Eps 9 Tangan Berbisa - Khu Lung Tjan Id
Baca online Tangan Berbisa - Khu Lung Tjan Id
Cersil Tangan Berbisa - Khu Lung Tjan Id.
"Sebabnya ialah suhumu masih ingin terjun didunia Kang-ouw, coba kaupikir orang-orang rimba persilatan apabila mengetabui bahwa suhumu telah ditolong keluar oleh muridnya dari rumah penjara, bagaimana anggapan mereka terhadap diriku?"
Kim Hong terpaksa diam, ia pikir itu memang benar, sebetulnya kalau seorang murid memiliki kepandaian lebih tinggi dari suhunya, terhadap sang suhu sebetulnya bukan merupakan suatu hinaan, tetapi anggapan itu dalam rumah penjara rimba persilatan agak lain, Sebab setiap tawanan dalam rumah penjara rimba persilatan itu semua mendapat hak dan mendapat kesempatan untuk keluar dengan melalui prosedure harus menantang lagi pada penguasa rumah penjara, karena mereka mendapat hak dan kesempatan untuk menantang, maka tidak seharusnya ia menerima hadiah orang lain yang menolong keluar dirinya, apa lagi murid yang menolong keluar suhunya, ini merupakan suatu pukulan hebat bagi kehormatan seorang menjadi suhunya.
It-hu Sianseng mengulurkan tangannya melalui lubang jendela menepok-nepok bahu Kim Hong, katanya sambil tersenyum "Jangan cemas anak, suhumu yakin dapat menyambut penuh sepuluh jurus, barangkali beberapa bulan lagi juga akan keluar dari sini?"
"Mengapa suhu tidak menantang sekarang saja?"
"Tadi pagi-pagi setelah kau terpukul jatuh kebawah lembah oleh penguasa rumah penjara rimba persilatan, ibumu pernah datang kemari menengok aku, ia mengucapkan terima kasih padaku, disamping itu juga menanyakan padaku tentang soal ini, alasan suhumu ialah Karena Suhumu sedang menantikan nenek disebelah kamar ini, sebab waktu sekarang ini ia masih belum dapat menyambut sepuluh jurus serangan penguasa rumah penjara....."
"Bagaimana kalau subo suka ditolong keluar dari sini?"
"Tidak mungkin, kalau kau tidak percaya boleh tanya padanya sendiri"
Kim Hong berpaling kekamar nomor delapan bertanya kepada In-jie.
"In-jie, bagaimana?"
"Suhu kata tidak akan berbuat hal yang memalukan seperti ini, sebetulnya hal ini bagaimana dianggap memalukan, coba kau kata betul tidak?"
Menjawab In-jie dengan mata merah. Kim Hong tertawa getir, ia berpaling dan berkata kepada suhunya.
"SiePangcu barangkali juga tidak perlu ditanya lagi"
"Tidak halangan kau pergi kekamar tawanan golongan ular, mungkin ketua partay itu bersedia menerima bantuanmu"
Berkata it-hu sianseng sambil menganggukkan kepala.
Kim Hong tak bisa berbuat lain dari pada pergi kekamar tawanan golongan ular bersama In-jie.
Ketika mereka berjalan melalui kamar-kamar tahanan orang-orang golongan ular itu, para tawanan ribut berteriakteriak minta supaya diajak keluar.
Jumlah mereka ternyata tidak sedikit, ada yang minta kepada In-jie, ada yang minta kepada Kim Hong dengan alasan bermacam-macam.
Kim Hong dan In-jie sekaligus lari hingga kekamar tahanan yang paling bawah.
Segera berpencaran menanya para ketua itu apakah suka ditolong keluar dari rumah penjara, diluar dugaan mereka para ketua itu agaknya sudah berunding lebeh dahulu, semuanya menolak maksud Kim Hong dan In-jie, bagaimanapun juga Kim Hong menggunakan alasan, tetap mereka menolak seolah-olah sudah mengambil keputusan semuanya akan mati dirumah penjara itu.
Harapan Kim Hong hendak menolong dua belas ketua partay telah buyar semua, maka dengan lesu ia berkata kepada in-jie .
"In-jie. sekarang kita terpaksa pergi menolong orang yang suka keluar dari sini"
"orang-orang itu tidak ada satu yang merupakan orang baik, tidak boleh kita tolong,"
Menjawab in-jie.
"Kau lebih jelas mengetahui keadaan mereka, kau boleh pilih orang-orang yang berkelakuan baik, lalu tolong mereka keluar"
"Tidak ada gunanya, tawanan-tawanan dari golongan orang kebenaran, semuanya mempunyai sifat serupa, ialah berjiwa ksatria, mereka tidak suka menerima pertolongan orang lain"
Berkata In-jie sambil menggelengkan kepala. Kim Hong menarik tangannya dan melanjutkan perjalanannya, katanya.
"Jalan, mari kita bertanya satu persatu"
Hasilnya seperti apa yang diduga oleh In-jie, tawanan yang berkelakuan baik, tiada seorangpun yang menerima bantuan mereka, semua menyatakan hendak keluar dari situ dengan mengandalkan kepandaian sendiri untuk menantang pertandingan dengan penguasa rumah penjara.
Kim Hong dengan sikap lesu mengajak In-jie naik keatas dengan alat naik turun kedalam lembah, lalu masuk keruangan tamu Penguasa Rumah Penjara.....
Penguasa Rumah Penjara seperti biasa berdiri dipinggir lubang jendela, ketika melihat mereka berjalan masuk keruangan tamu, barulah perlahan-lahan memutar tubuh dan bertanya.
"Bagaimana ?"
"Aku mau uang mas saja "
Berkata Kim Hong dengan sikap kemalu-maluan. Panguasa Rumah Penjara perdengarkan suara tertawanya ringan, ia berkata sambil menunjuk meja perjamuan diruangan tamu.
"Baik, sekarang kita makan tengah hari dulu sembari ngobrol "
Kim Hong juga tidak berlaku merendahkan diri, ia mengajak In-jie duduk bersama-sama.
Sementara itu Penguasa Rumah Penjara duduk dibagian tuan rumah, ketiganya lalu mulai dahar sambil ngobrol kebarat-ketimur "Tadi anak buahku Sam Giam ong Hee Ya telah kembali memberi laporan, bahwa muridku memang benar sudah diculik oleh orang-orang rumah penjara rimba persilatan yang digunung BuSan "
Demikian Panguasa Rumah Penjara membuka pembicaraannya lebih dahulu.
"oooo..."
"He, Penguasa Rumah Penjara yang baru itu, ternyata masih mempunyai nama segala."
"Apa ?"
"Kabarnya orang-orang seperti tetamu tak diundang dari luar daerah dan empek Ie-oe juga telah menantang, hasilnya tidak satu yang bisa kembali "
"Aaa, mereka berdua adalah orang-orang terkuat dalam rimba persilatan dewasa ini"
"Pendek kata, rumah penjara yang baru itu didirikan belum satu bulan, orang-orang yang pergi menantang sudah ada kira-kira lima puluh orang, namun tiada satu yang kembali"
"Kalau demikian halnya, penguasa rumah penjara yang baru itu. kepandaian ilmunya benar lebih hebat daripadamu?"
"Aku tidak percaya didalam dunia ini masih ada orang yang memiliki kepandaian ilmu silat lebih tinggi daripadaku, tetapi aku terhadapnya sudah tidak bisa berlaku sabar lagi, dia bukan saja sudah menculik muridku, tetapa juga sudah merampas usahaku didalam rimba persilatan, hm....."
"Apakah kau pikir hendak pergi menantang bertanding?"
"Tidak dalam hatiku sudah mempunyai rencana lain, disamping itu aku juga akan minta kau untuk menepati janjimu"
"Aku memang tidak mengatakan bahwa aku tidak suka menepati janjiku bahkan aku mengatakan bahwa aku pasti akan pergi, hanya aku khawatir barang kali tidak dapat menolong keluar nona Leng. coba pikir orang-orang kuat rimba persilatan seperti tamu tidak diundang dari luar daerah dan empek Ie-oe, toh masih tidak sanggup menerima serangan Satu jurus saja dari penguasa rumah penjara yang baru itu, bagaimana aku bisa berbuat"
"Kau bisa, asal kau suka mempelajari ilmu silatku"
"Baik, sekalian aku akan mengajukan satu permintaan, harap kau bujuk ibuku supaya suka menemui aku, bagaimana?"
"Boleh sehabis makan kau nanti boleh pergi menengok dia"
Sehabis dahar, In-jie kukuh hendak mandi lebih dulu baru mau menemui ibu Kim Hong. Kim Hong terpaksa menuruti dia, penguasa rumah penjara hendak ajak ia pergi, ia juga tidak mau katanya.
"Asal kau beritahukan saja tempatnya, aku bisa pergi sendiri"
Penguasa rumah penjara terpaksa menunjuk pintu sebelah kanan ruangan tamu, katanya.
"Diujung lorong jalan itu kau pergilah-"
In-jie berjalan kelorong yang panjang itu, sementara itu penguasa rumah penjara berpaling dan menggapai kepada Kim Hong.
"Kemari"
"Untuk apa?"
Bertanya Kim Hong. Penguasa rumah penjara berjalan menuju kelorong panjang, katanya.
"Aku akan mencoba kekuatan tenaga dalamnya, sebetulnya bagaimana?"
Kim Hong mengikuti ia berjalan masuk, tiba dikamar dekat kamar ketiga, Penguasa rumah penjara membuka pintu dan masuk kedalamnya, tampak dalam kamar itu penuh potongan emas, dilantai terdapat beberapa puluh batang pikulan-pikulan yang terbuat dari emas.
ada yang kecil dan ada yang besar, yang paling besar mungkin ada seribu kati lebih beratnya.
Penguasa rumah penjara berpaling dan berkata.
"Kau ambil dulu pikulan yang paling kecil dan coba angkatlah, aku ingin lihat kau kuat mengangkat sampai berapa beratnya"
Cin Hong berjalan menghampiri kesebuah pikulan yang paling kecil, lalu diangkat dengan kedua tangannya, pikulan itu ditaksir mempunyai berat lima ratus kati lebih, waktu ia mengangkatnya tanpa memerlukan banyak tenaga.
"Bagus, coba ganti yang kedua"
Berkata penguasa rumah penjara.
Kim Hong mengangkat pikulan kedua, beratnya kira-kira enam ratus kati, lalu mengangkat lagi yang ketiga, kira-kira tujuh ratusan kati beratnya, selanjutnya mengangkat yang keempat dan ketika sampai ke enam ia mulai keberatan-Penguasa rumah penjara memerintahkan ia berhenti, dari dalam sakunya mengeluarkan sebuah botol kecil diberikan kepadanya seraya berkata.
"sekarang kau telan pel ini"
Kim Hong menyambutnya dan bertanya "Ini obat apa?"
"Ini adalah terbuat dari getah batu Giok yang usianya puluhan ribu tahun Kekuatan tenagaku dan kepandaianku sebagian besar mengandal barang ini"
"Apa yang dinamakan getah giok?"
"Getah batu Giok adalah barang ajaib yang jarang ada dalam dunia, barang ini terdapat dibagian dalam batu Giok. tempat yang terdapat tanaman-tanaman mujijat seperti Leng-cie dan lain-lainnya dibawahnya pasti ada batu Giok yang mengandung getah. orang yang makan getah batu Giok itu badannya bisa merasa ringan, otot-ototnya menjadi kuat, tenaga dahulu orang rimba persilatan yang mendapat nama julukan dewa persilatan Thay-pek sianong. telah menggunakan getah batu Giok ini membuat pel yang dinamakan pel panjang umur, umum pel itu terbuat dari dua belas macam obat akar-akaran yang sangat manjur, satu diantaranya yang terpenting ialah getah Giok?"
"Kalau demikian berharga, bagaimana aku bisa menerima cuma-cuma darimu?"
"Sudah tentu tidak bisa menerima begitu saja, kau harus pergi menolong keluar muridku"
Kim Hong masih ragu-ragu, katanya.
"Bagaimana seandai aku tidak berhasil menolong?"
"Apakah kau tidak percaya ilmu kepandaianku?"
Kim Hong tak berani banyak bicara lagi, lalu membuka tutup botolnya dan pel itu ditelan kedalam mulutnya, Sesaat kemudian sekujur tubuhnya dirasakan nyaman dan harum, Setelah berada didalam perut perlahan-lahan ada hawa hangat yang menyusuri sekujur tubuhnya.
Penguasa rumah penjara berkata padanya "Lekas duduk dan bersemedhi aku akan bantu kau melancarkan jalannya obat"
Di dalam hati Kim Hong merasa sangat girang, ia segera menurut dan pejamkan mata, bersemedi.
Tiba-tiba merasakan tangan Penguasa rumah penjara diletakkan kebagian jalan darah Pek-hwee-hiat, Sesaat kemudian merasakan ada aliran panas yang menyusuri seluruh urat-uratnya dan kemudian masuk kedalam seluruh tubuhnya, dengan demikian sekujur tubuhnya, merasa hangat, Entah berapa lama berlalu, dengan mendadak ia merasa bahwa perasaan dalam tubuhnya merasa segar dan ringan, seolah-olah baru keluar mandi dari air hangat, setiap bagian dari tubuhnya dirasakan ringan dan segar hingga semangatnya juga turut terbangun.
Ia segera tahu bahwa dirinya sendiri dalam waktu sekejap mata ini sudah mencapai ketaraf yang diidamidamkan oleh seluruh orang rimba persilatan-Penguasa rumah penjara menarik kembali tangannya, katanya dengan suara perlahan-"Kekuatan tenaga dalammu, ternyata cukup sempurna hasilnya tercapai lebih cepat setengah jam dari apa yang aku duga "
Kim Hong membuka mata, tiba-tiba ia dapat merasakan bahwa pandangan matanya jauh lebih tajam dari semula, potongan mas yang terkecilpun dapat dilihat dengan nyata, hal ini sesungguhnya diluar dugaannya sama sekali.
Ia bangkit berdiri, semakin merasa bahwa tubuhnya bukan saja dirasakan ringan, juga segar jauh berbeda dari pada biaSanya, tetapi disamping itu ia juga mengetahui bahwa sekujur pakaiannya yang dikenakan sudah basah kuyup dengan air keringatnya sendiri, ketika ia mengawasi Penguasa rumah penjara, Wajahnya juga tampak basah olen keringat, jelas ia sendiri juga sudah menggunakan kekuatan tenaga cukup banyak untuk membantu dirinya.
Dengan sendirinya timbul perasaan bersyukur kepada penguasa rumah penjara, ia ingin segera membuka wajahnya yang ditutupi oleh kerudung kain hitam untuk melihat orang yang berlaku kejam terhadap sesama orang rimba persilatan ini, apa sebab berlaku demikian baik terhadap dirinya.......
Penguasa rumah penjara pelahan-lahan bangkit dari tempat duduknya diatas batu, ia mundur dua langkah dan berkata.
"Sekarang kau boleh mulai angkat lagi dari yang ketujuh"
Kim Hong mengangkat pikulan yang ketujuh, pikulan itu mempunyai berat seribu empat kati lebih, tetapi ternyata dapat diangkatnya dengan mudah.
"Ganti yang kedelapan"
Yang kedelapan juga diangkatnya dengan mudah. Ganti berganti dari sembilan kesepuluh dan selanjutnya.
"Baik, kau sudah menjadi orang kuat"
Kim Hong dalam waktu yang sangat singkat ternyata mendapat tambahan keKuatan tenaga enam ratus kali lebih, dalam hati sangat girang sekali, maka ia segera menjura dalam-dalam dan berkata sambil menghela napas.
"Ai Aku harus mengucapkan terima kalih sekali lagi kepadamu "
"Sekarang aku hendak ajarkan kau ilmu pukulan Hoanthian Sam-ciang, tipu pukulan yang terdiri dari tiga jurus ini mempunyai keampuhan luar biasa, dalam dunia rimba persilatan pada dewasa ini belum ada keduanya, asal kau berhasil mempelajari tiga jurus pukulan tangan kosong ini, kau juga sudah boleh membangun rumah penjara rimba persilatan yang baru lagi "
Baru habis berkata, tiba-tiba terdengar suara In-jie yang memanggil dari luar.
"Engko Hong, kau ada dimana ?"
Kim Hong menyahut dari dalam.
"Injie, aku ada disini... kamar nomor tiga"
Suara langkah kaki terdengar diluar kamar, pintu yang terbuat dari batu itu lalu terbuka dantampak Injie berjalan masuk dengan mengenakan pakaian warna putih yang tidak begitu cocok dengan ukuran tubuhnya sendiri.Rambutnya tampak masih basah, gadis itu sehabis mandi tubuhnya nampak segar dan putih bersih, hingga wajahnya tampak semakin cantik menarik.
Kim Hong begitu lihat padanya lantas berseru kaget.
"He, mengapa kau mengenakan pakaian ibuku?"
In-jie tampak tercengang, jawabnya "Haaa Jadi pakaian warna putih ini adalah milik ibumu"
"Ya, dimana kau mengambil?"
Bertanya Kim Hong sambil mengangukkan kapala.
"Aku menemukan didalam kamar mandi sana, karena pakaianku sendiri sudah kotor maka untuk sementara kupakai saja."
Kim Hong lalu berpaling dan bertanya kepada penguasa rumah penjara.
"Apakah ibuku juga suka datang kemari?"
Penguasa rumah penjara menganggukan kepala, kemudian berkata pada In-jie.
"Nona Yo, kau pergi kekamar nomor dua coba cari pakaian muridku, lalu kau pakailah, dan pakaian ini kau buka taroh kembali ketempat semula"
"Sudah dipakai, biarlah untuk sementara dipakai saja, kukira tokh tak ada halangan."
Berkata Kim Hong.
"Tidak bisa, ibumu tidak suka ada orang mengganggu barangnya."
Berkata Penguasa rumah penjara.
In-jie terkejut dan ketakutan, ia buru-buru undurkan diri untuk pergi tukar pakaian.
Penguasa rumah penjara menutup lagi pintu kamarnya dan berkata sambil tertawa "Adat sumoaymu ini ada sedikit berandalan, apakah kau benar suka kepadanya?"
Wajah Kim Hong agak kemerah-merahan. jaWabnya dengan suara gelagapan.
"Dia seorang sangat polos, tidak seperti muridmu yang demikian banyak akal dan sulit dijajaki..."
"Kukira tidak begitu, mungkin juga karena kau tidak menggunakan pikiran terhadapnya"
"Sekarang biarlah kita jangan bicarakan soal ini, apakah kau hendak mengajarkan ilmu silat kepadaku sekarang juga "
"Baik, kau dengar baik-baik..,."
Berkata Penguasa rumah penjara sambil menganggukkan kepala.
Tidak dijelaskan siapa penciptanya, juga tidak dijelaskan asal usul dari ilmu pukulan tangan Hoan thian-sam-ciang tetapi setelah Kim Hong mendengar habis penjelasan hafalannya.
diam-diam Kim Hong terkejut, ia mendapat kesan bahwa ilmu pukulan yang dinamakan Hoan-thiansam-ciang ini ternyata gabungan dari kekuatan tenaga dalam lunak dan keras, seperti ilmu pukulan yang luar biasa anehnya.
= =000000= = tiga hari kemudian dipagi hari yang cerah, dibawah pintu gerbang rumah penjara gunung Tay-pa-san, keluar dua penunggang kuda, terus pacu kudanya keluar dari dalam rumah penjara itu.
Diatas kuda duduk seorang pemuda berbaju biru bersama seorang gadis berpakaian merah, tak perlu diperkenalkan lagi, pasangan setimpal itu adalah Kim Hong dan Yo In In yang membawa tugas rangkap ialah pergi menantang bertanding untuk mengeluarkan Leng Bie Sian dari Rumah penjara rimba persilatan yang baru, digunung Bu-san.
Ketika dua ekor kuda bersama dua penunggangnya itu tiba dijalan persimpangan dibawah gunung, Kim Hong berkata kepada In-jie sambil tersenyum.
"In-jie disini kita harus berpisah"
In-jie rupanya agak berat, ia angkat pundak dan berkata sambil menghela napas.
"Ai, apabila can-sa-jie ada disini alangkah baiknya, bisa minta ia pergi kedanau Tay-pek-tie digunung Tay-pek San, dengan demikian, maka aku boleh pergi bersamamu kegunung Bu-san......"
"Sebetulnya, pesan kakek gelandangan itu seharusnya aku yang pergi melaksanakan, hanya lantaran urusan menolong nona Leng itu merupakan suatu tugas yang tidak boleh ditunda, apa boleh buat terpaksa kuminta kau yang melakukan."
Sikap In-jie agak murung, ia meraba-raba kantong yang tergantung dibelakang Celananya yang tampaknya sangat berat, katanya dengan suara sedih.
"Kemarin ketika kita menerima hadiah uang mas, dalam hatiku sudah berpikir. Besok setelah kita turun gunung kita harus pakai uang mas ini sepuas-puasnya, diwaktu makan kugunakan sepotong uang emas, diwaktu menginap sepotong dan untuk persen pelayannya sepotong, lihat betapa mereka nanti akan terkejut, tetapi sekarang lamunanku telah buyar semua....."
"jikalau kau takut tidak dapat menghamburkan habis uang emasmu itu, mengapa kau tidak pergi menolong kepada orang-orang miskin, jikalau kau melihat ada rumah butut dan rombeng keadaannya, masih ada penghuninya lalu kau lemparkan sepotong uang emasmu kesana, jikalau kau melihat ada orang pengemis tua yang minta-minta lalu berikan padanya sepotong, memberi secara demikian lebih mengandung arti besar"
"Sudahlah, jangan banyak omong yang bukan-bukan sekarang kuantar kau seperjalanan dulu"
"Perlu apa, kau menuju keutara dan aku menuju keselatan jikalau kau harus mengantarkan bukankah nanti kau akan melakukan banyak perjalanan yang tidak ada gunanya?"
"Aku tidak perduli, kalau kau tak suka aku antar, aku nanti ikut kau pergi, kulihat apa kau bisa berbuat?"
Kim Hong tahu tidak dapat membantah kemauan gadis itu, maka ia lalu keprak kudanya dan dipacu keatas jalan raya yang menuja ke selatan, katanya sambil melambailambalkan tangan.
"Marilah hanya sepuluh pal saja"
Mereka pacu kudanya dengan berdampingan, Sepanjang jalan terus mengobrol tidak habis2nya, pada akhirnya siapapun tak tahu sebetulnya sudah melakukan perjalanan berapa jauh, sehingga melihat ditepi jalan ada sebuah pemandangan yang aneh, keduanya baru sadar bahwa mereka sudah memasuki daerah kaki bukit Seng-cuan.
Apa yang dikatakan pemandangan aneh, ialah disuatu tempat kaki bukit itu, terdapat dua lembar pengumuman berwarna kuning, Kim Hong yang waktu itu sudah memiliki pandangan mata sangat tajam, sudah dapat mengenali bahwa satu diantara surat pengumuman itu adalah surat pengumuman yang dikeluarkan oleh penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru dari gunung Busan, tentang pengumuman itu ia sudah pernah melihat beberapa kali, maka tidak perlu dilihat lagi, ia sudah dapat menghapalkan isinya.
