas atau demi pribadi aku juga akan menyelidikinya sampai tuntas, masalah dunia persilatan, dibereskan didunia persilatan, aku mengerti, tapi di sini telah melibatkan empat nyawa yang tidak berdosa, jadi tidak bisa dihitung sebagai masalah dunia persilatan lagi, jika bukan masalah dunia persilatan, aku sebagai kepala polisi jadi harus mengurusnya, terima kasih atas nasihatmu, memang tidak enak ditelinga."

Jawab Polisi Setan dengan tegas.

Sepasang mata Yuan Di membelalak.

Benar, dia juga sungguh tidak menduga Polisi Setan ini kepala batu yang tidak bisa dibuat mengerti, biasanya polisi dan pesuruh kantor berani pada yang lemah takut pada yang kuat, hanya bisa berlagak di depan umun, teriak sana teriak sini, hampir tidak ada yang mau terlibat di dalam perselisihan dunia persilatan.

Menahan amarah yang seperti akan meledak, Yuan Di berkata.

"Polisi Setan, kau betul bersikukuh ingin mengurus, lebih baik pikir dulu dengan matang, namamu tidak mudah diperoleh, mungkin sebelum kau berhasil menyelidik he.... he.... he"

"Yuan Di, tadinya aku hanya curiga, sekarang aku sudah bisa memastikan, perkara ini, kau pasti ikut terlibat, hanya aku belum tahu alasan dan tujuanmu. Aku juga kasih satu nasihat, kertas tidak bisa membungkus api, ini nasihat baik. Walet Tidak Kembali di dunia persilatan bisa dikatakan tidak ada orang yang tidak tahu, tidak ada orang yang tidak kenal, ini juga nama yang tidak mudah didapat, kau jangan menghancurkannya sendiri, mengenai kau he.... he.... tidak bisa menakutkan aku, aku juga sudah mengatur...."

Situasi yang bagaimana yang belum pernah Polisi Setan alami, dengan wajah berani dia menatap tajam wajah Yuan Di yang tampan tapi licik itu.

"Betulkah? Aku malah ingin melihat kau sudah mengatur apa?"

Yuan Di maju selangkah demi selangkah mendekat, hawa membunuh ditubuhnya sudah sampai titik puncak, sampai api lampu di atas meja juga jadi bergoyang goyang.

Tiba tiba....

Yuan Di berhenti.

Dia melihat kertas jendela yang berada di belakang Polisi Setan.

Kertas yang ditempel dijendela telah ada tujuh delapan lubang kecil.

Dan disetiap lubang ada satu mata....

mata manusia.

Setiap mata semuanya terbuka lebar, masih berputarputar lagi.

Polisi Setan tertawa.

Tentu saja hawa pembunuh ditubuh Yuan Di menjadi hilang.

"Inilah pengaturanku, aku sudah beritahukan pada murid-murid dan bawahan di sini, sekarang mereka pasti telah tahu ini Tuan muda besar Perumahan Hui Yuan, sedang berniat melakukan kejahatan dengan kekerasan, lalu akibatnya kau tentu bisa memikirkannya, tidak perduli selanjutnya kau pergi kemana, pasti akan menjadi buronan pembunuh, tidak ada tempat untukmu tinggal...."

"Betulkah? Siapa bilang aku ingin membunuhmu? karena haus aku datang kesini ingin minum teh, malam sudah larut karena tidak ada arak maka terpaksa seperti yang kau katakan minum teh sebagai pengganti arak."

Yuan Di tidak menunggu Polisi Setan, begitu perkataannya habis, sudah maju ke depan menumpahkan teh dan meminumnya.

Yuan Dashao tidak akan begitu bodoh melakukan pembunuhan di bawah kesaksian banyak orang, dia tidak mau mempertaruhkan nama baik dan kekayaannya yang begitu besar.

Makanya setelah minum teh, pada Polisi Setan dan Zhan Long dia mengepalkan tangan meninggalkan sepatah kata.

"Didunia ini kalian pasti sudah mendengar, ada semacam orang yang khusus membunuh orang, mereka tidak akan mempertimbangkan segala sesuatu hal."

Yuan Di telah pergi, dia sebenarnya ingin pulang dengan tangan tidak hampa.

Setelah dia pergi, Polisi Setan baru benar-benar bernafas lega, juga benar-benar bisa tertawa.

Dia berjalan kebelakang, membuka jendela, tampak tujuh delapan pengemis kecil dengan baju robek-robek, satu-satu wajahnya bergambar, membelalakkan mata.

Mengeluarkan beberapa liang perak kecil, Polisi Setan memberikannya pada pasangan tangan kecil yang kotor itu.

Sekejap saja setelah sekelompok pengemis kecil itu menerima persenan, semuanya pergi entah kemana.

0ooo(dw)ooo0 Nama Polisi Setan tidak mudah didapat, dia mana mau kehilangan muka dihadapan para murid dan bawahannya?

Pertarungan otak ini, kelihatannya dia yang menang.

Tapi Zhan Long yang berdiri disampingnya sangat mengkhawatirkannya dan dia sendiri sampai keluar keringat dingin?

Nama orang, bayangan pohon.

Polisi Setan tentu tahu dirinya pasti bukan lawannya Walet Tidak Kembali Yuan Di, walau dibantu oleh Zhan Long.

Untung dia bisa memikirkan cara ini, tapi berapa lama berhasil?

0ooo(dw)ooo0 BAB 13 Puncak gunung berputar Bulan ketujuh tanggal enam.

Hari ini bagus untuk, berdoa, pesta kecil, menjahit baju, membersihkan, memperbaiki rumah.

Disebuah rumah di dalam kota Fu Rong.

Hari baru saja terang Ouwyang Wu-shuang sudah menyiapkan tiga macam daging dan buah-buahan, hio dan lilin uang sembahyang dan lain-lain, di depan pintu stidah disiapkan meja sembahyang.

Sekarang dia sedang menyatukan tangan bersujud dengan serius di atas tanah.

Tidak tahu dia sedang berdoa apa?

Siapa pun tidak bisa mendengar bibirnya yang bergerak gerak.

Sedang berkata apa?

Diluar dugaan Tangan Cepat Xiao Dai saat ini tidak seperti hari-hari biasanya, tetap sedang berselimut seperti tertidur lelap, mungkin sekarang dia sudah tidak makan obat lagi!

Xiao Dai sedang bengong sepasang matanya memandang jauh, berdiri disamping.

Matanya tidak terang lagi, malahan sedikit gelap.

Walau dia masih berpakaian mewah, juga masih tegap kurus, tapi penampilannya memberi kesan kesedihan pada orang, kesepian, bingung tidak bisa berbuat apa apa.

Kemanakah tawanya?

Keterbukaan, humor, banyak bicaranya entah semuanya sudah pergi kemana?

Biasanya penampilannya tidak seperti begitu, biasanya tidak perduli kapan melihat dia, pasti bisa menemukan tiga puluh persen rasa geli di matanya.

Apalagi jika melihat dia sedang berkata dengan orang lain, atau berkata pada dirinya sendiri, yang dibicarakan kebanyakan melucu, kata-kata melucu yang membuat kau mau tawa tidak bisa mau nangis pun tidak bisa.

Apa yang membuat dia kehilangan senyumnya?

Orang yang hidup di dalam cinta kenapa tidak bisa tersenyum?

Apa yang membuat dia kehilangan Keterbukaan, humor, banyak bicaranya?

Jika orang yang sedang pacaran tidak ada senyum dan tertawa, pacaran yang begini mana bisa disebut pacaran?

0ooo(dw)ooo0 Ouwyang Wu-shuang memakai tangan menepuk nepuk debu yang ada di bawah roknya, lalu bangkit berdiri.

Ketika dia melihat wajah Xiao Dai seperti itu, di matanya terkilas sedikit perasaan tidak tega, tapi setelah itu, segera berubah lagi menjadi sorot mata yang membuat orang sulit mengerti.

"XiaoDai, XiaoDai."

Berturut memanggil dua kali tapi tetap tidak ada reaksi, dia maju ke depan mendorong sambil menjejakan kaki berteriak lagi.

"Xiao Dai...."

"Ah! Apa?!"

Dengan tertegun dia mengalihkan kembali pandangan ke tempat jauh, Xiao Dai dengan terkejut berkata.

"Kau kenapa lagi? melihat wajahmu, hatinya seperti dicuri orang saja? Hayo, beritahu aku, siapa yang mencuri hatimu?"

Ouwyang Wu-shuang malah tertawa dengan genitnya berkata lagi.

"Tidak.... tidak apa, aku lihat kau sendiri berbicara ngaco"

Xiao Dai menutupi. Setelah melirik sekali, Ouwyang Wu-shuang berkata.

"Masih bilang tidak, orang sudah berteriak memanggilmu sampai lima-enam kali. Hayo kau tolong aku bereskan barang-barang, nanti aku temani kau pergi ke Gedung Wang Jiang melihat keadaannya, bagus tidak? Aku tahu sesudah mendekam di kamar ini beberapa hari, kau sudah tidak sabar lagi, benar tidak? Mumpung masih pagi, aku pikir di sana tentu tidak akan ketemu siapa-siapa."

"Ooo, baik, baik."

Xiao Dai tidak tahu apakah dia sudah mengerti atau tidak, tapi terus saja berkata.

0ooo(dw)ooo0 Gedung Wang Jiang, Sumur Xue Tao, disebut juga Air Putri Giok.

Menurut cerita pada dinasti Tang penari ternama Bi Tao menggunakan air disumur ini, membuat sendiri kertas surat yang warna merah tua, dinamakan kertas surat Huan Hua, pernah populer dimasyarakat.

Sekarang kecuali sumur kering untuk diperingati orang, keadaan sudah tidak seramai seperti dulu.

Saat ini tidak jauh dari sumur.

Ouwyang Wu-shuang dan Tangan Cepat Xiao Dai dikepung dua depan dan dua belakang oleh empat orang pengemis setengah baya.

Dipagi hari diawal musim rontok hawanya masih terasa dingin, tapi udara yang mengelilingi enam orang ini selain orang merasakan dingin, juga ada hawa pembunuhan.

"Gai-bang?"

Tanya Ouwyang Wu-shuang dengan dingin.

"Tidak salah,"

Kata seorang pengemis berperawakan tegap dengan matanya tunggal, wajahnya berewokan dingin. Bicaranya dingin, ekspresi orang bicara lebih dingin.

"Boleh tahu nama Tuan,"

Kata Ouwyang Wu-shuang.

"Pengemis Mata Tunggal, Dai Le Shan."

"Ada masalah apa?"

Ouwyang Wu-shuang berkata lagi. Pengemis Mata Tunggal setelah melihat Ouwyang Wushuang sekali, tidak segera menjawabnya, tampak mata tunggalnya berkilatan sinar pada Tangan Cepat Xiao Dai bertanya.

"Apakah Tangan Cepat Xiao Dai?"

"Benar."

Xiao Dai yang ditanya orang terpaksa menjawab.

"Bagus sekali, kami menunggu di sini sudah tiga hari, kami sudah tahu kau pasti akan datang."

Seorang dunia persilatan yang hati hati, dia ingin bertahan lama dan tidak kalah, mengerjakan apa pun pasti mempersiapkan dahulu.

Apa lagi pertarungan hidup dan mati, juga harus hafal tempat pertarungan, mengerti situasinya.

Tangan Cepat Xiao Dai tidak akan lengah terhadap ini, orang-orang Gaibang juga sudah menghitung tepat masalah ini.

Makanya Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan berhasil menemui orang yang dia tunggu.

"Menunggu aku tentu ada alasannya bukan?"

Kata Tangan Cepat Xiao Dai sedikit heran.

"Kami hanya ingin bertanya padamu, apa sebabnya kau ingin melakukan pertarungan?"

Kata Pengemis Mata Tunggal dengan kaku.

