Eps 10 Pedang Bunga Mei - Gu Long
Baca online Pedang Bunga Mei - Gu Long
Cersil Pedang Bunga Mei - Gu Long.
Cahaya matahari yang berwarna kuning keemasan mulai menyinari perahu itu.
Angin pagi membawa udara lembab dan asinnya laut.
Perahu-perahu mulai keluar dari pelabuhan.
Pelabuhan ini adalah1394 pelabuhan Ning Po.
Ketika semua orang sedang bersiap-siap keluar dari pelabuhan, sebuah perahu kecil dengan layar diturunkan mendekati pelabuhan.
Perahu itu sangat aneh.
Sesudah tiba di darat, seorang pemuda berpakaian seperti pelajar turun dari perahu itu.
Tidak ada orang lain di dalam perahu itu.
Pemuda itu seperti tidak peduli dengan perahu itu, dan dia berjalan ke darat seorang diri.
Di belakang pelabuhan terlihat pegunungan.
Pemuda itu tidak membawa perbekalan apa pun, baju untuk salin pun tidak ada.
Dia berjalan ke arah gunung memasuki lembah, hutan-hutan yang lebat.
Situasi di sana yang tenang, berbeda jauh dengan keadan di pelabuhan yang ramai.
Pemuda ini menatap langit.
Matahari pagi menyinari tubuhnya yang tinggi, wajahnya yang pucat terlihat sedikit sedih.
Dia menarik nafas dan berkata pada dirinya sendiri.
"Xin Jie, bumi dan langit begitu luas, ke mana kau akan mencari Qing Er?"
Tapi wajahnya berubah menjadi tegas dan berpikir.
"Demi diriku, Qing Er telah beberapa kali menolongku, apakah hanya karena aku mengalami sedikit kesulitan1395 langsung mundur? Walaupun harus berkeliling dunia, aku pasti akan terus mencarinya."
Dia terus berjalan, punggung ditegakkan.
Tidak lama kemudian dia berhenti melangkah karena dari kejauhan terdengar siulan aneh.
Siulan itu sangat kecil.
Bercampur dengan suara hembusan angin, sulit dibedakan.
Tapi begitu terdengar lagi suara siulan itu, Xin Jie langsung mendengarnya.
Dia segera mencari sumber suara itu.
Xin Jie berputar.
Ketika berputar, dia telah terbang setinggi 12 meter.
Gerakannnya benar-benar indah.
Dia berlari sebentar, dia telah mendekati sumber suara itu.
Xin Jie berhenti tiba-tiba, seharusnya debu akan beterbangan kemana-mana tapi hal itu tidak terjadi.
Dia meloncat ke atas pohon untuk melihat-lihat....
Begitu melihat ke bawah, dia hampir berteriak kegirangan.
Terlihat ada seorang pemuda sedang berlatih ilmu silat.
Siulan itu keluar dari kedua lengan baju yang sedang diangkatnya,1396 tubuhnya bergerak dengan lincah dan mantap.
Ketika dia membalikkan tubuh, wajahnya yang tampan terlihat.
Dia adalah Wu Ling-feng!
Xin Jie yang berada di atas pohon menahan gejolak hatinya.
Dalam hati dia berpikir.
"Semenjak makan Xue Guo, ilmu kakak maju pesat, sudah berbulan-bulan kami tidak bertemu, ilmunya pasti telah maju pesat. Sepertinya kecuali diriku, dia adalah pesilat nomor dua di Zhong Yuan."
Ooo)*(ooO BAB 42 Pulau Da-ji-dao Semakin Wu Ling-feng berlatih, jurus yang dikeluarkan semakin kencang, membuat debu beterbangan kemana-mana, kemudian dia memutar tubuhnya dan mengeluarkan telapaknya.
Suara keras terdengar kemudian dia berputar lagi, mendorong kepalan tangannya, terdengar lagi suara tajam.
Terdengar suara BRAAG, pohon cemara sebesar mangkuk yang letaknya 3-4 meter dari posisi Wu Ling-feng berdiri, patah diiringi suara itu.
Wu Ling-feng berhenti dan berkata sendiri.
"Selama sebulan ini jurus 'Kai Shan1397 San Shi' yang kulatih sepertinya mengalami sedikit kemajuan, hanya jurus 'Yu Gong Yi Shan' masih belum begitu lancar, mungkin tenagaku belum cukup. Aku harus berlatih dengan rajin, jika tidak, aku akan tertinggaljauh dari Adik Xin...."
Tiba-tiba di atas pohon terdengar ada yang tertawa kemudian disusul dengan suara nyaring.
"Aku juga harus banyak berlatih, kalau tidak aku juga akan tertinggaljauh dari Kakak...."
Wu Ling-feng berteriak dengan senang.
"Adik Jie!"
Xin Jie turun seperti sehelai daun kering lalu mendarat di depan Wu Ling-feng. Wu Ling-feng melihat Xin Jie dengan tersenyum, baru saja dia akan bertanya, Xin Jie sudah membentak.
"Terimalah seranganku!"
Telapak didorong, tenaga yang keluar sangat kuat membuat baju Wu Ling-feng berkibar.
Wu Ling-feng terkejut, dia mundur setengah langkah kemudian tangan kiri membentuk cengkraman bertujuan mengatasi tenaga yang datang.1398 Tapi saat Wu Ling-feng mencengkram, cengkramannya tidak mengenai sasaran, tangan kanan Xin Jie dengan ringan bergerak kemudian kelima jarinya dibuka lebar dan menotok 5 nadi di dada Wu Ling-feng.
Tidak ada waktu untuk berpikir lagi, Wu Ling-feng menghindar ke kiri tapi tangan kanannya sempat membentuk lingkaran dan menyerang Xin Jie.
Waktu dan posisinya sangat tepat, ini adalah jurus 'Shi Po Tian Jing' (batu pecah langit terkejut).
Xin Jie berteriak.
"Bagus sekali!"
Tangan kirinya dibalik, 5 jari dikeluarkan.
Jurus 'Kong Kong Zhang Fa' yang diajarkan oleh Pin Fan Shang-ren segera dikeluarkan.
Jurus ini membuat Wu Ling-feng harus mengeluarkan jurus 'Kai Shan Dao Liu'.
Wu Ling-feng berteriak.
"Adik Jie, mengapa kau...."
Tapi tangan Xin Jie tidak berhenti, jurus-jurusnya dikeluarkan semakin gencar. Dia berpikir.
"Tadi Adik Jie dari atas pohon pasti telah melihatku berlatih dan mendengar kata-kataku, karena itu dia ingin bertarung denganku. Aku tidak sanggup1399 melawannya, untuk apa aku harus melawannya? Biar dia yang memenangkan pertarungan ini."
Dalam waktu singkat dia menarik kembali tenaganya.
Tapi Xin Jie sudah berputar di belakangnya, kedua telapaknya secara bersamaan menyerang Wu Ling-feng.
Posisi aneh ini mau tidak mau membuat Wu Ling-feng harus mengeluarkan jurus 'Yu Gong Yi Shan' lagi.
Dengan jurus Ji Mo Bu Fa', Xin Jie berjalan, tangannya mengeluarkan jurus 'Kong Kong Quan Fa' yaitu jurus ke-11 yang bernama 'KongGuan Ling Wu'.
Posisi Xin Jie berdiri sekarang disebut 'Kai Shan San Shi', Liu Ding Kai Shan.
Tidak sengaja Wu Ling-feng telah terpancing mengeluarkan jurus ketiga.
Dari jurus 'Yu Gong Yi Shan' berganti dengan jurus 'Liu Ding Kai Shan', Wu Ling-feng merasa tidak cukup tenaga dan Xin Jie tidak memaksa, dia hanya melintas.
Ketika Wu Ling-feng sedang berpikir, Xin Jie telah menyerangnya lagi, terpaksa jurus 'Kai Shan Dao Liu' dikeluarkan lagi.
Wu Ling-feng sangat pintar, melihat1400 Xin Jie terus memancingnya mengeluarkan 3 jurus ini, dia sudah tahu kalau Xin Jie bermaksud sesuatu padanya, karena itu dengan sepenuh hati dia menghadapi Xin Jie.
Benar saja Xin Jie memang sengaja memancingnya menggunakan jurus 'Yu Gong Yi Shan' kemudian Liu Ding Kai Shan', tiba-tiba Xin Jie berhenti di udara....
sebenarnya jurus 'Liu Ding Kai Shan' harus didorong keluar dengan lurus, tapi karena serangan Xin Jie, terpaksa dia mendorong dengan posisi miring.
Terdengar BUG, suara yang malah lebih kuat, membuat pohon yang letaknya beberapa meter dari sana tumbang, tanpa melihat dedaunan yang bergoyang, Wu Ling-feng yang biasanya merasakan kalau aliran tenaga di dadanya tidak begitu lancar, sekarang tidak terasa lagi.
Dia terpaku, dari jurus 'Yu Gong Yi Shan' berganti dengan jurus 'Liu Ding Kai Shan' dilakukan dengan posisi miring.
Pernafasan dadanya terasa lebih lancar dan tenaganya pun bertambah.
Karena senang dia berteriak.
Wu Ling-feng tahu kalau Xin Jie telah melihat kekurangannya, maka Xin Jie sengaja memancingnya dan menyuruhnya mengubah1401 cara menyerang.
Dia benar-benar merasa berterima kasih pada Xin Jie.
Dia berteriak.
"Adik Jie, mengapa kau bisa melihat kelemahan jurusku?"
Xin Jie tertawa.
"Aku mengerti, semenjak belajar ilmu dari Pin Fan Shang-ren yaitu 'Kong Kong Quan Fa', aku lihat jurusmu 'Kai Shan San Shi', walaupun tenaga yang dikeluarkan sangat dahsyat tapi sepertinya pernafasan Kakak agak kurang lancar. Setelah kupikir-pikir, aku langsung tahu di mana letak kesalahanmu."
Wu Ling-feng berkata.
"Adik Jie, kau benar-benar bernasib baik, semua ilmu Shi Wai San Xian telah kau dapatkan, kali ini kau pasti juga memetik banyak hasil.... Ah! Hampir saja aku lupa memberitahumu, gadis kecil bermarga Zhang sedang mencarimu. Aku memberitahunya, kalau kau ada Da-ji-dao. Dan dia terburu-buru pergi ke sana...."
Begitu mendengar kabar ini, Xin Jie segera meloncat tinggi dan berteriak.
"Ayo Kak, kita jalan sekarang, cepat...."
Dia membalikkan tubuh dan segera berlari.
Wu Ling-feng memanggil-manggilnya kemudian berlari mengejar Xin Jie.1402 Mereka berdua berlari sampai seperti terbang, hanya dalam waktu singkat mereka telah berada di pelabuhan.
Melihat perahu masih berlabuh di sisi, tapi banyak orang mengelilingi perahu itu untuk melihat-lihat.
Sepertinya perahu ini berbentuk sangat aneh dan tidak bertuan.
Xin Jie menarik tangan Wu Ling-feng, mereka meloncat melewati kepala orang-orang di sana dan turun di perahu kecil itu dengan tenaganya, dia membuat perahu kecil itu meluncur beberapa meter kemudian baru mendayung.
Perahu meluncur dengan cepat.
Orang-orang yang berdiri di pinggir terkejut melihat aksi kedua pemuda itu semua mata tampak tercengang!
Setelah perahu kecil berada di tengah laut, Xin Jie baru mengatakan hubungannya dengan Qing Er, kemudian pertarungan yang terjadi antara bangsa Tionghoa dan bangsa asing, serta bagaimana dia, Pin Fan Shang-ren, dan Guru Hui mengobati Wu Hen-sheng.
Terakhir dia menceritakan tentang dendam orang tuanya yang telah terbalas.
Wu Ling-feng merasa sangat senang dan memberi hormat kepadanya.
Wu Ling-feng juga teringat pada1403 dendamnya yang belum terbalas, A Lan belum ditemukan, dia menjadi sedih.
Dia menarik nafas dalam-dalam.
Xin Jie yang pintar sambil mengayuh dayung dan berkata.
"Kakak!"
"Ada apa?"
"Kalau kita kembali ke Zhong Yuan, pertama yang akan kita lakukan adalah mencari Chi-yang dan Li-e, Ku An terlebih dahulu, kita harus membalaskan dendam Paman Wu dan Paman Mei."
Wu Ling-feng tahu kalau Xin Jie sedang berusaha menghiburnya, tapi karena hatinya sedang bimbang, kata-kata hiburan ini membuat hatinya bergejolak. Dengan suara gemetar dia berkata.
"Adik Xin, kau benar-benar baik...."
Darah Xin Jie lebih bergejolak lagi, dia memegang tangan Wu Ling-feng dan dengan tegas berkata.
"Kakak, begitu dendam kita berhasil dibalas, kita kakak beradik akan berkelana di dunia persilatan bersama-sama untuk menegakan keadilan dan kebenaran!"
Wu Ling-feng mendengar Xin Jie mempunyai cita-cita begitu tinggi, kesedihannya pun berkurang, tiba-tiba wajah1404 A Lan dengan jelas muncul di depan matanya.
Hati Wu Ling-feng bergetar, seperti ada perasaan buruk menutupinya....
Xin Jie membalikkan kemudi, Da-ji-dao sudah terlihat!
Ooo)*(ooO Matahari berada di tengah langit memancarkan cahayanya yang terang.
Pantai Da-ji-dao sudah terlihat.
Xin Jie dan Wu Ling-feng turun dari perahu kecil ini.
Tiba-tiba Xin Jie menarik nafas, waktu itu ada seseorang sedang menundukkan kepala sambil berjalan ke sana.
Wu Ling-feng melihatnya, segera berteriak dengan terke-jut.
"Sun Qi-zhong."
Dia adalah Wu Lin Zi Xin, Sun Qi-zhong. Mereka berdua segera mendekat, berteriak.
"Apa kabar, Kakak Sun?"
Sun Qi-zhong melihat mereka.
Dia hanya tertawa, tawanya terlihat seperti terpaksa.
Dengan aneh Xin Jie melihat keadaan Sun Qi-zhong seperti itu.
Kedua alis Sun Qi-zhong tampak berkerut, wajahnya dilipat, seperti sedang tidak berselera menghadapi dunia.1405 Xin Jie mendekat dan bertanya.
"Kakak Sun, apakah Pin Fan Shang-ren ada di pulau ini?"
Sun Qi-zhong mengangguk, tiba-tiba dia tertawa kecut kemudian cepat-cepat berjalan ke pantai dan naik perahu, dia pergi begitu saja.
Baru saja mereka berjalan beberapa meter, tiba-tiba terlihat bayangan seseorang dengan ringan turun di depan mereka.
Gerakannya ringan dan lincah, memberi kesan kalau orang itu seperti tidak berbobot.
Setelah dilihat ternyata orang itu adalah Pin Fan Shang-ren.
Xin Jie segera memberi hormat.
"Shang-ren, aku yang muda datang menjenguk Anda!"
Pin Fan Shang-ren tertawa terbahak-bahak.
"Anak, kau jangan membohongi orang tua, aku lihat wajahmu sangat pucat, kau pasti ada perlu mencariku.... mengapa kau mengatakan ingin menjengukku.... Hei! Siapakah dia...."
Dia melihat Wu Ling-feng dan pura-pura seperti tidak mengenalnya.
"Siapa anak ini, begitu tampan, sewaktu aku masih muda, aku tidak begitu tampan." 1406 Wu Ling-feng tahu bagaimana anehnya sifat orang tua ini dari cerita-cerita Xin Jie. Dia segera memberi hormat.
"Aku yang muda Wu Ling, senang sekali bisa bertemu dengan Tetua."
Pin Fan Shang-ren terus memuji ketampanan Wu Ling-feng, kemudian baru berkata.
"Anak-anak datang mencariku pasti bukan menyampaikan kabar gembira, ada apa sebenarnya?"
Tanya Xin Jie.
"Putri Ketua Wu Ji Dao, Zhang Qing, apakah dia pernah datang kemari?"
Pin Fan Shang-ren terpaku.
"Tidak...."
Xin Jie merasa cemas, tapi dia berusaha tertawa walaupun terpaksa.
"Ah.... Ah!"
Kata-kata lain tidak bisa diucapkan. Pin Fan Shang-ren bertanya lagi.
"Apakah kau mencari Zhang Qing demi Wu Hen-sheng?"
Karena sedang merasa cemas, Xin Jie tidak mendengar perkataan Pin Fan Shang-ren, dia hanya mengangguk tidak berkonsentrasi. Pin Fan Shang-ren marah dan berkata.
"Apakah Wu Hen Shen memaksamu mencari putrinya? Jangan takut, kalau dia1407 memaksamu terus, aku tidak akan mengijinkan-nya...."
Dengan cepat Xin Jie berkata.
"Bukan, bukan itu."
Pin Fan Shang-ren tertawa.
"Mari masuk dulu baru ceritakan semuanya."
Xin Jie berkata lagi.
"Qing Er tidak pernah datang ke sini, kami tidak akan menganggu Tetua...."
Pin Fan Shang-ren melotot.
"Apa? Kalian mau pergi lagi? Tidak bisa...."
Melihat Pin Fan Shang-ren mulai marah, Xin Jie dan Wu Ling-feng malah ingin tertawa karena mereka tahu bagaimana sifat Pin Fan Shang-ren. Xin Jie menahan tawa dan berkata.
"Baiklah, baiklah, kami tidakjadi pergi!"
Pin Fan Shang-ren tertawa.
"Jika aku tidak galak kepada kalian, kalian tidak akan tahu bagaimana kelihaianku."
Wu Ling-feng menahan tawa. Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren berkata.
"Apakah tadi kalian melihat Sun Qi-zhong?"
Wu Ling-feng mengangguk. Xin Jie mengangguk, dia tahu sifat Pin Fan Shang-ren, sepertinya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan.1408 Pin Fan Shang-ren menghentakkan kakinya kemudian berkata.
"Sewaktu di Xiao-ji-dao, kau berjanji kepada Wu Hen-sheng membantunya mencari putrinya. Dunia begitu luas, kau mau mencarinya ke mana...."
Xin Jie merasa lebih geli lagi.
Dia tahu ada sesuatu yang ingin Pin Fan Shang-ren ceritakan tapi dia sulit mengungkapkannya, mungkin dia merasa malu mengungkapkannya.
Tapi Xin Jie pura-pura tidak tahu maka dia hanya membicarakan hal biasa saja.
Wu Ling-feng mulai tidak sabar, beberapa kali dia ingin bertanya, tapi selalu dicegah oleh Xin Jie.
Pertanyaan Pin Fan Shang-ren sepertinya tidak menyambung dengan pembicaraan, dia sendiri pun tidak tahu apa yang dia tanyakan, dalam hati Wu Ling-feng bertanya-tanya, mengapa Xin Jie menjawab dengan tidak benar, Wu Ling-feng hanya ikut mengangguk-angguk.
Karena itu Xin Jie tertawa.
Melihat Xin Jie tertawa, Pin Fan Shang-ren ikut tertawa tanpa tahu apa yang ditertawa-kan Xin Jie.
Tidak lama kemudian dia melihat kedua1409 pemuda itu, terus menatapnya, dia tidak tahu harus memulainya dari mana, dia bertanya dengan buru-buru.
"Apakah kalian melihat Sun Qi-zhong pergi dari sini?"
Xin Jie dan Wu Ling-feng mengangguk bersama-sama.
"Benar, kalian pasti merasa aneh bukan? Dan tentunya kalian ingin tahu apa yang terjadi bukan? Ceritanya sangat panjang, apakah kalian siap mendengarnya?"
Karena tidak ada yang menjawab, maka Pin Fan Shang-ren bertanya dengan cara seperti ini. Wu Ling-feng dan Xin Jie tertawa terbahak-bahak, Pin Fan Shang-ren merasa malu, dia pura-pura marah.
"Kalian menertawakan apa?"
Wu Ling-feng terkejut, menjawab.
"Kami tidak tertawa, kami tidak tertawa!"
Pin Fan Shang-ren merasa senang dan berkata.
"Sekarang aku akan mulai bercerita.
Ternyata sewaktu Pin Fan Shang-ren berjanji kepada para biksu Shao-lin itu kalau dia akan mengajarkan ilmunya kepada Sun Qi-zhong, semua itu terpaksa dilakukannya.
Dia tidak mau dikekang oleh1410 siapa pun.
Kalau dia harus mengajar jurus demi jurus kepada Sun Qi-zhong, ini sangat sulit.
Wu Lin Zi Xiu, Sun Qi-zhong tidak seperti Xin Jie yang senang bercanda, setiap hari dia hanya bersikap hormat dan tekun berlatih ilmu silat.
Hal ini membuat Guru Pin tidak senang dan dia berniat melepaskan tanggung jawabnya mengajarkan ilmu silat kepada Sun Qi-zhong.
Dia berpikir cukup lama, akhirnya dia mendapatkan sebuah ide, setiap hari dia mengajarkan setumpuk ilmu Shao-lin dan memberikan tenggang waktu kepada Sun Qi-zhong, bahwa hari itu juga dia harus bisa menguasainya, kalau tidak dia tidak mau mengajar lagi.
Pin Fan Shang-ren mengira itu adalah suatu cara yang bagus untuk mengusir Sun Qi-zhong secara halus pergi dari pulau.
Siapa yang menyangka kalau Sun Qi-zhong yang dari luar terlihat taat pada aturan ternyata adalah seorang murid yang pintar.
Dia sadar dia memikul beban hidup dan mati Shao-lin, karena itu dia berusaha mencatat semua ilmu yang diajarkan Pin Fan Shang-ren dan berusaha menguasai semuanya.
Melihat cara ini tidak membuat Sun1411 Qi-zhong mundur, Pin Fan Shang-ren menambahkan lagi pelajarannya.
Dalam waktu sehari dia sekaligus mengajarkan ilmu Shao-lin yang bernama 'Bai Bu Shen Quan' ditambah dengan jurus 'Da Yan Shi Shi'.
Sun Qi-zhong tidak sanggup menguasai semuanya, maka Pin Fan Shang-ren pun marah.
"Setiap hari dengan berlelah-lelah aku mengajarmu, tapi kau ternyata tidak belajar sungguh-sungguh, lebih baik besok kau kembali ke Shao-lin!"
Sebenarnya dia merasa malu, karena sebenarnya Sun Qi-zhong adalah seorang murid yang sangat rajin.
Sun Qi-zhong tahu kalau kakek gurunya sengaja melakukan hal ini kepadanya, tapi dia tidak membantah, karena itu dia bersujud minta ampun kepada kakek gurunya.
Melihat Sun Qi-zhong meminta maaf dengan cara seperti itu, Pin Fan Shang-ren bertambah kesal, dia berteriak.
"Bangun, bangun, percuma kau melakukan tindakan seperti ini, apa yang telah kuucapkan tidak bisa diubah oleh siapa pun!"
Dengan terpaksa Sun Qi-zhong pergi dari sana, dalam waktu satu bulan ini dia telah mempelajari banyak ilmu Shao-lin,1412 tapi banyak jurus yang hanya dihafal di luar kepala tapi tidak pernah dipraktekkan.
Dia sadar kalau terus berlatih pun akan percuma.
Lebih baik dia berlatih sendiri, kalau sudah mengerti dia akan datang lagi ke sini dan minta diajarkan oleh Pin Fan Shang-ren, karena itu dia berkata.
"Kakek Guru Ling Kong, besok aku akan pergi dari sini, nanti aku akan mengunjungi Kakek Guru lagi!"
Begitu mendengar Sun Qi-zhong akan pergi dari sana, Pin Fan Shang-ren benar-benar merasa senang. Dia tidak peduli apakah Sun Qi-zhong akan datang lagi atau tidak, dia berkata.
"Baik sekali, baik sekali!"
Tapi begitu melihat wajah putus asa dan kecewa Sun Qi-zhong, dia merasa menyesal, dan dengan lembut dia berkata.
"Anak, jangan merasa putus asa, semua ilmuku hampir semua sudah kuajarkan kepadamu, berlatihlah dengan baik, kalau kau sudah sukses, tidak ada yang berani melawanmu."
