Ceritasilat Novel Online

Duri Bunga Ju 4

Eps 4 Duri Bunga Ju - Gu Long

Baca online Duri Bunga Ju - Gu Long

Cersil Duri Bunga Ju - Gu Long.

Dia sedang berpikir, nanti saat Xiao Dai muncul, apakah orang-orang Gai-bang yang bersembunyi dikerumunan orang akan bergerak dulu.

Dia memikirkan, dirinya sekarang telah jadi murid pengkhianat, hari-hari berikutnya dalam pelarian pasti akan susah.

Dia terpikir Zhan Feng, juga memikirkan Ouwyang Wushuang.

Dua bayangan wanita ini, sama-sama mengukir dihatinya, tidak perduli dengan cara apapun, dia tidak akan dapat menghapusnya.

Sekarang dia baru bisa berpikir dengan teliti dan tenang, juga baru terpikir di antara dua orang wanita ini sepertinya banyak persamaan.

Begitulah manusia, disaat gembira dan bangga, sering melewati banyak pertanyaan, juga banyak melupakan masalah yang tidak boleh dilupakan.

Orang yang dalam keadaan gagal dan marah, baru dapat berpikir dengan hati tenang menganalisa kesalahan yang telah diperbuat oleh dirinya, dan beberapa kegagalan kecil yang sulit diketahuinya.

Semakin berpikir dia semakin takut.

Karena dia tidak tahu kenapa Ouwyang Wu-shuang dan Zhan Feng sama-sama bisa menggunakan jarum sulam dengan baik?

Mengapa mereka berdua bisa menjadi teman baik?

Juga Zhan Feng yang tidak keluar rumah bagaimana bisa tahu perihal Xiao Dai mengirim surat pertemuan pertarungan dengan dirinya?

Tentu saja dia telah teringat dirinya pernah melupakan satu hal yang paling tidak boleh dilupakan, yaitu kenapa Yuan Dashao, Walet Tidak Kembali Yuan Di bisa muncul di kamarnya Zhan Feng.

Semua pertanyaan ini saat itu dia bukan tidak terpikir, hanya karena dia terjebak ke dalam jala cinta jadi tidak terlihat itu, dia sudah jadi mabuk.

Seorang yang telah mabuk, memang juga sangat mudah melupakan banyak hal.

Apa lagi mabuknya madu cinta, pikirannya menjadi sedikit tumpul, jadi juga tidak akan memikirkan, tidak mau memikirkan, lebih-lebih tidak ada waktu memikirkan.

0ooo(dw)ooo0 Tidak bisa melihat bintang, tentu saja juga tidak dapat melihat Pengembala Sapi dan Wanita Penenun.

Hujan, kelihatannya akan semakin besar.

Diguyur hujan, otaknya Li Yuan-wai juga semakin lama semakin segar.

Selamanya dia adalah orang yang tidak mau menggunakan otak untuk memikirkan masalah, hujan ini telah mengguyur bersih sifat malas dia yang minta nyawa itu.

Sekarang dia terpaksa sekuatnya berpikir, karena dia sudah sampai taraf celaka yang sulit dipulihkan.

Setiap orang jika sudah sampai taraf seperti dia, pikirannya bisa berubah menjadi tajam.

Dia menyadari banyak hal, begitu banyak yang tidak benar, sepertinya semua ini ada orang sengaja mengaturnya.

Dia tidak tahu Ouwyang Wu-shuang, mengapa dia ingin mencelakakan dirinya?

Dia juga menyadari perasaan Zhan Feng pada dirinya, sepertinya sedikit kurang jujur, dan berubah menjadi tidakjelas seperti bayangan.

Seseorang jika sekali saja perasaannya merasa curiga, maka juga akan dapat dengan objektif melihat seluruh persoalannya dari sisi lain.

Dia dari dalam sepatunya mengeluarkan satu bungkusan kertas, lalu membukanya.

Empat buah jarum sulam ini adalah pada waktu itu dia mengeluarkannya dari empat kepala mayat itu, dia selalu mengira empar buah jarum ini adalah digunakan oleh Ouwyang Wu-shuang.

Sekarang dia sudah tidak berani memastikannya lagi, bagaimana pun yang dia ketahui, sampai sekarang dia sudah menemukan ada tiga orang yang bisa menggunakan jarum sulam membunuh orang.

Diujung jarum ada warna coklat bekas darah, setiapjarum telah merampas satu jiwa.

Melihat empat buah jarum yang tidak menyolok mata ini, dia gelisah, ini juga jadi terpikirkan sekarang, kemarin ketika bertemu dengan Yuan Ershao karena sangat singkat, dia lupa memberitahukan masalah keempat jarum ini.

Sekarang hanya dirinya saja yang dapat mengetahui urusan jarum, dia mengeluh sekali.

Karena didunia ini, tiba-tiba dia melihat kecuali Yuan Ershao, sudah tidak ada satupun yang dapat dipercaya.

Perguruan, teman, kekasih, tiga macam ini tadinya merasa setiap orangnya dapat dipercaya dan diandalkan.

Sekarang terhadap tiga macam orang ini, dia sudah merasa tidak yakin.

Apakah dia tidak mengeluh?

Beberapa kali emosi memuncak, Li Yuan-wai hampir saja tidak tahan ingin melabrak saja.

Kerena menunggu seperti ini benar-benar adalah satu siksaan keji.

Namun kesadarannya dengan tepat waktu datang kembali.

Dia mengerti sekarang dia tidak bisa tampil, dia malah telah merasakan Gai-bang telah mengatur jaring besar, menunggu dirinya masuk.

Dia tentu saja mengerti akibat melabrak, mungkin belum sempat Xiao Dai datang, dirinya telah tergeletak mati dilapangan.

Peraturan rumah tangga Gai-bang, cara bertindak terhadap murid yang berkhianat, bagaimana pun dia sangat jelas sekali.

Apa lagi terhadap seorang murid pengkhianat yang tidak menerima hukuman, asalkan memungkinkan, setiap anggota Gai-bang juga tidak akan membiarkannya hidup lebih lama lagi, walau pun terhadap dirinya yang punya kedudukan super.

Sebabnya dia menunggu, hanya ingin melihat bagaimana Gai-bang menangani permasalahan pertemuan pertarungan dirinya dengan Tangan Cepat Xiao Dai.

Bisa membuat begitu banyak orang tidak tidur dengan selimut hangat, malah lari kesini melihat keramaian, sudah membuktikan satu hal, yaitu Gai-bang belum mengumumkan masalahnya.

Jika berita dicari oleh Gai-bang masih belum diumumkan, maka tentu ada orang yang diutus oleh Gaibang menangani masalah ini.

Kekuasaan Gai-bang sangat besar, kemampuan membela anggotanya sendiri semua orang sudah tahu, mana mungkin Li Yuan-wai tidak tahu?

Walau sekarang dia dimata Gai-bang sudah jadi seorang murid pengkhianat.

0ooo(dw)ooo0 Bab 15 Bencana kematian Tidak ada orang yang tahu di atas pulau pasir yang dikelilingi lentera angin di atas bambu itu, Tangan Cepat Xiao Dai sejak kapan sudah berdiri di sana.

Juga tidak melihat dengan cara apa dia datangnya.

Rupanya dia di sana sudah lama, atau memang juga sudah berdiri di sana.

Pulau pasir ini berjarak lima belas zhang dari tepi sungai, jarak lima belas zhang mungkin hanya seekor burung yang bisa hinggap, tidak perlu melalui air, terbang sampai di sana.

Orang yang tidak mengerti silat sungguh mengira Tangan Cepat Xiao Dai turun dari langit.

Ketika sorot mata penonton melihat Tangan Cepat Xiao Dai berdiri di bawah hujan, hal ini menimbulkan kegaduhan dan suara kekaguman.

"Tangan Cepat Xiao Dai?! itulah Tangan Cepat Xiao Dai?!"

"Lihat! Tangan Cepat Xiao Dai sudah datang...."

"Hei! Hei.... yang di belakang jangan medorong...."

"Mak.... kau bocah jika ingin meninggikan tubuh melihatnya, jangan menginjak kaki aku...."

"Sebel, hujan ini membuat pandangan mata jadi kabur, mana bisa melihatnya dengan jelas...."

Suara laki-laki, suara perempuan, suara kagum, suara marah terdengar dimana-mana.

Disaat ini mungkin banyak orang yang membenci ayali ibunya sendiri, kenapa tidak melahirkan dirinya jadi seorang yang tinggi.

Juga pasti ada banyak orang menginginkan dirinya bisa tumbuh sepasang sayap, terbang melintasi sungai yang lebar ini.

"Waktunya sudah tiba, dimana Li Yuan-wai? Kenapa tidak terlihat Li Yuan-wai?"

Dikerumunan orang sudah ada yang tidak sabar berteriak.

"Benar, kenapa Tangan Cepat Xiao Dai sudah datang, tapi tidak melihat Li Yuan-wai? Apa mungkin dia takut? Apa tidak berani datang menepati pertemuan ini?"

Lebih-lebih ada orang di dalam kerumunan itu timbul curiga.

Memang, semua orang melawan hujan, ditengah malam, yang diharapkan adalah bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri pertarungan ini.

Sekarang hanya datang satu orang pemeran utamanya, mana mungkin tidak membuat orang gelisah.

Bagaimana pun perkelahian harus ada dua orang lebih baru bisa terjadi perkelahiannya!

0ooo(dw)ooo0 Orang lain gelisah, Xiao Dai sedikit pun tidak gelisah.

Dia seperti patung batu, sedikit pun tidak bergerak, dia berdiri di bawah hujan.

Karena dia tahu Li Yuan-wai pasti akan menepati janji, kecuali dia telah mati, atau telah menjadi lumpuh.

Dia memang tidak tahu atau dugaannya benar, karena Li Yuan-wai sekarang benar-benar menjadi lumpuh.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai sudah melihat Xiao Dai berdiri beberapa saat di bawah guyuran hujan, dari Gai-bang tidak ada orang yang muncul, dia sudah tidak tahan dan meluncur ke bawah dahan pohon.

Dia tidak tahu kenapa Gai Bai tidak ada orang yang mengurus masalah ini.

Tapi dia tahu jika di Gai-bang tidak ada orang yang muncul, maka walau dia akan mati, dia tetap harus datang ke pertemuan ini.

Mungkin sebelum sampai ke depan Tangan Cepat Xiao Dai, jejak dirinya sudah diketahui orang, juga dia mungkin bisa mati di jalan yang jaraknya hampir seratus zhang ini.

Tapi dia sudah tidak perdulikan lagi semua, karena dia lebih baik dibunuh orang, dari pada meninggalkan nama busuk didunia ini.

Ditengah-tengah antara pohoh Li Yuan-wai sampai ke pulau pasir, juga ada satu pohon.

Li Yuan-wai baru saja lewat di bawah pohon ini, sedikit pun tidak terpikirkan masih ada orang seperti dirinya, juga bersembunyi di atas pohon.

Dia tidak bersiap, juga tidak berdaya, karena ilmu silat orang sudah melebihi dirinya terlalu jauh, terlalu banyak.

Sepasang mata membelalak Li Yuan-wai tidak bisa berteriak, juga tidak bisa bergerak, dengan begitu saja dia ditotok jalan darahnya, dan diangkat keatas pohon.

0ooo(dw)ooo0

"Setan apa ini?! Aku lihat Li Yuan-wai delapan puluh persen takut mati, tidak berani datang menepati pertemuan...."

"Betul, betul, aku pikir juga pasti begitu, sepertinya hartawan semuanya takut mati, Hartawan Li pasti ingin jadi benar-benar hartawan...."

"Mak.... kelihatannya semua orang telah terkena tipu, di bawah guyuran hujan dan angin dingin ini telah sia-sia menunggu beberapa jam.... phui! LiYuan-wai kura-kura ketakutan ini...."

"Sialan, sekarang aku jadi rugi, aku telah pertaruhkan lima ratus liang perak pada Li Yuan-wai, dia.... kalau dia sitelur kura-kura ini tidak datang menepati pertemuan, aku akan kehilangan perak...."

"Permainan apa ini, Li Yuan-wai selanjutnya apakah dia masih mau bergelut...."

Kasihan Li Yuan-wai, semua kata-kata ini seperti satu persatu jarum, semua menancap pada hatinya, sia-sia dia marah sampai berasap, tapi sedikit akalpun tidak ada.

Yang paling menyebalkan adalah perkataan para wanita....

"Li Yuan-wai sungguh mencelakakan orang, orang jauhjauh datang kemari, berharap bisa melihat senyum dia, siapa tahu dia begitu penakut...."

"Betul, aku juga sama.... selanjutnya walau dijemput pakai tandu penggotong, aku juga tidak akan sudi melihat dia lagi...."

"Jangan dikatakan lagi, aku juga mengira dia seperti dikatakan banyak orang, katanya dia pahlawan, juga katanya bagaimana dia begitu santai, siapa tahu dia bisa begitu pengecut sampai tampangnya juga tidak berani muncul, selanjutnya walau lelaki di seluruh dunia mati semua, aku juga tidak mau melihat dia walau sekali...."

Seorang lelaki tidak dianggap orang sungguh menyedihkan....

Jika tidak dihargai oleh para wanita, bukan saja hanya payah....

Apa lagi sampai dihina orang, seperti tidak ada harganya, lebih baik cepat-cepat cari tali buatkan simpul, masukan leher ke dalamnya beres.

Karena dari pada hidup dihina dan dimaki orang, lebih baik mati saja, jadi telinganya bisa lebih bersih.

0ooo(dw)ooo0 Mungkin air matanya Pengembala Sapi dan Penenun Wanita sudah kering.

Tadinya hujan rintik-rintik sudah tidak turun menetes.

Suara wanita yang ribut, juga semakin jarang.

Siapa yang setelah makan kenyang tidak bekerja terus bertahan, karena jika terus menunggunya akibatnya hari sudah terang.

Maka orang-orang pada bubar, karena semua orang juga tahu repot-repot semalaman, kecuali basah kuyup terkena hujan, mungkin saja masih bisa terkena flu atau masuk angin dan lain lain.

Tentu saja setiap orang yang meninggalkan tempat duluan, semuanya memaki-maki Li Yuan-wai busuk, Li Yuan-wai mati, malah Li Yuan-wai yang takut mati dan Li Yuan-wai yang takut malu.

Li Yuan-wai sejak kecil sampai dewasa, dari sekarang sampai mati, mungkin seumur hidup menerima makian, tidak akan sebanyak malam ini.

Seseorang tidak mencuri, tidak merampok, tidak membunuh orang, tidak membakar, bisa dimaki oleh sekian banyak orang, ini benar-benar satu hal yang tidak gampang.

0ooo(dw)ooo0 Langit sudah sedikit terang, lentera angin di atas pulau pasir dipinggir Gedung Wang Jiang, hanya tinggal satu lentera yang masih menyorotkan sinar lampu yang lemah, yang lainnya sudah lama habis minyaknya dan padam.

Masih ada orang yang belum meninggalkan tempat, hanya karena mereka masih penasaran.

Mungkin dalam perkiraan mereka pertarungan ini, sama sekali tidak mungkin berakhir tanpa ada apa-apanya, dan tidak ada pertarungannya, makanya mereka tidak meninggalkan tempat.

Apa lagi Tangan Cepat Xiao Dai masih tetap tidak berubah posisinya berdirinya.

Sampai Xiao Dai juga sudah tidak tahan....

Di atas aliran Jin Jiang mengikuti arus, satu perahu kecil yang bertutup pelan-pelan mendekat kepulau pasir ini.

Mata Xiao Dai menjadi terang, tapi hatinya menjadi kram.

Sebab dia tidak pergi, karena dia tahu Li Yuan-wai pasti akan datang, bagaimana pun didunia ini hanya dia yang paling mengertinya.

Namun dia sungguh tidak berharap dia datang, karena sekali dia datang, satu pertarungan pasti akan terjadi.

Perasaan yang saling bertentangan ini, harusnya tidak seorang pun yang dapat merasakannya.

0ooo(dw)ooo0 Sudah dekat.

Di atas perahu kecil yang bertutup itu bersamaan muncul empat orang....

Empat orang yang berdandan anggota Gai-bang, berturut-turut turun di depan Tangan Cepat Xiao Dai.

Yang seharusnya datang bagaimanapun juga akan datang.

Xiao Dai perlahan mengeluh, dia dari tadi sudah tahu, jika Li Yuan-wai tidak dapat datang menepati janji, Gaibang juga tidak akan diam tidak mengurus masalah ini.

Tapi dia tidak mengira orang Gai-bang yang datang adalah empat orang ini.

Karena empat orang ini walau Tangan Cepat Xiao Dai semuanya belum pernah bertemu, tapi tidak pernah makan daging babi, tapi pasti pernah lihat babi berjalan.

Apa lagi setiap orang yang pernah berkelana dua hari didunia persilatan, melihat empat orang ini, berpikir memakai mata pusar pun, juga dapat memikirkan siapa empat orang ini?

Juga akan tidak dingin tapi gemetar, hati ketakutan.

Dua orang tua yang ditubuhnya tidak ada simpul tali, satu tidak ada satu telinga, satu matanya cacad, itulah sesepuh lima generasi Gai-bang, masih ada Dua Pengemis Cacad.

Dua orang lainnya pengemis berusia setengah baya wajahnya mirip bersaudara, simpul tali yang ada dibadannya malah ada enam buah, dan warnanya merah lagi.

Mereka adalah penguasa bagian hukum Gai-bang bersaudara, Pengemis Bersaudara Yao Bo-nan dan Yao Zhong Bei dua orang.

Tidak usah dikatakan lagi Dua Pengemis Cacad, hanya Pengemis Bersaudara dua orang saja, sudah cukup membuat kepalajadi besar.

Kerena mereka berdua sudah ternama yang sulit menemui tandingannya, kecuali ada satu pihak telah mati, atau sudah tidak bisa bergerak lagi baru bisa berhenti.

Tentu saja mereka dua bersaudara bisa hidup sampai hari ini, jumlah pertarungan dengan orang tidak kurang dari tiga, empat ratus kali.

Makanya Xiao Dai jadi tertegun, kepala pun jadi besar, dan juga dalam sekejap kepalanya berubah menjadi besar empat kali.

Bagaimana pun empat orang ini, ketenarannya yang mana, tidak ada yang di bawah dirinya.

Maka bagaimana dia bisa tidak tertegun, atau kepalanya tidak membesar?

XiaoDai tertawa sedih sekali, dia tahu wajahnya sekarang tidak lebih bagus dari pada sebuah buah paria.

Aturan bagaimana pun harus dilakukan.

Xiao Dai sudah membuka mulut, suaranya tentu saja pahit sekali.

"Aku Tangan Cepat Xiao Dai memberi hormat pada Chou qianbei, Hua qianbei, dan dua kepala bagian Yao bersaudara."

"Tidak berani, saudara kecil telah membuat kau lama menunggu."kata Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji dengan sorot mata dingin. Orang dulu berkata memukul yang kecil, mendatangkan yang tua. Xiao Dai tidak terpikir yang kecil tidak saja tidak terpukul, yang tua malah datangnya begitu cepat, dan juga sekaligus datang empat, dan cukup tua lagi.

"Aku tidak berani omong besar, silahkan kalian katakan aku harus bagaimana, aku pasti akan memberikan tanggung jawab yang memuaskan."

Xiao Dai tahu Gai-bang melindungi anggotanya sendiri, makanya dia berkata terus terang saja.

"Ha ha ha,"

Tertawa sekali, Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji berkata.

"Bagus, bagus, Tangan Cepat Xiao Dai sungguh jujur, aku sungguh suka melihat kejujuranmu, benar nama tenar yang tidak salah, benar benar nama tenar yang tidak bohong...."

Jika bukan dalam keadaan berlawanan, Xiao Dai sungguh ingin mendekati orang tua yang kelihatannya ramah ini. Tertawa sebentar, Pengemis Tanpa Telinga melanjutkan berkata.

"Bisa beritahu kami, saudara kecil kenapa mau menantang pertarungan dengan Li Yuan-wai?"

Walau Xiao Dai benar-benar idiot, dia juga malu mengatakannya dengan jujur, dia terbata-bata menjawab.

"Ini.... ini maaf aku tidak bisa mengatakannya...."

"Kenapa?"

Tanya Pengemis Tanpa Telinga menghentikan tawanya.

"Ha.... hanya karena masalah pribadi, maafkan aku karena ada alasannya jadi tidak bisa mengatakannya."

"Masalah pribadi!?"

"Benar."

"Bagus sekali, jika masalah pribadi, aku merasa aku masih cukup bersyarat untuk mewakili dia menerimanya, apa rencana semulamu? Kami berempat semuanya dapat mewakili dia."

Diam diam berkata 'payah', Xiao Dai berkata di dalam hati sekarang sudah dimulai. Tidak menjawab pertanyaan lawan, Xiao Dai berkata.

"Qianbei, bisakah beritahu dimana Li Yuan-wai sekarang berada?"

Hal mengatur kata-kata bagi Xiao Dai, repotnya sama dengan menyuruh dia tidak mandi.

Tapi menghadapi orang tua yang menurut generasi, usia sudah sangat tinggi, dia juga merasa aneh sendiri, dirinya tiba-tiba seperti berubah menjadi seorang sastrawan, kata kata yang keluar dari mulut dengan sendirinya seperti berbau buku.

"Dia ada urusan, tidak dapat datang, saudara kecil, Gaibang ku sangat tahu aturan, masalah yang kau harapkan, tidak tahu apakah bisa diwakili oleh orang lain?"

Sialan, jika masalah ini bisa diwakilkan pada orang lain, aku Xiao Dai walau ada sepuluh batok kepala juga tidak cukup untuk bermain dengan Gai-bang....

Xiao Dai di dalam hatinya berpikir demikian, tentu saja tidak berani memaki keluar.

Dia bisa berpikir demikian, juga karena nada bicara lawan sudah dengan jelas memberi tahukan pada dirinya, yaitu lawan akan mewakili pertemuan pertarungan ini.

"Tahu aturan? Tahu aturan kentut, kalian empat bocah tua, hanya usianya dijumlahkan saja sudah cukup membuat mulutku luka menghitungnya...."

Xiao Dai tidak terasa memaki lagi di dalam hati. Setelah beberapa saat, semua makian di dalam hati sudah habis semua, Xiao Dai baru dengan wajah kehilangan berkata.

"Qianbei, jika Li Yuan-wai tidak bisa datang menepati janji, aku pikir masalah ini dianggap batal saja bagaimana?"

"Batal?! Teman kecil, dengan demikian bukankah orangorang akan mentertawakan kami Gai-bang semuanya orang yang mudah dihina?.... hmmm, tidak bagus, tidak bagus, melakukan demikian sungguh tidak bagus...."

Kata Pengemis Mata Cacad sudah lama menahan tiba-tiba menyela. Ada sedikit merasa tidak bisa berbuat apa apa, Xiao Dai melihat pada Pengemis Mata Cacad Hua Kai berkata.

"Kalau begitu maksud Laoqianbei adalah...."

"Maksud ku adalah teman kecil bisakah kau memilih lagi satu orang lain di Gai-bang kami, untuk menyelesaikan pertemuan pertarungan yang telah diketahui oleh semua orang ini? Atau kau umumkan pada semua pesilat didunia persilatan, selanjutnya tidak akan melakukan tindakan yang kurang ajar terhadap Gai-bang kami,"

Kata Pengemis Mata Cacad Hua Kai sambil membelalakkan satu matanya dengan sombong.

Bicara setengah hari, akhirnya lawan mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.

Xiao Dai sekali mendengar hampir saja tersedak, purapura batuk beberapa kali.