"Mana Li Yuan-wai? mengapa dia tidak datang? Mengapa malah kalian yang muncul?"

Ouwyang Wushuang tidak menunggu Xiao Dai menjawab sudah menyela.

"Kau siapa? Aku pikir kau tidak pantas bicara!"

Sudah dari tadi Pengemis mata tunggal tidak tahan melihat tingkah laku Ouwyang Wu-shuang yang sombong dan tidak memandang orang.

"Oh Begitu, kau berkata kerena mengira aku adalah seorang wanita, jadi tidak pantas ikut campur!"

Kata Ouwyang Wu-shuang dengan pelan, tapi siapa pun bisa mendengar, dia sedang marah dan segera akan bertindak.

Dengan pandangan hina, Pengemis Mata Tunggal malah hanya memandang pada Tangan Cepat Xiao Dai, menunggu jawaban Xiao Dai.

Hati seorang wanita memang sangat sempit, kemarahan Ouwyang Wu-shuang tambah memuncak.

Apalagi jika dia membenci seseorang, apa pun yang ada hubungannya dengan orang itu akan menjadi sasaran balas dendamnya.

Li Yuan-wai adalah Ketua Pengawas Honorer Gai-bang, sekarang ketua cabang keempat puluh dua Gai-bang Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan menunjukan sikap begitu, tentu saja menimbulkan rasa tidak senang wanita cantik ini.

0ooo(dw)ooo0 Tangan Cepat Xiao Dai tidak kecewa dipanggil tangan cepat.

Baru saja tangan Ouwyang Wu-shuang diangkat, dia sudah memegang pergelangan tangan yang lembut itu, sinar matanya ada sedikit permohonan berkata.

"Xiao Shuang, tunggu sebentar, biar kami berbicara dulu baik-baik?"

Dengan marah Ouwyang Wu-shuang melepaskan tangannya, tidak bersuara lagi.

Tadi saat baru saja tangan Ouwyang Wu-shuang diangkat, Pengemis Mata Tunggal dan tiga orang murid Gai-bang juga sudah mengeluarlan senjatanya.

Keadaan yang panas akhirnya bisa diredam oleh Tangan Cepat Xiao Dai.

Xiao Dai merasa tidak mengerti, berkata.

"Apa Li Yuanwai yang mengutus kalian?"

"Bukan, kami marah karena setia kawan."

"Jika kalian besok bisa bertemu dengan Li Yuan-wai sebelum jam dua belas malam, maka harap kalian sampaikan pesan, aku akan mengasah belati yang dia berikan itu tajam-tajam, hari sudah menjadi dingin, sudah waktunya menyembelih seekor anjing untuk menambah tenaga."

Ouwyang Wu-shuang sudah tertawa, tawanya seperti bunga, dia merasa puas Tangan Cepat Xiao Dai mengibaratkan Li Yuan-wai.

Tapi kata-kata yang sama yang didengar oleh telinganya Pengemis mata tunggal empat orang malah seperti dipukul oleh tongkat.

Tawanya Ouwyang Wu-shuang bisa memikat orang, tapi tawa dia sekarang kesannya, seperti seorang nenek dukun sedang tertawa, bukan saja menusuk telinga juga menusuk hati.

0ooo(dw)ooo0 Orang-orang Gai-bang biasanya tidak mau mencari masalah, tapi juga tidak takut masalah.

Persaudaraan orang-orang Gai-bang, juga tidak bisa dibandingkan dengan perkumpulan biasa, mungkin karena rendah hati mereka, orang-orang Gai-bang paling tidak bisa menerima ejekan dan makian yang menghina.

Apa lagi yang diejek sekarang adalah Li Yuan-wai, yang merupakan orang penting Gai-bang, hingga kemarahan ini tidak ada seorang murid Gai-bang, yang bisa menerimanya.

Sehingga....

Disaat baru saja Tangan Cepat Xiao Dai habis berkata....

Disaat tawanya Ouwyang Wu-shuang belum berhenti....

Sepasang mangkuk besi, sepasang tongkat pemukul anjing, tiga buah pedang kecil di dalam bambu.

Secara bersamaan menusuk Tangan Cepat Xiao Dai dan Ouwyang Wu-shuang.

Gerakan empat orang Gai-bang ini sudah dilatih entah berapa puluh kali.

Empat senjata panjang dan satu pendek ini tidak memberikan sedikit celahpun, juga tidak memberi sedikit pun jalan mundur.

Tapi Ouwyang Wu-shuang sudah menduganya, dan Tangan Cepat Xiao Dai adalah ahlinya menyerang musuh lebih dahulu.

Maka, serangan ini semuanya gagal, tahu-tahu tangan Ouwyang Wu-shuang sudah menggenggam dua buah pedang pendek kecil, entah jurus apa yang dia gunakan, dua murid Gai-bang yang berada di belakang, semuanya sudah mendapat luka, darah menetes dari tubuh mereka.

Pengemis Mata Tunggal yang berada di depan merasa tongkat pemukul anjingnya sudah menyentuh baju Tangan Cepat Xiao Dai, tapi entah tiba-tiba dia memiringkan kepala, menangkis pedang yang ditusukan ke dada Xiao Dai, mangkuk besi besar yang berada di tangannya, juga terasa kesemutan dengan satu suara keras, mangkuk sudah jatuh ke tanah.

Sekarang Xiao Dai tetap berdiri dalam posisi semula, tampaknya setengah langkah juga tidak bergeser.

Pengemis Mata Tunggal baru tahu apa sebabnya Xiao Dai dijuluki Tangan Cepat.

Karena dengan adanya kejadian tadi dia tidak tahu tangan Xiao Dai kapan bergeraknya, tongkatnya tidak mengenai sasaran dan mangkuknya sudah jatuh ke bawah, mungkin tangan setan juga tidak secepat ini gerakannya.

Pengemis Mata Tunggal dan pengemis setengah baya lainnya dengan sendirinya berhenti menyerang.

Karena hati mereka sudah digetarkan oleh kecepatan tangan Xiao Dai, mereka juga tahu jika masih tidak tahu diri, asal orang menginginkan, dengan mudah Xiao Dai bisa memotong leher mereka.

Orang mengatakan 'sekali ahli mengulurkan tangan, sudah tahu hebat tidaknya lawan."

Lawan mereka bukan hanya ahli saja, malah ahlinya ahli.

Namun Ouwyang Wu-shuang tidak ada hati sebesar itu.

Walau dengan satu jurus dia sudah berhasil melukai dua orang, tapi tampak sepasang tangannya masih bergerak membawa dua sinar biru, dia tidak mau berhenti, mengambil kesempatan saat serangan lawannya terhenti sejenak, dengan seperti kupu kupu kembang dia menyerang musuh, membuat dua orang lawan susah payah mencoba menyelamatkan diri.

Ternyata dua buah pedang yang berasal dari dalam bambu tidak dapat menangkis dua buah pedang pendek, meskipun dalam keadaan dua lawan satu.

Setelah lewat tiga jurus, tubuh dua orang anggota Gaibang itu, setiap orangnya telah bertambah lagi beberapa luka, ada daging yang terbuka tampak cukup mengerikan, yang lebih dalam lagi sampai tampak tulangnya yang putih.

Tidak diragukan dua anggota Gai-bang ini adalah lakilaki yang keras hati.

Mereka hampir menjadi manusia berdarah, tapi sekali pun tidak mengeluarkan suara hanya dengan gencar mengayunkan pedangnya menangkis pedang pendek.

Yang membuat orang khawatir adalah gerakannyas sudah tidak beraturan, dan juga lemas tidak bertenaga.

Tidak perlu dikatakan, tidak lama lagi mereka berdua akan mati di bawah pedang Ouwyang Wu-shuang, tampaknya mereka telah tidak menghiraukan lagi hidup atau matinya, semuanya telah menjadi nekad, juga sudah tidak menghiraukan sakit lagi.

Pengemis Mata Tunggal tahu situasi sangat berbahaya, dia mengangkat tongkat pemukul anjing mencoba melewati Tangan Cepat Xiao Dai menolong dua orang itu.

Xiao Dai mengeluh perlahan berkata.

"Dai Le Shan, jika kau pergi kesana juga, mungkin situasinya tidak enak lihatlah!"

Pengemis Mata Tunggal mata tunggalnya sepertinya akan mengeluarkan api, dia dengan serak berteriak.

"Tangan Cepat Xiao Dai, sekalian saja kami berdua kau bereskan juga!"

Habis bicara, tongkat pemukul anjingnya langsung diayunkan, dan pengemis yang satunya lagi juga mengangkat pedang langsung menusuk.

Disaat ini....

satu suara jeritan ngeri yang rendah dan pendek terdengar.

Hanya satu suara itu, semua orang sudah tahu arti suara itu melambangkan apa.

Benar, suara itu adalah suara tenggorokan yang terpotong karena suara anehnya terdengar rada aneh.

Suara itu diikuti dengan suara 'buk!", satu suara lagi yang suara tertahan ditenggorokan.

"Uuu...."

Mendengar suara itu Pengemis Mata Tunggal mendadak seperti lupa menyerang, dia membalikkan kepala, di mata tunggalnya tampak penuh dengan urat darah, wajahnya mengerikan berteriak.

"Zhao Kun, Li Chang...."

Tidak jauh dari situ, Ouwyang Wu-shuang sedang memakai sepatu kain katun yang disulam sepasang burung, warnanya hijau terang, dan mengelap dua bilah pedang pendek itu.

Di atas tanah tampak anak buah Pengemis Mata Tunggal yang namanya Zhao Kun dan Li Chang, dengan posisi yang aneh sudah jatuh ke tanah dan mati.

Tangan Cepat Xiao Dai bukan tidak pernah membunuh orang, tapi ketika melihat adegan ini, tidak tahan hatinya menjadi dingin, karena orang yang membunuh mayat itu adalah seorang wanita yang begitu cantik.

Dan disudut mulut wanita itu tampak sedang tersenyum puas, sambil menundukkan kepala, dengan teliti mengelap bekas darah, membawa suasana pagi hari diawal musim rontok ini keadaan yang menyeramkan.

Disaat ini terhadap bayangan orang yang sangat dikenalnya ini, tiba tiba pada diri Xiao Dai timbul perasaan asing.

Apa yang membuat wanita ini berubah jadi begitu kejam?

Dan apa lagi yang bisa membuat diri Ouwyang Wushuang yang dulunya sampai sepasang semut pun tidak berani diinjak mati, sekarang bisa berubah menjadi pembunuh orang tanpa mengedipkan mata sekali pun?

Dua nyawa orang ini sudah menjadikan permusuhan dengan golongan Gai-bang tidak bisa didamaikan lagi.

Keadaan ini sebenarnya Xiao Dai tidak menghendakinya!

0ooo(dw)ooo0 Masalahnya tentu saja belum selesai.

Pengemis Mata Tunggal dengan sisa seorang pengemis setengah baya, saat ini seperti menjadi patung, mata mereka melotot melihat dua orang yang mati di atas tanah.

Ouwyang Wu-shuang menghampiri dengan tertawa genit berkata.

"Xiao Dai, apa kepandaianku cukup lumayan?"

Nada bicaranya seperti seorang gadis besar baru membeli baju baru, ingin segera memperlihatkan pada kekasihnya.

Siapa yang bisa menyangka dia baru saja membunuh orang?

juga membunuh dua orang?

Juga melihat sorot matanya Xiao Dai memandangnya dengan begitu aneh.

Ouwyang Wu-shuang dengan sedikit perasaan tidak tenang menghindar sorot mata Xiao Dai.

0ooo(dw)ooo0 Pengemis Mata Tunggal mendekat dua langkah.

"Sebutkan namamu."

Suaranya tenang, tapi siapa pun dapat mendengar di belakang ketenangannya, terkandung banyak kemarahan dan kesedihan.