Hari kedua, Pin Fan Shang-ren telah membuat Sun Qi-zhong meninggalkan Da-ji-dao, begitu melihat Wu Ling-feng dan Xin1413 Jie, Pin Fan Shang-ren langsung menceritakan idenya yang dianggap sukses.
Xin Jie memuji Pin Fan Shang-ren.
"Anda benar-benar lihai, dengan cara halus mengusir dia dari sini."
Pin Fan Shang-ren merasa senang, dia tertawa.
"Anak, aku merasa senang dengan pujianmu, aku akan mengajarkan beberapa jurus baru kepadamu."
Xin Jie merasa senang, baru saja dia akan mengucapkan terima kasih tiba-tiba dia melihat matahari akan terbenam, dan dia baru teringat pada tujuannya datang ke pulau ini.
Maka dia pun segera berpamitan kepada Pin Fan Shang-ren.
Tiba-tiba tercium wewangian yang membuat siapa pun yang menciumnya menjadi segar.
Harum itu mengikuti hembusan angin.
Wu Ling-feng merasa kenal dengan harum ini.
Dia segera mengikuti sumber wangi itu dan berlari mencarinya, tanpa pamit terlebih dulu kepada Xin Jie maupun Pin Fan Shang-ren.
Xin Jie berpikir.
"Biasanya Kakak Wu terlihat selalu tenang, tidak pernah melihatnya seperti sekarang, pasti ada hal1414 penting yang membuatnya menjadi seperti ini."
Maka dia pun mengikuti Wu Ling-feng. Pin Fan Shang-ren tertawa misterius dan berkata dengan suara kecil.
"Anak, lebih baik kita diam-diam mengikutinya, kita lihat si ganteng akan melakukan apa."
Begitu melihat sikap Pin Fan Shang-ren, sepertinya Pin Fan Shang-ren tahu ke mana perginya Wu Ling-feng.
Xin Jie mengangguk, segera mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh mengejar Wu Ling-feng.
Baru saja mereka berlari sebentar, harum itu tercium semakin kental, tiba-tiba Pin Fan Shang-ren berkata.
"Ada di sini."
Dia menarik Xin Jie dan bersembunyi di balik sebuah batu besar.
Terlihat Wu Ling-feng berdiri di atas sebuah batu besar dengan jarak 100 meter dari tempat Xin Jie dan Pin Fan Shang-ren, dia sedang menari-nari, kelihatannya dia sangat senang.
Pin Fan Shang-ren berteriak.
"Anak, kau lihat di sisi batu itu ada tumbuhan apa?"
Ada sebuah pohon kecil tumbuh di sela-sela batu itu, Xin Jie tidak merasa ada1415 keistimewaan apa pun dari pohon itu, lalu dia pun bertanya.
"Apakah yang Shang-ren maksud adalah pohon kecil itu?"
"Benar!"
Jawab Pin Fan Shang-ren. Tiba-tiba Pin Fan Shang-ren berkata lagi.
"Anak, kau lihat mulutnya komat kamit, kita lebih dekat lagi ke sana untuk mendengar apa yang dia ucapkan."
Melihat tingkah laku Pin Fan Shang-ren, Xin Jie ingin tertawa, tapi dia segera berpikir.
"Pin Fan Shang-ren mempunyai ilmu silat yang usianya telah 180 tahun, ilmunya sudah sangat tinggi, mungkin di dunia ini tidak ada tandingannya. Tapi dia selalu saja ingin tahu segala hal, dan selalu ingin menang dalam keadaan apa pun. Ada pepatah yang mengatakan . air dan gunung bisa berubah, tapi sifat orang selalu berubah. Seperti aku, sifatku keras dan cepat marah, kapan aku bisa berubah menjadi seperti Kakak Wu?"
Melihat Xin Jie diam saja, Pin Fan Shang-ren berjalan ke depan, terpaksa Xin Jie mengikutinya.
Xin Jie bersembunyi sekitar 100 meter dari tempat Wu Ling-feng berdiri, Wu Ling-feng saat itu dengan penuh semangat1416 melihat pohon kecil itu, dia seperti tidak tahu ada yang menguntit di belakangnya.
Pohon itu tidak berdaun, tapi di pucuk pohon ada buah kecil berwarna merah darah, Xin Jie berpikir sebentar, kemudian dia baru mengerti dan berpikir.
"Buah ini pasti jenis buah yang pernah dimakan oleh Kakak Wu sewaktu dia jatuh ke jurang Tai Shan."
Dia melihat lagi, tangan kiri Wu Ling-feng menggoyang-goyang pohon itu, tangan kanannya memetik buah merah. Tubuhnya bergerak dengan ringan, dan pose tubuhnya terlihat indah, Xin Jie memuji.
"Ilmu yang bagus!"
Mendengar suara Xin Jie, Wu Ling-feng ingin menyapa, tapi Pin Fan Shang-ren telah muncul dari pinggir. Pin Fan Shang-ren bertanya.
"Oh, buah ini telah susah payah kutanam dan kupelihara, aku sudah menunggu selama ratusan tahun, hari ini baru berbuah, tapi malah kau yang mengambilnya, cepat bawa ke sini!"
Wu Ling-feng berpikir.
"Usia Pin Fan Shang-ren telah mencapai 200 tahun lebih, dia mengatakan kalau dia yang menanam pohon ini, itu sangat memungkinkan, dia1417 sudah menunggu ratusan tahun, mana boleh aku memetiknya begitu saja. Hhhh, sudahlah!"
Dia mengembalikan Xua Guo itu kepada Pin Fan Shang-ren, melihat Wu Ling-feng kecewa dan cemas, wajah tampannya terlihat menjadi merah, Pin Fan Shang-ren tahu Wu Ling-feng sangat menginginkan Xue Guo itu tapi dia tidak ragu mengembalikan buah itu kepada Pin Fan Shang-ren.
Sikap seperti ini jarang ditemui oleh Pin Fan Shang-ren.
Dia segera memberikan Xue Guo itu kepada Wu Ling-feng, tapi tiba-tiba dia mempunyai ide lain.
"Aku akan mempermainkan dia dulu sampai dia menangis, pasti ini akan seru!"
Dia berteriak.
"Xue Guo adalah buah langka, khasiatnya di bawah Qian Nian Zhu Guo yang dimakan Wu Hen-sheng (merah buah merah sribu tahun). Hhhh, aku akan memakan buah ini!"
Benar saja, dia mengambil buah itu dari tangan Wu Ling-feng dan siap memakannya.
Dia mengira Wu Ling-feng akan berteriak cemas, tapi sikap Wu Ling-feng biasa saja, karena dia menganggap kalau Pin Fan Shang-ren memang berhak1418 mendapatkannya, karena Pin Fan Shang-ren yang menanam dan telah menunggu selama ratusan tahun.
Pin Fan Shang-ren merasa aneh dan bertanya pada Wu Ling-feng.
"Anak, aku hanya bercanda, tubuhku memang tidak bisa rusak, tapi aku tidak mau seperti Wu Hen-sheng yang tidak berguna yang selalu mengandalkan rumput atau pohon untuk menambah ilmu, hei, Anak, ambillah Xue Guo ini!"
Hati Wu Ling-feng berdebar-debar karena senang, dengan tangan gemetar, dia menerima Xue Guo.
Baju bagian dadanya terbuka, ada botol kecil yang tersimpan di sana, dia pun mengeluarkan botol itu, dengan cepat dia meletakkan Xue Guo ke dalam botol.
Sewaktu dia sedang memasukkan Xue Guo ke dalam botol, dari balik bajunya ada sebuah buku yang terjatuh.
Karena merasa sangat berterima kasih dia segera memeluk Pin Fan Shang-ren sambil meneteskan air mata.
"Te.... Tetua, Anda benar-benar sangat baik kepadaku."
Pin Fan Shang-ren mengelus-elus kepalanya dan berkata.
"Anak baik! Jangan menangis lagi, kalau kau menangis, akan terlihat jelek dan tidak berguna!" 1419 Wu Ling-feng berhenti menangis dan berkata.
"Aku tidak membutuhkan Xue Guo, tapi temanku yang membutuhkannya, matanya buta, Feng Er telah berjanji padanya, walaupun harus sampai ke ujung dunia Feng Er akan terus mencari Xue Guo supaya dia bisa melihat kembali. Sewaktu aku terjatuh di jurang Tai Shan, aku pun sempat memakan Xue Guo, awalnya aku tidak tahu kalau itu adalah buah yang selama ini kucari-cari, setelah kumakan, aku baru tahu kalau buah yang selalu kucari pagi, siang, dan malam telah kumakan. Aku merasa menyesal, aku sadar seumur hidup sulit untuk mendapat-kan buah itu kembali, tidak disangka, di pulau milik Pin Fan Shang-ren ternyata ada pohon ini, dan pohon itu sedang berbuah, aku sedang bernasib baik."
Melihat Wu Ling-feng begitu gembira, wajahnya yang tampan terlihat bercahaya, tapi di sudut matanya masih ada air mata yang berlinang, dia benar-benar terlihat polos dan lucu, tiba-tiba Pin Fan Shang-ren bertanya.
"Temanmu itu pasti seorang gadis bukan? Kau harus jujur bercerita padaku."
Wu Ling-feng tidak menyangka kalau Pin Fan Shang-ren akan bertanya seperti1420 itu, apalagi Wu Ling-feng tidak pintar berbohong, maka dengan wajah memerah dia mengangguk.
"Benar!"
Xin Jie memungut buku Wu Ling-feng yang terjatuh, mendengar kalau kakaknya telah mempunyai seorang kekasih, dia segera menghampiri dan mendengar ceritanya. Pin Fan Shang-ren bertanya lagi.
"Mengapa matanya bisa buta?"
Wu Ling-feng tidak bisa menutup-nutupi lagi, dia menceritakan kisahnya dan A Lan.
Dan dia pun menceritakan tentang A Lan yang marah dan meninggalkannya begitu saja.
Dunia begitu luas, ke mana dia harus mencari A Lan.
Dia menangis lagi.
Pin Fan Shang-ren menggelengkan kepala, dia berkata.
"Anak, aku sudah sering dengar, di dunia ini yang membuat kita merasa kesulitan adalah perempuan, di dunia ini tidak ada yang membuatku takut. Hanya perempuan yang membuatku takut, kalau Xin Jie tidak membantuku keluar dari formasi Gui Yuan, mungkin sekarang aku masih terkurung oleh biksuni tua itu. Kalian berdua begitu tampan dan masih muda, kelak kalian pasti akan direpotkan oleh perempuan." 1421 Setelah mendengar cerita Wu Ling-feng, hati Xin Jie menjadi bergejolak, dia lupa tujuannya datang ke sini adalah mencari Qing Er. Dia berkata pada Wu Ling-feng untuk segera berangkat mencari A Lan. Karena itu apa pun yang dikatakan Pin Fan Shang-ren sudah tidak jelas lagi.
"Kakak Wu, sekarang kita berangkat mencari Nona Lan."
Wu Ling-feng merasa sangat berterima kasih baru saja mereka akan pamit kepada Pin Fan Shang-ren, tiba-tiba Pin Fan Shang-ren berkata pada Xin Jie.
"Anak, buku apa yang sedang kau pegang?"
Xin Jie menjawab.
"Buku ini jatuh dari baju Kakak Wu, di dalamnya banyak terdapat gambar setan dan lambang-lambang."
Wu Ling-feng berkata lagi.
"Buku itu merupakan pemberian dari Kakek Guru Dong Yi Shu Sheng Yun Bing Ruo, beliau mengatakan kalau buku ini merupakan pemberian dari seorang biksu India, sebelum biksu itu meninggal dia memberikannya pada Kakek Guru Dong Yi Shu Sheng Bing Ruo. Buku ini berisi cara-cara berlatih ilmu meringankan tubuh. Tapi sayang, semuanya berbahasa India, maka tidak ada seorang pun1422 yang mengerti."
Pin Fan Shang-ren berkata.
"Berikan buku itu padaku, coba aku membacanya."
Pin Fan Shang-ren hanya membaca beberapa lembar, wajahnya berubah menjadi serius, kemudian dia berlari ke rumahnya. Wu Ling-feng ingin mengikutinya tapi Xin Jie melarangnya dan berkata.
"Kakak, apakah kau masih ingat sewaktu kita bertarung di Wu Wei Ting dengan Jinlul?"
Wu Ling-feng tampak berpikir sejenak, lalu dengan senang menjawab.
"Benar! Benar! Pin Fan Shang-ren mengerti bahasa India."
Xin Jie mengangguk.
"Aku rasa Pin Fan Shang-ren menemukan cara-cara baru di dalam buku itu, jadi dia ingin mencari tahu sendiri dulu, lebih baik kitajangan ganggu dia."
Kata Wu Ling-feng.
"Kita pakai kesempatan ini untuk berjalan-jalan mengeliling Da-ji-dao, bagaimana kalau kau yang membawa jalan?"
Xin Jie merasa sangat senang, mereka berjalan-jalan ke daerah belakang pulau.
Ooo)*(ooO BAB 431423 Rahasia di balik buku Pulau kecil yang ada di belakang Da-ji-dao sebenarnya terbentuk karena penumpukan batu karang, maka dipulau itu tidak tumbuh rumput.
Begitu mereka mendekati pantai, di sana hanya ada batu karang dan pasir berwarna coklat.
Keadaannya seperti sebuah padang pasir saja.
Wu Ling-feng berkata.
"Orang kuno selalu mengatakan utara adalah gunung, selatan adalah air. Tidak disangka di Jiang Nan ada sebuah pulau dengan pemandangan begitu indah dan megah. Dunia ini benar-benar luas dan banyak hal yang aneh."
Tiba-tiba sebuah gelombang datang menghempas ke darat, menyeret batu-batu kecil ke laut. Xin Jie tampak sedang berpikir.
"Sungai besar saja bisa menjadi seperti ini, apalagi laut. Manusia yang hidup di dunia ini benar-benar terlihat sangat kecil dan tidak berdaya, sekalipun kau adalah seorang pendekar atau pahlawan besar, akhirnya kau akan kembali menjadi tanah. Aku.... aku ingin dalam keterbatasan umurku melakukan hal yang membuat orang tidak akan pernah1424 melupakanku. Hanya dengan cara seperti ini kau tidak akan menyia-nyiakan jerih payah ayah dan ibuku yang telah melahirkan serta Paman Mei yang telah mengajarkan semuanya padaku."
Dia membalikkan tubuh melihat Wu Ling-feng yang sedang memandang lautan.
"Kakak Wu, mari kita bunuh Li-e beserta keroco-keroconya, setelah itu kita baru mencari A Lan dan Qing Er."
Wu Ling-feng setuju dengan usul Xin Jie, dia mengangguk, Xin Jie melanjutkan lagi.
"Kak, sewaktu aku terluka oleh Heng-he San-fu, aku mengobati lukaku sendiri, saat itu aku selalu memikirkan permasalahan ini, sekarang aku telah mendapatkan jawabannya dan aku telah mengerti. Orang hidup di dunia kalau hanya mengandalkan ilmu silat yang tinggi, hanya akan membuat orang-orang takut kepada kita, dan hidupnya malah tidak berarti. Kita harus melakukan sesuatu sehingga orang-orang akan menaruh hormat kepadamu, itu baru disebut sebagai pahlawan sejati. Sejak itu aku selalu fokus kesana. Hanya saja sifatku terlalu keras. Kak, kau harus sering-sering mengajarku atau memarahiku1425 kalau aku memang salah."
Melihat Xin Jie berkata dengan sungguh-sungguh, wajahnya tampak tenang.
Sikap sombongnya yang biasa terlihat saat berhadapan dengan orang lain, atau sorot mata yang menganggap enteng musuh, sekarang diganti dengan kesungguhan hatinya.
Wu Ling-feng merasa senang, dia memegang tangan kiri Xin Jie dan berkata.
"Adik Jie, selamat. Kau telah maju lagi selangkah. Menurut Kakek Yun, seseorang bila telah menguasai ilmu silat tinggi, selain harus pintar, berjiwa besar, juga harus bisa menampung banyak masalah. Mengenai bakatmu, tidak perlu diragukan, sekarang kau telah mengerti mana yang salah dan mana yang benar, tidak harus mengikuti keinginanmu sendiri. Ada dendam harus dibalas, kebesaran hatimu pasti akan bertambah luas. Dan kau pasti akan memperoleh keberhasilan."
Xin Jie mendengar Wu Ling-feng terus memujinya, dia merasa malu, dia hanya tertawa tersipu-sipu. Kemudian dia pun mengganti topik pembicaraan.
"Kak, gadis yang telah membuat kau yang tampan ini begitu dalam mencintainya, dia pasti seorang1426 gadis cantik!"
"Adik Jie, jangan menertawakan, gadis yang paling cantik yang pernah kukenal adalah Zhang Qing."
Xin Jie terpengaruh dengan kata-katanya. Wu Ling-feng melanjutkan lagi.
"Adik Jie, Nona Zhang adalah seorang gadis baik, kau harus benar-benar mencintainya dan harus selalu melindunginya. Oh ya, sewaktu kau sedang terluka parah karena diserang oleh Guan Zhong Jiu Hao, antara sadar dan tidak sadar, kau terus memanggil-manggil nama Nona Fang dan Nona Jin, siapakah mereka?"
Xin Jie terdiam, dia segera menceritakan tentang Jin Mei Ling yang menghilang bagai ditelan bumi, Fang Shao-kun yang telah menikah dengan Tian Mo Jin Qi.
Kecuali hal yang sangat rahasia, tidak ada hal yang dia tutupi dari Wu Ling-feng.
Wu Ling-feng berkata.
"Ternyata demi Nona Fang kau merelakan dirimu dipukul oleh Heng-he San-fu, kau sampai rela mengorbankan nyawamu sendiri. Berarti kau telah membalas cintanya yang dalam. Sekarang dia telah berkeluarga, tentu itu membuatmu lebih tenang. Tapi Nona Jin....1427 untung Nona Qing seorang yang baik hati, pasti ada cara mengatasi masalah ini."
Hati Xin Jie bergejolak.
"Kata-kata Kakak memang benar, aku sering berpikir di antara para gadis itu aku hanya mencintainya seorang. Demi dirinya aku rela berkorban, hal ini otomatis akan aku lakukan."
Mereka berdua terus mengobrol dengan akrab, persahabatan mereka begitu dalam, seperti air laut yang selalu membasahi pantai, seperti itulah hati mereka berdua, selalu hangat oleh rasa persahabatan yang kental.
Hari mulai gelap.
Wu Ling-feng berkata.
"Lebih baik kita melihat Pin Fan Shang-ren dulu."
Mereka berdua berjalan perlahan menuju rumah kecil milik Pin Fan Shang-ren.
Tampak dia sedang duduk di sisi meja, seperti sedang berkonsentrasi penuh memikirkan sesuatu.
Tiba-tiba dia menepuk kepalanya sendiri dan berteriak.
"Benar, benar! Jurus itu sangat bagus!"
Kemudian dia tersenyum kepada Xin Jie dan Wu Ling-feng.
"Hei bocah, sini! Kita perdalam kekuatan kaki, kalian berdua1428 lari ke depan, dan aku akan mengejar kalian!"
Xin Jie dan Wu Ling-feng masih tidak mengerti, tapi mereka tahu kalau Pin Fan Shang-ren pasti mempunyai tujuan tertentu, karena itu dengan mengerahkan ilmu meringankan tubuh, mereka terus berlari.
Setelah berlari mereka tidak mendengar ada suara apa pun di belakang mereka.
Mereka tahu Pin Fan Shang-ren tidak ikut mengejar mereka, begitu membalikkan tubuh untuk melihat, mereka sangat terkejut ternyata Pin Fan Shang-ren telah berada di belakang mereka.
Xin Jie tidak bisa menerima keadaan ini, dia terus berlari, dan menambah kecepatan larinya.
Kali ini dia memperhatikan kedua kaki Pin Fan Shang-ren yang berada di atas tanah beberapa inchi dan terus mengikutinya dari belakang.
Tapi tidak terlihat dia berlari melainkan seperti terbang, gerakannya benar-benar terlihat sangat luwes.
Xin Jie berhenti berlari.
"Jurus Anda sungguh bagus, apakah Anda mempelajarinya dari buku itu?"
Pin Fan Shang-ren mengangguk, Wu Ling-feng telah mendekati mereka.1429 Pin Fan Shang-ren berkata pada Xin Jie.
"Anak, di antara semua ilmu meringankan tubuh, apakah kau tahu gerakan mana yang paling bagus?"
Xin Jie menjawab.
"Menurutku, gerakan tubuh yang paling lincah dan mengerahkan jurus yang sulit dimengerti, dan jurus nomor satu itu adalah jurus Ji Mo Shen Fa' milik Guru Hui dari Xiao-ji-dao."
Pin Fan Shang-ren mengangguk dan berkata.
"Aku pun berpikiran sama denganmu, tapi sewaktu Shi Wai San Xian bertarung dengan Heng-he San-fu, apakah kau tidak merasa ilmu mereka berbeda dari yang umumnya?"
"Aku hanya merasa ilmu meringankan tubuh mereka sangat cepat, benar-benar bergerak seperti setan, dan sepertinya kecepatan mereka lebih cepat dari ilmu Ji Mo Bu Fa' milik Guru Hui."
Pin Fan Shang-ren merasa sangat senang.
"Anak, kau benar-benar pintar, begitu Heng-he San-fu pergi, aku selalu memikirkan cara bergerak mereka, yang tidak sama dengan cara orang-orang Zhong Yuan, tapi aku tidak tahu apa alasannya. Setelah membaca buku ini aku baru1430 mengerti,"
Kata Pin Fan Shang-ren.
"Apakah yang tertulis di dalam buku itu adalah tentang ilmu meringankan tubuh Heng-he San-fu?"
Tanya Wu Ling-feng.
"Kau pun tidak bodoh, mari, aku akan menceritakan sebuah cerita untuk kalian,"
Kata Pin Fan Shang-ren.
"Heng-he San-fu berasal dari sebuah perkumpulan di India yang bernama 'Mo Jia Mi Zhong'. Murid-murid perkumpulan ini seumur hidup harus selalu hidup sederhana, mengerti pelajaran tentang agama Budha, dan mempelajari ilmu silat. Karena itu dalam setiap generasi selalu muncul biksu-biksu berbakat, tapi begitu sampai pada generasi Heng-he San-fu, bakat mereka bertiga menjadi berkurang, apalagi mereka disuruh hidup sederhana, sepertinya mereka tidak sudi. Karena itu mereka mengubah peraturan dalam perkumpulan mereka, mereka menerima murid sebanyak-banyaknya. Mereka berniat menguasai seluruh India, dan sekarang berniat menguasai Zhong Yuan."
"Memangnya mudah menguasai Zhong Yuan?"
Kata Xin Jie dengan marah. Pin Fan Shang-ren melanjutkan lagi.
"Heng-he San-fu menerima murid sebanyak 61431 orang, yang termuda adalah Jinlul yang sangat sombong itu. Di antara keenam murid itu, murid keempat adalah seorang biksu yang berpandangan lurus, dia bernama Palus, dia tidak betah melihat gaya hidup para gurunya yang bersifat kejam. Seringkah dia mencoba menasihati para gurunya, tapi mereka tidak mau mendengar, malah berbalik membenci murid keempat ini. akibatnya ilmu-ilmu yang hebat tidak pernah diajarkan kepadanya."
"Suatu hari, ada seorang India yang membawa buku rahasia warisan nenek moyangnya, dia masuk menjadi anggota perkumpulan Heng-he San-fu. Dia meminta Heng-he San-fu mengajarkan ilmu-ilmu yang terdapat di dalam buku itu kepadanya. Orang itu bisa dikatakan tidak mengerti ilmu silat sama sekali. Tapi dia tahu buku rahasia yang diwariskan dari nenek moyangnya berisi ilmu yang sangat tinggi. Dia telah mendatangi banyak guru silat, tapi tidak ada seorang pun yang mengerti ilmu apa yang tertulis di dalam buku itu. Kemudian dia mendengar perkumpulan 'Heng-he San-fu' adalah perkumpulan terkuat di India, maka dia pun ingin belajar kepada1432 mereka, sekalian mempelajari ilmu yang ada dalam buku itu."