Xiao Dai tidak terpikir para Laoqianbei yang sudah ternama banyak tahun ini, maksud awalnya juga ingin mengambil alih masalah.

Xiao Dai bisa ternama tentu saja punya syaratnya, karena orang yang bermusuhan dengan dia semuanya telah mati.

Dia juga tahu seseorang setelah menjadi orang ternama, maka dia harus mengeluarkan lebih banyak lagi pengorbanan untuk mempertahankan namanya supaya tidak jatuh ke bawah.

Sekarang dia tahu dirinya tidak dapat lagi berpura pura bodoh, jika tidak Tangan Cepat Xiao Dai bisa dirubah orang jadi Kaki Cepat Xiao Dai....

kaki yang cepat untuk melarikan diri.

Dia mengeluh sekali dengan pelan, wajah yang memangnya juga pintar, juga dengan penuh rasa terpaksa berkata.

"Qianbei, aku mengerti maksud kalian, nama Gaibang kalian penting, aku juga sama tidak dapat menghina Tangan Cepat Xiao Dai empat huruf ini, kalian siapa yang mau mewakili Li Yuan-wai?"

Juga tidak terpikirkan Xiao Dai bisa berkata begitu terus terang, sekejap empat wajah tua yang jika dijumlahkan umurnya hampir ada tiga ratus tahun, tiba-tiba terlihat sedikit bengong.

Tetapi kulit Pengemis Tanpa Telinga Chou Ji lebih tebal sedikit, dengan sedikit kaku berkata.

"Begini saja saudara kecil, aku lihat dari dua orang ketua bagian Yao bersaudara kau pilih salah satunya, bagaimana?"

"Ya terpaksa begitu, aku baru sembilan belas tahun, tidak baik suruh aku bertarung dengan orang tua berusia sembilan puluh tahun!"

Sekali Xiao Dai tahu saat pertarungan ini tidak bisa dihindarkan, dia sudah melepas rasa sungkannya.

Tadinya dia juga orang yang sudah terbiasa tertawa, memaki, demi untuk meredakan masalah, dia sudah menahan diri lama, jika sudah terbuka, penyakit lamanya tentu saja kambuh lagi, kata kata yang dikeluarkannya tentu saja sudah ada sedikit rasa mempermainkan orang.

Usia empat orang ini sudah lumayan tua, mana mungkin tidak mengerti kata-kata Xiao Dai?

Tapi memang empat orang ini tidak bisa berbuat apa-apa juga!

Lawan bagaimana pun juga adalah hanya seorang 'anak".

Walau mereka semua juga tahu 'anak ini walau seorang dewasa juga belum tentu bisa melawannya.

Makanya semua amarah terpaksa mereka menelannya ke dalam perut, tidak baik, lebih-lebih tidak bisa melampiaskannya.

Namun empat pasang mata, tujuh bola mata, semua orang bisa melihat bagaimana mereka menahan rasa tidak senangnya.

0ooo(dw)ooo0 Dengan sembarangan Xiao Dai berdiri, juga sembarangan melipatkan tangannya didada.

Tingkah Xiao Dai walau ada sedikit tidak serius, tapi Yao Bo-nan yang menghadapi dia, merasakan sedikit pun, anak yang tidak lebih besar banyak dari anaknya sendiri ini, dalam situasi begini masih bertindak sembarangan.

Tapi disamping itu dia malah merasa ada satu tekanan, satu tekanan yang tidak berbentuk, dari segala penjuru sedang mengurung dirinya.

Baru saja berhadapan, dia baru tahu Tangan Cepat Xiao Dai memang adalah lawan yang menakutkan, dia baru mengerti satu hal....

Seseorang sama sekali tidak boleh mengukur penampilan luar dan usia orang.

Dia tidak tahu Tangan Cepat Xiao Dai memilih dirinya, adalah beruntung atau tidak beruntung.

Memang kalau bisa meraih kemenangan bisa meningkatkan namanya didunia persilatan, namun jika kalah?

Yao Bo-nan tidak meneruskan pikirannya, dia melihat sekali pada saudaranya yang mundur kepojok dengan dua orang tetua, dia pelan-pelan mengeluarkan satu jaring, jaring yang tidak tahu terbuat dari bahan apa, bersamaan tangan kanannya juga mengeluarkan satu pahat yang depannya tajam belakangnya.

Dua senjata yang satu lembut yang satu keras ini, adalah semacam senjata yang bagi orang melihatnya menimbulkan rasa ketakutan.

Tapi Xiao Dai tahu dua macam senjata ini, walau tidak begitu menyolok mata, tapi pasti adalah semacam senjata yang bisa merengut nyawa orang.

"Pertarungannya akan dimulai! Jebakan Sepuluh Arah! Orang yang diutus Gai-bang ternyata adalah Yao Bonan...."

Orang-orang didaratan yang matanya beruntung melihat, walau tidak tahu apa yang terjadi, tapi melihat ada orang sudah mengeluarkan senjata, tidak tahan jadi berteriak.

Segera sepuluh orang lebih pesilat dunia persilatan yang belum pergi, semuanya membelalakkan mata, menahan nafas tidak bersuara, bersamaan masuk ke dalam situasi menegangkan.

Semua orang tahu, keramaian ini sulit dapat disaksikan.

Bagaimana pun Tangan Cepat Xiao Dai mempunyai sebutan 'Sekali pisau telapak keluar, tidak ada nyawa tidak kembali', namun 'Jebakan sepuluh arah, Jaring menutup langit dan bumi' Pengemis Bersaudara juga pernah mengalahkan pesilat ternama yang tidak terhitung jumlahnya.

0ooo(dw)ooo0 Sampai saat sekarang, Xiao Dai masih belum mendengar Yao Bo-nan bersaudara berkata satu patah katapun.

Orang yang sedikit bicara membuat orang merasa susah, apa lagi musuh yang sedikit bicara, lebih lebih membuat orang yang mempunyai perasaan entah harus bagaimana menghadapinya.

Dan sekarang Yao Bo-nan bukan saja tidak berkata satu kata, sampai satu huruf pun belum pernah mengeluarkan suara, sehingga Xiao Dai sulit menduga ketinggian ilmunya.

Melihat lawannya berdiri teguh seperti sebuah gunung, diluar Xiao Dai tampak santai di dalam hati tegang, seluruh tubuh dari atas sampai ke bawah, setiap cun daging, setiap lembar syaraf sudah dalam keadaan siaga penuh.

Dimana-mana adalah kekosongan, dimana mana juga bukan kekosongan, Xiao Dai juga baru merasakan kelihayan lawannya.

Dia ingin menyerang lebih dulu, mendadak menyerang, namun itu cuma keinginan saja, kenyataan tetap kenyataan.

Xiao Dai mengeluh di dalam hati, karena tiba-tiba dia tidak tahu harus menyerang lawan dari arah mana.

Di dalam situasi yang menegangkan, semua keadaan seperti berhenti....

"Ketua bagian Yao, perkelahian ini, bisa dibagi dalam beberapa macam, misalkan asal menyentuh lawan sudah cukup, satu sampai mati baru berhenti, ada satu lawan satu, tentu ada pertarungan bergiliran, tidak tahu...."

Tidak ada orang yang berpikir, disaat tegang ini Xiao Dai masih bisa membuka mulut, juga kata-katanya seperti tidak berarti apa apa, tapi di dalamnya mengandung kebenaran.

Kata-katanya tidak enak didengar, tentu saja reaksi pendengarnya pun jadi tidak baik.

Dengan sedikit marah, Yao Bo-nan berteriak.

"Kau tenang saja, walau aku sampai dibagi delapan bagian olehmu, di sini tidak akan ada orang yang akan melakukan pertarungan secara bergiliran."

Benar, empat orang ini semuanya adalah para petinggi Gai-bang, walau didunia persilatan mereka adalah orang yang ternama, sekarang ini mana bisa menerima ucapan dingin Xiao Dai?

Xiao Dai melirik tiga orang yang menonton dipinggirnya, wajahnya menampilkan tawa yang penuh arti, dengan keras berkata.

"Betulkah? Aku pikir memang seharusnya demikian, Gai-bang adalah perkumpulan paling besar nomor satu didunia! Pasti tidak akan melakukan hal yang akan ditertawakan orang...."

"Omong kosong, bocah kau tunggu apa...."

Yao Bo-nan dengan marah berteriak, di matanya seperti akan mengeluarkan api. Tentu saja kata-kata Xiao Dai itu, sungguh tidak enak didengar.

"Hi, kalau begini aku jadi tenang, jadi tenang...."

Xiao Dai baru saja habis mengatakan kata jadi tenang pertama, orangnya sudah seperti anak panah menerjang ke depan, bersamaan dengan dua sinar seperti kilat membentuk huruf x bersilang menyerang lawannya.

Mmm, ini adalah penyakit lamanya, lebih dulu menyerang, menyerang saat lawan tidak siap.

Kali ini, hati Yao Bo-nan 'hut!

Hut!' loncat dua kali, tubuh sebisanya dimiringkan, menghindari serangan yang mendadak ini, sambil berteriak.

"Bocah, kau sungguh pintar mengambil kesempatan...."

"Maaf, maaf, sudah menjadi penyakit lama, sungguh sulit merubahnya...."

Sepasang telapak tangan seperti dua buah senjata tajam, dengan kuat membacok dan membelah, mengendalikan keunggulan serangan pertama, sambil menyerang sambil berkata.

Kata-katanya hampir saja membuat Yao Bo-nan pingsan karena marahnya, dia sekarang hanya bisa menangkis dan menghindar, tidak ada kesempatan untuk menjawab.

0ooo(dw)ooo0 Akalnya Xiao Dai sangat banyak, Yao Bo-nan mana bisa menduganya.

Tadi sewaktu semangat, nafas, syaraf nya Yao Bo-nan sudah siap dipuncaknya, justru Xiao Dai tidak menyerang.

Xiao Dai mencoba membuat Yao Bo-nan menjadi marah dan membuka mulut, disaat persiapannya mengendur, bayangan telapak tangannya Xiao Dai sudah memenuhi langit datang menyerang, Yao Bo-nan mencoba mengumpulkan tenaganya lagi, tapi insiatif penyerangan sudah diambil lawannya, menjadikan dia hanya dapat bertahan saja.

Tujuannya Xiao Dai telah tercapai, sebaliknya wajahnya Yao Bo-nan menjadi berwarna hati babi karena marahnya, keringatnya bercucuran karena menghindar gelombang tenaga telapak yang tidak ada hentinya itu.

Hati Yao Bo-nan gelisah, orang yang menonton juga merasa gelisah.

Karena dalam perkelahian pesilat tinggi, sedikit selisih saja sudah cukup melayang jiwanya, apa lagi kehilangan kesempatan menyerang duluan, keadaannya hanya menerima serangan dan menangkis saja tidak bisa balas menyerang.

Yao Zhong Bei sebagai adik, yang hubungannya seperti tangan dengan kaki, bukan saja keringat dinginnya juga bercucuran, wajahnya juga menjadi merah karena gelisah, cukup bisa dibandingkan dengan pantat kera.

0ooo(dw)ooo0 Xiao Dai tertawa di dalam hati, tapi tangannya sedikit pun tidak berani lengah dan tidak mengendur, bagaimana pun dia tahu jika dia tidak menggunakan kesempatan menyerang duluan, perkelahian ini mungkin harus memerlukan waktu yang sangat lama.

Telapak pisau membentuk lengkungan tidak terputusputus dan kerap, cepat laksana kilat, laksana meteor, juga seperti sepasang cakar setan dari neraka, sedikit pun tidak memberi peluang, seperti berbilah-bilah kapak tajam yang mengeluarkan sinar dingin.

Arah serangan yang dituju semuanya di atas tubuh Yao Bo-nan, yang harus dihindar, juga titik bahaya yang dapat merengut nyawa.

Yao Bo-nan dengan sebelah tangan memegang pahat, mengerakan sebentar di depan sebentar di belakang, bergulung ke bawah bergulung keatas, dengan susah payah sekuatnya menangkis.

Dalam perkelahian jarak dekat macam ini, 'Jebakan Sepuluh Arah' tangan kirinya seperti jadi tidak berguna.

Bagaimana pun itu adalah senjata jarak jauh, baru bisa efektif!

Menggunakan sebelah tangan menghadapi dua tangan, dua tangan yang kecepatannya juga sampai mata orang juga sulit mengikutinya, dan mereka sering tiba-tiba menyerang dan bertahan dari sudut yang tidak mungkin dan tidak diduga.

Pertahanannya yang susah payah, orang yang menonton juga bisa merasakannya.

0ooo(dw)ooo0 Biasanya Xiao Dai tidak mau bertarung jika tidak yakin, tapi hari ini dia tidak bisa memilih, lebih-lebih tidak ada waktu untuk mempelajari dulu keadaan musuh, makanya dia dengan sepenuh tenaga, memanfaatkan setiap peluang dan waktu yang dalam sekejap bisa hilang.

Karena dia belum pernah kalah, maka juga tidak boleh kalah.

Karena jika dia sampai kalah, akibat kekalahan itu, selain merosotkan namanya sendiri, mungkin harus ditambah apa lagi.

Ada banyak begitu alasan dan kemungkinan, apakah Xiao Dai tidak akan dengan menyerang dengan seluruh kemampuannya?

Apa lagi dia selamanya mempunyai satu keyakinan, yaitu 'Dari pada kasihan pada musuh, lebih baik diri sendiri menabrakan kepala mati duluan'.

Pikirannya demikian.

Lawan dia Yao Bo-nan juga berpikir demikian?

Ini adalah persoalan hati dibandingkan dengan hati pula, semua orang punya hati sama, semua hati dan pikiran yang sama.

Xiao Dai tidak bisa kalah, lawannya juga tidak ingin kalah.

Tekanan semakin lama semakin besar, Yao Bo-nan yang sudah sering kali pas-pasan menghindar dari serangan mendadak, pelan-pelan merubah taktik perkelahiannya, dia tidak lagi menghindar, juga tidak lagi menolong diri sendiri.

Setiap Xiao Dai yang melakukan serangan membunuh, dia sudah tidak perdulikan keselamatan dirinya sendiri, sama-sama mengeluarkan pahatnya atau menusuk, atau memukul, atau mendongkel.

Titik sasarannya juga tempat Xiao Dai yang harus melindunginya.

Ini adalah cara bertempur mengadu nyawa, juga semacam pertempuran mati bersama, atau kedua-duanya terluka.

Tentu saja ini adalah cara bertempur gila-gilaan.

Seseorang jika bertempur habis-habisan, puluhan ribu musuh juga susah melawannya.

Xiao Dai bukan orang yang benar-benar idiot, dia sudah mengerti tujuan lawannya.

Tentu saja dia tidak akan bertindak idiot, mau mengadu nyawa dengan lawan.

Usia sembilan belas tahun, tidak perduli bagi laki-laki atau wanita, adalah usia yang seperti bunga, juga bukan usia yang dengan mudahnya mencari mati.

Maka orang yang berumur sembilan belas tahun, mengadu nyawa dengan orang yang berusia lima puluh sembilan tahun, walau bagaimana pun juga adalah satu hal yang tidak menguntungkan.

0ooo(dw)ooo0 Perkelahian ini, adalah perkelahian yang sangat sengit.

Pertarungannya walau tidak sampai merubah warna angin dan awan, tapi juga mendebarkan hati orang yang melihat.

Namun, keadaan yang tadinya berat kesebelah, karena Yao Bo-nan sudah menganut keyakinan pasti mati, sedangkan Xiao Dai sudah memutuskan tidak mau mati, pelan-pelan keadaannya menjadi berubah.

Selain itu keadaan fisik Xiao Dai juga sudah ada perubahan yang mendadak, dia sudah merasakan setiap kali dia memusatkan qi dan mengumpulkan tenaga, sepertinya aliran qi murni di dalam tubuhnya dirasakan tidak bisa lancar.

Sehingga tekanan yang diterima Yao Bo-nan sedikit demi sedikit melemah, walau jurusnya Xiao Dai tetap cukup cepat, cukup tajam, tapi tenaganya terus berkurang.

Sehingga situasi pertempurannya dari berat kesebelah pelan-pelan menjadi seimbang, malah Yao Bo-nan sudah ada kelebihan selain bertahan, bisa balik menyerang.

Bukan saja Yao Bo-nan sendiri merasa aneh, sampai penontonpun bisa melihat perubahan yang tidak diduga ini.

Orang yang menonton diseberang sungai, karena jaraknya sedikit jauh, tentu saja tidak tahu apa sebabnya.

Dengan lewatnya waktu, setiap orang membelalakkan mata, mulut menganga.

Mereka tidak bisa percaya pada matanya sendiri.

Karena Tangan Cepat Xiao Dai sudah menjadi Tangan Lambat Xiao Dai, bukan saja tangannya Xiao Dai menjadi lambat, dan juga lambatnya aneh, lambatnya tidak masuk akal.

Ini sungguh pas dengan kata-kata lama 'Keadaan dimedan pertempuran dalam sekejap bisa terjadi perubahan berpuluh ribu macam'.

Xiao Dai yang tadinya seperti Guan Yin seribu tangan, bagaimana bisa berubah menjadi Raja Golok Tangan Tunggal?

Dan lagi tangan tunggal itu malah seperti sangat tidak lincah.

Hanya Xiao Dai sendiri mengerti keadaan dia sekarang, sudah sampai seburuk apa dirinya.

Karena tangan kirinya sudah sama sekali tidak bisa dikendalikan, tangan kanan sedikit mendingan, tapi perasaan kesemutan tidak bertenaga itu semakin lama semakin parah.

Sudah dari tadi dia merasakan keadaan yang tidak sewajarnya, dia mengeluarkan sebilah pisau.

Dia terpaksa melakukan ini, karena telapak tangannya sudah tidak bertenaga, telapak tangan yang tidak bertenaga mana bisa membunuh orang?

Makanya dia mengeluarkan pisau, pisau ini adalah perberian dari Li Yuan-wai untuk dia.

Dengan pisau melawan pahat di tangan Yao Bo-nan, tampaknya masih bisa memperpanjang waktu beberapa saat, tapi dia sendiri pun sungguh tidak tahu masih bisa memperpanjang berapa jurus lagi.

Tiga jurus?

Atau lima jurus.

Wajahnya Xiao Dai sudah kehilangan keyakinannya, lebih-lebih sudah kehilangan kepercayaan diri yang selalu ada disaat kapan pun.

Keringat diwajahnya lebih-lebih sudah seperti kacang kuning, sebutir demi sebutir menetes ke bawah.

Di atas pulau pasir tiga orang menonton keadaan itu, wajahnya sudah tertawa.

Orang diseberang sungai, malah sudah ada yang berkata....

"Hai! Tangan Cepat Xiao Dai pertempurannya hari ini, mungkin sudah tidak bisa berakhir dengan selamat...."

Semuanya menyayangkan, mengeluh.

Menyayangkan Tangan Cepat Xiao Dai diusia muda mungkin akan tewas di sisi Gedung Wang Jiang....

Mengeluh bintang dunia persilatan dimasa mendatang ini, akan layu sebelum tumbuh besar....

0ooo(dw)ooo0 Sepasang mata Xiao Dai menatap tajam pahat di tangan musuhnya.

Pahat tajam walau setiap jurusnya perubahannya berpuluh ribu macam, namun dia tahu di dalamnya hanya ada satu gerakan yang nyata, dan juga bisa menusuk di atas tubuhnya.

Makanya dia harus bisa melihatnya dengan tepat dan juga menentukan pukulan itu kapan munculnya, karena dia sudah tidak mempunyai banyak tenaga lagi untuk menangkis jurus variasi yang lain yang tidak nyata.

Dia tidak ingin mati, lebih-lebih tidak mau mati, apa lagi mati di sini.

Mati di tangan orang tua yang sebenarnya tidak bisa memenangkan dirinya.

Dia lebih baik mati karena mabuk, atau mati dalam pelukan wanita, dia justru tidak ingin mati karena tidak jelas dan tidak mengerti.

Yang aneh adalah disaat seperti ini, otaknya masih bisa memikirkan hal lain.

Dia terpikir di antara setiap kelompok serigala, raja serigalanya, disaat akan mati karena usianya yang terlalu tua, selalu akan mati di tempat yang tidak bisa ditemukan oleh kawan sejenisnya, karena dia lebih baik mati menyendiri, juga tidak mau merusak penampilan paling tinggi yang baru dapat diperoleh setelah dengan perebutan tidak terhitung itu.

Dia berpikir masih banyak orang-orang dunia persilatan menyaksikan diseberang sungai, dan masih menyayangkan dan mengeluh di dalam kata-katanya.

Tentu saja dia juga terpikir kenapa mendadak dia bisa kehilangan tenaga....

Dia tidak mengerti kenapa Ouwyang Wu-shuang mau Li Yuan-wai mati bersama dirinya?

Apakah ini satu siasat busuk?

Walau dia sudah tahu ada yang tidak beres, tapi bagaimana pun tidak terpikirkan Ouwyang Wu-shuang bisa melakukan hal ini.

Apakah semua air mata itu palsu.

Apakah semua katakata rayuan itu sedikit pun tidak ada yang jujur?

Dia tertawa, tertawa di dalam hati, namun tawa yang pahit.

Dia mentertawakan dirinya dengan segala upaya ingin membongkar jebakan itu untuk menolong orang, tapi tidak terpikir jebakannya tidak terbongkar, malah dia terjebak ke dalam jebakan itu.

Dia lebih mentertawakan dirinya setiap kali 'Menyamar jadi babi memakan harimau' yang tidak pernah gagal, bisa juga menjadi tidak ampuh, dan juga harimau tidak tertangkap, dirinya malah menjadi babi dimulutnya harimau.

Babi, Xiao Dai, kau sungguh seekor babi, kau idiotnya sampai babi juga lebih pintar darimu.

Di dalam hatinya dia memaki dirinya sendiri, pahat tajam di tangan Yao Bo-nan malah dengan tidak terduga sedikit pun tidak ada variasinya dan pura pura, dengan begitu saja langsung datang menusuk....

Bersamaan itu jaring hitam di tangan kirinya, entah bagaimana tiba-tiba turun dari langit....

Hatinya Xiao Dai hancur berkeping keping....

Kesedihannya, tidak dapat berbuat apa apa semua sudah tertulis diwajahnya.

Dia mengangkat sepasang matanya yang abu-abu tidak bersinar, sulit mengatakan, itu adalah melambangkan perasaan apa, dengan cepat mencari ketepian sungai.

Padahal tadinya adalah sepasang mata yang indah dan jernih, kenapa sekarang bisa berubah menjadi begitu marah dan keji?

Padahal tadinya adalah sepasang mata yang penuh sayang, kenapa semuanya sekarang diganti dengan kelicikan dan hina?

Xiao Dai telah melihat Ouwyang Wu-shuang, dia tetap begitu menarik, tetap begitu cantik.

Dia berdiri di matahari fajar, angin sepoi melambaikan roknya yang lebar itu, menampilkan kaki kecilnya yang cantik tidak bercacad itu, sepertinya sedang tersenyum, satu senyum yang membuat Xiao Dai sampai mati pun tidak bisa lepas darinya.

Dia berdiri disisi sebuah pohon bunga Ju liar, sedikit pun tidak bergerak dan sedikit agak jauh dari kerumunan orang, menyambut sorot mata Xiao Dai yang tanpa reaksi, tentu saja seharusnya dia mengerti sorot mata itu melambangkan rasa putus asa.

Dia malah sedikit pun tidak ada perasaan?

Dia malah seperti melihat orang asing?

Ini, ini wanita macam apa ini!?

Ini, masalah apa ini?!

0ooo(dw)ooo0 Xiao Dai mengeluarkan tenaga terakhir, gerakannya saat ini cepat laksana kilat.