"Ah.... kenapa? Dai Le Shan, apakah kau masih ingin membalas dendam!? Kau sekarang harus tahu aku tidak berhak untuk bicara.... aku bernama Ouwyang Wu-shuang, apa sudah jelas?"

Kemarahan Ouwyang Wu-shuang kelihatan lagi.

"Bagus sekali, Ouwyang Wu-shuang, bagus sekali...."

Perkataan belum habis, siapa pun tidak tahu apa arti 'bagus sekali' nya Pengemis Mata Tunggal?

Dia rnaju, dengan jurus tongkat pemukul anjing yang aneh dia menyerang Ouwyang Wu-shuang.

Pengemis setengah baya yang satu lagi juga ikut bergerak, pedang bambu di tangannya berubah menjadi sinar berkilat, mendadak menyerang bersamaan, rupanya ingin segera membunuh Ouwyang Wu-shuang.

Mata Ouwyang Wu-shuang melotot sambil memaki 'budak yang baik, sepasang pedang di tangannya satu menutup satu menangkis, kakinya berturut turut menendang.

Tangan Cepat Xiao Dai yang berada dipinggir ingin mencegah sudah tidak keburu.

Gerakan kedua belah pihak sangat cepat, diiringi suara 'ting tang', sepasang pedang Ouwyang Wu-shuang sudah menangkis pedang bambu dan tongkat pemukul anjing.

Sedangkan lawannya tidak bisa menahan tendangan beruntun Ouwyang Wu-shuang.

Sehingga, pengemis setengah baya seperti roda kereta berputar melayang keluar lapangan, pancuran darah dimuntahkan dari mulutnya, membasahi tanah.

Dan Pengemis Mata Tunggal meskipun ilmu silatnya lebih tinggi, reaksinya juga tidak lambat, tapi tetap terkena tendangan dipinggang sebelah kiri, setengah badannya terasa kesakitan tidak tertahankan.

Setelah serangannya berhasil, Ouwyang Wu-shuang segera melayangkan pedang menusuk....

"Xiao Shuang!"

Tangan Cepat Xiao Dai memanggil, pandangan matanya tampak banyak pertanyaan. Ouwyang Wu-shuang menghentikan gerakan tangannya, wajahnya tidak senang.

"Xiao Shuang, aku rasa semua sudah cukup, apakah kau tetap menginginkan mereka semuanya menjadi mayat, baru puas?"

Xiao Dai dengan pelan berkata. Sambil tertawa dingin Ouwyang Wu-shuang berkata.

"Aku masih belum tahu sejak kapan Tangan Cepat Xiao Dai mulai berhati welas asih?"

Xiao Dai ingin menjelaskan, tapi tidak ada perkataan yang keluar dari mulutnya, hanya dengan tidak mengerti memandangi wajah cantik Ouwyang Wu-shuang yang diliputi hawa membunuh.

Didunia persilatan Tangan Cepat Xiao ternama karena kejamnya, tapi yang dia hadapi semuanya adalah penjahat yang dalam kategori kejahatannya tidak dapat diampuni, atau musuh yang berhati keji, selamanya tidak pernah karena masalah kecil membunuh orang.

Sekarang empat orang di depannya, semua adalah anggota Gai-bang, tentu saja dia sulit melakukan kekerasan, masalah ini buat Ouwyang Wu-shuang mana bisa terpikirkan?

0ooo(dw)ooo0 Sesudah lawannya pergi, Tangan Cepat Xiao Dai dan Ouwyang Wu-shuang bergandengan tangan ikut pergi.

Pengemis Mata Tunggal jatuh terduduk di bawah, hatinya seperti digencet oleh batu besar, begitu berat, hingga membuat dia sulit bernafas.

Mereka empat orang, telah menunggu tiga hari, tadinya mereka berharap bisa mendapat sedikit penjelasan mengapa Tangan Cepat Xiao Dai menantang bertarung dengan Li Yuan-wai, sedikitpun tidak menduga kejadiannya bisa berubah menjadi begini.

Dalam waktu singkat, empat orang yang hidup, hanya tinggal dirinya yang masih bernafas, sungguh dia berharap ini adalah mimpi, namun kenyataan yang menyedihkan ini dengan nyata terpampang di depan mata.

Dia ingin sekali tidak mengaku ini adalah kenyataan!

Didunia ada banyak orang yang setia kawan, jadi juga banyak masalah mengenai setia kawan.

Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan, adalah seorang yang setia kawan.

Tapi tidak terpikirkan olehnya setia kawan, adalah satu hal yang mudah untuk dilakukan, ada kalanya mengorbankan banyak nyawa orang, malah bisa nyawanya sendiri.

Karena orang yang setia kawan perlu pengakuan orang lain, setelah melaksanakannya juga perlu orang lain melihatnya.

0ooo(dw)ooo0 Sekarang Li Yuan-wai merasakan dirinya lebih bahagia dibandingkan dengan hartawan sungguhan.

Karena tidak semua hartawan didunia bahagia.

Walau pakaian di tubuhnya masih yang itu, bajunya juga longgar, tidak pas dengan ukurannya, disaku baju hanya ada beberapa recehan perak.

Melihat tawanya, orang akan mengira di dalam saku bajunya mungkin ada balok kecil emas!

Paling tidak ada cek ribuan liang perak.

Seseorang ada atau tidak ada kesusahan, gembira atau tidak gembira, tidak perlu melihat wajahnya, dari gaya dia berjalan saja sudah bisa melihatnya.

Seseorang yang sedang kesusahan, atau yang tidak gembira, cara berjalannya pasti tidak akan meloncat-loncat, seperti di bawah telapak kakinya dipasang pegas.

Juga jika di tangannya memegang apa saja, juga pasti sambil jalan tidak akan sambil melempar-lempar.

0ooo(dw)ooo0 Ini adalah jalan untuk pergi kekota Fu Rong.

Tangan Li Yuan-wai menggoyangkan tongkat pemukul anjing yang setahun empat musim tidak pernah lepas dari tangannya.

Kakinya melangkah dengan jurus langkah Delapan Dewa Mabuk, mulutnya malah mendendangkan lagu Delapan Belas Mengusap.

Dia tidak suka naik kuda, juga tidak suka naik tandu.

Walau dia tidak resmi masuk ke Gai-bang, tapi seluruh anggota Gai-bang tahu satu kenyataan, yaitu dia adalah Ketua Pengawas Honorer nya Gai-bang.

Kedudukan ini di dalam Gai-bang sangat tinggi, juga sangat berkuasa.

Walau dia bukan seorang pengemis, tapi ada kalanya seorang pengemis sungguhan uangnya lebih banyak dari pada dia.

Karena seorang pengemis sungguhan bisa mengulurkan tangan meminta uang pada orang, dan untuk urusan ini Li Yuan-wai masih tidak bisa melakukannya.

Dia sudah bertahun-tahun berkelana didunia persilatan, yang aneh adalah dia tidak pernah pusing soal uang, lebihlebih tidak bisa mati kelaparan, inilah yang banyak pengemis tidak mengerti kenapa bisa begitu.

Tentu saja Li Yuan-wai mempunyai akal.

Seseorang jika punya akal maka tidak akan mati kelaparan, juga tidak pusing tidak bisa mendapatkan uang.

Akal dia itu ialah bisa membuat 'pesta besar daging wangi' seratus macam lebih dengan rasanya berbeda beda.

Diwaktu punya uang, dia bisa mengundang siapapun makan daging anjing.

Diwaktu tidak punya uang, dia akan menjual daging anjing.

Makanya kalau dipikir-pikir, dengan punya akal yang hebat ini mana bisa dia mati kelaparan?

Dan mana dia bisa pusing karena uang?

Bagaimana pun juga anjing liar didunia ini terlalu banyak, juga tidak akan habis ditangkap, lebih-lebih tidak perlu mengeluarkan uang.

Didunia ini orang yang suka makan daging wangi sangat banyak, apa lagi orang yang suka makan masakan Li Yuanwai, jumlahnya lebih banyak lagi.

Jika sekarang ditanyakan pada dia, seumur hidupnya hal apa yang paling membanggakan?

Dia pasti akan memberitahu tiga hal.

Pertama, dia puas terhadap keahlian tangannya, karena sampai pejabat tinggi utusan raja juga bisa menyamar jadi orang biasa untuk menikmati Harum Sedap Tiga Li dan mengikuti Pesta Daging Anjing yang dia selenggarakan.

Kedua, dia sudah menemukan musim semi keduanya, nona Zhan Feng bukan saja wanita cantik yang jarang ada didunia, ilmu silat dan ilmu pengobatannya juga termasuk kelas satu.

Ketiga, dia punya satu teman baik yang orang luar tidak tahu....

Tangan Cepat Xiao Dai.

Masalahnya dia mungkin akan menyangkal hal yang ketiga ini, karena tidak ada seorang teman bisa melakukan hal yang dia tidak tahu, apa sebab temannya membuatnya marah dan membuat malu.

Jika teringat Zhan Feng, Li Yuan-wai akan tertawa sampai mulutnya terbuka mencapai kebelakang telinga.

Tapi jika terpikir Tangan Cepat Xiao Dai, maka tongkat pemukul anjing di tangannya tidak akan bergoyang lagi, gayajalannya juga berubah.

Apa sebabnya?

Bukan hanya sekali dia bertanya pada diri sendiri, tapi selalu tidak mendapatkan jawaban.

Karena selain masih hutang lima liang perak pada Tangan Cepat Xiao Dai, dia sungguh tidak merasa, dimana dia telah merugikan Xiao Dai.

Dia mengira setelah dia merelakan Ouwyang Wu-shuang pada Xiao Dai, dia tidak perduli lagi mereka bersatu atau tidak, dia merasa sudah cukup pengorbanannya untuk temannya, entah masih ada masalah apalagi Xiao Dai sampai tidak mau melepas dirinya, dan sampai mengirim surat tantangan pada dirinya, hingga semua orang didunia semua menjadi tahu, Apakah karena....?

Hanya untuk bisa ternama?

Atau dia takut suatu hari nanti nama besar dirinya bisa melebihi dia?

Apakah seseorang bisa karena ingin ternama, hingga teman juga sudah tidak mau lagi?

Tampaknya Xiao Dai bukan begitu orangnya, kecuali alasan memaksa ini, Li Yuan-wai sungguh tidak bisa mencari alasan yang lebih bagus untuk menerangkan hal ini.

Tapi Li Yuan-wai dapat memastikan satu hal.

Yaitu disaat Xiao Dai berpisah dengan dirinya masih sebagai Tangan Cepat Xiao Dai.

Maka masalahnya pasti muncul setelah berpisah.

Ada masalah apa hingga Xiao Dai bisa tiba-tiba berubah?

Apa saja yang telah dialaminya?

Masalah ini tidak terpikirkan, Li Yuan-wai jarang sekali menggunakan otaknya berpikir.

Ketika dia sedang bersama Tangan Cepat Xiao Dai, setiap masalah yang harus menggunakan otak selalu diserahkan pada Xiao Dai.

Juga karena itulah dia kelihatannya lebih disukai orang dibandingkan Xia.o Dai, walau uang dia tidak sebanyak Xiao Dai, juga tidak setinggi Xiao Dai.

Tapi dia berani bertaruh dengan Xiao Dai, jika ada sepuluh anak gadis disatu tempat, pasti ada enam orang yang sorot matanya memandang dirinya.

0ooo(dw)ooo0 Jalan ini panjang sekali, waktunya pas ditengahhari.

Musim rontok sudah mengusir orang pergi ke tempat teduh.

Li Yuan-wai berjalan seorang diri di jalanan, setelah memikir Xiao Dai, tentu saja dengan otomatis dia terpikir Zhan Feng.

Di benak setiap laki-laki hanya ada sedikit waktu tidak memikirkan wanita.

Lebih-lebih laki-laki yang sedang pacaran, walau kekasihnya berparas buruk, saat terpikir kekasihnya, dia akan terus he he he tertawa.