Xin Jie sudah tidak sabar dia pun menyela.
"Apakah buku itu adalah buku milik kakakku ini?"
"Benar, buku ini mencatat tentang ilmu meringankan tubuh dari 'Da Mo Mi Ji'. Setelah Heng-he San-fu melihatnya mereka merasa senang, mereka tidak mengijinkan di wilayah mereka muncul pesilat tangguh, maka mereka tidak mengajarkan ilmu itu kepada orang ini, malahan mereka membunuh pemilik buku ini, mereka berniat mengambil buku rahasia itu menjadi milik mereka bertiga."
Xin Jie berkata lagi.
"Ilmu silat Heng-he San-fu begitu tinggi, tapi moral mereka sangat rendah, lain kali kalau bertemu dengan mereka aku akan menghajar mereka!"
Pin Fan Shang-ren berkata lagi.
"Peristiwa ini diketahui oleh murid keempatnya, dengan bersusah payah dia berusaha menghalangi perbuatan gurunya tapi usahanya tidak berhasil. Dia pun sadar kalau gurunya telah menaruh curiga kepadanya, yang tidak mau1433 bersekongkol dengan mereka, terakhir dia memikirkan sebuah cara terbaik yaitu 'kabur'. Dia pun berpikir tidak ada yang bisa melawan ketiga gurunya, kecuali itu setelah bisa mendapatkan ilmu yang ada di dalam buku itu, bukankah Heng-he San-fu akan seperti harimau yang ditambah dengan sayap? Dan tidak ada seorang pun yang bisa membendung kejahatan mereka. Karena itu diam-diam dia mencuri buku itu dan melarikan diri dari India."
"Orang itu memang mempunyai rasa keadilan yang tinggi, demi membuktikan kalau dia mencuri buku itu bukan untuk kepentingan-nya, melainkan untuk menghentikan perbuatan gurunya yang serakah, maka dia pun bersumpah tidak akan pernah melihat isi buku itu. Dia tinggal di Zhong Yuan selama puluhan tahun. Karena ilmu Heng-he San-fu belum mencapai tingkat tertinggi, maka mereka tidak berani mencari hingga ke Zhong Yuan. Anak, mengapa dia bisa memberikan buku rahasia ini kepada Kakek Guru Yun, kau pasti tahu latar belakangnya."
Wu Ling-feng tertarik mendengar cerita ini, dia menjawab.
"Suatu hari Kakek1434 Guru Yun melihat ada seorang biksu yang dikeroyok ramai-ramai, kakek guru berusaha menolongnya, saat itu dia sudah terluka parah, dan dia tahu kalau hidupnya tidak akan lama lagi, maka sebelum dia mati, dia menyerahkan buku rahasia ini kepada Kakek Guru Yun."
Pin Fan Shang-ren berkata lagi.
"Ilmu meringankan tubuh yang tercantum dalam buku ini memang hebat. Heng-he San-fu hanya sempat mempelajari sepanahnya tapi sudah tampak ringan dan lincah. Bagian terakhir buku itu tertulis kalau orang yang mempelajari ilmu ini harus memiliki ilmu tenaga dalam yang tinggi baru bisa berlatih dengan benar, jadi kalau murid keempat tidak mencuri buku rahasia itu, Heng-he San-fu pun belum tentu bisa berlatih ilmu ini saat itu."
Xin Jie dan Wu Ling-feng serentak bertanya.
"Apakah gerakan tadi yang Anda gunakan tadi adalah jurus terakhir dari buku itu?"
Pin Fan Shang-ren tidak menjawab, tapi tiba-tiba dia berkata.
"Anak, kemarin Heng-he San-fu tidak berhasil mendapatkan apa pun, mereka kembali lagi ke negaranya,1435 tapi dalam hati mereka pasti masih penasaran, mereka mungkin tidak akan datang ke Zhong Yuan, tapi murid termuda mereka yaitu Jinlul, karena dia pernah kalah oleh Xin Jie di depan banyak orang, dia pasti akan datang lagi untuk membalas dendam."
Dia berhenti bicara, kedua matanya tampak melotot kemudian dia berkata lagi.
"Anak, coba tunjukan Ji Mo Bu Fa' yang diajarkan oleh biksuni tua itu."
Dengan cepat Xin Jie mengunjukkan 49 jurus Ji Mo Bu Fa', Pin Fan Shang-ren tertawa dan berkata.
"Ji Mo Bu Fa memang sangat berguna, apalagi saat berhadapan dengan musuh, tapi aku merasa aneh...."
Tanya Wu Ling-feng.
"Apa yang aneh?"
Pin Fan Shang-ren menjawab.
"Gerakan ilmu India sangat cepat, di dunia ini tidak ada tandingannya. Ji Mo Bu Fa sama sekali tidak dapat membendung jurus India, sepertinya Heng-he San-fu tidak sempat mempelajari semuanya. Maka sewaktu mereka bertarung tidak mengalami perubahan yang berarti. Apakah mereka mempelajari ilmu meringankan tubuh ini hanya bertujuan supaya gerakan mereka1436 lebih cepat?"
Xin Jie dan Wu Ling-feng sama-sama merasa aneh, Pin Fan Shang-ren berkata lagi.
"Kalau aku tidak salah lihat, ilmu meringankan tubuh dari India masih ada kegunaan khusus, kalau kalian bertemu dengan Heng-he San-fu lagi, kalian akan tahu kalau kata-kataku tidak salah.... Baiklah, buku ini milik kalian, aku akan mengajarkan ilmu meringankan tubuh yang ada di dalam buku ini kepada kalian."
Dengan cepat Pin Fan Shang-ren mengajarkan ilmu yang ada pada buku itu pada mereka, karena mereka berdua pada dasarnya adalah orang pintar, maka dengan cepat mereka bisa menguasai ilmu itu.
Setelah selesai mengajarkan semuanya, matahari telah terbenam, Xin Jie berdiri dan pamit akan pergi, karena melihat wajah mereka cemas, Pin Fan Shang-ren tahu kalau mereka ada kepentingan lain, sambil tersenyum dia berkata.
"Kalau kalian akan pergi, pergilah sekarang! Aku sudah tidak butuh kalian lagi!"
Xin Jie dan Wu Ling-feng memberi hormat, lalu dengan cepat mereka berlari dari sana.
Masih terdengar tawa Pin Fan1437 Shang-ren di belakang mereka.
Di perahu Wu Ling-feng dan Xin Jie berencana akan pergi ke Kong-dong-shan untuk mengambil kembali pedang milik Xin Jie yang dicuri oleh Li-e.
Sekalian menantang bertarung dengan empat ketua perkumpulan.
Dan sepanjang perjalanan mereka akan terus mencari A Lan dan Zhang Qing.
10 hari kemudian di dunia persilatan telah menyebar berita kalau 'Mei Xiang Shen Jian' Xin Jie dan putra dari 'Duan Hun Jian' Wu Ling-feng akan pergi ke Kong-dong-shan mencari Li-e, tapi Li-e berusaha menghindar tidak mau bertemu dengan mereka.
Orang-orang persilatan merasa julukan 'Tian Xia Di Yi Jian' sudah tidak pantas lagi disandang oleh Li-e.
Sebenarnya sejak rapat di Tai Shan, Jian Shen Li-e sudah menghilang jejaknya!
Orang yang peka tentu langsung tahu ada sesuatu di balik menghilangnya Li-e.
Sekarang baru memasuki musim semi.
Angin utara berhembus sangat dingin hingga menusuk tulang.
Kong-dong-pai yang biasa disebut sebagai perkumpulan pedang nomor satu,1438 tampak tertutup awan putih, tempat itu terlihat sangat dingin dan sepi.
Mungkin karena letaknya di dataran tinggi, maka udara di sana lebih dingin.
Kemarin turun salju, membuat keadaan di sana penuh dengan salju.
Udara terasa lembab.
Hari telah pagi, tapi udara tidak berubah, hanya salju saja yang telah berhenti turun.
Qing Yuan Guan....
pusat tempat Kong-dong-pai, berdiri dengan megah di bawah hujan salju.
Hari masih pagi sekali, tapi tampak ada sepasang anak muda yang tampan sedang menyapu membersihkan halaman kuil.
Salju baru berhenti, di puncak gunung terlihat salju yang menumpuk beberapa meter tingginya.
Kedua anak itu dengan sekuat tenaga berusaha membersihkan salju itu.
Mereka bekerja dengan gesit, tidak kecewa menjadi murid dari perkumpulan terkenal.
Seorang anak kecil pun telah mempunyai ilmu silat yang tinggi.
Sepi, suasana di sana sangat sepi, hari masih begitu dingin, sampai semua makhluk hidup lebih memilih tinggal di sarangnya.
Maka di Kong-dong-shan tidak terdengar suara apa pun.
Hanya terlihat dua anak itu1439 yang sedang menyapu.
Mereka menyapu sambil bercanda.
Suara mereka manja karena mereka memang masih anak-anak, suara mereka bergetar di udara.
Dengan cepat mereka menyapu halaman hingga bersih, hingga tampak sebuah jalanan yang lurus dan panjang.
Melihat usia mereka, yang tertua mungkin usianya 13-14 tahun, sedangkan yang kecil paling-paling usianya baru 10 tahun.
Karena masih kecil baru saja menyapu, mereka telah berhenti, yang kecil berkata.
"Kakak Qing Feng, aku tidak mau menyapu lagi...."
Yang besar berkata.
"Melihat cuaca sekarang, tampaknya siang ini akan turun salju lagi, kita menyapu sekarang pun percuma...."
Dia menunjuk langit. Yang kecil langsung ribut.
"Kalau begitu, untuk apa kita menyapu terus...."
Qing Feng menjawab.
"Aku juga malas menyapu lagi, mari Adik Ming Yue, sudah lama kita tidak berlatih, beberapa hari lalu Paman Ge telah mengajarkan jurus 'Zhui Yun Quan'...."
Yang dimaksud dengan Paman Ge adalah murid Jian Shen Li-e, 'San Jue Jian', yaitu Zhu Ge-ming.1440 Anak yang bernama Ming Yue tidak menunggu kata-kata Qing Feng, dia segera menyambung.
"Benar, benar! Zhui Yun Quan.... Yi...."
Kata-katanya belum selesai, bola matanya terus berputar dia merasa terkejut. Qing Feng merasa aneh dan bertanya.
"Ada apa?"
Ming Yue menjulurkan tangannya menunjuk ke arah kuil dan berkata.
"Kak, lihat siapa yang datang ke kuil kita menempelkan undangan...."
Qing Feng melihat arah yang ditunjuk Ming Yue, ternyata di pintu kuil Qing Yun ada sebuah kertas seperti undangan, kertas itu terpaku di pintu, setelah melihat surat itu, mereka segera berlari ke arah kuil.
Qing Feng melihat kalau itu adalah sebuah undangan dan dibungkus oleh amplop berwarna merah.
Di bawah salju putih terlihat sangat jelas dan terang.
Sepertinya surat undangan itu dipaku kemarin malam di pintu kuil dan diletakkan di tempat yang tidak tertiup angin, dan tidak basah oleh salju yang mencair.
Artinya orang yang meletakkan undangan itu adalah orang yang pembawaannya tenang.1441 Di kuil Qing Yun banyak pesilat tangguh, tapi tidak ada seorang pun yang tahu, ada orang yang telah menempelkan kertas undangan itu.
Artinya orang yang menempelkan kertas undangan itu mempunyai ilmu silat yang tinggi.
Dengan hati-hati, Qing Feng mengambil undangan itu, kemudian dia meloncat turun, Ming Yue sudah tidak sabar dan bertanya.
"Kak, itu apa?"
Qing Feng menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya ini adalah undangan, tapi isinya didalam amplop dan disegel, lebih baik kita jangan membukanya, kita berikan ini kepada Paman Ge, mereka mungkin lebih tahu...."
Dia menarik tangan Ming Yue dan berlari masuk ke dalam kuil. Di depan tampak bayangan seseorang yang berhenti, dia berteriak.
"Qing Feng, Ming Yue, pagi-pagi sudah ribut, kalian belum selesai menyapu, kenapa sudah pergi dari sana?"
Diiringi suaranya muncullah seorang pemuda berusia sekitar 27-28 tahun. Begitu melihat pemuda itu, Qing Feng dan Ming Yue segera memanggil.
"Paman Yu, coba lihat1442 ini...."
Laki-laki yang dipanggil 'Paman Yu' adalah Di Jue-jian, Yu Yi-fei. Yu Yi-fei tersenyum dan bertanya.
"Kalian menemukan apa?"
Dari tangan Qing Feng dia menerima kertas undangan itu, lalu membukanya dengan hati-hati wajahnya segera berubah, dengan buru-buru dia bertanya.
"Qing Feng, kau dapat ini dari mana?"
Qing Feng belum sempat menjawab, Ming Yue sudah berteriak.
"Dari depan kuil."
Kata Yu Yi-fei.
"Kalian lebih baik menyapu lagi...."
Dengan cepat dia masuk ke dalam, berhenti di depan sebuah kamar dan mengetuk pintu.
"Kakak tertua, Kak...."
Karena terburu-buru, tindakannya membuat orang-orang terkejut, sikap Yu Yi-fei begitu tergesa-gesa, dia tidak peduli orang akan bertanya-tanya, dia mengetuk pintu kamar Zhu Ge-ming, begitu masuk, dia langsung memberikan surat itu kepada Zhu Ge-ming.
"Xin Jie, Xin Jie, akhirnyakau datangjuga...."
Dalam undangan itu tertulis .
'Kami Xin Jie dan Wu Ling-feng, kami tujukan1443 surat ini kepada Jian Shen Li-e.
Anda dengan julukan 'Tian Xia Di Yi Jian' telah memimpin dunia persilatan selama 20 tahun.
Dulu di air terjun Tian Kun Anda telah membunuh Duan Hun Jian, di Wu Hua Shan juga telah membunuh Qi-mao Shen-jun, budi dan kebaikan Anda, akan kami balas.
Saat bulan purnama nanti kami akan menunggu kedatangan kalian ke Wu Hua Shan, kami kira Tuan sebagai orang nomor satu dunia persilatan tidak akan membuat kami kecewa.
Yang bertanda tangan.
Xin Jie dan Wu Ling-feng.' Zhu Ge-ming membaca surat itu sampai selesai, dia berkata pada Yu Yi-fei.
"Wu Ling-feng adalah putra Wu Zhao-yun, dia dan guru mempunyai dendam yang sangat dalam, kelihatannya harus guru sendiri yang membereskan masalah ini."
Yu Yi-fei berkata.
"Sudah setengah bulan ini guru mengurung dan menutup diri untuk berlatih ilmu silat, kalau kita memberitahu masalah ini kepadanya, apakah kita tidak akan mengganggu latihannya...."
Zhu Ge-ming tampak berpikir sebentar lalu menggelengkan kepalanya.
"Tidak,1444 masalah ini sangat penting...."
Ternyata sejak mengalami kegagalan di rapat Tai Shan, Jian Shen Li-e merasa sangat kecewa dan menjadi malas melakukan sesuatu.
Dia malas menjalankan rencananya.
Tapi dia memang orang yang sangat licik dan selalu menyimpan masalah di dalam hati.
Dia sadar dia telah bertemu dengan musuh kuat, dan musuhnya berniat mencabut nyawanya.
Dia pun sadar kalau dia adalah seorang pemimpin perkumpulan besar, namanya terkenal, tidak mungkin menghindar kalau lawan datang dan mengajaknya bertarung.
Demi menyelamatkan nyawanya, dia mengambil keputusan menutup diri dan menyempurnakan ilmu silatnya, sebagai pesilat tangguh seperti dirinya kalau ingin selangkah lebih maju, tampaknya harus mendapatkan sebuah buku rahasia dan mempelajarinya secara rahasia.
Li-e sangat memahami masalah ini, maka hal pertama saat dia mendengar kalau di dalam sarung pedang yang telah hilang terdapat buku dari orang kuno yang bernama 'Hun Yuan San Jue', tapi sarung pedang itu telah menghilang semenjak 15 tahun yang lalu.
Yaitu saat dia bertarung dengan Qi-1445 mao Shen-jun, sarung itu tertinggal di Wu Hua Shan, kemudian dipungut oleh seorang murid Gai-bang.
Karena tidak rela maka dia pun bertekad akan mengambil kembali sarung pedang dari Gai-bang.
Tapi dia adalah seorang pemimpin perkumpulan, mana mungkin dia bisa merebutnya secara terang-terangan?
Dia malu kalau harus sampai berbuat begitu, maka dia memerintahkan ketiga muridnya 'San Jue Jian' untuk merebutnya, tapi ketiga muridnya ini bukan lawan dari dua bersaudara Jin yang bertindak sebagai penegak dan pelindung Gai-bang.
Kemudian dia teringat lagi pada teman lamanya yang bernama Gou Lou Yi Guai Wang Zheng, dia memancing Wong Zheng turun gunung dan mewakilinya merebut kembali sarung pedang itu.
Semua direncanakan dengan baik oleh dia.
Dulu Wong Zheng pernah bertarung ratusan jurus dengan Qi-mao Shen-jun.
Ketika dia bertemu Xin Jie, Xin Jie berhasil memukul mundur Wong Zheng.
Rencana busuk Li-e gagal lagi, dia merasa sangat cemas, tapi Li-e adalah seorang yang sangat berambisi dan juga1446 licik, dia sadar tidak akan bisa mengalahkan Xin Jie, maka dia pun mencuri Mei Xiang Shen Jian milik Xin Jie dan kembali ke Gunung Kong-dong.
Dia mengira rencananya tidak ada seorang pun yang tahu, tapi dia lupa kalau di dinding itu ada bekas Qing Hong Jian.
Dari jejak inilah Xin Jie mengetahui kalau pedang Mei miliknya telah dicuri oleh Li-e, dan sekarang dia datang ke Kong-dong-shan untuk mengambilnya kembali.
Setelah kembali ke Kong-dong-shan, dia tahu ilmu rahasia yang terdapat pada sarung pedang itu tidak berhasil dia dapatkan, tapi secara tidak sengaja dia telah mendapatkan sebuah buku rahasia yang hampir 100 tahun menghilang, buku itu milik Kong-dong-pai, bernama 'Shang Qing Qi Gong'.
Shang Qing Qi Gong adalah ilmu Kong-dong yang paling hebat.
Dulu ketua Kong-dong ke-7, yang bernama Pendeta Ying Qing menjadi terkenal karena telah menciptakan ilmu ini, dan juga telah membuat Kong-dong-pai berjaya di dunia persilatan.
Tapi karena hal ini juga telah membuat perkumpulan 'Da Liang' yang bertetangga1447 dengan Kong-dong-pai iri kepada Kong-dong-pai.
Ketika itu ada 7 pesilat tangguh dari Da Liang Pai datang ke Kong-dong-shan.
Di kuil Qing Yuan, Pendeta Ying Qing dan ketujuh pesilat ini bertarung dengan sengit.
Dengan menggunakan ilmu 'Shang Qing Qi Gong' dan 'Bai Bu Shen Quan', Pendeta Ying Qing berhasil mengalahkan 7 pesilat tangguh Da Liang.
Mereka kalah melawan jurus ini dan akhirnya terluka, lalu mereka memutuskan untuk mundur, semenjak itu ilmu 'Shang Qing Qi Gong' menjadi lebih terkenal lagi.
Tapi semenjak itu Pendeta Ying Qing menghilang dari dunia persilatan, ilmu 'Shang Qing Qi Gong' pun ikut menghilang.
Sekarang Li-e beruntung bisa menemukannya kembali bukunya, hal ini membuatnya benar-benar merasa senang.
Karena itu dia sementara menghentikan semua kegiatannya didunia persilatan, kemudian dia bertapa untuk mempelajari ilmu ini, hingga Xin Jie dan Wu Ling-feng tidak berhasil menemukannya di Kong-dong-shan.
Dia melarang siapa pun mengganggu latihannya, Yu Yi-fei pun tidak berani1448 memberitahukan tentang undangan ini kepada gurunya, karena dia takut mengganggu latihan gurunya.
Tapi Zhu Ge-ming menganggap hal ini sangat penting maka mereka pun memutuskan untuk melaporkannya kepada Li-e.
Di atas gunung, salju baru berhenti, udara terasa sangat lembab.
Gunung sangat tenang tapi siapa yang sangka di gunung sepi dan tenteram ini akan terjadi pertarungan berdarah dari ketua Kong-dong-pai 'Tian Xia Di Yi Jian'....
Ooo)*(ooO Dalam bulan yang sama hanya berbeda hari, di Gunung Wu Dang pun menerima undangan seperti di Kong-dong-shan, hanya saja berbeda nama penerimanya.
Undangan ini langsung diterima oleh Pendeta Chi-yang.
Amplop berwarna merah, katakata sindiran membuat Pendeta Chi-yang yang belum sembuh dari luka dalamnya merasa cemas dan tegang.
Pendeta Chi-yang memang berasal dari perkumpulan lurus tapi perbuatannya tidak mencerminkan hal seperti itu.
Dia sadar dia bukan lawan Xin Jie.
Jika orang lain memberikan surat tantangan dan1449 mengajaknya bertarung, mana mungkin seorang ketua perkumpulan bisa bersembunyi lagi?
Dengan kekuatannya sekarang, jika dia melawan Xin Jie, hanya akan seperti tahu diadu dengan batu.
Dia tidak mempunyai harapan untuk menang, yang ada sekarang hanya rasa penyesalan.
Waktu memang cepat berlalu, peristiwa yang terjadi 15 tahun lalu mana mungkin bisa dicuci hingga bersih, merasa menyesal pun rasanya sudah terlambat.
Dia terus mengelus-elus kertas undangan berwarna merah sambil terus menarik nafas.
Hhhh!
Hal itu telah lama berlalu....
Ooo)*(ooO Di Shu Yung sekarang musim dingin....
Propinsi Si Chuan, berada di bawah Chang Jiang, di sana ada sebuah sungai bernama Sungai Xi.
Mengalir dari gunung lalu melewati sebuah dataran rendah.
Dataran ini bernama Sha Long Ping, di sana terdapat sebuah perkampung-an, jumlah penduduk di sana sangat sedikit, suara ayam berkokok atau pun anjing yang menyalak terdengar sangat jelas.
Tempat ini benar-benar sebuah tempat yang indah dan tenang.1450 Desa itu tidak terlalu luas, paling-paling luasnya hanya 1 kilometer persegi, dan Sungai Mei melewati desa ini.
Desa ini mempunyai keistimewaan, di sisi Sungai Mei sepanjang beberapa kilometer semua pohon yang tumbuh di sana adalah pohon Mei yang berwarna merah atau putih.
Tidak terlihat jenis pohon lainnya.
Sekarang musim dingin, angin dingin terus berhembus mengeluarkan suara HU, HU, udara terasa semakin dingin.
Mei-hua sedang mekar dengan indahnya, benar-benar berlawanan dengan udara yang terasa dingin.
Di sebuah jalan besar, angin kencang menghembus salju yang menutupi jalan.
Salju berjatuhan.
Salju berwarna putih, Mei-hua yang indah, mereka saling mengisi membuat pemandangan di sana tampak aneh tapi indah.
Pagi-pagi cuaca di lembah tidak terlihat ada matahari, sepertinya akan turun salju lebih lebat lagi.
Jalanan sangat sepi.
Saat kau berdiri di ujung jalan, kau akan melihat di ujung jalan sana tidak terlihat sesosok bayangan manusia juga.
Angin dingin membawa harum Mei-hua, udara di sekitar sana dipenuhi dengan harum Mei-hua, ditambah suasana di1451 sekeliling sana begitu sepi, suasana yang tercipta benar-benar sangat hening.
Tiba-tiba angin dari tempat jauh meniup kabut tipis dan kabut pun menyebar.
Di ujung jalan sana, terlihat ada 2 sosok bayangan yang sedang berjalan.
Pagi-pagi seperti ini siapa yang berjalan begitu cepat?
