Eps 11 Pedang Bunga Mei - Gu Long
Baca online Pedang Bunga Mei - Gu Long
Cersil Pedang Bunga Mei - Gu Long.
Yang satu adalah seorang biksu dengan perawakan kurus, sedangkan yang satu lagi dari belakang, Wu Ling-feng merasa mengenalnya.
Anehnya biksu tua itu seperti sedang mengepit seorang perempuan yang tidak sadarkan diri....
Tapi Wu Ling-feng tidak merasa aneh, karena saat itu pikirannya sedang kacau.
Dia tidak bisa berpikir hal lain.
Dia merasa seperti sedang digulung ombak besar, kadang1550 seperti berada di sebuah danau yang tenang yang permukaannya seperti kaca.
Tidak terlihat ada riak air tapi suara.
"Perempuan adalah kosong, kosong adalah perempuan...."
Terus berdenging seperti suara lonceng. Tiba-tiba dia seperti mengerti. Wajahnya yang tampan terlihat sebuah tekad besar, dia melangkah ke depan.... tapi segera berhenti. Dalam hati dia berpikir.
"Tadinya aku ingin mencari Kakek Yun dan menemaninya seumur hidup, tapi bagaimana janjiku dengan Adik Jie? Di dunia ini tidak ada hal yang perlu kucemaskan lagi, tapi aku adalah seorang laki-laki aku harus menepati janji, aku harus menunggunya, kemudian.... Hhhh! Apakah aku masih mempunyai kesempatan?"
Mengingat hal ini dia pun terkejut.
Dia ingat perempuan yang terkepit biksu itu, dia seperti mengenalnya, perempuan itu seperti Zhang Qing....
Dia tidak ragu lagi mengejar dua orang tadi.
Semenjak dia minum air Xue Guo, ilmu meringankan tubuhnya termasuk jarang ada yang bisa menyaingi.
Dia bergerak seperti1551 asap, terus berlari ke depan.
Tak lama kemudian dia berada di luar kota.
Tiba-tiba terdengar siulan panjang dari arah kiri, dia berpikir sebentar, dan berhenti untuk membalas siulan itu.
Tidak lama kemudian muncul bayangan seseorang.
Kecepatannya membuat dia terkejut, hanya meloncat beberapa kali dia telah mencapai 100 meter, dan dia sekarang telah berada di depan Wu Ling-feng, ternyata dia adalah Xin Jie.
Posisi Xin Jie sangat indah, tapi wajahnya terlihat ada kekecewaan dan rasa cemas, kelihatannya dia belum berhasil menemukan Qing Er.
Melihat Xin Jie, air mata Wu Ling-feng hampir mengalir, dia menahan perasaan hatinya yang bergejolak.
Dengan suara gemetar dia bertanya.
"Adik Jie, di depan, depan.... ada orang.... dan seorang perempuan.... sepertinya dia adalah Qing Er...."
Dia berkata dengan terpatah-patah, tapi Xin Jie mengerti maksud perkataannya. Hati Xin Jie benar-benar merasa senang, dia berteriak.
"Cepat, kita kejar mereka!"
Seperti terbang mereka terus mengejar kedua orang itu.1552 Xin Jie tidak memperhatikan wajah Wu Ling-feng yang sedang sedih, dia masih tetap tampan seperti dulu, tapi dia tampak kurus dan lemas, sorot matanya tidak bercahaya, seperti bertambah tua 10 tahun.
Xin Jie tidak menyangka semenjak mereka berpisah, Kakak Wu telah bertemu dengan A Lan dan sekarang hatinya sedang hancur!
Di luar kota, di daerah gunung mereka turun naik beberapa kali dengan ilmu meringankan tubuh yang tinggi.
Gunung yang terjal tidak menjadi masalah buat mereka, seperti sedang menapak di tanah datar.
Tiba-tiba mereka berhenti, karena di depan adajalan bercabang.
Kata Wu Ling-feng.
"Kita masing-masing mengambil jalan ini...."
"Tidak, kalau akhirnya kita tidak berhasil menemukan mereka, kita malah semakin jauh...."
Mereka sulit mengambil keputusan, akhirnya Xin Jie berkata.
"Kita sama-sama mengambil jalan kiri, terserah nasib...."
Saat mengatakan 'nasib' ucapan Xin Jie berhenti dia menatap langit, terlihat ada1553 semburat kuning dan ungu, terlihat ada awan....
Ooo)*(ooO BAB 48 Lima orang aneh dari Po Luo Kadang-kadang hal yang terjadi di dunia ini seperti sudah diatur dengan semestinya.
Kalau saja Xin Jie memilih jalan yang ada di sebelah kanan, kehidupannya mungkin akan berubah.
Di ujung jalan kiri, ada sebuah lembah, mereka mencari di sana tapi tidak berhasil menemukannya.
Xin Jie menarik nafas panjang.
"Mungkin kita salah jalan...."
Tiba-tiba Wu Ling-feng berteriak.
"Lihat! Adik Jie, di sana ada gua, kita coba ke sana mencarinya!"
Xin Jie seperti sedang berjalan dalam kegelapan lalu tiba-tiba menemukan cahaya, lalu dia segera terbang ke arah sana.
Semenjak dia mencari Qing Er, dia selalu merasa kecewa, tapi dia bisa menerima rasa kecewa itu, mungkin ini yang disebut kekuatan cinta yang selalu mendukung.
Dari jauh terlihat di depan gua ada1554 seseorang yang sedang berdiri.
Benar, itu adalah sosok seseorang, ternyata orang itu pun telah melihat Xin Jie dan Wu Ling-feng.
Dari pinggangnya dia mengeluarkan sebilah pedang dan langsung bersiap siaga.
Xin Jie dan Wu Ling-feng meloncat ke depan, bersamaan waktu itu terdengar suara.
"Oh!"
Ternyata orang itu adalah Wu Lin Zi Xiu, Sun Qi-zhong.
Hati Xin Jie seperti dipanah oleh beribu-ribu anak panah, kalau orang itu adalah Sun Qi-zhong, Qing Er pasti tidak ada di sana.
Tapi dia tetap berusaha berkata.
"Kakak Sun, apa kabar?"
Sun Qi-zhong bertanya balik.
"Mengapa kalian bisa datang ke sini...."
Wu Ling-feng tiba-tiba berkata.
"Adik Jie, lihat siapa orang itu?"
Terlihat ada seseorang yang sedang berjongkok, di bawahnya ada sebuah lubang.
Dia sedang meniup asap ke dalam lubang itu, dia memegang segenggam dupa yang masih menyala dan meniup asap dupa itu ke dalam lubang.
Xin Jie sudah mengenal beberapa jenis racun, sekali melihat dia tahu kalau1555 orang itu sedang berusaha menangkap ular beracun 'Jin Shi Er' (ular lidah emas) yang sangat langka.
Setelah melihat dengan teliti, mereka sama-sama terkejut karena wajah orang itu banyak terdapat bekas goresan pedang, dia ternyata adalah Tian Mo Jin Qi.
Melihat orang itu, Xin Jie malah merasa lebih tenang.
Dia berpikir.
"Tian Mo Jin Qi jauh-jauh datang ke sini, pasti dia sedang membuat racun 'XueHunDu Sha'."
Mungkin semua itu dia dapatkan dari 'Du Jing'.
Tian Mo Jin Qi adalah orang kedua tertinggi yang bisa menggunakan racun, tapi dia tidak melihat Xin Jie dan Wu Ling-feng sama sekali.
Wu Ling-feng takut Xin Jie akan kecewa, dia berkata.
"Adik Jie, coba kita cari di gua itu dulu!"
Sun Qi-zhong dengan tegang berkata.
"Tidak boleh!"
Xin Jie merasa aneh dan bertanya.
"Mengapa tidak boleh?"
Mungkin Sun Qi-zhong sadar dia terlalu tegang, dia menjelaskan.
"Maksudku adalah, untuk sementara kalian jangan1556 masuk dulu ke dalam gua...."
Xin Jie cemas, bertanya.
"Mengapa?"
Karena cemas tanpa sadar suaranya menjadi keras, Sun Qi-zhong sepertinya mulai marah, tapi dia tidak mengatakan apa pun. Xin Jie mulai merasa curiga, dan bertanya dengan marah.
"Ada apa? Cepat katakan...."
Sun Qi-zhong pun mulai marah dan menjawab.
"Tidak ada apa-apa, kenapa?"
Tadinya Xin Jie mengira Qing Er tidak mungkin berada di dalam gua itu, tapi begitu melihat sikap Sun Qi-zhong, dia malah ingin masuk untuk melihat, maka tanpa banyak bicara dia bersiap-siap masuk ke dalam gua Tapi pedang Sun Qi-zhong diluruskan dan dia berdiri di depan gua.