Tertawa karena apa?

hanya dia sendiri yang tahu.

Tawanya Li Yuan-wai sekarang, tidak diragukan adalah tawa bodoh, tawa idiot, tawa gila.

Mengatakan sedikit lebih serius, mungkin dengan tawa seorang penyakit gila tidak ada bedanya.

Disekelilingnya tidak ada orang, dirinya tertawa sendiri, kalau bukan sakit gila, apalagi.

Tapi tidak, di jalanan ini masih ada orang.

Tepat di depan di bawah pohon besar hampir dibelokan itu, seseorang dengan tegap berdiri di sana.

Dia menunggu, menunggu Li Yuan-wai yang sedang melamun datang mendekat.

0ooo(dw)ooo0 Sesudah dekat, mendadak dia mengangkat kepala.

Tawanya Li Yuan-wai seperti membeku.

Tampang seperti ini sungguh sulit digambarkan, seperti tampang seseorang yang sedang tertawa terbahak-bahak mendadak ditampar orang dengan keras.

Pelan-pelan, tawanya Li Yuan-wai menjadi hilang.

Lensa matanya juga semakin kecil, tapi matanya membelalak besar sekali.

Hmm....

tampang dia sekarang seperti telah melihat setan.

Memang benar, Li Yuan-wai benar telah melihat setan, diwaktu matahari ada ditengah tengah langit.

"Apa kabar, hartawan besar?."

Sepatah kata membangunkan Li Yuan-wai.

Setiap orang juga bisa tertawa, juga bisa menangis, ini sudah biasa.

Tapi seseorang yang bisa membuat tertawa berubah jadi menangis, itu benar-benar kemampuan hebat.

Apa lagi bagi laki-laki, air mata laki-laki sagat mahal, apalagi air mata Li Yuan-wai.

"Kau.... kau? Sungguhkah kau? Ershao?"

Kata Li Yuanwai dengan suara tersedu.

"Benar aku, hartawan besar,"

Kata Yuan Ershao denganjelas dan tertawa hangat.

"Sung.... sungguh kau?"

"Tentu saja aku, hartawan besar, disaat matahari ada ditengah langit tidak akan ada setan,"

Kata Yuan Ershao tertawa sampai tampak gigi putihnya yang rapi.

Li Yuan-wai berlari maju ke depan, sepasang tangannya dengan kuat menggoyang-goyang bahu temannya, menangis, berteriak, juga tidak ketinggalan air mata diwajahnya mengucur, ingusnya mengotori baju putih.

Yuan Ershao juga mengulurkan sepasang tangannya, memegang bahu Li Yuan-wai, perasaannya tampak jelas, sama hangat, mengharukan orang.

"Benar kau, sungguh kau waw.... Ershao, sungguh kau waw...."

"Tidak salah, hartawan besar, benar aku, sungguh ini aku...."

Li Yuan-wai bertanya terus tidak karuan.

Yuan Ershao juga berturut-turut menjawabnya.

Masih ada hal apa lagi yang bisa lebih mengharukan dari pada saat ini?

Persahabatan di antara mereka, juga semuanya tergambar di atas wajah mereka berdua.

Sedikit pun tidak ada kepalsuan, atau dicampur dengan sandiwara.

Bisa mendapat teman seperti ini, apa lagi yang diharapkan?

Li Yuan-wai tiba-tiba teringat sesuatu, dia mendorong Ershao.

Tampangnya berubah lagi, berubah jadi seperti disalahkan orang, seluruh wajahnya penuh dengan rasa tidak dipercaya orang dan menjadi marah.

Wajah tampan Yuan Ershao tampak tidak mengerti dan penuh pertanyaan, dia melihat tampangnya Li Yuan-wai yang begitu, dia sungguh tidak mengerti.

"Mengapa!? Apa Hartawan besar Li ada masalah dengan aku?"

Tanya Yuan Ershao.

"Mengapa....? masih ingin bertanya kau mengapa? Ershao.... aku, kau.... kau ini bukankah sengaja membunuh orang karena tersiksa? Kau.... kau jelaskan, sebenarnya apa yang terjadi?"

Li Yuan-wai berteriak aneh.

"A.... apanya apa yang terjadi?"

Tanya Yuan Ershao tertawa.

Li Yuan-wai sungguh ingin menggigit putus hidung temannya.

Terhadap tuan muda yang dunia persilatan menyebutnya dengan hormat, Li Yuan-wai tidak ingin berbuat keterlaluan, walau hubungan mereka begitu kental, bagaimana pun juga di dalam hatinya, Yuan Ershao sudah hampir seperti dewa membuat dirinya begitu hormat, dan kagum.

Makanya walau benci sampai gatal gigi, Li Yuan-wai terpaksa menenangkan hati yang bergejolak, dengan perlahan-lahan berkata.

"Di dalam penjara besar siapa orang yang mati menabrakan diri pada tembok?"

Tentu saja Yuan Ershao mengerti maksud Li Yuan-wai, sambil tertawa Yuan Ershao berkata.

"Oto, dia adalah Perampok Hitam Putih Ji Cheng Quan."

Perampok Hitam Putih, Li Yuan-wai tentu saja Li Yuanwai pernah mendengarnya, orang itu adalah kepala penjahat yang sudah ternama, membunuh orang tidak terhitung banyaknya, dia melakukan kejahatan tidak pandang bulu, setiap lelaki yang bertemu dengan dia pasti mati, jika wanita diperkosa dulu lalu dibunuh.

Dua aliran dunia persilatan golongan putih maupun hitam dia tidak menggubrisnya, makanya julukan dia Perampok Hitam Putih.

"Tapi itu jelas-jelas dirimu"

Kata Li Yuan-wai disengaja.

"Jika itu adalah aku, bukankah hidupmu sudah bertemu setan?"

Yuan Ershao ternyata juga suka melucu.

"Yang aku heran mengapa Perampok Hitam Putih bisa menyamar menjadi dirimu? Dan bagaimana kau bisa melarikan diri dari penjara besar itu?"

Tanya Li Yuan-wai dengan tidak sabar.

"Hartawan besar, maafkan aku, masalah ini telah dirahasiakan pada kalian, untuk menjaga nama baik keluarga Yuan kami, aku dijebak orang sampai tidak bisa mengangkat kepala, makanya hanya melakukan siasat jelek ini, dan kau berbesar hati dan maafkanlah!"

Kata Yuan Ershao menghormat sekali pada Li Yuan-wai. Li Yuan-wai buru-buru meloncat kepinggir, mulutnya terus berkata.

"Sudahlah! Sudahlah! Jika kau merasa tidak enak, katakan saja sudah cukup, kau membungkuk memberi hormat aku tidak sanggup menerimanya, aku tidak ingin mengurangi umurku!"

Memang, dengan nama tenar Yuan Ershao didunia persilatan, sampai ketua Shao-lin juga menyambutnya diluar kuil, Li Yuan-wai mana berani menerima penghormatannya?

Di bawah pohon, Yuan Ershao memakai lagi topeng kulit manusia yang pembuatannya begitu bagus, dan membuat orang sulit bisa melihat kekurangannya.

Sekarang dia telah menjadi orang berbaju pelajar, Li Yuan-wai tidak menyangka orang yang membuyarkan hawa pembunuhan antara dia dan janda Yuan Dashao di tempat jualan tahu, ternyata adalah Yuan Ershao.

"Kau pasti mempunyai banyak pertanyaan, bukan?"

Kata Yuan Ershao yang telah berubah jadi orang lain, juga merubah suaranya.

Li Yuan-wai menggosok-gosok matanya, dia sungguh tidak percaya didunia ini bisa ada penyamaran yang begitu sempurna.

Setelah kembali sadar, Li Yuan-wai berturut-turut berkata.

"Apa? Eee! Tentu, tentu, pertama kau jelaskan dulu, bagaimana kau mengantikan Perampok Hitam Putih, dan bagaimana bisa meninggalkan penjara besar?"

"Perampok Hitam Putih ialah Polisi Setan Tie Cheng Gong membawanya masuk kepenjara, sengaja wajahnya dirusak hingga tidak bisa dikenali, dan supaya bisa menyamar menjadi aku, ceritanya juga sangat kebetulan, dipergelangan Perampok Hitam Putih juga ada satu tahi lalat merah, hanya saja dia di tangan kiri, dan aku di tangan kanan. Orang yang sudah mati siapa yang akan memperhatikan hal ini? Maka siasat menipu langit melintas laut ini tidak mendapat curiga siapapun. Tentu saja semua pengaturan ini Polisi Setan sendiri mengerjakannya, karena aku pernah mendengar di setiap kantor kepolisian kabupaten, pasti ada muridnya atau orang kepercayaannya."

"Sibotak bau yang baik hati, seperti kejadian yang betul saja, menipu kami berputar-putar."

Setelah mendengar ceritanya, Li Yuan-wai tidak tahan diam-diam memaki Polisi Setan bukan orang, tapi tidak enak mengucapkannya.

"Kalau begitu, apa dakwaan yang ditetapkan oleh pejabat pemerintah itu juga semuanya hanya pura-pura saja?"

Li Yuan-wai bertanya lagi.

"Kalau menurutmu bagaimana? Hartawan besar,"

Yuan Ershao membalikkan pertanyaan. Dengan tertawa malu, Li Yuan-wai tentu saja tahu dirinya mengajukan pertanyaan yang tidak pintar.

"Aku.... maksudku adalah kematiannya keponakan besar, aku sudah tahu kejadiannya, tapi.... masalah kakak ipar kau...."

"Dia bukan kakak iparku, dia adalah adiknya kakak iparku, Xuan Xuan Nu, Zhao Bei Yan, sandiwara ini juga sudah diatur kami sebelumnya,"

Kata Yuan Ershao. Li Yuan-wai berkata.

"Tidak aneh, punya penampilan yang begitu bagus, ternyata dia adalah Xuan Xuan Nu, tidak usah dikatakan topeng kulit manusia kau yang bagus ini, tentu juga keluar dari sepasang tangan dia yang lincah itu bukan?"

Li Yuan-wai tidak menunggu jawaban dari Yuan Ershao, bertanya lagi.

"Itu sungguh membuat aku jadi tidak mengerti, kenapa kakak ipar ku bisa berubah jadi Xuan Xuan Nu?"

Di mata Yuan Ershao terkilas perasaan sakit. Dia dengan pelan berkata.

"Disaat kakakku dibunuh, dan diantar orang kembali ke perumahan, kakak iparku saat itu berada di rumah orang tuanya di danau Tong Ding gunung Jun, kakak iparku tidak bisa bersilat, semua orang juga tahu, tapi adiknya Xuan Xuan Nu malah adalah pendekar wanita ternama didunia persilatan, mereka berdua juga saudara kembar, karena orang kedua sejak kecil dibesarkan oleh orang lain, setelah besar baru mengenal orang tuanya dan kembali kemarganya...."

Perkataannya berhenti sejenak, Yuan Ershao melanjutkan.

"Saat mayat kakakku yang tidak ada kepalanya diantar pulang ke perumahan, kebetulan Xuan Xuan Nu sedang bertamu di rumahku, karena masalah ini terlalu aneh, sehingga kami tidak menyiarkannya, setelah cepat-cepat menguburnya, aku keluar mencari pembunuhnya, siapa tahu aku menyia-nyiakan waktu tiga bulan, sedikit jejak pun tidak ada, aku kembali ke rumah dengan Xuan Xuan Nu berunding, kami menduga pelaku kejahatan sangat mengenal keadaan kami, dan perbuatannya, selangkah demi selangkah ingin menghancurkan Perumahan Hui Yuan. Untuk menghindar orang-orang, makanya kami bersandiwara, siasat mencelakai diri sendiri ini, tujuannya untuk mengumpan pelaku kejahatan keluar."

Sekarang Li Yuan-wai bertanya lagi.