Semakin lama, bayangan itu semakin dekat, dan langkah kakinya semakin jelas terdengar.
Di sisi jalan di sebuah rumah pintunya dibuka, yang keluar adalah seorang pak tua, berjanggut putih dan janggutnya tampak melayang-layang tertiup angin, dia hampir tidak berambut, wajahnya penuh dengan keriput, dia tampak sangat tua tapi gerak-geriknya masih mencerminkan wibawa, membuat siapa pun yang melihatnya akan menjadi kagum.
Pak tua itu mendengar ada orang yang berlari, maka dia pun membuka pintu yang terbuat dari bambu dan melihat ke arah jalan.
Benar saja, di dalam kabut putih muncul dua sosok bayangan, mereka berjalan sangat cepat, hanya sebentar telah mendekati tempat pak tua itu berdiri.1452 Jangan melihat pak tua itu sudah tua, memang dia sudah tidak lincah lagi, tapi sorot matanya tampak bersinar tajam, seperti mata seekor burung elang.
Begitu memandang kedua orang itu dia telah melihat dengan jelas.
Kedua orang itu telah berada di depan pintu.
Dengan senang pak tua itu berteriak.
"Jie Er...."
Dua bayangan itu telah tiba di depan pak tua itu dan mereka berlutut.
Di bawah sinar matahari pagi, pak tua itu bisa melihat kedua wajah orang itu dengan jelas.
Usia mereka masih muda, sekitar 20 tahun lebih.
Mereka tampan dan gagah.
Sama-sama memakai baju berwarna hijau muda, warna muda membuat mereka bertambah gagah.
Apalagi pemuda yang berdiri di belakang, wajahnya terlihat lebih bercahaya, pedang panjang dengan miring tersampir di pundaknya, tampak pita kuning berkibar tertiup angin.
Mereka berdua berlutut dan berkata.
"Paman Mei...."
Pak tua itu tidak lain adalah Qi-mao Shen-jun, Mei Shan-ming, yang sangat1453 terkenal 20 tahun lalu.
Kedua pemuda itu, yang satu adalah murid Mei Shan-ming, sedangkan yang satu lagi adalah keturunan Wu Zhao-yun....
yaitu Wu Ling-feng dan Xin Jie.
Mei Shan-ming tertawa.
"Cepat berdiri, Jie Er, apakah dia adalah keponakan Wu?"
Wu Ling-feng dan Xin Jie berdiri dan Wu Ling-feng pun menjawab.
"Ya, aku adalah keponakan Wu."
Mei Shan-ming tertawa terbahak-bahak dan berkata.
"Ha! Ha! Ha! Putra dari teman baikku begini tampan dan menonjol, Adik Wu yang ada di bawah sana pasti akan merasa senang dan terhibur. Kalian pasti belum sarapan, jangan terus berada di luar, mari kita masuk...."
Dia masuk lebih dulu, Xin Jie dan Wu Ling-feng mengikutinya dari belakang.
Wu Ling-feng sejak kecil sudah tidak mempunyai ayah dan ibu, selama ini nasib hidupnya berliku-liku, saat susah tidak ada yang mengiburnya, dia hanya bisa melampiaskannya dengan caranya sendiri.
Untung sifatnya jujur dan baik.
Walau kehidupannya susah tapi tidak membuatnya membenci orang-orang.
Dia hanya benci1454 kepada orang yang telah membunuh ayahnya.
Semenjak turun gunung, orang pertama yang ditemuinya adalah Xin Jie.
Xin Jie adalah seorang yang bebas pemikirannya dan dia ditakdirkan menjadi seorang pemberani.
Maka mereka pun cepat menjadi cocok.
Tapi selama 2 tahun mereka lebih banyak berpisah dari pada bersama, setiap kali dia merasa sedih, Xin Jie akan menghiburnya atau memberikan kata-kata bijak kepadanya.
Xin Jie tidak menghibur dengan kata-kata hangat atau lembut, begitu melihat Paman Mei yang sejak dulu selalu diidolakannya, dia tidak melihat Paman Mei seperti yang dikatakan di dunia persilatan yaitu seorang yang dingin dan kejam, ternyata Paman Mei sangat ramah dan hangat.
Meskipun Paman Mei baru mengucapkan satu kata tapi sudah menunjukkan perhatiannya.
Mereka merasa bisa dekat dengan Paman Mei, karena itu Wu Ling-feng menjadi terharu dan tanpa terasa air mata telah memenuhi pelupuk matanya.
Mei Shan-ming mengerti apa yang dipikirkan Wu Ling-feng, dia tersenyum dan bertanya.
"Kalian dari mana? Sepertinya1455 telah menempuh perjalanan jauh, paling sedikit kalian pasti telah berjalan 200 kilometer."
Xin Jie tahu kalau Paman Mei sedang membangkitkan semangat Wu Ling-feng yang sedang bersedih, maka dia pun menjawab.
"Kami baru dari Wu Dang...."
Dia menceritakan apa yang mereka alami semua kepada Paman Mei.
Wu Ling-feng menjadi ikut tertarik dengan pembicaraan ini, kadang-kadang dia menambahkan cerita Xin Jie jika masih ada yang kurang.
Begitu Mei Shan-ming mendengar kalau 'Mei Xiang Shen Jian' dicuri oleh Jian Shen, Li-e, dia marah.
Dia marah karena Li-e masih saja tidak tahu malu.
Begitu mendengar saat di Gui Shan Xin Jie berhasil memperlihatkan kejayaannya, Mei Shan-ming merasa terhibur.
Xin Jie menceritakan tentang pertarungan antar bangsa Tionghoa dengan India, lalu saat Dong Hai Shi Wai San Xian bertarung dengan Heng-he San-fu.
Lalu saat Wu Hen-sheng terkena racun dan bagaimana mereka berusaha menawarkan racun itu, Qi-mao Shen-jun benar-benar terkejut, menurut1456 pengalaman hidupnya selama ini, belum pernah dia mendengar ada pesilat India yang begitu tangguh, lalu dia berkata.
"Heng-he San-fu!"
Setelah banyak bercerita dan menghabiskan sarapan, tanpa terasa waktu telah siang.
Ooo)*(ooO BAB 44 Seluruh penjuru Mei Shan-ming terus tersenyum sambil memandangi kedua pemuda itu, mereka tampak lucu di matanya.
Dia benar-benar merasa senang dan bangga kepada mereka.
Setelah lama tersenyum dia baru teringat sesuatu dan bertanya.
"Keponakan Wu, kau pun selalu bertemu dengan orang tangguh, buku dalam bahasa India itu yang berisi tentang ilmu meringankan tubuh, coba kau perlihatkan padaku."
Wu Ling-feng berdiri lalu berjalan ke depan pintu menuju sebuah tempat yang agak luas.
Di Da-ji-dao, Pin Fan Shang-ren telah menjelaskan arti dari tulisan India yang tercantum dalam buku itu, dan selama ini dia selalu berlatih dengan rajin.
Maka hasil yang diperolehnya pun sangat bagus.1457 Sekarang setelah dia berdiri dia mengumpulkan kekuatan, lalu dia pun melayang.
Ilmu meringankan tubuh dari India memang aneh, kedua kaki Wu Ling-feng seperti berada 25 sentimeter dari permukaan tanah, Wu Ling-feng seperti terbang, tapi kecepatannya memang dahsyat, membuat siapa pun yang melihatnya pasti tidak akan percaya.
Karena melihat ilmu meringankan tubuh itu sangat cepat, Mei Shan-ming berteriak.
"Bagus!"
Dalam hidup Qi-mao Shen-jun selama ini, menurutnya ilmu meringankan tubuh yang tinggi adalah ilmu ciptaannya sendiri yaitu 'An Xiong Lie Ying' yang telah terkenal di dunia persilatan.
Tapi kalau sekarang dibandingkan dengan ilmu meringankan tubuh dari India ini, kecepatannya berbedajauh.
Qi-mao Shen-jun tampak berpikir sejenak lalu berkata.
"Jaman sekarang ilmu meringankan tubuh yang paling hebat adalah Ji Mo Shen Bu' milik Guru Hui, tapi setelah melihat kecepatan ilmu ini, mungkin ilmu meringankan tubuh milik Guru Hui pun kalah dari ilmu ini." 1458 Xin Jie dan Wu Ling-feng mengangguk berbarengan, karena Pin Fan Shang-ren pun pernah berkata seperti itu. Mei Shan-ming berkata lagi.
"Dulu sewaktu aku masih berkelana di dunia persilatan, aku pernah mendengar di India ada sebuah ilmu yang hebat, tapi tidak pernah sampai di Zhong Yuan, ternyata ilmu ini bukan hanya sekedar kabar bohong."
Mereka bertiga terus mengobrol, akhirnya Xin Jie berkata.
"Kali ini kedatanganku ke sini bersama dengan Kakak Wu adalah mewujudkan keinginan Paman Mei."
Mei Shan-ming terpaku, tapi dia segera tertawa mengerti.
"Baiklah, sangat baik, kalian benar-benar tidak melupakan ajaran generasi atas, dendam puluhan tahun lalu mungkin harus segera dibereskan...."
Xin Jie bertanya.
"Sepanjang perjalanan kami telah menyampaikan undangan kepada Kong-dong-pai dan Wu Dang Pai, kami menantang mereka bertarung di Wu Hua Shan saat bulan purnama nanti."
Mei Shan-ming mengangguk tapi dia terdiam lagi. Xin Jie melanjutkan lagi.
"Jarak dari sini ke E Mei tidak terlalu jauh, kami1459 berniat hari ini akan segera berangkat lagi untuk menyampaikan undangan kepada Ku An Shang-ren."
Hati Mei Shan-ming bergejolak, tapi dia masih diam, lalu mengangguk yang artinya setuju dengan tindakan mereka.
Hari itu juga Xin Jie dan Wu Ling-feng segera berangkat menuju E Mei untuk menyampaikan undangan, yang pasti mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka yang tinggi.
Karena di E Mei banyak pesilat tangguh, jadi mereka tidak sungkan lagi menggunakan ilmu mereka.
Letak Dian Chang Pai masih jauh dari sana, mereka tidak bisa menyampaikan undangan kepada Luo Ying-jian, Xie Chang-jin, dan mereka menjadi serba salah.
Xin Jie menaruh perhatian kepada Xie Chang-jin.
Tapi Xin Jie yakin Li-e dari Kong-dong-pai pasti akan mengajaknya bergabung, maka mereka berpikir mereka tidak perlu pergi ke Dian Chang Pai.
Perjalanan pulang dan pergi membutuhkan waktu satu hari lagi, setelah dihitung-hitung, besok lusa mereka harus segera berangkat, mereka menyewa sebuah kereta kuda besar.
Paman Mei ikut dengan1460 mereka pergi ke Wu Hua Shan.
Letak Wu Hua Shan dari sana tidak terlalu jauh.
Mereka menikmati pemandangan di sepanjang jalan, karena saat itu kebetulan sedang musim dingin, maka hanya salju terlihat di mana-mana.
Letak Wu Hua Shan ada di selatan, mereka melewati dataran tinggi, dan salju terus turun di sepanjang perjalanan.
Mereka bertiga sama-sama berpikir, dendam yang tersimpan lama akan segera dibalas, hati mereka merasa senang tapi terbersit juga rasa khawatir.
Hanya saja semangat kedua pemuda ini tidak dapat dibendung.
Sepanjang perjalanan hanya terdengar derap langkah kuda.
Dan suara dari lonceng kuda yang terus berdenting.
Mereka pergi dengan terburu-buru....
Ooo)*(ooO Di atas Gunung Dian Chang.
Tampak seorang pelajar setengah baya, dia berdiri di gunung itu, sambil berdiri dia meletakkan kedua tangannya di belakang.
Pelajar setengah baya itu terlihat masih tampan, tapi sekarang ini sepertinya dia sedang banyak pikiran.
Dia terus menghela nafas panjang, tangan kanannya1461 memegang sehelai kain berwarna kuning.
Kedua tangannya terus memainkan kain itu.
Dia adalah ketua Dian Chang Pai, Luo Ying-jian, Xie Chang-jin.
Di bawah sinar matahari tampak di atas kain tersulam 5 huruf dengan benang hitam yaitu 'Wu Jian Zhen Zhong Yuan' (lima pedang, menggetarkan tiongkok).
Kemarin malam, Li-e memerintahkan 9 kereta kuda tercepat mengantarkan bendera ini, Xie Chang-jin tahu kalau budi dan dendam dari generasi atas akan dibereskan dalam waktu dekat ini.
Lima belas tahun yang lalu, karena kecerobohannya dia melakukan suatu kesalahan, sampai sekarang hal ini menjadi seperti seekor ular beracun terus menggerogoti perasaannya.
Dia sadar semua ini tidak ada cara menghindar lagi.
Di kaki gunung, Xin Jie dan yang lainnya telah melewati puncak gunung.
Xie Chang-jin masih terus menghela nafas dan melihat kereta itu terus berjalan.
Dia tidak tahu di dalam kereta itu ada musuh yang mencarinya, roda kereta terus berjalan membuat debu dan pasir berterbangan.
Luo Ying-jian merasa masa depan, dan semua1462 usahanya bernasib seperti pasir dan debu, akan segera menghilang tertiup angin entah kemana....
Ooo)*(ooO Mei-hua, bambu, dan pohon cemara selalu bersahabat.
Mereka berdiri dan tumbuh di tanah bersalju.
Salju masih terus turun, tempat itu berada di luar kota Kun Ming.
Di Wu Hua Shan salju masih turun, Mei-hua sedang mekar, walaupun sekarang adalah musim dingin, tapi harumnya Mei-hua masih terus tercium.
Di belakang gunung di atas tumpukan salju, di sana kebanyakan terdapat pohon Mei-hua yang tua.
Kadang-kadang usia pohon Mei-hua ada yang mencapai 100 tahun lebih, karena itu kadang tangkai pohon Mei-hua tampak keras seperti batangan besi.
Langit mulai gelap, di balik semak-semak terlihat pemandangan indah yang menakjubkan.
Salju telah berhenti, bulan mulai terlihat di tengah langit, bulan sepertinya akan berbentuk bulat karena hari ini adalah saatnya bulan purnama.
Di gunung itu, di bawah sebuah pohon1463 Mei-hua yang sudah tua, berdiri tiga orang, mereka berdiri dengan tenang.
Mereka bertiga berdiri dalam satu baris.
Yang di tengah adalah pak tua, rambutnya berwarna putih keperakan, bajunya panjang, dia berdiri dengan tegak di bawah pohon, tampak sangat tegar dan mandiri.
Di samping kiri kanannya ada sepasang pemuda berusia sekitar 20 tahun.
Mereka benar-benar tampan dan gagah, alis mereka berbentuk seperti pedang, bibir mereka kemerahan.
Tapi wajah mereka tampak marah.
Bila dari belakang melihat, di punggung kedua pemuda itu terselip pedang panjang, dandanan mereka sederhana.
Pita pedang melayang tertiup angin.
Mereka berdiri di bawah pohon, membuat kegagahan mereka bertambah.
Kedua tangan pak tua itu berada di belakang.
Lengan baju panjangnya turun menutupi tangannya.
Ketiga orang itu berdiri dengan diam.
Tidak ada seorang pun yang bicara.
Udara terasa begitu dingin, burung dan binatang sepertinya tidak ada yang1464 keluar dari sarangnya.
Maka semakin sepi suasana di sana.
Pemuda yang berada di sebelah kanan seperti sudah tidak sabar, sambil melihat ke arah gunung dia berkata.
"Bulan hampir berada di tengah, mengapa...."
Kata-katanya belum selesai, pemuda yang berada di sebelah kiri telah berkata.
"Adik Jie, tidak usah cemas, mereka orang-orang ternama, mereka pasti akan datang tidak mungkin mereka terus bersembunyi."
Tidak perlu dibahas lagi ketiga orang itu adalah Mei Shan-ming, Xin Jie, dan Wu Ling-feng. Sifat Xin Jie memang tidak sabaran, karena itu dia berjalan mondar-mandir sambil terus mengomel.
"Penjahat-penjahat itu belum datang, begitu mereka sudah datang kita langsung hajar mereka...."
Kata-katanya belum selesai wajahnya berubah, wajah Wu Ling-feng pun berubah menjadi dingin.
Dari jauh terdengar ada yang datang dengan berlari.
Hati Mei Shan-ming pun bergetar, dia tahu musuhnya telah tiba.
15 tahun yang lalu cuaca sama seperti sekarang, waktu dan tempatnya pun sama.1465 Mei Shan-ming dengan nama Qi-mao Shen-jun bertarung melawan formasi pedang, karena terkena tipuan mereka hampir saja dia mati.
Sekarang ilmu silat Mei Shan-ming telah musnah, tapi sepasang generasi muda yang ada di sisinya tampak lebih kuat darinya.
Di depan musuhnya, dia berusaha sama seperti 15 tahun lalu, dia tidak akan menyerang, tapi karena sudah jarang bertarung, dia merasa jantungnya berdebar-debar.
"Untuk apa aku harus merasa tegang menghadapi beberapa musuh...."
Dia pun berpikir seperti itu untuk menenangkan hatinya.
Dia menghembuskan nafas, harum Mei-hua masuk ke hidungnya, dia menenangkan hatinya yang sedang bergejolak.
Orang yang sedang datang ke arah mereka berlari sangat cepat.
Hanya dalam waktu singkat telah berada di depan mereka.
Kelihatannya mereka harus memutari lembah, setelah itu berlari lurus menuju tempat mereka.
Setelah dekat baru terlihat yang datang berjumlah 4 orang.
Keempat orang itu seperti sedang1466 berlomba lari ke sana, hanya terlihat beberapa kali turun dan naik mereka telah berada di dekat Mei Shan-ming, Xin Jie, dan Wu Ling-feng.
Mereka bertiga berdiri di bawah pohon Mei-hua.
Di bawah sinar bulan, bayangan dari daun Mei menutupi mereka.
Keempat orang itu berhenti berlari.
Kelihatannya ilmu meringankan tubuh mereka hampir sama hebatnya.
Hanya seorang pak tua dengan perawakan kurus lebih cepat tiba di sana.
Pak tua itu berdiri dan melihat ke sekeliling kemudian berkata.
"Sepertinya bocah Xin itu belum tiba...."
Ketiga orang yang menyusul di belakangnya seperti tahu pak tua itu tidak begitu beres, maka mereka diam, tidak menjawab.
"Bulan sudah berada di tengah, kelihatannya Xin Jie tidak akan datang. Kita tunggu sebentar lagi."
Kata-katanya belum selesai, di balik pohon Mei ada yang berkata.
"Tidak perlu menunggu lebih lama lagi, sejak tadi kami sudah menunggu di sini."
Dari balik pohon muncul dua orang pemuda.1467 Empat orang yang datang adalah empat ketua dari empat perkumpulan besar.
Mereka adalah Li-e dari Kong-dong-pai, Chi-yang dari Wu Dang, Ku An Shang-ren dari E Mei, dan Luo Ying-jian, Xie Chang-jin dari Dian Chang Pai!
Li-e tidak menyangka kalau Xin Jie telah datang, dia terpaku kemudian berusaha menutupi keterkejutannya dengan tertawa.
"Itu lebih baik! Lebih baik...."
Kedua mata Xin Jie dan Wu Ling-feng tampak merah, apa lagi Wu Ling-feng, dia berteriak.
"Jangan banyak bicara! Cepat...."
Biasanya dia sangat jujur dan sabar, untuk marah sepertinya Wu Ling-feng tidak bisa.
Sekarang ini karena terlalu marah membuatnya berubah dari sifat tenangnya.
Karena sangat marah maka bicaranya pun menjadi tergagap-gagap.
Li-e sangat berpengalaman, mengenai hal membalas dendam dia sudah melihat banyak, sekarang dia tertawa terbahak-bahak.
"Hei marga Wu, dendammu dengan kami, tidak perlu sampai kau yang harus mencari kami, aku, Li-e, yang akan mencarimu, kau tidakusah terburu-buru...."
Kata-katanya terdengar bersih, Chi-1468 yang yang ada di belakang Li-e ikut tertawa dan berkata.
"Tuan Wu, tidak usah terburu-buru, perintah dari generasi baru Duan Hun Jian dan Qi-mao Shen-jun mana berani kami bantah? Hei, Ku An Shang-ren, apakah menurutmu benar?"
Ku An Shang-ren dari E Mei mengangguk dan tertawa.
Tanya jawab antara mereka membuat Xin Jie dan Wu Ling-feng yang pintar pun tidak sanggup membantah perkataan mereka.
Di antara keempat orang itu, mereka sebenarnya tidak akrab, hanya Pendeta Chi-yang dan Ku An Shang-ren yang berteman baik.
Li-e dan mereka selalu perang mulut, apalagi Xie Chang-jin kali ini terpaksa ikut ke Wu Hua Shan karena ajakan Li-e.
Dia merasa tidak bisa akrab dengan mereka.
Xin Jie tampak berpikir sebentar, setelah itu baru menjawab.
"Aku memberikan undangan bertujuan mengundang semua Tuan-tuan besar datang ke sini dan menyaksikan kehebatan ilmu sakti kalian. Aku telah membuat kalian jauh-jauh kesini, hati kami tidak enak jadinya, untung kalian adalah orang terkenal, aku yakin kalian pasti tidak akan marah...." 1469 Xin Jie yang pintar telah mengatakan hal ini dengan berbelit-belit, dari kata-katanya dia menekankan kalau dia hanya seorang angkatan muda, membuat mereka yang berpengalaman merasa malu karenanya, mereka mengerti maksud Xin Jie. Li-e tertawa panjang.
"Gampang, gampang, kami datang ke sini adalah kembali lagi ke tempat kami bermain dulu. Tentang Gunung Mei-hua ini kami merasa senang dengan tempat ini. Pendekar Xin adalah penerus Qi-mao Shen-jun, kau memang bukan orang yang...."
Dia mengatakan kalau tempat ini adalah tempat yang pernah dia datangi, dia mengungkapkan kalau 15 tahun yang lalu di tempat ini dia pernah mengalahkan Qi-mao Shen-jun.
Xin Jie tidak bisa menjawab lagi, Wu Ling-feng yang menjawab dengan dingin.
"Hei marga Li, kau tidak perlu banyak bicara lagi, selama hidupmu kau selalu berbuat jahat, kau juga selalu menipu orang, hari ini adalah hari kematianmu, kata-kata yang tidak penting tidak perlu diucapkan lagi!"
Wu Ling-feng tidak pandai bicara, tapi dia berkata dengan marah, membuat orang1470 merasa perkataannya tegas dan serius.
Li-e mulai berpikir dia sering berbuat jahat.
Ku An Shang-ren dan Xie Chang-jin terlihat lebih santai, Li-e dan Chi-yang sering berbuat jahat, karena malu maka mereka marah.
Li-e berteriak.
"Hei marga Wu, jangan sombong! kita lihat saja nanti...."
Dia berjalan menuju tempat yang lebih luas.
"Kemarilah! Aku ingin mencoba ilmu asli Duan Hun Jian...."
Karena dia berjalan dulu, maka Chi-yang dan lainnya mengkutinya.
Xin Jie dan Wu Ling-feng saling tatap, lalu mereka pun berjalan mengikuti mereka.
Orang-orang telah berjalan ke sebelah sana, di bawah pohon Mei-hua hanya tertinggal seorang pak tua.
Dialah Qi-mao Shen-jun, Mei Shan-ming.
Dia tidak mau bertemu dengan orang-orang berhati kerdil, tapi hatinya tidak tenang.
Sorot matanya tampak dingin, dia memperhatikan semua orang di sana.
Api dendam memenuhi dadanya.
Dulu Qi-mao Shen-jun terkenal dingin dan kejam, sesudah 15 tahun lebih sifatnya ini tetap masih ada.
Qi-mao Shen-jun dingin dan kejam, dia1471 berharap empat orang yang pernah membunuhnya bisa segera mendapatkan balasannya.
Tiba-tiba ada wajah seorang yang lesu dan tidak bersemangat terlihat oleh matanya.
Dia merasa asing dengan wajah itu.