Ia bersama In-jie larikan kudanya mendekati tempat tersebut dan ketika pandangan matanya ditujukan kepada surat pengumuman yang lain, Saat itu lantas berseru kaget.
Sebab surat pengumuman itu bukan dikeluarkan oleh rumah penjara digunung Bu-san, melainkan oleh rumah penjara rimba persilatan yang lama digunung Tay-pa-san sebagai pembukaan dari surat pengumuman itu.
ditulis oleh huruf besar yang berbunyi.
"KABAR BAIK "
Dan dibaris kedua tertulis.
"dalam masa panca roba, dimana-mana timbul banyak kejahatan, diwaktu belakangan ini kabarnya dipuncak Sinlie-hong gunung Bu-san, ada berdiri apa yang dinamakan rumah penjara rimba persilatan yang baru. -cara-cara dan peraturan yang ditetapkan oleh rumah penjara itu bukan saja aneh-aneh dan tidak masuk diakal, tetapi juga merupakan suatu akal muslihat untuk menipu orang-orang rimba persilatan dan sengaja menimbulkan kekacauan, cara yang sangat rendah seperti itu Sebetulnya tidak ada harganya untuk dilayani, harap sababat-sahabat rimba persilatan supaya waspada, jangan sampai tertipu oleh akal muslihat kawanan penjahat itu. -Rumah penjara kami yang lama digunung Tay-pa-san adalah yang tulen, peraturan yang ditetapkan semua masuk di akal, sama sekali tidak menggunakan paras cantik atau ilmu hitam untuk merebut kemenangan, ini merupakan suatu kenyataan yang sudah dialami oleh orang-orang rimba persilatan sendiri, dan kini dengan tiba-tiba ada kawanan penjahat yang menggunakan nama rumah penjara kami dengan diberi embel-embel baru, kemudian menyebar anak buahnya untuk menculik kaum wanita, perbuatan yang merusak nama baik kami dan rimba persilatan itu, maka dipihak kami selain mengadakan penyelidikan juga menetapkan suatu cara untuk menantang bertanding, harap sababat-sahabat rimba persilatan upaya juga melanjutkan usaha untuk memberi pelajaran kepada pihak kami. SATU Penguasa rumah penjara rimba persilatan kami tiap waktu menerima tantangan bertanding, baik pria maupun wanita orang tua atau muda, semua boleh mendaftarkan nama dan melakukan pertandingan diatas senar besi. DUA barang siapa yang sanggup menyambut serangan penguasa rumah penjara fihak kami seratus jurus dan berakhir seri segalanya terserah kepada yang menantang apa yang dikehendaki tidak akan kami ingkari. TIGA barang siapa yang dapat menyambut delapan jurus keatas, (dahulu sepuluh jurus) boleh tidak usah masuk penjara, bahkan boleh menolong keluar lima orang tawanan yang lama atau menerima uang emas Sejumlah tujuh ratus tail (dahulu seribu) atau pergi untuk menolong anak istri kawan-kawannya yang ditawan dalam rumah penjara rimba persilatan yang baru digunung Bu-san, tetapi sewaktu kedua kalinya menantang harus sanggup menyambut tiga belas jurus (dahulu lima belas) jikalau tidak tetap akan masuk penjara dan dihapuskan haknya untuk menantang bertanding lagi. EMPAT barang siapa yang sanggup menyambut delapan jurus keatas, harus masuk penjara dan ditawan didalam kamar tahanan orang-orang golongan naga. Hanya tidak usah melakukan pekerjaan berat atau dirantai tangan kakinya, makanan setiap hari juga ada lebih baik dari pada para tawanan dari orang-orang golongan ular, orang-orang yang tertaWan dalam golongan naga mendapat hak untuk menantang lagi sehingga empat kali (dahulu tiga kali). LIMA barang siapa yang tidak sanggup menyambut lima jurus harus masuk dipenjara orang golongan ular, segalanya seperti biasa, hanya mendapat hak dua kali menantang lagi. Apabila dapat menyambut lima jurus penuh, bisa dipindahkan kekamar tahanan golongan naga. ENAM Peraturan-peraturan yang telah ditetapkan diatas harus ditaati benar-benar baik oleh penantang maupunpara tawanan, jikalau tidak. kami tidak akan jamin nyawanya. TUJUH Peraturan ini berlaku sejak tanggal di-umumkannya, apabila ada perobahan, setiap waktu bisa diadakan pengumuman lagi."
Sehabis membaca pengumuman itu, In-jie yang lebih dahulu berkata.
"Engkoh Hong, mari kita pulang lagi untuk menerima hadiah dua ribu tail uang emas, sebab rumah penjara rimba persilatan sudah naikkan hadiahnya menjadi lipat ganda, tetapi ia masih memberikan hadiah menurut cara yang lama kepada kita, ini keterlaluan"
Penonton-penonton yang lainnya mendengar ucapan Injie pada berpaling.
Kim Hong telah melihat anggota pelindung hukum golongan Kalong ialah Lam-khek Sin-kun Im Liat Hong juga terdapat diantara penonton, maka ia sangat terkejut dan buru-buru lompat turun dari atas kudanya dan minta In-jie supaya lekas undurkan diri.
In-jie masih belum tahu apa yang telah terjadi, Im Liat Hong yang berada diantara banyak penonton itu sudah mengeluarkan suara tertaWa kemudian berjalan keluar dari rombongan orang banyak.
Dengan sangat girang ia berjalan menghampiri Kim Hong lalu berkata sambil tertawa mengejek.
"Bocah, kali ini kau harus serahkan nyawamU"
Kim Hong menyapU kepada orang banyak sejenak.
diantara orang banyak itu ada beberapa diantaranya mengawas i dirinya dan In-jie dengan sinar mata bermusuhan ia segera tahu bahwa mereka kebanyakan adalah anak buah golongan Kalong, dalam hati diam-diam mengeluh sendiri, tetapi kalau dipikir bahwa ia kini sudah memiliki ilmu silat luar biasa dari rumah penjara rimba persilatan, kali ini justeru dapat digunakan untuk mencobacoba, maka saat itu nyalinya menjadi besar, namun ia masih pura-pura berlaku gugup, katanya.
"Im Liat Hong, kau mau apa?"
Im Liat Hong tertawa besar, lengan jubahnya dikebutkan dan rombongan orang banyak itu lompat keluar delapan orang laki-laki berpakaian ringkas, segera mengurung Kim Hong dan In-jie berdua, saat itu barulah terdengar suara Im Liat Hong yang berkata sambil tertawa.
"Mau apa? Periukah penjelasan?"
Kim Hong diam-diam mengerahkan kekuatan tenaga dalamnya kelengan kanan, namun sikapnya masih berpurapura takut, ia mundur selangkah dan berkata.
"Baik, hari ini aku akan mengadu jiwa denganmu"
In-jie tampak Kim Hong seperti takut, lantas lompat kesampingnya dan berkata.
"Engkoh Hong mari kita berdua lawan dia seorang"
Dengan cepat Kim Hong memberi isyarat pandangan mata padanya, kemudian mendorongnya dan berkata.
"Tidak, pergilah kau menghadapi delapan musuh yang lain, iblis tua ini biarlah aku yang menghadapi"
In-jie ia segera lompat kesamping dan berkata kepada delapan laki-laki berpakaian ringkas sambil menuding.
"Hei kalian kawanan bangsat ini apakah berani melawan aku?"
Delapan laki-laki berpakaian ringkas itu adalah orangorang kuat dari golongan Kalong kepandaian mereka sebetulnya tidak dibawah orang-orang rimba persilatan kelas satu, Saat itu tampak seorang gadis cantik molek menantang dirinya, Saat itu masing-masing pada ingin turun tangan, maka setelah mendengar ucapan itu, dengan serentak maju mengurung In-Jie.
In-jie Sejak dapat menyambut Serangan Penguasa rumah penjara rimba persilatan sepuluh jurus, mengira bahwa ia sendiri sudah menjadi tokoh kuat yang jarang ada dalam rimba persilatan, Sudah tentu menjadi sedikit sombong dan tidak pandang mata kepada delapan orang itu.
Sambil berseru tangannya bergerak untuk melawan delapan orang yang mulai menyerang dirinya dengan berbareng.
Kim Hong tahu bahwa untuk sementara In-jie tidak sampai kalah, maka ia lalu berpaling dan berkata kepada Im Liat Hong.
"Marilah, hari ini aku akan melawan kau matimatian"
Im Liat Hong dahulu dengan tangan kosong telah berhasil menawan Kim Hong, kali ini ia tampak berani melawan dirinya tanpa memakai senjata kipasnya, dalam hati semakin tenang dan anggap sudah pasti akan dapat mengalahkan pemuda itu, maka dengan tenangnya ia berkata sambil tertawa besar.
"Bocah, hari ini kalau kau dapat menyambut sepuluh jurus saja dari aku, mulai hari ini aku akan undurkan diri dari rimba persilatan"
Ucapannya itu ditutup dengan serangannya lebih dulu, meskipun ia tidak menggunakan tenaga sepenuhnya, tetapi oleh karena kepandaiannya sudah mencapai ketaraf tertinggi sembarangan saja sudah cukup hebat bagi yang menyambut.
Kim Hong menyambut serangan itu dengan menggunakan ilmu silat golongan perguruannya sendiri, dengan tangan kanannya ia balas menyerang dada Im Liat Hong, disamping itu ia juga berpura-pura berlaku tidak sanggup melawan kekuatan tenaganya, hiagga ia sengaja mundur selangkah.
Im Liat Hong maju merangsek.
tangan kanannya menyerang, sekaligus lima kali dengan beruntun, tiap serangannya berhasil mendorong Kim Hong mundur selangkah, hingga ia tertawa terus tidak berhentinya.
Kim Hong diam-diam merata geli, namun masih berpura-pura tidak sanggup melawan, dan mundur terusterusan.
Hingga jurus kesembilan, Im Liat Hong hendak mengakhiri serangannya dengan menggunakan tangan kiri, sementara mulutnya membentak.
"Bocah, rebahlah"
Kim Hong perdengarkan suara tertawa dingin, kini ia tidak mundur lagi, sebaliknya ia malah maju merangsek, ketika tangan kanannyanya diangkat, gerak tipu serangannya Hoan-thian-sam-ciang jurus pertama yang sudah lama disiapkan, digunakan untuk menyambut serangan Im Liat Hong yang terakhir.
Ketika kedua kekuatan tenaga dalam saling beradu, dan Im Liat IHong merasakan seperti terpukul oleh barang berat, saat itu dadanya bergolak.
hingga terhuyung-huyung mundur tiga langkah, hampir saja jatuh di tanah.
Ia benar benar tidak menyangka bahwa Kim Hong dengan mendadak dapat melancarkan serangannya yang demikian hebat dan tidak habis dimengerti serangannya kali ini, sekali pun suhu Kim Hong sendiri It-hu Sianseng juga tidak sanggup melakukan, hingga saat itu ia terheran-heran maka segera berseru sambil pendelikan matanya.
"Bocah, kau....kau.,.."
Kim Hong sendiri juga tidak menyangka bahwa untuk pertama kali menggunakan ilmu Hoan-thian-sam-ciang sekali pukul saja sudah berhasil membuat seorang iblis besar yang ditakuti oleh orang rimba persilatan seperti Im Liat Hong sudah dipaksa mundur lima langkah, maka dalam hati merasa sangat girang sekali, saat itu ia tidaklah merasa ragu-ragu.
Tangan kanannya di angkat lagi dan melancarkan gerak tipunya yang kedua, sedang mulutnya membentak "cobalah sambuti sekali lagi."
Sepasang mata Im Liat Hong merah membara, dari mulutnya mengeluarkan suara pekikan nyaring, hatinya merasa penasaran, ia menggunakan tangan kanan Untuk melancarkan serangan lebih dulu dengan hebatnya.
KEMBALI terdengar suara benturan nyaring.
Tubuh Kim Hong bergoyang-goyang, dan mundur hingga tiga langkah.
Sebaliknya dangan Im Liat Hong, ia kini mundur terhuyung-huyung hingga enam langkah dan akhirnya tidak sanggup pertahankan kakinya lagi, hingga terpaksa jatuh duduk ditanah mulutnya menyemburkan darah segar Ini disebabkan ia semula terlalu memandang ringan musuhnya, sewaktu pertama kali menyambut serangan Kim Hong ia sudah mendapat luka bagian dalam dadanya, saat itu ia kembali mengerahkan seluruh kekuatan tenaga untuk mengadu kekuatan tenaga dengan Kim Hong, tidak ia sangka bahwa serangan gerak tipu kedua dari Kim Hong ini mengandung kekuatan tenaga lebih hebat dari pada yang pertama, inilah sebabnya maka ia tidak sanggup lagi menerima dan terpaksa jatuh dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Kim Hong yang merasa gemas, ia maju beberapa langkah, kembali tangan kanannya diayun sedang mulutnya membentak.
"sekarang sambuti lagi seranganku yang terakhir ini"
Im Liat IHong benar-benar tak percaya bahwa murid Ithu Sianseng yang dihadapannya ini, adalah dahulu yang pernah tertangkap hidup, hidup digunung oog-ok-san dengan tangan kosong, tetapi tidak perCaya apa gunanya sekarang kekuatan tenaga pemuda itu jauh lebih tinggi dari pada kekuatan tenaga sendiri, ini sudah merupakan suatu kenyataan yang tak dapat dibantah lagi.
saat itu ketika menampak ia akan melancarkan lagi serangannya, walaupun diwaktu biasanya ia pernah malang melintang dalam rimba persilatan, tetapi Waktu itu juga sudah ketakutan setengah mati, baru-buru menggelindingkan tubuhnya, menyingkirjauh setombak lebih, kemudian ia lompat bangun dan lari menuju ke utara, sedang mulutnya berseru kepada kawan-kawannya.
"Bocah itu mempunyai kekuatan seperti Setan, saudarasaudara lekas lari"
Delapan lakl-laki berpakaian ringkas yang sedang mengeroyok In-jie waktu itu juga sudah kewalahan tampak pemimpinnya kabur maka mereka juga tidak berani melanjutkan pertempuran, dan satu persatu kabur mengikuti jejak pemimpinnya.
In-jie lompat-lompatan dan berkata dengaa kegirangan.
"Engkoh Hong kau sungguh hebat, seorang iblis jahat seperti Lam-kek Sin-kun juga bukan tandinganmu"
Kim Hong juga sangat girang katanya.
"coba kau katakan bagaimana kalau aku dibandingkan dengan tamu tak diundang dari luar daerah?"
In-jie masih belum menjawab dari rombongan orang banyak yang sedang menonton pertempuran tadi tiba-tiba menyusul seorang laki-laki setengah baya berpakaian seperti seorang pelajar warna kuning, laki-laki itu berwajah tampan, ia entah bagaimana tahu-tahu sudah berjalan kehadapan Kim Hong, dengan sinar mata tajam, mengawasi Kim Hong dan In-jie sejenak.
kemudian berkata.
"Kau anak muda ini sungguh sombong, ternyata berani membandingkan dirimu dengan tamu tak diundang dari luar daerah."
Kim Hong kini menampak wajah laki-laki setengah baya itu agak mirip dengan wajah sendiri, dalam hati terkejut, buru-buru memberi hormat dan berkata.
"Maaf, oleh karena aku hendak menantang kerumah penjara rimba persilatan digunung Bu-san, masih belum tahu dapat menyambut satu jurus atau tidak. maka disini aku tadi menguji kekuatanku dengan Lam-kek Sin-kun, atas kesalahan ucapanku tadi, harap tuan suka maafkan"
Laki-laki setengah baya berjubah kuning itu tersenyum sendiri, dan kemudian berkata.
"Menurut pandanganku, kalau kau hendak dibanding dengan tamu tidak diundang dari luar daerah, masih selisih cukup jauh"
Cin Hong hanya mengeluarkan suara "oh,"
Namun dalam hati tidak begitu perCaya, sebab jikalau Panguasa rumah penjara rimba persilatan yang mengajarkan ilmu padanya menganggap bahwa hasilnya sekarang ini masih tidak dapat dibanding dengan Tamu tidak diundang dari luar daerah, bagaimana berani suruh ia pergi menantang bertanding untuk menolong keluar Leng Bie Sian?
Apalagi penguasa rumah penjara pernah menitik beratkan kepada ilmunya Hoan-thiam-Sam-ciang yang suruh ia melatih baikbaik, sebab apabila berhasil dengan ilmunya itu, dapat melawan PenguaSa rumah penjara rimba persilatan yang baru hingga tiga puluh jurus, ucapan ini sekalipun agak berlebihan, tetapi ia tadi hanya dengan dua serangan saja sudah berhasil melukai bagian dalam Lam-kek Sin-kun, ini sudah merupakan suatu kenyataan yang tak dapat dibantah.
Sekalipun Lam-kek Sin-kun masih bukan tandingan tamu tidak diundang dari luar daerah, akan tetapi Tamu tidak diundang dari luar daerah tidak mungkin dalam dua kali serang dapat melukai Lam-kek Sin-kun ditinjau dari sini, mungkinkah kalau ia tidak dapat dibandingkan dengan kepandaian dan kekuatan Tamu tidak di undang dari luar daerah?"
Laki-laki setengah baya berjubah kuning itu agaknya dapat tahu apa yang dipikirkan, lalu berkata sambil tertawa dingin.
"Apa kau tidak perCaya ucapanku?"
"Bagaimana aku berani tidak mempercayainya? Aku hanya merasa kecewa Saja"
Berkata Kim Hong sambil menjura memberi hormat.
"Mengapa kecewa?"
"Kabarnya Tamu tidak diundang dari luar daerah itu pergi menantang kerumah penjara gunung Bu-san hingga sekarang tidak keluar lagi, apabila aku tidak dapat dibandingkan dengan dia bukankah kepergianku ini tidak dapat melaksanakan tugas yang diberikan kepadaku"
"Kalau sudah tahu tidak sanggup melawan, Sudah saja, tidak perlu kau pergi menantang"
"Tidak, aku harus pergi menantang juga."
Lelaki berjubah kuning itu memandangnya sejenak. bertanya lambat-lambat.
"Kau seorang she apa ?"
"Aku yang rendah seorang she Kim namaku Hong, suhuku It-hu Sianseng"
Wajah lelaki setengah baya itu sedikit berubah, katanya heran.
"Aku dengar kata bahwa It-hu Sianseng ada mempunyai seorang murid she Cin, bagaimana sekarang kau mengatakan she Kim?"
"Ya, dalam hal ini ada sebuah musababnya itu disebabkan ialah dahulu aku masih belum tahu siapa sebetulnya ayah dan ibuku sendiri, sekarang aku sudah tahu, maka aku harus merubah she-kujadi seorang she Kim"
Lelaki setengah baya itu tiba-tiba mengerutkan alisnya, matanya ditujukan ketanah, tanyanya dengan suara dingin.
"Siapa kah nama ayahmu?"
"Ayahku bernama Hoong yang suaranya mirip dengan namaku sendiri "
Sepasang biji mata lelaki setengah baya itu bergerak berputaran, tiba-tiba mengangkat muka dan berkata dengan nada suara dingin.
"Tahukah kau mengapa Lam-kek sin-kun dan kawankawannya muncul ditempat ini?"
Kim Hong tidak menduga bahwa lelaki itu dengan tibatiba mengalihkan pembiCaraannya kesoal lain, maka sesaat itu ia terCengang dan katanya dengan terus terang.
"Tidak tahu, apa sebab mereka muncul di tempat ini ?"
"Mereka hendak pergi kegunung Tay-pek-tie. rombongan mereka terbagi tiga kelompok dengan berpencaran, dipimpin sendiri oleh Pangcunya dan dua orang anggota pelindung hukum, sembilan orang tadi adalah kelompok yang pertama."
"Apakah mereka bukan hendak mengambil kotak rahasia batu Giok yang berada didasar telaga itu ?"
"Benar, dua belas tokoh kuat berbagai partay yang ditugaskan menjaga danau Tay-pek-tie itu, mereka sudah terancam bahaya "
"Jikalau kau merasa tidak boleh berpeluk tangan, mengapa kau tidak tunda dulu beberapa hari perjalananmu kegunung Bu-san?"
Berkata lelaki berjubah itu sambil tersenyum. Kim Hong tampak berpikir, kemudian baru berkata.
"Akan tetapi perjalananmu kegunUng Bu-san itu tidak dapat ditunda, sebab aku harus pergi menolong keluar seorang gadis......"
Laki-laki berjubah kuning itu kembali memandangnya sekian lama dengan penuh perhatian, kemudian tanpa berkata apa-apa lantas memutar diri dan berjalan menuju keutara,gerakan kaki itu demikian gesit dan lincah sekali.
Kim Hong mengejar beberapa langkah sambil berseru.
"cianpwe tunggu sebentar"
Laki-laki setengah baya itu merandak tetapi tidak berpaling, tanyanya hambar.
"Ada urusan apa ?"
"Boleh kah aku numpang tanya nama cianpwe yang mulia?"
"Oey Ceng,"
Jawabnya singkat.
Kim Hong tak pernah dengar dan tak pernah ingat dalam rimba persilatan ada orang bernama Oey Ceng, tetapi dengan sinar matanya yang tajam dan bersemangat, gerak kakinya yang luar biasa gesitnya jelas memiliki kepandaian ilmu sangat tinggi, namun setelah mendengar jawaban itu, diam-diam dalam hati timbul perasaan curiga dan terkejut, ia lalu bertanya lagi.
"Cianpwe tadi kata bahwa golongan Kalong telah mengutus orang-orangnya dibagi dalam tiga rombongan menuju kedanau Tay-pek-tie sekarang kunumpang tanya dua rombongan yang lain mengambil jalan yang mana?"
"Jikalau kau hendak berjalan menuju keselatan, barangkali bisa berpapasan dengan mereka"
Jawabnya hambar.
"Kalau begitu, meskipun aku tidak bisa meneruskan perjalanan kedanau Tay-pek-tie, tapi masih menyumbang sedikit tenaga untuk mencegat merasa ditengah jalan-"
Oey Ceng tidak menyatakan pikirannya ditilik dari gerakkannya yang demikian lambat, tak disangka-sangka dalam Waktu sesejap mata saja sudah berada ditempat sejauh dua puluh tombak lebih dan tak lama kemudian sudah tinggal bayangan kuning saja.
Kim Hong mengawasi berlalunya Oey Ceng Sehingga hilang dari pandangan matanya, dalam hati timbul beberapa pertanyaan.
"Siapa kah sebetulnya yang menamakan diri Oey Ceng ini? Apa sebab ia tidak senang mendengar orang membandingkan dirinya dengan Tamu tidak diundang dari luar daerah, apa pula sebabnya setelah mendengar nama Kim IHong, wajahnya menunjukkan sikap perobahan aneh?"
Sementara itu In-jie sudah mendekati dirinya dan berkata dengan suara perlahan.
"Engko Hong, orang itu sangat aneh sekali"
Kim Hong menganggukkan kepala dan menjawab.
"Kepandaian ilmu silat orang ini agaknya tidak dibawah dua Suhu kita, kau anggap bagaimana ?"