"Kenapa sampai kami juga tidak diberitahu? Jika sudah dijelaskan, bukankah kami juga bisa menyumbangkan tenaga, banyak orang tentu lebih mudah mengerjakan"

Yuan Ershao tertawa pahit berkata.

"Bukankah tadi sudah kukatakan? Justru karena aku curiga pelaku kejahatan ini adalah orang yang sangat tahu keadaan keluarga Yuan, disaat sebelum masalahnya belum jelas, siapa saja mungkin adalah pelaku kejahatannya, kau ingin aku bagaimana mengatakannya pada kalian? ini adalah siasat mencelakakan diri sendiri, tentu saja harus persis, baru bagus!"

Li Yuan-wai berkata.

"Tapi juga tidak bisa membiarkan aku dengan Xuan Xuan Nu bertarung! Kau tidak tahu dia sangat galak, sepertinya ingin sekali menelan aku hiduphidup."

Yuan ershao tertawa berkata.

"Betulkah? Saat itu aku juga ada di sana, aku lihat sepertinya kau ada maksud ingin makan 'tahu' orang?"

Mengusap-usap kepalanya, Li Yuan-wai dengan malumalu tertawa berkata.

"Ershao, ini.... ini juga tidak bisa salahkan aku, disaat itu kami semua mengira dia ada masalah, makanya.... maka.... he.... he...."

Sungguh satu hal yang memalukan, disaat itu bagaimana pun Li Yuan-wai memang ada sedikit niat ingin makan 'tahu' orang.

Yuan Ershao melihat tingkah malu Li Yuan-wai yang menggaruk-garuk kepala, mengorek-ngorek kuping, dengan tertawa berkata.

"Sudahlah! Hartawan Li, aku tidak menyalahkanmu, buat apa kau menutupinya!? Lagi pula bagaimana aku bisa tidak tahu penyakitmu?"

Perkataannya tepat mengenai isi hatinya, dasar Li Yuanwai yang tebal muka, dia bisa melihat angin membanting setir bertanya lagi.

"Ershao, apa kau tahu kakakmu Walet Tidak Kembali belum mati?"

Di matanya terkilas rasa sakit, Ershao menganggukkan kepala, tawa diwajah menjadi hilang. Li Yuan-wai tidak mengerti berkata.

"Benarkah semuaini adalah...."

Yuan Ershao menggelengkan kepala berkata.

"Sekarang ini aku masih belum berani mengatakannya, hanya saja semua ini sungguh membuat orang sulit mengerti, apa lagi ini.... ini sama sekali hal yang tidak ada alasannya...."

"Tapi sekarang semua panah menunjuk padanya!"

Kata Li Yuan-wai cepat.

Ershao tidak berkata lagi, karena dia juga mengerti.

Namun apa yang bisa dia katakan, Bagaimana pun, mana ada yang menjadi kakak bisa dengan sadisnya mencelakakan adiknya?

Ini bukan saja tidak mungkin, dan lagi orang sulit bisa percaya.

Terdiam sebentar, Yuan Ershao berkata.

"Kau akan pergi ke Gedung Wang Jiang untuk menepati janji bukan?"

"Apa kau juga tahu akan hal ini? Ershao."

Tanya Li Yuan-wai sedikit heran.

"Hal yang begitu besar, bagaimana aku bisa tidak tahu?"

Yuan Ershao berkata sambil tertawa.

"Kalian berdua sebenarnya sedang main apa? Kenapa bisa sampai situasinya tidak bisa diselesaikan?"

Li Yuan-wai mengangkat bahu dan tertawa pahit. Tawanya sungguh membuat hati orang jadi pahit melihatnya. Yuan Ershao seperti ingin menembus pandangannya, dia bertanya lagi.

"Hartawan Li, aku tidak percaya ini adalah sungguhan, tapi semua ini juga tidak seperti bohongan, bisa beritahu aku sebabnya?"

Disudut bibirnya ada sedikit ragu, Li Yuan-wai berkata.

"Jangan kata kau tidak percaya bahwa ini adalah kejadian betul, aku sendiri pun tidak percaya ini adalah sungguhan, namun.... Ershao, aih.... sekarang sungguhan atau bohongan sudah tidak begitu penting lagi, sebab aku belum tahu betul, mungkin bisa tanya 'dia'...."

Ershao sekejap terdiam, tiba-tiba dia berkata.

"Aku pernah melihat Xiao Dai."

"Dimana!? Kapan?"

Dengan tegang Li Yuan-wai bertanya.

"Dikota Xiang Yang, tapi dia tidak melihat aku."

"Dikota Xiang Yang....?"

"Dengan seorang nyonya muda cantik,"

Kata Ershao dengan sorot mata aneh melihat Li Yuan-wai.

"Nyonya muda yang cantik?! Apa mungkin dia....?"

Li Yuan-wai bergumam sambil berpikir.

"Siapa dia? Apakah kau juga kenal dia?"

Tanya Yuan Ershao menatap.

Sedikit malu, Li Yuan-wai terpaksa membeberkan tentang dia dan Xiao Dai yang dulu bersamaan waktu mencintai Ouwyang Wu-shuang.

Yuan Ershao menepuk-nepuk bahu Li Yuan-wai, menggelengkan kepala sambil mengeluh.

"Kalian ini sungguh sepasang manusia yang unik, apakah didunia ini hanya ada satu wanita bernama Ouwyang Wu-shuang?"

Li Yuan-wai berkata sambil tertawa.

"Tentu saja bukan, jika didunia ini hanya ada satu wanita, bukankah dunia ini akan menjadi kacau balau?"

"Jika didunia ini tidak hanya ada satu wanita, aku pikir kalian pasti tidak akan karena wanita menjadi ada salah paham."

Yuan ershao ingin menjelaskan tapi tidak mengutarakannya dengan jelas.

"Masalahnya adalah wanita ini dilepas oleh aku dan Xiao Dai pada saat bersamaan,"

Kata Li Yuan-wai.

Seorang wanita dilepaskan oleh laki-laki, memang satu hal yang menyedihkan.

Jika bersamaan waktu dilepas oleh dua laki laki, maka ini bukan hanya satu hal yang membuat sedih lagi, sesungguhnya ini hal yang paling sedih yang bisa membuat orang gantung diri.

"Aku ingin mendamaikan kalian, dan menjadi orang penengah, apa kau punya pendapat?!"

Setelah mempertimbangkan, Yuan Ershao akhirnya mengatakan juga, dengan mata jujur dia memandang Li Yuan-wai. Li Yuan-wai tidak berani memandang, sepertinya tidak bisa berbuat apa-apa berkata.

"Ershao, dengan adanya kau, kupikir didunia persilatan ini tidak ada siapapun yang berani menentang keinginanmu, hanya.... hanya.... aku harap kau tahu aku bukan benar-benar hartawan besar sudah cukup...."

Yuan Ershao tertawa sambil mengepalkan tangan berkata.

"Terima kasih! Tentu saja aku tahu kau bukan seorang hartawan, juga pasti tidak akan membandingkan kau dengan seorang hartawan asli, karena jika seorang hartawan bertemu dengan hal ini, dia lebih suka mengeluarkan perak, juga pasti tidak akan berani menempuh bahaya, mengorbankan nyawa."

"Jika demikian, yang berterima kasih seharusnya aku!"

"Ini kata-kata yang jujur, aku tidak mau kalian makan sumpah sendiri ha.... ha.... ha...."

Yuan Ershao teringat, tahun itu dia bertemu dengan Li Yuan-wai dan Tangan Cepat Xiao Dai, tidak sadar diajadi tertawa.

Karena dia juga tidak terpikir, dua anak ingusan itu, hari ini semuanya telah menjadi orang besar yang ternama didunia persilatan.

"Ershao, besok adalah pertemuan Gedung Wang Jiang, waktunya sangat sempit mungkin...."

"Tenang, perkelahian ini.... hmmm, sama seperti menikah, seseorang tidak bisa menikah dengan dirinya sendiri, tentu saja juga tidak akan bisa diri sendiri berkelahi dengan diri sendiri, menurutmu betul tidak?"

Kata Yuan Ershao tersenyum.

"Hai....! Bertemu denganmu, aku sudah tidak bisa bicara, Ershao, terserah kau saja, bagaimana pun aku percaya, juga menyerahkan semuanya padamu."

Orang yang bisa membuat Li Yuan-wai menyerah, mungkin hanya Yuan Ershao saja. Yuan Ershao melihat, berpikir sejenak, tidak sadar dia memegang lagi bahu Li Yuan-wai, dengan sepenuh hati berkata.

"Hartawan Li, terima kasih, terima kasih, demi masalahku, kalian tidak kenal lelah...."

Wajah Li Yuan-wai yang agak gemuk, tertawa lugu.

"Er.... ershao, kau berkata begini, sekalian saja.... sekalian saja.... ambil pisau bunuh aku.... sekalian."

Apa yang mau Yuan Ershao katakan, jika mempunyai teman demikian?

Jika kau adalah dia, mempunyai teman seperti ini tentu akan mengerti di dalam hatinya sekarang.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai melihat bayangan Yuan Ershao yang tegap dan panjang itu, seperti segumpal asap ringan menghilang diujung jalan, dia merasa sedikit kehilangan.

Hanya karena dia, terhadap dia selamanya ada rasa kekaguman seperti pada pahlawan.

Tapi dia tahu, jika dirinya dibandingkan dengari dia, huruf'pahlawan' ini, mungkin berjalan sisinya pun tidak akan pantas, walau orang lain juga menghormati dirinya sebagai 'pahlawan'.

Dia mempercayainya, sama seperti dia percaya orang tidak makan nasi bisa mati.

Dia juga mengambil dirinya sebagai contoh, berharap dia disuatu hari juga bisa menjadi seorang 'Li Dashao' yang dipuji dan dihormati orang-orang.

0ooo(dw)ooo0 BAB 14 Dipersalahkan Hujan ini datangnya tidak bisa dimengerti.

Jelas-jelas cuaca sedang terik matahari, titik hujan malah setitik demi setitik menabur turun.

Seperti air mata kekasih, dia sama sekali tidak tahu kapan waktunya, juga tidak perduli di tempat apa.

Pokoknya saat dia teringat, dia apa pun tidak perduli mengucurkannya.

Melihat titik-titik hujan ini, Li Yuan-wai duduk bersila di depan kuil yang sudah rusak ini, di dalam hatinya tidak tahu sedang memikirkan apa?

Hujan ini dikatakan besar juga tidak besar, dikatakan kecil tapi bisa menjadikan basah kurup seluruh tubuh.

Dia ingin sekali pergi ke kota Fu Rong lebih pagi, tapi justru terhalang hujan ini, terpaksa dia sementara berteduh dulu, sekarang dia mengeliatkan tubuh, matanya jadi terang, hampir saja pinggang keseleo.

Dia melihat dalam pandangan yang samar samar oleh embun hujan di atas jalan tanah kuning di depan kuil, ada sepuluh lebih pengemis dengan usia yang berbeda-beda, sedang dalam curahan hujan lari kearahnya.

Mereka seperti terburu-buru, juga tampaknya sudah memilih kuil rusak yang sudah ditinggalkan banyak tahun ini, untuk berteduh dari hujan yang mendadak ini.

Disudut mulutnya sudah tampak tertawa, wajah bulat Li Yuan-wai semakin bulat saja.

"Mmm, bagus sekali, ternyata anggota inti Gai-bang kita juga banyak yang datang, apa mungkin semuanya karena masalah aku? Iii?! Ha.... sampai paman Ji juga ikut datang!"

Dari kejauhan di antara sekelompok para pengemis itu, Li Yuan-wai sekali melihat sudah mengenal seorang tua yang berperawakan tinggi besar, memakai baju kain tambalan berwarna merah biru.