Terdengar 'trang!' satu suara, satu percikan api saat logam beradu meletus.

Walau di bawah sinar matahari, setiap orang sudah bisa dengan jelas melihat kembang api itu, dan semua hatinya bergetar.

Siapa pun tadi mengira Xiao Dai tidak akan bisa menghindar pahat tajam yang menusuk padanya.

Karena walau pahat tajam itu tidak sangat cepat, tapi sangat bertenaga.

Xiao Dai saat ini tidak bisa menangkisnya, apa lagi tusukan satu pahat itu hanya berjarak tidak sampai satu cun dari hati Xiao Dai.

Walau Xiao Dai bisa menghindar dari satu tusukan pahat tajam itu!

Tapi pasti tidak akan bisa menghindar jala hitam yang turun dari langit.

Semua orang juga berpikir demikian, namun semua orang salah menerkanya.

Tidak salah, Xiao Dai tidak dapat menangkis pahat yang meminta nyawa itu.

Tidak salah, Xiao Dai telah dikurung seperti bacang oleh jala hitam yang dari langit itu.

Namun tidak menunggu pahat Yao Bo-nan kedua turun, pisau di tangan Xiao Dai seperti satu sinar dingin yang datang dari langit barat, sudah masuk ke dalam dada lawannya....

Darah mengucur keluar dari dadanya Yao Bo-nan, dia membelalakkan mata, seperti tidak percaya melihat Xiao Dai yang ada di dalam jala.

Sepertinya sekarang ini dia baru tahu Tangan Cepat Xiao Dai mengapa disebut orang 'Tangan cepat'.

Karena dia sungguh tidak mengerti Xiao Dai bagaimana bisa menangkis tusukan pahatnya.

Dan pisau di tangan Xiao Dai, juga bagaimana tiba-tiba bisa menancap ditubuhnya.

0ooo(dw)ooo0

"Kakak, oh...."

"Kepala bagian Yao...."

"Yao Bo-nan...."

Tiga teriakan keras yang mengerikan bersamaan terdengar.

Tiga macam senjata secara bersamaan dihantamkan pada Xiao Dai yang masih ada di dalamjala.

Sepasang tongkat Ji Mei yang berkarat, sebilah golok pincang, dan satu martir meteor rantai kecil, semuanya bertekad menghabisi Xiao Dai.

Semua kejadian ini terjadi dalam waktu sekejap dan bersamaan.

Meminjam kata sastra, benar-benar dikatakan lambat, saat itu cepat.

"Kepala bagian Yao dia tidak...."

Kata kata Xiao Dai belum habis, tentu saja dia juga tidak sempat menghabiskan kata katanya.

Karena siapa pun orangnya, disaat menerima gempuran dari tiga orang pesilat tinggi dunia persilatan, tapi masih ada waktu bicara, itu baru namanya hal yang aneh!

Seseorang yang terkurung di dalam jala, gerakannya tentu saja sulit, jika bersamaan waktu bertemu dengan tiga macam serangan yang meminta nyawa, dan secara bersamaan menggempur laksana gugur gunung, untuk menghindar, rasanya hal itu sama sekali hal yang tidak mungkin.

Xiao Dai jika dalam keadaan biasanya mungkin bisa menghindarkan, tapi itu juga hanya terbatas pada satu gempuran, gempuran yang selanjutnya, mungkin dewa pun tidak bisa menghindar.

Namun sekarang, bagaimana dia bisa menghindarnya?

Bisa menghindarkan tongkat Ji Mei, mana bisa menghindar pisau sipincang?

Bisa menghindarkan pisau sipincang, mana bisa menghindar martir meteor rantai?

Makanya Xiao Dai yang berada di dalam jala mengucurkan darah segar cukup banyak, seperti sebaskom air bunga Feng Xian yang merah api, oleh orang disebarkan ke langit.

Itu semburan darah segar, di bawah sorot matahari membentuk warna yang aneh menyeramkan, membuat hati menjadi dingin, membuat hati gemetar, juga ada semacam perasaan emosi.

Xiao Dai tentu saja tidak bisa menghindar semuanya, walau dia sudah menghabiskan seluruh tenaga berguling di tanah.

Tidak ada orang yang tahu seberapa parah luka dia?

Apakah dia sudah tewas?

Karena gulingan dia terakhir, malah berguling masuk kegulungan air sungai.

Hanya sekali tampak timbul, yang bisa dilihat orang, dia masih tetap terbungkus oleh jala hitam itu.

Permukaan sungai lebar dan dalam, alirannya deras dan besar.

Walau di dalam air ada tampak sedikit warna merah, tapi itu juga dalam sekejap sudah menghilang.

Seperti gelombang memukul batu menyemburkan gelombang air kecil, mengalir tidak jauh sudah bergabung lagi dengan aliran air sungai.

0ooo(dw)ooo0 Sudah bubar, semua orang telah bubar.

Pulau pasir setelah orang-orang bubar, kembali keasalnya menjadi tenang lagi.

Dari sejak malam hingga fajar hari, dari hujan rintikrintik sampai matahari yang terik, di sini sepertinya tidak pernah terjadi apa-apa.

Jin Jiang tetap saja Jin Jiang, Gedung Wang Jiang juga tetap saja Gedung Wang Jiang.

Tidak ada orang yang bisa merubahnya, seperti tidak ada orang yang bisa meru bah hal yang kenyataannya telah terjadi.

Walau ada orang yang bisa meninggalkan sesuatu di sini!

Tapi dengari berjalannya waktu, ingatan akan semakin memudar, akhirnya juga akan terhapus dan melupakannya.

Seperti jejak darah yang ada di atas pulau pasir itu, yang tadinya lengket dan kental yang sulit menghilang, sekarang ini karena dihisap oleh tanah pasir, hanya tinggal bekas yang tipis saja, tidak perlu lama lagi, darah itu juga akan hilang tidak berbekas.

0ooo(dw)ooo0 Orang yang menyaksikan sendiri pertempuran ini, tidak ada seorang pun yang bisa menduga Tangan Cepat Xiao Dai tidak mati.

Apa lagi dua sesepuh lima generasi Gai-bang, dan Yao Zhong Bei menceritakan setelah kejadianku.

Karena menurut cerita mereka, paling sedikit Tangan Cepat Xiao Dai tulang iganya patah tiga batang, dan pinggangnya terkena satu pukulan martir meteor mungkin sudah terluka dalam, yang paling dapat merengut nyawanya seharusnya pisau si pincang hampir menembus ke punggung sebelah kanannya.

Mereka mengatakan Xiao Dai sudah mati, maka Xiao Dai pasti tidak bisa hidup.

Apa lagi setiap orang juga tahu Xiao Dai tergulung oleh jala, jatuh ke dalam air sungai yang mengalir deras, walau seorang yang sehat pun!

Dalam keadaan begini, mungkin juga tidak bisa melepaskan diri, apa lagi orang yang mendapat luka berat ditiga tempat dan nyawanya tinggal sisa setengah.

Tidak ada orang yang pergi membuktikan Tangan Cepat Xiao Dai sebenarnya sudah mati atau belum, karena tidak ada yang mengeluarkan mayat dia dari dalam sungai, kenyataannya juga tidak bisa mengeluarkannya dari dalam sungai.

Maka kesimpulan akhir adalah Tangan Cepat Xiao Dai sudah mati, dan juga tidak meninggalkan mayat.

Sehingga nama Tangan Cepat Xiao Dai dengan demikian terhapuslah.

Mungkin selanjutnya tetap ada orang yang 'Tangan Cepat' nya muncul, tapi dia pasti tidak akan bernama Xiao Dai, bagaimana pun didunia ini mana ada orang yang dinamakan dirinya Wang Xiao Dai?

kecuali Xiao Dai.

0ooo(dw)ooo0 'Kalah menang menentukan pahlawan', kenyataannya begitu, apalagi didunia persilatan.

Karena pahlawan mati sungguh tidak untuk dibicarakan, jika masih dibicarakan juga hanya seorang pahlawan yang telah mati.

Jika pahlawan yang telah mati tidak ada yang untuk dibicarakan, maka yang bisa dibicarakan tentu saja semua adalah pahlawan yang hidup.

Makanya orang yang bisa membunuh Tangan Cepat Xiao Dai, tentu saja adalah pahlawan, dan juga benar-benar pahlawan.

Lihat saja!

Sekarang disetiap sudut, setiap waktu, yang dibicarakan orang-orang semuanya mengenai Dua Pengemis Cacad dari Gai-bang bagaimana sangat perkasanya, dan bagaimana ilmu silatnya yang sangat tinggi sekali, sampai....

'Sekali Telapak Pisau Keluar, Nyawa Tidak Kembali' Tangan Cepat Xiao Dai begitu bertemu mereka, juga menjadikan dirinya 'Nyawa Tidak Kembali', malah 'Mayat pun tidak kembali'.

Yang disayangkan adalah justru tidak ada yang mengatakan Tangan Cepat Xiao Dai baru berusia sembilas tahun, dan juga matinya di bawah tangan tiga orang pesilat tinggi dunia persilatan yang berusia sembilan puluh tahun.

Juga sepertinya setiap orang telah lupa, lupa Dua Pengemis Cacat yang tadinya telah menjamin pada Xiao Dai 'Pasti tidak akan mengeroyoknya, pasti tidak akan menggunakan pertempuran secara bergiliran'.

Bagi orang dunia persilatan, yang paling penting menepati janji, apa lagi namanya sudah terkenal, Cjianbei yang usia lebih tua juga begitu, apakah tidak ada erang yang berani mengungkitnya, Dua Pengemis Cacat sendiri apa juga telah lupa?

Mereka adalah tetua generasi kelima dari perkumpulan nomor satu terbesar didunia!

Siapa pun yang menggantikan Tangan Cepat Xiao Dai, ketemu hal yang begini, kecuali dia meloncat masuk ke dalam sungai, maka mau pergi kemana meminta keadilan?

Siapa yang pahlawan?

Dan siapa yang menjadi seekor raja serigala yang menyendiri dan sombong?

0ooo(dw)ooo0 BAB 16 Jembatan Wan Li Arak, araknya adalah arak Bi Lei Cun.

Masakan, masakannya adalah Shang Bing Pan.

Orang, orangnya ingin menangis tapi tidak ada air mata.

Ini adalah satu restoran, restoran yang sangat kecil, kecil sekali.

Bukan saja tidak menyolok mata, sehingga satu pelayan pun tidak ada.

Restorannya berada disamping jembatan Wan Li, jembatan Wan Li berada diluar gerbang selatan kota Cheng Du.

Ada jembatan tentu saja ada sungai, makanya jembatan Wan Li melintang di atas Jin Jiang.

Restoran ini yang tidak ada namanya, di dalamnya hanya ada empat buah meja.

Sekarang ini hanya dua meja yang diduduki orang.

Disalah satu meja, di atasnya sedang tengkurap seorang pria mabuk, dia sepertinya sedang tertidur, bajunya menutupi kepala, wajahnya tidak terlihat, dua buah teko timah juga sama terjatuh di atas meja.

Benar seperti perkataan 'Dunia terasa besar di dalam mabuk, hari dan bulan panjang ada di dalam mimpi'.

Hanya saja tidak tahu dia mabuk sudah berapa lama, dan tidur berapa lama.

Di meja lain tampak dua orang duduk disisi jendela menghadap kesungai, tampak seperti baru saja datang, araknya hanya ada satu teko, masakannya belum dimakan.

Di atas teko tertempel kertas merah dengari tulisan hitam Bi Lei Cun tiga kata.

Masakannya empat piring masakan dingin kecil.

Ada arak enak bernyanyi, ada masakan juga harus makan sepuas puasnya itu baru benar.

'Minum arak dijembatan Wan Li, sambil mabuk memandang gedung Wang Jiang'.

Wajah Li Yuan-wai rusak sama seperti setumpuk 'tai anjing', dengan perlahan dia sedang membaca sajak ditembok yang entah ditulis oleh sastrawan mana.

Gedung Wang Jiang, puihhh!

Sialan, gila, aku baru pergi ke gedung Wang jiang itu.

Dia memaki di dalam hatinya, lalu mengangkat kepala melihat Ershao yang ada dihadapannya, dia ingin mengatakan sesuatu, melihat orangnya seperti sedang memikirkan apa, dia jadi tidak enak bicara, terpaksa pandangannya ditujukan kembali kesungai yang mengalir tidak ada putusnya.

Dalam lima hari ini, dia dengan Yuan Ershao sudah mengunjungi restoran kecil ini delapan kali, setiap kali berkunjung, hampir setiap kali dia pulang dibopong oleh Yuan Ershao.

Dia adalah orang yang biasa minum, minum ribuan cangkir juga tidak akan mabuk, tapi mengapa beberapa kali berkunjung kesini, dia malah bisa mabuk?

Mabuknya juga tidak ringan, malah harus dibopong orang supaya bisa pulang.

Sekarang baru saja dia mengulurkan tangan ingin menambah arak lagi, wajah Ershao yang bertopeng kulit manusia tiba-tiba tampak seperti tidak mengerti, katanya.

"Hartawan besar, kau sudah lupa."

"Lupa?! Lupa apa?!"

Kata Li Yuan-wai bengong. Wajah yang tadinya kelihatan susah, tampak ada sedikit senyum, walau senyum itu bercampur rasa sedih, Yuan Ershao berkata.

"Kau lupa apa yang telah kau katakan."

"Kata-kata apa? Aku pernah mengatakan apa?!"

Pandangannya sedikit aneh melihat pada Yuan Ershao.

"Kau sepertinya sudah lupa, pada saat sakit kepala tidak tahan karena mabuk jadi mengatakan...."

Wajahnya menjadi panas, tapi tangan Li Yuan-wai tidak ditarik kembali, tetap saja menumpahkan arak sampai penuh satu cangkir, dengan pelan mengangkatnya sambil mengeluh berkata.

"Xiao Dai selamanya tidak mau kutemani minum arak, karena dia kata aku selamanya tidak bisa mabuk, aku.... aku hanya ingin buktikan pada dia, aku juga bisa mabuk, sama bisa mabuk...."

Habis bicara, arak sepenuh cangkir itu sudah dituangkan semuanya ke dalam tenggorokannya, namun karena minumnya tergesa-gesa, dan juga sambil bicara, makanya dia jadi tersedak.

Sekarang dia tidak henti-hentinya batuk sampai seluruh wajahnya menjadi merah, malah sampai air mata juga mengucur.

Siapa yang pernah berkata pria tidak bisa mengucurkan air mata?

siapa lagi yang pernah berkata pahlawan tidak berair mata?

Li Yuan-wai adalah seorang pria, juga seorang pahlawan, mengapa sekarang air matanya bisa mengucur?

Yuan Ershao dengan iba memandang Li Yuan-wai, setelah beberapa saat menunggu, akhirnya batuknya berhenti, baru dia berkata.

"Bagaimana? Apa sudah baikkan belum? Minumlah sedikit air teh, basahi tenggorokanmu, jika orang tidak tahu masalahnya, dan tidak jelas apa yang terjadi, tentu merasa aneh, seorang pria sebesar ini mengapa bisa menangis sampai tersedu sedan."

Dengan tertawa malu, Li Yang Wai berkata.

"Kenapa? Siapa yang menentukan pria tidak boleh menangis? Kau salah, pria yang bisa menangis baru benar-benar pria berwatak, orang yang mempunyai perasaan...."

"Benarkah? aku pernah mendengar, laki-laki yang gagal baru bisa menangis"

Dengan menahan tawa Yuan Ershao membantahnya. Dengan aneh Li Yuan-wai melihat Yuan Ershao sekali, tiba-tiba bertanya.

"Apa kau tahu Liu Bei?"

"Liu Bei?! tentu saja aku tahu, oh.... tidak, tidak, aku tidak tahu, hanya pernah mendengarnya, lalu kenapa?"

Jawab Yuan Ershao tanpa merasa Li Yuan-wai bisa mengajukan pertanyaan ini, dalam waktu singkat dia tidak bisa berpikir tenang dan langsung saja mengeluarkan perkataan, setelah sadar kata-katanya ada kesalahan, maka buru-buru diralatnya.

Memang jika Yuan Ershao benar tahu Liu Bei, baru satu hal yang aneh.

Tapi, jika mau menyalahkan juga hanya bisa salahkan Li Yuan-wai, mana ada aturan bertanya yang demikian.

Namun, jika Li Yuan-wai tidak bertanya demikian mana bisa disebut Li Yuan-wai lagi?

Karena dia memang orangnya begitu, setiap saat dia bisa melakukan kelakuan aneh-aneh dan juga kata yang anehaneh.

Li Yuan-wai memain-mainkan cangkir yang sudah kosong di tangannya.

Tentu saja dia juga dengan sengaja tidak mau melihat wajah Yuan Ershao yang menunggu lanjutan kata-katanya.

Semua orang juga tidak akan tahan mendapat masalah demikian.

Jika orang yang suka terburu-buru, bertemu dengan orang yang bicara setengah-setengah, mungkin meja sudah diacak-acak.

Yuan Ershao adalah orang yang normal, tentu saja sifatnyajuga ada sedikit terburu-buru.

Tapi ketika dia melihat tingkah dan ekspresi kawannya begitu, dia malah juga tidak berbicara, setelah meminum habis arak yang ada di depannya, dia juga mulai memainkan cangkir araknya.

Mmm, tingkahnya tampaknya lebih santai dari pada Li Yuan-wai.

Pelan-pelan Li Yuan-wai malah mulai tidak tahan, dia melirik Yuan Ershao sekali, tampak dirinya seperti sudah melupakan hal itu.

"Kau.... kau tidak menanyakan aku?"

Kata Li Yuan-wai.

"Tanya?! Tanya apa?!"

Yuan Ershao sepertinya tidak mengerti apa maksud kata katanya.

"Tentu saja bertanya pada aku, tadi apa yang aku katakan!"

"Oww, aku lupa bertanya, apa kau mau aku tanya?"

Kata-kata apa ini, Li Yuan-wai hampir saja batuk kembali.

"Kau.... kau tidak ingin tahu?"

Kata Li Yuan-wai dengan heran. Yuan Ershao menggerakkan bibirnya sambil tertawa berkata.

"Aku rasa menghadapi orang yang seperti kau tidak boleh terburu-buru, jika kau ingin mengatakannya, tidak perlu aku tanya kau juga pasti akan mengatakannya, apa lagi aku tahu kau pasti tidak tahan, mendengar kata kata yang disampaikan hanya setengah, memang hal yang menyusahkan hati, tapi orang yang berkata setengah pasti lebih susah hati, kemungkinan malah karena menahan jadi menimbulkan penyakit, benar tidak?"

Perutnya Li Yuan-wai seperti terkena tinju orang, dia sedikit bengong, beberapa saat tidak bisa menutupnya kembali.

"Mmm, sekarang apakah kau sudah mau mengatakannya? Hartawan Li,"

Kata Yuan Ershao setelah melirik dia sekali lagi.

"Mengatakan, mengatakan, aku tentu mau mengatakan, jika tidak mengatakan lagi, aku pasti mati dulu karena tidak tahan."

Li Yuan-wai mau menangis tidak bisa, mau tertawa juga tidak bisa.

"Aku.... maksudku adalah Liu Bei suka menangis, dia bukan saja mempunyai dua pahlawannya yang bernama Guan dan Zhang, juga menangis karena urusan negara, makanya.... makanya seorang pria menangis apa jeleknya...."

Ternyata ini maksudnya, Li Yuan-wai mengambil contoh-contoh sejarah sembarangan membandingkannya. Wajah Yuan Ershao menjadi serius, dengan perlahan berkata.

"Orang menangis karena urusan negara, hartawan Li, tidak tahu apakah kau juga punya kemampuan itu? Jangan lupa kau sekarang sudah menjadi buronannya Gaibang."

Kata-kata ini sungguh manjur, hatinya Li Yuan-wai segera tenggelam kedasar jurang. Setelah dia minum habis satu cangkir arak, lama dia tidak bicara lagi.

"Aku sangat menyesal, disaat kau bisa bergurau, aku mengeluarkan kata-kata yang tidak enak,"

Kata Yuan Ershao sambil berdiri menghampirinya, menepuk perlahan bahunya, memandang sungai diluar jendela.

"Tidak apa-apa, masalahnya nanti pasti akan jelas.... seperti halnya antara aku dan Xiao Dai, suatu hari nanti kami pasti akan menangkap orang di belakang layar ini,"

Kata Li Yuan-wai. Begitu mengatakan Xiao Dai, sinar mata Yuan Ershao juga tampak sedih katanya.

"Apakah kau memastikan kita telah salah paham pada dia?"

"Tentu saja, hari itu aku dengan jelas melihatnya, pisau di tangannya itu jelas-jelas pisau aku yang diberikan pada dia, pisau itu memang tidak bisa digunakan untuk membunuh orang, dia sudah tahu, makanya kata-kata terakhir yang belum sempat dia katakan seharusnya adalah 'Ketua bagian Yao tidak mati'."

"Mengapa bisa ada pisau yang tidak bisa membunuh orang?"

"Itu hanya sebuah peralatan saja, satu kali aku menggeladah seorang penipu, dari dia aku mendapatkan pisau itu, tahun lalu ketika Xiao Dai ulang tahun, aku memberikan pisau itu pada dia sebagai kado ulang tahun,"

Kata Li Yuan-wai mengingatnya.

"Siapa lagi yang tahu rahasia ini?"

"Rahasia.... Ouwyang Wu-shuang!"

Li Yuan-wai tibatiba tersadarkan.

"Bukankah dia wanita yang dicintai dirimu dan Xiao Dai secara bersamaan?"

Tanya Yuan Ershao.

"Betul, tahun itu saat Xiao Dai berulang tahun dia juga ada di tempat.... pasti dia, pasti dia.... ini semua pasti dia biang keladinya."

Li Yuan-wai teringat sesuatu berkata lagi.

"Ershao, bukankah kau mengatakan pernah melihat Xiao Dai dengan seorang wanita dikota Xiang Yang? Rumah Ouwyang Wu-shuang aku pernah mengunjunginya, letaknya juga dikota Xiang Yang.... sekarang aku sudah memastikan dia.... jika dia bisa mengirim surat pada Gaibang mengatakan aku ini pengkhianat perkumpulannya, dan masalah Xiao Dai mengirim surat menantang aku, pasti dia yang mengaturnya."

Kelihatan masalahnya sudah ada titik terang.

"Apakah dia punya alasan berbuat demikian?"

Tanya Yuan Ershao dengan curiga.

"Alasan?"

Li Yuan-wai berpikir keras.

Dia sungguh tidak terpikirkan apa alasan Ouwyang Wushuang mau mencelakakan dirinya.

Apakah hanya karena dia dan Xiao Dai meninggalkan dia?

"Hartawan Li, apakah kau pernah menghina orang?"

Tanya Yuan Ershao.

"Ah?! Oww, tidak, tidak, aku berani menjamin, aku dengan Xiao Dai tidak pernah menyentuh dia."

Li Yuanwai terus-terusan berkata sambil menggelengkan kepala.

"Kalau begitu jadi aneh sekali, walau benar dia ada sedikit membenci kalian! Tapi tidak akan sampai benci seperti ini...."

Yuan Ershao berkata sendiri. Sungguh persoalan yang membuat sakit otaknya. Jika semua persoalan karena hal ini, maka wanita ini sungguh sangat menakutkan.

"Perasaan Xiao Dai dan dirimu aku mengerti, dulu aku juga mengira demi wanita ini sungguh-sungguh ingin membunuhmu, tapi jika dia menyiapkan pisau yang kau berikan datang menepati janji, sudah membuktikan alasan dia tidak ingin membunuhmu, tapi kenapa dia menantangmu?"

Tanya Yuan Ershao tidak mengerti.