"Ngg sebaiknva sekarang aku juga hendak pergi kedanau Tay-pek-tie, sekarang aku akan diam-diam mengintai dia"
"Baik Tetapi setelah kau tiba digunung Tay-pek san, tidak boleh bentrok secara langsung dengan orang-orang golongan Kalong"
"Baik, jikalau waktunya aku boleh unjuk diri dan turun tangan, aku akan turun tangan, jikalau tidak boleh aku akan menonton dengan jalan sembunyi, kukira mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa terhadapku, kau sudah cukup untuk menghadapi mereka, hanya segala-galanya masih perlu hati-hati, baik, Sekarang kau berangkatlah"
In-jie agaknya merasa berat, dengan mata merah ia berkata.
"Sehabis menolong keluar nona Leng, kau harus datang mencari aku, tidak boleh ...."
Kim Hong menepok-nepok bahunVa dan berkata dengan lemah lembut sambil tertawa.
"Tidak mungkin, apakah kau tidak ingat hari itu apa kataku padamu?"
In-jie tersenyum girang, oleh karena ditepi jalan masih ada beberapa orang yang menonton ia merasa malu untuk menunjukkan sikap terlalu mesra, maka ia segera lompat naik keatas kudanya, dan larikan dengan kencangnya.....
Kim Hong juga lompat naik keatas kudanya, dan dipacu menuju kejalan raya yang keselatan, sepanjang jalan ia memikirkan bagaimana harus turun tangan apabila berpapasan dengan orang-orang golongan Kalong, ia pikir orang-orang golongan Kalong boleh dikata terdiri dari orang-orang jahat, apabila membiarkan mereka mengambil kotak rahasia batu Giok, maka kelak dikemudian hari pasti akan lebih membahayakan bagi dunia Kang-ouw, maka ia lalu mengambil keputusan, sebentar apabila berjumpa dengan mereka ia akan membunuh mati beberapa diantaranya yang paling jahat, dengan demikian mungkin bisa sedikit memberi hasil untuk mencegah perjalanan mereka......
Selama berpikir, kudanya sudah melalui gunung Sengcu-san,-jalannya juga mulai datar, inipasti kudanya sambil mengawasi keadaan sekitarnya, dari jauh tampak serombongan orang berjalan, Rombongan orang itu terdiri dari sembilan orang, satu diantaranya hanya seorang yang mengenakan jubah warna putih, yang lainnya semuanya mengenakan pakaian ringkas berwarna hitam, setiap orang pada membawa senjata tajam,gerakan mereka sangat cepat sekali, dalam waktu sekejap mata sudah berada didekatnya.
Kim Hong begitu melihat orang yang berjubah putih itu, segera mengenali adalah Tamu tidak dikenal dari luar daerah yang palsu yang menjadi anggota pelindung hukum golongan Kalong, perasaan muak dan benci segera timbul dalam hatinya, maka ia segera menghentikan kudanya dan berdiri tegak ditengah tengah jalan-Sembilan orang itu ternyata semua padanya terpisah kira-kira tiga tombak.
semuanya sudah berhenti, mereka pada berpaling kepada pelindung hukum mereka, untuk menantikan perintah agar bisa bertindak.
Tamu tak diundang dari luar daerah maju beberapa langkah, Sepasang matanya yang tertampak dari lubang kerudung kain putihnya, memancarkan sinar berkilauan, mulutnya mengeluarkan suara pertanyaan.
"Cin Hong, mengapa kau menghadang perjalananku?"
Kim Hong berdiri tegak tidak bergerak mukanya menengadah, katanya dengan sikap sombong.
"Tokoh-tokoh dua belas partay dan lima orang kuat yang sudah menyepikan diri telah mengetahui kalian orang-orang dari golongan Kalong hendak pergi ke gunung Tay-peksan, untuk mengambil kotak rahasia batu Giok didalam dasar danau Tay-pek-tie, oleh karena itu, maka sengaja memerintahkan aku datang disini menyamtut kedatangan kalian lebih dulu"
Tamu tidak diundang dari luar daerah dengan mendadak tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Ketua dua belas partay sudah menjadi tawanan dalam rumah penjara rimba persilatan, dalam partay mereka sekalipun masih ada banyak tokoh-tokohnya yang kuat, tetapi semua tidak ada dalam mata kami, sekarang kuhendak tanya padamu, siapakah lima orang kuat yang sudah menyepi yang kau maksudkan tadi?"
Kim Hong menyebut nama sekenanya.
"Hong-lay Sam-sian Thian-tee-jin, masih ada Pek cui Sin-nie dari luar perbatasan dan tokoh golongan pengemis It-sie-koay, Lu Bong Kong"
Tamu tak diundang dari luar daerah menunjukkan sikap setengah percaya setengah tidak, katanya.
"Kecuali It-sie-koay, empat yang lainnya barang kali nama-nama yang kau karang sendiri"
Kim Hong masih menunjukkan sikap tenang, katanya sambil tertawa dingin.
"Aku bukanlah hendak mengagulkan kekuatan kami kepada kalian, melainkan atas perintah Hong-lay Sam-sian untuk menyampaikan beberapa patah kata kepada kalian orang-orang golongan Kalong"
"Ucapanmu semakin lama semakin melantur, kalau begitu sekarang kutanya padamu ucapan apa yang Honglay Sam-sian suruh sampaikan kepada kami?"
Bertanya tamu tidak diundang dan luar daerah sambil tertawa menyindir.
"Hong-lay Sam-sian ketika locianpwe itu kata, sudah lama mereka tidak melakukan pembunuhan, meng harap kalian orang-orang golongan Kalong supaya bisa membantu mereka jangan sampai melakukan pembunuhan lagi"
Tamu tidak diundang dari luar daerah tertawa terbahakbahak. kemudian berkata.
"Maksudmu, apakah suruh kami balik kembali?"
Kim Hong menganggukkan kepala, ia menunjukkan sikap jumawanya yang dibuat-buat.
"Bagaimana apabila kami tidak mau?"
"Mereka suruh aku bertindak lebih dulu paling sedikit harus menghajar tiga kali seorangnya"
Tamu tidak diundang dari luar daerah kembali tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Tiga pukulan itu sesungguhnya sangat hebat bukan ?"
Kim Hong menganggukkan kepala dan berkata.
"Kalau kau tidak perCaya, boleh saja suruh tiga orang mu maju kehadapanku"
Ketika tamu tidak diundang dari luar daerah itu menyuruh keluar tiga orangnya Kim Hong buru-buru berkata lagi.
"Tunggu sehentar, sebaiknya suruh keluar orang-orang yang kejahatannya sudah terlalu banyak hingga mereka sudah sewajarnya kalau dihukum mati."
Tamu tak diundang itu lagi-lagi menunjukkan ketawa gelinya, ia berkata sambil ketawa tawar "Sepasang setan dari gunung Kok-lo-san dua persaudaraan ini pernah melakukan pembunuhan terhadap kaum wanita sebanyak dua ratus orang, inilah merupakan rekor paling tinggi, dan Lie-liang It-sat, pernah melakukan pembunuhan terhadap saudaranya sendiri, dan selain daripada itu, juga pernah mencemarkan diri istri saudaranya yang dibunuhnya, Kamu bertiga boleh keluar untuk menghadapi tiga pukulan dari Hong-pay-sam-sian "
Tiga orang lelaki berwajah buruk dan kejam berjalan keluar, semuanya menghunus pedang panjang, mereka satu diantaranya yang bertubuh kasar perdengar suaranya sambil tertawa.
"Bocah, aku Lie Liang It Sat adalah orang yang terlalu jahat, hari ini biarlah aku coba menyambut seranganmu, kuingin tahu bisa mati atau tidak?"
Kim Hong dengan menuntun kuda dengan tangan kirinya, perlahan-lahan menggerakkan tangan kanannya dan berkata sambil ketawa "Sekarang kalian boleh siap. aku hendak melancarkan seranganku "
Kim Hong mengangkat tinggi perlahan-lahan tangannya sambil tersenyum, kemudian berdiam menunggu sampai mereka bertiga menunjukkan sikap tidak sabaran, barulah dengan mendadak menggerakkan tangannya tadi, Secepat kilat dengan beruntun melancarkan serangannya Hoanthian-sam-ciang, menyerang mereka melalui jarak jauh.
Serangan Kim Hong tadi menimbulkan suara nyaring dibarengi dengan suara jeritan mengerikan tubuh tiga orang tadi terpental sejauh dua tombak lebih, ketika mereka jatuh terguling ditanah, sudah tidak bisa bernapas lagi.
Bukan kepalang terkejutnya tamu tidak diundang dari luar daerah, ia segera lompat mundur sejauh satu tombak dan memerintahkan orang-orangnya berpencaran-Lima laki-laki berpakaian hitam yang lainnya tidak menunggu ada perintah keduanya sudah pada lompat menyingkir dengan wajah ketakutan, benar-benar seperti ketemu setan ditengah hari bolong.
Kim Hong lompat keatas kudanya dengan sikap sangat tenang, berkata sambil angkat pundak.
"Jikalau kalian masih ingin belajar kenal atau menyaksikan kepandaian ilmu Hong-lay-sam-sian, sekarang silahkan melanjutkan perjalanan kalian-Sekarang aku masih hendak menyambut rombongan kalian yang ketiga"
Sebabis berkata demikian ia menarik tali kudanya dengan sangat tenang kuda itu dijalankan melalui mereka untuk melanjutkan perjalanannya keselatan.
Apa sebab ia tidak mau bertempur dengan tamu tidak diundang dari luar daerah?
Apa sebab pula ia tidak mau menyerang lima laki-laki berpakaian hitam yang lainnya?
Sebab ia tahu benar sekalipun ia sendiri dapat menjatuhkan tamu tidak diundang dari luar daerah atau membinasakan beberapa orang lagi anak buahnya, tetapi bagaimanapun juga ia tidak dapat membinasakan Tamu tidak diundang dari luar daerah, jikalau toh ia tidak bisa membinasakan padanya, ada lebih baik berpura-pura royal sedikit melepaskan ia hidup, biar ia mereka sangsi dan anggap benar-benar ada orang yang dinamakan Hong-lay Sam-sian itu.
sehingga ia bisa merasa takut dan undurkan diri.
Memang sebabnya ia tidak mau membinaaakan lima orang yang lainnya, itu disebabkan karena ia belum pernah membunuh mati orang2 dan hari itu sekalipun mengambil tiga jiwa orang biarpun yang dibinasakan itu semuanya adalah orang-orang yang sudah seharusnya mendapat hukuman semacam itu, tetapi perbuatan membunuh orang bagaimanapun juga merupakan suatu perbuatan yang sangat kejam dan melawan hati nuraninya sendiri, sehabis melakukan pembunuhan itu dalam hati merasa gugup dan tidak enak oleh karena demikian pula, maka perginya ia meninggalkan mereka meskipun sikapnya tampak tenang, namun juga boleh dikata bahwa ia lari terbirit-birit untuk menenangkan perasaan sendiri Berjalan kira-kira tiga empat pal.
dengan tiba-tiba ditepi jalan dibawah sebuah pohon besar, tampak seseorang duduk, dan orang itu ternyata adalah seorang setengah baya berjubah kuning yang tadi pernah dijumpainya dan menamakan diri sendiri Oey Ceng.
Kim Hong berseru kaget, ia segera menghentikan kudanya, selagi hendak membuka mulut untuk bertanya, Oey Ceng bangkit dan berkata sambil tertawa besar.
"Haha, kepandaian ilmu Hong-lay Sam-sian-benar-benar sangat hebat, aku yang rendah mendapat kehormatan untuk menyaksikan benar-benar sangat beruntung....."
Kim Hong lompat turun dari kudanya, dan berkata sambil menjura.
"oey cianpwe tadi bukankah berjalan menuju ke utara, apa sebab kini sebaliknya berada ditempat ini?"
"Aku tidak suka ada orang yang menguntit, maka itu aku lalu balik kembali"
Menjawab Oey Ceng sambil tertawatawa.
Kim Hong tahu yang dimaksudkan oleh Oey Ceng tentunya In-jie, maka saat itu wajahnya lantas menjadi merah, katanya sambil tersenyum "Sumoayku itu hanya tertarik, oleh perasaan heran saja, sebetulnya tidak mengandung maksud jahat, harap locianpwe suka memaafkannya"
Oey Ceng kembali duduk dibaWah pohon, ia memberi tanda dengan tangannya minta Kim Hong duduk untuk mengobroL "Hanya aku tadi juga sudah menghajar seseorang dan membunuh mati delapan orang dari golongan Kalong, baru balik kembali..."
"Cianpwe maksudkan apakah Lam-kek Sin-kun bersama delapan anak buahnya?"
Bertanya kim Hong terkejut.
"Benar, im Liat Hong sedikit-dikitnya harus rebah dipembaringan tiga bulan baru bisa pulih kembali kesehatannya"
Menjawab Oey Ceng sambil menganggukkan kepala dan tertawa. Kim Hong yang sementara itu masih berdiri dan menyender diperut kudanya, berkata sambil tersenyum.
"Perbuatan cianpwe yang menyingkirkan bahaya bagi masyarakat sesungguhnya patut dihormati, tetapi aku tidak tahu bolehkah kiranya dapat mengetahui sedikit keadaan Locianpwe?"
"Tidak perlu, maksudku balik kembali ialah ingin cobacoba kepandaianmu"
Berkata Oey Ceng sambil menggelengkan kepala.
"Apakah lo-cianpwe masih pikirkan kesalahan omongku tadi?"
"Tidak aku hanya senang mencoba-coba ilmu kepandaian orang. Kulihat ilmu kepandaianmu cukup tinggi, boleh juga dijadikan tandingan-Jelasnya aku bermaksud meneliti secara mendalam."
Dengan hati yang sejujurnya Kim Hong lantas berkata.
"Tentu Saja beanpwe bukan tandingan cianpwe. Boanpwe kira, tak ada gunanya kita bertanding juga ."
Lelaki yang mengaku bernama Oey Ceng itu berkata.
"Kau takut merusak persahabatan diantara kita ?"
Kim Hong menganggukkan kepalanya, setelah itu berkata.
"Ya, Boanpwe tidak mengharapkan perpecahan diantara sesama kawan. Lebih-lebih tak ada maksud boanpwe memecah kekuatan yang ada dalam rimba persilatan-"
Lelaki itu tertawa, katanya lagi.
"oiy, bukan begitu. Yang kuartikan dengan bertanding tadi, bukanlah secara langsung mengajakmu bertempur. Tentu saja aku mempunyai sesuatu cara tersendiri untuk menjajal sampai dimana tingginya ilmu kepandaianmu."
Kim Hong berkata "Cara apa itu maksud cianpwe?"
Laki-laki itu menuding dengan jarinya ke-arah selatan, dan berkata "Sebentar lagi rombongan ketiga dari mereka akan segera tiba.
Kau boleh sama-sama menempur mereka, Siapa yang menang lebih dulu dia boleh disebut sebagai juara."
Memang benar itu merupakan cara bertanding yang paling baik.
Tanpa merusak persahabatan antara sesama golongan dapat menunjukkan sampai dimana kemampuan tempur sendiri.
Yakni dengan menghadapi musuh.
Kim Hong memandang ketempat yang ditunjuk.
disebelah selatan-Benar saja disana lantas muncul banyak sekali titik-titik hitam yang semakin lama semakin jelaS, ternyata adalah empat buah tandu yang digotong oleh orang-orang berbaju hitam, sedang menuju kearah dimana Kim Hong dan Oey Ceng berada.
Untuk mengambil kotak batu Giok di-danau Tay-pektie, orang-orang dari golongan Kalong sampai merasa perlu membagi kekuatan mereka menjadi tiga kelompok.
Regu pertama dan kedua sudah diberangkatkan lebih dahulu, kalau begitu yang datang ini dengan sendirinya adalah regu ketiga, dimana juga turut serta ketua perkumpulan golongan Kalong, istri ketua perkumpulan tersebut, beserta dengan ketiga orang selir-selirnya.
Info silaki-laki misteri Oey Ceng ternyata sangat tepat, benar saja sebentar kemudian ketua perkumpulan golongan Kalong, nyonya ketua perkumpulan tersebut dan tiga orang selirnya sudah akan melewati tempat itu, yang paling depan adalah ketua perkumpulan golongan Kalong, sedang empat tandu yang lain sudah tentu diisi oleh empat orang istrinya.
Oey Ceng memandang ke arah Kim Hong, kemudian berkata.
"Nah, masing-masing kita boleh memilih satu lawan, siapa diantara kita yang behaSil memenangkan lawannya lebih cepat, boleh dibilang dialah yang mempunyai kepandaian tinggi."
"Mengetahui dirinya dihadang orang, ketua perkumpulan golongan Kalong berteriak.
"Kui Bin, Kim Hoa? Usirlah dua orang itu"
Dari dalam tandu segera lompat turun dua orang wanita, mereka adalah selir pertama ketua golongan Kalong Liu Kui Bin, danselirnya yang kedua Touw Kim Hoa.
Kim Hong tentu tidak asing, Tapi bagi mereka, Liu Kui Bin dan Touw Kim Hoa yang melihat salah satu dari kedua penghalang itu adalah jago muda kita dengan tertawa kaget ia berkata.
"Eh, lagi-lagi kau"
Selir kedua ketua golongan Kalong Touw Kim Hoa lebih tua dari selirnya yang kesatu, maka kepada Liu Kui Bin ia memanggil namanya saja.
"Liu Kui Bin, kau pilih yang mana?"
Permaisuri pertama Liu Kui Bin menengok kearah Kim Hong sebentar, kemudian sambil tertawa cekikikan ia berkata.
"Yang tua lawan yang tua, dan yang muda tentu timpalannya harus yang muda pula. Biarlah aku pilih yang mudaan itu saja"
Liu Kui Bin lalu melirik tajam kearah Kim Hong. Sementara itu laki-laki yang bernama Oey Ceng itu memandang Kim Hong, lalu katanya.
"Pilihan mereka tepat juga , bagaimana kalau menurut kau?"
Kim Hong merasa sebal melihat kedua selir dari ketua golongan Kalong itu, dengan menganggukkan kepala dia berkata.
"Yang manapun boleh."
"Bagus."
Oey Ceng berteriak girang.
"Mari kita melakukan gerakkan bersama, kau yang memberi komando, siapa yang lebih cepat mengusir musuh."
Touw Kim Hoa mendekati Oey Ceng. Dan Liu Kui Bin kearah Kim Hong. Disaat itu juga , Kim Hong sudah berkata.
"Satu.....dua.....pukul ...."
Kedua tangan Kim Hong didorongkan kedepan, memukul kearah selir pertama ketua golongan Kalong Liu Kui Bin-Pada saat yang sama Oey Ceng menggempur siselir kedua Touw Kim Hoa.
Liu Kui Bin dan Touw Kim Hoa mendorongkan kedua tangan mereka, dengan maksud mendorongkan pergi kedua laki-laki penghadang jalan itu.
Terdengar suara empat pasang tangan yang beradu keras, Oey Ceng dan Kim Hong masing-masing mundur satu tindak tapi disaat itu Touw Kim Hoa dan Liu Kui Bin mundur jauh kebelakang masing-masing jatuh terduduk ditanah.
Inilah suatu kekalahan bagi golongan Kalong.
Oey Ceng menoleh kearah Kim Hong dengan tersenyum, ia bertanya.
"Bagaimana dengan hasil pertandingan?"
Dengan tenang Kim Hong berkata.
"Kekuatan kita seimbang."
Mereka mendapat kemenangan bersama. Wajah ketua perkumpulan golongan Kalong berubah, lalu memberi perintah.
"Po Kui, Keng Hee Keluarlah kalian, hadapilah dua orang itu "
Dari dua joli lainnya, masing-masing muncul seorang wanita setengah baya dan seorang gadis cantik jelita, mereka adalah nyonya ketua perkumpulan Kalong Auw yang Po Kui dan selir ketiga ketua golongan itu yang bernama Lim Keng Hee.
Auw yang Po Kui dan Lim Keng Hee menghadapi Oey Ceng dan Kim Hong, mereka membuat satu persiapan untuk menggempar kedua penghadang jalan itu.
Keadaannya seperti tadi juga , Oey Ceng berkata kepada Kim Hong "Kau lagi yang harus memberi komando pertempuran "
Kali ini Kim Hong menolak, katanya.
"Sekarang biarlah cianpwe saja yang memberi perintah"
"Baik."
Sahut Oey Ceng. Setelah itu dia membuat satu posisi bagus, dan segera berkata.
"Satu .... dua ... tempur ...."
Masing-masing, Auw yang Po Kui dan Lim Keng Hee menghampiri seorang.
Empat pasang tangan didorongkan kedepan, Oey Ceng menempur Auw-yang Po Kui, Kim IHong menempur Lim Keng Hee.
Akibat dari perpaduan kekuatan tangan itu, nyonya ketua perkumpulan golongan Kalong Auw yang Po Kui jatuh terjengkang, kedudukan Oey Ceng hanya bergeming sedikit saja.
Dilain pihak pertandingan Kim IHong dan Lim Keng Hee setabil, masing-masing bergoyang sebentar tanpa ada seorangpun dari mereka itu yang terjatuh.
Dilihat sepintas lalu, agaknya kekuatan kedua orang ini agak seimbang.
Memandang kearah Oey Ceng, Kim Hong berkata.
"oey-cianpwe, ilmu kepandaianmu jauh lebih tinggi dariku."
Akibat dari adanya kermenangan Oey Ceng dan kekuatan dirinya, Kim Hong harus menyerah kalah.
Oey Ceng mendelikan mata, ia tahu betul bahwa pemuda itu tidak mengerahkan tenaga penuh, demikianlah dia menjadi marah.
"Kim Hong kau berani main gila dihadapanku?"
Suaranya keras sekali.
Kim Hong menundukkan kepala.
ia menyerah kalah.
Sang nyonya dan ketiga selir ketua perkumpulan golongan Kalong tidak berhasil mengusir dua penghadang, kejadian ini betul-betul membuat marah sang ketua.
Dengan sinar matanya yang dipentang lebar-lebar dia lantas maju, langsung menghadapi dua lelaki itu.
Dengan suara yang sangat dingin sekali ia berkata "Kalian betul-betul mempunyai ilmu kepandaian yang hebat sebutkanlah namamu."
Kim Hong berkata.
"Aku Kim Hong."
Lelaki misterius yang mengaku bernama Oey Ceng itu juga berkata.
"Aku Oey Ceng?"
"Hai ...."
Ketua perkumpulan golongan kalong mengeluarkan suara dari hidung.
"oey-ceng? . , ..nama ini masih asing sekali."
Oey Ceng menganggukan kepala.
"Betul. Memang asing sekali."
Ketua perkumpulan golongan Kalong membentak.
"Dari mana kau datang?"
"Hmmm....."
Oey Ceng berdengus.
"Dari mana kau datang?"
Bentak lagi ketua golongan Kalong. Dengan tertawa Oey Ceng menjawab pertanyaan itu.
"Bukan dari daerah See-hek dan juga bukan dari Taiwan-"
Wajah ketua perkumpulan golongan Kalong berubah dalam sekejap. namun hanya sebentar. Sambil membelalakkan mata dan suara yang gemetar dia membentak.
"Mengapa kau sebut-sebut daerah Taiwan?"
Dengan dingin Oey Ceng berkata.
"Kenapa? Aku tidak boleh? Dan kenapa kau gemetar begitu mendengar disebutnya nama daerah Taiwan?"