Dengan merasa aneh dia meneliti wajah orang itu.
Setelah melihat dengan benar dia baru mengenal wajah itu, ternyata orang itu adalah Xie Chang-jin.
Mei Shan-ming terpaku, dia segera teringat 15 tahun lalu, dia adalah seorang pemuda tampan, sekarang dia tampak lesu.
Mei Shan-ming mengerti apa yang sedang dipikirkan Xie Chang-jin.
Dia menarik nafas panjang.
Pikiran Mei Shan-ming terus berjalan, enam orang itu mulai bertarung, tidak perlu ditanyakan lagi, empat orang yang mengurung, mereka tetap menggunakan kepandaian andalan mereka....
formasi pedang.
Xin Jie dan Wu Ling-feng bersama-sama menghadapi formasi pedang itu.
Jian Shen Li-e berdiri di tengah formasi, dia berteriak.
"Orang lain sudah memiliki pewaris, kalau kita yang lebih tua1472 tidak sekuat tenaga berusaha, kita akan ditertawakan mereka."
Kemudian dia membalikkan tangannya, pedangnya yang berkilauan telah dikeluarkannya.
Bersamaan waktu itu Chi-yang dan Ku An Shang-ren juga telah mengeluarkan pedang mereka dari sarungnya.
Mereka adalah pesilat pedang yang sangat berpengalaman, saat mereka mencabut pedang, tampak jelas kalau mereka mempunyai ilmu pedang yang tinggi.
Ilmu pedang Ku An Shang-ren dari E Mei lebih mementingkan posisi bertahan dibandingkan menyerang, cahaya kehijauan tampak berkilauan.
Pedang telah berada di tangan mereka, melihat cara mereka memegang pedang, dapat diketahui kalau ilmu pedang mereka berada pada posisi puncak.
Sewaktu dia mencabut pedang, dia tetap tidak melupakan untuk tetap melindungi tubuhnya, ilmu dan pengalamannya tidak biasa.
Di antara keempat ketua itu hanya Xie Chang-jin yang tidak mengeluarkan pedangnya.
Li-e tahu apa yang sedang dia pikirkan, dia pun membentak.
"Kakak Xie,1473 silakan...."
Xie Chang-jin masih tampak menarik nafas, kemudian dia mengangkat tangan kanannya, pedang telah berada di tangannya.
Xin Jie dan Wu Ling-feng tidak ragu lagi, mereka pun telah siap dengan pedang di tangan.
Xin Jie dengan dingin menatap keempat orang itu, saat dia melihat Li-e, dia marah dan membentak.
"Kau, sebagai ketua perkumpulan, tapi kau berani mencuri barang milik orang lain...."
Ternyata pedang yang dipegang Li-e adalah pedang Mei Xiang Jian milik Xin Jie yang menghilang.
'Qi Hong Shen Jian' yang tadinya adalah milik Li-e sekarang terselip di punggungnya.
Li-e tahu dia salah, maka perkataan Xin Jie tidak ditanggapinya, hanya dengan dingin berkata.
"Apakah kau berani bertarung dengan kami?"
Wu Ling-feng sudah masuk ke dalam formasi pedang, formasi itu pun mulai bergerak.
Xin Jie menggunakan pedang biasa, dia mengayunkan pedangnya ke kiri dan ke kanan.
Dia berusaha mengimbangi gerakan1474 Wu Ling-feng, membantu Wu Ling-feng membuat jala pedang yang sempurna.
Pesilat tangguh bertarung tidak seperti cara biasa.
Semua penjuru tertutup dengan kilauan pedang.
Enam orang dengan cara cepat melawan sabetan pedang yang cepat.
Tapi tidak terdengar suara senjata beradu!
Xie Chang-jin dan Ku An Shang-ren mendapat posisi bertahan dalam formasi pedang itu.
Sedangkan Li-e dan Chi-yang mendapat bagian menyerang musuh.
Li-e mendapat julukan Jian Shen, maka dapat dibayangkan bagaimana hebatnya teknik pedangnya.
Dia sangat mengerti pertarungan hari ini, menang atau kalah belum bisa ditentukan, tapi dia tetap harus bersemangat.
Dia mengembang kan formasi pedang dengan jurus Kong-dong San Jue Jian yang mengeluarkan jurus membunuh.
Dalam pertarungan itu, Chi-yang terus mengeluarkan jurus 'Heng Fei Chang Jiang' dan menusuk perut Xin Jie.
Li-e berusaha membantu gerakan Chi-yang, dia menusuk Wu Ling-feng.
Chi-yang sangat licik, tenaga dalamnya kuat, begitu pula dengan1475 serangannya, itu membuat Xin Jie terpaku.
Di Tai Shan mereka pernah berhadapan dengan formasi pedang mereka, maka Xin Jie dan Wu Ling-feng tahu bagaimana hebatnya formasi pedang mereka.
Bila ingin memecahkan formasi pedang ini, mereka harus bisa menjatuhkan salah satu dari empat orang yang membentuk formasi itu.
Xin Jie sadar kalau ilmu silatnya sekarang berada di atas keempat ketua itu, jika beradu jurus keras melawan jurus keras, lawan akan dirugikan, empat ketua itu juga tahu hal ini, maka mereka selalu berusaha menghindari cara ini.
Mereka tidak menginginkan pertarungan keras melawan keras.
Mereka berusaha menghindari kontak langsung dengan Xin Jie.
Tapi kemudian Chi-yang seperti sengaja melakukannya, rupanya dia telah ada persiapan terlebih dulu.
Dia menghindari kebiasaannya yang selalu menghindari kontak, dan dia berniat kontak langsung dengan Xin Jie.
Awalnya Xin Jie hanya terpaku, kemudian dia tertawa dingin, pedangnya telah membentuk lingkaran.
Xin Jie telah mengumpulkan tenaga1476 dalamnya untuk menggerakan jurus ini.
Saat menyerang Chi-yang mengeluarkan suara besar.
Tapi jurus Chi-yang seperti tidak bertenaga, dia menarik pedangnya, tapi Xin Jie telah melancarkan jurusnya.
Formasi pedang terus berubah, Chi-yang baru saja menarik jurusnya.
Xie Chang-jin yang berada di sebelah kiri mulai menyerang dengan pedangnya, beberapajurus sudah dikeluarkan.
Tadinya Xie Chang-jin berada dalam posisi bertahan, saat ini dia berubah maka formasi pedang pun berubah, tenaga mereka bertambah kuat lagi.
Perubahan ini benar-benar aneh dan tampak sulit, Xie Chang-jin dijuluki Luo Ying-jian, dengan jurus Dian Chang, dia telah mengeluarkan banyak serangan, membuat pedangnya seperti sedang menari-nari.
Dalam kesibukannya bertarung, Xin Jie menggunakan jurus 'Chong Tian Er Qi', tampak pedang membawa kilauan cahaya, bergerak ke kiri dan ke kanan.
Dia menyambut serangan pedang Xie Chang-jin.
Sebenarnya Xie Chang-jin tidak ingin1477 kontak langsung dengan Xin Jie dan Wu Ling-feng.
Tapi keadaan telah memaksanya harus begitu, tapi saat bertarung dia telah mengeluar kan jurus menyerang lagi.
Beberapa jurus Xic Chang Jin berhasil disambut oleh Xin Jie, kemudian terdengar Xin Jie membentak, pedangnya dijulurkan.
Wu Ling-feng melihat jurus Xin Jie menjadi melambat, dia pun tidak menunggu lama lagi.
Pedang sudah menyapu ke kiri dan ke kanan, dia berusaha membuat Li-e tidak mendekati Xin Jie.
Li-e telah beberapa kali menyambut serangan Wu Ling-feng, melihat ilmu silat anak muda yang telah maju pesat ini, dia tidak berani bertindak ceroboh.
Dengan menggunakan jurus 'San Jue Fei Shan' pedang Mei Xiang Jian pun diangkat, dia menutup serangan Wu Ling-feng.
Karena itu bayangan Jian Shen Li-e terus bergerak, Xin Jie dan Wu Ling-feng dengan cepat menyatukan pedang mereka lalu menyerang ke kiri dan ke kanan.
Pedang Li-e menyerang semakin cepat, tenaga dalamnya lebih kuat.
Ku An Shang-ren dan Chi-yang tetap berada di posisi bertahan, Xie Chang-jin dan Li-e menyerang1478 secara gila-gilaan.
Bulan tetap berada di tengah langit.
Di bawah pohon Mei, kedua mata Qi-mao Shen-jun tampak setengah terpejam, dia tidak perlu melihat pertarungan itu, tapi dia sudah bisa menebak jurus apa saja yang mereka pakai, termasuk jurus yang dipakai oleh empat ketua perkumpulan.
Dia percaya Xin Jie dan Wu Ling-feng akan memenangkan pertarungan ini.
Karena sekarang ini mereka belum mengeluarkan ilmu pedang andalan mereka.
Di arena pertarungan, Wu Ling-feng telah mengeluarkan ilmu warisan keluarganya....
jurus Duan Hun, ditambah dengan kehebatan pedang Xin Jie yang bergerak seperti ular begitu lincah, tiba-tiba bergerak dari atas ke bawah, atau bergerak secara tiba-tiba dari bawah ke atas.
Semuajurus yang dipelajari dari Mei Shan-ming dikeluarkan semua.
Dua pedang itu bergabung, tenaga yang keluar sangat dahsyat, membuat siapa pun yang melihat akan merasa terkejut.
Enpat ketua perkumpulan seperti sudah tidak bisa mempertahankan posisi mereka lagi.
Mereka dengan terpaksa mundur 2-3 meter, karena serangan keras Xin Jie1479 dan Wu Ling-feng yang bertubi-tubi.
Xin Jie tertawa panjang.
"Para ketua, ilmu pedang kalian ternyata hanya begitu saja!"
Kata-katanya terdengar sombong sekali, seumur hidup keempat ketua itu, mereka selalu mengagungkan nama besar mereka, julukan yang telah mereka dapatkan dengan susah payah selalu mereka pertahankan, sekarang Xin Jie dengan terang-terangan menghina mereka, tentu saja hal ini membuat perasaan mereka tersinggung.
Dengan perasaan tidak terima Xie Chang-jin berpikir, 'Walaupun ilmu silatmu tinggi, kata-kata sombong ini tidak pantas kau ucapkan....
' Apalagi perasaan Chi-yang dan yang lainnya, mereka tampak lebih marah lagi, dengan pedang panjangnya Chi-yang memberi isyarat kepada tiga orang lainnya untuk mengadu jiwa.
Ternyata sewaktu membentuk formasi ini, formasi ini sengaja dibuat untuk menghadapi pesilat tangguh.
Maka dalam formasi ini semua jurus penyerangan selalu disisakan tenaga cadangan, tujuannya adalah mereka takut kalau -kalau semua jurus yang1480 telah dikeluarkan, tidak bisa ditarik kembali.
Kalau lawan mereka adalah pesilat yang ilmunya lebih tinggi dari mereka, setidaknya mereka masih mempunyai tenaga cadangan untuk bertahan.
Tapi formasi mereka ada juga jurus untuk menyerang, dan jurus penolong mereka adalah jurus berjaga.
Jurus-jurus ini digunakan bila mereka sudah tidak bisa bertahan terhadap serangan musuh.
Kalau menyerang bersama-sama, artinya mereka bertujuan akan mati bersama dengan musuh.
Kedua jurus ini belum pernah digunakan sebelumnya, semenjak mereka menciptakan formasi ini, hanya jurus 'semua penjuru' sewaktu di Tai Shan pernah digunakan satu kali.
Kata-kata sombong Xin Jie telah membuat mereka marah, karena mereka merasa kalau mereka adalah orang ternama, mana bisa mereka menerima penghinaan Xin Jie begitu saja.
Dalam kemarahan mereka, mereka telah sepakat akan bertarung mati-matian dengan kedua pemuda itu.
Li-e mengangkat Mei Xiang Jian dan dia mulai menepis.
Ketiga ketua lainnya ikut mengangkat1481 pedang, lalu menyerang dengan ganas.
Sekarang jurus andalan empat ketua 'Jiu Si Yi Sheng' (sembilan mati satu hidup) dikeluarkan.
Terlihat kilauan cahaya pedang, dalam tepisan cahaya pedang mereka telah bertekad akan mati bersama.
Xin Jie dan Wu Ling-feng terkejut, mereka telah dikurung cahaya pedang yang terasa dingin.
Setiap posisi dan tempat tertutup oleh cahaya pedang.
Tempat itu seperti dijala oleh pedang yang sangat padat dan tidak mudah lolos dari serangan mereka.
Wu Ling-feng tertawa dingin.
Duan Hun Jian diayunkan, jurus 'Wu Gui Duan Hun' (lima, setan mengejar roh) telah dikeluarkan, hanya dalam waktu singkat 10 jurus telah dilancarkan.
Li-e tertawa dingin, Mei Xian Jian diputar, terdengar suara PING, ternyata Mei Xiang Jian telah menahan pedang Wu Ling-feng, hal ini membuat Wu Ling-feng terkejut, dalam hati dia berpikir.
"Apakah dia ingin mencoba tenaga dalamku?"
Wu Ling-feng mengalirkan tenaga dalamnya ke Duan Hun Jian dan mengeluarkannya dari samping.
Tapi ternyata musuh menyerang bukan1482 dengan tenaga sesungguhnya, Li-e mengikuti arah pedang.
Dalam cahaya pedang lawan bergerak dengan cepat.
TANG, TANG, TANG!
Tiga pedang secara bersamaan beradu dengan pedang Wu Ling-feng.
Pengalaman Wu Ling-feng memang belum banyak, dia mengira lawan ingin beradu tenaga dalam, maka dengan sepenuh hati dia menunggu gerakan musuh, maka tanpa terasa gerakan pedangnya menjadi lambat.
Formasi pedang telah berganti lagi, tiga pedang dengan tenaga penuh menyerang Wu Ling-feng.
Wu Ling-feng merasa tenaga dalam mereka sangat besar, tangannya mulai terasa panas, hampir saja pedang terlepas dari genggamannya.
Dengan cepat dia mengumpulkan kembali tenaganya, baru bisa menahan semua serangan mereka.
Tapi dia telah mundur setengah meter.
Xin Jie terkejut, dia menepis untuk membantu Wu Ling-feng menahan beberapa jurus yang menyerang ke belakang Wu Ling-feng.
Tapi telah terdengar suara, TASH!
Ternyata ikat pinggang Wu Ling-feng telah terpotong separuh.1483 Tapi jurus pedang lawan belum berhenti, Wu Ling-feng bergerak dari kiri ke kanan untuk bertahan, sedangkan Xin Jie tertawa dingin, pedangnya diturunkan.
Segera terasa angin yang dihasilkan dari pedangnya, pedang Xin Jie mendekat dengan cepat.
Ujung pedang Xin Jie telah menyerang musuh yang dilewatinya.
Jurus itu disebut jurus 'Fang Sheng Bu Xi' bagian dari ilmu 'Da Yan Shen Jian'.
Jurus 'Gai Wang Ba Huo' milik Wu Ling-feng yang galak juga telah dikeluarkan untuk menyerang musuhnya, kecepatannya benar-benar membuat orang terkejut dan pedang bergerak seiring dengan angin yang dikeluarkan.
Setiap musuh yang lewat akan beradu pedang dengannnya, maka terdengarlah suara TING, TING, TING!
Kemudian suara CHA, CHA, CHA.
Wu Ling-feng mengambil kesempatan ini untuk menyerang, keadaan ini benar-benar sangat tepat, semua bisa terjadi karena mereka tidak gugup dalam bertindak.
Juga karena mereka telah ada pengalaman.
Kemudian terdengar empat pedang beradu, beradu lalu terpisah lagi.1484 Mereka telah menggunakan jurus 'semua penjuru' untuk menyelamatkan nyawa masing-masing.
Dengan cara ini mereka bisa keluar dari kurungan pedang.
Empat ketua dengan terpaksa mundur beberapa meter, dengan pedangnya Wu Ling-feng berusaha menyingkup tanah, dan tertawa.
"Ayo majulah...."
Empat ketua itu diam tidak menanggapi, tapi Xin Jie melihat wajah Li-e yang kurus tiba-tiba berekspresi kejam, dia mengangkat Mei Xian Jian dan mendekati mereka.
Ooo)*(ooO BAB 45 Pertarungan hidup dan mati Xin Jie melihat Mei Xian Jian miliknya berada di tangan Li-e, dan Li-e terlihat sangat sombong.
Xin Jie telah memutuskan untuk mengambil kembali pedangnya, Li-e telah mendekat.
Chi-yang, Ku An Shang-ren, Xie Chang-jin, bersama-sama mendekat sambil membawa pedang.
Xin Jie tertawa dingin, dengan cepat pedang panjangnya diayunkan, dan membentuk lingkaran mengarah pada Li-e.
Jian Shen1485 Li-e sangat berpengalaman, dia berhenti maju, dengan Mei Xiang Jian di tangannya dia siap menerima serangan Xin Jie.
Wu Ling-feng tahu kalau Xin Jie ingin merebut kembali Mei Xiang Jian, maka dia pun berusaha menghalangi kawan Li-e yang datang menghampiri Xin Jie, termasuk Chi-yang.
Tujuannya adalah menarik Chi-yang supaya tidak mendekati Xin Jie yang akan menyerang Li-e sehingga Xin Jie bisa berkonsentrasi menghadapi LiEsaja.
Sebuah serangan dilancarkan kemudian ditarik kembali, lalu mengeluarkan serangan lagi, secara berturut-turut dia telah menyerang sebanyak 10 jurus lebih.
Dia bisa membuat Ku An Shang-ren dan Chi-yang yang bergabung tidak berkutik sama sekali.
Luo Ying-jian, Xie Chang-jin bersiul panjang, pedang diangkatnya, dia berusaha menemukan celah untuk menyerang Wu Ling-feng, supaya Wu Ling-feng tidak menghalangi gerakan Ku An Shang-ren dan Chi-yang.
Karena Wu Ling-feng merasa ada angin menyerangnya dengan cepat, dia membalikkan tangan dan menepis.
Xin Jie yang berada di sebelah sana1486 terus menggunakan jurus 'Da Yan Shi Shi', walaupun Li-e kuat tapi tetap saja dia merasa terkejut.
Semakin bertarung Xin Jie semakin bersemangat, seperti harimau meraung lalu pedangnya pun diturunkan.
Jurus itu seperti tidak ada perubahan tapi sebenarnya di balik semua itu tersimpan jurus membunuh.
Li-e mengetahui semua jurus mematikan itu, karena itu dia terkejut.
Tiba-tiba Li-e bersiul, Mei Xiang Jian diayunkan lalu beradu dengan pedang Xin Jie.
Xin Jie telah mengeluarkan semua tenaga dalamnya, dia ingin pedangnya mementalkan pedang Li-e setelah itu baru dia membunuh Li-e.
Tapi lawan juga mengerahkan tenaganya, entah dari mana datangnya tenaga itu dan terus menerus datang, tiba-tiba tenaga lawan seperti bertambah besar.
Xin Jie terkejut, dia sudah tidak ada waktu untuk berpikir lagi, dia menarik kembali tenaga yang telah dikeluarkan, dia juga mengeluarkan jurus menempel.
Dia menempel pada Mei Xian Jian, dia bergerak maju.
Semua terjadi begitu tiba-tiba, Xin1487 Jie melihat formasi berputar dengan cepat, serangan musuh seperti datang dari seluruh penjuru.
Dengan cepat Xin Jie mengayunkan pedangnya, dada dan perutnya ditarik, tangan kiri dengan jurus 'Kong Kong Quan Shi' secepat kilat mencengkram ketiak Li-e.
Li-e ingin mundur tapi pedangnya telah ditempel oleh tenaga dalam Xin Jie, hingga Li-e tidak bisa mengeluarkan tenaganya.
Dia tertawa dingin, tangan kirinya balas menyerang.
Xin Jie merasa di belakangnya ada angin menyerang, dia tahu itu pasti serangan dari musuh, dia tidak berani bertindak ceroboh, tenaga dalamnya ditarik kembali untuk menghindari serangan pedang, kemudian dia terbang ke pinggir!
Terdengar suara TANG, dia telah menggetarkan pedang musuh dan mengikuti tenaga itu meloncat dan berlari ke hadapan Li-e.
Dia siap melancarkan pukulan.
Pukulan itu menggunakan tenaga besar, angin serangannya mengeluarkan suara HU, HU.
HU!
Benar-benar membuat siapa pun yang melihatnya terkejut, tapi Li-e tampak sangat tenang.
Hanya terlihat wajahnya1488 sedikit berubah, dia ke depan menyambut serangan Xin Jie....
DASH, kedua telapak tangan beradu....
Tubuh Xin Jie masih berada di tengah udara, dia merasa ada tenaga besar membentur dorongannya, dia merasa sangat terkejut, dia tidak menyangka kalau tenaga Li-e sudah bertambah maju.
Li-e tertawa terbahak-bahak, Mei Xian Jian membawa angin kencang menusuk Xin Jie.
Hatinya merasa senang, karena dia berpikir akal-akalannya berhasil.
Dan dia yakin Xin Jie tidak bisa menghindar lagi.
Tapi dalam keadaan bahaya, Xin Jie membentak, dan tubuhnya tiba-tiba berputar....
Xin Jie bersiul panjang, dalam keadaan berbahaya, dia menggunakan jurus 'Ji Mo Bu Fa', langkahnya terlihat aneh, tubuh Xin Jie tampak berputar di udara lalu berhenti.
Xin Jie meloncat ke atas dengan menggunakan sisa tenaganya, pedangnya menahan pedang Mei Xian Jian milik LiE.
Xin Jie bisa menarik nafas kembali, tubuhnya menggantung di atas Mei Xian Jian, tapi tangan kirinya tetap menyerang.
Pedang Li-e menusuk ke tempat kosong,1489 melihat musuh menyerangnya lagi, dia meraung marah, tangan kirinya dijulurkan.
Tangan kiri Xin Jie dibalikkan, dia bisa mendorong tenaga besar Li-e ke samping.
Ini adalah jurus andalan ketua Da-ji-dao, yang luar biasa.
Hampir dalam waktu bersamaan, Xin Jie dengan tangan kiri dan tangan kanannya menerjang tubuh bagian bawah Li-e.
Tubuh Li-e tidak bisa berdiri tetap, sedang serangan musuh telah datang menghampirinya, dia tidak bisa menyerang, maka dia pun berada dalam posisi serba salah, Xin Jie berteriak.
"Lepas...."
Tenaga di tangan kanannya ditambah, kedua kakinya menendang lagi.
Li-e memang seorang pesilat tangguh, dan pengalamannya sangat banyak.
Dia segera mengambil keputusan, tangan kanannya melonggarkan pegangan pedangnya.
Tangan kirinya dengan cepat memukul, supaya dalam posisi kalah dia bisa mendapatkan kemenangan kembali.
Xin Jie tertawa panjang, tangan kanannya diangkat, Mei Xian Jian terbang ke atas, tangan kirinya langsung menyambut serangan Li-e.
Tangan kanan melayang dan1490 dia berkata dengan suara keras.
"Jurus ini bernama 'barang kembali kepada pemiliknya', apakah Pak Tua Li-e bisa menerimanya....?"
Tangannya melayang, pedang yang tadi dipegangnya dilepas dari tangannya, dan pedang Mei Xiang Jian pun disambutnya.
Dia melempar pedang, bicara, menyambut pedang, semua sekaligus dilakukannya.
Pedang sakti telah berada di tangannya, dia bertambah semangat seperti naga tua, dia pun bersiul panjang.
Li-e sungguh sangat berpengalaman, dia sudah kalah tapi dia tidak segera menjadi patah semangat, tangan kirinya terkepal, tangan kanannya telah mengeluarkan serangan.
Tampak kilauan hijau naik ke udara, berputar lalu turun.
Ternyata Li-e mengambil kesempatan ini dengan cepat mencabut pedang 'Qi Hong Jian' yang terselip di punggungnya.
Dia mencabut pedang dengan gerakan cepat, membuat orang yang melihat terkejut.
