Eps 7 Rahasia Iblis Cantik - Gu Long
Baca online Rahasia Iblis Cantik - Gu Long
Cersil Rahasia Iblis Cantik - Gu Long.
Dalam keadaan hening, di balik pintu terdengar suara rintihan kesakitan, suara rintihan ini semakin lama semakin keras.
Xi Men Ou mengerutkan dahi dan bertanya.
"Apakah di dalam ruangan itu masih ada orang lain?"
Liu He-ting juga mendengar suara rintihan itu, dia tahu totokannya tidak akan bisa membuat orang merasa kesakitan, mengapa orang-orang itu merintih kesakitan?
Dia merasa aneh, segera dia membalikkan badan dan mendorong pintxi, dengan cepat masuk ke dalam....
Cahaya lampu yang redup tampak terus bergoyang-goyang.
Rintihan kesakitan membuat gua itu bertambah seram lagi.
Keadaan ini membuat hati Xi Men Ou bergetar karena ada rasa dingin masuk ke dalam hatinya.
Dengan cepat Liu He-ting berlari ke sisi no..Walaupun no.
7 tidak bisa bergerak, tapi otot-otot yang ada di bawah baju mahal dan lembut itu tampak bergerak-gerak.
Seperti banyak ular beracun yang sedang merayap di bawah bajunya.
Wajahnya yang berwarna merah muda dan jelek sekarang terus berkerut menahan sakit.
Kedua matanya setengah terbuka setengah tertutup.
Cahaya yang biasa terlihat di matanya, sekarang hilang tidak terlihat.
Liu He-ting terus melihat keadaan no..Dia terpaku, pelan-pelan dia melihat ke bawah, telapak tangannya terjulur, dengan cepat dia menepuk tubuh no.
7 sebanyak 3 kali dan membuka totokannya.
Dia bertanya.
"Mengapa kalian -"
Kata-katanya belum selesai, no.
7 yang totokannya baru dibuka segera berteriak, tubuhnya gemetar dan berubah seperti udang yang dimasukkan ke dalam minyak panas.
Saking sakit dan keram, dia berusaha menjulurkan telapak tangannya yang gemetar lalu mengambil sebuah kotak kecil yang ada di balik baju bagian dadanya.
Matanya yang redup segera bercahaya lagi, tangan kirinya memegang kotak, tangan kanannya yang masih gemetar membuka kotak itu.
Liu He-ting melihat ke sekeliling, kemudian melihat Wu Yi Shen Mo lainnya yang sedang merintih, dia benar-benar kaget, hatinya diliputi banyak pertanyaan, dia tidak bisa menebak apa isi yang tersimpan di dalam kotak kecil itu.
Mengapa kotak itu seperti jimat sakti yang bisa membuat sikap no.
7 begitu cepat berubah?
Sebelum kotak kecil dibuka, Xi Men Ou yang sejak tadi diam di ambang pintu, tiba-tiba berlari dan merebut kotak itu, no.
7 berteriak dan dia meloncat lalu menerkam Xi Men Ou, sorot matanya terlihat cemas dan marah, seakan yang diambil Xi Men Ou adalah nyawanya.
Dengan cepat Liu He-ting menotok no.
7 dan dia pun jatuh terkulai ke bawah lagi.
Liu He-ting tetap merasa kebingungan, dia melihat sorot mata no.
7 dari sorot marah dan cemas berubah menjadi meminta-minta, dengan sorot minta dikasihani dia menatap Liu He-ting.
Walaupun tubuhnya tidak bisa bergerak, tapi mulutnya dengan nada memelas berkata.
"Kasihanilah aku.... hanya.... satu butir.... satu butir saja...."
Liu He-ting segera bergerak, dia membalikkan kepalanya dan bertanya.
"Apakah obat ini adalah Ying Su (madat) yang tadi dimaksudkan oleh Tetua?"
Xi Men Ou mengangguk.
"Betul -"
Dia menarik nafas panjang dan berkata, Tadi begitu aku memasuki ruangan, melihat keadaan di sini, aku sudah bisa menebak, mereka adalah orang yang ketagihan obat ini.
Sekarang adalah waktu mereka kambuh, mereka tidak bisa menahan rasa sakit seakan daging mereka sedang dicincang, karena itu mereka terus merintih."
Suara Xi Men Ou berhenti. Liu He-ting merasa kaget, dia bertanya.
"Apakah sebutir obat kecil ini bisa mempunyai kekuatan sebesar itu?"
Xi Men Ou mengangguk dan menjawab.
"Walaupun obat ini kecil, tapi orang yang ada di dalam ruangan ini bisa mempertaruhkan nama, kedudukan, masa depan sampai nyawa mereka sendiri untuk menukarnya -"
Liu He-ting melihat butiran obat hitam yang ada di tangan Xi Men Ou, dia merasa sedih.
Otaknya terus berpikir, tiba-tiba dari tangan Xi Men Ou dia mengambil kotak itu, lalu membawanya ke depan no.
7 dan bertanya.
"Apakah kau adalah penerus He Bei Tai Yang Quan?"
Mata no.
7 tampak ketakutan dan kaget, seperti seekor ular beracun yang sudah dipegang kuat 7 inchi di tubuhnya, sikapnya segera berubah menjadi murung tapi melihat Liu He-ting yang memegang butiran hitam, matanya tampak bergerak, segera matanya terlihat cemas, dia berharap dan meminta, sekarang apa pun sudah dilupakannya sampai rasa takutnya pun tidak terasa lagi.
Dia hanya melihat kotak kecil yang ada di tangan Liu He-ting dan dengan gemetar dia menjawab.
"Betul.... aku adalah.... Zhang Qi...."
Xi Men Ou menjadi kaget dan berkata.
"Masa.... mana mungkin kau adalah Tie Sha Zhang Zhang Qi!"
Harus diketahui adalah bahwa Zhang Qi sangat terkenal di dunia persilatan karena itu Xi Men Ou sama sekali tidak menyangka kalau Zhang Qi bisa menjadi seperti itu.
"Apakah Zhang Qi yang masuk ke dalam rumah yang di dalam hutan itu lalu menghilang?"
Tanya Liu He-ting. Xi Men Ou mengangguk dan menjawab.
"Betul!"
Liu He-ting berpikir sebentar lalu dia berlari ke depan laki-laki berambut merah yaitu no..Dia melihat no.37, no.37 membuka matanya sedikit.
Melihat dia -Sorot mata no.
37 juga redup, sorotnya meminta dan tampak haus.
Dia melihat Liu He-ting dan berkata.
"Tolong.... berikan kepadaku.... hanya sebutir...."
Liu He-ting menarik nafas panjang tapi wajahnya tetap tenang. Dia berkata.
"Apakah Guan Wai Wu Long, Ru Yun-long Jin Lao-si, mati di tanganmu?"
Sorot mata laki-laki berambut merah itu bergetar tapi akhirnya dia mengangguk dan menjawba.
"Betul.... betul...."
Suaranya gemetar. Liu He-ting membentak dengan suara keras.
"Siapa kau? Siapa dirimu yang sebenarnya?"
Mata laki-laki berambut merah yaitu no.37 terlihat sangat kaget dan takut.
Hanya sebentar dengan suara gemetar, pelan-pelan menjawab.
"Aku.... adalah.... Guan Wai Wu Long.... Lie Huo-long Guan Er...."
Hati Liu He-ting bergetar, Kata-kata Ru Yun-long sebelum mati terngiang kembali di telinganya,
"Tidak....
disangka....
.mereka....
.adalah....
.aku...."
Ternyata sebelum Ru Yun-long mati yang dia katakan adalah.
"Tidak disangka yang membunuhku adalah saudara-saudaraku!"
Hanya saja kata-katanya belum selesai, dia sudah tidak bernafas lagi.
Liu He-ting mengerutkan dahinya dan juga menarik nafas.
Orang-orang ini karena obat yang ada di dalam kotak ini bisa membunuh saudaranya sendiri.
Liu He-ting marah dan juga sedih karena itu dia tidak mau melihat sorot mata laki-laki berambut merah yang memalukan itu.
Dia membalikkan badannya.
Xi Men Ou melihat sorot mata Liu He-ting begitu marah juga terlihat wajahnya begitu pucat.
Dia teringat puluhan hari yang lalu, pemuda ini tampak begitu bersemangat dan gagah.
Hati Xi Men Ou pun ikut merasa sedih dan juga kasihan.
Dia tidak ingin melihat pemuda yang tampan dan masa depan cerah hanya karena hal seperti ini menjadi hancur!
Dia menepuk pundak Liu He-ting dan berkata.
"Hal ini sudah terlihat jelas, tapi aku.... aku tidak mau peristiwa ini melukai perasaanmu...."
Liu He-ting tertawa sedih dan berkata, Tapi tidak ada seorang pun yang bisa menutupi peristiwa yang sebenarnya."
"Apakah kau tahu dengan cara apa aku bisa bertemu denganmu?"
Liu He-ting menggelengkan kepala.
"Setelah aku tahu mengenai obat ini, aku mencarimu beserta putriku yang gila ilmu pedang, aku pergi ke Jiang Nan, di sisi sungai Chang Jiang aku melihat ada sebuah perahu Chang Jiang Tie Yu Bang yang sedang berlabuh di sisi sungai. Di dalam perahu itu tampak ada lampu yang masih menyala, karena aku kenal dengan Tie Yu Bang maka aku pun ingin bertanya kepada orang yang ada di dalam perahu mengenai keberadaanmu!"
Dia berhenti sejenak. Sorot mata Xi Men Ou terlihat kaget. Dia berkata.
"Begitu aku naik ke atas perahu, ternyata didalam perahu penuh dengan darah, ada sesosok mayat terbaring di sana, angin malam terus berhembus, hal ini membuatku merasa sedih. Sewaktu aku ingin meninggalkan perahu, di dalam perahu terdengar tawa tajam kemudian terdengar suara yang keluar dari dalam perahu yang gelap. 'Sepasang mata.... sepasang.... telinga.... kembalikan.... kepadaku.... dan bunganya.... ' Waktu itu aku pikir aku tidak mau mengurus hal-hal seperti itu tetapi malam begitu larut dan suara yang terdengar begitu aneh membuatku tidak bisa berpangku tangan begitu saja!"
Kepala Liu He-ting terangkat, walaupun banyak persoalan yang harus dibereskan tapi dia pun tertarik pada cerita Xi Men Ou.
Terdengar Xi Men Ou menarik nafas panjang dan berkata.
"Begitu aku mendatangi suara itu lalu membuka pintu perahu itu, keadaan di dalam perahu benar-benar seumur hidupku pun aku tidak bisa melupakannya...."
Mata Xi Men Ou dipejamkan. Dia menghembus nafas baru berkata.
"Di dalam perahu yang gelap itu, ada seseorang yang matanya sudah buta dan telinganya sudah dipotong, dia sedang berjongkok di depan seorang laki-laki yang berlumuran darah, tangan orang buta ini memegang sebuah pisau yang biasanya digunakan untuk menyembelih sapi. Dia sedang mengiris, seiris demi seiris daging dari mayat laki-laki itu, setiap kali memotong, dia pasti akan tertawa dengan sedih, terakhir dia memakan daging orang yang baru saja dipotongnya...."
Hati Liu He-ting bergetar, ada rasa dingin yang sangat terus naik dari bawah kakinya. Dia bertanya.
"Apakah orang yang sudah mati itu mempunyai dendam yang sangat dalam dengannya, sehingga membuat dia...."
Xi Men Ou menarik nafas panjang, dia memotong kata-kata Liu He-ting.
"Kalau orang yang dipotong dagingnya sudah mati, tampaknya hal ini tidak termasuk sangat kejam...."
Jantung Liu He-ting berdebar-debar dan bertanya.
"Apakah.... apakah...."
Dia tidak percaya di dunia ini ada orang yang begitu kejam, dia tidak bisa bertanya lagi.
Xi Men Ou mengelus-elus janggutnya dan berkata.
"Aku melihat walaupun dagingnya telah dipotong tapi dia tidak bisa bergerak, sampai merintih pun tidak bisa. Aku mengira dia sudah mati, tapi begitu dilihat lagi dengan jelas, laki-laki buta itu setiap kali memotong dagingnya, otot yang ada di tubuhnya tampak bergetar.... .benar-benar mengagetkanku. Waktu itu aku baru sadar kalau orang itu telah ditotok dengan berat, totokan itu membuat syaraf orang menjadi mati rasa, sampai merintih pun dia tidak sanggup!"
Liu He-ting kaget, dia bertanya.
"Di dunia persilatan orang yang bisa menotok hingga mati rasa sudah tidak banyak lagi. Orang yang mempunyai ilmu silat itu kenapa begitu kejam? Aku benar-benar tidak mengerti dan tidak bisa membayangkannya!"
Xi Men Ou mengangguk dan berkata.
"Waktu itu pikiranku pun sama sepertimu, melihat keadaan seperti itu, aku tidak tega, walau di antara kedua orang itu, tidak tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, begitu kejam memperlakukan orang seperti itu, aku tidak bisa menahan diri lagi, aku pun lari ke depan mereka dan merebut pisau yang dipakai orang itu. Orang itu berteriak lalu pingsan!"
Dia berhenti sebentar lalu berkata lagi.
"Dengan susah payah aku baru bisa membuat dia sadar. Begitu dia agak tenang, dia menceritakan apa yang terjadi dari awal sampai akhir, ternyata semua terjadi karena seorang perempuan berbaju pengantin merah. Dia ingin mencari perahu untuk menyeberang dan dalam waktu 1 malam dia ingin tiba di Jiang Su Hu Qiu, karena orang-orang Tie Yu Bang tidak bisa memenuhi permintaannya, maka dia pun membunuh semua orang yang ada di atas perahu itu."
Xi Men Ou dengan singkat menceritakan semuanya, semua membuat hati Liu He-ting bergetar.
Dia berkata.
"Perempuan berbaju merah.... Apakah Chun-chun benar-benar datang kemari? Tapi.... waktu itu dia masih pingsan!"
Xi Men Ou menarik nafas.
Dia tahu dalam hati pemuda ini masih tersimpan sedikit harapan, dia berharap antara temannya dan istrinya tidak ada hubungan, karena sampai saat ini dia masih belum bisa melupakan istrinya.
Dia mencintai dengan cinta yang tulus tapi yang dia dapatkan hanya sebuah kebohongan besar, hal ini benar-benar membuatnya merasa sedih.
Xi Men Ou menarik nafas dan berkata.
"Sewaktu aku menanyakan keadaan sebenarnya, aku mendengar anak Ye dan anak Feng berteriak, karena tidak tahu apa yang sedang terjadi, aku segera keluar, di bawah sinar matahari aku melihat ada seseorang yang berbaju putih, sikapnya sangat luwes dan dia memakai topeng, dia sudah berada di atas perahu."
Liu He-ting berteriak.
"Baju putih, mengapa dia juga berada di Jiang Nan?"
Xi Men Ou mengangguk dan berkata.
"Sorot matanya seperti sebuah pedang tajam, seakan bisa menembus perasaan seseorang, melihat penampilannya aku tahu kalau dia adalah orang yang beberapa waktu lalu terkenal karena penuh rahasia. Aku ingin bertanya kepadanya mengapa dia bisa datang ke tempat itu, dia malah dengan serius berkata kepadaku, Apakah Tuan adalah keluarga Xi Men dari Hu Qiu?"
Alis Liu He-ting tampak terangkat, dia merasa aneh, Baju putih bersifat sombong dan fanatik, sekarang mendengar dia bisa memanggil orang lain dengan sebutan tuan' dan'tetua', suatu hal yang aneh, Liu He-ting berkata.
"Ini sangat aneh."
"Memang aneh, aku sendiri pun merasa terkejut, dari mana dia bisa tahu namaku? Dia tidak menunggu jaabanku langsung berkata lagi, Tuan tidak perlu mengkhawatirkan keadaan putri Tuan, dia baik-baik saja.' Nada bicaranya pun sangat dingin, bahasanya begitu singkat, tapi dari ucapan dan bahasa yang singkatnya, aku malah bertambah kaget, segera aku bertanya kepadanya tentang keadaan putriku."
Liu He-ting mengerutkan dahinya, dia merasa sedikit aneh, terdengar Xi Men Ou berkata lagi.
"Dia terlihat sedikit ragu tapi dia berkata lagi, Putrimu sedang belajar ilmu pedang denganku, karena takut tidak konsentrasi dalam belajar, dia tidak ingin bertemu dulu dengan Tuan.' Ketika aku mendengar putriku belajar pedang dan tidak mau bertemu dulu denganku, sebagai ayahnya, aku benar-benar merasa marah, begitu aku merasa sedikit tenang, aku ingin bertanya lebih banyak tapi dia sudah membalikkan badannya dan pergi dari sana!"
Liu He-ting berpikir.
"Orang itu dalam melakukan sesuatu, selalu saja membuat orang sulit meraba kemauannya -"
Dia berpikit lagi.
"Baju putih mau memanggil Xi Men Ou dengan panggilan tetua, aku kira karena gadis itu."
Mengingat itu satu-satunya alasan yang masuk akal, dalam hati dia tersenyum senang, setelah tersenyum dia teringat lagi kepada Tao Chun-chun.
Xi Men Ou berkata lagi.
"Begitu aku melihatnya akan pergi, aku berteriak, Teman, jangan pergi dulu!"
Lalu aku berlari menghampirinya, tapi dia tetap pergi.
Tiba-tiba dia membalikkan telapak tangannya dan melemparkan sesuatu kepadaku, dari kegelapan terlihat ada benda putih melayang ke depanku, tenaga yang digunakannya sangat besar, aku sempat mundur beberapa langkah karena menyambut benda itu, dia sudah tahu aku akan menyambut benda itu, lalu dia pun pergi...."
Xi Men Ou terdiam, dia memuji ilmu silat Baju putih juga seperti menyesalkan ilmu meringankan tubuhnya yang rendah.
"Aku melihat bayangan putih itu masuk ke dalam hutan, aku pun sadar aku tidak akan bisa mengejarnya, aku hanya bisa berdiri di atas perahu dan merasa sedih. Senjata rahasia yang kusambut dari dia datang pada saat yang sangat tepat, hal ini membuatku kagum, ternyata apa yang kukira senjata rahasia itu hanya sehelai kertas kusut...."
Liu He-ting mengangguk dan berkata.
"Hal ini membuktikan ilmu silat Baju putih bagaikan naga di dalam tubuh manusia. Kalau mengerjakan sesuatu orang itu seperti naga sakti, bisa terlihat kepala tapi tidak terlihat ekornya."
Xi Men Ou berkata lagi.
"Aku segera membuka kertas itu dan mulai membacanya, di atas kertas tertulis huruf yang ditulis oleh putriku, ternyata putriku menulis surat untukku, surat itu menceritakan juga tentang dirimu, aku berharap setelah membaca surat itu kau jangan merasa terlalu sedih."
Hati Liu He-ting berdebar-debar, dia bertanya.
"Apa yang tertulis di dalam surat itu?"
Xi Men Ou terdiam sebentar, lalu dia pun mengeluarkan sehelai kertas putih yang terlipat rapi dari balik bajunya, dengan sedih dia berkata.
"Anak.... ini.... ini adalah satxi-satunya benda kenangan darinya."
Liu He-ting menerima surat itu, kertasnya panjang hurufnya ditulis kecil-kecil dan rapat, isi surat itu adalah .
Ayah, putrimu pergi dulu, putrimu memang durhaka.
Kalau tidak bisa menguasai ilmu pedang tertinggi, putrimu malu bertemu dengan ayah, tapi putrimu percaya suatu saat nanti aku pasti akan bisa menguasai ilmu pedang tertinggi.
Saat itu putrimu bisa membalaskan dendam paman dan keluarga Xi Men....
Liu He-ting terpaku dan berpikir.
"Mengapa putri Xi Men Ou bisa tahu masalah yang terjadi di Wisma Xi Men?"
Dia membaca lagi.
Paman sekeluarga sepertinya sudah dibunuh oleh Wu Yi Shen Mo, sekarang Liu He-ting sedang pergi ke sana dan istri yang baru dinikahinya juga sedang menyusul, tapi tujuan mereka berdua tidak sama, identitas istrinya sangat misterius dan dia sangat kejam.
tampaknya dia bukan perempuan baik-baik, dan ilmu silatnya sangat tinggi, dia menguasai beberapa ilmu silat yang sudah lama musnah.
Gurunya sendiri tidak menguasai ilmu silat ini.
Ada yang menduga dia telah mempelajarinya dari buku Tian-wu Shen-jing, tapi orang yang sudah berlatih ilmu Tian-wu Shen-jing dalam jangka waktu tertentu akan pingsan walau hanya sebentar, karena itu dia harus mencari seorang pembantu yang ilmu silatnya sangat tinggi untuk melindunginya....
Hati Liu He-ting bergetar, dia memejamkan mata dan tampak berpikir sebentar kemudian hatinya bergetar, dia teringat sewaktu dia baru menikah pada hari kedua, Tao Chun-chun tiba-tiba saja pingsan di taman bunga, tidak ada seorang pun yang tahu penyakit apa yang dideritanya dan tidak ada orang yang bisa mengobatinya.
"Apakah benar dia sudah berlatih ilmu Tian-wu Shen-jing? Sehingga dia mendapatkan penyakit seperti itu?.... apakah benar karena alasan ini maka dia mau menikah denganku...."
Dia menarik nafas dia mencoba bertahan supaya tidak roboh, kemudian dia membaca lagi.
Karena dia sendiri bukan perempuan baik maka dia memilih orang yang melindunginya adalah seorang pemuda baik-baik dan berpandangan lurus.
Alasannya adalah pertama, supaya bisa melindunginya, kedua, supaya bisa menutupi kejahatannya, seperti pada saat orang-orang dunia persilatan yang diundang saat pernikahannya, dia ingin terlihat sebagai menantu Tuan Bai Liu, dan jika dia melakukan kejahatan orang-orang tidak akan curiga bahwa semua kejahatan dilakukan olehnya.
Huruf yang tertulis sangat kecil, tapi beban yang ditimbulkan di hati Liu He-ting sangat berat, seberat Tian Shan, dan satu per satu longsor di dalam hatinya.
Tulisan di bawah lebih-lebih membuatnya merasa sedih dan sakit hati .
Tentu saja dia tidak mau kehilangan Liu He-ting, karena untuk mencari seseorang seperti Liu He-ting sangat sulit, maka akhirnya dia pun mau menikah dengan Liu He-ting secara kilat, tapi di dalam hati perempuan itu masih tersimpan sebuah ganjalan.
Ayah, kau pasti tidak menyangkanya, ternyata ganjalan ini menyangkut Kakak Sepupu Xi Men Xiao Ou....
Hati Liu He-ting bergetar, telinganya terus berdenging, tubuhnya terasa limbung, kemudian dia membaca lagi .
Ayah, apakah kau ingat beberapa tahun yang lalu Xi Men Xiao Ou tiba-tiba saja menghilang?
Lalu tiba-tiba dia menikah dan dia menjadi sangat aneh dan misterius?
Orang dunia persilatan dan kita tidak pernah mengetahui yang raana istrinya, hanya mendengar saja bahwa dia adalah seorang perempuan cantik, tapi setelah menikah dia menghilang lagi, semenjak itu tidak ada orang yang pernah melihatnya....
Hati Liu He-ting bergetar, tidak sengaja dia memegang botol yang ada di balik bajunya, tapi matanya terus menatap surat itu .
....
Persoalan yang dialaminya akan sama dialami oleh Liu He-ting, karena sepupuku sudah lama hidup bersama dengannya maka dia pun mengetahui semua rahasia perempuan itu, sampai akhirnya dia dibunuh oleh Tao Chun-chun.
Sekarang Wu Yi Shen Mo mengepung Wisma Fei He, semua persoalan ini erat hubungannya, karena di dunia persilatan hanya paman Xi Men Xiao Ou yang tahu hubungan antara kakak sepupu dan perempuan itu, yang tak lain adalah istri yang baru dinikahi oleh Liu He-ting dan juga istri dari kakak sepupuku.
Karena perempuan itu tahu kalau Liu He-ting bertekad untuk mengetahui semua yang terjadi ke Wisma Fei He maka nafsu membunuhnya timbul, diam-diam dia menyuruh anak buahnya menghancurkan keluarga Xi Men yang sudah lama terkenal di dunia persilatan....
Liu He-ting membaca sampai di sana, hatinya terasa dingin, tangannya tampak gemetar, membuat surat yang dipegangnya terus bersuara.
Dia membaca lagi.
Tidak ada seorang pun yang mengetahui rahasia ini, tapi walaupun rencana ini terlihat sempurna tetap saja ada kelemahannya.
Walaupun dia sangat pintar, dia lupa kalau di dunia ini ada seseorang yang mempunyai ilmu silat sangat tinggi, dan orang ini bertekad mencari tahu semua rahasianya dan membeberkan kepada seluruh dunia persilatan.
Orang itu adalah orang yang pernah bertarung dengan gurunya, Wu Hu Da Shi, orang ini dengan Wu Hu Da Shi mempunyai dendam yang sangat dalam, nama orang ini pasti sudah ayah ketahui, dia adalah orang yang puluhan tahun ini berkuasa di daerah selatan, ketua dunia persilatan Nan Huang Da Jun, Xiang Tian Zhuan.
Liu He-ting dengan sedih menarik nafas.
Semua pertanyaan yang berdiam di dalam hatinya menjadi jelas sekarang, diam-diam Liu He-ting berpikir.
"Mengapa aku tidak memikirkan hal ini sebelumnya? Di dunia ini kecuali Nan Huang Da Jun, Xiang Tian Zhuan, siapa lagi yang mempunyai ilmu silat begitu lihai? Dia memberikan surat itu untukku, surat yang bisa mengubah nasibku, siapa yang mempunyai kekuatan yang begitu hebat, bisa mengetahui rahasia yang bisa mengubah nasibku? Dan siapa lagi yang sanggup dengan cara unik membuatku dalam satu hari bisa sampai di sini...."
Tiba-tiba dia teringat kepada Tao Chun-chun yang mengikutinya ke sini.
"Semua ini karena aku ceroboh dan meninggalkan surat di kamar, begitu dia sadar dia bisa langsung melihatnya!"
Xi Men Ou tampak mengerutkan dahinya, dia menatap Liu He-ting dan tiba-tiba berkata.
"Adik Liu, apakah kau sudah selesai membacanya?"
Liu He-ting hanya tertawa kecut, dia melanjutkan.
Semua ini kutahu dari seseorang yang sedang bersama denganku saat ini, dia tak lain adalah Baju putih yang beberapa waktu ini terkenal di dunia persilatan, Hanya dia yang bisa mengetahui banyak hal tentang masalah ini, karena dia tak lain adalah Menteri Shen Jian, menteri yang dipimpin oleh Nan Huang Da Jun yang bernama Qi Wu Qi....
Hati Liu He-ting bergetar lagi.
"Qi Wu Qi.... Apakah dia adalah adik kandung Qi bersaudara?.... Pantas mereka pernah mengatakan kalau adik kelima mereka sudah menjadi pejabat, ternyata jabatannya adalah Menteri Shen Jian di pemerintahan Nan Huang Da Jun."
Teringat kepada Qi bersaudara, Liu He-ting merasa jadi ingin tertawa, tapi dalam keadaan seperti itu walaupun tertawa tetap saja membuatnya merasa sedih, surat itu hampir habis dibacanya, tulisan terakhir adalah .
Ayah, sekarang aku akan ikut dengan Baju putih untuk mempelajari ilmu pedang tertinggi, dia pun sama seperti diriku adalah orang yang gila ilmu pedang, begitu aku berhasil dengan ilmuku aku akan bertemu dengan ayah kembali....
Anak Ying yang selalu rindu kepada ayah.
Setelah selesai membaca surat itu, Liu He-ting mengembalikan lagi surat itu kepada Xi Men Ou, wajahnya segera terlihat lebih tua 10 tahun dari umurnya, terlihat Xi Men Ou meneteskan air mata, dia berusaha tertawa dan berkata.
"Adik Liu, kalau dia bisa sukses dalam bidang ilmu silat aku juga akan ikut merasa senang tapi sebenarnya aku berharap dia bisa menemaniku, biarlah dia hanya menjadi seorang perempuan biasa tapi dia bahagia."
Mereka saling memandang, hati mereka pun terasa berat.
Xi Men Ou mengembalikan surat itu kepada Liu He-ting lagi dan berkata.
"Ada bagian terakhir yang dia tulis untukmu."
Terlihat di belakang surat itu tertulis .
Tuan Liu, kalau tidak ada dirimu, aku tidak akan bertemu dengan Baju putih, dia sangat baik kepadaku, karena itu aku pun akan memberitahumu sebuah rahasia, kalau kau mempunyai banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab, pergilah ke Yi Shan, ke rumah yang ada di dalam hutan itu, kau akan mengetahui semua jawabannya.
Dan di sana kau bisa bertemu dengan seseorang yang ingin kau temui.
Semoga sukses.
Tertanda Xi Men Ying.
Liu He-ting terpaku, melihat ke kiri dan kanannya berkata.
"Rumah yang ada di dalam hutan.... rumah yang ada di dalam hutan...."
Kabar mengenai Wisma Fei He yang diserbu oleh Wu Yi Shen Mo sudah tersebar di seluruh Jiang Nan, keluarga Xi Men bertarung dengan Wu Yi Shen Mo, dan berakhir tanpa ada yang kalah atau yang memang, walaupun keluarga Xi Men kurang waspada dan jumlah orang mereka sangat sedikit, saat dalam bahaya ada sekelompok jago pedang tiba-tiba muncul dan membantu mereka, begitu dari luar Wisma Fei He terdengar suara peluit, semua anggota Wu Yi Shen Mo langsung melarikan diri.
Angin musim gugur terasa dingin, malam sudah tiba.
Di kaki gunung Yi Shan di sebuah hutan lebat, terdengar derap langkah kuda memasuki hutan, kuda itu tampak kelelahan dan seakan hendak roboh!
Liu He-ting yang berada di atas kuda tubuhnya tidak berhenti bergerak, dia meloncat dan turun dari kudanya, hanya dalam waktu singkat dia masuk ke dalam hutan itu.
Dari hutan yang gelap terdengar suara seruling yang kadang berhenti kadang disambung kembali.
Suara ini mengalun bersama-sama dengan jatuhnya daun dari atas pohon.
Suara seruling itu begitu dikenal oleh Liu He-ting, suara itu seperti melambangkan seorang gadis cantik yang kesepian dan berdiri di bawah pohon, dia sedang melihat bunga dan daun yang sedang berguguran tertiup angin.
Dia merindukan saksi yang jauh dari sini.
Lagu yang dikumandangkannya adalah lagu sedih -lagu ini adalah lagu pada saat Liu He-ting sedang merasa sedih, dan dia ingin mendengarkannya lebih jelas.
Karena itu Liu He-ting segera berlari menghampiri suara seruling itu.
Di bawah dinding besi berwarna hitam, di bawah sinar matahari yang akan terbenam, rumah itu tetap terlihat misterius, suara seruling keluar dari balik dinding besi itu.
Liu He-ting menyeka keringat yang mengucur dari dahinya, dia menghembuskan nafas terdengar dari balik dinding ada suara genderang, suara genderang itu begitu pas mengiringi suara seruling, membuat nada seruling itu bertambah sedih.
Liu He-ting segera mengumpulkan tenaganya dan mengatur nafas kemudian kedua tangannya diluruskan, tiba-tiba tubuhnya yang luwes itu terbang seperti seekor bangau putih, melayang ke atas dinding.
Setelah dia mencapai ketinggian 9 meter tangannya menekan dinding besi itu, terdengar ada yang suara membentak.
"Siapa?"
Kemudian tampak beberapa bayangan orang keluar dari dalam rumah.
Liu He-ting melihat ada beberapa orang berdiri di depannya dan berkata.
"Ini aku -"
Dia merasa sedih, gembira, dan juga aneh, begitu dia mendarat, orang yang keluar dari rumah berteriak, Ternyata kau!"
Yang membuat Liu He-ting merasa aneh adalah ternyata Qi bersaudara berada di sini, dan yang paling membuatnya merasa aneh, ada seorang gadis berbaju hijau dengan kepala yang terbungkus kain hijau juga.
Dia sedang tertawa, tangannya memegang sebuah seruling, ternyata dia adalah Shi Qi yang disebut oleh Tao Chun-chun.
Begitu pandangan mereka bertemu, mereka merasa kaget.
Gadis cantik itu tertawa dan berkata.
"Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu!"
Suara tawa gadis ini membuat Liu He-ting teringat saat mereka baru bertemu.
Walaupun itu belum terlalu lama tapi seperti sudah lama, kalau bukan karena Qi bersaudara yang terus tertawa, mungkin Liu He-ting hanya akan berdiam di luar saja.
Keadaan di dalam rumah sudah tidak sama seperti pada waktu terakhir dia datang.
Liu He-ting masuk terlebih dulu, ruangan besar dan misterius itu tampak sudah diisi dengan perabotan layaknya seperti rumah biasa, di dekat jendela ada sebuah tempat tidur, ada seorang pemuda berbaju polos, wajahnya sangat pucat.
Dia duduk di atas tempat tidur kelihatannya dia sedang sakit.
Tangannya memegang sebuah kayu, di depannya ada 3 genderang kulit, begitu Liu He-ting melihat orang itu, Liu He-ting segera berteriak.
"Ternyata kau, Pangeran Xiang!"
Xiang Huang tertawa, wajahnya terlihat malu, tapi dia berkata.
"Aku tahu kau pasti akan datang."
Dia membalikkan kepala dan melirik lalu berkata.
"Chun-chun, bukankah sudah kukatakan kepadamu sebelumnya?"
Liu He-ting kaget dan berteriak.
"Chun-chun, di mana dia?"
Teriakan ini membuat semua orang yang ada di sana tertawa. Qi Da tertawa dan berkata.
"Apakah kau tidak tahu kalau Shi Qi adalah Tao Chun-chun, dan Tao Chun-chun adalah Shi Qi?"
Liu He-ting tampak mengerutkan dahinya, dia merasa kaget dan aneh, dia terpaku, sekarang dia baru mengerti semuanya, dia melihat gadis berbaju hijau itu dan berkata.
"Ternyata kau adalah Tao Chun-chun yang sebenarnya...."
Xiang Huang memukul genderang dan berkata.
"Benar, istrimu memalsukan identitasnya--Ha ha ha! Kakak seperguruan Tao Chun-chun adalah Shi Guan-yin yang sangat terkenal itu!"
Liu He-ting tampak mundur beberapa langkah karena terkejut mendengar penjelasan Xiang Huang, dan dia terduduk di sebuah kursi, keringat terus mengalir dari dahinya, tubuhnya seperti dipanaskan di atas sebuah tungku.
Terdengar gadis berbaju hijau itu -Tao Chun-chun menarik nafas dan berkata.
"Aku tidak menyangka kalau kakakku benar-benar akan melakukan hal seperti ini, apakah kau ingat sewaktu kita bertemu pada hari itu, aku dikurung olehnya, saat itu dia tidak sempat membunuhku, dia ingin aku mati kelaparan --"
Dia menarik nafas lagi, dia tidak membenci kakak seperguruannya, malah merasa kasihan dan menyayangkannya!
Liu He-ting mendengar penjelasan ini, dia hanya bisa menarik nafas dengan sedih!
Terdengar gadis itu berkata lagi.
"Sejak kecil aku mempelajari tenaga dalam yang lurus, walaupun dia mengurungku di dalam gua, gua yang dingin baik pagi atau malam, selalu berkabut dan berair, air itulah yang menjadi minumanku, tapi aku tetap merasa kelaparan, tubuhku terasa lemas, sewaktu aku sudah berada di ambang kematian, tiba-tiba datanglah dewa penolong, ternyata beliau adalah ayah Kakak Xiang, beliau mengkhawatirkan keadaan Kakak Xiang yang sedang berkelana seorang diri di dunia persilatan, maka beliau mencari Kakak Xiang seorang diri sampai ke Zhong Yuan, bahkan mencari sampai ke sini. Akhirnya beliau menolongku keluar, beliau pun bertanya tentang kakak seperguruanku, walaupun aku tidak jadi mati tapi aku benar-benar kelaparan dan sangat kurus. Tenaga dalamku sudah lemah. Pak tua itu menyuruhku beristirahat sementara di sini dan menyuruhku memberitahukan keadaan sebenarnya pada dunia persilatan."
Liu He-ting berpikir.
"Kalau dia tidak bertemu dengan gadis ini maka dia pun tidak akan mengetahui keadaan yang sebenarnya."
Tao Chun-chun yang berbaju hijau itu berkata lagi.
"Saat ini aku tidak perlu lagi berbohong kepadamu, kakakku bisa menjadi seperti itu, tapi jangan menyalahkan semuanya kepada kakakku, semua ini karena guruku --Walaupun guruku bukan orang jahat, tapi dia selalu curiga, kadang musuh secara terang-terangan dilepaskannya, kemudian diam-diam dibunuhnya -"
Hati Liu He-ting bergetar.
"Ternyata Wu Hen Da Shi yang baik dan berhati jujur, sebenarnya adalah...."
Qi bersaudara tidak ada yang tertawa, Qi Er berkata.
"Shi Qi seorang gadis yang benar-benar pintar hanya saja dia terlalu serakah, dia ingin menguasai dunia persilatan...."
Dia berhenti bicara, Liu He-ting teringat kepada Pak Tua Xi Men Ou yang juga banyak akal, sewaktu mereka akan berpisah, dia berkata.
"Perempuan itu memakai Ying Su dan meracuni banyak pendekar, membuat mereka menjadi setia kepadanya, dia juga berani berlatih ilmu Tian-wu Shen-jing, yang dilarang oleh dunia persilatan, sehingga kau sendiri pun masuk ke dalam perangkap besar dunia persilatan, kalau aku tidak sendiri yang menyaksikan hal ini, aku pun tidak akan mempercayainya kalau di dunia ini ada hal yang begitu kebetulan dan terasa aneh, sebuah buku yang tidak diperhatikan sama sekali oleh orang dunia persilatan yaitu Tian-wu Shen-jing malah dianggap sebagai sampah, akan menjadi penyebab penting semua peristiwa aneh dan berliku-liku ini."
Setiap masalah seperti tidak berhubungan tapi setiap masalah ada bentuknya masing-masing, dan akhirnya malah tampak begitu kacau.
Terakhir malah hanya membutuhkan sehelai benang merah untuk menyambungnya, benang inilah yang menghubungkan banyak keruwetan menjadi satu.
Malam sudah tiba, semua orang yang berada di ruangan besar terdiam memikirkan semua masalah itu, mereka enggan untuk bicara.
Tiba-tiba di luar dinding terdengar ada sesuatu suara yang bunyinya seperti ada kaitan besi yang mengait ke dinding, semua orang dengan tegang melihat lalu berlari ke halaman.
Dari atas dinding turun dua orang, mereka berteriak.
"Adik Liu, ternyata kau benar-benar ada di sini!"
Mereka adalah Wan Sheng Shen Dao, Bian Ao-tian dan Mei San Si!
"Aku sudah bertemu dengan orang terkenal di dunia persilatan -, kata Bian Ao-tian, karena itu kami datang, dia memuji kecerdasan Shi Qi, dia tidak muncul di Wisma Fei He, mungkin dia tahu kalau dia sudah kalah -kecuali murid-murid Nan Huang Da Jun, semua orang dunia persilatan dan perkumpulan lain sudah berkumpul di sana.
Wu Yi Shen Mo tidak bisa mengalahkan kekuatan yang besar itu, Shi Qi sisa anggota Wu Yi Shen Mo yang melihat situasi pergi entah ke mana....
Benar-benar pintar perempuan itu."
Liu He-ting merasa jantungnya berdebar, dia sangat mencintai Shi Qi, wajah Liu He-ting mulai basah, dia ingin menguburkan perasaannya jauh di lubuk hatinya.
Terdengar Bian Ao-tian berkata lagi.
"Aku berharap dia bisa berubah, kalau tidak...."
Tiba-tiba dia melihat gadis berbaju hijau itu dan bertanya.
"Apakah nona ini Tao Chun-chun?"
Wajah Tao Chun-chun memerah dan mengangguk. Bian Ao-tian tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Baik, baik...."
Tao Chun-chun membalikkan badan dan berjalan, dia meniup serulingnya lagi.
Mei San Si tertawa dan berkata.
"Orang-orang persilatan sudah mengetahui kalau Tao Chun-chun adalah istri Liu He-ting, sebaiknya Tao Chun-chun yang ini tidak akan mengecewakan Adik Liu."
Wajah Liu He-ting memerah, Bian Ao-tian, Mei San Si dan Qi bersaudara tertawa terbahak-bahak.
Tao Chun-chun tetap meniup serulingnya.
Dia pura-pura tidak mendengar kata-kata ini tapi dari dua matanya sudah memancarkan cahaya yang gembira.
Xiang Huang terpaku dan menarik nafas.
Dia berkata.
"Akhirnya aku tetap tidak bisa bersaing dengannya...."
Tiba-tiba dia memukul gendang dan mengiringi irama seruling itu.
Di luar dinding besi ada 2 bayangan orang sedang berjalan.
yang satu memakai baju putih.
Mendengar suara begitu ramai dan penuh tawa, mereka tahu sekarang sudah bukan musim gugur yang dingin dan menakutkan.
Langit begitu biru, rumput begitu hijau, bunga yang layu sudah mulai tumbuh....
Mereka diam mendengar kemudian saling memandang.
Mereka bersama berjalan ke arah timur tempat bintang pertama muncul.
TAMAT Bandung, 25 Agustus 2006 Salam Hormat See Yan Tjin Djin Dewi KZ
http.//kangzusi.com Dewi KZ
http.//kangzusi.com
Baca Juga: Hikmah Pedang Hijau 6
Baca Juga: Pendekar Cacad 5