Sepasang mata ketua perkumpulan golongan Kalong tampak semakin beringas, wajahnya menjadi begitu buas, tiba-tiba kedua tangannya disodorkan kedepan dengan Satu kekuatan yang tak terduga, langSung dia turun tangan Sendiri menggempur dan menerjang lakl-laki yang mengaku bernama Oey Ceng itu.
Oey Ceng sudah menduga kalau dia bakalan mendapat serangan mendadak yang seperti ini, dengan lincah dan gesit ia meloncat kesamping, melejit lagi, dan Ciuuuut......
tubuhnya lenyap.
dia melarikan diri meninggalkan ketua golongan Kalong, nyonya ketua golongan Kalong beserta ketiga orang selirnya.
Oey Ceng melarikan diri, meninggalkan Kim Hong ditempat itu juga .
Kim Hong berteriak.
"cianpwe, mengapa kau lari? Mari kita terjang bersamasama"
Dari jauh terdengar suara laki-laki yang mengaku bernama Oey Ceng itu.
"Kim Hong, lekas lari.. Bantuan mereka tambah lagi, kau tidak mungkin dapat menghadapi keroyokan mereka. Lihat pelindung hukumnya juga datang "
Kim Hong memperhatikan, betul-betul dari jauh terlihat satu gulunganputih meluncur datang, itulah pelindung hukum dari golongan Kalong yang menamakan dirinya Tamu Tidak Di-undang Dari Luar Daerah.
Kekuatan golongan Kalong segera bertambah satu mungkin disusul oleh kekuatan-kekuatan lainnya.
UntuK menghadapi golongan Kalong berserta nyonya dan selirselirnya saja belum tentu Kim Hong dapat menang.
Apalagi ditambah seorang Tamu Tidak Diundang Dari Luar Daerah, mungkinkah ia dapat menyelamatkan diri ?
Untuk menghindari kerewelan-kerewelan itu Kim Hong mengikuti jejak Oey Ceng, tubuhnya melejit, sebelum mereka sempat menghadang dirinya, dia sudah pergi jauh sekali.
Kim Hong mengikuti jejak yang diambil oleh Oey Ceng.
Betul saja, tidak lama kemudian dia berhasil menyusul orang tua itu.
Darijauh dia memanggil.
"cianpwe..... Cianpwe....."
Oey Ceng menganggap dirinya sudah aman mendengar panggilan Kim Hong di belakang, diapun menghentikan gerakannya. Kedua orang itu bergabung kembali. Memandang kearahnya Kim Hong bertanya.
"cianpwe. apa kau takut kepada ketua perkumpulan golongan Kalong?"
Dengan tertawa Oey Ceng berkata.
"Terus terang saja kukatakan bahwa aku masih bukan tandingannya."
Kim Hong berkata.
"Tapi apa gunanya harus melarikan seCara terbirit-birit begitu rupa?"
"Ha ha ha.,.."
Oey Ceng tertawa.
"Kau kenal siapa salah satu dari selir ketua perkumpulan golongan itu?"
Kim Hong menundukkan kepalanya. Oey Ceng berkata lagi.
"Mengapa kau tidak menggunakan tenaga penuh sewaktu menggempur selir ketiga dari golongan Kalong yang bernama Lim Keng Hee itu?"
Bagaimana Kim Hong harus menjawab pertanyaan yang seperti ini. Ia tidak tahu bagaimana harus menjawabnya, maka lalu mengalihkan pembicaraan kesoal lain.
"cianpwe, mengapa kau sebut-sebut nama daerah Seehek dan Taiwan?"
"Aku hendak meyakinkan dugaanku, hendak mengetahui bagaimana perobahan wajah ketua perkumpulan golongan Kalong tersebut jika kusebut nama dua daerah itu?"
"Memangnya ada apa disana?"
"Belum Waktunya kau tahu,"
Berkata Oey Ceng tenang. Kim Hong memandang laki-laki itu.
"Suatu hari, pasti akan kuberi tahu juga kepadamu, tapi bukan sekarang,"
Sambung Oey Ceng Cepat melihat Kim Hong Cemas. Kim Hong berkata.
"Bila perlu bantuan tenaga boanpwe, boanpwe bersedia membantu, kapan saja cianpwe merasa perlu "
Oey Ceng menggoyangkan kepalanya.
"Lain kali sajalah. Aku harus mengurus sesuatu lebih dulu selamat tinggal."
Setelah itu tubuhnya melejit dan pergi meninggalkan Kim Hong, Kim Hong berteriak-teriak.
"cianpwe hendak pergi ketelaga Tay-pek-tie?"
Dari jauh Oey Ceng menjawab pertanyaan itu.
"Bukan Empat tokoh kuat dari golongan Kalong sudah terluka, dalam sepuluh hari ini mungKin mereka tidak akan berani melakukan gerakan lagi. Untuk sementara boleh dikata sudah aman, legakanlah hatimu. Sampai ketemu nanti"
Kim Hong memperhatikan lenyapnya bayangan laki-laki yang bernama Oey Ceng itu, itulah seorang laki-laki yang penuh dengan teka-teki, banyak kemisteriusan, ada sesuatu yang disembunyikan olehnya.
Apakah yang disembunyikan oleh Oey Ceng?
Kim Hong tidak tahu.
Dengan ilmu kepandaian yang dimiliki oleh Oey Ceng tadi, namanya pernah menggemparkan Rimba persilatan.
Dan Oey Ceng itu terang adalah satu nama samaran-Nama sebenarnya...Siapakah nama sebenarnya dari orang yang mengaku bernama Oey Ceng itu?...
Tiba-tiba?...
Satu pikiran terlintas dalam benak Kim Hong.
"Mungkinkah siorang berkerudung didalam gunung Bu San? orang yang menyebut dirinya Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan yang baru itu? Tidak mungkin"
Pikiran ini segera ditolak keras.
Terjadinya Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan kembar, bukanlah suatu kebetulan.
Kim Hong sudah berhasil menemukan Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan yang lama berada digunung Tay-pa-san, orang itu belum dapat dikatakan sebagai pendekar dari golongan kesatria, tapi dia jelas bukan berasal dari golongan sesat.
Lain lagi halnya dengan PenguaSa Rumah Penjara yang baru, yang menempatkan dirinya digunung Bu-san-Kalau orang ini jelas lebih jahat dan lebih kejam, ada kemungkinan berasal dari golongan sesat.
Tidak satupun dari kedua orang itu yang mempunyai ciri-ciri bersamaan dengan laki-laki yang menyebut dirinya bernama Oey Ceng itu.
Tidak mungkin Oey Ceng salah seorang dari penguasa Rimba Persilatan yang manapun.
Kalau begitu, siapakah orang yang bernama Oey Ceng tadi ?
Benar-benar Kim Hong buntu sendiri dengan pikirannya.
Perjalanan pemuda kita dilanjutkan kearah gunung Bu-san-Dua hari kemudian-....
Kim Hong tiba disuatu dusun kecil yang bernama Ciokyan-peng.
Disana dia mencari sebuah penginapan, memesan beberapa macam makanan dan duduk disalah satu meja yang menghadap kejalan raya.
Dari jauh berlari datang seorang penunggang kuda berbaju putih, dengan suaranya yang lantang sekali orang ini menuju kearah Kim Hong dan berteriak "Saudara Cin, Tidak kusangka kita bisa berjumpa kembali ditempat ini.
Bagaimana keadaanmu?
Baik-baik sajakah selama ini?"
Kim Hong adalah nama baru dari pemuda kita, sebelum dia mengetahui usal-usul dirinya dia bernama Cin Hong.
orang yang disebut dengan panggilan saudara Cin itu adalah Kim Hong.
Kim Hong memandang kearah orang yang baru datang itu.
dia segera mengenali kepada murid si Tamu Tidak diundang dari luar daerah yang asli, namanya Phiauwpeng-kiam-khek Bok Siu.
"Haaa...,"
Kim Hong berteriak girang. Itulah kenalan lama, sedang perpisahannya dengan Bok Siu digunung Taypa-san, dia baru berjumpa sekarang.
"Saudara Bok Siu."
Berkata lagi Kim IHong-"Kau semakin segar saja."
Bok siu agak tertarik dengan kecantikannya Leng Bie Sian, digunung Tay-pa-san dia tidak berhasil menyaksikan wajah jeiita gadis itu, demikianlah sehingga saat ini baru berhasil menemukan Kim Hong kembali.
"Saudara Cin hendak kemana?"
Demikian Bok siu bertanya. Nama yang dikenal oleh Bok siu adalah Cin Hong, bukan Kim Hong. Karena itu panggilan "saudara Cin"
Saja yang selalu keluar dari mulutnya. Kim Hong bangkit dari temoat duduknya dan menghampiri Bok Siu, lalu katanya.
"Aku sedang menuju kegunung Bu-san, hendak menantang si Penguasa Rumah penjara Rimba persilatan yang baru itu."
"ooo.."
Bok siu mengeluarkan keluhan.
"Saudara Bok Siu, kau hendak kemana?"
Balik bertanya kim Hong.
"Aku hendak pergi mencari beberapa orang, dan membikin perhitungan dengan mereka."
Jawab Bok Siu. Kim Hong menatap wajah kawan itu dalam sekali, kemudian bertanya lagi.
"Siapa-siapakah mereka?"
Bok siu menyeret sebuah bangku, ia duduk ditempat itu, dan berkata.
"Mari kita makan dahulu, biarlah sambil dahar kita perlahan-lahan bercerita lagi."
Waktu itu pelayan rumah makanpun tiba, mereka lantas saja menyebut barang makanan yang sudah tersedia dimeja.
Setelah Kim Hong memasuki Rumah Penjara Rimba Persilatan, setelah dia berhasil mendapatkan ilmu tiga Pukulan Maut Hoan-thian-sam-ciang, ilmu kepandaian Bok siu ia tahu benar tidak lagi dapat menandinginya, Walaupun demikian, Kim Hong tidak memandang rendah kawan lamanya itu, demikianlah mereka makan bersama.
"Hei . ."
Tiba-tiba Bok Siu berkata.
"Dimanakah sumoaymu iiu ?"
"In-jie maksudmu ?"
"Siapa lagi kalau bukan dia yang cantik jelita ?"
"Dia sedang mengurus sesuatu."
"Dia baik sekali kepadamu,"
Berkata Bok Siu, agaknya pemuda ini mengiri.
"ouw"
"Kau hendak menantang Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan yang baru digunung Bu San?"
Bok siu bertanya.
"Betul,"
Kim Hong mengangguk.
"Mengapa ?"
Bertanya Bok Siu.
"Aku hendak menolong nona Leng."
Menjawab Kim Hong.
"Dia sudah menjadi orang tawanan Penguasa Rumah Penjara yang baru di gunung Bu-san."
"Aaah,"
Bok siu terkejut, inilah kejadian yang benarbenat diluar dugaannya.
"Penguasa Rumah Penjara Rimba persilatan digunung Bu-san itu sengaja menantang Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan yang lama di gunutg Tay-pa-san-"
"Inilah akibatnya dari Sepasang Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan kembar itu,"
Berkata Bok siu.
"Kau belum tahu sebabnya."
Berkata Kim Hong.
"Apa yang belum tahu?"
Bertanya Bok Siu.
"Nona Leng tentu hidup sengsara didalam rumah penjara."
"Mengapa bukan Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan yang lama digunung Tay-pa-san yang menantang Perguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan yang baru digunung Bu-san?"
"Hubunganku dengan Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan bukan hubungan biasa, hubungan kami agak istimewa."
"Kau mempunyai hubungan yang istimewa juga dengan nona Leng itu kalau begitu."
Kata Bok Siu agak cemburu.
"Kau salah paham. Yang kumaksudkan dengan hubungan istimewa adalah dengan Penguasa Rumah Penjara llama digunung Tay-pa-san-"
Jawab kim Hong.
"Kau telah mempunyai nona in-jie, mengapa masih mengejar-ngejar nona Leng?"
"Jangan berkata seperti itu,"
Berkata Kim Hong tidak puas.
"Mengapa kau harus menantang bertanding pada penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru? Tahukah kau betapa hebatnya ilmu kepandaian penguasa rumah penjara rimba persilatan baru digunung Bu-san ini? Guruku pun belum tentu dapat menandinginya, kau..... kau hendak menantang dia?"
"Betul."
Jawab Kim Hong gagah.
"Jangan memikir yang bukan-bukan,"
Berkata Bok Siu.
"Ada sesuatu yang hendak kuutarakan kepadamu, maukah kau mendengarkannya?"
"Katakanlah saja."
"Kukira kau sudah cukup mempunyai satu In-jie, dan kau juga tidak menyangkal bukan. bahwa hubunganmu dengan nona Leng itu tak mengandung sesuatu yang luar biasa? Maka tak keberatankah kau bilamana aku mendapatkan Leng Bie Sian?"
"oooh... tentu saja sama sekali aku tidak keberatan,"
Jawab Kim Hong.
"Bagus,"
Berseru Bok siu girang.
"Maka. takperlu lagi kau menantang penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru digunung Bu-san, tak perlu lagi kau menolong Leng Bie Sian serahkanlah semua tugas ini kepadaku, biar aku yang menantang penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru itu, biar aku yang menolong keluar dia dari sana."
"Tidak mungkin,"
Berkata Kim Hong keras.
"Tidak mungkin kau dapat menolongnya. Tidak mungkin kau dapat menandingi penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru di gunung Bu-san itu."
"Tidak mungkinpun tokh boleh saja aku coba, bukan?"
Berkata Bok siu.
"Biar bagaimana aku harus menggunakan kesempatan ini, aku harus menolong Leng Bie Sian,"
"Bukan maksudku menghilangkan kesempatanmu."
Berkata Kim Hong.
"tapi ketahuilah olehmu. bila sampai terjadi kau mengalami kegagalan bagaimana aku harus memberi pertanggungan jawabku kepada gurumu?"
"Memang guruku pernah memesan supaya aku tidak menerima tantangan dari penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru digunung Bu-san,"
Kata Bok Siu terus terang.
"Walau demikian, demi keselamatannya nona Leng, demi kebanggaan nona Leng akan ku-usahakan juga ,"
"Apalagi, gurumu pernah memberi pesan begitu,"
Kata Kim IHong.
"Lebih-lebih tidak mungkin lagi, dan lebihlebih tidak boleh kau pergi menerjang bahaya."
"Jangan kau mengganggu usahaku,"
Berkata Bok siu.
"Guruku pasti tidak akan menyalahkanku. bila dia tahu bahwa aku menerjang bahaya ini demi untuk membela kehormatan dan melepaskbn nona Leng."
"Tapi, kurira kau masih tidak mempunyai itu kesanggupan untuk menandingi penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru digunung Bu San."
"Belum tentu,"
Berkata Bok Siu.
"Dan hendak menjajal juga , Sampai dimana ilmu kepandaian jago silat baju biru itu."
"Kau mengimpi barang kali"
Kata Kim Hong.
"Hm..."
Bok Siu mengeluarkan suara dari hidung.
"Kau terlalu meaghina diriku, heh?"
"Ini adalah suatu kenyataan, bukan semacam penghinaan."
"Betapa bahaya pun yang berada didepan mata, toh akan kuterjang,"
Kata Bok siu gagah.
"Aku tidak berdaya terhadapmu,"
Berkata Kim Hong sambil menghela napas.
"Kau bsrsedia memberi kesempatan kepadaku?"
Tanya lagi Bok Siu.
"Terserah kepadamulah kalau begitu,"
Berkata Kim Hong lemah. Demikian mereka mengakhiri perdebatan yang seperti itu, dan meneruskan pesta makan dimeja itu.
"Saudara Bok Siu,"
Kim Hong bertanya lagi.
"Maksudmu berada ditempat ini adalah hendak mencari beberapa orang. siapakah orang-orang yang hendak kau cari itu?"
"Sebentar urusan ini akan kuberitahukan padamu sesudah kau berhasil menolong nona Leng,"
Kata Bok siu.
"Dimanakah gurumu berada? Aku hendak mengajukan pertanyaan kepadanya,"
Berkata Kim Hong.
"Tentang hal apa?"
Tanya Bok Siu.
"Aku hendak menanyakan seseorang kepadanya"
"Nama orang itu?"
"Kim Hong."
"Kim Hong?"
Bertanya Bok siu.
"Betul Kim Hong itu adalah ayahku,"
Berkata Kim Hong. Bok Siu berkata.
"GutUku mana tahu dimana adanya ayahmu sekarang?"
Kim Hong berkata.
"Kukira dia tahu."
Bok siu berkata lagi.
"Dimisalkan guruku tahu dimana adanya ayahmu itu, bagaimana aku harus memberitahukan kepadamu?"
Sebelum Kim IHong menjawab pertanyaan tadi, Seorang tua yang mengenakan pakaian warna kuning menghampiri mereka, memberi hormat kepada Kim IHong dan Bok Siu, setelah itu ia berkata.
"Numpang tanya, Siapa diantara kalian yang bernama Kim Hong?"
Hati Kim Hong mengalami getaran keras, segera ia bangkit dari tempat duduknya dan menjawab pertanyaan itu.
"Akulah yang locianpwe maksudkan."
Orang tua berbaju kuning ini mengeluarkan sepucuk surat, diserahkannya kepada Kim Hong dan berkata "Surat ini kudapat dari salah seorang tawanan yang ditawan oleh penguasa rumah penjara rimba persilatan baru digunung Bu-san, aku baru saja mendapat kebebasan dari tempat itu, dan surat ini dititipkan kepadaku untuk diserahkan kepada seseorang yang bernama Cin Hong.
Ternyata tuanlah adanya, kalau begitu harap suka diterima surat ini."
Kim Hong menerima surat pemberian itu sambil memperhatikan orang tua berbaju kuning sekian saat, lalu tiba-tiba bertanya.
"Boleh kah boanpwe mengetahui nama dan sebutan cianpwe yang mulia?"
"Hm.."
Orang tua berbaju kuning itu mengeluarkan dengusan dari hidung.
"Namaku "Lam-Kiong Sian Liong."
"Boleh aku mengetahui,"
Berkata lagi Kim Hong.
"Bagaimana lotiang dapat keluar dari penjara si penguasa rumah penjara rimba persilatan itu?"
Orang tua berbaju kuning Lam-Kiong siang-liong berkata.
"Mengapa tidak kau baca dulu suratnya?"
Kim Hong memeriksa surat, seketika Wajahnya berubah memandang kearah orang tua berbaju kuning Lam-Kiong Siang-liong dan bertanya.
"Surat dari nona Leng?"
"Betul."
Lam-Kiong Siang -long menganggukkan kepala. Kim Hong menyobek sampul surat, mengeluarkan isinya dan mulai membaca. Demikianlah bunyi surat tersebut.
"Cin Kongcu yang terhormat, malam itu dikota Tiang-an aku pernah omong besar dihadapanmu, hendak menangkap satu maling kecil. Siapa tahu maling tidak berhasil kutangkap. malah aku sendiri yang kena tangkap. Sungguh memalukan-Kukira guruku sangat khawatir sekali, karena hasil tindakkanku adalah suatu perbuatan yang terlalu memalukan buat guruku. Muridnya Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan yang ternama kena juga ditawan orang. api aku tak berdaya, inilah suatu kenyataan-Kini, aku sudah berada didalam kamar tahanan Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan yang baru digunung Bu San-Aku pikir-pikir lama sekali, disini aku mendapat kesempatan banyak untuk berpikir, dan keputusanku adalah seperti ini. Guruku telah menawan banyak orang, dan aku juga menjadi tawanan orang. Guruku menyiksa banyak orang, Gutuku tentu memikirkan juga bagaimana susahnya sanak famili mereka yang tertawan olehnya. Karena beliau juga memikirkan nasib diriku yang sudah menjadi tawanan orang. Inilah yang dinamakan pembalasan--Bukan maksud menantang guru sendiri atau mencela perbuatannya, tapi inilah sesuatu kenyataan-Guruku sudah berhasil menawan banyak orang dan dikurungnya didalam penjaranya, dan kini muridnya sudah menjadi tawanan orang dan juga dikurung didalam Penjara... .Kudengar kau sedang melakukan perjalanan kemari tentu maksudmu hendak menantang Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan yang baru, dengan maksud menolong diriku. Terima kasih. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih. Tapi aku tak suka menerima pembelaanmu seperti itu, karena guruku masih ada. Seharusnya gurukulah yang datang menolong ku mengapa harus orang lain ? -Tolong beritahu kepada guruku maksud hatiku ini, dan cobalah beri anjuran padanya, supaya beliau suka membebaskan orang-orang yang berada didalam kamar tahanannya itu. Aku ditahan dan dibawa orang. Beliau sangat menderita. Dengan demikian juga dengan keadaannya orang-orang yang ditawan dan ditangkap olehnya itu, sanak famili merekapun akan menderita juga . Tolong beritahu kepadanya, berilah kebebasan kepada orang-orang tersebut. Dan terakhir, aku tak dapat menerima kebaikan hatimu, kau kularang menantang Penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru dia gagah, kau bukan tandingannya. -Sekali lagi kuharap kau membatalkan niat ini. Surat ini kutulis bukan atas desakan atau tekanan orang, Surat ini kutulis dengan hati yang sejujurnya, dengan ketulusan hati yang tidak terhingga, sekian, dan sekali lagi terima kasih. Dari Leng Bie Sian kamar tahanan nomor empat puluh dari Penguasa rimba persilatan yang baru digunung Bu San-"
Demikian bunyi surat tersebut.
selesai membaca surat Leng Bie Sian, hati Kim Hong mengalami getaran hebat, tidak disangka sama sekali, bahwa gadis itu menolak pertolongannya, Bok siu menyaksikan perubahan wajah kawannya, dengan tertawa, dia bertanya "Apa kata nona Leng dalam suratnya?"
Kim Hong tidak menjawab pertanyaan Sang kawan, dia sedang berpikir, dengan alasan apa Leng Bie Sian menolak pertolongannya.
Mengapa dia meminta penguasa rumah penjara rimba persilatan lama saja yang dianggapnya wajib menolongnya.
Terjadinya bantrokan diantara kedua penguasa rumah penjara rimba persilatan baru dan lama akan menimbulkan lain kegaduhan sudahkah terpikir oleh Leng Bie Sian sampai kesitu?
Terdengar lagi suara Bok Siu "Hei, bolehkah aku membaca surat itu?"
"Bukan urusanmu,"
Bentak Kim Hong yang masih berada didalam keadaan uring-uringan-"Kukira kau diberi lemparan batu olehnya."
Berkata Bok siu pula.
"Ng."
JawaD Kim Hong singkat.
"Tapi tak ada urusan denganmu "
"Mana boleh?"
Berkata Bok Siu sambil tertawa.
"Urasan Leng Bie Sian adalah urusanku, bukan urusanmu. Apalagi adanya surat penolakan ini, berarti aku menang darimu. Selamat tinggal, Sampai kita berjumpa lagi lain waktu."
Meninggalkan jago kita, Bok siu tertawa dengan hati senang, dia mendapat sedikit kemenangan-Disana tinggal dua orang, itulah Kim Hong dan sikakek berbaju kuning Lam-Kiong Siang-liong.
Terdengar suara Lam-Kiong Siang-liong berkata.
"Tuan Cin, adakah surat balasan yang harus kusampaikan kembali? Kalau ada, aku bersedia membawakannya kesana."
"IHm..."
Kim IHong mengeluarkan suara dengusan.