Xin Jie tidak menyangka kalau kilauan hijau bisa dengan cepat menyerang.
Dia tidak dapat menghindar lagi.
Tubuh Xin Jie memang bergerak dengan bagus, secara refleks dia bergerak dengan1491 cepat.
Apalagi selama ini dia selalu bertemu dengan pesilat tangguh yang selalu mengajarkan ilmu tinggi kepadanya, maka dia langsung mengeluarkan jurus 'Feng Dian Tou' (phoenbc menganggukkan kepala) untuk menghindari serangan dari Li-e.
Jurus pedang Li-e datang seperti pelangi, cahaya berwarna hijau tampak berkilau, untung Xin Jie berhasil menghindar dengan cepat, tapi beberapa helai rambutnya telah tertebas pedang.
Xin Jie berhasil menghindar dari bahaya, tapi keringat dingin mengucur dari dahinya, dia terkejut dengan perubahan yang terjadi begitu cepat.
Pengalaman Li-e yang banyak membuatnya terkagum-kagum.
Xin Jie berusaha menenangkan dirinya, dia berkata dengan dingin.
"Kelihatannya Pak Tua Li-e masih banyak menyimpan ilmu andalan yang belum dikeluarkan semua. Kalau masih ada, silakan dikeluarkan!"
Xin Jie merasa tenaga dalam Li-e tiba-tiba bertambah besar, dia merasa Li-e pasti masih menyimpan ilmu lainnya.
Memang dugaan Xin Jie tidak meleset, semenjak Li-e mendapatkan buku rahasia Shang Qing Qi Gong, dia telah berlatih ilmu1492 silat dengan giat.
Sewaktu Yu Yi-fei memberikan undangan itu kepadanya, dia segera menulis surat kepada Xie Chang-jin, dan segera kembali memperdalam ilmu 'Shang Qing Qi Gong'.
Dia sadar dia tidak akan bisa menghindar dari Xin Jie lagi.
Maka dia pun segera berangkat menuju Wu Hua Shan.
Dia adalah seorang pesilat yang licik, takut kalau kekuatannya sendiri tidak cukup melawan Xin Jie, maka dia tidak mengeluarkan seluruh ilmunya.
Begitu Xin Jie berhasil merebut pedang Mei Xiang Jian, baru Shang Qing Qi Gong dikeluarkan.
Ilmu dari orang jaman dulu itu benar-benar aneh dan dahsyat, begitu dilancar-kan hampir saja membuat Xin Jie mati.
Karena itu hatinya mulai merasa berani, tapi ketika Xin Jie berada dalam keadaan bahaya, Xin Jie mengeluarkan langkah kaki yang aneh.
Dia ingat sewaktu rapat di Tai Shan, dengan cara seperti itu dia berhasil keluar dari formasi pedang.
Karena iu sekarang dia merasa kecewa.
Serangan diam-diam yang dilancarkan Li-e telah gagal, dia terus menarik nafas menyayangkan keadaan yang terjadi.
Tapi1493 formasi pedang masih tidak tampak berubah.
Di belakang Xin Jie ada beberapa pedang yang menyerangnya, Xin Jie tidak membalikkan tubuh untuk melihat, tangannya dibalikkan untuk menahan ke kiri dan ke kanan berusaha mencairkan serangan.
Dengan sombong dia berkata lagi.
"Hei marga Li, perhatikan ini...."
Suaranya belum selesai, pedangnya berubah seperti pelangi.
Mei Xiang Jian telah berada di tangannya, dia tidak ragu lagi, dengan ilmu Ji Mo Bu Fa' tubuhnya bergerak seperti hantu gentayangan.
Ke kiri sebentar lalu ke kanan, pedang tampak berkilauan.
Pedang Duan Hun milik Wu Ling-feng ikut menyerang, dengan ilmu meringankan tubuh dari India, bila dilihat sekilas benar-benar seperti pelangi, membuat orang terkejut.
Terdengar beberapa kali bunyi pedang beradu, dua pedang milik Xin Jie dan Wu Ling-feng bergabung, pedang bergerak dari kiri ke kanan, mereka saling mendukung.
Seperti menganyam jala kemudian keluar dari formasi pedang yang terkenal itu.
Setelah mereka berhasil keluar dari formasi pedang, 4 ketua perkumpulan sudah1494 tahu kalau nasib mereka kurang beruntung.
Xin Jie tidak berhenti bergerak, baru saja dia berhasil keluar dari formasi pedang, dia telah menusuk Li-e dengan Mei Xiang Jian, dan waktu itu juga tangan kirinya telah melancarkan serangan, diarahkan pada Ku An Shang-ren.
Setelah berhasil keluar dari formasi pedang, mereka seperti ikan yang kembali ke air lagi, pedangnya berputar ke kiri lalu ke kanan, tampak Mei Xiang Jian milik Xin Jie beradu dengan pedang Li-e.
Mereka sama-sama mengeluarkan tenaga, menang atau kalah, semua ditentukan sekarang, maka Li-e mulai menggunakan jurus 'Shang Qing Qi Gong'.
Dua pedang sakti saling terpental, pergelangan tangan Xin Jie bergetar.
Pedang yang dipegang Li-e terlepas dari tangannya.
Jian Shen Li-e telah kalah tapi dia tidak terlihat gugup.
Tangan kiri memegang dadanya tapi kepalan tangan kanannya sudah menyerang kembali.
Xin Jie tertawa panjang, pedang ditancapkan ke tanah kemudian dengan dia memukul dengan telapaknya.
Tenaga Xin Jie benar-benar aneh, 30%1495 tenaga telah dikeluarkan sedangkan sisa 70% tenaga disimpan, begitu beradu tenaga dalam, tenaga Xin Jie segera menyedot tenaga Li-e dengan kuat.
Tangannya dengan kuat menyedot tenaga dalam Li-e, mereka mulai beradu tenaga dalam.
Di sebelah sana tampak pedang Wu Ling-feng sedang menahan 3 pedang.
Jurus pedang semakin cepat diayunkan, membuat 3 orang itu bergeser, memaksa ketiga orang itu bergeser terus ke kiri.
Li-e dan Xin Jie beradu tenaga dalam, sekarang tampak siapa yang berada di atas angin.
Shang Qing Qi Gong memang sakti, tapi Li-e tetap bukan lawan Xin Jie.
Dia semakin terdesak mundur.
Ku An Shang-ren dan Pendeta Chi-yang mengerti keadaan yang terjadi, tapi mereka tidak bisa membantu Li-e.
Pedang Wu Ling-feng seperti hembusan angin terus mengikuti ketiga orang itu.
Dengan mengerahkan tenaga sepenuhnya, pedang Chi-yang dan Xie Chang-jin berhasil menutupi jurus pedang Wu Ling-feng.
Ku An Shang-ren mengambil kesempatan ini keluar dari libatan pedang Wu Ling-feng dan berlari ke arah Li-e1496 untuk membantu.
Wu Ling-feng terkejut, pedang berputar, dia ingin menghadang Ku An Shang-ren tapi tidak berhasil.
Setiba di tempat Li-e, tangannya telah ditempelkan ke punggung Li-e.
Tenaga dalamnya dialirkan ke tubuh Li-e melalui tangannya.
Tenaga dalam Ku An Shang-ren memang tinggi, Xin Jie merasa tangannya menjadi sangat berat.
Karena itu pikirannya terasa melayang sebentar, tapi dia berusaha mengumpulkan kembali konsentrasinya dan beradu telapak lagi dengan Li-e.
Melihat Xin Jie masih bisa menahan tenaga dalam Li-e dan pedang Xin Jie masih bisa terus bergerak.
Dia mulai menggunakan jurus membunuh.
Formasi pedang yang dibuat oleh keempat ketua itu telah terurai hanya tersisa Chi-yang dan Xie Chang-jin yang masih melawan Wu Ling-feng.
Karena terus bertarung membuat Xin Jie bertambah bersemangat.
Jurus 'Qi Jue' dikeluarkan.
Setelah lama bertarung tidak mendapatkan kemenangan, Chi-yang mulai merasa cemas.
Dia membentak, gerakan pedangnya berubah, jurus 'Jiu Gong Shen Xing Jian' nya dikeluarkan, dia1497 menggunakan jurus tipuan ini untuk mundur.
Wu Ling-feng tidak tahu kalau itu adalah serangan tipuan dari Chi-yang, tapi Wu Ling-feng sadar cara Chi-yang untuk menyerang Xin Jie yang berada dalam keadaan tidak waspada dan berniat membunuhnya.
Hal ini membuat Wu Ling-feng terkejut, pedang Duan Hun diputar, dia menahan serangan pedang Xie Chang-jin kemudian memiringkan tubuhnya ke kiri supaya bisa datang menolong.
Wu Ling-feng sekuat tenaga berusaha menghindar, bajunya terkait oleh pedang Xie Chang-jin dan Chi-yang sudah berlari sejauh 10 meter.
Wu Ling-feng membentak, dia tahu sifat Chi-yang, orang itu memang tidak tahu malu, jurus apa pun bisa dikeluarkannya tanpa memandang siapa pun orang yang menjadi lawannya.
Karena cemas, dia tidak memikirkan hal lainnya lagi, dengan tenaga penuh dia mengeluarkan ilmu meringankan tubuh dari India.
Ilmu meringankan tubuh India memang bukan ilmu sembarangan tubuh Wu Ling-feng bergerak seperti asap, hanya terlihat dia turun dan naik dan tiba-tiba saja dia sudah berada di belakang Chi-yang.1498 Karena merasa cemas, Chi-yang terus berlari dengan sekuat tenaga tapi dia mendengar di belakangnya ada suara kelebat angin.
Dia terkejut.
Ilmu meringankan tubuh milik Wu Ling-feng benar-benar mengejutkan.
Dia telah mengumpulkan tenaga, jurus andalan Wu Dang dikeluarkannya, dengan jurus 'Gan Yuan Zhi' yang telah beberapa tahun tidak pernah digunakan.
Dari jauh dia menotok Xin Jie.
'Gan Yuan Zhi' memang hebat.
Kedua mata Wu Ling-feng menjadi merah, dia memben-tak, dia terbang ke udara, jurus 'Tian Ma Xing Kong' (kuda langit berjalan diudara) telah digunakan dan sekarang dia berada di atas kepala Chi-yang.
Bersamaan itu kakinya menendang ke bawah.
Chi-yang sama sekali tidak menyangka kalau Wu Ling-feng berada di atas, secara reflek dia berhenti.
Jurus 'Phoenix Mengangguk' digunakannya untuk menghindar.
Waktu itu Xin Jie telah mengeluarkan tangan untuk menahan serangannya.
Wu Ling-feng berada di tengah udara, dia merasa ada kilauan pedang1499 menyerangnya.
Setelah dilihat ternyata adalah Xie Chang-jin yang mengejarnya.
Dia datang untuk menahan serangan Wu Ling-feng.
Xin Jie sendirian menahan serangan dari 3 orang.
Dia berusaha menahan serangan itu, tapi masih terdengar dia tertawa terbahak-bahak.
"Para ketua perkumpulan, aku yakin kalian masih ingat dengan apa yang terjadi di sini 15 tahun yang lalu. Di sini Qi-mao Shen-jun beradu tenaga dalam dengan ketiga orang ini, dan Xie Chang-jin yang memberi...."
Pada saat Xin Jie bicara, Li-e mengerahkan 'Shang Qing Qi Gong' dengan sekuat tenaga.
Xin Jie mulai merasa tangannya panas tapi tenaga dalamnya masih terus dikerahkan.
Dia berusaha keras menahan dan Xin Jie masih bisa berkata menghina!
'Qi Jue' telah dilakukan Guru Xie kepada Qi-mao Shen-jun.
Jurus ini benar-benar hebat....
Setiap perkataan Xin Jie terdengar menyindir, membuat hati Xie Chang-jin terasa sakit seperti diiris pisau.
Pedangnya1500 bergetar, Wu Ling-feng merasakan ada tenaga yang sangat besar, dia terkejut, tapi Xie Chang-jin sudah meloncatjauh.
Wajah Luo Ying-jian terlihat sangat pucat, dia tertawa dingin.
"Hei marga Xin, dendam harus diarahkan pada sasaran yang tepat, hutang tetap akan kembali pada orangnya. Dulu He Luo Yi Wu Zhao-yun telah membunuh ayahku, dendam tiba pada generasiku, aku anggap ini sudah selesai...."
Sehabis bicara, pedangnya telah menggorok lehernya sendiri.
Sebenarnya Xin Jie tidak begitu membenci Xie Chang-jin.
Kata-kata Xin Jie hanya untuk memancing Xie Chang-jin marah, tidak disangka kalau dia akan bunuh diri dengan mengenaskan, Xie Chang-jin selama ini siang malam selalu menyesali perbuatannya dia merasa malu, dia ingin mengakhiri hidupnya dengan cepat....
Wu Ling-feng berteriak.
"Berhenti...."
Teriakan Wu Ling-feng yang menggunakan tenaga dalam, suaranya keras seperti suara lonceng besar.
Suara ini bisa membuat batu terbelah, orang yang berada di arena pertarungan walaupun mereka adalah pesilat tangguh tapi suara ini tetap1501 membuat mereka terkejut.
Badan Wu Ling-feng bergerak dengan cepat, mengambil kesempatan pada saat Xie Chang-jin sedang bengong, pedangnya menahan Luo Ying-jian.
Xie Chang-jin menarik nafas panjang dan berkata.
"Baiklah! Hei marga Wu, sekarang apa maumu...."
Wu Ling-feng berkata lantang.
"Guru Xie, jangan salah paham, aku.... aku...."
Wu Ling-feng baru berkelana di dunia persilatan, pengalamannya belum banyak.
Dia tidak bisa menjelaskan maksudnya, maka dia hanya berkata 'aku....
aku....
', hal ini membuat wajah tampannya merah.
Tiba-tiba di bawah pohon Mei terdengar suara seorang pak tua berbicara.
"Adik Xie, lihat siapa aku."
Suara keluar dari balik pohon Mei, tidak terdengar dingin.
Xie Chang-jin sedikit terpaku.
Dari balik pohon muncul seorang pak tua.
Kali ini Xie Chang-jin terkejut, wajahnya pucat dan dia tidak sanggup bicara.
Ketua perkumpulan yang lain yang masih berada di arena pertarungan bereaksi sama seperti Xie Chang-jin.
Orang yang1502 muncul di hadapan mereka adalah orang yang 10 tahun lalu telah mereka bunuh dengan cara licik.
Dulu Mei Shan-ming berkelana di dunia persilatan terkenal karena dingin dan kejam.
Sampai sekarang kebiasaannya tampak belum berubah.
Setiap perkataannya diucapkan dengan tenang, tapi nada bicaranya membuat orang merasa ada angin dingin menyerang.
Tapi itu lebih mending daripada berpura-pura seperti ketika Li-e bicara.
Kemunculan Qi-mao Shen-jun membuat 4 ketua itu merasa terkejut.
Mereka benar-benar takut, tapi Mei Shan-ming tidak melihat ke arah mereka.
Dengan perlahan-lahan dia berkata kepada Xie Chang-jin.
"Tuhan memberi pekerjaan, Dia ingin tahu apakah pekerjaan yang diberikan.... dikerjakan dengan baik. Dia pun menyuruhnya semua orang bekerja keras. Dia juga membimbing manusia bila ada kesalahan dan membuat manusia mengerti dan tidak melakukan kesalahan yang sama. Dulu Qi-mao Shen-jun terkenal ilmu silat dan ilmu sastranya. 15 tahun yang lalu dia saat pertama kali dia bertemu dengan Xie Chang-1503 jin, dia mengerti posisi Xie Chang-jin."
Sering Mei Shan-ming berpikir.
"Jika aku menjadi dirinya, aku akan berbuat apa?"
Karena Xie Chang-jin, maka telah terjadi perubahan besar dalam hidup Mei Shan-ming, tapi Mei Shan-ming bisa memaafkannya.
Semua orang berkata kalau kebesaran jiwa Qi-mao Shen-jun sangat kecil, ada dendam pasti akan dibalas tapi dia memaafkan Xie Chang-jin.
Apakah ini bukan berarti dia adalah seorang pemaaf?
Xin Jie dan Wu Ling-feng tidak membenci Xie Chang-jin, tapi dia adalah orang yang telah memusnahkan ilmu silat Paman Mei.
Begitu mendengar perkataaan Paman Mei, mereka tahu Paman Mei telah memaafkan Luo Ying-jian.
Mereka pun merasa senang dan lega.
Begitu Mei Shan-ming muncul, Xie Chang-jin merasa kecewa berat.
Pikirannya kacau, tapi dia seperti tidak ingat apa pun, dia hanya berdiri dengan bengong.
Pedangnya terjulur ke bawah.
Begitu dia mendengar.
"Jika sudah tahu salah, bisa berubah...."
Dia seperti disambar petir, seperti1504 orang yang terjatuh ke dalam jurang yang dalam kemudian menemukan benda yang bisa menolongnya memanjat ke atas lagi.
Penyesalannya selama 15 tahun menjadi terbuka dan seperti berpindahnya masa muda ke masa tua.
Dia seperti telah mengerti banyak hal yang tidak bisa diungkapkan....
Dia melayangkan pedangnya lalu melihat Mei Shan-ming, kemudian pedang dioper ke kiri dan terdengar lagi suara CHA....
tampak dua tangannya penuh dengan darah dan kedua ibu jarinya sudah terjatuh ke tanah.
Pedang 'Luo Ying' seperti cahaya terbang jauh karena dilempar oleh Xie Chang-jin kemudian pedang terpaku di batang pohon.
Pedang masih bergetar tapi Xie Chang-jin sudah pergi dari sana tanpa bicara lagi.
Kedua ibu jari Xie Chang-jin telah putus, dia tidak akan bisa menggunakan pedang lagi seumur hidupnya.
Xin Jie dan Wu Ling-feng merasa tidak enak.
Mei Shan-ming menatap langit tanpa berbicara.
Dalam hati dia memuji.
"Xie Chang-jin benar-benar seorang laki-laki sejati."
Angin gunung meniup daun-daun,1505 pohon bergoyangan.
Xin Jie dan Wu Ling-feng merasa sedih.
Chi-yang, Li-e, dan Ku An Shang-ren, mereka tahu belum tentu mereka bisa melewati hari ini dengan selamat.
Li-e dan Chi-yang masih tidak menyesali perbuatannya, dan mengambil kesem-patan pada saat Xin Jie sedang sedih dan mulai menyerangnya.
Xin Jie tertawa panjang, kedua telapaknya dibuka.
Dia menolak serangan Li-e, dengan melayangkan tangan kirinya dia menepis.
Dia menghilangkan tenaga Chi-yang yang menyerangnya, dia berhasil menggetarkan Chi-yang hingga mundur 5-6 langkah.
Wu Ling-feng mengetahui maksud Xin Jie, pedangnya dilayangkan.
Dia menghadang didepan Chi-yang dan tidak membiarkan dia masuk ke dalam arena pertarungan.
Chi-yang mengetahui rencana Xin Jie dan membiarkan Wu Ling-feng mengalahkan mereka satu per satu.
Pedang Wu Ling-feng terus dilayangkan, orang yang paling tidak disukainya adalah Chi-yang, apalagi sejak kematian Jin Lao Er.
Semua itu adalah hasil1506 perbuatannya.
Semakin dipikir dia semakin marah, jurus yang dikeluarkan pun semakin ganas.
Chi-yang pernah bertarung dengan Wu Ling-feng dan tahu bagaimana lihainya ilmu pedang Wu Ling-feng.
Dia tidak berani bertindak ceroboh, setiap jurus yang dikeluarkan Chi-yang tidak ada niat untuk memperoleh kemenangan, asalkan tidak kalah itu sudah cukup untuknya.
Maka dia bertahan sampai sekarang.
Mei Shan-ming yang diam di pinggir sudah mengetahui Wu Ling-feng memang mempunyai ilmu tinggi, tapi pengalamannya bertarung sangat sedikit.
Dia mengerutkan alisnya dan berpikir.
"Anak itu berilmu tinggi, tapi dia tidak selincah Jie Er...."
Sewaktu dia sedang berpikir pedang Wu Ling-feng tampak berkilau, pedangnya telah menyerang ke sisi Chi-yang, dan jurus yang dikeluarkan sangat hebat dan ganas.
Jurus itu digunakan dengan baik, membuat Chi-yang terpaku, terpaksa dia memutar pedangnya, dia berniat menutup serangan Wu Ling-feng.
Wu Ling-feng tiba-tiba mengerahkan tenaga lembut.1507 Qi-mao Shen-jun segera berkata dengan dingin.
"Serang bagian bawahnya!"
Awalnya Wu Ling-feng hanya terpaku, tapi segera dia mengerti maksud Mei Shan-ming, ilmu dan pengalaman Mei Shan-ming sangat hebat.
Kaki Wu Ling-feng menendang secepat kilat dan tepat mengenai sasaran, pedang Chi-yang tertendang hingga terlepas dari tangannya dan terlempar jauh.
Karena Chi-yang kehilangan pedangnya, dia benar-benar terkejut tanpa terasa dia telah mundur 10 langkah lebih, tapi api dendam Wu Ling-feng masih berkobar.
Matanya tampak merah, selangkah demi selangkah dia mendekati Chi-yang.
Wu Ling-feng meraung.
"Penjahat Chi-yang, seumur hidupmu kau selalu berbuat kejahatan, hari ini kau harus mati!"
Chi-yang sadar dia tidak bisa melawan Wu Ling-feng, tapi dia tidak mau melepaskan harapan terakhirnya begitu saja, dia mundur dan terduduk di bawah, tangannya tanpa terasa telah memegang 'Qi Hong Jian' milik Li-e yang tadi terjatuh karena telah digetarkan oleh Xin Jie.
Wu Ling-feng membentak sambil menghindari tusukan Chi-yang, dan dia menerjang maju.1508 Chi-yang tidak menyangka ilmu silat Wu Ling-feng begitu cepat, dia tidak sempat membalikkan tubuh, pedang Wu Ling-feng telah menusuknya, sebelum mati dia masih ingin membuat perlawanan.
Qi Hong Shen Jian dilempar dari ketiaknya ke arah Wu Ling-feng.
Pedang Wu Ling-feng dengan cepat melubangi tubuh Chi-yang.
Tiba-tiba dia merasa ada kilauan hijau mendekat, itu adalah pedang Qi Hong Shen Jian yang dilempar Chi-yang sebelum dia mati.
Chi-yang melempar dengan sekuat tenaga, pedang datang dengan cepat dan membawa kelebat angin besar.
Wu Ling-feng tidak ada pengalaman dalam menghadapi situasi seperti ini, dia malah berdiri terpaku.
Mei Shan-ming membentak.
"Gunakan pedang...."
Wu Ling-feng segera sadar.
Duan Hun Jian dilempar, terdengar suara TRANG, kedua pedang beradu di udara, timbullah percikan api menyilaukan.
Qi Hong Jian adalah sebuah pedang kuno yang tajam.
Duan Hun Jian juga sebuah pedang tajam yang bisa memotong besi menjadi dua bagian.
Qi Hong Jian terpental1509 dan berbalik arah terbang ke arah kiri.
Tenaga Chi-yang benar-benar besar, sekarang dihalangi oleh Duan Hun Jian, laju pedang masih tidak berkurang, pedang seperti sebuah bintang jatuh.
Lalu terbang lagi 20-30 meter dan terjatuh ke jurang.
Qi Hong Jian adalah senjata tertajam di dunia persilatan, sekarang pedang itu telah jatuh ke dalam jurang, dia telah kembali ke asalnya.
Chi-yang berteriak, teriakannya memanggil dua orang temannya, Xin Jie berteriak.
"Paman Mei...."
Tadinya dia ingin memanas-manasi Li-e dan Ku An Shang-ren, tapi baru saja dia bersuara, dia melihat tangan Ku An Shang-ren yang ada di punggung Li-e telah dilepas.
Li-e merasa tenaga yang mengalir di punggungnya menghilang, dia tahu kalau dia akan celaka, dan dia pun tahu kalau Ku An Shang-ren akan meninggalkannya.
Karena cemas dia hanya bisa dengan marah berkata.
"Shang-ren, tunggu!"
Tangan kirinya dibalikkan dan menyerang Ku An Shang-ren.
Kedua tangan Ku An Shang-ren1510 terbuka, dia menyambut jurus Li-e, dan kemudian dia mundur sejauh 15 meter.
Dan dia pun segera kabur.
Duan Hun Jian milik Wu Ling-feng telah menghilang, tapi Wu Ling-feng tetap meloncat ke depan, dia berniat menghadang, tiba-tiba Qi-mao Shen-jun berteriak.
"Feng Er, biarkan dia pergi!"
Wu Ling-feng terpaku, Ku An Shang-ren telah pergi jauh, Mei Shan-ming dengan sedih menarik nafas.
"Orang itu jarang berbuat kejahatan, dia juga seorang biksu, biarkan dia pergi!.
Xin Jie mengambil kesempatan ini, yaitu saat Li-e dan Ku An Shang-ren bentrok.
Dia mengumpulkan tenaganya dan membuat Shang Qing Qi Gong membalik, hal ini membuat tubuh Li-e terpental hingga 15 meter jauhnya.
^ Xin Jie berdiri dan berkata.
"Hei marga Li, hari ini aku tidak akan berbaik hati lagi padamu...."
Li-e tidak menjawab, dia menarik nafas panjang.
"Sudahlah, sudahlah, aku marga Li, hari ini mengaku kalah...."
Suaranya baru selesai, dia mengangkat telapaknya dan memukul ke arah kepalanya1511 sendiri.
PRAK, kepalanya hancur seketika.
Jian Shen Li-e seumur hidupnya sering melakukan kejahatan, dia juga seorang yang licik dan kejam, akhirnya dia mati di tangannya sendiri....
Angin gunung terus berhembus, membawa harum buah pohon cemara.
Siapa yang percaya, di sebuah gunung indah ini baru saja terjadi pertarungan yang sengit dan keras.
Ooo)*(ooO BAB 46 Perasaan yang dalam pada Xue Guo Shao-lin-sie adalah sebuah perkumpulan di Zhong Zhou, tapi sudah ratusan tahun mereka jarang berbaur dan ikut campur dalam masalah dunia persilatan.
Karena itu orang-orang yang ilmu silatnya kuat selalu bersikap angkuh.
Tapi sekarang ini sikap mereka hancur di tangan Xin Jie dan Wu Ling-feng.
Perubahan yang terjadi di dunia persilatan berlangsung sangat cepat, membuat siapa pun menjadi terkejut karenanya.
Di Wu Hua Shan, angin musim dingin masih terus berhembus.1512 Qi-mao Shen-jun sebelah tangannya memegang Xin Jie, sedangkan satu tangan lainnya memegang Wu Ling-feng.
Selama puluhan tahun dendam dan budi yang selalu melintas di pikirannya.
15 tahun yang lalu orang-orang yang bergabung membunuhnya, sekarang telah mati di hadapannya.
Ada juga yang melarikan diri.
Dia sudah tidak mempunyai permintaan apa pun lagi.
Ilmu silat para pemuda ini lebih hebat darinya, bisa dikatakan mereka adalah pemuda berbakat selama kurun waktu ratusan tahun ini.
Untuk Qi-mao Shen-jun apakah hal seperti ini masih belum cukup puas baginya?
Maka dengan hati riang, Mei Shan-ming bernyanyi.
Semalam turun hujan salju, salju membuat kota Chang An menjadi kota putih yang tertutup salju.
Pagi-pagi salju telah berhenti turun dan cuaca pun mulai terang.
Kusir keledai Lao Wang, terus menarik keledai yang masih tampak gemetar kedinginan.
Lao Wang memasang tali kereta di tubuhnya.
Dia membuka pintu dan keluar.
Dia menatap langit berwarna biru, langit yang baru selesai menurunkan1513 saljunya.
Melihat salju yang bertumpuk di bawah dia berkata pada dirinya sendiri.
"Semalam turun salju dengan lebat, sepertinya sebentar lagi akan masuk musim semi."
Angin dingin berhembus ke tubuhnya, Lao Wang gemetar, dia menarik kerah mantelnya hingga menutupi leher bahkan menutupi telinganya.
Sepanjang perjalanan tidak terlihat ada pejalan kaki.
Pikir Lao Wang.
"Sebentar lagi saatnya semua orang terbangun dan pergi. Jalanan tampak begitu licin, orang-orang pasti akan menyewa keretaku."
Dia berjalan ke arah timur, lalu berhenti di sebuah rumah makan.
Dia melihat ada seorang anak yang sedang menyapu salju yang bertumpuk.
Dia tahu kalau anak itu bernama Xiao Yu, pekerja lepasan di rumah makan itu, dia berteriak.
"Xiao Yu, sudah sebulan lebih kita tidak bertemu, ternyata kau bekerja pada Tuan Lin. Wei! Mengapa sekarang malam-malam kau tidak pernah bermain kartu lagi?"
Anak yang dipanggil Xiao Yu itu adalah seorang anak berusia sekitar 14 tahun.
Bajunya sudah tipis dan usang, tapi1514 dia terlihat sangat bersemangat, sama sekali tidak terlihat kalau dia merasa kedinginan.
Jawab Xiao Yu.
"Kakak Wang, aku tidak mau berjudi lagi, sekarang aku sangat sibuk, setiap malam Bibi Lan mengajarkanku membaca dan menulis."
Lao Wang tertawa terbahak-bahak.
"Aku tidak menyangka kau sudah begitu besar baru belajar membaca dan menulis. Apakah kau mau menjadi seorang pelajar?"
Dengan serius Xiao Yu menjawab.
"Dulu aku sadar kalau kami hanya orang miskin. Kami mencari makan dengan mengandalkan tenaga, kami tidak bisa melakukan hal lainnya. Semenjak aku belajar membaca dan menulis dari Bibi Lan, pikiranku jadi berubah. Menurut Bibi Lan, orang miskin juga manusia, mengapa orang lain bisa melakukan sesuatu sedangkan kami tidak? Kau jangan menertawakanku karena sudah besar begini baru belajar membaca dan menulis. Kata Bibi Lan, pada Dinasti Song ada seorang pelajar bermarga Su, dia berusia 20 tahun saat mulai belajar membaca dan menulis."
Lao Wang menggoyang-goyangkan1515 tangannya.
"Aku tidak mau ribut denganmu, aku hanya tahu Bibi Lan itu sangat pintar membuat kerajinan tangan, tidak disangka dia juga seorang pelajar perempuan."
Xiao Yu mendengar Lao Wang memuji orang yang dikaguminya, dengan senang dia berkata.
"Masih banyak hal yang Bibi Lan kuasai, Apakah kau pernah makan sayur buatannya, benar-benar lezat."
Lao Wang mengangguk.
"Dia dan Nenek Fang tadinya tinggal di belakang rumahku, selama hidupku, belum pernah ada orang yang menyulam begitu indah. Belum pernah kulihat orang sesabar dia. Jangankan orang buta, orang bermata normal pun belum tentu akan menghasilkan sulaman sebagus dirinya. Xiao Yu, hhhh, tuan besar kalian...."
"Xiao Yu! Xiao Yu!"
Panggilan nyaring terdengar di telinga mereka.
Xiao Yu dengan cepat menyapu, lalu dia mengangguk pada Lao Wang dan segera berlari masuk.
Di dalam rumah, tungku tampak menyala membuat rumah terasa hangat.
Di dekat jendela duduk seorang gadis cantik.
Gadis itu mulai mengomel.
"Udara begitu dingin, kau hanya mengenakan dua1516 lapis baju, kalau kau kedinginan bagaimana?"
Dari belakangnya dia mengeluarkan sebuah mantel dan memaksa Xiao Yu memakainya.
Xiao Yu tidak merasa kedinginan saat di luar rumah, apalagi sekarang dia berada di dalam, dalam rumah terasa hangat.
Dahinya mulai berkeringat tapi mendengar omelan lembut gadis itu, dia merasa hatinya menjadi hangat.
Dia segera memakai mantel itu.
"Bibi Lan, apakah besok lusa tuan besar akan pulang?"
"Sebelum beliau pulang, kita harus menengok Nenek Fang dulu di penjara."
"Nenek Fang telah pergi."
Bibi Lan terkejut dan bertanya.
"Kapan Nenek Fang keluar dari penjara?"
"Beberapa hari lalu, aku bertemu dengan Lao Li penjaga penjara, dia yang memberitahuku."
Bibi Lan tampak terpana lalu menarik nafas panjang.
"Hhhh, usianya sudah tua, bisa pergi ke mana dia? Aku yang telah membuatnya menjadi seperti ini."
"Bibi tidak boleh menyalahkan diri sendiri, polisi-polisi di sini hanya bisa1517 melecehkan orang tua dan orang lemah, sedangkan penjahat sesungguhnya, bayangannya saja tidak bisa mereka tangkap."
Dengan cemas Bibi Lan berkata lagi.
"Xiao Yu, jangan terus berkata seperti itu, kalau terdengar oleh tuan besar, itu bukan hal main-main lagi."
"Aku tidak takut, paling-paling kepalaku akan dipenggal."
Bibi Lan tampak marah dan berkata.
"Baiklah, kalau kau tidak mau mendengar nasihatku, aku tidak memaksa, toh semua ini untuk kebaikanmu juga."
Melihat Bibi Lan mulai marah, hati Xiao Yu merasa cemas, lalu dia berkata.
"Bibi Lan, jangan marah, aku tidak akan bicara seperti itu lagi."
Bibi Lan tampak tertawa.
"Itu baru anak baik."
Sore hari, cuaca semakin cerah, udara terasa sangat segar. Bibi Lan sedang membuat baju untuk Xiao Yu, tiba-tiba dia mencium wangi bunga dan bertanya.
"Xiao Yu, apakah bunga anggrek di dekat pintu sudah mekar?"
"Bunga anggrek sudah mekar, Mei-hua1518 pun sudah mekar, aku akan memetik beberapa tangkai untuk ditaruh di dalam vas bunga,"
Kata Xiao Yu.
"Jangan memetik bunga yang masih ada di pohon, hanya saja bunga-bunga itu sangat harum, aku ingin mendekati bunga-bunga itu dan mencium wanginya."
Dengan langkah ringan Bibi Lan keluar rumah dan berjalan ke sebuah pohon Mei-hua yang berada di sudut dinding.
Gerakannya sangat lincah, dia tidak terlihat seperti orang buta.
Dia membungkukkan tubuhnya dan mencium anggrek yang sedang mekar.
Dalam pikirannya melintas wajah yang dikenalnya.
Sejak kecil, dia selalu menyukai bunga, apalagi bunga anggrek.
Karena itu mungkin namanya sama dengan nama anggrek, (lan hua=bunga anggrek).
'Sebelum mataku buta,' dia berpikir, 'setiap tahun di awal musim dingin, di sekeliling gubukku ditanami anggrek dan selalu mekar, aku selalu berdiri di antara bunga-bunga dan mencium wanginya yang segar.
Setiap kali saat aku sedang menikmati harumnya bunga, di belakangku selalu ada orang yang bertangan kuat1519 menutupi mataku dan berkata, 'tebak siapa aku?' Dia adalah Kakak Wu....
orang yang paling kuhormati dan kucintai, aku tidak perlu menebak, aku sudah tahu kalau orang itu adalah Kakak Wu."
Bibi Lan tersenyum, berpikir lagi.
"Setelah itu mataku buta, ibu dan Kakak Wu selalu menuruti keinginanku, bila aku ingin sesuatu Kakak Wu tidak pernah mengecewakanku, aku tidak bisa melihat sorot matanya yang mencintaiku dan sekaligus mengasihaniku. Tapi di dalam hatiku aku merasa dia bertambah suka padaku. Di dunia ini hanya ibu dan Kakak Wu yang baik padaku, jangankan kedua mataku yang buta, bila kaki dan tanganku cacat pun mereka tidak akan meninggalkanku, mereka tetap akan mencintaiku."
"Setiap hari aku hanya menghitung hari, saat matahari terbenam, di ujung jalan aku sudah bisa menebak itu adalah sosok Kakak Wu. Harus setengah tahun kau baru bisa pulang, tapi aku berharap terjadi mujizat. Matahari terbenam, di langit muncul bintang, ibu sedang membuat mantel, dia sering menatap langit yang tinggi....1520 dalam hati dia pun pasti sedang merindukan kakak! Hari-hari berlalu dengan lambat, tapi masih ada harapan.... cahaya harapan, karena itu kehidupanku dan ibu bisa dilewati dengan tenang."
"Beberapa hari terus hujan, air sungai mulai meluap dan semakin tinggi. Penduduk semakin merasa cemas, tapi tidak ada seorang pun yang menyangka kalau banjir akan datang begitu cepat. Malam itu...."
Teringat sampai di sana, wajahnya terlihat ketakutan, yang pasti malam itu dalam pikirannya tertinggal goresan yang menyedihkan, membuatnya merasa takut.
"Air bah datang begitu cepat dan besar. Begitu aku dan ibu terbangun dari tidur, kami terkejut mendengar suara air bah yang datang. Air sudah setinggi dada aku dan ibu memeluk gentong yang terbuat dari kayu. Kami terbawa oleh arus dan terus berjalan, gelombang air sungai terus mengalir, tiba-tiba ada sebuah gelombang besar datang, aku dan ibu terpisah, aku merasa cemas kemudian aku tidak ingat apa-apa lagi karena aku pingsan. Begitu sadar, hari mulai terang, aku tidak menyangka sewaktu pingsan kedua tanganku masih1521 mencengkram erat gentong kayu itu. Mungkin ini adalah salah satu sifat manusia untuk terus bertahan hidup."
Dia menertawakan dirinya sendiri, dan berpikir lagi.
"Kaki dan tanganku terasa membeku, aku mendengar gelombang besar, suara air bah semakin besar. Kemanakah ibuku yang tercinta? Firasat buruk muncul di dalam hatiku.... aku tidak tahan lagi, aku ingin melepaskan tangan yang masih mencengkram gentong itu. Biar gelombang air mengelilingi dan menenggelamkanku hingga mati. Tapi aku merasa ada suatu kekuatan yang terus mendukungku, aku pikir kalau aku mati, aku harus bertemu dengan Kakak Wu terlebih dulu. Akhirnya aku pun tertolong! Aku ditolong oleh Pejabat Jin yang kebetulan sedang mengontrol tempat musibah. Pejabat Jin sangat baik, anak angkatnya yang bernama Nona Su pun sangat ramah, aku tinggal di rumah Pejabat Jin, aku selalu berusaha mencari jejak ibuku, tapi dunia ini begitu luas, kalau nasib ibu beruntung, dia tidak akan terbawa oleh air bah, tapi aku harus mencarinya ke mana? Aku berencana begitu air bah surut aku akan kembali ke rumah, kalau Kakak Wu1522 pulang, kita bisa bertemu di sana."
"Tidak disangka, Kakak Wu ternyata kenal dengan Nona Su, dan mereka terlihat begitu dekat. Kakak Wu memang bukan tipe laki-laki playboy, tapi aku mendengar dengan telingaku sendiri kata-kata mesra Kakak Wu kepada Nona Su, apakah itu bukan hal sebenarnya? Mana boleh dia berkata seperti itu kepada perempuan lain dengan mesranya?"
Pikirannya mulai kacau, api cemburu mulai membakar hatinya, tapi nama lembut sedalam sungai dan laut.... Hanya sebentar kemarahannya menghilang, dan dia berpikir kembali.
"Untuk apa aku terus mengingat hal ini? Aku percaya dalam hati Kakak Wu akan tetap terus mengingatku. Nona Su adalah seorang nona kaya, tapi bila dia ingin mengambil semua hati Kakak Wu, sepertinya tidak semudah itu. Kakak Wu mencintainya, tapi merindukanku, dia pasti tidak bisa hidup senang, aku.... Lebih baik aku terbawa oleh air bah...."
Semakin dipikir dia merasa semakin sedih, tiba-tiba terdengar suara yang membuatnya tersadar dari kesedihan.
Sejak tadi Xiao Yu terus diam berdiri1523 di sisinya, melihat Bibi Lan terlihat begitu sedih, dia bingung harus bagaimana menghibur Bibi Lan.
Dia sedang kebingungan tiba-tiba terdengar suara ramai-ramai.
Sifat kekanak-kanakannya muncul, dia berlari keluar melihat keramaian.
A Lan bersiap kembali ke kamarnya, tiba-tiba ada suara nyaring yang menyapanya.
"Nona Lan! Nona Lan!"
Matanya tidak bisa melihat tapi telinganya sangat tajam, dia merasa kenal dengan suara itu. Tapi dia tidak ingat siapa pemilik suara itu. Xiao Yu masuk dengan nafas terengah-engah dan berkata.
"Putri Pejabat Jin dari San Xi, yaitu Nona Su memanggil Bibi!"
A Lan baru sadar dan berpikir.
"Ternyata Nona Su, Nona Su datang, dia juga pasti ada, untuk apa aku harus bertemu mereka?"
Dia segera berkata pada Xiao Yu.
"Beritahu Nona Su, aku tidak mengenalnya, mungkin dia salah melihat orang."
Xiao Yu merasa serba salah, karena Nona Su telah berdiri di depan pintu, dan dia tertawa.
"Nona Lan, apakah benar kau tidak kenal denganku?" 1524 A Lan merasa sedikit malu, tapi mengingat kebahagiaannya telah dirusak oleh nona ini, dia merasa marah dengan nada menyindir dia berkata.
"Ternyata yang datang Nona Besar Su, rumahku sangat kecil dan jelek, maka aku tidak menerima tamu besar di rumahku."
Kata-kata A Lan telah terucap, dia merasa menyesal, dia tidak percaya dia bisa berkata begitu pedas. Tapi Nona Su tidak marah, dengan lembut dia berkata.
"Nona Lan, apakah kau masih marah kepadaku? Apakah kau tahu di mana Kakak Wu?"
Begitu mendengar nama Kakak Wu disebut, A Lan langsung memasang telinganya, dia menggelengkan kepala dan menjawab.
"Bukankah dia selalu bersamamu?"
Dengan sedih Nona Su berkata.
"Kakak Wu sedang mencarimu ke seluruh penjuru dunia!"
A Lan bagaikan disambar geledek, dia berusaha menahan emosinya, dengan gemetar dia bertanya.
"Apakah kata-katamu itu betul?"
Nona Su mendekat, dia memegang kedua tangan A Lan dan berkata dengan lembut,1525
"Nona Lan, oh tidak, lebih baik aku memanggilmu Adik Lan, apakah boleh?"
Mendengar Nona Su begitu bersungguh-sungguh, A Lan mengangguk. Dengan sungguh-sungguh Nona Su berkata.
"Hari itu ketika kau marah dan pergi dari rumahku, hari kedua paginya Kakak Wu mengetahui hal ini, dia bertingkah seperti orang gila, dengan terburu-buru dia pamitan dan pergi untuk mencarimu. Adik Lan, Kakak Wu hanya menyayangimu, kau.... kau benar-benar bernasib baik."
Kemudian dengan malu-malu dia berkata lagi.
"Adik Lan, sebenarnya aku.... aku sangat suka.... suka kepada Kakak Wu, tapi aku memang bodoh, aku kira dia juga suka padaku, sampai saat ini aku baru mengerti ternyata di dalam hatinya cuma ada Adik Lan saja. Waktu itu dia sedang mabuk karena telah minum terlalu banyak, dia menganggap aku adalah dirimu, maka terjadilah kesalahpahaman itu. Adik Lan, dia adalah seorang laki-laki yang sangat setia, dia pemuda tampan dan begitu setia mencintaimu, kau pasti akan bahagia, aku.... aku juga senang kepadamu." 1526 Semakin mendengar penjelasan Nona Su, A Lan semakin merasa sedih, dia merasa menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri, semua muncul di hatinya. Wajahnya sebentar merah, sebentar pucat, dia tidak kuat menahan perasaannya akhirnya dia pun ambruk. Xiao Yu memapahnya, dengan cemas Nona Su bertanya.
"Adik Lan, ada apa denganmu? Bagian mana yang terasa tidak nyaman?"
A Lan hanya tertawa sedih.
"Kakak Su, kepalaku pusing, karena itu aku tidak kuat."
"Kau masuk dulu untuk beristirahat, aku akan pamit dulu, nanti aku baru akan mengunjungimu lagi."
A Lan mengangguk, dia dipapah masuk oleh Xiao Yu dan masuk ke dalam kamar, sebelum pintu ditutup dia berkata pada Xiao Yu.
"Aku ingin tidur dulu, tolongjangan ganggu aku dulu."
Xiao Yu yang telah mendengar pembicaraan antara Bibi Lan dengan Nona Su mulai mengerti apa yang terjadi di antara mereka, dia merasa hal yang tidak diinginkan akan terjadi, dia berpesan pada A1527 Lan.
"Bibi Lan, jangan sedih, nanti tubuhmu akan melemah lagi."
A Lan tertawa sedih.
"Xiao Yu, kau jangan berpikir terlalu jauh, aku tidak marah dan tidak banyak pikiran."
Terpaksa Xiao Yu keluar dari kamarnya. A Lan terbaring di atas tempat tidur, hatinya terasa sakit seperti diiris pisau, dia berpikir.
"Ternyata Kakak Wu masih begitu mencintaiku, aku sudah tidak ada muka lagi bertemu dengannya, tidak perlu dia yang mengatakannya aku telah mengerti, seperti dia yang selalu berada di dalam hatiku, aku.... aku harus membuat dia berpikir seperti itu, tapi harus dengan cara apa? Ah benar, hanya dengan kematian, hanya dengan kematian baru bisa tercapai tujuanku."
Mengingat pada kematian, hati A Lan menjadi tenang, tapi dia berpikir lagi.
"Tapi, tapi aku ingin bertemu dengannya, setelah itu aku baru akan menghabisi hidupku."
Dia telah mengambil keputusam, kematian malah membuatnya merasa tenang.
Dia mengenang kembali masa lalu, hidupnya1528 selama 10 tahun ini, satu per satu melintas di benaknya, tapi dengan cepat telah menghilang lagi.
Matahari menyinari dinding kamar, salju belum mencair, wajah A Lan pucat dan terbias oleh salju yang belum mencair, hatinya semakin tenggelam dan tenggelam....
Ooo)*(ooO Semua hal yang ada di dunia ini sering kali tidak disangka, setelah Nona Su mencari A Lan, pada hari kedua Wu Ling-feng juga tiba di Chang An.
Secara kebetulan dia bertemu dengan pelayan Su Hui Zhi yang bernama Xiao Fu.
Xiao Fu memberitahu keadaan A Lan kepadanya.
Hati Wu Ling-feng berdebar-debar, setelah bertanya dengan jelas di mana rumah A Lan, dia segera pergi ke sana.
Ternyata Wu Ling-feng dan Xin Jie berhasil memperoleh kemenangan total setelah bertarung dengan empat ketua perkumpulan di Wu Hua Shan.
Dendam ayah sudah terbalaskan, ada satu masalah lagi yang belum diselesaikan olehnya....
mencari A Lan dan ibunya.
Xin Jie pun ingin cepat-cepat mencari Zhang Qing yang lucu dan polos.
Maka mereka pun berpamitan kepada1529 Paman Mei, akhirnya mereka pun berpisah di sana dan berjanji sebulan kemudian akan bertemu di kota Chang An di pintu barat.
Sepanjang perjalanan Wu Ling-feng terus mencari A Lan, tapi hasil yang diperolehnya sangat nihil.
Setelah hitung punya hitung, waktu perjanjiannya dengan Xin Jie hampir tiba, terpaksa dia haru s pergi ke kota Chang An.
Pagi-pagi dia telah memasuki kota Chang An, tidak disangka dia bertabrakan dengan Xiao Fu.
Xiao Fu adalah pelayan yang hubungannya dekat dengan Su Hui Zhi, maka dia sangat mengerti apa yang telah terjadi antara Wu Ling-feng, A Lan, dan Su Hui Zhi.
Kemarin Su Hui Zhi telah bertemu dengan A Lan, saat itu dia ikut dengan nonanya.