Waktu itu terdengar suara dingin dan menyeramkan, terdengar dari belakangnya, setelah dilihat dengan teliti, 12 meter dari tempat itu, ada 5 orang yang sedang berdiri.
Yang paling depan adalah pesilat tangguh dari India, Jinlul!
Xin Jie terkejut, dia melihat Jinlul maju 2 langkah!
Dengan dingin dia berkata.
"Apa kabar,1557 Pendekar Xin!"
Xin Jie tertawa dingin, tapi tidak menjawab.
Tian Mo Jin Qi yang masih berusaha menangkap ular, sama sekali tidak melihat ke arah mereka, juga tidak bergerak, sepertinya dia juga tidak melihat ada Jinlul di sana.
Jinlul mendengar Xin Jie tidak menjawab, dia tidak marah, hanya dengan dingin berkata.
"Hari ini kami lima bersaudara ingin meminta bantuan kepada Pendekar Xin.... Pedang Pendekar Xin adalah barang yang sangat langka"
Xin Jie tidak menyangka, Jinlul bisa tahu kalau pedang yang dipegangnya adalah salah satu benda langka, penilaiannya sangat bagus. Dalam hati Xin Jie berpikir.
"Bantuan apa yang dia inginkan dariku? Pasti rencana busuk lagi...."
Tapi di mulut dia bertanya.
"Apa?"
Jinlul tertawa.
"Bukan apa-apa, masih mengenai hal dulu, kami ingin agar Pendekar Xin mengakui satu kalimat dan kami akan merasa sangat berterima kasih."
Xin Jie bertanya.
"Mengakui apa?"1558
"Mengakui kalau ilmu silat India berada di atas ilmu silat Zhong Yuan...."
Xin Jie marah.
"Dulu di Da-ji-dao, kalian Heng-he San-fu telah bertarung dengan Shi Wai San Xian, apakah kalian mendapat keuntungan dari sana, sekalipun itu hanya sedikit?"
Jinlul tertawa dingin.
"Karena penyakit ketua Wu Ji Dao tiba-tiba saja kambuh, terpaksa guruku pergi dari sana, aku tidak menyangka Pendekar Xin begitu tidak tahu diri...."
Xin Jie menahan amarahnya dengan tertawa terbahak-bahak.
"Apakah Tuan mencariku hanya karena hal ini saja?"
Dengan sombong Jinlul mengangguk.
Merasa pikiran dan dadanya dipenuhi dengan darah panas, Xin Jie tidak bisa menguasai diri lagi, dia lupa kalau dia sedang mencari Qing Er, juga lupa pada bahaya, dia menjawab dengan lantang.
"Marga Xin akan menjawabnya, keluarlah dari Zhong Yuan...."
Benar, dia lupa kepada Qing Er.
Mungkin di kemudian hari dia akan merasa menyesal karena ini.
Tapi karena sekarang hatinya sedang1559 marah dan ada hal yang lebih penting dari cinta.
Bisa dikatakan lebih penting dari nyawanya ratusan kali lipat!
Jinlul tertawa dingin, dia tidak menjawab.
Dia menunjuk seorang biksu pendek dan dengan suara kecil berkata.
"Dia adalah kakak tertua dari perkumpulanku, nama Budhanya adalah Mi Duo Bao Shu...."
Biksu pendek itu di kedua belah nadi Tai Yang nya terlihat menggembung, kedua matanya terlihat bersemangat, tubuhnya kecil dan dia bersikap tenang, dia berdiri kokoh seperti Tai Shan.
Xin Jie merasa terkejut dan berpikir.
"Kelihatannya ilmu biksu pendek itu dengan Heng-he San-fu hampir berimbang, di antara kelima orang itu sepertinya ilmu silatnya paling tinggi."
Jinlul menunjuk biksu yang ada di sebelah kiri yang berbaju kuning dan berkata.
"Dia adalah kakak keduaku, Qing Zheng Luo Han...."
Kemudian menunjuk orang kedua dari kiri.
"Dia adalah kakak ketigaku, Jie Ke Da.... kalian pasti kenal dengannya dia adalah kakak keempatku Wen Cheng Bai Luo, ha ha ha! Kami lima bersaudara dijuluki Po1560 Luo 5 Qi...."
Xin Jie mengingat-ingat isi catatan buku India itu, dengan dingin segera bertanya.
"Bukan Po Luo 6 Qi?"
Wajah Jinlul berubah katanya.
"Pendekar Xin sangat pandai bercanda.... maksud kami mencari Pendekar Xin adalah...."
Dia sengaja berhenti bicara dan berkata lagi.
"Kalau Pendekar Xin tidak mau mengakui kalau ilmu India tidak berada di atas Zhong Yuan, tidak apa, kami tidak akan memaksa, tapi saat kita bertarung di Gui Shan, begitu kembali ke India aku menceritakan ilmu silat Pendekar Xin yang begitu hebat kepada semua saudara seperguruanku, mereka sangat kagum, maka kami pun bertekad mencari Pendekar Xin untuk bertarung kembali."
Kedua mata Jinlul terus menatap Xin Jie.
Xin Jie berusaha untuk tetap tenang dan memperhitungkan situasi yang sedang terjadi di depan matanya.
Tapi dia tidak berhasil menemukan cara supaya bisa meloloskan diri dari keadaan ini, dia membalikkan kepala melihat Wu Ling-feng, Wu Ling-feng pun sedang1561 menatapnya, Xin Jie tertawa kecut, diam-diam bertanya.
"Bagaimana?"
Wu Ling-feng menggelengkan kepala. Tapi dengan nada keras dia berkata.
"Bunuh satu hitung satu!"
Wajahnya yang tampan memancarkan sikap tegas, sikap ini membuat Wu Ling-feng terlihat gagah layaknya seorang laki-laki sejati. Xin Jie tertawa terbahak-bahak, dia menjawab dengan lantang.
"Air mengalir, angin berhembus, kalau seorang laki-laki tidak bisa mempertahankan nama baik, mati pun akan terkubur gunung.... Kakak, apakah julukan Po Luo 5 Qi bisa menghalangi kita kakak beradik?"
Jinlul tertawa dingin.
"Kakak beradik? Hanya kalian berdua? Ha ha ha.... hanya berdua...."
Xin Jie ingin menjawab, tiba-tiba di belakangnya terdengar suara gagah yang menjawab.
"Bertiga!"
Dengan cepat Jinlul menoleh, kira-kira jarak 10 meter dari sana ada seorang pemuda berbaju hijau sedang berdiri, pita pedang panjangnya tampak berkibar-kibar tertiup angin, dia adalah Wu Lin Zi Xiu,1562 Sun Qi-zhong yang tadi mereka temui.
Jinlul tertawa dingin dan berkata.
"Baiklah, kau pun diperhitungkan...."
Tiba-tiba ada suara dingin menyeramkan berkata.
"Hei, masih ada aku!"
Po Luo 5 Qi bersamaan membalikkan kepala untuk melihat, di sebuah batu besar berdiri seorang pesilat yang wajahnya sangat jelek dan rambutnya berantakan.
Wajah orang itu tampak ada bekas luka goresan dari pisau, lubang hidungnya pun sudah cacat.
Wajahnya sangat jelek dan menyeramkan, dia adalah Tian Mo Jin Qi yang terkenal jahat!
Jinlul pernah bertemu dengan Jin Qi, tapi melihat wajahnya yang menyeramkan, dia merasa terkejutjuga.
Xin Jie tidak menyangka kalau kedua orang itu akan membantunya, dia merasa sangat senang, dia tertawa panjang, kemudian dia memegang pedang, pedang Mei Xiang Jian yang sakti.
Wajah tampan Wu Ling-feng bercahaya membuat orang merasa takjub melihatnya.
Dia maju selangkah dengan gagah, pedangnya dipegang dengan erat.
Xin Jie berkata dengan pelan kepada1563 Wu Ling-feng.
"Biksu yang pendek itu, bagianku...."
Baru selesai bicara, pedangnya mengeluarkan suara SHHAT, SHHHAT!
Wu Lin Zi Xiu, Sun Qi-zhong dan Tian Mo Jin Qi bersama-sama mendekat.
Jinlul pernah bertemu dengan mereka tapi dia tidak tahu nama mereka, maka dengan dingin dia bertanya.
"Siapa nama dan marga kalian berdua?"
Sun Qi-zhong tertawa terbahak-bahak.
"Mari bertarung saja, untuk apa tanya-tanya nama segala?"
Apalagi Tian Mo Jin Qi, dia sama sekali tidak meladeni mereka! Jinlul malah tertawa panjang, setelah lama baru berhenti dan dengan keras berkata.
"Kalian jangan keterlaluan, hari ini adalah hari kematian kalian!"