Dia bangkit berdiri, menepuk-nepuk tanah yang ada dipantatnya, beraksi sebagai seorang jagoan, tongkat pemukul anjing diposisikan sebagai penyangga tubuhnya, Li Yuan-wai dengan santai menunggu mereka sampai ke depan.

Semakin dekat, dia semakin terkejut.

Ternyata di dalam kelompok orang itu, dia mengenal dua orang lagi.

"Dua Pengemis Cacat". Dua Pengemis Cacat ini kedudukannya di dalam Gaibang, tidak berlebihan disebut Yang Agung', karena mereka berdua sampai sekarang usianya sudah sembilan puluh tahun, menurut, tingkat generasi adalah kakek gurunya guru Li Yuan-wai 'Raja Pengemis'. Kakek buyut yang sehari-harinya juga jarang tampil, saat ini tiba-tiba bisa bersamaan tampil, bagaimana bisa tidak membuat Li Yuan-wai terkejut. Sekarang tawa diwajahnya tampak semakin kaku, dan aksinya sebagai seorang jagoan, sudah kehilangan rasanya, malah sebaliknya membuat orang merasa kasihan. Karena kedudukan 'Ketua Pengawas' itu, di depan dua orang ini sama sekali tidak bisa dipamerkan, maka dia yang tadinya santai saja, sekarang berubah menjadi sedikit ketakutan tidak tenang. 0ooo(dw)ooo0 Orangnya baru saja tiba, hujanpun berhenti, ini juga hal yang mengherankan. Dua orang berambut putih itu wajahnya merah, perawakan tinggi besar, Dua Pengemis Cacat di depan. Satu cacat telinga kanan, satu cacat mata kiri, tiga mata itu sedikit pun tidak berkedip memandang Li Yuan-wai yang bersujud di atas tanah. Di belakang sepuluh murid Gai-bang yang berpakaian tambal-tambal baju lama, ditubuhnya setiap orang paling sedikit ada lima, enam simpul tali berbaris melintang, wajahnya tidak ada perasaan, melotot memandang pada Li Yuan-wai yang wajahnya penuh ketakutan itu. Hartawan Li yang biasanya jika bertemu orang selalu tertawa, sekarang berganti dengan wajah ketakutan, kerena dia tidak ada keberanian, tidak berani tidak hormat terhadap dua orang ini.

"Ka.... kakek buyut, murid Li Yuan-wai memberi.... hormat."

Li Yuan-wai baru saja bersujud, sesudah perkataannya habis, di dalam pikirannya dua orang itu pasti dengan ramah menginginkan dia berdiri.

Siapa tahu sekali mengangkat pandangannya, dia menemukan dua kakek buyut tiba-tiba menghindar kekiri dan kekanan, menghindar dua langkah, menghindarkan penghormatan dirinya.

Masih belum mengerti apa yang terjadi, telinganya sudah terdengar suara tanpa perasaan Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji yang biasanya sangat menyayangi dia.

"Tidak berani, silahkan kau berdiri."

Tidak salah, orang menginginkan dia berdiri, tapi bicaranya seperti serutan es, membuat hati orang menjadi dingin mulai dari kepala sampai ketelapak kaki.

Hatinya tujuh naik delapan turun, Li Yuan-wai bangkit berdiri, wajahnya yang pahit susah dilukiskan.

Tidak berani mengangkat kepala, juga tidak berani lagi buka mulut.

Udara disekeliling, dinginnya membuat Li Yuan-wai timbul dingin dari dasar hati.

Tangan pengemis Tanpa Telinga Chou Ji mengangkat tinggi satu plat bambu, belum membuka mulut, Li Yuanwai begitu melihat, sepasang lutut langsung berlutut.

Karena siapa pun tahu plat bambu itu adalah lambang tertinggi Gai-bang, juga pertanda ketua Gai-bang datang sendiri.

Melihat lambang sama seperti melihat orangnya, Li Yuan-wai sekali melihat lambang bambu itu mana berani tidak berlutut?

Apa lagi Raja Pengemis adalah gurunya sendiri.

"Li Yuan-wai, kau bukan anggota Gai-bang kami, tidak perlu berlutut. Sebabnya aku mengeluarkan 'Perintah Bambu Api', hanya untuk menyatakan bahwa kami sedang melaksanakan perintah."

Wajahnya yang dinggin Pengemis Tangpa Telinga Chou Ji dengan dingin berkata.

Kata-katanya memang tidak salah, Li Yuan-wai sejak awal tidak resmi masuk jadi anggota Gai-bang, walau dia adalah murid ketua Gai-bang masa kini, dan juga satusatunya murid.

Tapi dia sendiri, hingga seratus tujuh puluh dua cabang dengan puluhan ribu muridmuridnya Gai-bang, tidak ada satu orang pun yang mengira dia bukanlah orangnya Gaibang.

Dan juga tidak perduli di dalam Bang atau diluar Bang, orang-orang dunia persilatan, pesilat dunia persilatan, siapa pun tahu aset Gai-bang Li Yuan-wai, ini adalah kenyataan yang tidak bisa dibantah.

Sekarang ini malah bagaimana pun tidak terpikirkan di 'Dewa Hidup', bisa mengatakan kata-kata ini walau mati, dia juga tidak bisa terima kata-kata ini.

"Kakek buyut.... guru, ke.... kenapa....?"

Tanya Li Yuanwai membelalakkan sepasang mata, dengan suara ketakutan.

Sejak dilahirkan dari rahim ibu, Li Yuan-wai tidak pernah merasa lebih takut dibandingkan pada saat ini.

Sekarang dia bercucuran keringat dingin, diawal musim rontok ini, dan dihawa sejuk setelah hujan ini, malah sampai baju dalam pun hampir basah semua.

"Pendekar muda Li, aku baru saja mengatakan, kau bukan orangnya Gai-bang kami, kakek buyut guru tiga huruf ini, aku tidak pantas menyandangnya, hari ini beruntung kita bertemu dengan pendekar muda Li, jadi sekalian saja minta keadilan untuk Gai-bang pada anda...."

Kata katanya semakin tidak masuk akal, tentu saja Li Yuan-wai semakin mendengar semakin tidak mengerti.

Dia juga sedikit merasakan pasti ada yang tidak beres.

Dia tidak berani menjawab, juga tidak tahu harus mulai berkata dari mana.

Maka dia hanya membelalakkan mata, wajahnya penuh pertanyaan memandang pada pemimpin lima generasi Gai-bang yang biasanya juga sangat dingin ini, menunggu lanjutan kata-katanya.

0ooo(dw)ooo0 Dua orang murid sekelas ketua cabang yang mempunyai lima simpul tali, dengan tidak berkata mengikatkan kain merahnya pada masing-masing tongkat pemukul anjingnya, dengan cepat lari kearah datangnya.

Hati Li Yuan-wai segera tenggelam kejurang yang tidak ada dasarnya.

Karena dia tahu arti ini, mereka pasti pergi keluar setengah li untuk membuat penghalang jalan, untuk memberitahu teman-teman dunia persilatan, di sini sedang ada urusan dalam Gai-bang, orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk.

Seriusnya masalah ini, sudah jelas bisa dilihat.

"Anda, tidak sadar masih muda, tapi pikirannya begitu jahat, perbuatannya juga begitu keji, apakah kau tidak merasa terlalu terburu-buru? Apakah kau bisa katakan tujuan dan alasannya?"

Orang yang usia nya besar, bagaimana pun kesabarannya lebih tinggi, walau di mata Pengemis Tanpa Telinga penuh dengan kebencian, terus bergerak-gerak, tapi nada pertanyaannya tidak keterlaluan, hanya sedikit dingin saja.

Sekarang Li Yuan-wai sudah tahu apa yang telah diperbuatnya adalah salah, seluruhnya seperti dalam lautan, sampai arahnya juga tidak jelas, apa yang mau dia katakan?

Dan bagaimana bisa menjawabnya?

Dengan ketakutan dia membuka mulut, Li Yuan-wai berharap dirinya bisu, karena dia tidak pernah tahu suaranya bisa begitu tidak enak didengar.

"Ka.... murid sungguh.... sungguh tidak tahu telah berbuat salah apa? Harap kau.... jelaskan."

Dia memaksa dua huruf belakang ditarik kembali, hanya belum tersedak saja.

Sepuluh orang, dua puluh mata, semuanya sama memandang dengan sorot mata menghina.

Sampai-sampai Li Yuan-wai bisa mendengar di antaranya ada satu orang dengan hina mengeluarkan suara heng.

"Anda, kau bukan orang yang takut pada masalah, apa yang diperbuat sendiri, bagaimana kau bisa tidak tahu? Hanya saja kami tidak bisa menduga alasannya, lebih-lebih tidak bisa menduga sebabnya, kalau tidak kami juga tidak akan mengerahkan begitu banyak orang, dengan sembunyisembunyi tidak mengumumkannya susah payah mencarimu, sekarang terbukti banyak menimbulkan masalah, apa tujuan kau sebenarnya itu saja?"

Sesudah mengatakan panjang lebar, tetap saja tidak mengatakan permasalahannya.

Li Yuan-wai menahan dirinya, dia sudah sampai tidak tahan ingin sekali maju ke depan mencekek leher 'Dewa Hidup', atau menendang dia dua kali.

Ini hanya dalam pikirannya, berpikir dilubuk hati paling dalam, hatinya lebih gelisah juga, tapi wajahnya sedikit pun tidak berani menunjukannya.

Tidak mengeluarkan pertanyaannya, mana bisa menjawabnya?

Li Yuan-wai bertekat 'buk!"

Satu suara, sepasang lututnya berlutut di tanah. Juga tidak perdulikan orang di depan semuanya menghindar kesisi, dia dengan sedih mengawasi semua orang, dengan cepat dia berkata.

"Kakek buyut guru, paman Ji, aku mohon pada kalian, beritahu kebenarannya, aku sungguh tidak tahu kalian sedang membicarakan apa!?"

Walau seorang buta!

Tidak dapat melihat ekspresi wajah Li Yuan-wai, juga bisa mendengarkan suara dia, yang begitu ketakutan, dan jujur.

Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji dan Pengemis Mata Cacad Hua Kai dua orang saling melihat satu setengah mata tetap Pengemis Tanpa Telinga bicara, tapi nadanya sudah sedikit rada hangat.

"Anda, benar kau tidak tahu apa yang tujuan kami!?"

"Kakek buyut, murid sungguh tidak tahu."

Wajah Li Yuan-wai penuh dengan rasa bersalah, malah membuat semua orang timbul pertanyaan.

"Kau kenal Tangan Bunga Anggrek Ouwyang Wushuang?"

"Kenal."

"Kau kenal Pecut Terbang Chao Ji dan seorang pelayan yang bernama Xiao Cui?"

"Kenal."

"Kau kenal ketua cabang cabang keempat puluh dua Gaibang kami Pengemis Mata Tunggal Dai Le Shan?"

Tidak menyangka pihak Gai-bang bisa ada pertanyaan ini, Li Yuan-wai berpikir sebentar, rupanya seperti tidak bisa mengingatnya, lalu menggelengkan kepala.

"Kau tidak kenal?!"

Pengemis Tanpa Telinga sedikit tidak percaya bertanya.

Anggota Gai-bang banyak sekali, cabangnya tersebar dikota besar dan kecil, Li Yuan-wai mana bisa....

mengenalnya?

Jangan kata dia, mungkin ketua Gai-bang Raja Pengemis juga tidak bisa mengenal semuanya.

Namun Li Yuan-wai yang sehari-harinya berkelana di Jiang Nan, walau dia mengatakan tidak kenal, tapi di dalam pikiran orang lain, malah merasa kata-katanya tidak jujur.

"Baik, baik sekali, anggap saja kau tidak kenal, tapi pakaian dan dandanan murid Gai-bang, tanda kedudukan, kau tidak bisa mengatakannya kau tidak kenal!"