"Tidak perlu aku menolongnya. Tapi bukan berarti aku takut kepada penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru itu. Tekadku tidak bisa dirubah. Tetapi hendak kutantang penguasa rumah penjara baru itu. Aku akan kesana sekarang juga ,"
"Kalau begitu,"
Kata orang tua berbaju kuning Lam-Kiong Siang-liong.
"Sampai kita berjumpa lagi."
Tubuhnya melesat, dan orang tua inipun meninggalkan tempat itu.
Dua hari kemudian-...
Dibawah gunung Bu-san mendatangi seorang anak muda, inilah jago kita Kim Hong.
Gunung Bu-san mencakup dua belas puncak.
puncak gunung lainnya dengan puncaknya yang tertinggi terletak diatas puncak Sin-lie-hong.
Kim Hong sedang melakukan perjalanan menuju kearah tempat itu.
Satu bayangan abu-abu meluncur datang, menyongsong kedatangan Kim Hong.
Dikala mereka sudah berhadaphadapan, Kim Hong segera mengenali kepada sikakek bopengan, tokoh silat yang bernama Bwee Hauw An, itu orang pertama yang berhasil memenangkan Penguasa Rumah Penjara Rimba persilatan lama digunung Tay-pasan-Si muka bopengan Bwee Hauw An perlihatkan senyum riangnya, menghadapi Kim IHong dan berkata.
"Kedatangan Saudara Cin kemari adakah dengan maksud untuk menantang bertanding Penguasa Rumah Penjara disini ?"
"Ya"
Jawab Kim Hong cepat. Hampir setiap orang masih memanggil Cin Hong kepadanya, ini disebabkan mereka belum tahu penggantian nama keluarganya.
"Kau datang sendirian?"
Bertanya lagiBwee Hauw An-"Ng"
Pendek jawaban Kim Hong.
"Hendak menantang bertanding pada Penguasa Rumah Penjara disini ?"
"Ng?"
Sekali ini jawaban Kim Hong disertai dengan anggukan kepalanya.
"Sudahkah terpikir olehmu, segala akibat dari perbuatan yang akan kau laksanakan itu?"
"Sudah. Mengapa Cianpwe berada ditempat ini ?"
"Aku adalah salah seorang dari pegawai Rumah Penjara Rimba bersilatan baru digunung inl."Jawab sibopengan Bwee Hauw An-"
Ooo... .Menjadi pengurus bagian penerimaan tamu ? "
"Kira-kira demikianlah."
"Ha, ha ... Seperti Thiat-oe Siangsu digunung Tay-pasan-"
Seperti apa yang kita masih ingat, siBurung Besi Thiat-oe Siangsu adalah pengurus Rumah Penjara Rimba Persilatan untuk urusan penerimaan tamu digunung Tay-pa-san-Rumah Penjara Rimba Persilatan begitu menghebohkan dunia sehingga sampai terjadi usaha kembar dunia tempat yang tidak sama, yang lama berkedudukan digunung Taypa-san dan yang baru mengambil tempat digunung Bu-san-Si kakek Bopengan Bwee IHauw An menyengir, dia memberi keterangan lebih jauh seperti ini, katanya.
"Kedudukanku sama dengan apa yang dijabat oleh siBurung Besi Thiat-oe Siansu. Tapi aku tidak serakus dia itu, aku tidak meminta uang perkenalan, aku juga tidak pernah memeras orang." .
"Aku wajib memberi salut penghargaan,"
Berkata Kim Hong.
"Cianpwe patut menerima pujian."
"Terima kasih."
Berkata Bwee Hauw An-"Demi kelancaran usaha Rumah Penjara Rimba Persilatan Baru kami dengan ini aku hendak mengetahui, barang apakah yang hendak dijadikan barang pertaruhan ?"
"Aku ada membawa uang seribu tahil perak."
Berkata Kim Hong.
"Dan uang ini bersedia kuserahkan bila aku kalah bertanding."
"Baik. Silahkan kau mendaftar dulu, catatlah dalam buku pendaftaran. Mungkin sebelum makan sore, kau dapat mencicipi kesenangan didalam Rumah Penjara Rimba persilatan kami. Selamat datang dan selamat menempati kamar didalam sel-sel tahanan Rumah Penjara Rimba Periilatan kami yang baru."
Bwee Hauw An membuat suatu gerakan tanda ia telah menyilahkan orang masuk.
"IHm..."
Kim IHong mengayun langkah kakinya lebin cepat, dia tidak gentar sama sekali. Bwee Hauw An mengajak pemuda kesuatu tempat, disana terdapat meja dan kursi tinggi, diatas meja terdapat se
Jilid buku pendaftaran dari para tamu. Diserahkannya kepada Kim Hong dan berkata.
"Bacalah buku keterangan tamu kami."
Kim Hong menerima bundel surat-surat keterangan itu, diSana telah terdaftar lima puluh dua orang tamu yang pernah menantang PenguaSa Rumah Penjara Rimba Persilatan baru, diantaranya ada beberapa nama yang tidak asing lagi baginya seperti siorang tua senjata Pit perak Cu Giok Tian dari oey-san-pay, Ma liong Po dari partay Butong.
Liu in Coang dari Sun-hong Piauw-kiok dikota Tiang-an, Pengemis Sakti Lu Bong Kong, Tamu tidak Diundang dari luar daerah, Kakek ie-oe Pek Hong Peng dan banyak nama lain-lainnya, Adanya nama Lu Bong Kong didalam daftar buku tamu ini sangat mengejutkan Kim IHong.
Seperti apa yang kita ketahui, Lu Bong Kong sedang mengadakan persiapan hendak menantang pertandingan pada Penguasa Rumah penjara Rimba Persilatan yang lama digunung Tay-pa-san, tapi hal itu belum terjadi mengapa hari ini Sudah kejeblos dalam Rumah Penjara yang baru?
Kim Hong masih membalik-balik lembaran bundel surat keterangan pendaftaran itu.
Tiba-tiba ...
.Matanya terbelalak.
"Eh, mengapa pula dia sampai bisa berada ditempat ini?"
Kim Hong keheranan, Disitu, didalam surat keterangan yang baru dibaliknya ada dilihatnya nama Oey Ceng-.
Keterangan sebagai berikut.
Nama .
Oey Ceng.
Umur .
46 tahun.
Waktu menantang .
Tanggal 6 bulan ?
Kim Hong membaca lagi Barang persiapan yang rela untuk diserahkan.
Kipas Wasiat Han-sian-Giok-tlok.
Tanggal enam bulan tujuh ?
Hari ini adalah tanggal enam bulan tujuh.
Ternyata lelaki misterius yang mengaku bernama Oey Ceng itu hendak menempur Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan barupada hari ini.
Kim Hong berpikir lagi.
"Baru saja ia memisahkan diri, arah tujuannya lurus ke Utara, bertentangan dengan arah yang kutempuh. Mengapa mendadak sontak. dapat berada ditempat ini? Mengapa menantang Penguasa Rumah Penjara Rimba Persilatan yang baru ? Lelaki yang bernama Oey Ceng itu pernah menganjurkan dirinya untuk memberi bantuan kepada dua partay besar. Maka dia mengutus In-jie pergi ketelaga Taypek-tie."
Kim Hong hendak menolong Leng Bie Sian, karena inilah, dia tidak bisa memberi tenaga bantuannya kepada tokoh-tokoh silat dari dua golongan itu.
Seharusnya, Oey Ceng pergi ketempat itu.
Kenyataan tidaklah demikian-Hari ini tanggal enam bulan tujuh.
Oey Ceng hendak bertanding dengan si Penguasa Rumah Penjara rimba persilatan yang baru.
Inilah soal yang mengejutksn dirinya.
Menutup buku pendaftaran itu Kim Hong memandang kearah sikakek bopengan Bwee Hauw An.
segera dia meminta keterangan tentang apa yang belum diketahui itu, katanya.
"Dari aliran manakah orang yang bernama Oey Ceng, orang yang hendak bertanding memasuki Rumah Penjara Rimba Persilatan baru dihari ini?"
Kakek bopengan Bwee Hauw An menggoyangkan kepala, dia menjawabnya.
"Tidak tahu Kami tidak diharuskan untuk membuat dan memeriksa secara meneliti dari setiap orang yang hendak menerima tawaran bertanding perang."
"Bilakah orang yang bernama Oey Ceng ini tiba?"
Bertanya lagi Kim Hong.
"Baru saja, kukira dia belum sampai diatas puncak Sinlie-hong."
Pertandingan sayembara rumah penjara baru ditetapkan diatas puncak Sin-lie-hong. Hati Kim Hong bergerak cepat, pikirnya lagi.
"Ilmu kepandaian orang itu setarap dengan apa yang kumiliki, Mengapa tidak segera membuat pengejaran? Dan menyaksikan ilmu kepandaian dari ilmu simpanannya?"
Kim Hong segera mengambil putusan.
Segera menyusul laki-laki yang bernama Oey Ceng diatas puncak Sin-liehong Tergesa-gesa, dia mencatatkan namanya.
Nama.
Kim Hong.
Umur.
delapan belas tahun.
Tanggal pendaftaran.
Tanggal enam bulan Tujuh.
Persiapan barang pertaruhan yang hendak dipersembahkan.
Emas murni sebanyak seribu tail.
Menyaksikan tulisan yang terakhir ini, si kakek bopengan Bwee Hauw An tersenyum dengan serius, dia berkata "Emas murni sebanyak seribu tail?
Tentunya emas murni dari rumah penjara rimba persilatan lama digunung Tay-pasan bukan?
Tentunya kau sudah berhasil memenangkan pertandingan itu."
"Betul. Boanpwe adalah orang ketiga dari sekian banyak penantang-penantang yang berhasil memenangkan uang emas murni sebanyak seribu tail itu"
Kakek bopengan Bwee Hauw An berkata lagi.
"orang kedua yang berhasil lepaS dari kamar tahanan si penguasa rumah penjara rimba persilatan lama, tentunya sumoaymu Yo in in itu, bukan?"
Kim Hong terkejut.
"Eh"
Kim Hong mendongakkan kepala, denganpenuh keheranan ia bertanya.
"Bagaimana kau tahu?"
"Mudah untuk diduga"
Berkata Bwee Hauw An-"Setiap orang yang pernah mendapat petunjuk dari murid Si Dewa Persilatan, tentu saja mendapat kemajuan hebat, dapat atau tidaknya menandingi si penguasa rumah penjara lama, adalah ditetapkan oleh waktu.
Yang pasti dia akan berhasil, sumoaymu telah menerima beberapa jurus, tentu saja keluar sebagai pemenang kedua dari Sayembara Rumah Penjara Rimba Persilatan digunung Tay-pa San-"
"Betul.
"jawab Kim Hong.
"Aku adalah orang ketiga yang keluar sebagai pemenang rumah penjara."
Bwee Hauw An memberi keterangan perlahan-lahan, ia berkata.
"Mudah diterka, setiap orang yang mendapat petunjuk ilmu dari sikakek gelandangan Kiat Hian, pasti akan bisa keluar sebagai pemenang. Hanya soal waktu cepat atau lambatnya saja "
Teringat keterangan Yo in in yang memberi tahu bawa sikakek bopengan ini juga pernah mendapat petunjuk Kiat Hian, dengan, dingin ia berkata.
"Menurut cerita orang cianpwe juga sudah mendapat petunjuk ?"
"Ya."
Bwee Hauw An tidak menyangkaL "Itu waktu, aku ditahan didalam kamar tahanan nomar 10."
"Kukira Kiat Hian cianpwe akan menyangkal, kalau dia tahu bahwa orang yang pernah ditolongnya itu adalah sebangsamu."
Berkata Kim Hong.
"oh.....Tapi dia tidak tahu."
Kim Hong merasa muak, karena keluarnya Bwee Haaw An dari Rumah Penjara Tay-pa-san, maka timbul pula rumah penjara tandingan rimba persilatan-Maka terjadilah Rumah Penjara Rimba Persilatan kembar Bwee Hauw An berkata.
"Pertandingan dirumah penjara kami diadakanpada tempat yang bernama Sin-lie-hong. Aku tidak bisa mengantarmu kesana. Yang beruntung disepanjang jalan ada petunjuk menurut tanda-tanda itu, pergilah sendiri."
Sin-lie-hong adalah nama salah satu puncak dari pegunungan Busan-Kim Hong memandang kearah puncak Sin-lie-hong, jalan yang menuju kepuncak itu terdapat tanda-tanda, setiap beberapa jarak terdapat papan bertanda panah dan didepan dengan tulisan.
"Para penantang diharap mengambil jalan ini."
Kim Hong meninggalkan Bwee Haow An meluncurkan dan menuju kepuncak Sin-lie-hong.
Betul saja.
Disetiap jarak jarak tertentu terdapat tandatanda berbentuk panah, memberi tahukan kemana jalannya menuju kepuncak Sin-lie-hong.
Tidak lama kemudian, puncak Sin-lie-hong sudah ada diambang mata.
Kim Hong masih berpikir-pikir, menarut apa yang diketahui, puncak Sin-lie-hong tidak memiliki lembah curam.
Entah dengan cara bagaimana sipenguasa rumah penjara Bu-san menerima tantangan-tantangan?
Disaat itu, jauh didepan Kim Hong tampak satu bayangan orang pelahan-lahan merambat naik.
Kim Hong mempercepat langkahnya, sebentar kemudian ia bisa memperkecil jarak mereka.
Bayangan yang didepan adalah Silaki-laki misterius yang bernama Oey Ceng?
Kim Hong berhasil mengejar Oey Ceng, dengan girang ia berteriak "Oey Ceng cianpwe Oey Ceng cianpwe"
Oey Ceng mendengar panggilan itu, ia menghentikan langkahnya. Sebentar kemudian Kim IHong menyusul tiba, mengenali sipemuda memperlihatkan sikapnya yang terkejut, Oey Ceng mengajukan pertanyaan.
"Aaaa.....Kau masih berada ditempat ini kukira kau sudah bertanding dengan penguasa rumah penjara rimba persilatan disini."
Kim Hong tertawa. Itulah obrolan kosong. Mana mungkin Oey Ceng tidak tahu kalau ia belum tiba? Untuk menceploskan kebohongan orang, ia berKata.
"Mungkinkah Oey Ceng cianpwe tidak melihat, bahwa dibuku lapor diri belum terdapat namaku?"
"oh......"
Berkata Oey Ceng.
"Tidak terpikir sampai kesitu."
Kim Hong tidak perCaya kalau Oey Ceng tidak terpiKir sampai ketempat itu, Oey Ceng tidak ada niatan untuk menempur penguasa rumah penjara yang bara, tapi dia mengikuti sayembara karena mengikuti jejak Kim Hong.
Atau lebih tepat lagi kalau dikatakan mendahului Kim Hong, mana mungkin tidak memeriksa isi buku laporan?
Dari daftar buku para penantang rumah penjara baru, semua nama sudah tertera.
Oey Ceng sengaja, tapi ia tidak mau meneruskan perdebatan itu, dengan penuh misteri ia berkata.
"Cianpwe mendadak menerima tantangan rumah penjara ini, tentunya langkah yang mendadak."
"Betul,"
Berkata Oey Ceng.
"Sifat-sifatku tidak mempunyai rencana panjang. Apa yang terpikir, segera kukerjakan......"
Betulkah Oey Ceng tidak mempunyai rencana panjang?
Bohong Siapakah Oey Ceng?
Mengapa dia melarang Kim IHong menempur penguasa rumah penjara baru?
Semua rahasia akan dipaparkan secara terperinci pada bagian akhir cerita.
Untuk sementara para pembaca dipersilahkan menduga.
Kim Hong tertawa, tidak tahu bagaimana harus meneruskan percakapan itu.
Oey Ceng melirik kearah sipemuda dan bertanya.
"Hai Bagaimana pendapatmu, bisakah memenangkan pertandingan?"
Kim Hong tertawa dan berkata.
"ilmu kepandaian cianpwe hebat dan menakjubkan tentunya tidak Sulit untuk memenangkan sayembara."
"Haa-haa...."
Oey Ceng tertawa.
"Artimu, kau juga tidak sulit untuk memenangkan sayembara."
"Boanpwe mempunyai penuh pegangan-"
Oey Ceng bergoyang kepala dan berkata "Tapi aku tidak yakin.
Pikirlah, kalau si penguasa rumah penjara baru tidak mempunyai kepandaian hebat, bagaimana berani terkebur dan menjanjikan orang, memberi hadiah sesudah menerima satu jurus pukulannya?"
Kim Hong berpikir sebentar, dan ia berkata.
"Mungkin ia mempunyai tipu muslihat, untuk sekarang ini, kita harus lebih berhati-hati."
Dan mereka melanjutkan perjalanan itu, tak lama mereka tiba dibawah puncak Sin-lie-hong disana, disuatu tempat yang agak rata terdapat batu-batu serong yang miring.
Nah Nah Disanalah tampak sebuabh pintu besi berbentuk bulat.
Pegangan pintu adalah macan-macanan yang dengan mulut terbuka lebar.
Dibawah itu terdapat tulisan yang berbunyi.
"Rumah Penjara Rimba Persilatan Baru."
Disinilah letak keanehan, adanya rumah penjara digunung Tay-pa-san sudah menghebohkan rimba persilatan-Tidak seorang yang berani mengganggu gugatnya, mendadak sontak saja timbul lain rumah penjara baru, rumah yang berada didalam gunung Bu-san-Terjadinya rumah penjara kembar ini, lebih menghebohkan.
Dikedua pintu besi itu, terdapat lain semboyan, damikian bUnyinya.
"Sekali pUkul menjatuhkan rumah penjara rimba persilatan digunug Tay-pa-san. Dua kaki menginjak semua jago-jago silat dirimba persilatan "
Inilah kata-kata terkebur Kecuali itu, dua orang berbaju hitam dengan memegang tombak panjang berdiri seperti patung.
Tidak bergerak.
Cara-caranya agak mirip dengan rumah penjara digunung Tay-pa-san.
Tidak menunggu sampai Kim Hong mendekati pintu itu, Secara tiba-tiba saja terdengar suara yang gemuruh, pintu perlahan-lahan berdesing naik, dimana terdapat goa gelap.
Tiba-tiba Oey Ceng menarik tangan Kim Hong, dengan sungguh-sungguh dia berkata.
"Hei, ilmu kepandaian kita berselisih tidak jauh, begini saja kuatur, kalau aku tidak berhasil mengalahkan penguasa penjara ini, tentu saja kau juga tidak mungkin memenangkan pertandingan, tidak perlu menantang lagi, lekas memilih jalan lari pergi. Mintalah bantuan rumah penjara digunung Tay-pa San untuk menantang rumah penjara ditempat ini."
Kim Hong tertegun, ia berkata.
"Aku sudah mendaftarkan nama. Bagaimana harus ngiprit pergi?"
Oey Ceng membentak.
"Disini bukan sudah daftar atau belum daftar. Bukan waktunya kita menungkuli nama kehormatan rumah penjara baru disini lebih bertingkah dari golongan Kalong. Kalau aku kalah kau meneruskan tantangan, tidak mungkin kau menang. Apa guna? Lekaslah lari, panggil saja penguasa rumah penjara digunung Tay-pa San, mungkin ia bisa mengalahkannya."
Kim Hong bisa menerima kenyataan itu, ia menganggukkan kepala dan berkala.
"Baiklah, aku bersedia menerima syarat cianpwee."
Baru sekarang Wajah Oey Ceng menjadi cerah, lalu mengandeng tangan Kim Hong, mendadak lubang didalam gua batu itu tiba-tiba berkelebat sesosok bayangan, menghadang kepergian Kim Hong dan Oey Ceng.
Itulah orang tua kurus mengenakan pakaian berwarna merah, sepasang matanya berkilat-kilat?
ia membentak "Ji-wie berdua sudah mendaftar?"
"Sudah,"
Berkata Oey Ceng.
"Aku yang mendaftar lebih dahulu."
Orang tua berbaju merah itu segera berkata.
"Ikut dibelakangku"
Oey Ceng mengajak Kim IHong mengikuti orang tua berbaju merah ini, memasuki ngluba yang gelap.
dengan undakan-undakan batu, kini mereka mulai menuju keperut gunung.
Semakin lama semakin dalam, disana terpancang obor.
Setiap jarak tertentu, terdapat penerangan.
Adanya obor tersebut didalam goa yang menuju keperut gunung, tentu saja semakin menambah keseraman-Keadaan rumah penjara digunung ini tidak kalah seramnya dari rumah penjara rimba persilatan digunung Tay-pa San-Berjalan kurang lebih lima ratus tombak, di muka mereka terdapat pintu berjari besi menghadang perjalanan.
jari-jari besi itu sangat besar dan kokoh juga terpasang rapat.
Tidak bisa diterobos.
Sesudah mereka bertiga berada didepan pintu berjari besi, tanpa ada gerakkan dari siorang tua berbaju merah, jari-jari besi itu naik keatas membuka jalan.
orang tua berbaju merah mengajak kedua penantang rumah penjaranya masuk kedalam.
Sesudah mereka berjalan melewati pintu berjari besi itu, jari-jari tadi turun kembali.
Menutup jalan mundur.
Jalan kedepan masih berupa jalan bertangga batu.
disetiap jarak-jarak tertentu masih terpasang obor-obor.
Berjalan lagi lima ratus anak tangga, didepan ada lain penghadang, itulah penghadang pintu-pintu yang terbuat dari besi tebaL Ditengah-tengah besi tebal terdapat lobang kecil, disana tampak menyorot sinar.
Menunjuk kepintu besi itu.
siorang tua baju merah memberi keterangan.
"Besi ini terbuat dari baja murni, beratnya hampir seribu kati. Untuk rimba persilatan masa kini, tidak ada seorangpun yang bisa mengankat."
Kim Hong mengeluarkan dengusan suara dari hidung, digunung Tay-pa San, dia pernah mengangkat bongkah emas sebanyak seribu enam ratus kati.
Besi baja murni yang hanya seribu kati itu adalah soal ringan, mana mungkin tidak bisa diangkat?
Karena itu ia segera menantang.
"Biar kucoba "
Kim Hong sudah bersiap-siap menggulung lengan baju untuk mengangkat besi yang mempunyai berat bobot seribu kati itu. Oey Ceng menyenggolnya dan berkata perlahan.
"Jangan coba... Bagaimana akibatnya kalau dipermukaan besi itu dilumuri oleh bisa racun?"
Kim Hong terkejut, ia membatalkan niatnya dan berkata.
"Kukira ada sesuatu yang hebat, ternyata ada udang di balik batu. Seperti keadaan pintu jari-jari besi, pintu besi inipun tidak perlu diangkat, bisa bergeser secara otomatis?"
Orang tua berbaju merah hanya berdiri menonton, tidak lama kemudian, pintu besi yang mempunyai bobot berat seribu kati itu meluncur naik, perlahan-lahan, ternyata digerakkan oleh pesawat.
orang tua berbaju merah mengajak Oey Ceng dan Kim Hong memasuki goa yang lebih dalam.
Kini mereka sudah terhadang oleh ketiga pintu besi pertahanan.
Berjalan lagi lima ratusan langkah, sesudah melewati rumah penjara yang seperti dibangun dari besi, mata orang terbelalak disana tampak Sebuah lapangan luas....Inilah arena pertandingan Lapangan itu mempunyai lebar seratus tombak tingginya tiga puluh tombak, diataS ruangan tampak sembilan mutiara, mutiara itu memancarkan cahaya yang terang.
Tanpa sinar matahari ruangan tersebus masih bercahaya.
Dikeliling lapangan terdapat delapan goa, gelap.
entah kemana tembusannya goa-goa itu.
Ditengah lapangan terdapat dua lilin besar panjangnya tiga tombak.
Tebalnya sebesar lengan manusia ini waktu terpasang dan menyala, asapnya mengepul memenuhi isi ruangan kosong.
Kim Hong memperhatikan dua lilin besar tersebut, hatinya sedang menimbang-nimbang, rahasia apa yang berada dibalik lilin itu?
Kim Hong dan Oey Ceng berdiri menunggu panggilan.
orang tua berbaju merah segera membuka suara, ia berkata kesalah satu goa yang terdapat disitu.
"Laporan kepada laucu, dua penantang masing laki-laki yang bernama Oey Ceng dan Kim Hong sudah datang"
Suara siorang tua berbaju merah berkumandang dan mendengus disekitar ruangan didalam perut gunung itu.
Hal ini sangat mengejutkan Kim Hong bulu tengkuknya bangun berdiri.
Memandang kearah Oey Ceng, ia berkata.
"Oey Ceng cianpwe, keadaan ditempat ini sangat misterius."
"Diam"
Bentak Oey Ceng.
"Lihat dan perhatikan baikbaik goa yang didepan."
Disana terdapat delapan goa, dan Kim Hong memperhatikannya pusat perhatiannya ke-arah salah satu yang ditunjuk.Dari goa tampak api penerangan, semakin lama semakin besar, seolah-olah ada yang berjalan dari jauh, menuju datang.
Betul saja, tidak lama kemudian, disana tampak dua bocah keCil yang menenteng lampu Teng, mereka berdiri dikanan dan kiri goa itu.
Tampaknya kedua bocah pelayan disusul oleh seseorang, disana berdiri seorang berkerudung, orang berkerudung kuning berpakaian panjang yang berwarna kuning, dan bersepatu kuning, Tabuh orang ini diselubungi oleh kemisteriusan kuning.
Inilah ciri2 dari penguasa rumah penjara rimba persilatan-Kalau Penguasa Rumah Penjara di gunung Tay-pa-san mengenakan selubung yang berwarna hitam, Penguasa Rumah Penjara ditempat ini mengenakan pakaian warna kuning.
Kecuali perbedaan warna itu, tinggi dan potongan tubuh kedua orang tidak jauh berbeda.
Mirip dengan Penguasa Rumah Penjara digunung Tay-pa-san.
Penguasa Rumah Penjara itu memandang Oey Ceng dan Kim Hong, ia bertanya.
"Siapa yang menantang lebih dahulu?"
Suara ini berdengung lama, menandakan suara dalamnya yang hebat.
Kim Hong mermperhatikan baik-baik, dalam keadaan yang seperti itu, ia tidak bisa membedakan suara ini suara lelaki ataukah wanita?
Karena memakai kerudung tutup muka dan karena suaranya ditekan kuat, orang sulit untuk membedakan, bagaimana jenis kelaminnya Penguasa Rumah Penjara yang baru.
Seperti juga Rumah Penjara digunung Tay-pa-san, Sulit untuk membedakan siapakah adanya orang tokoh misterius itu Lelaki atau wanita?
Disaat Kim Hong masih menduga-duga Oey Ceng sudah tampil kedepan dan berkata.
"Aku"
"sebutkan namamu."
Berkata Penguasa Rumah Penjara itu.
"Oey Ceng?"
Jawabnya singkat.
Suara Oey Ceng juga dikerahkan dengan tenaga dalam, berkumandang dan berdengung lama.
Diam-diam hati Kim Hong juga menjadi girang, dengan adanya tekanan suara tenaga dalam itu, kekuatan Oey Ceng masih berada diatas kekuatan Penguasa rumah Penjara yang baru.
Tentu saja ia menjadi girang, kalau tidak disertai dengan tipu muslihat licik, pasti Oey Ceng bisa mengalahkan Penguasa Rumah Penjara ini.
Kim Hong sedang berpikir-pikir, kalau saja ia berhasil memenangkan Sayembara, siapa yang hendak ditolong keluar?
Tentu saja Leng Bie Sian.
Tapi Leng Bie Sian pernah mengirim surat menolak adanya datang pertolongan-Keadaan yang menyulitkan Kim Hong, keCuali Leng Bie Sian, siapa lagi yang haruS ditolong keluar dari rumah penjara baru?
ouw Menolong empek Ie-oe atau menolong tamu tak diundang dari luar daerah.
Menurut apa yang sudah didesas desuskan, empek Ie-oe dan Tamu tak diundang dari luar daerah sudah menjadi tawanan-tawanannya rumah penjara ditempat ini.
Disaat Kim Hong melamun jauh, terdengar suara penguasa rumah penjara yang baru.
"cara-cara sayembara ditempat ini sangat mudah, kita bersama-sama lompat naik keatas dupa yang dinyalakannya, dihitung dari satu sampai sepuluh, masingmasing memukul sekali, siapa yang terjatuh, siapa yang merontokan abu dupa. itulah yang bagus."
Dia memberi perintah agar kedua bocah pengiringnya menyalahkan dupa sembahyang.
Hati Kim Hong tercekat, dan betul-betul ia meragukan keadaan ditempat ini.
Ternyata acara sayembara lain dari pada yang lain bukan menggunakan kekuatan yang berarti, bukan menggunakan kekuatan tenaga dalam, tetapi mengutamakan ilmu keringanan tubuh.
Karena acara sayembara ditentukan oleh sipenguasa rumah penjara, tentu saja keadaan tidak menyulitkannya.
pasti Sipenguasa rumah penjara memiliki ilmu meringankan tubuh yang luar biasa, dan bisa berdiri diatas abu dupa.
Kini Kim Hong harus meragukan ilmu meringankan tubuh Oey Ceng, mampukah Oey Ceng menginjak abu dupa?
Seseorang yang mempunyai kekuatan tenaga dalam, belum tentu memiliki ilmu meringankan tubuh, inilah yang mendebarkan hati Kim Hong.
Terdengar suara batuk-batuk sitokoh misterius Oey Ceng, dia mengangkat pundak dan berkata "Acara sayembara ini memang luar biasa, tapi terlalu tidak adil."
"Dimana yang tak adil?"
Kata penguasa rumah penjara yang baru dengan suara dingin. Oey Ceng berkata.
"Jago-jago silat yang mempunyai ilmu meringankan tubuh hebat sangat terbatas, berapa banyak orang yang bisa memasang kaki diatas dupa terbakar? Kukira hanya beberapa gelintir saja, tidak lebih sudah dari lima belas orang. Dengan acara sayembaramu, tentu saja sudah dipastikan, bahwa orang-orang yang menerima datang tantangan sayembara itu, pasti masuk kurungan."
"Tentu saja."
Kata sipenguasa rumah penjara baru.
"Siapa yang takut masuk kurungan. Tidak dilarang datang."
Oey Ceng membentak dengan suara marah.
"Tentu saja orang tak datang, kalau kau tak menculik dan membawa lari anak isteri orang, siapa yang kesudian gawe jauh-jauh datang ketempat ini."
"Hei..."
Kata penguasa rumah penjara baru.
"Apa maksud kedatanganmu kesini. Berdebat adu mulut? Atau mengikuti upaCara sayembara?"
"Betul....Betul....."
Suara Oey Ceng agak lunak.
"baiklah. Aku siap sedia menerima sayembara."
Hampir berbarengan, mereka melejitkan diri, lompat diatas sebatang hio yang terbakar.
Dupa itu terbakar lama, maka abunya beberapa dim.
Disaat Oey Ceng dan penguasa rumah perjara baru meletakkan kaki diatas abu dupa, mereka harus menggunakan ilmu meringankan tubuh yang seringan mungkin.
Betul-betul hebat dan menakjubkan Kedua jago itu bisa menguasainya dengan indah.
Tidak sebutir abu dupapun yang tergusur jatuh....Jarak kedua orang hampir dua puluh tombak.
Masingmasing diam tak bergerak.
Masing-masing mengatupkan mata, meringankan bobot berat badan mereka.
Maka Setelah itu, salah satu dari kedua bocah yang membawa lampu gantung tampil kedepan, dengan suaranya yang garing, ia mulai menghitung.
"Satu...Dua. ..Tiga... Empat ... Lima......"
Mengikuti suara-suara angka itu, hati Kim Hong berdebar semakin keras, silih berganti memperhatikan Oey Ceng dan penguasa rumah penjara yang baru.
"Delapan..."
"Sembilan........"
"Sepuluh"
Mulutpenguasa rumah penjara baru mengeluarkan suara geraman, tangan kanannya dibalikkan, diratakan dengan dada dan didorong ke depan.
Disaat yang sama Oey Ceng juga sudah menyiapkan kekuatannya, telapak tangannya didorong kedepan, menerima pukulan itu.
Seperti datangnya dua bintik arus listrik, dua tubuh kedua jago silat itu tergetar, dan begitu menempel masingmasing bersitegang.
Kim Hong memperhatikannya dengan seksama, ia bisa melihat adanya kekuatan Oey Ceng yang sudah sempurna.
itulah kekuatan penuh.
Kalau dibandingkan dengan bagaimana Oey Ceng, menghadapi ouw yang Po kui kemarin tentu saja tidak bisa disamakan.
Diam-diam Kim Hong memuji kekuatan Oey Ceng.
Sangkanya tokoh misterius itu hanya setanding dengan apa yang ia miliki, kenyataan lebih hebat dari apa yang ada.
Wah, kalau saja Oey Ceng tidak bisa memenangkan penguasa rumah penjara yang baru pertempuran selanjutnyapun perCuma.
Apa boleh buat, ia harus mengikuti perintah Oey Ceng, kalau saja Oey Ceng kalah, dia harus lari meninggalkan tempat itu.
Disaat Kim Hong sedang memikir-mikir, tampak, keadaan mulai berubah.
Jidat Oey Ceng tumbuh keringat, keadaannya tidak segagah tadi.
Menengok kearah penguasa rumah penjara baru.
Wajah itu tertutup oleh kerudung kuning tidak terlihat perobabanperobaban, tapi dari desiran-desiran angin, tidak adanya gelembung di kain itu suatu tanda bahwa ia masih kokoh dan kekar, Seperti gunung kuatnya, keadaan penguasa rumah penjara baru berada diatas angin-Keadaan tegang yang seperti itu masih berlangsung terus Waktu berdetik-detik, dihembus angin lalu.......
Tiba-tiba terdengar suara gerungan perlahan dari sipenguasa rumah penjara baru, tangannya ditarik kebelakang sedikit dan ini waktu tubuh Oey Ceng bergoyang, abu dupa yang dipijak rontok sebagian, dan Oey Ceng pun loncat turun kebawah.
Terhuyung kebawah jatuh.
"Aaaa..... betul-betul Oey Ceng kalah Seorang tokoh silat misteriusan yang memiliki kekuatan lebih hebat dari tamu Tidak diundang dari luar daerah, dibawah tekanan kekerasan sipenguasa rumah penjara baru, akhirnya kalah dan jatuh dari pertandingan. Wajah Oey Ceng pucat pasi. Wajah Kim Hong juga pucat pasi. Kedua orang itu saling pandang masing-masing menyengir Sedih, menundukan kepala. Penguasa rumah penjara yang baru lompat turun dari ujung dupa yang terpasang menyala, dengan suaranya yang ringan dan penuh kecongkakkan, ia berkata.
"TUan, adalah penantang Sayembara yang terkuat"
Kata-kata ini diarahkan kepada Oey Ceng. Oey Ceng bungkam didalam seribu bahasa melirik kearah Kim Hong seolah ia berkata.
"Nah Aku sudah kalah Apa lagi yang kau tunggu? Hayo Lari, Lekas panggil penguasa rumah penjara digunung Taypa-san......"
Kim Hong masih mematung dan tertegun ditempatnya, belum lama ia sudah mempunyai niatan untuk melarikan diri meninggalkan tempat itu, Tapi perubahan situasi telah membuat pikirannya goyah, lari atau tidak lari?
Disaat ini, penguasa rumah penjara yang baru berkata kepada sikakek berbaju merah "co Tiok Hu, bawa orang pesakitan ini kedalam penjara."
Sikakek berbaju merah co Tiok Hu membungkukkan badan, menjinjing Oey Ceng memas kesalah satu delapan goa yang berada d tempat itu.
Dada Kim Hoag dirasakan bergejolak.
itulah kepanasan dan rasa penasaran, segera ia bentangkan bacot.
"Giliran aku Kim Hong yang menerima sayembara."
SeCepat itu pula, Kim Hong melejitkan kaki meletakkan ujung jempol kakinya diataS dupa yang mengepul.
Disini Kim Hong bisa menarik satu keuntungan, dia menjatuhkan kaki pada ujung dupa yang bekas diinjak oleh Oey Ceng, ujung dupa itu sudah jatuh sebagian, maka pendek Sedangkan dupa satunya, yaitu dupa yang harus diinjakan oleh Penguasa Rumah Penjara masih berabu panjang.
Loncatnya Kim Hong keujung dupa tidak diikuti oleh sipenguasa Rumah Penjara.
Dia berkata dengan suara tenang "Jangan terburu-buru.
Aku membutuhkan waktu untuk istirahat."
Sesudah itu, ia mengibaskan lengan baju juga mengebut abu dupa yang berada ditempat yang akan dipijak olehnya.
Dengan cara-cara yang seperti ini, kini Kim Hong yang menduduki kedudukan lemah.
Abu dupa yang harus dipijak oleh sipenguasa rumah penjara rimba persilatan lebih sedikit dari abu dupa yang dipijak oleh Kim Hong.
Mendengar permintaan sipenguasa rumah penjara yang hendak mengambil waktu istirahat, Kim Hong lompat turun, dengan tertawa ia berkata.
"Ha-ha....
kau juga hendak istirahat?
Kukira kau seorang jago tanpa tandingan.
Bisa digilir bertanding terus menerus.
Sepasang sinar mata penguasa rumah penjara baru memancar keganasan, dengan marah ia membentak.
"Kau bocah ini sangat kurang ajar, sebutkan nama gurumu?"
Dengan membusungkan dada Kim Hong berkata.
"suhu bernama It-hu Sianseng."
"oo. .."jawaban ini seperti berada diluar dugaan sipenguasa rumah penjara.
"Kau adalah kongcu bernama diri Kang-lam yang bernama Kim Hong? Kudengar kau mempunyai hubungan yang baik dengan murid penguasa rumah penjara digunung Tay-pa-san, bukan ?"
"Kalau betul, bagaimana?"
Kim Hong menantang. Penguasa rumah penjara yang baru berpikir sebentar, entah apa yang dikenang olehnya, tiba-tiba ia bertepuk tangan, tertawa dan bertanya.
"Hei, kau hendak bertemu dengannya?"
Hati Kim Hong hampir loncat keluar, dari tempatnya ia berkata.
"Kau bersedia mengajak aku bertemu dengan Leng Bie Sian ?"
"Kalau kau kepingin ketemu, aku bersedia mengajakmu sebentar."
"Tentu saja mau bertemu."
Berkata Kim Hong.
"Tapi ingat, Ini bukan permintaanku."
"Inilah kerelaan hatiku."
Kata penguasa rumah penjara rimba persilatan yang baru.
Ini waktu orang tua berbaju merah yang bernama co Tiok Hu sudah memperintahkan dan mempenjarakan Oey Ceng, dia balik kembali keruangan itu.
Memandang kearah co Tiok Hu, penguasa rumah penjara berkata.
"Ajak kongcu ini untuk bertemu pada nona Leng Bie Sian."
Co Tiok Hu berkata.
"Nona Leng Be Sian tak mau bertemu dengan seorang yang bernama Kim Hong"
Penguasa rumah penjara rimba persilatan berkata.
"Aku tahu nona Leng Bie Sian tidak mau bertemu muka. Tapi kau ajak keruangan disebelahnya, agar mereka bisa bercakap-cakap."
Kemudian, penguasa rumah penjara yang baru memandang Kim Hong dan bertanya.
"Bagaimana pendapatmu?"
"Tidak bertemu muka dengan Leng Bie Sian juga tidak mengapa, asal aku bisa mengucapkan beberapa patah kata,"
Karena itu, ia menganggukan kepala dan menerima tawaran tersebut.
Maka, dengan ditunjuk oleh sikakek baju merah co Tiok Hu, Kim Hong diajak kelain goa.
Goa diperut gunung itu sangat dalam, banyak tikungan, berjalan beberapa waktu, Kim Hong berhasil berada disebuah ruangan batu.
Ruangan batu itu sangat ringkas, keCuali sebuah pelita keCil, tak ada isi lainnya.
co Tiok Hu menyuruh Kim Hong duduk disana, mengunci pintu dan pergi.
Kim Hong baru duduk.
tak lama terdengarlah suara Leng Bie Sian dari kamar sebelah.
"Kim kongCukah yang datang?"
Dengan kedua tangan Kim Hong meremas batu disebelah, ia hendak mengorek batu itu, tapi tentu saja tidak berhasil.
"Betul"
Teriaknya girang.
"Bie Sian, bagaimana keadaanmu?"
Terdengar elahan napas Leng Bie Sian dari kamar sebelah, katanya.
"Keadaan baik-baik, untuk sementara mereka tidak berani menggangguku."
"Hei"
Berteriak Kim Hong dengan suara keras.
"Mengapa kau tidak mau bertemu denganku?"
Suasana hening untuk beberapa waktu, kemudian terdengar suara Leng Bie Sian-"Kau belum menerima suratku?"
Seperti disiram oleh air dingin, kerelaan hati Kim Hong yang hendak menolong Leng Bie Sian diguyur habis, ia menghela napas dengan sedih lalu berkata.
"Sudah terima. Tapi....."
"Nah"
Berkata Leng Bie Sian-"Sudah kujelaskan, mengapa kau datang?"
"Apa boleh buat."
Kata Kim Hong.
"Aku harus menolong mu keluar dari tempat ini."
"Aku tak mau ditolong."
Kata Leng Bie Sian-"Alasannya?"
"sudahlah"
Kata Leng Bie Sian-"Bagaimana kau bisa jatuh kedalam tangan mereka?"
Tanya Kim Hong.
suara Leng Bie Sian berkata lagi "Ada seorang kakek yang mengenakan pakaian berwarna merah namanya co Tiok Hu, ia memiliki ilmu kepandaian yang tinggi dengan tiba-tiba Saja, seCara menggelap.
ia menotok jalan darahku.
Dan demikianlah aku tertawan."
"Huh. Dia tak mengganggu dirimu?"
"Tidak. Aku dijadikan seorang nenek nenek dan begitu dibawa ketempat ini."
"Bagaimana wajah penguasa rumah penjara ditempat ini,"
Berkata Kim Hong "Dia selalu menggunakan tutup kerudung muka aku tidak bisa melihat."
"Sampai dimana ilmu kepandaiannya?"
"Sangat hebat"
"Ya. Belum lama seorang kawanku yang bernama Oey Ceng jatuh dibawah tangannya."
"Dan bagaimana keadaanmu? Kau juga menantang?"
"Ya."
"Sudah bertanding?"
"Belum."
"Sudah kusurati agar kau tidak menantang. rumah penjara ditempat ini, mengapa kau begitu bandel?"
Suara Leng Bie Sian agak marah.
"Bie Sian, jangan kau marah....."
"Aku tidak marah. Tapi aku menolak kau datang menolong"
"Karena aku bukan orang dari rumah penjara digunung Tay-pa San?"
"Ng............"
"Itulah kejadian dahulu. Tapi lain dahulu lain sekarang, sekarang aku sudah menjadi orang sendiri dari rumah penjara digunung Tay-pa San-."
"Eh? Aku tidak mengerti."
"Karena aku sudah berhasil menemukan ibuku. ia tinggal ditempat rumah penjaramu digunung Tay-pa-san,"
"Aaa..."
Terdengar Leng Bie sian agak terkejut.
"Kau sudah bertemu? Kalau begitu betul-betul kau adalah sukoku ?"
Suko berarti saudara tua seperguruan.
"Suko?"
Kim Hong membelalakan mata. ia tidak mengerti.
"Ya."
Berkata Leng Bie Sian-"Aku harus memanggil Suko. Guruku adalah ibumu, kita Saudara seperguruan, bukan ?"
"Aaaa.."
Giliran Kim Hong yang terkejut.
"Gurumu penguasa rumah penjara rimba persilatan digunung Tay-pasan itu, itukah yang menjadi ibuku?"
Tentu saja Kim Hong terkejut, mana mungkin hal itu bisa terjadi. Masakan penguasa rumah penjara digunung Tay-pa-san dikatakan sebagai ibunya? Inilah betul-betul kejadian yang sulit diterka.
"Eh"
Berkata Leng Bie Sian.
"Kau yang mengatakan-Bukan aku "
"Aaaa..."
Kim Hong menepuk jidat.
"Betul....betul..."
Baru sekarang ia mengerti, baru sekarang ia menduga asal usulnya penguasa rumah penjara digunung Tay-pa-san itu.
Ternyata, tokoh luar biasa yang dihebohkan adalah ibu kandungnya?
Mengapa ibu membuat rumah penjara yang seperti itu ?
oh Tentunya hendak memanCing keluar ayah dari persembunyiannya.
"Hei, suko...."
Terdengar suara Leng Bie Sian dikamar sebelah.
"Kau kenapa ?"
"Betul betul tidak kusangka."
Berkata Kim Hong.
"Tidak kusangka kalau penguasa rumah penjara rimba persilatan digunung Tay-pa-san adalah ibu kandungku."
"Ya Penguasa rumah penjara Tay-pa-san adalah Suma Siu Khim "
Leng Bie Sian menjadi marah, ia berkata.
"oh Kau jahat. Ternyata kau memanCing diriku, kau tidak tahu kalau guruku itu adalah ibu kandungmu, sengaja kau mengucapkan kata-kata tadi....."
Kim Hong berkata "Dengar keteranganku.
ibu tidak menggunakan wajah penguasa rumah penjara rimba persilatan, dia menggunakan wajah aslinya menemui aku, maka akupun belum tahu betul, bahwa penguasa rumah penjara di gunung Tay-pek san adalah ibu kandungKu."
"Eh, dia suduh memberitahu kepadaku dahulu, begitu melihat wajahmu, ia sudah menduga sesuatu. Dikatakan kepadaku bahwa kau mungkin adalah anaknya yang hilang itu, maka sesudah kau meninggalkan rumah penjara, aku mendapat tugas untuk mengintil di belakang. sekarang, sesudah kau mengetahui ibumu, mengapa dia masih menutupi rahasia itu?"
"Betul."
Berteriak Kim Hong.
"Apa maksudnya?"
"Nggg... kukira dia mempunyai maksud tertentu. Mungkin dia takut kalau kau meminta agar dia membubarkan rumah penjara di gunung Tay-pek san itu ...."
"Ya. Aku memang mempunyai niatan itu."
"Maka, dia belum mau membongkar rahasia. Untuk sementara menutup kerudung mukanya"
Berkata Leng Bie Sian.
"Kau bisa menduga alasan dari berdirinya rumah penjara di gunung Tay-pa-san?"
"Dia hendak memanggil ayahku."
"Tepat. Ayahmu memang kurang ajar sekali. Mengapa dia bersembunyi Karena itulah hendak ditantangnya datang."
"Tapi....."
"Tapi apa?"
"Disaat ibu bernyanyi, sering kudengar suara laki-laki yang memanggilnya. Siu Khim...Siu Khim... .sudahlah Jangan bernyanyi. Siapakah suara laki-laki itu?"
"Suara ibumu juga "
"oo Mengapa ia harus bersandiwara?"
"Dia senang bernyanyi. Tapi juga takut kalau rahasianya diketahui orang. Maka sengaja memegang dua peranan."
"Ah Hanya karena kepentingan diri sendiri, ibu mengaduk rimba persilatan sampai begitu rupa?"
"Ibumu sangat Cinta kepada ayahmu. Tapi dia tidak berhasil menemukan jejaknya, terpaksa apa boleh buat, dia harus menggunakan taktik ini. Seharusnya ayahmulah yang harus memikul tanggung jawab. Dia mempunyai cemburu yang besar....."
"Belum tentu ayah masih hidup, Dimisalkan ada di dalam dunia, tentu mempunyai alasan yang cukup kuat."
"Suko,"
Panggil Leng Bie Sian dikamar sebelah.
"Ada sesuatu yang hendak aku beritahu."
"Urusan apa?"
"Tentang sumoaymu itu, baik-baikkah keadaannya?"
"Keadaannya baik-baik. Apa yang hendak kau beritahu?"
"oh.....tidak. suko kau masih hendak menantang penguasa rumah penjara rimba persilatan ditempat ini?"
"oo Sudah terjadi perobahan-perobahan ini, aku harus berpikir sekali lagi."
"Jangan berpikir lagi. Lekas lari"
Berkata Leng Bie sian-"Tidak ada artinya bertanding. Kau bukan tandingannya. Lebih baik lekas lari."
"Bagaimana dirimu ?"
"Jangan khawatir. Pada suatu hari, suhu akan datang."
"Kalau ibuku datang biar saja aku disini. Biar kita samasama menunggu pertolongan ibu."
"Tidak."
"Alasanmu."
"Kau sudah mempunyai seorang Sumoay, jangan kau menambah kesengsaraanku."
"Baiklah. Aku akan pergi."
"Selamat jalan-"
"Baik-baik kau menjaga diri."
Sudah itu Kim Hong menuju kepintu disana orang tua berbaju merah co Tiok Hu sedang menunggunya. Karena itu Kim Hong menggapaikan tangan dan berkata.
"Buka pintu."
Co Tiok Hu mengajak Kim Hong kembali keruang arena pertandingan diperut gunung itu.
Ditengah jalan, tidak henti-hentinya Kim Hong berpikir, haruskah ia menempur penguasa rumah penjara yang baru?
Mengingat ilmu kepandaian Oey Ceng yang begitu tinggi, tokh masih jatuh dibawah tangan Sipenguasa rumah penjara?
Apa guna ia menantang terus?
Pasti ia juga kalah.
Kalau kalah berarti jatuh kedalam kamar tahanan rumah penjara rimba persilatan yang baru.
Siapa yang harus memberi tahu pada ibunya digunung Tay-pa San ?"
SeCara tiba-tiba saja, menggunakan kelengahan Sikakek baju merah, ia memegang pergelangan jago itu, menekannya dan membentak.
"Jangan berteriak"
Orang tua beraju merah balik membentak "Apa maksudmu ?"
"Aku tidak jadi bertanding. Lekas ajak keluar dari tempat ini."
Berkata Kim Hong.
"Membatalkan Sayembara?"
"Aku tidak butuh dengan sayembara Sseperti itu. Lekas Ajak aku keluar dari tempat ini."
Co Tiok Hu tidak berdaya, dia membawa Kim Hong meninggalkan tempat itu, sebentar kemudian mereka tiba dipintu goa yang mempunyai bobot berat seribu kati itu.
Aneh bin ajaib Tanpa disentuh besi berat itu terangkat naik, jalan terbuka kembali.
Kejadian ini sangat mengejutkan Kim Hong.
Ia heran dan tidak mengerti.
Apa kegunaan dari penutup pintu itu, kalau dia bisa terangkat tanpa banyak kesulitan?
Bisa dilolosi orang?
Perjalanan dilanjutkan, mereka berada didepan pintu berjari besi.
Seperti juga pintu penutup baja murni, pintu jari inipun terangkat naik, co Tiok Hu mengajak Kim Hong keluar.
Tentu saja Kim Hong tidak tahu, semua itu mengalami proses-proses rencana yang masak.
Disaat mereka hendak meninggalkan lorong goa panjang itu, dari jauh terdengar derap langkah kaki orang.
cepatcepat Kim Hong berdekuk, menekan jalan darah co Tiok Hu dan membentak.
"Hayo Kau harus bisa diajak bekerja sama."
Orang yang hendak memasuki kedalam arena pertandingan diperut gunung, adalah orang tua berbaju hijau, Lam-kiong Siang-liong.
Meminjam penerangan oborobor tampak jelas orang itu hampir berada didalam keadaan mabok.
Lorong itu terlalu keciL Tidak berhasil Kim Hong mengelakan-Mereka bersamprokan muka.
"Eh,"
Lam-kiong Siang-liong memperlihatkan wajahnya yang terkejut.
"Kau tidak jadi mengikuti sayembara?"
Kim Hong memegangi pergelangan tangan co Tiok Hu dengan keras, membawakan sikap yang tenang, dia berkata.
"Tepat Aku adalah orang pertama yang berhasil memenangkan sayembara ini."
Lam-kiong Siang-liong menggoyang-goyangkan kepala, ia berkata "Heran Heran Jago kosen yang seperti Tamu tak diundang dari luar daerah, tohk tak bisa memenangkan penguasa rumah penjara kami, kau si bocah ini berumur begitu muda, mungkinkah hendak menipu?"
Sesudah itu, menoleh kearah co Tiok Hu, bertanya.
"Betulkah keterangannya?"
Co Tiok Hu mengeluarkan dengusan suara dari hidung, tidak menjawab.
Lam-kiong Siang-liong memandangnya sebentar, menggelengkan kepala dan berkata.
Kim Hong sudah berada dipintu pertahanan terakhir.
dari Sini ia bisa lari, menyeret co Tiok Hu menotok jalan darahnya dan berkata "Terima kasih.
Sampai disini saja kau antar.
Untuk selanjutnya aku tahu bagaimana harus membawa diri."
Meninggalkan co Tiok Hu dilorong gelap itu, tubuh Kim Hong melejit, melewati pintu gerbang terakhir.
Pintu itu terjaga oleh dua orang yang membaWa tombak, dua orang itu juga adalah dua jago silat hebat, mengetahui ada sesuatu yang tidak beres, mereka menggunakan dua tombak itu menuju kearah bayangan yang melejit keluar.
Kim Hong berdengus, dengan satu tangan satu ia menangkap datangnya dua tombak tersebut, pletak ia mematahkannya, tubuhnya melayang tinggi, disaat ia turun seCepat itu pula, ia menotok jalan darah kedua penjaga pintu.
Tentu saja kedua penjaga pintu goa tidak berdaya, mereka jatuh ngegeloso.
Gerakannya Kim Hong terlalu sebat, sulit diikuti dengan pandangan masa.
Tiba-tiba, telinga Kim Hong yang tajam bisa menangkap datangnya suara pujian.
"Hebat "
Kim Hong menoleh kearah datangnya suara pujian itu, tidak tampak bayangan-Bulu tengkuknya bangun berdiri, ia tidak berani berdiam lama-lama ditempat itu seCepat itu pula, meluncur turun kebawah gunung.
Berlari beberapa waktu Kim Hong menoleh kebelakang, takut kalau mendapat pengejaran.
Ternyata tidak Keragu-raguannya itu percuma saja.
Tidak ada orang yang membikin pengejaran, juga tidak tampak tokoh silat yang mengeluarkan suara pujian itu.
Siapakah tokoh silat misterius tersebut?
lawan atau kawan?
Demikian sehingga sampai ditempat penjagaan sikakek bopengan Bwee Hauw An-Kim Hong tertawa geli atas ilmu kepandaian rumah penjara ditempat ini.
Kecuali ilmu meringankan tubuhnya yang hebat, tidak ada sesuatu yang perlu ditakutkan-Tiba-tiba dari semak-semak rumpun terdengar lagi satu suara.
"Ha-ha, kalau kau bisa menipu mati dan kuda tungganganmu, betul hebat."
Lagi suara misterius itu, Kim Hong menghentikan langkah dan membentak "cianpwe dari mana? Mengapa tidak menampilkan diri?"
Tidak ada jawaban-Hanya terdengar gesekan-gesekan daun.
Kim Hong mengkerutkan alis, siapa kah orang itu?
Tapi kebebasan lebih penting, Kim Hong, berlari lagi.
Sesudah dekat dengan tempat penjagaan Bwee HouwAn, ia merapikan pakaian, dengan langkah tenang, ia berjalan ketempat itu.
"Hallo, Bwee Hauw An cianpwe masih ada?"
Disana berkelebat seorang, itulah sikakek bopengan Bwee Hauw An-Wajahnya memperlihatkan keragu-raguan, ia bertanya "Eh, kau tidak jadi masuk kedalam arena sayembara?"
Kim Hong mengangkat pundak. ia berkata.
"Siapa bilang tidak? Aku sudah masuk. Dan kini aku keluar kembali"
"Kau berhasil memenangkan sayembara itu?"
Bertanya Bwee Hauw An-Kim Hong menganggukkan kepala, ia berkata.
"Ya. Kau heran?"
Bwee Hauw An mengangguk-anggukkan kepala, yang tidak gatal, ia berkata "Heran Mungkinkah penguasa kami sengaja memberi kelonggaran?"
"Hei Siapa yang bilang?"
Bentak Kim Hong.
"Dengan alasan apa penguasa kalian memberi kelonggaran?"
"Betul-betul kau menang?"
"Tentu saja menang"
"Orang siapa yang kau tolong?"
"Kakek ie-oe."
Bwee Hauw An celingukan kekanan dan kekiri, ia tidak mendapatkan bayangan dan jejak si Kakek ie-oe, karena itu ia bertanya.
"Dimana kakek ie-oe itu sekarang berada?"
Kim Hong berkata.
"Dia sudah pergi sendiri. Sekarang aku mau mengambil barang-barangku, bolehkah?"
Bwee Hauw An berjalan pergi sebentar, tidak lama ia mengeluarkan kuda tunggangan, membawa satu kantong emas, diserahkan dan dari dalam saku bajunya mengeluarkan bata han-Giok, diserahkan kepada Kim Hong.
ia berkata.
"Inilah barang-barang kawanmu yang bernama Oey Ceng itu. Maukah kau bawa kembali?"
Keadaan Oey Ceng memang agak misterius Kim Hong hendak menyelidiki terlebih jelas siapa tokoh itu. Karena itu ia menganggukkan kepala dan berkata.
"Baik."
Diambilnya batu han-Giok itu, disimpannya baik-baik, menerima uang bungkusan emas, Kim Hong lompat naik ke atas kuda.
"Selamat tinggal"
Dibedalnya kuda itu, ia meluncur dari gunung Bu San Di belakang Kim Hong, sikakek bopengan Bwee Hauw An tertawa geli, ia bergumam.
"Terlalu mudah untuk menipu dirimu."
Tidak bercerita rencana apa yang diatur oleh penguasa rumah penjara persilatan yang baru.
Mari kita ikuti perjalanan Kim Hong.
Kim Hong membedal kudanya dengan keras, alasan pertama, ia hendak mengelakkan pengejaran2 yang datangnya dari penguasa rumah penjara baru.
Alasan kedua, ia harus cepat cepat bertemu dengan ibunya.
Ternyata penguasa rumah penjara di gunung Tay-pa-san adalah ibu kandungnya.
Pikiran Kim Hong masih melayang-layang jauh, sebentar mengenangkan ibunya, sebentar ia memikirkan keadaan Yo in-jle yang pergi ke telaga Tay-pek tie.
Sebentar lagi, menduga-duga asal usul Oey Ceng yang misterius itu.
Tent saja, kesan yang terbanyak mengarungi pikirannya adalah sipenguasa rumah Penjara rimba persilatan di gunung Tay-pa San-Siapa yang bisa menduga, kalau penguasa rumah penjara itu adalah seorang wanita yang bernama Suma Siu Khim?
Itulah ibu kandung Kim Hong.
"oh....."
Dunia ini terlalu kejam, orang yang menghebohkan rimba persilatan adalah ibu kandungnya sendiri.
Kim Hong sedang memikir-mikir, bagaimana harus membubarkan rumah penjara di gunung Tay-pa-san?
Bersediakah Sang ibu menuruti kemauannya?
Tidak mungkin Suma Siu Khim menderita selama dua puluh tahun, adatnya kukuh dan ugal-ugalan, kecuali kalau Kim Hoong bisa mendampinginya lagi, sangat sulit, untuk membelokkan jalan arah yang sudah sesat itu.
Kim Hoong adalah ayah Kim Hong Mempenjarakanjago-jago silat yang ternama kecuali itu, tidak ada kejahatan lain-Sang ibu telah mempenjarakan jago-jago kes atria.
karena itulah golongan Kalong bisa mengembangkan kekuasaannya.
Secara tidak langsung.
Sang ibu membantu usaha kejahatan-Bagaimana ia mengatasi dan menanggulangi keadaan yang terbaik ?
Inilah yang sedang Kim Hong pikirkan SUMA Su-khim tidak berhasil mendapatkan kehangatan Cintanya, karena itu ia telah menciptakan sesuatu rumah penjara rimba persilatan Suma siu-khim mempenjarakan banyak orang.
Hal ini bisa dimengerti, karena ia hendak mencari jejak Suaminya yang terCinta.
Tapi dengan alasan apa pula, penguasa rumah penjara digunung Bu-san menciptakan rumah penjara kembar?
Siapa yang menjadi penguasa rumah penjara bentuk baru itu?
Inilah yang membingungkan Kim Hong.
Perjalanan dilanjutkan.
Hari ini, sesudah menjelang sore, Kim Hong berlari jauh dari gunung Bu San-Tiba disebuah kota yang bernama cui-bie-shia.
Perjalanan terus menerus sangat melelahkan dirinya, perut Kim Hong juga dirasakan iapar, ia membelokan arah kuda memasuki kota cui-bie-shia, la memegang buntelan emas yang dapat dihasilkan dari kemenangan sayembara dirumah penjara Tay-pa San, teringat kepada ini, hatinya menjadi geli, tanpa disadari ia berhasil menerima hadiah seribu tail uang emas dari tangan ibunya sendiri.
Pemberlan emas dari Suma Siu-khim itu belum dipergunakan-Hari ini Kim Hong hendak menggunakan dan mengobral pemberian uang emas dari ibunya.
disana Kim Hong memaSuki sebuah rumah Penginapan yang mentereng, seorang pelayan cepat datang menghampirinya, dengan membungkukkan setengah badan, dengan wajah berseri, orang itu berkata.
"silakan kongcu duduk dibawah saja?"
Kim Hong tertegun, ia bertanya.
"Eh, apa artinya? Mengapa tidak boleh naik? Mungkinkah sudah banyak tamu? Tidak ada tempat kosong?"
Biasanya setiap rumah penginapan menyediakan kelas istimewa ditingkat atas, dan menyediakan kelas biasa ditingkat bawah.
"Betul Betul. ...."
Cepat-cepat pelayan itu berkata.
"Tidak ada tempat kosong lagi, semua meja sudah penuh, terlalu banyak tamu."
Kim Hong memasang telinga baik-baik, mulutnya terbuka lebar, ia berkata.
"Berapa banyak tamu bisa memenuhi isi ruangan diatas loteng?"
Wajah pelayan itu menjadi tidak senang, ia berkata.
"oh.....oh......diperkirakan bisa menerima seratus tamu."
Dengan marah Kim Hong membentak.
"Bagus Diatas loteng hanya ada enam orang, bagaimana kau katakan sudah penuh ?"
Giliran pelayan itu yang terbelalak ia heran, bagaimana tamu ini bisa mengetahui begitu jelaS? cepat-cepat ia berkata.
"Eh, bagaimana kongcu tahu, kalau diatas hanya ada enam orang tamu ?"
Dengan dingin Kim Hong berkata.
"Lihat dulu biar betul. Siapa orang yang berdiri dihadapanmu ? Bukan saja aku tahu hanya ada enam orang, aku bisa membedakan tiga diantaranya adalah laki-laki, tiga lainnya adalah perempuan. Apa Salah ?"
Wajah pelayan itu semakin heran, dengan menganggukkan kepala ia berkata.
"Betul Ketiga tamu kita adalah tokoh-tokoh luar biasa. Kongcu bisa menduga bukan? Maka .... maka .... biar kongcu makan dan minum dibawah loteng saja. Biar kukawani."
Kim Hong bertanya.
"Ketiga tamu diatas loteng itu Sudah memborong semua meja?"
"Tidak"
Berkata pelayan tersebut.
"Tapi jauh berbeda. Kau tahu siapa berapa tip persen yang diberikan kepada ketiga tukang nyanyi diatas itu? Huh Hmm,... seratus tail setiap gadis tukang nyanyi. Mendapat hadiah seratus tail, lihat saja. ia begitu royal. Maka.... kami tidak mengharapkan kesenangannya terganggu."
Dengan marah Kim Hong berkata. .Maka itu tidak mengharapkan ada tamu lainnya yang naik keatas loteng, dengan harapan mendapat persen yang lebih banyak?"
Tercengar-cengir pelayan itu berkata. Kim Hong menjulurkan tangan, mencengkeram baju depan pelayan rumah makan itu, ia membentak.
"Ramah makan kalian apa hanya tersedia untuk beberapa gelintir orang saja? Kau kira aku tidak kuat membayar rekening makanan? IHuh? Jangan anggap remeh orang, tahu Nah Kalau mau uang bilang saja kepadaku. Aku bisa membayar dua kali lipat dengan apa yang telah mereka bayar."
Didorongnya pelayan itu sehingga tergusur jatuh dilantai, Kim Hong mengayuni langkah menuju keloteng, Seorang pelayan lain yang menyaksikan keadaan itu, mengetahui tidak mungkin mencegah Kim Hong naik keatas, secara berlari maju dibelakang sipemuda dan berkata.
"Kongcu... kongcu,,.. kau hendak makan diloteng? Boleh saja Tapi kami harap. kongcu tidak berisik, tidak mengganggu kesenangan mereka adalah tamu-tamu yang datang dari luar daerah."
Hati Kim Hong tergerak. ia menghentikan langkahnya, menoleh kearah pelayan baru dan bertanya.
"Tamu-tamu dari luar daerah? Daerah mana?"
Pelayan itu menjawab.
"Daerah mana? Hamba juga tidak tahu. Dari bentuk logat suara mereka dan cara pakaian mereka, kami tahu bahwa mereka bukanlah dari daerah kita."
"Ngg......"
Kim Hong menganggukkan kepala tanda mengerti.
Dia menaiki tangga lagi-Tiba diruangan atas, Kim Hong menyaksikan tiga lakilaki dari luar daerah yang sedang berpesta pora, tiga gadis tukang nyanyi melayani kebutuhan ketiga laki-laki dari luar daerah itu.
Istilah baru dijaman kita sekarang untuk panggilan para tukang nyanyi itu adalah hostess atau pramuria.
Kim Hong mengambil tempat duduk.
dipinggiran loteng, memperhatikan tiga tamu dari luar daerah tersebut.
Umur mereka diantara tiga puluhan, rambut-rambutnya ke-merah2an, hidUngnya mancung-mancung tangannya berbulu, sangat tepat kalau mengatakan mereka adalah manusia-manusia turunan monyet, mata mereka biru.
Mereka sedang bercumbu-cumbuan dengan para hostess itu.
Kim Hong agak tersinggung, ia terpikir memanggil hotstes ?
Bah Hanya kalian saja yang bisa ?
Kau kira aku tidak?
Nah Hari ini bertemu dengan aku, biar bagaimana akan kutandingi.
Kim Hong menurunkan bungkusan emasnya gedubrak .., dijatuhkan diatas meja, memantulkan suara gaduh.
Tiga lelaki dari luar daerah itu menoleh kearah Kim Hong, namun hanya Sebentar masing-masing pada mengkerutkan alis, agak terganggu.
Seorang pelayan datang keatas, menghampiri Kim Hong dan bertanya.
"Kongcu mau makan, atau minum ?"
"Makan dan minum "
Jawab Kim Hong keras.
"Entah makanan apa yang kongcu sukai?"
Tanya pelayan dengan sabar. Kim Hong menunjuk kearah meja dari orang-orang luar daerah itu, ia bertanya.
"Apa yang mereka makan, semua bawakan kemari "
Pelayan ini terkejut, mereka memesan untuk makan empat orang?, tapi Kim Hong hanya seorang, Sedangkan Kim Hong berpesan makanan yang sama dengan tamutamu dari luar daerah itu. Maka ia bertanya.
"Kongcu hendak menungcu kawan lagi?"
"Tidak.
"Jawab Kim Hong.
"Kongcu bisa menghabiskan makanan begitu banyak?"
"bukan urusanmu."
Bentak Kim Hong.
"Bawa saja apa yang kuperintahkan-"
"Harga makanan itu..... harga makanan sejumlah hamrir seratus tail perak."
Kim Hong semakin marah, dia membentak.
"Kau takut tidak kubayar?"
Pelayan itu tidak berani banyak Cingcong membangkukkan badan menjalankan perintah, dan berjalan turun tangga.
Tapi tidak lama kemudian salah satu dari tiga tamu lakilaki dari luar daerah, memanggil pelayan, seorang pelayan datang menghampirinya.
Salah satu dari ketiga laki-laki dari luar daerah itu mengeluarkan lima tail uang perak dilempar kearah pelayan, dan berkata.
"Hei BaWa uang ini dan belikan buah-buaban. Kelebihannya untukmu."
Pelayan itu sangat girang.
wajahnya menjadi girang.
Dengan terbongkok-bongkok memungut lemparan uang perak mau turun loteng maksudnya menjalankan perintah.
Hal ini membangkitkan kemarahan Kim Hong.
sebelum orang itu pergi, dia membentak.
"Hei Kemari"
Wajah cerah si pelayan lenyap mendadak. tapi apa boleh buat, tamu itu adalah raja, ia tidak boleh mengganggu kesenangannya, kini menghampiri Kim Hong.
"Kongcu ada perintah?"
Ia bertanya. Dengan sikapnya yang keren, Kim Hong berkata.
"Hei, sebagai siorang conggoan seharusnya kau tidak memungut lemparan uang yang seperti itu. Kurang hormat, Lempar kembali kepadanya. Maka akan kuberi kepadamu lima tail uang mas."
Perbedaan uang emas dan uang perak sangatjauh sekali, Sipelayan seperti tertegun sebentar, demi mengetahui cukong yang baik, ia berkata.
"Ah ... kongcu bergurau ..."
Kim Hong bangkit dari tempat duduknya, bruk ..ia menggebrak meja, mengeluarkaa uang emas murni, ia berkata.
"Apa? Kau kira aku tidak bisa mengeluarkan benda itu?,"
Pelayan itu hanya membutuhkan keuangan, kedatangan Kim Hong selalu merecoki mereka tentunya mempunyai harta kekayaan yang sedikit, tapi ia belum melihat persen dan hadiah Kim Hong, karena itu ia berkata.
"Kalau kongcu mempunyai banyak uang, mengapa tidak memanggil hostes?"
"Hostess?"
Inilah permainan baru.
Kim Hong belum pernah kenal kepada istilah hostess.
Menurut cerita-cerita orang, ada juga beberapa gadis gadis yang menjual suara, melayani makan dan minum.
Mungkinkan itu yang diartikan hostes?
Dari ketiga tamu dari luar daerah yang mengundang ketiga gadis-gadis penyanyi, timbul iri hati Kim Hong.
ia tertawa dingin, segera berkata.
"Baik Panggil tiga hostess kemari."
Pelayan itu masih tertawa menghina, ia bertanya "Berapa uang yang berani kongcu bayar?"
Kim Hong berkata.
"seorang seratus tail uang emas."
"Wah Seratus tail uang emas?Jumlah ini cukup besar."
Pelayan rumah makan juga membelalakkan matanya, hampir biji itu copot keluar dari kelopak yang ada, ia belum pernah ada orang yang berani begitu keluar mahal. Segera ia berkata.
"Seratus tail uang mas? Kukira kongcu sudah sakit. MaUkah kupanggil tabib untuk memberi pengobatan? "
Kim Hong melompat maju, mencengkeram baju depan pelayan rumah makan itu, tangan lain terayun, pang ....pang ...ia menempeleng dua kali.
Sesudah itu, dia meninggalkan korbannya, kembali ketempat duduk.
membuka buntalan emas yang dapat dipungutnya sebuah dan dilempar kepada si pelayan-"sudah lihat ?"
Ia membentak.
"Nah Lekas panggil tiga orang hostess."
Pelayan rumah makan itu pendelikan mata lebar-lebar, wajahnya pucat pasi, dengan badan gemetaran ia berkata.
"Baik ...baik... ."
Kim Hong segera membentak.
"Lekas Panggil tiga orang hostess. Tentu saja yang harus pandai menyanyi, jelek sedikit tidak apa. Lekas "
Pelayan itu mengiyakannya, dan terguling-guling lari kebawah.
Ketiga tamu dari luar daerah tidak menganggap langkahlangkah Kim Hong itu sebagai langkah-langkah tandingan, menampak keadaan yang dianggap lucu, mereka tertawa berkakakanseorang dari ketiga laki-laki berkata.
"Kudengar orang-orang daerah Tionggoan sudah tidak mempunyai nilai besar. Pandainya mengekor saja. Takut kepada yang kuat menindas yang lemah. Kenyataan ini bukan isapan jempol."
Seorang lainnya berkata.
"Ya. Supek kita terlalu berhatihati melihat Keadaan ini, mana mungkin daerah Tiongggoan memiliki kepandaian asli?"
Seorang lagi yang lebih kecil segera berkata.
"Alwi, jangan bicara yang bukan-bukan lekas minum habis arakmu itu."
Orang yang dipanggil Alwi menenteng kotak disampingnya, mulutnya dijebikan tipis-tipis segera ia berkata.
"Sulek toako, diantara kita bertiga, nyalimulah yang terkecil, apa kau tidak tahu?"
Orang yang dipanggil Sulek, mengkerutkan alis, ia juga tidak marah, dengan sikap yang tawar ia berkata.
"Alwi, jangan kau membuat aku naik darah."
"Ha ha....."
Alwi tertawa, dia menoleh kearah satunya lagi. dan berkata.
"Dokucan, bagaimana pendapatmu?"
Orang yang dipanggil Dokucan itu menoleh kearah Kim Hong, menoleh kearah Sulek dan berkata dengan suara perlahan.
Kim Hong memasang kuping betul-betul, dia tak tahu apa yang dikatakan oleh siDokucan, seolah-olah sedang memperdebatkan sesuatu.
Tidak lama kemudian, seorang pelayan ramah makan sudah mengantarkan makanan yang dipesan Kim Hong, satu meja penuh, semua makanan yang dimeja Kim Hong, sama dengan makanan yang ada dimeja tamu dari luar daerah itu.
Itulah makanan-makanan yang termahaL Kim Hong melirik kearah ketiga tamu dari luar daerah, dan ia bertanya kepada sipelayan rumah makan-"Hei, berapa pelayan yang berada ditempat ini?"
Pelayan itu dengan wajah dipaksakan tertawa dan menjawab.
"Jumlah pelayan rumah makan kami ada tujuh orang."
"Baik."
Berkata Kim Hong.
"Panggil semua. setiap orang akan mendapat hadiah lima tail uang mas."
Pelayan itu sangat girang, ber-lompat2tan ia turun dari loteng, sebentar kemudian-enam pelayan lainnya datang disana, jumlah mereka enam orang, berbaris didepan Kim Hong, sedianya untuk menerima hadiah uang emas itu.
Kim Hong menghitung mereka.
ia bertanya.
"Mengapa hanya enam orang?"
"A fuk sedang mengundang hostess,"
Berkata seorang pelayan-"TUnggu dia kembali."
Kata Kim Hong.
"Mulai saat ini, kalian harus taat kepada perintahperintahku, aku hanya perintahkan Seorang saja. Dilarang menerima perintah orang lain-Dilarang melayani orang lain-Tahu? Maka Setiap orang akan mendapat seratus tail uang emas."
Keenam orang pelayan itu tersentak kaget, masingmasing membusungkan dada, kemudian menganggukanggukan kepala.
Matanya dipelototkan lebar, seolah-olah hendak bertanya, betulkah janji kongcu muda ini?
Disaat ini, seorang pelayan lagi naik keatas, betul dia sudah membawa tiga orang gadis penyanyi.
Tiga gadis yang datang adalah penyanyi-penyanyi undangan, seorang membawa kipas, eorang membawa tambur, mereka sudah biasa melayani tamu-tamu, langsung duduk dikanan dan kiri Kim Hong.
Melihat cara-cara yang mereka perlihatkan, Kim Hong jadi tak senang, tapi dengan memenangkan pertandingan dengan ketiga manusia dari luar daerah.
tiga laki-laki yang bernama Alwi.
Dakucan dan Sulek itu, Kim Hong mengangkat cawan arak menuang ketiga cawan, diserahkan kepada ketiga hostess dan berkata "Mari Mari kita minum.
Biar aku yang menuang kan."
Penyanyi yang membaWa tambur tertawa, ia menutup mulutnya, dengan genit berkata.
"Kong cu jangan berbuat seperti itu, mana ada tamu yang menuangkan arak kepada kita?"
Wajah Kim Hong menjadi merah, mengangkat pundak. ia berkata.
"Mengapa tidak boleh? sama saja bukan? Kau yang menuangkan arak, atau aku yang menuangkan, sama-sama kita minum."
Penyanyi muda itu tertawa dan tidak mendebat lagi. Hari ini ia bertemu dengan seorang kongcu tolol yang banyak uang, menerima cawan arak ditenggaknya dan berkata.
"Nama hamba Siauw Kun, bagaimana sebutan kongcu yang mulia?"
"Aku she Kim, Kim yang berarti emas."
Siauw Kun menuangkan arak. diserahkan kepada Kim Hong dan berkata.
"Giliran hamba yang menuangkan arak. Mari minum."
Sesudah itu Siauw Kun melirik kesebelahnya dan berkata.
"Dia bernama Hu Yan."
Menunjuk kearah seorang lagi dan berkata"-"Nama Pit Tauw."
Mereka menenggak arak perkenalan.
Kim Hong telah menenggak banyak arak, melirik kearah tiga tamu dari luar daerah, itu waktu AlWi dan Dokucan sedang memperhatikan dirinya.
Kim Hong semakin gagah, seolah kongcu hartawan memandang ketiga gadis penyanyi dan berkata.
"Hei, aku ingin tahu berapa pelayan rumah makan menjanjikan bayaran kepada kalian?"
Pelayan yang membawa ketiga gadis tukang nyanyi terkejut, dengan cepat ia menjawab pertanyaan itu.
"Seratus tail emas. hamba katakan kepada mereka bahwa kongcu hendak memberi sebanyak seratus tail mas kepada setiap orang."
Ketiga penyanyi membelalakan mata, seolah-olah terkejut, mereka menoleh kepada sipelayan rumah makan dan sesudah itu lalu berpaling kepada Kim Hong, menganggukan kepala tertawa, Itulah jawaban, seperti mengatakan kalau keterangan sipelayan itu tidak salah.
Kim Hong tertawa berkata.
"Kalau tidak kutanyakan, mungkin saja pelayan itu mengeduk sedikit keuntungan-..,"
Sengaja Kim Hong menghentikan pembicaraan, melirik kearah ketiga tamu dari luar daerah dan berkata lagi.
"Nah nyanyikanlah sebuah lagu untukku."
SiauW Kun mendengungkan suaranya yang merdu.
Sebagai para penyanyi-penyanyi bayaran, mereka memiliki suara-suara yang segar, menjernihkan tempat itu menambah kesenangan makanan para tamu.
Menunggu sampai Siauw Kun sampai selesai bernyanyi, Kim Hong mengeluarkan seratus tail emas murni, diletakkan didepan mejanya, dan berkata.
"Nah Terimalah persen untukmu."
Siauw Kun tidak menyangka, bahwa melagukan sebuah syair bisa mendapatkan seratus tail mas murni.
Tadi ia sudah mendengar itu tapi sangkanya hanya kelakar belaka, kenyataan memang betul-betul terjadi.
Inilah betul-betul diluar dugaan-Wajahnya berubah cepat-cepat ia berkata.
"Ini... ini....."
"Ambillah?"
Berkata Kim Hong.
"Ini persen untukmu seorang."
Siauw Kun cepat-cepat menerimanya, berulang kali ia mengucapkan terima kasih. Kim Hong menengok kearah gadis yang bernama Pit Tiauw dan ia berkata.
"Giliranmu yang nyanyi."
Pit Tauw juga membawakan lagunya, lagu yang didengungkan adalah lagu seorang pelacur yang sedang kesepian membujuk rayu.
menunggu dan menatap dengan suara yang sangat sedih.
Berbeda dengan suara siauw Kun, suara Pit Tauw sangat msnyedihkan.
Kim Hong menengok lagi kearah ketiga tamu dari luar daerah, itu waktu mereka sudah agak marah, inilah yang diharapkan, kalau saja mereka marah, ia mempunyai alasan untuk berantam.
Sesudah Pit Tauw selesai melagukan suaranya.
Kim Hong juga memberi persen seratas tail emas, dipentang petentengkan didepan orang.
Adanya dua penyanyi yang mendapat hadiah seratus tail mas itu, membuat hottess yang berada dimeja ketiga tamu dari luar daerah mengiri, mata mereka menjadi merah kagum dan ingin pula mendapat hadiah besar itu, mereka kenal kepada Pit Tauw.
Begitu Pit Tauw menyimpan persenan Kim Hong, salah seorang segera berkata.
"Adik Pit Tauw, kalian sudah mendapat cukong kelas berat. Nanti harus mengundang kita makan minum ya?"
Pit Tauw senang sekali, ia menjawab pertanyaan itu.
"cici Bun Hwa, mengapa kau tidak kemari sekalian ?"
Salah satu dari ketiga hostess yang menemani ketiga tamu dari luar daerah bernama Bun Hwa, Hostess yang bernama Bun Hwa itu sudah pusing mas murni, ia bangkit dari tempat duduknya meninggalkan lakilaki yang bernama Alwi itu.
Bun Hwa adalah Partner Alwi.
Kelakuan Bun Hwa menimbulkan incident, Alwi sangat marah cepat-cepat ditarik tangan Bun Hwa dan membentak .
"Anak sundel, kemana ?"
Penyanyi yang bernama Bun Hwa itu terkejut, hampir ia menangis, maksudnya menjadi Hostess untuk mencari uang, tentu saja mencari cukong kelas berat.
tapi Alwi tidak mengizinkan ia menyeberang kepada Kim Hong, karena itu Bun Hwa mengajukkan protes.
"Mengapa tuan masih marah? Tidak ada peraturan kita yang mengharuskan menemani seseorang saja."
Alwi mengeluarkan suara gerungan, ia membentak .
"Berani kau pergi? Akan kubeset-beset kulitmu."
Ini Waktu, Salah satu tamu dari luar daerah yang bernama Dokucan juga memandang kearah para pelayan, ia membentak.
"Hei, jongos mana yang sudah kusuruh membeli buahbuahan. Sudah dibeli belum?"
Pelayan yang disuruh membeli buah-buahan itu tampil kedepan, ia bergeser dan berkata.
"Maaf Segera hamba belikan"
Kim Hong mengeluarkan suara yang keras.
"Hei, kalau kau sudah tidak mau lima tail mas murni itu, pergilah."
Kim Hong sedang mencarter semua orang yang berada ditempat itu.
Kejadian ini sangat memberatkan sipelayan, kalau dia pergi membeli buah-buahan, hadiahnya paling banyak lima tail uang perak.
tetapi uang si kongcu tolol lebih banyak dari uang para tamu dari luar daerah itu, tentu saja ia mengharapkan hadiah yang lebih besar.
Anggapnya, Kim Hong adalah tamu tolol.
Ragu-ragu beberapa saat, akhirnya mengambil keputusan satu tail perak dikembalikan kepada Dokucon dan berkata.
"Maaf. Silahkan tuan ini mengambil kembali uangnya. Hamba tidak bisa memisahkan diri hamba masih repot, Hee, hee......"
Tiba-tiba.
Dokucan mengayunkan tangan buk, memukul perut pelayan itu.
Sipelayan mengeluarkan suara jeritan, kedua tangannya membekuk perut yang dipukul, tubuhnya terpetal jauh jatuh ditangga loteng, terdengar suara gedubrak gedubruk, dibarengi dengan suara lengkingan panjang, pelayan itu terguling guling jatuh kebawah.
Alwi juga mengeluarkan suara gerungan tubuhnya melejit, dan menghampiri meja Kim Hong menudingkan jarinya serta membentak.
"Maling kecil, berani kau mengganggu ketenangan orang ? Nah Rasa kan ini "
Ia memegang meja Kim Hong.
dengan maksud dibalikkan.
Tapi meja itu seperti terpaku, tidak bergeming sedikitpun.
Tahulah dia babwa dia sedang berhadapan dengan tokoh silat kelas berat.
Wajah Alwi berubah.
kim Hong menekan meja tersebut tanpa bangkit dari tempat duduknya ia berkata.
"Kawan ini hendak mengajak berantem? Baik Mari kita membikin perhitungan uang makan-Biar kita mencari tempat diluar saja."
Sulek juga berkata.
"Batul Alwi, lekas kau kembali, kita berduel dibawah."
Alwi memperlihatkan sikap yang uring-uringan, dengan gemas ia meninggalkan Kim Hong.
Mengucapkan beberapa patah kata asing yang tidak dimengerti oleh Kim Hong.
Tentunya memberitahu kepada kedua kaWannya, bahwa bocah itu memiliki ilmu kepandaian tinggi.
Sulek tidak menjawab panggilan Alwi, ia meninggalkan uang dan memberi pesan kepada ketiga hostessnya.
Sesudah itu memandang Kim Hong dan berkata.
"Hmm Kita menunggu kedatangan dijalan."
"Baik,"
Kata Kim Hong menerima tantangan-"Sesudah aku membayar rekening makanan ditempat ini, segera kususul kalian,"
Sulek mengangkat alis.
Dokucan sudah turun dari tangga loteng.
Kim Hong juga mengeluarkan satu tail uang mas murni diserahkan kepada Hu Yan, sesudah itu ia membagikan emas murninya kepada tujuh pelayan rumah makanMembikin perhitungan, meninggalkan uang dimeja untuk rekening makanannya.
iapun turun dari loteng.
Keluar dari pintu rumah makan, tampak ketiga tamu dari luar daerah itu sudah menunggu tidak jauh, masing-masing menunggang seekor kuda.
Seorang pelayan sudah membawakan kuda Kim Hong, secepat itu Kim Hong mencongklang kudanya, diarahkan kepada ketiga tamu dari luar daerah.
Ketiga tamu dari luar daerah lebih cepat, mendahului Kim Hong, mereka menghamburkan kuda kearah luar kota.
Kota itu tidak terlalu besar, dikelilingi oleh daerah pegunungan, kini Kim Hong beserta ketiga orang dari luar daerah itu sudah berada ditempat yang luas, mereka siap mengukur tenaga ditempat ini.
orang kedua yang lompat turun adalah Sulek.
tangannya mengeluarkan kelewang, menghadapi Kim Hong dia berkata dingini "Kawan, apa maksud tujuanmu yang seperti tadi."
Kim Hong menghadapi Sulek dengan agung, kini ia berkata "Seperti juga dengan maksud kalian disaat aku tidak senang hati, apapun bisa terjadi."
Alwi juga sudah mengeluarkan kelewangnya, ia berkata.
"Tidak perlu banyak bacot dengannya biar aku yang melawan-"
Ketiga orang daerah itu mempunyai ciri-ciri khas, mereka menggunakan senjata kelewang. Sulek menggoyang-goyangkan tangan ia tak setuju. Dihadapinya Kim Hong dan berkata.
"Hm Jawab pertanyaanku, berapa lama kau mengikuti kami bertiga?"
Kim Hong tertegun, ternyata ada sesuatu yang belum diketahui, Ia sengaja mencari setori kepada Sulek.
Alwi dan Dokucan, tanpa maksud-maksud tertentu, ternyata mereka mempunyai jalan-jalan yang menyeleweng?
Sulek memandang Kim Hong lagi, ia berkata.
"Hei, kelewang kami tidak mengenal ampun. coba katakan, berapa banyak rahasia kami yang sudah kau ketahui?"
"Tidak banyak."
Jawab Kim Hong tertawa "Tapi juga tidak sedikit....."
Sulek mengerutkan alis, ia berkata.
"Apa-apaan menjawab seperti ini?"
Kim Hong menengadahkan wajahnya, ia berkata tenang.
"Rahasia apa yang kalian takuti?"
Sulek berkata.
"ceritakan apa saja yang kau tahu."
Kim Hong mana bisa berCerita?
Rahasia apa yang tersembunyi didalam diri Alwi, dan Dokucan.
ia tidak tahu.
Kim Hong teringat Oey Ceng yang mendapat pertanyaan dari ketua golongan Kalong, keadaan itu jauh berbeda dengan keadaan sekarang.
Masih ingat akan kata yang tidak dimengerti tapi Cukup menakutkan lawan, karena ia lalu berkata .
"Artinya, kalian adalah orang-orang dari luar daerah, mungkin dari daerah Tay Wan-kok"
Wajah Alwi, sulek dan Dokucan berubah. Alwi tampil kedepan, ia berkata.
"Toako, masih ada pertanyaan yang hendak kau ajukan?"
"Tidak ada,"
Berkata Sulek. Alwi maju lagi tiga langkah. mengeluarkan kelewingnya, menghadapi Kim Hong dan berkata "Kawan, kau juga sudah kenal kepada kelewang dari negara Tay wan-kok ?"
Kim Hong telah mengadu kekuatan dengan Alwi.
Alwi tidak berhasil menjungkir balikkan meja dirumah makan, suatu bukti bahWa kekuatan tenaga dalam Alwi tidak berada diatas dirinya.
Karena itu, dengan tenang ia berkata.
"Silahkan "
Perlahan-lahan Alwi mengatupkan matanya, Wajahnya yang beringas berubah menjadi senang, kedua tangan memegang kelewang itu, diangkatnya tinggi-tinggi diatas kepalanya tanpa berkesiap.
seolah-olah ia sudah menuju kesuatu khayal impian.
Kim Hong belum pernah menemukan orang yang bersifat seperti ini, cara-caranya Alwi Seperti sedang mengumpulkan tenaga hendak dicurahkan kepada kekuatan kelewang itu.
Kim Hong menghadapi dengan penuh kesiap siagaan.
Berselang beberapa saat, jidat Alwi mulai berkeringat, maka butiran itu menetes jatuh, semakin lama semakin banyak, Seolah-olah berada didalam keadaan yang sangat panas.
Kim Hong semakin slap siaga, ia menggerakkan kekuatannya, dan berkata.
"Kawan, kalau begini terus menerus matahari bisa melelehkanmu."
Membarengi kata itu, tiba-tiba terdengar suara lengkingan Alwi, sebuah jalur yang panas menyerang datang.
Kim Hong terkejut, cepat-cepat menggerakkan kudakudanya, tangan kanan mengeluarkan jurus pertama dari tiga pukulan maut,Pang....
Terdengar suara yang keraS dan kilauan cahaya kelewangpun Suram, kedua bayangan itu terpecah.
Kim Hong meraSakan tangan kirinya jadi dingin, cepat ia mundur kebelakang Sejauh tiga tombak.
menoleh kesamping, pundak kiri itu terbaret Sehingga empat dim cukup dalam, darah meleleh keluar dari tempat itu, membaSahi Seluruh tangannya.
"Kim Hong sudah dikalahkan?"
Tidak keadaan Alwi lebih dari hebat dari keadaan Kim Hong, badannya terpukul jauh sehingga lima tombak, jatuh menggeletak didalam keadaan pingsan-Sulek menneliti sebentar, segera ia melirik kearah Dokucan bisa memeriksa keadaan Alwi.
Kini Sulek menghadapi Kim Hong.
"Kekuatan tenaga dalammu memang hebat."
Berkata sulek.
"Tapi kecuali itu tidak ada keistimewaan yang lain-"
Diam-diam Kim Hong menutup peredaran darahnya, agar luka dipundak kiri itu tidak berlarut-larut. Menjawab pertanyaan Sulek ia berkata.
"Yang penting, tidak jatuh."
Sulek juga mengeluarkan kelewangnya, dengan beringaS ia berkata.
"Sekarang akan kujatuhkan."
Seperti keadaan Alwi, Sulek juga menatapkan matanya, kelewang diangkat tinggi-tinggi, dengan kedua tangan memegang kelewang itu, WajahnVa menjadi tenang, seolah-olah paderi yang sedang membaca doa.
Dari keadaan sulek yang lebih tenang dari Alwi, tentu memiliki ilmu kepandaian yang lebih tinggi dari pada kawan itu.
Memang hal ini tak dapat disangkal, Sulek memiliki ilmu kepandaian tertinggi dari pada Alwi atau Dokucan.
Kim Hong sedang memikir-mikir, bagaimana ia menghadapi kedua jago dari daerah Tay-wan-kok itu, seorang Alwi saja bisa dijatuhkan, tiga pukulan mautnya masih kurang begitu mempan.
Kehebatan Alwi, kalau sudah dia mengeluarkan keringat, maka.
sebelum Sulek mengeluarkan tanda-tanda keringat itu, Kim Hong harus mendahuluinya, segera ia berkata.
"Kawan, aku tidak bisa menunggu penyeranganmu."
Sulek mengatupkan matanya, seperti tidak mendengar peringatan itu.
Kim Hong bergeram, mengayun tangan, mengeluarkan jurus kedua dari tiga pukulan maut.
Digerakkan dengan kekuatan tenaga penuh.
Baca Juga: Sarang Perjudian 1
Baca Juga: Duel Dua Jago Pedang 2