Dia menaruh iba kepada Wu Ling-feng, maka dia segera memberitahu keadaan A Lan kepada Wu Ling-feng.
Mengikuti alamat yang diberikan Xiao Fu kepadanya, Wu Ling-feng berada di jalan bagian barat.
Dia merasa semakin tegang tapi juga senang.
Dia berpikir.
"Kalau Xiao Lan tahu aku mencarinya, dia pasti akan merasa senang. Nona Su pasti telah menjelaskan keadaan yang terjadi padanya.1530 Dia pasti tidak akan membenciku, kalau dia tahu kakaknya ini telah susah payah membawa Xue Guo langka untuknya dan bisa membuatnya kembali bisa melihat, dia pasti akan merasa berterima kasih padaku."
Akhirnya dia tiba di depan rumah yang diberitahu oleh Xiao Fu, lalu dengan pelan dia mengetuk pintu, seorang anak keluar membukakan pintu.
"Apakah Nona Lan ada?"
Anak itu adalah Xiao Yu, dia menatap Wu Ling-feng, kemudian membawa Wu Ling-feng masuk ke ruang tamu, dia segera memberitahu Bibi Lan.
Wu Ling-feng melihat sekeliling, terlihat barang pajangan yang mewah, dia merasa sedikit terkejut dan berpikir.
"Xiao Fu tidak bercerita kalau A Lan tinggal di rumah siapa, kelihatannya pemilik rumah ini adalah orang kaya."
Setelah ditunggu-tunggu, A Lan tidak muncul.
Wu Ling-feng mulai merasa tidak tenang, dia ingin berdiri dan masuk ke dalam untuk melihat, tiba-tiba tirai pintu terkuak, seraut wajah cantik muncul dari balik tirai.
Ternyata begitu mendengar Xiao Yu1531 bercerita bahwa ada orang yang mengunjunginya, dia tahu kalau yang datang adalah Wu Ling-feng, tapi dia tidak menyangka kalau Wu Ling-feng akan begitu cepat mencarinya.
Setiap hari dia berharap bisa bertemu dengan Wu Ling-feng, tapi sekarang setelah Wu Ling-feng berada di depannya, dia malah ragu, seperti seorang anak kecil yang telah melakukan kesalahan dan takut bertemu dengan ayah dan ibunya.
"Di dunia ini apakah ada hal yang lebih menakutkan dibandingkan dengan kematian? Mati pun aku tidak takut, apakah yang lainnya harus kutakutkan?"
Maka dia pun keluar dari kamar.
Wajah A Lan selalu membuat Wu Ling-feng mabuk juga selalu membuatnya lupa akan segala hal.
Sekarang tiba-tiba muncul di hadapannya, membuat Wu Ling-feng terpaku entah apa yang harus dia katakan sekarang.
Dia berusaha menenangkan dirinya, kemudian dia pun maju, tangan A Lan dipegangnya lalu dengan gugup berkata.
"A Lan, aku.... aku.... akhirnya kita bertemu.... bertemu lagi denganmu."
A Lan masuk ke dalam pelukannya dan1532 terus menangis.
"Kakak Wu, akhirnya kau datang juga. Setiap hari aku terus menunggumu, akhirnya kau berhasil mencariku."
Mata Wu Ling-feng telah basah oleh air mata, lalu dengan lembut dia berkata.
"A Lan, jangan menangis lagi, cepat hapus air matamu, kita harus merasa gembira karena telah bertemu kembali. Jangan menangis lagi, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu, kau pasti akan merasa senang."
A Lan berusaha menenangkan dirinya dan berpikir.
"Ini adalah terakhir kalinya aku bertemu dengan Kakak Wu, setelah itu kita tidak akan bertemu lagi. Benar, aku harus membuatnya merasa senang dan gembira."
Dia menghapus air matanya dan bertanya.
"Kakak, setengah tahun ini kau pergi ke mana saja? Apakah dendam paman telah terbalas?"
Baru saja mereka bertemu A Lan langsung menanyakan tentang dendam ayahnya, malah tidak menyinggung tentang Xue Guo sama sekali, karena itu Wu Ling-feng terpengaruh dan bertanya,1533
"Kehidupanku selama setengah tahun ini sangat seru dan berbahaya, nanti kalau ada waktu aku pasti akan menceritakan semuanya padamu. Aku jamin, kau pasti akan senang mendengarnya. Sebulan lalu aku dan Adik Jie di Wu Hua Shan melawan empat ketua perkumpulan itu, membuat empat ketua itu lari terbirit-birit. Chi-yang dan Li-e berhasil kami bunuh, dulu mereka bergabung membunuh ayah, tidak disangka 10 tahun kemudian mereka mati karena formasi buatan mereka sendiri."
Hati A Lan sedih, tapi mendengar cerita Wu Ling-feng yang berhasil membalaskan dendam ayahnya, dia pun ikut senang dan memuji.
"Kak, kau benar-benar hebat!"
"A Lan, mana bibi?"
Begitu Wu Ling-feng menanyakan ibunya, air mata A Lan menetes lagi, dia menangis dan berkata.
"Ibu telah terbawa banjir."
A Lan menceritakan apa yang terjadi pada mereka sewaktu banjir datang. Wu Ling-feng menghibur dan berkata.
"Kalau begitu tidak akan terjadi apa-apa pada bibi, Tuhan selalu membantu orang baik, bibi pasti akan selamat."
"A Lan, coba tebak apa yang kubawa untukmu?"
A Lem menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak bisa menebaknya."
"Apa yang selalu kau harapkan?"
Tanya Wu Ling-feng.
"Asalkan Kakak dan ibu selamat, tidak ada hal lain yang kuharapkan, Tuhan akan marah kalau manusia meminta terlalu banyak."
W u Ling Feng mengeluarkan dua buah botol dari balik dadanya, yang satu diisi oleh air gunung pemberian Kakek Yun, sedangkan yang satu lagi berisi air Xue Guo yang didapatkannya di Da JiDao.
Dengan lembut Wu Ling-feng berkata lagi.
"A Lan, aku sudah mengatakan kalau aku akan mencari Xue Guo untukmu, supaya sepasang matamu bisa melihat kembali. Tuhan telah melindungiku, akhirnya aku berhasil mendapatkan Xue Guo, mari biarkan aku mengobati matamu."
A Lan merasa sangat senang.... tapi hanya sebentar.
"Waktu berkumpul dengan Kakak Wu semakin pendek, untuk apa mataku diobati dan menghabiskan waktu yang berharga ini?"
Dia segera berkata.
"Kita mengobrol yang lain dulu, pengobatan bisa1535 dilakukan nanti."
Melihat sikapnya sangat tenang, Wu Ling-feng merasa terkejut, dan berkata.
"Tabib Zhi Fu pernah mengatakan asalkan meminum air Xue Guo dan didiamkan selama tiga jam, hasilnya akan terlihat, apalagi ada air pemberian Kakek Yun, bisa membersihkan daging yang telah membusuk karena keracunan. A Lan, minumlah dulu air Xue Guo ini."
A Lan tidak bisa membantah lagi, terpaksa dia pun meminumnya.
Wu Ling-feng membawa secangkir air dan dia meneteskan beberapa air pemberian Kakek Yun, kemudian dengan kain bersih dia mulai membersihkan mata A Lan.
Setelah itu mata A Lan dibalut dengan kain, dengan senang Wu Ling-feng berkata.
"Tiga jam lagi sewaktu kain dibuka, kau akan melihat cahaya lagi."
Denagn lembut A Lan berkata.
"Kak, terima kasih."
"Istirahatlah!"
Pesan Wu Ling-feng.
"Tidak, Kak, aku ingin mendengar ceritamu tentang apa yang telah Kakak alami selama ini."
Terpaksa Wu Ling-feng bercerita apa1536 yang terjadi selama setengah tahun ini, tapi dia memilih cerita yang lucu dan ringan.
Semakin bercerita Wu Ling-feng semakin merasa senang.
A Lan hanya diam mendengarkan, begitu tahu Xue Guo yang dimakannya didapatkan dengan susah payah, dia terharu dan berterima kasih.
"Sekarang kau telah melewati kesulitan, dendam pun telah terbalas, A Lan, lebih baik kita kembali ke kampung halaman dan bercocok tanam, kita berladang, menanam sayur, bunga, kita hidup bersama selamanya, dan kita tidak akan berpisah lagi!"
Kata Wu Ling-feng. A Lan tersenyum, tapi dari sudut matanya terlihat ada air mata kesedihan. Wu Ling-feng merasa sangat gembira, dia tidak memperhatikan keadaan A Lan, lalu dia berkata lagi.
"Kita cari bibi dulu, aku harus membalas budi kepadanya. Rumah di desa pasti telah hancur oleh banjir, kita pindah saja ke kaki gunung Tai Shan. Di sana kita akan membangun sebuah rumah, kita bisa sering menengok Kakek Yun. A Lan, Kakek Yun pasti sangat menyukaimu, beliau telah beberapa kali berpesan padaku untuk membawamu ke sana dan bertemu1537 dengan beliau! Ya benar, Zao yang Kakek Yun berikan sangat besar dan manis, kau pasti akan suka."
Tiba-tiba A Lan merasa matanya gatal, dia membuka perban yang membungkus matanya. Wu Ling-feng melarangnya dan bertanya.
"Apa yang kau rasakan sekarang?"
"Mataku terasa gatal."
Wu Ling-feng merasa sangat senang dan berteriak.
"Berhasil, berhasil, tidak disangka obat itu benar-benar manjur, A Lan, bersabarlah, aku akan membuka perbannya."
Wu Ling-feng terus berdoa di dalam hati, kemudian dia membuka perban matanya, terlihat cahaya sangat menyilaukan, membuat mata A Lan tidak bisa terbuka, akhirnya dia pingsan.
Dengan cemas Wu Ling-feng terus memanggil.
"A Lan, A Lan, bagaimana perasaanmu?"
A Lan bangun pelan-pelan, dia menarik nafas panjang, dan terus menatap Wu Ling-feng setelah lama air matanya baru menetes.
"Apakah kau bisa melihatku?" 1538 A Lan mengangguk, dengan senang Wu Ling-feng berteriak dan memeluknya, dan berputar-putar di kamar itu. Dengan lembut A Lan berkata.
"Kak, jangan terus berputar-putar, turunkan aku."
Wu Ling-feng merasa terkejut, kemudian dia berkata.
"Kau lihat, aku terlalu senang, A Lan matamu sudah sembuh, kau jangan terlalu lama melihat, cepat kembali ke tempat tidur, dan tidurlah barang sebentar."
Dia menggendong A Lan masuk ke dalam kamar. Dengan pelan dia meletakkan A Lan di atas tempat tidur lalu Wu Ling-feng menyelimutinya, dengan lembut dia berkata.
"Nanti aku akan kembali untuk melihatmu."
A Lan memegang tangan Wu Ling-feng dan berkata.
"Kak, jangan tinggalkan aku lagi!"
Melihat wajah A Lan yang ketakutan dengan terpaksa Wu Ling-feng duduk di sisi ranjang.
Ooo)*(ooO BAB 47 Tian Yu Ru Jian (kehendak Tuhan tajam seperti pedang) A Lan melihat Wu Ling-feng, mata Wu1539 Ling-feng yang bagus memancarkan kelembutan dan kasih sayang, hal ini membuatnya tidak bisa menahan diri.
Tiba-tiba A Lan berkata.
"Kakak Wu, apakah kau tahu di langit ada taman kesenangan?"
Wu Ling-feng kebingungan, dia tidak mengerti apa yang dimaksud A Lan, Wu Ling-feng menggelengkan kepala.
"Mungkin itu tidak benar!"
A Lan sangat kecewa, berpikir, 'Apakah semua cerita ibu itu bohong?' Wu Ling-feng berusaha menghibur-nya.
"Jangan terus menduga-duga, istirahatlah dulu!"
A Lan menolak, dia tetap menginginkan Wu Ling-feng menceritakan pengalamannya, dan tentang apa yang mereka alami sewaktu mereka kecil dulu.
Karena A Lan terus menceritakan tentang dirinya sendiri, Wu Ling-feng pun teringat pada masa kecilnya, hatinya terasa hangat.
"Kakak, apakah kau masih ingat, suatu kali sewaktu kita pergi ke gunung mencari sayuran liar, kita bertemu dengan seekor beruang besar?"
Wu Ling-feng menjawab.
"Waktu itu1540 kita terkejut sampai tidak berani bernafas, untung beruang itu tidak tahu, kita ada disana."
"Selamanya aku akan terus ingat, waktu itu kau sangat ketakutan, tapi tangan kecilmu tetap memegang ranting pohon, lalu berdiri di depanku berusaha melindungiku, Kak, kau benar-benar baik kepadaku, kalau aku tidak bisa membalas budi seumur hidupku, aku akan menjadi setan untuk membalaskan budimu,"
Kata A Lan.
"A Lan, jangan terus berkata tentang hal yang tidak enak didengar, hari-hari sulit telah berlalu, kebahagiaan kita akan datang. A Lan, aku selalu tidak suka pada hal-hal yang terjadi di dunia persilatan, aku hanya ingin hidup bersama denganmu. Walaupun merasa lapar dan dingin, hatiku tetap akan merasa senang, kita akan tinggal di kaki gunung, setiap hari kita bisa naik gunung dan berjalan-jalan, mendengarkan gemericik suara air, memetik buah-buahan. Lalu masih ada Adik Xin, dia adalah adik angkatku yang hebat ilmu silatnya, dia akan datang mengunjungi kita. Menurutmu, apakah kau akan suka dengan kehidupan seperti ini?" 1541 Melihat wajah tampan Wu Ling-feng tampak bercahaya dan bersemangat, beberapa kali A Lan ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi diucapkan. Hari telah siang, Wu Ling-feng tiba-tiba teringat janjinya dengan Xin Jie, dia berkata pada A Lan kalau dia akan pergi dulu sebentar. A Lan terus menatapnya dan berkata dengan suara kecil.
"Kakak Wu, apakah benar selamanya kau akan selalu ingat padaku?"
Wu Ling-feng terpaku, tapi segera mengangguk.
"Kakak, kalau.... kalau aku berbuat salah padamu, apakah kau mau memaafkanku?"
Wu Ling-feng tertawa.
"A Lan, kau selalu menyayangiku, bagaimana kau bisa berbuat salah kepadaku?"
A Lan menghembuskan nafas.
"Kalau begitu aku merasa tenang. Baiklah! Kak, kalau kau mau pergi, pergilah dulu!"
Wu Ling-feng merasa aneh dengan sikap A Lan, dia merasa gerak gerik A Lan rada aneh, tapi karena dia merasa terlalu gembira dia tidak memperhatikan dengan seksama.
A Lan terus menatap Wu Ling-feng,1542 dia merasa dalam hidupnya telah cukup puas, tidak ada hal yang membuatnya menyesal, dia tertawa.
"Nanti cepat kembali lagi."
A Lan mengantarkan Wu Ling-feng sampai ke depan pintu, wajahnya penuh dengan tawa, dia berpikir.
"Di dunia ini tidak ada yang hal sempurna, sesuatu yang sempurna pasti tidak akan bertahan lama, di antara kekasih semakin dalam cinta semakin tidak akan bisa bertahan hingga tua. Suami yang biasa, istri yang biasa bisa sehidup semati hingga tua, dalam hidup ini aku telah merasa cukup puas, aku telah mendapatkan kasih sayang yang dalam! Walaupun itu tidak berlangsung lama, bisa dikatakan sangat singkat, tapi dibandingkan dengan cinta yang tidak jelas, hidup lebih berarti walaupun hanya mendapatkan dalam waktu singkat."
A Lan membuka jendela, menatap langit berwarna biru, mencium harumnya bunga anggrek, dengan tenang dia mengatur dirinya....
Dengan gembira Wu Ling-feng keluar dari kota Chang An.
Begitu tiba di pintu kota, Xin Jie belum tiba, dia berjalan-jalan di sekitar sana.1543 Waktu itu keadaan aman, apalagi di daerah sana selama tiga tahun berturut-turut panen melimpah, maka wajah petani dan pedagang terlihat gembira.
Dia menunggu selama setengah jam, tapi Xin Jie belum muncul juga, dia tahu tentu ada suatu hal yang belum sempat diselesaikan Xin Jie.
Akhirnya dia meminta kertas dan pena pada seorang bos toko yang ada di pinggir jalan itu.
Dia menulis surat untuk Xin Jie dan memberitahu di mana dia tinggal.
Kemudian dengan santai dia berjalan pulang, dia merasa dia telah mendapatkan semuanya.
Matahari menyinari tubuhnya, dia merasa hangat, dalam hatinya yang paling dalam pun dia merasa hangat.
Dia terus memikirkan kata-kata A Lan tadi.
Tiba-tiba timbul perasaan yang belum pernah dia rasakan terus menerpanya, apakah rasa ini sedih atau gembira?
Dia tidak tahu, dia berusaha menenangkan dirinya berpikir.
"Apakah aku sedang merasa terlalu gembira?"
Tiba-tiba seperti ada firasat buruk menyerangnya, semakin lama perasaannya1544 semakin tidak enak.
Sebenarnya Wu Ling-feng adalah seorang yang sangat pintar, begitu rasa gembiranya hilang, otaknya bisa berpikir dengan jernih kembali.
Begitu teringat pada tawa terakhir A Lan kepadanya, dia baru sadar itu adalah tawa kesedihan yang dalam, hatinya seperti hancur....
Wu Ling-feng mulai ketakutan, dia berlari kembali ke tempat A Lan, tapi begitu tiba di sana, terdengar tangisan keluar dari rumah itu.
Wu Ling-feng merasa ada sesuatu yang telah terjadi.
Dia mengumpulkan tenaga, meloncati dinding dan masuk ke dalam rumah.
Tampak olehnya, A Lan terbaring di bawah, Xiao Yu sedang menangis meratapinya.
"Bibi Lan telah meninggal, kau datang lagi untuk apa?"
Wu Ling-feng berlari menghampiri lalu mengendong A Lan, dia mencoba memeriksa nadi A Lan, tapi kaki dan tangan A Lan telah dingin.
Wu Ling-feng hampir pingsan.
Dia meletakkan kembali A Lan di bawah, dengan bingung dia melihat ke1545 sekeliling, tiba-tiba dia bernyanyi dengan suara kecil.
"Langit tinggi, bumi begitu luas, dalam kehidupan manusia selalu tidak tahu siapa yang akan dipanggil dulu...."
Begitu lagu selesai dinyanyikan, Wu Ling-feng telah muntah darah.
Melihat pemuda tampan itu dalam sekejap telah berubah menjadi orang lain.
Matanya gelap, putus asa, membuatnya seperti jatuh ke dalam lubang es yang dalam.
Xiao Yu gemetar seperti kedinginan.
Wu Ling-feng benar-benar sedih, tapi dia malah terlihat tenang kemudian dia menggendong mayat A Lan lalu pergi dari sana begitu saja.
Xiao Yu menghapus air matanya, dia ingat pada kata-kata Bibi Lan.
".... Xiao Yu, kau sangat tahu tentang diriku, sekarang aku akan pergi ke tempat jauh, kau harus menjadi orang, apa yang terjadi padaku jangan katakan pada Tuan Wu...."
Teringat pada kata-kata Bibi Lan, Xiao Yu menangis lagi, dia marah kepada dirinya sendiri.
"Xiao Yu, kau benar-benar bodoh, kau kira Bibi Lan benar akan pergi ke tempat jauh, tidak disangka dia malah bunuh diri dengan cara menggantungkan1546 diri."
Kemudian dia berpikir lagi.
"Nenek Fang dan Bibi Lan adalah orang yang paling baik di dunia ini, tapi bagaimana nasib mereka....? Pejabat kota itu benar-benar kurang ajar, melihat Bibi Lan yang cantik dan seorang diri merantau di tempat orang, dia menuduh kalau mereka adalah keluarga penjahat, kemudian dengan namanya, pura-pura membantu mereka terlepas dari penjara, tapi Bibi Lan adalah seorang yang polos, dia tidak tahu kalau semua ini hanya akal-akalan saja. Dia mengambil kesempatan pada saat Bibi Lan merasa berhutang budi pada mereka, lalu memberikan obat kepada Bibi Lan sampai pingsan lalu memperkosanya. Semua orang tahu kejadian ini, tapi orang jahat seperti ini tetap bisa kaya dan terus naik jabatan, apakah semua ini karena nasib? Bibi Lan menelan rasa pahit ini, ternyata dia hanya ingin bertemu dengan Tuan Muda Wu dan mencoba untuk bertahan, sekarang keinginannya telah tercapai, Bibi Lan lebih memilih mengakhiri hidupnya. Dia tidak ingin Tuan Muda Wu tahu tentang kehidupannya karena dia ingin dalam1547 bayangan Tuan Muda Wu dia menjadi sosok yang sempurna. Karena mencintai Tuan Muda Wu dia menelan semua ini. Semua ini hanya aku yang tahu, Bibi Lan tidak pernah menganggapku sebagai pelayannya, dia selalu merawatku seperti seorang kakak, sejak kecil aku tidak pernah disayang oleh siapa pun. Bibi Lan! Bibi Lan! Kalau aku tidak membalas dendam untukmu, aku benar-benar lebih buruk dari seekor anjing dan babi!"
Dengari marah Xiao Yu keluar dari rumah untuk berkelana dan mencari guru silat untuk belajar ilmu silat.
Di kemudian hari dia menjadi seorang pesilat terkenal dan mencapai tujuannya.
Kita tidak akan membahasnya di sini.
Ooo)*(ooO Wu Ling-feng menyewa sebuah kereta, dia takut kalau terus menggendong mayat A Lan, akan menarik perhatian orang-orang.
Setelah berada di luar kota, dia memberikan uang satu tail kepada sang kusir, lalu menggendong mayat A Lan dengan cepat.
Kusir masih menganggap dia telah bertemu dengan dewa uang, dia merasa sangat senang.
Wu Ling-feng memilih jalan kecil, dia1548 berlari sebentar, di sebuah kaki gunung dengan ilmu meringankan tubuh yang tinggi dia berlari seperti orang gila, turun dan naik gunung.
Jalan di gunung itu menanjak dan berliku-liku.
Di sebuah gua, Wu Ling-feng meletakkan A Lan di bawah.
Dalam hidup Wu Ling-feng, dia selalu hidup dengan susah, apalagi sekarang, dia merasa sangat kecewa, tidak ada yang bisa dia rindukan lagi.
Pedangnya dikeluarkan untuk menggali lubang.
Dia mengubur mayat A Lan di sana.
Kemudian di depan kuburan A Lan dia berkata.
"A Lan, dalam hidup ini kakak telah mengambil keputusan untuk menemanimu.... Di langit, bumi, atau di mana pun, tunggulah aku sebentar, aku akan menyusulmu!"
Dia berhenti bicara, dia seperti bermimpi, tidak ada perasaan, sepertinya dia sedang mengambil keputusan biasa yang tidak perlu dipikirkan lebih jauh.
Dia menarik nafas, dia berjalan ke sisi gunung, matahari mulai terbenam, kota Chang An terlihat jelas, Wu Ling-feng merasa hidupnya cukup sampai di sini.
Dia berdiri di depan kuburan A Lan, pedangnya1549 diangkat dan dia siap menggores lehernya.
Tiba-tiba tangan kanan Wu Ling-feng gemetar, satu tenaga besar membuat pedangnya tidak dapat dipegang.
Suara besar seperti lonceng berdentang.
"Perasaan kepada perempuan adalah kosong, kosong adalah perempuan. Kesedihan tidak terbatas, berpalinglah ke darat."
Wu Ling-feng merasa kepalanya seperti disiram air juga merasa seperti disambar petir.
Waktu itu dia seperti bingung dan tidak sadar, tapi kemudian dia merasa sangat sadar.
Begitu membalikkan tubuh untuk melihat, tidak ada siapa pun di sana.
Begitu melihat ke depan, terlihat ada dua sosok yang telah menjauh dari sana.
Baca Juga: Rahasia Kampung Setan 5
Baca Juga: Amanat Marga 9