"Aku.... aku pikir dia pasti menemukan sesuatu, atau ada alasan lain yang tidak bisa di atasinya, juga bisa saja dia mencari kita untuk melakukan rencana ini.... mungkin jawabannya harus bertanya pada dia...."

Ini adalah persoalan yang semua orang tidak bisa menjawabnya, Li Yuan-wai juga memandang aliran sungai diluar jendela.

Dia dengan Yuan Ershao sudah lima hari penuh mencari Xiao Dai dialiran bawah Jin Jiang, mereka berharap bisa menemukan apa saja, walau satu sobekan baju juga bolehlah.

Namun mereka tidak menemukan apapun.

Di atas sungai ada perahu, perahu besar, perahu kecil, perahu nelayan.

Tapi tidak ada satupun perahu dan satu orang pun nelayan bisa menemukan Xiao Dai.

Kelihatannya Li Yuan-wai hari ini juga akan mabuk sebelum meninggalkan tempat ini.

0ooo(dw)ooo0 Senja semakin gelap, sinar mentari terakhir pun segera akan menghilang.

Bos restoran selama lima hari ini sudah terbiasa dengan dua orang tamu ini, sedikit pun dia tidak bicara, dia langsung menyalakan lampu, sambil menghampiri tamu lainnya dengan pelan menggoyang-goyangnya.

"Tuan, anda.... anda apa masih perlu apa lagi?"

Orang itu benar-benar mabuk, juga benar-benar tertidur, untungnya restoran ini tidak begitu ramai, jika tidak, hanya tiga orang saja sudah menduduki setengah kapasitas restoran, mau berdagang bagaimana?.

Orang yang menutupi kepalanya itu tidak bangun, tapi mengeluarkan satu perak menaruhnya di atas meja, mulutnya dengan tidak jelas berkata.

"Pergi.... pergi sana, jangan.... jangan ganggu aku...."

Jika uang yang dibayarkan berlebih, bos itu mau bicara apa lagi?

Mungkin malah dia mengharapkan lebih banyak lagi tamu yang seperti ini?

Bagaimana pun masakan harus pakai modal, orang tengkurap di atas meja dan tidur, itu tidak akan merusak meja dan kursi.

Melihat hari sudah malam, Yuan Ershao memandang Li Yuan-wai yang sudah hampir mabuk berkata.

"Aku lihat kita sudah harus pergi."

Li Yuan-wai mulai mabuk, berkata.

"Pergi.... benar memang sudah harus pergi.... Xiao Dai, kau pergi terlalu cepat.... kami dari Gai-bang sungguh minta maaf...."

Begitu mendengar kata Gai-bang, Yuan Ershao terpikir sesuatu, tiba-tiba dia bertanya.

"Hartawan Li, Gai-bang kalian kenapa bisa begitu gampangnya percaya pada katakata Ouwyang Wu-shuang?"

Li Yuan-wai dengan sedih berkata.

"Kenapa.... kenapa tidak bisa? Sampai jelas-jelas pisau tidak bisa membunuh orang, juga.... juga bisa.... bisa membunuh orang, apa.... apa lagi yang tidak bisa?"

Benar, walau Li Yuan-wai disalahkan, tapi terhadap kematian Yao Bo-nan tidak bisa begitu saja dia lepas tangan, bagaimana pun juga terhadap Gai-bang dia masih ada perasaan yang dalam!

Yuan Ershao masih ingin mengatakan apa, tapi ketika melihat wajah Li Yuan-wai, kata-kata yang akan diucapkan akhirnya ditelannya kembali.

Setelah melemparkan beberapa recehan perak, dia membopong Li Yuan-wai yang sedikit limbung, Mereka keluar dari restoran yang sangat kecil ini.

Baru saja mereka pergi, orang yang mabuk sampai pingsan yang menutupi kepalanya itu, tiba-tiba bangun.

Ternyata dia adalah Yuan Di, Yuan Dashao!

Bagaimana bisa dia?!

Sekarang bukan saja dia tidak mabuk, mungkin tidak ada orang yang lebih sadar dari pada dia.

"Ershao, kau adik yang hebat, kau tidak mati?.... Apa kau sungguh bisa tidak mati?"

Dia bergumam, matanya menyorotkan sinar yang menakutkan.

Dia telah pergi, perginya sangat cepat sekali.

Dia pergi karena dia masih mempunyai banyak hal yang harus segera dikerjakan.

0ooo(dw)ooo0 'Bunuh di tempat tidak ada perkara'.

Setiap orang juga mengerti apa arti kata ini.

Begitu bangun pagi, Li Yuan-wai masih menggunakan tangan memukul-mukul kepalanya yang sakit, dia langsung mendengar berita yang disampaikan oleh Yuan Ershao, berita yang menyakitkan hatinya.

Walau dia sudah tahu akibatnya akan begini, tapi tetap saja dia terkejut.

"Aku lihat kali ini kau sungguh-sungguh akan mati dan berkelana keseluruh dunia,"

Kata Yuan Ershao, walau katakatanya sedikit mempermainkan, tapi wajahnya memperlihatkan rasa khawatirnya.

Li Yuan-wai mengambil teh dingin di atas meja, dia menenggak sampai setengah teko teh, dia menggunakan belakang tangannya mengelap bekas teh dimulut, sambil memaki.

"Brengsek, penginapan burung ini juga sangat pelit pada tamu penginapan, menyeduh teh tidak enak untuk melayani tamu."

Walau sudah terbiasa dengan kelakuan Li Yuan-wai, menjawab yang bukan ditanyakan Yuan Ershao tetap saja tidak tahan menanyakan lagi.

"Kau tidak perduli?"

"Perduli apa? Buat apa perduli dengannya?"

Kata Li Yuan-wai malah tertawa. Dengan pandangan aneh, Yuan Ershao tidak mengerti kenapa hanya dalam waktu semalam, orang ini seperti sudah berubah menjadi orang yang berbeda.

"Apakah kau belum sadar? Apakah kau masih mabuk?"

Tanya Yuan Ershao dengan penuh keheranan. Dengan tingkah yang serius, Li Yuan-wai menjawab.

"Aku sudah sadar sekarang, orang sudah mati tidak bisa hidup kembali, orang yang masih hidup tetap harus melanjutkan hidupnya benar tidak? jika benar Xiao Dai sudah mati, aku telah bersedih selama lima hari, mabuk sembilan kali, aku pikir jika di dalam baka sana dia tahu, dia juga akan tersenyum, makanya mulai dari sekarang aku tetap aku, aku pikir kau juga pasti tidak mengharapkan melihat aku seharian bermuram durja, benar tidak? Mengenai apa yang baru saja kau katakan, asalkan aku tidak bertemu dengan mereka, dan berharap bisa menghindar hari demi hari. tentu saja aku mengharapkan bisa mendapatkan penjelasan tentang semua hal yang kacau balau ini, sehingga namaku kembali bersih."

Tingkah Li Yuan-wai sudah berubah, hatinya sekarang bisa terbuka, Yuan Ershao, sungguh sedikitpun tidak menyangka.

Karena dalam beberapa hari ini, dia sudah cukup sadar melihat tingkah laku Li Yuan-wai yang seperti tidak mau hidup dan ingin mati itu, seperti setiap orang yang kenal dan punya hutang pada dia, semua tidak mau membayar.

Langit tahu Li Yuan-wai tidak meminjam uang pada siapapun, sebaliknya siapa yang mau meminjam uang pada dirinya?

Bagaimana pun semua orang tahu daripada meminjam uang pada Li Yuan-wai, lebih baik menggadaikan saja celana sendiri, tentu lebih gampang, karena dia adalah hartawan miskin, dan karena miskinnya setiap hari sering makan tidak teratur.

0ooo(dw)ooo0 Tertawalah Yuan Ershao.

Bagaimana dia bisa tidak tertawa?

Dia tertawa karena Li Yuan-wai telah sadar, benar-benar sadar.

"Bagus, bagus, kau bisa sadar sungguh tidak percuma menjadi temanku, ha.... ha.... jika sekarang bukan pagi hari dan baru sadar dari mabuk, aku sungguh ingin menarikmu minum arak lagi!"

Kata Yuan Ershao dengan gembira.

"Jangan, jangan, Tuanku, sekarang aku sungguh sudah takut minum arak, dulu aku tidak pernah benar-benar mabuk, sekarang aku sudah merasakan bagaimana rasanya mabuk, aku pikir aku lebih baik pergi mandi, aku juga tidak akan pergi minum arak lagi."

Li Yuan-wai benar-benar sudah sadar, perkataan 'humornya' sudah mulai tampak.

Bisa membuat Li Yuan-wai pergi mandi dan tidak mengerjakan urusan lain, itu pasti adalah hal yang sangat serius dan menakutkan orang.

Dia bisa berkata demikian, terbukti dia sudah benarbenar kapok minum arak.

"Hartawan Li, rupanya sekarang kau telah menjadi Li Yuan-wai yang aku kenal, jika kau sudah sadar, maka kita harus membicarakan masalah serius ini...."

"Hai, sudah setengah harian berbicara, aku baru tahu ternyata aku tidak disukai olehmu! Sekarang kau baru mau membicarakan hal serius denganku,"

Kata Li Yuan-wai sambil memalingkan mata.

"Baiklah, bagaimana pun diluaran namaku sudah busuk, dulu para gadis berebut untuk bisa melihat aku, sekarang jika aku mengatakan aku adalah Li Yuan-wai, mungkin orang hanya melihat dengan putih matanya.... katakanlah! Aku akan membuka telinga dan dengan hormat mendengarkan."

Yuan Ershao melihat tingkahnya yang mulai menyebalkan, tidak tahan dengan tertawa memakinya.

"Pusaka hidup!" 0ooo(dw)ooo0 Airnya panas sekali, panasnya cukup bisa mengupas kulit orang. Kolam airnya juga cukup besar, besarnya cukup untuk orang bisa berenang. 'Kolam Qing Hua' melihat nama dan hurufnya saja berartinya rumah untuk mandi. Sekarang Li Yuan-wai sedang berendam dengan mulut cemberut sambil menggigit gigi di dalam 'kolam umum' ini. Tampak kepalanya menyandar kesisi kolam, seperti tersiksa saja kelakuannya, dia menggosok daki ditubuhnyayang seperti mie itu. Untung saja ini adalah pagi hari, orang yang datang ke rumah mandi ini tidak banyak, hanya tiga orang, mandi disudutnya masing-masing. Jika tidak, kalau orang melihat air disekelilingnya menjadi berubah warna, mungkin sudah dari tadi mereka bergotong royong mengangkatnya dan melempar keluar. Li Yuan-wai dipaksa oleh Yuan Ershao masuk ke rumah mandi ini, karena Yuan Ershao ingin dia berubah keseluruhannya. Dia terpaksa menurut, makanya sekarang wajahnyajuga seperti ingin menangis. Mandi bisa mengurangi hawa murni, ini adalah kata-kata yang sering dia ucapkan. Apa lagi air yang begitu panas, dia seperti sudah kehabisan tenaga. Dia menutupkan matanya, otaknya berpikir, berpikir tentang perkataan yang tadi Yuan Ershao ucapkan. Tie Cheng Gong, Polisi Setan yang sampai setan pun bisa ditangkapnya dan diadili dipengadilan, kenapa sedikit pun tidak ada beritanya, apakah dia bisa menghilang? Zhan Long yang dikatakan oleh Yuan Ershao kenapa bisa menjadi kakaknya Zhan Feng? Kenapa dia tidak pernah mendengar Zhan Feng membicarakannya? Dia tidak berani memberitahukan pada Yuan Ershao dia kenal dengan Zhan Feng, tentu saja dia juga tidak berani memberitahukan pada Yuan Ershao bahwa dia pernah jatuh ke dalam sumur asmaranya. Dia takut jika mengatakan dia bisa menjadi olokan temannya, atau mungkin memandang hina padanya. Karena dia begitu menghormati dan menyayangi pendekar hebat didunia persilatan ini, dia tentu saja takut pandangan bagus tentang dirinya yang dibangun sejak lama menjadi rusak. Dia sekarang sudah mengerti wanita yang cantik menggetarkan hati itu, perasaannya hanya untuk menipu dia saja. Maka bagaimana dia berani menceritakan cerita cinta yang bohongan ini? Dia mempunyai harga diri, dan harga dirinya sangat kuat. Makanya persoalan ini mungkin akan disembunyikan di dasar hatinya selama hidup. Dia merasa beruntung, pikirannya telah terbuka, hingga dia bisa segera melupakan wanita itu. 'Hanya pahlawan saja, yang dapat dengan pedang memutus tali asmara.' Dia tertawa dan menyadarinya. Tentu saja dia juga mengerti yang diputuskan adalah cinta sepihak, hanya keinginan dia sendiri. Anggap sajalah setengah pahlawan,1 Dia menghibur dirinya didalan hati. Setelah hatinya terbuka, Li Yuan-wai sudah berubah jadi gembira lagi. Dia sudah tidak memikirkan Xiao Dai lagi, tidak memikirkan Zhan Feng lagi, Ouwyang Wu-shuang, jika 'dbunuh juga tidak ada perkara'nya, Gai-bang juga sudah tidak dipikirkan. Dia memang juga tidak suka menggunakan otak. Orang yang tidak suka menggunakan otak, juga orang yang senang, walau hal yang dia temukan semuanya adalah hal yang kurang menyenangkan, tapi dia juga akan cepat melupakannya. Sekarang yang dipikirkan Li Yuan-wai, hanya bagaimana nanti memakai baju yang baru dibeli itu, dan mencari satu restoran yang besar, memesan satu meja penuh bermacam masakan, dengan gembira makan sepuasnya. Dia sendiri tidak tahu sudah berapa tahun dia tidak pernah memakai baju baru? Juga sudah berapa hari tidak pernah makan dengan enak? Uang tentu saja Yuan Ershao yang memberikan padanya, bagaimana pun Li Yuan-wai adalah hartawan yang termiskin didunia. Alasan Yuan Ershao ingin Li Yuan-wai berubah dari dalam sampai keluar, tujuannya juga ingin dia merubah penampilannya, menghindari perhatian orang dan kejaran dari golongan Gai-bang. Walau dia telah menghalangi Li Yuan-wai mengantar nyawa dipinggir Gedung Wang Jiang, tentu saja dia tidak ingin ada hal yang demikian terjadi. Penampilan Li Yuan-wai sama saja dengan iklan hidup, makanya ketika Yuan Ershao meninggalkan dia untuk mencari Polisi Setan dan Zhan Long, dia terus-terusan berpesan supaya Li Yuan-wai berbuat ini. 0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai bernyanyi, terpikir dirinya sudah punya baju baru dan uang lima ribu liang, tidak terasa dia tersenyum.

"Sialan, ternyata Ershao menginginkan aku menjadi seorang hartawan."

Kata-kata ini dia ucapkan pada diri sendiri, walau hanya baru menggumannya saja.

Dia sudah berubah dari asap ke air, tiba-tiba menemukan satu hal yang tidak masuk akal.

Li Yuan-wai walau percaya matahari bisa terbit dari barat, dia juga tidak berani percaya hal yang menakutkan ini.

Karena samar-samar dia melihat ada enam orang wanita, yang tubuhnya langsing, pasti semuanya adalah wanita yang cantik.

"Hey, hey, hey, kalian.... kalian bisa baca tidak? Apa tidak salah? Ini adalah ramah mandi hanya untuk pria, kalian.... kenapa kalian bicara juga tidak langsung saja masuk...."

Teriak pelayan rumah mandi mengejar dari luar.

Gorden yang tebal baru saja dibuka oleh pelayan, tapi kata-katanya juga hanya sampai di sini, kemudian sudah tidak ada suara lagi.

Karena orang mati tidak bisa bicara.

Darahnya menyembur tinggi, dalam sekejap pelayan itu jatuh, tampak bagian tenggorokannya telah berlubang.

Ada satu saja wanita yang berani masuk ke rumah mandi khusus pria, sudah cukup mengejutkan orang, hampir saja menggigit putus lidahnya.

Sekarang ada enam orang wanita melabrak masuk, lakilaki yang sedang mandi di dalam kolam hampir saja matanya buta digosok gosok.

Uap air memenuhi ruangan.

Tiga orang pria yang sedang berendam di dalam kolam air walau tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah tiga orang wanita yang datang itu, tapi mereka semuanya juga tahu apa yang telah terjadi, karena mereka samarsamar melihat pelayan yang jatuh itu, posisinya tidak seperti kelakuan seorang yang masih hidup.

Mereka tadinya berpikir, wanita yang berani melabrak masuk ke rumah mandi khusus pria pasti adalah wanita gila, kalau tidak pasti nenek-nenek tua.

Karena hanya ada dua macam wanita ini baru ada keberanian melakukan hal semacam ini.

Tapi mereka semua salah, bagaimana pun mereka semuanya telah melihat enam orang wanita ini bukan saja tidak tua, dan juga semuanya masih sangat muda, juga cantik sekali.

Kalau begitu apakah mereka semua orang gila?

Apakah orang gila bisa bicara dengan lancar dan beraturan begini?

Apa lagi dihari-hari biasa, bisa melihat satu orang gila saja sudah sulit sekali, sekarang ada enam orang wanita gila bersamaan waktu muncul, itu sungguh satu hal yang tidak mungkin.

"Aku tahu di antara kalian ada satu orang bernama Li Yuan-wai, paling bagus dia baik-baik berdiri keluar."

Nadanya dingin, tapi tidak tahu wanita yang mana yang bicara.

Disaat bagini, bertemu dengan wanita semacam ini, sungguh satu hal yang membuat orang sakit kepala.

Tiga orang itu sepertinya ketakutan, mereka menjadi bengong, semuanya berkumpul jadi satu, tidak menjawab.

Tentu saja tidak ada satu orang pun yang 'baik-baik berdiri, karena bagaimana mereka bisa berdiri?

Suasana sunyi, suara yang dingin itu terdengar lagi.

"Kalian tidak berani mengaku?"

Tiga orang itu membalikkan kepala saling memandang sekali, tetap tidak menjawab.

"Bagus sekali, kalau begitu jangan salahkan aku, jika tidak mau mengatakannya, mayat di lantai ini adalah contoh kalian...."

Wanita itu seperti akan membunuh orang lagi, hal ini menjadi sangat serius. Sehingga dua tamu yang sedang mandi berteriak seperti babi disembelih.

"Jangan, jangan bunuh, tolong! Aku bukan Li Yuan-wai...."

Keadaannya jadi jelas, yang tidak membuka mulut tentu adalah Li Yuan-wai.

"Kalian berdua enyah sekarang juga...."

Kata salah seorang wanita dengan kesal sambil melemparkan dua buah handuk di tangannya.

Seperti menerima perintah raja saja, dua orang tamu ini menggulung bagian bawah tubuhnya dengan handuk, dengan ketakutan mereka berlari keluar.

Mereka dengan selamat keluar dari rumah mandi ini, hanya saja wajahnya kurang enak dilihat saja.

Li Yuan-wai mengeluh di dalam hatinya, melihat dua bayangan punggung yang lari meninggalkan tempat, jika tadi tahu seharusnya dia merebut dulu salah satu handuk itu.

0ooo(dw)ooo0

"Kau Li Yuan-wai betul tidak?"

Tanya salah satu suara wanita itu. Dengan wajah pahit, Li Yuan-wai dengan sedih berkata.

"Aku berharap aku bukan...."

Uap air sedikit menipis.

Kata orang melihat bunga dibalik embun, melihat wanita cantik adalah suatu hal yang nikmat, seperti membaca sajak.

Tapi sekarang Li Yuan-wai bukan saja tidak bersemangat membaca sajak, malah sebaliknya di dalam hati sangat kesulitan.

Karena dia tahu semua wanita ini walau cantik-cantik, tapi semuanya adalah wanita yang menginginkan nyawanya.

Dia ingin membuka mulut, sedikit makan 'tahu', yang merupakan penyakit lamanya, namun tiba-tiba dia teringat waktu kejadian dipenjara air, maka dia jadi tidak berani sembarangan membuka mulut.

"Bagus sekali, sekarang paling bagus kau baik-baik keluar."

Suara dingin wanita itu seperti keluar dari neraka. Air di dalam kolam sudah cukup panas, tapi kata-kata ini membuat Li Yuan-wai gemetar kedinginan.

"Aku.... apa aku bisa keluar....?"

Li Yuan-wai berkata seperti menangis saja.

Memang, disaat dihadapan wanita, mana bisa dia keluar?

Apa lagi bukan hanya satu wanita saja, tapi ada enam orang.

Mungkin lebih baik dia mandi di sini empat tahun tidak keluar-keluar.

"Jika kau tidak keluar, kami akan membuat kau selamanya tidur di sini."

"Kalian.... kalian tidak takut?!"

"Takut?! Kenapa kami harus takut?"

Bertemu dengan wanita yang senang melihat laki-laki mandi, Li Yuan-wai lebih senang bertemu dengan enam setan.

"Kalian.... kalian tidak takut, aku.... tapi aku takut sekali,"

Kata Li Yuan-wai bersungguhsungguh seperti bertemu dengan enam setan. Mulutnya gemetaran.

"Jangan banyak omong kosong, kau keluar atau tidak? Li Yuan-wai, aku akan menghitung sampai tiga jika kau masih belum keluar, maka kau akan tahu bahwa kau telah melakukan kesalahan sebesar apa.... satu...."

Wanita itu seperti sedang menatap tajam Li Yuan-wai di dalam uap air, dengan marah berteriak mulai menghitung.

Li Yuan-wai tentu saja tahu lawan tidak berkata mainmain, mendengar nada kata-katanya, sangat mungkin tidak perdulikan apa-apa, semuanya bisa meloncat masuk ke dalam kolam, menangkap hidup-hidup dirinya.

"Dua...."

Suara yang menginginkan nyawa itu terdengar lagi.

Walau dia juga orang yang berani melakukan apa saja, tapi bila sungguh-sungguh menyuruh dia dengan telanjang menghadapi enam nona besar, buat dia mungkin hanya dalam mimpi dia baru bisa melakukannya.

Ini adalah saat-saat yang paling sulit seumur hidupnya, juga adalah saat yang paling sulit untuk mengambil keputusan.

Dia sungguh sulit membayangkan dirinya dengan telanjang bulat keluar, di kemudian hari bagaimana dia bisa jadi orang, dan juga bagaimana menghadapi semua pahlawan didunia dan berkelana bebas didunia persilatan.

Keluar membunuh mereka semua?

lebih lebih hal yang tidak mungkin.

Tidak perlu katakan yang lainnya, tadi saja sekali orang membalikkan tubuh dan menyabetkan pedang, pelayan itu sampai menjerit ngeri pun tidak sempat, tahu-tahu sudah menghembuskan nafas terakhirnya, kecepatannya, keji, jitu, dirinya tidak yakin bisa membunuhnya, lima orang lainnya juga kelihatan tidak lemah.

Selain itu, yang terpenting, jika tidak bisa membunuh lawan....

Dari dasar hatinya mulai timbul rasa gemetar kedinginan, dia terpikir satu hal....

Karena seorang laki-laki bertelanjang bertarung dengan seorang wanita sudah cukup membuat orang menyemburkan nasi dari mulutnya, apalagi bertarung dengan enam orang wanita, di kemudian hari jika tersebar keluar, bukankah akan membuat orang tertawa sampai di bawah kemana-mana mencari gigi?

Hal yang demikian kacaunya jangan kata tidak pernah terjadi sebelumnya, mungkin juga tidak akan terjadi lagi selanjutnya.

Dia tidak berani melanjutkan pikirannya lagi....

0ooo(dw)ooo0

"Tiga...."

Huruf 'tiga' yang minta ampun itu sudah keluar dari mulut, enam buah senjata rahasia sudah terbang mengarah Li Yuan-wai.