Suaranya baru selesai, tali panjang dan hitam telah berada di tangannya, kemudian keluar suara CETAK, tali panjang seperti seekor ular beracun terus berputar-putar.
Wu Ling-feng mengayunkan langkah kakinya, pedangnya diangkat, tangan kanannya mengangkat pedang, pedang1564 terdengar membawa angin kencang.
Itu adalah jurusnya yang lihai yang bernama 'Fui Wang Ba Huo'.
Po Luo 4 Qi yang lainnya melihat Jinlul siap bertarung maka mereka pun segera mengambil posisi, siap bertarung.
Xin Jie mencabut pedang Mei Xiang Jian, kemudian membalikkan kepala mengangguk pada Sun Qi-zhong dan Tian Mo Jin Qi.
Dia membalikkan tubuhnya dan menyerang salah satu dari Po Luo 5 Qi, Lao-da Mi Duo Bao Shu.
Jurusnya sangat aneh.
Mei Xiang Jian seperti sebuah pecut lemas, dilipat membentuk lingkaran, kemudian memental keluar, saat mental terdengar suara WENG.
Ujung pedang terlihat meloncat-loncat ke kiri dan ke kanan, ke atas ke bawah.
Tepat membentuk sebuah lingkaran bulat.
Lingkaran ini mengurung empat nadi Mi Duo Bao Shu!
Mi Duo Bao Shu tidak menyangka jurus Xin Jie begitu aneh dan hebat.
Kedua bahunya diturunkan, tubuhnya yang kecil, lewat di bawah pedang Xin Jie.
Tubuhnya belum tegak kedua telapaknya telah memukul ke belakang.1565 Telapaknya yang kecil membawa angin kencang dan terus menyerang Xin Jie.
Tubuh Xin Jie yang bergerak cepat tidak sempat menarik kembali pedang Mei Xiang Jian.
Terpaksa tangan kiri Xin Jie membentuk lingkaran dan menyambut.
BAG, satu tangan Xin Jie menyambut kedua telapaknya dan dia tergetar hingga mundur 2 langkah.
Xin Jie berpikir.
"Pantas dia menjadi pemimpin Po Luo 5 Qi tenaga dalamnya sangat hebat, mungkin berada di atas Jinlul."
Xin Jie melihat Mei Xiang Jian yang masih dipegangnya, ujung pedangnya tampak bersih dan bercahaya, pedang itu mengeluarkan cahaya yang membuat orang takut.
Pita pedang berwarna kuning tampak berkibar tertiup angin.
Xin Jie mengangkat kepalanya, wajahnya yang putih tampak kemerah-merahan yang tidak biasa.
Pedang panjangnya diputar keluar dan masuk.
Membentuk bayangan pedang menutupi kepala Mi Duo Bao Shu....
Mi Duo Bao Shu tampak berputar, kemudian dia telah memegang sebuah singkup1566 kecil, singkup itu bukan terbuat dari emas atau batu, tapi tampak berkilauan.
Entah terbuat dari bahan apa singkup itu.
Melihat serangan Xin Jie, Mi Duo Bao Shu merasa mempunyai perasaan yang dulu belum pernah dia rasakan.
Dia merasa semua nadi di tubuhnya terancam dengan keberadaan pedang Xin Jie.
Tapi dia tidak tahu nadi mana yang akan diserang Xin Jie....
Tidak perlu dijelaskan lagi, jurus-jurus Xin Jie yang dikeluarkan sekarang adalah jurus 'Fang Sheng Bu Xi' dan 'Da Yan Shi Shi'.
Mi Duo Bao Shu terus berpikir, singkup kecilnya diayunkan ke kiri dan ke kanan, begitu pedang Xin Jie diturunkan, singkup itu telah berganti jurus menyerang dan menotok Xin Jie ke bagian kiri.
Pegangan singkup menotok nadi kanan Xin Jie, sebenarnya jurus ini keluar secara refleks, tapi tepat mengenai sasaran, memaksa Xin Jie membalikkan tubuh untuk menjaga diri.
Tadinya Xin Jie akan membentak, dia memutar tubuhnya, dengan pose indah dia berhasil lolos dari serangan singkup itu.1567 Tiba-tiba dia menyerang Lao Si dari Po Luo 5 Qi yang bernama Wen Cheng Bai Luo.
Ternyata sewaktu Xin Jie bertarung, mereka pun bertarung.
Lao San, Katai melihat Wu Lin Zi Xiu, Sun Qi-zhong seperti dengan sombong menertawakan mereka.
Dia menjadi marah dan maju ke depan siap bertarung.
Tapi sewaktu dia melewati Tian Mo Jin Qi tiba-tiba Tian Mo Jin Qi menyerangnya.
Jurusnya sangat ganas.
Katai berguling-guling di bawah berusaha menghindari serangan tiba-tiba itu.
Dalam mimpi pun dia tidak menyangka, di dunia ini masih ada orang yang lebih licik darinya.
Dia meraung dan kepalan tangannya dikeluarkan, dan bersamaan waktu itu pedang di punggungnya dicabut, dia ikut bertarung!
Ooo)*(ooO BAB 49 Terulang pertarungan bangsa Hoa dengan bangsa asing Melihat semua orang mulai bertarung, Sun Qi-zhong tertawa terbahak-bahak, dia pun mencabut pedangnya dan berteriak,1568
"Baiklah!"
Dia menantang Qing Cheng Luo Han yang ada di depannya.
Qing Cheng Luo Han salah satu dari Po Luo 5 Qi termasuk orang kedua terpenting.
Dia mengangkat pedangnya dan mulai bertarung, yang tersisa hanya Wen Cheng Bai Luo.
Dia tidak peduli dengan aturan dunia persilatan, dia membalikkan tangan dan menyerang Sun Qi-zhong dari belakang....
Saat itu adalah saat di mana Xin Jie berhasil melewati singkup Mi Duo Bao Shu, dia melihat Wen Cheng Bai Luo diam-diam akan menyerang Sun Qi-zhong.
Dia segera berlari untuk menyelamatkan Sun Qi-zhong dari serangan itu!
Sewaktu kepalan Wen Cheng Bai Luo baru keluar, ujung pedang Xin Jie telah membawa angin besar datang menghampirinya.
Ilmu Wen Cheng Bai Luo sangat tinggi, dia menarik kembali kepalannya, malah dengan cepat mencabut pedangnya.
Tanpa melihat dia telah menusuk....
Pedang Xin Jie tampak berkilau, dengan satu jurus, dia telah menyerang Wen Cheng Bai Luo dan Mi Duo Bao Shu!
Wu Ling-feng yang bertarung dengan1569 Jinlul, keadaan tidak sama, di antara Po Luo 5 Qi, Jinlul adalah yang terkecil dan dia paling disayang oleh gurunya, tapi ilmu silatnya sangat tinggi, kemampuannya hanya berada sedikit di bawah kakak terbesarnya, Mi Duo Bao Shu.
Jinlul mengira kecuali Xin Jie, di Zhong Yuan tidak ada lagi pesilat tangguh.
Maka begitu melihat Wu Ling-feng datang dia hanya tertawa dingin.
Kemudian pecut panjangnya digulung ke arah Wu Ling-feng.
Tapi dengan jurus andalan-nya, 'Duan Hun Jian' dia berhasil meloloskan diri dari gulungan pecut Jinlu, tampak ujung pedang Wu Ling-feng berusaha menotok nadi paha Jinlul.
Jinlul tidak menyangka jurus pedang Wu Ling-feng bisa bergerak begitu cepat, setelah beberapa kali mengeluarkan segenap kemampuannya dia baru berhasil meloloskan diri dari bahaya!
Dulu He Luo Yi Jian, Wu Zhao-yun bertarung dengan 'Chang Bai San Ying' (tiga elang Chang Bai), begitu Gui Wang Dian Huo (raja setan menyalakan api) dilancarkan, dia berhasil melukai dua elang.
Sisa satu elang yang ada tidak sanggup bertarung lagi dan dia pun melarikan diri.
Karena itu Duan1570 Hun Jian terkenal di mana-mana, sekarang Wu Ling-feng mengeluarkan jurus yang pernah dipakai ayahnya.
Meski usianya masih muda tapi dia selalu mendapatkan penemuan aneh, ilmunya sekarang ini telah berada di atas ilmu ayahnya, Wu Zhao-yun!
Jinlul menatap Wu Ling-feng, wajah Wu Ling-feng tampak tampan dan mengeluarkan cahaya hidup, pedang di tangannya dipalangkan secara horisontal di depan dadanya.
Dia merasa beberapa bulan tidak bertemu, ilmu silat pemuda tampan ini telah maju lagi dengan pesat!
Karena itu dia melihat ke sekelilingnya, kakak keduanya bertarung dengan Wu Lin Zi Xiu, Sun Qi-zhong.