Tentu saja kenal, soalnya Li Yuan-wai ilmu silatnya dari Gai-bang. Tidak tahu apa tujuannya mengatakan ini, Li Yuan-wai mengangkat kepala terpaksa mengaku, berkata.

"Murid tentu kenal."

"Kalau begitu kau membunuh Dai Le Shan dan tiga murid apakah disengaja?"

Pengemis Tanpa Telinga menatap tajam sekali berkedip juga tidak mendesak bertanya.

Ini seperti guntur dihari terang, Li Yuan-wai tidak terpikir bagaimana dirinya bisa jadi seorang pelaku pembunuhan, dan juga yang dibunuh masih orang seperguruan sendiri.

Dia cepat-cepat membantah berkata.

"Murid tidak tahu, murid sama sekali tidak pernah berbuat hal ini...."

Tidak membenarkan juga tidak membantah, Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji berkata lagi.

"Kau memperkosa lalu membunuh Xiao Cui, awalnya mempermainkan lalu meninggalkan Ouwyang Wu-shuang, ini semua tidak dibicarakan dulu, tapi kau tidak seharusnya demi merebut kedudukan ketua Gai-bang lalu membunuh orang yang tidak sependapat dengan dirimu, lebih-lebih menyuruh Pecut Terbang Chao Ji dalam waktu tiga hari menghancurkan dua belas cabang yang tidak akur dengan kau.... kau terlalu sedikit terburu-buru...."

Wajah berubah dengan keras berkata lagi.

"Li Yuan-wai, tanganmu kejam, hatimu teliti, tapi pernahkan terpikir seratus teliti, tetap ada satu kesalahan? Kau meminjam golok membunuh orang pernahkah terpikir orang orang itu semuanya adalah murid murid Gai-bang yang darahnya lebih kental dari pada air?"

Otak seperti disambar lima guntur.

Li Yuan-wai memandang Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji, tapi merasa yang dilihat hanya kosong belaka, karena pikirannya yang kalut, dia sudah tidak dapat memfokuskan sorot matanya.

Seseorang tidak pernah mengalami dakwaan tanpa ada alasannya, tidak akan bisa memahami keadaan hatinya sekarang.

Sama dengan seseorang tidak pernah mencintai, dan dicintai, dia mana bisa mengerti huruf 'cinta' di antara lakilaki dan wanita, bisa menghidupkan orang dan juga bisa mematikan orang?

Mulutnya pahit seperti menggigit buah paria, ruang hati menjadi kram hampir tidak bisa bernafas.

Beberapa saat, Li Yuan-wai baru dalam pengawasan banyak orang sadar kembali, tidak perdulikan sepasang lutut sudah sesemutan karena berlutut, berjalan dengan lutut beberapa langkah, dia dengan serak berkata.

"Apa ka.... kalian percaya semua hal ini aku yang melakukannya? Kalian bisa percaya semua hal ini aku yang melaku kannya?!"

Seorang yang biasanya selalu tertawa, Li Yuan-wai yang selamanya tidak tahu apa itu kesusahan, jika tidak menyaksikan sendiri, semua orang tidak akan percaya rupa dia bisa seperti sekarang ini.

Hanya karena dia mengerti orang orang Gai-bang bergerak melakukan sesuatu, jika bukan masalahnya besar dan penting sekali, jika tidak punya bukti sangat kuat, jika bukan kedudukan dirinya super, pasti tidak akan sampai dua orang 'Dewa Hidup' di Gai-bang melaksanakan sendiri.

Situasi yang serius ini, keadaan yang 'besar' ini, dia juga tahu mungkin sampai mulutnya berkata sampai rusak, juga sulit membuktikan dirinya tidak berdosa, membersihkan tuduhan pada diri sendiri.

Tapi dia terpaksa harus bertanya, juga terpaksa membela diri, bagaimana pun dia tidak tahu kejadiannya bagaimana!

Sehingga dia memohon berkata.

"Ma.... maaf kakek buyut, bisakah beritahukan pada murid seluruh kejadiannya, bagaimana...."

Sedikit merasa tidak tega, mungkin benar ada sedikit curiga, Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji memandang langit, pelan berkata.

"Ouwyang Wu-shuang mengirim surat pada Gai-bang, mengatakan mula-mula kau mempermainkan lalu meninggalkannya, dan memperkosa lalu membunuh pelayan perempuan dia, dan juga menyuruh Pecut Terbang Chao Ji, akan masalah ini apa penjelasan kau?"

Ingin sekali menjelaskan, tapi tidak tahu dari mana awal menjelaskannya. Li Yuan-wai sepertinya sudah nekad, dengan keras berkata.

"Apa ada buktinya?"

"Ouwyang Wu-shuang menunjukan dipunggung dekat pantat kau ada tanda lahir, ini telah dibenarkan oleh ketua Gai-bang, itulah bukti yang paling bagus."

Li Yuan-wai tertegun, mulutnya terbuka, lidahnya terasa kaku tiba-tiba tidak bisa bicara.

Ini masalah yang sedikit pun tidak salah.

Seorang lakilaki jika tidak pernah berhubungan dengan wanita ini, bagaimana bisa tahu rahasia ini?

Apa lagi ini adalah benarbenar rahasia.

Bagaimana pun tanda lahir itu di atas pantat, bukan di tempat yang terbuka.

Hanya satu hal ini sudah cukup membuktikan dosanya Li Yuan-wai.

Karena dari satu hal ini bisa menjelaskan masalah lain dan masuk akal.

Walau semua ini tidak pernah terjadi, tapi Li Yuan-wai justru jadi tidak tahu harus bagaimana membantahnya.

Dia sudah mengerti garis besarnya, juga mengerti bagaimana Ouwyang Wu-shuang mengirim surat mendakwanya.

Karena baik laki-laki atau wanita setelah ditinggalkan kekasihnya, dari cinta bisa menjadi benci.

Sejak dari zaman dahulu kejadian ini sering terjadi, hanya saja mimpipun Li Yuan-wai tidak terpikirkan kejadian ini bisa terjadi pada dirinya.

Yang lucu adalah dia sama sekali tidak merasa antara dirinya dengan Ouwyang Wu-shuang, ada alasan yang dipakai dia untuk meninggalkannya.

Sekarang jika di tangannya ada sebilah pisau, dia pasti segera menghunusnya, dengan tanpa ragu-ragu dia akan membalikkan tubuh Ouwyang Wu-shuang, memotong setengah pantatnya.

0ooo(dw)ooo0 Tentu saja hanya punya bukti ini rasanya masih sedikit lemah.

Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji menyaksikan Li Yuanwai tidak tahu harus berbuat apa, dia berkata lagi.

"Tuan, untuk membuktikan tidak bersalah, apakah kau bisa mengeluarkan seluruh barang yang ada di dalam dadamu?"

Walau nadanya bertanya, Li Yuan-wai mengerti jika tidak menurutinya, mungkin akan lebih membuktikan dirinya bersalah.

Lagi pula tentu saja dia tahu di dalam dirinya kecuali beberapa liang recehan perak, dan beberapa barang lain, tidak ada benda yang menyolok.

Sesudah melihat pandangan lawan yang bersikukuh, juga untuk menyatakan dirinya terbuka, tanpa ragu-ragu, Li Yuan-wai mengeluarkan seluruh barang yang ada didadanya, walau dia tidak mengerti apa maksud mereka ingin dia melakukan hal ini.

0ooo(dw)ooo0 Begitu barang dikeluarkan semua, tampak dua tiga recehan perak, satu bungkus kecil Wu Xiangpenyedap masakan.

Satu kue keras yang telah ada dua gigitan, dua bungkus seperti bungkusan powder obat.

Masih ada lagi yaitu segenggam jarum sulam....

nomor yang paling besar.

Jika Li Yuan-wai tahu di antara barang barang yang kelihatannya tidak menyolok ini, ada satu mainan yang bisa meminta nyawa, punya seratus mulut pun dia tidak akan bisa membantahnya, mungkin dipukul sampai mati juga, dia tidak akan tenang mengeluarkannya.

Ketua bagian pertama di Gai-bang bernama Hao Ren Jie, Li Yuan-wai memanggilnya paman Hao Bai Ling Gai, tubuhnya yang tinggi besar tiba-tiba maju berapa langkah, membungkukan tubuhnya, mengembil sebuah jarum sulam itu, dengan teliti memperhatikannya sebentar....

Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji memiringkan kepala bertanya.

"Ketua bagian Hao, apakah sama?"

Kepala bagian Hao pelan menganggukkan kepala, dari dalam dadanya dengan hati-hati mengeluarkan empat jarum sulam yang sama ukurannya, diberikan padanya.

Li Yuan-wai tidak mengerti apa maksud di antara mereka, tapi dia mengerti jarum sulam ini pasti ada apaapanya.

Menerima lima jarum sulam yang diberikan, Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji membandingkannya segentar, dengan sorot mata yang dingin membalikkan kepala berkata.

"Kami tidak tahu bagaimana kau bisa mempunyai kerajinan tangan yang bagus, bisa berlatih menggunakan jarum sulam menjadi senjata gelap yang menakutkan.... bagus sekali, sungguh bagus sekali...."

Ada kalanya arti 'bagus sekali' adalah justru tidak bagus, bukan saja tidak bagus, malah tidak bagus sekali.

"Dai Le Shan berempat orang tidak menyangka, ternyata benar kau sendiri yang melakukannya, sekarang kau masih mau bicara apa?"

Ketika Li Yuan-wai tahu empat buah jarum di tangan Hao Ren Jie diambil dari empat orang yang mati, wajahnya menjadi putih seputih selembar kertas putih.

Keringat dingin ditubuhnya kembali bercucuran, dia merasakan langit sedang berputar, bumi sedang bergoyang, tiba-tiba orang-orang dihadapannya seperti menjadi besar beberapa kali lipat.

Ini adalah siasat jahat, satu siasat jahat untuk membunuh orang.

Siasat jahat yang meski membuat dirinya meloncat ke Huang He, juga tidak akan bisa membersihkannya.

Dia sekarang mengerti, tidak ada orang yang bisa percaya pada dia, karena mata mereka telah menjelaskan semuanya.

Dia juga tahu, dia sudah masuk ke dalam satu perangkap.

Dan perangkap itu sudah semakin lama semakin kencang menjerat leher dirinya.

0ooo(dw)ooo0

"Selidiki kenyataannya, laksanakan hukuman di tempat."

Ini adalah perintah lisan dari ketua Gai-bang Raja Pengemis sendiri, dan juga 'Lambang Bambu Api' telah keluar, asalkan orang tergolong Gai-bang tidak ada orang yang berani menentangnya, walau dua orang "Dewa Hidup"

Di bawah aturan Gai-bang ini, mereka juga tidak berani menentangnya.

Tidak aneh ketua Gai-bang tidak mau dirinya yang tampil, bagaimana pun dia mengerti dia tidak akan tahan menghadapi kenyataan yang kejam ini.

Siapa yang tega mengeksekusi murid kesayangan sendiri?

Li Yuan Wang bersujud di tanah, dengan sedih tertawa.

Dia terpikir, Yuan Ershao yang disalahkan juga tidak bisa membantahnya, sekarang dia juga merasakan bagaimana perasaan hati itu.

Namun dia tak bisa melarikan diri dari borgol itu.

Dia menutup sepasang matanya, dia sudah merasakan bayangan kematian sudah dari segala penjuru menjepitnya.

Dia merasakan ada orang sedang dengan pelan mengangkat telapaknya, segera akan menimpa pada kepalanya sendiri.

Dia tidak ingin mati, karena dia baru berusia sembilan belas tahun.

Dia tidak bisa tidak harus mati, karena dia sudah tidak ada cara untuk membela diri.

"Mati ada yang seberat gunung Tai, seringan bulu halus."

Jika sekarang Li Yuan-wai mati, mungkin lebih ringan dari pada bulu halus, bagaimana pun ini adalah mati tidak berdosa!