Enam buah senjata rahasia, salah satu saja sudah cukup membunuh orang.

Semua orang tentu mempunyai satu kemampuan yang tersembunyi, juga mempunyai satu macam reflek untuk menyelamatkan nyawa.

Li Yuan-wai di antara hidup dan matinya, sudah tidak terpikirkan apa akibat selanjutnya.

"Buaaar...."

Satu suara.

Jipratan air muncrat kemana-mana, Li Yuan-wai sudah meloncat keluar dari kolam air.

Wow!

tentu saja dia telanjang bulat, seperti seekor ayam yang baru dikeluarkan dari air mendidih dan bulunya telah dicabut habis.

Hanya saja dia adalah manusia, bukan seekor ayam mati.

0ooo(dw)ooo0 Tempat untuk bergerak di dalam rumah mandi memangnya juga tidak luas, kecuali satu kolam besar ditengah-tengah, sisanya hanya tempat untuk berjalan yang sempit.

Bukan saja tangan Li Yuan-wai tidak ada satu cun besi, lebih-lebih ditubuhnya tidak menempel seutas benang pun.

Enam orang wanita, enam bilah pedang.

Kecuali Li Yuan-wai lari mengelilingi kolam, dia tidak tahu bagaimana caranya menghindar kilatan sinar pedang di belakangnya.

Keadaan ini seperti seorang anak kecil lari di depan, yang menjadi ibu di belakang mengejar akan memukulnya.

Yang kasihan adalah anak ini bertelanjang bulat, dan yang menjadi ibu malah ada enam banyaknya.

Li Yuan-wai mempunyai mata yang bisa tersenyum, mata tersenyumnya tentu saja sangat lincah, juga sangat teliti melihat orang.

Setelah beberapa kali membalikkan kepala, dan beberapa kali menghindar, tiba-tiba dia menghentikan larinya, dan tanpa mengeluarkan suara menempelkan tubuhnya kedinding, sampai nafas pun dihentikan.

Sehingga dia bisa melihat enam orang wanita itu juga merasa kehilangan sasarannya, semuanya menjadi berhenti tidak bergerak.

Pelan-pelan wajah Li Yuan-wai yang bulatnya seperti kue tampak sedikit tersenyum....

Dengan perlahan tangannya menutup mulutnya, dia sungguh takut dirinya tidak tahan tertawa hingga mengeluarkan suara karena gembiranya.

Sekarang dia sudah bisa dengan jelas memperhatikan enam orang wanita yang berdiri di sana, mereka sama sekali tidak bergerak.

Wajah enam wanita ini cukup menarik, memakai baju yang sama, menyisir rambut dengan model yang sama, memegang pedang yang sama, walau semuanya mempunyai mata yang cantik, tapi semuanya adalah mata yang tidak dapat melihat.

Karena sorot mata mereka tidak saja tidak bersinar, juga kaku tidak berputar.

"Buta?! Mereka semuanya buta!?"

Li Yuan-wai hampir saja berteriak mengeluarkan suara.

'Sungguh sayang!' setelah tahu lawannya semua buta, Li Yuan-wai menyayangkan di dalam hati.

Dia sudah lupa tadi ketika didesak hampir saja jiwanya melayang, sekarang dia malah menyayangkan lawannya.

Hati yang terancam terasa terlepas, tidak usah dikatakan bagaimana riang gembiranya.

"Sialan, jika dari tadi tahu kalian adalah orang buta, buat apa aku ketakutan? Lihatlah! Kalian lihatlah! Aku sekarang berdiri di sini dengan telanjang bulat, kenapa kalian tidak melihatnya? Apa kubilang, didunia ini dimana ada wanita yang suka melihat laki laki sedang mandi...."

Di dalam hati Li Yuan-wai sambil bergumam, sambil memperhatikan keadaan sekelilingnya, dia tahu tidak mungkin terus begini tidak bergerak, dia harus memikirkan cara untuk melepaskan dirinya, jika terus bertelanjang, tentu saja tidak enak, jika sampai masuk angin itu baru hal yang tidak diinginkan.

Akhirnya lawannya tidak tahan, salah seorang wanita membuka mulut.

"Li Yuan-wai kenapa kau tidak bicara?"

"Bicara? Sialan, aku kan bukan idiot."

Li Yuan-wai memaki di dalam hati, tapi dia tidak berani membuka suara. Wanita yang lain bicara lagi.

"Heng! Li Yuan-wai, jika kau sudah tahu kami tidak bisa melihat, buat apa kau takut? Apakah kau sudah menjadi gagu?"

"Takut!? Aku tentu saja takut, kalian semua kan memegang senjata, jangan gelisah, adik besar, tunggu sampai aku mendapatkan akal baru nanti aku bertindak bagaimana memperlakukan kalian."

Setelah enam orang wanita itu memiringkan kepala, teliti mendengarkan, Li Yuan-wai mengerti, dia pasti tidak akan mengeluarkan suara, tapi sesaat dia juga tidak tahu harus bertindak bagaimana baiknya.

Tapi mereka semua tahu Li Yuan-wai masih berada di dalam rumah ini, hanya tidak tahu dia bersembunyi disudut mana.

Li Yuan-wai mengangkat kepala melihat jendela langit langit, di dalam hatinya mengeluh berkata.

"Hai! Mandi kali ini benar-benar sial delapan turunan, melihat keadaan begini selanjutnya jangan mandi lagi lebih bagus...."

Tiba tiba dia melihat seutas tali tergantung melintang didinding, itu sebenarnya tali untuk tamu menggantungkan handuk.

Otaknya terkilas satu ilham, dengan perlahan sekali dia bergerak.

Seperti sudah satu tahun saja lamanya, dengan bercucuran keringat, akhirnya Li Yuan-wai bisa mencapai tali.

Juga bersamaan waktu dia mengambil dua buah batu untuk tamu menggosok telapak kaki.

Sekarang dia bisa menampilkan senyum yang 'penuh arti'.

Dengan perlaha dian berdiri bersiap, melemparkan batu.

Terdengar suara batu memecah udara, hampir berbareng....

Enam bayangan orang, enam bilah pedang semuanya bergerak kearah jatuhnya batu.

Pedang cepat, orangnya lebih cepat.

Disaat enam gadis besar itu menabrak tali, semuanya jadi berjatuhan, Li Yuan-wai sudah menaklukan wanita yang jatuh bertumpuk yang tadi hampir saja membuat diamati.

0ooo(dw)ooo0 Ketika Li Yuan-wai keluar dari rumah mandi ini, bagaimana pun tidak menyangka diluar sudah berkumpul begitu banyak orang.

Dia benar benar merasa beruntung, yang diikat bukan dirinya, jika tidak, bisa saja dia bertelanjang bulat jalanjalan di jalan raya, kalau sudah itu dia sungguh tidak tahu apakah dirinya masih sanggup hidup terus.

Dia mengepalkan tangan dan menggoyanggoyangkannya, Li Yuan-wai berkata pada kumpulan orangorang.

"Siapa yang mau menyewakan kereta, aku mau mengantarkan enam pembunuh ini ke kantor pemerintah untuk diadili."

Kereta sewaan datangnya sungguh cepat, mungkin semua orang sangat kesal terhadap wanita-wanita itu yang membunuh orang dengan mata tidak berkedip!

Li Yuan-wai cukup royal, dengan seratus liang perak dia membeli kereta ini bersama kudanya, majikan kereta merasa gembira mendapat keuntungan.

Hanya saja semua orang tidak mengerti kenapa tuan muda 'agung' yang berpakaian menyolok ini, bisa berbuat demikian.

0ooo(dw)ooo0 Tidak disangka dalam keadaan begini, disaat begini, Li Yuan-wai bisa bertemu dengan Ouwyang Wu-shuang....

Li Yuan-wai yang duduk di atas kereta, dua tangan yang memegang tali kuda sedikit gemetar.

Dia sulit percaya, tapi terpaksa percaya kenyataan ini.

Sekarang walau hari sudah senja, tapi matahari senja yang menyorot wajahnya begitu jelas dan begitu nyata.

Dia berdiri ditengah jalan raya seorang diri, sepertinya sudah menunggu lama sekali.

Dua orang yang terdiam akhirnya saling menatap, sepertinya sahabat yang lama berpisah dan menanyakan bagaimana kabar selama ini?' Pelan-pelan sinar mata Ouwyang Wu-shuang berubah seperti kehilangan perasaan, digantikan dengan sinar kemarahan, semakin lama tampak semakin membara.

Mulut Li Yuan-wai seperti penuh dengan pasir, tubuhnya tidak tahan bergetar, dia tertawa pahit.

"Li Yuan-wai...."

Disaat ini Ouwyang Wu-shuang tibatiba dengan keras berteriak.

"Xiao Shuang, aku...."

Li Yuan-wai tergagap.

"Kau tidak perlu banyak bicara, sekarang kau lepaskan dulu enam orang di belakangmu itu."

"Ke.... kenapa?"

Tanya Li Yuan-wai dengan tidak mengerti.

"Karena mereka semua adalah wanita yang patut dikasihani, juga adalah orang-orangku."

"Orang-orangmu?!"

Tanya Li Yuan-wai merasa terkejut.

"Benar, orang-orangku."

Jawab Ouwyang Wu-shuang dengan pasti.

Menandakan apakah ini?

Apakah benar, sebelum Ouwyang Wu-shuang berhasil membunuh Li Yuan-wai, dia tidak akan berhenti?

Apakah dia masih kurang cukup telah mencelakakan dia?

Ada dendam apa yang memaksa dia bisa melakukan semua ini?

Orang luar tidak mengerti, Li Yuan-wai juga tidak mengerti.

"Karena apa mereka datang ingin membunuh aku...."

"Tidak salah, aku yang mengutus mereka."

Tadinya dia berharap ini adalah salah paham.

Li Yuan-wai bukan sekali saja memberitahu alasannya, bahwa semua adalah salah paham, Xiao Shuang pasti tidak mempunyai alasan bisa membenci dirinya sampai taraf demikian.

Sekarang mendengar nada lawan bicaranya yang begitu teguh, sikapnya sedikit pun tidak disembunyikan, ekspresi yang begitu pasti, seketika membuat kepala Li Yuan-wai sampai membesar.

Dengan hati yang sakit dia memandang wanita cantik di depannya, wanita yang pernah dicintainya, Li Yuan-wai dengah sedih berkata.

"Mengapa? mengapa?"

"Mengapa?! Seharusnya aku yang menanyaimu baru betul,"

Kata Ouwyang Wu-shuang dengan benci.

"Bertanya padaku?!"

Tanya Li Yuan-wai lebih banyak lagi.

"Kau mau melepaskan orang tidak?"

Ouwyang Wushuang bertanya lagi.

Li Yuan-wai sudah tahu setelah membebaskan orang, mungkin dia akan mendapat masalah yang lebih besar, tapi dia tetap membebaskannya, karena dia tidak pernah menolak permintaan Ouwyang Wu-shuang.

Ouwyang Wu-shuang menunggu sampai enam orang wanita buta itu dibebaskan semuanya, sesudah berada disisinya baru dia berkata.

"Bagus sekali, terima kasih."

"Tidak perlu terima kasih,"

Kata Li Yuan-wai yang berdiri disisi kereta dan tidak bisa berbuat apa apa.

"Sekarang kita bisa membuat perhitungan, Li Yuan-wai, aku tidak akan merasa berterima kasih karena kau sudah melepaskan mereka karena dosa-dosamu tidak cukup menebus masalahnya...."

Kata Ouwyang Wu-shuang sambil mengeluarkan pedang pendeknya. Melihat keadaannya tidak beres, Li Yuan-wai buru-buru berkata.

"Tunggu, Xiao Shuang, aku pikir di antara kita mungkin ada sedikit salah pahaman...."

"Salah paham?! Ha ha.... salah paham? Lihat mereka, Li Yuan-wai, kau lihat mereka, mereka satu pun tidak ada salah paham terhadap laki laki...."

Ouwyang Wu-shuang menggunakan tangan menunjuk enam wanita disisinya.

"Menurutmu bagaimana mereka bisa menjadi buta? Mereka semua menggunakan tangannya sendiri membutakan mata, karena mereka semua pernah ditipu laki-laki, juga semua telah salah melihat laki-laki, tentu saja mereka semua sudah membalaskan dendamnya, hanya aku yang masih belum membalas dendam denganmu, jika tidak aku juga akan sama seperti mereka, jadi seorang buta.... ha.... ha.... ha,"

Kata Ouwyang Wu-shuang seperti orang gila tertawa.

Li Yuan-wai melihat tingkahnya yang seperti gila, hatinya terkejut sulit dibayangkan.

Bagaimana pun dia tidak bisa terpikir, bagaimana bisa ada orang yang mau membutakan sepasang mata sendiri.

"Kau.... kau marah padaku?"

Tiba-tiba Ouwyang Wu-shuang dengan tenang berkata.

"Marah? Tidak, aku tidak marah padamu, aku hanya ingin kau mati."

"Sekarang aku mengerti, Xiao Dai ingin membunuhku.... Gai-bang mau menangkapku.... semua ini adalah.... adalah kau yang mengaturnya betul tidak?"

Kata Li Yuan-wai dengah sedih.

"Benar, semua ini memang aku yang mengaturnya, bagaimana? Apakah kau sudah jelas? Aku ingin selangkah demi selangkah mendesakmu, semua orang menghianatimu, saudaramu meninggalkanmu, lalu melihat kau tidak mempunyai jalan lagi, terakhir sedikit demi sedikit membunuhnmu, hanya saja kau sekarang hidupnya seperti sedang senang sekali, ini malah diluar dugaanku,"

Kata Ouwyang Wu-shuang dengan bengis.

Seorang wanita bisa membenci orang sampai demikian, walau dia adalah wanita yang sangat menarik, sekarang mana bisa dia masih menarik, sebaliknya malah jadi sedikit menakutkan orang.

Li Yuan-wai dengan hati sakit melihat pada wanita yang menjadi cinta pertamanya, di dasar hatinya timbul semacam ketakutan.

Dia tidak tahu apa yang membuat wanita ini bisa berubah begitu besar?

Dia juga tidak tahu kesalahan apa yang pernah diperbuat dirinya?

Maka dia berkata.

"Bisakah kau katakan, apa sebabnya semua?"

Dengan tertawa tajam, Ouwyang Wu-shuang seperti melihat setan pada Li Yuan-wai. Beberapa saat baru dia menghentikan tawa yang menusuk telinga itu, dengan pelan berkata.

"Apa yang telah kau perbuat, bagaimana kau bisa lupa? Kau bisa melupakan segalanya, tapi mana bisa melupakan tanda lahir yang ada di atas pantatmu?"

Seorang wanita yang seharusnya jangan sampai kehilangan kesopanan, karena di dalam memilih kata dia sudah tidak mempertimbangkan lagi kesopanan.

Kata-kata ini sebenarnya bisa membuat orang tertawa, tapi nyatanya tidak ada orang yang bisa tertawa.

Ouwyang Wu-shuang tidak tertawa.

Bagaimana Li Yuan-wai bisa tertawa?

Enam orang wanita yang matanya buta, mungkin ingin membunuh habis semua laki-laki didunia, tentu saja mereka juga tidak tertawa.

Perkataan lucu yang tidak bisa membuat orang tertawa mana bisa disebut perkataan lucu?

Buat Li Yuan-wai, perkataan ini mungkin sudah menjadi perkataan yang menginginkan nyawa orang.

"Kau.... kau bagaimana bisa tahu di.... ditubuhku ada tanda lahir?"

Tanya Li Yuan-wai dengan heran, karena rahasia ini sekarang sudah menjadi rahasia yang telah diketahui semua orang, untuk apa dia bertanya?

Mengandalkan tanda lahir Ouwyang Wu-shuang bisa membuat Gai-bang tidak bisa membantahnya, jadi dia seperti menangguk dosa yang tidak pernah ada.

"Jika ingin orang tidak tahu, jangan dia melakukannya."

Ini adalah satu pepatah, juga satu kata-kata tua.

Pepatah dan kata-kata tua yang bisa turun temurun digunakan, tentu saja merupakan satu kebenaran yang walau sepuluh ribu tahun pun tidak akan salah.

Jelas-jelas dirinya tidak pernah melakukan hal itu, dan orang lain semuanya tahu, jadi ini termasuk kebenaran yang bagaimana?

Maka ketika Li Yuan-wai mendengar Ouwyang Wushuang mengatakan dengan sinis dua kata ini, kemarahan dihatinya seperti qi melabrak banteng adu.

"Perkataan apa ini?"

"Apa kau tidak mengerti?"

Kata Ouwyang Wu-shuang tampaknya juga marah sekali.

"Kau.... kau tahu apa maksudku...."

"Aku tidak tahu apa maksudmu, aku hanya tahu jika kau ada keberanian melakukan hal yang tidak ingin diketahui orang, kenapa tidak berani mengakuinya."

"Aku.... aku, sebenarnya apa yang telah kulakukan? Xiao Shuang, anggap aku memohon, tolong jelaskan saja ok?"

Kata Li Yuan-wai pahit hampir menangis. Ouwyang Wu-shuang sekuatnya menahan emosi yang bergejolak, tapi tidak mampu menahan kebencian di dalam matanya.

"Aku sudah melihat tanda lahir itu, juga pernah mengusap tanda lahir itu."

"Pernah melihat?! Pernah mengusap?!"

Li Yuan-wai sudah mengerti.

Jika seorang wanita bisa melihat tempat dimana dirinya sendiri pun tidak bisa melihatnya, itu menandakan apa?

Jika dirinya sendiri tidak telanjang bulat, dan juga tidak pernah naik ranjang bersama dia, bagaimana dia bisa tahu?

Seorang wanita sampai harga dirinya juga tidak diperdulikan lagi, apalagi berani mengumumkan pada dunia, apa Li Yuan-wai bisa tidak mengakuinya?

Apa Li Yuan-wai bisa mengakuinya?

Hal yang tidak pernah dilakukannya mana bisa dia mengakuinya?

0ooo(dw)ooo0 BAB 17 Kebencian di antara saudara "Kau masih tidak mengaku?"kata Yuan Di, Yuan Dashao yang wajahnya seperti setan mengerikan itu, melotot pada Polisi Setan di depannya.

Kepala Polisi Setan yang sedikit botak itu, mengeluarkan tetes-tetes keringat sebesar kacang kedele, dia sedang menahan kesakitan yang seperti puluhan ribu semut menggigit hati.

Zhan Long yang berada disisinya juga diikat dengan tali bergulung.

Ini adalah sebuah kamar batu yang menyeramkan seperti di dalam neraka.

Di lantai berserakan bermacam-macam alat untuk menyiksa orang, sampai-sampai dinding, diatap rumah juga tergantung ring untuk menggantung, katel minyak, dan beberapa permainan aneh yang tidak pernah dilihatnya.

Setiap hari Polisi Setan sudah sering keluar masuk penjara, dia pernah melihat bermacam-macam alat penyiksa, juga mengerti kegunaannya.

Tapi dia tidak terpikir di tempat ini, dia bisa melihat alatalat itu, hatinya terkejut dan bergetar.

Sekarang dia sedang digantung, paku-paku dipapan terpasang di belakang punggungnya dan sudah menusuk sedalam setengah nun, jari kakinya juga sudah tertancap tiga tusukan bambu.

'Sepuluh jari itu berhubungan langsung kehati', ditambah paku papan dipunggung, cara penyiksaan ini, siapa yang bisa menahannya?

Polisi Setan mengangkat kepalanya yang pucat abu-abu, wajah Polisi Setan yang sedikit pun tidak ada warna manusia, sudah tidak berbentuk karena menahan sakit.

"Kau.... kau ingin aku kata.... katakan apa lagi?"

Katanya dengan lemah.

"Hem!"

Yuan Di dengan keras berkata.

"Katakan kenapa sibelasteran itu tidak mati, katakan sejak kapan kalian mengetahui masalahnya ada yang tidak beres?"

"Kau.... kau seharusnya sudah tahu, dia adalah seorang.... laki-laki yang dapat menahan langit, berdiri tegak dibumi, mana bisa begitu gampang mati, kau saja tidak mati, dia mana.... bagaimana dia bisa mati? Aku sungguh tidak mengerti, ken.... kenapa kau bisa berbuat hal yang begitu.... kejam dan keji? Dia.... dia adalah saudara kandungmu sendiri...."

Setelah Polisi Setan selesai berkata, dia jadi gemetar terus karena sakitnya.

"Puih! Saudara? Saudara apa? sudah kukatakan aku tidak mempunyai saudara seperti dia, tidak tahu ujung pangkalnya tiba-tiba dia datang kekeluarga Yuan kami, makan di rumah kami, memakai barang kepunyaan kami, sampai akhirnya dia mau membagi harta warisan keluarga Yuan kami, mengandalkan apa dia ingin melangkahi aku disegala bidang? 'Naga Giok Yuan Ershao', mengapa orang hanya tahu Yuan Ershao saja, apakah aku yang menjadi tuan muda besar asli, harus kalah dengan dia di segala bidang? Dia hanyalah blasteran, blasteran yang sumbernya tidak jelas! Kalian tahu tidak...."

Yuan Di berteriak marah marah, sepasang matanya seperti ingin memancarkan api.

Blasteran?

Seketika Polisi Setan dan Zhan Long yang bergulung di tanah merekajadi mengerti semuanya.

Hanya mereka tidak tahu mengapa dengkinya hati seseorang bisa sebesar ini, menakutkan sekali?

Walau benar Yuan Ershao bukan saudara, kandungnya, tapi bagaimana pun mereka telah hidup bersama banyak tahun!

Harta, nama, apa benar sepenting itu, saking pentingnya sampai mendesak Walet Tidak Kembali yang cukup ternama melakukan hal yang tidak berperasaan?

Walet Tidak Kembali, Walet Tidak Kembali jika ada permintaan pasti dikabulkan benar bukan?

Terhadap orang luar saja, bila ada permintaan pasti dikabulkan, kenapa terhadap orang yang tumbuh besar bersama tidak bisa menerimanya?

Polisi Setan mengeluh, di dalam hatinya berpikir, dia sebenarnya orang macam apa?

Apakah....

Apakah perbuatannya hanya untuk menutup telinga dan mata orang?

Apakah sifat dia semuanya palsu belaka?

"Kau....

kau apa gunanya melakukan perbuatan demikian?"

Tanya Polisi Setan mengeluh pelan. Yuan Di tertawa, tawanya terasa sangat dingin. Tiba-tiba dengan perlahan dia berkata.

"Satu gunung tidak bisa ada dua harimau, Perumahan Hui Yuan hanya ada satu majikan, satu majikan asli, apakah kau tahu? Di rumahku aku malah sepertinya seorang tamu, Sepertinya seluruh penghuni perumahan menganggap aku sebagai tamu, tingkah setiap orang terhadap aku bagaimana aku masih bisa menerimanya, disisi tempat tidurku, mana boleh ada orang lain bisa tidur nyenyak? Semua adalah milikku, semua milikku, kaumengerti tidak....?"

Ketika baru mulai bicara, suaranya masih tenang, akhirnya makin bicara makin emosi.

Sekarang Polisi Setan sudah mengerti semuanya, seseorang jika kelakuannya sudah sampai demikian, ini adalah perbuatan gila.

Keadaan hatinya sekarang sudah tidak ada satu orang pun bisa merubahnya.

"Kau.... kau apakah sungguh ingin dia mati baru hatimu merasa puas?"

"Benar, aku ingin dia segera mati, karena setelah dia mati, orang lain baru bisa melihat aku, juga aku bisa menonjolkan bahwa aku tidak kalah hebat dari dia.... sehari dia tidak mati, sehari aku tidak bisa tampil ke muka. Aku pernah menggunakan segala cara, mengadakan pendekatan pada seluruh pelayan rumah dan orang-orang dunia persilatan, tapi bukan saja aku gagal, aku juga putus harapan, kenapa? Kenapa? Kenapa di mata setiap orang hanya ada dia saja seorang? mengapa semua pembicaraan juga hanya ada dia? mengapa...."

Apakah wajah Yuan Dashao sekarang seperti seorang manusia?

Jika seorang manusia bagaimana bisa bertingkah begini menakutkan, memilih orang dan ingin menggigitnya.

Dia menggerak-gerakan sepasang kepalannya, matanya merah penuh dengan urat darah, wajahnya menyeramkan, gigi putih, dan mulutnya meraung-raung.

Banyak sebab yang terus menerus melanda, malah membuat Polisi Setan jadi bengong ketika ditanya.

Memang benar, didunia persilatan begitu menyebut Perumahan Hui Yuan, pertama-tama yang ada diingatan orang adalah Yuan Ershao yang termasyur di seluruh dunia, sesudah itu baru orang bisa teringat orang yang paling baik adalah Yuan Dashao.

Bicara dengan jujur Yuan Dashao juga bukan orang sembarangan, ilmu silatnya, kepandaian lainnya, perbuatannya juga lebih dari pada orang lain, tapi kenapa orang-orang malah lebih banyak membicarakan Yuan Ershao, jarang menyebut Yuan Dashao?

Polisi Setan tentu saja tidak bisa menjawab masalah ini, dan juga tidak tahu harus dari mana menjawab pertanyaannya.

Didunia memang juga banyak hal yang tidak perlu alasannya.

Ada orang beruntung, tentu saja ada orang tidak beruntung.

Ada orang ternamanya lebih cepat, tapi ada orang sudah berusaha seumur hidupnya, tetap saja tidak ternama.

Contoh, seperti ada orang telah melakukan satu hal yang kentut anjing juga tidak berhubungan, hal yang tidak begitu menggegerkan, tapi namanya jadi terkenal dan menggemparkan dunia.

Ada orang melakukan kebaikan seumur hidupnya, tapi akhirnya tidak mendapat apa pun juga.

Bukankah ini sangat bertentangan dan sangat tidak adil, juga tidak bisa berbuat apa apa?

0ooo(dw)ooo0

"Kau.... kau terlalu ekstrim, juga.... terlalu ambisius...."

Polisi Setan cuma bisa mengatakan begini. Dengan aneh dia melotot, Yuan Di tidak marah lagi katanya.

"Aku ambisius? Benar, aku memang ambisius, coba aku tanya padamu, siapa yang tidak ambisius? Kau, kau tidak ambisius? Kau seharian lari ketimur, lari ke barat, menangkap buronan, membekuk penjahat, tujuan akhir bukankah juga naik pangkat dan jadi kaya, bukankah itu ambisius? Ershao, dia mendongkel Qing Cheng, melabrak Wu Dang, naik ke Shao-lin yang mana yang bukan ambisius? Sudahlah, kau tidak perlu bicara tentang kehidupan, bicara kebenaran, tidak ada orang yang percaymu...."

Benar, orang-orang didunia ini siapa yang tidak ambisius? Orang memang biasa begitu, yang dikejar orang didunia persilatan malah lebih banyak? "Yuan Dashao, aku.... aku pikir caramu salah...."

Polisi Setan sungguh tidak tahu lagi harus bagaimana menyadarkan batu bandel ini.

"Aku tidak merasa aku salah, walau salah, aku juga akan meneruskannya, dulu aku pura-pura mati, hanya ingin dia terjerumus ke dalam jala yang telah aku siapkan, lalu tiba tiba saat dia tidak perhatian aku akan menghabisi dia, siapa tahu dia lebih licik, lebih licin dari pada aku, malah bisa membiarkan dirinya menerima nama yang busuk, membuat semua rencanaku gagal, aku juga tidak menduga wanita hina itu malah membantunya bersandiwara? Aku sangat membenci, benci pada mereka berdua sepasang binatang ini, aku menyayangkan, menyayangkan anakku Yuan Xing yang baru berusia empat tahun, aku juga memalukan, memalukan kau Polisi Jiang Nan yang ternama masih bisa percaya kata kata setan mereka? Apakah kau masih tidak mengerti apa tujuan mereka? Aku sudah mati, mereka mana mungkin membiarkan anakku, permainan ini anak tiga tahun pun tidak akan tertipu, hanya kalian yang percaya, benar, aku ingin membunuhnya, tapi diapun ingin menghilangkan aku? Sampai anak berusia empat tahun pun tidak bisa diampuni, malah kalian menghormatinya seperti menghormati dewa saja, melindungi dia, kalian.... kalian sungguh malah membantu kejahatan."

Masalah ini mengapa tiba-tiba bisa berubah jadi begitu kompleks?

Membingungkan?

Setelah Polisi Setan mendengar ceritanya Yuan Di, sungguh dia jadi tidak tahu harus percaya pada siapa?

Walau Yuan Di tidak dibenarka tindakannya, tapi bukankah Yuan Ershao juga banyak perbuatannya yang sulit dipercaya?

Apa lagi munculnya Xian Xian Nu, dan juga matinya anak berusia empat tahun itu, bukankah juga mengandung rahasia?

Katakanlah kebetulan, bagaimana bisa ada kejadian yang begitu banyak kebetulannya?

Wajah Polisi Setan sudah berkeringat dingin, sama sekali bukan kesakitan karena disiksa oleh alat penyiksa itu, tapi rasa dingin yang timbul di dasar hati.

Keringat dingin timbul karena sudah mencurigai teman baiknya, kehilangan kepercayaan.

Jika kau punya pengalaman, pernah dihianati oleh teman baik, kau tentu akan bisa merasakan perasaan hati dia sekarang.

Dia adalah polisi ternama yang pernah membongkar bermacam-macam perkara yang tidak terhitung banyaknya.

Dia tentu saja tahu, tidak ada satu hal yang selamanya tidak berubah, dan seseorang tidak pernah berubah selamanya.

Dia tentu saja juga tahu banyak hal yang jelas-jelas tidak mungkin terjadi atau bisa membuat orang tidak percaya tapi hal itu terjadi juga.

....

'Hati orang sulit ditebak', terhadap segala hal memang selalu ada curiga.

Ini adalah satu kepercayaan yang setiap penyidik harus menepatinya, maka di dalam hati Polisi Setan mulai ada satu ketakutan yang sulit dijelaskan.

Sekarang semua yang di depan mata, dia sedikit pun tidak merasa takut lagi, terpikir jika kenyataannya seperti yang dikatakan Yuan Di, dia sudah ketakutan, dan juga sangat takut.

0ooo(dw)ooo0 Dia tidak ingin bertanya, tidak berani bertanya, tapi terpaksa bertanya.

Polisi Setan dengan ragu-ragu akhirnya membuka mulut.

"Kau.... kau sudah tahu ada orang yang menyamar sebagai janda Yuan Dashao...."

Sepasang tangan Yuan Di mengepal erat sambil menggigit gigi berkata.

"Aku tentu saja tahu, aku juga tahu adik istri ku sejak dulu sudah menaruh hati pada dia, seorang yang tidak tahu malu, hal apa yang tidak bisa dilakukan? Aku hanya berharap hati kejamnya tidak sampai berani membunuh kakaknya sendiri...."

Seperti telah lupa akan sakitnya, Polisi Setan mendesak.

"Bagaimana ceritanya!?"

Yuan Di dengan sakit hati berkata.

"Dimana ada seorang istri pulang ke orang tuanya selama setengah tahun? Dan dimana ada seorang istri tega meninggalkan anak yang masih kecil dan suaminya? Dan siapa yang bisa membungkam berita kematianku? Mengapa dia tidak kembali lagi ke rumah?"

Polisi Setan seperti terjerumus ke dalam goa es, tidak tahan dia gemetar kedinginan.

Ini memang hal yang tidak masuk akal.

Keluarga Zhao di Jun Shan juga keluarga persilatan, jika terjadi hal yang sebesar ini, mana mungkin mereka tidak tahu?

mana bisa tidak mendengar dan tidak bertanya?

"Aku dengar istrimu tidak bisa silat?"

Polisi Setan bertanya lagi.

"Benar, keluarga Zhao di Jun Shan hanya dia sendiri yang tidak bisa silat, makanya Xian Xian Nu Zhao Pei Yan wanita hina itu menyamar sebagai dia, sungguh sangat kaku penanpilannya, orang yang matanya jeli bagaimana tidak tahu?"

Kata Yuan Di dengan kosong.

Polisi Setan jadi berpikir keras, apa yang sedang memikirkan?

Yuan Di juga seperti sedang mengingat, apa yang dia sedang pikirkan?

Dari sorot matanya yang kesakitan sepertinya bisa melihat emosi di dalam hatinya, apakah dia benar sedang teringat istri tercinta dan anak tersayang?

Atau terpikir semua kejadian yang mencelakakan dirinya, sebenarnya siapa yang memulai?

Zhan Long....

yang hanya tahu menolong orang, tidak tahu membunuh orang, keturunan 'Dewa Tabib Ahli Silat', saat ini entah sedang melamun apa.

Walau dia bergulung disudut, diikat seperti bacang, tapi sedikit rupa ketakutan pun tidak ada.

Apakah dia juga terjerumus ke dalam perkara yang kompleks ini?

Atau apakah dia juga terpikir dirinya, terpikir adik kandungnya....

Zhan Feng yang seperti orang asing?

0ooo(dw)ooo0 Sadar dari keadaan melamun, Yuan Di Yuan Dashao kembali kealam kenyataan.

Dia dengan dingin bertanya.

"Siapa yang mengatur pengganti yang mati itu?"

Disaat begini sepertinya sudah tidak ada kepengtingan menyembunyikan apa-apa.

Makanya Polisi Setan mengatakannya, sedikit pun tidak ada yang disisakan, juga tidak ada yang disembunyikan, semua dikatakannya.

Setelah mendengar kata-kata Polisi Setan, diluar dugaan Yuan Di tidak marah, dia dengan tawar berkata.

"Aku sudah tahu dia tidak akan begitu gampang mati, hanya tidak terpikirkan kau dan wanita hina itu bekerja sama.... tapi begini juga bagus, kita semua bisa secara terbuka bertarung, siapa pun tidak perlu ada kekhawatiran lagi, dan lagi didunia ini memangnya juga 'Yang sukses jadi raja, yang kalah jadi penjahat'.... tidak kuduga blasteran ini punya begitu banyak orang yang membantu...."

"Kau.... kau tahu?"

"Jika aku tidak tahu, apa aku masih bisa hidup sampai sekarang? Tapi ini juga tidak apa-apa, sekarang Tangan Cepat Xiao Dai sudah menjadi arwah di Jin Jiang, Li Yuanwai juga telah menjadi anjing di rumah duka, bukan hanya Gai-bang saja, semua orang-orang dunia persilatan juga akan memandang dia sebagai tikus menyeberangi jalan raya, kau sudah menjadi tawananku, mengenai tuan muda Zhan, sama sekali tidak bisa berbuat apa apa, aku tidak perlu takut karenanya? Tunggu sampai segalanya beres, aku akan melepas kalian...."

Polisi Setan dan Zhan Long berdua sungguh tidak menduga setelah mereka ditangkap oleh orang-orang Yuan Di, masalah diluar bisa terjadi perubahan yang begitu besar.

Namun mereka selain hanya bisa gelisah saja, sekarang bisa apa lagi?

Bagaimana pun mereka sendiri sekarang adalah dalam keadaan 'Budha tanah liat menyeberang sungai, melindungi diri sendiri juga susah'.

0ooo(dw)ooo0 Masalah yang ingin diketahui sudah didapatkan, tidak ada lagi yang mau ditanyakan, Yuan Di sudah tidak perlu lagi memakai alat penyiksa.

Makanya dia menurunkan Polisi Setan dan juga melepas tali yang mengikat Zhan Long, hanya meninggalkan perkataan yang membuat orang mau tawa susah menangis pun tidak bisa.

"Jaga dirimu."

Polisi Setan tidak tahu bagaimana menjaga dirinya, tapi dia tahu walau disisinya ada tabib yang telah menolong orang tidak terhitung banyaknya, tapi tetap tidak ada gunanya.

'Nyonya yang bagaimana pintar juga tidak dapat berbuat apa-apa jika tidak ada beras', di dalam rumah, di seluruh ruangannya kecuali alat penyiksa, tidak ada apa-apanya lagi, bagaimana menyuruh Zhan Long mengembangkan tangan ajaibnya itu?

Tentu saja, wajah putih abu-abu Polisi Setan dengan luka di seluruh tubuhnya, Zhan Long juga melihatnya, selain hanya bisa menghibur dengan tertawa pahit, dia sungguh tidak bisa berbuat apa-apa untuk meringankan sakitnya.

Pintu besi yang tebal dan berat sudah terbuka, Polisi Setan baru terpikir masih ada banyak pertanyaan yang belum jelas....

Yuan Ershao apakah dia tahu masalah kelahirannya?

Jika tidak tahu, bagaimana Yuan Dashao bisa tahu?

Ketika Yuan Dashao pura-pura mati, kemana saja dia pergi?

Apa yang dilakukannya?

Empat saksi yang tidak berdosa itu bagaimana matinya?

Dimana Ershao sekarang?

bagaimana dia harus bersikap terhadapnya?

Tentu saja dia juga tidak tahu mengapa dia bisa muncul di kamarnya Zhan Feng?

Dan juga tidak tahu dunia persilatan akan segera terjadi pertumpahan darah.

0ooo(dw)ooo0

"Kepala bagian Yao tidak akan mati, pisau itu tidak bisa membunuh orang."

Perkataan Tangan Cepat Xiao Dai belum lagi habis, dia merasakan pisau sipincang seperti ingin merobek dirinya dan telah memotong punggung sebelah kanan dirinya.

Seharusnya dia merasa sakit yang amat sangat, dan saat kesakitan itu mulai dirasakan, dia sudah mendengar suara patah tulang iga dirinya, disusul dengan pukulan keras di belakang pinggang membuat seluruh tubuhnya sepertinya hancur berantakan.

Dia telah melihat darah, darah dirinya sendiri.

Dan darah itu seperti sebaskom air merah api bunga Feng Xian, disemburkan orang keudara.

Dia lupa akan sakit, lupa akan luka, lebih lebih lupa segala sesuatu didunia ini.

Dia bisa melupakan segalanya, tapi mana bisa dia melupakan sepasang mata yang membuat dirinya seperti mandi angin musim semi, seperti minum air madu, mengapa sekarang semua bisa berubah dalam sekejap?

Dia bisa melupakan segalanya, tapi mana bisa dia melupakan pertarungan yang sangat tidak adil?

Dia bisa melupakan segalanya, tapi mana bisa dia melupakan janji yang dibuat oleh tiga orang yang usianya lebih besar lima kali lipat dari dirinya?

....

Aku tidak boleh mati, aku ingin membalasnya.

....

Aku ingin membuka kedok palsunya.

....

Aku ingin membunuh laki-laki sejati yang tidak menepati janji ini.

Seperti ada tenaga yang datang dari alam gaib.

Yang mempunyai kemampuan tersembunyi untuk terus hidup.

Xiao Dai mengikuti tenaga pukulan yang terakhir menimpa dirinya, dia mengangkat tangannya menutup jalan darah dipunggungnya, menghentikan aliran darah di tempat yang terluka, dan juga meminjam tenaga dorong yang besar itu berguling masuk ke dalam sungai.

Sekali masuk ke dalam air dia baru merasakan sakitnya yang tidak bisa ditahan, dalam bantingan yang seketika terjadi itu membuat dia mengerti satu hal.

Dia menahan nafas, sepertinya dia telah kembali kepada waktu yang dulu.

'Cara Nafas Kura-kura,' Xiao Dai pernah berlatih mengubur dirinya di dalam pasir.

0ooo(dw)ooo0 Jika seseorang kehilangan semangat untuk hidup, walau mendapat sedikit luka juga akan berubah menjadi luka besar malah bisa kehilangan nyawanya.

Sebaliknya, jika seseorang yang semangat hidupnya sangat kuat, di mata orang lain jelas sudah tidak ada harapan untuk hidup, tapi bisa dengan ajaibnya hidup kembali.

Dan lagi hidupnya sangat baik, hidupnya masih panjang.

Xiao Dai hanya berusia sembilan belas tahun.

Usia sembilan belas adalah usia yang seperti bunga, juga adalah usia dalam pertumbuhan.

Bagaimana dia bisa mati?

juga mana boleh dia mati?

Bagaimana pun di dalam keseluruhan cerita ini, dia adalah pemeran yang sangat penting, juga adalah pemeran yang disukai.

Orang baik tidak mati, orang yang disukai tentu saja lebih-lebih tidak boleh mati.

Maka dia tidak mati, tapi juga dengan mati tidak berbedajauh.

Karena dia hanya punya lebih satu nafas saja dibandingkan orang mati.

0ooo(dw)ooo0 Sinar matahari menyilaukan mata.

Bunga Ju memenuhi ruangan.

Saat Xiao Dai membuka mata, pandangan pertama yang dia lihat adalah bunga Ju yang memenuhi ruangan.

Yang besar, yang kecil, yang kuning, yang putih, yang ungu.

Yang kuncup, yang mekar, yang bergulung, yang seperti kepiting jalan.

Dia tidak tahu mengapa di rumah ini bisa begitu banyak bunga Ju?

Mungkin sinar matahari telah menyilaukan matanya!

Juga mungkin dia ingin tahu benarkah di sini adalah tanah nirmala, dia menutup kembali matanya.

Dia takut dirinya benar-benar telah mati, dia lebih takut pada bunga yang besar dan kecil, bentuknya tidak sama, warnanya juga berbeda, mungkin teman-teman dan sanak famili yang membawanya untuk menandakan ikut bela sungkawa.

Karena bunga Ju menandakan hilangnya roh.

Pelan-pelan mata yang tertutup dibukanya lagi, dengan susah payah dia tersenyum.

....

Dia menemukan dirinya masih tetap hidup, bukan dialam mimpi, juga bukan alamnya dewa.

Sekarang masih ada hal apa lagi yang lebih menggembirakan dari pada membuktikan bahwa dirinya masih hidup?

Maka tertawalah dia, walau sakit di seluruh tubuhnya hampir saja membuat dia mengucurkan air mata.

Bisa sakit tentu ada perasaan, ada perasaan tentu saja tidak mati, sehingga dia tahu dia masih hidup.

Dia kembali menutup matanya lagi, dia ingin dengan teliti, dan pelan-pelan merasakan apa perasaannya setelah dapat hidup kembali.

Tentu saja dia juga ingin mencium harumnya bunga yang memenuhi ruangan ini.

Dia merasa aneh mengapa dirinya selama ini tidak pernah merasakan bunga itu sangat menyenangkan dan begitu harum, Xiao Dai sudah mendengar suara tawa yang sudah hafal....

"Jika kau masih tidak ingin bangun, aku bisa membiarkan kau tidur panjang tidak bangun lagi, kau ingin memilih yang mana?" .... mendengar suara ini, Xiao Dai sudah mengerti mengapa dirinya bisa tidak mati. Dia mengeluh perlahan, pelan-pelan membuka matanya, terlihat wajah cantik yang bisa membuat hati orang sakit, juga sepertinya dia semakin cantik, saking cantiknya seperti akan menjadi dewi.

"Sobat, kau kan tidak bisu, kenapa tidak bicara? Hmm...."

Wajah Zhan Feng yang cantik, yang jaraknya cuma satu che, dengan nafas harum anggrek tertawa.

Seketika bunga Ju yang memenuhi ruangan seperti meredup banyak, baru saja Xiao Dai menggerakkan bibir ingin bicara.

"Aduh ibu...."

Dia berteriak, karena sakit yang amat sangat di seluruh tubuhnya.

Zhan Feng tertawa seperti ratusan bunga mekar yang begitu cantik, sangat cantik....

Xiao Dai kesakitan sampai keningnya bercucuran keringat dingin, tapi dia melihatnya sampai bengong, sangat tertegun....

Setelah beberapa saat, Zhan Feng dengan susah payah baru menghentikan tawa yang seperti bel perak itu, dengan terengah-engah berkata.

"Terima kasih, aku tidak punya anak baik sebesarmu...."

Orangnya cantik, kata-katanya nakal, walau ini hanya satu kata humor, tapi bukan kata humor yang setiap orang boleh mengatakannya.

Setelah Xiao Dai mendengarnya, bukan saja sedikit pun tidak marah, malah dengan bengong melihat orang di depannya sambil tertawa bodoh.

Memang benar, jika ada seorang gadis yang begitu cantik bisa berkelakar dengan dirinya, orang idiot mana yang bisa sungguh-sungguh marah?

bagaimana tega marah?

"Ma....

maaf, maaf, Xiao Dai, kau tidak marah kan...."

Kata Zhan Feng sedikit malu, seperti merasa gurauannya rada keterlaluan.

Xiao Dai ingin sekali makan 'tahu', tapi apa boleh buat sakitnya Xiao Dai sekarang hampir tidak tertahankan, terpaksa mulutnya berkata.

"Tidak, walau aku ingin marah juga sudah tidak ada tenaga...."

"Kenapa setiap kali bertemu denganmu, kata-kata pertamamu selalu membuat orang tidak berani menerimanya?"

Kata Zhan Feng, terpikir waktu dulu katakata pertama yang diucapkan Xiao Dai, tidak sadar dia tertawa sambil menutup mulut dengan tangan.

"Benarkah? Apa yang pernah kukatakan, kenapa aku tidak ingat lagi?"

Tentu saja dia tidak ingat lagi, walau dapat mengingatnya, Xiao Dai juga akan pura pura tidak ingat!

Ilmu pengobatan Zhan Feng sangat hebat, tapi Xiao Dai tidak terpikir bagaimana hebatnya sampai sedemikian, ajaibnya membuat orang melongo.

Dia tahu jika tidak ada Zhan Feng, nyawanya mungkin sudah melapor ke raja neraka, dia merasa berterima kasih dalam hati.

Perasaan terima kasih semacam ini sulit dirasakan orang, malah sudah sampai taraf seperti 'menghormati dewa', walau diluarnya dia masih tampak seperti biasa.

Walau dia tetap bebas tidak terikat, tapi dia tahu didunia ini tidak ada orang yang bisa mencelakai dirinya.

Tapi dia sekarang sedang berbaring, anggota tubuhnya susah digerakan, walau ada golok menekan lehernya juga dia tidak bisa mengadakan perlawanan.

Tapi jika golok ini menekan dileher Zhan Feng, Xiao Dai pasti bisa bergerak, dan juga gerakannya akan sangat cepat, gerakannya bisa membuat terkejut siapapun.

....

Melenggang didunia persilatan, dengan senang menyelesaikan budi dan dendam.

....

bagi laki-laki sejati budi dan dendam harus jelas, ada dendam harus dibereskan, ada budi juga mana bisa tidak mau membalasnya?

Tangan Cepat Xiao Dai tidak berani menyebut diri sebagai laki-laki sejati, namun dia pasti adalah orang yang menerima budi setitik, akan membalas dengan sebesar mata air.

Apa lagi dia sekarang bukan hanya menerima budi setitik.

Karena telah menyembuhkan penyakit bisunya, sudah cukup membuatnya membalas sebesar mata air.

Sekarang budinya bertambah dengan menyelamatkan nyawanya kembali, budi seperti ini mana bisa Xiao Dai membalasnya seumur hidup?

0ooo(dw)ooo0 Hari kesepuluh, Xiao Dai sudah sadar sepenuhnya selama sepuluh hari, dia masih tidak bisa bergerak, lebih lebih tidak bisa turun kelantai.

Maka dia juga sepuluh hari penuh berbaring di atas ranjang.

Tidurnya malah merupakan satu kenikmatan, tapi jika seorang tidur di atas ranjang selama sepuluh hari, itu bukan saja tidak nikmat, malah sebaliknya adalah hukuman, hidup menerima siksaan.

Karena luka ditubuhnya, membuat dia harus menahan rasa sakitnya, tapi dia merasa lebih baik lebih sakit lagi, seluruh tubuhnya seperti papan pintu kaku.

Begitulah manusia, saat tidak bisa bicara baru mengerti bisa bicara adalah hal yang begitu menyenangkan, dan ketika seluruh tubuh kaku seperti lumpuh, begitu bisa meloncat-loncat dan berlari-lari, baru merasakan bahwa itu satu kenikmatan, semacam kenikmatan yang menghabiskan uang pun tidak bisa membelinya.

Seperti kata-kata lama, seseorang yang kehilangan kesehatannya, baru mengerti mahalnya kesehatan, betul tidak?

0ooo(dw)ooo0 Ketika pagi, sinar pertama matahari sudah menyorot ke dalam rumah, Xiao Dai sudah bangun.

Dia membuka matanya melihat pelayan yang bernama Yi Hong membawa baskom dan alat pembersih lain masuk ke dalam.

Yi Hong, mungkin usianya sudah tiga puluh tahun lebih.

Walau dia sudah hampir mencapai wanita setengah tua, namun hatinya masih seperti gadis....

hatinya yang seperti mengerti, tapi juga seperti tidak mengerti.

Dia masih kelihatan cantik, wanita yang sudah matang, tapi malah seperti gadis besar berusia lima, enam belasan, terhadap apa pun merasa aneh, apa lagi terhadap laki-laki.

Dia menundukkan kepala, dia menaruh perhatian pada pot-pot bunga Ju yang bermacam ragam, yang ditaruh di lantai, sedangkan Xiao Dai terus memperhatikan dirinya.

Xiao Dai sudah banyak berhubungan dengan wanita, tapi tidak pernah bertemu dengan wanita yang seperti ini, seorang wanita walau memakai kaca pembesar juga tidak akan bisa melihatnya dengan jelas.

Dia hanya tahu dia dipanggil Yi Hong, memanggil Zhan Feng, Nona, kenyataannya apakah benar hubungan mereka adalah majikan dengan pelayan, Xiao Dai sangat curiga akan hal itu.

Tapi dia malas memikirkannya, juga tidak ingin memikirkannya, karena terhadap wanita, bukan saja hatinya sudah dingin, hatinya juga sudah sakit sekali.

Namun terhadap wanita, dia sungguh tidak tahu harus bagaimana menghadapinya, bagaimana pun seorang wanita telah hampir merengut nyawanya, sedangkan seorang wanita yang lain malah memberikan dia satu nyawa baru.

"Ah?! Tuan muda Dai kau sudah bangun?"

Menaruh baskomnya, Yi Hong mulai dengan pekerjaan beberapa hari ini, dia memeras handuk, melayani Xiao Dai membersihkan wajah. Setelah semuanya beres, dengan pelan Xiao Dai berkata.

"Terima kasih, kak Yi Hong."

"Tidak apa, kau sungguh sungkan.... oh benar, kau lapar tidak? Mau tidak aku ambilkan makanan?"

"Nanti saja, sekarang aku masih belum merasa lapar, apakah nona Zhan Feng sudah kembali?"

"Masih belum, tapi aku pikir tidak lama lagi dia akan datang, kali ini air bah sudah menghancurkan banyak rumah orang, juga melukai banyak orang, hai! Nonaku sungguh akan sibuk sekali...."

Kata Yi Hong sambil membereskan barang-barangnya, sambil menjawab pertanyaan Xiao Dai.

Xiao Dai sangat tidak biasa dipanggil orang 'Tuan muda Dai' tapi wanita ini malah senang memanggilnya begini, Xiao Dai terpaksa membiarkannya, siapa suruh ayah ibunya memberi nama ini pada dia?

Xiao Dai diam-diam menghitung hari, dia menemukan Zhan Feng telah meninggalkan rumah selama delapan hari, dan dia hanya bertemu dengannya cuma dua kali saja.

Tentu saja dia tahu nona Zhan Feng sekarang sedang sibuk menolong orang, bagaimana pun dia punya hati emas.

"Tuan.... tuan muda Dai, Tuan muda Dai...."

Yi Hong melihat Xiao Dai yang tiba-tiba tidak buka suara, maka dengan pelan memanggil dua kali.

"Ah?! Apa?! Kau memanggilku?"

Kata Xiao Dai kembali sadar. Yi Hong tertawa dengan malu berkata.

"Tuan muda Dai, nona kami menitip pesan, katanya obatmu harus diminum menurut jadwal, dan juga kau sama sekali tidak boleh sembarangan menggerakkan hawa murni, jika tidak tiga bulan bisa menyembuhkan luka, tapi tiga tahun baru bisa sembuh seluruhnya."

Xiao Dai terharu, orang ada diluar masih mengingat keadaan di sini, Xiao Dai berkata.

"Kak Yi Hong, aku tahu, kau tenang saja, nyawa aku adalah pemberian nona kalian, aku mana berani tidak menurutnya? Dan pula aku sungguh takut harus berbaring diranjang selama tiga tahun."

"Baguslah jika kau tahu, dirimu harus kau yang merawatnya."

Yi Hong setelah melirik sekali dengan pandangan aneh, mengambil lagi baskom lalu pergi keluar.

0ooo(dw)ooo0 Dia mengira tempatnya seharusnya Perumahan Zhan Bao, Xiao Dai tidak terpikir bahwa tempatnya dengan Perumahan Zhan Bao jauhnya ada ratusan li, dia sekarang berada di gunung E Mei.

Disenja hari keenam belas, Zhan Feng sudah kembali, dia terlihat kotor dan penuh debu dan sedikit kelelahan, tapi tetap dengan teliti memeriksa lukanya Xiao Dai.

Dia lalu membuat penyangga dengan kayu kecil, lalu mengikatkan dari pinggang sampai leher Xiao Dai supaya tidak bisa berobah, dan mengeluarkan kata-kata yang Xiao Dai merasa gembira.

"Kau sekarang sudah boleh turun dari ranjang, juga boleh jalan-jalan, tentu saja harus hati-hati sekali, jika lukanya terusik, sakitnya bisa membuat kau berteriak minta tolong!"

Seseorang yang sudah berbaring di dalam rumah selama sepuluh hari lebih, sekali dibolehkan turun ranjang, yang paling dia harapkan tentu saja melihat-lihat keluar.

"Di.... ini bukan rumahmu?"

Tanya Xiao Dai sedikit terkejut.

"Ini kenapa harus aneh? Ini tentu saja rumahku."

"Tapi rumahmu tidak seperti ini...."

Zhan Feng mengerti maksud Xiao Dai, dia tertawa sampai membungkuk berkata.

"Tidak ada orang yang menentukan, seorang hanya boleh mempunyai satu rumah, benar tidak? Kelinci juga punya tiga goa, apa lagi orang...."

Xiao Dai tidak mengerti mengapa manusia dibandingkan dengan kelinci.

"Melihat wajahmu yang terkejut, sepertinya kau menemukan hal yang sangat luar biasa.... kuberi! Aku punya banyak tempat, di sini hanya salah satunya saja, lagi pula hari itu ketika aku menemukanmu, aku tidak tahu kau sudah berapa lama berendam di dalam air, tempat ini paling dekat, makanya aku terpaksa membawamu kesini."kata Zhan Feng menerangkan.

"Kalau begitu, dimana ini?"

"Pegunungan E Mei."

Wajah Xiao Dai sekarang tampak sangat lucu, bayangkan saja, tubuhnya dipasang penyangga kayu yang bentuknya aneh, mana bisa terlihat bagus?

Melihat gunung yang samar-samar, Xiao Dai dengan wajah pahit berkata.

"Ini.... ini barang yang rupanya jelek ini, sampai kapan baru dapat dilepaskan?"

"Aku tidak berani mengatakannya, harus melihat kesembuhanmu baru bisa ditetapkan, Menapa? Kau baru saja bisa berjalan, apa kau sudah ingin 'lari'?"

Kata Zhan Feng tidak tahu dengan sengaja atau tidak sengaja berkata itu.

"Tidak, tidak, kau salah paham, aku.... aku hanya tidak biasa tersiksa seperti ini...."

"Apa boleh buat, kalau mau menyalahkan salahkanlah dirimu kenapa tidak bisa menghadapi lawanmu."

Mendengar kata kata ini, wajah Xiao Dai menjadi muram.

"Kuberitahu satu berita buruk buatmu, sekarang orang diluar semua sudah mengatakan kau sudah mati, dan Li Yuan-wai juga sudah jadi pengkhianat Gai-bang, dia jadi buronan...."

Kata Zhan Feng sambil memperhatikan wajah Xiao Dai.

"Pengkhianat? Li Yuan-wai jadi pengkhianat Gai-bang? apa sebenarnya yang terjadi?"

Terhadap kematian dirinya, Xiao Dai sepertinya tidak perhatian, tapi terhadap Li Yuan-wai yang menjadi pengkhianat Gai-bang dia terkejut.

Zhan Feng tentu saja telah memperhatikan reaksinya Xiao Dai, namun dia malah berkata.

"Sepertinya Li Yuanwai telah masuk satu organisasi yang disebut.... disebut Ju Men."

"Ju Men? (Perkumpulan Bunga Ju)"

Xiao Dai menyebut dengan pelan nama organisasi yang tidak pernah mendengarnya ini. Dengan ekspresi yang penuh pertanyaan, Xiao Dai berkata.

"Organisasi macam apa ini? Sepertinya tidak pernah ada orang menyebutnya."

"Tentu saja kau tidak pernah mendengar, organisasi ini baru muncul setelah pertempuran di Gedung Wang Jiang, tapi akhir-akhir ini didunia persilatan sepertinya sedang membicarakan hal ini, karena organisasi ini bukan saja sangat misterius, juga samar-samar telah menguasai Jiang Nan dan Jiang Bei, hingga sudah banyak orang-orang dunia persilatan yang ternama bergabung dengan dia...."

"Lalu bagaimana cara kerja mereka? Dan apa tujuannya? Apa hanya karena ingin mendirikan perkumpulan saja?"

Orang dunia persilatan, masalah dunia persilatan, tadinya Xiao Dai juga orang dunia persilatan, terhadap masalah dunia persilatan mana bisa dia tidak perhatian?

Apa lagi ketika dia tahu Li Yuan-wai juga telah bergabung dengan organisasi misterius ini, dia tentu saja akan bertanya.

"Rincinya aku juga tidak tahu, tapi yang mereka terima semuanya adalah orang-orang dunia persilatan yang pernah terluka perasaannya,"

Kata Zhan Feng.

"Ooo, sungguh sebuah organisasi aneh, aku lihat aku sekarang ini juga adalah orang yang akan mereka terima."

Xiao Dai seperti sembarangan saja berkata, apakah dia teringat sesuatu lagi? Zhan Feng membalikkan tubuhnya, mungkin sekarang keadaan Xiao Dai adalah saat yang paling serius seumur hidupnya.

"Tidak, mulai sekarang aku harus berpikir dan selanjutnya aku tidak akan memikirkan dia lagi, disaat aku bertarung dengan Yao Bo-nan, aku tiba-tiba merasakan aku kehilangan tenaga, mulai dari saat itu aku sudah mengerti semuanya. Terhadap dia aku tidak membenci, bagaimana pun aku pernah mencintai dia sangat dalam; hanya aku tidak mengerti mengapa dia ingin aku dengan Li Yuan-wai mati bersamaan? Kau adalah wanita, juga teman baik dia, apakah kau bisa beritahu aku?"

Tidak diduga wajah Xiao Dai bisa begitu serius, juga tidak diduga Xiao Dai bisa menanyakan pertanyaan ini pada dirinya, Zhan Feng sesaat terbengong.

"Kau sudah tidak mencintai dia?"

"Cinta?"

Xiao Dai tertawa tidak bersuara berkata.

"Apakah kau bisa mencintai seseorang yang berupaya dengan segala cara ingin membunuhmu dan orang itu adalah teman yang paling baik?"

Mata Zhan Feng tiba-tiba terkilas sedikit rasa tidak tenang, dia dengan gagap berkata.

"Kau.... cerita hubungan kalian aku tidak begitu jelas, makanya aku juga tidak tahu kenapa dia bisa berbuat demikian.... dan juga, dia bukan temanku."

Kali ini Xiao Dai benar-benar seperti bodoh, dia melotot dengan mata aneh berkata.

"Dia bukan temanmu? Tapi aku jelas-jelas melihat kau dengan dia begitu akrab...."

"Kalau akrab apa bisa dikatakan teman? Apalagi teman bisa dibagi banyak macam, aku kenal dia, hanya karena aku pernah mengobatinya, walau dia dimana-mana berbohong aku adalah teman baiknya, jujur saja, selain hanya tahu dia dipanggil Ouwyang Wu-shuang yang mempunyai suami kaya, yang lainnya aku sama sekali tidak tahu. Dan lagi setiap kali, dia yang mencari aku, sampai dia tinggal dimana akupun tidak tahu, jika ini juga bisa dianggap teman, mungkin teman semacam ini dihitung pun tidak akan ada habisnya, karena setiap yang pernah aku obati banyaknya sampai aku sendiri pun tidak tahu sudah ada seberapa?"

Tidak diduga Zhan Feng dengan Ouwyang Wu-shuang adalah 'teman' semacam ini.

Benar, teman bisa dibagi banyak macam, ada teman sehidup semati, adajuga teman yang hanya menganggukkan kepala, ada teman baik, ada juga teman jelek; ada teman senasib sepenanggungan, tentu saja juga ada teman makan daging dan arak.

Makanya orang yang berhubungan bisnis bisa disebut teman, jadi antara tabib dengan pasien kenapa tidak bisa disebut teman?

0ooo(dw)ooo0 Matahari senja sangat indah, tapi jika ada seorang wanita cantik berdiri di bawah matahari senja, matanya orangorang pasti yang terlihat hanya wanita cantiknya.

Seorang cantik yang berbohong, tentu saja kata-kata bohongnya cantik.

Dan kata-kata bohong yang cantik ada kalanya malah membuat orang tidak tega membongkarnya.

Apa lagi Xiao Dai, sekarang dia hanya ingin melupakan, maka mana mungkin dia bertanya terus?

Perkataannya Zhan Feng, tentu saja Xiao Dai percaya dan patuh, bahkan jika Zhan Feng mau dia sekarang mati, Xiao Dai mungkin tidak akan ragu-ragu melaksanakan keinginannya.

Karena sekarang dia masih bisa hidup semua adalah pemberian Zhan Feng.

0ooo(dw)ooo0 Zhan Feng sudah pergi lagi, dia kembali dengan terburuburu pergi, meskipun dia sebenarnya tidak bisa pergi meninggalkan Xiao Dai begitu saja.

Bagaimana pun korban air bah Sungai Jia Ling, ada ribuan orang bahkan puluhan ribu orang, mereka menunggu pertolongannya, makanya dia kembali hanya makan satu kali, dan meninggalkan penyangga yang rupanya aneh ini.

Untungnya sebelum dia pergi, pada Xiao Dai dia berkata penyangga ini boleh dilepaskan saat tidur, jika tidak Xiao Dai sungguh tidak tahu bagaimana caranya berbaring di atas ranjang.

0ooo(dw)ooo0 BAB 18 Pedang wanita buta Enam buah pedang.

Walau enam buah pedang ini ada di tangan enam wanita yang matanya telah buta, tapi Li Yuan-wai tahu enam buah pedang ini seperti mempunyai mata.

Dia pernah menghadapinya, malah dalam keadaan telanjang bulat dia berlari mengelilingi kolam dikejar oleh mereka.

Pedangnya dingin, tapi masih tidak seberapa dibanding salju dingin diwajarinya.

Sekarang enam orang buta itu telah mengurung Li Yuanwai, tinggal menunggu perintah.

Walau orang buta itu wajahnya tidak berekspresi, tapi Li Yuan-wai bisa merasakan enam orang buta ini semuanya seperti ingin membunuh orang.

Jika ada satu saja perkataan yang tidak enak terucapkan, tentu akan terjadi....

Pada saat ini mau tidak mau Li Yuan-wai harus bertanya, karena jika dia tidak bertanya mungkin dia sudah tidak ada kesempatan untuk bertanya lagi.

"Xiao.... Xiao Shuang, dimana.... dimana kau pernah melihat aku.... di atas tubuhku...."

Perkataan Li Yuan-wai tampak gugup sekali sampai satu kalimat pun dia tidak bisa mengucapkan dengan jelas.

"Saat diranjang, apa kau kira seorang wanita gampang melihat ciri laki-laki yang berada di atas pantatnya?"

Ouwyang Wu-shuang langsung menjawab, malah dalam perkataannya mengandung ejekan.

"Kau.... maukah.... melihat sekali lagi?!"

Kata Li Yuanwai tampak seperti dicekik lehernya, wajah dan telinga menjadi merah.

Perkataan apa ini?!

Tentu saja Li Yuan-wai sedikit pun tidak mempunyai pikiran tidak sopan pada lawan bicaranya, dia hanya ingin memastikan apakah dirinya betul-betul jahanam itu.

Namun perkataan yang pantas, jika diucapkan oleh seorang tolol, biasanya malah sering menjadi perkataan yang tidak pantas.

Li Yuan-wai tidak tolol, tapi justru tidak tahu mengapa dia bisa mengucapkan perkataan ini.

Mungkin karena keadaannya mendesak!

Maka diajadi tidak lancar memilih perkataannya.

Setiap wanita yang mendengar perkataan tidak pantas ini, tentu saja akan menjadi marah.

"Li.... Li Yuan-wai, kau anggap apa aku ini?! Kau kira yang tumbuh di tempat itu bunga?"

Teriak Ouwyang Wushuang dengan marah.

Li Yuan-wai mengerti lawan bicaranya salah mengerti, Li Yuan-wai sungguh ingin sekali menggigit putus lidah sendiri, dia semakin gagap, juga semakin gelisah katanya.

"Xiao.... Xiao Shuang, aku.... aku ingin.... aku ingin...."

"Ingin?! Li Yuan-wai, aku beritahu, seumur hidupmu jangan harap bisa mendapatkan diriku. Aku bisa mengijinkan semua laki-laki didunia jika ingin bermain.... justru kau yang tidak boleh, aku.... aku bisa begini semuanya karena dirimu, semua karena kau, babi, yang mengakibatkannya, ha.... ha.... Tahan!"

Kau buka mata lihat, lihat bagaimana aku mencincang tubuh binatang ini.

Sepasang matanya sudah menjadi semerah darah, dia sudah seperti gila berteriak-teriak.

Untung Li Yuan-wai tidak terpikir lebih jelek, dia masih ingin menjelaskan, tapi sudah tidak keburu.

"Bunuh....!"

Tiba-tiba Ouwyang Wu-shuang berteriak keras.

Segera enam buah pedang membentuk satu sinar dingin menyerang depan belakang kiri kanannya Li Yuan-wai.

Kasihan Li Yuan-wai, di tangannya tidak ada besi satu cun juga, dia hanya bisa menghindar kekiri berkelit kekanan.

Karena terlalu menyolok mata tongkat pemukul anjing yang bertahun-tahun tidak pernah ditinggalkan sudah dia sembunyikan, dia masih belum sempat membeli sebuah senjata yang cocok untuknya, sampai dia bertemu keadaan yang demikian.

Untung jurus satu-satunya dia....

Delapan Belas Langkah Gila, sudah matang dilatihnya, jika tidak, mungkin sudah dari tadi dia tidak bisa 'menutup' enam orang wanita buta ini.

0ooo(dw)ooo0 Jika seseorang berbuat nekad membutakan matanya sendiri, terhadap hidup atau mati pasti sudah tawar.

Jika seorang yang tidak ingin mati bertemu enam orang yang setiap saat tidak perduli mati, mana bisa menghadapinya?

Di dalam hati Li Yuan-wai mengeluh, sungguh dia bernasib tidak baik, baru saja dia bisa mengenakan baju baru, baju barunya sekarang sudah hampir menjadi baju hancur.

"Ssst!"

Terdengar suara kain robek, sebuah lagi pedang tajam telah merobek baju bagian bawahnya.

Situasi pertempuran semakin seru, dan Li Yuan-wai semakin lama semakin terdesak.

Sekarang bukan saja bajunya sudah compang-camping, lengannya juga sudah mendapat luka dan darah mulai menetes keluar.

Ketika Ouwyang Wu-shuang melihat Li Yuan-wai sudah mengeluarkan darah, hatinya menjadi kram.

Wanita macam apa ini?

Mengapa begitu melihat darah, dia jadi begitu gembira?

Li Yuan-wai bukan tidak pernah berkelahi dengan wanita.

Dia pernah bertarung dengan wanita yang hebat ilmu silatnya.

Terhadap enam wanita yang matanya buta, dia malah merasa sedikit tidak tega.

Tapi ketika dia merasa enam orang wanita ini ingin mengambil nyawanya, dia mulai mengadakan perlawanan.

Tapi dia tidak ingin membunuh orang, apa lagi membunuh wanita yang telah buta.

Makanya....

Hampir dalam waktu bersamaan, satu jeritan ngeri terdengar.

Enam buah pedang semuanya sudah jatuh di atas tanah, tangan yang tadinya memegang pedang semuanya telah ditusuk oleh sebuah jarum....

sebuah jarum sulam nomor besar.

Enam buah jarum ini adalah satu-satunya senjata Li Yuan-wai, tidak diragukan lagi adalah senjata penolong nyawanya.

Jarum sulam memang bisa membelah udara tanpa bersuara, pendengaran seorang buta biasanya lebih tajam dan refleknya lebih cepat, tetap tidak bisa menghindar serangan Li Yuan-wai.

0ooo(dw)ooo0 Orang yang bisa memukul anjing, kemampuan melarikan dirinya pasti tidakjelek.

Karena sekali waktu jika anjingnya tidak kena dipukul dan lari, maka anjingnya harus dikejar.

Li Yuan-wai telah lari, seperti mengejar anjing lari.

Orang bilang jika bertemu wanita yang sembarangan bicara dan tidak menurut aturan, cara yang paling baik adalah menghindarinya, lebih jauh lebih baik.

Li Yuan-wai telah bertemu dengan wanita itu, bukankah lebih baik dia menghindarinya?

Karena bukan saja dia tidak sopan, juga telah berbicara sembarangan.

Seorang laki-laki jika sampai mau menanggalkan celananya, untuk membuktikan dirinya tidak bersalah, tentu saja tidak akan diterima oleh lawannya, jika dia tidak lari masih mau menunggu apalagi?

Sambil berlari Li Yuan-wai berpikir, urusan pertama yang akan dilakukannya sekarang adalah segera membeli sebuah pedang atau golok.

Jika tidak dalam situasi tikus menyeberang jalan, orangorang berteriak sambil memukul, siapa yang bisa menjamin, dia bisa bertemu lagi persoalan yang tidak tahu ujung pangkalnya dan bertemu orang yang juga tidak tahu ujung pangkalnya terus menyerangnya.

Selain itu di dalam hati dia sudah mengerti, mengapa Xiao Shuang membenci dirinya sampai sedalam itu.

Ternyata ada orang yang menyamar sebagai dirinya untuk mendapatkan keuntungan, dan meninggalkan kesalahan pada dirinya.

Dia tidak tahu siapa orangnya itu?

Lebih-lebih tidak tahu bagaimana sampai dia tidak mengenal orang itu?

Tapi dia sudah memastikan satu hal, orang yang sedang menikmati hasil perbuatannya, menunggu dirinya membayar, pasti adalah temannya, juga teman yang tahu dipantatnya ada apa saja.

Diam-diam dia bersumpah, dia harus menemukan pelakunya, jika tidak, tidak mencium bau panggang daging kambing, tubuhnya malah bau kambing.

Tapi dia tidak bisa menduga siapa yang begitu bejat moralnya?

Dan tahu tanda rahasia di atas pantatnya?

Tiba-tiba Li Yuan-wai menghentikan langkahnya.

Apa mungkin dia?!

Jika bukan dia, mengapa dirinya begitu penurut?

Sampai jika dia menginginkan dirinya bunuh diri, dia akan melakukannya.

Apakah dia yang melakukan ini?

Satu yang paling penting adalah tanda ditubuhnya kecuali ayah dan ibunya, hanya dia seorang yang tahu.

Li Yuan-wai berdiri di bawah sinar matahari, keringat yang mengucur malah keringat dingin.

Jika seseorang mempunyai teman yang baik, kemungkinan teman baiknya yang bisa menjerumuskan dirinya; yang tidak setia kawan, bagaimana bisa dia tidak mengucurkan keringat dingin?

Pisau itu, pisau yang membunuh Kepala bagian Yao....

Ditumpukan benang yang kusut, jika bisa menemukan kepala benangnya tentu akan mudah membereskan benang kusutnya.

Li Yuan-wai terpikir kenapa pisau yang tidak bisa membunuh orang, bisa berubah jadi bisa membunuh orang.

Tentu Xiao Dai sengaja, dia ingin membuat dirinya lengah, rupanya dia sudah berniat untuk membunuh dirinya.

"Bagus, bagus, Tangan Cepat Xiao Dai, anggap saja kucuran air mataku yang begitu banyak adalah sia-sia, aku sungguh tidak mengira kau adalah orang yang berhati serigala, berparu-paru anjing...."

Li Yuan-wai menatap keujung langit dengan kesal memaki.

"Sialan, ini baru betul, melakukan kejahatan mendapat balasan kejahatan, tapi kematianmu terlalu enak, malah telah mencelakakan aku, hingga selamanya aku tidak bisa membersihkan nama baikku, kau.... kau anak sialan, kau sungguh pintar, walau sudah mati juga tidak membiarkan aku hidup senang didunia, sungguh kejam, kau sialan sungguh kejam...."

Kebencian Li Yuan-wai terhadap Xiao Dai sekarang, mungkin jika dia bisa menemukan kuburannya Xiao Dai, dia akan mengeluarkannya dari kuburan dan menampar dia beberapa kali.

0ooo(dw)ooo0 Tahukah maksudnya 'Rumah bocor justru bertemu hujan semalaman'?

Li Yuan-wai sekarang sudah mengalaminya, juga bukan hujan kecil, tapi hujan yang lebat sekali.

Li Yuan-wai tidak mengerti mengapa setiap dirinya berteduh dari hujan selalu bertemu dengan orang, orang yang justru dia tidak ingin bertemu.

Walau sekarang hari sudah hampir malam, dan juga sedang hujan lebat, ketika berdiri di dalam bangunan ini, Li Yuan-wai melihat orang yang berbaju hitam bercadar sedang berlari menuju kepadanya, orang ini sepertinya juga telah melihat dirinya.

"Sangat kebetulan bukan?"

Kata Li Yuan-wai tertawa, sambil menyapa orang yang datang ini.

"Orang dimana saja bisa bertemu, Hartawan Li, kelihatannya persoalan kita siapa pun tidak bisa menghindar,"

Kata Orang bercadar dengan tawar sambil masuk ke dalam bangunan.

"Aku rada ingat orang pernah memanggil kau Qin Shao Fei, Apakah benar jika kau melakukan pekerjaan, selalu tidak ingin dilihat orang? apa harus selalu memakai cadar?"

"Hartawan Li, aku harap ilmu silatmu sama lihaynya seperti mulutmu."

"Iri! Kenapa! Dulu aku pernah bertarung denganmu tanpa alasan yang jelas, mengapa sesudah lewat begitu lama, kau masih marah juga?"

Setelah "Hem!"

Yang dingin sekali, orang bercadar itu berkata.

"Sebenarnya masalahnya sudah lewat dan sudah tidak ada apa-apa, tapi mulutmu menyebalkan, hingga aku sulit menekan amarahku, selain itu aku ingin membuktikan, sebenarnya siapa yang bakal dipukul sampai harus mencari kemana-mana giginya di tanah."

Ternyata dia masih ingat kata-kata ejekan Li Yuan-wai. Saat ini Li Yuan-wai sungguh tidak ingin bertarung dengannya, tapi melihat lagaknya, mau tidak mau dia harus melayani.

"Hai! Aku sungguh kagum padamu, mengapa kau seorang pria besar tapi hatinya begitu kecil?"

Kata Li Yuanwai mengeluh.

"Jangan banyak omong kosong, Hartawan Li, hari ini aku mau lihat siapa lagi yang akan membantumu."

"Bu.... buat apa? saat hujan ini, hanya ada kita berdua, bagaimana kalau kita ngobrol-ngobrol saja bukankah lebih baik? mengapa harus mengadu senjata? Lagi pula aku kan tidak mencuri istrimu, mengapa kita harus bermusuhan?"

Makin Li Yuan-wai berkata, penyakit lamanya menjadi kambuh lagi, tampaknya sebelum mendapat keuntungan dari lawannya, dia belum puas.

"Hartawan Li, mulutmu penuh kotoran...."

Begitu orang bercadar berkata habis, pedang di tangan kirinya sudah seperti sinar kilat, datang menyerang. Li Yuan-wai mendadak berteriak aneh sambil menghindar kesamping, mulutnya berteriak-teriak.

"Hey, hey, kau ini mengapa baru saja berkata pukul langsung memukul...."

Gerakan tangan orang bercadar itu tidak melambat, sambil tertawa berkata.

"Aku belajar darimu, anak kesayanganku, kau terima saja!"

"Sialan, Qin Shao Fei, kau sungguh kejam...."

Dalam sehari ini Li Yuan-wai sudah mengalami dua perkelahian, dia belum sempat makan dan minum, tubuhnya terasa lemas, lagi pula orang bercadar yang dipanggil Qin Shao Fei ini memang juga tidak lemah, pedang di tangannya pada malam hari dalam hujan ini lebih mirip kilatan petir, sedikit pun tidak memberi ampun, terus menyerangnya.

Tentu saja siapa kalah siapa menang segera terlihat, baju baru Li Yuan-wai yang sudah sobek dimana-mana, sekarang jadi lebih bagus lagi, walau seorang pengemis!

Paling sedikit juga tidak seperti dia yang begitu berantakan.

"Pen.... pendekar besar.... bercadar, kau.... kau sungguh ingin.... ingin membunuh.... sampai habis?"

Li Yuan-wai terengah-engah, meloncat kekiri menghindar kekanan, malah sudah menyebut lawan sebagai pendekar besar bercadar. Tapi apa boleh buat, Qin Shao Fei tidak menggubrisnya, dia terus menyerang.

"Tunggu, tunggu, Qin Shao Fei, walau ingin berkelahi juga harus jelas dulu, sialan, begini tidak jelas, kaya apa ini...."

Teriak Li Yuan-wai yang terdesak sampai jadi gelisah, dia bersalto kebelakang, tidak memperdulikan sedang hujan lebat, dia menghindar keluar bangunan.

Qin Shao Fei tampak tidak mau basah, jadi dia tidak keluar mengejarnya, menggunakan pedang menunjuk pada Li Yuan-wai dia berkata.

"Hem! kukira kau setengah pengemis ini punya kehebatan apa, ternyata juga hanya begini saja, kelihatannya berita di dunia persilatan terlalu membesar-besarkan dirimu, katakan! Hartawan Li, jika kau ingin kentut cepat keluarkan."

Keadaan Li Yuan-wai dari kepala sampai kaki sudah basah kuyup, dia seperti ayam di dalam kuah, berdiri di dalam hujan, katanya.

"Aku pikir aku pernah bertemu denganmu."

Perkataannya seperti tidak ada artinya, Li Yuan-wai tentu saja pernah melihat lawannya.

Tapi perkataannya membuat orang bercadar terkejut.

Orang sengaja menutup wajahnya tentu tidak berani bertemu orang secara terbuka, kecuali wajahnya buruk, alasan yang lain adalah takut orang mengenal dirinya.

Orang bercadar itu mengerti maksud Li Yuan-wai, makanya dia sedikit terkejut.

"Kau tahu siapa aku?"

"Aku pikir aku sudah bisa menebaknya."

"Kau.... kau bagaimana bisa tahu?"

Li Yuan-wai menggelengkan kepala malah berkata.

"Kau tidak perlu bertanya, aku juga tidak akan mengatakannya."

"Kau takut apa?!"

Dengan tertawa, Li Yuan-wai berkata.

"Aku tentu saja takut, karena sekali aku mengatakannya, mungkin kau selamanya tidak akan melepaskan aku."

"Tapi kau harus tahu, meski kau tidak mengatakannya, aku tetap tidak akan melepaskanmu."

"Itu tidak sama."

"Mengapa tidak sama?"

"Karena sebelum aku mengatakannya, di dalam hatimu masih ada kesangsian, curiga sebenarnya aku tahu atau tidak siapa sebenarnya dirimu, tapi sekali aku mengatakannya, mulai dari sekarang mungkin kau akan terus mengikuti aku dari belakang, seperti bayangan, mau dibuang juga tidak bisa."

Orang bercadar seperti tidak mengerti apa maksud perkataan Li Yuan-wai, sorot matanya menunjukan tanda pertanyaan.

"Kau dan aku pernah berhubungan, kau seharusnya tahu ilmu silat kita tidak berbeda terlalu jauh, barusan karena di tanganku tidak ada satu cun besi, dan di dalam bangunan juga terlalu sempit, makanya aku hanya bisa menghindar, sekarang posisi sudah berbeda, aku diluar, kau di dalam, di antara kita ada jarak, jika aku ingin lari, jarak ini harus kau kejar sampai tiga hari tiga malam."

Orang bercadar itu terkejut, dia maju selangkah berkata.

"Bagaimana?"

Li Yuan-wai tersenyum, tapi mundur dulu tiga langkah berkata.

"Kau harus tahu, tidak ada orang yang mau menggunakan waktu tiga hari, tanpa istirahat untuk mengejar jawaban yang belum diketahui, apalagi setelah dapat mengejar, belum tentu kau bisa membunuh lawanmu, ini adalah alasan mengapa aku tidak mengatakannya, jika aku telah mengatakannya, dan beruntung tepat, jangan kata tiga hari, tiga tahun pun kau pasti akan terus mengejar untuk mendapatkan aku, jadi bukankah aku mencari kesulitan sendiri?"

Orang bercadar itu maju lagi selangkah.

"Li Yuan-wai yang sangat nakal."

"Hei, hei, kau jangan maju lagi! mengapa? Apakah kau benar-benar ingin kehujanan? Baju sutra hitammu tidak sebanding dengan baju sobekku ini...."

Mulutnya berkata, Li Yuan-wai mundur lagi tiga langkah.

Maksud Li Yuan-wai sudah sangat jelas, dia sudah bersiap-siap melarikan diri.

Orang bercadar tentu saja tahu apa yang dikatakan Li Yuan-wai adalah kenyataan.

"Aku tidak percaya kau tahu aku siapa."

"Mengapa tidak taruhan saja?"

Melihat jarak antara dirinya dengan Li Yuan-wai semakin lama semakin jauh, orang bercadar dengan kesal berkata.

"Hartawan Li, apakah kau begitu tidak tahu malu? Bisanya hanya melarikan diri?"

"Melarikan diri?! Lucu, kakak bercadar, ini namanya bisa melihat keadaan, hebat bukan? Baik, kau berikan pedang di tangan itu padaku, kita bertarung sekali lagi, jika kau tidak melarikan diri, aku akan bersujud memanggilmu kakek."

Sungguh tingkah Li Yuan-wai yang seperti preman ini membuat marahnya seperti ban yang akan meletus.

Tapi perkataannya juga bukan tidak masuk akal, sehingga membuat orang bercadar itu bengong di sana, beberapa saat, justru tidak terpikirkan harus mengatakan apa.

"Kenapa? Apa perkataanku tepat mengenai hatimu, betul tidak? Jika kau tidak ingin bertarung ulang, maka aku seperti bertemu raja gunung, tidak bisa berbuat apa apa, siapa suruh aku miskin? Lebih baik, aku pergi saja, Bangunan rusak ini aku serahkan saja padamu!"

Orang bercadar itu tidak sudi menerima celaan ini, tapi dia hanya bisa melihat bayangan Li Yuan-wai yang semakin lama semakin menghilang di dalam hujan ini.

Dia tentu saja mengerti walau dia sekarang mengejarnya, mungkin harus lima hari, malah mungkin sepuluh hari baru dapat mengejar preman yang dikakinya tumbuh bulu ini.

Dia tidak ada waktu untuk itu, apalagi dia pikir Li Yuanwai belum tentu tahu siapa dirinya?

0ooo(dw)ooo0 Di dalam hujan Li Yuan-wai berjalan dengan cepat.

Dia terpaksa buru-buru menghindar 'dewa penyakit menular ini', karena dia sangat takut orang bercadar tanpa memperdulikan apa-apa langsung mengejarnya.

Dia sendiri tahu, seorang yang kelaparan seharian mana ada kekuatan berlari selama tiga hari?

Mungkin baru berlari tiga li sudah harus berjalan merangkak.

Tentu saja dia sendiri kesal dengan dirinya yang sedang bernasib sial, berteduh hujan dibangunan rusak juga bisa ada orang yang mengusirnya.

Benarkah dia tahu siapa orang yang bercadar itu?

Dia bukan dewa mana bisa tembus melihat orang?

Tapi dia percaya dia bisa mengenali orang itu.

Karena walaupun orang bercadar itu menutup wajahnya, tapi tidak bisa menutup mata dan alisnya.

Dan dia telah menemukan di alis orang bercadar itu ada satu helai rambut alis yang agak panjang dan warnanya putih.

Walau hanya satu helai, tapi tidak diragukan itu adalah penemuan besar.

Dia sekarang hanya bisa berdoa, jangan sampai tanpa sebab alis putih itu terlepas, jika tidak di kemudian hari walau orang itu berada dihadapannya, dia tidak akan bisa mengenal orang itu adalah orang bercadar.

0ooo(dw)ooo0 BAB 19 Keluarnya bunga Ju Perkumpulan Bunga Ju, nama ini sangat aneh.

Anehnya seperti sebutan Wang Xiao Dai, dan Li Yuanwai.

Tapi sekarang ketenarannya telah melebihi Tangan Cepat Xiao Dai dan Li Yuan-wai, juga telah menggetarkan hati orang.

Bagaimana juga Tangan Cepat Xiao Dai sudah mati, dan Li Yuan-wai telah menjadi pengkhianat Gai-bang, dan jejaknya juga sudah menghilang.

Perkumpulan Bunga Ju, perkumpulan misterius ini mendadak muncul, dan banyak dibicarakan oleh orangorang.

Tidak ada orang yang tahu Perkumpulan Bunga Ju itu perkumpulan apa, namun hal yang dilakukan Perkumpulan Bunga Ju, orang yang dibunuh oleh Perkumpulan Bunga Ju, membuat orang merasa Perkumpulan Bunga Ju adalah perkumpulan yang menakutkan.

Tentu saja perkumpulan yang bisa membunuh, membuat orang merasa Perkumpulan Bunga Ju adalah perkumpulan kuat yang menyeramkan.

Dia kuat karena dia tidak takut pada yang berwajib, sampai banyak orang dari aliran besar dan perguruan besar dia pun berani membunuhnya.

Dia menyeramkan, karena dia membunuh orang tanpa pandang bulu, dan orang yang dibunuh, disisi mayatnya selalu ditinggalkan lambang sekuntum bunga Ju supaya orang yang melihat....

tahu orang ini dibunuh oleh Perkumpulan Bunga Ju.

Lambang bunga Ju banyak macamnya, ada yang terbuat dari kain perak, terbuat dari besi, malah ada yang dari sekuntum bunga Ju asli.

Jika dihitung-hitung selama setengah bulan ini Perkumpulan Bunga Ju sudah membunuh banyak orang juga telah melakukan beberapa gerakan, antara lain, ....

Dari Wu Dang murid nomor satunya Pedang Qing Ji Xiao Qing, ditemukan telah mati.

Ditinggalkan sebuah bunga Ju besi.

....

Perkumpulan Perairan Chang Jiang putra ketuanya Ba Jiao Lin Wei Min, ditemukan telah mati.

Ditinggalkan sekuntum bunga Ju perak.

....

Kupu-Kupu Bunga Shi Tu Lang, ditemukan mati.

Ditinggalkan sekuntum bunga Ju besi.

....

Serigala Wajah Putih Chen Ji Ping, ditemukan mati.

Ditinggalkan sekuntum bunga Ju putih.

....

Yang paling menggemparkan adalah kematian seorang yang disebut Laki-Laki Besi, karena Laki-Laki Besi Zhou Lian Shan adalah kepala pelatih tujuh provinsi diselatan, ditemukan mati, Ditinggalkan juga sekuntum bunga Ju putih.

Semua orang yang mati ini ada perompak besar disungai, ada pemerkosa, malah ada orang orang golongan putih, semua membuat orang jadi tidak mengerti.

Jadi tidak ada orang yang tahu Perkumpulan Bunga Ju adalah aliran putih atau aliran hitam.

Hanya ada satu ciri yang dapat dipastikan yaitu di antara orang-orang yang mati, ilmu silat orang-orang itu termasuk pesilat tinggi, dan malah pesilat tinggi kelas satu.

Perkumpulan Bunga Ju bisa membunuh pesilat tinggi seperti ini, tentu saja adalah perkumpulan yang kuat.

Mengenai pekerjaan yang telah dilakukan perkumpulan ini, malah membuat orang tidak mengerti, karena yang dia lakukan semuanya adalah pekerjaan sosial.

....

dalam musibah air bah Jiang Xi, Perkumpulan Bunga Ju menyumbang perak, tiga puluh ribu liang.

....

dalam musibah kekeringan di An Hui, Perkumpulan Bunga Ju menyumbang perak tiga puluh ribu liang.

....

pada musim gugur digunung Wu Tai Perkumpulan Bunga Ju membagi-bagikan beras putih dua puluh ribu shi.

....

di residen Qing Ping menyumbang pada fakir miskin perak putih sepuluh ribu liang.

....

Dan juga banyak lagi memperbaiki jembatan, menambal jalan raya, membangun tanggul dan lain-lain, uang yang disumbangkan juga sulit dihitung banyaknya.

Semua uang yang disumbangkan tertanda Perkumpulan Bunga Ju.

Ada perkumpulan yang membunuh orang baik dan orang jahat, ada perkumpulan yang kekayaannya begitu besar dan melakukan pekerjaan sosial, apakah Perkumpulan Bunga Ju bisa tidak dibicarakan, disebarkan orang?

Ada orang yang memuji-muji Perkumpulan Bunga Ju, karena dia menolong orang tidak terhitung banyaknya.

Ada juga orang yang ketakutan terhadap Perkumpulan Bunga Ju, karena takut dirinya adalah sasaran pembunuhan berikutnya.

Juga ada orang yang sangat memikirkan bagaimana membalas dendam pada Perkumpulan Bunga Ju, karena dia telah membunuh familinya.

Namun tidak ada orang yang tahu sebenarnya Perkumpulan Bunga Ju itu terdiri dari siapa saja?

Dan siapa pemimpinnya?

Dimana pusat perkumpulannya?

Sehingga Perkumpulan Bunga Ju jadi seperti roh yang gentayangan, setiap waktu bisa ada dimana saja.

Perkumpulan Bunga Ju juga membuat dunia persilatan bergolak, orang-orang dunia persilatan tergoncang.

0ooo(dw)ooo0 Li Yuan-wai kembali berdandan lagi.

Dia sekarang kelihatan seperti hartawan yang jika palsu dijamin boleh ditukar.

Topi hartawan, sepatu sol tebal dengan tulisan Fu, ditambah mantel kain sutra berwarna blue safir, tangannya mengipaskan kipas gagang giok beranyam emas, lalu supaya dirinya lebih tampak seperti hartawan, tangannya yang lain malah menggenggam bola besi, sambil jalan, sambil tidak berhentinya memutar-mutar bola besi.

Dari sepuluh jarinya, sudah ada delapan jari memakai cincin batu pusaka yang rupanya berbeda-beda, dan besar kecilnya juga berbeda-beda.

Hanya untuk dandanan ini saja, cek lima ribu perak yang ditinggalkan oleh Yuan Ershao untuk dia, sudah habis lebih dari setengahnya.

Hatinya sakit karena telah menghabiskan uang cukup banyak untuk merobah penampilannya, namun dia terpaksa melakukannya.

Karena disetiap kota pasti ada pengemis, malah ada cabangnya Gai-bang, dia ingin menghindar dari incaran Gai-bang, maka dengan berdandan sebagai seorang hartawan dia tentu bisa mengelabui orang.

0ooo(dw)ooo0 Dia menelusuri jalan raya, tujuannya ke Jun Shan di telaga Tong Ding.

Hanya karena dia semenjak kecil tidak pernah naik tandu, tidak naik kereta, juga tidak naik kuda.

Makanya dia jadi tidak tahu berjalan dari sini sampai ke Jun Shan memerlukan waktu berapa lama baru bisa sampai.

Bagusnya Yuan Ershao tidak berpesan pada dia harus cepat-cepat sampai, juga tidak dibatasi waktunya, asalkan dia pergi ke Jun Shan, dia harus melihat rumah orang tuanya dan nyonya Yuan Dashao, dan ada perubahan apa saja di sana.

Maka dia mengipas-ngipas dan berjalan kaki sebagai pengganti kereta, juga supaya pantas kelihatannya dia menengok kekiri melihat kekanan.

Tentu saja semua orang ingin dipuji, tapi semuanya takut memakai baju mewah berjalan di malam hari.

Mungkin buat seumur hidup Li Yuan-wai, hanya sekarang dia bisa berpakaian paling mewah, dan mempunyai uang emas paling banyak, maka dia mencoba memamerkan dan membanggakan.

Tampaknya jika bisa dia ingin memberi tahu semua orang bahwa dialah Li Yuan-wai....!

Disepanjang perjalanan dia sudah melihat banyak muridmurid Gai-bang, malah dia juga pernah melemparkan beberapa uang receh pada mangkuk mereka.

Sampai dia sendiri juga merasa geli, karena tidak ada satu pun pengemis yang melihat dia dua kali, tentu saja tidak ada orang yang mengenal dia 'Pusaka Gai-bang', 'Ketua Pengawas Honorer' yang sekarang jadi buronan.

Angin cepat, tapi tidak secepat berita di dunia persilatan.

Angin dingin, tapi tidak membuat orang lebih dingin dari pada dua orang gila yang berkata-kata gila.

Li Yuan-wai telah lelah berjalan tentu saja dia harus istirahat, memang dia juga suka makan, apalagi ketika membaca merk restoran 'Gedung Memuaskan'.

Masakan 'Gedung Memuaskan' memang memuaskan orang.

Hanya sayang, saat Li Yuan-wai mendengar percakapan dua orang ini dia merasa tidak puas.

Bukan saja tidak puas, malah ada sedikit perasaan seperti makan tapi tidak tahu rasanya dan sulit menelannya.

Baca Juga: Rajawali Sakti Dari Langit Selatan 10

Baca Juga: Naga Kemala Putih 4

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Parnert