Kedua pedang bergerak seperti dua ekor naga hijau yang terbang ke atas langit.
Dia terus melihat bayangan pedang yang memenuhi langit.
Dia terkejut dan berpikir.
"Ilmu pedang kakak kedua adalah yang terbagus di antara kami, mengapa dia tidak sanggup membereskan bocah itu? Apakah keempat orang ini adalah pesilat tangguh?"
Dugaannya memang tidak salah.
Keempat orang itu memang adalah pesilat tangguh di Zhong Yuan sekarang1571 ini!
Yang terkuat di antara Po Luo 5 Qi adalah Mi Duo Bao Shu dan si tali panjang Jinlul, kemudian disusul Lao Er, Qing Cheng Luo Han.
Dengan sebilah pedang dia pernah mengalahkan 28 pesilat India, hingga di India atau Tibet tidak ada seorang pun yang tidak mengenal Qing Cheng Luo Han.
Tapi sekarang Sun Qi-zhong menggunakan jurus 'Hai Bi Jian Shi' yang baru dipelajarinya dari Pin Fan Shang-ren....
dan Qing Cheng Luo Han tidak sanggup menghadapinya!
Jurus itu adalah salah satu jurus Shao-lin yang telah lama menghilang, walaupun serangan Qing Cheng Luo Han sangat gencar, tapi Sun Qi-zhong tetap bisa bertahan dengan ketat!
Jinlul melihat ke kiri, tampak Katai sedang menyerang dengan pedangnya juga dengan kepalannya, ditambah lagi suaranya besar seperti guntur.
Dia seperti seekor harimau gila menyerang pemuda jelek.
Pemuda jelek itu pun terlihat tidak sungkan-sungkan lagi, membalas dengan jurus pedang dan kepalan, benar-benar pertarungan sengit.1572 Tapi dia sangat tenang dan tampak berpikir.
"Orang jelek itu hanya wajahnya saja yang terlihat menyeramkan, sebenarnya di antara keempat orang itu dialah yang paling lemah. Katai pasti sanggup melawannya, asalkan aku dan kakak tertua salah satu dari kami bisa menang, aku jamin mereka tidak akan lolos satu pun...."
Dia berbalik lagi melihat kakak tertuanya yang sedang bertarung dengan Xin Jie.... Waktu itu dia mendengar teriakan lantang dari Wu Ling-feng.
"Awas pedang!"
Suaranya belum selesai, pedang seperti cahaya terbang mendekat.
Jinlul melihat situasi yang terjadi, dia merasa tidak ada hal yang perlu ditakuti, maka tanpa melihat ke belakang dia telah memecut ke belakang.
Tali menggulung ke nadi tangan Wu Ling-feng.
Kedua mata Wu Ling-feng terus melihat, tangan kanannya mengikuti tali Jinlul yang berputar dua kali.
Saat bisa menghindar, pedangnya diangkat, sekali lagi jurus Gui Wang Ba Huo dilancarkan.
Jinlul tidak menyangka kalau ilmu1573 pedang Wu Ling-feng begitu tinggi, dia tidak berani bertindak ceroboh, tangannya sudah bersiap-siap.
Kemudian terdengar suara siulan dan bayangan tali telah memenuhi langit.
Semenjak pertarungan di Wu Hua Shan, ilmu pedang Wu Ling-feng telah maju pesat, begitu dia bersiul lagi.
Pedangnya terus bercahaya, dia bertarung dengan pesilat tangguh dari India, Jinlul.
Tiba-tiba terdengar suara amarah.
Ternyata Katai dan Jin Qi telah bertarung menggunakan tangan dan pedang....
Katai yang datang dari India adalah seorang yang pemberani, tapi dia tidak pernah melihat ada orang yang lebih berani darinya.
Tian Mo Jin Qi sama sekali tidak memberi ampun padanya, dia terus melawan, setiap jurus datang dari arah yang tidak disangka.
Hal ini membuat Katai marah-marah.
Yang membuatnya marah juga adalah wajah Jin Qi yang jelek dan dingin.
Terlihat Jin Qi sangat sombong, apalagi bekas goresan itu terlihat menakutkan, membuat dia merasa seram karenanya.
Hanya terlihat bayangan yang bersatu1574 kemudian berpisah lagi.
Pundak kiri Jin Qi telah tergores pedang Katai, darah terus mengalir, tapi Tian Mo Jin Qi tidak bersuara, kedua kakinya bergerak terus.
Dia mengeluarkan jurus andalan dari Jin Yi-peng, 'Bai Zu Jian Fa' yaitu 'Du Gong Heng Shi' (racun kaki seribu menyengat datar).
Diam-diam dia menusuk dada Katai.
Ooo)*(ooO Di kaki gunung Liu Pan Shan, 9 pesilat tangguh bertarung dengan sengit.
Tiba-tiba....
terdengar teriakan.
Walaupun setiap orang sedang bertarung sepenuh hati tapi tetap tidak tahan dengan suara teriakan itu.
Ternyata pertarungan antara pesilat pedang nomor satu di India yaitu Qing Cheng Luo Han dan Wu Lin Zi Xiu, Sun Qi-zhong terjadi perubahan yang mengejutkan siapa pun....
Mereka berdua terbang ke langit, cahaya pedang dan bayangan manusia menjadi satu.
Lingkaran cahaya pedang mencapai luas 9 meter persegi!
Karena Qing Cheng Luo Han telah lama bertarung dengan Sun Qi-zhong, dan tidak memperoleh kemenangan, maka dia pun1575 menjadi marah, jurus andalannya 'Bai He Hui Jian' dikeluarkan!
Ooo)*(ooO Jurus 'Bai He Hui Jian' berjumlah 19 jurus, ini adalah ilmu sakti dari jaman dulu yaitu 'Feng Long Jiao' dari India.
Secara tidak sengaja Qing Cheng Luo Han mendapatkan jurus pedang ini, maka jurus ini bukan diajarkan oleh Heng-he San-fu.
Sekarang dia telah mengeluarkan jurus yang telah dipelajarinya ini.
Tapi tetap saja tidak bisa menyerang lingkaran pedang yang dibentuk oleh Sun Qi-zhong.
Karena marah jurus andalannya dikeluarkan.
Begitu Bai He Hui Jian dikeluarkan, Sun Qi-zhong merasa keadaan yang terjadi tidak menguntungkan baginya, karena dari jurus Qing Cheng Luo Han keluar tenaga aneh.
Dia berputar hingga ujung pedang Sun Qi-zhong kehilangan arah.
Waktu itu langit dipenuhi dengan bayangan pedangnya, ternyata Sun Qi-zhong telah menggunakan jurus Fang Sheng Bu Xi yang terdapat dalam ilmu 'Da Yan Shi Shi'.
'Da Yan Shi Shi' adalah perubahan yang diciptakan oleh Pin Fan Shang-ren dalam 'Bu Da San Shi'.1576 Jurus 'Fang Sheng Bu Xi' ini adalah jurus aneh, di lingkungan Budha bisa dikatakan itu adalah ilmu yang tiada tandingannya, kedahsyatannya bisa dilihat dari orang yang menggunakan jurus ini.
Jurus 'Fang Sheng Bu Xi' milik Sun Qi-zhong tidak segalak dan seberingas Xin Jie, karena dia adalah orang Budha, maka pada saat digunakan oleh Sun Qi-zhong terlihat luwes.
Tadinya Qing Cheng Luo Han merasa akan menang, tapi dari kiri dan kanan terasa ada angin berputar, saat tenaganya bertemu dengan lingkaran pedang lawan tiba-tiba saja seperti batu yang terjatuh ke dalam laut yang dalamnya tidak diketahui.
Dia marah dan terkejut, pedang berkilau lagi, semua jurus yang terdapat dalam 'Bai He Hui Jian' dikeluarkan bersamaan itu tubuhnya pun terbang, seperti seekor naga yang keluar dari laut begitu gagah dan tidak terbendung kekuat-annya.
Setelah Sun Qi-zhong berhasil memenangkan satu jurus, jurus 'Da Yan Shi Shi' terus dikeluarkan, Sun Qi-zhong menyerang dengan cepat, cahaya pedang terus1577 terlihat dan terus berputarhal ini membuat semua orang berteriak.
Kedua ilmu pedang tinggi terus dikeluarkan, pertarungan semakin sengit.
Cahaya pedang semakin meluas, sekarang cahaya itu telah mencapai radius 15 meter!
Yang lain takut akan mengganggu pertarungan orang mereka sendiri, maka mereka pun mundur ke tempat lebih jauh untuk bertarung lagi.
Jinlul merasa dia tidak bisa dengan cepat mengalahkan Wu Ling-feng.
Dia berharap antara kakak tertua atau kakak keduanya, salah satu bisa ada yang menang.
Terlihat Qing Cheng Luo Han mengeluarkan jurus 'Bai He Hui Jian' tapi tetap tidak bisa menang, maka dia pun mulai merasa cemas.
Dia menutup lawan dengan tali panjangnya, dia berbalik melihat pertarungan kakak tertuanya....
Begitu melihat hampir saja dia lupa melayangkan tali untuk menahan serangan musuh....
Ternyata Xin Jie sedang bertarung dengan Lao-da dan Lao Si dari Po Luo 5 Qi, dia diserang oleh dua pesilat tangguh, tapi Xin Jie tetap dengan bersemangat dan gagah1578 berani.
Telapak kiri pedang di kanan, kaki bergerak dengan jurus Ji Mo Bu Fa' yang sakti.
Walaupun Mi Duo Bao Shu dan Wen Cheng Bai Luo mempunyai ilmu sangat tinggi, tapi Xin Jie mengeluarkan jurus seperti angin.
Kadang jurus 'Da Yan Shi Shi' dikeluarkan kadang berganti dengan jurus 'Kong Kong Quan Fa'.
Gerakan itu membuat posenya terlihat indah, jurus dari tangan atau kaki, semua berasal dari jurus terkenal, suaranya yang besar membuat orang terpana!
Karena terkejut Jinlul hampir saja terkena tusukan Wu Ling-feng.
Jinlul membentak, berturut-turut melayangkan talinya sebanyak lima kali, setelah itu dia baru bisa lolos dari bahaya.
Di sebelah sana pedang Katai dan Tian Mo Jin Qi telah menjadi satu, mereka sedang beradu tenaga dalam dan bersama-sama mengeluarkan tangan kirinya!
Suara BAG terdengar, kedua telapak beradu, tubuh mereka sempoyongan, dan mundur beberapa langkah.
Wajah mereka pucat tapi mereka sama-sama bersuara.
Jinlul merasa keadaan tidak1579 menguntungkan, saat itu dia sedang menahan serangan pedang Wu Ling-feng.
Dengan suara besar dia berteriak.
"Apakah marga Xin keberatan untuk berhenti sejenak?"
Xin Jie menjawab angkuh.
"Mengapa aku takut?"
Tampak Xin Jie dengan tangan kiri menggunakan telapak, tangan kanan memegang pedang, dia melangkah mundur beberapa langkah.
Semua orang yang melihat Xin Jie berhenti bertarung tanpa sadar jadi ikut berhenti.
Hanya Jinlul yang terlihat tertawa dan berkata.
"Ilmu Zhong Yuan memang hebat, tapi kami lima bersaudara mempunyai formasi yang kami harap bisa kalian pecahkan. He he he! Di mata Pendekar Xin formasi kami ini mungkin hanya dianggap sebagai salah satu permainan saja...."
Kemudian dia membalikkan tubuh dan berkata pada kakak tertuanya dengan bahasa India.
Xin Jie dan yang lainnya hanya melihat bayangan orang yang bergerak, Po Luo 5 Qi dengan cepat mengambil posisi1580 masing-masing dan mengurung mereka berempat dalam formasi ini.
Kali ini Xin Jie dan teman-teman merasa terkejut, karena gerakan Po Luo 5 Qi sangat cepat, hanya terlihat bayangan yang berkelebat, mereka sudah berada di posisi masing-masing.
Tiba-tiba Mi Duo Bao Shu berkata pada Jinlul dengan bahasa India yang kurang lebih artinya adalah sebagai berikut .
Bocah Xin ini mempunyai jurus aneh, kalau diteruskan aku mempunyai cara mengalahkannya.
Mungkin saat bertarung tadi dia telah terkena serangan Xin Jie yang aneh, maka dia tidak dapat mengeluarkan jurus-jurusnya.
Dia tidak menerima keadaan ini.
Jinlul dengan bahasa India memberi-tahu.
"Bagaimana pun juga kita tetap harus menggunakan formasi ini supaya serangan kita lebih mantap."
Di antara Po Luo 5 Qi, Jinlul adalah yang terkecil tapi dia adalah perencana dari Po Luo 5 Qi.
Kakak tertuanya yang bernama Mi Duo Bao Shu tetap harus mendengarkan rencananya.
Xin Jie, Wu Ling-feng, Jin Qi, dan1581 Sun Qi-zhong tidak banyak bicara, tapi dalam hati mereka mempunyai satu pemikiran....
orang-orang India ini pasti mempunyai formasi yang kuat.
Dengan tenang Xin Jie melihat keadaan yang terjadi, Xin Jie menguasai bermacam-macam formasi, dia sudah tahu kalau Mi Duo Bao Shu berada di posisi sebagai pemimpin.
Di kiri dan kanannya adalah Katai dan Wen Cheng Bai Luo, di depan adalah Qing Cheng Luo Han dan Jinlul!
Dia terus berpikir.
"Kakak Wu, Sun Qi-zhong, dan Jin Qi tidak mengerti tentang formasi, tapi mereka tahu harus dengan cara diam menguasai gerakan, maka sebelum lawan bergerak mereka tidak akan bergerak dulu, aku harus tetap mencobanya, tapi mungkin itu akan sangat berbahaya!"
Ooo)*(ooO BAB 50 Mei Xiang Jian Di sekeliling sana terasa sunyi dan senyap, sampai-sampai salju yang turun pun terdengar cukup keras ketikajatuh.
Kedua mata Xin Jie terus menatap Po Luo 5 Qi, dalam hati dia terus memperhitungkan keadaan.
"Formasi apa pun1582 yang mereka susun, biksu pendek itu pemimpinnya, pada saat mereka baru akan mulai bergerak, aku harus membuat biksu pendekku roboh terlebih dulu...."
"Meski tidak berhasil paling sedikit harus mengacaukan formasi mereka...."
Suara HU dari singkup kecil milik Mi Duo Bao Shu mulai melayang....
Wu Ling-feng, Jin Qi, dan Sun Qi-zhong tetap tidak bergerak mereka berkonsentrasi penuh melihat kelima orang itu....
Xin Jie tahu kesempatan harus diambil sekarang juga, dia mengumpulkan tenaga dalamnya, pedang dikeluarkan.
Mei Xiang Jian mengeluarkan cahaya berkilauan.
Kedua kakinya bergeser dia seperti terbang melewati mereka, ujung pedang tampak berkilau, cahaya pedang mencapai 10 meter jauhnya, bersamaan waktunya tangan kiri Xin Jie siap menyerang....
Jurus yang dilancarkan adalah jurus terhebat dari 'Da Yan Shi Shi'....
'Wu Huan Xing Yi' (benda berganti bintang bergeser).
Jurus yang dilancarkan Xin Jie lebih ganas dibandingkan Sun Qi-zhong.
Apalagi jurus itu digunakan oleh Xin Jie dengan1583 kekuatan penuh.
Semua orang mengira Xin Jie akan menghadapi formasi itu dengan gerakan, tapi ternyata mereka salah duga, dengan cepat Mei Xiang Jian dikelu arkan....
Mi Duo Bao Shu membentak, singkup kecilnya ditegakan menjaga.
Tenaga besar keluar dari ujung singkup.
Xin Jie terkejut, jurus 'Wu Huan Xing Yi' sudah dilancar-kan.
Tapi tenaga dari singkup Mi Duo Bao Shu membuatnya tidak bisa menyerang.
Karena menyerang dari arah mana pun seperti terhalang oleh tembok tidak terlihat, jurus lawannya sungguh sulit dipecahkan.
Untuk pertama kalinya dia mengalami pedang di tangannya tidak berdaya.
Semenjak dia menggunakan jurus 'Da Yan Shi Shi' dia tidak pernah mengalami hal ini, apalagi tangan kirinya mengandung jurus membunuh.
Tenaga Xin Jie seperti terkuras habis....
Dia mulai merasa cemas....
Sebenarnya dia tidak boleh meremehkan tenaga dari biksu pendek itu....
Waktu itu juga terdengar suara senjata beradu, ternyata yang lain pun1584 mulai bergerak.
Xin Jie merasa di belakang punggungnya ada angin kencang yang menyerangnya.
Xin Jie sudah tidak berpikir panjang lagi, kedua kakinya bergerak, dia meloncat ke atas dengan ringan dia menghindari serangan musuh, sewaktu dia sedang berusaha berputar dan turun menyerang musuh, tiba-tiba bagian kakinya merasakan ada angin datang, tidak perlu dilihat lagi, Xin Jie tahu itu adalah tali Jinlul yang datang menyerangnya, Xin Jie benar-benar terkejut, karena formasi mereka berubah dengan cepat.
Dia naik hingga ke atas dan saat turun tali Jinlul tepat menyapu ke arahnya....
Kelihatannya Xin Jie akan terkena serangan tali Jinlul, tiba-tiba Xin Jie menendang lagi, tubuh Xin Jie naik lagi hingga satu meter lebih.
Tali Jinlul melewati bawah sepatu Xin Jie.
Xin Jie mendarat, di kiri dan kanannya sudah ada senjata yang menyambutnya, Xin Jie berusaha menepis dengan pedangnya dan dia sedikit mundur.
Tapi baru saja kakinya bergerak tali Jinlul1585 telah berada di atas kepalanya lagi.
Xin Jie benar-benar terkejut.
Dia benar-benar tidak menyangka kalau formasi mereka begitu cepat bergeser.
Jurus berganti dengan jurus lain, seperti tidak membutuhkan waktu.
Seperti ada satu orang memiliki delapan tangan dan dipergunakan dengan sangat lincah.
Xin Jie menarik nafas dingin, Mei Xiang Jian telah menyerang melancarkan dua jurus.
Dengan mata melotot dia menatap Wu Ling-feng, Sun Qi-zhong, dan Jin Qi.
Sepertinya mereka juga sedang kalang kabut.
Formasi yang dibentuk Po Luo 5 Qi semakin cepat mengurungnya, sekarang seperti ada ratusan senjata berputar di sekelilingnya, berganti posisi dan menyerang, benar-benar seperti satu orang yang melakukannya, gerakan mereka sedikit pun tidak terlihat kacau.
Xin Jie terus mengganti jurus pedangnya, tapi rasanya sedikit pun tidak ada gunanya.
Sekarang Mi Duo Bao Shu mulai menyerang.
Pedang Qing Cheng Luo Han dan tali Jinlul menyerang dari arah depan.
Katai dan Wu Cheng Bai Luo menyerang dari pinggir, benar-benar sangat tepat dan cepat.1586 Xin Jie merasa tekanan di pedangnya semakin berat, sepuluh jurus lebih telah berlalu, dia merasa serba salah, karena setiap jurus mereka yang datang dari berbagai penjuru membuat Xin Jie menghadapinya dengan kalang kabut.
Sambil bertarung Xin Jie terus berpikir, tapi dia tetap tidak tahu formasi apa yang mereka bentuk.
Mi Duo Bao Shu menyerang dengan singkupnya, Xin Jie mundur, dia beradu punggung dengan Wu Ling-feng....
Makin lama lingkaran yang mengelilingi mereka semakin mengecil, dan gerakan mereka semakin sulit, tadinya lingkaran itu berdiameter 3-4 meter, sekarang hanya tersisa tempat untuk 4 orang, punggung berhadapan dengan punggung untuk bertarung!
Xin Jie menarik nafas, begitu jurus pedangnya sedikit melambat, lengan bajunya telah tergulung sebagian oleh tali Jinlul!
Terdengar suara CHA, pedang panjang Sun Qi-zhong telah ditepis oleh Qing Cheng Luo Han, dengan terburu-buru dia mundur dua langkah.
Setelah dipegang Wu Ling-feng dia baru bisa berdiri tegak, pedang panjang1587 yang dipegang Qing Cheng Luo Han bukan pedang sembarangan.
Wu Ling-feng menahan ke kiri dan kanan, keringat dingin mengucur seperti hujan, dia merasa tangannya semakin berat dan semakin tidak bisa bertahan....
Salju telah berhenti turun tapi langit masih tetap gelap, gunung Wu Ji seperti seorang raksasa yang berdiri tegak....
Formasi yang dibentuk Po Luo 5 Qi semakin mengecil dan berputar semakin cepat.
Xin Jie dan Wu Ling-feng mulai tidak kuat, apalagi dengan Sun Qi-zhong, pedangnya telah patah menjadi dua bagian, dia tampak tidak mempunyai semangat bertarung lagi....
Hanya Tian Mo Jin Qi yang masih sekuat tenaga melawan, di antara keempat orang Zhong Yuan ini hanya dia yang berpengalaman dalam menghadapi musuh, dan dia pun yang paling tahan banting, dia tetap bersemangat dan tidak putus asa meski ketiga temannya mulai putus asa.
Dia tidak terganggu dengan keadaan tiga orang lainnya.1588 Jurus 'Bai Zu Jian Fa' yang galak terus dikeluarkan, ditambah dengan wajah jeleknya benar-benar terlihat seperti setan gentayangan.
Pedang Jin Qi baru dilancarkan separuh, tiba-tiba dia menarik kembali dan menusuk ke arah kanan, tapi Wu Cheng Bai Luo pun menusuk ke arah pundaknya, kalau dia ingin menyelamatkan diri, dia tidak akan bisa melukai musuh....
Kedua alisnya terangkat, dia tidak meladeni tusukan Katai yang menyerang pundaknya, tapi pedangnya terus dilancarkan, jurusnya bisa melukai kaki Katai, tapi pundaknya telah tergores sedalam 3 sentimeter.
Dia sama sekali tidak mengerutkan alisnya, dia berbalik untuk menusuk, Mi Duo Bao Shu secara sekelebat melewatinya dan dia menyerang Xin Jie dengan singkupnya....
Xin Jie menahan dengan asal-asalan.
Tiba-tiba Jin Qi marah.
"Hei marga Xin, mengapa kau menjadi loyo begitu?"
Xin Jie merasa kepalanya bagai disambar petir, Mei Xiang Jian yang dipegangnya bergetar hingga sejauh 1.50 meter dan hampir terlepas dari1589 pegangannya.
Dengan cepat dia mengambil nafas, tubuhnya bergoyang ke kiri dan ke kanan, kedua kakinya tidak bergeser, tapi dengan cepat dia menghindari serangan lawan, tidak perlu dipertanyakan lagi Xin Jie menggunakan jurus 'Ji Mo Bu Fa'.
Dia melihat pundak Jin Qi yang terus mengeluarkan darah, Wu Ling-feng tampak berkeringat, apalagi Sun Qi-zhong, dengan tidak bersemangat dia mengayunkan pedang yang tinggal separuh.
Dia sama sekali tidak mempunyai semangat juang dan tidak berkonsentrasi dalam pertarungan ini.
Dengan tangan kanan menggunakan jurus Leng Mei Fei Mian' sedangkan tangan kirinya menggunakan jurus 'Wan Quan Fei Kong' memaksa kedua pedang Wen Cheng Bai Luo menjauh darinya.
Xin Jie membentak.
"Dulu Shao-lin generasi ke-7 yaitu Guru Fang Chang Hui Yin dengan jurus 'Bu Da 3 jurus' di Gunung Zhong Nan secara berturut-turut berhasil melukai 21 orang yang berniat membunuhnya. Dia begitu gagah, apakah sekarang marga Sun begitu lemah sehingga tidak ada semangat lagi?"
Mendengar perkataan Xin Jie, kepala1590 Sun Qi-zhong seperti dipukul oleh sebuah palu besar. Dia bersiul panjang dan berkata pada dirinya sendiri.
"Aku Sun Qi-zhong, tidak akan mempermalukan Shao-lin!"
Dia menambah tenaga ke pergelangan tangannya, pedang yang telah patah mulai diayunkan dengan cepat, ternyata dia mulai menggunakan jurus 'Da Yan Shi Shi' lagi.
Xin Jie mulai bersemangat juga, dengan bersemangat dia menepis, kakinya bergeser, kaki kirinya memaku ke tanah, kaki kanannya menyapu membentuk setengah lingkaran.
Pedang yang ada di tangannya menyerang ketiga orang itu.
Baru saja dia berbalik akan menyerang, 4-5 senjata telah berada di depan matanya.
Dia mundur dua langkah, tapi tengannya tetap mengeluarkan jurus 'Da Yan Shi Shi'.
Tiba-tiba Mi Duo Bao Shu berteriak.
Dia berteriak dalam bahasa India.
Teriakannya baru selesai, formasi Po Luo berubah lagi, kelima orang itu telah berganti posisi lagi.
Tadinya mereka terlihat sangat kompak.
Sekarang kekompakan mereka1591 bertambah beberapa kali lipat.
Mereka terlihat seperti lima bayangan abu yang berputar-putar, setiap jurus seperti ada lima senjata yang menyerang, benar-benar sangat mengejutkan!
Tapi karena teriakan Mi Duo Bao Shu ini, Xin Jie seperti mengerti sesuatu.
Dia berteriak.
"Kakak, kita harus menggunakan kecepatan! Cepat lakukan sekarang!"
Wu Ling-feng baru mengerti, dia bersiul panjang, ilmu meringankan tubuh yang dipelajarinya dari buku India telah dipergunakan.
Dulu Pin Fan Shang-ren pernah berkata, ilmu meringankan tubuh dari India ini bisa dipergunakan dalam jurus lain, sepertinya sekarang dipergunakan dalam formasi ini.
Terlihat dalam formasi itu ada dua bayangan putih yang berputar, ternyata itu adalah Xin Jie dan Wu Ling-feng yang menggunakan ilmu meringankan tubuh dari India, mereka berebut kecepatan dengan Po Luo 5 Qi.
Xin Jie dan Wu Ling-feng menggunakan ilmu meringankan tubuh seperti yang1592 digunakan oleh Po Luo 5 Qi.
Hanya sebentar mereka telah bercampur dalam formasi itu.
Formasi yang tadinya terdiri dari lima orang sekarang menjadi tujuh orang, membuat Po Luo 5 Qi serba salah, sekarang mereka harus menyerang atau bertahan.
Jinlul terkejut dan berpikir.
"Mengapa kedua bocah itu bisa menguasai ilmu meringankan tubuh dari India?"
Begitu dia melihat lagi, dia lebih terkejut dan marah, ternyata Xin Jie dan Wu Ling-feng melangkah dan bergeser persis seperti mereka.
Kadang-kadang terlihat gerakan aneh dari mereka yang tidak pernah Po Luo 5 Qi lihat sebelumnya.
Dia berteriak dalam bahasa India.
Tampak cahaya pedang berkilau, tubuh Xin Jie dan Wu Ling-feng menyatu, mereka berhasil keluar dari formasi itu.
Karena terkejut Po Luo 5 Qi hanya bisa saling pandang mereka terdiam tidak bersuara.
Tiba-tiba Mi Duo Bao Shu berteriak lagi.
Xin Jie tidak mengerti bahasa India, tapi dia tahu kalau Mi Duo Bao Shu kira-kira berkata seperti ini.
"Bocah, terimalah pukulanku!"
Dalam hati Xin Jie berpikir,1593
"Walaupun ilmu silatmu tinggi, tapi tidak akan membuatku takut! Dulu pukulan Jin Bo-sheng Fu juga tetap bisa kuterima...."
Terlihat rambut Mi Duo Bao Shu berdiri, singkup kecilnya diletakkan kembali di pinggangnya, kedua telapaknya menangkup menjadi satu, kemudian ditepuk dan digosok-gosok, tapi segera ditarik kembali.
Xin Jie merasa ada angin dingin yang menyerangnya, angin dingin ini terasa aneh.
Tidak terasa begitu hebat tapi tenaganya sangat kuat, seperti ada ribuan kilogram beban yang mendorongnya, sampai-sampai berdiri pun dia tidak sanggup.
Tempat di mana angin berhembus terasa sangat dingin hingga menusuk tulang!
Xin Jie tidak tahu kalau ilmu 'Bai Duo Han Xiu Zhang' (telapak putih dingin) ini telah dilatih Mi Duo Bao Shu selama puluhan tahun.
Ilmu ini berasal dari Tibet, tapi Xin Jie tahu kalau sampai kakinya bergeser satu sentimeter, dia akan kalah.
Tapi dia tidak bisa mengeluarkan telapaknya untuk menyambut serangan itu, karena tenaga dalam Mi Duo Bao Shu sangat kuat dan kemampuannya sudah berada di atas1594 Xin Jie.
Semua orang menyaksikan serangan ini.
Tampak kedua kaki Xin Jie seperti terpaku kuat di tanah.
Mei Xiang Jian dikeluarkan dan menggores membentuk setengah lingkaran.
Bajunya menggembung seperti banyak udara di dalam bajunya.
Jangan menganggap ini hanya goresan setengah lingkaran, gerakan menggoresnya adalah jurus 'Fang Shang Bu Xi' yang terdapat dalam 'Da Yan Shi Shi'.
Baru saja serangannya dilancarkan setengah jalan, dia telah berganti lagi dengan jurus 'Wu Huan Xing Yi', belum juga jurusnya diselesaikan, dia telah menyambung dengan setengah jurus Leng Mei Fei Mian'.
Ketiga jurus tertinggi ini digabung menjadi satu, dan sangat tepat dipakai oleh Xin Jie.
Semua orang yang ada di sana adalah para pesilat pedang, melihat ilmu pedang Xin Jie begitu aneh dan tinggi, diam-diam mereka pun memuji!
Terdengar suara HU!
Angin besar keluar dari telapak Mi Duo Bao Shu, melewati sisi lingkaran yang telah digoreskan Xin Jie.
Tampak batu dan pasir beterbangan.
Tapi Xin Jie yang berada dalam1595 setengah lingkaran itu sedikit pun tidak terkena debu dan pasir.
Mi Duo Bao Shu terpaku, tiba-tiba dia tertawa panjang sambil menatap langit, dia mememberi isyarat dengan tangannya, semua adik seperguru-annya meloncat keluar, hanya beberapa kali loncatan mereka telah menghilang dan tidak terlihat lagi sosoknya.
Xin Jie menggetarkan pedangnya.
Mei Xiang Jian digerakkan lagi, terdengar suara WENG, dia membalikkan tangan dan memasukkan pedang ke dalam sarungnya, dia membalikkan tubuh, bingung dan terpaku, dia baru melihat apa yang terjadi.
Tian Mo Jin Qi berjongkok lagi di lubang kecil itu untuk menunggu ular beracun yang bernama Jin Shi Er' keluar dari lubang itu.
Sun Qi-zhong yang berdiri di sisi Wu Ling-feng tidak mempunyai waktu memikirkan kejadian aneh tadi.
Terdengar suaranya yang lucu berkata.
"Kakak Xin, kau benar-benar hebat...."
Jantung Xin Jie hampir meloncat keluar dari rongga dadanya.
Dia1596 membalikkan kepala untuk melihat, yang ada di depannya adalah seraut wajah cantik dan polos.
Dialah Zhang Qing.
Karena merasa sangat senang, hampir saja Zhang Qing dipeluknya, dia menarik tangan gadis itu.
Keempat mata saling memandang dan tidak ingin berpisah lagi.
Setelah lama dia baru melihat ke belakang Zhang Qing, ternyata ada dua orang berdiri di sana.
Yang satu adalah Sun Qi-zhong sedangkan satu lagi adalah seorang biksu kurus dan tinggi.
Melihat biksu tua itu Xin Jie merasa mengenalinya.
Setelah dipikir-pikir dia baru ingat kalau biksu tua itu sering menaiki seekor bangau dan beberapa waktu lalu dia pun memanggil Pin Fan Shang-ren pergi dari Da-ji-dao.
Belum sempat dia bicara, Qing Er tanpa berhenti terus bicara.
"Kakak, semenjak berpisah dengan Kakak Wu, aku ditangkap oleh seorang pemabuk tua, aku bertarung dengannya, tapi aku kalah, dia menotok nadiku. Kemudian aku berhasil menemukan akal dan melarikan diri darinya,1597 aku berhasil melarikan diri dua kali, tapi tetap bisa ditangkap kembali...."
Xin Jie ingin bertanya tapi Qing Er terus bicara.
"Setan tua itu mengatakan kalau dia adalah adik seperguruan Yu Gu-mo, katanya ayahku telah membunuh kakak seperguruannya, maka dia pun menangkapku untuk mengancam ayah. Dengan cara aneh dia menotokku di 36 nadi...."
Xin Jie terkejut dan berteriak, Qing Er masih terus berkata.
"Untung paman biksu ini menemukan kami, beliau mengenali benda milik ayah, dan mengatakan beliau pernah bertemu dengan ayah satu kali, dan ingin setan tua itu melepaskanku, tapi setan tua itu sombong sekali. Dia menyuruh paman biksu jangan ikut campur dalam masalah ini, kalau tidak dia tidak akan segan-segan membunuh paman biksu...."
"Kemudian dengan Qi Gong yang tinggi paman biksu berhasil melukai setan tua itu, lalu dia pun melarikan diri. Kakak, ilmu paman biksu ini sangat tinggi, hampir sama dengan ayah...."
Xin Jie dengan cemas bertanya.
"Kau telah ditotok di 36 nadi, sekarang bagaimana rasanya?"1598
"Paman biksu membawaku ke dalam gua, dan menyuruh Kakak Sun berjaga di depan gua dan tidak memberi ijin kepada siapa pun untuk masuk. Dengan ilmu beliau yang tinggi, beliau telah membantuku melancarkan aliran darah. Sewaktu sedang melancarkan nadi tidak boleh diganggu siapa pun...."
Ooo)*(ooO Xin Jie baru ingat kalau tadi Sun Qi-zhong tidak mengijinkannya masuk ke dalam gua, dan hampir saja mereka berkelahi.
Sekarang dia mengerti keadaan yang terjadi.
Qing Er dengan cerewet terus bicara, suaranya seperti kicauan burung nuri.
Sikapnya sangat lucu dan polos, hal ini membuat Xin Jie terpaku.
Tiba-tiba di sebelah sana terdengar suara Sun Qi-zhong.
"Kakek Guru, Anda harus kembali.... aku sudah dengan susah payah mencari Anda, Anda harus kembali."
Xin Jie dengan aneh melihat, ternyata Sun Qi-zhong sedang berlutut di depan biksu tinggi kurus itu dan seperti sedang memohon-mohon, tapi biksu tua itu terus menggelengkan kepala sambil tersenyum.
Xin Jie baru sadar, berteriak.
"Tetua,1599 apakah Anda Guru Ling Jing dari Shao-lin"
Biksu tua itu tertawa terbahak-bahak, dia memotong kata-kata Xin Jie, lalu dia bersiul menghadap langit, tidak lama kemudian tampak seekor bangau putih dan besar mendarat di dekat mereka.
Tiba-tiba Xin Jie teringat sesuatu, kemudian dia berkata pada Qing Er.
"Kita harus segera kembali ke Hu Nan mencari ayahmu, 3 hari yang lalu aku mendengar kabar yang beredar di dunia persilatan, demi mencari dirimu ayahmu mengaduk-aduk di dunia persilatan, aku takut terjadi sesuatu yang tidak kita kehendaki."
Qing Er dengan senang berkata.
"Benarkah ayah mencariku? Hei, lihat...."
Xin Jie melihat ke depan, dia sangat terkejut.
Ternyata Wu Ling-feng telah pergi diam-diam tanpa berpamitan dulu kepadanya.
Xin Jie melihat ke tempat jauh, di tanah hanya terlihat bayangannya yang kecil, karena cemas Xin Jie pun mengejarnya.
Tapi biksu tua itu berteriak.
"Anak, jangan dikejar lagi, biarkan dia pergi...."
Xin Jie terpaku dan berhenti1600 melangkah, begitu membalikkan tubuh untuk melihat, bayangan Wu Ling-feng telah menghilang.
Dia ingat demi mencari Qing Er, Wu Ling-feng telah jauh-jauh datang membantunya, mengapa sekarang dia pergi secara diam-diam?
Mengingat hal ini darah panasnya terasa bergejolak....
Guru Ling Jing menarik nafas.
"Anak itu sangat berbakat dan benar-benar tampan, tapi nasib jelek selalu menyertainya. Setiap saat dia bisa menjadi seorang Budha, dengan bakatnya bila memperdalam agama Budha, kelak dia akan menjadi seorang biksu berilmu silat tinggi. Biarkan saja dia pergi sekarang!"
Xin Jie seperti mengerti seperti tidak.
Dia dan Qing Er saling pandang, mereka merasa aneh dan terkejut.
Guru Ling Jing bersiul ke arah langit.
Kemudian dia menaiki burung bangau besar itu dan segera pergi jauh.
Ooo)*(ooO Xin Jie terus melihat ke arah menghilangnya Wu Ling-feng, dia tidak tahu mengapa Wu Ling-feng pergi tanpa pamit kepadanya, entah apa yang terjadi padanya.
Dia mendengar keluhan Qing Er,1601
"Mungkin Kakak Wu ada keperluan lain, ilmu silatnya begitu tinggi, tidak akan terjadi apa-apa padanya, kita tidak perlu mengkhawatirkan dia...."
Firasat Xin Jie mengatakan kalau perpisahannya kali ini dengan Kakak Wu akan terjadi selamanya. Begitu mendengar kata-kata Qing Er, dia tidak bisa menjawab apa-apa, tapi dalam hati dia berdoa.
"Semoga.... semoga persahabatan kita akan abadi walaupun dalam jarak jauh...."
Ooo)*(ooO Bulan 3, bunga-bunga bermekaran dan sangat harum.
Di Gui Shan, Han Yang, di pinggir Xi Yue Hu, di antara pohon-pohon bambu terlihat ada sebuah kuil.
Di atas pintu kuil tertulis 3 huruf besar yaitu 'Kuil ShuiYue'.
Kuil ini berada di tempat sepi dan juga berada di dekat jurang.
Biasanya jarang ada yang berjalan sampai ke sana, tapi sekarang terlihat 2 orang pengemis dengan baju compang camping berjalan ke depan kuil.
Pengemis yang bertubuh agak gemuk mengetuk pintu kuil.
Pintu terbuka, yang membukakan pintu adalah seorang biksuni muda dan cantik.
Baju biksuni itu berwarna1602 putih dan panjang, wajahnya cantik, matanya besar dan hitam, hidungnya mancung, bibir kecilnya, tapi wajah cantiknya memancarkan kesedihan.
Kedua pengemis itu terpaku.
Mereka tidak menyangka di tempat terpencil seperti ini ada seorang gadis cantik....
apalagi yang membuat mereka aneh adalah gadis itu ternyata seorang biksuni.
Ooo)*(ooO Apa sebab nona cantik ini mau menghabiskan masa mudanya yang indah dan menghabiskan hidupnya dengan menemani Budha di kuil ini?
Kedua pengemis itu terpaku, pengemis lebih tua dengan nada gugup berkata.
"Nona.... Ah bukan.... Guru Muda, apakah kami boleh minta air minum? Kami telah menempuh perjalanan jauh dan merasa haus...."
Biksuni cantik itu mengangguk, dia membalikkan tubuh, mengambil sepoci air untuk kedua pengemis ini, kemudian diam-diam menutup pintu kembali.
Kedua pengemis itu duduk di bawah sebuah pohon yang berada di depan kuil, sambil minum, mereka mengobrol....1603
"Hhhh, dunia begitu luas, harus kemana kita mencari Nona Jin Ling Mei? Benar-benar seperti pepatah yang mengatakan seperti mencari jarum di tengah samudra...."
Yang satu lagi berkata.
"Xin Jie adalah orang yang telah menanamkan budi kepada Gai-bang, apa yang dipesankan oleh Xin Jie walaupun kaki kita patah, kita tetap harus melakukan tugas ini."
Orang pertama berkata lagi.
"Betul juga, ilmu silat dan kepribadian Xin Jie begitu luhur dan baik, benar-benar membuatku yang bermarga Jian kagum kepadanya. Jangankan dia pernah membantu kita, asalkan dia menyuruhku yang bermarga Jian ini membantunya, aku tetap rela membantunya."
Mereka mengobrol dengan asyik, mereka tidak sadar kalau biksuni muda tadi sedang mendengarkan obrolan mereka.
Begitu mendengar namanya disebut, wajah pucatnya menjadi merah, ternyata hatinya sedang bergejok seperti gelombang air laut.
Dia seperti terjatuh dalam kenangan masa lalu, wajahnya menjadi merah, kedua1604 alisnya sedikit berkerut, tapi sudut mulutnya terangkat mengeluarkan senyum manis....
Semakin lama senyumnya semakin menghilang.
Wajahnya yang cantik mengeluarkan ekspersi sedih.
Orang yang melihat ekspresinya akan merasa tergetar.
Matanya penuh dengan air mata.
Dia berkata.
"Kakak Jie, selamanya kau tidak akan bisa mencariku lagi...."
"Apakah Tuhan yang mengatur semua ini? Semenjak aku dilahirkan nasibku telah ditentukan kalau seumur hidupku, aku akan selalu bersedih, tapi Tuhan terlalu kejam, mengapa dosa begitu besar harus dilimpahkan padaku, aku hanya seorang perempuan lemah...."
Kemudian dia teringat pada percakapan antara kedua pengemis itu, dia menghibur dirinya sendiri dan berkata.
"Kakak Jie masih ingat padaku, hal ini.... sudah cukup bagiku, biarlah akhir ceritanya seperti ini.... ini yang terbaik untuk semua...."
"Kakak Jie, jangan mencariku lagi, kau tidak akan bisa menemukanku....
aku akan selalu berdoa untukmu....
Dia membalikkan badan melihat patung1605 Guan Yin.
Sinar matahari masuk melalui lubang jendela menyinari wajah Guan Yin.
Guan Yin yang terlihat welas asih, kedua matanya penuh dengan kepintaran dan mengeluarkan cahaya begitu terang dan suci.
Dia berlutut, pelan-pelan membakar segenggam dupa.
Dengan serius dia memasukkan dupa itu ke tempat dupa, asap dupa pelan-pelan naik membumbung ke atas.
Ketika melewati sinar matahari asap ini berubah menjadi warna hijau.
Doa biksuni mengikuti asap itu pelan-pelan naik ke atas.
Langit gelap, matahari masuk kembali ke balik awan....
Tamat Bandung, 15 Juni 2007 Salam Hormat (See Yan Tjin Djin)
Baca Juga: Pendekar Pengejar Nyawa 5
Baca Juga: Rahasia 180 Patung Mas 4