Sembilan belas tahun, usia yang begitu muda, begitu indah.

Ini adalah usia pacaran, juga adalah usia yang sedang gembira.

Lebih lebih usia yang tidak boleh mati....

0ooo(dw)ooo0 Telapak tangan kanan Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji baru saja diangkat, hatinya sakit sekali, dengan tidak tega menutup sepasang matanya.

Li Yuan-wai yang tubuhnya sedang bersujud, tiba-tiba seperti sebuah anak panah melesat kebelakang, orang-orang dilapang semuanya tidak terpikir, karena Li Yuan-wai rupanya telah menerima kematian, siapa tahu bisa mendadak berubah pikiran?

Saat kembali sadar, Li Yuanwai sudah berada diluar delapan zhang.

Manusia juga hanya disaat diambang kematian, baru dapat mengeluarkan tenaga yang tersimpan sampai dia sendiri pun tidak percaya.

Orang }'ang melarikan diri punya niat, orang yang mengejar malah sepertinya tidak begitu nafsu.

Bagaimana mengatakannya 'Aset Gai-bang' hanya ada dia satu satunya, apa lagi suaranya Li Yuan-wai berkumandang di dunia persilatan.

"Kakek buyut, murid tidak ingin mati sia-sia seperti ini, murid pasti akan menemukan pelaku pembunuhan yang sebenarnya, nanti pasti menerima dakwaan dan menuruti hukum...."

Suaranya semakin lama semakin jauh, Sepasang Pengemis Cacat dua orang menghentikan langkah, menghalangi para murid mengejarnya.

Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji memandangi bayangan yang semakin jauh bergumam berkata.

"Semoga aku tidak salah melakukannya...." 0ooo(dw)ooo0 Bulan tujuh tanggal tujuh adalah hari Pertarungan di Jembatan Burung Gereja. Cerita Pengembala Sapi dengan Penenun Wanita semua orang juga tahu. Setiap tahun pada bulan tujuh tanggal tujuh hari ini sepertinya selalu turun hujan, menurut cerita hujannya hari ini, adalah air matanya para kekasih. Dan setiap tahun di malamnya hari ini, lebih lebih banyak orang mengangkat kepala, menatap langit malam, berharap dapat melihat pertemuannya bintang Pengembala Sapi dengan bintang Penenun Wanita, tapi selalu tidak dapat melihat bintang, hanya tubuh menjadi basah kuyup kehujanan. Hari ini adalah bulan tujuh tanggal tujuh. Malam ini juga tetap turun hujan rinti-rintik. Namun diluar kota Fu Rong disisi Gedung Wang Jiang, di atas pulau pasir yang kosong ditengah-tengah sungai, tidak tahu siapa orangnya sudah memasang batang bambu digantungi lentera angin disekelilingnya. Sinar lampu yang redup, walau di dalam hujan rintikrintik bergoyang-goyang ditiup angin, tapi juga menerangi dengan jelas pulau pasir yang luasnya sekitar dua, tiga zhang. Disisi sungai terdengar suara orang yang sangat ramai, pria dunia persilatan, pendekar dunia persilatan, pengemis pedagang kecil, ramai memenuhi tempat ini. Di antara puluhan ribu kepala yang bergerak, jika teliti sedikit tidak sulit menemukan masih ada banyak nona besar, berpakaian merah berbaju hijau, seperti dikebun bunga dengan payung kertas minyak di tangannya, juga sedang mengangkat-angkat kepala menunggu. Tentu saja orang-orang yang berkumpul ini, tidak lain adalah untuk menyaksikan pertempurannya Tangan Cepat Xiao Dai dengan Li Yuan-wai. Bagaimana pun ini adalah peristiwa besar yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini, apa. lagi dua orang ini adalah pahlawan muda yang sudah ternama. 0ooo(dw)ooo0 Waktu belum sampai jam dua belas malam, orang yang menonton tentu saja harus menunggu dengan sabar, walau diguyur hujan, diterpa angin dingin malam. Hati setiap orang tampak bergolak sampai titik puncaknya, sampai tubuh para nona besar yang diraba orang juga tidak terlihat ada reaksi apa-apa, sepertinya mereka sudah mati rasa, jika hari-hari biasa, sudah dari tadi mereka akan menjerit-jerit, tapi sekarang sedikit suara juga tidak ada, membuat orang jadi tidak mengerti. Semua tidak lain karena mereka menyimpan tenaga, buat nanti berteriak memberi dukungan pada idolanya. Maka keadaan ini sangat menggembirakan para tangan jail, tampak mereka berjongkok di sini, meluncur kesana, sungguh menyenangkan, walau di antaranya ada yang mendapat pelototan, atau kena tempeleng, tetap saja merasa gembira, tidak merasa lelah. 0ooo(dw)ooo0 Nama orang, bayangan pohon. Jika ditanyakan pada mereka siapa yang benar-benar pernah melihat Tangan Cepat Xiao Dai dan Li Yuan-wai, mungkin tidak ada orang yang mengacungkan jarinya. Semua tidak lain, karena didunia ini pengangguran sangat banyak, orang yang senang keramaian lebih banyak lagi, ditambah gembar-gembor didunia persilatan, baru dapat menjadikan keadaannya menjadi menggemparkan. Malam sangat gelap, air sungai dingin, waktu pun sedikit demi sedikit berlalu. Jauh dari keramaian orang di kerumunan pohon-pohon, Tangan Cepat Xiao Dai dengan pakaian mewah, wajah tidak ada ekspresi sedikit pun sedang memandang sungai, tidak tahu apa yang sedang dipikirkan? Ouwyang Wu-shuang menemaninya dengan memegang payung untuk dia, malah bajunya sudah setengahnya basah juga tidak dirasakan. Benar-benar seorang wanita yang sangat perhatian, yang sulit didapat lagi adalah, dia begitu cantik mempesona. Asalkan laki-laki, jika ada wanita seperti ini menemani, maka dalam keadaan mimpi pun, dia juga pasti akan bangun tertawa. Namun Tangan Cepat Xiao Dai kenapa malah seperti kayu, tidak ada perasaan? Apakah dia tahu sebab Ouwyang Wu-shuang melakukan ini, takut dia kehujanan, nanti waktu bertarung akan kehilangan keyakinannya? Atau dia tahu wanita ini takut dia kehujanan, nanti akan lebih sadar lagi? Yang seharusnya datang akhirnya datang juga, Xiao Dai di dalam hati mengeluh. Namun dia tahu dia bukan dewa, walau dewa pun tidak akan bisa menghentikan berjalannya waktu! Tiba-tiba dia terkejut, mata Xiao Dai terkilas sedikit ketakutan, dia memandang Ouwyang Wu-shuang, yang terlihat adalah sepasang mata yang kompleks sulit dimengerti. Disudut mulutnya sedikit bergerak, menampilkan senyum yang lebih tidak enak dilihat dibandingkan menangis, Xiao Dai dengan suara serak berkata.

"Waktunya sudah hampir tiba betul tidak?"

Ini adalah kata-kata yang tidak ada artinya, tapi disaat begini malah merupakan kata-kata yang paling baik.

Dengan merasa aneh Ouwyang Wu-shuang balik memandang Xiao Dai, Ouwyang Wu-shuang dengan tawar berkata.

"Benar, waktunya sudah hampir tiba, kau menyesal tidak?"

Ada sedikit perasaan sedih diwajahnya Xiao Dai tapi dia menggeleng gelengkan kepala tidak berkata.

"Aku tahu kau tidak mau melakukan hal ini, tapi ini adalah satu-satunya permintaan dalam seumur hidupku, juga satu permintaan terakhir, kau sudah menyanggupinya padaku, aku tahu kau juga pasti bisa melaksanakannya betul tidak?"

Ouwyang Wu-shuang menatap tajam sepasang mata Xiao Dai, ingin membuktikan dan ingin mendapatkan jaminan.

Dalam sekejap Xiao Dai memikirkan, dia tidak berani bertatapan dengan sepasang mata itu, sambil memandang ke langit berkata.

"Beritahu aku, Xiao Shuang, kenapa? Kenapa kau ingin melakukan ini? Aku tahu masalahnya tidak seperti yang kau katakan itu, tapi aku tidak bisa memikirkan alasanmu, apakah sampai sekarang kau masih tidak bisa mengatakan sejujurnya? Kau harus tahu, di rumahmu aku sudah menerima permintaan itu, aku selalu memikirkan apa alasannya...."

Ouwyang Wu-shuang mengulurkan tangan lainnya menutup mulutnya Xiao Dai, mencegah kata-kata selanjutnya.

Dia menampilkan senyum yang Xiao Dai biasanya tidak bisa menahan diri, Ouwyang Wu-shuang sengaja seperti masalah enteng, katanya.

"Xiao Dai, anak idiot, aku berjanji, setelah kau membunuh dia, aku pasti akan memberitahu alasan sebenarnya, dan alasan ini mempunyai dasar yang cukup. Percaya pada aku, demi masa depan kita supaya baik, aku mana bisa membiarkan kau melakukan hal yang tidak setia kawan?"

Benarkah begitu?

Xiao Dai sedikit tidak mengerti.

Namun saat ini seperti panah dipasang di atas busurnya, semua ini juga tidak bisa disesali, dia masih ingin mengatakan sesuatu, tapi sesaat dia tidak tahu harus berkata apa, Xiao Dai terpaksa hanya mengeluh.

Persahabatan, percintaan, dua perasaan ini apakah benar tidak bisa jalan bersama-sama?

Dia menginginkan dua-duanya, namun dia justru hanya bisa memilih salah satunya, malahan bukan saja hanya jadi satu masalah yang menjadi pemikiran, tapi adalah satu masalah yang membuat sakit kepala.

Sekarang kepala dia benar-benar jadi sakit, penyakit ini terjadi setelah penyakit bisunya sembuh.

Dia menggunakan sepasang tangan menggosok-gosok pelipisnya, Xiao Dai kembali terdiam lagi.

Menunggu memang juga satu hal yang menyiksa orang.

Menunggu bukan saja bisa mempercepat orang menjadi tua, menunggu dalam waktu lama juga bisa membuat orang jadi gila.

Hanya dalam waktu satu hari, Li Yuan-wai juga seperti sudah jadi tua banyak.

Walau dia hanya berusia sembilan belas tahun, tapi situasi hatinya malah seperti berusia sembilan puluh tahun.

Dan lagi menunggu dengan gelisah, sudah membuat dia mengarah jadi gila.

Sekarang dia sedang duduk bersila dicabang pohon yang rimbun, matanya sedikit pun tidak berkedip terus memandang pulau pasir yang jauhnya lebih dari seratus zhang itu.

Dia sedang menunggu, dia sedang menunggu waktu, dia sedang menunggu munculnya Tangan Cepat Xiao Dai.

Dahan yang lebih rimbun lagi juga tidak akan bisa menghalangi rintik-rintik hujan yang kerap.

Seluruh tubuhnya sudah basah kuyup.

Air hujan ada dirambut, di alis sedang menetes ke bawah, menelusuri wajahnya, leher, mengalir masuk ke dalam kerah bajunya.

Namun dia sedikit pun tidak merasa, sepertinya dia sudah menjadi satu dengan dahan pohon itu, perasaannya hilang.

Tidak ada seorang pun tahu di atas pohon ini bersembunyi satu orang.

Tentu saja juga tidak ada orang yang tahu dia datang sudah berapa lama?

Kapan datangnya?

Walau dia sedikitpun tidak bergerak, duduk bersila di sana, tapi otak dia semenit pun tidak pernah berhenti berpikir.

Dia sedang berpikir, tadinya dia bisa dengan terangterangan tampil di pulau pasir itu, siapa tahu sekarang dia bisa berubah seperti seorang bangsat yang bersembunyi di sini.

Baca Juga: Imbauan Pendekar 1

Baca Juga: Legenda Bulan Sabit 4

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert